INSTRUMEN EVALUASI MATA KULIAH TES DAN PENGUKURAN

PKR 525 / 4 SKS

Oleh : Drs. Andi Suntoda S., M.Pd.

Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, April 2006

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Illahi Robbi, karena atas limpahan Rahmat dan Karunia-Nya lah penyusunan naskah Instrumen Mata Kuliah Tes dan Pengukuran ini dapat diselesaikan tanpa megalami hambatan yang berarti. Naskah Instrumen ini bertujuan sebagai alat untuk memperoleh data yang obyektif, sebagai gambaran nyata kemampuan mahasiswa menyerap materi ajar yang diberikan dalam mengikuti kegiatan Proses Belajar Mengajar mata kuliah Tes dan Pengukuran di Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Naskah ini jauh dari sempurna, untuk itu maka kami mengharapkan masukan berupa kritik dan saran dari semua pihak demi perbaikan kekurangan-kekurangan yamg ada, guna meningkatkan kemajuan Proses Belajar Mengajar mata kuliah Tes dan Pengukuran.

Bandung ; April 2006

Staf Pengajar Mata Kuliah Tes dan Pengukuran

3

Penggunaan tes tersebut biasanya disesuaikan dengan jumlah mahasiswa yang akan dievaluasi. ada dua bentuk tes yang sering dipakai yaitu jenis tes Essay dan tes Obyektif. format dari instrumen ini disesuaikan dengan bahan ajar yang diberikan. Tetapi jika kurang. anda harus mengulangi pada materi ajar tersebut. Dalam pelaksanaannya. yaitu sebagai berikut : 4 . Evaluasi pengetahuan mahasiswa dalam mengikuti mata kuliah tes dan pengukuran ini dibagi menjadi tiga komponen. yaitu jawaban-jawaban yang diharapkan dalam tes obyektif tersebut. yaitu sebagai berikut : 1. Tes Obyektif dan Tes Essay disusun berupa soal-soal yang disesuaikan dengan materi ajar yang diberikan 2. yang dapat dijadikan dasar melakukan penilaian dalam proses pembelajaran. hal yang amat penting yaitu kualitas alat ukur yang digunakan sebagai alat pengumpul data yang sering disebut dengan Instrumen. Dalam upaya mengevaluasi.PENDAHULUAN Tes dan pengukuran merupakan suatu bagian yang tak terpisahkan dalam kegiatan Evaluasi. 3. artinya bahwa pada kedua bentuk tes tersebut masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan. Dalam rangka mengukur kemampuan pengetahuan Mahasiswa yang berupa penguasaan materi ajar. Data hasil pengukuran merupakan data obyekrif. yaitu persentase penguasaan materi ajar dari mahasiswa dengan pendekatan sebagai berikut : Rumus : Jumlah Jawaban Benar x 100% 10 Arti penguasaan yang dicapai : 90 % . Kunci Jawaban. terutama bagian yang belum anda kuasai. Tes merupakan suatu alat yang digunakan untuk memperoleh data dari suatu obyek yang akan diukur. sudah selayaknya penilaian hasil belajar Mahasiswa merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap pengajar/pelatih. sedangkan pengukuran merupakan suatu proses untuk memperoleh data. anda dapat meneruskan dengan materi ajar berikutnya.100% --------> Baik Sekali 80% 89% ---------> Baik 70% 79% ---------> Cukup < 70% ---------> Kurang Kalau anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Tingkat penguasaan. Penilaian merupakan salah satu komponen dalam proses pembelajaran. Kunci jawaban bisa didapat setelah soal-soal tes pada setiap materi ajar.

Data yang diperoleh dari proses melaksanakan suatu tes merupakan informasi suatu obyek. Tes Anthropometrik. Penilai 2. hal tersebut dilakukan sesuai dengan petunjuk dari Staf pengajar untuk mata kuliah tes dan pengukuran. Observasi C. PENGANTAR TES & PENGUKURAN 1. C. Petunjuk Khusus Setelah selesai mengerjakan soal-soal tes tersebut. Pengukuran unsur-unsur Kondisi Fisik IV. Artinya. B. Penyusunan Tes Keterampilan VII. Tes General Motor Ability dan Tes Motor Educability III. B. Benda Berskala D. untuk essay tes jawablah pertanyaan yang disajikan sesuai dengan materi ajar yang diberikan. Tes Keterampilan Cabang Olahraga V. Tes B. Penyusunan Tes Pengetahuan dan Analisis Butir Soal VI. Pengantar Tes dan Pengukuran II. Pendekatan Acuan Penilaian dan Sistem Penilaian INSTRUMEN EVALUASI MATA KULIAH TES DAN PENGUKURAN A. Tes C. Pengukuran D. Petunjuk Umum Setelah anda selesai mempelajari dan mendiskusikan materi ajar dengan teman-teman kelompok anda.I.Adapun Instrumen-instrumen tersebut adalah sebagai berikut : I. untuk objektif tes dalam menjawab butir-butir pertanyaan dilakukan dengan cara memberikan tanda silang ( x ) pada salah satu huruf ( A. D ) yang merupakan alternatif jawaban yang benar. Alat ukur yang digunakan dalam proses pengumpulan data terhadap individu atau obyek disebut : A. disebut : A. maka lakukanlah evaluasi secara mandiri agar kekurangan individu mapun kelompok dapat diperbaiki. Alat Evaluasi 5 . Tes Kemampuan Fungsional. Pengukuran B. Pengerjaan tes tersebut ada yang dilakukan secara individual dan ada yang sifatnya kelompok. jika masih dalam katagori Cukup maka pelajari dan diskusikan lagi materi ajarnya dengan teman-teman kelompok.

ciri utama dari hasil pengukuran yang diperoleh dari suatu tes bersifat : A. Akhir periode latihan B. . Oleh karena itu. Pengukuran tidak sinonim dengan Evaluasi. Pengetahuan Statistika C. Reliabel C. Obyektif C. Obyektif D. Langkah menilai hasil belajar siswa D. Tujuan yang ditetapkan 6. Penggunaan alat ukur 7. Tes Sikap 4. Penilaian keberhasilan suatu program harus berdasarkan kepada : A. Cara Pengukuran C. Kerjasama dalam Administrasi D. Awal Periode latihan D. Penelitian Eksperimen B. Langkah awal dalam proses penghargaan terhadap data C. Mengetahui metoda D. Perbedaan pokok antara pengukuran dan Evaluasi terletak pada : A. Kriteria D. Pencapaian target Kedudukan pengukuran dalam konteks evaluasi hasil belajar siswa merupakan : A. 11. Awal & Akhir periode lthn Suatu hasil pengukuran yang menggambarkan kecocokan dan kesesuaian dapat dikatakan tes itu : A. Obyektif C. Kuantitatif D. Tes Motorik B. Subyektif D. Tepat B. Valid B. Tujuan utama dari suatu program Pendidikan pada satu jenjang pendidikan adalah : A. Langakah akhir proses evaluasi B. Pertengahan periode lthn C. Langkah proses pengumpulan data Pengukuran yang bertujuan untuk melihat hasil perkembangan siswa. Kualitatif 8. Cocok atau sahih 5. Menentukan administrasi C. Data yang di[peroleh dari hasil pengukuran terhadap individu atau obyek yang hasilnya bersifat kuantitatif disebut : A.3. Tes Perbuatan/keterampilan D. Tes Pengetahuan C. sebaiknya dilakukan : A. Praktis 6 9. dan pengukuran merupakan sebagian dari proses Evaluasi. Subyektif B. Cara memperoleh data B. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif seseorang dalam suatu bidang studi merupakan : A. 10. Melihat Status prestasi siswa B.

Validitas isi B. Obyektivitas D. Validitas suatu alat ukur/tes digambarkan melalui hasil perhitungan yg mengatakan adanya : A. Reliabilitas C.12. Setara Validitas yang dilihat dari hubungannya dengan komponen yang mengukur spek yang akan diukur disebut : A. menggambarkan : A. Validitas kontruksi C. Obyektivitas D. Validitas prediksi Hasil korelasi antara dua buah tes paralel yang diberikan pd subyek yang sama disebut : A. Validitas B. Praktis D. 16. 19. maka tes itu juga : A. 18. Reliabel B. Koefisien stabilitas B. Keajegan hasil tes 13. Obyektif C. Valid Suatu tes yang valid. Kepraktisan 7 15. Derajat kesamaan yang diperoleh dari beberapa kali tes terhadap subyek dan tes yang sama. maka tes ini menggambarkan mengenai derajat : A. Kecocokan hasil tes C. Derajat Reliabilitas Hasil tes yang diperoleh dari beberapa orang pengetes dengan obyek. Norma C. Koefisien konsistensi Hasil tes dapat segera ditentukan statusnya apabila tes itu telah memiliki : A. Keterandalan B. Validitas Kontruksi C. 17. 20. Nilai rata-rata B. Validitas isi B. Norma 14. Suatu tes yang dapat membedakan antara orang yang berkemampuan tinggi dengan orang yang berkemampuan rendah atau apa yg hendak diukur disebut : A. Koefisien ekivalensi D. Validitas Prediksi Validitas yang dilihat hubungannya dengan kriterium yang akan ditentukan di masa yang akan datang. Reliabel B. subyek dan tes yang sama dan menunjukan adanya kesamaan hasil. Praktis D. Koefisien estimasi C. Kejujuran D. Obyektif C. Derajat Validitas D. disebut : A. Validitas setara D. Kesahihan C. . Kesamaan hasil tes B. Validitas setara D.

C ( Kuantitatif ) 8. B ( Langkah awal ) 10. A ( Koefisien Stabilitas ) 19. A ( Valid ) 12. D ( Awal&akhir periode ) 11. B ( Validitas kontruksi ) 17. maka indeks Massa Tubuh ( IMT ) orang tersebut : A.44 D. C ( Objektivitas ) II. gemuk. TES KEMAMPUAN FUNGSIONAL. Ectomorph B. Clark C. 24. C ( Pengukuran ) 2. B ( Kecocokan ) 13. Jika seseorang mempunyai berat badan 60 Kg dan tinggi 1. Mesomorph C. Kretshcmer B. Sheldon Hipocrates 3. B ( Tes ) 3. A ( Reliabel ) 16. B ( Tes Pengetahuan ) 4. D ( Valid ) 15. Tipe bentuk yang memiliki ciri-ciri lembut.KUNCI JAWABAN I 1. 23. TES MOTOR ABILITY. DAN TES GENERAL MOTOR EDUCABILITY 1. D (Mlht tingkat pncpn ) 9. TES ANTHROPOMETRIK. C ( Kriteria ) 7. Pengklasifikasian mansia menjadi dua bentuk yang tinggi dan kurus atu pendek dan gemuk adalah menurut pndpat: A.44 8 .44 C. B ( Obyektif) 5. 22. D ( Tujuan yg tlh ditetapkan ) 6. C ( Obyektifitas ) 14. D ( Validitas Prediksi ) 18. Leptosom 2.6 m. 25. Endomorph D. B ( Norma ) 20.44 B.dan tinggi badan adalah : A.

30 dt setelah menit kedua istirahat sebanyak 80 kali 3. Bangku setinggi 20 inchi. Bleep Test 9 . Jika seseorang setelah melakukan Harvard Step Tes . 30 dt setelah menit pertama sebanyak 100 kali 2. Mtd weight for height indices D. Lari cepat 100 m B. stop watch dan metronom. Jumlah udara yang dikeluarkan pada saat bernafas C. Jumlah udara rata-rata saat bernapas B.4. 30 dt setelah menit ketiga istirahat sebanyak 60 kali maka kemampuan fisik orang tersebut menurut Fitness indeks I dapat ditafsirkan sesuai dengan norma katagori : A. Volume residu dan tekanan darah B. adalah merupakan perlengkapan tes : A. Mtd Skinfold 5. Scott Motor Ability Test 8. Metoda Somatotype B. Lari jarak pendek D. kecuali : A. Cukup D. Kurang 9. Di bawah ini merupakan indikator yang menggambarkan mengenai kemampuan Cardiovascular seseorang adalah : A. Jumlah udara yang tersisa dalam paru-paru setelah pernafasan maksimal D. Untuk mengukur tingkat efisiensi fungsi jantung dan paruparu yang ditunjukan melalui pengukuran ambilan oksigen maksimum ( Maximum oxygen uptake ). mengukur denyut nadinya selama istirahat dengan hasil sebagai berikut : 1. Indeks massa lemak dan denyut nadi D. Volume Residu ( RV ) menurut Jensen. Persentasi lemak tubuh dan denyut nadi 7. dilakukan suatu tes yaitu : A. Baik sekali B. Lari Marathon C. dapat didefinisikan: A. Barrow Motor Ability Test D. Harvard Step Tes B. Mtd Densitometri C. Denyut nadi dan tekanan darah C. Baik C. Army Physical Efficiency Tes C. Metoda-metoda di bawah ini dapat digunakan untuk teknik pengukuran komposisi tubuh. Jumlah udara pada saat bernafas 6.

adalah : A. Lompat Tinggi 13. General Ability Tes D. Motor Educability Tes D. Merumuskan tujuan D. Melaksanakan kegiatan penilaian B. Full Squat Arm Circle C. Menilai status kesegaran jasmani siswa C. Berikut ini adalah fungsi dari tes Cardiovascular. Memberi kekuatan otot-otot siswa B. Suatu tes yang digunakan untuk mengelompokkan kemampuan siswa ke dalam kelompok yang homogen dlm hal kemampauan gerak secara umum adalah : A. kaki yang lain diluruskan ke depan dengan tanpa menyentuh lantai dan ke dua tangan di pingang. Butir tes dalam Tes General Motor Ability yang akan mengukur power ( daya ledak ) adalah : A. Suatu tes yang digunakan untuk mengelompokkan siswa ke dalam kelompok yang homogen dalam hal kemampuan untuk mempelajari gerakan yang baru. Single Squat Balance D. Motor Fitness Tes B. Menentukan klasifiasi kesegaran jasmani siswa D. Menetapkan waktu pelaksanaan C. Jump foot B. Lari 60 m C. Memberi motivasi kepada siswa agar lebih giat berlatih 11. Motor Fitness Tes C. Side Kick 10 . Medicine Ball put D. Chest pas ke dinding B. Jongkok dengan menggunakan kaki sebelah. Kuasailah sikap ini sampai hitungan kelima. Motor Educability Tes C.10. Tes Kebugaran Jasmani 12. Kegiatan tersebut di atas merupakan salah satu tes motor educability yaitu : A. Langkah pertama yang harus ditetapkan dalam melaksanakan pengukuran hasil belajar siswa yaitu : A. Mencari jenis tes yang cocok 14. Tes Kebugaran Jasmani 15. General Motor Ability Tes B. kecuali : A.

Physical Fitness 17. Lari cepat B. Dalam menentukan pemain/atlet yang akan dipilih sebagi tim inti. Salah satu tujuan dari tes Kesegaran Jasmani adalah : A. Keseimbangan C. Tes motor Ability B. Keterampilan fisik D. Tes lari jarak jauh D. kecuali : A. Loncat tegak saja 20. Kesesuaian kerja fisik B. Kekuatan B. Anatomical Fitness B. Tes Kesegaran Jasmani merupakan suatu konsep yang terdiri beberapa unsur seperti tersebut di bawah ini. Untuk itu diperlukan tes kemampuan fisik yaitu: A. Kalau kita telah mengenal pelaksanaan Tes Kesegaran Jsmn unatuk tingkat SLTA dan SLTP. dapat dilihat dari : A. dan loncat tegak C.16. Physiological Fitness C. Daya Tahan D. Kemampuan fisik 19. Power ( daya ledak ) 18. Satu kondisi yang menggambarkan keadaan emosi yang yang stabil. baring duduk. maka dalam pelaksanaan butir tesnya yang sama yaitu pd butir tes : A. hasil tes fisik merupakan salah satu bahan pertimbangannya. Kemampuan gerak C. Lari jauh D. Psychological Fitness D. Angkat tubuh. Tes Kesegaran Jasmani C. Tes Kekuatan dan Tes Daya Tahan 11 .

Tensiometer D. Dy thn lengan & bahu C. A ( Met SHC ) 5. Agilitas B. A ( Hardvard Step Tes ) 8. Alat untuk mengukur kekuatan otot punggung dan tungkai adalah A. Kemampuan sesorang untuk menggerakan tubuh dan bagian-bagian tubuh dalam satu ruang gerak yang seluas mungkin adalah : A. D ( Hipokrates ) 4. D ( Loncat Tegak ) 20. C ( Tes General Mtr Ability) 12. Koordinasi D. C ( Cukup ) 9. Hand Grip Dynamometer 2. C ( Endomorph ) 2. Ketahanan otot lokal B. Daya tahan umum D. Kesanggupan otot untuk mempertahankan aktivitasnya baik statik atau dinamik untuk waktu yang lama disebut : A. Kecepatan lengan & bahu D. Keseimbangan 12 . C ( Jml udara sisa ) 6. B ( Tes Ksgrn Jsmn ) ) III PENGUKURAN UNSUR-UNSUR KONDISI FISIK 1. Kthnn Cardio Respirasi C. Kekuatan lengan & bahu 4. D ( Lari Multitahap ) 10. Two hand medicine ball put adalah alat untuk mengukur : A. Back&Leg Dynamometer C. Power lengan & bahu B. Kekuatan 3. C ( Medicine Ball Put ) 14. D (Kemampuan Fisik ) 19. C (Single Squat Balance) 16. Fleksibilitas C. B ( Tes Mtr Educability ) 15. Manuometer B. C ( Psychological Fitness 17. A ( Kekuatan otot ) 11. B ( Keseimbangan ) 18. B (Denyut Nd& Tek Drh) 7.KUNCI JAWABAN II 1.

Speed 7. Hand Grip D. 50% kapasitas aerobic 13. The Nelson Hand Reaction Tes B. The Nlsn Foot Reaction T C. Manuometer B. The Nlsn Speed of Mov. 75% kspasitas aerobic C. Soft Ball Throw distance D. Ruang gerak bahu C. Latihan memakai beban dengan repetisi yg banyak akan menghasilkan : A. Tensiometer C. Keseimbangan B. Di bawah ini adalah metoda yang lazim dipakai dan efektif untuk melatih daya tahan menurut Williams&Speryn (1876). Back Dynamometer B.5. Pengukuran kekuatan secara statis dapat dilakukan dg alat ukur : A. Pull Ups 10. Mobility Training D. Fleksibilitas 12. Vertical Jump B. Power D. Porsi latihan kapasitas aerobic dalam lari marathon menurut Wilt : A. Flexion of thrunk D. Dynamic Tes of Positinal Balance D. Flexi punggung B. Instrumen untuk mengukur kekuatan mendorong dan menarik dari otototot bagian bahu adalah : A. Alat untuk mengukur kekuatan otot lengan adalah : A. Pull Ups 9. Circuit Training C. kecuali : A. Cable tensiometer 11. Standing Broad Jump C. T 8. kecuali : A. Koordinasi C. Interval Training B. Ekstensi tbh ke belakang 6. 25% kapasitas Aerobic B. Di bawah ini adalah beberapa jenis tes reaksi. Kekuatan B. Daya tahan C. 90% kapasitas aerobic D. Speed Training 13 . Trunk extention adalah alat untuk mengukur : A. Ekstensi tungkai bag bawah D. Hand Dynamometer C. Kemampuan seseorang dalam mengontrol alat-alat tubuh yang bersifat neuro muscular adalah : A. Kelenturan D.

Side Splite C. Standing Broad Jump C.14. Tes yang tujuannya untuk mengukur komponen daya tahan cardio vascular adalah : A. Bridge Up D. Lari 12 menit C. Chip Ups 15. Teknik untuk mengukur extensi dari spine adalah : A. Flexed arm hang D. Thrunk Extention 19. The Nelson foot Reaction Test B. Sprint 20 – 60 yard D. Teknik untuk mengukur kemampuan ruang gerak bahu adalah : A. Vertical arm pull test D. Shoulder elevation B. Sprint 30 – 50 yard 16. The Nelson Pwr of Mov Test 20. Sprint 20 . The Nelson Hand R Test C. kecuali : A. Two hand medicine ball put 17. Thrunk Extention 18. Lari 75 yard B. Side Splite D. Pengukuran kecepatan menurut Ecker ( 1974 ) adalah A. Vertical Jump B. Lari 50 yard 14 . Sit Ups C. Lari 100 yard D. Shoulder elevation B. Di bawah ini adalah alat untuk mengukur atletic power. Sprint 30 . Tes yang digunakan untuk mengukur kecepatan reaksi tangan dalam merespon rangsang visual adalah : A. The Nelson Speed of Mov Test D.100 yard B. Bridge Up C. Squat Jump B. Tes yang bertujun untuk mengukur daya tahan lokal otot-otot tungkai : A.30 yard C.

A ( Squat Jum ) 15. Tes keterampilan cabor sepak bola pd dasarnya akan mengukur : A. C ( Dynamic Test of P Balance ) 8. kecuali : A. D ( Speed Training ) 14. Juklaknya saja C. Sebagian teknik Spk Bola 3. C) 4. Semuanya (A. D ( Cable Tensiometer ) IV. Dalam melaksanakan tes keterampilan Spk Bola. Tes keterampilan cabang olahraga pd dasarnya mengukur mengenai : A.KUNCI JAWABAN III 1. 11. B ( Back&Leg Dynamometer ) 2. A ( Keseimbangan ) 7. A ( Power lengan&bahu ) 4. A ( 30 – 100 yard ) 16. Semua ketrampilan Spk Bola B. B (The Nelson Reaction T 20. Kesalahan dalam observasi pelaksanaan hasil tes akan memberikan kerugian dalam banyak hal. Menguntungkan dlm nilai 15 . Kemampuan teknik Cabor C. B. Penguasaan teknik Cabor 2. Kelemahan teknik Cabor D. Alat perlengkapannya saja B. B ( Hand Dynamometer ) 9. Penafsiran hasil tes C. C ( Bridge up ) 19. D ( Ekstensi ke arah blkang ) 6. A ( Ketahanan otot lokal ) aerobic) 3. C ( 90% kapasitas 13. Sebagian teknik Spk Bola C. A ( Shoulder elevation ) 18. B ( Daya Tahan ) 12. Kemampuan fisik bermain Cabor B. Lari 12 menit TES KETERAMPILAN CABANG-CABANG OLAHRAGA 1. hal-hal apa saja yg hrs anda perhatikan ? A. Teknik Dasar Spk Bola D. C ( Vertical arm pull ) 17. A ( Manoumeter ) ) 10. Caramenskornya saja D. B ( Fleksibilitas ) 5. Analisis data B. Dalam pemberian nilai D.

Ranking urutan juara C. Keterampilan Tenis Meja B. Hsl tes keterampilan saja 10. Keterampilan teknik dasar D. Kelemahan teknik dasar D. Kurang menjamin kestabilan 16 . Kecermatan dan ketelitian dalam observasi tes akan berdampak terhadap banyak hal yang menguntungkan.5. Sangat statis 11. Untung buat orang yg tinggi C. Penguasaan tes bola voli 12. Penentuan ranking keterampilan bermain Tenis Meja. pd dasarnya mengukur : A. Dalam btr tes keterampilan memainkan bola dengan dahi. Manfaat dlm pemberian nilai D. B. hal ini untuk mencegah hasil tes yang menggambarkan : A. kecuali : A. Penafsiran hsl tes secara tpt C. Tes keterampilan cabor Tenis Meja yang dipaparkan dalam materi ajar : A. C 13. Cara menskor tes D. Dalam pelaksanaan tes keterampilan Tenis Meja tdk dilaksanakan secara berpasangan tetapi secara individual. Hsl tes obyektif saja B. Tes keterampilan cabor Bola Voli. Hsl ranking pemain C. Ketepatan data hasil tes B. Mudah dilaksanakan B. Hsl tes fisik&tes keterampilan D. kecuali : A. Data yang representatif D. yg dilakukan secara individual dan tdk dilaksanakan secara berpasangan : A. Data kurang representatif B. Ketepatan hsl analisis data B. Alat yang dibutuhkan B. Kemampuan fisik B. Obyektifitas data C. Data yang akurat 8. faktor-faktor apa saja yang yang patut anda perhatikan. sebaiknya berdsarkan A. A. Sulit dilakukan D. Menguntungkan yangbersangkutan B. kecuali : A. Kelemahan tester 6. Obyektif C. Juklak tes C. Subyektif D. Data yg meragukan penilaian 9. Dalam melaksanakan tes keterampilan bola voli. Kelemahan testee 7. Gambaran yg sama dua tester D. Teknik dsr bola voli C. Kelemahan dari Back Board Test dlm tes keterampilan Tenis Meja adalah : A. Pedoman pelaksanaan tes ketermapilan Tenis Meja dibuat bertujuan sbb. Skor kurang obyektif C.

Daerah tengah sasaran Pada tes service pendek. 19. daerah sasaran yang paling sulit dalam mengarahkan shuttle cock terletak pada : A. C. Samping kiri/kanan daerah sasaran D. Samping kiri/kanan daerah service D. Pada tes service pendek keterampilan bermain bulutangkis. Membuat daerah sasaran yang menyerupai permainan sesungguhnya D. Sebagian teknik dasar C. Mengukur keterampilan bermain bulutangkis B. Daerah sasaran bagian tengah D. Keterampilan bola voli B. Memperbanyak daerah sasaran Pada tes service panjang. 21. Tes harus cukup sukar dan punya arti C. Tes keterampilan cabor Bola Voli. beberapa criteria tersebut di bawah ini yang harus menjadi nahan pertimbangan kecuali : A. pada dasarnya mengukur : A. Tenga daerah service Pada clear tes. D. Tes A. Paling blkng daerah sasaran C. Mempermudah sasaran B. Beberapa teknik dasar D. Mengukur kesermatan pukulan D. B. 17 . Dae4rah sudut paling depan B. daerah sasaran dibagi menjadi beberapa daerah sasaran yang bertujuan untuk : A. Tes menyerupai permainan sesungguhnya B. Dalam menciptakan butir-butir tes keterampilan cabor. Tujuan yang ingin dicapai dalam tes wall voli dlm permainan bulutangkis : A. Daerah pinggir kiri/kanan keterampilan cabor basket pada dasarnya mengukur : Teknik dasar permainan bola basket Semua keterampilan yang ada pada permainan bola basket Sebagian besar teknik permainan bola basket Beberapa teknik dalam permainan bola basket 18. Teknik dasar bola voli 15. Mengukur frekwensi pukulan 17. Tes harus mengukur semua aspek keterampilan yg tdp dlm cabor tsb D. Mempersulit dsasaran C. daerah sasaran yang menggambarkan tingkat kesukaran yang paling tinggi adalah : A. Tes banyak mengandung factor subyektifitas 16. daerah sasaran yang paling sulit dalam mengarahkan shuttle cock terletak pada : A. Paling depan daerah service B. 20. Mengukur keterampilan teknik forehand dan backhand C. Paling blkng daerah service C. Daerah sudut paling belakang C. Paling depan daerah sasaran B.14.

Untung dlm penilaian Dalam menciptakan butir-butir tes keterampilan bola basket. A. Kekuatan melempar C. 24. Menguntungkan testee yang bersangkutan C. Menggambarkan kemampuan dalam hal koordinasi C. Dalam melaksanakan tes keterampilan bola basket. Kecepatan dalam melempar dan menangkap bola B. Analisis data B. 26. Keterampilan bermain soft ball B. Ketepatan dalam melempar dan menangkap bola 28. Menggambarkan kemampuan dalam hal agilitas D. Fasilitas perlengkapan B. Menggambarkan keterampilan yang sama dari kedua testee D. Penafsiran hasil tes C. Kelemahan setiap testee dapat diketahui Kesalahan dalam observasi pelaksanaan hasil tes akan memberikan kerugian dalam banyak hal. kecuali : A. Merugikan dlm pemberian tes D. Kecepatan dalam berlari saat mengejar bola C. Tes harus cukup sukar dan punya arti D. B. hal yang perlu diperhatikan adalah : A. Ketepatan lempar tangkap bl 27. beberapa kriteria di bawah ini yang harus menjadikan bahan pertimbangan kecuali : A. Koordinasi tubuh dalam keterampilan melempar dan menangkap bola D. Tingkat keterampilan tes itu C. Pada tes fielding fly balls merupakan salah satu aspek dalam permainan soft ball dalam hal : A. Penentuan skor kurang obyektif B. Keterampilan melempar D.22. Tujuan yang ingin dicapai pada repested throw dalam permainan soft ball adalah untuk mengukur : A. Tes keterampilan bermain soft ball sudah memenuhi unsure-unsur bermain soft ball. C Dalam butir tes keterampilan mengoper bola di depan dada yang dilakukan secara individual dan tidak dilaksanakan berpasangan oleh karena : A. Tes banyak mengandung factor subyektifitas 23. Menggambarkan kemampuan dalam hal bermain 18 . Menggambarkan kemampuan dalam hal kekuatan B. kecuali : A. Tes harus menyerupai permainan yang sesungguhnya C. 25. Tes hrs mengukur hamper semua aspek keterampilan yang terdapat dalam cabor bola basket B. Juklak tes D.

Kelemahan penguasaan tyeknik bola tangan D. Hasil tes keterampilan saja D. Penentuan dalam hal meranking keterampilan bermain soft ball sebaiknya berdasar kepada : A. kecuali : A. Ada hasil alternative lain 30. pada dasarnya ingin mengukur : A. hal ini untuk menggambarkan tingkat keterampilan dalam : A. B. Tes keterampiloan cabor bola tangan. factor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan kecuali : A. A. Tes harus mengukur semua aspek keterampilan cabor bola tangan 35. Memukul bola B. Tes harus cukup sukar dan mempunyai arti C. Hsl tes fisik&keterampilan C. Sebagian kecil dari teknik-teknik dasar permainan Tenis C. Kemampuan fisik pemain bola tangan B. Teknik dasar pada permainan Tenis 19 . Pada tes keterampilan cabor Tenis. Penguasaan tes cabor bola tangan secara menyeluruh 32. pada dasarnya mengukur : A. Fungo Batting tes merupakan suatu tes dalam permainan soft ball. Koordinasi teknik memukul C.29. Dalam menciptakan butir-butir tes cabor bola tangan. Kurang menjamin keajegan data hasil pengukuran 34. Tes banyak mengandung factor subyektifitas D. C 33. Memberi manfaat dalam pemberian nilai D. Beberapa teknik dasar D. Hasil tes obyektif saja B. beberapa kriteria tersebut di bawah ini harus menjadi bahan pertimbangan. Kekuatan dalam memukul 31. Fasilitas yang dibutuhkan B. Tes harus menyeruapai permainanyang sesungguhnya B. Kecermatan dan ketelitian dalam observasi pelaksanaan tes akan berdampak terhadap hal yang menguntungkan kecuali : A. Juklak tes C. Mengarahkan hasil pukulan D. Kemampuan teknik dasar permainan bola tangan C. Penafsiran hasil tes secara tepat C. Ketepatan hasil analisis data B. Dalam melaksanakan tes keterampilan bola tangan. Semua keterampilan yang terdapat pada permainan Tenis B. Cara menskor hasil tes D.

Daerah sudut paling kanan 40. Hal ini mempunyai tujuan untuk : A. Backhand & Forehand C. Daerah sudut paling kiri D. Penentuan skor kurang obyektif C. Memperbanyak daerah sasaran 37. Mempermudah sasaran B. Menggambarkan keterampilan yang sama dari kedua testee D. Pada tes keterampilan service bermain Tenis. Pada tes keterampilan forehand dan backhand drive. Keterampilan bermain Tenis B. Sasaran kotak paling depan B. Menyerupai permainannya D. daerah yang paling sulit bagi lawan dalam mengembalikan bola ke lawan pada umumnya terletak pada : A.36. dilakukan secara individual dan tidak dilaksanakan secara berpasangan oleh karena : A. Daerah paling belakang C. Kecermatan pukulan D. Dalam tes ketempilan memukul bola ke tembok. Paling depan daerah sasaran B. Menguntungkan testee yang bersangkutan B. Kecepatan pukulan 38. daerah sasaran yang menggambarkan tingkat kesukaran yang paling tinggi terletak pada : A. Sasaran kotak paling belakang D. Tujuan yang ingin dicapai dalam tes freqwensi dalam permainan Tenis adalah untuk mengukur : A. daerah sasaran dibagi menjadi beberapa daerah sasaran. Kelemahan setiap testee dapat diketahui 20 . Pada tes service. Mempersulit daerah sasaran C. pukulan diantara net & tali 39. Daerah kotak tengah C.

C 35. A 19. D 30. B 28. Tes Benar – Salah 21 . B 32. Tes Essay C. B 31. Obyektif Tes B. Induktif D. Tes menjodohkan D. C 3. D 15. B 6. B V. C 29. D 4. D 26. B 17. B 10. Penjelasan B. digunakan : A. D 14. Tes essay lebih valid untuk mengukur kemampuan berfikir : A. D 38. Bentuk soal tes essay pada umumnya berupa rangkaian kalimat yang berbentuk : A. Kalimat penyerta & alternatif jwb 2. Konvergen B. B 2. D 16. B 21 A 22. B 20. D 23. B 12. D 5. Divergen C. D 9. C 18.KUNCi JAWABAN IV 1. C 37. D 25. Tes Obyektif B. Tes Essay C. D 33. D 27. sebaiknya digunakan tes berbentuk : A. D 13. D 39. Kalimat Tanya dan tugas B. Seorang guru ingin mengukur kemampuan tingkat pemahaman yang tinggi terhadap siswanya. A 8. D 36. Global 3. C 7. Ditinjau dari aspek kepraktisan dalam penyusunan soal ujian pada akhir semester dengan jumlah testee yang tidak terlalu banyak. D 34. A 24. Tes Sumatif D. C 40. PENYUSUNAN TES PENGETAHUAN DAN ANALISIS BUTIR TES 1. C 11. Tes formatif 4. Memiliki alternative jawaban D.

Merencanakan pemberian bobot skor yang sama pd semua butir soal 9. Pemeriksaan mudah 6. Faktor yang dapat memberikan kemudahan pemeriksaan dalam hasil belajar siswa dalam kelompok besar. Kisi-kisi jawaban setiap butir tes C. Butir tes harus mempunyai daya beda yang memadai D. keunggulan yang diperoleh dari tes essay terletak pada : A. Waktu yang dibutuhkan untuk menyusun soal relatif pendek C. Memberi soal dengan tipe soal pertanyaan pendek B. Sebagian materi yang telah diajarkan D. Seorang guru ingin mengetahui kemampuan hasil belajar para siswanya dengan menggunakan tes obyektif. Memberi soal dengan tipe rsting scale 10. Proses pemeriksaan hasil tes essay menuju kepada obyektifitas dalam penilaiannya. Soal mudah dikerjakan D. Berikut ini beberapa butir yang merupakan criteria penyusunan tes essay. Formulir pemeriksaan B. Materi pokok / penting C. kecuali : A. Butir tes harus mencakup semua materi yang telah diajarkan 8. Kriteria penyusunan tes essay dapat digunakan sebagi pedoman dalam merencanakan dan menyusun butir-butir soal.5. dengan alasan : A. maka si pemeriksa terlebih dahulu harus menyiapkan : A. Materi yang akan diukur banyak B. Mengelompokkan hasil jawaban testee D. Struktur jawaban bersifat tetap B. dapat dilakukan dengan cara : A. Luas dan dalamnhya materi ajar B. sebaiknya harus tersedia : 22 . Memberi kemudahan dalam menjawab soal D. Butir tes harus mengukur materi pokok / penting B. Memberikan kebebasan siswa untuk memilih jawaban C. Butir tes harus memuat informasi dan interpretasi yang jelas C. Memberi soal dengan tipe soal obyektif C. porsi jumlah soal yang akan diberikan dalam tiap bagian materi yang diajarkan mengacu kepada : A. Alternatif jawaban yang tersedia pada setiap butir soal pd tipe soal pilihan ganda. Dalam penyusunan butir tes essay. Memudahkan proses pemeriksaan hasil tes 11. Kalau kita bandingkan antara tes essay dengan tes obyektif. Lamanya waktu yang diberikan dalam proses pembelajarannya 7. Memberi soal dengan tipe soal essay D.

Pengertian C. Bilangan yang menunjukan besarnya daya beda butir soal disebut : A. Butir soal sangat mudah B. Si testee dapat menjawab dengan mudah B. Beberapa alternative jawaban yang pasti Hanya ada satu alternative jawaban yang pasti Terdapat beberapa alternative jawaban yang semu Memberikan alternative jawaban yang benar 12. Bebas dari unsure tekanan D. Butir soal sangat sukar D. Tanggal C. Aplikasi D. memungkinkan si penjawab dalam memberikan jawaban itu : A. Indeks korelasi D. C. Butir soal memiliki daya beda C. Butir soal tdk memiliki daya beda 18. Nilai indek kesukaran butir soal sebesar 1. Dalam penyusunan tes obyektif dengan bentuk soal pilihan ganda. Unsur menerka lebih besar C. Fakta yang Kompleks B. Sama dengan nilai indeks korelasi 23 . Bervariasi C. Indeks kemudahan C. Indeks diskriminasi B. Merupakan pola tertentu D. D. Bersifat monoton Tes obyektif dengan bentuk soal menjodohkan pada umumnya menekankan kepada pengukuran kemampuan informasi yang bersifat : A. sebaikna diletakkan secara : A. Bersifat tetap B. Sintesis C. mempunyai kelemahan dalam mengukur informasi yang bersifat : A.0 menunjukan bahwa : A. 16. Penyusunan soal lebih sukar dan banyak memakan waktu D. B. Tes obyektif dengan bentuk soal isian pendek. Indeks kesukaran 19. terdapat kelemahan yang antara lain adalah : A. Derajat / tingkat kesukarannya rendah C. Tes obyektif dengan bentuk benar-salah.A. Simbol 14. Mudah dlm mejawab benar 13. Analisis B. mempunyai arti : A. Nilai indeks daya beda butir soal tipe pilihan ganda. Nominal 17. Bentuk soal ini dpt mengukur kemampuan mengorganisasikan bahan Urutan letak jawaban yang benar dalam tes obyektif dengan soal pilihan ganda. Berfikir secara terbatas B. 15.

Manfaat apa saja yang didapat dari suatu tes yang telah dilengkapi dengan petunjuk tertulis dari tes. B 4. B 15. A 17. Berbeda dengan indeks korelasi C. manfaat apa saja yang diperoleh dari upaya menetapkan langkah-langkah penyusunan tes keterampilan. D 16. sebelum kegiatan penyusunan tes dilaksanakan. C 14. 2. A 19. Berbeda dengan nilai indeks diskriminasi KUNCI JAWABAN V 1. C VI. B 6. B 10. Dalam merancang petunjuk tertulis dari suatu butir tes. B 5. hal-hal apa saja yang perlu diungkapkan pada petunjuk tertulis itu? 24 . B 3. Sama dengan nilai indeks diskriminasi D. B 7. A 18. B 12. dikaitkan dengan hasil-hasil pengukuran 3. B 2. D 11. B 9.B. B 13. PENYUSUNAN TES KETERAMPILAN 1. A 8. Coba anda kemukakan.

dengan menggunakan pendekatan PAP. jika anda menggunakan pendekatan PAP 6. Kemukakan hal-hal apa saja yang harus anda perhatikan. 3. Data dari jasil ujian adalah sebagai berikut : 48 70 63 58 40 65 50 60 48 62 56 55 50 58 60 50 65 50 55 48 Kriteria penentuan batas minimum kelulusan adalah 60% dari skor maksimum 80. Validitas tes diperoleh dengan cara mengkorelasikan hasil tes dengan kritereia. Coba anda kemukakan bagaimana pemberian nilai hasil belajar siswa tersebut. PENDEKATAN PENILAIAN ACUAN PENILAIAN DAN SISTEM 1. 25 . Coba anda kemukakan mengenai cirri-ciri hakiki Penilaian Acuan Norma (PAN). 2. Kemukakan mengenai kelemahan dan keunggulan dari PAN 4. Pak Achmad dalam memberikan nilai pelajaran penjaskes menggunakan pendekatan PAP. Untuk Menentukan Reliabilitas tes dapat ditempuh dengan berbagai cara. VII. Kemukan prosedur / langkah yang harus ditempuh dalam menentukan hasil belajar siswa dengan menggunakan PAN. jika anda menerapkan pendekatan penilaian hasil belajar siswa dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP) 5. Kemukakan prosedur apa saja yang harus anda lakukan. Kemukakan dan jelaskan cara apa saja yang dapat dilakukan untuk mencari reliabilitas tes. Coba anda kemukakan hal-hal apa saja yang dapat dijadikan sebagai suatu criteria untuk mencari validitas tes? 5.4.

7.B.SELAMAT BEKERJA ---------- 26 . c. anda kemukakan mengenai kelemahan dan kelebihan dari : Skala penilaian bebas Skala penilaian 1 – 10 Skala penilaian dengan huruf (A. C. B. Berapa orang yang mampu memperoleh nilai B dan berapa orang yang dinyatakan tidak lulus (gagal) pada tes keterampilan bola basket tersebut? 8. D. Dari hasil pengukuranketerampilan bermain bola basket diperoleh data sebagai berikut : 60 53 50 52 70 63 54 63 65 62 64 65 45 58 66 70 50 52 67 68 53 56 59 59 60 64 62 56 72 69 58 54 64 72 67 52 55 68 56 58 Berdasarkan data tersebut di atas : a.C. Coba anda buat standar Penilaian dengan menggunakan huruf (A.D. b. Coba a. dan E) b. dan E). ---------.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful