P. 1
Linguistik Umum

Linguistik Umum

|Views: 3,071|Likes:
Published by Nick Coo Fahady

More info:

Published by: Nick Coo Fahady on Nov 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2013

pdf

text

original

Linguistik Umum

1. Pengertian Bahasa Bahasa adalah sistem lambang bunyi oral yang arbitrer yang digunakan oleh sekelompok manusia (masyarakat) sebagai alat komunikasi. Bahasa juga merupakan bagian dari kebudayaan yang diperoleh manusia untuk mengkomunikasikan makna. Bahasa bekerja dalam cara yang teratur dan sistematis. Pada dasarnya bahasa adalah lisan, dan simbol-simbol oral itu mewakili makna karena simbolsimbol itu dihubungkan dengan situasi dan pengalaman kehidupan. Bahasa memiliki fungsi sosial, dan tanpa fungsi itu masyarakat mungkin tidak ada.

2. Karakteristik Bahasa 1. Oral. Pada hakikatnya bahasa adalah lisan atau oral, yang mana ada kalanya tidak bisa diungkapkan secara sempurna dengan tulisan. 2. Sistematis, Sistemis, dan Komplit. Sistematis berarti bahasa mempunyai aturan, kaidah, atau dapat diartikan mempunyai jumlah yang terbatas untuk bisa dikombinasikan. Sistemis berarti bahasa bekerja dalam sebuah sistem dan sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku. Dan yang dimaksud komplit yaitu, dengan bahasa kita dapat mengungkapkan segala hal walaupun tentang sesuatu yang belum kita ketahui. 3. Arbitrer dan Simbolis. Arbitrer artinya, bahasa yang kita gunakan tidak selalu logis atau punya alasan tertentu, sifat ini hanya berlaku dalam masyarakat bahasa dalam bentuk kesepakatan atau konvensi. Sifat simbolis yang dimiliki bahasa dapat mengabstraksikan ide-ide dan pengalaman, meskipun kita belum pernah mengalaminya secara langsung.

4. Konvensional, berdasarkan kesepakatan tetapi bukan kesepakatan melalui rapat, dan pemakai bahasa harus tunduk pada kesepakatan itu. Karena jika tidak, maka bahasa tersebut tidak akan komunikatif. 5. Unik dan Universal. Dalam beberapa bahasa tertentu ciri yang unik, namun tetap mempunyai ciri yang universal atau umum sebagaimana pada bahasa lainnya. 6. Beragam. Bahasa tidaklah monolitik tapi mempunyai ragam yang bermacammacan tergantung pada dasar klasifikasinya. Berdasarkan kebakuannya, bahasa dikategorikan menjadi dua, yaitu: ragam baku dan ragam subbaku. Berdasarkan formalitas pemakaiannyadigolongkan menjadi lima ragam, yaitu: ragam beku, ragam resmi, ragam usaha, ragam santai, dan ragam akrab. 7. Berkembang. Seirng dengan berkembangnya teknologi maka bahasa pun ikut berkembang dengan menggunakan kata-kata yang berasal dari bahasa asing. 8. Produktif dan Kreatif. Karakter ini tergantung pada pemakainya. Pemakai bahsa dengan pola-pola dan lambing-lambang yang terbatas dapat mengkreasikan halhal baru melalui bahasa. 9. Merupakan Fenomena Sosial. Bahasa merefleksikan kebudayaan masyarakat pemakainya, karena bahasa merupakan bagian dari sistem nilai, kebiasaan dan keyakinan yang kompleks dalam membentuk suatu kebudayaan. 10. Bersifat Insani. Hanya manusia yang mempunyai kemampuan berbahasa. Bahasa juga merupakan suatu aspek perilaku yang bisa dipelajari oleh manusia.

3. Satuan-Satuan Bahasa Satuan bahasa (linguistic unit) merupakan bentuk-bentuk lingual yang merupakan komponen pembentuk bahasa yang hanya mengacu pada unsur atau komponen bahasa. Jadi, harus disadari bahwa ada bentuk lingual dan nonlingual. Adapun wujud satuan bahaa adalah sebagai berikut:

Lutut terdiri atas l/u/t. 4.dan lihat. kata melihat terdiri dari morfem me. 7. Kridalaksana mengartikan wacana sebagai tujuan bahasa terlengkap. Contoh fon: Panci. diucapkan dan didengar. Paragraf. Klausa bukanlah kalimat dan diakhiri dengan titik tiga («). Misalnya. dengan pengertian bahwa subjek adalah tentang apa yang dikatakan dan predikat adalah apa yang dikatakan tentang subjek. Sedangkan fonem adalah abstraksi dari fon. terdiri atas p/a/n/c/i. Wacana ada yang berbentuk lisan dan tulisan. 5. Satuan gramatikal unsure pembentuk kalimat yang berstruktur predikatif. 8. Fungsi personal. Terbentuk dari sejumlah kalimat. Satuan grmatikal yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak terdiri atas subjek dan objek. Morf terdapat dalam pelaksanaan bahasa. Jumlah kalimat dan paragraf juga bermacam-macam. tapi lebih besar dari gugus kalimat. . dapat diidentifikasi. Satuan bahasa yang terbentuk dari satu morfem atau lebih. 9.dan be-. Kalimat. Fungsi Bahasa Berikut adalah beberapa fungsi bahasa: 1. Klausa. Contoh: bekerja dan berjalan mempunyai bentuk awalan yang berbeda. Kata. yaitu ber. Kata aku terdiri dari satu morfem. Frase. Wacana adalah satuan kalimat yang paling besar. Fon dan Fonem. 2. Gugus Kalimat. Fon merupakan satuan bahasa yang bersifat konkret. 4. Satuan-satuan bahasa yang lebih kecil dari paragraf. Contoh: dia telah berjalan« 6. kaki meja kayu. Contoh: kaki saya. untuk menyatakan diri. Wacana. dapat didengar dan diucapkan. Ujaran yang berisi pikiran lengkap yang tersusun dari subjek dan predikat. 3. Morf dan Morfem. Namun keduanya tetap memiliki makna yang sama.1. karena gugus itu berada dalam paragraph. Sedangkan morfem bersifat abstrak.

Fungsi fatik (phatic). 3. 4. untuk mengatur orang lain. Fungsi direktif. Langue adalah sistem bahasa yang dipakai untuk mengungkapkan gagasan. manusia primitif dihadapkan pada kebutuhan untuk saling memahami antara satu dengan yang lainnya. 6. 2. Bersumber dari Tuhan. dan lain sebagainya. untuk nenciptakan sesuatu dengan berimajinasi. . Sebagaimana yang tersurat dalam Al-Quran (Ar-Rum: 22). Teori isyarat. Teori interjeksi. 1. 4. Fungsi referensial. Langue dan Parole. 5. Teori ekoik (gema). Fungsi imajinatif. rasa sakit. manusia bersuara secara instingtif karena tekanan batin. Teori tekanan sosial. untuk berbasa-basi. Teori Asal Mula Bahasa Para ahli bahasa mempunyai pendapat yang berbeda-beda tentng asal mula bahasa itu. antara lain adalah sebagai berikut: 1. benda. Injil (Kejadian 2:19). 5. Pilihan Dikotomis Bahasa Bahasa sebagai objek kajian linguistik lazim dikaji secara dikotomis. dan lain sebagainya) dengan menggunakan lambang bahasa. 6. dan Weda. bahasa pertama kali dilakukan dengan isyarat. 3. Fungsi interpersonal. untuk menyatakan hubungan dengan orang lain. objek diberi nama sesuai dengan bunyi yang dihasilkan.2. 5. untuk menampilkan suatu referen (kabar. sedangkan parole adalah wujud bahasa seseorang (tiap orang berbeda).

4. . Contoh : tetangga adik teman saya adik teman tetangga saya b-a-t-u pagi-tadi b-a-u-t tadi-pagi dan lain sebagainya. Relasi paradigmatis. 2. Unsur yang tidak hadir ini adalah unsur yang diasosiasikan (inabsentia). Parole bersifat perorangan. Parole bersifat sesaat dan langue berada dalam keseluruhan kesan yang tersimpan dalam otak setiap anggota masyarakat. Petanda dan penanda. 2. relasi horizontal atau relasi antarunsur bahasa yang hadir dalam satu tuturan. Relasi sintagmatis dan relasi paradigmatis Relasi sintagmatis. petanda adalah konsep. sedangkan penanda yaitu ciri akuistik atau bunyi ujar. Contoh : Ali mencium ibu s-a-r-i Ali menggandeng ibu c-a-r-i t-a-r-I. 3. di dalamnya tidak terdapat sistem bahasa yang utuh. relasi antarunsur dalam tuturan dan unsur yang tidak hadir dalam tuturan. Langue adalah abstraksi dari parole. sedangkan langue terbatas. dan lain sebagainya.Perbedaan antara langue dan parole: 1. Parole jumlahnya tak terbatas. disebut juga relasi inpraesentia. 3.

Karakteristik ilmu yaitu. Yang dimaksud ilmiah adalah pengetahuan yang didapat melalui metodwe ilmiah. deduktif. empiris. 2. Kompetensi dan Performansi Kompetensi.4. logis. induktif. dan akumulatif (semakin bertambah atau berkembang). Ciri khusus dari kajian bahasa ini adalah: 1. Selain bahasa dikaji secara dikotomis. pelaksanaan bahasa. sistematis. 3. Bahasa disikapi sebagai sistem dan bukan sesuatu yang lepas. pengetahuan seseorang tentang sistem bahasa. berbentuk abstrak. Bahasa diperlukan sebagaisuatu yang dinamis. Dasar-Dasar Fonologi . dan melalui proses belajar. kajian bahasa juga digunakan untuk kajian ilmiah. apa adanya. Ada pun berbagai macam dari metode ilmiah itu sendiri seperti. tak bisa dilihat dan didengar. bukan secara prespiktif. Struktur lahir. Performansi. bisa didengar atau dibaca. bahasa yang tampak. dan logikahipotetiko-verifikatif. 5. gagasan yang mendasari kalimat. Struktur batin dan struktur lahir Struktur batin. bersifat kumulatif. Tidak berusaha memaksakan satu kerangka bahasa ke dalam bahasa lain. 4. 7. Bahasa didekati secara deskriptif. objektif.

FONETIK : kajian fon.  Jenis vokal  Posisi bibir   Vokal bundar : o. berada dalam tataran langue. yaitu: y y y Fonetik artikulatoris : bagaimana bunyi dihasilkan oleh alat ucap manusia. Ada tiga macam fonetik. Contoh: /i/-/u/: kami-kamu. dan sistem pengucapan (di mulut). di glottal (hidung / yang menghasilkan bunyi sengal). [u]. Prosedur penghasil bunyi o Alat wicara. [U]. [I]. o Jenis bunyi  Vokal. terdiri atas sisten pernafasan (di rongga dada). Contoh: /i/. FONEM : abstraksi bunyi atau bunyi yang membedakan makna. [k]. [U]. [u]. sistem pembunyian (di tenggorokan). Fonetik akustis : arus bunyi keluar dari rongga mulut berupa gelombang bunyi. ALOFON : anggota dari fonem yang sama. /u/. dan lain-lain. Fonetik artikulatoris : bagaimana bunyi diterima indra pendengar dan syaraf pendengar. [I]. [Ø]. [e]. a Vokal rata : i. o Aliran udara. u  Tinggi rendahnya lidah . yaitu di paru-paru. u.Konsep dasar FON : realisasi bunyi atau wujud bunyi. Fon berada dalam tataran parole Contoh: [i]. bunyi bahasa yang ditandai dengan udara dari paru-paru tidak mendapat hambatan berarti. [?]. dan di langit-langit lunak. [i]. /c/-/t/: cari-tari.

bunyi bahasa yang ditandai dengan udara dari paru-paru mendapat hambatan. [praktik]  Fonotaktik. e (dekat dengan alveolum) Vokal tengah : e (pepet. laminoalveolar. [surau]  Gugus konsonan (Cluster). Contoh: ma-kan (dua suku kata). Contoh: i-bu (v-kv). . laminopalatal. dan glotal. lidah rata) Vokal belakang : u. labiodental. ka-sur (kv-kvk)  Konsonan.    Vokal depan : i. Jenis konsonan:  Berdasarkan artikulator (alat ucap yang dapat digerakan) atau titik artikulasi. faringal. yaitu: bilabial. Contoh: [balai]. lebih mundur lagi) Vokal bawah : a (jauh dari alveolum) Peta Vokal Depan Atas Tengah Bawah i e Pusat e (pepet) Belakang u o a  Diftong : vokal yang berubah kualitasnya.a (belakang lidah dinaikan) Maju mundurnya lidah    Vokal atas : i. dua atau lebih deret konsonan yang tergolong dalam satu suku kata. e (ujung lidah dinaikan) Vokal pusat : e (pepet. caramerangkai fonem untuk membentuk satuan fonologis. o. apikodental.

Berdasarkan ada tidaknya hambatan udara 3. g Konsonan tidak bersuara : s. Bunyi nasal. [i] 1. bunyi yang dihasilkan dengan udara tanpa hambatan. Bunyi vokal. Berdasarkan jenis hambatan . m. t. Bunyi konsonan. Berdasarkan macam-macam halangan udara yang dijumpai:      Konsonan hanbat : stop Konsonan frikatif : gesek Konsonan spiran : sengauan Konsonan likwida : luncur Konsonan trill : getar  Berdasarkan turut tidaknya pita suara bergetar   Konsonan bersuara : z. f. o. [c] 3. [d] 2. Contoh: [b]. Bunyi oral. Contoh: [a]. k  Berdasarkan jalan keluarnya   Konsonan hidung (nasal) Konsonan mulut (oral) Klasifikasi bunyi dan cara menghasilkannya 1. bunyi Yang dihasilkan dengan udara lewat rongga mulut. bunyi yang dihasilkan dengan udara mengalami hambatan. [n] 2. Contoh: [m]. l. bunyi yang dihasilkan dengan udara lewat rongga hidung. Berdasarkan ronga yang dilewati udara 1. Contoh: [p].

[j] 8. Contoh: [w]. bunyi yang dihasilkan dengan cara udara tergetar di dalam mulut yang disebabkan oleh getaran lidah. Contoh: [c]. [s] 7. Contoh: [p]. Bunyi semi vokal atau luncur. bunyi yang dihasilkan dengan udara yang tidak terhenti sama sekali dan juga tidak mengalami geseran. bunyi yang dihasilkan dengan udara meluncur (bukannya tanpa hambatan sama sekali). Bunyi lateral atau samping. bunyi yang dihasilkan dengan udara melalui sisi lidah yang menghalangi keluarnya udara. bunyi yang dihasilkan dengan udara besar sehingga pita suara mengalami getaran besar. Bunyi afrikat atau paduan. . Bunyi geser atau frikatif. Berdasarkan besar kecilnya getaran pita suara dan besarnya udara yang keluar dari paruparu. Bunyi bersuara. Bunyi stop atau bunyi letus. 4. Contoh: [f]. 11. Contoh: [r] 10.5. [b] 6. [y]. bunyi yang dihasilkan dengan udara terhenti sama sekali dan dilepaskan dengan tiba-tiba. bunyi yang dihasilkan dengan udara yang mengalami geseran. Bunyi getar. Contoh: [l] 9.

berdasarkan alat ucap yang menghasilkannya. Bunyi apikodental. sehingga pita tidak mengalami getaran besar. maka bunyi yang dihasilkan adalah bunyi retrofleks. bunyi yang dihasilkan bibir bawah dan gigi atas. bunyi yang dihasilkan gigi atas dan bawah serta ujung lidah. 5. Contoh: [p]. [g]. bunyi yang dihasilkan oleh daun lidah (lamina) dan pangkal gigi (alveolum). . Contoh: [t]. 17. 16. Bunyi labiodental. 14. Bunyi labial. bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah dan langit-langit keras. Contoh: [n]. Contoh: [d]. [c]. Bunyi tak bersuara. Bunyi apikoalveolar. 18. Bunyi laminoalveolar. Bila ujung lidah itu membalik ke arah belakang.Contoh: [b]. bunyi yang dihasilkan bibir atas dan bawah. bunyi yang dihasilkan dengan udara kecil. [p]. Bunyi apikopalatal. Contoh: [w]. 12. Contoh: [f] 15. bunyi yang dihasilkan oleh ujung lidah dan pangkal gigi (alveolum). 13.

bunyi yang dihasilkan oleh belakang lidah dan anak tekak (uvula). Contoh: [h]. 22. Bunyi glotal.Contoh: [s]. Bunyi dorsovelar. bunyi yang dihasilkan oleh punggung lidah (dorsum) dan langit-langit lunak (velum). [g]. LABIAL DENTAL PLATAL VELAR GLOTAL ts Hambatan bs ts b f d 0s j S g x h p t c k . 20. bunyi yang dihasilkan oleh lamina dan langit-langit keras. Bunyi uvula. Bunyi laminopalatal. Contoh: [k]. bunyi yang dihasilkan atau yang proses penghasilannya berada di dalam rongga faring. 21. Contoh: [µ]. Contoh: [c]. bunyi yang dihasilkan oleh pita suara dalam rongga antara kedua pita itu yang disebut glotis. 19. Contoh: [q]. [j]. 23. Bunyi faringal.

Geser bs Nasal Lateral Getar w m l r z n z n L R y n L bilabial STOP AFFRICATE NASAL LATERAL FRICATIVE SEMI-VOWEL w m p. g d Glottal n I f. z r h Semi vokal geleta r gesera n sampinga n senga u padua n letupa n Jenis konsonan Tempat artikulasi W W v m pb Bilabial Inbiodental Apiko- . v o s. d Post Alveolar Palatal Velar k. b Labiodental Dental Alveoar t.

diucapkan. diujarkan. Morfologi Morf : bentuk atau wujud yang bisa didengar. Contoh: membakar bakar dibakar menyapu sapu disapu . Alomorf : sejumlah morf yang menjadi anggota dari morfem yang sama. Morf ada pada tataran parole. Morfem : abstraksi dari morf.dental r l n td Apikoalveolar Apikopalatal (retrofleks ) Laminoalveolar n td td kg r (R) h ? Mediolaminal Dorsovelar Uvular Faringal Hamzah r td sz J 8.

 Morfem polyfonemis. Morfologi dikaji untuk mengklasifikasi atau membeda-bedakan setiap jenis dan macam bahasa. Contoh : ˆ makan (aktif) Morfem bermakna leksikal. morfem yang terdiri dari satu fonem Contoh : asusila-a (tidak).  Morfem bebas. {-an}. morfem yang dapat berdiri sendiri.   Morfem kosong (zero morfem). dan lain-lain. irasional-I (tidak).  Morfem segmental. Contoh: {di-}. {me-}. morfem yang terdiri dari lebih dari satu fonem. morfem yang bisa dilafalkan. morfem yang harus digabung atau dirangkai dengan morfem lain. artinyabisa ada. {juang}. {-kan}. walaupun tanpa harus digabung. Jenis-jenis morfem  Morfem terikat. karena tidak dapat berdiri sendiri. Contoh : {di-}. bisa tidak. Contoh :{pulang}. {cubit}  Morfem monofonemis. Contoh : {di-}-d+i . morfem yang mempunyai makna kamus. Contoh: {juli} (bulan ketujuh tahun masehi)  Morfem tidak bermakna leksikal. dan lain-lain. diujarkan dengan morfem ujaran. yaitu me(nasal) / me(N).mencubit cubit dicubit menggulai gulai digulai melarang larang dilarang Semua imbuhan yang bergaris bawa adalah anggota dari morfem yang sama. dan lain-lain. morfem yang tidak mempunyai makna dalam kamus.

merah. Contoh : ibu. seperti pada bahasa cina. terdiri atas morfem lari. morfem yang terbelah dan dapat disispi. Morfem suprasegmental. Contoh : gerigiasal katanya gigi dan dapat imbuhan ±er di dalamya. dan R Beberapa jenis proses morfologi: 1. Contoh : berlari-lari. Reduplukasi : pengulangan Contoh : rumah-rumah = rumah. morfem yang berintonasi (memiliki lagu-lagu). Suplisi : perubahan morfem berdasarkan waktu (seperti dalam bahasa inggris misalnya) . R 3.  Morfem utuh. Proses Morfologi Proses morfologi: proses penggabungan morfem menjadi kata. ber-. morfem yang tidak bisa dibelah dan tidak pernah disispi. 9. Biasanya terdapat pada bahasa yang menggunakan tone language / bahasa bunyi. ayah (tidak pernah disisipi)  Morfem terbelah. R Kemerah-merahan = ke-an. gemetar-asal katanya getar dan dapat imbuhan-em di dalamnya. Afiksasi : penambahan afiks atau imbuhan Contoh : di + makan = prefiks makan + an = sufiks gemetar = getar + em = infiks ke + ada + an = ada + ke-an = konfiks 2.

Yang dimaksud dengan kata tugas adalah kata yang mempunyai makna gramatikal dan hanya bisa hidup hanya dalam kalimat yang gramatis. Modifikasi : berubah tapi kosong Contoh : cut-cut. Obyek kajian sintaksis  Frase. dari. Klausa bersifat abstrak. Contoh : saya makan (diawali dengan huruf kecil. . dan tanda tanya). sakit 10.  Klausa. Ø makan. tidak berwujud dan tidak dapat didengar. dan lain-lain. tidak diberi intonasi akhir berupa titik. ke. dan kata tugas. Contoh : rumah sakit = rumah. mencuci. put-put. kelompok kata yang membangun hubungan predikatif yang berpotensi menjadi kalimat jika diberi intinasi akhir atau final. dan. Alat sintaksis adalah urutan kata (dalam bahasa latin tidak digunakan). tanda seru.Contoh : go ± went (pergi) good ± best (baik) 4. Dasar-Dasar Sintaksis Sintaksis adalah penyusunan kata menjadi kalimat yang gramatikal. kelompok kata yang tidak membentuk hubungan predikatif dan tidak melebihi batas fungsi. memukul. menjahit. intonasi. yang. Contoh : di. Komposisi : kemajemukan atau bergabungnya dua morfim dan menimbulkan makna baru. 5. bentuk kata. Contoh : gedung baru itu(S) bagus(P) sekali.

penderita) dimakan(P) Ali(O). Contoh : rumah sakit. o Makna idiomatik.  Analisis peran. contoh : Ali(S) makan(P) mie(O) ± Mie(S. Contoh : tikus (koruptor).  Konotatif.  Denotatif. semaino berarti menandai atau berarti. adik makan (diterima karena human).  Analisis kategori. Contoh : tikus (hewan). . Mengkaji perubahan makna. narapidana. Contoh : keluar! (termasuk dalam kalimat walaupun hanya terdiri dari satu kata. sema berarti tanda. 11. jangkauan semantik meliputi seluruh aspek lunguistik kecuali fonologi.  Analisis fungsi. makna perluasan yang menunjukkan pada sesuatu yang lain. ujaran yang diapit oleh dua kesenyapan sedanglan intonasinya menunjukan bahwa ujaran tersebut telah selesai. Contoh : kuda tertawa (kalimat tersebut tidak dapat diterima karena kuda adalah non human). o Makna leksikal. Semantik Berasal dari bahasa latin. makna referensial atau makna yang sesungguhnya. kata-kata yang disusun menjadi makna yang berlainan. Analisis kalimat. Contoh : Ali(S) makan(P) mie(O). karena mempunyai intonasi akhir. melihat kedudukan kata ini dengan kata lain. Jenis makna. mengelompokkan kata-kata yang ada dalam kalimat berdasarkan bentuk dari perilaku kata-kata itu. Kalimat.

sinonim. Contoh : Pak Joni membeli mobil baru. sitaksis. 2. tetapi (3) sudah lepas. dan topik. Kajian bahasa meliputi fonologi. 3. Penanda koherensi. (1) dan (2) masih berhubungan. perubahan makna jelek menjadi baik. Contoh : 1. Contoh : Aduh cantiknya! (kalimat tersebut akan menimbulkan reaksi yang berbeda jika diucapkan pada gadis usia 17 tahun dengan nenek yang berusia 80 tahun). 12. Contoh : 1. . Matahari Jakarta serasa di ubun-ubun. tempat. sistematis antara hubungan wacana. Pak Joni membeli mobil baru. wacana-pendekatan pragmatis (bahasa dan konteks). Penanda kohesi. Contoh : pelacur-WTS. o Hubungan antarmakna Hiponim. mazda itu berwarna merah. tekstur ini adalah hubungan yang logis. situasi. Konteks dari wacana ini adalah berupa waktu. morfologi.o Makna peyoratif. antonim. Mazda itu berwarna merah. PSK. meronim. kondisi. tekstur juga menjadi kajian dari wacana. dan semantik. Merah adalah warna favorit remaja sekarang. Wacana Bergantung pada ciri konteks atau situasinya.

.2. Ratusan pemuda bergoyang dalam irama jazz. membangun koherensi dengan syarat pembaca harus membayangkan mengenai maksud daru dua kalimat tersebut (ada konser musik jazz saat cuaca panas dan para penontonnya bergoyang).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->