Dongeng adalah cerita sederhana yang tidak benar-benar terjadi, misalnya kejadian-kejadian aneh di jaman dahulu

. Dongeng berfungsi menyampaikan ajaran moral dan juga menghibur. Dongeng termasuk cerita tradisional. Cerita tradisional adalah cerita yang disampaikan secara turun temurun. Suatu cerita tradisional dapat disebarkan secara luas ke berbagai tempat. Kemudian, cerita itu disesuaikan dengan kondisi daerah setempat. Ciri-ciri Dongeng: • Alur sederhana • Singkat • Tokoh tidak diurai secara rinci • Penceritaan lisan • Pesan dan Tema ditulis dalam cerita • Pendahuluan singkat dan langsung Struktur Dongeng 1) Pendahuluan Pernyataan umum, kalimat pengantar untuk memulai dongeng. 2) Kejadian atau peristiwa dalam dongeng Kejadian-kejadian yang disusun secara kronologis. 3) Penutup Suatu pernyataan umum. Kalimat yang sering digunakan, misalnya Mereka hidup bahagia selamanya. Komentar umum tentang kebaikan yang dapat menaklukan kejahatan atau pesan moral lainnya. Tema Dongeng Biasanya, suatu dongeng mempunyai tema seperti ini. • Moral tentang kebaikan yang selalu menang melawan kejahatan. • Kejadian yang terjadi di masa lampau, di suatu tempat yang jauh sekali • Tugas yang tak mungkin dilaksanakan. • Mantra ajaib, misalnya mantra untuk mengubah orang menjadi binatang. • Daya tarik yang timbul melalui kebaikan dan cinta. • Pertolongan yang diberikan kepada orang baik oleh makhluk dengan kekuatan ajaib. • keberhasilan anak ketiga atau anak bungsu ketika sang kakak gagal. • Kecantikan dan keluhuran anak ketiga atau anak bungsu. • Kecemburuan saudara kandung yang lebih tua. • Kejahatan ibu tiri. Menurut Anti Aarne dan Stith Thompson, dongeng dikelompokkan dalam empat golongan besar, yaitu : 1. Dongeng binatang Dongeng binatang adalah dongeng yang ditokohi oleh binatang peliharaan atau binatang liar. Binatang-2 dalam cerita jenis ini dapat berbicara atau berakal budi seperti manusia. Di Negara-negara Eropa binatang yang sering muncul menjadi tokoh adalah rubah, di Amerika Serikat binatang itu adalah kelinci, di Indonesia binatang itu Kancil dan di Filipina binatang itu kera. Semua tokoh biasanya mempunyai sifat cerdik, licik dan jenaka.

2. Dongeng biasa Dongeng biasa adalah jenis dongeng yang ditokohi manusia atau biasanya adalah kisah suka duka seseorang, misalnya dongeng Ande-Ande Lumut, Joko Kendil, Joko Tarub, Sang Kuriang serta Bawang Putih dan Bawang Merah. 3. Lelucon atau anekdot Lelucon atau anekdot adalah dongeng yang dapat menimbulkan tawa bagi yang mendengarnya maupun yang menceritakannya. Meski demikian, bagi masyarakat atau orang menjadi sasaran, dongeng itu dapat menimbulkan rasa sakit hati. 4. Dongeng Berumus Dongeng berumus adalah dongeng yang strukturnya terdiri dari pengulangan. Dongeng ini ada tiga macam, yaitu dongeng bertimbun banyak (cumulative tales), dongeng untuk mempermainkan orang (catch tales), dan dongeng yang tidak mempunyai akhir (endless tales) Pelaku atau Tokoh Dongeng a) Dewa dan dewi, ibu dan saudara tiri yang jahat, raja dan ratu, pangeran dan putri, ahli nujum; b) peri, wanita penyihir, raksasa, orang kerdil, putri duyung, monster, naga; c) binatang, misalnya ikan ajaib dan kancil; d) kastil, hutan yang memikat, negeri ajaib; e) benda ajaib, misalnya lampu ajaib, cincin, permadani, dan cermin. Tujuan Dongeng: Untuk memberi pesan-pesan moral yang baik, yang diharapkan bisa diteladani dalam kehidupan sehari-hari CONTOH JUDUL DONGENG: Bawang Putih dan Bawang Merah, Kancil dan Buaya, dll
Mitos adalah cerita prosa rakyat yang ditokohi para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain (kayangan) dan dianggap benar – benar terjadi oleh empunya cerita atau penganutnya. Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya. Mitos itu sendiri, ada yang berasal dari Indonesia dan ada juga yang berasal dari luar negeri. Mitos yang berasal dari luar negeri pada umumnya telah mengalami perubahan dan pengolahan lebih lanjut, sehingga tidak terasa asing lagi yang disebabkan oleh proses adaptasi karena perubahan jaman. Menurut Moens-Zoeb, orang Jawa bukan saja telah mengambil mitos-mitos dari India, melainkan juga telah mengadopsi dewa-dewa Hindu sebagai dewa Jawa. Di Jawa Timur misalnya, Gunung Semeru dianggap oleh orang Hindu Jawa dan Bali sebagai gunung suci Mahameru atau sedikitnya sebagai Puncak Mahameru yang dipindahkan dari India ke Pulau Jawa. Mitos di

Menurut Emeis[rujukan?]. Dalam KBBI 2005[1]. legenda adalah dongeng tentang hal-hal yang berdasarkan sejarah yang mengandung sesuatu hal yang ajaib atau kejadian yang menandakan kesaktian. Pengaruh Mitos Secara Umum terhadap Masyarakat Mitos sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat. Bascom[rujukan?]. legenda adalah cerita kuno yang setengah berdasarkan sejarah dan yang setengah lagi berdasarkan angan-angan. ada juga masyarakat yang tidak mempercayainya. yaitu dianggap benar-benar terjadi. Oleh karena itu. dan terjadinya makanan pokok. maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklor Menurut Pudentia[rujukan?]. legenda adalah cerita yang mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan mite. Tetapi jika mitos tersebut belum terbukti kebenarannya. Contoh cerita legenda • • • Sangkuriang La Madukelleng William Tell . maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. legenda sering kali dianggap sebagai "sejarah" kolektif (folk history). Menurut William R. dunia dewata. Walaupun demikian. Oleh karena itu. jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah. tetapi tidak dianggap suci atau sakral yang juga membedakannya dengan mite. terjadinya susunan para dewa. Legenda (Latin legere) adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang enpunya cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. maka masyarakat yang mempercayainya merasa untung. karena tidak tertulis. terjadinya manusia pertama. tetapi tidak dianggap suci. Menurut Hooykaas[rujukan?]. legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah. legenda adalah cerita yang dipercaya oleh beberapa penduduk setempat benar-benar terjadi. Jika mitos tersebut terbukti kebenarannya. Ada masyarakat yang mempercayai mitos tersebut.Indonesia biasanya menceritakan tentang terjadinya alam semesta. maka masyarakat bisa dirugikan.

Cerita rakyat pada dasarnya memiliki suatu kekuatan yang membuat publik pemilik cerita rakyat berada dalam konstruksi dunia dan kehidupan yang unik dan otentik dalam latar sosial-kultural setempat. Posisi cerita rakyat untuk acuan merekonstruksi sejarah jarang dijadikan sebagai sumber primer dengan alasan-alasan rasionalitas sejarah. Tantangan itu menjadi peringatan untuk melakukan inovasi dan kreasi terhadap cerita rakyat. Cerita rakyat atau dalam pengertian besar folklor dijelaskan William R. Cerita-cerita rakyat sekadar eksis dalam kelompokkelompok kecil yang masih sanggup untuk menuturkan atau mengisahkan dalam bentuk lisan. Penjelasan dari Kuntowijoyo itu mengisyaratkan bahwa sumber dari folklor itu tak mungkin diabaikan atau ditinggalkan dalam mengungkap sejarah. dan mantra. Pengungkapan sejarah Jawa yang didominasi dengan pendekatan ilmiah yang memperhitungankan validitas sering meminggirkan sumber lain yakni cerita rakyat. fantasi. Cerita rakyat yang lahir dan tumbuh di Jawa pada saat ini mungkin belum bernasib baik dengan pelbagai alasan dan kondisi. Al-Quran merupakan firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya. Dominasi pemikiran ilmiah membuat cerita rakyat menjadi anak tiri untuk membaca sejarah? Kuntowijoyo (2003) mengungkapkan bahwa peranan tradisi lisan dalam ilmu sejarah dan antropologi adalah sebagai sumber sejarah yang merekam masa lalu. 1984) dalam tiga golongan besar: mite. atau sindiran. Jawa memiliki riwayat panjang yang belum bisa diungkapkan dengan utuh dan komprehensif oleh ahli sejarah dan ilmu sosial. dan dongeng. adat-istiadat. Legenda alam gaib adalah kisah yang bersifat kolektif dan dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami seseorang. pelajaran moral. Eksistensi cerita rakyat pun mulai menemukan peralihan bentuk dalam tulisan (buku) dengan pemakluman ada resepsi dan apresiasi berbeda ketimbang ketika dilisankan. Tradisi lisan memiliki kemungkinan menjadi rujukan penting untuk mengetahui dan mendeskripsikan sejarah. Bascom (Danandjaja. Bagi Muslim.Cerita Rakyat Tanpa Rakyat? Bandung Mawardi Jawa kerap diungkapkan para ahli sejarah dan ilmu-ilmu sosial dengan perspektif-perspektif ilmiah. nyanyian. Kesejarahan tradisi lisan merupakan sebagian dari isi tradisi lisan. peribahasa. Dongeng adalah cerita prosa rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi yang melukiskan kebenaran. keagamaan. Tradisi lisan itu mengungkapkan kejadian atau peristiwa yang mengandung nilai-nilai moral. Argumentasi dari perlaihan bentuk itu adalah buku bisa menjadi alat dokumentasi sebelum cerita raky Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam. Keberadaan cerita rakyat tentu bisa dinilai dengan kepentingan-kepentingan untuk rekonstruksi sejarah. Al-Qur'an merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang sangat berharga bagi umat Islam hingga saat ini. Perspektif itu mengacu pada fakta dan penafsiran sesuai dengan prosedur berpikir ilmiah. Di . Cerita-cerita rakyat itu mungkin cenderung dianggap sebagai sumber semi-ilmiah yang belum tergarap dengan analitis dan kritis dalam tradisi studi ilmiah. legenda. Tradisi lisan pada saat ini menghadapi tantangan dalam budaya teks dan budaya audio visual yang modern dan canggih. Mite adalah cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap suci oleh empu ceritanya.

yaitu Al Baqarah. dan terpendek terdiri dari 3 ayat.236. cara inilah yang paling berat dirasakan. Bagian-bagian Al-Qur'an Al-Qur'an mempunyai 114 surat. Sejarah Turunnya Al-Qur'an Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui berbagai cara. Wahyu turun kepada Nabi SAW seperti bunyi gemerincing lonceng. dan as-salasah (tiga perempat). terdapat pada surat Al-Kahfi ayat 19 pada lafal walyatalattaf yang artinya: "hendaklah ia berlaku lemah lembut". Perbedaan jumlah ayat ini disebabkan karena perbedaan pandangan tentang kalimat Basmalah pada setiap awal surat (kecuali At-Taubah). Masing-masing hizb dibagi lagi menjadi empat dengan tanda-tanda ar-rub' (seperempat). sampai- . Setiap satu ruku' ditandai dengan huruf 'ain di sebelah pinggirnya. Untuk memudahkan pembacaan dan penghafalan. Selanjutnya Al-Qur'an dibagi pula dalam 554 ruku'. Alif Lam Miim.666. sedang surat yang pendek hanya berisi satu ruku'. ada yang tidak mengikutsertakannya sebagai ayat. dan dalam 60 hizb (biasanya ditulis di bagian pinggir Al-Qur'an). Ada yang memasukkannya sebagai ayat. Nisf Al-Qur'an (tanda pertengahan Al-Qur'an). para ulama membagi Al-Qur'an dalam 30 juz yang sama panjang. Malaikat Jibril memasukkan wahyu itu ke dalam hati Nabi Muhammad SAW tanpa memperlihatkan wujud aslinya. dan An-Nashr. kemudian tentang kata-kata pembuka surat yang terdiri dari susunan huruf-huruf seperti Yaa Siin. Al-Kautsar. Nabi SAW tiba-tiba saja merasakan wahyu itu telah berada di dalam hatinya. an-nisf (seperdua). yaitu bagian yang terdiri atas beberapa ayat. Ha Mim dll. Malaikat Jibril menampakkan dirinya sebagai manusia laki-laki dan mengucapkan kata-kata di hadapan Nabi SAW. Sebagian ulama menyatakan jumlah ayat di Al-Qur'an adalah 6.dalamnya terkandung petunjuk dan pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup baik di dunia maupun akhirat. Menurut Nabi SAW. sebagian lagi menyatakan 6. dengan surat terpanjang terdiri atas 286 ayat. Surat yang panjang berisi beberapa ruku'. antara lain: 1. 2. yaitu Al-'Ashr. 3.

Al-Qur'an diturunkan dalam 2 periode. Kebanyakan mengandung masalah tauhid. dan masalahmasalah yang menyangkut kehidupan Kebanyakan tentang hukum-hukum agama (syariat). meliputi 1. yaitu masa setelah Nabi SAW hijrah ke Madinah (622-632 M). Setiap kali mendapat wahyu. iman kepada Allah SWT. orang-orang yang berhijrah (Muhajirin) dan kaum penolong (Anshar). yang pertama Periode Mekah. Beliau dapat mengulangi wahyu yang diterima tepat seperti apa yang telah disampaikan Jibril kepadanya. hal ihwal surga dan neraka. Ciri-ciri Ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyyah Makkiyah Madaniyyah Ayat-ayatnya pendek-pendek. Kedua adalah Periode Madinah.sampai Nabi SAW mencucurkan keringat meskipun wahyu itu turun di musim dingin yang sangat dingin. Ayat-ayat yang turun dalam periode ini dinamakan ayat-ayat Madaniyyah. Diawali dengan yaa ayyuhal-ladzîna âmanû (wahai orang-orang yang beriman). Nabi SAW lalu menghafalkannya. meliputi 89 surat. Diawali dengan yaa ayyuhan-nâs (wahai manusia). yaitu saat Nabi SAW bermukim di Mekah (610-622 M) sampai Nabi SAW melakukan hijrah. Malaikat Jibril turun membawa wahyu dengan menampakkan wujudnya yang asli. Hafalan Nabi SAW ini selalu dikontrol oleh Malaikat Jibril. .726 ayat. kaum munafik.510 ayat dan mencakup 25 surat. Ayat-ayatnya panjang-panjang. Ayat-ayat yang diturunkan pada masa itu disebut ayat-ayat Makkiyah. 4. yang berjumlah 4.

Nabi SAW memberi nama surat tsb untuk membedakannya dari yang lain. Usman bin Affan. serta ahli kitab. Abdullah bin Abbas. lempengan-lempengan batu. Di antara yang menghafal seluruh isinya adalah Abu Bakar as-Siddiq. pada tanggal 17 Ramadhan (6 Agustus 610). Abdullah bin Umar bin Khatab. Setiap kali menerima wahyu. Cara pengumpulan Al-Qur'an yang dilakukan di masa Nabi SAW tsb berlangsung sampai Al-Qur'an sempurna diturunkan dalam masa kurang lebih 22 tahun 2 bulan 22 hari. Ayat Al-Qur'an yang pertama diterima Nabi Muhammad SAW adalah 5 ayat pertama surat Al-'Alaq. Amr bin As. Malaikat Jibril mengontrol bacaan Nabi SAW dengan cara menyuruhnya mengulangi bacaan ayat-ayat yang telah diwahyukan. Nabi SAW membacakannya di hadapan para sahabat karena ia memang diperintahkan untuk mengajarkan Al-Qur'an kepada mereka. ketika ia sedang berkhalwat di Gua Hira. Nabi SAW juga memberi petunjuk tentang penempatan surat di dalam Al-Qur'an. dan kepingan-kepingan tulang. Kala itu usia Nabi SAW 40 tahun. Disamping menyuruh mereka untuk menghafalkan ayat-ayat yang diajarkannya. Umar bin Khattab. Setelah ayat-ayat yang diturunkan cukup satu surat. Penyusunan ayat-ayat dan penempatannya di dalam susunan Al-Qur'an juga dilakukan berdasarkan petunjuk Nabi SAW. Abu Hurairah. Untuk menjaga kemurnian Al-Qur'an. bahkan sejak Al-Qur'an diturunkan. Ummu . Sa'ad. Para Hafidz dan Juru Tulis Al-Qur'an Pada masa Rasulullah SAW sudah banyak sahabat yang menjadi hafidz (penghafal Al-Qur'an). Abdullah bin Mas'ud. baik hafal sebagian saja atau seluruhnya. sebuah gua yang terletak di pegunungan sekitar kota Mekah. Kodifikasi Al-Qur'an Kodifikasi atau pengumpulan Al-Qur'an sudah dimulai sejak zaman Rasulullah SAW. Nabi SAW juga memerintahkan para sahabat untuk menuliskannya di atas pelepahpelepah kurma. Hafsah binti Umar. Kemudian Nabi SAW sendiri juga melakukan hal yang sama dengan mengontrol bacaan sahabat-sahabatnya. Ali bin Abi Thalib. Abdullah bin Zubair. Talhah. Huzaifah. setiap tahun Jibril datang kepada Nabi SAW untuk memeriksa bacaannya.akhirat (ukhrawi). Dengan demikian terpeliharalah Al-Qur'an dari kesalahan dan kekeliruan. Aisyah binti Abu Bakar. Mu'awiyah bin Abu Sofyan.

Kitab suci Alquran yang diturunkan secara berangsurangsur dalam masa 22 tahun. Ali bin Abi Thalib. dan Amr bin As. mereka juga menulis untuk disimpan sendiri. Zubair bin Awwam. nescaya hari itu kami jadikan hari raya. Umar bin Khattab. 2 bulan. Mu'az bin Jabal. Tulisan ayat-ayat Al-Qur'an yang ditulis oleh mereka disimpan di rumah Rasulullah. Kata yang sepadan ditemukan dalam jumlah sama dan seimbang.13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. lantas orang Yahudi itu menyatakan: "Jika ayat berkenaan turun kepada kami.dan kata yang berlawanan arti juga seimbang.Melalui orang yang tidak bisa membaca dan menulis saat itu. Mu'awiyah bin Abu Sofyan. Pengumpulan AlQur'an menjadi satu mushaf baru dilakukan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab.Salamah.namun banyak hal yang mengejutkan. setelah Rasulullah SAW wafat. (1) Wahyu diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari Kata an-Naisaburi dalam tafsirnya. . Khalid bin Walid. Rasulullah wafat. Sumber : Keajaiban Al-qur'an (4) Fase Penurunan al-qur'an Menurut Muhammad Ali Al Hasan dalam Al Manar fi Ulum Alquran. Ubay bin Ka'b.Diturunkan ditempat yang berlainan dan dalam waktu yang relative panjang (22 tahun. Adapun sahabat-sahabat yang menjadi juru tulis wahyu antara lain adalah Abu Bakar as-Siddiq. Saat itu tulisan-tulisan tsb belum terkumpul dalam satu mushaf seperti yang dijumpai sekarang. dan 22 hari dalam dua fase. Alquran adalah kalamullah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. dan Anas bin Malik. Sumber : Malaysian Student Departement : NUZUL AL-QURAN (3) Keajaiban Alqur'an Alqur'an sungguh luar biasa. Abu Darba. Rasulullah membacakan ayat itu di depan seorang Yahudi. Selepas 81 hari turunnya wahyu terakhir itu. Zaid bin Tsabit." Tempoh wahyu diturunkan adalah 22 tahun 2 bulan dan 22 hari dikira bermula 17 Ramadan hingga usia Rasulullah menjelang 63 tahun.2 bulan dan 22 hari). Sumber : Tadarus al-Quran mesti dihayati penuh teliti (2) Proses Penurunan al-Quran Al-Quran diturunkan beransur-ansur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari (23 tahun). Amir bin Fuhairah. Ubay bin Ka'b. Usman bin Affan. Zaid bin Tsabit.

Hikmah al-Quran diturunkan secara beransur-ansur. Ini tidak dapat dilakukan . Sedangkan surat-surat Madaniyah yang diturunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah umumnya ayatnya panjang-panjang dan mengandung hukum-hukum kemasyarakatan. Antara ayat itu ada yang nasikh dan ada yang mansukh. 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. bahkan sejak Al-Qur'an diturunkan. sesuai dengan permasalahan pada waktu itu. dan kepingan-kepingan tulang. Nabi SAW memberi nama surat tsb untuk membedakannya dari yang lain. Setiap kali menerima wahyu. hukum perang. lempengan-lempengan batu. dan lain-lainnya. ''Buku Manual'' dari Allah (5) Kodifikasi al-qur'an Kodifikasi atau pengumpulan Al-Qur'an sudah dimulai sejak zaman Rasulullah SAW. hukum internasional. Hal ini disebutkan oleh Bukhari dan riwayat Aisyah. Ayat-ayat dalam surat Makkiyyah umumnya pendek-pendek. Lebih mudah difahami dan dilaksanakan. ketatanegaraan. Orang tidak akan melaksanakan suruhan dan larangan sekiranya ia diturunkan sekali gus secara banyak. Sumber : Alquran. Disamping menyuruh mereka untuk menghafalkan ayat-ayat yang diajarkannya. Nabi SAW juga memerintahkan para sahabat untuk menuliskannya di atas pelepah-pelepah kurma.Fase pertama adalah fase Makkah yang kemudian disebut surat-surat Makkiyah dan fase Madinah dan ayat-ayat yang diturunkan di kota ini disebut surat-surat Madaniyah. Cara pengumpulan AlQur'an yang dilakukan di masa Nabi SAW tsb berlangsung sampai AlQur'an sempurna diturunkan dalam masa kurang lebih 22 tahun 2 bulan 22 hari. Nabi SAW membacakannya di hadapan para sahabat karena ia memang diperintahkan untuk mengajarkan Al-Qur'an kepada mereka. sumber : Al-qur'an (6) HIKMAH AL-QURAN DITURUNKAN BERPERINGKAT AL-QURAN diturunkan beransur-ansur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun. dan mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan. Penyusunan ayat-ayat dan penempatannya di dalam susunan Al-Qur'an juga dilakukan berdasarkan petunjuk Nabi SAW. Setelah ayat-ayat yang diturunkan cukup satu surat. Nabi SAW juga memberi petunjuk tentang penempatan surat di dalam Al-Qur'an.

"Mengapakah alQuran tidak diturunkan kepadanya sekali gus?" Dijawab dalam ayat itu sendiri: "Demikianlah.35 Pada usia ini beliau lalui sebagaimana layaknya kehidupan rumah tangga."Ada antara ayat itu jawapan daripada pertanyaan atau penolakan suatu pendapat atau perbuatan. . di waktu usia junjungan Nabi Muhammad s. Ini seperti dikatakan oleh lbnu `Abbas. Sumber : Eratkan Ukhuwah Gerakkan Islah • • ( 25 . setelah banjir reda para pemimpin Qurais bertikai untuk meletakkan Hajar Aswad. dan kehidupan social. Kemudian beliau meletakkan sorbannya pada Hajar aswad yang kemudian ujung . Orang musyrik bertanya mengapakah al-Quran tidak diturunkan sekali gus seperti disebut dalam al-Quran ayat 32. sumber : Hikmah turun berangsur-angsur (8) Masa Turunnya al-qur'an Kalau dilihat pada masa al-Quran diturunkan. Memudahkan penghafalan. Hal ini tidak dapat terlaksana kalau al-Quran diturunkan sekali gus.a.sekiranya al-Quran diturunkan sekali gus. Manakala penghabisan turunnya al-Quran ialah pada hari yang ke-9 Zulhijjah tahun ke-10 Hijrah bersamaan 8 Mac tahun 632 Masihi. surah al-Furqan. 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah.Pada usianya yang 35 tahun Mekkah dilanda banjir besar sampai meruntuhkan bangunan Ka'bah serta menjatuhkan Hajar Aswad. (Ini menurut pendapat yang mengatakan adanya nasikh dan mansukh). para ulama tarikh ataupun sejarawan pula menyatakan bahawa permulaan al-Quran itu diturunkan ialah pada 17 Ramadhan tahun yang ke-41 (Tahun Gajah) bersamaan 6 Ogos tahun 610 Masihi. Maka jumlah masa awal turunnya hingga akhirnya adalah 22 tahun 2 bulan 22 hari yang mana di Makkah selama 12 tahu 5 bulan 13 hari sedang di Madinah adalah selama 9 tahun 9 bulan 9 hari.Turunnya sesuatu ayat sesuai dengan peristiwa yang berlaku akan lebih mengesankan dan berpengaruh di hati. sumber : HIKMAH AL-QURAN DITURUNKAN BERPERINGKAT atau (7) Hikmah al-Quran diturun secara beransur-ansur Al-Quran diturunkan beransur-ansur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun.w 40 tahun 6 bulan 8 hari. dengan (cara) begitu Kami hendak menetapkan hatimu.

mereka menyebarkan badai syubhat.63 Masa Kenabian II ( 10 Tahun ) Pada tahun pertama di Madinah ini Rasullulah membangun Madinah dengan cara. Kemudian terjadi peristiwa Isra Miraz. dari Dakwah Terbatas ini dikenallah 'Assabhikunall Awwalun'/Orangorang pertama yang masuk Islam sekitar 40 . Kejadian ini membuat beliau dikagumi masyarakat Qurais dan mereka memberi gelarAl-Amin/terpecaya (suatu gelar pertama dan utama yang harus dimiliki seorang pemimpin) 37 . kemudian istri beliau Khadijah yang merupakan tulang punggung psikologis juga meninggal dunia. membangun Mesjid. serta melakukan embargo ekonomi yang berlangsung sampai tahun ke 10. Sejak tahun ketiga dari masa kenabian tersebut turunlah perintah untuk melakukan Dakwah Umum kepada seluruh masyarakat Qurais.mempersaudarakan Kaum Ansor Dengan Kaum Muhajirin. 53 .68 Perang Kecil) Pada tahun ke enam . beliau pergi bertahanus ke Goa Hira. Pada tahun ke 10 ini setelah masyarakat Qurais melepaskan embargo ekonomi. kemudian diganti dengan shalat 5 waktu.sampai beliau berkata kepada Khadijah bahwa ?Ya Khadijah sekarang tidak ada lagi waktu tidur sekarang waktu untuk bekerja?.(28 Perang Besar. beliau bertahanus untuk melakukan pemikiran yang super intens dalam mengatasi masalah kebodohan akhlak masyarakat Arab.60 orang.Deklarasi bersama dengan Yahudi.(dengan cepat pasar tsb dikuasaisahabat.53 Masa Kenabian I ( 13 Tahun ) di Mekkah yang beliau lakukan adalah.• • • ujung dari sorban tersebut diangkat oleh para pemimpin Qurais. setelah itu hampir 2 bulan sekali terjadi peperangan kalau besar dipimpin sendiri. 3 tahun pertama adalah 'Dakwah Terbatas'.Tahun ke 7-10 setelah Dakwah Umum ini beliau menghadapi penolakan yang kuat dari masyarakat Qurais. kalau kecil beliau serahkan kepada sahabat. kemudian diganti dengan shalat 2 rakaat di waktu pagi dan petang selama 8 tahun. paman beliau Abu Thalib yang menjadi bemper sekuriti politik beliau meninggal dunia.40 Setelah mendapatkan gelar Al Amin. 40 . karena masyarakat Arab pada waktu itu sangatlah buruk akhlaknya. Pada usia 40 datanglah wahyu pertama kepada beliau yang merombak total kehidupan beliau. yakni yang terkenal dalam bidang bisnis Utsman Bin Affan serta Abdulrachman Bin Auff) Pada tahun ke dua turun perintah puasa serta zakat. (Tahanus setelah diteliti merupakan kegiatanutama para manusia besar di bumi). menyiksa pengikut rasul. bahkan menyiksa rasul sendiri. serta turunlah ibadah Shalat. membangun militer serta membangun pasar. (ibadah shalat pertama adalah shalat tahajud yang berlangsung selama 1 tahun.) setelah itu Beliau Dakwah ke Thoib dan ke Madinah . 17 hari sejak itu terjadi perang paling besar yaitu Perang Badar.

Karena Allah menghimpun pengertian itu kedalam hati Nabi dengan sangat cepat. Sedangkan bahasa Allah bukanlah berupa tulisan dan bukan berupa suara ( laisa kamistlihi syaiun . akan tetapi objeknya adalah prosesi penciptaan manusia dari 'alaq. Dan Al qur'an itupun turun berangsur-angsur sampai 23 tahun. Seorang yang tidak mampu menulis dan membaca bisa menghasilkan ilmu yang sangat tinggi dan modern. tepatnya 22 tahun 2 bulan 22 hari. Ternyata mereka tidak mampu menciptakan tandingan Alqur'an yang berasal dari Muhammad yang tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis. Persi.tidak serupa dengan makhluknya )." Iqra' kitaban " ( bacalah Al kitab ). bukan proses berfikir dan proses belajar. sumber : Bacaan Al-quran Dari sepuluh materi tsb. beberapa waktu kemudian Rasullulah berpulang ke Rahmattullah * Istri Beliau yang 9 itu datangnya pada masa 10 tahun terakhir hidupnya ini. Hal ini terbukti ketika Allah menantang untuk membuat ayat yang serupa dengan Alqur'an. Pada Tahun Ke Sepuluh Rasullulah melaksanakan ibadah haji (Haji Wadda). Inilah hikmah keadaan Rasulullah Ummi ( Baca: Tidak bisa baca dan tulis). tetapi objeknya apa ? apa yang dibaca ? Mengapa tidak . Tertulis kata perintah " Iqra". Mesir. akan tetapi muhammad dibacakan oleh Allah (sanuqriuka falaa tansaa ) sehingga beliau tidak akan lupa selamanya. maka seperti tidak berlebihan sebagai nasihat bagi untold_stories agar SABAR dan BERDOA dalam . Yaman. bukanlah menghina Rasulullah akan tetapi justru mengangkat derajat kebenaran Rasulullah. Pada waktu 22 Tahun 2 Bulan dan 22 Hari Beliau telah berhasil melaksanakan tugas mulia dari Allah Swt Sumber : Life Time Chart Rasullulah Saw (10) Bacaan al-qur'an Dalam surat Al 'Alaq tidak disebutkan objek yang dibaca berupa rangkaian huruf atau sebuah kitab.(Baca Buku Mengenai ini). dll Pada Tahun Ke Delapan terjadi Fathul Mekkah.turunlah ibadah Haji. Muhammad membaca Al qur'an bukan karena beliau pandai membaca huruf hijaiyyah. ( arti wahyu dalam kamus bahasa Arab). kemudian beliau ekspansi keseluruh Zazilah Arab. Dan tidak mungkin berasal dari gagasan cerdas Muhammad karena dia adalah seorang yang UMMI. Rasullulah belum sempat melaksanakan haji pada tahun ini karena diganti dengan Sulhul Hudaibiyah Pada Tahun Ke tujuh Rasullulah berdakwah ke Raja-Raja Romawi.

Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi berupa seorang laki-laki yang mengucapkan katakata kepadanya sehingga beliau mengetahui dan hafal benar akan kata-kata itu. Wassalamu'alaikum wr wb Apakah itu al-Quran. 2. kalaupun banyak orang yang tidak mendukung gerakan moral itu. tidak melihat sesuatu apapun.s. (lihat surah (42) Asy Syuura ayat (51).w. atau Injil yang diturun kepada Nabi Isa a. · Di dalam Al Qur’an sendiri ada pemakaian kata "Qur’an" dalam arti demikian sebagal tersebut dalam ayat 17. kerana itu jika kami telah membacakannya.w.w. maka itulah cobaan kesabaran Semoga Allah merahmati kita semua terutama bagi yang mendakwahkan gerakan moral itu. asal kata qara’a. Bagaimanakah al-Quran itu diwahyukan. di antaranya: 1. Subhi Al Salih bererti "bacaan". Mengenai hal ini Nabi mengatakan: "Ruhul qudus mewahyukan ke dalam kalbuku".w yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah. yang merupakan mukjizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad dan yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah" Dengan definisi ini.w. dalam hal menerima wahyu mengalami bermacam-macam cara dan keadaan. Dengan demikian pula Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.s. tidak pula dinamakan Al Qur’an. kalam Allah yang diturunkan kepada nabi-nabi selain Nabi Muhammad s. simbol 22 yang secara tidak sengaja dimunculkan adalah memang kehendakNya.a. hendaklah kamu ikut bacaannya". · "Quran" menurut pendapat yang paling kuat seperti yang dikemukakan Dr. hanya beliau merasa bahwa itu sudah berada saja dalam kalbunya. Malaikat memasukkan wahyu itu ke dalam hatinya. tidak dinamakan Al Qur’an seperti Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a.berdakwah.t.a. 18 surah (75) Al Qiyaamah: Artinya: · ‘Sesungguhnya mengumpulkan Al Qur’an (didalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggunggan kami. Dalam hal ini Nabi s. .a. Adapun definisi Al Qur’an ialah: "Kalam Allah s. seperti Hadis Qudsi. Kemudian dipakai kata "Qur’an" itu untuk Al Quran yang dikenal sekarang ini. Kata Al Qur’an itu berbentuk masdar dengan arti isim maf’ul yaitu maqru’ (dibaca). · Nabi Muhammad s.a.

Wahyu datang kepadanya seperti gemerincingnya loceng. 4. . Memudahkan penghafalan. Aku lihat Rasulullah ketika turunnya wahyu itu seakan-akan diserang oleh demam yang keras dan keringatnya bercucuran seperti permata. 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Di antara ayat-ayat itu ada yang nasikh dan ada yang mansukh. Orang tidak akan melaksanakan suruhan. Ketika ia berada di Sidratulmuntaha. (ini menurut pendapat yang mengatakan adanya nasikh dan mansukh). tidak berupa seorang laki-laki seperti keadaan no. dan larangan sekiranya suruhan dan larangan itu diturunkan sekaligus banyak. Kemudian setelah selesai turunnya wahyu. tetapi benar-benar seperti rupanya yang asli. 3. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi. Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit: "Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah. sebagaimana tersebut dalam Al Qur’an ayat (25) Al Furqaan ayat 32. Hal ini tidak dapat terlaksana kalau Al Qur’an diturunkan sekaligus. Di antara ayat-ayat ada yang merupakan jawaban daripada pertanyaan atau penolakan suatu pendapat atau perbuatan. Agar lebih mudah difahami dan dilaksanakan. Hal ini disebutkan oleh Bukhari dan riwayat ‘Aisyah r. Orang-orang musyrik yang telah menayakan mengapa Al Qur’an tidak diturunkan sekaligus. Ini tidak dapat dilakukan sekiranya Al Qur’an diturunkan sekaligus. Artinya: · Sesungguhnya Muhammad telah melihatnya pada kali yang lain (kedua). 2. · 4.a. barulah beliau kembali seperti biasa". Hal ini tersebut dalam Al Qur’an surah (53) An Najm ayat 13 dan 14. Kadang-kadang pada keningnya berpancaran keringat.a.3. Cara inilah yang amat berat dirasakan oleh Nabi. meskipun turunnya wahyu itu di musim dingin yang sangat. yaitu: · mengapakah Al Qur’an tidak diturunkan kepadanya sekaligus · Kemudian dijawab di dalam ayat itu sendiri: · demikianlah. sebagai dikatakan oleh lbnu ‘Abbas r. Hikmah Al Qur’an diturunkan secara beransur-ansur itu ialah: 1. 2. Kadang-kadang unta beliau terpaksa berhenti dan duduk karena merasa amat berat. bila wahyu itu turun ketika beliau sedang mengendarai unta. Hikmah diturunkan al-Quran secara beransur-ansur Al Qur’an diturunkan secara beransur-ansur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun. Turunnya sesuatu ayat sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi akan lebih mengesankan dan lebih berpengaruh di hati. sesuai dengan permasalahan pada waktu itu. dengan (cara) begitu Kami hendak menetapkan hatimu 5.

sedang juz 29 ialah Makkiyyah kecuali ayat (76) Addahr. surat (20) Thaaha ayat 2. surat (56) Al Waaqi’ah ayat 77. sebagaimana tersebut dalam surat (2) Al Baqarah ayat 2 yang artinya. · 2. sedang yang kedua Makiyyah dengan ayatnya yang berjumlah 227. · Selain Al Qur’an. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan.a. 2. kepada hamba-Nya. surat (27) An Naml ayat 6. Allah juga memberi beberapa nama lain bagi Kitab-Nya." Lihat pula surat (6) Al An’aam ayat 114. Al Kitab atau Kitaabullah: merupakan synonim dari perkataan Al• Qur’an.w. sepcrti: 1. surat (59) Al Hasyr ayat 21 dan surat (76) Addahr ayat 23. sedang Madaniyyah mengandung hukum-hukum. sedang ayat Makkiyyah yang merupakan 19/30 dari isi Al Qur’an jumlah ayat-ayatnya 4. Nama ini dikuatkan oleh ayat-ayat yang terdapat dalam surat (17) Al• lsraa’ ayat 88. hukum antara agama dan lain-lain. surat Madaniyyah yang merupakan 11/30 dari isi Al Qur’an ayat-ayatnya berjumlah 1. Menurut pengertian ayat-ayat di atas Al Qur’an itu dipakai sebagai nama bagi Kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad s. · Arti ini dapat kita lihat dalam surat (75) Al Qiyaamah. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya pendek-pendek sedang ayat-ayat Madaniyyah panjangpanjang. surat (2) Al Baqarah ayat 85. "Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya…. Dalam ayat-ayat Madaniyyah terdapat perkataan "Ya ayyuhalladzi na aamanu" dan sedikit sekali terdapat perkataan ‘Yaa ayyuhannaas’. sebagai tersebut dalam surat (25) Al Furqaan ayat 1 yang artinya: "Maha Agung (Allah) yang telah menurunkan Al Furqaan. 3.Perbezaan ayat-ayat Makiyyah dengan ayat-ayat Madaniyyah ialah: 1. seperti hukum kemasyarakatan. sedang dalam ayat ayat Makiyyah adalah sebaliknya. Surat Al Anfaal dan surat Asy Syu’araa masing-masing merupakan setengah juz tetapi yang pertama Madaniyyah dengan bilangan ayat sebanyak 75. ialah "yang membedakan yang benar dan yang batil". hukum internasional. kisah-kisah umat yang terdahulu yang mengandung pengajaran dan budi pekerti.456. ayat-ayatnya berjumlah 431. baik yang berhubungan dengan hukum adat atau hukum-hukum duniawi. surat (46) Ahqaaf ayat 29. Al Furqaan: "Al Furqaan" artinya: "Pembeda". Juz 28 seluruhnya Madaniyyah kecuali ayat (60) Mumtahinah. agar ia menjadi peringatan kepada seluruh alam" . Nama-nama al-Quran Allah memberi nama• Kitab-Nya dengan Al Qur’an yang berarti "bacaan". ancaman dan pahala. ayat 17 dan 18 sebagaimana tersebut di atas. surat (15) Al Hijr ayat 87. ayat-ayatnya berjumlah 137. hukum ketata negaraan. hukum perang.780 ayat.

nama-namanya dan batas-batas tiap-tiap surat. dsb. (9) Al Hijr. · Di dalam Al Qur’an terdapat 29 surat yang dimulai dengan huruf-huruf hijaaiyyah yaitu pada surat-surat: (1) Al Baqarah. (13) An Naml. 4. lmam As Suyuthy dalam kitabnya Al Itqan. (10) Maryam. Al A’raaf. dimaksudkan surat-surat yang berisi kira-kira seratus ayat lebih seperti: Hud. ASSAB’UTHTHIWAAL. g. (5) Yusuf. (28) Qaaf dan (29) Al Qalam (Nuun). dinamakan ‘Fawaatihushshuwar’ artinya pembukaan surat-surat. Artinya: "Peringatan". (23) Asy Syuuraa. Sebagian dari surat-surat Al Qur’an mempunyai satu nama dan sebagian yang lain mempunyai lebih dari satu nama. Huruf-huruf Hijaaiyyah yang ada pada permulaan surat. (22) Fushshilat. An Nisaa’. (12) Asy Syu’araa. dimaksudkan surat-surat yang berisi kurang sedikit dari seratus ayat seperti: Al Anfaal. (2) Ali Imran. An Nuur. · Surat-surat yang ada dalam Al Qur’an ditinjau dari segi panjang dan pendeknya terbagi atas 4 bagian. Al An’aam. dimaksudkan surat-surat pendek. Dari nama yang tiga tersebut di atas. Adz-Dzikir. Al Ikhlas. (16) Ar Ruum. (11) Thaaha. Al Kalam. Yusuf. (20) Shaad. menyebutkan nama-nama Al Qur’an. AL MUFASHSHAL. sebagaimana yang akan diterangkan dalam muqaddimah tiap-tiap surat. (21) Al Mu’min. Surah-surah dalam al-Quran Jumlah surat yang• terdapat dalam Al Qur’an ada 114. (3) Al A’raaf. sebagaimana yang tersebut dal•am surat (15) Al Hijr ayat 9 yang artinya: Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan "Adz-Dzikir dan sesungguhnya Kamilah penjaga-nya" (Lihat pula surat (16) An Nahl ayat 44. 3. Al MATSAANI. Banyak pendapat dikemukakan oleh para Ulama’ Tafsir tentang arti dan maksud huruf-huruf hijaaiyyah itu. diantaranya: Al Mubiin. Al Maa-idah dan Yunus. Ali Imran. (7) Ar Ra’ad. AL Falaq. Huruf-huruf hijaaiyyah yang terdapat pada permulaan tiap-tiap surat tersebut di atas. (26) Al Jaatsiyah.• (4) Yunus. (24) Az Zukhruf (25) Ad Dukhaan. Mu’min dsb. (8) lbrahim. (15) A1’Ankabuut.3. (27) Al Ahqaaf. selanjutnya lihat not 10. Al Hijr dsb. dimaksudkan. 2. (17) Lukman. (18) As Sajdah (19) Yasin. seperti: Adhdhuha. (14) Al Qashash. Selain dari nama-nama yang tiga itu dan lagi beberapa nama bagi Al Qur’an. yang paling masyhur dan merupakan nama khas ialah "Al Qur’an". Al Kariim. yaitu: 1. susunan ayat-ayatnya adalah menurut ketentuan yang ditetapkan dan diajarkan oleh Rasulullah sendiri (tauqifi). Al MIUUN. tujuh• surat yang panjang Yaitu: Al Baqarah. An Nas. halaman 8 (Terjemah) hebat ya!! .

khayalan klise. Kelemahan untuk apresiasi cerita rakyat juga muncul di institusi pendidikan yang memainkan fungsi strategis dalam transformasi ilmu dan pengetahuan. fantasi. Perubahan zaman menyebabkan kepemilikan kolektif semakin berkurang dan mengecil karena ekspansi cerita-cerita modern. Cerita rakyat yang dulu lahir dan tumbuh dalam masyarakat sendiri perlahan hilang atau dilupakan karena tak ada pola pewarisan yang efektif dan kreatif. Siswa di sekolah atau mahasiswa kurang apresiatif terhadap cerita rakyat karena pelbagai alasan dan faktor.at kehilangan rakyat penutur-pendengar. asal kata qara’a. Cerita rakyat pun berhak mengalami transformasi bentuk dan tafsiran nilai sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat. Cerita rakyat barangkali sekadar dianggap sebagai mitos lama. Apresiasi terhadap cerita rakyat menjadi bekal untuk transformasi sosial-kultural yang berasal dari sisi internal masyarakat. Tragedi kultural itu tidak bisa dipisahkan dari arus modernitas dan kecenderungan kosmopolitanisme. Menikmati pola hidup kosmopolitan atau menjalankan nilai-nilai kemodernan adalah bentuk pilihan-pilihan yang cenderung dipercayai banyak orang. Keberadaan cerita rakyat adalah bukti dinamisasi peradaban manusia dalam rekonstruksi masa lalu dan pembayangan masa depan. Pola kreatif yang terasa kurang adalah perhatian dari orang tua untuk mendongeng atau bercerita pada anak. Apakah itu al-Quran. Kata Al Qur’an itu berbentuk masdar dengan arti isim maf’ul yaitu maqru’ (dibaca). Perhatian terhadap cerita rakyat seakan jadi urusan untuk peneliti. atau dongeng yang ketinggalan zaman. seniman. • Di dalam Al Qur’an sendiri ada pemakaian kata "Qur’an" dalam arti demikian sebagal tersebut dalam ayat 17. Cerita rakyat yang semula tumbuh dalam tradisi lisan memiliki ruang dan kepemilikan kolektif. dosen. • "Quran" menurut pendapat yang paling kuat seperti yang dikemukakan Dr. Begitu. sastrawan. dan budayawan dengan misi penyelamatkan secara dokumentatif. Subhi Al Salih bererti "bacaan". 18 surah (75) Al Qiyaamah: . Kehadiran buku-buku cerita rakyat mungkin jadi alternatif untuk transformasi pengetahuan historis dan sosial-kultural dalam masyarakat. Masyarakat Jawa yang tidak tahu atau lupa atas cerita rakyatnya sendiri tentu menjadi fenomena yang memprihatinkan. Anak-anak dalam tataran masyarakat modern justru menunjukkan ketertarikan kuat dan cenderung akrab dengan cerita-cerita modern dalam bentuk komik atau film. Masyarakat berhak memiliki pelbagai kiblat dan orientasi kultural melalui cerita rakyat.

w yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah.a.s. tetapi benar-benar seperti rupanya yang asli. Artinya: • Sesungguhnya Muhammad telah melihatnya pada kali yang lain (kedua). meskipun turunnya wahyu itu di musim dingin yang sangat. hendaklah kamu ikut bacaannya". • Nabi Muhammad s. tidak berupa seorang laki-laki seperti keadaan no.s. di antaranya: 1. dalam hal menerima wahyu mengalami bermacam-macam cara dan keadaan.a.w. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi berupa seorang laki-laki yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga beliau mengetahui dan hafal benar akan kata-kata itu.a. yang merupakan mukjizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad dan yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah" Dengan definisi ini. atau Injil yang diturun kepada Nabi Isa a. Kadang-kadang pada keningnya berpancaran keringat. Malaikat memasukkan wahyu itu ke dalam hatinya. Kemudian setelah selesai turunnya wahyu. 3. tidak dinamakan Al Qur’an seperti Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa a. 2. Ketika ia berada di Sidratulmuntaha.a. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi. Wahyu datang kepadanya seperti gemerincingnya loceng.w. Dalam hal ini Nabi s.t. kalam Allah yang diturunkan kepada nabi-nabi selain Nabi Muhammad s.Artinya: • ‘Sesungguhnya mengumpulkan Al Qur’an (didalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggunggan kami. Dengan demikian pula Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.w. 2. kerana itu jika kami telah membacakannya. Bagaimanakah al-Quran itu diwahyukan. Cara inilah yang amat berat dirasakan oleh Nabi. Kemudian dipakai kata "Qur’an" itu untuk Al Quran yang dikenal sekarang ini. Diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit: "Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah. Adapun definisi Al Qur’an ialah: "Kalam Allah s. bila wahyu itu turun ketika beliau sedang mengendarai unta. tidak melihat sesuatu apapun. (lihat surah (42) Asy Syuura ayat (51). barulah beliau kembali seperti biasa". Mengenai hal ini Nabi mengatakan: "Ruhul qudus mewahyukan ke dalam kalbuku". • 4. Aku lihat Rasulullah ketika turunnya wahyu itu seakan-akan diserang oleh demam yang keras dan keringatnya bercucuran seperti permata. Hal ini tersebut dalam Al Qur’an surah (53) An Najm ayat 13 dan 14.w. tidak pula dinamakan Al Qur’an. Hikmah diturunkan al-Quran secara beransur-ansur Al Qur’an diturunkan secara beransur-ansur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 . Kadang-kadang unta beliau terpaksa berhenti dan duduk karena merasa amat berat. hanya beliau merasa bahwa itu sudah berada saja dalam kalbunya. seperti Hadis Qudsi.

Ini tidak dapat dilakukan sekiranya Al Qur’an diturunkan sekaligus. yaitu: • • • mengapakah Al Qur’an tidak diturunkan kepadanya sekaligus Kemudian dijawab di dalam ayat itu sendiri: demikianlah. Di antara ayat-ayat itu ada yang nasikh dan ada yang mansukh. dengan (cara) begitu Kami hendak menetapkan hatimu 5.a. Orang-orang musyrik yang telah menayakan mengapa Al Qur’an tidak diturunkan sekaligus. 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Ayat-ayat Makkiyyah meliputi 19/30 dari isi Al Qur’an terdiri atas 86 surah. Juz 28 seluruhnya Madaniyyah kecuali ayat (60) Mumtahinah. surat Madaniyyah yang merupakan 11/30 dari isi Al Qur’an ayat-ayatnya berjumlah 1. sedang ayat-ayat Madaniyyah meliputi 11/30 dari isi Al Qur’an terdiri atas 28 surah. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya pendek-pendek sedang ayat-ayat Madaniyyah panjang-panjang. 4. 2.780 ayat. Surat Al Anfaal dan surat Asy Syu’araa masing-masing merupakan setengah juz tetapi yang pertama Madaniyyah dengan bilangan ayat sebanyak 75. Di antara ayat-ayat ada yang merupakan jawaban daripada pertanyaan atau penolakan suatu pendapat atau perbuatan. hijrah ke Madinah dinamakan ayat-ayat Madaniyyah. sebagai dikatakan oleh lbnu ‘Abbas r. sebagaimana tersebut dalam Al Qur’an ayat (25) Al Furqaan ayat 32. Turunnya sesuatu ayat sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi akan lebih mengesankan dan lebih berpengaruh di hati.• Ayat-ayat yang diturunkan di Mekah atau sebelum Nabi Muhammad s.w. hijrah ke Madinah dinamakan ayat-ayat Makkiyyah.a. sedang juz 29 ialah Makkiyyah kecuali ayat (76) Addahr.456. (ini menurut pendapat yang mengatakan adanya nasikh dan mansukh). Hikmah Al Qur’an diturunkan secara beransur-ansur itu ialah: 1. Ayat Makkiyah dan ayat Madaniyah • Ditinjau dari segi masa turunnya. Hal ini tidak dapat terlaksana kalau Al Qur’an diturunkan sekaligus. Memudahkan penghafalan. Orang tidak akan melaksanakan suruhan. ayat-ayatnya berjumlah 431.a. sedang yang kedua Makiyyah .tahun. dan larangan sekiranya suruhan dan larangan itu diturunkan sekaligus banyak.a. Ayat-ayat yang diturunkan di Madinah atau sesudah Nabi Muhammad s. Agar lebih mudah difahami dan dilaksanakan. Hal ini disebutkan oleh Bukhari dan riwayat ‘Aisyah r. Perbezaan ayat-ayat Makiyyah dengan ayat-ayat Madaniyyah ialah: 1.w. sesuai dengan permasalahan pada waktu itu. 3. ayat-ayatnya berjumlah 137. maka Al Qur’an itu dibahagi atas dua golongan: 1. sedang ayat Makkiyyah yang merupakan 19/30 dari isi Al Qur’an jumlah ayat-ayatnya 4. 2.

a. • Selain Al Qur’an. surat (20) Thaaha ayat 2. hukum internasional. lmam As Suyuthy dalam kitabnya Al Itqan. Selain dari nama-nama yang tiga itu dan lagi beberapa nama bagi Al Qur’an. "Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya….w. An Nuur. Al Furqaan: "Al Furqaan" artinya: "Pembeda". Nama• ini dikuatkan oleh ayat-ayat yang terdapat dalam surat (17) Al lsraa’ ayat 88. surat (46) Ahqaaf ayat 29. ancaman dan pahala. kepada hamba-Nya. hukum perang. Menurut pengertian ayat-ayat di atas Al Qur’an itu dipakai sebagai nama bagi Kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad s. Ayat-ayat Makkiyyah pada umumnya mengandung hal-hal yang berhubungan dengan keimanan. diantaranya: Al Mubiin. kisah-kisah umat yang terdahulu yang mengandung pengajaran dan budi pekerti. ayat 17 dan 18 sebagaimana tersebut di atas. agar ia menjadi peringatan kepada seluruh alam" 3. surat (15) Al Hijr ayat 87. seperti hukum kemasyarakatan. susunan ayat-ayatnya adalah menurut ketentuan yang ditetapkan dan . surat (56) Al Waaqi’ah ayat 77. Artinya: "Peringatan". Dari nama yang tiga tersebut di atas." Lihat pula surat (6) Al An’aam ayat 114. hukum ketata negaraan. sebagai tersebut dalam surat (25) Al Furqaan ayat 1 yang artinya: "Maha Agung (Allah) yang telah menurunkan Al Furqaan. surat (2) Al Baqarah ayat 85. sebagaimana yang tersebut dalam surat (15) Al Hijr ayat 9 yang artinya: Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan "Adz-Dzikir dan sesungguhnya Kamilah penjaga-nya" (Lihat pula surat (16) An Nahl ayat 44. Dalam ayat-ayat Madaniyyah terdapat perkataan "Ya ayyuhalladzi na aamanu" dan sedikit sekali terdapat perkataan ‘Yaa ayyuhannaas’. sepcrti: 1. sedang dalam ayat ayat Makiyyah adalah sebaliknya. hukum antara agama dan lain-lain. surat (59) Al Hasyr ayat 21 dan surat (76) Addahr ayat 23. yang paling masyhur dan merupakan nama khas ialah "Al Qur’an". baik yang berhubungan dengan hukum adat atau hukum-hukum duniawi. • Arti ini dapat kita lihat dalam surat (75) Al Qiyaamah. 3. ialah "yang membedakan yang benar dan yang batil".• Adz-Dzikir. 2. menyebutkan nama-nama Al Qur’an. Al• Kitab atau Kitaabullah: merupakan synonim dari perkataan Al Qur’an. Allah juga memberi beberapa nama lain bagi Kitab-Nya. sedang Madaniyyah mengandung hukum-hukum. • 2. Nama-nama al-Quran Allah• memberi nama Kitab-Nya dengan Al Qur’an yang berarti "bacaan". nama-namanya dan batas-batas tiap-tiap surat. Al Kalam. sebagaimana tersebut dalam surat (2) Al Baqarah ayat 2 yang artinya. Surah-surah dalam al-Quran • Jumlah surat yang terdapat dalam Al Qur’an ada 114. Al Kariim.dengan ayatnya yang berjumlah 227. surat (27) An Naml ayat 6.

yaitu: 1. seperti: Adhdhuha. 3. Al Maa-idah dan Yunus. Sebagian dari surat-surat Al Qur’an mempunyai satu nama dan sebagian yang lain mempunyai lebih dari satu nama.• ASSAB’UTHTHIWAAL. (8) lbrahim. dsb.diajarkan oleh Rasulullah sendiri (tauqifi). AL MUFASHSHAL. (21) Al Mu’min. Al MIUUN. An Nas. (9) Al Hijr. An Nisaa’. Al MATSAANI. dimaksudkan surat-surat yang berisi kira-kira seratus ayat lebih seperti: Hud. AL Falaq. Al Ikhlas. Banyak pendapat dikemukakan oleh para Ulama’ Tafsir tentang arti dan maksud huruf-huruf hijaaiyyah itu. (18) As Sajdah (19) Yasin. (11) Thaaha. • Surat-surat yang ada dalam Al Qur’an ditinjau dari segi panjang dan pendeknya terbagi atas 4 bagian. sebagaimana yang akan diterangkan dalam muqaddimah tiap-tiap surat. (2) Ali Imran. (23) Asy Syuuraa. Al An’aam. selanjutnya lihat not 10. tujuh surat yang panjang Yaitu: Al Baqarah. halaman 8 (Terjemah) . (4) Yunus. (16) Ar Ruum. Yusuf. 2. (14) Al Qashash. (5) Yusuf. dimaksudkan surat-surat yang berisi kurang sedikit dari seratus ayat seperti: Al Anfaal. • Di dalam Al Qur’an terdapat 29 surat yang dimulai dengan huruf-huruf hijaaiyyah yaitu pada surat-surat: (1)• Al Baqarah. (13) An Naml. 4. Mu’min dsb. dimaksudkan. (20) Shaad. Ali Imran. g. Huruf-huruf Hijaaiyyah yang ada pada permulaan surat. (22) Fushshilat. (3) Al A’raaf. (7) Ar Ra’ad. (24) Az Zukhruf (25) Ad Dukhaan. Al A’raaf. (15) A1’Ankabuut. (10) Maryam. dimaksudkan surat-surat pendek. (28) Qaaf dan (29) Al Qalam (Nuun). (26) Al Jaatsiyah. dinamakan ‘Fawaatihushshuwar’ artinya pembukaan surat-surat. Al Hijr dsb. (12) Asy Syu’araa. (17) Lukman. Huruf-huruf hijaaiyyah yang terdapat pada permulaan tiap-tiap surat tersebut di atas. (27) Al Ahqaaf.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful