BAB II KAJIAN KRIMINOLOGI TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TIMBULNYA KEJAHATAN DENGAN MENGGUNAKAN SENJATA API

A. Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Kejahatan dalam Teori Kriminologi 1. Lingkungan Keluarga Dalam khasanah kriminologi, orang-orang tidak akan pernah melupakan seorang sarjana yang bernama Cesare Lambrosso, yang juga mendapatkan julukan Bapak Kriminologi Modern. Jasanya bukan karena Teori Born Criminal–nya yang terkenal, tetapi karena Lambrosso merupakan orang yang pertama yang meletakkan metode ilmiah (rational-scientist thinking and experimental) dalam mencari penjelasan tentang sebab-sebab kejahatan serta melihatnya dari banyak faktor. 38 Teori Lambrosso tentang Born Criminal (Penjahat yang dilahirkan) menyatakan bahwa para penjahat adalah suatu bentuk yang lebih rendah dalam kehidupan, lebih mendekati nenek moyang mereka yang mirip kera dalam sifat bawaan dan watak dibandingkan mereka yang bukan penjahat. Lambrosso juga menambahkan 2 (dua) kategori lainnya yaitu Insane Criminal dan Criminoloids, dimana Insane Criminal bukanlah penjahat sejak lahir, melainkan mereka menjadi penjahat sebagai hasil dari beberapa perubahan dalam otak mereka yang menggangu kemampuan mereka untuk membedakan antara benar dan salah.

Criminoloids mencakup suatu kelompok ambiguous termasuk penjahat kambuhan (habitual kriminal), penjahat karena nafsu dan berbagai tipe. 39
                                                            
38 39

Topo Santoso, Op. cit, Hal. 23. Ibid, Hal. 38.

39

Universitas Sumatera Utara

Keluarga merupakan permulaan dari kehidupan baru. Seorang bayi dilahirkan, belum ada yang mampu meramalkan apakah bayi itu kelak akan menjadi seorang yang sukses atau seorang pesuruh, atau mungkin kelak menjadi seorang yang berkuasa ataukah seorang pencuri ataupun perampok, dan mungkin pula menjadi seorang pengemis. Tidak ada yang mampu memberi ramalan yang pasti apakah seorang anak tersebut seperti ini profesinya apabila besar nanti.
40

Tetapi bila hendak diramalkan bahwa seorang anak pedagang pada suatu waktu akan menjadi pedagang, kemungkinannya akan lebih besar daripada pernyataan pertama tadi. Namun sulit pula untuk dipastikan bahwa seorang anak pembunuh pada suatu waktu akan menjadi seorang pembunuh juga, atau anak seorang pemain piano pada suatu waktu akan menjadi pencipta lagu. Kata-kata yang sering dikemukakan adalah bahwa sesuatu akan tergantung pada situasi dan kondisi. Istilah situasi dan kondisi itu atau lebih tepat daripada istilah tersebut adalah tergantung pada keadaan. 41 Berbicara tentang situasi dan kondisi ialah istilah dua patah kata yang memiliki arti luas dan dalam. Lingkungan keluarga sebagai faktor yang akan menentukan kearah mana pertumbuhan pribadi si kecil tadi, memiliki kondisi-kondisi tertentu yang berbeda-beda dalam corak, sifat keluarga tertentu dengan keluarga lain. Salah satu ciri yang menjadi yang menjadi perhatian didalam menelaah dari suatu kejahatan adalah The Broken Home. Broken Home dapat dikatakan sebagai lingkungan keluarga yang ditimpa kemalangan dan dapat terdiri dari beberapa jenis, misalnya salah seorang
                                                            
G.W.Bawengan, Masalah Kejahatan dengan Sebab dan Akibat, (Jakarta: Pradya Paramitha, 1977), Hal. 89. 41 Ibid
40

40

Universitas Sumatera Utara

Kesibukan dapat pula membuat orang tua acuh tak acuh terhadap pertanyaan anak yang ingin mengetahui sesuatu.ayah/ibu telah meninggal dunia. Dengan kata lain. bercerai terpisah jauh. sehubungan dengan delikuensi dan kejahatan. Dalam Teori-teori Strain yang merupakan hasil karya dari Emile Durkheim. 42 Sutherland menyebutkan bahwa broken home itu sebagai unsur yang dipandang sangat beralasan untuk mendorong kearah kejahatan. Bahkan seringkali orang tua itu hampir-hampir tidak mempunyai waktu untuk membantu anak menyelesaikan persoalanpersoalan yang harus dia kerjakan sendiri. mungkin persoalan pelajaran atau mungkin persoalan kehidupan praktis dari teman anak tersebut. satu cara dalam mempelajari suatu masyarakat adalah dengan melihat pada bagian-bagian komponennya dalam usaha mengetahui bagaimana masingmasing berhubungan satu sama lain. atau mungkin pula ayah memberikan jawaban yang menimbulkan kejengkelan anak. 90. Pengaruh Sosial Lingkungan sosial juga merupakan salah satu latar belakang yang memberikan pengaruh pada tingkah laku kriminalitas dari setiap individuindividu. Hal. 43 2. 41 Universitas Sumatera Utara . kita melihat kepada                                                              42 43 Ibid. Ibid. Dengan demikian memupuk kecemasan pada tunas yang mulai tumbuh itu. Oleh sebab itulah disini betul-betul perlu diperhatikan mengenai pentingnya peranan kedua orangtua didalam mendidik anaknya dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakatnya. Kurangnya waktu orang tua untuk memperhatikan kebutuhan-kebutuhan anak merupakan penyebab terjadinya penyimpangan yang mengakibatkan anak melibatkan diri kearah kejahatan yang tidak diinginkan.

Bahwa guru harus memiliki pengetahuan mengenai alam pribadi anak didik. 44 Setelah lingkungan keluarga. G. 274. Op. cit. Ada tiga unsur yang perlu dipergunakan sebagai bekal untuk berhasilnya seorang guru adalah: 46 a. cit. sekolah merupakan wadah untuk memupuk manusia yang kelak akan berguna bagi pembangunan dan kesejahteraan bangsanya dan dari segi kriminologinya sekolahpun berfungsi sebagai lembaga yang mampu untuk mencegah kejahatan. susunan sosial berfungsi. susunan masyarakat itu disebut dysfunctional (tidak berfungsi). Sutherland. Hal. misalnya sekolah. Namun. 42 Universitas Sumatera Utara . kerjasama.W. Hal. Sekolah memegang peranan penting dalam melatih anak-anak untuk kehidupan selanjutnya. maka terdapat pula lembaga-lembaga sosial yang sangat penting fungsinya sehubungan dengan tingkah laku anggota masyarakat itu. Dalam hal ini sekolah dipandang sebagai lembaga yang memiliki bagian besar terhadap anak dalam rangka pembentukan watak manusia. dan kesepakatan. Op. bagian-bagiannya beroperasi dengan lancar. Masyarakat seperti itu ditandai oleh kepaduan. cit.                                                              44 45 46 Topo Santoso. Jika masyarakat itu stabil. Dari segi pembinaan bangsa. jika bagian-bagiannya tertata dalam suatu keadaan yang membahayakan keteraturan/ketertiban sosial. karena disanalah semua anak diseleksi dan dikembangkan bakatnya. 45 Dalam hal itu guru merupakan teman yang dekat hubungannya dengan anak didiknya selain orangtua. b.Bawengan. Edwin H. Penguasaan mengenai subjek yang diajarkan. Loc. 58.struktur dari masyarakat guna melihat bagaimana ia berfungsi.

Hal.c. Lunturnya norma-norma keagamaan membuat mereka melalaikan keharusan-keharusan agama dan melebarkan jalan kearah petualangan yang bertentangan dengan ajaran agamanya. dan dinyatakan pula bahwa berkurangnya perhatian terhadap agama merupakan penyebab utama berkembangnya kejahatan. Op. cit. Kemahiran serta teknik mengajarnya. Sutherland dengan tegas menyatakan bahwa kekurangan latihan keagamaan adalah dasar penyebab kejahatan. jika faktor keluarga. Agama tidak dapat disangkal lagi sebagai wadah yang tertinggi nilainya dalam usaha memerangi kejahatan. Faktor Ekonomi                                                              47 Edwin H. Berkenaan dengan itu diperlukan juga peranan dari para guru agama dan pimpinan keagamaan pada satu pihak yang merupakan suatu petunjuk untuk kehidupan bahagia di akhirat nanti dan pihak lain merupakan suatu rel kehidupan dalam masyarakat. H. Menurut E. Sebab agama bertujuan untuk mencapai kesempurnaan pengikutnya dan dengan sendirinya kesempurnaan itu hanya dapat dicapai dengan cara menghindari kejahatan yang merupakan larangan dari setiap agama dimuka bumi ini. 3. 47 Terjadinya kejahatan ditengah-tengah masyarakat beragama adalah menunjukkan kegagalan para pengajar agama. dan agama tidak memberikan pengaruh dan kecil pengaruhnya terhadap tingkah laku manusia. Sutherland. akan tetapi mereka tidak dapat menerangkan dengan sesungguhnya mengapa mereka berbuat demikian. Hal ini berdasarkan dengan adanya orang-orang yang melakukan kejahatan. 273. 43 Universitas Sumatera Utara . sekolah.

Seorang anak yang lahir dari sebuag keluarga miskin dan tidak berpendidikan. Kejahatankejahatan ini terjadi karena adanya tekanan ekonomi dimana rakyatnya berada dalam kemiskinan. Op. namun perkara pencurian atau penipuan dan penggelapan lebih banyak dipengaruhi oleh gejala-gejala ekonomi. G. perampokan. misalnya hampir tidak memiliki peluang untuk meraih posisi bisnis atau profesional sebagaimana dimiliki anak yang lahir dari sebuah keluarga kaya dan berpendidikan. Kesempatan untuk meningkat dalam jenjang sosial tadi memang ada.Seperti halnya Durkheim. dan perniagaan atau hal-hal yang sejenisnya. cit. kekayaan. apalagi sandang dan perumahan. yang serba kekurangan di bidang pangan. tetapi tidak tersebar secara merata. atau penyelundupan.W. Hal. Walaupun mungkin kejahatan tersebut terjadi pada seorang remaja yang melakukan pencurian sebuah cincin dengan maksud untuk menghadiahkan kepada pacarnya. 49                                                              48 49 Topo Santoso. secara relatif dapat melengkapi rangsangan-rangsangan untuk melakukan pencurian. penipuan. didalam masyarakat yang berorientasi kelas. cit. 48 Latar belakang masalah ekonomi ini merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya suatu kejahatan adalah kejahatan-kejahatan yang menyangkut harta benda. penggelapan. kesempatan untuk menjadi yang teratas tidaklah dibagikan secara merata. Hal. Op. Salah satu contoh yaitu pencurian yang terjadi dimana-mana.Bawengan. Robert Merton juga mengaitkan masalah kejahatan dengan anomie. 110. Kondisi-kondisi seperti kemiskinan atau pengangguran. 44 Universitas Sumatera Utara . 61. Menurut Merton. Sangat sedikit anggota kelas bawah mencapainya.

Dampak Urbanisasi dan Industrial Kejahatan juga dapat ditimbulkan oleh urbanisasi dan industrialisasi. Luasnya problema yang timbul karena banyaknya perpindahan. adalah peningkatan yang menyolok dari kejahatan. Pengaruh Media Komunikasi dan Informasi                                                              50 Ibid. 111. penipuan. dan peningkatan fasilitas kehidupan. 50 4. dan pada pihak lain pengakuan yang bertambah kuat. oleh karena itu di Indonesia telah dikenal adanya tindak pidana ekonomi yang diikuti dengan pembentukan badan-badan peradilan ekonomi walaupun perkara-perkara pencurian. Pada satu pihak merupakan suatu keharusan untuk melaksanakan pembangunan. Hal. 45 Universitas Sumatera Utara . Indonesia sebagai suatu negara berkembang sebenarnya menghadapi suatu dilemma. Keadaan-keadaan tersebut menimbulkan peningkatan kejahatan yang tambah lama tambah kejam diluar kemanusiaan. 5. dan pemerasan banyak melatarbelakangi keadaan ekonomi. misalnya pencurian. pemerasan. Delikdelik ekonomi dapat kita jumpai dalam undang-undang yang mengatur khusus mengenai tindak pidana ekonomi tersebut.Didalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana dapat dijumpai mengenai masalah kejahatan harta benda tersebut. Hal ini harus kita bedakan dengan kejahatan ekonomi. tetapi delik-delik ini merupakan bagian dari Kitab Undangundang Hukum Pidana dan oleh karena itu bukanlah suatu delik ekonomi. bahwa harga diri pembangunan itu. dan lain-lainnya. penipuan. bisanya dinyatakan sebagai urbanisasi yang berlebihan (overurbanization) dari suatu negara.

sehingga banyak sekali anak-anak yang biasanya melakukan perbuatan-perbuatan meniru kekejaman dan kejahatan yang                                                              51 Ibid. dan kekejaman serta penipuan. Para penjahat sering disodorkan sebagai pahlawan atau ditunjuk sebagai korban penuntutan. d. Bahwa cara-cara untuk melakukan kejahatan serta menghindari pengusutan oleh yang berwajib dapat dipelajari dari bacaan-bacaan fiksi atau nonfiksi. sedangkan perwira-perwira penegak hukumnya ditonjolkan sebagai aktor yang kasar dan berlindung dibalik seragamnya. Johnson dalam bukunya Crime Correction and Society mengemukakan beberapa argumentasi mengenai pengaruh televisi. film. 46 Universitas Sumatera Utara . 106. surat-surat kabar. Hal.Demikian juga media komunikasi massa tidak ketinggalan. c. Menurut Elmer H. Argumentasi tersebut adalah: 51 a. b. komikkomik serta internet pada jaman sekarang ini dapat menimbulkan rangsangan kearah kejahatan. Bahwa media tersebut gagal untuk membangkitkan respek terhadap hukum serta peraturan-peraturan lainnya. Bahwa didalam media-media itu sering ditimbulkan masalah-masalah abnormal dalam bidang seks. karena media komunikasi massa ikut serta memberikan rangsangan terhadap jalan pemikiran dan sepak terjang dalam kehidupan bermasyarakat. Media yang dimaksudkan itu adalah misalnya melalui bacaan-bacaan. serangan. Bahwa media itu telah membangkitkan kerakusan akan usaha untuk memperoleh uang secara mudah sehingga akibat dan dampak yang timbul sangat berpengaruh bagi yang menyaksikan media tersebut. buku-buku bahkan melalui internet. seperti surat kabar. majalah.

Johnson dalam bukunya yang telah disebutkan diatas tadi. Bahwa komunikator sering mengemukakan pertanyaan. f.pernah mereka baca atau lihat dari dalam televisi ataupun melalui internet. 47 Universitas Sumatera Utara . Beberapa argumentasi yang dikemukakan oleh Elmer H. Media massa nampaknya merupakan penghalang kemajuan intelektual dan mendorong orang untuk mengejar sensasi dan keteganganketegangan daripada membentuk manusia-manusia yang bertanggungjawab serta berguna bagi kehidupan. apakah yang cocok untuk dicetak atau untuk dipertunjukkan mereka berpendapat. Bahwa media massa telah dipersalahkan karena mengutamakan pemberitaan kejahatan. bahwa keuntungan financial dapat diperoleh dengan cara melengkapi adegan pendidikan dengan sesuatu yang menarik penonton dari pembaca. sehingga masalah kejahatan dipandang sebagai hal yang biasa saja misalnya acara-acara di televisi menempatkan pertunjukan kejahatan pada waktu dimana penonton berjumlah maksimal dan berita-berita mengenai kejahatan diberikan tempat-tempat yang mencolok didalam surat kabar. Bahwa media massa pernah dibandingkan dengan dongeng dan dipandang bahwa dongeng atau kisah-kisah demikian itu lebih bermutu. Begitu pula ada beberapa kontra mengenai argument Johnson tadi yang tentunya merupakan tangkisan dari pihak petugas media massa adalah sebagai berikut: 52 a. g.                                                              52 Ibid. e.

g. e. oleh sebab itulah anak-anak harus diperkenalkan dengan apa yang baik dan apa yang buruk jika mereka hendak kita hadapkan pada kenyataan hidup. Contoh-Contoh Kasus dengan Menggunakan Senjata Api Baik yang Dilakukan oleh Warga Sipil maupun Aparat Kepolisian atau TNI 1. tiba-tiba dicegat oleh 2 (dua) Orang pengendara sepeda motor Yamaha 48 Universitas Sumatera Utara . Dapatlah dikemukakan bahwa pengaruh media massa adalah berbeda-beda sehubungan dengan kualitas individu dengan kondisi lingkungannya. Berita-berita mengenai penghukuman penjahat dapat merupakan penghalang bagi perkembangan kejahatan. Bahwa berita dan fiksi mengenai kejahatan. Bahwa kisah-kisah mengenai kekerasan dianggap menyegarkan jiwa dan membebaskan sikap agresif dari pembacanya. d. Bahwa menyembunyikan berita-berita kejahatan dapat membangkitkan perasaan ingin tahu. c. f.b. sesampainya di Tempat Kejadian Perkara. B. Bahwa berita mengenai kejahatan memaparkan bahaya dan kekejian untuk membangkitkan semangat masyarakat untuk memerangi kejahatan. mengingatkan kepada masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan penjahat dan membangkitkan jaminan mengenai peranan polisi dan peradilan. Kronologis kejadian : Ketika korban hendak pulang kerumah bersama istrinya dengan mengendarai mobil truck Coft Diesel dari Panyabungan menuju Batahan. Kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) di Madina Sumut terhadap korban Sugianto (40 Tahun) yang dilakukan oleh 2 (dua) Orang tidak dikenal. Bahwa acara-acara televisi telah dipandang membangkitkan perhatian anak-anak untuk perkembangannya.

Pada tanggal 12 Maret 2006 pukul 15. Terungkap kalau keenam pelaku yang disebut-sebut menggunakan atribut loreng itu cukup mengenali seluk-beluk ruangan kantor perkebunan itu. Sejumlah saksi yang dimintai keterangan diarahkan untuk mengungkap dugaan keterlibatan orang dalam. Akibat peristiwa tersebut korban menderita kerugian materiil sebesar Rp 325. Kronologis kejadian : kejahatan tersebut dilakukan oleh 4 (empat) prang laki-laki dengan mengendarai sepeda motor RX King dan sepeda motor Suzuki Satria mengejar dan membuntuti dari belakang mobil Datsun BB 8136 NG yang dikendarai oleh Lembang Harahap.000. 2. Kasus perampokan di Kantor PT Perkebunan Sumatera Utara Deli Serdang.RX King sambil menodongkan senjata api kopada korban dan istri. Saksi menyebutkan perampokan itu dilakukan enam pelaku yang dilengkapi senjata tajam dan sejenis senjata api.000. menyatakan bahwa terdapat enam pelaku dalam kejadian ini. Keenam pelaku membobol dua unit brankas dari ruang kasir yang berisi uang tunai Rp 5 juta. Kasus ini ditangani oleh Polda Sumatera Utara. sehingga korban melaju dengan kecepatan tinggi lalu 49 Universitas Sumatera Utara .00 Wib telah terjadi pencurian dengan kekerasan (curas) dengan menggunakan senjata api. Kronologis kejadian : terjadi perampokan di PT Perkebunan Sumatera Utara Deli serdang. 3. Berdasarkan keterangan ketiga satpam perusahaan yang sempat disandera para pelaku. 4 Unit HP dan sejumlah uang. kemudian pelaku langsung mengambil perhiasan emas. seorang supir warga Tapanuli Selatan.

dkk. 5. Atas ajakan tersebut. Kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh 4 (empat) orang pria pada seorang gadis. namun para pelaku tidak berhasil mengambil barangbarang milik korban. maka oleh Julianto mengenalkan kepada Ima Suci Purnamasari ke beberapa orang teman laki-lakinya (terlapor). si pelapor dipaksa masuk kedalam kamar 50 Universitas Sumatera Utara . 4. ketika Ima Suci Purnamasari (pelapor) bersama temannya Yosefa dan Julianto sedang berada di Live Music Retro.pelaku menghadang dari depan dan menodongkan senjata api jenis pistol serta melakukan penembakan ke udara sebanyak 1 (satu) kali sehingga korban berhenti. Dan selanjutnya pelapor dibawa oleh si terlapor ke Hotel Sehati. Kronologis kejadian : Jumat 21 Agustus 2009. Setelah gabung sebentar dan bercerita ditempat itu. Yosefa setuju dan naik ke mobil terlapor. kemudian pelaku ditangkap. yang menyebabkan luka dan meninggal dunia. Kronologis kejadian : pada hari Senin tanggal 15 Juni 2009 seorang BRIPTU Hendro Kuswoyo sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku atau tersangka penjambretan. Hendro Kuswoyo melakukan penembakan terhadap tersangka/pelaku penjambretan tadi. Arbi Albar. Tiba di hotel. namun tembakan mengenai seorang yang lain. Pancur batu. Selanjutnya melakukan pengejaran tersebut dan kemudian pada saat berada di Jalan Keadilan Simpang Medan. maka oleh si terlapor mengajak pelapor dan temannya Yosefa untuk gabung sambil minum-minum di warkop Elisabeth. pelapor dan temannya. Tindak pidana karena lalainya menyebabkan meninggalnya orang yang dilakukan oleh Seorang Aparat Penegak Hukum.

pria itu lantas membekuk Ponirin dan Fery. Harga yang disepakati Rp 250 ribu. Selasa 24 Juni 2009 karena kepergok menjual senjata api rakitan.30 Wib di Jalan Khairil Anwar belakang SD Negri Nomor 050660 Kel. Polisi belum mengetahui apakah Ardiansyah itu tokoh karangan Adi. Atas kejadian tersebut pelapor merasa keberatan dan melaporkan hal tersebut ke kepolisian sekitarnya. Kuala Binjai Kec. Uangnya digunakan untuk membeli rokok. 7. Pria itu bermaksud membeli pistol rakitan beserta dua butir peluru jenis SS-1. Stabat Langkat telah terjadi Pencurian dengan menggunakan Senjata Api. Kelima tersangka mengaku membantu menjualkan pistol itu untuk mendapat komisi. Lima pria ditangkap aparat Kepolisian Daerah Sumatra Utara. Kasus penjualan senjata api rakitan secara illegal. Setelah ditangkap.dibawah ancaman senjata api. Kedua tersangka tak pernah menyangka pria itu adalah polisi yang tengah menyamar. Berdasarkan pengakuan keduanya. Beberapa saat setelah jual beli tercapai. barang ilegal ini titipan Adi Chandra asal Deli Serdang. Kronologis kejadian : ketika seorang anggota Brigade Mobil Polda Sumut berpura-pura membeli senjata ke Ponirin dan Fery. 51 Universitas Sumatera Utara . dan selanjutnya didalam kamar tersebut maka oleh si terlapor dan teman-temannya memperkosa pelapor secara bergiliran. Adi pun mengikuti jurus rekannya dan menyebut Ardiansyah sebagai pemiliknya. Tersangka ketiga ini bernyanyi dan mengatakan. 6. Mereka pun bersepakat bertransaksi di sebuah tempat di Medan. Pada tanggal 11 April 2007 pukul 20. polisi kemudian meringkus Roni yang disebut pemilik pistol tersebut.

00 Wib di Jalan SM Raja depan Bahsorma Kel. 8.000.sesuai dengan LP/425/X/2008/STR tanggal 23 November 2008 (lidik Polres Pematang Siantar).000. lalu mengambil tas yang berisikan uang Rp 7. wiraswasta. Lalu pelaku meminta handphone kepada korban dan kemudian korban melakukan perlawanan terhadap dua orang pelaku sehingga korban mengalami luka tusuk pada dada sebelah kiri dan tidak berdaya lalu pelaku mengambil handphone milik korban dan satu unit sepeda motor Supra Fit BK 5762 PR milik korban. sedangkan seorang lagi mengeluarkan pisau dan menodongkan kearah pacar korban. 42 tahun. kemudian pelaku melarikan diri.Kronologis kejadian : kejahatan tersebut dilakukan oleh 2 (dua) orang tidak dikenal dengan menggunakan sepeda motor GL Pro (plat kendaraan tidak diketahui) berhenti tidak jauh dari korban lalu pelaku mendekati korban berpura-pura bertanya pada korban lalu salah satu pelaku mengeluarkan dan menodongkan kearah korban. sedangkan korban meninggal dunia ditempat. 52 Universitas Sumatera Utara . Jalan Samosir 2 Nomor 17 Pematang Siantar yang dilakukan oleh 4 (empat) orang tersangka (dalam Lidik) dengan cara sewaktu korban berhenti di TKP lalu tersangka mengambil tas dari samping tempat duduk dalam mobil korban lalu antara tersangka dan korban terjadi tarik menarik tas dan menembak pinggang kiri korban.. Pada tanggal 20 November 2008 pukul 20. Nagahuta Kec. Siantar telah terjadi Pencurian Dengan Kekerasan yang disertai dengan Senjata Api terhadap diri korban Berman Simanjuntak.

lalu pelaku mengancam korban dengan senjata api dan pelaku membawa kabur mobil truk tersebut. Gading Blok S. Aek Loba Kec. Perk. Bangkit Ritonga. 36-02 Kel. Batu Bara telah terjadi Kasus Pencurian dengan kekerasan dengan menggunakan Senjata api. Gading Blok T.835 ton. Mangatas Tanjung. Aek Kuasan Kab. Sei Suka Kab. Batu bara. Perk. Pada tanggal 7 Mei 2008 pukul 02. dan dapat ditangkap para pelaku pencurian ini diantaranya bernama Fauzi Aruan. Sei Suka Kab. Muamar Khadafi Munte.9. Kota Pinang yang dilakukan oleh 5 (lima) orang laki-laki yang tidak dikenal dengan cara menyetop/menghadang sewaktu korban sedang mngendarai mobil truk BK 8430 CC bermuatan sebanyak 7. Pada tanggal 8 Mei 2009 pukul 16. seorang satpam. Sei Suka Kab. dan Zainal Abidin Nasution sesuai dengan LP/70/V/2008/Asahan Raja tanggal 7 Mei 2008 (sidik Polres Asahan). Sei Deras Kec. dan Andi Prima. Mampang Kec. Sipare-pare Kec. Ds. Asahan telah terjadi kasus Pencurian dengan kekerasan dengan menggunakan senjata api. Kronologis kejadian : kejahatan ini terjadi pada diri korban Firdaus yang telah meninggal dunia. 20 Kel. Sipare-pare Kec. Komplek Perumahan Tg. 10. Batu bara yang dilakukan 6 (enam) orang laki-laki yang tidak dikenal dengan 3 unit mengendarai Sepeda Motor Yamaha RX King dan Jupiter MX tanpa plat.30 Wib di Jalinsum Medan Kisaran Dsn. III Ds.00 Wib di Jalinsum Ds. seorang supir Komplek Perumahan Tg. Kronologis Kejadian : kasus ini terjadi terhadap korban Palit Nasution 40 Tahun. Kronologis kejadian : para pelaku menghadang/menyerempet mobil kijang BK 1933 VF yang dikendarai korban karyawan Bank BNI 46 Cabang Kuala 53 Universitas Sumatera Utara .

. penipuan. pusat-pusat perbelanjaan. Meningkatnya jumlah kasus-kasus kriminalitas di kota-kota besar merupakan suatu tempat dimana bertumpuknya segala macam persoalanpersoalan yang dihadapi oleh komunitas masyarakat di kota-kota besar. terutama bagi aparat kepolisian. Memang masih ada sisa-sisa kenyamanan dan keamanan diberbagai sudut kota. dan                                                              Data-data yang diterima dari Kepolisian Sumatera Utara Bagian Reserse Kriminal. penculikan. perdagangan wanita dan anak dibawah umur. kantor atau kampus. Dengan begitu banyaknya terjadi kejahatan-kejahatan tersebut tidak diragukan lagi bahwa akan menimbulkan dampak yang sangat mengkhawatirkan terhadap masyarakat. kemudian pelaku melarikan diri sesuai dengan LP/54/V/2009/Asahan Puran. 53 C.000. penganiayaan.Tanjung. 53 54 Universitas Sumatera Utara . misalnya pencurian. tanggal 8 Mei 2009 lidik Polres Asahan/Polsek Indra Pura. di rumah kediaman.yang ada didalam mobil. senjata tajam. dimana mereka mempunyai tugas yang sangat berat dalam menghadapi berbagai macam jenis tindak pidana kejahatan yang ada di kota-kota besar. pembunuhan dengan berbagai motif. seperti kasus dengan menggunakan senjata api. pada tanggal 24 Maret 2010. kejahatan narkotika dan psikotropika. serta kasus-kasus lainnya.000. serta kasus kejahatan biasa lainnya sampai kejahatan yang menimbulkan rasa takut dan cemas terhadap masyarakat. lalu pelaku menembakkan supir dan satpam dan mengambil uang Rp 120. Faktor-Faktor Penyebab Timbulnya Kejahatan dengan Menggunakan Senjata Api di Wilayah Kepolisian Sumatera Utara dan Sekitarnya Sekarang ini kejahatan-kejahatan yang sering terjadi ditengah-tengah masyarakat sangatlah beraneka ragam bentuknya.

tempat-tempat hiburan. dan pencurian yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi atas diri siapapun dan dimanapun kita berada. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya pemberitaan mengenai kejahatan-kejahatan yang terjadi di kota-kota besar melalui media informasi yang ada. Kurangnya tingkat perekonomian yang berupa lapangan pekerjaan untuk golongan kelas menengah kebawah dapat menimbulkan banyaknya jumlah pengangguran. Sehingga dari kondisi yang seperti ini dapat menimbulkan suatu tekanan-tekanan kebutuhan yang sangat besar. karena adanya tindak kejahatan seperti pencopetan. penodongan. sehingga dapat menyebabkan terjadinya tindak pidana. Tingginya tingkat kriminalitas yang terjadi di kota-kota besar biasanya disebabkan oleh faktor perekonomian seseorang. Hal inilah yang memunculkan kecemburuan sosial serta hilangnya komitmen moral masyarakat demi melakukan pengejaran terhadap keuntungan pribadinya. Begitu juga dengan faktor sosial atau faktor lingkungan. pemerasan. Tetapi kondisinya tetap saja menakutkan dan menyeramkan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Kepolisian Sumatera Utara bagian Reserse Kriminal yang dilakukan melalui wawancara dengan Bapak 55 Universitas Sumatera Utara . dan pada keadaan-keadaan tertentu ada beberapa kalangan masyarakat cenderung bergaya hidup mewah dan mencolok ditengah lingkungan masyarakat yang tidak kondusif. kurangnya rasa solidaritas sosial dikalangan masyarakat dapat menimbulkan rasa sentiment dan kesenjangan sosial. sehingga bagi mereka yang imannya lemah akan lebih mudah tergiur untuk melakukan tindakan-tindakan kriminalitas. serta meningkatnya harga-harga kebutuhan hidup yang juga dapat mengurangi pendapatan masyarakat.

Kompol Kasmin Ginting. kerjasama. dan kesepakatan. Jika seseorang yang dalam suatu masyarakat itu stabil. mengenai faktor-faktor timbulnya suatu kejahatan di wilayah Hukum Kepolisian Sumatera Utara. Kepala Bagian Analisis. yaitu: 54 1. Dengan kata                                                              Hasil wawancara di Kepolisian Sumatera Utara bagian Reserse Kriminal. pada tanggal 24 Maret 2010. 3. Namun. yang juga menyatakan bahwa untuk dapat mempelajari seseorang dalam hubungannya terhadap suatu masyarakat adalah dengan melihat pada bagian-bagian komponennya dalam usaha mengetahui bagaimana masing-masing berhubungan seorang dengan yang lainnya. bagian-bagiannya beroperasi dengan lancar. Faktor Industrial atau Lapangan pekerjaan. Orang yang seperti itu ditandai oleh kepaduan. jika bagianbagiannya tertata dalam suatu keadaan yang membahayakan keteraturan/ketertiban sosial. sekarang ini biasanya lebih banyak disebabkan oleh beberapa faktor dibawah ini. 2. Sampai saat ini ketiga faktor inilah yang menyebabkan timbulnya masalah-masalah tentang kejahatan dengan menggunakan senjata api yang semakin meningkat di Sumatera Utara. Seperti yang tertuang dalam Teori-teori Strain yang merupakan hasil karya dari Emile Durkheim. Faktor Lingkungan. susunan sosial berfungsi. 54 56 Universitas Sumatera Utara . susunan masyarakat itu tidak berfungsi. Kita dapat melihat kepada struktur dari masyarakat guna melihat bagaimana ia berfungsi. Faktor ekonomi.

Sekarang ini banyak sekali senjata api illegal yang masuk ke Indonesia. 58. Hal tersebut dapat mendorong seseorang untuk melakukan kejahatan agar dia dapat memenuhi tuntutan kebutuhan hidupnya. semakin besar juga tekanan ekonomi terhadap seseorang akan kebutuhan hidupnya. mulai dari jenis senjata api rakitan atau dibuat sendiri (home made) sampai senjata api otomatis atau canggih (senjata api modern) yang sampai saat ini masih belum jelas darimana senjata api tersebut dapat dengan mudah masuk ke wilayah Indonesia. Undang-undang memperbolehkan warga sipil untuk dapat memiliki senjata api untuk perlindungan                                                              Topo Santoso. Hasil wawancara di Kepolisian Sumatera Utara bagian Laboratorium Forensik. Disamping ketiga faktor tersebut diatas. 56 Selain mengenai masuknya berbagai jenis senjata api ke wilayah Indonesia. Kurangnya keamanan dan pengawasan dalam mengantisipasi masuknya senjata api illegal ke wilayah Indonesia sehingga menyebabkan para pelaku penyelundupan senjata api dapat dengan mudah menjual bebas senjata api tersebut. Op. mengenai undang-undang kepemilikan senjata api juga merupakan salah satu pemicu meningkatnya tindak kejahatan. pada tanggal 12 Februari 2010.cit. 56 55 57 Universitas Sumatera Utara . Semakin berkembangnya suatu negara. Hal.lain disini dapat kita lihat bahwa lingkungan sekitar sangat mempengaruhi seseorang berniat melakukan kejahatan atau tidak. dimana sekarang ini banyak sekali kita lihat sindikat penjualan senjata api secara illegal atau tanpa izin dari Kepolisian yang masuk ke wilayah Indonesia.. ada lagi satu faktor penyebab meningkatnya tindak kejahatan dan kekerasan dengan menggunakan senjata api. 55 Begitu juga akan perkembangan suatu negara.

izin tersebut haruslah diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia secara selektif dan dengan prosedur yang cukup ketat. Menurut Kepala Laboratorium Forensik Kepolisian Sumatera Utara.diri. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1960 tentang Kewenangan Perizinan yang diberikan menurut perundang-undangan mengenai senjata api dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia. Syafrian S. seperti satuan pengamanan atau satpam (security). serta ujian menembak. yang karena tugasnya sehari-hari yang determinatif (yang menentukan hidup manusia). tes kesehatan. Drs. para pejabat pemerintahan seperti hakim dan jaksa. Izin kepemilikan senjata api yang sudah dijelaskan dalam berbagai macam undang-undang diatas memang memperbolehkan masyarakat umum untuk memiliki senjata api. pengusaha. tes kecakapan. Untuk izin kepemilikan senjata api yang diberikan kepada seseorang karena permintaannya sendiri. Hal tersebut dilakukan agar seseorang yang memiliki senjata api secara emosional dapat mempertanggungjawabkan 58 Universitas Sumatera Utara . Undang-undang yang mengatur tentang diperbolehkannya warga sipil untuk memiliki senjata api adalah Undang-Undang Nomor 8 tahun 1948 tentang Pendaftaran dan Pemberian Izin Dalam Pemakaian Senjata Api. CH. yang diantaranya tes psikologi. pengusaha. Izin tersebut juga diberikan kepada seseorang yang ingin memiliki senjata api apabila telah melakukan beberapa tes. polisi khusus (polsus). aparat keamanan pada lokasi perkebunan tertentu. Warga tertentu yang karena tugas dan jabatannya masyarakat umum dapat memperoleh izin untuk memiliki senjata api. Maksudnya adalah izin kepemilikan diberikan kepada warga sipil tertentu karena tugas dan jabatannya serta dalam rangka untuk membela diri. anggota dewan.

bahwa izin kepemilikan senjata api legal ini telah melalui prosedur perizinan dimana mereka seharusnya dapat menahan dan mengendalikan emosi mereka apabila terlibat dalam suatu masalah. tetapi juga dilakukan oleh orang yang telah memiliki izin dalam menggunakan senjata api. Aparat kepolisian yang dalam melakukan usaha penyidikan terhadap kasus-kasus kejahatan dengan senjata api seringkali menghadapi kesulitan-kesulitan seperti tidak ditemukannya barang bukti yang benar-benar menunjang untuk dijadikan bahan penyelidikan lebih lanjut. Seperti yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya. sehingga tidak menimbulkan suatu tindak pidana. Kejahatan dengan menggunakan senjata api tidak hanya dilakukan oleh masyarakat umum saja. Tidak hanya kepada masyarakat umum saja izin kepemilikan senjata api dilakukan secara selektif dan dengan prosedur yang ketat. Meningkatnya kejahatan dengan menggunakan senjata api memang dirasakan cukup meresahkan masyarakat. agar tidak sewenang-wenang atau secara sembarangan mempergunakan senjata api tersebut. tetapi kepada aparat kepolisian juga dilakukan evaluasi terhadap izin kepemilikan senjata api tersebut. 59 Universitas Sumatera Utara . Kejahatan dengan menggunakan senjata api ini tidak hanya dilakukan dengan menggunakan senjata api illegal atau rakitan saja. terutama mengenai banyaknya kasus-kasus kejahatan dengan menggunakan senjata api. 57 Dapat kita lihat dari contoh-contoh kasus kriminalitas diatas bahwa pada saat ini memang banyak sekali kesulitan dan hambatan yang dihadapi oleh aparat kepolisian.perbuatannya. tetapi aparat kepolisian juga ada yang menyalahgunakan                                                              57 Ibid.

Irjen Pol Nurudin Usman juga menegaskan pihaknya sudah melakukan sejumlah rencana. Mantan Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara Irjen Pol Nurudin Usman mengatakan berjanji akan lebih memperketat lagi pemberian senjata kepada aparat keamanan dan lebih selektif lagi mempersenjatai anggota di lapangan. Ini dilakukan agar kejadian itu tidak terulang kembali. Oloan Hutasoit juga melakukan penembakan terhadap dirinya sendiri pada bagian kepalanya. Peristiwa ini cukup mencoreng kreadibilitas Kepolisian dimata masyarakat. Pada peristiwa tersebut. karena sakit hati. Bagi personel 60 Universitas Sumatera Utara . Menyangkut penarikan senjata api bagi personel di lapangan. Aksi yang berujung dengan penembakan bunuh diri ini terjadi pada hari Rabu 24 Januari 2007. Pada Tahun 2007 terjadi peristiwa yang menjadi perbincangan masyarakat khususnya kota Medan akibat terjadinya penembakan yang dilakukan oleh seorang aparat yaitu alm. Kejadian tersebut terjadi karena persoalan percintaan dimana Nanda Syafrina Simangunsong merupakan mantan kekasih Iptu Oloan Hutasoit.kegunaan daripada senjata api yang dimilikinya tersebut. Diantaranya yaitu berupa pengetatan terhadap registrasi yang selama ini secara rutinitas dilakukan setiap enam bulan sekali kepada personel khusus yang memegang senjata api. Iptu Oloan Hutasoit menembak sepasang pengantin baru di Syariah Fair Komplek IAIN Sumatera Utara. Nurudin mengaku tidak bisa dilakukan secara global. Iptu Oloan Hutasoit menembak pasangan suami istri Ahrul Fahmi dan Nanda Syafrina Simangunsong warga kompleks IAIN Medan. Nurudin juga berencana akan menerapkan tes psikologi bagi anggota yang memegang senjata api.

12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api (senpi). Perketat Pengawasan Senjata Api Anggotanya” 21 Jan 2010. Kasus perampokan yang juga menyebabkan matinya orang oleh aparat Kepolisian. dimana 2 (dua) tersangka jambret yang mengakibatkan tewasnya seorang anggota TNI. terpaksa dikenakan Undang-Undang Darurat No.php?pil=8&dn=20070316050637. Briptu Hendro Kuswoyo datang dan mencoba                                                              http://www. penarikannya akan dipertimbangkan. 58 ”Kepolisian 61 Universitas Sumatera Utara . Sertu Yudha Nugraha. Kemudian Sertu Yudha datang melerai agar tidak main hakim sendiri dan menyarankan untuk menyerahkan kedua tersangka ke polisi.kabarindonesia. sedangkan personel operasional sepertinya tidak mungkin dilakukan.non-operasional seperti ajudan dan penyidik. namun tembakan mengenai seorang yang lain.com/berita. Kasat Reskrim Poltabes Medan mengatakan kedua jambret itu adalah Indra Syaputra (26) dan Yudi Sasmita (25) keduanya warga Mabar Hilir. 58 Tindak pidana dengan menggunakan senjata api yang dilakukan oleh aparat kepolisian ataupun TNI hingga sekarang ini masih saja ada terjadi. yang menyebabkan luka dan meninggal dunia. Pada tanggal 15 Juni 2009 Pelaku perampokan diamuk massa karena tertangkap tangan saat beraksi. Hendro Kuswoyo melakukan penembakan terhadap tersangka/pelaku penjambretan tadi. disebabkan tertembak anggota Polsekta Helvetia Briptu Hendro Kuswoyo. Tindak pidana karena lalainya menyebabkan meninggalnya orang yang dilakukan oleh Seorang Aparat Penegak Hukum juga terjadi pada hari Senin tanggal 15 Juni 2009 seorang BRIPTU Hendro Kuswoyo sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku atau tersangka penjambretan. Tidak berselang lama anggota Polsekta Helvetia. Selanjutnya melakukan pengejaran tersebut dan kemudian pada saat berada di Jalan Keadilan Simpang Medan.

Akibatnya. Namun naas. belum lagi mengarahkan senjata ke atas. Penculikan. seorang dari tersangka mencoba untuk kabur. kasus-kasus kejahatan dengan menggunakan senjata api lebih banyak terjadi pada kasus-kasus perampokan dan pencurian dengan kekerasan ataupun ancaman dengan menggunakan senjata api. Melihat hal itu. Pembunuhan dengan menggunakan kekerasan ataupun ancaman senjata api di Wilayah Hukum Kepolisian Sumatera Utara dan Sekitarnya Tahun 2005-2009. 59 62 Universitas Sumatera Utara . Sertu Yudha langsung dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan medis. senjatanya memuntahkan peluru sehingga mengenai tengkorak kepala bagian bawah Sertu Yudha Nugraha. Briptu Hendro Kusmoyo spontan menarik senjatanya dari pinggang dengan niat memberikan tembakan peringatan ke arah atas. 59 Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Kepolisian Sumatera Utara. seperti dijelaskan dalam tabel dibawah ini.membantu Sertu Yudha Nugraha untuk membawa kedua pelaku. Tiba-tiba. Tabel : Data Kasus Pencurian. Yudha bersimbah darah dan terkapar. Perampokan. Tahun 2005 2006 Jumlah Kasus 56 Kasus 66 Kasus Alat yang sering Digunakan Senjata api yang sering digunakan pelaku kejahatan                                                              Contoh-contoh kasus yang diambil dari Kepolisian Sumatera Utara Medan Bagian Reserse Kriminal pada tanggal 24 Maret 2010. Tapi nyawa Sertu Yudha tak tertolong hingga akhirnya ia meninggal dunia.

Oleh sebab itu diperlukan peningkatan peranan dari aparat kepolisian untuk lebih meningkatkan lagi pengamanan dan penindakan tegas bagi para pelaku kejahatan. Kejahatan tersebut banyak merugikan masyarakat umum. Senjata-senjata api tersebut digunakan untuk melakukan kejahatan-kejahatan yang dapat meresahkan masyarakat umum.2007 2008 78 Kasus 50 Kasus adalah Senjata api rakitan berlaras pendek atau sejenis pistol. Belum lagi terhadap senjata-senjata api yang tidak dilengkapi dengan surat-surat kepemilikan yang sah ataupun senjata api yang dibuat sendiri oleh orang-orang teknisi yang mengetahui teknik-teknik cara pembuatan senjata api. Bahkan para pelaku tidak sungkan-sungkan melakukan kekerasan bahkan membuat tewasnya korban ataupun orang-orang sekitarnya ditempat kejadian perkara demi memperlancar aksi kejahatannya tersebut. Dari data-data tersebut diatas. data diolah. maka kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap 63 Universitas Sumatera Utara . Banyaknya kasus-kasus perampokan dan pencurian dengan menggunakan senjata api terjadi setiap Tahunnya. para nasabah bank. Sumber : Kepolisian Sumatera Utara. Banyaknya insiden tindak pidana dengan menggunakan senjata api yang terjadi baik yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan TNI maupun kepada masyarakat umum. dan beberapa diantaranya 2009 48 Kasus ada juga yang menggunakan senjata api berlaras panjang. pengusaha hingga ratusan juta rupiah. dapat kita lihat bahwa kejahatan dengan menggunakan senjata api di tahun 2005 hingga tahun 2007 terus meningkat.

Semakin diperketatnya izin kepemilikan senjata api di Sumatera Utara baik kepada anggota kepolisian dan TNI bahkan dilarangnya kepemilikan senjata api lagi bagi masyarakat umum. bahkan kepemilikan senjata api bagi warga sipil pun akan dilarang. Pada Tahun 2007 Kepolisian Negara Republik Indonesia secara intensif akan terus menarik senjata api yang beredar di masyarakat umum secara bertahap dan akan digudangkan. 64 Universitas Sumatera Utara . Sebagai jawaban dari keresahan masyarakat akan meningkatnya kejahatan dengan menggunakan senjata api. Lebih selektifnya kepolisian dalam memberikan izin kepemilikan senjata api membuat angka kejahatan tersebut menurun. Lebih selektifnya kepolisian dalam memberikan izin kepemilikan senjata api membuat angka kejahatan tersebut menurun. Menurunnya angka kriminalitas dengan menggunakan senjata api di Sumatera Utara pada tahun 2008 hingga 2009. Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Kepolisian tersebut membuat tindak pidana dengan menggunakan senjata api di Sumatera Utara semakin menurun. maka Kepolisian Republik Indonesia akan menarik seluruh senjata api dari warga sipil dan berencana akan melarang kepemilikan senjata api oleh warga sipil. Penarikan senjata api tersebut diharapkan dapat mengurangi penyalahgunaan senjata api oleh warga sipil. Selain diperketatnya izin kepemilikan senjata api. Hal ini dapat kita lihat dari tabel diatas. merupakan salah satu cara sehingga dapat membuat tindak pidana dengan menggunakan senjata api di Sumatera Utara semakin menurun.kasus-kasus penyalahgunaan senjata api oleh aparat ataupun masyarakat.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.