P. 1
Halogen

Halogen

|Views: 633|Likes:
Published by Iskandar Setiadi
For my homework, of course xD
For my homework, of course xD

More info:

Published by: Iskandar Setiadi on Oct 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2013

pdf

text

original

1

0weityuiopasufghjklzxcvbnmqweity
uiopasufghjklzxcvbnmqweityuiopasu
fghjklzxcvbnmqweityuiopasufghjklzx
cvbnmqweityuiopasufghjklzxcvbnmq
weityuiopasufghjklzxcvbnmqweityui
opasufghjklzxcvbnmqweityuiopasufg
hjklzxcvbnmqweityuiopasufghjklzxc
vbnmqweityuiopasufghjklzxcvbnmq
weityuiopasufghjklzxcvbnmqweityui
opasufghjklzxcvbnmqweityuiopasufg
hjklzxcvbnmqweityuiopasufghjklzxc
vbnmqweityuiopasufghjklzxcvbnmq
weityuiopasufghjklzxcvbnmqweityui
opasufghjklzxcvbnmqweityuiopasufg
hjklzxcvbnmityuiopasufghjklzxcvbn
mqweityuiopasufghjklzxcvbnmqweit
yuiopasufghjklzxcvbnmqweityuiopas
ufghjklzxcvbnmqweityuiopasufghjklz










Disusun Oleh

Irene Josephine Susanto XII.2 / 18
Iskandar Setiadi XII.2 / 19
Narayan Coanapesy XII.2 / 26



Sekolah Menengah Atas Katolik Ricci I
Jl. Kemenangan III / 47
Jakarta Barat
Oktober 2010

Kelimpahan dan Sifat-sifat Unsur
Halogen



1iniv



2 | Þ a a e

1vìv )cnvvnìv·

Pertama-tama, penyusun mengucapkan puii syukur atas penyertaan Tuhan Yang
MahaEsa karena atas kehendakNya penyusun dapat menyelesaikan pembuatan laporan
praktikum ini.
Tuiuan pembuatan paper ini adalah untuk memenuhi tugas Kimia. Selain itu,
pembuatan laporan ini iuga bertuiuan untuk menambah pengetahuan tentang golongan-
golongan halogen. Paper ini dibuat berdasarkan reIerensi dari berbagai sumber.
Dalam pembuatan paper ini, terdapat beberapa hambatan-hambatan seperti sulitnya
mencari data dan inIormasi yang konkrit.
Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu
penulis dalam pembuatan laporan ini. Orang-orang tersebut ialah:
1. Bu Lita Lituina selaku guru kimia yang telah memberikan bimbingan kepada
penulis.
2. Orang Tua penyusun yang telah memberikan dorongan kepada penyusun.
3. Orang-orang lainnya yang telah membantu penyusun dalam menyelesaikan
laporan ini.
Semoga laporan ini dapat menambah wawasan dan ilmu para pembaca.
Akhir kata, penyusun menyadari bahwa laporan ini tidak terlepas dari kekurangan.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dari para pembaca. Semoga laporan ini
bermanIaat bagi para pembaca.
Jakarta, Oktober 2010

Penulis




3 | Þ a a e

v{ìv· 1.i

Halaman Judul
Kata Pengantar
DaItar Isi
I. Pengertian Halogen...............................................................4
II. SiIat-SiIat Fisis Halogen......................................................7
III. SiIat-SiIat Kimiawi Halogen
III.1 Kelarutan Halogen..........................................................................11
III.2 Daya KereaktiIan Halogen.............................................................11
III.3 Jenis-Jenis Reaksi Halogen............................................................13
III.4 Daya Oksidasi Halogen..................................................................16
IV. Kegunaan Halogen
IV.1 Fluorin.............................................................................................17
IV.2 Klorin..............................................................................................18
IV.3 Bromin............................................................................................19
IV.3 Iodin................................................................................................19
V. Pembuatan Senyawa Halogen.............................................20
Abbreviation............................................................................22
Bibliography............................................................................23





4 | Þ a a e


I. Pengertian Halogen
Apa yang dimaksud dengan Halogen?
Halogen, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu
hals yang berarti garam/laut dan genes yang berarti
pereaksi, merupakan sebuah sebutan untuk unsur
kimia pada golongan 7A (Grup 17 IUPAC Style).
Unsur-unsur pada golongan ini biasanya membentuk ion bermuatan negatiI satu. Agar
mencapai stabilitas, biasanya unsur dalam golongan ini akan mencari pasangan satu elektron
agar bermuatan stabil. Ion negatiI inilah yang kemudian disebut ion halida. Secara garis
besar, ada 5 unsur penyusun golongan halogen, yaitu Fluorin, Klorin, Bromin, Iodin, dan
Astatin. Walau demikian, Astatin iarang diikutsertakan dalam pembahasan karena merupakan
unsur radioaktiI dan berumur pendek. Selain itu, sebenarnya masih ada unsur Uus
(Ununseptium) yang masih belum ditemukan sampai sekarang.
Unsur-unsur golongan halogen dapat ditemukan dibeberapa tempat. Fluorin biasanya
ditemukan diatas permukaan tanah, Klorin ditemukan didalam air laut, dan demikian iuga
dengan Bromin maupun Iodin yang dapat diperoleh dari air laut. Sedangkan astatin sendiri
adalah hasil dari pemboman unsur bismuth dan partikel alIa (radioaktiI).
Sejarah
Fluorin, yang bernomor atom 9, berasal dari bahasa latin
yaitu Iluere yang artinya 'to flow, pertama kali ditemukan oleh
Carl William Scheele pada tahun 1771. Walau demikian,
sebenarnya penggunaan Fluorine telah ditemukan seiak tahun
1530 oleh Georgius Agricola, yang menggunakan Iluorite (lih
gambar) CaF
2
untuk menggabungkan logam atau mineral-mineral lain (Iungsinya sebagai
perantara). Percobaan yang dilakukan dalam menemukan Fluorine adalah dengan
mencampurkan CaF
2
dengan larutan H
2
SO
4
sehingga terbentuk 2HF ¹ CaSO
4
.
Karena kereaktiIannya yang tinggi, membuat senyawa murni Fluorin berialan lambat
karena Fluorine iuga dapat bereaksi dengan banyak ienis gas (misalnya H). Setelah banyak
3 | Þ a a e

ilmuwan terbunuh dalam percobaannya, pada tahun 1886, Henri Moissan pada akhirnya
berhasil menemukan cara untuk mengisolasi gas Iluorin murni.
Klorin, unsur dengan nomor atom 17, adalah unsur
terbanyak ke-20 yang ada di muka bumi. Klorin berasal dari
bahasa Yunani, loros yang artinya 'pale green. Penggunaan
Klorin sudah dilakukan seiak iaman dahulu kala yaitu dengan
menggunakan NaCl sebagai
garam. Unsur Klorin yang
terisolasi ditemukan pada tahun 1774 oleh Carl William
Scheele. Reaksi yang dilakukan oleh ilmuwan berkebangsaan
Swedia ini adalah 4HCl ¹ MnO
2
÷ MnCl
2
¹ 2H
2
O ¹ Cl
2.
Walaupun pada saat penemuannya, Carl menganggap Cl
2
yang ditemukan adalah suatu senyawa yang berikatan dengan
oksigen yang disebut muriaticum. Hal ini dikarenakan teori senyawa asam yang masih
berikatan dengan O
2
. Pada tahun 1810, Sir Humphry Davy akhirnya menyatakannya sebagai
unsur yang berdiri sendiri. Pada tahun 1823, Michael Faraday berhasil mengisolasi Klorin
dalam bentuk liquid untuk pertama kali.
Bromin (Br), yaitu unsur yang bernomor atom 35, adalah
salah satu unsur yang korosiI dan beracun. Nama Bromin
diambil dari bahasa Yunani yaitu bromos yang berarti
'Stenc. Kegunaan utamanya adalah sebagai alat untuk
memadamkan api.
Bromin ditemukan oleh Antoine Balard pada tahun
1825. Balard menemukan Bromin dari rumput laut yang ia dapatkan di area penambangan
garam di Montpellier. Rumput laut ini biasanya digunakan untuk diambil iodinnya, tetapi
ternyata ia menemukan senyawa lain yang pertama-tama diduganya adalah ICl (Iodine
Klorida), yang ternyata merupakan suatu unsur baru yang diberi nama muride (yang namanya
kemudian meniadi Br). Penggunaannya secara komersil baru dilakukan pada tahun 1860,
seperti yang digunakan untuk tuiuan medis. Di tahun 1840, telah ditemukan aplikasi Bromine
dalam pembuatan lapisan halida perak yang digunakan dalam IotograIi.
6 | Þ a a e

Unsur selaniutnya adalah Iodin, yang bernomor atom
53 ini ditemukan oleh Bernard Courtois pada tahun 1811.
Iodin sendiri berasal dari bahasa Yunani, iodes yang
artinya 'violet. Bernard Courtois bekeria sebagai seorang
pembuat serbuk mesiu. Pada masa perang Napoleon di Perancis, Ia mengisolasi NaCO
3
dari
rumput laut yang didapatkannya di daerah Normandy dan Brittany. Cara untuk
mengisolasinya adalah dengan membakar rumput lautnya dan abunya dibersihkan dengan air.
Kemudian sisanya ditambahkan dengan H
2
SO
4
. Pada suatu hari, Ia tidak sengaia
menambahkan H
2
SO
4
berlebih, yang kemudian menghasilkan gas berwarna ungu.
Karena ia tidak memiliki biaya untuk melakukan riset, akhirnya ia
memberikan sampel percobaan kepada Bernard Desormes, Nicolas
Clement, Gay-Lussac, dan Andre-Marie Ampere. Ampere kemudian
memberikan sampel kepada Humphry Davy untuk diteliti. Pada akhirnya,
tahun 1813 Bernard Desormes dan Nicolas Clement memberikan
pernyataan di Imperial Institute oI France, bahwa senyawa tersebut
merupakan unsur atau gabungan senyawa dengan oksigen. Empat hari kemudian, Gay Lussac
dan Humphry Davy menyatakannya sebagai unsur baru yang bernama Klorin. Royal Society
oI London sulit menentukan siapa yang menemukan unsur ini pertama kali, kemudian Gay
Lussac dan Humphry Davy menyatakan Bernard Curtois sebagai orang pertama yang berhasil
mengisolasi unsur ini.
Astatin (At) merupakan unsur radioaktiI yang bernomor
atom 85, dan merupakan salah satu unsur halogen dengan
massa terbesar. Astatin berasal dari bahasa Yunani, astatos
yang artinya 'unstable atau tidak stabil. Umurnya sangat
pendek, yaitu hanya beberapa menit semeniak unsur ini
terbentuk karena merupakan hasil dari reaksi radioaktiI yang
dapat terurai meniadi sinar alpha. Astatin adalah salah satu
unsur terlangka di bumi, yang iumlahnya hanya mencapai 30 gram saia.
Astatin ditemukan oleh Dale R. Corson,
Kenneth Ross MacKenzie, dan Emilo Serge pada
tahun 1940 di University oI CaliIornia, Berkeley
dengan menembakkan Bizmuth (gol VA) dengan
7 | Þ a a e

sinar alpha. Sebelum penemuannya, Dimitrii Mendeleyev telah meramalkan senyawa ini,
yang disebut dengan 'eka-iodine. Proses alami pembentukannya sendiri baru ditemukan
oleh Samuel David Black pada tahun 1942. Ilmuwan memprediksikan hanya ada 26 gram
astatin yang terbentuk melalui reaksi alami di muka bumi ini. Proses pembentukan Astatin
melalui reaksi:
209 4 211 1
83 2 85 0
2 i At n - F
Selain kelima unsur diatas, sebenarnya terdapat satu unsur yang belum ditemukan, yang
diberi nama sementara oleh IUPAC yaitu Uus atau Ununseptium, yang bernomor atom 117.
Unsur ini diduga dapat terbentuk melalui reaksi sintesis dua senyawa, yaitu Berkelium (Bk)
dan Kalsium (Ca). Di Rusia, sedang dibentuk suatu tim untuk meneliti tentang kehadiran
senyawa ini.

II. SiIat-siIat Fisis Halogen
SiIat-siIat Iisis adalah siIat-siIat dari suatu unsur kimia yang terdapat didalam setiap
unsur kimia.
Berikut ini adalah tabel perbandingan dari siIat-siIat kelima unsur (Iisis maupun kimia):
Sifat Fluorin Klorin Bromin Iodin Astatin
Simbol. Nomor Atom (Z) F, 9 Cl, 17 Br, 35 I, 53 At, 85
Periode. Blok 2, p 3, p 4, p 5, p 6, p
Konfigurasi Elektron |He|
2 5
2 2 s p
|Ne|
2 5
3 3 s p
|Ar|
10 2 5
3 4 4 d s p

|Kr|
10 2 5
4 5 5 d s p
|Xe| 4I
14
5d
10

6s
2
6p
5

assa Atom (g/mol) 18.99 35.45 79.9 126.9 210
Elektron tiap kulit 2, 7 2, 8, 7 2, 8, 18 , 7 2, 8, 18, 18, 7 2, 8, 18, 32, 18, 7
Fase normal Gas Gas Cair Padat Padat
assa 1enis (g/L) 1,7 3,2 3,1 4,93 7
Titik Lebur/Cair (K) 53,53 K 171,6 K 265,8 K 386,85 K 575 K
Titik Didih (K) 85,03 K 239,11 K 332 K 457,4 K 610 K
Titik Kritis (K) 144,13 K 416,9 K 588 K 819 K ?
Kalor Peleburan 0,51 kJ·mol
1
6,406 kJ·mol
1
10.57 kJ·mol
1
15.52 kJ·mol
1
?
Kalor Penguapan
6,62 kJ·mol
1
20,41 kJ·mol
1
29.96 kJ·mol
1
41.57 kJ·mol
1
40 kJ·mol
1

Kapasitas Kalor
(I·mo|
-1
·k
-1
)
31,3 33,95 75,69 54,44 ?
8 | Þ a a e

Tekanan Uap 1Pa pada
T/K
38 K 128 K 185 K 260 K 361 K
Struktur Kristal
Cubic orthorhombic orthorhombic orthorhombic ?
Bilangan Oksidasi
-1 1, 3, 5, 7 7, 5, 4, 3, 1, -1 7, 5, 3, 1, -1 1, 3, 5, 7
Elektronegativitas 3,98 3,16 2,96 2,66 2,2
Energi Ionisasi Pertama
1681 kJ·mol
1
1251,2 kJ·mol
1
1139,9 kJ·mol
1
1008.4 kJ·mol
1
89040 kJ·mol
1

Potensial Reduksi
Standar
2,87 V 1,36 V 1,06 V 0,54 V 0,20 V
1ari-1ari Atom () 0,57 0,79 0,94 1,15 1,43
1ari-1ari Kovalen () 0,64 0,99 1,14 1,33 1,5
1ari-1ari Der Waals () 1,47 1,75 1,85 1,98 2,02
Sifat agnetik Nonmagnetic Nonmagnetic Diamagnetic Diamagnetic ?
Konduktivitas Thermal 27.7
8,9x10
-3

0,122 0,449 1,7
Energi Ikatan (I·mo|
-1
) 155 242 193 151 ?
Afinitas Elektron (k1/mol)
-328 -349 -325 -295 -270

Penielasan:
Titik Kritis (T
c
) adalah suatu titik suhu dimana Iase cair dan Iase uap tidak dapat
dibedakan. Yang menyebabkan perbedaan Iase pada titik ini adalah tekanan yang diberikan
pada unsur tersebut.
Kapasitas Kalor adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu suatu
unsur satu deraiat. Biasanya nilai dari kapasitas kalor diukur pada suhu ruangan (RTP).
Tekanan Uap adalah suatu kesetimbangan tekanan suatu uap dalam Iase yang tidak
berwuiud uap. Pada suhu tertentu inilah, suatu unsur memiliki kesetimbangan dinamis antara
Iase cair atau padatnya.
Struktur kristal tiap unsur berbeda-beda. Ada banyak sekali klasiIikasi bentuk kristal
seperti isometrik, heksagonal, tetragonal, orthorhombic, monoclinic, triclinic, dll. Fluorin
memiliki bentuk seperti kubus, sementara klorin, bromin, dan astatin memiliki bentuk
orthorhombic. Berikut ini adalah contoh proyeksi ienis-ienis kristal orthorhombic:
9 | Þ a a e



Mengapa terdapat perbedaan didalam iari-iari suatu unsur? Berikut ini adalah deIinisi
dari masing-masing istilah iari-iari yang digunakan:
O Jari-iari atom dihitung dari pusat suatu atom menuiu kekulit terluarnya.
O Jari-iari van Der Waals adalah setengah dari iarak antara dua inti molekul atom
berbeda yang berikatan.
O Jari-iari kovalen adalah iarak diantara dua molekul yang berikatan secara
kovalen.
O Jari-iari Bohr adalah suatu satuan iari-iari yang digunakan dalam kulit elektron
dengan tingkat energi terendah. Sekarang iari-iari ini sudah tidak dipakai lagi,
karena hanya dapat diaplikasikan ke unsur dengan elektron tunggal seperti
hidrogen.
O Jari-iari ion adalah iari-iari yang dihitung dari dua unsur yang berikatan dengan
ikatan ion.
Dalam kemampuan magnetisnya, Fluor dan Klorin tergolong
nonmagnetik sementara Bromin dan Iodin tergolong diamagnetik.
Apa perbedaannya? Secara garis besar, kemampuan magnetis adalah
kemampuan suatu benda untuk menciptakan medan magnet ketika
didekatkan dengan medan magnet. Diamagnetik termasuk salah satu
siIat magnetik yang rendah. Dengan siIat diamagnetik, kedua benda
dapat saling tolak menolak. Dalam ilmu Iisika, diamagnetik teriadi
ketika suatu benda memiliki nilai permeabilitas magnetik (µ
0
) yang kurang dari 1. Karena
disini kita akan membahas tentang garis besar reaksi kimia unsur-unsur halogen, maka untuk
penielasan lebih laniut mengenai siIat magnetisme tidak akan dibahas disini.
10 | Þ a a e

Lalu apa yang dimaksud dengan Konduktivitas thermal? Konduktivitas thermal adalah
sebuah nilai ukur yang digunakan untu k mengetahui daya suatu benda dalam menyerap
panas. Biasanya nilai standar diukur pada 300 K (27 Celcius) dan diukur dalam W·K
1
·m
1
(
Watt/Kelvin.mol)

.

Struktur
Dalam senyawa bebas, unsur-unsur halogen seperi Iluorin, klorin,
bromin, dan iodin berstruktur molekul diatomik (X
2
). Kestabilan molekul
ini tergantung pada setidaknya dua hal, yaitu besar iari-iari atomnya, dan
iarak antara kedua inti atom (proton) dalam molekul diatomik ini.
Berdasarkan konsepnya, seharusnya dari Fluorin ke periode dibawahnya
semakin tidak stabil / mudah berikatan karena gaya tarik-menarik antara
elektron dan inti atom yang semakin lemah karena pertambahan paniang
iari-iarinya. Tetapi kita dapat melihat bahwa ternyata besarnya energi
ikatan diatomik unsur diatas bila diurutkan dari yang terbesar ke terkecil adalah Cl F Br
I. Mengapa F lebih reaktiI dibandingkan Cl? Hal ini dipengaruhi iuga akibat gaya tolak
menolak antara kedua inti atom F, sehingga energi ikatan yang dimilikinya adalah energi
tarik menarik elektron dengan inti atom, dikurangi dengan gaya tolak menolak kedua inti
atomnya. Dari dasar inilah kita mendapat kesimpulan bahwa Fluorin merupakan salah satu
senyawa yang reaktiI.
Titik didih dan titik lebur golongan halogen didasarkan pada siIat bahwa molekul
halogen diatomik adalah non-polar. Hal ini menyebabkan teriadinya gaya dispersi antara
kedua molekul. Seiring bertambah besarnya ukuran molekul, maka gaya dispersi yang teriadi
antara dua unsur tersebut akan semakin besar. Hal ini menyebabkan semakin tingginya nilai
titik didih maupun titik lebur dari unsur golongan halogen dari atas kebawah.
Dalam temperatur kamar (RTP), seperti disebutkan diatas, dapat diketahui bahwa
wuiud Iluorin dan klorin adalah gas, wuiud bromin adalah zat cair, sedangkan wuiud iodin
dan asetin adalah padat. Untuk warna masing-masing unsur, seperti yang dapat dilhat pada
gambar bagian I, bahwa gas Iluorin berwarna kuning muda, gas klorin berwarna hiiau muda
(cairannya berwarna kuning tua), bromin merah tua, dan iodin padat berwarna hitam (wuiud
gasnya berwarna ungu).
11 | Þ a a e

III. SiIat-siIat Kimiawi Halogen
III.1 Kelarutan Halogen
Halogen sendiri dapat diklasiIikasikan sebagai larutan non-polar. Semua unsur
golongan ini mudah larut dengan pelarut non-polar seperti karbon tetraklorida (CCl
4
) dan
beberapa ienis senyawa organik lainnya. Golongan Halogen iuga dapat dilarutkan dalam air.
Hanya saia, kelarutannya berkurang dari Iluorin ke iodin, dimana Iluorin terurai sempurna
meniadi HF ketika direaksikan dalam air.
Reaksi Fluorin dengan air :
2( ) 2 ( ) ( ) 2( )
2 4
g l aq g
F H O HF O F
Reaksi Halogen lain dengan air:
2( ) 2 ( ) ( ) g l aq
X H O HX HXO F
Sebagai tambahan inIormasi untuk larutan Iisisnya, larutan klorin berwarna hiiau muda,
bromin berwarna coklat merah, larutan iodin berwarna coklat. Sedangkan larutan iodin dalam
pelarut yang tak beroksigen seperti CCl
4
berwarna merah ungu.

III.2 Daya KereaktiIan Halogen
Elektronegativitas adalah sebuah istilah yang digunakan dalam menyatakan
kemampuan suatu unsur dalam mengikat elektron. Keelektronegativitas ini biasanya diukur
dalam skala Pauling, yang biasanya berkisar antara 0 sampai 4 (semakin besar skalanya,
maka daya suatu unsur dalam mengikat elektron semakin besar).
12 | Þ a a e

Pada golongan Halogen, dapat dilihat dari data diatas bahwa elektronegativitas Fluorin
adalah yang terbesar, dimana semakin kebawah, nilai konstanta elektronegativitasnya
menurun. Hal ini menuniukkan bahwa kemampuan Fluorin mengikat elektron dalam
golongan halogen adalah yang terbesar. Hal ini dikarenakan Iaktor iari-iari atomnya yang
paling kecil, sehingga mudah menangkap elektron.
Sedangkan aIinitas elektron adalah energi penyerapan
yang dibutuhkan suatu atom untuk menyerap satu elektron
yang netral dalam wuiud gas sehingga terbentuk ion negatiI
satu. Semakin negatiInya nilai dari aIinitas elektron,
menuniukkan semakin besar kecenderungan suatu atom unsur
untuk menyerap elektron. Secara normal, untuk golongan
halogen, aIinitasnya dari semakin negatiI ke semakin positiI.
Tetapi ada pengecualian untuk Fluorin dan Klorin, dimana aIinitas Klorin (Cl) lebih besar
dibandingkan aIinitas elektron dari Iluorin. Hal ini teriadi karena kecilnya ukuran dari atom
Iluorin, yang menyebabkan gaya tarik menarik antara suatu elektron yang sudah berikatan
dengan inti atom meniadi besar. Dari sinilah dapat disimpulkan bahwa elektronegativitas
dipengaruhi oleh energi ikatan dan aIinitas elektron.
Kemudian apa hubungannya dari elektronegativitas dan aIinitas elektron dalam
kecenderungan suatu unsur untuk bereaksi? Dalam reaksinya, walau aIinitas elektron dari
Fluorin lebih kecil dibandingkan Klorin, tetapi Fluorin paling cenderung untuk bereaksi. Dari
sinilah diketahui bahwa, ada Iaktor lain yang mempengaruhi penangkapan elektron yaitu
energi pemutusan ikatan H Fluorin yang lebih kecil dibandingkan Klorin.
Berikut ini adalah contoh proses penyerapan elektron oleh unsur-unsur golongan
halogen.
2( ) ( )
( ) ( )
2( ) ( )
2 H÷ ¹155 kJ
2F 2 2 H÷ 2 x -328 kJ ÷ -656 kJ
F 2 2 H÷ -501
g g
g g
g g
F F
e F
e F

F
F
( F kJ

Pada baris pertama adalah reaksi energi pemutusan ikatan dan pada baris kedua adalah
reaksi aIinitas elektron, dimana suatu unsur menangkap elektron dari udara bebas.
13 | Þ a a e

Untuk Fluorin, Bromin, dan Iodin, dengan cara yang sama berturut-turut didapatkan
hasil H ÷ -456 kJ, -457 kJ, dan -439 kJ.

III.3 Jenis-Jenis Reaksi Halogen
O Reaksi dengan logam
Golongan Halogen biasanya berikatan dengan logam yang memiliki bilangan oksidasi
tertinggi. Misalnya Besi (Fe), golongan halogen akan cenderung berikatan dengan Fe


dibandingkan dengan Fe

. Berikut ini adalah contoh reaksi halogen dengan logam:
2 3
2 3 2 Al r Alr F , dimana Al merupakan Al

dan Br
-
. Contoh lainnya adalah besi
dengan Klorin melalui reaksi
2 3
2 3 2 Fe Cl FeCl F yang menggunakan Fe

dan Cl
-
.

O Reaksi dengan Hidrogen (Membentuk Asam)
Golongan ini bila bereaksi dengan hidrogen dapat membentuk hidrogen halida (HX).
KereaktiIan golongan halogen dari Iluorin ke iodin semakin berkurang, sehingga Iluorin dan
klorin dapat menghasilkan ledakan ketika direaksikan dengan gas hidrogen, sementara
bromin dan iodin bereaksi perlahan-lahan. Berikut ini adalah reaksi yang teriadi:
2 2
2 H X HX F , sebagai contoh Fluorin dengan gas hidrogen yang menghasilkan hidrogen
Iluorida (HF).

O Reaksi dengan Basa
Reaksi ikatan antara Oksigen dengan Fluorin disini tidak dapat berialan secara
langsung, tetapi melalui perantara lain. Reaksi yang dilakukan untuk membentuk oksigen
diIluorida adalah:
2( ) ( ) 2( ) ( ) 2 ( )
2 2 2
g aq aq aq l
F NaOH OF NaF H O F .
Nantinya OF
2
yang terbentuk ini akan diubah melalui reaksi kompleks yaitu
2( ) 2( ) 2 5 2( )
2
aq aq aq
OF SO S O F F (pyrosulIuryl Iluorida),yang merupakan salah satu senyawa
berbahaya perusak lapisan ozon dan sering digunakan sebagai alat pembasmi hama.
Contoh lainnya adalah reaksi antara Klorin, Bromin, dan Iodin, yang melalui reaksi
disproporsionasi dalam basa.
14 | Þ a a e

Sebagai contoh, pada suhu RTP, reaksi yang teriadi antara klorin dengan basa adalah:
2( ) ( ) ( ) ( ) 2 ( )
2
g aq aq aq l
Cl NaOH NaCl NaClO H O F . Reaksi ini menghasilkan garam NaCl
dan senyawa NaClO.
Pada suhu dipanaskan, yang akan terbentuk dari reaksi penggabungan klorin dan basa
NaOH adalah:
2( ) ( ) ( ) 3( ) 2 ( )
6 5 3
g aq aq aq l
Cl NaOH NaCl NaClO H O F , dimana dibutuhkan 3x
lebih banyak dari Natrium hidroksida.

O Reaksi dengan air
Seperti yang sudah diielaskan sebelumnya dibagian kelarutan senyawa halogen, Iluorin
akan bereaksi dengan halogen membentuk Hidrogen Fluorida (HF) dan Oksigen, sementara
halogen lainnya akan mengalami reaksi auto-redoks dalam air yang menghasilkan asam
halida dan senyawa HXO, dimana X adalah unsur halogen (Hypo...ous), misalnya HClO
(Hypochlorous).
Reaksi Fluorin dengan air:
2( ) 2 ( ) ( ) 2( )
2 4
g l aq g
F H O HF O F
Reaksi Halogen lain dengan air:
2( ) 2 ( ) ( ) ( )
2 2 ( ) ( ) ( )
Misalnya Klorin melalui reaksi Cl
g l aq aq
l aq aq
X H O HX HXO
H O HCl HClO
F
F


O Reaksi dengan Non-logam dan Metaloid.
Ada tuiuh unsur yang dikelompokkan sebagai metaloid, yaitu boron (B), silikon (Si),
germanium (Ge), arsen (As), antimon (Sb), telurium (Te), polonium (Po), dan astatin (At).
Dalam iumlah terbatas, reaksi halogen dengan IoIor (P), arsen (As), dan antimon (Sb)
akan menghasilkan trihalida sedangkan iika iumlahnya berlebih akan menghasilkan
pentahalida. Perhatikan contoh reaksi dibawah ini:
4 2 3
4 2 5
6 4
10 4
P Cl PCl
P Cl PCl
F
F

13 | Þ a a e

Sedangkan reaksinya dengan metaloid maupun non logam dapat dilihat dari contoh
reaksi dibawah ini:
2 4
2 3
2
2 3 2
Si F SiF
F F
F
F
, sehingga dapat disimpulkan reaksi non-logam dan metaloid dengan
golongan halogen akan membentuk suatu ikatan senyawa baru.

O Reaksi dengan Hidrokarbon
Halogen yang bereaksi dengan hidrokaron biasanya mensubtitusikan atom hidrogennya.
Semakin kebawah, reaksi semakin sulit teriadi, dimana iodin sudah tidak dapat bereaksi
dengan golongan hidrokarbon.
Dibawah ini adalah reaksi yang teriadi dari metana dengan Klorin:
4( ) 2( ) 3 ( ) ( ) aq g aq aq
CH Cl CH Cl HCl F , yang menghasilkan asam klorida sebagai hasil
sampingan dan metil klorida.
Atau reaksi antara gas Iluorine dengan metana melalui persamaan:
4( ) 2( ) 3 ( ) ( ) aq g aq aq
CH F CH F HF F , menghasilkan metil Iluorida dan asam Iluorida.

O Reaksi Antar Halogen
Reaksi antar Halogen secara umum dapat dituliskan melalui persamaan reaksi:
2 2
2
n
X nY XY F , dimana Y adalah halogen yang lebih elektronegatiI dengan n adalah
bilangan 1,3,5, atau 7. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, bahwa Iluorin adalah
senyawa yang paling mudah bereaksi, sehingga tipe XY
7
hanya dapat dibentuk oleh Fluorin,
yaitu senyawa IF
7
.
Dibawah ini adalah contoh reaksinya:
2 2 5 2 2 3
5 2 dan Cl 3 2 r F rF F ClF F F .


16 | Þ a a e

O Reaksi Pendesakan Antar Halogen (Dengan Ionnya)
Dalam golongan halogen, dengan perbedaaan daya oksidasi (yang akan dibahas
dibagian selaniutnya) maka halogen periode atas dapat mengoksidasi unsur halida yang ada
dibawahnya, tetapi tidak dapat berlangsung sebaliknya. Perhatikan tabel dibawah ini:
F
-
Cl
-
Br
-
I
-
At
-
F
2
- ¹ ¹ ¹ ¹
Cl
2
- - ¹ ¹ ¹
Br
2
- - - ¹ ¹
I
2
- - - - ¹
At
2
- - - - -
Yang diberikan tanda minus menuniukkan bahwa tidak terdapat reaksi sementara tanda
positiI menuniukkan teriadinya reaksi. Untuk lebih ielasnya perhatikan beberapa contoh
dibawah ini:
2( ) ( ) ( ) 2( )
2( ) ( )
2 2
2 (tidak ada reaksi)
g aq aq l
l aq
Cl Nar NaCl r
r NaCl
F
F

Hal ini menuniukkan bahwa klorin dapat mengikat elektron dari Br sehingga teriadi
reaksi. Sedangkan untuk sebaliknya, tidak akan ada reaksi yang timbul.

III.4 Daya Oksidasi Halogen
Daya Oksidasi Halogen adalah kemampuan suatu unsur halogen untuk memecahkan
diri meniadi ion-ionnya. Secara umum, halogen merupakan unsur yang merupakan oksidator
kuat. Daya oksidasi golongan halogen menurun dari atas kebawah, dan sebaliknya daya
reduksinya bertambah dari atas kebawah. Untuk mengetahui tentang daya oksidasi ion halida,
dapat dilihat dari potensial elektrodenya.
2( ) ( )
2( ) ( )
2( ) ( )
2( ) ( )
2 2 E 2,87V
2 2 E ÷ ¹1,36V
2 2 E 1, 06V
2 2
g aq
g aq
l aq
s aq
F e F
Cl e Cl
r e r
I e I

2( ) ( )
E 0, 54V
2 2 E 0, 20V
s aq
At e At

17 | Þ a a e

Dengan nilai potensial sel yang semakin besar, seperti yang telah dibahas sebelumnya
pada bab sel volta, kita dapat mengetahui bahwa Fluorin akan lebih cepat bereaksi secara
spontan dibandingkan unsur Klorin, yang diikuti oleh Bromin, Iodin, dan Astetin.

IV. Kegunaan Halogen
Secara umum, seperti yang kita ketahui bahwa unsur-unsur halogen berikatan
membentuk garam. Dari deIinisi inilah, kita mengetahui bahwa halogen dapat digunakan
untuk membuat campuran senyawa-senyawa garam. Kecuali Astatin yang masih belum
banyak diketahui kegunaannya, kecuali dalam bidang radiologi medis, Iluorin, klorin,
bromin, dan iodin masih memiliki banyak kegunaan lainnya. Marilah kita bahas satu persatu.

IV.1 Fluorin
O Penggunaan senyawa Iluorin yang terkenal adalah untuk
pembuatan senyawa kloroIluorokarbon (CFC) yang disebut
iuga Ireon. Freon biasanya digunakan sebagai cairan untuk
mendinginkan pada AC maupun kulkas. Teknologi ini
menggunakan pemisahan isotop U-235 dan U-238 melalui
diIusi gas. Freon iuga digunakan sebagai aerosol pada bahan-bahan semprot. Walau
demikian, penggunaan CFC sudah mulai dikurangi karena dapat menyebabkan
kerusakan lapisan ozon.
O Hidrogen Fluorida (HF) sering digunakan untuk membuat tulisan diatas kaca. Hal ini
dikarenakan HF dapat melarutkan kaca melalui reaksi:
2( ) ( ) 4( ) 2 ( )
4 2
s aq g l
SiO HF SiF H O F
Selain itu, HF iuga digunakan sebagai komponen dalam lampu bohlam.
O Natrium Fluorida (NaF) yang digunakan untuk senyawa penggusir serangga
(insektisida).
O Digunakan dalam elektrolisis Alumunium.
18 | Þ a a e

O Senyawa pembuatan TeIlon (PolietraIluoroetilena), yaitu seienis plastik yang tahan
panas dan anti-lengket untuk barang rumah tangga.
O Penggunaan SnF
2
dalam pasta gigi, yaitu untuk mencegah kerusakan pada gigi.
O Penggunaannya dalam alat-alat kedokteran, seperti sebagai obat anti-depresan.
IV.2 Klorin
O Klorin didapat dari elektrolisis larutan NaCl.
O Klorin dapat digunakan untuk pembuatan bahan baku industri
plastik maupun karet sintetis.
O Pembuatan tetraklorida ( CCl
4
) untuk pelarut organik.
O Pembuatan etil klorida ( C
2
H
5
Cl ) untuk membuat TEL (Tetra Etil
Lead) sebagai bahan aditiI pada bensin.
O DDT (Dikloro DiIenil Trikloroetana) sebagai bahan
insektisida.
O Sebagai bahan pemutih, pada air kolam renang maupun tekstil
melalui reaksi dengan natrium hidroksida yaitu:
2( ) ( ) ( ) ( ) 2 ( )
2
g aq aq aq l
Cl NaOH NaCl NaClO H O F , dimana
NaClO (Natrium Hipoklorit) yang dihasilkan merupakan zat
pemutih yang akan digunakan.
O Sebagai asam halida untuk membersihkan permukaan logam dari karat, atau yang
disebut electroplating dengan menggunakan HCl.
O Penetralan senyawa-senyawa basa.
O Natrium Klorida (NaCl) yang digunakan sebagai garam dapur, pengawet makanan,
maupun untuk pencair saliu dinegara-negara yang memiliki musim dingin.
O Polivinil Klorida (PVC) untuk bahan pembuatan paralon.
O KCl untuk pembuatan pupuk.
O KclO
3
untuk pembuatan korek api.
O KloroIorm (CHCl
3
) untuk obat bius dan pelarut.
O Digunakan dalam baterai, yaitu sel merkuri, seperti yang pernah
dibahas dalam bab sel volta sebelumnya.
O Digunakan dalam bahan pembuatan kertas, maupun banyak hal lainnya seperti cat,
obat-obatan, antiseptik, dll.
19 | Þ a a e

IV.3 Bromin
O Pembuatan etilenbromida ( C
2
H
4
Br
2
), yaitu zat aditiI dalam campuran bensin
bertimbel. Kegunaannya adalah agar oksida timbel tidak melekat pada silinder
knalpot kendaraan, tetapi ikut menguap dan keluar bersama gas buangan kendaraan.
(SiIatnya beracun)
O Pembuatan AgBr, yaitu bahan yang sensitiI cahaya
pada Iilm IotograIi. AgBr terurai meniadi perak
(Warna hitam pada Iilm) dan bromin melalui reaksi:
( ) ( ) 2( )
2 2
s s l
Agr Ag r F
O Dalam pembuatan senyawa organik, seperti zat pewarna, obat-obatan, dan pestisida.
O NaBr (Natrium Bromida) sebagai bahan anti-convulsant (obat penenang).
O CH
3
Br (metil bromida) yang digunakan sebagai salah satu komponen dalam
penggusir serangga (insektisida).

IV.4 Iodin
O IodoIorm (CHI
3
) digunakan sebagai bahan antiseptik.
O Larutan iodin dalam alkohol, yang disebut tinktur iodin,
digunakan sebagai bahan antiseptik pada luka.
O Pembuatan perak iodida (AgI ) yang digunakan bersama-sama
dengan AgBr dalam Iilm IotograIi.
O Natrium iodat (NaIO
3
) atau Natrium iodida (NaI) yang meniadi bahan campuran
garam dapur, yang berguna untuk mencegah penyakit gondok maupun cacat mental.
O Untuk menguii adanya amilum dalam tepung tapioka.
O KI (Kalium Iodida) yang digunakan sebagai obat anti iamur.
O Digunakan dalam bidang medis, industri kimia, maupun radiologi kimia.




20 | Þ a a e

V. Pembuatan Senyawa Halogen
Untuk mencapai aplikasi-aplikasi diatas, tentunya senyawa halogen harus diproduksi
dan ada cara pembuatannya. Untuk itulah dibagian ini akan diielaskan beberapa penielasan
singkat mengenai cara untuk memproduksi senyawa halogen tersebut.
Di laboratorium, senyawa halogen dapat diperoleh melalui oksidasi senyawa halida
dengan KMnSO
4
dalam larutan asam, misalnya H
2
SO
4
.
Reaksi yang teriadi adalah:
2
4 2 2
X MnO H X Mn H O

F
O Fluorin
Untuk skala industri, pertama-tama kita mulai dari Fluorin (F
2
). Fluorin dibentuk
melalui suatu proses elektrolisa. KHF
2
dicampurkan dengan asam Iluorida (HF) cair, yang
kemudian ditambahkan senyawa LiF yang berIungsi untuk menurunkan suhu dari reaksi yang
teriadi. Secara ringkas reaksi yang teriadi adalah:
2 2
2
HF HF
HF H F


F
F
sehingga teriadi reaksi
2
2
Pada Anode baia : 2F 2
Pada Katode baia : H 2
F e
e H

F
F
.
O Klorin
Klorin dapat dibuat di industri melalui dua cara, yaitu proses downs, dan proses gibbs.
Proses downs dilakukan dengan cara mengelektrolisis leburan NaCl dengan NaF, dan
menggunakan anode inert yaitu karbon dan katode besi.
Reaksi yang teriadi adalah:
2
Pada Anode karbon : 2Cl 2
Pada Katode besi :Na
Cl e
e Na

F
F

Sedangkan proses Gibbs dilakukan dengan cara
mengelektrolisis larutan NaCl. (skema)
Reaksi yang teriadi adalah:
2
2 2
Pada Anode karbon : 2Cl 2
Pada Katode besi : 2H 2 2
Cl e
O e OH H

F
F



21 | Þ a a e

O Bromin
Di Industri, untuk mendapatkan Br
2
digunakan reaksi campuran Cl
2
yang dihubungkan
dengan udara melalui perantara air laut ( dimana ion air laut banyak mengandung ion negatiI
Br) sehingga teriadi reaksi :
2 2
2 2 Cl r Cl r

F .

O Iodin
Iodin di alam semesta kebanyakan merupakan campuran antara NaNIO
3
dengan
NaNO
3
. Untuk mendapatkan iodin, maka kita harus memisahkan senyawa NaNIO
3
dengan
membuat NaNO
3
meniadi suatu senyawa kristal. Dengan demikian kita dapat mengambil
endapan I
2
yang terbentuk, dengan catatan harus dimurnikan terlebih dahulu. Agar kita dapat
memperoleh Iodin dari NaNIO
3
, kita iuga harus menambahkan senyawa NaHSO
3
melalui
persamaan reaksi :
3 3 4 2 2
NaIO NaHSO NaHSO H O I F .














22 | Þ a a e

--·c.ivìion
Angstrum: 1 x 10
10
meter.
Disproporsionasi: Reaksi auto-redoks, dimana satu unsur mengalami oksidasi dan reduksi
secara bersamaan.
Elektrolisis: Reaksi yang melibatkan perubahan energi listrik meniadi energi kimia.
Isolasi: Suatu upaya untuk memisahkan unsur murni dari senyawanya.
IUPAC: International Union oI Pure and Applied Chemistry.
Metaloid: Unsur kimia yang memiliki siIat diantara logam dan non-logam.
Permeabilitas magnetik: Ukuran kemampuan bahan untuk membentuk garis-garis medan
magnet (Iluks) dalam dirinya sendiri.
Stench: Bau yang tidak sedap / menusuk.








23 | Þ a a e

i-iov·v¡n,

hLLpť//booksŦaooaleŦcoŦld/books?ldƹx0Mk!knv3s8CƎpaƹÞA371ƎlpaƹÞA371ƎdqƹWA8nA+uA8l
+MCLLkuL+PALCCLn
hLLpť//enŦwlklpedlaŦora/wlkl/AsLaLlne
hLLpť//enŦwlklpedlaŦora/wlkl/8romlne
hLLpť//enŦwlklpedlaŦora/wlkl/Chlorlne
hLLpť//enŦwlklpedlaŦora/wlkl/lluorlne
hLLpť//enŦwlklpedlaŦora/wlkl/lodlne
hLLp//ťwwwŦchemŴlsŴLrvŦora/?secLƹbela[arƎexLƹanallsls04_03
hLLp//ťwwwŦpusLekkomŦcom/warna haloaenť PaloaenŦswfŦ 2003
hLLpť//wwwŦscrlbdŦcom/doc/21382148/Paloaen
hLLp//ťwwwŦwlklpedlaŦcom/haloaenťPaloaenŦ2008
hLLpť//wwwŦ3rd1000Ŧcom/elemenLs/
MlcrosofL LncarLa © 2010Ŧ All 8lahLs 8eservedŦ
Þurbaţ Mlchaelţ 2007Ŧ klmla unLuk SMA kelas xll SemesLer 1Ŧ !akarLať ÞenerblL Lrlanaaa









'Inc n,.ìc·, .ni.n .onì -c .o.cv v ìnc ìinc i., .ncn ìni. ¡c·iovi. ìv-c .i .onc ìo ìnc cnv."

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->