P. 1
IzI Proposal Kunjungan Industri SMK N 1 Metro 2008

IzI Proposal Kunjungan Industri SMK N 1 Metro 2008

|Views: 7,893|Likes:
Published by DNS
isi proposal kunjungan industri
isi proposal kunjungan industri

More info:

Published by: DNS on Oct 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. KUNJUNGAN INDUSTRI Kunjungan Industri (KI) merupakan salah satu program yang telah ditetapkan oleh SMK Negeri 1 Metro guna menyiapkan para siswa dan siswinya mengenal lebih jauh tentang Dunia Usaha(DU) pada umumnya dan Dunia Usaha kerja diluar lapangan pada khususnya. Kunjungan Industri merupakan salah satu kegiatan pendidikan yang di lakukan dengan mengunjungai objek-objek perusahaan menengah dan internasional. Selain itu kunjungan industri juga mengunjungi tempattempat bersejarah. B. LATAR BELAKANG DAN DASAR Latar belakang dari pelaksanaan Kunjungan Industri (KI) adalah kurikulum sekolah menengah kejuruan tahun 1994. dalam kurikulum tersebut di jelaskan bahwa tujuan sekolah menengah kejuruan adalah: 1. Mempersiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja dengan mengembangkan sikap propesionalisme. 2. Mempersiapkan siswa untuk mampu memilih karier, maupun kompetensi dan mengembangkan diri untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. 3. Agar tamatan sekolah menengah kejuruan mampu mengisi kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri. 4. Agar tamtan sekolah menengah kejuruan mampu menjadi warga Negara yang prokuktif dan mampu berkembang kreatif dan tidak vakum dalam kehidupanya. Berdasarkah hal-hal tersebut diatas, maka dirasakah bahwa pendidikan yang di peroleh di bangku sekolah ialah materi semata, maka jika hanya mengandalkan ilmu yang di peroleh di bangku sekolah, maka pengetahuan dan ketrampilan siswa akan terbatas. Untuk mengatasi hal

1

tersebut, maka siswa di ajak untuk mengamati proses produksi maupun administrasi pemasaran yang di lakukan oleh suatu perusahaan yang di kunjungi. C. TUJUAN KUNJUNGAN INDUSTI Kunjungan Industri di laksanakan dengan maksud agar para siswa mengetahui paham temntang system produksi, system pemasaran, admiinistrasi, system akuntansi, serta segala sesuatu yang terjadi di suatu perusahaan melalui pengamatan secara langsung. Dengan demikian para siswa dapat mengetahui, memahami, dan mengkaji seperti apakah dunia industri itu sebenarnya. Dengan demikian maka para siswa diharap dapat membandingkanya dengan ilmu pengetahuan yang selama ini di dapatkan di bangku sekolah. Dengan diadakannya kegiatan kunjungan industri ini maka di harapkan para siswa dapat menambah cakrawala tentang dunia indutrinya. Diharapkan pula para siswa dapat menjadikan sebagai pemicu semangat agar dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan diri sehingga dapat bersaing dalam kehidupan ini. D. PESERTA KUNJUNGAN INDUSTRI a. Peserta Pesrta Kunjungan Industri adalah siswa/siswi kelas III SMK Negeri 1 Metro tahun pelajaran 2008/2009 sejumlah 230 siswa dan 22 orang pembimbing. Adapun siswa-siswi tersebut terdiri dari : A. Program keahlian Akuntansi sebanyak B. Program keahlian Sekretaris sebanyak C. Program keahlian Penjualan sebanyak Jumlah 69 orang 41 orang 89 orang 230 orang

D. Program keahlian Akomodasi Perhotelan sebanyak 31 orang

2

b. Dana. Dana kunjungan industri di peroleh dari tabungan yang di kumpulkan para siswa yang di mulai dari kelas satu. E. WAKTU DAN TEMPAT Sasaran Objek Kunjungan Industri berdasarkan hasil musyawarah antara perwakilan siswa dengan panitia kunjungan industri dan beberapa orang guru pada tanggal 27 januari 2008 dan tanggal 24 Februari 2008 penetapan Kunjungan Industri Tahun 2008/2009 adalah ke daerah Jawa Tengah Solo, Yogyakarta, Bandung, dan sekitarnya. Adapun tempattempat yang akan di kunjungi adalah Dunia Kerja dan Dunia Industri (DI/DU) barang dan jasa yang telah di rencanakan dan dipilih. Sedangkan waktu kunjungan industri mulai tanggal 26 sampai dengan 31 Juli 2008 dengan menggunakan sarana transportasi Bus Tampia AC.

Jadwal Kegiatan Kunjungan Industri
Sabtu, 26 Juli 2008

Waktu
Pk 08.00 WIB Pk 12.00 WIB Pk 19.00 WIB Pk 20.00 WIB Jogja Rombongan makan siang

Keterangan
Rombongan berangkat/out dari tempat penjemputan menuju

Rombongan makan malam Rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jogja Minggu, 27 Juli 2008

Waktu
Pk 06.00 WIB Pk 07.00 WIB Pk 09.00 WIB Pk 10.00 WIB Pk 12.00 WIB Pk 13.00 WIB Rombongan makan pagi

Keterangan
Rombongan diperkirakan tiba di jogja, transit untuk beres-beres Rombongan langsung menuju ke pantai parangtritis. Rombongan diperkiran tiba dipantai parangtritis. Rombongan makan siang Rombongan melanjutkan perjalanan menuju candi prambanan

3

Pk 14.00 WIB Pk 16.00 WIB Pk 19.00 WIB Pk 20.00 WIB

Rombongan di perkirakan tiba di candi prambanan Rombongan out dari candi prambanan dilanjutkan menuju ke penginapan/hotel untuk chekin Rombongan makan malam Rombongan istirahat / acara bebas

Senin, 28 Juli 2008

Waktu
Pk 07.00 WIB Pk 08.00 WIB Pk 10.00 WIB Pk 13.00 WIB Pk 13.30 WIB Pk 15.30 WIB Pk 17.00 WIB Pk 19.00 WIB Pk 20.00 WIB Rombongan makan pagi

Keterangan
Rombongan menuju ke sritex di solo Rombongan diperkirakan tiba di sritex Rombongan out dari sritex dilanjutkan makan siang Rombongan kembali ke jogjamenuju ke malioboro Rombongan di perkirakan di malioboro Rombongan out dari malioboro menuju penginapan hotel Rombongan makan malam Rombongan istirahat acara bebas

Selasa, 29 Juli 2008

Waktu
Pk 07.00WIB Pk 08.00 WIB

Keterangan
Rombongan makan pagi dilanjutkan checkout hotel Rombongan menuju kunjungan ke: A. Akuntansi menuju ke Mirota B. Penjualan menuju ke Tom’s Silver C. Sekretsris menuju ke Kator Arsip D. Perhotelan menuju ke Perhotelan

Pk 09.00 WIB Pk 12.00 WIB Pk 12.30 WIB Pk 14.30 WIB

Rombongan di perkirakan tiba di tempat kunjungan Rombangan out dari tempat kunjungan dilanjutkan makan siang Rombongan menuju ke candi borobudur Rombongan diperkirakan tiba di candi borobudur

4

Pk 17.00 WIB Pk 19.00 WIB Pk 20.00 WIB

Rombongan cek out dari Candi Borobudur kmudian menuju Bandung Rombongan makan malam Rombongan melanjutka perjalan menuju Bandung

Rabu,30 Juli 2008

Waktu
Pk 05.00 WIB Pk 07.00 WIB Pk 08.00 WIB Pk 10.00 WIB Pk 12.00 WIB Pk 12.30 WIB Pk 16.00 WIB Pk 18.00 WIB Rombongan makan pagi

Keterangan
Rombongan diperkirakan tiba di Bandung Rombongan menuju ke tempat kunjungan Rombongan out dari tempat kunjungan menuju ke Cibaduyut / Ciamples Rombongan makan siang Rombongan menuju puncak Rombongan diperkirakan tiba dipuncak Rombongan out dari puncak dan melanjutkan perjalanan menuju kota asal tempat penjemputan (Lampung)

Kamis, 31 Juli 2008

Waktu
Pk 06.00 WIB (Lampung)

Keterangan
Rombongan diperkirakan tiba di kota asal tempat penjemputan

BAB II KUNJUNGAN PT. SRI REJEKI ISMAN TEKSTIL (SRITEX)

5

A. SEJARAH BERDIRINYA PERUSAHAN SRITEX berdiri pada tahun 1987 di daerah Solo dan masih merupakan perusahan Tekxtil yang kecil dan dengan peralatan yang masih sederhana. Proses produksinya masih bersifat tradisional. Pada saat itu luas perusahaan masih sempit kurang lebih 3500 meter persegi. dan baru memiliki satu unit mesin Finishing (mesin peyempurna kain). Pendiri perusahaan ini adalah Bapak Lukminto. Beliau adalah WNI keturunan Cina. Pada tanggal 11 Maret 1993 beliau telah memeluk agama Islam dan pada tahun 1994 beliau telah melaksanankan ibadah haji ke tanah suci Mekkah. Alasan beliau mendirikan perusahaan Textile di Solo adalah karena pada saat itu semua pabrik tenun yang ada di Solo jika hendak mengambil bahan baku maka harus mengambilnya di daerah Bandung dan tentuya akan membutuhkan waktu yang cukup lama, banyak biaya, sehingga akan memperbesar harga pokok textile itu sendiri. Pada tahun 1993 pemerintah daerah Solo tidak mengijinkan lagi pendirian perusahaan di daerah itu karena daerah tersebut penduduknya sudah semakin padat dan dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas perekonomian dan keadaan penduduk daerah tersebut. Akhirnya bapak Lukminto harus memindahkan perusahaannya ke suatu daerah dekat Solo. Dia bertekad mendirikan perusaan textile yang lebih maju dan modern, dan akhirnya beliau mencari tempat untuk itu dan pada 1994 beliau memindahkan perusahaan ke Desa Sukoharjo. Pada saat itu luas perusahaannya baru kurang lebih 5.500 meter persegi dan jumlah karyawannya 2000 orang. B. PERALATAN/MESIN UNTUK PRODUKSI Pada tahun 1989 PT Sritex menambah satu unit mesin baru dan lebih modern. PT Sritex menggunakan peralatan-peralatan yang modern seperti mesin pemintal, mesin Pertenunan, mesin Printing, dan mesin Garment. 1. Mesin Pemintal

6

Jumlah mesin pemintl pada perusahaan ini berjumlah 3 unit. Mesin ini berfungsi untuk memproses bahan baku kapas menjadi benang. Kapasitas produksi mesin ini sekitar 6500 Balt perbulan (1 balt = 400lbs). 2. Mesin Pertenun Mesin berjumlah 5 unit . mesin ini berfungsi sebagai alat untuk memproses benang menjadi kain dan 2 mesin digunakan untuk memproduksi kain jet dan jeans. Kapasitas Produksi mesin ini kurang lebih 7,5 juta meter perbulan. 3. Mesin Finishing Pada perusahaan textile ini jumlah mesin finishing berjumlah 3 unit. Mesin ini berfungasi untuk memproses penyempurnaan kain. 4. Mesin Printing Mesin berjumlah 3 unit. Mesin ini berfungsi untuk memberi corak atau motif. 5. Mesin Garment Jumlah mesin Garment pada perusahaan ini berjumlah 2 unit. Mesin ini berfungsi untuk mempriduksi pakaian jadi dengan menggunakan 2900 mesin jahit. C. SUMBER DAYA MANUSIA PT SRITEX memiliki 100Ha lahan dan mempunyai 13.500 karyawan yang kebanyak adalah karyawan wanita. Mengenai jam kerja yang di pakai PT Sritex yaitu digolongkan menjadi 3 jam kerja (Shift) yaitu : 1. Pukul 07.00 sampai dengan 14.00 untuk jam kerja pagi (Shift 1) 2. Pukul 14.00 sampai dengan 22.00 untuk jam kerja malam (Shift 2) 3. Pukul 22.00 sampai dengan 07.00 untuk jam kerja malam (Shift 3)

7

Di perusahaan ini telah ada KKB (Kesepakatan Kerja Bersama ) yang berisikan dan kewajiban antara pengusaha dan karyawan. KKB ditanda tangani oleh kepala kantor tenaga kerja setempat. PT SRITEX telah berusaha mengikuti peraturan yang berlaku seperti UMR yaitu Rp 3.400,- perhari dengan 7 jam kerja sesuai dengan ketentuan menteri tenaga kerja. Kesejahteraan karyawan PT Sritex pun telah diusahakan untuk dipenuhi seperti adanya JAMSOSTEK, adanya jatah makan dan diberikan seragam 2 stel pertahun.PT Sritex menyediakan tempat tinggal untuk karyawan dengan membangun rumah tipe RSS (RUMAH SEJAHTERA SRITEX). Dengan demikian PT SRITEX telah membantu dan melaksanakan program pemerintah yaitu telah menguarangi pengangguran dan menambah pendapatan. D. PRODUKSI DAN PEMASARAN PT SRITEX telah menaikkan produksinya untuk ekspor luar negeri yang bersifat nonmigas dan menaikan sandang dalam negeri hasil produksi PT SRITEX ini 9 juta meter kain perbulan dan Garment/pakain jadi dihasilkan 72.000 perbulan. Dari hasil tersebut 70% adalah untuk ekspor luar negeri dan 30% adalah untuk dalam Negeri. Mengenai tujuan ekspor adalah ke seluruh dunia dengan pasar utamanya antara lain Singapura, Malaysia, Dubai, Saudi Arabia, Taiwan, Swedia, Perancis, Yugolavia, dan Jepang. Pemasukan atau penghasilan dari hasil penjualan oleh PT SRITEX adalah mencapai 20 hingga 25 Milyar perbulan. Dengan demikian jelaslah bahwa perusahaan Textile PT SRITEX merupakan perusahaan terbesar di Asia Tenggara

BAB III KUNJUNGAN KE TOM`S SILVER

8

A. SEJARAH BERDIRINYA Tom`s Silver didirikan pada tahun 1983 oleh Bapak Soetomo Sastrodiwarno sebagai generasi ke tiga dibidang kerajinan perak, yang lahir dan dibesarkan dikota Gede sebagai salah satu pusat kerajinan perak di Yoyakarta khususnya dan di Indonesia umumnya. Kerajinan perak dan emas dikota Gede itu sebenarnya sudah lama dirintis oleh generasi-generasi pendahulu sejak abad XIX, tetapi baru tahun 1953 oleh Bapak Soetomo Sasto diwarno didirikan perusahaan kerajinan perak dalam bentuk yang lebih maju. karena didukung oleh pemikiranpemekiran maju yang tingkat intelektualnya jauh lebih tinggi serta wawasan berpikir yang jangkauwannya lebih luas. Inilah cikal bakal suatu perusahan yang kemudian diberi nama Tom`s Silver. Tom`s ialah kependekan dari nama Soetomo dan merupakan nama panggilan sehari-hari bagi bapak Soetomo Sastrodiwarno. Adapun uruta-urutan generasi pengrajin perak sebagai cikal bakal berdirinya perusahaan Tom`s Silver adalah sebagai berikut : Generasi I Generasi II Genaras III Generasi IV Generasi Bp Sastrowirono Bp Sastodiwarno Bp Soetomo Sastodiwarno Ibu Yuni Soetomo Tahun (1880-1930) (1930-1953) (1953-1986) (1986 - Sekarang)

Tom`s Silver didirikan pada 1953 dengan modal dan kemampuan sendiri yang sangat terbatas jumlahnya, tetapi disertai dengan kemampuan yang keras dan keuletan serta semangat membaja oleh pendirinya untuk membina dan mengembangkan perusahaan yang dirintisnya.

9

B. PROSES PRODUKSI 1. Bahan Baku Bahan baku utama adalah Perak murni yang didalam proses pembuatan barang perlu dicampur dengan program lain (tembaga)sehingga menghasilkan logam campuran tadi menjadi lebih keras dan kuat dasri perak murninya. Adapun perbandingan pencampuran tersebut ialah 7,5% Tembaga dan 92,5% Perak murni.untuk mengetahui kadar dalam suatu logam khususnya produk Tom`s Silver dapat dilihat setempel 925 yang berarti 92,5%. Perak kadar 92,5% biasanya disebut Sterling Silver dipergunakan untuk pembuatan barang perhiasan wanita yang berupa Trap-Taran (Filligriee) yaitu perhiasan yang dibuat benang –benang perak. Bahan baku perak dalam bentuk perak murni dapat dibeli di PT Aneka Tambang (Persero), PT Logam Mulia (Persero) sepanjang persedian masih ada. Disamping itu itu juga diperoleh dari pasaran bebas dari penambang-penambang rakyat yang terdapat ditambang mas dan perak di Kotok, Banten Jawa Barat yang proses pemurniannya dilakukan oleh PT Logam Mulia. 2. Processing Pertama perak murni dilebur dan kemudian dicampur dengan tambang, seperti telah dijelaskan diatas. Peleburan perak ini menghasilkan batanganbatangan perak yang bentuk, ukuran, dan tebal tipisnya disesuaikan dengan keperluan barang yang akan dibua,. juga menghasilkan perak dalam bentuk benang untuk pembuatan barang-barang perhiasan wanita. A. Batangan perak tersebut ditempa menggunakan palu untuk dibentuk menjadi suatu barang menurut keperluan, misalnya sendok, garpu, pring, mangkok, dan barang-barang miniature.

10

B. Benang Peraki/Trap-Trapan (Filigree) dibentuk dan diproses sesuai dengan bentuk barang yang akan dibuat seperti kalung, gelang, cicin, bros, dan sebagainya. Setelah barang-barang tersebut dibentuk sesuai dengan keinginan pembeli maka dilanjutkan dengan pemberian hiasan-hisan dan fariasi lainya. Seperti ukiran dan grafer sehingga menambah nilai seni lainya. Proses selnjutnya setelah barang terbentuk yaitu diberikan atau disuling menggunakan cairan atau busa perak, untuk menghsilkan barang yang lebih bagus indah dan mengkilat. Proses terakhir adalah dicelup memekai cairan sona. Selain itu terdapat juga jenis perak yang dinamakan perak Baker proses pembuatanya sama seperti diatas, hanya proses akhirna mengalami pembkaran yang dicampur dengan cairan Prcromax dan Hon2. Untuk menghasilkan barang-barang perak yang menggunakan hiasan ukiran yang lebih nampak jelas dan menonjol. C. PEMASARAN HASIL PRODUKSI Hasi produksi kerajinan perak Tom`s Silver dipasarkan melalui 3 golongan pasar yaitu : 1. Penjualan langsung (Direct Selling) Para pembeli datang langsung kesorum yaitu dijalan Neksigondo 60 Kota Gede Yogyakarta, Indonesia konsumen terdiri dari wisatawan asing maupun domestic yng datang keyogya, baik dengan tujuan wisata studitur, biasanya memberi barang souvenir tetapi ada juga diantara mereka yang membeli secara partai untuk dijual kembali. Untuk golomgan konsumen wisatawan asing perusahaan ini mengadakan kerja sama dangan biro-biro perjalanan/travel baik yang ada didalam negeri maupu diluar negeri. Adapun golongan ini datang dari berbagai Negara yang ada didaratan benua Australia, Amerika, Eropa, Asia dan Afrika. Sedangkan untuk golonag konsumen domestic biasanya datang atas permintaan dan kemauan tinggi.

11

2. Pelaksanaan penjualan dari pesanan (Order) Penjualan ini biasa dikatagorikan sebagai penjualan tidak tetap karena hanya menunggu pesanan pembuatan barang tertentu dengan model dan jenis yang sudah ditentukan oleh pesanan itu sendiri. Permintaan order ini datang dari berbagai kalangan diantaranya swasta, peroranga, dan instansi pemerintah. 3. Ekspor Seperti telah dikemukakan pada motivasi pendirian Tom`s Silver yang bercita-cita bahwa barang kerugian perak bias dipasarkan sampai diluar negeri . Maka sejak tahun 1972 Tom`s Silver telah memulai kegiatan ekspornya kebeberapa Negara seperti Australia, Amerika, Jerman Barat, Nederlan, dan Jepang. Pemasaran ekspor keluar negeri juga disesuaikan dengan permintaan, tetapi ada kalanya permintaan ini terpengaruh oleh perkembangan ekonomi dunia yang terkadang naik dan menurun sehingga akan berakibat pula terdapat ekspor barang khususnya kerajinan perak. Strategi pemasaran yang dijalankan oleh perusahan Tom`s Silver diantaranya ialah : 1. Iklan Kegiatan pemasaran iklan dilaksanakan secara berkala dengan penempatan dan pemilihan media masa yang sangat tepet diantaranya dimajalah –majalah terbitan luar negeri maupun media masa dalam negeri 2. Folder/Pamphlet Sebagai media iklan yang dibuatsendiri untuk dibagikan baik kebiro-biro perjalanan/hotel-hotel maupun langsung kewisatanya. 3. Kerja sama Strategi ini sebenernya hanya bersifat Intern dalam arti ruang lingkup dan keuntungan sangat kurang sekali. Tetapi hal ini tetap merupakan salah satu media promosi bagi perusahaan Tom`s Silver

12

contoh pemasangan sepanduk, pamplet po kegiatan seminar dan acara lainya. Dengan keuletan didukung oleh kemauan serta pemikiran yang maju maka dapat dilihat hasil yang kongkrit dengan adanya pengakuan dari dunia International dengan memproleh ASIA AWARDS 1981 di Singpore, serta MEMBER OF TRADER`S CLUB. D. SUMBER DAYA MANUSIA Pembagian dan spesifikasi kerja yang ada di Tom`s Silver terdiri dari 4 bagian yaitu: 1. Bagian Pemasaran Karyawan bagian pemasaran dengan latar belakang pendidikan mayoritas SLTA dan dikepalai oleh sarjana serta D3 sebagi stafnya, didukung oleh kemampuan dan keahlian berbahasa asing yang aktif dan pasif. 2. Bagian Produksi Untuk bagian produksi khususnya Pressing masalah pendidikan tidak menjadi hal yang pokok, tapi keahlian dan ketermpilan yang dimiliki tapi untuk bagian staf harus didukung oleh pemikiran yang telah maju dan itelektualitas yang tinggi. hal ini diharapkan sebagai motivator dan pemikir-pemikir hasil produksi 3. Bagian Keuangan Bagian ini Tom`s Silver telah menempatkan seorang Accuouting dibantu dengan staf-staf lainya dari disiplin ilmu yang berhubungan dengan keuangan. 4. Bagian personalia Sebagai pengerak dan Pembina Sdm di Tom`s Silver bagian ini merupakan bagian yang bertanggun jawab terhadap pembinaan dan pengaturan kariawan, baik masalah hak maupun kewajiban kariyawan.

13

STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN TOM`S SIVER YOGYAKARTA

DIREKTUR
Konsultan Wakil Direktur Accounting

Manager Personalia

Manager Pemasaran

Manager Penjualan

Manager Keuangan

Manager Produksi

Staf Adm.&Skrt

Staf Pemasaran dan Penjualan

Staf Keuangan

Staf Produksi

Sales Counter Show Room

Karyawan Workshop

E. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI 1. Bidang Sumber Daya Manusia Meskipun kenyataanya masih banyak sekali angkatan muda yang belum banyak mendapatkan lapangan kerja dan kebanyakan mereka ialah sudah memperoleh pendidikan minimum SLTA, tapi pihak perusahaan Tom`s Silver tetap harus memperhitungkan efektifitas dari kegunaan setiap karyawan. Dalam hal ini seluruh karyawan Tom`s Silver dituntut harus bias menguasai salah satu bahasa asing sebagai alat komunikasi khususnya

14

bagian pemasaran yang langsung berhubungan dengan konsumenkonsumen asing. 2. Proses Produksi Permasalahan yang kedua bahwa saat ini semakin sulit dapat merekrut kariawan, merekrut pada bagian produksi karena disamping harus punya keahlian khusus juga harus menghasilkan nilai-nilai seni terhadap hasil produksinya. kenyataan yang ada sampai saat ini masih menggunakan tenaga yang sudah lanjut usia sebagai tenaga ahli yang punya bakat keturunan. Tetapi pihak Tom`s Silver brusaha untuk tetap menjaga kesinambungan dengan mengantisipasi keadaan.seperti halnya Regenerasi bagian proses prduksi dilakukan dengan mengdakan kerja sama dengan lembaga pendidikan yang berkompenten seperti SMK dan isi jurusan Kriya Logam . 3. Pemasaran Produk Seperti telah dikemukakan diatas dalam prosentase pembelian antara konsumen dalam negeri dengan konsumen luar negeri jauh sangat berbeda, menurut analisa yang kami simpulkan bahwa harga barangbarang kerajinan perak pada umumya masih relatip mahal, yang kedua daya beli konsumen dalam negeri umumnya masih relative rendah. Adanya kesenjangan antara mahalnya harga barang-barang kerajinan perak disatu pihak dan rendahnya tingkat pendapatan rakyat pada umumnya dipihak lain menyababkan pemasaran barang-barang kerajinan perak lebih difokuskan pada konsumen barang-barang kerajinan perak diluar negeri pada umumnya datang di Indonesia sebagai wisatawan Manca Negara. Bahwa mengendalikan pemasaran barang-barang kerajinan perak pada wisatawan manca Negara dapat menimbulkan kerawanan-kerawanan.

15

Sebagai contoh misalnya saja kalau hanya bahan baker minyak naik agak menajak, sehingga staf penerbangan terpaksa dinaikan, maka banyak kemungkinan wisatawan yang rencananya akan baerkujung ke Indonesia terpaksa dibatalkan. Disamping faktor-faktor ekonomis, stabilitas politik dan keamanan suatu Negara sangat berpengaruh terhadap arus wisatwan manca Negara.dengan uraian singkat seperti diatas kiranya mudah dipahami bahwa pemasaran barang – barang kerajina perak yang lebih ideal ialah pemasaran yang bertumpu pada konsumen dalam negeri. Dan hal ini dimungkinkan apabila pendapatan rakyat Indonesia pada umumnya sudah banyak meningkat pada tahap pembngunan jangka panjang selanjutnya.

16

BAB IV KESIMPULAN, SARAN DAN PENUTUP

A. Kesimpulan 1. Tom’s Silver ialah perusahaan kerajinan perak di daerah djokjakarta. Di perusahaan itu memuat berbagai perak dan juga menerima pesanan serta kerajinan perak di perusahaan ini di jual ke luar negeri. Dan tidak di jual kedalam mnegeri karena pendapatan konsumen di dalam negeri kurang memadai. 2. PT Sritex merupakan salah satu perusahaan tektil yang terbesar di asia tenggara. Perusahaan ini telah di percaya oleh berbagi Negara di dunia untuk membuat pakaian seragam bagi angkatan bersenjata dan ini merupakan suatu kebanggaan bagi dunia pertextilan Indonesia.

B. Saran 1. Agar semua pengusaha meningkatkan kualitas produk yang di hasilakan sehingga produk tersebut dapat bersaing di pasaran nasional/ internasional. 2. Agar para pengusaha maju mau memperhatiakan lingkungan sekitarnya terutama masalah kesejahteraan masyarakat sekitanya. 3. Agar perusahaan memiliki tenaga kerja yang lebih mempunyai keahlian/kertrampilan sehingga dapat menghasilkan produka yang lebih berkualitas. C. Penutup Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa penyusun telah dapat menyelesaikan tugas dari sekolah secara tertulis. Dengan demikian selesai sudah tugas penysun dalam rangka mengadakan kunjungan industri pada :

17

1. Tom’s Silver 2. PT Sri Rezeki Isma Textile(SRITEX) 3. Tempat-tempat bersejarah -Candi Prambanan -Candi Borobudur Semua perusahaan yang terletak di Kota DJOGJA, SOLO, dan BANDUNG pelaksanaan Kunjungan Industri selama 5 hari. Laporan ini dibuat untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional / Ujian Akhir Sekolah pada Sekolah Menengah Kejuruan Kelompok Bisnis dan Manajemen kususnya SMK Negeri 1 Metro. Didalam penyusunan lapaoran ini penyusun menyadarai masih banyak kekurangan dan kejanggalan. Oleh karena itu mohon saran dan kritik yang sifatnya membangun guna sempurnanya laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca kususnya bagi penyusun.

18

Gallery

19

20

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->