P. 1
Algorima Dijkstra Adalah Sebuah Algoritma Rakus

Algorima Dijkstra Adalah Sebuah Algoritma Rakus

|Views: 156|Likes:
Published by aris07

More info:

Published by: aris07 on Oct 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/18/2015

pdf

text

original

Algorima dijkstra adalah sebuah algoritma rakus (greedy algorithm) dalam memecahkan permasalahan jarak terpendek (shortest path

problem) untuk sebuah graf berarah (directed graph) atau graf tak berarah (undirected graph) dengan bobotbobot sisi (edge weights) yang bernilai tak negatif sehingga diasumsikan bahwa k(vij) >= 0 untuk semua edges (vij) ∈ E. Algoritma dijkstra ditemukan oleh E.W Dijkstra salah seorang kontributor utama dalam pengembangan ALGOL, sebuah bahasa pemrogaman tingkat tinggi. Dan juga merupakan salah seorang pengembang dari ilmu dan dari bahasa pemrograman secara umum. E.W Dijkstra adalah lulusan dari The Gymnasium Erasmianum di Rotterdam, dan mendapatkan gelar dalam bidang matematika dan fisika teori dari universitas Leyden, dan gelar Ph.D. dalam ilmu komputer dari universitas Amsterdam. E.W Dijkstra bekerja sebagai programmer di pusat matematika, Amsterdam pada tahun 1952 sampai denga tahun 1962. Pada tahun 1962 hingga tahun 1984, E.W Dijkstra menjadi professor matematika di Universitas Teknik Eindhoven. E.W Dijkstra mengadakan Schlumberger Centennial Chair in Computing Sciences di Universitas Texas pada tahun 1984 sampai dengan tahun 1999, dan mundur dengan menyandang gelar sebagai professor kehormatan pada tahun 1999. Dengan algoritma dijkstra dapat menyelesaikan lintasan/rute terpendek dari sebuah verteks asal dan verteks tujuan dalam suatu graf berbobot G=(V,E). Jarak terpendek diperoleh dari dua buah verteks jika total bobot dari semua edges dalam jaringan graf adalah yang paling minimal. Berikut adalah langkah-langkah pencarian lintasan terpendek dengan menggunakan algoritma dijkstra: 1. Graf yang dibuat direpresentasikan dalam matriks K=[vij] vij = bobot sisi (i,j). vii = 0 vij = ∞, bila tidak ada lintasan dari simpul vi ke simpul vj. 2. Dibuat tabel S = [si] si = 1, jika simpul i termasuk lintasan terpendek. si = 0, jika simpul i tidak termasuk lintasan terpendek. 3. Dibuat tabel D = [di] yaiu jarak dari simpul awal ke simpul awal ke simpul awal

ke simpul tujuan. Vertices pada graf dapat mewakili suatu tempat atau ring road pada suatu wilayah geografis. vj) previous[vj] := vi Algorima dijkstra adalah sebuah algoritma rakus (greedy algorithm) dalam memecahkan permasalahan jarak terpendek (shortest path problem). .vj) < d[vj] d[vj] := d[vi] + k(vi. k. function Dijkstra(G.vj) // inisialisasi setiap edge pada graf if d[vi] + k(vi. s) //deklarasi fungsi dijkstra for each vertex v in V[G] // inisialisasi semua bobot verteks pada graf G d[vj] := infinity // bobot vertek ke j di simpan pada array tak terhingga previous[vj] := undefined // bobot verteks ke j sebelumnya tidak di ketahui d[s] := 0 // set 0 pada array untuk simpul s tidak termasuk lintasan terpendek S := empty set // set variabel S = 0 Q := V[G] // ser variabel Q dengan bobot verteks pada graf G while Q is not an empty set // inisialisasi variabel Q vi := Extract_Min(Q) // set bobot verteks ke i S := S union { vi } // set variabel S for each edge (vi. Di bawah ini merupakan penerapan algoritma dijkstra pada graf yang mempunyai 11 vertices dengan bobot masing-masing yang mewakili jarak antar verteks.

dengan ketentuan jalur jalan yang telah dilalui dengan rute yang sama tidak boleh dilalui lagi dan jika telah sampai pada titik tujuan maka pencarian pada rute tersebut berhenti dan melanjutkan dengan rute lain. Misalkan titik awal D dengan titik tujuan F dengan diagram pohon kita dapat mengetahui jalur mana yang dapat dilalui. jika semua rute telah dilalui kita dapat mengambil kesimpulan rute mana yang akan dilalui dengan jarak yang optimum atau terpendek. .Dalam penentuan jalur terpendek pada graf di atas di butuhkan titik awal dan titik tujuan.

tetapi algoritma Dijkstra dapat juga diterapkan pad .Dari diagram pohon tersebut dapat ditentukan rute yang berhasil mencapai tujuan dari vertices D ke vertices F yaitu : D ⇨A ⇨ B ⇨F dengan total jarak = 10 D ⇨A ⇨ G ⇨ B⇨ F dengan total jarak = 18 D ⇨C ⇨ B ⇨F dengan total jarak = 13 D ⇨E ⇨F dengan total jarak = 9 Dari hasil tersebut jarak terpendek adalah D ⇨E ⇨F dengan total jarak 9. Dalam penerapan algoritma dijkstra pada graf di atas merupakan graf tidak berarah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->