LAPORAN PROYEK ANATOMI FISIOLOGI HEWAN BI-2103 SISTEM RESPIRASI

Tanggal Praktikum Tanggal Pengumpulan

: 13 Oktober 2010 : 20 Oktober 2010

Disusun Oleh : Kelompok 7 Teguh Rachmanto Tria Widiasih Gita Dewi Kusumo (10609051) (10609053) (10609059)

Nabhilla Chairunnisa (10609061) Karlina Febrianti Iin Nurindah Sari (10609068) (10609077)

Asisten : Fajar Mujadid (10606069)

PROGRAM STUDI BIOLOGI SEKOLAH ILMU DAN TEKNOLOGI HAYATI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG BANDUNG 2010

BAB I PENDAHULUAN

1. 1

Latar Belakang

Respirasi merupakan ciri terpenting pada makhluk hidup. Pentingnya pengukuran jumlah O2 yang dikonsumsi oleh hewan dalam selang waktu tertentu dengan menggunakan small animal metabolism apparatus dan metode Winkler adalah untuk mengetahui bagaimana sistem pernapasan pada hewan-hewan yang diteliti, seperti pada ikan, kadal, serta mencit. Melalui percobaan ini, kita dapat melihat kemampuan respirasi ikan sehingga kita dapat mengetahui kadar sistem akuatik di suatu tempat, apakah ekosistem tempat ikan tersebut bersih atau tidak itu dapat dilihat dari kemampuan respirasinya. Pada kadal dan mencit, percobaan ini memberikan hasil perbandingan kemampuan respirasi dilihat dari pengaruh jenis hewan tersebut, yaitu yang berdarah dingin dan berdarah panas. Hasil perbandingan inilah yang nanti digunakan untuk melihat pula bagaimana laju metabolisme dari masing-masing jenis hewan tersebut. Pada mencit dapat diamati leih lanjut dari sistem respirasinya yang secara umum hamper menyerupai sistem respirasi pada manusia sehingga melalui percobaan ini dapat membantu perkembangan dunia medik dalam mempelajari sistem respirasi manusia.

1. 2

Tujuan

Percoban kali ini memiliki tujuan

:

1. Mementukan laju respirasi pada ikan,kadal dan mencit. 2. Membandingkan laju respirasi antara hewan eksotermal dan indotermal. 3. Membandingkan laju respirasi ikan yang diberi 2 perlakuan, ditempatkan pada air ledeng dan air yang menggunakan detergen. 4. Menentukan keterkaitan laju respirasi dengan berat badan dan jenis kelamin.

siklus Krebs. Respirasi eksternal meliputi proses pengambilan oksigen dan pengeluaran karbondioksida dan uap air antara makhluk hidup dengan lingkungannya. dan transpor elektron. 2007) Ditinjau dari bentuknya respirasi terbagi dua macam. karenanya harus segera dikeluarkan dari tubuh. dan energi sebesar 38 ATP dalam 3 tahapan. ragi. Pada manusia. yaitu di dalam sitoplasma dan mitokondria. sedangkan pada tumbuhan. respirasi anaerob menghasilkan asam laktat sehingga menyebabkan rasa lelah. Sel-sel tubuh kita memerlukan oksigen untuk melakukan pembakaran. misalnya pada tumbuhan. Karbon dioksida yang dihasilkan pada proses pembakaran ini bila terakumulasi dapat membahayakan tubuh. respirasi internal dibagi menjadi re spirasi aerob (memerlukan oksigen) dan respirasi anaerob (tidak membutuhkan oksigen). Respirasi anaerob hanya menghasilkan sedikit energi. Energi tersebut diperlukan sel untuk menjalankan fungsinya. fungi. maka fermentasi dibedakan atas . H2O. dan manusia. (Novida. yaitu 2 ATP. 2010). Respirasi aerob merupakan rangkaian reaksi enzimatis yang menggunakan oksigen bebas dari udara untuk mengubah glukosa sempurna menjadi CO2. 2010) Respirasi anaerob atau yang biasa disebut fermentasi atau peragian merupakan serangkaian reaksi enzimatis yang memecah glukosa secara tidak sempurna karena kekurangan oksigen yang pada umumnya terjadi pada tumbuhan. Respirasi adalah proses pertukaran gas O2 (oksigen) dari udara oleh organisme hidup yang digunakan untuk serangkaian metabolism yang akan menghasilkan CO2 (karbon dioksida) yang akan dikeluarkan oleh tubuh. 1 Respirasi Oksigen merupakan gas yang sangat penting bagi makhluk hidup. Berdasarkan kebutuhan akan oksigen. (Wiryadi. yaitu respirasi eksternal (luar) dan internal (dalam). Makanan dibakar di dalam tubuh agar menghasilkan energi. begitu pula CO2 yang dikeluarkan oleh tubuh pun dilakukan oleh sistem respirasi. hewan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Proses dalam uraian di atas disebut respirasi sel. Respirasi internal disebut juga pernafasan seluler karena pernafasan ini terjadi di dalam sel. (Siregar. Menurut hasil samping yang terbentuk. yaitu glikolisis. 2008) Oksigen yang dibutuhkan tubuh tersebut didapatkan dari proses respirasi. (Siregar. dan bakteri. reaksi ini menghasilkan CO2 dan alkohol.

paru-paru terletak di dalam rongga dada di atas diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut) yang dilindungi oleh tulang dada dan tulang rusuk. 2007) 1. Hewan bersel satu (protozoa) Hewan bersel satu hanya mempunyai satu sel. Alat Pernapasan Hewan Alat pernafasan pada hewan bermacam-macam. Contoh mamalia yaitu kambing. (Anonim. Pada manusia. Euglena. Di dalam hidung terdapat rambut dan lendir yang berfungsi untuk menyaring udara agar bebas dari kotoran. yaitu O2 masuk dan CO2 keluar dengan cara menembus dinding sel yang tipis. Selain itu. yaitu yang bernafas dengan paru-paru. kulit cacing selalu dalam keadaan basah dan licin. trakea. insang. Pernafasan pada manusia terdapat 2 macam. Cacing Cacing bernapas melalui permukaan kulitnya yang mengandung banyak kelenjar yang menghasilkan lendir. sedangkan mamalia yang hidup di air adalah ikan paus dan lumba-lumba. 2010) Alat-alat respirasi tiap makhluk hidup tidak selalu sama. kerbau. dan bobot tubuh. (Siregar. dan Paramaecium. habitat. 2008) 2. aktifitas. Alat Pernafasan Mamalia serta Manusia Mamalia bernafas dengan alat pernapasan utama berupa paru-paru. penyesuaian suhu serta kelembapan. jenis. Melalui kulit yang basah ini. 2008) b. kesehatan. kuda. dan fermentasi asam sitrat pada bakteri heterotrof. Dengan adanya lendir. yaitu pernafasan dada (pernafasan antar tulang rusuk) dan pernafasan perut (pernafasan menggunakan diafragma). fermentasi asam laktat pada umumnya di sel otot. Urutan udara masuk pada tubuh manusia yaitu udara di lingkungan hidung faring laring trakea bronkus (cabang tenggorokan) ± bronkeolus alveolus. kecepatan respirasi pada berbagai hewan berbeda bergantung dari berbagai hal. cacing menyerap oksigen serta mengeluarkan karbondioksida dan uap air secara difusi. (Wiryadi. berbeda-beda tergantung tempat tinggal. Contoh hewan bersel satu adalah Amuba.fermentasi alkohol pada ragi (khamir) dan bakteri anaerobik. dan faktor-faktor penentu lainnya. Beberapa contoh alat pernafasan pada hewan : a. (Anonim. (Anonim. antara lain. kucing. 2008) c. dan kulit. Kalajengking dan Laba-laba . oleh karena itu seluruh proses kehidupan dilakukan di dalam sel tersebut. sapi. tikus. Hewan bersel satu bernafas melalui seluruh permukaan tubuhnya dengan cara difusi.

kemudian menuju lembaran insang. Masingmasing paru-paru buku ini memiliki lembaran-lembaran tipis (lamela) yang tersusun berjajar. lalu ke seluruh sel-sel tubuh. 2008) d. Cabang-cabang ini bermuara di stigma (spirakel). Paruparu buku ini juga memiliki spirakel tempat masuknya oksigen dari luar. Serangga bernafas dengan trakea. 2007) e. Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam. Paru-paru buku memiliki gulungan yang berasal dari invaginasi perut. Keluar masuknya udara disebabkan oleh gerakan otot yang terjadi secara teratur. Trakea adalah suatu sistem alat pernafasan yang terdiri atas pembuluh-pembuluh yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh yang dimiliki oleh serangga dan hewan arthropoda lainnya. yaitu tahap pemasukan (mulut ikan membuka dan tutup insang menutup sehingga air masuk rongga mulut. udara dari spirakel menuju pembuluh-pembuluh trakea menuju trakeolus (analogi kapiler pada sistem transportasi vertebrata). misalnya jentik-jentik nyamuk mempunyai alat bantu pernafasan. (Anonim. Serangga Alat pernafasan serangga yang hidup di darat berbeda dengan yang hidup di air. Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum. Pada trakea terdapat kantong udara (kantong hawa) yang berfungsi menyimpan udara yang masuk untuk sementara waktu. (Ahmadi. Stigma merupakan pembuluh silindris berlapis kitin yang berpasangan pada setiap segmen tubuh yang menjadi tempat keluar masuknya udara yang diatur oleh otot sebagai katupnya. (Wiryadi. Kemudian. 2008) Pernafasan ikan berlangsung 2 tahap. (Anonim. Air yang dikeluarkan ini telah bercmpur dengan CO2 dan uap air yang dilepaskan darah). penyaring makanan. 2008) . selain itu darah juga melepaskan karbondioksida dan uap air) dan tahap pengeluaran (mulut menutup dan tutup insang membuka sehingga air dari rongga mulut mengalir keluar melalui insang. Serangga yang hidup di air. sedangkan jika hidup di air bernapas dengan insang buku. alat pertukaran ion. Baik insang buku maupun paru-paru buku keduanya mempunyai fungsi yang sama seperti fungsi paru-paru pada vertebrata.Kalajengking dan laba-laba besar (Arachnida) yang hidup di darat memiliki alat pernapasan berupa paru-paru buku. dan osmoregulator. disinilah oksigen yang larut dalam air diambil oleh darah. yaitu tabung pernafasan yang menghubungkan dengan trakea. Ikan Ikan hidup di air sehingga bernafas dengan menggunakan insang. sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum.

dan buaya paru-paru lebih kompleks. (Anonim. Selain labirin. yaitu hidung. memperkecil berat jenis ketika terbang/berenang. 2 Metode Pengukuran Laju Respirasi Pengukuran kaju respirasi dapat dilakukan dengan berbagai macam metode. betok. misalnya katak. Winkler method y Sejarah Pendek . Pada katak. pada insangnya terdapat banyak lipatan yang disebut labirin yang berfungsi untuk menyimpan oksigen. gabus. trakea. Selain paru-paru. serta paru-paru (tempat bermuara kapiler darah berbentuk gelembung dan terjadinya mekanisme inspirasi dan ekspirasi saat mulut tertutup). kadal. memperkeras suara/kicauan burung. 2007) h. Amfibi Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di air dan di darat. Reptilia bernafas dengan paru-paru dengan lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. komodo dan cicak. kura-kura. 2007) 2. ular. Pada kadal. oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut (penuh kapiler). ruang dada bagian depan. yaitu untuk menyimpan oksigen serta membantu gerakan ikan naik turun. (Wiryadi. Metode yang digunakan pada percobaan ini terdiri dari 2 metode. yaitu small animal metabolism apparatus dan metode Winkler. Reptilia Reptilia disebut juga hewan melata. contohnya buaya. Berikut ini beberapa metode pengukuran laju respirasi yang dapat digunakan termasuk kedua metode diatas. Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif. (Wiryadi. alat pernafasan burung dilengkapi dengan alat bantu. (Wiryadi. kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. dengan beberapa belahan-belahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spons. mempermudah burung terbang. Burung Burung bernafas menggunakan paru-paru. ruang dada bagian belakang. yaitu: 1.Untuk ikan yang hidup di lumpur seperti ikan lele. ikan juga mempuyai gelembung renang yang fungsinya sama. bronkus dan pundi-pundi udara (kantong selaput ringan yang berfungsi untuk menyimpan udara. 2007) g. serta di ketiak. serta mengurangi kehilangan panas tubuh yang berlebihan) yang terletak di pangkal leher. 2008) f. kura-kura. kulit (melalui difusi karena selalu dalam keadaan basah dan banyak kapiler). rongga perut.

yang bertujuan untuk mengasamkan larutan. ditambahkan ke sampel air yang sudah kita dapat. yang akan menyebabkan terbentuknya endapan putih Mn(OH)2. asam kuat (baik asam klorida atau asam sulfat) ditambahkan kedalam larutan. Kelebihan ion Mangan (II) garam. Selanjutnya. Bakteri dan organisme eukaryotik (zooplankton. Perbedaan antara konsentrasi fisik oksigen dalam air (atau konsentrasi teoritis jika tidak ada organisme hidup) dan konsentrasi oksigen yang sebenarnya disebut kebutuhan biologis akan oksigen. Para ahli masih belum dapat memastikan apakan mangan dioksidasi itu tetravalen atau trivalen. Endapan coklat kemudian mengubah ion iodida (I-) menjadi Iodin. Pada langkah selanjutnya. y Metode Kerja Pertama-tama Mangan (II) sulfat ditambahkan ke sampel air lingkungan.Metode ini pertama kali dikembangkan oleh Lajos Winkler saat mengerjakan disertasi doktoralnya pada tahun 1888. Beberapa sumber menyatakan bahwa Mn(OH)3 adalah endapan coklat. Fitoplankton dan makroalga hadir dalam massa air dan menghasilkan oksigen dari hasil fotosintesis. 2 Mn(OH) 2(s) + O2(aq) 2 MnO(OH)2(s) MnO(OH)2 muncul sebagai endapan coklat. Jumlah oksigen terlarut adalah berbanding lurus dengan titrasi yodium dengan larutan tiosulfat. ke dalam endapan Mangan yang berwarna coklat. Jumlah oksigen terlarut adalah ukuran dari aktivitas biologis pada suatu massa air. Endapan putih ini kemudian dioksidasi oleh oksigen yang terlarut dalam sampel air. yang pada akhirnya menunjukkan produksi biomassa. tetapi MnO2 yang terhidrasi juga dapat memberikan warna coklat. oksigen terlarut akan mengoksidasi Mangan (II) ion menjadi dalam keadaan tetravalent.). iodida (I-) dan hidroksida (OH. . Hasil dari dua mekanisme ini menentukan konsentrasi oksigen yang terlarut. Selanjutnya. ikan) mengkonsumsi oksigen ini melalui respirasi. Kalium Iodida ditambahkan untuk menghasilkan endapan merah mudacoklat di dalam larutan. y Prinsip Kerja Pengukuran laju respirasi dengan metode Winkler digunakan untuk menentukan tingkat oksigen terlarut dalam sampel air juga untuk memperkirakan aktivitas biologis dalam sampel air. ganggang.

sampel air harus bebas dari zat terlarut yang akan dioksidasi atau Iodine yang tereduksi. dan juga ditambahkan 4-5 tetes amilum sebagai indikator dan kemudian dititrasi.4 Mn(OH) 2(s) + O2(aq) + 2 H2O 4 Mn(OH)3(s) Tahap kedua dari uji Winkler adalah mengurangi keasaman solusi sampel. . Kandungan oksigen biasanya memiliki satuan mg dm-3. sehingga endapan coklat yang terbentuk akan larut kembali ke dalam larutan. Selanjutnya. Pada semua tahap. Mn(SO4)2 + 2 I-(aq) Mn2+(aq) + I2(aq) + 2 SO42-(aq) Larutan Tiosulfate di gunakan untuk menitrasi. larutan mangan yang masih mengandung ion iodide. Mn(SO4)2 dibentuk oleh asam untuk mengkonversi ion iodida menjadi Iodine. menjadi unsure Iodine. Terjadi konversi. setelah menentukan jumlah mol Iodine yang dihasilkan. Keberhasilannya sangat tergantung pada cara penanganan sampel saat sedang dimanipulasi. y Limitasi Metode ini juga memiliki limit atau batasan tertentu. larutan itu sendirilah yang selanjutnya akan tereduksi dan kembali menjadi ion Mangan (II) dalam media asam. kita dapat bekerja di luar jumlah mol molekul oksigen yang hadir dalam sampel air asli. Asam memfasilitasi konversi endapan cokelat. 2 S2O32-(aq) + I2 y S4O62-(aq) + 2 I-(aq) Analisis Berdasarkan reaksi kimia diatas. dapat kita tarik kesimpulan bahwa : 1 mol O2 4 mol Mn(OH) 3 2 mol I2 Oleh karena itu. langkah-langkah harus dilaksanakan dengan tepat untuk memastikan oksigen yang dibutuhkan untuk pengamatan tidak hilang dari sampel.

Oksigen yang disumbangkan oleh reagen d. 2. karena oksigen yang berada di dalam chamber terus digunakan. plexiglass silinder. Persamaan ini hanya dapat d igunakan untuk binatang kecil. Konsumsi atau produksi Iodine oleh reagen f.143 (kelandaian) ¢¤ Metode ini menggunakan sebuah chmber yang dilengkapi chamber dengan termometer Tabung dinamakan ruang ££ ¢ ¡   . ia akan mengkonsumsi oksigen dan menghembus kan nafas yang mengandung CO . Penurunan tekanan itulah yang menyebabkan cairan Brodie di ujung tabung dapat tertarik ke dalam ruangan. Perbedaan antara titik akhir titrasi dan titik ekivalen. merupakan ukuran konsumsi oksigen (ml / detik) yang dikonsumsi oleh mencit tersebut. Kevolatilan Iodine c.y Akurasi akuratan met e ini sangat di engaruhi oleh: a. Setelah mencit masuk kedalam chamber dan disegel di ruangan itu. yang sudah ditempatkan di bagian bawah ruangan. Tingkat metabolisme suatu hewan berkaitan dengan luas bidang permukaannya. Oksidasi udara terhadap Iodine b. Ruang ini dilengkapi dengan kandang removable dimana tempat menempelnya termometer. Luas 2 bidang permukaan dapat dihitung dalam sentimeter persegi (cm ) melalui perhitungan dengan persamaan berikut. Waktu yang diperlukan larutan Brodie untuk melintasi jarak tertentu pada pipa kapiler berskala. Small A imal M taboli m A arat metabolik didalamnya. y = b + mx keterangan : y = luas permukaan cm2 b = 0. otomatis tekanan di dalam ruang akan turun. Oleh karena itu. karbondioksida 2 tersebut akan diserap oleh kapur soda atau KOH. Kontaminasi Iodida dalam larutan e.437 ("y" intercept) m = 2. karena hubungan ini tidak benar-benar linear kecuali rentang bobotnya kecil.

dan menghasilkan keakuratan yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode Winkler. dibandingkan juga dengan hasil pengukuran dengan sensor termokopel pada sepuluh subjek laki-laki untuk memastikan keakuratan data. Analisis sinyal dapat dilakukan untuk mendeteksi jumlah puncak yang terjadi dalam sepuluh detik dari mulai nilai denyut rata-rata per menit. Sensor ultrasonik ini dapat mengukur tanda dan tingkat respirasi secara realtime juga untuk pemantauan jangka panjang yang diperlukan untuk mobilitas perspektif pengguna akhir. y Pauling Oxygen Analyzer Rumusan dasar metode ini adalah memperoleh data konsumsi oksigen dari pengukuran tekanan parsial oksigen yang diukur dalam sistem sirkuit buatan yang ¥ dan . Pada metode pengukurannya digunakan juga modul NI 9239 untuk mengukur tegangan kembali dari Heart Rate / Volume Darah Pulse Sensor dan Respirasi Sabuk Sensor.2. Metode ini tidak memerlukan waktu inkubasi yang lama. Laju respirasi yang telah diukur.x = berat hewan Optical Oxygen Sensor Spots Metode pengukuran laju respirasi ini berdasarkan quenching oksigen luminisen pada suatu titik sensor yang dievaluasi untuk pertama kalinya bagi sekelompok bakteri air. Sinyal-sinyal ini kemudian diolah dan disaring untuk menghapus komponen frekuensi noise tinggi di atas 5 Hz. keduanya berasal dari ³Thought Technologies Ltd´. y The Simple Heart and Respiration Rate Example_LabVIEW8.vi uses the NI 9239 Metode pengukuran laju respirasi ini memanfaatkan platform CompactD Q lingkungan pemrograman grafis LabVIEW. Sensor elektronik yang digunakan adalah 240 kHz. y Ultrasonic Proximity Sensor Metode ini menyajikan pendekatan sensor jarak ultrasonik untuk pengukuran respirasi. Besar sensor ini digunakan untuk mengukur waktu tempuh dari gelombang suara antara sinyal yang dikirim dan sinyal diterima selama respirasi di dalam gerak-dinding perut.

dan Po2 inlet udara 4) CO2 bebas lubang udara volume dan Po2. Untuk mengalirkan darah lebih cepat. sehingga paru-paru dituntut untuk bernapas lebih sering (Martini. dan outlet CO2 Po2 udara bebas 3) Outlet volume udara dan Po2. Namun. 3 Faktor ± Faktor yang Mempengaruhi Laju Respirasi Faktor-faktor yang mempengaruhi laju pernapasan diantaranya : 1. Perkiraan dari hasil persamaan telah diperoleh untuk sistem buka-sirkuit yang digunakan dalam kondisi nonsteady untuk kasus khusus dari ruang metabolisme volume besar.1995). di mana variabel lain yang diukur yaitu: 1) Volume udara masuk dan Po2. Aktivitas . Sebuah volume konstan. karena hewan tersebut memiliki termoregulasi yang baik sehingga dapat menyesuaikan suhu tubuhnya agar tetap normal. dijelaskan juga secara rinci data yang disediakan untuk menggambarkan response waktu serta menunjukkan bahwa sistem menghasilkan nilai sebenarnya dari konsumsi oksigen.2006). Suhu Bagi hewan Homeoterm (contoh:mencit) suhu tidak begitu berpengaruh bagi laju respirasinya. jantung memerlukan energi lebih banyak. 3. Suhu tubuh hewan poikloterm mengikuti suhu lingkungannya (Ganong. kemudian beberapa persamaan diberikan dan dibahas untuk kasus -kasus berikut ini. Ketika suhu tubuh melebihi normal. bagi hewan poikloterm (contoh:ikan dan kadal) suhu berperan penting dalam menentukan laju respirasinya. Usia Usia mempengaruhi kebutuhan oksigen suatu individu. dan masuk Po2 udara. Untuk sistem terbuka-sirkuit yang digunakan harus dalam kondisi yang steady. kadal yang hidup di Bandung dengan suhu sekitar 250C akan memiliki laju respirasi lebih rendah dibandingkan dengan kadal yang hidup di gurun dengan suhu sekitar 400C. sirkuit sistem tertutup memiliki lag yang sangat kecil. Hal ini menyebabkan laju respirasi meningkat. Ketika usia bertambah. maka pembuluh darah akan melebar dan aliran darah semakin cepat.terbuka dan tertutup. Hal tersebut dapat mengurangi kapasitas vital paru-paru. begitupula dengan paru-paru. dan Po2 outlet udara 2) Volume udara masuk dan Po2. elastisitas jaringan tubuh semakin berkurang. 2. Sehingga tubuh membutuhkan oksigen lebih banyak untuk oksidasi karbohidrat menjadi energi . Misal. 2.

5 mL O2/gr/jam.255ml/gr/jam saat aktif. Menurut Dunson (1981). Fillers atau yang biasa disebut dengan reagen pemroses berperan penting dalam detergen adalah sebagai suatu reagen yang akan menambahkan volume penggunaan dtergen sehingga terlihat lebih banyak. Berdasarkan Seeley (2003). laju konsumsi oksigen kadal (Sphaerodactylus cinereus) adalah sekitar 0.Misal.2003). sehingga individu dengan spesies yang sama yang hidup di dataran tinggi memiliki laju pernapasan yang lebih tinggi daripada individu yang hidup di dataran rendah. 0. sehingga memerlukan oksigen yang besar pula. enzim. yaitu zat pembangun. laju konsumsi ikan mas adalah sebesar 0. fillers. Hewan jantan cenderung memiliki laju respirasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan hewan betina. Namun tidak banyak orang mengetahui komposisi dan efek di balik penggunaan senyawa kimi ini. 6. zat penghambat korosi. menyesuaikan laju dan kedalaman pernapasan untuk memenuhi permintaan tubuh yang berubah (Campbell. Dalam keadaan istirahat. 2005). dan zat pewarna (John Toedt et all.Aktivitas yang banyak memerlukan energi yang besar. individu yang menderita emfisema memiliki laju respirasi yang lebih tinggi dari pada individu normal. 4 Efek Detergen Terhadap Respirasi Ikan Pemakaian dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari sudah tidak dapat disangsikan lagi kegunaannya. Pusat pernapasan merespon terhadap berbagai sinyal saraf dan kimiawi. Jenis kelamin Laju respirasi hewan jantan dan betina berbeda. seekor mencit memiliki laju konsumsi oksigen sebesar 2. sedangkan pada saat aktif sebesar 20mL O2/gr/jam (Seeley. Detergen sebagai suatu senyawa penghilang noda pada pakaian tersusun atas 8 komponen utama. 4. flouresence dyes. pemutih. 5. zat pewangi. Ketinggian tempat hidup Konsentrasi oksigen di udara pada dataran tinggi lebih rendah dibandingkan dengan dataran rendah.14 ml/gr/jam saat tidak aktif dan 2. Status kesehatan Individu yang sakit memiliki laju pernapasan yang berbeda dengan individu yang sehat.2004).1 mL O2/gr/jam. dalam kasus sehari-hari busa merupakan hasil yang didapatkan dari .

Pengaruh secara langsung dapta ditunjukkan dengan kemampuan detergen dalam merusak lapisan lendir pada permukaan tubuh ikan yang melindungi hewan tersebut dari bakteria .penambahan zat fillers ke dalam campuran senyawa kimia detergen. Berdasarkan komponen penyusunnya. non-ionik. Alkylbenzene merupakan senyawa hasil pengolahan petroleum dan dibuat dari pemadatan dengan menggunakan -olefin dengan benzene. Tingkat stabilitas ABS yang begitu tinggi merupakan hasil dari pengelompokan sulfonat dan rantai panjang hidrokarbon yang berasal dari petroleum. Detergen ini tersusun atas rantai hidrokarbon panjang yang menempel pada cincin benzen yang juga melekat pada kelompok sulfonat bermuatan negatif (John Toedt et all. yaitu detergen a anionik. namun berbeda dengan detergen anionik dan kationik. Detergen yang merupakan senyawa organik terdiri atas tiga tipe ut ma. Adapun fungsi zat pembangun. Tidak hanya pada kasus penguraian oleh bakteria yang telah disebutkan sebelumnya. Akan tetapi penggunaan detergen dapat berakibat buruk pada ekosistem. detergen non-ionik memiliki sejumlah atom dengan muatan elektronegatif dan elektropositif yang lemah. Detergen anionik dan kationik memiliki muatan positif ataupun negatif yang . Sedangkan dtergen non-ionik tidak memiliki muatan permanen. 2005). dan pemutih berperan penting dalam menghilangkan noda pada pakaian. melekat secara permanen pada rantai C-C yang hidrofobik dan bersifat non-polar. Pada tahun 1950 diketahui pertama kali bahwa detergen alkylbenzene sulfonate (ABS) yang banyak digunakan pada masa itu memiliki efek samping yang begitu besar pada ekosistem. 2005). 2009). enzim. sehingga lambat laun penumpukan detergen ABS yang begitu tinggi dapat mencemari ekosistem (John Toedt et all. Pengaruh detergen dalam siklus hidup ikan dapat berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan flourescence dyes dan zat pewarna berperan aktif dalam menjaga warna dari pakaian dan terdapat pula kandungan zat pewangi yang menambahkan wangi pada pakaian (John Toedt et all. Akan tetapi tingkat stabilitasnya yang begitu tinggi menjadikan detergen ABS tidak dapat diuraikan oleh bakteria di alam. Hal ini dikarenakan ole atom oksigen yang menarik elektron pada detergen non-ionik tersebut (anonim 1. Sedangkan zat penghambat korosi berfungsi dalam mencegah ion-ion perusak yang dapat menstimulasi timbulnya karat pada mesin cuci. namun juga dikarenakan oleh beberapa faktor lain yang tidak kalah merugikan (anonim 1. 2009). dan kationik. Penggunaan detergen ABS kemudian dengan segera digantikan oleh detergen linear alkylbenzene sulfonate (LAS) yang lebih mudah diuraikan oleh bakteria. 2005). 2005). Kedua detergen ini juga sangat berbeda dalam tingkat kesulitan terurainya komponen-komponen di alam oleh bakteria (John Toedt et all. detergen terbagi atas detergen ABS dan LAS.

dan parasit pengganggu dan juga organ insang pada ikan. menjadikan ikan akan mati karena keracunan walaupun kadar tersebut tidak akan membunuh ikan secara langsung. Kadar maksimal dari pencemaran detergen pada lingkungan akuatik ialah kurang dari 2 ppm agar ekosistem dan siklus hidup ikan dapat tetap terjaga (anonim 1. Kontributor lainnya dalam zat racun pada detergen ialah adanya kandungan larutan natrium silikat yang dapat mencemari lingkungan akuatik (anonim 1. 2009). . Sedangkan konsentrasi sebesar 5 ppm dapat membunuh embrio pada telur-telur ikan. 2009). Kandungan fosfat di dalam detergen dapat membantu perkembangbiakan alga yang dapat melepas racun ke dalam air dan mengikat kandungan oksigen dari dalam air. Hal ini disebabkan oleh muatan pada detergen yang menjadikannya mudah diserap oleh ikan (anonim 1. 2009). Kandungan detergen sebanyak 2 ppm dapat menyebabkan ikan menyerap kandungan kimia sebanyak dua kali lebih banyak dibandingkan ikan pada lingkungan akuatik yang bersih. Detergen sebanyak 15 ppm dapat dengan mudah membunuh seluruh ikan yang terdapat dalam lingkungan akuatik tersebut. Hal ini dapat menyebabkan ikan lambat laun akan mati karena kekurangan oksigen.

Botol didiamkan sekitar 20 menit hingga semua endapan mengendap.H2O Larutan amilum 1% 3. Botol ditutup dan dikocok lagi hingga semua endapan larut. Air terus dimasukkan ke dalam tabung sampai keluar air dari selang 2. Botol 250ml berisi air ditambahkan 1mL MnSO4 dan 1mL KOH-KI. Seekor ikan dimasukkan kedalam tabung Winkler. Erlenmeyer berisi ikan didiamkan selama 1 jam. 1 Metode Winkler (Ikan) Erlenmeyer 2L diisi dengan 1 liter air. 2 Cara Kerja 3. Erlenmeyer ditutup dengan penutup karet dengan 2 selang dan diolesi dengan vaselin. 2.BAB III METODOLOGI 3. Labu diisi air hingga penuh melalui selang 1. 100mL larutan tersebut dipindahkan ke Erlenmeyer 250mL dan kemudian dititrasi dengan Na2S2 O3 sampai berwarna kuning muda (tepat akan tidak berwarna / bening). Air yang keluar dari selang 2 ditampung sebanyak 250ml di botol Winkler. 1 Alat dan Bahan Alat Small animal metabolism apparatus Botol Winkler (250mL) Buret dan statif Timbangan hewan Stopwatch Erlenmeyer (250 mL) Erlenmeyer (2L) Syringe 1mL Pipet tetes Kertas isap Tisu dan dan kapas KOH 20% Bahan Hewan Uji Mencit (Mus musculus) Ikan mas (Cyprinus carpio) Kadal Larutan Brodie Larutan thiosulfat (Na2S2O3 ) Larutan H2SO4 pekat Larutan KOH-KI Larutan MnSO4. Kemudian ditambahkan 1mL H2SO4 pekat dengan pipet ukur. Botol dikocok perlahan selama lebih kurang 4 menit. Sekitar 2mL larutan dalam botol dibuang. Selang 2 ditutup dengan penjepit dan setelah itu selang 1 juga ditutup dengan penjepit. Kemudian ditambahkan 4 tetes amilum 1% sehingga larutan dalam .

Ujung skala respirometer dimasukkan sedikit larutan Brodie dengan menggunakan syringe. Small animal metabolism apparatus ditutup dengan menggunakan penutup karet yang telah di pasang skala respirometer. Setelah 1 jam. tuang air dari dalam labu Erlenmeyer 2L ke botol Winkler 250mL hingga penuh. Dititrasi kembali dengan Na2S2O3 hingga warnanya tepat bening. Hewan uji kemudian dimasukkan ke dalam ruang uji yang terbuat dari kawat besi. 2. Dilakukan duplo dengan 100mL larutan yang masih tersisa di botol Winkler.labu berwarna biru. Penutup diolesi oleh vaselin agar tidak ada celah untuk keluar masuk udara. 3. Dilakukan duplo untuk setiap hewan (kadal dan mencit) . Skala yang terbaca pada waktu-waktu tertentu dicatat. Dicatat juga suhu yang terbaca pada termometer di dalam small animal metabolism apparatus. Hewan yang akan diuji ditimbang terlebih dahulu. Small animal metabolism apparatus didiamkan sekitar 15 menit agar hewan uji menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan. Ruang uji dimampatkan dengan kapas sehingga hewan uji tidak terlalu banyak bergerak. Laju konsumsi oksigen didapat dengan cara menghitung selisih antara jumlah kadar oksigen saat t0 (sebelum 1 jam) dan saat t1 (sesudah 1 jam). Angka yang terbaca pada skala buret dicatat. 2 Metode Scholander (Mencit dan Kadal) Kertas saring yang sudah di jenuhkan dengan KOH 20% dimasukkan ke dalam small animal metabolism apparatus. Kemudian dilakukan langkah-langkah yang sama untuk mengetahui kadar oksigen dalam air setelah 1 jam.

3 gr = 1. 2 Laju Respirasi Kadal Pada pengukuran kadal.1 Waktu (s) 128 Duplo 2 Skala (ml) 1.3 Duplo 1 Skala (ml) 1. data yang kami dapatkan adalah : Berat (gr) 18.37 ml Laju respirasi mencit = 0.8 ml/180 s/18.64 ml Rata-rata skala = 0.9 gr = 10.37 ml/128 s/45. sedangkan duplo kedua memakai standar waktu. data yang kami dapatkan adalah : Berat (gr) 45.BAB IV PEMBAHASAN 4.967 ml/jam/gr Pada percobaan ini kami tidak sempat melakukan duplo pada kadal karena alat yang kami pakai tidak bekerja dengan baik.41/jam/45. Apabila duplo 2 disamakan terhadap waktu duplo 1. 1 Laju Respirasi Mencit Pada pengukuran mencit.9 gr = 0.8 Waktu (s) 180 Skala Duplo 2 Waktu (s) - Laju respirasi = 1. skalanya menjadi: Duplo 2 : Waktu : 128 s Skala : 0.9 Duplo 1 Skala (ml) 0.8 Waktu (s) 360 Dalam percobaan kami memakai dua metode yang berbeda untuk setiap duplo. Tidak bekerjanya alat ini dapat dilihat dari larutan Brodie yang tidak bergerak walaupun sudah menunggu lama. Ini disebabkan karena vaseline yang sudah .227 ml/jam/gr 4. Metode pertama kami memakai standar skala.

7 0. 4.0 2.8 gr.1 1.9 4. didapatkan suatu pengembangan rumus yang didasarkan pada reaksi kimia berupa pernyataan bahwa : 4 x Kadar O2 dalam air = Volume Na2S2 O3 Pada to = 0 jam Percobaan 1 2 Rata-rata Volume Na2S2O3 pada titrasi (ml) Larutan 4.85 ‘Ž—‡  ƒ–ƒ ”ƒ–ƒ˜‘Ž—‡ƒ   –‘–ƒŽ   Pada t1 = 1 jam Percobaan 1 2 Rata-rata Volume Na2S2O3 pada titrasi (ml) Larutan 2. 3 Laju Respirasi Ikan Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan diketahui spesimen ikan yang diamati memiliki berat sebesar 15.2 ‘Ž—‡  ƒ–ƒ ”ƒ–ƒ˜‘Ž—‡ƒ   –‘–ƒŽ   Laju Konsumsi    ˜‘Ž—‡ ’ƒ†ƒ–    ˜‘Ž—‡ ’ƒ†ƒ–  . Tidak hanya itu.5 Amilum Total Volume Na2S2 O3 (ml) 4.4 2. dan pipa kapiler yang tidak seimbang sehingga larutan tidak bergerak lurus dan ti ak d akurat.3 0.habis sehingga tidak seluruh lubang tertutupi. larutan Brodie yang menyumbat di ujung pipa kapiler.7 0.3 0.2 4.8 4.3 Amilum Total Volume Na2S2 O3 (ml) 2.

namun rata-rata masih berada pada kisaran 0-3 ml/jam/gr.987 x 105 0.6625 mL /15. Dari hasil tabel di atas. walaupun ada satu data yang berbeda. Ini berarti tikus-tikus sedang berada dalam keadaan istirahat.5 dan 6 . Menurut literatur. Apabila dilihat dari tabel dapat dilihat bahwa jantan memiliki laju yang mendekati 2. Menurut literatur.Richard.807 2. jantan lebih tinggi laju respirasinya dari betina. Ini disebabkan oleh mencit yang terlalu hiperaktif atau sedang berpenyakit. Pada perhitungan mencit kelompok 2 terlihat perbedaan yang mencolok. Namun rata-rata lajunya berada di antara 0-1. 4 Data Kompilasi Respirasi Lab Instruktusional Timur Tabel Kompilasi Respirasi Mencit dan Kadal Kelompok 1 2 3 4 5 6 7 Mencit 3. sedangkan kelompok 3. mencit jantan laju respirasinya lebih tinggi dibandingkan mencit betina. jadi tidak bisa disimpulkan laju pernapasan mana yang lebih besar.98 1. Untuk kadal.628 0.Laju konsumsi = volume O2 (mL) / berat ikan (gr) / waktu (jam) = 0. Oleh karena itu kami tidak bisa membandingkan laju respirasi antara jantan dan betina. Hasil perhitungan dari berbagai kelompok berbeda-beda. seekor mencit memiliki laju konsumsi oksigen sebesar 2.967 Jenis kelamin Tidak teramati Tidak teramati Tidak teramati Tidak teramati Jantan Suhu 30o 30o 30o 30o 30o 30o 30o Dalam keadaan istirahat.719 2. Berat badan betina yang relatif lebih besar daripada jantan tidak berpengaruh terhadap laju respirasi (Kingsley. terlihat bahwa data jantan dan betina tidak beraturan.7321 0. Ini dikarenakan jantan memiliki volume darah dan jantung yang lebih besar dibandingkan betina. sedangkan pada saat aktif sebesar 20 ml/gr/jam.3137 5.8 gr /1 jam = 0.0419 mL /g /jam 4.1452 0.1999).5046 1.4246 3.5 ml/gr/jam. kelompok lain tidak mengamati jenis kelamin kadalnya.227 Jenis kelamin Jantan Betina Tidak teramati betina Tidak teramati Tidak teramati Jantan Kadal 0. Hasil pengukuran beberapa kelompok di instruk timur ini tidak menunjukkan hal tersebut.

0018 0. Ini bisa dilihat dari laju respirasinya yang sangat tinggi dibanding yang lain. sedangkan kadal 4 adalah jantan.0072 ml/g/jam Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan didapatkan perbedaan yang mencolok di antara laju respirasi ikan dengan perlakuan normal dan dengan pemberian detergen pada lingkungan akuatiknya. dan 6 adalah kadal betina. Respirasi usia muda lebih kecil daripada dewasa. maka suhu tidak berpengaruh terhadap laju respirasinya (Kingsley.mendekati 0.5.1442 ml/g/jam 0. Ini dikarenakan jantung yang belum sempurna dan aliran darah yang kecil.0004 detergen 0.5.Richard.0419 0.0837 0. Perbedaan ini disebabkan oleh berkurangnya kadar O2 dalam air akibat pencemaran detergen yang terajadi pada lingkungan akuatik percobaan. akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan -kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. Oleh karena itu diprediksi bahwa kadal kelompok 3. Melalui percobaan ini pula dibuktikan bahwa detergen mampu mengurangi laju respirasi ikan dan diperkirakan hal yang terjadi pada spesimen dalam biota laut lainnya. Ikan dengan perlakuan normal diketahui memiliki laju respirasi yang lebih tinggi dibandingkan ikan dengan lingkungan akuatik yang diberi pencemar detergen.1999) Tabel Kompilasi Respirasi Ikan Kelompok Perlakuan 1 normal 3 normal 5 normal 7 normal 2 4 6 Pemberian Pemberian Pemberian detergen detergen 0.0194 Laju Respirasi (ml/g/jam) Rata-rata laju respirasi 0. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. sehingga darah akan mengalir ke kulit. Namun karena dalam percobaan ini semuanya dalam keadaan suhu yang sama.3992 0. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. Temperatur juga mempengaruhi laju respirasi. Perbedaan laju respirasi juga disebabkan oleh usia mencit yang berbeda-beda di antara kelompok. .0520 0. Temperatur saat melakukan percobaan ini adalah 30o Sebagai respon terhadap panas.

bergantung dari sumber utama panas tubuh hewan tersebut. Mencit merupakan hewan endoterm. seharusnya laju respirasi mencit lebih tinggi daripada kadal dan ikan. maka yang dilakukan mencit adalah mendinginkan suhu tubuhnya. Karena suhu lingkungan cukup panas. Eksoterm adalah hewan yang sumber panas tubuhnya berasal dari lingkungan sekitar (menyerap panas lingkungan). hewan endoterm cenderung menjaga suhu tubuh yang konstan. secara umum mereka akan membutuhkan lebih banyak energi untuk menjaga kekonstanan suhu tubuhnya yang cukup tinggi tersebut. Hewan dalam kelompok ini adalah amfibi. Endoterm adalah hewan yang sumber panasnya berasal dari hasil metabolisme. Endoterm umum di jumpai pada kelompok burung (aves). sedangkan kadal memanfaatkan lingkungan hangat itu untuk menghangatkan tubuhnya sehingga kadal bernafas lebih banyak. Suhu tubuh hewan ini cenderung lebih konstan. Namun yang terjadi malahan sebaliknya. Hal ini dikarenakan adanya reseptor dalam otaknya sehingga dapat mengatur suhu tubuh. karena hewan endoterm memperoleh panas tubuh melalui metabolisme. Hewan endoterm disebut juga homoiterm karena suhu tubuh hewan ini konstan. 5 Perbandingan Hewan Endoterm dan Eksoterm Dalam termoregulasi dikenal adanya hewan berdarah dingin dan hewan berdarah panas. ikan. reptilia. Akan tetapi. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena suhu pada small animal metabolism aparatus memiliki suhu yang cukup tinggi / diatas suhu ruang rata ± rata yaitu 30oC. Suhu tubuh hewan eksoterm cenderung fluktuatif. Berbeda dengan hewan eksoterm yang laju metabolismenya berubah-ubah sesuai suhu lingkungan.2006) Menurut studi dari literatur. . dan mamalia. (Biofagri.4. Namun lebih dikenal dengan istilah endoterm atau ekosterm. dan invertebrata.

1442 ml/jam/gr Laju respirasi ikan pada air detergen = 0. 3.227 ml/jam/gr Laju respirasi ikan = 0.0419 ml/jam/gr 2. mengindikasikan bahwa jenis kelamin mempengaruhi laju respirasi. Laju respirasi ikan pada air biasa = 0. Jadi. lajunya lebih besar daripada mencit. hewan yang memiliki bobot tubuh yang lebih berat memiliki laju respirasi yang lebih cepat pula. . Hasil perbandingan dengan data seluruh instruk timur. Laju respirasi kadal berdasarkan hasil perhitungan kelompok kami. Laju respirasi pada hewan betina lebih rendah daripada laju respirasi pada hewan jantan.0072 ml/jam/gr 4. Sedangkan untuk keterkaitan dengan bobot tubuh hewan.BAB V KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat ditarik dalam percobaaan ini adalah: 1. Dapat disimpulkan bahwa laju respirasi hewan eksotermal lebih tinggi daripada hewan endotermal.967 ml/jam/gr Laju respirasi mencit = 0. Laju respirasi kadal = 1. laju respirasi akan sebanding dengan pertambahan bobot tubuh hewan.

notatus. Hart. Darrell. Reece. The Accuracy of The Winkler Method for Dissolved Oxygen Analysis. and Anolis sagrei. James.r. A.S. pukul: 02.R. Depocas.http://csm.jmu. G.3 Ed. Fundamentals of Anatomy & Physiology. McGraw-Hill Companies Toedt.837-854 Se Dong Min. 2003. Tate. (diakses tanggal: 18 oktober 2010. 2002. B.14 Warkentin . Maryland: The Johns IIopkins University. Jakarta: Erlangga..edu/biology/danie2jc/metabolism_lab. Koza. 2009. p. Journal of Phisiological Zoology. 2006.. 2009. ³Use of the Pauling Oxygen Analyzer for Measurement of Oxygen Consumption of Animals in Open-Circuit Systems and in a ShortCircuit Apparatus´.org/posts/archives/1999-12/944743327. 7th edition. A. http://www. Chemical Composition of Everyday Product.5. halaman 11 . (diakses tanggal 20 Oktober 2010. Closed- .DAFTAR PUSTAKA Anonim 1.html.J. dkk. Fisiologi Kedokteran. ³Simple Heart and Respiration Rate Measurement´. 2010. Mareike. pukul: 23. Jakarta: EGC Kingsley.´ New and Fast Method To Quantify Respiration Rates of Bacterial and Plankton Communities in Freshwater Ecosystems by Using Optical Oxygen Sensor Lag. pukul: 22. 2006. W. Mitchell.1957. 1981.madsci. S. J. New York : Greenwood Publishing Group. 1952. P.R.htm (diakses tanggal: 20 Okober 2010..halaman: 135-140.Gb. Laporan Praktikum Fisiologi Hewan : Respirasi.38 Dunson. Kathleen. Mallorim.Florent. Essentials of Anatomy and Physiology fourth edition. Diakses tanggal 20 Oktober 2010. 64-65 Carpenter. William F.54 : 253-259 Ganong. 2005.05) Martini. ³Mouse Metabolism´. Anonim 2. R. Detergent Occuring in Freshwater. Bramham. Stephens. Federic H. L. BIOLOGI Jl. Inc. John. 1995. T. Bandung : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung Campbell. 1999.Richard.16) Biofagri. N. Van Cleef-Toedt. Evaporative Water Loss and Oxygen Consumption of Three Small Lizards from the Florida Keys: Sphaerodactylus cinereus. ³Noncontact Respiration Rate Measurement System Using an Ultrasonic Proximity Sensor´. (diakses tanggal :18 Oktober 2010.29) Seeley. San Fransisco: Pearson Education.R. 2010.D. p. 2007.A & C. pukul: 02.

biopedia.html .org/materi_kimia/biologi-pertanian/metabolisme-sel/katabolismerespirasi/ http://www.cc/2010/02/respirasi-pada-manusia.com/exact-sciences/biology/1833673-sistem-pernapasan/ http://www.lenntech. Diakses pada tanggal 17 Oktober 2010 http://www.18) http://www.syiham.co.co.cc/2009/09/thermoregulasi-hewan-berdarah-dingin.copasmedia.docstoc.asm.Spots´.chem-is-try.html http://www.com/docs/15177483/Respirasi-sistem http://id. pukul : 23.com/?s=SISTEM+RESPIRASI+PADA+HEWAN http://www.htm.http://aem.shvoong. (diakses tanggal: 18 Oktober 2010.org/cgi/content/short/73/21/6722.com/aquatic/detergents.