10 Lelaki Peminang Bidadari Abad 20 M By: Hamzah Al Mubarok

Lelaki-lelaki ini telah menyelesaikan Sejarah Hidupnya pada mereka kita bercermin... pada mereka kita mengambil pelajaran..... 1.Hasan Al Banna Keranda Jenazahnya, diangkat oleh dua saudara wanitanya, dan seorang lelaki tua yaitu Ayahnya Karena rezim Thaghut, melarang semua orang mensholatkan Jenazahnya.... Inilah mengapa sejarah mencatat kisah kematian Lelaki Sholeh ini, dengan Tinta Emas. Di Tembak, di biarkan terlantar di Rumah Sakit dengan darah mengucur deras, hingga syahid menjemput.

meski dalam keadaan terluka. hingga estafet dakwahnya terus menyebar di penjuru Bumi. untuk mengalihkan perhatian musuh dan melapangkan jalan bagi Toha untuk menghancurkan gudang mesiu. dan Alloh pun ridho. Mohamad Toha yang juga ikut terluka tetap meneruskan operasi dan kesembilan lainnya kembali ke pengungsian di Ciparay. Lelaki ini adalah Hasan Al Banna. berusaha kembali merebut Kota Bandung. Muhammad Toha Jika ada aksi Bom Jihad Pertama. Lelaki santun. Usaha merebut kembali kota Bandung harus melalui benteng pertahanan Belanda di Dayeuhkolot. Tidak seorangpun diizinkan membawa jenazahnya menuju makam kecuali orang tuanya beserta kedua saudari perempuannya. Tengah malam terjadi kecelakaan di dekat gudang mesiu tersebut. Komandan Rivai yang mendengar laporan bahwa Mohamad Toha tetap bertahan di sekitar gudang mesiu.. bertutur kata halus dengan logat sunda priangan. .Pagi harinya hari Minggu tanggal 12 Desember 1949 sampailah berita kematian kepada orang tuanya Syaikh Ahmad Al Banna. 2.Yang lebih menyedihkan rezimpun tidak mengizinkan ummat Islam untuk merawat jenazahnya dan berta ziyah ke rumah shohibul musibah. Abbas mengadakan serangan pengacauan ke kubu Belanda dari jurusan lain. Lelaki ini bersama Laskar Hizbullah. Tapi pada saat itu Langit Menyambut dengan Riang gembira Ruh nya disambut penghuni langit. dengan sasaran utama sebuah gedung mesiu. rebutan para Bidadari. tak boleh ada seorang laki-laki pun yang mengengkat jasadnya. selain Ayahnya. maka kerabat wanitanya lah yang membantu mengangkat jenazah lelaki ini. maka lelaki ini adalah Pelopornya.Sendirian Mohamad Toha memasuki gudang mesiu di Dayeuhkolot tersebut. memerintahkan agar Komandan Seksi S. bahkan Proses Pemakamannya pun. Tanggal 10 Juli 1946 sore hari dengan hanya 11 prajurit (dari pasukan BRI dan Hizbullah) mulai dilancarkan aksi penyerangan ke pertahanan Belanda tersebut. Untuk menunjukkan keangkuhan serta kedengkiannya terhadap Hasan Al-Banna mereka susun penjagaan militer secara ketat yang siap untuk bertempur dan tank-tank yang seakan-akan menghadapi sebuah pertempuran yang dahsyat.Pasukan terperangkap ranjau hingga menyebabkan semuanya luka-luka dan gugurnya Mohamad Ramdan.

semua orang yang berada disekitar jasad lelaki ini bersaksi.30 siang. bahkan terdengar hingga 100 km dari pusat ledakan.Jalan tersebut adalah jalan yang biasa dilalui oleh Sheikh Abdullah Azzam untuk menunaikan shalat Jum at. bahwa mereka mencium bauh yang teramat harum dari jasad lelaki mulia ini. . Menjadi Pendamping Lelaki Sholeh ini adalah idaman Bidadari Surga.. sekitar pukul 12. di tiang gantungan ini. walau diantara mereka berdua belum pernah bertemu. justru karena meninggikan kalimat Syahadat" Maka lepaslah Ruh itu yang disambut keridhoan RabbNya. Abdullah Azzam 24 Nopember 1989. kawan satu halaqohnya dulu. terdengar ledakan dahsyat yang mengejutkan seluruh warga kota. terbit. yang menjadi penghianat dakwah.. tulisan-tulisan lelaki ini banyak menyita perhatian publik. 3. Sesaat sebelum nafasnya lepas dari jasad ketika Algojo yang akan menggantungnya memerintahkannya untuk mengucapkan kalimat syahadat. Maka berkatalah Hasan Al Banna. dan bidadari pun tak sabar menunggu hari semua di bangkitkan. Pena adalah pedangnya lewat penalah dia bicara. dulu sebelum bergabung. maka Tiang Gantungan lah tempat dia menghembuskan nafas terakhirnya. Langit Memeluk Ruh lelaki sholeh ini dengan suka cita. hingga Rezim Thaghut murka Berkali-kali masuk penjara. Tapi jawab lelaki ini menggetarkan nurani "Aku berdiri disini. menggerakkan jiwa lelaki ini untuk bergabung.Musuh-musuh Allah meletakkan tiga bom di jalan yang sempit dimana hanya bisa dilewati satu mobil saja. Anggota pasukan yang kembali ke markas pun menundukkan kepala tanda hormat atas kepahlawanan Mohamad Toha Pada Hari itu Juga. 4. bahwa kelak lelaki ini akan bergabung dengan barisan jamaah ini Hingga Peristiwa Syahidnya Hasan Al Banna. karena tulisan-tulisannya puncaknya ketika buku Ma alim Fi At-Thariq (Petunjuk Jalan). maka lelaki ini adalah orangnya.30.Tanggal 11 Juli 1946... 24 November 1989 pukul 12. Sayyid Quthb syahid di gantung Gamal Abdel Nasser.Sayyid Quthb Jika ada Ideolog Ikhwanul Muslimin.

Orang-orang berhamburan keluar dari Masjid.. demikian pula dengan kedua anak lainnya. serta salah seorang anak Syuhada Sheikh Tamim Adnani (salah seorang Pahlawan Jihad Afghanistan lainnya). beterbangan pada jarak yang hampir sama. Sementara tubuh Syahid Sheikh Abdullah Azzam tersandar di dinding. Ibrahim dan Muhammad. tapi jika ingin menyampaikan ucapan selamat berbahagia..Hanya sedikit saja yang tersisa dari kendaraan yang hancur lebur." 5. Bunyi ledakan dahsyat mengguncang hebat terdengar di seluruh penjuru kota. bersemi di berbagai kampus di Indonesia. maka jawaban istri beliau membuatku menangis. kecuali sedikit darah terlihat mengalir dari mulut Beliau.. sesungguhnya suamiku saat ini. dan Sheikh Azzam turun untuk meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki. Yahya Ayyasy . Muhammad Natsir Beliaulah yang menyelamatkan ruh kebangkitan itu. darinya lah dakwah. sungguh membuatku menangis. Mobil pun berhenti di mana bom yang pertama berada.. Potonganpotongan tubuh mereka tersebar di pohon-pohon dan kawat-kawat listrik.Pada hari Jum at itu. Tubuh anaknya yang kecil. 6. tapi kematiaannya adalah dalam keadaan terbaik ketika semua tugas sejarah telah diselesaikannya maka Alloh pun Ridho menutup kisah Lelaki Sholeh ini. menimbah dari mata airnya ilmu dan menterjemahkan semua buku-buku Islam Pergerakkan. Sheikh Azzam bersama dengan dua anaknya. sedang bersenang-senang dengan BIDADARI SURGA. Ketika Rezim Orde Baru menghalangi gerak langkah dakwahnya. walau menghembuskan nafas bukan di medan tempur.. dan menyaksikan pemandangan yang mengerikan. Ibrahim. Maka beliau mengirimkan putra-putra terbaik negeri ini ke luar negeri.. didada para pemuda negeri ini. tetap utuh dan tidak cacat sama sekali. Maka ketika banyak orang menyampaikan pernyataan bela sungkawa kepada Istri beliau.Musuh-musuh yang sudah menanti segera memicu bom yang telah mereka persiapkan tersebut. aku terima dengan senang hati. terlempar ke udara sejauh 100 meter.. melalui jalan tersebut. "Jika ingin menyampaikan Bela sungkawa bukan disini tempatnya.

Mereka begitu yakin dengan do a ibunda Sang Muhandis.Yahya Ayyash. yang ia gunakan ternyata sudah dipasang peledak oleh intelijen Israel. jatuh pada hari Jum at. Pada Jum at pagi tanggal 5 Januari 1996. Muhandis Yahya Abdul Lathif Syati Ayyasy pergi untuk selamanya. tiba-tiba segerombolan orang berlomba berlari menuju rumah Sang Muhandis dibesarkan. terlebih ketika berita itu menyebar ke setiap telinga para pecinta jihad. akhirnya Yahya Ayyasy mendapatkan apa yang ia cita-citakan. tanggal 5 Januari 1996 M. tangan-tangan kotor Zionis Israel merenggut nyawa sang mujahid. deraian air membanjiri jalan-jalan Jalur Gaza. Dialah lelaki yang dijuluki seribu wajah. ketika akhirnya Hamas tempat Yahya Ayyasy bernaung mengungumkan secara resmi kesyahidan Sang Mujahid. Setelah mereka menggunakan berbagai cara dan strategi tingkat tinggi. telah rela melepaskan . Tulkarm dan Hebron bingung dibuatnya. serta menggunakan teknologi canggih yang belum pernah digunakan oleh intelijen negara manapun. Antara perasaan ragu dan tidak percaya. ketika televisi Zionis di seantero Israel mengumumkan Yahya Ayyasy sudah terbunuh ditangan tentara Israel dalam sebuah operasi penangkapan atas dirinya. menyusul meramaikan barisan syhada Palestina. bukit-bukit dan seluruh manusia yang cinta akan jihad dan perjuangan. Setelah malang melintang di jalan jihad. yang selalu mengatakan dalam dukanya. seraya bersumpah akan melakukan aksi balasan atas kebiadaban yang dipentaskan tentara Zionis Israel. Dan ketika ombak-ombak berhenti berdesir menunggu kedatangan Sang Mujahid. Karna lelaki ini bisa menyamar menjadi apapun. Nablus. Mereka memeluk penuh rindu. Kesedihan itupun menjadi kenyataan. Yahya Ayyasy akhirnya gugur syahid setelah telepon genggam. Menakjubkan. Seluruh seluruh penduduk Gaza. syahadah (mati syahid). ia telah hafal al-Quran sejak usia 6 tahun. berkecamuk menjadi satu tanpa bisa dihalau. Rabbi wa Qolbi Rodhiina Alaik: hatiku dan Tuhanku. Getaran syahidnya Sang Muhandis telah membuat seluruh rakyat Palestina bersimpuh lumpuh dan diselimuti rasa sedih yang tiada tara. Seluruh tanah Palestina seakan bergetar.Lebih banyak diam. Seluruh isi Palestina menangis. Namun memiliki embrio kecerdasan tingkat tinggi. milik salah satu temannya.Kepalanya siap menerima frekuensi ilmu berapapun. Jum at malam kelabu pun berlalu dengan sangat berat untuk dilewati oleh gunung-gunung.Orang ini tak banyak bicara. yang bekerja sama dengan aparat keamanan Otoritas Palestina. Hari itu memang beda dengan hari Jum at lainnya. bisa menyelinap batasan apapun lalu menitipkan sebuah bom dan dalam hitungan detik akan merenggut nyawa musuh-musuh Alloh. Nampaknya telah tiba saatnya bagi Sang Mujahid menghadap Rabbnya.

. Atau sekedar meraba telapak tangannya supaya bisa belajar bagaimana cara memukul musuh yang baik. hujan lebat nan deras baru dimulai. dan Yahya Ayyasy sudah menjelma dalam jasad setiap orang yang datang melayatnya. Begitulah Yahya Ayyasy. bukanlah pertanda berakhirnya hujan namun sebaliknya. atau hanya menjadi anak Hamas semata.kepergianmua. Buya Hamka Puisi Hamka Kepada Muhammad Natsir KEPADA SAUDARAKU M. Dengan kesyahidan Sang Muhandis. Dzokhar Dudayev Para ibu akan merasa merugi jika tidak mengeluarkan anak seperti Dzokhar Dudayev dari rahimnya. Namun sebaliknya. Yang syahid dibunuh Penjajah Rusia.. hingga Chencnya benar-benar merdeka satu lagi. kesyahidan bukanlah akhir perjuangannya. pastilah setiap orang yang berta ziah pada waktu itu ingin sekali menjadi orang yang menguburkan jenazah Sang Mujahid. Karena kehidupan dan seluruh aktifitasnya.Keagungan syahadahnya (mati syahid) telah membuat rakyat Palestina tidak rela hanya menjadikannya sebagai warga kampung Rafat saja. Nafas-nafas perjuangannya terus bergerak hingga saat ini. rakyat Palestina diberi secercah cahaya harapan dan cita.. Beliau adalah Pemimpin Kemerdekaan dan Presiden Checnya Pertama. serta bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan ini. 7. Saat itu. NATSIR Meskipun bersilang keris di leher Berkilat pedang di hadapan matamu Namun yang benar kau sebut juga benar . kehidupan jihad di Palestina telah lahir kembali dengan semangat dan ruh baru. Ia bagaikan halilintar yang ketika berhenti menggelegar. Maka kesyahidannya pun harus menjadi milik seluruh rakyat Palestina.. Sekiranya mereka boleh meminta dan mendapat kesempatan. setiap orang mendadak menjadi jelmaan Yahya Ayyasy. ia korbankan untuk seluruh tanah dan bangsa Palestina.Atau minimal mendapat kesempatan untuk menyaksikan wajah Sang Mujahid. lelaki sholeh disambut langit dengan Cerianya 8. Kembali langit menyambut ruh suci ini.

Ia berpegang kepada dalil-dalil dari Kitabullah. Natsir kemana kita lagi Ini berjuta kawan sepaham Hidup dan mati bersama-sama Untuk menuntut Ridha Ilahi Dan aku pun masukkan Dalam daftarmu ! Inilah goresan pena. tapi juga negara tentangga Buya Hamka adalah tempat kita berkaca Benar itu benar salah itu salah Kematiannya disambut langit dengan riang gembira 9. Beliau juga antusias untuk menjelaskan hikmah dari pembebanan syari at (taklif) dengan meneladani al-Qur an dalam memberikan alasan hukum. Sayyid Sabiq Fiqh Sunnah adalah karya Monumentalnya Syaikh Sayyid mengambil metode yang membuang jauh-jauh fanatisme madzhab tetapi tidak menjelek-jelekkannya. menghindari istilah-istilah yang runyam. tak hanya di Indonesia. Ia merupakan sebuah risalah dalam ukuran kecil dan hanya memuat fiqih thaharah. mempermudah gaya bahasa tulisannya untuk pembaca. lebih cenderung untuk memudahkan dan mempraktiskannya demi kepentingan umat agar mereka cinta agama dan menerimanya. tidak memperlebar dalam mengemukakan ta lil (alasan-alasan hukum). Pada mukaddimahnya diberi sambutan oleh Syaikh Imam Hasan al-Banna yang memuji manhaj (metode) Sayyid Sabiq dalam penulisan. suara kaum-mu Kemana lagi. Juz pertama dari kitab beliau yang terkenal Fiqih Sunnah diterbitkan pada tahun 40-an di abad 20. as-Sunnah dan Ijma .Cita Muhammad biarlah lahir Bongkar apinya sampai bertemu Hidangkan di atas persada nusa Jibril berdiri sebelah kananmu Mikail berdiri sebelah kiri Lindungan Ilahi memberimu tenaga Suka dan duka kita hadapi Suaramu wahai Natsir. dua teman seperjuangan Buya Hamka adalah Sosok Ulama yang hilang di negeri ini Kematiannya ditangisi Jutaan Umat Islam. cara penyajian yang bagus dan .

Jadilah bukunya tersebut sebagai sumber yang memudahkan mereka untuk merujuknya setiap mengalami kebuntuan dalam beberapa permasalahan fiqih.upayanya agar orang mencintai bukunya. Setelah itu. Sayyid Sabiq terus menulis dan dalam waktu tertentu mengeluarkan juz yang sama ukurannya dengan yang pertama sebagai kelanjutan dari buku sebelumnya hingga akhirnya berhasil diterbitkan 14 juz.. Maka ketika langit Mekkah Memeluk ruhnya walau ada duka di bumi tapi langit ceria menyambut lelaki sholeh ini. mayoritas kalangan intelektual yang belum memiliki komitmen pada madzhab tertentu atau fanatik terhadapnya begitu antusias untuk membacanya... Lelaki inilah yang memompakan semangat kedada pejuang Kemerdekaan dengan Kalimat Takbir dan Keutamaan Syahid.. .. Kemudian dijilid menjadi 3 juz besar. Syaikh Yusuf al-Qardhawi Banyak ulama yang memuji buku karangan beliau ini yang dinilai telah memenuhi hajat perpustakaan Islam akan fiqih sunnah yang dikaitkan dengan madzhab fiqih... Kematiaanya adalah kehilangan besar bagi umat tapi langit tetap mempunyai caranya sendiri menyambut dengan gembira Lelaki sholeh ini. Karena itu. menggentarkan dunia Satu Jenderal sekutupun tewas pada perang ini. 10. SUTOMO Kita Mengenalnya dengan nama BUNG TOMO Pekikkan Takbir Pada Jihad 10 November 1945 di Surabaya. Belaiu terus mengarang bukunya itu hingga mencapai selama 20 tahun seperti yang dituturkan salah seorang muridnya..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful