P. 1
revolusi sosial tegal

revolusi sosial tegal

|Views: 859|Likes:
Published by camilans

More info:

Published by: camilans on Oct 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

KUTIL TOKOH LOKAL DALAM REVOLUSI SOSIAL DI TEGAL TAHUN 1945-1946

SKRIPSI
Untuk memperoleh gelar Sarjana S1 .Program Studi Ilmu Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang.

Oleh Laela Khikmiyah NIM: 3150402021

FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2007

PERSETUJUAN PEMBIMBING Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada : Hari : Tanggal :

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. AJ Sumarmo M.Hum. NIP.130340222

Drs. Ba’in NIP.131876207

Mengesahkan Ketua Jurusan Sejarah

Drs. Jayusman M.Hum NIP. 131764053

ii

PENGESAHAN KELULUSAN Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang pada: Hari : Selasa Tanggal :10 Oktober 2006

Penguji Skripsi

Drs. Karyono M.Hum NIP.130815341

Anggota I

Anggota II

Drs. AJ Sumarmo NIP.130340222

Drs. Ba’in M.Hum NIP. 131876207

Mengesahkan Dekan,

Drs. Sunardi M.M NIP.13036799

iii

bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam Skripsi ini dikutip atau di rujuk berdasarkan kode etik ilmiah Semarang. September 2006 Laela khikmiyah NIM: 3150402021 iv .PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam Skipsi ini benar-benar hasil karya sendiri.

Nova & Afri terimakasih untuk doanya. dukungan & bantuannya slama ini. Bapak dan ibu tercinta atas doa. Teman-teman seperjuangan di Prodi Ilmu Sejarah ’02 atas saat indah dalam kebersamaan selamanya tidak akan pernah aku lupakan dan aku pasti akan selalu merindukan setiap kebersamaan kita. Ema.MOTTO DAN PERSEMBAHAN “ Keberhasilan dapat dicapai dengan doa dan usaha yang maksimal dan kesabaran adalah bagian dari suatu perjuangan untuk mencapai kemenangan “ Dengan Rasa Syukur kepada Allah SWT. Skripsi ini kupersembahkan untuk: 1. Shinta. kalian memang adik-adikku. Efi. 4. 2. Adikku Fani atas dukungan dan doanya 3. SEMANGAT! ii . Asmara. Irham al Fauzani terimakasih banyak untuk doa.dukungan dan kasih sayangnya.

AJ Sumarmo. Jayusman. rahmat dan hidayah NYA. 5. AT. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Ketua Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan kesempatan kepada Penulis untuk menyelesaikan skripsi. 3. Bapak/Ibu Dosen di Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan ilmu dan bimbingan pada Penulis sehingga dapat menyelesaikan studi.PRAKATA Segala Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat. 2. MM. 6. Drs. 4. Sunardi. kepada yang terhormat: 1. pengarahan. M. Sugito. SH. pengarahan dan saran pada Penulis.Hum. dan Saran pada Penulis.Ba’in. Drs. Dr. Drs. pembimbing II yang telah memberikan bimbingan.M. Rektor Universitas Negeri Semarang. Drs. pembimbing I yang telah memberikan bimbingan. Prof. iii . Di susun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Studi Strata Satu untuk mencapai gelar Sarjana Sosial Ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan dalam segala hal. Dekan Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan ijin dalam penelitian sehingga Penulis dapat menyelesaikan skipsi ini. M. M. Hum. Skipsi berjudul “ Kutil Tokoh Lokal Dalam Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 “.

10.7.Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu Penulis. 8.Teman-teman angkatan 2002 yang selalu ada di dalam hati dan selalu memberikan penulis semangat dalam menyusun skripsi ini. Semarang. Orang tuaku yang telah memberikan semangat dan doa pada penulis dalam menyusun skripsi ini. Sadum. Bapak Sahmad. Ruslim.Wastap. 11. Bapak Karso. Prawoto yang telah banyak membantu penulis dalam penelitian. Bapak dan Ibu pihak Musium Mandala Bhakti yang telah membantu dalam memperoleh bahan literature dalam skripsi ini 9. sebagai kepala Legiun Veteran Kota Tegal. September 2006 Penulis iv . Tasik. Menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak kekurangannya maka saran dan kritik senantiasa Penulis harapkan dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan peneliti selanjutnya. Mustain.

Lingkup temporal adalah berkaitan dengan batas waktu penelitian dalam penelitian ini waktu yang dimaksud adalah sejak tahun 19451946. 81 Halaman. Fakultas Ilmu Sosial. ingin memperjuangkan nasib rakyat lepas dari segala macam bentuk penjajahan. Interpretasi (menghubungkan satu fakta dengan fakta lain). Camat.SARI Laela Khikmiyah. dengan berani muncul sebagai seorang pemimpin. Kutil Tokoh Lokal dalam Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946. menggantikan sistem kolonial. Berdasar hasil penelitian dapat diketahui bahwa:(1)Latar belakang kehidupan Kutil terutama masa kecilnya yang berasal asli dari Madura. Lingkup tematikal yaitu tokoh Kutil dalam perjuangan tiga daerah. Dengan tahap-tahap yaitu: Heuristik (mencari dan mengumpulkan jejak-jejak peristiwa tiga daerah). tetapi juga merupakan pekerja yang bersungguh-sungguh dan suka berterus terang sifat itulah sangat mempengaruhi watak dan pandangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Sikapnya yang berani menjadikan dia seorang yang dalam setiap perkataan. kasar dalam tutur katanya. pamong desa.Program Studi Ilmu Sejarah/S1. Gerakan sosial yang terjadi di Tegal. pekerjaan nya hanya sebagai tukang cukur. seolah-olah mempunyai kharisma yang begitu besar. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah latar belakang kehidupan Kutil? (2) Seperti apakah bentuk Revolusi Sosial di tegal tahun 1945-1946? (3) Sejauh mana peranan Kutil dalam menggerakan Revolusi Sosial? Penelitian ini bertujuan : (1) Ingin mengetahui bagaimana Latar belakang kehidupan Kutil (2) Ingin mengetahui Seperti apa bentuk Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 (3) Ingin mengetahui sejauh mana peranan Kutil dalam menggerakan Revolusi Sosial. dua setengah bulan setelah proklamasi kemerdekaan adalah bentuk gerakan rakyat atau lebih dikenal dengan sebutan Revolusi Sosial. terhadap struktur politik baru. Kritik sumber yaitu dengan mengkritik ekstern dan kritik intern. Munculnya tokoh Kutil yang bernama asli Sakyani. seperti yang dinyatakan Kuntowijoyo orang Madura adalah suku bangsa jawa yang mempunyai adat-istiadat yang keras. Kata Kunci: Tokoh lokal. serta pemerintah kabupaten. Revolusi sosial Revolusi Kemerdekaan RI merupakan revolusi politik. Ruang lingkup penelitian ini mencakup ruang lingkup temporal dan ruang lingkup Tematikal. (2) Revolusi Sosial yang v . Wedana. Revolusi Sosial adalah perlawanan yang dilakukan oleh rakyat setempat bertujuan menghapuskan tatanan lama misalnya dengan mengganti kepala-kepala desa. Historiografi (Penulisan cerita sejarah) sedangkan yang menjadi sumber dalam penelitian ini adalah sumber kepustakaan dan koran-koran yang terbit pada tahun itu. perbuatan dan perintahnya menjadi hukum yang berlaku dalam masyarakat pada saat itu. Universitas Negeri Semarang.

munculnya kekuatan sosial yang berdasarkan Idiologi dengan munculnya kelompok Leggaong (bandit) adalah bagian dari berkobarnya revolusi sosial di Tegal tahun 1945-1946 berdampak pada kondisi sosial masyarakat. pengaruhnya begitu besar dengan latar belakang pendidikan yang dia peroleh hanya sampai kelas dua sekolah rakyat. Kutil adalah orang yang dijadikan tokoh sentral yang memimpin “aksi pendombrengan” diwilayah Tegal. (3) Peranan Kutil dalam menggerakan revolusi sosial diantaranya Munculnya dia sebagai seorang tokoh yang mempunyai pengaruh sangat besar. kondisi ekonomi dan juga kondisi politik masyarakat Tegal. Gerakan yang dia pimpin adalah gerakan yang spontanitas. menuruti segala perintah dan ucapannya adalah kelebihan yang dimilikinya.terjadi di Tegal pada tahun 1945-1946 di latar belakangi dengan keadaan masyarakat Tegal yang secara ekonomi sangat memprihatinkan. namun kemampuannya mengerahkan masa dengan jumlahnya yang ribuan untuk ikut dalam gerakannya. Caranya menarik simpati dan bentuk kepemimpinannya adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam peristiwa tiga daerah. serta sikap yang berani memperjuangkan nasib rakyat dengan mengangkat orang-orang yang berasal dari kalangan sendiri duduk dalam jabatan pemerintah. namun strukturnya secara sederhana sudah terbentuk. vi . Ia sebagai tokoh yang dijadikan ciri dalam peristiwa tiga daerah.

..................... Motto dan Persembahan.............................................. Masa Kecil .............................. Tujuan Penelitian........................ Persetujuan Pembimbing.........................................DAFTAR ISI halaman Halaman Judul............................................... G............ Sistematika Penulisan............................................................................................................................................................ Latar Belakang Masalah...................... Tinjauan Pustaka......................................... A......................................................... Daftar Gambar................ Daftar Lampiran ................ Perumusan Masalah................................................................................... Ruang Lingkup Kajian............................................. B.............................. E............................................................................................................................... F............................................................... D................................................ Prakata....... Pengesahan kelulusan.................................... Pernyataan ......................... Manfaat Penulisan..................................................................................................................................................................... BAB I........... i ii iii iv v vi viii x xii xiii 1 1 6 6 6 7 7 10 14 16 16 vii .................................................................................... PENDAHULUAN .............................................. Metode Penelitian...................... A.................... H................... Daftar isi...................... BAB II.................... Sari ...... Latar Belakang Kehidupan Kutil ........................................................................................................................................................ C..................................................................................

............................ 17 18 23 23 27 33 39 43 43 45 49 55 55 61 68 79 79 81 82 84 viii ........................... B............................ Munculnya kekuatan Sosial berdasarkan Idiologi.............. Munculnya Kelompok Leggaong (bandit) . Munculnya tokoh Kutil ........................................Saran ....................... Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 ..........................................................B........................ Dampak Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 ........................................................................... D... 1............. Berkobarnya Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946................................................................................................................................................ DAFTAR PUSTAKA ................................... Dampak Terhadap Kondisi Sosial Masyarakat Tegal.............................. A............... Dampak Terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Tegal................................... A........ 2......... PENUTUP............. LAMPIRAN-LAMPIRAN.. C.................................. BAB III..... C........................... 3........................Simpulan .......... B....... Masa Dewasa.................. B............ BAB V..... Dampak Terhadap Kondisi Politik Masyarakat Tegal............... BAB IV.............................. Keadaan Masyarakat Tegal tahun 1945-1946..................... C..... Bentuk Kepemimpinan Kutil......................................... Masa Sekolah ............ A........... E................. Cara Kutil menarik simpati . Peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial...........

. 110 Lampiran 9: Harian Penghela Rakjat. 112 Lampiran 10: Harian Soeara Rakjat. terhadap pembebasan daerah Pekalongan……………………………………………. 1 Januari 1947………………………… 113 Lampiran 11: Harian Repoeblik. 120 Lampiran 13: Mingguan Pantja Raja………………………………………….DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1: Biodata Informan……………………………………………… 84 Lampiran 2: Instrumen wawancara…………………………………………. Lampiran 3: Foto Penelitian ……………………………………………….. Kabupaten - 85 88 Pemalang ………………………………………………………. Jum’at 10 Januari 1947…………………… 115 Lampiran 12: Harian Repoeblik.. Senin 13 Januari 1947…………………….. Jum’at 11 Oktober 1946……………. 94 Lampiran 5: Risalah rapat GBP3D tanggal 25 November 1945……………. 121 ix . Jum’at 25 Oktober 1946……………. Jum’at 11 Oktober 1946……………. 95 Lampiran 6: Turunan Tuntutan Rakyat tiga daerah. 106 Lampiran 7: Harian Penghela Rakjat. 109 Lampiran 8: Harian Penghela Rakjat. Lampiran 4: Peta Kabupaten Tegal. Kabupaten Brebes.

.................................................. Foto 4: Bapak Sachmad Salam ...... 88 88 89 89 90 90 91 92 92 93 x ......... termasuk di dalamnya Kutil ......... Foto 9: Aliran Sungai gung yang lama ........ tempat pembunuhan orangorang yang tidak disenangi dan dilakukan oleh Kutil serta anak buahnya................................. Foto 6: Bapak Karso........................................................... Foto 3: Bapak Roeslim....... Foto 7: Bapak Mustain ....................................................................................................................................................................................................................................................................... Foto 5: Bapak Sadum ......................... Foto 2: Bapak Tasik ............. Foto10: Tokoh-tokoh Revolusioner Tiga Daerah di penjara Wiragunan Yogyakarta sekitar Desember 1946..................................DAFTAR FOTO halaman Foto 1: Bapak Wastap .................................................................................................................. Foto 8 Jembatan Pesayangan berada di Perojosumarto Desa pesayangan Kecamatan Talang.....................................................................yang se-karang dibuat jembatan baru letaknya bersebelahan dengan jembatan yang lama................................

Huru-hara kerusuhan dan kekacauan yang berakhir dengan pemberontakan seringkali mengarah pada persoalan-persoalan yang menyangkut aspek sosial. Pengertian struktur politik ditandai dengan proklamasi kemerdekaan yang berakibat terjadinya perubahan besar dan mendasar pada tahun 1945-1946. Sebab persoalan ini dianggap sangat komplek dan di jadikan dasar suatu kelompok untuk melakukan tindakan tidak puas terhadap tatanan yang ada (Lucas. politik. Hal ini terjadi terutama di daerah pedesaan sehingga fenomena gerakan ini bersifat endemis. dan agama. Perubahan yang fundamental itu tampak pada perubahan struktur dari masyarakat kolonial/feodal menjadi susunan suatu masyarakat yang lebih demokratis.1989:193) Revolusi kemerdekaan RI merupakan Revolusi politik terhadap stuktur politik baru. ekonomi. Revolusi sosial yang terjadi ini tidak hanya terjadi di Tegal saja namun meliputi juga wilayah kabupaten Brebes. Latar Belakang Masalah Pada akhir abad XIX. di Jawa timbul huru-hara kerusuhan dan kekacauan yang memuncak menjadi pemberontakan. 1 .BAB I PENDAHULUAN A. menggantikan sistem kolonial. dan kabupaten Pemalang mengakibatkan dampak/perubahan yang fundamental dalam masyarakat.

2

Revolusi sosial yang terjadi di Tegal kurang lebih, dua setengah bulan setelah proklamasi kemerdekaan, tepatnya bulan Oktober 1945 berbentuk Gerakan Rakyat atau lebih dikenal dengan sebutan Revolusi Sosial. Revolusi sosial adalah perlawanan yang dilakukan oleh rakyat setempat bertujuan menghapus tatanan lama, misalnya mengganti kepalakepala desa, pamong desa, Camat, Wedana, serta pemerintah Kabupaten (Lucas 2004:147) Gerakan rakyat semakin matang dilakukan dengan melihat kondisi sosial rakyat, sebab setelah terjadi proklamasi, keadaan tidak menjadi lebih baik malah sebaliknya, kelaparan dan kekurangan yang dialami malah semakin bertambah. Berbagai usaha dilakukan untuk memperoleh keadilan, karena rakyat selama ini merasa dibodohi, rakyat selalu saja dibebani pajak dan pungutan maupun pekerjaan (Lucas.2004: 47). Revolusi Sosial tidak hanya terjadi pada bidang politik saja tetapi juga terjadi pada bidang ekonomi dan sosial. Kemunculan tiga kelompok sosial baru di daerah Tegal memberi perubahan pada bidang politik dan sosial. Kelompok ini berpangaruh dan mempunyai peran yang luas dalam gerakan. Kelompok baru ini adalah kelompok agama, kelompok komunis dan kelompok leggaong (bandit). Munculnya kelompok tersebut tentunya membawa gerakan yang dapat memobilisasi rakyat, karena rakyat sebagai unsur terpenting. Kelompok Islam di daerah Tegal menjadi komponen penting dalam perjuangan yang memiliki basis kuat untuk memobilisasi rakyat.

2

3

Pengangkatan K.H. Abu, Suja’I sebagai Bupati Tegal pada bulan November 1945 yang memposisikan ulama sebagai elit birokrasi baru yang menggantikan elit birokrasi lama bupati Sunaryo. Pengangkatan KH. Abu Suja’I mendapatkan dukungan dari rakyat Tegal, walaupun secara resmi pemerintah menolak keberadaanya sebagai Bupati. Kelompok komunis sengaja menggunakan Islam dan ulama sebagai kekuatan ajarannya karena mereka menganggap bahwa dalam Islam secara realistis merupakan kekuatan politis yang besar di Indonesia. Kelompok Komunis, perjuangannya sudah dimulai sejak Sarekat Islam di pekalongan pada tahun 1918. diteruskan oleh gerakan PKI dan Sarekat Rakyat sampai dengan tahun 1926. Di Jawa pemberontakan meletus pada tahun 1927 tetapi baru tercapai pada bulan Oktober sampai November. Peristiwa pemberontakan tahun 1926 ini mengakibatkan banyak pemimpin dari Tegal dibuang ketempat pengasingan Boven Digul di Irian Jaya (Achmad, 1987:10) Tanggal 21 Oktober 1945 diumumkan bahwa PKI berdiri kembali. Di Tegal saat itu juga PKI mempunyai pengaruh yang sangat besar di Jawa dan cabang-cabang sarekatnya mendukung secara aktif. Karesidenan Pekalongan menjadi sebuah pusat dari kegiatan politik yang radikal dan para pengikut PKI di Tegal dan Pekalongan adalah tokoh-tokoh penggerak terkenal dalam pemberontakan melawan belanda tahun 1926 (Kahin, 1990:31) sehingga di Tegal dan Pekalongan menjadi pangkalan kuat kelompok komunis.

3

4

Kelompok Komunis di Tegal membentuk front rakyat yang disebut Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah (GBP3D). Berdiri pada tanggal 16 November 1945 dengan markas di Kantor Partai Sosialis Amir

Syarifudin, cabang Tegal. Kemunculan Lenggaong di daerah Tegal seringkali memberi rasa takut, di desa-desa yang di tempati para Lenggaong, seperti di kecamatan Talang dikenal dengan nama Kutil jagoan yang bernama asli Syacyani. pekerjaannya sebagai tukang cukur yang dianggap mempunyai kekuatan doa-doa dan jimat. Dia di anggap sebagai Ratu Adil sebagai dampak gejala Missianisme. Gerakan Tiga Daerah disebut-sebut sebagai “Negara Talang” dan Kutil berperan sebagai perantara antara kelompok agama dengan kelompok lenggaong serta mempunyai peran politik. Pengaruh Kutil dalam Revolusi sosial adalah melakukan protes sosial dengan memimpin aksi “dombreng”, aksi “dombreng” sama artinya dengan tindakan mengarak dan mengerahkan massa sebagai bentuk kebencian rakyat terhadap pangreh Praja. Sikap pemerintah daerah yang kurang tegas yang masih memegang tradisi lama yang selalu menunggu perintah dari atas atau pusat adalah alasan rakyat menginginkan pergantian pejabat pangreh praja. Karena rakyat menginginkan pejabat dari kalangan sendiri, orang-orang yang mereka pilih sendiri, orang-orang yang memperjuangkan kemerdekaan mereka, memperhatikan kesejahteraan mereka. Lenggaong atau perbanditan selalu memperkuat militansinya

4

struktur itu menunjukan hubungan antara satu bagian dengan bagian lain yang merupakan ikatan atas bawah dan mempunyai tugas yang berbeda-beda. Karena sikap menunggu yang di tunjukan oleh elite birokrat itu mencerminkan sifat ragu-ragu. tanpa diketahui oleh orang lain. peristiwa itu 5 . Situasi daerah Tegal dalam penguasaan Kutil ketika itu lebih menjurus kearah anarkhis.5 dengan kekuatan magis keagamaan yang di pandang sebagai resistensi sosial. terutama tindakan-tindakan komplotan kutil yang bergaya mirip koboy. Awal pemberontakan terjadi dimulai dengan dibunuhnya seorang anggota polisi setempat oleh sekelompok orang yang marah. berseragam polisi negara lengkap dengan pistol serta adanya pengangkatan oleh dirinya sendiri sebagai kepala kepolisian (Wawancara dengan bapak Karso. Kelompok Kutil melakukan kegiatan bawah tanah yang bersifat tertutup. dengan melakukan penyusupan. tidak berinisiatif dan sikap kepatuhan seorang abdi yang terpuruk oleh latar belakang pendidikan kolonial belanda yang diperolehnya. ugal-ugalan. meskipun bentuknya tradisional gerakan ini mempunyai struktur dan pemimpin. Juni 2006) Sikap menunggu perintah yang sudah menjadi pola elite birokrat adalah alasan yang kuat awal terjadinya pemberontakan.

Kelompok yang diketuai Kutil dibentuk untuk membagi-bagikan tekstil timbunan Jepang di pabrik gula diluar kota. Ingin mengetahui bagaimana latar belakang kehidupan Kutil 2. Seberapa besar Peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial C. Camat Talang mendapat 14 gulung tekstil oleh KNI di bagikan kepada mereka yang membutuhkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Ingin mengetahui bagaimana bentuk Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 6 . Pendistribusian kain yang tidak adil di Talang juga merupakan faktor awal terjadinya pemberontakan. Perumusan Masalah Dari uraian di atas alasan penulis memilih judul Kutil Tokoh Lokal dalam Revolusi Sosial di Tegal 1945-1946 1. B.6 terjadi karena polisi tersebut secara tidak adil menangkap pedagangpedagang dan menyita barang dagangannya. Bagaimana Bentuk Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 3. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah: 1. Tidak ada yang membayar untuk pembagian itu dan tidak ada catatan tentang jumlah pembagian itu. tetapi Kutil menginginkan pembagian di dasarkan asas “ Sama rata sama rasa”. Bagaimana Latar Belakang Kehidupan Kutil 2.

Manfaat penulisan 1. 2.7 3. Ingin mengetahui seberapa besar peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial D. Skope Temporal 7 . Dalam penulisan mengambil tema tentang Tokoh Kutil dalam peristiwa tiga daerah. ikut andil dalam Revolusi sosial yang terjadi di Tegal tahun 1945-1946. b. E. maka perlu adanya pembatasan dalam membahas suatu permasalahan . oleh karena itu dalam penulisan ini perlu dibatasi ruang lingkup kajiannya. Ruang lingkup ini meliputi: a. Dengan penulisan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada sejarah tentang pergerakan sosial di daerah Tegal sebagai studi sejarah lokal. 3. Memperluas cakrawala dan mendalami gerakan sosial di Tegal sebagai salah satu bagian dari gerakan Tiga Daerah. Dapat memberi gambaran pengetahuan bahwasanya perlu adanya pengangkatan tokoh-tokoh yang memang berjasa atau berperan. Ruang Lingkup Kajian Agar dalam pembahasan ini tidak terjadi kesimpangsiuran dan mudah diuraikan secara jelas serta sistematis. Skope Tematikal Skope ini merupakan pembatasan agar dalam penulisan tidak keluar dari tema yang telah ditetapkan sebelumnya.

Tinjauan Pustaka Dalam tema yang berjudul Kutil Tokoh Lokal dalam Revolusi Sosial di Tegal 1945-1946.8 Skope temporal yaitu yang berhubungan dengan kurun waktu atau kapan peristiwa itu terjadi. Buku utama yang dijadikan acuan adalah Anton E. susunan dari setiap babnya pun sama. Isi buku secara keseluruhan antara bukunya yang pertama yang terbit pada tahun 1986 dengan bukunya kedua yang terbit tahun 2004 tidak banyak mengalami banyak perubahan. Dalam penulisan ini yang diambil adalah kurun waktu tahun 1945 sampai dengan tahun 1946. Namun secara keseluruhan isi dari 8 . tulisannya dalam bukunya yang kedua jauh lebih berani. Data dan sumber-sumber yang digunakan juga jauh lebih banyak sehingga menambah faliditas data yang coba untuk diungkapkan.Lucas yang berjudul One Soul One Struggle setelah sebelumnya menulis Peristiwa Tiga daerah pada tahun 1986 Dalam bukunya. namun juga dengan mengembangkan kalimat sendiri. one soul one struggle (peristiwa tiga daerah seri revolusi) Anton Lucas menambahkan sumber-sumber baru yang sifatnya hanya melengkapi bukunya yang pertama. isinya sama bagian setiap babnya. Dilihat dari isinya antara buku yang pertama dan kedua tidak banyak mengalami perubaha. F. berani menyampaikan aspirasi lewat tulisan yang berupa kritikan dan sindiran. tulisannya lebih jujur mengungkapkan fakta atau kenyataan yang ada di lapangan.

walaupun sebagian besar sumber yang diperoleh adalah berasal dari sumber lisan. Serta revolusi yang terjadi di kota-kota Kabupaten. termasuk juga tokoh Kutil juga banyak diulas dibagian ini. oposisi dan perlawanan. Buku kedua yang dijadikan acuan adalah buku yang ditulis Timur Mahardika tahun 2000 adalah buku yang berjudul Gerakan Masa. serta proklamasi kemerdekaan dan berakhirnya kekuasaan Jepang.9 buku ini tetap menarik. disana dijelaskan peranan Lenggaong dalam revolusi sosial. 9 . Pada bab lima bagian dari buku ini adalah bagian yang sangat membantu penulis. front persatuan di Tiga daerah. sama halnya dengan gerakan sosial yang terjadi di Tegal adalah gerakan yang terjadi akibat problem masalah yang dialami masyarakat Tegal pada waktu itu. gerakan ini dilakukan oleh rakyat. beban ekonomi yang berat. pengalaman masa Jepang: Swasembada penunjang Jepang. menceritakan secara urut mulai dari kaum Nasionalis dan elite birokrasi di Pekalongan sebelum perang. Gerakan ini mengupayakan demokrasi dan keadilan secara damai. kesadaran revolusioner bayangan bagi kenyataan. Buku ini. Secara prinsip merupakan gerakan yang lahir dari problem-problem yang ada dalam masyarakat. Pada bagian lain yang juga membantu penulis adalah pengadilan peristiwa tiga daerah yang akhirnya memutuskan Kutil dihukum mati. Pada bab enam dijelaskan masa-masa kacau. peranan militer dalam revolusi lokal adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan.

Organisasi yang solid berdisiplin. Jadi Buku Gerakan Massa bisa juga dijadikan acuan/dasar pemikiran penulis. 2. kebanyakan yang dibahas adalah gerakan masa yang terjadi pada 10 . kepemimpinan yang efektif. pengaturan. cara penulisannya juga kronologis. gagasan logistik untuk mencapai gerakan yang terorganisir bukan saja membutuhkan: 1. pengaturan.10 Dalam gerakan rakyat di dalamnya muncul gerakan Elite adalah merupakan upaya yang di lancarkan oleh kalangan elite yang di tunjukan dengan maksud memperkuat posisi mereka. atau bahkan meningkatkan kualitas protes mereka. Kelebihan buku ini. karena dalam buku tersebut dijelaskan bahwasanya suatu gerakan yang dilakukan oleh rakyat pastinya membutuhkan pemimpin yang di dukung sepenuhnya oleh rakyat. disana juga dijelaskan pula pemimpin suatu gerakan juga pastinya mempunyai susunan walaupun bentuknya masih tradisional. pengendalian dalam suatu gerakan yang terorganisir. Kekurangan buku ini. pengendalian dan sinergi antar berbagai komponen yang ada berupa sumber daya manusia. pada buku yang di tulis Timur Mahardika tahun 2000 buku ini sangat membantu karena di sana dijelaskan bagaimana pengelolaan. Kecakapan aktivitasnya (kader) dalam menggalang dan mengembangkan sumberdaya dan jaringan kerja namun juga. Di dalam buku ini dijelaskan pula bahwasanya suatu gerakan yang terorganisir mensyaratkan adanya pengelolaan.

Metodologi Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Metode sejarah. 1. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik antara lain: a. Adapun proses metode sejarahmeliputi empat tahap. interpretasi. dokumen dan arsip (yang 11 . 1988:18). penulis menggunakan metode Kepustakaan. dan ternyata gerakan sosial apapun pasti membutuhkan pemimpin walaupun bentuknya sederhana. Heuristik Heuristik adalah usaha untuk menelusuri jejak-jejak sejarah sebagai langkah permulaan dari prosedur kerja para sejarawan (Widja. Metode kepustakaan dilakukan untuk mencari koleksi yang ada di perpustakaan dalam mengumpulkan sumbersumber sejarah yang relevan dengan topik penelitian. Sumber tersebut kemudian diseleksi dan diambil yang mempunyai kesesuaian dengan topik penelitian. Untuk mendapatkan sumbersumber tersebut yang berupa buku-buku. metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan sejarah masa lampau (Gottschalk 1975:32). yaitu: Heuristik (pengumpulan data). kegiatan ini terutama ditujukan untuk menemukan dan menghimpun data sejarah dengan mencari sumber yang berupa sumber tertulis dan sumber kebendaan. Studi Kepustakaan Dalam menghimpun data. historiografi.11 masa reformasi. G. kritik sumber.

2. Musium Mandala Bhakti Semarang. Pengolahan hasil wawancara. Dalam teknik wawancara ini dilakukan tanya jawab dengan penduduk atau masyarakat di wilayah Tegal yang tentunya sumber lisan ini dapat dipercaya kebenarannya. Pengaturan waktu dan tempat wawancara 4. 2. Menetapkan serta menghubungi tokoh-tokoh peristiwa. Perpustakaan UNNES b. Pelaksanaan wawancara. Membuat Interview Guide yaitu menyusun rambu-rambu pertanyaan yang akan digunakan dalam wawancara. dilakukan setelah diadakan perjanjian dengan tokoh yang dimaksud 5. b.12 berupa majalah dan Koran yang terbit pada tahun itu) Peneliti mendatangi tempat-tempat sebagai berikut: a. Dalam melakukan wawancara diperlukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Perpustakaan Jurusan Sejarah UNNES c. Perpustakaan Wilayah Jawa Tengah d. Wawancara Teknik wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan sumber sejarah yang benar-benar dapat dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan dari para pelaku sejarah ataupun saksi sejarah. 3. Kritik Sumber 12 .

menguji dilakukan dengan cara membandingkan antara data yang satu dengan data yang lain. Kritik Ekstern Merupakan uji otensitas/keaslian melalui kesaksian sumber yang berupa sumber yang dikehendaki sumber itu turunan/asli melalui dokumen seperti surat kabar yang terbit pada waktu itu. kritik dibagi menjadi dua yaitu: Kritik Intern Merupakan uji validitas dengan kredibilitas sumber yang berupa penilaian Instrinsik. untuk memahami jarak waktu peristiwa sejarah terjadi dengan kapan ditulisnya sumber/data asli. kesaksian sumber berkaitan dengan persoalan apakah sumber itu dapat memberikan informasi yang dapat dipercaya tentang masalah yang diselidiki. maka buku tersebut bisa penulis pakai sebagai sumber untuk selanjutnya tulisan-tulisan tersebut diadakan uji otentitas. kapan sumber itu ditulis. Apabila penulis menemukan buku-buku yang memuat/membahas tema/topik tentang Kutil dan Revolusi sosial. Tujuan dari pengujian adalah untuk mengetahui apakah data/sumber sejarah yang diperoleh dapat dipercaya. misalnya sumber asli berupa bangunan 13 . keaslian dan kebenarannya untuk di gunakan dalam penelitian.13 Kritik sumber adalah merupakan usaha untuk menilai sumber mengenai bentuk dan isinya dan menguji kebenaran dan keaslian sumber.

maka penulis bisa mengetahui bahwa memang ada aktifitas dari gerakan sosial di Tegal. 14 . sehingga dapat mengetahui proses periodisasi dan proses seleksi sejarah dilihat berdasarkan hasil wawancara dan obserfasi lapangan kejadian Revolusi sosial di Tegal 4. yang memperhatikan prinsip realisasi (cara membuat urutan peristiwa) prinsip kronologi (urutan waktu) prinsip kausalitas (hubungan sebab akibat) dan kemampuan imajinasi (kemampuan untuk menghubungkan peristiwa-peristiwa yang terpisahkan menjadi satu rangkaian yang masuk akal dengan bantuan pengalaman). Interpretasi Interpretasi adalah proses penafsiran sumber/fakta untuk menilai secara obyektif dan menafsirkan secara tepat diperlukan jarak antara subyek dan fakta. penafsiran/fakta tidak dipengaruhi kepentingan pribadi dan golongan serta politik karena akan mengakibatkan subyektifitas sumber. sehingga terjadi suatu rangkaian yang sistematis dan masuk akal dalam arti yang berkesesuaian.14 peristiwa tiga daerah. fakta yang diperoleh harus benar-benar nyata. Historigrafi Historiografi merupakan satu penulisan/penyajian yang sistematis dalam bentuk cerita. 3.

15 . cara Kutil menarik simpati dan bentuk kepemimpinan Kutil. sekolah dan masa dewasa Bab III Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 Menjelaskan tentang keadaan masyarakat Tegal tahun 1945-1946. ekonomi dan politik masyarakat Tegal. tujuan penulisan. Bab IV Peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial Menjelaskan tentang munculnya tokoh Kutil. Sistematika Penulisan Skripsi Dalam penelitian yang akan penulis lakukan adapun sistematikanya sebagai berikut: Bab I Pendahuluan. tinjauan pustaka dan sistematika penulisan. munculnya kelompok Leggaong (bandit). manfaat penulisan. metode penelitian. ruang lingkup kajian. Bab II Latar Belakang Kehidupan Kutil Membicarakan tentang kehidupan Kutil Masa kecil. H. Berisi pengantar yang terdiri dari Latar belakang permasalahan.15 Dalam penelitian ini peristiwa revolusi sosial yang terjadi di Tegal tahun 1945-1946 dilakukan atas dasar urutan peristiwa yang jelas mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan menghubungkan satu peristiwa lain yang saling berkaitan. munculnya kekuataan sosial berdasarkan idiologi. melatar belakangi berkobarnya revolusi sosial di Tegal tahun 1945-1946 yang berdampak pada kondisi sosial.

16 Bab V Penutup Berisi tentang kesimpulan dan saran dari uraian bab-bab sebelumnya yakni sebagai jawaban atas permasalahan yang diajukan. 16 .

Masa Kecil Kutil bernama asli Sakhyani. Sesudah dewasa bintil-bintil itu hilang. Atau bisa juga di artikan “pencopet”. karena merupakan air yang berpasir dan dijadikan sumber air bagi penduduk yang berada disekitar aliran sungai. Dalam bahasa jawa yang berarti “Bintil Kecil” (yang menempel di kulit). Sebelum sampai di Perpil Kaligung berada tepat belakang rumah Kutil. Ia diberi nama sebutan Kutil karena memang Sakyani kecil raut mukanya berbintil-bintil berwarna hitam. namun demikian nama itu tetap melekat padanya. Tapi sekarang Kaligung adalah sungai yang sudah dalam dengan kondisi air yang kotor dan keruh. Secara kelakar dia di juluki “orang seberang” karena dia tidak tinggal di Talang melainkan di Dukuh Pesayangan di seberang Kaligung sebab itu Ia disebut orang seberang. Ia adalah anak kedua seorang pedagang emas dari Taman dekat Pemalang menurut anggapan umum dia berasal dari Madura. Kali tersebut digunakan sebagai jalur perdagangan. terbukti dengan banyaknya kapal-kapal yang singgah dan 16 . yang mengalir dari gunung sampai laut melewati daerah Kabupaten Tegal. Kaligung merupakan sumber mata air dari masa ke masa. Pada masa dulu Kaligung airnya masih sangat jernih. Hal ini disebabkan adanya penambangan pasir dan batu kali oleh masyarakat sekitar sebagai bahan bangunan.BAB II LATAR BELAKANG KEHIDUPAN KUTIL A. Dahulu kala Kaligung letaknya tidak di Perpil.

(Lucas. Masa Sekolah Pendidikan Kutil. Sekolah Rakyat diperuntukan untuk orangorang pribumi yang mau belajar. Pemindahan Kaligung ke Perpil lebih disebabkan karena sering terjadi banjir yang cukup besar kadang airnya meluap sampai sekitar depan pasar (wawancara dengan Bapak Taim. Sekolah Rakyat merupakan . Juni 2006). Sekolah Rakyat pada saat itu setingkat dengan SD sekarang. Juni 2006). 2004:153) B. Disamping itu pula dahulu di sekitar tempat tinggal Kutil dijadikan sebagai dermaga pelabuhan. Di Jawa orang Madura dan orang yang berasal dari luar Jawa disebut orang seberang. Sekolah Rakyat adalah sekolah yang didirikan oleh pemerintah Jepang khusus untuk anak-anak pribumi (orang Indonesia).17 berlabuh. mereka datang ke sekolahpun karena pegawai desa mengajak dan mengumumkannya di jalan-jalan. Selain itu juga orang-orang Madura di Jawa dianggap memiliki sifat yang keras sehingga sesuai dengan perwatakan Kutil sebagai anak yang nakal “bangor” (dalam logat Tegal) Ia jarang menuruti orang tuanya. Tinggalnya yang diseberang sungai Gung yang menyebabkan asal mula timbul kekaburan mengenai julukan yang dikaitkan dengan asalnya yang dari Madura. sama seperti anak-anak yang lainnya bahkan dia memperoleh pendidikan hanya sampai kelas dua Sekolah Rakyat akibatnya Ia hanya bisa membaca dan menulis sedikit. Namun pada saat kutil di Pesayangan kaligung sudah berpindah letaknya lebih jauh dari jalan raya yang dikenal dengan sebutan jalan Perpil. itu terbukti dengan adanya tali-tali besar kapal yang dililitkan dipaku besar sebagai pengait (wawancara dengan Bapak Taim. sedangkan tulisan tangannya hampir tidak terbaca.

C. Bagi orang biasa itu ibarat uang sabendung. tukang cukur yang lainnya di desa itu lebih baik angkat kaki cepat-cepat. ada sebilah pedang panjang (gobang) tergantung di dinding di sebelah kaca. nilainya tinggi sekali. Sekolah rakyat dahulu dalam satu Kecamatan hanya ada satu sekolah saja . Tentu saja ini menyebabkan dari pada berkelahi dengan dia. Kecamatan Talang pada waktu itu hanya mempunyai satu Sekolah Rakyat yaitu di Ekoproyo (wawancara dengan Bapak Karso. Disamping meja cukurnya. dia pindah ke Talang menempati sebuah rumah di Dukuh Pesayangan yang dibeli ayahnya untuk cucu-cucunya. Pangkalan cukur Kutil menjadi satu-satunya pangkalan cukur yang ada di daerah itu. Pangkalan cukur Kutil mengenakan tarif yang cukup mahal bagi pelanggannya. Orang yang cukur dikenakan biaya 5 sen. Sambil meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai tukang emas kecil-kecilan Ia membuka tempat pangkas rambut di desa Kajen yang terletak di pinggir jalan raya selatan Tegal.18 sekolah dengan gaya pendidikan orang-orang Jepang. tidak ada hal yang istimewa dalam dirinya. Yang diajarkan diantaranya untuk kelas satu diajarkan Huruf Jawa. kelas dua diajarkan Huruf Latin. pola-pola yang diajarkan adalah pola-pola yang biasa digunakan oleh orang-orang jepang. baca tulis dan olah raga orang-orang jepang. Orang-orang yang cukur padanya kebanyakan . membaca huruf Abjad dan bahasa Melayu diajarkan kelas empat. Masa Dewasa Waktu Kutil dewasa. tidak bayar. Juni 2006) Masa kecil Kutil dilewati sama seperti anak-anak yang lain. Sekolah Rakyat yang diperuntukan khusus untuk anak-anak Pribumi. pola pendidikannya terdiri dari pendidikan militer.

Kutil termasuk orang yang kreatif senantiasa berusaha mengembangkan usahanya. orang Madura terkenal sebagai suku bagsa yang mempunyai adat istiadat yang keras. Hal tersebut tercermin dalam kehidupan masyarakat desanya yang memiliki ikatan yang berdasarkan kekerabatan dan teritorial. sendok dan suku cadang sepeda). karena latar belakangnya yang berasal dari Madura membawa pengaruh watak yang keras. misalnya batu korek api. Sifat kreatifnya didukung karena Desa Pesayangan adalah desa yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai tukang emas. Watak dan sifat Kutil sudah terbentuk sejak kecil. Pada tahun 1937 Kutil mencalonkan diri dalam pemilihan lurah Desa Kajen. kota Bandung adalah kota yang paling besar memesan emas ataupun perak dari daerah ini (wawancara dengan Bapak Taim.19 anak-anak cina dan pegawai pegadaian (wawancara dengan Bapak Wastap. tetapi kalah “hanya satu suara saja” selama masa pendudukan Jepang Kutil terkenal dengan kebolehannya karena dia mudah memperoleh barang-barang yang sulit didapat. Juni 2006). pengrajin kuningan. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari . keras dalam tutur katanya. Menurut Kuntowijoyo. gunting. Dari jaman Kutilpun masyarakat Pesayangan sudah berdagang sampai keluar kota. Kebudayaan dan adat istiadatnya telah banyak dipengaruhi oleh kebudayaan luar. diantaranya adalah membeli barang-barang bekas di rumah-rumah untuk dijual kembali. tetapi mereka juga merupakan pekerja yang bersungguh-sungguh dan suka berterus terang. Juni 2006). kerajinan logam (seperti pembuatan pisau. meskipun demikian masih menampakkan nilai-nilai aslinya.

Mereka melarikan diri dan pulang ke Tegal dengan terlebih dahulu membunuh penjaga penjara (orang belanda) dengan menggunakan perahu. Juni 2006) Kutil sebagai guru agama biasa bepergian jauh dengan sepeda untuk memimpin pengajian al-Qur’an. perompokan yang terjadi umumnya kejahatan yang lebih mengerikan. emosinya masih sulit dikontrol. Petualangan Kutil dimulai dengan dibuangnya dia beserta dua orang temannya yaitu Slamet dan Washari ke Digul dalam perjuangan Sarekat Rakyat. diantara kita siapa yang akan dibunuh. Dia sering pulang kerumah lewat tengah malam tanpa diganggu penyamun yang berkeliaran dikawasan itu (Lucas 2004:153). terlihat dari penuhnya masjid . memiliki perasaan persaudaraan yang kuat.Watak orang Madura terbentuk karena dipengaruhi oleh letak geografis Madura yang berada di daerah pantai. itu yang akan dimakan terlebih dahulu. Istrinya pada waktu itu membuka warung makan di depan rumah bersebelahan dengan pangkalan potong rambut suaminya (Wawancara dengan Bapak Taim. dan gotong royong yang sangat mendalam(Sairin 2002:83). Nilai-nilai keislaman pada waktu itu memang kuat.” Perkataan Kutil menunjukkan bahwasanya sifat Kutil tega membunuh walaupun itu temannya sendiri. lebih sadis dan tingkat kesulitan ekonominya lebih tinggi. Sifat membunuh sudah Kutil tunjukkan dari dahulu ketika dalam perjalanan ketiga orang itu berjanji “Nanti kalau lapar. dimana orang pantai cara berbicaranya lebih keras.20 mereka sangat senang bekerja. dua anaknya laki-laki bernama Khambali dan Sapi’i dan dua anak perempuannya bernama Fatimah dan Rokhmah. Ia menikah dengan orang asli Pesayangan bernama Was’ah dan mempunyai empat orang anak.

terlebih jatah beras. Penduduk setempat menyebutnya santri.21 maupun Mushola yang dipadati dengan banyaknya orang sholat. Juni 2006). Kutil menganut paham sama rasa. karena pada tahun 1945 masa awal kemerdekaan. rakyat menderita kelaparan. Mereka sholat sampai di halaman depan Masjid (wawancara dengan Bapak Wastap. Dia ingin . Menghapus kemiskinan. Dia menganggap mereka adalah penghianat bangsa. Kutil selalu mengucapkan “Assalamualaikum” bila memasuki rumah. orang itu langsung dibunuh (wawancara dengan Bapak Ruslim. Juni 2006). menggunakan istilah itu dalam arti lama yang berarti orang suci. yang terlihat hanya tulang dan kebanyakan dari mereka akhirnya meninggal. Di jalan-jalan banyak sekali ditemui orang-orang yang kelaparan perutnya kempes. Golongan pejabat ataupun Pangreh Praja mendapat jatah yang sama. sama rata semua orang sama. Segala keputusan dan tindakan pejabat-pejabat itu dirasa sangat lamban karena selalu menunggu perintah dari atasan dan masih menganut sistem penjajahan. orang yang ditunjuknya. Tidak ada yang dibedakan dan pengistimewaan bagi sekelompok golongan. mereka adalah pejabat yang ditunjuk dan diangkat oleh penjajah. Pemikirannya yang lain ialah. misalnya jika di jalan dia mengucapkan salam MERDEKA! Namun tidak menjawab. kendati dia tidak selalu menjalankan ibadah sholat lima kali sehari. Pemikiran Kutil yang pertama adalah ingin mengganti pejabat-pejabat lama dan orang-orang golongan Pangreh Praja dengan orang pilihannya. mengakhiri penderitaan masyarakat dengan membagi rata jatah yang diberikan oleh pemerintah baik jatah bahan pakaian. Selain itu Kutil juga menindak orang-orang yang menghina Republik. ingin mendirikan dan merebut kekuasaan Kabupaten dan Tiga Daerah.

aparatur-aparatur pemerintah juga ditunjuk dan diangkat oleh rakyat. Dia bercita-cita memerintah penuh dan memiliki wewenang dalam mengambil keputusan bahkan membuat peraturan sendiri yang nantinya menjadi hukum yang berlaku dalam masyarakat. Pemikiran Kutil yang semata-mata untuk tujuan rakyat kesejahteraan masyarakat. pemerintahan yang ada adalah untuk kesejahteraan rakyat. Tindakan yang dilakukan Kutil diantaranya.22 menjadi seorang pemimpin Tiga Daerah. menjatuhkan pemerintahan yang ada. disambut gembira oleh Rakyat karena mereka menganggap Kutillah yang akan merubah nasib mereka jauh lebih baik. (wawancara dengan Bapak Karso. . Juni 2006). Tindakan maupun keputusan yang mereka ambil juga dirasa sangat lamban karena menunggu terlebih dahulu perintah dari atasan. perusahaan-perusahaan. Kemiskinan dimana-mana. gerakannya bersifat ekstrim dan tidak berperikemanusiaan. yaitu Pemerintahan Republik Indonesia. Idiologinya sepaham dengan Komunis. keadaan masyarakat tidak berubah malah sebaliknya banyak masyarakat yang meninggal karena kelaparan. Bagaimana beratnya hidup dijajah dan kini setelah Indonesia merdeka. apa yang dimiliki negara adalah milik rakyat. Pemikiran Kutil lahir dari penderitaan yang Ia alami. Masyarakat pada waktu itu menginginkan pemerintahan Rakyat. gudang-gudang gula dan padi disegel rakyat. sedang jatah pakaian dan terutama beras tidak dibagikan secara merata. seperti pabrik tekstil dan gudang padi. Ia tidak mengakui pemerintahan yang sah. Membuat pemerintahan sendiri diatas pemerintahan yang sah pada waktu itu.

BAB III REVOLUSI SOSIAL DI TEGAL TAHUN 1945-1946 A. kebiasaan tingkah laku serta perubahan mereka. Keadaan masyarakat Tegal tahun 1945-1946 Kondisi masyarakat Tegal awal Revolusi sosial secara ekonomi mengalami tekanan yang sangat berat. Di Slawi karena fanatiknya sekalipun bermain sepak bola tetap memakai sarung tidak boleh memakai celana. Hal ini dikarenakan penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Jepang dilakukan secara menyeluruh dan mendalam. Pada masa itu terjadi perubahan-perubahan diberbagai aspek kehidupan ekonomi. budaya maupun politik. sosial. adanya kebijakan pemerintah militer Jepang merubah sendi-sendi pemerintahan tradisional di desa maupun perekonomian desa. Orang arab saat itu mendapatkan tempat yang lebih tinggi dimata masyarakat. Kefanatikannya terlihat nyata pada adat istiadat. Dalam perubahan tersebut terdapat golongan yang naik status sosialnya misalnya golongan elit intelektual. Daerah Tegal terkenal dengan penduduknya yang hampir seluruhnya beragama Islam dan sangat fanatik. Karena mereka sebangsa dengan Nabi bahkan mereka 16 . adapun golongan yang status sosialnya turun. Perubahan ini diwujudkan dalam hubungannya dengan pemimpin setempat dengan rakyat yang berakar pada sifat-sifat feodal yang mulai longgar. Para kepala desa yang ada di Tegal hanya dijadikan sebagai alat didalam penyampaian kebijakan dari pemerintahan Jepang. Struktur otoritas tradisional didaerah pedesaan yang telah berjalan bertahun-tahun turut berubah.

Bangsa Cina (Tionghoa) pada waktu itu sangat dipercaya sebagai kaki tangan pemerintah Hindia Belanda. Di daerah pantai tanahnya kurang subur karena mengandung garam sehingga dapat menanam kelapa. Mereka sebagian besar adalah pedagang dan bertempat tinggal di kota atau dilingkungan pemukiman orang Belanda. selain suku pribumi (Jawa) terdapat golongan-golongan penduduk bagsa Cina (Tionghoa) dan Arab. Mereka terdiri dari orang kaya yaitu para pangreh praja. Sawah-sawah yang lain ditanami tebu untuk memenuhi kebutuhan pabrik gula yang terdapat didaerah itu. . Baik sebagai petani penggarap atau buruh tani ataupun sebagai pemilik sawah atau tanah. Dalam masa pemerintahan Belanda hampir diseluruh sawah daratan rendah ditanami tebu untuk mencukupi kebutuhan pabrik gula itu sesuai dengan target yang telah ditentukan.17 dianggap keturunan Nabi sehingga mendapatkan sebutan “ Ndoro Tuan Syeh “ untuk menghormati mereka (Wawancara dengan Bapak Mustain. bunga melati untuk memberi aroma teh dan polowijo. Juni 2006) Penduduk Tegal terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. karena adanya pengairan yang baik dari sungai-sungai yang melewati daratan itu sehingga ditanami padi dan polowijo di musim kemarau. Diantara golongan-golongan bangsa tersebut suku Jawa merupakan penduduk pribumi yang sebagian besar dari mereka hidup di pedesaan dan sedikit sekali yang hidup di kota. Mereka memegang peranan penting dibidang perekonomian. para pedagang kaya dan selebihnya para petani yang berdiam di desa. lurah. Di daerah daratan rendah keadaan tanahnya subur. Pertanian merupakan mata pencaharian rakyat yang terutama di daerah Karesidenan Pekalongan.

Hal ini berarti menaikkan tingkat kehidupan bangsa Indonesia. Keadaan ekonomi yang buruk berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat yang cukup memprihatinkan. menghapuskan jurang pemisah didalam bidang pendidikan antara bangsa asing dengan penduduk pribumi. teh. Penduduk Tegal yang lain bermata pencaharian sebagai nelayan dikarenakan wilayah Tegal bagian utara adalah lautan dan pantai penghasil perikanan. Selain itu latihan-latihan kemiliteran yang diberikan kepada pemuda-pemuda Indonesia telah memberikan kepercayaan yang besar dalam diri mereka yang akan sangat berguna untuk perjuangan dalam merebut kemerdekaan. Bangsa Jepang datang mula-mula memperhatikan kehidupan sosial seperti menggunakan tenaga-tenaga bangsa Indonesia untuk menjalankan pemerintahan. karet. Tidak hanya penyakit kulit. Bangsa Jepang juga memperhatikan mereka dalam hal olahraga yang menyeluruh dari kota sampai desa adalah merupakan perhatian mereka terhadap kesehatan jasmani dan rohani bagi rakyat Indonesia. menjadikan mereka pemimpin di perusahaan-perusahaan yang semula dipegang oleh bangsa Belanda.18 Daerah pegunungan merupakan daerah yang subur dengan hasil pertanian seperti kopi. Penyakit kulit menjadi penyakit yang memasyarakat dikalangan rakyat. busung . Didalam pemerintahan Belanda kopi merupakan hasil ekspor utama didaerah ini disamping teh dan gula. kina dan panili. selain perikanan penduduk juga mengusahakan ternak. Pinus. kayu jati. beri-beri. Tetapi dibalik perhatian Jepang ternyata ketentuan wajib militer ini meliputi seluruh lapisan usia dari anakanak sampai yang tua akhirnya menimbulkan kehidupan sosial yang memburuk.

Kondisi politik masyarakat Tegal setelah kedatangan balatentara Dai Nippon di Indonesia mengalami perubahan-perubahan yang mendasar dalam bidang hukum dan politik. Hal ini terbukti dengan pengangkatan kepala desa berdasarkan kriteria tertentu dan melalui serangkaian prosedur tes dan seleksi hal ini bertujuan agar kepala desa mengerti Administrasi pemerintah dan sekaligus menyingkirkan orang-orang yang tidak mendukung pemerintah Jepang. dalam bentuk pemecatan untuk menyingkirkan orang-orang anti Jepang dan kompromis terhadap barat. sebagai gantinya Jepang mendirikan beberapa organisasi kepemudaan. Pada masa pergerakan nasional sudah muncul beberapa organisasi politik yang berjuang untuk kemerdekaan dan melepaskan diri dari penjajahan Jepang. dampak pendudukan Jepang didaerah Tegal juga dalam bidang keorganisasian. Pemerintahan militer Jepang dengan orientasi ekonominya telah melanggar batasbatas otonomi dari pemerintahan desa. Namun pada masa itu Jepang melarang pembentukan organisasi politik. Pelatihan dan Indokrinasi dilakukan oleh Jepang sedangkan politik imbalan dan hukum yang dilakukan.19 lapar maupun kudisan yang merajalela bahkan hampir setiap hari terdapat orang yang meninggal akibat kelaparan. pemerintahan Jepang segera membubarkan seluruh organisasi politik yang ada. Dalam bidang politik. campur tangan dari pemerintah terhadap korp pangreh praja merupakan bentuk dari salah satu penetrasi politik dan depolitisasi terhadap lembaga-lembaga politik tradisional pedesaan. Selain dalam bidang pemerintah. .

Keibodan. Para pemuda yang dilatih militer pada akhirnya akan berbalik melawan pemerintahan Jepang demi kepentingan perjuangan kemerdekaan. Pemuda Tegal mulai berjiwa reaksioner terhadap semua yang berkenaan dengan kebijakan Jepang. Budaya Jawa yang selalu pasrah dan menerima apa adanya tidak dianut lagi oleh sebagian pemuda. tetapi dibalik semuanya mereka juga melatih para pemuda-pemuda yang lainnya setelah menyelesaikan tugasnya. Mobilitas tersebut dalam bentuk barisan Sainendan. . Mereka tidak sepenuhnya patuh pada Jepang. B. terjadi juga di daerah-daerah lain seperti di Pekalongan dan Pemalang. untuk melawan penjajah. misalnya Peta yang dibentuk oleh Jepang. sebenarnya gejolak pedesaan yang tidak hanya terjadi di Tegal saja namun. Heiho dan Peta. Dampak dari pembentukan organisasi tersebut adalah keterampilan dalam penggunaan senjata dan sikap kedisiplinan yang selalu digembleng dalam latihanlatihan.20 Mobilisasi pemerintah Jepang terhadap para pemuda Tegal dilakukan secara besar-besaran dalam program cadangan bagi kepentingan militer Jepang. Penderitaan akibat penjajahan Jepang serta latihan-latihan militer mengubah sikap hidup dan pandangan rakyat Tegal. Munculnya kekuatan Sosial berdasarkan Idiologi Revolusi sosial yang terjadi di Tegal kurang lebih tiga bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Revolusi tersebut adalah merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pemerintahan yang ada pada saat itu. Pelatihan-pelatihan yang diikuti oleh para pemuda merupakan keuntungan bagi bangsa Indonesia.

tidak berinisiatif dan sikap kepatuhan seorang abdi yang terpuruk oleh latar belakang pendidikan kolonial belanda yang diperolehnya. dan tidak boleh mendirikan organisasi di tahun 1945. Brebes. Tetapi karena pada tahun 30-an sewaktu mereka kembali dari Digul/penjara lain. mereka selalu dalam pengawasan Belanda.21 Penyebabnya adalah adanya sikap menunggu perintah yang sudah menjadi pola elite birokrat. AMRI Slawi mereka anti Fasis dan tidak berkompromi dengan Belanda. Gerakan ini dapat terbagi menjadi tiga kelompok yaitu: Kelompok pertama yaitu kelompok kiri di Tiga Daerah. Pengikutnya yaitu kalangan Feodal Pangreh Praja. baik di kota maupun di desa. Pada tahun 1945 mereka menggunakan kesempatan untuk merombak struktur pemerintahan yang lama ke arah yang lebih demokratis. dengan tujuan utama front adalah merebut stuktur karesidenan dalam kekuasaan organisasi yaitu di Tegal. termasuk di dalamnya pemimpin Barisan Pelopor dan Badan Pekerja di Tegal dan Brebes. dan Pemalang. Kelompok kedua yaitu kelompok sosial yang berpengaruh di Tegal dan Brebes ikut mengaktifkan KNI sebagai wakil pemerintahan sesudah proklamasi dan berusaha mempengaruhi sikap Pangreh Praja ke arah yang lebih mendukung . karena sikap menunggu mencerminkan sifat ragu-ragu. sehingga mereka tidak mempunyai pengikut atau massa. Kekuatan sosial berdasarkan Idiologi inilah kelompok yang membentuk Front Rakyat yang di sebut Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah (GBP3D). diantaranya Veteran Pemberontak Komunis tahun ‘26 eks Digulis. Kelompok ini terbentuk pada tanggal 16 November 1945 dan bermarkas di kantor partai sosialis Amir Syarifudun cabang Tegal.

Widarta dan K.Mijaya memperoleh salurannya melalui Amir Syarifudin. mengapa kaum agama ikut arus Revolusi dan apa cita-cita Islam pada waktu itu. Widarta dan K.22 republik yang baru. antara lain di Lasem.mijaya. Di Tiga daerah itu selain perbedaan pandangan dalam aliran kiri tentang bagaimana revolusi itu harus di jalankan juga terdapat perbedaan tentang penentuan prioritasnya.Abu Suja’i (Pemimpin partai sarekat Islam . Selain kaum Kiri yang ada dalam Peristiwa Tiga Daerah elemen lain yang juga sangat penting adalah kelompok Islam. Kelompok ketiga di dalam Aliran Kiri yang menguasai GBP3D ialah PKI bawah tanah. Di mulai akhir tahun 30-an di Surabaya. Meskipun dengan jaringan lokal yang terbatas. kelompok sosialis juga mempunyai saluran ke tingkat nasional lewat dua tokoh yang berasal dari Tegal yang pertama Supeno. melakukan kegiatan melawan kolonial Belanda maupun Jepang yang tokohnya antara lain K. ikut menentukan cita-cita Gerakan Tiga Daerah walaupun dalam tingkat nasional. dan Pemalang. Tindakan-tindakan mereka di masa pendudukan Jepang. membela perkara Tiga Daerah di Pengadilan Pekalongan pada awal 1947 tokoh kedua ialah Subagio Mangunraharjo pemimpin PNI-baru dan sahabat Perdana Menteri Sutan Syahrir.H. anggota partai Sosialis dan badan pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) yang kemudian menjadi menteri pembangunan dan pemuda dalam kabinet Hatta yang pertama (1948-1949). Blitar. telah memupuk kader-kader yang progresif melawan Fasisme.Mijaya cs. Islam nasionalis sejak zaman Sarekat Islam. namun tidak pula menolong terpukulnya GBP3D. Diantara mereka ada yang duduk dalam GBP3D yang di ketuai oleh K.

Seorang di Pekalongan. Pada abad XX beberapa pegawai belanda yang berhaluan Komunis di Indonesia.M.H. Partainya lemah dan anggotanya sedikit. Di Tegal. tiga di Pemalang. baik di Pekalongan maupun di Tiga Daerah. Sejak Karl Marx mencetuskan manifesto Komunis tahun 1884. 22 persen camat baru yang terpilih terdiri dari golongan Islam Nasionalis. sedang di Pekalongan anggota Muhammadiyah adalah para pedagang.F. dua orang di Tegal dan dua orang lagi di Brebes dan tujuh anggota lainnya K. Iskandar Idris. Pada tahun 1914 di dirikan organisasi Marxisme di Indonesia dengan . yang diangkat oleh komplotan Kutil.Sneevliet. di antaranya H. maka kelompok itu menyebar di kalangan Eropa termasuk negeri Belanda. dengan maksud untuk membedakan mereka dari golongan Muhammadiyah yang anggotanya adalah golongan priyayi. Ia menyebarkan paham komunis di Indonesia dengan mencoba mempengaruhi pemimpin bangsa Indonesia.23 Indonesia di Tegal) yang menjadi Bupati Tegal pada waktu Peristiwa Tiga Daerah. Ia adalah anggota Social Democratiche Arbeider Partij (SDAP) atau Partai Bumi Sosial Demokrat. Komandan TKR Pekajangan merupakan persenyawaan dua elemen yaitu TKR dan Muhammadiyah yang berhasil menghentikan Pemerintah Revolusioner baru. Tokoh Islam Muhammadiyah K. Di Karesidenan Pekalongan hanya ada delapan orang anggota Gerakan Bawah Tanah. Di Pemalang kelompok ini disebut sebagai Santri rakyat. Mijaya (di Tegal) dan Amir (di Pemalang) yang paling aktif.J. PKI semasa pendudukan Jepang tidak bisa berbuat banyak.

1990:31) sehingga di Tegal. dan cabang-cabang sarekatnya mendukung secara aktif. Bung Kecil dan K. Sarekat Islam merah bergabung dengan ISDV dan pada tahun 1920 membentuk Perserikatan Komunis Hindia/ PKI yang diketuai oleh Semaun dan wakilnya Darsono. Karesidenan Pekalongan menjadi sebuah pusat dari kegiatan politik yang radikal dan para pengikut PKI di Tegal dan Pekalongan adalah tokoh-tokoh penggerak terkenal dalam pemberontakan melawan Belanda tahun 1925 (Andrey R. seorang pegawai . Kahin. ISDV lalu menyusup kedalam tubuh Organisasi Sarekat Islam yang membaginya menjadi Sarekat Islam Merah yang di pimpin oleh Semaun dan Sarekat Islam putih yang di pimpin oleh HOS Cokroaminoto. Pada tanggal 21 Oktober 1945 di umumkan bahwa PKI berdiri kembali. sehingga pengaruhnya tidak begitu besar. Masalah lain yang dihadapi PKI bawah tanah di Tiga Daerah yaitu. Kamijaya merupakan tokoh sentral atas pembentukan badan-badan pekerja yang menjadi otak dari segala kegiatan perjuangan PKI di Tiga Daerah. Pekalongan menjadi pangkalan kuat kelompok komunis. Tokoh lain penggerak perjuangan politik Tegal adalah Parno Sutikno. saat itu juga PKI mempunyai pengaruh yang sangat besar di Jawa.24 nama Indisce Sosial Democratisce Vereniing (ISDV) dengan Semarang sebagai pusatnya. di Tegal di ketuai oleh Sardjono. bahwa para tokohnya Widarta.mijaya (juga residen Baru Sarjio dan sekretarisnya Muroso) berasal dari luar daerah dan bukan orang setempat.

Widarta..1989:196) Kegiatan Perjuangan Komunis di Tegal yang ada di daerah Pantai Utara sebagai pusat kegiatan kelompok PKI Kamijaya. Amir.bahwa Kamijaya menyatakan dengan agak marah.. Kamijaya. Juni 2006) (Lucas. Secara politik Kamijaya mengikuti garis politik Tan Malaka seperti pada pernyataan dengan Sayuti Melik.”. Membujuk Kutil atau Sakyani dari kelompok Leggaong untuk bergabung dalam perjuangan revolusioner. karena ia adalah golongan Tan Malaka . yang bekerja sama dengan kekuatan progresif setempat dan kader PKI bawah tanah di Hutan Sukowati Pemalang seperti S. bahwa ia tidak suka campur tangan saudara Sayuti Melik dalam masalah ini.1989:216) Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa Kamijaya sebagai golongan Komunis dan Sayuti Melik sebagai golongan nasional.. Menjadikan kecamatan Talang. mempunyai rentan jauh dalam segi pemikiran maupun Idiologinya.25 pegadaian mereka berhasil mempersatukan tiga kelompok untuk melakukan gerakan dengan usaha yang di lakukan adalah: 1.Mustofah. Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) sebagai inti dari kekuatan pemuda dan menentang keberadaan BKR (Wawancara Sahmad. ekonomi.. Adiwerna dan Slawi sebagai pusat gerakan.. Strategi yang di jalankan oleh kelompok Komunis adalah dengan menerapkan revolusi yang mempunyai tiga segi yaitu politik. dan .(Lucas. 3.. 2. Dijalankan secara ilegal dengan kegiatan operasional bawah tanah. Sarjio dan Murosa yang melakukan feodalisme dan Kapitalisme..

banyak dijumpai para bandit yang memanfaatkan jalannya revolusi. maka unsur-unsur kriminal “berperan” untuk kepentingan pribadinya. Munculnya kelompok Legaong (bandit) Dalam Revolusi Indonesia.26 militer. Kemauan tentara sesuai dengan kemauan rakyat) 4. Menyelenggarakan tawanan Eropa 5. Tentara rakyat (dalam arti. unsur-unsur kriminal membentuk dirinya dalam suatu kelompok yang terorganisasikan mereka ”hidup” dalam dunia “hitam” atau dunia . Menyita perusahaan-perusahaan dan pertanian musuh (Frederick. Melucuti senjata Jepang 6. kemauan rakyat) 3. Menyita hak milik musuh 7. Pemerintahan rakyat (dalam arti. Mereka membonceng gerakan revolusiner/badan-badan perjuangan yang menjadikan teror dan kekerasan sebagai alat untuk menjalankan kekuasaannya. Ketiga segi tersebut mampu mengadakan revolusi jangka panjang yang di tuangkan sebagai gerilya politik dan ekonomi. Berunding atas dasar pengakuan kemerdekaan 100 persen 2. Apabila pada suatu saat timbul kegentingan dan alat-alat pemerintah menjadi lemah serta tidak berdaya menguasai situasi. Gerakan komunis yang berkembang di daerah banyak di ilhami oleh golongan Komunis pusat oleh ajaran Tan Malaka yang membakar semangat perjuangan dalam mencapai kemerdekaan 100 persen yang berisi tujuh pasal yaitu: 1. Sebagaimana badan-badan perjuangan.1984:353354) C.

Dunia perbanditan merupakan kehidupan dunia ”bawah” atau dunia “hitam” yang selalu menampakkan diri pada saat-saat tertentu. Bandit sosial Merupakan seseorang yang melakukan perbuatan merampok yang di latar belakangi oleh kepentingan sosial (Suhartono. kelompok Kutil adalah kelompok yang memiliki tempat dan kedudukan tersendiri pada saat itu.1995: 93-94) . mereka menganggap mereka mampu menentukan nasib mereka sendiri. tuan tanah. seorang sejarawan sosial Inggris yang menyatakan bahwa. Kelompok Leggaong/bandit. Istilah bandit di bedakan menjadi dua: 1. bandit adalah seorang dari anggota kelompok yang menyerang dan merampok dengan kekerasan. Bandit biasa Merupakan seseorang yang melakukan kejahatan dengan merampok tanpa latar belakang apapun. pihak pabrik dan perkebunan. Menurut Hobsbawn. anti pemerasan oleh pihak penguasa. Kelompok yang muncul akibat sikap ketidak puasan atau sebagai wujud ketidak setujuan masyarakat terhadap tatanan yang ada. 2. Idiologi perbanditan pada umumnya bersifat sekuler yang merupakan gerakan anti ekstorsi. Dalam Peristiwa Tiga Daerah kelompok yang di pimpin Kutil adalah kelompok Leggaong (bandit) yang tumbuh dan berkembang pada saat itu.27 “bawah” atau dunia “bengkok” yaitu dengan membalikan nilai-nilai dari dunia “Lurus”.

karena dengan peran tersebut. membunuh dengan cara kejam dan tanpa rasa malu (gangster) 3. Kelompok sosial ini memainkan peranan politik dan mempunyai kedudukan istimewa di mata masyarakat.28 Hobsbawn mengemukakan juga bahwa Bandit merupakan istilah untuk menyebut Individu atau kelompok yang menentang hukum. Perampok berkawan 2.1995:105) Perbanditan di pandang sebagai pahlawan. Hobsbawn juga membedakan 4 istilah bandit yaitu: 1. artinya menghadapi kepentingan primer yang merupakan hajad hidup bersama dalam masyarakat pedesaan. perbanditan Pedesaan lebih menitik beratkan hal-hal yang sifatnya riil dan Ekonomis. masyarakat mempunyai rasa ketakutan dan berusaha untuk menerima tindakan walaupun menentang hukum. Seorang yang mendapat keuntungan dengan tidak wajar. 2004: 222) Perbanditan bukan semata-mata gerakan Antiekstorsi seperti pendapat Sartono Kartodirjo. perbanditan disini dapat dimasukan dalam gerakan sekuler (Suhartono.(Ibrahim. (Suhartono. karena mencerminkan nilai moral sebagai aksi protes di tingkat lokal. jago. yang di maksud gerakan sosial lebih menitik beratkan pada gerakan sosial keagamaan. . Seorang yang mencuri.1995:103) Di pandang dari Idiologinya. Musuh. jawara yang mempunyai komunitas kuat di dukung oleh masyarakat. 4.

2004:147) Pengaruh Leggaong/bandit dalam Revolusi memang jelas karena mereka adalah golongan yang memimpin aksi Dombreng dan sebagai kelompok penggerak revolusi kemerdekaan di pedesaan. Hal itulah yang menjadikan kemarahan masyarakat bertambah. penjual makanan. terutama Kutil (Lucas. Gerakan perbanditan ini mempunyai struktur dan pemimpin walaupun bentuknya tradisional. Petani miskin. mereka menunggu perintah terlebih dahulu dari atasan. adanya struktur menunjukan hubungan antara satu bagian dengan bagian lain yang merupakan ikatan atas bawah secara hirarkhis (Suhartono. Pejabat pemerintah Pangreh Praja tidak segera membagi-bagikannya kepada masyarakat. Pergantian pemimpin Praja di pimpin oleh masyarakat yang berasal dari berbagai lapisan diantaranya: pedagang.29 Revolusi sosial yang terjadi di Tegal kurang lebih dua setengah bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan tepatnya bulan Oktober 1945. seperti di kecamatan Talang terkenal . Kelaparan dan Kekurangan yang di alami rakyat selama masa Penjajahan Jepang tidaklah menjadi lebih ringan. disebabkan oleh hilangnya Pemerintahan Jepang di Tegal serta adanya pergantian pemimpin praja di beberapa Kecamatan dan Kawedanan. menumpuk di gudang-gudang tak digunakan. Gerakan yang di lakukan adalah berupa aksi dombreng yang intinya gerakan ini merupakan tindakan membuat malu para pejabat yang korup di depan umum. berton-ton padi yang di setorkan setelah panen (Mei-Juni 1945) di Tiga Daerah. tukang besi dan penjual Jamu.1995:101) Kemunculan leggaong di daerah Tegal seringkali memberi rasa takut di desa-desa yang di tempati para leggaong. Penjahit.

Karena langkanya senjata api (hanya dua orang tokoh AMRI. kepada Kyai inilah kelompoknya meminta nasihat dan mendapat azimat dan mantra. baik bagi kaum Leggaong maupun bagi Kaum Revolusiner (Wawancara dengan Bapak Wastap. Dia dianggap mempunyai kekuatan doa-doa. jimat dan dianggap Ratu Adil sebagai dampak gejala Messianisme. Kekuatan pada dirinya terletak pada keberaniannya membunuh siapa saja yang dianggap musuh. . Azimat tersebut berupa pandonga slamet (minta doa selamat) Kyai Makdum memberikan segelas air putih untuk diminum sebelum berangkat. Kedekatan Kyai Makdum dengan Kutil memunculkan anggapan bahwa Kyai Makdum adalah guru Kutil dan seperti anggapan masyarakat pada umumnya Leggaong mendapat kekuatan magisnya dari seorang Kyai terkenal. lainnya disamping Kutil yang memilikinya) adanya perlindungan semacam itu dirasa lebih penting artinya. Banyak pemuda AMRI memakai selempang Janur kuning sebagai lambang perlawanan dan pemberi kekebalan serta penangkal roh jahat. dan keberhasilannya mempengaruhi masyarakat sehingga ikut dalam gerakannya. mereka juga membawa bambu runcing yang sudah diberkati. Kutil tidak punya Jimat.30 dengan jagoan yang bernama Kutil yang bernama asli Syakyani sebagai tukang cukur. ataupun doa-doa. tidak mengenai sasaran. tidak hanya itu. Kyai Makdum memiliki kekuatan istimewa dan dapat menyembuhkan orang sakit. Keselamatan yang dipercaya misalnya apabila akan ditembak dengan sendirinya tembakan akan meleset. Kyai Makdum adalah teman Kutil. Segelas air putih yang diminum dipercaya akan memberikan keselamatan. Juni 2006).

31 Pengaruh Kutil dalam revolusi sosial adalah melakukan protes sosial dengan memimpin aksi dombreng dan mengerahkan massa. muda apabila dianggap bersalah dengan tidak segan-segan dia akan membunuh dengan cara yang kejam. Juni 2006). Bahkan pengikutnya pun terdiri dari tidak hanya orang-orang dari golongan bawah saja melainkan juga orang-orang dari kalangan agama yang notabene namanya sudah . masa revolusi sosial yang terjadi kurang lebih tiga bulan. menunjukan bahwa perbanditan pada masa pendudukan Jepang sudah di mulai. Perbanditan yang terjadi di Talang jelas terlihat. Dukungan rakyat terbukti dengan tidak ada satupun orang yang berani dengan dia apalagi menentangnya dan setiap tindakan maupun perintahnya benarbenar dijadikan hukum oleh masyarakat pada saat itu. Kutil mengangkat dirinya sendiri. sebagai bentuk kebencian rakyat terhadap Pangreh Praja serta pengangkatan sepihak dirinya sebagai kepala kepolisian Tegal. tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Pengangkatan dirinya sebagai Kepala kepolisian tidak dilakukan oleh masyarakat. Adanya orang-orang yang dengan sendirinya muncul yang mampu menggerakan massa/masyarakat lebih dari ribuan. karena dia merasa sebagai seorang pahlawan yang disanjung-sanjung rakyat. tua. Kutil tampil sebagai jagoan Republik (walaupun disiang bolong) yang ingin membalas dendam atas perlakuan para pejabat semasa penjajahan Jepang (Wawancara dengan Bapak Karso. merasa besar didukung sepenuhnya oleh rakyat. tidak pandang bulu. Tindakan yang dilakukan Kutil adalah tindakan seorang yang arogan.

Daerah). Hilangnya kekuasan Jepang mengakibatkan adanya vacuum kekuasaan.32 tidak di ragukan lagi di daerah masing-masing.I. dan suarasuara yang santer menginginkan digantinya anasir-anasir pimpinan pemerintahan .N. Didahului masa pendudukan Jepang yang singkat (1942-1945). Kelompok Kutil sengaja menggunakan Islam dan Ulama sebagai kekuatan ajarannya karena mereka menganggap bahwa Islam merupakan kekuatan politis yang besar di Indonesia. dan menyebabkan munculnya petualang-petualang politik yang sengaja mengambil kesempatan dengan menyebarkan isu-isu untuk menghasut rakyat guna kepentingan golongannya sendiri. Namun demikian agaknya belum dianggap cukup. Tenagatenaga sukarela seperti Romusya yang merupakan kewajiban dari seluruh penduduk dan keharusan menyerahkan hasil padi bagi para petani telah mengakibatkan kebencian rakyat kepada pemimpin pemerintah bangsa sendiri. mereka dengan mudah ikut bergabung dengan para Leggaong. Secara resmi pangreh praja dan kepolisian peninggalan pemerintah Jepang masih berkuasa. Anggota keluarga masing-masing mempunyai tugas dan kewajiban yang tidak dapat ditinggalkan. D. maka untuk mendampinginya dibentuklah Komite Nasioal daerah (K. jika berani menghindar hukuman berat menanti. Berkobarnya Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 Masa Revolusi kemerdekaan 1945 merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai dan menegakkan kemerdekaan yang dimulai sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Disamping itu juga hubungan kekeluargaan antara masyarakat sudah tidak serasi.

Gerakan massa rakyat dimulai dengan melakukan tindakan-tindakan kejam. Rahardjo :Bupati Brebes :Bupati Tegal :Bupati Pemalang Mereka semua dianggap sebagai antek-antek Jepang atau Agen-agen Koloni Belanda (NICA) bahkan dalam Agetasinya dalam suatu rapat di Brebes Sukirman dalam mengartikan BKR sebagai Badan Keamanan Residen. Besar :Residen Pekalongan 2. Mr. pergantian pejabat-pejabat pemerintah yang dianggap NICA serta pembunuhanpembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap bersalah maupun orang-orang yang dianggap menghina republik semuanya terlebih dahulu melalui komandonya. menyiksa bahkan membunuh pimpinan-pimpinan daerah yang dianggap bersalah. razia. penyerbuan terhadap kantor-kantor pemerintah maupun perusahaan-perusahan. dan tidak berperikemanusiaan. namun prokemerdekaan dan tindakannya semata-mata untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Sungeb Reksoatmodjo :Wali Kota Tegal 3. R. R. Aksi-aksi mulai timbul yang ditujukan pada diri: 1.33 yang selama pendudukan Jepang sudah memegang pimpinan.Slamet Sunaryo 5. Berkobarnya Revolusi Sosial di Tegal terjadi bersamaan dengan munculnya tokoh Kutil yang terkenal dengan tindakannya yang tidak mengenal hukum. dijadikan tokoh utama dalam setiap gerakan. menangkap. sadis. Sarimin Reksodihardjo 4. Kutil pada masa revolusi sosial di tegal. .

dan beliau menanyakan kepada mereka apa kesalahannya. lurah desa Cerih. mereka dihina dan diperlakukan seperti ayam. Sebelum perang. Ia dilucuti dan diberi pakaian goni. daerah miskin penghasil singkong di wilayah perbukitan Tegal selatan. karena pada akhir minggu kedua bulan Oktober tindakan pemerintah untuk membagi-bagikan padi dirasa sudah terlambat. diiringi bunyi gamelan milik lurah yang melambangkan kedudukan dan kekayaannya. namun rakyat yang berkumpul malah menjadi marah dan melempari gedung dan tempat penyimpanan padi dengan batu. bila lurah tidak mau keluar. Sesudah diarak. Yang terkenal dengan pusat gerakan radikalnya. Revolusi sosialpun telah dimulai. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah setempat sudah tidak punya waktu lagi untuk bertindak. Rumah “Den Mas” Harjowiyono. pada tanggal 7 Oktober malam hari. dikepung oleh rakyat. Wakil camat adik Bupati Pemalang berusaha menenangkan suasana. Rakyat mengancam akan membakar rumah itu. Pada pagi harinya.34 Revolusi Sosial di Tegal di dimulai dengan ketegangan yang terjadi dalam satu rapat di Kecamatan Moga. sedangkan istrinya diberi kalung padi. sehari setelah korban-korban akibat perlawanan dengan konpeitai dimakamkan di Pekalongan. Pemalang selatan. Raden Mas Harjowiyono dengan pakaian resmi keluar menghadapi rakyat yang mengancam akan membunuhnya. Revolusi sosial dimulai di Desa Cerih. Awal bulan Oktober rakyat meminta agar padi dibagikan. Camat yang sedang pergi membuat suasana semakin tegang. suami istri ini diarak. dipaksa minum air mentah dalam tempurung kelapa . Di tiga daerah ketegangan yang serupa terjadi dimana-mana.

dokar maupun dengan kendaraan bermotor mereka. penggeledahan terhadap orang-orang yang berjalan melewati markas penjagaan Pemuda di Talang. diberhentikan dan diperiksa satu persatu dengan cara yang tidak teratur dan apabila dalam pemeriksaan tersebut dijumpai seseorang anggota Pamong Praja. Revolusi sosial yang terjadi di Tegal dimulai antara tanggal 20-25 Oktober 1945. Demikian pula bila terdapat orang yang membawa barang-barang atau pakaian yang bercorak Merah Putih Biru. mereka diseret secara beramai-ramai dengan tuduhan NICA kaki tangan Kolonial Belanda. Baik orang-orang yang berjalan kaki. Kelompok pemuda ini juga memberlakukan ketentuan. Latihan rutin yang dilakukan kemudian berubah menjadi beratus-ratus pemuda bergerombol-gerombol dengan membawa berbagai jenis senjata tajam dan mulai mengadakan pemeriksaan. pemuda-pemuda di Talang dan Ujungrusi terlihat sangat aktif mengadakan latihan baris-berbaris setiap pagi atas perintah dari pimpinannya dalam rangka persiapan untuk menghadapi musuh Belanda. kepada siapa saja yang berjalan melewati markas penjagaan Pemuda harus berhenti dan mengangkat tangannya untuk menyampaikan salam MERDEKA! . termasuk camat baru (karena camat lama kabur) dapat mengawasinya. polisi negara langsung diseret dan dibawa ke markas. naik sepeda.35 dan makan dedak (kulit padi) kemudian lurah dan kelurganya ditahan di kecamatan agar para pemimpin perjuangan setempat.pemeriksaan. Sebagai inti gerakan ini berasal dari kalangan pemuda yang tergabung dalam Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) dimana Sakyani alias Kutil sebagai pimpinanya.

Sosial. yang memiliki semangat juang yang tinggi. Sedang dibidang politik. Disamping sosial ekonomi warisan kolonial masih cukup kuat mengakar pada kehidupan masyarakat. negara Indonesia dihadapkan pada banyak persoalan baik dibidang Ekonomi. sebab kegentingan suasana akibat tanda-tanda adanya perang semakin . Dampak Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 1. Kelompok pemuda di daerah Tegal. E. karena aktivitas masyarakat dipusatkan pada usaha usaha mengobarkan peristiwa tiga daerah. Adanya pemimpin yang pemberani. konsolidasi negara Republik Indonesia terutama dalam menghadapi kekuatan militer Belanda dan melancarkan revolusi nasional yang menyebabkan tingkat politisasi masyarakat menjadi semakin tinggi. tindakannya yang cepat dalam mengambil keputusan yang semata-mata untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat disamping dukungan penuh dari seluruh masyarakat. adalah tidak dari golongan pemuda namun kelompok itu sebagian besar terdiri dari orang-orang yang usianya sekitar 30-40 tahunan. Dampak terhadap Kondisi Sosial Masyarakat Tegal Sejak bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Kegiatan sosial masyarakat Tegal sesudah proklamasi kemerdekaan berjalan sangat lambat. tegas dalam memerintah.36 Dari contoh tindakan diatas menunjukan bahwa begitu besar pentingnya kelompok pemuda dalam menggerakan revolusi. disamping keberanian yang tinggi. pemuda yang berjuang bersamanya adalah kunci utama berjalannya suatu gerakan. maupun Politik. Keadaan sosial masyarakat Tegal tidak tentram.

Hal ini sering dilakukan sehingga pelaksanaan kurikulum secara normal menjadi terganggu. sehingga banyak pondokpondok pesantren. Dampak yang dirasakan oleh masyarakat Tegal pada Peristiwa Tiga Daerah ini adalah kekerabatan yang telah berlangsung lama dalam kehidupan keluarga menjadi terpisah. Peran Kyai dan guru agama mempunyai pengaruh yang sangat penting. dan Kyai. Guru agama pada saat itu mempunyai kedudukan yang istimewa karena masyarakat pada saat itu menganggap guru agama adalah orang yang pantas dihormati dan merupakan tokoh yang kharismatik. mereka . Jepang meninggalkan Tegal setelah Indonesia merdeka. Mutu pendidikan sekolah pada masa ini secara umum tidak meningkat.37 menjadi nyata. Meletusnya Peristiwa Tiga daerah menyebabkan pendidikan masyarakat Tegal menjadi kacau dan banyak masyarakat yang tidak sekolah. Kedatangan tentara sekutu dari Semarang adalah salah satu faktor yang ikut memperkeruh suasana di Tegal. Dalam bidang pendidikan masyarakat Tegal mendapatkan kesempatan bersekolah tanpa dipungut biaya. mencari berbagai tanaman liar untuk diserahkan kepada pihak Jepang. karena banyak dari anggota masyarakat yang meninggal dalam peristiwa tersebut. Berakhirnya peristiwa tiga daerah mengakibatkan pendidikan masyarakat berjalan baik dan ada sedikit mata pelajaran dari masa pemerintahan Jepang yang dapat dijadikan kurikulum Masyarakat Tegal mayoritas beragama Islam. karena pelajaran yang diajarkan sangat sedikit. guru agama. Status haji dan Kyai dianggap sebagai simbol martabat sosial. Mereka sering kali diggerakkan untuk melakukan kerja bakti diantaranya seperti membersihkan tempat-tempat umum.

2. Sehingga masyarakat menghendaki adanya pergantian pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tegal. Iskandar Idris akan dibunuh. kelompok Elite Birokrasi yaitu aparatur pemerintah seperti bupati. Kelompok lain yang cukup berpengaruh dalam masyarakat adalah para ulama. Masyarakat pada waktu itu terkena penyakit busung lapar dengan ciri-ciri perut besar dan buncit. sehingga Ia dianggap sebagai penghubung rakyat dengan pihak pemerintah. Masalah gizi pada jaman Jepang masih menjadi penyakit rakyat karena kurangnya kontrol dari pemerintah penjajah maupun pemerintah lokal yang kurang memperhatikan kesehatan masyarakat. Ekonomi perang peninggalan Jepang telah menyebabkan kesengsaraan rakyat yang berlarut-larut dan menimbulkan trauma bagi rakyat. yang berhasil menyelamatkan adalah seorang Kyai. Sisa-sisa ekonomi penjajahan masih dirasakan oleh masyarakat bahkan. mengumpulkan pajak. hukum rimba masih melekat pada jiwa masyarakat Tegal. Pada waktu peristiwa tiga daerah meletus semua aparatur pemerintah tidak berperan. tubuh kurus kering akibat menderita kelaparan. patih. Misalnya ketika pemimpin TKR Kol H. . camat termasuk juga kepala desa atau bekel.38 dianggap mampu mengurangi tindakan kekejaman ataupun meredakan suasana. wedana. Semboyan itu muncul pada saat rakyat tidak bisa mempertahankan haknya karena kedudukan priyayi yang lebih tinggi dan posisi rakyat yang harus mengabdi pada priyayi. Dampak terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Tegal Proklamasi kemerdekaan merupakan masa terjadinya perubahan politik yang berdampak pada bidang ekonomi. “Siapa yang kuat dialah yang dapat”. Seorang kepala desa berperan sebagai pelindung rakyat.

1995:259) . disamping masih dominannya faktor non ekonomi dalam suasana revolusi dan kurangnya modal asing serta kurangnya tenaga kerja yang trampil (Abdullah. Kamijaya sebagai golongan kiri yang berhasil menyusup dalam lingkungan masyarakat Tegal memprovokasi untuk menentang pemerintahan. Salah satu ciri pada tahun tersebut adalah negara dalam keadaan lemah. antara lain: Periode awal Revolusi (1945-1946) adanya pencarian dana perjuangan ditambah dengan perjuangan melawan musuh lama (Belanda). Usaha itu belum sepenuhnya berhasil mengingat lemahnya mekanisme kontrol pemerintah. prioritas utama perekonomian nasional dalam konsep tersebut adalah pengambil alihan sumber-sumber strategis yang dikuasai oleh penjajah.39 Keadaan ekonomi yang dijadikan alasan untuk kepentingan politik. Keadaan ekonomi masa Revolusi ditandai dengan pencarian dana perjuangan yang merupakan masalah ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia. Karena itu ketika cita-cita ekonomi nasional yang berorientasi kerakyatan dirumuskan dalam konsep Bung Hatta. namun masyarakat dalam keadaan yang cukup kuat. dengan mengakatakan bahwa rakyat dieksploitasi hak-haknya oleh negara dengan melihat kenyataan bahwa tanah yang membentang luas dan hutan yang menghijau merupakan bagian hak milik negara. terkait karena pemerintah Tegal sebagai wilayah yang mempunyai pengaruh besar terhadap daerah lain. sehingga rakyat harus merasakan apa yang dirasakan negara.

Badan . tetapi penduduknya sebagian besar bermata pencaharian sebagai buruh dan petani.Penimbunan bahan kebutuhan pokok oleh golongan Cina menyebabkan hargaharga membumbung tinggi. akibatnya bahan-bahan pokok menjadi langka dan harganya mahal. Dalam peningkatan perekonomian masyarakat Tegal. Kota Tegal menjadi kacau.Kurangnya perhatian Rakyat terhadap penggarapan sawah. Kondisi ekonomi yang sulit di Tegal dapat dikemukakan penyebabnya yaitu: 1. perdagangan dan industri sebagai akibat adanya pendudukan Belanda di kota-kota Peristiwa (Kutoyo. Gabungan Badan Peristiwa Tiga Daerah (GBP3D) membentuk suatu badan ekonomi. Tingkat perekonomian masyarakat Pekalongan menurun dan pemenuhan kebutuhan pokok berkurang serta terjadi krisis moral. walaupun daerah itu kaya dengan pabrik-pabrik tekstil dan sumber daya alam.1979:98). Golongan Cina menyembunyikan barang-barang kebutuhan yang diperlukan masyarakat. 3.Rakyat yang baru merasakan kemerdekaan digoncang oleh adanya Tiga Daerah 2.40 Seperti terjadi di daerah Tegal yang merupakan daerah miskin. Masyarakat tidak lagi menggarap sawah melainkan bergabung dalam kelompok organisasi penumpasan peristiwa tiga daerah. bahkan beban ekonomi masyarakat bertambah dengan penguasaan bahan-bahan pokok oleh golongan Cina. aktifitas perekonomian berhenti.

Memberi nama kantor perekonomian dengan kantor perekonomian rakyat (KPR) 8. 4. 7. Menganjurkan Home Industri serta memperbanyak tanaman kapas. Sebagai wadah untuk memperbaiki ekonomi sebelumnya yang dianggap tidak sesuai lagi dengan keadaan yang diharapkan oleh kelompok Kamijaya. Menyesuaikan produksi pabrik dengan kebutuhan saat ini. Setelah peristiwa tiga daerah berhasil diselesaikan dan masyarakat . Dengan adanya badan ekonomi yang dibentuk GBP3D perekonomian masyarakat Tegal mengalami peningkatan kebutuhan hidup. Menyerahkan tiap pengiriman bahan makanan ke wilayah tiga daerah yang mendapat izin dari KPR daerah 9. Mengadakan sentralisasi untuk tiga daerah 2. Kondisi sosial ekonomi masyarakat Tegal pada masa proklamasi kemerdekaan sampai dengan peristiwa tiga daerah 1945 sangat terganggu. Memperluas front kemerdekaan dan front perjuangan sampai ke natura untuk memperbanyak hasil-hasil bumi 6. Perekonomian dikoperasikan pada masyarakat kecil. antara lain sebagai berikut: 1.41 tersebut digunakan sebagai wadah ekonomi yang secara umum kedudukannya adalah menanggulangi masalah-masalah ekonomi di tiga daerah. Mengambil alih perusahaan angkutan pemerintah pendudukan Jepang (Kunco) ketangan pemerintah 5. meskipun distrubusi pangan sangat terbatas. Pembagian dan pembelian bahan makanan yang diatur oleh badan sentral 3.

tempat-tempat penyimpanan padi dan pusat-pusat kebutuhan dikuasai Komunis. Penduduk sekitar perkebunan banyak bekerja sebagai kuli yang merendahkan derajatnya. Berakhirnya Peristiwa Tiga Daerah menjelang tahun 1946-1947 para pejabat pemerintahan yang baru. Ujungrusi. Pendirian pabrik-pabrik gula Pangkah. 3. Tahun 1946-1947 masyarakat Tegal masih merasakan akibat dari peristiwa tiga daerah. Kemangten Pagongan.42 Tegal mulai dapat melakukan aktifitasnya secara perlahan. Dukuh Wringin. 4. pengangkutan jadi lebih lancar dan banyak hasil bumi yang dijual ke daerah lain. akan tetapi masyarakat tetap berusaha meningkatkan kebutuhan hidup sesuai dengan kemampuan mereka. dan Kemangtran menampung tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran. Dilihat dalam kenyataannya kehidupan petani biasa dalam segi ekonomi. Pertanian masyarakat Tegal banyak mengalami kesusahan dibandingkan dengan keuntungannya antara lain: 1. masyarakat Tegal dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Dibidang ekonomi kebutuhan hidup masyarakat tidak dapat terpenuhi dengan cepat karena rakyat tidak berani keluar rumah. Peristiwa Tiga Daerah membawa pengaruh dan dampak bagi masyarakat Tegal. mengadakan program perkebunan seperti perkebunan kopi dan tebu untuk mencukupi kebutuhan rakyat Tegal. Dengan adanya Kereta Api. 2. Ada yang mulai membuat kerajianan Poci . Saluran irigasi sawah diperbaiki. Balapulang. Jalur lalu lintas yang menghubungkan antar desa diperbaiki.

43 (tempat teh) untuk memenuhi kebutuhan keluarga Pangreh Praja dan para pejabat pemerintahan Tegal dan ada juga yang sudah mulai berdagang di pasar walaupun hanya sedikit orang yang berjualan. Keadaan sosial ekonomi seperti yang telah diuraikan. Tatanan kehidupan politik tradisional di pedesaan. pemerintahan Jepang dengan orientasi ekonominya telah melanggar batas-batas otonomi pemerintah desa. Campur tangan pemerintah Jepang terhadap Korp pangreh Praja merupakan bentuk-bentuk penetrasi politik dan depolitisasi terhadap lembagalembaga politik tradisional di pedesaan. Kepala desa diangkat berdasarkan kriteria tertentu secara demokratis. Pada masa pendudukan Jepang proses pemilihan dan pengangkatan kepala desa. Pengumpulan padi . 3. Bupati diharuskan mengerti administrasi pemerintahan dan sekaligus menyingkirkan orang-orang yang tidak mendukung sistem pemerintahan Jepang. Kepala desa berperan penting. disamping mempunyai tugas tradisional pangreh praja juga memiliki kewajiban antara lain: a. Wedana. Dampak Terhadap Kondisi Politik Masyarakat Tegal. Mengawasi tanaman baru c. sangat mempengaruhi perkembangan politik di daerah Tegal. makanan dan sumber tenaga dapat lebih mudah. Oleh sebab itu upaya Jepang mengeksploitasi sumber bahan mentah. Dalam bidang politik pemerintah Jepang ikut campur tangan dalam struktur pemerintahan sampai tingkat pedesaan. Menuntun dalam upaya peningkatan padi b.

Perekrutan Romusha e. sebab pangreh praja yang semula merupakan sumber pengayom bagi masyarakat berubah menjadi alat pendukung atau antek-antek Jepang dalam pelaksanaan ekploitasi. Gejolak banyak muncul dan terjadi antara golongan pangreh praja dan golongan pemuda dengan aksi gerakan daerah. Sistem politik Jepang menciptakan pemerintahan daerah yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. Tindakan yang dilakukan adalah mengeluarkan agitasi untuk mengeruhkan suasana. Mereka juga menuntut penggantian pejabat-pejabat peninggalan jaman Jepang. akibatnya para pejabat tidak mempunyai wibawa dan pemerintah sendiri tidak mampu menghentikan kesewenang-wenangan yang muncul. Hidup rakyat selama penjajahan Jepang selalu tertekan dan penuh kekurangan dan mudah menerima hasutan yang dilakukan oleh agigator-agigator komunis. .44 d. Masyarakat menganggap merekalah yang menyebabkan timbulnya penderitaan dan kemiskinan. Mengawasi koperasi pertanian Melihat kewajiban kepala desa atau pangreh praja tersebut diatas. Pejabat di daerah-daerah pada umumnya bersikap pasif. lemah dan bingung. Pengorganisasian tenaga kerja f. Pemerintah tidak menjelaskan makna kedaulatan rakyat kepada rakyat. masyarakat mempunyai penilaian negatif terhadap pangreh praja. Akibatnya timbul kebencian masyarakat terhadap pamong praja pada waktu itu.

Pengaruh pemimpin agama sangat dibutuhkan untuk meredakan situasi. Pemerintah baru berprinsip demokrasi dan keluarga. dimana semua . Pengangkatan terhadap pangreh praja telah dilakukan. tetapi pengaruh dibidang pemerintahan yang masih dapat kita rasakan sampai sekarang adalah: a. Sarjio mengeluarkan pengumuman bahwa pemerintah daerah karesidenan Tegal telah menyerah dan jatuh ketangan rakyat.45 Masyarakat Tegal mengadakan pemilihan pangreh praja atau pemerintah daerah yang sah dan disetujui oleh masyarakat Tegal. Pada tanggal 11 Desember 1945. Adanya pengangkatan Pangreh Praja oleh masa rakyat menunjukkan bahwa mereka membutuhkan pemimpin baru yang diharapkan sesuai dengan situasi baru. Strkturisasi yang dibentuk pada masa pemerintahan Jepang masih tetap ada sampai sekarang walaupun istilahnya berbeda. Pangreh praja yang telah dipilih diharapkan mampu melaksanakan tugas sesuai dengan jabatannya. Pembentukan Tonarigumi (RT / RW) membentuk persatuan dan kerja sama antar sesama warga. Sejumlah Kyai diangkat menjadi Bupati. semua sebutan dan gelar kepriyayinan harus diganti. dan Camat untuk menggantikan pejabat lama yang berasal dari masa pemerintahan Jepang. Wedana. Pada tanggal 11 Desember itu juga. c. pemindahan kekuasaan administratif karesidenan oleh staf pengoperan pada pemerintahan baru masih berlanjut. karena mereka menganggap pemerintahan yang baru terbentuk masih mendapat pengaruh feodalisme penjajah. Jabatan kepala desa tidak dapat turun temurun akan tetapi melalui tes terlebih dahulu dan dipilih rakyat. b. Tujuan GBP3D pada dasarnya adalah membuat pemerintahan karesidenan yang demokratis.

sebagai Koordinator/ Komandan Resimen Moh. 1989:249- bermasyarakat dan mendekatkan hubungan antara pemerintah dengan rakyat. Pada tanggal 15 Januari 1946. dan mempunyai wibawa. jujur. Setelah Peristiwa tiga daerah berakhir.46 hubungan antara pejabat dan rakyat harus didasari oleh prinsip tersebut. Pemerintah membentuk badan-badan perjuangan bersenjata yaitu: 1. dengan Panglima Letkol Darwis Djamin. maka pada tanggal 1 Januari 1946 terbentuklah Resimen XIII Tegal dengan Komandan Resimen Letkol Rachim Gondo Suwito dan sejak saat itu TKR di Tegal tidak lagi masuk ke dalam Resimen XVII Pekalongan melainkan berdiri Resimen tersendiri dan masuk ke dalam devisi II / Sunan Gunung Jati. Berakhirnya Peristiwa Tiga Daerah dan pemerintah membentuk susunan pemerintahan baru dan pangreh praja baru yang diinginkan masyarakat yaitu pemimpin yang adil. 2. Sebutan “paduka” atau “Ndoro” diganti dengan “Bapak”. Pergantian pejabat karesidenan Pekalongan sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup “ Saudara” atau yang lazim digunakan.1968:30).(Lucas. dengan Komandan Resimen kosim Nachrawi. Menyusul kemudian terbentuk Laskar Rakyat Jawa Barat Karesidenan Pekalongan . Demikian pula TKR laut telah disempurnakan dan terbentuklah ALRI Pangkalan IV Tegal. cirebon(jarahdam VII. Pada tanggal 1 Maret 1946 terbentuklah BPRI Resimen Pusponegoro. Yunus Pusponegoro 3. sedangkan panggilan “Bung” diganti dengan 250) Dengan Perubahan pemerintahan Tegal masyarakat mengharapkan pemimpin yang demokratis adil dan bijaksana serta dapat meningkatkan struktur pemerintahan yang sehat. terbentuklah Resimen Hibullah Tegal.

Laskar rakyat Tegal. 1968: 31) Dengan dibentuknya badan perjuangan diatas keadaan politik daerah Tegal menjadi lebih aman dan sistem pemerintahan yang stabil dan dinamis. ALRI Pangkalan IV Tegal. d. dan front Semarang Barat. a. ALRI Pangkalan IV Tegal serta badan-badan perjuangan bersenjata di Tegal dengan secara bergantian mengirimkan pasukan-pasukannya ke berbagai front di daerah-daerah yang telah diduduki oleh Belanda. ke front Bandung Utara. Lembang-Ciater. BPRI Tegal. dengan Pimpinan Zubir Sejak bulan Maret 1946. Resimen XIII Tegal. ke Front Semarang Barat bagian Utara. e. ke front Karawang Timur. c. Cileunyi. .Ciater dan Front Bandung Timur. Lembang. Resimen Hisbullah Tegal. Resimen XIII Tegal ke front Bandung Utara.47 di Tegal. ke Front Karawang Timur dan Front Semarang Barat ( Jarahdam VII. b. Ujung Berung. dan front Semarang barat bagian Selatan.

tukang besi. Gerakan yang dia pimpin mengatasnamakan Angkatan Muda Republik Indonesia. Bulan Oktober 1945. petani miskin. sedangkan Markasnya yang kedua di Talang menggunakan Bank Rakyat Talang sebagai Markas terdepan (operasi) (wawancara dengan Bapak Karso. penjual makanan. Kemudian melakukan pengejaran terhadap agenagen NICA. penjual jamu. Masyarakat yang ikut dalam gerakan Kutil dengan sendirinya masuk menjadi anggota AMRI diantara anggotanya adalah para pedagang. selain dijadikan sebagai The Great Man. juni 2006). penjahit. tugasnya ditetapkan sendiri oleh dia yaitu mencari sisa-sisa orang Jepang dan melucutinya. tetapi orang kaya yang berpendidikanpun tunduk dan patuh pada tindakan dan perintah yang dilakukannya. Seperti badan-badan perjuangan lainnya. markasnya yang pertama berada di Ujungrusi digunakan sebagai pusat pertahanan. Revolusi sosial di Talang mulai lebih awal dari pada di tempat-tempat lain dan tujuan AMRI bentukan Kutil dimasa Revolusi Sosial adalah pembagian kekayaan.BAB IV PERANAN KUTIL DALAM MENGGERAKAN REVOLUSI SOSIAL A. Kutil membentuk organisasi yang bernama AMRI. Munculnya Tokoh Kutil Dalam Revolusi Tiga Daerah pengaruh Kutil sangat besar. Tujuan lain adalah menumpas setiap orang yang dicurigai menjadi agen 16 . seorang pemimpin yang dalam setiap perkataannya didengar tidak hanya oleh orang-orang golongan pribumi yang berpendidikan rendah saja. Gerakan ini mempunyai dua markas.

sasarannya tidak hanya ditunjukkan untuk golongan Pangreh Praja saja. Lurah-lurah.17 NICA. Camat dan Bupati sendiri. Namun ditunjukkan juga kepada Polisi. Asrama Polisi. yang dianggap sebagai pengkhianat. Ia mengangkat. sampai kedalam Kantor. seakan-akan mempunyai kharisma yang begitu besar. camat-camat yang menentang dicopot. Karena mereka menggunakan blangkon. wilayah yang . dan merasa dirinya sebagai pemimpin karena di puja-puja. kereta penumpang jurusan Purwokerto dan Tegal di razia yang kelihatan pegawai diturunkan. Di setiap desa diberlakukan sama seperti itu (Wawancara dengan Bapak Karso. Kelompok Kutil mengatakan Pangreh Praja dengan sebutan Kaum Plontos. Sedangkan tujuan jangka panjang kelompok ini tidak jelas. di percaya rakyat secara penuh dan tindakannya untuk kemakmuran rakyat. semakin besar pengaruhnya. Munculnya Kutil menjadi awal terjadi dan munculnya pembunuhanpembunuhan sadis yang dia lakukan. Ada juga yang dirazia di kantor-kantor. kereta Api yang lewat pada saat itu dihentikan. Juni 2006). Ia seakan-akan diangkat oleh massa. Aksi penyerbuan yang dilakukan kelompok Kutil dan komplotannya dimulai pada Bulan November 1945 (Peristiwa-peristiwa anarkhis sudah dimulai dari tanggal itu). makin tebal keyakinannya. Tindakannya yang pertama adalah mengadakan Razia umum. Pada saat itu pegawai-pegawai pemerintah menggunakan Blangkon dan setiap akan masuk kantor mereka berjalan dengan membungkukan badan dari halaman Kantor. Kutil muncul sebagai pemimpin pada saat itu. diseret. di tombrengtombreng ke jalan dan banyak juga yang dibunuh.

mereka kemudian berani melakukan tindakan pembunuhan (Wawancara dengan Bapak Sahmad 2006). Seperti yang dialami oleh diri Ruslim. ia dicincang di tiang listrik dan dipukuli secara beramai-ramai. mau ikut siapa? Setelah dijawab mau ikut Kutil barulah dia dilepaskan. Pemalang dan kemudian Batang diserbu oleh rakyat bersenjata dan dilucuti senjatanya. Rumahrumah penduduk di teror dan di gedor. dia adalah orang yang paling sulit dibunuh karena Singa dianggap Mempunyai alat-alat kekebalan semacam Jimat. Ia dan anak buahnya mulai mengadakan tindakan teror kepada rakyat. tindakan Keji dan brutal dari Massa pemuda pimpinan Syakyani ternyata tidak ada yang menuntut. Singa akhirnya meninggal dengan cara dimasukan dalam lubang yang telah dibuat oleh orang-orang Cina di dekat jembatan Kaligung dan dikubur hidup-hidup (Wawancara dengan Bapak Sadum. Dengan anggapan bahwa tindakantindakan mereka tidak akan mendapatkan hukuman dari yang berwajib. Kutil sebagai pemimpin gerakan. hal ini membawa akibat tindakan –tindakan yang lebih brutal dilakukan Syakyani. Opsichter bengkel KA Tegal. Juni 2006). sebagai komando dalam setiap pembunuhan-pembunuhan. Brebes.18 diserang diantaranya. Margasari. Korban pembunuhan pertama adalah menimpa diri seorang anggota polisi negara yaitu Singa. Kejambon. dimulai dengan tindakannya yang berani menganiaya dengan cara yang tidak berperikemanusiaan. baru setelah babak belur ditanya. sehingga samurai (pedang panjang) tidak mempan walaupun berulang-ulang diarahkan pada tubuhnya. Mereka di haruskan . setiap orang di dobrak untuk keluar dari rumahnya kecuali orang yang sudah tua dan sedang sakit.

beribu-ribu massa Rakyat membanjiri jalan besar Talang menunggu komando dari Algojonya Kutil dan sejak saat itu pula Massa pemuda yang brutal itu kemudian memblokade jalan ke jurusan selatan Slawi. karena tidak ada lagi kendaraan yang berani lewat di jalan tersebut. mereka tidak luput dari sasaran pembunuhan Sakyani (Wawancara dengan Bapak Ruslim. Gerakan ini mulai bergerak menyerbu kantor-kantor Kecamatan. R saleh 2. Juni 2006). Pada saat itu. di bunuh secara beramai-ramai oleh massa Rakyat di desa Pesayangan Talang.19 untuk mengikuti gerakan-gerakannya dan kepada siapa saja yang tidak mau mengikutinya apalagi menentang. dalam waktu yang relatif singkat segera meluas dan menjalar ke daerah-daerah lainnya dan meledakkan gerakan Rakyat Tiga Daerah. karyawan Pabrik Texin Tegal Ketiga orang tersebut. sehingga mengakibatkan para pejabatnya melarikan diri. Perbanditan pada saat itu situasinya memuncak menjadi lebih gawat dan timbul Pembunuhan lagi yang ketiga kalinya terhadap: 1. dan menyerbu Kantor Polisi di Kejambon dengan melucuti senjatanya. . Ali. Kawedanan. Moh. praktis seluruh daerah Talang di kuasai massa rakyat. jalan raya Talang yang biasanya di gunakan lalu lintas umum jurusan Tegal-Purwokerto menjadi tertutup. kecuali wedana Balapulang yang tertangkap dan akhirnya di bunuh. Sidik dari pemuda API 3. Kejadian-kejadian tersebut.

dan pada setiap malam harinya terjadi penculikan-penculikan. sulit untuk dapat di kendalikan.M. Camat yang masih muda dan belum berpengalaman. Situasi sudah benar-benar gawat.20 Situasi di luar kota Tegal setiap hari selalu timbul huru-hara/keributankeributan pengejaran-pengejaran dan penangkapan-penangkapan terhadap lurah. Sebab salah-salah bisa dianggap menentang sehingga pada waktu itu orang-orang menjadi terdiam diri tidak berani berkata apa-apa. Camat Adiwerna dengan berseragam lengkap. Kejadian ini terjadi di Markas Pemuda Ujungrusi. pembakaran-pembakaran rumah. penduduk di kecam ketakutan setiap hari terdengar berita kematian karena ulah keji massa rakyat pimpinan Syakyani. berbicara di depan umum di Lemah Duwur. Pegawai Pamong Praja dan Kepolisian Negara dengan jalan beramai-ramai memukul kentongan dan timbul penyembelihan-penyembelihan terhadap orangorang yang di anggap menentangnya. . oleh massa Rakyat dia dinggap tidak menyetujui gerakan rakyat. massa Rakyat sudah menjadi meluap-luap. kepalanya pecah meninggal seketika. kecuali apa yang di katakan oleh Kutil dan komplotannya harus di jawab dengan suara gemuruh MUFAKAT_MUFAKAT (Wawancara dengan Bapak Sahmad Juni 2006). di depan Makam Kuno Tegal Arum. Seperti yang menimpa Dastra dari desa Harjosari Adiwerna. Dalam situasi yang demikian orang tidak boleh berkata keliru atau secara bersenda gurau sekalipun dengan teman sendiri.Suparto Sastrosuworo. Ia langsung di seret dan di pukul kepalanya dengan pukul besi. Tanggal 10 Oktober Camat R. Dastra adalah terkenal sebagai seorang Jagoan sehingga kalau berbicara di muka umum seenaknya sendiri.

Suparto tidak segera meninggalkan rapat dan Ia di bunuh setelah rapat berakhir. Contoh lain dari tindakan kelompok Kutil yaitu dengan brutal menjarah dan membunuh orang-orang yang sebetulnya mereka tidak tahu apa-apa. Camat Adiwerna dibunuh diseret menuju Lorong kepalanya pecah karena ada orang yang tidak sengaja menginjak rambut yang sudah gembel akibat darah yang sudah kering karena banyaknya darah yang keluar. Setelah selesai pidato. karena di setiap 25 meter ada rintangan jalan dari kayu atau bambu. Slamet berangkat ke Markas API dan Ia tak pernah kembali.21 Ia mengatakan bahwa Presiden Sukarno telah di tahan oleh NICA yang baru saja mendarat bersama-sama pasukan Inggris di Jakarta pada tanggal 29 September 1945. Kaki orang tersebut dengan cepat-cepat orang itu angkat dan ternyata kepala Camat Adiwerna pecah. Ia di bunuh sangat Keji dan brutal dengan cara di tangkap dan di ikat kedua tangan dan kakinya kemudian di angkat dan di jatuhkan di atas batu besar berulang-ulang kali sehingga meninggal seketika. Juni 2006). Slamet (23 tahun) anak sulung Wedana Adiwerna menjadi sasaran amarah kelompok Kutil. Sebelum dibunuh Camat tersebut minta untuk diperkenankan Adzan terlebih dahulu ( Wawancara dengan Bapak Sadum. Berita-berita semacam itu. Ia mendapat surat dari pimpinan API yang mengatakan bahwa harta milik keluarganya dapat diambil di markas API Kejambon dengan sebuah truk pinjaman dari kantor Kabupaten. semua orang yang lewat . Di pinggir-pinggir jalan banyak orang dan anak-anak yang membawa bambu runcing. memang telah di desas-desuskan di Jakarta. Keadaan sepanjang jalan utama ke Adiwerna waktu itu sepi sekali tidak ada kendaraan lewat.

Cara Kutil Menarik Simpati Dalam Revolusi Sosial yang terjadi di Tegal.22 harus memberi salam “Merdeka” kepada mereka. Di setiap pos jaga terkumpul meja kursi dan barang-barang rampasan dari orang-orang cina yang melewati pos itu. Jatibarang. orangorang yang tidak ikut dengan sendirinya dianggap adalah pengkhianat dan langsung di bunuh ataupun didombreng ke muka umum. itu terbukti dari banyaknya orang-orang yang menjadi pengikut dan ikut dalam gerakan yang Ia pimpin. Di Brebes meliputi Brebes kota. ketua KNI Brebes. Adiwerna. Daerah Pemalang meliputi Pemalang kota. Ia tidak menggunakan cara-cara kekerasan fisik. Daerah-daerah yang sudah terpengaruh ketika itu adalah kecamatan Talang. Masyarakat dengan sendirinya dengan penuh sukarela ikut bergerak dan berjuang bersama. pengaruh Kutil sangat besar. B. . Petarukan dan Comal dengan pimpinan Supangat dan Idris. namun dia hanya mengumumkan di depan umum bahwasanya akan diadakan penyerangan-penyerangan terhadap orang-orang yang tidak ikut. Rakyat mulai terpengaruh oleh hasutan-hasutan dari para petualang politik yang mendalangi gerakan rakyat tiga daerah. Losari Timur dan Tonjong dengan Pimpinan Binadji. tidak ada paksaan. Slawi sebagai pusat gerakan. Masyarakat pada waktu itu berada dalam keadaan dan situasi yang sulit penuh ketakutan dan kekhawatiran karena makin banyaknya orang-orang yang di bunuh oleh massa pimpinan Kutil. maupun janji-janji yang Kutil berikan.

Ia mengadakan rapat terlebih dahulu di Bank Rakyat (bank BRI cabang Talang sekarang) yang dijadikan markas gerakannya. Secara umum Kutil tidak memaksa dan menggedor-gedor turun sendiri dari rumah-kerumah dan mengatakan “harus ikut” namun apabila Kutil melihat sendiri ada masyarakat yang tidak ikut bergerak pada saat itu juga. ataupun orang Pribumi yang dianggap sebagai pengkhianat dan orang-orang yang dianggap melecehkan Republik (Wawancara dengan Bapak Taim. muda kecuali orang yang sedang sakit. masyarakat apabila terdengar ada aba-aba dan Kutil mengatakan SIAP! Pasti masyarakat akan selalu SIAP mendukung gerakan tersebut. Ia tidak segansegan untuk membunuh orang tersebut. khususnya dari Masyarakat adalah dengan membunyikan dan memukul kentongan dalam istilah bahasa Tegal dikenal dengan “Tung Tung Grumbung” Yaitu membunyikan kentongan di sepanjang jalan dan dengan sendirinya masyarakat keluar dari rumah.23 Setiap akan mengadakan pembunuhan. Walaupun pada akhirnya di tengah-tengah perjalanan Masyarakat yang . orang tersebut di suruh naik di Podium dan diperlihatkan pada massa dan secara serempak massa rakyat selalu mengatakan SETUJU! Gerakan bisa menjadi besar dan membuat anggotanya bertambah banyak. Karena tindakannya yang menakutkan itulah dengan sendirinya. Mereka bergabung ikut mengeksekusi menghukum orang-orang yang dianggap Probelanda. Tua. Dia berdiri diatas Podium dan menyebutkan nama-nama orang yang akan dibunuh. berjalan di jalan raya dan bergabung dengan massa lainnya. bahkan apabila orang itu sudah dalam penyekapan. Juni 2006).

kentongan atau apa saja sebagai . kebakaran. terutama perkataan Kutil yang seperti dijadikan hukum dalam masyarakat. Di desa Jawa. Bunyi kentongan tergantung pada jumlah dan irama pukulannya. Ia bertindak sebagai pemimpin gerakan yang memberikan Komando.24 tidak setuju dengan gerakan itu meninggalkan rombongan massa dan berjalan kearah yang lain. Kutil sendiri pada saat itu tidak menggunakan senjata apa-apa. dengan muka yang di coret-coret menggunakan angus. pencurian. Laki-laki itu diarak dijalan raya dengan diikuti massa yang berada dibelakang dengan membawa kaleng kosong. Hukum yang berlaku pada masyarakat saat itu adalah hukum “Tombrengtombreng” suara pukulan dari kaleng kosong. Ada beberapa senjata api hasil rampasan tentara Jepang dan polisi yang telah dibunuh dan hanya beberapa orang saja yang menggunakan. Ia diperintahkan hanya menggunakan celana pendek. Gerakannya pada saat itu memegang pengaruh yang sangat besar. kentongan kayu (atau apa saja) yang dipukul oleh para pengaraknya. Sebagai contoh pada saat itu sudah dilakukan pendombrengan pada seorang laki-laki yang ketahuan selingkuh. sehingga apabila dipukul keluar bunyi “Thong” dari kata “Thong” disitulah timbul nama “Kentongan” bunyi kentongan biasanya digunakan sebagai tanda-tanda waktu rapat desa. yang pertama digunakan adalah senjata yang dibuat dari bahan bambu yang diruncingi yaitu bambu runcing atau pada saat itu masyarakat menyebutnya dengan nama cocolan. Persenjataan yang digunakan pada saat itu masih sangat sederhana. atau tanda bahaya lainnya. ditempat Lurah biasanya ada tabuhan yang disebut kentongan yang terbuat dari potongan kayu besar dan dilubangi.

Pendombrengan terhadap pasangan orang selingkuh mendadak berhenti ketika Kutil serentak mengatakan JANGAN! Dengan sendirinya orang itu dilepaskan dan tidak jadi dibunuh namun sebaliknya ketika Kutil mengatakan BUNUH! Pasti masyarakat dengan sepakat setuju untuk mengadakan pembunuhan. Yang menjadi motif dan pandangan peristiwa-peristiwa tersebut adalah perongrongan terhadap Revolusi Pancasila dan siapapun yang menjadi penggerak maupun pelaksana- pelaksanaanya ia adalah musuh-musuh revolusi dari dalam. pegawai Pamong Praja dan Kepolisian Negara.. keributankeributan. Peristiwa-peristiwa tersebut pada hakekatnya adalah akses-akses revolusi yang berupa: “. Situasi di luar kota Tegal setiap hari selalu timbul huru-hara. Dalam situasi seperti itulah cara dan pandangan rakyat sudah tidak bisa dibenarkan lagi. Gerakan kutil inilah yang akhirnya melahirkan pemahaman-pemahaman dalam Idiologi pada masing-masing anggotanya. pamong desa yang dianggap korupsi (Wawancara dengan Bapak Sahmad.. Perkataan Kutil pada saat itu benar-benar menjadi hukum yang dipatuhi masyarakat..Penyimpangan-penyimpangan dari rel Revolusi Indonesia yang sebenarnya.25 tanda untuk menyiarkan berita bahwa mereka telah menangkap pencuri desa.. karena penyesatan-penyesatan oleh Idiologi-Idiologi dan alam-alam .. Dengan jalan beramai-ramai memukul kentongan dan timbul penyembelihan-penyembelihan terhadap orangorang yang dianggap menentang... dan penagkapan-penagkapan terhadap lurah. rakyat menganggap pandangan Kutillah yang nantinya akan memberikan suatu perubahan dalam masyarakat.. Juni 2006).. pengejaran-pengejaran.

S. Kemungkinan timbulnya akses-akses itu semula dapat kita terima manakala kita selalu ingat kondisi dan situasi pada saat tercetusnya Revolusi. dengan tindakannya yang Arogan. Revolusi yang simultan dan multi kompleks tidak mustahil menimbulkan gerakan-gerakan yang pada hakekatnya merupakan suatu akses. Dalam gerakan yang Kutil pimpin.Musium Mandala Bakti). S. dengan jalan menghasut dan menunjuk-nunjuk kambing hitam. Pada hakekatnya Peristiwa Tiga daerah merupakan akses revolusi yang kalau tidak ada kewaspadaan dan kecepatan bertindak dari pada TKR Resimen XVII dapat mengancam keselamatan Revolusi Agustus 1945 yang berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila (Arsip Peristiwa Tiga Daerah.32.26 fikiran Liberalisme dan Komunisme/Marxisme-Leninisme/Maoisme dan pahampaham lain serta oknum-oknum yang bertentangan dengan jiwa Pancasila. Musium Mandala Bakti) Situasi Kota yang tidak terkendali yaitu dengan kacaunya keadaan sangat memudahkan bagi unsur petualang-petualang politik maupun kriminal untuk memancing di air keruh. Sadis dan tidak berperikemanusiaan menunjukan bahwa Ia sebenarnya berpaham . Krisis kelaparan. Kondisi dimana rakyat dan bangsa Indonesia berjuang dan menghimpun kekuatan tanpa adanya perintah-perintah dari atasan. Dalam Tri Upaya sakti dinyatakan bahwa Revolusi Indonesia yang di jiwai oleh Pancasila merupakan gerakan-gerakan simultan antar penjebolan dan pembangunan destruksi dan kontruksi. masyarakat banyak yang meninggal karena tidak mampu makan (Arsip Peristiwa Tiga Daerah.32. Sedangkan situasinya pada saat itu masyarakat Indonesia di hadapkan pada suatu krisis.

Kyai-kyai yang dianggap menentangnya (Wawancara dengan Bapak Taim. Mereka diajak pergi ke daerah tersebut untuk memberi nasehat kepada murid dan santrinya yang banyak menjadi pengikut gerakan pada saat itu. yang ada hanya petugas jaga piket.27 Kumunis. Termasuk juga Kardinah yang juga pernah disekap di tempat itu. Kemudian Kyai Bisri. Kyai H. komandan resimen XVII tiba di markas yang masih sepi. . Ketika kendaraan yang membawa Komandan Resimen dengan dua ulama itu memasuki daerah Talang dihentikan oleh massa rakyat. Bangunan penyekapan sekarang di jadikan SD Talang. H. Tindakan Kutil membunuh orang-orang dari golongan Agama di mulai tanggal 27 November 1945 kira-kira jam 05. yang dijadikan tempat tahanan.Iskandar Idris dengan kendaraan termasuk sopirnya dibawa ke Markas pemuda Ujungrusi sedang truk-truk regu pengawal dikeroyok massa rakyat dan dilucuti senjatanya. Iskandar Idris dengan berkendaraan sedan dikawal oleh satuan regu pasukan bersenjata yang menggunakan kendaraan truk berangkat menuju Talang. mempunyai pengaruh besar di daerah Talang. Kendaraan terpaksa berhenti dan untuk selanjutnya kedua ulama Kyai Bisri dan kyai Muchidin dibawa ke selatan. Kyai Muchidin. ulama yang dipandang. dugaan itu lebih diperkuat lagi dengan akan dibunuhnya orang-orang dari golongan agama.00 dengan berkendaraan sedan. Juni 2006). dimasukan kedalam bangunan rumah tua yang tidak digunakan. Haji Iskandar Idris lalu memerintahkan kedua orang petugas masingmasing Tjasmuan dan Ambari untuk memanggil Kyai Bisri dan Kyai Muchidin.

Lepas setuju atau tidak bahwa dalam sekalian bentuknya yang terselubung dalam seluruh teori-teorinya terkandung suatu ekspresi harapan. penyusunan suatu konsep masyarakat masa depan yang dianggap pasti benar. berupa keruntuhan sistem kapitalisme dan berakhirnya kebudayaan. Betapapun kaburnya Marxisme membeberkan beberapa peristiwa dan fakta sosial yang secara khusus bicara tentang hakekat masyarakat Industri. Marxisme adalah teori yang monistik yang memegang kunci penjelasan mengenai segala sesuatu yang penting dalam organisasi dan masyarakat sekaligus mengenai segala hal yang mungkin terjadi di masyarakat. Konsep mengenai masa depan diberi kerangka dan batas-batas yang lebih spesifik. Sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pegangan dan ukuran yang sudah pasti berbeda dengan masyarakat yang sekarang. Kapitalis inilah yang oleh Ignas Kleden dikatakan sebagai Utopia yang digunakan oleh banyak pemimpin bangsa. Harapan ini mengambil bentuk. Alasan lain dalam beberapa hal Marxisme menyimpan kebenaran. 2. Mereka percaya akan kebebasan. itu sebabnya “Kelebihan” dalam teori Marxisme adalah penjelasan-penjelasannya mengenai perubahan sosial memberi tempat bagi faktor eksogen (luar) di mana pada beberapa teori . Sidney Hook menyatakan: 1. Adapun sebab-sebab mendasar yang membuat Marxisme sebagai sebuah ajaran memiliki daya pikat dan daya hidup yang panjang. 3.28 Gerakan Kutil pada dasarnya BerIdiologi Komunisme/Marxisme Leninisme/Maoisme. sehingga banyak orang yang kemudian juga terpikat dengan Marxisme karena gagasan kebebasannya. Mengatasnamakan untuk kepentingan rakyat.

tidak mempunyai bendera maupun lambang-lambang khusus. Namun secara sederhana struktur dalam gerakan itu sudah ada walaupun bentuknya masih sederhana dan tidak tertulis jelas dalam susunan struktur sebuah gerakan. Salah seorang juga ada yang tugasnya mengumpulkan orang-orang Cina untuk membuat Lubang kuburan. Gerakan Kutil adalah gerakan Spontanitas rakyat. sebagai simbol perlawanan rakyat. Anggota yang lain ada juga yang tugasnya mengumumkan di jalan-jalan pada masyarakat bahwasanya akan diadakan pembunuhan dan pendombrengan. semrawud dalam bahasa Tegal. Bagi orang-orang yang berada di bawah Kutil. Tidak ada struktur yang resmi dan jelas. Orang-orang . tidak memegang hukum tetapi Prokemerdekaan. tidak terlihat jelas. Mereka berjalan layaknya dua tentara yang siap mendapat perintah dari komandannya. Gerakan itu adalah gerakan spontanitas. dan memakai senjata Klewan. Kutil sebagai komandan tertinggi mempunyai dua ajudan yang selalu menemani dia kemanapun. Struktur yang sederhana itu terlihat dengan adanya pembagian tugas yang lumayan jelas. Gerakan itu Menggunakan Bank Rakyat (Bank BRI Cabang Talang sekarang) sebagai markas gerakan. Bentuk gerakan pada saat itu boleh dikatakan berantakan.29 perubahan sosial hal ini kurang mendapatkan perhatian yang memadai (Prasetyo. Bentuk Kepemimpinan Kutil Bentuk Kepemimpinan Kutil pada masa revolusi sosial. Dua ajudan Kutil bernama Rasyan dan Abdul Manaf. Setiap pulang dari markas cara berjalan mereka seperti orang yang berbaris.2002:178) C. bendera yang dibawa rakyat adalah bendera merah putih. Organisasinya belum rapi dan tanpa bentuk.

ayam curiannya dikalungkan dan ditombreng di jalan raya. keadaan desa dan wilayah Tegal pada saat itu tenang dari pencurian dan penggarongan. Kutil juga memerintahkan agar orang-orang pribumi yang bekerja pada orang-orang cina sebagai pembantu (dalam bahasa Tegal lebih dikenal dengan sebutan babu) segera keluar dari pekerjaannya dan tidak diperbolehkan bekerja pada orang-orang Cina lagi. Keadaan Tegal pada masa kepemimpinan Kutil aman. penggarongan tidak ada. Rumah tidak di kuncipun barang-barang dan kekayaan lainnya aman karena tidak ada yang berani mencuri apalagi menggarong. Juni 2006). Orang Cina pada saat itu diundang datang ke Markas. Kutil tidak akan segan-segan untuk membunuh (Wawancara dengan Bapak Taim. Mereka bersedia menyerahkan harta benda atau apapun yang mereka punya dan bersedia memenuhi apa saja yang mereka butuhkan asalkan mereka . Namun Ia juga menindak pencuri yang ketahuan mencuri. biasanya mereka diarak ke jalanan dijadikan tontonan masyarakat dan didombreng-tombreng sepanjang jalan.30 cina apabila ada orang yang berteriak di jalan dan mengumumkan bahwa harus membuat lubang. perbanditan diantaranya pencurian. Dan apabila ada orang yang tidak menuruti perintahnya. orang cina ketakutan. Tidak hanya itu saja. Mereka takut pada kutil. Ada pada saat itu pencuri ayam yang ketahuan. dengan sendirinya orang-orang Cina keluar dari dalam rumah membawa cangkul dan berbaris mencangkul tanah disebelah Jembatan Sungai Gung. takut apabila tindakannya ketahuan karena Kutil tidak hanya menindak orang-orang yang dianggap Probelanda saja.

RS. Sebagian massa lainnya keluar masuk kampung mencari orang laki-laki untuk diajak menyerbu kota Tegal. Pemalang.A. Di Stasiun KA. Raden Ajeng Kardinah. Massa rakyat sampai di jalan simpang tiga. Tanggal 4 November 1945. sehingga menjadi tontonan dan bahan olok-olokan massa. Mereka yang tertangkap kemudian di bunuh secara keji tercatat: . Sunaryo dengan cepat diselamatkan oleh Mansyur dari pemuda API.31 tidak dibunuh. sedang yang perempuan di suruh menyediakan minuman di depan rumah. massa rakyat membongkar brangkas dan merampok uang serta menguasai Stasiun Kereta. Ia di sembunyikan di markas pemuda API selanjutnya di bawa ke Pekalongan. dan Brebes telah di kuasai oleh gerakan Massa. untuk menyelamatkan diri. Bupati Tegal. keluar dari wilayah Tegal meninggalkan harta bendanya karena takut dibunuh. ada juga beberapa orang Cina yang melarikan diri. gerakan massa Tiga daerah mengadakan penyerbuan kota Tegal. Hari itu juga massa rakyat mulai mengejar-ngejar para pejabat di kota Tegal. adik kandung R. beramai-ramai membaca Tahlil berjalan menuju ke Utara. beramai-ramai menyerbu dan menduduki kantor kabupaten dan stasiun kereta api.Kartini yang saat itu berada di tengah-tengah Bupati bersama keluarga Bupati lainnya di bawa oleh massa rakyat dan di paksa berpakaian sarung goni dan di arak keliling Kota. Kepemimpinan Kutil berakhir ketika tiga kota Slawi. Tidak ada perlawanan sedikitpun dari mereka. Tampak ribuan Massa Rakyat dengan membawa bambu runcing dan berkalungan Janur Kuning.

32

1. Haji Abu Bakar 2. Bekas pengurus Badan Ekonomi pada masa pemerintahan Jepang 3. Hamzah (putera Abu Bakar) 4. Singgih ( Ajun jaksa) 5. H.Ichsan (Konsul haji) 6. Sumarjono (Guru SMP Negeri Tegal) 7. 3 orang tidak dikenal 8. Wedana Tegal Basirun dan Keluarganya menghilang ( Jarahdam VII,

1968:21) Alun-alun Tegal waktu itu di jadikan markas gerakan massa beribu-ribu massa rakyat selalu membaca Takbir. Mereka datang dari berbagai desa. Warga kota Tegal yang tidak mau ikut-ikutan waktu itu menyembunyikan diri, sehingga ada penilaian dari gerakan massa bahwa warga kota Tegal perempuan semua sama. Hari itu juga, massa yang berkumpul di alun-alun mulai bergerak ke bagian utara kota yang masih di kuasai oleh TKR. Perjalanan massa rakyat di bagi menjadi dua kekuatan: 1. Lewat Jalan Gajah Mada 2. Sebagai intinya Lewat jalan A.Yani. Mereka bergerak sambil mengumandangkan takbir, sehingga terdengar suara gemuruh. Walaupun beberapa pimpinannya telah tertangkap tetapi gerakan rakyat semakin menjadi-jadi, mereka kemudian memperluas daerah pengaruhnya antara lain menyerbu asrama polisi di Brebes, Pemalang, dan berhasil melucuti

33

senjatanya. sedang terhadap para prajurit TKR mereka masih berfikir dua kali untuk bertindak menyerang. Kegagalan penyerbuan di Kota Tegal rupanya masih menghantui mereka. Terbukti waktu massa gerakan rakyat hendak menyerbu markas TKR di Petarukan, mereka hanya bergerombol dan tidak berani menyerang. Mereka kemudian bubar setelah pimpinannya yang dikenal kebal terhadap senjata tewas di tembus peluru anggota TKR. Sejak saat itu para pimpinan Gerakan Massa menganggap bahwa Pemerintah Daerah Tegal, Brebes, dan Pemalang sudah tidak berfungsi terbukti pada pejabatnya seperti Bupati Tegal, Brebes, dan Pemalang dan Residen Pekalongan Mr Besar meninggalkan tempat tugasnya. Kejadian itu di manfaatkan oleh para dalang komplotan Kutil untuk mengangkat para pejabat dari orangorang mereka sendiri. Beberapa Pejabat yang diangkat oleh dalang Komplotan Kutil tercatat antara lain: Bupati Tegal Bupati Brebes Bupati Pemalang : Kyai Abu Sudjai, dari desa Pacul : Kyai H. Satori : Supangat

Residen Pekalongan : Sardjio Patih kab.Tegal Wedana Tegal Wedana Slawi Wedana Adiwerna : Tjitrosatmoko : Mardjono wakil ketua KNI : Kyai H. Fachruri : Kyai H.Mawardi (Achmad, 1977:19)

34

Pengangkatan para pejabat itu sempat memusingkan masyarakat sebab komplotan Kutil di dalangi oleh orang-orang yang berpaham Komunis, tetapi mengangkat para pejabat yang sebagian besar para ulama dan tokoh agama Islam. Setelah pengangkatan pejabat, Ia melakukan penyerbuan ke Kota Pekalongan. Penyerbuan ke Kota Pekalongan menjadi akhir penangkapannya, adanya penyerbuan gerakan ini ke kota Pekalongan di manfaatkan oleh TKR untuk melakukan penagkapan terhadap Kutil dan komplotannya. Serta mengakhiri gerakan Kutil dan komplotannya yang semakin lama ternyata tindakannya meresahkan masyarakat. Dalam menghadapi penyerbuan Gerakan Kutil, TKR menggunakan taktik kota terbuka, yaitu dengan cara membuat sepi kota Pekalongan. Masyarakat di minta untuk tidak berkeliaran di jalan-jalan umum sehingga menimbulkan kesan bahwa kota Pekalongan tidak di jaga keamanannya. Taktik dan Strategi yang di terapkan oleh TKR dengan baik dan lancar sehingga tidak dapat di ketahui oleh Seorang dari pihak Kutil yang di kirim ke Pekalongan. Gerakan Tiga Daerah dari Tegal dan Pemalang bergerak ke Pekalongan dipimpin langsung oleh algojonya yaitu Kutil alias Sakyani. Massa dari Tegal naik kereta api sedang massa dari Pemalang naik truk kemudian dari kedua massa tersebut bertemu di depan Stasiun Kereta Api. Laskar gerakan Tiga Daerah dengan membawa senjata dan bambu runcing bergerak menuju kantor karesidenan. Ketika mereka sampai di halaman kantor dan bermaksud mengepung, TKR segera bertindak dan mengadakan pengepungan di bawah ancaman senjata. Akhirnya massa menyerah dan para pemimpinnya segera di jebloskan kesel tahanan.

Bahwa rakyat pada umumnya tidak setuju dengan Gerakan Rakyat Tiga daerah. untuk mengembalikan keamanan dan ketertiban daerah yang telah mengancam stabilitas nasinal. resimen TKR Pekalongan menerima berita Internasional dari markas besar tentara yang isinya menyebutkan bahwa dalam waktu dekat Presiden RI beserta Panglima besar Sudirman akan mengadakan kunjungan kerja ke daerah Tegal. terbukti dengan adanya perlawanan rakyat Tegal karena: a. Ia di kawal oleh tujuh buah kendaraan. Tindakan penyelesaian peristiwa tersebut di mulai pertengahan Desember tepatnya tanggal 17 Desember 1945. Dengan adanya berita tersebut mendorong TKR Pekalongan untuk segera menyelesaikan dan mengambil tindakan keamanan dan ketertiban sehubungan dengan gangguan keamanan yang di pimpin oleh kelompok Kutil. dengan alasanalasan sebagai berikut: 1. Mereka menurut saja di ajak meninjau markas resimen oleh prajurit Kartedjo yang menyamar. Peristiwa Tiga Daerah menimbulkan tindakan anarkhis .35 Sakyani alias Kutil datang belakangan. Gerakan penyerangan dan pembersihan terhadap kekuatankekuatan massa rakyat Kutil segera di lakukan. para pemimpin massa yang bermobil itu rupanya mengira bahwa gerakan rakyat menyerbu ke Kantor Karesidenan telah berhasil. Juni 2006). Kartedjo waktu itu menyamar sebagai massa rakyat menyetop iring-iringan kendaraan tersebut. Seorang prajurit TKR. dengan mudah akhirnya para pemimpin gerakan rakyat termasuk Kutil dapat di tangkap dan mereka kemudian di masukkan ke dalam sel tahanan (Wawancara dengan Bapak Sahmad.

untuk melaksanakan kunjungan ke Tegal dan Pekalongan dalam menyelesaikan masalah politik serta masa konsolidasi. masing-masing beserta rombongan dengan menumpang Kereta Api Istimewa. Sedangkan para pemimpin mereka sudah banyak yang melarikan diri. Adanya berita-berita dari Markas Besar tentara bahwa dalam waktu lima hari lagi.Hatta beserta Ibu . Operasi yang menyeluruh dan dilakukan serentak di tempat-tempat konsentrasi komplotan massa tiga daerah berjalan dengan lancar tanpa rintangan yang berarti.1968:27) Rencana operasi tersebut banyak mendapat dukungan rakyat luas dan pihak kepolisian serta para tokoh pejuang. Beberapa orang yang dianggap tokoh ditangkap dan ditawan di gudang kopi.36 b. Laskar di tiga daerah ini tidak mengikuti badan pemerintahan Komite Nasional Indonesia (KNI) 2. Koordinasi pemerintah di daerah karesidenan Pekalongan tidak dapat di laksanakan di tiga daerah karena di tiga daerah di jalankan oleh orangorang komunis c. Kepercayaan rakyat kepada TKR dapat tercipta kembali untuk melanjutkan perjuangan dan mengamankan Negara Proklamasi 17 Agustus 1945. Ibu Fatmawati Sukarno 2. Wakil Presiden RI Drs. Presiden RI bersama dengan panglima Sudirman akan berkunjung ke Pekalongan dan Tegal (Jarahdam VII. Moh. Presiden RI Sukarno dan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Adapun rombongan presiden terdiri dari: 1. Pada tanggal 25 Desember 1945.

Rapat umum tersebut berjalan tertib dan aman tanpa gangguan apapun (Wawancara dengan Bapak Sahmad. Pidato presiden RI antara lain menanyakan keadaan rakyat. Mengangkat Residen baru dengan stafnya maupun bupati-bupati di daerah-daerah c. Juni 2006). membentuk republik kecil-kecilan seperti Republik Talang.Hermani Sedangkan rombongan Panglima Besar Jenderal Sudirman terdiri dari: 1. Brebes. Selanjutnya penyelesaian mengenai persoalan “Tiga Daerah” diambil alih oleh pemerintah pusat dengan jalan: a. Letjen. Mayjen. d. Mayjen. dan para perwira lainnya dari MBT Kedatangan rombongan disambut dengan upacara militer di halaman Stasiun Kereta Api Tegal.37 3. Perdana Menteri Sutan Sjahrir 4. Bupati oleh Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah tetap diperkenankan menduduki jabatannya sebagai pejabat . Republik Tegal atau Republik Brebes. Mengenai orang-orang yang telah diangkat menjadi pejabat Pamong Praja seperti Lurah. Kepala Staf APRI 2. Camat. Sumatupang 3. Menteri Dalam Negeri Mr. Kafrawi. apakah rakyat di Tegal. Membawa masalahnya di muka sidang Pengadilan Negeri Pekalongan. Memindahkan Sarjio ke Yogyakarta b. Wedono.Oerip Sumohardjo. Pemalang akan mencoba membuat negara dalam negara. rombongan langsung menuju ke Stadion Sepak Bola Slerok Tegal untuk menyampaikan pidato. republik Slawi.

Tanggal 21 Oktober 1946. hukuman mati dijatuhkan terhadap Kutil alias Sakyani. Pemalang dan Pekalongan” (Achmad. melarikan diri ke Jakarta.38 pemerintah yang sah atas persetujuan rakyat setempat (Kodam VII. Pada tanggal 14. Sebelum hukuman mati tersebut dilaksanakan. Kutil yang banyak akal. Bertindak sebagai Hakim Ketua Suprapto.18. H. Usman Sastro Amijoyo yang merupakan tokoh dari PSI. Dengan demikian berarti bahwa Gerakan Badan Perjuangan Rakyat Tiga Daerah ini adalah gerakan yang dilegalisir oleh Pemerintah. terjadi Agresi Belanda Pertama (Juli 1947) narapidana bersama Pemerintah Karesidenan diungsikan ke pegunungan di selatan Pekalongan. SH Hakim Tinggi Pekalongan yang kelak menjadi Jaksa Agung. Sudarsono Amir dan para bekas tahanan tiga daerah yang lain. H. khususnya di daerah Tegal. H. Ismail Hasan Idris. dan bekerja sebagai tukang cukur. Adapun tuduhan yang dikenakan oleh para terdakwa adalah: “Menggunakan masa rakyat dengan jalan kekerasan untuk merebut kekuasaan Pemerintah RI yang sah. Iksan Dimiyati. Ditunjuk sebagai pembela oleh pemerintah ialah Supeno.15. Wadiono. profesi lamanya . 1977:29). Sebagai pegangan dalam pembelaan perkara adalah surat pengangkatan Sardjio dari Pemerintah pusat. Sebagai saksi adalah Kol. Iskandar Idris.21 Oktober 1946 di Pekalongan di bentuk pengadilan bagi para pelaku gerakan anarkhis tersebut termasuk di dalamnya Kutil alias Sakyani. tetapi sempat membawa dua koper berisi Transkripsi Interogasi Pemeriksaan Pendahuluan dan Proses Pengadilannya. 1968:24).19. Letkol. algojo Tiga Daerah karena dianggap bersalah. Brebes. Walaupun hakim Suprapto tidak sempat membawa barang-barang pribadinya.

Kutil mengajukan langsung permohonan pengampunan kepada Presiden Sukarno. tempat yang dipilih untuk eksekusi oleh Komandan Militer Kota. Dia menolak matanya ditutup. . Ketika ditanya apa permintaan terakhirnya. Suprapto. yang menjadi Kepala Staf Resimen XVII TKR di Pekalongan semasa Peristiwa Tiga Daerah dan ikut memainkan peranan penting dalam Operasi penghancurannya. diminta kedatangannya di Pekalongan dan menjadi satu-satunya saksi yang dapat memastikan hukuman yang dulu dijatuhkan atas diri Kutil. Tanggal 8 April penegasan kembali hukuman yang dijatuhkan oleh Pengadilan Pekalongan pada 21 Oktober 1946 dikelurkan. Permohonannya ditolak pada tanggal 21 April 1951. Pada penyerahan kedaulatan bulan Januari 1950.39 sewaktu di Tegal. dan kemudian ditahan oleh Polisi Belanda (Jakarta dibawah kekuasaan Belanda). dikirim kembali ke Semarang dan kemudian ke Pekalongan.2004:309-310). Sudharmo. Dua minggu kemudian Kutil dibawa ke pantai dekat Pekalongan. dan dengan berjongkok Ia menghadapi butir-butir peluru yang mengakhiri hidupnya pada tanggal 5 Mei 1951. Di Kebun Kacang Gang II dia membuka pangkalan cukurnya. Kutil Menjawab ”tidak ada”. Pada tanggal 1 Agustus 1950. (Lucas. Kutil ikut diserah terimakan kepada polisi Republik. dan tiba di Pekalongan tanggal 13 Februari 1950. Tahun 1949 wajahnya dikenali orang Slawi. yang menjabat Jaksa Agung RI.

BAB V PENUTUP Simpulan Sebagai langkah akhir dalam penulisan skripsi ini. dan gotong royong yang sangat mendalam. Penderitaan yang dia alami semasa penjajahan menjadikan dia orang yang berani memperjuangkan keadialan. Latar belakang kehidupan Kutil terutama masa kecilnya yang berasal asli dari Madura. kasar dalam tutur katanya. tetapi mereka juga merupakan pekerja yang bersungguh-sungguh dan suka berterus terang. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari mereka sangat senang bekerja. 2. menurut Kuntowijoyo orang Madura terkenal sebagai suku bangsa Jawa yang mempunyai adat istiadat yang keras. Hal tersebut tercermin dalam kehidupan masyarakat desanya yang memiliki ikatan yang berdasarkan kekerabatan dan teritorial. memiliki perasaan persaudaraan yang kuat. Revolusi Sosial yang terjadi di Tegal pada tahun 1945-1946 di latar belakangi oleh keadaan masyarakat Tegal yang cukup memperihatinkan disamping munculnya kekuatan sosial yang berdasarkan Idiologi adanya kelompok 16 . penulis akan mencoba mengemukakan simpulan terhadap apa yang telah dibahas dalam bab-bab terdahulu. serta masa dewasa yang dimulai dengan pembungan dirinya beserta 2 orang temannya di Digul menjadikan dia menjadi orang yang tega untuk membunuh sesama. meskipun demikian masih menampakkan nilai-nilai aslinya. yaitu: 1. Kebudayaan dan adat istiadatnya telah banyak dipengaruhi oleh kebudayaan luar.

Masyarakat merasa tidak aman. namun struktur secara sederhana sudah terbentuk dan masih sangat sederhana sekali. penyerahan bahan pokok kepada pamong praja atau pejabat-pejabat untuk membayar pajak pemerintah mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan rakyat apalagi ternyata pemungutan pajak tersebut disalah gunakan untuk kepentingan pribadi. Peranan Kutil dalam menggerakan Revolusi Sosial di mulai dengan munculnya tokoh Kutil yang menjadi awal terjadinya pembunuhanpembunuhan sadis. serta bentuk kepemimpinan Kutil yang pada saat itu belum terlihat. Bentuk kepemimpinannya ternyata memberi pengaruh besar pada masyarakat. pemerintah daerah yang di bentuk Jepang menyebabkan penderitaan masyarakat Tegal. sehingga setelah peristiwa tiga daerah masyarakat mengadakan pemilihan pangreh praja. Sejumlah kyai diangkat menjadi bupati. cara dia menarik simpati. semua kegiatan perekonomian dihentikan.17 Leggaong yang memimpin aksi massa rakyat serta Berkobarnya Peristiwa Tiga tiga daerah mengakibatkan dampak yang tidak hanya pada kondisi sosial masyarakat salah satunya dalam bidang pendidikan. karena masyarakat membutuhkan kepemimpinan baru yang sesuai dengan situasi baru. yaitu bahwa pendidikan masa Jepang berlaku untuk seluruh masyarakat tanpa adanya stratifikasi sosial. . Dalam bidang politik. wedana dan camat untuk menggantikan pejabatpejabat yang lama. 3. Pengaruh pemimpin agama disini tampak lebih dibutuhkan untuk menguasai situasi baru. Kondisi Ekonomi masyarakat Tegal tidak baik.

maka akan lahirlah tulisan yang tentunya jujur dan dapat dipertanggung jawabkan netralitasnya. 2. hal ini dapat memperkaya khasanah bagi para penulis yang masih pemula. Sedangkan penilaian baik. Dengan meminimalisir keberpihakan terhadap suatu subyek dalam tulisannya. buruk biarlah pulang kepada kedewasaan dan kebijaksanaan masyarakat pembaca. hendaknya membuang segala macam subyektifitas personal yang seringkali membuat sejarah sebagai kisah menjadi rancu dan sulit untuk dipahami secara runtut dan berimbang. Diharapkan kepada penulis sejarah lokal agar selalu ditingkatkan. Semoga penulisan skripsi ini dapat pula dijadikan sebagai sumbangan dalam penulisan-penulisan sejarah lokal ataupun menambah khasanah sejarah penulisan kota Tegal .18 Saran 1. Kepada penulis sejarah yang masih diliputi keberpihakan. 1.

1978. 2004. Bandit dan pejuang di simpang Bengawan.82 DAFTAR PUSTAKA Alfian. Lucas Anton. 1989. Pergolakan daerah di awal Revolusi kasus di daerah pekalongan. Patologi sosial.Ungkapan Peristiwa Tiga Daerah (Tegal. Pengantar Prof Dr Suhartono.T. Zulfikar. Clifford. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada (Rajawali Perss) Kahin Audrey R. Ibrahim Julianto. Ghazali. Revolusi Nasional di Tingkat Lokal. S. Jakarta : Grafiti. Pemalang). Semarang : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat . 1986. Yogyakarta : Resist Book E. Wonogiri: Bina Citra Pustaka. 1995. Lucas Anton. Peristiwa Tiga Daerah. Kartono. Jakarta: Pustaka jaya. Jakarta: Depdikbud Djoko Suryo. Metodologi Sejarah. Abangan Santri Priyayi dalam masyarakat jawa. 1989. Dari babad dan hikayat sampai sejarah kritis Yogyakarta: UGM press Achmad 1977. Jakarta: LP3ES E. kartini. One Soul one struggele (peristiwa tiga daerah). 2004.1994. 1989. Jakarta: Departemen pendidikan & Kebudayaan. 2003. Ibrahim. 1979/1980 Sejarah Revolusi Kemerdekaan 1945-1949 Jawa tengah. Pergolakan daerah pada awal kemerdekaan. Sejarah Lokal ( Kumpulan Makalah Diskusi). Yogyakarta: Tiara wacana Kutoyo Sutrisno. Tegal: Markas cabang Legiun Veteran RI kabupaten/kodya Tegal Depdikbud. 1987. Kuntowijoyo. Brebes. Yogyakarta: Grafiti Pers Geertz.

Louis Gottschalk. Indonesia Abad ke 20 . 1995. Lapian. Gerakan 30 September Pemberontakan Partai Komunis Indonesia. Jakarta: PT Melton Putra.Z.2004. Secara damai Yogyakarta: Lapera Moedjanto. 1988.2000. Mengerti Sejarah. Terminologi Sejarah (1945-1950 & 1950-1959) Jakarta: Departemen Pendidikan & Kebudayaan RI Arsip Nomor S.1996.1993. Sejarah Masyarakat Indonesia 1900-1950.83 Sejarah dan nilai tradisional proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. R. Yogyakarta: Pustaka pelajar. Peristiwa Tiga Daerah . Historiografi Indonesia Sebuah pengantar.32.jilid 1 Yogyakarta: Kanisius Pruitt. G. Tegal. Soeyono. Zeffrey. Tegal: markas cabang Legiun Veteran RI Kabupaten/kodya Tegal Suhartono. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 1986. Sejarah Militer Kodam VII/ Diponegoro 1986 Sirnaning Jakso Katon Gapuraning Ratu. Gerakan Massa (menyampaikan demokrasi dan keadilan). Jakarta: UI. G. Leirissa. Bandit-bandit pedesaan ( studi histories 1850-1942 di Jawa). Deandan Robin.Z. Teori Konflik Sosial.Press Mahardika Timur. Semarang: Yayasan Diponegoro Saputro 1956. Yogyakarta: Aditya Media Sudjatmoko dkk.

84 Lampiran I DAFTAR INFORMAN 1. Nama Umur Pekerjaan Alamat 7. Nama Umur Pekerjaan Alamat 6.Muh Karso 70 th Pensiunan PNS Desa Kebasen Rt 09/ 03 Talang Roeslim 66 th Pensiunan PNS Desa Talang Rt 04/ 01 Talang . Nama Umur Pekerjaan Alamat : Wastap : 70 th : Wiraswasta : Desa Kajen Rt 19/ 05 Talang : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Sadum 70 th Wiraswasta Desa Kajen Rt 15/05 Talang Mustain 74 th Wiraswasta Desa Kajen Rt 19/ 05 Talang Tasik 64th Pensiunan PNS Desa Talang Rt 04/01 Sachmad salam 77 th Ketua Legiun Veteran kota Tegal Desa Pagerbarang kab Tegal H. Nama Umur Pekerjaan Alamat 5. Nama Umur Pekerjaan Alamat 2. Nama Umur Pekerjaan Alamat 4. Nama Umur Pekerjaan Alamat 3.

Bab III 15. Apabila ada stuktur/pemimpin struktur itu apakah menunjukan hubungan antara satu bagian lain yang mempunyai tugas berbeda-beda.Dalam kelompok Leggaong pada Revolusi sosial. Bagimana Jalannya Peristiwa tiga daerah di Tegal 3. berapa jumlahnya 11. Di dapat atau dipengaruhi oleh siapakah pemikiran Kutil 9. Bagaimana Terbentuknya Gabungan Badan perjuangan Tiga Daerah . Bagaimana bentuk Revolusi Sosial yang terjadi di Tegal 4.Beragama apakah Kutil 6. Kelompok apa saja yang muncul pada masa Revolusi 16. 13. Bagaimana nasib istrinya setelah dia ditangkap dan dihukum mati pada akhirnya. Apakah Kutil mempunyai anak. Apakah Kutil berkeluarga 10.Apakah Peristiwa Tiga Daerah 2. jika ya. Seperti apakah pemikiran-pemikiran Kutil 8.Apa yang anda ketahui tentang Kutil 5.85 Lampiran II INSTRUMEN Pertanyaan Bab II 1. Bagaimana nasib anak Kutil yang berumur 15 tahun 12. Seperti apakah nilai-nilai keagamaan yang Kutil peroleh 7. apakah mempunyai struktur dan pemimpin 14.

26. Motivasi apa sajakah sehingga Kutil dan komplotannya melakukan suatu gerakan yang bersifat sekuler 22.Sejauhmana Idiologi itu berpengaruh dalam perjuangan Kutil dan kelompoknya. Dalam GBP3D terdiri dari kelompok-kelompok yang beridiologi apa saja 18.Stategi apa sajakah yang digunakan Kutil dan teman-temannya dalam menggerakkan masyarakat. Seperti apakah bentuk perbanditan pada saat itu 20. Beridiologi apakah Kutil dan kelompoknya 28. 19.Bagaimana menurut anda jika dilihat dari tindakan Kutil dan komplotannya yang tidak menghiraukan hukum dengan menghakimi orang secara sendiri 23.86 17. Bagaimana awal munculnya tokoh Kutil 27. . 25. Sejauh mana sajakah peranan Leggaong (bandit) dalam hal ini kelompok Kutil dalam revolusi sosial di Tegal 21. Bagaimana tanggapan anda tentang Kutil yang dijadikan kambing hitam oleh orang-orang yang berpaham komunis. 24.Alasan apa yang membuat akhirnya Kutil diangkat menjadi seorang kepala kepolisian. Di daerah mana saja Markas dan daerah-daerah yang di jadikan pertahanan Kutil dan teman-temannya.

Bagaimana/upaya yang dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan Kutil dan kawan-kawannya. Menurut anda bentuk seperti apakah pergerakan Kutil dalam Revolusi Sosial 33. Bagaimana upaya penangkapan Kutil ( proses penagkapan) 31. Persenjataan apa saja yang di gunakan Kutil dan komplotannya 37. Seperti apakah Bentuk kepemimpinan Kutil dalam Revolusi sosial 34. Apa cerita Kutil ( peristiwa 3 Daerah ) anda ceritakan kepada anak cucu anda ( Tradisi lokal dalam masyarakat menokohkan Kutil) 36.Bagaimana Reaksi Masyarakat Tegal terhadap peristiwa Tiga daerah di Tegal . Bagaimana reaksi rakyat/ sikap rakyat Tegal menanggapi gerakan yang diketuai Kutil 38. 30. Bagaimana cara Kutil mempengaruhi masyarakat Tegal 35.87 29. Bagaimana keadaan Tegal setelah Kutil dan komplotannya berhasil di tangkap Bab IV 32.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->