P. 1
menyimak

menyimak

|Views: 1,460|Likes:
Published by Nurul Mustofa

More info:

Published by: Nurul Mustofa on Oct 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2013

pdf

text

original

Dalam keterampilan menyimak akan dibahas mengenai: (1) pengertian menyimak, (2) tujuan menyimak, (3) ragam menyimak, dan (4) faktor-faktor

yang mempengaruhi menyimak. Pengertian Menyimak Keterampilan menyimak merupakan bagian dari keterampilan berbahasa yang sangat esensial, sebab keterampilan menyimak merupakan dasar untuk menguasai suatu bahasa. Anak kecil yang mulai belajar berbahasa, dimulai dengan menyimak rentetan bunyi yang didengarnya, belajar menirukan, kemudian mencoba untuk menerapkan dalam pembicaraan. Setelah masuk sekolah, anak tersebut belajar membaca dari mengenal huruf atau bunyi bahasa yang diperlihatkan oleh guru sampai pada mengucapkan bunyi-bunyi bahasa atau kegiatan menirukan bunyibunyi bahasa tersebut. Pada situasi ini, anak sudah mulai menulis. Demikian seterusnya sampai anak bisa mengutarakan isi pikiran melalui bahasa lisan maupun bahasa tulisan, dan mampu memahami isi pikiran orang lain yang diungkapkan melalui bahasa lisan maupun bahasa tulisan. Pengertian menyimak menurut Tarigan adalah: Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambanglambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan (1987:28). “Menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasi, menilai, dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya” (Tarigan, 1991:4). “Menyimak sebagai proses mendengarkan, mengenal, serta menginterpretasikan lambang-lambang lisan. Menyimak bermakna mendengarkan dengan penuh pemahaman dan perhatian serta apresiasi” (Anderson dalam Tarigan, 1987:28). Menyimak adalah salah satu keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang fasilitator. Menyimak bukanlah hanya mendengarkan sesuatu yang “masuk kuping kiri keluar kuping kanan” atau sebaliknya. Menyimak adalah mendengar untuk memahami apa yang dikatakan orang lain dengan proses serius yang tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan kebiasaan, refleks maupun insting. (Adnan, http://jejakkelana. wordpress.com). Berdasarkan pendapat di atas dan dikaitkan dengan penelitian ini, maka menyimak yang dimaksud di sini adalah menyimak siaran berita radio melalui

media rekaman. dengan perkataan lain. atau menghayati pesan. menangkap isi atau pesan. Karena itu dapatlah disimpulkan bahwa “tujuan utama menyimak adalah menangkap. antara lain: 1. Ada orang yang menyimak dengan penekanan pada penikmatan terhadap sesuatu dari materi yang diujarkan atau diperdengarkan atau dipergelarkan (terutama sekali dalam bidang seni). 2. Saya menyimak untuk mengumpulkan data agar saya dapat membuat keputusan-keputusan yang masuk akal. tujuan orang untuk menyimak sesuatu itu beraneka ragam. 1991:4). Menyimak pada hakikatnya adalah mendengarkan atau memahami bahan simakan. Secara sadar atau tidak sadar perbuatan menyimak yang dilakukan mempunyai tujuan tertentu. Tujuan Menyimak Dalam kehidupan sehari-hari kegiatan menyimak tak pernah terlewati. antara lain: 1. 4. dan dalam kehidupan masyarakat. memahami. gagasan yang tersirat dalam bahan simakan” (Tarigan. di tempat kerja. 2. Menyimak dilakukan untuk memperoleh informasi. Saya menyimak agar saya menjadi lebih efektif dalam hubunganhubungan antarpribadi dalam kehidupan sehari-hari di rumah. dan memahami komunikasi. pendeknya dia menyimak untuk menikmati keindahan audio maupun visual (audiovisual). menyimak siaran berita radio melalui media rekaman adalah mendengarkan dengan penuh perhatian tentang apa yang disampaikan atau terdapat dalam siaran berita radio tersebut. 1987:55). Saya menyimak agar dapat memberikan responsi yang tepat terhadap segala sesuatu yang saya dengar (Hunt dalam Tarigan. 3. Saya menyimak untuk memperoleh informasi yang ada hubungan atau sangkut-pautnya dengan pekerjaan atau profesi saya. Jadi. Ada orang yang menyimak dengan tujuan utama agar dapat memperoleh pengetahuan dari bahan ujaran sang pembicara. menyimak untuk belajar. ide. Memang. . Kalau ada orang bertanya: “Apa fungsi menyimak bagi Anda?” maka secara praktis kita dapat memberi jawaban.

Menyimak bertujuan untuk mengapresiasi 5. Ada orang yang menyimak dengan maksud agar dapat menilai apa-apa yang disimak itu (baik-buruk. yaitu: 1. dengan perkataan lain. orang itu menyimak untuk mengapresiasi materi simakan. pembacaan puisi. 5. perdebatan). Menyimak bertujuan untuk menikmati 3. Ada lagi orang yang menyimak dengan maksud agar dapat memecahkan masalah secara kreatif dan analisis. Menyimak bertujuan untuk mengevaluasi 4. tepat-ngawur. Ada orang menyimak agar dapat menikmati serta menghargai apa-apa yang disimak itu (misalnya: pembaca cerita. gagasan-gagasan. Berdasarkan uraian di atas. dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya tujuan menyimak dapat dipandang dari berbagai segi. Ada orang yang menyimak dengan maksud agar dapat mengkomunikasikan ide-ide. Menyimak bertujuan untuk membedakan bunyi-bunyi . pendek kata. sebab dari sang pembicara mungkin memperoleh banyak masukan berharga.3. maupun perasaanperasaannya kepada orang lain dengan lancar dan tepat. Ada pula orang yang menyimak dengan maksud dan tujuan agar dapat membedakan bunyi-bunyi dengan tepat. musik dan lagu. Menyimak bertujuan untuk belajar 2. Menyimak bertujuan untuk mengkomunikasikan ide-ide 6. 8. Banyak contoh dan ide yang dapat diperoleh dari sang pembicara dan semua ini merupakan bahan penting untuk menunjang dalam mengkomunikasikan ide-idenya sendiri. diskusi panel. menyimak untuk mengevaluasi. singkatnya. dialog. indah-jelek. 6. Selanjutnya ada lagi orang yang tekun menyimak sang pembicara untuk meyakinkan dirinya terhadap suatu masalah atau pendapat yang selama ini diragukan. dia menyimak secara persuasive (Logan dan Shrope dalam Tarigan. 7. mana bunyi yang membedakan arti (distingtif) mana bunyi yang tidak membedakan arti. logis-tak logis. biasanya ini terlihat nyata pada seseorang yang sedang belajar bahasa asing yang asyik mendengarkan ujaran pembicara asli (native speaker). 1987:56). 4. dan lain-lain).

Di samping tujuan umum itu terdapat pula berbagai tujuan khusus. bahwa mereka melihat hal itu secara wajar dalam lingkungan yang asli dan alamiah. 2. yaitu: 1. Menyimak Intensif. Menyimak bertujuan untuk memecahkan masalah 8.1 Menyimak Ekstensif Menyimak ekstensif (extensive listening) adalah sejenis kegiatan menyimak mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran. menyimak konsentratif. dan menyimak selektif (Tarigan. mengikuti hal-hal yang menarik. yang terdiri atas. serta memahami makna komunikasi yang hendak disampaikan sang pembicara melalui ujaran. 1987:35-36). yang menyebabkan adanya aneka ragam menyimak. Menyimak Ekstensif. menyimak eksplorasif. menyimak estetik. dan menyimak pasif. dan memperlihatkan perhatian yang wajar terhadap apa-apa yang dikemukakan (Dawson dalam Tarigan. Menyimak Sosial Menyimak Sosial (social listening) atau menyimak konversasional (conversational listening) ataupun menyimak sopan (courtreous listening) biasanya berlangsung dalam situasi-situasi sosial tempat orang-orang mengobrol atau bercengkrama mengenai hal-hal yang menarik perhatian semua orang yang hadir dan saling mendengarkan satu sama lain untuk membuat responsi-responsi yang wajar.7. 1. menyimak sosial. menyimak interogatif. tidak perlu di bawah bimbingan langsung dari seorang guru (Tarigan. Keuntungan mengingatkan bahan lama kepada para siswa. bukan hanya sekedar dalam hubungan kelas. 1987:35). Inilah yang merupakan tujuan umum. Yang termasuk kelompok menyimak ekstensif sebagai berikut. Penggunaan yang paling dasar adalah untuk menangkap atau mengingat kembali bahan yang telah dikenal atau diketahui dalam suatu lingkungan baru dengan cara baru. menangkap isi.2. . yang terdiri atas. Menyimak bertujuan untuk meyakinkan Ragam Menyimak Seperti yang diketahui bahwa tujuan menyimak adalah untuk memperoleh informasi. menyimak kritis. menyimak sekunder.3. 2. tempat pertama kali disajikan secara formal. menyimak kreatif.1987:37).

3. Salah satu contoh. yaitu menyimak secara sopan santun dan penuh perhatian terhadap percakapan dan menyimak serta memahami peranan-peranan pembicara dalam proses komunikasi. menghapal luar kepala. Menyimak pasif Menyimak pasif (passive listening) adalah penyerapan suatu ajaran tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya-upaya pada saat belajar dengan kurang teliti. Menyimak estetik bertujuan untuk siswa agar dapat menyimak musik.” Menyimak ini lebih bersifat umum tanpa ada bimbingan. dan drama. Sehingga dapat menikmati dan mengapresiasikan cerita-ceritanya dalam lakon-lakon yang dibacakan atau diceritakan oleh guru atau siswa. tekateki yang dapat mengapresiasikan terhadap suatu hal tertentu. tergesa-gesa. antara lain: 1) Berilah otak dan telinga kesempatan menyimak banyak-banyak. bila menikmati musik sementara ikut berpartisipasi dalam kegiatan menulis atau melukis.3. Menyimak Sekunder Tarigan (1987:38) menyatakan bahwa “menyimak sekunder (secondary listening) adalah sejenis kegiatan menyimak secara kebetulan (casual listening) dan secara ekstensif (extensive listening). Menyimak estetik mencakup menyimak musik. Menyimak Estetik Menyimak estetik (aesthetic listening) atau menyimak apresiatif (appreciational listening) adalah fase terakhir dari kegiatan menyimak kebetulan dan termasuk ke dalam menyimak ekstensif (Tarigan. serta menguasai sesuatu bahasa. Untuk melakukan hal ini. 2) Tenang dan santai. 4) Berikanlah waktu yang cukup bagi telinga dan otak. puisi.2 Menyimak Intensif . 1987:38). 5) Beri kesempatan bagi otak dan telinga bekerja.Dapat dikemukakan bahwa menyimak sosial paling sedikit mencakup dua hal.2. 1987:39-40) 2. puisi. berlatih santai. perlu mempergunakan teknik-teknik tertentu yang bermanfaat. sementara mengerjakan sesuatu yang lain (Nida dalam Tarigan. 2. 4. menikmati cerita. 3) Jangan memasang rintangan bagi bunyi. Apa yang didengar oleh penyimak bukan menjadi tujuan utama.

Tugas siswa adalah mengisinya tanpa menyimak rekaman lagi. dengan alasan-alasan yang kuat yang dapat diterima oleh akal sehat” (Tarigan. Tugas siswa adalah mengisinya tanpa menyimak rekaman lagi. Oleh karena menyimak makna merupakan suatu keterampilan penting untuk dikembangkan. Salah satu cara yang sederhana untuk melatih tipe menyimak seperti ini adalah menyuruh siswa menyimak tanpa memberi teks tertulis sekali atau dua kali. tetapi belum tentu memahami maknanya. Menyimak kritis lebih cendrung meneliti letak kekurangan dan kekeliruan dalam pembicaraan seseorang karena dalam menyimak secara kritis. urutan serta sebab-akibat. 4) Memperoleh pemahaman dan pengertian yang mendalam. dapat dikatakan sebagai kegiatan menyimak atau mendengarkan dengan sempurna. segala ucapan atau informasi lisan yang disimak untuk memproleh suatu kebenaran. 1. waktu. 2.” Dalam kegiatan ini diperlukan pengarahan dari guru. tempat. Menyimak Kritis Menyimak kritis (critical listening) adalah “sejenis kegiatan menyimak untuk mencari kesalahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang pembicara.Tarigan (1987:40) menyatakan bahwa “menyimak intensif diarahkan pada suatu kegiatan yang jauh lebih diawasi. Jenis-jenis menyimak yang termasuk ke dalam kelompok menyimak intensif sebagai berikut. Kegiatankegiatan yang tercakup dalam menyimak konsentratif ini adalah: 1) Mengikuti petunjuk yang terdapat dalam pembicaraan. 1987:42). Kemudian memberikan teks tertulis dengan mengosongkan tempat penghubung-penghubung kalimat itu berada. 2) Mencari dan merasakan hubungan-hubungan seperti kelas. 3) Mendapatkan atau memperoleh butir-butir informasi tertentu. . kualitas. Mungkin dalam kegiatan menyimak intensif. misalnya teks mengenai suatu paragraf yang mengandung beberapa penghubung kalimat. dikontrol terhadap satu hal tertentu. Menyimak Konsentratif Menyimak konsentratif (concentrative listening) sering juga disebut a study-type listening atau menyimak yang merupakan sejenis telaah. haruslah disadari benar-benar isi yang terkandung sebenarnya dari pesan tersebut dan berada dalam jangkauan intlektual dan kedewasaan siswa.

3. penglihatan.” Dalam menyimak seperti ini sang penyimak menyiagakan perhatiannya untuk menjalani serta menemukan hal-hal yang menarik sebagai informasi tambahan mengenai suatu topik. Menyimak interogatif (interrogative listening) adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi. gerakan. Menyimak Kreatif Menyimak kreatif (creative listening) merupakan kegiatan menyimak yang dapat mengakibatkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi. serta perasaan-perasaan yang menggambarkan keindahan yang dirangsang oleh apa-apa yang disimaknya (Dawson dalam Tarigan. 1987: 46).5) Merasakan serta menghayati ide-ide sang pembicara. 1987: 45). 6. karena sang penyimak akan mengajukan banyak pertanyaan (1987:48). Menyimak Eksplorasif Tarigan (1987:47) menyatakan bahwa “menyimak eksplorasif (exploratory listening) adalah sejenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan menyelidiki sesuatu lebih terarah dan lebih sempit.” Dalam . 4. sasaran maupun pengorganisasiannya. pemusatan perhatian dan pemilihan butir-butir dari ujaran sang pembicara. Menyimak Interogatif Tarigan menyatakan pengertian mengenai menyimak interogatif sebagai berikut. Menyimak Selektif Merdhana (1987:32) menyatakan bahwa “menyimak selektif (selective listening) adalah menyimak suatu wacana yang disertai dengan seleksi tertentu terhadap kebahasaannya di samping terhadap isi pesan itu. 7) Mencari dan mencatat fakta-fakta penting (Anderson dan Dawson dalam Tarigan. 6) Memahami urutan ide-ide sang pembicara. Dalam kegiatan menyimak interogatif ini sang penyimak mempersempit serta mengarahkan perhatiannya pada pemerolehan informasi dengan cara mengintrogasi atau menanyai sang pembicara. 5.

1987:97-98). ada orang yang sukar sekali mendengar. (3) pribadi. yaitu: (1) faktor lingkungan. dan (5) peranan dalam masyarakat (Hunt dalam Tarigan. dan (5) perbedaan jenis kelamin atau seks (Webb dalam Tarigan. (2) faktor psikologis. 1) Faktor Fisik Kondisi fisik seorang penyimak merupakan faktor penting yang turut menentukan keefektifan serta kualitas dalam menyimak. sangat lelah. prayojana. Berdasarkan ketiga sumber mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak. Setelah dibandingkan sumber tersebut. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Menyimak Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses kegiatan menyimak. seperti ruangan terlalu panas. daya penggerak. Pakar lain mengemukakan hal-hal yang merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak: (1) pengalaman. (4) motivasi. dan suara bising dapat mengganggu orang yang sedang melakukan kegiatan menyimak. Misalnya. serta tingkah polahnya tidak karuan. (4) faktor sikap. 1987:97). lembab atau terlalu dingin. ketiga sumber tersebut mempunyai perbedaan dan persamaan. ada pula pakar yang mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak. dapat dikatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses kegiatan menyimak adalah: (1) faktor fisik. yang terdiri dari lingkungan fisik dan lingkungan sosial. 1987:97). (4) sistuasi kehidupan. (6) faktor jenis kelamin. (5) faktor motivasi. (2) pembawaan. Dalam keadaan seperti itu. 3) kepicikan yang . Di samping itu. (2) faktor fisik. Juga secara fisik dia berada jauh di bawah ukuran gizi yang normal. 2) Faktor Psikologis Tarigan (1987:100) menyebutkan bahwa faktor-faktor psikologis dalam menyimak mencakup masalah-masalah: 1) prasangka dan kurangnya simpati terhadap para pembicara dengan aneka sebab dan alasan. 2) keegosentrisan dan keasyikan terhadap minat pribadi serta masalah pribadi. (3) sikap atau pendirian. dan (4) faktor pengalaman (Logan dalam Tarigan. yaitu: (1) sikap. mungkin saja dia terganggu atau kehilangan ide-ide pokok seluruhnya. (2) motivasi. (3) faktor psikologis. dan (8) faktor peranan dalam masyarakat. Lingkungan fisik juga mempengaruhi dalam menyimak. Kesehatan serta kesejahteraan fisik merupakan modal penting dalam melakukan kegiatan menyimak.menyimak selektif penyimak mungkin berhadapan dengan pesan-pesan yang tidak perlu. (3) faktor pengalaman. (7) faktor lingkungan.

5) sikap yang tidak layak terhadap sekolah. terhadap guru. 5) Faktor Motivasi “Motivasi merupakan salah satu butir penentu keberhasilan seseorang. menemui fakta-fakta bahwa gaya menyimak pria pada umumnya bersifat objektif. rasional. ramah/simpatik. Silverman dan Webb. atau terhadap sang pembicara. sedangkan gaya menyimak wanita cenderung lebih subjektif.menyebabkan pandangan yang kurang luas. pasif. analitik. 1987:103). siswa tidak akan “mendengar” ide-ide yang berada di luar jangkauan pengertian serta pemahaman mereka. keras hati. Dalam mengutarakan maksud dan tujuan yang hendak dicapai. tetapi bersikap menolak pada hal-hal yang tidak menarik dan tidak menguntungkan baginya. Orang akan bersikap menerima pada hal-hal yang menarik dan menguntungkan baginya. Misalnya. Kalau motivasi kuat untuk mengerjakan sesuatu maka dapat diharapkan orang itu akan berhasil mencapai tujuan” (Tarigan. Dorongan dan tekad diperlukan dalam mengerjakan segala sesuatu. Pada dasarnya manusia hidup mempunyai dua sikap utama mengenai segala hal. para pakar menarik kesimpulan bahwa pria dan wanita pada umumnya mempunyai perhatian yang berbeda. difusif . 4) Faktor Sikap Setiap orang akan cenderung menyimak secara seksama pada topik-topik atau pokok-pokok pembicaraan yang dapat disetujui dibanding dengan yang kurang atau tidak disetujuinya. dapat menguasai/mengendalikan emosi. yaitu sikap menerima dan sikap menolak. 3) Faktor Pengalaman Latar belakang pengalaman merupakan suatu faktor penting dalam menyimak. Sikap-sikap yang menentang dan bermusuhan timbul dari pengalaman yang tidak menyenangkan. 6) Faktor Jenis Kelamin Berdasarkan beberapa penelitian. misalnya. aktif. menetralkan. dan cara mereka memusatkan perhatian pada sesuatu pun berbeda pula. keras kepala atau tidak mau mundur. Kurangnya minat dalam menyimak merupakan akibat dari kurangnya pengalaman dalam bidang yang akan disimak tersebut. terhadap pokok pembicaraan. intrusif (bersifat mengganggu). bagi seorang guru merupakan suatu bimbingan kepada para siswa untuk menanamkan serta memperbesar motivasi mereka untuk menyimak dengan tekun. 4) kebosanan dan kejenuhan yang menyebabkan tiadanya perhatian sama sekali pada pokok pembicaraan.

1987:104).(menyebar). diharapkan dapat menyimak lebih seksama dan penuh perhatian daripada sebagai karyawan harian pada sebuah perusahaan setempat. Para guru harus dapat mengatur dan menata letak meja dan kursi sedemikian rupa sehingga memungkinkan setiap siswa mendapat kesempatan yang sama untuk menyimak. Jadi. Anak-anak yang mempunyai kesempatan untuk didengarkan akan lebih sigap lagi mendengarkan apabila seseorang mempunyai kesempatan berbicara. lalu tahap memahami yaitu kemudian masuk ke otak informasi tersebut dipahami makna secara sempit. yaitu lingkungan fisik dan lingkungan sosial. yaitu tahap mendengarkan yaitu masuknya informasi atau ujaran ke telinga. mudah dipengaruhi/gampang terpengaruh. suasana dimana guru merencanakan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan anak-anak dapat memanfaatkan situasi ruangan kelas untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi mereka. mudah mengalah.” Kemauan menyimak dapat dipengaruhi oleh peranan dalam masyarakat. seperti menaruh perhatian pada masalahmasalah dan sarana-sarana akustik. sebelum menyimak harus menlalui proses menyimak. Maksudnya adalah ketika seseorang menyimak suatu pembicaraan maka maka harus terlebih dahulu mengetahui isi pembicaraan sehingga maksud pemahaman dari hasil yang disimaknya akan benar. dilanjutkan dengan tahap mengevaluasi yaitu . Jelaslah betapa pentingnya faktor peranan dalam masyarakat bagi peningkatan menyimak. lalu tahap menginterpretasi yaitu menafsirkan ujaran secara keseluruhan. banyak disimak banyak diserap banyak pengatahuan. Dalam lingkungan fisik. Lingkungan sosial juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam menyimak. bergantung (tidak berdikari). ruangan kelas merupakan faktor penting dalam memotivasi kegiatan menyimak. Sebagai seorang mahasiswa. Sebagai guru dan pendidik. agar siswa dapat mendengar dan menyimak dengan baik tanpa ketegangan dan gangguan. 8) Faktor Peranan dalam Masyarakat Tarigan (1987:107) menyatakan bahwa “banyak berjalan banyak dilihat. kuliah atau siaran-siaran radio dan televisi yang berhubungan dengan masalah pendidikan dan pengajaran. juga cepat mengetahui bahwa sumbangan-sumbangan mereka akan dihargai. Anak-anak cepat sekali merasakan suatu suasana dimana mereka didorong untuk mengekspresikan ide-ide mereka. reseptif. dan emosional (dalam Tarigan. 7) Faktor Lingkungan Faktor lingkungan terdiri atas dua. dipandang perlu untuk menyimak ceramah. sensitif. selain itu menyimak harus melalui tahapan-tahapan.

menilai informasi tersebut berdasarkan benar atau salah. dan terakhir tahap menanggapi yaitu respon berupa reaksi seperti ucapan selamat dan lain-lain .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->