P. 1
alat pernapasan burung

alat pernapasan burung

|Views: 1,770|Likes:
Published by bellamatsumoto

More info:

Published by: bellamatsumoto on Oct 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2013

pdf

text

original

6. Alat Pernapasan pada Burung Pada burung, tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paru-paru.

Paruparu burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. Pada tempat ini, udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Trakeanya panjang berupa pipa bertulang rawan yang berbentuk cincin, dan bagian akhir trakea bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Dalam bronkus pada pangkal trakea terdapat sirink yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar. Bergetarnya selaput itu menimbulkan suara. Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yang merupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan dorsobronkus ( di bagian dorsal). Ventrobronkus dihubungkan dengan dorsobronkus, oleh banyak parabronkus (100 atau lebih). Parabronkus berupa tabung tabung kecil. Di parabronkus bermuara banyak kapiler sehingga memungkinkan udara berdifusi. Selain paru-paru, burung memiliki 8 atau 9 perluasan paru-paru atau pundi-pundi hawa (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke perut, leher, dan sayap. Pundi-pundi hawa berhubungan dengan paruparu dan berselaput tipis. Di pundi-pundi hawa tidak terjadi difusi gas pernapasan; pundi-pundi hawa hanya berfungsi sebagai penyimpan cadangan oksigen dan meringankan tubuh. Karena adanya pundi-pundi hawa maka pernapasan pada burung menjadi efisien. Pundi-pundi hawa terdapat di pangkal leher (servikal), ruang dada bagian depan (toraks anterior), antara tulang selangka (korakoid), ruang dada bagian belakang (toraks posterior), dan di rongga perut (kantong udara abdominal). Masuknya udara yang kaya oksigen ke paru-paru (inspirasi) disebabkan adanya kontraksi otot antartulang rusuk (interkostal) sehingga tulang rusuk bergerak keluar dan tulang dada bergerak ke bawah. Atau dengan kata lain, burung mengisap udara dengan cara memperbesar rongga dadanya sehingga tekanan udara di dalam rongga dada menjadi kecil yang mengakibatkan masuknya udara luar. Udara luar yang masuk sebagian kecil tinggal di paru-paru dan sebagian besar akan diteruskan ke pundi- pundi hawa sebagai cadangan udara. Udara pada pundi-pundi hawa dimanfaatkan hanya pada saat udara (OZ) di paruparu berkurang, yakni saat burung sedang mengepakkan sayapnya. Saat sayap mengepak atau diangkat ke atas maka kantung hawa di tulang korakoid terjepit sehingga oksigen pada tempat itu masuk ke paru-paru. Sebaliknya, ekspirasi terjadi apabila otot interkostal relaksasi maka tulang rusuk dan tulang dada kembali ke posisi semula, sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar dari tekanan di udara luar akibatnya udara dari paru-paru yang kaya karbon dioksida keluar. Bersamaan dengan mengecilnya rongga dada, udara dari kantung hawa masuk ke paru-paru dan terjadi pelepasan oksigen dalam pembuluh kapiler di paruparu. Jadi, pelepasan oksigen di paru-paru dapat terjadi pada saat ekspirasi maupun inspirasi. Bagan pernapasan pada burung di saat hinggap adalah sebagai berikut. Burung mengisap udara ⇒ udara mengalir lewat bronkus ke pundi-pundi hawa bagian belakang ⇒ bersamaan dengan itu udara yang sudah ada di paru-paru mengalir ke pundipundi hawa ⇒ udara di pundi-pundi belakang mengalir ke paruparu ⇒ udara menuju pundipundi hawa depan. Kecepatan respirasi pada berbagai hewan berbeda bergantung dari berbagai hal, antara lain, aktifitas, kesehatan, dan bobot tubuh.

yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. pundi-pundi hawa hanya berfungsi sebagai penyimpan cadangan oksigen dan meringankan tubuh. oleh banyak parabronkus (100 atau lebih). Bagan pernapasan pada burung di saat hinggap adalah sebagai berikut.pundi hawa sebagai cadangan udara. Karena adanya pundi-pundi hawa maka pernapasan pada burung menjadi efisien. sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar dari tekanan di udara luar akibatnya udara dari paru-paru yang kaya karbon dioksida keluar. tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paru-paru. pelepasan oksigen di paru-paru dapat terjadi pada saat ekspirasi maupun inspirasi. burung memiliki 8 atau 9 perluasan paru-paru atau pundi-pundi hawa (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke perut. dan sayap. yakni saat burung sedang mengepakkan sayapnya. Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yang merupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan dorsobronkus ( di bagian dorsal). Di parabronkus bermuara banyak kapiler sehingga memungkinkan udara berdifusi. Pundi-pundi hawa berhubungan dengan paruparu dan berselaput tipis. Parabronkus berupa tabung tabung kecil. Di pundi-pundi hawa tidak terjadi difusi gas pernapasan. antara tulang selangka (korakoid). Pada tempat ini. Paruparu burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. burung mengisap udara dengan cara memperbesar rongga dadanya sehingga tekanan udara di dalam rongga dada menjadi kecil yang mengakibatkan masuknya udara luar. Saat sayap mengepak atau diangkat ke atas maka kantung hawa di tulang korakoid terjepit sehingga oksigen pada tempat itu masuk ke paru-paru. leher. udara dari kantung hawa masuk ke paru-paru dan terjadi pelepasan oksigen dalam pembuluh kapiler di paruparu. Sebaliknya. . Udara luar yang masuk sebagian kecil tinggal di paru-paru dan sebagian besar akan diteruskan ke pundi. dan di rongga perut (kantong udara abdominal). Dalam bronkus pada pangkal trakea terdapat sirink yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar. Pundi-pundi hawa terdapat di pangkal leher (servikal). Trakeanya panjang berupa pipa bertulang rawan yang berbentuk cincin. udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Selain paru-paru. Udara pada pundi-pundi hawa dimanfaatkan hanya pada saat udara (OZ) di paruparu berkurang. Jadi. ruang dada bagian belakang (toraks posterior). Bergetarnya selaput itu menimbulkan suara. Ventrobronkus dihubungkan dengan dorsobronkus. Bersamaan dengan mengecilnya rongga dada. Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. ekspirasi terjadi apabila otot interkostal relaksasi maka tulang rusuk dan tulang dada kembali ke posisi semula. ruang dada bagian depan (toraks anterior). Masuknya udara yang kaya oksigen ke paru-paru (inspirasi) disebabkan adanya kontraksi otot antartulang rusuk (interkostal) sehingga tulang rusuk bergerak keluar dan tulang dada bergerak ke bawah. Atau dengan kata lain.Sistem respirasi pada burung Pada burung. dan bagian akhir trakea bercabang menjadi dua bagian.

mencegah hilangnya panas badan yang berlebihan. SACCUS PNEUMATICUS Paru-paru pada burung mempunyai hubungan dengan kantong udara disebut saccus pneumaticus. saccus axillaris (sepasang) saccus thoracalis anterior (sepasang). udara dihirup masuk mencapai paru-paru dan dilanjutkan ke kantong udara menyebabkan udara keluar masuk paru-paru. kesehatan. membantu pengendalian suhu. eliminasi air. Gerakan otot pernafasan secara aktif akan menyebabkan terjadinya penghirupan udara dan penghembusan udara (Frandson. Saccus pneumaticus pada itik. Fungsi utama dari saccus pneumaticus adalah membungkus alat-alat dalam dengan ruangan udara sehingga dapat terhindar dari kedinginan. saccus thoracalis posterior (sepasang) dan saccus abdominalis (sepasang) (Duke’s. Kecepatan respirasi pada berbagai hewan berbeda bergantung dari berbagai hal. aktifitas. antara lain. dan trakhea (Frandson. ayam dan merpati memiliki sembilan bagian yang terdiri dari saccus cervicalis. 1992). dan bobot tubuh. (sepasang). 1991). Dua fungsi utama dari sistem respirasi adalah untuk menyediakan O 2 untuk darah dan mengambil CO2 dari dalam darah. Saccus pneumaticus terjadi karena perluasan atau dilatasi selaput mukosa broncus (Radiopoetra. Sistem respirasi terdiri dari paru dan saluran-saluran yang memungkinkan atau meninggalkan paru. yaitu kantong yang berisi udara. Fungsi-fungsi yang bersifat sekunder meliputi membantu dalam regulasi keasaman cairan ekstraseluler dalam tubuh. membantu pernafasan terutama pada waktu terbang. Bangsa burung. 1992). 1985). Saluran tersebut mencakup nostril (lubang hidung). faring. rongga hidung. laring. dan fonasi (pembentukan suara). saccus interclavicularis (tunggal). mempengaruhi berat jenis badan dengan .Burung mengisap udara ⇒ udara mengalir lewat bronkus ke pundi-pundi hawa bagian belakang ⇒ bersamaan dengan itu udara yang sudah ada di paru-paru mengalir ke pundipundi hawa ⇒ udara di pundi-pundi belakang mengalir ke paruparu ⇒ udara menuju pundipundi hawa depan.

Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. pulmo mengembang dan udara masuk ke dalam pulmo. Hipotesis lain yang dapat diterima mengenai fungsi saccus adalah saccus membantu dalam proses masuk dan keluarnya udara ketika proses inspirasi dimulai. itu berarti selama proses inspirasi udara mengalir kedalam semua saccus namun tidak semua saccus diisi udara dari luar.21 Edit This 0 Comments » Pada burung. Pernafasan pada waktu terbang dipengaruhi oleh fungsi saccus pneumaticus yang berupa saccus interclavicularis dan saccus axillaris (Radiopoetra. Terdapat tekanan yang serentak terhadap udara agar masuk kedalam saccus cranial dan caudal. Pernafasan pada burung memiliki mekanisme yang dibedakan atas pernafasan pada waktu istirahat dan pernafasan pada waktu terbang. pada fase inspiratio. . 1989). 1991).mengembangkempiskan saccus pada burung yang terbang serta membantu memperkeras suara (Nawang. Pernafasan pada waktu istirahat terdiri dari fase inspiratio dan expiratio. selama tekanan uap udara mengalir maka keluar kembali (Schmidt dan Nielsen. costac bergerak ke arah carnio ventral cavum sehingga thoracalis membesar. tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paru-paru. 1997) Sistem Respirasi Burung 01.

Trakeanya panjang berupa pipa bertulang rawan yang berbentuk cincin. Bergetarnya selaput itu menimbulkan suara. udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Pundi-pundi hawa terdapat di pangkal leher (servikal). dan bagian akhir trakea bercabang menjadi dua bagian. Parabronkus berupa tabung tabung kecil. burung memiliki 8 atau 9 perluasan paru-paru atau pundi-pundi hawa (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke perut. Fungsi kantung udara : membantu pernafasan terutama saat terbang menyimpan cadangan udara (oksigen) . ekspirasi terjadi apabila otot interkostal relaksasi maka tulang rusuk dan tulang dada kembali ke posisi semula. burung mengisap udara dengan cara memperbesar rongga dadanya sehingga tekanan udara di dalam rongga dada menjadi kecil yang mengakibatkan masuknya udara luar. Saat sayap mengepak atau diangkat ke atas maka kantung hawa di tulang korakoid terjepit sehingga oksigen pada tempat itu masuk ke paru-paru. Di pundi-pundi hawa tidak terjadi difusi gas pernapasan. Ventrobronkus dihubungkan dengan dorsobronkus. yakni saat burung sedang mengepakkan sayapnya. antara tulang selangka (korakoid). ruang dada bagian depan (toraks anterior). Udara pada pundi-pundi hawa dimanfaatkan hanya pada saat udara (O2) di paru . pundi-pundi hawa hanya berfungsi sebagai penyimpan cadangan oksigen dan meringankan tubuh. Di parabronkus bermuara banyak kapiler sehingga memungkinkan udara berdifusi.Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. Bersamaan dengan mengecilnya rongga dada.memperbesar atau memperkecil berat jenis pada saat burung berenang mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu banyak Masuknya udara yang kaya oksigen ke paru-paru (inspirasi) disebabkan adanya kontraksi otot antartulang rusuk (interkostal) sehingga tulang rusuk bergerak keluar dan tulang dada bergerak ke bawah. Pada tempat ini. yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Dalam bronkus pada pangkal trakea terdapat sirink yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar. Sebaliknya. Karena adanya pundipundi hawa maka pernapasan pada burung menjadi efisien. udara . Pundi-pundi hawa berhubungan dengan paru-paru dan berselaput tipis.pundi hawa sebagai cadangan udara. Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yang merupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan dorsobronkus ( di bagian dorsal).paru berkurang. Selain paru-paru. Udara luar yang masuk sebagian kecil tinggal di paru-paru dan sebagian besar akan diteruskan ke pundi. oleh banyak parabronkus (100 atau lebih). dan sayap. dan di rongga perut (kantong udara abdominal). ruang dada bagian belakang (toraks posterior). Atau dengan kata lain. leher. sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar dari tekanan di udara luar akibatnya udara dari paru-paru yang kaya karbon dioksida keluar.

Pernafasan burung saat terbang : Saat terbang pergerakan aktif dari rongga dada tidak dapat dilakukan karena tulang dada dan tulang rusuk merupakan pangkal perlekatan otot yang berfungsi untuk terbang. udara di pundi-pundi belakang mengalir ke paru-paru lalu udara menuju pundi pundi hawa depan. dan bobot tubuh.dari kantung hawa masuk ke paru-paru dan terjadi pelepasan oksigen dalam pembuluh kapiler di paru-paru. Saat mengepakan sayap (sayap diangkat ke atas). Jadi. Burung mengisap udara lalu udara mengalir lewat bronkus ke pundi-pundi hawa bagian belakang bersamaan dengan itu udara yang sudah ada di paru-paru mengalir ke pundi . Kecepatan respirasi pada berbagai hewan berbeda bergantung dari berbagai hal. kantong udara di antara tulang korakoid terjepit sehingga udara kaya oksigen pada bagian itu masuk ke paru-paru. kesehatan. antara lain. pelepasan oksigen di paru-paru dapat terjadi pada saat ekspirasi maupun inspirasi. aktifitas. Pernapasan pada burung di saat hinggap adalah sebagai berikut.pundi hawa. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->