P. 1
Mekanisme Pasar Islami

Mekanisme Pasar Islami

|Views: 895|Likes:

More info:

Published by: Joel Bbc SangPengembala Kambing on Oct 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/06/2013

pdf

text

original

BABVI

SISTEM PASAR ISLAMI

Oleh: Mustafa E. Nasution v

6.1 Pendahuluan

Sistem ekonomi yang ada pad a saat ini tidak dapat dipungkiri telah mampu membawa kehidupan masyarakat ketingkat kecukupan material yang belum pernah dibayangKan pada masa-masa sebelumnya. Sukses, yang tercermin dari taraf ·kehidupan material masyarakat di negara maju, merupakan contoh daripada keberhasilan dari sistem ekonomi yang berlaku pad a saat ini.

Walaupun demikian, sukses tersebut bukan dicapai tanpa masalah. Sukses terse but dicapai dengan mengorbankan unsurunsur lain dalam indikator kemakmuran yang ada. Unsur-unsur tersebut misalnya adalah hancurnya kehidupan moral, sendi kehidupan masyarakat, dan keluarga yang ada. Disamping itu, sukses sistem ekonomi yang ada ternyata hanya dinikmati oleh sebagian kecil kelompok masyarakat yaitu masyarakat yang hidup di negara-negara 'maju'. Sementara mayoritas kehidupan masyarakat di dunia masih dalam proses kearah tingkat kemakmuran yang dicapai di negara maju. Tingkatkemakmuran material yang dicapai mayoritas masyarakat pada saat ini sangat jauh tertinggal dari tingkat kemakmuran yang dicapai oleh Negara maju. Disamping itu, terdapat masalah lain dalam sistem ekonorni, yaitu jalannya sistem ekonomi yang ada selalu diikuti dengan berbagai gejolak.

151

Berdasarkan berbagai masalah di atas maka muncul beberapa pemikiran untuk mengembangkan sistem ekonomi yang akan memperbaiki jalannya roda perekonomian. Salah satu pemikiran tersebut adalah mencoba untuk membangun sistem ekonomi Islam; suatu sistem ekonomi yang dibangun berdasarkan Our'an dan Hadist.

Sebenarnya sistem ini sudah pernah dilakukan yaitu pada masa-masa awal Islam sampai abad pertengahan. Akan tetapi semenjak zaman 'pencerahan' di Eropa, slstem yang berlandaskan Our'an dan Hadist tersebut sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan oleh umat Islam seiring dengan kemerosotan

. dunia Islam yang terjadi pada waktu itu. Semenjak itu, sistem perekonomian Islam mulai digantikan dengan sistem ekonornl lain dan ini berlaku hingga sekarang.

Baru pada awal tahun 1900-an, muncul kembali usaha untuk membangun sistem ekonomi Islam tersebut. Oleh karena itu, usaha untuk membangun sistem ekonomi Islam pada saat ini, masih berada dalam tahap-tahap awal perkembanqannya, Pada saat ini, masyarakat pemikir masih memerlukankerja keras untuk membangun apa yang dinamakan sistem ekonomi Islam tersebut.

Tulisan singkat ini merupakan sekelumit pemikiran penulis di dalam kerangka usaha untuk membangun sistem ekonomi Islam. Tulisan ini akan mencoba untuk membahas konsep pasar Islami sebagai bagian dari mekanlsme pasar dalam sistem ekonomi Islam. Kajian yang dilakukan dalam tullsan tentunya tidak lepas dari pembahasan mekanisme pasar dalam sistem ekonomi konvensional. Untuk itu kita akan membahas terlebih dahulu sistem pasar berdasarkan teori ekonomi konvensional. Setelah itu akan dicoba untuk membahas beberapa unsur yang berkaitan

152

dengan sistem Islami yaitu dengan cara membahas beberapa pemikiran awal ulama Islam tentang mekanisme pasar. Berdasarkan uraian tentang mekanisme pasar, akan dicoba untuk menarik beberapa kesimpulan tentang ciri pasar Islami. Berdasarkan ciri pasar Islami tersebut, lebih lanjut akan berbagai implikasidari model ekonomi Islam terhadap pembentukan serta tingkat harga yang terjadi di pasar, yang .sekaligus akan dibahas beberapa distorsi pasar dan bagaimana cara lslarni mencegah terjadinya distorsi pasar yang terjadi.

6.2 Mekanisme dan Struktur Pasar Konvensional

Mekanisme pasar adalah cara bekerjanya pasar, berdasarkan pada sistem pasar yang ada. Sistem pasar yang kita kenai dan berlaku dewasa ini adalah sistem pasar be bas - yaitu sistem pasar yang menggunakan prinsip laissez faire. Hasil atau equilibrium dari mekanisme pasar adalah bergantung pada struktur pasar yang ada, atau, dengan kata lain, tergantung pada susunan atau bangunan dari pasar.

Oi dalam teori ekonomi, pembahasan tentang struktur pasar dikaitkan dengan pembahasan tentang model-model pasar yang ada. Sementara pasar kit a definisikan sebagai pertemuan antara pembeli dengan penjual. Pembeli dengan fungsi permintaannya dan penjual dengan fungsi penawarannya. Oisini pembeli datang ke pasar dengan fungsi permintaan sesuatu barang bertemu denqan penjual dengan fungsi penawaran sesuatu barang. Dengan demikian mekanisme pasaradalah cara bekerjanya pertemuan antara pembeli dan penjual· sesuatu barang. Hasil dari pada perternuan tersebut adalah kemungkinan terjadinya kesepakatan· tentang tingkat harga dan jurnlah baranq

·153.

dalam transaksi. Jika terjadi kesepakatan antara pembeli dengan penjual maka akan terjadi harga atas suatu barang serta jumlah transaksi dari barang tersebut.

Tingkat harga yang terjadi dipasar merupakan suatu indikator utama dalam teori ekonomi konvensional. Banyak fungsi dari tingkat harga tersebut. Salah satu fungsi tingkat harga disini adalah indikator yang menjadi pendorong motivasi kegiatan perekonomian. Bagi konsumen, harga pasar yang terjadi dapat dijadikan dasar untuk menentukan seberapa besar kesejahteraan yang dia peroleh dari tingkat harga tersebut. Yang selanjutnya akan diketahuibesarnya surplus konsumennya. Sebaliknya, bagi produsen, harga pasar merupakan indikator untuk melakukan kegiatan produksi yang menghasilkan keuntungan. Apakah pada tingkat harga tersebut, produsen merasa sudah cukup insentif bagi dia untuk melakukan aktivitas ekonomi atau tidak. Disini produsen juga dapat menghitung besarnya surplus produsen dari tingkat harga jual barang yang ada. Surplus konsumen dan surplus produsen merupakan salah satu indikator tingkat kesejahteraan masyarakat.

Sebagaimana telah dikatakan di atas, tingkat harga serta jumlah transaksiyang terjadi di suatu pasar bergantung daripada struktur pasar yang ada. Struktur pasar yang ada tentunya tidak semata-mata ditentukan banyak penjual dan pembeli barang, melainkan juga ditentukan oleh unsur-unsur lain seperti keanekaragaman barang yang ada, kualitas informasi, kemudahan untuk membuka dan menutup usaha. Dengan demikian banyak hal yang harus diperhatikan di dalam mengenal struktur pasar. Berdasarkan pemahaman ini, maka sebenarnya terdapat banyak sekali struktur pasar di dalam kehidupan perekonomian ..

154

Teori ekonomi konvensional biasanya membagi struktur pasar menjadi beberapa model. Ada pasar persaingan sempurna, dan ada pasar yang bersifat tidak sempurna, yang meliputi pasar monopoli, oligopoly dan monopsoni. Pasar tidak sempurna tercipta karena peyimpangan dari unsur-unsur yang membentuk pasar persaingan sempurna, baik yang disebabkan karena berbagai keragamam jenis barang yang dipasarkan, distorsi dalam hal informasi yang diterima oleh produsen maupun konsumen, peylmpangan karena sedikitnya jumlah pembeli dan penjual yang pada akhirnya mengakibatkan dominasi salah satu pihak dalam pasar, akan 'merugikan' pihak lain. Penyimpangan-penyimpangan

. ini telah mengakibatkan tingkat harga serta jumlah barang yang terjadi dalam transaksi di pasar akan berbeda dengan tingkat harga yang terjadi pada pasar persaingan sempurna. Pad a umumnya, tingkat harga yang terjadi pada pasar persaingan tidak sempurna lebih tinggi dan jumlah barang menjadi lebih sedikit bila dibandingkandengan tingkat harga dan jumlah barang yang tersedia di pasar persaingan sempurna.

Dalam teori ekonomi konvensional, pasar persaingan sempurna merupakan bentuk pasar yang ideal, dimana harga yang terjadimerupakan harga optimal yang dapat dicapai, sehingga berbagai pihak pelaku pasar mempunyai insentif yang 'wajar' bagi kegiatan perekonomiannya. Produsen disini akan memperoleh apa yang disebut 'normal profit' dan konsumen akan memperoleh dan membayar tingkat harga yang sesuai dengan biaya minimum untuk menghasilkan barang tersebut.

Namun dalam kenyataannya, bentuk pasar persaingan sempurna tidak pernah terwujud. Yang ada adalah bentuk pasar

155

yang menyimpang dari keadaan ideal, atau menyimpang dari pasar persaingan sempurna.

Mengingat sistem pasar tidak sempurna dibangun berdasarkan sistem 'persaingan', maka sistem ini sangat memungkinkan terjadinya banyak 'korban' akibat kalah bersaing dalam sistem yang berlaku. Pihak yang kuat akan muncul sebagai pemenang dan pihak yang lemah akan kalah dan tersisih dari persaingan yang ada.

Dengan demikian, praktek pasar yang bukan berdasarkan persaingan sempurna merupakan salah satu masalah dari sistem ekonomi konvensional dan ini dapat sekaligus dijadikan kritik terhadap sistem ekonomi konvensional tersebut. Bentuk pasar persaingan tidak sempurna merupakan bukti bahwa sistem ekonomi konvensional sebenarnya berjalan 'tidak efisien' serta mengandung berbagai potensi yang memunculkan berbagai masalah dalam kehidupan perekonomian yang ada.

Dalam teori ekonomi konvensional, mekanisme pasar adalah suatu cara untuk mencapai tujuan ekonomi, yakni kesejahteraan masyarakat di dunla, Dalam- sistem ekonomi konvensional, kesejahteraan didefinisikan sebagai kesejahteraan material, dan kesejahteraan seperti ini hanyalah satu aspek dari kesejahteraan umumnya. Banyak unsur yang terkandung dalam pengertian kesejahteraan secara umum terse but, bukan hanya kesejahteaan material saja, melainkan juga termasuk kesejahteraan non material. Hal ini jelasakan menentukan kwalitas kehidupan manusia. Dengan kata lain, kualitas kehidupan manusia tidak saja ditentukan oleh kernampuan untuk memenuhi kesejahteraan material, akan tetapl juga kesejahteraan non material. Sekali lagi perlu ditekankan bahwa dalam teori ekonomi

156

konvensional yang kita semua telah mafhum, kesejahteraan diterjemahkan sebagai kesejahteraan material. Mekanisme pasar adalah cara yang diajarkan oleh sistem tersebut untuk mencapai kesejahteraan material.

Melalui persaingan, para pelaku ekonomi memaksimalkan kepuasan serta keuntungan, dan dengan cara seperti itu kesejahteraan materiil akan tercapai. Apabila kesejahteraan material sudah tercapai maka dengan sendirinya kesejahteraan non material juga akan tercapai. Demikian harapan daripada model teori ekonomi konvenslonal.

Akan tetapi kemungkinan untuk mewujudkan harapan tersebut adalah sangat sulit atau bahkan tidak mungkin terwujud. Mengapa? DR Umar Chapara mengatakan:

u ••• terdapat beberapa distorsi dalam mengekspresikan prioritas di dalam pasar. Hal In] menyebabkan terjadinya bias dalam merealisasikan efisiensi dan

keadilan ,,31

Mengapaterjadi distorsi dalam mengekspresikan prioritas dalam sistem pasar? . Chapra mengatakan bahwa hal tersebut disebabkan:

UKetidaksukaan ekonomi konvensional pada penilaian normatif dan tekanannya yang berlebihan pada maksimalisasi kekayaan, memuaskan keinginan serta melayani kebutuhan pribadi jelas merupakan penyimpanganfalsafah dasar dari sebagian besar agama. Agama-agama ini secara umum yakin bahwa kesejahteraan material, meski penting, tidak cukup bagi kesejahteraan manusia" -. 32

31 M. Umer Chapra, "The Future of'Economics.; An IslamicPerspective", SEBI 2001, hal38.

32 Chapara, zoor: hal xxv .

157

Olehkarena itu Chapra rnenyimpulkan bahwa tekanan yang berlebihan dalam rnernupuk kekayaan dan rnemuaskan keinginan merupakan penyebab utama gagalnya sistem ekonomi konvensional untuk mencapai efisiensi. Disamping itu sistem ekonomi konvensional meniadakan nilai-nilai moral di dalam mekanisme sistem ekonominya Sementara Chapra melihat pentingnya peran nilai-nilai moral untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dan keadilan.

Sistem ekonomi konvensional yang berlaku sekarang ini sebenarnya dimulai dengan munculnya tulisan Adam Smith yang berjudul The Wealth of Nations' pada tahun 1776. Adam Smith adalah 'bapak' ekonomi modern yang sekarang kita sebut sebagi sistem ekonomi konvensional. Sistem ini dibangun berdasarkan 'rasio' manusia. Disini terlihat awal pemisahan campur tangan 'Tuhan' dalam urusan dunia. Untuk itu, kita diperkenalkan kensep 'the invisible hand' sebagai ganti dari peran Tuhan'. Peran nilai moral sekarang bukan lagi merupakan bagian integral dari sistem yang ada. Memang ini lah yang menjadi dasar dan perkembangan pemikiran ekonomi selanjutnya, dimana unsur rasio manusia yang lebih ditekankan, sementara unsur ketuhanan tidak lagi dilibatkan dalam analissa perkembangan keilmuan yang ada.

Sistem ekonomi yang di disain berdasarkan rasie manusia, tidak berdasarkan nilai-nilai lIahiah, cepat atau lambat akan menemui kegagalannya. Oleh karena itu perlu untuk rnembanqun suatu sistem ekonorni yang berdasarkan nilai-nilai moral lIahiah. Sebenarnya sistem ini sudah disusun pada waktu awal2 perkembangan Islam. Akan tetapi semenjak kemundurankemunduran dalam kehidupan urnat Islam di dunia, sistem ini kemudian tidak berkembang lagi dan digantikan. dengan sistem

158

lain yang berdasarkan rasio manusia. Baru padaakhlr-akhir ini, muncul kernball pemikiran untuk mengembangkan Sistem Ekonomi Islam.

Oari uraian di atas tampak betapa sistem ekonomi pasar dibangun atasdasar kompetisi antar pelaku ekonomi yang ada di dalam kerangka untuk memupuk kekayaan dan memuaskan keinginan. Peran nilal-nilal : moral di kesampingkan di dalam rnekanlsrrie sistem ekonomi yang ada. Kompetisi di antara para pelaku ekonomi akan menjamin terjadinya efisiensi kegiatan yang pada akhirnya akan memberikan kesejahteraan material kepada para pelaku ekonoml yang ada sedemikian rupa sehingga pada akhimya kesejahteraan masyarakat akan mencapai tingkat yang optimal. Sayangnya dalam vcatatan sejarah perjalan sistem ekonomi konvensional tersebut terlihat berbagai maselah yang menyertai sistem ekonominya. Bagian berikut dari makalah ini mencoba untuk membahas beberapa isu yang berkaitan dengan membangun mekanisme Pasar Islami.

o

6.3 Mekanisme Pasar Islami

Apa yang dimaksud dengan sistem ekonomi Islam sebagai bagian dari llmu Ekonomi Islam? Pada saat ini banyak pemikir ekonoml Islam yang mendefinisikan tentang IImu Ekonomilslam. M.A. Mannan mendefinisikannya sebagai " .... ilmu penpetahuan sosial yang mempelajari masalah ekonomi dari orang-orang memiliki nilai-nilai lslam"." Disini tampak bahwa M.A.Mannan mendefihisikan IImu Ekonomi Islam secara sederhana yaitu I1mu yang memiliki nllai-nilai lstamdengan demikian Mannan berusaha -,

JJ Chapar, hal 146

159

untuk menganalisa apakah IImu ekonomi yang berlaku sekarang sesuai atau tidak dengan nilai-nilai Islam. Hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam dikeluarkan dari pembahasan ilrnu ekonomi yang ada.

Chapra mendefinisikan IImu Ekonomi Islam sebagai 'cabang ilmu pengetahuan yang membantu mewujudkan kesejahteraan manusia melalui alokasi dan distribusi sumbersumber daya yang langka yang sesuai dengan maqashid, tanpa mengekang kebebasan individu secara berlebihan, menimbulkan ketidakseimbangan makro ekonomi dan ekologi, atau melemahkan keluarga dan solidaritas sosial dan jalinan moral dari masyarakat"." Disini tampak bahwa Chapra mendefinisikan IImu ekonomi Islam lebih terperinci dibandingkan dengan definisi yang dilakukan oleh Mannan. Disitu Chapra berusaha untuk menyesuaikansistem ekonomi konvensional yang ada dengan memasukkan unsur 'maqashid' dalam sistem ekonominya. Tetapi disini tidak cukup hanya 'maqashid', melainkan juga harus ada jaminan pemasukan unsur tersebut tidak mengganggu keseimbangan makro ekonorni dan ekologi, melemahkan send isendi kehidupan berkeluarga, solidaritas sosial dan jallnan moral masyarakat sebagaimana terjadi di dalam sistem ekonomi konvensional. Dengan kata lain, Chapara melihat bahwa berlakunya sistem ekonomi konvensionaltelah menghasilkan berbagai masalah dan ini harusnya mampu ditangkal oleh sistem ekonomi Islam.

Qardhawi menjelaskan secara terperinci tentang nilai dan karakteristik ekonomi Islam. Menurut Qardhawi, Ekonomi Islam

J4 Chapra, 200), hal)3)

160

adalah 'ekonomi lIahiah; EkonomiAhlak, Ekonomi Kemanusiaan dan Ekonomi Pertengahan.35

Dengan demikian, secara urnum dapat dikatakan bahwa sistem ekonomi Islam adalah iImu yangdibangun berdasarkan norma-norma dan kaidah-kaidahyang berasal dari Qur'an dan Hadist. Dengan mempelajari '. Quran dan Hadist diperoleh gambaran bahwa sistem ekonomi Islam adalah sistem yang yang tidak ada unsur riba dalam segala aspek kegiatanekonomi dan mewajibkan kegiatan zakat bag; seluruh pelakuekonomisebagai penggerak utama dari kegiatan ekonomi serta mengamalkan ahlak-ahlak Qur'ani dari para pelaku ekonominya.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka mekanisme pasar dalam sistem ekonomi konvensional harus menyesuaikan diri dengan pengertian yang terkandung dalam Sistem Ekonomi Islam. Oleh karena itu sekaranq kita memperoleh tambahan kata Islam dalam menjelaskan bekerjanya mekanisme pasar Islami tersebut. Uraian' berikut adalah pembahasan terhadap beberapa pemikiran awal tentang mekanisme pasar Islami yang ditulisoleh beberapa ulama atau pemikir Islam terdahulu.

1. Pemikiran awal Mekanisme Pasar Islami

Penelitian dari sumber-sumber kepustakaan tentang tulisan para ilmuwan muslim pada zaman dahulu menunjukkan bahwa. para ilmuwan" tersebut telah memberikan sumbangan besar bagi pemahaman tentang mekanisme dan .snuktur pasar pada pernahaman Sistem Ekonomilslam.Sayangnya,: inforrnasi tentang surnbanqan pemikiran ilmuwan-ilmuwan muslimtersebut

35 Qardhawi., Yusuf., Peron Nilai thn Mond da/am Perekonomian Islam, Terjemahan., Robbani

Press, 2001. .' .. ... . .....

161

belum dihargai secara wajar dalam tanap-tahap perkembangan IImu Ekonomi.

Catatan singkat dibawah ini merupakan sekelumit uraian tentang sumbangan pemikiran ilmuwan muslim yangkita peroleh dari beberapa sumber sekunder. Seyogianya, penelitian ini memanfaatkan sumber primer sehingga dapat diperoleh gambaran yang lebih utuh tentang sum bang an pemikiran ilmuwan muslim terdahulu.

Dari studi kepustakaan yang ada terlihat bahwa para ilmuwan muslim telah membahas permasalahan-permasalahan yang berkaitan tentang mekanisme pasar. Disitu mereka mencoba menganalisis tingkat serta fluktuasi harga barang-barang yang terjadi pada kegiatan perekonomlan. Dari analisis-analisis yang mereka lakukan terlihat bahwa mereka sudah memahami adanya unsur .. unsur yang berasal dari fungsi permintaan dan fungsi penawaran, walaupun mereka belum merumuskan fungsi-fungsi tersebut sebagaimana kita pahami pada saat . .ini. Yang membedakan analisa para ilrnuwan muslim denganpara ilmuwan ekonomi konvensional dewasa ini adalah bahwa tulisan dan analisa-analisa mereka tentang mekanisme pasar adalah sarat dengan nili-nilai moral Qur'ani. Segala kegiatan ekonorni selalu dikaitkan dengan sang Maha Pencipta.

a. Abu Yusuf (731 -798)

Abu Yusufmembantah pemahaman. masyarakat tentang mekanisme pasar yang berlaku pada waktuitu. Pada waktu itu berlakupemahaman bila jumlah barang yang ada di pasar sedikit, maka harga baranq : akan menjadi . mahal dan sebaliknya bila jumlah barang berlimpah maka harga barang akan murah. AbuYusuf mengatakanbahwa pemahaman

162

tersebut tidak selaluberlaku seperti itu. "Kadang-kadang makanan berlirnpah, tetapi tetap mahal dan kadang-kadang makanan sangat sedikit tetapi murah'. Murah dan mahal merupakan ketentuan Allah.36

b. AI-Ghazaly (-1058-1111).

AI-Ghazaliatau lebih dikenal di Indonesia sebagai Imam Ghazali menulis beberapa topik ekonomi dalam buku terkenalnya: Ihya Ulumuddiin. Secara eksplisit Imam Ghazali mengkaitkan segala kegiatan ekonomi dengan moral dan ahlak yang terkandung dalam Our'an dan Hadist. Yaitu berdasarkan prinsip Tauhid. Berdasarkan. prinsip C tersebut, Imam Ghazali membagi pelaku ekonomidalamtlgakelompok yaituorang yang merugi, orang yang beruntung dan orang yang paling dekat dengan 'jalan yang lurus'. Orang yang merugi adalah pelaku ekonomi yang lupa akan kehidupan akhirat. Orang yang beruntung adalah pelaku ekonomi yang selalu memikirkan kehidupan akhirat. Orang yang paling dekat dengan 'jalan yang lurus' adalah orang yang melakukan aktivitas ekonomi untuk kehidupan mereka di akhirat. 37

Dalam kaitannya dengan mekanisme pasar, Imam Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin buku ke lit ··menga~akalJ.:_ 'jika petani tiCdak mendapatkan pembeli dari barangnya,i~:~~k~Hrnenlual pada harga yanglebih murah'. Pad a lain tempat AIGhazaly mengatakan bahwa 'mengurangi margin keuntungan

36 Lihat Karim, Adiwarman, Ekonomi MUcro Islami, The International Institute ofIslamic Thought

Indonesia, Edisi pertarna, 2002. C

37 Abu Hasan M. Sadeq., • Al-Ghazali On Economic Issues and Some Ethico-Juristic Matters Having Implications for Economic Behaviour' daiamAbuIHasan M. Sadeq and Aidit Ghaza1i (eds):

Readings Islamic Economic Thought, Issues In Islamic Economies, Longman Malaysia. 1922, ISBN 967 976.705.1

163.

dengan menjual pada harga yang lebih murah akan meningkatkan volume penjualan dan ini pada gilirannya akan meningkatkan keuntungan'. 38

C.· Ibn Taimiyah (1263 -1328).

TuHsan-tulisan Ibn Taimiyah yang berkaitan mekanisme pasar relatif lebih lengkap dibandingkan dengan tulisan-tulisan ilmuwan muslim lainnya. Hal ini terlihat dari pemyataannya

. sebagai berikut:

"Rise and fall in prices are not always due to an injustice (zulm) by certain individuals. Sometimes, the reason for it is deficiency in production or decline in import of the goods in demand. Thus if desire for it decreases, the price rises. On the other hand, if availability of the good increases and the desire for it decreas, the price comes down. This scarcity or abundance may not be caused by the action of any individuals; it may be due to a cause not involving any injustice,· or sometimes, it may. have a cause that does involve injustice. It is Almighty God who creates desires in the hearts of people,,39

Ibn Taimiyah membantah pendapat masyarakat yang mengatakan bahwa kenaikan harga merupakan akibat dari ketidakadilan, tindakan melanggar hukum dari penjual dan kemungkinan adanya manipulasi pasar. Ibnu Taimiyah dengan tegas mengatakan bahwa harga ditentukan oleh kekuatan

. permintaan dan penawaran. Gangguan2 pada kegiatan produksi akan mempengaruhi penawaran barang yang ada

31 Lihat Karim, Adiwarman., Ir, sa MA,· EkoDomi MiI[ro Islami, The International Institute of Islamic Thought Indonesia.,Edisi pertama, Februari 2002., hal 122·124

39 Abdul Azim Islahi 'Economic Concepts ofIbn Taimiyyah' dalam Abul Hasan M. Sadeq dan Aidit Ghazai (ed) ., Readiags Islamic Economic Thougbt. Issues in Islamic Economic, 1992, Longman Malaysia, ISBN 961976.105.1

yang pada giJiran selanjutnya akan mempengaruhi harga barang. Ibn Taimiyah juga menganalisis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi slsl permintaan suatu barang.

Dari kutipan tulisan Ibnu Taimiyah tampak bahwa beiiau memahami secara jelas tentang mekanisme pasar, harga serta keterkaitan dari kekuatanpermintaan dan penawaran yang ada disamping keteriibatan Allah 8WT sebagai landasan moral dan ahlakdi dalam segala kegiatanperekonomian. Disini terlihat bahwa Ibnu Taimiyah melihat adanya pergeseran permintaan dan penawaran yang ada yang pada akhirnya akan mempengaruhi naik turunnya tingkat hargabarang. 8ementara itu, Ibnu Taimiyah secara eksplisit mengkaitkan tingkah laku manusia akibat dari keberadaan Allah 8WT: <t ••• 1t is Almighty God who creates desires in the hearts of people".

Ibn Khaldun (1332 - 1404)

Pemikiran Ibn Khaldun yang tertuang dalam bukunya AIMuqadimah telah dibahas secara mendalam dengan menggunakan pisau anal isis teori ekonomi modern oleh Umar Chapra. Disini diperoleh kesimpulan besar bahwa teori ekonomi Islam seyogianya merupakan teori yang bersifat inter disiplin, bukan .teon yang ·bersifat monodisiplin seperti yang kita pahamisekarang. Dengan menganalis pemikiran Ibn Khaldun terse but, Umar Chapra mampLi memberikan kerangka anal isis yang dapat digunakan untuk memahami· maju mundurnya suatu bangsa. Disitu Umar Chapra membahas secara mendalam kekurangan-kekurang mendasar dari teori ekonoml konvensional dalam usaha mencapai kesejahteraan umum kehidupan manusia. Dalam kaitannya dengan

165

mekanisme pasar, Umar Chapra mengatakan bahwa teori ekonomi konvensionat tidak akan mampu memberikan manusia tingkat kesejahteraan umum. Mekanisme pasar dari teori ekonomi konvensional hanya marnpu memberikan tingkat

. .. kesejahteraan material. Penggunaan sistem ekonomi konvensional tersebut walaupun mampu untuk memberikan kesejahteraan material, akari tetapikesejahteraan material yang ada juga diikuti dengan kemunduran dalam ukuranukuran kejahteraan lainnya seperti rusaknya sendi-sendi kehidupan berkeluarga.

Dan pefnbahasan diatas tampak bahwa para pernikir serta ulama Islam terdahulu sudah memahami mekanisme pasar sebagai interaksi antara pembeli dengan penjual. Harga yang terjadi di pasar merukan hasil interaksi tersebut. Didalam analisa mereka tarnpak bahwa kekuasaan Allah serta nilai-nilai moral sangat menonjol di dalam jalannya mekanisme pasar. Nilai-nilai moral dari para pelaku ekonomi haruslah berlandaskan Qur'an dan Hadis. Dalam kajian Imam AI Ghazali, tampak secara eksplisit bahwa aktivitas ekonomi yang ada dikaitkan dengan kehidupan di akhirat.

. Sebaliknya catatan-catatan yang berkaitan dengan struktur pasar masih memerlukan pengkajian yang mendalam dari tulisantulisan para ulama tersebut. Akan tetapi, dari kajian dalam QuT'an dapatdisimpulkan bahwa .masyarakat Islam tidak dibangun atas dasar konsep persaingan rnelainkan dibangun berdasarkan konsep kebersamaan berdasarkan azas keadilan. Untuk itu dapat dikatakan bahwa bentuk struktur pasar persaingan sebagaimana diajarkan dalam buku-buku. ekonomi konvensional harus

166

disesuaikan dengan prinsip-prinsip Islami yang berdasarkan kebersamaan.

2. Norma-Norma Ekonomi Islam

. Dari uraian dl atas terlihat bagaimana keterkaitan Allah dalam pemikiran para tokoh-tokoh pemikir Islami tentang mekanisme pasar yang ada, Landasan

Qur'an dan Hadis menjadi titik tolak dari segalakegiatan kehidupan termasuk kegiatan ekonomi. Sehubungan dengan ltu, maka bekerjanya mekanisme pasar Islami juga harus dilandasi dengan norma-norma yang terkandung dalam Qur'an dan Hadis. Berikut ini adalah sekelumit norma-norma yang berkaitan dengan kegiatan berproduksi, konsumsi, sebagaimana dibahas oleh Yusuf 'Qardhawi40.

Pembahasan norma-norma dalam produksi dimulai peringatan Allah akan kekayaan alam. Dalam surah Ibrahim ayat 32-34, surah Luqman ayat 20 dan surah al Jaatsiyah ayat 13 terlihat bahwa Allah menciptakan semua yang ada di langit dan bumi dan memberikannya kepada manusia. Untuk mewujudkan nikmat Allah tersebut maka manusia perlu bekerja berdasarkan ilmu. Allah menetapakan batas-batas yang menjadi pegangan manusia dalam berproduksi. Sebagai contoh adalah apa yang dikatakan Allah dalam surah al A'raaf ayat 74: " ... Ingatlah oleh kamu seka/ian sega/a nikmat Allah dan jangan/ah melampaui betes dengan membuat kerusakan .. ,". . Sebagai pedoman operasional dari batas-batas yang ditetapkan Allah dapat dilihat pada Hadis Rasulullah. Sebagai contoh misalnya Hadis yang

40 Selain norma-norma produksi dan konsumsi, Qardhawi juga membahas norma-norma lainnya

seperti aspek distribusi dan sirkulasi. .

167

diriwayatkan oleh Ahmad dari Abdullah bin Amr (6551): Tidaklah seorang muslim membunuh seekor burung atau bahkan lebih kecil, bukan dengan haknya, kecuali kelak Allah akan meminta tanggung jawabnya". Kemudian ditanyakan: "Wahai Rasulullah, apa haknya tersebut?" Rasul menjawab: "Hendaknya menyembelihnya dulu lalumemakannya, tidak· memotong kepalanya {alu membuangnya,141

Our'an dan Hadis juga memberikan panduan bagi manusia untuk kegiatan berkonsumsi: apa yang dikonsumsi, berapa banyak , bagaimana mengkonsumsi. Orang Islam dapat mengkonsumsi seluruh barang yang ada di muka bumi lnl, kecuali beberapa barang yang diharamkan oleh Allah SWT. Orang Islam dianjurkan untuk tidak berlebih-Iebihan dalam berkonsumsi. Sebagai contoh misalnya adalah surah al-An'am ayat 141:

"Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam iiu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memeiik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebihlebih. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan'142 ,

Berdasarkan norma-norma terse but di atas, jelas bahwa tingkah laku unsur-unsur yang terkandung dalam mekanisme pasar Islami berbeda dengan tingkah laku unsur-unsur mekanisme pasar dalam sistem ekonomi konvensional. Nilai dan moral Islami akan menjadi ciri utama dari para pelaku pada pasar Islami. Sedangkan dalam pasar dari sistem ekonomi konvensional tidak berlaku nilai dan morallslami terse but. Dengan sendirinya

41 Qardhawi, 2001, ha1175 42 Qarhawi, 2001, ha1236.

168

dalam pasar Islami, nilai dan moral Islam para pelaku ekonomi. akan mempengaruhi tingkat harga yang terbentuk.

3. Tingkat harga lslaml

. Apakah tingkat harga yang dicerminkan oleh tingkat harga yang te~adi pada persaingan sempurna merupakan harga yang Islami?

Pertanyaan ini tidak dapat dijawab dengan segera, karena landasan daripada terjadinya harga tersebut didasarkan pada pola optimasi kepuasan baik dari produsen maupun konsumen yang tidak sejalan dengan Jandasan tingkah laku konsumen ataupun produsen yang islamLKonsumen islami tidak dianjurkan untuk melakukan pola maksimasi kepuasan yang setinggi-tingginya. Kalal! demikian halnya, fungsipermintaan yang tradisonal sebagaimana yang diajarkan dalam teori ekonorni adalah kurang tepat. Seorang konsumen yang berusaha menjalankan kegiatan mengkonsumsi mungkin tidak bertingkah laku sebagaimana yang digambarkan oleh kurva permintaan tradisonal tersebut. Konsumen yang mencoba untuk menjalani hidup sesuai dengan syariah islam tentunya harus mengendalikan tingkat konsumsinya agar supaya menjadi tidak berlebih-Iebihan. Akan tetapi bagaimana bentuk fungsi konsumsi yang lsi ami . tersebut? Tampaknya perlu pemikiran tentang halini secara mendalam.

Sebenarnya bentuk ana lisa kurva demand seperti yang kita kenai selama ini tidak dikenal dalam masa Adam Smith. Analisa yang dikemukakan oleh Adam Smith tentang bagaimana fungsi . permintaanseseorang dan bagaimanapengaruhnya terhadap pembentuk harga barang yang ada sebenarnya tldak

169

lebih maju dari analisa yang ditakukan oleh pemlklr-pernikir Islam terdahulu seperti Ibnu Taimiyah, Abu Yusuf, Ibnu Khaldun.

Demikian pula analisa indifference curve yang kita kenaI sekarang inl baru ditemukan pada tahun 11330 an dengan analisa yang dikemukakan oleh Marshal. Dari analisa indifference curve tersebut kita dapat memperoleh analisa ilmiahbaqaimana kita rnernperoleh kurva permintaan yang kita kenaI dewasa ini.

Dari analisa indiference curve tersebut kita dapat melihat bahwa kurva permintaan yang. menjadi sumber dari apa yang dikenal sebaqai hukum permintaan merupakan hasiloptimisasi kepuasaan seseorang dalam mengkonsumsi berbagai jenis barang dengan pembatasan resources yang dimiliki oleh orang tersebut.

. Berdasarkanperubahan harga barang maka dengan menggunakan prinsip optimalisasi akan dapat diperloeh kurva permintaan barang seseorang.

Secara sederhana, kita selaludiajarkan bahwa fungsi permintaan seseorang bergantung pad a beberapa faktor, diantaranya adalah harga barang yang bersangkutan (P), Pendapatan (Y), Harga barang lainnya (P'), Selera (S) dan masih ban yak faktor lainnya. Mengingat banyak faktor, maka sulit untuk menganalisa faktor-faktor penyebab perubahan permintaan. Oleh karena itu, untuk mernpermudah analisa dalamsatu saat, kita. hanya melihat pengaruh satu faktorsaja, sedanqkanfaktor lainnya adalah tetap. Disinl kita diperpekenalkan dengan konsepCeteris Paribus dalamanalisa ekonomi,

Jelas pemodelan untuk memperolehkurva demand seperti initidak sesuai dengan apa yang digariskan dalam syariahislam, . dimana seorang konsumen tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi

170.

secara berleblhen-leblhan. Artinya, kalau kita Iihat kurva demand yang berasaldari analisa ekonomi konvensional tersebut, seorang konsumen tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi barang sepanjang kurva permintaan tersebut. Seorang konsumen yang menyadari hakikat agamanya akan cenderung mengkonsumsi barang lebih rendah dari titik yang digambarkan oleh fungsi permintaan konvensional tersebut. Makin taqwa seseorang konsumen makin berkurang konsumsi dia dari titik optimal yang digambarkanoleh fungsi permintaan tersebut. Serapa jauh berkurangnya permintaan seseorang dari tingkat konsumsi optimal tersebut tergantung situasi keimanan serta ketaqwaan orang tersebut.

Dengan demikian fungsi permintaan seorang muslim yang bertingkah laku seperti apa yang digambarkan dalam syariah tidak akan sama dengan fungsi permintaan konvensioan!. Apabila kadar keimanannya sampai pada titik yang terendah atau dia sama sekall tidak menyadari akan syariah dalam tingkah laku konsumsi maka orang muslim tersebut akan mengikuti tingkah Iaku apa yang digambarkan oleh fungsl permintaan konvensional. Sebaliknya apabi/a tingkat keimanannya sedemikian tinggi maka kurva permintaannya akan berkurang atau bergeser ke kiri dari kurva permintaan berdasarkan optimalisasi tingkat kepuasaan.

Dengan demikian terdapat faktor-faktor lain yang berkaitan dengan kehidupan akhirat misalnya faktor Taqwa (T) atau Zakat (Z) dalam fungsi permintaan seseorang.

Kalau faktor yang mempengaruhi permintaan seseorang dikelompokkan pada faktor faktor keduniaan dan faktor-faktar keakhiratan, lalu bagaimana pemacfelan analisa permintaan sesearang? Apa tetap seperti analisa Teori Ekonomi

171

Konvensional? Disini kita memerlukan riset lain berkaitan dengan fungsi permintaan seorang muslim. Untuk sementara, kita akan melihat implikasi 'kurva permintaan seorang muslim' berdasarkan analisa teori ekonomi konvensional.

Apa implikasi dari tingkah laku syariah tersebut terhadap pembentukan tingkat harga?

Untuk menjawab pertanyaan ini tentunya kita harus sepakat terlebih dahulu mekanisme pembentukan harga yaitu hasil interaksi dari permintaan dan penawaran. Dan kesepakatan ini sudah ada sejak awal bahkan nabipun menyadari bahwa harga barang yang ada terbentuk dari mekanisme permintaan dan penawaran, hal ini tercermin dari hadis dimana nabi yang enggan untuk melakukan intervensi pasar karena terjadinya paceklik yang rnenurut nabi sudah ketentuan dari Allah SWT. Sel~in kesepakatan antara pembeli dengan penjual, maka ada pedoman lain dalam jual beli Islami yaitu 'an taraadhin rninkurn' - suka sarna suka di antara kamu (an Nisaa:29)- yang merupakan suatu prinsip tetang 'ridho'. Disini si penjual harus menjelaskan kondisi sebenarnya dari barang-barang yang ada.

Selanjutnya, kalau kita berasumsi bahwa fungsi permintaan Islami terletak disebelah kiri bila dibandingkan dengan kurva permintaan konvensional maka dengan kurva penawarannya sarna, tingkat harga barang yang terbentuk dari kurva permintaan Islami tadi akan relatif lebih rendah bila dibaningkan dengan tingkat harga yang". dibentuk oleh fungsi perrnintaan konvensional yang ada.

Kalau kita misalkan memiliki fungsi konsumsi

Q = a - b P, dimana Q adalah jumlah barang yang dibeli dan P adalah tingkat harga, maka konsumsi manusia

172

yang menjalani hidup sesuai dengan syariah adalah sebagai berikut:

Q = a' - b' P - c T dimana T adalah ukuran variable Taqwa

Bagaimana dengan fungsi penawaran Islami? Apa fungsi penawaran Islami sama seperti fungsi penawaran dalam teori ekonomi konvensional? Berdasarkan norma-norma produksi yang ada, tampaknya fungsi produksipun harus disesuaikan dengan norma-norma yang ada.

Tapi hal inipun merneriukan riset yang mendalam sehingga perilaku produsen sesuai dengan norma-norma Islami. Untuk sementara, fungsi penawran yang berasal dari persaingan kompetitif (marginal Cost) dapat dijadikan dasar fungsi penawaran Islam.

Berdasarkan fungsi konsumsi ini tentu akan menentukan tingkat harga yang lain dari tingkat harga yang normal terse but di atas. Tingkat harga yang Islami adalah tingkat harga yang adil; tidak ada plhak yang menzalimi baik untuk produsen maupun untuk konsumen.

Secara gratis analisa tersebut dapat diikuti pada kurvadi bawah ini:

173

Gambar6.1

Keseimbangan Penawaran dan Permintaan

P

P Konvensional

Pisiami

s

Q Posisi kurva Islami tercermin pada kurva D2 yang terletak di sebelah kiri dari kurve permintaan konvensional 01• Dengan demikian apabi/a kurva Supply tetap, maka sebagai konsekwensi logis dari kurva permintaan Islami yang terletak di sebelah kiri kurva permintaan konvensional, maka tingkat harga yang terjadi pad a situasi Islami adalah lebih rendah dari pada pasar konvensional.

Analisa di atas adalah analisa sederhana tentang usaha meng-Islam-kan jual beli. Analisa itu merupakan tahap awal dari usaha membangun sistem ekonomi Islam. Sebagaimana sistem

174

lainnya dalam sistem Islam juga terdapat gangguan-garigguan dalam mekanisme pasar.

Berikut ini akan dieoba untuk membahas beberapa distorsi yang ada dalam mekanisme pasar Islami. Uraian "ini merupakan pelengkap dari analisa distorsi pasar dalam teori ekonomi konvensional.

Walaupun demikian, sebagaimana dalam teori ekonomi konvensional, selalu terdapat gangguan-ganguan dalam jalannya mekanisme pasar yang ada. Gangguan-ganguan tersebut kita kenaI dengan istilah distorsi pasar.

4. Distorsi Pasar

Dalam teori ekonomi konvensional, struktur pasar persaingan sempurna adalah struktur pasar yang ideal karena dengan struktur pasar initerjadilah efisiensi dalam segala kegiatan ekonomi, baik kegiatan produksi, konsumsi maupun perdagangan. Struktur tersebut dijadikan aeuan dari berbagai kebllakan agar supaya kegiatan ekonomi yang ada mengarah kepada bentuk pasar persaingan sempurna.

Distorsi pasar adalah gangguan-gangguan atas bekerjanya mekanisme pasar. Gangguan-gangguan tersebut dapat berasal dari beberapa sebab, diantaranya adalah dari unsur permintaan maupun dari unsur penawaran yang terjadi di suatu pasar, struktur pasar yang ada, masalah eksternalitas, masalah barang publik.

Bentuk-bentuk pasar diluar pasar persaingan sempurna merupakan distorsi pasar yang menghambat usaha pencapaian efisiensi da/am pasar persaingan sempurna.Contoh klasik dalam teori ekonomi yang menyangkut dengan distorsi yang berasal dari struktur pasar adalah struktur pasar monopoli. Masalah

175

eksternalitas dan barang publik merupakan contoh dari distorsi pasar yang berasal dari gangguan-gangguan darisisi permintaan dan penawaran. Dengan terjadinya distorsi pasar tersebut maka usaha untuk mencapai efisiensi kegiatan perekonomian akan menjadi tidak tercapai.

Teori ekonomi Islam yang sedang berkembang dewasa ini memperkaya analisis distorsi pasar yang dilakukan oleh teori ekonomi konvensional. Mengingat ekonomi Islam adalah teori ekonomi yang mernasukan masalah nilai-nilai moral Islami, rnaka anal isis distorsi pasar dalam teori ekonomi Islam pada saat ini menitik beratkan pada unsur-unsur moral dari para pelaku ekonomi. Nilai-nilai moral dari para pelaku ekonomi harussesuai dengan nllal-nilai yang terkandung dalam Qur'an dan Hadis. Distorsi Pasar terdiri dari:43

a. Distorsi Bai' Najasy (false demand) dan distorsi Ikhtikar (false supply).

b. Tadlis yaitu sejenis kegiatan penipuan yang berkaitan dengan . jumlah barang (quantity), mutu barang (quality), harga barang (price) dan waktu penyerahan (time of delivery).

c.Taghrir adalah semacam ketidak pastian,atau kerancuan atau ketidakjelasan Yang dapat pula berkaitan dengan jumlah barang (quantity), rnutu barang (quality), harga (price) dan waktu penyerahan (time of delivery).

43 Lihat Karim, 2002, hal 151 -166

176

.... • Kajian7iedriEk6t10rnipalarrtlS/am

QI§h karena i~u,barus. adasuatu ,Jembaga;eti pemerintahanatau dalam ,'.' suatu,:negarac,~yang,.b~rtugas ,;mengawasi-'jalannya perekonomian secarasyariah serta mencegah timbulnya distotsi pasar, DalamSlstem.ekonemi lslamdlkenal.suatu Lembaga yang bertuqas untuk mengawasi jalannyamekanisme pasar. Lernbaqa tersebut adatah Lernbaga Hisbah.

5~Lembaga Hi~l>ah dalamPerekonomlanlslaml "

Seperti diketahui dalam sejarah 'Islam" terdapat suatu lembaga yang, dinamakan Hisbah, yang tugasnya adalah memantau,mengawasi praktek-praktek kegiatan perekonomian yang tidak sesuai dengan kaidah Our'an dan Hadist.Lembaga ini dapat membimbing [alannyakehldupan masyarakat kearah yang

. sesuai dengan apa. yang .. terdapat cii dalamOur'an dan Hadist.

Sehingga apa-apa.Yi3.ng,kitalakukan rnerupakan kegiatan yang diridhoi olehAllah, SWJ. Dengan demikianmudah-mudahan masalah kemiskinany;:ang.sudah . lama kita.. hadapisemenjak dahulu dapat dipecahkan. Memangsalah:satu sebabdarimasih melekatnya masalah kemiskinan adalah karena tidak dilakukannya kegiatan perekonomian sebagai manadiatur dalarn '

Our'andan tlad_ist,,; ;"

'. Peluang MUI :sebagai Jembaga_yaR.g memhimblnq-dan menjaga rnpralP;:lngs:aada.lah·sangat penting: Oleh karena itu, peran .' I\II.LJl ;dalaf'l;el$.ononl11j.sy.ar-iahiyga: s?ogat sangatpenting .. · B.anyakp.ra~t~ts~.~k9norni;:daD' perdagangan ".,.~ yang'belum disinggu ng'9?1I.arnfatwa-fatwa -oJeh, M VI" BerbagaJ·praktek yang di.lakukal1 .. rn.;asy,ar~kat ·qa1a,(r'l. berdagang,adal.ahtidak .: sesuai dengan syariahJslam.$E!Qagai contoh ",adalah. masalah praktek ijon .. Fatwa-faiWa MUIselama inilebih .rnenekankan aspekmoral

177

serta fikih diluar bidangekonomi walaupun bidang ini sekarang mulai mendapatperhatianyang lebih besar dibandingkan di masa lalu, Sekarangini sudah ada Dewan Syariah Nasiona1.

Mengingat banyaknya kemungkaran dalam kegiatankegiatan ekonomi maka paling tidak MUI perlu membuat skala prioritas tentang hal-hal yang perlu ditangarii dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka usaha untuk menghidupkan lembaga Hisbah dalam kegiatan perekonomian merupakan suatu hal yang mesti dilakukan. Paling tidak dalam usaha untuk memperbaiki berbagai macampraktek kegiatan perekonomian yang tidak sesuai dengan syariah.

Dalam bidang konsumsi, maka kita mempunyai berbagai tuntunan dalam kegiatan konsumsi yang harus diketahui oleh masyarakat baik dia itu sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok masyarakat. Contohnya misalnya kita tidak boleh mengkonsumsi secara berlebih-Iebihan. Bagaimana menerapkan anjuran ini kedalam masyarakat?

6.4 Penutup

Dari uraian di atas tampak bahwa masih banyak kerja keras yang harus dilakukan untuk membangun teori ekonomi Islam yang akan menjadi landasan sistem ekonomi Islam. Kurva permintaan Islami yang dibangun berdasar kerangka analisa teori ekonomi konvensional masih merupakan tahap awal dari usaha untuk membangun teori permintaan yang Islami sebagai bagian dari sistem ekonomi lslarni. Hal yang sarna juga berlaku untuk teoripenawaran yang ada. Hal in! perlu penelitian tersendiri. Struktur pasar yang diajarkan dalam buku teori ekonomi

178

konvensional belum sesuai dengan struktur pasar yang seyogianya terjadi dalam kehidupan masyarkat yang islami. Struktur pasar seyogianya bukan dibangun berdasarkan konsep persaingan melainkan dibangun berdasar konsep kebersamaan yang berkeadilan.

Pemodelan landasan moral merupakan ciri utama dari sistem ekonomi Islam, disamping penghapusan unsur riba dan kewajiban unsur zakat. Mekanisme pasar Islami menghendaki perilaku Islami dari para pelaku pasar dan hal ini akan menentukan tingkat harga yang lsi ami.

Ciri Utama lainnya adalah perlunya Lembaga Hisbah yang menjamin berlakunya norma-norma Islami darl para pelaku ekonomi yang ada.

179

DAFTAR PUSTAKA

Chapra,· Umer, 2001, The Future of Economics,: An Islamic Perspective, SEBI, Jakarta

Islahi, Abdul Azim, 1992, "Economic Concepts of Ibn Taimiyyah", dalam Abul Hasan M. Sadeq dan Aidit Ghazai (ed), Readings Islamic Economic Thought, Issues in Islamic Economic, Longman Malaysia.

Karim, Adiwarman, 2002, Ekonomi Mikro Islami, The International Institute of Islamic Thought Indonesia., Edisi pertama.

Qardhawi, Yusuf, 2001, Peran Nilai dan Moral dalam Perekonomian Islam, Terjemahan, Robbani Press.

Sadeq, Abu Hasan, 1922, "AI-Ghazali On Economic Issues and Some Ethico-Juristic Matters Having Implications for Economic Behaviour", dalamAbulHasan M. Sadeq and Aidit Ghazali (eds): Readings Islamic Economic Thought, Issues In Islamic Economics, Longman Malaysia.

180

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->