Dongeng adalah cerita sederhana yang tidak benar-benar terjadi, misalnya kejadian-kejadian aneh di jaman dahulu

. Dongeng berfungsi menyampaikan ajaran moral dan juga menghibur. Dongeng termasuk cerita tradisional. Cerita tradisional adalah cerita yang disampaikan secara turun temurun. Suatu cerita tradisional dapat disebarkan secara luas ke berbagai tempat. Kemudian, cerita itu disesuaikan dengan kondisi daerah setempat. Ciri-ciri Dongeng: • Alur sederhana • Singkat • Tokoh tidak diurai secara rinci • Penceritaan lisan • Pesan dan Tema ditulis dalam cerita • Pendahuluan singkat dan langsung Struktur Dongeng 1) Pendahuluan Pernyataan umum, kalimat pengantar untuk memulai dongeng. 2) Kejadian atau peristiwa dalam dongeng Kejadian-kejadian yang disusun secara kronologis. 3) Penutup Suatu pernyataan umum. Kalimat yang sering digunakan, misalnya Mereka hidup bahagia selamanya. Komentar umum tentang kebaikan yang dapat menaklukan kejahatan atau pesan moral lainnya. Tema Dongeng Biasanya, suatu dongeng mempunyai tema seperti ini. • Moral tentang kebaikan yang selalu menang melawan kejahatan. • Kejadian yang terjadi di masa lampau, di suatu tempat yang jauh sekali • Tugas yang tak mungkin dilaksanakan. • Mantra ajaib, misalnya mantra untuk mengubah orang menjadi binatang. • Daya tarik yang timbul melalui kebaikan dan cinta. • Pertolongan yang diberikan kepada orang baik oleh makhluk dengan kekuatan ajaib. • keberhasilan anak ketiga atau anak bungsu ketika sang kakak gagal. • Kecantikan dan keluhuran anak ketiga atau anak bungsu. • Kecemburuan saudara kandung yang lebih tua. • Kejahatan ibu tiri. Menurut Anti Aarne dan Stith Thompson, dongeng dikelompokkan dalam empat golongan besar, yaitu : 1. Dongeng binatang Dongeng binatang adalah dongeng yang ditokohi oleh binatang peliharaan atau binatang liar. Binatang-2 dalam cerita jenis ini dapat berbicara atau berakal budi seperti manusia. Di Negara-negara Eropa binatang yang sering muncul menjadi tokoh adalah rubah, di Amerika Serikat binatang itu adalah kelinci, di Indonesia binatang itu Kancil dan di Filipina binatang itu kera. Semua tokoh biasanya mempunyai sifat cerdik, licik dan jenaka.

2. Dongeng biasa Dongeng biasa adalah jenis dongeng yang ditokohi manusia atau biasanya adalah kisah suka duka seseorang, misalnya dongeng Ande-Ande Lumut, Joko Kendil, Joko Tarub, Sang Kuriang serta Bawang Putih dan Bawang Merah. 3. Lelucon atau anekdot Lelucon atau anekdot adalah dongeng yang dapat menimbulkan tawa bagi yang mendengarnya maupun yang menceritakannya. Meski demikian, bagi masyarakat atau orang menjadi sasaran, dongeng itu dapat menimbulkan rasa sakit hati. 4. Dongeng Berumus Dongeng berumus adalah dongeng yang strukturnya terdiri dari pengulangan. Dongeng ini ada tiga macam, yaitu dongeng bertimbun banyak (cumulative tales), dongeng untuk mempermainkan orang (catch tales), dan dongeng yang tidak mempunyai akhir (endless tales) Pelaku atau Tokoh Dongeng a) Dewa dan dewi, ibu dan saudara tiri yang jahat, raja dan ratu, pangeran dan putri, ahli nujum; b) peri, wanita penyihir, raksasa, orang kerdil, putri duyung, monster, naga; c) binatang, misalnya ikan ajaib dan kancil; d) kastil, hutan yang memikat, negeri ajaib; e) benda ajaib, misalnya lampu ajaib, cincin, permadani, dan cermin. Tujuan Dongeng: Untuk memberi pesan-pesan moral yang baik, yang diharapkan bisa diteladani dalam kehidupan sehari-hari CONTOH JUDUL DONGENG: Bawang Putih dan Bawang Merah, Kancil dan Buaya, dll
Mitos adalah cerita prosa rakyat yang ditokohi para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain (kayangan) dan dianggap benar – benar terjadi oleh empunya cerita atau penganutnya. Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya. Mitos itu sendiri, ada yang berasal dari Indonesia dan ada juga yang berasal dari luar negeri. Mitos yang berasal dari luar negeri pada umumnya telah mengalami perubahan dan pengolahan lebih lanjut, sehingga tidak terasa asing lagi yang disebabkan oleh proses adaptasi karena perubahan jaman. Menurut Moens-Zoeb, orang Jawa bukan saja telah mengambil mitos-mitos dari India, melainkan juga telah mengadopsi dewa-dewa Hindu sebagai dewa Jawa. Di Jawa Timur misalnya, Gunung Semeru dianggap oleh orang Hindu Jawa dan Bali sebagai gunung suci Mahameru atau sedikitnya sebagai Puncak Mahameru yang dipindahkan dari India ke Pulau Jawa. Mitos di

Pengaruh Mitos Secara Umum terhadap Masyarakat Mitos sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat. terjadinya susunan para dewa. Oleh karena itu. Menurut William R. Bascom[rujukan?]. maka masyarakat bisa dirugikan. legenda sering kali dianggap sebagai "sejarah" kolektif (folk history). Walaupun demikian. maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklor Menurut Pudentia[rujukan?]. ada juga masyarakat yang tidak mempercayainya. jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah. maka masyarakat yang mempercayainya merasa untung. Menurut Emeis[rujukan?]. yaitu dianggap benar-benar terjadi. maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Legenda (Latin legere) adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang enpunya cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. terjadinya manusia pertama. tetapi tidak dianggap suci atau sakral yang juga membedakannya dengan mite. dan terjadinya makanan pokok. karena tidak tertulis. legenda adalah dongeng tentang hal-hal yang berdasarkan sejarah yang mengandung sesuatu hal yang ajaib atau kejadian yang menandakan kesaktian. Jika mitos tersebut terbukti kebenarannya. Tetapi jika mitos tersebut belum terbukti kebenarannya. legenda adalah cerita yang dipercaya oleh beberapa penduduk setempat benar-benar terjadi. Contoh cerita legenda • • • Sangkuriang La Madukelleng William Tell . legenda adalah cerita yang mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan mite. Oleh karena itu. legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah. legenda adalah cerita kuno yang setengah berdasarkan sejarah dan yang setengah lagi berdasarkan angan-angan. Ada masyarakat yang mempercayai mitos tersebut.Indonesia biasanya menceritakan tentang terjadinya alam semesta. tetapi tidak dianggap suci. Dalam KBBI 2005[1]. Menurut Hooykaas[rujukan?]. dunia dewata.

Al-Quran merupakan firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya. 1984) dalam tiga golongan besar: mite. fantasi. adat-istiadat. Tradisi lisan memiliki kemungkinan menjadi rujukan penting untuk mengetahui dan mendeskripsikan sejarah. Pengungkapan sejarah Jawa yang didominasi dengan pendekatan ilmiah yang memperhitungankan validitas sering meminggirkan sumber lain yakni cerita rakyat. Bagi Muslim. dan mantra. Cerita rakyat yang lahir dan tumbuh di Jawa pada saat ini mungkin belum bernasib baik dengan pelbagai alasan dan kondisi. Bascom (Danandjaja. Al-Qur'an merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang sangat berharga bagi umat Islam hingga saat ini. Penjelasan dari Kuntowijoyo itu mengisyaratkan bahwa sumber dari folklor itu tak mungkin diabaikan atau ditinggalkan dalam mengungkap sejarah. Di . Tantangan itu menjadi peringatan untuk melakukan inovasi dan kreasi terhadap cerita rakyat. Jawa memiliki riwayat panjang yang belum bisa diungkapkan dengan utuh dan komprehensif oleh ahli sejarah dan ilmu sosial. atau sindiran. Argumentasi dari perlaihan bentuk itu adalah buku bisa menjadi alat dokumentasi sebelum cerita raky Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam. Dongeng adalah cerita prosa rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi yang melukiskan kebenaran. nyanyian. Perspektif itu mengacu pada fakta dan penafsiran sesuai dengan prosedur berpikir ilmiah. Cerita rakyat pada dasarnya memiliki suatu kekuatan yang membuat publik pemilik cerita rakyat berada dalam konstruksi dunia dan kehidupan yang unik dan otentik dalam latar sosial-kultural setempat. Legenda alam gaib adalah kisah yang bersifat kolektif dan dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami seseorang. peribahasa. Kesejarahan tradisi lisan merupakan sebagian dari isi tradisi lisan. Cerita-cerita rakyat sekadar eksis dalam kelompokkelompok kecil yang masih sanggup untuk menuturkan atau mengisahkan dalam bentuk lisan. Mite adalah cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap suci oleh empu ceritanya. legenda. Cerita-cerita rakyat itu mungkin cenderung dianggap sebagai sumber semi-ilmiah yang belum tergarap dengan analitis dan kritis dalam tradisi studi ilmiah. dan dongeng. Eksistensi cerita rakyat pun mulai menemukan peralihan bentuk dalam tulisan (buku) dengan pemakluman ada resepsi dan apresiasi berbeda ketimbang ketika dilisankan.Cerita Rakyat Tanpa Rakyat? Bandung Mawardi Jawa kerap diungkapkan para ahli sejarah dan ilmu-ilmu sosial dengan perspektif-perspektif ilmiah. Tradisi lisan pada saat ini menghadapi tantangan dalam budaya teks dan budaya audio visual yang modern dan canggih. keagamaan. Dominasi pemikiran ilmiah membuat cerita rakyat menjadi anak tiri untuk membaca sejarah? Kuntowijoyo (2003) mengungkapkan bahwa peranan tradisi lisan dalam ilmu sejarah dan antropologi adalah sebagai sumber sejarah yang merekam masa lalu. Keberadaan cerita rakyat tentu bisa dinilai dengan kepentingan-kepentingan untuk rekonstruksi sejarah. Cerita rakyat atau dalam pengertian besar folklor dijelaskan William R. Posisi cerita rakyat untuk acuan merekonstruksi sejarah jarang dijadikan sebagai sumber primer dengan alasan-alasan rasionalitas sejarah. Tradisi lisan itu mengungkapkan kejadian atau peristiwa yang mengandung nilai-nilai moral. pelajaran moral.

Untuk memudahkan pembacaan dan penghafalan. yaitu Al-'Ashr. dan as-salasah (tiga perempat).dalamnya terkandung petunjuk dan pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup baik di dunia maupun akhirat. Malaikat Jibril memasukkan wahyu itu ke dalam hati Nabi Muhammad SAW tanpa memperlihatkan wujud aslinya.236. antara lain: 1. cara inilah yang paling berat dirasakan. Malaikat Jibril menampakkan dirinya sebagai manusia laki-laki dan mengucapkan kata-kata di hadapan Nabi SAW. yaitu bagian yang terdiri atas beberapa ayat. dan dalam 60 hizb (biasanya ditulis di bagian pinggir Al-Qur'an). dengan surat terpanjang terdiri atas 286 ayat. an-nisf (seperdua). Bagian-bagian Al-Qur'an Al-Qur'an mempunyai 114 surat. Ha Mim dll. Wahyu turun kepada Nabi SAW seperti bunyi gemerincing lonceng. Sejarah Turunnya Al-Qur'an Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui berbagai cara. sebagian lagi menyatakan 6. sedang surat yang pendek hanya berisi satu ruku'. para ulama membagi Al-Qur'an dalam 30 juz yang sama panjang. Nabi SAW tiba-tiba saja merasakan wahyu itu telah berada di dalam hatinya. Alif Lam Miim. Ada yang memasukkannya sebagai ayat. Sebagian ulama menyatakan jumlah ayat di Al-Qur'an adalah 6. Selanjutnya Al-Qur'an dibagi pula dalam 554 ruku'. kemudian tentang kata-kata pembuka surat yang terdiri dari susunan huruf-huruf seperti Yaa Siin. 3. terdapat pada surat Al-Kahfi ayat 19 pada lafal walyatalattaf yang artinya: "hendaklah ia berlaku lemah lembut". dan terpendek terdiri dari 3 ayat. Nisf Al-Qur'an (tanda pertengahan Al-Qur'an). yaitu Al Baqarah.666. sampai- . Al-Kautsar. Menurut Nabi SAW. 2. Masing-masing hizb dibagi lagi menjadi empat dengan tanda-tanda ar-rub' (seperempat). Surat yang panjang berisi beberapa ruku'. ada yang tidak mengikutsertakannya sebagai ayat. Setiap satu ruku' ditandai dengan huruf 'ain di sebelah pinggirnya. dan An-Nashr. Perbedaan jumlah ayat ini disebabkan karena perbedaan pandangan tentang kalimat Basmalah pada setiap awal surat (kecuali At-Taubah).

Beliau dapat mengulangi wahyu yang diterima tepat seperti apa yang telah disampaikan Jibril kepadanya. meliputi 1. dan masalahmasalah yang menyangkut kehidupan Kebanyakan tentang hukum-hukum agama (syariat). Malaikat Jibril turun membawa wahyu dengan menampakkan wujudnya yang asli. Diawali dengan yaa ayyuhan-nâs (wahai manusia). Ayat-ayatnya panjang-panjang. yaitu masa setelah Nabi SAW hijrah ke Madinah (622-632 M). orang-orang yang berhijrah (Muhajirin) dan kaum penolong (Anshar). 4. Hafalan Nabi SAW ini selalu dikontrol oleh Malaikat Jibril. Nabi SAW lalu menghafalkannya. kaum munafik. yang pertama Periode Mekah.510 ayat dan mencakup 25 surat. Diawali dengan yaa ayyuhal-ladzîna âmanû (wahai orang-orang yang beriman). iman kepada Allah SWT. Kebanyakan mengandung masalah tauhid. Ciri-ciri Ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyyah Makkiyah Madaniyyah Ayat-ayatnya pendek-pendek. meliputi 89 surat. Kedua adalah Periode Madinah. hal ihwal surga dan neraka. Ayat-ayat yang turun dalam periode ini dinamakan ayat-ayat Madaniyyah. Setiap kali mendapat wahyu. . yang berjumlah 4. Al-Qur'an diturunkan dalam 2 periode.sampai Nabi SAW mencucurkan keringat meskipun wahyu itu turun di musim dingin yang sangat dingin.726 ayat. yaitu saat Nabi SAW bermukim di Mekah (610-622 M) sampai Nabi SAW melakukan hijrah. Ayat-ayat yang diturunkan pada masa itu disebut ayat-ayat Makkiyah.

dan kepingan-kepingan tulang. Nabi SAW membacakannya di hadapan para sahabat karena ia memang diperintahkan untuk mengajarkan Al-Qur'an kepada mereka. Nabi SAW memberi nama surat tsb untuk membedakannya dari yang lain. setiap tahun Jibril datang kepada Nabi SAW untuk memeriksa bacaannya.akhirat (ukhrawi). Usman bin Affan. baik hafal sebagian saja atau seluruhnya. Sa'ad. Ali bin Abi Thalib. Abdullah bin Mas'ud. serta ahli kitab. Malaikat Jibril mengontrol bacaan Nabi SAW dengan cara menyuruhnya mengulangi bacaan ayat-ayat yang telah diwahyukan. Talhah. Ummu . Cara pengumpulan Al-Qur'an yang dilakukan di masa Nabi SAW tsb berlangsung sampai Al-Qur'an sempurna diturunkan dalam masa kurang lebih 22 tahun 2 bulan 22 hari. Umar bin Khattab. Setiap kali menerima wahyu. Amr bin As. Abdullah bin Umar bin Khatab. bahkan sejak Al-Qur'an diturunkan. Para Hafidz dan Juru Tulis Al-Qur'an Pada masa Rasulullah SAW sudah banyak sahabat yang menjadi hafidz (penghafal Al-Qur'an). Untuk menjaga kemurnian Al-Qur'an. Huzaifah. Kemudian Nabi SAW sendiri juga melakukan hal yang sama dengan mengontrol bacaan sahabat-sahabatnya. sebuah gua yang terletak di pegunungan sekitar kota Mekah. Hafsah binti Umar. Abdullah bin Abbas. Setelah ayat-ayat yang diturunkan cukup satu surat. Kodifikasi Al-Qur'an Kodifikasi atau pengumpulan Al-Qur'an sudah dimulai sejak zaman Rasulullah SAW. Disamping menyuruh mereka untuk menghafalkan ayat-ayat yang diajarkannya. lempengan-lempengan batu. Aisyah binti Abu Bakar. pada tanggal 17 Ramadhan (6 Agustus 610). Di antara yang menghafal seluruh isinya adalah Abu Bakar as-Siddiq. Kala itu usia Nabi SAW 40 tahun. Nabi SAW juga memerintahkan para sahabat untuk menuliskannya di atas pelepahpelepah kurma. Dengan demikian terpeliharalah Al-Qur'an dari kesalahan dan kekeliruan. Abdullah bin Zubair. Ayat Al-Qur'an yang pertama diterima Nabi Muhammad SAW adalah 5 ayat pertama surat Al-'Alaq. ketika ia sedang berkhalwat di Gua Hira. Abu Hurairah. Mu'awiyah bin Abu Sofyan. Penyusunan ayat-ayat dan penempatannya di dalam susunan Al-Qur'an juga dilakukan berdasarkan petunjuk Nabi SAW. Nabi SAW juga memberi petunjuk tentang penempatan surat di dalam Al-Qur'an.

. nescaya hari itu kami jadikan hari raya.2 bulan dan 22 hari). Kata yang sepadan ditemukan dalam jumlah sama dan seimbang. Alquran adalah kalamullah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Pengumpulan AlQur'an menjadi satu mushaf baru dilakukan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Mu'awiyah bin Abu Sofyan. Zaid bin Tsabit. Mu'az bin Jabal. 2 bulan. Amir bin Fuhairah.Salamah. Sumber : Keajaiban Al-qur'an (4) Fase Penurunan al-qur'an Menurut Muhammad Ali Al Hasan dalam Al Manar fi Ulum Alquran. Sumber : Malaysian Student Departement : NUZUL AL-QURAN (3) Keajaiban Alqur'an Alqur'an sungguh luar biasa. dan Anas bin Malik. Abu Darba. Zubair bin Awwam. lantas orang Yahudi itu menyatakan: "Jika ayat berkenaan turun kepada kami. Rasulullah membacakan ayat itu di depan seorang Yahudi. Usman bin Affan. Kitab suci Alquran yang diturunkan secara berangsurangsur dalam masa 22 tahun.Melalui orang yang tidak bisa membaca dan menulis saat itu. Rasulullah wafat.13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Selepas 81 hari turunnya wahyu terakhir itu. Zaid bin Tsabit. Tulisan ayat-ayat Al-Qur'an yang ditulis oleh mereka disimpan di rumah Rasulullah. Saat itu tulisan-tulisan tsb belum terkumpul dalam satu mushaf seperti yang dijumpai sekarang." Tempoh wahyu diturunkan adalah 22 tahun 2 bulan dan 22 hari dikira bermula 17 Ramadan hingga usia Rasulullah menjelang 63 tahun. Umar bin Khattab.namun banyak hal yang mengejutkan. Ali bin Abi Thalib. Ubay bin Ka'b. (1) Wahyu diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari Kata an-Naisaburi dalam tafsirnya. Khalid bin Walid. dan 22 hari dalam dua fase. dan Amr bin As. setelah Rasulullah SAW wafat. Adapun sahabat-sahabat yang menjadi juru tulis wahyu antara lain adalah Abu Bakar as-Siddiq.dan kata yang berlawanan arti juga seimbang. mereka juga menulis untuk disimpan sendiri. Ubay bin Ka'b.Diturunkan ditempat yang berlainan dan dalam waktu yang relative panjang (22 tahun. Sumber : Tadarus al-Quran mesti dihayati penuh teliti (2) Proses Penurunan al-Quran Al-Quran diturunkan beransur-ansur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari (23 tahun).

''Buku Manual'' dari Allah (5) Kodifikasi al-qur'an Kodifikasi atau pengumpulan Al-Qur'an sudah dimulai sejak zaman Rasulullah SAW. Orang tidak akan melaksanakan suruhan dan larangan sekiranya ia diturunkan sekali gus secara banyak. sesuai dengan permasalahan pada waktu itu. Ini tidak dapat dilakukan . Lebih mudah difahami dan dilaksanakan. hukum perang. Hikmah al-Quran diturunkan secara beransur-ansur.Fase pertama adalah fase Makkah yang kemudian disebut surat-surat Makkiyah dan fase Madinah dan ayat-ayat yang diturunkan di kota ini disebut surat-surat Madaniyah. Setiap kali menerima wahyu. Penyusunan ayat-ayat dan penempatannya di dalam susunan Al-Qur'an juga dilakukan berdasarkan petunjuk Nabi SAW. bahkan sejak Al-Qur'an diturunkan. sumber : Al-qur'an (6) HIKMAH AL-QURAN DITURUNKAN BERPERINGKAT AL-QURAN diturunkan beransur-ansur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun. 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Setelah ayat-ayat yang diturunkan cukup satu surat. ketatanegaraan. Ayat-ayat dalam surat Makkiyyah umumnya pendek-pendek. lempengan-lempengan batu. Hal ini disebutkan oleh Bukhari dan riwayat Aisyah. Nabi SAW juga memberi petunjuk tentang penempatan surat di dalam Al-Qur'an. Cara pengumpulan AlQur'an yang dilakukan di masa Nabi SAW tsb berlangsung sampai AlQur'an sempurna diturunkan dalam masa kurang lebih 22 tahun 2 bulan 22 hari. dan kepingan-kepingan tulang. Antara ayat itu ada yang nasikh dan ada yang mansukh. dan mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan. Nabi SAW membacakannya di hadapan para sahabat karena ia memang diperintahkan untuk mengajarkan Al-Qur'an kepada mereka. Sedangkan surat-surat Madaniyah yang diturunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah umumnya ayatnya panjang-panjang dan mengandung hukum-hukum kemasyarakatan. Disamping menyuruh mereka untuk menghafalkan ayat-ayat yang diajarkannya. Nabi SAW juga memerintahkan para sahabat untuk menuliskannya di atas pelepah-pelepah kurma. hukum internasional. dan lain-lainnya. Nabi SAW memberi nama surat tsb untuk membedakannya dari yang lain. Sumber : Alquran.

Memudahkan penghafalan.w 40 tahun 6 bulan 8 hari. dan kehidupan social. surah al-Furqan. Manakala penghabisan turunnya al-Quran ialah pada hari yang ke-9 Zulhijjah tahun ke-10 Hijrah bersamaan 8 Mac tahun 632 Masihi.a. Orang musyrik bertanya mengapakah al-Quran tidak diturunkan sekali gus seperti disebut dalam al-Quran ayat 32. Maka jumlah masa awal turunnya hingga akhirnya adalah 22 tahun 2 bulan 22 hari yang mana di Makkah selama 12 tahu 5 bulan 13 hari sedang di Madinah adalah selama 9 tahun 9 bulan 9 hari. Hal ini tidak dapat terlaksana kalau al-Quran diturunkan sekali gus. sumber : Hikmah turun berangsur-angsur (8) Masa Turunnya al-qur'an Kalau dilihat pada masa al-Quran diturunkan. para ulama tarikh ataupun sejarawan pula menyatakan bahawa permulaan al-Quran itu diturunkan ialah pada 17 Ramadhan tahun yang ke-41 (Tahun Gajah) bersamaan 6 Ogos tahun 610 Masihi. Sumber : Eratkan Ukhuwah Gerakkan Islah • • ( 25 . Kemudian beliau meletakkan sorbannya pada Hajar aswad yang kemudian ujung . sumber : HIKMAH AL-QURAN DITURUNKAN BERPERINGKAT atau (7) Hikmah al-Quran diturun secara beransur-ansur Al-Quran diturunkan beransur-ansur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun. di waktu usia junjungan Nabi Muhammad s. setelah banjir reda para pemimpin Qurais bertikai untuk meletakkan Hajar Aswad.Pada usianya yang 35 tahun Mekkah dilanda banjir besar sampai meruntuhkan bangunan Ka'bah serta menjatuhkan Hajar Aswad. "Mengapakah alQuran tidak diturunkan kepadanya sekali gus?" Dijawab dalam ayat itu sendiri: "Demikianlah. (Ini menurut pendapat yang mengatakan adanya nasikh dan mansukh).sekiranya al-Quran diturunkan sekali gus."Ada antara ayat itu jawapan daripada pertanyaan atau penolakan suatu pendapat atau perbuatan. dengan (cara) begitu Kami hendak menetapkan hatimu. 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. .35 Pada usia ini beliau lalui sebagaimana layaknya kehidupan rumah tangga. Ini seperti dikatakan oleh lbnu `Abbas.Turunnya sesuatu ayat sesuai dengan peristiwa yang berlaku akan lebih mengesankan dan berpengaruh di hati.

(28 Perang Besar. membangun militer serta membangun pasar.Tahun ke 7-10 setelah Dakwah Umum ini beliau menghadapi penolakan yang kuat dari masyarakat Qurais. beliau bertahanus untuk melakukan pemikiran yang super intens dalam mengatasi masalah kebodohan akhlak masyarakat Arab. kemudian istri beliau Khadijah yang merupakan tulang punggung psikologis juga meninggal dunia.68 Perang Kecil) Pada tahun ke enam . 17 hari sejak itu terjadi perang paling besar yaitu Perang Badar. (ibadah shalat pertama adalah shalat tahajud yang berlangsung selama 1 tahun.60 orang. Kejadian ini membuat beliau dikagumi masyarakat Qurais dan mereka memberi gelarAl-Amin/terpecaya (suatu gelar pertama dan utama yang harus dimiliki seorang pemimpin) 37 . (Tahanus setelah diteliti merupakan kegiatanutama para manusia besar di bumi).mereka menyebarkan badai syubhat. setelah itu hampir 2 bulan sekali terjadi peperangan kalau besar dipimpin sendiri. 3 tahun pertama adalah 'Dakwah Terbatas'. membangun Mesjid. 40 . 53 . dari Dakwah Terbatas ini dikenallah 'Assabhikunall Awwalun'/Orangorang pertama yang masuk Islam sekitar 40 .Deklarasi bersama dengan Yahudi. serta turunlah ibadah Shalat. menyiksa pengikut rasul. beliau pergi bertahanus ke Goa Hira. bahkan menyiksa rasul sendiri. kemudian diganti dengan shalat 5 waktu. Sejak tahun ketiga dari masa kenabian tersebut turunlah perintah untuk melakukan Dakwah Umum kepada seluruh masyarakat Qurais. kemudian diganti dengan shalat 2 rakaat di waktu pagi dan petang selama 8 tahun. serta melakukan embargo ekonomi yang berlangsung sampai tahun ke 10. karena masyarakat Arab pada waktu itu sangatlah buruk akhlaknya. yakni yang terkenal dalam bidang bisnis Utsman Bin Affan serta Abdulrachman Bin Auff) Pada tahun ke dua turun perintah puasa serta zakat. kalau kecil beliau serahkan kepada sahabat.53 Masa Kenabian I ( 13 Tahun ) di Mekkah yang beliau lakukan adalah.) setelah itu Beliau Dakwah ke Thoib dan ke Madinah .63 Masa Kenabian II ( 10 Tahun ) Pada tahun pertama di Madinah ini Rasullulah membangun Madinah dengan cara. Kemudian terjadi peristiwa Isra Miraz.(dengan cepat pasar tsb dikuasaisahabat. Pada tahun ke 10 ini setelah masyarakat Qurais melepaskan embargo ekonomi. Pada usia 40 datanglah wahyu pertama kepada beliau yang merombak total kehidupan beliau. paman beliau Abu Thalib yang menjadi bemper sekuriti politik beliau meninggal dunia.40 Setelah mendapatkan gelar Al Amin.sampai beliau berkata kepada Khadijah bahwa ?Ya Khadijah sekarang tidak ada lagi waktu tidur sekarang waktu untuk bekerja?.• • • ujung dari sorban tersebut diangkat oleh para pemimpin Qurais.mempersaudarakan Kaum Ansor Dengan Kaum Muhajirin.

Pada waktu 22 Tahun 2 Bulan dan 22 Hari Beliau telah berhasil melaksanakan tugas mulia dari Allah Swt Sumber : Life Time Chart Rasullulah Saw (10) Bacaan al-qur'an Dalam surat Al 'Alaq tidak disebutkan objek yang dibaca berupa rangkaian huruf atau sebuah kitab. beberapa waktu kemudian Rasullulah berpulang ke Rahmattullah * Istri Beliau yang 9 itu datangnya pada masa 10 tahun terakhir hidupnya ini. akan tetapi muhammad dibacakan oleh Allah (sanuqriuka falaa tansaa ) sehingga beliau tidak akan lupa selamanya. bukanlah menghina Rasulullah akan tetapi justru mengangkat derajat kebenaran Rasulullah. Persi. Inilah hikmah keadaan Rasulullah Ummi ( Baca: Tidak bisa baca dan tulis). Karena Allah menghimpun pengertian itu kedalam hati Nabi dengan sangat cepat.turunlah ibadah Haji. sumber : Bacaan Al-quran Dari sepuluh materi tsb.tidak serupa dengan makhluknya ). Ternyata mereka tidak mampu menciptakan tandingan Alqur'an yang berasal dari Muhammad yang tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis. Rasullulah belum sempat melaksanakan haji pada tahun ini karena diganti dengan Sulhul Hudaibiyah Pada Tahun Ke tujuh Rasullulah berdakwah ke Raja-Raja Romawi. Tertulis kata perintah " Iqra".(Baca Buku Mengenai ini). Hal ini terbukti ketika Allah menantang untuk membuat ayat yang serupa dengan Alqur'an. kemudian beliau ekspansi keseluruh Zazilah Arab. dll Pada Tahun Ke Delapan terjadi Fathul Mekkah. tepatnya 22 tahun 2 bulan 22 hari. akan tetapi objeknya adalah prosesi penciptaan manusia dari 'alaq. Sedangkan bahasa Allah bukanlah berupa tulisan dan bukan berupa suara ( laisa kamistlihi syaiun . Muhammad membaca Al qur'an bukan karena beliau pandai membaca huruf hijaiyyah. ( arti wahyu dalam kamus bahasa Arab). Dan Al qur'an itupun turun berangsur-angsur sampai 23 tahun. Seorang yang tidak mampu menulis dan membaca bisa menghasilkan ilmu yang sangat tinggi dan modern. Mesir. Dan tidak mungkin berasal dari gagasan cerdas Muhammad karena dia adalah seorang yang UMMI. bukan proses berfikir dan proses belajar. tetapi objeknya apa ? apa yang dibaca ? Mengapa tidak . maka seperti tidak berlebihan sebagai nasihat bagi untold_stories agar SABAR dan BERDOA dalam . Pada Tahun Ke Sepuluh Rasullulah melaksanakan ibadah haji (Haji Wadda). Yaman." Iqra' kitaban " ( bacalah Al kitab ).

s. Kemudian dipakai kata "Qur’an" itu untuk Al Quran yang dikenal sekarang ini.berdakwah.w. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi berupa seorang laki-laki yang mengucapkan katakata kepadanya sehingga beliau mengetahui dan hafal benar akan kata-kata itu. seperti Hadis Qudsi. Adapun definisi Al Qur’an ialah: "Kalam Allah s. di antaranya: 1. maka itulah cobaan kesabaran Semoga Allah merahmati kita semua terutama bagi yang mendakwahkan gerakan moral itu.a.w. simbol 22 yang secara tidak sengaja dimunculkan adalah memang kehendakNya. · Di dalam Al Qur’an sendiri ada pemakaian kata "Qur’an" dalam arti demikian sebagal tersebut dalam ayat 17. tidak pula dinamakan Al Qur’an. (lihat surah (42) Asy Syuura ayat (51). 2. Wassalamu'alaikum wr wb Apakah itu al-Quran. kalaupun banyak orang yang tidak mendukung gerakan moral itu. atau Injil yang diturun kepada Nabi Isa a.w. Mengenai hal ini Nabi mengatakan: "Ruhul qudus mewahyukan ke dalam kalbuku".a. kalam Allah yang diturunkan kepada nabi-nabi selain Nabi Muhammad s.w yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah. Dalam hal ini Nabi s. · Nabi Muhammad s. hanya beliau merasa bahwa itu sudah berada saja dalam kalbunya. Kata Al Qur’an itu berbentuk masdar dengan arti isim maf’ul yaitu maqru’ (dibaca). Bagaimanakah al-Quran itu diwahyukan. Subhi Al Salih bererti "bacaan".w. · "Quran" menurut pendapat yang paling kuat seperti yang dikemukakan Dr. yang merupakan mukjizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad dan yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah" Dengan definisi ini.s. asal kata qara’a. kerana itu jika kami telah membacakannya. . Malaikat memasukkan wahyu itu ke dalam hatinya.a. hendaklah kamu ikut bacaannya". tidak dinamakan Al Qur’an seperti Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a. Dengan demikian pula Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s. 18 surah (75) Al Qiyaamah: Artinya: · ‘Sesungguhnya mengumpulkan Al Qur’an (didalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggunggan kami.t. dalam hal menerima wahyu mengalami bermacam-macam cara dan keadaan.a. tidak melihat sesuatu apapun.

Di antara ayat-ayat ada yang merupakan jawaban daripada pertanyaan atau penolakan suatu pendapat atau perbuatan. . Ketika ia berada di Sidratulmuntaha.a. 3. Agar lebih mudah difahami dan dilaksanakan. tidak berupa seorang laki-laki seperti keadaan no. · 4. Orang-orang musyrik yang telah menayakan mengapa Al Qur’an tidak diturunkan sekaligus.a. barulah beliau kembali seperti biasa".3. dan larangan sekiranya suruhan dan larangan itu diturunkan sekaligus banyak. (ini menurut pendapat yang mengatakan adanya nasikh dan mansukh). tetapi benar-benar seperti rupanya yang asli. bila wahyu itu turun ketika beliau sedang mengendarai unta. 2. Di antara ayat-ayat itu ada yang nasikh dan ada yang mansukh. meskipun turunnya wahyu itu di musim dingin yang sangat. Aku lihat Rasulullah ketika turunnya wahyu itu seakan-akan diserang oleh demam yang keras dan keringatnya bercucuran seperti permata. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi. Hal ini tidak dapat terlaksana kalau Al Qur’an diturunkan sekaligus. Kadang-kadang unta beliau terpaksa berhenti dan duduk karena merasa amat berat. 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Orang tidak akan melaksanakan suruhan. Ini tidak dapat dilakukan sekiranya Al Qur’an diturunkan sekaligus. sebagai dikatakan oleh lbnu ‘Abbas r. Hal ini disebutkan oleh Bukhari dan riwayat ‘Aisyah r. yaitu: · mengapakah Al Qur’an tidak diturunkan kepadanya sekaligus · Kemudian dijawab di dalam ayat itu sendiri: · demikianlah. Cara inilah yang amat berat dirasakan oleh Nabi. Kemudian setelah selesai turunnya wahyu. sesuai dengan permasalahan pada waktu itu. Memudahkan penghafalan. Kadang-kadang pada keningnya berpancaran keringat. Hikmah diturunkan al-Quran secara beransur-ansur Al Qur’an diturunkan secara beransur-ansur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun. Hal ini tersebut dalam Al Qur’an surah (53) An Najm ayat 13 dan 14. Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit: "Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah. Artinya: · Sesungguhnya Muhammad telah melihatnya pada kali yang lain (kedua). Turunnya sesuatu ayat sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi akan lebih mengesankan dan lebih berpengaruh di hati. dengan (cara) begitu Kami hendak menetapkan hatimu 5. Wahyu datang kepadanya seperti gemerincingnya loceng. sebagaimana tersebut dalam Al Qur’an ayat (25) Al Furqaan ayat 32. 4. Hikmah Al Qur’an diturunkan secara beransur-ansur itu ialah: 1. 2.

w. Nama-nama al-Quran Allah memberi nama• Kitab-Nya dengan Al Qur’an yang berarti "bacaan". kepada hamba-Nya. kisah-kisah umat yang terdahulu yang mengandung pengajaran dan budi pekerti. surat Madaniyyah yang merupakan 11/30 dari isi Al Qur’an ayat-ayatnya berjumlah 1. surat (56) Al Waaqi’ah ayat 77. Allah juga memberi beberapa nama lain bagi Kitab-Nya.a. surat (27) An Naml ayat 6.780 ayat. "Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya…." Lihat pula surat (6) Al An’aam ayat 114. hukum antara agama dan lain-lain. ayat-ayatnya berjumlah 137. · 2. ancaman dan pahala. ialah "yang membedakan yang benar dan yang batil".Perbezaan ayat-ayat Makiyyah dengan ayat-ayat Madaniyyah ialah: 1. surat (20) Thaaha ayat 2. sebagai tersebut dalam surat (25) Al Furqaan ayat 1 yang artinya: "Maha Agung (Allah) yang telah menurunkan Al Furqaan. sepcrti: 1. Juz 28 seluruhnya Madaniyyah kecuali ayat (60) Mumtahinah. surat (46) Ahqaaf ayat 29. 2. ayat-ayatnya berjumlah 431. sebagaimana tersebut dalam surat (2) Al Baqarah ayat 2 yang artinya. baik yang berhubungan dengan hukum adat atau hukum-hukum duniawi. hukum perang. hukum internasional. Al Furqaan: "Al Furqaan" artinya: "Pembeda". Menurut pengertian ayat-ayat di atas Al Qur’an itu dipakai sebagai nama bagi Kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad s. surat (59) Al Hasyr ayat 21 dan surat (76) Addahr ayat 23. Nama ini dikuatkan oleh ayat-ayat yang terdapat dalam surat (17) Al• lsraa’ ayat 88.456. sedang Madaniyyah mengandung hukum-hukum. sedang yang kedua Makiyyah dengan ayatnya yang berjumlah 227. · Arti ini dapat kita lihat dalam surat (75) Al Qiyaamah. · Selain Al Qur’an. Dalam ayat-ayat Madaniyyah terdapat perkataan "Ya ayyuhalladzi na aamanu" dan sedikit sekali terdapat perkataan ‘Yaa ayyuhannaas’. hukum ketata negaraan. seperti hukum kemasyarakatan. sedang juz 29 ialah Makkiyyah kecuali ayat (76) Addahr. sedang ayat Makkiyyah yang merupakan 19/30 dari isi Al Qur’an jumlah ayat-ayatnya 4. Surat Al Anfaal dan surat Asy Syu’araa masing-masing merupakan setengah juz tetapi yang pertama Madaniyyah dengan bilangan ayat sebanyak 75. Al Kitab atau Kitaabullah: merupakan synonim dari perkataan Al• Qur’an. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya pendek-pendek sedang ayat-ayat Madaniyyah panjangpanjang. ayat 17 dan 18 sebagaimana tersebut di atas. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan. agar ia menjadi peringatan kepada seluruh alam" . surat (15) Al Hijr ayat 87. 3. surat (2) Al Baqarah ayat 85. sedang dalam ayat ayat Makiyyah adalah sebaliknya.

Al MATSAANI. Banyak pendapat dikemukakan oleh para Ulama’ Tafsir tentang arti dan maksud huruf-huruf hijaaiyyah itu. (20) Shaad. (9) Al Hijr. · Di dalam Al Qur’an terdapat 29 surat yang dimulai dengan huruf-huruf hijaaiyyah yaitu pada surat-surat: (1) Al Baqarah. Huruf-huruf hijaaiyyah yang terdapat pada permulaan tiap-tiap surat tersebut di atas. sebagaimana yang tersebut dal•am surat (15) Al Hijr ayat 9 yang artinya: Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan "Adz-Dzikir dan sesungguhnya Kamilah penjaga-nya" (Lihat pula surat (16) An Nahl ayat 44. · Surat-surat yang ada dalam Al Qur’an ditinjau dari segi panjang dan pendeknya terbagi atas 4 bagian. yaitu: 1. (2) Ali Imran. AL Falaq. Ali Imran. nama-namanya dan batas-batas tiap-tiap surat. Al Ikhlas. (10) Maryam. sebagaimana yang akan diterangkan dalam muqaddimah tiap-tiap surat. lmam As Suyuthy dalam kitabnya Al Itqan. Al Kalam. (16) Ar Ruum. dimaksudkan surat-surat yang berisi kurang sedikit dari seratus ayat seperti: Al Anfaal. selanjutnya lihat not 10. dimaksudkan. g. 3. (22) Fushshilat. Sebagian dari surat-surat Al Qur’an mempunyai satu nama dan sebagian yang lain mempunyai lebih dari satu nama.3. (14) Al Qashash. Adz-Dzikir. Al A’raaf. (5) Yusuf. Dari nama yang tiga tersebut di atas. Al Kariim. Yusuf. 2. susunan ayat-ayatnya adalah menurut ketentuan yang ditetapkan dan diajarkan oleh Rasulullah sendiri (tauqifi). (28) Qaaf dan (29) Al Qalam (Nuun). Al MIUUN. dimaksudkan surat-surat pendek. (21) Al Mu’min. (13) An Naml. dinamakan ‘Fawaatihushshuwar’ artinya pembukaan surat-surat. Huruf-huruf Hijaaiyyah yang ada pada permulaan surat.• (4) Yunus. Al Maa-idah dan Yunus. An Nuur. ASSAB’UTHTHIWAAL. (7) Ar Ra’ad. tujuh• surat yang panjang Yaitu: Al Baqarah. Surah-surah dalam al-Quran Jumlah surat yang• terdapat dalam Al Qur’an ada 114. 4. Artinya: "Peringatan". dsb. An Nisaa’. (26) Al Jaatsiyah. AL MUFASHSHAL. (15) A1’Ankabuut. Al Hijr dsb. (3) Al A’raaf. Mu’min dsb. yang paling masyhur dan merupakan nama khas ialah "Al Qur’an". (24) Az Zukhruf (25) Ad Dukhaan. dimaksudkan surat-surat yang berisi kira-kira seratus ayat lebih seperti: Hud. (23) Asy Syuuraa. Al An’aam. seperti: Adhdhuha. Selain dari nama-nama yang tiga itu dan lagi beberapa nama bagi Al Qur’an. (17) Lukman. (12) Asy Syu’araa. menyebutkan nama-nama Al Qur’an. An Nas. (8) lbrahim. (18) As Sajdah (19) Yasin. (27) Al Ahqaaf. diantaranya: Al Mubiin. halaman 8 (Terjemah) hebat ya!! . (11) Thaaha.

khayalan klise. 18 surah (75) Al Qiyaamah: .at kehilangan rakyat penutur-pendengar. dan budayawan dengan misi penyelamatkan secara dokumentatif. Menikmati pola hidup kosmopolitan atau menjalankan nilai-nilai kemodernan adalah bentuk pilihan-pilihan yang cenderung dipercayai banyak orang. atau dongeng yang ketinggalan zaman. Perubahan zaman menyebabkan kepemilikan kolektif semakin berkurang dan mengecil karena ekspansi cerita-cerita modern. dosen. Cerita rakyat yang semula tumbuh dalam tradisi lisan memiliki ruang dan kepemilikan kolektif. Cerita rakyat pun berhak mengalami transformasi bentuk dan tafsiran nilai sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat. • Di dalam Al Qur’an sendiri ada pemakaian kata "Qur’an" dalam arti demikian sebagal tersebut dalam ayat 17. sastrawan. Cerita rakyat yang dulu lahir dan tumbuh dalam masyarakat sendiri perlahan hilang atau dilupakan karena tak ada pola pewarisan yang efektif dan kreatif. Perhatian terhadap cerita rakyat seakan jadi urusan untuk peneliti. • "Quran" menurut pendapat yang paling kuat seperti yang dikemukakan Dr. fantasi. Cerita rakyat barangkali sekadar dianggap sebagai mitos lama. Kelemahan untuk apresiasi cerita rakyat juga muncul di institusi pendidikan yang memainkan fungsi strategis dalam transformasi ilmu dan pengetahuan. Apresiasi terhadap cerita rakyat menjadi bekal untuk transformasi sosial-kultural yang berasal dari sisi internal masyarakat. Siswa di sekolah atau mahasiswa kurang apresiatif terhadap cerita rakyat karena pelbagai alasan dan faktor. seniman. Subhi Al Salih bererti "bacaan". Apakah itu al-Quran. Keberadaan cerita rakyat adalah bukti dinamisasi peradaban manusia dalam rekonstruksi masa lalu dan pembayangan masa depan. Kata Al Qur’an itu berbentuk masdar dengan arti isim maf’ul yaitu maqru’ (dibaca). Masyarakat berhak memiliki pelbagai kiblat dan orientasi kultural melalui cerita rakyat. Kehadiran buku-buku cerita rakyat mungkin jadi alternatif untuk transformasi pengetahuan historis dan sosial-kultural dalam masyarakat. Masyarakat Jawa yang tidak tahu atau lupa atas cerita rakyatnya sendiri tentu menjadi fenomena yang memprihatinkan. Anak-anak dalam tataran masyarakat modern justru menunjukkan ketertarikan kuat dan cenderung akrab dengan cerita-cerita modern dalam bentuk komik atau film. Pola kreatif yang terasa kurang adalah perhatian dari orang tua untuk mendongeng atau bercerita pada anak. Tragedi kultural itu tidak bisa dipisahkan dari arus modernitas dan kecenderungan kosmopolitanisme. Begitu. asal kata qara’a.

yang merupakan mukjizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad dan yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah" Dengan definisi ini. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi berupa seorang laki-laki yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga beliau mengetahui dan hafal benar akan kata-kata itu. atau Injil yang diturun kepada Nabi Isa a. 2.w. tidak melihat sesuatu apapun. Bagaimanakah al-Quran itu diwahyukan. (lihat surah (42) Asy Syuura ayat (51). tidak berupa seorang laki-laki seperti keadaan no. Kemudian dipakai kata "Qur’an" itu untuk Al Quran yang dikenal sekarang ini. 3.w yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah. • 4. di antaranya: 1.a. Adapun definisi Al Qur’an ialah: "Kalam Allah s.t. Hal ini tersebut dalam Al Qur’an surah (53) An Najm ayat 13 dan 14. kalam Allah yang diturunkan kepada nabi-nabi selain Nabi Muhammad s. tidak dinamakan Al Qur’an seperti Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.w. Kadang-kadang pada keningnya berpancaran keringat.w. Cara inilah yang amat berat dirasakan oleh Nabi. Mengenai hal ini Nabi mengatakan: "Ruhul qudus mewahyukan ke dalam kalbuku". Kemudian setelah selesai turunnya wahyu. hendaklah kamu ikut bacaannya".s. Dengan demikian pula Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi. tidak pula dinamakan Al Qur’an. dalam hal menerima wahyu mengalami bermacam-macam cara dan keadaan. barulah beliau kembali seperti biasa". meskipun turunnya wahyu itu di musim dingin yang sangat. Aku lihat Rasulullah ketika turunnya wahyu itu seakan-akan diserang oleh demam yang keras dan keringatnya bercucuran seperti permata. Kadang-kadang unta beliau terpaksa berhenti dan duduk karena merasa amat berat. Malaikat memasukkan wahyu itu ke dalam hatinya.a. 2. bila wahyu itu turun ketika beliau sedang mengendarai unta. kerana itu jika kami telah membacakannya.s. Hikmah diturunkan al-Quran secara beransur-ansur Al Qur’an diturunkan secara beransur-ansur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 . Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit: "Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah. hanya beliau merasa bahwa itu sudah berada saja dalam kalbunya. Dalam hal ini Nabi s.a.a. • Nabi Muhammad s.Artinya: • ‘Sesungguhnya mengumpulkan Al Qur’an (didalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggunggan kami.w. seperti Hadis Qudsi. Wahyu datang kepadanya seperti gemerincingnya loceng. Ketika ia berada di Sidratulmuntaha. tetapi benar-benar seperti rupanya yang asli. Artinya: • Sesungguhnya Muhammad telah melihatnya pada kali yang lain (kedua).

a. 2. sedang yang kedua Makiyyah . sedang ayat Makkiyyah yang merupakan 19/30 dari isi Al Qur’an jumlah ayat-ayatnya 4. Hikmah Al Qur’an diturunkan secara beransur-ansur itu ialah: 1.a. dengan (cara) begitu Kami hendak menetapkan hatimu 5. Hal ini disebutkan oleh Bukhari dan riwayat ‘Aisyah r. Turunnya sesuatu ayat sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi akan lebih mengesankan dan lebih berpengaruh di hati. Di antara ayat-ayat itu ada yang nasikh dan ada yang mansukh. sedang juz 29 ialah Makkiyyah kecuali ayat (76) Addahr. hijrah ke Madinah dinamakan ayat-ayat Madaniyyah. Di antara ayat-ayat ada yang merupakan jawaban daripada pertanyaan atau penolakan suatu pendapat atau perbuatan. ayat-ayatnya berjumlah 137.w. sesuai dengan permasalahan pada waktu itu. Ayat Makkiyah dan ayat Madaniyah • Ditinjau dari segi masa turunnya. Orang-orang musyrik yang telah menayakan mengapa Al Qur’an tidak diturunkan sekaligus. yaitu: • • • mengapakah Al Qur’an tidak diturunkan kepadanya sekaligus Kemudian dijawab di dalam ayat itu sendiri: demikianlah. Perbezaan ayat-ayat Makiyyah dengan ayat-ayat Madaniyyah ialah: 1. 4. surat Madaniyyah yang merupakan 11/30 dari isi Al Qur’an ayat-ayatnya berjumlah 1. Surat Al Anfaal dan surat Asy Syu’araa masing-masing merupakan setengah juz tetapi yang pertama Madaniyyah dengan bilangan ayat sebanyak 75. (ini menurut pendapat yang mengatakan adanya nasikh dan mansukh). Memudahkan penghafalan. sebagai dikatakan oleh lbnu ‘Abbas r. sebagaimana tersebut dalam Al Qur’an ayat (25) Al Furqaan ayat 32.780 ayat. Juz 28 seluruhnya Madaniyyah kecuali ayat (60) Mumtahinah. maka Al Qur’an itu dibahagi atas dua golongan: 1. Ayat-ayat Makkiyyah meliputi 19/30 dari isi Al Qur’an terdiri atas 86 surah. Agar lebih mudah difahami dan dilaksanakan. hijrah ke Madinah dinamakan ayat-ayat Makkiyyah. ayat-ayatnya berjumlah 431. 2. sedang ayat-ayat Madaniyyah meliputi 11/30 dari isi Al Qur’an terdiri atas 28 surah.456. dan larangan sekiranya suruhan dan larangan itu diturunkan sekaligus banyak. Orang tidak akan melaksanakan suruhan. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya pendek-pendek sedang ayat-ayat Madaniyyah panjang-panjang. Ayat-ayat yang diturunkan di Madinah atau sesudah Nabi Muhammad s.tahun. Hal ini tidak dapat terlaksana kalau Al Qur’an diturunkan sekaligus. 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah. 3.a.• Ayat-ayat yang diturunkan di Mekah atau sebelum Nabi Muhammad s. Ini tidak dapat dilakukan sekiranya Al Qur’an diturunkan sekaligus.a.w.

surat (27) An Naml ayat 6. surat (46) Ahqaaf ayat 29. sebagai tersebut dalam surat (25) Al Furqaan ayat 1 yang artinya: "Maha Agung (Allah) yang telah menurunkan Al Furqaan. Dari nama yang tiga tersebut di atas. lmam As Suyuthy dalam kitabnya Al Itqan. An Nuur. hukum ketata negaraan. Artinya: "Peringatan". sedang dalam ayat ayat Makiyyah adalah sebaliknya. Al Kalam. Nama• ini dikuatkan oleh ayat-ayat yang terdapat dalam surat (17) Al lsraa’ ayat 88. nama-namanya dan batas-batas tiap-tiap surat. menyebutkan nama-nama Al Qur’an. surat (20) Thaaha ayat 2. hukum internasional. 3. susunan ayat-ayatnya adalah menurut ketentuan yang ditetapkan dan . Menurut pengertian ayat-ayat di atas Al Qur’an itu dipakai sebagai nama bagi Kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad s. hukum antara agama dan lain-lain. Al Kariim. Selain dari nama-nama yang tiga itu dan lagi beberapa nama bagi Al Qur’an. sedang Madaniyyah mengandung hukum-hukum.• Adz-Dzikir. Al• Kitab atau Kitaabullah: merupakan synonim dari perkataan Al Qur’an. baik yang berhubungan dengan hukum adat atau hukum-hukum duniawi. surat (56) Al Waaqi’ah ayat 77. • 2. Surah-surah dalam al-Quran • Jumlah surat yang terdapat dalam Al Qur’an ada 114.a. Dalam ayat-ayat Madaniyyah terdapat perkataan "Ya ayyuhalladzi na aamanu" dan sedikit sekali terdapat perkataan ‘Yaa ayyuhannaas’. kepada hamba-Nya. surat (2) Al Baqarah ayat 85. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan. ialah "yang membedakan yang benar dan yang batil". agar ia menjadi peringatan kepada seluruh alam" 3. ancaman dan pahala.dengan ayatnya yang berjumlah 227. Allah juga memberi beberapa nama lain bagi Kitab-Nya. sebagaimana tersebut dalam surat (2) Al Baqarah ayat 2 yang artinya. kisah-kisah umat yang terdahulu yang mengandung pengajaran dan budi pekerti. surat (15) Al Hijr ayat 87. sepcrti: 1. hukum perang. diantaranya: Al Mubiin. 2. yang paling masyhur dan merupakan nama khas ialah "Al Qur’an". Al Furqaan: "Al Furqaan" artinya: "Pembeda".w. ayat 17 dan 18 sebagaimana tersebut di atas." Lihat pula surat (6) Al An’aam ayat 114. Nama-nama al-Quran Allah• memberi nama Kitab-Nya dengan Al Qur’an yang berarti "bacaan". "Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya…. surat (59) Al Hasyr ayat 21 dan surat (76) Addahr ayat 23. seperti hukum kemasyarakatan. sebagaimana yang tersebut dalam surat (15) Al Hijr ayat 9 yang artinya: Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan "Adz-Dzikir dan sesungguhnya Kamilah penjaga-nya" (Lihat pula surat (16) An Nahl ayat 44. • Selain Al Qur’an. • Arti ini dapat kita lihat dalam surat (75) Al Qiyaamah.

(22) Fushshilat. (16) Ar Ruum. (23) Asy Syuuraa. (5) Yusuf. (10) Maryam. (18) As Sajdah (19) Yasin. dimaksudkan. Al An’aam. (9) Al Hijr. dinamakan ‘Fawaatihushshuwar’ artinya pembukaan surat-surat. AL Falaq. Al Maa-idah dan Yunus. (14) Al Qashash. An Nas. (28) Qaaf dan (29) Al Qalam (Nuun). Al MIUUN. halaman 8 (Terjemah) .diajarkan oleh Rasulullah sendiri (tauqifi). 2. dimaksudkan surat-surat yang berisi kira-kira seratus ayat lebih seperti: Hud. dimaksudkan surat-surat pendek. Huruf-huruf hijaaiyyah yang terdapat pada permulaan tiap-tiap surat tersebut di atas. tujuh surat yang panjang Yaitu: Al Baqarah. sebagaimana yang akan diterangkan dalam muqaddimah tiap-tiap surat. g. (4) Yunus. Al A’raaf. (17) Lukman. Sebagian dari surat-surat Al Qur’an mempunyai satu nama dan sebagian yang lain mempunyai lebih dari satu nama. (13) An Naml. An Nisaa’. Mu’min dsb. (3) Al A’raaf.• ASSAB’UTHTHIWAAL. 3. (20) Shaad. (12) Asy Syu’araa. (7) Ar Ra’ad. Banyak pendapat dikemukakan oleh para Ulama’ Tafsir tentang arti dan maksud huruf-huruf hijaaiyyah itu. 4. (21) Al Mu’min. (8) lbrahim. Al Ikhlas. Al Hijr dsb. (15) A1’Ankabuut. AL MUFASHSHAL. selanjutnya lihat not 10. Huruf-huruf Hijaaiyyah yang ada pada permulaan surat. dimaksudkan surat-surat yang berisi kurang sedikit dari seratus ayat seperti: Al Anfaal. seperti: Adhdhuha. yaitu: 1. (26) Al Jaatsiyah. • Di dalam Al Qur’an terdapat 29 surat yang dimulai dengan huruf-huruf hijaaiyyah yaitu pada surat-surat: (1)• Al Baqarah. dsb. (27) Al Ahqaaf. Al MATSAANI. (11) Thaaha. • Surat-surat yang ada dalam Al Qur’an ditinjau dari segi panjang dan pendeknya terbagi atas 4 bagian. (2) Ali Imran. Yusuf. Ali Imran. (24) Az Zukhruf (25) Ad Dukhaan.