KUTIL TOKOH LOKAL DALAM REVOLUSI SOSIAL DI TEGAL TAHUN 1945-1946

SKRIPSI
Untuk memperoleh gelar Sarjana S1 .Program Studi Ilmu Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang.

Oleh Laela Khikmiyah NIM: 3150402021

FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2007

PERSETUJUAN PEMBIMBING Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada : Hari : Tanggal :

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. AJ Sumarmo M.Hum. NIP.130340222

Drs. Ba’in NIP.131876207

Mengesahkan Ketua Jurusan Sejarah

Drs. Jayusman M.Hum NIP. 131764053

ii

PENGESAHAN KELULUSAN Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang pada: Hari : Selasa Tanggal :10 Oktober 2006

Penguji Skripsi

Drs. Karyono M.Hum NIP.130815341

Anggota I

Anggota II

Drs. AJ Sumarmo NIP.130340222

Drs. Ba’in M.Hum NIP. 131876207

Mengesahkan Dekan,

Drs. Sunardi M.M NIP.13036799

iii

Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam Skripsi ini dikutip atau di rujuk berdasarkan kode etik ilmiah Semarang. bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. baik sebagian atau seluruhnya. September 2006 Laela khikmiyah NIM: 3150402021 iv .PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam Skipsi ini benar-benar hasil karya sendiri.

Asmara. 2. dukungan & bantuannya slama ini. Teman-teman seperjuangan di Prodi Ilmu Sejarah ’02 atas saat indah dalam kebersamaan selamanya tidak akan pernah aku lupakan dan aku pasti akan selalu merindukan setiap kebersamaan kita. SEMANGAT! ii .dukungan dan kasih sayangnya. Adikku Fani atas dukungan dan doanya 3. Irham al Fauzani terimakasih banyak untuk doa. Efi. Bapak dan ibu tercinta atas doa. Shinta. 4.MOTTO DAN PERSEMBAHAN “ Keberhasilan dapat dicapai dengan doa dan usaha yang maksimal dan kesabaran adalah bagian dari suatu perjuangan untuk mencapai kemenangan “ Dengan Rasa Syukur kepada Allah SWT. Ema. Skripsi ini kupersembahkan untuk: 1. Nova & Afri terimakasih untuk doanya. kalian memang adik-adikku.

2. Dr. Di susun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Studi Strata Satu untuk mencapai gelar Sarjana Sosial Ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan dalam segala hal. Sunardi. Rektor Universitas Negeri Semarang. AT. Sugito.M. Skipsi berjudul “ Kutil Tokoh Lokal Dalam Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 “. Drs. 6. Prof. Bapak/Ibu Dosen di Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan ilmu dan bimbingan pada Penulis sehingga dapat menyelesaikan studi. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. MM. Jayusman. M. Ketua Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan kesempatan kepada Penulis untuk menyelesaikan skripsi. rahmat dan hidayah NYA. Drs. pengarahan dan saran pada Penulis. 5. kepada yang terhormat: 1. M. pembimbing I yang telah memberikan bimbingan. pembimbing II yang telah memberikan bimbingan. pengarahan. M. AJ Sumarmo.Ba’in. 3. Drs. Drs. 4. iii .PRAKATA Segala Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat.Hum. Hum. SH. dan Saran pada Penulis. Dekan Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan ijin dalam penelitian sehingga Penulis dapat menyelesaikan skipsi ini.

Mustain. 10. Tasik. Bapak Sahmad.Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu Penulis. Ruslim. Semarang. sebagai kepala Legiun Veteran Kota Tegal. 11. Bapak dan Ibu pihak Musium Mandala Bhakti yang telah membantu dalam memperoleh bahan literature dalam skripsi ini 9. Menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak kekurangannya maka saran dan kritik senantiasa Penulis harapkan dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan peneliti selanjutnya.7.Wastap. Bapak Karso. Orang tuaku yang telah memberikan semangat dan doa pada penulis dalam menyusun skripsi ini. Sadum. September 2006 Penulis iv .Teman-teman angkatan 2002 yang selalu ada di dalam hati dan selalu memberikan penulis semangat dalam menyusun skripsi ini. 8. Prawoto yang telah banyak membantu penulis dalam penelitian.

Universitas Negeri Semarang. dua setengah bulan setelah proklamasi kemerdekaan adalah bentuk gerakan rakyat atau lebih dikenal dengan sebutan Revolusi Sosial. serta pemerintah kabupaten. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah latar belakang kehidupan Kutil? (2) Seperti apakah bentuk Revolusi Sosial di tegal tahun 1945-1946? (3) Sejauh mana peranan Kutil dalam menggerakan Revolusi Sosial? Penelitian ini bertujuan : (1) Ingin mengetahui bagaimana Latar belakang kehidupan Kutil (2) Ingin mengetahui Seperti apa bentuk Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 (3) Ingin mengetahui sejauh mana peranan Kutil dalam menggerakan Revolusi Sosial. 81 Halaman. seolah-olah mempunyai kharisma yang begitu besar. Interpretasi (menghubungkan satu fakta dengan fakta lain). Dengan tahap-tahap yaitu: Heuristik (mencari dan mengumpulkan jejak-jejak peristiwa tiga daerah). Revolusi sosial Revolusi Kemerdekaan RI merupakan revolusi politik. Munculnya tokoh Kutil yang bernama asli Sakyani. menggantikan sistem kolonial. ingin memperjuangkan nasib rakyat lepas dari segala macam bentuk penjajahan. Kutil Tokoh Lokal dalam Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946. tetapi juga merupakan pekerja yang bersungguh-sungguh dan suka berterus terang sifat itulah sangat mempengaruhi watak dan pandangannya. perbuatan dan perintahnya menjadi hukum yang berlaku dalam masyarakat pada saat itu. Wedana. Kata Kunci: Tokoh lokal. Fakultas Ilmu Sosial. Revolusi Sosial adalah perlawanan yang dilakukan oleh rakyat setempat bertujuan menghapuskan tatanan lama misalnya dengan mengganti kepala-kepala desa. Camat. kasar dalam tutur katanya. Kritik sumber yaitu dengan mengkritik ekstern dan kritik intern. Berdasar hasil penelitian dapat diketahui bahwa:(1)Latar belakang kehidupan Kutil terutama masa kecilnya yang berasal asli dari Madura. Lingkup temporal adalah berkaitan dengan batas waktu penelitian dalam penelitian ini waktu yang dimaksud adalah sejak tahun 19451946. pekerjaan nya hanya sebagai tukang cukur. pamong desa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah.Program Studi Ilmu Sejarah/S1. Ruang lingkup penelitian ini mencakup ruang lingkup temporal dan ruang lingkup Tematikal. Gerakan sosial yang terjadi di Tegal. seperti yang dinyatakan Kuntowijoyo orang Madura adalah suku bangsa jawa yang mempunyai adat-istiadat yang keras.SARI Laela Khikmiyah. Lingkup tematikal yaitu tokoh Kutil dalam perjuangan tiga daerah. (2) Revolusi Sosial yang v . Historiografi (Penulisan cerita sejarah) sedangkan yang menjadi sumber dalam penelitian ini adalah sumber kepustakaan dan koran-koran yang terbit pada tahun itu. Sikapnya yang berani menjadikan dia seorang yang dalam setiap perkataan. dengan berani muncul sebagai seorang pemimpin. terhadap struktur politik baru.

(3) Peranan Kutil dalam menggerakan revolusi sosial diantaranya Munculnya dia sebagai seorang tokoh yang mempunyai pengaruh sangat besar. namun kemampuannya mengerahkan masa dengan jumlahnya yang ribuan untuk ikut dalam gerakannya. Caranya menarik simpati dan bentuk kepemimpinannya adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam peristiwa tiga daerah. menuruti segala perintah dan ucapannya adalah kelebihan yang dimilikinya. Ia sebagai tokoh yang dijadikan ciri dalam peristiwa tiga daerah. serta sikap yang berani memperjuangkan nasib rakyat dengan mengangkat orang-orang yang berasal dari kalangan sendiri duduk dalam jabatan pemerintah. Kutil adalah orang yang dijadikan tokoh sentral yang memimpin “aksi pendombrengan” diwilayah Tegal. Gerakan yang dia pimpin adalah gerakan yang spontanitas.terjadi di Tegal pada tahun 1945-1946 di latar belakangi dengan keadaan masyarakat Tegal yang secara ekonomi sangat memprihatinkan. namun strukturnya secara sederhana sudah terbentuk. pengaruhnya begitu besar dengan latar belakang pendidikan yang dia peroleh hanya sampai kelas dua sekolah rakyat. munculnya kekuatan sosial yang berdasarkan Idiologi dengan munculnya kelompok Leggaong (bandit) adalah bagian dari berkobarnya revolusi sosial di Tegal tahun 1945-1946 berdampak pada kondisi sosial masyarakat. vi . kondisi ekonomi dan juga kondisi politik masyarakat Tegal.

................................................ C............ Daftar Lampiran ................................................................................................................................................................................................................................................. Daftar Gambar............................................................... Latar Belakang Kehidupan Kutil ............................................. Persetujuan Pembimbing.............................................................................................. Perumusan Masalah............................................................................................................ A....................................................... BAB II... F...... E. Prakata........................................................................................................................................................DAFTAR ISI halaman Halaman Judul.. Ruang Lingkup Kajian........................................................................................ Manfaat Penulisan............. Daftar isi................................. Latar Belakang Masalah..... Pernyataan ......................... B........................................................................................ BAB I.............. Pengesahan kelulusan............................................................... G........ Motto dan Persembahan.... Tinjauan Pustaka......................................................... Masa Kecil ......................................... Sistematika Penulisan................... PENDAHULUAN ................................................................................. Sari .. i ii iii iv v vi viii x xii xiii 1 1 6 6 6 7 7 10 14 16 16 vii ............ H............................ Metode Penelitian......................................................................... Tujuan Penelitian......... D.................................................................................. A...................................................................

..Simpulan ............................................................................ B... Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 ... Munculnya kekuatan Sosial berdasarkan Idiologi....... BAB V............. Dampak Terhadap Kondisi Sosial Masyarakat Tegal.................... Munculnya tokoh Kutil ........ A......... Cara Kutil menarik simpati ... C.................. Dampak Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 ......... D.............................. Masa Dewasa........................................... Keadaan Masyarakat Tegal tahun 1945-1946...... A...........Saran ............. Bentuk Kepemimpinan Kutil.......... Dampak Terhadap Kondisi Politik Masyarakat Tegal.................................... Peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial............. Berkobarnya Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946............................................... C.................................... LAMPIRAN-LAMPIRAN.......... DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................................... B...B............................................ 1.......................... 3.. C...................................................... E... Dampak Terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Tegal............. B....... Masa Sekolah ....................................... BAB IV........................ Munculnya Kelompok Leggaong (bandit) ................. 17 18 23 23 27 33 39 43 43 45 49 55 55 61 68 79 79 81 82 84 viii .... A..................................................................... PENUTUP.......................................... BAB III............... 2..........

Jum’at 10 Januari 1947…………………… 115 Lampiran 12: Harian Repoeblik. Jum’at 11 Oktober 1946…………….. Lampiran 3: Foto Penelitian ………………………………………………. 94 Lampiran 5: Risalah rapat GBP3D tanggal 25 November 1945……………. Kabupaten - 85 88 Pemalang ……………………………………………………….. Kabupaten Brebes. Jum’at 25 Oktober 1946……………. Senin 13 Januari 1947……………………. 95 Lampiran 6: Turunan Tuntutan Rakyat tiga daerah.DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1: Biodata Informan……………………………………………… 84 Lampiran 2: Instrumen wawancara…………………………………………. terhadap pembebasan daerah Pekalongan……………………………………………. 120 Lampiran 13: Mingguan Pantja Raja………………………………………….. Jum’at 11 Oktober 1946……………. Lampiran 4: Peta Kabupaten Tegal. 112 Lampiran 10: Harian Soeara Rakjat. 121 ix . 106 Lampiran 7: Harian Penghela Rakjat. 109 Lampiran 8: Harian Penghela Rakjat.. 1 Januari 1947………………………… 113 Lampiran 11: Harian Repoeblik. 110 Lampiran 9: Harian Penghela Rakjat.

........................... Foto 9: Aliran Sungai gung yang lama ................................................................................................................................................................................................................ Foto 7: Bapak Mustain .......... Foto 2: Bapak Tasik ........................................... termasuk di dalamnya Kutil ...................................................................................... 88 88 89 89 90 90 91 92 92 93 x ....................................... Foto10: Tokoh-tokoh Revolusioner Tiga Daerah di penjara Wiragunan Yogyakarta sekitar Desember 1946.................................. Foto 8 Jembatan Pesayangan berada di Perojosumarto Desa pesayangan Kecamatan Talang..................................................................... Foto 4: Bapak Sachmad Salam .............................................................DAFTAR FOTO halaman Foto 1: Bapak Wastap ................ Foto 3: Bapak Roeslim..................................................................yang se-karang dibuat jembatan baru letaknya bersebelahan dengan jembatan yang lama....................... tempat pembunuhan orangorang yang tidak disenangi dan dilakukan oleh Kutil serta anak buahnya....................................... Foto 6: Bapak Karso..... Foto 5: Bapak Sadum .....

menggantikan sistem kolonial. di Jawa timbul huru-hara kerusuhan dan kekacauan yang memuncak menjadi pemberontakan. Pengertian struktur politik ditandai dengan proklamasi kemerdekaan yang berakibat terjadinya perubahan besar dan mendasar pada tahun 1945-1946. Huru-hara kerusuhan dan kekacauan yang berakhir dengan pemberontakan seringkali mengarah pada persoalan-persoalan yang menyangkut aspek sosial. dan kabupaten Pemalang mengakibatkan dampak/perubahan yang fundamental dalam masyarakat.1989:193) Revolusi kemerdekaan RI merupakan Revolusi politik terhadap stuktur politik baru. 1 .BAB I PENDAHULUAN A. dan agama. Revolusi sosial yang terjadi ini tidak hanya terjadi di Tegal saja namun meliputi juga wilayah kabupaten Brebes. Latar Belakang Masalah Pada akhir abad XIX. Perubahan yang fundamental itu tampak pada perubahan struktur dari masyarakat kolonial/feodal menjadi susunan suatu masyarakat yang lebih demokratis. Hal ini terjadi terutama di daerah pedesaan sehingga fenomena gerakan ini bersifat endemis. politik. ekonomi. Sebab persoalan ini dianggap sangat komplek dan di jadikan dasar suatu kelompok untuk melakukan tindakan tidak puas terhadap tatanan yang ada (Lucas.

2

Revolusi sosial yang terjadi di Tegal kurang lebih, dua setengah bulan setelah proklamasi kemerdekaan, tepatnya bulan Oktober 1945 berbentuk Gerakan Rakyat atau lebih dikenal dengan sebutan Revolusi Sosial. Revolusi sosial adalah perlawanan yang dilakukan oleh rakyat setempat bertujuan menghapus tatanan lama, misalnya mengganti kepalakepala desa, pamong desa, Camat, Wedana, serta pemerintah Kabupaten (Lucas 2004:147) Gerakan rakyat semakin matang dilakukan dengan melihat kondisi sosial rakyat, sebab setelah terjadi proklamasi, keadaan tidak menjadi lebih baik malah sebaliknya, kelaparan dan kekurangan yang dialami malah semakin bertambah. Berbagai usaha dilakukan untuk memperoleh keadilan, karena rakyat selama ini merasa dibodohi, rakyat selalu saja dibebani pajak dan pungutan maupun pekerjaan (Lucas.2004: 47). Revolusi Sosial tidak hanya terjadi pada bidang politik saja tetapi juga terjadi pada bidang ekonomi dan sosial. Kemunculan tiga kelompok sosial baru di daerah Tegal memberi perubahan pada bidang politik dan sosial. Kelompok ini berpangaruh dan mempunyai peran yang luas dalam gerakan. Kelompok baru ini adalah kelompok agama, kelompok komunis dan kelompok leggaong (bandit). Munculnya kelompok tersebut tentunya membawa gerakan yang dapat memobilisasi rakyat, karena rakyat sebagai unsur terpenting. Kelompok Islam di daerah Tegal menjadi komponen penting dalam perjuangan yang memiliki basis kuat untuk memobilisasi rakyat.

2

3

Pengangkatan K.H. Abu, Suja’I sebagai Bupati Tegal pada bulan November 1945 yang memposisikan ulama sebagai elit birokrasi baru yang menggantikan elit birokrasi lama bupati Sunaryo. Pengangkatan KH. Abu Suja’I mendapatkan dukungan dari rakyat Tegal, walaupun secara resmi pemerintah menolak keberadaanya sebagai Bupati. Kelompok komunis sengaja menggunakan Islam dan ulama sebagai kekuatan ajarannya karena mereka menganggap bahwa dalam Islam secara realistis merupakan kekuatan politis yang besar di Indonesia. Kelompok Komunis, perjuangannya sudah dimulai sejak Sarekat Islam di pekalongan pada tahun 1918. diteruskan oleh gerakan PKI dan Sarekat Rakyat sampai dengan tahun 1926. Di Jawa pemberontakan meletus pada tahun 1927 tetapi baru tercapai pada bulan Oktober sampai November. Peristiwa pemberontakan tahun 1926 ini mengakibatkan banyak pemimpin dari Tegal dibuang ketempat pengasingan Boven Digul di Irian Jaya (Achmad, 1987:10) Tanggal 21 Oktober 1945 diumumkan bahwa PKI berdiri kembali. Di Tegal saat itu juga PKI mempunyai pengaruh yang sangat besar di Jawa dan cabang-cabang sarekatnya mendukung secara aktif. Karesidenan Pekalongan menjadi sebuah pusat dari kegiatan politik yang radikal dan para pengikut PKI di Tegal dan Pekalongan adalah tokoh-tokoh penggerak terkenal dalam pemberontakan melawan belanda tahun 1926 (Kahin, 1990:31) sehingga di Tegal dan Pekalongan menjadi pangkalan kuat kelompok komunis.

3

4

Kelompok Komunis di Tegal membentuk front rakyat yang disebut Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah (GBP3D). Berdiri pada tanggal 16 November 1945 dengan markas di Kantor Partai Sosialis Amir

Syarifudin, cabang Tegal. Kemunculan Lenggaong di daerah Tegal seringkali memberi rasa takut, di desa-desa yang di tempati para Lenggaong, seperti di kecamatan Talang dikenal dengan nama Kutil jagoan yang bernama asli Syacyani. pekerjaannya sebagai tukang cukur yang dianggap mempunyai kekuatan doa-doa dan jimat. Dia di anggap sebagai Ratu Adil sebagai dampak gejala Missianisme. Gerakan Tiga Daerah disebut-sebut sebagai “Negara Talang” dan Kutil berperan sebagai perantara antara kelompok agama dengan kelompok lenggaong serta mempunyai peran politik. Pengaruh Kutil dalam Revolusi sosial adalah melakukan protes sosial dengan memimpin aksi “dombreng”, aksi “dombreng” sama artinya dengan tindakan mengarak dan mengerahkan massa sebagai bentuk kebencian rakyat terhadap pangreh Praja. Sikap pemerintah daerah yang kurang tegas yang masih memegang tradisi lama yang selalu menunggu perintah dari atas atau pusat adalah alasan rakyat menginginkan pergantian pejabat pangreh praja. Karena rakyat menginginkan pejabat dari kalangan sendiri, orang-orang yang mereka pilih sendiri, orang-orang yang memperjuangkan kemerdekaan mereka, memperhatikan kesejahteraan mereka. Lenggaong atau perbanditan selalu memperkuat militansinya

4

berseragam polisi negara lengkap dengan pistol serta adanya pengangkatan oleh dirinya sendiri sebagai kepala kepolisian (Wawancara dengan bapak Karso. Juni 2006) Sikap menunggu perintah yang sudah menjadi pola elite birokrat adalah alasan yang kuat awal terjadinya pemberontakan. struktur itu menunjukan hubungan antara satu bagian dengan bagian lain yang merupakan ikatan atas bawah dan mempunyai tugas yang berbeda-beda. Awal pemberontakan terjadi dimulai dengan dibunuhnya seorang anggota polisi setempat oleh sekelompok orang yang marah. tidak berinisiatif dan sikap kepatuhan seorang abdi yang terpuruk oleh latar belakang pendidikan kolonial belanda yang diperolehnya. peristiwa itu 5 . Situasi daerah Tegal dalam penguasaan Kutil ketika itu lebih menjurus kearah anarkhis. terutama tindakan-tindakan komplotan kutil yang bergaya mirip koboy. Karena sikap menunggu yang di tunjukan oleh elite birokrat itu mencerminkan sifat ragu-ragu. dengan melakukan penyusupan.5 dengan kekuatan magis keagamaan yang di pandang sebagai resistensi sosial. Kelompok Kutil melakukan kegiatan bawah tanah yang bersifat tertutup. meskipun bentuknya tradisional gerakan ini mempunyai struktur dan pemimpin. tanpa diketahui oleh orang lain. ugal-ugalan.

Pendistribusian kain yang tidak adil di Talang juga merupakan faktor awal terjadinya pemberontakan. Tidak ada yang membayar untuk pembagian itu dan tidak ada catatan tentang jumlah pembagian itu. Camat Talang mendapat 14 gulung tekstil oleh KNI di bagikan kepada mereka yang membutuhkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Ingin mengetahui bagaimana bentuk Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 6 . Ingin mengetahui bagaimana latar belakang kehidupan Kutil 2. Kelompok yang diketuai Kutil dibentuk untuk membagi-bagikan tekstil timbunan Jepang di pabrik gula diluar kota. Bagaimana Latar Belakang Kehidupan Kutil 2. B. Perumusan Masalah Dari uraian di atas alasan penulis memilih judul Kutil Tokoh Lokal dalam Revolusi Sosial di Tegal 1945-1946 1. tetapi Kutil menginginkan pembagian di dasarkan asas “ Sama rata sama rasa”.6 terjadi karena polisi tersebut secara tidak adil menangkap pedagangpedagang dan menyita barang dagangannya. Bagaimana Bentuk Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 3. Seberapa besar Peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial C. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah: 1.

E. Ruang Lingkup Kajian Agar dalam pembahasan ini tidak terjadi kesimpangsiuran dan mudah diuraikan secara jelas serta sistematis. Memperluas cakrawala dan mendalami gerakan sosial di Tegal sebagai salah satu bagian dari gerakan Tiga Daerah. oleh karena itu dalam penulisan ini perlu dibatasi ruang lingkup kajiannya. Manfaat penulisan 1. 2. Ingin mengetahui seberapa besar peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial D. Ruang lingkup ini meliputi: a. Skope Temporal 7 . Dapat memberi gambaran pengetahuan bahwasanya perlu adanya pengangkatan tokoh-tokoh yang memang berjasa atau berperan. Skope Tematikal Skope ini merupakan pembatasan agar dalam penulisan tidak keluar dari tema yang telah ditetapkan sebelumnya.7 3. maka perlu adanya pembatasan dalam membahas suatu permasalahan . b. ikut andil dalam Revolusi sosial yang terjadi di Tegal tahun 1945-1946. 3. Dengan penulisan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada sejarah tentang pergerakan sosial di daerah Tegal sebagai studi sejarah lokal. Dalam penulisan mengambil tema tentang Tokoh Kutil dalam peristiwa tiga daerah.

Isi buku secara keseluruhan antara bukunya yang pertama yang terbit pada tahun 1986 dengan bukunya kedua yang terbit tahun 2004 tidak banyak mengalami banyak perubahan. Buku utama yang dijadikan acuan adalah Anton E. Namun secara keseluruhan isi dari 8 .Lucas yang berjudul One Soul One Struggle setelah sebelumnya menulis Peristiwa Tiga daerah pada tahun 1986 Dalam bukunya. F. isinya sama bagian setiap babnya.8 Skope temporal yaitu yang berhubungan dengan kurun waktu atau kapan peristiwa itu terjadi. tulisannya lebih jujur mengungkapkan fakta atau kenyataan yang ada di lapangan. berani menyampaikan aspirasi lewat tulisan yang berupa kritikan dan sindiran. susunan dari setiap babnya pun sama. Tinjauan Pustaka Dalam tema yang berjudul Kutil Tokoh Lokal dalam Revolusi Sosial di Tegal 1945-1946. one soul one struggle (peristiwa tiga daerah seri revolusi) Anton Lucas menambahkan sumber-sumber baru yang sifatnya hanya melengkapi bukunya yang pertama. Dilihat dari isinya antara buku yang pertama dan kedua tidak banyak mengalami perubaha. namun juga dengan mengembangkan kalimat sendiri. tulisannya dalam bukunya yang kedua jauh lebih berani. Dalam penulisan ini yang diambil adalah kurun waktu tahun 1945 sampai dengan tahun 1946. Data dan sumber-sumber yang digunakan juga jauh lebih banyak sehingga menambah faliditas data yang coba untuk diungkapkan.

serta proklamasi kemerdekaan dan berakhirnya kekuasaan Jepang. beban ekonomi yang berat. Buku ini. Buku kedua yang dijadikan acuan adalah buku yang ditulis Timur Mahardika tahun 2000 adalah buku yang berjudul Gerakan Masa. pengalaman masa Jepang: Swasembada penunjang Jepang. front persatuan di Tiga daerah. Gerakan ini mengupayakan demokrasi dan keadilan secara damai. Serta revolusi yang terjadi di kota-kota Kabupaten. termasuk juga tokoh Kutil juga banyak diulas dibagian ini. gerakan ini dilakukan oleh rakyat. sama halnya dengan gerakan sosial yang terjadi di Tegal adalah gerakan yang terjadi akibat problem masalah yang dialami masyarakat Tegal pada waktu itu.9 buku ini tetap menarik. menceritakan secara urut mulai dari kaum Nasionalis dan elite birokrasi di Pekalongan sebelum perang. kesadaran revolusioner bayangan bagi kenyataan. Secara prinsip merupakan gerakan yang lahir dari problem-problem yang ada dalam masyarakat. peranan militer dalam revolusi lokal adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan. disana dijelaskan peranan Lenggaong dalam revolusi sosial. Pada bab enam dijelaskan masa-masa kacau. oposisi dan perlawanan. Pada bab lima bagian dari buku ini adalah bagian yang sangat membantu penulis. 9 . walaupun sebagian besar sumber yang diperoleh adalah berasal dari sumber lisan. Pada bagian lain yang juga membantu penulis adalah pengadilan peristiwa tiga daerah yang akhirnya memutuskan Kutil dihukum mati.

Jadi Buku Gerakan Massa bisa juga dijadikan acuan/dasar pemikiran penulis.10 Dalam gerakan rakyat di dalamnya muncul gerakan Elite adalah merupakan upaya yang di lancarkan oleh kalangan elite yang di tunjukan dengan maksud memperkuat posisi mereka. Organisasi yang solid berdisiplin. atau bahkan meningkatkan kualitas protes mereka. cara penulisannya juga kronologis. pada buku yang di tulis Timur Mahardika tahun 2000 buku ini sangat membantu karena di sana dijelaskan bagaimana pengelolaan. Kecakapan aktivitasnya (kader) dalam menggalang dan mengembangkan sumberdaya dan jaringan kerja namun juga. pengaturan. kebanyakan yang dibahas adalah gerakan masa yang terjadi pada 10 . Kekurangan buku ini. pengendalian dan sinergi antar berbagai komponen yang ada berupa sumber daya manusia. Di dalam buku ini dijelaskan pula bahwasanya suatu gerakan yang terorganisir mensyaratkan adanya pengelolaan. karena dalam buku tersebut dijelaskan bahwasanya suatu gerakan yang dilakukan oleh rakyat pastinya membutuhkan pemimpin yang di dukung sepenuhnya oleh rakyat. disana juga dijelaskan pula pemimpin suatu gerakan juga pastinya mempunyai susunan walaupun bentuknya masih tradisional. kepemimpinan yang efektif. pengaturan. Kelebihan buku ini. 2. pengendalian dalam suatu gerakan yang terorganisir. gagasan logistik untuk mencapai gerakan yang terorganisir bukan saja membutuhkan: 1.

kegiatan ini terutama ditujukan untuk menemukan dan menghimpun data sejarah dengan mencari sumber yang berupa sumber tertulis dan sumber kebendaan. yaitu: Heuristik (pengumpulan data). Untuk mendapatkan sumbersumber tersebut yang berupa buku-buku. Sumber tersebut kemudian diseleksi dan diambil yang mempunyai kesesuaian dengan topik penelitian. interpretasi. Adapun proses metode sejarahmeliputi empat tahap. G. Studi Kepustakaan Dalam menghimpun data. 1988:18). historiografi. dan ternyata gerakan sosial apapun pasti membutuhkan pemimpin walaupun bentuknya sederhana. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik antara lain: a. metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan sejarah masa lampau (Gottschalk 1975:32). Metode kepustakaan dilakukan untuk mencari koleksi yang ada di perpustakaan dalam mengumpulkan sumbersumber sejarah yang relevan dengan topik penelitian. 1. kritik sumber. dokumen dan arsip (yang 11 .11 masa reformasi. penulis menggunakan metode Kepustakaan. Metodologi Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Metode sejarah. Heuristik Heuristik adalah usaha untuk menelusuri jejak-jejak sejarah sebagai langkah permulaan dari prosedur kerja para sejarawan (Widja.

Pengaturan waktu dan tempat wawancara 4. b. dilakukan setelah diadakan perjanjian dengan tokoh yang dimaksud 5. Menetapkan serta menghubungi tokoh-tokoh peristiwa. Perpustakaan Wilayah Jawa Tengah d. Membuat Interview Guide yaitu menyusun rambu-rambu pertanyaan yang akan digunakan dalam wawancara. Perpustakaan Jurusan Sejarah UNNES c. Wawancara Teknik wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan sumber sejarah yang benar-benar dapat dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan dari para pelaku sejarah ataupun saksi sejarah.12 berupa majalah dan Koran yang terbit pada tahun itu) Peneliti mendatangi tempat-tempat sebagai berikut: a. 2. Kritik Sumber 12 . Pengolahan hasil wawancara. Pelaksanaan wawancara. 2. 3. Perpustakaan UNNES b. Dalam melakukan wawancara diperlukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Dalam teknik wawancara ini dilakukan tanya jawab dengan penduduk atau masyarakat di wilayah Tegal yang tentunya sumber lisan ini dapat dipercaya kebenarannya. Musium Mandala Bhakti Semarang.

Apabila penulis menemukan buku-buku yang memuat/membahas tema/topik tentang Kutil dan Revolusi sosial. keaslian dan kebenarannya untuk di gunakan dalam penelitian.13 Kritik sumber adalah merupakan usaha untuk menilai sumber mengenai bentuk dan isinya dan menguji kebenaran dan keaslian sumber. kesaksian sumber berkaitan dengan persoalan apakah sumber itu dapat memberikan informasi yang dapat dipercaya tentang masalah yang diselidiki. misalnya sumber asli berupa bangunan 13 . kritik dibagi menjadi dua yaitu: Kritik Intern Merupakan uji validitas dengan kredibilitas sumber yang berupa penilaian Instrinsik. untuk memahami jarak waktu peristiwa sejarah terjadi dengan kapan ditulisnya sumber/data asli. maka buku tersebut bisa penulis pakai sebagai sumber untuk selanjutnya tulisan-tulisan tersebut diadakan uji otentitas. Kritik Ekstern Merupakan uji otensitas/keaslian melalui kesaksian sumber yang berupa sumber yang dikehendaki sumber itu turunan/asli melalui dokumen seperti surat kabar yang terbit pada waktu itu. kapan sumber itu ditulis. menguji dilakukan dengan cara membandingkan antara data yang satu dengan data yang lain. Tujuan dari pengujian adalah untuk mengetahui apakah data/sumber sejarah yang diperoleh dapat dipercaya.

sehingga dapat mengetahui proses periodisasi dan proses seleksi sejarah dilihat berdasarkan hasil wawancara dan obserfasi lapangan kejadian Revolusi sosial di Tegal 4. 3. maka penulis bisa mengetahui bahwa memang ada aktifitas dari gerakan sosial di Tegal. Interpretasi Interpretasi adalah proses penafsiran sumber/fakta untuk menilai secara obyektif dan menafsirkan secara tepat diperlukan jarak antara subyek dan fakta. sehingga terjadi suatu rangkaian yang sistematis dan masuk akal dalam arti yang berkesesuaian. fakta yang diperoleh harus benar-benar nyata.14 peristiwa tiga daerah. yang memperhatikan prinsip realisasi (cara membuat urutan peristiwa) prinsip kronologi (urutan waktu) prinsip kausalitas (hubungan sebab akibat) dan kemampuan imajinasi (kemampuan untuk menghubungkan peristiwa-peristiwa yang terpisahkan menjadi satu rangkaian yang masuk akal dengan bantuan pengalaman). 14 . penafsiran/fakta tidak dipengaruhi kepentingan pribadi dan golongan serta politik karena akan mengakibatkan subyektifitas sumber. Historigrafi Historiografi merupakan satu penulisan/penyajian yang sistematis dalam bentuk cerita.

ekonomi dan politik masyarakat Tegal. tujuan penulisan. ruang lingkup kajian. Berisi pengantar yang terdiri dari Latar belakang permasalahan. munculnya kekuataan sosial berdasarkan idiologi. 15 . Sistematika Penulisan Skripsi Dalam penelitian yang akan penulis lakukan adapun sistematikanya sebagai berikut: Bab I Pendahuluan. munculnya kelompok Leggaong (bandit). metode penelitian. melatar belakangi berkobarnya revolusi sosial di Tegal tahun 1945-1946 yang berdampak pada kondisi sosial. manfaat penulisan. cara Kutil menarik simpati dan bentuk kepemimpinan Kutil. Bab II Latar Belakang Kehidupan Kutil Membicarakan tentang kehidupan Kutil Masa kecil. tinjauan pustaka dan sistematika penulisan. sekolah dan masa dewasa Bab III Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 Menjelaskan tentang keadaan masyarakat Tegal tahun 1945-1946. H. Bab IV Peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial Menjelaskan tentang munculnya tokoh Kutil.15 Dalam penelitian ini peristiwa revolusi sosial yang terjadi di Tegal tahun 1945-1946 dilakukan atas dasar urutan peristiwa yang jelas mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan menghubungkan satu peristiwa lain yang saling berkaitan.

16 .16 Bab V Penutup Berisi tentang kesimpulan dan saran dari uraian bab-bab sebelumnya yakni sebagai jawaban atas permasalahan yang diajukan.

terbukti dengan banyaknya kapal-kapal yang singgah dan 16 . Sebelum sampai di Perpil Kaligung berada tepat belakang rumah Kutil. Kaligung merupakan sumber mata air dari masa ke masa. namun demikian nama itu tetap melekat padanya. Dahulu kala Kaligung letaknya tidak di Perpil. karena merupakan air yang berpasir dan dijadikan sumber air bagi penduduk yang berada disekitar aliran sungai. yang mengalir dari gunung sampai laut melewati daerah Kabupaten Tegal. Secara kelakar dia di juluki “orang seberang” karena dia tidak tinggal di Talang melainkan di Dukuh Pesayangan di seberang Kaligung sebab itu Ia disebut orang seberang. Pada masa dulu Kaligung airnya masih sangat jernih. Masa Kecil Kutil bernama asli Sakhyani. Kali tersebut digunakan sebagai jalur perdagangan. Hal ini disebabkan adanya penambangan pasir dan batu kali oleh masyarakat sekitar sebagai bahan bangunan. Ia diberi nama sebutan Kutil karena memang Sakyani kecil raut mukanya berbintil-bintil berwarna hitam. Dalam bahasa jawa yang berarti “Bintil Kecil” (yang menempel di kulit). Sesudah dewasa bintil-bintil itu hilang. Atau bisa juga di artikan “pencopet”. Tapi sekarang Kaligung adalah sungai yang sudah dalam dengan kondisi air yang kotor dan keruh. Ia adalah anak kedua seorang pedagang emas dari Taman dekat Pemalang menurut anggapan umum dia berasal dari Madura.BAB II LATAR BELAKANG KEHIDUPAN KUTIL A.

Disamping itu pula dahulu di sekitar tempat tinggal Kutil dijadikan sebagai dermaga pelabuhan. Sekolah Rakyat merupakan . Namun pada saat kutil di Pesayangan kaligung sudah berpindah letaknya lebih jauh dari jalan raya yang dikenal dengan sebutan jalan Perpil. mereka datang ke sekolahpun karena pegawai desa mengajak dan mengumumkannya di jalan-jalan. Masa Sekolah Pendidikan Kutil. Juni 2006). itu terbukti dengan adanya tali-tali besar kapal yang dililitkan dipaku besar sebagai pengait (wawancara dengan Bapak Taim. Di Jawa orang Madura dan orang yang berasal dari luar Jawa disebut orang seberang. Tinggalnya yang diseberang sungai Gung yang menyebabkan asal mula timbul kekaburan mengenai julukan yang dikaitkan dengan asalnya yang dari Madura.17 berlabuh. Sekolah Rakyat diperuntukan untuk orangorang pribumi yang mau belajar. Pemindahan Kaligung ke Perpil lebih disebabkan karena sering terjadi banjir yang cukup besar kadang airnya meluap sampai sekitar depan pasar (wawancara dengan Bapak Taim. sedangkan tulisan tangannya hampir tidak terbaca. sama seperti anak-anak yang lainnya bahkan dia memperoleh pendidikan hanya sampai kelas dua Sekolah Rakyat akibatnya Ia hanya bisa membaca dan menulis sedikit. (Lucas. Selain itu juga orang-orang Madura di Jawa dianggap memiliki sifat yang keras sehingga sesuai dengan perwatakan Kutil sebagai anak yang nakal “bangor” (dalam logat Tegal) Ia jarang menuruti orang tuanya. Juni 2006). 2004:153) B. Sekolah Rakyat pada saat itu setingkat dengan SD sekarang. Sekolah Rakyat adalah sekolah yang didirikan oleh pemerintah Jepang khusus untuk anak-anak pribumi (orang Indonesia).

pola-pola yang diajarkan adalah pola-pola yang biasa digunakan oleh orang-orang jepang. Pangkalan cukur Kutil mengenakan tarif yang cukup mahal bagi pelanggannya. Sekolah Rakyat yang diperuntukan khusus untuk anak-anak Pribumi. kelas dua diajarkan Huruf Latin. Yang diajarkan diantaranya untuk kelas satu diajarkan Huruf Jawa. tidak ada hal yang istimewa dalam dirinya. Orang-orang yang cukur padanya kebanyakan . Sekolah rakyat dahulu dalam satu Kecamatan hanya ada satu sekolah saja . baca tulis dan olah raga orang-orang jepang. Masa Dewasa Waktu Kutil dewasa.18 sekolah dengan gaya pendidikan orang-orang Jepang. Sambil meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai tukang emas kecil-kecilan Ia membuka tempat pangkas rambut di desa Kajen yang terletak di pinggir jalan raya selatan Tegal. Disamping meja cukurnya. tukang cukur yang lainnya di desa itu lebih baik angkat kaki cepat-cepat. Juni 2006) Masa kecil Kutil dilewati sama seperti anak-anak yang lain. C. Kecamatan Talang pada waktu itu hanya mempunyai satu Sekolah Rakyat yaitu di Ekoproyo (wawancara dengan Bapak Karso. pola pendidikannya terdiri dari pendidikan militer. Tentu saja ini menyebabkan dari pada berkelahi dengan dia. Bagi orang biasa itu ibarat uang sabendung. tidak bayar. ada sebilah pedang panjang (gobang) tergantung di dinding di sebelah kaca. Orang yang cukur dikenakan biaya 5 sen. Pangkalan cukur Kutil menjadi satu-satunya pangkalan cukur yang ada di daerah itu. nilainya tinggi sekali. dia pindah ke Talang menempati sebuah rumah di Dukuh Pesayangan yang dibeli ayahnya untuk cucu-cucunya. membaca huruf Abjad dan bahasa Melayu diajarkan kelas empat.

Sifat kreatifnya didukung karena Desa Pesayangan adalah desa yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai tukang emas. Dari jaman Kutilpun masyarakat Pesayangan sudah berdagang sampai keluar kota. gunting.19 anak-anak cina dan pegawai pegadaian (wawancara dengan Bapak Wastap. kerajinan logam (seperti pembuatan pisau. Watak dan sifat Kutil sudah terbentuk sejak kecil. Pada tahun 1937 Kutil mencalonkan diri dalam pemilihan lurah Desa Kajen. sendok dan suku cadang sepeda). orang Madura terkenal sebagai suku bagsa yang mempunyai adat istiadat yang keras. Menurut Kuntowijoyo. tetapi mereka juga merupakan pekerja yang bersungguh-sungguh dan suka berterus terang. keras dalam tutur katanya. Kutil termasuk orang yang kreatif senantiasa berusaha mengembangkan usahanya. Hal tersebut tercermin dalam kehidupan masyarakat desanya yang memiliki ikatan yang berdasarkan kekerabatan dan teritorial. kota Bandung adalah kota yang paling besar memesan emas ataupun perak dari daerah ini (wawancara dengan Bapak Taim. Juni 2006). meskipun demikian masih menampakkan nilai-nilai aslinya. Kebudayaan dan adat istiadatnya telah banyak dipengaruhi oleh kebudayaan luar. pengrajin kuningan. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari . Juni 2006). tetapi kalah “hanya satu suara saja” selama masa pendudukan Jepang Kutil terkenal dengan kebolehannya karena dia mudah memperoleh barang-barang yang sulit didapat. diantaranya adalah membeli barang-barang bekas di rumah-rumah untuk dijual kembali. karena latar belakangnya yang berasal dari Madura membawa pengaruh watak yang keras. misalnya batu korek api.

diantara kita siapa yang akan dibunuh. Juni 2006) Kutil sebagai guru agama biasa bepergian jauh dengan sepeda untuk memimpin pengajian al-Qur’an. dimana orang pantai cara berbicaranya lebih keras.” Perkataan Kutil menunjukkan bahwasanya sifat Kutil tega membunuh walaupun itu temannya sendiri. itu yang akan dimakan terlebih dahulu. Ia menikah dengan orang asli Pesayangan bernama Was’ah dan mempunyai empat orang anak. terlihat dari penuhnya masjid . Mereka melarikan diri dan pulang ke Tegal dengan terlebih dahulu membunuh penjaga penjara (orang belanda) dengan menggunakan perahu. Nilai-nilai keislaman pada waktu itu memang kuat. memiliki perasaan persaudaraan yang kuat. Petualangan Kutil dimulai dengan dibuangnya dia beserta dua orang temannya yaitu Slamet dan Washari ke Digul dalam perjuangan Sarekat Rakyat. lebih sadis dan tingkat kesulitan ekonominya lebih tinggi. dan gotong royong yang sangat mendalam(Sairin 2002:83). dua anaknya laki-laki bernama Khambali dan Sapi’i dan dua anak perempuannya bernama Fatimah dan Rokhmah. Istrinya pada waktu itu membuka warung makan di depan rumah bersebelahan dengan pangkalan potong rambut suaminya (Wawancara dengan Bapak Taim. Dia sering pulang kerumah lewat tengah malam tanpa diganggu penyamun yang berkeliaran dikawasan itu (Lucas 2004:153). Sifat membunuh sudah Kutil tunjukkan dari dahulu ketika dalam perjalanan ketiga orang itu berjanji “Nanti kalau lapar. perompokan yang terjadi umumnya kejahatan yang lebih mengerikan.20 mereka sangat senang bekerja.Watak orang Madura terbentuk karena dipengaruhi oleh letak geografis Madura yang berada di daerah pantai. emosinya masih sulit dikontrol.

Selain itu Kutil juga menindak orang-orang yang menghina Republik. karena pada tahun 1945 masa awal kemerdekaan. orang itu langsung dibunuh (wawancara dengan Bapak Ruslim. Dia ingin . Segala keputusan dan tindakan pejabat-pejabat itu dirasa sangat lamban karena selalu menunggu perintah dari atasan dan masih menganut sistem penjajahan. Penduduk setempat menyebutnya santri. Dia menganggap mereka adalah penghianat bangsa. rakyat menderita kelaparan. Di jalan-jalan banyak sekali ditemui orang-orang yang kelaparan perutnya kempes. Juni 2006). Pemikirannya yang lain ialah. menggunakan istilah itu dalam arti lama yang berarti orang suci. Kutil menganut paham sama rasa. yang terlihat hanya tulang dan kebanyakan dari mereka akhirnya meninggal. orang yang ditunjuknya. Golongan pejabat ataupun Pangreh Praja mendapat jatah yang sama. mengakhiri penderitaan masyarakat dengan membagi rata jatah yang diberikan oleh pemerintah baik jatah bahan pakaian. sama rata semua orang sama. Menghapus kemiskinan. Mereka sholat sampai di halaman depan Masjid (wawancara dengan Bapak Wastap. Tidak ada yang dibedakan dan pengistimewaan bagi sekelompok golongan. terlebih jatah beras. kendati dia tidak selalu menjalankan ibadah sholat lima kali sehari. Juni 2006). misalnya jika di jalan dia mengucapkan salam MERDEKA! Namun tidak menjawab. ingin mendirikan dan merebut kekuasaan Kabupaten dan Tiga Daerah. Pemikiran Kutil yang pertama adalah ingin mengganti pejabat-pejabat lama dan orang-orang golongan Pangreh Praja dengan orang pilihannya. mereka adalah pejabat yang ditunjuk dan diangkat oleh penjajah. Kutil selalu mengucapkan “Assalamualaikum” bila memasuki rumah.21 maupun Mushola yang dipadati dengan banyaknya orang sholat.

Membuat pemerintahan sendiri diatas pemerintahan yang sah pada waktu itu. Pemikiran Kutil yang semata-mata untuk tujuan rakyat kesejahteraan masyarakat. Masyarakat pada waktu itu menginginkan pemerintahan Rakyat. Tindakan yang dilakukan Kutil diantaranya. gudang-gudang gula dan padi disegel rakyat. Tindakan maupun keputusan yang mereka ambil juga dirasa sangat lamban karena menunggu terlebih dahulu perintah dari atasan. menjatuhkan pemerintahan yang ada. disambut gembira oleh Rakyat karena mereka menganggap Kutillah yang akan merubah nasib mereka jauh lebih baik. keadaan masyarakat tidak berubah malah sebaliknya banyak masyarakat yang meninggal karena kelaparan. gerakannya bersifat ekstrim dan tidak berperikemanusiaan. (wawancara dengan Bapak Karso. sedang jatah pakaian dan terutama beras tidak dibagikan secara merata. yaitu Pemerintahan Republik Indonesia. Pemikiran Kutil lahir dari penderitaan yang Ia alami. . perusahaan-perusahaan. Dia bercita-cita memerintah penuh dan memiliki wewenang dalam mengambil keputusan bahkan membuat peraturan sendiri yang nantinya menjadi hukum yang berlaku dalam masyarakat. Juni 2006). Ia tidak mengakui pemerintahan yang sah. apa yang dimiliki negara adalah milik rakyat. seperti pabrik tekstil dan gudang padi. Bagaimana beratnya hidup dijajah dan kini setelah Indonesia merdeka. Idiologinya sepaham dengan Komunis.22 menjadi seorang pemimpin Tiga Daerah. aparatur-aparatur pemerintah juga ditunjuk dan diangkat oleh rakyat. Kemiskinan dimana-mana. pemerintahan yang ada adalah untuk kesejahteraan rakyat.

Orang arab saat itu mendapatkan tempat yang lebih tinggi dimata masyarakat.BAB III REVOLUSI SOSIAL DI TEGAL TAHUN 1945-1946 A. kebiasaan tingkah laku serta perubahan mereka. Dalam perubahan tersebut terdapat golongan yang naik status sosialnya misalnya golongan elit intelektual. budaya maupun politik. Daerah Tegal terkenal dengan penduduknya yang hampir seluruhnya beragama Islam dan sangat fanatik. Para kepala desa yang ada di Tegal hanya dijadikan sebagai alat didalam penyampaian kebijakan dari pemerintahan Jepang. Perubahan ini diwujudkan dalam hubungannya dengan pemimpin setempat dengan rakyat yang berakar pada sifat-sifat feodal yang mulai longgar. Hal ini dikarenakan penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Jepang dilakukan secara menyeluruh dan mendalam. sosial. Kefanatikannya terlihat nyata pada adat istiadat. Karena mereka sebangsa dengan Nabi bahkan mereka 16 . adapun golongan yang status sosialnya turun. Keadaan masyarakat Tegal tahun 1945-1946 Kondisi masyarakat Tegal awal Revolusi sosial secara ekonomi mengalami tekanan yang sangat berat. adanya kebijakan pemerintah militer Jepang merubah sendi-sendi pemerintahan tradisional di desa maupun perekonomian desa. Di Slawi karena fanatiknya sekalipun bermain sepak bola tetap memakai sarung tidak boleh memakai celana. Struktur otoritas tradisional didaerah pedesaan yang telah berjalan bertahun-tahun turut berubah. Pada masa itu terjadi perubahan-perubahan diberbagai aspek kehidupan ekonomi.

Sawah-sawah yang lain ditanami tebu untuk memenuhi kebutuhan pabrik gula yang terdapat didaerah itu. para pedagang kaya dan selebihnya para petani yang berdiam di desa. Mereka sebagian besar adalah pedagang dan bertempat tinggal di kota atau dilingkungan pemukiman orang Belanda. Mereka memegang peranan penting dibidang perekonomian. Diantara golongan-golongan bangsa tersebut suku Jawa merupakan penduduk pribumi yang sebagian besar dari mereka hidup di pedesaan dan sedikit sekali yang hidup di kota. Dalam masa pemerintahan Belanda hampir diseluruh sawah daratan rendah ditanami tebu untuk mencukupi kebutuhan pabrik gula itu sesuai dengan target yang telah ditentukan. bunga melati untuk memberi aroma teh dan polowijo. lurah.17 dianggap keturunan Nabi sehingga mendapatkan sebutan “ Ndoro Tuan Syeh “ untuk menghormati mereka (Wawancara dengan Bapak Mustain. Mereka terdiri dari orang kaya yaitu para pangreh praja. Baik sebagai petani penggarap atau buruh tani ataupun sebagai pemilik sawah atau tanah. karena adanya pengairan yang baik dari sungai-sungai yang melewati daratan itu sehingga ditanami padi dan polowijo di musim kemarau. . Bangsa Cina (Tionghoa) pada waktu itu sangat dipercaya sebagai kaki tangan pemerintah Hindia Belanda. Di daerah daratan rendah keadaan tanahnya subur. Pertanian merupakan mata pencaharian rakyat yang terutama di daerah Karesidenan Pekalongan. Juni 2006) Penduduk Tegal terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. selain suku pribumi (Jawa) terdapat golongan-golongan penduduk bagsa Cina (Tionghoa) dan Arab. Di daerah pantai tanahnya kurang subur karena mengandung garam sehingga dapat menanam kelapa.

kina dan panili. Bangsa Jepang datang mula-mula memperhatikan kehidupan sosial seperti menggunakan tenaga-tenaga bangsa Indonesia untuk menjalankan pemerintahan. Pinus. selain perikanan penduduk juga mengusahakan ternak. kayu jati. teh. Tetapi dibalik perhatian Jepang ternyata ketentuan wajib militer ini meliputi seluruh lapisan usia dari anakanak sampai yang tua akhirnya menimbulkan kehidupan sosial yang memburuk. Keadaan ekonomi yang buruk berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat yang cukup memprihatinkan. Didalam pemerintahan Belanda kopi merupakan hasil ekspor utama didaerah ini disamping teh dan gula. Tidak hanya penyakit kulit. Penduduk Tegal yang lain bermata pencaharian sebagai nelayan dikarenakan wilayah Tegal bagian utara adalah lautan dan pantai penghasil perikanan. menghapuskan jurang pemisah didalam bidang pendidikan antara bangsa asing dengan penduduk pribumi.18 Daerah pegunungan merupakan daerah yang subur dengan hasil pertanian seperti kopi. Penyakit kulit menjadi penyakit yang memasyarakat dikalangan rakyat. Selain itu latihan-latihan kemiliteran yang diberikan kepada pemuda-pemuda Indonesia telah memberikan kepercayaan yang besar dalam diri mereka yang akan sangat berguna untuk perjuangan dalam merebut kemerdekaan. karet. beri-beri. Bangsa Jepang juga memperhatikan mereka dalam hal olahraga yang menyeluruh dari kota sampai desa adalah merupakan perhatian mereka terhadap kesehatan jasmani dan rohani bagi rakyat Indonesia. menjadikan mereka pemimpin di perusahaan-perusahaan yang semula dipegang oleh bangsa Belanda. Hal ini berarti menaikkan tingkat kehidupan bangsa Indonesia. busung .

dalam bentuk pemecatan untuk menyingkirkan orang-orang anti Jepang dan kompromis terhadap barat. Pelatihan dan Indokrinasi dilakukan oleh Jepang sedangkan politik imbalan dan hukum yang dilakukan. Dalam bidang politik. dampak pendudukan Jepang didaerah Tegal juga dalam bidang keorganisasian. . Namun pada masa itu Jepang melarang pembentukan organisasi politik. sebagai gantinya Jepang mendirikan beberapa organisasi kepemudaan.19 lapar maupun kudisan yang merajalela bahkan hampir setiap hari terdapat orang yang meninggal akibat kelaparan. Hal ini terbukti dengan pengangkatan kepala desa berdasarkan kriteria tertentu dan melalui serangkaian prosedur tes dan seleksi hal ini bertujuan agar kepala desa mengerti Administrasi pemerintah dan sekaligus menyingkirkan orang-orang yang tidak mendukung pemerintah Jepang. Selain dalam bidang pemerintah. Kondisi politik masyarakat Tegal setelah kedatangan balatentara Dai Nippon di Indonesia mengalami perubahan-perubahan yang mendasar dalam bidang hukum dan politik. Pada masa pergerakan nasional sudah muncul beberapa organisasi politik yang berjuang untuk kemerdekaan dan melepaskan diri dari penjajahan Jepang. pemerintahan Jepang segera membubarkan seluruh organisasi politik yang ada. Pemerintahan militer Jepang dengan orientasi ekonominya telah melanggar batasbatas otonomi dari pemerintahan desa. campur tangan dari pemerintah terhadap korp pangreh praja merupakan bentuk dari salah satu penetrasi politik dan depolitisasi terhadap lembaga-lembaga politik tradisional pedesaan.

Para pemuda yang dilatih militer pada akhirnya akan berbalik melawan pemerintahan Jepang demi kepentingan perjuangan kemerdekaan. Keibodan. Mereka tidak sepenuhnya patuh pada Jepang. Revolusi tersebut adalah merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pemerintahan yang ada pada saat itu. B. terjadi juga di daerah-daerah lain seperti di Pekalongan dan Pemalang. Munculnya kekuatan Sosial berdasarkan Idiologi Revolusi sosial yang terjadi di Tegal kurang lebih tiga bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Budaya Jawa yang selalu pasrah dan menerima apa adanya tidak dianut lagi oleh sebagian pemuda. misalnya Peta yang dibentuk oleh Jepang.20 Mobilisasi pemerintah Jepang terhadap para pemuda Tegal dilakukan secara besar-besaran dalam program cadangan bagi kepentingan militer Jepang. Pemuda Tegal mulai berjiwa reaksioner terhadap semua yang berkenaan dengan kebijakan Jepang. Penderitaan akibat penjajahan Jepang serta latihan-latihan militer mengubah sikap hidup dan pandangan rakyat Tegal. Heiho dan Peta. . Mobilitas tersebut dalam bentuk barisan Sainendan. sebenarnya gejolak pedesaan yang tidak hanya terjadi di Tegal saja namun. Dampak dari pembentukan organisasi tersebut adalah keterampilan dalam penggunaan senjata dan sikap kedisiplinan yang selalu digembleng dalam latihanlatihan. tetapi dibalik semuanya mereka juga melatih para pemuda-pemuda yang lainnya setelah menyelesaikan tugasnya. Pelatihan-pelatihan yang diikuti oleh para pemuda merupakan keuntungan bagi bangsa Indonesia. untuk melawan penjajah.

karena sikap menunggu mencerminkan sifat ragu-ragu. Kelompok kedua yaitu kelompok sosial yang berpengaruh di Tegal dan Brebes ikut mengaktifkan KNI sebagai wakil pemerintahan sesudah proklamasi dan berusaha mempengaruhi sikap Pangreh Praja ke arah yang lebih mendukung . tidak berinisiatif dan sikap kepatuhan seorang abdi yang terpuruk oleh latar belakang pendidikan kolonial belanda yang diperolehnya. Kekuatan sosial berdasarkan Idiologi inilah kelompok yang membentuk Front Rakyat yang di sebut Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah (GBP3D).21 Penyebabnya adalah adanya sikap menunggu perintah yang sudah menjadi pola elite birokrat. Kelompok ini terbentuk pada tanggal 16 November 1945 dan bermarkas di kantor partai sosialis Amir Syarifudun cabang Tegal. Pada tahun 1945 mereka menggunakan kesempatan untuk merombak struktur pemerintahan yang lama ke arah yang lebih demokratis. Gerakan ini dapat terbagi menjadi tiga kelompok yaitu: Kelompok pertama yaitu kelompok kiri di Tiga Daerah. Brebes. dan Pemalang. sehingga mereka tidak mempunyai pengikut atau massa. dan tidak boleh mendirikan organisasi di tahun 1945. baik di kota maupun di desa. diantaranya Veteran Pemberontak Komunis tahun ‘26 eks Digulis. Tetapi karena pada tahun 30-an sewaktu mereka kembali dari Digul/penjara lain. termasuk di dalamnya pemimpin Barisan Pelopor dan Badan Pekerja di Tegal dan Brebes. dengan tujuan utama front adalah merebut stuktur karesidenan dalam kekuasaan organisasi yaitu di Tegal. mereka selalu dalam pengawasan Belanda. Pengikutnya yaitu kalangan Feodal Pangreh Praja. AMRI Slawi mereka anti Fasis dan tidak berkompromi dengan Belanda.

Islam nasionalis sejak zaman Sarekat Islam. namun tidak pula menolong terpukulnya GBP3D. mengapa kaum agama ikut arus Revolusi dan apa cita-cita Islam pada waktu itu.Mijaya cs.H.Abu Suja’i (Pemimpin partai sarekat Islam . ikut menentukan cita-cita Gerakan Tiga Daerah walaupun dalam tingkat nasional.mijaya. Widarta dan K. Diantara mereka ada yang duduk dalam GBP3D yang di ketuai oleh K. anggota partai Sosialis dan badan pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) yang kemudian menjadi menteri pembangunan dan pemuda dalam kabinet Hatta yang pertama (1948-1949). membela perkara Tiga Daerah di Pengadilan Pekalongan pada awal 1947 tokoh kedua ialah Subagio Mangunraharjo pemimpin PNI-baru dan sahabat Perdana Menteri Sutan Syahrir. Di mulai akhir tahun 30-an di Surabaya. Di Tiga daerah itu selain perbedaan pandangan dalam aliran kiri tentang bagaimana revolusi itu harus di jalankan juga terdapat perbedaan tentang penentuan prioritasnya. Widarta dan K. kelompok sosialis juga mempunyai saluran ke tingkat nasional lewat dua tokoh yang berasal dari Tegal yang pertama Supeno. Kelompok ketiga di dalam Aliran Kiri yang menguasai GBP3D ialah PKI bawah tanah. antara lain di Lasem. dan Pemalang. Meskipun dengan jaringan lokal yang terbatas. Tindakan-tindakan mereka di masa pendudukan Jepang.Mijaya memperoleh salurannya melalui Amir Syarifudin. melakukan kegiatan melawan kolonial Belanda maupun Jepang yang tokohnya antara lain K. Selain kaum Kiri yang ada dalam Peristiwa Tiga Daerah elemen lain yang juga sangat penting adalah kelompok Islam. Blitar.22 republik yang baru. telah memupuk kader-kader yang progresif melawan Fasisme.

Di Pemalang kelompok ini disebut sebagai Santri rakyat.J. Sejak Karl Marx mencetuskan manifesto Komunis tahun 1884.Sneevliet. Tokoh Islam Muhammadiyah K. Ia adalah anggota Social Democratiche Arbeider Partij (SDAP) atau Partai Bumi Sosial Demokrat. Mijaya (di Tegal) dan Amir (di Pemalang) yang paling aktif. Partainya lemah dan anggotanya sedikit. Pada abad XX beberapa pegawai belanda yang berhaluan Komunis di Indonesia. dua orang di Tegal dan dua orang lagi di Brebes dan tujuh anggota lainnya K. yang diangkat oleh komplotan Kutil. Komandan TKR Pekajangan merupakan persenyawaan dua elemen yaitu TKR dan Muhammadiyah yang berhasil menghentikan Pemerintah Revolusioner baru. baik di Pekalongan maupun di Tiga Daerah. Di Tegal.M. sedang di Pekalongan anggota Muhammadiyah adalah para pedagang. Ia menyebarkan paham komunis di Indonesia dengan mencoba mempengaruhi pemimpin bangsa Indonesia.F. 22 persen camat baru yang terpilih terdiri dari golongan Islam Nasionalis. Iskandar Idris. tiga di Pemalang. maka kelompok itu menyebar di kalangan Eropa termasuk negeri Belanda. Seorang di Pekalongan. Pada tahun 1914 di dirikan organisasi Marxisme di Indonesia dengan . dengan maksud untuk membedakan mereka dari golongan Muhammadiyah yang anggotanya adalah golongan priyayi. PKI semasa pendudukan Jepang tidak bisa berbuat banyak.23 Indonesia di Tegal) yang menjadi Bupati Tegal pada waktu Peristiwa Tiga Daerah.H. Di Karesidenan Pekalongan hanya ada delapan orang anggota Gerakan Bawah Tanah. di antaranya H.

Kahin. sehingga pengaruhnya tidak begitu besar. Sarekat Islam merah bergabung dengan ISDV dan pada tahun 1920 membentuk Perserikatan Komunis Hindia/ PKI yang diketuai oleh Semaun dan wakilnya Darsono. Pekalongan menjadi pangkalan kuat kelompok komunis. Bung Kecil dan K. dan cabang-cabang sarekatnya mendukung secara aktif. Tokoh lain penggerak perjuangan politik Tegal adalah Parno Sutikno.mijaya (juga residen Baru Sarjio dan sekretarisnya Muroso) berasal dari luar daerah dan bukan orang setempat. Masalah lain yang dihadapi PKI bawah tanah di Tiga Daerah yaitu. seorang pegawai . bahwa para tokohnya Widarta. Pada tanggal 21 Oktober 1945 di umumkan bahwa PKI berdiri kembali. ISDV lalu menyusup kedalam tubuh Organisasi Sarekat Islam yang membaginya menjadi Sarekat Islam Merah yang di pimpin oleh Semaun dan Sarekat Islam putih yang di pimpin oleh HOS Cokroaminoto.24 nama Indisce Sosial Democratisce Vereniing (ISDV) dengan Semarang sebagai pusatnya. di Tegal di ketuai oleh Sardjono. Kamijaya merupakan tokoh sentral atas pembentukan badan-badan pekerja yang menjadi otak dari segala kegiatan perjuangan PKI di Tiga Daerah. Karesidenan Pekalongan menjadi sebuah pusat dari kegiatan politik yang radikal dan para pengikut PKI di Tegal dan Pekalongan adalah tokoh-tokoh penggerak terkenal dalam pemberontakan melawan Belanda tahun 1925 (Andrey R.1990:31) sehingga di Tegal. saat itu juga PKI mempunyai pengaruh yang sangat besar di Jawa.

. mempunyai rentan jauh dalam segi pemikiran maupun Idiologinya. Menjadikan kecamatan Talang. 2. bahwa ia tidak suka campur tangan saudara Sayuti Melik dalam masalah ini. ekonomi. karena ia adalah golongan Tan Malaka .25 pegadaian mereka berhasil mempersatukan tiga kelompok untuk melakukan gerakan dengan usaha yang di lakukan adalah: 1.bahwa Kamijaya menyatakan dengan agak marah. Sarjio dan Murosa yang melakukan feodalisme dan Kapitalisme.. Amir. Adiwerna dan Slawi sebagai pusat gerakan.”. Kamijaya. Secara politik Kamijaya mengikuti garis politik Tan Malaka seperti pada pernyataan dengan Sayuti Melik..(Lucas. yang bekerja sama dengan kekuatan progresif setempat dan kader PKI bawah tanah di Hutan Sukowati Pemalang seperti S.. Juni 2006) (Lucas. Strategi yang di jalankan oleh kelompok Komunis adalah dengan menerapkan revolusi yang mempunyai tiga segi yaitu politik.. dan . Dijalankan secara ilegal dengan kegiatan operasional bawah tanah..1989:196) Kegiatan Perjuangan Komunis di Tegal yang ada di daerah Pantai Utara sebagai pusat kegiatan kelompok PKI Kamijaya. Membujuk Kutil atau Sakyani dari kelompok Leggaong untuk bergabung dalam perjuangan revolusioner..1989:216) Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa Kamijaya sebagai golongan Komunis dan Sayuti Melik sebagai golongan nasional. Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) sebagai inti dari kekuatan pemuda dan menentang keberadaan BKR (Wawancara Sahmad.Mustofah. Widarta. 3.

Kemauan tentara sesuai dengan kemauan rakyat) 4. Apabila pada suatu saat timbul kegentingan dan alat-alat pemerintah menjadi lemah serta tidak berdaya menguasai situasi. banyak dijumpai para bandit yang memanfaatkan jalannya revolusi.26 militer. Pemerintahan rakyat (dalam arti.1984:353354) C. Sebagaimana badan-badan perjuangan. Tentara rakyat (dalam arti. Menyelenggarakan tawanan Eropa 5. Melucuti senjata Jepang 6. Munculnya kelompok Legaong (bandit) Dalam Revolusi Indonesia. maka unsur-unsur kriminal “berperan” untuk kepentingan pribadinya. unsur-unsur kriminal membentuk dirinya dalam suatu kelompok yang terorganisasikan mereka ”hidup” dalam dunia “hitam” atau dunia . Gerakan komunis yang berkembang di daerah banyak di ilhami oleh golongan Komunis pusat oleh ajaran Tan Malaka yang membakar semangat perjuangan dalam mencapai kemerdekaan 100 persen yang berisi tujuh pasal yaitu: 1. Berunding atas dasar pengakuan kemerdekaan 100 persen 2. Mereka membonceng gerakan revolusiner/badan-badan perjuangan yang menjadikan teror dan kekerasan sebagai alat untuk menjalankan kekuasaannya. kemauan rakyat) 3. Menyita perusahaan-perusahaan dan pertanian musuh (Frederick. Ketiga segi tersebut mampu mengadakan revolusi jangka panjang yang di tuangkan sebagai gerilya politik dan ekonomi. Menyita hak milik musuh 7.

Bandit biasa Merupakan seseorang yang melakukan kejahatan dengan merampok tanpa latar belakang apapun.1995: 93-94) . Kelompok yang muncul akibat sikap ketidak puasan atau sebagai wujud ketidak setujuan masyarakat terhadap tatanan yang ada. kelompok Kutil adalah kelompok yang memiliki tempat dan kedudukan tersendiri pada saat itu. Menurut Hobsbawn. bandit adalah seorang dari anggota kelompok yang menyerang dan merampok dengan kekerasan. Dunia perbanditan merupakan kehidupan dunia ”bawah” atau dunia “hitam” yang selalu menampakkan diri pada saat-saat tertentu. seorang sejarawan sosial Inggris yang menyatakan bahwa. Dalam Peristiwa Tiga Daerah kelompok yang di pimpin Kutil adalah kelompok Leggaong (bandit) yang tumbuh dan berkembang pada saat itu. Idiologi perbanditan pada umumnya bersifat sekuler yang merupakan gerakan anti ekstorsi.27 “bawah” atau dunia “bengkok” yaitu dengan membalikan nilai-nilai dari dunia “Lurus”. Bandit sosial Merupakan seseorang yang melakukan perbuatan merampok yang di latar belakangi oleh kepentingan sosial (Suhartono. pihak pabrik dan perkebunan. 2. anti pemerasan oleh pihak penguasa. mereka menganggap mereka mampu menentukan nasib mereka sendiri. tuan tanah. Istilah bandit di bedakan menjadi dua: 1. Kelompok Leggaong/bandit.

yang di maksud gerakan sosial lebih menitik beratkan pada gerakan sosial keagamaan. 4. Seorang yang mencuri. 2004: 222) Perbanditan bukan semata-mata gerakan Antiekstorsi seperti pendapat Sartono Kartodirjo.28 Hobsbawn mengemukakan juga bahwa Bandit merupakan istilah untuk menyebut Individu atau kelompok yang menentang hukum.(Ibrahim. Musuh. perbanditan Pedesaan lebih menitik beratkan hal-hal yang sifatnya riil dan Ekonomis.1995:103) Di pandang dari Idiologinya. artinya menghadapi kepentingan primer yang merupakan hajad hidup bersama dalam masyarakat pedesaan.1995:105) Perbanditan di pandang sebagai pahlawan. masyarakat mempunyai rasa ketakutan dan berusaha untuk menerima tindakan walaupun menentang hukum. jago. karena mencerminkan nilai moral sebagai aksi protes di tingkat lokal. Perampok berkawan 2. . Seorang yang mendapat keuntungan dengan tidak wajar. Kelompok sosial ini memainkan peranan politik dan mempunyai kedudukan istimewa di mata masyarakat. (Suhartono. karena dengan peran tersebut. jawara yang mempunyai komunitas kuat di dukung oleh masyarakat. membunuh dengan cara kejam dan tanpa rasa malu (gangster) 3. Hobsbawn juga membedakan 4 istilah bandit yaitu: 1. perbanditan disini dapat dimasukan dalam gerakan sekuler (Suhartono.

Gerakan yang di lakukan adalah berupa aksi dombreng yang intinya gerakan ini merupakan tindakan membuat malu para pejabat yang korup di depan umum.1995:101) Kemunculan leggaong di daerah Tegal seringkali memberi rasa takut di desa-desa yang di tempati para leggaong. Pejabat pemerintah Pangreh Praja tidak segera membagi-bagikannya kepada masyarakat. Hal itulah yang menjadikan kemarahan masyarakat bertambah. adanya struktur menunjukan hubungan antara satu bagian dengan bagian lain yang merupakan ikatan atas bawah secara hirarkhis (Suhartono. tukang besi dan penjual Jamu.2004:147) Pengaruh Leggaong/bandit dalam Revolusi memang jelas karena mereka adalah golongan yang memimpin aksi Dombreng dan sebagai kelompok penggerak revolusi kemerdekaan di pedesaan. disebabkan oleh hilangnya Pemerintahan Jepang di Tegal serta adanya pergantian pemimpin praja di beberapa Kecamatan dan Kawedanan.29 Revolusi sosial yang terjadi di Tegal kurang lebih dua setengah bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan tepatnya bulan Oktober 1945. Pergantian pemimpin Praja di pimpin oleh masyarakat yang berasal dari berbagai lapisan diantaranya: pedagang. seperti di kecamatan Talang terkenal . Kelaparan dan Kekurangan yang di alami rakyat selama masa Penjajahan Jepang tidaklah menjadi lebih ringan. terutama Kutil (Lucas. mereka menunggu perintah terlebih dahulu dari atasan. Petani miskin. Penjahit. menumpuk di gudang-gudang tak digunakan. penjual makanan. berton-ton padi yang di setorkan setelah panen (Mei-Juni 1945) di Tiga Daerah. Gerakan perbanditan ini mempunyai struktur dan pemimpin walaupun bentuknya tradisional.

Kekuatan pada dirinya terletak pada keberaniannya membunuh siapa saja yang dianggap musuh. tidak mengenai sasaran. Banyak pemuda AMRI memakai selempang Janur kuning sebagai lambang perlawanan dan pemberi kekebalan serta penangkal roh jahat. baik bagi kaum Leggaong maupun bagi Kaum Revolusiner (Wawancara dengan Bapak Wastap. Dia dianggap mempunyai kekuatan doa-doa. mereka juga membawa bambu runcing yang sudah diberkati. Keselamatan yang dipercaya misalnya apabila akan ditembak dengan sendirinya tembakan akan meleset. jimat dan dianggap Ratu Adil sebagai dampak gejala Messianisme. Segelas air putih yang diminum dipercaya akan memberikan keselamatan. lainnya disamping Kutil yang memilikinya) adanya perlindungan semacam itu dirasa lebih penting artinya. Azimat tersebut berupa pandonga slamet (minta doa selamat) Kyai Makdum memberikan segelas air putih untuk diminum sebelum berangkat.30 dengan jagoan yang bernama Kutil yang bernama asli Syakyani sebagai tukang cukur. Karena langkanya senjata api (hanya dua orang tokoh AMRI. Kutil tidak punya Jimat. Kyai Makdum memiliki kekuatan istimewa dan dapat menyembuhkan orang sakit. . Kedekatan Kyai Makdum dengan Kutil memunculkan anggapan bahwa Kyai Makdum adalah guru Kutil dan seperti anggapan masyarakat pada umumnya Leggaong mendapat kekuatan magisnya dari seorang Kyai terkenal. tidak hanya itu. Juni 2006). Kyai Makdum adalah teman Kutil. dan keberhasilannya mempengaruhi masyarakat sehingga ikut dalam gerakannya. kepada Kyai inilah kelompoknya meminta nasihat dan mendapat azimat dan mantra. ataupun doa-doa.

masa revolusi sosial yang terjadi kurang lebih tiga bulan. Pengangkatan dirinya sebagai Kepala kepolisian tidak dilakukan oleh masyarakat. karena dia merasa sebagai seorang pahlawan yang disanjung-sanjung rakyat. menunjukan bahwa perbanditan pada masa pendudukan Jepang sudah di mulai. Perbanditan yang terjadi di Talang jelas terlihat. tua. tidak pandang bulu. Adanya orang-orang yang dengan sendirinya muncul yang mampu menggerakan massa/masyarakat lebih dari ribuan. Kutil tampil sebagai jagoan Republik (walaupun disiang bolong) yang ingin membalas dendam atas perlakuan para pejabat semasa penjajahan Jepang (Wawancara dengan Bapak Karso. merasa besar didukung sepenuhnya oleh rakyat. Bahkan pengikutnya pun terdiri dari tidak hanya orang-orang dari golongan bawah saja melainkan juga orang-orang dari kalangan agama yang notabene namanya sudah . Dukungan rakyat terbukti dengan tidak ada satupun orang yang berani dengan dia apalagi menentangnya dan setiap tindakan maupun perintahnya benarbenar dijadikan hukum oleh masyarakat pada saat itu. Kutil mengangkat dirinya sendiri. Tindakan yang dilakukan Kutil adalah tindakan seorang yang arogan.31 Pengaruh Kutil dalam revolusi sosial adalah melakukan protes sosial dengan memimpin aksi dombreng dan mengerahkan massa. sebagai bentuk kebencian rakyat terhadap Pangreh Praja serta pengangkatan sepihak dirinya sebagai kepala kepolisian Tegal. Juni 2006). muda apabila dianggap bersalah dengan tidak segan-segan dia akan membunuh dengan cara yang kejam. tindakan yang tidak berperikemanusiaan.

N. dan menyebabkan munculnya petualang-petualang politik yang sengaja mengambil kesempatan dengan menyebarkan isu-isu untuk menghasut rakyat guna kepentingan golongannya sendiri. dan suarasuara yang santer menginginkan digantinya anasir-anasir pimpinan pemerintahan . D. jika berani menghindar hukuman berat menanti.32 tidak di ragukan lagi di daerah masing-masing. Namun demikian agaknya belum dianggap cukup. Anggota keluarga masing-masing mempunyai tugas dan kewajiban yang tidak dapat ditinggalkan. Didahului masa pendudukan Jepang yang singkat (1942-1945). mereka dengan mudah ikut bergabung dengan para Leggaong. Tenagatenaga sukarela seperti Romusya yang merupakan kewajiban dari seluruh penduduk dan keharusan menyerahkan hasil padi bagi para petani telah mengakibatkan kebencian rakyat kepada pemimpin pemerintah bangsa sendiri. Secara resmi pangreh praja dan kepolisian peninggalan pemerintah Jepang masih berkuasa.I. Hilangnya kekuasan Jepang mengakibatkan adanya vacuum kekuasaan.Daerah). Disamping itu juga hubungan kekeluargaan antara masyarakat sudah tidak serasi. maka untuk mendampinginya dibentuklah Komite Nasioal daerah (K. Berkobarnya Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 Masa Revolusi kemerdekaan 1945 merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai dan menegakkan kemerdekaan yang dimulai sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Kelompok Kutil sengaja menggunakan Islam dan Ulama sebagai kekuatan ajarannya karena mereka menganggap bahwa Islam merupakan kekuatan politis yang besar di Indonesia.

Berkobarnya Revolusi Sosial di Tegal terjadi bersamaan dengan munculnya tokoh Kutil yang terkenal dengan tindakannya yang tidak mengenal hukum. R. menangkap. Sarimin Reksodihardjo 4. Besar :Residen Pekalongan 2. R. razia. Aksi-aksi mulai timbul yang ditujukan pada diri: 1.Slamet Sunaryo 5. sadis. . Kutil pada masa revolusi sosial di tegal. Rahardjo :Bupati Brebes :Bupati Tegal :Bupati Pemalang Mereka semua dianggap sebagai antek-antek Jepang atau Agen-agen Koloni Belanda (NICA) bahkan dalam Agetasinya dalam suatu rapat di Brebes Sukirman dalam mengartikan BKR sebagai Badan Keamanan Residen. Sungeb Reksoatmodjo :Wali Kota Tegal 3. pergantian pejabat-pejabat pemerintah yang dianggap NICA serta pembunuhanpembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap bersalah maupun orang-orang yang dianggap menghina republik semuanya terlebih dahulu melalui komandonya. Mr. dan tidak berperikemanusiaan. penyerbuan terhadap kantor-kantor pemerintah maupun perusahaan-perusahan.33 yang selama pendudukan Jepang sudah memegang pimpinan. namun prokemerdekaan dan tindakannya semata-mata untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat. menyiksa bahkan membunuh pimpinan-pimpinan daerah yang dianggap bersalah. Gerakan massa rakyat dimulai dengan melakukan tindakan-tindakan kejam. dijadikan tokoh utama dalam setiap gerakan.

Rakyat mengancam akan membakar rumah itu. dikepung oleh rakyat. lurah desa Cerih.34 Revolusi Sosial di Tegal di dimulai dengan ketegangan yang terjadi dalam satu rapat di Kecamatan Moga. Awal bulan Oktober rakyat meminta agar padi dibagikan. Rumah “Den Mas” Harjowiyono. suami istri ini diarak. Wakil camat adik Bupati Pemalang berusaha menenangkan suasana. Raden Mas Harjowiyono dengan pakaian resmi keluar menghadapi rakyat yang mengancam akan membunuhnya. pada tanggal 7 Oktober malam hari. mereka dihina dan diperlakukan seperti ayam. karena pada akhir minggu kedua bulan Oktober tindakan pemerintah untuk membagi-bagikan padi dirasa sudah terlambat. daerah miskin penghasil singkong di wilayah perbukitan Tegal selatan. Sebelum perang. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah setempat sudah tidak punya waktu lagi untuk bertindak. dan beliau menanyakan kepada mereka apa kesalahannya. diiringi bunyi gamelan milik lurah yang melambangkan kedudukan dan kekayaannya. sehari setelah korban-korban akibat perlawanan dengan konpeitai dimakamkan di Pekalongan. dipaksa minum air mentah dalam tempurung kelapa . Revolusi sosialpun telah dimulai. Revolusi sosial dimulai di Desa Cerih. Camat yang sedang pergi membuat suasana semakin tegang. bila lurah tidak mau keluar. Pada pagi harinya. Ia dilucuti dan diberi pakaian goni. Sesudah diarak. sedangkan istrinya diberi kalung padi. Yang terkenal dengan pusat gerakan radikalnya. Pemalang selatan. Di tiga daerah ketegangan yang serupa terjadi dimana-mana. namun rakyat yang berkumpul malah menjadi marah dan melempari gedung dan tempat penyimpanan padi dengan batu.

35 dan makan dedak (kulit padi) kemudian lurah dan kelurganya ditahan di kecamatan agar para pemimpin perjuangan setempat. pemuda-pemuda di Talang dan Ujungrusi terlihat sangat aktif mengadakan latihan baris-berbaris setiap pagi atas perintah dari pimpinannya dalam rangka persiapan untuk menghadapi musuh Belanda. Revolusi sosial yang terjadi di Tegal dimulai antara tanggal 20-25 Oktober 1945. polisi negara langsung diseret dan dibawa ke markas. mereka diseret secara beramai-ramai dengan tuduhan NICA kaki tangan Kolonial Belanda. Kelompok pemuda ini juga memberlakukan ketentuan. diberhentikan dan diperiksa satu persatu dengan cara yang tidak teratur dan apabila dalam pemeriksaan tersebut dijumpai seseorang anggota Pamong Praja.pemeriksaan. penggeledahan terhadap orang-orang yang berjalan melewati markas penjagaan Pemuda di Talang. Sebagai inti gerakan ini berasal dari kalangan pemuda yang tergabung dalam Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) dimana Sakyani alias Kutil sebagai pimpinanya. naik sepeda. Demikian pula bila terdapat orang yang membawa barang-barang atau pakaian yang bercorak Merah Putih Biru. kepada siapa saja yang berjalan melewati markas penjagaan Pemuda harus berhenti dan mengangkat tangannya untuk menyampaikan salam MERDEKA! . dokar maupun dengan kendaraan bermotor mereka. termasuk camat baru (karena camat lama kabur) dapat mengawasinya. Latihan rutin yang dilakukan kemudian berubah menjadi beratus-ratus pemuda bergerombol-gerombol dengan membawa berbagai jenis senjata tajam dan mulai mengadakan pemeriksaan. Baik orang-orang yang berjalan kaki.

maupun Politik. pemuda yang berjuang bersamanya adalah kunci utama berjalannya suatu gerakan.36 Dari contoh tindakan diatas menunjukan bahwa begitu besar pentingnya kelompok pemuda dalam menggerakan revolusi. Dampak Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 1. Kelompok pemuda di daerah Tegal. negara Indonesia dihadapkan pada banyak persoalan baik dibidang Ekonomi. adalah tidak dari golongan pemuda namun kelompok itu sebagian besar terdiri dari orang-orang yang usianya sekitar 30-40 tahunan. konsolidasi negara Republik Indonesia terutama dalam menghadapi kekuatan militer Belanda dan melancarkan revolusi nasional yang menyebabkan tingkat politisasi masyarakat menjadi semakin tinggi. Adanya pemimpin yang pemberani. E. karena aktivitas masyarakat dipusatkan pada usaha usaha mengobarkan peristiwa tiga daerah. tindakannya yang cepat dalam mengambil keputusan yang semata-mata untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat disamping dukungan penuh dari seluruh masyarakat. tegas dalam memerintah. Sedang dibidang politik. Kegiatan sosial masyarakat Tegal sesudah proklamasi kemerdekaan berjalan sangat lambat. disamping keberanian yang tinggi. Disamping sosial ekonomi warisan kolonial masih cukup kuat mengakar pada kehidupan masyarakat. Keadaan sosial masyarakat Tegal tidak tentram. sebab kegentingan suasana akibat tanda-tanda adanya perang semakin . yang memiliki semangat juang yang tinggi. Dampak terhadap Kondisi Sosial Masyarakat Tegal Sejak bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Sosial.

dan Kyai. Jepang meninggalkan Tegal setelah Indonesia merdeka. sehingga banyak pondokpondok pesantren. guru agama. Dalam bidang pendidikan masyarakat Tegal mendapatkan kesempatan bersekolah tanpa dipungut biaya. mencari berbagai tanaman liar untuk diserahkan kepada pihak Jepang. Peran Kyai dan guru agama mempunyai pengaruh yang sangat penting. karena banyak dari anggota masyarakat yang meninggal dalam peristiwa tersebut.37 menjadi nyata. Kedatangan tentara sekutu dari Semarang adalah salah satu faktor yang ikut memperkeruh suasana di Tegal. Meletusnya Peristiwa Tiga daerah menyebabkan pendidikan masyarakat Tegal menjadi kacau dan banyak masyarakat yang tidak sekolah. Mutu pendidikan sekolah pada masa ini secara umum tidak meningkat. Berakhirnya peristiwa tiga daerah mengakibatkan pendidikan masyarakat berjalan baik dan ada sedikit mata pelajaran dari masa pemerintahan Jepang yang dapat dijadikan kurikulum Masyarakat Tegal mayoritas beragama Islam. mereka . Mereka sering kali diggerakkan untuk melakukan kerja bakti diantaranya seperti membersihkan tempat-tempat umum. Guru agama pada saat itu mempunyai kedudukan yang istimewa karena masyarakat pada saat itu menganggap guru agama adalah orang yang pantas dihormati dan merupakan tokoh yang kharismatik. Dampak yang dirasakan oleh masyarakat Tegal pada Peristiwa Tiga Daerah ini adalah kekerabatan yang telah berlangsung lama dalam kehidupan keluarga menjadi terpisah. Status haji dan Kyai dianggap sebagai simbol martabat sosial. karena pelajaran yang diajarkan sangat sedikit. Hal ini sering dilakukan sehingga pelaksanaan kurikulum secara normal menjadi terganggu.

Pada waktu peristiwa tiga daerah meletus semua aparatur pemerintah tidak berperan. Dampak terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Tegal Proklamasi kemerdekaan merupakan masa terjadinya perubahan politik yang berdampak pada bidang ekonomi. Seorang kepala desa berperan sebagai pelindung rakyat. Masyarakat pada waktu itu terkena penyakit busung lapar dengan ciri-ciri perut besar dan buncit. yang berhasil menyelamatkan adalah seorang Kyai. kelompok Elite Birokrasi yaitu aparatur pemerintah seperti bupati. patih. sehingga Ia dianggap sebagai penghubung rakyat dengan pihak pemerintah. “Siapa yang kuat dialah yang dapat”. Semboyan itu muncul pada saat rakyat tidak bisa mempertahankan haknya karena kedudukan priyayi yang lebih tinggi dan posisi rakyat yang harus mengabdi pada priyayi. Iskandar Idris akan dibunuh. mengumpulkan pajak. camat termasuk juga kepala desa atau bekel. 2. Sehingga masyarakat menghendaki adanya pergantian pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tegal. Kelompok lain yang cukup berpengaruh dalam masyarakat adalah para ulama. tubuh kurus kering akibat menderita kelaparan. wedana. Masalah gizi pada jaman Jepang masih menjadi penyakit rakyat karena kurangnya kontrol dari pemerintah penjajah maupun pemerintah lokal yang kurang memperhatikan kesehatan masyarakat. . Sisa-sisa ekonomi penjajahan masih dirasakan oleh masyarakat bahkan. Misalnya ketika pemimpin TKR Kol H. hukum rimba masih melekat pada jiwa masyarakat Tegal. Ekonomi perang peninggalan Jepang telah menyebabkan kesengsaraan rakyat yang berlarut-larut dan menimbulkan trauma bagi rakyat.38 dianggap mampu mengurangi tindakan kekejaman ataupun meredakan suasana.

prioritas utama perekonomian nasional dalam konsep tersebut adalah pengambil alihan sumber-sumber strategis yang dikuasai oleh penjajah. sehingga rakyat harus merasakan apa yang dirasakan negara. terkait karena pemerintah Tegal sebagai wilayah yang mempunyai pengaruh besar terhadap daerah lain. Kamijaya sebagai golongan kiri yang berhasil menyusup dalam lingkungan masyarakat Tegal memprovokasi untuk menentang pemerintahan.1995:259) . dengan mengakatakan bahwa rakyat dieksploitasi hak-haknya oleh negara dengan melihat kenyataan bahwa tanah yang membentang luas dan hutan yang menghijau merupakan bagian hak milik negara. namun masyarakat dalam keadaan yang cukup kuat. Usaha itu belum sepenuhnya berhasil mengingat lemahnya mekanisme kontrol pemerintah. Keadaan ekonomi masa Revolusi ditandai dengan pencarian dana perjuangan yang merupakan masalah ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia. antara lain: Periode awal Revolusi (1945-1946) adanya pencarian dana perjuangan ditambah dengan perjuangan melawan musuh lama (Belanda). Karena itu ketika cita-cita ekonomi nasional yang berorientasi kerakyatan dirumuskan dalam konsep Bung Hatta. Salah satu ciri pada tahun tersebut adalah negara dalam keadaan lemah.39 Keadaan ekonomi yang dijadikan alasan untuk kepentingan politik. disamping masih dominannya faktor non ekonomi dalam suasana revolusi dan kurangnya modal asing serta kurangnya tenaga kerja yang trampil (Abdullah.

3. Golongan Cina menyembunyikan barang-barang kebutuhan yang diperlukan masyarakat. walaupun daerah itu kaya dengan pabrik-pabrik tekstil dan sumber daya alam. Masyarakat tidak lagi menggarap sawah melainkan bergabung dalam kelompok organisasi penumpasan peristiwa tiga daerah. akibatnya bahan-bahan pokok menjadi langka dan harganya mahal.40 Seperti terjadi di daerah Tegal yang merupakan daerah miskin. Badan . Kota Tegal menjadi kacau. tetapi penduduknya sebagian besar bermata pencaharian sebagai buruh dan petani. Tingkat perekonomian masyarakat Pekalongan menurun dan pemenuhan kebutuhan pokok berkurang serta terjadi krisis moral.Kurangnya perhatian Rakyat terhadap penggarapan sawah. perdagangan dan industri sebagai akibat adanya pendudukan Belanda di kota-kota Peristiwa (Kutoyo.1979:98). Kondisi ekonomi yang sulit di Tegal dapat dikemukakan penyebabnya yaitu: 1. Dalam peningkatan perekonomian masyarakat Tegal.Rakyat yang baru merasakan kemerdekaan digoncang oleh adanya Tiga Daerah 2. Gabungan Badan Peristiwa Tiga Daerah (GBP3D) membentuk suatu badan ekonomi. bahkan beban ekonomi masyarakat bertambah dengan penguasaan bahan-bahan pokok oleh golongan Cina.Penimbunan bahan kebutuhan pokok oleh golongan Cina menyebabkan hargaharga membumbung tinggi. aktifitas perekonomian berhenti.

meskipun distrubusi pangan sangat terbatas. 7. Memberi nama kantor perekonomian dengan kantor perekonomian rakyat (KPR) 8. Pembagian dan pembelian bahan makanan yang diatur oleh badan sentral 3. Kondisi sosial ekonomi masyarakat Tegal pada masa proklamasi kemerdekaan sampai dengan peristiwa tiga daerah 1945 sangat terganggu. 4. Dengan adanya badan ekonomi yang dibentuk GBP3D perekonomian masyarakat Tegal mengalami peningkatan kebutuhan hidup. Sebagai wadah untuk memperbaiki ekonomi sebelumnya yang dianggap tidak sesuai lagi dengan keadaan yang diharapkan oleh kelompok Kamijaya. Menyesuaikan produksi pabrik dengan kebutuhan saat ini. antara lain sebagai berikut: 1. Memperluas front kemerdekaan dan front perjuangan sampai ke natura untuk memperbanyak hasil-hasil bumi 6. Setelah peristiwa tiga daerah berhasil diselesaikan dan masyarakat . Menganjurkan Home Industri serta memperbanyak tanaman kapas. Mengadakan sentralisasi untuk tiga daerah 2. Perekonomian dikoperasikan pada masyarakat kecil. Menyerahkan tiap pengiriman bahan makanan ke wilayah tiga daerah yang mendapat izin dari KPR daerah 9. Mengambil alih perusahaan angkutan pemerintah pendudukan Jepang (Kunco) ketangan pemerintah 5.41 tersebut digunakan sebagai wadah ekonomi yang secara umum kedudukannya adalah menanggulangi masalah-masalah ekonomi di tiga daerah.

Berakhirnya Peristiwa Tiga Daerah menjelang tahun 1946-1947 para pejabat pemerintahan yang baru. Penduduk sekitar perkebunan banyak bekerja sebagai kuli yang merendahkan derajatnya.42 Tegal mulai dapat melakukan aktifitasnya secara perlahan. Ada yang mulai membuat kerajianan Poci . dan Kemangtran menampung tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran. masyarakat Tegal dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. 4. 2. Pertanian masyarakat Tegal banyak mengalami kesusahan dibandingkan dengan keuntungannya antara lain: 1. 3. Peristiwa Tiga Daerah membawa pengaruh dan dampak bagi masyarakat Tegal. pengangkutan jadi lebih lancar dan banyak hasil bumi yang dijual ke daerah lain. Jalur lalu lintas yang menghubungkan antar desa diperbaiki. akan tetapi masyarakat tetap berusaha meningkatkan kebutuhan hidup sesuai dengan kemampuan mereka. Balapulang. Dibidang ekonomi kebutuhan hidup masyarakat tidak dapat terpenuhi dengan cepat karena rakyat tidak berani keluar rumah. Saluran irigasi sawah diperbaiki. Dengan adanya Kereta Api. Ujungrusi. tempat-tempat penyimpanan padi dan pusat-pusat kebutuhan dikuasai Komunis. mengadakan program perkebunan seperti perkebunan kopi dan tebu untuk mencukupi kebutuhan rakyat Tegal. Tahun 1946-1947 masyarakat Tegal masih merasakan akibat dari peristiwa tiga daerah. Kemangten Pagongan. Dilihat dalam kenyataannya kehidupan petani biasa dalam segi ekonomi. Pendirian pabrik-pabrik gula Pangkah. Dukuh Wringin.

disamping mempunyai tugas tradisional pangreh praja juga memiliki kewajiban antara lain: a. pemerintahan Jepang dengan orientasi ekonominya telah melanggar batas-batas otonomi pemerintah desa. Menuntun dalam upaya peningkatan padi b. sangat mempengaruhi perkembangan politik di daerah Tegal. Kepala desa diangkat berdasarkan kriteria tertentu secara demokratis. Oleh sebab itu upaya Jepang mengeksploitasi sumber bahan mentah. Pada masa pendudukan Jepang proses pemilihan dan pengangkatan kepala desa. Mengawasi tanaman baru c. Wedana. Kepala desa berperan penting. Pengumpulan padi . Campur tangan pemerintah Jepang terhadap Korp pangreh Praja merupakan bentuk-bentuk penetrasi politik dan depolitisasi terhadap lembagalembaga politik tradisional di pedesaan. Tatanan kehidupan politik tradisional di pedesaan. Dampak Terhadap Kondisi Politik Masyarakat Tegal. Keadaan sosial ekonomi seperti yang telah diuraikan. makanan dan sumber tenaga dapat lebih mudah. 3. Bupati diharuskan mengerti administrasi pemerintahan dan sekaligus menyingkirkan orang-orang yang tidak mendukung sistem pemerintahan Jepang. Dalam bidang politik pemerintah Jepang ikut campur tangan dalam struktur pemerintahan sampai tingkat pedesaan.43 (tempat teh) untuk memenuhi kebutuhan keluarga Pangreh Praja dan para pejabat pemerintahan Tegal dan ada juga yang sudah mulai berdagang di pasar walaupun hanya sedikit orang yang berjualan.

Hidup rakyat selama penjajahan Jepang selalu tertekan dan penuh kekurangan dan mudah menerima hasutan yang dilakukan oleh agigator-agigator komunis. Perekrutan Romusha e. Mengawasi koperasi pertanian Melihat kewajiban kepala desa atau pangreh praja tersebut diatas. masyarakat mempunyai penilaian negatif terhadap pangreh praja.44 d. Pemerintah tidak menjelaskan makna kedaulatan rakyat kepada rakyat. Sistem politik Jepang menciptakan pemerintahan daerah yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. Mereka juga menuntut penggantian pejabat-pejabat peninggalan jaman Jepang. Pengorganisasian tenaga kerja f. akibatnya para pejabat tidak mempunyai wibawa dan pemerintah sendiri tidak mampu menghentikan kesewenang-wenangan yang muncul. sebab pangreh praja yang semula merupakan sumber pengayom bagi masyarakat berubah menjadi alat pendukung atau antek-antek Jepang dalam pelaksanaan ekploitasi. Masyarakat menganggap merekalah yang menyebabkan timbulnya penderitaan dan kemiskinan. Gejolak banyak muncul dan terjadi antara golongan pangreh praja dan golongan pemuda dengan aksi gerakan daerah. Tindakan yang dilakukan adalah mengeluarkan agitasi untuk mengeruhkan suasana. . Pejabat di daerah-daerah pada umumnya bersikap pasif. Akibatnya timbul kebencian masyarakat terhadap pamong praja pada waktu itu. lemah dan bingung.

dan Camat untuk menggantikan pejabat lama yang berasal dari masa pemerintahan Jepang. Sejumlah Kyai diangkat menjadi Bupati. pemindahan kekuasaan administratif karesidenan oleh staf pengoperan pada pemerintahan baru masih berlanjut. Jabatan kepala desa tidak dapat turun temurun akan tetapi melalui tes terlebih dahulu dan dipilih rakyat. Adanya pengangkatan Pangreh Praja oleh masa rakyat menunjukkan bahwa mereka membutuhkan pemimpin baru yang diharapkan sesuai dengan situasi baru.45 Masyarakat Tegal mengadakan pemilihan pangreh praja atau pemerintah daerah yang sah dan disetujui oleh masyarakat Tegal. b. c. Pada tanggal 11 Desember itu juga. Pengaruh pemimpin agama sangat dibutuhkan untuk meredakan situasi. Pengangkatan terhadap pangreh praja telah dilakukan. Sarjio mengeluarkan pengumuman bahwa pemerintah daerah karesidenan Tegal telah menyerah dan jatuh ketangan rakyat. Pemerintah baru berprinsip demokrasi dan keluarga. Pembentukan Tonarigumi (RT / RW) membentuk persatuan dan kerja sama antar sesama warga. semua sebutan dan gelar kepriyayinan harus diganti. tetapi pengaruh dibidang pemerintahan yang masih dapat kita rasakan sampai sekarang adalah: a. Tujuan GBP3D pada dasarnya adalah membuat pemerintahan karesidenan yang demokratis. dimana semua . Strkturisasi yang dibentuk pada masa pemerintahan Jepang masih tetap ada sampai sekarang walaupun istilahnya berbeda. karena mereka menganggap pemerintahan yang baru terbentuk masih mendapat pengaruh feodalisme penjajah. Pada tanggal 11 Desember 1945. Wedana. Pangreh praja yang telah dipilih diharapkan mampu melaksanakan tugas sesuai dengan jabatannya.

(Lucas.1968:30). maka pada tanggal 1 Januari 1946 terbentuklah Resimen XIII Tegal dengan Komandan Resimen Letkol Rachim Gondo Suwito dan sejak saat itu TKR di Tegal tidak lagi masuk ke dalam Resimen XVII Pekalongan melainkan berdiri Resimen tersendiri dan masuk ke dalam devisi II / Sunan Gunung Jati. Setelah Peristiwa tiga daerah berakhir. cirebon(jarahdam VII. dengan Panglima Letkol Darwis Djamin. 2. dan mempunyai wibawa. Menyusul kemudian terbentuk Laskar Rakyat Jawa Barat Karesidenan Pekalongan . jujur. Pemerintah membentuk badan-badan perjuangan bersenjata yaitu: 1. Pergantian pejabat karesidenan Pekalongan sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup “ Saudara” atau yang lazim digunakan.46 hubungan antara pejabat dan rakyat harus didasari oleh prinsip tersebut. Demikian pula TKR laut telah disempurnakan dan terbentuklah ALRI Pangkalan IV Tegal. sebagai Koordinator/ Komandan Resimen Moh. sedangkan panggilan “Bung” diganti dengan 250) Dengan Perubahan pemerintahan Tegal masyarakat mengharapkan pemimpin yang demokratis adil dan bijaksana serta dapat meningkatkan struktur pemerintahan yang sehat. dengan Komandan Resimen kosim Nachrawi. Yunus Pusponegoro 3. terbentuklah Resimen Hibullah Tegal. Berakhirnya Peristiwa Tiga Daerah dan pemerintah membentuk susunan pemerintahan baru dan pangreh praja baru yang diinginkan masyarakat yaitu pemimpin yang adil. Pada tanggal 1 Maret 1946 terbentuklah BPRI Resimen Pusponegoro. Sebutan “paduka” atau “Ndoro” diganti dengan “Bapak”. 1989:249- bermasyarakat dan mendekatkan hubungan antara pemerintah dengan rakyat. Pada tanggal 15 Januari 1946.

dan front Semarang barat bagian Selatan. . ke front Bandung Utara. ALRI Pangkalan IV Tegal serta badan-badan perjuangan bersenjata di Tegal dengan secara bergantian mengirimkan pasukan-pasukannya ke berbagai front di daerah-daerah yang telah diduduki oleh Belanda. Resimen Hisbullah Tegal. Resimen XIII Tegal. Lembang. Cileunyi. 1968: 31) Dengan dibentuknya badan perjuangan diatas keadaan politik daerah Tegal menjadi lebih aman dan sistem pemerintahan yang stabil dan dinamis. dengan Pimpinan Zubir Sejak bulan Maret 1946. Lembang-Ciater. d. c.Ciater dan Front Bandung Timur. Ujung Berung. BPRI Tegal. ALRI Pangkalan IV Tegal. dan front Semarang Barat. e. ke Front Karawang Timur dan Front Semarang Barat ( Jarahdam VII. b. ke Front Semarang Barat bagian Utara. ke front Karawang Timur.47 di Tegal. Resimen XIII Tegal ke front Bandung Utara. Laskar rakyat Tegal. a.

Gerakan yang dia pimpin mengatasnamakan Angkatan Muda Republik Indonesia. Kemudian melakukan pengejaran terhadap agenagen NICA. juni 2006). Masyarakat yang ikut dalam gerakan Kutil dengan sendirinya masuk menjadi anggota AMRI diantara anggotanya adalah para pedagang. Revolusi sosial di Talang mulai lebih awal dari pada di tempat-tempat lain dan tujuan AMRI bentukan Kutil dimasa Revolusi Sosial adalah pembagian kekayaan. Munculnya Tokoh Kutil Dalam Revolusi Tiga Daerah pengaruh Kutil sangat besar. Gerakan ini mempunyai dua markas. penjahit. tetapi orang kaya yang berpendidikanpun tunduk dan patuh pada tindakan dan perintah yang dilakukannya. tukang besi. Kutil membentuk organisasi yang bernama AMRI. selain dijadikan sebagai The Great Man. sedangkan Markasnya yang kedua di Talang menggunakan Bank Rakyat Talang sebagai Markas terdepan (operasi) (wawancara dengan Bapak Karso.BAB IV PERANAN KUTIL DALAM MENGGERAKAN REVOLUSI SOSIAL A. tugasnya ditetapkan sendiri oleh dia yaitu mencari sisa-sisa orang Jepang dan melucutinya. seorang pemimpin yang dalam setiap perkataannya didengar tidak hanya oleh orang-orang golongan pribumi yang berpendidikan rendah saja. Tujuan lain adalah menumpas setiap orang yang dicurigai menjadi agen 16 . penjual jamu. penjual makanan. petani miskin. markasnya yang pertama berada di Ujungrusi digunakan sebagai pusat pertahanan. Bulan Oktober 1945. Seperti badan-badan perjuangan lainnya.

Aksi penyerbuan yang dilakukan kelompok Kutil dan komplotannya dimulai pada Bulan November 1945 (Peristiwa-peristiwa anarkhis sudah dimulai dari tanggal itu). di percaya rakyat secara penuh dan tindakannya untuk kemakmuran rakyat. Kutil muncul sebagai pemimpin pada saat itu. Kelompok Kutil mengatakan Pangreh Praja dengan sebutan Kaum Plontos. Karena mereka menggunakan blangkon. Namun ditunjukkan juga kepada Polisi. semakin besar pengaruhnya. Juni 2006). Asrama Polisi. seakan-akan mempunyai kharisma yang begitu besar. camat-camat yang menentang dicopot. sampai kedalam Kantor. kereta penumpang jurusan Purwokerto dan Tegal di razia yang kelihatan pegawai diturunkan. Ada juga yang dirazia di kantor-kantor. Sedangkan tujuan jangka panjang kelompok ini tidak jelas. Ia seakan-akan diangkat oleh massa. dan merasa dirinya sebagai pemimpin karena di puja-puja. Pada saat itu pegawai-pegawai pemerintah menggunakan Blangkon dan setiap akan masuk kantor mereka berjalan dengan membungkukan badan dari halaman Kantor. sasarannya tidak hanya ditunjukkan untuk golongan Pangreh Praja saja. Di setiap desa diberlakukan sama seperti itu (Wawancara dengan Bapak Karso. Tindakannya yang pertama adalah mengadakan Razia umum. Lurah-lurah. wilayah yang . makin tebal keyakinannya. di tombrengtombreng ke jalan dan banyak juga yang dibunuh. kereta Api yang lewat pada saat itu dihentikan. Munculnya Kutil menjadi awal terjadi dan munculnya pembunuhanpembunuhan sadis yang dia lakukan. Ia mengangkat. yang dianggap sebagai pengkhianat. Camat dan Bupati sendiri. diseret.17 NICA.

Mereka di haruskan . Kutil sebagai pemimpin gerakan. Opsichter bengkel KA Tegal. Margasari. sehingga samurai (pedang panjang) tidak mempan walaupun berulang-ulang diarahkan pada tubuhnya. Brebes. Singa akhirnya meninggal dengan cara dimasukan dalam lubang yang telah dibuat oleh orang-orang Cina di dekat jembatan Kaligung dan dikubur hidup-hidup (Wawancara dengan Bapak Sadum. Korban pembunuhan pertama adalah menimpa diri seorang anggota polisi negara yaitu Singa.18 diserang diantaranya. sebagai komando dalam setiap pembunuhan-pembunuhan. dia adalah orang yang paling sulit dibunuh karena Singa dianggap Mempunyai alat-alat kekebalan semacam Jimat. Dengan anggapan bahwa tindakantindakan mereka tidak akan mendapatkan hukuman dari yang berwajib. dimulai dengan tindakannya yang berani menganiaya dengan cara yang tidak berperikemanusiaan. Ia dan anak buahnya mulai mengadakan tindakan teror kepada rakyat. ia dicincang di tiang listrik dan dipukuli secara beramai-ramai. Rumahrumah penduduk di teror dan di gedor. Pemalang dan kemudian Batang diserbu oleh rakyat bersenjata dan dilucuti senjatanya. baru setelah babak belur ditanya. Kejambon. Seperti yang dialami oleh diri Ruslim. mau ikut siapa? Setelah dijawab mau ikut Kutil barulah dia dilepaskan. tindakan Keji dan brutal dari Massa pemuda pimpinan Syakyani ternyata tidak ada yang menuntut. hal ini membawa akibat tindakan –tindakan yang lebih brutal dilakukan Syakyani. mereka kemudian berani melakukan tindakan pembunuhan (Wawancara dengan Bapak Sahmad 2006). setiap orang di dobrak untuk keluar dari rumahnya kecuali orang yang sudah tua dan sedang sakit. Juni 2006).

Kejadian-kejadian tersebut.19 untuk mengikuti gerakan-gerakannya dan kepada siapa saja yang tidak mau mengikutinya apalagi menentang. di bunuh secara beramai-ramai oleh massa Rakyat di desa Pesayangan Talang. kecuali wedana Balapulang yang tertangkap dan akhirnya di bunuh. Kawedanan. karena tidak ada lagi kendaraan yang berani lewat di jalan tersebut. praktis seluruh daerah Talang di kuasai massa rakyat. Sidik dari pemuda API 3. . Moh. Pada saat itu. dalam waktu yang relatif singkat segera meluas dan menjalar ke daerah-daerah lainnya dan meledakkan gerakan Rakyat Tiga Daerah. Juni 2006). jalan raya Talang yang biasanya di gunakan lalu lintas umum jurusan Tegal-Purwokerto menjadi tertutup. R saleh 2. sehingga mengakibatkan para pejabatnya melarikan diri. Gerakan ini mulai bergerak menyerbu kantor-kantor Kecamatan. beribu-ribu massa Rakyat membanjiri jalan besar Talang menunggu komando dari Algojonya Kutil dan sejak saat itu pula Massa pemuda yang brutal itu kemudian memblokade jalan ke jurusan selatan Slawi. mereka tidak luput dari sasaran pembunuhan Sakyani (Wawancara dengan Bapak Ruslim. dan menyerbu Kantor Polisi di Kejambon dengan melucuti senjatanya. Perbanditan pada saat itu situasinya memuncak menjadi lebih gawat dan timbul Pembunuhan lagi yang ketiga kalinya terhadap: 1. Ali. karyawan Pabrik Texin Tegal Ketiga orang tersebut.

kecuali apa yang di katakan oleh Kutil dan komplotannya harus di jawab dengan suara gemuruh MUFAKAT_MUFAKAT (Wawancara dengan Bapak Sahmad Juni 2006). oleh massa Rakyat dia dinggap tidak menyetujui gerakan rakyat.20 Situasi di luar kota Tegal setiap hari selalu timbul huru-hara/keributankeributan pengejaran-pengejaran dan penangkapan-penangkapan terhadap lurah. dan pada setiap malam harinya terjadi penculikan-penculikan. Sebab salah-salah bisa dianggap menentang sehingga pada waktu itu orang-orang menjadi terdiam diri tidak berani berkata apa-apa. di depan Makam Kuno Tegal Arum. berbicara di depan umum di Lemah Duwur. Ia langsung di seret dan di pukul kepalanya dengan pukul besi.Suparto Sastrosuworo. Kejadian ini terjadi di Markas Pemuda Ujungrusi. penduduk di kecam ketakutan setiap hari terdengar berita kematian karena ulah keji massa rakyat pimpinan Syakyani.M. Situasi sudah benar-benar gawat. Tanggal 10 Oktober Camat R. pembakaran-pembakaran rumah. kepalanya pecah meninggal seketika. Seperti yang menimpa Dastra dari desa Harjosari Adiwerna. sulit untuk dapat di kendalikan. . massa Rakyat sudah menjadi meluap-luap. Camat Adiwerna dengan berseragam lengkap. Dastra adalah terkenal sebagai seorang Jagoan sehingga kalau berbicara di muka umum seenaknya sendiri. Camat yang masih muda dan belum berpengalaman. Pegawai Pamong Praja dan Kepolisian Negara dengan jalan beramai-ramai memukul kentongan dan timbul penyembelihan-penyembelihan terhadap orangorang yang di anggap menentangnya. Dalam situasi yang demikian orang tidak boleh berkata keliru atau secara bersenda gurau sekalipun dengan teman sendiri.

Di pinggir-pinggir jalan banyak orang dan anak-anak yang membawa bambu runcing. Juni 2006). Kaki orang tersebut dengan cepat-cepat orang itu angkat dan ternyata kepala Camat Adiwerna pecah. semua orang yang lewat .21 Ia mengatakan bahwa Presiden Sukarno telah di tahan oleh NICA yang baru saja mendarat bersama-sama pasukan Inggris di Jakarta pada tanggal 29 September 1945. Keadaan sepanjang jalan utama ke Adiwerna waktu itu sepi sekali tidak ada kendaraan lewat. Sebelum dibunuh Camat tersebut minta untuk diperkenankan Adzan terlebih dahulu ( Wawancara dengan Bapak Sadum. Camat Adiwerna dibunuh diseret menuju Lorong kepalanya pecah karena ada orang yang tidak sengaja menginjak rambut yang sudah gembel akibat darah yang sudah kering karena banyaknya darah yang keluar. Ia mendapat surat dari pimpinan API yang mengatakan bahwa harta milik keluarganya dapat diambil di markas API Kejambon dengan sebuah truk pinjaman dari kantor Kabupaten. memang telah di desas-desuskan di Jakarta. Slamet (23 tahun) anak sulung Wedana Adiwerna menjadi sasaran amarah kelompok Kutil. Setelah selesai pidato. karena di setiap 25 meter ada rintangan jalan dari kayu atau bambu. Slamet berangkat ke Markas API dan Ia tak pernah kembali. Suparto tidak segera meninggalkan rapat dan Ia di bunuh setelah rapat berakhir. Contoh lain dari tindakan kelompok Kutil yaitu dengan brutal menjarah dan membunuh orang-orang yang sebetulnya mereka tidak tahu apa-apa. Berita-berita semacam itu. Ia di bunuh sangat Keji dan brutal dengan cara di tangkap dan di ikat kedua tangan dan kakinya kemudian di angkat dan di jatuhkan di atas batu besar berulang-ulang kali sehingga meninggal seketika.

pengaruh Kutil sangat besar. Cara Kutil Menarik Simpati Dalam Revolusi Sosial yang terjadi di Tegal. tidak ada paksaan. Losari Timur dan Tonjong dengan Pimpinan Binadji. Jatibarang. Adiwerna. Di setiap pos jaga terkumpul meja kursi dan barang-barang rampasan dari orang-orang cina yang melewati pos itu. Slawi sebagai pusat gerakan. Masyarakat pada waktu itu berada dalam keadaan dan situasi yang sulit penuh ketakutan dan kekhawatiran karena makin banyaknya orang-orang yang di bunuh oleh massa pimpinan Kutil. ketua KNI Brebes. orangorang yang tidak ikut dengan sendirinya dianggap adalah pengkhianat dan langsung di bunuh ataupun didombreng ke muka umum. Ia tidak menggunakan cara-cara kekerasan fisik. Rakyat mulai terpengaruh oleh hasutan-hasutan dari para petualang politik yang mendalangi gerakan rakyat tiga daerah. Di Brebes meliputi Brebes kota. Daerah Pemalang meliputi Pemalang kota. Petarukan dan Comal dengan pimpinan Supangat dan Idris. Masyarakat dengan sendirinya dengan penuh sukarela ikut bergerak dan berjuang bersama. maupun janji-janji yang Kutil berikan. Daerah-daerah yang sudah terpengaruh ketika itu adalah kecamatan Talang. namun dia hanya mengumumkan di depan umum bahwasanya akan diadakan penyerangan-penyerangan terhadap orang-orang yang tidak ikut. itu terbukti dari banyaknya orang-orang yang menjadi pengikut dan ikut dalam gerakan yang Ia pimpin. .22 harus memberi salam “Merdeka” kepada mereka. B.

bahkan apabila orang itu sudah dalam penyekapan. berjalan di jalan raya dan bergabung dengan massa lainnya. ataupun orang Pribumi yang dianggap sebagai pengkhianat dan orang-orang yang dianggap melecehkan Republik (Wawancara dengan Bapak Taim. Ia mengadakan rapat terlebih dahulu di Bank Rakyat (bank BRI cabang Talang sekarang) yang dijadikan markas gerakannya. Dia berdiri diatas Podium dan menyebutkan nama-nama orang yang akan dibunuh. Juni 2006). masyarakat apabila terdengar ada aba-aba dan Kutil mengatakan SIAP! Pasti masyarakat akan selalu SIAP mendukung gerakan tersebut. Mereka bergabung ikut mengeksekusi menghukum orang-orang yang dianggap Probelanda. Walaupun pada akhirnya di tengah-tengah perjalanan Masyarakat yang . Karena tindakannya yang menakutkan itulah dengan sendirinya. orang tersebut di suruh naik di Podium dan diperlihatkan pada massa dan secara serempak massa rakyat selalu mengatakan SETUJU! Gerakan bisa menjadi besar dan membuat anggotanya bertambah banyak. khususnya dari Masyarakat adalah dengan membunyikan dan memukul kentongan dalam istilah bahasa Tegal dikenal dengan “Tung Tung Grumbung” Yaitu membunyikan kentongan di sepanjang jalan dan dengan sendirinya masyarakat keluar dari rumah. Secara umum Kutil tidak memaksa dan menggedor-gedor turun sendiri dari rumah-kerumah dan mengatakan “harus ikut” namun apabila Kutil melihat sendiri ada masyarakat yang tidak ikut bergerak pada saat itu juga. Tua. Ia tidak segansegan untuk membunuh orang tersebut. muda kecuali orang yang sedang sakit.23 Setiap akan mengadakan pembunuhan.

Hukum yang berlaku pada masyarakat saat itu adalah hukum “Tombrengtombreng” suara pukulan dari kaleng kosong. Di desa Jawa. pencurian. Kutil sendiri pada saat itu tidak menggunakan senjata apa-apa. terutama perkataan Kutil yang seperti dijadikan hukum dalam masyarakat. Ada beberapa senjata api hasil rampasan tentara Jepang dan polisi yang telah dibunuh dan hanya beberapa orang saja yang menggunakan. ditempat Lurah biasanya ada tabuhan yang disebut kentongan yang terbuat dari potongan kayu besar dan dilubangi. atau tanda bahaya lainnya. Ia diperintahkan hanya menggunakan celana pendek. kebakaran. dengan muka yang di coret-coret menggunakan angus. kentongan atau apa saja sebagai . Sebagai contoh pada saat itu sudah dilakukan pendombrengan pada seorang laki-laki yang ketahuan selingkuh.24 tidak setuju dengan gerakan itu meninggalkan rombongan massa dan berjalan kearah yang lain. yang pertama digunakan adalah senjata yang dibuat dari bahan bambu yang diruncingi yaitu bambu runcing atau pada saat itu masyarakat menyebutnya dengan nama cocolan. Bunyi kentongan tergantung pada jumlah dan irama pukulannya. Gerakannya pada saat itu memegang pengaruh yang sangat besar. Ia bertindak sebagai pemimpin gerakan yang memberikan Komando. Laki-laki itu diarak dijalan raya dengan diikuti massa yang berada dibelakang dengan membawa kaleng kosong. Persenjataan yang digunakan pada saat itu masih sangat sederhana. sehingga apabila dipukul keluar bunyi “Thong” dari kata “Thong” disitulah timbul nama “Kentongan” bunyi kentongan biasanya digunakan sebagai tanda-tanda waktu rapat desa. kentongan kayu (atau apa saja) yang dipukul oleh para pengaraknya.

25 tanda untuk menyiarkan berita bahwa mereka telah menangkap pencuri desa. Yang menjadi motif dan pandangan peristiwa-peristiwa tersebut adalah perongrongan terhadap Revolusi Pancasila dan siapapun yang menjadi penggerak maupun pelaksana- pelaksanaanya ia adalah musuh-musuh revolusi dari dalam. karena penyesatan-penyesatan oleh Idiologi-Idiologi dan alam-alam . Juni 2006). rakyat menganggap pandangan Kutillah yang nantinya akan memberikan suatu perubahan dalam masyarakat. Gerakan kutil inilah yang akhirnya melahirkan pemahaman-pemahaman dalam Idiologi pada masing-masing anggotanya. pengejaran-pengejaran.. Perkataan Kutil pada saat itu benar-benar menjadi hukum yang dipatuhi masyarakat. Dengan jalan beramai-ramai memukul kentongan dan timbul penyembelihan-penyembelihan terhadap orangorang yang dianggap menentang. Pendombrengan terhadap pasangan orang selingkuh mendadak berhenti ketika Kutil serentak mengatakan JANGAN! Dengan sendirinya orang itu dilepaskan dan tidak jadi dibunuh namun sebaliknya ketika Kutil mengatakan BUNUH! Pasti masyarakat dengan sepakat setuju untuk mengadakan pembunuhan.... keributankeributan. dan penagkapan-penagkapan terhadap lurah.Penyimpangan-penyimpangan dari rel Revolusi Indonesia yang sebenarnya.. Dalam situasi seperti itulah cara dan pandangan rakyat sudah tidak bisa dibenarkan lagi.. pegawai Pamong Praja dan Kepolisian Negara. Peristiwa-peristiwa tersebut pada hakekatnya adalah akses-akses revolusi yang berupa: “.. Situasi di luar kota Tegal setiap hari selalu timbul huru-hara. pamong desa yang dianggap korupsi (Wawancara dengan Bapak Sahmad...

Pada hakekatnya Peristiwa Tiga daerah merupakan akses revolusi yang kalau tidak ada kewaspadaan dan kecepatan bertindak dari pada TKR Resimen XVII dapat mengancam keselamatan Revolusi Agustus 1945 yang berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila (Arsip Peristiwa Tiga Daerah. Kondisi dimana rakyat dan bangsa Indonesia berjuang dan menghimpun kekuatan tanpa adanya perintah-perintah dari atasan. Kemungkinan timbulnya akses-akses itu semula dapat kita terima manakala kita selalu ingat kondisi dan situasi pada saat tercetusnya Revolusi. dengan jalan menghasut dan menunjuk-nunjuk kambing hitam.32.32. Krisis kelaparan. dengan tindakannya yang Arogan. Dalam gerakan yang Kutil pimpin. masyarakat banyak yang meninggal karena tidak mampu makan (Arsip Peristiwa Tiga Daerah. Sadis dan tidak berperikemanusiaan menunjukan bahwa Ia sebenarnya berpaham .26 fikiran Liberalisme dan Komunisme/Marxisme-Leninisme/Maoisme dan pahampaham lain serta oknum-oknum yang bertentangan dengan jiwa Pancasila. S. Dalam Tri Upaya sakti dinyatakan bahwa Revolusi Indonesia yang di jiwai oleh Pancasila merupakan gerakan-gerakan simultan antar penjebolan dan pembangunan destruksi dan kontruksi. Sedangkan situasinya pada saat itu masyarakat Indonesia di hadapkan pada suatu krisis. Revolusi yang simultan dan multi kompleks tidak mustahil menimbulkan gerakan-gerakan yang pada hakekatnya merupakan suatu akses. Musium Mandala Bakti) Situasi Kota yang tidak terkendali yaitu dengan kacaunya keadaan sangat memudahkan bagi unsur petualang-petualang politik maupun kriminal untuk memancing di air keruh.Musium Mandala Bakti).S.

Kemudian Kyai Bisri. komandan resimen XVII tiba di markas yang masih sepi. yang dijadikan tempat tahanan. H. Kyai Muchidin. Mereka diajak pergi ke daerah tersebut untuk memberi nasehat kepada murid dan santrinya yang banyak menjadi pengikut gerakan pada saat itu. Ketika kendaraan yang membawa Komandan Resimen dengan dua ulama itu memasuki daerah Talang dihentikan oleh massa rakyat. Kendaraan terpaksa berhenti dan untuk selanjutnya kedua ulama Kyai Bisri dan kyai Muchidin dibawa ke selatan. Haji Iskandar Idris lalu memerintahkan kedua orang petugas masingmasing Tjasmuan dan Ambari untuk memanggil Kyai Bisri dan Kyai Muchidin. dugaan itu lebih diperkuat lagi dengan akan dibunuhnya orang-orang dari golongan agama. Iskandar Idris dengan berkendaraan sedan dikawal oleh satuan regu pasukan bersenjata yang menggunakan kendaraan truk berangkat menuju Talang. Bangunan penyekapan sekarang di jadikan SD Talang.Iskandar Idris dengan kendaraan termasuk sopirnya dibawa ke Markas pemuda Ujungrusi sedang truk-truk regu pengawal dikeroyok massa rakyat dan dilucuti senjatanya.00 dengan berkendaraan sedan. Kyai-kyai yang dianggap menentangnya (Wawancara dengan Bapak Taim. . yang ada hanya petugas jaga piket. Kyai H. mempunyai pengaruh besar di daerah Talang. Termasuk juga Kardinah yang juga pernah disekap di tempat itu. Juni 2006). dimasukan kedalam bangunan rumah tua yang tidak digunakan. Tindakan Kutil membunuh orang-orang dari golongan Agama di mulai tanggal 27 November 1945 kira-kira jam 05.27 Kumunis. ulama yang dipandang.

penyusunan suatu konsep masyarakat masa depan yang dianggap pasti benar. Lepas setuju atau tidak bahwa dalam sekalian bentuknya yang terselubung dalam seluruh teori-teorinya terkandung suatu ekspresi harapan. Kapitalis inilah yang oleh Ignas Kleden dikatakan sebagai Utopia yang digunakan oleh banyak pemimpin bangsa. Marxisme adalah teori yang monistik yang memegang kunci penjelasan mengenai segala sesuatu yang penting dalam organisasi dan masyarakat sekaligus mengenai segala hal yang mungkin terjadi di masyarakat. sehingga banyak orang yang kemudian juga terpikat dengan Marxisme karena gagasan kebebasannya. Adapun sebab-sebab mendasar yang membuat Marxisme sebagai sebuah ajaran memiliki daya pikat dan daya hidup yang panjang.28 Gerakan Kutil pada dasarnya BerIdiologi Komunisme/Marxisme Leninisme/Maoisme. Mereka percaya akan kebebasan. berupa keruntuhan sistem kapitalisme dan berakhirnya kebudayaan. Konsep mengenai masa depan diberi kerangka dan batas-batas yang lebih spesifik. Mengatasnamakan untuk kepentingan rakyat. Alasan lain dalam beberapa hal Marxisme menyimpan kebenaran. Betapapun kaburnya Marxisme membeberkan beberapa peristiwa dan fakta sosial yang secara khusus bicara tentang hakekat masyarakat Industri. itu sebabnya “Kelebihan” dalam teori Marxisme adalah penjelasan-penjelasannya mengenai perubahan sosial memberi tempat bagi faktor eksogen (luar) di mana pada beberapa teori . Sidney Hook menyatakan: 1. Sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pegangan dan ukuran yang sudah pasti berbeda dengan masyarakat yang sekarang. 2. Harapan ini mengambil bentuk. 3.

Anggota yang lain ada juga yang tugasnya mengumumkan di jalan-jalan pada masyarakat bahwasanya akan diadakan pembunuhan dan pendombrengan. Gerakan itu Menggunakan Bank Rakyat (Bank BRI Cabang Talang sekarang) sebagai markas gerakan. Organisasinya belum rapi dan tanpa bentuk. Orang-orang . Gerakan itu adalah gerakan spontanitas. sebagai simbol perlawanan rakyat. Mereka berjalan layaknya dua tentara yang siap mendapat perintah dari komandannya. Bentuk Kepemimpinan Kutil Bentuk Kepemimpinan Kutil pada masa revolusi sosial. Setiap pulang dari markas cara berjalan mereka seperti orang yang berbaris. tidak mempunyai bendera maupun lambang-lambang khusus. Kutil sebagai komandan tertinggi mempunyai dua ajudan yang selalu menemani dia kemanapun. Gerakan Kutil adalah gerakan Spontanitas rakyat.2002:178) C. Bagi orang-orang yang berada di bawah Kutil. Dua ajudan Kutil bernama Rasyan dan Abdul Manaf. tidak memegang hukum tetapi Prokemerdekaan. bendera yang dibawa rakyat adalah bendera merah putih. semrawud dalam bahasa Tegal. Struktur yang sederhana itu terlihat dengan adanya pembagian tugas yang lumayan jelas. Tidak ada struktur yang resmi dan jelas. Bentuk gerakan pada saat itu boleh dikatakan berantakan. dan memakai senjata Klewan. Salah seorang juga ada yang tugasnya mengumpulkan orang-orang Cina untuk membuat Lubang kuburan.29 perubahan sosial hal ini kurang mendapatkan perhatian yang memadai (Prasetyo. tidak terlihat jelas. Namun secara sederhana struktur dalam gerakan itu sudah ada walaupun bentuknya masih sederhana dan tidak tertulis jelas dalam susunan struktur sebuah gerakan.

Kutil juga memerintahkan agar orang-orang pribumi yang bekerja pada orang-orang cina sebagai pembantu (dalam bahasa Tegal lebih dikenal dengan sebutan babu) segera keluar dari pekerjaannya dan tidak diperbolehkan bekerja pada orang-orang Cina lagi. Rumah tidak di kuncipun barang-barang dan kekayaan lainnya aman karena tidak ada yang berani mencuri apalagi menggarong. Dan apabila ada orang yang tidak menuruti perintahnya.30 cina apabila ada orang yang berteriak di jalan dan mengumumkan bahwa harus membuat lubang. Tidak hanya itu saja. dengan sendirinya orang-orang Cina keluar dari dalam rumah membawa cangkul dan berbaris mencangkul tanah disebelah Jembatan Sungai Gung. Mereka bersedia menyerahkan harta benda atau apapun yang mereka punya dan bersedia memenuhi apa saja yang mereka butuhkan asalkan mereka . penggarongan tidak ada. Namun Ia juga menindak pencuri yang ketahuan mencuri. ayam curiannya dikalungkan dan ditombreng di jalan raya. Keadaan Tegal pada masa kepemimpinan Kutil aman. Juni 2006). Ada pada saat itu pencuri ayam yang ketahuan. keadaan desa dan wilayah Tegal pada saat itu tenang dari pencurian dan penggarongan. biasanya mereka diarak ke jalanan dijadikan tontonan masyarakat dan didombreng-tombreng sepanjang jalan. Kutil tidak akan segan-segan untuk membunuh (Wawancara dengan Bapak Taim. perbanditan diantaranya pencurian. takut apabila tindakannya ketahuan karena Kutil tidak hanya menindak orang-orang yang dianggap Probelanda saja. Mereka takut pada kutil. orang cina ketakutan. Orang Cina pada saat itu diundang datang ke Markas.

31 tidak dibunuh. Tanggal 4 November 1945.Kartini yang saat itu berada di tengah-tengah Bupati bersama keluarga Bupati lainnya di bawa oleh massa rakyat dan di paksa berpakaian sarung goni dan di arak keliling Kota. Di Stasiun KA. adik kandung R. Hari itu juga massa rakyat mulai mengejar-ngejar para pejabat di kota Tegal. Sebagian massa lainnya keluar masuk kampung mencari orang laki-laki untuk diajak menyerbu kota Tegal. Tampak ribuan Massa Rakyat dengan membawa bambu runcing dan berkalungan Janur Kuning.A. Ia di sembunyikan di markas pemuda API selanjutnya di bawa ke Pekalongan. sedang yang perempuan di suruh menyediakan minuman di depan rumah. Sunaryo dengan cepat diselamatkan oleh Mansyur dari pemuda API. Tidak ada perlawanan sedikitpun dari mereka. massa rakyat membongkar brangkas dan merampok uang serta menguasai Stasiun Kereta. beramai-ramai membaca Tahlil berjalan menuju ke Utara. gerakan massa Tiga daerah mengadakan penyerbuan kota Tegal. Mereka yang tertangkap kemudian di bunuh secara keji tercatat: . Kepemimpinan Kutil berakhir ketika tiga kota Slawi. untuk menyelamatkan diri. keluar dari wilayah Tegal meninggalkan harta bendanya karena takut dibunuh. Massa rakyat sampai di jalan simpang tiga. Pemalang. dan Brebes telah di kuasai oleh gerakan Massa. ada juga beberapa orang Cina yang melarikan diri. Raden Ajeng Kardinah. Bupati Tegal. RS. beramai-ramai menyerbu dan menduduki kantor kabupaten dan stasiun kereta api. sehingga menjadi tontonan dan bahan olok-olokan massa.

32

1. Haji Abu Bakar 2. Bekas pengurus Badan Ekonomi pada masa pemerintahan Jepang 3. Hamzah (putera Abu Bakar) 4. Singgih ( Ajun jaksa) 5. H.Ichsan (Konsul haji) 6. Sumarjono (Guru SMP Negeri Tegal) 7. 3 orang tidak dikenal 8. Wedana Tegal Basirun dan Keluarganya menghilang ( Jarahdam VII,

1968:21) Alun-alun Tegal waktu itu di jadikan markas gerakan massa beribu-ribu massa rakyat selalu membaca Takbir. Mereka datang dari berbagai desa. Warga kota Tegal yang tidak mau ikut-ikutan waktu itu menyembunyikan diri, sehingga ada penilaian dari gerakan massa bahwa warga kota Tegal perempuan semua sama. Hari itu juga, massa yang berkumpul di alun-alun mulai bergerak ke bagian utara kota yang masih di kuasai oleh TKR. Perjalanan massa rakyat di bagi menjadi dua kekuatan: 1. Lewat Jalan Gajah Mada 2. Sebagai intinya Lewat jalan A.Yani. Mereka bergerak sambil mengumandangkan takbir, sehingga terdengar suara gemuruh. Walaupun beberapa pimpinannya telah tertangkap tetapi gerakan rakyat semakin menjadi-jadi, mereka kemudian memperluas daerah pengaruhnya antara lain menyerbu asrama polisi di Brebes, Pemalang, dan berhasil melucuti

33

senjatanya. sedang terhadap para prajurit TKR mereka masih berfikir dua kali untuk bertindak menyerang. Kegagalan penyerbuan di Kota Tegal rupanya masih menghantui mereka. Terbukti waktu massa gerakan rakyat hendak menyerbu markas TKR di Petarukan, mereka hanya bergerombol dan tidak berani menyerang. Mereka kemudian bubar setelah pimpinannya yang dikenal kebal terhadap senjata tewas di tembus peluru anggota TKR. Sejak saat itu para pimpinan Gerakan Massa menganggap bahwa Pemerintah Daerah Tegal, Brebes, dan Pemalang sudah tidak berfungsi terbukti pada pejabatnya seperti Bupati Tegal, Brebes, dan Pemalang dan Residen Pekalongan Mr Besar meninggalkan tempat tugasnya. Kejadian itu di manfaatkan oleh para dalang komplotan Kutil untuk mengangkat para pejabat dari orangorang mereka sendiri. Beberapa Pejabat yang diangkat oleh dalang Komplotan Kutil tercatat antara lain: Bupati Tegal Bupati Brebes Bupati Pemalang : Kyai Abu Sudjai, dari desa Pacul : Kyai H. Satori : Supangat

Residen Pekalongan : Sardjio Patih kab.Tegal Wedana Tegal Wedana Slawi Wedana Adiwerna : Tjitrosatmoko : Mardjono wakil ketua KNI : Kyai H. Fachruri : Kyai H.Mawardi (Achmad, 1977:19)

34

Pengangkatan para pejabat itu sempat memusingkan masyarakat sebab komplotan Kutil di dalangi oleh orang-orang yang berpaham Komunis, tetapi mengangkat para pejabat yang sebagian besar para ulama dan tokoh agama Islam. Setelah pengangkatan pejabat, Ia melakukan penyerbuan ke Kota Pekalongan. Penyerbuan ke Kota Pekalongan menjadi akhir penangkapannya, adanya penyerbuan gerakan ini ke kota Pekalongan di manfaatkan oleh TKR untuk melakukan penagkapan terhadap Kutil dan komplotannya. Serta mengakhiri gerakan Kutil dan komplotannya yang semakin lama ternyata tindakannya meresahkan masyarakat. Dalam menghadapi penyerbuan Gerakan Kutil, TKR menggunakan taktik kota terbuka, yaitu dengan cara membuat sepi kota Pekalongan. Masyarakat di minta untuk tidak berkeliaran di jalan-jalan umum sehingga menimbulkan kesan bahwa kota Pekalongan tidak di jaga keamanannya. Taktik dan Strategi yang di terapkan oleh TKR dengan baik dan lancar sehingga tidak dapat di ketahui oleh Seorang dari pihak Kutil yang di kirim ke Pekalongan. Gerakan Tiga Daerah dari Tegal dan Pemalang bergerak ke Pekalongan dipimpin langsung oleh algojonya yaitu Kutil alias Sakyani. Massa dari Tegal naik kereta api sedang massa dari Pemalang naik truk kemudian dari kedua massa tersebut bertemu di depan Stasiun Kereta Api. Laskar gerakan Tiga Daerah dengan membawa senjata dan bambu runcing bergerak menuju kantor karesidenan. Ketika mereka sampai di halaman kantor dan bermaksud mengepung, TKR segera bertindak dan mengadakan pengepungan di bawah ancaman senjata. Akhirnya massa menyerah dan para pemimpinnya segera di jebloskan kesel tahanan.

untuk mengembalikan keamanan dan ketertiban daerah yang telah mengancam stabilitas nasinal. Gerakan penyerangan dan pembersihan terhadap kekuatankekuatan massa rakyat Kutil segera di lakukan. resimen TKR Pekalongan menerima berita Internasional dari markas besar tentara yang isinya menyebutkan bahwa dalam waktu dekat Presiden RI beserta Panglima besar Sudirman akan mengadakan kunjungan kerja ke daerah Tegal. Bahwa rakyat pada umumnya tidak setuju dengan Gerakan Rakyat Tiga daerah. dengan alasanalasan sebagai berikut: 1. Dengan adanya berita tersebut mendorong TKR Pekalongan untuk segera menyelesaikan dan mengambil tindakan keamanan dan ketertiban sehubungan dengan gangguan keamanan yang di pimpin oleh kelompok Kutil. Seorang prajurit TKR. para pemimpin massa yang bermobil itu rupanya mengira bahwa gerakan rakyat menyerbu ke Kantor Karesidenan telah berhasil. Tindakan penyelesaian peristiwa tersebut di mulai pertengahan Desember tepatnya tanggal 17 Desember 1945. Juni 2006). Kartedjo waktu itu menyamar sebagai massa rakyat menyetop iring-iringan kendaraan tersebut. dengan mudah akhirnya para pemimpin gerakan rakyat termasuk Kutil dapat di tangkap dan mereka kemudian di masukkan ke dalam sel tahanan (Wawancara dengan Bapak Sahmad. Ia di kawal oleh tujuh buah kendaraan. Mereka menurut saja di ajak meninjau markas resimen oleh prajurit Kartedjo yang menyamar.35 Sakyani alias Kutil datang belakangan. Peristiwa Tiga Daerah menimbulkan tindakan anarkhis . terbukti dengan adanya perlawanan rakyat Tegal karena: a.

Pada tanggal 25 Desember 1945. masing-masing beserta rombongan dengan menumpang Kereta Api Istimewa.Hatta beserta Ibu . Presiden RI Sukarno dan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Presiden RI bersama dengan panglima Sudirman akan berkunjung ke Pekalongan dan Tegal (Jarahdam VII. Kepercayaan rakyat kepada TKR dapat tercipta kembali untuk melanjutkan perjuangan dan mengamankan Negara Proklamasi 17 Agustus 1945. Operasi yang menyeluruh dan dilakukan serentak di tempat-tempat konsentrasi komplotan massa tiga daerah berjalan dengan lancar tanpa rintangan yang berarti.1968:27) Rencana operasi tersebut banyak mendapat dukungan rakyat luas dan pihak kepolisian serta para tokoh pejuang. Moh. Ibu Fatmawati Sukarno 2. Wakil Presiden RI Drs.36 b. untuk melaksanakan kunjungan ke Tegal dan Pekalongan dalam menyelesaikan masalah politik serta masa konsolidasi. Koordinasi pemerintah di daerah karesidenan Pekalongan tidak dapat di laksanakan di tiga daerah karena di tiga daerah di jalankan oleh orangorang komunis c. Adanya berita-berita dari Markas Besar tentara bahwa dalam waktu lima hari lagi. Laskar di tiga daerah ini tidak mengikuti badan pemerintahan Komite Nasional Indonesia (KNI) 2. Beberapa orang yang dianggap tokoh ditangkap dan ditawan di gudang kopi. Sedangkan para pemimpin mereka sudah banyak yang melarikan diri. Adapun rombongan presiden terdiri dari: 1.

Wedono. Camat. Rapat umum tersebut berjalan tertib dan aman tanpa gangguan apapun (Wawancara dengan Bapak Sahmad. Mayjen. Mayjen. Brebes.Oerip Sumohardjo. rombongan langsung menuju ke Stadion Sepak Bola Slerok Tegal untuk menyampaikan pidato. Letjen. Republik Tegal atau Republik Brebes. Pemalang akan mencoba membuat negara dalam negara. republik Slawi. Juni 2006). Membawa masalahnya di muka sidang Pengadilan Negeri Pekalongan. membentuk republik kecil-kecilan seperti Republik Talang. Mengenai orang-orang yang telah diangkat menjadi pejabat Pamong Praja seperti Lurah. apakah rakyat di Tegal.37 3. Kafrawi. Perdana Menteri Sutan Sjahrir 4. Menteri Dalam Negeri Mr. Pidato presiden RI antara lain menanyakan keadaan rakyat. Kepala Staf APRI 2.Hermani Sedangkan rombongan Panglima Besar Jenderal Sudirman terdiri dari: 1. d. Bupati oleh Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah tetap diperkenankan menduduki jabatannya sebagai pejabat . dan para perwira lainnya dari MBT Kedatangan rombongan disambut dengan upacara militer di halaman Stasiun Kereta Api Tegal. Selanjutnya penyelesaian mengenai persoalan “Tiga Daerah” diambil alih oleh pemerintah pusat dengan jalan: a. Memindahkan Sarjio ke Yogyakarta b. Mengangkat Residen baru dengan stafnya maupun bupati-bupati di daerah-daerah c. Sumatupang 3.

19.18. Iskandar Idris. dan bekerja sebagai tukang cukur. Brebes. terjadi Agresi Belanda Pertama (Juli 1947) narapidana bersama Pemerintah Karesidenan diungsikan ke pegunungan di selatan Pekalongan. Ditunjuk sebagai pembela oleh pemerintah ialah Supeno. Sebagai pegangan dalam pembelaan perkara adalah surat pengangkatan Sardjio dari Pemerintah pusat. profesi lamanya . Pada tanggal 14. Tanggal 21 Oktober 1946.38 pemerintah yang sah atas persetujuan rakyat setempat (Kodam VII. Adapun tuduhan yang dikenakan oleh para terdakwa adalah: “Menggunakan masa rakyat dengan jalan kekerasan untuk merebut kekuasaan Pemerintah RI yang sah. Sebelum hukuman mati tersebut dilaksanakan. H. Sudarsono Amir dan para bekas tahanan tiga daerah yang lain. khususnya di daerah Tegal.15. Wadiono. Letkol. Kutil yang banyak akal. 1977:29). Usman Sastro Amijoyo yang merupakan tokoh dari PSI. H. Iksan Dimiyati. Bertindak sebagai Hakim Ketua Suprapto. algojo Tiga Daerah karena dianggap bersalah. Ismail Hasan Idris. Sebagai saksi adalah Kol.21 Oktober 1946 di Pekalongan di bentuk pengadilan bagi para pelaku gerakan anarkhis tersebut termasuk di dalamnya Kutil alias Sakyani. H. 1968:24). Walaupun hakim Suprapto tidak sempat membawa barang-barang pribadinya. hukuman mati dijatuhkan terhadap Kutil alias Sakyani. melarikan diri ke Jakarta. Dengan demikian berarti bahwa Gerakan Badan Perjuangan Rakyat Tiga Daerah ini adalah gerakan yang dilegalisir oleh Pemerintah. Pemalang dan Pekalongan” (Achmad. SH Hakim Tinggi Pekalongan yang kelak menjadi Jaksa Agung. tetapi sempat membawa dua koper berisi Transkripsi Interogasi Pemeriksaan Pendahuluan dan Proses Pengadilannya.

(Lucas. dikirim kembali ke Semarang dan kemudian ke Pekalongan. tempat yang dipilih untuk eksekusi oleh Komandan Militer Kota. .2004:309-310). dan tiba di Pekalongan tanggal 13 Februari 1950. Dua minggu kemudian Kutil dibawa ke pantai dekat Pekalongan. Kutil mengajukan langsung permohonan pengampunan kepada Presiden Sukarno. dan dengan berjongkok Ia menghadapi butir-butir peluru yang mengakhiri hidupnya pada tanggal 5 Mei 1951. Permohonannya ditolak pada tanggal 21 April 1951. Kutil ikut diserah terimakan kepada polisi Republik. Suprapto. diminta kedatangannya di Pekalongan dan menjadi satu-satunya saksi yang dapat memastikan hukuman yang dulu dijatuhkan atas diri Kutil. Kutil Menjawab ”tidak ada”. Di Kebun Kacang Gang II dia membuka pangkalan cukurnya. yang menjabat Jaksa Agung RI. Pada penyerahan kedaulatan bulan Januari 1950. dan kemudian ditahan oleh Polisi Belanda (Jakarta dibawah kekuasaan Belanda). Sudharmo. Tahun 1949 wajahnya dikenali orang Slawi.39 sewaktu di Tegal. Dia menolak matanya ditutup. Ketika ditanya apa permintaan terakhirnya. yang menjadi Kepala Staf Resimen XVII TKR di Pekalongan semasa Peristiwa Tiga Daerah dan ikut memainkan peranan penting dalam Operasi penghancurannya. Pada tanggal 1 Agustus 1950. Tanggal 8 April penegasan kembali hukuman yang dijatuhkan oleh Pengadilan Pekalongan pada 21 Oktober 1946 dikelurkan.

memiliki perasaan persaudaraan yang kuat. dan gotong royong yang sangat mendalam.BAB V PENUTUP Simpulan Sebagai langkah akhir dalam penulisan skripsi ini. Revolusi Sosial yang terjadi di Tegal pada tahun 1945-1946 di latar belakangi oleh keadaan masyarakat Tegal yang cukup memperihatinkan disamping munculnya kekuatan sosial yang berdasarkan Idiologi adanya kelompok 16 . Latar belakang kehidupan Kutil terutama masa kecilnya yang berasal asli dari Madura. Hal tersebut tercermin dalam kehidupan masyarakat desanya yang memiliki ikatan yang berdasarkan kekerabatan dan teritorial. menurut Kuntowijoyo orang Madura terkenal sebagai suku bangsa Jawa yang mempunyai adat istiadat yang keras. tetapi mereka juga merupakan pekerja yang bersungguh-sungguh dan suka berterus terang. Kebudayaan dan adat istiadatnya telah banyak dipengaruhi oleh kebudayaan luar. 2. serta masa dewasa yang dimulai dengan pembungan dirinya beserta 2 orang temannya di Digul menjadikan dia menjadi orang yang tega untuk membunuh sesama. kasar dalam tutur katanya. yaitu: 1. Penderitaan yang dia alami semasa penjajahan menjadikan dia orang yang berani memperjuangkan keadialan. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari mereka sangat senang bekerja. meskipun demikian masih menampakkan nilai-nilai aslinya. penulis akan mencoba mengemukakan simpulan terhadap apa yang telah dibahas dalam bab-bab terdahulu.

penyerahan bahan pokok kepada pamong praja atau pejabat-pejabat untuk membayar pajak pemerintah mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan rakyat apalagi ternyata pemungutan pajak tersebut disalah gunakan untuk kepentingan pribadi. Kondisi Ekonomi masyarakat Tegal tidak baik. cara dia menarik simpati. 3. Masyarakat merasa tidak aman. serta bentuk kepemimpinan Kutil yang pada saat itu belum terlihat.17 Leggaong yang memimpin aksi massa rakyat serta Berkobarnya Peristiwa Tiga tiga daerah mengakibatkan dampak yang tidak hanya pada kondisi sosial masyarakat salah satunya dalam bidang pendidikan. sehingga setelah peristiwa tiga daerah masyarakat mengadakan pemilihan pangreh praja. wedana dan camat untuk menggantikan pejabatpejabat yang lama. . Peranan Kutil dalam menggerakan Revolusi Sosial di mulai dengan munculnya tokoh Kutil yang menjadi awal terjadinya pembunuhanpembunuhan sadis. Dalam bidang politik. Pengaruh pemimpin agama disini tampak lebih dibutuhkan untuk menguasai situasi baru. semua kegiatan perekonomian dihentikan. yaitu bahwa pendidikan masa Jepang berlaku untuk seluruh masyarakat tanpa adanya stratifikasi sosial. namun struktur secara sederhana sudah terbentuk dan masih sangat sederhana sekali. Sejumlah kyai diangkat menjadi bupati. Bentuk kepemimpinannya ternyata memberi pengaruh besar pada masyarakat. pemerintah daerah yang di bentuk Jepang menyebabkan penderitaan masyarakat Tegal. karena masyarakat membutuhkan kepemimpinan baru yang sesuai dengan situasi baru.

Semoga penulisan skripsi ini dapat pula dijadikan sebagai sumbangan dalam penulisan-penulisan sejarah lokal ataupun menambah khasanah sejarah penulisan kota Tegal . hal ini dapat memperkaya khasanah bagi para penulis yang masih pemula. hendaknya membuang segala macam subyektifitas personal yang seringkali membuat sejarah sebagai kisah menjadi rancu dan sulit untuk dipahami secara runtut dan berimbang. 1. Diharapkan kepada penulis sejarah lokal agar selalu ditingkatkan.18 Saran 1. 2. buruk biarlah pulang kepada kedewasaan dan kebijaksanaan masyarakat pembaca. maka akan lahirlah tulisan yang tentunya jujur dan dapat dipertanggung jawabkan netralitasnya. Kepada penulis sejarah yang masih diliputi keberpihakan. Dengan meminimalisir keberpihakan terhadap suatu subyek dalam tulisannya. Sedangkan penilaian baik.

1987. Wonogiri: Bina Citra Pustaka. Pemalang). Lucas Anton. Semarang : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat . Jakarta: Depdikbud Djoko Suryo. 1989. Pengantar Prof Dr Suhartono. Yogyakarta: Tiara wacana Kutoyo Sutrisno. Ibrahim Julianto. Sejarah Lokal ( Kumpulan Makalah Diskusi). Pergolakan daerah pada awal kemerdekaan.82 DAFTAR PUSTAKA Alfian. Ghazali. 1978. 2003. Kuntowijoyo. Peristiwa Tiga Daerah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada (Rajawali Perss) Kahin Audrey R. Kartono. 1989.Ungkapan Peristiwa Tiga Daerah (Tegal. Tegal: Markas cabang Legiun Veteran RI kabupaten/kodya Tegal Depdikbud. Pergolakan daerah di awal Revolusi kasus di daerah pekalongan. Clifford.1994. 1979/1980 Sejarah Revolusi Kemerdekaan 1945-1949 Jawa tengah. Patologi sosial. Yogyakarta: Grafiti Pers Geertz. Lucas Anton. 1995. Jakarta: Departemen pendidikan & Kebudayaan. Jakarta: Pustaka jaya. Dari babad dan hikayat sampai sejarah kritis Yogyakarta: UGM press Achmad 1977. Yogyakarta : Resist Book E. S. Brebes. Ibrahim. 2004. Jakarta: LP3ES E. Metodologi Sejarah.T. Abangan Santri Priyayi dalam masyarakat jawa. 2004. kartini. 1986. 1989. Zulfikar. Revolusi Nasional di Tingkat Lokal. Jakarta : Grafiti. Bandit dan pejuang di simpang Bengawan. One Soul one struggele (peristiwa tiga daerah).

Historiografi Indonesia Sebuah pengantar. Terminologi Sejarah (1945-1950 & 1950-1959) Jakarta: Departemen Pendidikan & Kebudayaan RI Arsip Nomor S. Yogyakarta: Aditya Media Sudjatmoko dkk. Bandit-bandit pedesaan ( studi histories 1850-1942 di Jawa). Gerakan 30 September Pemberontakan Partai Komunis Indonesia. Gerakan Massa (menyampaikan demokrasi dan keadilan). Indonesia Abad ke 20 .1996. Deandan Robin. 1988.2000.Z. Teori Konflik Sosial. R.jilid 1 Yogyakarta: Kanisius Pruitt. Jakarta: PT Melton Putra. Secara damai Yogyakarta: Lapera Moedjanto. G.2004. Peristiwa Tiga Daerah . Leirissa. Zeffrey. Sejarah Militer Kodam VII/ Diponegoro 1986 Sirnaning Jakso Katon Gapuraning Ratu. Mengerti Sejarah. Sejarah Masyarakat Indonesia 1900-1950.83 Sejarah dan nilai tradisional proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. Tegal: markas cabang Legiun Veteran RI Kabupaten/kodya Tegal Suhartono. G. Louis Gottschalk. 1986. Yogyakarta: Pustaka pelajar.1993.Press Mahardika Timur. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Soeyono.Z.32. Jakarta: UI. 1995. Semarang: Yayasan Diponegoro Saputro 1956. Tegal. Lapian.

Nama Umur Pekerjaan Alamat 7. Nama Umur Pekerjaan Alamat 6. Nama Umur Pekerjaan Alamat 5. Nama Umur Pekerjaan Alamat 2. Nama Umur Pekerjaan Alamat 4.84 Lampiran I DAFTAR INFORMAN 1. Nama Umur Pekerjaan Alamat : Wastap : 70 th : Wiraswasta : Desa Kajen Rt 19/ 05 Talang : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Sadum 70 th Wiraswasta Desa Kajen Rt 15/05 Talang Mustain 74 th Wiraswasta Desa Kajen Rt 19/ 05 Talang Tasik 64th Pensiunan PNS Desa Talang Rt 04/01 Sachmad salam 77 th Ketua Legiun Veteran kota Tegal Desa Pagerbarang kab Tegal H. Nama Umur Pekerjaan Alamat 3.Muh Karso 70 th Pensiunan PNS Desa Kebasen Rt 09/ 03 Talang Roeslim 66 th Pensiunan PNS Desa Talang Rt 04/ 01 Talang .

Kelompok apa saja yang muncul pada masa Revolusi 16. Bagimana Jalannya Peristiwa tiga daerah di Tegal 3. Bagaimana nasib anak Kutil yang berumur 15 tahun 12.Beragama apakah Kutil 6. Bagaimana nasib istrinya setelah dia ditangkap dan dihukum mati pada akhirnya. jika ya. Apabila ada stuktur/pemimpin struktur itu apakah menunjukan hubungan antara satu bagian lain yang mempunyai tugas berbeda-beda. Bagaimana Terbentuknya Gabungan Badan perjuangan Tiga Daerah .85 Lampiran II INSTRUMEN Pertanyaan Bab II 1. 13. berapa jumlahnya 11. Bagaimana bentuk Revolusi Sosial yang terjadi di Tegal 4. Seperti apakah nilai-nilai keagamaan yang Kutil peroleh 7. apakah mempunyai struktur dan pemimpin 14.Dalam kelompok Leggaong pada Revolusi sosial.Apa yang anda ketahui tentang Kutil 5. Seperti apakah pemikiran-pemikiran Kutil 8. Apakah Kutil berkeluarga 10.Apakah Peristiwa Tiga Daerah 2. Bab III 15. Di dapat atau dipengaruhi oleh siapakah pemikiran Kutil 9. Apakah Kutil mempunyai anak.

Alasan apa yang membuat akhirnya Kutil diangkat menjadi seorang kepala kepolisian. Sejauh mana sajakah peranan Leggaong (bandit) dalam hal ini kelompok Kutil dalam revolusi sosial di Tegal 21.Bagaimana menurut anda jika dilihat dari tindakan Kutil dan komplotannya yang tidak menghiraukan hukum dengan menghakimi orang secara sendiri 23. 24. Beridiologi apakah Kutil dan kelompoknya 28.86 17. 25. Seperti apakah bentuk perbanditan pada saat itu 20. Motivasi apa sajakah sehingga Kutil dan komplotannya melakukan suatu gerakan yang bersifat sekuler 22. 26. Di daerah mana saja Markas dan daerah-daerah yang di jadikan pertahanan Kutil dan teman-temannya.Sejauhmana Idiologi itu berpengaruh dalam perjuangan Kutil dan kelompoknya. 19.Stategi apa sajakah yang digunakan Kutil dan teman-temannya dalam menggerakkan masyarakat. Dalam GBP3D terdiri dari kelompok-kelompok yang beridiologi apa saja 18. Bagaimana tanggapan anda tentang Kutil yang dijadikan kambing hitam oleh orang-orang yang berpaham komunis. Bagaimana awal munculnya tokoh Kutil 27. .

Bagaimana upaya penangkapan Kutil ( proses penagkapan) 31.Bagaimana/upaya yang dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan Kutil dan kawan-kawannya. Bagaimana cara Kutil mempengaruhi masyarakat Tegal 35. 30. Bagaimana reaksi rakyat/ sikap rakyat Tegal menanggapi gerakan yang diketuai Kutil 38. Persenjataan apa saja yang di gunakan Kutil dan komplotannya 37. Seperti apakah Bentuk kepemimpinan Kutil dalam Revolusi sosial 34. Apa cerita Kutil ( peristiwa 3 Daerah ) anda ceritakan kepada anak cucu anda ( Tradisi lokal dalam masyarakat menokohkan Kutil) 36.Bagaimana Reaksi Masyarakat Tegal terhadap peristiwa Tiga daerah di Tegal .87 29. Bagaimana keadaan Tegal setelah Kutil dan komplotannya berhasil di tangkap Bab IV 32. Menurut anda bentuk seperti apakah pergerakan Kutil dalam Revolusi Sosial 33.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful