P. 1
Golongan Gas Mulia

Golongan Gas Mulia

|Views: 728|Likes:
Published by Yudha Pratama

More info:

Published by: Yudha Pratama on Nov 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2012

pdf

text

original

Golongan Gas Mulia Golongan gas mulia terdiri atas helium (He), neon (Ne), argon (Ar), kripton (Kr), dan xenon (Xe).

Gas mulia memiliki konfigurasi elektron yang penuh. Oleh karena itu, unsur gas mulia stabil. a.sifat Fisika 1.tidak Berwarna, tidak berbau, tidak berasa, sedikit larut dalam air. 2.Mempunyai elektron valensi 8, dan khusus untuk Helium elektron valensinya 2, maka gas mulia bersifat kekal dan diberi valensi nol. 3.Molekul-molekulnya terdiri atas satu atom (monoatom). Setiap sifat tertentu dari unsur ini berubah secara teratur. Unsur gas mulia memiliki titik leleh dan titik didih yang rendah serta kalor penguapan yang rendah. Hal ini menunjukan bahwa terdapat ikatan Van der Waals yang sangat lemah antaratom. Helium adalah zat yang mempunyai titik didih yang paling rendah. Perhatikan sifat-sifat fisika gas mulia pada tabel berikut.

b. Sifat Kimia Pada tahun 1962, Neil Bartlett berhasil membuat sebuah senyawaan stabil yang dianggap sebagai XePtF6. Hal ini tentu menggemparkan, karena telah lama dikenal bahwa unsur golongan VIIIA bersifat inert. Setelah ini, tidak lama kemudian ahli riset lainnya menunjukkan bahwa xenon dapat bereaksi langsung dengan fluor membentuk senyawaan biner seperti XeF2, XeF4, dan XeF6. Adapun bentuk senyawa-senyawa dari unsur xenon dengan bilangan oksidasinya adalah seperti berikut. 1) Bilangan Oksidasi +2 Kripton dan xenon dapat membentuk KrF2 dan XeF2 jika kedua unsur ini diradiasi dengan uap raksa dalam fluor. Xe(II) dapat bereaksi selanjutnya menjadi XeF4 jika suhu dinaikkan. Adapun XeF2 dapat terbentuk jika xenon padat direaksikan dengan difluoroksida pada suhu -120 °C.

com http://www.scribd. Adapun kripton bereaksi dengan fluor hanya jika keduanya disinari atau melepaskan muatan listrik. neon atau argon. Senyawa ini bereaksi dengan silika membentuk senyawa oksi gas mulia yang paling stabil. XeF4 mempunyai struktur bujur sangkar dengan hibridisasi d2sp3 pada suhu 400 °C. 4) Bilangan Oksidasi +8 Xe(IV) dapat dioksidasi menjadi Xe(VIII) oleh ozon dalam larutan basa. 3) Bilangan Oksidasi +6 Hanya xenon yang dapat membentuk XeF6. Xe(VIII) hanya stabil dalam larutan. Senyawa ini dibuat dengan memanaskan campuran kedua unsur ini dengan komposisi Xe : F2 = 1 : 20 pada suhu 300 °C dan tekanan 50 atm. XeF6 dapat mengalami hidrolisis membentuk xenon(VI) oksida.com . dan menggunakan nikel sebagai katalis.XeF2 dan KrF2 berbentuk molekul linier dengan hibdridisasi sp3d. Pada suhu kamar XeOF4 berbentuk cairan tidak berwarna. Selain senyawa xenon. telah berhasil dibuat kripton fluorida. Xenon(VI) fluorida mempunyai bentuk oktahendral (distorted). Radon bereaksi spontan dengan fluor pada suhu kamar. KrF2 dan radon fluorida. 2) Bilangan Oksidasi + 4 Xenon(IV) fluorida dapat dibuat dengan memanaskan campuran xenon dan fluor dengan komposisi 1 : 5 pada tekanan 6 atm. RnF2. Akan tetapi belum dilaporkan adanya senyawa helium. http://gurumuda. Pada suhu kamar berbentuk kristal berwarna dan memiliki titik leleh 48 °C. dengan reaksi seperti berikut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->