Macam-Macam Strategi Manajemen

August 21, 2010 By samsul I. KONSEP STARTEGI Pada bab ini, kami akan mengeksplorasi manajemen strategi yang dianggap sebagai satu tipe spesifik dari suatu perencanaan. Misalnya, jika ada minimal 2 perusahaan yang beroperasi dengan produk (barang dan jasa) yang sama, maka salah satu di antaranya ingin keluar sebagai pemenang dalam persaingan bisnisnya. Sebagai pemenang dalam dunia bisnis seringkali diartikan mendapat pangsa pasar (market share) terbesar yang nantinya akan mempunyai kekuatan monopoli dan jika monopoli dilarang oleh pemerintah, maka minimal perusahaan tersebut menjadi perusahaan berstatus pemimpin atau penentu harga (price setter atau price leader). Masing-masing pihak akan selalu berusaha untuk memenangkan persaingan dan melakukan analisis tentang kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity) dan ancaman (threats) satu sama lain. Kelemahan dirinya dan ancaman dari perusahaan pesaing akan selalu dianalisis dan diantisipasi yang kemudian akan diperbaiki agar tidak mudah diserang atau ditundukkan oleh perusahaan pesaing. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa inti dari manajemen strategi adalah memenangkan persaingan. Karena manajemen strategi selalu berusaha memenangkan persaingan, maka mau tidak mau perusahaan harus senantiasa menganalisis diri dan memperbaiki diri agar tampil lebih baik dari perusahaan pesaing. A. Apa Itu Strategi? Menurut KBBI, strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang maupun damai. Secara eksplisit, strategi adalah rencana tindakan yang menjabarkan alokasi sum daya ber dan aktivitas lain untuk menanggapi lingkungan dan membantu organisasi mencapai sasarannya. Intinya strategi adalah pilihan untuk melakukan aktivitas yang berbeda atau untuk melaksanakan aktivitas dengan cara berbeda dari pesaingnya. B. Apakah Manajemen Strategi? Manajemen strategi (strategic management) adalah seperangkat keputusan dan tindakan yang digunakan untuk memformulasikan dan mengimplementasikan strategi-strategi yang berdaya saing tinggi dan sesuai bagi perusahaan dan lingkungannya untuk mencapai sasaran organisasi. Beberapa pertanyaan yang sering diajukan para manajer seperti: 1) Perubahan dan tren apa yang terjadi pada lingkungan yang kompetitif?

Tujuan Manajemen Strategi Melaksanakan dan mengevaluasi strategi yang dipilih secara efektif dan efisien. Strategi Besar (Grand Strategy) Adalah rencana umum berupa tindakan-tindakan besar yang digunakan perusahaan untuk meraih sasaran jangka panjang. peluang dan ancaman bisnis yang ada. Strategi besar dibedakan dalam 3 kategori: Pertumbuhan (Growth). Mengevaluasi kinerja. dapat dilakukan secara internal meliputi pengembangan dari produk baru atau produk lama yang mengalami perubahan dan secara eksternal dengan . Senantiasa meninjau kembali kekuatan. Senantiasa memperbarui strategi yang dirumuskan agar sesuai dengan perkembangan lingkungan eksternal. Proses manajemen strategi akan memberikan hasil keputusan terbaik dikarenakan inte raksi kelompok mengumpulkan berbagai strategi yang lebih besar. Keterlibatan karyawan di dalam formulasi strategi akan dapat memperbaiki pengertian mereka atas penghargaan produktivitas di dalam setiap perencanaan strategi dan dengan demikian dapat mempertinggi motivasi kerja mereka. D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang menggunakan konsep manajemen strategi akan lebih profitable (menguntungkan) dan lebih berhasil daripada yang tidak menerapkannya.2) 3) 4) Siapakah konsumen kita? Produk atau pelayanan apa yang seharusnya kita tawarkan? Bagaimana kita dapat menawarkan produk dan pelayanan seefisien mungkin? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas dapat membantu manajer membuat pilihan mengenai bagaimana memposisikan organisasi yang penuh dengan perusahaan pesaing. Penerapan manajemen strategi membuat manajemen perusahaan menjadi lebih peka terhadap ancaman yang datang dari luar perusahaan. meninjau dan mengkaji ulang situasi serta melakukan berbagai penyesuaian dan koreksi jika terdapat penyimpangan di dalam pelaksanaan strategi. E. kelemahan. C. Senantiasa melakukan inovasi atas produk agar selalu sesuai dengan selera konsumen. Manfaat Manajemen Strategi Aktivitas formulasi strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi perusahaan.

merupakan standarisasi rancangan produk dan strategi periklanan di seluruh dunia. perusahaan-perusahaan menghadapi dilema strategi antara integrasi global dan tanggung jawab nasional (national responsiveness). Strategi korporasi secara umum melibatkan tujuan jangka panjang yang berhubungan dengan organisasi secara keseluruhan dan investasi keuangan secara langsung. berarti organisasi terpaksa melalui periode terjadinya penurunan dengan penyusutan unit bisnis yang ada saat ini atau menjual atau melikuidasi keseluruhan unit bisnis.memperoleh tambahan divisi bisnis atau diversifikasi yang artinya mengakuisisi bisnis yang terkait dengan lini produk saat itu. Strategi Tingkat Perusahaan (Corporate Strategy) Ditetapkan oleh tingkat manajemen tertinggi di dalam organisasi dan mengarah kepada bisnis apa yang akan dilakukan serta bagaimana sumber daya dialokasikan di antara bisnis tersebut. F. Strategi Tingkat Bisnis (Business Strategy) . Strategi Tingkat Bisnis (Business Strategy) 3. Organisasi harus memutuskan apakah ia ingin agar setiap afiliasinya bertindak secara otonomi atau apakah aktivitas yang dilakukan harus distandarisasi dan disentralisasikan di seluruh negara. yaitu strategi yang mengkombinasikan koordinasi global untuk meraih efisiensi dengan fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan spesifik pada berbagai negara. artinya adalah bahwa organisasi ingin tetap berada pada ukurannya yang sama atau tumbuh perlahan dengan cara-cara yang masih dapat dikendalikan. Strategi Global Di arena internasional. Strategi Tingkat Perusahaan (Corporate Strategy) 2. Strategi Transnasional (Transnational Strategy). Pemangkasan (Retrenchment). 2. II. TINGKATAN STRATEGI Terdapat 3 tingkatan strategi dalam organisasi yaitu: 1. Maksudnya adalah perusahaan multinasional ada di sejumlah negara. Stabilitas (Stability) atau Strategi Diam. Strategi Tingkat Fungsional (Functional Strategy) 1. Strategi Multidomestik (Multidomestic Strategy). namun periklanan dan rancangan produknya disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing negara. Ada 3 kategori strategi global: Strategi Globalisasi (Globalization Strategy). adalah modifikasi desain produk dan strategi periklanan untuk mengakomodasi kebutuhan spesifik dari masing-masing negara.

1. selain itu agar manajemen mempunyai kemampuan merespon berbagai isu kritis mengenai lingkungan yang mempunyai pengaruh yang cukup kuat terhadap perusahaan. PROSES MANAJEMEN STRATEGI Secara umum proses manajemen strategi terdiri dari 4 tahap. . misi dan tujuan seringkali bertindak spontantitas dan kurang sistematis seperti yang dilakukan oleh pedagang kecil hanya untuk memperoleh sesuap nasi. Lingkungan terdiri dari lingkungan eksternal dan lingkungan internal. y y III. Berhubungan dengan fungsi bisnis seperti fungsi produksi. 2. Strategi Tingkat Fungsional (Functional Strategy) Mempunyai lingkup yang lebih sempit lagi dibandingkan strategi korporasi dan strategi bisnis. fungsi pemasaran. Menetapkan arah dan misi organisasi. fungsi keuangan. dan Mengevaluasi dan mengawasi strategi. Strategi fungsional harus mengarah kepada strategi bisnis dan konsep mereka yang paling utama adalah tergantung kepada hasil jawaban bagaimana cara menerapkannya. Strategi bisnis harus melalui dan diperoleh serta didukung oleh strategi korporasi. 4. Mengimplementasikan strategi. Tentunya hal ini tidak boleh terjadi bagi suatu organisasi bisnis (perusahaan) apalagi jika perusahaan tersebut boleh dikatakan skala menengah dan atas. 3.Ditetapkan oleh masing-masing unit bisnis strategi (Strategy Business Unit=SBU). Visi. dan tujuan maka kinerja organisasi akan berjalan acak dan kurang jelas serta mudah berubah dan diombang ambingkan oleh situasi eksternal. 5. yaitu: 1. Memformulasikan strategi.misi dan tujuan ini akan menentukan arah yang akan dituju oleh organisasi. Tanpa adanya visi. 3. 2. Strategi bisnis biasanya diformulasikan oleh manajer tingkat bisnis melalui negosiasi dengan manajer korporasi dan memusatkan kepada bagaimana cara bersaing dalam dunia bisnis yang ada.misi dan tujuan. Menetapkan arah dan misi organisasi Setiap organisasi pasti mempunyai visi. Memahami lingkungan internal dan eksternal Tujuan analisis lingkungan adalah untuk dapat mengerti dan memahami lingkungan oraganisasi sehingga manajemen akan dapat melakukan reaksi secara tepat terhadap setiap perubahan. Perubahan yang tidak mempunyai visi. Memahami lingkungan internal dan eksternal organisasi. fungsi riset dan pengembangan (R&D).misi. Lingkungan eksternal berada di luar perusahaan sedangkan lingkunga internal berada di dalam perusahaan. fungsi SDM.

Mengimplementasikan strategi Di dalam implementasi strategi. Peluang (opportunity) adalah suatu potensi bisnis menguntungkan yang dapat diraih oleh perusahaan yang masih belum di kuasai oleh pihak pesaing dan masih belum tersentuh oleh pihak manapun. Pendekatan ini mencoba menyeimbangkan kekutaan dan kelemahan internal organisasi dengan peluang dan ancaman lingkungan eksternal organisasi. analisa SWOT:mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal serta mengukur dan menetapkan kelemahan dan kekuatan internal dan menetapkan tujuan jangka panjang. memikirkan dan merumuskan kebijakan. . Implementasi strategi memerlukan kinerja dan disiplin yang tinggi tetapi juga diimbangi dengan imbalan yang memadai. opportunity (peluang) dan threats (ancaman). 3. y y y y Kekuatan (strength) adalah suatu kondisi di mana perusahaan mampu melakukan semua tugasnya secara sangat baik (diatas rata-rata industri). budaya perusahaan dan sumber daya. memotivasi karyawan serta mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah di formulasikan dapat dilaksanakan. perusahaan diharapkan menetapkan atau merumuskan tujuan perusahaan tahunan (annual objective of the business). Ancaman (threats) adalah suatu keadaan di mana perusahaan mengalami kesulitan yang disebabkan oleh kinerja pihak pesaing. Mengimplementasikan berarti menggerakan para karyawan dan manajer untuk menempatkan strategi yang telah formulasikan menjadi tindakan nyata. yang jika dibiarkan maka perusahaan akan mengalami kesulitan dikemudiaan hari. Formulasi strategi ini meliputi pengembangan misi bisnis. Kelemahan (weakness) adalah kondisi di mana perusahaan kurang mampu melaksanakan tugasnya dengan baik di karenakan sarana dan prasaranan kurang ya mencukupi. y Analisa SWOT SWOT merupakan singkatan dari strength (kekuatan). weakness (kelemahan). 4. Memformulasikan strategi Formulasi strategi melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tepat guna mencapai tujuan perusahaan.y Lingkungan eksternal: ü Memiliki dua variabel yakni peluang (opportunity) dan acaman (threats) ü Terdiri dari dua bagian yaitu lingkungan tugas dan lingkungan umum y Lingkungan internal: üMemiliki dua variabel yakni kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) ü Mencakup semua unsur bisnis yang ada di dalam perusahaan seperti struktur organisasi perusahaan.

Matriks BCG Matriks BCG (Boston Consulting Group) mengorganisir bisnis-bisnis dalam dua dimensi yaitu pertumbuhan bisnis dan pangsa pasar (market share). STRATEGI KORPORASI (CORPORATE STRATEGY) Strategi korporasi dirumuskan oleh manajemen puncak dan dirancang sedemikian rupa guna mencapai tujuan organisasi. 2. Di dalam strategi tingkat ini yamh ditujukan adalah bagaimana cara bersaingnya. Demikian model strategi yang dipakai adalah portofolio bisnis. 5. Evaluasi strategi sangat diperlukan sebab keberhasilan perusahaan dewasa ini tidak menjadi jaminan keberhasilan perusahaan di masa yang akan datang. Mengevaluasi dan mengawasi strategi Evaluasi dan pengawasan strategi merupakan tahap te rakhir di dalam proses strategi. Mengukur kinerja yang telah dilakukan. V. Pangsa pasar (market share) mendefinisikan apakah sebuah unit bisnis memiliki pangsa yang lebih kecil atau lebih besar dibandingkan dengan pesaingnya. Pada dasarnya evaluasi strategi mencakup 3 hal. lini produk. IV. dan 3. yaitu: 1.Tantangan implementasi adalah menstimulir para manajer dan karyawan melalui organisasi agar mau bekerja dengan penuh kebanggaan dan antusias ke arah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Mengambil berbagai tindakan perbaikan. Pendekatan yang berguna di dalam merumuskan strategi bisnis sebainya didasarkan atas analisis persaingan yang dicetuskan oleh Michael Porter: . 2. Strategi Portofolio Strategi portofolio adalah tipe strategi tingkat perusahaan yang berhubungan dengan bauran antara unit-unit bisnis (UBS=SBU) dan lini-lini produk yang sesuai satu sama lain dalam cara-cara yang masuk akal sehingga memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan. UBS (Unit Bisnis Strategi) merupakan suatu divisi organisasi yang memiliki misi bisnis. sbb: 1. STRATEGI BISNIS (BUSINESS STRATEGY) Merumuskan strategi bisnis melibatkan pengambilan keputusan pada tingkat unit bisnis. Memformulasikan strategi korporasi di dalam perusahaan besar akan sangat sulit sekali sebab banyak sekali strategi tingkat bisnis yang sangat berbeda dan memerlukan koordinasi guna mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan. Mereview faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar bagi strategi yang sedang berlangsung. y y Tingkat pertumbuhan bisnis (Business Growth Rate) berkaitan dengan seberapa cepat industri mengalami peningkatan. pesaing dan pasar berbeda terhadap UBS lain dalam organisasi yang sama.

Siapa yang dapat memikat hati konsumen maka perusahaan akan dapat memenangkan persaingan. Begitu pula jika pemasok menurunkan kualitas produk. Tekanan persaingan mencakup: 1. 3. Untuk dapat memikat konsumen maka berbagai cara dilakukan mulai dari memberikan fasilitas khusus. 2. Jika harga jual produk naik maka sesuai dengan hukum permintaan. pemasok dapat juga menjadi ancaman dalam suatu industri sebab pemasok dapat menaikkan harga produk yang dijual atau mengurangi kualitas produk. y Strategi Kompetitif Porter 1. 2. perusahaan yang memasuki industri yang membawa kapasitas baru dan ingin memperoleh pangsa pasar yang baik dan laba. Daya Tawar Menawar Pembeli. 4. adalah salah satu tipe strategi kompetitif di mana organisasi berupaya membuat produk atau jasa yang ditawarkannya berbeda dengan pesaing. Konsumen merupakan objek persaingan dari perusahaan yang sejenis yang bermain di pasar. Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership). permintaan produk akan menurun. harga murah atau diskon. akan tetapi semua itu sangat tergantung kepada rintangan atau kendala yang mengitarinya. 5. merupakan salah satu tipe strategi kompetitif di mana organisasi secara agresif berupaya menjadi lebih efisien (melakukan reduksi biaya) dari pesaing-pesaingnya dengan memotong biaya produksi dan pengawasan biaya yang sangat ketat. Sikap pembeli semacam ini berlaku universal dan memainkan peran yang cukup menentukan bagi perusahaan. produk pengganti disenangi oleh orang yang berpenghasilan rendah akan tetapi ingin tampil dengan status lebih tinggi dari keadaan sebenarnya. persaingan konvensional selalu berusaha sekeras mungkin untuk merebut pangsa pasar perusahaan lain. .y Lima Kekuatan Kompetitif Porter Pendekatan Porter didasarkan atas analisis 5 kekuatan persaingan. Diferensiasi (Differentiation). 3. Organisasi dapat menggunakan periklanan. Daya Tawar Menawar Pemasok. adalah salah satu tipe strategi kompetitif yang menekankan pada kondentrasi terhadap suatu segmen pasar atau kelompok pembeli tertentu. fitur produk yang berbeda. produk pengganti secara fungsional mempunyai manfaat yang serupa dengan produk utama (asli). Jika suatu produk dinilai harganya jauh lebih tinggi dari kualitas (harganya tidak mencerminkan yang sepantasnya) maka pembeli (konsumen) tidak akan membeli produk perusahaan. Daya Tawar Produk Pengganti. Ancaman Pendatang Baru. Persaingan Antar Pesaing. sehingga akan mengurangi kepuasan konsumen. pemberian kredit dengan syarat ringan. Fokus (Focus). Umumnya. pembeli akan selalu berusaha mendapat produk dengan kualitas baik dan dengan harga yang murah. maka kualitas produk penghasil juga akan turun. pelayanan atau teknologi baru untuk meraih persepsi produk yang dianggap unik. namun memiliki kualitas produk dan harga yang lebih rendah. Jika harga produk pemasok naik maka harga pokok perusahaan juga naik sehingga akan menaikkan harga jual produk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful