P. 1
Sistem Politik Islam

Sistem Politik Islam

|Views: 181|Likes:
Published by oonxx
sistem politik islam solusi total atas sistem demokrasi yang terbukti gagal
sistem politik islam solusi total atas sistem demokrasi yang terbukti gagal

More info:

Published by: oonxx on Oct 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2010

pdf

text

original

SISTEM POLITIK ISLAM

KEDIKTATORAN
‡ Yang dimaksud sistem kediktatoran adalah apabila hukum yang berlaku di suatu negara bersumber dari satu atau sekelompok orang tertentu saja ‡ Konsekuensinya, hukum akan tunduk kepada kepentingan sekelompok elit pembuatnya ‡ Akibatnya, rakyat secara mayoritas akan tertindas ‡ Contohnya adalah sistem kerajaan atau monarki

SISTEM YANG SANGAT DIKTATOR
‡ Hukum yang berlaku di suatu negara bersumber pada seorang raja yang berkolusi dengan pendeta ‡ Pendeta mengatas namakan wakil Tuhan di dunia ‡ Padahal kenyataanya, pendeta banyak membuat hukum atas kepentingannya sendiri, kemudian mengatas namakan berasal dari Tuhan

‡ Kemudian para pendeta menyatakan bahwa hukum yang dibuatnya tidak mungkin salah, karena berasal dari Tuhan ‡ Menentang hukum tersebut berarti berdosa ‡ Yang menentang akan mendapatkan hukuman yang sangat berat ‡ Oleh karenanya, rakyat menjadi sangat tertindas ‡ Contohnya adalah sistem Theokrasi

ZAMAN KEGELAPAN EROPA
‡ Beratus-ratus tahun rakyat Eropa hidup di zaman theokrasi ‡ Kehidupan rakyat Eropa sangat menderita dan sengsara ‡ Akhirnya, keadaan itu mendorong kaum intelektual untuk bangkit ‡ Mereka mencoba mengkritisi dokrin-dokrin gereja ‡ Kemudian mereka mencoba untuk mempengaruhi masyarakat ‡ Mereka mengajak untuk melawan

LAHIRLAH REVOLUSI PERANCIS
‡ Agama dan Tuhan harus dimusnakan ‡ Kaum intelektual berhasil menunjukkan kesalahan dokrin-dokrin gereja ‡ Rakyat berhasil diyakinkan ‡ Rakyat dan kaum intelektual bersatu padu untuk melawan rezim raja dan pendeta ‡ Puncaknya, mereka berhasil menumbangkan rezim theokrasi ‡ Lahirlah Revolusi Perancis

BAGAIMANA KELANJUTANNYA?
‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Faham keberadaan Tuhan dan Agama telah terkubur habis Apakah sudah selesai sampai disini? Ternyata, muncul perlawanan dari sisa-sisa pengikut gereja Mereka tidak bisa menerima paham atheisme Mereka mencoba untuk menyusun kembali faham tentang keberadaan Tuhan (theisme) Siapa yang menang? Ternyata, secara pemahaman ke-2 kelompok tersebut sama-sama kuat Bagaimana solusinya? Solusinya adalah : kompromi...

LAHIRLAH PANDANGAN HIDUP BARU
‡ Apa jalan kompromi tersebut? ‡ Jalan kompromi tersebut adalah : sekulerisme ‡ Sekulerisme adalah paham yang memisahkan antara agama dan negara ‡ Sekulerisme masih mengakui keberadaan Tuhan, tetapi peran Tuhan atau agama hanya di gereja saja ‡ Sedangkan manusia, dia akan mempunyai peranan penuh untuk mengatur negaranya, tanpa boleh ada campur tangan dari Tuhan atau agama

BAGAIMANA CARA MANUSIA MENGATUR NEGARANYA?
‡ Bagaimana cara manusia mengatur negaranya, agar kehidupan seluruh rakyatnya bahagia? ‡ Bagaimana agar penindasan dan kesengsaraan tidak menimpa rakyat lagi? ‡ Caranya adalah: aturan dan hukum harus muncul dari kehendak rakyat itu sendiri ‡ Jika kehendak rakyat atau kepentingan rakyat secara mayoritas dapat terpenuhi, maka rakyat akan dapat mewujudkan kebahagiaanya ‡ Lahirlah semboyan : dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat! ‡ Lahirlah sebuah paham baru, yaitu paham DEMOKRASI

SISTEM DEMOKRASI
‡ Bagaimana agar kepentingan mayoritas rakyat dapat diwujudkan dan diakomodasi? ‡ Oleh karena itu, rakyat harus ada yang mewakili, yang kemudian disebut dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ‡ Fungsi utama dari adanya DPR adalah untuk membuat aturan atau hukum yang dapat mengakomodasi seluruh kepentingan rakyat (lembaga legislatif)

‡ Bagaimana agar hukum dapat berjalan? ‡ Rakyat atau DPR harus membuat lembaga pelaksanaan atau lembaga eksekutif, yaitu Presiden beserta kabinetnya ‡ Agar pelaksanaan hukum tidak menyimpang dari jalur yang telah ditetapkan, rakyat atau DPR harus membuat lembaga penegak hukum atau lembaga yudikatif, yaitu lembaga kehakiman ‡ Itulah yang kemudian disebuat dengan TRIAS POLITIKA
11

APAKAH IMPIAN RAKYAT AKAN TERWUJUD?
‡ Dengan demokrasi, apakah aspirasi dan kepentingan rakyat benar-benar dapat terakomodasi? ‡ Dengan demokrasi, apakah rakyat benar-benar akan bahagia? ‡ Dengan demokrasi, apakah rakyat tidak akan tertindas lagi? ‡ Dengan demokrasi, apakah rakyat tidak akan sengsara lagi? ‡ Dengan demokrasi, apakah segenap impian rakyat benar-benar akan terwujud?

BAGAIMANA PRAKTIKNYA?
‡ Dalam praktiknya, untuk dapat menjadi anggota DPR harus melalui partai politik ‡ Dalam praktiknya, untuk menjadi penguasa juga melalui jalur partai politik ‡ Dalam praktiknya, untuk mendirikan partai politik diperlukan dana yang besar ‡ Dalam praktiknya, untuk melakukan kampanye diperlukan dana yang sangat besar ‡ Darimana partai politik dapat memperoleh dana yang besar?

DARI MANA SUMBER DANANYA?
‡ Sekali lagi, darimana partai politik dapat memperoleh dana yang besar? ‡ Siapa yang mampu menyokong dana kampanye yang begitu besar dari partai politik? ‡ Jawabanya adalah: kaum kapitalis! ‡ Tidak lain adalah para konglomerat atau para pemilik modal yang punya perusahaan besar

14

APA KONSEKWENSINYA?
‡ Anggota DPR yang sudah terpilih, kepada siapa akan mengabdi? ‡ Apakah kepada rakyat? ‡ Para penguasa yang sudah terpilih, kepada siapa mereka akan mengabdi? ‡ Apakah kepada rakyat? ‡ Jawabanya adalah: Tidak! ‡ Lantas, mengabdi kepada siapa?

MENGABDI KEPADA SIAPA?
‡ Jawabanya: mereka tidak akan mengabdi kepada rakyat yang telah memilihnya ‡ Lantas, kepada siapa mereka akan mengabdi? ‡ Jawabanya adalah: kepada kaum kapitalis! ‡ Sebab, kaum kapitalislah yang telah membiayai partai politiknya ‡ Kaum kapitalislah yang telah mendanai kampanyenya ‡ Atau, kaum kapitalislah yang akam menjadi anggota DPR atau penguasa itu sendiri! ‡ Sehingga layak untuk diberi gelar : pengusaha-ha!
16

BAGAIMANA NASIB RAKYAT? ‡ Setelah rakyat memberikan hak suaranya, bagaimana nasib mereka? ‡ Mereka akan ditinggalkan ‡ Hukum yang dibuat DPR dan penguasa akhirnya hanya untuk kaum kapitalis yang telah mendukungnya ‡ Atau, untuk kepentingan dirinya (jika kaum kapitalisnya sendiri yang menjadi pengusaha)
17

APA TUGAS PENGUASA?
‡ Akhirnya, jika sudah menjadi anggota DPR atau penguasa, apa tugasnya? ‡ Mereka akan terjebak dengan lima rutinitas : ‡ Tahun pertama : berupaya untuk mengembalikan modal kampanyenya ‡ Taun kedua : berupaya untuk menambah modal baru ‡ Tahun ketiga : mempersiapkan program kampanye ‡ Tahun keempat : menjalankan kampanye ‡ Tahun kelima : terpilih kembali ‡ Nah kapan waktu untuk mengurus rakyat? ‡ Jawabanya : wassalam..untuk rakyatnya... ‡ Rakyat akan kembali menderita, tertindas dan sengsara

DEMOKRASI TELAH GAGAL
‡ Demokrasi ternyata sudah tidak dapat diharapkan lagi ‡ Demokrasi telah gagal ‡ Yang disebut kedaulatan rakyat hanyalah utopis, hanya mimpi, hanya angan2 yang kosong ‡ Manusia tidak akan pernah dapat mewujudkannya sampai hari kiamat sekalipun ‡ Nama rakyat hanya dipinjam pada saat pencoblosan, setelah itu rakyat ditinggalkan ‡ Demokrasi telah cacat sejak lahirnya ‡ Mengapa?

19

CACAT DEMOKRASI
‡ Mengapa demokrasi cacat lahir? ‡ Karena, tidak mungkin kepentingan rakyat secara mayoritas itu dapat terakomodasi ‡ Tidak mungkin kehendak rakyat secara keseluruhan dapat terpenuhi ‡ Tidak mungkin seluruh rakyat dapat mewujudkan kedaulatanya ‡ Bagaimana mungkin, beribu keinginan, beribu kepentingan, beribu kehendak dari berjuta rakyat dengan berbagai latar belakang yang berbeda akan dapat diwujudkan? ‡ Sebagai contoh, untuk mengatasi bahaya pornografi, DPR perlu bersidang selama lebih dari 6 tahun ‡ Hanya untuk mencari kata sepakat, apa makna pornografi itu?

BAGAIMANA SOLUSINYA?
‡ Oleh karena itu, manusia memerlukan sebuah sistem politik yang lebih sempurna dibanding demokrasi ‡ Sebuah sistem politik yang akan mampu menjamin keadilan dan kebahagiaan bagi seluruh rakyatnya, tanpa kecuali ‡ Sistem politik yang benar2 dapat mewujudkan kebahagiaan yang hakiki bagi seluruh rakyatnya ‡ Sistem politik itu tidak lain adalah : Sistem Politik Islam

SISTEM POLITIK ISLAM
‡ Bagaimana sistem politik Islam mampu mewujudkan semua impian tersebut? ‡ Ternyata solusi sistem politik Islam sangat brilian, dasyat dan jitu ‡ Sistem politik Islam memiliki 4 pilar utama ‡ Pilar pertama dan kedua, dimulai dengan pemisahan yang tegas antara kedaulatan dan kekuasaan ‡ Pilar ke 1, menurut sistem politik Islam, kedaulatan itu ada ditangan syara¶ ‡ Pilar ke 2, kekuasaan itu ada di tangan umat ‡ Hebat bukan?

MENGAPA HEBAT?
‡ Kekuasaan ditangan syara¶ itu maknanya segala bentuk aturan dan hukum harus bersumber dari Allah SWT, yaitu melalui Al Quran dan Sunnah Rasul-Nya ‡ Mengapa hebat? ‡ Kita telah meyakini, bahwa Allah SWT itu adalah Dzat yang menciptakan manusia, beserta seluruh alam semesta ini ‡ Kita juga meyakini, bahwa Allah SWT yang paling tahu tentang hakikat penciptaan-Nya itu ‡ Allah SWT yang paling tahu tentang segala kelebihan dan kekurangan dari penciptaan-Nya itu ‡ Kita juga telah meyakini bahwa Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Kuasa. Dia mampu berdiri sendiri dan sama sekali tidak membutuhkan mahkluk-Nya ‡ Oleh karenanya, hukum yang berasal dari Allah SWT

SIFAT HUKUM DARI ALLAH SWT
‡ Jika kita ingin tahu sifat hukum yang berasal dari Allah.. ‡ Yakinlah, bahwa Allah SWT tidak memiliki kepentingan sama sekali terhadap mahkluk-Nya? ‡ Yakinlah, bahwa mahkluk-Nyalah yang sangat membutuhkanNya? ‡ Yakinlah, bahwa Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Tahu, Dia mengetahui apa yang paling baik bagi mahkluk-Nya? ‡ Yakinlah, bahwa Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Adil, Dia mengetahui yang apa paling adil untuk mahkluk-Nya? ‡ Jika yakin, berarti kita juga harus yakin bahwa hukum dari Allah pasti yang paling baik dan paling cocok untuk manusia ‡ Kita juga harus yakin, bahwa hukum Allah SWT pasti adil dan tidak akan mendzalimi manusia

KEKUASAAN DITANGAN UMAT
‡ Apa makna kekuasaan ditangan umat? ‡ Maknanya adalah yang berhak untuk menjadi penguasa atas seluruh rakyat itu dikembalikan kepada pilihan rakyat sendiri ‡ Rakyatlah yang berhak menentukan siapa yang akan menjadi pemimpinnya ‡ Rakyat bisa memilih pemimpinya secara langsung maupun dalam sistem perwakilan ‡ Rakyat bisa memilih pemimpin yang terbaik, yang terhebat, menurut pilihanya sendiri ‡ Seluruh rakyat yang telah memiliki ketentuan syarat dan rukunya, memiliki hak untuk memilih maupun dipilih ‡ Segenap lapisan rakyat, tidak mengenal suku dan rasnya, seluruhnya berhak untuk memiliki mimpi menjadi pemimpin ‡ Artinya, tidak ada sistem putera mahkota di dalam Islam

APA PILAR BERIKUTNYA?
‡ Ternyata 2 pilar diatas masih belum cukup ‡ Marilah kita lihat 2 pilar berikutnya ‡ Pilar yang ketiga adalah kepemimpinan dalam Islam adalah Kepemimpinan Tunggal ‡ Pilar keempat : pemimpinlah yang berhak menetapkan (tabbani) hukum ‡ Apa maknanya? ‡ Maknanya adalah di dalam Islam tidak mengenal pembagian kekuasaan (sharing power) sebagaimana trias politika di dalam sistem demokrasi ‡ Sehingga pemimpin dalam Islam itu hanya satu dan dia pula yang bertanggungjawab untuk menetapkan hukum ‡ Selanjutnya, dialah yang akan melaksanakannya dan sekaligus menjadi penegak hukumnya

APA KEUNGGULANNYA?
‡ Jika dibandingkan dengan sistem demokrasi, keunggulan sistem ini tentu lebih banyak diantarannya: ‡ 1. Lebih efisien ‡ Untuk menelurkan sebuah produk hukum, tidak perlu harus berlarut-larut dan bertele-tele sebagaimana dalam sistem demokrasi ‡ Dalam demokrasi, aturan yang berasal dari Presiden harus mendapat persetujuan dari DPR dan sebaliknya ‡ Sehingga, memerlukan waktu yang lama dan biaya yang sangat mahal ‡ 2. Lebih efektif ‡ Jika produk yang dihasilkan cepat, akan lebih efektif ‡ Sehingga akan dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah secara tepat waktu dan tepat sasaran

‡ Yaitu, pada saat persoalan sedang hangat-hangatnya muncul ditengah masyarakat ‡ Sebab, jika terlambat maka masalah tidak segera terselesaikan, korbanya akan terlanjur banyak berjatuhan ‡ 3. Lebih jelas pertanggungjawabannya ‡ Jika kewenangan itu bertumpu pada satu orang, maka kontrolnya akan lebih mudah ‡ Pertanggungjawabannya juga akan lebih jelas ‡ Tidak akan saling lempar sebagaimana yang terjadi dalam sistem demokrasi ‡ Jika sebuah aturan merugikan rakyat, siapa yang harus bertanggungjawab? ‡ Presidennya? ‡ DPRnya? ‡ Atau para menterinya? ‡ Akan selalu terjadi saling lempar tanggung jawab

APA ITU BUKAN DIKTATOR?
‡ Jika kepemimpinan itu tunggal dan tidak ada pembagian kekuasaan, apakah itu tidak akan mengarah kepada kediktatoran? ‡ Jawabanya : Tidak akan ‡ Seban, kediktatoran itu hanya akan terjadi jika kekuasaan dan kedaulatan itu menyatu di satu orang atau sekelompok elit minoritas tertentu saja ‡ Hukum yang membuat dirinya, kemudian dirinya pula yang melaksanakannya ‡ Di dalam Islam, adanya pemisahan kedaulatan dan kekuasaan tidak akan memunculkan kediktatoran ‡ Bagaimana hal itu bisa dijelaskan? ‡ Penjelasanya dapat menggunakan analogi Sholat Berjamaah

ANALOGI SHOLAT BERJAMAAH
‡ Jika kita menyaksikan sekelompok orang yang sholat berjamaah, ada satu orang imam yang diikuti oleh banyak orang yang menjadi makmum ‡ Kita bisa menyaksikan, apapun perintah dan gerakan imamnya akan diikuti oleh makmum tanpa ada yang membantah ‡ Jika imamnya takbir, semua makmumnya takbir. Jika imamnya rukuk, semua makmum ikut ruku, jika sujud semua sujud dan seterusnya ‡ Semua makmumnya akan bersikap samina wa athona¶ (kami mendengar dan kami taat) ‡ Apakah imamnya seorang diktator? ‡ Jawabnya : tidak!

MENGAPA?
‡ Sebab jika imamnya garuk2, apakah ada makmum yang mengikutinya? ‡ Jika imamnya batuk, apakah ada makmum yang mengikutinya? ‡ Jika gerakan imamnya salah apakah makmumnya akan tetap mengikutinya? ‡ Artinya, imam tidak bisa dikatakan diktator, sebab apa yang dia perintahkan bukan kehendaknya sendiri, melainkan perintah dari Allah SWT ‡ Makmum juga tidak bisa dikatakan pihak yang nurut2 saja pada perintah imamnya, sebab jika imamnya salah makmum akan membetulkanya ‡ Bahkan jika imamnya batal, maka imam harus segera lengser dan harus segera digantikan oleh salah seorang makmumnya

KESIMPULANNYA
‡ Sesungguhnya kehidupan politik Islam yang ideal itu dapat diibaratkan seperti kehidupan sholat berjamaah ‡ Kehidupan politik Islam yang ideal, seorang pemimpin harus tahu seluruh syariat Islam yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan bernegara ‡ Sebagaimana seorang imam juga harus tahu betul seluruh syariat Islam yang berkaitan dengan sholat berjamaah ‡ Dalam kehidupan politik Islam yang ideal, seluruh rakyatnya juga harus tahu syariat Islam yang berkaitan dengan kehidupan bernegara ‡ Sebagaimana seorang makmum juga harus mengetahui syariat Islam yang berkaitan dengan sholat berjamaah ‡ Sehingga rakyat harus benar2 tahu, kapan saat pemimpin harus ditaati, kapan saat pemimpin harus dikoreksi dan kapan saat pemimpin harus dilengserkan.

Referensi : Dwi Condo Triono, Ilmu Retorika untuk Menggunjang Dunia, Irtikaz 2009

Jazakallahu Khairan

Suwartono SIP Owner : mabdaislam.com

Bergabung segera di program E-PSQ Training Online

mabdaislam.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->