P. 1
Laporan PBK (menaman Jarak Pagar)

Laporan PBK (menaman Jarak Pagar)

5.0

|Views: 976|Likes:
Published by Ruqhy Trapsilo
Pelatihan budidaya jarak pagar
Pelatihan budidaya jarak pagar

More info:

Published by: Ruqhy Trapsilo on Oct 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

2010.

1

Laporan PBK
RuQhy Trapsilo

(Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan)
PDGK 4306

[PELATIHAN BUDI DAYA JARAK]
Cara menanam, stek, dan prospek penjualan/pangsa pasar dari pada jarak.

LAPORAN PRAKTIK PEMBINAAN PROGRAM KEPEMUDAAN TENTANG PELATIHAN BUDIDAYA JARAK PAGAR
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan Yang Dibimbing Oleh Bapak Drs. Sunar to Hapsoyo, M.Pd

Oleh NAMA : NIM : KELAS : VII / A

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ MALANG FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI S-1 PGSD KELOMPOK BELAJAR DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN TREN

LEMBAR PENGESAHAN

Auth: Ruky Trapsilo CP: 081 331 022 555

PELATIHAN BUDIDAYA JARAK PAGAR Disusun Oleh : Nama NIM Kelas Pokjar UPBJJ-UT ::: VII / A : Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek : Malang

Laporan ini telah diterima dan disahkan oleh tutor mata kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan pada : Hari Tanggal : :

Sebagai persyaratan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan Program S1 PGSD Guru Kelas Swadana Pokjar Dinas Pendidkan Kabupaten Trenggalek UPBJJ-UT Malang Tahun Akademik 2010.1 Telah diperiksa dan disetujui oleh: Instuktur Mata Kuliah Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan

Drs. Sunarto Hapsoyo, M.Pd NIP.
Mengesahkan, Kepala UPBJJ-UT Malang

Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.S c.

A 

  ¦ ¡    £ ©¨§ ¥  ¤ £¢  

k

#

Judul

: PRA

!# ! "

PEMB NAAN PROGRAM KEPEMUDAAN TENTANG

BAB I

C

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pendidikan atau latihan kepemudaan merupakan suatu program pendidikan yang diarahkan untuk para pemuda dalam usia produktif. Sebagian besar penduduk kita berada dalam usia produktif. Di mana masa ini merupakan dasar bagi mereka untuk mengembangkan kemampuannya. Mengingat besarnya peran para pemuda bagi perkembangan pembangunan, maka pendidikan yang memadai sudah seharusnya mereka dapatkan. Pemuda merupakan modal pokok atau salah satu sumber daya yang sangat penting dalam perkembangan suatu daerah. Pada kenyataannya, masih banyak pemuda ynag hanya membuang waktunya dengan percuma. Mereka hanya berhura-hura dengan teman sebayanya. Seolah mereka tidak tahu akan perannya dalam perkembangan pembangunan. Bagi mereka masa muda adalah masanya, maka nikmatilah selagi bisa. Menyimak dan memprhatikan hal tersebut di atas, akhirnya penulis bertekad mengadakan pelatihan atau bimbingan terhadap para pemuda yang berada di sekitar lingkungan penulis. Pelatihan tentang cara budidaya jarak pagar merupakan pilihan yang tepat dikarenakan untuk pembudidayaan jarak dari nol sampai panen tidak memerlukan biaya yang besar, yang diperlukan hanyalah sedikit pengetahuan dan ketrampilan. Dengan pelatihan ini, diharapkan pemuda memiliki live skill dan keterampilan yang memadai tentang cara bertanam jarak pagar.

A

9A A 9 0 $ %$ DDD CC BB @ '8 7654321 ) ( '&
k C

Program Pengembangan Jarak Pagar adalah pengembangan industri hilir untuk memberikan nilai tambah bagi pendapatan keluarga. Hal tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah mengenai konversi energi terbarukan1. Sejalan dengan kebijakan pemerintah 2 tersebut, penting kiranya memberikan pengetahuan dan ketrampilan tentang teknik-teknik budidaya jarak pada pekarangan warga khususnya warga Desa Bendoagung Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek. Mengingat dan menimbang hal tersebut diatas, sangatlah penting kiranya memberikan pelatihan mengenai budidaya jarak pagar, cara pengolahan sekaligus memberikan pengetahuan mengenai prospek dan panga pasar daripada tanaman jarak pagar tersebut, pelatiahan akan dititik beratkan pada warga desa terutama bagi para pemuda usia produktif. Tempat pelatihan budidaya jarak pagar ini diselenggrakan di Desa Bendoagung Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek. 1.2. Tujuan Umum Pelatihan Setelah pelatihan selesai, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang

signifikan bagi kemajuan perenergian di Desa Bendoagung dan juga memberikan wawasan/pengetahuan bagi warga, sehingga nantinya produksi buah(biji) jarak

tersebut dapat digunakan sebagai penghasilan tambahan keluarga serta dapat menumbuhkan jiwa kewiraswastaan yang mandiri, handal dan mampu bersaing di tengah kompleksitas permasalahan ekonomi dimasa sekarang ini. Selain itu juga menjadikan desa Bendoagung sebagai desa percontohan yang berdaya guna dan berhasil guna.

1

Energi terbarukan, energy yang berasal dari bahan yang ditanam (baca:tumbuhan)yang dibudidaya oleh manuasia dan selanjutnya dipanen dan diolah menjadi bahan bakar secara berkesinambungan. Peraturan Presiden RI No. 5 Tahun 2006 tentang kebijakan Energi Nasional

2

A

`b b ` Q E FE eee dd cc a HY XWVUTSR P I HG
k C

1.3. Tujuan Khusus Pelatihan Setelah selesai pelatihan pembudidayaan jarak pagar ini, diharapkan Warga Belajar dapat: 1. Menyebutkan langkah-langkah cara budidaya (menaman) 3 menaman jarak pagar dengan benar. 2. Mendemonstrasikan cara menaman jarak pagar dengan benar. 3. Dapat memberikan informasi mengenai perawatan dari jarak pagar tersebut kepada warga yang lain. 4. Dapat memberikan informasi mengenai komposisi zat yang terkandung dalam biji jarak dan parameter optimum 4 dari pembudidayaan jarak. 5. Mengembangkan kepada warga belajar lainnya. 6. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk menumbuh kembangkan ekonomi kreatif. 1.4. Alasan dan Manfaat Pelatihan Pelatihan kepemudaan ini dilaksanakan di Desa Bendoagung Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek karena Desa Bendoagung merupakan salah satu wilayah yang topografinya sesuai/mendukung untuk pembudidayaan jarak pagar dan juga masih banyaknya Sumber Daya Manusia (SDM) usia produktif (pemuda) dengan usia 15-35 5 tahun yang belum bekerja.

Untuk mempermudah pemahaman maka penulis menggunakan istilah budidaya=menanam, meskipun menurut kamus besar bahasa Indonesia kata budidaya lebih luas cakupan maknanya. 4 Perlakuan yang benar mengenai bagaiman cara pembudidayaan jarak pagar berdasarkan ketinggian tempat, curah hujan, umur tanaman, pupuk yang digunakan. 5 BPS pada sensus tahun 2003

3

A

ƒ ƒ  r f gf ††† …… „„ ‚ i€ yxwvuts q p ih
k C

Manfaat yang dapat diperoleh berdasarkan tujuan diatas adalah sebagai berikut : 1.4.1 Bagi penulis Merupakan suatu wahana untuk mengaplikasikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus Universitas Terbuka untuk memecahkan masalah yang ada di masyarakat melalui suatu wacana mengenai bagaimana memanfaatkan potensi yang ada di desa secara maksimal dengan biaya yang relatif murah dan juga sebagai saran sosialisasi kepada warga sekitar. 1.4.2 Bagi masyarakat dan desa tempat pelatihan Dalam praktik pelatihan pembudidayaan jarak pagar memberikan manfaat antara lain sebagai berikut : 1. Dapat memberikan informasi/wawasan mengenai cara pembudidayaan jarak pagar dengan benar. 2. Memberi ketrampilan bagi warga sehingga nantinya bisa digunakan untuk penghasilan tambahan keluarga. 3. Memberikan pemasukan asli daerah(desa) dari subsektor perkebunan dan juga sebagai kebanggaan yaitu berupa produk unggulan desa. 4. Desa tempat pelatihan nantinya bisa digunakan sebagai pilot project bagi desadesa yang lain di sekitarnya dalam pembudidayaan jarak pagar. ini diharapkan dapat

A

fh h f “ ‡ ˆ‡ kkk jj ii g e d™˜—–•” ’ ‘ ‰
k C

BAB II PELAKSANAAN PROGRAM

2.1 Identitas Warga Belajar Status Tamatan No Nama L/P Usia
SD SMP SMA

Sosial Perkawinan Ekonomi Blm. kawin Kawin Ortu Pedagang PNS Tani Tani Pedagang Tani Pedagang

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Danang W. Tri Cahyono Tama Ana Sofiya Edi Eko Yulianto Samsul arifin Peti Rima Peni Utama Ningsih

L L P L L P P

31 30 23 28 20 20 19

-

-

2.2. Tempat dan Waktu Pelaksanaan. 2.2.1 Tempat Pelaksanaan Praktik pembinaan program kepemudaan dilaksanakan di salah satu Pekarangan warga desa yaitu di pekarangan Bapak Teguh Endra Prayogo6, Desa Bendoagung RT. 10 RW. 04 Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek.

6

Salah satu warga belajar yang sudah merintis usaha budi daya jarak pagar ± 2,5 tahun.

A

{} } { r l ml €€€  ~~ | oz yxwvuts q p on
k C

2.2.2 Waktu Pelaksanaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2010 sampai dengan 29 Mei 2010, pada pukul 08.00 WIB sampai selesai. Dengan alokasi waktu adalah sebagai berikut: A. Jadwal sosialisasi program praktik Budi Daya Jarak Pagar PerteNo muan 1. Tanggal Sabtu, 22 Mei 2010
Rumah Kepala Desa Bendoagung

Hari/ Tempat Materi Waktu

y Konsultasi tentang persiapan pelaksanaan program dengan kepala Desa Bendoagung dan pengajuan ijin kegiatan. y Konsultasi dan persiapan praktik kepemudaan. y Meminta ijin untuk menggunakan lahan milik P. Teguh y Konsultasi dengan pejabat pendidikan luar sekolah tentang pelaksanaan pragram praktek budi daya jarak pagar. y Penjaringan warga belajar yang akan dibina dalam praktek budi daya jarak pagar. y Mencatat/mendata warga belajar yang menjadi peserta dalam praktek budi daya jarak pagar

2 jam

2.

-

Minggu, 23 mei 2010

Rumah Bapak Teguh E. Proyogo

3 jam

3.

-

Senin, 24 Mei 2010

Kantor UDP Kec. Kampak

2 jam

4.

-

Selasa, 25 Mei 2010

Rumah Bapak Teguh E. Proyogo

2 jam

A

’ ’  ‡  ‚ ••• ”” ““ ‘ „ ŽŒ‹Š‰ˆ † … „ƒ
k C

B. Jadwal Pelaksanaan Program Praktek Warga Belajar PerteNo muan 1. I Tanggal Rabu, 26 Mei 2010
Rumah Bapak Teguh E. Proyogo

Hari/ Tempat Materi Waktu

2.

II

Kamis, 27 Mei 2010

Rumah dan lahan Bpk Teguh Prayogo

1. Mengadakan perte-muan untuk mengenalkan dengan warga belajar 2. Melakukan pendataan ulang warga belajar. 3. Memberi penjelasan dan maksud tujuan dalam praktek budi daya jarak pagar dengan warga belajar. 4. Penjelasan kelengkapan yang dibutuhkan dalam praktek budi daya jarak pagar dengan warga belajar. 5. Penjelasan dan analisa budidaya jarak dari berbagai sudut pandang 7. 1. Orientasi lapangan, berupa melihat langsung lahan milik P. Teguh Prayogo. 2. Menjelaskan langkahlangkah dalam praktek budi daya jarak pagar Melaksanakan 3. demonstrasi secara berurutan cara menanam bibit 8 jarak pagar sampai selesai. 4. Evaluasi hasil Libur Waisak 1. Penjelasan ulang cara

4 jam

5 jam

3. 4.

III

Jumat, 28 mei 2010 Sabtu, 29 Mei 2010

Lahan Bpk Teguh

5 jam

7
8

Sudut pandang dari analisa kekonomian , ekologi, dan sudut pandang lain(oleh Bapak Teguh)

Bibit jarak dimaksud adalah biji dan stek dari tanaman induk, budidaya kultul jaringa bukan substansi materi pelatihan dikarena kan membutuhkan disiplin ilmu tersendiri.

A

¥§ § ¥ œ – —– ªªª ©© ¨¨ ¦ ™¤ £¢¡ Ÿž › š ™˜
k C

Prayogo

menanam jarak pagar 2. Melakukan demonstrasi secara urut dan terperinci dalam budidaya jarak pagar.9 3. Evaluasi terakhir 4. Perpisahan dengan warga belajar

2.3 Materi Pelatihan / Kegiatan Praktek Budidaya Jarak Pagar A. Materi Pelatihan. 

Sekelias gambaran mengenai karakteristik dari jarak pagar y Divisi : Spermatophyta
y y y y y Subsidi : Agiospermae Kelas : Dicotyledonae Famili : Euphorbiaceae Genus : Ricinus Species : Ricinus communis L Jatropha Curcas L 

Ciri khusus
y Tinggi tanaman : 3 meter y Jumlah tandan : 6-12 tandan y Jumlah buah pertandan : 25 y Umur Panen : 3,4 bulan y Jumlah biji per buah : 3 biji y Bentuk dan warna biji : Oval dan cokelat muda y Mulai Berbunga : 2,5 bulan y Hasil rata-rata : 1,3 ton per ha y Berat 100 biji dan kadar minyak : 35 gram, 46% y Umur produksi dan sifat : 7 bulan, tahan kering dan tahan rebah 35 buah

Praktek hari kedua ditekankan pada tata cara pemupukan tanaman, pengendalian hama, perlakuan pada tanaman yang siap panen.

9

A

º¼ ¼ º ± « ¬« ¿¿¿ ¾¾ ½½ » ®¹ ¸·¶µ´³² ° ¯ ®­
k C 

Cara budidaya jarak pagar
A. Penyiapan Bahan Tanaman Bahan Tanaman Jarak pagar dapat berasal dari biji dan setek. Bahan tanaman bibit yang baik diharapkan pada gilirannya akan menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang baik pula di lapangan. Penanaman jarak pagar untuk memproduksi bahan tanaman hasil pembibitan dan biji, karena tanamannya hidup lebih lama dan produksinya lebih tinggi daripada tanaman asal setek. Sedangkan untuk tanaman pagar dan pencegah erosi dapat digunakan bahan tanaman yang ditanam langsung, baik berupa setek maupun biji. 1. Bahan Tanaman Tanaman Bahan tanaman atau bibit hendaknya berasal dari kebun induk. Apabila kebun induk belum ada, penyediaan biji dan setek dapat dilakukan dengan menyeleksi dari populasi pertanaman yang tersedia, dengan persyaratan sebagai berikut : (1) populasi tanaman berumur > 5 tahun dengan pertumbuhan yang seragam dari sau ekosistem, (2) populasi tanaman bebas dari serangan hama dan penyakit. 2. Biji Perkecambahan biji dilakukan dengan cara merendam biji-biji yang telah terpilih terlebih dahulu di dalam air selama semalam. Setelah itu, biji-biji dimasukkan kedalam media pasir yang akan berkecambah setelah : 1-7 hari. Bibit dapat dipindahkan ke polybag setelah : 1-2 minggu berkecambah, dengan menanam sedalam 10-15 cm bibit tersebut ke dalam polybag. Biji dapat pula dikecambahkan langsung di dalam polybag atau penanaman langsung di lapangan.

A

ÏÑ Ñ Ï Æ À ÁÀ ÔÔÔ ÓÓ ÒÒ Ð ÃÎ ÍÌËÊÉÈÇ Å Ä ÃÂ
k C

3. Stek Bahan tanaman dari setek hendaknya dipilih dari cabang-cabang berpucuk dan sudah berkayu (berumur 1 tahun), yang ditandai oleh warna hijau keabu-abuan, dengan panjang stek 40-50 cm dan berdiameter 1,5-2,5 cm. Masukkan setek sedalam 15 cm ke dalam polybag. 4. Lokasi Pembibitan Pembibitan hendaknya berlokasi di tempat terbuka agar matahari tidak terhambat masuk dan dekat dengan areal pertanaman untuk menghemat waktu dan biaya. Untuk menjamin kebutuhan air penyiraman, lokasi juga sebaiknya dekat sumber air. Setelah areal pembibitan dibersihkan darisemak atau sisa-sisa tebangan pohon, lalu areal pembibitan diratakan dan dibuat parit-parit agar terhindar dari genangan air. 5. Pemeliharaan Bibit Penyiraman pada bibit tanaman perlu dilakukan setiap hari, kecuali turun hujan . Bibit (asal setek dan biji) dapat dipindahkan ke lapangan setelah berumur 2 bulan. B. Penyiapan Lahan Jarak pagar dapat tumbuh pada semua jenis tanah. Tanaman ini tumbuh baik pada tanah-tanah ringan atau lahan-lahan dengan drainase dan aerasi tanah yang baik. Pertumbuhan awal bibit tanaman yang baik di lapangan sangat diperlukan untuk mendapatkan tanaman yang sangat kekar dan kuat. Untuk itu, dalam penanaman jarak pagar perlu dilakukan penyiapan lahan, yang meliputi pengolahan tanah, pembuatan jalan dan saluran drainase, serta pembuatan lubang tanam. Pengolahan tanah

perlu dilakukan pada lahan bukaan baru, sedangkan pada lahan garapan dapat langsung

A

äæ æ ä Û Õ ÖÕ ééé èè çç å Øã âáàßÞÝÜ Ú Ù Ø×
k C

dilakukan pengajiran dan pembuatan lubang tanam. sedalam 20-30 cm sehingga diperoleh kegemburan tanah yang sesuai untuk media tumbuh tanaman. C. Pemeliharaan Salah satu aspek yang juga sangat penting dalam budidaya jarak pagar setelah penanaman adalah pemeliharaan. Pemeliharaan yang baik dan teratur sesuai kebutuhan akan memberikan produktivitas biji yang maksimal. 1. Pemeliharaan Lahan Tanaman jarak pagar yang masih muda sangat peka terhadap pengaruh tumbuhan pengganggu (gulma). Untuk itu, penyiangan tanaman pengganggu perlu dilakukan secara teratur. Tanaman jarak terutama yang masih muda juga sangat peka terhadap kadar iar tanah yang terlalu berlebihan. Untuk itu tanah di antara tanaman perlu diolah secara ringan, agar tidak mengganggu perakaran. Pengolahan ini berguna untuk

mengemburkan tanah di sekitar perakaran, sehingga aerasi yang baik dapat tetap terjaga. 2. Pemeliharaan Tanaman 2.1. Pemupukan Pada awal pertumbuhan tanaman, akar tampak tumbuh dengan cepat mejelajahi tanah untuk mendapatkan unsure-unsur hara. Untuk itu, lubang tanam harus diisi dengan tanah yang subur. Pertumbuhan awal ini sangat penting, oleh karenanya unsure hara harus selalu tersedia setiap waktu selama tahun-tahun awal. Jika tanah tidak subur, maka lubang tanam harus diisi dengan kompos atau pupuk kandang yang ditambah pupuk buatan.

A

ùû û ù ð ê ëê þþþ ýý üü ú íø ÷öõôóòñ ï î íì
k C

Tanaman jarak memerlukan pupuk organic atau kompos atau pupuk kandang, N, P, K, dan Mg. Apabila tanahkekurangan nitrogen maka bunga akan gugur dan produksi biji terganggu. Cara pemberian pupuk : 1. Buat parit kecil mengelilingi tanaman sejauh ¾ tajuk dengan kedalaman sekitar 3-5 cm. 2. Taburkan atau masukkan pupuk ke dalam parit. 3. Tutup lubang parit dengan tanah dan dipadatkan. 2.2. Pengairan Tanaman menyerap hara dari dalam tanah dalam bentuk larutan. Oleh karena itu, keberhasilan pertumbuhan tanaman akan tergantung pada kadar air di dalam tanah atau pengairan yang kita berikan pada tanaman. 2.3. Pemangkasan Pemangkasan pada tanaman jarak pagar terutama untuk membentuk kanopi tanaman seperti semak atau payung(membentuk cabang baru). Hal ini penting karena tanaman jarak pagar berbunga terminal, sehingga jumlah cabang berkorelasi positif dengan produksi buah dan biji. D. ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN Kegiatan perlindungan terhadap hama dengan pemeriksaan rutin terhadap tanaman dimulai dari pengenalan identifikasi hama dan penyakit, pengamatan secara teratur serta pengambilan keputusan untuk pengendaliannya dengan

mengimplementasikan system pengendalian hama terpadu (PHT) agar tanaman jarak terus bisa mengahsilkan biji secara maksimal.

ÿ

ÿ

A

k

C 

    ¢  

¥ ©¨§¦ ¤

  £ ¢¡

2.4 Strategi dan Deskripsi Jalannya Kegiatan dari Awal Sampai Akhir

PerteNo muan 1. Sabtu, 22 Mei 2010
Rumah Kepala Desa Bendoagung

Hari/ Tanggal

Tempat

Materi

Waktu

y Konsultasi tentang persiapan pelaksanaan program dengan kepala Desa Bendoagung dan pengajuan ijin kegiatan. y Konsultasi dan persiapan praktik kepemudaan. y Meminta ijin untuk menggunakan lahan milik P. Teguh y Konsultasi dengan pejabat pendidikan luar sekolah tentang pelaksanaan pragram praktek budi daya jarak pagar.

2 jam

2.

-

Minggu, 23 mei 2010

Rumah Bapak Teguh E. Proyogo

3 jam

3.

-

Senin, 24 Mei 2010

Kantor UDP Kec. Kampak

2 jam

4.

-

Selasa, 25 Mei 2010

Rumah Bapak Teguh E. Proyogo

5.

I

Rabu, 26 Mei 2010

Rumah Bapak Teguh E. Proyogo

y Penjaringan warga belajar yang 2 jam akan dibina dalam praktek budi daya jarak pagar. y Mencatat/mendata warga belajar yang menjadi peserta dalam praktek budi daya jarak pagar 1. Mengadakan perte-muan 4 jam untuk mengenalkan dengan warga belajar 2. Melakukan pendataan ulang warga belajar. 3. Memberi penjelasan dan maksud tujuan dalam praktek budi daya jarak pagar dengan warga belajar. 4. Penjelasan kelengkapan yang dibutuhkan dalam praktek budi daya jarak pagar dengan

A

k

C

57 7 5 88 6 #4 @@@ 99

& 3210)(' %

! $ #"

warga belajar. 5. Penjelasan dan analisa budidaya jarak dari berbagai sudut pandang 10. 6. II Kamis, 27 Mei 2010
Rumah dan lahan Bpk Teguh Prayogo

1. Orientasi lapangan, berupa 5 jam melihat langsung lahan milik P. Teguh Prayogo. 2. Menjelaskan langkah-langkah dalam praktek budi daya jarak pagar Melaksanakan 3. demonstrasi secara berurutan cara menanam bibit11 jarak pagar sampai selesai. 4. Evaluasi hasil Libur Waisak -

7. 8.

III

Jumat, 28 mei 2010 Sabtu, 29 Mei 2010

Lahan Bpk Teguh Prayogo

1. Penjelasan ulang cara 5 jam menanam jarak pagar 2. Melakukan demonstrasi secara urut dan terperinci dalam budidaya dan pemeliharaan tanaman jarak pagar.12 3. Evaluasi terakhir 4. Perpisahan dengan warga belajar

10
11

Sudut pandang dari analisa kekonomian , ekologi, dan sudut pandang lain(oleh Bapak Teguh)

Bibit jarak dimaksud adalah biji dan stek dari tanaman induk, budidaya kultul jaringa bukan substansi materi pelatihan dikarenakan membutuhkan disiplin ilmu tersendiri. 12 Praktek hari kedua ditekankan pada tata cara pemupukan tanaman, pengendalian hama, perlakuan pada tanaman yang siap panen.

A

k

C

VX X V YY W DU aaa ``

G A BA TSRQPIH F E DC

BAB III TEMUAN DAN HASIL

3. 1 Temuan / Hasil Evaluasi Proses
3.1.1. Praktik Hari Pertama Evaluasi proses No Nama
Keaktifan Kerja sama Keberanian Produktifitas

Jml

1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Danang W. Tri Cahyono Tama Ana Sofiya Edi Eko Yulianto Samsul arifin Peti Rima Peni Utama N. 1 1 1

2

3 3

1

2

3 3

1

2

3 3

1

2 2

3 11 5

1 2 2 1 3 1 3 2 3

1 3 2 1 3 2

2 2 2 1 2 1

10 8 4 11 5

*penilaian berdasarkan pengamatan praktik pertama pada tanggal 27 Mei 2010 3.1.2. Pratik Hari Kedua Evaluasi proses No Nama
Keaktifan Kerja sama Keberanian Produktifitas

Jml

1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Danang W. Tri Cahyono Tama Ana Sofiya Edi Eko Yulianto Samsul arifin Peti Rima Peni Utama N. 1

2

3 3

1

2

3 3

1

2

3 3

1

2

3 3 12 8 3 12 10 6 3 12 8

2 3 3

2 3 2 2 3 3 2

2 3 3 2 3 2 1

2

2

2

2

*penilaian berdasarkan pengamatan praktik kedua pada tanggal 29 Mei 2010

A

k

C

wy y w €€ x ev ‚‚‚ 

h b cb utsrqpi g f ed

Indikator penilain evaluasi proses. Keaktifan ====> Nilai : 1. Pasif dalam mengikuti kegiatan 2. Aktif dengan bimbingan tutor 3. Aktif tanpa bimbingan tutor Kerjasama ===> Nilai: 1. Sulit bekerjasama 2. Bisa bekerjasama 3. Senang membantu teman Keberaniaan ===> Nilai: 1. Belum berani praktek 2. Berani praktik dengan bimbingan tutor 3. Berani praktik tanpa bimbingan tutor Produktifitas ===> Nilai: 1. Apabila 3X pratik belum berhasil 2. Apabila 2X pratik belum berhasil 3. Apabila 1X pratik belum berhasil Skor nilai: 1. 

X 10 = 10

7.

X 10 = 5

2.

X 10 = 9,2

8.

X 10 = 4,2

3. 4. 5. 

X 10 = 8,3 X 10 = 7,5

9. 10.

X 10 = 3,3 X 10 = 2,5

X 10 = 6,7

11.

X 10 = 1,6

6. Rentang nilai: 1. 2. 3. 4. 5.

X 10 = 5,8 9,2 10 = sangat baik 8,3 9,1 = baik 7,5 8,2 = cukup 6,7 7,4 = kurang 0 6,5 = sangat kurang

12.

X 10 = 0,8

A

k

C

˜d d ˜ ee ™ †— ggg ff

‰ ƒ „ƒ –•”“’‘ ˆ ‡ †… 

  

Skor / Rata-Rata = 

Nilai Akhir

=

X 10

Hasil akhir pengamatan praktik I dan praktik II adalah sebagai berikut: Praktik Praktik I II 11 5 10 8 4 11 5 12 8 12 10 6 12 8
Skor / rata-rata Nilai Akhir

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Nama Danang W. Tri Cahyono Tama Ana s. Edi Eko Y. Samsul arifin Peti Rima Peni Utama N.

Jumlah

Keterangan
Sangat baik Sangat kurang Sangat baik Cukup Sangat kurang Sangat baik Sangat kurang

23 13 22 18 10 23 13

11,5 6,5 11 9 5 11,5 6,5

9,6 5,4 9,2 7,5 4,2 9,6 5,4

3.2 Temuan Hasil Evaluasi Produk
Berdasarkan pengamatan selama praktik, baik praktik yang pertama dan yang kedua dapat diperoleh gambaran secara rinci bahwa setiap warga belajar mampu: 1. Menjelaskan langkah-langkah dalam pembudidayaan jarak pagar dengan benar. 2. Membuat saluran irigasi dan membuat lahan persemaian dengan benar.
3. Menjelaskan langkah-langkah pemilihan bibit tanaman jarak baik melalui vase generatif maupun vegetatif. 4. Mempraktiktakan cara-cara pencampuran pupuk dengan memperhatikan perbandingan komposisi zat yang tekandung dengan kebutuhan umur tanaman..

A

k

C

wy y w zz x kv ||| {{

n h ih utsrqpo m l kj

3.3 Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi proses pada praktik pertama dan kedua, secara detail kemampuan setiap Warga Belajar adalah sebagi berikut: 1. Danang W. Memiliki kerjasama yang sangat baik, dapat aktif, memiliki jiwa kepemimpinan, bisa bekerja sama (team work) dan memiliki keberanian dengan bimbingan tutor serta unjuk kerja yang baik. 2. Tri Cahyono Pasif dalam mengikuti kegiatan, sulit bekerjasama, keberanian sangat kurang dan produktifitas sangat rendah. 3. Tama Ana s. Memiliki keaktifan, kerjasama, berani mencoba tanpa bimbingan tutor, namun dari segi hasil / produktifitas agak rendah,memiliki jiwa wirausahawan yang tinggi. 4. Edi Eko Y. Berani mencoba, cukup aktif dalam selama praktik berlangsung, namun kurang bisa bekerjasama dengan warga belajar yang lain serta dari segi produktifitas perlu ditingkatkan. 5. Samsul arifin Sangat pasif, kurang bisa bekerjasama atau kolektifitas perlu ditingkatkan, serta perlu bimbingan tutor untuk pratik. 6. Peti Rima Rajin, aktif dalam kegiatan, mampu bekerjasama dengan warga belajar lain, serta memiliki keberanian dan produktifitas yang tinggi serta mampu bekeja dengan kelompok maupun tanpa secara individu. 7. Peni Utama N. Cukup berani dalam melakukan kegiatan praktik, namun dari sisi kerjama dan produktifitas masih agak rendah.

A

k

C

ŒŽ Ž Œ   €‹ ‘‘‘ 

ƒ } ~} Š‰ˆ‡†…„ ‚  €

3.4 Gambaran Keaktifan Cara merespon / cara mempraktekkan petunjuk yang diberikan dan antusiasme untuk datan mengikuti kegiatan 7 pemuda yang dibina:
¨ §

No

Nama Danang W.

espon

ateri

Antusiasme

1.

2.

Tri Cahyono

3.

Tama Ana s.

4.

Edi Eko Y.

5.

Samsul arifin

6.

Peti Rima

7.

Peni Utama N.

1.Mudah menerima materi. 2.Dapat mempratikkan menanam dan memihara tanaman jarak dengan benar. 3.Hasil kerja cukup bagus. 1.Mudah menerima materi. 2.Dapat mempratikkan menanam dan memihara tanaman jarak dengan benar. 3.Hasil kerja cukup bagus. 1.Mudah menerima materi. 2.Dapat mempratikkan menanam dan memihara tanaman jarak dengan benar. 3.Hasil kerja sangat bagus. 1.Mudah menerima materi. 2.Dapat mempratikkan menanam dan memihara tanaman jarak dengan benar. 3.Hasil kerja cukup bagus. 1.Mudah menerima materi. 2.Dapat mempratikkan menanam dan memihara tanaman jarak dengan benar. 3.Hasil kerja cukup bagus. 1.Mudah menerima materi. 2.Dapat mempratikkan menanam dan memihara tanaman jarak dengan benar. 3.Hasil kerja bagus. 1.Mudah menerima materi. 2.Dapat mempratikkan menanam dan memihara tanaman jarak dengan benar. 3.Hasil kerja sangat bagus.

1.Aktif, kreatif, hadir tepat
waktu. 2.punya etos kerja yang bagus 3.Terampil dan cekatan dalam melaksanakan tugas.

1.Aktif, kreatif, hadir tepat
waktu. 2.punya etos kerja yang bagus 3.Terampil dan cekatan dalam melaksanakan tugas.

1.Aktif, kreatif, hadir tepat
waktu. 2.punya etos kerja yang bagus 3.Terampil dan cekatan dalam melaksanakan tugas.

1.Aktif, kreatif, hadir tepat
waktu. 2.punya etos kerja yang bagus 3.Terampil dan cekatan dalam melaksanakan tugas.

1.Aktif, kreatif, hadir tepat
waktu. 2.punya etos kerja yang bagus 3.Terampil dan cekatan dalam melaksanakan tugas.

1.Aktif, kreatif, hadir tepat
waktu. 2.punya etos kerja yang bagus 3.Terampil dan cekatan dalam melaksanakan tugas.

1.Aktif, kreatif, hadir tepat
waktu. 2.punya etos kerja yang bagus 3.Terampil dan cekatan dalam melaksanakan tugas.

A

k

C

¡£ £ ¡ ¤¤ ¢ •  ¦¦¦ ¥¥

˜ ’ “’ Ÿžœ›š™ — – •”

BAB IV PENUTUP

4.1 Simpulan
Pemuda merupakan aset berharga bagi pembangunan suatu bangsa yang keberadaannya perlu mendapat apresiasi dan perhatian lebih dari semua pihak agar bisa menjadi daya guna bagi pembangunan bangsa dan negara. Untuk itulah diperlukan suatu konsep, tatanan, dan wadah yang tepat guna menumbuh kembangkan minat, bakat, motivasi dan juga kreatifitas pemuda. Salah satu bentuk kegiatan positif untuk menumbuahkan kreatifitas tersebut adalah berupa pembekalan ketrampilan hidup yaitu pelatihan kepemudaan yang dalam hal ini pelatihan budidaya jarak pagar. Pelatihan ketampilan budidaya jarak pagar yang kami selenggarakan di Desa Bendoagung Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek diikuti oleh tujuh (7) pemuda atau disebut sebagai Warga Belajar(WB). Dalam pelaksanaan praktik/pelatihan budidaya jarak pagar tersebut tidak banyak mengalami kendala yang berarti karena warga belajar yang sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti pelatihan, serta peran serta Bapak Kepala Desa beserta perangkat yang sangat proaktif, disamping dukungan dari warga sekitar.

4.2 Saran
4.2.1 Untuk Warga Belajar Di tengah kompleksitas permasalah yang pelik ini, diharapkan Warga Desa Bendoagung tidak patah semangat dan dapat menekuni serta menyukai apa

A

k

C

¸º º ¸ »» ¹ ¬· ½½½ ¼¼

¯ © ª© ¶µ´³²±° ® ­ ¬«

yang sudah dimiliki saat ini berupa ketrampilan, kemampuan dan keahlian yang nantinya dapat dikembangkan dan ditularkan pada orang lain dengan hati yang tulus dan iklas guna membangun desa tercinta kearah yang lebih baik serta ikut mensukseskan gerakan kembali ke desa yang sudah digaungkan pemerintah sejak beberapa tahun yang lalu. Kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki hendaknya terus ditingkatkan dan ditularkan pada orang lain sehingga nantinya bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun juga umumnya. bermanfaat bagi orang lain, bangsa dan negara pada

4.2.2 Untuk Kepala Desa dan Perangkat Desa Dengan adanya pelatihan singkat tentang budidaya jarak pagar ini

diharapkan kepada Kepala Desa Bendoagung Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek beserta jajarannya bisa menjadi pelecut dan inspirasi untuk lebih tanggap akan potensi yang dimiliki oleh Desa baik potensi Sumber Daya Alam (SDA) ataupun potensi Sumber Daya Manusia (SDM). Keberadaan kedua potensi tersebut (SDA dan SDM) apabila diperhatikan dengan sungguh-sungguh bisa menjadi motor penggerak kemajuan bangsa (Desa Bendoagung Khususnya) dan bukan tidak mungkin bisa menjadi sebuah lapangan kerja baru yang menjanjikan dan nantinya bisa menjadi kontribusi bagi pembagunan desa dan pendapatan rumah tangga. Diharapkan pula kepada Kepala Desa sebagai pemegang otoritas tertinggi di desa beserta perangkatnya mampu menghandle, merangsang, molokalisir,

A

k

C

ÍÏ Ï Í ÐÐ Î ÁÌ ÒÒÒ ÑÑ

Ä ¾ ¿¾ ËÊÉÈÇÆÅ Ã Â ÁÀ

serta meng eliminir setiap kegiatan kepemudaan yang diselenggarakan di Desa Bendoagung dengan melibatkan organisasi kepemudaan yaitu Karang Taruna. Keberadaan organisasi yang dalam hal ini sebagai wadah bagi para pemuda yang ada di Desa Bendoagung jangan hanya sebatas Organisatoris, tetapi juga merupakan organisasi yang mampu menampung aspirasi, memberi, dan mengapresiasi setiap kegiatan kepemudaan sehingga nantinya mampu

menjadi sebuah organisasi kebanggaan bagi pemuda di Desa Bendoagung. Bentuk kerjasama dengan pihak-pihak yng terkait seperti kementerian Pertanian juga sangat diharapkan guna mendapatkan ketrampilan yang

mumpuni dalam pemeliharaan jarak serta agar bisa terus meng up date penemuan-penemuan baru mengenai teknologi pertanian.

4.3. Tindak Lanjut Untuk mendorong terus tumbuh berkembangnya perkebunan jarak milik warga agar menjadi perkebunan jarak dalam skala besar memang diperlukan aspek finansial yang cukup besar dan juga kemampuan managerial yang baik, disamping itu pula kemapuan memahami situasi pasar juga diperlukan.

Untuk itulah peran serta dan campur tangan semua pihak terkait sangat diperlukan, baik Kepala Desa Bendoagung, Camat Kampak, Kementerian Petanian maupun Kementerian UKM guna mendapatkan kredit lunak usaha bagi warga.

Kegiatan kepemudaan semacam ini perlu mendapat porsi lebih dari desa berupa pemberian stimulus, baik yang berkaitan dengan dana maupun stimulus berupa

A

k

C

âä ä â åå ã Öá ççç ææ

Ù Ó ÔÓ àßÞÝÜÛÚ Ø × ÖÕ

rangsangan motivasi serta kerjasama dengan kementerian UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di tingkat Kabupaten Trenggalek guna pengembangan dan distribusi pemasaran biji buah jarak. Pelaksanaan kegiatan kepemudaan secara terprogram, berkelanjutan dapat memberikan bekal kepada para pemuda guna memajukan desanya dan meningkatkan taraf hidup keluarga serta memberikan lapangan kerja baru yang sangat menjanjikan.

A

k

C

÷ù ù ÷ úú ø ëö üüü ûû

î è éè õôóòñðï í ì ëê

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah , 2002, Pendekatan Konstektual (Contextual Teacing and Learning) , Jakarta. Hatimah Ihat, dkk, 2008, Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan . Jakarta. Anonim, 2006. Pengembangan dan Pemanfaatan Jarak pagar ( Jatropha curcas L.). Pusat Penelitian dan Pengambangan Perkebunan. Bogor. Anonim, 2007. Budidaya Tanaman Jarak pagar (Jatropha curcas L ) Sebagai sumber alternatif Biofuel . Puslitbang Perkebunan .Bogor. Prihandana, R dan Hendroko,R. 2006. Petunjuk Budidaya Jarak pagar . Agromedia. Jakarta

ý

þý

A

k

C 

          

£ ¢ ©¨§¦¥¤

¡  ÿ

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->