Ruang Lingkup Aqidah Islam

dengan satu komentar Aqidah ialah iman atau kepercayaan. Sumbernya yang asasi ialah Al-Qur’an. Imam, ialah segi teoritis yang dituntut pertama-tama dan terdahulu dari segala sesuatu untuk mempercayai dengan suatu keimanan yang tidak boleh dicampuri oleh keragu-raguan dan pengaruh persangkaan. Ia tetapkan dengan positif oleh saling membantunya teks-teks dan ayat-ayat Al-Qur’an, kemudian adanya konsensus kaum Muslimin yang tak pernah berubah, bertolak sejak penyiaran Islam pertama di masa Rasulullah hingga kini. Ayatayat Al-Qur’an tersebut menuntut kepada manusia untuk memiliki kepercayaan itu, yang pula merupakan seruan utama setiap Rasul yang diutus Allah sebagai yang dinyatakan Al-Qur’an dalam pembicaraannya mengenai para Nabi dan Rasul Islam ialah engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Engkau mengerjakan shalat, membayar zakat yang wajib, dan puasa pada bulan Ramadhan. Aqidah adalah masalah fundamental dalam Islam, ia menjadi titik-tolak permulaan muslim. Sebaliknya, tegaknya aktivitas keislaman dalam hidup dan kehidupan seseorang itulah yang dapat menerangkan bahwa orang itu memiliki aqidah atau menunjukkan kualitas iman yang ia miliki. Masalahnya karena iman itu bersegi teoritis dan ideal yang hanya dapat diketahui dengan bukti lahiriah dalam hidup dan kehidupan sehari-hari. Manusia hidup atas dasar kepercayaannya. Tinggi rendah-nya nilai kepercayaan memberikan corak kepada kehidupan. Atau dengan kata lain, tinggi rendahnya nilai kehidupan manusia tergantung kepada kepercayaan yang dimilikinya. Sebab itulah kehidupan pertama dalam Islam dimulai dengan iman. Selain manusia harus memiliki kepercayaan yang benar, kepercayaan (iman) itu sendiri sangat perlu bagi manusia dalam hidupnya. Kepercayaan merupakan pelita hidup, tanah tempat berpijak dan tali tempat bergantung. Banyak manusia yang kehilangan tujuan hidup menjadi sesat karena ketiadaan iman. Sumber: Buku KULIAH AQIDAH ISLAM (Drs Yunahar Ilyas Lc, LPPI UMY) Bab 1 PENDAHULUAN PENGERTIAN AQIDAH
1. Etimologis : Aqada-ya’qidu-‘aqdan-‘aqidatan

Aqdan = Simpul, ikatan, perjanjian dan kokoh Setelah terbentuk menjadi ‘AQIDAH berarti KENYAKINAN

menjadi kenyakinan yang tidak bercampur sedikit pun dengan keragu-raguan” Abu Bakar Jabir Al Jazairy: “Aqidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum oleh manusia berdasarkan akal. .‘Aqdan-‘Aqidah adalah KENYAKINAN ITU TERSIMPUL DENGAN KOKOH DI DALAM HATI. TERMINOLOGIS: Hasan Al Bana : “Aqa’id adalah beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati(mu). wahyu. indra untuk mencari kebenaran. dan nazhari (perlu dalil dan pembuktian) Setiap manusia memiliki fitrah mengakui kebenaran (bertuhan). Ghalabatuz Zhan (Cenderung lebih menguatkan salah satu karena sudah menyakini tingkat kebenarannya). setiap manusia memiliki fitrah bertuhan. mendatangkan ketentraman jiwa. dan fitrah. 2. dgn indra dan akal dia bisa membuktikan adanya TUHAN. Keyakinan yang sudah sampai ke tingkat ilmu inilah yang disebut AQIDAH. dhahuri (dihasilkan oleh indra. tidak memerlukan dalil). Tentang TUHAN. (Kebenaran) itu dipatrikan (oleh manusia) didalam hati (serta) diyakini kesahihan dan keberadaannya (secara pasti) dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan denga kebenaran itu” Catatan: Ilmu ada dua. tetapi wahyulah yang menunjukkan kepadanya siapa Tuhan yang Sebenarnya. Tingkat kenyakinan : Syak (sama kuat antara membenarkan dan menolaknnya Zhan (Salah satu lebih kuat sedikit dari yang lainnya karena ada DALIL yang menguatkan. akal untuk menguji kebenaran dan memerlukan wahyu untuk menjadi pedoman menentukan mana yang benar dan mana yang tidak. Kenyakinan tidak boleh bercampur sedikitpun dengan keraguan. BERSIFAT MENGIKAT DAN MENGANDUNG PERJANJIAN.

Merupakan tema sentral aqidah dan iman. Mengesakan Allah. dia harus menolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu. tapi hal itu tidak mendatangkan ketenangan jiwa. Bila sesorang SUDAH menyakini suatu kebenaran. Pokok-pokok agama. Allah) seperti wujud Allah. artinya sesorang tidak akan bisa menyakini sekaligus dua hal yang bertentangan.Aqidah harus mendatangkan ketentraman jiwa. Aqidah. aqidah hanyalah bagian dalam (aspek hati) dari iman. mu’jizat. sbab iman menyangkut aspek dalam (Kenyakinan) dan aspek luar (Pengakuan Lisan dan pembuktian dengan amal) . dan yang semakna dengan ilmu aqidah yaitu Ushuluddin. Pembahasan tentang segala yang berhubungan dengan Ilah (Tuhan. Berhubungan dengan Nabi dan Rasul (Kitab-kitab Allah. Ushuluddin. haqqul yakin dst) BEBERAPA ISTILAH LAIN DALAM AQIDAH Ada beberapa istilah lain yang semakna dgn istilah aqidah. yaitu Iman dan Tauhid. Seseorang bisa saja secara lahir menyakini sesuatu. Kalam =berbicara/pembicaraan Fikh Akbar. Tingkat kenyakinan (aqidah) seseorang tergantung kepada tingkat pemahaman terhadap dalil : (yakin. Iman Ada yang menyamakan iman dengan aqidah dan ada yang membedakan. Bagi yang membedakan. ilmu kalam dan Fikh Akbar. karena dia harus melaksanakan sesuatu yang berlawanan dengan kenyakinannnya. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN AQIDAH Sistematika Hasan Al Banna: Ilahiyat. Imam dan Tauhid disebut juga Ushuluddin karena ajaran aqidah merupakan pokok ajaran agama islam Ilmu Kalam. Karamah dll) . nama-nama dan sifat-sifat Allah dll Nubuwat.

tanda-tanda kiamat. berkaitan dengan alam metafisik seperti Malaikat. Seseorang yang memiliki aqidah yang kuat. tapi hanya berfungsi memahami nashnash yang terdapat dalam kedua sumber tersebut. Iblis. Jin. Sistematika Arkanul Iman: Iman kepada Allah Iman Kepada Malaikat Iman kepada Kitab-kitab Allah Iman kepada Nabi dan Rasul Iman Kepada Hari Akhir Iman kepada Taqdir Allah SUMBER AQIDAH ISLAM. pasti akan melaksanakan ibadah dengan tertib. Membahas segala sesuatu yang hanya bisa diketahui lewat Sam’I (dalil naqli berupa Al Quran dan Sunnah) seperti alam barzkah. fondasi. Syaithan dsb Sam’iyyat. Ibadah seseorang tidak akan diterima Allah jika tidak dilandasi dengan aqidah. Akal tidak akan mampu menjangkau hal-hal yang ghaib FUNGSI AQIDAH Aqidah adalah Dasar. Akal Pikiran tidak menjadi sumber aqidah.Ruhaniyat. Surga-Neraka dsb. akhirat dan Azab Kubur. Quran dan Sunnah Apa saja yang disampaikan oleh Allah dalam Al Quran dan Oleh Rasulullah dalam Sunnahnya wajib diimani (diyakini dan diamalkan). memiliki akhlak yang mulia dan bermu’amalat dengan baik. .

.Sesorang tidak akan dinamai berahklak mulia bila tidak memiliki aqidah yang benar Seseorang bisa saja merekayasa untuk terhindar dari kewajiban formal. ITULAH SEBABNYA RASULULLAH SELAMA 13 TAHUN PERIODE MEKAH MEMUSATKAN DAKWAHNYA UNTUK MEMBANGUN AQIDAH YANG BENAR DAN KOKOH. misalnya zakat. tapi Allah tidak akam memberi nilai kalau tidak dilandasi dengan aqidah yang benar (iman). tapi dia tidak akan bisa menghindar dari aqidah Atau seseorang bisa saja berpura-pura melaksanakan ajaran formal islam. SEHINGGA BANGUNAN ISLAM DENGAN MUDAH BISA BERDIRI DI PERIODE MADINAH DAN BANGUNAN INI AKAN BERTAHAN TERUS SAMPAI AKHIR KIAMAT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful