BAB II ISI Beberapa Definisi Air adalah semua air yang terdapat pada, di atas maupun di bawah permukaan

tanah, termasuk dalam pengertian ini air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang berada di darat. Air permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah. Daya air adalah potensi yang terkandung dalam air dan atau pada sumber air yang dapat memberikan manfaat atau pun kerugian bagi kehidupan dan penghidupan manusia serta lingkungannya. Sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan atau buatan yang terdapat pada, di atas, maupun di awah permukaan tanah. Pengelolaan sumberdaya air didefinisikan sebagai aplikasi dari cara structural dan non-struktural untuk mengendalikan system sumberdaya air alam dan buatan manusia untuk kepentingan / manfaat manusia dan tujuan-tujuan lingkungan. Cara Non-Struktural untuk pengelolaan air adalah program-program atau aktivitas-aktivitas yang tidak membutuhkan fasilitas-fasilitas yang dibangun. Cara Struktural untuk pengelolaan air adalah fasilitas yang dibangun untuk pengendalian air dan kualitasnya. TEKNIK PENGOLAHAN AIR A. Penyimpanan dan pendiaman Saat air disimpan dengan aman selama sehari, lebih dari 50% bakteri akan mati. Selain itu, selama penyimpanan endapan tanah dan beberapa patogen akan berada di dasar wadah. Wadah yang digunakan untuk penyimpanan harus tertutup untuk mencegah kontaminasi ulang, namun harus memiliki leher yang cukup lebar untuk memudahkan pembersihan secara berkala. Air harus diambil dari bagian atas wadah yang merupakan bagian paling bersih dan mengandung lebih sedikit patogen. Penyimpanan dan pendiaman air selama paling sedikit 48 jam juga dapat membunuh organisma yang disebut cercariae, yang merupakan host perantara dalam siklus hidup bilharziasis (schistosommiasis), penyakit yang berasal dari air dan sering terdapat di beberapa negara. Penyimpanan yang lebih lama akan semakin memperbaiki kualitas air.

Tapi sekarang digantikan dengananalisis titrimetri. Netralisasi Reaksi netralisasi merupakan jenis reaksi yang melibatkan asam dan basa. Tambahkan beberapa tetes larutan indikator ke dalam Erlenmeyer tersebut dan goyangkan hingga bercampur dengan hati-hati.Proses mengukur volum larutan yang terdapatdi dalam buret yang Ditambahkan ke dalam larutan lain dan diketahui volumnya sampai terjadi reaksi sempurna disebut titrasi.B. Pastikan ujung buret ada di dalam mulut Erlenmeyer. Titrasi Analisis volmetri merupakan analisis untuk menentukan jumlah zat yang tidak diketahui dengan mengukur volum larutan pereaksi yang dibutuhkan agar beraksi sempurna. Reaksi yang digunakan dalam analisis tersebut ialah reaksi netralisasi. larutan asam sering ditambahkan untuk menghilangkan ion hidroksida dari campuran atau sebaliknya. Selipkan kertas putih antara Erlenmeyer dan dasar standar untuk memudahkan melihat perubahan warna indikator. Dalam analisis kualitif. • Saat terjadi perubahan warna pertama kali pada larutan yang dititrasi.Pada reaksi netralisasi. Masukkan sejumlah tertentu larutan yang akan dititrasi ke dalam Erlenmeyer dan catat volumnya. Tempatkan tangan untuk memulai melakukan titrasi pada keran buret dan Erlenmeyer. . Prosedur Titrasi • • • • • • • Masukkan sejumlah tertentu larutan standar ke dalam buret dan catat titik awal larutan. karena analisis titrimetri lebih tepat untuk menyatakan proses titrasi. Dahulu orang mengenal analisis ini dengan nama analisis volumetri. Tempatkan Erlenmeyer yang berisi larutan di bawah buret. asam akan bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. Buka perlahan keran buret untuk mengalirkan larutan standar ke dalam larutan yang akan dititrasi sambil menggoyangkan agar larutan standar dari buret ke Erlenmeyer dapat bercampur rata. proses titrasi segera dihentikan dengan menutup keran buret.

D. Indikator pH adalah larutan asam atau basa lemah yang akan berubah warnanya dengan berubahnya pH. Grafik yang diperoleh dengan mengalurkan pH terhadap volum pereaksi yang ditambahkan disebut kurva titrasi. Larutan standar adalah larutan yang diketahui konsentrasinya dan digunakan untuk analisis titrimetri. Absorpsi Absorpsi merupakan suatu proses di mana suatu partikel terperangkap ke dalam struktur suatu media dan seolah jadi suatu keseluruhan media tersebut. Perbedaan antara titik akhir dan titik ekivalen dapat menyebabkan kesalahan. Aerasi Yang dimaksud dengan aerasi yaltu mengontakkan udara dengan air baku agar kandungan zat besi dan mangan yang ada dalam air baku bereaksi dengan oksigen yang ada dalam udara membentuk senyawa besi dan senyawa mangan yang dapat diendapkan. Titik Ekivalen dapat diketahui dengan perubahan warna indikator yang ditambahkan ke dalam larutan yang akan dititrasi setelah proses titrasi Saat Indikator tersebut mengalami perubahan warna dinamakan titik akhir.Standarisasi adalah cara untuk menentukan konsentrasi yang tepat dari larutan standar. Kesalahan ini disebut kesalahan titrasi. C. Saat larutan standar tepat beraksi dengan larutan yang dititrasi dinamakan titik ekivalen. baik dalam pengolahan air bersih maupun pengolahan air limbah. Salah satu media absorpsi adalah arang aktif atau karbon aktif yang bersifat sangat aktif karena akan menyerap apa saja yang berhubungan dengan karbon. E. Dengan meningkatnya kandungan oksigen: . berlangsung. Sedimentasi Sedimentasi adalah pemisahan padatan dan cairan dengan menggunakan gaya gravitasi untuk mengendapkan partikel suspensi. Apabila suatu asam atau basa dititrasi maka setiap penambahan pereaksi akan mengakibatkan perubahan pH.• Hitung banyak larutan standar yang digunakan untuk titrasi pada skala buret.

dengan cara ini akan terjadi proses kelarutan udara pada cairan tersebut sehingga terjadi proses oksidasi zat yang ada di dalam cairan itu Aerasi termasuk pengolahan secara fisika. • Aerasi Baur Proses pemasukan udara atau oksigen ke dalam limbah yang akan diolah dengan cara pembauran (difusi). trickling filter. Pada tingkat luas. Pompa tersebut dihubungkan ciengan pipa aerator untuk menyebarkan udara yang dihembuskan oleh pompa ke dalam air baku. aerasi dapat dilakukan dengan membuat air menetes melalui satu atau lebih baki berlubang dengan ventilasi Setelah itu air ditampung dalam wadah dan didiamkan selama 30 menit untuk mengendapkan partikel.• • • Zat-zat mudah menguap seperti hydrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dapat dihilangkan. (diffused aeration) • Aerasi Permukaan Sistem pemberian udara pada permukaan cairan. yakni udara itu dibiarkan membaur (melarut) dalam cairan limbah lewat permukaan cairan yang dangkal. • Pompa Aerasi Pompa aerasi terdiri dan pompa tekan (pompa sepeda) dengan penampang 5 cm. kocok dengan cepat wadah air yang terisi setengah selama sekitar 5 menit lalu diamkan selama 30 menit untuk membiarkan berbagai partikel mengendap. dan lain-lain adalah beberapa contoh dari teknologi aerasi. Kandungan karbon dioksida air akan berkurang Mineral yang larut seperti besi dan mangan akan teroksidasi membentuk endapan yang dapat dihilangkan dengan sedimentasi dan filtrasi. Pada tingkat rumah tangga. Banyak teknologi yang telah diterapkan oleh para ahli. Fungsi pompa adalah untuk menghembuskan udara kedalam air baku agar zat besi atau mangan yang terlarut dalam air baku bereaksi dengan oksigen yang ada dalam udara membentuk oksida besi atau oksida mangan yang dapat diendapkan. karena lebih mengutamakan unsur mekanisasi dari pada unsur biologi. multiple tray aerator. tiriggi tabung 50 cm. Aerasi dengan cara cascade. mulai dari yang sederhana sampai yang paling canggih. Kontak erat antara air dan udara yang dibutuhkan pada aerasi dapat dicapai dengan beberapa cara. Pipa aerator . Prinsip kerjanya adalah membuat kontak antara air dan oksigen. blower.

Tawas akan menggumpal dan mengendap di dasar bejana jika mengadsorpsi kotoran. cocok untuk pengolahan air limbah dengan debit kecil untuk polutan organik yang susah terdegradasi F. daya larut oksigen dalam air limbah lebih besar. jarak tiap lubang + 2 cm. yang dibentuk seperti spiral dan permukaannya dibuat berlubang-lubang. G. Contoh medianya adalah (bubuk) tawas ke dalam air. Salah satu dari teknik Air limbah adalah proses lumpur aktif dengan aerasi oksigen murni. Kaporit berfungsi sebagai penjernih dan menetralisir (desinfektan) air. Teknik Pengolahan air limbah banyak ragamnya. jika dosisnya berlebihan dapat menyebabkan bau yang tidak enak pada air. Dari bak aerasi air limbah dialirkan ke bak pengendap akhir. sebagian lumpur dikembalikan ke kolam aerasi. Filtrasi Ialah pengaliran air tercemar melalui media berpori seperti pasir. efisiensi proses lebih tinggi. arang. Menggunakan prinsip pembersihan alami dan sederhana dari tanah. Adsorpsi Ialah proses melekat atau menempelnya partikel pada suatu permukaan. Air limpasan dari bak pengendap awal dialirkan ke kolam aerasi melalui satu pipa dan dihembus dengan udara sehingga mikroorganisma bekerja menguraikan bahan organik yang ada di air limbah. 2. Dan kaporit yang biasa dipakai pada kolam renang. kerikil. Cara Kerja alat ini adalah sebagai berikut : Air limbah setelah dilakukan penyaringan dan equalisasi dimasukkan kedalam bak pengendap awal untuk menurunkan suspended solid. dan 3.terbuat dan selang plastik dengan penampang 0. Pengolahan ini termasuk pengolahan biologi. lumpur diendapkan. .8 cm. karena menggunakan bantuan mikroorganisma pada proses pengolahannya. Keuntungannya : 1.

namun dapat bertahan lebih lama sehingga dapat dibeli dan disimpan sebagai persiapan menghadapi keadaan darurat di masa datang. dan ditahan oleh kerikil yang ditutupi oleh baki logam yang berlubang-lubang.3 m)atau biji-bijian yang berdiameter antara 3-4 mm. air harus dialirkan secara perlahan. H. namun juga dapat diproduksi secara massal. sehingga air tidak perlu lagi direbus setelah difiltrasi. Walaupun mahal. Filter keramik Air dapat dimurnikan dengan mengalirkannya melalui filter keramik yang seringkali disebut lilin. Frekuensi pembersihan tergantung tingkat kekeruhan air. karena itu air harus didisinfeksi atau disimpan 48 jam untuk membuatnya aman. Pada prosesnya. Wadah tersebut diisi dengan lapisan pasir dan kerikil serta pipa yang diatur untuk membuat air mengalir ke atas ataupun ke bawah melewati filter. Air yang telah difiltrasi harus direbus atau didisinfeksi. sedimentasi dan filtrasi air mengurangi jumlah bakteri berbahaya namun tidak menjamin tersingkirnya semua bibit penyakit. Filter keramik dapat dibuat setempat. Filter tersebut tidak efektif untuk menyingkirkan pathogen. Beberapa filter diperkaya dengan perak yang berfungsi sebagai disinfektan dan pembunuh bakteri. Disinfeksi merupakan proses yang menjamin air minum bebas dari organisme berbahaya maupun patogen. Kotoran yang tertahan oleh permukaan lilin harus disikat dibawah air mengalir secara berkala. Untuk mencegah sumbatan. Filter seperti ini dapat dibuat dari drum berukuran 200 liter. Filter tersebut dapat dibongkar secara berkala untuk membersihkan pasir dan kerikil dari lumpur yang melekat. besi atau plastik. Desinfeksi Air minum harus bebas dari organisme berbahaya. Hal ini direkomendasikan dilakukan pada akhir dari proses pengolahan karena kebanyakan proses disinfeksi akan terhambat oleh . partikel-partikel akan tersaring secara mekanik dari air. Sebuah lapisan filter yang terbuat dari pasir kasar (sedalam kurang lebih 0.Filter pasir sederhana Filter rumah tangga sederhana dapat dibuat dalam wadah tanah liat. Kecepatan filtrasi efektif dari filter ini dapat mencapai 230 liter per jam. Penyimpanan.

Selain menggunakan banyak energi. mudah didapat dan relative murah. Klorin biasanya tersedia di rumah tangga sebagai cairan pemutih (sodium hypochlorite). Selain itu. • Disinfeksi dengan klorin Klorin merupakan zat kimia yang paling banyak digunakan untuk mendisinfeksi air minum karena mudah digunakan. Klorin harus ditambahkan dalam jumlah cukup untuk menghancurkan semua kuman namun tidak boleh terlalu banyak karena akan mempengaruhi rasa air. Kualitas air yang lebih baik dapat diperoleh dengan menyimpan air yang telah direbus dengan cara seperti yang dijelaskan pada bagian ‘Penyimpanan dan pendiaman’. Cairan pemutih dijual dalam botol atau sachets. Zat kimia ini juga harus mempunyai waktu kontak yang cukup dengan patogen (paling tidak 40 menit). masyarakat yang menggunakan juga menerima wadah standar untuk mengumpulkan/menyimpan air yang . klorin akan membunuh semua virus dan bakteri. spora. kerugian lain dari merebus adalah perubahan rasa air akibat terlepasnya udara dari air. bubuk dan tablet. Terdapat berbagai cara disinfeksi di tingkat rumah tangga: • Disinfeksi dengan merebus Perebusan sangat efektif walaupun memboroskan energi sebagai metoda untuk menghancurkan berbagai patogen seperti virus. Bila digunakan secara benar. biasanya dengan konsentrasi klorin 1%. Rasa dapat diperbaiki dengan mengaduk air secara kuat atau menggoncang air dalam wadah tertutup setelah direbus. kekuatan disinfektan dapat menurun sejalan dengan waktu. dalam bentuk cairan. Terdapat beberapa sumber klorin untuk penggunaan rumah tangga. tergantung penyimpanannya. efektivitasnya dapat diukur.Menentukan jumlah yang benar tidaklah mudah karena berbagai zat dalam air mempunyai kecepatan reaksi dengan disinfektan yang berbeda-beda. kista dan telur cacing. Air setidaknya harus direbus hingga mendidih selama 5 menit tapi sebaiknya sampai 20 menit. Karena itu disarankan pada situasi darurat penyediaan klorin bagi pengguna diatur secara terpusat oleh orang yang mahir. Sebagai bagian dari suplai pasca bencana.endapan tanah atau bahan organik dalam air. namun beberapa spesies protozoa dan cacing resisten.

. Staf teknis akan memberikan petunjuk cara mencampur larutan klorin. setiap saat pengguna mendapatkannya. Petunjuk pembuatan larutan klorin untuk disinfeksi dapat dibaca pada nota teknis mengenai ‘Pembersihan dan Disinfeksi sumur’. Sachet yang dijual biasanya dapat dipergunakan untuk 10 liter air. Disinfeksi timbul sebagai kombinasi dari radiasi dan pemanasan. virus dan parasit patogen dari air secara bermakna. Kain penyaring khusus dengan monofilament dapat dipergunakan di daerah-daerah yang banyak penyakit cacing guinea karena kain tersebut dapat menyingkirkan organisme yang disebut copepod yang mrupakan host intermediate larva cacing guinea. Kain yang digunakan harus bersih karena bila kotor akan menambah pencemaran. Setelah itu harus didiamkan lagi selama 30 menit sebelum dikonsumsi manusia. Penyaringan Menuangkan air melewati sepotong kain yang bersih akan menghilangkan sejumlah endapan Lumpur dan tanah. 1. Jika temperatur air mencapai setidaknya 50oC. Kain dapat dicuci dengan sabun dan air bersih. Zat tersebut juga mampu menggumpalkan partikel sehingga tenggelam ke dasar wadah. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa bubuk tersebut mampu menyingkirkan bakteri. Permukaan kain yang digunakan harus selalu sama. • Zat kimia pembersih air lainnya Sejumlah zat kimia yang diproduksi secara komersial telah dikembangkan untuk membersihkan air secara menyeluruh pada tingkat rumah tangga pada situasi darurat. Isi wadah plastik transparan dengan air dan pajankan dengan sinar matahari secara menyeluruh selama kurang lebih 5 jam (atau dua hari penuh bila langit berawan). • Disinfeksi dengan cahaya matahari Sinar ultra violet dari matahari dapat dipergunakan untuk menginaktifkan dan menghancurkan patogen yang terdapat dalam air.dilengkapi dengan tabung penetes sederhana. Air harus didiamkan selama setidaknya 5 menit sebelum disaring. waktu pajanan cukup 1 jam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful