KUTIL TOKOH LOKAL DALAM REVOLUSI SOSIAL DI TEGAL TAHUN 1945-1946

SKRIPSI
Untuk memperoleh gelar Sarjana S1 .Program Studi Ilmu Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang.

Oleh Laela Khikmiyah NIM: 3150402021

FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2007

PERSETUJUAN PEMBIMBING Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada : Hari : Tanggal :

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. AJ Sumarmo M.Hum. NIP.130340222

Drs. Ba’in NIP.131876207

Mengesahkan Ketua Jurusan Sejarah

Drs. Jayusman M.Hum NIP. 131764053

ii

PENGESAHAN KELULUSAN Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang pada: Hari : Selasa Tanggal :10 Oktober 2006

Penguji Skripsi

Drs. Karyono M.Hum NIP.130815341

Anggota I

Anggota II

Drs. AJ Sumarmo NIP.130340222

Drs. Ba’in M.Hum NIP. 131876207

Mengesahkan Dekan,

Drs. Sunardi M.M NIP.13036799

iii

bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. September 2006 Laela khikmiyah NIM: 3150402021 iv .PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam Skipsi ini benar-benar hasil karya sendiri. baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam Skripsi ini dikutip atau di rujuk berdasarkan kode etik ilmiah Semarang.

Ema. dukungan & bantuannya slama ini. Efi. Bapak dan ibu tercinta atas doa. 2. 4. Shinta. Asmara. Irham al Fauzani terimakasih banyak untuk doa. kalian memang adik-adikku. Adikku Fani atas dukungan dan doanya 3. Skripsi ini kupersembahkan untuk: 1.MOTTO DAN PERSEMBAHAN “ Keberhasilan dapat dicapai dengan doa dan usaha yang maksimal dan kesabaran adalah bagian dari suatu perjuangan untuk mencapai kemenangan “ Dengan Rasa Syukur kepada Allah SWT. Teman-teman seperjuangan di Prodi Ilmu Sejarah ’02 atas saat indah dalam kebersamaan selamanya tidak akan pernah aku lupakan dan aku pasti akan selalu merindukan setiap kebersamaan kita. SEMANGAT! ii . Nova & Afri terimakasih untuk doanya.dukungan dan kasih sayangnya.

pengarahan dan saran pada Penulis. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. M. 6. Dekan Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan ijin dalam penelitian sehingga Penulis dapat menyelesaikan skipsi ini. Skipsi berjudul “ Kutil Tokoh Lokal Dalam Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 “. 5. 4. 2. Di susun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Studi Strata Satu untuk mencapai gelar Sarjana Sosial Ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan dalam segala hal. pengarahan. AT. Rektor Universitas Negeri Semarang. M. 3. pembimbing I yang telah memberikan bimbingan. Ketua Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan kesempatan kepada Penulis untuk menyelesaikan skripsi.PRAKATA Segala Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat. Drs. Sunardi. SH. MM. pembimbing II yang telah memberikan bimbingan.Hum. Bapak/Ibu Dosen di Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan ilmu dan bimbingan pada Penulis sehingga dapat menyelesaikan studi. Drs. rahmat dan hidayah NYA. AJ Sumarmo. M. Drs. Sugito. Prof. Jayusman. Dr. Hum.Ba’in. iii . kepada yang terhormat: 1. Drs.M. dan Saran pada Penulis.

Orang tuaku yang telah memberikan semangat dan doa pada penulis dalam menyusun skripsi ini. Bapak dan Ibu pihak Musium Mandala Bhakti yang telah membantu dalam memperoleh bahan literature dalam skripsi ini 9. Tasik. 8. 11. 10. Sadum. September 2006 Penulis iv . Menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak kekurangannya maka saran dan kritik senantiasa Penulis harapkan dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan peneliti selanjutnya.Teman-teman angkatan 2002 yang selalu ada di dalam hati dan selalu memberikan penulis semangat dalam menyusun skripsi ini.Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu Penulis.Wastap. Prawoto yang telah banyak membantu penulis dalam penelitian. Bapak Sahmad. Mustain. Ruslim.7. Bapak Karso. sebagai kepala Legiun Veteran Kota Tegal. Semarang.

Sikapnya yang berani menjadikan dia seorang yang dalam setiap perkataan. Revolusi sosial Revolusi Kemerdekaan RI merupakan revolusi politik. terhadap struktur politik baru. kasar dalam tutur katanya. Kritik sumber yaitu dengan mengkritik ekstern dan kritik intern. ingin memperjuangkan nasib rakyat lepas dari segala macam bentuk penjajahan. Interpretasi (menghubungkan satu fakta dengan fakta lain). tetapi juga merupakan pekerja yang bersungguh-sungguh dan suka berterus terang sifat itulah sangat mempengaruhi watak dan pandangannya. pamong desa. dengan berani muncul sebagai seorang pemimpin. Dengan tahap-tahap yaitu: Heuristik (mencari dan mengumpulkan jejak-jejak peristiwa tiga daerah). Lingkup temporal adalah berkaitan dengan batas waktu penelitian dalam penelitian ini waktu yang dimaksud adalah sejak tahun 19451946. Historiografi (Penulisan cerita sejarah) sedangkan yang menjadi sumber dalam penelitian ini adalah sumber kepustakaan dan koran-koran yang terbit pada tahun itu. Ruang lingkup penelitian ini mencakup ruang lingkup temporal dan ruang lingkup Tematikal. Wedana. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah latar belakang kehidupan Kutil? (2) Seperti apakah bentuk Revolusi Sosial di tegal tahun 1945-1946? (3) Sejauh mana peranan Kutil dalam menggerakan Revolusi Sosial? Penelitian ini bertujuan : (1) Ingin mengetahui bagaimana Latar belakang kehidupan Kutil (2) Ingin mengetahui Seperti apa bentuk Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 (3) Ingin mengetahui sejauh mana peranan Kutil dalam menggerakan Revolusi Sosial.Program Studi Ilmu Sejarah/S1.SARI Laela Khikmiyah. seolah-olah mempunyai kharisma yang begitu besar. Kata Kunci: Tokoh lokal. pekerjaan nya hanya sebagai tukang cukur. Revolusi Sosial adalah perlawanan yang dilakukan oleh rakyat setempat bertujuan menghapuskan tatanan lama misalnya dengan mengganti kepala-kepala desa. seperti yang dinyatakan Kuntowijoyo orang Madura adalah suku bangsa jawa yang mempunyai adat-istiadat yang keras. Munculnya tokoh Kutil yang bernama asli Sakyani. perbuatan dan perintahnya menjadi hukum yang berlaku dalam masyarakat pada saat itu. Kutil Tokoh Lokal dalam Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946. dua setengah bulan setelah proklamasi kemerdekaan adalah bentuk gerakan rakyat atau lebih dikenal dengan sebutan Revolusi Sosial. serta pemerintah kabupaten. Lingkup tematikal yaitu tokoh Kutil dalam perjuangan tiga daerah. Universitas Negeri Semarang. menggantikan sistem kolonial. Camat. Gerakan sosial yang terjadi di Tegal. Berdasar hasil penelitian dapat diketahui bahwa:(1)Latar belakang kehidupan Kutil terutama masa kecilnya yang berasal asli dari Madura. (2) Revolusi Sosial yang v . 81 Halaman. Fakultas Ilmu Sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah.

Gerakan yang dia pimpin adalah gerakan yang spontanitas. kondisi ekonomi dan juga kondisi politik masyarakat Tegal. Caranya menarik simpati dan bentuk kepemimpinannya adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam peristiwa tiga daerah. namun strukturnya secara sederhana sudah terbentuk. namun kemampuannya mengerahkan masa dengan jumlahnya yang ribuan untuk ikut dalam gerakannya. (3) Peranan Kutil dalam menggerakan revolusi sosial diantaranya Munculnya dia sebagai seorang tokoh yang mempunyai pengaruh sangat besar. Ia sebagai tokoh yang dijadikan ciri dalam peristiwa tiga daerah. Kutil adalah orang yang dijadikan tokoh sentral yang memimpin “aksi pendombrengan” diwilayah Tegal.terjadi di Tegal pada tahun 1945-1946 di latar belakangi dengan keadaan masyarakat Tegal yang secara ekonomi sangat memprihatinkan. pengaruhnya begitu besar dengan latar belakang pendidikan yang dia peroleh hanya sampai kelas dua sekolah rakyat. vi . serta sikap yang berani memperjuangkan nasib rakyat dengan mengangkat orang-orang yang berasal dari kalangan sendiri duduk dalam jabatan pemerintah. menuruti segala perintah dan ucapannya adalah kelebihan yang dimilikinya. munculnya kekuatan sosial yang berdasarkan Idiologi dengan munculnya kelompok Leggaong (bandit) adalah bagian dari berkobarnya revolusi sosial di Tegal tahun 1945-1946 berdampak pada kondisi sosial masyarakat.

......... E.............. B.................................................................................................. Tinjauan Pustaka.... Latar Belakang Kehidupan Kutil ....................... A............................................ Pernyataan ................................................................ C..................................... D........................................................................... Masa Kecil ...................................... G........................................................................................................................................................................................................................................... Latar Belakang Masalah....................................................................................................................................................................... Perumusan Masalah............................. Manfaat Penulisan................................................................... H................................................ Persetujuan Pembimbing................................................... Daftar Lampiran ......................... Pengesahan kelulusan........ Daftar Gambar...................................... Tujuan Penelitian............................................ i ii iii iv v vi viii x xii xiii 1 1 6 6 6 7 7 10 14 16 16 vii .............. Metode Penelitian............................................................... Ruang Lingkup Kajian..................................................................................................................................................................... Sistematika Penulisan.............................. Daftar isi.................... BAB II............ Prakata....................... A.............................................. F.. PENDAHULUAN .................................................................DAFTAR ISI halaman Halaman Judul.............................................. BAB I....... Sari ...................... Motto dan Persembahan.........

........................... Munculnya kekuatan Sosial berdasarkan Idiologi.............................................Simpulan .................................................. BAB IV........ Dampak Terhadap Kondisi Politik Masyarakat Tegal........................................ Berkobarnya Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946.. A................................................... C............................................ A... Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 . Masa Sekolah ....................... 3............................................................................ PENUTUP................................ Munculnya tokoh Kutil .................... 1........ D............ Keadaan Masyarakat Tegal tahun 1945-1946....................... Masa Dewasa................................. B........................... B............. BAB V.. DAFTAR PUSTAKA ................. C.............................. Cara Kutil menarik simpati ..................................B.. Dampak Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 ........................................................ E.... C.. A................................................... B................ Dampak Terhadap Kondisi Sosial Masyarakat Tegal..................................... BAB III................................. 2....... Munculnya Kelompok Leggaong (bandit) ........................... Bentuk Kepemimpinan Kutil......... Peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial..... 17 18 23 23 27 33 39 43 43 45 49 55 55 61 68 79 79 81 82 84 viii .................................Saran .. Dampak Terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Tegal......................... LAMPIRAN-LAMPIRAN.

. 106 Lampiran 7: Harian Penghela Rakjat.DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1: Biodata Informan……………………………………………… 84 Lampiran 2: Instrumen wawancara…………………………………………. Jum’at 10 Januari 1947…………………… 115 Lampiran 12: Harian Repoeblik. terhadap pembebasan daerah Pekalongan……………………………………………. Kabupaten Brebes. 1 Januari 1947………………………… 113 Lampiran 11: Harian Repoeblik.. Senin 13 Januari 1947……………………. 120 Lampiran 13: Mingguan Pantja Raja………………………………………….. Lampiran 4: Peta Kabupaten Tegal. Jum’at 11 Oktober 1946……………. 121 ix . Lampiran 3: Foto Penelitian ………………………………………………. Jum’at 11 Oktober 1946……………. 110 Lampiran 9: Harian Penghela Rakjat. 109 Lampiran 8: Harian Penghela Rakjat. 94 Lampiran 5: Risalah rapat GBP3D tanggal 25 November 1945……………. Kabupaten - 85 88 Pemalang ………………………………………………………. 95 Lampiran 6: Turunan Tuntutan Rakyat tiga daerah. Jum’at 25 Oktober 1946……………. 112 Lampiran 10: Harian Soeara Rakjat..

.................... Foto 2: Bapak Tasik ............ 88 88 89 89 90 90 91 92 92 93 x ..........................................................DAFTAR FOTO halaman Foto 1: Bapak Wastap .................................................................................................................................. termasuk di dalamnya Kutil ............. Foto 3: Bapak Roeslim........................................................................yang se-karang dibuat jembatan baru letaknya bersebelahan dengan jembatan yang lama........................... Foto 7: Bapak Mustain ............................................................................................................... Foto 4: Bapak Sachmad Salam ...................................................................................................................... Foto 9: Aliran Sungai gung yang lama ..................................... Foto 8 Jembatan Pesayangan berada di Perojosumarto Desa pesayangan Kecamatan Talang.......................................... Foto 5: Bapak Sadum ............. tempat pembunuhan orangorang yang tidak disenangi dan dilakukan oleh Kutil serta anak buahnya.......................... Foto 6: Bapak Karso................................... Foto10: Tokoh-tokoh Revolusioner Tiga Daerah di penjara Wiragunan Yogyakarta sekitar Desember 1946.................

1989:193) Revolusi kemerdekaan RI merupakan Revolusi politik terhadap stuktur politik baru. menggantikan sistem kolonial. Huru-hara kerusuhan dan kekacauan yang berakhir dengan pemberontakan seringkali mengarah pada persoalan-persoalan yang menyangkut aspek sosial. Latar Belakang Masalah Pada akhir abad XIX. ekonomi. Revolusi sosial yang terjadi ini tidak hanya terjadi di Tegal saja namun meliputi juga wilayah kabupaten Brebes. di Jawa timbul huru-hara kerusuhan dan kekacauan yang memuncak menjadi pemberontakan. Sebab persoalan ini dianggap sangat komplek dan di jadikan dasar suatu kelompok untuk melakukan tindakan tidak puas terhadap tatanan yang ada (Lucas. Hal ini terjadi terutama di daerah pedesaan sehingga fenomena gerakan ini bersifat endemis. Perubahan yang fundamental itu tampak pada perubahan struktur dari masyarakat kolonial/feodal menjadi susunan suatu masyarakat yang lebih demokratis. Pengertian struktur politik ditandai dengan proklamasi kemerdekaan yang berakibat terjadinya perubahan besar dan mendasar pada tahun 1945-1946. 1 . politik. dan kabupaten Pemalang mengakibatkan dampak/perubahan yang fundamental dalam masyarakat. dan agama.BAB I PENDAHULUAN A.

2

Revolusi sosial yang terjadi di Tegal kurang lebih, dua setengah bulan setelah proklamasi kemerdekaan, tepatnya bulan Oktober 1945 berbentuk Gerakan Rakyat atau lebih dikenal dengan sebutan Revolusi Sosial. Revolusi sosial adalah perlawanan yang dilakukan oleh rakyat setempat bertujuan menghapus tatanan lama, misalnya mengganti kepalakepala desa, pamong desa, Camat, Wedana, serta pemerintah Kabupaten (Lucas 2004:147) Gerakan rakyat semakin matang dilakukan dengan melihat kondisi sosial rakyat, sebab setelah terjadi proklamasi, keadaan tidak menjadi lebih baik malah sebaliknya, kelaparan dan kekurangan yang dialami malah semakin bertambah. Berbagai usaha dilakukan untuk memperoleh keadilan, karena rakyat selama ini merasa dibodohi, rakyat selalu saja dibebani pajak dan pungutan maupun pekerjaan (Lucas.2004: 47). Revolusi Sosial tidak hanya terjadi pada bidang politik saja tetapi juga terjadi pada bidang ekonomi dan sosial. Kemunculan tiga kelompok sosial baru di daerah Tegal memberi perubahan pada bidang politik dan sosial. Kelompok ini berpangaruh dan mempunyai peran yang luas dalam gerakan. Kelompok baru ini adalah kelompok agama, kelompok komunis dan kelompok leggaong (bandit). Munculnya kelompok tersebut tentunya membawa gerakan yang dapat memobilisasi rakyat, karena rakyat sebagai unsur terpenting. Kelompok Islam di daerah Tegal menjadi komponen penting dalam perjuangan yang memiliki basis kuat untuk memobilisasi rakyat.

2

3

Pengangkatan K.H. Abu, Suja’I sebagai Bupati Tegal pada bulan November 1945 yang memposisikan ulama sebagai elit birokrasi baru yang menggantikan elit birokrasi lama bupati Sunaryo. Pengangkatan KH. Abu Suja’I mendapatkan dukungan dari rakyat Tegal, walaupun secara resmi pemerintah menolak keberadaanya sebagai Bupati. Kelompok komunis sengaja menggunakan Islam dan ulama sebagai kekuatan ajarannya karena mereka menganggap bahwa dalam Islam secara realistis merupakan kekuatan politis yang besar di Indonesia. Kelompok Komunis, perjuangannya sudah dimulai sejak Sarekat Islam di pekalongan pada tahun 1918. diteruskan oleh gerakan PKI dan Sarekat Rakyat sampai dengan tahun 1926. Di Jawa pemberontakan meletus pada tahun 1927 tetapi baru tercapai pada bulan Oktober sampai November. Peristiwa pemberontakan tahun 1926 ini mengakibatkan banyak pemimpin dari Tegal dibuang ketempat pengasingan Boven Digul di Irian Jaya (Achmad, 1987:10) Tanggal 21 Oktober 1945 diumumkan bahwa PKI berdiri kembali. Di Tegal saat itu juga PKI mempunyai pengaruh yang sangat besar di Jawa dan cabang-cabang sarekatnya mendukung secara aktif. Karesidenan Pekalongan menjadi sebuah pusat dari kegiatan politik yang radikal dan para pengikut PKI di Tegal dan Pekalongan adalah tokoh-tokoh penggerak terkenal dalam pemberontakan melawan belanda tahun 1926 (Kahin, 1990:31) sehingga di Tegal dan Pekalongan menjadi pangkalan kuat kelompok komunis.

3

4

Kelompok Komunis di Tegal membentuk front rakyat yang disebut Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah (GBP3D). Berdiri pada tanggal 16 November 1945 dengan markas di Kantor Partai Sosialis Amir

Syarifudin, cabang Tegal. Kemunculan Lenggaong di daerah Tegal seringkali memberi rasa takut, di desa-desa yang di tempati para Lenggaong, seperti di kecamatan Talang dikenal dengan nama Kutil jagoan yang bernama asli Syacyani. pekerjaannya sebagai tukang cukur yang dianggap mempunyai kekuatan doa-doa dan jimat. Dia di anggap sebagai Ratu Adil sebagai dampak gejala Missianisme. Gerakan Tiga Daerah disebut-sebut sebagai “Negara Talang” dan Kutil berperan sebagai perantara antara kelompok agama dengan kelompok lenggaong serta mempunyai peran politik. Pengaruh Kutil dalam Revolusi sosial adalah melakukan protes sosial dengan memimpin aksi “dombreng”, aksi “dombreng” sama artinya dengan tindakan mengarak dan mengerahkan massa sebagai bentuk kebencian rakyat terhadap pangreh Praja. Sikap pemerintah daerah yang kurang tegas yang masih memegang tradisi lama yang selalu menunggu perintah dari atas atau pusat adalah alasan rakyat menginginkan pergantian pejabat pangreh praja. Karena rakyat menginginkan pejabat dari kalangan sendiri, orang-orang yang mereka pilih sendiri, orang-orang yang memperjuangkan kemerdekaan mereka, memperhatikan kesejahteraan mereka. Lenggaong atau perbanditan selalu memperkuat militansinya

4

tanpa diketahui oleh orang lain. ugal-ugalan. peristiwa itu 5 . tidak berinisiatif dan sikap kepatuhan seorang abdi yang terpuruk oleh latar belakang pendidikan kolonial belanda yang diperolehnya. Awal pemberontakan terjadi dimulai dengan dibunuhnya seorang anggota polisi setempat oleh sekelompok orang yang marah. dengan melakukan penyusupan. meskipun bentuknya tradisional gerakan ini mempunyai struktur dan pemimpin.5 dengan kekuatan magis keagamaan yang di pandang sebagai resistensi sosial. terutama tindakan-tindakan komplotan kutil yang bergaya mirip koboy. Karena sikap menunggu yang di tunjukan oleh elite birokrat itu mencerminkan sifat ragu-ragu. Juni 2006) Sikap menunggu perintah yang sudah menjadi pola elite birokrat adalah alasan yang kuat awal terjadinya pemberontakan. struktur itu menunjukan hubungan antara satu bagian dengan bagian lain yang merupakan ikatan atas bawah dan mempunyai tugas yang berbeda-beda. Kelompok Kutil melakukan kegiatan bawah tanah yang bersifat tertutup. Situasi daerah Tegal dalam penguasaan Kutil ketika itu lebih menjurus kearah anarkhis. berseragam polisi negara lengkap dengan pistol serta adanya pengangkatan oleh dirinya sendiri sebagai kepala kepolisian (Wawancara dengan bapak Karso.

Bagaimana Latar Belakang Kehidupan Kutil 2. Perumusan Masalah Dari uraian di atas alasan penulis memilih judul Kutil Tokoh Lokal dalam Revolusi Sosial di Tegal 1945-1946 1.6 terjadi karena polisi tersebut secara tidak adil menangkap pedagangpedagang dan menyita barang dagangannya. Tidak ada yang membayar untuk pembagian itu dan tidak ada catatan tentang jumlah pembagian itu. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah: 1. B. Kelompok yang diketuai Kutil dibentuk untuk membagi-bagikan tekstil timbunan Jepang di pabrik gula diluar kota. Ingin mengetahui bagaimana latar belakang kehidupan Kutil 2. Bagaimana Bentuk Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 3. Camat Talang mendapat 14 gulung tekstil oleh KNI di bagikan kepada mereka yang membutuhkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. tetapi Kutil menginginkan pembagian di dasarkan asas “ Sama rata sama rasa”. Pendistribusian kain yang tidak adil di Talang juga merupakan faktor awal terjadinya pemberontakan. Seberapa besar Peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial C. Ingin mengetahui bagaimana bentuk Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 6 .

ikut andil dalam Revolusi sosial yang terjadi di Tegal tahun 1945-1946. Ingin mengetahui seberapa besar peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial D. 3. Manfaat penulisan 1. Memperluas cakrawala dan mendalami gerakan sosial di Tegal sebagai salah satu bagian dari gerakan Tiga Daerah. Skope Temporal 7 . E. Ruang Lingkup Kajian Agar dalam pembahasan ini tidak terjadi kesimpangsiuran dan mudah diuraikan secara jelas serta sistematis. b. Skope Tematikal Skope ini merupakan pembatasan agar dalam penulisan tidak keluar dari tema yang telah ditetapkan sebelumnya. Dapat memberi gambaran pengetahuan bahwasanya perlu adanya pengangkatan tokoh-tokoh yang memang berjasa atau berperan. Ruang lingkup ini meliputi: a. 2. maka perlu adanya pembatasan dalam membahas suatu permasalahan . oleh karena itu dalam penulisan ini perlu dibatasi ruang lingkup kajiannya.7 3. Dalam penulisan mengambil tema tentang Tokoh Kutil dalam peristiwa tiga daerah. Dengan penulisan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada sejarah tentang pergerakan sosial di daerah Tegal sebagai studi sejarah lokal.

Lucas yang berjudul One Soul One Struggle setelah sebelumnya menulis Peristiwa Tiga daerah pada tahun 1986 Dalam bukunya. F. one soul one struggle (peristiwa tiga daerah seri revolusi) Anton Lucas menambahkan sumber-sumber baru yang sifatnya hanya melengkapi bukunya yang pertama. namun juga dengan mengembangkan kalimat sendiri. susunan dari setiap babnya pun sama. berani menyampaikan aspirasi lewat tulisan yang berupa kritikan dan sindiran. Tinjauan Pustaka Dalam tema yang berjudul Kutil Tokoh Lokal dalam Revolusi Sosial di Tegal 1945-1946. isinya sama bagian setiap babnya. Dilihat dari isinya antara buku yang pertama dan kedua tidak banyak mengalami perubaha. Namun secara keseluruhan isi dari 8 . Data dan sumber-sumber yang digunakan juga jauh lebih banyak sehingga menambah faliditas data yang coba untuk diungkapkan. Buku utama yang dijadikan acuan adalah Anton E. Dalam penulisan ini yang diambil adalah kurun waktu tahun 1945 sampai dengan tahun 1946. Isi buku secara keseluruhan antara bukunya yang pertama yang terbit pada tahun 1986 dengan bukunya kedua yang terbit tahun 2004 tidak banyak mengalami banyak perubahan.8 Skope temporal yaitu yang berhubungan dengan kurun waktu atau kapan peristiwa itu terjadi. tulisannya lebih jujur mengungkapkan fakta atau kenyataan yang ada di lapangan. tulisannya dalam bukunya yang kedua jauh lebih berani.

kesadaran revolusioner bayangan bagi kenyataan. Buku kedua yang dijadikan acuan adalah buku yang ditulis Timur Mahardika tahun 2000 adalah buku yang berjudul Gerakan Masa. oposisi dan perlawanan. 9 . Gerakan ini mengupayakan demokrasi dan keadilan secara damai. disana dijelaskan peranan Lenggaong dalam revolusi sosial. front persatuan di Tiga daerah. sama halnya dengan gerakan sosial yang terjadi di Tegal adalah gerakan yang terjadi akibat problem masalah yang dialami masyarakat Tegal pada waktu itu. menceritakan secara urut mulai dari kaum Nasionalis dan elite birokrasi di Pekalongan sebelum perang. pengalaman masa Jepang: Swasembada penunjang Jepang. Pada bagian lain yang juga membantu penulis adalah pengadilan peristiwa tiga daerah yang akhirnya memutuskan Kutil dihukum mati. termasuk juga tokoh Kutil juga banyak diulas dibagian ini. Serta revolusi yang terjadi di kota-kota Kabupaten. beban ekonomi yang berat. serta proklamasi kemerdekaan dan berakhirnya kekuasaan Jepang. gerakan ini dilakukan oleh rakyat. Pada bab lima bagian dari buku ini adalah bagian yang sangat membantu penulis.9 buku ini tetap menarik. walaupun sebagian besar sumber yang diperoleh adalah berasal dari sumber lisan. peranan militer dalam revolusi lokal adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan. Buku ini. Pada bab enam dijelaskan masa-masa kacau. Secara prinsip merupakan gerakan yang lahir dari problem-problem yang ada dalam masyarakat.

karena dalam buku tersebut dijelaskan bahwasanya suatu gerakan yang dilakukan oleh rakyat pastinya membutuhkan pemimpin yang di dukung sepenuhnya oleh rakyat. Organisasi yang solid berdisiplin. pengendalian dalam suatu gerakan yang terorganisir. Kelebihan buku ini. gagasan logistik untuk mencapai gerakan yang terorganisir bukan saja membutuhkan: 1. pengaturan. Di dalam buku ini dijelaskan pula bahwasanya suatu gerakan yang terorganisir mensyaratkan adanya pengelolaan. 2. pada buku yang di tulis Timur Mahardika tahun 2000 buku ini sangat membantu karena di sana dijelaskan bagaimana pengelolaan. Kekurangan buku ini. cara penulisannya juga kronologis. kebanyakan yang dibahas adalah gerakan masa yang terjadi pada 10 . Kecakapan aktivitasnya (kader) dalam menggalang dan mengembangkan sumberdaya dan jaringan kerja namun juga. atau bahkan meningkatkan kualitas protes mereka. kepemimpinan yang efektif. pengaturan. Jadi Buku Gerakan Massa bisa juga dijadikan acuan/dasar pemikiran penulis.10 Dalam gerakan rakyat di dalamnya muncul gerakan Elite adalah merupakan upaya yang di lancarkan oleh kalangan elite yang di tunjukan dengan maksud memperkuat posisi mereka. disana juga dijelaskan pula pemimpin suatu gerakan juga pastinya mempunyai susunan walaupun bentuknya masih tradisional. pengendalian dan sinergi antar berbagai komponen yang ada berupa sumber daya manusia.

dan ternyata gerakan sosial apapun pasti membutuhkan pemimpin walaupun bentuknya sederhana. Adapun proses metode sejarahmeliputi empat tahap. penulis menggunakan metode Kepustakaan. Untuk mendapatkan sumbersumber tersebut yang berupa buku-buku. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik antara lain: a. Sumber tersebut kemudian diseleksi dan diambil yang mempunyai kesesuaian dengan topik penelitian. metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan sejarah masa lampau (Gottschalk 1975:32). kegiatan ini terutama ditujukan untuk menemukan dan menghimpun data sejarah dengan mencari sumber yang berupa sumber tertulis dan sumber kebendaan. historiografi. Metodologi Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Metode sejarah.11 masa reformasi. 1988:18). dokumen dan arsip (yang 11 . 1. Studi Kepustakaan Dalam menghimpun data. yaitu: Heuristik (pengumpulan data). Metode kepustakaan dilakukan untuk mencari koleksi yang ada di perpustakaan dalam mengumpulkan sumbersumber sejarah yang relevan dengan topik penelitian. G. interpretasi. Heuristik Heuristik adalah usaha untuk menelusuri jejak-jejak sejarah sebagai langkah permulaan dari prosedur kerja para sejarawan (Widja. kritik sumber.

Perpustakaan UNNES b. 2. 3. Dalam melakukan wawancara diperlukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Wawancara Teknik wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan sumber sejarah yang benar-benar dapat dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan dari para pelaku sejarah ataupun saksi sejarah. Perpustakaan Jurusan Sejarah UNNES c. b. Pengolahan hasil wawancara. Menetapkan serta menghubungi tokoh-tokoh peristiwa. Perpustakaan Wilayah Jawa Tengah d. Kritik Sumber 12 . Membuat Interview Guide yaitu menyusun rambu-rambu pertanyaan yang akan digunakan dalam wawancara. Musium Mandala Bhakti Semarang.12 berupa majalah dan Koran yang terbit pada tahun itu) Peneliti mendatangi tempat-tempat sebagai berikut: a. Pelaksanaan wawancara. dilakukan setelah diadakan perjanjian dengan tokoh yang dimaksud 5. Pengaturan waktu dan tempat wawancara 4. Dalam teknik wawancara ini dilakukan tanya jawab dengan penduduk atau masyarakat di wilayah Tegal yang tentunya sumber lisan ini dapat dipercaya kebenarannya. 2.

kapan sumber itu ditulis. kritik dibagi menjadi dua yaitu: Kritik Intern Merupakan uji validitas dengan kredibilitas sumber yang berupa penilaian Instrinsik. misalnya sumber asli berupa bangunan 13 . Apabila penulis menemukan buku-buku yang memuat/membahas tema/topik tentang Kutil dan Revolusi sosial. Tujuan dari pengujian adalah untuk mengetahui apakah data/sumber sejarah yang diperoleh dapat dipercaya. menguji dilakukan dengan cara membandingkan antara data yang satu dengan data yang lain. Kritik Ekstern Merupakan uji otensitas/keaslian melalui kesaksian sumber yang berupa sumber yang dikehendaki sumber itu turunan/asli melalui dokumen seperti surat kabar yang terbit pada waktu itu. keaslian dan kebenarannya untuk di gunakan dalam penelitian. untuk memahami jarak waktu peristiwa sejarah terjadi dengan kapan ditulisnya sumber/data asli.13 Kritik sumber adalah merupakan usaha untuk menilai sumber mengenai bentuk dan isinya dan menguji kebenaran dan keaslian sumber. kesaksian sumber berkaitan dengan persoalan apakah sumber itu dapat memberikan informasi yang dapat dipercaya tentang masalah yang diselidiki. maka buku tersebut bisa penulis pakai sebagai sumber untuk selanjutnya tulisan-tulisan tersebut diadakan uji otentitas.

penafsiran/fakta tidak dipengaruhi kepentingan pribadi dan golongan serta politik karena akan mengakibatkan subyektifitas sumber. yang memperhatikan prinsip realisasi (cara membuat urutan peristiwa) prinsip kronologi (urutan waktu) prinsip kausalitas (hubungan sebab akibat) dan kemampuan imajinasi (kemampuan untuk menghubungkan peristiwa-peristiwa yang terpisahkan menjadi satu rangkaian yang masuk akal dengan bantuan pengalaman). 14 . fakta yang diperoleh harus benar-benar nyata.14 peristiwa tiga daerah. sehingga dapat mengetahui proses periodisasi dan proses seleksi sejarah dilihat berdasarkan hasil wawancara dan obserfasi lapangan kejadian Revolusi sosial di Tegal 4. 3. sehingga terjadi suatu rangkaian yang sistematis dan masuk akal dalam arti yang berkesesuaian. maka penulis bisa mengetahui bahwa memang ada aktifitas dari gerakan sosial di Tegal. Interpretasi Interpretasi adalah proses penafsiran sumber/fakta untuk menilai secara obyektif dan menafsirkan secara tepat diperlukan jarak antara subyek dan fakta. Historigrafi Historiografi merupakan satu penulisan/penyajian yang sistematis dalam bentuk cerita.

15 . manfaat penulisan. tujuan penulisan. metode penelitian. Berisi pengantar yang terdiri dari Latar belakang permasalahan.15 Dalam penelitian ini peristiwa revolusi sosial yang terjadi di Tegal tahun 1945-1946 dilakukan atas dasar urutan peristiwa yang jelas mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan menghubungkan satu peristiwa lain yang saling berkaitan. munculnya kelompok Leggaong (bandit). tinjauan pustaka dan sistematika penulisan. Bab IV Peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial Menjelaskan tentang munculnya tokoh Kutil. cara Kutil menarik simpati dan bentuk kepemimpinan Kutil. Sistematika Penulisan Skripsi Dalam penelitian yang akan penulis lakukan adapun sistematikanya sebagai berikut: Bab I Pendahuluan. Bab II Latar Belakang Kehidupan Kutil Membicarakan tentang kehidupan Kutil Masa kecil. H. ruang lingkup kajian. ekonomi dan politik masyarakat Tegal. munculnya kekuataan sosial berdasarkan idiologi. sekolah dan masa dewasa Bab III Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 Menjelaskan tentang keadaan masyarakat Tegal tahun 1945-1946. melatar belakangi berkobarnya revolusi sosial di Tegal tahun 1945-1946 yang berdampak pada kondisi sosial.

16 Bab V Penutup Berisi tentang kesimpulan dan saran dari uraian bab-bab sebelumnya yakni sebagai jawaban atas permasalahan yang diajukan. 16 .

Hal ini disebabkan adanya penambangan pasir dan batu kali oleh masyarakat sekitar sebagai bahan bangunan. Dahulu kala Kaligung letaknya tidak di Perpil. karena merupakan air yang berpasir dan dijadikan sumber air bagi penduduk yang berada disekitar aliran sungai. Kaligung merupakan sumber mata air dari masa ke masa. Ia adalah anak kedua seorang pedagang emas dari Taman dekat Pemalang menurut anggapan umum dia berasal dari Madura. Pada masa dulu Kaligung airnya masih sangat jernih. Dalam bahasa jawa yang berarti “Bintil Kecil” (yang menempel di kulit). Atau bisa juga di artikan “pencopet”. Kali tersebut digunakan sebagai jalur perdagangan. Ia diberi nama sebutan Kutil karena memang Sakyani kecil raut mukanya berbintil-bintil berwarna hitam. yang mengalir dari gunung sampai laut melewati daerah Kabupaten Tegal. Sebelum sampai di Perpil Kaligung berada tepat belakang rumah Kutil. Masa Kecil Kutil bernama asli Sakhyani. namun demikian nama itu tetap melekat padanya. terbukti dengan banyaknya kapal-kapal yang singgah dan 16 . Secara kelakar dia di juluki “orang seberang” karena dia tidak tinggal di Talang melainkan di Dukuh Pesayangan di seberang Kaligung sebab itu Ia disebut orang seberang. Sesudah dewasa bintil-bintil itu hilang.BAB II LATAR BELAKANG KEHIDUPAN KUTIL A. Tapi sekarang Kaligung adalah sungai yang sudah dalam dengan kondisi air yang kotor dan keruh.

Sekolah Rakyat adalah sekolah yang didirikan oleh pemerintah Jepang khusus untuk anak-anak pribumi (orang Indonesia). Disamping itu pula dahulu di sekitar tempat tinggal Kutil dijadikan sebagai dermaga pelabuhan. Sekolah Rakyat diperuntukan untuk orangorang pribumi yang mau belajar. 2004:153) B. sedangkan tulisan tangannya hampir tidak terbaca. Tinggalnya yang diseberang sungai Gung yang menyebabkan asal mula timbul kekaburan mengenai julukan yang dikaitkan dengan asalnya yang dari Madura. (Lucas. sama seperti anak-anak yang lainnya bahkan dia memperoleh pendidikan hanya sampai kelas dua Sekolah Rakyat akibatnya Ia hanya bisa membaca dan menulis sedikit. Namun pada saat kutil di Pesayangan kaligung sudah berpindah letaknya lebih jauh dari jalan raya yang dikenal dengan sebutan jalan Perpil. Juni 2006). Sekolah Rakyat merupakan . Sekolah Rakyat pada saat itu setingkat dengan SD sekarang. Selain itu juga orang-orang Madura di Jawa dianggap memiliki sifat yang keras sehingga sesuai dengan perwatakan Kutil sebagai anak yang nakal “bangor” (dalam logat Tegal) Ia jarang menuruti orang tuanya. itu terbukti dengan adanya tali-tali besar kapal yang dililitkan dipaku besar sebagai pengait (wawancara dengan Bapak Taim. Pemindahan Kaligung ke Perpil lebih disebabkan karena sering terjadi banjir yang cukup besar kadang airnya meluap sampai sekitar depan pasar (wawancara dengan Bapak Taim. mereka datang ke sekolahpun karena pegawai desa mengajak dan mengumumkannya di jalan-jalan. Juni 2006). Masa Sekolah Pendidikan Kutil. Di Jawa orang Madura dan orang yang berasal dari luar Jawa disebut orang seberang.17 berlabuh.

Kecamatan Talang pada waktu itu hanya mempunyai satu Sekolah Rakyat yaitu di Ekoproyo (wawancara dengan Bapak Karso. dia pindah ke Talang menempati sebuah rumah di Dukuh Pesayangan yang dibeli ayahnya untuk cucu-cucunya. Pangkalan cukur Kutil mengenakan tarif yang cukup mahal bagi pelanggannya. Bagi orang biasa itu ibarat uang sabendung. Disamping meja cukurnya. Yang diajarkan diantaranya untuk kelas satu diajarkan Huruf Jawa. pola pendidikannya terdiri dari pendidikan militer. C. kelas dua diajarkan Huruf Latin. Orang yang cukur dikenakan biaya 5 sen. baca tulis dan olah raga orang-orang jepang. Sekolah rakyat dahulu dalam satu Kecamatan hanya ada satu sekolah saja . tidak ada hal yang istimewa dalam dirinya. Juni 2006) Masa kecil Kutil dilewati sama seperti anak-anak yang lain. Pangkalan cukur Kutil menjadi satu-satunya pangkalan cukur yang ada di daerah itu. Sekolah Rakyat yang diperuntukan khusus untuk anak-anak Pribumi.18 sekolah dengan gaya pendidikan orang-orang Jepang. tukang cukur yang lainnya di desa itu lebih baik angkat kaki cepat-cepat. Masa Dewasa Waktu Kutil dewasa. pola-pola yang diajarkan adalah pola-pola yang biasa digunakan oleh orang-orang jepang. nilainya tinggi sekali. Sambil meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai tukang emas kecil-kecilan Ia membuka tempat pangkas rambut di desa Kajen yang terletak di pinggir jalan raya selatan Tegal. Tentu saja ini menyebabkan dari pada berkelahi dengan dia. Orang-orang yang cukur padanya kebanyakan . membaca huruf Abjad dan bahasa Melayu diajarkan kelas empat. tidak bayar. ada sebilah pedang panjang (gobang) tergantung di dinding di sebelah kaca.

orang Madura terkenal sebagai suku bagsa yang mempunyai adat istiadat yang keras. kota Bandung adalah kota yang paling besar memesan emas ataupun perak dari daerah ini (wawancara dengan Bapak Taim. Juni 2006). keras dalam tutur katanya. tetapi kalah “hanya satu suara saja” selama masa pendudukan Jepang Kutil terkenal dengan kebolehannya karena dia mudah memperoleh barang-barang yang sulit didapat. Kebudayaan dan adat istiadatnya telah banyak dipengaruhi oleh kebudayaan luar. karena latar belakangnya yang berasal dari Madura membawa pengaruh watak yang keras. sendok dan suku cadang sepeda). gunting. Pada tahun 1937 Kutil mencalonkan diri dalam pemilihan lurah Desa Kajen. Sifat kreatifnya didukung karena Desa Pesayangan adalah desa yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai tukang emas. Watak dan sifat Kutil sudah terbentuk sejak kecil. diantaranya adalah membeli barang-barang bekas di rumah-rumah untuk dijual kembali. misalnya batu korek api. Menurut Kuntowijoyo. meskipun demikian masih menampakkan nilai-nilai aslinya. Hal tersebut tercermin dalam kehidupan masyarakat desanya yang memiliki ikatan yang berdasarkan kekerabatan dan teritorial. kerajinan logam (seperti pembuatan pisau.19 anak-anak cina dan pegawai pegadaian (wawancara dengan Bapak Wastap. Juni 2006). Kutil termasuk orang yang kreatif senantiasa berusaha mengembangkan usahanya. pengrajin kuningan. tetapi mereka juga merupakan pekerja yang bersungguh-sungguh dan suka berterus terang. Dari jaman Kutilpun masyarakat Pesayangan sudah berdagang sampai keluar kota. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari .

dua anaknya laki-laki bernama Khambali dan Sapi’i dan dua anak perempuannya bernama Fatimah dan Rokhmah. dimana orang pantai cara berbicaranya lebih keras. itu yang akan dimakan terlebih dahulu. emosinya masih sulit dikontrol.20 mereka sangat senang bekerja. Ia menikah dengan orang asli Pesayangan bernama Was’ah dan mempunyai empat orang anak.Watak orang Madura terbentuk karena dipengaruhi oleh letak geografis Madura yang berada di daerah pantai. Mereka melarikan diri dan pulang ke Tegal dengan terlebih dahulu membunuh penjaga penjara (orang belanda) dengan menggunakan perahu. memiliki perasaan persaudaraan yang kuat. Nilai-nilai keislaman pada waktu itu memang kuat. perompokan yang terjadi umumnya kejahatan yang lebih mengerikan. Istrinya pada waktu itu membuka warung makan di depan rumah bersebelahan dengan pangkalan potong rambut suaminya (Wawancara dengan Bapak Taim. lebih sadis dan tingkat kesulitan ekonominya lebih tinggi. Sifat membunuh sudah Kutil tunjukkan dari dahulu ketika dalam perjalanan ketiga orang itu berjanji “Nanti kalau lapar. diantara kita siapa yang akan dibunuh. dan gotong royong yang sangat mendalam(Sairin 2002:83). Dia sering pulang kerumah lewat tengah malam tanpa diganggu penyamun yang berkeliaran dikawasan itu (Lucas 2004:153). terlihat dari penuhnya masjid .” Perkataan Kutil menunjukkan bahwasanya sifat Kutil tega membunuh walaupun itu temannya sendiri. Petualangan Kutil dimulai dengan dibuangnya dia beserta dua orang temannya yaitu Slamet dan Washari ke Digul dalam perjuangan Sarekat Rakyat. Juni 2006) Kutil sebagai guru agama biasa bepergian jauh dengan sepeda untuk memimpin pengajian al-Qur’an.

Mereka sholat sampai di halaman depan Masjid (wawancara dengan Bapak Wastap. Kutil menganut paham sama rasa. misalnya jika di jalan dia mengucapkan salam MERDEKA! Namun tidak menjawab. Juni 2006). Juni 2006). menggunakan istilah itu dalam arti lama yang berarti orang suci. Pemikiran Kutil yang pertama adalah ingin mengganti pejabat-pejabat lama dan orang-orang golongan Pangreh Praja dengan orang pilihannya.21 maupun Mushola yang dipadati dengan banyaknya orang sholat. orang itu langsung dibunuh (wawancara dengan Bapak Ruslim. sama rata semua orang sama. Menghapus kemiskinan. Tidak ada yang dibedakan dan pengistimewaan bagi sekelompok golongan. Di jalan-jalan banyak sekali ditemui orang-orang yang kelaparan perutnya kempes. Penduduk setempat menyebutnya santri. rakyat menderita kelaparan. terlebih jatah beras. ingin mendirikan dan merebut kekuasaan Kabupaten dan Tiga Daerah. orang yang ditunjuknya. Segala keputusan dan tindakan pejabat-pejabat itu dirasa sangat lamban karena selalu menunggu perintah dari atasan dan masih menganut sistem penjajahan. Dia ingin . karena pada tahun 1945 masa awal kemerdekaan. yang terlihat hanya tulang dan kebanyakan dari mereka akhirnya meninggal. Dia menganggap mereka adalah penghianat bangsa. Pemikirannya yang lain ialah. Golongan pejabat ataupun Pangreh Praja mendapat jatah yang sama. Kutil selalu mengucapkan “Assalamualaikum” bila memasuki rumah. kendati dia tidak selalu menjalankan ibadah sholat lima kali sehari. Selain itu Kutil juga menindak orang-orang yang menghina Republik. mereka adalah pejabat yang ditunjuk dan diangkat oleh penjajah. mengakhiri penderitaan masyarakat dengan membagi rata jatah yang diberikan oleh pemerintah baik jatah bahan pakaian.

menjatuhkan pemerintahan yang ada. Membuat pemerintahan sendiri diatas pemerintahan yang sah pada waktu itu. Juni 2006). Masyarakat pada waktu itu menginginkan pemerintahan Rakyat. Dia bercita-cita memerintah penuh dan memiliki wewenang dalam mengambil keputusan bahkan membuat peraturan sendiri yang nantinya menjadi hukum yang berlaku dalam masyarakat. Tindakan maupun keputusan yang mereka ambil juga dirasa sangat lamban karena menunggu terlebih dahulu perintah dari atasan. Pemikiran Kutil lahir dari penderitaan yang Ia alami.22 menjadi seorang pemimpin Tiga Daerah. Pemikiran Kutil yang semata-mata untuk tujuan rakyat kesejahteraan masyarakat. Bagaimana beratnya hidup dijajah dan kini setelah Indonesia merdeka. Kemiskinan dimana-mana. (wawancara dengan Bapak Karso. pemerintahan yang ada adalah untuk kesejahteraan rakyat. disambut gembira oleh Rakyat karena mereka menganggap Kutillah yang akan merubah nasib mereka jauh lebih baik. apa yang dimiliki negara adalah milik rakyat. seperti pabrik tekstil dan gudang padi. perusahaan-perusahaan. gerakannya bersifat ekstrim dan tidak berperikemanusiaan. . gudang-gudang gula dan padi disegel rakyat. Tindakan yang dilakukan Kutil diantaranya. Ia tidak mengakui pemerintahan yang sah. Idiologinya sepaham dengan Komunis. yaitu Pemerintahan Republik Indonesia. keadaan masyarakat tidak berubah malah sebaliknya banyak masyarakat yang meninggal karena kelaparan. aparatur-aparatur pemerintah juga ditunjuk dan diangkat oleh rakyat. sedang jatah pakaian dan terutama beras tidak dibagikan secara merata.

Karena mereka sebangsa dengan Nabi bahkan mereka 16 . Hal ini dikarenakan penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Jepang dilakukan secara menyeluruh dan mendalam. Dalam perubahan tersebut terdapat golongan yang naik status sosialnya misalnya golongan elit intelektual. adanya kebijakan pemerintah militer Jepang merubah sendi-sendi pemerintahan tradisional di desa maupun perekonomian desa. kebiasaan tingkah laku serta perubahan mereka. Perubahan ini diwujudkan dalam hubungannya dengan pemimpin setempat dengan rakyat yang berakar pada sifat-sifat feodal yang mulai longgar.BAB III REVOLUSI SOSIAL DI TEGAL TAHUN 1945-1946 A. sosial. Pada masa itu terjadi perubahan-perubahan diberbagai aspek kehidupan ekonomi. Keadaan masyarakat Tegal tahun 1945-1946 Kondisi masyarakat Tegal awal Revolusi sosial secara ekonomi mengalami tekanan yang sangat berat. adapun golongan yang status sosialnya turun. Daerah Tegal terkenal dengan penduduknya yang hampir seluruhnya beragama Islam dan sangat fanatik. Struktur otoritas tradisional didaerah pedesaan yang telah berjalan bertahun-tahun turut berubah. Kefanatikannya terlihat nyata pada adat istiadat. Para kepala desa yang ada di Tegal hanya dijadikan sebagai alat didalam penyampaian kebijakan dari pemerintahan Jepang. Di Slawi karena fanatiknya sekalipun bermain sepak bola tetap memakai sarung tidak boleh memakai celana. budaya maupun politik. Orang arab saat itu mendapatkan tempat yang lebih tinggi dimata masyarakat.

para pedagang kaya dan selebihnya para petani yang berdiam di desa. Dalam masa pemerintahan Belanda hampir diseluruh sawah daratan rendah ditanami tebu untuk mencukupi kebutuhan pabrik gula itu sesuai dengan target yang telah ditentukan. Mereka terdiri dari orang kaya yaitu para pangreh praja. karena adanya pengairan yang baik dari sungai-sungai yang melewati daratan itu sehingga ditanami padi dan polowijo di musim kemarau. Pertanian merupakan mata pencaharian rakyat yang terutama di daerah Karesidenan Pekalongan.17 dianggap keturunan Nabi sehingga mendapatkan sebutan “ Ndoro Tuan Syeh “ untuk menghormati mereka (Wawancara dengan Bapak Mustain. selain suku pribumi (Jawa) terdapat golongan-golongan penduduk bagsa Cina (Tionghoa) dan Arab. Sawah-sawah yang lain ditanami tebu untuk memenuhi kebutuhan pabrik gula yang terdapat didaerah itu. Mereka sebagian besar adalah pedagang dan bertempat tinggal di kota atau dilingkungan pemukiman orang Belanda. Di daerah pantai tanahnya kurang subur karena mengandung garam sehingga dapat menanam kelapa. . Baik sebagai petani penggarap atau buruh tani ataupun sebagai pemilik sawah atau tanah. Mereka memegang peranan penting dibidang perekonomian. bunga melati untuk memberi aroma teh dan polowijo. Diantara golongan-golongan bangsa tersebut suku Jawa merupakan penduduk pribumi yang sebagian besar dari mereka hidup di pedesaan dan sedikit sekali yang hidup di kota. Bangsa Cina (Tionghoa) pada waktu itu sangat dipercaya sebagai kaki tangan pemerintah Hindia Belanda. Di daerah daratan rendah keadaan tanahnya subur. Juni 2006) Penduduk Tegal terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. lurah.

Didalam pemerintahan Belanda kopi merupakan hasil ekspor utama didaerah ini disamping teh dan gula. beri-beri. Bangsa Jepang juga memperhatikan mereka dalam hal olahraga yang menyeluruh dari kota sampai desa adalah merupakan perhatian mereka terhadap kesehatan jasmani dan rohani bagi rakyat Indonesia. Pinus. Tetapi dibalik perhatian Jepang ternyata ketentuan wajib militer ini meliputi seluruh lapisan usia dari anakanak sampai yang tua akhirnya menimbulkan kehidupan sosial yang memburuk. selain perikanan penduduk juga mengusahakan ternak. Penyakit kulit menjadi penyakit yang memasyarakat dikalangan rakyat. menjadikan mereka pemimpin di perusahaan-perusahaan yang semula dipegang oleh bangsa Belanda. kayu jati. menghapuskan jurang pemisah didalam bidang pendidikan antara bangsa asing dengan penduduk pribumi. Bangsa Jepang datang mula-mula memperhatikan kehidupan sosial seperti menggunakan tenaga-tenaga bangsa Indonesia untuk menjalankan pemerintahan. teh. Penduduk Tegal yang lain bermata pencaharian sebagai nelayan dikarenakan wilayah Tegal bagian utara adalah lautan dan pantai penghasil perikanan. Hal ini berarti menaikkan tingkat kehidupan bangsa Indonesia. Tidak hanya penyakit kulit. karet. busung . kina dan panili. Keadaan ekonomi yang buruk berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat yang cukup memprihatinkan. Selain itu latihan-latihan kemiliteran yang diberikan kepada pemuda-pemuda Indonesia telah memberikan kepercayaan yang besar dalam diri mereka yang akan sangat berguna untuk perjuangan dalam merebut kemerdekaan.18 Daerah pegunungan merupakan daerah yang subur dengan hasil pertanian seperti kopi.

sebagai gantinya Jepang mendirikan beberapa organisasi kepemudaan. Pada masa pergerakan nasional sudah muncul beberapa organisasi politik yang berjuang untuk kemerdekaan dan melepaskan diri dari penjajahan Jepang. Namun pada masa itu Jepang melarang pembentukan organisasi politik. dampak pendudukan Jepang didaerah Tegal juga dalam bidang keorganisasian. Selain dalam bidang pemerintah. Hal ini terbukti dengan pengangkatan kepala desa berdasarkan kriteria tertentu dan melalui serangkaian prosedur tes dan seleksi hal ini bertujuan agar kepala desa mengerti Administrasi pemerintah dan sekaligus menyingkirkan orang-orang yang tidak mendukung pemerintah Jepang. Kondisi politik masyarakat Tegal setelah kedatangan balatentara Dai Nippon di Indonesia mengalami perubahan-perubahan yang mendasar dalam bidang hukum dan politik. pemerintahan Jepang segera membubarkan seluruh organisasi politik yang ada. dalam bentuk pemecatan untuk menyingkirkan orang-orang anti Jepang dan kompromis terhadap barat. Pelatihan dan Indokrinasi dilakukan oleh Jepang sedangkan politik imbalan dan hukum yang dilakukan. Dalam bidang politik.19 lapar maupun kudisan yang merajalela bahkan hampir setiap hari terdapat orang yang meninggal akibat kelaparan. campur tangan dari pemerintah terhadap korp pangreh praja merupakan bentuk dari salah satu penetrasi politik dan depolitisasi terhadap lembaga-lembaga politik tradisional pedesaan. . Pemerintahan militer Jepang dengan orientasi ekonominya telah melanggar batasbatas otonomi dari pemerintahan desa.

. Pelatihan-pelatihan yang diikuti oleh para pemuda merupakan keuntungan bagi bangsa Indonesia. misalnya Peta yang dibentuk oleh Jepang. sebenarnya gejolak pedesaan yang tidak hanya terjadi di Tegal saja namun. Munculnya kekuatan Sosial berdasarkan Idiologi Revolusi sosial yang terjadi di Tegal kurang lebih tiga bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Mobilitas tersebut dalam bentuk barisan Sainendan. Penderitaan akibat penjajahan Jepang serta latihan-latihan militer mengubah sikap hidup dan pandangan rakyat Tegal. untuk melawan penjajah. Keibodan. Pemuda Tegal mulai berjiwa reaksioner terhadap semua yang berkenaan dengan kebijakan Jepang. terjadi juga di daerah-daerah lain seperti di Pekalongan dan Pemalang. Budaya Jawa yang selalu pasrah dan menerima apa adanya tidak dianut lagi oleh sebagian pemuda. B. Dampak dari pembentukan organisasi tersebut adalah keterampilan dalam penggunaan senjata dan sikap kedisiplinan yang selalu digembleng dalam latihanlatihan. Heiho dan Peta. Mereka tidak sepenuhnya patuh pada Jepang. Revolusi tersebut adalah merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pemerintahan yang ada pada saat itu. tetapi dibalik semuanya mereka juga melatih para pemuda-pemuda yang lainnya setelah menyelesaikan tugasnya.20 Mobilisasi pemerintah Jepang terhadap para pemuda Tegal dilakukan secara besar-besaran dalam program cadangan bagi kepentingan militer Jepang. Para pemuda yang dilatih militer pada akhirnya akan berbalik melawan pemerintahan Jepang demi kepentingan perjuangan kemerdekaan.

Tetapi karena pada tahun 30-an sewaktu mereka kembali dari Digul/penjara lain. Pada tahun 1945 mereka menggunakan kesempatan untuk merombak struktur pemerintahan yang lama ke arah yang lebih demokratis. Gerakan ini dapat terbagi menjadi tiga kelompok yaitu: Kelompok pertama yaitu kelompok kiri di Tiga Daerah. baik di kota maupun di desa. termasuk di dalamnya pemimpin Barisan Pelopor dan Badan Pekerja di Tegal dan Brebes. tidak berinisiatif dan sikap kepatuhan seorang abdi yang terpuruk oleh latar belakang pendidikan kolonial belanda yang diperolehnya. Kelompok ini terbentuk pada tanggal 16 November 1945 dan bermarkas di kantor partai sosialis Amir Syarifudun cabang Tegal. mereka selalu dalam pengawasan Belanda. karena sikap menunggu mencerminkan sifat ragu-ragu. sehingga mereka tidak mempunyai pengikut atau massa. AMRI Slawi mereka anti Fasis dan tidak berkompromi dengan Belanda.21 Penyebabnya adalah adanya sikap menunggu perintah yang sudah menjadi pola elite birokrat. dan Pemalang. Kekuatan sosial berdasarkan Idiologi inilah kelompok yang membentuk Front Rakyat yang di sebut Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah (GBP3D). diantaranya Veteran Pemberontak Komunis tahun ‘26 eks Digulis. dan tidak boleh mendirikan organisasi di tahun 1945. dengan tujuan utama front adalah merebut stuktur karesidenan dalam kekuasaan organisasi yaitu di Tegal. Pengikutnya yaitu kalangan Feodal Pangreh Praja. Kelompok kedua yaitu kelompok sosial yang berpengaruh di Tegal dan Brebes ikut mengaktifkan KNI sebagai wakil pemerintahan sesudah proklamasi dan berusaha mempengaruhi sikap Pangreh Praja ke arah yang lebih mendukung . Brebes.

mengapa kaum agama ikut arus Revolusi dan apa cita-cita Islam pada waktu itu. Di Tiga daerah itu selain perbedaan pandangan dalam aliran kiri tentang bagaimana revolusi itu harus di jalankan juga terdapat perbedaan tentang penentuan prioritasnya. dan Pemalang.Mijaya cs. Kelompok ketiga di dalam Aliran Kiri yang menguasai GBP3D ialah PKI bawah tanah. namun tidak pula menolong terpukulnya GBP3D. telah memupuk kader-kader yang progresif melawan Fasisme. Di mulai akhir tahun 30-an di Surabaya.Abu Suja’i (Pemimpin partai sarekat Islam . membela perkara Tiga Daerah di Pengadilan Pekalongan pada awal 1947 tokoh kedua ialah Subagio Mangunraharjo pemimpin PNI-baru dan sahabat Perdana Menteri Sutan Syahrir. Meskipun dengan jaringan lokal yang terbatas. Diantara mereka ada yang duduk dalam GBP3D yang di ketuai oleh K. anggota partai Sosialis dan badan pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) yang kemudian menjadi menteri pembangunan dan pemuda dalam kabinet Hatta yang pertama (1948-1949).H. melakukan kegiatan melawan kolonial Belanda maupun Jepang yang tokohnya antara lain K. Widarta dan K. ikut menentukan cita-cita Gerakan Tiga Daerah walaupun dalam tingkat nasional.Mijaya memperoleh salurannya melalui Amir Syarifudin. Blitar. Islam nasionalis sejak zaman Sarekat Islam. kelompok sosialis juga mempunyai saluran ke tingkat nasional lewat dua tokoh yang berasal dari Tegal yang pertama Supeno. Widarta dan K. antara lain di Lasem. Tindakan-tindakan mereka di masa pendudukan Jepang.22 republik yang baru. Selain kaum Kiri yang ada dalam Peristiwa Tiga Daerah elemen lain yang juga sangat penting adalah kelompok Islam.mijaya.

maka kelompok itu menyebar di kalangan Eropa termasuk negeri Belanda. Mijaya (di Tegal) dan Amir (di Pemalang) yang paling aktif. sedang di Pekalongan anggota Muhammadiyah adalah para pedagang.J. yang diangkat oleh komplotan Kutil. Ia menyebarkan paham komunis di Indonesia dengan mencoba mempengaruhi pemimpin bangsa Indonesia. Seorang di Pekalongan.F.H. Di Pemalang kelompok ini disebut sebagai Santri rakyat. dua orang di Tegal dan dua orang lagi di Brebes dan tujuh anggota lainnya K.Sneevliet. 22 persen camat baru yang terpilih terdiri dari golongan Islam Nasionalis. Pada tahun 1914 di dirikan organisasi Marxisme di Indonesia dengan . Pada abad XX beberapa pegawai belanda yang berhaluan Komunis di Indonesia. dengan maksud untuk membedakan mereka dari golongan Muhammadiyah yang anggotanya adalah golongan priyayi.23 Indonesia di Tegal) yang menjadi Bupati Tegal pada waktu Peristiwa Tiga Daerah. baik di Pekalongan maupun di Tiga Daerah. Ia adalah anggota Social Democratiche Arbeider Partij (SDAP) atau Partai Bumi Sosial Demokrat. Di Tegal. di antaranya H. Tokoh Islam Muhammadiyah K. Di Karesidenan Pekalongan hanya ada delapan orang anggota Gerakan Bawah Tanah. Partainya lemah dan anggotanya sedikit. Iskandar Idris.M. Komandan TKR Pekajangan merupakan persenyawaan dua elemen yaitu TKR dan Muhammadiyah yang berhasil menghentikan Pemerintah Revolusioner baru. Sejak Karl Marx mencetuskan manifesto Komunis tahun 1884. tiga di Pemalang. PKI semasa pendudukan Jepang tidak bisa berbuat banyak.

24 nama Indisce Sosial Democratisce Vereniing (ISDV) dengan Semarang sebagai pusatnya. Bung Kecil dan K.1990:31) sehingga di Tegal. saat itu juga PKI mempunyai pengaruh yang sangat besar di Jawa. Pekalongan menjadi pangkalan kuat kelompok komunis. Sarekat Islam merah bergabung dengan ISDV dan pada tahun 1920 membentuk Perserikatan Komunis Hindia/ PKI yang diketuai oleh Semaun dan wakilnya Darsono. sehingga pengaruhnya tidak begitu besar. Kahin. bahwa para tokohnya Widarta. Masalah lain yang dihadapi PKI bawah tanah di Tiga Daerah yaitu. ISDV lalu menyusup kedalam tubuh Organisasi Sarekat Islam yang membaginya menjadi Sarekat Islam Merah yang di pimpin oleh Semaun dan Sarekat Islam putih yang di pimpin oleh HOS Cokroaminoto. Karesidenan Pekalongan menjadi sebuah pusat dari kegiatan politik yang radikal dan para pengikut PKI di Tegal dan Pekalongan adalah tokoh-tokoh penggerak terkenal dalam pemberontakan melawan Belanda tahun 1925 (Andrey R. dan cabang-cabang sarekatnya mendukung secara aktif. Pada tanggal 21 Oktober 1945 di umumkan bahwa PKI berdiri kembali. seorang pegawai . Tokoh lain penggerak perjuangan politik Tegal adalah Parno Sutikno. di Tegal di ketuai oleh Sardjono. Kamijaya merupakan tokoh sentral atas pembentukan badan-badan pekerja yang menjadi otak dari segala kegiatan perjuangan PKI di Tiga Daerah.mijaya (juga residen Baru Sarjio dan sekretarisnya Muroso) berasal dari luar daerah dan bukan orang setempat.

Strategi yang di jalankan oleh kelompok Komunis adalah dengan menerapkan revolusi yang mempunyai tiga segi yaitu politik.. ekonomi.... Adiwerna dan Slawi sebagai pusat gerakan. Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) sebagai inti dari kekuatan pemuda dan menentang keberadaan BKR (Wawancara Sahmad. Juni 2006) (Lucas. bahwa ia tidak suka campur tangan saudara Sayuti Melik dalam masalah ini. 3.1989:196) Kegiatan Perjuangan Komunis di Tegal yang ada di daerah Pantai Utara sebagai pusat kegiatan kelompok PKI Kamijaya. Amir. yang bekerja sama dengan kekuatan progresif setempat dan kader PKI bawah tanah di Hutan Sukowati Pemalang seperti S.. karena ia adalah golongan Tan Malaka . Menjadikan kecamatan Talang. Membujuk Kutil atau Sakyani dari kelompok Leggaong untuk bergabung dalam perjuangan revolusioner. mempunyai rentan jauh dalam segi pemikiran maupun Idiologinya. Widarta.bahwa Kamijaya menyatakan dengan agak marah...25 pegadaian mereka berhasil mempersatukan tiga kelompok untuk melakukan gerakan dengan usaha yang di lakukan adalah: 1.(Lucas. 2. Kamijaya. Dijalankan secara ilegal dengan kegiatan operasional bawah tanah. Sarjio dan Murosa yang melakukan feodalisme dan Kapitalisme.”. Secara politik Kamijaya mengikuti garis politik Tan Malaka seperti pada pernyataan dengan Sayuti Melik. dan .1989:216) Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa Kamijaya sebagai golongan Komunis dan Sayuti Melik sebagai golongan nasional.Mustofah.

Munculnya kelompok Legaong (bandit) Dalam Revolusi Indonesia. Mereka membonceng gerakan revolusiner/badan-badan perjuangan yang menjadikan teror dan kekerasan sebagai alat untuk menjalankan kekuasaannya. Apabila pada suatu saat timbul kegentingan dan alat-alat pemerintah menjadi lemah serta tidak berdaya menguasai situasi. maka unsur-unsur kriminal “berperan” untuk kepentingan pribadinya. Kemauan tentara sesuai dengan kemauan rakyat) 4. Menyelenggarakan tawanan Eropa 5. Ketiga segi tersebut mampu mengadakan revolusi jangka panjang yang di tuangkan sebagai gerilya politik dan ekonomi. Tentara rakyat (dalam arti. Menyita hak milik musuh 7. Melucuti senjata Jepang 6. unsur-unsur kriminal membentuk dirinya dalam suatu kelompok yang terorganisasikan mereka ”hidup” dalam dunia “hitam” atau dunia . Gerakan komunis yang berkembang di daerah banyak di ilhami oleh golongan Komunis pusat oleh ajaran Tan Malaka yang membakar semangat perjuangan dalam mencapai kemerdekaan 100 persen yang berisi tujuh pasal yaitu: 1.1984:353354) C.26 militer. Pemerintahan rakyat (dalam arti. Sebagaimana badan-badan perjuangan. Berunding atas dasar pengakuan kemerdekaan 100 persen 2. kemauan rakyat) 3. banyak dijumpai para bandit yang memanfaatkan jalannya revolusi. Menyita perusahaan-perusahaan dan pertanian musuh (Frederick.

Bandit sosial Merupakan seseorang yang melakukan perbuatan merampok yang di latar belakangi oleh kepentingan sosial (Suhartono. 2. Bandit biasa Merupakan seseorang yang melakukan kejahatan dengan merampok tanpa latar belakang apapun. Kelompok Leggaong/bandit. Kelompok yang muncul akibat sikap ketidak puasan atau sebagai wujud ketidak setujuan masyarakat terhadap tatanan yang ada. mereka menganggap mereka mampu menentukan nasib mereka sendiri. Menurut Hobsbawn. anti pemerasan oleh pihak penguasa. kelompok Kutil adalah kelompok yang memiliki tempat dan kedudukan tersendiri pada saat itu. tuan tanah. bandit adalah seorang dari anggota kelompok yang menyerang dan merampok dengan kekerasan. Idiologi perbanditan pada umumnya bersifat sekuler yang merupakan gerakan anti ekstorsi.1995: 93-94) . Istilah bandit di bedakan menjadi dua: 1. seorang sejarawan sosial Inggris yang menyatakan bahwa. Dunia perbanditan merupakan kehidupan dunia ”bawah” atau dunia “hitam” yang selalu menampakkan diri pada saat-saat tertentu. pihak pabrik dan perkebunan. Dalam Peristiwa Tiga Daerah kelompok yang di pimpin Kutil adalah kelompok Leggaong (bandit) yang tumbuh dan berkembang pada saat itu.27 “bawah” atau dunia “bengkok” yaitu dengan membalikan nilai-nilai dari dunia “Lurus”.

jago. karena mencerminkan nilai moral sebagai aksi protes di tingkat lokal. masyarakat mempunyai rasa ketakutan dan berusaha untuk menerima tindakan walaupun menentang hukum. Kelompok sosial ini memainkan peranan politik dan mempunyai kedudukan istimewa di mata masyarakat.1995:105) Perbanditan di pandang sebagai pahlawan. artinya menghadapi kepentingan primer yang merupakan hajad hidup bersama dalam masyarakat pedesaan.1995:103) Di pandang dari Idiologinya. 2004: 222) Perbanditan bukan semata-mata gerakan Antiekstorsi seperti pendapat Sartono Kartodirjo. . Seorang yang mendapat keuntungan dengan tidak wajar. Perampok berkawan 2. Hobsbawn juga membedakan 4 istilah bandit yaitu: 1. Musuh.28 Hobsbawn mengemukakan juga bahwa Bandit merupakan istilah untuk menyebut Individu atau kelompok yang menentang hukum. (Suhartono. Seorang yang mencuri. perbanditan Pedesaan lebih menitik beratkan hal-hal yang sifatnya riil dan Ekonomis. 4.(Ibrahim. jawara yang mempunyai komunitas kuat di dukung oleh masyarakat. perbanditan disini dapat dimasukan dalam gerakan sekuler (Suhartono. yang di maksud gerakan sosial lebih menitik beratkan pada gerakan sosial keagamaan. karena dengan peran tersebut. membunuh dengan cara kejam dan tanpa rasa malu (gangster) 3.

Kelaparan dan Kekurangan yang di alami rakyat selama masa Penjajahan Jepang tidaklah menjadi lebih ringan. Penjahit.1995:101) Kemunculan leggaong di daerah Tegal seringkali memberi rasa takut di desa-desa yang di tempati para leggaong. Pergantian pemimpin Praja di pimpin oleh masyarakat yang berasal dari berbagai lapisan diantaranya: pedagang. adanya struktur menunjukan hubungan antara satu bagian dengan bagian lain yang merupakan ikatan atas bawah secara hirarkhis (Suhartono. berton-ton padi yang di setorkan setelah panen (Mei-Juni 1945) di Tiga Daerah. Gerakan perbanditan ini mempunyai struktur dan pemimpin walaupun bentuknya tradisional. terutama Kutil (Lucas.2004:147) Pengaruh Leggaong/bandit dalam Revolusi memang jelas karena mereka adalah golongan yang memimpin aksi Dombreng dan sebagai kelompok penggerak revolusi kemerdekaan di pedesaan. disebabkan oleh hilangnya Pemerintahan Jepang di Tegal serta adanya pergantian pemimpin praja di beberapa Kecamatan dan Kawedanan. Gerakan yang di lakukan adalah berupa aksi dombreng yang intinya gerakan ini merupakan tindakan membuat malu para pejabat yang korup di depan umum.29 Revolusi sosial yang terjadi di Tegal kurang lebih dua setengah bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan tepatnya bulan Oktober 1945. Hal itulah yang menjadikan kemarahan masyarakat bertambah. tukang besi dan penjual Jamu. Petani miskin. mereka menunggu perintah terlebih dahulu dari atasan. menumpuk di gudang-gudang tak digunakan. Pejabat pemerintah Pangreh Praja tidak segera membagi-bagikannya kepada masyarakat. penjual makanan. seperti di kecamatan Talang terkenal .

lainnya disamping Kutil yang memilikinya) adanya perlindungan semacam itu dirasa lebih penting artinya. tidak mengenai sasaran. Kutil tidak punya Jimat. Juni 2006).30 dengan jagoan yang bernama Kutil yang bernama asli Syakyani sebagai tukang cukur. tidak hanya itu. Kekuatan pada dirinya terletak pada keberaniannya membunuh siapa saja yang dianggap musuh. mereka juga membawa bambu runcing yang sudah diberkati. Banyak pemuda AMRI memakai selempang Janur kuning sebagai lambang perlawanan dan pemberi kekebalan serta penangkal roh jahat. Karena langkanya senjata api (hanya dua orang tokoh AMRI. Kyai Makdum adalah teman Kutil. jimat dan dianggap Ratu Adil sebagai dampak gejala Messianisme. ataupun doa-doa. Dia dianggap mempunyai kekuatan doa-doa. Keselamatan yang dipercaya misalnya apabila akan ditembak dengan sendirinya tembakan akan meleset. Kedekatan Kyai Makdum dengan Kutil memunculkan anggapan bahwa Kyai Makdum adalah guru Kutil dan seperti anggapan masyarakat pada umumnya Leggaong mendapat kekuatan magisnya dari seorang Kyai terkenal. Azimat tersebut berupa pandonga slamet (minta doa selamat) Kyai Makdum memberikan segelas air putih untuk diminum sebelum berangkat. . baik bagi kaum Leggaong maupun bagi Kaum Revolusiner (Wawancara dengan Bapak Wastap. kepada Kyai inilah kelompoknya meminta nasihat dan mendapat azimat dan mantra. Kyai Makdum memiliki kekuatan istimewa dan dapat menyembuhkan orang sakit. Segelas air putih yang diminum dipercaya akan memberikan keselamatan. dan keberhasilannya mempengaruhi masyarakat sehingga ikut dalam gerakannya.

sebagai bentuk kebencian rakyat terhadap Pangreh Praja serta pengangkatan sepihak dirinya sebagai kepala kepolisian Tegal.31 Pengaruh Kutil dalam revolusi sosial adalah melakukan protes sosial dengan memimpin aksi dombreng dan mengerahkan massa. Perbanditan yang terjadi di Talang jelas terlihat. merasa besar didukung sepenuhnya oleh rakyat. masa revolusi sosial yang terjadi kurang lebih tiga bulan. Bahkan pengikutnya pun terdiri dari tidak hanya orang-orang dari golongan bawah saja melainkan juga orang-orang dari kalangan agama yang notabene namanya sudah . menunjukan bahwa perbanditan pada masa pendudukan Jepang sudah di mulai. Kutil mengangkat dirinya sendiri. Juni 2006). Tindakan yang dilakukan Kutil adalah tindakan seorang yang arogan. tua. muda apabila dianggap bersalah dengan tidak segan-segan dia akan membunuh dengan cara yang kejam. Pengangkatan dirinya sebagai Kepala kepolisian tidak dilakukan oleh masyarakat. Adanya orang-orang yang dengan sendirinya muncul yang mampu menggerakan massa/masyarakat lebih dari ribuan. Kutil tampil sebagai jagoan Republik (walaupun disiang bolong) yang ingin membalas dendam atas perlakuan para pejabat semasa penjajahan Jepang (Wawancara dengan Bapak Karso. tidak pandang bulu. Dukungan rakyat terbukti dengan tidak ada satupun orang yang berani dengan dia apalagi menentangnya dan setiap tindakan maupun perintahnya benarbenar dijadikan hukum oleh masyarakat pada saat itu. tindakan yang tidak berperikemanusiaan. karena dia merasa sebagai seorang pahlawan yang disanjung-sanjung rakyat.

dan suarasuara yang santer menginginkan digantinya anasir-anasir pimpinan pemerintahan .N. mereka dengan mudah ikut bergabung dengan para Leggaong. maka untuk mendampinginya dibentuklah Komite Nasioal daerah (K. Tenagatenaga sukarela seperti Romusya yang merupakan kewajiban dari seluruh penduduk dan keharusan menyerahkan hasil padi bagi para petani telah mengakibatkan kebencian rakyat kepada pemimpin pemerintah bangsa sendiri. Disamping itu juga hubungan kekeluargaan antara masyarakat sudah tidak serasi. Namun demikian agaknya belum dianggap cukup.32 tidak di ragukan lagi di daerah masing-masing. dan menyebabkan munculnya petualang-petualang politik yang sengaja mengambil kesempatan dengan menyebarkan isu-isu untuk menghasut rakyat guna kepentingan golongannya sendiri. Secara resmi pangreh praja dan kepolisian peninggalan pemerintah Jepang masih berkuasa. Hilangnya kekuasan Jepang mengakibatkan adanya vacuum kekuasaan.I. jika berani menghindar hukuman berat menanti. D. Kelompok Kutil sengaja menggunakan Islam dan Ulama sebagai kekuatan ajarannya karena mereka menganggap bahwa Islam merupakan kekuatan politis yang besar di Indonesia.Daerah). Anggota keluarga masing-masing mempunyai tugas dan kewajiban yang tidak dapat ditinggalkan. Berkobarnya Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 Masa Revolusi kemerdekaan 1945 merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai dan menegakkan kemerdekaan yang dimulai sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Didahului masa pendudukan Jepang yang singkat (1942-1945).

Rahardjo :Bupati Brebes :Bupati Tegal :Bupati Pemalang Mereka semua dianggap sebagai antek-antek Jepang atau Agen-agen Koloni Belanda (NICA) bahkan dalam Agetasinya dalam suatu rapat di Brebes Sukirman dalam mengartikan BKR sebagai Badan Keamanan Residen. pergantian pejabat-pejabat pemerintah yang dianggap NICA serta pembunuhanpembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap bersalah maupun orang-orang yang dianggap menghina republik semuanya terlebih dahulu melalui komandonya. Mr. Besar :Residen Pekalongan 2. menangkap. menyiksa bahkan membunuh pimpinan-pimpinan daerah yang dianggap bersalah. Sarimin Reksodihardjo 4.33 yang selama pendudukan Jepang sudah memegang pimpinan. penyerbuan terhadap kantor-kantor pemerintah maupun perusahaan-perusahan. razia. dijadikan tokoh utama dalam setiap gerakan. Sungeb Reksoatmodjo :Wali Kota Tegal 3. Gerakan massa rakyat dimulai dengan melakukan tindakan-tindakan kejam. Berkobarnya Revolusi Sosial di Tegal terjadi bersamaan dengan munculnya tokoh Kutil yang terkenal dengan tindakannya yang tidak mengenal hukum. R. namun prokemerdekaan dan tindakannya semata-mata untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat. dan tidak berperikemanusiaan. Aksi-aksi mulai timbul yang ditujukan pada diri: 1. . Kutil pada masa revolusi sosial di tegal. sadis. R.Slamet Sunaryo 5.

Yang terkenal dengan pusat gerakan radikalnya. sehari setelah korban-korban akibat perlawanan dengan konpeitai dimakamkan di Pekalongan. Rakyat mengancam akan membakar rumah itu.34 Revolusi Sosial di Tegal di dimulai dengan ketegangan yang terjadi dalam satu rapat di Kecamatan Moga. Awal bulan Oktober rakyat meminta agar padi dibagikan. diiringi bunyi gamelan milik lurah yang melambangkan kedudukan dan kekayaannya. Rumah “Den Mas” Harjowiyono. Raden Mas Harjowiyono dengan pakaian resmi keluar menghadapi rakyat yang mengancam akan membunuhnya. dipaksa minum air mentah dalam tempurung kelapa . Sesudah diarak. Revolusi sosial dimulai di Desa Cerih. Revolusi sosialpun telah dimulai. Pada pagi harinya. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah setempat sudah tidak punya waktu lagi untuk bertindak. lurah desa Cerih. dan beliau menanyakan kepada mereka apa kesalahannya. karena pada akhir minggu kedua bulan Oktober tindakan pemerintah untuk membagi-bagikan padi dirasa sudah terlambat. daerah miskin penghasil singkong di wilayah perbukitan Tegal selatan. Ia dilucuti dan diberi pakaian goni. Wakil camat adik Bupati Pemalang berusaha menenangkan suasana. bila lurah tidak mau keluar. Sebelum perang. namun rakyat yang berkumpul malah menjadi marah dan melempari gedung dan tempat penyimpanan padi dengan batu. suami istri ini diarak. Camat yang sedang pergi membuat suasana semakin tegang. Pemalang selatan. pada tanggal 7 Oktober malam hari. mereka dihina dan diperlakukan seperti ayam. sedangkan istrinya diberi kalung padi. dikepung oleh rakyat. Di tiga daerah ketegangan yang serupa terjadi dimana-mana.

naik sepeda. termasuk camat baru (karena camat lama kabur) dapat mengawasinya.35 dan makan dedak (kulit padi) kemudian lurah dan kelurganya ditahan di kecamatan agar para pemimpin perjuangan setempat. Kelompok pemuda ini juga memberlakukan ketentuan.pemeriksaan. diberhentikan dan diperiksa satu persatu dengan cara yang tidak teratur dan apabila dalam pemeriksaan tersebut dijumpai seseorang anggota Pamong Praja. mereka diseret secara beramai-ramai dengan tuduhan NICA kaki tangan Kolonial Belanda. Latihan rutin yang dilakukan kemudian berubah menjadi beratus-ratus pemuda bergerombol-gerombol dengan membawa berbagai jenis senjata tajam dan mulai mengadakan pemeriksaan. penggeledahan terhadap orang-orang yang berjalan melewati markas penjagaan Pemuda di Talang. kepada siapa saja yang berjalan melewati markas penjagaan Pemuda harus berhenti dan mengangkat tangannya untuk menyampaikan salam MERDEKA! . Revolusi sosial yang terjadi di Tegal dimulai antara tanggal 20-25 Oktober 1945. Demikian pula bila terdapat orang yang membawa barang-barang atau pakaian yang bercorak Merah Putih Biru. pemuda-pemuda di Talang dan Ujungrusi terlihat sangat aktif mengadakan latihan baris-berbaris setiap pagi atas perintah dari pimpinannya dalam rangka persiapan untuk menghadapi musuh Belanda. Sebagai inti gerakan ini berasal dari kalangan pemuda yang tergabung dalam Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) dimana Sakyani alias Kutil sebagai pimpinanya. dokar maupun dengan kendaraan bermotor mereka. Baik orang-orang yang berjalan kaki. polisi negara langsung diseret dan dibawa ke markas.

tegas dalam memerintah. tindakannya yang cepat dalam mengambil keputusan yang semata-mata untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat disamping dukungan penuh dari seluruh masyarakat. Adanya pemimpin yang pemberani. Sedang dibidang politik. konsolidasi negara Republik Indonesia terutama dalam menghadapi kekuatan militer Belanda dan melancarkan revolusi nasional yang menyebabkan tingkat politisasi masyarakat menjadi semakin tinggi. yang memiliki semangat juang yang tinggi. sebab kegentingan suasana akibat tanda-tanda adanya perang semakin . Keadaan sosial masyarakat Tegal tidak tentram. karena aktivitas masyarakat dipusatkan pada usaha usaha mengobarkan peristiwa tiga daerah. E. adalah tidak dari golongan pemuda namun kelompok itu sebagian besar terdiri dari orang-orang yang usianya sekitar 30-40 tahunan. Disamping sosial ekonomi warisan kolonial masih cukup kuat mengakar pada kehidupan masyarakat. disamping keberanian yang tinggi. maupun Politik. Kegiatan sosial masyarakat Tegal sesudah proklamasi kemerdekaan berjalan sangat lambat. pemuda yang berjuang bersamanya adalah kunci utama berjalannya suatu gerakan. Sosial.36 Dari contoh tindakan diatas menunjukan bahwa begitu besar pentingnya kelompok pemuda dalam menggerakan revolusi. Dampak Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 1. Dampak terhadap Kondisi Sosial Masyarakat Tegal Sejak bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Kelompok pemuda di daerah Tegal. negara Indonesia dihadapkan pada banyak persoalan baik dibidang Ekonomi.

mereka . guru agama. Guru agama pada saat itu mempunyai kedudukan yang istimewa karena masyarakat pada saat itu menganggap guru agama adalah orang yang pantas dihormati dan merupakan tokoh yang kharismatik. Peran Kyai dan guru agama mempunyai pengaruh yang sangat penting. mencari berbagai tanaman liar untuk diserahkan kepada pihak Jepang. Mereka sering kali diggerakkan untuk melakukan kerja bakti diantaranya seperti membersihkan tempat-tempat umum. Kedatangan tentara sekutu dari Semarang adalah salah satu faktor yang ikut memperkeruh suasana di Tegal. Hal ini sering dilakukan sehingga pelaksanaan kurikulum secara normal menjadi terganggu.37 menjadi nyata. Dalam bidang pendidikan masyarakat Tegal mendapatkan kesempatan bersekolah tanpa dipungut biaya. sehingga banyak pondokpondok pesantren. Dampak yang dirasakan oleh masyarakat Tegal pada Peristiwa Tiga Daerah ini adalah kekerabatan yang telah berlangsung lama dalam kehidupan keluarga menjadi terpisah. Mutu pendidikan sekolah pada masa ini secara umum tidak meningkat. karena banyak dari anggota masyarakat yang meninggal dalam peristiwa tersebut. karena pelajaran yang diajarkan sangat sedikit. Berakhirnya peristiwa tiga daerah mengakibatkan pendidikan masyarakat berjalan baik dan ada sedikit mata pelajaran dari masa pemerintahan Jepang yang dapat dijadikan kurikulum Masyarakat Tegal mayoritas beragama Islam. Status haji dan Kyai dianggap sebagai simbol martabat sosial. Jepang meninggalkan Tegal setelah Indonesia merdeka. dan Kyai. Meletusnya Peristiwa Tiga daerah menyebabkan pendidikan masyarakat Tegal menjadi kacau dan banyak masyarakat yang tidak sekolah.

Seorang kepala desa berperan sebagai pelindung rakyat. kelompok Elite Birokrasi yaitu aparatur pemerintah seperti bupati.38 dianggap mampu mengurangi tindakan kekejaman ataupun meredakan suasana. camat termasuk juga kepala desa atau bekel. Dampak terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Tegal Proklamasi kemerdekaan merupakan masa terjadinya perubahan politik yang berdampak pada bidang ekonomi. wedana. Masalah gizi pada jaman Jepang masih menjadi penyakit rakyat karena kurangnya kontrol dari pemerintah penjajah maupun pemerintah lokal yang kurang memperhatikan kesehatan masyarakat. Ekonomi perang peninggalan Jepang telah menyebabkan kesengsaraan rakyat yang berlarut-larut dan menimbulkan trauma bagi rakyat. Kelompok lain yang cukup berpengaruh dalam masyarakat adalah para ulama. yang berhasil menyelamatkan adalah seorang Kyai. Iskandar Idris akan dibunuh. . Misalnya ketika pemimpin TKR Kol H. patih. hukum rimba masih melekat pada jiwa masyarakat Tegal. Sehingga masyarakat menghendaki adanya pergantian pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tegal. Semboyan itu muncul pada saat rakyat tidak bisa mempertahankan haknya karena kedudukan priyayi yang lebih tinggi dan posisi rakyat yang harus mengabdi pada priyayi. Pada waktu peristiwa tiga daerah meletus semua aparatur pemerintah tidak berperan. “Siapa yang kuat dialah yang dapat”. Masyarakat pada waktu itu terkena penyakit busung lapar dengan ciri-ciri perut besar dan buncit. sehingga Ia dianggap sebagai penghubung rakyat dengan pihak pemerintah. 2. tubuh kurus kering akibat menderita kelaparan. mengumpulkan pajak. Sisa-sisa ekonomi penjajahan masih dirasakan oleh masyarakat bahkan.

antara lain: Periode awal Revolusi (1945-1946) adanya pencarian dana perjuangan ditambah dengan perjuangan melawan musuh lama (Belanda). namun masyarakat dalam keadaan yang cukup kuat. Karena itu ketika cita-cita ekonomi nasional yang berorientasi kerakyatan dirumuskan dalam konsep Bung Hatta. sehingga rakyat harus merasakan apa yang dirasakan negara. prioritas utama perekonomian nasional dalam konsep tersebut adalah pengambil alihan sumber-sumber strategis yang dikuasai oleh penjajah. Keadaan ekonomi masa Revolusi ditandai dengan pencarian dana perjuangan yang merupakan masalah ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia. Salah satu ciri pada tahun tersebut adalah negara dalam keadaan lemah. terkait karena pemerintah Tegal sebagai wilayah yang mempunyai pengaruh besar terhadap daerah lain. dengan mengakatakan bahwa rakyat dieksploitasi hak-haknya oleh negara dengan melihat kenyataan bahwa tanah yang membentang luas dan hutan yang menghijau merupakan bagian hak milik negara. Kamijaya sebagai golongan kiri yang berhasil menyusup dalam lingkungan masyarakat Tegal memprovokasi untuk menentang pemerintahan. Usaha itu belum sepenuhnya berhasil mengingat lemahnya mekanisme kontrol pemerintah. disamping masih dominannya faktor non ekonomi dalam suasana revolusi dan kurangnya modal asing serta kurangnya tenaga kerja yang trampil (Abdullah.1995:259) .39 Keadaan ekonomi yang dijadikan alasan untuk kepentingan politik.

Dalam peningkatan perekonomian masyarakat Tegal. tetapi penduduknya sebagian besar bermata pencaharian sebagai buruh dan petani. Gabungan Badan Peristiwa Tiga Daerah (GBP3D) membentuk suatu badan ekonomi.Kurangnya perhatian Rakyat terhadap penggarapan sawah.1979:98). walaupun daerah itu kaya dengan pabrik-pabrik tekstil dan sumber daya alam.40 Seperti terjadi di daerah Tegal yang merupakan daerah miskin. bahkan beban ekonomi masyarakat bertambah dengan penguasaan bahan-bahan pokok oleh golongan Cina. akibatnya bahan-bahan pokok menjadi langka dan harganya mahal. Kota Tegal menjadi kacau.Rakyat yang baru merasakan kemerdekaan digoncang oleh adanya Tiga Daerah 2. Golongan Cina menyembunyikan barang-barang kebutuhan yang diperlukan masyarakat. Masyarakat tidak lagi menggarap sawah melainkan bergabung dalam kelompok organisasi penumpasan peristiwa tiga daerah. perdagangan dan industri sebagai akibat adanya pendudukan Belanda di kota-kota Peristiwa (Kutoyo. 3. Tingkat perekonomian masyarakat Pekalongan menurun dan pemenuhan kebutuhan pokok berkurang serta terjadi krisis moral.Penimbunan bahan kebutuhan pokok oleh golongan Cina menyebabkan hargaharga membumbung tinggi. Kondisi ekonomi yang sulit di Tegal dapat dikemukakan penyebabnya yaitu: 1. Badan . aktifitas perekonomian berhenti.

Setelah peristiwa tiga daerah berhasil diselesaikan dan masyarakat . Kondisi sosial ekonomi masyarakat Tegal pada masa proklamasi kemerdekaan sampai dengan peristiwa tiga daerah 1945 sangat terganggu. 7. Sebagai wadah untuk memperbaiki ekonomi sebelumnya yang dianggap tidak sesuai lagi dengan keadaan yang diharapkan oleh kelompok Kamijaya.41 tersebut digunakan sebagai wadah ekonomi yang secara umum kedudukannya adalah menanggulangi masalah-masalah ekonomi di tiga daerah. Pembagian dan pembelian bahan makanan yang diatur oleh badan sentral 3. Perekonomian dikoperasikan pada masyarakat kecil. Menyerahkan tiap pengiriman bahan makanan ke wilayah tiga daerah yang mendapat izin dari KPR daerah 9. Menyesuaikan produksi pabrik dengan kebutuhan saat ini. Mengadakan sentralisasi untuk tiga daerah 2. antara lain sebagai berikut: 1. Mengambil alih perusahaan angkutan pemerintah pendudukan Jepang (Kunco) ketangan pemerintah 5. Memperluas front kemerdekaan dan front perjuangan sampai ke natura untuk memperbanyak hasil-hasil bumi 6. Menganjurkan Home Industri serta memperbanyak tanaman kapas. Memberi nama kantor perekonomian dengan kantor perekonomian rakyat (KPR) 8. Dengan adanya badan ekonomi yang dibentuk GBP3D perekonomian masyarakat Tegal mengalami peningkatan kebutuhan hidup. meskipun distrubusi pangan sangat terbatas. 4.

Saluran irigasi sawah diperbaiki. Peristiwa Tiga Daerah membawa pengaruh dan dampak bagi masyarakat Tegal. 4. 2. Balapulang. Tahun 1946-1947 masyarakat Tegal masih merasakan akibat dari peristiwa tiga daerah. Pendirian pabrik-pabrik gula Pangkah. Dilihat dalam kenyataannya kehidupan petani biasa dalam segi ekonomi. Penduduk sekitar perkebunan banyak bekerja sebagai kuli yang merendahkan derajatnya. dan Kemangtran menampung tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran. Dibidang ekonomi kebutuhan hidup masyarakat tidak dapat terpenuhi dengan cepat karena rakyat tidak berani keluar rumah. tempat-tempat penyimpanan padi dan pusat-pusat kebutuhan dikuasai Komunis. Ujungrusi. Kemangten Pagongan. mengadakan program perkebunan seperti perkebunan kopi dan tebu untuk mencukupi kebutuhan rakyat Tegal. pengangkutan jadi lebih lancar dan banyak hasil bumi yang dijual ke daerah lain. masyarakat Tegal dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Pertanian masyarakat Tegal banyak mengalami kesusahan dibandingkan dengan keuntungannya antara lain: 1. Berakhirnya Peristiwa Tiga Daerah menjelang tahun 1946-1947 para pejabat pemerintahan yang baru.42 Tegal mulai dapat melakukan aktifitasnya secara perlahan. akan tetapi masyarakat tetap berusaha meningkatkan kebutuhan hidup sesuai dengan kemampuan mereka. Jalur lalu lintas yang menghubungkan antar desa diperbaiki. Dengan adanya Kereta Api. Dukuh Wringin. Ada yang mulai membuat kerajianan Poci . 3.

43 (tempat teh) untuk memenuhi kebutuhan keluarga Pangreh Praja dan para pejabat pemerintahan Tegal dan ada juga yang sudah mulai berdagang di pasar walaupun hanya sedikit orang yang berjualan. Keadaan sosial ekonomi seperti yang telah diuraikan. pemerintahan Jepang dengan orientasi ekonominya telah melanggar batas-batas otonomi pemerintah desa. Oleh sebab itu upaya Jepang mengeksploitasi sumber bahan mentah. Wedana. Mengawasi tanaman baru c. 3. Pengumpulan padi . sangat mempengaruhi perkembangan politik di daerah Tegal. Menuntun dalam upaya peningkatan padi b. Tatanan kehidupan politik tradisional di pedesaan. Kepala desa diangkat berdasarkan kriteria tertentu secara demokratis. disamping mempunyai tugas tradisional pangreh praja juga memiliki kewajiban antara lain: a. Campur tangan pemerintah Jepang terhadap Korp pangreh Praja merupakan bentuk-bentuk penetrasi politik dan depolitisasi terhadap lembagalembaga politik tradisional di pedesaan. Bupati diharuskan mengerti administrasi pemerintahan dan sekaligus menyingkirkan orang-orang yang tidak mendukung sistem pemerintahan Jepang. Dampak Terhadap Kondisi Politik Masyarakat Tegal. Kepala desa berperan penting. Dalam bidang politik pemerintah Jepang ikut campur tangan dalam struktur pemerintahan sampai tingkat pedesaan. Pada masa pendudukan Jepang proses pemilihan dan pengangkatan kepala desa. makanan dan sumber tenaga dapat lebih mudah.

Mengawasi koperasi pertanian Melihat kewajiban kepala desa atau pangreh praja tersebut diatas. Akibatnya timbul kebencian masyarakat terhadap pamong praja pada waktu itu. Pemerintah tidak menjelaskan makna kedaulatan rakyat kepada rakyat. Perekrutan Romusha e.44 d. Sistem politik Jepang menciptakan pemerintahan daerah yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. Tindakan yang dilakukan adalah mengeluarkan agitasi untuk mengeruhkan suasana. lemah dan bingung. sebab pangreh praja yang semula merupakan sumber pengayom bagi masyarakat berubah menjadi alat pendukung atau antek-antek Jepang dalam pelaksanaan ekploitasi. Gejolak banyak muncul dan terjadi antara golongan pangreh praja dan golongan pemuda dengan aksi gerakan daerah. Mereka juga menuntut penggantian pejabat-pejabat peninggalan jaman Jepang. . Hidup rakyat selama penjajahan Jepang selalu tertekan dan penuh kekurangan dan mudah menerima hasutan yang dilakukan oleh agigator-agigator komunis. akibatnya para pejabat tidak mempunyai wibawa dan pemerintah sendiri tidak mampu menghentikan kesewenang-wenangan yang muncul. Pengorganisasian tenaga kerja f. masyarakat mempunyai penilaian negatif terhadap pangreh praja. Pejabat di daerah-daerah pada umumnya bersikap pasif. Masyarakat menganggap merekalah yang menyebabkan timbulnya penderitaan dan kemiskinan.

c. Pada tanggal 11 Desember 1945. Pemerintah baru berprinsip demokrasi dan keluarga. tetapi pengaruh dibidang pemerintahan yang masih dapat kita rasakan sampai sekarang adalah: a. pemindahan kekuasaan administratif karesidenan oleh staf pengoperan pada pemerintahan baru masih berlanjut. Strkturisasi yang dibentuk pada masa pemerintahan Jepang masih tetap ada sampai sekarang walaupun istilahnya berbeda. dimana semua .45 Masyarakat Tegal mengadakan pemilihan pangreh praja atau pemerintah daerah yang sah dan disetujui oleh masyarakat Tegal. Sarjio mengeluarkan pengumuman bahwa pemerintah daerah karesidenan Tegal telah menyerah dan jatuh ketangan rakyat. Pengaruh pemimpin agama sangat dibutuhkan untuk meredakan situasi. Pembentukan Tonarigumi (RT / RW) membentuk persatuan dan kerja sama antar sesama warga. Sejumlah Kyai diangkat menjadi Bupati. dan Camat untuk menggantikan pejabat lama yang berasal dari masa pemerintahan Jepang. Pada tanggal 11 Desember itu juga. b. Jabatan kepala desa tidak dapat turun temurun akan tetapi melalui tes terlebih dahulu dan dipilih rakyat. Wedana. karena mereka menganggap pemerintahan yang baru terbentuk masih mendapat pengaruh feodalisme penjajah. semua sebutan dan gelar kepriyayinan harus diganti. Tujuan GBP3D pada dasarnya adalah membuat pemerintahan karesidenan yang demokratis. Pengangkatan terhadap pangreh praja telah dilakukan. Pangreh praja yang telah dipilih diharapkan mampu melaksanakan tugas sesuai dengan jabatannya. Adanya pengangkatan Pangreh Praja oleh masa rakyat menunjukkan bahwa mereka membutuhkan pemimpin baru yang diharapkan sesuai dengan situasi baru.

Pada tanggal 15 Januari 1946. sebagai Koordinator/ Komandan Resimen Moh. Pemerintah membentuk badan-badan perjuangan bersenjata yaitu: 1. dengan Komandan Resimen kosim Nachrawi. Menyusul kemudian terbentuk Laskar Rakyat Jawa Barat Karesidenan Pekalongan . Sebutan “paduka” atau “Ndoro” diganti dengan “Bapak”. 2. Pada tanggal 1 Maret 1946 terbentuklah BPRI Resimen Pusponegoro.1968:30).46 hubungan antara pejabat dan rakyat harus didasari oleh prinsip tersebut. sedangkan panggilan “Bung” diganti dengan 250) Dengan Perubahan pemerintahan Tegal masyarakat mengharapkan pemimpin yang demokratis adil dan bijaksana serta dapat meningkatkan struktur pemerintahan yang sehat. Demikian pula TKR laut telah disempurnakan dan terbentuklah ALRI Pangkalan IV Tegal. maka pada tanggal 1 Januari 1946 terbentuklah Resimen XIII Tegal dengan Komandan Resimen Letkol Rachim Gondo Suwito dan sejak saat itu TKR di Tegal tidak lagi masuk ke dalam Resimen XVII Pekalongan melainkan berdiri Resimen tersendiri dan masuk ke dalam devisi II / Sunan Gunung Jati. jujur. 1989:249- bermasyarakat dan mendekatkan hubungan antara pemerintah dengan rakyat. Setelah Peristiwa tiga daerah berakhir. Berakhirnya Peristiwa Tiga Daerah dan pemerintah membentuk susunan pemerintahan baru dan pangreh praja baru yang diinginkan masyarakat yaitu pemimpin yang adil. Pergantian pejabat karesidenan Pekalongan sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup “ Saudara” atau yang lazim digunakan. terbentuklah Resimen Hibullah Tegal. Yunus Pusponegoro 3. dengan Panglima Letkol Darwis Djamin.(Lucas. cirebon(jarahdam VII. dan mempunyai wibawa.

ke Front Semarang Barat bagian Utara. c. ke Front Karawang Timur dan Front Semarang Barat ( Jarahdam VII. Resimen XIII Tegal ke front Bandung Utara. ALRI Pangkalan IV Tegal.47 di Tegal. . Laskar rakyat Tegal. ALRI Pangkalan IV Tegal serta badan-badan perjuangan bersenjata di Tegal dengan secara bergantian mengirimkan pasukan-pasukannya ke berbagai front di daerah-daerah yang telah diduduki oleh Belanda. ke front Bandung Utara. BPRI Tegal. Resimen XIII Tegal. b. dan front Semarang Barat. Ujung Berung. ke front Karawang Timur. Cileunyi. a. Lembang. Resimen Hisbullah Tegal. 1968: 31) Dengan dibentuknya badan perjuangan diatas keadaan politik daerah Tegal menjadi lebih aman dan sistem pemerintahan yang stabil dan dinamis. Lembang-Ciater. dan front Semarang barat bagian Selatan.Ciater dan Front Bandung Timur. d. e. dengan Pimpinan Zubir Sejak bulan Maret 1946.

BAB IV PERANAN KUTIL DALAM MENGGERAKAN REVOLUSI SOSIAL A. tetapi orang kaya yang berpendidikanpun tunduk dan patuh pada tindakan dan perintah yang dilakukannya. Gerakan yang dia pimpin mengatasnamakan Angkatan Muda Republik Indonesia. markasnya yang pertama berada di Ujungrusi digunakan sebagai pusat pertahanan. Munculnya Tokoh Kutil Dalam Revolusi Tiga Daerah pengaruh Kutil sangat besar. sedangkan Markasnya yang kedua di Talang menggunakan Bank Rakyat Talang sebagai Markas terdepan (operasi) (wawancara dengan Bapak Karso. Kutil membentuk organisasi yang bernama AMRI. tugasnya ditetapkan sendiri oleh dia yaitu mencari sisa-sisa orang Jepang dan melucutinya. seorang pemimpin yang dalam setiap perkataannya didengar tidak hanya oleh orang-orang golongan pribumi yang berpendidikan rendah saja. Revolusi sosial di Talang mulai lebih awal dari pada di tempat-tempat lain dan tujuan AMRI bentukan Kutil dimasa Revolusi Sosial adalah pembagian kekayaan. penjahit. penjual jamu. Masyarakat yang ikut dalam gerakan Kutil dengan sendirinya masuk menjadi anggota AMRI diantara anggotanya adalah para pedagang. juni 2006). penjual makanan. petani miskin. Kemudian melakukan pengejaran terhadap agenagen NICA. Bulan Oktober 1945. selain dijadikan sebagai The Great Man. tukang besi. Seperti badan-badan perjuangan lainnya. Tujuan lain adalah menumpas setiap orang yang dicurigai menjadi agen 16 . Gerakan ini mempunyai dua markas.

seakan-akan mempunyai kharisma yang begitu besar.17 NICA. semakin besar pengaruhnya. Pada saat itu pegawai-pegawai pemerintah menggunakan Blangkon dan setiap akan masuk kantor mereka berjalan dengan membungkukan badan dari halaman Kantor. camat-camat yang menentang dicopot. Munculnya Kutil menjadi awal terjadi dan munculnya pembunuhanpembunuhan sadis yang dia lakukan. Camat dan Bupati sendiri. Di setiap desa diberlakukan sama seperti itu (Wawancara dengan Bapak Karso. Aksi penyerbuan yang dilakukan kelompok Kutil dan komplotannya dimulai pada Bulan November 1945 (Peristiwa-peristiwa anarkhis sudah dimulai dari tanggal itu). Kelompok Kutil mengatakan Pangreh Praja dengan sebutan Kaum Plontos. Namun ditunjukkan juga kepada Polisi. dan merasa dirinya sebagai pemimpin karena di puja-puja. Asrama Polisi. Ia seakan-akan diangkat oleh massa. Lurah-lurah. Ia mengangkat. diseret. Karena mereka menggunakan blangkon. kereta Api yang lewat pada saat itu dihentikan. kereta penumpang jurusan Purwokerto dan Tegal di razia yang kelihatan pegawai diturunkan. makin tebal keyakinannya. di tombrengtombreng ke jalan dan banyak juga yang dibunuh. Tindakannya yang pertama adalah mengadakan Razia umum. sasarannya tidak hanya ditunjukkan untuk golongan Pangreh Praja saja. Kutil muncul sebagai pemimpin pada saat itu. Sedangkan tujuan jangka panjang kelompok ini tidak jelas. di percaya rakyat secara penuh dan tindakannya untuk kemakmuran rakyat. Juni 2006). Ada juga yang dirazia di kantor-kantor. sampai kedalam Kantor. wilayah yang . yang dianggap sebagai pengkhianat.

Margasari. sehingga samurai (pedang panjang) tidak mempan walaupun berulang-ulang diarahkan pada tubuhnya. Singa akhirnya meninggal dengan cara dimasukan dalam lubang yang telah dibuat oleh orang-orang Cina di dekat jembatan Kaligung dan dikubur hidup-hidup (Wawancara dengan Bapak Sadum. setiap orang di dobrak untuk keluar dari rumahnya kecuali orang yang sudah tua dan sedang sakit. Rumahrumah penduduk di teror dan di gedor. sebagai komando dalam setiap pembunuhan-pembunuhan. hal ini membawa akibat tindakan –tindakan yang lebih brutal dilakukan Syakyani. tindakan Keji dan brutal dari Massa pemuda pimpinan Syakyani ternyata tidak ada yang menuntut. Opsichter bengkel KA Tegal. Kutil sebagai pemimpin gerakan. Korban pembunuhan pertama adalah menimpa diri seorang anggota polisi negara yaitu Singa. Ia dan anak buahnya mulai mengadakan tindakan teror kepada rakyat. Dengan anggapan bahwa tindakantindakan mereka tidak akan mendapatkan hukuman dari yang berwajib. ia dicincang di tiang listrik dan dipukuli secara beramai-ramai. Kejambon. Brebes. Seperti yang dialami oleh diri Ruslim. baru setelah babak belur ditanya. Pemalang dan kemudian Batang diserbu oleh rakyat bersenjata dan dilucuti senjatanya. Mereka di haruskan . mereka kemudian berani melakukan tindakan pembunuhan (Wawancara dengan Bapak Sahmad 2006). dia adalah orang yang paling sulit dibunuh karena Singa dianggap Mempunyai alat-alat kekebalan semacam Jimat.18 diserang diantaranya. Juni 2006). mau ikut siapa? Setelah dijawab mau ikut Kutil barulah dia dilepaskan. dimulai dengan tindakannya yang berani menganiaya dengan cara yang tidak berperikemanusiaan.

Kawedanan. praktis seluruh daerah Talang di kuasai massa rakyat. dan menyerbu Kantor Polisi di Kejambon dengan melucuti senjatanya. R saleh 2. sehingga mengakibatkan para pejabatnya melarikan diri.19 untuk mengikuti gerakan-gerakannya dan kepada siapa saja yang tidak mau mengikutinya apalagi menentang. . Gerakan ini mulai bergerak menyerbu kantor-kantor Kecamatan. Sidik dari pemuda API 3. jalan raya Talang yang biasanya di gunakan lalu lintas umum jurusan Tegal-Purwokerto menjadi tertutup. karyawan Pabrik Texin Tegal Ketiga orang tersebut. Pada saat itu. Ali. kecuali wedana Balapulang yang tertangkap dan akhirnya di bunuh. dalam waktu yang relatif singkat segera meluas dan menjalar ke daerah-daerah lainnya dan meledakkan gerakan Rakyat Tiga Daerah. Kejadian-kejadian tersebut. Moh. mereka tidak luput dari sasaran pembunuhan Sakyani (Wawancara dengan Bapak Ruslim. Juni 2006). di bunuh secara beramai-ramai oleh massa Rakyat di desa Pesayangan Talang. karena tidak ada lagi kendaraan yang berani lewat di jalan tersebut. Perbanditan pada saat itu situasinya memuncak menjadi lebih gawat dan timbul Pembunuhan lagi yang ketiga kalinya terhadap: 1. beribu-ribu massa Rakyat membanjiri jalan besar Talang menunggu komando dari Algojonya Kutil dan sejak saat itu pula Massa pemuda yang brutal itu kemudian memblokade jalan ke jurusan selatan Slawi.

Dalam situasi yang demikian orang tidak boleh berkata keliru atau secara bersenda gurau sekalipun dengan teman sendiri. Camat yang masih muda dan belum berpengalaman. Pegawai Pamong Praja dan Kepolisian Negara dengan jalan beramai-ramai memukul kentongan dan timbul penyembelihan-penyembelihan terhadap orangorang yang di anggap menentangnya. sulit untuk dapat di kendalikan.20 Situasi di luar kota Tegal setiap hari selalu timbul huru-hara/keributankeributan pengejaran-pengejaran dan penangkapan-penangkapan terhadap lurah. dan pada setiap malam harinya terjadi penculikan-penculikan. kepalanya pecah meninggal seketika. . Sebab salah-salah bisa dianggap menentang sehingga pada waktu itu orang-orang menjadi terdiam diri tidak berani berkata apa-apa. Camat Adiwerna dengan berseragam lengkap. Seperti yang menimpa Dastra dari desa Harjosari Adiwerna.Suparto Sastrosuworo. di depan Makam Kuno Tegal Arum. Kejadian ini terjadi di Markas Pemuda Ujungrusi. Dastra adalah terkenal sebagai seorang Jagoan sehingga kalau berbicara di muka umum seenaknya sendiri. kecuali apa yang di katakan oleh Kutil dan komplotannya harus di jawab dengan suara gemuruh MUFAKAT_MUFAKAT (Wawancara dengan Bapak Sahmad Juni 2006). oleh massa Rakyat dia dinggap tidak menyetujui gerakan rakyat.M. berbicara di depan umum di Lemah Duwur. Situasi sudah benar-benar gawat. Ia langsung di seret dan di pukul kepalanya dengan pukul besi. Tanggal 10 Oktober Camat R. penduduk di kecam ketakutan setiap hari terdengar berita kematian karena ulah keji massa rakyat pimpinan Syakyani. pembakaran-pembakaran rumah. massa Rakyat sudah menjadi meluap-luap.

Setelah selesai pidato. Ia di bunuh sangat Keji dan brutal dengan cara di tangkap dan di ikat kedua tangan dan kakinya kemudian di angkat dan di jatuhkan di atas batu besar berulang-ulang kali sehingga meninggal seketika. Keadaan sepanjang jalan utama ke Adiwerna waktu itu sepi sekali tidak ada kendaraan lewat. Contoh lain dari tindakan kelompok Kutil yaitu dengan brutal menjarah dan membunuh orang-orang yang sebetulnya mereka tidak tahu apa-apa. Slamet berangkat ke Markas API dan Ia tak pernah kembali. Kaki orang tersebut dengan cepat-cepat orang itu angkat dan ternyata kepala Camat Adiwerna pecah.21 Ia mengatakan bahwa Presiden Sukarno telah di tahan oleh NICA yang baru saja mendarat bersama-sama pasukan Inggris di Jakarta pada tanggal 29 September 1945. Sebelum dibunuh Camat tersebut minta untuk diperkenankan Adzan terlebih dahulu ( Wawancara dengan Bapak Sadum. memang telah di desas-desuskan di Jakarta. semua orang yang lewat . karena di setiap 25 meter ada rintangan jalan dari kayu atau bambu. Berita-berita semacam itu. Di pinggir-pinggir jalan banyak orang dan anak-anak yang membawa bambu runcing. Camat Adiwerna dibunuh diseret menuju Lorong kepalanya pecah karena ada orang yang tidak sengaja menginjak rambut yang sudah gembel akibat darah yang sudah kering karena banyaknya darah yang keluar. Slamet (23 tahun) anak sulung Wedana Adiwerna menjadi sasaran amarah kelompok Kutil. Suparto tidak segera meninggalkan rapat dan Ia di bunuh setelah rapat berakhir. Juni 2006). Ia mendapat surat dari pimpinan API yang mengatakan bahwa harta milik keluarganya dapat diambil di markas API Kejambon dengan sebuah truk pinjaman dari kantor Kabupaten.

Ia tidak menggunakan cara-cara kekerasan fisik. Petarukan dan Comal dengan pimpinan Supangat dan Idris. namun dia hanya mengumumkan di depan umum bahwasanya akan diadakan penyerangan-penyerangan terhadap orang-orang yang tidak ikut. itu terbukti dari banyaknya orang-orang yang menjadi pengikut dan ikut dalam gerakan yang Ia pimpin. Adiwerna. Di setiap pos jaga terkumpul meja kursi dan barang-barang rampasan dari orang-orang cina yang melewati pos itu. . tidak ada paksaan. Daerah Pemalang meliputi Pemalang kota. Slawi sebagai pusat gerakan. B. Losari Timur dan Tonjong dengan Pimpinan Binadji. Masyarakat pada waktu itu berada dalam keadaan dan situasi yang sulit penuh ketakutan dan kekhawatiran karena makin banyaknya orang-orang yang di bunuh oleh massa pimpinan Kutil. ketua KNI Brebes. Di Brebes meliputi Brebes kota.22 harus memberi salam “Merdeka” kepada mereka. maupun janji-janji yang Kutil berikan. Daerah-daerah yang sudah terpengaruh ketika itu adalah kecamatan Talang. orangorang yang tidak ikut dengan sendirinya dianggap adalah pengkhianat dan langsung di bunuh ataupun didombreng ke muka umum. Rakyat mulai terpengaruh oleh hasutan-hasutan dari para petualang politik yang mendalangi gerakan rakyat tiga daerah. Jatibarang. pengaruh Kutil sangat besar. Masyarakat dengan sendirinya dengan penuh sukarela ikut bergerak dan berjuang bersama. Cara Kutil Menarik Simpati Dalam Revolusi Sosial yang terjadi di Tegal.

Tua. berjalan di jalan raya dan bergabung dengan massa lainnya. Ia tidak segansegan untuk membunuh orang tersebut. ataupun orang Pribumi yang dianggap sebagai pengkhianat dan orang-orang yang dianggap melecehkan Republik (Wawancara dengan Bapak Taim. Mereka bergabung ikut mengeksekusi menghukum orang-orang yang dianggap Probelanda.23 Setiap akan mengadakan pembunuhan. Ia mengadakan rapat terlebih dahulu di Bank Rakyat (bank BRI cabang Talang sekarang) yang dijadikan markas gerakannya. Karena tindakannya yang menakutkan itulah dengan sendirinya. muda kecuali orang yang sedang sakit. Juni 2006). Dia berdiri diatas Podium dan menyebutkan nama-nama orang yang akan dibunuh. Secara umum Kutil tidak memaksa dan menggedor-gedor turun sendiri dari rumah-kerumah dan mengatakan “harus ikut” namun apabila Kutil melihat sendiri ada masyarakat yang tidak ikut bergerak pada saat itu juga. orang tersebut di suruh naik di Podium dan diperlihatkan pada massa dan secara serempak massa rakyat selalu mengatakan SETUJU! Gerakan bisa menjadi besar dan membuat anggotanya bertambah banyak. masyarakat apabila terdengar ada aba-aba dan Kutil mengatakan SIAP! Pasti masyarakat akan selalu SIAP mendukung gerakan tersebut. bahkan apabila orang itu sudah dalam penyekapan. khususnya dari Masyarakat adalah dengan membunyikan dan memukul kentongan dalam istilah bahasa Tegal dikenal dengan “Tung Tung Grumbung” Yaitu membunyikan kentongan di sepanjang jalan dan dengan sendirinya masyarakat keluar dari rumah. Walaupun pada akhirnya di tengah-tengah perjalanan Masyarakat yang .

Kutil sendiri pada saat itu tidak menggunakan senjata apa-apa. kebakaran. Persenjataan yang digunakan pada saat itu masih sangat sederhana. sehingga apabila dipukul keluar bunyi “Thong” dari kata “Thong” disitulah timbul nama “Kentongan” bunyi kentongan biasanya digunakan sebagai tanda-tanda waktu rapat desa. kentongan atau apa saja sebagai . Laki-laki itu diarak dijalan raya dengan diikuti massa yang berada dibelakang dengan membawa kaleng kosong. Gerakannya pada saat itu memegang pengaruh yang sangat besar. ditempat Lurah biasanya ada tabuhan yang disebut kentongan yang terbuat dari potongan kayu besar dan dilubangi. yang pertama digunakan adalah senjata yang dibuat dari bahan bambu yang diruncingi yaitu bambu runcing atau pada saat itu masyarakat menyebutnya dengan nama cocolan. Ada beberapa senjata api hasil rampasan tentara Jepang dan polisi yang telah dibunuh dan hanya beberapa orang saja yang menggunakan. Bunyi kentongan tergantung pada jumlah dan irama pukulannya. Ia bertindak sebagai pemimpin gerakan yang memberikan Komando. Di desa Jawa. terutama perkataan Kutil yang seperti dijadikan hukum dalam masyarakat. pencurian.24 tidak setuju dengan gerakan itu meninggalkan rombongan massa dan berjalan kearah yang lain. Sebagai contoh pada saat itu sudah dilakukan pendombrengan pada seorang laki-laki yang ketahuan selingkuh. kentongan kayu (atau apa saja) yang dipukul oleh para pengaraknya. dengan muka yang di coret-coret menggunakan angus. Hukum yang berlaku pada masyarakat saat itu adalah hukum “Tombrengtombreng” suara pukulan dari kaleng kosong. atau tanda bahaya lainnya. Ia diperintahkan hanya menggunakan celana pendek.

Perkataan Kutil pada saat itu benar-benar menjadi hukum yang dipatuhi masyarakat. Peristiwa-peristiwa tersebut pada hakekatnya adalah akses-akses revolusi yang berupa: “... keributankeributan. pamong desa yang dianggap korupsi (Wawancara dengan Bapak Sahmad. Dengan jalan beramai-ramai memukul kentongan dan timbul penyembelihan-penyembelihan terhadap orangorang yang dianggap menentang. Situasi di luar kota Tegal setiap hari selalu timbul huru-hara. Yang menjadi motif dan pandangan peristiwa-peristiwa tersebut adalah perongrongan terhadap Revolusi Pancasila dan siapapun yang menjadi penggerak maupun pelaksana- pelaksanaanya ia adalah musuh-musuh revolusi dari dalam. Juni 2006).... dan penagkapan-penagkapan terhadap lurah.25 tanda untuk menyiarkan berita bahwa mereka telah menangkap pencuri desa.. Gerakan kutil inilah yang akhirnya melahirkan pemahaman-pemahaman dalam Idiologi pada masing-masing anggotanya.. rakyat menganggap pandangan Kutillah yang nantinya akan memberikan suatu perubahan dalam masyarakat.Penyimpangan-penyimpangan dari rel Revolusi Indonesia yang sebenarnya. Pendombrengan terhadap pasangan orang selingkuh mendadak berhenti ketika Kutil serentak mengatakan JANGAN! Dengan sendirinya orang itu dilepaskan dan tidak jadi dibunuh namun sebaliknya ketika Kutil mengatakan BUNUH! Pasti masyarakat dengan sepakat setuju untuk mengadakan pembunuhan. Dalam situasi seperti itulah cara dan pandangan rakyat sudah tidak bisa dibenarkan lagi. pengejaran-pengejaran.. karena penyesatan-penyesatan oleh Idiologi-Idiologi dan alam-alam . pegawai Pamong Praja dan Kepolisian Negara..

Revolusi yang simultan dan multi kompleks tidak mustahil menimbulkan gerakan-gerakan yang pada hakekatnya merupakan suatu akses. Musium Mandala Bakti) Situasi Kota yang tidak terkendali yaitu dengan kacaunya keadaan sangat memudahkan bagi unsur petualang-petualang politik maupun kriminal untuk memancing di air keruh.Musium Mandala Bakti). Krisis kelaparan. dengan jalan menghasut dan menunjuk-nunjuk kambing hitam.32.26 fikiran Liberalisme dan Komunisme/Marxisme-Leninisme/Maoisme dan pahampaham lain serta oknum-oknum yang bertentangan dengan jiwa Pancasila. Kemungkinan timbulnya akses-akses itu semula dapat kita terima manakala kita selalu ingat kondisi dan situasi pada saat tercetusnya Revolusi. Kondisi dimana rakyat dan bangsa Indonesia berjuang dan menghimpun kekuatan tanpa adanya perintah-perintah dari atasan. Dalam gerakan yang Kutil pimpin. masyarakat banyak yang meninggal karena tidak mampu makan (Arsip Peristiwa Tiga Daerah. S.S. Sedangkan situasinya pada saat itu masyarakat Indonesia di hadapkan pada suatu krisis.32. Sadis dan tidak berperikemanusiaan menunjukan bahwa Ia sebenarnya berpaham . Pada hakekatnya Peristiwa Tiga daerah merupakan akses revolusi yang kalau tidak ada kewaspadaan dan kecepatan bertindak dari pada TKR Resimen XVII dapat mengancam keselamatan Revolusi Agustus 1945 yang berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila (Arsip Peristiwa Tiga Daerah. dengan tindakannya yang Arogan. Dalam Tri Upaya sakti dinyatakan bahwa Revolusi Indonesia yang di jiwai oleh Pancasila merupakan gerakan-gerakan simultan antar penjebolan dan pembangunan destruksi dan kontruksi.

Tindakan Kutil membunuh orang-orang dari golongan Agama di mulai tanggal 27 November 1945 kira-kira jam 05.00 dengan berkendaraan sedan. mempunyai pengaruh besar di daerah Talang. Termasuk juga Kardinah yang juga pernah disekap di tempat itu. dugaan itu lebih diperkuat lagi dengan akan dibunuhnya orang-orang dari golongan agama. Ketika kendaraan yang membawa Komandan Resimen dengan dua ulama itu memasuki daerah Talang dihentikan oleh massa rakyat. . Kyai Muchidin. Bangunan penyekapan sekarang di jadikan SD Talang.27 Kumunis. Kendaraan terpaksa berhenti dan untuk selanjutnya kedua ulama Kyai Bisri dan kyai Muchidin dibawa ke selatan. ulama yang dipandang. dimasukan kedalam bangunan rumah tua yang tidak digunakan. yang dijadikan tempat tahanan. Mereka diajak pergi ke daerah tersebut untuk memberi nasehat kepada murid dan santrinya yang banyak menjadi pengikut gerakan pada saat itu. Kemudian Kyai Bisri. Juni 2006). Iskandar Idris dengan berkendaraan sedan dikawal oleh satuan regu pasukan bersenjata yang menggunakan kendaraan truk berangkat menuju Talang. yang ada hanya petugas jaga piket. Kyai H.Iskandar Idris dengan kendaraan termasuk sopirnya dibawa ke Markas pemuda Ujungrusi sedang truk-truk regu pengawal dikeroyok massa rakyat dan dilucuti senjatanya. H. Kyai-kyai yang dianggap menentangnya (Wawancara dengan Bapak Taim. Haji Iskandar Idris lalu memerintahkan kedua orang petugas masingmasing Tjasmuan dan Ambari untuk memanggil Kyai Bisri dan Kyai Muchidin. komandan resimen XVII tiba di markas yang masih sepi.

Harapan ini mengambil bentuk. Adapun sebab-sebab mendasar yang membuat Marxisme sebagai sebuah ajaran memiliki daya pikat dan daya hidup yang panjang. 2. Kapitalis inilah yang oleh Ignas Kleden dikatakan sebagai Utopia yang digunakan oleh banyak pemimpin bangsa. 3. penyusunan suatu konsep masyarakat masa depan yang dianggap pasti benar.28 Gerakan Kutil pada dasarnya BerIdiologi Komunisme/Marxisme Leninisme/Maoisme. Alasan lain dalam beberapa hal Marxisme menyimpan kebenaran. sehingga banyak orang yang kemudian juga terpikat dengan Marxisme karena gagasan kebebasannya. Sidney Hook menyatakan: 1. Lepas setuju atau tidak bahwa dalam sekalian bentuknya yang terselubung dalam seluruh teori-teorinya terkandung suatu ekspresi harapan. Sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pegangan dan ukuran yang sudah pasti berbeda dengan masyarakat yang sekarang. berupa keruntuhan sistem kapitalisme dan berakhirnya kebudayaan. Marxisme adalah teori yang monistik yang memegang kunci penjelasan mengenai segala sesuatu yang penting dalam organisasi dan masyarakat sekaligus mengenai segala hal yang mungkin terjadi di masyarakat. Mereka percaya akan kebebasan. Mengatasnamakan untuk kepentingan rakyat. itu sebabnya “Kelebihan” dalam teori Marxisme adalah penjelasan-penjelasannya mengenai perubahan sosial memberi tempat bagi faktor eksogen (luar) di mana pada beberapa teori . Betapapun kaburnya Marxisme membeberkan beberapa peristiwa dan fakta sosial yang secara khusus bicara tentang hakekat masyarakat Industri. Konsep mengenai masa depan diberi kerangka dan batas-batas yang lebih spesifik.

Mereka berjalan layaknya dua tentara yang siap mendapat perintah dari komandannya. Gerakan itu adalah gerakan spontanitas. Salah seorang juga ada yang tugasnya mengumpulkan orang-orang Cina untuk membuat Lubang kuburan. Orang-orang . tidak memegang hukum tetapi Prokemerdekaan. bendera yang dibawa rakyat adalah bendera merah putih. Dua ajudan Kutil bernama Rasyan dan Abdul Manaf. semrawud dalam bahasa Tegal. dan memakai senjata Klewan. Organisasinya belum rapi dan tanpa bentuk. Setiap pulang dari markas cara berjalan mereka seperti orang yang berbaris. sebagai simbol perlawanan rakyat. tidak terlihat jelas. Namun secara sederhana struktur dalam gerakan itu sudah ada walaupun bentuknya masih sederhana dan tidak tertulis jelas dalam susunan struktur sebuah gerakan. Kutil sebagai komandan tertinggi mempunyai dua ajudan yang selalu menemani dia kemanapun. Anggota yang lain ada juga yang tugasnya mengumumkan di jalan-jalan pada masyarakat bahwasanya akan diadakan pembunuhan dan pendombrengan. Struktur yang sederhana itu terlihat dengan adanya pembagian tugas yang lumayan jelas.2002:178) C. Bentuk Kepemimpinan Kutil Bentuk Kepemimpinan Kutil pada masa revolusi sosial. Gerakan Kutil adalah gerakan Spontanitas rakyat. Gerakan itu Menggunakan Bank Rakyat (Bank BRI Cabang Talang sekarang) sebagai markas gerakan. Bentuk gerakan pada saat itu boleh dikatakan berantakan. Tidak ada struktur yang resmi dan jelas. tidak mempunyai bendera maupun lambang-lambang khusus.29 perubahan sosial hal ini kurang mendapatkan perhatian yang memadai (Prasetyo. Bagi orang-orang yang berada di bawah Kutil.

Namun Ia juga menindak pencuri yang ketahuan mencuri. dengan sendirinya orang-orang Cina keluar dari dalam rumah membawa cangkul dan berbaris mencangkul tanah disebelah Jembatan Sungai Gung. Tidak hanya itu saja. penggarongan tidak ada. Dan apabila ada orang yang tidak menuruti perintahnya. Mereka takut pada kutil. Kutil tidak akan segan-segan untuk membunuh (Wawancara dengan Bapak Taim. Mereka bersedia menyerahkan harta benda atau apapun yang mereka punya dan bersedia memenuhi apa saja yang mereka butuhkan asalkan mereka . orang cina ketakutan. Keadaan Tegal pada masa kepemimpinan Kutil aman. takut apabila tindakannya ketahuan karena Kutil tidak hanya menindak orang-orang yang dianggap Probelanda saja. Orang Cina pada saat itu diundang datang ke Markas. Ada pada saat itu pencuri ayam yang ketahuan. Juni 2006). ayam curiannya dikalungkan dan ditombreng di jalan raya. biasanya mereka diarak ke jalanan dijadikan tontonan masyarakat dan didombreng-tombreng sepanjang jalan. perbanditan diantaranya pencurian. Rumah tidak di kuncipun barang-barang dan kekayaan lainnya aman karena tidak ada yang berani mencuri apalagi menggarong.30 cina apabila ada orang yang berteriak di jalan dan mengumumkan bahwa harus membuat lubang. Kutil juga memerintahkan agar orang-orang pribumi yang bekerja pada orang-orang cina sebagai pembantu (dalam bahasa Tegal lebih dikenal dengan sebutan babu) segera keluar dari pekerjaannya dan tidak diperbolehkan bekerja pada orang-orang Cina lagi. keadaan desa dan wilayah Tegal pada saat itu tenang dari pencurian dan penggarongan.

sedang yang perempuan di suruh menyediakan minuman di depan rumah. Hari itu juga massa rakyat mulai mengejar-ngejar para pejabat di kota Tegal. Tanggal 4 November 1945.31 tidak dibunuh. RS. Pemalang. Di Stasiun KA. Raden Ajeng Kardinah. gerakan massa Tiga daerah mengadakan penyerbuan kota Tegal. Tampak ribuan Massa Rakyat dengan membawa bambu runcing dan berkalungan Janur Kuning. sehingga menjadi tontonan dan bahan olok-olokan massa. adik kandung R. Ia di sembunyikan di markas pemuda API selanjutnya di bawa ke Pekalongan. untuk menyelamatkan diri. Massa rakyat sampai di jalan simpang tiga. Tidak ada perlawanan sedikitpun dari mereka. Sunaryo dengan cepat diselamatkan oleh Mansyur dari pemuda API. beramai-ramai menyerbu dan menduduki kantor kabupaten dan stasiun kereta api. Bupati Tegal. Sebagian massa lainnya keluar masuk kampung mencari orang laki-laki untuk diajak menyerbu kota Tegal.A.Kartini yang saat itu berada di tengah-tengah Bupati bersama keluarga Bupati lainnya di bawa oleh massa rakyat dan di paksa berpakaian sarung goni dan di arak keliling Kota. Mereka yang tertangkap kemudian di bunuh secara keji tercatat: . dan Brebes telah di kuasai oleh gerakan Massa. beramai-ramai membaca Tahlil berjalan menuju ke Utara. Kepemimpinan Kutil berakhir ketika tiga kota Slawi. massa rakyat membongkar brangkas dan merampok uang serta menguasai Stasiun Kereta. ada juga beberapa orang Cina yang melarikan diri. keluar dari wilayah Tegal meninggalkan harta bendanya karena takut dibunuh.

32

1. Haji Abu Bakar 2. Bekas pengurus Badan Ekonomi pada masa pemerintahan Jepang 3. Hamzah (putera Abu Bakar) 4. Singgih ( Ajun jaksa) 5. H.Ichsan (Konsul haji) 6. Sumarjono (Guru SMP Negeri Tegal) 7. 3 orang tidak dikenal 8. Wedana Tegal Basirun dan Keluarganya menghilang ( Jarahdam VII,

1968:21) Alun-alun Tegal waktu itu di jadikan markas gerakan massa beribu-ribu massa rakyat selalu membaca Takbir. Mereka datang dari berbagai desa. Warga kota Tegal yang tidak mau ikut-ikutan waktu itu menyembunyikan diri, sehingga ada penilaian dari gerakan massa bahwa warga kota Tegal perempuan semua sama. Hari itu juga, massa yang berkumpul di alun-alun mulai bergerak ke bagian utara kota yang masih di kuasai oleh TKR. Perjalanan massa rakyat di bagi menjadi dua kekuatan: 1. Lewat Jalan Gajah Mada 2. Sebagai intinya Lewat jalan A.Yani. Mereka bergerak sambil mengumandangkan takbir, sehingga terdengar suara gemuruh. Walaupun beberapa pimpinannya telah tertangkap tetapi gerakan rakyat semakin menjadi-jadi, mereka kemudian memperluas daerah pengaruhnya antara lain menyerbu asrama polisi di Brebes, Pemalang, dan berhasil melucuti

33

senjatanya. sedang terhadap para prajurit TKR mereka masih berfikir dua kali untuk bertindak menyerang. Kegagalan penyerbuan di Kota Tegal rupanya masih menghantui mereka. Terbukti waktu massa gerakan rakyat hendak menyerbu markas TKR di Petarukan, mereka hanya bergerombol dan tidak berani menyerang. Mereka kemudian bubar setelah pimpinannya yang dikenal kebal terhadap senjata tewas di tembus peluru anggota TKR. Sejak saat itu para pimpinan Gerakan Massa menganggap bahwa Pemerintah Daerah Tegal, Brebes, dan Pemalang sudah tidak berfungsi terbukti pada pejabatnya seperti Bupati Tegal, Brebes, dan Pemalang dan Residen Pekalongan Mr Besar meninggalkan tempat tugasnya. Kejadian itu di manfaatkan oleh para dalang komplotan Kutil untuk mengangkat para pejabat dari orangorang mereka sendiri. Beberapa Pejabat yang diangkat oleh dalang Komplotan Kutil tercatat antara lain: Bupati Tegal Bupati Brebes Bupati Pemalang : Kyai Abu Sudjai, dari desa Pacul : Kyai H. Satori : Supangat

Residen Pekalongan : Sardjio Patih kab.Tegal Wedana Tegal Wedana Slawi Wedana Adiwerna : Tjitrosatmoko : Mardjono wakil ketua KNI : Kyai H. Fachruri : Kyai H.Mawardi (Achmad, 1977:19)

34

Pengangkatan para pejabat itu sempat memusingkan masyarakat sebab komplotan Kutil di dalangi oleh orang-orang yang berpaham Komunis, tetapi mengangkat para pejabat yang sebagian besar para ulama dan tokoh agama Islam. Setelah pengangkatan pejabat, Ia melakukan penyerbuan ke Kota Pekalongan. Penyerbuan ke Kota Pekalongan menjadi akhir penangkapannya, adanya penyerbuan gerakan ini ke kota Pekalongan di manfaatkan oleh TKR untuk melakukan penagkapan terhadap Kutil dan komplotannya. Serta mengakhiri gerakan Kutil dan komplotannya yang semakin lama ternyata tindakannya meresahkan masyarakat. Dalam menghadapi penyerbuan Gerakan Kutil, TKR menggunakan taktik kota terbuka, yaitu dengan cara membuat sepi kota Pekalongan. Masyarakat di minta untuk tidak berkeliaran di jalan-jalan umum sehingga menimbulkan kesan bahwa kota Pekalongan tidak di jaga keamanannya. Taktik dan Strategi yang di terapkan oleh TKR dengan baik dan lancar sehingga tidak dapat di ketahui oleh Seorang dari pihak Kutil yang di kirim ke Pekalongan. Gerakan Tiga Daerah dari Tegal dan Pemalang bergerak ke Pekalongan dipimpin langsung oleh algojonya yaitu Kutil alias Sakyani. Massa dari Tegal naik kereta api sedang massa dari Pemalang naik truk kemudian dari kedua massa tersebut bertemu di depan Stasiun Kereta Api. Laskar gerakan Tiga Daerah dengan membawa senjata dan bambu runcing bergerak menuju kantor karesidenan. Ketika mereka sampai di halaman kantor dan bermaksud mengepung, TKR segera bertindak dan mengadakan pengepungan di bawah ancaman senjata. Akhirnya massa menyerah dan para pemimpinnya segera di jebloskan kesel tahanan.

Dengan adanya berita tersebut mendorong TKR Pekalongan untuk segera menyelesaikan dan mengambil tindakan keamanan dan ketertiban sehubungan dengan gangguan keamanan yang di pimpin oleh kelompok Kutil. Gerakan penyerangan dan pembersihan terhadap kekuatankekuatan massa rakyat Kutil segera di lakukan. para pemimpin massa yang bermobil itu rupanya mengira bahwa gerakan rakyat menyerbu ke Kantor Karesidenan telah berhasil. dengan mudah akhirnya para pemimpin gerakan rakyat termasuk Kutil dapat di tangkap dan mereka kemudian di masukkan ke dalam sel tahanan (Wawancara dengan Bapak Sahmad. Ia di kawal oleh tujuh buah kendaraan. Peristiwa Tiga Daerah menimbulkan tindakan anarkhis . Juni 2006). untuk mengembalikan keamanan dan ketertiban daerah yang telah mengancam stabilitas nasinal. Tindakan penyelesaian peristiwa tersebut di mulai pertengahan Desember tepatnya tanggal 17 Desember 1945. dengan alasanalasan sebagai berikut: 1. Mereka menurut saja di ajak meninjau markas resimen oleh prajurit Kartedjo yang menyamar. Bahwa rakyat pada umumnya tidak setuju dengan Gerakan Rakyat Tiga daerah. Seorang prajurit TKR. resimen TKR Pekalongan menerima berita Internasional dari markas besar tentara yang isinya menyebutkan bahwa dalam waktu dekat Presiden RI beserta Panglima besar Sudirman akan mengadakan kunjungan kerja ke daerah Tegal. Kartedjo waktu itu menyamar sebagai massa rakyat menyetop iring-iringan kendaraan tersebut. terbukti dengan adanya perlawanan rakyat Tegal karena: a.35 Sakyani alias Kutil datang belakangan.

Sedangkan para pemimpin mereka sudah banyak yang melarikan diri. Koordinasi pemerintah di daerah karesidenan Pekalongan tidak dapat di laksanakan di tiga daerah karena di tiga daerah di jalankan oleh orangorang komunis c. Presiden RI Sukarno dan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Pada tanggal 25 Desember 1945.36 b. Adanya berita-berita dari Markas Besar tentara bahwa dalam waktu lima hari lagi. Laskar di tiga daerah ini tidak mengikuti badan pemerintahan Komite Nasional Indonesia (KNI) 2. Kepercayaan rakyat kepada TKR dapat tercipta kembali untuk melanjutkan perjuangan dan mengamankan Negara Proklamasi 17 Agustus 1945. Presiden RI bersama dengan panglima Sudirman akan berkunjung ke Pekalongan dan Tegal (Jarahdam VII. Moh. masing-masing beserta rombongan dengan menumpang Kereta Api Istimewa. Adapun rombongan presiden terdiri dari: 1. untuk melaksanakan kunjungan ke Tegal dan Pekalongan dalam menyelesaikan masalah politik serta masa konsolidasi. Beberapa orang yang dianggap tokoh ditangkap dan ditawan di gudang kopi. Operasi yang menyeluruh dan dilakukan serentak di tempat-tempat konsentrasi komplotan massa tiga daerah berjalan dengan lancar tanpa rintangan yang berarti.1968:27) Rencana operasi tersebut banyak mendapat dukungan rakyat luas dan pihak kepolisian serta para tokoh pejuang.Hatta beserta Ibu . Ibu Fatmawati Sukarno 2. Wakil Presiden RI Drs.

dan para perwira lainnya dari MBT Kedatangan rombongan disambut dengan upacara militer di halaman Stasiun Kereta Api Tegal. republik Slawi. Mengenai orang-orang yang telah diangkat menjadi pejabat Pamong Praja seperti Lurah. Wedono. Letjen. Mayjen. Bupati oleh Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah tetap diperkenankan menduduki jabatannya sebagai pejabat . Pidato presiden RI antara lain menanyakan keadaan rakyat. rombongan langsung menuju ke Stadion Sepak Bola Slerok Tegal untuk menyampaikan pidato.Hermani Sedangkan rombongan Panglima Besar Jenderal Sudirman terdiri dari: 1. Sumatupang 3. Perdana Menteri Sutan Sjahrir 4. Brebes. Rapat umum tersebut berjalan tertib dan aman tanpa gangguan apapun (Wawancara dengan Bapak Sahmad. membentuk republik kecil-kecilan seperti Republik Talang. Mayjen. Pemalang akan mencoba membuat negara dalam negara. Juni 2006). d.Oerip Sumohardjo. Mengangkat Residen baru dengan stafnya maupun bupati-bupati di daerah-daerah c. Menteri Dalam Negeri Mr. apakah rakyat di Tegal. Memindahkan Sarjio ke Yogyakarta b.37 3. Membawa masalahnya di muka sidang Pengadilan Negeri Pekalongan. Kepala Staf APRI 2. Camat. Selanjutnya penyelesaian mengenai persoalan “Tiga Daerah” diambil alih oleh pemerintah pusat dengan jalan: a. Republik Tegal atau Republik Brebes. Kafrawi.

Sudarsono Amir dan para bekas tahanan tiga daerah yang lain. Pada tanggal 14. Brebes. Pemalang dan Pekalongan” (Achmad.38 pemerintah yang sah atas persetujuan rakyat setempat (Kodam VII. H. Iksan Dimiyati. Sebagai pegangan dalam pembelaan perkara adalah surat pengangkatan Sardjio dari Pemerintah pusat. Dengan demikian berarti bahwa Gerakan Badan Perjuangan Rakyat Tiga Daerah ini adalah gerakan yang dilegalisir oleh Pemerintah. tetapi sempat membawa dua koper berisi Transkripsi Interogasi Pemeriksaan Pendahuluan dan Proses Pengadilannya. Iskandar Idris. Letkol. 1977:29). H. Ditunjuk sebagai pembela oleh pemerintah ialah Supeno. Sebelum hukuman mati tersebut dilaksanakan. Tanggal 21 Oktober 1946. melarikan diri ke Jakarta. Kutil yang banyak akal. hukuman mati dijatuhkan terhadap Kutil alias Sakyani. SH Hakim Tinggi Pekalongan yang kelak menjadi Jaksa Agung.21 Oktober 1946 di Pekalongan di bentuk pengadilan bagi para pelaku gerakan anarkhis tersebut termasuk di dalamnya Kutil alias Sakyani. Ismail Hasan Idris. profesi lamanya . Wadiono.18. Bertindak sebagai Hakim Ketua Suprapto.19. H. Sebagai saksi adalah Kol. algojo Tiga Daerah karena dianggap bersalah. Adapun tuduhan yang dikenakan oleh para terdakwa adalah: “Menggunakan masa rakyat dengan jalan kekerasan untuk merebut kekuasaan Pemerintah RI yang sah. khususnya di daerah Tegal. 1968:24). dan bekerja sebagai tukang cukur.15. Usman Sastro Amijoyo yang merupakan tokoh dari PSI. terjadi Agresi Belanda Pertama (Juli 1947) narapidana bersama Pemerintah Karesidenan diungsikan ke pegunungan di selatan Pekalongan. Walaupun hakim Suprapto tidak sempat membawa barang-barang pribadinya.

diminta kedatangannya di Pekalongan dan menjadi satu-satunya saksi yang dapat memastikan hukuman yang dulu dijatuhkan atas diri Kutil. Permohonannya ditolak pada tanggal 21 April 1951. yang menjadi Kepala Staf Resimen XVII TKR di Pekalongan semasa Peristiwa Tiga Daerah dan ikut memainkan peranan penting dalam Operasi penghancurannya. Kutil ikut diserah terimakan kepada polisi Republik. Pada penyerahan kedaulatan bulan Januari 1950. . Pada tanggal 1 Agustus 1950. Tahun 1949 wajahnya dikenali orang Slawi. dan kemudian ditahan oleh Polisi Belanda (Jakarta dibawah kekuasaan Belanda). (Lucas. tempat yang dipilih untuk eksekusi oleh Komandan Militer Kota. Kutil Menjawab ”tidak ada”. Tanggal 8 April penegasan kembali hukuman yang dijatuhkan oleh Pengadilan Pekalongan pada 21 Oktober 1946 dikelurkan. dikirim kembali ke Semarang dan kemudian ke Pekalongan. dan dengan berjongkok Ia menghadapi butir-butir peluru yang mengakhiri hidupnya pada tanggal 5 Mei 1951. Ketika ditanya apa permintaan terakhirnya.39 sewaktu di Tegal. Di Kebun Kacang Gang II dia membuka pangkalan cukurnya. Suprapto. Dua minggu kemudian Kutil dibawa ke pantai dekat Pekalongan. dan tiba di Pekalongan tanggal 13 Februari 1950. yang menjabat Jaksa Agung RI. Dia menolak matanya ditutup. Sudharmo.2004:309-310). Kutil mengajukan langsung permohonan pengampunan kepada Presiden Sukarno.

2. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari mereka sangat senang bekerja.BAB V PENUTUP Simpulan Sebagai langkah akhir dalam penulisan skripsi ini. dan gotong royong yang sangat mendalam. tetapi mereka juga merupakan pekerja yang bersungguh-sungguh dan suka berterus terang. Penderitaan yang dia alami semasa penjajahan menjadikan dia orang yang berani memperjuangkan keadialan. yaitu: 1. penulis akan mencoba mengemukakan simpulan terhadap apa yang telah dibahas dalam bab-bab terdahulu. serta masa dewasa yang dimulai dengan pembungan dirinya beserta 2 orang temannya di Digul menjadikan dia menjadi orang yang tega untuk membunuh sesama. memiliki perasaan persaudaraan yang kuat. Kebudayaan dan adat istiadatnya telah banyak dipengaruhi oleh kebudayaan luar. meskipun demikian masih menampakkan nilai-nilai aslinya. Latar belakang kehidupan Kutil terutama masa kecilnya yang berasal asli dari Madura. kasar dalam tutur katanya. Revolusi Sosial yang terjadi di Tegal pada tahun 1945-1946 di latar belakangi oleh keadaan masyarakat Tegal yang cukup memperihatinkan disamping munculnya kekuatan sosial yang berdasarkan Idiologi adanya kelompok 16 . Hal tersebut tercermin dalam kehidupan masyarakat desanya yang memiliki ikatan yang berdasarkan kekerabatan dan teritorial. menurut Kuntowijoyo orang Madura terkenal sebagai suku bangsa Jawa yang mempunyai adat istiadat yang keras.

Peranan Kutil dalam menggerakan Revolusi Sosial di mulai dengan munculnya tokoh Kutil yang menjadi awal terjadinya pembunuhanpembunuhan sadis. sehingga setelah peristiwa tiga daerah masyarakat mengadakan pemilihan pangreh praja. . karena masyarakat membutuhkan kepemimpinan baru yang sesuai dengan situasi baru. Masyarakat merasa tidak aman. wedana dan camat untuk menggantikan pejabatpejabat yang lama. serta bentuk kepemimpinan Kutil yang pada saat itu belum terlihat. yaitu bahwa pendidikan masa Jepang berlaku untuk seluruh masyarakat tanpa adanya stratifikasi sosial.17 Leggaong yang memimpin aksi massa rakyat serta Berkobarnya Peristiwa Tiga tiga daerah mengakibatkan dampak yang tidak hanya pada kondisi sosial masyarakat salah satunya dalam bidang pendidikan. Sejumlah kyai diangkat menjadi bupati. 3. Pengaruh pemimpin agama disini tampak lebih dibutuhkan untuk menguasai situasi baru. cara dia menarik simpati. Bentuk kepemimpinannya ternyata memberi pengaruh besar pada masyarakat. Dalam bidang politik. Kondisi Ekonomi masyarakat Tegal tidak baik. penyerahan bahan pokok kepada pamong praja atau pejabat-pejabat untuk membayar pajak pemerintah mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan rakyat apalagi ternyata pemungutan pajak tersebut disalah gunakan untuk kepentingan pribadi. namun struktur secara sederhana sudah terbentuk dan masih sangat sederhana sekali. pemerintah daerah yang di bentuk Jepang menyebabkan penderitaan masyarakat Tegal. semua kegiatan perekonomian dihentikan.

hendaknya membuang segala macam subyektifitas personal yang seringkali membuat sejarah sebagai kisah menjadi rancu dan sulit untuk dipahami secara runtut dan berimbang. 1. maka akan lahirlah tulisan yang tentunya jujur dan dapat dipertanggung jawabkan netralitasnya. Kepada penulis sejarah yang masih diliputi keberpihakan.18 Saran 1. 2. Dengan meminimalisir keberpihakan terhadap suatu subyek dalam tulisannya. Sedangkan penilaian baik. Diharapkan kepada penulis sejarah lokal agar selalu ditingkatkan. buruk biarlah pulang kepada kedewasaan dan kebijaksanaan masyarakat pembaca. Semoga penulisan skripsi ini dapat pula dijadikan sebagai sumbangan dalam penulisan-penulisan sejarah lokal ataupun menambah khasanah sejarah penulisan kota Tegal . hal ini dapat memperkaya khasanah bagi para penulis yang masih pemula.

Clifford. Yogyakarta: Tiara wacana Kutoyo Sutrisno.82 DAFTAR PUSTAKA Alfian. Yogyakarta: Grafiti Pers Geertz. 2004. Sejarah Lokal ( Kumpulan Makalah Diskusi). 2003. Pengantar Prof Dr Suhartono. Kuntowijoyo. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada (Rajawali Perss) Kahin Audrey R. Revolusi Nasional di Tingkat Lokal. Bandit dan pejuang di simpang Bengawan. Ghazali.Ungkapan Peristiwa Tiga Daerah (Tegal. Jakarta: Pustaka jaya. 1989. 2004. Jakarta: Depdikbud Djoko Suryo. Pergolakan daerah pada awal kemerdekaan. Zulfikar. Wonogiri: Bina Citra Pustaka. Yogyakarta : Resist Book E. Jakarta: LP3ES E. 1987. Ibrahim.1994. Pergolakan daerah di awal Revolusi kasus di daerah pekalongan. Dari babad dan hikayat sampai sejarah kritis Yogyakarta: UGM press Achmad 1977. Jakarta: Departemen pendidikan & Kebudayaan. 1978. Pemalang). 1989. Abangan Santri Priyayi dalam masyarakat jawa. 1979/1980 Sejarah Revolusi Kemerdekaan 1945-1949 Jawa tengah. One Soul one struggele (peristiwa tiga daerah). Peristiwa Tiga Daerah. Lucas Anton. 1995. Lucas Anton. Patologi sosial. kartini. Kartono. Tegal: Markas cabang Legiun Veteran RI kabupaten/kodya Tegal Depdikbud. S. Brebes. 1989. Ibrahim Julianto. Semarang : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat . Metodologi Sejarah. 1986.T. Jakarta : Grafiti.

G.jilid 1 Yogyakarta: Kanisius Pruitt. Jakarta: PT Melton Putra. Jakarta: UI. Gerakan 30 September Pemberontakan Partai Komunis Indonesia. Indonesia Abad ke 20 .32. Historiografi Indonesia Sebuah pengantar.Z. Yogyakarta: Pustaka pelajar. Zeffrey. 1995. Semarang: Yayasan Diponegoro Saputro 1956.Press Mahardika Timur. Terminologi Sejarah (1945-1950 & 1950-1959) Jakarta: Departemen Pendidikan & Kebudayaan RI Arsip Nomor S.2004. Tegal: markas cabang Legiun Veteran RI Kabupaten/kodya Tegal Suhartono. Peristiwa Tiga Daerah . Deandan Robin. Yogyakarta: Aditya Media Sudjatmoko dkk. Mengerti Sejarah. Tegal. Secara damai Yogyakarta: Lapera Moedjanto. Soeyono.1993. 1988. R.1996.2000. Teori Konflik Sosial. Gerakan Massa (menyampaikan demokrasi dan keadilan). Sejarah Masyarakat Indonesia 1900-1950. Sejarah Militer Kodam VII/ Diponegoro 1986 Sirnaning Jakso Katon Gapuraning Ratu. Leirissa.Z. Lapian. Louis Gottschalk. G. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Bandit-bandit pedesaan ( studi histories 1850-1942 di Jawa).83 Sejarah dan nilai tradisional proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. 1986.

Nama Umur Pekerjaan Alamat 7.84 Lampiran I DAFTAR INFORMAN 1. Nama Umur Pekerjaan Alamat 4. Nama Umur Pekerjaan Alamat 3. Nama Umur Pekerjaan Alamat 5. Nama Umur Pekerjaan Alamat : Wastap : 70 th : Wiraswasta : Desa Kajen Rt 19/ 05 Talang : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Sadum 70 th Wiraswasta Desa Kajen Rt 15/05 Talang Mustain 74 th Wiraswasta Desa Kajen Rt 19/ 05 Talang Tasik 64th Pensiunan PNS Desa Talang Rt 04/01 Sachmad salam 77 th Ketua Legiun Veteran kota Tegal Desa Pagerbarang kab Tegal H. Nama Umur Pekerjaan Alamat 2.Muh Karso 70 th Pensiunan PNS Desa Kebasen Rt 09/ 03 Talang Roeslim 66 th Pensiunan PNS Desa Talang Rt 04/ 01 Talang . Nama Umur Pekerjaan Alamat 6.

13.Beragama apakah Kutil 6. Bagimana Jalannya Peristiwa tiga daerah di Tegal 3. berapa jumlahnya 11. Apakah Kutil berkeluarga 10. jika ya.Apa yang anda ketahui tentang Kutil 5. Bab III 15. apakah mempunyai struktur dan pemimpin 14. Apabila ada stuktur/pemimpin struktur itu apakah menunjukan hubungan antara satu bagian lain yang mempunyai tugas berbeda-beda. Bagaimana bentuk Revolusi Sosial yang terjadi di Tegal 4.Apakah Peristiwa Tiga Daerah 2. Bagaimana Terbentuknya Gabungan Badan perjuangan Tiga Daerah . Kelompok apa saja yang muncul pada masa Revolusi 16. Di dapat atau dipengaruhi oleh siapakah pemikiran Kutil 9. Bagaimana nasib istrinya setelah dia ditangkap dan dihukum mati pada akhirnya. Bagaimana nasib anak Kutil yang berumur 15 tahun 12.Dalam kelompok Leggaong pada Revolusi sosial.85 Lampiran II INSTRUMEN Pertanyaan Bab II 1. Apakah Kutil mempunyai anak. Seperti apakah nilai-nilai keagamaan yang Kutil peroleh 7. Seperti apakah pemikiran-pemikiran Kutil 8.

Sejauhmana Idiologi itu berpengaruh dalam perjuangan Kutil dan kelompoknya. Sejauh mana sajakah peranan Leggaong (bandit) dalam hal ini kelompok Kutil dalam revolusi sosial di Tegal 21. Bagaimana tanggapan anda tentang Kutil yang dijadikan kambing hitam oleh orang-orang yang berpaham komunis. Dalam GBP3D terdiri dari kelompok-kelompok yang beridiologi apa saja 18. Beridiologi apakah Kutil dan kelompoknya 28. 19. Seperti apakah bentuk perbanditan pada saat itu 20.Stategi apa sajakah yang digunakan Kutil dan teman-temannya dalam menggerakkan masyarakat. Motivasi apa sajakah sehingga Kutil dan komplotannya melakukan suatu gerakan yang bersifat sekuler 22.86 17. Di daerah mana saja Markas dan daerah-daerah yang di jadikan pertahanan Kutil dan teman-temannya.Bagaimana menurut anda jika dilihat dari tindakan Kutil dan komplotannya yang tidak menghiraukan hukum dengan menghakimi orang secara sendiri 23. 26.Alasan apa yang membuat akhirnya Kutil diangkat menjadi seorang kepala kepolisian. . Bagaimana awal munculnya tokoh Kutil 27. 24. 25.

Bagaimana/upaya yang dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan Kutil dan kawan-kawannya. Apa cerita Kutil ( peristiwa 3 Daerah ) anda ceritakan kepada anak cucu anda ( Tradisi lokal dalam masyarakat menokohkan Kutil) 36. Seperti apakah Bentuk kepemimpinan Kutil dalam Revolusi sosial 34.87 29. Bagaimana cara Kutil mempengaruhi masyarakat Tegal 35. Bagaimana reaksi rakyat/ sikap rakyat Tegal menanggapi gerakan yang diketuai Kutil 38. Bagaimana keadaan Tegal setelah Kutil dan komplotannya berhasil di tangkap Bab IV 32. Menurut anda bentuk seperti apakah pergerakan Kutil dalam Revolusi Sosial 33. 30.Bagaimana Reaksi Masyarakat Tegal terhadap peristiwa Tiga daerah di Tegal . Persenjataan apa saja yang di gunakan Kutil dan komplotannya 37. Bagaimana upaya penangkapan Kutil ( proses penagkapan) 31.