P. 1
orde baru

orde baru

|Views: 544|Likes:
Published by eno bastian

More info:

Published by: eno bastian on Oct 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

INDONESIA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN (1959-1966

)
October 3, 2008 by rinahistory

A. DEKRIT PRESIDEN
Pelaksanaan demokrasi terpimpin dimulai dengan berlakunya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Latar Belakang dikeluarkan dekrit Presiden : Undang-undang Dasar yang menjadi pelaksanaan pemerintahan negara belum berhasil dibuat sedangkan Undang-undang Dasar Sementara (UUDS 1950) dengan sistem pemerintahan demokrasi liberal dianggap tidak sesuai dengan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia. Kegagalan konstituante dalam menetapkan undang-undang dasar sehingga membawa Indonesia ke jurang kehancuran sebab Indonesia tidak mempunyai pijakan hukum yang mantap. Situasi politik yang kacau dan semakin buruk. Terjadinya sejumlah pemberontakan di dalam negeri yang semakin bertambah gawat bahkan menjurus menuju gerakan sparatisme. Konflik antar partai politik yang mengganggu stabilitas nasional Banyaknya partai dalam parlemen yang saling berbeda pendapat sementara sulit sekali untuk mempertemukannya. Masing-masing partai politik selalu berusaha untuk menghalalkan segala cara agar tujuan partainya tercapai. Demi menyelamatkan negara maka presiden melakukan tindakan mengeluarkan keputusan Presiden RI No. 75/1959 sebuah dekrit yang selanjutnya dikenal dengan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Tujuan dikeluarkan dekrit adalah untuk menyelesaikan masalah negara yang semakin tidak menentu dan untuk menyelamatkan negara. Isi Dekrit Presiden adalah sebagai berikut. a. Pembubaran konstituante b. Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya kembali UUD 1945. c. Pembentukan MPRS dan DPAS Reaksi dengan adanya Dekrit Presiden: Rakyat menyambut baik sebab mereka telah mendambakan adanya stabilitas politik yang telah goyah selama masa Liberal. Mahkamah Agung membenarkan dan mendukung pelaksanaan Dekrit Presiden. KSAD meminta kepada seluruh anggota TNI-AD untuk melaksanakan pengamanan Dekrit Presiden. DPR pada tanggal 22 Juli 1945 secara aklamasi menyatakan kesediaannya untuk melakanakan UUD 1945.

Dampak positif diberlakukannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, adalah sebagai berikut. Menyelamatkan negara dari perpecahan dan krisis politik berkepanjangan. Memberikan pedoman yang jelas, yaitu UUD 1945 bagi kelangsungan negara. Merintis pembentukan lembaga tertinggi negara, yaitu MPRS dan lembaga tinggi negara berupa DPAS yang selama masa Demokrasi Parlemen tertertunda pembentukannya. Dampak negatif diberlakukannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, adalah sebagai berikut. Ternyata UUD 1945 tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. UUD 45 yang harusnya menjadi dasar hukum konstitusional penyelenggaraan pemerintahan pelaksanaannya hanya menjadi slogan-slogan kosong belaka. Memberi kekeuasaan yang besar pada presiden, MPR,dan lembaga tinggi negara. Hal itu terlihat pada masa Demokrasi terpimpin dan berlanjut sampai Orde Baru. Memberi peluang bagi militer untuk terjun dalam bidang politik. Sejak Dekrit, militer terutama Angkatan Darat menjadi kekuatan politik yang disegani. Hal itu semakin terlihat pada masa Orde Baru dan tetap terasa sampai sekarang.

B. PELAKSANAAN DEMOKRASI TERPIMPIN
Demokrasi Terpimpin berlaku di Indonesia antara tahun 1959-1966, yaitu dari dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 hingga Jatuhnya kekuasaan Sukarno. Disebut Demokrasi terpimpin karena demokrasi di Indonesia saat itu mengandalkan pada kepemimpinan Presiden Sukarno. Terpimpin pada saat pemerintahan Sukarno adalah kepemimpinan pada satu tangan saja yaitu presiden. Tugas Demokrasi terpimpin : Demokrasi Terpimpin harus mengembalikan keadaan politik negara yang tidak setabil sebagai warisan masa Demokrasi Parlementer/Liberal menjadi lebih mantap/stabil. Demokrasi Terpimpin merupakan reaksi terhadap Demokrasi Parlementer/Liberal. Hal ini disebabkan karena : Pada masa Demokrasi parlementer, kekuasaan presiden hanya terbatas sebagai kepala negara. Sedangkan kekuasaan Pemerintah dilaksanakan oleh partai. Dampaknya: Penataan kehidupan politik menyimpang dari tujuan awal, yaitu demokratisasi (menciptakan stabilitas politik yang demokratis) menjadi sentralisasi (pemusatan kekuasaan di tangan presiden). Pelaksanaan masa Demokrasi Terpimpin : Kebebasan partai dibatasi

Tugas DPR GR adalah sebagai berikut. 94 orang utusan daerah. Sehingga DPRGR harus mengikuti kehendak serta kebijakan pemerintah. Penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan Demokrasi terpimpin dari UUD 1945 adalah sebagai berikut. 3. Anggota MPRS ditunjuk dan diangkat oleh Presiden dengan syarat : Setuju kembali kepada UUD 1945. 1. Dibentuk lembaga-lembaga negara antara lain MPRS. Pembubaran DPR dan Pembentukan DPR-GR Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hasil pemilu tahun 1955 dibubarkan karena DPR menolak RAPBN tahun 1960 yang diajukan pemerintah. Presiden selanjutnya menyatakan pembubaran DPR dan sebagai gantinya presiden membentuk Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR). Presiden menentukan apa yang harus diputuskan oleh MPRS. Hal tersebut tampak dengan adanya tindakan presiden untuk mengangkat Ketua MPRS dirangkap oleh Wakil Perdana Menteri III serta pengagkatan wakil ketua MPRS yang dipilih dan dipimpin oleh partai-partai besar serta wakil ABRI yang masing-masing berkedudukan sebagai menteri yang tidak memimpin departemen. kedudukan Presiden berada di bawah MPR. 2 Tahun 1959. Tindakan presiden tersebut bertentangan dengan UUD 1945 sebab berdasarkan UUD 1945 presiden tidak dapat membubarkan DPR. 2. Melaksanakan manifesto politik Mewujudkan amanat penderitaan rakyat Melaksanakan Demokrasi Terpimpin . sebab MPRS tunduk kepada Presiden. Tindakan tersebut bertentangan dengan UUD 1945 karena Berdasarkan UUD 1945 pengangkatan anggota MPRS sebagai lembaga tertinggi negara harus melalui pemilihan umum sehingga partai-partai yang terpilih oleh rakyat memiliki anggota-anggota yang duduk di MPR. Keanggotaan MPRS terdiri dari 61 orang anggota DPR. Peraturan DPRGR juga ditentukan oleh presiden. Tugas MPRS terbatas pada menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Setia kepada perjuangan Republik Indonesia. Dimana semua anggotanya ditunjuk oleh presiden. Pemerintah berusaha menata kehidupan politik sesuai dengan UUD 1945. dan 200 orang wakil golongan. DPRGR dan Front Nasional. Pembentukan MPRS Presiden juga membentuk MPRS berdasarkan Penetapan Presiden No. kenyataannya bertentangan dengan UUD 1945. dan Setuju pada manifesto Politik. Kedudukan Presiden Berdasarkan UUD 1945. Akan tetapi.Presiden cenderung berkuasa mutlak sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.DPAS.

12 orang wakil partai politik. Pada masa demokrasi terpimpin pemerintah mengambil langkah untuk menyamakan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menyampaikan ajaran NASAKOM (Nasionalis. dan Komunis). Sebagai wakil presiden diangkatlah Ir. Keterlibatan PKI dalam Ajaran Nasakom Perbedaan ideologi dari partai-partai yang berkembang masa demokrasi parlementer menimbulkan perbedaan pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdampak pada terancamnya persatuan di Indonesia. Demokrasi Terpimpin. Lembaga ini diketuai oleh Presiden sendiri. Juanda. Program kabinet ini adalah sebagai berikut. Ekonomi Terpimpin. Menyelesaikan Revolusi Nasional Melaksanakan Pembangunan Mengembalikan Irian Barat 6. Inti Manipol adalah USDEK (Undang-undang Dasar 1945. Sehingga lebih dikenal dengan MANIPOL USDEK. Front Nasional merupakan sebuah organisasi massa yang memperjuangkan cita-cita proklamasi dan cita-cita yang terkandung dalam UUD 1945. Hingga tahun 1964 Kabinet Kerja mengalami tiga kali perombakan (reshuffle). Tujuannya untuk menggalang persatuan bangsa. Keanggotaan DPAS terdiri atas satu orang wakil ketua. Pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS) dibentuk berdasarkan Penetapan Presiden No. presiden membentuk kabinet Kerja. Bagi presiden NASAKOM merupakan cerminan paham berbagai golongan dalam masyarakat. Presiden yakin bahwa dengan menerima dan . Pembentukan Kabinet Kerja Tanggal 9 Juli 1959. Hal ini disebabkan karena DPAS yang mengusulkan dengan suara bulat agar pidato presiden pada hari kemerdekaan RI 17 AGUSTUS 1959 yang berjudul ”Penemuan Kembali Revolusi Kita” yang dikenal dengan Manifesto Politik Republik Indonesia (Manipol) ditetapkan sebagai GBHN berdasarkan Penpres No.1 tahun 1960. Tugas front nasional adalah sebagai berikut. Front Nasional dipimpin oleh Presiden Sukarno sendiri. Pembentukan Front Nasional Front Nasional dibentuk berdasarkan Penetapan Presiden No. 8 orang utusan daerah. Sosialisme Indonesia. dan 24 orang wakil golongan. Tugas DPAS adalah memberi jawaban atas pertanyaan presiden dan mengajukan usul kepada pemerintah.3 tahun 1959. Tujuannya adalah menyatukan segala bentuk potensi nasional menjadi kekuatan untuk menyukseskan pembangunan. 7. 5. dan Kepribadian Indonesia). Agama.13 Tahun 1959. Mencukupi kebutuhan sandang pangan Menciptakan keamanan negara Mengembalikan Irian Barat.4. Pelaksanaannya kedudukan DPAS juga berada dibawah pemerintah/presiden sebab presiden adalah ketuanya.

TNI Angkatan Udara. Sosialisme Indonesia. partai dapat melakukan kegiatan politik secara leluasa. ABRI menjadi salah satu golongan fungsional dan kekuatan sosial politik Indonesia. dijiwai oleh sosialisme. Dampak dari sosialisasi Resopim ini maka kedudukan lembaga-lembaga tinggi dan tertinggi negara ditetapkan dibawah presiden. Sedangkan pada masa demokrasi terpimpin. Hal ini terlihat dengan adanya pemberian pangkat menteri kepada pimpinan lembaga tersebut. kedudukan partai dibatasi oleh penetapan presiden No. Angkatan Bersenjata Republik Indonesia TNI dan Polri disatukan menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang terdiri atas 4 angkatan yaitu TNI Angkatan Darat. 10. Keterlibatan PKI tersebut menyebabkan ajaran Nasakom menyimpang dari ajaran kehidupan berbangsa dan bernegara serta mengeser kedudukan Pancasila dan UUD 1945 menjadi komunis.melaksanakan Nasakom maka persatuan Indonesia akan terwujud. Selain itu PKI mengambil alih kedudukan dan kekuasaan pemerintahan yang sah. PKI berhasil meyakinkan presiden bahwa Presiden Sukarno tanpa PKI akan menjadi lemah terhadap TNI. Inti dari ajaran ini adalah bahwa seluruh unsur kehidupan berbangsa dan bernegara harus dicapai melalui revolusi. dan Angkatan Kepolisian. yaitu Presiden Sukarno. TNI Angkatan Laut. Partai yang tidak memenuhi syarat. misalnya jumlah anggota yang terlalu sedikit akan dibubarkan sehingga dari 28 partai yang ada hanya tinggal 11 partai. Ajaran Nasakom mulai disebarkan pada masyarakat. dan dikendalikan oleh satu pimpinan nasional yang disebut Panglima Besar Revolusi (PBR). Tindakan pemerintah ini dikenal dengan penyederhanaan kepartaian. Kedudukan presiden yang kuat tersebut tampak dengan tindakannya untuk membubarkan 2 partai politik yang pernah berjaya masa . Masing-masing angkatan dipimpin oleh Menteri Panglima Angkatanyang kedudukannya langsung berada di bawah presiden. Kelompok yang kritis terhadap ajaran Nasakom adalah kalangan cendekiawan dan ABRI. Pentaan Kehidupan Partai Politik Pada masa demokrasi Parlementer. 9. 7 tahun 1959. Pembatasan gerak-gerik partai semakin memperkuat kedudukan pemerintah terutama presiden. Dikeluarkan ajaran Nasakom sama saja dengan upaya untuk memperkuat kedudukan Presiden sebab jika menolak Nasakom sama saja dengan menolak presiden. 8. padahal kedudukan menteri seharusnya sebagai pembantu presiden. dan Pimpinan Nasional) adalah untuk memperkuat kedudukan Presiden Sukarno. Upaya penyebarluasan ajaran Nasakom dimanfaatkan oleh PKI dengan mengemukakan bahwa PKI merupakan barisan terdepan pembela NASAKOM. Adanya ajaran RESOPIM Tujuan adanya ajaran RESOPIM (Revolusi. Ajaran Resopim diumumkan pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-16.

Politik Mercusuar Politik Mercusuar dijalankan oleh presiden sebab beliau menganggap bahwa Indonesia merupakan mercusuar yang dapat menerangi jalan bagi Nefo di seluruh dunia.demokrasi Parlementer yaitu Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia (PSI). Kedua Partai tersebut resmi dibubarkan pada tanggal 17 Agustus 1960. Politik Konfrontasi Nefo dan Oldefo Terjadi penyimpangan dari politik luar negeri bebas aktif yang menjadi cenderung condong pada salah satu poros. Untuk mewujudkannya maka diselenggarakan proyek-proyek besar dan spektakuler yang diharapkan dapat menempatkan Indonesia pada kedudukan yang terkemuka di kalangan Nefo. Arah Politik Luar Negeri a. Dampaknya ruang gerak Indonesia di forum internasional menjadi sempit sebab hanya berpedoman ke negara-negara komunis. yang isinya sebagai berikut. Perhebat Ketahanan Revolusi Indonesia. Politik Konfrontasi Malaysia Indonesia juga menjalankan politik konfrontasi dengan Malaysia. c. 11. Politik Konfrontasi tersebut dilandasi oleh pandangan tentang Nefo (New Emerging Forces) dan Oldefo (Old Established Forces) Nefo merupakan kekuatan baru yang sedang muncul yaitu negara-negara progresif revolusioner (termasuk Indonesia dan negara-negara komunis umumnya) yang anti imperialisme dan kolonialisme. Pelaksanaan Dwikora dengan mengirimkan sukarelawan ke Malaysia Timur dan Barat menunjukkan adanya campur tanggan Indonesia pada masalah dalam negeri Malaysia. Saat itu Indonesia memberlakukan politik konfrontasi yang lebih mengarah pada negara-negara kapitalis seperti negara Eropa Barat dan Amerika Serikat. Hal ini disebabkan karena pemerintah tidak setuju dengan pembentukan negara federasi Malaysia yang dianggap sebagai proyek neokolonialisme Inggris yang membahayakan Indonesia dan negara-negara blok Nefo. Proyek-proyek tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar mencapai milyaran rupiah diantaranya diselenggarakannya GANEFO (Games of the New Emerging Forces ) yang membutuhkan pembangunan kompleks Olahraga Senayan serta biaya perjalanan bagi delegasi asing. Alasan pembubaran partai tersebuat adalah karena sejumlah anggota dari kedua partai tersebut terlibat dalam pemberontakan PRRI dan Permesta. . Oldefo merupakan kekuatan lama yang telah mapan yakni negara-negara kapitalis yang neokolonialis dan imperialis (Nekolim). Bantu perjuangan rakyat Malaysia untuk membebaskan diri dari Nekolim Inggris. Untuk mewujudkan Nefo maka dibentuk poros Jakarta-Phnom Penh-HanoiPeking-Pyong Yang. b. Dalam rangka konfrontasi tersebut Presiden mengumumkan Dwi Komando Rakyat (Dwikora) pada tanggal 3 Mei 1964.

Langkah yang ditempuh pemerintah untuk menunjang pembangunan ekonomi adalah sebagai berikut. Ekonomi Terpimpin. Pidato presiden yang berjudul ”Berdiri di atas Kaki Sendiri” sebagai pedoman revolusi dan politik luar negeri. Besarnya kekuasaan Presiden dalam Pelaksanaan demokrasi terpimpin tampak dengan: a. Inti Manipol adalah USDEK (Undang-undang Dasar 1945. c. Pembentukan Badan Perancang Pembangunan Nasional (Bappenas) . d. f. persaingan di antara TNI dengan Parpol. d. Dimana semua aktivitas ekonomi disentralisasikan di pusat pemerintahan sementara daerah merupakan kepanjangan dari pusat. Demokrasi Terpimpin. C. Soekarno sebagai Pemimpin Besar Revolusi yang berarti sebagai presiden seumur hidup. Pidato presiden yang berjudul ”Penemuan Kembali Revolusi Kita” pada tanggal 17 Agustus 1959 yang dikenal dengan Manifesto Politik Republik Indonesia (Manipol) ditetapkan sebagai GBHN atas usul DPA yang bersidang tanggal 23-25 September 1959. b. Pengangkatan Ketua MPRS dirangkap oleh Wakil Perdana Menteri III serta pengagkatan wakil ketua MPRS yang dipilih dan dipimpin oleh partaipartai besar serta wakil ABRI yang masing-masing berkedudukan sebagai menteri yang tidak memimpin departemen. 1. Sehingga ekonomi terpimpin merupakan bagian dari demokrasi terpimpin. Presiden berusaha menciptakan kondisi persaingan di antara angkatan. Bagi RI.Pada tanggal 7 Januari 1965. Presiden mengambil alih pemimpin tertinggi Angkatan Bersenjata dengan di bentuk Komandan Operasi Tertinggi (KOTI). e. SISTEM EKONOMI DEMOKRASI TERPIMPIN Seiring dengan perubahan politik menuju demokrasi terpimpin maka ekonomipun mengikuti ekonomi terpimpin. GNB merupakan gerakan yang bebas mendukung perdamaian dunia dan kemanusiaan. Selanjutnya gerakan ini memusatkan perjuangannya pada gerakan kemerdekaan bangsa-bangsa Asia-Afrika dan mencegah perluasan Perang Dingin. GNB merupakan pancaran dan revitalisasi dari UUD1945 baik dalam skala nasional dan internasional. dan Kepribadian Indonesia). Indonesia keluar dari keanggotaan PBB sebab Malaysia diangkat menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Sehingga lebih dikenal dengan MANIPOL USDEK. Sosialisme Indonesia. g. Pengangkatan Ir. Keterlibatan Indonesia dalam GNB menunjukkan bahwa kehidupan politik Indonesia di dunia sudah cukup maju. Politik Gerakan Non-Blok Gerakan Non-Blok merupakan gerakan persaudaraan negara-negara AsiaAfrika yang kehidupan politiknya tidak terpengaruh oleh Blok Barat maupun Blok Timur.

Pada masa pemotongan nilai uang memang berdampak pada harga barang menjadi murah tetapi tetap saja tidak dapat dibeli oleh rakyat karena mereka tidak memiliki uang. RI sedang mengeluarkan kekuatan untuk membebaskan Irian Barat. Hal ini disebabkan karena : Penghasilan negara berkurang karena adanya gangguan keamanan akibat pergolakan daerah yang menyebabkan ekspor menurun. Mengawasi dan menilai pelaksanaan pembangunan.000 menjadi Rp. a. 2. Tugas Depernas : Mempersiapkan rancangan Undang-undang Pembangunan Nasional yang berencana Menilai Penyelenggaraan Pembangunan Hasil yang dicapai. baik nasional maupun daerah. Pengeluaran biaya untuk penyelenggaraan Asian Games IV tahun 1962. yaitu sebagai berikut.000 Tetapi usaha pemerintah tersebut tetap tidak mampu mengatasi kemerosotan ekonomi yang semakin jauh. 50 b. Menyiapkan serta menilai hasil kerja mandataris untuk MPRS. Mengenai masalah pembangunan terutama mengenai perencanaan dan pembangunan proyek besar dalam bidang industri dan prasarana tidak dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. . Tugas Bappenas adalah Menyusun rencana jangka panjang dan rencana tahuanan. Maka pada tanggal 25 Agustus 1959 pemerintah mengumumkan keputusannya mengenai penuruan nilai uang (devaluasi). Pengambilalihan perusahaan Belanda pada tahun 1958 yang tidak diimbangi oleh tenaga kerja manajemen yang cakap dan berpengalaman. Penurunan Nilai Uang (Devaluasi) Tujuan dilakukan Devaluasi : Guna membendung inflasi yang tetap tinggi Untuk mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat Meningkatkan nilai rupiah sehingga rakyat kecil tidak dirugikan. terutama perbaikan dalam bidang moneter. Para pengusaha daerah di seluruh Indonesia tidak mematuhi sepenuhnya ketentuan keuangan tersebut. Uang kertas pecahan bernilai Rp.Untuk melaksanakan pembangunan ekonomi di bawah Kabinet Karya maka dibentuklah Dewan Perancang Nasional (Depernas) pada tanggal 15 Agustus 1959 dipimpin oleh Moh. 1963 Dewan Perancang Nasional (Depernas) diganti dengan nama Badan Perancang Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dipimpin oleh Presiden Sukarno. Uang kertas pecahan bernilai Rp. 25. 1. 500 menjadi Rp. Yamin dengan anggota berjumlah 50 orang. 100 c. dalam waktu 1 tahun Depenas berhasil menyusun Rancangan Dasar Undang-undang Pembangunan Nasional Sementara Berencana tahapan tahun 1961-1969 yang disetujui oleh MPRS. Pembekuan semua simpanan di bank yang melebihi Rp.

. Kenaikan laju inflasi Latar Belakang meningkatnya laju inflasi : Penghasilan negara berupa devisa dan penghasilan lainnya mengalami kemerosotan. Anggaran belanja mengalami defisit yang semakin besar. 13 Desember 1965 pemerintah mengambil langkah devaluasi dengan menjadikan uang senilai Rp. 1965. Ekspor semakin buruk dan pembatasan Impor karena lemahnya devisa. Pinjaman luar negeri tidak mampu mengatasi masalah yang ada. Kebijakan pemerintah : Keadaan defisit negara yang semakin meningkat ini diakhiri pemerintah dengan pencetakan uang baru tanpa perhitungan matang. Penyaluran kredit baru pada usaha-usaha yang dianggap penting bagi kesejahteraan rakyat dan pembangunan mengalami kegagalan. 1. 1000 menjadi Rp. Penertiban administrasi dan manajemen perusahaan guna mencapai keseimbangan keuangan tak memberikan banyak pengaruh. Nilai mata uang rupiah mengalami kemerosotan. Sehingga menambah berat angka inflasi. Kegagalan-kegagalan tersebut disebabkan karena: Pemerintah tidak mempunyai kemauan politik untuk menahan diri dalam melakukan pengeluaran. Dampaknya dari kebijakan pemerintah tersebut : Uang rupiah baru yang seharusnya bernilai 1000 kali lipat uang rupiah lama akan tetapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai sekitar 10 kali lipat lebih tinggi dari uang rupiah baru.3. Upaya likuidasi semua sektor pemerintah maupun swasta guna penghematan dan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran belanja tidak berhasil. cadangan emas dan devisa telah habis bahkan menunjukkan saldo negatif sebesar US$ 3 juta sebagai dampak politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara barat. Dampaknya : Inflasi semakin bertambah tinggi Harga-harga semakin bertambah tinggi Kehidupan masyarakat semakin terjerpit Indonesia pada tahun 1961 secara terus menerus harus membiayai kekeurangan neraca pembayaran dari cadangan emas dan devisa. Pemerintah menyelenggarakan proyek-proyek mercusuar seperti GANEFO (Games of the New Emerging Forces ) dan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces) yang memaksa pemerintah untuk memperbesar pengeluarannya pada setiap tahunnya.

Politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara barat semakin memperparah kemerosotan ekonomi Indonesia. Hasil pertanian tersebut diekspor untuk memperoleh devisa yang selanjutnya digunakan untuk mengimpor berbagai bahan baku/ barang konsumsi yang belum dihasilkan di Indonesia. Beban hidup rakyat semakin berat. dan bebas dari sisa-sisa imperialisme untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Peraturan tersebut tidak mampu mengatasi kesulitan ekonomi dan masalah inflasi Dekon mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia Kesulitan-kesulitan ekonomi semakin mencolok. Tujuan utama dibentuk Dekon adalah untuk menciptakan ekonomi yang bersifat nasional. Sehingga pada tanggal 28 Maret 1963 dikeluarkan landasan baru guna perbaikan ekonomi secara menyeluruh yaitu Deklarasi Ekonomi (DEKON) dengan 14 peraturan pokoknya. . 5. Deklarasi Ekonomi (Dekon) Latar belakang dikeluarkan Deklarasi Ekonomi adalah karena: Berbagai peraturan dikeluarkan pemerintah untuk merangsang ekspor (export drive) mengalami kegagalan. Dekon dinyatakan sebagai strategi dasar ekonomi Terpimpin Indonesia yang menjadi bagian dari strategi umum revolusi Indonesia. Adanya masalah ekonomi yang muncul karena pemutusan hubungan dengan Singapura dan Malaysia dalam rangka kasi Dwikora. Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa sistem ekonomi Indonesia adalah Berdikari yaitu berdiri diatas kaki sendiri. tampak dengan adanya kenaikan harga barang mencapai 400 % pada tahun 1961-1962. Strategi Dekon adalah mensukseskan Pembangunan Sementara Berencana 8 tahun yang polanya telah diserahkan oleh Bappenas tanggal 13 Agustus 1960. misalnya Sistem Bukti Ekspor (BE) Sulitnya memperoleh bantuan modal dan tenaga dari luar negri sehingga pembangunan yang direncanakan guna meningkatkan taraf hidup rakyat tidak dapat terlaksana dengan baik. Kegagalan Peraturan Pemerintah disebabkan karena: Tidak terwujudnya pinjaman dari International Monetary Fund (IMF) sebesar US$ 400 juta. Meningkatkan Perdagangan dan Perkreditan Luar Negeri Pemerintah membangkitkan ekonomi agraris atau pertanian. 4.Tindakan moneter pemerintah untuk menekan angka inflasi malahan menyebabkan meningkatnya angka inflasi. Pelaksanaannya. demokratis. sebab kurang lebih 80% penduduk Indonesia hidup dari bidang pertanian.

Kebijakan lain pemerintah a. dari eksport tersebut maka akan digunakan untuk membayar utang luar negeri dan untuk kepentingan dalam negeri. Kemenangan politik diutamakan sedangkan kehidupan ekonomi diabaikan (politik dikedepankan tanpa memperhatikan ekonomi). D. Peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah sering bertentangana antara satu peraturan dengan peraturan yang lainnya. Kebrangkutan tidak dapat dikendalikan. b. Tugas bank tersebut adalah sebagai bank sirkulasi. 7 tahun 1965.Jika Indonesia tidak mampu memperoleh keuntungan maka akan mencari bantuan berupa kredit luar negeri guna memenuhi biaya import dan memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam negeri. Dengan bantuan kredit tersebut membuka jalan bagi perdagangan dari negara yang memeberikan pinjaman kepada Indonesia. Dibentuklah Bank Negara Indonesia yang terbagi dalam beberapa unit dengan tugas dan pekerjaan masing-masing. Tindakan itu menimbulkan spekulasi dan penyelewengan dalam penggunaan uang negara sebab tidak ada lembaga pengawas. Bank Umum Negara. Masyarakat mengalami kesulitan hidup. PERJUANGAN MEMBEBASKAN IRIAN BARAT . dan kriminalitas. bank sentral. kemiskinan. Kegagalan pemerintah dalam menanggung masalah ekonomi. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka dilakukan peleburan bank-bank negara seperti Bank Koperasi dan Nelayan (BKTN). Bank Negara Indonesia ke dalam Bank Indonesia. disebabkan karena: Semua kegiatan ekonomi terpusat sehingga kegitan ekonomi mengalami penuruan yang disertai dengan infasi. Bank Tabungan Negara. Terjadinya berbagai bentuk penyelewengan dan salah urus. Tidak ada ukuran yang objektif untuk menilai suatu usaha atau hasil dari suatu usaha. Sehingga Indonesia mampu memeprbesar komoditi ekspor. Peleburan bank-bank negara Presiden berusaha mempersatukan semua bank negara ke dalam satu bank sentral sehingga didirikan Bank Tunggal Milik Negara berdasarkan Penpres No. dan bank umum. tetapi diatasi dengan cara-cara politis. 6. Masalah ekonomi tidak diatasi berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi. Pembentukan Komando Tertinggi Operasi Ekonomi (KOTOE) dan Kesatuan Operasi (KESOP) Dikeluarkan peraturan tanggal 17 April 1964 mengenai adanya Komando Tertinggi Operasi Ekonomi (KOTOE) dan Kesatuan Operasi (KESOP) dalam usaha perdagangan.

yaitu e. f. Konfrontasi Politik dan Ekonomi . Perjuangan secara diplomasi ditempuh dengan 2 tahap. a. Perjuangan Diplomasi Ditempuh guna menunjukkan niat baik Indonesia mandahulukan cara damai dalam menyelesaikan persengketaan. Secara bilateral. Dikarenakan penyelesaian secara diplomatik mengalami kegagalan dan karena adanya pembatalan Uni Indonesia-Belanda secara sepihak maka Indonesia sejak 1954 melibatkan PBB dalam menyelesaikan masalah Irian Barat. Diplomasi dalam forum PBB. Dilakukan sejak Kabinet Ali Sastroamijoyo I. Pihak Indonesia menganggap bahwa Belanda akan menyerahkan Irian Barat pada waktu yang telah ditentukan. Alasan Indonesia adalah karena masalah Irian Barat menunjukkan adanya penindasan suatu bangsa terhadap hak bangsa lain. Perjuangan tersebut dilakukan dengan perundingan. 2. Konfrontasi yang ditempuh yaitu konfrontasi politik dan ekonomi. Perjuangan Konfrontasi Politik. Berdasarkan perjanjian KMB masalah Irian Barat akan diselesaikan melalui perundingan. hingga Ali Sastroamijoyo II. setahun setelah pengakuan kedaulatan. Jalan diplomasi ini sudah dimulai sejak kabinet Natsir (1950) yang selanjutnya dijadikan program oleh setiap kabinet. yaitu dengan membawa masalah Indonesia-Belanda ke sidang PBB. Sementara Belanda mengartikan perjanjian KMB tersebut bahwa Irian Barat hanya akan dibicarakan sebatas perundingan saja. Meskipun selalu mengalami kegagalan sebab Belanda masih menguasai Irian Barat bahkan secara sepihak memasukkan Irian Barat ke dalam wilayah Kerajaan Belanda. Upaya melalui forum PBB pun tidak berhasil karena mereka menganggap masalah Irian Barat merupakan masalah intern antara Indonesia-Belanda. 1. Dalam sidang PBB Indonesia berupaya meyakinkan bahwa masalah Irian Barat perlu mendapatkan perhatian Internasional. Konfrontasi Politik dan Ekonomi serta Konfrontasi Militer. serta konfrontasi militer. Akhirnya perundingan dengan Belanda inipun mengalami kegagalan. Konfrontasi militer terpaksa dilakukan setelah Belanda tidak mau berkompromi dengan Indonesia. Burhanuddin Harahap. melalui perundingan dengan belanda. Konfrontasi dilakukan tetapi tetap saja melanjutkan diplomasi dalam sidang-sidang PBB. Indonesia justru mendapat dukungan dari negara-negara peserta KAA di Bandung yang mengakui bahwa Irian Barat merupakan bagian dari Negara Kesatuan republik Indonesia. bukan diserahkan. Berdasarkan alasan tersebut maka Belanda mempunyai alasan untuk tetap menguasai Indonesia.Ada 3 bentuk perjuangan dalam rangka pembebesan Irian Barat : Diplomasi. Ekonomi dan Militer Karena perjuangan diplomasi baik bilateral maupun dalam forum PBB belum menunjukkan hasil sehingga Indonesia meningkatkan perjuangannya dalam bentuk konfrontasi. Negara-negara barat masih tetap mendukung posisi Belanda.

Jerman. Oba. 7) Tanggal 17 Agustus 1960 diumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Belanda. 5) Tahun 1958. Konfrontasi Militer Dampak dari tindakan konfrontasi politik dan ekonomi tersebut maka tahun 1961 dalam Sidang Majelis Umum PBB terjadi perdebatan mengenai masalah Irian Barat. dan Wasile. Kabinet Sukiman menyatakan bahwa hubungan Indonesia dengan Belanda merupakan hubungan bilateral biasa. 2) Selama tahun 1957 dilakukan : Pemogokan buruh di perusahaan-perusahaan Belanda Melarang terbitan-terbitan dan film berbahasa Belanda Melarang penerbangan kapal-kapal Belanda Memboikot kepentingan-kepentingan Belanda di Indonesia 3) Selama tahun 1958-1959 dilakukan : Nasionalisasi terhadap ± 700 perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia Mengalihkan pusat pemasaran komoditi RI dan Rotterdam (Belanda) ke Bremen. 3) Pada tanggal 17 Agustus 1956 dibentuk provinsi Irian Barat dengan ibukotanya kotanya di Soa Siu (Tidore) dan Zaenal Abidin Syah (Sultan Tidore) sebagai gubernurnya yang dilantik tanggal 23 September 1956. . b. Pemecatan semua pekerja warga Belanda di Indonesia 6) Tanggal 8 Februari 1958. pada masa Kabinet Ali Sastroamijoyo II. 1) Tahun 1951. 1) Tahun 1956 secara sepihak Indonesia membatalkan hasil KMB. Bunker mengajukan usul yang dikenal dengan Rencana Bunker. diumumkan pembatalan utang-utang RI kepada Belanda. Diputuskan bahwa Diplomat Amerika Serikat Ellsworth Bunker bersedia menjadi penengah dalam perselisihan antara Indonesia dan Belanda. Pemerintah Irian Barat harus diserahkan kepada Republik Indonesia.Konfrontasi ekonomi dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap aset-aset dan kepentingan-kepentingan ekonomi Belanda di Indonesia. dibentuk Front Nasional Pembebasan Irian Barat. Tidore. diumumkan pembatalan semua hasil KMB. bukan hubungan Unie-Statuut. Patani. Konfrontasi Politik dilakukan melalui tindakan sebagai berikut. yaitu : 1. 4) 18 November 1957 terjadi Rapat umum pembebasan Irian Barat di Jakarta. Konfrontasi ekonomi tersebut sebagai berikut. Provinsi Irian Barat meliputi : Irian. 2) Tanggal 3 Mei 1956. Pemerintah RI menghentikan kegiatan-kegiatan konsuler Belanda di Indonesia. Weda.

diadakan pemerintah peralihan di bawah pengawasan PBB selama satu tahun. Indonesia menyetujui usul itu dengan catatan jangka waktu diperpendek. Peristiwa ini menandai dimulainya secara . Tindakan Belanda tersebut tidak melemahkan semangat bangsa Indonesia. Setelah sekian tahun. Australia. dan Inggris untuk menjajaki sikap negara-negara tersebut bila terjadi perang antara Indonesia dengan Belanda. Menunjukkan sikap tidak kenal menyerah dalam merebut Irian Barat. Presiden Sukarno mengumumkan Tri Komando Rakyat (Trikora) di Yogyakarta yang telah dirumuskan oleh Dewan Pertahanan Nasional. Persiapan pemerintah untuk menggalang kekuatan militer adalah : Pada Desember 1960. Guna menghindari bentrokan fisik antara pihak yang bersengketa. KSAD mengunjungi beberapa negara. Selanjutnya PBB membentuk negara Papua dalam jangka waktu 16 tahun. Perancis. Menunjukkan kesungguhan dan memperkuat posisi Indonesia. Pakistan. Pihak Belanda tidak mengindahkan usul tersebut bahkan mengajukan usul untuk menyerahkan Irian Barat di bawah pengawasan PBB. seperti India. Pelaksanaan penyelesaian masalah Irian Barat akan selesai dalam jangka waktu dua tahun. Sehingga Belanda kemudian memperkuat armada dan angkatan perangnya di Irian Barat dengan mendatangkan kapal induk Karel Dorman. Filipina. 3. lengkap dengan bendera dan lagu kebangsaan. tahiland. 4. Perjuangan melalui jalur militer ditempuh dengan tujuan untuk: Menunjukkan kesungguhan Indonesia dalam memperjuangankan apa pun yang memang menjadi haknya. Jerman. Belanda mendirikan negara Papua. Keinginan Belanda tersebut tampak jelas ketika tanpa persetujuan PBB. mengirimkan misi ke Uni Soviet untuk membeli senjata dan perlengkapan perang lainnya. Selandia Baru. Jadi Belanda tetap tidak ingin Irian Barat menjadi bagian dari Indonesia. rakyat Irian Barat harus diberi kesempatan untuk menentukan pendapat apakah tetap dalam negara Republik Indonesia atau memisahkan diri. Indonesia menganggap bahwa sudah saatnya menempuh jalan kekuatan fisik (militer).2. Maka Pada tanggal 19 Desember 1961. Tindakan persiapan Indonesia tersebut dianggap oleh Belanda sebagai upaya untuk melaklukan Agresi.

Operasi militer tersebut terdiri dari tiga tahap. serangan besar-besaran (eksploitasi). Keputusan dari rapat tersebut adalah sebagai berikut. Merencanakan. Tanggal 15 Januari 1962 terjadi pertempuran di Laut Aru. diadakan rapat Dewan Pertahanan Nasional dan Gabungan Kepala Staf serta Komamndo Tertinggi Pembebasan Irian Barat. Menyelenggarakan operasi Militer untuk membebaskan Irian Barat.1 kepada Panglima Mandala yang isinya sebagai berikut. Kekuatan itu terdiri atas tentara regulerdan suka relawan maupun berbagai potensi perlawanan rakyat lainnya Tanggal 13 Januari 1962. beliau juga merangkap sebagai Deputi KSAD untuk wilayah Indonesia bagian timur. Mengembangkan situasi di Provinsi Irian Barat sesuai dengan perjuangan di bidang diplomasi dan dalam waktu yang sesingkatsingkatnya di Wilayah Irian Barat dapat secara de facto diciptakan daerah-daerah bebas atau ada unsur kekuasaan/ pemerintah daerah Republik Indonesia. Menggunakan segenap kekuatan dalam lingkungan Republik Indonesia untuk membebaskan Irian Barat. dan penegakan kekuasaan Republik Indonesia (Konsolidasi).resmi konfrontasi militer terhadap Belanda dalam rangka mengembalikan Irian Barat ke pangkuan ibu pertiwi. Dibentuk Provinsi Irian Barat gaya baru yang beribu kota di Jayapura(zaman Belanda bernama Hollandia) dengan putra Irian sebagai gubernurnya. Konfrontasi Total Sesuai dengan perkembangan situasi Trikora diperjelas dengan Instruksi Panglima Besar Komodor Tertinggi Pembebasan Irian Barat No. Dalam pertempuran tersebut Deputi KSAL Komodor Yos Sudarso gugur. Tanggal 11 Januari 1962 dibentuk Komando Tertinggi dan Komando Mandala Pembebasan Irian Barat yang berkedudukan di Makassar yang langsung di bawah ABRI dengan tugas merebut Irian Barat. Isi Trikora adalah sebagai berikut. Tanah air Indonesia 3) Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa. Tugas Komando Mandala adalah sebagai berikut. mempersiapkan. dan menyelenggarakan operasi militer dengan tujuan mengembalikan wilayah Irian Barat ke dalam kekuasaan Republik Indonesia. yaitu penyusupan (infiltrasi). Sebelum konsolidasi yang dilakukan oleh Komando Mandala selesai. c. Selanjutnya. Brigadir Jendral Suharto dilantik sebagai Panglima Mandala dengan pangkat Mayor Jendral. 1) Gagalkan Pembentukan Negara boneka papua buuatan Belanda 2) Kibarkan Sang merah Putih di Irian Barat. .

3. 2. d.Strategi yang disusun oleh Panglima Mandala guna melaksanakan instruksi tersebut. tetapi sebelum terlaksana pada 18 Agustus 1962 ada sebuah perintah dari presiden untuk menghentikan tembak-menembak. Kesepakatan tersebut berisi.1 Mei 1963 merupakan masa pemerintahan UNTEA bersama RI. yaitu dengan memasukkan 10 kompi di sekitar sasaran-sasaran tertentu untuk menciptakan daerah bebas de facto yang kuat sehingga sulit dihancurkan oleh musuh dan mengembangkan pengusaan wilayah dengan membawa serta rakyat Irian Barat. Tahap Konsolidasi (awal 1964). wilayah Irian Barat sepenuhnya berada di bawah kekuasaan RI. Tahap Eksploitasi (awal 1963). yaitu mengadakan serangan terbuka terhadap induk militer lawan dan menduduki semua pos-pos pertahanan musuh yang penting. yaitu dengan menunjukkan kekuasaan dan menegakkan kedaulatan Republik Indonesia secara mutlak di seluruh Irian Barat. Untuk menjamin Keamanan di Irian Barat dibentuklah pasukan penjaga perdamaian PBB yang disebut UNSF (United Nations Security Force) yang dipimpin oleh Brigadir Jendral Said Udin Khan dari Pakistan. Antara 1 Januari 1963. . yaitu : 1. a. Akhir Konfrontasi Surat perintah tersebut dikeluarkan setelah ditandatangani persetujuan antara pemerintah RI dengan kerajaan Belanda mengenai Irian Barat di Markas Besar PBB di New York pada tanggal 15 Agustus 1962 yang selanjutnya dikenal dengan Perjanjian New York. Antara 1 Oktober -31 Desember 1962 merupakan masa pemerintahan UNTEA bersama Kerajaan Belanda. b. c. selanjutnya melaksanakan operasi Jayawijaya. 4. yaitu penentuan pendapat rakyat (Perpera). Tahun 1969 akan diadakan act of free choice. Pelaksanaannya Indonesia menjalankan tahap infiltasi. Sejak 1 Mei 1963. 1) Kekuasaan pemerintah di Irian Barat untuk sementara waktu diserahkan pada UNTEA(United Nations Temporary Executive Authority) 2) Akan diadakan PERPERA (Penentuan Pendapat Rakyat) di Irian Barat sebelum tahun 1969. Tahap Infiltrasi (penyusupan) (sampai akhir 1962). Berdasarkan Perjanjian New York proses untuk pengembalian Irian Barat ditempuh melalui beberapa tahap. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menlu Subandrio sementara itu Belanda dipimpin oleh Van Royen dan Schuurman.

Penentuan Pendapat rakyat (Perpera) berarti rakyat diberi kesempatan untuk memilih tetap bergabung dengan Republik Indonesia atau Merdeka. 5. 8. Demokrasi sistem referendum. 10th Maret 2010 Demokrasi dan Pelaksanaannya di Indonesia posted in Tak Berkategori | Pengertian Demokrasi Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warga negara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. . Demokrasi Tengah 6. Macam-Macam Demokrasi: 1. oleh rakyat dan untuk rakyat. Hasil Perpera tersebut adalah mayoritas rakyat Irian Barat menyatakan tetap berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. atau dengan kata lain. 4. Korut). Demokrasi Parlementer 7. Demokrasi Barat (kontinen dan Amerika. Sidang Umum PBB mengesahkan hasil Perpera tersebut. Demokrasi Timur (Negara sosialis seperti Unisoviet. cina. 3. Model Demokrasi: 1. Demokrasi dapat dikatakan sebagai kekuasaan atau pemerintahan da di tangan rakyat. Tanggal 19 November 1969. Demokrasi Kapitalis. terdapat di barat). 2. yaitu kekuasaan yang berasal dari rakyat. Demokrasi sistem pemisahan kekuasaan. Hasil Perpera selanjutnya dibawa oleh Diplomat PBB. Demokrasi Sederhana (terdapat di desa). Model demokrasi berwawasan radikal (radical democracy)adalah demokrasi yang ditandai dengan kuatnya pandangan bahwa hak-hak setiap warganegara dilindungi dengan prinsip persamaan di depan hukum. Ortis Sanz (yang menyaksikan setiap tahap Perpera) untuk dilaporkan dalam sidang Majelis Umum PBB ke-24. Perpera mulai dilaksankan pada tanggal 14 Juli 1969 di Merauke sampai dengan 4 Agustus 1969 di Jayapura.

Tahun 1945 . Pada saat itu pelaksanaan demokrasi belum berjalan dengan baik.Model demokrasi kompetisi elite. Hal itu disebabkan oleh masih adanya revolusi fisik. Pelaksanaan demokrasi pada masa revolusi ( 1945 .1950 ). 4. yang menempatkan tiap individu memilih dan merealisasikan keinginan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Model demokrasi pro-tektif dan demokrasi developmental. 2. 6. baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Indonesia masih berjuang menghadapi Belanda yang ingin kembali ke Indonesia. dimana demokrasi ini menempatkan penge-tahuan berpolitik bagi individu.1950. dan bukan menyandarkan mereka pada perlindungan penguasa.Model demokrasi republikanisme protektif dan republika-nisme perkembangan. yaitu persya-ratan kelompok politik yang dilakukan dengan kesepakatan warga negara yang bebas dan berdasarkan pada nalar. yang berisi metode pemilihan elite politik yang mampu mengambil keputusan yang diperlukan.Model otonomi demokrasi dan demo-krasi kosmopolitan. 13. 11. yaitu demokrasi yang mementingkan kesetaraan dalam sebuah komunitas nasib yang saling melengkapi.Model demokrasi partisipatif. 3. 10. 5.Model demokrasi Pancasila. yaitu mementingkan kebebasan politik bagi minoritas. 8. yang mementingkan prinsip mayoritas yang mampu berfungsi dengan pantas dan bijak.Model demokrasi klasik Athena.Model demokrasi deliberatif. Untuk menghindari kesan bahwa negara Indonesia adalah negara yang absolut pemerintah mengeluarkan : .Model demokrasi langsung. 7.1.Model demokrasi Terpimpin.Model pluralisme. DPR dan DPA dibentuk menurut UUD ini segala kekuasaan dijalankan oleh Presiden denan dibantu oleh KNIP. Pelaksanaan Demokrasi Di Indonesia Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia dibagi menjadi beberapa periodesasi: 1.Model demokrasi legal.Model demokrasi berwawasan liberal (liberal democracy) merupakan demokrasi yang lebih menekankan pada pengakuan terhadap hak-hak warganegara. Pada awal kemerdekaan masih terdapat sentralisasi kekuasaan hal itu terlihat Pasal 4 Aturan Peralihan UUD 1945 yang berbnyi sebelum MPR. 12. yaitu sebuah hak yang sama pada kebebasan dan pengem-bangan diri yang dapat diperoleh dalam sebuah ‘masyarakat partisipatif’. 9.

1992. KNIP berubah menjadi lembaga legislatif. III. Mengaburnya sistem kepartaian. VII/MPRS/1965 adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan yang berintikan musyawarah untuk mufakat secara gotong royong diantara semua kekuatan nasional yang progresif revolusioner dengan berporoskan nasakom dengan ciri: 1. • Maklumat Pemerintah tanggal 14 Nopember 1945 tentang perubahan sistem pemerintahn presidensil menjadi parlementer. Masa demokrasi ini peranan parlemen. Namun demikian praktik demokrasi pada masa ini dinilai gagal disebabkan : • Dominannya partai politik • Landasan sosial ekonomi yang masih lemah • Tidak mampunya konstituante bersidang untuk mengganti UUDS 1950 atas dasar kegagalan itu maka presiden mengeluarkan Dekrit presiden : • Bubarkan konstituante • Kembali ke UUD 1945 tidak berlaku UUD S 1950 • Pembentukan MPRS dan DPAS b. Pelaksanaan demokrasi Orde Baru 1966 . 3. V dan pada masa orde baru berhasil menyelenggarakan Pemilihan Umum tahun 1971.1959 Masa demokrasi liberal yang parlementer presiden sebagai lambang atau berkedudukan sebagai Kepala Negara bukan sebagai kepala eksekutif. Jaminan HAM lemah 4. Awal Orde baru memberi harapan baru pada rakyat pembangunan disegala bidang melalui Pelita I.• Maklumat Wakil Presiden No. dan 1997. Masa demokrasi Terpimpin 1959 .1966 Pengertian demokrasi terpimpin menurut Tap MPRS No. akuntabilitas politik sangat tinggi dan berkembangnya partai-partai politik. . 2. X tanggal 16 Oktober 1945. II.1998 Pelaksanaan demokrasi orde baru ditandai dengan keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966. 1987. Berkembangnya pengaruh PKI Penyimpangan masa demokrasi terpimpin antara lain: 1.Terjadi sentralisasi kekuasaan 5. Terbatasnya peran partai politik 3. Masa demokrasi Liberal 1950 . Dominasi Presiden 2. Peranan Parlemen lembah bahkan akhirnya dibubarkan oleh presiden dan presiden membentuk DPRGR 3.Terbatasnya peranan pers Akhirnya terjadi peristiwa pemberontakan G 30 September 1965 oleh PKI. • Maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 tentang Pembentukan Partai Politik. 1982. Orde Baru bertekad akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekwen. pemimpin partai banyak yang dipenjarakan 2. IV. 1977. Pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Lama a.

Kebijakan politik luar negeri sudah memihak ke RRC (Blok Timur). Tap MPR RI No. Keluarnya Ketetapan MPR RI No. IV. 6. XI/MPR/1998 tentang penyelenggaraan Negara yang bebas dari KKN 4. III. . XIII/MPR/1998 tentang pembatasan Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI 5. VII/MPR/1998 tentang pencabutan tap MPR tentang Referandum 3. Rekrutmen politik yang tertutup 3. Gelombang demonstrasi yang menghebat menuntut Presiden Soeharto untuk turun jadi Presiden 5. II. Berakhirnya masa orde baru ditandai dengan penyerahan kekuasaan dari Presiden Soeharto ke Wakil Presiden BJ Habibie pada tanggal 21 Mei 1998. Hancurnya ekonomi nasional ( krisis ekonomi ) 2. Rotasi kekuasaan eksekutif hampir dikatakan tidak ada 2.Namun demikian perjalanan demokrasi pada masa orde baru ini dianggap gagal sebab: 1. Pada Masa Reformasi berhasil menyelenggarakan pemiluhan umum sudah dua kali yaitu tahun 1999 dan tahun 2004. Masa reformasi berusaha membangun kembali kehidupan yang demokratis antara lain: 1. Tumbuhnya KKN yang merajalela Sebab jatuhnya Orde Baru: 1. Terjadinya krisis politik 3. Tap MPR RI No. Ketetapan No. TNI juga tidak bersedia menjadi alat kekuasaan orba 4. X/MPR/1998 tentang pokok-pokok reformasi 2. Amandemen UUD 1945 sudah sampai amandemen I. Pemilu yang jauh dari semangat demokratis 4. Pengakuan HAM yang terbatas 5. Pelaksanaan demokrasi pada masa Reformasi 1998 s/d sekarang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->