LAPORAN PROYEK ANATOMI FISIOLOGI HEWAN BI-2103 SISTEM RESPIRASI

Tanggal Praktikum Tanggal Pengumpulan

: 13 Oktober 2010 : 20 Oktober 2010

Disusun Oleh : Kelompok 7 Teguh Rachmanto Tria Widiasih Gita Dewi Kusumo (10609051) (10609053) (10609059)

Nabhilla Chairunnisa (10609061) Karlina Febrianti Iin Nurindah Sari (10609068) (10609077)

Asisten : Fajar Mujadid (10606069)

PROGRAM STUDI BIOLOGI SEKOLAH ILMU DAN TEKNOLOGI HAYATI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG BANDUNG 2010

BAB I PENDAHULUAN

1. 1

Latar Belakang

Respirasi merupakan ciri terpenting pada makhluk hidup. Pentingnya pengukuran jumlah O2 yang dikonsumsi oleh hewan dalam selang waktu tertentu dengan menggunakan small animal metabolism apparatus dan metode Winkler adalah untuk mengetahui bagaimana sistem pernapasan pada hewan-hewan yang diteliti, seperti pada ikan, kadal, serta mencit. Melalui percobaan ini, kita dapat melihat kemampuan respirasi ikan sehingga kita dapat mengetahui kadar sistem akuatik di suatu tempat, apakah ekosistem tempat ikan tersebut bersih atau tidak itu dapat dilihat dari kemampuan respirasinya. Pada kadal dan mencit, percobaan ini memberikan hasil perbandingan kemampuan respirasi dilihat dari pengaruh jenis hewan tersebut, yaitu yang berdarah dingin dan berdarah panas. Hasil perbandingan inilah yang nanti digunakan untuk melihat pula bagaimana laju metabolisme dari masing-masing jenis hewan tersebut. Pada mencit dapat diamati leih lanjut dari sistem respirasinya yang secara umum hamper menyerupai sistem respirasi pada manusia sehingga melalui percobaan ini dapat membantu perkembangan dunia medik dalam mempelajari sistem respirasi manusia.

1. 2

Tujuan

Percoban kali ini memiliki tujuan

:

1. Mementukan laju respirasi pada ikan,kadal dan mencit. 2. Membandingkan laju respirasi antara hewan eksotermal dan indotermal. 3. Membandingkan laju respirasi ikan yang diberi 2 perlakuan, ditempatkan pada air ledeng dan air yang menggunakan detergen. 4. Menentukan keterkaitan laju respirasi dengan berat badan dan jenis kelamin.

respirasi anaerob menghasilkan asam laktat sehingga menyebabkan rasa lelah. Pada manusia. (Wiryadi. hewan. (Novida. Respirasi eksternal meliputi proses pengambilan oksigen dan pengeluaran karbondioksida dan uap air antara makhluk hidup dengan lingkungannya. yaitu di dalam sitoplasma dan mitokondria. Respirasi aerob merupakan rangkaian reaksi enzimatis yang menggunakan oksigen bebas dari udara untuk mengubah glukosa sempurna menjadi CO2. Respirasi anaerob hanya menghasilkan sedikit energi. dan manusia. 2007) Ditinjau dari bentuknya respirasi terbagi dua macam. (Siregar. karenanya harus segera dikeluarkan dari tubuh. 2010). dan transpor elektron. ragi. Sel-sel tubuh kita memerlukan oksigen untuk melakukan pembakaran. misalnya pada tumbuhan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Respirasi adalah proses pertukaran gas O2 (oksigen) dari udara oleh organisme hidup yang digunakan untuk serangkaian metabolism yang akan menghasilkan CO2 (karbon dioksida) yang akan dikeluarkan oleh tubuh. 1 Respirasi Oksigen merupakan gas yang sangat penting bagi makhluk hidup. Respirasi internal disebut juga pernafasan seluler karena pernafasan ini terjadi di dalam sel. Proses dalam uraian di atas disebut respirasi sel. Energi tersebut diperlukan sel untuk menjalankan fungsinya. reaksi ini menghasilkan CO2 dan alkohol. sedangkan pada tumbuhan. begitu pula CO2 yang dikeluarkan oleh tubuh pun dilakukan oleh sistem respirasi. 2010) Respirasi anaerob atau yang biasa disebut fermentasi atau peragian merupakan serangkaian reaksi enzimatis yang memecah glukosa secara tidak sempurna karena kekurangan oksigen yang pada umumnya terjadi pada tumbuhan. fungi. (Siregar. Menurut hasil samping yang terbentuk. Karbon dioksida yang dihasilkan pada proses pembakaran ini bila terakumulasi dapat membahayakan tubuh. respirasi internal dibagi menjadi re spirasi aerob (memerlukan oksigen) dan respirasi anaerob (tidak membutuhkan oksigen). dan energi sebesar 38 ATP dalam 3 tahapan. yaitu glikolisis. maka fermentasi dibedakan atas . siklus Krebs. dan bakteri. H2O. yaitu 2 ATP. yaitu respirasi eksternal (luar) dan internal (dalam). Makanan dibakar di dalam tubuh agar menghasilkan energi. Berdasarkan kebutuhan akan oksigen. 2008) Oksigen yang dibutuhkan tubuh tersebut didapatkan dari proses respirasi.

yaitu pernafasan dada (pernafasan antar tulang rusuk) dan pernafasan perut (pernafasan menggunakan diafragma). dan kulit. antara lain. tikus. Kalajengking dan Laba-laba . Contoh hewan bersel satu adalah Amuba. 2007) 1. yaitu O2 masuk dan CO2 keluar dengan cara menembus dinding sel yang tipis. paru-paru terletak di dalam rongga dada di atas diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut) yang dilindungi oleh tulang dada dan tulang rusuk. kuda. (Wiryadi. dan bobot tubuh. penyesuaian suhu serta kelembapan. (Anonim. trakea. insang. Alat Pernafasan Mamalia serta Manusia Mamalia bernafas dengan alat pernapasan utama berupa paru-paru. Euglena. Pada manusia. 2010) Alat-alat respirasi tiap makhluk hidup tidak selalu sama. 2008) b. dan faktor-faktor penentu lainnya. kecepatan respirasi pada berbagai hewan berbeda bergantung dari berbagai hal. Di dalam hidung terdapat rambut dan lendir yang berfungsi untuk menyaring udara agar bebas dari kotoran. kucing. Selain itu. dan Paramaecium. kesehatan. yaitu yang bernafas dengan paru-paru. jenis. cacing menyerap oksigen serta mengeluarkan karbondioksida dan uap air secara difusi. Pernafasan pada manusia terdapat 2 macam. Melalui kulit yang basah ini. Hewan bersel satu bernafas melalui seluruh permukaan tubuhnya dengan cara difusi.fermentasi alkohol pada ragi (khamir) dan bakteri anaerobik. Alat Pernapasan Hewan Alat pernafasan pada hewan bermacam-macam. habitat. Contoh mamalia yaitu kambing. oleh karena itu seluruh proses kehidupan dilakukan di dalam sel tersebut. (Siregar. sapi. (Anonim. Urutan udara masuk pada tubuh manusia yaitu udara di lingkungan hidung faring laring trakea bronkus (cabang tenggorokan) ± bronkeolus alveolus. Dengan adanya lendir. (Anonim. fermentasi asam laktat pada umumnya di sel otot. dan fermentasi asam sitrat pada bakteri heterotrof. sedangkan mamalia yang hidup di air adalah ikan paus dan lumba-lumba. kulit cacing selalu dalam keadaan basah dan licin. 2008) 2. Beberapa contoh alat pernafasan pada hewan : a. berbeda-beda tergantung tempat tinggal. 2008) c. Cacing Cacing bernapas melalui permukaan kulitnya yang mengandung banyak kelenjar yang menghasilkan lendir. Hewan bersel satu (protozoa) Hewan bersel satu hanya mempunyai satu sel. aktifitas. kerbau.

sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum. udara dari spirakel menuju pembuluh-pembuluh trakea menuju trakeolus (analogi kapiler pada sistem transportasi vertebrata). (Anonim. Masingmasing paru-paru buku ini memiliki lembaran-lembaran tipis (lamela) yang tersusun berjajar. 2007) e. (Ahmadi. Kemudian. Pada trakea terdapat kantong udara (kantong hawa) yang berfungsi menyimpan udara yang masuk untuk sementara waktu. 2008) d. Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam. misalnya jentik-jentik nyamuk mempunyai alat bantu pernafasan. 2008) Pernafasan ikan berlangsung 2 tahap. (Wiryadi. alat pertukaran ion. Air yang dikeluarkan ini telah bercmpur dengan CO2 dan uap air yang dilepaskan darah). Paru-paru buku memiliki gulungan yang berasal dari invaginasi perut. Keluar masuknya udara disebabkan oleh gerakan otot yang terjadi secara teratur. Serangga yang hidup di air. dan osmoregulator. penyaring makanan. Trakea adalah suatu sistem alat pernafasan yang terdiri atas pembuluh-pembuluh yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh yang dimiliki oleh serangga dan hewan arthropoda lainnya. yaitu tahap pemasukan (mulut ikan membuka dan tutup insang menutup sehingga air masuk rongga mulut. Ikan Ikan hidup di air sehingga bernafas dengan menggunakan insang. selain itu darah juga melepaskan karbondioksida dan uap air) dan tahap pengeluaran (mulut menutup dan tutup insang membuka sehingga air dari rongga mulut mengalir keluar melalui insang. sedangkan jika hidup di air bernapas dengan insang buku. Cabang-cabang ini bermuara di stigma (spirakel). disinilah oksigen yang larut dalam air diambil oleh darah. 2008) . Paruparu buku ini juga memiliki spirakel tempat masuknya oksigen dari luar.Kalajengking dan laba-laba besar (Arachnida) yang hidup di darat memiliki alat pernapasan berupa paru-paru buku. yaitu tabung pernafasan yang menghubungkan dengan trakea. Serangga Alat pernafasan serangga yang hidup di darat berbeda dengan yang hidup di air. Stigma merupakan pembuluh silindris berlapis kitin yang berpasangan pada setiap segmen tubuh yang menjadi tempat keluar masuknya udara yang diatur oleh otot sebagai katupnya. Baik insang buku maupun paru-paru buku keduanya mempunyai fungsi yang sama seperti fungsi paru-paru pada vertebrata. lalu ke seluruh sel-sel tubuh. kemudian menuju lembaran insang. Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum. (Anonim. Serangga bernafas dengan trakea.

kadal. betok. yaitu: 1. memperkecil berat jenis ketika terbang/berenang. dan buaya paru-paru lebih kompleks. ruang dada bagian depan. misalnya katak. Reptilia bernafas dengan paru-paru dengan lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. Selain labirin. ikan juga mempuyai gelembung renang yang fungsinya sama. komodo dan cicak. kulit (melalui difusi karena selalu dalam keadaan basah dan banyak kapiler). serta paru-paru (tempat bermuara kapiler darah berbentuk gelembung dan terjadinya mekanisme inspirasi dan ekspirasi saat mulut tertutup). Selain paru-paru. Metode yang digunakan pada percobaan ini terdiri dari 2 metode. memperkeras suara/kicauan burung. oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut (penuh kapiler). (Anonim. Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif. yaitu untuk menyimpan oksigen serta membantu gerakan ikan naik turun. ular. (Wiryadi. Berikut ini beberapa metode pengukuran laju respirasi yang dapat digunakan termasuk kedua metode diatas. 2007) 2. serta mengurangi kehilangan panas tubuh yang berlebihan) yang terletak di pangkal leher. contohnya buaya. mempermudah burung terbang. serta di ketiak. yaitu hidung. Winkler method y Sejarah Pendek . Pada kadal. 2008) f. 2007) h. 2007) g. yaitu small animal metabolism apparatus dan metode Winkler. (Wiryadi. bronkus dan pundi-pundi udara (kantong selaput ringan yang berfungsi untuk menyimpan udara. pada insangnya terdapat banyak lipatan yang disebut labirin yang berfungsi untuk menyimpan oksigen. kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. trakea. gabus.Untuk ikan yang hidup di lumpur seperti ikan lele. dengan beberapa belahan-belahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spons. Burung Burung bernafas menggunakan paru-paru. Reptilia Reptilia disebut juga hewan melata. kura-kura. alat pernafasan burung dilengkapi dengan alat bantu. ruang dada bagian belakang. (Wiryadi. 2 Metode Pengukuran Laju Respirasi Pengukuran kaju respirasi dapat dilakukan dengan berbagai macam metode. Pada katak. kura-kura. rongga perut. Amfibi Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di air dan di darat.

ke dalam endapan Mangan yang berwarna coklat. y Prinsip Kerja Pengukuran laju respirasi dengan metode Winkler digunakan untuk menentukan tingkat oksigen terlarut dalam sampel air juga untuk memperkirakan aktivitas biologis dalam sampel air. oksigen terlarut akan mengoksidasi Mangan (II) ion menjadi dalam keadaan tetravalent. Para ahli masih belum dapat memastikan apakan mangan dioksidasi itu tetravalen atau trivalen.Metode ini pertama kali dikembangkan oleh Lajos Winkler saat mengerjakan disertasi doktoralnya pada tahun 1888. Pada langkah selanjutnya. yang akan menyebabkan terbentuknya endapan putih Mn(OH)2. Kalium Iodida ditambahkan untuk menghasilkan endapan merah mudacoklat di dalam larutan. . ditambahkan ke sampel air yang sudah kita dapat. asam kuat (baik asam klorida atau asam sulfat) ditambahkan kedalam larutan. Selanjutnya. tetapi MnO2 yang terhidrasi juga dapat memberikan warna coklat. Selanjutnya. y Metode Kerja Pertama-tama Mangan (II) sulfat ditambahkan ke sampel air lingkungan. Bakteri dan organisme eukaryotik (zooplankton. Endapan coklat kemudian mengubah ion iodida (I-) menjadi Iodin. Perbedaan antara konsentrasi fisik oksigen dalam air (atau konsentrasi teoritis jika tidak ada organisme hidup) dan konsentrasi oksigen yang sebenarnya disebut kebutuhan biologis akan oksigen. ganggang. yang pada akhirnya menunjukkan produksi biomassa.). 2 Mn(OH) 2(s) + O2(aq) 2 MnO(OH)2(s) MnO(OH)2 muncul sebagai endapan coklat. iodida (I-) dan hidroksida (OH. Jumlah oksigen terlarut adalah berbanding lurus dengan titrasi yodium dengan larutan tiosulfat. ikan) mengkonsumsi oksigen ini melalui respirasi. Fitoplankton dan makroalga hadir dalam massa air dan menghasilkan oksigen dari hasil fotosintesis. Endapan putih ini kemudian dioksidasi oleh oksigen yang terlarut dalam sampel air. Hasil dari dua mekanisme ini menentukan konsentrasi oksigen yang terlarut. Jumlah oksigen terlarut adalah ukuran dari aktivitas biologis pada suatu massa air. Kelebihan ion Mangan (II) garam. yang bertujuan untuk mengasamkan larutan. Beberapa sumber menyatakan bahwa Mn(OH)3 adalah endapan coklat.

menjadi unsure Iodine. 2 S2O32-(aq) + I2 y S4O62-(aq) + 2 I-(aq) Analisis Berdasarkan reaksi kimia diatas. Pada semua tahap. langkah-langkah harus dilaksanakan dengan tepat untuk memastikan oksigen yang dibutuhkan untuk pengamatan tidak hilang dari sampel. Kandungan oksigen biasanya memiliki satuan mg dm-3. kita dapat bekerja di luar jumlah mol molekul oksigen yang hadir dalam sampel air asli. Mn(SO4)2 + 2 I-(aq) Mn2+(aq) + I2(aq) + 2 SO42-(aq) Larutan Tiosulfate di gunakan untuk menitrasi. Keberhasilannya sangat tergantung pada cara penanganan sampel saat sedang dimanipulasi. sehingga endapan coklat yang terbentuk akan larut kembali ke dalam larutan. larutan itu sendirilah yang selanjutnya akan tereduksi dan kembali menjadi ion Mangan (II) dalam media asam. setelah menentukan jumlah mol Iodine yang dihasilkan. . sampel air harus bebas dari zat terlarut yang akan dioksidasi atau Iodine yang tereduksi. dan juga ditambahkan 4-5 tetes amilum sebagai indikator dan kemudian dititrasi. dapat kita tarik kesimpulan bahwa : 1 mol O2 4 mol Mn(OH) 3 2 mol I2 Oleh karena itu. Asam memfasilitasi konversi endapan cokelat. larutan mangan yang masih mengandung ion iodide. Terjadi konversi. Mn(SO4)2 dibentuk oleh asam untuk mengkonversi ion iodida menjadi Iodine.4 Mn(OH) 2(s) + O2(aq) + 2 H2O 4 Mn(OH)3(s) Tahap kedua dari uji Winkler adalah mengurangi keasaman solusi sampel. Selanjutnya. y Limitasi Metode ini juga memiliki limit atau batasan tertentu.

Ruang ini dilengkapi dengan kandang removable dimana tempat menempelnya termometer. Oksigen yang disumbangkan oleh reagen d. Kevolatilan Iodine c. Oksidasi udara terhadap Iodine b. Setelah mencit masuk kedalam chamber dan disegel di ruangan itu. Konsumsi atau produksi Iodine oleh reagen f. merupakan ukuran konsumsi oksigen (ml / detik) yang dikonsumsi oleh mencit tersebut. Waktu yang diperlukan larutan Brodie untuk melintasi jarak tertentu pada pipa kapiler berskala. Small A imal M taboli m A arat metabolik didalamnya. Tingkat metabolisme suatu hewan berkaitan dengan luas bidang permukaannya. Penurunan tekanan itulah yang menyebabkan cairan Brodie di ujung tabung dapat tertarik ke dalam ruangan.437 ("y" intercept) m = 2. karbondioksida 2 tersebut akan diserap oleh kapur soda atau KOH. karena hubungan ini tidak benar-benar linear kecuali rentang bobotnya kecil. Oleh karena itu. Kontaminasi Iodida dalam larutan e. karena oksigen yang berada di dalam chamber terus digunakan. ia akan mengkonsumsi oksigen dan menghembus kan nafas yang mengandung CO . plexiglass silinder. y = b + mx keterangan : y = luas permukaan cm2 b = 0.143 (kelandaian) ¢¤ Metode ini menggunakan sebuah chmber yang dilengkapi chamber dengan termometer Tabung dinamakan ruang ££ ¢ ¡   .y Akurasi akuratan met e ini sangat di engaruhi oleh: a. Perbedaan antara titik akhir titrasi dan titik ekivalen. Persamaan ini hanya dapat d igunakan untuk binatang kecil. 2. otomatis tekanan di dalam ruang akan turun. yang sudah ditempatkan di bagian bawah ruangan. Luas 2 bidang permukaan dapat dihitung dalam sentimeter persegi (cm ) melalui perhitungan dengan persamaan berikut.

Besar sensor ini digunakan untuk mengukur waktu tempuh dari gelombang suara antara sinyal yang dikirim dan sinyal diterima selama respirasi di dalam gerak-dinding perut. dibandingkan juga dengan hasil pengukuran dengan sensor termokopel pada sepuluh subjek laki-laki untuk memastikan keakuratan data.vi uses the NI 9239 Metode pengukuran laju respirasi ini memanfaatkan platform CompactD Q lingkungan pemrograman grafis LabVIEW. Laju respirasi yang telah diukur. Pada metode pengukurannya digunakan juga modul NI 9239 untuk mengukur tegangan kembali dari Heart Rate / Volume Darah Pulse Sensor dan Respirasi Sabuk Sensor. Sinyal-sinyal ini kemudian diolah dan disaring untuk menghapus komponen frekuensi noise tinggi di atas 5 Hz. y Pauling Oxygen Analyzer Rumusan dasar metode ini adalah memperoleh data konsumsi oksigen dari pengukuran tekanan parsial oksigen yang diukur dalam sistem sirkuit buatan yang ¥ dan . Metode ini tidak memerlukan waktu inkubasi yang lama.x = berat hewan Optical Oxygen Sensor Spots Metode pengukuran laju respirasi ini berdasarkan quenching oksigen luminisen pada suatu titik sensor yang dievaluasi untuk pertama kalinya bagi sekelompok bakteri air.2. keduanya berasal dari ³Thought Technologies Ltd´. dan menghasilkan keakuratan yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode Winkler. y Ultrasonic Proximity Sensor Metode ini menyajikan pendekatan sensor jarak ultrasonik untuk pengukuran respirasi. y The Simple Heart and Respiration Rate Example_LabVIEW8. Sensor elektronik yang digunakan adalah 240 kHz. Analisis sinyal dapat dilakukan untuk mendeteksi jumlah puncak yang terjadi dalam sepuluh detik dari mulai nilai denyut rata-rata per menit. Sensor ultrasonik ini dapat mengukur tanda dan tingkat respirasi secara realtime juga untuk pemantauan jangka panjang yang diperlukan untuk mobilitas perspektif pengguna akhir.

dan Po2 inlet udara 4) CO2 bebas lubang udara volume dan Po2. Suhu Bagi hewan Homeoterm (contoh:mencit) suhu tidak begitu berpengaruh bagi laju respirasinya. dijelaskan juga secara rinci data yang disediakan untuk menggambarkan response waktu serta menunjukkan bahwa sistem menghasilkan nilai sebenarnya dari konsumsi oksigen. dan masuk Po2 udara. 3 Faktor ± Faktor yang Mempengaruhi Laju Respirasi Faktor-faktor yang mempengaruhi laju pernapasan diantaranya : 1. Suhu tubuh hewan poikloterm mengikuti suhu lingkungannya (Ganong. dan Po2 outlet udara 2) Volume udara masuk dan Po2.terbuka dan tertutup. jantung memerlukan energi lebih banyak. 2. Untuk sistem terbuka-sirkuit yang digunakan harus dalam kondisi yang steady. Sebuah volume konstan. maka pembuluh darah akan melebar dan aliran darah semakin cepat. Namun. Sehingga tubuh membutuhkan oksigen lebih banyak untuk oksidasi karbohidrat menjadi energi . Ketika suhu tubuh melebihi normal.2006). elastisitas jaringan tubuh semakin berkurang. Usia Usia mempengaruhi kebutuhan oksigen suatu individu. di mana variabel lain yang diukur yaitu: 1) Volume udara masuk dan Po2. Untuk mengalirkan darah lebih cepat. Aktivitas . bagi hewan poikloterm (contoh:ikan dan kadal) suhu berperan penting dalam menentukan laju respirasinya. Misal. 3. dan outlet CO2 Po2 udara bebas 3) Outlet volume udara dan Po2. sehingga paru-paru dituntut untuk bernapas lebih sering (Martini.1995). 2. Ketika usia bertambah. begitupula dengan paru-paru. Hal ini menyebabkan laju respirasi meningkat. Hal tersebut dapat mengurangi kapasitas vital paru-paru. Perkiraan dari hasil persamaan telah diperoleh untuk sistem buka-sirkuit yang digunakan dalam kondisi nonsteady untuk kasus khusus dari ruang metabolisme volume besar. kemudian beberapa persamaan diberikan dan dibahas untuk kasus -kasus berikut ini. sirkuit sistem tertutup memiliki lag yang sangat kecil. karena hewan tersebut memiliki termoregulasi yang baik sehingga dapat menyesuaikan suhu tubuhnya agar tetap normal. kadal yang hidup di Bandung dengan suhu sekitar 250C akan memiliki laju respirasi lebih rendah dibandingkan dengan kadal yang hidup di gurun dengan suhu sekitar 400C.

4.1 mL O2/gr/jam. zat pewangi. yaitu zat pembangun. Fillers atau yang biasa disebut dengan reagen pemroses berperan penting dalam detergen adalah sebagai suatu reagen yang akan menambahkan volume penggunaan dtergen sehingga terlihat lebih banyak. Ketinggian tempat hidup Konsentrasi oksigen di udara pada dataran tinggi lebih rendah dibandingkan dengan dataran rendah. Berdasarkan Seeley (2003). sehingga individu dengan spesies yang sama yang hidup di dataran tinggi memiliki laju pernapasan yang lebih tinggi daripada individu yang hidup di dataran rendah. laju konsumsi oksigen kadal (Sphaerodactylus cinereus) adalah sekitar 0. sedangkan pada saat aktif sebesar 20mL O2/gr/jam (Seeley. fillers. flouresence dyes. enzim. laju konsumsi ikan mas adalah sebesar 0. 5. sehingga memerlukan oksigen yang besar pula. Jenis kelamin Laju respirasi hewan jantan dan betina berbeda. dalam kasus sehari-hari busa merupakan hasil yang didapatkan dari .Aktivitas yang banyak memerlukan energi yang besar. Dalam keadaan istirahat. 0. menyesuaikan laju dan kedalaman pernapasan untuk memenuhi permintaan tubuh yang berubah (Campbell.14 ml/gr/jam saat tidak aktif dan 2. pemutih. Detergen sebagai suatu senyawa penghilang noda pada pakaian tersusun atas 8 komponen utama. individu yang menderita emfisema memiliki laju respirasi yang lebih tinggi dari pada individu normal. zat penghambat korosi.2003). Status kesehatan Individu yang sakit memiliki laju pernapasan yang berbeda dengan individu yang sehat.Misal. Hewan jantan cenderung memiliki laju respirasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan hewan betina. Pusat pernapasan merespon terhadap berbagai sinyal saraf dan kimiawi. 2005).5 mL O2/gr/jam. dan zat pewarna (John Toedt et all.2004). Namun tidak banyak orang mengetahui komposisi dan efek di balik penggunaan senyawa kimi ini. Menurut Dunson (1981). seekor mencit memiliki laju konsumsi oksigen sebesar 2. 6. 4 Efek Detergen Terhadap Respirasi Ikan Pemakaian dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari sudah tidak dapat disangsikan lagi kegunaannya.255ml/gr/jam saat aktif.

dan kationik. Hal ini dikarenakan ole atom oksigen yang menarik elektron pada detergen non-ionik tersebut (anonim 1. Berdasarkan komponen penyusunnya. Sedangkan dtergen non-ionik tidak memiliki muatan permanen. dan pemutih berperan penting dalam menghilangkan noda pada pakaian. namun berbeda dengan detergen anionik dan kationik. Detergen yang merupakan senyawa organik terdiri atas tiga tipe ut ma.penambahan zat fillers ke dalam campuran senyawa kimia detergen. 2009). non-ionik. Pada tahun 1950 diketahui pertama kali bahwa detergen alkylbenzene sulfonate (ABS) yang banyak digunakan pada masa itu memiliki efek samping yang begitu besar pada ekosistem. 2009). Penggunaan detergen ABS kemudian dengan segera digantikan oleh detergen linear alkylbenzene sulfonate (LAS) yang lebih mudah diuraikan oleh bakteria. melekat secara permanen pada rantai C-C yang hidrofobik dan bersifat non-polar. Akan tetapi tingkat stabilitasnya yang begitu tinggi menjadikan detergen ABS tidak dapat diuraikan oleh bakteria di alam. Detergen ini tersusun atas rantai hidrokarbon panjang yang menempel pada cincin benzen yang juga melekat pada kelompok sulfonat bermuatan negatif (John Toedt et all. Detergen anionik dan kationik memiliki muatan positif ataupun negatif yang . 2005). Sedangkan flourescence dyes dan zat pewarna berperan aktif dalam menjaga warna dari pakaian dan terdapat pula kandungan zat pewangi yang menambahkan wangi pada pakaian (John Toedt et all. Alkylbenzene merupakan senyawa hasil pengolahan petroleum dan dibuat dari pemadatan dengan menggunakan -olefin dengan benzene. 2005). namun juga dikarenakan oleh beberapa faktor lain yang tidak kalah merugikan (anonim 1. Tingkat stabilitas ABS yang begitu tinggi merupakan hasil dari pengelompokan sulfonat dan rantai panjang hidrokarbon yang berasal dari petroleum. Tidak hanya pada kasus penguraian oleh bakteria yang telah disebutkan sebelumnya. Kedua detergen ini juga sangat berbeda dalam tingkat kesulitan terurainya komponen-komponen di alam oleh bakteria (John Toedt et all. 2005). Pengaruh detergen dalam siklus hidup ikan dapat berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung. Akan tetapi penggunaan detergen dapat berakibat buruk pada ekosistem. detergen non-ionik memiliki sejumlah atom dengan muatan elektronegatif dan elektropositif yang lemah. Adapun fungsi zat pembangun. Pengaruh secara langsung dapta ditunjukkan dengan kemampuan detergen dalam merusak lapisan lendir pada permukaan tubuh ikan yang melindungi hewan tersebut dari bakteria . sehingga lambat laun penumpukan detergen ABS yang begitu tinggi dapat mencemari ekosistem (John Toedt et all. yaitu detergen a anionik. detergen terbagi atas detergen ABS dan LAS. enzim. 2005). Sedangkan zat penghambat korosi berfungsi dalam mencegah ion-ion perusak yang dapat menstimulasi timbulnya karat pada mesin cuci.

2009). menjadikan ikan akan mati karena keracunan walaupun kadar tersebut tidak akan membunuh ikan secara langsung. Kontributor lainnya dalam zat racun pada detergen ialah adanya kandungan larutan natrium silikat yang dapat mencemari lingkungan akuatik (anonim 1. Detergen sebanyak 15 ppm dapat dengan mudah membunuh seluruh ikan yang terdapat dalam lingkungan akuatik tersebut. Kandungan detergen sebanyak 2 ppm dapat menyebabkan ikan menyerap kandungan kimia sebanyak dua kali lebih banyak dibandingkan ikan pada lingkungan akuatik yang bersih. . Hal ini disebabkan oleh muatan pada detergen yang menjadikannya mudah diserap oleh ikan (anonim 1. Hal ini dapat menyebabkan ikan lambat laun akan mati karena kekurangan oksigen. Kadar maksimal dari pencemaran detergen pada lingkungan akuatik ialah kurang dari 2 ppm agar ekosistem dan siklus hidup ikan dapat tetap terjaga (anonim 1. 2009).dan parasit pengganggu dan juga organ insang pada ikan. 2009). Kandungan fosfat di dalam detergen dapat membantu perkembangbiakan alga yang dapat melepas racun ke dalam air dan mengikat kandungan oksigen dari dalam air. Sedangkan konsentrasi sebesar 5 ppm dapat membunuh embrio pada telur-telur ikan.

Kemudian ditambahkan 4 tetes amilum 1% sehingga larutan dalam . Air terus dimasukkan ke dalam tabung sampai keluar air dari selang 2. Erlenmeyer berisi ikan didiamkan selama 1 jam. 1 Metode Winkler (Ikan) Erlenmeyer 2L diisi dengan 1 liter air. Botol 250ml berisi air ditambahkan 1mL MnSO4 dan 1mL KOH-KI. Air yang keluar dari selang 2 ditampung sebanyak 250ml di botol Winkler. 2 Cara Kerja 3. Erlenmeyer ditutup dengan penutup karet dengan 2 selang dan diolesi dengan vaselin. Seekor ikan dimasukkan kedalam tabung Winkler. Labu diisi air hingga penuh melalui selang 1. 100mL larutan tersebut dipindahkan ke Erlenmeyer 250mL dan kemudian dititrasi dengan Na2S2 O3 sampai berwarna kuning muda (tepat akan tidak berwarna / bening). Kemudian ditambahkan 1mL H2SO4 pekat dengan pipet ukur. 2. Selang 2 ditutup dengan penjepit dan setelah itu selang 1 juga ditutup dengan penjepit. Sekitar 2mL larutan dalam botol dibuang. Botol didiamkan sekitar 20 menit hingga semua endapan mengendap. 1 Alat dan Bahan Alat Small animal metabolism apparatus Botol Winkler (250mL) Buret dan statif Timbangan hewan Stopwatch Erlenmeyer (250 mL) Erlenmeyer (2L) Syringe 1mL Pipet tetes Kertas isap Tisu dan dan kapas KOH 20% Bahan Hewan Uji Mencit (Mus musculus) Ikan mas (Cyprinus carpio) Kadal Larutan Brodie Larutan thiosulfat (Na2S2O3 ) Larutan H2SO4 pekat Larutan KOH-KI Larutan MnSO4. Botol ditutup dan dikocok lagi hingga semua endapan larut. Botol dikocok perlahan selama lebih kurang 4 menit.BAB III METODOLOGI 3.H2O Larutan amilum 1% 3.

Setelah 1 jam. tuang air dari dalam labu Erlenmeyer 2L ke botol Winkler 250mL hingga penuh. Ujung skala respirometer dimasukkan sedikit larutan Brodie dengan menggunakan syringe. Dicatat juga suhu yang terbaca pada termometer di dalam small animal metabolism apparatus. Skala yang terbaca pada waktu-waktu tertentu dicatat. 2 Metode Scholander (Mencit dan Kadal) Kertas saring yang sudah di jenuhkan dengan KOH 20% dimasukkan ke dalam small animal metabolism apparatus. Penutup diolesi oleh vaselin agar tidak ada celah untuk keluar masuk udara.labu berwarna biru. Dilakukan duplo dengan 100mL larutan yang masih tersisa di botol Winkler. Dilakukan duplo untuk setiap hewan (kadal dan mencit) . 3. Kemudian dilakukan langkah-langkah yang sama untuk mengetahui kadar oksigen dalam air setelah 1 jam. Hewan yang akan diuji ditimbang terlebih dahulu. Dititrasi kembali dengan Na2S2O3 hingga warnanya tepat bening. Angka yang terbaca pada skala buret dicatat. Ruang uji dimampatkan dengan kapas sehingga hewan uji tidak terlalu banyak bergerak. 2. Small animal metabolism apparatus didiamkan sekitar 15 menit agar hewan uji menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan. Small animal metabolism apparatus ditutup dengan menggunakan penutup karet yang telah di pasang skala respirometer. Laju konsumsi oksigen didapat dengan cara menghitung selisih antara jumlah kadar oksigen saat t0 (sebelum 1 jam) dan saat t1 (sesudah 1 jam). Hewan uji kemudian dimasukkan ke dalam ruang uji yang terbuat dari kawat besi.

BAB IV PEMBAHASAN 4. sedangkan duplo kedua memakai standar waktu.967 ml/jam/gr Pada percobaan ini kami tidak sempat melakukan duplo pada kadal karena alat yang kami pakai tidak bekerja dengan baik. Tidak bekerjanya alat ini dapat dilihat dari larutan Brodie yang tidak bergerak walaupun sudah menunggu lama.8 Waktu (s) 180 Skala Duplo 2 Waktu (s) - Laju respirasi = 1. Metode pertama kami memakai standar skala.41/jam/45.3 Duplo 1 Skala (ml) 1.9 Duplo 1 Skala (ml) 0.64 ml Rata-rata skala = 0. Apabila duplo 2 disamakan terhadap waktu duplo 1.227 ml/jam/gr 4.37 ml/128 s/45.1 Waktu (s) 128 Duplo 2 Skala (ml) 1. 1 Laju Respirasi Mencit Pada pengukuran mencit. data yang kami dapatkan adalah : Berat (gr) 45.3 gr = 1.9 gr = 0. data yang kami dapatkan adalah : Berat (gr) 18. Ini disebabkan karena vaseline yang sudah .37 ml Laju respirasi mencit = 0.9 gr = 10. 2 Laju Respirasi Kadal Pada pengukuran kadal. skalanya menjadi: Duplo 2 : Waktu : 128 s Skala : 0.8 Waktu (s) 360 Dalam percobaan kami memakai dua metode yang berbeda untuk setiap duplo.8 ml/180 s/18.

larutan Brodie yang menyumbat di ujung pipa kapiler.habis sehingga tidak seluruh lubang tertutupi.5 Amilum Total Volume Na2S2 O3 (ml) 4.3 0. dan pipa kapiler yang tidak seimbang sehingga larutan tidak bergerak lurus dan ti ak d akurat.3 0.7 0.3 Amilum Total Volume Na2S2 O3 (ml) 2.8 4. didapatkan suatu pengembangan rumus yang didasarkan pada reaksi kimia berupa pernyataan bahwa : 4 x Kadar O2 dalam air = Volume Na2S2 O3 Pada to = 0 jam Percobaan 1 2 Rata-rata Volume Na2S2O3 pada titrasi (ml) Larutan 4. 3 Laju Respirasi Ikan Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan diketahui spesimen ikan yang diamati memiliki berat sebesar 15.2 4.85 ‘Ž—‡  ƒ–ƒ ”ƒ–ƒ˜‘Ž—‡ƒ   –‘–ƒŽ   Pada t1 = 1 jam Percobaan 1 2 Rata-rata Volume Na2S2O3 pada titrasi (ml) Larutan 2.1 1.7 0. 4.4 2.9 4.0 2.2 ‘Ž—‡  ƒ–ƒ ”ƒ–ƒ˜‘Ž—‡ƒ   –‘–ƒŽ   Laju Konsumsi    ˜‘Ž—‡ ’ƒ†ƒ–    ˜‘Ž—‡ ’ƒ†ƒ–  .8 gr. Tidak hanya itu.

3137 5. walaupun ada satu data yang berbeda.5046 1.98 1.719 2.Laju konsumsi = volume O2 (mL) / berat ikan (gr) / waktu (jam) = 0.628 0.4246 3.967 Jenis kelamin Tidak teramati Tidak teramati Tidak teramati Tidak teramati Jantan Suhu 30o 30o 30o 30o 30o 30o 30o Dalam keadaan istirahat.227 Jenis kelamin Jantan Betina Tidak teramati betina Tidak teramati Tidak teramati Jantan Kadal 0. Pada perhitungan mencit kelompok 2 terlihat perbedaan yang mencolok. Namun rata-rata lajunya berada di antara 0-1.1452 0. Oleh karena itu kami tidak bisa membandingkan laju respirasi antara jantan dan betina.0419 mL /g /jam 4. Menurut literatur. sedangkan pada saat aktif sebesar 20 ml/gr/jam. namun rata-rata masih berada pada kisaran 0-3 ml/jam/gr. Hasil pengukuran beberapa kelompok di instruk timur ini tidak menunjukkan hal tersebut.5 ml/gr/jam. Apabila dilihat dari tabel dapat dilihat bahwa jantan memiliki laju yang mendekati 2.807 2. kelompok lain tidak mengamati jenis kelamin kadalnya. Dari hasil tabel di atas. Ini dikarenakan jantan memiliki volume darah dan jantung yang lebih besar dibandingkan betina. mencit jantan laju respirasinya lebih tinggi dibandingkan mencit betina. terlihat bahwa data jantan dan betina tidak beraturan. Berat badan betina yang relatif lebih besar daripada jantan tidak berpengaruh terhadap laju respirasi (Kingsley.8 gr /1 jam = 0. jadi tidak bisa disimpulkan laju pernapasan mana yang lebih besar. Untuk kadal.1999).7321 0. sedangkan kelompok 3.Richard. Ini berarti tikus-tikus sedang berada dalam keadaan istirahat. 4 Data Kompilasi Respirasi Lab Instruktusional Timur Tabel Kompilasi Respirasi Mencit dan Kadal Kelompok 1 2 3 4 5 6 7 Mencit 3.987 x 105 0. jantan lebih tinggi laju respirasinya dari betina. Hasil perhitungan dari berbagai kelompok berbeda-beda.6625 mL /15.5 dan 6 . Ini disebabkan oleh mencit yang terlalu hiperaktif atau sedang berpenyakit. Menurut literatur. seekor mencit memiliki laju konsumsi oksigen sebesar 2.

0419 0.1442 ml/g/jam 0. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer.0004 detergen 0. maka suhu tidak berpengaruh terhadap laju respirasinya (Kingsley. Ini bisa dilihat dari laju respirasinya yang sangat tinggi dibanding yang lain.5.Richard.1999) Tabel Kompilasi Respirasi Ikan Kelompok Perlakuan 1 normal 3 normal 5 normal 7 normal 2 4 6 Pemberian Pemberian Pemberian detergen detergen 0. Melalui percobaan ini pula dibuktikan bahwa detergen mampu mengurangi laju respirasi ikan dan diperkirakan hal yang terjadi pada spesimen dalam biota laut lainnya. sehingga darah akan mengalir ke kulit. pembuluh darah perifer akan berdilatasi. akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan -kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. Ini dikarenakan jantung yang belum sempurna dan aliran darah yang kecil. Temperatur saat melakukan percobaan ini adalah 30o Sebagai respon terhadap panas. .3992 0.0018 0. dan 6 adalah kadal betina.mendekati 0. Temperatur juga mempengaruhi laju respirasi.0072 ml/g/jam Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan didapatkan perbedaan yang mencolok di antara laju respirasi ikan dengan perlakuan normal dan dengan pemberian detergen pada lingkungan akuatiknya. Perbedaan ini disebabkan oleh berkurangnya kadar O2 dalam air akibat pencemaran detergen yang terajadi pada lingkungan akuatik percobaan.0837 0. Respirasi usia muda lebih kecil daripada dewasa. Ikan dengan perlakuan normal diketahui memiliki laju respirasi yang lebih tinggi dibandingkan ikan dengan lingkungan akuatik yang diberi pencemar detergen. Namun karena dalam percobaan ini semuanya dalam keadaan suhu yang sama. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. Oleh karena itu diprediksi bahwa kadal kelompok 3.0194 Laju Respirasi (ml/g/jam) Rata-rata laju respirasi 0.0520 0.5. Perbedaan laju respirasi juga disebabkan oleh usia mencit yang berbeda-beda di antara kelompok. sedangkan kadal 4 adalah jantan.

reptilia. Eksoterm adalah hewan yang sumber panas tubuhnya berasal dari lingkungan sekitar (menyerap panas lingkungan). Hewan dalam kelompok ini adalah amfibi. sedangkan kadal memanfaatkan lingkungan hangat itu untuk menghangatkan tubuhnya sehingga kadal bernafas lebih banyak. Endoterm umum di jumpai pada kelompok burung (aves). Endoterm adalah hewan yang sumber panasnya berasal dari hasil metabolisme. Namun lebih dikenal dengan istilah endoterm atau ekosterm. Berbeda dengan hewan eksoterm yang laju metabolismenya berubah-ubah sesuai suhu lingkungan. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena suhu pada small animal metabolism aparatus memiliki suhu yang cukup tinggi / diatas suhu ruang rata ± rata yaitu 30oC. Akan tetapi. bergantung dari sumber utama panas tubuh hewan tersebut. dan mamalia. ikan. Hewan endoterm disebut juga homoiterm karena suhu tubuh hewan ini konstan.2006) Menurut studi dari literatur.4. dan invertebrata. Namun yang terjadi malahan sebaliknya. Mencit merupakan hewan endoterm. hewan endoterm cenderung menjaga suhu tubuh yang konstan. seharusnya laju respirasi mencit lebih tinggi daripada kadal dan ikan. . Suhu tubuh hewan ini cenderung lebih konstan. (Biofagri. 5 Perbandingan Hewan Endoterm dan Eksoterm Dalam termoregulasi dikenal adanya hewan berdarah dingin dan hewan berdarah panas. maka yang dilakukan mencit adalah mendinginkan suhu tubuhnya. Hal ini dikarenakan adanya reseptor dalam otaknya sehingga dapat mengatur suhu tubuh. secara umum mereka akan membutuhkan lebih banyak energi untuk menjaga kekonstanan suhu tubuhnya yang cukup tinggi tersebut. Suhu tubuh hewan eksoterm cenderung fluktuatif. karena hewan endoterm memperoleh panas tubuh melalui metabolisme. Karena suhu lingkungan cukup panas.

Laju respirasi pada hewan betina lebih rendah daripada laju respirasi pada hewan jantan. hewan yang memiliki bobot tubuh yang lebih berat memiliki laju respirasi yang lebih cepat pula.227 ml/jam/gr Laju respirasi ikan = 0. Laju respirasi kadal berdasarkan hasil perhitungan kelompok kami. lajunya lebih besar daripada mencit. laju respirasi akan sebanding dengan pertambahan bobot tubuh hewan. Hasil perbandingan dengan data seluruh instruk timur. Laju respirasi kadal = 1.967 ml/jam/gr Laju respirasi mencit = 0. 3.1442 ml/jam/gr Laju respirasi ikan pada air detergen = 0.0072 ml/jam/gr 4.0419 ml/jam/gr 2. mengindikasikan bahwa jenis kelamin mempengaruhi laju respirasi. Dapat disimpulkan bahwa laju respirasi hewan eksotermal lebih tinggi daripada hewan endotermal. . Laju respirasi ikan pada air biasa = 0.BAB V KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat ditarik dalam percobaaan ini adalah: 1. Sedangkan untuk keterkaitan dengan bobot tubuh hewan. Jadi.

htm (diakses tanggal: 20 Okober 2010. Diakses tanggal 20 Oktober 2010. Closed- . 1995.D.A & C. Mallorim. 2010. (diakses tanggal: 18 oktober 2010. 7th edition. Koza. B. G. Van Cleef-Toedt. Journal of Phisiological Zoology. halaman 11 . p..http://csm. p.S. Tate. 64-65 Carpenter.Gb. Maryland: The Johns IIopkins University. R. notatus. Kathleen. New York : Greenwood Publishing Group. A. James.Richard.3 Ed. ³Mouse Metabolism´.R. dkk. 1999. 2005. (diakses tanggal 20 Oktober 2010.R. J. W. Hart. http://www. Fisiologi Kedokteran. ³Noncontact Respiration Rate Measurement System Using an Ultrasonic Proximity Sensor´. William F. Laporan Praktikum Fisiologi Hewan : Respirasi.R. BIOLOGI Jl. pukul: 02.html.´ New and Fast Method To Quantify Respiration Rates of Bacterial and Plankton Communities in Freshwater Ecosystems by Using Optical Oxygen Sensor Lag. Mitchell. 2009.. L.r. pukul: 02. Detergent Occuring in Freshwater. ³Use of the Pauling Oxygen Analyzer for Measurement of Oxygen Consumption of Animals in Open-Circuit Systems and in a ShortCircuit Apparatus´. Anonim 2. Bramham.1957.5. 1952. Fundamentals of Anatomy & Physiology.38 Dunson.16) Biofagri. 1981. and Anolis sagrei.madsci.J. 2009. (diakses tanggal :18 Oktober 2010. Reece. Chemical Composition of Everyday Product. McGraw-Hill Companies Toedt. S.29) Seeley. The Accuracy of The Winkler Method for Dissolved Oxygen Analysis. 2006..14 Warkentin . pukul: 22. Depocas. Stephens. 2007. ³Simple Heart and Respiration Rate Measurement´. T.halaman: 135-140. A. N. pukul: 23.837-854 Se Dong Min.54 : 253-259 Ganong.Florent. Evaporative Water Loss and Oxygen Consumption of Three Small Lizards from the Florida Keys: Sphaerodactylus cinereus. P. Federic H. 2006. John. Essentials of Anatomy and Physiology fourth edition. San Fransisco: Pearson Education. Jakarta: Erlangga. Mareike.05) Martini. 2002. 2010. Jakarta: EGC Kingsley.org/posts/archives/1999-12/944743327. Inc. Darrell. 2003.edu/biology/danie2jc/metabolism_lab.jmu. Bandung : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung Campbell.DAFTAR PUSTAKA Anonim 1.

cc/2010/02/respirasi-pada-manusia.lenntech.shvoong.html .Spots´.docstoc.com/aquatic/detergents.asm. Diakses pada tanggal 17 Oktober 2010 http://www.org/materi_kimia/biologi-pertanian/metabolisme-sel/katabolismerespirasi/ http://www.cc/2009/09/thermoregulasi-hewan-berdarah-dingin.co.html http://www. pukul : 23.org/cgi/content/short/73/21/6722.htm.chem-is-try.http://aem.copasmedia.com/docs/15177483/Respirasi-sistem http://id.biopedia.syiham.com/?s=SISTEM+RESPIRASI+PADA+HEWAN http://www.co.18) http://www.com/exact-sciences/biology/1833673-sistem-pernapasan/ http://www. (diakses tanggal: 18 Oktober 2010.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful