Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB

)
Posted on September 25, 2008 - Filed Under Uncategorized | Pengantar : Setelah mempelajari materi pembelajaran ini diharapkan anda dapat menyimpulkan karakteristik gerak lurus berubah beraturan (GLBB) melalui percobaan dan pengukuran besaran-besaran terkait, serta menerapkan besaran-besaran fisika pada gerak lurus berubah beraturan dalam bentuk persamaan dan menggunakannya dalam pemecahan masalah. Pengertian Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) GLBB didefinisikan sebagai gerak suatu benda pada lintasan garis lurus dengan percepatan tetap. Maksud dari percepatan tetap yaitu percepatan percepatan yang besar dan arahnya tetap. Anda dapat melakukan praktek GLBB dengan menggunakan Ticker Timer dengan Klik Disini. Grafik Percepatan Terhadap Waktu Benda yang melakukan GLBB memiliki percepatan yang tetap, sehingga grafik percepatan terhadap waktu (a-t) berbentuk garis mendatar sejajar sumbu waktu t.

Dibawah ini adalah animasi tentang percepatan dalam format flash. Untuk menjalankannya komputer anda harus memiliki Flash Player.

seperti gambar di bawah ini : . yaitu (0.0). maka grafik v-t condong ke atas melalui O(0. maka grafik v-t condong ke atas melalui titik potong pada sumbu v. Jika benda melakukan GLBB yang dipercepat dari keadaaan diam (kecepatan awal =Vo = 0). seperti gambar di bawah ini : Jika benda melakukan GLBB dipercepat dari keadaan bergerak (kecepatan awal = Vo ≠ 0 ). Sehingga grafik kecepatan terhadap waktu (v-t) pada GLBB yang dipercepat berbentuk garis lurus condong ke atas dengan gradien yang tetap.Grafik Kecepatan Terhadap Waktu pada GLBB yang dipercepat Pada GLBB yang dipercepat kecepatan benda semakin lama semakin bertambah besar.Vo).

benda mengawali gerakan dengan kecepatan tertentu dan selanjutnya selalu mengalami pengurangan kecepatan. Grafik kecepatan terhadap waktu untuk GLBB diperlambat akan berbentuk garis lurus condong ke bawah.Jika anda melempar batu vertikal ke atas. Jadi batu itu dikatakan mengalami perlambatan atau percepatan negatif. maka batu itu akan mengalami pengurangan kecepatan yang sama dalam selang waktu sama. seperti gambar di bawah ini. Jadi pada GLBB diperlambat. Kecepatan pada suatu saat dari benda yang melakukan gerak lurus berubah beraturan dirumuskan sebagai berikut : sedangkan untuk menghitung besar perpindahan yang dialami benda yang bergerak lurus berubah beraturan Gerak Jatuh Bebas .

tidak bergantung kepada ukuran. yang mengabaikan gesekan udara dan perubahan kecil percepatan terhadap ketinggian. dan berarah ke bawah menuju pusat bumi.8 m/s^2. dengan sumbu y positip diambil vertikal ke atas. Persamaan gerak dengan percepatan tetap dapat diterapkan di sini. Gerak ideal ini. dan jika jarak yang ditempuh selama jatuh tidak terlalu besar.Persamaan gerak jatuh bebas adalah sebagai berikut: . Dengan pilihan ini percepatan gravitasi g dinyatakan dengan sebuah vektor yang berarah vertikal ke bawah dalam arah sumbu y negatip. Percepatan yang dialami benda jatuh bebas disebut percepatan yang disebabkan oleh gravitasi dan diberi simbol g. besarnya kira-kira 9.Pengantar Contoh gerak dengan percepatan (hampir) konstan yang sering dijumpai adalah gerak benda yang jatuh ke bumi. berat maupun susunan benda. disebut gerak “jatuh bebas”. maka percepatannya dapat dianggap konstan selama jatuh. tinggal menggantikan x dengan y dan mengambil yo = 0. Bila tidak ada gesekan udara. Persamaan Gerak Jatuh Bebas Kita pilih kerangka acuan yang diam terhadap bumi. ternyata semua benda yang jatuh pada tempat yang sama dipermukaan bumi mengalami percepatan yang sama. Di dekat permukaan bumi.

dan c dapat kalian tulis sebagai berikut. yaitu: a. Secara geometris. Cara segitiga Dalam cara ini. a + b = c. penjumlahan antara vektor a dan b ini dapat kalian lakukan dengan dua cara. c2) pada koordinat Cartesius berikut ini! Gambar 2. Penjumlahan vektor a+b=c dengan cara segitiga b. Uraian tersebut menunjukkan bahwa a + b= c. b2) dan C(c1. titik pangkal vektor b berimpit ruas dengan titik ujung vektor a. B(b1. b2). Akibatnya. vektor a.Penjumlahan dan Pengurangan Vektor Perhatikan titik-titik A(a1. b. a2). Gambar 3. c2 ) pada koordinat Cartesius Pada gambar tersebut. Jumlah vektor a dan b didapat dengan menarik ruas garis dari titik pangkal vektor a ke titik ujung vektor b. Cara jajargenjang . dan C(c1. a2) dan B(b1. Ruas garis ini diwakili oleh vektor c. Titik A(a1.

kalian dapat menuliskan a + (-b)= a . akan diperoleh: Jika vektor a dijumlahkan dengan invers vektor b. Dengan membuat jajargenjang ABED.b. Secara geometris.Gambar 4. Pengurangan a . Dalam cara jajargenjang. yaitu A = C. Penjumlahan vektor a +(-b) Seperti pada bilangan real. Gambar 6. titik pangkal vektor a berimpit dengan titik pangkal vektor b. Penjumlahan vektor a+b=c dengan cara jajarangenjang Vektor a mewakili ruas garis berarah dari titik pangkal A ke titik B dan vektor b mewakili ruas garis berarah dari titik pangkal C ke titik D. Gambar 5.b secara geometris . maka mendapatkan penjumlahan vektor a + (-b) sebagai berikut. kalian dapat mengurangkan a dengan b sebagai berikut.

4) + (0. dan c = (-3.Dengan menggunakan aturan penjumlahan dan pengurangan matriks kolom. 3 + (-2). a + (b + c) . -1 + 4) = 2. 1. b .b Jawab: 1. 3). 4) = (0 + 2. -2. -2 + 3. b +c 4. tentukan: 1. b+ a 3. 3. a + b = (0. 3. a + 0 9. 4). kalian dapat menyatakan aturan penjumlahan dan pengurangan vektor sebagai berikut. b = (2. 3) Jadi. a . 2. 3. -1). (a + b) + c 10. 4 + (-1)) 6. -1) = (2 + 0. -2. 0. a + b = (2. 3). -2.c 5. a + b 2. Contoh Soal: Penjumlahan dan Pengurangan Vektor Diketahui vektor-vektor a = (0. -1) + (2.a 8. b + a = (2.a + a 7. 1. c .

a + a = (0. 7) Jadi. (a + b) + c = (2. 5. 4. 3. 3 + 3) = (-1. 6) Jadi. 3 .3) = (5. c . Jika k skalar tak nol dan vektor u (u1. 3). -2.(0. a + a = (0. -4. 3. -1 + (-1)) = (0. ku2. 3.a = (0. 3.0. 7). u2. vektor baru tersebut segaris dengan vektor u dan memiliki panjang k|u|. 6). a + (b + c) = (0. -1) a Jadi. 3) . 1. 9. 0) = (0 + 0. -1) Jadi. -2 + 3. -1). -1) = ((0 + 0. 1. maka vektor ku searah dengan vektor u. a + o = a. 4) = (-3 .. a . -2. (a + b) + c = (-1.4) = (-5.(-2). b + a = (2. -1) = ((0 . 0.a = 0.(-3. -1) + (-1. 1) Jadi. 1. a + (b + c) = (-1.(-1)) = (0. b + c = (-1. 10. 4) . kun). 0. kalian akan mendapatkan sebuah vektor baru yang setiap komponen-komponennya diperoleh dengan mengalikan k dengan setiap komponen-komponen vektor u. 3 . 3) = (2 + (-3). b + c = (2. 4 + 3) = (-1. 3. 1. 0. un). b . 3) = (2 + (-3). maka ku (ku1. -1 + 7) = (-1. -3. -3. Perbandingan Skalar dengan Vektor Apa yang terjadi jika vektor-vektor yang dijumlahkan adalah k vektor yang sama? Dalam penjumlahan tersebut. 7. 3) Jadi. Adapun jika k < 0. c .(2. -2 . 6). 3.0. 6. -2. -2.b = (-3. 1.2. 1 + 0. 1). -1) + (0. 3 + 0. -2. jika k ! 0. 7) = (0 + (-1). -2) Jadi.= (2. 8. a . Akibatnya. 0 -3.c = (5. -2 + 0. 4 . …. 3. -1) + (0. 0. 1. 3) = (2 + (-3).c = (2. 0. maka vektor ku berlawanan arah dengan vektor u. -2. 0. 4) + (-3. -2). -4. b .1) . -2. a + 0 = (0. 3. Dalam perkalian skalar dengan vektor ini. 0) 0 Jadi. 1. -2 + (-2). 3. .b = (-5. -1 . -1 + 0) = (0. …. 3) + (-3. 6) Jadi.

17. 9. 0.k. 6) sejajar dengan vektor v = (1. 0. 0. 17. 3 u 3. -2). 5) + 3(2. 0. -2) = (0. 2). y) merupakan koordinat Cartesius dari suatu titik atau koordinat bidang. 0. 0.2k ) = (0. -2k) = (0. 0. Jawab: c = 2(1. u = -3v. 10) + (6. 16). 6) . 0. 0. u . kalian harus menunjukkan ada bilangan real k sehingga u . 2) c =(2 u 1. maka. k= -3. Perkalian skalar dengan vektor u Contoh Soal: 1. c = 2a + 3b = (8. 4. 5) dan b = (2. 0) (-3 . 6) sejajar dengan vektor v = (1. 2 u 5) + (3 u 2.k(1. 4.kv =0 (-3. vektor u = (-3. Jadi. 0. 0. 6 . 0) Didapat. -2). 0. -2) Sifat-Sifat Operasi Hitung pada Vektor Vektor di R2 berhubungan dengan letak suatu titik pada sebuah bidang dengan pasangan bilangan (x.Gambar 7. 3. 6) sejajar dengan vektor v = (1. . Buktikan bahwa vektor u = (-3. 6) c =(8. 8. 0. 3.(k. Diketahui vektor a = (1. 2. 16) Jadi.kv. 0. 3 u 2) c =(2. Bukti: Untuk membuktikan bahwa vektor u = (-3. 2 u 4. tentukan vektor c=2a + 3b. 0) (-3. 6) .

(a + b) + c= a + (b + c) 3. Daerah perpotongan pada ruang dimensi tiga Gambar 10. Koordinat Cartesius di R2 Vektor R2 mempunyai pasangan bilangan (x. yaitu bidang xy. dan c vektor-vektor di R2 atau di R3 dan k serta l skalar tak nol maka berlaku hubungan berikut: 1. dan bidang yz. z) yang merupakan koordinat Cartesius dari suatu titik atau koordinat ruang ke tiga sumbu membentuk tiga bidang. Koordinat Cartesius di R3 Sifat-sifat yang terdapat dalam operasi hitung vektor adalah sebagai berikut: Jika a. y. a + o = o + a a . bidang xz. a + b= b + a 2. Ketiga bidang tersebut membagi ruang dimensi tiga menjadi 8 daerah seperti Gambar 9.Gambar 8. b.

4. Caranya sebagai berikut: . 1a = a Perbandingan Vektor Ahmad pergi dari rumah ke sekolahnya dengan berjalan kaki melintasi sebuah jalan yang lurus. k(la) = (kl)a 6. maka perbandingan jarak yang telah ditempuh dengan jarak yang belum ditempuhnya adalah m : n. kalian dapat menyatakan titik N sebagai vektor posisi n dalam vektor posisi titik P dan Q. Dari perbandingan ini. (k + l)a = ka + la 8. ia telah meninggalkan rumah sejauh m meter dan ia harus menempuh jarak n meter lagi untuk tiba di sekolah. Jika saat ini. a + (-a) = o 5. Misalkan: Posisi rumah Niko Sentera adalah P Posisi sekolah adalah Q Posisi Niko Sentera saat ini adalah N maka dapat dituliskan PN : NQ = m : n. k(a + b) ka + kb 7.

Contoh Soal: .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful