BAB I PENDAHULUAN

Panca Sradha adalah Merupakan dasar keyakinan umat Hindu yang selalu menjiwai setiap prilaku sehari-hari sekaligus sebagai cerminan manusia dalam menempuh kehidupan beragama.

Segala Prilaku yang dijiwai oleh suatu keyakinan yang sunguh-sungguh biasanya menibulkan pengaruh Positif di lingkungannya, oleh karena itu keyakinan adalah suatu yang sangat dibutuhkan oleh kehidupan manusia. Hidup tanpa keyakinan ibarat berjalan dengan memejamkan mata yang bermuara pada kehidupan yang tidak menentu dan tanpa tujuan yang pasti.

Percaya dengan adanya Moksa(Moksa Sraddha).Panca Sradha. Percaya dengan adanya Hukum Karma Phala(Karmaphala Sraddha). Ada lima macam keyakinan dalam Agama Hindu yang disebut dengan “Panca Sradha”. Percaya dengan adanya Punarbhawa/Samsara(Punarbhawa Sraddha). yang berarti lima macam keyakinan/ kepercayaan atau keimanan yang harus dipedomani oleh setiap umat hindu dalam kehidupan sehari hari Panca Sradha tersebut terdiri dari : 1. 4. 2. PENJELASAN MASING – MASING BAGIAN PANCA SRADHA 1. Percaya dengan adanya Tuhan/Brahman (Widhi Sraddha).kepercayaan. Kepercayaan juga dikenal dengan istilah “Sradha” yang berarti keimanan. 5.BAB II PEMBAHASAN Dalam ajaran agama Hindu. Percaya dengan adanya Tuhan/brahman . Tatwa juga termasuk salah satu kepercayaan. 3.keyakinan. Percaya dengan adanya atma (Atma Sraddha).

meresap di semua tempat dan mengatasi semuanya “ Wyapi Wyapaka Nirwikara “ Agama Hindu mengajarkan bahwa Hyang Widhi Esa adanya tidak ada duanya. Kita percaya bahwa beliau ada. tak ada Hyang Widhi yang ke dua. Dalam kekawin Sutasoma dinyatakan : Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa artinya berbeda – beda tetapi satu. Hal ini dinyatakan dalam beberapa kitab Weda antara lain : 1.Hyang Widhi adalah yang menakdirkan. 3. sama sekali tidak ada duanya. . Dalam Kitab Suci Reg Weda disebutkan : “ Om Ekam Sat Wiprah Bahuda Wadanti “ artinya Hyang Widhi itu hanya satu. dan pencipta semua yang ada. 4. Dalam Chandogya Upanishad dinyatakan : “ Om tat Sat Ekam Ewa Adwityam Brahman “ artinya Hyang Widhi hanya satu tak ada duanya dan maha sempurna 2. Dalam mantram Tri Sandhya tersebut kata – kata : “ Eko Narayanad na Dwityo Sti Kscit “ artinya hanya satu Hyang Widhi dipanggil Narayana. maha kuasa. tetapi para arif bijaksana menyebut dengan berbagai nama.

Dengan pernyataan – pernyataan di atas sangat jelas. Paramaatma ( Berada dimana-mana dan meresapi segalanya ). melainkan mengakui dan percaya adanya satu Hyang Widhi. Ananda Ananda adalah kebahagiaan abadi yang bebas dari penderitaan dan suka duka. dari bentuk yang sederhana bergerak menuju bentuk yang sempurna. Tuhan dalam Hindu di insafi dalam 3 aspek utama. bukan pengetahuan agama. Cit: sebagai Maha Tahu Beliaulah sumber ilmu pengetahuan. dan Bhagavan ( berwujud ) Ada pun sifat-sifat Brahman antara lain : 1. Sat: sebagai Maha Ada satu-satunya. 3. umat Hindu bukan menganut Politheisme. namun tidak berpengaruh sedikitpun terhadap kebahagiaan Brahman. tidak ada keberadaan yang lain di luar beliau 2. tetapi sumber segala pengetahuan. Maya yang diciptakan Brahman menimbulkan illusi. yaitu Brahman ( Yang tidak terpikirkan ). dan fleksibel. Hindu sangat lengkap. . Dengan pengetahuan maka dunia ini menjadi berkembang dan berevolusi.

Brahman adalah asas alam semesta sedangkan Atman adalah asas hidup manusia. Percaya dengan adanya atma Dalam Agama Hindu.2.pindah · Acala : tak bergerak · Sanatana : selalu sama .mana ada · Sthanu : tak berpindah. dalam Upanisd dinyatakan Atman itu hakikatnya sama dengan Brahman yang dinyatakan bahwa Brahman Atman Aikyam yang artinya Brahman dan Atman itu satu adanya. Dalam Bagavad Gita di jabarkan mengenai sifat – sifat atman diantaranya adalah : · Achedya : tak terlukai oleh senjata · Adahya : tak terbakar oleh api · Akledya :tak terkeringkan oleh angin · Acesyah : tak terbasahkan oleh air · Nitya : abadi · Sarwagatah : di mana. Atma dipandang sebagai kesadaran sejati yang merupakan hidupnya badan jasmani.

Prarabda Karmaphala Phala dari perbuatan kita pada kehidupan ini tanpa ada sisanya lagi. Jadi Karmaphala artinya hasil dari perbuatan seseorang. Percaya dengan adanya Hukum Karma Phala Karmaphala terdiri dari dua kata yaitu karma dan phala. 2.· Awyakta : tak dilahirkan · Acintya : tak terpikirkan · Awikara : tak berubah dan sempurna tidak laki. .laki ataupun perempuan. Kita percaya bahwa perbuatan yang baik (subha karma) membawa hasil yang baik dan perbuatan yang buruk (asubha karma) membawa hasil yang buruk. karma itu ada tiga macam yaitu: 1. atau pahala. Jadi seseorang yang berbuat baik pasti baik pula yang akan diterimanya. hasil. Sancita Karmaphala Phala dari perbuatan dalam kehidupan terdahulu yang belum habis dinikmati dan masih merupakan benih yang menentukan kehidupan kita sekarang. 3. "Karma" artinya perbuatan dan "Phala" artinya buah. demikian pula sebaliknya yang berbuat buruk. buruk pula yang akan diterimanya. berasal dari bahasa Sanskerta.

ulang ini membawa akibat suka dan duka. 5. Kriyamana Karmaphala Phala perbuatan yang tidak dapat dinikmati pada saat berbuat sehingga harus diterima pada kehidupan yang akan datang.Segala perbuatan ini menyebabkan adanya bekas (wasana) pada jiwatma. Jadi Punarbhawa ialah keyakinan terhadap kelahiran yang berulang.atau kelepasan dari keterikatan benda-benda duniawi hingga mencapai bersatunya Atman dengan Brahman . Dalam Pustaka suci Weda tersebut dinyatakan bahwa penjelmaan jiwatman berulang. 4.kelepasan.ulang di dunia ini atau di dunia yang lebih tinggi disebut samsara. Percaya dengan adanya Punarbhawa/Samsara Kata punarbhawa terdiri dari dua kata Sanskerta yaitu "punar" (lagi) dan "bhawa" (menjelma). Percaya dengan adanya Moksa Moksa merupakan bahasa sansekerta yang berarti pembebasan.ulang yang disebut juga penitisan atau samsara.Punarbhawa atau samsara terjadi oleh karena jiwatman masih dipengaruhi oleh Wisaya dan Awidya sehingga kematiannya akan diikuti oleh kelahiran kembali.3. Kelahirannya yang berulang.

seperti apa yang disebut Brahman Atman Aikyam atau Atman dengan Brahman satu atau talah bersatu . Dengan menghayati dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari. dan Awatara-awatar yang lainnya. untuk mencapai bersatunya Atman dengan Brahman. 2. Kresna. memusatkan cipta (Dhyana) dan mengheningkan cipta (Semadhi). Sayujya yaitu pada tahapan ini dimana Atman telah bersatu dengan Brahman. yang dapat di capai oleh para maharesi pada waktu melaksanakan yoga samadhi.angsur akan dapat mencapai tujuan hidupnya yang tertinggi ialah bebas dari segala ikatan keduniawian. tetapi belum bisa bersatu dengan Nya. Salokya yaitu moksa yang dicapai oleh Atman setelah berada dalam posisi kesadaran yang sama dengan Tuhan. sehingga dapat menerima wahyu dari Tuhan. 4. 3. Sarupya yaitu moksa yang di capai semasa masih hidup dimana kedudukan Atman mengatasi unsur-unsur maya.hari secara baik dan benar. misalnya dengan menjalankan sembahyang batin dengan menetapkan cipta (Dharana). manusia berangsur. dalam hal ini Atman telah mencapai tingkatan Dewa. Samipya yaitu moksa yang di capai semasa masih hidup di dunia.Moksa adalah tujuan terakhir bagi umat Hindu. Tingkatan moksa sesuai dengan kondisi atman dalam hubungannya dengan Tuhan 1. misalnya Budha. Rama.

Susila. Vaidika Dharma ( Pengetahuan Kebenaran) atau Sanatana Dharma ( Kebenaran Abadi ). Ketiga kerangka dasar itu antara lain : 1. ketiga kerangka tersebut sering juga disebut tiga aspek agama Hindu. upacara agama Di dalam ajaran Tattwa di dalamnya diajarkan tentang “ Sradha “ atau kepercayaan. Upacara. . yang diturunkan ke dunia melalui Dewa Brahma sebagai Dewa Pencipta kepada para Maha Resi untuk diteruskan kepada seluruh umat manusia di dunia. Untuk pertama kalinya Agama Hindu berkembang di sekitar Lembah Sungai Sindhu di India.BAB III KESIMPULAN Agama Hindu disebut pula dengan Hindu Dharma. Tattwa. Sradha dalam agama Hindu jumlahnya ada lima yang disebut “ Panca Sradha “. tata krama 3. yaitu pengetahuan tentang yajna. Agama Hindu adalah agama yang diwahyukan oleh Sang Hyang Widhi Wasa. yaitu pengetahuan tentang filsafat agama 2. Ada tiga kerangka dasar yang membentuk ajaran agama Hindu. yaitu pengetahuan tentang sopan santun.

Surabaya. Google: Sanatana Dharma Membahas khasanah budaya Bali dan keagungan Hindu didalamnya Narasumber : ketut Suparta.Panca Saradha Lima Keyakinan Umat Hindu.Suhardana.M.REFERENSI Drs.2009. Paramita. S.Ag .K.

PANCA SRADHA Diringkas Dan Disusun Oleh Nama : I Putu Wawan Sanjaya Putra NIM : 100010695 Kelas : P101 Di Presentasikan pada Hari / Tanggal : Jumat . 8 Oktober 2010 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN TEKNIK KOMPUTER STIKOM BALI 2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful