KUTIL TOKOH LOKAL DALAM REVOLUSI SOSIAL DI TEGAL TAHUN 1945-1946

SKRIPSI
Untuk memperoleh gelar Sarjana S1 .Program Studi Ilmu Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang.

Oleh Laela Khikmiyah NIM: 3150402021

FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2007

PERSETUJUAN PEMBIMBING Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada : Hari : Tanggal :

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. AJ Sumarmo M.Hum. NIP.130340222

Drs. Ba’in NIP.131876207

Mengesahkan Ketua Jurusan Sejarah

Drs. Jayusman M.Hum NIP. 131764053

ii

PENGESAHAN KELULUSAN Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang pada: Hari : Selasa Tanggal :10 Oktober 2006

Penguji Skripsi

Drs. Karyono M.Hum NIP.130815341

Anggota I

Anggota II

Drs. AJ Sumarmo NIP.130340222

Drs. Ba’in M.Hum NIP. 131876207

Mengesahkan Dekan,

Drs. Sunardi M.M NIP.13036799

iii

baik sebagian atau seluruhnya. September 2006 Laela khikmiyah NIM: 3150402021 iv .PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam Skipsi ini benar-benar hasil karya sendiri. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam Skripsi ini dikutip atau di rujuk berdasarkan kode etik ilmiah Semarang. bukan jiplakan dari karya tulis orang lain.

Skripsi ini kupersembahkan untuk: 1.dukungan dan kasih sayangnya. Bapak dan ibu tercinta atas doa. dukungan & bantuannya slama ini. Teman-teman seperjuangan di Prodi Ilmu Sejarah ’02 atas saat indah dalam kebersamaan selamanya tidak akan pernah aku lupakan dan aku pasti akan selalu merindukan setiap kebersamaan kita. SEMANGAT! ii . kalian memang adik-adikku. Efi. Nova & Afri terimakasih untuk doanya.MOTTO DAN PERSEMBAHAN “ Keberhasilan dapat dicapai dengan doa dan usaha yang maksimal dan kesabaran adalah bagian dari suatu perjuangan untuk mencapai kemenangan “ Dengan Rasa Syukur kepada Allah SWT. 2. Asmara. Ema. Adikku Fani atas dukungan dan doanya 3. 4. Irham al Fauzani terimakasih banyak untuk doa. Shinta.

Drs. 3. Sunardi. Sugito. Skipsi berjudul “ Kutil Tokoh Lokal Dalam Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 “. Dr. rahmat dan hidayah NYA.M. Ketua Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan kesempatan kepada Penulis untuk menyelesaikan skripsi. Hum. 5. Di susun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Studi Strata Satu untuk mencapai gelar Sarjana Sosial Ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan dalam segala hal. pengarahan dan saran pada Penulis.PRAKATA Segala Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat. Jayusman. pembimbing II yang telah memberikan bimbingan. kepada yang terhormat: 1. Rektor Universitas Negeri Semarang. pengarahan. 4.Ba’in. 6. Dekan Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan ijin dalam penelitian sehingga Penulis dapat menyelesaikan skipsi ini. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Drs. SH. Bapak/Ibu Dosen di Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan ilmu dan bimbingan pada Penulis sehingga dapat menyelesaikan studi. dan Saran pada Penulis. 2. iii . Drs. M. pembimbing I yang telah memberikan bimbingan. AT.Hum. Prof. AJ Sumarmo. MM. M. Drs. M.

Menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak kekurangannya maka saran dan kritik senantiasa Penulis harapkan dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan peneliti selanjutnya.Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu Penulis. 8. 10. Bapak Sahmad. Orang tuaku yang telah memberikan semangat dan doa pada penulis dalam menyusun skripsi ini. Bapak Karso. 11. Bapak dan Ibu pihak Musium Mandala Bhakti yang telah membantu dalam memperoleh bahan literature dalam skripsi ini 9.7. Sadum. Prawoto yang telah banyak membantu penulis dalam penelitian. Tasik.Wastap. sebagai kepala Legiun Veteran Kota Tegal. Mustain. Semarang. Ruslim. September 2006 Penulis iv .Teman-teman angkatan 2002 yang selalu ada di dalam hati dan selalu memberikan penulis semangat dalam menyusun skripsi ini.

Dengan tahap-tahap yaitu: Heuristik (mencari dan mengumpulkan jejak-jejak peristiwa tiga daerah). pekerjaan nya hanya sebagai tukang cukur. Lingkup tematikal yaitu tokoh Kutil dalam perjuangan tiga daerah. 81 Halaman. Lingkup temporal adalah berkaitan dengan batas waktu penelitian dalam penelitian ini waktu yang dimaksud adalah sejak tahun 19451946. Kutil Tokoh Lokal dalam Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. (2) Revolusi Sosial yang v . tetapi juga merupakan pekerja yang bersungguh-sungguh dan suka berterus terang sifat itulah sangat mempengaruhi watak dan pandangannya.Program Studi Ilmu Sejarah/S1. Berdasar hasil penelitian dapat diketahui bahwa:(1)Latar belakang kehidupan Kutil terutama masa kecilnya yang berasal asli dari Madura. dua setengah bulan setelah proklamasi kemerdekaan adalah bentuk gerakan rakyat atau lebih dikenal dengan sebutan Revolusi Sosial. serta pemerintah kabupaten. ingin memperjuangkan nasib rakyat lepas dari segala macam bentuk penjajahan. Wedana. seolah-olah mempunyai kharisma yang begitu besar. Ruang lingkup penelitian ini mencakup ruang lingkup temporal dan ruang lingkup Tematikal. Kata Kunci: Tokoh lokal. Kritik sumber yaitu dengan mengkritik ekstern dan kritik intern. Revolusi sosial Revolusi Kemerdekaan RI merupakan revolusi politik. Historiografi (Penulisan cerita sejarah) sedangkan yang menjadi sumber dalam penelitian ini adalah sumber kepustakaan dan koran-koran yang terbit pada tahun itu. Interpretasi (menghubungkan satu fakta dengan fakta lain). menggantikan sistem kolonial. Camat. Sikapnya yang berani menjadikan dia seorang yang dalam setiap perkataan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah latar belakang kehidupan Kutil? (2) Seperti apakah bentuk Revolusi Sosial di tegal tahun 1945-1946? (3) Sejauh mana peranan Kutil dalam menggerakan Revolusi Sosial? Penelitian ini bertujuan : (1) Ingin mengetahui bagaimana Latar belakang kehidupan Kutil (2) Ingin mengetahui Seperti apa bentuk Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 (3) Ingin mengetahui sejauh mana peranan Kutil dalam menggerakan Revolusi Sosial. kasar dalam tutur katanya. dengan berani muncul sebagai seorang pemimpin. Gerakan sosial yang terjadi di Tegal. pamong desa. Universitas Negeri Semarang. Revolusi Sosial adalah perlawanan yang dilakukan oleh rakyat setempat bertujuan menghapuskan tatanan lama misalnya dengan mengganti kepala-kepala desa. Munculnya tokoh Kutil yang bernama asli Sakyani. terhadap struktur politik baru. perbuatan dan perintahnya menjadi hukum yang berlaku dalam masyarakat pada saat itu. seperti yang dinyatakan Kuntowijoyo orang Madura adalah suku bangsa jawa yang mempunyai adat-istiadat yang keras.SARI Laela Khikmiyah.

kondisi ekonomi dan juga kondisi politik masyarakat Tegal. Kutil adalah orang yang dijadikan tokoh sentral yang memimpin “aksi pendombrengan” diwilayah Tegal. vi . namun kemampuannya mengerahkan masa dengan jumlahnya yang ribuan untuk ikut dalam gerakannya. pengaruhnya begitu besar dengan latar belakang pendidikan yang dia peroleh hanya sampai kelas dua sekolah rakyat. Caranya menarik simpati dan bentuk kepemimpinannya adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam peristiwa tiga daerah. namun strukturnya secara sederhana sudah terbentuk. (3) Peranan Kutil dalam menggerakan revolusi sosial diantaranya Munculnya dia sebagai seorang tokoh yang mempunyai pengaruh sangat besar. serta sikap yang berani memperjuangkan nasib rakyat dengan mengangkat orang-orang yang berasal dari kalangan sendiri duduk dalam jabatan pemerintah. Ia sebagai tokoh yang dijadikan ciri dalam peristiwa tiga daerah.terjadi di Tegal pada tahun 1945-1946 di latar belakangi dengan keadaan masyarakat Tegal yang secara ekonomi sangat memprihatinkan. menuruti segala perintah dan ucapannya adalah kelebihan yang dimilikinya. munculnya kekuatan sosial yang berdasarkan Idiologi dengan munculnya kelompok Leggaong (bandit) adalah bagian dari berkobarnya revolusi sosial di Tegal tahun 1945-1946 berdampak pada kondisi sosial masyarakat. Gerakan yang dia pimpin adalah gerakan yang spontanitas.

........................... E... Sari ............................................................................... Ruang Lingkup Kajian......................... Daftar Gambar............................................................................................................. BAB I.... PENDAHULUAN ......... B................................... Manfaat Penulisan................................... Metode Penelitian..................................DAFTAR ISI halaman Halaman Judul... C................................ BAB II................................................................................................... F.......................................... Tujuan Penelitian......................................................................................................... Pernyataan ..... Latar Belakang Kehidupan Kutil ......................................... D................................................................................................... Perumusan Masalah............................................................................... H............... Persetujuan Pembimbing................................................................. A.................................. Motto dan Persembahan......................... Masa Kecil ................................................................. A............... G..... Pengesahan kelulusan........... Tinjauan Pustaka............................... Daftar Lampiran ................................................................................................................ Daftar isi................................................................................................................................................................................................................. Latar Belakang Masalah. Sistematika Penulisan................................................................................................................. i ii iii iv v vi viii x xii xiii 1 1 6 6 6 7 7 10 14 16 16 vii ............. Prakata...............................................................

.......................................... Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 ... 1.................. Masa Dewasa................................................ D. B........ Dampak Terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Tegal.............. Berkobarnya Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946.......................................................... BAB V.................... A.................. Dampak Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 ....................................... DAFTAR PUSTAKA ....................... Munculnya tokoh Kutil ... 2......................................... B.......................................................................................................... B......... Keadaan Masyarakat Tegal tahun 1945-1946............... Cara Kutil menarik simpati ............................................... 3...........Simpulan . BAB III.............. Masa Sekolah ....... LAMPIRAN-LAMPIRAN... Bentuk Kepemimpinan Kutil......B................................................................................ PENUTUP..................... BAB IV...................Saran ........................... Peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial.......... Dampak Terhadap Kondisi Politik Masyarakat Tegal................................ C.......... Munculnya Kelompok Leggaong (bandit) ........ C..................................... Dampak Terhadap Kondisi Sosial Masyarakat Tegal........................ E........................................... Munculnya kekuatan Sosial berdasarkan Idiologi.. A.................................. 17 18 23 23 27 33 39 43 43 45 49 55 55 61 68 79 79 81 82 84 viii ....... A..................... C.

Jum’at 25 Oktober 1946……………. 112 Lampiran 10: Harian Soeara Rakjat. Kabupaten - 85 88 Pemalang ………………………………………………………. 95 Lampiran 6: Turunan Tuntutan Rakyat tiga daerah. 121 ix ... 94 Lampiran 5: Risalah rapat GBP3D tanggal 25 November 1945…………….DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1: Biodata Informan……………………………………………… 84 Lampiran 2: Instrumen wawancara…………………………………………. Lampiran 4: Peta Kabupaten Tegal.. 109 Lampiran 8: Harian Penghela Rakjat. Jum’at 11 Oktober 1946……………. terhadap pembebasan daerah Pekalongan…………………………………………….. Jum’at 10 Januari 1947…………………… 115 Lampiran 12: Harian Repoeblik. Kabupaten Brebes. 106 Lampiran 7: Harian Penghela Rakjat. Senin 13 Januari 1947……………………. Jum’at 11 Oktober 1946……………. 120 Lampiran 13: Mingguan Pantja Raja…………………………………………. 110 Lampiran 9: Harian Penghela Rakjat. Lampiran 3: Foto Penelitian ………………………………………………. 1 Januari 1947………………………… 113 Lampiran 11: Harian Repoeblik.

............................................................. Foto 4: Bapak Sachmad Salam ........ termasuk di dalamnya Kutil ...................................................................................................................................................... Foto 7: Bapak Mustain .......... 88 88 89 89 90 90 91 92 92 93 x . Foto10: Tokoh-tokoh Revolusioner Tiga Daerah di penjara Wiragunan Yogyakarta sekitar Desember 1946.................................. tempat pembunuhan orangorang yang tidak disenangi dan dilakukan oleh Kutil serta anak buahnya.................... Foto 3: Bapak Roeslim....................................... Foto 5: Bapak Sadum .....................................................................................................yang se-karang dibuat jembatan baru letaknya bersebelahan dengan jembatan yang lama.................. Foto 8 Jembatan Pesayangan berada di Perojosumarto Desa pesayangan Kecamatan Talang....................................................................................................... Foto 2: Bapak Tasik .....................DAFTAR FOTO halaman Foto 1: Bapak Wastap ...................... Foto 9: Aliran Sungai gung yang lama ............................................................................................................................................ Foto 6: Bapak Karso...

1989:193) Revolusi kemerdekaan RI merupakan Revolusi politik terhadap stuktur politik baru. Huru-hara kerusuhan dan kekacauan yang berakhir dengan pemberontakan seringkali mengarah pada persoalan-persoalan yang menyangkut aspek sosial. menggantikan sistem kolonial. politik. Pengertian struktur politik ditandai dengan proklamasi kemerdekaan yang berakibat terjadinya perubahan besar dan mendasar pada tahun 1945-1946. Hal ini terjadi terutama di daerah pedesaan sehingga fenomena gerakan ini bersifat endemis. dan kabupaten Pemalang mengakibatkan dampak/perubahan yang fundamental dalam masyarakat. di Jawa timbul huru-hara kerusuhan dan kekacauan yang memuncak menjadi pemberontakan.BAB I PENDAHULUAN A. ekonomi. dan agama. Sebab persoalan ini dianggap sangat komplek dan di jadikan dasar suatu kelompok untuk melakukan tindakan tidak puas terhadap tatanan yang ada (Lucas. 1 . Latar Belakang Masalah Pada akhir abad XIX. Perubahan yang fundamental itu tampak pada perubahan struktur dari masyarakat kolonial/feodal menjadi susunan suatu masyarakat yang lebih demokratis. Revolusi sosial yang terjadi ini tidak hanya terjadi di Tegal saja namun meliputi juga wilayah kabupaten Brebes.

2

Revolusi sosial yang terjadi di Tegal kurang lebih, dua setengah bulan setelah proklamasi kemerdekaan, tepatnya bulan Oktober 1945 berbentuk Gerakan Rakyat atau lebih dikenal dengan sebutan Revolusi Sosial. Revolusi sosial adalah perlawanan yang dilakukan oleh rakyat setempat bertujuan menghapus tatanan lama, misalnya mengganti kepalakepala desa, pamong desa, Camat, Wedana, serta pemerintah Kabupaten (Lucas 2004:147) Gerakan rakyat semakin matang dilakukan dengan melihat kondisi sosial rakyat, sebab setelah terjadi proklamasi, keadaan tidak menjadi lebih baik malah sebaliknya, kelaparan dan kekurangan yang dialami malah semakin bertambah. Berbagai usaha dilakukan untuk memperoleh keadilan, karena rakyat selama ini merasa dibodohi, rakyat selalu saja dibebani pajak dan pungutan maupun pekerjaan (Lucas.2004: 47). Revolusi Sosial tidak hanya terjadi pada bidang politik saja tetapi juga terjadi pada bidang ekonomi dan sosial. Kemunculan tiga kelompok sosial baru di daerah Tegal memberi perubahan pada bidang politik dan sosial. Kelompok ini berpangaruh dan mempunyai peran yang luas dalam gerakan. Kelompok baru ini adalah kelompok agama, kelompok komunis dan kelompok leggaong (bandit). Munculnya kelompok tersebut tentunya membawa gerakan yang dapat memobilisasi rakyat, karena rakyat sebagai unsur terpenting. Kelompok Islam di daerah Tegal menjadi komponen penting dalam perjuangan yang memiliki basis kuat untuk memobilisasi rakyat.

2

3

Pengangkatan K.H. Abu, Suja’I sebagai Bupati Tegal pada bulan November 1945 yang memposisikan ulama sebagai elit birokrasi baru yang menggantikan elit birokrasi lama bupati Sunaryo. Pengangkatan KH. Abu Suja’I mendapatkan dukungan dari rakyat Tegal, walaupun secara resmi pemerintah menolak keberadaanya sebagai Bupati. Kelompok komunis sengaja menggunakan Islam dan ulama sebagai kekuatan ajarannya karena mereka menganggap bahwa dalam Islam secara realistis merupakan kekuatan politis yang besar di Indonesia. Kelompok Komunis, perjuangannya sudah dimulai sejak Sarekat Islam di pekalongan pada tahun 1918. diteruskan oleh gerakan PKI dan Sarekat Rakyat sampai dengan tahun 1926. Di Jawa pemberontakan meletus pada tahun 1927 tetapi baru tercapai pada bulan Oktober sampai November. Peristiwa pemberontakan tahun 1926 ini mengakibatkan banyak pemimpin dari Tegal dibuang ketempat pengasingan Boven Digul di Irian Jaya (Achmad, 1987:10) Tanggal 21 Oktober 1945 diumumkan bahwa PKI berdiri kembali. Di Tegal saat itu juga PKI mempunyai pengaruh yang sangat besar di Jawa dan cabang-cabang sarekatnya mendukung secara aktif. Karesidenan Pekalongan menjadi sebuah pusat dari kegiatan politik yang radikal dan para pengikut PKI di Tegal dan Pekalongan adalah tokoh-tokoh penggerak terkenal dalam pemberontakan melawan belanda tahun 1926 (Kahin, 1990:31) sehingga di Tegal dan Pekalongan menjadi pangkalan kuat kelompok komunis.

3

4

Kelompok Komunis di Tegal membentuk front rakyat yang disebut Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah (GBP3D). Berdiri pada tanggal 16 November 1945 dengan markas di Kantor Partai Sosialis Amir

Syarifudin, cabang Tegal. Kemunculan Lenggaong di daerah Tegal seringkali memberi rasa takut, di desa-desa yang di tempati para Lenggaong, seperti di kecamatan Talang dikenal dengan nama Kutil jagoan yang bernama asli Syacyani. pekerjaannya sebagai tukang cukur yang dianggap mempunyai kekuatan doa-doa dan jimat. Dia di anggap sebagai Ratu Adil sebagai dampak gejala Missianisme. Gerakan Tiga Daerah disebut-sebut sebagai “Negara Talang” dan Kutil berperan sebagai perantara antara kelompok agama dengan kelompok lenggaong serta mempunyai peran politik. Pengaruh Kutil dalam Revolusi sosial adalah melakukan protes sosial dengan memimpin aksi “dombreng”, aksi “dombreng” sama artinya dengan tindakan mengarak dan mengerahkan massa sebagai bentuk kebencian rakyat terhadap pangreh Praja. Sikap pemerintah daerah yang kurang tegas yang masih memegang tradisi lama yang selalu menunggu perintah dari atas atau pusat adalah alasan rakyat menginginkan pergantian pejabat pangreh praja. Karena rakyat menginginkan pejabat dari kalangan sendiri, orang-orang yang mereka pilih sendiri, orang-orang yang memperjuangkan kemerdekaan mereka, memperhatikan kesejahteraan mereka. Lenggaong atau perbanditan selalu memperkuat militansinya

4

tidak berinisiatif dan sikap kepatuhan seorang abdi yang terpuruk oleh latar belakang pendidikan kolonial belanda yang diperolehnya. terutama tindakan-tindakan komplotan kutil yang bergaya mirip koboy. Karena sikap menunggu yang di tunjukan oleh elite birokrat itu mencerminkan sifat ragu-ragu. struktur itu menunjukan hubungan antara satu bagian dengan bagian lain yang merupakan ikatan atas bawah dan mempunyai tugas yang berbeda-beda. Awal pemberontakan terjadi dimulai dengan dibunuhnya seorang anggota polisi setempat oleh sekelompok orang yang marah. Situasi daerah Tegal dalam penguasaan Kutil ketika itu lebih menjurus kearah anarkhis. tanpa diketahui oleh orang lain. ugal-ugalan. peristiwa itu 5 .5 dengan kekuatan magis keagamaan yang di pandang sebagai resistensi sosial. meskipun bentuknya tradisional gerakan ini mempunyai struktur dan pemimpin. Juni 2006) Sikap menunggu perintah yang sudah menjadi pola elite birokrat adalah alasan yang kuat awal terjadinya pemberontakan. dengan melakukan penyusupan. Kelompok Kutil melakukan kegiatan bawah tanah yang bersifat tertutup. berseragam polisi negara lengkap dengan pistol serta adanya pengangkatan oleh dirinya sendiri sebagai kepala kepolisian (Wawancara dengan bapak Karso.

Ingin mengetahui bagaimana bentuk Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 6 . Seberapa besar Peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial C. Pendistribusian kain yang tidak adil di Talang juga merupakan faktor awal terjadinya pemberontakan. Ingin mengetahui bagaimana latar belakang kehidupan Kutil 2. Kelompok yang diketuai Kutil dibentuk untuk membagi-bagikan tekstil timbunan Jepang di pabrik gula diluar kota. Bagaimana Bentuk Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 3. Perumusan Masalah Dari uraian di atas alasan penulis memilih judul Kutil Tokoh Lokal dalam Revolusi Sosial di Tegal 1945-1946 1. B. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah: 1. Camat Talang mendapat 14 gulung tekstil oleh KNI di bagikan kepada mereka yang membutuhkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.6 terjadi karena polisi tersebut secara tidak adil menangkap pedagangpedagang dan menyita barang dagangannya. Bagaimana Latar Belakang Kehidupan Kutil 2. Tidak ada yang membayar untuk pembagian itu dan tidak ada catatan tentang jumlah pembagian itu. tetapi Kutil menginginkan pembagian di dasarkan asas “ Sama rata sama rasa”.

3.7 3. Memperluas cakrawala dan mendalami gerakan sosial di Tegal sebagai salah satu bagian dari gerakan Tiga Daerah. Skope Tematikal Skope ini merupakan pembatasan agar dalam penulisan tidak keluar dari tema yang telah ditetapkan sebelumnya. Dapat memberi gambaran pengetahuan bahwasanya perlu adanya pengangkatan tokoh-tokoh yang memang berjasa atau berperan. oleh karena itu dalam penulisan ini perlu dibatasi ruang lingkup kajiannya. maka perlu adanya pembatasan dalam membahas suatu permasalahan . 2. Manfaat penulisan 1. E. Dalam penulisan mengambil tema tentang Tokoh Kutil dalam peristiwa tiga daerah. Skope Temporal 7 . ikut andil dalam Revolusi sosial yang terjadi di Tegal tahun 1945-1946. b. Ruang lingkup ini meliputi: a. Dengan penulisan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada sejarah tentang pergerakan sosial di daerah Tegal sebagai studi sejarah lokal. Ruang Lingkup Kajian Agar dalam pembahasan ini tidak terjadi kesimpangsiuran dan mudah diuraikan secara jelas serta sistematis. Ingin mengetahui seberapa besar peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial D.

Dilihat dari isinya antara buku yang pertama dan kedua tidak banyak mengalami perubaha. one soul one struggle (peristiwa tiga daerah seri revolusi) Anton Lucas menambahkan sumber-sumber baru yang sifatnya hanya melengkapi bukunya yang pertama. isinya sama bagian setiap babnya. F. Namun secara keseluruhan isi dari 8 . berani menyampaikan aspirasi lewat tulisan yang berupa kritikan dan sindiran. Isi buku secara keseluruhan antara bukunya yang pertama yang terbit pada tahun 1986 dengan bukunya kedua yang terbit tahun 2004 tidak banyak mengalami banyak perubahan. Buku utama yang dijadikan acuan adalah Anton E. tulisannya lebih jujur mengungkapkan fakta atau kenyataan yang ada di lapangan.8 Skope temporal yaitu yang berhubungan dengan kurun waktu atau kapan peristiwa itu terjadi. namun juga dengan mengembangkan kalimat sendiri. Dalam penulisan ini yang diambil adalah kurun waktu tahun 1945 sampai dengan tahun 1946. susunan dari setiap babnya pun sama.Lucas yang berjudul One Soul One Struggle setelah sebelumnya menulis Peristiwa Tiga daerah pada tahun 1986 Dalam bukunya. tulisannya dalam bukunya yang kedua jauh lebih berani. Data dan sumber-sumber yang digunakan juga jauh lebih banyak sehingga menambah faliditas data yang coba untuk diungkapkan. Tinjauan Pustaka Dalam tema yang berjudul Kutil Tokoh Lokal dalam Revolusi Sosial di Tegal 1945-1946.

Buku ini. serta proklamasi kemerdekaan dan berakhirnya kekuasaan Jepang. Pada bagian lain yang juga membantu penulis adalah pengadilan peristiwa tiga daerah yang akhirnya memutuskan Kutil dihukum mati. Buku kedua yang dijadikan acuan adalah buku yang ditulis Timur Mahardika tahun 2000 adalah buku yang berjudul Gerakan Masa. beban ekonomi yang berat. pengalaman masa Jepang: Swasembada penunjang Jepang. termasuk juga tokoh Kutil juga banyak diulas dibagian ini. sama halnya dengan gerakan sosial yang terjadi di Tegal adalah gerakan yang terjadi akibat problem masalah yang dialami masyarakat Tegal pada waktu itu. kesadaran revolusioner bayangan bagi kenyataan. disana dijelaskan peranan Lenggaong dalam revolusi sosial. Serta revolusi yang terjadi di kota-kota Kabupaten. menceritakan secara urut mulai dari kaum Nasionalis dan elite birokrasi di Pekalongan sebelum perang. peranan militer dalam revolusi lokal adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan. front persatuan di Tiga daerah. Pada bab lima bagian dari buku ini adalah bagian yang sangat membantu penulis. Pada bab enam dijelaskan masa-masa kacau. oposisi dan perlawanan. Gerakan ini mengupayakan demokrasi dan keadilan secara damai. walaupun sebagian besar sumber yang diperoleh adalah berasal dari sumber lisan.9 buku ini tetap menarik. 9 . gerakan ini dilakukan oleh rakyat. Secara prinsip merupakan gerakan yang lahir dari problem-problem yang ada dalam masyarakat.

kepemimpinan yang efektif. Organisasi yang solid berdisiplin. pada buku yang di tulis Timur Mahardika tahun 2000 buku ini sangat membantu karena di sana dijelaskan bagaimana pengelolaan.10 Dalam gerakan rakyat di dalamnya muncul gerakan Elite adalah merupakan upaya yang di lancarkan oleh kalangan elite yang di tunjukan dengan maksud memperkuat posisi mereka. Kekurangan buku ini. Kecakapan aktivitasnya (kader) dalam menggalang dan mengembangkan sumberdaya dan jaringan kerja namun juga. karena dalam buku tersebut dijelaskan bahwasanya suatu gerakan yang dilakukan oleh rakyat pastinya membutuhkan pemimpin yang di dukung sepenuhnya oleh rakyat. cara penulisannya juga kronologis. pengaturan. disana juga dijelaskan pula pemimpin suatu gerakan juga pastinya mempunyai susunan walaupun bentuknya masih tradisional. pengendalian dalam suatu gerakan yang terorganisir. pengaturan. Jadi Buku Gerakan Massa bisa juga dijadikan acuan/dasar pemikiran penulis. Kelebihan buku ini. 2. gagasan logistik untuk mencapai gerakan yang terorganisir bukan saja membutuhkan: 1. kebanyakan yang dibahas adalah gerakan masa yang terjadi pada 10 . pengendalian dan sinergi antar berbagai komponen yang ada berupa sumber daya manusia. atau bahkan meningkatkan kualitas protes mereka. Di dalam buku ini dijelaskan pula bahwasanya suatu gerakan yang terorganisir mensyaratkan adanya pengelolaan.

11 masa reformasi. Sumber tersebut kemudian diseleksi dan diambil yang mempunyai kesesuaian dengan topik penelitian. Untuk mendapatkan sumbersumber tersebut yang berupa buku-buku. dan ternyata gerakan sosial apapun pasti membutuhkan pemimpin walaupun bentuknya sederhana. Studi Kepustakaan Dalam menghimpun data. 1988:18). Adapun proses metode sejarahmeliputi empat tahap. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik antara lain: a. Metode kepustakaan dilakukan untuk mencari koleksi yang ada di perpustakaan dalam mengumpulkan sumbersumber sejarah yang relevan dengan topik penelitian. Heuristik Heuristik adalah usaha untuk menelusuri jejak-jejak sejarah sebagai langkah permulaan dari prosedur kerja para sejarawan (Widja. historiografi. yaitu: Heuristik (pengumpulan data). penulis menggunakan metode Kepustakaan. 1. kegiatan ini terutama ditujukan untuk menemukan dan menghimpun data sejarah dengan mencari sumber yang berupa sumber tertulis dan sumber kebendaan. dokumen dan arsip (yang 11 . Metodologi Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Metode sejarah. kritik sumber. interpretasi. metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan sejarah masa lampau (Gottschalk 1975:32). G.

Pengaturan waktu dan tempat wawancara 4. b. Perpustakaan UNNES b. 2. Kritik Sumber 12 . 3. Pengolahan hasil wawancara. Dalam melakukan wawancara diperlukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Musium Mandala Bhakti Semarang. Dalam teknik wawancara ini dilakukan tanya jawab dengan penduduk atau masyarakat di wilayah Tegal yang tentunya sumber lisan ini dapat dipercaya kebenarannya. 2. dilakukan setelah diadakan perjanjian dengan tokoh yang dimaksud 5.12 berupa majalah dan Koran yang terbit pada tahun itu) Peneliti mendatangi tempat-tempat sebagai berikut: a. Perpustakaan Jurusan Sejarah UNNES c. Membuat Interview Guide yaitu menyusun rambu-rambu pertanyaan yang akan digunakan dalam wawancara. Perpustakaan Wilayah Jawa Tengah d. Wawancara Teknik wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan sumber sejarah yang benar-benar dapat dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan dari para pelaku sejarah ataupun saksi sejarah. Menetapkan serta menghubungi tokoh-tokoh peristiwa. Pelaksanaan wawancara.

Apabila penulis menemukan buku-buku yang memuat/membahas tema/topik tentang Kutil dan Revolusi sosial. maka buku tersebut bisa penulis pakai sebagai sumber untuk selanjutnya tulisan-tulisan tersebut diadakan uji otentitas.13 Kritik sumber adalah merupakan usaha untuk menilai sumber mengenai bentuk dan isinya dan menguji kebenaran dan keaslian sumber. Kritik Ekstern Merupakan uji otensitas/keaslian melalui kesaksian sumber yang berupa sumber yang dikehendaki sumber itu turunan/asli melalui dokumen seperti surat kabar yang terbit pada waktu itu. kesaksian sumber berkaitan dengan persoalan apakah sumber itu dapat memberikan informasi yang dapat dipercaya tentang masalah yang diselidiki. menguji dilakukan dengan cara membandingkan antara data yang satu dengan data yang lain. misalnya sumber asli berupa bangunan 13 . untuk memahami jarak waktu peristiwa sejarah terjadi dengan kapan ditulisnya sumber/data asli. kritik dibagi menjadi dua yaitu: Kritik Intern Merupakan uji validitas dengan kredibilitas sumber yang berupa penilaian Instrinsik. keaslian dan kebenarannya untuk di gunakan dalam penelitian. Tujuan dari pengujian adalah untuk mengetahui apakah data/sumber sejarah yang diperoleh dapat dipercaya. kapan sumber itu ditulis.

14 peristiwa tiga daerah. fakta yang diperoleh harus benar-benar nyata. Interpretasi Interpretasi adalah proses penafsiran sumber/fakta untuk menilai secara obyektif dan menafsirkan secara tepat diperlukan jarak antara subyek dan fakta. penafsiran/fakta tidak dipengaruhi kepentingan pribadi dan golongan serta politik karena akan mengakibatkan subyektifitas sumber. sehingga dapat mengetahui proses periodisasi dan proses seleksi sejarah dilihat berdasarkan hasil wawancara dan obserfasi lapangan kejadian Revolusi sosial di Tegal 4. sehingga terjadi suatu rangkaian yang sistematis dan masuk akal dalam arti yang berkesesuaian. Historigrafi Historiografi merupakan satu penulisan/penyajian yang sistematis dalam bentuk cerita. maka penulis bisa mengetahui bahwa memang ada aktifitas dari gerakan sosial di Tegal. 3. 14 . yang memperhatikan prinsip realisasi (cara membuat urutan peristiwa) prinsip kronologi (urutan waktu) prinsip kausalitas (hubungan sebab akibat) dan kemampuan imajinasi (kemampuan untuk menghubungkan peristiwa-peristiwa yang terpisahkan menjadi satu rangkaian yang masuk akal dengan bantuan pengalaman).

tinjauan pustaka dan sistematika penulisan. tujuan penulisan. Bab II Latar Belakang Kehidupan Kutil Membicarakan tentang kehidupan Kutil Masa kecil. H. manfaat penulisan. 15 . Bab IV Peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial Menjelaskan tentang munculnya tokoh Kutil.15 Dalam penelitian ini peristiwa revolusi sosial yang terjadi di Tegal tahun 1945-1946 dilakukan atas dasar urutan peristiwa yang jelas mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan menghubungkan satu peristiwa lain yang saling berkaitan. ruang lingkup kajian. sekolah dan masa dewasa Bab III Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 Menjelaskan tentang keadaan masyarakat Tegal tahun 1945-1946. ekonomi dan politik masyarakat Tegal. munculnya kelompok Leggaong (bandit). Berisi pengantar yang terdiri dari Latar belakang permasalahan. melatar belakangi berkobarnya revolusi sosial di Tegal tahun 1945-1946 yang berdampak pada kondisi sosial. Sistematika Penulisan Skripsi Dalam penelitian yang akan penulis lakukan adapun sistematikanya sebagai berikut: Bab I Pendahuluan. munculnya kekuataan sosial berdasarkan idiologi. cara Kutil menarik simpati dan bentuk kepemimpinan Kutil. metode penelitian.

16 .16 Bab V Penutup Berisi tentang kesimpulan dan saran dari uraian bab-bab sebelumnya yakni sebagai jawaban atas permasalahan yang diajukan.

BAB II LATAR BELAKANG KEHIDUPAN KUTIL A. yang mengalir dari gunung sampai laut melewati daerah Kabupaten Tegal. Kali tersebut digunakan sebagai jalur perdagangan. Pada masa dulu Kaligung airnya masih sangat jernih. Secara kelakar dia di juluki “orang seberang” karena dia tidak tinggal di Talang melainkan di Dukuh Pesayangan di seberang Kaligung sebab itu Ia disebut orang seberang. Sebelum sampai di Perpil Kaligung berada tepat belakang rumah Kutil. terbukti dengan banyaknya kapal-kapal yang singgah dan 16 . Hal ini disebabkan adanya penambangan pasir dan batu kali oleh masyarakat sekitar sebagai bahan bangunan. Atau bisa juga di artikan “pencopet”. Sesudah dewasa bintil-bintil itu hilang. namun demikian nama itu tetap melekat padanya. Kaligung merupakan sumber mata air dari masa ke masa. karena merupakan air yang berpasir dan dijadikan sumber air bagi penduduk yang berada disekitar aliran sungai. Dahulu kala Kaligung letaknya tidak di Perpil. Masa Kecil Kutil bernama asli Sakhyani. Tapi sekarang Kaligung adalah sungai yang sudah dalam dengan kondisi air yang kotor dan keruh. Ia adalah anak kedua seorang pedagang emas dari Taman dekat Pemalang menurut anggapan umum dia berasal dari Madura. Ia diberi nama sebutan Kutil karena memang Sakyani kecil raut mukanya berbintil-bintil berwarna hitam. Dalam bahasa jawa yang berarti “Bintil Kecil” (yang menempel di kulit).

Disamping itu pula dahulu di sekitar tempat tinggal Kutil dijadikan sebagai dermaga pelabuhan. Selain itu juga orang-orang Madura di Jawa dianggap memiliki sifat yang keras sehingga sesuai dengan perwatakan Kutil sebagai anak yang nakal “bangor” (dalam logat Tegal) Ia jarang menuruti orang tuanya.17 berlabuh. Di Jawa orang Madura dan orang yang berasal dari luar Jawa disebut orang seberang. Namun pada saat kutil di Pesayangan kaligung sudah berpindah letaknya lebih jauh dari jalan raya yang dikenal dengan sebutan jalan Perpil. Sekolah Rakyat diperuntukan untuk orangorang pribumi yang mau belajar. Pemindahan Kaligung ke Perpil lebih disebabkan karena sering terjadi banjir yang cukup besar kadang airnya meluap sampai sekitar depan pasar (wawancara dengan Bapak Taim. Sekolah Rakyat adalah sekolah yang didirikan oleh pemerintah Jepang khusus untuk anak-anak pribumi (orang Indonesia). Tinggalnya yang diseberang sungai Gung yang menyebabkan asal mula timbul kekaburan mengenai julukan yang dikaitkan dengan asalnya yang dari Madura. mereka datang ke sekolahpun karena pegawai desa mengajak dan mengumumkannya di jalan-jalan. Masa Sekolah Pendidikan Kutil. Sekolah Rakyat pada saat itu setingkat dengan SD sekarang. Juni 2006). (Lucas. sedangkan tulisan tangannya hampir tidak terbaca. itu terbukti dengan adanya tali-tali besar kapal yang dililitkan dipaku besar sebagai pengait (wawancara dengan Bapak Taim. Juni 2006). 2004:153) B. sama seperti anak-anak yang lainnya bahkan dia memperoleh pendidikan hanya sampai kelas dua Sekolah Rakyat akibatnya Ia hanya bisa membaca dan menulis sedikit. Sekolah Rakyat merupakan .

Sekolah Rakyat yang diperuntukan khusus untuk anak-anak Pribumi. Yang diajarkan diantaranya untuk kelas satu diajarkan Huruf Jawa. Pangkalan cukur Kutil mengenakan tarif yang cukup mahal bagi pelanggannya. kelas dua diajarkan Huruf Latin. tidak ada hal yang istimewa dalam dirinya. Pangkalan cukur Kutil menjadi satu-satunya pangkalan cukur yang ada di daerah itu. Sambil meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai tukang emas kecil-kecilan Ia membuka tempat pangkas rambut di desa Kajen yang terletak di pinggir jalan raya selatan Tegal. baca tulis dan olah raga orang-orang jepang. Orang-orang yang cukur padanya kebanyakan .18 sekolah dengan gaya pendidikan orang-orang Jepang. pola-pola yang diajarkan adalah pola-pola yang biasa digunakan oleh orang-orang jepang. pola pendidikannya terdiri dari pendidikan militer. tukang cukur yang lainnya di desa itu lebih baik angkat kaki cepat-cepat. tidak bayar. Bagi orang biasa itu ibarat uang sabendung. dia pindah ke Talang menempati sebuah rumah di Dukuh Pesayangan yang dibeli ayahnya untuk cucu-cucunya. Orang yang cukur dikenakan biaya 5 sen. ada sebilah pedang panjang (gobang) tergantung di dinding di sebelah kaca. Masa Dewasa Waktu Kutil dewasa. C. Tentu saja ini menyebabkan dari pada berkelahi dengan dia. Sekolah rakyat dahulu dalam satu Kecamatan hanya ada satu sekolah saja . Disamping meja cukurnya. Kecamatan Talang pada waktu itu hanya mempunyai satu Sekolah Rakyat yaitu di Ekoproyo (wawancara dengan Bapak Karso. membaca huruf Abjad dan bahasa Melayu diajarkan kelas empat. Juni 2006) Masa kecil Kutil dilewati sama seperti anak-anak yang lain. nilainya tinggi sekali.

kerajinan logam (seperti pembuatan pisau. Sifat kreatifnya didukung karena Desa Pesayangan adalah desa yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai tukang emas. Pada tahun 1937 Kutil mencalonkan diri dalam pemilihan lurah Desa Kajen. Juni 2006). keras dalam tutur katanya. pengrajin kuningan. kota Bandung adalah kota yang paling besar memesan emas ataupun perak dari daerah ini (wawancara dengan Bapak Taim. sendok dan suku cadang sepeda). karena latar belakangnya yang berasal dari Madura membawa pengaruh watak yang keras. Menurut Kuntowijoyo. Kutil termasuk orang yang kreatif senantiasa berusaha mengembangkan usahanya. Watak dan sifat Kutil sudah terbentuk sejak kecil. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari . Hal tersebut tercermin dalam kehidupan masyarakat desanya yang memiliki ikatan yang berdasarkan kekerabatan dan teritorial. tetapi mereka juga merupakan pekerja yang bersungguh-sungguh dan suka berterus terang. misalnya batu korek api. gunting. tetapi kalah “hanya satu suara saja” selama masa pendudukan Jepang Kutil terkenal dengan kebolehannya karena dia mudah memperoleh barang-barang yang sulit didapat. Kebudayaan dan adat istiadatnya telah banyak dipengaruhi oleh kebudayaan luar. meskipun demikian masih menampakkan nilai-nilai aslinya. diantaranya adalah membeli barang-barang bekas di rumah-rumah untuk dijual kembali. Juni 2006).19 anak-anak cina dan pegawai pegadaian (wawancara dengan Bapak Wastap. orang Madura terkenal sebagai suku bagsa yang mempunyai adat istiadat yang keras. Dari jaman Kutilpun masyarakat Pesayangan sudah berdagang sampai keluar kota.

Nilai-nilai keislaman pada waktu itu memang kuat. itu yang akan dimakan terlebih dahulu. memiliki perasaan persaudaraan yang kuat. Dia sering pulang kerumah lewat tengah malam tanpa diganggu penyamun yang berkeliaran dikawasan itu (Lucas 2004:153). dan gotong royong yang sangat mendalam(Sairin 2002:83).Watak orang Madura terbentuk karena dipengaruhi oleh letak geografis Madura yang berada di daerah pantai. diantara kita siapa yang akan dibunuh.” Perkataan Kutil menunjukkan bahwasanya sifat Kutil tega membunuh walaupun itu temannya sendiri. Mereka melarikan diri dan pulang ke Tegal dengan terlebih dahulu membunuh penjaga penjara (orang belanda) dengan menggunakan perahu. lebih sadis dan tingkat kesulitan ekonominya lebih tinggi. Istrinya pada waktu itu membuka warung makan di depan rumah bersebelahan dengan pangkalan potong rambut suaminya (Wawancara dengan Bapak Taim. dua anaknya laki-laki bernama Khambali dan Sapi’i dan dua anak perempuannya bernama Fatimah dan Rokhmah. Petualangan Kutil dimulai dengan dibuangnya dia beserta dua orang temannya yaitu Slamet dan Washari ke Digul dalam perjuangan Sarekat Rakyat. Juni 2006) Kutil sebagai guru agama biasa bepergian jauh dengan sepeda untuk memimpin pengajian al-Qur’an.20 mereka sangat senang bekerja. Sifat membunuh sudah Kutil tunjukkan dari dahulu ketika dalam perjalanan ketiga orang itu berjanji “Nanti kalau lapar. terlihat dari penuhnya masjid . perompokan yang terjadi umumnya kejahatan yang lebih mengerikan. Ia menikah dengan orang asli Pesayangan bernama Was’ah dan mempunyai empat orang anak. dimana orang pantai cara berbicaranya lebih keras. emosinya masih sulit dikontrol.

Juni 2006). ingin mendirikan dan merebut kekuasaan Kabupaten dan Tiga Daerah. misalnya jika di jalan dia mengucapkan salam MERDEKA! Namun tidak menjawab. Tidak ada yang dibedakan dan pengistimewaan bagi sekelompok golongan. Pemikirannya yang lain ialah. rakyat menderita kelaparan. Dia menganggap mereka adalah penghianat bangsa.21 maupun Mushola yang dipadati dengan banyaknya orang sholat. Kutil selalu mengucapkan “Assalamualaikum” bila memasuki rumah. mereka adalah pejabat yang ditunjuk dan diangkat oleh penjajah. Mereka sholat sampai di halaman depan Masjid (wawancara dengan Bapak Wastap. Di jalan-jalan banyak sekali ditemui orang-orang yang kelaparan perutnya kempes. orang itu langsung dibunuh (wawancara dengan Bapak Ruslim. Selain itu Kutil juga menindak orang-orang yang menghina Republik. yang terlihat hanya tulang dan kebanyakan dari mereka akhirnya meninggal. Penduduk setempat menyebutnya santri. Segala keputusan dan tindakan pejabat-pejabat itu dirasa sangat lamban karena selalu menunggu perintah dari atasan dan masih menganut sistem penjajahan. Dia ingin . Golongan pejabat ataupun Pangreh Praja mendapat jatah yang sama. menggunakan istilah itu dalam arti lama yang berarti orang suci. Juni 2006). Pemikiran Kutil yang pertama adalah ingin mengganti pejabat-pejabat lama dan orang-orang golongan Pangreh Praja dengan orang pilihannya. orang yang ditunjuknya. mengakhiri penderitaan masyarakat dengan membagi rata jatah yang diberikan oleh pemerintah baik jatah bahan pakaian. terlebih jatah beras. Menghapus kemiskinan. kendati dia tidak selalu menjalankan ibadah sholat lima kali sehari. karena pada tahun 1945 masa awal kemerdekaan. sama rata semua orang sama. Kutil menganut paham sama rasa.

Pemikiran Kutil yang semata-mata untuk tujuan rakyat kesejahteraan masyarakat. keadaan masyarakat tidak berubah malah sebaliknya banyak masyarakat yang meninggal karena kelaparan. Bagaimana beratnya hidup dijajah dan kini setelah Indonesia merdeka. Juni 2006). seperti pabrik tekstil dan gudang padi. Pemikiran Kutil lahir dari penderitaan yang Ia alami. Dia bercita-cita memerintah penuh dan memiliki wewenang dalam mengambil keputusan bahkan membuat peraturan sendiri yang nantinya menjadi hukum yang berlaku dalam masyarakat. Masyarakat pada waktu itu menginginkan pemerintahan Rakyat. Tindakan maupun keputusan yang mereka ambil juga dirasa sangat lamban karena menunggu terlebih dahulu perintah dari atasan. Membuat pemerintahan sendiri diatas pemerintahan yang sah pada waktu itu. apa yang dimiliki negara adalah milik rakyat. (wawancara dengan Bapak Karso. aparatur-aparatur pemerintah juga ditunjuk dan diangkat oleh rakyat. yaitu Pemerintahan Republik Indonesia. Idiologinya sepaham dengan Komunis. Kemiskinan dimana-mana. perusahaan-perusahaan. sedang jatah pakaian dan terutama beras tidak dibagikan secara merata. menjatuhkan pemerintahan yang ada. . Ia tidak mengakui pemerintahan yang sah. gudang-gudang gula dan padi disegel rakyat. gerakannya bersifat ekstrim dan tidak berperikemanusiaan.22 menjadi seorang pemimpin Tiga Daerah. Tindakan yang dilakukan Kutil diantaranya. disambut gembira oleh Rakyat karena mereka menganggap Kutillah yang akan merubah nasib mereka jauh lebih baik. pemerintahan yang ada adalah untuk kesejahteraan rakyat.

Orang arab saat itu mendapatkan tempat yang lebih tinggi dimata masyarakat. Pada masa itu terjadi perubahan-perubahan diberbagai aspek kehidupan ekonomi. sosial. budaya maupun politik. Kefanatikannya terlihat nyata pada adat istiadat. Perubahan ini diwujudkan dalam hubungannya dengan pemimpin setempat dengan rakyat yang berakar pada sifat-sifat feodal yang mulai longgar. adanya kebijakan pemerintah militer Jepang merubah sendi-sendi pemerintahan tradisional di desa maupun perekonomian desa. Para kepala desa yang ada di Tegal hanya dijadikan sebagai alat didalam penyampaian kebijakan dari pemerintahan Jepang.BAB III REVOLUSI SOSIAL DI TEGAL TAHUN 1945-1946 A. Struktur otoritas tradisional didaerah pedesaan yang telah berjalan bertahun-tahun turut berubah. Hal ini dikarenakan penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Jepang dilakukan secara menyeluruh dan mendalam. Dalam perubahan tersebut terdapat golongan yang naik status sosialnya misalnya golongan elit intelektual. Di Slawi karena fanatiknya sekalipun bermain sepak bola tetap memakai sarung tidak boleh memakai celana. kebiasaan tingkah laku serta perubahan mereka. Daerah Tegal terkenal dengan penduduknya yang hampir seluruhnya beragama Islam dan sangat fanatik. Keadaan masyarakat Tegal tahun 1945-1946 Kondisi masyarakat Tegal awal Revolusi sosial secara ekonomi mengalami tekanan yang sangat berat. adapun golongan yang status sosialnya turun. Karena mereka sebangsa dengan Nabi bahkan mereka 16 .

. Juni 2006) Penduduk Tegal terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. Pertanian merupakan mata pencaharian rakyat yang terutama di daerah Karesidenan Pekalongan.17 dianggap keturunan Nabi sehingga mendapatkan sebutan “ Ndoro Tuan Syeh “ untuk menghormati mereka (Wawancara dengan Bapak Mustain. Di daerah daratan rendah keadaan tanahnya subur. Mereka sebagian besar adalah pedagang dan bertempat tinggal di kota atau dilingkungan pemukiman orang Belanda. karena adanya pengairan yang baik dari sungai-sungai yang melewati daratan itu sehingga ditanami padi dan polowijo di musim kemarau. Diantara golongan-golongan bangsa tersebut suku Jawa merupakan penduduk pribumi yang sebagian besar dari mereka hidup di pedesaan dan sedikit sekali yang hidup di kota. bunga melati untuk memberi aroma teh dan polowijo. Mereka memegang peranan penting dibidang perekonomian. Bangsa Cina (Tionghoa) pada waktu itu sangat dipercaya sebagai kaki tangan pemerintah Hindia Belanda. para pedagang kaya dan selebihnya para petani yang berdiam di desa. selain suku pribumi (Jawa) terdapat golongan-golongan penduduk bagsa Cina (Tionghoa) dan Arab. Di daerah pantai tanahnya kurang subur karena mengandung garam sehingga dapat menanam kelapa. Mereka terdiri dari orang kaya yaitu para pangreh praja. Sawah-sawah yang lain ditanami tebu untuk memenuhi kebutuhan pabrik gula yang terdapat didaerah itu. lurah. Baik sebagai petani penggarap atau buruh tani ataupun sebagai pemilik sawah atau tanah. Dalam masa pemerintahan Belanda hampir diseluruh sawah daratan rendah ditanami tebu untuk mencukupi kebutuhan pabrik gula itu sesuai dengan target yang telah ditentukan.

18 Daerah pegunungan merupakan daerah yang subur dengan hasil pertanian seperti kopi. Bangsa Jepang juga memperhatikan mereka dalam hal olahraga yang menyeluruh dari kota sampai desa adalah merupakan perhatian mereka terhadap kesehatan jasmani dan rohani bagi rakyat Indonesia. Bangsa Jepang datang mula-mula memperhatikan kehidupan sosial seperti menggunakan tenaga-tenaga bangsa Indonesia untuk menjalankan pemerintahan. Hal ini berarti menaikkan tingkat kehidupan bangsa Indonesia. Didalam pemerintahan Belanda kopi merupakan hasil ekspor utama didaerah ini disamping teh dan gula. kayu jati. Penyakit kulit menjadi penyakit yang memasyarakat dikalangan rakyat. Tidak hanya penyakit kulit. teh. Tetapi dibalik perhatian Jepang ternyata ketentuan wajib militer ini meliputi seluruh lapisan usia dari anakanak sampai yang tua akhirnya menimbulkan kehidupan sosial yang memburuk. selain perikanan penduduk juga mengusahakan ternak. Selain itu latihan-latihan kemiliteran yang diberikan kepada pemuda-pemuda Indonesia telah memberikan kepercayaan yang besar dalam diri mereka yang akan sangat berguna untuk perjuangan dalam merebut kemerdekaan. menghapuskan jurang pemisah didalam bidang pendidikan antara bangsa asing dengan penduduk pribumi. kina dan panili. busung . Keadaan ekonomi yang buruk berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat yang cukup memprihatinkan. Penduduk Tegal yang lain bermata pencaharian sebagai nelayan dikarenakan wilayah Tegal bagian utara adalah lautan dan pantai penghasil perikanan. beri-beri. menjadikan mereka pemimpin di perusahaan-perusahaan yang semula dipegang oleh bangsa Belanda. Pinus. karet.

Pada masa pergerakan nasional sudah muncul beberapa organisasi politik yang berjuang untuk kemerdekaan dan melepaskan diri dari penjajahan Jepang.19 lapar maupun kudisan yang merajalela bahkan hampir setiap hari terdapat orang yang meninggal akibat kelaparan. Pemerintahan militer Jepang dengan orientasi ekonominya telah melanggar batasbatas otonomi dari pemerintahan desa. Hal ini terbukti dengan pengangkatan kepala desa berdasarkan kriteria tertentu dan melalui serangkaian prosedur tes dan seleksi hal ini bertujuan agar kepala desa mengerti Administrasi pemerintah dan sekaligus menyingkirkan orang-orang yang tidak mendukung pemerintah Jepang. Namun pada masa itu Jepang melarang pembentukan organisasi politik. pemerintahan Jepang segera membubarkan seluruh organisasi politik yang ada. dampak pendudukan Jepang didaerah Tegal juga dalam bidang keorganisasian. . sebagai gantinya Jepang mendirikan beberapa organisasi kepemudaan. Selain dalam bidang pemerintah. Kondisi politik masyarakat Tegal setelah kedatangan balatentara Dai Nippon di Indonesia mengalami perubahan-perubahan yang mendasar dalam bidang hukum dan politik. Pelatihan dan Indokrinasi dilakukan oleh Jepang sedangkan politik imbalan dan hukum yang dilakukan. campur tangan dari pemerintah terhadap korp pangreh praja merupakan bentuk dari salah satu penetrasi politik dan depolitisasi terhadap lembaga-lembaga politik tradisional pedesaan. Dalam bidang politik. dalam bentuk pemecatan untuk menyingkirkan orang-orang anti Jepang dan kompromis terhadap barat.

B. Revolusi tersebut adalah merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pemerintahan yang ada pada saat itu.20 Mobilisasi pemerintah Jepang terhadap para pemuda Tegal dilakukan secara besar-besaran dalam program cadangan bagi kepentingan militer Jepang. Munculnya kekuatan Sosial berdasarkan Idiologi Revolusi sosial yang terjadi di Tegal kurang lebih tiga bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. sebenarnya gejolak pedesaan yang tidak hanya terjadi di Tegal saja namun. untuk melawan penjajah. Mobilitas tersebut dalam bentuk barisan Sainendan. tetapi dibalik semuanya mereka juga melatih para pemuda-pemuda yang lainnya setelah menyelesaikan tugasnya. Pemuda Tegal mulai berjiwa reaksioner terhadap semua yang berkenaan dengan kebijakan Jepang. Penderitaan akibat penjajahan Jepang serta latihan-latihan militer mengubah sikap hidup dan pandangan rakyat Tegal. Dampak dari pembentukan organisasi tersebut adalah keterampilan dalam penggunaan senjata dan sikap kedisiplinan yang selalu digembleng dalam latihanlatihan. terjadi juga di daerah-daerah lain seperti di Pekalongan dan Pemalang. . Mereka tidak sepenuhnya patuh pada Jepang. misalnya Peta yang dibentuk oleh Jepang. Keibodan. Heiho dan Peta. Para pemuda yang dilatih militer pada akhirnya akan berbalik melawan pemerintahan Jepang demi kepentingan perjuangan kemerdekaan. Pelatihan-pelatihan yang diikuti oleh para pemuda merupakan keuntungan bagi bangsa Indonesia. Budaya Jawa yang selalu pasrah dan menerima apa adanya tidak dianut lagi oleh sebagian pemuda.

AMRI Slawi mereka anti Fasis dan tidak berkompromi dengan Belanda. Pada tahun 1945 mereka menggunakan kesempatan untuk merombak struktur pemerintahan yang lama ke arah yang lebih demokratis. diantaranya Veteran Pemberontak Komunis tahun ‘26 eks Digulis. karena sikap menunggu mencerminkan sifat ragu-ragu. tidak berinisiatif dan sikap kepatuhan seorang abdi yang terpuruk oleh latar belakang pendidikan kolonial belanda yang diperolehnya. Brebes. Tetapi karena pada tahun 30-an sewaktu mereka kembali dari Digul/penjara lain. Pengikutnya yaitu kalangan Feodal Pangreh Praja. baik di kota maupun di desa. Kekuatan sosial berdasarkan Idiologi inilah kelompok yang membentuk Front Rakyat yang di sebut Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah (GBP3D).21 Penyebabnya adalah adanya sikap menunggu perintah yang sudah menjadi pola elite birokrat. mereka selalu dalam pengawasan Belanda. termasuk di dalamnya pemimpin Barisan Pelopor dan Badan Pekerja di Tegal dan Brebes. Kelompok ini terbentuk pada tanggal 16 November 1945 dan bermarkas di kantor partai sosialis Amir Syarifudun cabang Tegal. dan Pemalang. dan tidak boleh mendirikan organisasi di tahun 1945. dengan tujuan utama front adalah merebut stuktur karesidenan dalam kekuasaan organisasi yaitu di Tegal. Kelompok kedua yaitu kelompok sosial yang berpengaruh di Tegal dan Brebes ikut mengaktifkan KNI sebagai wakil pemerintahan sesudah proklamasi dan berusaha mempengaruhi sikap Pangreh Praja ke arah yang lebih mendukung . Gerakan ini dapat terbagi menjadi tiga kelompok yaitu: Kelompok pertama yaitu kelompok kiri di Tiga Daerah. sehingga mereka tidak mempunyai pengikut atau massa.

Diantara mereka ada yang duduk dalam GBP3D yang di ketuai oleh K. Di Tiga daerah itu selain perbedaan pandangan dalam aliran kiri tentang bagaimana revolusi itu harus di jalankan juga terdapat perbedaan tentang penentuan prioritasnya. antara lain di Lasem. Kelompok ketiga di dalam Aliran Kiri yang menguasai GBP3D ialah PKI bawah tanah.Abu Suja’i (Pemimpin partai sarekat Islam . dan Pemalang.Mijaya memperoleh salurannya melalui Amir Syarifudin. membela perkara Tiga Daerah di Pengadilan Pekalongan pada awal 1947 tokoh kedua ialah Subagio Mangunraharjo pemimpin PNI-baru dan sahabat Perdana Menteri Sutan Syahrir.Mijaya cs. melakukan kegiatan melawan kolonial Belanda maupun Jepang yang tokohnya antara lain K. Selain kaum Kiri yang ada dalam Peristiwa Tiga Daerah elemen lain yang juga sangat penting adalah kelompok Islam. ikut menentukan cita-cita Gerakan Tiga Daerah walaupun dalam tingkat nasional. Di mulai akhir tahun 30-an di Surabaya. Widarta dan K. kelompok sosialis juga mempunyai saluran ke tingkat nasional lewat dua tokoh yang berasal dari Tegal yang pertama Supeno. anggota partai Sosialis dan badan pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) yang kemudian menjadi menteri pembangunan dan pemuda dalam kabinet Hatta yang pertama (1948-1949). namun tidak pula menolong terpukulnya GBP3D. Widarta dan K. Tindakan-tindakan mereka di masa pendudukan Jepang.mijaya. Blitar. mengapa kaum agama ikut arus Revolusi dan apa cita-cita Islam pada waktu itu. Meskipun dengan jaringan lokal yang terbatas.22 republik yang baru.H. telah memupuk kader-kader yang progresif melawan Fasisme. Islam nasionalis sejak zaman Sarekat Islam.

yang diangkat oleh komplotan Kutil. Di Pemalang kelompok ini disebut sebagai Santri rakyat. Di Tegal. Pada abad XX beberapa pegawai belanda yang berhaluan Komunis di Indonesia. dua orang di Tegal dan dua orang lagi di Brebes dan tujuh anggota lainnya K. PKI semasa pendudukan Jepang tidak bisa berbuat banyak. 22 persen camat baru yang terpilih terdiri dari golongan Islam Nasionalis. di antaranya H.J.H.F. Pada tahun 1914 di dirikan organisasi Marxisme di Indonesia dengan . Mijaya (di Tegal) dan Amir (di Pemalang) yang paling aktif. Ia adalah anggota Social Democratiche Arbeider Partij (SDAP) atau Partai Bumi Sosial Demokrat. Di Karesidenan Pekalongan hanya ada delapan orang anggota Gerakan Bawah Tanah. maka kelompok itu menyebar di kalangan Eropa termasuk negeri Belanda. baik di Pekalongan maupun di Tiga Daerah. Iskandar Idris. Tokoh Islam Muhammadiyah K. Sejak Karl Marx mencetuskan manifesto Komunis tahun 1884. Komandan TKR Pekajangan merupakan persenyawaan dua elemen yaitu TKR dan Muhammadiyah yang berhasil menghentikan Pemerintah Revolusioner baru. Seorang di Pekalongan. sedang di Pekalongan anggota Muhammadiyah adalah para pedagang. Ia menyebarkan paham komunis di Indonesia dengan mencoba mempengaruhi pemimpin bangsa Indonesia. tiga di Pemalang.23 Indonesia di Tegal) yang menjadi Bupati Tegal pada waktu Peristiwa Tiga Daerah. Partainya lemah dan anggotanya sedikit. dengan maksud untuk membedakan mereka dari golongan Muhammadiyah yang anggotanya adalah golongan priyayi.Sneevliet.M.

Sarekat Islam merah bergabung dengan ISDV dan pada tahun 1920 membentuk Perserikatan Komunis Hindia/ PKI yang diketuai oleh Semaun dan wakilnya Darsono. di Tegal di ketuai oleh Sardjono. saat itu juga PKI mempunyai pengaruh yang sangat besar di Jawa. Kahin. Karesidenan Pekalongan menjadi sebuah pusat dari kegiatan politik yang radikal dan para pengikut PKI di Tegal dan Pekalongan adalah tokoh-tokoh penggerak terkenal dalam pemberontakan melawan Belanda tahun 1925 (Andrey R.mijaya (juga residen Baru Sarjio dan sekretarisnya Muroso) berasal dari luar daerah dan bukan orang setempat. sehingga pengaruhnya tidak begitu besar. Tokoh lain penggerak perjuangan politik Tegal adalah Parno Sutikno. Pada tanggal 21 Oktober 1945 di umumkan bahwa PKI berdiri kembali. dan cabang-cabang sarekatnya mendukung secara aktif. Pekalongan menjadi pangkalan kuat kelompok komunis.1990:31) sehingga di Tegal. Bung Kecil dan K.24 nama Indisce Sosial Democratisce Vereniing (ISDV) dengan Semarang sebagai pusatnya. bahwa para tokohnya Widarta. Masalah lain yang dihadapi PKI bawah tanah di Tiga Daerah yaitu. ISDV lalu menyusup kedalam tubuh Organisasi Sarekat Islam yang membaginya menjadi Sarekat Islam Merah yang di pimpin oleh Semaun dan Sarekat Islam putih yang di pimpin oleh HOS Cokroaminoto. Kamijaya merupakan tokoh sentral atas pembentukan badan-badan pekerja yang menjadi otak dari segala kegiatan perjuangan PKI di Tiga Daerah. seorang pegawai .

yang bekerja sama dengan kekuatan progresif setempat dan kader PKI bawah tanah di Hutan Sukowati Pemalang seperti S.”. karena ia adalah golongan Tan Malaka . 3.. Secara politik Kamijaya mengikuti garis politik Tan Malaka seperti pada pernyataan dengan Sayuti Melik. Strategi yang di jalankan oleh kelompok Komunis adalah dengan menerapkan revolusi yang mempunyai tiga segi yaitu politik. ekonomi. Adiwerna dan Slawi sebagai pusat gerakan.. Menjadikan kecamatan Talang.bahwa Kamijaya menyatakan dengan agak marah. Widarta. Membujuk Kutil atau Sakyani dari kelompok Leggaong untuk bergabung dalam perjuangan revolusioner. Sarjio dan Murosa yang melakukan feodalisme dan Kapitalisme. Kamijaya..Mustofah.1989:196) Kegiatan Perjuangan Komunis di Tegal yang ada di daerah Pantai Utara sebagai pusat kegiatan kelompok PKI Kamijaya. Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) sebagai inti dari kekuatan pemuda dan menentang keberadaan BKR (Wawancara Sahmad. 2. Dijalankan secara ilegal dengan kegiatan operasional bawah tanah.25 pegadaian mereka berhasil mempersatukan tiga kelompok untuk melakukan gerakan dengan usaha yang di lakukan adalah: 1. Juni 2006) (Lucas..1989:216) Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa Kamijaya sebagai golongan Komunis dan Sayuti Melik sebagai golongan nasional. bahwa ia tidak suka campur tangan saudara Sayuti Melik dalam masalah ini. dan ... mempunyai rentan jauh dalam segi pemikiran maupun Idiologinya. Amir.(Lucas..

Apabila pada suatu saat timbul kegentingan dan alat-alat pemerintah menjadi lemah serta tidak berdaya menguasai situasi. kemauan rakyat) 3.1984:353354) C. Munculnya kelompok Legaong (bandit) Dalam Revolusi Indonesia.26 militer. Sebagaimana badan-badan perjuangan. banyak dijumpai para bandit yang memanfaatkan jalannya revolusi. Menyita hak milik musuh 7. Kemauan tentara sesuai dengan kemauan rakyat) 4. maka unsur-unsur kriminal “berperan” untuk kepentingan pribadinya. Gerakan komunis yang berkembang di daerah banyak di ilhami oleh golongan Komunis pusat oleh ajaran Tan Malaka yang membakar semangat perjuangan dalam mencapai kemerdekaan 100 persen yang berisi tujuh pasal yaitu: 1. Menyita perusahaan-perusahaan dan pertanian musuh (Frederick. Ketiga segi tersebut mampu mengadakan revolusi jangka panjang yang di tuangkan sebagai gerilya politik dan ekonomi. Menyelenggarakan tawanan Eropa 5. Pemerintahan rakyat (dalam arti. unsur-unsur kriminal membentuk dirinya dalam suatu kelompok yang terorganisasikan mereka ”hidup” dalam dunia “hitam” atau dunia . Melucuti senjata Jepang 6. Mereka membonceng gerakan revolusiner/badan-badan perjuangan yang menjadikan teror dan kekerasan sebagai alat untuk menjalankan kekuasaannya. Berunding atas dasar pengakuan kemerdekaan 100 persen 2. Tentara rakyat (dalam arti.

seorang sejarawan sosial Inggris yang menyatakan bahwa. kelompok Kutil adalah kelompok yang memiliki tempat dan kedudukan tersendiri pada saat itu. mereka menganggap mereka mampu menentukan nasib mereka sendiri. Dalam Peristiwa Tiga Daerah kelompok yang di pimpin Kutil adalah kelompok Leggaong (bandit) yang tumbuh dan berkembang pada saat itu. Bandit biasa Merupakan seseorang yang melakukan kejahatan dengan merampok tanpa latar belakang apapun. Dunia perbanditan merupakan kehidupan dunia ”bawah” atau dunia “hitam” yang selalu menampakkan diri pada saat-saat tertentu. Bandit sosial Merupakan seseorang yang melakukan perbuatan merampok yang di latar belakangi oleh kepentingan sosial (Suhartono. Istilah bandit di bedakan menjadi dua: 1. Kelompok yang muncul akibat sikap ketidak puasan atau sebagai wujud ketidak setujuan masyarakat terhadap tatanan yang ada. bandit adalah seorang dari anggota kelompok yang menyerang dan merampok dengan kekerasan. pihak pabrik dan perkebunan. 2.27 “bawah” atau dunia “bengkok” yaitu dengan membalikan nilai-nilai dari dunia “Lurus”. Kelompok Leggaong/bandit. Idiologi perbanditan pada umumnya bersifat sekuler yang merupakan gerakan anti ekstorsi.1995: 93-94) . Menurut Hobsbawn. anti pemerasan oleh pihak penguasa. tuan tanah.

artinya menghadapi kepentingan primer yang merupakan hajad hidup bersama dalam masyarakat pedesaan.1995:105) Perbanditan di pandang sebagai pahlawan.1995:103) Di pandang dari Idiologinya. Hobsbawn juga membedakan 4 istilah bandit yaitu: 1. masyarakat mempunyai rasa ketakutan dan berusaha untuk menerima tindakan walaupun menentang hukum.(Ibrahim. Seorang yang mencuri. perbanditan disini dapat dimasukan dalam gerakan sekuler (Suhartono. jawara yang mempunyai komunitas kuat di dukung oleh masyarakat. jago. Kelompok sosial ini memainkan peranan politik dan mempunyai kedudukan istimewa di mata masyarakat.28 Hobsbawn mengemukakan juga bahwa Bandit merupakan istilah untuk menyebut Individu atau kelompok yang menentang hukum. yang di maksud gerakan sosial lebih menitik beratkan pada gerakan sosial keagamaan. membunuh dengan cara kejam dan tanpa rasa malu (gangster) 3. karena mencerminkan nilai moral sebagai aksi protes di tingkat lokal. karena dengan peran tersebut. Seorang yang mendapat keuntungan dengan tidak wajar. 2004: 222) Perbanditan bukan semata-mata gerakan Antiekstorsi seperti pendapat Sartono Kartodirjo. 4. (Suhartono. Perampok berkawan 2. . Musuh. perbanditan Pedesaan lebih menitik beratkan hal-hal yang sifatnya riil dan Ekonomis.

Kelaparan dan Kekurangan yang di alami rakyat selama masa Penjajahan Jepang tidaklah menjadi lebih ringan. mereka menunggu perintah terlebih dahulu dari atasan. menumpuk di gudang-gudang tak digunakan. penjual makanan. adanya struktur menunjukan hubungan antara satu bagian dengan bagian lain yang merupakan ikatan atas bawah secara hirarkhis (Suhartono.29 Revolusi sosial yang terjadi di Tegal kurang lebih dua setengah bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan tepatnya bulan Oktober 1945. Gerakan perbanditan ini mempunyai struktur dan pemimpin walaupun bentuknya tradisional. berton-ton padi yang di setorkan setelah panen (Mei-Juni 1945) di Tiga Daerah. terutama Kutil (Lucas. Gerakan yang di lakukan adalah berupa aksi dombreng yang intinya gerakan ini merupakan tindakan membuat malu para pejabat yang korup di depan umum. seperti di kecamatan Talang terkenal . Penjahit. Pejabat pemerintah Pangreh Praja tidak segera membagi-bagikannya kepada masyarakat. Hal itulah yang menjadikan kemarahan masyarakat bertambah.2004:147) Pengaruh Leggaong/bandit dalam Revolusi memang jelas karena mereka adalah golongan yang memimpin aksi Dombreng dan sebagai kelompok penggerak revolusi kemerdekaan di pedesaan. tukang besi dan penjual Jamu.1995:101) Kemunculan leggaong di daerah Tegal seringkali memberi rasa takut di desa-desa yang di tempati para leggaong. Petani miskin. disebabkan oleh hilangnya Pemerintahan Jepang di Tegal serta adanya pergantian pemimpin praja di beberapa Kecamatan dan Kawedanan. Pergantian pemimpin Praja di pimpin oleh masyarakat yang berasal dari berbagai lapisan diantaranya: pedagang.

Kutil tidak punya Jimat. Dia dianggap mempunyai kekuatan doa-doa. Azimat tersebut berupa pandonga slamet (minta doa selamat) Kyai Makdum memberikan segelas air putih untuk diminum sebelum berangkat. Juni 2006). Keselamatan yang dipercaya misalnya apabila akan ditembak dengan sendirinya tembakan akan meleset. dan keberhasilannya mempengaruhi masyarakat sehingga ikut dalam gerakannya. . Banyak pemuda AMRI memakai selempang Janur kuning sebagai lambang perlawanan dan pemberi kekebalan serta penangkal roh jahat. tidak hanya itu. Karena langkanya senjata api (hanya dua orang tokoh AMRI. Kedekatan Kyai Makdum dengan Kutil memunculkan anggapan bahwa Kyai Makdum adalah guru Kutil dan seperti anggapan masyarakat pada umumnya Leggaong mendapat kekuatan magisnya dari seorang Kyai terkenal. jimat dan dianggap Ratu Adil sebagai dampak gejala Messianisme. Kyai Makdum memiliki kekuatan istimewa dan dapat menyembuhkan orang sakit. Segelas air putih yang diminum dipercaya akan memberikan keselamatan. kepada Kyai inilah kelompoknya meminta nasihat dan mendapat azimat dan mantra. Kyai Makdum adalah teman Kutil.30 dengan jagoan yang bernama Kutil yang bernama asli Syakyani sebagai tukang cukur. ataupun doa-doa. mereka juga membawa bambu runcing yang sudah diberkati. tidak mengenai sasaran. baik bagi kaum Leggaong maupun bagi Kaum Revolusiner (Wawancara dengan Bapak Wastap. Kekuatan pada dirinya terletak pada keberaniannya membunuh siapa saja yang dianggap musuh. lainnya disamping Kutil yang memilikinya) adanya perlindungan semacam itu dirasa lebih penting artinya.

Kutil mengangkat dirinya sendiri. Perbanditan yang terjadi di Talang jelas terlihat. Pengangkatan dirinya sebagai Kepala kepolisian tidak dilakukan oleh masyarakat. Juni 2006). Bahkan pengikutnya pun terdiri dari tidak hanya orang-orang dari golongan bawah saja melainkan juga orang-orang dari kalangan agama yang notabene namanya sudah . Adanya orang-orang yang dengan sendirinya muncul yang mampu menggerakan massa/masyarakat lebih dari ribuan. Kutil tampil sebagai jagoan Republik (walaupun disiang bolong) yang ingin membalas dendam atas perlakuan para pejabat semasa penjajahan Jepang (Wawancara dengan Bapak Karso. menunjukan bahwa perbanditan pada masa pendudukan Jepang sudah di mulai. muda apabila dianggap bersalah dengan tidak segan-segan dia akan membunuh dengan cara yang kejam. Tindakan yang dilakukan Kutil adalah tindakan seorang yang arogan. tindakan yang tidak berperikemanusiaan. merasa besar didukung sepenuhnya oleh rakyat. Dukungan rakyat terbukti dengan tidak ada satupun orang yang berani dengan dia apalagi menentangnya dan setiap tindakan maupun perintahnya benarbenar dijadikan hukum oleh masyarakat pada saat itu. masa revolusi sosial yang terjadi kurang lebih tiga bulan. tua.31 Pengaruh Kutil dalam revolusi sosial adalah melakukan protes sosial dengan memimpin aksi dombreng dan mengerahkan massa. karena dia merasa sebagai seorang pahlawan yang disanjung-sanjung rakyat. tidak pandang bulu. sebagai bentuk kebencian rakyat terhadap Pangreh Praja serta pengangkatan sepihak dirinya sebagai kepala kepolisian Tegal.

mereka dengan mudah ikut bergabung dengan para Leggaong. Berkobarnya Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 Masa Revolusi kemerdekaan 1945 merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai dan menegakkan kemerdekaan yang dimulai sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Tenagatenaga sukarela seperti Romusya yang merupakan kewajiban dari seluruh penduduk dan keharusan menyerahkan hasil padi bagi para petani telah mengakibatkan kebencian rakyat kepada pemimpin pemerintah bangsa sendiri. Anggota keluarga masing-masing mempunyai tugas dan kewajiban yang tidak dapat ditinggalkan. D. Hilangnya kekuasan Jepang mengakibatkan adanya vacuum kekuasaan.Daerah). Namun demikian agaknya belum dianggap cukup. dan suarasuara yang santer menginginkan digantinya anasir-anasir pimpinan pemerintahan .32 tidak di ragukan lagi di daerah masing-masing.I. Didahului masa pendudukan Jepang yang singkat (1942-1945). Kelompok Kutil sengaja menggunakan Islam dan Ulama sebagai kekuatan ajarannya karena mereka menganggap bahwa Islam merupakan kekuatan politis yang besar di Indonesia. maka untuk mendampinginya dibentuklah Komite Nasioal daerah (K. Secara resmi pangreh praja dan kepolisian peninggalan pemerintah Jepang masih berkuasa. jika berani menghindar hukuman berat menanti. dan menyebabkan munculnya petualang-petualang politik yang sengaja mengambil kesempatan dengan menyebarkan isu-isu untuk menghasut rakyat guna kepentingan golongannya sendiri. Disamping itu juga hubungan kekeluargaan antara masyarakat sudah tidak serasi.N.

razia. menangkap.33 yang selama pendudukan Jepang sudah memegang pimpinan. R. menyiksa bahkan membunuh pimpinan-pimpinan daerah yang dianggap bersalah. Aksi-aksi mulai timbul yang ditujukan pada diri: 1. pergantian pejabat-pejabat pemerintah yang dianggap NICA serta pembunuhanpembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap bersalah maupun orang-orang yang dianggap menghina republik semuanya terlebih dahulu melalui komandonya. Mr. Berkobarnya Revolusi Sosial di Tegal terjadi bersamaan dengan munculnya tokoh Kutil yang terkenal dengan tindakannya yang tidak mengenal hukum. penyerbuan terhadap kantor-kantor pemerintah maupun perusahaan-perusahan. Rahardjo :Bupati Brebes :Bupati Tegal :Bupati Pemalang Mereka semua dianggap sebagai antek-antek Jepang atau Agen-agen Koloni Belanda (NICA) bahkan dalam Agetasinya dalam suatu rapat di Brebes Sukirman dalam mengartikan BKR sebagai Badan Keamanan Residen. . namun prokemerdekaan dan tindakannya semata-mata untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Sarimin Reksodihardjo 4.Slamet Sunaryo 5. Kutil pada masa revolusi sosial di tegal. Besar :Residen Pekalongan 2. Sungeb Reksoatmodjo :Wali Kota Tegal 3. dijadikan tokoh utama dalam setiap gerakan. Gerakan massa rakyat dimulai dengan melakukan tindakan-tindakan kejam. dan tidak berperikemanusiaan. sadis. R.

Sesudah diarak. sehari setelah korban-korban akibat perlawanan dengan konpeitai dimakamkan di Pekalongan. pada tanggal 7 Oktober malam hari. Pemalang selatan. Yang terkenal dengan pusat gerakan radikalnya. Rumah “Den Mas” Harjowiyono. dipaksa minum air mentah dalam tempurung kelapa . suami istri ini diarak. Ia dilucuti dan diberi pakaian goni. bila lurah tidak mau keluar. Sebelum perang. Awal bulan Oktober rakyat meminta agar padi dibagikan. Camat yang sedang pergi membuat suasana semakin tegang. Revolusi sosialpun telah dimulai. diiringi bunyi gamelan milik lurah yang melambangkan kedudukan dan kekayaannya. dan beliau menanyakan kepada mereka apa kesalahannya. Di tiga daerah ketegangan yang serupa terjadi dimana-mana. Raden Mas Harjowiyono dengan pakaian resmi keluar menghadapi rakyat yang mengancam akan membunuhnya. dikepung oleh rakyat. karena pada akhir minggu kedua bulan Oktober tindakan pemerintah untuk membagi-bagikan padi dirasa sudah terlambat. Wakil camat adik Bupati Pemalang berusaha menenangkan suasana. mereka dihina dan diperlakukan seperti ayam. Rakyat mengancam akan membakar rumah itu. Revolusi sosial dimulai di Desa Cerih. daerah miskin penghasil singkong di wilayah perbukitan Tegal selatan. sedangkan istrinya diberi kalung padi.34 Revolusi Sosial di Tegal di dimulai dengan ketegangan yang terjadi dalam satu rapat di Kecamatan Moga. lurah desa Cerih. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah setempat sudah tidak punya waktu lagi untuk bertindak. Pada pagi harinya. namun rakyat yang berkumpul malah menjadi marah dan melempari gedung dan tempat penyimpanan padi dengan batu.

Latihan rutin yang dilakukan kemudian berubah menjadi beratus-ratus pemuda bergerombol-gerombol dengan membawa berbagai jenis senjata tajam dan mulai mengadakan pemeriksaan. Baik orang-orang yang berjalan kaki. Kelompok pemuda ini juga memberlakukan ketentuan. polisi negara langsung diseret dan dibawa ke markas. Revolusi sosial yang terjadi di Tegal dimulai antara tanggal 20-25 Oktober 1945. pemuda-pemuda di Talang dan Ujungrusi terlihat sangat aktif mengadakan latihan baris-berbaris setiap pagi atas perintah dari pimpinannya dalam rangka persiapan untuk menghadapi musuh Belanda. Sebagai inti gerakan ini berasal dari kalangan pemuda yang tergabung dalam Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) dimana Sakyani alias Kutil sebagai pimpinanya. naik sepeda. diberhentikan dan diperiksa satu persatu dengan cara yang tidak teratur dan apabila dalam pemeriksaan tersebut dijumpai seseorang anggota Pamong Praja. kepada siapa saja yang berjalan melewati markas penjagaan Pemuda harus berhenti dan mengangkat tangannya untuk menyampaikan salam MERDEKA! . mereka diseret secara beramai-ramai dengan tuduhan NICA kaki tangan Kolonial Belanda.pemeriksaan. penggeledahan terhadap orang-orang yang berjalan melewati markas penjagaan Pemuda di Talang. termasuk camat baru (karena camat lama kabur) dapat mengawasinya. dokar maupun dengan kendaraan bermotor mereka. Demikian pula bila terdapat orang yang membawa barang-barang atau pakaian yang bercorak Merah Putih Biru.35 dan makan dedak (kulit padi) kemudian lurah dan kelurganya ditahan di kecamatan agar para pemimpin perjuangan setempat.

pemuda yang berjuang bersamanya adalah kunci utama berjalannya suatu gerakan. Sedang dibidang politik. Kegiatan sosial masyarakat Tegal sesudah proklamasi kemerdekaan berjalan sangat lambat. Disamping sosial ekonomi warisan kolonial masih cukup kuat mengakar pada kehidupan masyarakat. negara Indonesia dihadapkan pada banyak persoalan baik dibidang Ekonomi. Sosial. konsolidasi negara Republik Indonesia terutama dalam menghadapi kekuatan militer Belanda dan melancarkan revolusi nasional yang menyebabkan tingkat politisasi masyarakat menjadi semakin tinggi.36 Dari contoh tindakan diatas menunjukan bahwa begitu besar pentingnya kelompok pemuda dalam menggerakan revolusi. karena aktivitas masyarakat dipusatkan pada usaha usaha mengobarkan peristiwa tiga daerah. tindakannya yang cepat dalam mengambil keputusan yang semata-mata untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat disamping dukungan penuh dari seluruh masyarakat. Kelompok pemuda di daerah Tegal. yang memiliki semangat juang yang tinggi. maupun Politik. Dampak Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 1. E. tegas dalam memerintah. Keadaan sosial masyarakat Tegal tidak tentram. adalah tidak dari golongan pemuda namun kelompok itu sebagian besar terdiri dari orang-orang yang usianya sekitar 30-40 tahunan. Adanya pemimpin yang pemberani. Dampak terhadap Kondisi Sosial Masyarakat Tegal Sejak bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. sebab kegentingan suasana akibat tanda-tanda adanya perang semakin . disamping keberanian yang tinggi.

mereka . sehingga banyak pondokpondok pesantren. Jepang meninggalkan Tegal setelah Indonesia merdeka. Meletusnya Peristiwa Tiga daerah menyebabkan pendidikan masyarakat Tegal menjadi kacau dan banyak masyarakat yang tidak sekolah. Mereka sering kali diggerakkan untuk melakukan kerja bakti diantaranya seperti membersihkan tempat-tempat umum. mencari berbagai tanaman liar untuk diserahkan kepada pihak Jepang. Dalam bidang pendidikan masyarakat Tegal mendapatkan kesempatan bersekolah tanpa dipungut biaya.37 menjadi nyata. karena pelajaran yang diajarkan sangat sedikit. dan Kyai. Berakhirnya peristiwa tiga daerah mengakibatkan pendidikan masyarakat berjalan baik dan ada sedikit mata pelajaran dari masa pemerintahan Jepang yang dapat dijadikan kurikulum Masyarakat Tegal mayoritas beragama Islam. guru agama. Kedatangan tentara sekutu dari Semarang adalah salah satu faktor yang ikut memperkeruh suasana di Tegal. Guru agama pada saat itu mempunyai kedudukan yang istimewa karena masyarakat pada saat itu menganggap guru agama adalah orang yang pantas dihormati dan merupakan tokoh yang kharismatik. Status haji dan Kyai dianggap sebagai simbol martabat sosial. Dampak yang dirasakan oleh masyarakat Tegal pada Peristiwa Tiga Daerah ini adalah kekerabatan yang telah berlangsung lama dalam kehidupan keluarga menjadi terpisah. Hal ini sering dilakukan sehingga pelaksanaan kurikulum secara normal menjadi terganggu. karena banyak dari anggota masyarakat yang meninggal dalam peristiwa tersebut. Mutu pendidikan sekolah pada masa ini secara umum tidak meningkat. Peran Kyai dan guru agama mempunyai pengaruh yang sangat penting.

“Siapa yang kuat dialah yang dapat”. Semboyan itu muncul pada saat rakyat tidak bisa mempertahankan haknya karena kedudukan priyayi yang lebih tinggi dan posisi rakyat yang harus mengabdi pada priyayi. Kelompok lain yang cukup berpengaruh dalam masyarakat adalah para ulama. Pada waktu peristiwa tiga daerah meletus semua aparatur pemerintah tidak berperan. tubuh kurus kering akibat menderita kelaparan. Seorang kepala desa berperan sebagai pelindung rakyat.38 dianggap mampu mengurangi tindakan kekejaman ataupun meredakan suasana. yang berhasil menyelamatkan adalah seorang Kyai. kelompok Elite Birokrasi yaitu aparatur pemerintah seperti bupati. Ekonomi perang peninggalan Jepang telah menyebabkan kesengsaraan rakyat yang berlarut-larut dan menimbulkan trauma bagi rakyat. 2. Masalah gizi pada jaman Jepang masih menjadi penyakit rakyat karena kurangnya kontrol dari pemerintah penjajah maupun pemerintah lokal yang kurang memperhatikan kesehatan masyarakat. patih. . Iskandar Idris akan dibunuh. Misalnya ketika pemimpin TKR Kol H. Masyarakat pada waktu itu terkena penyakit busung lapar dengan ciri-ciri perut besar dan buncit. sehingga Ia dianggap sebagai penghubung rakyat dengan pihak pemerintah. hukum rimba masih melekat pada jiwa masyarakat Tegal. camat termasuk juga kepala desa atau bekel. mengumpulkan pajak. Dampak terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Tegal Proklamasi kemerdekaan merupakan masa terjadinya perubahan politik yang berdampak pada bidang ekonomi. Sehingga masyarakat menghendaki adanya pergantian pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tegal. Sisa-sisa ekonomi penjajahan masih dirasakan oleh masyarakat bahkan. wedana.

Karena itu ketika cita-cita ekonomi nasional yang berorientasi kerakyatan dirumuskan dalam konsep Bung Hatta.1995:259) . dengan mengakatakan bahwa rakyat dieksploitasi hak-haknya oleh negara dengan melihat kenyataan bahwa tanah yang membentang luas dan hutan yang menghijau merupakan bagian hak milik negara. Keadaan ekonomi masa Revolusi ditandai dengan pencarian dana perjuangan yang merupakan masalah ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia. antara lain: Periode awal Revolusi (1945-1946) adanya pencarian dana perjuangan ditambah dengan perjuangan melawan musuh lama (Belanda). disamping masih dominannya faktor non ekonomi dalam suasana revolusi dan kurangnya modal asing serta kurangnya tenaga kerja yang trampil (Abdullah. Salah satu ciri pada tahun tersebut adalah negara dalam keadaan lemah. terkait karena pemerintah Tegal sebagai wilayah yang mempunyai pengaruh besar terhadap daerah lain. Kamijaya sebagai golongan kiri yang berhasil menyusup dalam lingkungan masyarakat Tegal memprovokasi untuk menentang pemerintahan. prioritas utama perekonomian nasional dalam konsep tersebut adalah pengambil alihan sumber-sumber strategis yang dikuasai oleh penjajah. namun masyarakat dalam keadaan yang cukup kuat. sehingga rakyat harus merasakan apa yang dirasakan negara. Usaha itu belum sepenuhnya berhasil mengingat lemahnya mekanisme kontrol pemerintah.39 Keadaan ekonomi yang dijadikan alasan untuk kepentingan politik.

40 Seperti terjadi di daerah Tegal yang merupakan daerah miskin. bahkan beban ekonomi masyarakat bertambah dengan penguasaan bahan-bahan pokok oleh golongan Cina.Penimbunan bahan kebutuhan pokok oleh golongan Cina menyebabkan hargaharga membumbung tinggi.Kurangnya perhatian Rakyat terhadap penggarapan sawah. Kota Tegal menjadi kacau. perdagangan dan industri sebagai akibat adanya pendudukan Belanda di kota-kota Peristiwa (Kutoyo. Masyarakat tidak lagi menggarap sawah melainkan bergabung dalam kelompok organisasi penumpasan peristiwa tiga daerah. Kondisi ekonomi yang sulit di Tegal dapat dikemukakan penyebabnya yaitu: 1. Gabungan Badan Peristiwa Tiga Daerah (GBP3D) membentuk suatu badan ekonomi. aktifitas perekonomian berhenti. Badan . Dalam peningkatan perekonomian masyarakat Tegal. Tingkat perekonomian masyarakat Pekalongan menurun dan pemenuhan kebutuhan pokok berkurang serta terjadi krisis moral. tetapi penduduknya sebagian besar bermata pencaharian sebagai buruh dan petani. Golongan Cina menyembunyikan barang-barang kebutuhan yang diperlukan masyarakat. akibatnya bahan-bahan pokok menjadi langka dan harganya mahal. walaupun daerah itu kaya dengan pabrik-pabrik tekstil dan sumber daya alam.Rakyat yang baru merasakan kemerdekaan digoncang oleh adanya Tiga Daerah 2.1979:98). 3.

Setelah peristiwa tiga daerah berhasil diselesaikan dan masyarakat . 4. Perekonomian dikoperasikan pada masyarakat kecil. Dengan adanya badan ekonomi yang dibentuk GBP3D perekonomian masyarakat Tegal mengalami peningkatan kebutuhan hidup. Mengadakan sentralisasi untuk tiga daerah 2. Menyerahkan tiap pengiriman bahan makanan ke wilayah tiga daerah yang mendapat izin dari KPR daerah 9. Kondisi sosial ekonomi masyarakat Tegal pada masa proklamasi kemerdekaan sampai dengan peristiwa tiga daerah 1945 sangat terganggu. Memberi nama kantor perekonomian dengan kantor perekonomian rakyat (KPR) 8. Menyesuaikan produksi pabrik dengan kebutuhan saat ini. Pembagian dan pembelian bahan makanan yang diatur oleh badan sentral 3. Sebagai wadah untuk memperbaiki ekonomi sebelumnya yang dianggap tidak sesuai lagi dengan keadaan yang diharapkan oleh kelompok Kamijaya. Menganjurkan Home Industri serta memperbanyak tanaman kapas. Memperluas front kemerdekaan dan front perjuangan sampai ke natura untuk memperbanyak hasil-hasil bumi 6. meskipun distrubusi pangan sangat terbatas. antara lain sebagai berikut: 1. 7.41 tersebut digunakan sebagai wadah ekonomi yang secara umum kedudukannya adalah menanggulangi masalah-masalah ekonomi di tiga daerah. Mengambil alih perusahaan angkutan pemerintah pendudukan Jepang (Kunco) ketangan pemerintah 5.

Balapulang. Pertanian masyarakat Tegal banyak mengalami kesusahan dibandingkan dengan keuntungannya antara lain: 1. 3. mengadakan program perkebunan seperti perkebunan kopi dan tebu untuk mencukupi kebutuhan rakyat Tegal. pengangkutan jadi lebih lancar dan banyak hasil bumi yang dijual ke daerah lain. Berakhirnya Peristiwa Tiga Daerah menjelang tahun 1946-1947 para pejabat pemerintahan yang baru. Kemangten Pagongan. Peristiwa Tiga Daerah membawa pengaruh dan dampak bagi masyarakat Tegal. dan Kemangtran menampung tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran. Ada yang mulai membuat kerajianan Poci . Saluran irigasi sawah diperbaiki. Dibidang ekonomi kebutuhan hidup masyarakat tidak dapat terpenuhi dengan cepat karena rakyat tidak berani keluar rumah. Penduduk sekitar perkebunan banyak bekerja sebagai kuli yang merendahkan derajatnya. tempat-tempat penyimpanan padi dan pusat-pusat kebutuhan dikuasai Komunis. masyarakat Tegal dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka.42 Tegal mulai dapat melakukan aktifitasnya secara perlahan. Ujungrusi. Dengan adanya Kereta Api. Tahun 1946-1947 masyarakat Tegal masih merasakan akibat dari peristiwa tiga daerah. Dukuh Wringin. Jalur lalu lintas yang menghubungkan antar desa diperbaiki. Pendirian pabrik-pabrik gula Pangkah. 2. 4. akan tetapi masyarakat tetap berusaha meningkatkan kebutuhan hidup sesuai dengan kemampuan mereka. Dilihat dalam kenyataannya kehidupan petani biasa dalam segi ekonomi.

sangat mempengaruhi perkembangan politik di daerah Tegal. Dalam bidang politik pemerintah Jepang ikut campur tangan dalam struktur pemerintahan sampai tingkat pedesaan. Dampak Terhadap Kondisi Politik Masyarakat Tegal. Tatanan kehidupan politik tradisional di pedesaan. disamping mempunyai tugas tradisional pangreh praja juga memiliki kewajiban antara lain: a. 3. Kepala desa diangkat berdasarkan kriteria tertentu secara demokratis. Keadaan sosial ekonomi seperti yang telah diuraikan. pemerintahan Jepang dengan orientasi ekonominya telah melanggar batas-batas otonomi pemerintah desa. Kepala desa berperan penting.43 (tempat teh) untuk memenuhi kebutuhan keluarga Pangreh Praja dan para pejabat pemerintahan Tegal dan ada juga yang sudah mulai berdagang di pasar walaupun hanya sedikit orang yang berjualan. Wedana. Bupati diharuskan mengerti administrasi pemerintahan dan sekaligus menyingkirkan orang-orang yang tidak mendukung sistem pemerintahan Jepang. Pada masa pendudukan Jepang proses pemilihan dan pengangkatan kepala desa. makanan dan sumber tenaga dapat lebih mudah. Menuntun dalam upaya peningkatan padi b. Campur tangan pemerintah Jepang terhadap Korp pangreh Praja merupakan bentuk-bentuk penetrasi politik dan depolitisasi terhadap lembagalembaga politik tradisional di pedesaan. Pengumpulan padi . Mengawasi tanaman baru c. Oleh sebab itu upaya Jepang mengeksploitasi sumber bahan mentah.

sebab pangreh praja yang semula merupakan sumber pengayom bagi masyarakat berubah menjadi alat pendukung atau antek-antek Jepang dalam pelaksanaan ekploitasi. Tindakan yang dilakukan adalah mengeluarkan agitasi untuk mengeruhkan suasana. Gejolak banyak muncul dan terjadi antara golongan pangreh praja dan golongan pemuda dengan aksi gerakan daerah. Mereka juga menuntut penggantian pejabat-pejabat peninggalan jaman Jepang. lemah dan bingung. Mengawasi koperasi pertanian Melihat kewajiban kepala desa atau pangreh praja tersebut diatas. Hidup rakyat selama penjajahan Jepang selalu tertekan dan penuh kekurangan dan mudah menerima hasutan yang dilakukan oleh agigator-agigator komunis. Pejabat di daerah-daerah pada umumnya bersikap pasif.44 d. . masyarakat mempunyai penilaian negatif terhadap pangreh praja. akibatnya para pejabat tidak mempunyai wibawa dan pemerintah sendiri tidak mampu menghentikan kesewenang-wenangan yang muncul. Sistem politik Jepang menciptakan pemerintahan daerah yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. Pemerintah tidak menjelaskan makna kedaulatan rakyat kepada rakyat. Perekrutan Romusha e. Pengorganisasian tenaga kerja f. Masyarakat menganggap merekalah yang menyebabkan timbulnya penderitaan dan kemiskinan. Akibatnya timbul kebencian masyarakat terhadap pamong praja pada waktu itu.

semua sebutan dan gelar kepriyayinan harus diganti. c. Sejumlah Kyai diangkat menjadi Bupati. Pengaruh pemimpin agama sangat dibutuhkan untuk meredakan situasi. Jabatan kepala desa tidak dapat turun temurun akan tetapi melalui tes terlebih dahulu dan dipilih rakyat. Sarjio mengeluarkan pengumuman bahwa pemerintah daerah karesidenan Tegal telah menyerah dan jatuh ketangan rakyat. Pembentukan Tonarigumi (RT / RW) membentuk persatuan dan kerja sama antar sesama warga.45 Masyarakat Tegal mengadakan pemilihan pangreh praja atau pemerintah daerah yang sah dan disetujui oleh masyarakat Tegal. Pemerintah baru berprinsip demokrasi dan keluarga. Adanya pengangkatan Pangreh Praja oleh masa rakyat menunjukkan bahwa mereka membutuhkan pemimpin baru yang diharapkan sesuai dengan situasi baru. b. Strkturisasi yang dibentuk pada masa pemerintahan Jepang masih tetap ada sampai sekarang walaupun istilahnya berbeda. dimana semua . Pada tanggal 11 Desember itu juga. Pengangkatan terhadap pangreh praja telah dilakukan. tetapi pengaruh dibidang pemerintahan yang masih dapat kita rasakan sampai sekarang adalah: a. Pangreh praja yang telah dipilih diharapkan mampu melaksanakan tugas sesuai dengan jabatannya. pemindahan kekuasaan administratif karesidenan oleh staf pengoperan pada pemerintahan baru masih berlanjut. Tujuan GBP3D pada dasarnya adalah membuat pemerintahan karesidenan yang demokratis. Pada tanggal 11 Desember 1945. dan Camat untuk menggantikan pejabat lama yang berasal dari masa pemerintahan Jepang. Wedana. karena mereka menganggap pemerintahan yang baru terbentuk masih mendapat pengaruh feodalisme penjajah.

Yunus Pusponegoro 3. Berakhirnya Peristiwa Tiga Daerah dan pemerintah membentuk susunan pemerintahan baru dan pangreh praja baru yang diinginkan masyarakat yaitu pemimpin yang adil. terbentuklah Resimen Hibullah Tegal.(Lucas. dengan Komandan Resimen kosim Nachrawi. Demikian pula TKR laut telah disempurnakan dan terbentuklah ALRI Pangkalan IV Tegal. 1989:249- bermasyarakat dan mendekatkan hubungan antara pemerintah dengan rakyat. maka pada tanggal 1 Januari 1946 terbentuklah Resimen XIII Tegal dengan Komandan Resimen Letkol Rachim Gondo Suwito dan sejak saat itu TKR di Tegal tidak lagi masuk ke dalam Resimen XVII Pekalongan melainkan berdiri Resimen tersendiri dan masuk ke dalam devisi II / Sunan Gunung Jati.1968:30).46 hubungan antara pejabat dan rakyat harus didasari oleh prinsip tersebut. jujur. cirebon(jarahdam VII. sebagai Koordinator/ Komandan Resimen Moh. Menyusul kemudian terbentuk Laskar Rakyat Jawa Barat Karesidenan Pekalongan . Pemerintah membentuk badan-badan perjuangan bersenjata yaitu: 1. Sebutan “paduka” atau “Ndoro” diganti dengan “Bapak”. dengan Panglima Letkol Darwis Djamin. Pada tanggal 1 Maret 1946 terbentuklah BPRI Resimen Pusponegoro. Setelah Peristiwa tiga daerah berakhir. Pada tanggal 15 Januari 1946. Pergantian pejabat karesidenan Pekalongan sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup “ Saudara” atau yang lazim digunakan. sedangkan panggilan “Bung” diganti dengan 250) Dengan Perubahan pemerintahan Tegal masyarakat mengharapkan pemimpin yang demokratis adil dan bijaksana serta dapat meningkatkan struktur pemerintahan yang sehat. dan mempunyai wibawa. 2.

a. ke Front Karawang Timur dan Front Semarang Barat ( Jarahdam VII. dan front Semarang barat bagian Selatan. Cileunyi. ALRI Pangkalan IV Tegal. Resimen XIII Tegal ke front Bandung Utara. ke front Bandung Utara. ke front Karawang Timur. b. Resimen XIII Tegal. Lembang. ke Front Semarang Barat bagian Utara. ALRI Pangkalan IV Tegal serta badan-badan perjuangan bersenjata di Tegal dengan secara bergantian mengirimkan pasukan-pasukannya ke berbagai front di daerah-daerah yang telah diduduki oleh Belanda. Lembang-Ciater. Resimen Hisbullah Tegal.Ciater dan Front Bandung Timur. dengan Pimpinan Zubir Sejak bulan Maret 1946. Laskar rakyat Tegal.47 di Tegal. dan front Semarang Barat. . d. e. BPRI Tegal. Ujung Berung. 1968: 31) Dengan dibentuknya badan perjuangan diatas keadaan politik daerah Tegal menjadi lebih aman dan sistem pemerintahan yang stabil dan dinamis. c.

selain dijadikan sebagai The Great Man. tugasnya ditetapkan sendiri oleh dia yaitu mencari sisa-sisa orang Jepang dan melucutinya. sedangkan Markasnya yang kedua di Talang menggunakan Bank Rakyat Talang sebagai Markas terdepan (operasi) (wawancara dengan Bapak Karso. penjual makanan. Gerakan yang dia pimpin mengatasnamakan Angkatan Muda Republik Indonesia. markasnya yang pertama berada di Ujungrusi digunakan sebagai pusat pertahanan. Kemudian melakukan pengejaran terhadap agenagen NICA. Tujuan lain adalah menumpas setiap orang yang dicurigai menjadi agen 16 . Kutil membentuk organisasi yang bernama AMRI.BAB IV PERANAN KUTIL DALAM MENGGERAKAN REVOLUSI SOSIAL A. petani miskin. tetapi orang kaya yang berpendidikanpun tunduk dan patuh pada tindakan dan perintah yang dilakukannya. penjual jamu. Revolusi sosial di Talang mulai lebih awal dari pada di tempat-tempat lain dan tujuan AMRI bentukan Kutil dimasa Revolusi Sosial adalah pembagian kekayaan. Bulan Oktober 1945. seorang pemimpin yang dalam setiap perkataannya didengar tidak hanya oleh orang-orang golongan pribumi yang berpendidikan rendah saja. Munculnya Tokoh Kutil Dalam Revolusi Tiga Daerah pengaruh Kutil sangat besar. Masyarakat yang ikut dalam gerakan Kutil dengan sendirinya masuk menjadi anggota AMRI diantara anggotanya adalah para pedagang. Seperti badan-badan perjuangan lainnya. Gerakan ini mempunyai dua markas. penjahit. tukang besi. juni 2006).

Di setiap desa diberlakukan sama seperti itu (Wawancara dengan Bapak Karso. Juni 2006). Namun ditunjukkan juga kepada Polisi. sampai kedalam Kantor. Camat dan Bupati sendiri. Tindakannya yang pertama adalah mengadakan Razia umum. diseret. makin tebal keyakinannya. Asrama Polisi. Kutil muncul sebagai pemimpin pada saat itu. di percaya rakyat secara penuh dan tindakannya untuk kemakmuran rakyat. wilayah yang . Kelompok Kutil mengatakan Pangreh Praja dengan sebutan Kaum Plontos. Ia seakan-akan diangkat oleh massa. camat-camat yang menentang dicopot. Karena mereka menggunakan blangkon. Ada juga yang dirazia di kantor-kantor. Pada saat itu pegawai-pegawai pemerintah menggunakan Blangkon dan setiap akan masuk kantor mereka berjalan dengan membungkukan badan dari halaman Kantor. Munculnya Kutil menjadi awal terjadi dan munculnya pembunuhanpembunuhan sadis yang dia lakukan. kereta Api yang lewat pada saat itu dihentikan. Sedangkan tujuan jangka panjang kelompok ini tidak jelas. Lurah-lurah. sasarannya tidak hanya ditunjukkan untuk golongan Pangreh Praja saja. di tombrengtombreng ke jalan dan banyak juga yang dibunuh. kereta penumpang jurusan Purwokerto dan Tegal di razia yang kelihatan pegawai diturunkan. seakan-akan mempunyai kharisma yang begitu besar. Ia mengangkat. dan merasa dirinya sebagai pemimpin karena di puja-puja. yang dianggap sebagai pengkhianat. Aksi penyerbuan yang dilakukan kelompok Kutil dan komplotannya dimulai pada Bulan November 1945 (Peristiwa-peristiwa anarkhis sudah dimulai dari tanggal itu).17 NICA. semakin besar pengaruhnya.

18 diserang diantaranya. Korban pembunuhan pertama adalah menimpa diri seorang anggota polisi negara yaitu Singa. Kejambon. Dengan anggapan bahwa tindakantindakan mereka tidak akan mendapatkan hukuman dari yang berwajib. Kutil sebagai pemimpin gerakan. baru setelah babak belur ditanya. Rumahrumah penduduk di teror dan di gedor. sebagai komando dalam setiap pembunuhan-pembunuhan. tindakan Keji dan brutal dari Massa pemuda pimpinan Syakyani ternyata tidak ada yang menuntut. Juni 2006). ia dicincang di tiang listrik dan dipukuli secara beramai-ramai. Singa akhirnya meninggal dengan cara dimasukan dalam lubang yang telah dibuat oleh orang-orang Cina di dekat jembatan Kaligung dan dikubur hidup-hidup (Wawancara dengan Bapak Sadum. Margasari. Opsichter bengkel KA Tegal. Pemalang dan kemudian Batang diserbu oleh rakyat bersenjata dan dilucuti senjatanya. setiap orang di dobrak untuk keluar dari rumahnya kecuali orang yang sudah tua dan sedang sakit. sehingga samurai (pedang panjang) tidak mempan walaupun berulang-ulang diarahkan pada tubuhnya. mau ikut siapa? Setelah dijawab mau ikut Kutil barulah dia dilepaskan. Ia dan anak buahnya mulai mengadakan tindakan teror kepada rakyat. hal ini membawa akibat tindakan –tindakan yang lebih brutal dilakukan Syakyani. Seperti yang dialami oleh diri Ruslim. dimulai dengan tindakannya yang berani menganiaya dengan cara yang tidak berperikemanusiaan. Brebes. dia adalah orang yang paling sulit dibunuh karena Singa dianggap Mempunyai alat-alat kekebalan semacam Jimat. Mereka di haruskan . mereka kemudian berani melakukan tindakan pembunuhan (Wawancara dengan Bapak Sahmad 2006).

karyawan Pabrik Texin Tegal Ketiga orang tersebut. . sehingga mengakibatkan para pejabatnya melarikan diri. Perbanditan pada saat itu situasinya memuncak menjadi lebih gawat dan timbul Pembunuhan lagi yang ketiga kalinya terhadap: 1. kecuali wedana Balapulang yang tertangkap dan akhirnya di bunuh. Moh. di bunuh secara beramai-ramai oleh massa Rakyat di desa Pesayangan Talang. beribu-ribu massa Rakyat membanjiri jalan besar Talang menunggu komando dari Algojonya Kutil dan sejak saat itu pula Massa pemuda yang brutal itu kemudian memblokade jalan ke jurusan selatan Slawi. Juni 2006). Gerakan ini mulai bergerak menyerbu kantor-kantor Kecamatan. dalam waktu yang relatif singkat segera meluas dan menjalar ke daerah-daerah lainnya dan meledakkan gerakan Rakyat Tiga Daerah. Ali. Kawedanan. karena tidak ada lagi kendaraan yang berani lewat di jalan tersebut. dan menyerbu Kantor Polisi di Kejambon dengan melucuti senjatanya. Kejadian-kejadian tersebut. R saleh 2. jalan raya Talang yang biasanya di gunakan lalu lintas umum jurusan Tegal-Purwokerto menjadi tertutup. mereka tidak luput dari sasaran pembunuhan Sakyani (Wawancara dengan Bapak Ruslim.19 untuk mengikuti gerakan-gerakannya dan kepada siapa saja yang tidak mau mengikutinya apalagi menentang. Sidik dari pemuda API 3. Pada saat itu. praktis seluruh daerah Talang di kuasai massa rakyat.

Dastra adalah terkenal sebagai seorang Jagoan sehingga kalau berbicara di muka umum seenaknya sendiri. di depan Makam Kuno Tegal Arum.M. Ia langsung di seret dan di pukul kepalanya dengan pukul besi. Dalam situasi yang demikian orang tidak boleh berkata keliru atau secara bersenda gurau sekalipun dengan teman sendiri.Suparto Sastrosuworo. pembakaran-pembakaran rumah.20 Situasi di luar kota Tegal setiap hari selalu timbul huru-hara/keributankeributan pengejaran-pengejaran dan penangkapan-penangkapan terhadap lurah. penduduk di kecam ketakutan setiap hari terdengar berita kematian karena ulah keji massa rakyat pimpinan Syakyani. sulit untuk dapat di kendalikan. berbicara di depan umum di Lemah Duwur. . Pegawai Pamong Praja dan Kepolisian Negara dengan jalan beramai-ramai memukul kentongan dan timbul penyembelihan-penyembelihan terhadap orangorang yang di anggap menentangnya. massa Rakyat sudah menjadi meluap-luap. Tanggal 10 Oktober Camat R. Sebab salah-salah bisa dianggap menentang sehingga pada waktu itu orang-orang menjadi terdiam diri tidak berani berkata apa-apa. Camat Adiwerna dengan berseragam lengkap. kepalanya pecah meninggal seketika. Kejadian ini terjadi di Markas Pemuda Ujungrusi. oleh massa Rakyat dia dinggap tidak menyetujui gerakan rakyat. dan pada setiap malam harinya terjadi penculikan-penculikan. kecuali apa yang di katakan oleh Kutil dan komplotannya harus di jawab dengan suara gemuruh MUFAKAT_MUFAKAT (Wawancara dengan Bapak Sahmad Juni 2006). Situasi sudah benar-benar gawat. Camat yang masih muda dan belum berpengalaman. Seperti yang menimpa Dastra dari desa Harjosari Adiwerna.

Kaki orang tersebut dengan cepat-cepat orang itu angkat dan ternyata kepala Camat Adiwerna pecah. Slamet (23 tahun) anak sulung Wedana Adiwerna menjadi sasaran amarah kelompok Kutil. memang telah di desas-desuskan di Jakarta. Keadaan sepanjang jalan utama ke Adiwerna waktu itu sepi sekali tidak ada kendaraan lewat. karena di setiap 25 meter ada rintangan jalan dari kayu atau bambu. Suparto tidak segera meninggalkan rapat dan Ia di bunuh setelah rapat berakhir. Di pinggir-pinggir jalan banyak orang dan anak-anak yang membawa bambu runcing. Setelah selesai pidato. Slamet berangkat ke Markas API dan Ia tak pernah kembali. Sebelum dibunuh Camat tersebut minta untuk diperkenankan Adzan terlebih dahulu ( Wawancara dengan Bapak Sadum. semua orang yang lewat . Berita-berita semacam itu. Ia mendapat surat dari pimpinan API yang mengatakan bahwa harta milik keluarganya dapat diambil di markas API Kejambon dengan sebuah truk pinjaman dari kantor Kabupaten.21 Ia mengatakan bahwa Presiden Sukarno telah di tahan oleh NICA yang baru saja mendarat bersama-sama pasukan Inggris di Jakarta pada tanggal 29 September 1945. Contoh lain dari tindakan kelompok Kutil yaitu dengan brutal menjarah dan membunuh orang-orang yang sebetulnya mereka tidak tahu apa-apa. Juni 2006). Ia di bunuh sangat Keji dan brutal dengan cara di tangkap dan di ikat kedua tangan dan kakinya kemudian di angkat dan di jatuhkan di atas batu besar berulang-ulang kali sehingga meninggal seketika. Camat Adiwerna dibunuh diseret menuju Lorong kepalanya pecah karena ada orang yang tidak sengaja menginjak rambut yang sudah gembel akibat darah yang sudah kering karena banyaknya darah yang keluar.

Rakyat mulai terpengaruh oleh hasutan-hasutan dari para petualang politik yang mendalangi gerakan rakyat tiga daerah. Petarukan dan Comal dengan pimpinan Supangat dan Idris. Daerah-daerah yang sudah terpengaruh ketika itu adalah kecamatan Talang. ketua KNI Brebes. orangorang yang tidak ikut dengan sendirinya dianggap adalah pengkhianat dan langsung di bunuh ataupun didombreng ke muka umum. Slawi sebagai pusat gerakan. Cara Kutil Menarik Simpati Dalam Revolusi Sosial yang terjadi di Tegal.22 harus memberi salam “Merdeka” kepada mereka. Masyarakat dengan sendirinya dengan penuh sukarela ikut bergerak dan berjuang bersama. Di Brebes meliputi Brebes kota. Daerah Pemalang meliputi Pemalang kota. pengaruh Kutil sangat besar. tidak ada paksaan. itu terbukti dari banyaknya orang-orang yang menjadi pengikut dan ikut dalam gerakan yang Ia pimpin. Losari Timur dan Tonjong dengan Pimpinan Binadji. namun dia hanya mengumumkan di depan umum bahwasanya akan diadakan penyerangan-penyerangan terhadap orang-orang yang tidak ikut. maupun janji-janji yang Kutil berikan. Di setiap pos jaga terkumpul meja kursi dan barang-barang rampasan dari orang-orang cina yang melewati pos itu. . Masyarakat pada waktu itu berada dalam keadaan dan situasi yang sulit penuh ketakutan dan kekhawatiran karena makin banyaknya orang-orang yang di bunuh oleh massa pimpinan Kutil. Ia tidak menggunakan cara-cara kekerasan fisik. Jatibarang. Adiwerna. B.

bahkan apabila orang itu sudah dalam penyekapan. Ia tidak segansegan untuk membunuh orang tersebut. masyarakat apabila terdengar ada aba-aba dan Kutil mengatakan SIAP! Pasti masyarakat akan selalu SIAP mendukung gerakan tersebut. Ia mengadakan rapat terlebih dahulu di Bank Rakyat (bank BRI cabang Talang sekarang) yang dijadikan markas gerakannya. Dia berdiri diatas Podium dan menyebutkan nama-nama orang yang akan dibunuh. Tua. Juni 2006). ataupun orang Pribumi yang dianggap sebagai pengkhianat dan orang-orang yang dianggap melecehkan Republik (Wawancara dengan Bapak Taim. Karena tindakannya yang menakutkan itulah dengan sendirinya. Walaupun pada akhirnya di tengah-tengah perjalanan Masyarakat yang . Mereka bergabung ikut mengeksekusi menghukum orang-orang yang dianggap Probelanda. berjalan di jalan raya dan bergabung dengan massa lainnya. muda kecuali orang yang sedang sakit. orang tersebut di suruh naik di Podium dan diperlihatkan pada massa dan secara serempak massa rakyat selalu mengatakan SETUJU! Gerakan bisa menjadi besar dan membuat anggotanya bertambah banyak. Secara umum Kutil tidak memaksa dan menggedor-gedor turun sendiri dari rumah-kerumah dan mengatakan “harus ikut” namun apabila Kutil melihat sendiri ada masyarakat yang tidak ikut bergerak pada saat itu juga. khususnya dari Masyarakat adalah dengan membunyikan dan memukul kentongan dalam istilah bahasa Tegal dikenal dengan “Tung Tung Grumbung” Yaitu membunyikan kentongan di sepanjang jalan dan dengan sendirinya masyarakat keluar dari rumah.23 Setiap akan mengadakan pembunuhan.

24 tidak setuju dengan gerakan itu meninggalkan rombongan massa dan berjalan kearah yang lain. Laki-laki itu diarak dijalan raya dengan diikuti massa yang berada dibelakang dengan membawa kaleng kosong. Di desa Jawa. Persenjataan yang digunakan pada saat itu masih sangat sederhana. Ia bertindak sebagai pemimpin gerakan yang memberikan Komando. Hukum yang berlaku pada masyarakat saat itu adalah hukum “Tombrengtombreng” suara pukulan dari kaleng kosong. kentongan kayu (atau apa saja) yang dipukul oleh para pengaraknya. atau tanda bahaya lainnya. sehingga apabila dipukul keluar bunyi “Thong” dari kata “Thong” disitulah timbul nama “Kentongan” bunyi kentongan biasanya digunakan sebagai tanda-tanda waktu rapat desa. terutama perkataan Kutil yang seperti dijadikan hukum dalam masyarakat. dengan muka yang di coret-coret menggunakan angus. Sebagai contoh pada saat itu sudah dilakukan pendombrengan pada seorang laki-laki yang ketahuan selingkuh. yang pertama digunakan adalah senjata yang dibuat dari bahan bambu yang diruncingi yaitu bambu runcing atau pada saat itu masyarakat menyebutnya dengan nama cocolan. Gerakannya pada saat itu memegang pengaruh yang sangat besar. Ada beberapa senjata api hasil rampasan tentara Jepang dan polisi yang telah dibunuh dan hanya beberapa orang saja yang menggunakan. ditempat Lurah biasanya ada tabuhan yang disebut kentongan yang terbuat dari potongan kayu besar dan dilubangi. kebakaran. Kutil sendiri pada saat itu tidak menggunakan senjata apa-apa. pencurian. kentongan atau apa saja sebagai . Bunyi kentongan tergantung pada jumlah dan irama pukulannya. Ia diperintahkan hanya menggunakan celana pendek.

25 tanda untuk menyiarkan berita bahwa mereka telah menangkap pencuri desa. Gerakan kutil inilah yang akhirnya melahirkan pemahaman-pemahaman dalam Idiologi pada masing-masing anggotanya. Juni 2006).. pengejaran-pengejaran.. pegawai Pamong Praja dan Kepolisian Negara. Yang menjadi motif dan pandangan peristiwa-peristiwa tersebut adalah perongrongan terhadap Revolusi Pancasila dan siapapun yang menjadi penggerak maupun pelaksana- pelaksanaanya ia adalah musuh-musuh revolusi dari dalam..Penyimpangan-penyimpangan dari rel Revolusi Indonesia yang sebenarnya... Perkataan Kutil pada saat itu benar-benar menjadi hukum yang dipatuhi masyarakat. Dengan jalan beramai-ramai memukul kentongan dan timbul penyembelihan-penyembelihan terhadap orangorang yang dianggap menentang. pamong desa yang dianggap korupsi (Wawancara dengan Bapak Sahmad. Dalam situasi seperti itulah cara dan pandangan rakyat sudah tidak bisa dibenarkan lagi. rakyat menganggap pandangan Kutillah yang nantinya akan memberikan suatu perubahan dalam masyarakat. karena penyesatan-penyesatan oleh Idiologi-Idiologi dan alam-alam .. Peristiwa-peristiwa tersebut pada hakekatnya adalah akses-akses revolusi yang berupa: “. keributankeributan.. Pendombrengan terhadap pasangan orang selingkuh mendadak berhenti ketika Kutil serentak mengatakan JANGAN! Dengan sendirinya orang itu dilepaskan dan tidak jadi dibunuh namun sebaliknya ketika Kutil mengatakan BUNUH! Pasti masyarakat dengan sepakat setuju untuk mengadakan pembunuhan.. Situasi di luar kota Tegal setiap hari selalu timbul huru-hara. dan penagkapan-penagkapan terhadap lurah..

Pada hakekatnya Peristiwa Tiga daerah merupakan akses revolusi yang kalau tidak ada kewaspadaan dan kecepatan bertindak dari pada TKR Resimen XVII dapat mengancam keselamatan Revolusi Agustus 1945 yang berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila (Arsip Peristiwa Tiga Daerah. Kondisi dimana rakyat dan bangsa Indonesia berjuang dan menghimpun kekuatan tanpa adanya perintah-perintah dari atasan. Revolusi yang simultan dan multi kompleks tidak mustahil menimbulkan gerakan-gerakan yang pada hakekatnya merupakan suatu akses.S. dengan jalan menghasut dan menunjuk-nunjuk kambing hitam. Sadis dan tidak berperikemanusiaan menunjukan bahwa Ia sebenarnya berpaham . Musium Mandala Bakti) Situasi Kota yang tidak terkendali yaitu dengan kacaunya keadaan sangat memudahkan bagi unsur petualang-petualang politik maupun kriminal untuk memancing di air keruh.Musium Mandala Bakti). Kemungkinan timbulnya akses-akses itu semula dapat kita terima manakala kita selalu ingat kondisi dan situasi pada saat tercetusnya Revolusi. Dalam gerakan yang Kutil pimpin. masyarakat banyak yang meninggal karena tidak mampu makan (Arsip Peristiwa Tiga Daerah. Dalam Tri Upaya sakti dinyatakan bahwa Revolusi Indonesia yang di jiwai oleh Pancasila merupakan gerakan-gerakan simultan antar penjebolan dan pembangunan destruksi dan kontruksi. Sedangkan situasinya pada saat itu masyarakat Indonesia di hadapkan pada suatu krisis.32. S. dengan tindakannya yang Arogan.26 fikiran Liberalisme dan Komunisme/Marxisme-Leninisme/Maoisme dan pahampaham lain serta oknum-oknum yang bertentangan dengan jiwa Pancasila.32. Krisis kelaparan.

Kyai Muchidin. Kemudian Kyai Bisri.27 Kumunis.Iskandar Idris dengan kendaraan termasuk sopirnya dibawa ke Markas pemuda Ujungrusi sedang truk-truk regu pengawal dikeroyok massa rakyat dan dilucuti senjatanya. Ketika kendaraan yang membawa Komandan Resimen dengan dua ulama itu memasuki daerah Talang dihentikan oleh massa rakyat. H. yang dijadikan tempat tahanan. mempunyai pengaruh besar di daerah Talang.00 dengan berkendaraan sedan. Tindakan Kutil membunuh orang-orang dari golongan Agama di mulai tanggal 27 November 1945 kira-kira jam 05. Bangunan penyekapan sekarang di jadikan SD Talang. dimasukan kedalam bangunan rumah tua yang tidak digunakan. Kendaraan terpaksa berhenti dan untuk selanjutnya kedua ulama Kyai Bisri dan kyai Muchidin dibawa ke selatan. komandan resimen XVII tiba di markas yang masih sepi. ulama yang dipandang. Iskandar Idris dengan berkendaraan sedan dikawal oleh satuan regu pasukan bersenjata yang menggunakan kendaraan truk berangkat menuju Talang. Kyai-kyai yang dianggap menentangnya (Wawancara dengan Bapak Taim. Mereka diajak pergi ke daerah tersebut untuk memberi nasehat kepada murid dan santrinya yang banyak menjadi pengikut gerakan pada saat itu. . yang ada hanya petugas jaga piket. Kyai H. Juni 2006). Haji Iskandar Idris lalu memerintahkan kedua orang petugas masingmasing Tjasmuan dan Ambari untuk memanggil Kyai Bisri dan Kyai Muchidin. Termasuk juga Kardinah yang juga pernah disekap di tempat itu. dugaan itu lebih diperkuat lagi dengan akan dibunuhnya orang-orang dari golongan agama.

Mereka percaya akan kebebasan. Mengatasnamakan untuk kepentingan rakyat. 2. Adapun sebab-sebab mendasar yang membuat Marxisme sebagai sebuah ajaran memiliki daya pikat dan daya hidup yang panjang. Sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pegangan dan ukuran yang sudah pasti berbeda dengan masyarakat yang sekarang.28 Gerakan Kutil pada dasarnya BerIdiologi Komunisme/Marxisme Leninisme/Maoisme. Betapapun kaburnya Marxisme membeberkan beberapa peristiwa dan fakta sosial yang secara khusus bicara tentang hakekat masyarakat Industri. Lepas setuju atau tidak bahwa dalam sekalian bentuknya yang terselubung dalam seluruh teori-teorinya terkandung suatu ekspresi harapan. Harapan ini mengambil bentuk. Kapitalis inilah yang oleh Ignas Kleden dikatakan sebagai Utopia yang digunakan oleh banyak pemimpin bangsa. berupa keruntuhan sistem kapitalisme dan berakhirnya kebudayaan. Marxisme adalah teori yang monistik yang memegang kunci penjelasan mengenai segala sesuatu yang penting dalam organisasi dan masyarakat sekaligus mengenai segala hal yang mungkin terjadi di masyarakat. Alasan lain dalam beberapa hal Marxisme menyimpan kebenaran. itu sebabnya “Kelebihan” dalam teori Marxisme adalah penjelasan-penjelasannya mengenai perubahan sosial memberi tempat bagi faktor eksogen (luar) di mana pada beberapa teori . Sidney Hook menyatakan: 1. penyusunan suatu konsep masyarakat masa depan yang dianggap pasti benar. 3. sehingga banyak orang yang kemudian juga terpikat dengan Marxisme karena gagasan kebebasannya. Konsep mengenai masa depan diberi kerangka dan batas-batas yang lebih spesifik.

Bentuk Kepemimpinan Kutil Bentuk Kepemimpinan Kutil pada masa revolusi sosial. tidak terlihat jelas. Namun secara sederhana struktur dalam gerakan itu sudah ada walaupun bentuknya masih sederhana dan tidak tertulis jelas dalam susunan struktur sebuah gerakan.29 perubahan sosial hal ini kurang mendapatkan perhatian yang memadai (Prasetyo. Mereka berjalan layaknya dua tentara yang siap mendapat perintah dari komandannya. Setiap pulang dari markas cara berjalan mereka seperti orang yang berbaris. Orang-orang . Gerakan itu Menggunakan Bank Rakyat (Bank BRI Cabang Talang sekarang) sebagai markas gerakan. bendera yang dibawa rakyat adalah bendera merah putih. Kutil sebagai komandan tertinggi mempunyai dua ajudan yang selalu menemani dia kemanapun. Salah seorang juga ada yang tugasnya mengumpulkan orang-orang Cina untuk membuat Lubang kuburan. semrawud dalam bahasa Tegal. sebagai simbol perlawanan rakyat. Organisasinya belum rapi dan tanpa bentuk. tidak mempunyai bendera maupun lambang-lambang khusus. Dua ajudan Kutil bernama Rasyan dan Abdul Manaf. Bentuk gerakan pada saat itu boleh dikatakan berantakan. Struktur yang sederhana itu terlihat dengan adanya pembagian tugas yang lumayan jelas.2002:178) C. Gerakan Kutil adalah gerakan Spontanitas rakyat. Bagi orang-orang yang berada di bawah Kutil. Gerakan itu adalah gerakan spontanitas. dan memakai senjata Klewan. Tidak ada struktur yang resmi dan jelas. Anggota yang lain ada juga yang tugasnya mengumumkan di jalan-jalan pada masyarakat bahwasanya akan diadakan pembunuhan dan pendombrengan. tidak memegang hukum tetapi Prokemerdekaan.

Juni 2006). ayam curiannya dikalungkan dan ditombreng di jalan raya. biasanya mereka diarak ke jalanan dijadikan tontonan masyarakat dan didombreng-tombreng sepanjang jalan.30 cina apabila ada orang yang berteriak di jalan dan mengumumkan bahwa harus membuat lubang. perbanditan diantaranya pencurian. Dan apabila ada orang yang tidak menuruti perintahnya. Orang Cina pada saat itu diundang datang ke Markas. keadaan desa dan wilayah Tegal pada saat itu tenang dari pencurian dan penggarongan. Tidak hanya itu saja. orang cina ketakutan. dengan sendirinya orang-orang Cina keluar dari dalam rumah membawa cangkul dan berbaris mencangkul tanah disebelah Jembatan Sungai Gung. Kutil tidak akan segan-segan untuk membunuh (Wawancara dengan Bapak Taim. Mereka bersedia menyerahkan harta benda atau apapun yang mereka punya dan bersedia memenuhi apa saja yang mereka butuhkan asalkan mereka . Ada pada saat itu pencuri ayam yang ketahuan. Keadaan Tegal pada masa kepemimpinan Kutil aman. Mereka takut pada kutil. Namun Ia juga menindak pencuri yang ketahuan mencuri. penggarongan tidak ada. Rumah tidak di kuncipun barang-barang dan kekayaan lainnya aman karena tidak ada yang berani mencuri apalagi menggarong. takut apabila tindakannya ketahuan karena Kutil tidak hanya menindak orang-orang yang dianggap Probelanda saja. Kutil juga memerintahkan agar orang-orang pribumi yang bekerja pada orang-orang cina sebagai pembantu (dalam bahasa Tegal lebih dikenal dengan sebutan babu) segera keluar dari pekerjaannya dan tidak diperbolehkan bekerja pada orang-orang Cina lagi.

Tidak ada perlawanan sedikitpun dari mereka. Kepemimpinan Kutil berakhir ketika tiga kota Slawi. keluar dari wilayah Tegal meninggalkan harta bendanya karena takut dibunuh. sehingga menjadi tontonan dan bahan olok-olokan massa.31 tidak dibunuh. beramai-ramai menyerbu dan menduduki kantor kabupaten dan stasiun kereta api. Ia di sembunyikan di markas pemuda API selanjutnya di bawa ke Pekalongan. Raden Ajeng Kardinah. Pemalang. ada juga beberapa orang Cina yang melarikan diri. Tanggal 4 November 1945. massa rakyat membongkar brangkas dan merampok uang serta menguasai Stasiun Kereta. Hari itu juga massa rakyat mulai mengejar-ngejar para pejabat di kota Tegal.Kartini yang saat itu berada di tengah-tengah Bupati bersama keluarga Bupati lainnya di bawa oleh massa rakyat dan di paksa berpakaian sarung goni dan di arak keliling Kota. Sunaryo dengan cepat diselamatkan oleh Mansyur dari pemuda API. RS. Bupati Tegal. Mereka yang tertangkap kemudian di bunuh secara keji tercatat: . sedang yang perempuan di suruh menyediakan minuman di depan rumah. Tampak ribuan Massa Rakyat dengan membawa bambu runcing dan berkalungan Janur Kuning. beramai-ramai membaca Tahlil berjalan menuju ke Utara. gerakan massa Tiga daerah mengadakan penyerbuan kota Tegal. Di Stasiun KA. untuk menyelamatkan diri. Massa rakyat sampai di jalan simpang tiga.A. dan Brebes telah di kuasai oleh gerakan Massa. Sebagian massa lainnya keluar masuk kampung mencari orang laki-laki untuk diajak menyerbu kota Tegal. adik kandung R.

32

1. Haji Abu Bakar 2. Bekas pengurus Badan Ekonomi pada masa pemerintahan Jepang 3. Hamzah (putera Abu Bakar) 4. Singgih ( Ajun jaksa) 5. H.Ichsan (Konsul haji) 6. Sumarjono (Guru SMP Negeri Tegal) 7. 3 orang tidak dikenal 8. Wedana Tegal Basirun dan Keluarganya menghilang ( Jarahdam VII,

1968:21) Alun-alun Tegal waktu itu di jadikan markas gerakan massa beribu-ribu massa rakyat selalu membaca Takbir. Mereka datang dari berbagai desa. Warga kota Tegal yang tidak mau ikut-ikutan waktu itu menyembunyikan diri, sehingga ada penilaian dari gerakan massa bahwa warga kota Tegal perempuan semua sama. Hari itu juga, massa yang berkumpul di alun-alun mulai bergerak ke bagian utara kota yang masih di kuasai oleh TKR. Perjalanan massa rakyat di bagi menjadi dua kekuatan: 1. Lewat Jalan Gajah Mada 2. Sebagai intinya Lewat jalan A.Yani. Mereka bergerak sambil mengumandangkan takbir, sehingga terdengar suara gemuruh. Walaupun beberapa pimpinannya telah tertangkap tetapi gerakan rakyat semakin menjadi-jadi, mereka kemudian memperluas daerah pengaruhnya antara lain menyerbu asrama polisi di Brebes, Pemalang, dan berhasil melucuti

33

senjatanya. sedang terhadap para prajurit TKR mereka masih berfikir dua kali untuk bertindak menyerang. Kegagalan penyerbuan di Kota Tegal rupanya masih menghantui mereka. Terbukti waktu massa gerakan rakyat hendak menyerbu markas TKR di Petarukan, mereka hanya bergerombol dan tidak berani menyerang. Mereka kemudian bubar setelah pimpinannya yang dikenal kebal terhadap senjata tewas di tembus peluru anggota TKR. Sejak saat itu para pimpinan Gerakan Massa menganggap bahwa Pemerintah Daerah Tegal, Brebes, dan Pemalang sudah tidak berfungsi terbukti pada pejabatnya seperti Bupati Tegal, Brebes, dan Pemalang dan Residen Pekalongan Mr Besar meninggalkan tempat tugasnya. Kejadian itu di manfaatkan oleh para dalang komplotan Kutil untuk mengangkat para pejabat dari orangorang mereka sendiri. Beberapa Pejabat yang diangkat oleh dalang Komplotan Kutil tercatat antara lain: Bupati Tegal Bupati Brebes Bupati Pemalang : Kyai Abu Sudjai, dari desa Pacul : Kyai H. Satori : Supangat

Residen Pekalongan : Sardjio Patih kab.Tegal Wedana Tegal Wedana Slawi Wedana Adiwerna : Tjitrosatmoko : Mardjono wakil ketua KNI : Kyai H. Fachruri : Kyai H.Mawardi (Achmad, 1977:19)

34

Pengangkatan para pejabat itu sempat memusingkan masyarakat sebab komplotan Kutil di dalangi oleh orang-orang yang berpaham Komunis, tetapi mengangkat para pejabat yang sebagian besar para ulama dan tokoh agama Islam. Setelah pengangkatan pejabat, Ia melakukan penyerbuan ke Kota Pekalongan. Penyerbuan ke Kota Pekalongan menjadi akhir penangkapannya, adanya penyerbuan gerakan ini ke kota Pekalongan di manfaatkan oleh TKR untuk melakukan penagkapan terhadap Kutil dan komplotannya. Serta mengakhiri gerakan Kutil dan komplotannya yang semakin lama ternyata tindakannya meresahkan masyarakat. Dalam menghadapi penyerbuan Gerakan Kutil, TKR menggunakan taktik kota terbuka, yaitu dengan cara membuat sepi kota Pekalongan. Masyarakat di minta untuk tidak berkeliaran di jalan-jalan umum sehingga menimbulkan kesan bahwa kota Pekalongan tidak di jaga keamanannya. Taktik dan Strategi yang di terapkan oleh TKR dengan baik dan lancar sehingga tidak dapat di ketahui oleh Seorang dari pihak Kutil yang di kirim ke Pekalongan. Gerakan Tiga Daerah dari Tegal dan Pemalang bergerak ke Pekalongan dipimpin langsung oleh algojonya yaitu Kutil alias Sakyani. Massa dari Tegal naik kereta api sedang massa dari Pemalang naik truk kemudian dari kedua massa tersebut bertemu di depan Stasiun Kereta Api. Laskar gerakan Tiga Daerah dengan membawa senjata dan bambu runcing bergerak menuju kantor karesidenan. Ketika mereka sampai di halaman kantor dan bermaksud mengepung, TKR segera bertindak dan mengadakan pengepungan di bawah ancaman senjata. Akhirnya massa menyerah dan para pemimpinnya segera di jebloskan kesel tahanan.

terbukti dengan adanya perlawanan rakyat Tegal karena: a. Mereka menurut saja di ajak meninjau markas resimen oleh prajurit Kartedjo yang menyamar. dengan mudah akhirnya para pemimpin gerakan rakyat termasuk Kutil dapat di tangkap dan mereka kemudian di masukkan ke dalam sel tahanan (Wawancara dengan Bapak Sahmad. Kartedjo waktu itu menyamar sebagai massa rakyat menyetop iring-iringan kendaraan tersebut. para pemimpin massa yang bermobil itu rupanya mengira bahwa gerakan rakyat menyerbu ke Kantor Karesidenan telah berhasil. Tindakan penyelesaian peristiwa tersebut di mulai pertengahan Desember tepatnya tanggal 17 Desember 1945. dengan alasanalasan sebagai berikut: 1. Gerakan penyerangan dan pembersihan terhadap kekuatankekuatan massa rakyat Kutil segera di lakukan.35 Sakyani alias Kutil datang belakangan. Dengan adanya berita tersebut mendorong TKR Pekalongan untuk segera menyelesaikan dan mengambil tindakan keamanan dan ketertiban sehubungan dengan gangguan keamanan yang di pimpin oleh kelompok Kutil. resimen TKR Pekalongan menerima berita Internasional dari markas besar tentara yang isinya menyebutkan bahwa dalam waktu dekat Presiden RI beserta Panglima besar Sudirman akan mengadakan kunjungan kerja ke daerah Tegal. Peristiwa Tiga Daerah menimbulkan tindakan anarkhis . Juni 2006). Bahwa rakyat pada umumnya tidak setuju dengan Gerakan Rakyat Tiga daerah. untuk mengembalikan keamanan dan ketertiban daerah yang telah mengancam stabilitas nasinal. Seorang prajurit TKR. Ia di kawal oleh tujuh buah kendaraan.

Pada tanggal 25 Desember 1945. Moh. Sedangkan para pemimpin mereka sudah banyak yang melarikan diri.1968:27) Rencana operasi tersebut banyak mendapat dukungan rakyat luas dan pihak kepolisian serta para tokoh pejuang. Koordinasi pemerintah di daerah karesidenan Pekalongan tidak dapat di laksanakan di tiga daerah karena di tiga daerah di jalankan oleh orangorang komunis c.Hatta beserta Ibu . Wakil Presiden RI Drs. masing-masing beserta rombongan dengan menumpang Kereta Api Istimewa. Operasi yang menyeluruh dan dilakukan serentak di tempat-tempat konsentrasi komplotan massa tiga daerah berjalan dengan lancar tanpa rintangan yang berarti. Kepercayaan rakyat kepada TKR dapat tercipta kembali untuk melanjutkan perjuangan dan mengamankan Negara Proklamasi 17 Agustus 1945. Ibu Fatmawati Sukarno 2. untuk melaksanakan kunjungan ke Tegal dan Pekalongan dalam menyelesaikan masalah politik serta masa konsolidasi. Laskar di tiga daerah ini tidak mengikuti badan pemerintahan Komite Nasional Indonesia (KNI) 2. Adapun rombongan presiden terdiri dari: 1. Presiden RI Sukarno dan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Beberapa orang yang dianggap tokoh ditangkap dan ditawan di gudang kopi. Presiden RI bersama dengan panglima Sudirman akan berkunjung ke Pekalongan dan Tegal (Jarahdam VII.36 b. Adanya berita-berita dari Markas Besar tentara bahwa dalam waktu lima hari lagi.

Perdana Menteri Sutan Sjahrir 4. Republik Tegal atau Republik Brebes. Menteri Dalam Negeri Mr. republik Slawi. Selanjutnya penyelesaian mengenai persoalan “Tiga Daerah” diambil alih oleh pemerintah pusat dengan jalan: a. Brebes. d. rombongan langsung menuju ke Stadion Sepak Bola Slerok Tegal untuk menyampaikan pidato. Pidato presiden RI antara lain menanyakan keadaan rakyat. Memindahkan Sarjio ke Yogyakarta b. Mayjen. Kepala Staf APRI 2. Mayjen. Mengenai orang-orang yang telah diangkat menjadi pejabat Pamong Praja seperti Lurah. Letjen.Hermani Sedangkan rombongan Panglima Besar Jenderal Sudirman terdiri dari: 1.Oerip Sumohardjo. membentuk republik kecil-kecilan seperti Republik Talang. Mengangkat Residen baru dengan stafnya maupun bupati-bupati di daerah-daerah c. dan para perwira lainnya dari MBT Kedatangan rombongan disambut dengan upacara militer di halaman Stasiun Kereta Api Tegal. Bupati oleh Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah tetap diperkenankan menduduki jabatannya sebagai pejabat . Wedono. Sumatupang 3. Rapat umum tersebut berjalan tertib dan aman tanpa gangguan apapun (Wawancara dengan Bapak Sahmad. Camat. Juni 2006). Kafrawi. Membawa masalahnya di muka sidang Pengadilan Negeri Pekalongan. Pemalang akan mencoba membuat negara dalam negara.37 3. apakah rakyat di Tegal.

Ismail Hasan Idris. profesi lamanya . algojo Tiga Daerah karena dianggap bersalah. Dengan demikian berarti bahwa Gerakan Badan Perjuangan Rakyat Tiga Daerah ini adalah gerakan yang dilegalisir oleh Pemerintah. Sudarsono Amir dan para bekas tahanan tiga daerah yang lain. Usman Sastro Amijoyo yang merupakan tokoh dari PSI. Iskandar Idris. Wadiono. Letkol. Sebelum hukuman mati tersebut dilaksanakan.38 pemerintah yang sah atas persetujuan rakyat setempat (Kodam VII. H. hukuman mati dijatuhkan terhadap Kutil alias Sakyani. SH Hakim Tinggi Pekalongan yang kelak menjadi Jaksa Agung. H. 1977:29). terjadi Agresi Belanda Pertama (Juli 1947) narapidana bersama Pemerintah Karesidenan diungsikan ke pegunungan di selatan Pekalongan. Bertindak sebagai Hakim Ketua Suprapto.21 Oktober 1946 di Pekalongan di bentuk pengadilan bagi para pelaku gerakan anarkhis tersebut termasuk di dalamnya Kutil alias Sakyani. Iksan Dimiyati. khususnya di daerah Tegal. melarikan diri ke Jakarta. Kutil yang banyak akal. Sebagai saksi adalah Kol.15.18. Pemalang dan Pekalongan” (Achmad. 1968:24). H. tetapi sempat membawa dua koper berisi Transkripsi Interogasi Pemeriksaan Pendahuluan dan Proses Pengadilannya. Brebes. Pada tanggal 14. Adapun tuduhan yang dikenakan oleh para terdakwa adalah: “Menggunakan masa rakyat dengan jalan kekerasan untuk merebut kekuasaan Pemerintah RI yang sah. Tanggal 21 Oktober 1946. Ditunjuk sebagai pembela oleh pemerintah ialah Supeno. Sebagai pegangan dalam pembelaan perkara adalah surat pengangkatan Sardjio dari Pemerintah pusat. Walaupun hakim Suprapto tidak sempat membawa barang-barang pribadinya.19. dan bekerja sebagai tukang cukur.

dan dengan berjongkok Ia menghadapi butir-butir peluru yang mengakhiri hidupnya pada tanggal 5 Mei 1951.39 sewaktu di Tegal. Kutil mengajukan langsung permohonan pengampunan kepada Presiden Sukarno. Suprapto. Kutil Menjawab ”tidak ada”. yang menjadi Kepala Staf Resimen XVII TKR di Pekalongan semasa Peristiwa Tiga Daerah dan ikut memainkan peranan penting dalam Operasi penghancurannya. Permohonannya ditolak pada tanggal 21 April 1951. Tanggal 8 April penegasan kembali hukuman yang dijatuhkan oleh Pengadilan Pekalongan pada 21 Oktober 1946 dikelurkan. dan kemudian ditahan oleh Polisi Belanda (Jakarta dibawah kekuasaan Belanda). . diminta kedatangannya di Pekalongan dan menjadi satu-satunya saksi yang dapat memastikan hukuman yang dulu dijatuhkan atas diri Kutil. Sudharmo. Di Kebun Kacang Gang II dia membuka pangkalan cukurnya. yang menjabat Jaksa Agung RI. Pada penyerahan kedaulatan bulan Januari 1950. Kutil ikut diserah terimakan kepada polisi Republik. Pada tanggal 1 Agustus 1950. Tahun 1949 wajahnya dikenali orang Slawi. dikirim kembali ke Semarang dan kemudian ke Pekalongan. dan tiba di Pekalongan tanggal 13 Februari 1950. (Lucas. Dia menolak matanya ditutup. tempat yang dipilih untuk eksekusi oleh Komandan Militer Kota.2004:309-310). Ketika ditanya apa permintaan terakhirnya. Dua minggu kemudian Kutil dibawa ke pantai dekat Pekalongan.

memiliki perasaan persaudaraan yang kuat. tetapi mereka juga merupakan pekerja yang bersungguh-sungguh dan suka berterus terang. dan gotong royong yang sangat mendalam. penulis akan mencoba mengemukakan simpulan terhadap apa yang telah dibahas dalam bab-bab terdahulu. Hal tersebut tercermin dalam kehidupan masyarakat desanya yang memiliki ikatan yang berdasarkan kekerabatan dan teritorial. yaitu: 1. serta masa dewasa yang dimulai dengan pembungan dirinya beserta 2 orang temannya di Digul menjadikan dia menjadi orang yang tega untuk membunuh sesama. Revolusi Sosial yang terjadi di Tegal pada tahun 1945-1946 di latar belakangi oleh keadaan masyarakat Tegal yang cukup memperihatinkan disamping munculnya kekuatan sosial yang berdasarkan Idiologi adanya kelompok 16 . 2. menurut Kuntowijoyo orang Madura terkenal sebagai suku bangsa Jawa yang mempunyai adat istiadat yang keras. kasar dalam tutur katanya. Latar belakang kehidupan Kutil terutama masa kecilnya yang berasal asli dari Madura. Kebudayaan dan adat istiadatnya telah banyak dipengaruhi oleh kebudayaan luar.BAB V PENUTUP Simpulan Sebagai langkah akhir dalam penulisan skripsi ini. meskipun demikian masih menampakkan nilai-nilai aslinya. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari mereka sangat senang bekerja. Penderitaan yang dia alami semasa penjajahan menjadikan dia orang yang berani memperjuangkan keadialan.

Sejumlah kyai diangkat menjadi bupati. yaitu bahwa pendidikan masa Jepang berlaku untuk seluruh masyarakat tanpa adanya stratifikasi sosial. karena masyarakat membutuhkan kepemimpinan baru yang sesuai dengan situasi baru. . semua kegiatan perekonomian dihentikan. sehingga setelah peristiwa tiga daerah masyarakat mengadakan pemilihan pangreh praja. pemerintah daerah yang di bentuk Jepang menyebabkan penderitaan masyarakat Tegal. Dalam bidang politik. 3. penyerahan bahan pokok kepada pamong praja atau pejabat-pejabat untuk membayar pajak pemerintah mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan rakyat apalagi ternyata pemungutan pajak tersebut disalah gunakan untuk kepentingan pribadi.17 Leggaong yang memimpin aksi massa rakyat serta Berkobarnya Peristiwa Tiga tiga daerah mengakibatkan dampak yang tidak hanya pada kondisi sosial masyarakat salah satunya dalam bidang pendidikan. wedana dan camat untuk menggantikan pejabatpejabat yang lama. namun struktur secara sederhana sudah terbentuk dan masih sangat sederhana sekali. Pengaruh pemimpin agama disini tampak lebih dibutuhkan untuk menguasai situasi baru. Peranan Kutil dalam menggerakan Revolusi Sosial di mulai dengan munculnya tokoh Kutil yang menjadi awal terjadinya pembunuhanpembunuhan sadis. Masyarakat merasa tidak aman. cara dia menarik simpati. Kondisi Ekonomi masyarakat Tegal tidak baik. Bentuk kepemimpinannya ternyata memberi pengaruh besar pada masyarakat. serta bentuk kepemimpinan Kutil yang pada saat itu belum terlihat.

Semoga penulisan skripsi ini dapat pula dijadikan sebagai sumbangan dalam penulisan-penulisan sejarah lokal ataupun menambah khasanah sejarah penulisan kota Tegal . Diharapkan kepada penulis sejarah lokal agar selalu ditingkatkan. buruk biarlah pulang kepada kedewasaan dan kebijaksanaan masyarakat pembaca. Sedangkan penilaian baik. maka akan lahirlah tulisan yang tentunya jujur dan dapat dipertanggung jawabkan netralitasnya. hendaknya membuang segala macam subyektifitas personal yang seringkali membuat sejarah sebagai kisah menjadi rancu dan sulit untuk dipahami secara runtut dan berimbang. Kepada penulis sejarah yang masih diliputi keberpihakan. 1. 2. hal ini dapat memperkaya khasanah bagi para penulis yang masih pemula.18 Saran 1. Dengan meminimalisir keberpihakan terhadap suatu subyek dalam tulisannya.

Ibrahim Julianto. Jakarta: Depdikbud Djoko Suryo. Pemalang). Brebes. S. 1989. Lucas Anton. Ghazali. Sejarah Lokal ( Kumpulan Makalah Diskusi). 1978. 1995. Ibrahim. Zulfikar. 2003. Pergolakan daerah pada awal kemerdekaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada (Rajawali Perss) Kahin Audrey R. Wonogiri: Bina Citra Pustaka. 1979/1980 Sejarah Revolusi Kemerdekaan 1945-1949 Jawa tengah.1994. Revolusi Nasional di Tingkat Lokal. 1987.Ungkapan Peristiwa Tiga Daerah (Tegal. Semarang : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat . Jakarta: LP3ES E. kartini.T. 2004. Clifford. Peristiwa Tiga Daerah. Jakarta: Departemen pendidikan & Kebudayaan. Jakarta: Pustaka jaya. One Soul one struggele (peristiwa tiga daerah). Jakarta : Grafiti. Yogyakarta: Grafiti Pers Geertz. Pengantar Prof Dr Suhartono. Metodologi Sejarah. 1989. Kuntowijoyo. Pergolakan daerah di awal Revolusi kasus di daerah pekalongan.82 DAFTAR PUSTAKA Alfian. Lucas Anton. Kartono. Bandit dan pejuang di simpang Bengawan. Patologi sosial. 1986. Tegal: Markas cabang Legiun Veteran RI kabupaten/kodya Tegal Depdikbud. Yogyakarta : Resist Book E. Abangan Santri Priyayi dalam masyarakat jawa. 1989. 2004. Yogyakarta: Tiara wacana Kutoyo Sutrisno. Dari babad dan hikayat sampai sejarah kritis Yogyakarta: UGM press Achmad 1977.

Sejarah Masyarakat Indonesia 1900-1950.32. 1986. Bandit-bandit pedesaan ( studi histories 1850-1942 di Jawa). Yogyakarta: Aditya Media Sudjatmoko dkk. Mengerti Sejarah.Z. Yogyakarta: Pustaka pelajar.jilid 1 Yogyakarta: Kanisius Pruitt. Lapian. Terminologi Sejarah (1945-1950 & 1950-1959) Jakarta: Departemen Pendidikan & Kebudayaan RI Arsip Nomor S. Leirissa. Historiografi Indonesia Sebuah pengantar. Jakarta: UI.Z.1996. Sejarah Militer Kodam VII/ Diponegoro 1986 Sirnaning Jakso Katon Gapuraning Ratu. Gerakan Massa (menyampaikan demokrasi dan keadilan). Secara damai Yogyakarta: Lapera Moedjanto. Indonesia Abad ke 20 .2004. 1988.83 Sejarah dan nilai tradisional proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. G. Louis Gottschalk. 1995. G. Tegal: markas cabang Legiun Veteran RI Kabupaten/kodya Tegal Suhartono.Press Mahardika Timur. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Soeyono. Tegal. Jakarta: PT Melton Putra. Deandan Robin.1993. Gerakan 30 September Pemberontakan Partai Komunis Indonesia.2000. R. Zeffrey. Peristiwa Tiga Daerah . Teori Konflik Sosial. Semarang: Yayasan Diponegoro Saputro 1956.

Nama Umur Pekerjaan Alamat 3. Nama Umur Pekerjaan Alamat 2. Nama Umur Pekerjaan Alamat 4.Muh Karso 70 th Pensiunan PNS Desa Kebasen Rt 09/ 03 Talang Roeslim 66 th Pensiunan PNS Desa Talang Rt 04/ 01 Talang . Nama Umur Pekerjaan Alamat : Wastap : 70 th : Wiraswasta : Desa Kajen Rt 19/ 05 Talang : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Sadum 70 th Wiraswasta Desa Kajen Rt 15/05 Talang Mustain 74 th Wiraswasta Desa Kajen Rt 19/ 05 Talang Tasik 64th Pensiunan PNS Desa Talang Rt 04/01 Sachmad salam 77 th Ketua Legiun Veteran kota Tegal Desa Pagerbarang kab Tegal H. Nama Umur Pekerjaan Alamat 5.84 Lampiran I DAFTAR INFORMAN 1. Nama Umur Pekerjaan Alamat 7. Nama Umur Pekerjaan Alamat 6.

Seperti apakah nilai-nilai keagamaan yang Kutil peroleh 7. Bab III 15. Bagaimana bentuk Revolusi Sosial yang terjadi di Tegal 4.Dalam kelompok Leggaong pada Revolusi sosial.Apa yang anda ketahui tentang Kutil 5. Di dapat atau dipengaruhi oleh siapakah pemikiran Kutil 9. jika ya. Apabila ada stuktur/pemimpin struktur itu apakah menunjukan hubungan antara satu bagian lain yang mempunyai tugas berbeda-beda.Beragama apakah Kutil 6. Bagaimana nasib anak Kutil yang berumur 15 tahun 12.Apakah Peristiwa Tiga Daerah 2. Seperti apakah pemikiran-pemikiran Kutil 8. apakah mempunyai struktur dan pemimpin 14. Kelompok apa saja yang muncul pada masa Revolusi 16. Bagaimana Terbentuknya Gabungan Badan perjuangan Tiga Daerah .85 Lampiran II INSTRUMEN Pertanyaan Bab II 1. Apakah Kutil berkeluarga 10. Apakah Kutil mempunyai anak. berapa jumlahnya 11. Bagimana Jalannya Peristiwa tiga daerah di Tegal 3. Bagaimana nasib istrinya setelah dia ditangkap dan dihukum mati pada akhirnya. 13.

Bagaimana tanggapan anda tentang Kutil yang dijadikan kambing hitam oleh orang-orang yang berpaham komunis.Alasan apa yang membuat akhirnya Kutil diangkat menjadi seorang kepala kepolisian. Dalam GBP3D terdiri dari kelompok-kelompok yang beridiologi apa saja 18. 24.86 17. Sejauh mana sajakah peranan Leggaong (bandit) dalam hal ini kelompok Kutil dalam revolusi sosial di Tegal 21.Stategi apa sajakah yang digunakan Kutil dan teman-temannya dalam menggerakkan masyarakat. 19.Bagaimana menurut anda jika dilihat dari tindakan Kutil dan komplotannya yang tidak menghiraukan hukum dengan menghakimi orang secara sendiri 23. Bagaimana awal munculnya tokoh Kutil 27. 26. Motivasi apa sajakah sehingga Kutil dan komplotannya melakukan suatu gerakan yang bersifat sekuler 22. .Sejauhmana Idiologi itu berpengaruh dalam perjuangan Kutil dan kelompoknya. 25. Seperti apakah bentuk perbanditan pada saat itu 20. Di daerah mana saja Markas dan daerah-daerah yang di jadikan pertahanan Kutil dan teman-temannya. Beridiologi apakah Kutil dan kelompoknya 28.

30. Menurut anda bentuk seperti apakah pergerakan Kutil dalam Revolusi Sosial 33. Persenjataan apa saja yang di gunakan Kutil dan komplotannya 37. Bagaimana reaksi rakyat/ sikap rakyat Tegal menanggapi gerakan yang diketuai Kutil 38. Bagaimana keadaan Tegal setelah Kutil dan komplotannya berhasil di tangkap Bab IV 32. Bagaimana cara Kutil mempengaruhi masyarakat Tegal 35. Apa cerita Kutil ( peristiwa 3 Daerah ) anda ceritakan kepada anak cucu anda ( Tradisi lokal dalam masyarakat menokohkan Kutil) 36. Seperti apakah Bentuk kepemimpinan Kutil dalam Revolusi sosial 34.87 29.Bagaimana Reaksi Masyarakat Tegal terhadap peristiwa Tiga daerah di Tegal . Bagaimana upaya penangkapan Kutil ( proses penagkapan) 31.Bagaimana/upaya yang dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan Kutil dan kawan-kawannya.