TUGAS MEMBUAT VISI DAN MISI SEBUAH PERUSAHAAN

I. PENDAHULUAN

Visi perusahaan dapat memusatkan, mengarahkan, menyatukan, dan bahkan memberi inspirasi suatu bisnis untuk mencapai kinerja yang superior. Tugas perumus strategi adalah mengidentifikasi dan meramalkan visi dengan jelas (John Keane). Suatu bisnis tidak didefinisikan berdasarkan namanya, deklarasi, atau ayat pendirian perusahaan. Akan tetapi, didefinisikan oleh misi bisnis. Hanya definisi yang jelas dari misi dan tujuan organisasi yang mungkin akan membuat tujuan bisnis yang jelas dan obyektif (Peter Drucker). Pada awalnya bisnis baru hanyalah sekumpulan ide. Memulai bisnis baru didasarkan pada suatu kepercayaan bahwa organisasi yang baru dapat menawarkan produk kepada beberapa pelanggan, pada beberapa area geografis, menggunakan beberapa jenis teknologi, pada harga yang menguntungkan. Pemilik perusahaan percaya bahwa filosofi manajemen tentang perusahaan baru akan memberikan pandangan publik yang positif serta konsep bisnis dapat dikomunikasikan dan akan diadopsi oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Ketika pandangan dan fondasi suatu bisnis dituangkan dalam bentuk tulisan, hasil tulisan mencerminkan beberapa ide dasar yang melandasi pernyataan visi dan misi. Memahami dengan baik visi dan misi dengan memfokuskan pada bisnis ketika bisnis pertama kali didirikan. Ketika bisnis tumbuh, lingkungan berubah, pemilik dan manajer merasa perlu untuk merevisi filosofi dasar, tetapi ide orisinilnya masih tercermin dalam pernyataan visi dan misi yang sudah direvisi. Pernyataan visi dan misi adalah bagian dari laporan internal yang berguna bagi permintaan pinjaman, perjanjian dengan pemasok, kontrak serikat pekerja, rencana bisnis, dan perjanjian layanan konsumen. Seharusnya misi dan visi dikomunikasikan dengan menampilkannya di ruang-ruang kerja dan didistribusikan bersamaan dengan informasi kepada pihak stakeholders. Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa 90% perusahaan yang ada di dunia membuat dan menggunakan pernyataan misi dari 5 tahun sebelumnya.

pasar yang dilayani dan teknologi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pasar tersebut. nilai-nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita-cita masa depan. Menurut Drucker (2000:87).PENGERTIAN VISI DAN MISI VISI (Vision) Menurut Wibisono (2006. Pernyataan misi organisasi. siapa yang memiliki kebutuhan tersebut. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang. Dalam visi suatu organisasi terdapat juga nilai-nilai. 43). Jadi dapat disimpulakan bahwa Visi adalah cita – cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang. 2004:8). Jadi perumusan misi merupakan realisasi yang akan menjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang memenuhi kebutuhan. p. terutama di tingkat unit bisnis menentukan batas dan maksud aktivitas bisnis perusahaan. MISI (Mission) Misi (mission) adalah apa sebabnya kita ada (why we exist / what we believe we can do). Menurut . Di dalam misi produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Pernyataan misi harus mampu menentukan kebutuhan apa yang dipuasi oleh perusahaan. Menurut Prasetyo dan Benedicta (2004:8). Atau dapat dikatakan bahwa visi merupakan pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan.II. kebutuhan yang dapat ditanggulangi. kelompok masyarakat yang dilayani. Visi adalah pernyataan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang ditawarkan. aspirasi serta kebutuhan organisasi di masa depan seperti yang diungkapkan oleh Kotler yang dikutip oleh Nawawi (2000:122). dimana mereka berada dan bagaimana pemuasan tersebut dilakukan. keinginan dan harapan pelanggannya (Prasetyo dan Benedicta. Pada dasarnya misi merupakan alasan mendasar eksistensi suatu organisasi. visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan.

Anggapan ini tidak diinginkan dan menganggu manajemen. 46-47) Misi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan tujuan atau alasan eksistensi organisasi yang memuat apa yang disediakan oleh perusahaan kepada masyarakat.Wheelen sebagaimana dikutip oleh Wibisono (2006. VISI Versus MISI Banyak perusahaan mengembangkan visi dan sekaligus misi. Profit bukan sebagai motivator utama bagi perusahaan. Misi merupakan sesuatu yang nyata untuk dituju serta dapat pula memberikan petunjuk garis besar cara pencapaian Visi. Dalam operasionalnya orang berpedoman pada pernyataan misi yang merupakan hasil kompromi intepretasi Visi. Menurut Campbell dan Yeung menekankan bahwa proses pengembangan pernyataan misi harus menciptakan ikatan emosional. baik berupa produk ataupun jasa. Karyawan beranggapan bahwa profit yang mereka hasilkan kemudian digunakan dan diberikan kepada pemegang saham. Pernyataan visi dan misi yang dibentuk secara bersama. Ikatan emosional terbentuk ketika individu secara personal menghayati nilai-nilai dasar dan . p. namun profit dan visi tetap dibutuhkan untuk memotivasi pekerja secara efektif. Jadi dapat disimpulkan bahwa Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi. hasilnya dapat merefleksikan visi personal dari manajer dan karyawan yang merupakan cerminan dari hati dan pikiran tentang masa depan mereka. dan sensasi misi antara organisasi dan karyawan. Profit dipandang sebagai sesuatu yang negatif oleh karyawan.

Sedangkan Bart dan Baetz menemukan hubungan yang positif antara pernyataan misi dengan kinerja organisasi. Masih menurut Campbell dan Yeung membedakan antara visi dan misi. Misi pernyataan tujuan yang unik dan ruang lingkup operasinya dalam hal produk dan syarat. dan kinerja dapat diawasi dan dievaluasi Karakteristik Misi Pernyataan misi lebih dari sekedar pernyataan yang detail dan spesifik. dan . Untuk memberikan tujuan dasar dan menterjemahkan tujuan dasar yang terukur dalam parameter waktu. Suatu misi stratejik memberikan keterangan umum tentang produk-produk yang ingin diproduksi suatu perusahaan dan pasar yang akan dilayani dengan menggunakan kompetensi inti internalnya.syarat pasar. Visi adalah keadaan masa depan yang mungkin dan diinginkan sebuah organisasi. Untuk menjadi titik utama individu dalam mengidentifikasi tujuan dan arah organisasi serta mencegah yang tidak sejalan untuk berpartisipasi lebih jauh dalam aktivitas organisasi 5. Pentingnya Misi Menurut Rarick dan Vitton menemukan bahwa perusahaan dengan pernyataan misi yang diformalkan memiliki ROE (Return On Equity) lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang tidak memiliki pernyataan misi secara formal. biaya. sehingga kesepakatan intelektual dan komitmen terhadap strategi berubah menjadi sensasi misi. Untuk memberikan dasar atau standar alokasi sumber daya 3.perilaku organisasi. Untuk memfasilitasi penterjemahan tujuan menjadi struktur kerja yang melibatkan penugasan hingga tanggung jawab 6. melaporkan bahwa perusahaan yang menggunakan pernyataan misi memiliki ukuran financial 30% lebih tinggi disbanding yang tidak memiliki pernyataan misi formal. King dan Cleland merekomendasikan untuk mengembangkan pernyataan misi yang tertulis secara hati-hati karena alas an berikut: 1. Untuk menciptakan kondisi / iklim organisasi yang umum 4. yang mencakup tujuan spesifik. Publikasi Business Week. Suatu misi yang efektif akan membangun individu dan menggembirakan. inspiratif. Sedangkan misi lebih dikaitkan dengan perilaku dan kondisi saat ini. Untuk memastikan tujuan dasar organisasi 2.

2) Mengidentifikasi kegunaan produk bagi pelanggan. memiliki arah. merupakan penempatan tertinggi filosofi dan pemikiran pendiri organisasi dan manajerial. Isu-isu sosial menuntut strategist tidak hanya berkewajiban terhadap stakeholders. terdiri dari: pemilik. sebaliknya terlampau umum. tetapi juga tak kalah . manajemen. distributor. dukungan. Deklarasi kebijakan social (social responsibility). maka misi tidak berfokus pada produk. 6) Misi juga harus dinamis dalam orientasi 2. Karakteristik sebuah misi seharusnya merefleksikan: 1. dengan senantiasa mengidentifikasi needs dan wants kemudian menyediakan produk untuk memenuhi kebutuhan. Stakeholders mempengaruhi dan dipengaruhi oleh strategi organisasi. menjadikan alternative strategi menjadi disfungsional. dasar teknologi. membatasi potensi pertumbuhan organisasi. dan layak untuk menerima segenap waktu. dan investasi dari semua stakeholders. pelanggan. Deklarasi sikap. produk. Misi yang baik seharusnya: 1) Merefleksikan antisipasi pelanggan. misi merupakan deklarasi sikap dan pandangan yang luas ruang lingkupnya. tetapi tuntutan dan pemikiran yang berbeda-beda bahkan seringkali bertentangan. 3) Misi yang efektif harus menciptakan rasa dan emosi yang positif tentang organisasi. kreditor. 3. 5) Menghasilkan kesan bahwa organisasi sukses. Misi yang terlalu spesifik. tetapi fungsi atau kegunaan atau kebutuhan. Orientasi pelanggan. 4) Memberi inspirasi dan memotivasi untuk melakukan tindakan. dan berbagai pihak lainnya. pelanggan. 2) Pernyataan misi harus cukup luas untuk menyatukan perbedaan secara efektif dan memiliki daya tarik bagi para stakeholders yang beragam. pemasok. Stakeholder adalah berbagai pihak yang berkepentingan dengan organisasi. pesaing. pemerintah. meliputi: 1) Pernyatan misi yang baik memungkinkan untuk perumusan dan pemikiran alternative tujuan dan strategi yang layak tanpa mengurangi kreatifitas manajemen. karyawan.relevan bagi stakeholders. pasar. filosofi. pernyataan misi yang baik menjelaskan tujuan dasar.

Apakah perusahaan menerapkan teknologi terbaru. yaitu: 1. Kebijakan social secara langsung mempengaruhi pelanggan. Contoh perusahaan raksasa farmasi dari AS. Kebijakan social harus diintegrasikan dalam seluruh aktifitas manajemen stratejik. dan kelompok lainnya. dan spesifiknya. profitabilitas. Technology. Komponen Misi Format pernyataan misi berbeda-beda dalam panjangnya. pasar. teknologi.pentingnya bagi customer. Timur Tengah. tercanggih ? atau teknologi apa yang digunakan ? . termasuk penyusunan misi. Merck menyediakan secara gratis kepada staf medis di seluruh dunia. Apa produk baik berupa barang maupun jasa utama yang dihasilkan perusahaan? 3. Merck. Product. isi. public. secara geografi. Siapa pelanggan perusahaan ? 2. Market. dimana perusahaan berkompetisi ? 4. pasar. konsep diri. environmentalist. produk. Masyarakat menilai Merck melakukan bisnis yang bertanggung jawab secara sosial dengan memproduksi obat yang tidak memberikan insentif ekonomi bagi Merck. bentuk. pelanggan. Customer. public image. Misi yang efektif meliputi dan cerminan dari 9 komponen penting. penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit yang menyebar di kawasan miskin Afrika. kelompok minoritas. baru baru ini mengembangkan obat yang diberi nama ivermectin untuk mengobati river blindness. Amerika Latin.

nilai. Semakin lengkap komponen misi semakin efektif. aspirasi. dan keuangan yang baik ? 6. pertumbuhan. Konsep diri. Maka evaluasi misi dilakukan dengan menilai apakah misi meliputi 9 komponen atau tidak. Perhatian akan citra public. sebaliknya semakin sedikit komponen yang ada dalam misi maka semakin tidak efektif pernyataan misi tersebut. Data eksternal dikumpulkan untuk menganalisa hal-hal menyangkut persoalan ekonomi. budaya. teknologi. Filosofi. sehingga bisa jadi misi yang terdiri dari 9 komponen tersebut sudah tidak sesuai lagi dalam perkembangannya. hukum. dan profitabilitas. lingkungan. III. semua informasi dasar mengenai faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan yang dibutuhkan dalam merumuskan strategi dirangkum oleh pembuat strategi. sosial. Perhatian akan keberlangsungan.5. Matriks External Factor Evaluation (EFE) Matriks EFE digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor eksternal perusahaan. apa dasar-dasar kepercayaan. Evaluasi misi ini diperlukan karena perubahan yang selalu terjadi baik dari internal maupun eksternal. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan dua teknik formulasi strategi. yaitu: 1. Perhatian akan karyawan. EFE(External Factor Evaluation) Dan IFE (Internal Factor Evaluation) Pada tahap input. persaingan di pasar industri di mana perusahaan berada. apa kemampuan khusus atau keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan ? 8. politik. pemerintahan. dan prioritas etika ? 7. apakah perusahaan memiliki komitmen untuk kelangsungan hidup. apakah perusahaan responsive terhadap pemikiran sosial. masyarakat. apakah karyawan dianggap dan diperlakukan sebagai aset yang berharga bagi perusahaan ? Evaluasi/Penilaian Misi Penilaian pernyataa misi perlu dilakukan untuk meyakinkan apakah misi yang selama ini menjadi landasan segala aktifitas perusahaan masih efektif atau tidak. dan lingkungan ? 9. Hal ini penting karena faktor eksternal berpengaruh . pertumbuhan.

Tentukan bobot (weight) dari CSF tadi dengan skala yang lebih tinggi bagi yang berprestasi tinggi dan begitu pula sebaliknya. Skor total 4. Jumlah seluruh bobot harus sebesar 1.secara langsung maupun tidak langsung terhadap perusahaan. 4 = Kekuatan utama. 3 = Kekuatan kecil. Dengan demikian. 2 = Kelemahan kecil. b. e. nilainya didasarkan pada kondisi perusahaan. Buat daftar critical success factors (CSF) untuk aspek eksternal yang mencakup opportunities (Peluang) dan threats (ancaman) bagi perusahaan.0 menunjukkan bahwa perusahaan tidak memanfaatkan peluang-peluang yang ada atau tidak menghindari ancaman-ancaman eksternal. c. d.0 mengindikasikan bahwa perusahaan merespon dengan cara yang luar biasa terhadap peluang-peluang yang ada dan menghindari ancamanancaman di pasar industrinya. Jumlahkan semua skor untuk mendapatkan skor total bagi perusahaan yang dinilai. skor total sebesar 1. Kalikan nilai bobot dengan nilai rating-nya untuk mendapatkan skor semua CSF. . Tentukan rating setiap CSF antara 1 sampai 4. Langkah-langkah tahapan kerja EFE Matriks sebagai berikut: a. dimana 1 = Kelemahan utama. Sementara. Rating ditentukan berdasarkan efektivitas strategi perusahaan.0.

3 = Kekuatan kecil. dimana : 1 = Kelemahan utama.0. pemasaran. nilainya didasarkan pada kondisi perusahaan. Dengan demikian.0 . c. Jumlahkan semua skor untuk mendapatkan skor total bagi perusahaan yang dinilai. misalnya dari aspek manajemen. SDM. Tentukan rating setiap CSF antara 1 sampai 4. b. keuangan. Tentukan bobot (weight) dari CSF tadi dengan skala yang lebih tinggi bagi yang berprestasi tinggi dan begitu pula sebaliknya. Pada prinsipnya tahapan kerja IFE matriks sama dengan EFE matriks. Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) Matriks IFE digunakan untuk mengetahui faktor-faktor internal perusahaan berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan yang dianggap penting. 4 = Kekuatan utama. Jumlah seluruh bobot harus sebesar 1. d. Buat daftar critical success factors (CSF) untuk aspek internal yang mencakup Strength (Kekuatan) dan weakness (Kelemahan) bagi perusahaan. Langkah-langkah tahapan kerja IFE Matriks sebagai berikut: a. e.2. Kalikan nilai bobot dengan nilai rating-nya untuk mendapatkan skor semua CSF. Data dan informasi aspek internal perusahaan dapat digali dari beberapa fungsional perusahaan. Skor total 4. Rating ditentukan berdasarkan efektivitas strategi perusahaan. 2 = Kelemahan kecil.