P. 1
Aspek Perpajakan Usaha Perbankan

Aspek Perpajakan Usaha Perbankan

|Views: 642|Likes:
Published by Fahruddin Latif

More info:

Published by: Fahruddin Latif on Oct 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/23/2011

pdf

text

original

1. Subjek Pajak Penghasilan (PPh) y Yang menjadi subjek pajak adalah : a.

1) Orang Pribadi 2) Warisan yang belum terbagi sebagai kesatuan menggantikan yang berhak b. Badan y Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apa pun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga, dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap y Klasifikasi Objek Pajak Badan 1. Penghasilan yang merupakan Objek Pajak tidak bersifat final (Pasal 4 ayat (1) UU PPh) 2. Penghasilan yang merupakan Objek Pajak yang dipotong PPh final (Pasal 4 ayat (2) UU PPh) 3. Penghasilan yang bukan merupakan merupakan Objek Pajak (Pasal 4 ayat (3) UU PPh) c. Bentuk Usaha Tetap (BUT) 2. Objek Pajak Penghasilan (PPh) y Yang menjadi Objek Pajak adalah Penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang Diterima atau diperoleh Wajib Pajak Berasal dari Indonesia maupun luar Indonesia Dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambahkekayaan Wajib Pajak Dengan nama dan dalam bentuk apapun. Termasuk : a. penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang pensiun, atau imbalan dalam bentuk lainnya, kecuali ditentukan lain dalam Undang-undang PPh b. hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan, dan penghargaan c. laba usaha d. keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta e. penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya dan pembayaran tambahan pengembalian pajak. bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang g. dividen, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi h. royalti 1. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta 2. penerimaan atau perolehan pembayaran berkala k. keuntungan karena pembebasan utang, kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah (PP Nomor 130 Tahun 2000) 1. keuntungan selisih kurs mata uang asing m. selisih lebih karena penilaian kembali aktiva n. premi asuransi y Iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas p. tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenai pajak q. penghasilan dari usaha yang berbasis syariah (PP 25 Tahun 2009) 1. imbalan bunga sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang yang mengatur mengenai ketentuan umum dan tata cara perpajakan 2. surplus Bank Indonesi Yang dikecualikan dari objek pajak adalah : a. 1) bantuan atau sumbangan, termasuk zakat yang diterima oleh badan amal zakat atau lembaga amal zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan yang diterima oleh penerima zakat yang berhak atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang

Bantuan atau santunan yang dibayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial kepada Wajib Pajak tertentu. Pengurang Penghasil Bruto . dalam jangka waktu paling lama 4 (empat) tahun sejak diperolehnya sisa lebih tersebut. badan usaha milik negara.03/2008) l. Iuran yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan. asuransi jiwa. badan sosial termasuk yayasan. harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyertaan modal d.04/1995). Wajib Pajak yang dikenakan pajak secara final atau Wajib Pajak yang menggunakan norma penghitungan khusus (deemed profit) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 UU PPh e. badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah yang menerima dividen. Penghasilan dari modal yang ditanamkan oleh dana pensiun sebagaimana dimaksud dalam huruf g di atas. badan keagamaan. atau penguasaan di antara pihakpihak yang bersangkutan b. yang telah terdaftar pada instansi yang membidanginya. kecuali yang diberikan oleh bukan Wajib Pajak. koperasi. yang ditanamkan kembali dalam bentuk sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan/atau penelitian dan pengembangan. dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat: y dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan. Dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri. dalam bidang-bidang tertentu yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan (KMK651/KMK. dan asuransi bea siswa 1. g.03/2008) Konsep Biaya Dalam PPh 3. asuransi kecelakaan. Penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura. kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% (dua puluh lima persen) dari jumlah modal yang disetor. badan pendidikan. perkumpulan. yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP 18 Tahun 2009) 2) harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat. firma. atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil. sepanjang perusahaan pasangan usaha tersebut : y dalam sektor usaha yang ditetapkan Menteri Keuangan (KMK-250/KMK. baik yang dibayar oleh pemberi kerja maupun pegawai h. koperasi. dan kongsi. Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham.04/1994) i. Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dengan asuransi kesehatan.03/2008) sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha. Warisan c. kepemilikan. asuransi dwiguna. yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK-245/PMK. yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK.247/PMK.diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan yang diterima oleh penerima sumbangan yang berhak. yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK-80/PMK. termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif j. dan y sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia k. Beasiswa yang memenuhi persyaratan tertentu yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK-246/PMK.03/2009) m. atau badan usaha milik daerah. dan y bagi perseroan terbatas. Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura dan/atau kenikmatan dari Wajib Pajak atau Pemerintah. pekerjaan. persekutuan. Sisa lebih yang diterima atau diperoleh badan atau lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang pendidikan dan/atau bidang penelitian dan pengembangan. berupa bagian laba dari pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha di Indonesia.

gratifikasi. menagih dan memelihara. dan memelihara penghasilan 4. biaya beasiswa. y Sesuai Pasal 6 UU PPh. menagih. termasuk: 1. magang. dan royalti 4) biaya perjalanan 5) biaya pengolahan limbah 6) premi asuransi 7) biaya promosi dan penjualan yang diatur dengan atau berdasarkan PMK (PMK-02/PMK.03/2010): 1) telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial. atau adanya pengakuan dari debitur bahwa utangnya telah dihapuskan untuk jumlah utang tertentu 4) syarat sebagaimana dimaksud pada butir h.3 di atas tidak berlaku untuk penghapusan piutang tak tertagih debitur kecil. honorarium. ditentukan berdasarkan penghasilan bruto dikurangi biaya-biaya yang menurut ketentuan undang-undang perpajakan dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. menagih. bonus. dan memelihara penghasilan (pajak) 2. dan 9) pajak kecuali Pajak Penghasilan 1. iuran kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan 3. Sumbangan dalam rangka penelitian dan pengembangan yang dilakukan di Indonesia yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah 3. dan 5. Pengeluaran yang tidak boleh dikurangkan y Berdasarkan Pasal 9 ayat (1) UU PPh. pengeluaran yang tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto yaitu : y . Sumbangan fasilitas pendidikan yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah. sepanjang harta yang disusutkan atau diamortisasi tersebut digunakan untuk mendapatkan.Yang menjadi Pengurang Penghasil Bruto adalah besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap. sewa. Biaya yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha. atau adanya perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang/pembebasan utang antara kreditur dan debitur yang bersangkutan. antara lain: 1) biaya pembelian bahan 2) biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah. piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dengan syarat (diatur lebih lanjut dengan PMK105/PMK. 1. biaya-biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto yaitu biaya untuk mendapatkan. biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia 6.03/2009 stdd PMK-57/PMK. Sumbangan dalam rangka penanggulangan bencana nasional yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah 2. atau telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus. dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang 3) bunga. Kerugian selisih kurs mata uang asing 5. Biaya yang dapat dikurangkan adalah biaya untuk mendapatkan. dan memelihara penghasilan. gaji. menagih. Sumbangan dalam rangka pembinaan olahraga yang ketentuannya diatur dalam Peraturan Pemerintah 4. dan 3) telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau instansi pemerintah yang menangani piutang negara. Biaya pembangunan infrastruktur sosial yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah 4. dan pelatihan 7. Penyusutan atas pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud dan amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan atas biaya lain yang memiliki masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun. 2) Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih kepada Direktorat Jenderal Pajak.03/2010) 8) biaya administrasi. kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk mendapatkan.

Harta yang dihibahkan. dan asuransi bea siswa yang dibayar oleh wajib pajak orang pribadi. dan huruf m UU PPh serta zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia. huruf k.03/2009) 3. atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham sanksi administrasi berupa bunga. gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan. firma. Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan. sekutu. y Biaya Promosi Biaya Promosi yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto diatur dalam PMK-02/PMK. Pajak Penghasilan 6. Dengan pokok-pokok ketentuan sebagai berikut : 1. sewa guna usaha dengan hak opsi.03/2010 (berlaku sejak 1 Januri 2009). asuransi kecelakaan. dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan. dan y cadangan biaya penutupan dan pemeliharaan tempat pembuangan limbah industri untuk usaha pengolahan limbah industri yang ketentuan dan syarat-syaratnya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK81/PMK. huruf j. yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah 5. huruf l. Premi asuransi kesehatan. kecuali sumbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf i. perusahaan pembiayaan konsumen.83/PMK. asuransi dwiguna. kecuali : y cadangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan badan usaha lain yang menyalurkan kredit. yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah. dan warisan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a dan huruf b UU PPh. Pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun. bantuan atau sumbangan. atau anggota 3. Pembentukan atau pemupukan dana cadangan. denda. Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham. Biaya Promosi yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : y 1) untuk mempertahankan dan atau meningkatkan penjualan.1. kecuali jika dibayar oleh pemberi kerja dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi wajib pajak orang pribadi yang bersangkutan (wajib dipotong PPh Pasal 21) 2. . jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan 4. PMK ini disampaikan melalui SE-9/PJ/2010 tanggal 1 Februari 2010. kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK. asuransi jiwa. biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi Wajib Pajak atau orang yang menjadi tanggungannya 7. dan perusahaan anjak piutang y cadangan untuk usaha asuransi termasuk cadangan bantuan sosial yang dibentuk oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial y cadangan penjaminan untuk Lembaga Penjamin Simpanan y cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan y cadangan biaya penanaman kembali untuk usaha kehutanan. seperti dividen.03/2009) 1. termasuk dividen yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis dan pembagian sisa hasil usaha koperasi 2.

2) biaya pameran produk. y Dalam hal Biaya Promosi dilakukan dalam bentuk selain sponsorship dan kegiatan promosi tersebut dilakukan berdasarkan suatu kontrak dan/atau perjanjian. 1. PMK. 2. menagih. Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih adalah piutang yang timbul dari transaksi bisnis yang wajar sesuai dengan bidang usahanya. dengan nama dan dalam bentuk apapun. 3) biaya pengenalan produk baru. 3. nomor bukti pemotongan dan besarnya Pajak Penghasilan yang dipotong dengan format sebagaimana dalam lampiran PMK-2/PMK. Pokok-pokok ketentuan adalah sebagai berikut : 1. kolom Keterangan harus diisi dengan mencantumkan Nama Kegiatan dan Lokasinya. media cetak.105/PMK.03/2010. Mekanisme pemotongan PPh kepada pihak-pihak yang menerima penghasilan atas pengeluaran biaya promosi mengacu pada ketentuan perpajakan yang berlaku. Dalam hal ketentuan huruf f dan g di atas tidak dipenuhi. Besarnya Biaya Promosi yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto merupakan akumulasi dari jumlah 1) biaya periklanan di media elektronik. dan/atau 4) biaya sponsorship yang berkaitan dengan promosi produk.57/PMK.03/2009 stdd PMK57/PMK. Nomor Pokok Wajib Pajak. tanggal. y Dalam hal Biaya Promosi dikeluarkan dalam bentuk sponsorship. kepada pihak lain yang tidak berkaitan langsung dengan penyelenggaraan kegiatan promosi. Daftar nominatif dilaporkan sebagai lampiran saat Wajib Pajak menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan.03/2010 (berlaku sejak 1 Januri 2009). maka Wajib Pajak harus mencantumkan informasi kontrak dan/atau perjanjian secara lengkap dalam kolom Keterangan. kolom Keterangan harus diisi dengan informasi kontrak dan/atau perjanjian sponsorship secara lengkap. sepanjang memenuhi persyaratan: y 1) telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial. Biaya Promosi tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.2) dikeluarkan secara wajar. dan/atau media lainnya. besarnya biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto adalah sebesar harga pokok sampel produk yang diberikan. Biaya Promosi yang dikeluarkan kepada pihak lain dan merupakan objek pemotongan PPh wajib dilakukan pemotongan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. dan y y .03/2010 disampaikan melalui SE62/PJ/2010 tanggal 10 Mei 2010. besarnya biaya. 2. Piutang Yang Nyata-nyata Tidak Dapat Ditagih Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih diatur dalam PMK. sepanjang belum dibebankan dalam perhitungan harga pokok penjualan. y 2) Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih tersebut dalam bentuk hard copy dan/atau soft copy kepada Direktorat Jenderal Pajak. dan memelihara penghasilan yang bukan merupakan objek pajak dan yang telah dikenai pajak bersifat final. alamat. Piutang yang nyata-nyata tidak dapat dapat dibebankan sebagai pengurang penghasilan bruto. Dalam hal promosi dilakukan dalam bentuk pemberian sampel produk. bentuk dan jenis biaya. Tidak termasuk Biaya Promosi adalah : 1) pemberian imbalan berupa uang dan/atau fasilitas. termasuk nomor dan tanggal kontrak. 1. dan 3) menurut adat kebiasaan pedagang yang baik. termasuk nomor dan tanggal kontrak. Pada saat pengisian Lampiran Peraturan Menteri mengenai Daftar Nominatif perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : y Dalam hal pemberian sampel. Wajib Pajak wajib membuat daftar nominatif yang paling sedikit harus memuat data penerima berupa nama. 2) Biaya Promosi untuk mendapatkan. yang nyata-nyata tidak dapat ditagih meskipun telah dilakukan upaya-upaya penagihan yang maksimal atau terakhir oleh Wajib Pajak 2.

00 (lima juta rupiah). 2. yaitu kredit yang diberikan kepada nasabah usaha kecil. y Kredit Usaha Tani (KUT).3) Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih tersebut telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau instansi pemerintah yang menangani piutang negara.000. Apabila di kemudian hari piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dilunasi oleh debitur seluruhnya atau sebagian.000. Daftar piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dan dokumen/bukti untuk pemenuhan ketentuan dalam butir b di atas diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pajak dengan cara melampirkannya dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh tahun pajak dihapuskannya piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih. y Persyaratan butir b. 1. maka jumlah piutang yang dilunasi tersebut merupakan penghasilan bagi kreditur pada tahun pajak diterimanya pelunasan. y Kredit Pemilikan Rumah Sangat Sederhana (KPRSS). Penerbitan umum atau khusus sebagaimana dimaksud dalam syarat piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih adalah penerbitan yang meliputi: y Penerbitan umum adalah pemuatan pengumuman pada penerbitan surat kabar/majalah atau media massa cetak yang lazim lainnya yang berskala nasional. atau telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus.03/2009 tanggal 22 April 2009 (berlaku sejak tanggal 1 Januari 2009). Pokok-pokok ketentuan adalah sebagai berikut : y . palawija. yang merupakan gunggungan jumlah piutang dari beberapa kredit yang diberikan oleh suatu institusi bank/lembaga pembiayaan dalam negeri sebagai akibat adanya pemberian: y Kredit Usaha Keluarga Prasejahtera (Kukesra). yaitu kredit yang diberikan untuk keperluan modal usaha kecil lainnya selain KUK. yaitu kredit yang diberikan oleh bank kepada masyarakat untuk pemilihan rumah sangat sederhana (RSS). 2. dan hortikultura. y Kredit Usaha Rakyat (KUR). atau y Penerbitan khusus adalah pemuatan pengumuman pada: y penerbitan Himpunan Bank-Bank Milik Negara (HIMBARA)/Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (PERBANAS) y penerbitan/pengumuman khusus Bank lndonesia. Yang dimaksud debitur kecil -> piutang debitur kecil yang jumlahnya tidak melebihi Rp100. atau adanya pengakuan dari debitur bahwa utangnya telah dihapuskan untuk jumlah utang tertentu. atau terdapat perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang/pembebasan utang antara kreditur dan debitur atas piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih tersebut. 1.00 (seratus juta rupiah).3 ini tidak berlaku untuk debitur kecil (” Rp 100 juta) atau debitur kecil lainnya (” Rp 5 juta). dan/atau y Kredit kecil lainnya dalam rangka kebijakan perkreditan Bank Indonesia dalam mengembangkan usaha kecil dan koperasi.000. Yang dimaksud debitur kecil lainnya -> debitur selain sebagaimana dimaksud dalam butir e di atas yang jumlahnya tidak melebihi Rp 5. y Kredit Usaha Kecil (KUK). yaitu kredit modal kerja yang diberikan oleh bank kepada koperasi primer baik sebagai pelaksana (executing) maupun penyalur (channeling) atau kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai pelaksana pemberian kredit. 1.000. y Pembentukan/Pemupukan Dana Cadangan Pembentukan/pemupukan dana cadangan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81/PMK. yaitu kredit lunak untuk usaha ekonomi produktif yang diberikan kepada Keluarga Prasejahtera dan Keluarga Sejahtera I yang telah menjadi peserta Takesra dan tergabung dalam kegiatan kelompok Prokesra-OPPKS. dan/atau y penerbitan yang dikeluarkan oleh asosiasi yang telah terdaftar sebagai Wajib Pajak dan pihak kreditur menjadi anggotanya. untuk keperluan petani yang tergabung dalam kelompok tani guna membiayai usaha taninya dalam rangka intensifikasi padi.

1. Besarnya cadangan piutang tak tertagih sebagai berikut : 1) Bank Umum Konvensional : 2) Bank Umum Syariah : 3) BPR Konvensional : 4) BPR Syariah : Besarnya nilai agunan yang dapat diperhitungkan sebagai pengurang pada cadangan sebagaimana dimaksud di atas paling tinggi adalah: y 100% (seratus persen) dari nilai agunan yang bersifat likuid. Namun karena ada karakteristik khusus atas usaha perbankan maka terdapat aturan pajak yang khusus mengatur hal tersebut. pegadaian syariah. Kerugian yang berasal dari piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dibebankan pada perkiraan cadangan piutang tak tertagih. 3. 2. y margin.1. y biaya. yaitu sebagai berikut: 1. Ketentuan mengenai penghasilan. dan y pemotongan pajak atau pemungutan pajak. asuransi syariah. dan pemotongan pajak atau pemungutan pajak dari kegiatan Usaha Berbasis Syariah sebagaimana dimaksud di atas berlaku mutatis mutandis ketentuan dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan. Aturan Khusus Perbankan y Ketentuan Perpajakan Untuk Perbankan Seperti jenis usaha yang lain. 1. Jumlah piutang yang digunakan sebagai dasar untuk membentuk dana cadangan tersebut di atas adalah jumlah pokok pinjaman yang diberikan oleh bank. jasa keuangan syariah dan kegiatan usaha berbasis syariah lainnya 2. ketentuan perpajakan secara umum juga berlaku untuk usaha perbankan. Pemotongan pajak atau pemungutan pajak dari kegiatan Usaha Berbasis Syariah dilakukan juga terhadap: y hak pihak ketiga atas bagi hasil. 2. 5. y bonus. dan y hasil berbasis syariah lainnya yang sejenis. Dan sebaliknya. maka jumlah kelebihan cadangan tersebut harus diakui sebagai penghasilan. Aturan pajak tersebut adalah : . Penghasilan Usaha Bank Berbasis Syariah Perlakuan Pajak Penghasilan atas kegiatan usaha berbasis syariah diatur dalam PP Nomor 25 Tahun 2009. Biaya dari Kegiatan Usaha Berbasis Syariah termasuk : y hak pihak ketiga atas bagi hasil. Pemberlakuan secara mutatis mutandis dimaksudkan bahwa ketentuan perpajakan yang berlaku umum berlaku pula untuk kegiatan Usaha Berbasis Syariah. Usaha Berbasis Syariah adalah setiap jenis usaha yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah yang meliputi perbankan syariah. dan y kerugian dari transaksi bagi hasil. y margin. Dalam hal cadangan piutang tak tertagih tidak atau tidak seluruhnya dipakai untuk menutup penghapusan piutang yang nyata-nyata tidak tertagih. maka kekurangannya diperhitungkan sebagai kerugian (biaya). biaya. dan y 75% (tujuh puluh lima persen) dari nilai agunan lainnya atau sebesar nilai yang ditetapkan perusahaan penilai 1. apabila jumlah cadangan yang ada tidak mencukupi. 1. Bank umum konvensional dan bank umum syariah serta BPR konvensional dan BPR Syariah dapat membentuk dana cadangan piutang tak tertagih. Perlakuan Pajak Penghasilan dari kegiatan Usaha Berbasis Syariah meliputi: y penghasilan.

Dividen. upah . 4. Jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing services). Menyebutkan bahwa : Atas pembelian barang yang dilakukan oleh : y Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah. imbalan lainnya dalam bentuk dan nama apapun 2. Jasa aktuaris. 6. 10. Jasa pengolahan limbah. y Sewa (selain sewa tanah dan bangunan) y Imbalan sehubungan dengan : .jasa konsultan . Jasa pengeboran (drilling) di bidang migas. 3) Jasa lain yang dikenakan PPh Pasal 23 sebesar 2% menurut PMK-244/PMK. 8.03/2008 adalah sebagai berikut : 1.jasa lain yg ditetapkan dirjen pajak selain jasa yg telah dipotong pph psl 21 Yang memiliki NPWP dikenakan tarif 2%. 2. insentif. yang tidak memiliki NPWP dikenakan tarif 4%. dan atestasi laporan keuangan. dan Imbalan Jasa 1) Pemotong PPh Pasal 23 menurut Pasal 23 ayat (1) dan ayat (3) adalah : y Badan Pemerintah y Subjek Pajak Badan Dalam Negeri y Penyelenggara Kegiatan y Bentuk Usaha Tetap y Perwakilan Perusahaan Luar Negeri Lainnya y Orang Pribadi Sebagai Wp Dalam Negeri Tertentu Yang Ditunjuk Oleh Dirjen Pajak 2) Penghasilan Wajib Pajak Dalam Negeri atau BUT yang dikenakan pemotongan PPh Pasal 23 menurut Pasal 23 ayat (1) adalah sebagai berikut : y Dividen (selain deviden ke OP / ke PT dgn penyertaan saham diatas 25%) y Bunga (kecuali bank) y Royalti y Hadiah dan Penghargaan sehubungan dengan kegiatan selain yg telah dipotong PPh Ps. Jasa penunjang di bidang penambangan migas. yang melakukan pembelian barang dengan dana yang bersumber dari belanja negara (APBN) dan/atau belanja daerah (APBD) y Bank-bank BUMN yang melakukan pembelian barang yang dananya bersumber dari APBN maupun non-APBN Wajib dipungut PPh Pasal 22 dari wajib pajak penjual dengan tarif efektif 1. PPh Pasal 22 dipungut pada saat pembayaran. Jasa penambangan dan jasa penunjang di bidang penambangan selain migas. Jasa perancang (design). honorarium. PPh Pasal 23 untuk Bunga.1. 3. Jasa perantara dan/atau keagenan.03/2001 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan PMK-210/PMK. .jasa manajemen . pembukuan.03/2008).jasa teknik . 9. Jasa penilai (appraisal). 1. Jasa akuntansi. Sewa. 7. PPh Pasal 21 untuk Gaji.5% x Harga Jual (belum termasuk PPN). 11. Jasa penebangan hutan. PPh Pasal 22 untuk Pengadaan (Pembelian) Barang oleh Bank BUMN/D 1) Kewajiban Pemungutan PPh Pasal 22 Pemungutan PPh Pasal 22 diatur dalam KMK-254/KMK. kecuali yang dilakukan oleh bentuk usaha tetap (BUT). 12. Royalti. 21 Yang memiliki NPWP dikenakan tarif 15%. Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara. yang tidak memiliki NPWP dikenakan tarif 30%. 5.

Jasa pengepakan. 23. dan/atau TV kabel. gas. Jasa pengisian suara (dubbing) dan/atau sulih suara. 19. 27. Jasa maklon. Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga. SHU koperasi yang dibayarkan kepada anggotanya 3. peralatan. Jasa kustodian/penyimpanan/penitipan. listrik. air. misal : bunga tabungan/ deposito. telepon. Jasa penyelidikan dan keamanan. Jasa kebersihan atau cleaning service. Sewa yang dibayarkan/terutang sehubungan dengan sewa guna usaha dengan hak opsi 3. pemeliharaan dan perbaikan. yang berfungsi sebagai penyalur pinjaman dan/atau pembiayaan. tidak dilakukan pemotongan PPh Pasal 23. selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi. Jasa katering atau tata boga. kecuali yang dilakukan oleh Bursa Efek. Perkumpulan.dividen berasal dari cadangan laba di tahan. dasar hukumnya adalah pasal 23 ayat (4) huruf h yang menyebutkan bahwa : y Atas penghasilan berupa bunga atau imbalan lain yang diberikan atas penyaluran pinjaman dan atau pemberian pembiayaan. Dividen/bagian laba yg diterima/diperoleh PT sebagai WP dalam negeri. 21. koperasi. 14. 20. TV kabel. hadiah undian. kecuali yang dilakukan oleh KSEI. 16. air. 26.03/2008 (Jasa Keuangan selain bank yg dikecualikan dari pemotongan PPh Ps 23). 17. Jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media masa. Jasa sehubungan dengan software komputer. Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada badan usaha atas jasa keuangan yang berfungsi sebagai penyalur pinjaman dan/atau pembiayaan. 1. alat transportasi/kendaraan dan/atau bangunan. AC. 22. dan y . KSEI dan KPEI. 2. Penghasilan yang dibayar/terutang kepada bank dan lembaga keuangan 2. Jasa perawatan/perbaikan/pemeliharaan mesin. Jasa pembasmian hama. 5) PMK Nomor 251/PMK. peralatan. 4) Dikecualikan dari pemotongan PPh Pasal 23 menutut Pasal 23 ayat (4) UU PPh adalah sebagai berikut : 1. Jasa mixing film. 18. Bagian laba yang diterima/diperoleh anggota dari Perseroan Komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham. BUMN. selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi. 1. dan lain lain 1) PPh Final atas Bunga Deposito/Tabungan . Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer. BUMD saham yang dimiliki minimal 25%. AC. 24. BUMN atau BUMD yang khusus didirikan untuk memberikan sarana pembiayaan bagi UMKM termasuk PT Permodalan Nasional Madani. Firma Dan Kongsi. media luar ruang atau media lain untuk penyampaian informasi. termasuk yang menggunakan pembiayaan berbasis syariah sehubungan dengan jasa keuangan yang dibayarkan atau terutang kepada badan usaha: 1. gas. listrik. Jasa instalasi/pemasangan mesin. 25.bagi PT. BUMN/BUMD dari penyertaan modal pada badan usaha yg didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat : y . perusahaan pembiayaan yang merupakan badan usaha di luar bank dan lembaga keuangan bukan bank yang khusus didirikan untuk melakukan kegiatan yang termasuk dalam bidang usaha lembaga pembiayaan dan telah memperoleh ijin usaha dari Menteri Keuangan 2.13. termasuk perawatan. PPh Pasal 4 ayat (2) untuk PPh yang bersifat final. telepon. Persekutuan. 15.

´ 1. Dalam Pasal 3 PMK-255/PMK. PPh Pasal 25 Wajib Pajak Bank 1) Angsuran PPh Pasal 25 WP Bank Angsuran PPh Pasal 25 bank tidak berdasarkan SPT Tahunan tahun sebelumnya tetapi berdasarkan Laporan Keuangan Triwulan (PMK-255/PMK.000. 3.42 Tahun 2009) terdapat perubahan terminologi dari ³jasa perbankan´ menjadi ³jasa keuangan´. y Bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI yang diterima atau diperoleh Dana Pensiun yang telah disahkan Menteri Keuangan. Pembebasan pemotongan PPh atas bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI yang diterima atau diperoleh Dana Pensiun yang telah disahkan Menteri Keuangan. Jasa keuangan termasuk yang jenis jasa yang tidak dikenakan PPN. Dalam UU PPN yang baru (UU No.500. 2. kapling siap bangun untuk rumah sederhana dan sangat sederhana. 4. termasuk jasa giro serta diskonto Sertifikat Bank Indonesia. PPN untuk Penyerahan Barang/Jasa (BKP/JKP) yang terutang PPN. atau rumah susun sederhana sepanjang untuk dihuni sendiri. 1) PPN Terkait Usaha Perbankan.00 dan bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah.03/2009 menyebutkan bahwa : ³Besarnya angsuran PPh Pasal 25 untuk WP bank dan sewa guna usaha dengan hak opsi adalah sebesar PPh yang dihitung berdasarkan penerapan tarif umum atas laba rugi fiskal menurut laporan keuangan triwulan terakhir yang disetahunkan dikurangi PPh Pasal 24 yang dibayar atau terutang di luar negeri untuk tahun pajak yang lalu. KEP395/PJ/2001. Penyetoran PPh tersebut oleh penyelenggara undian dengan SSP secara kolektif selambatlambatnya tanggal10 bulan berikutnya. Pokok-pokok ketentuan adalah sebagai berikut : 1. sepanjang dananya diperoleh dari sumber pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 UU Nomor 11 Tahun 1992 Tentang Dana Pensiun dapat diberikan berdasarkan SKB Pemotongan PPh atas Bunga Deposito dan Tabungan serta Diskonto Sertifikat Bank Indonesia yang diterbitkan oleh KPP tempat dana pensiun terdaftar. Hadiah dengan nama dan dalam bentuk apapun melalui cara undian yang diterima atau diperoleh orang orang pribadi/badan dalam negeri dan orang pribadi atau badan luar negeri dikenakan PPh Final sebesar 25% dari jumlah bruto nilai undian. Dikecualikan dari pemotongan PPh : y Bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI sepanjang jumlah deposito dan tabungan serta sertifikat Bank Indonesia tersebut tidak melebihi Rp 7. hanya saja ada pengecualian. 2) PPh Final atas Hadiah Undian PPh Final atas Penghasilan dari Hadiah atas Undian diatur dalam PP Nomor 132 Tahun 2000. dan SE-19/PJ.03/2008 stdd PMK Nomor 208/PMK. sepanjang dananya diperoleh dari sumber pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 UU Nomor 11 Tahun 1992 Tentang Dana Pensiun. y Bunga tabungan pada bank yang ditunjuk Pemerintah dalam rangka pemilikan rumah sederhana dan sangat sederhana.PPh Final atas Bunga Deposito/Tabungan diatur dalam PP Nomor 131 Tahun 2000 dan KMK51/KMK. kecuali WP Orang Pribadi yang seluruh penghasilannya dalam 1 tahun pajak termasuk bunga dan diskonto tidak melebihi PTKP.43/2001. 2.03/2008 stdd PMK Nomor 208/PMK. Jasa perbankan yang dimaksud dalam UU PPN lama (PP 144/2000) adalah jasa perbankan .04/2001. y Bunga dan diskonto yang diterima atau diperoleh bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia.03/2009). Pelaporan ke KPP setempat dengan SPT Masa PPh atas hadiah undian selambat-lambatnya tanggal 20 bulan berikutnya setelah dibayarkannya atau diserahkannya hadiah undian tersebut. pada prinsipnya semua barang dan jasa dikenakan PPN. PPh Final dikenakan atas bunga yang berasal dari deposito/tabungan baik yang ditempatkan pada bank yang didirikan di dalam negeri maupun bank di luar negeri melalui cabangnya di di Indonesia. PPh yang terutang adalah sebesar 20% dari jumlah bruto (terhadap wajib pajak dalam negeri atau BUT) dan 20% dari jumlah bruto atau sesuai tarif P3B yang berlaku (terhadap wajib pajak luar negeri). 3. dibagi 12 (dua belas). Pokok-pokok ketentuannya adalah sebagai berikut : 1.

sarana telekomunikasi maupun dengan wesel unjuk.usaha kartu kredit. jasa penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak (perjanjian). berupa: . dan .jasa penyaluran pinjaman atas dasar hukum gadai. serta anjak piutang. jasa Sewa Guna Usaha dengan Hak Opsi y UU PPN baru (UU No. sedangkan menurut UU PPN baru.42 Tahun 2009) Jasa keuangan. Jasa keuangan ini tidak dikaitkan lagi pengertian jasa perbankan sebagaimana dimaksud dalam UU perbankan. 1. Dasar Pengenaan Pajaknya adalah jumlah kompensasi jasa/fee (imbalan) yang diterima oleh bank tersebut. jasa menempatkan dana. asuransi. Salah satu yang menjadi polemik adalah pengenaan PPN terhadap transaksi murabahah (produk perbankan syariah dengan prinsip jual beli). Menurut UU PPN yang baru. meminjam dana. meliputi: 1. 3. tabungan. termasuk gadai syariah dan fidusia. atau meminjamkan dana kepada pihak lain dengan menggunakan surat. y UU PPN lama (PP 144/2000) Jasa di bidang perbankan. . . 2. dan jasa pembiayaan). 4) Jenis jasa keuangan yang tidak dikenakan PPN telah disebutkan secara limitatif dalam Memori Penjelasan Pasal 4A ayat (3) huruf d UU PPN. 2.sewa guna usaha dengan hak opsi. termasuk pembiayaan berdasarkan prinsip syariah. jasa menghimpun dana dari masyarakat berupa giro. .anjak piutang. Dengan adanya UU PPN yang baru maka atas transaksi tersebut tidak dikenakan PPN lagi. Penyerahan barang dalam rangka pembagian hadiah berupa barang (melalui penukaran poin yang terkumpul) oleh perusahaan perbankan penerbit kartu kredit kepada para nasabahnya melalui ³Membership Reward Program´ yang dikaitkan dengan penggunaan kartu kredit/kartu tagih.sesuai dengan UU perbankan. jasa keuangan yang dilakukan oleh siapapun tidak dikenakan PPN 2) Perubahan ini memberikan perluasan arti sehingga mengakhiri perdebatan yang timbul selama ini mengenai apakah jasa keuangan yang dilakukan oleh perbankan syariah dan non perbankan termasuk pengertian jasa perbankan yang tidak dikenakan PPN ?. 2.S56/PJ. dan sewa guna usaha dengan hak opsi. 3. dan/atau pembiayaan konsumen.jasa penjaminan. cek. menempatkan dana. jasa perbankan sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 kecuali jasa penyediaan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga. Jenis jasa lainnya yang tidak disebutkan dalam Memori Penjelasan Pasal 4A ayat (3) huruf d UU PPN dikenakan PPN 5) Contoh jenis jasa yang Dilakukan Perusahaan Perbankan yang Dikenakan PPN (ketentuan dalam SE dan Surat Dirjen hanya bersifat penegasan) : 1. jasa pembiayaan. . dan/atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu.321/1994) memberikan penegasan bahwa: y kegiatan usaha penyewaan safety box yang dilakukan oleh bank umum terutang PPN y dalam hal dapat dibuktikan oleh bank yang bersangkutan bahwa penggunaan safety box oleh pihak lain dikaitkan dengan usaha perbankan lainnya sehingga atas pemakaian safety box tersebut tidak dipungut biaya maka Dasar Pengenaan Pajaknya adalah nihil dan Pajak Pertambahan Nilai yang terutang juga nihil. tidak termasuk broker asuransi. Jasa persewaan Safety Box (SE-02/PJ. Jasa penukaran uang kecil yang dilakukan oleh bank dikenakan PPN (Surat Dirjen Pajak No. atau sarana lainnya. sertifikat deposito.53/2004). meliputi: 1. tidak disebut lagi jasa perbankan namun jasa keuangan (jasa menghimpun dana. jasa asuransi. deposito berjangka. 3) Persandingan UU PPN yang lama dengan UU PPN yang baru yang mengatur PPN terkait usaha perbankan.

dan y konsultasi dalam bidang pembiayaan. jasa penaksiran (appraisal). jasa persewaan barang-barang bergerak lainnya. Persewaan ruangan (gedung perkantoran atau rumah tinggal). jasa manajemen. Penyerahan jasa perdagangan.terutang PPN dengan Dasar Pengenaan Pajak sebesar harga pasar wajar barang tersebut (Surat Dirjen Pajak No.53/2005) 4. mendapatkan tenaga ahli. jasa riset. termasuk persewaan safety box.5/1990). .5/1990): y mempersiapkan penerbitan dan penjualan surat-surat berharga. y bertindak sebagai dealer surat-surat berharga. dan manajemen. S-777/PJ.322/2003). atau mendapatkan pinjaman bagi pihak lain. investasi. jasa keagenan. Jasa Penagihan Listrik dan Telepon yang Dilakukan oleh Bank (Surat Dirjen Pajak Nomor S947/PJ. seperti (SE-15/PJ. 5. jasa makelar/pialang. 3. jasa konsultasi. dan sejenisnya terutang PPN meskipun jasa-jasa ini dilakukan oleh bank dan LKBB sebagai bagian dari usaha dengan perizinan yang diperolehnya (SE-15/PJ. y bertindak sebagai perantara untuk mendapatkan kompanyon/partner joint venture.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->