PENGANTAR ILMU HUKUM INDONESIA

OLEH

IKA YULIANTI ALAMMI NPM :

UNIVERSITAS ISLAM ATAHIRIYAH FAKULTAS HUKUM 2010

Peradaban yang . kebudayaan manusia mengalami perkembangan pula. Setiap manusia memiliki kepentingan. kelompok manusia menghasilkan suatu kebudayaan yang bernama kaidah atau aturan atau hukum tertentu yang mengatur segala tingkah lakunya agar tidak menyimpang dari hati sanubari manusia.PENDAHULUAN BAB I Sejak dahulu. dan kehendak sendiri. Tiap manusia mempunyai sifat. Termasuk perkembangan hukum. maka mungkin akan timbul perpecahan dalam masyarakat. Oleh karena itu. bantu membantu untuk memperoleh keperluan hidupnya. Apabila ketidak-seimbangan perhubungan masyarakat yang menjadi perselisihan itu dibiarkan. Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman. Namun dalam masyarakat manusia mengadakan hubungan satu sama lain. manusia hidup bersama. Manusia sebagai makhluk individu mempunyai kehidupan jiwa yang menyendiri. dan acap kali kepentingan tersebut berlainan bahkan ada juga yang bertentangan. sehingga dapat menimbulkan pertikaian yang mengganggu keserasian hidup bersama. mengadakan kerjasama. berkelompok membentuk masyarakat tertentu. Manusia secara kodrati adalah sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. namun manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. tolong menolong. dan menghasilkan kebudayaan sesuai dengan keadaan dan tempat tersebut. dari pemikiran manusia dalam masyarakat dan makhluk sosial . mendiami suatu tempat. watak.

Aturan atau hukum tersebut mengalami perubahan dan terus mengalami perubahan yang disesuaikan dengan kemajuan zaman.semakin berkembang membuat kehidupan manusia sangat membutuhkan aturan yang dapat membatasi prilaku manusia sendiri yang telah banyak menyimpang seiring dengan perkembangan pemikiran manusia yang semakin maju. Hal ini disebabkan pembangunan hukum tersebut tidak boleh bertentangan dengan tertib hukum yang lain. Mengenai pembangunan hukum ini tidaklah mudah dilakukan. suatu negara hukum sangat perlu mengadakan pembangunan terutama di bidang hukum. . Untuk itu.

melainkan juga meliputi lembagalembaga dan proses yang mewujudkan kaidah-kaidah itu dalam masyarakat. Hobbes. Philip S. Sebenarnya sangat sulit untuk memberikan definisi tentang hukum. hukum adalah peraturan yang berisi perintah dan larangan yang mengatur masyarakat. Van Apeldoorn dalam bukunya berjudul “Inleiding tot de studie van het Nederlandse Recht” adalah tidak mungkin memberikan suatu definisi tentang apakah yang disebut hukum itu.ISI BAB II Pengertian Hukum Mengenai apakah hukum itu. Menurut Ultrecht. L. Karena menurut Prof. James. . Dan menurut Mochtar Kusumaatmadja. menjadi pertanyaan pertama setiap orang yang mulai mempelajari tentang hukum. Beberapa ahli seperti Aristoteles. Dr. sehingga harus dipatuhi. dan Van Vollenhoven memberikan definisi hukum yang berbeda-beda. bahwa hukum yang menandai tidak saja merupakan keseluruhan asas-asas dan kaidah-kaidah yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat. hukum adalah peraturan hidup yang bersifat memaksa. menuruti peraturan hukum tentang kemerdekaan. Grotius. Hampir semua sarjana hukum memberikan pembatasan mengenai hukum yang berlainan. Mr. Menurut Kansil. Misalnya menurut Immanuel Kant bahwa hukum adalah keseluruhan syarat-syarat yang dengan ini kehendak bebas dari orang yang satu dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas dari orang lain.J.

S. akan merugikan diri sendiri atau harta. dan Woerjono Sastropranoto. Dalam bukunya “Pokok-pokok Hukum Perniagaan” bahwa hukum adalah semua aturan (norma) yang harus diturut dalam tingkah laku tindakan-tindakan dalam pergaulan hidup dengan ancaman mesti mengganti kerugian. jika melanggar aturan-aturan itu.T. M. Dalam buku yang disusun bersama berjudul “Pelajaran Hukum Indonesia” bahwa hukum adalah peraturan-peraturan tang bersifat memaksa. sebelumnya harus dapat . yaitu dengan hukuman tertentu.H.H. Diantaranya adalah : S.Hukum sebagai kaidah atau aturan yang mengatur kehidupan masyarakat memiliki beberapa pengertian yang bersumber dari para ahli. bahwa hukum adalah kumpulan peraturan yang terdiri dari norma dan sanksi-sanksi itu disebut hukum dan tujuan hukum itu adalah mengadakan ketatatertiban dalam pergaulan manusia. S. S. Amin.M.H. sehingga keamanan dan ketertiban terpelihara. umpamanya orang akan kehilangan kemerdekaannya. Dalam bukunya yang berjudul “Bertamasya ke Alam Hukum”. yang menentukan tingkah laku manusia dalam kehidupan masyarakat yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib. Tirtaatmadjadja.H. S. Ada juga beberapa sarjana dari Indonesia yang memberikan rumusan tentang hukum itu. Ciri-ciri Hukum Agar dapat mengetahui dan mengenal apakah hukum itu. pelanggaran mana terhadap peraturan-peraturan tadi berakibatkan diambilnya tindakan.C. Simorangkir.H. didenda dan sebagainya. J.

dapat diambil kesimpulan.mengetahui ciri-ciri hukum. Adanya proses untuk mewujudkan kaidah. sehingga tata tertib dalam masyarkat itu tetap terpelihara dengan sebaik-baiknya. maka sifat dari hukum adalah mengatur dan memaksa. bahwa hukum itu meliputi beberapa unsur. Dan bagi objek hukum yang melanggarnya akan mendapat sanksi berdasarkan hukum yang berlaku. Bahwa hukum itu merupakan aturan yang berisi perintah atau larangan yang ditujukan kepada objek hukum. Setiap orang wajib bertindak sedemikian rupa dalam masyarakat. dan asas yang tertulis/ tidak tertulis Dilihat dari unsur-unsurnya.Adanya perintah dan/ atau larangan. yaitu : Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan bermasyarakat. Unsur-unsur. Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib. Sifat. dan Tujuan Hukum Dari beberapa perumusan tentang hukum yang telah diberikan para Sarjana Hukum Indonesia. Bahwa hukum itu harus dipatuhi setiap orang. Untuk menjaga agar peraturan-peraturan hukum itu dapat berlangsung terus dan diterima . karena telah menjadi kesepakatan bersama di dalam kontrak social.Perintah dan/ atau larangan itu harus dipatuhi oleh setiap orang. Ia merupakan peraturan-peraturan hidup kemasyarakatan yang dapat memaksa orang supaya mentaati tata-tertib dalam masyarakat serta memberikan sanksi yang tegas (berupa hukuman) terhadap siapa saja yang tidak mau patuh mentaatinya. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut adalah tegas. Peraturan itu bersifat memaksa. 2. diantaranya adalah 1.

Namun tiap perkara harus diselesaikan melalui proses pengadilan. maka peraturan hukum yang ada harus sesuai dan tidak boleh bertentangan dengan asas-asas keadilan dari masyarakat tersebut. Teori terakhir. Teori-teori tentang tujuan hukum : Teori etika/ etis. keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan setiap orang apa yang semestinya. Yaitu tujuan hukum itu semestinya ditekankan kepada fungsi hukum yang menurutnya hanya untuk menjamin kepastian hukum. Selain itu. dan bertujuan menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat dan hukum itu harus pula bersendikan pada keadilan. Menurut Ulpianus.oleh seluruh anggota masyarakat. dan keadilan kumulatif (keadilan yang didasarkan pada penyamarataan hubungan individu). yaitu yujuan hukum semata-mata untuk mencapai keadilan. dengan perantara hakim berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. membuat pedoman. yaitu hukum itu bertujuan untuk kemanfaatan/ faedah orang terbanyak dalam masyarakat. Teori campuran. tujuan hukum itu adalah menegakkan keadilan. Teori utilitas. teori ini merupakan gabungan antara teori etis dengan teori utilitas. tetapi juga untuk kemanfaatan orang banyak. . tidak mengadili dan menjatuhi hukuman terhadap pelanggaran hukum terhadap dirinya. yaitu keadilan distributif (keadilan yang diperoleh berdasarkan jasanya. yang hubungannya dengan masyarakat (Negara)). Dengan demikian. yaitu tujuan hukum tidak hanya untuk keadilan semata. Aristoteles membagi kedilan menjadi dua. dapat pula disebutkan bahwa hukum menjaga dan mencegah agar setiap orang tidak menjadi hakim atas dirinya sendiri (eigenrichting is verboden).

Aristoteles membagi dua bagian hukum. Adalah perbuatan manusia yang dilakukan berulang-ulang. dapat ditinjau dari barbagai sudut misalnya dari sudut ekonomi. Adalah keputusan hakim terdahulu yang sering diikuti dan dijadikan dasar keputusan oleh hakim kemudian mengenai masalah yang sama.Sumber-Sumber Hukum Yang dimaksud dengan sumber hukum adalah segala apa yang menimbulkan aturanaturan yang mempunyai kekuatan yang bersifat memaksa. Thomas van Aquino. 1. Kebiasaan (costum). Mazhab-mazhab Ilmu Pengetahuan 1. Adalah suatu peraturan negara yang mempunyai kekuatan hukum mengikat. sosiologi. 2.Sumber-sumber hukum material.Mazhab Hukum Alam Ada tiga tokoh dalam mazhab hukumalam. Keputusan-keputusan hakim (Jurisprudentie).Sumber-sumber hukum formal. Pendapat sarjana hukum (doktrin). Traktat (treaty). Adalah pendapat para sarjana hukun ternama yang juga mempunyai kekuasaan dan berpengaruh dalam pengambilan keputusan oleh hakim. yaitu aturan yang kalau dilanggar akan mengakibatkan sanksi yang tegas dan nyata. yaitu Aristoteles. yaitu hukum yang dibuat oleh penguasa . sejarah. diadakan dan dipelihara oleh negara. antara lain adalah : Undang-undang (statute). dan Grotius. filsafat. Adalah perjanjian yang dilakukan oleh dua negara atau lebih yang juga mengikat warganegara-warganegara dari negara-negara yang bersangkutan. dsb. Sumber hukum dapat ditinjau dari segi material dan segi formal.

Manusia dikaruniai Tuhan dengan kemampuan berpikir dan kecakapan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk serta mengenal berbagai peraturan perundangan yang langsung berasal dari “Undang-undang abadi” itu. selalu ada suatuhubungan yang erat antara hukum dengan .Negara. dan yang oleh Thomas van Aquino dinamakan “HukumAlam” (“Lex naturalis”). 2. Von Savigny berpendapat bahwa hukum itu harus dipandang sebagai suatu penjelmaan dari jiwa atau rohani suatu bangsa. Hukum alam tersebut hanyalah memuat asas-asas umum seperti misalnya : Berbuat baik dan jauhilah kejahatan. dank arena itu apakah perbuatan tersebut diperlukan atau harus ditolak. dan hukum yang dianggap baik pleh manusia itu sendiri. hukum alam adalah pertimbangan pikiran yang menunjukan mana yang benar dan mana yang tidak benar. Bertindaklah menurut pikiran sehat Cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri. Menurut Thomas van Aquino (1225-1247) bahwa segala kejadian di dunia ini diperintah dan dikemudikan oleh suatu “Undang-undang abadi” (“Lex eternal”). Hukum alam adalah hukum yang oleh orang-orang berpikiran sehat dirasakan sebagai selaras dengan kodrat alam.Mazhab Sejarah Tokoh dalam mazhab sejarah yaitu Friedrich Carl von Savigny (1779-1861). yang menjadi dasar kekuasaan dari peraturan-peraturan lainnya. Hukum alam itu merupakan suatu pernyataan pikiran (akal) manusia yang sehat mengenai apakah suatu perbuatan sesuai dengan kodrat manusia. seorang penganjur hukum alam). Lex Eterna ini ialah kehendak dan pikiran Tuhan yang menciptakan dunia ini. Menurut Hugo de Groot (abad 17.

Teori Teokrasi (Kedaulatan Tuhan) Pada masa lampau. Ada beberapa kebaikan dan keburukan dari mazhab sejarah. melainkan tumbuh sendiri di tengah-tengah rakyat. di Eropa para ahli filosof menganggap dan mengajarkan bahwa hukum itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Aliran yang menghubungkan hukum dengan sejarah dinamakan “Mazhab Sejarah”. maka oleh teori Teokrasi diajarkan bahwa para . Berhubung peraturan perundangna itu ditetapkan oleh penguasa Negara. jelaslah bahwa hukum itu merupakan suatu rangkaian yang tidak terpisahkan dari sejarah suatu bangsa.kepribadian suatu bangsa. yang pada suatu saat juga akan mati apabila suatu bangsa kehilangan kepribadiannya. hukum itu adalah penjelmaan dari kehendak rakyat. dan oleh karena itu. Menurut pendapat tersebut. Hukum bukan diciptakan pleh orang. Mazhab sejarah itu menimbulkan hukum positif (Ius Constitutum). Kebaikannya antara lain: Meningkatkan penghargaan nilai-nilai budaya bangsa sendiri Menaikan derajat kebiasaan hukum Melihat hukum sebagai kenyataan sosial Membuktikan bahwa logika bukan satu-satunya sumber pemikiran hukum Dan keburukannya antara lain: Tidak memperhatikan arti pentingnya peraturan perundangan Perkembangan hukum menjadi lambat Tidak memberikan kepastian hukum Sulit menentukan yang mana hukum dan mana yang bukan hukum Tidak dapat menerangkan jiwa bangsa itu sendiri 3. maka manusia diperintahkan oleh Tuhan untuk tunduk pada hukum.

Hanyalah kaidah yang timbul dari perasaan hukum anggota suatu masyarakat. Krabbe dan Leon Duguit. Teori Teokrasi ini di Eropa Barat diterima umum hingga zaman Reinassance. karena anggata masyarakat mempunya perasaan bagaimana seharusnya hukum itu. seolah-olah para Raja dan penguasa lainnya merupakan wakil Tuhan.penguasa Negara itu mendapat kuasa dari Tuhan. 6. Hukum itu ada. bahwa Raja dan penguasa Negara lainnya memperoleh kekuasaannya itu bukan dari Tuhan. J.Asas Keseimbangan Kranenburg.J.Teori Kedaulatan Rakyat Menurut aliran rasionalisme ini.Teori Kedaulatan Hukum Tokoh dari aliran ini adalah Prof. murid dari dan pengganti Prof. . 4. tetapi dari rakyatnya. Krabbe berusaha mencari dalil yang menjadi dasar berfungsinya kesadaran hukum orang. Menurut Krabbe. Dalil ini oleh Kranenburg dinamakan asas keseimbangan. Dalil tersebut dirumuskan oleh Kranenburg sebagai berikut: tiap orang menerima keuntungan atau mendapat kerugian sebanyak dasar-dasar yang telah ditetapkan terlebih dahulu. 5. maka hukum itu wajib ditaati oleh manusia. Kemudian pada abad 18.Rousseau memperkenalkan teorinya bahwa dasar terjadinya suatu Negara ialah “Perjanjian masyarakat” (Contrat Social”) yang diadakan oleh dan antara anggota masyarakat untuk mendirikan suatu Negara. Pada abad pertengahan diajarkan bahwa kekuasaan Raja itu berasal dari suatu perjanjian antara Raja dengan rakyatnnya. Karena sifatnya yang berusaha mencapai keadilan yang setinggi-tinginya. Mr H. mempunyai kewibawaan/ kekuasaan. hukum hanyalah apa yang memenuhi rasa keadilan orang terbanyak yang ditundukan kepadanya.

yaitu memberi tafsiran dengan memperluas arti kata-kata dalam peraturan itu. Penafsiran teleologis. Penafsiran sahih. Yang dilakukan hakim yaitu : 1)Konstruksi hukum. Ada beberapa metode penafsiran. Penafsiran sistematis. Misalnya pada pasal 1576 tentang jual beli “Koop Break Geen Huur” 2)Penafsiran hukum. yaitu penafsira yang berdasarkan sejarah hukum dan UU-nya. maka perkembangan hukum berjalan seiring sejalan. yaitu penafsiran yang berdasarkan ketentuan UU yang berpedoman pada perkataan. Penafsiran Nasional. Hakim merupakan salah satu faktor pembentukan hukum. . Penafsiran historis. sebagai pemegang kekuasaan Yudikatif. yaitu penafsiran yang pasti terhadap arti kata-kata itu sebagaimana yang telah diberikan oleh pembentuk UU. Badan Legislatif menetapkan peraturan yang berlaku sebagai peraturan umum. sedangkan pertimbangan dalam pelaksanaan hal-hal konkret diserahkan kepada hakim.Penemuan Hukum Akibat perkembangan masyarakat. yaitu Penafsiran tata bahasa. maupun dengan UU yang lainnya. Penafsiran ekstensif. yaitu penafsiran menilik sesuai tidaknya dengan sistem hukum yang berlaku. yaitu penafsiran dengan mengingat maksud dan tujuan undangundan itu. yaitu penafsiran menilik susunan yang berhubungan dengan bunyi pasal-pasallainnya baik dalam UU itu.

Menurut bentuknya : a. yaitu hukum yang tercantum dalam peraturan perundangan. c. Penafsiran a contrario.Hukum internasional. b.Hukum tertulis.Hukum undang-undang. namun berlakunya ditaati seperti suatu peraturan perundangan.Hukum nasional. yaitu hukum yang berlaku dalam suatu Negara. . Penafsiran analogis. yaitu memberi tafsiran pada suatu peraturan hukum dengan memberi ibarat pada kata-kata tersebut sesuai dengan asas hukumnya.Penafsiran restriktif.Menurut tempat berlakunya : a. yaitu suatu cara menafsirkan undang-undang yang didasarkan pada perlawanan pengertian antara soal yang dihadapi dan soal yang diatur dalam suatu pasal undang-undang.Menurut sumbernya : a. b. yaitu hukum yang terbentuk karena putusan hakim. 2. tapi tidak tertulis.Hukum adat.Hukum traktat. 3. yaitu yang mengatur hubungan hubungan hukum dalam dunia internasional. yaitu hukum yang dicantumkan pada berbagai perundangan b. d. Macam-macam Pembagian Hukum 1.Hukum jurisprudensi.Hukum tidak tertulis (hukum kebiasaan). yaitu hukum yang terletak dalam peraturan-peraturan kebiasaan. yaitu hukum yang masih hidup dalam keyakinan masyarakat. yaitu penafsiran dengan membatasi (mempersempit) arti kata-kata dalam peraturan itu. yaitu hukum yang ditetapkan oleh Negara-negara suatu dalam perjanjian Negara.

Hukum yang memaksa. Disebut juga hak.Hukum asing. yaitu hukum yang dapat dikesampingkan apabila pihak-pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri. c. b. b.Ius constituendum.Menurut waktu berlakunya : a. 7.Hukum yang mengatur. 5. yaitu hukum yang timbul dari hukum obyektif dan berlaku pada orang tertentu atau lebih.Hukum subyektif.Hukum gereja. yaitu hukum yang berlaku sekarang bagi suatu masyarakat tertentu dalam suatu daerah tertentu.Hukum formal. d. Menurut cara mempertahankannya : a. Menurut sifatnya : a.Menurut wujudnya : a.Hukum asasi (hukum alam). b. yaitu kumpulan norma-norma yang ditetapkan oleh gereja. yaitu hukum yang memuat peraturan yang mengatur kepentingan dan hubungan yang berwujud perintah-perintah dan larangan. yaitu hukum yang dalam keadaan bagaimanapun mempunyai paksaan mutlak.Ius constitutum (hukum positif).Menurut isinya : . b. 4.Hukum obyektif.c. yaitu hukum dalam suatu Negara berlaku umum. yaitu hukum yang berlaku dimana-mana dalam segala waktu dan untuk segala bangsa di dunia. yaitu hukum yang diharapkan berlaku pada masa yang akan datang.Hukum material. yaitu hukum yang berlaku dalam Negara lain. 8. yaitu hukum yang memuat peraturan yang mengatur tentang bagaimana cara melaksanakan hukum material 6.

dibuat oleh penguasa. yaitu peraturan hidup yang diterima sebagai perintah-perintah. yaitu peraturan-peraturan yang timbul dari norma hukum. yaitu hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan yang lain dengan menitik beratkan pada kepentingan perseorangan. dan anjuran yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.Hukum privat. dan dipertahankan dengan segala paksaa oleh alat-alat Negara. yaitu peraturan hidup yang timbul dari pergaulan hidup segolongan orang. Kaidah/ Norma Kaidah atau norma hukum adalah peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam hidup bermasyarakat yang berasal dari hati sanubari manusia.Hukum publik. . 4)Norma hukum. laranganlarangan. yaitu peraturan yang dianggap sebagai suara hati sanubari manusia. Macam-macam norma : 1)Norma agama. 2)Norma kesusilaan. yaitu hukum yang mengatur hubungan antara Negara dengan alat kelengkapannya ata hubungan antara Negara dengan warganegara. yang diikuti dan diinsyafi oleh setiap orang 3)Norma kesopanan. b.a.

yaitu aturan yang kalau dilanggar akan mengakibatkan sanksi yang tegas dan nyata. unsur-unsur. dan tujuan hukum.PENUTUP Dari uraian singkat materi mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum diatas. sifat. yang memiliki pengertian yang dijelaskan oleh para ahli hukum. Yang dimaksud dengan sumber hukum adalah segala apa yang menimbulkan aturanaturan yang mempunyai kekuatan yang bersifat memaksa. agar senantiasa tercipta kehidupan yang aman dan damai. Hukum memiliki ciri-ciri. disimpulkan bahwa pengertian hukum adalah kumpulan peraturan-peraturan yang terdiri dari norma dan sanksi-sanksi yang bertujuan menjaga ketertiban pergaulan manusia. maka dari itu setiap orang wajib mentaati hukum. Mazhab ilmu pengetahuan digunakan sebagai dasar bagi penemuan hukum. sehingga keamanan dan ketertiban tetap terpelihara. . Dari ciri-ciri hukum disebutkan bahwa sanksi terhadap pelanggaran hukum adalah tegas.

Balai Pustaka. Jakarta 1989.DAFTAR PUSTAKA Kansil. C. .S. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. SH.T. Drs.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful