Dua Orang Pengembara dan Seekor Beruang

Aesop

Dua orang berjalan mengembara bersama-sama melalui sebuah hutan yang lebat. Saat itu tiba-tiba seekor beruang yang sangat besar keluar dari semak-semak di dekat mereka. Salah satu pengembara, hanya memikirkan keselamatannya dan tidak menghiraukan temannya, memanjat ke sebuah pohon yang berada dekat dengannya. Pengembara yang lain, merasa tidak dapat melawan beruang yang sangat besar itu sendirian, melemparkan dirinya ke tanah dan berbaring diam-diam, seolah-olah dia telah meninggal. Dia sering mendengar bahwa beruang tidak akan menyentuh hewan atau orang yang telah meninggal. Temannya yang berada di pohon tidak berbuat apa-apa untuk menolong temannya yang berbaring. Entah hal ini benar atau tidak, beruang itu sejenak mengendus-endus di dekat

"Mereka pasti lupa karena bermain-main. Seorang tabib memberitahu laki-laki tersebut agar mengambil air yang ada pada suatu sumur dan memandikan anak perempuannya yang sakit-sakitan dengan air dari sumur itu agar anak tersebut memperoleh berkah dan kesehatan yang baik. Ketika mereka tiba di sumur dan semua berusaha untuk mengisi kendi yang diberikan kepada mereka." kata pengembara yang berbaring tadi. "Tidak bijaksana berjalan bersama-sama dan berteman dengan seseorang yang membiarkan dan tidak menghiraukan temannya yang berada dalam bahaya.kepalanya. dan laki-laki tersebut belum memiliki anak perempuan yang lama diidam-idamkannya. dan tak satupun dari mereka berani untuk pulang kerumahnya. Tujuh Burung Gagak Brothers Grimm Dahulu. Seriiring dengan berjalannya waktu." Kemalangan dapat menguji sebuah persahabatan. "Apa yang di katakan oleh beruang itu" "Beruang itu berkata. ada seorang laki-laki yang memiliki tujuh orang anak laki-laki. dan kelihatannya puas bahwa korbannya telah meninggal. Enam orang anak laki-laki lainnya ingin ikut untuk mengambil air dan masing-masing anak laki-laki itu sangat ingin untuk mendapatkan air tersebut terlebih dahulu karena rasa sayangnya terhadap adik perempuan satu-satunya. Pengembara yang berada di atas pohon kemudian turun dari persembunyiannya. kendi tersebut jatuh ke dalam sumur. tetapi anak perempuan yang baru lahir itu sangat kecil dan sering sakit-sakitan. anak nakal!" Karena takut anak perempuannya . beruang tersebutpun berjalan pergi. Ketujuh anak laki-laki tersebut hanya terdiam dan tidak tahu harus melakukan apa untuk mengambil kendi yang jatuh." katanya. Sang ayah lalu menyuruh salah seorang anak laki-lakinya untuk mengambil air dari sumur tersebut. Ayahnya yang menunggu di rumah akhirnya hilang kesabarannya dan berkata. Lakilaki tersebut sangat gembira. istrinya akhirnya melahirkan seorang anak perempuan. "Kelihatannya seolah-olah beruang itu membisikkan sesuatu di telingamu.

maka sang Gadis lalu mengambil sebilah pisau. Gadis tersebut berjalan terus. dia baru sadar bahwa tulang untuk membuka kunci gerbang gunung telah hilang. tetapi matahari terlalu panas. memotong jari kelinkingnya dan meletakkannya di depan pintu gerbang. lalu dia kemudian menemui bulan. Saat bintang fajar muncul. . "Saya berharap anak laki-lakiku semua berubah menjadi burung gagak. disana kamu akan dapat menemukan saudara-saudaramu. apa yang kamu cari?" "Saya mencari tujuh saudaraku. Dia menemui matahari. Gadis itu tidak pernah mengetahui bahwa dia mempunyai tujuh orang kakak laki-laki karena orangtuanya tidak pernah memberitahu dia. dia menjatuhkan cincin milik orangtuanya yang dibawa bersamanya. "Tuanku belum pulang ke rumah. dimana seorang kerdil menemuinya dan bertanya kepadanya. terus sampai ke ujung dunia." Gadis tersebut menjadi sangat sedih dan bertanya kepada orangtuanya tentang ketujuh saudaranya." Lalu orang kerdil tersebut menyiapkan makan siang pada tujuh piring kecil untuk ketujuh saudara laki-laki sang Gadis yang telah menjadi burung gagak. sang Gadis mengambil dan memakan sedikit makanan yang ada pada tiap-tiap piring dan minum sedikit dari tiap-tiap gelas kecil yang ada." balas sang Gadis. "Gadis tersebut memang sangat cantik. bintang tersebut memberikan dia sebuah tulang ayam dan berkata. sampai suatu hari secara tidak sengaja gadis tersebut mendengar percakapan beberapa orang. Tiba-tiba dia mendengar kepakan sayap burung di udara. tujuh burung gagak. Gadis tersebut kemudian mengambil tulang tersebut. menyimpannya dengan hati-hati di pakaiannya dan pergi ke arah gunung yang di tunjuk oleh bintang fajar. tetapi gadis tersebut harus disalahkan karena mengakibatkan nasib buruk pada ketujuh saudaranya." Saat kata itu keluar dari mulutnya. lalu dia menemui bintang-bintang yang ramah kepadanya. "Anakku. dia mendengar kepakan sayap yang terbang di udara. Sang Gadis menjadi sangat sedih dan bertekad untuk mencari ketujuh saudaranya secara diam-diam. sang Ayah dan Ibu masih mendapatkan penghiburan karena kesehatan anak perempuannya berangsur-angsur membaik dan akhirnya anak perempuan tersebut tumbuh menjadi gadis yang cantik. jika kamu ingin menemuinya. Pintu tersebut kemudian terbuka dan sang Gadis dapat masuk kedalam. Sang Ayah menjadi sangat menyesal karena mengeluarkan kata-kata kutukan dan tidak tahu bagaimana membatalkan kutukan itu. Orang kerdil tersebut lalu berkata." Saat ketujuh burung gagak akan mulai makan. "Kamu harus menggunakan tulang ini sebagai kunci untuk membuka gunung yang terbuat dari gelas. Dia tidak membawa apapun kecuali sebuah cincin kecil milik orangtuanya. Karena dia berharap untuk menolong ketujuh saudaranya. sebuah roti untuk menahan lapar dan sedikit air untuk menahan haus. tetapi bulan terlalu dingin.bertambah sakit. dia lalu berteriak marah. Karena lapar. Ketika dia telah tiba di gunung tersebut. sang Ayah lalu keluar dan melihat tujuh ekor burung gagak hitam terbang menjauh. dan saat itu orang kerdil itu berkata. mereka menyadari bahwa seseorang telah memakan sedikit makanan dari piring mereka. Tetapi walaupun kehilangan tujuh orang anak laki-lakinya. "Sekarang tuanku sudah datang. silahkan masuk dan kamu boleh menunggunya di sini. Tetapi pada gelas yang terakhir. Akhirnya orangtuanya menceritakan semua kejadian yang menimpa ketujuh saudara gadis itu.

" Sang Gadis yang berdiri di belakang pintu mendengar perkataan mereka. Jembatan yang sangat kecil itu akan . Sebuah pohon yang jatuh. saudara perempuan kita yang tersayang mungkin ada disini. Saat burung gagak yang terakhir minum dari gelasnya. apalagi oleh dua ekor kambing. Dua Ekor Kambing Aesop Dua ekor kambing berjalan dengan gagahnya dari arah yang berlawanan di sebuah pegunungan yang curam. Pohon yang dijadikan jembatan tersebut sangatlah kecil sehingga tidak dapat dilalui secara bersamaan oleh dua ekor tupai dengan selamat. dan meminum minumanku?" kata salah satunya. inilah saatnya kita bisa terbebas dari kutukan. "Diberkatilah kita. Mereka akhirnya berpelukan dan pulang bersama ke rumah mereka dengan bahagia. burung gagak tersebut berkata. telah dijadikan jembatan untuk menyebrangi jurang tersebut. saat itu secara kebetulan mereka secara bersamaan masing-masing tiba di tepi jurang yang dibawahnya mengalir air sungai yang sangat deras. akhirnya maju kedepan dan saat itu pula. sebuah cincin masuk ke mulutnya dan ketika burung tersebut memperhatikan cincin tersebut. ketujuh burung gagak berubah kembali menjadi manusia."Siapa yang telah memakan makananku.

kambing yang lainnya pun tidak mau mengalah dan juga menapakkan kakinya ke jembatan tersebut. Akhirnya keduanya bertemu di tengah-tengah jembatan. Rasa sombong dan harga diri mereka tidak membiarkan mereka untuk mengalah dan memberikan jalan terlebih dahulu kepada kambing lainnya. Tetapi kedua kambing tersebut tidak merasa ketakutan. Lebih baik mengalah daripada mengalami nasib sial karena keras kepala. Saat salah satu kambing menapakkan kakinya ke jembatan itu. .membuat orang yang paling berani pun akan menjadi ketakutan. Keduanya masih tidak mau mengalah dan malahan saling mendorong dengan tanduk mereka sehingga kedua kambing tersebut akhirnya jatuh ke dalam jurang dan tersapu oleh aliran air yang sangat deras di bawahnya.