BAB I PENDAHULUAN

melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. dan meja. karena tingkah laku yang ditampilkannya hampir identik dengan tingkah laku masa. Manusia sebagai makhluk individu diartikan sebagai person atau perseorangan atau sebagai diri pribadi. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas didalam lingkungan sosialnya. dan akal budi. II. Kedudukan Manusia sebagai Mahluk Individu II. Dalam pandangan psikologi sosial.1. Makhluk Tuhan yang hanya memiliki satu unsur. Pengertian Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya yang tidak terbagi. Jika kita amati secara seksama benda-benda atau makhluk ciptaan Tuhan yang ada di sekitar kita. 1). naluri. Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi. Misalnya.BAB II MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU II. mereka memiliki unsur yang melekat padanya. batu. Disebutkan dalam Kitab Suci Al Quran bahwa Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya “.2.1. Manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Istilah individu dalam kaitannya dengan pembicaraan mengenai keluarga dan masyarakat manusia. melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. kayu. Manusia sebagai diri pribadi merupakan makhluk yang diciptakan secara sempurna oleh Tuhan Yang Maha Esa. yaitu benda atau materi saja. manusia itu disebut individu bila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. yaitu unsur benda. . hidup.2. maka kata individu merupakan sebutan yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Didalam suatu kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya. dapat pula diartikan sebagai manusia.

kedudukan manusia itu lebih tinggi dan lebth terhormat dibandingican dengan makhluk lainnya 3. Manusia didudukkan sesuai dengan kodrat.2). Ditinjau dan kodratnya. dan naluri/ instink. kemampuan atau bakatbakat alami yang melekat pada manusia. 2. martabat. dan akal budi. kedudukan manusia secara pribadi antara lain sesuai dengan sifat-sifat aslinya. Martabat manusia Martabat manusia artinya harga diri manusia. harkat. naluri/instink. binatang. dan kewajibannya. Makhluk Tuhan yang memiliki tiga unsur. yaitu benda. yaitu benda. dan ayarn. Martabat manusia adalah kedudukan manusia yang terhormat sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang berakal budi sehingga manusia mendapat tempat yang tinggi dibanding makhluk yang lain. 1) Kodrat manusia Kodrat manusia adalah keseluruhan sifat-sifat sah. dan naluri. hidup. hak. dan bakat-bakat alami yang melekat padanya. tumbuh-tumbuhan dan pepohonan. hidup.2. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. yaitu benda dan hidup. yaitu benda. kerbau. seperti hak hidup. hidup. instink.2. Hak asasi manusia Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimihiki oleh setiap manusia sebagai anugerah dan Tuhan Yang Maha Esa. II. Makhluk Tuhan yang memiliki dua unsur. yaitu manusia sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. 3. . Hakikat manusia Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Makhluk Tuhan yang memiliki empat unsur. temak. Ditinjau dan martabatnya. hak milik. Misalnya. 3). sapi. Misalnya. 4). Harkat manusia Harkat manusia artinya derajat manusia. Misalnya. dan hak kebebasan atau kemerdekaan. kambing. kemampuannya. manusia merupakan makhluk yang memiliki keunggulan dibanding dengan makhluk yang lain karena manusia memiliki empat unsur.

2. minat dan sikap. Menurut Oxendine dalam (Tim Dosen TEP. pendengaran. Kewajiban manusia adalah keharusan untuk melakukan sesuatu sebagai konsekwensi manusia sebagai makhluk individu yang mempunyai hak-hak asasi. selfnarcisme. artinya tidak ada diskriminasi dalam melaksanakan kewajiban hidupnya sehari-hari. Itulah uniknya manusia. kecenderungan. Perbedaan kepribadian: watak. perbedaan dan persamaan dengan pribadi lain. perasaan. suku. self-respect. Ditinjau dan kewajibannya. Perbedaan sosial: status ekonomi. jenis kelamin.3.agama. 3. Karena dengan adanya individulitas itu setiap orang memiliki kehendak. penglihatan. 2005) bahwa perbedaan individualitas setiap insan nampak secara khusus pada aspek sebagai berikut 1. semangat. tingkat dan berat badan. Perbedaan kecakapan atau kepandaian II. Kesanggupan untuk memikul tanggung jawab sendiri merupakan ciri yang sangat essensial dari adanya individualitas pada diri setiap insan. manusia harus memiliki kesadaran diri yang dimulai dari kesadaran pribadi di antara segala kesadaran terhadap segala sesuatu. martabat kepribadian. motif. hubungan keluarga. egoisme. cita-cita. Kewaiban manusia Kewajiban manusia artinya sesuatu yang harus dikerjakan oleh manusia.5. daya tahan yang berbeda.4. Pengembangan Manusia Sebagai Makhluk Individu Sebagai makhluk individu yang menjadi satuan terkecil dalam suatu organisasi atau kelompok. Kesadaran diri tersebut meliputi kesadaran diri di antara realita. Perbedaan fisik: usia. manusia berkedudukan sama. sekalipun sanak kembar. khususnya kesadaran akan potensi-potensi pribadi yang menjadi . Karakteristik Manusia Sebagai Mahluk Individu Setiap insan yang dilahirkan tentunya mempunyai pribadi yang berbeda atau menjadi dirinya sendiri. kemampuan bertindak. 4. II.

Manusia yang biasa dikenal dengan Homo sapiens memiliki akal pikiran yang dapat digunakan untuk berpikir dan berlaku bijaksana. Dengan pengembangan potensi-potensi yang ada. Dengan akal tersebut. manusia dapat mengembangkan potensipotensi yang ada di dalam dirinya seperti. Melalui pendidikan. manusia dapat menggali dan mengoptimalkan segala potensi yang ada pada dirinya. Upaya pendidikan dalam menjadikan manusia semakin berkembang.dasar bagi self-realisation. manusia memerlukan pola tingkah laku yang bukan merupakan tindakan instingtif belaka. manusia mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia seutuhnya yaitu makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Sebab tingkah laku Manusia tidak hanya ditentukan oleh system organic biologinya saja. Kepribadian II.1. Perkembangan keindividualan memungkinkan seseorang untuk mengmbangkan setiap potensi yang ada pada dirinya secara optimal. karya.5. II. dan karsa.5. Defenisi Banyak para ahli yang memberikan perhatian dan mencurahkan penelitiannya untuk mendeskripsikan penelitiannya mengenai tentang pola tingkah laku yang nantinya merunut juga pada pola tingkah laku manusia sebagai bahan perbandingannya. Sebagai makhluk individu manusia mempunyai suatu potensi yang akan berkembang jika disertai dengan pendidikan. sehingga variasi pola tingkah laku Manusia sangat besar diversitasnya . cipta. melainkan juga akal dan pikirannya serta jiwanya. Perkembangan manusia secara perorangan pun melalui tahap-tahap yang memakan waktu puluhan atau bahakan belasan tahun untuk menjadi dewasa. Pola-pola tingkah laku bagi semua individu yang tergolong dalam satu ras pun tidak ada yang seragam. Melalui pendidikan pula manusia dapat mengembangkan ide-ide yang ada dalam pikirannya dan menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia itu sendiri. Sebagai makhluk individu.

dan unik bagi setiap manusia. “seluruh proses akal manusia yang sadar”. dan kemudian muncul kembali sebagai kenangan. Dan dalam Antropologi dikenal sebagai “persepsi” yaitu. Jadi “Kepribadian” dalam konteks yang lebih mendalam adalah “susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seorang individu”.2. Penggambaran tentang lingkungan dengan fokus pada bagian-bagian yang paling menarik perhatianya seringkali diolah oleh sutu proses dalam aklanya yang menghubungkannya dengan berbagai penggambaran lain yang sejenisnya yang sebelumnya pernah diterima dan diproyeksikan oleh akalnya. Diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Dan didalam otak tersebutlah semuanya diproses menjadi susunan yang dipancarkan oleh individu kealam sekitar. Penggambaran yang terfokus secara lebih intensif yang terjadi karena pemustan secara lebih intensif di dalam pandangan psikologi biasanya disebut dengan “Pengamatan”. Penggabungan dan membandingkan-bandingkan bagian-bagian dari suatu penggambaran dengan bagian-bagian dari berbagai penggambaran lain yang sejenis secara konsisten berdasarkan asas-asas tertentu. Dan penggambaran yang baru dengan pengertian baru dalam istilah psikologi disebut “Apersepsi”. Unsur-unsur Kepribadian Ada beberapa unsur-unsur dari kepribadian.5. yang . Ada kalanya suatu persepsi yang diproyeksikan kembali menjadi suatu penggambaran berfokus tentang lingkungan yang mengandung bagian-bagian. II. Pengetahuan Pengetahuan merupakan suatu unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa orang yang sadar. Dengan proses kemampuan untuk membentuk suatu penggambaran baru yang abstrak. Dalam alam sekitar manusia terdapat berbagai hal yang diterimanya melalui panca inderanya yang masuk kedalam berbagi sel di bagianbagian tertentu dari otaknya.

Dengan demikian manusia dapat membuat suatu penggambaran tentang tempat-tempat tertentu di muka bumi. khususnya dalam gennya. Cara pengamatan yang menyebabkan bahwa penggambaran tentang lingkungan mungkin ada yang ditambah-tambah atau dibesar-besarkan. 3. disamping segala macam pengetahuan agaknya juga mengisi alam kesadaran manusia setiap saat dalam hidupnya. Seluruh penggambaran. “Perasaan” adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengetahuannya dinilai sebagai keadan yang positif atau negative. tetapi karena memang sudah terkandung di dalam organismenya. Sebaliknya. 2. . sebagai naluri. tetapi ada pula yang dikurangi atau diperkecil pada bagian-bagian tertentu. Perasaan Selain pengetahuan. Persepsi-persepsi seperti itu dapat menimbulkan dalam kesadaranya perasaan negatif.dalam kenyataanya tidak mirip dengan salah satu dari sekian macam bahan konkret dari penggambaran yang baru. pengamatan. Dan kemauan yang sudah merupakan naluri disebut “Dorongan”. Dan penggambaran baru yang seringkali tidak realistic dalam Psikologi disebut dengan “Fantasi”. Dorongan Naluri Kesadaran manusia mengandung berbagi perasaan berbagi perasaan lain yang tidak ditimbulkan karena diperanguhi oleh pengeathuannya. dapat juga digambarkan seorang individu yang melihat suatu hal yang buruk atau mendengar suara yang tidak menyenangkan. yang sebenarnya tidak nyata. Dan ada pula yang digabung dengan penggambaran-pengambaran lain sehingga menjadi penggambaran yang baru sama sekali. dan fantasi merupakan unsur-unsur pengetahuan yang secara sadar dimiliki seorang Individu. Penggambaran abstrak tadi dalam ilmuilmu sosial disebut dengan “Konsep”. apersepsi. alam kesadaran manusia juga mengandung berbagai macam perasaan. padahal ia belum pernah melihat atau mempersepsikan tempat-tempat tersebut. konsep. “Perasaan”.

. Agar manusia dapat hidup secara bersama manusia lain diperlukan suatu landasan biologi untuk mengembangkan Altruisme. Tujuh Macam Dorongan naluri Ada perbedaan paham mengenai jenis dan jumlah dorongan naluri yang terkandung dalam naluri manusia yaitu . Simpati. Dorongan ini seringkali saudah tampak dimiliki bayi.II. Dorongan seks. 2. yang menyebabkan bahwa manusia mengembangkan adat. dan sebagainya. Dorongan ini merupakan asal-mula dari adanya beragam kebudayaan manusia. dan mengenai hal ini telah dikembangkan berbagai teori. Dorongan biologis yang mendorong manusia untuk membentuk keturunan bagi kelanjutan keberadaanya di dunia ini muncul pada setiap individu yang normal yang tidak dipengaruhi oleh pengetahuan apapun. 4. Cinta. Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya. sebaliknya. dan sejak baru dilahirkan pun manusia telah menampakannya dengan mencari puting susu ibunya atau botol susunya tanpa perlu dipelajari. 6. 1. Dorongan untuk mempertahankan hidup. Dorongan ini mungkin ada karena manusia adalah makhluk kolektif. Dorongan ini memang merupakan suatu kekutan biologis yang ada pada setiap makhluk di dunia untuk dapat bertahan hidup. 5. warna-warni. yang sudah mulai tertarik pada bentuk-bentuk. Dorongan untuk keindahan.5. Adat. Dorongan untuk bergaul atau berinteraksi dengan sesame manusia.3. memaksa perbuatan yang seragam (conform) dengan manusia-manusia di sekelilingnya. Dorongan ini tidak perlu dipelajari. Dorongan itu kemudian lebih lanjut membentuk kekuatan-kekuatan yang oleh perasaanya dianggap berada di luar akalnya sehingga timbul religi. Dorongan ini telah banyak menarik perhatian para ahli antropolagi. yang memang merupakan landasan biologi dari kehidupan masyarakat manusia sebagai kolektif. Dorongan untuk berupaya mencari makan. 3. Dorongan untuk berbakti. 7.

dan merupakan dasar dari unsur kesenian. dan gerak-gerak. irama.dan suara-suara. .

 Karakteristik Manusia Sebagai Makhluk Sosial Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada yang menitik beratkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. III. Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari : 1) penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan. Dimana memiliki unsur-unsur keharusan biologis.2. Pengertian Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Dorongan untuk melangsungkan jenis Dari tahapan diatas menggambarkan bagaimana individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial dimana antar individu merupakan satu komponen yang saling ketergantungan dan membutuhkan. kecuali melalui medium kehidupan sosial. Dorongan untuk mempertahankan diri 3. Esensi manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia tentang status dan posisi dirinya adalah kehidupan bersama. yang terdiri dari: 1. serta bagaimana tanggungjawab dan kewajibannya di dalam kebersamaan. Manusia tidak dapat menyadari individualitas. Dorongan untuk makan 2.BAB III MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL III. Sebagai makhluk sosial karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. dimana manusia menerima . Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Sehingga komunikasi antar masyarakat ditentukan oleh peran oleh manusia sebagai makhluk sosial.1.

Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih saying orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Sehingga secara jelas bahwa manusia itu sendiri punya konsep sebagai makhluk sosial. Pada umumnya hasrat meniru itu kita lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok tetapi juga terjadi didalam kehidupan masyarakat secara luas. 2) Harga diri yang rendah.bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain. 3) Isolasi sosial. Sebagai makhluk sosial karena manusia menjalankan peranannya dengan . Dari gambaran diatas jelas bagaimana manusia itu sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses meniru. Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya. Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni : 1) Tekanan emosional. 2) penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja mnausia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.

menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. spesialisasi dan integrasi atau organissai harus saling membantu. berinteraksi. dia selalu membutuhkan manusia lain. kebersamaan. serta bekerjasama dalam kelompok yang lebih besar. Kehidupan sosial. negara) dengan wibawanya wajib mengayomi individu. baik itu non formal (masyarakat) maupun dalam bentuk-bentuk formal (institusi.4. Dapat dikatakan bahwa sejak lahir. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Sebab kemajuan manusia nampaknya akan bersandar kepada kemampuan manusia untuk kerjasama dalam kelompok yang lebih besar. kecuali melalui medium kehidupan sosial. III. manusia tidak hidup dalam kesendirian. justru memberikan rasa tanggungjawab untuk mengayomi individu yang jauh lebih ”lemah” dari pada wujud sosial yang ”besar” dan ”kuat”. dan bersosialisasi dengan manusia lainnya.3. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. mendirikan kaidah perilaku. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan. Manisfestasi manusia sebagai makhluk sosial. III. Hakekat manusia sebagai makhluk sosial dan politik akan membentuk hukum. nampak pada kenyataan bahwa tidak pernah ada manusia yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain. dia sudah disebut sebagai makhluk sosial. Kerjasama sosial merupakan syarat untuk kehidupan yang baik dalam masyarakat yang saling membutuhkan. Manusia tidak dapat menyadari individualitas. Hal ini . Kedudukan Manusia sebagai Makhluk Sosial Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia sebagai warga masyarakat. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Dalam perkembangan ini. Pengembangan Manusia Sebagai Makhluk Sosial Di dalam kehidupannya. Kesadaran manusia sebagai makhluk sosial.

Manusia memerlukan pengertian. ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup. kasih saying. Imanuel Kant mengatakan. Pada zaman modern seperti saat ini manusia memerlukan pakaian yang tidak mungkin dibuat sendiri. Hal tersebut memberi penekanan bahwa pendidikan memberikan kontribusi bagi pembentukan pribadi seseorang. manusia juga hidup bersama dalam memenuhi kebutuhan rohani. dan berbagai rasa emosional lainnya. Jadi jika manusia tidak dididik maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya. dan warga negara. Di dalam kehidupan manusia selanjutnya. Tiap-tiap pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Dengan demikian manusia sebagai makhluk sosial berarti bahwa disamping manusia hidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah. manusia memiliki sifat yang khas yang dapat menjadikannya lebih baik.menunjukkan kondisi yang interdependensi. harga diri pengakuan. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif. Tanggapan emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat. "manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan". Hal ini telah terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian terhadap anak terlantar. Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilai-nilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi antarindividu. warga masyarakat. Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia. Tidak hanya terbatas pada segi badaniah saja. . manusia juga mempunyai perasaaan emosional yang ingin diungkapkan kepada orang lain dan mendapat tanggapan emosional dari orang lain pula. Dalam berhubungan dan berinteraksi.

menghargai. III.2. yaitu : 1. Berdasarkan definisi di atas maka dapat menyimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu. jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan). Interaksi antara individu dan individu Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif.5. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok . Interaksi Sosial III. akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. antar kelompok maupun atar individu dan kelompok. 3. dan saling mendukung” (Siagian.5.1. “Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu. “Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial” . 2. Interaksi antara individu dan kelompok Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Macam . 2004).Macam Interaksi Sosial Menurut Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam.macam sesuai situasi dan kondisinya. antar kelompok atau antar individu dan kelompok”. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam . “Interaksi positif hanya mungkin terjadi apabila terdapat suasana saling mempercayai. jika jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial.5. Interaksi positif.III. Interaksi negatif. Maryati dan Suryawati (2003) menyatakan bahwa. Pengertian Interaksi Sosial Manusia dalam hidup bermasyarakat. Pendapat lain dikemukakan oleh Murdiyatmoko dan Handayani (2004).

yaitu : 1. c.5. seperti : a. saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama. d. Bentuk . Kerja sama Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. yakni yang mengarah kepada bentuk . Persaingan . Misalnya. Akomodasi Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok .bentuk pertentangan atau konflik. sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran. Akulturasi Akulturasi adalah proses sosial yang timbul. kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek. Asimilasi Asimilasi adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda.bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti : a. 2.kelompok manusia untuk meredakan pertentangan. tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri. Interaksi sosial yang bersifat disosiatif. interaksi sosial dikategorikan ke dalam dua bentuk. b. yakni yang mengarah kepada bentuk .3.Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif. apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri. III.Bentuk Interaksi Sosial Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002).

Kontravensi Kontravensi adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Kontak sosial Kontak sosial adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial.5.5. . tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya. sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang b.5.unsur kebudayaan golongan tertentu.Persaingan adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu. Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas d. akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik. Syarat .Syarat Terjadinya Interaksi Sosial Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002). dan masing . Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang. interaksi sosial dapat berlangsung jika memenuhi dua syarat di bawah ini.terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur . ada empat ciri . antara lain : a. yaitu: : a. Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial c.masing pihak saling bereaksi antara satu dengan yang lain meski tidak harus bersentuhan secara fisik.Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu III.ciri interaksi sosial. agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif.Ciri Interaksi Sosial Menurut Tim Sosiologi (2002). Konflik Konflik adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu.4. baik secara tersembunyi maupun secara terang . Ciri . c. III. b.

Sugesti Sugesti adalah suatu ide yang didasari oleh kepercayaan diri. Komunikasi Komunikasi artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain. Imitasi Imitasi adalah mematuhi kaidah-kaidah yang sudah ada.6. Rasa simpati keluar dengan sendirinya tanpa adanya paksaan. III. inisiatif. kemampuan. Simpati Simpati adalah rasa tertarik seseorang terhadap orang lain. . yang patut dijadikan contoh. kemudian diterima oleh pihak lain baik secara otoriter ataupun karena berwibawa dan berpengaruh. Identifikasi Identidikasi adalah proses pencarian diri dengan melalui penglihatan terhadap orang lain yang di idealkan-nya. atau wawasan pengetahuan. c. d. kemudian timbul rasa untuk memahami pihak lain dan keinginan untuk bekerjasama. b.5. atas dasar ilham. egosentris.b. hal tersebut didasari oleh penghormatan karena mempunyai kelebihan. meng-copy dan meneruskan aturan yang telah berlaku. Faktor-faktor interaksi sosial a. hal tersebut berlangsung secara tidak sadar disertai adanya keinginan untuk mencontoh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful