P. 1
Ilmu alam

Ilmu alam

|Views: 187|Likes:

More info:

Published by: PeNgøh Pùtraji LaluMsamsulhs on Oct 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2014

pdf

text

original

Ilmu alam (Inggris:natural science) atau ilmu pengetahuan alam adalah istilah yang digunakan yang merujuk

pada rumpun ilmu dimana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dimana pun [1]. Sains (science) diambil dari kata latin scientia yang arti harfiahnya adalah pengetahuan. Sund dan Trowbribge merumuskan bahwa Sains merupakan kumpulan pengetahuan dan proses. Sedangkan Kuslan Stone menyebutkan bahwa Sains adalah kumpulan pengetahuan dan cara-cara untuk mendapatkan dan mempergunakan pengetahuan itu. Sains merupakan produk dan proses yang tidak dapat dipisahkan. "Real Science is both product and process, inseparably Joint" (Agus. S. 2003: 11) Sains sebagai proses merupakan langkah-langkah yang ditempuh para ilmuwan untuk melakukan penyelidikan dalam rangka mencari penjelasan tentang gejala-gejala alam. Langkah tersebut adalah merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis dan akhimya menyimpulkan. Dari sini tampak bahwa karakteristik yang mendasar dari Sains ialah kuantifikasi artinya gejala alam dapat berbentuk kuantitas. Ilmu alam mempelajari aspek-aspek fisik & nonmanusia tentang Bumi dan alam sekitarnya. Ilmu-ilmu alam membentuk landasan bagi ilmu terapan, yang keduanya dibedakan dari ilmu sosial, humaniora, teologi, dan seni. Matematika tidak dianggap sebagai ilmu alam, akan tetapi digunakan sebagai penyedia alat/perangkat dan kerangka kerja yang digunakan dalam ilmu-ilmu alam. Istilah ilmu alam juga digunakan untuk mengenali "ilmu" sebagai disiplin yang mengikuti metode ilmiah, berbeda dengan filsafat alam. Di sekolah, ilmu alam dipelajari secara umum di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam(biasa disingkat IPA). Tingkat kepastian ilmu alam relatif tinggi mengingat obyeknya yang kongkrit, karena hal ini ilmu alam lazim juga disebut ilmu pasti[2]. Di samping penggunaan secara tradisional di atas, saat ini istilah "ilmu alam" kadang digunakan mendekati arti yang lebih cocok dalam pengertian sehari-hari. Dari sudut ini, "ilmu alam" dapat menjadi arti alternatif bagi biologi, terlibat dalam proses-proses biologis, dan dibedakan dari ilmu fisik (terkait dengan hukum-hukum fisika dan kimia yang mendasari alam semesta).

Aswar-Tkj.Co.CC

search:

þÿ

Menu

Spam Menu di atas tidak tampil pada Komputer/laptop anda !!! download Adobe Flash Player : For Windows : Disini Spam For Linux : Disini

DoWnLOAd EdUKasi
ModUl BUku TKJ !! DowNLoAd LAtIHaN Ms. PoWer PoinT 1-8 ViDeO MErAKiT KoMPUtEr !!

TitIP KoMeNTaR KaMU dISiNI !!!!
Click <a href="http://oggix.net">oggix.com for free Tagboard Shoutbox Guestbook.</a>

Facebook aQ

Chat

Jumat, 09 Oktober 2009
Hubungan Ilmu Pengetahuan, Filsafat dan Agama
a. Filsafat dan Ilmu Pengetahuan. Ilmu Sejarah telah dapat membuktikan tentang pengungkapan ilmiah manusia yang sangat menonjol di dunia adalah di zaman Yunani Kuno (abad IV dan V S.M). Bangsa Yunani ditakdirkan Allah sebagai manusia yang mempunyai akal jernih. Bagi mereka ilmu itu adalah suatu keterangan rasional tentang sebab-musabab dari segala sesuatu didunia ini. Dunia adalah kosmos yang teratur dengan aturan kausalitas yang bersifat rasional. Demikianlah tiga dasar yang menguasai ilmu orang Yunani pada waktu itu, yaitu: Kosmos, Kausalitas dan Rasional. Pada hakikatnya kelahiran cara berfikir ilmiah itu merupakan suatu revolusi besar dalam dunia ilmu pengetahuan, karena sebelum itu manusia lebih banyak berpikir menurut gagasan-gagasan magi dan mitologi yang bersifat gaib dan tidak rasional. Dengan berilmu dan berfilsafat manusia ingin mencari hakikat kebenaran daripada segala sesuatu Dalam berkelana mencari pengetahuan dan kebenaran itu menusia pada akhirnya tiba pada kebenaran yang absolut atau yang mutlak yaitu ‘Causa Prima’ daripada segala yang ada yaitu Allah Maha Pencipta, Maha Besar, dan mengetahui. Oleh karena itu kita setuju apabila disebutkan bahwa manusia itu adalah mahluk pencari kebenaran. Di dalam mencari kebenaran itu manusia selalu bertanya. Dalam kenyataannya makin banyak manusia makin banyaklah pertanyaan yang timbul. Manusia ingin mengetahui perihal sangkanparannya, asal mula dan tujuannya, perihal kebebasannya dan kemungkinan-kemungkinannya. Dengan sikap yang demikian itu manusia sudah menghasilkan pengetahuan yang luas sekali yang secara sistematis dan metodis telah dikelompokan kedalam berbagai disiplin keilmuwan. Namun demikian karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka sejumlah besar pertanyaan tetap relevan dan aktual seperti yang muncul pada ribuan tahun yang lalu, yang tidak terjawab oleh Ilmu pengetahuan seperti antara lain: tentang asal mula dan tujuan manusia, tentang hidup dan mati, tentang hakikat manusia sebagainya. Ketidakmampuan Ilmu pengetahuan dalam menjawab sejumlah pertanyaan itu, maka Filasafat tempat menampung dan mengelolahnya. Filsafat adalah ilmu yang tanpa batas, tidak hanya menyelidiki salah satu bagian dari kenyataan saja, tetapi segala apa yang

menarik perhatian manusia. b. Definisi Ilmu Pengetahuan dan Filsafat J. Arthur Thompson dalam bukunya” An Introducation to Science” menuliskan bahwa ilmu adalah diskripsi total dan konsisten dari fakta-fakta empiri yang dirumuskan secara bertanggung jawab dalam istilah- istilah yang sederhana mungkin. Untuk menjelaskan perbedaan antara Ilmu Pengetahuan dan Filsafat, baiklah dikemukakan rumusan Filsafat dari filsuf ulung Indonesia Prof. DR. N. Driyarkara S.Y., yang mengatakan “Filsafat adalah pikiran manusia yang radikal, artinya yang dengan mengesampingkan pendirian-pendirian dan pendapat- pendapat yang diterima saja, mencoba memperlihatkan pandangan yang merupakan akar dari lain-lain pandangan dan sikap praktis. Jika filsafat misalnya bicara tentang masyarakat, hukum, sisiologi, kesusilaan dan sebagainya, di satu pandangan tidak diarahkan ke sebab-sebab yang terdekat, melainkan ‘ke’mengapa’ yang terakhir sepanjang kemungkinan yang ada pada budi manusia berdasarkan kekuatannya itu. “Filsafat adalah ilmu Pengetahuan dan Teknologi, filsafat tidak memperlihatkan banyak kemajuan dalam bidang penyelidikan. Ilmu pengetahuan dan Teknologi bahkan melambung tinggi mencapai era nuklir dan sudah diambang kemajuan dalam mempengaruhui penciptaan dan reproduksi manusia itu sendiri dengan revolusi genitika yang bermuara pada bayi tabung I di Inggris serta diambang kelahiran kurang lebih 100 bayi tabung yang sudah hamil tua. Di satu pihak fakta yang tak dapat dipungkiri bahwa peradaban manusia sangat berutang kepada ilmu pengetahuan dan teknologi, berupa penciptaan sarana yang memudahkan pemenuhan kebutuhan manusia untuk hidup sesuai dengan kodratnya. Inilah dampak positifnya disatu pihak sedangkan dipihak lainnya bdampak negatifnya sangat menyedihkan. Bahwa ilmu yang bertujuan menguasai alam, sering melupakan faktor eksitensi manusia, sebagai bagian daripada alam, yang merupakan tujuan pengembangan ilmu itu sendiri kepada siapa manfaat dan kegunaannya dipersembahkan. Kemajuan ilmu teknologi bukan lagi meningkatkan martabat manusia itu, tetapi bahkn harus dibayar dengan kebahagiaannya. Berbagai polusi dan dekadensi dialami peradaban manusia disebabkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi itu. Dalam usahanya pendidikan keilmuwan bukanlah semata-mata ditujukan untuk menghasilkan ilmuwan yang pandai dan trampil, tetapi juga bermoral tinggi. c. Abstraksi Untuk menerangkan selanjutnya hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan, baiklah dikemukakan pendapat Aristoteles tentang abstraksi. Menurut beliau pemekiran manusia melampaui 3 jenis abstraksi (kata Latin ‘abstrahere’ yang berarti menjauhkan diri, mengambil dari). Dari setiap jenis abstraksi itu menghasilkan satu jenis pengetahuan yaitu : 1) pengetahuan fisis 2) pengetahuan matematis, 3) pengetahuan teologis. 1) Pengetahuan Fisis Dalam kenyataannya manusia mulai berpikir bila ia mengamati, mengobservasi sesuatu.

Faktor keheranan, kesangsian dan kesadaran akan keterbatasan manusia barulah timbul setelah pengamatan atau observasi lebih dahulu. Peranan ratio atau akal budi manusia melepaskan (mengabstrahir) dari pengamatan inderawi suatu segi-segi tertentu yaitu materi yang dapat dirasakan ratio atau akal budi manusia bersama dengan materi yang 'abstrak' itu menghasilkan pengetahuan yang disebut "fisika' (dari kataYunani 'Physos' = alam). 2) pengetahuan Matematis atau Matesis Selanjutnya manusia masih mempunyai kemampuan untuk dapat mengabstrahir atau melepaskan lebih banyak lagi Bahwa kita dapat melepaskan materi yang kelihatan dari semua perubahan yang terjadi. Hal ini dapat terjadi bila ratio atau akal budi manusia dapat melepaskan dari materi hanya segi yang dapat dimengerti saja. Dengan kemampuan abstraksi ini manusia dapatlah menghitung dan mengukur, karena perbuatan menghitung. dan mengukur itu mungkin lebih dari semua gejala dan semua perubahan dengan menutup indera mata Adapun jenis pengetahuan yang dihasilkan oleh abstraksi ini disebut 'matesis' (matematika) (kata Yunani'mathesist = pengetahuan ilmu). 3) Pengetahuan Teologis atau Filsafat Pertama Pada tahap terakhir manusia juga dapat mengabstrahir dari semua materi, baik materi yang dapat diamati, maupun yang dapat diketahui. Apabila manusia berpikir tentang keseluruhan realitas tentang sangkanparannya (asal mula dan tujuannya), tentang jiwa manusia, tentang cita dan citranya, tentang realitas yang paling luhur, tentang Tuhan, maka berarti tidak hanya terbatas pada bidang fisika saja tetapi juga bidang matematika yang sudah ditinggalkannya. Di sini terbukti bahwa semua jenis pengamatan tidak berguna. lagi Adapun jenis berpikir ini disebut 'teologi' atau filsafat pertama, Sesuai dengan tradisi setelah Aristoteles pengetahuan jenis ketiga ini, disebut 'rnetafisika, bidang yang datang setelah (meta') fisika. Menurut Aristoteles baik bidang metafisika, bidang matematika maupun bidang fisika, masih merupakan kesatuan yang keseluruhannya disebut ’filsafat' atau metafisika. 2) Pikiran atau ratio manusia, melalui penalaran analitik dan non-analitik. Dalam pikiran manusia ini lahirlah pengetahuan yang pertama beberapa ribu tahun yang lalu yaitu filsafat. Dalam usaha menjawab tantangan hidup manusia maka fase berikutnya lahirlah Ilmu-ilmu Alam (Natural Philosophy) dan Ilmu-ilmu Sosial (Moral philosophy). Ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang telah teruji kebenarannya secara empiris. Batas penjelajahan ilmu sempit sekali, hanya sepotong atau sekeping saja dari sekian permasalahan kehidupan manusia, bahkan dalam batas pengalaman manusia itu, ilmu hanya berwenang menentukan benar atau salahnya suatu pernyataan. Demikian pula tentang baik buruk, semua itu (termasuk ilmu) berpaling kepada sumber-sumber moral (filsafat Etika), tentang indah dan jelek (termasuk ilmu) semuanya berpaling kepada pengkajian filsafat Estetika. Ilmu tanpa (bimbingan moral) agama adalah buta ”, demi kian kata tokoh Einstein. Kebutuaan moral dari ilmu itu mungkin membawa kemanusiaan kejurang malapetaka.

Relativitas atau kenisbian ilmu pengetahuan bermuara kepada filsafat dan relativitas atau kenisbian ilmu pengatahuan serta filsafat bermuara kepada agama. Filsafat ialah ’ ilmu istimewa’ yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa karena masalah-masalah itu berada di luar atau di atas jangkauan ilmu pengetahuan biasa. Filsafat adalah hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk dapat memahami dan mendalami secara radikal integral daripada segala sesuatu yang ada mengenai : a. Hakikat Tuhan b. Hakikat alam semesta, dan c. Hakikat manusia termasuk sikap manusia terhadap hal tersebut sebagai konsekuensi logis daripada pahamnya tersebut. Adapun titik perbedaanya adalah sebagai berikut : a. Ilmu dan filsafat adalah hasil dari sumber yang sama yaitu : ra’yu (akal, budi, ratio, reason, nous, rede, ver nunft) manusia. Sedangkan agama bersumber dari Wahyu Allah. b. Ilmu pengetahuan mencari kebenaran dengan jalan penyeledikan, pengalaman (empiri) dan percobaan (eksperimen) sebagai batu ujian. Filsafat menghampiri kebenaran dengan cara mengelanakan atau mengembarakan akal budi secara redikal (mengakar), dan integral (menyeluruh) serta universal (mengalam),tidak merasa terikat oleh ikatan apapun, kecuali ikatan tangannya sendiri yang disebut ’logika’ Manusia dalam mencari dan menemukan kebenaran dengan dan dalam agama dengan jalan mempertanyakan pelbagi masalah asasi dari suatu kepada kitab Suci, kondifikasi Firman Allah untuk manusia di permukaan planet bumi ini. Kebenaran ilmu pengetahuan ialah kebenaran positif, kebenaran filsafat ialah kebenaran spekulatif (dugaan yang tak dapat dibuktikan secara empiri, riset, eksperimen). Kebenaran ilmu pengetahuan dan filsafat keduanya nisbi (relatif). Dengan demikian terungkaplah bahwa manusia adalah mahluk pencari kebenaran. Di dalam mencari, menghampiri dan menemukan kebenaran itu terdapat tiga buah jalan yang ditempuh manusia yang sekaligus merupakan institut kebenaran yaitu : Ilmu, filsafat dan Agama. Diposkan oleh Aswar anas pada 17.48

Link ke posting ini
Buat sebuah Link Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

SeLeCT YoUR LaNGuAGe
þÿ

Powered by

Translate

Search Via GooGle AswaR AnAs
Klik Disini

New ... Ubuntu 9.10

Spam Lihat di bawah Untuk download Ubuntu 9.10

TKJ

Time Untuk NgeDownload :

Please do not change this code for a perfect fonctionality of your counter website creation

Scribd

Upload a Document
þÿ

Explore

Documents
• • • • • • • • • • • • •

Books - Fiction Books - Non-fiction Health & Medicine Brochures/Catalogs Government Docs How-To Guides/Manuals Magazines/Newspapers Recipes/Menus School Work + all categories Featured Recent

People
• • • • • • • • • • • • • • • •

Authors Students Researchers Publishers Government & Nonprofits Businesses Musicians Artists & Designers Teachers + all categories Most Followed Popular Sign Up | Log In

þÿ
þÿ

/ 5

Download this Document for Free

mengidentifikasi, merumuskan permasalahan, merumuskan hipotesis, melakukan pembuktian hipotesis dengan mengumpulkan data dan informasi serta mengolahnya yang diakhiri dengan kesimpulan, dan dilanjutkan dengan mengkomunikasikannya kepada pihak lain melalui lisan ataupun tulisan. Untuk itu diperlukan kemampuan bahasa, kemampuan berpikir logis yang didukung dengan pengalaman faktual dan objektif. Apabila dari apa yang diamati, atau yang dipelajari itu ternyata merupakan jawaban benar dari hipotesis yang dirumuskan, berarti kita mendapatkan suatu pengetahuan yang benar, inilah yang dikatakan sebagai hakekat dari mencari pengetahun yang objektif dan faktual. Saudara mahasiswa!, apabila Anda ditanya orang,” apa itu pengetahuan objektf dan faktual ?”, tentu Anda menjawab, pengetahuan yang benar, bukan ?, karena didukung dengan fakta realita. Namun sesungguhnya kebenaran itu dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu kebenaran objektif/ faktual, kebenaran logis, kebenaran subjektif, dan kebenaran konsensus, untuk lebih jelasnya Anda dipersilahkan mempelajari bahan cetak ajar Unit 1 Sub Unit 2 Pengembangan Pembelajaran IPA SD.

Hakekat Pengetahuan IPA
Saudara mahasiswa, bahasan selanjutnya dari materi tutorial tentang Hakekat IPA adalah ”IPA sebagai produk, dan IPA sebagai proses”. Secara definisi, IPA sebagai produk adalah hasil temuan-temuan para ahli saintis, berupa fakta, konsep, prinsip, dan teori-teori. Sedangkan IPA sebagai proses adalah strategi atau cara yang dilakukan para ahli saintis dalam menemukan berbagai hal trsebut sebagai implikasi adanya temuan-temuan tentang kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa alam. Maka dari itu IPA sebagai produk tidak dapat dipisahkan dari hakekatnya IPA sebagai proses. Saudara mahasiswa!, untuk memperjelas pengetahuan kita tentang hakekat IPA perlu dikemukakan istilah-istilah ” fakta, konsep, prinsip, dan teori” sebagai berikut: Fakta dalam IPA adalah pernyataan-pernyataan tentang benda-benda yang benar- benar ada, atau peristiwa yang betul-betul terjadi dan sudah dikonfirmasi ecara objektif. Contohnya fakta; Atom hidrogen mempunyai satu elektron.; markuri adalah planet terdekat dengan matahari; dan air membeku

pada suhu 00C; Konsep IPA adalah suatu ide yang mempersatukan fakta-fakta. Konsep merupkan penggabungan antara fakta-fakta yang ada hubungannya satu sama lain. Contoh: semua zat tersusun atas partikel-partikel; benda-benda hidup dipengaruhi oleh
2
Inisiasi Pengembangan Pembelajaran IPA SD

lingkungan; materi akan berubah tingkat wujudnya bila menyerap atau melepaskan energi.; Prinsip IPA adalah generalisasi tentang hubungan antara konsep-konsp IPA. Contohnya: udara yang dipanaskan memuai, adalah prinsip menghubungkan konsep udara, panas, pemuaian. Artinya udara akan memuai jika udara tersebut dipanaskan; 4. Teori ilmiah merupakan karangka yang lebih luas dari fakta-fakta, konsep- konsep, dan prinsip-prinsip yang saling berhubungan. Teori bisa juga dikatakan sebagai model, atau gambar yang dibuat oleh ilmuan untuk menjelaskan gejala alam. Contoh, teori meteorologi membantu para ilmuan untuk memahami mengapa dan bagaimana kabut dan awan terbentuk.

Kedudukan IPA dalam Bidang Emapat Ilmu
Saudara mahasiswa, bidang empat ilmu yang dimaksud adalah MIPA, Teknologi, Sosial Budaya, dan Filsafat-Teologi. Masing-masing bidang empat ilmu ini mengajukan pertanyaan mendasar. MIPA, ”mengapa sesuatu fenomena itu terjadi?”; Teknologi,”bagaimana cara menggunakan sesuatu itu ... untuk membuat manusia lebih nyaman ?”; Sosial Budaya,” bagaimana sebaiknya agar hidup manusia bisa selaras dengan lingkungan?”; Filsafat -Teologi,”mana yang boleh, dan mana yang tidak boleh dilakukan agar kehidupan yang sekarang atau yang akan datang tetap baik?”. Di dalam Purnell’s; Concise Dictionary of Science ... (1983), yang terjemahannya ”IPA adalah pengetahuan manusia yang luas yang didapatkan dengan cara observasi dan eksprimen yang sistimatik, serta dijelaskan dengan bantuan aturan-aturan, hukum-hukum, prinsip-prinsip, teori-teori dan hipotesa- hipotesa”. Jadi, sekali pun Anda dalam IPA bebas mempelajari segala sesuatu, ketika akan menggunakannya perlu dipikirkan hal-hal lain yang juga mendasar.
Pertama, apakah cukup merusak atau tidak. Kedua, apakah melanggar etika-

estetika atau tidak,Ketiga, apakah ini benar, dan (karena itu) boleh dilakukan atau tidak. Jika, tidak merusak, jika tidak melanggar etika dan estetika, dan jika itu benar dan boleh, maka lakukanlah. Tetapi, kalau ketiga petanyaan itu ada jawaban yang negative, maka lupakan saja rencana Anda. Karena, mungkin akan merusak, mungkin melanggar etika- estetika, mungkin melnggar moral. Maka dari itu, IPA dalam implimentasinya tidak lepas keterkaitannya dengan ilmu-ilmu lain sebagaimana keterkaitannya ilmu lain itu dengan ilmu lainnya. Untuk lebih jelasnya dari ketiga hal di ats, silahkan Anda pelajari uraian bagaimana hakekat mencari ilmu, hakekat IPA, dan kedudukan IPA dalam bidang
Inisiasi Pengembangan Pembelajaran IPA SD3

empat ilmu pada bahan cetak Unit 1 Sub.Unit 4 Pengembangan Pembelajaran IPA SD, dengan harapan wawasan Anda makin bertambah dan memahami bahkan mampu mengaplikasikannya secara tepatguna dan berdayaguna terutama bagi kelangsungan pembelajaran pembelajaran IPA di sekolah dasar.. Selanjutnya, silahkan Anda kerjakanlah soal-soal berikut: 1. Mengapa adanya ilmu pngetahuan pada manusia dikarenakan adanya rasa ingin tahu? 2. Buatkan bagan yang menggambarkan hubungan antara Anda, suatu fenomena, dan putusan yang Anda buat ! 3. Untuk menemukan kebenaran ilmiah tentang IPA diperlukan langkah-langkah kegiatan ilmiah, langkah-langkah kegiatan apa saja yang dimaksud? Dikatakan IPA sebagai produk tidak bisa dipisahkan keterkaitannya dengan hakekat IPA sebagai proses, mengapa ?, Jawaban disertai dengan contohnya masing-masing ! ”Mengapa gempa harus terjadi ?”; ”Cara apa yang harus dilakuan agar gempa tidak terjadi?”; Cara mana yang efektif dilakukan agar gempa itu betul-betul tidak berdampak negatif bagi penghuni sekitar areal gema?”, dari pertanyaan- pertanyaan yang tiga ini, mana pertanyaan yang merupakan pertanyaan yng dikemukakan oleh budang IPA? 6. Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang fakta, konsep, prinsip, dan teori serta berikan contohnya masing-masing dua ! 7. Apa perbedaan mendasar antara kebenaran objektif dengan kebenaran konsensus, dan berikan contohnya masing-maing dua ! Menurut ”geosentrisme” tentang tatasurya, bumilah yang menjadi pusat edar alam semesta, bukan matahari”, apakah pernyataan tersebut bisa dikatakan sebagai konsepsi ?

Lumpur panas yang menimpa keluarga kita di Jawa Timur sampai saat masih belum bisa diatasi, ”mengapa harus terjadi demikian ?” , pertanyaan ini adalah salah satu pertanyaan mendasar yang berhubungan dengan bidang ilmu ......................., karena .......................... 10. Hukum Archimedis merupakan IPA sebagai produk, kapan ia sebagai proses ? Selanjutnya, untuk mengetahui benar atau tidaknya jawaban Anda, silakan kirim jawabannya melalui fasilitas yang ada atau jika Anda ada kendala dengan pengiriman jawaban, silahkan Anda kirim dengan menuliskan dikertas, dan kirimkan lewat faks dengan nomor (0561)78391.
4
Inisiasi Pengembangan Pembelajaran IPA SD

Saudara mahasiswa, jika ada sesuatu materi yang belum atau kurang jelas dan ingin Anda tanyakan, gunakanlah sarana ini untuk menyampaikan permasalahan Anda tersebut. Sebagai informasi bahwa materi ini sangat penting Anda kuasai karena merupakan dasar untuk mempelajari materi berikutnya! . Selamat belajar!
Inisiasi Pengembangan Pembelajaran IPA SD5

Inisiasi Pemngembangan Pembelajaran IPA 1
Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document This is a private document.

Info and Rating
bidang ilmu satu bidang sebagai produk berikan contoh yang melanggar ipa sebagai temuan dalam (more tags) Follow masrur habibi

Sign Up for an Ad-Free Scribd

Remove all ads. Never see ads on Scribd again.

No Thanks

Share & Embed

Related Documents
PreviousNext 1.

3 p.

34 p.

34 p.

2.

11 p.

11 p.

8 p.

3.

35 p.

15 p.

10 p.

4.

108 p.

42 p.

53 p.

5.

81 p.

256 p.

36 p.

6.

163 p.

97 p.

163 p.

More from this user
PreviousNext 1.

28 p.

7 p.

64 p.

2.

16 p.

5 p.

15 p.

3.

18 p.

5 p.

4 p.

4.

4 p.

7 p.

17 p.

5.

3 p.

24 p.

24 p.

6.

10 p.

10 p.

1 p.

7.

18 p.

13 p.

1 p.

Recent Readcasters

Add a Comment

Submit

Send me the Scribd Newsletter, and occasional account related communications. Discover and connect with people of similar interests. Publish your documents quickly and easily. Share your reading interests on Scribd and social sites. Email address:

þÿ
Submit

Upload a Document
þÿ

• • • • • • • •

Follow Us! scribd.com/scribd twitter.com/scribd facebook.com/scribd About Press Blog Partners

• • • • • • • • • •

Scribd 101 Web Stuff Scribd Store Support FAQ Developers / API Jobs Terms Copyright Privacy

scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd. scribd.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->