Proposal Kepemimpinan

BAB I PENDAHULUAN 1.

Kepemimpinan Latar Belakang Masalah dipahami sebagai kekuatan untuk

terkadang

menggerakkan dan mempengaruhi orang, tetapi juga sebagai sebuah alat, sarana atau proses untuk membujuk orang agar bersedia melakukan sesuatu secara sukarela. Ada beberapa faktor yang dapat menggerakkan orang untuk berbuat secara sukarela yaitu karena ancaman, penghargaan, otoritas dan bujukan. Kepemimpinan dapat pula dikatakan sebagai proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas-aktivitas yang ada hubungannya dengan pekerjaan para anggota kelompok. Terdapat tiga implikasi penting dalam hal tersebut yaitu, pertama, kepemimpinan itu melibatkan orang lain, kedua kepemimpinan melibatkan pendistribusian kekuasaan antara pemimpin dan anggota kelompok secara seimbang karena kelompok bukanlah tanpa daya, ketiga adanya kemampuan untuk menggunakan bentuk kekuasaan yang berbeda untuk mempengaruhi tingkah laku bawahannya melalui berbagai cara. Seorang pemimpin haruslah dapat mempengaruhi, menuntun atau membimbing, mengepalai serta melatih orang lain atau bawahannya untuk dapat melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawab bawahannya serta pemimpin harus dapat memberikan kegairahan kerja bawahan ataupun karyawannya. Pemimpin juga harus mendidik karyawan atau bawahannya dan mengantarkan bawahannya itu menuju kesempurnaan baik kesempurnaan kerja bawahan tersebut maupun kesempurnaan pikiran dari karyawan atau bawahannya itu dengan memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas dan mudah dimengerti oleh bawahan agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu seorang pemimpin memerlukan kemampuan atau kelebihan di atas orang lain atau bawahannya (yang dipimpinnya) agar dapat mempengaruhi bawahan untuk bekerja sesuai dengan rencana. Adapun kelebihan yang harus dimiliki oleh

1

2

seorang pemimpin dalam buku ajar PENGANTAR MANAJEMEN oleh Dr H. Sulistriyo,Drs. Ign. Wagimin, dan Drs. Hery Sawiji (2003: 114) adalah: 1. Kelebihan dalam menggunakan ratio Kelebihan dalam menggunakan ratio adalah kelebihan dalam memiliki kemampuan tentang hakikat tujuan dan asas-asas organisasi yang dipimpinnya 2. Kelebihan dalam rokhaniah Kelebihan dalam rokhaniah adalah kelebihan dalam memiliki sifat sifat memancarkan keluhuran budi pekerti, ketinggian moralitas dan berdedikasi tinggi 3. Kelebihan dalam jasmaniah Kelebihan dalam jasmaniah adalah kelebihan dalam hal kesehatan jasmani. Pemimpin harus dapat mempengaruhi bawahannya untuk dapat bekerja sesuai dengan keinginan sang pemimpin yang disesuaikan dengan batas kemampuan bawahannya tersebut. Disamping itu juga memberikan stimulus (rangsangan) kepada bawahannya untuk bekerja secara efektif, efisien dan produktif serta professional dengan memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas dan dimengerti. Apabila petunjuk atau instruksi dari pemimpin tersebut sulit dimengerti oleh bawahannya maka kepemimpinan pemimpin tersebut gagal. Oleh karena itu pada hakikatnya kepemimpinan merupakan 1. 2. Proses mempengaruhi atau memberi contoh dari pemimpin kepada Seni mempengaruhi dan mengarahkan orang dengan cara kepauhan, bawahnnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi kepercayaan, kehormatan dan kerjasama yang bersemangat dalam mencapai tujuan bersama. 3. 4. 5. Kemampuan untuk mempangaruhi, memberi inspirasi, dan mengarahkan Melibatkan tiga hal yaitu pemimpin, pengikut dan situasi tertentu Kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tindakan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diharapkan

tujuan yang bersumber pada formal maupun informal. Pengaruh formal ada apabila seorang pemimpin memiliki posisi manajerial didalam sebuah organisasi. Sedangkan pengaruh informal muncul dari luar struktur organisasi formal

3

Pada era desentralisasi sekarang ini pemerintah daerah juga ikut andil dalam mengelola pendidikan agar tercapai tujuan pendidikan nasional, yang pada akhirnya tercapai peningkatan kualitas sumber daya manusia. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan berhasil dengan baik, kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan. Pemberdayaan berarti peningkatan kemampuan secara fungsional sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya. Dengan proses dan program pemberdayaan, mereka akhirnya memiliki kinerja yang profesional dan fungsional. Kepala sekolah harus bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektif. Sebagai manajer yang baik, kepala sekolah harus mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal dalam mendukung tercapainya tujuan sekolah. Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah mampu melakukan fungsifungsi manajemen sekolah dengan baik yang meliputi antara lain: (1) perencanaan; (2) pengorganisasian; (3) pengarahan; dan (4) pengawasan. Dari segi kepemimpinan, seorang kepala sekolah mungkin perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Kepemimpinaan transformasional dapat didefinisikan sebagai gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan dan atau mendorong semua unsur yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar sistem nilai (values system) yang luhur sehingga semua unsur yang ada di sekolah (guru, siswa, pegawai, orangtua siswa, masyarakat, dan sebagainya.) bersedia, tanpa paksaan, berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal sekolah Mengingat pentingnya usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru maka penulis mencoba membahas dan meneliti profesionalisme guru. Dari latar belakang tersebut penulis mengajukan judul penelitian sebagai berikut: “ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 WONOSARI TAHUN 2008”.

4

B. berikut : 1.

PERUMUSAN MASALAH

Berdasar latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan masalah sebagai Apa saja peranan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru dengan didasarkan pada gaya kepemimpinan yang dijalankan oleh Kepala Sekolah pada Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Wonosari? 2. Hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru yang didasarkan pada gaya kepemimpinan kepala sekolah? 3. Upaya apa yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam mengatasi hambatan-hambatan dalam meningkatakan profesionalisme guru?

C.

TUJUAN PENELITIAN

Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan diatas, penelitian ini bertujuan : 1. Untuk mengetahui peranan Kepala Sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru dengan didasarkan pada gaya kepemimpinan yang dijalankan oleh Kepala Sekolah pada Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Wonosari Klaten 2. Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam menempuh guna meningkatkan profesionalisme guru yang didasarkan pada gaya kepemimpinan kepala sekolah 3. Untuk mengetahui upaya yang ditempuh kepala sekolah dalam mengatasi hambatan-hambatan dalam meningkatakan profesionalisme guru

5 D. a. Manfaat secara teoritis Untuk menambah dan meperluas ilmu pengetahuan manajemen terutama di bidang Kepemimpinan Untuk kepemimpinan Menambah secara praktis Masukan pengetahuan dan pengalaman sebagai peneliti dalam bidang kepemimpinan khususnya pada gaya kepemimpinan Sebaga informasi pihak lain yang ingin menggunakannya sebagai pelengkap mengenai studi tentang kepemimpinan ataupun kepustakaan c. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program pada studi strata satu menambah wawasan mengenai gaya . Manfaat yang diharapakan dari penelitian ini antara lain : 4. a. 5. b. b. MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini penting dilakukan dengan harapan dapat memberikan manfaat.

7). (Shared Goal. 281). yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Wagimin. Ign. 46). Cyriel O'Donnell. Tinjauan Pustaka 1. Dari pengertian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah suatu proses komunikasi orang satu untuk mempengaruhi orang lain untuk bekerja sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya dengan menggunakan pengaruh yang ada pada dirinya melalui kemampuan-kemampuan . 24). Hemhiel & Coons. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques. 1957.6 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Kepemimpinan Banyak ahli yang mendefinisikan pengertian kepemimpinan. Kepemimpinan adalah sikap pribadi. Hery Sawiji) (2003: 113) menyebutkan bahwa “Kepemimpinan” atau leadership didefinisikan sebagai tingkah laku manusia yang mengandung unsur-unsur kemampuan yang melebihi kemampuan orang lain di dalam suatu lingkungan kerja sama yang dapat mempengaruhi orang lain untuk dapat bekerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Tinjauan Tentang Kepemimpinan a. Weschler and Nassarik. Serta dalam buku ajar Pengantar Manajemen (oleh H. “Kepemimpinan” adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan suka rela untuk mencapai tujuan kelompok. 1984. Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya. 1990. sejak masa “kepemimpinan” yang muncul pada abad 18 diantaranya yaitu : 1) 2) 3) 4) 5) Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling. dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum. Sulistriyo. 1961. Definisi kepemimpinan menurut George Terry. “Kepemimpinan” adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum.

5) Keberanian Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi. 4) Ketrampilan Mendidik Seorang pemimpin akan menjadi tempat bagi para bawahan meminta petunjuk dan memperoleh pengetahuan tentang bagaimana melaksanakan tugasnya dengan baik. dan nasihat. Ciri ciri kepemimpinan menurut Drs. Hal ini merupakan prasyarat untuk suksesnya kepemimpinan seseorang. . Ketegasan itu diperlukan dalam usaha menjaga stabilitas oragnisasi yang dipimpinnya. seorang pemimpin hendaknya menguasai teknik-teknik komunikasi. dan mantap. kejelasan ide yang disampaikan dan teknik penyampaiannya baik secara lisan maupun tertulis. petunjuk. Sondang Siagian MPA (1979: 86) mengemukakan sejumlah persyaratan yang pada dasarnya merupakan ciri-ciri kepemimpinan sebagai berikut: 1) Pendidikan Umum Yang Luas Seorang pemimpin hendaknya mempunyai kemampuan yang untuk mengembangkan keahlian managerial yang dituntut oleh tugasnya dan tidak perlu menjadi seorang spesialis dengan pemilikan keahlian teknik yang mendalam. 2) Kemampuan Analitis Kemampuan analitis adalah kemampuan menganalisa situasi yang dihadapi secara teliti. pedoman. perlu diperhatikan penggunaan bahasa dengan baik. dan dalam situasi tertentu guna mencapai tujuan bersama. 6) Ketegasan Ketegasan dalam menghadapi bawahan dan menghadapi situasi didalam maupun diluar organisasi sangat penting bagi seorang pemimpin.7 yang dimilikinya pada suatu lingkungan. ia perlu memiliki pula keberanian dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. matang. Dalam hubungannya dengan ini. 3) Ketrampilan Komunikasi Dalam memberikan perintah.

8 7) Memiliki Daya Ingat Yang Kuat Seorang pemimpin seringkali dihadapkan pada informasi yang volumenya besar dan iapun berinteraksi dengan banyak orang. maka kesadaran pemimpin tentang perubahan dan perkembangan lingkungan.A (2002: 11) menyebutkan teori teori mengenai kepemimpinan. mental. prosedur kerja. Ini sangat penting artinya. kepribadian) a) Intelegensia .B. Teori Sifat Teori ini menekankan pada asumsi bahwa beberapa orang merupakan pemimpin alamiah dan dianugerahi beberapa ciri yang tidak dimiliki orang lain seperti energi yang tiada habis-habisnya. intuisi yang mendalam. pandangan masa depan yang luar biasa dan kekuatan persuasive yang tidak tertahankan. Teori-Teori Kepemimpinan Dalam bukunya yang berjudul Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi Edisi Kedua halaman 11 Prof. diharapkan ia dapat menyaring hal-hal yang relevan baginya dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinannya 8) Kapabilitas Integratif Kapabilitas integratif merupakan kemampuan yang mencakup berbagai aspek. 10) Kesederhanaan Seorang pemimpin hendaknya memberikan teladan pada bawahannya berkenaan dengan kesederhanaan dan kewajaran dalam cara hidup mereka. Teori-teori kepemimpinan tersebut antara lain : 1. b. karena dengan adanya kapabilitas integratif maka administrasi dan organisasi sungguh-sungguh dapat digerakkkan sebagai satu kesatuan ke arah pencapaian tujuan yang telah ditentukan. dan teknologi dan sebagainya memungkinkan seorang pemimpin menjadi kreatif dan inovatif.. Dengan daya ingat yang kuat. Keberhasilan manajerial disebabkan karena pemimpin tersebut memiliki kmampuan-kemampuan yang luar biasa yang dikaitkan dengan karakteristik khas (fisik.Dr. 9) Rasa Ingin Tahu Mengingat bahwa satu-satunya yang konstan di dunia ini adalah perubahan itu sendiri. Vethzal Rivai M.

Sebagai contoh pemimpin dengan IQ tinggi mempengaruhi bawahannya yang memiliki IQ rata-rata kemungkinan tidak akan mengerti yang disampaikan oleh pemimpin tersebut. b) Studi dari Ohio State University Setelah Perang dunia II peneliti Fleishman dan rekan-rekannya di Ohio State University melakukan penelitian kepemimpinan dan menghasilkan teori dua . 2) Pemimpin yang berpusat pada bawahan Mendelegasikan pengambilan keputusan pada bawahan dan membantu pengikutnya dalam memuaskan kebutuhannya dengan cara menciptakan lingkungan kerja yang suportif. integritas pribadi.9 Ralph Stogdill mengemukakan bahwa antara pemimpin dan bawahan (pengikutnya) lebih pintar pemimpin tersebut. a) Study dari University of Michigan Pada penelitian yang dilakukan oleh PUSAT Riset Universitas Michigan dengan sasaran melokasi karakteristik perilaku kepemimpinan yang tampaknya dikaitkan dengan keefektifan kinerja diperoleh hasil dua gaya kepemimpinan yang berbeda yaitu (2002: 12) 1) Pemimpin yang job-centered Pemimpin yang berorientasi pada tugas menerapkan pengawasan ketat sehinnga bawahan melakukan tugasnya dengan menggunakan prosedur yang telah ditentukan dengan mengandalkan kekuatan paksaan. c) Karakteristik Fisik Hubungan antara kepemimpinan yang efektif dan karakteristik fisik ( usia. dan percaya diri) mempunyai hubungan dengan kepemimpinan yang efektif. Perbedaan intelegensia antara keduanya dapat menimbulkan gangguan. imbalan dan hukuman dalam memepangaruhi sifat-sifat dan prestasi pengikutnya. 2. berat badan dan penampilan) mepunyai hasil yang bertolak belakang. tinggi badan. b) Kepribadian Beberapa hasil penelitian menyiratkan sifat kepribadian (kesiagaan. Teori Kepribadian Perilaku Akhir tahun 1940-an para peneliti mulai mengeksplorasi pemikiran bahwa perilaku seseorang dapat menentukan keefektifan kepemimpinan seseorang.

2) Konsiderasi Melibatkan perilaku yang menunjukkan persahabatan . (2002: 14) 4. saling percaya. pemimpin yang memberika pertimbangan dan rangsangan intelektual yang individual dan yang memiliki kharismatik. (Sumber Veithzal Rivai. Dasar Konseptual Kepemimpinan Perspektif Islam c) .10 factor dari kepemimpinan. 2002: 14) 5. kehangatan dan komunikasi anatara pemimpin dan bawahannya. Suatu seri penelitian mengisolasikan dua factor kepemimpinan yaitu (2002: 13) 1) Membentuk struktur Melibatkan perilaku dimana pemimpin mengisolasilakan dan mendefinisikan hubungan_hubungan di dalam kelompok membentuk pola dan saluran kominukasi yang jelas dan menjelaskan cara-cara mengerjakan tugas. 3. Teori Kepemimpinan Situasional Suatu pendekatan terhadap kepemimpinan yang menyatakan bahwa pemimpin memahami perilakunya. Kepemimpinan Transaksional dan Transformasional 1) Pemimpin Transaksional. Pendekatan Terbaru Dalam Kepemimpinan a) b) Teori Atribusi Kepemimpinan Teori mengemukakan bahwa kepemimpinan semata-mata suatu atribusi (alat) yang dibuat orang mengenai individu-individu lain Teori Kepemimpinan Kharismatik Teori ini mengemukakan bahwa para pengikut membuat atribusi (hubungan) dari kepemapuan pemimpin yang luar biasa dalam mengamati perilaku pemimpinnya. dan situasi sebelum menggunakan suatu gaya kepemimpinan tertentu. sifat-sifat bawahannya. menghargai. pemimpin yang memadu atau memotivasi bawahan dalam arah tujuan ynag ditegakkan dengan memerjelas peran dan tuntutan tugas 2) Pemimpin transformasional.

Dengan pendekatan histories ini diharapkan akan lahir pemimpinpemimpin Islam yang melilki sifat Islami sebagai syarat keberhasilannya dalam memimpin Pendekatan teoritis Ideologi Islam adalah ideology yang terbuka. yaitu: 1) Prinsip Tanggung Jawab dalam Organisasi Dalam Islam telah digarikan bahwa setiap diri adalah Pemimpin (minimal dirinya sendiri) dan untuk kepemimpinan itu ia dituntut untutk bertanggung jawab . 2) 3) 4) b) c) . Islam tidak menutup kesempatan mengkomunikasikan ide-ide dan pemikiran dari luar Islam selama pemikiran tersebut tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunah Rasulullah Saw.11 a) Selain teori diatas Islam juga memperkenalkan konsep mengenai kepemimpinan. jika kamu memahaminya. namum.R Abu Na’im) Pendekatan Historis Al Qur’an begitu kaya dengan kisah-kisah umat masa lalu sebagai pelajaran dan bahan pertimbangan (perenungan) bagi umat-yang akan datang. Prinsip Keadilan Untuk menjaga keseimbangan kepentingan. janganlah kamu menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudhratan bagimu. Prinsip Kesederhanaan Rasulullah Saw. Hal ini mengandung arti walaupun dasar-dasar konseptual yang ada di dalam bangunan ideology Islam sendiri sudah sempurna. Menegaskan bahwa serang pemimpin itu harus melayani dan tidak meminta u tuk dilayani sebagaiman dalam sabdanya : “Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka”( H. maka asas keadilan harus benar-benar dijaga agar tidak muncul stgma-stigma ketidakadilan. Sungguh telah kami terangkan kepdamu ayat-ayat Kami. Untuk memahami konsep kepemimpinan Islam paling tidak harus digunakan tiga pendekatan yaitu antara lain: (2002: 15) Pendekatan Normatif Dasar konseptual kepemimpinan Islam secara normative bersumber pada Al Qur”an dan Hadist yang terdiri dari empat prinsip pokok. Telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. untuk memehami makana tanggung jawab adalah substansi uatama yang harus dipahamai oleh seorang calon pemimpin agara amanah yang diserahkan kepadanya tidak disia-siakan Prinsip etika tauhid Persyaratan utama seorang pemimpin yang telah digariskan oleh Allah pada Al Qur’an surat Ali Imran ayat 118 dalam artinya : Hai orang yang beriman. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu.

bawahan dan situasi yang menyeluruh Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1960-an yang dinamakan “pola manajerial”. yang mementingkan hubungan kerjasama. Dr.B. gerak-gerik yang bagus. mengatakan. Pada tahun 1930-an ada yang berpendapat bahwa gaya kepemimpinan sebagai suatu rangkaian kesatuan yang didasarkan pada derajat pembagian kekuasaan dan pengaruh antara pimpinan dan bawahan. Pengertian Gaya Kepemimpinan Gaya artinya sukap gerakan. Menurut para ahli saat itu juga untuk menentukan gaya yang paling efektif dalam menghadapi keadaan tertentu maka perlu mempertimbangkan kekuatan yang ada dalam tiga unsur yaitu dari diri pemimpin. konsultasi. Gaya Kepemimpinan a. yang terakhir mementingkan hasil yang dapat dicapai. Kepemimpinan dipengaruhi oleh dua perhatian manajerial yang mendasar. Terdapat tiga pola pokok pada gaya kepemimpinan yaitu yang mementingkan pelaksanaan tugas. sikap yang elok. Dalam rangkaian tersebut dapat diidentifikasikan empat gaya kepemimpinan dasar yaitu.12 2. Sedangkan arti (definisi) dari Gaya kepemimpinan menurut Prof. kesanggupan untuk berbuat baik. dan bergabung. Mengatakan adalah gaya kepemimpinan otokratis. para ahli saat itu lebih menyarankan penggunaan semua gaya mulai dari mengatakan sampai bergabung. Veithzal Rivai.A menyebutkan gaya kepemimpinan adalah sekumpulan ciri yang digunakan pemimpin untuk mempengaruhi bawahan agar sasaran organisasi tercapai atau dapat pula dikatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola perilaku dan strategi yang disukai dan sering diterapkan oleh seorang pemimpin. yaitu perhatian terhadap produksi atyau tugas dan perhatian . Gaya kepemimpinan merupakan dasar dalam mengklasifikasikan tipe kepemimpinan. Menurut pendapat ini gaya kepemimpinan demokratis bukanlah pendekatan yang terbaik semua kondisi (situasi). menjual. kekuatan . sedangkan bergabung adalah gaya kepemimpinan demokratis. tingkah laku. M.

perilaku hubungan rendah.Gaya Dasar Kepemimpinan Gaya Dasar kepemimpinan Manajemen Tugas Manjemen Country Club Manajemen Miskin Manajemen Tim Produksi Tinggi Rendah Rendah Tinggi Perhatian Manjerial Manusia Rendah Tinggi Rendah Tinggi Sementara itu menurut Contigency Theory leadership menyatakan bahwa ada kaitan antara gaya kepemimpinan dengan situasi tertentu yang dipersyaratkan. baik terhadap produksi/ tugas maupun manusia (4) gaya manajemen tim. Pemimpin tidak terlalu menunjukkan perhatian. perilaku tugas rendah sedangkan perilaku hubungan tinggi. Menurut teori ini ada empat gaya dasar kepemimpinan : (1) gaya manajemen tugas. (3) gaya manajemen miskin. (3) ikut serta. Menurut teori ini pemimpin akan efektif jika gaya kepemimpinannya akan sesuai dngan situasi yang terjadi. gaya kepemimpinan ini perilaku tugas tinggi. (4) mendelegasikan. pemimpin menunjukkan perhatian yang tinggi terhadap produksi/tugas maupun manusia. (2) gaya manajemen country club.13 terhadap manusia. Menurut teori ini gaya menajemen tim. baik perilaku tugas maupun perilaku hubungan sama rendah. . Dengan kedua perangkat ini maka akan melahirkan gaya kepemimpinan. (2) menjual. Pendekatan ini menyarankan bahwa diperlukan dua perangkat perilaku untuk kepemimpinan yang efektif yaitu perilaku tugas dan perilaku hubungan. pemimpin menunjukkan perhatian tinggi terhadap produksi terhadap perhatian rendah terhadap manusia. perilaku tugas maupun perilaku hubungan hubungan sama tinggi. yaitu (1) mengarahkan. yang pada dasarnya sama dengan gaya demokratis merupakan gaya kepemimpinan yang terbaik untuk semua orang dalam esgala situaasi yang dapat dilihat dari tabel dibawah ini Daftar Gambar 1. pemimpin memperlihatkan perhatian yang tinggi terhadap manusia tetapi perhatian rendah terhadap produksi/tugas.

(2) mendukung. pemimpin bersifat ramah pada bawahan. gaya ini sama dengan gaya otokratis. struktur tugas. membedakan situasi. pemimpin menyusun serangkaian tujuan yang menantang untuk bawahannya. jadi bawahan mengetahui secara persis apa yang diharapkan dari bawahan. sert posisi kekuasaan. sehingga dapat dikatakan bahwa gaya kepemimpinan yang terbaik adalah jika posisi kekuasaan itu moderat. (4) berorientasi pada tugas. (3) berpartisipasi.Perangkat Perilaku Kepemimpinan Gaya Kepemimpinan Mengarahkan Menjual Ikut serta mendelegasikan Tugas Tinggi Tinggi Rendah Rendah Perilaku Hubungan Rendah Tinggi Tunggi Rendah Sedang pakar manajemen modern berpendapat bahwa gaya kepemimpinan yang tepat adalah suatu gaya yang dapat menyatukan tiga variabel situasional. Path-Goal model sepaham dengan pendapat di atas.14 Daftar Gambar 2. yaitu hubungan pimpinan dan bawahan dan anggota. jadi tidak tergantung pada satu pendekatan untuk semua situasi. menggambarkan bahwa ada empat gaya kepemimpinan yaitu (1) mengarahkan. Pengembangan baru dari teori ini yang dapat dikatakan sebgi kalangan moderat. pemimpin bertanya dan menggunakan saran bawahan. menentukan gaya yang sesuai untuk situaasi tertentu serta mampu menggunakan gaya tersebut secara benar . Pandangan ini mensyaratkan agar seorang pemimpin mampu membedakan gaya-gaya kepemimpinan. Seorang pemimpin yang efektif harus menggunakan gaya kepemimpinan yang berbeda dalam situasi yang berbeda. bahwa suksesnya seorang pemimpin tergantung pada kemampuannya dalam menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan lingkungan dan karakteristik individual bawahannya.

Gaya-gaya kepemimpinan tersebut antara lain : 1. 3. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya. yang merupakan hasil kombinasi dari falsafah. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh.15 Dengan demikian berdasarkan uraian diatas. sifat. Gaya Kepemimpinan Demokratis Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan. Gaya Kepemimpinan Bebas Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi. yang sering diterapkan seorang pemimpin dalam berinteraksi dengan orang lain. 4. ketrampilan. Gaya Kepemimpinan Transformasional Gaya Kepemimpinaan transformasional yaitu sebagai gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan dan atau mendorong semua . dalam mengambil keputusan.sikap. secara konseptual gaya kepemimpinan didefinisikan sebagai perilaku dan strategi. 2. dan dalam melaksanakan kegiatan pengendalian Dari uraian diatas dapat disimpulkan beberapa jenis/macam dari gaya kepemimpinan. Gaya Kepemimpinan Otokratik Gaya kepemimpinan otokratik adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh.

Pemimpin bertindak sebagai seorang bapak yang selalu memberikan perlindungan kepada para bawahannya dalam batas-batas kewajaran 6. Dalam buku profesi kependidikan dikutip Ahmad Sanusi (2002: 2) menyebutkan istilah profesi berasal dari bahasa Inggris profession dalam kamus. kejujuran. Pengertian Profesi Piet A. Saherfian (1994: 26) mengemukakan bahwa "Profesi pada hakikatnya adalah suatu pernyataan atau janji terbuka (to profess artinya menyatakan). Mengenai istilah profesi ini Everett Hughes yang di kutip oleh Piet A. tetapi banyak pemimpin instansi non militer (sipil) yang menerapkan kepemimpinan gaya ini 2. dan sebagainya) tertentu". bahwa "istilah profesi rnerupakan simbol dari suatu pekerjaan dan selanjutnya menjadi pekerjaan itu sendiri.16 unsur yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar sistem nilai (values system) yang luhur sehingga semua unsur yang ada bersedia. yang menyatakan bahwa seseorang itu mengabdikan dirinya pada suatu jabatan atau pelayanan karena orang tersebut merasa terpanggil untuk menjabat pekerjaan itu". Sedangkan. Gaya Kepemimpinan Paternalitik Gaya kepemimpinan yang bersifat kebapakan. Tinjauan Tentang Profesionalisme Guru a. berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan 5. Gaya Kepemimpinan Militeristik Gaya kepemimpian tidak hanya terdapat di dalam militer saja. Sahertian (1994: 26) menjelaskan. tanpa paksaan. profession adalah "a calling requiring specialized knowledge and often . Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 897) profesi di artikan sebagai "Bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan.

(Moh. harus ditempuh dengan jenjang pendidikan pre service education seperti Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Ali. KIP.Diakui oleh masyarakat kerena memang diperlukan jasanya di masyarakat. 3) Menuntut adanya tingkat pendidikan keguruan yang memadai. dan Fakultas Keguruan di luar lembaga kependidikan. terspesialisasi. yang lama dan intensif. adanya persiapan akademik. Profesi menuntut adanya kependidikan keahlian. Memiliki kode etik. sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. yang mensyaratkan pengetahuan Profesi merupakan sebuah terspesialisasi dan sering mensyaratkan persiapan akademik yang lama dan intensif. 5) Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan.17 long and pekerjaan intensive academic preparation". seperti dokter dengan pasiennya. 4) Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakannya. b. guru dengan muridnya. Memiliki klien / objek layanan yang tetap. 3). Uzer Usman masih ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap pekerjaan yang tergolong dalam suatu profesi antara lain : 1). menurut Moh. Dari ketiga definisi tersebut dapat disimpulan bahwa profesi adalah suatu pernyataan bahwa seseorang akan mengabdikan dirinya kepada jabatan atau pekerjaan tertentu. 2). . Persyaratan profesi Mengingat tugas dan tanggungjawab guru yang begitu kompleksnya. Atas dasar persyaratan tersebut jelaslah jabatan profesional harus di tempuh melalui jenjang pendidikan yang khusus mempersiapkan jabatan itu. 1985) Selain pernyataan tersebut. Demikianpun dengan profesi guru. maka profesi ini memerlukan persyaratan khusus antara lain dikemukakan berikut ini : 1) Menuntut adanya ketrampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam 2) Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang-bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya.

Sedangkan menurut Wagiman. Pengertian Kompetensi. mengharuskan adanya pembayaran untuk melakuannya (lawan amatir)". Dikatakan rasional karena mempunyai arah dan tujuan. Sedangkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.. dijelaskan bahwa. . tetapi juga menyangkut scsuatu yang tidak kasat mata. " Kompetensi guru sebagai . "Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan. Dari uraian di atas. dihayati. Samana A (1994: 27) berpendapat bahwa "Seorang pekerja profesional dalam bahasa keseharian tersebut adalah seorang pekerja yang terampil atau cakap dalam kerjanya.dkk istilah profesional menunjukkan pada dua hal. Profesional dan Profesionalisme Guru Menurut Broke and Stone yang dikutip oleh E. Menurut Charles yang juga dikutip oleh E. Mulyasa (2007: 25) mengemukakan bahwa. kompetensi guru menunjuk kepada performance dan perbuatan yang rasional untuk memenuhi spesifikasi tertentu di dalam pelaksanaan tugas-tugas pendidikan. profesional berarti penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya.. biarpun keterampilan atau kecakapan tersebut sekedar produk dari fungsi minat dan belajar dari kebiasaan".. kompetensi guru merupakan gambaran kualitatif tentang hakikat perilaku guru yang penuh arti". yang pertama. sedangkan performance merupakan perilaku nyata dalam arti tidak hanya dapat diamati. Mulyasa (2007: 25) mengemukakan bahwa kompetensi merupakan. profesional berarti orang yang menyandang suatu profesi dan yang kedua.. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 897) makna dari profesional adalah "Bersangkutan dengan profesi. dan perilaku yang harus dimiliki. nampak bahwa kompetensi mengacu pada kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pendidikan. ketrampilan. "Perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan". dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan". descriptive of qualitative nature of teacher behavior appears to be entirely meaningful. memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya.18 c.

sehat. Dari ketiga pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian dari profesionalisme adalah komitmen dari anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus menerus mengembangkan strategi-straleginya agar mutu atau kualitas dan tindak-tanduk yang dimiliki benar-benar bisa diterapkan dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya d. produktif. dan . Menurut Muhibbin Syah (2006: 230) " Profesionalisme dapat dipahami sebagai kualitas dan tindak tanduk khusus yang merupakan ciri orang profesional". sosial. Uzer Usman (2005: 6) mengemukakan bahwa. yang dalam menjalankan profesinya diperlukan suatu kepandaian khusus yang berpijak pada landasan intelektual yang harus dipelajari secara sengaja. Sedangkan Moh. terampil dan cakap dalam kerjanya yang di pergunakan demi kemaslahatan orang lain. Mengenai pengertian dari kata profesionalisme Wagimin.19 Dari ketiga definisi tsrsebut dapat disimpulkan bahwa pada intinya profesional berarti sesuatu yang berhubungan dengan profesi. Pendapat lain menyatakan bahwa: Guru adalah pribadi dewasa yang mempersiapkan diri secara khusus melalui lembaga pendidikan guru (LPTK). Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 897) kata profesionalisme menunjukkan kata benda yang berarti mutu. "Guru merupakan profesi / jabatan / pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. dkk (2002: 1) mengatakan "Istilah profesionalisme menunjukkan pada komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus menerus mengembangkan strategi-strategi yang digunakanya dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya". Pengertian Guru Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 158) guru diartikan sebagai "Orang yang kerjanya mengajar". dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional. terencana. berilmu. kualitas. agar dengan keahliannya mampu mengajar sekaligus mendidik siswanya untuk menjadi warga negara yang baik (susila).

b) Tugas Sosial. satu pribadi. Guru harus dapat menjadikan dirinya scbagai orang tua kedua di sekolah. sosial. Pembelajaran apapun yang diberikan. Uzer Usman (2005: 6-7) berpendapat bahwa. dan c) Tugas Profesional". saya dengan realita diri saya (self reality). Tugas Sosial Misi yang diemban guru adalah misi kemanusiaan. Sedangkan Moh. hendaknya dapat menjadi motivasi bagi siswanya dalam belajar. saya dengan ide diri saya (self idea). e. melainkan tiga pribadi yaitu: Saya dengan konsep diri saya {self concept). 3). dan mampu berperan aktif dalam peningkatan SDM. 115) Jadi guru dapat menunjuk kepada jabatan profesional yang memerlukan keahlian khusus atau dapat pula berarti orang yang berprofesi sebagai pengajar dan pendidik yang menjadikan bidang pendidikan tak sekedar sumber pendidikan tetapi juga sebagai sarana pengabdian. Macam-macam tugas tersebut dijelaskan sebagai berikut: 1). Guru merupakan pribadi dewasa yang mempersiapkan diri secara khusus melalui lembaga pendidikan guru. sehat. menggunakan keahliannya mengajar sekaligus mendidik siswanya menjadi warga negara yang baik. dan tugas dalam bidang kemasyarakatan". dengan begitu dia akan melihat bahwa apa yang ada pada dirinya bukan lainnya. tugas kemanusiaan. Tugas Guru Menurut Piet A.20 mampu berperan aktif dalam peningkatan sumber daya manusia / investasi kemanusiaan. 2). Saherlian (199-1: 12-13). produktif. mendidik dan mengajar adalah tugas pemanusiaan manusia. " Terdapat tiga jenis tugas guru. harus dapat menarik simpati sehingga dia menjadi idola para siswanya. berilmu." Tugas guru umumnya dibedakan: a) Tugas Personal. (A. Tugas Profesional . setiap guru harus mendalami konsep dirinya dan menatap dirinya. mampu berkaca pada diri sendiri. Tugas Personal Yang dimaksud dengan tugas personal adalah tugas guru yang menyangkut dirinya sendiri. yakni tugas dalam profesi. Samaria 1994.

21 Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik. mengajar. ing madya mangun karsa. Pendidikan profesi dapat ditempuh dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun atau dengan beban belajar antara 36-40 SKS. dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. guru yang profesional adalah "guru yang telah memiliki sertifikat pendidik setelah mengikuti pendidikan profesi". yaitu: 1) mendidik dan mengajar masyarakat untuk menjadi warga negara Indonesia yang bermoral agama. kompetensi sosial. setiap calon guru harus memiliki: 1) Kualifikasi akademik sekurang-kurangnya sarjana (S-l) atau diploma (DIV) 2) Lulus uji kompetensi yang meliputi kompetensi paedagogik. 2) mencerdaskan bangsa Indonesia. dan di belakang memberi dorongan dan motivasi Ing Ngarso sung tuladha. Untuk mencapai sebulan guru profesional. calon guru harus sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (Subijanto. Guru yang professional Menurut Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 2. Tugas guru dalam Bidang Kemasyarakatan Tugas guru dalam bidang kemasyarakatan meliputi dua hal . kompetensi profesional. Masyarakat menempatkan guru pada tempat yang terhormat dalam kehidupan masyarakat yakni di depan memberi suri tauladan. 3) Sertifikasi pendidikan yang ditlempuh melalui pendidikan profesi. f. sedangkan melatih berarti mengembangkan ketrampilan -ketrampilan kepada siswa. dan kompetensi . 2006) kepribadian. tut wuri handayani. di ditengah-tengah membangun. mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan iilmu pengetahuan dan teknologi. Pedidikan yang dimaksud wajib diikuti oleh setiap calon guru sebagai pendidikan lanjutan setelah sarjana. Di samping itu. 4). Selain itu guru juga mempunyai peran yang strategis dalam menentukkan gerak maju pertumbuhan bangsa.

mendidik. Tingkat komitmen guru terbentang dalam satu garis kontinum. dan menumbuhkan apresiasi. demikian pula waktu yang disediakan untuk peningkatan mutu pendidikan sangat banyak. Menurut Piet A." Seorang guru bisa dikatakan profesional bilamana memiliki kemampuan tinggi (high level of abstract) dan rnotivasi kerja yang tinggi Qiigh level of commitment) ". bergerak dari yang paling rendah menuju yang paling tinggi. yaitii ahli (ekspert). Guru yang memiliki komitmen yang rendah biasanya wajib. Dengan mengajar maka guru membentuk konsep berfikir. demikian pula waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran pun sangat sedikit. Saherlian (1994: 30) " makna profesional dapat dipandung dari tiga dimensi. Sebaliknya. memberikan perhatian kepada murid. Selain itu.Apabila ditelaah lebih mendalam temyata kata komitmen memiliki makna lebih luas daripada concern sebab komitmen mencakup waktu dan usaha. Ketiga hal tersebut bisa dijabarkan sebagai berikut: 1) Ahli (Ekspert) Maksud dari ahli adalah ahli dalam bidang pengetahuan yang diajarkan dan ahli dalam fungsi mendidik. seorang guru yang memiliki komitmen tinggi biasanya tinggi sekali pecrhatiannya kepada murid. Guru bukan hanya pengajar. sehingga inti kemanusiaan subjek didik dapat berkembang. dengan mengajar berarti guru memberikan pengetahuan. Psikologi belajar membantu guru menguasai cara membimbing subjek belajar dalam memahami konsep tentang apa yang di ajarkan. mengembangkan pengetahuan. tetapi juga. Selain itu.22 Menurut Glickman yang dikutip oleh Ibrahim Bafadal (2003: 5). guru juga menyampaikan pesan-pesan didik. Pemahaman konsep dapat dikuasai bila guru juga memahami psikologi belajar. rasa tanggung jawab (responsibility). dan menyentuh afeksi yang terdalam dari inti kemanusiaan subjek didik. sikap jiwa. . Guru yang ahli memiliki pengalaman tentang cara mengajar (leaching is a skill) dan mengerti bahwa mengajar adalah juga suatu seni (teaching is an art). dan memiliki rasa kesejawatan". Seorang guru tidak saja menguasai isi pengajaran yang diajarkan tetapi juga mampu dalam menanamkan konsep mengenai pengetahuan yang diajarkan.

lain. Pada awalnya. terhadap orang tua. berdiri sendiri sebagai makhluk yang utuh. etis. Sikap otonomi atau mandiri ini. Piet A. sosial. yaitu aspek individual. dia wujudkan dalam mengemukakan hal-hal yang harus dikatakan berdasarkan keahliannya. 2). sesama manusia dan akhirnya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. selain itu guru yang ahli juga harus dapat menyentuh inti kemanusiaan subjek didik melalui pelajaran yang diberikan. lingkungan sekitarnya. masyarakat. dan intelektual. baik sebagai pengajar ataupun pendidik maka guru tersebut ahli dalam mengajar ataupun mendidik. e) Dapat bertanggungjawab terhadap keputusan tadi. Ini berarti bahwa cara mengajar guru harus diubah dengan cara yang bersifat dialogis. dan juga Aspek kepada harus sosial orang punya kesadaran guru Aspek untuk harus etis dimintai mampu maksudnya pertanggungjawaban. Aspek individu artinya yang bertanggungjawab adalah orang secara pribadi. guru belum mempunyai kebebasan otonomi melalui proses belajar dan perkembangan profesi maka pada suatu saat ia akan memiliki sikap mandiri. baik terhadap diri sendiri. Praktek pengalaman calon guru harus lebih lama sekurang-kurangnya satu tahun agar mereka memperoleh peningkatan dan kelengkapan profesional yang mantap sebelum terjun dalam dunia mengajar. subjek didik mempunyai jati dirinya. untuk mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkan keputusan itu.23 Guru yang ahli mampu menciptakan situasi belajar yang mengandung makna relasi interpersonal. b) Dapat membuat pilihan nilai. religius. mempertanggungjawaban . c) Dapat menentukkan dan mengambil keputusan sendiri. Rasa tanggungjawab yang dimiliki oleh guru meliputi lima aspek. Yang dimaksud dengan otonomi adalah suatu sikap yang pofesional yang disebut mandiri. artinya. bangsa dan negara. Sahertian (1994: 34). Memiliki otonomi dan rasa tanggungjawab. terhadap siswa. mengemukakan ciri mandiri antara lain: a) Dapat mengamalkan nilai-nilai hidup. Sehingga seorang guru yang dapat memainkan perannya dengan baik. Pengertian tanggungjawab dalam teori ilmu mendidik adalah guru mampu memberi pertanggungjawaban dan kesediaan untuk dimintai pertanggungjawaban. Relasi interpersonal harus diciptakan sehingga subjek didik merasa "diorangkan".

24 tanggungjawab itu sendiri adalah perbuatan. melalui berbagai kegiatan sesuai dengan visi dan misinya masing-rnasing. Memiliki Rasa Kesejawatan Salah satu kriteria jabatan profesional adalah jabatan profesi harus mempunyai wadah untuk menyatukan gerak langkah dan mengendalikan keseluruhan profesi. yakni Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). dan lain-lain. Salah satu tugas dari organisasi profesi adalah menciptakan rasa kesejawatan sehingga ada rasa aman dan perlindungan jabatan. ada organisasi guru yang disebut Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). organisasi-organisasi profesi tersebut . 3). Bagi guru di Indonesia wadah organisasi profesi bagi guru sudah ada. akan sangat berperan dalam meningkatkan kualitas guru. sehingga nampak kerjasama mutualisma dalam peningkatan kualitas guru. Sedangkan tanggungjawab dari aspek religius maksudnya guru mempunyai tanggungjawab terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa. yakni organisasi profesi. Menurut Sadiman AM (1990: 133-134) guru sebagai tenaga professional mempunyai kualifikasi sebagai berikut: a) Capable Personal . Melalui organisasi profesi diciptakan rasa kesejawatan sehingga harkat dan martabat guru dapat di junjung tinggi. Dengan diberlakukannya standar kompetensi dan sertifikasi guru. yang baik (etic). dikemukakan bahwa: "Organisasi profesi guru adalah perkumpulan yang berbadan hukum yang didirikan dan diurus oleh guru untuk mengembangkan profesionalitas guru". Dalam Undang-Undang Republik Idonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. baik oleh guru sendiri maupun oleh masyarakat pada umumnya. Etik profesi ini dikembangkan melalui organisasi profesi. Hubungan oranisasi-organisasi tersebut dengan PGRI masih belum tampak nyata secara formal. Asosiasi Bimbingan dan Konseling Profesi Indonesia (AKBIN). Selain PGRl sebagai satu-satunya organisasi guru yang diakui oleh pemerintah sampai saat ini. Ikatan Pengurus Bimbingan Indonesia (IPBI). Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI).

Guru harus mampu dan mau melihat jauh kedepan menjawab tantangantantangan yang dihadapi oleh sektor pendidikan sebagai sistem. guru profesional mempuyai kriteria sebagai berikut : a) Fisik 1) Sehat jasmani dan rohani atau cemoohan atau rasa kasihan dari anak didik b) Mental aiau kepribadian 1) Mencintai bangsa dan sesama manusia dan rasa kasih sayang kepada anak didik 2) Berbudi pekerti yang luhur 2) Tidak mempunyai cacat tubuh yang bisa menimbulkan ejekan . karena merasa terpanggil hati nuraninya untuk menjadi pendidikatau guru. kecakapan. beliau menyampaikan bahwa. c) Developer Guru yang memiliki visi keguruan yang mantap dan luas perspektifnya. Secara lebih rinci. b) Inovator Tenaga kependidikan yang mempunyai komitmen terhadap upaya perubahan dan reformasi. Persyaratan khusus itu adalah faktor yang menyebabkan seseorani itu rnerasa senang. dan ketrampilan serta sikap yang lebih mantap dan memadai sehingga mampu mengelola proses belajar mengajar secara efektif. Faktor-faktor lain. kecakapan. pada diri guru sebenarnya masih memerlukan persyaratan khusus yang bersifat mental. selain faktor-faktor pengetahuan.25 Maksudnya guru di harapkan memiliki pengetalnian. ketrampilan dan tanggap terhadap ide pembaharuan dan wawasan yang lebih luas sesuai dengan keprofesiannya. guru diharapkan memiliki pengetahuan kecakapan dan ketrampilan serta sikap yang tepat terhadap perubahan dan sekaligus sebagai penyebar ide pembaharuan yang efektif. Menurut Oemar Hamalik (2006: 27) "Guru profesional merupakan orang yang telah menempuh program pendidikan guru dan memiliki tingkat master serta telah memiliki ijazah negara dan telah berpengalaman dalam mengajar pada kelas-kelas besar".

serta mencintai ilmu pengetahuan yang di ajarkan 4) Mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup tentang bidang bidang lain 5) Senang membaca buku-buku ilmiah 6) Mampu memecahkan persoalan secara sistematis. dan Mampu mengembangkan . dapat memanfaatkan sarana pendidikan yang ada secara maksimal 4) Mampu menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa 5) Mampu mengembangkan kreatifitas dan tanggungjawab yang besar akan tugasnya 6) kecerdasan yang tinggi 7) inovatif 8) Menunjukkan rasa cinta kepada profesinya 9) 10) c) Keilmiahan atau pengetahuan : 1) Memahami ilmu yang dapat melandasi pembentukan pribadi 2) Memahami i lmu pendidikan dan keguruan dan mampu menerapkannya dalam tugas sebagai pendidik 3) Memahami. peka. Ketrampilan 1) Mampu berperan sebagai organisator proses belajar mengajar 2) Mampu menyusun bahan pelajarun atas dasar pendekatan struktural. fungsional. interdisipliner. behaviour. memahami dan mampu melaksanakan kegiatan dari pendidikan Ketaatannya akan disiplin Memiliki sense of humany Bersifat terbuka. 3) Mampu memecahkan dan melaksanakan teknik-teknik 4) Mampu mercanakan dan melaksanakan evaluasi pendidikan.26 3) Berjiwa krea tif. menguasai. terutama yang berhubungan dengan bidang studi 7) Memahami prinsip-prinsip kegiatan belajar mengajar d. dan teknologi.

guru melaksanakan peran profesi ( professionalrole). Peranan Guru yang Profesional Sebagai suatu profesi. baik huruf atau angka . dan juga terus menerus mencari pengetahuan yang baru dan ide-ide baru untuk disampaikan kepada siswanya. developer dan telah menempuh program pendidikan guru dan memiliki tingkat master serta telah memiliki ijazah negara dan telah berpengalaman dalam mengajar pada kelas-kelas besar. antara lain: 1) komi tmen pada standar dan profesi.Termasuk pada pula di dalam pengajaran yang pada ukuran etika. memiliki otonomi dan rasa tanggungjawab. inovator. sebagai . Peran profesi yang lainnya adaluh guru sebagai penilai atau konselor kegiatan siswa juga pengembang kurikulum yang sedang dilaksa nakan. 2) percaya diri. orang tua. Peranan guru secara profesional harus terus dilatih.” g. capable personal. menguasai psikologi perkembangan dan psikologi belajar. memiliki rasa kesejawatan. menjadi penanggungjawab dalam pemberian disiplin. Menurut Cole & Chan (1994: 17)." Ada beberapa dimensi yang dibutuhkan untuk menjalankan pedoman guru secara profesional dalam mengajar.27 luar sekolah. 5) kemampuan lebih dalam memahami simbol. 4) pengetahuan tentang isi kurikulum. khususnya hal yang berhubungan dengan integritas siswa konsep . (Oemar Hamalik . ahli (ekspert ). Dalam menjalankan peran profesinya. guru memiliki kualifikasi profesional. yaitu : menguasai pengetahuan yang diharapkan sehingga dapat memberi sejumlah pengetahuan kepada siswa. penghubung antara sekolah dan masyarakat. 2004) Dari keterangan di atas dapat diperoleh kualifiasi dari guru profesional yaitu : memiliki sertifikat pendidik setelah mengikuti pendidikan profesi. 3) strategi analitik dan gaya refleksi. Lima hal pokok yang telah disebutkan di atas merupakan suatu keharusan yang dipunyai oleh seorang guru terutama adalah komitmen pada profesi yang bertujuan untuk menaikkan standard dalam pembelajaran siswa agar lebih baik dan juga potensi diri siswa secara umum .

baik dalam artian ini punya konotasi sifat atau atribut-atribut moral yang baik. kemampuan analitik dan refleksi. kepercayaan terhadap diri sendiri bahwa tindakan guru dapat membawa siswa sedapat mungkin. Mendapat kesempatan dalam kegiatan belajar mengajar. dan penolakan terhadap semua pola penyalahgunaan dan diskriminasi. berhubungan dengan penerapan pengetahuan praktis atau prinsip evaluasi dalam situasi pengajaran. kepercayaan terhadap diri sendiri bahwa tidakan guru dapat membawa siswa sedapat mungkin. berhubungan dengan standar yang dipakai guru dalam memahami simbol harus lebih baik dan juga potensi dari siswa secara umum. Kedua guru yang berhasil (a succcessfull teacher). Profil Guru dalam Konteks Profesional Menurut Piet A. Kedua adalah percaya diri. Sahertian (1994: 24). Ketiga. Keempat.Termasuk pada pula di dalam pengajaran yang pada ukuran etika. Sifat-sifat ini diutamakan dari asumsi bahwa manusia itu sejak lahir sudah membawa sifat-sifat yang baik. guru seharusnya memahami pelajaran yang diajarkan dan yang kelima. dan penolakan terhadap semua pola penyalahgunaan dan diskriminasi. guru seharusnya memahami pelajaran yang diajarkan dan yang kelima. Mendapat kesempatan dalam kegiatan belajar mengajar. Penjabaran dari hal tersebut adalah sebagai berikut : 1) Kualifikasi personal Ada beberapa ungkapan untuk melukiskan kualifikasi personal. Ketiga. berhugungan dengan standar yang dipakai guru dalam memahami symbol harus lebih baik h.28 tentang hubungan inasyarakat. Keempat. kemampuan analitik dan refleksi. guru yang baik (a good teacher). seorang guru dikatakan berhasil bila dalam mengajar ia dapat . antra lain yang pertama yaitu. berhubungan dengan penerapan pengetahuan praktis atau prinsip evaluasi dalam situasi pengajaran. " Guru yang profesional mempunyai kualifikasi professional”. Kedua adalah percaya diri. khususnya hal yang berhubungan dengan integritas siswa konsep tentang hubungan masyarakat.

maka pengajar harus pula mengubahnya. guru yang efektif dikatakan efektif mendayagunakan waktu dan tenaga yang sedikit tetapi dapat mencapai hasil yang banyak.ing ngarso sung tulodho ing madaya mangun karsa lan tut wuri handayani (di depan pengajar mampu berperan sebagai figur Mampu memberikan motivasi kepada siswa Mampu bertindak sebagai manajer di kelas (kadang-kadang juga dikantor dimana dia bekerja) Mampu bertindak sebagai pemimpin. Ketiga . Menurut Soekartawi (1995: 33)disebutkan bahwa.29 menunujukkan (an effective kemampuannya teacher). atau bila di kelas dimana ia mengajar terjadi situasi kurang mendukung proses belajar mengajar. Mempunyai keahlian dalam memberikan . Guru sehingga tujuan tujuan bila yang ia telah dapat ditentukan dapat dicapai oleh subyek belajar. “Profil pengakar dituntut serba bisa”. h) Mampu sebagai figur yang berwatak. Guru yang pandai menggunakan strategi mengajar dan mampu menerapkan metode-metode mengajar secara berdaya guna dan berhasil guna. Mempunyai keahlian dalam dalam memberikan pengajaran: c) d) e) f) bimbingan g) mempunyai keahlian sebagai "ahli lingkungan" dalam arti bahwa bila di lingkungan di mana pengajar tersebut bekerja dirasakan terjadi situasi yang kurang menyenangkan. antara lain meliputi peran: a) Mempunyai keahlian terhadap ilmu pengetahuan (bahan ajar) yang diberikan kepada siswanya. cakap dalam mengajarkan secara efektif dan efisien dan guru tersebut berkepribadian mantap. 2) Kualifikasi Profesional Guru yang berkualitas professional yaitu guru yang tahu secara mendalam tentang apay yang diajarkannya.

Dengan humor mungkin dapat menciptakan suasana hangat dan akrab dan mampu mendorong siswa senang dan dapat menyerap bahan ajar dengan baik. gaduh. penjelasan. k) Mampu menerima umpan balik (feed back) dari siswa atau dari teman sejawatnya dengan maksud agar proses belalar megajar dapat terus ditingkatkan l) Mau menerapkan hasil penelitiannya di dalam bahan ajar yang diberikan . yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. di tengah ia dituntut untuk mampu sebagai penggerak inisiatif dan di belakang harus mampu melaksanakan dengnn baik). i) Mampu membuat suasana di kelas tetap terkontrol dalam arti bahwa siswa tetap aktif mengikuti pengajaran dengan baik (misalnya siswa tidak ada yang mengantuk. Dengan memelihara atau menggunakan ID yang terus diperbaiki (up to date).30 teladan atau panutan. serta pelaksanaan kewajiban kepada guru. serta mampu menjalankan fungsinya dengan baik . m) Mampu melaksankan instructional design (ID) terbaru (atau paling tidak ID yang dipakai sekarang adalaha lebih baik dari ID yang digunakana sebelumnya). atau menganggu siswa yan lain) j) kepada siswa Mampu membuat yang bekajar tidak atau memberikan humor merasa bosan mengikuti pengajaran. Kerangka Berfikir Kepala sekolah dalam hal ini sebagai pemimpin di lingkugan sekolah harus dapat memberikan contoh. agar tercipta adanya keprofesioala guru menunaikan tugasnya senagai pendidik yang bermoral. dimaksudkan agar kualitas bahan ajar terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. disamping itu juga dimaksudkan agar topik bahan ajar dapat diterima dengan baik. maka proses belajar mengajar akan menjadi lebih baik B.

Kerangka Berfikir Profesionalis me Guru . Adapun kerangka pemikiran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Guru Kepemimpinan Kepala sekolah Karyawan di lingkungan Sekolah Gambar 3. yang disesuiakan dengan kemampuan dan aturan-atturan yang ada di sekolah tersebut. Berdasarkan kajian teori diatas. dapat disusun suatu kerangka pemikiran yang mengarah pada penemuan jawaban sementara.31 Guru yang professional tidak pernah lepas dari tugasnya mendidik peserta didiknya untuk itu seorang guru harus mematuhi perintah dari kepala sekolah yang dimana perintah dari kepala sekolah tersebut sesuai pada kaedah/aturan sekolah Sebagai seorang pemimpin di lingkungan sekolah seorang kepala sekolah ditutuntut untuk memberikan yang terbaik kepada keprofesionalan guruuntuk selalu ditingkatkan dengan berbagai cara. Sebagai contoh yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru adalah dengan mengikutsertakan guru pada pelatihan-pelatihan yang dapat meningktaka profesipnalisme guru.

Alasan peneliti memilih Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Wonosari untuk dijadikan sebagai tempat penelitian karena di sana tersedia data mengenai gaya kepemimpinan yang dibutuhkan oleh peniliti 2.32 BAB III METODOLOGI A. permohonan ijin penelitianke Sekolah Menengah Atas negeri 1 Wonosari. Tahap Persiapan Pada tahap ini peneliti melakukan kagiatan seperti permohonan pembimbing. Klaten dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Februari 2009 b. Tahap Pelaksanaan . tahap pelaksanaan sampai dengan tahap penyusunan laporan. Tempat dan Waktu Penelitian 1. a. Tempat Penelitian Tempat penelitian merupakan sumber diperolehnya data yang dibutuhkan dari masalah yang sedang diteliti. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Wonosari. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan secara bertahap dari persiapan. pengajuan proposal penelitian.

Jadi strategi tunggal terpancang yang digunakan dalam penelitian ini mengandung pengertian sebagai tunggal dalam arti hanya ada datu ruang lingkup penelitian di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Wonosari. Bentuk Penelitian Berdsarkan pada tujuan penelitian yang ingin dicapai.33 Pada tahap ini peneliti melakukan kegiatan pengambilan data. analisis data bersifat induktif. penulisan laporan hasil penelitian dan konsultasi dosen pembimbing. (sebagai lawannnya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrument kunci. tekhnik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2009 B. penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi”. Kegiatan ini akan dilaksankan mulai bulan April sampai bulan Mei 2009 c. Adapun pengertian kualitatif menurut Sugiyono (2005:1) yang mengemukakan bahwa: “penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti kondisi obyek alamiah. dimana penelitian ini bertujuan untuk memahami suatu masalah. Tahap Penyelesaian Pada tahap ini peneliti melakukan analisis data hasil penelitian. Bentuk dan Strategi Penelitian 1. dimana peneliti hanya mengkaji satu masalah saja yaitu tentang bagaimana meningkatkan profesionalisme guru di Sekolah Menengah Atas negeri 1 Wonosari yang didasarkan pada gaya kepemimpinan kepala sekolah. 2. Sedangkan terpancang pada tujuan penelitian maksudnya yaitu. Strategi Penelitian Strategi penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah startegi penelitian tunggal terpancang. bahwa yang harus .

selebihnya seperti dokummen dan lain-lainnya. Lokasi Lokasi yang dijadikan sebagai tempat penelitian mengenai gaya kepemimpinan ini adalah Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Wonosari 3. 1992:2) C. Dalam penelitian ini yang dijadikan informan adalah Kepala Sekolah dan guru di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Wonosari 2. Perlu dijelaskan bahwa peran dari sumber data sangatlah penting. Menurut Suharsimi Arikunto (2002:116) “Responden atau informan penelitian adalah orang yang dapat merespon dan memberikan informasi tentang data penelitian”. Oleh karena itu pada penelitian ini peneliti menggunkan data sebagai berikut: 1. Moleong (2003:112) mengemukakan bahwa “sumber data utama penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan. terutama apabila sasarannya terarah pada latar belakang peristiwa masa lalu yang sekarang sedang dipelajari.34 diteliti dibatasi pada aspek-aspek yang sudah dipilih sebelum melakukan penelitian di lapangan. Penelitian deskriptif tunggal terpancang bertujuan agar penelitian dilakukan secara lebih mendalam sehingga hasilnya mempunyai mutu yang tidak disangkal (Smith dalam Miles and Hubberman. Arsip dan Dokumen Merupakan sumber data dalam penelitian kualitaif. karena berkatian dengan bias atau tidaknya data penelitian diperoleh. Sumber Data Lofland dan Lofland yang dikutip Lexy J. data dari internet dan data dari Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Wonosari . Arsip dan dokumen yang digunakan oleh peneliti yang sesuai dengsn tema dan masalah penelitian ini berupa buku. Informan Adalah orang yang dipandang mengetahui peraslahan yang akan dikaji peneliti. .

rapat dan sebagainya E. Observasi sebagaimana halnya dengan wawancara adalah termasuk teknik pengumpulan data yang sering digunakan dalam penelitian kulaitatif sebagai pelengkap dari teknik wawancara. “Metode untuk mencari data mengenai hal-hal atau variable yang catatan. surat kabar. maka penelitian ini teknik pengumpulan yang peneliti gunakan adalah: 1. Percakapan ini dilakukan oleh dua pihak. Observasi Menurut Kerlinger yang dikutip dari Suharsimi Arikunto (2002: 171) bahwa “Metode Observasi adalan suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data yang dilakukan secar sistematis.35 D. alat-alat. notulen. Sesuai dengan bentuk penelitian kualitaif dan jenis sumber data yang digunakan. transkrip. Dengan wawancara yang mendalam diharapkan penliti mampu memperoleh acara detail informasi-informasi dari informan sehingga data yang diperoleh benar-benar akurat dan obyektif. akuat dan reliable pekerjaan research menggunakan teknik-teknik. Wawancara Lexy J Moleong (2003 :135) menyatkan bahwa. Analisis Dokumen Teknik ini dilakukan untuk pengumpulan data yang besumber dari arsip dan dokumen yang ada di lokasi penelitian. Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 202). “Wawancara Adalah percakapan dengan maksud tertentu. prosedur-prosedur. majalah. serta kegiatan yang dependable tang dapat diandalkan”. 3. dengan prosedur yang terstandar”. prasasti. 2. Teknik Sampling . yaitu pewawanara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewe) yang memberikan jawaban atas pertanyaan”. Teknik Pengumpulan Data Sutrisno Hadi (1993:131) menyatakan bahwa baik burukny suatu hasil research sebagian tergantung pada tekni pengumpilan datanya.

Berkaitan dengan masalah teknis pelaksanaan. Validitas Data Suharsimi Arikunto (2002: 136) menyatakan bahwa “Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau keabsahan ssuatu instrument”. Tinggi rendahnya validitas instrument menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentsng variabel yang dimaksud”. sehingga mudah dipahami oleh khusunya petugas lapangan dan mudah diaplikasikan”. Moleong. cara-cara penentuan sample haruslah sederhana. Dalam penelitian ini pemeriksaan data yang digunakan adalah triangulasi. informan tersebut menunjukkan informasi lain yang dipandang mengetahui lebih banyak masalahnya sehingga peneliti menunjuknya sebagai informan baru dan demikian seterusnya sampai data dirasa cukup. Dalam penelitian ini penentuan dampel dilakukan dengan cara purposive Sampling yaitu teknik penentuan sample untuk tujuan tertentu saja (Budiono. 1998: 56). “Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang diluar data itu untuk keperluan pengecekan sebagai pembanding terhadap data itu”. :Prinsip-prinsip penentuan sample mengacu pada maslah teknis pelaksanaan dan kualitas porduk yang dihasilkan. 2003: 78). Sebuah instrument dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Cara yang sederhana pada dasarnya juga mendukung prinsip efisiensi dimana selain mudah dilaksanakan juga berbiaya rendah. F. . Peneliti cenderung memilih informan yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap dan mengetahui masalahnya secara mendalam Peneliti juga dapat menggunakan tekni Snowball Sampling yaitu peneliti pertama-tama datang pada seseoang yang menurut pengetahuannya dapat dipakai sebagai key informan. (Lexy J. tetapi setelah berbicara cukup. tidak terlalu rumit. Sehingga dikatakan pula “Sebuah instrument dikatakan valid apabila mampu mengukur apa uang diinginkan.36 Menurut Burhan Bungin (2003: 44).

Triangulasi Tekhnik (Sumber Sugiyono. 2005: 125) 2. dan berbagai waktu.37 Triangulasi dalam pengujian kredibilitas diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara. 2005: 126) 3. triangulasi waktu 1. Triangulasi Tekhnik Triangulasi tekhnik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan tekhnik yang berbeda Wawancara Observasi Kuisioner/ Dokumen Gambar 5. Data yang dikumpulkan dengan tekhnik wawancara di pagi hari pada saat sumber Sore . Sugiyono (2005: 125) terdapat triangulasi sumber. Triangulasi Sumber Triangulasi Sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber Atasan Teman Bawahan Gambar 4. Triangulasi Waktu Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. triangulasi tekhnik. Triangulasi Sumber (Sumber Sugiyono.

akan memberikan daya yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Siang Pagi Gambar 6. Pada penelitian ini digunakan ketiga komponen tersebut. dalam hal ini sumber datanya adalah Kepala Sekolah. reduksi data. membuat fokus.. dilakukan dengan cara menanyakan hal yang sama melalui sumber data yang berbeda. sumber data dan waktu. membuang hal-hal yang tidak penting dan mengatur data sedemikian rupa sehingga simpulan peneliti dapat dilakukan 2. Sajian Data . Analisis Data Menurut Miles & Huberman (1992: 16). Triangulasi Waktu (Sumber Sugiyono. belum banyak masalah. yaitu dengan wawancara. Triangulasi waktu artinya pengumpulan data dilakukan pada berbagai kesempatan. Ketiga komponen tersebut terlibat dalam proses analisis dan saling berkaitan serta menentukan hasil akhir analisis. observasi dan dokumentasi. pagi. dan penarikan kesimpulan atau verifikasi”. sajian data. Triangulasi sumber. “Dalam proses analisis terdapat tiga komponen utama yang harus benar-benar dipahami oleh setiap peneliti kualitatif yaitu. 2005: 126) Dalam penelitian ini jenis triangulasi yang dilakukan dengan cara triangulasi tekhnik. Triangulasi teknik dengan cara menanyakan hal yang sama dengan teknik yang berbeda. yaitu : 1. Reduksi Data Reduksi data adalah bagian dari proses analisis yang mempertegas. siang dan sore hari G. memperpendek.38 masih segar.

Analisis data (Sumber Mathew B. 3. Penafsiran terhadap data dilakukan berdasarkan kategorisasi-kategorisasi ataupun gabungannya sesuai dengan kelompok permasalaha yang akan dicari jawabannya Berikut keterangan gambar mengenai ketiga hal diatas Pengumpulan data Reduksi data Penarikan kesimpulan gambar 7. Prosedur Penelitian Penyajian data . Penarikan kesimpulan Penarikan kesimpulan adalah dimana peneliti menafsirkan kategorikategori sehingga menjadi kesimpulan yang bermakna. Miles & A. Michael Huberman. deskripsi dalam bentuk narasi yang memungkinkan kesimpulan penelitian dapat dilakukan. 1992: 18) H.39 Sajian data merupakan suatu rakitan organisasi informasi. Penyajian data ini mengacu pada perumusan masalah narasi yang tersaji merupakan deskripsi mengenai kondisi yang rinci untuk menceritakan dan menjawab permasalahan yang ada.

40 Prosedur penelitian merupakan sekumpulan langkah-langkah secara urut dari awaal hingga akhir yang digunakan dalan penelitian. sedanga analisis data akhir dilakukan setelah penggalian data dianggap cukup mendukung maksud dan tujuan penelitian. Dengan demikian diharapkan data yang dihasilkan benar-benar valid. . 3. Tahap Analisis Data Untuk analisis data awal dilakukan sejak pengumpulan data di lapangan. Tahap Persiapan Tahap persiapan dilaksanakan dimulai dari pembuatan rancangan penelitian. Tahap Pengumpulan Data Tahap ini meliputi berbagai aktivitas yang ada di lapangan untuk mengumpulkan data yang relevan dengan tujuan penelitian. semua data yang telah diolah dan analisis disusun dan ditulis dalam bentuk laporan hasil penelitian. memilih lokasi. Tahap penulisan dan Penggandaan Laporan Pada tahap ini. sehingga akan diperoleh hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan 5. dan megurus perijinan 2. Adapun kegiatan penelitian ini dilaksanakan melalui beberapa tahap sebagai berikut: 1. 4. Dari hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Tahap Penarikan Kesimpulan Setelah diadakan analisis data yang diperoleh selanjutnya diadakan penarikan kesimpulan yang harus didasarkan pada tujuan penelitian dengan didukung data yang valid.

3002. 2007. Ign. Mulyasa. Moleong. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Sahertian. Yogyakarta: Kanisius Arikunto. Jakarta: Jaya Agung. 2002. Purwanto. Surakarta: Fakultas Kegururan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi Edisi Kedua. . Sulistriyo. 1990.. 2007. Bandung: Maulana E. Memahami Penelitian Kualitatif. . Pengantar. Bumi Aksara. Jakarta: Rineka Cipta Bungin. Piet A. Bandung: Aksara Siagian. Jakarta: PT. Sistem Informasi Untuk Pengambilan Keputusan. 2001. Yogyakarta: Andi Offset Sugiyono. Profil Pendidik Profesional. Lexy J. Jakarta: PT. Yogyakarta: Adi Cita Karya Nusa Rivai. Vethzal. Profesionalisme Kuguruan. 2006 Menjadi Guru Profesional. 1994. Universitas Sebelas Maret. Raja Grafindo Pratama Cece Rahmat& Dedi Suherdi. Jakarta: PT Bumi Aksara H. Manajemen. Bandung: Rosda Pedoman Penulisan Skripsi. Samana. Bandung: Remaja Rosdakarya Hamalik. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Evaluasi Pengajaran. Metodologi Penelitian Kualitatif Aktualisasi Metodologis ke Arah Perkembangan Ragam Varian Kontemporer. Sondang.41 DAFTAR PUSTAKA Anomius. 1979. 2006. Oemar. 1994. Suharsimi.Wagimin& Hery Sawiji. A. Burhan. Pedoman Penulisan Skripsi. Profesionalisme Keguruan. 2004. 2003 Perancanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Ngalim. Raja Grafindo Persada . Jakarta: PT. Bandung: Remaja Rosdakarya . 2007. standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. 2003. Prosedur Penelitian. . 2006. Psikologi Pendidikan. 2003. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.