KUTIL TOKOH LOKAL DALAM REVOLUSI SOSIAL DI TEGAL TAHUN 1945-1946

SKRIPSI
Untuk memperoleh gelar Sarjana S1 .Program Studi Ilmu Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang.

Oleh Laela Khikmiyah NIM: 3150402021

FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2007

PERSETUJUAN PEMBIMBING Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada : Hari : Tanggal :

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. AJ Sumarmo M.Hum. NIP.130340222

Drs. Ba’in NIP.131876207

Mengesahkan Ketua Jurusan Sejarah

Drs. Jayusman M.Hum NIP. 131764053

ii

PENGESAHAN KELULUSAN Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang pada: Hari : Selasa Tanggal :10 Oktober 2006

Penguji Skripsi

Drs. Karyono M.Hum NIP.130815341

Anggota I

Anggota II

Drs. AJ Sumarmo NIP.130340222

Drs. Ba’in M.Hum NIP. 131876207

Mengesahkan Dekan,

Drs. Sunardi M.M NIP.13036799

iii

Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam Skripsi ini dikutip atau di rujuk berdasarkan kode etik ilmiah Semarang.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam Skipsi ini benar-benar hasil karya sendiri. bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. baik sebagian atau seluruhnya. September 2006 Laela khikmiyah NIM: 3150402021 iv .

Irham al Fauzani terimakasih banyak untuk doa.MOTTO DAN PERSEMBAHAN “ Keberhasilan dapat dicapai dengan doa dan usaha yang maksimal dan kesabaran adalah bagian dari suatu perjuangan untuk mencapai kemenangan “ Dengan Rasa Syukur kepada Allah SWT. 2. Asmara. Ema. kalian memang adik-adikku. Teman-teman seperjuangan di Prodi Ilmu Sejarah ’02 atas saat indah dalam kebersamaan selamanya tidak akan pernah aku lupakan dan aku pasti akan selalu merindukan setiap kebersamaan kita. Adikku Fani atas dukungan dan doanya 3. dukungan & bantuannya slama ini. Efi. Nova & Afri terimakasih untuk doanya. Skripsi ini kupersembahkan untuk: 1. SEMANGAT! ii .dukungan dan kasih sayangnya. Bapak dan ibu tercinta atas doa. 4. Shinta.

3. Jayusman. Ketua Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan kesempatan kepada Penulis untuk menyelesaikan skripsi. Hum. M. 6. Dr. pembimbing II yang telah memberikan bimbingan. Sunardi. Skipsi berjudul “ Kutil Tokoh Lokal Dalam Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 “. Drs. Prof. AT.PRAKATA Segala Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat. rahmat dan hidayah NYA. 5. 2. Bapak/Ibu Dosen di Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan ilmu dan bimbingan pada Penulis sehingga dapat menyelesaikan studi. Di susun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Studi Strata Satu untuk mencapai gelar Sarjana Sosial Ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah memberikan bantuan dalam segala hal.Hum. pengarahan. Dekan Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan ijin dalam penelitian sehingga Penulis dapat menyelesaikan skipsi ini. AJ Sumarmo. Rektor Universitas Negeri Semarang. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. kepada yang terhormat: 1.Ba’in. SH. pengarahan dan saran pada Penulis. 4. M. Drs. iii . M. Drs. MM. pembimbing I yang telah memberikan bimbingan. Sugito. Drs. dan Saran pada Penulis.M.

Bapak dan Ibu pihak Musium Mandala Bhakti yang telah membantu dalam memperoleh bahan literature dalam skripsi ini 9. Menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak kekurangannya maka saran dan kritik senantiasa Penulis harapkan dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan peneliti selanjutnya. Bapak Sahmad. 8.Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu Penulis.Teman-teman angkatan 2002 yang selalu ada di dalam hati dan selalu memberikan penulis semangat dalam menyusun skripsi ini. 11. Semarang. Mustain. Tasik.Wastap. Ruslim. Sadum. sebagai kepala Legiun Veteran Kota Tegal. Prawoto yang telah banyak membantu penulis dalam penelitian. 10. Bapak Karso.7. September 2006 Penulis iv . Orang tuaku yang telah memberikan semangat dan doa pada penulis dalam menyusun skripsi ini.

Lingkup tematikal yaitu tokoh Kutil dalam perjuangan tiga daerah. perbuatan dan perintahnya menjadi hukum yang berlaku dalam masyarakat pada saat itu. menggantikan sistem kolonial. ingin memperjuangkan nasib rakyat lepas dari segala macam bentuk penjajahan. Dengan tahap-tahap yaitu: Heuristik (mencari dan mengumpulkan jejak-jejak peristiwa tiga daerah). Munculnya tokoh Kutil yang bernama asli Sakyani. Berdasar hasil penelitian dapat diketahui bahwa:(1)Latar belakang kehidupan Kutil terutama masa kecilnya yang berasal asli dari Madura. Ruang lingkup penelitian ini mencakup ruang lingkup temporal dan ruang lingkup Tematikal. Historiografi (Penulisan cerita sejarah) sedangkan yang menjadi sumber dalam penelitian ini adalah sumber kepustakaan dan koran-koran yang terbit pada tahun itu.SARI Laela Khikmiyah. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah latar belakang kehidupan Kutil? (2) Seperti apakah bentuk Revolusi Sosial di tegal tahun 1945-1946? (3) Sejauh mana peranan Kutil dalam menggerakan Revolusi Sosial? Penelitian ini bertujuan : (1) Ingin mengetahui bagaimana Latar belakang kehidupan Kutil (2) Ingin mengetahui Seperti apa bentuk Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 (3) Ingin mengetahui sejauh mana peranan Kutil dalam menggerakan Revolusi Sosial. Sikapnya yang berani menjadikan dia seorang yang dalam setiap perkataan. terhadap struktur politik baru. Camat. Wedana. Gerakan sosial yang terjadi di Tegal. dengan berani muncul sebagai seorang pemimpin. pamong desa. Fakultas Ilmu Sosial. Kritik sumber yaitu dengan mengkritik ekstern dan kritik intern. Universitas Negeri Semarang. seperti yang dinyatakan Kuntowijoyo orang Madura adalah suku bangsa jawa yang mempunyai adat-istiadat yang keras.Program Studi Ilmu Sejarah/S1. seolah-olah mempunyai kharisma yang begitu besar. 81 Halaman. tetapi juga merupakan pekerja yang bersungguh-sungguh dan suka berterus terang sifat itulah sangat mempengaruhi watak dan pandangannya. Revolusi Sosial adalah perlawanan yang dilakukan oleh rakyat setempat bertujuan menghapuskan tatanan lama misalnya dengan mengganti kepala-kepala desa. Lingkup temporal adalah berkaitan dengan batas waktu penelitian dalam penelitian ini waktu yang dimaksud adalah sejak tahun 19451946. Kata Kunci: Tokoh lokal. pekerjaan nya hanya sebagai tukang cukur. Kutil Tokoh Lokal dalam Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946. kasar dalam tutur katanya. dua setengah bulan setelah proklamasi kemerdekaan adalah bentuk gerakan rakyat atau lebih dikenal dengan sebutan Revolusi Sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. (2) Revolusi Sosial yang v . Revolusi sosial Revolusi Kemerdekaan RI merupakan revolusi politik. serta pemerintah kabupaten. Interpretasi (menghubungkan satu fakta dengan fakta lain).

vi . Ia sebagai tokoh yang dijadikan ciri dalam peristiwa tiga daerah. Caranya menarik simpati dan bentuk kepemimpinannya adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam peristiwa tiga daerah. munculnya kekuatan sosial yang berdasarkan Idiologi dengan munculnya kelompok Leggaong (bandit) adalah bagian dari berkobarnya revolusi sosial di Tegal tahun 1945-1946 berdampak pada kondisi sosial masyarakat. Gerakan yang dia pimpin adalah gerakan yang spontanitas.terjadi di Tegal pada tahun 1945-1946 di latar belakangi dengan keadaan masyarakat Tegal yang secara ekonomi sangat memprihatinkan. namun kemampuannya mengerahkan masa dengan jumlahnya yang ribuan untuk ikut dalam gerakannya. menuruti segala perintah dan ucapannya adalah kelebihan yang dimilikinya. serta sikap yang berani memperjuangkan nasib rakyat dengan mengangkat orang-orang yang berasal dari kalangan sendiri duduk dalam jabatan pemerintah. (3) Peranan Kutil dalam menggerakan revolusi sosial diantaranya Munculnya dia sebagai seorang tokoh yang mempunyai pengaruh sangat besar. namun strukturnya secara sederhana sudah terbentuk. Kutil adalah orang yang dijadikan tokoh sentral yang memimpin “aksi pendombrengan” diwilayah Tegal. kondisi ekonomi dan juga kondisi politik masyarakat Tegal. pengaruhnya begitu besar dengan latar belakang pendidikan yang dia peroleh hanya sampai kelas dua sekolah rakyat.

............................................................................... D.............DAFTAR ISI halaman Halaman Judul................................................................................................................................................... Perumusan Masalah..................................................... Sari ... H.......................................... G............. Tujuan Penelitian........ Ruang Lingkup Kajian................. Latar Belakang Masalah.................................................................................................... BAB I................................................................................................... Masa Kecil ............................................................................................................................................. C................. Manfaat Penulisan............................................ Sistematika Penulisan.............................................................................................................. Pengesahan kelulusan........................... E.... Motto dan Persembahan.... Persetujuan Pembimbing......................................... BAB II.............................................................................................................. Daftar Lampiran .... PENDAHULUAN ............................................................................................................ Tinjauan Pustaka.............................. Metode Penelitian.......... F................................................ B..................... Latar Belakang Kehidupan Kutil ...................................... A.............. Daftar isi........................................ Daftar Gambar....................................... i ii iii iv v vi viii x xii xiii 1 1 6 6 6 7 7 10 14 16 16 vii ............................................................................. Pernyataan .......................... A.................................................... Prakata...............................................................

. Dampak Terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Tegal......................Saran ...... A.......Simpulan ............................................. A................... Bentuk Kepemimpinan Kutil............. B................ D...................... Masa Sekolah ................................................. A.......................................... LAMPIRAN-LAMPIRAN......... Keadaan Masyarakat Tegal tahun 1945-1946... Dampak Terhadap Kondisi Politik Masyarakat Tegal.................................. C.... Munculnya Kelompok Leggaong (bandit) ................... DAFTAR PUSTAKA ............ Berkobarnya Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946......................... BAB V..... Masa Dewasa..................... PENUTUP................ 2................ Dampak Terhadap Kondisi Sosial Masyarakat Tegal...................................... C................................................................... Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 .......... Peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial........................................... C.............. Munculnya kekuatan Sosial berdasarkan Idiologi.......... B................................................................... 3............................. B...................................... 17 18 23 23 27 33 39 43 43 45 49 55 55 61 68 79 79 81 82 84 viii ...................................................................B...................................................... Munculnya tokoh Kutil ................... Dampak Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 ....... E....... Cara Kutil menarik simpati ................................. BAB III.. 1................ BAB IV....

Senin 13 Januari 1947……………………. 120 Lampiran 13: Mingguan Pantja Raja………………………………………….. 109 Lampiran 8: Harian Penghela Rakjat. Kabupaten Brebes. Jum’at 11 Oktober 1946…………….DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1: Biodata Informan……………………………………………… 84 Lampiran 2: Instrumen wawancara…………………………………………. Lampiran 4: Peta Kabupaten Tegal. Lampiran 3: Foto Penelitian ……………………………………………….. 94 Lampiran 5: Risalah rapat GBP3D tanggal 25 November 1945……………. 95 Lampiran 6: Turunan Tuntutan Rakyat tiga daerah. 106 Lampiran 7: Harian Penghela Rakjat. 112 Lampiran 10: Harian Soeara Rakjat.. terhadap pembebasan daerah Pekalongan……………………………………………. 110 Lampiran 9: Harian Penghela Rakjat. 1 Januari 1947………………………… 113 Lampiran 11: Harian Repoeblik. Jum’at 10 Januari 1947…………………… 115 Lampiran 12: Harian Repoeblik. Jum’at 25 Oktober 1946…………….. Kabupaten - 85 88 Pemalang ………………………………………………………. 121 ix . Jum’at 11 Oktober 1946…………….

................................................................ Foto 6: Bapak Karso.....................................................DAFTAR FOTO halaman Foto 1: Bapak Wastap ................................................................ Foto 9: Aliran Sungai gung yang lama ....................................................................................................................................................... Foto 7: Bapak Mustain . Foto 3: Bapak Roeslim... 88 88 89 89 90 90 91 92 92 93 x ....................................................................................................................................................................................................................... Foto 8 Jembatan Pesayangan berada di Perojosumarto Desa pesayangan Kecamatan Talang...................................... Foto 5: Bapak Sadum .... Foto 4: Bapak Sachmad Salam .... Foto 2: Bapak Tasik ............................. Foto10: Tokoh-tokoh Revolusioner Tiga Daerah di penjara Wiragunan Yogyakarta sekitar Desember 1946.............................................. tempat pembunuhan orangorang yang tidak disenangi dan dilakukan oleh Kutil serta anak buahnya.............................yang se-karang dibuat jembatan baru letaknya bersebelahan dengan jembatan yang lama..................... termasuk di dalamnya Kutil .........

Hal ini terjadi terutama di daerah pedesaan sehingga fenomena gerakan ini bersifat endemis. Perubahan yang fundamental itu tampak pada perubahan struktur dari masyarakat kolonial/feodal menjadi susunan suatu masyarakat yang lebih demokratis. Pengertian struktur politik ditandai dengan proklamasi kemerdekaan yang berakibat terjadinya perubahan besar dan mendasar pada tahun 1945-1946. politik. menggantikan sistem kolonial. 1 .BAB I PENDAHULUAN A. di Jawa timbul huru-hara kerusuhan dan kekacauan yang memuncak menjadi pemberontakan. ekonomi. Revolusi sosial yang terjadi ini tidak hanya terjadi di Tegal saja namun meliputi juga wilayah kabupaten Brebes. Huru-hara kerusuhan dan kekacauan yang berakhir dengan pemberontakan seringkali mengarah pada persoalan-persoalan yang menyangkut aspek sosial.1989:193) Revolusi kemerdekaan RI merupakan Revolusi politik terhadap stuktur politik baru. Latar Belakang Masalah Pada akhir abad XIX. Sebab persoalan ini dianggap sangat komplek dan di jadikan dasar suatu kelompok untuk melakukan tindakan tidak puas terhadap tatanan yang ada (Lucas. dan kabupaten Pemalang mengakibatkan dampak/perubahan yang fundamental dalam masyarakat. dan agama.

2

Revolusi sosial yang terjadi di Tegal kurang lebih, dua setengah bulan setelah proklamasi kemerdekaan, tepatnya bulan Oktober 1945 berbentuk Gerakan Rakyat atau lebih dikenal dengan sebutan Revolusi Sosial. Revolusi sosial adalah perlawanan yang dilakukan oleh rakyat setempat bertujuan menghapus tatanan lama, misalnya mengganti kepalakepala desa, pamong desa, Camat, Wedana, serta pemerintah Kabupaten (Lucas 2004:147) Gerakan rakyat semakin matang dilakukan dengan melihat kondisi sosial rakyat, sebab setelah terjadi proklamasi, keadaan tidak menjadi lebih baik malah sebaliknya, kelaparan dan kekurangan yang dialami malah semakin bertambah. Berbagai usaha dilakukan untuk memperoleh keadilan, karena rakyat selama ini merasa dibodohi, rakyat selalu saja dibebani pajak dan pungutan maupun pekerjaan (Lucas.2004: 47). Revolusi Sosial tidak hanya terjadi pada bidang politik saja tetapi juga terjadi pada bidang ekonomi dan sosial. Kemunculan tiga kelompok sosial baru di daerah Tegal memberi perubahan pada bidang politik dan sosial. Kelompok ini berpangaruh dan mempunyai peran yang luas dalam gerakan. Kelompok baru ini adalah kelompok agama, kelompok komunis dan kelompok leggaong (bandit). Munculnya kelompok tersebut tentunya membawa gerakan yang dapat memobilisasi rakyat, karena rakyat sebagai unsur terpenting. Kelompok Islam di daerah Tegal menjadi komponen penting dalam perjuangan yang memiliki basis kuat untuk memobilisasi rakyat.

2

3

Pengangkatan K.H. Abu, Suja’I sebagai Bupati Tegal pada bulan November 1945 yang memposisikan ulama sebagai elit birokrasi baru yang menggantikan elit birokrasi lama bupati Sunaryo. Pengangkatan KH. Abu Suja’I mendapatkan dukungan dari rakyat Tegal, walaupun secara resmi pemerintah menolak keberadaanya sebagai Bupati. Kelompok komunis sengaja menggunakan Islam dan ulama sebagai kekuatan ajarannya karena mereka menganggap bahwa dalam Islam secara realistis merupakan kekuatan politis yang besar di Indonesia. Kelompok Komunis, perjuangannya sudah dimulai sejak Sarekat Islam di pekalongan pada tahun 1918. diteruskan oleh gerakan PKI dan Sarekat Rakyat sampai dengan tahun 1926. Di Jawa pemberontakan meletus pada tahun 1927 tetapi baru tercapai pada bulan Oktober sampai November. Peristiwa pemberontakan tahun 1926 ini mengakibatkan banyak pemimpin dari Tegal dibuang ketempat pengasingan Boven Digul di Irian Jaya (Achmad, 1987:10) Tanggal 21 Oktober 1945 diumumkan bahwa PKI berdiri kembali. Di Tegal saat itu juga PKI mempunyai pengaruh yang sangat besar di Jawa dan cabang-cabang sarekatnya mendukung secara aktif. Karesidenan Pekalongan menjadi sebuah pusat dari kegiatan politik yang radikal dan para pengikut PKI di Tegal dan Pekalongan adalah tokoh-tokoh penggerak terkenal dalam pemberontakan melawan belanda tahun 1926 (Kahin, 1990:31) sehingga di Tegal dan Pekalongan menjadi pangkalan kuat kelompok komunis.

3

4

Kelompok Komunis di Tegal membentuk front rakyat yang disebut Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah (GBP3D). Berdiri pada tanggal 16 November 1945 dengan markas di Kantor Partai Sosialis Amir

Syarifudin, cabang Tegal. Kemunculan Lenggaong di daerah Tegal seringkali memberi rasa takut, di desa-desa yang di tempati para Lenggaong, seperti di kecamatan Talang dikenal dengan nama Kutil jagoan yang bernama asli Syacyani. pekerjaannya sebagai tukang cukur yang dianggap mempunyai kekuatan doa-doa dan jimat. Dia di anggap sebagai Ratu Adil sebagai dampak gejala Missianisme. Gerakan Tiga Daerah disebut-sebut sebagai “Negara Talang” dan Kutil berperan sebagai perantara antara kelompok agama dengan kelompok lenggaong serta mempunyai peran politik. Pengaruh Kutil dalam Revolusi sosial adalah melakukan protes sosial dengan memimpin aksi “dombreng”, aksi “dombreng” sama artinya dengan tindakan mengarak dan mengerahkan massa sebagai bentuk kebencian rakyat terhadap pangreh Praja. Sikap pemerintah daerah yang kurang tegas yang masih memegang tradisi lama yang selalu menunggu perintah dari atas atau pusat adalah alasan rakyat menginginkan pergantian pejabat pangreh praja. Karena rakyat menginginkan pejabat dari kalangan sendiri, orang-orang yang mereka pilih sendiri, orang-orang yang memperjuangkan kemerdekaan mereka, memperhatikan kesejahteraan mereka. Lenggaong atau perbanditan selalu memperkuat militansinya

4

ugal-ugalan. Situasi daerah Tegal dalam penguasaan Kutil ketika itu lebih menjurus kearah anarkhis. Karena sikap menunggu yang di tunjukan oleh elite birokrat itu mencerminkan sifat ragu-ragu. terutama tindakan-tindakan komplotan kutil yang bergaya mirip koboy. struktur itu menunjukan hubungan antara satu bagian dengan bagian lain yang merupakan ikatan atas bawah dan mempunyai tugas yang berbeda-beda. peristiwa itu 5 . dengan melakukan penyusupan. tanpa diketahui oleh orang lain. Awal pemberontakan terjadi dimulai dengan dibunuhnya seorang anggota polisi setempat oleh sekelompok orang yang marah. berseragam polisi negara lengkap dengan pistol serta adanya pengangkatan oleh dirinya sendiri sebagai kepala kepolisian (Wawancara dengan bapak Karso.5 dengan kekuatan magis keagamaan yang di pandang sebagai resistensi sosial. Juni 2006) Sikap menunggu perintah yang sudah menjadi pola elite birokrat adalah alasan yang kuat awal terjadinya pemberontakan. Kelompok Kutil melakukan kegiatan bawah tanah yang bersifat tertutup. tidak berinisiatif dan sikap kepatuhan seorang abdi yang terpuruk oleh latar belakang pendidikan kolonial belanda yang diperolehnya. meskipun bentuknya tradisional gerakan ini mempunyai struktur dan pemimpin.

Ingin mengetahui bagaimana bentuk Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 6 . tetapi Kutil menginginkan pembagian di dasarkan asas “ Sama rata sama rasa”. Bagaimana Latar Belakang Kehidupan Kutil 2. Seberapa besar Peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial C. Kelompok yang diketuai Kutil dibentuk untuk membagi-bagikan tekstil timbunan Jepang di pabrik gula diluar kota. B. Tidak ada yang membayar untuk pembagian itu dan tidak ada catatan tentang jumlah pembagian itu. Pendistribusian kain yang tidak adil di Talang juga merupakan faktor awal terjadinya pemberontakan. Perumusan Masalah Dari uraian di atas alasan penulis memilih judul Kutil Tokoh Lokal dalam Revolusi Sosial di Tegal 1945-1946 1.6 terjadi karena polisi tersebut secara tidak adil menangkap pedagangpedagang dan menyita barang dagangannya. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah: 1. Ingin mengetahui bagaimana latar belakang kehidupan Kutil 2. Bagaimana Bentuk Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 3. Camat Talang mendapat 14 gulung tekstil oleh KNI di bagikan kepada mereka yang membutuhkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Manfaat penulisan 1. Ruang lingkup ini meliputi: a. Skope Tematikal Skope ini merupakan pembatasan agar dalam penulisan tidak keluar dari tema yang telah ditetapkan sebelumnya. Skope Temporal 7 . Ingin mengetahui seberapa besar peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial D. ikut andil dalam Revolusi sosial yang terjadi di Tegal tahun 1945-1946. maka perlu adanya pembatasan dalam membahas suatu permasalahan . oleh karena itu dalam penulisan ini perlu dibatasi ruang lingkup kajiannya. Ruang Lingkup Kajian Agar dalam pembahasan ini tidak terjadi kesimpangsiuran dan mudah diuraikan secara jelas serta sistematis. Memperluas cakrawala dan mendalami gerakan sosial di Tegal sebagai salah satu bagian dari gerakan Tiga Daerah. 2.7 3. Dengan penulisan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada sejarah tentang pergerakan sosial di daerah Tegal sebagai studi sejarah lokal. b. E. Dalam penulisan mengambil tema tentang Tokoh Kutil dalam peristiwa tiga daerah. 3. Dapat memberi gambaran pengetahuan bahwasanya perlu adanya pengangkatan tokoh-tokoh yang memang berjasa atau berperan.

one soul one struggle (peristiwa tiga daerah seri revolusi) Anton Lucas menambahkan sumber-sumber baru yang sifatnya hanya melengkapi bukunya yang pertama. tulisannya dalam bukunya yang kedua jauh lebih berani. F. Buku utama yang dijadikan acuan adalah Anton E. Data dan sumber-sumber yang digunakan juga jauh lebih banyak sehingga menambah faliditas data yang coba untuk diungkapkan. tulisannya lebih jujur mengungkapkan fakta atau kenyataan yang ada di lapangan. isinya sama bagian setiap babnya. namun juga dengan mengembangkan kalimat sendiri. Dilihat dari isinya antara buku yang pertama dan kedua tidak banyak mengalami perubaha. susunan dari setiap babnya pun sama.8 Skope temporal yaitu yang berhubungan dengan kurun waktu atau kapan peristiwa itu terjadi. berani menyampaikan aspirasi lewat tulisan yang berupa kritikan dan sindiran. Namun secara keseluruhan isi dari 8 . Dalam penulisan ini yang diambil adalah kurun waktu tahun 1945 sampai dengan tahun 1946.Lucas yang berjudul One Soul One Struggle setelah sebelumnya menulis Peristiwa Tiga daerah pada tahun 1986 Dalam bukunya. Isi buku secara keseluruhan antara bukunya yang pertama yang terbit pada tahun 1986 dengan bukunya kedua yang terbit tahun 2004 tidak banyak mengalami banyak perubahan. Tinjauan Pustaka Dalam tema yang berjudul Kutil Tokoh Lokal dalam Revolusi Sosial di Tegal 1945-1946.

Pada bab lima bagian dari buku ini adalah bagian yang sangat membantu penulis. termasuk juga tokoh Kutil juga banyak diulas dibagian ini. walaupun sebagian besar sumber yang diperoleh adalah berasal dari sumber lisan. serta proklamasi kemerdekaan dan berakhirnya kekuasaan Jepang.9 buku ini tetap menarik. peranan militer dalam revolusi lokal adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan. front persatuan di Tiga daerah. Secara prinsip merupakan gerakan yang lahir dari problem-problem yang ada dalam masyarakat. pengalaman masa Jepang: Swasembada penunjang Jepang. disana dijelaskan peranan Lenggaong dalam revolusi sosial. Buku kedua yang dijadikan acuan adalah buku yang ditulis Timur Mahardika tahun 2000 adalah buku yang berjudul Gerakan Masa. menceritakan secara urut mulai dari kaum Nasionalis dan elite birokrasi di Pekalongan sebelum perang. 9 . oposisi dan perlawanan. Gerakan ini mengupayakan demokrasi dan keadilan secara damai. Pada bab enam dijelaskan masa-masa kacau. beban ekonomi yang berat. Pada bagian lain yang juga membantu penulis adalah pengadilan peristiwa tiga daerah yang akhirnya memutuskan Kutil dihukum mati. sama halnya dengan gerakan sosial yang terjadi di Tegal adalah gerakan yang terjadi akibat problem masalah yang dialami masyarakat Tegal pada waktu itu. kesadaran revolusioner bayangan bagi kenyataan. Buku ini. Serta revolusi yang terjadi di kota-kota Kabupaten. gerakan ini dilakukan oleh rakyat.

karena dalam buku tersebut dijelaskan bahwasanya suatu gerakan yang dilakukan oleh rakyat pastinya membutuhkan pemimpin yang di dukung sepenuhnya oleh rakyat. cara penulisannya juga kronologis. pada buku yang di tulis Timur Mahardika tahun 2000 buku ini sangat membantu karena di sana dijelaskan bagaimana pengelolaan. pengendalian dalam suatu gerakan yang terorganisir. Jadi Buku Gerakan Massa bisa juga dijadikan acuan/dasar pemikiran penulis. pengaturan. pengaturan. Organisasi yang solid berdisiplin. pengendalian dan sinergi antar berbagai komponen yang ada berupa sumber daya manusia. disana juga dijelaskan pula pemimpin suatu gerakan juga pastinya mempunyai susunan walaupun bentuknya masih tradisional. Kekurangan buku ini. Kelebihan buku ini. kebanyakan yang dibahas adalah gerakan masa yang terjadi pada 10 .10 Dalam gerakan rakyat di dalamnya muncul gerakan Elite adalah merupakan upaya yang di lancarkan oleh kalangan elite yang di tunjukan dengan maksud memperkuat posisi mereka. 2. Di dalam buku ini dijelaskan pula bahwasanya suatu gerakan yang terorganisir mensyaratkan adanya pengelolaan. gagasan logistik untuk mencapai gerakan yang terorganisir bukan saja membutuhkan: 1. atau bahkan meningkatkan kualitas protes mereka. Kecakapan aktivitasnya (kader) dalam menggalang dan mengembangkan sumberdaya dan jaringan kerja namun juga. kepemimpinan yang efektif.

kegiatan ini terutama ditujukan untuk menemukan dan menghimpun data sejarah dengan mencari sumber yang berupa sumber tertulis dan sumber kebendaan. Adapun proses metode sejarahmeliputi empat tahap. penulis menggunakan metode Kepustakaan. kritik sumber. dokumen dan arsip (yang 11 . Metodologi Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Metode sejarah. G. 1988:18). Studi Kepustakaan Dalam menghimpun data. dan ternyata gerakan sosial apapun pasti membutuhkan pemimpin walaupun bentuknya sederhana.11 masa reformasi. yaitu: Heuristik (pengumpulan data). Heuristik Heuristik adalah usaha untuk menelusuri jejak-jejak sejarah sebagai langkah permulaan dari prosedur kerja para sejarawan (Widja. Untuk mendapatkan sumbersumber tersebut yang berupa buku-buku. Metode kepustakaan dilakukan untuk mencari koleksi yang ada di perpustakaan dalam mengumpulkan sumbersumber sejarah yang relevan dengan topik penelitian. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik antara lain: a. 1. metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan sejarah masa lampau (Gottschalk 1975:32). interpretasi. historiografi. Sumber tersebut kemudian diseleksi dan diambil yang mempunyai kesesuaian dengan topik penelitian.

3. Kritik Sumber 12 . Musium Mandala Bhakti Semarang. Pengaturan waktu dan tempat wawancara 4. Dalam melakukan wawancara diperlukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Perpustakaan Wilayah Jawa Tengah d. Pelaksanaan wawancara. 2. Membuat Interview Guide yaitu menyusun rambu-rambu pertanyaan yang akan digunakan dalam wawancara. Perpustakaan Jurusan Sejarah UNNES c. Perpustakaan UNNES b.12 berupa majalah dan Koran yang terbit pada tahun itu) Peneliti mendatangi tempat-tempat sebagai berikut: a. Wawancara Teknik wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan sumber sejarah yang benar-benar dapat dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan dari para pelaku sejarah ataupun saksi sejarah. 2. b. Menetapkan serta menghubungi tokoh-tokoh peristiwa. dilakukan setelah diadakan perjanjian dengan tokoh yang dimaksud 5. Pengolahan hasil wawancara. Dalam teknik wawancara ini dilakukan tanya jawab dengan penduduk atau masyarakat di wilayah Tegal yang tentunya sumber lisan ini dapat dipercaya kebenarannya.

Apabila penulis menemukan buku-buku yang memuat/membahas tema/topik tentang Kutil dan Revolusi sosial. Tujuan dari pengujian adalah untuk mengetahui apakah data/sumber sejarah yang diperoleh dapat dipercaya. kesaksian sumber berkaitan dengan persoalan apakah sumber itu dapat memberikan informasi yang dapat dipercaya tentang masalah yang diselidiki. kapan sumber itu ditulis. kritik dibagi menjadi dua yaitu: Kritik Intern Merupakan uji validitas dengan kredibilitas sumber yang berupa penilaian Instrinsik. Kritik Ekstern Merupakan uji otensitas/keaslian melalui kesaksian sumber yang berupa sumber yang dikehendaki sumber itu turunan/asli melalui dokumen seperti surat kabar yang terbit pada waktu itu. maka buku tersebut bisa penulis pakai sebagai sumber untuk selanjutnya tulisan-tulisan tersebut diadakan uji otentitas. untuk memahami jarak waktu peristiwa sejarah terjadi dengan kapan ditulisnya sumber/data asli. keaslian dan kebenarannya untuk di gunakan dalam penelitian. menguji dilakukan dengan cara membandingkan antara data yang satu dengan data yang lain. misalnya sumber asli berupa bangunan 13 .13 Kritik sumber adalah merupakan usaha untuk menilai sumber mengenai bentuk dan isinya dan menguji kebenaran dan keaslian sumber.

sehingga terjadi suatu rangkaian yang sistematis dan masuk akal dalam arti yang berkesesuaian. maka penulis bisa mengetahui bahwa memang ada aktifitas dari gerakan sosial di Tegal. penafsiran/fakta tidak dipengaruhi kepentingan pribadi dan golongan serta politik karena akan mengakibatkan subyektifitas sumber.14 peristiwa tiga daerah. fakta yang diperoleh harus benar-benar nyata. sehingga dapat mengetahui proses periodisasi dan proses seleksi sejarah dilihat berdasarkan hasil wawancara dan obserfasi lapangan kejadian Revolusi sosial di Tegal 4. Historigrafi Historiografi merupakan satu penulisan/penyajian yang sistematis dalam bentuk cerita. yang memperhatikan prinsip realisasi (cara membuat urutan peristiwa) prinsip kronologi (urutan waktu) prinsip kausalitas (hubungan sebab akibat) dan kemampuan imajinasi (kemampuan untuk menghubungkan peristiwa-peristiwa yang terpisahkan menjadi satu rangkaian yang masuk akal dengan bantuan pengalaman). Interpretasi Interpretasi adalah proses penafsiran sumber/fakta untuk menilai secara obyektif dan menafsirkan secara tepat diperlukan jarak antara subyek dan fakta. 3. 14 .

tujuan penulisan.15 Dalam penelitian ini peristiwa revolusi sosial yang terjadi di Tegal tahun 1945-1946 dilakukan atas dasar urutan peristiwa yang jelas mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan menghubungkan satu peristiwa lain yang saling berkaitan. Bab IV Peranan Kutil dalam menggerakkan Revolusi Sosial Menjelaskan tentang munculnya tokoh Kutil. metode penelitian. Sistematika Penulisan Skripsi Dalam penelitian yang akan penulis lakukan adapun sistematikanya sebagai berikut: Bab I Pendahuluan. tinjauan pustaka dan sistematika penulisan. Berisi pengantar yang terdiri dari Latar belakang permasalahan. sekolah dan masa dewasa Bab III Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 Menjelaskan tentang keadaan masyarakat Tegal tahun 1945-1946. Bab II Latar Belakang Kehidupan Kutil Membicarakan tentang kehidupan Kutil Masa kecil. munculnya kelompok Leggaong (bandit). manfaat penulisan. ruang lingkup kajian. H. 15 . cara Kutil menarik simpati dan bentuk kepemimpinan Kutil. ekonomi dan politik masyarakat Tegal. munculnya kekuataan sosial berdasarkan idiologi. melatar belakangi berkobarnya revolusi sosial di Tegal tahun 1945-1946 yang berdampak pada kondisi sosial.

16 Bab V Penutup Berisi tentang kesimpulan dan saran dari uraian bab-bab sebelumnya yakni sebagai jawaban atas permasalahan yang diajukan. 16 .

Secara kelakar dia di juluki “orang seberang” karena dia tidak tinggal di Talang melainkan di Dukuh Pesayangan di seberang Kaligung sebab itu Ia disebut orang seberang. terbukti dengan banyaknya kapal-kapal yang singgah dan 16 . Pada masa dulu Kaligung airnya masih sangat jernih. namun demikian nama itu tetap melekat padanya. Sesudah dewasa bintil-bintil itu hilang. karena merupakan air yang berpasir dan dijadikan sumber air bagi penduduk yang berada disekitar aliran sungai. yang mengalir dari gunung sampai laut melewati daerah Kabupaten Tegal. Tapi sekarang Kaligung adalah sungai yang sudah dalam dengan kondisi air yang kotor dan keruh. Dahulu kala Kaligung letaknya tidak di Perpil. Kali tersebut digunakan sebagai jalur perdagangan. Sebelum sampai di Perpil Kaligung berada tepat belakang rumah Kutil. Dalam bahasa jawa yang berarti “Bintil Kecil” (yang menempel di kulit). Masa Kecil Kutil bernama asli Sakhyani. Hal ini disebabkan adanya penambangan pasir dan batu kali oleh masyarakat sekitar sebagai bahan bangunan. Atau bisa juga di artikan “pencopet”. Ia adalah anak kedua seorang pedagang emas dari Taman dekat Pemalang menurut anggapan umum dia berasal dari Madura. Kaligung merupakan sumber mata air dari masa ke masa.BAB II LATAR BELAKANG KEHIDUPAN KUTIL A. Ia diberi nama sebutan Kutil karena memang Sakyani kecil raut mukanya berbintil-bintil berwarna hitam.

Juni 2006). Selain itu juga orang-orang Madura di Jawa dianggap memiliki sifat yang keras sehingga sesuai dengan perwatakan Kutil sebagai anak yang nakal “bangor” (dalam logat Tegal) Ia jarang menuruti orang tuanya. Namun pada saat kutil di Pesayangan kaligung sudah berpindah letaknya lebih jauh dari jalan raya yang dikenal dengan sebutan jalan Perpil. Pemindahan Kaligung ke Perpil lebih disebabkan karena sering terjadi banjir yang cukup besar kadang airnya meluap sampai sekitar depan pasar (wawancara dengan Bapak Taim. Juni 2006). Sekolah Rakyat pada saat itu setingkat dengan SD sekarang. Sekolah Rakyat merupakan . Sekolah Rakyat adalah sekolah yang didirikan oleh pemerintah Jepang khusus untuk anak-anak pribumi (orang Indonesia). sama seperti anak-anak yang lainnya bahkan dia memperoleh pendidikan hanya sampai kelas dua Sekolah Rakyat akibatnya Ia hanya bisa membaca dan menulis sedikit. sedangkan tulisan tangannya hampir tidak terbaca. (Lucas. itu terbukti dengan adanya tali-tali besar kapal yang dililitkan dipaku besar sebagai pengait (wawancara dengan Bapak Taim. Di Jawa orang Madura dan orang yang berasal dari luar Jawa disebut orang seberang. Masa Sekolah Pendidikan Kutil.17 berlabuh. Sekolah Rakyat diperuntukan untuk orangorang pribumi yang mau belajar. Disamping itu pula dahulu di sekitar tempat tinggal Kutil dijadikan sebagai dermaga pelabuhan. Tinggalnya yang diseberang sungai Gung yang menyebabkan asal mula timbul kekaburan mengenai julukan yang dikaitkan dengan asalnya yang dari Madura. mereka datang ke sekolahpun karena pegawai desa mengajak dan mengumumkannya di jalan-jalan. 2004:153) B.

Bagi orang biasa itu ibarat uang sabendung. nilainya tinggi sekali. kelas dua diajarkan Huruf Latin. C. baca tulis dan olah raga orang-orang jepang. Kecamatan Talang pada waktu itu hanya mempunyai satu Sekolah Rakyat yaitu di Ekoproyo (wawancara dengan Bapak Karso. Yang diajarkan diantaranya untuk kelas satu diajarkan Huruf Jawa. Sambil meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai tukang emas kecil-kecilan Ia membuka tempat pangkas rambut di desa Kajen yang terletak di pinggir jalan raya selatan Tegal. Orang yang cukur dikenakan biaya 5 sen. tukang cukur yang lainnya di desa itu lebih baik angkat kaki cepat-cepat. pola-pola yang diajarkan adalah pola-pola yang biasa digunakan oleh orang-orang jepang. Orang-orang yang cukur padanya kebanyakan . Juni 2006) Masa kecil Kutil dilewati sama seperti anak-anak yang lain. Sekolah Rakyat yang diperuntukan khusus untuk anak-anak Pribumi. Pangkalan cukur Kutil mengenakan tarif yang cukup mahal bagi pelanggannya. Pangkalan cukur Kutil menjadi satu-satunya pangkalan cukur yang ada di daerah itu. pola pendidikannya terdiri dari pendidikan militer. Sekolah rakyat dahulu dalam satu Kecamatan hanya ada satu sekolah saja . membaca huruf Abjad dan bahasa Melayu diajarkan kelas empat. Masa Dewasa Waktu Kutil dewasa. dia pindah ke Talang menempati sebuah rumah di Dukuh Pesayangan yang dibeli ayahnya untuk cucu-cucunya. tidak bayar. tidak ada hal yang istimewa dalam dirinya. Tentu saja ini menyebabkan dari pada berkelahi dengan dia.18 sekolah dengan gaya pendidikan orang-orang Jepang. ada sebilah pedang panjang (gobang) tergantung di dinding di sebelah kaca. Disamping meja cukurnya.

meskipun demikian masih menampakkan nilai-nilai aslinya. Juni 2006). kerajinan logam (seperti pembuatan pisau. sendok dan suku cadang sepeda). Menurut Kuntowijoyo. gunting. pengrajin kuningan. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari . diantaranya adalah membeli barang-barang bekas di rumah-rumah untuk dijual kembali. Kebudayaan dan adat istiadatnya telah banyak dipengaruhi oleh kebudayaan luar. Dari jaman Kutilpun masyarakat Pesayangan sudah berdagang sampai keluar kota. Kutil termasuk orang yang kreatif senantiasa berusaha mengembangkan usahanya. karena latar belakangnya yang berasal dari Madura membawa pengaruh watak yang keras. keras dalam tutur katanya. Sifat kreatifnya didukung karena Desa Pesayangan adalah desa yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai tukang emas. Pada tahun 1937 Kutil mencalonkan diri dalam pemilihan lurah Desa Kajen.19 anak-anak cina dan pegawai pegadaian (wawancara dengan Bapak Wastap. tetapi kalah “hanya satu suara saja” selama masa pendudukan Jepang Kutil terkenal dengan kebolehannya karena dia mudah memperoleh barang-barang yang sulit didapat. Hal tersebut tercermin dalam kehidupan masyarakat desanya yang memiliki ikatan yang berdasarkan kekerabatan dan teritorial. misalnya batu korek api. orang Madura terkenal sebagai suku bagsa yang mempunyai adat istiadat yang keras. tetapi mereka juga merupakan pekerja yang bersungguh-sungguh dan suka berterus terang. kota Bandung adalah kota yang paling besar memesan emas ataupun perak dari daerah ini (wawancara dengan Bapak Taim. Watak dan sifat Kutil sudah terbentuk sejak kecil. Juni 2006).

lebih sadis dan tingkat kesulitan ekonominya lebih tinggi. Sifat membunuh sudah Kutil tunjukkan dari dahulu ketika dalam perjalanan ketiga orang itu berjanji “Nanti kalau lapar. dua anaknya laki-laki bernama Khambali dan Sapi’i dan dua anak perempuannya bernama Fatimah dan Rokhmah. Nilai-nilai keislaman pada waktu itu memang kuat.20 mereka sangat senang bekerja. Mereka melarikan diri dan pulang ke Tegal dengan terlebih dahulu membunuh penjaga penjara (orang belanda) dengan menggunakan perahu. Ia menikah dengan orang asli Pesayangan bernama Was’ah dan mempunyai empat orang anak. terlihat dari penuhnya masjid . perompokan yang terjadi umumnya kejahatan yang lebih mengerikan. Juni 2006) Kutil sebagai guru agama biasa bepergian jauh dengan sepeda untuk memimpin pengajian al-Qur’an. memiliki perasaan persaudaraan yang kuat. Dia sering pulang kerumah lewat tengah malam tanpa diganggu penyamun yang berkeliaran dikawasan itu (Lucas 2004:153). dimana orang pantai cara berbicaranya lebih keras.Watak orang Madura terbentuk karena dipengaruhi oleh letak geografis Madura yang berada di daerah pantai. emosinya masih sulit dikontrol. itu yang akan dimakan terlebih dahulu.” Perkataan Kutil menunjukkan bahwasanya sifat Kutil tega membunuh walaupun itu temannya sendiri. diantara kita siapa yang akan dibunuh. Istrinya pada waktu itu membuka warung makan di depan rumah bersebelahan dengan pangkalan potong rambut suaminya (Wawancara dengan Bapak Taim. dan gotong royong yang sangat mendalam(Sairin 2002:83). Petualangan Kutil dimulai dengan dibuangnya dia beserta dua orang temannya yaitu Slamet dan Washari ke Digul dalam perjuangan Sarekat Rakyat.

Menghapus kemiskinan. kendati dia tidak selalu menjalankan ibadah sholat lima kali sehari. sama rata semua orang sama. Mereka sholat sampai di halaman depan Masjid (wawancara dengan Bapak Wastap. Di jalan-jalan banyak sekali ditemui orang-orang yang kelaparan perutnya kempes. orang yang ditunjuknya. mengakhiri penderitaan masyarakat dengan membagi rata jatah yang diberikan oleh pemerintah baik jatah bahan pakaian. terlebih jatah beras. Tidak ada yang dibedakan dan pengistimewaan bagi sekelompok golongan. Pemikiran Kutil yang pertama adalah ingin mengganti pejabat-pejabat lama dan orang-orang golongan Pangreh Praja dengan orang pilihannya. Pemikirannya yang lain ialah. mereka adalah pejabat yang ditunjuk dan diangkat oleh penjajah. yang terlihat hanya tulang dan kebanyakan dari mereka akhirnya meninggal. Penduduk setempat menyebutnya santri. Kutil menganut paham sama rasa. Juni 2006). Selain itu Kutil juga menindak orang-orang yang menghina Republik. Dia ingin . rakyat menderita kelaparan. ingin mendirikan dan merebut kekuasaan Kabupaten dan Tiga Daerah. karena pada tahun 1945 masa awal kemerdekaan. Golongan pejabat ataupun Pangreh Praja mendapat jatah yang sama. Kutil selalu mengucapkan “Assalamualaikum” bila memasuki rumah. Dia menganggap mereka adalah penghianat bangsa. Segala keputusan dan tindakan pejabat-pejabat itu dirasa sangat lamban karena selalu menunggu perintah dari atasan dan masih menganut sistem penjajahan. orang itu langsung dibunuh (wawancara dengan Bapak Ruslim.21 maupun Mushola yang dipadati dengan banyaknya orang sholat. Juni 2006). misalnya jika di jalan dia mengucapkan salam MERDEKA! Namun tidak menjawab. menggunakan istilah itu dalam arti lama yang berarti orang suci.

Pemikiran Kutil yang semata-mata untuk tujuan rakyat kesejahteraan masyarakat. disambut gembira oleh Rakyat karena mereka menganggap Kutillah yang akan merubah nasib mereka jauh lebih baik. gerakannya bersifat ekstrim dan tidak berperikemanusiaan. Dia bercita-cita memerintah penuh dan memiliki wewenang dalam mengambil keputusan bahkan membuat peraturan sendiri yang nantinya menjadi hukum yang berlaku dalam masyarakat. Tindakan maupun keputusan yang mereka ambil juga dirasa sangat lamban karena menunggu terlebih dahulu perintah dari atasan. Membuat pemerintahan sendiri diatas pemerintahan yang sah pada waktu itu. seperti pabrik tekstil dan gudang padi. Tindakan yang dilakukan Kutil diantaranya. . sedang jatah pakaian dan terutama beras tidak dibagikan secara merata. Kemiskinan dimana-mana. Ia tidak mengakui pemerintahan yang sah. yaitu Pemerintahan Republik Indonesia. Juni 2006). (wawancara dengan Bapak Karso. menjatuhkan pemerintahan yang ada. gudang-gudang gula dan padi disegel rakyat. pemerintahan yang ada adalah untuk kesejahteraan rakyat. aparatur-aparatur pemerintah juga ditunjuk dan diangkat oleh rakyat.22 menjadi seorang pemimpin Tiga Daerah. Idiologinya sepaham dengan Komunis. Masyarakat pada waktu itu menginginkan pemerintahan Rakyat. Pemikiran Kutil lahir dari penderitaan yang Ia alami. apa yang dimiliki negara adalah milik rakyat. perusahaan-perusahaan. Bagaimana beratnya hidup dijajah dan kini setelah Indonesia merdeka. keadaan masyarakat tidak berubah malah sebaliknya banyak masyarakat yang meninggal karena kelaparan.

sosial. Daerah Tegal terkenal dengan penduduknya yang hampir seluruhnya beragama Islam dan sangat fanatik. Perubahan ini diwujudkan dalam hubungannya dengan pemimpin setempat dengan rakyat yang berakar pada sifat-sifat feodal yang mulai longgar. Struktur otoritas tradisional didaerah pedesaan yang telah berjalan bertahun-tahun turut berubah. adanya kebijakan pemerintah militer Jepang merubah sendi-sendi pemerintahan tradisional di desa maupun perekonomian desa. Di Slawi karena fanatiknya sekalipun bermain sepak bola tetap memakai sarung tidak boleh memakai celana. Keadaan masyarakat Tegal tahun 1945-1946 Kondisi masyarakat Tegal awal Revolusi sosial secara ekonomi mengalami tekanan yang sangat berat. adapun golongan yang status sosialnya turun. budaya maupun politik. Hal ini dikarenakan penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Jepang dilakukan secara menyeluruh dan mendalam. Karena mereka sebangsa dengan Nabi bahkan mereka 16 . Orang arab saat itu mendapatkan tempat yang lebih tinggi dimata masyarakat. Para kepala desa yang ada di Tegal hanya dijadikan sebagai alat didalam penyampaian kebijakan dari pemerintahan Jepang. Dalam perubahan tersebut terdapat golongan yang naik status sosialnya misalnya golongan elit intelektual. Kefanatikannya terlihat nyata pada adat istiadat. kebiasaan tingkah laku serta perubahan mereka. Pada masa itu terjadi perubahan-perubahan diberbagai aspek kehidupan ekonomi.BAB III REVOLUSI SOSIAL DI TEGAL TAHUN 1945-1946 A.

17 dianggap keturunan Nabi sehingga mendapatkan sebutan “ Ndoro Tuan Syeh “ untuk menghormati mereka (Wawancara dengan Bapak Mustain. bunga melati untuk memberi aroma teh dan polowijo. Pertanian merupakan mata pencaharian rakyat yang terutama di daerah Karesidenan Pekalongan. Juni 2006) Penduduk Tegal terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. selain suku pribumi (Jawa) terdapat golongan-golongan penduduk bagsa Cina (Tionghoa) dan Arab. Dalam masa pemerintahan Belanda hampir diseluruh sawah daratan rendah ditanami tebu untuk mencukupi kebutuhan pabrik gula itu sesuai dengan target yang telah ditentukan. Diantara golongan-golongan bangsa tersebut suku Jawa merupakan penduduk pribumi yang sebagian besar dari mereka hidup di pedesaan dan sedikit sekali yang hidup di kota. Di daerah pantai tanahnya kurang subur karena mengandung garam sehingga dapat menanam kelapa. Baik sebagai petani penggarap atau buruh tani ataupun sebagai pemilik sawah atau tanah. Di daerah daratan rendah keadaan tanahnya subur. Mereka sebagian besar adalah pedagang dan bertempat tinggal di kota atau dilingkungan pemukiman orang Belanda. karena adanya pengairan yang baik dari sungai-sungai yang melewati daratan itu sehingga ditanami padi dan polowijo di musim kemarau. . Mereka memegang peranan penting dibidang perekonomian. lurah. Bangsa Cina (Tionghoa) pada waktu itu sangat dipercaya sebagai kaki tangan pemerintah Hindia Belanda. Mereka terdiri dari orang kaya yaitu para pangreh praja. para pedagang kaya dan selebihnya para petani yang berdiam di desa. Sawah-sawah yang lain ditanami tebu untuk memenuhi kebutuhan pabrik gula yang terdapat didaerah itu.

Bangsa Jepang datang mula-mula memperhatikan kehidupan sosial seperti menggunakan tenaga-tenaga bangsa Indonesia untuk menjalankan pemerintahan. menjadikan mereka pemimpin di perusahaan-perusahaan yang semula dipegang oleh bangsa Belanda. Tetapi dibalik perhatian Jepang ternyata ketentuan wajib militer ini meliputi seluruh lapisan usia dari anakanak sampai yang tua akhirnya menimbulkan kehidupan sosial yang memburuk. selain perikanan penduduk juga mengusahakan ternak. karet. Hal ini berarti menaikkan tingkat kehidupan bangsa Indonesia. Penyakit kulit menjadi penyakit yang memasyarakat dikalangan rakyat. Selain itu latihan-latihan kemiliteran yang diberikan kepada pemuda-pemuda Indonesia telah memberikan kepercayaan yang besar dalam diri mereka yang akan sangat berguna untuk perjuangan dalam merebut kemerdekaan. Penduduk Tegal yang lain bermata pencaharian sebagai nelayan dikarenakan wilayah Tegal bagian utara adalah lautan dan pantai penghasil perikanan. beri-beri. teh. busung . Pinus. Tidak hanya penyakit kulit. menghapuskan jurang pemisah didalam bidang pendidikan antara bangsa asing dengan penduduk pribumi. kina dan panili. Keadaan ekonomi yang buruk berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat yang cukup memprihatinkan. Didalam pemerintahan Belanda kopi merupakan hasil ekspor utama didaerah ini disamping teh dan gula. Bangsa Jepang juga memperhatikan mereka dalam hal olahraga yang menyeluruh dari kota sampai desa adalah merupakan perhatian mereka terhadap kesehatan jasmani dan rohani bagi rakyat Indonesia.18 Daerah pegunungan merupakan daerah yang subur dengan hasil pertanian seperti kopi. kayu jati.

dampak pendudukan Jepang didaerah Tegal juga dalam bidang keorganisasian. Kondisi politik masyarakat Tegal setelah kedatangan balatentara Dai Nippon di Indonesia mengalami perubahan-perubahan yang mendasar dalam bidang hukum dan politik. Pemerintahan militer Jepang dengan orientasi ekonominya telah melanggar batasbatas otonomi dari pemerintahan desa. Dalam bidang politik. Namun pada masa itu Jepang melarang pembentukan organisasi politik. Pada masa pergerakan nasional sudah muncul beberapa organisasi politik yang berjuang untuk kemerdekaan dan melepaskan diri dari penjajahan Jepang. campur tangan dari pemerintah terhadap korp pangreh praja merupakan bentuk dari salah satu penetrasi politik dan depolitisasi terhadap lembaga-lembaga politik tradisional pedesaan. pemerintahan Jepang segera membubarkan seluruh organisasi politik yang ada. . Hal ini terbukti dengan pengangkatan kepala desa berdasarkan kriteria tertentu dan melalui serangkaian prosedur tes dan seleksi hal ini bertujuan agar kepala desa mengerti Administrasi pemerintah dan sekaligus menyingkirkan orang-orang yang tidak mendukung pemerintah Jepang. Pelatihan dan Indokrinasi dilakukan oleh Jepang sedangkan politik imbalan dan hukum yang dilakukan. dalam bentuk pemecatan untuk menyingkirkan orang-orang anti Jepang dan kompromis terhadap barat. sebagai gantinya Jepang mendirikan beberapa organisasi kepemudaan. Selain dalam bidang pemerintah.19 lapar maupun kudisan yang merajalela bahkan hampir setiap hari terdapat orang yang meninggal akibat kelaparan.

Budaya Jawa yang selalu pasrah dan menerima apa adanya tidak dianut lagi oleh sebagian pemuda. Munculnya kekuatan Sosial berdasarkan Idiologi Revolusi sosial yang terjadi di Tegal kurang lebih tiga bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. misalnya Peta yang dibentuk oleh Jepang. Mobilitas tersebut dalam bentuk barisan Sainendan. Pemuda Tegal mulai berjiwa reaksioner terhadap semua yang berkenaan dengan kebijakan Jepang. Keibodan. Dampak dari pembentukan organisasi tersebut adalah keterampilan dalam penggunaan senjata dan sikap kedisiplinan yang selalu digembleng dalam latihanlatihan. . terjadi juga di daerah-daerah lain seperti di Pekalongan dan Pemalang. Mereka tidak sepenuhnya patuh pada Jepang. Para pemuda yang dilatih militer pada akhirnya akan berbalik melawan pemerintahan Jepang demi kepentingan perjuangan kemerdekaan. Penderitaan akibat penjajahan Jepang serta latihan-latihan militer mengubah sikap hidup dan pandangan rakyat Tegal. B. Revolusi tersebut adalah merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pemerintahan yang ada pada saat itu. sebenarnya gejolak pedesaan yang tidak hanya terjadi di Tegal saja namun. Heiho dan Peta. untuk melawan penjajah.20 Mobilisasi pemerintah Jepang terhadap para pemuda Tegal dilakukan secara besar-besaran dalam program cadangan bagi kepentingan militer Jepang. tetapi dibalik semuanya mereka juga melatih para pemuda-pemuda yang lainnya setelah menyelesaikan tugasnya. Pelatihan-pelatihan yang diikuti oleh para pemuda merupakan keuntungan bagi bangsa Indonesia.

sehingga mereka tidak mempunyai pengikut atau massa. Tetapi karena pada tahun 30-an sewaktu mereka kembali dari Digul/penjara lain. Kelompok kedua yaitu kelompok sosial yang berpengaruh di Tegal dan Brebes ikut mengaktifkan KNI sebagai wakil pemerintahan sesudah proklamasi dan berusaha mempengaruhi sikap Pangreh Praja ke arah yang lebih mendukung . termasuk di dalamnya pemimpin Barisan Pelopor dan Badan Pekerja di Tegal dan Brebes. dan tidak boleh mendirikan organisasi di tahun 1945. Gerakan ini dapat terbagi menjadi tiga kelompok yaitu: Kelompok pertama yaitu kelompok kiri di Tiga Daerah. karena sikap menunggu mencerminkan sifat ragu-ragu. Pada tahun 1945 mereka menggunakan kesempatan untuk merombak struktur pemerintahan yang lama ke arah yang lebih demokratis. AMRI Slawi mereka anti Fasis dan tidak berkompromi dengan Belanda. Kelompok ini terbentuk pada tanggal 16 November 1945 dan bermarkas di kantor partai sosialis Amir Syarifudun cabang Tegal. Kekuatan sosial berdasarkan Idiologi inilah kelompok yang membentuk Front Rakyat yang di sebut Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah (GBP3D).21 Penyebabnya adalah adanya sikap menunggu perintah yang sudah menjadi pola elite birokrat. dan Pemalang. Pengikutnya yaitu kalangan Feodal Pangreh Praja. baik di kota maupun di desa. Brebes. dengan tujuan utama front adalah merebut stuktur karesidenan dalam kekuasaan organisasi yaitu di Tegal. tidak berinisiatif dan sikap kepatuhan seorang abdi yang terpuruk oleh latar belakang pendidikan kolonial belanda yang diperolehnya. mereka selalu dalam pengawasan Belanda. diantaranya Veteran Pemberontak Komunis tahun ‘26 eks Digulis.

Di Tiga daerah itu selain perbedaan pandangan dalam aliran kiri tentang bagaimana revolusi itu harus di jalankan juga terdapat perbedaan tentang penentuan prioritasnya. mengapa kaum agama ikut arus Revolusi dan apa cita-cita Islam pada waktu itu. Meskipun dengan jaringan lokal yang terbatas.Mijaya cs. Blitar. Di mulai akhir tahun 30-an di Surabaya. Selain kaum Kiri yang ada dalam Peristiwa Tiga Daerah elemen lain yang juga sangat penting adalah kelompok Islam.Mijaya memperoleh salurannya melalui Amir Syarifudin. Kelompok ketiga di dalam Aliran Kiri yang menguasai GBP3D ialah PKI bawah tanah. telah memupuk kader-kader yang progresif melawan Fasisme. Islam nasionalis sejak zaman Sarekat Islam. Tindakan-tindakan mereka di masa pendudukan Jepang. membela perkara Tiga Daerah di Pengadilan Pekalongan pada awal 1947 tokoh kedua ialah Subagio Mangunraharjo pemimpin PNI-baru dan sahabat Perdana Menteri Sutan Syahrir.H. ikut menentukan cita-cita Gerakan Tiga Daerah walaupun dalam tingkat nasional. Widarta dan K. Widarta dan K.Abu Suja’i (Pemimpin partai sarekat Islam . Diantara mereka ada yang duduk dalam GBP3D yang di ketuai oleh K.mijaya.22 republik yang baru. dan Pemalang. namun tidak pula menolong terpukulnya GBP3D. melakukan kegiatan melawan kolonial Belanda maupun Jepang yang tokohnya antara lain K. anggota partai Sosialis dan badan pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) yang kemudian menjadi menteri pembangunan dan pemuda dalam kabinet Hatta yang pertama (1948-1949). kelompok sosialis juga mempunyai saluran ke tingkat nasional lewat dua tokoh yang berasal dari Tegal yang pertama Supeno. antara lain di Lasem.

Ia menyebarkan paham komunis di Indonesia dengan mencoba mempengaruhi pemimpin bangsa Indonesia. sedang di Pekalongan anggota Muhammadiyah adalah para pedagang. Di Tegal.23 Indonesia di Tegal) yang menjadi Bupati Tegal pada waktu Peristiwa Tiga Daerah. Pada tahun 1914 di dirikan organisasi Marxisme di Indonesia dengan . Seorang di Pekalongan. Iskandar Idris.J. baik di Pekalongan maupun di Tiga Daerah. yang diangkat oleh komplotan Kutil. Mijaya (di Tegal) dan Amir (di Pemalang) yang paling aktif.M. Pada abad XX beberapa pegawai belanda yang berhaluan Komunis di Indonesia. Di Karesidenan Pekalongan hanya ada delapan orang anggota Gerakan Bawah Tanah. Komandan TKR Pekajangan merupakan persenyawaan dua elemen yaitu TKR dan Muhammadiyah yang berhasil menghentikan Pemerintah Revolusioner baru.Sneevliet. Tokoh Islam Muhammadiyah K.H. Di Pemalang kelompok ini disebut sebagai Santri rakyat.F. dengan maksud untuk membedakan mereka dari golongan Muhammadiyah yang anggotanya adalah golongan priyayi. 22 persen camat baru yang terpilih terdiri dari golongan Islam Nasionalis. Partainya lemah dan anggotanya sedikit. dua orang di Tegal dan dua orang lagi di Brebes dan tujuh anggota lainnya K. Ia adalah anggota Social Democratiche Arbeider Partij (SDAP) atau Partai Bumi Sosial Demokrat. PKI semasa pendudukan Jepang tidak bisa berbuat banyak. maka kelompok itu menyebar di kalangan Eropa termasuk negeri Belanda. di antaranya H. tiga di Pemalang. Sejak Karl Marx mencetuskan manifesto Komunis tahun 1884.

Sarekat Islam merah bergabung dengan ISDV dan pada tahun 1920 membentuk Perserikatan Komunis Hindia/ PKI yang diketuai oleh Semaun dan wakilnya Darsono. Kamijaya merupakan tokoh sentral atas pembentukan badan-badan pekerja yang menjadi otak dari segala kegiatan perjuangan PKI di Tiga Daerah. Kahin.1990:31) sehingga di Tegal. Karesidenan Pekalongan menjadi sebuah pusat dari kegiatan politik yang radikal dan para pengikut PKI di Tegal dan Pekalongan adalah tokoh-tokoh penggerak terkenal dalam pemberontakan melawan Belanda tahun 1925 (Andrey R. ISDV lalu menyusup kedalam tubuh Organisasi Sarekat Islam yang membaginya menjadi Sarekat Islam Merah yang di pimpin oleh Semaun dan Sarekat Islam putih yang di pimpin oleh HOS Cokroaminoto. bahwa para tokohnya Widarta. Bung Kecil dan K. saat itu juga PKI mempunyai pengaruh yang sangat besar di Jawa. Tokoh lain penggerak perjuangan politik Tegal adalah Parno Sutikno. Pekalongan menjadi pangkalan kuat kelompok komunis. Pada tanggal 21 Oktober 1945 di umumkan bahwa PKI berdiri kembali. dan cabang-cabang sarekatnya mendukung secara aktif.mijaya (juga residen Baru Sarjio dan sekretarisnya Muroso) berasal dari luar daerah dan bukan orang setempat. di Tegal di ketuai oleh Sardjono. sehingga pengaruhnya tidak begitu besar. seorang pegawai . Masalah lain yang dihadapi PKI bawah tanah di Tiga Daerah yaitu.24 nama Indisce Sosial Democratisce Vereniing (ISDV) dengan Semarang sebagai pusatnya.

mempunyai rentan jauh dalam segi pemikiran maupun Idiologinya.bahwa Kamijaya menyatakan dengan agak marah. Widarta.1989:196) Kegiatan Perjuangan Komunis di Tegal yang ada di daerah Pantai Utara sebagai pusat kegiatan kelompok PKI Kamijaya..Mustofah. dan . 3.. Amir. Juni 2006) (Lucas. yang bekerja sama dengan kekuatan progresif setempat dan kader PKI bawah tanah di Hutan Sukowati Pemalang seperti S. ekonomi.. Kamijaya. bahwa ia tidak suka campur tangan saudara Sayuti Melik dalam masalah ini. Membujuk Kutil atau Sakyani dari kelompok Leggaong untuk bergabung dalam perjuangan revolusioner.25 pegadaian mereka berhasil mempersatukan tiga kelompok untuk melakukan gerakan dengan usaha yang di lakukan adalah: 1.”. Adiwerna dan Slawi sebagai pusat gerakan. 2.(Lucas.. Dijalankan secara ilegal dengan kegiatan operasional bawah tanah.. Secara politik Kamijaya mengikuti garis politik Tan Malaka seperti pada pernyataan dengan Sayuti Melik. Menjadikan kecamatan Talang.. karena ia adalah golongan Tan Malaka .. Sarjio dan Murosa yang melakukan feodalisme dan Kapitalisme. Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) sebagai inti dari kekuatan pemuda dan menentang keberadaan BKR (Wawancara Sahmad. Strategi yang di jalankan oleh kelompok Komunis adalah dengan menerapkan revolusi yang mempunyai tiga segi yaitu politik.1989:216) Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa Kamijaya sebagai golongan Komunis dan Sayuti Melik sebagai golongan nasional.

Apabila pada suatu saat timbul kegentingan dan alat-alat pemerintah menjadi lemah serta tidak berdaya menguasai situasi. Menyelenggarakan tawanan Eropa 5.26 militer. Gerakan komunis yang berkembang di daerah banyak di ilhami oleh golongan Komunis pusat oleh ajaran Tan Malaka yang membakar semangat perjuangan dalam mencapai kemerdekaan 100 persen yang berisi tujuh pasal yaitu: 1. Menyita hak milik musuh 7. Berunding atas dasar pengakuan kemerdekaan 100 persen 2. banyak dijumpai para bandit yang memanfaatkan jalannya revolusi. Kemauan tentara sesuai dengan kemauan rakyat) 4. Sebagaimana badan-badan perjuangan. Melucuti senjata Jepang 6. Munculnya kelompok Legaong (bandit) Dalam Revolusi Indonesia. Menyita perusahaan-perusahaan dan pertanian musuh (Frederick. kemauan rakyat) 3. unsur-unsur kriminal membentuk dirinya dalam suatu kelompok yang terorganisasikan mereka ”hidup” dalam dunia “hitam” atau dunia . maka unsur-unsur kriminal “berperan” untuk kepentingan pribadinya. Ketiga segi tersebut mampu mengadakan revolusi jangka panjang yang di tuangkan sebagai gerilya politik dan ekonomi. Tentara rakyat (dalam arti. Mereka membonceng gerakan revolusiner/badan-badan perjuangan yang menjadikan teror dan kekerasan sebagai alat untuk menjalankan kekuasaannya. Pemerintahan rakyat (dalam arti.1984:353354) C.

Bandit sosial Merupakan seseorang yang melakukan perbuatan merampok yang di latar belakangi oleh kepentingan sosial (Suhartono. kelompok Kutil adalah kelompok yang memiliki tempat dan kedudukan tersendiri pada saat itu.1995: 93-94) . Menurut Hobsbawn. Dunia perbanditan merupakan kehidupan dunia ”bawah” atau dunia “hitam” yang selalu menampakkan diri pada saat-saat tertentu. bandit adalah seorang dari anggota kelompok yang menyerang dan merampok dengan kekerasan. Bandit biasa Merupakan seseorang yang melakukan kejahatan dengan merampok tanpa latar belakang apapun. 2. pihak pabrik dan perkebunan. Dalam Peristiwa Tiga Daerah kelompok yang di pimpin Kutil adalah kelompok Leggaong (bandit) yang tumbuh dan berkembang pada saat itu. seorang sejarawan sosial Inggris yang menyatakan bahwa. anti pemerasan oleh pihak penguasa. Istilah bandit di bedakan menjadi dua: 1. Idiologi perbanditan pada umumnya bersifat sekuler yang merupakan gerakan anti ekstorsi. Kelompok yang muncul akibat sikap ketidak puasan atau sebagai wujud ketidak setujuan masyarakat terhadap tatanan yang ada. tuan tanah.27 “bawah” atau dunia “bengkok” yaitu dengan membalikan nilai-nilai dari dunia “Lurus”. Kelompok Leggaong/bandit. mereka menganggap mereka mampu menentukan nasib mereka sendiri.

jawara yang mempunyai komunitas kuat di dukung oleh masyarakat. masyarakat mempunyai rasa ketakutan dan berusaha untuk menerima tindakan walaupun menentang hukum. Musuh.28 Hobsbawn mengemukakan juga bahwa Bandit merupakan istilah untuk menyebut Individu atau kelompok yang menentang hukum. karena dengan peran tersebut. Seorang yang mendapat keuntungan dengan tidak wajar. Seorang yang mencuri. (Suhartono. Kelompok sosial ini memainkan peranan politik dan mempunyai kedudukan istimewa di mata masyarakat. perbanditan Pedesaan lebih menitik beratkan hal-hal yang sifatnya riil dan Ekonomis. yang di maksud gerakan sosial lebih menitik beratkan pada gerakan sosial keagamaan. perbanditan disini dapat dimasukan dalam gerakan sekuler (Suhartono. jago. 2004: 222) Perbanditan bukan semata-mata gerakan Antiekstorsi seperti pendapat Sartono Kartodirjo.1995:103) Di pandang dari Idiologinya. karena mencerminkan nilai moral sebagai aksi protes di tingkat lokal. 4. . Hobsbawn juga membedakan 4 istilah bandit yaitu: 1. artinya menghadapi kepentingan primer yang merupakan hajad hidup bersama dalam masyarakat pedesaan.1995:105) Perbanditan di pandang sebagai pahlawan. membunuh dengan cara kejam dan tanpa rasa malu (gangster) 3.(Ibrahim. Perampok berkawan 2.

menumpuk di gudang-gudang tak digunakan. penjual makanan. Gerakan yang di lakukan adalah berupa aksi dombreng yang intinya gerakan ini merupakan tindakan membuat malu para pejabat yang korup di depan umum. Pejabat pemerintah Pangreh Praja tidak segera membagi-bagikannya kepada masyarakat. berton-ton padi yang di setorkan setelah panen (Mei-Juni 1945) di Tiga Daerah. terutama Kutil (Lucas. Pergantian pemimpin Praja di pimpin oleh masyarakat yang berasal dari berbagai lapisan diantaranya: pedagang. Kelaparan dan Kekurangan yang di alami rakyat selama masa Penjajahan Jepang tidaklah menjadi lebih ringan. seperti di kecamatan Talang terkenal . mereka menunggu perintah terlebih dahulu dari atasan. Gerakan perbanditan ini mempunyai struktur dan pemimpin walaupun bentuknya tradisional. tukang besi dan penjual Jamu. Hal itulah yang menjadikan kemarahan masyarakat bertambah.1995:101) Kemunculan leggaong di daerah Tegal seringkali memberi rasa takut di desa-desa yang di tempati para leggaong. Petani miskin. adanya struktur menunjukan hubungan antara satu bagian dengan bagian lain yang merupakan ikatan atas bawah secara hirarkhis (Suhartono.2004:147) Pengaruh Leggaong/bandit dalam Revolusi memang jelas karena mereka adalah golongan yang memimpin aksi Dombreng dan sebagai kelompok penggerak revolusi kemerdekaan di pedesaan. disebabkan oleh hilangnya Pemerintahan Jepang di Tegal serta adanya pergantian pemimpin praja di beberapa Kecamatan dan Kawedanan.29 Revolusi sosial yang terjadi di Tegal kurang lebih dua setengah bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan tepatnya bulan Oktober 1945. Penjahit.

Kyai Makdum adalah teman Kutil. Kutil tidak punya Jimat. baik bagi kaum Leggaong maupun bagi Kaum Revolusiner (Wawancara dengan Bapak Wastap. Dia dianggap mempunyai kekuatan doa-doa. Banyak pemuda AMRI memakai selempang Janur kuning sebagai lambang perlawanan dan pemberi kekebalan serta penangkal roh jahat.30 dengan jagoan yang bernama Kutil yang bernama asli Syakyani sebagai tukang cukur. tidak hanya itu. Karena langkanya senjata api (hanya dua orang tokoh AMRI. mereka juga membawa bambu runcing yang sudah diberkati. Kedekatan Kyai Makdum dengan Kutil memunculkan anggapan bahwa Kyai Makdum adalah guru Kutil dan seperti anggapan masyarakat pada umumnya Leggaong mendapat kekuatan magisnya dari seorang Kyai terkenal. dan keberhasilannya mempengaruhi masyarakat sehingga ikut dalam gerakannya. tidak mengenai sasaran. ataupun doa-doa. Segelas air putih yang diminum dipercaya akan memberikan keselamatan. Kekuatan pada dirinya terletak pada keberaniannya membunuh siapa saja yang dianggap musuh. Azimat tersebut berupa pandonga slamet (minta doa selamat) Kyai Makdum memberikan segelas air putih untuk diminum sebelum berangkat. lainnya disamping Kutil yang memilikinya) adanya perlindungan semacam itu dirasa lebih penting artinya. Keselamatan yang dipercaya misalnya apabila akan ditembak dengan sendirinya tembakan akan meleset. kepada Kyai inilah kelompoknya meminta nasihat dan mendapat azimat dan mantra. Kyai Makdum memiliki kekuatan istimewa dan dapat menyembuhkan orang sakit. jimat dan dianggap Ratu Adil sebagai dampak gejala Messianisme. . Juni 2006).

Bahkan pengikutnya pun terdiri dari tidak hanya orang-orang dari golongan bawah saja melainkan juga orang-orang dari kalangan agama yang notabene namanya sudah . Kutil tampil sebagai jagoan Republik (walaupun disiang bolong) yang ingin membalas dendam atas perlakuan para pejabat semasa penjajahan Jepang (Wawancara dengan Bapak Karso. muda apabila dianggap bersalah dengan tidak segan-segan dia akan membunuh dengan cara yang kejam. Adanya orang-orang yang dengan sendirinya muncul yang mampu menggerakan massa/masyarakat lebih dari ribuan. tua. masa revolusi sosial yang terjadi kurang lebih tiga bulan. karena dia merasa sebagai seorang pahlawan yang disanjung-sanjung rakyat. tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Dukungan rakyat terbukti dengan tidak ada satupun orang yang berani dengan dia apalagi menentangnya dan setiap tindakan maupun perintahnya benarbenar dijadikan hukum oleh masyarakat pada saat itu. Kutil mengangkat dirinya sendiri. tidak pandang bulu. merasa besar didukung sepenuhnya oleh rakyat.31 Pengaruh Kutil dalam revolusi sosial adalah melakukan protes sosial dengan memimpin aksi dombreng dan mengerahkan massa. Perbanditan yang terjadi di Talang jelas terlihat. Pengangkatan dirinya sebagai Kepala kepolisian tidak dilakukan oleh masyarakat. menunjukan bahwa perbanditan pada masa pendudukan Jepang sudah di mulai. Tindakan yang dilakukan Kutil adalah tindakan seorang yang arogan. sebagai bentuk kebencian rakyat terhadap Pangreh Praja serta pengangkatan sepihak dirinya sebagai kepala kepolisian Tegal. Juni 2006).

Namun demikian agaknya belum dianggap cukup. Hilangnya kekuasan Jepang mengakibatkan adanya vacuum kekuasaan. mereka dengan mudah ikut bergabung dengan para Leggaong. dan menyebabkan munculnya petualang-petualang politik yang sengaja mengambil kesempatan dengan menyebarkan isu-isu untuk menghasut rakyat guna kepentingan golongannya sendiri.32 tidak di ragukan lagi di daerah masing-masing. dan suarasuara yang santer menginginkan digantinya anasir-anasir pimpinan pemerintahan . jika berani menghindar hukuman berat menanti. Berkobarnya Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 Masa Revolusi kemerdekaan 1945 merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai dan menegakkan kemerdekaan yang dimulai sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. maka untuk mendampinginya dibentuklah Komite Nasioal daerah (K.I.N. Kelompok Kutil sengaja menggunakan Islam dan Ulama sebagai kekuatan ajarannya karena mereka menganggap bahwa Islam merupakan kekuatan politis yang besar di Indonesia.Daerah). Secara resmi pangreh praja dan kepolisian peninggalan pemerintah Jepang masih berkuasa. Didahului masa pendudukan Jepang yang singkat (1942-1945). Tenagatenaga sukarela seperti Romusya yang merupakan kewajiban dari seluruh penduduk dan keharusan menyerahkan hasil padi bagi para petani telah mengakibatkan kebencian rakyat kepada pemimpin pemerintah bangsa sendiri. Disamping itu juga hubungan kekeluargaan antara masyarakat sudah tidak serasi. D. Anggota keluarga masing-masing mempunyai tugas dan kewajiban yang tidak dapat ditinggalkan.

dan tidak berperikemanusiaan. Rahardjo :Bupati Brebes :Bupati Tegal :Bupati Pemalang Mereka semua dianggap sebagai antek-antek Jepang atau Agen-agen Koloni Belanda (NICA) bahkan dalam Agetasinya dalam suatu rapat di Brebes Sukirman dalam mengartikan BKR sebagai Badan Keamanan Residen. R. Mr.Slamet Sunaryo 5. Sarimin Reksodihardjo 4. namun prokemerdekaan dan tindakannya semata-mata untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Sungeb Reksoatmodjo :Wali Kota Tegal 3. pergantian pejabat-pejabat pemerintah yang dianggap NICA serta pembunuhanpembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap bersalah maupun orang-orang yang dianggap menghina republik semuanya terlebih dahulu melalui komandonya. dijadikan tokoh utama dalam setiap gerakan. razia. Berkobarnya Revolusi Sosial di Tegal terjadi bersamaan dengan munculnya tokoh Kutil yang terkenal dengan tindakannya yang tidak mengenal hukum. penyerbuan terhadap kantor-kantor pemerintah maupun perusahaan-perusahan. menangkap. Aksi-aksi mulai timbul yang ditujukan pada diri: 1. menyiksa bahkan membunuh pimpinan-pimpinan daerah yang dianggap bersalah. Kutil pada masa revolusi sosial di tegal. Gerakan massa rakyat dimulai dengan melakukan tindakan-tindakan kejam. Besar :Residen Pekalongan 2. .33 yang selama pendudukan Jepang sudah memegang pimpinan. R. sadis.

pada tanggal 7 Oktober malam hari. Revolusi sosialpun telah dimulai. Sesudah diarak. Sebelum perang. Camat yang sedang pergi membuat suasana semakin tegang. suami istri ini diarak. Raden Mas Harjowiyono dengan pakaian resmi keluar menghadapi rakyat yang mengancam akan membunuhnya. Wakil camat adik Bupati Pemalang berusaha menenangkan suasana. bila lurah tidak mau keluar. Pemalang selatan. mereka dihina dan diperlakukan seperti ayam. dipaksa minum air mentah dalam tempurung kelapa . namun rakyat yang berkumpul malah menjadi marah dan melempari gedung dan tempat penyimpanan padi dengan batu. Revolusi sosial dimulai di Desa Cerih. Rumah “Den Mas” Harjowiyono. Yang terkenal dengan pusat gerakan radikalnya. sehari setelah korban-korban akibat perlawanan dengan konpeitai dimakamkan di Pekalongan. Rakyat mengancam akan membakar rumah itu. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah setempat sudah tidak punya waktu lagi untuk bertindak. diiringi bunyi gamelan milik lurah yang melambangkan kedudukan dan kekayaannya. karena pada akhir minggu kedua bulan Oktober tindakan pemerintah untuk membagi-bagikan padi dirasa sudah terlambat. sedangkan istrinya diberi kalung padi. Awal bulan Oktober rakyat meminta agar padi dibagikan. Di tiga daerah ketegangan yang serupa terjadi dimana-mana. dikepung oleh rakyat. Ia dilucuti dan diberi pakaian goni. Pada pagi harinya. dan beliau menanyakan kepada mereka apa kesalahannya. daerah miskin penghasil singkong di wilayah perbukitan Tegal selatan. lurah desa Cerih.34 Revolusi Sosial di Tegal di dimulai dengan ketegangan yang terjadi dalam satu rapat di Kecamatan Moga.

pemeriksaan. dokar maupun dengan kendaraan bermotor mereka. Kelompok pemuda ini juga memberlakukan ketentuan. naik sepeda. diberhentikan dan diperiksa satu persatu dengan cara yang tidak teratur dan apabila dalam pemeriksaan tersebut dijumpai seseorang anggota Pamong Praja. Demikian pula bila terdapat orang yang membawa barang-barang atau pakaian yang bercorak Merah Putih Biru. pemuda-pemuda di Talang dan Ujungrusi terlihat sangat aktif mengadakan latihan baris-berbaris setiap pagi atas perintah dari pimpinannya dalam rangka persiapan untuk menghadapi musuh Belanda. penggeledahan terhadap orang-orang yang berjalan melewati markas penjagaan Pemuda di Talang. Baik orang-orang yang berjalan kaki. mereka diseret secara beramai-ramai dengan tuduhan NICA kaki tangan Kolonial Belanda. Sebagai inti gerakan ini berasal dari kalangan pemuda yang tergabung dalam Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) dimana Sakyani alias Kutil sebagai pimpinanya.35 dan makan dedak (kulit padi) kemudian lurah dan kelurganya ditahan di kecamatan agar para pemimpin perjuangan setempat. termasuk camat baru (karena camat lama kabur) dapat mengawasinya. kepada siapa saja yang berjalan melewati markas penjagaan Pemuda harus berhenti dan mengangkat tangannya untuk menyampaikan salam MERDEKA! . Revolusi sosial yang terjadi di Tegal dimulai antara tanggal 20-25 Oktober 1945. Latihan rutin yang dilakukan kemudian berubah menjadi beratus-ratus pemuda bergerombol-gerombol dengan membawa berbagai jenis senjata tajam dan mulai mengadakan pemeriksaan. polisi negara langsung diseret dan dibawa ke markas.

Sedang dibidang politik. Keadaan sosial masyarakat Tegal tidak tentram. tegas dalam memerintah. karena aktivitas masyarakat dipusatkan pada usaha usaha mengobarkan peristiwa tiga daerah. Adanya pemimpin yang pemberani. disamping keberanian yang tinggi.36 Dari contoh tindakan diatas menunjukan bahwa begitu besar pentingnya kelompok pemuda dalam menggerakan revolusi. Dampak terhadap Kondisi Sosial Masyarakat Tegal Sejak bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. pemuda yang berjuang bersamanya adalah kunci utama berjalannya suatu gerakan. maupun Politik. Kelompok pemuda di daerah Tegal. sebab kegentingan suasana akibat tanda-tanda adanya perang semakin . E. Sosial. Disamping sosial ekonomi warisan kolonial masih cukup kuat mengakar pada kehidupan masyarakat. Kegiatan sosial masyarakat Tegal sesudah proklamasi kemerdekaan berjalan sangat lambat. adalah tidak dari golongan pemuda namun kelompok itu sebagian besar terdiri dari orang-orang yang usianya sekitar 30-40 tahunan. yang memiliki semangat juang yang tinggi. Dampak Revolusi Sosial di Tegal tahun 1945-1946 1. tindakannya yang cepat dalam mengambil keputusan yang semata-mata untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat disamping dukungan penuh dari seluruh masyarakat. konsolidasi negara Republik Indonesia terutama dalam menghadapi kekuatan militer Belanda dan melancarkan revolusi nasional yang menyebabkan tingkat politisasi masyarakat menjadi semakin tinggi. negara Indonesia dihadapkan pada banyak persoalan baik dibidang Ekonomi.

Status haji dan Kyai dianggap sebagai simbol martabat sosial. Berakhirnya peristiwa tiga daerah mengakibatkan pendidikan masyarakat berjalan baik dan ada sedikit mata pelajaran dari masa pemerintahan Jepang yang dapat dijadikan kurikulum Masyarakat Tegal mayoritas beragama Islam. karena banyak dari anggota masyarakat yang meninggal dalam peristiwa tersebut. Dalam bidang pendidikan masyarakat Tegal mendapatkan kesempatan bersekolah tanpa dipungut biaya. Mutu pendidikan sekolah pada masa ini secara umum tidak meningkat. karena pelajaran yang diajarkan sangat sedikit. dan Kyai. Peran Kyai dan guru agama mempunyai pengaruh yang sangat penting. sehingga banyak pondokpondok pesantren. Meletusnya Peristiwa Tiga daerah menyebabkan pendidikan masyarakat Tegal menjadi kacau dan banyak masyarakat yang tidak sekolah. Guru agama pada saat itu mempunyai kedudukan yang istimewa karena masyarakat pada saat itu menganggap guru agama adalah orang yang pantas dihormati dan merupakan tokoh yang kharismatik. Mereka sering kali diggerakkan untuk melakukan kerja bakti diantaranya seperti membersihkan tempat-tempat umum.37 menjadi nyata. Kedatangan tentara sekutu dari Semarang adalah salah satu faktor yang ikut memperkeruh suasana di Tegal. guru agama. Dampak yang dirasakan oleh masyarakat Tegal pada Peristiwa Tiga Daerah ini adalah kekerabatan yang telah berlangsung lama dalam kehidupan keluarga menjadi terpisah. mencari berbagai tanaman liar untuk diserahkan kepada pihak Jepang. mereka . Jepang meninggalkan Tegal setelah Indonesia merdeka. Hal ini sering dilakukan sehingga pelaksanaan kurikulum secara normal menjadi terganggu.

2. Masalah gizi pada jaman Jepang masih menjadi penyakit rakyat karena kurangnya kontrol dari pemerintah penjajah maupun pemerintah lokal yang kurang memperhatikan kesehatan masyarakat. sehingga Ia dianggap sebagai penghubung rakyat dengan pihak pemerintah. . wedana. Sisa-sisa ekonomi penjajahan masih dirasakan oleh masyarakat bahkan. Pada waktu peristiwa tiga daerah meletus semua aparatur pemerintah tidak berperan. mengumpulkan pajak. Ekonomi perang peninggalan Jepang telah menyebabkan kesengsaraan rakyat yang berlarut-larut dan menimbulkan trauma bagi rakyat.38 dianggap mampu mengurangi tindakan kekejaman ataupun meredakan suasana. Misalnya ketika pemimpin TKR Kol H. Semboyan itu muncul pada saat rakyat tidak bisa mempertahankan haknya karena kedudukan priyayi yang lebih tinggi dan posisi rakyat yang harus mengabdi pada priyayi. Iskandar Idris akan dibunuh. Sehingga masyarakat menghendaki adanya pergantian pemerintahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tegal. Dampak terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Tegal Proklamasi kemerdekaan merupakan masa terjadinya perubahan politik yang berdampak pada bidang ekonomi. Seorang kepala desa berperan sebagai pelindung rakyat. Masyarakat pada waktu itu terkena penyakit busung lapar dengan ciri-ciri perut besar dan buncit. yang berhasil menyelamatkan adalah seorang Kyai. hukum rimba masih melekat pada jiwa masyarakat Tegal. camat termasuk juga kepala desa atau bekel. patih. tubuh kurus kering akibat menderita kelaparan. “Siapa yang kuat dialah yang dapat”. kelompok Elite Birokrasi yaitu aparatur pemerintah seperti bupati. Kelompok lain yang cukup berpengaruh dalam masyarakat adalah para ulama.

terkait karena pemerintah Tegal sebagai wilayah yang mempunyai pengaruh besar terhadap daerah lain. dengan mengakatakan bahwa rakyat dieksploitasi hak-haknya oleh negara dengan melihat kenyataan bahwa tanah yang membentang luas dan hutan yang menghijau merupakan bagian hak milik negara.1995:259) . Kamijaya sebagai golongan kiri yang berhasil menyusup dalam lingkungan masyarakat Tegal memprovokasi untuk menentang pemerintahan. sehingga rakyat harus merasakan apa yang dirasakan negara. antara lain: Periode awal Revolusi (1945-1946) adanya pencarian dana perjuangan ditambah dengan perjuangan melawan musuh lama (Belanda). Karena itu ketika cita-cita ekonomi nasional yang berorientasi kerakyatan dirumuskan dalam konsep Bung Hatta. Usaha itu belum sepenuhnya berhasil mengingat lemahnya mekanisme kontrol pemerintah. prioritas utama perekonomian nasional dalam konsep tersebut adalah pengambil alihan sumber-sumber strategis yang dikuasai oleh penjajah. Salah satu ciri pada tahun tersebut adalah negara dalam keadaan lemah. Keadaan ekonomi masa Revolusi ditandai dengan pencarian dana perjuangan yang merupakan masalah ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia. namun masyarakat dalam keadaan yang cukup kuat. disamping masih dominannya faktor non ekonomi dalam suasana revolusi dan kurangnya modal asing serta kurangnya tenaga kerja yang trampil (Abdullah.39 Keadaan ekonomi yang dijadikan alasan untuk kepentingan politik.

Masyarakat tidak lagi menggarap sawah melainkan bergabung dalam kelompok organisasi penumpasan peristiwa tiga daerah. Golongan Cina menyembunyikan barang-barang kebutuhan yang diperlukan masyarakat. tetapi penduduknya sebagian besar bermata pencaharian sebagai buruh dan petani. Dalam peningkatan perekonomian masyarakat Tegal.1979:98). perdagangan dan industri sebagai akibat adanya pendudukan Belanda di kota-kota Peristiwa (Kutoyo. Tingkat perekonomian masyarakat Pekalongan menurun dan pemenuhan kebutuhan pokok berkurang serta terjadi krisis moral. 3.Penimbunan bahan kebutuhan pokok oleh golongan Cina menyebabkan hargaharga membumbung tinggi. akibatnya bahan-bahan pokok menjadi langka dan harganya mahal. Gabungan Badan Peristiwa Tiga Daerah (GBP3D) membentuk suatu badan ekonomi.Rakyat yang baru merasakan kemerdekaan digoncang oleh adanya Tiga Daerah 2. walaupun daerah itu kaya dengan pabrik-pabrik tekstil dan sumber daya alam. aktifitas perekonomian berhenti. Kota Tegal menjadi kacau. Kondisi ekonomi yang sulit di Tegal dapat dikemukakan penyebabnya yaitu: 1.40 Seperti terjadi di daerah Tegal yang merupakan daerah miskin. bahkan beban ekonomi masyarakat bertambah dengan penguasaan bahan-bahan pokok oleh golongan Cina. Badan .Kurangnya perhatian Rakyat terhadap penggarapan sawah.

41 tersebut digunakan sebagai wadah ekonomi yang secara umum kedudukannya adalah menanggulangi masalah-masalah ekonomi di tiga daerah. 4. Dengan adanya badan ekonomi yang dibentuk GBP3D perekonomian masyarakat Tegal mengalami peningkatan kebutuhan hidup. 7. Menganjurkan Home Industri serta memperbanyak tanaman kapas. Sebagai wadah untuk memperbaiki ekonomi sebelumnya yang dianggap tidak sesuai lagi dengan keadaan yang diharapkan oleh kelompok Kamijaya. Setelah peristiwa tiga daerah berhasil diselesaikan dan masyarakat . Mengambil alih perusahaan angkutan pemerintah pendudukan Jepang (Kunco) ketangan pemerintah 5. Memperluas front kemerdekaan dan front perjuangan sampai ke natura untuk memperbanyak hasil-hasil bumi 6. Menyesuaikan produksi pabrik dengan kebutuhan saat ini. Kondisi sosial ekonomi masyarakat Tegal pada masa proklamasi kemerdekaan sampai dengan peristiwa tiga daerah 1945 sangat terganggu. meskipun distrubusi pangan sangat terbatas. Perekonomian dikoperasikan pada masyarakat kecil. antara lain sebagai berikut: 1. Memberi nama kantor perekonomian dengan kantor perekonomian rakyat (KPR) 8. Pembagian dan pembelian bahan makanan yang diatur oleh badan sentral 3. Mengadakan sentralisasi untuk tiga daerah 2. Menyerahkan tiap pengiriman bahan makanan ke wilayah tiga daerah yang mendapat izin dari KPR daerah 9.

Penduduk sekitar perkebunan banyak bekerja sebagai kuli yang merendahkan derajatnya. Dibidang ekonomi kebutuhan hidup masyarakat tidak dapat terpenuhi dengan cepat karena rakyat tidak berani keluar rumah. Peristiwa Tiga Daerah membawa pengaruh dan dampak bagi masyarakat Tegal. Saluran irigasi sawah diperbaiki. 4. Dengan adanya Kereta Api. Ujungrusi. masyarakat Tegal dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. tempat-tempat penyimpanan padi dan pusat-pusat kebutuhan dikuasai Komunis. Ada yang mulai membuat kerajianan Poci .42 Tegal mulai dapat melakukan aktifitasnya secara perlahan. Kemangten Pagongan. Dukuh Wringin. akan tetapi masyarakat tetap berusaha meningkatkan kebutuhan hidup sesuai dengan kemampuan mereka. 2. Pertanian masyarakat Tegal banyak mengalami kesusahan dibandingkan dengan keuntungannya antara lain: 1. Jalur lalu lintas yang menghubungkan antar desa diperbaiki. pengangkutan jadi lebih lancar dan banyak hasil bumi yang dijual ke daerah lain. Pendirian pabrik-pabrik gula Pangkah. dan Kemangtran menampung tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran. Dilihat dalam kenyataannya kehidupan petani biasa dalam segi ekonomi. 3. Balapulang. Tahun 1946-1947 masyarakat Tegal masih merasakan akibat dari peristiwa tiga daerah. Berakhirnya Peristiwa Tiga Daerah menjelang tahun 1946-1947 para pejabat pemerintahan yang baru. mengadakan program perkebunan seperti perkebunan kopi dan tebu untuk mencukupi kebutuhan rakyat Tegal.

Campur tangan pemerintah Jepang terhadap Korp pangreh Praja merupakan bentuk-bentuk penetrasi politik dan depolitisasi terhadap lembagalembaga politik tradisional di pedesaan. Menuntun dalam upaya peningkatan padi b. disamping mempunyai tugas tradisional pangreh praja juga memiliki kewajiban antara lain: a. Keadaan sosial ekonomi seperti yang telah diuraikan. Wedana. sangat mempengaruhi perkembangan politik di daerah Tegal. makanan dan sumber tenaga dapat lebih mudah. Pengumpulan padi . Dampak Terhadap Kondisi Politik Masyarakat Tegal. Oleh sebab itu upaya Jepang mengeksploitasi sumber bahan mentah. Mengawasi tanaman baru c. 3. Kepala desa diangkat berdasarkan kriteria tertentu secara demokratis.43 (tempat teh) untuk memenuhi kebutuhan keluarga Pangreh Praja dan para pejabat pemerintahan Tegal dan ada juga yang sudah mulai berdagang di pasar walaupun hanya sedikit orang yang berjualan. Pada masa pendudukan Jepang proses pemilihan dan pengangkatan kepala desa. Tatanan kehidupan politik tradisional di pedesaan. Bupati diharuskan mengerti administrasi pemerintahan dan sekaligus menyingkirkan orang-orang yang tidak mendukung sistem pemerintahan Jepang. Kepala desa berperan penting. Dalam bidang politik pemerintah Jepang ikut campur tangan dalam struktur pemerintahan sampai tingkat pedesaan. pemerintahan Jepang dengan orientasi ekonominya telah melanggar batas-batas otonomi pemerintah desa.

Perekrutan Romusha e. Pengorganisasian tenaga kerja f. Masyarakat menganggap merekalah yang menyebabkan timbulnya penderitaan dan kemiskinan. masyarakat mempunyai penilaian negatif terhadap pangreh praja. Akibatnya timbul kebencian masyarakat terhadap pamong praja pada waktu itu. akibatnya para pejabat tidak mempunyai wibawa dan pemerintah sendiri tidak mampu menghentikan kesewenang-wenangan yang muncul. Gejolak banyak muncul dan terjadi antara golongan pangreh praja dan golongan pemuda dengan aksi gerakan daerah. Hidup rakyat selama penjajahan Jepang selalu tertekan dan penuh kekurangan dan mudah menerima hasutan yang dilakukan oleh agigator-agigator komunis. Pejabat di daerah-daerah pada umumnya bersikap pasif. Mereka juga menuntut penggantian pejabat-pejabat peninggalan jaman Jepang. sebab pangreh praja yang semula merupakan sumber pengayom bagi masyarakat berubah menjadi alat pendukung atau antek-antek Jepang dalam pelaksanaan ekploitasi. Pemerintah tidak menjelaskan makna kedaulatan rakyat kepada rakyat. Tindakan yang dilakukan adalah mengeluarkan agitasi untuk mengeruhkan suasana. Sistem politik Jepang menciptakan pemerintahan daerah yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.44 d. Mengawasi koperasi pertanian Melihat kewajiban kepala desa atau pangreh praja tersebut diatas. lemah dan bingung. .

Sarjio mengeluarkan pengumuman bahwa pemerintah daerah karesidenan Tegal telah menyerah dan jatuh ketangan rakyat. Pembentukan Tonarigumi (RT / RW) membentuk persatuan dan kerja sama antar sesama warga. Pangreh praja yang telah dipilih diharapkan mampu melaksanakan tugas sesuai dengan jabatannya. dan Camat untuk menggantikan pejabat lama yang berasal dari masa pemerintahan Jepang.45 Masyarakat Tegal mengadakan pemilihan pangreh praja atau pemerintah daerah yang sah dan disetujui oleh masyarakat Tegal. karena mereka menganggap pemerintahan yang baru terbentuk masih mendapat pengaruh feodalisme penjajah. Wedana. tetapi pengaruh dibidang pemerintahan yang masih dapat kita rasakan sampai sekarang adalah: a. Tujuan GBP3D pada dasarnya adalah membuat pemerintahan karesidenan yang demokratis. Pemerintah baru berprinsip demokrasi dan keluarga. Pada tanggal 11 Desember 1945. Pengangkatan terhadap pangreh praja telah dilakukan. Pengaruh pemimpin agama sangat dibutuhkan untuk meredakan situasi. Pada tanggal 11 Desember itu juga. semua sebutan dan gelar kepriyayinan harus diganti. Jabatan kepala desa tidak dapat turun temurun akan tetapi melalui tes terlebih dahulu dan dipilih rakyat. dimana semua . b. c. pemindahan kekuasaan administratif karesidenan oleh staf pengoperan pada pemerintahan baru masih berlanjut. Adanya pengangkatan Pangreh Praja oleh masa rakyat menunjukkan bahwa mereka membutuhkan pemimpin baru yang diharapkan sesuai dengan situasi baru. Strkturisasi yang dibentuk pada masa pemerintahan Jepang masih tetap ada sampai sekarang walaupun istilahnya berbeda. Sejumlah Kyai diangkat menjadi Bupati.

dengan Panglima Letkol Darwis Djamin. Pada tanggal 1 Maret 1946 terbentuklah BPRI Resimen Pusponegoro. 1989:249- bermasyarakat dan mendekatkan hubungan antara pemerintah dengan rakyat. dengan Komandan Resimen kosim Nachrawi.(Lucas. Pergantian pejabat karesidenan Pekalongan sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup “ Saudara” atau yang lazim digunakan. dan mempunyai wibawa. Pemerintah membentuk badan-badan perjuangan bersenjata yaitu: 1. Sebutan “paduka” atau “Ndoro” diganti dengan “Bapak”. jujur. sebagai Koordinator/ Komandan Resimen Moh. Berakhirnya Peristiwa Tiga Daerah dan pemerintah membentuk susunan pemerintahan baru dan pangreh praja baru yang diinginkan masyarakat yaitu pemimpin yang adil. 2. terbentuklah Resimen Hibullah Tegal. maka pada tanggal 1 Januari 1946 terbentuklah Resimen XIII Tegal dengan Komandan Resimen Letkol Rachim Gondo Suwito dan sejak saat itu TKR di Tegal tidak lagi masuk ke dalam Resimen XVII Pekalongan melainkan berdiri Resimen tersendiri dan masuk ke dalam devisi II / Sunan Gunung Jati.46 hubungan antara pejabat dan rakyat harus didasari oleh prinsip tersebut. Setelah Peristiwa tiga daerah berakhir. Demikian pula TKR laut telah disempurnakan dan terbentuklah ALRI Pangkalan IV Tegal.1968:30). Pada tanggal 15 Januari 1946. cirebon(jarahdam VII. Yunus Pusponegoro 3. sedangkan panggilan “Bung” diganti dengan 250) Dengan Perubahan pemerintahan Tegal masyarakat mengharapkan pemimpin yang demokratis adil dan bijaksana serta dapat meningkatkan struktur pemerintahan yang sehat. Menyusul kemudian terbentuk Laskar Rakyat Jawa Barat Karesidenan Pekalongan .

Ciater dan Front Bandung Timur. d. Ujung Berung. Resimen XIII Tegal ke front Bandung Utara. a. e. Resimen Hisbullah Tegal. Resimen XIII Tegal. ALRI Pangkalan IV Tegal serta badan-badan perjuangan bersenjata di Tegal dengan secara bergantian mengirimkan pasukan-pasukannya ke berbagai front di daerah-daerah yang telah diduduki oleh Belanda. Laskar rakyat Tegal. dan front Semarang Barat. dengan Pimpinan Zubir Sejak bulan Maret 1946. ke Front Karawang Timur dan Front Semarang Barat ( Jarahdam VII. ke front Bandung Utara. b. Lembang. c. Cileunyi. 1968: 31) Dengan dibentuknya badan perjuangan diatas keadaan politik daerah Tegal menjadi lebih aman dan sistem pemerintahan yang stabil dan dinamis. ke front Karawang Timur. . Lembang-Ciater. dan front Semarang barat bagian Selatan. BPRI Tegal. ke Front Semarang Barat bagian Utara. ALRI Pangkalan IV Tegal.47 di Tegal.

penjual jamu. Seperti badan-badan perjuangan lainnya. penjual makanan. petani miskin. Gerakan ini mempunyai dua markas. sedangkan Markasnya yang kedua di Talang menggunakan Bank Rakyat Talang sebagai Markas terdepan (operasi) (wawancara dengan Bapak Karso. Revolusi sosial di Talang mulai lebih awal dari pada di tempat-tempat lain dan tujuan AMRI bentukan Kutil dimasa Revolusi Sosial adalah pembagian kekayaan. Kutil membentuk organisasi yang bernama AMRI. penjahit. Kemudian melakukan pengejaran terhadap agenagen NICA. tetapi orang kaya yang berpendidikanpun tunduk dan patuh pada tindakan dan perintah yang dilakukannya. Gerakan yang dia pimpin mengatasnamakan Angkatan Muda Republik Indonesia. tugasnya ditetapkan sendiri oleh dia yaitu mencari sisa-sisa orang Jepang dan melucutinya. Masyarakat yang ikut dalam gerakan Kutil dengan sendirinya masuk menjadi anggota AMRI diantara anggotanya adalah para pedagang. Tujuan lain adalah menumpas setiap orang yang dicurigai menjadi agen 16 . juni 2006). seorang pemimpin yang dalam setiap perkataannya didengar tidak hanya oleh orang-orang golongan pribumi yang berpendidikan rendah saja. markasnya yang pertama berada di Ujungrusi digunakan sebagai pusat pertahanan.BAB IV PERANAN KUTIL DALAM MENGGERAKAN REVOLUSI SOSIAL A. selain dijadikan sebagai The Great Man. Munculnya Tokoh Kutil Dalam Revolusi Tiga Daerah pengaruh Kutil sangat besar. Bulan Oktober 1945. tukang besi.

Asrama Polisi. Munculnya Kutil menjadi awal terjadi dan munculnya pembunuhanpembunuhan sadis yang dia lakukan. Camat dan Bupati sendiri. di percaya rakyat secara penuh dan tindakannya untuk kemakmuran rakyat. dan merasa dirinya sebagai pemimpin karena di puja-puja. Sedangkan tujuan jangka panjang kelompok ini tidak jelas. kereta Api yang lewat pada saat itu dihentikan. Kelompok Kutil mengatakan Pangreh Praja dengan sebutan Kaum Plontos. Ada juga yang dirazia di kantor-kantor. Pada saat itu pegawai-pegawai pemerintah menggunakan Blangkon dan setiap akan masuk kantor mereka berjalan dengan membungkukan badan dari halaman Kantor. Karena mereka menggunakan blangkon. Di setiap desa diberlakukan sama seperti itu (Wawancara dengan Bapak Karso. semakin besar pengaruhnya. sampai kedalam Kantor. Tindakannya yang pertama adalah mengadakan Razia umum. Juni 2006). diseret. kereta penumpang jurusan Purwokerto dan Tegal di razia yang kelihatan pegawai diturunkan. yang dianggap sebagai pengkhianat. Namun ditunjukkan juga kepada Polisi. camat-camat yang menentang dicopot. seakan-akan mempunyai kharisma yang begitu besar. sasarannya tidak hanya ditunjukkan untuk golongan Pangreh Praja saja. wilayah yang . makin tebal keyakinannya. Aksi penyerbuan yang dilakukan kelompok Kutil dan komplotannya dimulai pada Bulan November 1945 (Peristiwa-peristiwa anarkhis sudah dimulai dari tanggal itu). Ia mengangkat. Ia seakan-akan diangkat oleh massa.17 NICA. di tombrengtombreng ke jalan dan banyak juga yang dibunuh. Lurah-lurah. Kutil muncul sebagai pemimpin pada saat itu.

dimulai dengan tindakannya yang berani menganiaya dengan cara yang tidak berperikemanusiaan. Singa akhirnya meninggal dengan cara dimasukan dalam lubang yang telah dibuat oleh orang-orang Cina di dekat jembatan Kaligung dan dikubur hidup-hidup (Wawancara dengan Bapak Sadum. tindakan Keji dan brutal dari Massa pemuda pimpinan Syakyani ternyata tidak ada yang menuntut. Mereka di haruskan . baru setelah babak belur ditanya.18 diserang diantaranya. Brebes. sehingga samurai (pedang panjang) tidak mempan walaupun berulang-ulang diarahkan pada tubuhnya. setiap orang di dobrak untuk keluar dari rumahnya kecuali orang yang sudah tua dan sedang sakit. Korban pembunuhan pertama adalah menimpa diri seorang anggota polisi negara yaitu Singa. Kejambon. mereka kemudian berani melakukan tindakan pembunuhan (Wawancara dengan Bapak Sahmad 2006). Pemalang dan kemudian Batang diserbu oleh rakyat bersenjata dan dilucuti senjatanya. Ia dan anak buahnya mulai mengadakan tindakan teror kepada rakyat. Margasari. Kutil sebagai pemimpin gerakan. ia dicincang di tiang listrik dan dipukuli secara beramai-ramai. dia adalah orang yang paling sulit dibunuh karena Singa dianggap Mempunyai alat-alat kekebalan semacam Jimat. hal ini membawa akibat tindakan –tindakan yang lebih brutal dilakukan Syakyani. Opsichter bengkel KA Tegal. Dengan anggapan bahwa tindakantindakan mereka tidak akan mendapatkan hukuman dari yang berwajib. mau ikut siapa? Setelah dijawab mau ikut Kutil barulah dia dilepaskan. Seperti yang dialami oleh diri Ruslim. Rumahrumah penduduk di teror dan di gedor. Juni 2006). sebagai komando dalam setiap pembunuhan-pembunuhan.

Gerakan ini mulai bergerak menyerbu kantor-kantor Kecamatan. Ali. Moh. Sidik dari pemuda API 3. Pada saat itu. dalam waktu yang relatif singkat segera meluas dan menjalar ke daerah-daerah lainnya dan meledakkan gerakan Rakyat Tiga Daerah. Kawedanan. kecuali wedana Balapulang yang tertangkap dan akhirnya di bunuh. R saleh 2. dan menyerbu Kantor Polisi di Kejambon dengan melucuti senjatanya. Perbanditan pada saat itu situasinya memuncak menjadi lebih gawat dan timbul Pembunuhan lagi yang ketiga kalinya terhadap: 1. praktis seluruh daerah Talang di kuasai massa rakyat. . Juni 2006). mereka tidak luput dari sasaran pembunuhan Sakyani (Wawancara dengan Bapak Ruslim. jalan raya Talang yang biasanya di gunakan lalu lintas umum jurusan Tegal-Purwokerto menjadi tertutup. sehingga mengakibatkan para pejabatnya melarikan diri. Kejadian-kejadian tersebut. di bunuh secara beramai-ramai oleh massa Rakyat di desa Pesayangan Talang. beribu-ribu massa Rakyat membanjiri jalan besar Talang menunggu komando dari Algojonya Kutil dan sejak saat itu pula Massa pemuda yang brutal itu kemudian memblokade jalan ke jurusan selatan Slawi. karena tidak ada lagi kendaraan yang berani lewat di jalan tersebut.19 untuk mengikuti gerakan-gerakannya dan kepada siapa saja yang tidak mau mengikutinya apalagi menentang. karyawan Pabrik Texin Tegal Ketiga orang tersebut.

oleh massa Rakyat dia dinggap tidak menyetujui gerakan rakyat. Dastra adalah terkenal sebagai seorang Jagoan sehingga kalau berbicara di muka umum seenaknya sendiri. Tanggal 10 Oktober Camat R. Camat Adiwerna dengan berseragam lengkap. sulit untuk dapat di kendalikan. dan pada setiap malam harinya terjadi penculikan-penculikan. Camat yang masih muda dan belum berpengalaman. Seperti yang menimpa Dastra dari desa Harjosari Adiwerna. pembakaran-pembakaran rumah. penduduk di kecam ketakutan setiap hari terdengar berita kematian karena ulah keji massa rakyat pimpinan Syakyani. kepalanya pecah meninggal seketika. Dalam situasi yang demikian orang tidak boleh berkata keliru atau secara bersenda gurau sekalipun dengan teman sendiri. Ia langsung di seret dan di pukul kepalanya dengan pukul besi. kecuali apa yang di katakan oleh Kutil dan komplotannya harus di jawab dengan suara gemuruh MUFAKAT_MUFAKAT (Wawancara dengan Bapak Sahmad Juni 2006). Situasi sudah benar-benar gawat. . massa Rakyat sudah menjadi meluap-luap.20 Situasi di luar kota Tegal setiap hari selalu timbul huru-hara/keributankeributan pengejaran-pengejaran dan penangkapan-penangkapan terhadap lurah. di depan Makam Kuno Tegal Arum.Suparto Sastrosuworo.M. berbicara di depan umum di Lemah Duwur. Kejadian ini terjadi di Markas Pemuda Ujungrusi. Sebab salah-salah bisa dianggap menentang sehingga pada waktu itu orang-orang menjadi terdiam diri tidak berani berkata apa-apa. Pegawai Pamong Praja dan Kepolisian Negara dengan jalan beramai-ramai memukul kentongan dan timbul penyembelihan-penyembelihan terhadap orangorang yang di anggap menentangnya.

Ia mendapat surat dari pimpinan API yang mengatakan bahwa harta milik keluarganya dapat diambil di markas API Kejambon dengan sebuah truk pinjaman dari kantor Kabupaten. karena di setiap 25 meter ada rintangan jalan dari kayu atau bambu. Di pinggir-pinggir jalan banyak orang dan anak-anak yang membawa bambu runcing. Camat Adiwerna dibunuh diseret menuju Lorong kepalanya pecah karena ada orang yang tidak sengaja menginjak rambut yang sudah gembel akibat darah yang sudah kering karena banyaknya darah yang keluar. Kaki orang tersebut dengan cepat-cepat orang itu angkat dan ternyata kepala Camat Adiwerna pecah. Setelah selesai pidato. Slamet berangkat ke Markas API dan Ia tak pernah kembali. Juni 2006). Ia di bunuh sangat Keji dan brutal dengan cara di tangkap dan di ikat kedua tangan dan kakinya kemudian di angkat dan di jatuhkan di atas batu besar berulang-ulang kali sehingga meninggal seketika. Contoh lain dari tindakan kelompok Kutil yaitu dengan brutal menjarah dan membunuh orang-orang yang sebetulnya mereka tidak tahu apa-apa. Suparto tidak segera meninggalkan rapat dan Ia di bunuh setelah rapat berakhir. semua orang yang lewat . Keadaan sepanjang jalan utama ke Adiwerna waktu itu sepi sekali tidak ada kendaraan lewat. memang telah di desas-desuskan di Jakarta. Berita-berita semacam itu.21 Ia mengatakan bahwa Presiden Sukarno telah di tahan oleh NICA yang baru saja mendarat bersama-sama pasukan Inggris di Jakarta pada tanggal 29 September 1945. Slamet (23 tahun) anak sulung Wedana Adiwerna menjadi sasaran amarah kelompok Kutil. Sebelum dibunuh Camat tersebut minta untuk diperkenankan Adzan terlebih dahulu ( Wawancara dengan Bapak Sadum.

pengaruh Kutil sangat besar. . Slawi sebagai pusat gerakan. Rakyat mulai terpengaruh oleh hasutan-hasutan dari para petualang politik yang mendalangi gerakan rakyat tiga daerah. Daerah Pemalang meliputi Pemalang kota. Petarukan dan Comal dengan pimpinan Supangat dan Idris. Masyarakat dengan sendirinya dengan penuh sukarela ikut bergerak dan berjuang bersama. Jatibarang. Cara Kutil Menarik Simpati Dalam Revolusi Sosial yang terjadi di Tegal. Di Brebes meliputi Brebes kota. maupun janji-janji yang Kutil berikan. B. Di setiap pos jaga terkumpul meja kursi dan barang-barang rampasan dari orang-orang cina yang melewati pos itu. Adiwerna. ketua KNI Brebes. itu terbukti dari banyaknya orang-orang yang menjadi pengikut dan ikut dalam gerakan yang Ia pimpin.22 harus memberi salam “Merdeka” kepada mereka. namun dia hanya mengumumkan di depan umum bahwasanya akan diadakan penyerangan-penyerangan terhadap orang-orang yang tidak ikut. orangorang yang tidak ikut dengan sendirinya dianggap adalah pengkhianat dan langsung di bunuh ataupun didombreng ke muka umum. Daerah-daerah yang sudah terpengaruh ketika itu adalah kecamatan Talang. tidak ada paksaan. Masyarakat pada waktu itu berada dalam keadaan dan situasi yang sulit penuh ketakutan dan kekhawatiran karena makin banyaknya orang-orang yang di bunuh oleh massa pimpinan Kutil. Losari Timur dan Tonjong dengan Pimpinan Binadji. Ia tidak menggunakan cara-cara kekerasan fisik.

Tua. ataupun orang Pribumi yang dianggap sebagai pengkhianat dan orang-orang yang dianggap melecehkan Republik (Wawancara dengan Bapak Taim. Juni 2006). Mereka bergabung ikut mengeksekusi menghukum orang-orang yang dianggap Probelanda. orang tersebut di suruh naik di Podium dan diperlihatkan pada massa dan secara serempak massa rakyat selalu mengatakan SETUJU! Gerakan bisa menjadi besar dan membuat anggotanya bertambah banyak. Karena tindakannya yang menakutkan itulah dengan sendirinya. Dia berdiri diatas Podium dan menyebutkan nama-nama orang yang akan dibunuh. muda kecuali orang yang sedang sakit. berjalan di jalan raya dan bergabung dengan massa lainnya.23 Setiap akan mengadakan pembunuhan. Ia mengadakan rapat terlebih dahulu di Bank Rakyat (bank BRI cabang Talang sekarang) yang dijadikan markas gerakannya. bahkan apabila orang itu sudah dalam penyekapan. khususnya dari Masyarakat adalah dengan membunyikan dan memukul kentongan dalam istilah bahasa Tegal dikenal dengan “Tung Tung Grumbung” Yaitu membunyikan kentongan di sepanjang jalan dan dengan sendirinya masyarakat keluar dari rumah. Walaupun pada akhirnya di tengah-tengah perjalanan Masyarakat yang . masyarakat apabila terdengar ada aba-aba dan Kutil mengatakan SIAP! Pasti masyarakat akan selalu SIAP mendukung gerakan tersebut. Ia tidak segansegan untuk membunuh orang tersebut. Secara umum Kutil tidak memaksa dan menggedor-gedor turun sendiri dari rumah-kerumah dan mengatakan “harus ikut” namun apabila Kutil melihat sendiri ada masyarakat yang tidak ikut bergerak pada saat itu juga.

Gerakannya pada saat itu memegang pengaruh yang sangat besar. kentongan kayu (atau apa saja) yang dipukul oleh para pengaraknya. yang pertama digunakan adalah senjata yang dibuat dari bahan bambu yang diruncingi yaitu bambu runcing atau pada saat itu masyarakat menyebutnya dengan nama cocolan. Laki-laki itu diarak dijalan raya dengan diikuti massa yang berada dibelakang dengan membawa kaleng kosong. Sebagai contoh pada saat itu sudah dilakukan pendombrengan pada seorang laki-laki yang ketahuan selingkuh. Hukum yang berlaku pada masyarakat saat itu adalah hukum “Tombrengtombreng” suara pukulan dari kaleng kosong.24 tidak setuju dengan gerakan itu meninggalkan rombongan massa dan berjalan kearah yang lain. Ia diperintahkan hanya menggunakan celana pendek. atau tanda bahaya lainnya. dengan muka yang di coret-coret menggunakan angus. Ia bertindak sebagai pemimpin gerakan yang memberikan Komando. Ada beberapa senjata api hasil rampasan tentara Jepang dan polisi yang telah dibunuh dan hanya beberapa orang saja yang menggunakan. ditempat Lurah biasanya ada tabuhan yang disebut kentongan yang terbuat dari potongan kayu besar dan dilubangi. Persenjataan yang digunakan pada saat itu masih sangat sederhana. kentongan atau apa saja sebagai . kebakaran. sehingga apabila dipukul keluar bunyi “Thong” dari kata “Thong” disitulah timbul nama “Kentongan” bunyi kentongan biasanya digunakan sebagai tanda-tanda waktu rapat desa. Bunyi kentongan tergantung pada jumlah dan irama pukulannya. Di desa Jawa. pencurian. terutama perkataan Kutil yang seperti dijadikan hukum dalam masyarakat. Kutil sendiri pada saat itu tidak menggunakan senjata apa-apa.

dan penagkapan-penagkapan terhadap lurah. pengejaran-pengejaran. Situasi di luar kota Tegal setiap hari selalu timbul huru-hara... karena penyesatan-penyesatan oleh Idiologi-Idiologi dan alam-alam .Penyimpangan-penyimpangan dari rel Revolusi Indonesia yang sebenarnya. Dengan jalan beramai-ramai memukul kentongan dan timbul penyembelihan-penyembelihan terhadap orangorang yang dianggap menentang..... Dalam situasi seperti itulah cara dan pandangan rakyat sudah tidak bisa dibenarkan lagi.. pamong desa yang dianggap korupsi (Wawancara dengan Bapak Sahmad.. keributankeributan. Yang menjadi motif dan pandangan peristiwa-peristiwa tersebut adalah perongrongan terhadap Revolusi Pancasila dan siapapun yang menjadi penggerak maupun pelaksana- pelaksanaanya ia adalah musuh-musuh revolusi dari dalam.. Juni 2006). Gerakan kutil inilah yang akhirnya melahirkan pemahaman-pemahaman dalam Idiologi pada masing-masing anggotanya. Peristiwa-peristiwa tersebut pada hakekatnya adalah akses-akses revolusi yang berupa: “. Perkataan Kutil pada saat itu benar-benar menjadi hukum yang dipatuhi masyarakat.25 tanda untuk menyiarkan berita bahwa mereka telah menangkap pencuri desa. Pendombrengan terhadap pasangan orang selingkuh mendadak berhenti ketika Kutil serentak mengatakan JANGAN! Dengan sendirinya orang itu dilepaskan dan tidak jadi dibunuh namun sebaliknya ketika Kutil mengatakan BUNUH! Pasti masyarakat dengan sepakat setuju untuk mengadakan pembunuhan. pegawai Pamong Praja dan Kepolisian Negara. rakyat menganggap pandangan Kutillah yang nantinya akan memberikan suatu perubahan dalam masyarakat.

32. Musium Mandala Bakti) Situasi Kota yang tidak terkendali yaitu dengan kacaunya keadaan sangat memudahkan bagi unsur petualang-petualang politik maupun kriminal untuk memancing di air keruh. Krisis kelaparan.32.S. Kemungkinan timbulnya akses-akses itu semula dapat kita terima manakala kita selalu ingat kondisi dan situasi pada saat tercetusnya Revolusi.26 fikiran Liberalisme dan Komunisme/Marxisme-Leninisme/Maoisme dan pahampaham lain serta oknum-oknum yang bertentangan dengan jiwa Pancasila. Revolusi yang simultan dan multi kompleks tidak mustahil menimbulkan gerakan-gerakan yang pada hakekatnya merupakan suatu akses. dengan jalan menghasut dan menunjuk-nunjuk kambing hitam. Pada hakekatnya Peristiwa Tiga daerah merupakan akses revolusi yang kalau tidak ada kewaspadaan dan kecepatan bertindak dari pada TKR Resimen XVII dapat mengancam keselamatan Revolusi Agustus 1945 yang berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila (Arsip Peristiwa Tiga Daerah. S. Dalam Tri Upaya sakti dinyatakan bahwa Revolusi Indonesia yang di jiwai oleh Pancasila merupakan gerakan-gerakan simultan antar penjebolan dan pembangunan destruksi dan kontruksi. Dalam gerakan yang Kutil pimpin. Kondisi dimana rakyat dan bangsa Indonesia berjuang dan menghimpun kekuatan tanpa adanya perintah-perintah dari atasan.Musium Mandala Bakti). masyarakat banyak yang meninggal karena tidak mampu makan (Arsip Peristiwa Tiga Daerah. Sedangkan situasinya pada saat itu masyarakat Indonesia di hadapkan pada suatu krisis. Sadis dan tidak berperikemanusiaan menunjukan bahwa Ia sebenarnya berpaham . dengan tindakannya yang Arogan.

komandan resimen XVII tiba di markas yang masih sepi. dugaan itu lebih diperkuat lagi dengan akan dibunuhnya orang-orang dari golongan agama. Kyai-kyai yang dianggap menentangnya (Wawancara dengan Bapak Taim. yang ada hanya petugas jaga piket. Bangunan penyekapan sekarang di jadikan SD Talang. yang dijadikan tempat tahanan.27 Kumunis. . Ketika kendaraan yang membawa Komandan Resimen dengan dua ulama itu memasuki daerah Talang dihentikan oleh massa rakyat. mempunyai pengaruh besar di daerah Talang. dimasukan kedalam bangunan rumah tua yang tidak digunakan. Termasuk juga Kardinah yang juga pernah disekap di tempat itu. Kyai Muchidin. H. Kendaraan terpaksa berhenti dan untuk selanjutnya kedua ulama Kyai Bisri dan kyai Muchidin dibawa ke selatan.Iskandar Idris dengan kendaraan termasuk sopirnya dibawa ke Markas pemuda Ujungrusi sedang truk-truk regu pengawal dikeroyok massa rakyat dan dilucuti senjatanya.00 dengan berkendaraan sedan. Kyai H. Juni 2006). Tindakan Kutil membunuh orang-orang dari golongan Agama di mulai tanggal 27 November 1945 kira-kira jam 05. Haji Iskandar Idris lalu memerintahkan kedua orang petugas masingmasing Tjasmuan dan Ambari untuk memanggil Kyai Bisri dan Kyai Muchidin. Kemudian Kyai Bisri. Mereka diajak pergi ke daerah tersebut untuk memberi nasehat kepada murid dan santrinya yang banyak menjadi pengikut gerakan pada saat itu. ulama yang dipandang. Iskandar Idris dengan berkendaraan sedan dikawal oleh satuan regu pasukan bersenjata yang menggunakan kendaraan truk berangkat menuju Talang.

Kapitalis inilah yang oleh Ignas Kleden dikatakan sebagai Utopia yang digunakan oleh banyak pemimpin bangsa. Mereka percaya akan kebebasan. Marxisme adalah teori yang monistik yang memegang kunci penjelasan mengenai segala sesuatu yang penting dalam organisasi dan masyarakat sekaligus mengenai segala hal yang mungkin terjadi di masyarakat. sehingga banyak orang yang kemudian juga terpikat dengan Marxisme karena gagasan kebebasannya. Sidney Hook menyatakan: 1. Konsep mengenai masa depan diberi kerangka dan batas-batas yang lebih spesifik. 2. 3. Mengatasnamakan untuk kepentingan rakyat. Harapan ini mengambil bentuk. Adapun sebab-sebab mendasar yang membuat Marxisme sebagai sebuah ajaran memiliki daya pikat dan daya hidup yang panjang. penyusunan suatu konsep masyarakat masa depan yang dianggap pasti benar.28 Gerakan Kutil pada dasarnya BerIdiologi Komunisme/Marxisme Leninisme/Maoisme. itu sebabnya “Kelebihan” dalam teori Marxisme adalah penjelasan-penjelasannya mengenai perubahan sosial memberi tempat bagi faktor eksogen (luar) di mana pada beberapa teori . Betapapun kaburnya Marxisme membeberkan beberapa peristiwa dan fakta sosial yang secara khusus bicara tentang hakekat masyarakat Industri. Lepas setuju atau tidak bahwa dalam sekalian bentuknya yang terselubung dalam seluruh teori-teorinya terkandung suatu ekspresi harapan. Sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pegangan dan ukuran yang sudah pasti berbeda dengan masyarakat yang sekarang. berupa keruntuhan sistem kapitalisme dan berakhirnya kebudayaan. Alasan lain dalam beberapa hal Marxisme menyimpan kebenaran.

2002:178) C.29 perubahan sosial hal ini kurang mendapatkan perhatian yang memadai (Prasetyo. Organisasinya belum rapi dan tanpa bentuk. Tidak ada struktur yang resmi dan jelas. Struktur yang sederhana itu terlihat dengan adanya pembagian tugas yang lumayan jelas. dan memakai senjata Klewan. Gerakan itu adalah gerakan spontanitas. tidak memegang hukum tetapi Prokemerdekaan. tidak mempunyai bendera maupun lambang-lambang khusus. Setiap pulang dari markas cara berjalan mereka seperti orang yang berbaris. Salah seorang juga ada yang tugasnya mengumpulkan orang-orang Cina untuk membuat Lubang kuburan. Kutil sebagai komandan tertinggi mempunyai dua ajudan yang selalu menemani dia kemanapun. Bentuk gerakan pada saat itu boleh dikatakan berantakan. Gerakan itu Menggunakan Bank Rakyat (Bank BRI Cabang Talang sekarang) sebagai markas gerakan. Bentuk Kepemimpinan Kutil Bentuk Kepemimpinan Kutil pada masa revolusi sosial. Anggota yang lain ada juga yang tugasnya mengumumkan di jalan-jalan pada masyarakat bahwasanya akan diadakan pembunuhan dan pendombrengan. Bagi orang-orang yang berada di bawah Kutil. semrawud dalam bahasa Tegal. Orang-orang . tidak terlihat jelas. bendera yang dibawa rakyat adalah bendera merah putih. Namun secara sederhana struktur dalam gerakan itu sudah ada walaupun bentuknya masih sederhana dan tidak tertulis jelas dalam susunan struktur sebuah gerakan. Mereka berjalan layaknya dua tentara yang siap mendapat perintah dari komandannya. Dua ajudan Kutil bernama Rasyan dan Abdul Manaf. sebagai simbol perlawanan rakyat. Gerakan Kutil adalah gerakan Spontanitas rakyat.

dengan sendirinya orang-orang Cina keluar dari dalam rumah membawa cangkul dan berbaris mencangkul tanah disebelah Jembatan Sungai Gung. Keadaan Tegal pada masa kepemimpinan Kutil aman. takut apabila tindakannya ketahuan karena Kutil tidak hanya menindak orang-orang yang dianggap Probelanda saja. Kutil juga memerintahkan agar orang-orang pribumi yang bekerja pada orang-orang cina sebagai pembantu (dalam bahasa Tegal lebih dikenal dengan sebutan babu) segera keluar dari pekerjaannya dan tidak diperbolehkan bekerja pada orang-orang Cina lagi. Ada pada saat itu pencuri ayam yang ketahuan. Juni 2006). orang cina ketakutan. Rumah tidak di kuncipun barang-barang dan kekayaan lainnya aman karena tidak ada yang berani mencuri apalagi menggarong. Kutil tidak akan segan-segan untuk membunuh (Wawancara dengan Bapak Taim.30 cina apabila ada orang yang berteriak di jalan dan mengumumkan bahwa harus membuat lubang. penggarongan tidak ada. Tidak hanya itu saja. Dan apabila ada orang yang tidak menuruti perintahnya. Mereka takut pada kutil. Orang Cina pada saat itu diundang datang ke Markas. ayam curiannya dikalungkan dan ditombreng di jalan raya. biasanya mereka diarak ke jalanan dijadikan tontonan masyarakat dan didombreng-tombreng sepanjang jalan. Namun Ia juga menindak pencuri yang ketahuan mencuri. Mereka bersedia menyerahkan harta benda atau apapun yang mereka punya dan bersedia memenuhi apa saja yang mereka butuhkan asalkan mereka . perbanditan diantaranya pencurian. keadaan desa dan wilayah Tegal pada saat itu tenang dari pencurian dan penggarongan.

Kepemimpinan Kutil berakhir ketika tiga kota Slawi. ada juga beberapa orang Cina yang melarikan diri. sehingga menjadi tontonan dan bahan olok-olokan massa. beramai-ramai membaca Tahlil berjalan menuju ke Utara. Massa rakyat sampai di jalan simpang tiga. Tidak ada perlawanan sedikitpun dari mereka. Pemalang. Hari itu juga massa rakyat mulai mengejar-ngejar para pejabat di kota Tegal. Sebagian massa lainnya keluar masuk kampung mencari orang laki-laki untuk diajak menyerbu kota Tegal. massa rakyat membongkar brangkas dan merampok uang serta menguasai Stasiun Kereta. Tampak ribuan Massa Rakyat dengan membawa bambu runcing dan berkalungan Janur Kuning. keluar dari wilayah Tegal meninggalkan harta bendanya karena takut dibunuh. Di Stasiun KA. Sunaryo dengan cepat diselamatkan oleh Mansyur dari pemuda API. dan Brebes telah di kuasai oleh gerakan Massa. sedang yang perempuan di suruh menyediakan minuman di depan rumah.A. beramai-ramai menyerbu dan menduduki kantor kabupaten dan stasiun kereta api. Ia di sembunyikan di markas pemuda API selanjutnya di bawa ke Pekalongan. Raden Ajeng Kardinah.31 tidak dibunuh. Bupati Tegal. Tanggal 4 November 1945. gerakan massa Tiga daerah mengadakan penyerbuan kota Tegal. untuk menyelamatkan diri. adik kandung R. RS.Kartini yang saat itu berada di tengah-tengah Bupati bersama keluarga Bupati lainnya di bawa oleh massa rakyat dan di paksa berpakaian sarung goni dan di arak keliling Kota. Mereka yang tertangkap kemudian di bunuh secara keji tercatat: .

32

1. Haji Abu Bakar 2. Bekas pengurus Badan Ekonomi pada masa pemerintahan Jepang 3. Hamzah (putera Abu Bakar) 4. Singgih ( Ajun jaksa) 5. H.Ichsan (Konsul haji) 6. Sumarjono (Guru SMP Negeri Tegal) 7. 3 orang tidak dikenal 8. Wedana Tegal Basirun dan Keluarganya menghilang ( Jarahdam VII,

1968:21) Alun-alun Tegal waktu itu di jadikan markas gerakan massa beribu-ribu massa rakyat selalu membaca Takbir. Mereka datang dari berbagai desa. Warga kota Tegal yang tidak mau ikut-ikutan waktu itu menyembunyikan diri, sehingga ada penilaian dari gerakan massa bahwa warga kota Tegal perempuan semua sama. Hari itu juga, massa yang berkumpul di alun-alun mulai bergerak ke bagian utara kota yang masih di kuasai oleh TKR. Perjalanan massa rakyat di bagi menjadi dua kekuatan: 1. Lewat Jalan Gajah Mada 2. Sebagai intinya Lewat jalan A.Yani. Mereka bergerak sambil mengumandangkan takbir, sehingga terdengar suara gemuruh. Walaupun beberapa pimpinannya telah tertangkap tetapi gerakan rakyat semakin menjadi-jadi, mereka kemudian memperluas daerah pengaruhnya antara lain menyerbu asrama polisi di Brebes, Pemalang, dan berhasil melucuti

33

senjatanya. sedang terhadap para prajurit TKR mereka masih berfikir dua kali untuk bertindak menyerang. Kegagalan penyerbuan di Kota Tegal rupanya masih menghantui mereka. Terbukti waktu massa gerakan rakyat hendak menyerbu markas TKR di Petarukan, mereka hanya bergerombol dan tidak berani menyerang. Mereka kemudian bubar setelah pimpinannya yang dikenal kebal terhadap senjata tewas di tembus peluru anggota TKR. Sejak saat itu para pimpinan Gerakan Massa menganggap bahwa Pemerintah Daerah Tegal, Brebes, dan Pemalang sudah tidak berfungsi terbukti pada pejabatnya seperti Bupati Tegal, Brebes, dan Pemalang dan Residen Pekalongan Mr Besar meninggalkan tempat tugasnya. Kejadian itu di manfaatkan oleh para dalang komplotan Kutil untuk mengangkat para pejabat dari orangorang mereka sendiri. Beberapa Pejabat yang diangkat oleh dalang Komplotan Kutil tercatat antara lain: Bupati Tegal Bupati Brebes Bupati Pemalang : Kyai Abu Sudjai, dari desa Pacul : Kyai H. Satori : Supangat

Residen Pekalongan : Sardjio Patih kab.Tegal Wedana Tegal Wedana Slawi Wedana Adiwerna : Tjitrosatmoko : Mardjono wakil ketua KNI : Kyai H. Fachruri : Kyai H.Mawardi (Achmad, 1977:19)

34

Pengangkatan para pejabat itu sempat memusingkan masyarakat sebab komplotan Kutil di dalangi oleh orang-orang yang berpaham Komunis, tetapi mengangkat para pejabat yang sebagian besar para ulama dan tokoh agama Islam. Setelah pengangkatan pejabat, Ia melakukan penyerbuan ke Kota Pekalongan. Penyerbuan ke Kota Pekalongan menjadi akhir penangkapannya, adanya penyerbuan gerakan ini ke kota Pekalongan di manfaatkan oleh TKR untuk melakukan penagkapan terhadap Kutil dan komplotannya. Serta mengakhiri gerakan Kutil dan komplotannya yang semakin lama ternyata tindakannya meresahkan masyarakat. Dalam menghadapi penyerbuan Gerakan Kutil, TKR menggunakan taktik kota terbuka, yaitu dengan cara membuat sepi kota Pekalongan. Masyarakat di minta untuk tidak berkeliaran di jalan-jalan umum sehingga menimbulkan kesan bahwa kota Pekalongan tidak di jaga keamanannya. Taktik dan Strategi yang di terapkan oleh TKR dengan baik dan lancar sehingga tidak dapat di ketahui oleh Seorang dari pihak Kutil yang di kirim ke Pekalongan. Gerakan Tiga Daerah dari Tegal dan Pemalang bergerak ke Pekalongan dipimpin langsung oleh algojonya yaitu Kutil alias Sakyani. Massa dari Tegal naik kereta api sedang massa dari Pemalang naik truk kemudian dari kedua massa tersebut bertemu di depan Stasiun Kereta Api. Laskar gerakan Tiga Daerah dengan membawa senjata dan bambu runcing bergerak menuju kantor karesidenan. Ketika mereka sampai di halaman kantor dan bermaksud mengepung, TKR segera bertindak dan mengadakan pengepungan di bawah ancaman senjata. Akhirnya massa menyerah dan para pemimpinnya segera di jebloskan kesel tahanan.

35 Sakyani alias Kutil datang belakangan. Tindakan penyelesaian peristiwa tersebut di mulai pertengahan Desember tepatnya tanggal 17 Desember 1945. Bahwa rakyat pada umumnya tidak setuju dengan Gerakan Rakyat Tiga daerah. Kartedjo waktu itu menyamar sebagai massa rakyat menyetop iring-iringan kendaraan tersebut. para pemimpin massa yang bermobil itu rupanya mengira bahwa gerakan rakyat menyerbu ke Kantor Karesidenan telah berhasil. Mereka menurut saja di ajak meninjau markas resimen oleh prajurit Kartedjo yang menyamar. resimen TKR Pekalongan menerima berita Internasional dari markas besar tentara yang isinya menyebutkan bahwa dalam waktu dekat Presiden RI beserta Panglima besar Sudirman akan mengadakan kunjungan kerja ke daerah Tegal. dengan mudah akhirnya para pemimpin gerakan rakyat termasuk Kutil dapat di tangkap dan mereka kemudian di masukkan ke dalam sel tahanan (Wawancara dengan Bapak Sahmad. untuk mengembalikan keamanan dan ketertiban daerah yang telah mengancam stabilitas nasinal. Gerakan penyerangan dan pembersihan terhadap kekuatankekuatan massa rakyat Kutil segera di lakukan. Peristiwa Tiga Daerah menimbulkan tindakan anarkhis . dengan alasanalasan sebagai berikut: 1. terbukti dengan adanya perlawanan rakyat Tegal karena: a. Ia di kawal oleh tujuh buah kendaraan. Juni 2006). Dengan adanya berita tersebut mendorong TKR Pekalongan untuk segera menyelesaikan dan mengambil tindakan keamanan dan ketertiban sehubungan dengan gangguan keamanan yang di pimpin oleh kelompok Kutil. Seorang prajurit TKR.

Presiden RI bersama dengan panglima Sudirman akan berkunjung ke Pekalongan dan Tegal (Jarahdam VII. Wakil Presiden RI Drs. Operasi yang menyeluruh dan dilakukan serentak di tempat-tempat konsentrasi komplotan massa tiga daerah berjalan dengan lancar tanpa rintangan yang berarti. Laskar di tiga daerah ini tidak mengikuti badan pemerintahan Komite Nasional Indonesia (KNI) 2. Pada tanggal 25 Desember 1945. Kepercayaan rakyat kepada TKR dapat tercipta kembali untuk melanjutkan perjuangan dan mengamankan Negara Proklamasi 17 Agustus 1945.36 b. Beberapa orang yang dianggap tokoh ditangkap dan ditawan di gudang kopi.Hatta beserta Ibu . Koordinasi pemerintah di daerah karesidenan Pekalongan tidak dapat di laksanakan di tiga daerah karena di tiga daerah di jalankan oleh orangorang komunis c.1968:27) Rencana operasi tersebut banyak mendapat dukungan rakyat luas dan pihak kepolisian serta para tokoh pejuang. Sedangkan para pemimpin mereka sudah banyak yang melarikan diri. Moh. Presiden RI Sukarno dan Panglima Besar Jenderal Sudirman. masing-masing beserta rombongan dengan menumpang Kereta Api Istimewa. Adanya berita-berita dari Markas Besar tentara bahwa dalam waktu lima hari lagi. Adapun rombongan presiden terdiri dari: 1. Ibu Fatmawati Sukarno 2. untuk melaksanakan kunjungan ke Tegal dan Pekalongan dalam menyelesaikan masalah politik serta masa konsolidasi.

Letjen. Sumatupang 3. Camat. Selanjutnya penyelesaian mengenai persoalan “Tiga Daerah” diambil alih oleh pemerintah pusat dengan jalan: a. Menteri Dalam Negeri Mr. Pemalang akan mencoba membuat negara dalam negara. Kepala Staf APRI 2.Hermani Sedangkan rombongan Panglima Besar Jenderal Sudirman terdiri dari: 1. Brebes. rombongan langsung menuju ke Stadion Sepak Bola Slerok Tegal untuk menyampaikan pidato. Kafrawi. Republik Tegal atau Republik Brebes. Rapat umum tersebut berjalan tertib dan aman tanpa gangguan apapun (Wawancara dengan Bapak Sahmad. d. Mayjen. dan para perwira lainnya dari MBT Kedatangan rombongan disambut dengan upacara militer di halaman Stasiun Kereta Api Tegal. Mengangkat Residen baru dengan stafnya maupun bupati-bupati di daerah-daerah c. Wedono. republik Slawi. Membawa masalahnya di muka sidang Pengadilan Negeri Pekalongan. Pidato presiden RI antara lain menanyakan keadaan rakyat. apakah rakyat di Tegal.37 3.Oerip Sumohardjo. membentuk republik kecil-kecilan seperti Republik Talang. Mayjen. Juni 2006). Bupati oleh Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah tetap diperkenankan menduduki jabatannya sebagai pejabat . Memindahkan Sarjio ke Yogyakarta b. Perdana Menteri Sutan Sjahrir 4. Mengenai orang-orang yang telah diangkat menjadi pejabat Pamong Praja seperti Lurah.

1968:24). H. Pada tanggal 14. Tanggal 21 Oktober 1946.18. 1977:29). Ismail Hasan Idris. Sebagai saksi adalah Kol. terjadi Agresi Belanda Pertama (Juli 1947) narapidana bersama Pemerintah Karesidenan diungsikan ke pegunungan di selatan Pekalongan. Letkol. Kutil yang banyak akal. Walaupun hakim Suprapto tidak sempat membawa barang-barang pribadinya. Sebagai pegangan dalam pembelaan perkara adalah surat pengangkatan Sardjio dari Pemerintah pusat. Usman Sastro Amijoyo yang merupakan tokoh dari PSI. algojo Tiga Daerah karena dianggap bersalah.19. hukuman mati dijatuhkan terhadap Kutil alias Sakyani. H. Pemalang dan Pekalongan” (Achmad. melarikan diri ke Jakarta.21 Oktober 1946 di Pekalongan di bentuk pengadilan bagi para pelaku gerakan anarkhis tersebut termasuk di dalamnya Kutil alias Sakyani. Iskandar Idris. Iksan Dimiyati. Dengan demikian berarti bahwa Gerakan Badan Perjuangan Rakyat Tiga Daerah ini adalah gerakan yang dilegalisir oleh Pemerintah. Bertindak sebagai Hakim Ketua Suprapto. SH Hakim Tinggi Pekalongan yang kelak menjadi Jaksa Agung. H. Brebes. Wadiono. khususnya di daerah Tegal. profesi lamanya . Sebelum hukuman mati tersebut dilaksanakan.15. dan bekerja sebagai tukang cukur.38 pemerintah yang sah atas persetujuan rakyat setempat (Kodam VII. Ditunjuk sebagai pembela oleh pemerintah ialah Supeno. Adapun tuduhan yang dikenakan oleh para terdakwa adalah: “Menggunakan masa rakyat dengan jalan kekerasan untuk merebut kekuasaan Pemerintah RI yang sah. Sudarsono Amir dan para bekas tahanan tiga daerah yang lain. tetapi sempat membawa dua koper berisi Transkripsi Interogasi Pemeriksaan Pendahuluan dan Proses Pengadilannya.

Dia menolak matanya ditutup. yang menjadi Kepala Staf Resimen XVII TKR di Pekalongan semasa Peristiwa Tiga Daerah dan ikut memainkan peranan penting dalam Operasi penghancurannya. Suprapto. . Permohonannya ditolak pada tanggal 21 April 1951. Tanggal 8 April penegasan kembali hukuman yang dijatuhkan oleh Pengadilan Pekalongan pada 21 Oktober 1946 dikelurkan. dan dengan berjongkok Ia menghadapi butir-butir peluru yang mengakhiri hidupnya pada tanggal 5 Mei 1951. Kutil Menjawab ”tidak ada”. Ketika ditanya apa permintaan terakhirnya.39 sewaktu di Tegal. Kutil ikut diserah terimakan kepada polisi Republik. yang menjabat Jaksa Agung RI.2004:309-310). Sudharmo. tempat yang dipilih untuk eksekusi oleh Komandan Militer Kota. diminta kedatangannya di Pekalongan dan menjadi satu-satunya saksi yang dapat memastikan hukuman yang dulu dijatuhkan atas diri Kutil. dan tiba di Pekalongan tanggal 13 Februari 1950. (Lucas. Pada penyerahan kedaulatan bulan Januari 1950. Di Kebun Kacang Gang II dia membuka pangkalan cukurnya. dan kemudian ditahan oleh Polisi Belanda (Jakarta dibawah kekuasaan Belanda). dikirim kembali ke Semarang dan kemudian ke Pekalongan. Dua minggu kemudian Kutil dibawa ke pantai dekat Pekalongan. Tahun 1949 wajahnya dikenali orang Slawi. Kutil mengajukan langsung permohonan pengampunan kepada Presiden Sukarno. Pada tanggal 1 Agustus 1950.

2. Hal tersebut tercermin dalam kehidupan masyarakat desanya yang memiliki ikatan yang berdasarkan kekerabatan dan teritorial. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari mereka sangat senang bekerja. tetapi mereka juga merupakan pekerja yang bersungguh-sungguh dan suka berterus terang. serta masa dewasa yang dimulai dengan pembungan dirinya beserta 2 orang temannya di Digul menjadikan dia menjadi orang yang tega untuk membunuh sesama. meskipun demikian masih menampakkan nilai-nilai aslinya. penulis akan mencoba mengemukakan simpulan terhadap apa yang telah dibahas dalam bab-bab terdahulu. Revolusi Sosial yang terjadi di Tegal pada tahun 1945-1946 di latar belakangi oleh keadaan masyarakat Tegal yang cukup memperihatinkan disamping munculnya kekuatan sosial yang berdasarkan Idiologi adanya kelompok 16 . kasar dalam tutur katanya. menurut Kuntowijoyo orang Madura terkenal sebagai suku bangsa Jawa yang mempunyai adat istiadat yang keras. memiliki perasaan persaudaraan yang kuat. Penderitaan yang dia alami semasa penjajahan menjadikan dia orang yang berani memperjuangkan keadialan. Latar belakang kehidupan Kutil terutama masa kecilnya yang berasal asli dari Madura. yaitu: 1. Kebudayaan dan adat istiadatnya telah banyak dipengaruhi oleh kebudayaan luar. dan gotong royong yang sangat mendalam.BAB V PENUTUP Simpulan Sebagai langkah akhir dalam penulisan skripsi ini.

Bentuk kepemimpinannya ternyata memberi pengaruh besar pada masyarakat. yaitu bahwa pendidikan masa Jepang berlaku untuk seluruh masyarakat tanpa adanya stratifikasi sosial. namun struktur secara sederhana sudah terbentuk dan masih sangat sederhana sekali. Sejumlah kyai diangkat menjadi bupati. Peranan Kutil dalam menggerakan Revolusi Sosial di mulai dengan munculnya tokoh Kutil yang menjadi awal terjadinya pembunuhanpembunuhan sadis. Pengaruh pemimpin agama disini tampak lebih dibutuhkan untuk menguasai situasi baru. penyerahan bahan pokok kepada pamong praja atau pejabat-pejabat untuk membayar pajak pemerintah mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan rakyat apalagi ternyata pemungutan pajak tersebut disalah gunakan untuk kepentingan pribadi. karena masyarakat membutuhkan kepemimpinan baru yang sesuai dengan situasi baru. . pemerintah daerah yang di bentuk Jepang menyebabkan penderitaan masyarakat Tegal. cara dia menarik simpati. Dalam bidang politik. wedana dan camat untuk menggantikan pejabatpejabat yang lama.17 Leggaong yang memimpin aksi massa rakyat serta Berkobarnya Peristiwa Tiga tiga daerah mengakibatkan dampak yang tidak hanya pada kondisi sosial masyarakat salah satunya dalam bidang pendidikan. semua kegiatan perekonomian dihentikan. Masyarakat merasa tidak aman. Kondisi Ekonomi masyarakat Tegal tidak baik. serta bentuk kepemimpinan Kutil yang pada saat itu belum terlihat. 3. sehingga setelah peristiwa tiga daerah masyarakat mengadakan pemilihan pangreh praja.

maka akan lahirlah tulisan yang tentunya jujur dan dapat dipertanggung jawabkan netralitasnya. 1. buruk biarlah pulang kepada kedewasaan dan kebijaksanaan masyarakat pembaca. hal ini dapat memperkaya khasanah bagi para penulis yang masih pemula. hendaknya membuang segala macam subyektifitas personal yang seringkali membuat sejarah sebagai kisah menjadi rancu dan sulit untuk dipahami secara runtut dan berimbang. Sedangkan penilaian baik. 2. Kepada penulis sejarah yang masih diliputi keberpihakan.18 Saran 1. Dengan meminimalisir keberpihakan terhadap suatu subyek dalam tulisannya. Diharapkan kepada penulis sejarah lokal agar selalu ditingkatkan. Semoga penulisan skripsi ini dapat pula dijadikan sebagai sumbangan dalam penulisan-penulisan sejarah lokal ataupun menambah khasanah sejarah penulisan kota Tegal .

T. Dari babad dan hikayat sampai sejarah kritis Yogyakarta: UGM press Achmad 1977. S. Yogyakarta: Grafiti Pers Geertz. 1987. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada (Rajawali Perss) Kahin Audrey R.1994. 1979/1980 Sejarah Revolusi Kemerdekaan 1945-1949 Jawa tengah. Kuntowijoyo. 1995.82 DAFTAR PUSTAKA Alfian. Bandit dan pejuang di simpang Bengawan. One Soul one struggele (peristiwa tiga daerah). Patologi sosial. Lucas Anton. 1989. Pemalang). Yogyakarta : Resist Book E. Revolusi Nasional di Tingkat Lokal. 1986. 1978. 1989. 2004. Jakarta: Pustaka jaya. 2004. Pengantar Prof Dr Suhartono. Pergolakan daerah di awal Revolusi kasus di daerah pekalongan. Brebes.Ungkapan Peristiwa Tiga Daerah (Tegal. Abangan Santri Priyayi dalam masyarakat jawa. Peristiwa Tiga Daerah. Semarang : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat . Kartono. Jakarta : Grafiti. Jakarta: Departemen pendidikan & Kebudayaan. Metodologi Sejarah. Wonogiri: Bina Citra Pustaka. Pergolakan daerah pada awal kemerdekaan. Ibrahim. 2003. Lucas Anton. Jakarta: Depdikbud Djoko Suryo. Tegal: Markas cabang Legiun Veteran RI kabupaten/kodya Tegal Depdikbud. Ghazali. Ibrahim Julianto. kartini. Jakarta: LP3ES E. Zulfikar. Clifford. Yogyakarta: Tiara wacana Kutoyo Sutrisno. Sejarah Lokal ( Kumpulan Makalah Diskusi). 1989.

Z. Tegal.83 Sejarah dan nilai tradisional proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. Lapian. Semarang: Yayasan Diponegoro Saputro 1956. Yogyakarta: Aditya Media Sudjatmoko dkk. Jakarta: PT Melton Putra.Z.jilid 1 Yogyakarta: Kanisius Pruitt.2000. Historiografi Indonesia Sebuah pengantar. Yogyakarta: Pustaka pelajar. 1988. Mengerti Sejarah. Leirissa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Louis Gottschalk.1993. Peristiwa Tiga Daerah . Deandan Robin. Gerakan 30 September Pemberontakan Partai Komunis Indonesia. Sejarah Masyarakat Indonesia 1900-1950. Bandit-bandit pedesaan ( studi histories 1850-1942 di Jawa). Teori Konflik Sosial. G. Indonesia Abad ke 20 . Jakarta: UI. R.Press Mahardika Timur. G.32. Terminologi Sejarah (1945-1950 & 1950-1959) Jakarta: Departemen Pendidikan & Kebudayaan RI Arsip Nomor S. Secara damai Yogyakarta: Lapera Moedjanto. Soeyono.1996. Zeffrey. 1995. Sejarah Militer Kodam VII/ Diponegoro 1986 Sirnaning Jakso Katon Gapuraning Ratu. Tegal: markas cabang Legiun Veteran RI Kabupaten/kodya Tegal Suhartono. Gerakan Massa (menyampaikan demokrasi dan keadilan).2004. 1986.

Nama Umur Pekerjaan Alamat 7. Nama Umur Pekerjaan Alamat 4. Nama Umur Pekerjaan Alamat 3. Nama Umur Pekerjaan Alamat 5. Nama Umur Pekerjaan Alamat 6.Muh Karso 70 th Pensiunan PNS Desa Kebasen Rt 09/ 03 Talang Roeslim 66 th Pensiunan PNS Desa Talang Rt 04/ 01 Talang . Nama Umur Pekerjaan Alamat 2.84 Lampiran I DAFTAR INFORMAN 1. Nama Umur Pekerjaan Alamat : Wastap : 70 th : Wiraswasta : Desa Kajen Rt 19/ 05 Talang : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Sadum 70 th Wiraswasta Desa Kajen Rt 15/05 Talang Mustain 74 th Wiraswasta Desa Kajen Rt 19/ 05 Talang Tasik 64th Pensiunan PNS Desa Talang Rt 04/01 Sachmad salam 77 th Ketua Legiun Veteran kota Tegal Desa Pagerbarang kab Tegal H.

berapa jumlahnya 11.Apa yang anda ketahui tentang Kutil 5. Seperti apakah pemikiran-pemikiran Kutil 8. Bab III 15.Beragama apakah Kutil 6. Seperti apakah nilai-nilai keagamaan yang Kutil peroleh 7. Bagaimana nasib istrinya setelah dia ditangkap dan dihukum mati pada akhirnya. jika ya. Apakah Kutil berkeluarga 10.Dalam kelompok Leggaong pada Revolusi sosial. Kelompok apa saja yang muncul pada masa Revolusi 16. Bagaimana Terbentuknya Gabungan Badan perjuangan Tiga Daerah . apakah mempunyai struktur dan pemimpin 14. Bagaimana bentuk Revolusi Sosial yang terjadi di Tegal 4. 13. Bagaimana nasib anak Kutil yang berumur 15 tahun 12. Di dapat atau dipengaruhi oleh siapakah pemikiran Kutil 9.85 Lampiran II INSTRUMEN Pertanyaan Bab II 1. Apakah Kutil mempunyai anak.Apakah Peristiwa Tiga Daerah 2. Bagimana Jalannya Peristiwa tiga daerah di Tegal 3. Apabila ada stuktur/pemimpin struktur itu apakah menunjukan hubungan antara satu bagian lain yang mempunyai tugas berbeda-beda.

Stategi apa sajakah yang digunakan Kutil dan teman-temannya dalam menggerakkan masyarakat. Seperti apakah bentuk perbanditan pada saat itu 20. . 24.Sejauhmana Idiologi itu berpengaruh dalam perjuangan Kutil dan kelompoknya. 25. 19. 26. Bagaimana tanggapan anda tentang Kutil yang dijadikan kambing hitam oleh orang-orang yang berpaham komunis.86 17.Bagaimana menurut anda jika dilihat dari tindakan Kutil dan komplotannya yang tidak menghiraukan hukum dengan menghakimi orang secara sendiri 23.Alasan apa yang membuat akhirnya Kutil diangkat menjadi seorang kepala kepolisian. Dalam GBP3D terdiri dari kelompok-kelompok yang beridiologi apa saja 18. Di daerah mana saja Markas dan daerah-daerah yang di jadikan pertahanan Kutil dan teman-temannya. Bagaimana awal munculnya tokoh Kutil 27. Sejauh mana sajakah peranan Leggaong (bandit) dalam hal ini kelompok Kutil dalam revolusi sosial di Tegal 21. Beridiologi apakah Kutil dan kelompoknya 28. Motivasi apa sajakah sehingga Kutil dan komplotannya melakukan suatu gerakan yang bersifat sekuler 22.

Persenjataan apa saja yang di gunakan Kutil dan komplotannya 37. Menurut anda bentuk seperti apakah pergerakan Kutil dalam Revolusi Sosial 33.Bagaimana Reaksi Masyarakat Tegal terhadap peristiwa Tiga daerah di Tegal . Bagaimana reaksi rakyat/ sikap rakyat Tegal menanggapi gerakan yang diketuai Kutil 38. Bagaimana cara Kutil mempengaruhi masyarakat Tegal 35.Bagaimana/upaya yang dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan Kutil dan kawan-kawannya. 30. Bagaimana upaya penangkapan Kutil ( proses penagkapan) 31. Seperti apakah Bentuk kepemimpinan Kutil dalam Revolusi sosial 34. Bagaimana keadaan Tegal setelah Kutil dan komplotannya berhasil di tangkap Bab IV 32. Apa cerita Kutil ( peristiwa 3 Daerah ) anda ceritakan kepada anak cucu anda ( Tradisi lokal dalam masyarakat menokohkan Kutil) 36.87 29.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful