P. 1
Instrumen Mata Kuliah Tes&Pengukuran

Instrumen Mata Kuliah Tes&Pengukuran

|Views: 1,287|Likes:
Published by suwonoahmad

More info:

Published by: suwonoahmad on Oct 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/21/2013

pdf

text

original

INSTRUMEN EVALUASI MATA KULIAH TES DAN PENGUKURAN

PKR 525 / 4 SKS

Oleh : Drs. Andi Suntoda S., M.Pd.

Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, April 2006

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Illahi Robbi, karena atas limpahan Rahmat dan Karunia-Nya lah penyusunan naskah Instrumen Mata Kuliah Tes dan Pengukuran ini dapat diselesaikan tanpa megalami hambatan yang berarti. Naskah Instrumen ini bertujuan sebagai alat untuk memperoleh data yang obyektif, sebagai gambaran nyata kemampuan mahasiswa menyerap materi ajar yang diberikan dalam mengikuti kegiatan Proses Belajar Mengajar mata kuliah Tes dan Pengukuran di Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Naskah ini jauh dari sempurna, untuk itu maka kami mengharapkan masukan berupa kritik dan saran dari semua pihak demi perbaikan kekurangan-kekurangan yamg ada, guna meningkatkan kemajuan Proses Belajar Mengajar mata kuliah Tes dan Pengukuran.

Bandung ; April 2006

Staf Pengajar Mata Kuliah Tes dan Pengukuran

3

Tingkat penguasaan. ada dua bentuk tes yang sering dipakai yaitu jenis tes Essay dan tes Obyektif.100% --------> Baik Sekali 80% 89% ---------> Baik 70% 79% ---------> Cukup < 70% ---------> Kurang Kalau anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih. Kunci jawaban bisa didapat setelah soal-soal tes pada setiap materi ajar. Dalam pelaksanaannya. Dalam rangka mengukur kemampuan pengetahuan Mahasiswa yang berupa penguasaan materi ajar. Tes Obyektif dan Tes Essay disusun berupa soal-soal yang disesuaikan dengan materi ajar yang diberikan 2. format dari instrumen ini disesuaikan dengan bahan ajar yang diberikan. Penilaian merupakan salah satu komponen dalam proses pembelajaran. terutama bagian yang belum anda kuasai. yang dapat dijadikan dasar melakukan penilaian dalam proses pembelajaran. anda harus mengulangi pada materi ajar tersebut. Kunci Jawaban. sedangkan pengukuran merupakan suatu proses untuk memperoleh data. yaitu sebagai berikut : 4 . yaitu persentase penguasaan materi ajar dari mahasiswa dengan pendekatan sebagai berikut : Rumus : Jumlah Jawaban Benar x 100% 10 Arti penguasaan yang dicapai : 90 % . Penggunaan tes tersebut biasanya disesuaikan dengan jumlah mahasiswa yang akan dievaluasi. 3. Data hasil pengukuran merupakan data obyekrif. Tetapi jika kurang. Tes merupakan suatu alat yang digunakan untuk memperoleh data dari suatu obyek yang akan diukur. hal yang amat penting yaitu kualitas alat ukur yang digunakan sebagai alat pengumpul data yang sering disebut dengan Instrumen. yaitu jawaban-jawaban yang diharapkan dalam tes obyektif tersebut. Evaluasi pengetahuan mahasiswa dalam mengikuti mata kuliah tes dan pengukuran ini dibagi menjadi tiga komponen. artinya bahwa pada kedua bentuk tes tersebut masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan. anda dapat meneruskan dengan materi ajar berikutnya. Dalam upaya mengevaluasi. yaitu sebagai berikut : 1. sudah selayaknya penilaian hasil belajar Mahasiswa merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap pengajar/pelatih.PENDAHULUAN Tes dan pengukuran merupakan suatu bagian yang tak terpisahkan dalam kegiatan Evaluasi.

Pengerjaan tes tersebut ada yang dilakukan secara individual dan ada yang sifatnya kelompok. maka lakukanlah evaluasi secara mandiri agar kekurangan individu mapun kelompok dapat diperbaiki.I. Pengukuran D.Adapun Instrumen-instrumen tersebut adalah sebagai berikut : I. hal tersebut dilakukan sesuai dengan petunjuk dari Staf pengajar untuk mata kuliah tes dan pengukuran. Observasi C. Pengantar Tes dan Pengukuran II. Penilai 2. Data yang diperoleh dari proses melaksanakan suatu tes merupakan informasi suatu obyek. Tes C. untuk objektif tes dalam menjawab butir-butir pertanyaan dilakukan dengan cara memberikan tanda silang ( x ) pada salah satu huruf ( A. C. PENGANTAR TES & PENGUKURAN 1. D ) yang merupakan alternatif jawaban yang benar. Alat Evaluasi 5 . Penyusunan Tes Pengetahuan dan Analisis Butir Soal VI. Pengukuran unsur-unsur Kondisi Fisik IV. Petunjuk Khusus Setelah selesai mengerjakan soal-soal tes tersebut. Petunjuk Umum Setelah anda selesai mempelajari dan mendiskusikan materi ajar dengan teman-teman kelompok anda. Pendekatan Acuan Penilaian dan Sistem Penilaian INSTRUMEN EVALUASI MATA KULIAH TES DAN PENGUKURAN A. Alat ukur yang digunakan dalam proses pengumpulan data terhadap individu atau obyek disebut : A. disebut : A. Tes B. Tes Kemampuan Fungsional. Pengukuran B. Tes Keterampilan Cabang Olahraga V. untuk essay tes jawablah pertanyaan yang disajikan sesuai dengan materi ajar yang diberikan. Benda Berskala D. Tes General Motor Ability dan Tes Motor Educability III. B. Artinya. Penyusunan Tes Keterampilan VII. B. Tes Anthropometrik. jika masih dalam katagori Cukup maka pelajari dan diskusikan lagi materi ajarnya dengan teman-teman kelompok.

.3. Penelitian Eksperimen B. Valid B. Kerjasama dalam Administrasi D. Awal & Akhir periode lthn Suatu hasil pengukuran yang menggambarkan kecocokan dan kesesuaian dapat dikatakan tes itu : A. Pertengahan periode lthn C. Penggunaan alat ukur 7. Tujuan yang ditetapkan 6. Awal Periode latihan D. dan pengukuran merupakan sebagian dari proses Evaluasi. ciri utama dari hasil pengukuran yang diperoleh dari suatu tes bersifat : A. Praktis 6 9. Reliabel C. Kuantitatif D. Data yang di[peroleh dari hasil pengukuran terhadap individu atau obyek yang hasilnya bersifat kuantitatif disebut : A. Obyektif D. Obyektif C. Subyektif D. sebaiknya dilakukan : A. Tes Pengetahuan C. Tes Motorik B. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif seseorang dalam suatu bidang studi merupakan : A. Cara memperoleh data B. Menentukan administrasi C. Pengukuran tidak sinonim dengan Evaluasi. Penilaian keberhasilan suatu program harus berdasarkan kepada : A. Pengetahuan Statistika C. Langakah akhir proses evaluasi B. Akhir periode latihan B. 10. Melihat Status prestasi siswa B. Perbedaan pokok antara pengukuran dan Evaluasi terletak pada : A. 11. Mengetahui metoda D. Obyektif C. Tes Sikap 4. Pencapaian target Kedudukan pengukuran dalam konteks evaluasi hasil belajar siswa merupakan : A. Langkah proses pengumpulan data Pengukuran yang bertujuan untuk melihat hasil perkembangan siswa. Subyektif B. Cara Pengukuran C. Cocok atau sahih 5. Langkah menilai hasil belajar siswa D. Langkah awal dalam proses penghargaan terhadap data C. Kualitatif 8. Kriteria D. Tepat B. Tujuan utama dari suatu program Pendidikan pada satu jenjang pendidikan adalah : A. Tes Perbuatan/keterampilan D. Oleh karena itu.

Validitas setara D. Obyektif C. . Koefisien ekivalensi D. Nilai rata-rata B. Setara Validitas yang dilihat dari hubungannya dengan komponen yang mengukur spek yang akan diukur disebut : A. Kepraktisan 7 15. Norma C. Kesahihan C. Kecocokan hasil tes C. Derajat Validitas D. Validitas Kontruksi C. Praktis D. Validitas prediksi Hasil korelasi antara dua buah tes paralel yang diberikan pd subyek yang sama disebut : A. Validitas Prediksi Validitas yang dilihat hubungannya dengan kriterium yang akan ditentukan di masa yang akan datang. Derajat kesamaan yang diperoleh dari beberapa kali tes terhadap subyek dan tes yang sama. Valid Suatu tes yang valid. Validitas isi B. 18. Obyektif C. Praktis D. Keterandalan B. Norma 14. Keajegan hasil tes 13. Suatu tes yang dapat membedakan antara orang yang berkemampuan tinggi dengan orang yang berkemampuan rendah atau apa yg hendak diukur disebut : A. maka tes ini menggambarkan mengenai derajat : A. Reliabel B.12. Obyektivitas D. menggambarkan : A. Reliabilitas C. Reliabel B. disebut : A. Koefisien estimasi C. 17. 19. maka tes itu juga : A. Validitas kontruksi C. subyek dan tes yang sama dan menunjukan adanya kesamaan hasil. Derajat Reliabilitas Hasil tes yang diperoleh dari beberapa orang pengetes dengan obyek. Koefisien stabilitas B. Validitas suatu alat ukur/tes digambarkan melalui hasil perhitungan yg mengatakan adanya : A. Validitas isi B. Validitas setara D. Koefisien konsistensi Hasil tes dapat segera ditentukan statusnya apabila tes itu telah memiliki : A. Obyektivitas D. Kejujuran D. 16. 20. Validitas B. Kesamaan hasil tes B.

DAN TES GENERAL MOTOR EDUCABILITY 1. D ( Valid ) 15. 24. Leptosom 2.44 B. TES ANTHROPOMETRIK. Ectomorph B. Sheldon Hipocrates 3. B ( Langkah awal ) 10. TES KEMAMPUAN FUNGSIONAL.44 D.KUNCI JAWABAN I 1. A ( Valid ) 12. Endomorph D. C ( Kriteria ) 7. Clark C.dan tinggi badan adalah : A. gemuk. C ( Kuantitatif ) 8.44 C. B ( Tes Pengetahuan ) 4. Jika seseorang mempunyai berat badan 60 Kg dan tinggi 1. maka indeks Massa Tubuh ( IMT ) orang tersebut : A. B ( Tes ) 3. B ( Obyektif) 5. 25. C ( Pengukuran ) 2.44 8 .6 m. D (Mlht tingkat pncpn ) 9. B ( Norma ) 20. A ( Koefisien Stabilitas ) 19. C ( Objektivitas ) II. Pengklasifikasian mansia menjadi dua bentuk yang tinggi dan kurus atu pendek dan gemuk adalah menurut pndpat: A. A ( Reliabel ) 16. Tipe bentuk yang memiliki ciri-ciri lembut. D ( Validitas Prediksi ) 18. D ( Awal&akhir periode ) 11. TES MOTOR ABILITY. B ( Validitas kontruksi ) 17. Kretshcmer B. C ( Obyektifitas ) 14. 23. 22. D ( Tujuan yg tlh ditetapkan ) 6. Mesomorph C. B ( Kecocokan ) 13.

Di bawah ini merupakan indikator yang menggambarkan mengenai kemampuan Cardiovascular seseorang adalah : A. dapat didefinisikan: A. Jumlah udara rata-rata saat bernapas B. Scott Motor Ability Test 8. mengukur denyut nadinya selama istirahat dengan hasil sebagai berikut : 1. Army Physical Efficiency Tes C. Persentasi lemak tubuh dan denyut nadi 7. Untuk mengukur tingkat efisiensi fungsi jantung dan paruparu yang ditunjukan melalui pengukuran ambilan oksigen maksimum ( Maximum oxygen uptake ). Bleep Test 9 . 30 dt setelah menit ketiga istirahat sebanyak 60 kali maka kemampuan fisik orang tersebut menurut Fitness indeks I dapat ditafsirkan sesuai dengan norma katagori : A. Jika seseorang setelah melakukan Harvard Step Tes . Baik C. Lari cepat 100 m B. Kurang 9. Cukup D. dilakukan suatu tes yaitu : A. 30 dt setelah menit pertama sebanyak 100 kali 2. Volume Residu ( RV ) menurut Jensen.4. Lari Marathon C. Denyut nadi dan tekanan darah C. Barrow Motor Ability Test D. Lari jarak pendek D. Harvard Step Tes B. 30 dt setelah menit kedua istirahat sebanyak 80 kali 3. Jumlah udara yang tersisa dalam paru-paru setelah pernafasan maksimal D. Bangku setinggi 20 inchi. Mtd weight for height indices D. Volume residu dan tekanan darah B. Jumlah udara yang dikeluarkan pada saat bernafas C. Jumlah udara pada saat bernafas 6. Metoda-metoda di bawah ini dapat digunakan untuk teknik pengukuran komposisi tubuh. Metoda Somatotype B. adalah merupakan perlengkapan tes : A. Baik sekali B. kecuali : A. Mtd Densitometri C. Mtd Skinfold 5. stop watch dan metronom. Indeks massa lemak dan denyut nadi D.

Lari 60 m C. Motor Educability Tes D. Single Squat Balance D. kecuali : A. Suatu tes yang digunakan untuk mengelompokkan siswa ke dalam kelompok yang homogen dalam hal kemampuan untuk mempelajari gerakan yang baru. Motor Fitness Tes B. Memberi kekuatan otot-otot siswa B.10. General Motor Ability Tes B. Motor Educability Tes C. Jump foot B. Jongkok dengan menggunakan kaki sebelah. Kegiatan tersebut di atas merupakan salah satu tes motor educability yaitu : A. Suatu tes yang digunakan untuk mengelompokkan kemampuan siswa ke dalam kelompok yang homogen dlm hal kemampauan gerak secara umum adalah : A. Motor Fitness Tes C. Medicine Ball put D. adalah : A. Butir tes dalam Tes General Motor Ability yang akan mengukur power ( daya ledak ) adalah : A. Full Squat Arm Circle C. Side Kick 10 . Mencari jenis tes yang cocok 14. Merumuskan tujuan D. Menetapkan waktu pelaksanaan C. Kuasailah sikap ini sampai hitungan kelima. Menentukan klasifiasi kesegaran jasmani siswa D. Lompat Tinggi 13. Chest pas ke dinding B. Tes Kebugaran Jasmani 15. Tes Kebugaran Jasmani 12. kaki yang lain diluruskan ke depan dengan tanpa menyentuh lantai dan ke dua tangan di pingang. Memberi motivasi kepada siswa agar lebih giat berlatih 11. Menilai status kesegaran jasmani siswa C. Berikut ini adalah fungsi dari tes Cardiovascular. General Ability Tes D. Langkah pertama yang harus ditetapkan dalam melaksanakan pengukuran hasil belajar siswa yaitu : A. Melaksanakan kegiatan penilaian B.

Untuk itu diperlukan tes kemampuan fisik yaitu: A. Loncat tegak saja 20. Lari cepat B. Angkat tubuh. Kekuatan B. Kalau kita telah mengenal pelaksanaan Tes Kesegaran Jsmn unatuk tingkat SLTA dan SLTP. Kesesuaian kerja fisik B. Tes Kesegaran Jasmani C. kecuali : A. Tes lari jarak jauh D. Physiological Fitness C. Tes motor Ability B. Power ( daya ledak ) 18. baring duduk. dan loncat tegak C. Kemampuan gerak C. Lari jauh D. Tes Kekuatan dan Tes Daya Tahan 11 . Anatomical Fitness B. Daya Tahan D. Dalam menentukan pemain/atlet yang akan dipilih sebagi tim inti. Tes Kesegaran Jasmani merupakan suatu konsep yang terdiri beberapa unsur seperti tersebut di bawah ini.16. Keterampilan fisik D. Salah satu tujuan dari tes Kesegaran Jasmani adalah : A. Physical Fitness 17. hasil tes fisik merupakan salah satu bahan pertimbangannya. dapat dilihat dari : A. Kemampuan fisik 19. maka dalam pelaksanaan butir tesnya yang sama yaitu pd butir tes : A. Psychological Fitness D. Satu kondisi yang menggambarkan keadaan emosi yang yang stabil. Keseimbangan C.

Fleksibilitas C. B ( Keseimbangan ) 18. D ( Hipokrates ) 4. C ( Jml udara sisa ) 6. C ( Psychological Fitness 17. Agilitas B. Two hand medicine ball put adalah alat untuk mengukur : A. D ( Lari Multitahap ) 10. C ( Endomorph ) 2. D ( Loncat Tegak ) 20. Tensiometer D.KUNCI JAWABAN II 1. Alat untuk mengukur kekuatan otot punggung dan tungkai adalah A. C ( Tes General Mtr Ability) 12. Ketahanan otot lokal B. Power lengan & bahu B. Daya tahan umum D. Kesanggupan otot untuk mempertahankan aktivitasnya baik statik atau dinamik untuk waktu yang lama disebut : A. C ( Cukup ) 9. Keseimbangan 12 . Dy thn lengan & bahu C. Hand Grip Dynamometer 2. B ( Tes Mtr Educability ) 15. Kecepatan lengan & bahu D. C (Single Squat Balance) 16. A ( Kekuatan otot ) 11. C ( Medicine Ball Put ) 14. Kekuatan lengan & bahu 4. Manuometer B. D (Kemampuan Fisik ) 19. Kthnn Cardio Respirasi C. B ( Tes Ksgrn Jsmn ) ) III PENGUKURAN UNSUR-UNSUR KONDISI FISIK 1. Kemampuan sesorang untuk menggerakan tubuh dan bagian-bagian tubuh dalam satu ruang gerak yang seluas mungkin adalah : A. B (Denyut Nd& Tek Drh) 7. A ( Met SHC ) 5. Kekuatan 3. A ( Hardvard Step Tes ) 8. Koordinasi D. Back&Leg Dynamometer C.

Power D. Kemampuan seseorang dalam mengontrol alat-alat tubuh yang bersifat neuro muscular adalah : A. 75% kspasitas aerobic C. Vertical Jump B. Pengukuran kekuatan secara statis dapat dilakukan dg alat ukur : A. Standing Broad Jump C. kecuali : A. Daya tahan C. Trunk extention adalah alat untuk mengukur : A. Kekuatan B. kecuali : A. Manuometer B. Di bawah ini adalah beberapa jenis tes reaksi. Flexi punggung B. Tensiometer C. The Nelson Hand Reaction Tes B. 25% kapasitas Aerobic B. Pull Ups 9. Di bawah ini adalah metoda yang lazim dipakai dan efektif untuk melatih daya tahan menurut Williams&Speryn (1876). 50% kapasitas aerobic 13. Back Dynamometer B. Mobility Training D. 90% kapasitas aerobic D. Instrumen untuk mengukur kekuatan mendorong dan menarik dari otototot bagian bahu adalah : A. Soft Ball Throw distance D. Speed Training 13 . Dynamic Tes of Positinal Balance D. Latihan memakai beban dengan repetisi yg banyak akan menghasilkan : A. Alat untuk mengukur kekuatan otot lengan adalah : A. Circuit Training C. Ruang gerak bahu C. Pull Ups 10. The Nlsn Speed of Mov. Porsi latihan kapasitas aerobic dalam lari marathon menurut Wilt : A. T 8. The Nlsn Foot Reaction T C. Ekstensi tbh ke belakang 6. Keseimbangan B. Kelenturan D.5. Speed 7. Hand Dynamometer C. Hand Grip D. Flexion of thrunk D. Ekstensi tungkai bag bawah D. Interval Training B. Fleksibilitas 12. Cable tensiometer 11. Koordinasi C.

Vertical arm pull test D. Lari 50 yard 14 . Shoulder elevation B. Thrunk Extention 18. Sprint 30 . Squat Jump B. Tes yang digunakan untuk mengukur kecepatan reaksi tangan dalam merespon rangsang visual adalah : A. Teknik untuk mengukur kemampuan ruang gerak bahu adalah : A. Sprint 30 – 50 yard 16.100 yard B. Side Splite D. Chip Ups 15. Flexed arm hang D. Lari 100 yard D. The Nelson Speed of Mov Test D. Side Splite C.14. Standing Broad Jump C. Sit Ups C. Vertical Jump B. Di bawah ini adalah alat untuk mengukur atletic power. Thrunk Extention 19. Pengukuran kecepatan menurut Ecker ( 1974 ) adalah A. Tes yang tujuannya untuk mengukur komponen daya tahan cardio vascular adalah : A. Lari 75 yard B. Shoulder elevation B. Bridge Up D.30 yard C. The Nelson Pwr of Mov Test 20. Bridge Up C. The Nelson foot Reaction Test B. Tes yang bertujun untuk mengukur daya tahan lokal otot-otot tungkai : A. Sprint 20 – 60 yard D. Sprint 20 . The Nelson Hand R Test C. Lari 12 menit C. Two hand medicine ball put 17. kecuali : A. Teknik untuk mengukur extensi dari spine adalah : A.

D ( Ekstensi ke arah blkang ) 6. Sebagian teknik Spk Bola 3. D ( Cable Tensiometer ) IV. C) 4. B ( Back&Leg Dynamometer ) 2. Kemampuan fisik bermain Cabor B. D ( Speed Training ) 14. A ( 30 – 100 yard ) 16. Juklaknya saja C. B (The Nelson Reaction T 20. B ( Hand Dynamometer ) 9. C ( Bridge up ) 19. B ( Fleksibilitas ) 5. Kelemahan teknik Cabor D. Dalam pemberian nilai D. Alat perlengkapannya saja B. 11. Analisis data B. B. C ( Dynamic Test of P Balance ) 8. C ( 90% kapasitas 13. A ( Power lengan&bahu ) 4. Tes keterampilan cabor sepak bola pd dasarnya akan mengukur : A. Penguasaan teknik Cabor 2. A ( Shoulder elevation ) 18. A ( Squat Jum ) 15. Semua ketrampilan Spk Bola B. B ( Daya Tahan ) 12. Teknik Dasar Spk Bola D.KUNCI JAWABAN III 1. Kesalahan dalam observasi pelaksanaan hasil tes akan memberikan kerugian dalam banyak hal. A ( Keseimbangan ) 7. Tes keterampilan cabang olahraga pd dasarnya mengukur mengenai : A. Dalam melaksanakan tes keterampilan Spk Bola. Caramenskornya saja D. hal-hal apa saja yg hrs anda perhatikan ? A. Kemampuan teknik Cabor C. Lari 12 menit TES KETERAMPILAN CABANG-CABANG OLAHRAGA 1. kecuali : A. Semuanya (A. Penafsiran hasil tes C. A ( Manoumeter ) ) 10. C ( Vertical arm pull ) 17. A ( Ketahanan otot lokal ) aerobic) 3. Menguntungkan dlm nilai 15 . Sebagian teknik Spk Bola C.

5. Data yg meragukan penilaian 9. Kelemahan dari Back Board Test dlm tes keterampilan Tenis Meja adalah : A. Keterampilan teknik dasar D. C 13. kecuali : A. Teknik dsr bola voli C. Kelemahan testee 7. Keterampilan Tenis Meja B. B. Alat yang dibutuhkan B. Gambaran yg sama dua tester D. Data yang representatif D. Juklak tes C. Ketepatan hsl analisis data B. sebaiknya berdsarkan A. Hsl tes obyektif saja B. Hsl tes keterampilan saja 10. Obyektif C. Dalam btr tes keterampilan memainkan bola dengan dahi. Penentuan ranking keterampilan bermain Tenis Meja. Skor kurang obyektif C. Menguntungkan yangbersangkutan B. Untung buat orang yg tinggi C. Data kurang representatif B. Tes keterampilan cabor Tenis Meja yang dipaparkan dalam materi ajar : A. Kurang menjamin kestabilan 16 . Subyektif D. Sangat statis 11. Kelemahan teknik dasar D. Kemampuan fisik B. Kecermatan dan ketelitian dalam observasi tes akan berdampak terhadap banyak hal yang menguntungkan. Sulit dilakukan D. Hsl tes fisik&tes keterampilan D. pd dasarnya mengukur : A. Obyektifitas data C. Tes keterampilan cabor Bola Voli. Data yang akurat 8. Pedoman pelaksanaan tes ketermapilan Tenis Meja dibuat bertujuan sbb. Penafsiran hsl tes secara tpt C. Ketepatan data hasil tes B. Cara menskor tes D. kecuali : A. A. hal ini untuk mencegah hasil tes yang menggambarkan : A. Dalam melaksanakan tes keterampilan bola voli. Manfaat dlm pemberian nilai D. Hsl ranking pemain C. Dalam pelaksanaan tes keterampilan Tenis Meja tdk dilaksanakan secara berpasangan tetapi secara individual. yg dilakukan secara individual dan tdk dilaksanakan secara berpasangan : A. Ranking urutan juara C. Penguasaan tes bola voli 12. faktor-faktor apa saja yang yang patut anda perhatikan. kecuali : A. Kelemahan tester 6. Mudah dilaksanakan B.

17 . pada dasarnya mengukur : A. Tes harus cukup sukar dan punya arti C. daerah sasaran yang menggambarkan tingkat kesukaran yang paling tinggi adalah : A. Tes harus mengukur semua aspek keterampilan yg tdp dlm cabor tsb D. Keterampilan bola voli B. Dae4rah sudut paling depan B. Mempermudah sasaran B. Paling blkng daerah sasaran C. D. 20. daerah sasaran yang paling sulit dalam mengarahkan shuttle cock terletak pada : A. Tes keterampilan cabor Bola Voli. Memperbanyak daerah sasaran Pada tes service panjang. Samping kiri/kanan daerah service D. daerah sasaran yang paling sulit dalam mengarahkan shuttle cock terletak pada : A. Teknik dasar bola voli 15. Mengukur keterampilan teknik forehand dan backhand C. Tes menyerupai permainan sesungguhnya B. Dalam menciptakan butir-butir tes keterampilan cabor. Daerah sudut paling belakang C. Beberapa teknik dasar D. Pada tes service pendek keterampilan bermain bulutangkis. Sebagian teknik dasar C. Tes banyak mengandung factor subyektifitas 16. Mengukur keterampilan bermain bulutangkis B. Paling blkng daerah service C. Mengukur frekwensi pukulan 17.14. Paling depan daerah service B. Daerah pinggir kiri/kanan keterampilan cabor basket pada dasarnya mengukur : Teknik dasar permainan bola basket Semua keterampilan yang ada pada permainan bola basket Sebagian besar teknik permainan bola basket Beberapa teknik dalam permainan bola basket 18. daerah sasaran dibagi menjadi beberapa daerah sasaran yang bertujuan untuk : A. Daerah sasaran bagian tengah D. C. Mempersulit dsasaran C. Membuat daerah sasaran yang menyerupai permainan sesungguhnya D. Tujuan yang ingin dicapai dalam tes wall voli dlm permainan bulutangkis : A. 21. Paling depan daerah sasaran B. B. Tenga daerah service Pada clear tes. beberapa criteria tersebut di bawah ini yang harus menjadi nahan pertimbangan kecuali : A. 19. Daerah tengah sasaran Pada tes service pendek. Mengukur kesermatan pukulan D. Tes A. Samping kiri/kanan daerah sasaran D.

B. Pada tes fielding fly balls merupakan salah satu aspek dalam permainan soft ball dalam hal : A. hal yang perlu diperhatikan adalah : A. A. Tes hrs mengukur hamper semua aspek keterampilan yang terdapat dalam cabor bola basket B. Penentuan skor kurang obyektif B. 25. 24. Menggambarkan kemampuan dalam hal kekuatan B. Tes harus cukup sukar dan punya arti D. Menggambarkan kemampuan dalam hal agilitas D. Keterampilan bermain soft ball B. kecuali : A.22. Keterampilan melempar D. Kekuatan melempar C. Menggambarkan kemampuan dalam hal koordinasi C. Fasilitas perlengkapan B. Koordinasi tubuh dalam keterampilan melempar dan menangkap bola D. kecuali : A. Tujuan yang ingin dicapai pada repested throw dalam permainan soft ball adalah untuk mengukur : A. Kecepatan dalam berlari saat mengejar bola C. Tes banyak mengandung factor subyektifitas 23. Menggambarkan kemampuan dalam hal bermain 18 . Dalam melaksanakan tes keterampilan bola basket. Tes harus menyerupai permainan yang sesungguhnya C. Untung dlm penilaian Dalam menciptakan butir-butir tes keterampilan bola basket. 26. Tes keterampilan bermain soft ball sudah memenuhi unsure-unsur bermain soft ball. Menguntungkan testee yang bersangkutan C. Analisis data B. Ketepatan lempar tangkap bl 27. Kelemahan setiap testee dapat diketahui Kesalahan dalam observasi pelaksanaan hasil tes akan memberikan kerugian dalam banyak hal. Menggambarkan keterampilan yang sama dari kedua testee D. Juklak tes D. C Dalam butir tes keterampilan mengoper bola di depan dada yang dilakukan secara individual dan tidak dilaksanakan berpasangan oleh karena : A. Penafsiran hasil tes C. Tingkat keterampilan tes itu C. Ketepatan dalam melempar dan menangkap bola 28. Kecepatan dalam melempar dan menangkap bola B. Merugikan dlm pemberian tes D. beberapa kriteria di bawah ini yang harus menjadikan bahan pertimbangan kecuali : A.

Pada tes keterampilan cabor Tenis.29. Teknik dasar pada permainan Tenis 19 . beberapa kriteria tersebut di bawah ini harus menjadi bahan pertimbangan. Memukul bola B. pada dasarnya mengukur : A. Koordinasi teknik memukul C. Memberi manfaat dalam pemberian nilai D. Tes keterampiloan cabor bola tangan. Fungo Batting tes merupakan suatu tes dalam permainan soft ball. Kurang menjamin keajegan data hasil pengukuran 34. Kelemahan penguasaan tyeknik bola tangan D. A. Fasilitas yang dibutuhkan B. Kekuatan dalam memukul 31. Juklak tes C. C 33. pada dasarnya ingin mengukur : A. kecuali : A. Tes harus menyeruapai permainanyang sesungguhnya B. hal ini untuk menggambarkan tingkat keterampilan dalam : A. Beberapa teknik dasar D. Semua keterampilan yang terdapat pada permainan Tenis B. Sebagian kecil dari teknik-teknik dasar permainan Tenis C. Hasil tes keterampilan saja D. Cara menskor hasil tes D. Tes harus cukup sukar dan mempunyai arti C. Hsl tes fisik&keterampilan C. Penguasaan tes cabor bola tangan secara menyeluruh 32. Dalam menciptakan butir-butir tes cabor bola tangan. Ada hasil alternative lain 30. Kemampuan fisik pemain bola tangan B. Dalam melaksanakan tes keterampilan bola tangan. Kemampuan teknik dasar permainan bola tangan C. Hasil tes obyektif saja B. B. Tes banyak mengandung factor subyektifitas D. Tes harus mengukur semua aspek keterampilan cabor bola tangan 35. Penentuan dalam hal meranking keterampilan bermain soft ball sebaiknya berdasar kepada : A. Penafsiran hasil tes secara tepat C. Kecermatan dan ketelitian dalam observasi pelaksanaan tes akan berdampak terhadap hal yang menguntungkan kecuali : A. Mengarahkan hasil pukulan D. factor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan kecuali : A. Ketepatan hasil analisis data B.

Daerah paling belakang C. Menguntungkan testee yang bersangkutan B. daerah sasaran dibagi menjadi beberapa daerah sasaran. Memperbanyak daerah sasaran 37. Daerah kotak tengah C. Pada tes keterampilan forehand dan backhand drive. Menyerupai permainannya D. pukulan diantara net & tali 39. Keterampilan bermain Tenis B. Mempermudah sasaran B. daerah yang paling sulit bagi lawan dalam mengembalikan bola ke lawan pada umumnya terletak pada : A. Paling depan daerah sasaran B. Kelemahan setiap testee dapat diketahui 20 . Kecepatan pukulan 38. Daerah sudut paling kiri D. Tujuan yang ingin dicapai dalam tes freqwensi dalam permainan Tenis adalah untuk mengukur : A. Mempersulit daerah sasaran C. Pada tes service. Pada tes keterampilan service bermain Tenis. Kecermatan pukulan D. Backhand & Forehand C. Sasaran kotak paling depan B. Sasaran kotak paling belakang D. Hal ini mempunyai tujuan untuk : A. Menggambarkan keterampilan yang sama dari kedua testee D. daerah sasaran yang menggambarkan tingkat kesukaran yang paling tinggi terletak pada : A.36. dilakukan secara individual dan tidak dilaksanakan secara berpasangan oleh karena : A. Dalam tes ketempilan memukul bola ke tembok. Daerah sudut paling kanan 40. Penentuan skor kurang obyektif C.

D 16. C 18. B 2. B 10. C 7. B 6. A 19. C 40. D 9. Tes Essay C. Obyektif Tes B. D 30. Bentuk soal tes essay pada umumnya berupa rangkaian kalimat yang berbentuk : A. D 23. Tes formatif 4. B 20. C 29. B 31. B 21 A 22. Seorang guru ingin mengukur kemampuan tingkat pemahaman yang tinggi terhadap siswanya. PENYUSUNAN TES PENGETAHUAN DAN ANALISIS BUTIR TES 1. B 28. D 39. B 12. D 26. Konvergen B. D 36. A 8. Ditinjau dari aspek kepraktisan dalam penyusunan soal ujian pada akhir semester dengan jumlah testee yang tidak terlalu banyak. sebaiknya digunakan tes berbentuk : A. D 14. Tes Benar – Salah 21 . D 5. Penjelasan B. C 37. Tes menjodohkan D. D 27. D 38. Divergen C. D 15. B 17. D 4. Tes Obyektif B. D 25. Induktif D. Kalimat Tanya dan tugas B.KUNCi JAWABAN IV 1. Kalimat penyerta & alternatif jwb 2. D 34. Memiliki alternative jawaban D. C 11. C 3. A 24. Global 3. Tes Essay C. Tes Sumatif D. D 33. B 32. D 13. C 35. Tes essay lebih valid untuk mengukur kemampuan berfikir : A. B V. digunakan : A.

Memberi soal dengan tipe soal pertanyaan pendek B. Seorang guru ingin mengetahui kemampuan hasil belajar para siswanya dengan menggunakan tes obyektif. Proses pemeriksaan hasil tes essay menuju kepada obyektifitas dalam penilaiannya. Merencanakan pemberian bobot skor yang sama pd semua butir soal 9. dapat dilakukan dengan cara : A. Mengelompokkan hasil jawaban testee D. Dalam penyusunan butir tes essay. Memberi soal dengan tipe soal obyektif C. Struktur jawaban bersifat tetap B. Butir tes harus mencakup semua materi yang telah diajarkan 8. Materi pokok / penting C. Butir tes harus memuat informasi dan interpretasi yang jelas C. Alternatif jawaban yang tersedia pada setiap butir soal pd tipe soal pilihan ganda. Memberi soal dengan tipe rsting scale 10. Kalau kita bandingkan antara tes essay dengan tes obyektif. Kriteria penyusunan tes essay dapat digunakan sebagi pedoman dalam merencanakan dan menyusun butir-butir soal. Formulir pemeriksaan B. Soal mudah dikerjakan D. Memberi kemudahan dalam menjawab soal D. Berikut ini beberapa butir yang merupakan criteria penyusunan tes essay. Butir tes harus mempunyai daya beda yang memadai D. Lamanya waktu yang diberikan dalam proses pembelajarannya 7. Butir tes harus mengukur materi pokok / penting B. dengan alasan : A. Memberi soal dengan tipe soal essay D. kecuali : A. Kisi-kisi jawaban setiap butir tes C. Memberikan kebebasan siswa untuk memilih jawaban C. Memudahkan proses pemeriksaan hasil tes 11. keunggulan yang diperoleh dari tes essay terletak pada : A. porsi jumlah soal yang akan diberikan dalam tiap bagian materi yang diajarkan mengacu kepada : A. Waktu yang dibutuhkan untuk menyusun soal relatif pendek C. Sebagian materi yang telah diajarkan D. sebaiknya harus tersedia : 22 .5. Luas dan dalamnhya materi ajar B. maka si pemeriksa terlebih dahulu harus menyiapkan : A. Faktor yang dapat memberikan kemudahan pemeriksaan dalam hasil belajar siswa dalam kelompok besar. Pemeriksaan mudah 6. Materi yang akan diukur banyak B.

Si testee dapat menjawab dengan mudah B. Bersifat tetap B. C. D. Sama dengan nilai indeks korelasi 23 . Butir soal sangat sukar D. memungkinkan si penjawab dalam memberikan jawaban itu : A. Indeks kemudahan C. mempunyai kelemahan dalam mengukur informasi yang bersifat : A. Butir soal tdk memiliki daya beda 18. Bervariasi C. Tes obyektif dengan bentuk soal isian pendek. B. Tanggal C. terdapat kelemahan yang antara lain adalah : A. mempunyai arti : A. Bilangan yang menunjukan besarnya daya beda butir soal disebut : A. Aplikasi D. Derajat / tingkat kesukarannya rendah C. Mudah dlm mejawab benar 13. Fakta yang Kompleks B. Nilai indeks daya beda butir soal tipe pilihan ganda. Penyusunan soal lebih sukar dan banyak memakan waktu D. Merupakan pola tertentu D. Bebas dari unsure tekanan D. Tes obyektif dengan bentuk benar-salah. Bersifat monoton Tes obyektif dengan bentuk soal menjodohkan pada umumnya menekankan kepada pengukuran kemampuan informasi yang bersifat : A.0 menunjukan bahwa : A. sebaikna diletakkan secara : A.A. Butir soal sangat mudah B. Indeks korelasi D. Sintesis C. 16. Simbol 14. Indeks diskriminasi B. Berfikir secara terbatas B. Nominal 17. Nilai indek kesukaran butir soal sebesar 1. Analisis B. Beberapa alternative jawaban yang pasti Hanya ada satu alternative jawaban yang pasti Terdapat beberapa alternative jawaban yang semu Memberikan alternative jawaban yang benar 12. Bentuk soal ini dpt mengukur kemampuan mengorganisasikan bahan Urutan letak jawaban yang benar dalam tes obyektif dengan soal pilihan ganda. Dalam penyusunan tes obyektif dengan bentuk soal pilihan ganda. Unsur menerka lebih besar C. Butir soal memiliki daya beda C. Pengertian C. Indeks kesukaran 19. 15.

hal-hal apa saja yang perlu diungkapkan pada petunjuk tertulis itu? 24 . B 7. A 18. dikaitkan dengan hasil-hasil pengukuran 3. B 10. C 14. B 5. A 8. A 19. C VI. 2. D 11. Sama dengan nilai indeks diskriminasi D. PENYUSUNAN TES KETERAMPILAN 1. B 6. B 2. B 12. B 3. sebelum kegiatan penyusunan tes dilaksanakan. Berbeda dengan nilai indeks diskriminasi KUNCI JAWABAN V 1. B 13. D 16. manfaat apa saja yang diperoleh dari upaya menetapkan langkah-langkah penyusunan tes keterampilan.B. A 17. Berbeda dengan indeks korelasi C. Dalam merancang petunjuk tertulis dari suatu butir tes. Manfaat apa saja yang didapat dari suatu tes yang telah dilengkapi dengan petunjuk tertulis dari tes. B 9. B 15. B 4. Coba anda kemukakan.

3. Kemukakan dan jelaskan cara apa saja yang dapat dilakukan untuk mencari reliabilitas tes. Validitas tes diperoleh dengan cara mengkorelasikan hasil tes dengan kritereia. Kemukakan hal-hal apa saja yang harus anda perhatikan. Coba anda kemukakan mengenai cirri-ciri hakiki Penilaian Acuan Norma (PAN). VII. Kemukakan mengenai kelemahan dan keunggulan dari PAN 4. jika anda menerapkan pendekatan penilaian hasil belajar siswa dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP) 5. Coba anda kemukakan bagaimana pemberian nilai hasil belajar siswa tersebut. Pak Achmad dalam memberikan nilai pelajaran penjaskes menggunakan pendekatan PAP. 2. 25 . Untuk Menentukan Reliabilitas tes dapat ditempuh dengan berbagai cara. Coba anda kemukakan hal-hal apa saja yang dapat dijadikan sebagai suatu criteria untuk mencari validitas tes? 5.4. Data dari jasil ujian adalah sebagai berikut : 48 70 63 58 40 65 50 60 48 62 56 55 50 58 60 50 65 50 55 48 Kriteria penentuan batas minimum kelulusan adalah 60% dari skor maksimum 80. dengan menggunakan pendekatan PAP. jika anda menggunakan pendekatan PAP 6. Kemukakan prosedur apa saja yang harus anda lakukan. Kemukan prosedur / langkah yang harus ditempuh dalam menentukan hasil belajar siswa dengan menggunakan PAN. PENDEKATAN PENILAIAN ACUAN PENILAIAN DAN SISTEM 1.

Coba anda buat standar Penilaian dengan menggunakan huruf (A. B. Dari hasil pengukuranketerampilan bermain bola basket diperoleh data sebagai berikut : 60 53 50 52 70 63 54 63 65 62 64 65 45 58 66 70 50 52 67 68 53 56 59 59 60 64 62 56 72 69 58 54 64 72 67 52 55 68 56 58 Berdasarkan data tersebut di atas : a. Coba a. c. D.D. dan E) b. ---------.C. b.SELAMAT BEKERJA ---------- 26 .B. C.7. anda kemukakan mengenai kelemahan dan kelebihan dari : Skala penilaian bebas Skala penilaian 1 – 10 Skala penilaian dengan huruf (A. Berapa orang yang mampu memperoleh nilai B dan berapa orang yang dinyatakan tidak lulus (gagal) pada tes keterampilan bola basket tersebut? 8. dan E).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->