BAB II KAJIAN KRIMINOLOGI TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TIMBULNYA KEJAHATAN DENGAN MENGGUNAKAN SENJATA API

A. Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Kejahatan dalam Teori Kriminologi 1. Lingkungan Keluarga Dalam khasanah kriminologi, orang-orang tidak akan pernah melupakan seorang sarjana yang bernama Cesare Lambrosso, yang juga mendapatkan julukan Bapak Kriminologi Modern. Jasanya bukan karena Teori Born Criminal–nya yang terkenal, tetapi karena Lambrosso merupakan orang yang pertama yang meletakkan metode ilmiah (rational-scientist thinking and experimental) dalam mencari penjelasan tentang sebab-sebab kejahatan serta melihatnya dari banyak faktor. 38 Teori Lambrosso tentang Born Criminal (Penjahat yang dilahirkan) menyatakan bahwa para penjahat adalah suatu bentuk yang lebih rendah dalam kehidupan, lebih mendekati nenek moyang mereka yang mirip kera dalam sifat bawaan dan watak dibandingkan mereka yang bukan penjahat. Lambrosso juga menambahkan 2 (dua) kategori lainnya yaitu Insane Criminal dan Criminoloids, dimana Insane Criminal bukanlah penjahat sejak lahir, melainkan mereka menjadi penjahat sebagai hasil dari beberapa perubahan dalam otak mereka yang menggangu kemampuan mereka untuk membedakan antara benar dan salah.

Criminoloids mencakup suatu kelompok ambiguous termasuk penjahat kambuhan (habitual kriminal), penjahat karena nafsu dan berbagai tipe. 39
                                                            
38 39

Topo Santoso, Op. cit, Hal. 23. Ibid, Hal. 38.

39

Universitas Sumatera Utara

Keluarga merupakan permulaan dari kehidupan baru. Seorang bayi dilahirkan, belum ada yang mampu meramalkan apakah bayi itu kelak akan menjadi seorang yang sukses atau seorang pesuruh, atau mungkin kelak menjadi seorang yang berkuasa ataukah seorang pencuri ataupun perampok, dan mungkin pula menjadi seorang pengemis. Tidak ada yang mampu memberi ramalan yang pasti apakah seorang anak tersebut seperti ini profesinya apabila besar nanti.
40

Tetapi bila hendak diramalkan bahwa seorang anak pedagang pada suatu waktu akan menjadi pedagang, kemungkinannya akan lebih besar daripada pernyataan pertama tadi. Namun sulit pula untuk dipastikan bahwa seorang anak pembunuh pada suatu waktu akan menjadi seorang pembunuh juga, atau anak seorang pemain piano pada suatu waktu akan menjadi pencipta lagu. Kata-kata yang sering dikemukakan adalah bahwa sesuatu akan tergantung pada situasi dan kondisi. Istilah situasi dan kondisi itu atau lebih tepat daripada istilah tersebut adalah tergantung pada keadaan. 41 Berbicara tentang situasi dan kondisi ialah istilah dua patah kata yang memiliki arti luas dan dalam. Lingkungan keluarga sebagai faktor yang akan menentukan kearah mana pertumbuhan pribadi si kecil tadi, memiliki kondisi-kondisi tertentu yang berbeda-beda dalam corak, sifat keluarga tertentu dengan keluarga lain. Salah satu ciri yang menjadi yang menjadi perhatian didalam menelaah dari suatu kejahatan adalah The Broken Home. Broken Home dapat dikatakan sebagai lingkungan keluarga yang ditimpa kemalangan dan dapat terdiri dari beberapa jenis, misalnya salah seorang
                                                            
G.W.Bawengan, Masalah Kejahatan dengan Sebab dan Akibat, (Jakarta: Pradya Paramitha, 1977), Hal. 89. 41 Ibid
40

40

Universitas Sumatera Utara

Hal. 43 2. Kesibukan dapat pula membuat orang tua acuh tak acuh terhadap pertanyaan anak yang ingin mengetahui sesuatu. 90. mungkin persoalan pelajaran atau mungkin persoalan kehidupan praktis dari teman anak tersebut. Bahkan seringkali orang tua itu hampir-hampir tidak mempunyai waktu untuk membantu anak menyelesaikan persoalanpersoalan yang harus dia kerjakan sendiri. 41 Universitas Sumatera Utara . sehubungan dengan delikuensi dan kejahatan. Dengan kata lain. bercerai terpisah jauh. 42 Sutherland menyebutkan bahwa broken home itu sebagai unsur yang dipandang sangat beralasan untuk mendorong kearah kejahatan. Pengaruh Sosial Lingkungan sosial juga merupakan salah satu latar belakang yang memberikan pengaruh pada tingkah laku kriminalitas dari setiap individuindividu. satu cara dalam mempelajari suatu masyarakat adalah dengan melihat pada bagian-bagian komponennya dalam usaha mengetahui bagaimana masingmasing berhubungan satu sama lain. atau mungkin pula ayah memberikan jawaban yang menimbulkan kejengkelan anak. Kurangnya waktu orang tua untuk memperhatikan kebutuhan-kebutuhan anak merupakan penyebab terjadinya penyimpangan yang mengakibatkan anak melibatkan diri kearah kejahatan yang tidak diinginkan. Dengan demikian memupuk kecemasan pada tunas yang mulai tumbuh itu. kita melihat kepada                                                              42 43 Ibid.ayah/ibu telah meninggal dunia. Oleh sebab itulah disini betul-betul perlu diperhatikan mengenai pentingnya peranan kedua orangtua didalam mendidik anaknya dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakatnya. Ibid. Dalam Teori-teori Strain yang merupakan hasil karya dari Emile Durkheim.

G. cit. Op. Namun. jika bagian-bagiannya tertata dalam suatu keadaan yang membahayakan keteraturan/ketertiban sosial. Op. cit. maka terdapat pula lembaga-lembaga sosial yang sangat penting fungsinya sehubungan dengan tingkah laku anggota masyarakat itu. Edwin H.                                                              44 45 46 Topo Santoso. Hal. karena disanalah semua anak diseleksi dan dikembangkan bakatnya. Jika masyarakat itu stabil. Hal. Dari segi pembinaan bangsa. kerjasama.Bawengan.W. misalnya sekolah. sekolah merupakan wadah untuk memupuk manusia yang kelak akan berguna bagi pembangunan dan kesejahteraan bangsanya dan dari segi kriminologinya sekolahpun berfungsi sebagai lembaga yang mampu untuk mencegah kejahatan. Loc. Sutherland. b. susunan sosial berfungsi. dan kesepakatan. 274. susunan masyarakat itu disebut dysfunctional (tidak berfungsi). 44 Setelah lingkungan keluarga. Sekolah memegang peranan penting dalam melatih anak-anak untuk kehidupan selanjutnya. 45 Dalam hal itu guru merupakan teman yang dekat hubungannya dengan anak didiknya selain orangtua. Bahwa guru harus memiliki pengetahuan mengenai alam pribadi anak didik. bagian-bagiannya beroperasi dengan lancar. Penguasaan mengenai subjek yang diajarkan. 58. 42 Universitas Sumatera Utara . Ada tiga unsur yang perlu dipergunakan sebagai bekal untuk berhasilnya seorang guru adalah: 46 a. Dalam hal ini sekolah dipandang sebagai lembaga yang memiliki bagian besar terhadap anak dalam rangka pembentukan watak manusia. cit. Masyarakat seperti itu ditandai oleh kepaduan.struktur dari masyarakat guna melihat bagaimana ia berfungsi.

Hal. Kemahiran serta teknik mengajarnya. cit. sekolah. Berkenaan dengan itu diperlukan juga peranan dari para guru agama dan pimpinan keagamaan pada satu pihak yang merupakan suatu petunjuk untuk kehidupan bahagia di akhirat nanti dan pihak lain merupakan suatu rel kehidupan dalam masyarakat. Agama tidak dapat disangkal lagi sebagai wadah yang tertinggi nilainya dalam usaha memerangi kejahatan. Sebab agama bertujuan untuk mencapai kesempurnaan pengikutnya dan dengan sendirinya kesempurnaan itu hanya dapat dicapai dengan cara menghindari kejahatan yang merupakan larangan dari setiap agama dimuka bumi ini. 273. 3. akan tetapi mereka tidak dapat menerangkan dengan sesungguhnya mengapa mereka berbuat demikian. Hal ini berdasarkan dengan adanya orang-orang yang melakukan kejahatan. 47 Terjadinya kejahatan ditengah-tengah masyarakat beragama adalah menunjukkan kegagalan para pengajar agama. Faktor Ekonomi                                                              47 Edwin H. Lunturnya norma-norma keagamaan membuat mereka melalaikan keharusan-keharusan agama dan melebarkan jalan kearah petualangan yang bertentangan dengan ajaran agamanya. Sutherland. 43 Universitas Sumatera Utara . Menurut E. Sutherland dengan tegas menyatakan bahwa kekurangan latihan keagamaan adalah dasar penyebab kejahatan.c. Op. H. dan dinyatakan pula bahwa berkurangnya perhatian terhadap agama merupakan penyebab utama berkembangnya kejahatan. jika faktor keluarga. dan agama tidak memberikan pengaruh dan kecil pengaruhnya terhadap tingkah laku manusia.

Kondisi-kondisi seperti kemiskinan atau pengangguran. namun perkara pencurian atau penipuan dan penggelapan lebih banyak dipengaruhi oleh gejala-gejala ekonomi. atau penyelundupan. cit.W. penipuan. Op. misalnya hampir tidak memiliki peluang untuk meraih posisi bisnis atau profesional sebagaimana dimiliki anak yang lahir dari sebuah keluarga kaya dan berpendidikan. 110.Seperti halnya Durkheim. Salah satu contoh yaitu pencurian yang terjadi dimana-mana. Menurut Merton. apalagi sandang dan perumahan. 48 Latar belakang masalah ekonomi ini merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya suatu kejahatan adalah kejahatan-kejahatan yang menyangkut harta benda. Hal. 49                                                              48 49 Topo Santoso. Robert Merton juga mengaitkan masalah kejahatan dengan anomie. yang serba kekurangan di bidang pangan. penggelapan. tetapi tidak tersebar secara merata. dan perniagaan atau hal-hal yang sejenisnya. Kejahatankejahatan ini terjadi karena adanya tekanan ekonomi dimana rakyatnya berada dalam kemiskinan. secara relatif dapat melengkapi rangsangan-rangsangan untuk melakukan pencurian. 61. Seorang anak yang lahir dari sebuag keluarga miskin dan tidak berpendidikan. Hal. kekayaan. cit. kesempatan untuk menjadi yang teratas tidaklah dibagikan secara merata. didalam masyarakat yang berorientasi kelas. Op. 44 Universitas Sumatera Utara . G. perampokan. Sangat sedikit anggota kelas bawah mencapainya. Kesempatan untuk meningkat dalam jenjang sosial tadi memang ada.Bawengan. Walaupun mungkin kejahatan tersebut terjadi pada seorang remaja yang melakukan pencurian sebuah cincin dengan maksud untuk menghadiahkan kepada pacarnya.

Keadaan-keadaan tersebut menimbulkan peningkatan kejahatan yang tambah lama tambah kejam diluar kemanusiaan. bahwa harga diri pembangunan itu.Didalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana dapat dijumpai mengenai masalah kejahatan harta benda tersebut. Delikdelik ekonomi dapat kita jumpai dalam undang-undang yang mengatur khusus mengenai tindak pidana ekonomi tersebut. misalnya pencurian. Indonesia sebagai suatu negara berkembang sebenarnya menghadapi suatu dilemma. Pada satu pihak merupakan suatu keharusan untuk melaksanakan pembangunan. 5. Pengaruh Media Komunikasi dan Informasi                                                              50 Ibid. penipuan. 50 4. dan pemerasan banyak melatarbelakangi keadaan ekonomi. dan peningkatan fasilitas kehidupan. bisanya dinyatakan sebagai urbanisasi yang berlebihan (overurbanization) dari suatu negara. Hal. tetapi delik-delik ini merupakan bagian dari Kitab Undangundang Hukum Pidana dan oleh karena itu bukanlah suatu delik ekonomi. dan pada pihak lain pengakuan yang bertambah kuat. Dampak Urbanisasi dan Industrial Kejahatan juga dapat ditimbulkan oleh urbanisasi dan industrialisasi. Hal ini harus kita bedakan dengan kejahatan ekonomi. penipuan. Luasnya problema yang timbul karena banyaknya perpindahan. adalah peningkatan yang menyolok dari kejahatan. dan lain-lainnya. pemerasan. 111. 45 Universitas Sumatera Utara . oleh karena itu di Indonesia telah dikenal adanya tindak pidana ekonomi yang diikuti dengan pembentukan badan-badan peradilan ekonomi walaupun perkara-perkara pencurian.

b. sehingga banyak sekali anak-anak yang biasanya melakukan perbuatan-perbuatan meniru kekejaman dan kejahatan yang                                                              51 Ibid. Bahwa cara-cara untuk melakukan kejahatan serta menghindari pengusutan oleh yang berwajib dapat dipelajari dari bacaan-bacaan fiksi atau nonfiksi. dan kekejaman serta penipuan. Bahwa didalam media-media itu sering ditimbulkan masalah-masalah abnormal dalam bidang seks. karena media komunikasi massa ikut serta memberikan rangsangan terhadap jalan pemikiran dan sepak terjang dalam kehidupan bermasyarakat. film. Menurut Elmer H. Para penjahat sering disodorkan sebagai pahlawan atau ditunjuk sebagai korban penuntutan. c. surat-surat kabar. Johnson dalam bukunya Crime Correction and Society mengemukakan beberapa argumentasi mengenai pengaruh televisi. d. Media yang dimaksudkan itu adalah misalnya melalui bacaan-bacaan. seperti surat kabar.Demikian juga media komunikasi massa tidak ketinggalan. Bahwa media itu telah membangkitkan kerakusan akan usaha untuk memperoleh uang secara mudah sehingga akibat dan dampak yang timbul sangat berpengaruh bagi yang menyaksikan media tersebut. majalah. Hal. Bahwa media tersebut gagal untuk membangkitkan respek terhadap hukum serta peraturan-peraturan lainnya. buku-buku bahkan melalui internet. komikkomik serta internet pada jaman sekarang ini dapat menimbulkan rangsangan kearah kejahatan. 46 Universitas Sumatera Utara . 106. Argumentasi tersebut adalah: 51 a. serangan. sedangkan perwira-perwira penegak hukumnya ditonjolkan sebagai aktor yang kasar dan berlindung dibalik seragamnya.

                                                             52 Ibid. Media massa nampaknya merupakan penghalang kemajuan intelektual dan mendorong orang untuk mengejar sensasi dan keteganganketegangan daripada membentuk manusia-manusia yang bertanggungjawab serta berguna bagi kehidupan. apakah yang cocok untuk dicetak atau untuk dipertunjukkan mereka berpendapat. e. Bahwa media massa pernah dibandingkan dengan dongeng dan dipandang bahwa dongeng atau kisah-kisah demikian itu lebih bermutu. Beberapa argumentasi yang dikemukakan oleh Elmer H. bahwa keuntungan financial dapat diperoleh dengan cara melengkapi adegan pendidikan dengan sesuatu yang menarik penonton dari pembaca. Bahwa media massa telah dipersalahkan karena mengutamakan pemberitaan kejahatan. 47 Universitas Sumatera Utara .pernah mereka baca atau lihat dari dalam televisi ataupun melalui internet. g. sehingga masalah kejahatan dipandang sebagai hal yang biasa saja misalnya acara-acara di televisi menempatkan pertunjukan kejahatan pada waktu dimana penonton berjumlah maksimal dan berita-berita mengenai kejahatan diberikan tempat-tempat yang mencolok didalam surat kabar. Begitu pula ada beberapa kontra mengenai argument Johnson tadi yang tentunya merupakan tangkisan dari pihak petugas media massa adalah sebagai berikut: 52 a. Johnson dalam bukunya yang telah disebutkan diatas tadi. f. Bahwa komunikator sering mengemukakan pertanyaan.

Kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) di Madina Sumut terhadap korban Sugianto (40 Tahun) yang dilakukan oleh 2 (dua) Orang tidak dikenal. Bahwa menyembunyikan berita-berita kejahatan dapat membangkitkan perasaan ingin tahu. B. Bahwa kisah-kisah mengenai kekerasan dianggap menyegarkan jiwa dan membebaskan sikap agresif dari pembacanya. Bahwa acara-acara televisi telah dipandang membangkitkan perhatian anak-anak untuk perkembangannya. d. Berita-berita mengenai penghukuman penjahat dapat merupakan penghalang bagi perkembangan kejahatan. Kronologis kejadian : Ketika korban hendak pulang kerumah bersama istrinya dengan mengendarai mobil truck Coft Diesel dari Panyabungan menuju Batahan. mengingatkan kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan penjahat dan membangkitkan jaminan mengenai peranan polisi dan peradilan. Dapatlah dikemukakan bahwa pengaruh media massa adalah berbeda-beda sehubungan dengan kualitas individu dengan kondisi lingkungannya. Bahwa berita dan fiksi mengenai kejahatan. sesampainya di Tempat Kejadian Perkara. tiba-tiba dicegat oleh 2 (dua) Orang pengendara sepeda motor Yamaha 48 Universitas Sumatera Utara . c. oleh sebab itulah anak-anak harus diperkenalkan dengan apa yang baik dan apa yang buruk jika mereka hendak kita hadapkan pada kenyataan hidup. Contoh-Contoh Kasus dengan Menggunakan Senjata Api Baik yang Dilakukan oleh Warga Sipil maupun Aparat Kepolisian atau TNI 1. g. e. f. Bahwa berita mengenai kejahatan memaparkan bahaya dan kekejian untuk membangkitkan semangat masyarakat untuk memerangi kejahatan.b.

Kasus perampokan di Kantor PT Perkebunan Sumatera Utara Deli Serdang. Sejumlah saksi yang dimintai keterangan diarahkan untuk mengungkap dugaan keterlibatan orang dalam.RX King sambil menodongkan senjata api kopada korban dan istri. Akibat peristiwa tersebut korban menderita kerugian materiil sebesar Rp 325. Kasus ini ditangani oleh Polda Sumatera Utara. 4 Unit HP dan sejumlah uang. kemudian pelaku langsung mengambil perhiasan emas. Kronologis kejadian : kejahatan tersebut dilakukan oleh 4 (empat) prang laki-laki dengan mengendarai sepeda motor RX King dan sepeda motor Suzuki Satria mengejar dan membuntuti dari belakang mobil Datsun BB 8136 NG yang dikendarai oleh Lembang Harahap. 2. menyatakan bahwa terdapat enam pelaku dalam kejadian ini. Kronologis kejadian : terjadi perampokan di PT Perkebunan Sumatera Utara Deli serdang.000. Berdasarkan keterangan ketiga satpam perusahaan yang sempat disandera para pelaku. seorang supir warga Tapanuli Selatan.00 Wib telah terjadi pencurian dengan kekerasan (curas) dengan menggunakan senjata api. sehingga korban melaju dengan kecepatan tinggi lalu 49 Universitas Sumatera Utara . Saksi menyebutkan perampokan itu dilakukan enam pelaku yang dilengkapi senjata tajam dan sejenis senjata api.000. Terungkap kalau keenam pelaku yang disebut-sebut menggunakan atribut loreng itu cukup mengenali seluk-beluk ruangan kantor perkebunan itu. Keenam pelaku membobol dua unit brankas dari ruang kasir yang berisi uang tunai Rp 5 juta. 3. Pada tanggal 12 Maret 2006 pukul 15.

Tindak pidana karena lalainya menyebabkan meninggalnya orang yang dilakukan oleh Seorang Aparat Penegak Hukum. dkk. Setelah gabung sebentar dan bercerita ditempat itu. 5. Kronologis kejadian : Jumat 21 Agustus 2009. Selanjutnya melakukan pengejaran tersebut dan kemudian pada saat berada di Jalan Keadilan Simpang Medan. Kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh 4 (empat) orang pria pada seorang gadis. namun tembakan mengenai seorang yang lain. namun para pelaku tidak berhasil mengambil barangbarang milik korban. maka oleh Julianto mengenalkan kepada Ima Suci Purnamasari ke beberapa orang teman laki-lakinya (terlapor). ketika Ima Suci Purnamasari (pelapor) bersama temannya Yosefa dan Julianto sedang berada di Live Music Retro. pelapor dan temannya. si pelapor dipaksa masuk kedalam kamar 50 Universitas Sumatera Utara . maka oleh si terlapor mengajak pelapor dan temannya Yosefa untuk gabung sambil minum-minum di warkop Elisabeth. Dan selanjutnya pelapor dibawa oleh si terlapor ke Hotel Sehati. 4.pelaku menghadang dari depan dan menodongkan senjata api jenis pistol serta melakukan penembakan ke udara sebanyak 1 (satu) kali sehingga korban berhenti. Tiba di hotel. Atas ajakan tersebut. Hendro Kuswoyo melakukan penembakan terhadap tersangka/pelaku penjambretan tadi. Pancur batu. Kronologis kejadian : pada hari Senin tanggal 15 Juni 2009 seorang BRIPTU Hendro Kuswoyo sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku atau tersangka penjambretan. yang menyebabkan luka dan meninggal dunia. Yosefa setuju dan naik ke mobil terlapor. Arbi Albar. kemudian pelaku ditangkap.

dibawah ancaman senjata api. polisi kemudian meringkus Roni yang disebut pemilik pistol tersebut. Lima pria ditangkap aparat Kepolisian Daerah Sumatra Utara. Mereka pun bersepakat bertransaksi di sebuah tempat di Medan. Kelima tersangka mengaku membantu menjualkan pistol itu untuk mendapat komisi. Selasa 24 Juni 2009 karena kepergok menjual senjata api rakitan. Setelah ditangkap. Adi pun mengikuti jurus rekannya dan menyebut Ardiansyah sebagai pemiliknya. dan selanjutnya didalam kamar tersebut maka oleh si terlapor dan teman-temannya memperkosa pelapor secara bergiliran. Kronologis kejadian : ketika seorang anggota Brigade Mobil Polda Sumut berpura-pura membeli senjata ke Ponirin dan Fery. pria itu lantas membekuk Ponirin dan Fery. Tersangka ketiga ini bernyanyi dan mengatakan.30 Wib di Jalan Khairil Anwar belakang SD Negri Nomor 050660 Kel. Atas kejadian tersebut pelapor merasa keberatan dan melaporkan hal tersebut ke kepolisian sekitarnya. Polisi belum mengetahui apakah Ardiansyah itu tokoh karangan Adi. Pria itu bermaksud membeli pistol rakitan beserta dua butir peluru jenis SS-1. Berdasarkan pengakuan keduanya. 6. 51 Universitas Sumatera Utara . Kuala Binjai Kec. Stabat Langkat telah terjadi Pencurian dengan menggunakan Senjata Api. barang ilegal ini titipan Adi Chandra asal Deli Serdang. Kasus penjualan senjata api rakitan secara illegal. Beberapa saat setelah jual beli tercapai. Pada tanggal 11 April 2007 pukul 20. Uangnya digunakan untuk membeli rokok. Harga yang disepakati Rp 250 ribu. Kedua tersangka tak pernah menyangka pria itu adalah polisi yang tengah menyamar. 7.

sedangkan korban meninggal dunia ditempat.00 Wib di Jalan SM Raja depan Bahsorma Kel. Pada tanggal 20 November 2008 pukul 20. Lalu pelaku meminta handphone kepada korban dan kemudian korban melakukan perlawanan terhadap dua orang pelaku sehingga korban mengalami luka tusuk pada dada sebelah kiri dan tidak berdaya lalu pelaku mengambil handphone milik korban dan satu unit sepeda motor Supra Fit BK 5762 PR milik korban. Jalan Samosir 2 Nomor 17 Pematang Siantar yang dilakukan oleh 4 (empat) orang tersangka (dalam Lidik) dengan cara sewaktu korban berhenti di TKP lalu tersangka mengambil tas dari samping tempat duduk dalam mobil korban lalu antara tersangka dan korban terjadi tarik menarik tas dan menembak pinggang kiri korban.sesuai dengan LP/425/X/2008/STR tanggal 23 November 2008 (lidik Polres Pematang Siantar).Kronologis kejadian : kejahatan tersebut dilakukan oleh 2 (dua) orang tidak dikenal dengan menggunakan sepeda motor GL Pro (plat kendaraan tidak diketahui) berhenti tidak jauh dari korban lalu pelaku mendekati korban berpura-pura bertanya pada korban lalu salah satu pelaku mengeluarkan dan menodongkan kearah korban. lalu mengambil tas yang berisikan uang Rp 7. 8.000. Siantar telah terjadi Pencurian Dengan Kekerasan yang disertai dengan Senjata Api terhadap diri korban Berman Simanjuntak.000. sedangkan seorang lagi mengeluarkan pisau dan menodongkan kearah pacar korban.. Nagahuta Kec. kemudian pelaku melarikan diri. wiraswasta. 42 tahun. 52 Universitas Sumatera Utara .

Sipare-pare Kec. Kronologis kejadian : kejahatan ini terjadi pada diri korban Firdaus yang telah meninggal dunia. Gading Blok S. Sipare-pare Kec. Gading Blok T. Sei Suka Kab.835 ton. seorang satpam. Kronologis Kejadian : kasus ini terjadi terhadap korban Palit Nasution 40 Tahun. dan dapat ditangkap para pelaku pencurian ini diantaranya bernama Fauzi Aruan. Pada tanggal 8 Mei 2009 pukul 16. Sei Deras Kec. Mangatas Tanjung. Muamar Khadafi Munte. Pada tanggal 7 Mei 2008 pukul 02. dan Andi Prima. 10.00 Wib di Jalinsum Ds. Kronologis kejadian : para pelaku menghadang/menyerempet mobil kijang BK 1933 VF yang dikendarai korban karyawan Bank BNI 46 Cabang Kuala 53 Universitas Sumatera Utara . 36-02 Kel. seorang supir Komplek Perumahan Tg. Batu bara.30 Wib di Jalinsum Medan Kisaran Dsn. Sei Suka Kab. Ds. 20 Kel. Perk. Sei Suka Kab. III Ds. Komplek Perumahan Tg. dan Zainal Abidin Nasution sesuai dengan LP/70/V/2008/Asahan Raja tanggal 7 Mei 2008 (sidik Polres Asahan). Aek Loba Kec. Bangkit Ritonga. Asahan telah terjadi kasus Pencurian dengan kekerasan dengan menggunakan senjata api. Kota Pinang yang dilakukan oleh 5 (lima) orang laki-laki yang tidak dikenal dengan cara menyetop/menghadang sewaktu korban sedang mngendarai mobil truk BK 8430 CC bermuatan sebanyak 7. Batu bara yang dilakukan 6 (enam) orang laki-laki yang tidak dikenal dengan 3 unit mengendarai Sepeda Motor Yamaha RX King dan Jupiter MX tanpa plat.9. Perk. Aek Kuasan Kab. Batu Bara telah terjadi Kasus Pencurian dengan kekerasan dengan menggunakan Senjata api. Mampang Kec. lalu pelaku mengancam korban dengan senjata api dan pelaku membawa kabur mobil truk tersebut.

lalu pelaku menembakkan supir dan satpam dan mengambil uang Rp 120. Dengan begitu banyaknya terjadi kejahatan-kejahatan tersebut tidak diragukan lagi bahwa akan menimbulkan dampak yang sangat mengkhawatirkan terhadap masyarakat.Tanjung. perdagangan wanita dan anak dibawah umur. terutama bagi aparat kepolisian. kemudian pelaku melarikan diri sesuai dengan LP/54/V/2009/Asahan Puran. kejahatan narkotika dan psikotropika. di rumah kediaman. serta kasus-kasus lainnya. tanggal 8 Mei 2009 lidik Polres Asahan/Polsek Indra Pura. penipuan. serta kasus kejahatan biasa lainnya sampai kejahatan yang menimbulkan rasa takut dan cemas terhadap masyarakat..000. pusat-pusat perbelanjaan. penculikan. kantor atau kampus. 53 C.000. dan                                                              Data-data yang diterima dari Kepolisian Sumatera Utara Bagian Reserse Kriminal. seperti kasus dengan menggunakan senjata api. penganiayaan. dimana mereka mempunyai tugas yang sangat berat dalam menghadapi berbagai macam jenis tindak pidana kejahatan yang ada di kota-kota besar. misalnya pencurian. Meningkatnya jumlah kasus-kasus kriminalitas di kota-kota besar merupakan suatu tempat dimana bertumpuknya segala macam persoalanpersoalan yang dihadapi oleh komunitas masyarakat di kota-kota besar. Faktor-Faktor Penyebab Timbulnya Kejahatan dengan Menggunakan Senjata Api di Wilayah Kepolisian Sumatera Utara dan Sekitarnya Sekarang ini kejahatan-kejahatan yang sering terjadi ditengah-tengah masyarakat sangatlah beraneka ragam bentuknya. pembunuhan dengan berbagai motif. 53 54 Universitas Sumatera Utara . senjata tajam. pada tanggal 24 Maret 2010.yang ada didalam mobil. Memang masih ada sisa-sisa kenyamanan dan keamanan diberbagai sudut kota.

sehingga bagi mereka yang imannya lemah akan lebih mudah tergiur untuk melakukan tindakan-tindakan kriminalitas. sehingga dapat menyebabkan terjadinya tindak pidana. Sehingga dari kondisi yang seperti ini dapat menimbulkan suatu tekanan-tekanan kebutuhan yang sangat besar. Kurangnya tingkat perekonomian yang berupa lapangan pekerjaan untuk golongan kelas menengah kebawah dapat menimbulkan banyaknya jumlah pengangguran. Hal inilah yang memunculkan kecemburuan sosial serta hilangnya komitmen moral masyarakat demi melakukan pengejaran terhadap keuntungan pribadinya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Kepolisian Sumatera Utara bagian Reserse Kriminal yang dilakukan melalui wawancara dengan Bapak 55 Universitas Sumatera Utara . serta meningkatnya harga-harga kebutuhan hidup yang juga dapat mengurangi pendapatan masyarakat. Begitu juga dengan faktor sosial atau faktor lingkungan. dan pencurian yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi atas diri siapapun dan dimanapun kita berada. kurangnya rasa solidaritas sosial dikalangan masyarakat dapat menimbulkan rasa sentiment dan kesenjangan sosial. dan pada keadaan-keadaan tertentu ada beberapa kalangan masyarakat cenderung bergaya hidup mewah dan mencolok ditengah lingkungan masyarakat yang tidak kondusif.tempat-tempat hiburan. penodongan. karena adanya tindak kejahatan seperti pencopetan. pemerasan. Tetapi kondisinya tetap saja menakutkan dan menyeramkan. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya pemberitaan mengenai kejahatan-kejahatan yang terjadi di kota-kota besar melalui media informasi yang ada. Tingginya tingkat kriminalitas yang terjadi di kota-kota besar biasanya disebabkan oleh faktor perekonomian seseorang.

pada tanggal 24 Maret 2010. yang juga menyatakan bahwa untuk dapat mempelajari seseorang dalam hubungannya terhadap suatu masyarakat adalah dengan melihat pada bagian-bagian komponennya dalam usaha mengetahui bagaimana masing-masing berhubungan seorang dengan yang lainnya. 54 56 Universitas Sumatera Utara . Jika seseorang yang dalam suatu masyarakat itu stabil. Kepala Bagian Analisis. Kita dapat melihat kepada struktur dari masyarakat guna melihat bagaimana ia berfungsi. bagian-bagiannya beroperasi dengan lancar. Dengan kata                                                              Hasil wawancara di Kepolisian Sumatera Utara bagian Reserse Kriminal. Seperti yang tertuang dalam Teori-teori Strain yang merupakan hasil karya dari Emile Durkheim. susunan sosial berfungsi. Namun. jika bagianbagiannya tertata dalam suatu keadaan yang membahayakan keteraturan/ketertiban sosial. Orang yang seperti itu ditandai oleh kepaduan. kerjasama. Faktor ekonomi. Faktor Industrial atau Lapangan pekerjaan. Faktor Lingkungan. sekarang ini biasanya lebih banyak disebabkan oleh beberapa faktor dibawah ini. susunan masyarakat itu tidak berfungsi. 3. mengenai faktor-faktor timbulnya suatu kejahatan di wilayah Hukum Kepolisian Sumatera Utara.Kompol Kasmin Ginting. dan kesepakatan. Sampai saat ini ketiga faktor inilah yang menyebabkan timbulnya masalah-masalah tentang kejahatan dengan menggunakan senjata api yang semakin meningkat di Sumatera Utara. 2. yaitu: 54 1.

lain disini dapat kita lihat bahwa lingkungan sekitar sangat mempengaruhi seseorang berniat melakukan kejahatan atau tidak. 56 Selain mengenai masuknya berbagai jenis senjata api ke wilayah Indonesia. 58. dimana sekarang ini banyak sekali kita lihat sindikat penjualan senjata api secara illegal atau tanpa izin dari Kepolisian yang masuk ke wilayah Indonesia. mengenai undang-undang kepemilikan senjata api juga merupakan salah satu pemicu meningkatnya tindak kejahatan. Kurangnya keamanan dan pengawasan dalam mengantisipasi masuknya senjata api illegal ke wilayah Indonesia sehingga menyebabkan para pelaku penyelundupan senjata api dapat dengan mudah menjual bebas senjata api tersebut. Semakin berkembangnya suatu negara. Undang-undang memperbolehkan warga sipil untuk dapat memiliki senjata api untuk perlindungan                                                              Topo Santoso. Op. mulai dari jenis senjata api rakitan atau dibuat sendiri (home made) sampai senjata api otomatis atau canggih (senjata api modern) yang sampai saat ini masih belum jelas darimana senjata api tersebut dapat dengan mudah masuk ke wilayah Indonesia. Hasil wawancara di Kepolisian Sumatera Utara bagian Laboratorium Forensik. 56 55 57 Universitas Sumatera Utara .cit. Disamping ketiga faktor tersebut diatas.. Hal tersebut dapat mendorong seseorang untuk melakukan kejahatan agar dia dapat memenuhi tuntutan kebutuhan hidupnya. Sekarang ini banyak sekali senjata api illegal yang masuk ke Indonesia. semakin besar juga tekanan ekonomi terhadap seseorang akan kebutuhan hidupnya. ada lagi satu faktor penyebab meningkatnya tindak kejahatan dan kekerasan dengan menggunakan senjata api. pada tanggal 12 Februari 2010. 55 Begitu juga akan perkembangan suatu negara. Hal.

Izin kepemilikan senjata api yang sudah dijelaskan dalam berbagai macam undang-undang diatas memang memperbolehkan masyarakat umum untuk memiliki senjata api. aparat keamanan pada lokasi perkebunan tertentu. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1960 tentang Kewenangan Perizinan yang diberikan menurut perundang-undangan mengenai senjata api dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia. izin tersebut haruslah diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia secara selektif dan dengan prosedur yang cukup ketat. para pejabat pemerintahan seperti hakim dan jaksa. Izin tersebut juga diberikan kepada seseorang yang ingin memiliki senjata api apabila telah melakukan beberapa tes. seperti satuan pengamanan atau satpam (security). serta ujian menembak. CH. Hal tersebut dilakukan agar seseorang yang memiliki senjata api secara emosional dapat mempertanggungjawabkan 58 Universitas Sumatera Utara . Drs. Syafrian S. Menurut Kepala Laboratorium Forensik Kepolisian Sumatera Utara. yang karena tugasnya sehari-hari yang determinatif (yang menentukan hidup manusia). tes kesehatan.diri. pengusaha. tes kecakapan. Warga tertentu yang karena tugas dan jabatannya masyarakat umum dapat memperoleh izin untuk memiliki senjata api. Maksudnya adalah izin kepemilikan diberikan kepada warga sipil tertentu karena tugas dan jabatannya serta dalam rangka untuk membela diri. anggota dewan. pengusaha. Undang-undang yang mengatur tentang diperbolehkannya warga sipil untuk memiliki senjata api adalah Undang-Undang Nomor 8 tahun 1948 tentang Pendaftaran dan Pemberian Izin Dalam Pemakaian Senjata Api. polisi khusus (polsus). yang diantaranya tes psikologi. Untuk izin kepemilikan senjata api yang diberikan kepada seseorang karena permintaannya sendiri.

Meningkatnya kejahatan dengan menggunakan senjata api memang dirasakan cukup meresahkan masyarakat. tetapi aparat kepolisian juga ada yang menyalahgunakan                                                              57 Ibid. Seperti yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya. tetapi kepada aparat kepolisian juga dilakukan evaluasi terhadap izin kepemilikan senjata api tersebut. sehingga tidak menimbulkan suatu tindak pidana. terutama mengenai banyaknya kasus-kasus kejahatan dengan menggunakan senjata api. Kejahatan dengan menggunakan senjata api ini tidak hanya dilakukan dengan menggunakan senjata api illegal atau rakitan saja. Tidak hanya kepada masyarakat umum saja izin kepemilikan senjata api dilakukan secara selektif dan dengan prosedur yang ketat. tetapi juga dilakukan oleh orang yang telah memiliki izin dalam menggunakan senjata api. bahwa izin kepemilikan senjata api legal ini telah melalui prosedur perizinan dimana mereka seharusnya dapat menahan dan mengendalikan emosi mereka apabila terlibat dalam suatu masalah. Aparat kepolisian yang dalam melakukan usaha penyidikan terhadap kasus-kasus kejahatan dengan senjata api seringkali menghadapi kesulitan-kesulitan seperti tidak ditemukannya barang bukti yang benar-benar menunjang untuk dijadikan bahan penyelidikan lebih lanjut. 59 Universitas Sumatera Utara .perbuatannya. 57 Dapat kita lihat dari contoh-contoh kasus kriminalitas diatas bahwa pada saat ini memang banyak sekali kesulitan dan hambatan yang dihadapi oleh aparat kepolisian. Kejahatan dengan menggunakan senjata api tidak hanya dilakukan oleh masyarakat umum saja. agar tidak sewenang-wenang atau secara sembarangan mempergunakan senjata api tersebut.

Pada Tahun 2007 terjadi peristiwa yang menjadi perbincangan masyarakat khususnya kota Medan akibat terjadinya penembakan yang dilakukan oleh seorang aparat yaitu alm. Iptu Oloan Hutasoit menembak sepasang pengantin baru di Syariah Fair Komplek IAIN Sumatera Utara. Ini dilakukan agar kejadian itu tidak terulang kembali. Oloan Hutasoit juga melakukan penembakan terhadap dirinya sendiri pada bagian kepalanya. Kejadian tersebut terjadi karena persoalan percintaan dimana Nanda Syafrina Simangunsong merupakan mantan kekasih Iptu Oloan Hutasoit. Bagi personel 60 Universitas Sumatera Utara . Mantan Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara Irjen Pol Nurudin Usman mengatakan berjanji akan lebih memperketat lagi pemberian senjata kepada aparat keamanan dan lebih selektif lagi mempersenjatai anggota di lapangan. Nurudin juga berencana akan menerapkan tes psikologi bagi anggota yang memegang senjata api. Iptu Oloan Hutasoit menembak pasangan suami istri Ahrul Fahmi dan Nanda Syafrina Simangunsong warga kompleks IAIN Medan. karena sakit hati.kegunaan daripada senjata api yang dimilikinya tersebut. Diantaranya yaitu berupa pengetatan terhadap registrasi yang selama ini secara rutinitas dilakukan setiap enam bulan sekali kepada personel khusus yang memegang senjata api. Pada peristiwa tersebut. Irjen Pol Nurudin Usman juga menegaskan pihaknya sudah melakukan sejumlah rencana. Peristiwa ini cukup mencoreng kreadibilitas Kepolisian dimata masyarakat. Aksi yang berujung dengan penembakan bunuh diri ini terjadi pada hari Rabu 24 Januari 2007. Nurudin mengaku tidak bisa dilakukan secara global. Menyangkut penarikan senjata api bagi personel di lapangan.

12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api (senpi). Sertu Yudha Nugraha. dimana 2 (dua) tersangka jambret yang mengakibatkan tewasnya seorang anggota TNI.kabarindonesia. yang menyebabkan luka dan meninggal dunia. Hendro Kuswoyo melakukan penembakan terhadap tersangka/pelaku penjambretan tadi. namun tembakan mengenai seorang yang lain.com/berita. Kemudian Sertu Yudha datang melerai agar tidak main hakim sendiri dan menyarankan untuk menyerahkan kedua tersangka ke polisi. Tindak pidana karena lalainya menyebabkan meninggalnya orang yang dilakukan oleh Seorang Aparat Penegak Hukum juga terjadi pada hari Senin tanggal 15 Juni 2009 seorang BRIPTU Hendro Kuswoyo sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku atau tersangka penjambretan. Tidak berselang lama anggota Polsekta Helvetia. Kasus perampokan yang juga menyebabkan matinya orang oleh aparat Kepolisian. Selanjutnya melakukan pengejaran tersebut dan kemudian pada saat berada di Jalan Keadilan Simpang Medan. Pada tanggal 15 Juni 2009 Pelaku perampokan diamuk massa karena tertangkap tangan saat beraksi.php?pil=8&dn=20070316050637. sedangkan personel operasional sepertinya tidak mungkin dilakukan. Kasat Reskrim Poltabes Medan mengatakan kedua jambret itu adalah Indra Syaputra (26) dan Yudi Sasmita (25) keduanya warga Mabar Hilir. Perketat Pengawasan Senjata Api Anggotanya” 21 Jan 2010.non-operasional seperti ajudan dan penyidik. Briptu Hendro Kuswoyo datang dan mencoba                                                              http://www. disebabkan tertembak anggota Polsekta Helvetia Briptu Hendro Kuswoyo. penarikannya akan dipertimbangkan. 58 ”Kepolisian 61 Universitas Sumatera Utara . terpaksa dikenakan Undang-Undang Darurat No. 58 Tindak pidana dengan menggunakan senjata api yang dilakukan oleh aparat kepolisian ataupun TNI hingga sekarang ini masih saja ada terjadi.

Briptu Hendro Kusmoyo spontan menarik senjatanya dari pinggang dengan niat memberikan tembakan peringatan ke arah atas. Tiba-tiba. Tabel : Data Kasus Pencurian. Namun naas. seorang dari tersangka mencoba untuk kabur. 59 Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Kepolisian Sumatera Utara. Sertu Yudha langsung dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Penculikan. Melihat hal itu. Perampokan. 59 62 Universitas Sumatera Utara . Pembunuhan dengan menggunakan kekerasan ataupun ancaman senjata api di Wilayah Hukum Kepolisian Sumatera Utara dan Sekitarnya Tahun 2005-2009. Tahun 2005 2006 Jumlah Kasus 56 Kasus 66 Kasus Alat yang sering Digunakan Senjata api yang sering digunakan pelaku kejahatan                                                              Contoh-contoh kasus yang diambil dari Kepolisian Sumatera Utara Medan Bagian Reserse Kriminal pada tanggal 24 Maret 2010. Yudha bersimbah darah dan terkapar. kasus-kasus kejahatan dengan menggunakan senjata api lebih banyak terjadi pada kasus-kasus perampokan dan pencurian dengan kekerasan ataupun ancaman dengan menggunakan senjata api. belum lagi mengarahkan senjata ke atas.membantu Sertu Yudha Nugraha untuk membawa kedua pelaku. senjatanya memuntahkan peluru sehingga mengenai tengkorak kepala bagian bawah Sertu Yudha Nugraha. Akibatnya. seperti dijelaskan dalam tabel dibawah ini. Tapi nyawa Sertu Yudha tak tertolong hingga akhirnya ia meninggal dunia.

pengusaha hingga ratusan juta rupiah. Kejahatan tersebut banyak merugikan masyarakat umum. Dari data-data tersebut diatas. dan beberapa diantaranya 2009 48 Kasus ada juga yang menggunakan senjata api berlaras panjang. Belum lagi terhadap senjata-senjata api yang tidak dilengkapi dengan surat-surat kepemilikan yang sah ataupun senjata api yang dibuat sendiri oleh orang-orang teknisi yang mengetahui teknik-teknik cara pembuatan senjata api. Banyaknya insiden tindak pidana dengan menggunakan senjata api yang terjadi baik yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan TNI maupun kepada masyarakat umum. Oleh sebab itu diperlukan peningkatan peranan dari aparat kepolisian untuk lebih meningkatkan lagi pengamanan dan penindakan tegas bagi para pelaku kejahatan. Bahkan para pelaku tidak sungkan-sungkan melakukan kekerasan bahkan membuat tewasnya korban ataupun orang-orang sekitarnya ditempat kejadian perkara demi memperlancar aksi kejahatannya tersebut. maka kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap 63 Universitas Sumatera Utara . Banyaknya kasus-kasus perampokan dan pencurian dengan menggunakan senjata api terjadi setiap Tahunnya. Sumber : Kepolisian Sumatera Utara. para nasabah bank.2007 2008 78 Kasus 50 Kasus adalah Senjata api rakitan berlaras pendek atau sejenis pistol. data diolah. dapat kita lihat bahwa kejahatan dengan menggunakan senjata api di tahun 2005 hingga tahun 2007 terus meningkat. Senjata-senjata api tersebut digunakan untuk melakukan kejahatan-kejahatan yang dapat meresahkan masyarakat umum.

Menurunnya angka kriminalitas dengan menggunakan senjata api di Sumatera Utara pada tahun 2008 hingga 2009. Penarikan senjata api tersebut diharapkan dapat mengurangi penyalahgunaan senjata api oleh warga sipil. Sebagai jawaban dari keresahan masyarakat akan meningkatnya kejahatan dengan menggunakan senjata api. Lebih selektifnya kepolisian dalam memberikan izin kepemilikan senjata api membuat angka kejahatan tersebut menurun. maka Kepolisian Republik Indonesia akan menarik seluruh senjata api dari warga sipil dan berencana akan melarang kepemilikan senjata api oleh warga sipil. merupakan salah satu cara sehingga dapat membuat tindak pidana dengan menggunakan senjata api di Sumatera Utara semakin menurun. Hal ini dapat kita lihat dari tabel diatas. 64 Universitas Sumatera Utara .kasus-kasus penyalahgunaan senjata api oleh aparat ataupun masyarakat. Semakin diperketatnya izin kepemilikan senjata api di Sumatera Utara baik kepada anggota kepolisian dan TNI bahkan dilarangnya kepemilikan senjata api lagi bagi masyarakat umum. Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Kepolisian tersebut membuat tindak pidana dengan menggunakan senjata api di Sumatera Utara semakin menurun. Selain diperketatnya izin kepemilikan senjata api. Pada Tahun 2007 Kepolisian Negara Republik Indonesia secara intensif akan terus menarik senjata api yang beredar di masyarakat umum secara bertahap dan akan digudangkan. Lebih selektifnya kepolisian dalam memberikan izin kepemilikan senjata api membuat angka kejahatan tersebut menurun. bahkan kepemilikan senjata api bagi warga sipil pun akan dilarang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful