P. 1
Mekanisme Pasar Menurut Ibnu Taimiyyah

Mekanisme Pasar Menurut Ibnu Taimiyyah

|Views: 250|Likes:
Published by Khoerudin

More info:

Published by: Khoerudin on Oct 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2014

pdf

text

original

Ekonomi Islam Online

Mekanisme Pasar Menurut Ibnu Taimiyah
Ditulis oleh Abdul Azim Islahi Monday, 26 January 2009

Pendahuluan Tujuan utama dari makalah ini adalah untuk mempelajari dan menganalisa konsep mekanisme pasar menurut Ibnu Taimiyah. Tulisan ini juga akan mencoba untuk membandingkan pandangannya dengan beberapa pemikir muslim lainnya serta penulis barat sampai pada pertengahan abad ke delapan belas. Konsep permintaan dan penawaran merupakan konsep dasar ilmu ekonomi. keduanya adalah inti dari mekanisme pasar. Namun ide mengklasifikasi semua kekuatan-kekuatan pasar tersebut ke dalam dua kategori dan penentuan harga melalui permintaan dan penawaran adalah sesuatu hal yang terlambat dalam sejarah pemikiran ekonomi. Menurut Schumpeter, "Dalam hal teori mekanisme harga, terdapat hanya sedikt catatan mengenai hal ini sampai pada pertengahan abad kedelapanbelas ... (Schumpeter, hal 305). Menarik untuk diketahui bahwa pada awal abad ketiga belas Ibnu Taimiyah (1263-1328 CE/661-728AH) memiliki konsep tentang mekanisme pasar. Mekanisme Pasar Menurut Ibnu Taimiyah Ibn Taimiyah memiliki gagasan yang jelas tentang harga-harga di pasar bebas yang ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran. Dia mengatakan: "Naik, turunya harga tidak selalu terjadi karena ketidakadilan (zulm) dari beberapa orang. Kadang-kadang terjadi karena kekurangan produksi atau penurunan Impor barang yang diminta. Dengan demikian jika keinginan pembelian barang mengalami peningkatkan sedang ketersediaan barang merosot, maka harga akan naik. Di sisi lain jika ketersediaan barang bertambah sedang permintaan turun, maka harga akan turun. Kelangkaan atau kelimpahan ini mungkin tidak disebabkan oleh tindakan dari beberapa orang, yang mungkin karena suatu alasan berlaku tidak adil,atau kadang-kadang, mungkin ada yang menyebabkan hal yang mengundang ketidakadilan. Allah-lah yang Maha Kuasa yang menciptakan keinginan dalam hati *manusia ..."( Ibnu Taimiyah, 1381, vol.8, hal 523). Dari pernyataan Ibnu Taimiyah tersebut nampaknya berlaku satu pendapat pada masanya bahwa kenaikan harga sebagai akibat dari ketidakadilan atau penyimpangan yang di lakukan di sisi penjual. Atau dikenal dengan Istilah 'zulm' yang berarti pelanggaran atau ketidakadilan. Istilah tersebut digunakan dalam arti manipulasi oleh penjual yang mengarah pada ketidaksempuraan harga di pasar, seperti penimbunan. Menurut Ibnu Taimiyah hal ini tidaklah selalu benar. Dia menyatakan alasan ekonomi untuk naik dan turunya harga berasal dari kekuatan pasar. Ibnu Taimiyah menyebut dua sumber penawaran yakni - produksi lokal dan impor barang (ma yukhlaq aw yujlab min dhali'k al mal al matlub). `al matlub ' berasal dari kata “tholaba” yang merupakan sinonim dari kata `demand 'dalam bahasa Inggris. Untuk mengekspresikan permintaan barang dia menggunakan frase `raghabat fi'l Shai ', permintaan akan barang. Keinginan yang mencerminkan kebutuhan atau `selera 'adalah salah satu hal penting dalam menentukan permintaan, begitu pula dengan pendapatan. Namun faktor kedua ini tidak disebutkan oleh Ibnu Taimiyah. Perubahan penawaran, kekuatan pasar selain permintaan, dijelaskan sebagai akibat dari peningkatan atau penurunan ketersediaan barang. Sebagaimana dia telah mencatat dua sumber penawaran yakni: produksi lokal dan impor. Pernyataan sebelumnya menunjukkan bahwa pendapat Ibnu Taimiyah tersebut merujuk pada apa yang disebut sebagai pergeseran permintaan dan fungsi penawaran, walaupu dia tidak menyatakan langsung seperti itu, peningkatan permintaan dilakukan pada harga yang sama dan sedikit penawaran dilakukan pada harga yang sama pula atau sebaliknya, pengurangan permintaan dan peningkatan penawaran pada harga yang sama. Menyebabkan penurunan harga barang. Ia menggabungkan dua perubahan tersebut dalam satu akibat (peningkatan/penurunan harga). Tidak diragukan, jika terjadi penurunan penawaran yang dibarengi dengan peningkatan permintaan, akan mengakibatkan meningkatnya harga. Demikian pula, jika peningkatan penawaran dikaitkan dengan penurunan permintaan, maka harga akan turun secara lebih besar, karena kedua perubahan tersebut membantu pergerakan harga dalam arah yang sama. Namun demikian, tidak perlu menggabungkan perubahan keduanya atau untuk menemukan fenomena tersebut secara berkesinambungan. Cetris paribus, kita dapat memperoleh hasil yang sama jika hanya salah satunya mengalami perubahan. Misalnya, jika permintaan menurun sementara penawaran tetap sama, maka harga akan turun begitu pula sebaliknya. Kemungkinan-kemungkinan tersebut bisa dibayangkan, yang nampaknya sesuai dengan pernyataan Ibnu Taimiyah di atas. Dalam bukunya Al Hisbah fi'l Islam, Ibnu Taimiyah menjelaskan perubahan-perubahahan tersebut secara terpisah dapat dinyatakan: "Jika seseorang menjual barang sesuai dengan cara pada umumnya diterima tanpa ketidakadilan sedang harga meningkat akibat penurunan komoditi (qillat al Shai ') atau disebabkan oleh peningkatan jumlah penduduk (kathrat al Khalq), maka ini adalah kehandak Allah "(Ibnu Taimiyah, 1976, p.24). Di sini ia memberikan alasan tentang kenaikan harga sebagai akibat dari penurunan komoditi, atau peningkatan populasi penduduk. "Penurunan komoditi", dapat diterjemahkan dengan tepat sebagai penurunan penawaran. Demikian pula, peningkatan populasi menyebabkan peningkatan permintaan di pasar, sehingga dapat dijelaskan sebagai peningkatan permintaan. Peningkatan harga akibat penurunan penawaran atau karena adanya peningkatan permintaan dikarakteristikan sebagai tindakan Tuhan, sebagai pengatur mekanisme pasar murni. Dalam petikan sebelumnya Ibn Taimiyah membedakan antara peningkatan harga yang disebabkan oleh kekuatan-kekuatan pasar dan yang disebabkan oleh ketidakadilan, misalnya penimbunan – sebuah perbedaan harga yang di bentuk oleh kebijakan pemerintah yang berwenang. Ibnu Taimiyah adalah pendukung kuat pengendalian harga dalam kasus ketidaksempurnaan di pasar, tetapi dia menentang pengendalian jika kenaikan harga disebabkan oleh kekuatan-kekuatan pasar murni, yakni permintaan dan penawaran. (Islahi, pp.79-90; Kahf, dan Al Mubarak, pp.107-125). Perlu dicatat disini bahwa dalam teks yang dikutip di atas, Ibnu Taimiyah menganalisa efek perubahan permintaan dan penawaran terhadap harga namun dia tidak mencatat efek tinggi atau rendahnya harga pada barang yang diminta dan ditawarkan (pergerakan sepanjang kurva yang sama dari satu titik ketitik lainnya). Di satu bahasan di `al Hisbah 'ia menjelaskan dengan persetujuan pandangan dari Abul Walid (l013-l081 TM-403-474AH) " pengaturan administratif terhadap harga yang terlalu rendah tidak dapat menghasilkan keuntungan sehingga menyebabkan korupsi terahadap harga, menyembunyikan barang (oleh
http://ekisonline.com Powered by: Joomla! Generated: 24 April, 2009, 08:16

523-525): (a) " Keinginan orang (al raghabah) terdiri dari berbagai jenis dan sering beragam. (f) "Hal ini dikarenakan tujuan kontrak adalah untuk mengikat kedua belah pihak yang terlibat dalam (kontrak).Ekonomi Islam Online penjual) serta perusakan kesejahteraan masyarakat"(Ibnu Taimiyah. (e) "Dan juga (harga dipengaruhi) oleh jenis (mata uang) yang dibayarkan dalam pertukaran. Jika ia kaya dan terpercaya dalam membayar hutang. Perkataan bahwa barang yang langka lebih diinginkan daripada barang yang tersedia secara melimpah. ol. lbn Taimiyah menghubungkan intensitas kebutuhan. Sebagai tambahkan adalah kepekaan terhadap efek perubahan persediaan dan permintaan terhadap http://ekisonline. Kesadaran akan kurangya penawaran menyebabkan harga akan jatuh terlalu rendah. Semuanya harus menyerahkan emas mereka kepada depertemen pencetak uang yang nantinya akan diganti dengan dirham (mata uang perak). keterlambatan pembayaran atau penolakan pembayaran ketika jatuh tempo. pada umumnya adalah tidak benar. Kemudian dia dengan tepat menggunakan kata `al matlub 'dan` Al talibun' untuk barang yang diminta bagi masing-masing konsumen. Jika kebutuhan itu besar dan kuat.393). Perlu dicatat bahwa menjelang akhir kekuasaanya. Ibnu Taimiyah mencatat melalui pengamatanya bahwa hal tersebut dianggap sebagai fakta psikologis : bahwa beberapa individu menemukan suatu barang tersedia dalam jumlah terbatas maka perkiraan individu di masa adalah sama yakni jumlah barang tersebut juga akan terbatas. (d) "(Tingkat harga juga bervariasi) menurut (pelanggan) yang melakukan transaksi (al mu'awid). jika dalam sirkulasi umum (naqd ra'ij). Ibnu Taimiyah memasukkan `keinginan dalam permintaan&rsquo. sebagaimana catatan sejarah periode tersebut (Qalaqshandi. maka harga akan meningkat dibanding jika kebutuhan akan barang dalam skala lebih kecil dan lemah. Sebaliknya. 3. Nasir Muhammad b. Contoh yang diberikan dalam (g) bertujuan untuk membuat sebuah kesimpulan bahwa Biaya yang harus dikeluarkan oleh pembeli untuk memanfaatkan barang sewa harus pula di catat ke dalam rekening orang yang menyewakan. Qalawun &ndash. (c) "Hal ini juga dipengaruhi oleh kekuatan dan kelemahan kebutuhan akan barang konsumsi. maka tujuan kontrak tersebut dapat terealisasi sebaliknya kontrak tidak akan terjadi jika ia tidak mampu atau tidak dipercaya dalam memegang janjinya. (Maqrizi. namun kadang-kadang juga tidak ada (uang tunai) dan ingin meminjam (untuk membayar) atau menjual komoditi (untuk melakukan pembayaran).. 2009. e. Barang yang langka seringkali lebih dikehendaki dibanding dengan barang yang tersedia melimpah. p. harga yang lebih kecil dapat diterima (bagi penjual) dimana (tingkat harga) tidak akan diterima dari orang yang mempunyai kesuliatan membayar hutang. vol. Dirham dan dinar sebagaimana yang berlaku saat ini di Damaskus di mana pembayaran menggunakan dirham menjadi praktek yang umum. harga lebih rendah jika pembayaran dilakukan dalam sirkulasi yang kurang umum. lessor (pemberi sewa) dan penyewa. dalam Fatwanya ia memberikan beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan dan harga yang ditimbulkan. merupakan kontribusi penting bagi analisis ekonomi. Maqrizi. Namun terkadang penyewa tidak mendapatkan keuntungan tanpa mengeluarkan biaya (tambahan) seperti yang terjadi di desa-desa yang sedang dikunjungi oleh perampok. Besar kecilnya kebutuhan sebagai perbedaan intensitas kebutuhan dapat merujuk pada komoditi yang tersedia dalam ruang kebutuhan konsumen. intensitas yang lebih sedikit berarti permintaan akan barang tersebut menjadi rendah. Untuk kasus. 1383. Alasannya mungkin terjadinya peningkatan kuantitas logam dalam bentuk koin emas atau pertukaran rasio antara dinar dan dirham yang tidak dikehendaki. lbn Taimiyah telah menganalisa hal ini beserta kasus harga tunai yang lebih rendah dibanding harga pembelian secara tangguh.29. vol. Pada kesempatan lain. Dia mungkin dalam posisi untuk memberikan manfaat kontrak sehingga penyewa mendapat keuntungan tanpa mengeluarkan biaya (lebih lanjut).2. lbn Taimiyah menemukan elemen umum antara kasus d. hal inilah yang mungkin menyebabkan harga dinar menjadi lebih tinggi.com Powered by: Joomla! Generated: 24 April. Dia mengatakan (Ibnu Taimiyah. Dengan tingkat kemampuan dan kesetiaan berbeda. Dengan demikian hal ini. 1. serta besaran ukuran kebutuhan untuk itu. mukasurat 438. Berkaitan dengan kasus tertentu yang tidak relevan dalam analisis tingkat harga pasar. interpretasi ini mungkin benar. komoditas yang sulit didatangkan. Keberagaman keinginan tersebut sesuai dengan kelimpahan atau kelangkaan barang yang diminta (al matlub).41). Dalam analisis peningkatan dan penurunan harga. Objek jual beli kadang-kadang (secara fisik) tersedia dan terkadang tidak. yang pada akhirnya hal ini akan menyebabkan harga menjadi lebih rendah. sehingga permintaan sekarang cenderung meningkat. maka harga akan naik ketika jumlah komuditas barang tersebut sedikit. Jika pembayar mampu melakukan pembayaran dan diharapkan ia dapat memenuhi janji nya. Maka kasus yang pertama akan menjadikan harga komuditas lebih rendah daripada kasus yang kedua. Pada kasus yang lebih Spesifik dimana penetapan harga untuk barang yang telah tersedia di pasaran lebih rendah daripada penetapan harga bagi komoditas barang yang tidak tersedia di pasar lebih tinggi (kasus (f) di atas) dapat diinterpretasikan sebagai kasus pembayaran ekstra yang dilakukan untuk mendapatkan. (b) "keberagaman keinginan juga bergantung pada jumlah permintan (tullab). dengan besaran proporsi pendapatan untuk konsumsi. Jelas bahwa harga (sewa) untuk kasus diatas tidak pada harga par dan sebanding dengan harga sewa tanah yang tidak memerlukan (biaya tambahan). oleh sebab itu hal ini membawa Ibnu Taimiyah sangat dekat dengan analisis yang mengindikasikan hubungan langsung antara kuantitas barang tersedia dengan harga. (d) di atas) terkait dengan penjualan secara kredit. " Seperti yang telah kita perhatikan sebelumnya. Peningkatan jumlah permintaan menyebabkan peningkatan harga adalah fenomena ekonomi dan merupakan salah satu kasus pertukaran dalam fungsi permintaan pasar. dapat digunakan untuk menyusun fungsi permintaan dan penawaran sebagai variable yang tidak berkaitan. (g) "Hal yang sama juga berlaku bagi orang yang menyewakan (obyek) sewa. Harga dari apa yang tersedia lebih rendah dari harga atas apa yang tidak (secara fisik tersedia). 1976. Jika jumlah permintaan barang komuditas besar. dengan harga tinggi. Hal ini berlaku juga bagi penjual dan pembeli. vol. dan f g: ketidakpastian atau komponen biaya menyebabkan harga yang berbeda dari harga umum (harga tanpa ketidak pastian). pp. hal 899). Hal yang sama juga berlaku pada pembeli yang kadang-kadang mampu membayar sekaligus secara tunai. kecuali jika kasus tersebut menjadi hal umum dalam praktek sehingga penjual harus memperhitungkan resiko ketidak pastian dalam pembayaran. Ini dia sudah tercatat (dalam kasus (d) di atas). faktor-faktor Ekonomi dan non ekonomi serta peran individu dan kolektif disebutkan secara bersamaan. perempuan dan laki-laki dalam perkawinan. p. Untuk kasus harga koin perak yang lebih rendah (para (e) di atas) mereferensikan keadaan moneter di Damaskus pada saat itu. atau di tempat-tempat yang sedang terkena infeksi binatang buas. 08:16 . Sultan di masa Ibnu Taimiyah melarang orang menjual atau membeli emas.

60). (Gordon. (Ibnu Khaldun. Kahf. sehingga pasokan akan barang tersebut meningkat. Petty. tidak memerlukan penjelasan eksplisit dan rinci terhadap semua faktor yang terlibat. administrator dan pemikir abad ketujuhbelas berisi teori yang dapat di ditemukan di Pufendorf. p. Pada kasus ketidaksempurnaan di pasar atau ketidakadilan dari sisi pemasok ia merekomendasikan kontrol harga. Menurut sejarawan pemikiran ekonomi.. Satu-satunya referensi terhadap kontribusinya sebagaimana diberikan oleh Schumpeter adalah sebagai berikut: "Membedakan nilai guna dan nilai tukar di (atau pretium eminens). Di awal tulisan ini telah dicatat pandangan Schumpeter berkenan dengan teori mekanisme harga dalam sudut pandang pemikiran barat.289). seperti Barbon.223-224).25-51. Dia juga mengatakan bahwa. Dia juga mencatat peran kompetisi di antara konsumen dan peningkatan biaya penawaran karena pengenaan pajak dan peraturan kota. Pada karya monumentalnya `al Muqaddimah '. Dengan cara ini. p. hal. Samuel Von Pufendorf (1632-94) cendikiawan Swedia yang lahir tiga ratus tahun setelah Ibnu Taimiyah. 85-87). p. Di tempat lain Ibn Khaldun menggambarkan efek peningkatan atau penurunan suplai terhadap harga. Dari pernyataan di atas. "(Schumpeter. tetapi ia menentang penetapan selama kekuatan-kekuatan pasar bekerja secara normal. Memang benar bahwa harga tidak tergantung hanya pada persediaan. dalam judul` Harga di Kota'. sehingga menyebabkan harga turun. pp. kemudian Ibn Khaldun lebih jauh mengatakan bahwa keuntungan yang moderat akan meningkatkan perdagangan sedangkan keuntungan yang rendah menyebabkan kelesuan perdagangan dan keuntungan yang sangat tinggi akan menurunkan permintaan (Ibn Khaldun. Oleh karena itu.. hal. dan Mubarak.305). Ibnu Taimiyah tidak membatasi analisisnya untuk mendiskusikan efek dari peningkatan. Menurutnya. maka harga akan naik. Hampir sama dengan dengan pemikir Scholastik terkenal Thomas Aquinas (1225-1274 TM) dimana pemikirannya mempengaruhi zaman. Sehingga akan menjadi menarik. Faktor-faktor apa sajakah itu? Apa yang ia simpan dalam pikiran? Apakah perubahan permintaan. Ketika barang (yang dibawa dari luar) itu sedikit dan langka. Menurut pendapat Siddiqi. Islahi. Alasan yang dikemukakan olehnya adalah bahwa makanan dan komoditas yang menjadi kebutuhan hidup menjadi protitas utama dan menjadi perhatian masyarakat. atau kesemuanya ? Tetap menjadi sebuah tela&rsquo. p. 107-125). p. kemudian merujuk pada biaya yang timbul dalam produksi "(Schumpeter. 288 . pemikiran Ibn Khaldun melebihi Ibnu Taimiyah dalam analisis kompetisi dan perbedaan biaya penawaran dimana Ibnu Taimiyah belum mempertegas pandangannya. pp. Ibn Khaldun (1332-1404 CE/732-806AH) adalah tokoh penting lain. Locke. Dia mengatakan: ".mekanisme permintaan di pasar.Ekonomi Islam Online harga. pp. 1964.122). 08:16 . Ibn Khaldun menyatakan alasan rasional berkenaan dengan permintaan dan penawaran serta pengaruhnya terhadap harga. maka akan ada banyak transportasi barang terjadi. Setelah pernyataannya mengenai permintaan dan penawaran. Kami tidak memiliki akses karya Pufendorf dimana Schumpeter menjadi pemimpin dari banyak pemikir lainnya. filosof Yunani Aristoteles dan Plato tidak dapat memberikan teori tentang pembentukan harga oleh pengoperasian penawaran . hal.ahan kritis atau membandingkannya dengan kontribusi pemikiran Ibnu http://ekisonline. disaat kota berkembang dan populasinya meningkat. 79-90. Kesemuanya tunduk pada perintah dan keputusan Allah. peningkatan atau penurunan harga belum tentu terkait dengan penurunan atau peningkatan produksi.79-80. sementara permintaan akan barang mewah tersebut mengalami peningkatan akibat perubahan pola hidup yang pada gilirannya akan menyebabkan harga meningkat.ah dibanding dengan pajak tetap akan tanah (Nizam al misahah). Memaksakan pada kesimpulan ini Abu Yusuf mengatakan bahwa ada beberapa alasan lain juga.com Powered by: Joomla! Generated: 24 April. dia menyatakan. Kadang-kadang makanan yang banyak harganyapun tinggi namun kadang-kadang barang yang tersedia sedikit namun murah "(Abu Yusuf. (Siddiqi. Di sisi lain. dimana dalam tulisan-tulisannya dapat ditemukan diskripsi berkenaan dengan permintaan dan penawaran sehubungan dengan naik turunya harga. dia (Pufendorf) membiarkan yang terakhir ditentukan oleh kelangkaan atau kelimpahan relatif barang dan uang. tapi hal tersebut tidak ada hubungannya dengan kebijakan kontrol harga. atau perubahan persediaan uang negara. Dalam sub bahasan di Muqaddimah. ketika negara pengimpor jaraknya jaraknya dekat dan jalan aman untuk dilalui.48). Memang. dan bukan pula mahalnya harga bukan disebabkan oleh kelangkaan. Ia tidak menemukan banyak bahasan mengenai konsep ini sampai pertengahan abad kedelapanbelas. disisi lain. Pemikiran Barat Mengenai Mekanisme Harga Sampai Pertengahan Abad Delapan Belas.46. harga barang kebutuhan akan mengalami penurunan dan harga barang-barang mewah akan mengalami peningkatan. "Kontribusi paling brilian. penurunan permintaan dan penawaran terhadap harga. (Ibnu Taimiyah. 2009.. 1976.ah bagi dia atau beberapa karyanya berkenaan dengan hal ini. pp. Kutipan singkat terhadap substansi pemikiran Pufendorf ini tidaklah mencukupi untuk dilakukannya penela&rsquo. Kutipan sebelumnya menunjukkan bahwa seperti Ibnu Taimiyah. dalam konteks di mana Abu Yusuf membahas isu tentang harga ie pajak pertanian proporsional (Nizam al muqasamah) lebih baik dan lebih sesuai dengan ketentuan syari&rsquo. "Tidak ada batas pasti akan murahnya dan mahalnya barang yang dapat dipastikan. Formasi Harga Menurut Sudut Pandang Pemikir Muslim Lainnya Catatan paling awal berkenaan dengan kenaikan dan penurunan produksi terhadap perubahan harga dapat penulis temukan dalam Abu Yusuf (731-798 CE/113-182AH). produksi barang mewah tidak begitu menarik perhatian setiap orang. dia membagi barang menjadi barang kebutuhan dan barang mewah. atau penimbunan dan penyembunyian barang. Sama pentingnya juga adalah kekuatan permintaan.314). dan mayoritas konsultan. yang ia tidak dapat sebutkan "seperti pertanyaanpertanyaan berikut" (Abu Yusuf. hal 48). kelihatannya dia lebih mementingkan fakta-fakta sementara Ibnu Taimiyah lebih tertarik pada masalah kebijakan. Ibn Khaldun mengutip contoh perbedaan barang dan penawarannya di tiap negara yang berbeda serta tinggi rendahnya harga menurut ketersediaan quantitas barang. Dengan demikian quantitas barang menjadi lebih banyak yang pada gilirannya akan menyebab penurunan harga. Namun alih-alih memberikan konsep teori permintaan dan penawaran dan pengaruhnya terhadap harga. untuk membandingkan ide-ide nya dengan beberapa pemikir Islam dan Barat sampai analisis ekonomi lanjutan pada pertengahan abad kedelapanbelas.315-316). Ibn Khaldun mengikaji dampak negative perdagangan negara terhadap harga barang dijual oleh kompetitor swasta dan pemasok. (Ibn Khaldun. "(Ibn Khaldun. Dia membuat observasi ini namun ia tidak mendorong kebijakan kontroling harga. Ibn Khaldun juga mempertimbangkan penawaran dan permintaan dalam penentuan harga. Abu Yusuf membantah fenomona umum hubungan negatif antara persediaan dan harga. Harga pasar. Ini adalah keputusan dari langit 'tidak diketahui bagaimana? Murahnya harga tidak disebabkan oleh banyaknya makanan . tidak banyak. Schumpeter. hal.

1970. George Allen and Unwin Ltd. 08:16 . Aligarh Muslim University (Ph. dengan banyaknya orang yang memilki kebutuhan akan barang dan berkeinginan untuk mengejarnya.Ia adalah penentang sistem penetapan stasionari harga. Indiana. "(Ibnu Taimiyah.titik tekan baru bertumpu pada penentuan operasi penawaran dan ide tentang "sebuah pasar&rdquo. "penguasa harus mencetak uang (selain emas dan perak) sesuai dengan nilai transaksi masyarakat. Al Hisbah fi'l Islam. mungkin. Dengan mengatakan bahwa nilai tukar atau harga ditentukan oleh kelangkaan atau kelimpahan relatif barang dan uang lebih berhubungan dengan teori kuantitas uang dibandingkan dengan teori mekanisme harga. p. H. Azzam.Jika. B. p. dengan berpendapat bahwa ketika barang melimpah yang tidak dibutuhkan dan bahkan jika barang itu langka. Schumpeter. M. Aligarh. `Abu Yusuf ka Ma'ashi Fikr' (Urdu) in Fikr-o-Nazar. M. Kredit untuk menemukan teori kuantitas uang ditemukan oleh seorang cendikiawan Perancis Jean Bodin (1530-1596) yang mengembangkannya pada tahun 1568 " sebagai tanggapan terhadap Paradoxes M. ini adalah subjek yang berbeda.. 85-87. al Maqrizi..269). Lajnah. Dar al Kutub al Khudaiwiyah. Maletroit "(Speigel. Prentice Hall Inc. first published in al Ittihad. dan penguasa jangan mulai bisnis uang dengan membeli koin tembaga dan kemudian membuat mata uang darinya dan melakukan bisnis bersama mereka . New Jersey. No. 1977. Beirut. ia menyatakan. Barbon. Taimiyah.Gordon menuliskan tentang Narvus bahwa &ldquo. 1976. January. ____________. 2. Abul Abbas Ahmad b. Ibn. pp.. Dengan menyatakan pandangan dari Nider dia mengatakan: &ldquo. Dar al Fikr. 239). Ahmad b.. 1956. Luis Molina (1536-1600) dan Lessius (1554-1632) dan memberikan ulasan singkat mengenai mereka. Beirut. Lessius. A. dan lain-lain. atau sesuai dengan permintaan (pesanan). Lewes Reprint Ltd. Cairo. 1979.W. kelimpahan atau Kelangkaan barang. Kesimpulan Telah jelas dari penjelasan di atas bahwa sampai pertengahan abad kedelapanbelas. risiko yang didapat dari transportasi penyimpanan barang . banyaknya konsumen. 1913. yang menggunakan analisis permintaan dan penawaran untuk menjelaskan perbahan harga. secara tepat. Speigel. tidak ada penulis Baratpun dapat memberikan analisis permintaan dan penawaran yang lebih baik dari pada Ibnu Taimiyah l3-l4 abad yang lalu.Economic Analysis Before Adam Smith&rdquo. lebih jauh. Dar al Sha'b. al Riyadh Press. transportasi serta penyimpanan.. Daftar Pustaka Abu Yusuf. unpublished.. Ara' Ibn Taimiyah fi'l Dawlah wa mada Tadakhkhuliha fi'l Majal al Iqtisadi. No. Ali.469). 1383. n. 1. 1979. Hanya pada satu kesempatan saja. Siddiqi. Ibnu Taimiyah tidak memasukkan permintaan dan penawaran uang. Gordon menulis. melainkan juga berbagai kekuatan lainnya. Gordon. 5. Petty dan Locke. 29. Ziadeh.d...89).. p. Walaupun yang diterapkan dalam teori ini adalah aplikasi analisis permintaan dan penawaran uang. dan apakah uang tersedia dalam jumlah banyak atau sedikit"(Gordon. Economic Analysis Before Adam Smith. Majmu' Fatawa Shaikh al Islam Ahmad b.. History of Economic Analysis. baik yang ditawarkan secara bebas. 4.D. Riyadh. 1972. Beirut. al Muqaddimah. J. Cairo. seperti biaya produksi dan resiko yang ditanggung dalam mendapatkan barang. http://ekisonline. Ibn Khaldun. London. ed. tanpa ada ketidakadilan kepada mereka . dan Locke (1632-1704) yang ia sebutkan dalam hubungan ini yang lebih memprihatikan efek penawaran uang terhadap harga daripada hal lain. No. London. Economic Veiws of Ibn Taimiyah.79-90). ed. 232). Taimiyah. barang itu sendiri. Dimana Schumpeter tidak menyebutkannya. Di antara factor-faktor yang relevan adalah sebagai berikut . S. al Mubarak. Terpisah dari Jaen Boudin. Subh al A'sha. padahal pasokan barang tersebut kurang maka barang tersebut akan mengalami kenaikan harga" (Gordon.ia adalah cendikiwan pertama yang menggunakan kata kompetisi "(Gordon. 1980. al Qalaqshandi. Cairo. biaya. system tersebut nantinya justru akan mengancam kesejahteraan masyarakat&hellip.M. p. Barbon. ada penulis barat lainnya sebelum Adam Smith.. 1964. July 1982. p. kebutuhan dan kegunaan. 1381. `Economic Views of Ibn Taimeyah' in Universal Message. Muhammad. Dal al Fikr. Dan tentang Jesuit Belgia. al Talif Wa'I Tarjamah. vol. Petty (1623-1687). menjadi lebih lebih focus dan tajam (Gordon.ahnya di berbagai tempat lainnya (Islahi. Kitab al Kharai. Monzer. namun Gordon dalam bukunya &ldquo.79-80.240).Ekonomi Islam Online Taimiyah. Plainfield. Dar al Ma'rifah.. vol. 4. 3. 1381. menyebutkan John Nider (1380-1438). 2009. p. vol. Karachi. 1971. Hanya tambahan dari Leonard Lessius bahwa beberapa variabel penting yang mempengaruhi harga yang tidak ditemukan secara eksplisit dalam tulisan-tulisan Ibnu Taimiyah. Thesis). August 1982.. akan mengakibatkan tingginya komuditas tersebut jika di jual secara partai besar&rdquo. Molina menjelaskan &ldquo.com Powered by: Joomla! Generated: 24 April. Islahi. inilah apa yang dimaksudkan oleh Schumpeter juga. The Growth of Economic Thought.. penjual dan tenaga kerjanya.. Kahf. Kitab al Sulak Ii Ma'rifat al Duwal Wal Muluk. vol.N. Taqiuddin. pp. Pufendort. Kami telah menela&rsquo.. Ali.A. 8. Navarrus (1493-1586). cara yang penjualan.A. Ibnu Taimiyah juga membahas berbagai bentuk ketidaksempurnaan di pasar dan mengadvokasikan secara rinci kebijakan kontrol harga di mana kekuatan-kekuatan pasar tidak diperbolehkan beroperasi. Menurut Gordon. "Bukan hanya variasi kondisi pasokan. mempengaruhi harga. misalnya barang di pasok secara retail (ecer) dengan quantitas sedikit. vol.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->