P. 1
Rabies

Rabies

|Views: 532|Likes:
Published by Isan Facri

More info:

Published by: Isan Facri on Oct 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/22/2013

pdf

text

original

Rabies

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Salah satu ciri anjing yang terkena rabies adalah terus-terusan mengeluarkan air liur Rabies adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. [1] Virus rabies ditularkan ke manusia melalu gigitan hewan misalnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. [1] Rabies disebut juga penyakit anjing gila. [
[1]

Sejarah
Rabies bukanlah penyakit baru dalam sejarah perabadan manusia. [4] Catatan tertulis mengenai perilaku anjing yang tiba-tiba menjadi buas ditemukan pada Kode Mesopotamia yang ditulis 4000 tahun lalu serta pada Kode Babilonia Eshunna yang ditulis pada 2300 SM.[4] Democritus pada 500 SM juga menuliskan karakteristik gejala penyakit yang menyerupai rabies.[2] Aristotle, pada 400 SM, menulis di Natural History of Animals edisi 8, bab 22 [5]
.... anjing itu menjadi gila. Hal ini menyebabkan mereka menjadi agresif dan semua binatang yang digigitnya juga mengalami sakit yang sama.

Hippocrates, Plutarch, Xenophon, Epimarcus, Virgil, Horace, dan Ovid adalah orang-orang yang pernah menyinggung karakteristik rabies dalam tulisan-tulisannya. [5] Celsius, seorang dokter di zaman Romawi, mengasosiasikan hidrofobia (ketakutan terhadap air) dengan gigitan anjing, di tahun 100 Masehi. [4] Cardanus, seorang penulis zaman Romawi menjelaskan sifat infeksi yang ada di air liur anjing yang terkena rabies.[5] Pada penulis Romawi zaman itu mendeskripsikan rabies sebagai racun, yang mana adalah kata Latin bagi virus. [5] Pliny dan Ovid adalah orang

Rabies . dan Amerika Latin memiliki tingkat rabies yang masih tinggi [7] Hewan perantara menginfeksi inang yang bisa berupa hewan lain atau manusia melalui gigitan. [10] 12. misalnya kelenjar liur dan masuk ke dalam air liur. [2] Hewan yang terinfeksi bisa mengalami rabies buas/ ganas ataupun rabies jinak/ tenang. rabies bisa ditularkan melalui penghirupan udara yang tercemar virus rabies.[5] Untuk mencegah rabies di masa itu. [2][1] Setelah infeksi.yang pertama menjelaskan penyebab lain dari rabies. [10] Dua pekerja laboratorium telah mengkonfirmasi hal ini setelah mereka terekspos udara yang mengandung virus rabies. [10] Pada tahun 1950. ketika akhirnya Louis Pasteur berhasil mendemonstrasikan penyebaran rabies dengan menumbuhkan jaringan otak yang terinfeksi di tahun 1885 [5] Goldwasser dan Kissling menemukan cara diagnosis rabies secara modern pada tahun 1958. hewan yang terinfeksi tampak galak. dan Amerika Latin. virus akan masuk melalui saraf-saraf menuju ke sumsum tulang belakang dan otak dan bereplikasi di sana. menggigit dan menelan segala macam barang. serta menunjukkan kegalakan [8][9] Meskipun sangat jarang terjadi. [7] Spesies hewan perantara bervariasi pada berbagai letak geografis. yang saat itu disebut cacing lidah anjing (dog tongue worm). rubah merah (Vulpes vulpes) di Eropa. [10] Mereka diduga tertular lewat udara karena tidak ditemukan sama sekali adanya tanda-tanda bekas gigitan kelelawar. Asia. dan anjing di Afrika. permukaan lidah yang diduga mengandung "cacing" dipotong. [5] Anggapan tersebut bertahan sampai abad 19. yaitu dengan teknik antibodi imunofluoresens untuk menemukan antigen rabies pada jaringan. [8][9] Pada rabies jinak/tenang. hewan yang terinfeksi mengalami kelumpuhan lokal atau kelumpuhan total. Texas yang menghirup udara di mana ada jutaan kelelawar hidup di tempat tersebut. dilaporkan dua kasus rabies terjadi pada penjelajah gua di Frio Cave. mengalami kejang dan sulit bernapas. meraung-raung gelisah kemudian menjadi lumpuh dan mati. agresif. [2][1] Infeksi juga dapat terjadi melalui jilatan hewan perantara pada kulit yang terluka. [6] Virus ini hidup pada beberapa jenis hewan yang berperan sebagai perantara penularan. [7] Hewan-hewan yang diketahui dapat menjadi perantara rabies antara lain rakun (Procyon lotor) dan sigung (Memphitis memphitis) di Amerika Utara. Afrika. Asia.[4] [sunting] Penyebab Rabies disebabkan oleh virus rabies yang masuk ke keluarga Rhabdoviridae dan genus Lysavirus. air liur terus menetes. suka bersembunyi di tempat gelap. [8] [9] Pada rabies buas/ ganas. [6] Karakteristik utama virus keluarga Rhabdoviridae adalah hanya memiliki satu utas negatif RNA yang tidak bersegmen. [2] Selanjutnya virus akan berpindah lagi melalui saraf ke jaringan non saraf.

Sebagai panduan tentang rabies. dapat dianggap bahwa gigitan tidak mengandung virus rabies. dan kelelawar penghisap darah. terjadi kira . Rabies sebenarnya merupakan penyakit yang menyerang hewan. 3) Gigitan kucing lebih berbahaya daripada gigitan anjing. timbul gejaia kesemutan di sekitar luka gigitan. Hewan yang terkena dapat menunjukkan tingkah laku agresif ataupun kelumpuhan. seperti hilangnya kesadaran. karena kemungkinan adanya virus pada ludah kucing yang terinfeksi rabies lebih besar (90%) daripada anjing (45%). Gangguan fungsi otak.kira satu minggu kemudian. dapat dipakai teori dari Vaughan sebagai berikut: 1) Jika hewan yang menggigit tidak menunjukkan gejala rabies dalam waktu 5 . kucing. misalnya anjing. Setelah masa inkubasi yang sangat bervariasi.7 hari setelah menggigit. Virus ditularkan pada manusia melalui gigitan binatang yang terinfeksi. gelisah. 2) Tidak semua hewan berpenyakit rabies mengeluarkan virus rabies dalam ludahnya. Pencegahan penyakit pada hewan dilakukan dengan cara vaksinasi Diposkan oleh ISHA Rabies virus Order: Family: Genus: Species: Mononegavirales Rhabdoviridae Lyssavirus Rabies . dari 13 hari sampai 2 tahun (rata-rata 20 .Disebabkan oleh virus rabies. Rabies sering kali menyebabkan kematian.60 hari). dan otot tegang.

gambar virus rabies dilihat dari mikroskop virus rabies .

gambar protein virus rabies .

06/08/2010 by admin Agen Rabies disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus (dari bahasa Yunani Lyssa.gambar potongan virus rabies Etiologi (Karakteristik Agen. Siklus Hidup) Posted Tuesday. Rhabdos. yang berarti mengamuk atau kemarahan) family Rahbdoviridae (dar bahasa Yunani. yang berarti batang). 2002). sturktur kimia dan siklus hidup yang mirip (Wunner. Virus ini mendekati virus species Vesicular stomatitis Virus (VSV) dari genus Vesiculovirus. Keduanya memiliki persamaan morfologi. Klasifikasi Ordo Famili Genus : Mononegavirales : Rhabdoviridae : Lyssavirus Spesies : Rhabdovirus (Virus Rabies) .

Sturktur virus Rabies mirip dengan family Rhabdoviridae yang lain yaitu berbentuk batang seperti peluru (seperti Rhabdoviridae yang lain)dengan ukuran rata-rata 180 nm panjang 75 nm lebar dengan ukuran ukuran spike 10 nm. Phosphoprotein (P). Karakter yang menonjol dari Rhabdovirus ini merupakan virus yang bersusun luas dengan rentang inang yang lebar. lemak (20-26%) dan karbohidrat (3%) yang menyatu menjadi strukutur utama virus ini (Wunner. genom RNA diselimuti oleh Nucleoprotein (N) sedangkan untuk protein penyusun struktur virus lain seperti. dan Amplop yang menutupinya. Didalam RNP. Virus ini merupakan jenis virus uang mematikan. Kapsid melindungi genom dan juga memberikan bentuk pada virus. Matrix Protein (M). Pada bagian tengah struktur tersebut terdapat genom dari virus yang berupa protein RNA yang berbentuk helix yang tunggal. tidak bersegmen dan mempunyai polaritas yang negatif (Wunner. yaitu :Nucleoprtein (N). Protein penyusun sturuktur pada virus Rabies pada utamanya disusun oleh 5 protein:. Phosphoprotein (P) and polymerase (L) merupakan salah satu komponen penyusun yang berhubungan dengan RNP. 2002). 2002). Glycoprotein (G) merupakan protein penyusun permukaan virus yang berbentuk ³spike´ atau duri (berjumlah kurang lebih 400 duri) dari virus ini sedangkan M protein (M) bertanggung jawab sebagai struktur penyusun Amplop dan membungkus RNP. Virus Rabies Penampang Memanjang (a) dan Melintang (b) (a) . Semua virus family Rhabdoviridae (termasuk species Lyssavirus) mempunyai dua komponen utama yaitu inti dari rantai heliks (ribonucleoprotein core (RNP)). Virus ini terdiri dari RNA (2-3%). Glycoprotein (G) dan Polymerase (L). protein (67-74%). 1. Struktur dasar dari Lyssavirus dapat dilihat pada gambar dibawah ini Gambar .

Replikasi dari Lyssavirus diawali oleh menempelnya bagian struktur amplon dari virus kedalam mebran sel dari inang. 2010) Sikus Hidup dan Replikasi Genom Lyssavirus merupakai rantai tunggal. Gambar 2. Berdasarkan hasil squence Genom Lyssavirus terdiri dari 50 nucleotida diikuti oleh gen untuk protein N. M. Proses ini dikenal dengan sebutan adsorpsi. Viral membran kemudian masuk kedalam membran endosome yang kemudian dikuti oleh lepasnya RNP kedalam sitoplasma. P. Berdasarkan hasil squence Genom Lyssavirus terdiri dari 50 nucleotida diikuti oleh gen untuk protein N. Virion kemudian berkumpul atau masuk kedalam vesikel cytoplasmic. Proses ini merupakan hasil dari interaksi protein G dan permukaan sel inang yang spesifik (Division of Viral and Rickettsial Diseases. Virus rabies kemudian . G dan L. tidak bersegmen. antisense. mempunyai RNA dengan ukuran 12 kb. P. Genom virus Rabies Sumber : (Division of Viral and Rickettsial Diseases. Setelah proses adsorpsi. kemudian melakukan proses penetrasi kedalam sel inang dan masuk ke dalam sitoplasma sel dengan pinocytosis (via clathrin-coated pits).(b) Sumber: (Division of Viral and Rickettsial Diseases. G dan L. M. tidak bersegmen. 2010). 2010) Genom Lyssavirus merupakan rantai tunggal. mempunyai RNA dengan ukuran 12 kb. antisense.

Assembli. 8. 3: Uncoating (pengilangan bagian amplop virus). Transkripsi (sintesis mRNAs). 2010) Berikut adalah siklus hidup dari virus Rabies : 1: Adsorpsi (receptors dan virion berinterkasi). 4. 7. 2: Penetrasi (masuknya virus ke dlaam sel inang). Replikasi (produksi genom RNA dari intermediate strand).akan membuat mRNA untuk menjalankan proses replikasinya dengan menggunakan genom dengan mepengaruhi atau menyisipkan dengan proses dalam sel inang dan menginfeksi sel yang lain (Division of Viral and Rickettsial Diseases. 6. 5. Gambar 3. 2010). Prosesing (Gprotein gycosylation). Translasi (Sintesis dari struktur protein). Siklus Hidup Virus Rabies di dalam Sel Inang Sumber : (Division of Viral and Rickettsial Diseases. 9: Budding (keluar virus complete dari sel inang) (Division of Viral and Rickettsial Diseases. Enviro Blogger . 2010).

terjadi kira . dan galur virus. penjilatan hewan. tahan pada suhu 40 C selama beberapa minggu. dan status kekebalan. transplantasi kornea dari donor terinfeksi (de Mattos et al. Perkembangan penyakit tergantung pada lokasi dan kehebatan luka gigitan. Masa inkubasi rabies pada hewan dan manusia sangat bervariasi. Virus rabies menginfeksi hewan dan manusia melalui gigitan hewan pembawa. Mortalitas tertinggi cenderung terjadi pada orang yang tergigit di daerah kepala atau muka (40%-80%). strain dan dosis virus. Akan tetapi. kehebatan luka dan dalamnya gigitan. dapat dipakai teori dari Vaughan sebagai berikut: 1) Jika hewan yang menggigit tidak menunjukkan gejala rabies dalam waktu 5 . virus Rabies (RABV) dikelompokkan dalam Genus Lyssavirus (Mattos et al. konsentrasi virus dalam gigitan. European bat. Duvenhage. dengan replikasi virus sangat eksklusif di neuron (Mattos et al. Rabies sering kali menyebabkan kematian. Setelah masa inkubasi yang sangat bervariasi. yaitu malalui serabut syaraf. Obodhaing. Australian bat. Rabies sebenarnya merupakan penyakit yang menyerang hewan. Gangguan fungsi otak. Pencegahan penyakit pada hewan dilakukan dengan cara vaksinasi. dapat dianggap bahwa gigitan tidak mengandung virus rabies. Virus tidak dapat masuk kedalam tubuh melalui kulit yang sehat.8% rabies pada manusia berasal dari gigitan hewan. 2) tidak semua hewan berpenyakit rabies mengeluarkan virus rabies dalam ludahnya. kucing. mekanisme virus dari tempat gigitan sampai di otak terdapat berbagai pandangan yang masingmasing didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Morfologi virus penyebab rabies berbentuk peluru berukuran 180 x 75 nm. umur. Dari analisis kimiawi virus ini terdiri dari lemak yang mengandung ribonukleoprotein dan akan membentuk sejumlah kecil RNA. spesies hewan pembawa. Bersama-sama dengan virus Lagos bat. dan otot tegang. Masa inkubasi tergantung pada jarak relatif gigitan dengan system syaraf pusat. seperti hilangnya kesadaran. mortalitas menengah pada mereka yang digigit di tangan (15%-40%).7 hari setelah menggigit. dari sangat cepat (1 minggu) sampai beberapa tahun. yaitu virus-virus yang mempunyai genom RNA berpolaritas negative serta tidak bersegmen dalam orde Mononegavirales (Rose dan Whitt 2001). Virus tersebut mencapai jaringan otak secara neurogenik. Hewan yang terkena dapat menunjukkan tingkah laku agresif ataupun kelumpuhan. Masa itu umumnya antara 1 2 bulan. Akan tetapi.Senin. Penularan yang tanpa melalui gigitan dilaporkan pernah terjadi akibat inhalasi udara yang kaya virus rabies. dan Kotonkan. gelisah. 2001). terdiri atas 5 struktur protein. Mokola. dan kelelawar penghisap darah. Virus ditularkan pada manusia melalui gigitan binatang yang terinfeksi. Dengan .kira satu minggu kemudian. genus Lissavirus. timbul gejaia kesemutan di sekitar luka gigitan. Bukti virus menyebar secara hematogenik tidak ada sama sekali. variasinya sangat lebar. 2001). 3) gigitan kucing lebih berbahaya daripada gigitan anjing. 99. 16 Maret 2009 Virus Rabies Penyebab Penyakit Rabies adalah virus Rhabdovirus. misalnya anjing.Virus rabies termasuk dalam keluarga Rhaddoviridae. dan terkecil jika digigit pada kaki (5%-10%). Dari data yang tersedia. Sebagai panduan tentang rabies. cakaran hewan. jaringan target virus rabies adalah jaringan syaraf di system syaraf pusat. karena kemungkinan adanya virus pada ludah kucing yang terinfeksi rabies lebih besar (90%) dari pada anjing (45%). Tropisme pada neuron merupakan gambaran utama pada infeksi alami. 2001).

Di kelenjar ludah. yaitu sebuah inti dari asam nukleat yang disebut genom dan yang mengelilingi protein yang disebut kapsid. Penjalaran ke kelenjar ludah sebenarnya merupakan stadium akhir infeksi. apabila manusia tersebut telah terinfeksi oleh virus ini. folikel rambut.1973). kulit. dan serangga. . lidah. tanaman. Kerugian dari virus adalah dapat menyebabkan penyakit . Akan tetapi. Di samping myosit. sehingga sel inangnya itu akan mendapat kerugian. teori yang lebih akurat tampaknya adalah infeksi dan penularan antar sel-sel Schwan. sementara yang lain dalam bentuk partikel virus yang utuh. Virus rabies dilaporkan persisten pada monosit. Hal ini lebih mudah dapat diterangkan berdasarkan landasan teori bahwa virus menular antar sel melalui reseptor permukaan. virus memperbanyak diri pada sel-sel acinar dan dikeluarkan bersama aliran ludah. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa transport pada serabut syaraf dalam bentuk RNP. virus dapat juga bertahan pada tempat gigitan pada sel yang lain. akan tetapi stadium ini menjadi sangat kritis karena sangat penting dalam penularan antar hewan dan dari hewan ke manusia. Untuk virus rabies ini kerugian yang dapat ditimbulkannya adalah hewan-hewan yang terinfeksi oleh virus ini akan menyerang sesuatu yang dilihatnya tanpa ada alasan setelah virus ini menjadi ganas bisa menyebabkan hewan yang diinfeksinya menjadi mati . 2001). Disamping kelenjar dan air ludah. retina. Virus rabies dan jenis virus lainnya terdiri dari dua komponen dasar. Sedangkan penyebaran di sumsum tulang belakang dan susunan syaraf pusat dapat saja terjadi bersama cairan serebrospinal. virus selanjutnya menjalar secara sentrifugal menuju berbagai organ. Klasifikasi Order : Mononegavirales Famili : Rhabdoviridae Genom : Lyssavirus Spesies : Rhabdovirus (Virus Rabies) Struktur Virus rabies atau Rhabdovirus merupakan salah satu virus yang mempunyai sifat morfologik dan biokimiawi yang lazim dengan virus somatis vesikuler sapi dan beberapa virus hewan. Keduanya dapat saja terjadi. artinya hanya dapat hidup di dalam organisme lain dengan cara mengambil keuntungan dari organisme yang ditumpanginya tersebut. Penjalaran juga melalui serabut syaraf. dan kornea (Murphy 1985.penyakit yang sulit untuk disembuhkan. memperhatikan bukti bahwa partikel virus yang menyembul (budding) pada Nodus Ranvier. Fakta bahwa virus rabies menjalar ke system syaraf pusat dengan kecepatan 3 mm/jam juga mendukung teori tersebut. Tentang mekanisme transport pada serabut syaraf juga tidak ada kesamaan pendapat. dapat disimpulkan bahwa setelah gigitan hewan pembawa virus dapat langsung menuju serabut syaraf (Baer 1975 dikutip oleh de Mattos et al. virus dapat juga ditemukan di selaput lendir mulut dan hidung. Ini hanya dapat terjadi pada partikel virus yang lengkap. Produk replikasi lokal atau kontaminan langsung dari air liur hewan pembawa memasuki serabut syaraf pada ujung serabut syaraf yang tidak bermyelin. Setelah memperbanyak diri di otak. Murphy et al. Semua virus adalah parasit obligat. dan bertahan di tempat gigitan selama beberapa jam atau bahkan minggu.asumsi bahwa semua publikasi tentang patogenesis rabies didukung bukti ilmiah yang kuat. dapat juga menginfeksi myosit. Virus ini juga dapat menyerang manusia.

partikel berbentuk peluru mendapatkan selubung melalui pertunasan yang melewati selaput . Komposisi dari virus rabies ini adalah RNA sebanyak 4%. Kemudian secara endositosis virus dimasukan ke dalam sel inang. dan terdiri dari glikoprotein tunggal. Partikel dikelilingi oleh selubung selaput dengan duri yang menonjolbyang panjangnya 10 nm. Genom beruntai tunggal. Kapsid melindungi genom dan juga memberikan bentuk pada virus. Virus rabies melekat pada sel melalui duri glikoproteinnya. Virus ini merupakan jenis virus uang mematikan. Karakter yang menonjol dari Rhabdovirus ini merupakan virus yang bersusun luas dengan rentang inang yang lebar. virus telah masuk kedalam sel inang dan melakukan penyatuan diri dengan sel inang yang ia tempati. Sebuah virus rabies yang lengkap diluar inang (virion) mengandung polimerase RNA. virion menjadi lima spesies mRNA. mRNAs monosistronik ini menyandi untuk lima protein virion. BM 4. Genom ini merupakan cetakan untuk perantara replikatif yang menimbulkan pembentukan RNA keturunan. RNA negative-sense (12 kb. Genom RNA untai tunggal direkam oleh polymerase RNA terkait. virus rabies ini akan melekat atau menempel pada dinding sel inang. reseptor asetilkolin nikotinat dapat bertindak sebagai reseptor seluler untuk virus rabies.Rhabdovirus merupakan partikel berbentuk batang atau peluru berdiameter 75 nm x panjang 180 nm. Setelah enkapsidasi. Lalu terjadilah transkripsi dan translasi. lipid sebanyak 26%.6 x 106) yang berbentuk linear dan tidak bersegmen. Rhabdovirus melakukan replikasi dalam sitoplasma dan virion bertunas dari selaput plasma. Pada tahap penetrasi. RNA genomik berhubungan dengan transkriptase virus. protein sebanyak 67%. dan karbohidrat sebanyak 3%. Siklus Hidup Pertama-tama. fosfoprotein dan nukleoprotein.

tidak adanya badan Negri tidak menyingkirkan diagnosis rabies. raccon (7%).plasma. strain virus yang terlibat. Dengan menggunakan penanda molekuler. Virus rabies membelah diri dalam otot atau jaringan ikat pada tempat inokulasi dan kemudian memasuki saraf tepi pada sambungan neuromuskuler dan menyebar sampai ke susunan saraf pusat.000 kasus rabies yang ditularkan ke manusia setiap tahunnya. virus rabies yang dibawa oleh anjing dan kucing dapat dikendalikan. telah didiagnosis 18 kasus rabies manusia di AS. dalam kornea. badan Negri. kucing (4%). dan kelelawar. Virus rabies menghasilkan inklusi sitoplasma eosinofilik spesifik. . anjing (3%). 7 dari 9 kasus yang diketahui merupakan rabies. Tujuh jenis hewan yang terkena pada 97% kasus: sigung (62%). Karena itu. Rabies ditularkan kepada manusia melalui gigitan anjing pembawa virus rabies. Namun manusia dapat tertular melalui gigitan hewan liar. Virus rabies memperbanyak diri diluar susunan saraf pusat dan dapat menimbulkan infiltrat dan nekrosis seluler dalam kelenjar lain. Protein matriks virus membentuk lapisan pada sisi dalam selubung. kelelawar (12%). tetapi juga dapat menggigit manusia. Kepekaan terhadap infeksi dan masa inkubasinya bergantung pada latar belakang genetik inang. dalam sel saraf yang terinfeksi. beratnya laserasi. Setelah bagian-bagian sel lengkap. jumlah inokulum. Peningkatan rabies hewan liar di AS dan beberapa negara maju lain memberi risiko yang jauh lebih besar bagi manusia dibandingkan pada anjing atau kucing. sapi (6%). dan jarak yang harus ditempuh virus untuk bergerak dari titik masuk ke susunan saraf pusat. Dari kasus-kasus ini. dan rubah (3%). 85% kasus terjadi pada hewan liar dan 15% pada hewan peliharaan. lebih dari 7000 kasus rabies hewan yang dipastikan secara laboratorium telah dilaporkan di AS dan sekitarnya. Keseluruhan proses dalam siklus hidup virus rabies ini terjadi dalam sitoplasma. Terdapat angka serangan yang lebih tinggi dan masa inkubasi yang lebih pendek pada orang yang digigit pada wajah atau kepala. Di Kanada. sel virus tadi menyatukan diri kembali dan membentuk virus yang baru. Pada tahun 1981. ketika racoon yang terinfeksi dibawa ke daerah tersebut dari AS bagian tengara untuk memenuhi persediaan pemburu. dan di tempat lain. Epidemiologi dan Penularan Diseluruh dunia. Dari tahun 1980-1983. Telah diyakini bahwa rabies racoon masuk ke daerah Atlantik tengah pada tahun 1970. Kejadian ini sebagian besar terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. Setelah itu virus keluar dari sel inang dan menginfeksi sel inang yang lainnya. Di Amerika Latin. dan kawasan Eropa Barat. konsentrasi reseptor virus pada sel inang. terbukti mengandung virus yang berkaitan dengan kelelawar. rabies khususnya ditularkan melalui kelelawar vampir yang secara normal menghisap darah ternak. sementara glikoprotein virus berada pada selaput luar dan membentuk duri. Virus membelah diri disini dan kemudian menyebar melalui saraf tepi ke kelenjar ludah dan jaringan lain. rubah. diperkirakan terjadi 15. khususnya sigung. Adanya inklusi seperti ini bersifat patognomonik rabies tetapi tidak terlihat pada sedikitnya 20% kasus. Amerika Serikat. Hewan liar yang diperangkap dan dijual sebagai binatang peliharaan dapat menjadi sumber pamaparan manusia. Racoon telah menjadi reservoir penting untuk rabies di daerah timur AS dan pada saat ini merupakan lebih dari setengah kasus rabies hewan yang dilaporkan.

rabies dapat berasal dari air liur pasien yang menderita rabies. Globulin imun rabies. Tipe Antibodi Rabies 1. termasuk kelelawar lain dan ke manusia. separuh diberikan disekitar luka gigitan dan separuh yang lain secara intramuskuler. Dosisnya 20 IU/kg. Tetapi penularan semacam ini tidak pernah tercatat. Kandungan antibodi penetralisasi distandarisasi hingga 150 IU/ml. manusia Merupakan globulin gama yang disiapkan melalui fraksionasi etanol dingin dari plasma manusia terhiperimunisasi. Secara teoritis. mengeluarkan rabies dalam liur. Kornea yang berasal dari donor yang meninggal dengan penyakit susunan saraf pusat yang tidak terdiagnosis. dan resipien meninggal akibat rabies 50-80 hari kemudian. dan menularkannya ke hewan lain.Kelelawar menimbulkan masalah khusus karena mereka dapat membawa virus rabies sementara mereka tampak sehat. Kelelawar gua dapat mengandung aerosol virus rabies dan merupakan risiko bagi penelusur gua. dapat menularkan rabies pada kelelawar pemakan buah yang mengunjungi gua-gua ini dan bermigrasi ke tempat lain. . Kelelawar vampir Amerika Selatan dapat menularkan rabies ke kelelawar insektivora yang hidup dalam gua-gua. Kelelawar ini pada gilirannya. Kasus rabies yang ditularkan melalui transplan kornea hanya merupakan kasus tercatat. Infeksi rabies dari manusia ke manusia sangat jarang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->