UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MENGENAL DAN MENENTUKAN PECAHAN SEDERHANA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA MATA

PELAJARAN MATEMATIKA KELAS III DI SDN BARUREJO II KEC. SAMBENG KAB. LAMONGAN

( Di ajukan Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Matakuliah Pementapan Kemempuan Profesional Program Studi S-1 PGSD )

OLEH :

IKHWAN WAHYUDI
NIM 812142857

UNIVERSITAS TERBUKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH SURABAYA 2008
LEMBAR PERSETUJUAN

Judul

:

Upaya peningkatan kemampuan hasil belajar siswa mengenal dan menentukan pecahan sederhana dengan menggunakan media gambar pada mata pelajaran matematika kelas III di SDN Barurejo II Kec. Sambeng Kab. Lamongan

Tempat mengajar

:

SDN Barurejo II kecamatan sambeng kabupaten Lamongan

Tempat pelaksanaan Mata pelajaran Waktu palaksanaan

: : :

Kelas III SDN Barurejo II Matematika Tanggal 3 Maret 2008 Tanggal 6 Maret 2008

Disususn oleh

: Ikhwan wahyudi

Masalah yang menjadi fokus perbaikan : 1. Metode perbaikan guru dalam mengajar 2. pemahaman konsep belajar anak 3. Semangat dan motivasi belajar siswa yang masih sangat rendah

TELAH DISETUJUI

Lamongan Supervisor Peneliti

Drs. MOCH. NURSALIM, M.Si NIP : 132 090 048

IKHWAN WAHYUDI NIM : 812142857

Si selaku supervisor yang telah memberikan bimbingan sehingga laporan ini dapat terselesaikan. Bapak Selandjari S. Semua pihak yang telah membantu penulis yang telah memberikan bantuannya demi terselesaikannya Penelitian Tindakan Kelas ini. perlu adanya perbaikan . Nursalim M. Berdasarkan kebutuhan dan perkembangan dunia pendidikan. Keberhasilan penulisan laporan ini tentu tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. 2. pada kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada : 1.Pd selaku kepala sekolah SDN Barurejo II yang telah memberikan dukungan dan masukan yang berharga 3.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmnat. untuk memperoleh kualitas pembelajaran yang optimal. taufik serta hidayah – Nya sehingga penelitian tindakan kelas untuk memenuhi tugas pada mata kuliah pemantapan kemempuan keprofesionalan di Universitas terbuka ini dapat terselesaikan dengan judul ‘’ Upaya peningkatan kemampuan siswa mengenal dan menentukan pecahan sederhana dengan menggunakan media gambar pada mata pelajaran matematika kelas III di SDN Barurejo II Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan ‘’ . Bu Sumirah selaku rekan sejawat yang membantu penulis dalam mengevaluasi kegiatan pembelajaran dan tukar pengalaman 4. Moch. Murid – murid SDN Barurejo II yang telah membantu pelaksanan penelitian tindakan kelas ini 5. Bapak Drs.

pembelajaran. Akhirnya penulis berharap semoga Penelitian Tindaan Kelas ini dapat diterima dan bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi semua pihak. Lamongan. untuk itu penulis siap menerima kritik dan saran. Maret 2008 Penulis IKHWAN WAHYUDI NIM 812142857 . Laporan ini disusun berdsarkan hasil penelitian yang dilaksanakan guru di kelas III SDN Barurejo II kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan. Penulis menyadari bahwa dalam penulisa Penelitian Tindakan Kelas ini masih jauh dari sempurna.

Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Deskripsi Per Siklus B. Informasi Pengamat BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMEMBAHASAN A. Saran dan Tindak Lanjut DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN – LAMPIRAN . Depskripsi Per Siklus C. Pembahasan BAB V KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT A. Tempat Dan Waktu Pelaksanan B. Tujuan Penelitian Pembelajaran D.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PERSETUJUAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Kesimpulan B. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran BAB II BAB III KAJIAN PUSTAKA PELAKSANAAN PERBAIKAN DAN PEMBELAJARAN A.

Untuk ilmu matematika pada tingkat dasar lebih diprioritaskan. Dan kemampuan intelektual tersebut didapatkan sejak kita berada di bangku sekolah. Latar Belakang Dalam kehidupan masyarakat sekarang ini. Matematika juga secara tidak langsung melatih anak berusaha memecahkan masalah dengan langkah yang jelas.BAB I PENDAHULUAN A. Agama. SDN Barurejo II merupakan salah satu dari ribaun SD yang menerapkan konsep dasar matematiaka sejak dini. Hampir setiap mata pelajaran ada beberapa bab yang membutuhkan ilmu hitung ini. setiap individu dituntut memiliki kemampuan intelektual dan mentalitas yang tinggi agar dapat bersaing baik di dunia usaha maupun bermasyarakat. hal ini dibuktikan dengan jatah ditiap pertemaun yang lebih banyak daripada mata pelajaran yang lain. Pengetahuan Sosial. baik itu dari pikiran sendiri ataupun petunjuk guru. dari mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Mulai dari Ilmu Pengetahuan Alam. Sekolah dasar merupakan level dimana seseoran individu ditanamkan konsep – konsep tentang ilmu pengetahuan yang dapat dipergunakan dalam persaingan di dunia global. Oleh sebab pembelajaran matematika sejak dini sudah ditanamkan kepada anak. Melihat Profil dari SDN . Matematika dan Ilmu – ilmu yang lain. Matematika merupakan mata pelajaran yang mendukung pelajaran yang lain.

rendahnya daya serap siswa dan kurangnya media pembelajaran yang digunakan. (b) media gambar juga dapat menimbulkan daya tarik siswa. Berdasarkan dari pernyataan tersebut peneliti akan melakukan Penelitian Tindakan Kelas dan secara bertahap mencari solusi dari permasalahan tersebut. Bila ditinjau lebih jauh lagi. salah satunya karena sistem pembelajaran yang terkesan monoton dan kurangnya inofasi di samping faktor . Selain itu media gambar juga memiliki fungsi antara lain : (a) melalui media gambar siswa dapat mengetahui sesuatu yang sedang dibicarakan.faktor yang lain seperti. Kepala SDN barurejo II menuturkan bahwa menurunnya niali matematiak siswa SDN Barurejo II disebabkan beberapa faktor. Penelitian Tindakan Kelas tersebut dimahsudkan untuk meningkatkan kamampuan siswa dalam menyerap meteri pelajaran dan untuk mengetahui sejauh mana dampak penggunaan media gambar dalam upaya untuk meningkatakan prestasi belajar siswa kelas III SDN Barurejo II pada mata pelajaran matematika Alasan digunakannya media gambar untuk meningkatkan kemampuan siswa mengenal dan menentukan pecahan sederhana dan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa karena media gambar dimanfaatkan guru dalam pembelajaran agar materi dapat dengan mudah diterima oleh siswa.Barerejo II. (c) media gambar juga dapat memperjalas bagian penting yang tidak dimengerti oleh siswa. Melalui kegiatan pembelajaran dengan media gambar ini diharapkan . Rendahnya kemampuan siswa dalam menyerap materi dalam pembelajaran matematika yang disampaikan selama ini. Penulis menemukan permasalahan yang pantas diangkat sebagai Penalitian Tindakan Kelas.

hasil evaluasi menunjukkan 17 siswa yang mencapai nilai 70-100 atau 80 % menjawab benar sedangkan 5 siswa atau 20% mencapai nilai di bawah 70. Hasil ulangan menunjukkan nilai siswa masih rendah 5.siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyerap materi pelajaran dan juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika pokok bahasan pecahan sederhana pada kelas III semester II di sekolah dasar negeri Barurejo II kecamatan Sambeng kabupaten Lamongan tahun pelajaran 2007/2008 dapat memperoleh hasil sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Guru tidak menggunakan alat peraga atau media untuk mempermudah dalam menjelaskan materi Proses penulisan Penelitian Tindakan Kelas ini agar dapat . sehingga membuat kelas menjadi ramai karena siswa lebih sering bercanda dengan temannya dari pada memperhatikan materi 2. peneliti akan melekukan Penelitin Tindakan Kelas di sekolah dasar negeri Barurejo II kecamatan Sambeng kabupaten Lamongan. Masalah – masalah yang terjadi saat pembelajaran 1 Siswa dari awal kurang tertarik terhadap materi yang diberikan. Berdasarkan pernyataan tersebut. Pada saat mengerjakan lember kerja siswa banyak yang masih salah 4. diakhir pembelajaran diberikan lembar evaluasi kepada 22 siswa yang terdiri dari 5 soal tentang pecahan sederhana dengan skor setiap soal nilainya 20 skor maksimum 100. untuk mengatasi kesulitan – kesulitan yang dihadapai siswa kelas III semester II tahun ajaran 2007-2008. Siswa lebih sulit menerima penjelasan yang disampaikan oleh guru 3.

Rumusan Masalah Dalam merumuskan masalah berdasarkan pada kegiatan belajar mengajar tersebut. meningkatkan ketrampilan mengajar penulis. pengumpulan data. memberikan pengetahuan dan wawasan tentang peningkatan proses belajar mengajar. Nursalim. Bagaimanakah prestasi belajar siswa kelas III SDN Barurejo II dalam . pelaksanaan. Bagaimana penggunaan media gambar untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal dan menentukan pecahan sederhana ?. Juga dapat bermanfaat bagi guru lain sebagai usaha meningkatka mutu pembelajaran pada mata pelajaran matematika. maka peneliti melaporkan segala kegiatan dan perekomendasian secara tertulis atas segala kegiatan yang meliputi : Latar belakang permasalahan. perencanaan. M. pelasanaan. Proses penulisan Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan setelah kegiatan penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan yang meliputi. perencanaan. peneliti dibantu teman sejawat yaitu Bu Sumirah dan superfisi Bapak Drs. analisis data hasil diskusi. Dalam melaksanakan penelitian Tindakan Kelas ini . dan refleksi. temuan dan kesimpulan. meningkatkan ketrampilan merencanakan dan menggunakan media pembelajaran yang inovatif. 2. Penulisan Penelitian Tindakan Kelas. selain bermanfaat bagi peneliti sebagai sarana desimulasi.dipertanggung jawabkan. dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut : 1.Si B. Serta Bagi kepala sekolah sebagai masukan dalam rangka pembinaan dan pengelolaan metode dan model pembelajaran.

maka tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas ini dalah memperbaiki nilai matematika.pembelajaran matematika dalam mengnal dan menentukan pecahan sederhana sebelum menggunakan media gambar dan sesudah menggunakan media gambar ? C. Manfaat Penulisan Laporan Berdasarkan pada tujuan penelitian tersebut. Disisi lain diharapkan penelitian ini bermanfaat bagi : 1. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas Sesuai dengan latar belakang permasalahan. 2 Mengetahui prestasi belajar siswa kelas III SDN Barurejo II untuk mata pelajaran matematika sebelum menggunakan media gambar dan sesudah menggunakan media gambar D. Mengetahui penggunaan media gambar dalam meningkatkan kemampuan siswa mengenal dan menentukan pecahan sederhana. penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal dan menentukan pecahan sederhana dengan menggunakan media gambar pada mata pelajaran matematika pada siswa kelas III SDN Barurejo II kecamatan sambeng kabupaten lamongan. sedangkan tujuan khususnya penulis menentukan dua tujuan khusus yaitu : 1. Peneliti Menambah pengetahuan dan wawasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan mata pelajaran matematika pada siswa kelas III sekolah dasar negeri Barurejo II dengan menggunakan strategi pembelajaran pada .

Sebagai sarana untuk mengetahui atau menemukan hambatan dan kelemahan penyalah gunaan pembelajaran serta sebagai upaya memperbaiki dan mengatasi masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi di kelas sehingga dapat menemukan cara yang tepat untuk meningkatkan prestasi belajar siswa sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah. . Bagi Kepala Sekolah Sebagai masukan dalam rangka pembinan dan pengelolaan metode dan model pembelajaran.umumnya. Guru Sekolah Dasar Meningkatkan mutu pembelajaran mata pelajaran matematika dan meningkatkan ketrampilan merencanakan dan menggunakan media pembelajaran yang inovatif 3. 2.

Arti Media Pengajaran Ada beberapa tafsiran tentang pengertian media pengajaran. seseorang bertujuan menggolong – golongkan sejumlah media yang tersedia. Media Audio Visual gerak 2. Karakteristik media gambar sangat tergantung pada media itu sendiri atau dari sudut pandang mana media itu dilihat. Media Audio Semi Gerak 4.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. visual. Misalnya. Di samping itu juga membedakan media transmisi dan media rekaman. 1. Media pengajaran adalah suatu ekstensi manusia yang memungkinkannya mempengaruhi orang lain yang tidak kontak langsung dengan dia. Atas dasar itu Bertz yang dikutip oleh Basuki Wijaya ( 1991 : 20 ) menggolongkan media menjadi 7 kelas yaitu : 1. bentuk. dan gerak. Sebagian orang menyatakan bahwa media pengajaran menunjukkan pada perlengkapan yang memiliki bagian – bagian yang rumit. Media Audio Visual diam 3. Media Visual gerak . Tujuannya penggolongan ini adalah untuk memberi contoh mengenai sudut pandang seseorang. Karakteristik suatu media akan berbeda apabila tujuan penggolongannya juga berbeda. Jenis – jenis Media Rudi Bertz mengklasifikasikan media atas karakteristik utamanya yaitu suara.

Santoso S. Media Gambar 1. 2.5. Hamidjoyo pada Khusnul Khotimah ( 2006 : 17 ) menyatakan bahwa ‘’media gambar adalah segala bentuk perantara yang dipakai oleh orang untuk menyebarkan ide – ide sebagai gagasan yang disampaikan pada penerima’’. Fungsi Media Gambar Ada enam fungsi pokok media gambar dalam proses pembelajaran menurut Widjayanto pada Khusnul Khotimah ( 2006 : 18 ). Media Visual diam / gambar 6. Penggunan media gambar dalam proses pembelajaran bukan merupakan fungsi tambahan tetapi berfungsi sendiri sebagai alat Bantu untuk situasi . Media Cetak Fungsi dari media pembelajaran dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut : Media mampu memperlihatkan gerakan cepat yang sulit ditangkap oleh mata biasa dan media dapat memperbesar benda – benda kecil yang tak dapat dilihat oleh mata. Pengertian Media Gambar Pengertian media gambar. B. Media Audio 7. Sedangkan Gagne pada Muryani ( 2006 : 17 ) menyebutkan bahwa’’ media gambar adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa’’. Dari sini Kholimah ( 2006 : 17 ) menyimpulkan bahwa’’media gambar adalah media yang penggunaannya diintregasikan dengan tujuan dan isi pengajakan yang dimahsudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan’’. Keenam fungsi tersebut adalah : 1.

2. Memperjelas bagian yang penting melalui gambar.belajar yang efektif. 2. 6. Dengan media gambar. Media gambar tunggal kesatuan informasi dalam satu lembar. Diutamakan untuk pendidikan. Gambar data . hasil belajar yang dicapai akan tahan lama dan mudah diingat siswa Pada kajian pustaka yang ditulis oleh Kholil ( 2006 : 25 ). Karakteristik Media Gambar Menurut Nana Sudjana ( 1991 : 97 ) pada Muryani ( 2006 : 18 ). Menimbulkan daya tarik siswa. 4. Penggunan media gambar seperti bagian yang integral dari keseluruahn situasi mengajar. Misalnya bagian yang sangat kecil dan dengan gambar semua siswa dapat mengamatinya 3. 4. kasatuan informasi dalam beberapa tahap / dibuat seri. 2. Adapun yang perlu dipahami dalam karakteristik media gambar adalah : 1. Media gambar memperhatikan pada tujuan dan bahan pelajaran Bukan alat hiburan atau sebagai pelengkap saja 5. Mempermudah pengertian siswa 3. Mengutamakan untuk mempercepat proses pembelajaran dan mempermudah siswa menerima materi. Jenis – jenis media Gambar Merurut Daryanto ( 1993 : 41 ) dengan buku berjudul media visual pada Muryani ( 2006 : 17 ) menyebutkan bahwa jenis media gambar ada 2 macam : 1. Media ganbar seri. 3. Manfaat media gambar adalah sebagai berikut : 1. dengan banyak warna akan lebih menarik.

Tak tembus pandang 5. 3. Gambar bersifat diam 3. Memakai symbol – symbol komunikasi visual 4. Melalui media gambar siswa dapat melihat sesuatu yang sedang dibicarakan. Dapat mengatasi keterbatasan pengadaan benda / obyek uang ukurannya kecil yang sulit diamati 4. Artinya dimungkinkan adanya benda yang terlalu besar sehingga tidak mungkin untuk dibawa ke dalam kelas. Bersifat kongkrit. Beberapa alasan penggunaan media gambar : 1. Bersahaja dalam arti tingkatan umur / kemampuan siswa 3. Cocok dengan tingkatan umur / kemampuan siswa 2. Media gambar dimanfaatkan oleh guru dalam pembelajaran agar materi dapat dengan mudah . Gambar dapat diraba dan dipegang oleh siswa Pemanfaatan media gambar dalam pembelajaran. Dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam hidup apa saja dan untuk mencegah kesalah pahaman 5. Realistis atau seperti benda sesungguhnya 4.2. Menurut Oeman Hanalik dalam bukunya yang berjudul media pendidikan ( 1989 : 97 ) pada Muryani ( 2006 : 19 ) bahwa gambar mempunyai nilai pendidikan. Dapat mengatasi keterbatasan waktu. Mudah didapat dan murah Ciri – ciri media gambar 1. 2. Dapat membantu proses pembelajaran. Tidak semua benda / peristiwa dapat dibawa ke dalam kelas.

Tahap persiapan yaitu tahap sebelum media gambar dimanfaatkan dalam pembelajaran. Pemilihan media gambar meliputi : • Kesederhanaan. materi. Arief Sudirman ( 1986 : 197 ) mengemukakan 3 tahap yang harus di ikuti dalam pemanfaatan media gambar : 1.diterima oleh siswa.’’ Menurut Sumadi Surya Brata pada Zainal Arifin ( 2006 : 4 ) menyatakan bahwa “ Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai dengan sebaik – baiknya dalam waktu tertentu.”” Sedangkan Zainal Arifin menyimpulkan ( 2006 : 4 ) “ Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seseorang dalam waktu . a. yakni dengan mengandalkan evaluasi dan pemberian PR. Tahap pelaksanaan yaitu menggunakan media gambar pada saat proses pembelajaran 3. • Ukuran gambar yang digunakan dan dapat dilihat oleh seluruh siswa • Warna yang digunakan harus menarik Pemilihan media gambar dengan menyesuaikan kriteria pemilihan 2. C. b. Mengenal dan Menentukan Pecahan Sederhana Sebagai Prestasi Belajar Siswa Menurut Bahri Djamirijal pada Zainal Arifin ( 2006 : ) menyatakan bahwa ‘’ prestasi belajar merupakan hasil yang diperoleh berupa kesuksesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri sebagai hasil dari aktifitas dalam belajar. Pemberian tindak lanjut yaitu untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran. hal ini perlu diperhatikan agar siswa mudah memahami materi.

4. Mempengaruhi daya abstrak dan. bahwa media pembelajaran dapat mempertinggi hasil belajar siswa yang dicapai Hal ini media pembelajaran berfungsi : 1. memperbaiki dan menguatkan pengertian konsep dan . Dari beberapa factor yang mempengaruhi prestasi belajar di atas yang termasuk faktor internal yang dapat mengakibatkan perubahan pada diri sendiri yaitu minat seseorang.tertentu dalam melakukan aktifitas belajar yang berupa nilai. Memberikan motivasi belajar 2. Media Gambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Mengenal Dan Menentukan Pecahan Sederhana Media diartikan sebagai segala sesuatu yang dimanfaatkan untuk proses komunikasi dengan siswa yang belajar. Faktor Internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri sendiri. Memberikan variasi dalam belajar 3. sekolah. D. dan Masyarakat. meliputi : IQ. Penggunaan media gambar dalam pembelajaran matematika diharapkan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Minat 2. Keluarga. Faktor Eksternal yaitu factor yang berasal dari luar individu meliputi : Lingkungan.” Menurut Kartini Kartono pada Zainal Arifin ( 2006 : 4 ) adalah 1. Memperkenalkan. Sesuai dengan pendapat Nana Sudjana. Dasar – dasar Proses balajar mengajar ( 1987 : 99-100 ) pada Zainal Aripfin ( 2006 : 5 ). Pemanfaatan media di kelas difokuskan untuk meningkatkan guru dan siswa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan yang diharapkan.

diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN . Dengan semangat dan minat yang tumbuh dalam arti diri siswa sendiri. Media pembelajaran akan memberikan semangat baru dan rasa senang mempelajari matematika.fakta. Dari fungsinya memberikan motivasi belajar.

II I. Jadawal pelaksanaan palajaran untuk setiap mata palajaran adalah sebagai berikut : Hari / Tgl No 1 Senin 2 3 Maret 2008 Kamis 6 Maret 2008 Jam I. S.A.Pd Sumirah Selandjari.15 07. B. Subjek Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Tindakan Kelas untuk mata pelajaran matematika dilaksanakan pada siswa kelas III SDN Barurejo II kecamatan Sambeng kabupaten Lamongan.00-08. Dengan penggunan media gambar yang di gunakan oleh guru terlihat perubahan yang sangat baik. S.00-08. Deskripsi Persiklus Dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam II siklus dengan daur setiap siklusnya sebagai berikut . Dengan adanya peningkatan dari nilai yang diperoleh oleh siswa dengan rata – rata kelas menjadi naik.II Waktu 07.15 Siklus I II Pengamat Selandjari.Pd Sumirah Proses pelaksanaan siklus I dan siklus II peneliti dibantu oleh teman sejawat pada saat proses pembelajaran berlangsung pengamat berada di dalam kelas mengamati dengan tujuan untuk mengetahui proses pembelajaran yang telah direncanakan sebelumnya.

Mempersiapkan Lembar Kerja Siswa yang digunakan oleh siswa yang memuat tugas yang perlu disiapakan oleh siswa 4. Mempersiapkan segala sesuatu yang digunakan pada pembelajaran matematika pokok bahasan pecahan sederhana. Perencanaan Pada perencanaan siklus I diawali dengan refleksi oleh penulis. teman sejawat dan supervisor terhadap hasil belajar siswa. manganalisis masalah. Pelaksanan Perbaikan Pembelajaran a. pemecahan masalah. 2. tindakan yang diambil dan mencari alternatif. 3. • Ketuntasan belajar jika 80 % siwa memperole nilai minimal . Berdasarkan hasil tersebut penulis melakukan hal – hal sebagai berikut : 1.1. Membuat Rencana Perbaikan ( RPP ) pada siklus I yang difokuskan pada perbaikan serta tindakan yang diambil untuk mengatasi masalah pembelajaran dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Merencanakan kriteria penilaian keberhasilan / perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila : • Jika 80% siswa memperoleh nilai 80 – 100 dari seluruh soal yang dikerjakan dengan menggunakan media gambar. Mempersiapkan lembar instrument pengumpulan data : • Mempersiapkan lembar instruman observasi siswa dan guru selama mengerjakan lembar kerja siswa dan diskusi dalam kelas • • Mempersiapkan lembar penilaian siswa Mempersiapkan lembar evaluasi untuk menilai tingkat ketuntasan belajar siswa 5.

dengan langkah – langkah sebagai berikut : 1. untuk mengerjakan soal yang berhubungan dengan c. Guru meminta beberapa siswa maju mengerjakan soal tentang pecahan sederhana yang telah dipersiapkan. dilanjutkan dengan pemberian soal post test berupa tugas pecahan sederhana. 5.diatas 70 atau nilai dari 80 % siswa > 70. Guru berkeliling kelas melihat cara kerja siswa dalam mengerjakan tugas dan membandingkan hasil pekerjaan siswa 4. Guru memberikan remedial ( perbaikan ) dengan menerangkan kembali materi yang belum dikuasai. 2. Peneliti menyiapkan perencanaan tindakan III tentang pecahan sederhana dilengkapi dengan soal post test berupa tugas – tugas yang berhubungan . setelah itu dilanjutkan dengan tanya jawab tentang materi yang belum dikuasai atau dipahami oleh siswa. Pelaksanaan Pada pelaksanan siklus I penulis dibantu oleh teman sejawat berdasarkan diskusi serta saran yang diberikan oleh supervisor melaksanakan sekenario pembelajaran seperti yang direncanakan didalam Rencana Perbaikan Pembelajaran ( RPP I ). Guru bersama – sama siswa membahas hasil pekerjaan siswa dilanjutkan dengan diskusi atau Tanya jawab dengan siswa. Perencanaan 1. b. 3. Guru menjelaskan tentang pecahan sederhana dengan memberikan contoh soal pecahan dan soal cerita.

2. Pengamatan terhadap objek peneliti Pada saat pembelajaran berlangsung semua siswa memperhatikan dengan materi yang disampaikan oleh guru dan sudah terbiasa pembelajaran yang telah diterapkan oleh peneliti dengan menggunakan media gambar untuk mengenal dan menentukan pecahan sederhana. c. 3. Pengumpulan data . Pada pelaksanaan siklus II siswa nampak sudah paham dengan materi yang disampaikan tentang pecahan sederhana. difokuskan pada kemampuan siswa dalam mengenal dan menentukan pecahan sederhan.dengan pecahan sederhana. Pelaksanaan  Kelanjutan dari tindakan sebelumnya. Pengamatan terhadap Peneliti Peneliti telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sekenario yang telah direncanakan b. d. Hasil Pelaksanaan a. Refleksi pelaksanaan Penerapan pembelajaran dengan bantuan media gambar menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam mengenal dan menentukan pecahan sederhana dari tiap siklusnya.  Pada pelaksanaan ini siswa dapat mengembangkan konsep tentang pecahan sederhana dengan mengaitkan pada masalah dalam kehidupan sehari – hari.

Data kemampuan siswa dalam penguasaan materinya d. hasil dari refleksi ini selajutnya akan digunakan penulis untuk dasar bagi upaya parbaikan pembelajaran pada siklus II. refleksi merupaka kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dan teman sejawat melalui : pengumpulan data. Refleksi Dalam refleksi penulis bersama dengan teman sejawat melakukan aktifitas terhadap hasil – hasil yang yang telah dicapai. e. Hasil refleksi ini selanjutnya penulis bersama teman sejawat sebagai dasar bagi upaya parbaikan pada siklus II 2. Data – data yang dikumpulkan oleh peneliti adalah sebagai berikut : a. Data dikumpulkan menggunakan lembar evaluasi post test. Pelaksanaa perbaikan siklus II a. Belum berhasilnya pada .Tahap pengumpulan data yang dilaksanakan oleh peneliti dengan teman sejawat sebagai pengamat selama proses perbaikan pembelajaran. c. data respon siswa tehadap madia gambar yang digunakan. Data tingkat ketuntasan siswa. hasil evaluasi terhadap pembelajaran. Data tentang kelayaan media gambar yang digunakan dalam penbelajaran matematika kelas III. Data aktifitas pembelajaran. dan analisis untuk menarik kesimpulan secara kuantitatif maupun kualitatif. Perencanaan Rencana perbaikan pada siklus II di buat karena pada tahap siklus pertama belum memperoleh hasil yang baik. disini penulis sekaligus sebagai guru kelas III. b.

Mempersiapkan Lembar Kerja Siswa yang digunakan oleh siswa yang memuat tugas yang perlu disiapakan oleh siswa 4. perencanaan perbaikan pembelajaran pada siklus II mencakup hal – hal sebagai berikut : 1. 3. Mempersiapkan lembar instruman observasi siswa dan guru selama mengerjakan lembar kerja siswa dan diskusi dalam kelas b. Mempersiapkan lembar evaluasi untuk menilai tingkat ketuntasan belajar siswa . Mempersiapkan lembar instrument pengumpulan data : a. Menyiapkan media gambar yang digunakan pada pembelajaran matematika pokok bahasan pecahan sederhana. Perubahan hanya pada evaluasi dan media yang digunakan 2. Untuk mengatasi kekurangan pada siklus I penelitian pada silus II membuat rencana pembelajaran sama seperti siklus partama dengan menggunakan media gambar dengan harapan siswa akan lebih memperhatikan materi yang akan disampaikan.Secara keseluruhan. Membuat Rencana Perbaikan ( RPP ) pada siklus II yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran pada siklus II pada dasarnya sama dengan siklus I.siklus I dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya kurang responsive terhadap materi yang disampaikan oleh guru di depan kelas serta kurang aktifnya siswa dalam mengerjakan soal disamping itu banyak siswa yang memiliki nilai dibawah rata – rata. Mempersiapkan lembar penilaian siswa c.

b. Guru menjelaskan tentang pecahan sederhana dengan memberikan contoh soal pecahan dan soal cerita. 2. setelah itu dilanjutkan dengan tanya jawab tentang materi yang belum dikuasai atau dipahami oleh siswa.5. Merencanakan kriteria penilaian keberhasilan / perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila : • Jika 80% siswa memperoleh nilai 80 – 100 dari seluruh soal yang dikerjakan dengan menggunakan media gambar. 3. Guru memberikan remedial ( perbaikan ) dengan menerangkan kembali . Pelaksanaan Pada pelaksanan siklus II penulis dibantu oleh teman sejawat berdasarkan diskusi serta saran yang diberikan oleh supervisor melaksanakan sekenario pembelajaran seperti yang direncanakan dengan menggunakan media gambar dengan langkah – langkah sebagai berikut : 1. dilanjutkan dengan pemberian soal post test berupa tugas untuk mengerjakan soal yang berhubungan dengan pecahan sederhana. • Ketuntasan belajar jika 80 % siwa memperole nilai minimal diatas 70 atau nilai dari 80 % siswa > 70. Guru meminta beberapa siswa maju mengerjakan soal tentang pecahan sederhana dengan menggunakan media gambar yang telah dipersiapkan. Guru berkeliling kelas melihat cara kerja siswa dalam mengerjakan tugas dan membandingkan hasil pekerjaan siswa 4.

e. d.materi yang belum dikuasai. kendala dan dampak perbaikan pembelajaran terhadap guru dan siswa pada siklus II Refleksi dilakukan berdasarkan data yang diperoleh penulis bersama teman sejawat melalui : catatan – catatan hasil observasi. b. Pengumpulan data Tahap pengumpulan data yang dilaksanakan oleh peneliti dengan teman sejawat sebagai pengamat selama proses perbaikan pembelajaran. Data tingkat ketuntasan siswa. Refleksi Dalam refleksi penulis bersama dengan teman sejawat melakukan aktifitas terhadap hasil – hasil yang yang telah dicapai. Data – data yang dikumpulkan oleh peneliti adalah sebagai berikut : a. Data kemampuan siswa dalam penguasaan materinya d. Data aktifitas pembelajaran. hasil evaluasi dan hasil akhir perbaikan Hasil refleksi ini selanjutnya penulis bersama teman sejawat gunakan sebagai dasar penyusunan RPP untuk Ujian PKP. disini penulis sekaligus sebagai guru kelas III. Data dikumpulkan menggunakan lembar evaluasi post test. c. . Data tentang kelayaan media gambar yang digunakan dalam penbelajaran matematika kelas III. Guru bersama – sama siswa membahas hasil pekerjaan siswa dilanjutkan dengan diskusi atau Tanya jawab dengan siswa. 5.

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN ( 1 ) Mata Pelajaran Kelas / semester Waktu : Matematika : III / II : 2 x 35 menit .

Kompetensi Dasar Memahami pecahan dan menggunakan dalam pemecahan masalah B. Indikator Hasil Belajar Siswa dapat mengenal dan menentuan pecahan sederhana ( misal : setengah. Kegiatan Pra Pembelajaran ( 5 menit ) • • • • Guru Mengucapka salam Guru meminta siswa untuk memimpin berdo’a Guru mengobservasi siswa Guru mengngondisikan siswa sebelum pelajara berlangsung 2. sepertiga. dan seperenam ) D. Hasil Belajar Mengenal pecahan C. Langkah Pembelajaran 1. Tujuan Perbaikan 1. Meningkatkan kemampuan siswa tentang soal yang berkaitan dengan pecahan sederhana E. Kegiatan awal pembelajaran ( 10 Menit ) • Guru menyampaikan materi yang akan disampaikan • Guru mengadakan apersepsi dengan siswa mengenai materi yang akan mengenai pecahan sederhana disampaikan . Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal dan menentukan pecahan sederhana 2. seperempat.A.

guru berkeliling kelas melihat melihat cara kerja siswa dalam mengejakan tugas dan membandingkan hasil pekerjaan siswa • Siswa diberi kesempatan bertanya tentang materi yang belum dipahami • Guru memberikan remedial ( perbaikan ) dengan menerangkan kembali materi yang belum dikuasai • Guru bersama – sama dengan siswa membahas hasil pekerjaan yang telah dikerjakan oleh siswa . Arman. Berapakah coklat yang diterima masing – masing anak ?.• Guru melakukan pre test 3. Misalnya Doni. Coklat tersebut di potong menjadi 3 bagian sama besar. • • Siswa diberi contoh berbagai macam pecahan sederhana. dan pecahan 1/6. dan tito membeli sebatang coklat. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang pecahan sederhana • Beberapa siswa diminta maju kedepan untuk mengerjakan soal tentang pecahan sederhana. Kegiatan inti pembelajaran ( 40 menit ) • Siswa menyimak penjelasan guru tentang pecahan sederhana misalnya pecahan 1/2. • Siswa diberi post test berupa tugas untuk mengerjakan soal yang berhubungan dengan pecahan sederhana • Pada waktu siswa mengerjakan tugas. pecahan 1/4 .

Prosedur Evaluasi 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata pelajaran MatematikaUntuk SD dan MI Jakarta : Depdiknas. Kegiatan Akhir Pembelajaran ( 15 menit ) • Guru memberikan bimbingan dan memberikan kesimpulan bagaimana cara mengenal dan menentukan pecahan sederhana dengan cermat • • • Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberi motifasi belajar Siswa diberi pekerjaan rumah sebagai tindak lanjut Guru menutup pelajaran F. Sarana Dan Sumber Belajar • Depdiknas. 2006. Penilaian dalam proses : Tanya jawab dengan siswa dan mengamati keaktifan siswa 3.4. Evaluasi a. • Buku Paket Matematika Kelas III Terampil Berhitung Matemetika Untuk SD Kelas III Tim Bina Karya Guru Penerbit Erlangga • • G. Penilaian awal test ( Pre test ) 2. Penilain akhir ( Post test ) Lembar evaluasi untuk penilaian akhir Kerjakan soal – soal di bawah ini Buku Pelengkap dan Penunjang Lain GBPP Metemetika kelas III .

Dua per empat c. Dua per enam c. 2/6 =……… c. Sepotong roti akan dibagikan kepada 6 orang siswa sama banyak berapakah roti yang akan diterima setiap siswa ?. Berapa bagian kue yang diambil oleh Neneng ? Kunci jawaban : 1. 4. c. 3. Tulis nama bilangan dari pecahan berikut a. 3/4 =……… 2. =……. 2/6 2/4 5/10 3. Lima per sepuluh =…….. b. sebuah kue dipotong menajdi 6 bagian sama besar. a. Tiga per empat 2. Berapa bagian air mineral dalam setiap gelas ? 5. a Satu per dua b. 1/2 = ……… b. Tulislah lambang pecahan berikut a. Asih mempunyai 1 botol air mineral. Empat per enam b. =…….1. Sepotong roti dibagi menjadi 6 bagian sama banyak maka masing . Neneng mengambil 1 potong kue tersebut. Pada suatau pesta. Air tersebut akan dipindahkan kedalam 3 gelas sama banyak.

maka potongan yang di ambil neneng adalah 1/6 bagian. Sebotol air dipindahkan kedalam 3 buah gelas sama banyak maka setiap gelas akan menerima 1/3 bagian 5. Sepotong kue dibagi menjadi 6 bagian sama banyak menjadi 1/6 bagian . Mahasiswa SUMIRAH NIP 130 329 316 IKHWAN WAHYUDI NIM 812142857 Mengetahui Kepala SDN Barurejo II SELANDJARI. Pd NIP : 130 424 731 RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN ( 2 ) Mata Pelajaran : Matematika . S. Pengamat Teman Sejawat Lamongan.– masing siswa akan menerima 1/6 bagian. 4.

sepertiga. Tujuan Perbaikan 1. Kegiatan awal pembelajaran ( 10 Menit ) • Guru menyampaikan materi yang akan disampaikan . seperempat. Hasil Belajar Mengenal pecahan C. Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal dan menentukan pecahan sederhana 2.Kelas / semester Waktu : III / II : 2 x 35 menit A. Langkah Pembelajaran 1. Kompetensi Dasar Memahami pecahan dan menggunakan dalam pemecahan masalah B. dan seperenam ) D. Kegiatan Pra Pembelajaran ( 5 menit ) • • • • Guru Mengucapka salam Guru meminta siswa untuk memimpin berdo’a Guru mengobservasi siswa Guru mengngondisikan siswa sebelum pelajara berlangsung 5. Meningkatkan kemampuan siswa tentang soal yang berkaitan dengan pecahan sederhana E. Indikator Hasil Belajar Siswa dapat mengenal dan menentuan pecahan sederhana ( misal : setengah.

• Guru mengadakan apersepsi dengan siswa mengenai materi yang akan mengenai pecahan sederhana • Guru melakukan pre test disampaikan 6. • Guru memasang gambar contoh pecahan sederhana dan siswa mengamati apa yang tertulis pada gambar • Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang pecahan sederhana • Beberapa siswa diminta maju kedepan untuk mengerjakan soal tentang pecahan sederhana. Kegiatan inti pembelajaran ( 40 menit ) • Siswa menyimak penjelasan guru tentang pecahan sederhana misalnya pecahan 1/2. Arman. Coklat tersebut di potong menjadi 3 bagian sama besar. Berapakah coklat yang diterima masing – masing anak ?. Misalnya Doni. dan tito membeli sebatang coklat. dan pecahan 1/6. guru berkeliling kelas melihat melihat cara kerja siswa dalam mengejakan tugas dan membandingkan hasil pekerjaan siswa • Siswa diberi kesempatan bertanya tentang materi yang belum dipahami . • Siswa diberi post test berupa tugas untuk mengerjakan soal yang berhubungan dengan pecahan sederhana • Pada waktu siswa mengerjakan tugas. pecahan 1/4 .

Evaluasi a. Prosedur Evaluasi 1. Kegiatan Akhir Pembelajaran ( 15 menit ) • Guru memberikan bimbingan dan memberikan kesimpulan bagaimana cara mengenal dan menentukan pecahan sederhana dengan cermat • • • Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberi motifasi belajar Siswa diberi pekerjaan rumah sebagai tindak lanjut Guru menutup pelajaran F. • Buku Paket Matematika Kelas III Terampil Berhitung Matemetika Untuk SD Kelas III Tim Bina Karya Guru Penerbit Erlangga • • G.• Guru memberikan remedial ( perbaikan ) dengan menerangkan kembali materi yang belum dikuasai • Guru bersama – sama dengan siswa membahas hasil pekerjaan yang telah dikerjakan oleh siswa 7. Penilaian awal test ( Pre test ) Buku Pelengkap dan Penunjang Lain GBPP Metemetika kelas III . Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata pelajaran MatematikaUntuk SD dan MI Jakarta : Depdiknas. Sarana Dan Sumber Belajar • Depdiknas. 2006.

Lima per sepuluh =……. sebuah kue dipotong menajdi 6 bagian sama besar. Sepotong roti akan dibagikan kepada 6 orang siswa sama banyak berapakah roti yang akan diterima setiap siswa ?. a Satu per dua b. Berapa bagian kue yang diambil oleh Neneng ? Kunci jawaban : 3. Tulis nama bilangan dari pecahan berikut d. Penilain akhir ( Post test ) Lembar evaluasi untuk penilaian akhir Kerjakan soal – soal di bawah ini 3. Asih mempunyai 1 botol air mineral. Pada suatau pesta.. 2/6 =……… f. Air tersebut akan dipindahkan kedalam 3 gelas sama banyak. Empat per enam b. Dua per empat c. =……. =……. 1/2 = ……… e. Berapa bagian air mineral dalam setiap gelas ? 5.2. Neneng mengambil 1 potong kue tersebut. 3/4 =……… 4. Penilaian dalam proses : Tanya jawab dengan siswa dan mengamati keaktifan siswa 3. Tulislah lambang pecahan berikut a. 3. Dua per enam . 4.

2/6 2/4 5/10 3. Sebotol air dipindahkan kedalam 3 buah gelas sama banyak maka setiap gelas akan menerima 1/3 bagian 5. 4. Pengamat Teman Sejawat Lamongan.c. d. a. Tiga per empat 4. maka potongan yang di ambil neneng adalah 1/6 bagian. Pd NIP : 130 424 731 . S. e. Sepotong kue dibagi menjadi 6 bagian sama banyak menjadi 1/6 bagian . Mahasiswa SUMIRAH NIP 130 329 316 IKHWAN WAHYUDI NIM 812142857 Mengetahui Kepala SDN Barurejo II SELANDJARI. Sepotong roti dibagi menjadi 6 bagian sama banyak maka masing – masing siswa akan menerima 1/6 bagian.

Persiapan : 1. Menya mpaika n tujuan pembel . Memu satkan perhati an siswa dan pengon disian kelas 2.INFORMASI PENGAMAT ( SIKLUS I ) INDIKATOR INSTRUMEN OBSERVASI Mata pelajaram Kelas / Semaster Hari / Tanggal Fokus Observasi No Sub variabel Guru : Matematika : III / II : Senin / 3 Maret 2008 : Guru dan Siswa Indikator Dilaksanaka n Tida Ya k Penilaian 1 2 3 4 1.

ajaran 3. Memberikan simpulan materi 2. Penutup : 1. Membimbing siswa mengerjakan soal post test dengan pendekatan analitik pluralistik 5. Mengerjakan soal pre . Antusias siswa terhdap materi 2. Memotivasi siswa 4. Memberikan reinforcement dalam PBM. Memberikan tanya jawab dengan siswa 2. Menga dakan pre tes 4. Kejelasan dalam menerangkan materi 3. Mongk ondisik an siswa dalam PBM Pelaksanan : 1. Siswa tindak lanjut 1. Memberikan tugas/ 2.

3 Maret 2008 Pengamat Teman sejawat Mahasiswa melakukan tanya jawab dengan SUMIRAH NIP 130 329 316 IKHWAN WAHYUDI NIM 812142857 INFORMASI PENGAMAT ( SIKLUS II ) INDIKATOR INSTRUMEN OBSERVASI Mata pelajaram Kelas / Semaster Hari / Tanggal : Matematika : III / II : Kamis / 6 Maret 2008 . Minat Perilaku mengerjakan yang tidak soal post tes relevan/ menyimpang Keterangan : 1 2 3 4 : Kurang baik : Cukup baik : Baik : Sangat baik Sambeng. 5.tes 3. Mampu guru 4.

Mongkondisikan siswa dalam PBM Pelaksanan : 1. Persiapan : 1.Mengerjakan soal pre tes 3.Antusias materi siswa terhdap 2.Memberikan tanya jawab dengan siswa 2.Memotivasi siswa 4.Menyampaikan tujuan pembelajaran 3.Mengadakan pre tes 4.Membimbing siswa mengerjakan soal post test dengan pendekatan analitik pluralistik 5.Memberikan reinforcement 2.Kejelasan dalam menerangkan materi 3.Minat mengerjakan soal post tes .Memusatkan perhatian siswa dan pengondisian kelas 2. Siswa 1.Mampu melakukan tanya jawab dengan guru 4.Fokus Observasi No Sub variabel Guru : Guru dan Siswa Indikator Dilaksanaka n Tida Ya k Penilaian 1 2 3 4 1.

6 Maret 2008 Pengamat Teman sejawat Mahasiswa SUMIRAH NIP 130 329 316 IKHWAN WAHYUDI NIM 812142857 INFORMASI PENGAMAT ( SIKLUS I DAN II ) INDIKATOR INSTRUMEN OBSERVASI Mata pelajaram Kelas / Semaster : Matematika : III / II .5.Perilaku yang tidak relevan/ menyimpang Keterangan : 5 6 7 8 : Kurang baik : Cukup baik : Baik : Sangat baik Sambeng.

Kejelasan dalam menerangkan materi 3.Mengadakan Pre Test 4.Membimbing siswa Mengerjakan post test.Memberikan Tanya jawab dean siswa 2.Mengerjakan pre test 3.Memberikan simpulan 2.Memberikan reinforment dalam PBM Penutup : 1. 13 Maret 2008 : Guru dan Siswa Aspek Observasi Observer I Observer II 1 2 3 4 1 2 3 4 Persiapan : 1.motivasi siswa 4. Deskripsi Per Siklus Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dengan menggunakan media .Memusatkan perhatian siswa dan Mengondisikan kelas 2.Perilaku yang tak relevan / menyimpang √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Siswa ∑ BAB IV 2 8 6 4 6 6 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.Mengondisikan siswa dalam PBM Pelasanaan : 1. Kamis / 10.dengan Pendekatan Analitik Pluralistik 5.Menaympaikan tujuan pembelajaran 3.Memberikan tugas / tindak lanjut 1.Minat mengerjakan Pre test 5.Mampu tanyan jawab dengan guru 4.Antusias siswa terhadap materi 2.Hari / Tanggal Fokus Observasi Sub Variab el Guru : Senin.

Qoharudin M. AM M. Hasil Perbaikan Pada siklus 1 Hasil observasi pada siklus 1 diperoleh data sebagai berikut Tabel Hasil Penelitian Kemampuan Siswa Tentang Pecahan Sederhana Tanpa Menggunakan Media Gambar No Nama Siswa Aspek Yang Dinilai Jum lah Nila i Menjawab Pertanyaan Disk usi Mengerti Pecahan Menjelaskan Arti Pecahan Menentukan Pecahan 25% 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Rikcy Bakti P Ajeng W. SH Monicha Hana Novia Indriati Umi Nur Aini Wahyu Dwi J Sovi Dintya Dewi Clarisca Sindi Catur Styo E Bagas Febrian Varadila Putri Syalsa Kusuma Riswanda A Riska Ismi P 17 15 19 21 16 17 17 17 23 17 17 15 20 20 15 15 22 19 20% 14 11 16 17 10 11 15 14 18 11 16 10 15 15 10 10 17 16 15% 10 9 10 12 8 10 8 9 13 10 10 8 10 8 8 8 11 10 25% 19 13 18 20 9 17 10 16 22 17 17 9 18 20 9 9 22 18 15 % 9 8 9 10 9 10 10 9 12 10 10 9 9 10 8 10 12 9 69 56 72 80 52 65 60 65 88 65 70 51 72 73 50 52 84 72 .gambar diperoleh hasil sebagai berikut : 1.R M. Nurarif. Husril.

Dengan demikian.Rata Nilai Tertinggi Nilai Terendah Dari tabel tersebut dapat diketahui nilai rata – rata kelas. Dari 22 siswa yang sudah mencapai ketuntasan kemampuan menggunakan media gambar masih terdapat 12 siswa masih belum dapat mencapinya. terlihat bahwa siswa dalam pembelajaran matematika dengan materi pecahan sederhana tanpa menggunakan media gambar nilai yang diperoleh masih rendah yaitu mencapai rata – rata kelas 66. Hasil tes diperolah tabel sebagai berikut : Tabel 2 .19 20 21 22 Aji Qhinando Lutfi Dimas A Evi Wahyuni Resa Efendi 18 20 19 15 15 15 15 10 9 10 10 9 18 21 20 9 10 10 10 9 70 76 74 52 146 8 88 50 Jumlah Rata . sebagai berikut : ∑xi X = ——— N 1648 X = ——— = 66. 75 22 Melihat dari hasil tabel yang diperoleh. dari hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan masih jauh dari kriteria ketuntasan yang ditetapkan jika 80 % siswa memperoleh nilai diatatas 70 atau 70 < 80 – 100 dari seluruh soAl yang dikerjakan dengan media gambar.75. Dengan demikian siswa masih belum dapat mengenal dan menentukan pecahan sederhana.

Hasil Perbaikan Silus II Hasil Observasi Siklus II Diperoleh data sebagai berikut Tabel 3 Hasil Penilaian Kamampuan Siswa Tentang Pecahan Sederhana Dengan Menggunakan Media Gambar No Nama Siswa Aspek Yang Dinilai Jum lah Nila i Menjawab Pertanyaan Disk usi Mengerti Pecahan Menjelaskan Arti Pecahan Menentukan Pecahan 25% 1 20% 16 10 15% 11 9 25% 21 14 Rikcy Bakti P Ajeng W.80 80 .R 20 15 15 % 12 9 80 57 2 .Hasil Test Akhir Nilai Yang Dicapai 50 .90 90 . 2.70 70 . Hal ini menunjukkan bahwa siswa dalam pembelajaran matematika dengan materi pecahan sederhana tanpa menggunakan media gambar hasil yang dicapai tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan.100 Jumlah Siswa 7 5 6 3 Keterangan Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tabel 2 menunjukkan bahwa siswa mencapi ketuntasan belajar sebanyak 9 orang dari 22 siswa atau sekitar 40 % siswa belum mencapai tahap ketuntasan.60 60 .

68 22 Melihat dari hasil tabel yang diperoleh. Husril. Qoharudin M. sebagai berikut : ∑xi X = ——— N 1687 X = ——— = 76.3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 M. terlihat bahwa siswa dalam pembelajaran . Nurarif.Rata Nilai Tertinggi Nilai Terendah 56 92 Dari tabel tersebut dapat diketahui nilai rata – rata kelas. SH Monicha Hana Novia Indriati Umi Nur Aini Wahyu Dwi J Sovi Dintya Dewi Clarisca Sindi Catur Styo E Bagas Febrian Varadila Putri Syalsa Kusuma Riswanda A Riska Ismi P Aji Qhinando Lutfi Dimas A Evi Wahyuni Resa Efendi 22 23 14 21 15 15 2 17 21 22 20 20 20 20 20 22 21 20 20 20 16 18 13 16 14 13 18 12 16 17 18 16 16 15 16 18 17 15 16 16 12 13 9 11 10 9 13 10 11 12 12 11 10 10 11 12 10 10 10 10 22 24 16 21 12 10 23 15 21 22 23 21 22 20 20 22 21 22 20 20 12 14 8 12 8 9 14 9 12 12 13 12 11 11 10 11 12 12 12 12 84 92 60 81 59 56 90 63 81 85 85 80 79 76 77 85 81 80 78 78 Jumlah Rata . AM M.

Hal ini menunjukkan bahwa siswa dalam pembelajaran matematika dengan materi pecahan sederhana dengan menggunakan media gambar hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dengan demikian siswa sudah dapat mengenal dan menentukan pecahan sederhana. dari hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus II telah mampu meningkatkan ketuntasan sesuai dengan kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan jika 80 % siswa memperoleh nilai diatas 70 atau 70 < 80 – 100 dari seluruh soal yang telah dikerjakan dengan menggunakan media gambar.matematika dengan materi pecahan sederhana dengan menggunakan media gambar nilai yang diperoleh Sudah mencapai tahap ketuntasan yaitu mencapai rata – rata kelas 76.80 80 .68. B. Dari 22 siswa yang sudah mencapai ketuntasan kemampuan menggunakan media gambar masih terdapat 5 siswa masih belum dapat mencapinya.70 70 .90 90 .60 60 . Dengan demikian. Hasil tes diperolah tabel sebagai berikut : Tabel 4 Hasil Test Akhir Nilai Yang Dicapai 50 .100 Jumlah Siswa 4 1 6 11 Keterangan Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tabel 3 menunjukkan bahwa siswa mencapi ketuntasan belajar sebanyak 17 orang dari 22 siswa atau sekitar 80 % siswa sudah dapat mencapai tahap ketuntasan. Pembahasan .

Penggunaan media gambar dalam pembelajaran matematika untuk kelas .Dari analisis siklus I dan siklus II untuk meningkatkan kemampuan siswa mengenal dan menentukan pecahan sederhana pada mata pelajaran matematika kelas III pada SDN barurejo II adalah dengan mengunakan media gambar hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam mengenal dan menentukan pecahan sederhana dengan menggunakan media gambar. Simpulan Berdasarkan hasil yang telah dilakukan penulis dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Secara keseluruhan hasil perbaikan menunjukkan peningkatan yang maksimum seperti terlihat pada dalam tabel berikut : Hasil penilain Kemempuan Siswa Dalam Mengenal Dan Menentukan Pecahan Sederhana Dengan Media Gambar Dan Hasal Tes Akhir Siklus I dan Silus II Tentang Pecahan Sederhana Siklus I II Rata – rata ∑ Yang Mampu 9 Siswa ( 40 % ) 17 Siswa ( 80 % ) 40 % 100% Prosentase Ketuntasan Dari table menunjukkan bahwa ketuntasan belajar mencapai 100 & Hal Tersebut disebabkan oleh makin dikuasainya komponen – komponen kemampuan penggunaan media gambar yang merupakan suatu penyelesaian dalam mengenal dan menentuan pecahan sederhana.

2. serta pemilihan media gambar yang tepat dengan memperhatikan siswa kelas III 2. Dapat menguasai kelas dengan maksimal sehingga proses pembelajaran . Menggunakan berbagai macam pendekatan dalam pembelajaran agar siswa tidak menjadi bosan dan memotifasi siswa. 3. Prestasi belajar SDN Barurejo II kelas III untuk mata pelajaran matematika sebelum menggunakan media gambar menghasilkan siswa yang pasif saat pembelajaran berlangsung yang berimbas pada tidak memuaskannya nilai siswa. Sedangkan prestasi belajar siswa kelasa III dengan menggunakan media gambar menghasilkan siswa yang aktif dan responsive yang mampu membuat prestasi belajar meningkat. Saran Berdasarkan kesimpulan tersebut beberapa hsl ysng sebaiknya dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran adalah : 1. Pada saat menjelaskan meteri pembelajaran menggunakan media gambar yang ada. Adanya komunikasi dan kerja sama antara guru dan orang tua walimurid. Hal ini didukung oleh rencana pembelajaran yang disusun oleh guru. lancar dan berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal dan menentukan pecahan sederhana. 4. Dengan demikan media gambar yang digunakan sangat tepat dalam pembelajaran matematikan B. tidak hanya media gambar tapi juga bisa media yang lain sesuai dengan materi pembelajaran yang tepat untuk digunakan.III di SDN Barurejo II berjalan dengan efektif.

Penalitian Tindakan kelas. E. demi tercapainya tujuan pendidikan.Malang : Departemen Pendidikan dan kebudayan.S.dapat berjalan dengan lancar dan terkontrol. kiranya perlu buku penghubung diantara guru dan wali murid agar dapat saling berkomunikasi.1998. .2006.Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. 5. DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional. Berdasarkan pengalaman melaksanakan perbaikan melalui PTK.Kasihani Kasbolah.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Jakarta : Departeman Pendidikan dan Kebudayaan Wijaya. ( 1990 ).Karim.G. Basuki.Malang : Departeman Pendidikan dan Kebudayaan Sumantri. Pemantapan Kemampuan Profesional Jakarta.A. M. Universuitas Terbuka Van De Walle. J.Strategi Pembelajaran. Elementary School Mathematics : Teaching Developmentally.Pendidiakn matematika I. New York : Longman. SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NIM UPBJJ-UT : Ikhwan Wahyudi : 812142857 : Surabaya ..A.1991.1996.K.Media Pengajaran Malang : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Wardani.I.Mulyani dan John Permana.1998.A.Muchtar A. Siti Julaeha.

menerangkan bahwa : Nama NIP : Sumirah : 130 329 316 . 1 Pebruari 2008 Teman sejawat Mahasiswa SUMIRAH NIP 130 329 316 IKHWAN WAHYUDI NIM 812142857 Forman kesediaan sebagi teman sejawat dalam penyelenggaraan PKP Kepada.Menyatakan Nama Tempat Mengajar Guru Kelas : : Sumirah : SDN Barurejo II : Guru kelas enam Adalah teman sejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran. yang merupakan tugas mata kuliah PDGK 4904 Pemantapan Kemampuan Profesional ( PKP ) Demikian pernyataan ini di buat untuk digunakan sebagai mana mestinya Sambeng. Kepala UPBJJ Surabaya DI SURABAYA Yang bertanda tangan di bawah ini.

Desa Barurejo : Agama Islam : - Menyatakan bersedia sebagai teman sejawat untuk mendampingi dalam pelaksanan PKP tas nama : Nama NIM Program Study Tempat mengajar Alamat sekolah Telepon : Ikhwan Wahyudi : 812142857 : SI. Tlatah Wetan. Raya Sambeng – Mantub Dsn. S. Desa Barurejo : Sambeng. 1 Pebruari 2008 Mengetahui Kepala Sekolah Teman Sejawat Demikian agar surat pernyataan ini dapat digunakan sebagai mana mestinya. Tlatah Wetan.Pd NIP 130 424 731 IKHWAN WAHYUDI NIM 812142857 PENERAPAN STRATEGI TEAM QUIS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS KELAS III DI SDN BARUREJO II KECAMATAN SAMBENG KABUPATEN LAMONGAN ( Di ajukan Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Matakuliah Pementapan . SELANDJARI. Lamongan : Jl.Temapt Mengajar Alamat Sekolah Guru Kelas Telepon : SDN Barurejo II Sambeng. Raya Sambeng – Mantub Dsn. PGSD : SDN Barurejo II : Jl.

Sambeng Kab.Kemempuan Profesional Program Studi S-1 PGSD ) OLEH : IKHWAN WAHYUDI NIM 812142857 UNIVERSITAS TERBUKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH SURABAYA 2008 LEMBAR PERSETUJUAN Judul : Upaya peningkatan kemampuan hasil belajar siswa mengenal dan menentukan pecahan sederhana dengan menggunakan media gambar pada mata pelajaran matematika kelas III di SDN Barurejo II Kec. Lamongan Tempat mengajar : SDN Barurejo II kecamatan sambeng kabupaten .

Rendahnya tingkat pemahaman terhadap materi pembelajaran IPS 2. Kurangnya minat belajar Siswa TELAH DISETUJUI Lamongan Supervisor Peneliti .Lamongan Tempat pelaksanaan Mata pelajaran Waktu palaksanaan : : : Kelas III SDN Barurejo II Matematika Tanggal 3 Maret 2008 Tanggal 6 Maret 2008 Disususn oleh : Ikhwan wahyudi Masalah yang menjadi fokus perbaikan : 1.

. taufik serta hidayah – Nya sehingga penelitian tindakan kelas untuk memenuhi tugas pada mata kuliah pemantapan kemempuan keprofesionalan di Universitas terbuka ini dapat terselesaikan dengan judul ‘’ Upaya peningkatan kemampuan siswa mengenal dan menentukan pecahan sederhana dengan menggunakan media gambar pada mata pelajaran matematika kelas III di SDN Barurejo II Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan ‘’ . MOCH.Drs. NURSALIM. M.Si NIP : 132 090 048 IKHWAN WAHYUDI NIM : 812142857 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmnat.

Akhirnya penulis berharap semoga Penelitian Tindaan Kelas ini dapat diterima dan bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi semua pihak.Pd selaku kepala sekolah SDN Barurejo II yang telah memberikan dukungan dan masukan yang berharga 3. Berdasarkan kebutuhan dan perkembangan dunia pendidikan. perlu adanya perbaikan pembelajaran. Penulis menyadari bahwa dalam penulisa Penelitian Tindakan Kelas ini masih jauh dari sempurna. Semua pihak yang telah membantu penulis yang telah memberikan bantuannya demi terselesaikannya Penelitian Tindakan Kelas ini. Bapak Drs. Nursalim M. Murid – murid SDN Barurejo II yang telah membantu pelaksanan penelitian tindakan kelas ini 5. untuk itu penulis siap menerima kritik dan saran. Lamongan. 2. Moch. pada kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada : 1.Si selaku supervisor yang telah memberikan bimbingan sehingga laporan ini dapat terselesaikan. Bu Sumirah selaku rekan sejawat yang membantu penulis dalam mengevaluasi kegiatan pembelajaran dan tukar pengalaman 4.Keberhasilan penulisan laporan ini tentu tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Maret 2008 Penulis . Laporan ini disusun berdsarkan hasil penelitian yang dilaksanakan guru di kelas III SDN Barurejo II kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan. Bapak Selandjari S. untuk memperoleh kualitas pembelajaran yang optimal.

Rumusan Masalah .IKHWAN WAHYUDI NIM 812142857 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PERSETUJUAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B.

Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses perubahan sikap dan tata laku menuju kearah yang lebih baik melalui pengajaran. sehingga mendorong kemajuan bangsa . BAB IV Depskripsi Per Siklus Informasi Pengamat HASIL PENELITIAN DAN PEMEMBAHASAN A. Diharapkan dengan pendidikan dapat tercipta suatu sumber daya manusia yang berkualitas. C.C. Kesimpulan B. Saran dan Tindak Lanjut DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN – LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN A. Pembahasan BAB V KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT A. Tempat Dan Waktu Pelaksanan B. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran BAB II BAB III KAJIAN PUSTAKA PELAKSANAAN PERBAIKAN DAN PEMBELAJARAN A. Tujuan Penelitian Pembelajaran D. Deskripsi Per Siklus B.

Menurut (Kihajar Dewantara. Dalam dunia pendidikan tidak lepas dari proses belajar mengajar yang disana terjadi interaksi antara guru dan murid. UU No. Untuk itu guru harus cermat dan tanggap terhadap kondisi tersebut.2 tahun 1989 dapat terlaksana. pendidikan adalah upaya untuk memajukan pertumbuhan budi pekerti manusia (intekektual) dan untuk memajukan kehidupan peserta didik serta suatu proses perkembangan kepribadian seseorang yang disebut juga proses memanusiakan manusia. kebosanan siswa juga disebaban oleh materi yang bersifat abstrak yang sulit dimengerti siswa. Hal ini membuat semangat belajar siswa menurun disebabkan karena kebosanan.2 tahun 1989 berbunyi : sistem pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional. membutuhkan penalaran-penalaran dalam bentuk konsepkonsep yang sulit dipahami siswa. 1990 : 10). “ pendidikan adalah suatu proses pertumbuhan dan perkembangan individu yang berlangsung sepanjang hayat”. Agar fungsi dari sistem pendidikan nasional seperti yang tertera dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. Menurut (Brubacher 1990:21). Guru sebagai tenaga pendidik sering kali menggunakan gaya mengajar yang sama atau monoton dalam memberikan materi pelajaran.mereka . Selain gaya mengajar guru yang monoton. Anak dalam kelompok usia 7-12 tahun berada dalam perkembangan kemampuan intelektual/ kognitif pada tingkat kognitif operasional. sehingga dapat mencari strategi belajar yang tepat untuk mengatasi masalah belajar siswa.dan negara. seperti mata pelajaran IPS yang diberikan di SD.

(depdiknas 2004:42). pada masyarakat apa saya berkembang.memandang dunia dalam keseluruhan yang utuh. Adalah konsep-konsep abstrak yang dalam pembelajaran IPS harus diajarkan kepada siswa SD. Menurut (Bruner dalam Achmad. nilai. dan menganggap tahun yang akan datang sebagai waktu yang masih jauh. dan symbolic melalui percontohan gerak tubuh. hingga permasalahan global. siapa diri saya. lambang. yang mereka pedulikan adalah sekarang (=kongkrit) dan bukan masa depan yang belum mereka pahami (Piaget 1963:45). sikap. persyaratan-persyaratan apa yang diperlukan diri saya untuk menjadi anggota suatu kelompok masyarakat atau bangsa. atau elaborasi dalam kata-kata yang dapat dipahami anak. dan lain-lain. 1995:32). Sedangkan konsep lingkungan yaitu bagaimana cara menyikapi suatu kondisi atau permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat dimana ia tinggal. kesinambungan. keterangan lanjut. Pelajaran IPS mengkaji pesan-pesan yang bersifat abstrak. iconic. Atas dasar fungsi dan tujuan. serta pentingnya pembelajaran IPS diberikan di SD. Konsep diri diantaranya agar siswa dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang diri sendiri seperti. nilai. isu sosial. Fungsi dan tujuan IPS yang tertera pada kurikulum bahwa fungsi dan tujuan IPS di SD yakni mengembangkan pengetahuan. Berbagai cara dan teknik pembelajaran dikaji untuk memungkinkan konsep-konsep abstrak itu dipahami anak. konsep-konsep seperti waktu. maka penulis . kekuasaan. perubahan. lingkungan. peta. bagan. dan ketrampilan tentang masyarakat. bangsa dan negara Indonesia. demokrasi. gambar. Bruner (1978:43) memberikan pemecahan berbentuk jembatan bailey untuk mengkongkritkan yang abstrak itu dengan enactive. pembelajaran IPS sangat penting diajarkan untuk anak SD karena pelajaran IPS memberikan bekal siswa tentang konsep diri dan lingkungan. grafik.

Apa yang menjadi kendala dalam penerapan strategi team quiz? C. Apakah strategi team quiz dapat meningkatkan hasil belajar siswa? 2. B. Atas dasar itulah penulis mengangkat judul “Penerapan Strategi Team Quiz sebagai Upaya Peningkatan Keberhasilan Siswa dengan Model Pengajaran Berdasar Masalah dalam Pembelajaran IPS di kelas VI SDN Lakarsantri II/473 Surabaya”. Penulis menggunakan strategi “ team quiz “ dan memilih materi tentang globalisasi sebagai materi yang diujikan. maka penulis menarik rumusan masalah sebagai berikut : 1. Tujuan Perbaikan Pembelajaran . Rumusan Masalah Berdasarkan uraian permasalahan yang telah dipaparkan dalam latar belakang di atas. Menggunakan metode penelitian analisis deskriptif kuantitatif.mengambil suatu langkah-langkah dalam pembelajaran IPS.

b. Menambah masukan pengetahuan tentang strategi pembelajaran yang baru. Memberikan masukan bahwa belajar dapat dilakukan dengan berbagai. Bagi Penulis a. Sebagai wahana dalam mengembangkan kreatifitas penulis. 2. Manfaat Penulisan Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi Guru a. Membangkitkan motivasi belajar siswa. b. 3. Definisi Operasional . Memberikan inspirasi bagi guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran. Menambah pengalaman baru bagi penulis dalam mengembangkan strategi pembelajaran IPS di SD. 2. Bagi Siswa a.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui kendala-kendala dalam penerapan strategi team quiz? D. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dengan diterapkannyaq strategi team quiz. E. teknik/ metode agar belajar tidak menjemukan/ membosankan. b.

guru menyajikan kepada siswa teka-teki atau kejadian-kejadian yang menimbulkan konflik kognitif dan rasa ingin tahu siswa sehingga merangsang mereka melakukan penyelidikan. Team Quiz adalah pengembangan cara belajar dengan membentuk kelompokelompok belajar untuk saling bekerja sama dalam memecahkan suatu permasalahan. “strategi adalah . Dalam kamus besar Bahasa Indonesia. Dihubungkan dengan belajar mengajar. Pengajaran berdasarkan masalah mengorganisasikan pengajaran disekitar pertanyaan dan masalah yang kedua-duanya secara sosial penting dan secara pribadi bermakna untuk siswa.1. strategi adalah suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. 2006:5). Pengertian Strategi Belajar Mengajar Menurut (Syaiful Bahri. strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. 2. BAB II KAJIAN PUSTAKA A.

2006:8) terdapat berbagai masalah sehubungan dengan strategi belajar mengajar yang secara keseluruan diklasifikasikan seperti berikut: 1. 3. Ada empat strategi dasar menurut (Syaiful Bahri. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat. Memilih dan menetapkan prosedur.rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus“. (Balai Pustaka. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem intruksional yang bersangkutan secara keseluruhan. B. 2006:5-6) dalam belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut: 1. 2. metode. 2002:918). dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya. 4. Konsep Dasar Strategi Belajar Mengajar Yang meliputi hal-hal: a. Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagai mana yang diharapkan. Klasifikasi Belajar Mengajar Menurut (Tabrani Rusyan dalam Syaiful Bahri. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi .

tujuan kulikuler. Agar tujuan itu tercapai. Tujuan itu bertahap dan berjenjang mulai dari yang sangat operasional dan kongkret. sampai kepada tujuan yang bersifat universal. situasi. manusia yang diidamkan tersebut harus memiliki kualifikasi: a. tujuan nasional. antara lain tujuan. Tanggung jawab selaku warga negara. 2. guru. Hubungan antar manusia. c. c. tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku. 4. Belajar Mengajar Sebagai Suatu Sistem Belajar mengajar selaku suatu sistem intruksional mengacu pada pengertian sebagai seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan. Menerapkan norma dan kriteria keberhasilan kegiatan belajar mengajar. bahan. Selaku suatu sistem. b. dan evaluasi. semua komponen yang ada harus diorganisasikan sehingga antar sesama komponen terjadi kerjasama. dan d.perubahan tingkah laku. metode. dan d. Pada tingkat sasaran atau tujuan yang universal. 3. Sasaran Kegiatan Belajar Mengajar Setiap kegiatan belajar mengajar mempunyai Sasaran atau tujuan. baik yang menyangkut . Efisiensi ekonomi. yakni tujuan instruksional khusus dan tujuan instruksional umum. Memilih prosedur. Artinya. Hakekat Proses Belajar Mengajar Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. siswa. metode. dan teknik belajar mengajar. belajar mengajar meliputi suatu komponen. Menentukan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah belajar mengajar. Sasaran itu harus diterjemahkan kedalam ciri-ciri perilaku kepribadian yang didambakan. b. Pengembangan bakat secara optimal.

pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. 5. Entering Behavior Siswa Hasil kegiatan belajar mengajar tercermin dalam perubahan perilaku, baik secara material-subtansial,struktural-fungsional, maupun secara behavior. Yang dipersoalkan adalah kepastian bahwa tingkat prestasi yang dicapai siswa itu adalah kepastian bahwa tingkat prestasi yang dicapai siswa itu apakah benar merupakan hasil kegiatan belajar mengajar yang bersangkutan. Untuk kepastiannya seharusnya guru mengetahui tentang karakteristik perilaku anak didik saat mereka mau masuk sekolah dan mulai dengan kegiatan belajar mengajar dilangsungkan, tingkat dan jenis karakteristik perilaku anak didik yang telah dimilikinya ketika mau mengikuti kegiatan belajar mengajar. 6. Pola-pola belajar siswa Robert M. Gagne dalam syaiful bahri (2006:12) membedakan pola-pola belajar siswa kedalam delapan tipe, dimana yang satu merupakan persyaratan yang lain yang lebih tinggi hierarkinya. Delapan tipe belajar dimaksudkan adalah : a. Signal learning (belajar isyarat), b. Stimulus-response learning (belajar stimulus- respon), c. Chaining (rantai atau rangkaian), d. Verbal Ossociaon Concept Learning (belajar konsep), e. Dicrimination Learning (belajar kriminasi), f. Rule Learning (belajar aturan) dan g. Problem Solving (memecahkan masalah) 7. Memilih Strategi Belajar Berbagai sistem pengajaran yang menarik perhatian akhir-akhir diantaranya Enquiry discovery approach, expository approach, mastery learning, dan

humanistic education. Dikembangkan untuk merancang pembelajaran yang menarik.

C. Pengertian Pengetahuan Sosial

Pengertian pengetahuan sosial merupakan “mata pelajaran yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep dan generelalisasi yang berkaitan dengan isu sosial dan kewarganegaraan”, (Dekdiknas 2006:24). Pengetahuan sosial merupakan pengetahuan terapan yang dilaksanakan dalam kegiatan instruksional disekolah-sekolah guna mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran, antara lain mengembangkan kepekaan siswa terhadap kehidupan sosial disekitarnya, (Suhanadji, 2003:4). Menurut (Nasution dalam Suhanadji, 2003:3), “mendefinisikan Pengetahuan sosial sebagai suatu mata pelajaran yang menggunakan bagian-bagian tertentu dari ilmu sosial”. Menurut (Sumantri dalam Suhanadji 2003:3), “Pengetahuan sosial mempunyai pengertian sebagai pelajaran ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk tujuan pendidikan”. Menurut (Hamalik, 1992:3) pengetahuan sosial merupakan bidang studi yang merupakan kombinasi atau hasil pemfusian atau perpaduan dari sejumlah mata pelajaran, seperti ilmu bumi, ekonomi–politik, sejarah, antropologi, dan sebagainya. Menurut (Killer, 1992:3), Pengetahuan sosial adalah studi yang memberikan pemahaman atau pengertian-pengertian tentang cara-cara manusia hidup, tentang kebutuhan-kebutuhan dasar manusia, tentang kegiatan-kegiatan dalam usaha

memenuhi kebutuhan itu, dan tentang lembaga-lembaga yang dikembangkan sehubungan dengan hal-hal tersebut. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpukan bahwa Pengetahuan sosial adalah: 1. Perpaduan atau fusi dari sejumlah mata pelajaran sosial yang sebelumnya secara terpisah-pisah 2. Mata pelajaran Pengetahuan sosial mempelajari manusia dalam lingkungan sosial dan lingkungan fisiknya dengan menggunakan ilmu sosial, seperti ilmu politik, ekonomi, sejarah, geografi, antropologi, dan sebagainya. 3. Dalam Pengetahuan sosial, ilmu-illmu sosial itu disederhanakan, yaitu diturunkan tingkat kesukarannya, dipadukan dengan kehidupan masyarakat, sehingga menjadi bahan pelajaran yang sesuai dengan tingkat pendidikan dan kematangan berfikir.

D. Fungsi Pengetahuan Sosial

Menurut (Hamalik 1992:28-29), Pengetahuan sosial mempunyai nilai-nilai fungsional yang dapat digolongkan kedalam lima golongan : 1. Pengalaman sosial Fungsi utama dari pengajaran Pengetahuan Sosial adalah untuk memperkenalkan pengalaman sosial kepada para siswa.

2. Keahlian Sosial Keahlian sosial ini sangat diperlukan dalam membentuk dan memupuk serta

E. meningkatkan efisiensi. dan keadilan dalam pelayanan umum 4. mengetahui yang baik dan yang buruk. 3. Ukuran Sosial Ukuran sosial bagi suatu masyarakat adalah para warga masyarakat itu mengetahui norma-norma.mengembangkan “masyarakat belajar”. Masalah-Masalah Sosial Suatu fungsi yang bernilai tinggi dalam kehidupan sosial ialah bahwa masyarakat itu mampu memecahkan bermacam-macam masalah. 1992:38-39) adalah sebagai berikut 1. masyarakat belajar sangat diperlukan dalam rangka pembangunan masyarakat yang lebih maju. Tujuan Pengetahuan Sosial Tujuan umum Pengetahuan sosial menurut (hamalik. meningkatkan kesejahteraan jasmani dan kesejahteraan rohaniah 3. meningkatkan mutu lingkungan 5. Pengetahuan Sosial Untuk menuju kearah kematangan bermasyarakat memerlukan ilmu Pengetahuan sosial yang dapat diperolehnya dari informasi dan penafsiran yang tepat dan benar tentang kehidupan sosial. mematuhi peraturan. 4. Meningkatkan kesadaran ekonomis rakyat 2. serta dapat bekerja sama dengan jujur. 5. menjamin keamanan dan keadilan bagi semua warga negara . kejujuran.

6. memberikan pengertian tentang hubungan internasional bagi kepentingan bangsa Indonesia dan perdamaian dunia. 7. meningkatkan saling pengertian dan kerukunan antar golongan dan daerah dalam menciptakan kesatuan dan persatuan nasional. 8. memelihara keagungan sifat-sifat kemanusiaan, kesejahteraan, rohaniah dan tata susila yang luhur. Secara khusus, tujuan pengajaran Pengetahuan Sosial di sekolah dapat dikelompokkan menjadi empat komponen (Suhanadji 2003:7) yaitu : 1. memberikan kepada siswa Pengetahuan (knowledge) tentang pengalaman manusia dalam kehidupan bermasyarakat pada masa lalu, masa sekarang, dan masa mendatang. 2. menolong siswa untuk mengembangkan ketrampilan (skill) untuk mencari, mengolah, dan memproses informasi. 3. menolong siswa untuk mengembangkan nilai/sikap (value) demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat. 4. menyediakan kesempatan kepada siswa untuk mengambil bagian atau berperan serta dalam kehidupan sosial (social participation)

Menurut (Nasution 1973:18), tujuan Pengetahuan sosial adalah sebagai berikut : 1. Memberikan informasi dan pengetahuan mengenai kebudayaan yang diwariskan oleh generasi dimasa lampau. 2. mengembangkan keterampilan belajar.

3. mengembangkan konsepsi dan pengenalan akan diri sendiri agar dapat berdiri sendiri. 4. membentuk sikap dan perilaku yang dapat diterima oleh masyarakat. 5. menghargai kesenian bangsa dan jasa orang lain. 6. memahami konsep-konsep dasar dan struktur disiplin ilmu sosial. 7. memupuk, pengertian mengenai makna fakta-fakta dari peristiwa-peristiwa. 8. memupuk kesenangan dan minat yang mantap akan ilmu sosial, sejarah, dan humanis. 9. mengembangkan ketrampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah. 10. menemukan hal-hal yang luhur sehingga untuk itu ia rela mengabdikan dirinya. 11. mengembangkan kebiasaan dan ketrampilan sebagai warga negara yang baik, termasuk partisipasi dalam kegiatan sosial. 12. memupuk suatu kode nilai-nilai yang dapat mengatur dan mengarahkan kehidupan pribadinya.

Tujuan Pembelajaran Pengetahuan Sosial seperti tertera dalam kurikulum berbasis kompetensi (Debdiknas, 2004:41-42) adalah sebagai berikut 1. Mengajarkan konsep-konsep dasar sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah, dan kewarganegaraan melalui pendekatan pedagogis dan psikologis. 2. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, inkuiri,

memecahkan masalah, dan ketrampilan sosial. 3. Membangun komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan

kemanusiaan. 4. Meningkatkan kemampuan bekerjasama dan berkompetensi dalam

masyarakat yang majemuk, baik secara nasional maupun global.

F. Ruang Lingkup

Pengetahuan sosial sebagai suatu lapangan studi sesungguhnya merupakan suatu federasi kurikulum, dikatakan federasi karena didalamnya termasuk mata pelajaran-mata pelajaran sejarah, ilmu bumi, ekonomi, kewarganegaraan, dan lainlain, (Hamalik 1992:2). Jadi ruang lingkup Pengetahuan Sosial cakupannya sangat luas. Pembelajaran pengetahuan sosial di Sekolah Dasar, seperti yang tertera dalam kurikulum berbasisis kompetensi (Depdiknas, 2004:42) ruang lingkup pembelajaran pengetahuan sosial disederhanakan sebagai berikut

1. 2. 3. 4. 5.

Sistem sosial dan budaya Manusia, tempat, dan lingkungan Perilaku ekonomi dan kesejahteraan Waktu, keberlanjutan, dan perubahan Sistem berbangsa dan bernegara

G. Pengajaran Berdasarkan Masalah

Menurut (Roots dan wings dalam Muslimin, 2000:4), pengajaran berdasar

model fisik. . Pengajaran berdasarkan masalah mengorganisasikan pengajaran disekitar pertanyaan dalam masalah yang dua–duanya secara sosial penting dan secara pribadi bermakna untuk siswa. 4. 3. Karakteristik tertentu yang membedakannya dengan pendekatan pengajaran lain adalah guru melakukan scaffolding yaitu suatu kerangka dukungan yang memperkaya inkuiri dan pertumbuhan intelektual. Menuntut siswa untuk menghasilkan produk tertentu dalam bentuk karya nyata atau artefak dan peragaan yang menjelaskan atau mewakili bentuk penyelesaian masalah yang mereka temukan. Produk tersebut bisa berupa transkip debat. Mengharuskan siswa menganalisis dan mendefisinikan masalah. mengembangkan hipotesis dan membuat ramalan. 2. Masalah yang akan diselidiki telah dipilih benar–benar nyata agar dalam pemecahannya siswa meninjau masalah itu dari banyak mata pelajaran. video dan lain. mengumpulkan data dan menganalisis informasi.masalah adalah untuk membantu siswa belajar isi akademik dan ketrampilan pemecahan masalah dengan melibatkan mereka dalam situasi masalah kehidupan nyata. menyebutkan 4 ciri khusus pengajaran berdasar masalah yaitu : 1.lain. Ciri – ciri khusus pembelajaran berdasar masalah (Krajcik Dkk dalam Muslimin 2000 : 5). melakukan eksperimen (jika diperlukan). membuat inferensi dan merumuskan kesimpulan.

Tujuan perencanaan dibagi atas: a. . dan ketrampilan intelektual : belajar berbagai peran orang dewasa melalui pelibatan mereka dalam pengalaman nyata atau simulasi dan menjadi pebelajar yang otonom dan mandiri (Muslimin 2007:7). Pelaksanaan Pengajaran Berdasarkan Masalah Muslimin (2000:24-40) membagi pelaksanaan pengajaran berdasarkan masalah menjadi dua tahap yaitu : 1. Penetapan Tujuan Penetapan tujuan pembelajaran direncanakan untuk membantu pebelajar mencapai tujuan-tujuan seperti keterampilan intelektual dan keterampilan menyelidiki. I. memahami peran orang dewasa. pemecahan masalah. dan membantu siswa menjadi pebelajar yang mandiri.H. Tujuan Pembelajaran dan Hasil Belajar Pengajaran berdasarkan masalah dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir. Tugas-tugas perencanaan Pengajaran berdasarkan masalah dicirikan oleh siswa yang bekerja dalam pasangan atau kelompok kecil untuk melakukan penyelidikan masalah-masalah kehidupan nyata yang belum terdefinisi dengan baik.

Beberapa pengembang pengajaran berdasarkan masalah yakin bahwa siswa seharusya memiliki keleluasaan dalam mendefinisikan masalah yang akan dipelajarinya. dan sumber daya yang terbatas. Masalah itu harus autentik. Ketiga. Masalah seharusnya cukup luas untuk memungkinkan guru menggarap tujuan instruksional mereka dan masih cukup terbatas untuk membuat suatu pelajaran layak dalam waktu. ini berarti bahwa masalah harus lebih berakar pada pengalaman dunia nyata siswa daripada berakar pada prinsip-prinsip disiplin ilmu tertentu. Masalah yang baik haruslah memperoleh keuntungan dari usaha kelompok dan tidak terhambat oleh masalah itu. tempat.b. Kelima. Kedua. Merancang situasi masalah yang sesuai Merancang situasi masalah yang sesuai atau merencanakan cara-cara untuk memberi kemudahan proses perencanaan adalah tugas perencanaan yang penting bagi guru. Keempat. Pertama. Masalah seharusnya bermakna bagi siswa dan sesuai dengan tingkat perkembangan intelektual mereka. Organisasi Sumber Daya dan Rencana Logistik Pengajaran berdasarkan masalah memotifasi siswa untuk bekerja dengan beragam material dan peralatan. permasalahan seharusnya tak terdefinisi secara ketat dan menghadapkan suatu makna misteri atau teka-teki. beberapa diantaranya dilakukan . sebab proses ini akan menumbuhkan rasa memiliki atas masalah tersebut (Krajcik dalam Muslimin 2000:26). Situasi masalah yang baik harus memenuhi paling sedikit memiliki lima kriteria penting. c.

Oleh karena itu mereka juga membutuhkan bantuan untuk merencanakan penyelidikan mereka dan tugas-tugas pelaporan. dalam pasangan. Orientasi Siswa Pada Masalah Pada saat pelajaran berdasarkan masalah dimulai. yang lainya dilakukan di perpustakaan atau di laboratorium komputer.di dalam kelas. sementara yang lainya lagi berada di luar sekolah. guru mengkomunikasikan tujuan pelajaran secara jelas. Membantu Penyelidikan Mandiri dan Kelompok Penyelidikan dilakukan secara mandiri. Tugas Interaktif Tugas ini terdiri atas : a. Mengorganisasi sumber daya dan merencanakan kebutuhan untuk penyelidikan siswa merupakan tugas perencanaan yang utama bagi guru. menumbuhkan sikapsikap positif terhadap pelajaran dan memberikan apa yang diharapkan untuk dilakukan oleh siswa. c. b. 2. atau dalam . Mengorganisasikan Siswa untuk Studi Pengajaran berdasarkan masalah membutuhkan pengembangan keterampilan kolaborasi diantara siswa dan membantu mereka untuk menyelidiki masalah secara bersama. Kepada siswa yang lebih muda atau siswa yang belum pernah terlibat dalam pembelajaran berdasarkan masalah guru perlu memberikan penjelasan tentang proses-proses dan prosedurprosedur model tersebut secara rinci.

Guru sebagai Informator Guru berperan menyampaikan pengetahuan kepada siswa dengan cara memberikan berbagai keteragan (informasi) berupa pengertian. Selama tahap ini. hal . J. dan memberikan pemecahan. guru meminta siswa untuk melakukan rekonstruksi pemikiran dan aktifitas mereka selama tahap-tahap pelajaran yang telah dilewatinya. kebanyakan melibatkan pengumpulan data dan eksperimentasi. dan uraian isi. berhipotesis dan menjelaskan. Peran Guru dalam Pembelajaran Menurut (Sudirman. Tujuanya adalah agar siswa mengumpulkan cukup informasi untuk menciptakan dan membangun ide mereka sendiri. d. 1992:142-144) peran guru dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut : 1. Pada tahap penyelidikan guru mendorong siswa untuk mengumpulkan data dan melaksanakan eksperimen mental atau eksperimen yang sesunguhnya sampai mereka betul-betul memahami dimensi-dimensi situasi masalah tersebut. Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah Tahap akhir ini meliputi aktifitas yang dimaksudkan untuk membantu siswa menganalisis dan mengevaluasi proses berfikir mereka sendiri dan disamping itu juga keterampilan penyelidikan dan keterampilan intelektual yang mereka gunakan.tim studi kecil adalah inti teknik penyelidikan yang berbeda.

silabus. Guru sebagai Motivator Peran guru sebagai motivator ini penting dalam rangka meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar siswa. 3. Guru sebagai Pengarah Guru sebagai pengarah atau director Guru dalam hal ini harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan belajar yang di cita-citakan 5. Guru sebagai organisator Guru sebagai organisator. Guru sebagai pelaksana cara mengajar informatif. laboratorium. serta menyangkut esensi pekerjaan mendidik yang membutuhkan kemahiran sosial. Guru sebagai Inisiator Guru di sini sebagai pencetus ide-ide dalam proses belajar 6. Guru sebagai fasilitator Guru memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar mengajar. 7. studi lapangan.ini dimaksudkan agar bahan tersebut mudah dipahami oleh siswa. menyangkut performance dalam arti personalisasi dan sosialisasi diri. 4. dan lain-lain. work shop. jadwal pelajaran. pengolah kegiatan akademik. Komponen-komponen yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar diorganisasikan sedemikian rupa sehingga dapat mencapai efektifitas dan efisiensi dalam belajar pada diri siswa. dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum. . 2. Guru sebagai Transmitter Trasmitter guru bertindak selaku penyebar kebijaksanaan pendidikan dan Pengetahuan.

. 8.sehingga interaksi antara guru dengan siswa dapat berlangsung secara efektif. Guru Sebagai Mediator Guru berperan sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa dan penyedia media. serta menunjukkan bagaimana memakai dan mengorganisasikan penggunaan media. Guru Sebagai Evaluator Guru memiliki otoritas untuk menilai prestasi siswa dalam bidang akademis maupun tingkah laku sosialnya sehingga dapat menentukan bagaimana siswanya berhasil atau tidak. 9.

00-08.15 Siklus I II Pengamat Selandjari.BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. II I. Subjek Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Tindakan Kelas untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dilaksanakan pada siswa kelas III SDN Barurejo II kecamatan Sambeng kabupaten Lamongan.Pd Sumirah .II Waktu 07. S. S.15 07. Jadawal pelaksanaan palajaran untuk setiap mata palajaran adalah sebagai berikut : Hari / Tgl No 1 Senin 2 10 Maret 2008 Kamis 13 Maret 2008 Jam I.Pd Sumirah Selandjari.00-08.

Pelaksanan Perbaikan Pembelajaran a. Dengan penerapan strategi team quis yang ditrerapkan oleh guru terlihat perubahan yang sangat baik. Mempersiapkan lembar instrument pengumpulan data : . pemecahan masalah. manganalisis masalah. 7. tindakan yang diambil dan mencari alternatif. B. Dengan adanya peningkatan dari nilai yang diperoleh oleh siswa dengan rata – rata kelas menjadi naik. Mempersiapkan segala sesuatu yang digunakan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Deskripsi Persiklus Dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam II siklus dengan daur setiap siklusnya sebagai berikut 1. teman sejawat dan supervisor terhadap hasil belajar siswa. Perencanaan Pada perencanaan siklus I diawali dengan refleksi oleh penulis. Berdasarkan hasil tersebut penulis melakukan hal – hal sebagai berikut : 6. Membuat Rencana Perbaikan ( RPP ) pada siklus I yang difokuskan pada perbaikan serta tindakan yang diambil untuk mengatasi masalah pembelajaran dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Mempersiapkan Lembar Kerja Siswa yang digunakan oleh siswa yang memuat tugas yang perlu disiapkan oleh siswa 9.Proses pelaksanaan siklus I dan siklus II peneliti dibantu oleh teman sejawat pada saat proses pembelajaran berlangsung pengamat berada di dalam kelas mengamati dengan tujuan untuk mengetahui proses pembelajaran yang telah direncanakan sebelumnya.

Pelaksanaan Pada pelaksanan siklus I penulis dibantu oleh teman sejawat berdasarkan diskusi serta saran yang diberikan oleh supervisor melaksanakan sekenario pembelajaran seperti yang direncanakan didalam Rencana Perbaikan Pembelajaran ( RPP I ). b.• Mempersiapkan lembar instruman observasi siswa dan guru selama mengerjakan lembar kerja siswa dan diskusi dalam kelas • • Mempersiapkan lembar penilaian siswa Mempersiapkan lembar evaluasi untuk menilai tingkat ketuntasan belajar siswa 10. serta memberikan gambaran situasi masalah untuk dianalisis siswa. 4. dengan langkah – langkah sebagai berikut : 1. Guru memberikan uraian masalah untuk dianalisis oleh siswa dan dicari solusi pemecahannya. masing – masing kelompok beranggotakan lima anak. Selasai menganalisis siswa diminta menghantikan segala aktifiatsnya untuk . Merencanakan kriteria penilaian keberhasilan / perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila : • Jika 80% siswa memperoleh nilai 80 – 100 dari seluruh soal yang dikerjakan dengan menggunakan media gambar. 2. memberikan sedikit gambaran tentang materi yang akan dipelajari. Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok. Guru mengadakan apersepsi. 3. • Ketuntasan belajar jika 80 % siwa memperole nilai minimal diatas 70 atau nilai dari 80 % siswa > 70.

3. difokuskan pada kemampuan siswa dalam menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti 7. 5. Pelaksanaan  Kelanjutan dari tindakan sebelumnya. Pengamatan terhadap Peneliti Peneliti telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sekenario yang telah direncanakan c. Perencanaan 1. Pengamatan terhadap objek peneliti Pada saat pembelajaran berlangsung semua siswa memperhatikan dengan materi yang disampaikan oleh guru dan sudah terbiasa .  Pada pelaksanaan ini siswa dapat mengembangkan konsep tentang menggunakan uang dengan mengaitkan pada masalah dalam kehidupan sehari – hari. Menilai hasil pekerjaan kelompok dan individu c. Menyimpulkan jawaban dari masing – masing kelompok 6.kemudian guru mengadakan silang pendapat antar kelompok untuk mencari solusi pemecahan masalah bersama berdasarkan pendapat masing – masing kelompok. Hasil Pelaksanaan a. Peneliti menyiapkan perencanaan tindakan II tentang kemampuan menggunakan uang sesuai kebutuhan dilengkapi dengan soal post test berupa tugas – tugas yang berhubungan dengan manfaat uang 2.

Refleksi pelaksanaan Penerapan pembelajaran dengan strategis team quis menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam mengenal dan menentukan pecahan sederhana dari tiap siklusnya. refleksi merupaka kegiatan yang dilakukan . Refleksi Dalam refleksi penulis bersama dengan teman sejawat melakukan aktifitas terhadap hasil – hasil yang yang telah dicapai. Pengumpulan data Tahap pengumpulan data yang dilaksanakan oleh peneliti dengan teman sejawat sebagai pengamat selama proses perbaikan pembelajaran. Data tentang instrument hasil belajar b. d. e.pembelajaran yang telah diterapkan oleh peneliti dengan menerapkan strategi team quis dengan pengajaran berdasarkan masalah c. Data observasi Guru dan Siswa c. Data tingkat ketuntasan siswa. hasil dari refleksi ini selajutnya akan digunakan penulis untuk dasar bagi upaya parbaikan pembelajaran pada siklus II. Pada pelaksanaan siklus II siswa nampak sudah paham dengan materi yang disampaikan tentang pecahan sederhana. Data – data yang dikumpulkan oleh peneliti adalah sebagai berikut : a. Data dikumpulkan menggunakan lembar evaluasi post test. Data kemampuan siswa dalam penguasaan materinya d. disini penulis sekaligus sebagai guru kelas III.

Untuk mengatasi kekurangan pada siklus I penelitian pada silus II membuat rencana pembelajaran sama seperti siklus partama dengan menggunakan media gambar dengan harapan siswa akan lebih memperhatikan materi yang akan disampaikan. data respon siswa tehadap madia gambar yang digunakan. Belum berhasilnya pada siklus I dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya kurang responsive terhadap materi yang disampaikan oleh guru di depan kelas serta kurang aktifnya siswa dalam mengerjakan soal disamping itu banyak siswa yang memiliki nilai dibawah rata – rata. Perubahan hanya pada evaluasi dan media yang digunakan 2.Secara keseluruhan. dan analisis untuk menarik kesimpulan secara kuantitatif maupun kualitatif. Hasil refleksi ini selanjutnya penulis bersama teman sejawat sebagai dasar bagi upaya parbaikan pada siklus II 2. Pelaksanaa perbaikan siklus II a.oleh peneliti dan teman sejawat melalui : pengumpulan data. Membuat Rencana Perbaikan ( RPP ) pada siklus II yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran pada siklus II pada dasarnya sama dengan siklus I. Menerapkan strategis team quis pada pembelajaran Ilmu . perencanaan perbaikan pembelajaran pada siklus II mencakup hal – hal sebagai berikut : 1. hasil evaluasi terhadap pembelajaran. Perencanaan Rencana perbaikan pada siklus II di buat karena pada tahap siklus pertama belum memperoleh hasil yang baik.

Mempersiapkan lembar evaluasi untuk menilai tingkat ketuntasan belajar siswa 5. Guru mengadakan apersepsi. Mempersiapkan lembar penilaian siswa c. Mempersiapkan Lembar Kerja Siswa yang digunakan oleh siswa yang memuat tugas yang perlu disiapakan oleh siswa 4. Pelaksanaan Pada pelaksanan siklus II penulis dibantu oleh teman sejawat berdasarkan diskusi serta saran yang diberikan oleh supervisor melaksanakan sekenario pembelajaran seperti yang direncanakan dengan penerapan strategi taem quis dengan langkah – langkah sebagai berikut : 1. Mempersiapkan lembar instruman observasi siswa dan guru selama mengerjakan lembar kerja siswa dan diskusi dalam kelas b. Mempersiapkan lembar instrument pengumpulan data : a. serta memberikan gambaran situasi .Pengetahuan Sosial pokok bahasan Kemampuan menggunakan uang sesuai kebutuhan. • Ketuntasan belajar jika 80 % siwa memperole nilai minimal diatas 70 atau nilai dari 80 % siswa > 70. b. Merencanakan kriteria penilaian keberhasilan / perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila : • Jika 80% siswa memperoleh nilai 80 – 100 dari seluruh soal yang dikerjakan dengan menggunakan media gambar. 3. memberikan sedikit gambaran tentang materi yang akan dipelajari.

Data tingkat ketuntasan siswa. Data dikumpulkan menggunakan lembar . Data aktifitas pembelajaran. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti 7. 5. Menilai hasil pekerjaan kelompok dan individu d. 4. b. disini penulis sekaligus sebagai guru kelas III. Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok. Data kemampuan siswa dalam penguasaan materinya d. masing – masing kelompok beranggotakan lima anak dengan menerapkan strategi team quis dengan pengajaran berdasrkan masalah. Data tentang kelayaan media gambar yang digunakan dalam penbelajaran matematika kelas III. Guru memberikan uraian masalah untuk dianalisis oleh siswa dan dicari solusi pemecahannya. c. Menyimpulkan jawaban dari masing – masing kelompok 6. 2. 3. Selasai menganalisis siswa diminta menghantikan segala aktifiatsnya untuk kemudian guru mengadakan silang pendapat antar kelompok untuk mencari solusi pemecahan masalah bersama berdasarkan pendapat masing – masing kelompo. Data – data yang dikumpulkan oleh peneliti adalah sebagai berikut : a.masalah untuk dianalisis siswa. Pengumpulan data Tahap pengumpulan data yang dilaksanakan oleh peneliti dengan teman sejawat sebagai pengamat selama proses perbaikan pembelajaran.

evaluasi post test. Refleksi Dalam refleksi penulis bersama dengan teman sejawat melakukan aktifitas terhadap hasil – hasil yang yang telah dicapai. . e. hasil evaluasi dan hasil akhir perbaikan Hasil refleksi ini selanjutnya penulis bersama teman sejawat gunakan sebagai dasar penyusunan RPP untuk Ujian PKP. kendala dan dampak perbaikan pembelajaran terhadap guru dan siswa pada siklus II Refleksi dilakukan berdasarkan data yang diperoleh penulis bersama teman sejawat melalui : catatan – catatan hasil observasi.

Hasil Perbaikan Pada siklus 1 Hasil observasi pada siklus 1 diperoleh data sebagai berikut Tabel 1. Deskripsi Per Siklus Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dengan menerapkan strategi tean quis diperoleh hasil sebagai berikut : 1.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Aktifitas Guru sebelum penerapan strategi team quis No 1 2 3 4 5 Kegiatan yang diamati Mengadakan apersepsi sebelum memulai pelajaran Kesesuaian dalam menyampaikan materi Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya Mengadakan evaluasi setelah materi disampaikan Penguasaan atau pengelolaan kelas Skor 4 2 3 2 3 Keterangan Kurang optimal Kurang optimal Kurang optimal Kurang optimal Kurang optimal Tabel 1. Aktifitas siswa sebelum penerapan strategis team quis No 1 2 Kegiatan yang diamati Mendengarkan penjelasan disampaikan oleh guru Melakukan diskusi kelompok yang Skor 1 2 Keterangan Kurang optimal Kurang optimal . aktifitas guru selama proses pembelajaran Tabel 2.

Penilaian tes hasil belajar siswa sebelum penerapan Strategi team quis No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Nama siswa Nilai Keterangan Rikcy Bakti Pranata 75 B Ajeng Wahyuning Safitri 50 TB Mochamad Qoharudin Thoha 80 B Mochamad Husril Amriza’atu 75 B Mochamad Nurarif Saiful Habibi 60 TB Monicha Hana 65 TB Novia Indriati 60 TB Umi Nur Aini Amanatu Rofiah 55 TB Wahyu Dwi Jati 90 B Soviana Septi Ayuni 55 TB Dintya Dewi Maharani 85 B Clarisca Sindi 75 B Catur Styo E 60 TB Bagas Febrian 65 TB Varadila Putri Habsari 64 TB Syalsa Kusuma Tungga dewi 60 TB Riswanda Achmad 78 B Riska Ismi Putri pakpahan 50 TB Aji Qhinando 85 B Lutfi Dimas Amanda 63 TB Evi Wahyuni 60 TB Resa Efendi 65 TB Tabel 3. aktifitas siswa selama proses belajar mengajar Tabel 3. presentase keberhasilan siswa dapat diketahui sebagai .) = Tidak masuk / tidak mengikuti tes Kriteria penilaian ketuntasan minimal > 70 Berdasarkan data diatas. Penilaian siswa selama proses belajar mengajar Keterangan : B = Berhasil TB = Tidak Berhasil ( .3 4 5 Menjawab soal kelompok dan bekerja 1 Kurang optimal sama Menjawab soal individu yang tealh 2 Kurang optimal diberikan Mengumpulkan soal dan jawaban 3 Baik Tabel 2.

Hasil Perbaikan Pada siklus 1I Hasil observasi pada siklus 1I diperoleh data sebagai berikut Tabel 4. aktifitas guru selama proses pembelajaran Tabel 5. Aktifitas Guru dengan penerapan strategi team quis No 1 2 3 4 5 Kegiatan yang diamati Mengadakan apersepsi sebelum memulai pelajaran Kesesuaian dalam menyampaikan materi Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya Mengadakan evaluasi setelah materi setelah disampaikan Penguasaan atau pengelolaan kelas Skor 4 4 4 4 3 Keterangan Baik sekali Baik sekali Baik sekali Baik sekali Baik Tabel 4. Aktifitas siswa dengan penerapan strategis team quis No 1 2 3 Kegiatan yang diamati Mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh guru Melakukan diskusi kelompok Menjawab soal kelompok dan bekerja sama Skor 4 3 4 Keterangan Baik sekali Baik Baik sekali .berikut : P = F/N X 100 % P = Presentase nilai siswa F = Frekwensi nilai siswa diatas 70 N = Jumlah siswa P = 6 / 22 X 100 % P = 27 % 2.

Penilaian tes hasil belajar siswa dengan penerapan Strategi team quis No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Nama siswa Nilai Keterangan Rikcy Bakti Pranata 75 B Ajeng Wahyuning Safitri 65 TB Mochamad Qoharudin Thoha 80 B Mochamad Husril Amriza’atu 85 B Mochamad Nurarif Saiful Habibi 60 TB Monicha Hana 85 B Novia Indriati 65 TB Umi Nur Aini Amanatu Rofiah 75 B Wahyu Dwi Jati 80 B Soviana Septi Ayuni 60 TB Dintya Dewi Maharani 85 B Clarisca Sindi 75 B Catur Styo E 90 B Bagas Febrian 75 B Varadila Putri Habsari 75 B Syalsa Kusuma Tungga dewi 80 B Riswanda Achmad 78 B Riska Ismi Putri pakpahan 90 B Aji Qhinando 85 B Lutfi Dimas Amanda 75 B Evi Wahyuni 85 B Resa Efendi 75 B Tabel 6. presentase keberhasilan siswa dapat diketahui sebagai berikut : . Penilaian siswa kerja kelompok selama proses belajar mengajar Keterangan : B = Berhasil TB = Tidak Berhasil ( .4 5 Menjawab soal individu yang tealh 3 Baik diberikan Mengumpulkan soal dan jawaban 4 Baik sekali Tabel 5. aktifitas siswa selama proses belajar mengajar Tabel 6.) = Tidak masuk / tidak mengikuti tes Kriteria penilaian ketuntasan minimal > 70 Berdasarkan data diatas.

Pada saat berdiskusi dengan teman. Hasil test belajar siklus I Nilai Yang Dicapai 50 .60 60 .80 Jumlah Siswa 9 6 4 Keterangan Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas . skor ini di dapat pada kondisi awal pelajaran guru tidak menyampaikan materi dengan baik sehingga sulit dimengerti siswa. PEMBAHASAN SIKLUS I Berdasarkan hasil pemngamatan yang dilakukan oleh teman sejawat.70 70 . aktifitas guru dalam proses belajar mengajar IPS di kelas III sebelum penerapan strategi team quis pada poin pertama mengadakan apersepsi sebelum memulai pelajaran guru mendaapt skor 2 dengan kualifikasi kurang baik. Yang dilakukan guru pada siklus berikutnya adalah berusaha memotifasi siswa dan membimbing siswa agar dapat mengungkapkan ide atau gagasannya. sebagian siswa masih kesulitan terutama untuk mencapai kesepakatan.P = F/N X 100 % P = Presentase nilai siswa F = Frekwensi nilai siswa diatas 70 N = Jumlah siswa P = 18 / 22 X 100 % P = 81 % B. pada siklus berikutnya guru harus lebih mengintensifkan bimbingan pada siswa.

SIKLUS II Dari hasil analisis siklus II dapat dilihat bahea guru sudah melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik.90 90 . mulai dari membimbing siswa dalam melakukan pengamatan dan menulis hasilnya si lembar kerja siswa. Pada saat orientasi guru sudah membimbing siswa menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan pokok bahasan sehingga siswa tidak mengalami esulitan dalam mengikuti pembelajaran berikutnya. guru sudah membimbing siswa dengan baik. Pada saat pembelajaran guru guru juga sudah memberi kesempatan siswa untuk bertanya dan memberikan waktu kepda siswa untuk berpikir dan menganalisis tentang materi yang dipelajari.80 . kegiatan ini terlaksana dengan baik dan siswa tidak banyakmengalami kesulitan. Hasil keberhasilan test belajar menunjukkan bahwa rata-rata nilai yang dicapi siswa sebelum penerapan stretegi team quis pada mata pelajaran .100 3 Tuntas Hasil keberhasilan test belajar menunjukkan bahwa rata-rata nilai yang dicapi siswa sebelum penerapan stretegi team quis pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial adalah 27 % atau 6 Siswa yang Tuntas belajar dari keseluruhan siswa yang berjumlah 22 siswa sedangkan 16 siswa lainnya belum tuntas belajar. dam siswa diperkenankan brtanya apabila mengalami kesulitan dalam memahami materi. Pada saat diskusi.

60 60 . .70 70 .100 Jumlah Siswa 4 11 7 Keterangan Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa semakin baik.90 90 .Ilmu Pengetahuan Sosial adalah 81 % atau 18 Siswa yang Tuntas belajar dari keseluruhan siswa yang berjumlah 22 siswa sedangkan 4 siswa lainnya belum tuntas belajar. Hasil test belajar siklus II Nilai Yang Dicapai 50 . sehingga peneliti merasa untuk siklus berikutnya sudah tidak perlu dilakukan lagi. namun dalam hal membimbing siswa agar memperoleh hasil belajar yang optimal masih perlu dilakukan.80 80 .

karena dengan strategi team quiz siswa dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. . dengan menerapkan strategi team quiz dengan model pengajaran berdasarkan masalah. silang pendapat antar siswa dengan siswa lainnya dan siswa dengan guru dalam mencari solusi pemecahan masalah masalah. dapat memberikan pengetahuan/ masukan baru bagi siswa. Kesimpulan Berdasarkan hasil kegiatan ilmiah yang dilakukan di SDN Barurejo II Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan. dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. 2. Dengan menerapkan strategi team quiz dapat mengatasi masalah belajar mengatasi masalah belajar siswa (kebosanan).BAB V KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT A. disamping itu berdasarkan angket respon siswa yang diberikan. semua siswa kelas III SDN Barurejo II Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan menyukai pembelajaran dengan menggunakan strategi team quiz. Penerapan strategi team quiz dengan model pengajaran berdasarkan masalah dapat dikatakan berhasil karena telah memenuhi kriteria keberhasilan yang telah dipaparkan dalam bab III yaitu metode kegiatan ilmiah.

2. isu sosial. .B. ikutilah petunjuk dalam prosedur penelitian. dan lain-lain sehingga dalam pemecahan masalahnya siswa meninjau masalah itu dari banyak mata pelajaran. aktual. Agar penerapan strategi team quiz dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Tindak lanjut Berdasarkan uraian hasil kesimpulan diatas maka peneliti dapat memberikan tindak lanjut sebagai berikut : Bagi Guru/Pengajar 1. Sajikan permasalahan yang akan diselidiki senyata mungkin.

2006. Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. 2005. 2007. Pendidkan IPS. Jakarta: PT Asdi Mahasatya. Syaiful dan Aswan. Oemar. Prosedur Penelitian. Ibrahim. 2000.1996. Strategi Belajar Mengajar. Suharsimi. Surabaya: Insan Cendikiawan. 2002. 1992. Sudijono. Nana. 2003. Hisyam dkk. Sudjana. Surabaya: University Press. Yogyakarta: Center For Teaching Staff Development. Bandung: Mandar Maju. . Pengajaran Berdasarkan Masalah. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Zaini. Jakarta: Rineka Cipta. Suhanadji dan Waspodo Tjipto Subroto.Daftar Pustaka Bahri. Hamalik. Muslimin dan Muhamad Nur. Pengantar Statistik Pendidikan. Anas. Strategi Pembelajaran Aktif. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa. Ari Kunto. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Pebruari 2008 Teman sejawat Mahasiswa SUMIRAH NIP 130 329 316 IKHWAN WAHYUDI NIM 812142857 . yang merupakan tugas mata kuliah PDGK 4904 Pemantapan Kemampuan Profesional ( PKP ) Demikian pernyataan ini di buat untuk digunakan sebagai mana mestinya Sambeng.SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NIM UPBJJ-UT : Ikhwan Wahyudi : 812142857 : Surabaya Menyatakan Nama Tempat Mengajar Guru Kelas : : Sumirah : SDN Barurejo II : Guru kelas enam Adalah teman sejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran.

PGSD : SDN Barurejo II : Jl. Pebruari 2008 Mengetahui Kepala Sekolah Teman Sejawat Demikian agar surat pernyataan ini dapat digunakan sebagai mana mestinya. Lamongan : Jl. . Desa Barurejo : Agama Islam : - Menyatakan bersedia sebagai teman sejawat untuk mendampingi dalam pelaksanan PKP tas nama : Nama NIM Program Study Tempat mengajar Alamat sekolah Telepon : Ikhwan Wahyudi : 812142857 : SI. Kepala UPBJJ Surabaya DI SURABAYA Yang bertanda tangan di bawah ini. Raya Sambeng – Mantub Dsn. Tlatah Wetan. Raya Sambeng – Mantub Dsn. Desa Barurejo : Sambeng. Tlatah Wetan. menerangkan bahwa : Nama NIP Temapt Mengajar Alamat Sekolah Guru Kelas Telepon : Sumirah : 130 329 316 : SDN Barurejo II Sambeng.Forman kesediaan sebagi teman sejawat dalam penyelenggaraan PKP Kepada.

Pd NIP 130 424 731 IKHWAN WAHYUDI NIM 812142857 .SELANDJARI. S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful