P. 1
12

12

|Views: 301|Likes:
Published by ryoprayoga

More info:

Published by: ryoprayoga on Nov 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2012

pdf

text

original

Konsep pertanian yang berkelanjutan terus berkembang, diperkaya dan dipertajam dengan kajian pemikiran, model, metode, dan

teori berbagai disiplin ilmu sehingga menjadi suatu kajian ilmu terapan yang diabadikan bagi kemaslahatan umat manusia untuk generasi sekarang dan mendatang. Pertanian berkelanjutan dengan pendekatan sistem dan besifat holistik mempertautkan berbagai aspek atau gatrs dan disiplin ilmu yang sudah mapan antara lain agronomi, ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya. Sistem pertanian berkelanjutan juga beisi suatu ajakan moral untuk berbuat kebajikkan pada lingkungan sumber daya alam dengan memepertimbangkan tiga matra atau aspek sebagai berikut 1. Kesadaran Lingkungan (Ecologically Sound), sistem budidaya pertanian tidak boleh mnyimpang dari sistem ekologis yang ada. Keseimbanganadalah indikator adanya harmonisasi dari sistem ekologis yang mekanismena dikendalikanoleh hukum alam. 2. Bernilai ekonomis (Economic Valueable), sistem budidaya pertanian harus mengacu pada pertimbangan untung rugi, baik bagi diri sendiri dan orang lain, untuk jangka pandek dan jangka panjang, serta bagi organisme dalam sistem ekologi maupun diluar sistem ekologi. 3. Berwatak sosial atau kemasyarakatan (Socially Just), sistem pertanian harus selaras dengan norma-noma sosial dan budaya yang dianut dan di junjung tinggi oleh masyarakat disekitarnya sebagai contoh seorang petani akan mengusahakan peternakan ayam diperkaangan milik sendiri. Mungkin secra ekonomis dan ekologis menjanjikkan keuntungan yang layak, namun ditinjau dari aspek sosial dapat memberikan aspek yang kurang baik misalnya, pencemaran udara karena bau kotoran ayam. Norma-norma sosial dan budaya harus diperhatikan, apalagi dalam sistem pertanian berkelanjutan di Indonesia biasanya jarak antara perumahan penduduk dengan areal pertanian sangat berdekatan. Didukung dengan tingginya nilai sosial pertimbangan utama sebelum merencanakan suatu usaha pertanian dalam arti luas. Lima kriteria untuk mengelola suatu sistem pertanian berkelanjutan 1. Kelayakan ekonomis (economic viability) 2. Bernuansa dan bersahabat dengan ekologi (accologically sound and friendly) 3. Diterima secara sosial (Social just) 4. Kepantasan secara budaya (Culturally approiate) 5. Pendekatan sistem holistik (sistem and hollisticc approach) Sejak tahun 1980an kajian dan diskusi untuk merumuskan konsep pembangunan berkelanjutan yang operasional dan diterima secara universal terus berlanjut. Pezzy (1992) mencatat, 27 definisi konsep berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan, dan tettunya masih ada banyak lagi yang luput dari catatan tersebut. Walau banyak variasi definisi pembangunan berkelanjutan, termasuk pertanian berkelanjutan, yang diterima secara luas ialah yang bertumpu pada tiga pilar: ekonomi, sosial, dan ekologi (Munasinahe, 1993). Dengan perkataan lain, konsep pertanian berkelanjutan berorientasi pada tiga dimensi keberlanjutan, yaitu: keberlanjutan usaha ekonomi(profit), keberlanjutan kehidupan sosial manusia (people), dan keberlanjutan ekologi alam (planet). Dimensi ekonomi berkaitan dengan konsep maksimisasi aliran pendapatan yang dapat diperoleh dengan setidaknya mempertahankan asset produktif yang menjadi basis dalam

memperoleh pendapatan tersebut. Indicator utama dimensi ekonomi ini ialah tingat efisiensi dan daya saing, besaran dan pertumbuhan nilai tambah dan stabilitas ekonomi. Dimensi ekonomi menekankan aspek pemenuhan nebutuhan ekonomi manusia baik untuk generasi sekarang ataupun mendatang. Dimensi sosial adalah orientasi kerakyatan, berkaitan dengan kebutuhan akan kesejahteraan sosial yang dicerminkan oleh kehidupan sosial yang harmonis (termasuk tercegahnya konflik sosial), preservasi keragaman budaya dan modal sosio-kebudayaan, termasuk perlindungan terhadap suku minoritas. Untuk itu, pengentasan kemiskinan, pemerataan kesempatan berusaha dan pendapatan, partisipasi sosial politik dan stabilitas sosial budaya merupakan indikator-indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembangunan. Dimensi lingkungan alam menekankan kebutuhan akan stabilitas ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam. Termasuk dalam hal ini ialah pterpeliharanya keragaman hayati dan daya lertur bilogis, sumber daya tanah, air dan agroklimat, serta kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Penekanan dilakukan pada preservasi daya lentur dan dinamika ekosistem untuk beradaptasi terhadap perubahan bukan pada konservasi sustu kondisi ideal statis yang mustahil dapat diwujudkan. Ketiga dimensi tersebut saling mempengaruhi sehinnga ketiganya harus dipertimbangkan secara berimbang. Sistem sosial yang stabil dan sehat serta sumberdaya alam dan lingkungan merupakan basis untuk kegiatan ekonomi, sementara kesejahteraan ekonomi merupakan prasyarat untuk terpeliharanya stabilitas sosial budaya maupun kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hisup. Sistem sosial yang tidak stabil atau sakit akan cenderung menimbulkan tindakan yang merusak kelestarian sumber daya alam dan merusak kesehatan lingkungan, sementara ancaman kelestarian sumber daya alam dan lingkungan dapat mendorong terjadinya kekacauan dan penyakit sosial. Visi pembangunan (pertanian) berkelanjutan ialah terwujudnya kondisi ideal skenario kondisi zaman keemasan, yang dalam bahasa konstitusi Indonesia disebut adil dan makmur, dan mencegah terjadinya lingkaran malapetaka kemelaratan. Visi ideal tersebut diterima secara universal sehingga pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) menjadi prinsip dasar pembangunan pertanian secara global termasuk di Indonesia. Oleh karena itulah pengembangan sistim pertanian menuju usaha tani berkelanjutan merupakan salah satu misi utama pembangunan pertanian di Indonesia. Perspektif pertanian berkelanjutan telah tersosialisasi secara global sebagai arah ideal pembangunan pertanian. Pertanian berkelanjutan bahkan kini tidak lagi sekedar wacana melainkan sudah menjadi gerakan global. Pertanian berkelanjutan telah menjadi dasar penyusunan protocol aturan pelaksanaan (rules of conduct) atau standar prosedur operasi “Praktek Pertanian yang Baik” (Good Agricultur Practices = GAP) sebagai sebuah gerakan global maka praktek pertanian berkelanjutan menjadi misi bersama komunitas internasional, negara, lembaga pembangunan, organisasi swadaya masyarakat dan lembaga konsumen internasional turut mendorong dan mengawasi pelaksanaan prinsip pertanian berkelanjutan tersebut. Kepatuhan produsen terhadap standar praktek pertanian berkelanjutan menjadi salah satu atribut preferensi konsumen atas produk pertanian. Karena itu, setiap perusahaan agribisnis haruslah senantiasa mematuhi prinsip Praktek Pertanian yang Baik (PPB) agar dapat memperoleh akses pasar, khususnya di pasar internasional Masalah dan tantangan yang dihadapi dalam sistem pertanian berkelanjutan yaitu:

1. Membangun pemerintah yang baik dan memposisikan pertanian sebagai sektor andalan perekonomian nasional. 2. Mewujudkan kemandirian pangan dalam tatanan perdagangan dunia yang bebas dan tidak adil 3. Mengurangi jumlah petani miskin, membangun basis bagi partisipasi petani dan pemerataan hasil pembangunan 4. Meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian 5. Membangun sistem agribisnis terkoordanatif 6. Melestarikan sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup 7. Membangun sistem iptek yang efisien

Kebijakan Pertanian
Published January 24, 2010 Pembangunan Pertanian Leave a Comment

1. Jelaskan Mengapa Diperlukan Analisis Kebijakan Pertanian Karena kebijakan pertanian mengatur dibidang petanian yang mempengaruhi kehidupan dan reaksi orang akan berbeda menganai keadaaan, dampak kebijakan terhadap pendapatan, kebutuhan, dan kepentingan lain. 2. Contoh Alat Analisis Kebijakan Pertanian a. Surplus Konsumen (SK) dibawah kurva permintaan b. Surplus Produsen (SP) SK dan SP terhadap pemmerintah. c. Social loss dan Social Gain 3. Jelaskan tentang kebijakan subsidi input dalam kebijakan pertanian dari sisi defenisi, pengaruhnya bagi petani dan berikan contoh kebijakannya. Definisi : Subsidi input semakin tinggi input semakin tinggi penggunaanya semakin kecil produksi Contoh Kebijakan pemebrian subsidi input pada perternakan sapi sehingga produksi tinggi harag turun, konsumen akan berpindah dari daging ayam ke ddaging sapi Pengaruhnya : menguntungkan konsumen dan kendala dalam mengadopsi teknologi 4. Jelaskan alasan ditetapkannya pajak ekspor terhadp produk pertanian tertentu Alasanya karena pajak ekspor digunakan untuk mengendalikan harga agar konsumen tidak rugi (untuk kepentingan konsumen) 5. Jelaskan pengaruh jangka panjang dari adanya pajak ekspor produk pertanian a. Stabilitas harga dalam Negeri b. Menurunkan biaya penduduk (Harga Dalam Negeri turun) dampak (-) dr adanya pajak impor (produsen rugi)◊c. Menghalangi adopsi teknologi baru distribusi pendapatan dan diversifikasi pertanian d. Penambahan penerimaan pemerintah

6. Jelaskan dengan gambar pengaruh adanya tarif impor produk pertanian terhadap harga, jumlah produksi dan konsumsi produk impor tersebut di luar negeri Pengaruh tarif impor a. produsen : meningkatkan produksi brg yg dihasilkan, harga unit naik b. konsumen : menurunkan permintaan impor, membayar per unit meningkat c. penerimaan pemeritah : meningkatkan (tarif x Volume brg yg diimpor) 7. Jelaskan persamaan pengaruh tarif dan kuota impor Meningkatkan produksi dalam negeri, Menurunkan Konsusmsi dalam negeri dan harga dalam negeri meningkat. PS = Price Support : kebijakan untuk membuat harga output diatas pendapatan petani meningkat, produksi meningkat.◊harga keseimbangan Kebijakan PS akan efektif bila penawarannya bersifat elastis karena perubahan harga yg sedikit saja kan menyebabkan perubahan penawarsan (produksi) yg cukup besar hal ini sesuai dengan tujuan PS yaitu peningkatan produksi . akan lebih efektof jika permintaan juga elastis  karena perubahan harga sedikit aka peningkatan permintaan cukup besar brg yg diproduksi produsen dapat dibeli konsumen . contoh Harga dasar gabah IS = Input Support : semakin tinggi hara input semakin kecil penggunaany semakinkecil produksi PS : peningkatan produksi melalui peningkatan pendapatan : dari sisi petani sebagai produsen NSL Net Sosial Loss SI : peningkatan produksi melalui penurunan baiaya dari sisi petani sebagi produsen Biaya Sumber daya Proteksi adalah upaya pemerintah melindungi produsen dalam negeri terhadap barang impor dalam jangka waktu tertentu agar bisa bersaing. Jenis proteksi a. Tarif (pajak) impor b. Quota c. Impor untuk pemerintah d. Laranag impor e. Hambatan non tarif ex Pelabelan, ketentuan mutu, pengisisan formulir berbelit dan masih bnyk lagi hambatab non tarif : tidakan atau kebijakan dan praktek yg menghambat samapainya barang ke konsumen suatu negara yag tidak berbentuk pajak.

Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Pertanian
Published December 2, 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment

Pembangunan pertanian harus berorentasi pada pemberdayaan masyarakat. Slamet (2000) menekankan bahwa pada dasarnya pembangunan harus bertujuan untuk mengembangkan masyarakat. Pembangunan diselenggarakan untuk memecahkan masalah yang ada dan

dihadapi masyarakat. Keberhasilan pembangunan dipedesaan akan terlihat apabila masyarakat secara dinamis mampu memenuhi kebutuhannya. Korten dan Sjahrir (1988) menyatakan bahwa kunci keberhasilan pembangunan agar mencapai sasaran pada sebagian besar masyarakat miskin apabila dikurangi kendala-kendala yang dihadapi kaum miskin dalam mengungkapkan kemampuan-kemampuannya. Soedjatmoko (1983) menekankan pentingnya motivasi, tujuan, dan makna dalam proses pembaharuan diri dalam pembangunan, serta bukan kemakmuran material semata. Dalam kegiatan pertanian, masyarakat petani masih membutuhkan suatu layanan yang semakin luas dan komplek cakupannya. J.Di Franco (Munder, Addion H., 1972 mengidentifikasi cakupan tanggung jawab layanan pertanian di masa mendatang meliputi: (a) Produksi pertanian; (b) Pemasaran, distribusi dan pengolahan produk pertanian; (c) Konservasi, penggunaan dan perbaikan sumber daya alam; (d) Pengelolaan usahatani dan ekonomi rumah tangga; (e) Kehidupan keluarga; (f) Pengembangan generasi muda; (g) Pengembangan kepemimpinan; (h) Pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya. Layanan pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya manusia sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat. Menurut Margono Slamet (2000) istilah “berdaya” diartikan sebagai tahu, mengerti, faham, termotivasi, berkesempatan melihat peluang, berenergi, mampu bekerjasama, tahu berbagai alternatif, mampu mengambil resiko, mampu mencari dan menangkap informasi, mampu bertindak sesuai situasi. Petani yang berdaya, menurut Susetiawan (2000) adalah petani yang secara politik dapat mengartikulasikan (menyampaikan perwujudan) kepentingannnya, secara ekonomi dapat melakukan proses tawar menawar dengan pihak lain dalam kegiatan ekonomi, secara sosial dapat mengelola mengatur komunitas dan mengambil keputusan secara mandiri, dan secara budaya diakui eksistensinya. Pemahaman tentang pemberdayaan masyarakat merupakan suatu strategi yang menitikberatkan pada bagaimana memberikan peran yang proposional agar masyarakat dapat berperan secara aktif dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga swasta dan masyarakat sendiri (Saputro, 2001). Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari konsep pembangunan yang secara implisit mengutarakan perubahan dari satu tahapan ke tahapan yang lebih baik. Pemberdayaan haruslah melampaui ukuran materi dan uang, oleh karena itu pemberdayaan harus diartikan sebagai suatu proses multi dimensional termasuk di dalamnya suatu upaya pengorganisasian kembali dan reorientasi dari seluruh system ekonomi dan system social masyarakat. Upaya tersebut melibatkan perubahan yang radikal di bidang kelembagaan, struktur social, struktur administrasi, persepsi, altitude serta perubahan kebiasaan kepercayaan suatu bangsa (Arintadisastra, 2001). Pustaka (source) Korten, D.C dan Sjahrir. 1988. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta. Michel Todaro P. 1978. Economic Development in The World. Longmen Inc. New York. Dalam Arintadisastra. 2001. Membangun Pertanian Modern. Yayasan sinar Tani. Jakarta.

Faktor-faktor penentunya adalah perbaikan kualitas penduduk dan peningkatan pengetahuan.S. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ketahanan Pangan Kajian Empiris LSM-LSM Mitra Yayasan Indonesia Sejahtera. Pertanian di banyak negara berpendapatan rendah mempunyai kapasitas ekonomi potensial untuk memproduksi bahan makanan yang cukup bagi penduduk yang terus bertambah dan juga memperbaiki pendapatan serta kesejahteraan penduduk miskin secara berarti. karya para akademis ekonomi telah sangat . Dalam dekade-dekade terakhir ini. Soedjatmoko. M. Soekanto S. Slamet. Phd EKONOMI KEMISKINAN Sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. Kebanyakan penduduk miskin di dunia hidup dari bidang pertanian. Sosiologi Suatu Pengantar.P. 1991. Ekonomi Kemiskinan Published December 2. sebagian bersifat paradoks. 1983. Yayasan Indonesia Sejahtera. A. PT Raja Grafindo Persada. Menggerakkan dan Membangun Pertanian Syarat-syarat Pokok Pembangunan dan Modernisasi. CV Yasaguna. Hal yang tidak banyak difahami oleh banyak ahli ekonomi adalah bahwa penduduk miskin tidak kalah dibanding penduduk kaya untuk memmperbaiki nasib mereka dan anak-anak mereka.Jakarta. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment Disampaikan Oleh Ir. Jakarta. dan bahwa sebagian besar dari mereka mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian. Memantapkan Posisi dan Meningkatkan Peran penyuluhan Pembangunan Dalam pembangunan. Makalah Seminar Nasional Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Menuju Terwujudnya Masyarakat Madani 25-26 September 2000 di IPB. Dimensi Manusia Dalam Pembangunan.T. 2000. Kita semua tahu bahwa sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. Saputro. bahwa mereka memperoleh sedikit sekali imbalan atas tenaga kerja mereka. Jika kita mengetahui ekonmi kemiskinan.Mosher. kita akan banyak mengetahui ekonomi sesungguhnya terjadi. LP3ES. Apa yang telah kita pelajar selama sekade-dekade terakhir mengenai ekonomi pertanian akan tampak bagi orang-orang yang mengetahuinya dengan baik. energi dan lahan pertanian. E. Ahli-ahli ekonomi merasa sulit memahami konstrain-konstrain preferensi dan kelangkaan (scarcity) yang menentukan pilihan-pilihan bagi kamun miskin. bahwa mereka sebagian besar tinggal di negara-negara berpendapatan rendah. maka kita akan mengetahui ekonomi kemiskinan. Jakarta. 2001. (ed). Jika kita mengetahui ekonomi pertanian. Marcellinus Molo. Faktor-faktor produksi yang menentukan dalam perbaikan kesejahteraan penduduk miskin bukanlah ruang. Jakarta. 1990. bahwa separuh atau lebih dari pendapatan mereka yang sangat rendah dibelanjakan untuk bahan makanan. M.

Ilmu ekonomi klasik dikembangkan pada saat banyak orang di Eropa Barat baru saja memperoleh pengidupan dari lahan-lahan tandus (miskin) yang mereka olah dan ditinggalkan dalam masa yang tidak lama. kian bertambah. atau mengenai teknologi masa depan. Akan tetapi. Kesalahan utama anggapan bahwa teori ekonimi standar tidak cukup untuk memahami negara-negara berpendapatan rendah dan oleh karena itu suatu teori ekonomi yang lain perlu dikembangkan. Sebagian akibatnya. LAHAN DINILAI TERLALU TINGGI Suatu pandangan yan dianut secara luas – pandangan naturalis (the natural earth view) – adalah bahwa luas lahan yang sesuai untuk menanam tanaman pangan adalah benar-benar . Persepsi historis tentang penduduk juga tidak ada. Upah mingguan dari buruh bajak di India pada saat sekarang kira-kira kurang dari harga dua gantang gandum .memperluas wawasan kita mengenai ekonomi modal manusiawi (the economics of human capital). Perkiraan-perkiraan mengenai pertumbuhan penduduk yang destruktif di negara-negara miskin sekarang adalah juga palsu. ekonomi pembangunan telah mengelami beberapa kesalahan intelektual. kurang lebih separuh dari pendapatan keluarga para pekerja (buruh) di Inggris dibelajakan untuk bahan makanan. tidak pernah terjadi dalam sejarah sosial dan ekonomi kita sendiri. Kesalahan ke dua. para ahli ekonomi perintis menghadapi kondisi-kondisi serupa dengan yang sedang berlaku di negara-negara berpendapatan rendah sekarang. adalah pengabaian sejarah ekonomi. walau pun kegunaan dari hasil-hasil studi sarjana-sarjana di bidang kultural dan tingkah laku tidak mudah di fahami. Marshall mengatakan kepada kita bahwa ’upah mingguan dari buruh-buruh Inggris kerapkali kurang dari harga setengah gantang (bushel) gandum yang berkualitas baik ketika Ricardo menerbitkan Principles of Political Economy and Taxation (1817). Pengetahuan mengenai pengalaman dan prestasi penduduk miskin pada masa-masa lampau akan sangat membantu suatu pemahaman akan masalah-masalah dan kemungkinan-kemungkinan bagi negara-negara yang kini berpendapatan rendah. Jumlah ahli ekonomi yang menyadari bahwa teori ekonomi standar dapat digunakan pada masalah-masalah kelangkaan (scarcity) di negara-negara berpendapatan rendah seperti halnya pada masalah-masalah serupa di negara-negara berpendapatan tingi. hingga menjadi jelaslah bahwa model-model tersebut merupakan hasil kajian intelektual yang terbaik. Model-model yang dikembangkan untuk tujuan ini umumnya disambut dengan gembira. khususnya ekonomi mengenai penelitian. Adanya penduduk dalam keadaan miskin. Beberapa ahli ekonomi memberikan reaksi dengan mengajukan penjelasan-penjelasan kultural dan sosial tentang keadaan perekonomian yang buruk di negara-negara berpendapatan rendah. Pemahaman seperti ini adalah jauh lebih penting daripada pengetahuan yang paling terinci dan pasti mengenai permukaan bumi atau mengenai ekologi. tanggapan-tanggapan para petani terhadap teknik-teknik produksi baru yang menguntungkan. Kita mengekstrapolasi statistik global dan kagum akan interprestasi kita – terutama bahwa penduduk miskin berbiak seperti tikus kutup (lemmings) yang menuju kepada kepunahan mereka sendiri. Pada masa Ricardo. Demikian pula yang sedang dialami oleh banyak negara berpendapatan rendah. hubungan antara produksi dan kesejahteraan serta ekonomi keluarga.

Sumbangan lahan dalam pendapatan nasional berupa sewa tanah yang merosot terus menerus dengan nyata di negara-negara berpendapatan rendah. Tetapi konsep Ricardo mengenai tanah. pada lahan-lahan yang agak lebih produktif di lereng-lereng yang curam di daerah Rift. penelitian pertaniah telah menghasilkan substansi bagi lahan pertanian. Perbedaan-perbedaan produktivitas lahan tidak menjelaskan mengapa penduduk miskin berada di bagian dunia yang telah lama berpengehuni. adalah insentif-insentif dan kesempatan-kesempatan terkait bagi para petani untuk meningkatkan penggunaan lahan dengan efektif melalui investasi yang mencakup sumbangansumbangan penelitian pertanian dan perbaikan ketrampilan manusia. yang telah lama dikenal sebagai ilmu pengetahuan suram. Suatu pandangan alternatif – pandangan sosial-ekonomi (the socio-economic view) – adalah bahwa manusia mempunyai kemampuan dan akal budi untuk mengurangi ketergantungannya pada lahan pertanian. ”daya-daya lahan yang asli dan tak dapat dirusah” tidak sesuai lagi. ide-ide dari para ahli ekonomi mengenai lahan adalah sebagai satukaidah. ia ditentukan oleh evolusi akal budi umat manusia. Meskipun sejarah ekonomi. dan kualitas anak akan menggeser kuantitas anak. Penduduk di India telah menjadi miskin sejak berabad-abad lamanya baik di Plateau Deccan. dan sumber energi yang terus merosot serta mengurangi biaya nyata dalam produksi bahan makanan untuk penduduk dunia yang terus bertambah. Demikian pula. kita menemukan pengganti terhadap lahan pertanian yang tidak pernah dibayangkan Ricardo. Menurut pandangan ini. Modernisasi pertanian telah mengubah lahan miskin menjadi lahan sangat produktif dibanding keadaan alam. menunjukkan bahwa pandangan naturalis yang suram mengenai bahan makanan tidak sesuai dengan sejarah yang menunjukkan bahwa kita dapat memperbesar sumbe-sumber melalui kemajuan pengetahuan. Saya setuju dengan Margaret Mead bahwa ”Masa depan umat manusia adalah – terbuka –tertutup (openended)”. energi. Lahan-lahan di Eropa pada mulanya berkualitas rendah. Ironisnya ekonomi. semuanya memiliki suatu kesamaan: mereka sangat miskin. Melalui penelitian. yang tidak pernah dibayangkan Malthus. Di Afrika penduduk berdiam di lahan-lahan yang tidak produktif yang terletak di bagian selatan Sahara. dan lahan-lahan aluvial yang sangat produktif di sepanjang dan pada muara Sungai Nile. dan karena pendapatan meningkat.tertentu dan persediaan energi untuk mengerjakan lahan semakin menipis. Dengan beberapa perkecualian setempat. para orangtua menginginkan anak lebih sedikit. dalam lahan pertanian. Lahan-lahan di Finlandia semula kurang produktif dibanding lahan di . tidaklah mungkin terus menerus memperoduksi bahan makanan dalam jumlah yang cukup untuk penduduk dunia yang bertambah. pertanian tradisional. Mengapa hukum Ricardo mengenai sewa (yang memperlakukannya sebagai hasil dan bukan sebagai penyebab dari harga-harga) kehilangan arti ekonominya? Ada dua sebab utama: pertama. masih mengikuti Ricardo. Masa depan umat manusia tidak ditakdirkan oleh ruang. Kedua. Sekarang lahan-lahan tersebut sanagt produktif. di mana produktivitas lahan tadah hujan adalah rendah dan di lahan-lahan India Selatan yang produktivitasnya tinggi. tidak menghasilkan perebdaan kemiskinan yang sebanding. walau keadaan tersebut pernah terjadi. perbedaan-perbedaan yang sangat terkenal mengenai rasio lahan penduduk di seluruh negara berpendapatan rendah. Apa yang paling berarti di dalam hal lahan pertanian. satu bagian integral dari modernisasi ekonomi negara-negara berpenghasilan tinggi dan rendah adalah penurunan arti ekonomi dari lahan pertanian dan peningkatan modal manusiawi: ketrampilan dan pengetahuan.

adalah agen-agen yang membuat perhitungan ekonomi. atau perluasan lahan pertanian. Para petani di dunia . tiga kali produksi 1932. Diskriminasi ini dirasionalisasi dengan alasan bahwa pertanian bersifat terbelakang (miskin) dan bahwa sumbangan ekonominya kurang berarti. pestisida. perumahan dan pengalaman bekerja. dan menghasilkan 7. perolehan informasi dan ketrampilan yang diperoleh melalui sekolah dan investasi-investasi lain dalam bidang kesehatan dan sekolah dapat memperbaiki kualitas penduduk. perbahan-perubahan ini sebagian merupakan konsekuansi dari penelitian pertanian’ termasuk penelitian yang diwujudkan dalam bentuk pupuk buatan. Lahan pertanian di Jepang pda masa sekarang ini lebih unggul. Pemerintah cenderung mengintroduksi distorsi-distorsi yang mendiskriminasikan pertanian karena politik dalam negeri umunya menguntungkan penduduk kota atas biaya penduduk pedesaan. Proses substitusi digambarkan dengan baik pada tanaman jagung: areal panen jagung di Amerika Aerikat pada tahun 1979 ada 33 juta area. walaupun jumlah penduduk pedesaan jauh lebih besar . dalam menghadapi biaya. yang eksplisit di dalam harga-harga yang mereka bayar untuk produsesn dan barang serta jasa yang dikonsumsi. Di negaranegara berpenghasilan tinggi dan rendah. Investasi-investasi seperti itu di negara-negara berpendapatan rendah telah berhasil memperbaiki prospek-prospek ekonomi yang tidak mampu dihilangkan oleh ketidakstabilan politik. KUALITAS MANUSIA DINILAI TERLALU RENDAH Sementara lahan bukan satu-satunya faktor terpenting yang menyebabkan kemiskinan. yang kurang dari areal panen tahun 1932. faktor manusia yaitu : investasi dalam perbaikan kualitas manusia dapt dengan nyata meningkatkan prospek-prospek ekonomi dan kesejahteraan penduduk yang miskin. Sangat disesalkan bahwa doktrin ini masing didukung oleh beberapa lembaga donor dan dirasionalisasikan oleh beberapa ahli ekonomi di negara-negara berpendapatan tinggi. penerimaan dan resiko. sangat terdistorsi yang disebabkan oleh permerintah (goverment-incude distorsions) adalah untuk engurangi sumbangan ekonomi yang mampu diberikan pertanian). Pemeliharaan anak. walaupun dengan Revolusi Hijau (Green Revolution). tetapi sekarang lahan pertanian di Finlandia menjadi lebih unggul. Tidak ada kekuatankekuatan besar (luas biasa) yang menghapus semua perbaikan ekonomi dan menyebabkan penduduk miskin meninggalkan perjuangan ekonominya. Kebijaksanaan yang memberikan prioritas utama terhadap industri dan mempertahankan harga pangan (biji-bijian) tetap murah.76 mmilyar gantang. Harapan-harapan dari manusia dalam pertanian-buruh pertanian dan usahawan (enterprenir) usahatani yang bekerja dan mengalokasikan sumber-sumber dibentuk oleh kesempatan-kesempatan baru dan oleh insentif-insentif yang mereka tanggapi. Ada substitusi-substitusi baru terhadap lahan pertanian. Sekarang telah terkumpul bukti-bukti bahwa penduduk pertanian yang miskin mempunyai reaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang lebih baik.bagian-bagian barat Uni Sovyet. Pengaruh politik dari konsumen dan industri di kota memungkinkan mereka memperoleh bahan makanan murah atas biaya sejumlah besar penduduk pedesaan yang miskin. Industrialisasi yang cepat dianggap sebagai kunci kemajuan ekonomi. Penduduk miskin di negara-negara berpendapatan rendah bukanlah para tahanan dari suatu ekuilibrium kemiskinan yang ketat. yang tak dapat dipecahkan ilmu ekonomi. Di dalam domain mereka yang kecil. individual dan . Insentifinsentif ini. peralatan dan masukan-masukan (inputs) lain.

baik karena informasi relevan tidak tersedia atau karena harga-harga dan biaya-biaya yang dihadapi para petani telah terdistorsi. organisasi. memerlukan suatu proses yang umumnya dikenal sebagai modernisasi. mereka adalah usahawan-usahawan yang dengan diam-diam mengamati kondisikondisi ekonomi yang tidak diketahui oleh para ahli. Mereka mempunyai sumber daya manusia yang esensial berupa keusahawanan. mereka telah gagal memberikan suatu kemampuan substitusi alokatif yang efektif dalam modernisasi pertanian. D. Walaupun para petani berbeda kemampuannya dalam pengamatan (analisa). karena mereka berbeda pendidikan. yang selalu merupakan suatu kegiatan petualangan. Nilai dari kemampuan menghadapi disekuilibria adalah tinggi dalam suatu ekonomi yang dinamis. Disekulibria seperti itu tidak dapat terhindarkan. para wanita adalah juga usahawati dalam mengalokasikan waktu mereka dan menggunakan produkproduk pertanian dan barang-barang yang dibeli dalam produksi rumah tangga. kesehatan. Gale Johnson telah menunjukkan bahwa potensi ekonomi yang besar dari pertanian di banyak negara berpendapatan rendah tidak terealisir. dan pengalaman. Seseorang harus memutuskan bagaimana mendistribusikan sumber-sumber terbatas yang tersedia. dan ilmuwan yang kompeten. Peranan-peranan alokatif para petani dan wanita-tani serta kesempatan-kesempatan ekonomi mereka adalah penting. melalui kebijaksanaan Pemerintah dan jelas-jelas bukan dengan cara retorik. betapa efisiennya mereka. yang memerlukan organisasi dan alokasi sumber-sumber yang langka. Ahli-ahli sejarah masa depan pasti akan dibingungkan oleh luasnya insentif-insentif ekonomi yang telah berantakan selama dekade-dekade terakhir. . Intervensi oleh Pemerintah saat ini merupakan penyebab utama dari tidak tersedianya insentif-insentif ekonomi yang optimum. dan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi yang berlaku mengurangi fungsi insentif-insentif produsen. yang memerlukan penyesuaian dalam bertani karena tersedia kesempatan-kesempatan yang lebih baik. Diperlukan dana. Bila pemerintah telah mengambil alih fungsi keusahawanan dalam usahatani. Karena ketiadaan insentif-insentif yang menguntungkan. Keusahawanan dalam bidang penelitian diperlukan baik oleh para ilmuwan atau oleh orang-orang yang terlibat dalam sektor penelitian dari ekonomi. Pandangan intelektual yang dominan bersifat antagonistik terhadap insentif-insentif pertanian. karena pada umumnya pertanian merupakan sektor ekonomi yang sangat terdesentralisasi.alokatif. Pada kebanyakan usahatani. Kemungkinankemungkinan teknis telah menjadi semakin menguntungkan tetapi insentif-insentif ekonomi yang diperoleh para petani di negara-negara tersebut untuk merealisir potensi ini tidak berhasil. interprestasi dan mengambil tindakan tepat sebagai reaksi terhadap informasi baru. DISEKUILIBRIA YANG TAK TERHINDARKAN Transformasi pertanian ke dalam suatu keadaan produktif yang meningkat. para petani tidak melakukan investasim. Kemampuan alokatif dipenuhi oleh jutaan pria dan wanita pada satuan-satuan produksi berskala kecil. Disekuilibria tidak dapat dieliminasi melalui hukum. berdasarkan keadaan pengetahuan yang dimilikinya. Intisari penelitian adalah bahwa penelitian merupakan suatu upaya dinamis tentang hal-hal yang belum diketahui atau setengah diketahui. Pemerintah tidak dapat dengan efesien memainkan fungsi usahawan-usahawan pertanian. tetapi semuanya ini belumlah lengkap. Keusahawanan adalan juga esensial dalam penelitian. termasuk pembelian input-input unggul.

Saya telah mengemukakan di mana saja bahwa walaupun ada alasan kuat untuk menggunakann suatu definisi modal manusiawi yang sangat tepat.S. modal manusiawi memperbesar produktivitas pertanian dan non pertanian. Nilai dari modal manusiawi tambahan tergantung kepada kesejahteraan tambahan yang diperoleh manusia daripadanya. D.KEMAJUAN KUALITAS PENDUDUK Sekarang saya beralih kepada peningkatan kualitas manusia yang dapat diukur baik untuk penduduk yang bertani mau pun bukan petani. misalnya. Setiap bentuk kapital memiliki sifat-sifat khusus: sebuah bangunan. apakah agregasi kapital dipandang dari segi biaya-biaya faktor (factor costs) atau dipandang dari segi nilai terdiskon dari jasa-jasa seumur hidup (lifetime services) dari berbagai bagian-bagiannya.Gale Johnson. yang berubah sesuai dengan perubahan pertumbuhan. kereta tersebut hanya sedikit nilainya bila ditarik oleh traktor. sebuah traktor. dan T. Seperti telah diajarkan oleh Hick kepada kita. Tetapi. mengapa mencoba mengubah lingkaran menjadi empat per segi? Jika kita tidak dapat mengamati ketimpangan-ketimpangan ini. Cerita lain mengenai nilai terdiskon (discounted value) dari arus jasa-jasa yang disumbangkan kapital. adalah sejarahsejarah yang tidak konsisten. Harberger. karena kisah biaya merupakan kisah dari investasi yang terbenam (cunk investment). Swedia. sebuah sumur pompa. dan apa yang dijelaskan ke dua muka itu kepada kita tentang pertumbuhan ekonomi. Kemampuan semacam itu juga sangat memperbesar kepuasan-kepuasan yang merupakan suatu bagian integal dari konsumsi sekarang dan konsumsi di masa depan. dalam waktu dan sumber-sumber lain yang dialokasikan para mahasiswa untuk pendidikan mereka. tidak hanya di bidang pertanian. A. atas . bahwa kapital bersifat homogen. Memang seharusnya demikian. Maka salah satu bagian penting dari pertumbuhan ekonomi tertutup oleh agregasi kapital seperti itu. karena ketimpangan-ketimpangan itu merupakan pegas utama dari pertumbuhan ekonomi. Ketimpangan-ketimpangan merupakan pegas utama karena ia memberikan isyarat-isyarat ekonomi yang mendorong pertumbuhan. di Stockhlm. definisi tersebut akan mengalami pula kemenduaan (ambiguities) yang terus menganggu teori kapital (capital theory) pada umunya. yang mendasari teori kapital dan agregasi kapital dalam model-model pertumbuhan. Ester Schultz. dapat membuktikan bahwa ketimpangan-ketimpangan ini adalah sama. sekali seorang petani mengadakan investasi berupa kereta kuda. saya berhutang budi kepada gary. asumsi homogenitas kapital ini merupakan malapetaka bagi teori kapital : Adalah sangat tidak tepat menganalisa dinamika pertumbuhan ekonomi terutama menyangkut ketimpangan kapital karena perbedaan-perbedaan rates of returns.Becker. kita harus menemukannya. Kualitas dalam kontek ini terdiri dari berbagai bentuk modal manusiawi (human capital).Paul Schultz atas saran-saran mereka dan juga kepada isteri saya. dalam produksi rumah tangga. Keterangan Sumber : * Bab ini disusun berdasarkan kuliah Nobel yang saya sampaikan pada tanggal 8 Desember 1979. yang merupakan suatu proses dinamis. Juga tidak ada suatu katalog dari semua model pertumbuhan yang ada. sebagai suatu kaidah. hakcipta @ Yayasan Nobel 1979.C. jenis pupuk tertentu. tetapi juga dalam semua aktivitas produksi yang lain. dan banyak bentuk investasi lainnya. Tetapi yang lebih buruk adalah anggapan. Kapital itu bermuka-dua. Milton Friedman. dan konsep kapital dalam model-model pertumbuhan ekonomi pada khususnya. dan dalam migrasi untuk memperoleh kesempatan kerja yang lain baik.

sistem budidaya pertanian harus mengacu pada pertimbangan untung rugi. yang diterima secara luas ialah yang bertumpu pada tiga pilar: ekonomi. Diterima secara sosial (Social just) 4. namun ditinjau dari aspek sosial dapat memberikan aspek yang kurang baik misalnya. tetapi baginya belum cukup jelas. Mungkin secra ekonomis dan ekologis menjanjikkan keuntungan yang layak. model. Pendekatan sistem holistik (sistem and hollisticc approach) Sejak tahun 1980an kajian dan diskusi untuk merumuskan konsep pembangunan berkelanjutan yang operasional dan diterima secara universal terus berlanjut. serta bagi organisme dalam sistem ekologi maupun diluar sistem ekologi. Lima kriteria untuk mengelola suatu sistem pertanian berkelanjutan 1. konsep pertanian berkelanjutan berorientasi pada tiga dimensi keberlanjutan. Keseimbanganadalah indikator adanya harmonisasi dari sistem ekologis yang mekanismena dikendalikanoleh hukum alam. yaitu: keberlanjutan usaha ekonomi(profit). keberlanjutan kehidupan sosial manusia (people). 3. ekologi. diperkaya dan dipertajam dengan kajian pemikiran. sosial. Konsep pertanian yang berkelanjutan terus berkembang. Bernuansa dan bersahabat dengan ekologi (accologically sound and friendly) 3. Kepantasan secara budaya (Culturally approiate) 5. sosial. dan teori berbagai disiplin ilmu sehingga menjadi suatu kajian ilmu terapan yang diabadikan bagi kemaslahatan umat manusia untuk generasi sekarang dan mendatang. sistem budidaya pertanian tidak boleh mnyimpang dari sistem ekologis yang ada. Sistem pertanian berkelanjutan juga beisi suatu ajakan moral untuk berbuat kebajikkan pada lingkungan sumber daya alam dengan memepertimbangkan tiga matra atau aspek sebagai berikut 1. metode. Kelayakan ekonomis (economic viability) 2. Kesadaran Lingkungan (Ecologically Sound). untuk jangka pandek dan jangka panjang. Walau banyak variasi definisi pembangunan berkelanjutan. Norma-norma sosial dan budaya harus diperhatikan. termasuk pertanian berkelanjutan. apalagi dalam sistem pertanian berkelanjutan di Indonesia biasanya jarak antara perumahan penduduk dengan areal pertanian sangat berdekatan. dan tettunya masih ada banyak lagi yang luput dari catatan tersebut. dan ekologi (Munasinahe. Bernilai ekonomis (Economic Valueable). Berwatak sosial atau kemasyarakatan (Socially Just). Didukung dengan tingginya nilai sosial pertimbangan utama sebelum merencanakan suatu usaha pertanian dalam arti luas.saran-sarannya erhadap apa yang saya piker telah saya nyatakan dengan jelas. 1993). dan budaya. Pezzy (1992) mencatat. Pertanian berkelanjutan dengan pendekatan sistem dan besifat holistik mempertautkan berbagai aspek atau gatrs dan disiplin ilmu yang sudah mapan antara lain agronomi. dan keberlanjutan ekologi alam . pencemaran udara karena bau kotoran ayam. Dengan perkataan lain. sistem pertanian harus selaras dengan norma-noma sosial dan budaya yang dianut dan di junjung tinggi oleh masyarakat disekitarnya sebagai contoh seorang petani akan mengusahakan peternakan ayam diperkaangan milik sendiri. 2. 27 definisi konsep berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan. baik bagi diri sendiri dan orang lain. ekonomi.

pengentasan kemiskinan. sumber daya tanah. negara. Termasuk dalam hal ini ialah pterpeliharanya keragaman hayati dan daya lertur bilogis. preservasi keragaman budaya dan modal sosio-kebudayaan. air dan agroklimat. pemerataan kesempatan berusaha dan pendapatan. serta kesehatan dan kenyamanan lingkungan. partisipasi sosial politik dan stabilitas sosial budaya merupakan indikator-indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembangunan. yang dalam bahasa konstitusi Indonesia disebut adil dan makmur. Untuk itu. Visi pembangunan (pertanian) berkelanjutan ialah terwujudnya kondisi ideal skenario kondisi zaman keemasan. Dimensi lingkungan alam menekankan kebutuhan akan stabilitas ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam. Sistem sosial yang stabil dan sehat serta sumberdaya alam dan lingkungan merupakan basis untuk kegiatan ekonomi. dan mencegah terjadinya lingkaran malapetaka kemelaratan. Karena itu. Sistem sosial yang tidak stabil atau sakit akan cenderung menimbulkan tindakan yang merusak kelestarian sumber daya alam dan merusak kesehatan lingkungan. setiap perusahaan agribisnis haruslah senantiasa mematuhi prinsip Praktek . berkaitan dengan kebutuhan akan kesejahteraan sosial yang dicerminkan oleh kehidupan sosial yang harmonis (termasuk tercegahnya konflik sosial). Visi ideal tersebut diterima secara universal sehingga pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) menjadi prinsip dasar pembangunan pertanian secara global termasuk di Indonesia. Dimensi ekonomi menekankan aspek pemenuhan nebutuhan ekonomi manusia baik untuk generasi sekarang ataupun mendatang. Pertanian berkelanjutan bahkan kini tidak lagi sekedar wacana melainkan sudah menjadi gerakan global. Kepatuhan produsen terhadap standar praktek pertanian berkelanjutan menjadi salah satu atribut preferensi konsumen atas produk pertanian. Penekanan dilakukan pada preservasi daya lentur dan dinamika ekosistem untuk beradaptasi terhadap perubahan bukan pada konservasi sustu kondisi ideal statis yang mustahil dapat diwujudkan. lembaga pembangunan. Pertanian berkelanjutan telah menjadi dasar penyusunan protocol aturan pelaksanaan (rules of conduct) atau standar prosedur operasi “Praktek Pertanian yang Baik” (Good Agricultur Practices = GAP) sebagai sebuah gerakan global maka praktek pertanian berkelanjutan menjadi misi bersama komunitas internasional. Dimensi sosial adalah orientasi kerakyatan. sementara ancaman kelestarian sumber daya alam dan lingkungan dapat mendorong terjadinya kekacauan dan penyakit sosial. Indicator utama dimensi ekonomi ini ialah tingat efisiensi dan daya saing. Perspektif pertanian berkelanjutan telah tersosialisasi secara global sebagai arah ideal pembangunan pertanian. termasuk perlindungan terhadap suku minoritas. Oleh karena itulah pengembangan sistim pertanian menuju usaha tani berkelanjutan merupakan salah satu misi utama pembangunan pertanian di Indonesia. sementara kesejahteraan ekonomi merupakan prasyarat untuk terpeliharanya stabilitas sosial budaya maupun kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hisup. organisasi swadaya masyarakat dan lembaga konsumen internasional turut mendorong dan mengawasi pelaksanaan prinsip pertanian berkelanjutan tersebut. Dimensi ekonomi berkaitan dengan konsep maksimisasi aliran pendapatan yang dapat diperoleh dengan setidaknya mempertahankan asset produktif yang menjadi basis dalam memperoleh pendapatan tersebut. besaran dan pertumbuhan nilai tambah dan stabilitas ekonomi.(planet). Ketiga dimensi tersebut saling mempengaruhi sehinnga ketiganya harus dipertimbangkan secara berimbang.

dan makna dalam proses pembaharuan diri dalam pembangunan. 1972 mengidentifikasi cakupan tanggung jawab layanan pertanian di masa mendatang meliputi: (a) Produksi pertanian. berkesempatan melihat peluang. 2. Layanan pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya manusia sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat. berenergi. Soedjatmoko (1983) menekankan pentingnya motivasi. mampu bertindak sesuai situasi. Membangun sistem agribisnis terkoordanatif 6. membangun basis bagi partisipasi petani dan pemerataan hasil pembangunan 4. Korten dan Sjahrir (1988) menyatakan bahwa kunci keberhasilan pembangunan agar mencapai sasaran pada sebagian besar masyarakat miskin apabila dikurangi kendala-kendala yang dihadapi kaum miskin dalam mengungkapkan kemampuan-kemampuannya. Pembangunan diselenggarakan untuk memecahkan masalah yang ada dan dihadapi masyarakat. Keberhasilan pembangunan dipedesaan akan terlihat apabila masyarakat secara dinamis mampu memenuhi kebutuhannya. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment Pembangunan pertanian harus berorentasi pada pemberdayaan masyarakat. termotivasi. mampu mengambil resiko. (d) Pengelolaan usahatani dan ekonomi rumah tangga.Di Franco (Munder. J. mampu mencari dan menangkap informasi. Membangun pemerintah yang baik dan memposisikan pertanian sebagai sektor andalan perekonomian nasional. Membangun sistem iptek yang efisien Kebijakan Pertanian Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Pertanian Published December 2. masyarakat petani masih membutuhkan suatu layanan yang semakin luas dan komplek cakupannya.Pertanian yang Baik (PPB) agar dapat memperoleh akses pasar. Melestarikan sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup 7. serta bukan kemakmuran material semata. secara ekonomi dapat . mengerti. mampu bekerjasama. (f) Pengembangan generasi muda. khususnya di pasar internasional Masalah dan tantangan yang dihadapi dalam sistem pertanian berkelanjutan yaitu: 1. (b) Pemasaran. (g) Pengembangan kepemimpinan. tahu berbagai alternatif. Menurut Margono Slamet (2000) istilah “berdaya” diartikan sebagai tahu. Mewujudkan kemandirian pangan dalam tatanan perdagangan dunia yang bebas dan tidak adil 3. Mengurangi jumlah petani miskin. (e) Kehidupan keluarga. distribusi dan pengolahan produk pertanian. Addion H. (h) Pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya.. Petani yang berdaya. Slamet (2000) menekankan bahwa pada dasarnya pembangunan harus bertujuan untuk mengembangkan masyarakat. penggunaan dan perbaikan sumber daya alam. menurut Susetiawan (2000) adalah petani yang secara politik dapat mengartikulasikan (menyampaikan perwujudan) kepentingannnya. faham. (c) Konservasi. tujuan. Meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian 5. Dalam kegiatan pertanian.

Dalam Arintadisastra. New York. Yayasan Indonesia Sejahtera. altitude serta perubahan kebiasaan kepercayaan suatu bangsa (Arintadisastra. tetapi juga swasta dan masyarakat sendiri (Saputro.P. persepsi. Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari konsep pembangunan yang secara implisit mengutarakan perubahan dari satu tahapan ke tahapan yang lebih baik. Pustaka (source) Korten. dan secara budaya diakui eksistensinya. Soekanto S. 2000. Michel Todaro P. Yayasan Obor Indonesia. Pemahaman tentang pemberdayaan masyarakat merupakan suatu strategi yang menitikberatkan pada bagaimana memberikan peran yang proposional agar masyarakat dapat berperan secara aktif dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ketahanan Pangan Kajian Empiris LSM-LSM Mitra Yayasan Indonesia Sejahtera. Sosiologi Suatu Pengantar. E. 2001). D. Jakarta. Jakarta. A. Dimensi Manusia Dalam Pembangunan. Pemberdayaan haruslah melampaui ukuran materi dan uang. PT Raja Grafindo Persada. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. English Version Translate by Google : Ekonomi Kemiskinan Published December 2. Menggerakkan dan Membangun Pertanian Syarat-syarat Pokok Pembangunan dan Modernisasi.T. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. 2001.C dan Sjahrir. Jakarta. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment .melakukan proses tawar menawar dengan pihak lain dalam kegiatan ekonomi. Makalah Seminar Nasional Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Menuju Terwujudnya Masyarakat Madani 25-26 September 2000 di IPB. Slamet. 1978. 1991. Memantapkan Posisi dan Meningkatkan Peran penyuluhan Pembangunan Dalam pembangunan. Jakarta. M. 2001. (ed). Jakarta. Soedjatmoko. 1990. Mosher. struktur social. CV Yasaguna. Economic Development in The World. secara sosial dapat mengelola mengatur komunitas dan mengambil keputusan secara mandiri. Saputro. oleh karena itu pemberdayaan harus diartikan sebagai suatu proses multi dimensional termasuk di dalamnya suatu upaya pengorganisasian kembali dan reorientasi dari seluruh system ekonomi dan system social masyarakat.Jakarta. 1988. 2001). struktur administrasi. Yayasan sinar Tani. 1983. Membangun Pertanian Modern. Longmen Inc. Upaya tersebut melibatkan perubahan yang radikal di bidang kelembagaan. LP3ES.

Hal yang tidak banyak difahami oleh banyak ahli ekonomi adalah bahwa penduduk miskin tidak kalah dibanding penduduk kaya untuk memmperbaiki nasib mereka dan anak-anak mereka. Apa yang telah kita pelajar selama sekade-dekade terakhir mengenai ekonomi pertanian akan tampak bagi orang-orang yang mengetahuinya dengan baik. sebagian bersifat paradoks. Faktor-faktor produksi yang menentukan dalam perbaikan kesejahteraan penduduk miskin bukanlah ruang. Akan tetapi. bahwa mereka sebagian besar tinggal di negara-negara berpendapatan rendah. khususnya ekonomi mengenai penelitian. Dalam dekade-dekade terakhir ini. Kita semua tahu bahwa sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin.S. Ahli-ahli ekonomi merasa sulit memahami konstrain-konstrain preferensi dan kelangkaan (scarcity) yang menentukan pilihan-pilihan bagi kamun miskin. Pertanian di banyak negara berpendapatan rendah mempunyai kapasitas ekonomi potensial untuk memproduksi bahan makanan yang cukup bagi penduduk yang terus bertambah dan juga memperbaiki pendapatan serta kesejahteraan penduduk miskin secara berarti. Ilmu ekonomi klasik dikembangkan pada saat banyak orang di Eropa Barat baru saja memperoleh pengidupan dari lahan-lahan tandus (miskin) yang mereka olah dan ditinggalkan dalam masa yang .Disampaikan Oleh Ir. M. Model-model yang dikembangkan untuk tujuan ini umumnya disambut dengan gembira. Faktor-faktor penentunya adalah perbaikan kualitas penduduk dan peningkatan pengetahuan. Jika kita mengetahui ekonmi kemiskinan. Jumlah ahli ekonomi yang menyadari bahwa teori ekonomi standar dapat digunakan pada masalah-masalah kelangkaan (scarcity) di negara-negara berpendapatan rendah seperti halnya pada masalah-masalah serupa di negara-negara berpendapatan tingi. Jika kita mengetahui ekonomi pertanian. tanggapan-tanggapan para petani terhadap teknik-teknik produksi baru yang menguntungkan. kita akan banyak mengetahui ekonomi sesungguhnya terjadi. bahwa mereka memperoleh sedikit sekali imbalan atas tenaga kerja mereka. Marcellinus Molo. hubungan antara produksi dan kesejahteraan serta ekonomi keluarga. bahwa separuh atau lebih dari pendapatan mereka yang sangat rendah dibelanjakan untuk bahan makanan. Kebanyakan penduduk miskin di dunia hidup dari bidang pertanian. adalah pengabaian sejarah ekonomi. Kesalahan utama anggapan bahwa teori ekonimi standar tidak cukup untuk memahami negara-negara berpendapatan rendah dan oleh karena itu suatu teori ekonomi yang lain perlu dikembangkan. dan bahwa sebagian besar dari mereka mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian. hingga menjadi jelaslah bahwa model-model tersebut merupakan hasil kajian intelektual yang terbaik. energi dan lahan pertanian. walau pun kegunaan dari hasil-hasil studi sarjana-sarjana di bidang kultural dan tingkah laku tidak mudah di fahami. Phd EKONOMI KEMISKINAN Sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. kian bertambah. ekonomi pembangunan telah mengelami beberapa kesalahan intelektual. Beberapa ahli ekonomi memberikan reaksi dengan mengajukan penjelasan-penjelasan kultural dan sosial tentang keadaan perekonomian yang buruk di negara-negara berpendapatan rendah. Kesalahan ke dua. karya para akademis ekonomi telah sangat memperluas wawasan kita mengenai ekonomi modal manusiawi (the economics of human capital). maka kita akan mengetahui ekonomi kemiskinan.

ia ditentukan oleh evolusi akal budi umat manusia. dalam lahan pertanian. Marshall mengatakan kepada kita bahwa ’upah mingguan dari buruh-buruh Inggris kerapkali kurang dari harga setengah gantang (bushel) gandum yang berkualitas baik ketika Ricardo menerbitkan Principles of Political Economy and Taxation (1817). dan karena pendapatan meningkat. Suatu pandangan alternatif – pandangan sosial-ekonomi (the socio-economic view) – adalah bahwa manusia mempunyai kemampuan dan akal budi untuk mengurangi ketergantungannya pada lahan pertanian. para orangtua menginginkan anak lebih sedikit. Sebagian akibatnya. atau mengenai teknologi masa depan. energi. Pengetahuan mengenai pengalaman dan prestasi penduduk miskin pada masa-masa lampau akan sangat membantu suatu pemahaman akan masalah-masalah dan kemungkinan-kemungkinan bagi negara-negara yang kini berpendapatan rendah. Penduduk di India telah menjadi miskin sejak berabad-abad lamanya baik di Plateau Deccan. Adanya penduduk dalam keadaan miskin. tidaklah mungkin terus menerus memperoduksi bahan makanan dalam jumlah yang cukup untuk penduduk dunia yang bertambah. dan kualitas anak akan menggeser kuantitas anak. Menurut pandangan ini. Demikian pula yang sedang dialami oleh banyak negara berpendapatan rendah. Perbedaan-perbedaan produktivitas lahan tidak menjelaskan mengapa penduduk miskin berada di bagian dunia yang telah lama berpengehuni. pada lahan-lahan yang agak lebih produktif di lereng-lereng yang curam . Kita mengekstrapolasi statistik global dan kagum akan interprestasi kita – terutama bahwa penduduk miskin berbiak seperti tikus kutup (lemmings) yang menuju kepada kepunahan mereka sendiri. Pemahaman seperti ini adalah jauh lebih penting daripada pengetahuan yang paling terinci dan pasti mengenai permukaan bumi atau mengenai ekologi. Ironisnya ekonomi. Di Afrika penduduk berdiam di lahan-lahan yang tidak produktif yang terletak di bagian selatan Sahara. yang telah lama dikenal sebagai ilmu pengetahuan suram. di mana produktivitas lahan tadah hujan adalah rendah dan di lahan-lahan India Selatan yang produktivitasnya tinggi. kurang lebih separuh dari pendapatan keluarga para pekerja (buruh) di Inggris dibelajakan untuk bahan makanan.tidak lama. Saya setuju dengan Margaret Mead bahwa ”Masa depan umat manusia adalah – terbuka –tertutup (openended)”. LAHAN DINILAI TERLALU TINGGI Suatu pandangan yan dianut secara luas – pandangan naturalis (the natural earth view) – adalah bahwa luas lahan yang sesuai untuk menanam tanaman pangan adalah benar-benar tertentu dan persediaan energi untuk mengerjakan lahan semakin menipis. Perkiraan-perkiraan mengenai pertumbuhan penduduk yang destruktif di negara-negara miskin sekarang adalah juga palsu. Pada masa Ricardo. para ahli ekonomi perintis menghadapi kondisi-kondisi serupa dengan yang sedang berlaku di negara-negara berpendapatan rendah sekarang. Upah mingguan dari buruh bajak di India pada saat sekarang kira-kira kurang dari harga dua gantang gandum . kita menemukan pengganti terhadap lahan pertanian yang tidak pernah dibayangkan Ricardo. menunjukkan bahwa pandangan naturalis yang suram mengenai bahan makanan tidak sesuai dengan sejarah yang menunjukkan bahwa kita dapat memperbesar sumbe-sumber melalui kemajuan pengetahuan. Masa depan umat manusia tidak ditakdirkan oleh ruang. dan sumber energi yang terus merosot serta mengurangi biaya nyata dalam produksi bahan makanan untuk penduduk dunia yang terus bertambah. Melalui penelitian. pertanian tradisional. Persepsi historis tentang penduduk juga tidak ada. tidak pernah terjadi dalam sejarah sosial dan ekonomi kita sendiri. yang tidak pernah dibayangkan Malthus.

atau perluasan lahan pertanian. Demikian pula. dan menghasilkan 7. Lahan-lahan di Eropa pada mulanya berkualitas rendah. perbedaan-perbedaan yang sangat terkenal mengenai rasio lahan penduduk di seluruh negara berpendapatan rendah. Pemeliharaan anak. yang tak dapat dipecahkan ilmu ekonomi. Proses substitusi digambarkan dengan baik pada tanaman jagung: areal panen jagung di Amerika Aerikat pada tahun 1979 ada 33 juta area. Sekarang lahan-lahan tersebut sanagt produktif. ”daya-daya lahan yang asli dan tak dapat dirusah” tidak sesuai lagi. ide-ide dari para ahli ekonomi mengenai lahan adalah sebagai satukaidah. yang kurang dari areal panen tahun 1932. tetapi sekarang lahan pertanian di Finlandia menjadi lebih unggul. satu bagian integral dari modernisasi ekonomi negara-negara berpenghasilan tinggi dan rendah adalah penurunan arti ekonomi dari lahan pertanian dan peningkatan modal manusiawi: ketrampilan dan pengetahuan. Di negaranegara berpenghasilan tinggi dan rendah. KUALITAS MANUSIA DINILAI TERLALU RENDAH Sementara lahan bukan satu-satunya faktor terpenting yang menyebabkan kemiskinan. Sumbangan lahan dalam pendapatan nasional berupa sewa tanah yang merosot terus menerus dengan nyata di negara-negara berpendapatan rendah. Lahan pertanian di Jepang pda masa sekarang ini lebih unggul. dan lahan-lahan aluvial yang sangat produktif di sepanjang dan pada muara Sungai Nile. semuanya memiliki suatu kesamaan: mereka sangat miskin. tidak menghasilkan perebdaan kemiskinan yang sebanding. walau keadaan tersebut pernah terjadi.di daerah Rift. perolehan informasi dan ketrampilan yang diperoleh melalui sekolah dan investasi-investasi lain dalam bidang kesehatan dan sekolah dapat memperbaiki kualitas penduduk. Dengan beberapa perkecualian setempat.76 mmilyar gantang. Mengapa hukum Ricardo mengenai sewa (yang memperlakukannya sebagai hasil dan bukan sebagai penyebab dari harga-harga) kehilangan arti ekonominya? Ada dua sebab utama: pertama. Meskipun sejarah ekonomi. Sekarang telah . penelitian pertaniah telah menghasilkan substansi bagi lahan pertanian. faktor manusia yaitu : investasi dalam perbaikan kualitas manusia dapt dengan nyata meningkatkan prospek-prospek ekonomi dan kesejahteraan penduduk yang miskin. Kedua. Tetapi konsep Ricardo mengenai tanah. Ada substitusi-substitusi baru terhadap lahan pertanian. masih mengikuti Ricardo. Modernisasi pertanian telah mengubah lahan miskin menjadi lahan sangat produktif dibanding keadaan alam. adalah insentif-insentif dan kesempatan-kesempatan terkait bagi para petani untuk meningkatkan penggunaan lahan dengan efektif melalui investasi yang mencakup sumbangansumbangan penelitian pertanian dan perbaikan ketrampilan manusia. peralatan dan masukan-masukan (inputs) lain. Apa yang paling berarti di dalam hal lahan pertanian. Penduduk miskin di negara-negara berpendapatan rendah bukanlah para tahanan dari suatu ekuilibrium kemiskinan yang ketat. Lahan-lahan di Finlandia semula kurang produktif dibanding lahan di bagian-bagian barat Uni Sovyet. Tidak ada kekuatankekuatan besar (luas biasa) yang menghapus semua perbaikan ekonomi dan menyebabkan penduduk miskin meninggalkan perjuangan ekonominya. perbahan-perubahan ini sebagian merupakan konsekuansi dari penelitian pertanian’ termasuk penelitian yang diwujudkan dalam bentuk pupuk buatan. perumahan dan pengalaman bekerja. tiga kali produksi 1932. pestisida. Investasi-investasi seperti itu di negara-negara berpendapatan rendah telah berhasil memperbaiki prospek-prospek ekonomi yang tidak mampu dihilangkan oleh ketidakstabilan politik.

Di dalam domain mereka yang kecil. Kebijaksanaan yang memberikan prioritas utama terhadap industri dan mempertahankan harga pangan (biji-bijian) tetap murah. yang eksplisit di dalam harga-harga yang mereka bayar untuk produsesn dan barang serta jasa yang dikonsumsi. Harapan-harapan dari manusia dalam pertanian-buruh pertanian dan usahawan (enterprenir) usahatani yang bekerja dan mengalokasikan sumber-sumber dibentuk oleh kesempatan-kesempatan baru dan oleh insentif-insentif yang mereka tanggapi. kesehatan.terkumpul bukti-bukti bahwa penduduk pertanian yang miskin mempunyai reaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang lebih baik. Bila pemerintah telah mengambil alih fungsi keusahawanan dalam usahatani. Walaupun para petani berbeda kemampuannya dalam pengamatan (analisa). walaupun dengan Revolusi Hijau (Green Revolution). dan ilmuwan yang kompeten. Keusahawanan adalan juga esensial dalam penelitian. sangat terdistorsi yang disebabkan oleh permerintah (goverment-incude distorsions) adalah untuk engurangi sumbangan ekonomi yang mampu diberikan pertanian). mereka telah gagal memberikan suatu kemampuan substitusi alokatif yang efektif dalam modernisasi pertanian. Peranan-peranan alokatif para petani dan wanita-tani serta kesempatan-kesempatan ekonomi mereka adalah penting. Intisari penelitian adalah bahwa penelitian merupakan suatu upaya dinamis tentang hal-hal yang belum diketahui atau setengah diketahui. Keusahawanan dalam bidang penelitian diperlukan baik oleh para ilmuwan atau oleh orang-orang yang terlibat dalam sektor penelitian dari ekonomi. dalam menghadapi biaya. organisasi. para wanita adalah juga usahawati dalam mengalokasikan waktu mereka dan menggunakan produkproduk pertanian dan barang-barang yang dibeli dalam produksi rumah tangga. Pemerintah cenderung mengintroduksi distorsi-distorsi yang mendiskriminasikan pertanian karena politik dalam negeri umunya menguntungkan penduduk kota atas biaya penduduk pedesaan. Diskriminasi ini dirasionalisasi dengan alasan bahwa pertanian bersifat terbelakang (miskin) dan bahwa sumbangan ekonominya kurang berarti. Pengaruh politik dari konsumen dan industri di kota memungkinkan mereka memperoleh bahan makanan murah atas biaya sejumlah besar penduduk pedesaan yang miskin. dan pengalaman. Para petani di dunia . karena pada umumnya pertanian merupakan sektor ekonomi yang sangat terdesentralisasi. karena mereka berbeda pendidikan. Insentifinsentif ini. . Mereka mempunyai sumber daya manusia yang esensial berupa keusahawanan. yang selalu merupakan suatu kegiatan petualangan. Industrialisasi yang cepat dianggap sebagai kunci kemajuan ekonomi. yang memerlukan organisasi dan alokasi sumber-sumber yang langka. interprestasi dan mengambil tindakan tepat sebagai reaksi terhadap informasi baru. adalah agen-agen yang membuat perhitungan ekonomi. Sangat disesalkan bahwa doktrin ini masing didukung oleh beberapa lembaga donor dan dirasionalisasikan oleh beberapa ahli ekonomi di negara-negara berpendapatan tinggi. mereka adalah usahawan-usahawan yang dengan diam-diam mengamati kondisikondisi ekonomi yang tidak diketahui oleh para ahli. tetapi semuanya ini belumlah lengkap. Diperlukan dana. Seseorang harus memutuskan bagaimana mendistribusikan sumber-sumber terbatas yang tersedia. individual dan alokatif. walaupun jumlah penduduk pedesaan jauh lebih besar . Kemampuan alokatif dipenuhi oleh jutaan pria dan wanita pada satuan-satuan produksi berskala kecil. penerimaan dan resiko. betapa efisiennya mereka. berdasarkan keadaan pengetahuan yang dimilikinya. Pada kebanyakan usahatani.

Pandangan intelektual yang dominan bersifat antagonistik terhadap insentif-insentif pertanian. dan konsep kapital dalam model-model pertumbuhan ekonomi pada khususnya. Seperti telah diajarkan oleh Hick kepada kita. kereta tersebut hanya sedikit nilainya bila ditarik oleh traktor. yang berubah sesuai dengan perubahan pertumbuhan. Kualitas dalam kontek ini terdiri dari berbagai bentuk modal manusiawi (human capital). D. Saya telah mengemukakan di mana saja bahwa walaupun ada alasan kuat untuk menggunakann suatu definisi modal manusiawi yang sangat tepat. baik karena informasi relevan tidak tersedia atau karena harga-harga dan biaya-biaya yang dihadapi para petani telah terdistorsi. Gale Johnson telah menunjukkan bahwa potensi ekonomi yang besar dari pertanian di banyak negara berpendapatan rendah tidak terealisir. Ahli-ahli sejarah masa depan pasti akan dibingungkan oleh luasnya insentif-insentif ekonomi yang telah berantakan selama dekade-dekade terakhir. KEMAJUAN KUALITAS PENDUDUK Sekarang saya beralih kepada peningkatan kualitas manusia yang dapat diukur baik untuk penduduk yang bertani mau pun bukan petani. Kemungkinankemungkinan teknis telah menjadi semakin menguntungkan tetapi insentif-insentif ekonomi yang diperoleh para petani di negara-negara tersebut untuk merealisir potensi ini tidak berhasil. termasuk pembelian input-input unggul. misalnya. jenis pupuk tertentu. karena kisah biaya merupakan kisah dari investasi yang terbenam (cunk investment). dan apa yang dijelaskan ke dua muka itu kepada kita tentang pertumbuhan ekonomi. sebuah sumur pompa. yang mendasari teori kapital dan agregasi kapital dalam model-model pertumbuhan. Karena ketiadaan insentif-insentif yang menguntungkan. tetapi juga dalam semua aktivitas produksi yang lain. para petani tidak melakukan investasim.DISEKUILIBRIA YANG TAK TERHINDARKAN Transformasi pertanian ke dalam suatu keadaan produktif yang meningkat. Disekuilibria tidak dapat dieliminasi melalui hukum. yang merupakan suatu proses dinamis. bahwa kapital bersifat homogen. asumsi homogenitas kapital ini merupakan malapetaka bagi teori kapital : Adalah sangat tidak tepat menganalisa dinamika pertumbuhan ekonomi terutama menyangkut ketimpangan kapital karena perbedaan-perbedaan rates of . Memang seharusnya demikian. sekali seorang petani mengadakan investasi berupa kereta kuda. Kapital itu bermuka-dua. Nilai dari kemampuan menghadapi disekuilibria adalah tinggi dalam suatu ekonomi yang dinamis. memerlukan suatu proses yang umumnya dikenal sebagai modernisasi. sebagai suatu kaidah. Disekulibria seperti itu tidak dapat terhindarkan. Setiap bentuk kapital memiliki sifat-sifat khusus: sebuah bangunan. Cerita lain mengenai nilai terdiskon (discounted value) dari arus jasa-jasa yang disumbangkan kapital. definisi tersebut akan mengalami pula kemenduaan (ambiguities) yang terus menganggu teori kapital (capital theory) pada umunya. Intervensi oleh Pemerintah saat ini merupakan penyebab utama dari tidak tersedianya insentif-insentif ekonomi yang optimum. dan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi yang berlaku mengurangi fungsi insentif-insentif produsen. Pemerintah tidak dapat dengan efesien memainkan fungsi usahawan-usahawan pertanian. adalah sejarahsejarah yang tidak konsisten. melalui kebijaksanaan Pemerintah dan jelas-jelas bukan dengan cara retorik. Tetapi yang lebih buruk adalah anggapan. dan banyak bentuk investasi lainnya. yang memerlukan penyesuaian dalam bertani karena tersedia kesempatan-kesempatan yang lebih baik. sebuah traktor. tidak hanya di bidang pertanian.

mengikuti saran dan langkah kebijakan yang disarankan oleh Mosher. politik. tetapi sekaligus juga dimaksudkan untuk mengembangkan potensi sumberdaya manusia baik secara ekonomi. 2008). Tetapi. yaitu pada masa pemerintahan Orde Baru. budaya. Juga tidak ada suatu katalog dari semua model pertumbuhan yang ada. (3) tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. dalam produksi rumah tangga. dalam waktu dan sumber-sumber lain yang dialokasikan para mahasiswa untuk pendidikan mereka. apakah agregasi kapital dipandang dari segi biaya-biaya faktor (factor costs) atau dipandang dari segi nilai terdiskon dari jasa-jasa seumur hidup (lifetime services) dari berbagai bagian-bagiannya. Implementasinya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan status dan kesejahteraan petani semata. lingkungan. Kemampuan semacam itu juga sangat memperbesar kepuasan-kepuasan yang merupakan suatu bagian integal dari konsumsi sekarang dan konsumsi di masa depan. (4) perbaikan dan perluasan tanah pertanian. pembangunan dilaksanakan melalui lima serangkaian Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang semuanya dititik beratkan pada sektor pertanian sebagai berikut: . dan (5) tersedianya pengangkutan yang lancar dan kontinyu. dapat membuktikan bahwa ketimpangan-ketimpangan ini adalah sama. Pembangunan pertanian di Indonesia dilaksanakan secara terencana dimulai sejak Repelita I (1 April 1969). pertumbuhan (growth) dan perubahan (change) (Iqbal dan Sudaryanto. (3) kegiatan gotong royong petani. dan (5) perencanaan nasional pembangunan pertanian. kita harus menemukannya. Syarat pokok pembangunan pertanian meliputi: (1) adanya pasar untuk hasil-hasil usahatani. karena ketimpangan-ketimpangan itu merupakan pegas utama dari pertumbuhan ekonomi.returns. sosial. Ketimpangan-ketimpangan merupakan pegas utama karena ia memberikan isyarat-isyarat ekonomi yang mendorong pertumbuhan. (3) adanya perangsang produksi bagi petani. SYARAT POKOK DAN PELANCAR PEMBANGUNAN PERTANIAN Pengertian Pembangunan pertanian dapat didefinisikan sebagai suatu proses perubahan sosial. termasuk Indonesia. Adapun syarat pelancar pembangunan pertanian meliputi: (1) pendidikan pembangunan. Nilai dari modal manusiawi tambahan tergantung kepada kesejahteraan tambahan yang diperoleh manusia daripadanya. modal manusiawi memperbesar produktivitas pertanian dan non pertanian. Dalam PUPJP I. (2) teknologi yang senantiasa berkembang. mengapa mencoba mengubah lingkaran menjadi empat per segi? Jika kita tidak dapat mengamati ketimpangan-ketimpangan ini. dan dalam migrasi untuk memperoleh kesempatan kerja yang lain baik. yang tertuang dalam strategi besar pembangunan nasional berupa Pola Umum 19 Pembangunan Jangka Panjang (PU-PJP) yaitu PU-PJP I (1969-1994) dan PU-PJP II (1994-2019). Dalam literatur klasik pembangunan pertanian karya Arthur Mosher yang berjudul “Getting Agriculture Moving” dijelaskan secara sederhana dan gambling tentang syarat pokok dan syarat pelancar dalam pembangunan pertanian. Beberapa Negara berkembang. (2) kredit produksi. maupun melalui perbaikan (improvement). Maka salah satu bagian penting dari pertumbuhan ekonomi tertutup oleh agregasi kapital seperti itu.

Repelita II: titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri pengolah bahan mentah menjadi bahan baku. tangguh menghadapi gejolak internal dan eksternal. Repelita III: titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri pengolah bahan baku menjadi bahan jadi. Repelita V: melanjutkan Repelita IV. (3) dengan membeli barang konsumsi dari sektor lain. 5. Pentingnya peran sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi suatu negara juga dikemukakan oleh Meier (1995) sebagai berikut: (1) dengan mensuplai makanan pokok dan bahan baku bagi sektor lain dalam ekonomi yang berkembang. (2) dengan menyediakan surplus yang dapat diinvestasikan dari tabungan dan pajak untuk mendukung investasi pada sektor lain yang berkembang. Ketersediaan bahan pangan. Repelita IV: titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri penghasil mesin-mesin.1. khususnya beras. sehingga akan meningkatkan permintaan dari penduduk perdesaan untuk produk dari sektor yang berkembang. strategi dan kebijakan yang mengedepankan pembangunan pertanian sebagai langkah awal proses pembangunan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa revolusi pertanian merupakan syarat mutlak bagi keberhasilan upaya menciptakan prakondisi tinggal landas. sehingga memperbaiki posisi neraca pembayaran Indonesia. dan (4) dengan menghapuskan kendala devisa melalui penerimaan devisa dengan ekspor atau dengan menabung devisa melalui substitusi impor. Repelita I: titik berat pada sektor pertanian dan industri pendukung sektor pertanian. dengan harga yang relatif 21 murah. Pada saat Indonesia memulai proses pembangunan secara terencana pada tahun 1969. sektor pertanian yang berhasil merupakan prasyarat bagi pembangunan sektor industri dan jasa. khususnya beras. 2000). Pada tahap kedua. pembangunan dititikberatkan pada industri pengolahan penunjang pertanian (agroindustri) yang selanjutnya secara bertahap dialihkan pada pembangunan industri mesin dan logam. Rancangan pembangunan seperti demikian. memberikan kontribusi terhadap proses industrialisasi dan urbanisasi yang membutuhkan pangan murah. Pertama. 4. 2. sementara itu serapan tenaga kerja pada sector pertanian mencapai lebih dari 60 persen. Para perancang pembangunan Indonesia pada awal masa pemerintahan Orde Baru menyadari benar hal tersebut. Pembangunan pertanian di masa pemerintahan Orde Baru telah membawa beberapa hasil. pada tingkat tertentu sector pertanian telah mampu menyediakan bahan-bahan baku . 3. Kebijakan untuk menetapkan sektor pertanian sebagai titik berat pembangunan ekonomi sesuai dengan rekomendasi Rostow dalam rangka persiapan tinggal landas (Simatupang dan Syafa’at. khususnya di sektor pangan yang berpuncak pada pencapaian swasembada pangan. diharapkan dapat membentuk struktur perekonomian Indonesia yang serasi dan seimbang. pangsa sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai lebih dari 40 persen. Menurut Suhendra (2004) di banyak negara. Fakta inilah yang kemudian mengilhami penyusunan rencana. Pada tahap pertama. sehingga pembangunan jangka panjang dirancang secara bertahap. peningkatan produksi. sektor pertanian telah meningkatkan penerimaan devisa di satu pihak dan penghematan devisa di lain pihak. Kedua. pembangunan dititikberatkan pada pembangunan sector pertanian dan industri penghasil sarana produksi peratnian. Ketiga. pada tahun 1984.

pengembangan komoditas seringkali sangat tidak efisien dan keberhasilannya sangat tergantung pada besarnya subsidi dan proteksi pemerintah. (2004) bahwa peningkatan produktivitas pertanian menurunkan harga output di tingkat petani berkisar antara 0.10-3. pendekatan pembangunan pertanian selama pemerintahan Orde Baru dilaksanakan dengan pendekatan komoditas. yaitu: (1) tidak memperhatikan keunggulan komparatif tiap komoditas. maka orientasi pembangunan pertanian juga akan mengalami perubahan dari orientasi peningkatan produksi menjadi orientasi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Kemampuan bersaing melalui proses produksi yang efisien merupakan pijakan utama bagi . Menyadari akan hal tersebut di atas. sehingga sektor pertanian dianggap sebagai most-heavily regulated. seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian Siregar (2003) bahwa secara riil tingkat kesejahteraan petani dari tahun ke tahun justru mengalami penurunan yang ditunjukkan oleh nilai tukar petani (NTP) yang mempunyai tendensi (trend) yang menurun (negatif) sebesar –0. pembangunan pertanian semakin dideregulasi melalui pengurangan subsidi. dukungan harga dan berbagai proteksi lainnya. vertikal dan spatial berbagai kegiatan ekonomi. Pertama. seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian Ratnawati et al. Namun pendekatan komoditas ini mempunyai beberapa kelemahan mendasar.industri sehingga melahirkan agroindustri.10 persen. Kedua. peningkatan produksi pertanian telah menimbulkan kecenderungan menurunnya harga produkproduk pertanian yang berakibat negatif pada pendapatan petani. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh paradigma pembangunan saat itu yang menekankan industrialisasi. Menyusul periode pertumbuhan tinggi sektor pertanian satu dekade sebelumnya. dan (3) kurang memperhatikan aspirasi dan pendapatan petani. Akibatnya.08 persen dan akan menurunkan pendapatan rumah tangga perdesaan berkisar antara 2. bahkan pendapatan petani cenderung menurun. pembangunan pertanian di masa pemerintahan Orde Baru tersebut mengandung sejumlah paradoks. proteksi besar-besaran ini telah merapuhkan basis pertanian pada tingkat petani. peningkatan produktivitas dan produksi tidak selalu dibarengi atau diikuti dengan meningkatnya pendapatan petani. memerlukan subsidi dan mendapat intervensi yang sangat mendalam. Memasuki era globalisasi yang dicirikan oleh persaingan perdagangan internasional yang sangat ketat dan bebas. pemerintah seolah menganggap pembangunan pertanian dapat bergulir dengan sendirinya. maka pendekatan pembangunan pertanian harus diubah dari pendekatan komoditas menjadi pendekatan system agribisnis. Asumsi ini membuat pemerintah mengacuhkan pertanian dalam strategi pembangunannya.28-10. serta kurang mampu mendorong peningkatan pendapatan petani. (2005). (2) tidak memperhatikan panduan horizontal. Di masa pemerintahan Orde Baru. Seiring dangan hal ini. Pemerintah mencurahkan perhatiannya pada sektor industri. yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai kebijakan proteksi yang sistematis. Sungguhpun demikian. Oleh karena itu. Menurut Arifin (2004) tidak berkembangnya sektor pertanian berakar pada terlalu berpihaknya pemerintah pada sektor industri sejak pertengahan tahun 1980-an. ternyata sektor pertanian hanya bisa berkembang dalam kebijaksanaan yang protektif. Menurut Sudaryanto et al.68 persen per tahun. Pendekatan ini dicirikan oleh pelaksanaan pembangunan pertanian berdasarkan pengembangan komoditas secara parsial (sendiri-sendiri) dan lebih berorientasi pada peningkatan produksi dibanding peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

baik domestik maupun internasional. Sektor pertanian sebagai penghasil makanan pokok penduduk. proses desentralisasi ekonomi yang menghasilkan kesengsaraan dan penderitaan rakyat. Akselerasi pembangunan pertanian mampu meningkatkan kinerja sector industri. 2. Fokus pembangunan ekonomi lebih banyak diarahkan pada sektor industri dan jasa. Keadaan ini menjadi pertimbangan utama dirumuskannya kebijakan yang memiliki keberpihakan terhadap sector pertanian dalam memperluas lapangan kerja. akan membawa pengaruh yang sangat besar terhadap dinamika pembangunan pertanian. sehingga akselerasi pembangunan sektor pertanian akan membantu mengatasi masalah pengangguran. 5. Kondisi tersebut memerlukan penyesuaian terhadap arah dan kebijakan serta pelaksanaan program pembangunan pertanian. Dengan demikian. ketika krisis ekonomi terjadi. pembangunan ekonomi dan kebijakan politik mulai meminggirkan sektor pertanian. Langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan pangan pada pasar dunia. sehingga dengan akselerasi pembangunan pertanian maka penyediaan pangan dapat terjamin. akselerasi pembangunan pertanian paling tepat untuk mendorong perekonomian desa dalam rangka meningkatkan pendapatan sebagian besar penduduk Indonesia dan sekaligus pengentasan kemiskinan. Kabinet Indonesia Bersatu telah menetapkan program pembangunannya dengan . seiring dengan menurunnya pangsa pertanian dalam struktur perekonomian (PDB). menghapus kemiskinan dan mendorong pembangunan ekonomi yang lebih luas (Sudaryanto dan Munif. 2005). sehingga dinamikanya amat berpengaruh terhadap laju inflasi. 6. strategi pembangunan pertanian harus lebih memfokuskan pada peningkatan daya saing. Oleh karena itu. Akselerasi pembangunan pertanian sangatlah penting dalam rangka mendorong ekspor dan mengurangi impor produk pertanian. Secara lebih rinci. Peran penting sektor pertanian telah terbukti dari keberhasilan sector pertanian pada saat krisis ekonomi dalam menyediakan kebutuhan pangan pokok dalam jumlah yang memadai dan tingkat pertumbuhannya yang positif dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian desa dimana sebagian besar penduduk berada.kelangsungan hidup usahatani. Sejak awal 1990-an. 3. akselerasi pembangunan pertanian akan membantu menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. Harga produk pertanian memiliki bobot yang besar dalam indeks harga konsumen. 4. agenda reformasi yang bergulir tanpa arah. Sehubungan dengan hal tersebut. Namun demikian. Sektor pertanian masih tetap sebagai penyerap tenaga kerja. sehingga dalam hal ini dapat membantu menjaga keseimbangan neraca pembayaran. mengandalkan modal dan tenaga kerja terampil dan berbasis inovasi teknologi dengan memanfaatkan sumberdaya lokal secara optimal. maka partisipasi dan kemampuan wirausaha petani merupakan factor kunci keberhasilan pembangunan pertanian. Oleh karena itu. bahkan yang berbasis teknologi tinggi dan intensif kapital. beberapa pertimbangan tentang pentingnya mengakselerasi sektor pertanian di Indonesia dikemukakan oleh Simatupang (1997) sebagai berikut: 1. Suryana (2006) menyatakan bahwa perubahan lingkungan strategis yang sangat cepat. maka Indonesia kembali menjadikan sector pertanian sebagai landasan utama pembangunan ekonomi (Arifin. konsumsi dan investasi. 2005). Hal ini karena terdapat keterkaitan yang erat antara sektor pertanian dengan sektor industri yang meliputi keterkaitan produk.

. (2) Program pengembangan agribisnis. menjaga ketersediaan pangan yang cukup aman dan halal di setiap daerah setiap saat. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Sejalan dengan hal ini. melalui peningkatan kinerja sektor pertanian dalam pembangunan nasional dengan tidak mengabaikan sektor lain. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Operasionalisasi program peningkatan kesejahteraan petani dilakukan melalui pemberdayaan penyuluhan. pendampingan.1. Pembenahan sektor riil untuk mampu menyerap tambahan angkatan kerja dan menciptakan lapangan kerja baru.menggunakan strategi tiga jalur (triple track strategy) sebagai manifestasi dari strategi pembangunan yang lebih pro-growth. 2005c) 2.5 persen per tahun melalui percepatan investasi dan ekspor. Peningkatan pertumbuhan ekonomi di atas 6. Operasionalisasi program peningkatan ketahanan pangan dilakukan melalui peningkatan produksi pangan. Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian. yaitu: (1) Program peningkatan ketahanan pangan. Sudaryanto dan Munif (2005) menyatakan bahwa revitalisasi pertanian dimaksudkan untuk menggalang komitmen dan kerjasama seluruh stakeholder dan mengubah paradigma pola piker masyarakat dalam melihat pertanian tidak hanya sekedar penghasil komoditas untuk dikonsumsi. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya. Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. perlindungan harga gabah. Pertanian harus dilihat sebagai sektor yang multi-fungsi dan sumber kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. pro-employment dan pro-poor. penjaminan usaha. 2. 3. Revitalisasi pertanian diartikan sebagai kesadaran untuk menempatkan kembali arti penting sektor pertanian secara proporsional dan kontekstual. dan (3) Program peningkatan kesejahteraan petani. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. Kegiatan pembangunan pertanian tahun 2005-2009 dilaksanakan melalui tiga program. Operasionalisasi konsep strategi tiga jalur tersebut dirancang melalui hal-hal sebagai berikut: 1. kebijakan proteksi dan promosi lainnya (Departemen Pertanian. dan antisipasi agar tidak terjadi kerawanan pangan. Revitalisasi pertanian dan perdesaan untuk berkontribusi pada pengentasan kemiskinan. Operasionalisasi program pengembangan agribisnis dilakukan melalui pengembangan sentra/kawasan agribisnis komoditas unggulan. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani.

1979: 30). • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). sekali produksi telah berjalan maka penerimaan dari penjualan akan mengalir setiap hari sebagaimana mengalirnya hasil produksi. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit.Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain. Persedian tanah pertanian yang makin kecil 2. baik itu untuk bibit. sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. setiap minggu. Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun . Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. Di dalam bidang industri. jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar. untuk keperluan sehari-hari seorang petani. Penduduk bertambah menurut deret ukur. Akan tetapi lain halnya dengan petani. dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual. sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari. yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya.

Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat. dan dapat menciptakan pengangguran. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai. Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap.2. akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil. Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutang-hutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. 2. Bertambahnya pengangguran 4. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu. Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. tetapi dalam kerja. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk. dan begitu sama sifatsifatnya satu dari yang lain.3. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu. Apa yang sama diantara mereka adalah. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. Pembangunan Pertanian . secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil. Inilah yang menjadi sebab. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya.

yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. tenaga kerja. Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. tanah dan modal. dengan orientasi pada peningkatan produksi. orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. Dalam hal ini. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi . produktivitas. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960).Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. Akan tetapi dewasa ini. maka yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar). maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional. Hal ini memang sesuai pada masa itu. maka peluasan lahan akan semakin sempit. Di masa lalu.

Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi . Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan. 2. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik. ekonomis. Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis.perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja. bibit unggul. sosial budaya dan lain-lain. Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian.3. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. sarana transportasi. terutama di daerah-daerah. dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda. Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan. Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan. Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri.

Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian. Teknologi yang senantiasa berkembang. 4. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian. 1979 : 194). Kegiatan gotong royong petani. Pendidikan pembangunan. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani. 4. 2. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. Kredit produksi. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani.petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. 5. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional. 3. 5. pertanian dapat berjalan terus tapi statis.T. Adanya perangsang produksi bagi petani. Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya. 2. . 3. A. Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : 1. Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian.

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit. Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian.1. sekali produksi telah berjalan maka penerimaan dari penjualan akan mengalir setiap hari sebagaimana mengalirnya hasil produksi. Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain. . Akan tetapi lain halnya dengan petani. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani. Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. 1979: 30). Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya. Di dalam bidang industri. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. baik itu untuk bibit. jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan.2. Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian.

Persedian tanah pertanian yang makin kecil Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun Bertambahnya pengangguran Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutanghutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. dan dapat menciptakan pengangguran. sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari. dan begitu sama sifat- .untuk keperluan sehari-hari seorang petani. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil. setiap minggu. Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. 4. 3. Inilah yang menjadi sebab. • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. Penduduk bertambah menurut deret ukur. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. 2. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil.

. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. Hal ini memang sesuai pada masa itu. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. tetapi dalam kerja. Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas. maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960). orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya. maka yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. Apa yang sama diantara mereka adalah. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. Di masa lalu. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu. maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern. dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan. karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. 2. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain.2. dengan orientasi pada peningkatan produksi. Akan tetapi dewasa ini.sifatnya satu dari yang lain. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. Pembangunan Pertanian Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai. Dalam hal ini. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu.

salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar). Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk. Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. produktivitas. sarana transportasi. Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan.Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). maka peluasan lahan akan semakin sempit. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. tenaga kerja. bibit unggul. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas. dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. tanah dan modal. . Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional. terutama di daerah-daerah. Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi.

Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : 1. 2. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja. 1979 : 194). Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto. pertanian dapat berjalan terus tapi statis. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian. Teknologi yang senantiasa berkembang. A. Pendidikan pembangunan. Kegiatan gotong royong petani. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar.T. Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian.3. Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. 5. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian. 2. Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. 4. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani. Kredit produksi. sosial budaya dan lain-lain. .2. 3. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. 3. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. Adanya perangsang produksi bagi petani. ekonomis. Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda.

sekali produksi telah . Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. 1979: 30). Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian.1. yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya.4. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional. Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. 5. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani. Di dalam bidang industri. Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. 2. Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani.

• Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). 3. sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. untuk keperluan sehari-hari seorang petani. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan.berjalan maka penerimaan dari penjualan sebagaimana mengalirnya hasil produksi. Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. dan dapat menciptakan pengangguran. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual. 4. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. setiap minggu. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. akan mengalir setiap hari Akan tetapi lain halnya dengan petani. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil. jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar. baik itu untuk bibit. Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil. Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. 2. Persedian tanah pertanian yang makin kecil Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun Bertambahnya pengangguran Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutanghutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari. Penduduk bertambah menurut deret ukur. .

tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai. dan begitu sama sifatsifatnya satu dari yang lain. sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya. Pembangunan Pertanian Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960).Inilah yang menjadi sebab. Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. 2. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu. maka .2. Di masa lalu. Apa yang sama diantara mereka adalah. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain. dengan orientasi pada peningkatan produksi. tetapi dalam kerja. dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk.

Akan tetapi dewasa ini.yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. tenaga kerja. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk. bibit unggul. Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri. Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar). Hal ini memang sesuai pada masa itu. dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. maka peluasan lahan akan semakin sempit. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional. salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara . orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. produktivitas. Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. Dalam hal ini. karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. tanah dan modal.

Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis. terutama di daerah-daerah. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda.3.T. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : . kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. sosial budaya dan lain-lain. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan. pertanian dapat berjalan terus tapi statis. Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. 1979 : 194). Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik. Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. sarana transportasi. Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan. Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan. 2. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto. ekonomis. Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. A. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja.lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian.

. From the Poverty to the Wealth of Nations Second Edition. J. Hayami. The Economics of Agricultural Policy. 5. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani.G. Oxford University Inc. P. 2001. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian. Home III: Richard D.. 2.. Economics of Agricultural Production Market and Policy. Pendidikan pembangunan. Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian. Mubyarto. 1971. LP3ES. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. 1986. 4. Kredit produksi. DAFTAR PUSTAKA Doll. Hallet. Yujiro. Irwin Inc. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani. Oxford: Basil Blackwell. Pengantar Ekonomi Pertanian. Yogyakarta. Diposkan oleh ary ian di 04. 3.1. Seokartawi.17 0 komentar Pertanian. 2004. West. Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya. Sektor Besar yang Terlupakan . Petani Indonesia dalam Menghadapi Persaingan Global Universitas Brawijaya. J. 4. New York. 1979. Kegiatan gotong royong petani.. Development Economics. 3. V. Graham. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional. Malang. 2. Adanya perangsang produksi bagi petani. Teknologi yang senantiasa berkembang. 5. Rhodes..

Apalagi jika diabaikan dan dilupakan. pada saat mengklaim bahwa "bangsa Indonesia memiliki ketahanan pangan yang semakin kuaf walau sama sekali tanpa dukungan data dan fakta. pada pidato tersebut. pada saat menyebutkan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010-2014 atau prioritas nasional. Senin 30 Agustus 2010 Oleh Bustanul Arifin Pada pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ia atau mereka masih perlu banyak turun ke lapangan agar strategi yang ditawarkan kepada Presiden SBY lebih mendekati kenyataan. melalui langkah strategis keadilan untuk semua. dan (3) keadilan. Terlalu besar risiko yang akan ditanggung bangsa Indonesia. Bagi stakeholders atau pemangku kepentingan bidang pertanian. penanggulangan kemiskinan. secara substansial pertanian memang dianggap tidak relevan dalam pidato yang mengusung tiga tema besar yang amat-sangat luas dan strategis. Siapa pun perumus konsep pembangunan yang konon inklusif tersebut. dan ketahanan pangan. Ketiga tema tersebut adalah (1) kesejahteraan. melalui peningkatan kualitas demokrasi. 16 Agustus lalu. (2) demokrasi. masyarakat awam pasti sepakat bahwa negara agraris sebesar Indonesia tidak akan maju dan beranjak ke mana-mana jika kebijakan yang dirumuskan justru mengabaikan pembangunan pertanian. berupa reformasi birokrasi dan tata kelola. Pertanian adalah sektor besar yang selama ini memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja 43% dan kontribusi 16% terhadap produk domestik bruto (PDB). menganggap bidang ini tidak relevan pada pembangunan kesejehteraan bangsa. Kedua. adalah sesuatu yang tentu sangat menyakitkan. Pertama. Jangankan disinggung. pendidikan. Banyak analisis menafsirkan mengapa pertanian terlupakan pada suatu momen besar kenegaraan yang ditunggu rakyat banyak serta disaksikan jutaan pemirsa televisi di seluruh Tanah Air. Pertama. Tidak harus mengutip teori-teori ekonomi pembangunan. ada bidang yang terlupakan. Itulah pertanian. dengan potensi pengganda {multiplier) pada sektor lain yang luar biasa. pemerintahan dan pelayanan publik. Walaupun sektor pertanian telah dibangun dengan susah payah. jika konsep development for all yang diusung Kabinet Indonesia Bersatu Jilid2 justru melupakan pertanian. ternyata hasilnya masih belum membawa kesejahteraan bagi petani sebagai pelaku utamanya. Serempak dan Terintegrasi .Investor Daily. kesehatan. melalui pembangunan untuk semua. kata pertanian sama sekali tidak disebutkan. Presiden SBY memang menyebut kata "ketahanan pangan dua kali.

Implementasi kebijakan peningkatan produksi dan produktivitas mungkin cukup jelas dan mudah diukur dengan sekian macam intervensi yang harus dilakukan. implementasi kebijakan untuk mewujudkan sasaran tersebut memang tidak mudah. Akan tetapi. upaya peningkatan produksi tersebut belum tentu dapat memperbaiki kesejahteraan petani. para pengambil kebijakan tentu tetap harus menyadari bahwa membangun pertanian itu memang perlu serentak dan komprehensif. tanpa diikuti stabilisasi harga di tingkat petani yang memadai. sekian tujuan akan tercapai. untuk mencapai satu tujuan. Kompleksitas seperti ini akan selalu menjadi momok menakutkan bagi kaum elite picik yang hanyaberpikir ingin menikmati hasil kebijakan instan. jika para tengkulak lebih berkuasa atau jika tiba-tiba harga pertanian global anjlok. pada awal masa kepemimpinannya. Pada tingkat daerah. alokasi anggaran. Justru hal sebaliknyayang amat diperlukan. Sekian macam instrumen kebijakan harus dilaksanakan secara serempak dan terintegrasi. Peningkatan produksi yang besar sekalipun masih sulit untuk mengangkat petani dari belenggu kemiskinan apabila persoalan penguasaan lahan tidak dapat dipecahkan. Berbeda dengan sektor industri manufaktur dan jasa. . perkebunan. Walaupun mereka paham secara teori. dengan efisiensi yang tidak terlalu tinggi. Laporan-laporan peningkatan produksi pangan. Namun. peternakan. dan perikanan akhir-akhir ini mungkin cukup memukau Presiden SBY. fenomena seperti ini justru lebih mudah dijumpai. karena demikian banyak pelaku yang terlibat.34 juta rumah tangga petani (atau 53. hortikultura. dan realisasinya berbicara lain. pembinaan dan pemberdayaan sektor pertanian memerlukan biaya transaksi yang besar karena nyaris pada setiap tahapan kegiatan harus dilakukan pelaku atau lembaga yang berbeda. sektor pertanian memang kompleks. Apalagi.Kedua. Belum lagi jika ditambah dengan fakta terakhir tentang penguasaan lahan petani yang semakin menyusut Jumlah petani pangan yang hanya menguasai lahan 0. namun di lapangan. pertanian dianggap telah maju dan berhasil karena laporan yang menggiurkan.5% dari total). Para perumus kebijakan atau elite politik yang tidak sabar dan ingin melihat hasil instan biasanya melupakan pembinaan pertanian karena hasil kebijakan baru dinikmati sekian tahun kemudian.5 hektare atau kurang telah bertambah mencapai 9. Presiden SBY pernah mencanangkan strategi revitalisasi pertanian sebagai mantra ajaib peningkatan produksi dan pemihakan kebijakan kepada petani dan pertanian. misalnya peningkatan kesejahteraan petani. ketidakpercayaan terhadap sektor pertanian karena kompleksitas yang tinggi. Revitalisasi Pertanian Ketiga. bahwa sektor pertanian menjadi pengganda pendapatan dan pengganda tenaga kerja. Hampir seluruh daerah dan provinsi meletakkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan pada RPJM daerah. tidak cukup hanya dengan sekali pukul satu kebijakan. Dalam bahasa ekonomi modern.

tanpa pernah berusaha memahami kesulitan riil petani di tingkat mikro. jelas fondasi pertanian Indonesia masih belum stabil. daya saing bangsa di tingkat global dan sebagainya. juga belum mampu mewujudkan konsep justice for all sebagaimana diucapkan dalam Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2010 ter-sebut. Terlalu naif jika masih ada yang beralasan tidak mampu menegakkan dan melaksanakan UU 41/2009 tersebut hanya karena peraturan pemerintah (PP) yang lebih operasional belum ada. Dari sesuatu yang paling sederhana. pasar murah itu sepi peminat. pemerintah kemudian bereaksi secara panik. Masih cukup banyak cara dan langkah kebijakan untuk memulihkan kepercayaan publik bahwa pemerintah betul-betul masih akan berpihak pada sektor pertanian.Banyak. dan sebagainya. karena bukan hanya menyangkut urusan permintaan dan penawaran pangan. jika menyebutkan istilah ketahanan pangan yang jauh lebih kompleks dan berdimensi luas. melainkan menyangkut kecukupan gizi dan protein penduduk Indonesia. Salah satu contoh kecil yang dapat dilakukan ke depan dalam mencapai sasaran revitalisasi pertanian adalah bagaimana realisasi rencana mewujudkan 15 juta lahan pertanian pangan. Meski menghadapi berbagai kerumitan. dikendalikan di sini. sektor pertanian tetap tak bisa diabaikan. Apalagi kini Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Pertanian tetap menjadi pengganda pendapatan dan pengganda tenaga kerja. apalagi dilupakan. J . pembangunan pertanian memang belum dapat dikatakan maju dan berhasil. Demikian pula jika memperhitungkan sesuatu yang lebih rumit. Semoga saja. baik karena tren permintaan yang memang tinggi dan suplai yang cenderung menurun terutama karena prakiraan bulan basah La Ninayang masih sampai November 2010. ternyata kedodoran di sana. Ketika akhir-akhir ini terdapat lonjakan harga pangan yang liar. Belum lagi. seperti reforma agraria yang dicanangkan Presiden SBY pada periode pertama. pihak seakan terpukau dengan data fisik produksi secara makro tersebut. kekhilafan tidak menyebutkan sektor pertanian itu hanya masalah kemasan saja. Operasi pasar murah direncanakan secara serempak di beberapa tempat. Dengan kata lain. strategi revitalisasi pertanian yang dicanangkan pada periode pertama dulu masih jauh dari sempurna. sehingga tidak selayaknya sektor pertanian diabaikan. bukan karena ketidakpedulian atau penga-cuhan yang pasti memiliki implikasi politik jauh lebih buruk. walaupun menurut laporan media. seperti sistem produksi pangan yang disebutkan di atas.

maka uang menjadi mandul atau tidak produktif. Plato hidup pada abad keempat sebelum Masehi mencerminkan pola pikir tradisi kaum ningrat. Klasik. 4. Konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis ditemukan terutama dalam ajaran-ajaran agama. Sosialis dan Neoklasik Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Perintis Sosialis 1. Konsep pemikiran ekonominya didasarkan pada konsep pengelolaan rumah tangga yang baik. jika menumpuk kekayaan dengan jalan minta/mengambil riba. Ia menolak kehadiran uang dan pinjam-meminjam uang dengan bunga. melalui tukar-menukar. etika atau aturan-aturan moral. 3. Aristoteleslah yang membedakan dua macam nilai barang. karena tidak seorang pun yang dapat memenuhi sendiri berbagai kebutuhannya. Inilah awal dasar pemikiran Prinsip Spesialisasi kemudian dikembangkan oleh Adam Smith. kaidah-kaidah hukum. dan menjadi dasar analisis ilmuwan modern sebab analisisnya berpangkal dari data. 2. pelayaran dan perniagaan yang dianjurkan untuk dikembangkan oleh . Plato menyadari bahwa produksi merupakan basis suatu negara dan penganekaragaman (diversivikasi) pekerjaan dalam masyarakat merupakan keharusan. Inti pemikiran Xenophon adalah pertanian dipandang sebagai dasar kesejahteraan ekonomi. Aristoteles merupakan tokoh pemikir ulung yang sangat tajam. sejarawan dan murid Socrates yang mengarang buku Oikonomikus (pengelolaan rumah tangga). Misalnya dalam kitab Hammurabi dari Babilonia tahun 1700 sM. Xenophon seorang prajurit. uang hanya sebagai alat tukar-menukar saja.Pemper pak Harris Sejarah Pemikiran Ekonomi Praklasik. masyarakat Yunani telah menjelaskan tentang rincian petunjuk-petunjuk tentang cara-cara berekonomi. Ia memandang rendah terhadap para pekerja kasar dan mereka yang mengejar kekayaan. yaitu nilai guna dan nilai tukar.

dan menjaga rencana perdagangan . THOMAS AQUINAS (1225-1274) seorang filosof dan tokoh pemikir ekonomi pada abad pertengahan. hal ini berhubungan dengan tujuan proteksi industri di dalam negeri. 2. dengan menegakkan hukum Tuhan maka dalam jual-beli harus dilakukan dengan harga yang adil (just-price) sedang bunga uang adalah riba. Tetapi masalah riba. proteksionisme serta politik kolonial. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Merkantilis 1. sementara itu terjadi pembatasan-pembatasan yang terkontrol dalam kegiatan perdagangan luar negeri. Pemikiran ekonomi kaum merkantilis merupakan suatu kebijakan yang sangat melindungi industri. Kebijakan ekonomi lebih bersifat makro. 5. pembagian kerja secara teknis dan pembagian kerja teritorial. modal patungan dalam usaha. 5.negara. 3. Merkantilis merupakan model kebijakan ekonomi dengan campur tangan pemerintah yang dominan. mengemukakan tentang konsep keadilan yang dibagi dua menjadi keadilan distributife dan keadilan konvensasi. dalam negeri. kebijakan kependudukan yang mendorong keluarga dengan banyak anak. dan kecepatan uang beredar. Pemikiran-pemikiran ekonomi lahir pada kaum merkantilis disebabkan adanya pembagian kerja yang timbul di dalam masyarakat. 4. spesialisasi dan pembagian kerja. kegiatan industri di dalam negeri dengan tingkat upah yang rendah. Ke luar masuknya logam-logam mulia mempengaruhi tingkat harga di dalam negeri serta jumlah uang yang beredar. upah yang adil dan harga yang layak ini merupakan masalah yang terus-menerus diperdebatkan dalam ilmu ekonomi. yang selanjutnya akan mendorong perdagangan internasional. konsep perbudakan dan sektor pertambangan menjadi milik bersama. dan tingkat upah yang rendah mendorong ekspor. Teori kuantitas uang didasarkan pada jumlah uang yang beredar mempengaruhi tingkat bunga dan tingkat harga barang. Proteksi industri yang menganjurkan persaingan dalam negeri. ditujukan dengan neraca perdagangan luar negeri yang menguntungkan . tetapi menganjurkan persaingan.

Mazhab Pisiokrat tumbuh sebagai kritik terhadap pemikiran ekonomi Merkantilis. classe des froprietaires dari kaum pemilik tanah. 3. tetapi dikemukakan atas transaksi barter dengan nilai alat tukar dapat berubah-ubah karena jumlahnya. Namun demikian pemikiran ini merupakan gagasan ke arah menemukan dasar satuan perhitungan yang ia. Sumbangan pemikiran ahli Pisiokrat lain yaitu Jaques Turgot mempunyai dua sumbangan utama terhadap pemikiran ekonomi yakni teori uang sebagai tabir. 4. tokoh pemikir yang paling terkenal pada mazhab ini adalah Francois Quesnay. 2. dan teori fruktifikasi.yang menguntungkan. Teori uang sebagai tabir yang mempersulit pengamatan fenomena ekonomi. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Pisiokrat 1. Sumbangan pemikiran yang terbesar dalam perkembangan ilmu ekonomi adalah hukum-hukum alamiah. Inti pemikiran utama dalam mazhab Pisiokrat adalah dituangkan dalam tabel ekonomi yang terdiri dari classe productive dari kaum petani. Pemikiran ekonomi kaum Pisiokrat yang menonjol dalam perkembangan ilmu ekonomi selain lingkaran arus ekonomi dalam tabel ekonomi yaitu tentang teori nilai dan harga yang terbagi menjadi tiga yaitu harga dasar barang-barang. harga penjualan dan harga yang harus dibayar konsumen. hal ini dilakukan dalam usaha meningkatkan peranannya dalam perdagangan internasional dan perluasan-perluasan kolonialisme. Teori uang yang dikemukakannya adalah sebagai tabir uang (money is veil) dan perlunya pengenaan pajak untuk kepentingan ekonomi. dan menjelaskan arus lingkaran ekonomi. classe sterile atau classe stipendile yang meliputi kaum pedagang dan industriawan dan classe passieve adalah kaum pekerja. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik .

yang kemudian semakin diarahkan kepada masalah-masalah ekonomi. mengritik pemikiran ekonomi sebelumnya. prinsipil tidak berbeda dengan filsafat mazhab pisiokrat. Teori harga merupakan bagian sentral dari mazhab klasik. guru besar dalam ilmu falsafah di Universitas Edinburgh. Kaum klasik juga memandang ilmu ekonomi dalam arti luas. pemikiran pesimistik dan individu serta negara. dan mengajarkan bahwa proses produksi dan pembagian pendapatan ditentukan oleh mekanisme pasar. 3. dan dengan keseimbangan yang bersifat otomatis. Ia sering bertukar pikiran dengan Quesnay dan Turgot dan Voltaire. dengan demikian politik ekonomi klasik pada prinsip laissez faire. Landasan kepentingan pribadi dan kemerdekaan alamiah. dan kebebasan individulah yang menjadi inti pengembangan kekayaan bangsa. Asas pengaturan kehidupam perekonomian didasarkan pada mekanisme pasar. dengan perkataan lain secara normatif. Ruang lingkup pemikiran ekonomi klasik meliputi kemerdekaan alamiah. perhatiannya bidang logika dan etika. dan bertolak dari suatu metode alamiah. Politik ekonomi kaum klasik merupakan politik ekonomi laissez faire.1. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik Adam Smith (1723-1790) 1. 2. Jadi dalam susunan kehidupan ekonomi yang didasarkan atas milik perseorangan. di mana masyarakat senantiasa secara otomatis akan mencapai keseimbangan pada tingkat full employment. 4. . inisiatif dan perusahaan orang-perorangan. Adam Smith adalah seorang pemikir besar dan ilmuwan kelahiran Kirkaldy Skotlandia tahun 1723. Dan dengan melalui mekanisme permintaan dan penawaran itu akan menuju kepada suatu keseimbangan (equilibrium). kaum klasik mendasarkan diri pada tindakantindakan rasional. Filsafat kaum klasik mengenai masyarakat. Politik ini menunjukkan diri dalam tindakan-tindakan yang dilakukan oleh mazhab klasik.

Say memperbaiki sistem Adam Smith dengan cara yang lebih sistematis serta logis. yakni harga alamiah dan harga pasar dalam jangka panjang harga pasar akan cenderung menyamai harga alamiah. Pertambahan penduduk berarti meningkatkan tenaga kerja. Teori nilai yang digunakan Adam Smith adalah teori biaya produksi. Jean Batiste Say adalah seorang pakar ekonomi kelahiran Perancis yang berasal dari keluarga saudagar dan menjadi pendukung pemikiran Adam Smith. dan lahan lama-kelamaan menjadi kurang subur. Ongkos produksi menentukan harga relatif barang. keterampilan dan modal. dalam hal ini meningkatkan permintaan dan perluasan pasar.2. Dengan demikian. laba bagi pemilik modal dan sewa untuk tuan tanah. sedangkan tingkat upah menurun. Karya besar yang disebut di atas lazim dianggap sebagai buku standar yang pertama di bidang pemikiran ekonomi gagasannya adalah sistem ekonomi yang mengoperasionalkan dasar-dasar ekonomi persaingan bebas yang diatur oleh invisible hand. Sumber kekayaan bangsa adalah lahan. Smith berpendapat bahwa pembagian kerja sangat berguna dalam usaha meningkatkan produktivitas. walaupun semula menggunakan teori nilai tenaga kerja. Say. Adam Smith adalah pakar utama dan pelopor dalam mazhab Klasik. timbul persoalan pembagian pendapatan yakni upah untuk pekerja. dan dengan teori tersebut timbul konsep paradoks tentang nilai. Tingkat sewa tanah akan meningkat. Barang mempunyai nilai guna dan nilai tukar. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik: J. 4. menegakkan keadilan dan menyiapkan sarana dan prasarana kelembagaan umum. sedangkan persaingan tingkat laba menurun yang akhirnya mencapai kegiatan ekonomi yang stationer. Karya Say yaitu theorie des debouchees (teori tentang pasar dan pemasaran) dan dikenal sebagai Hukum Say (Say’s Law) yaitu . 3. sehingga tercipta dua macam harga. dengan asumsi berlaku dana upah. tenaga kerja. Pembagian kerja akan mengembangkan spesialisasi.B. Malthus dan David Ricardo 1. pemerintah bertugas melindungi rakyat.

supply creats its oven demand tiap penawaran akan menciptakan permintaanya sendiri. teori tentang nilai dan harga. begitu juga pengangguran total tidak akan terjadi. sepuluh tahun sebelum Adam Smith menerbitkan The Wealth of Nations dan meninggal tahun 1834. tempat ia menyelesaikan pelajaran dalam ilmu matematika dan ilmu sejarah klasik. 3. pemikirannya didasarkan atas hipotesis yang dijadikan kerangka acuannya untuk mengkaji berbagai permasalahan menurut pendekatan logika. Kritik yang dikemukakan oleh mazhab sosialis berhubungan dengan doktrin laissez faire dengan pengendalian tangan tak kentara (invisible hand) dan intervensi pemerintah. David Ricardo telah mengembangkan pemikiran-pemikiran Adam Smith secara lebih terjabar dan juga lebih sistematis. PEMIKIRAN EKONOMI MAZHAB SOSIALIS Sejarah Pemikiran Mazhab Sosialis dan Kritik terhadap Pemikiran Ekonomi Klasik 1. metode pendekatannya hampir seluruhnya deduktif. Ricardo adalah seorang Pemikir yang paling menonjol di antara segenap pakar Mazhab Klasik. . teori bunga dan laba. Menurut Say dalam perekonomian bebas atau liberal tidak akan terjadi “produksi berlebihan” (over production) yang sifatnya menyeluruh. Malthus diangkat menjadi Profesor of History and Political Economy di East India College. pembagian kerja. Thomas Robert Malthus dilahirkan tahun 1766 di Inggris. Dan pendekatannya teoretis deduktif. Inggris. teori sewa tanah. dan the law of deminishing return. teori kependudukan. Teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat kelompok permasalahan yaitu: teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah. teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi. Teori Malthus pada dasarnya sederhana saja. Pemikiran yang dibahas adalah tentang teori nilai. teori perdagangan internasional dan. Bagian yang paling penting dalam pola dasar pemikiran Malthus dan kerangka analisisnya ialah menyangkut teori tentang sewa tanah dan teori tentang penduduk dengan bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of Population. Malthus adalah seorang ilmuwan di bidang teologi yang kemudian memusatkan perhatiannya kepada masalah-masalah ekonomi dalam perkembangan masyarakat. Ia sangat terkenal karena kecermatan berpikir. 2. Yang mungkin terjadi menurut Say ialah kelebihan produksi yang sifatnya sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi). Kelahiran yang tidak terkontrol menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan bahan makanan bertambah secara deret hitung. Malthus adalah alumnus dari University of Cambridge.

5. di samping itu pembahasannya tentang teori nilai tidak melihat dari biaya produksi. sebab sangat tergantung pada kemauan manusia dan kesempatan kerja. Sismonde mengajukan keberatan terhadap teori kependudukan Malthus. List dan Bastiat.2. 3. bebannya sangat berat dalam mempelajari falsafah. hukum lahan yang semakin berkurang. dipelajari oleh Mill. dasar sistem ekonomi klasik adalah laissez faire. Sumbangan yang paling besar Mill adalah metode ilmu ekonomi yang bersifat deduktif dan bersama dengan metode induktif. Para pengritik mazhab klasik terutama dari Lauderdale. Pemikiran John Stuart Mill banyak dipengaruhi oleh Jeremy Bentam yang beraliran falsafah utilitarian. tetapi telah menggunakan sisi permintaan melalui teori elastisitas. Sementara itu pemikiran ekonomi sosialis mulai berkembang. aspek mesin tidak selalu mempunyai keuntungan dalam meningkatkan kekayaan bangsa. Kritik terhadap ekonomi klasik terutama pada Smith. Mill menjelaskan bahwa hukum yang mengatur produksi lain dengan hukum distribusi pendapatan. sedangkan Bastiat bahwa faktor-faktor yang menentukan nilai barang adalah besarnya tenaga kerja yang dikorbankan pada pembuatan barang. Karena hipotesisnya belum didukung dengan data empirik. Carey berpendapat pertambahan modal lebih cepat dari pertambahan penduduk. teori dana upah mendapat tantangan. dan tidak mungkin dapat dikendalikan dengan cara-cara yang dikemukakan Malthus. Pemikiran List bukan pembagian kerja yang paling penting tetapi mengetahui dan menggunakan kekuatan-kekuatan produktif dalam usaha meningkatkan kekayaan bangsa. Lauderdale mengajukan kritik bahwa nilai barang ditentukan oleh kelangkaan dan permintaan. Dalam era inilah pemikiran Mill dituangkan dalam bukunya yang berjudul Principle of Political Economy. hipotesis kependudukan Malthus. menurut beliau hal-hal yang menjadi karunia alam tidak mempunyai nilai. kecuali telah diolah manusia. dan kawin yang selalu dikaitkan dengan kemampuan ekonomi. 6. . yang menjadikan mental breakdown. Mesin mempunyai fungsi untuk menggantikan tenaga kerja manusia. juga memperkenalkan human capital investment yaitu keterampilan. 4. kerajinan dan moral tenaga kerja dalam meningkatkan produktivitas. Malthus dan Ricardo. Sismonde berpendapat bahwa pembagian kerja skala produksi menjadi semakin besar dan tidak dapat dikendalikan sehingga terjadi kelebihan produksi. dan kritiknya karena asumsi bahwa negaralah yang berhak untuk mengatur kekayaan bangsa. politik dan ilmu sosial. Carey. dengan pemikiran yang eklektiknya. Muller berpendapat bahwa pembagian kerja telah membawa pekerjaan ke dalam perbudakan dan tenaga kerja menjadi mesin. tetapi juga oleh modal spiritual dan modal mental. sedangkan Muller dan List melihat bahwa nilai barang ditentukan juga tidak hanya oleh modal fisik. Demikian juga Carey melihat tentang teori nilai dari segi teori biaya reproduksi. Sismonde.

2.Ekonomi Mazhab Sosialis Utopis 1. Francis Bacon. James Harrington. Teori tentang perkembangan ekonomi menurut Marx sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga bagian. berasal dari kalangan usahawan besar di Jerman. Nalurinya tergugah oleh apa yang diamatinya dan disaksikannya sendiri mengenai kehidupan masyarakat dalam lingkungan kawasan industri di Jerman dan di Inggris. Oliver Cromwell. Sejak usia muda Engels menaruh minat terhadap ilmu falsafah dan ilmu pengetahuan masyarakat. 3. sewaktu Marx hidup dalam pembuangan. Friedrich Engels. sedangkan jumlahnya makin sedikit. Menurut teori konsentrasi perusahaan-perusahaan makin lama makin besar. Gerard Winstanley. kedua teori tentang proses kesengsaraan/pemiskinan yang meluas (die verelendung atau increasing misery). Ia belajar di Universitas Bonn kemudian di Universitas Berlin di Jerman dan memperoleh sarjana bidang Filsafat.. Karl Marx dilahirkan di Treves Jerman dan seorang keturunan Yahudi. Ia seorang ilmuwan dan pemikir besar bidang filosof serta Pemimpin Sosialisme Modern. 4. pertama pemikirannya tentang proses akumulasi dan konsentrasi. ketiga teori tentang tingkat laba yang cenderung menurun. Saint Simon (1760-1825). Timbullah perusahaan- . 3. Engels bertemu dengan Marx tahun 1840 di Paris. dari Perancis bukunya The New Christianity dan Charles Fourier (1772-1837) bercita-cita menciptakan tata dunia baru yang lebih baik bukan dengan kotbah tetapi dengan model percontohan. Pierre Joseph Proudhom (1809-1865 ) Beliau yakin akan asas persamaan dan lama sekali tidak setuju dengan hak milik pribadi terhadap perusahaan. 2. Francis Bacon dalam bukunya Nova Atlantis (1623). keluarganya memiliki sejumlah perusahaan industri tekstil di Jerman maupun di Inggris. Louis Blanc mengusahakan agar didirikan ateliers sociesux yakni pabrik-pabrik yang dihimpun negara. Thomas Campanella. Dari pandangan pemikiran yang revolusioner Karl Marx dan Enggel pemikiran ini biasa disebut kaum sosialis ilmiah dan ada yang tetap mempertahankan dengan cara-cara yang bersifat ideal dan terlepas dari kekuasaan politik disebut sosialis utopis dengan dipelopori oleh Thomas More. Dalam masa studinya ia banyak dipengaruhi oleh Friedrich Hegel seorang Filosof Besar Jerman bidang falsafah murni. dan Thomas Campanella (1623) dalam bukunya Negara Matahari (Civitas Solis). Perusahaan-perusahaan besar bersaing dengan perusahan kecil maka perusahaan kecil akan kalah dalam persaingan dan kemudian perusahaan kecil lenyap. Ekonomi Mazhab Sosialis Ilmiah 1. Perkataan Utopis berasal dari judul buku Thomas More dalam tahun 1516 Tentang Keadaan Negara yang Sempurna dan Pulau Baru yang Utopis.

dia telah memberikan sumbangan dalam pemikiran ekonomi yang kemudian disebut sebagai Hukum Gossen I dan II. Dan perbedaan preferences yang menimbulkan perbedaan harga. Asumsi yang digunakan Walras adalah persaingan sempurna. Sedangkan Menger menjelaskan teori nilai dari orde berbagai jenis barang. b) tingkat produktivitas tenaga kerja. Sedangkan teori akumulasi menyatakan bahwa para pengusaha raksasa semakin lama semakin kaya dan menumpuk kekayaan yang terkonsentrasi pada beberapa orang. Dalam sistem itu terjadi keterkaitan antara berbagai aktivitas ekonomi seperti teori produksi. Dasar pemikiran mazhab neoklasik pada generasi kedua lebih akurasi dan tajam karena bila dibandingkan dengan pemikiran ekonomi pada kelompok generasi pertama neoklasik. 5. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang baru dalam teori ekonomi. 3. Dengan teori orde barang ini maka tercakup sekaligus teori distribusi. bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatannya untuk berbagai jenis barang yang diperlukannya. Jika terjadi perubahan pada salah satu asumsi ini maka terjadi perubahan yang berkaitan dengan seluruh aktivitas ekonomi Teori Produktivitas Marjinal 1. 2. Mazhab neoklasik telah mengubah pandangan tentang ekonomi baik dalam teori maupun dalam metodologinya. Selain Gossen. dan lahan terbatas. Teori nilai tidak lagi didasarkan pada nilai tenaga kerja atau biaya produksi tetapi telah beralih pada kepuasan marjinal (marginal utility). Pemikiran yang sangat mengagumkan yang disusun oleh Walras tentang teori keseimbangan umum melalui empat sistem persamaan yang serempak. konsumsi dan distribusi. dan c) perimbangan bagian nilai surplus untuk konsumsi terhadap bagian yang disalurkan sebagai tambahan modal. sedangkan Hukum Gossen II. jumlah modal. Hukum Gossen I menjelaskan hubungan kuantitas barang yang dikonsumsi dan tingkat kepuasan yang diperoleh. Para pengusaha kecil dan golongan menengah menjadi orang miskin. Jevons berpendapat bahwa perilaku individulah yang berperan dalam menentukan nilai barang. Sejauhmana proses akumulasi yang dimaksud di atas bisa berjalan tergantung dari a) tingkat nilai surplus. sedangkan teknologi produksi dan selera konsumen tetap. Hal ini dapat terjadi karena pemikiran generasi .perusahaan raksasa. Salah satu pendiri mazhab neoklasik yaitu Gossen. menurut dia nilai suatu barang ditentukan oleh tingkat kepuasan terendah yang dapat dipenuhinya. Jevons dan Menger juga mengembangkan teori nilai dari kepuasan marjinal. dan para pengusaha kecil akhirnya jatuh miskin dan pengusaha kecil yang berdiri sendiri menjadi proletariat. PEMIKIRAN EKONOMI NEOKLASIK Perintis Analisis Marjinal 1. tenaga kerja.

Tetapi. karena itu timbullah bunga. laba serta lahan dan bunga ditetapkan dengan objektif dan adil. ibarat bekerjanya dua mata gunting. Fisher menjelaskan pula terjadinya bunga melalui permintaan dan penawaran terhadap tabungan dan investasi. dan distribusi yang lebih umum beralih pada penjelasan yang lebih tajam. Fisher melihat dari arus pendapatan masa depan perlu dinilai sekarang. Dengan teori produktivitas marjinal upah tenaga kerja. Sumbangan yang paling terkenal dari pemikiran Marshall dalam teori nilai merupakan sitetis antara pemikiran pemula dari marjinalis dan pemikiran Klasik. apakah setiap pekerja mendapat upah sama dengan PPMt nya? 3. Untuk memudahkan pembahasan keseimbangan parsial. pada saat ongkos rata-rata sampai pada titik minimum. maka digunakannya asumsi ceteris paribus.kedua menjabarkan lebih lanjut perilaku variabel-variabel ekonomi yang sudah dibahas sebelumnya. dan pada saat kurva ongkos naik. yang secara langsung membantah teori eksploitasi. Pemikiran Marshall sebagai Bapak Ekonomi Neoklasik 1. Pada saat kurva ongkos ratarata menurun. Penggunaan pendekatan matematis dalam analisis ekonomi terutama dalam fungsi produksi semakin teknis. Tingkat bunga merupakan marginal rate of return over cost. konsumsi. Hal ini merupakan sumbangan besar dalam pembahasan ongkos perusahaan dan industri. Clark mempunyai pendapat bahwa barang-barang sekarang mempunyai nilai lebih tinggi daripada masa depan. ditafsirkan oleh J. Pertentangan pemikiran antara para ahli neoklasik seperti J. Kontroversi ini pun timbul dari pandangan J. Clark.B. oleh Wicksell. 4. analisis ongkos produksi merupakan pendukung sisi penawaran dan teori kepuasan marjinal sebagai inti pembahasan permintaan. Dengan demikian.B. sedangkan untuk memperhitungkan unsur waktu ke dalam . Tetapi masalahnya.B Clark mempunyai nilai etik. sebenarnya pada fungsi produksi terjadi proses increasing returns. Lingkupan telah berkembang dari produksi. Hal ini dikaitkan pula dengan bentuk kurva ongkos rata-rata. pada kurva produksi terjadi keadaan decreasing returns. yakni permintaan dan penawaran. Bohm Bawerk memberikan adanya premium atau agio. Pemikiran lain yang menjadi sumber kontroversi seperti pandangan Bohm Bawerk telah menimbulkan kontroversi pula tentang hubungan antara modal dan bunga. karena kebutuhan sekarang lebih tinggi daripada masa datang. bekerjanya kedua kekuatan. meningkat atau menurun. Selanjutnya. dan dengan penggunaan asumsi-asumsi yang dialaminya juga bertambah seperti dalam kondisi skala tetap. Fisher memberi sumbangan pula pada tingkat bunga. yang dipengaruhi oleh kekuatan subjektif dan objektif. pada fungsi produksi berlaku asumsi constant return to scale. Tetapi. bunga juga dipengaruhi oleh produktivitas melalui keunggulan teknik. Clark dapat menjadi sumber inspirasi dari perkembangan ilmu ekonomi dalam menjelaskan teori distribusi fungsional. 2. Menurutnya.

Robert Giffen telah dapat membantu penyelesaian kaitan konsumsi dan pendapatan dengan permintaannya terhadap barang-barang. dan jangka panjang. ilmu ekonomi menurut Veblen jauh . Mazhab Institusionalisme 1.2. terjadi kestabilan. Pemikiran Alfred Marshall mahir dalam menggunakan peralatan matematika ke dalam analisis ekonomi. maka catatan-catatan matematikanya diletakkan pada bagian catatan kaki dan pada lampiran bukunya. Dalam pembahasan sisi permintaan. Nilai koefisien ini dapat sama dengan satu. 3. yakni aspek barang-barang pengganti dan efek pendapatan. Jika variabel kuantitas independen. Marshall menjelaskan pula mengapa kurva ongkos total rata-rata menurun dan meningkat. tetapi jika berubah harga menjadi independen. karena setiap usaha yang dilakukan untuk kembali ke posisi seimbang ternyata membuat tingkat harga dan jumlah barang menjauhi titik keseimbangan. Mekanisme permintaan dan penawaran dapat mendatangkan ketidakstabilan. dia tidak mau cepatcepat menerbitkan bukunya. lebih besar dan lebih kecil dari satu. 5. yakni kepuasan marjinal uang yang tetap. jangka pendek. Inti pemikiran Veblen dapat dinyatakan dalam beberapa kenyataan ekonomi yang terlihat dalam perilaku individu dan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh motivasi ekonomi tetapi juga karena motivasi lain (seperti motivasi sosial dan kejiwaan). Marshall telah menghitung koefisien barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga secara relatif. Selama pajak yang dikenakan pada konsumen lebih kecil daripada surplusnya itu. Tetapi. Dalam membahas kepuasan marjinal terselip asumsi lain. Hal ini berkaitan dengan faktor internal dan eksternal perusahaan atau industri. terutama bagi industri-industri yang struktur ongkosnya telah meningkat. Dengan demikian. Jika itu terjadi maka terjadi surplus konsumen. tetapi karena orangnya sangat teliti dan modes. maka kesejahteraannya tidak menurun. ada dua masalah yang belum mendapat penyelesaian dalam hal sisi permintaan. sebelum buku Jevons terbit. sehingga ditemukan Giffen Paradox. pajak juga dapat digunakan untuk subsidi. Dia memahami. maka Veblen tidak puas terhadap gambaran teoretis tentang perilaku individu dan masyarakat dalam pemikiran ekonomi ortodoks. 4. maka keadaan menjadi tidak stabil. maka pasar diklasifikasikan ke dalam jangka sangat pendek. bahwa untuk memudahkan pembaca. analisisnya. Tetapi. Marshall menemukan surplus konsumen. Peranan substitusi kemudian diselesaikan oleh Slurtky. Bahwa konsumen keseluruhan mengeluarkan uang belanja lebih kecil daripada kemampuannya membeli. Keadaan tidak stabil itu terjadi jika kurva penawaran berjalan dari kiri-atas ke kanan-bawah. Pengertian ini dikaitkan pula dengan welfare economics. Pembahasannya tentang kepuasan marjinal telah mulai sebelum 1870.

tetapi antara bisnismen dengan para teknisi. sosial dan politik dalam pembahasannya. bahkan di samping pemikiran ekonomi ortodoks. depresi. membawa akibat perluasan dan perubahan dalam metodologi. persaingan sempurna ditolaknya. tetapi sebagai seorang sociologist. pandangan-pandangannya telah mendorong berkembangnya aliran ekonomi kelembagaan Amerika Serikat. Pandangannya terhadap ekonomi ortodoks adalah penolakannya pada lingkungan ekonomi yang sempit. 4. logika yang abstrak ekonomi ortodoks. karena dia menggunakan istilah-istilah yang datang dari disiplin lain. maka peranan teknisilah yang menentukan proses produksi. Veblen melihat pengkajian ilmu ekonomi dari berbagai aspek ilmu sosial sehingga diperlukan interdisiplin. 2. Fluktuasi kegiatan ekonomi dapat diamati dari keputusan-keputusan pengusaha. Commons seorang pelopor ajaran ekonomi kelembagaan di Universitas Wisconsin. reaksi-reaksi pengusaha terhadap perubahan laba. 2. Karena dunia bisnis telah dikuasai oleh mesin. dan banyak memberikan sumbangan dalam ekonomi perburuhan. yakni resesi. Konflik-konflik yang terjadi bukan lagi antara tenaga kerja dan pemilik modal. andaian-andaian. yang banyak terjadi adalah monopoli. Oleh karena itu tidak semua pandangan Veblen disetujuinya. sejarah. Mitchell seorang ilmuwan sejati yang tidak terpengaruh oleh pemikiran lain ia mempunyai pandangan sendiri. pandangan Veblen mendapat kritik. . penyempurnaan struktur dan fungsi pendidikan di kampusnya. pemulihan dan masa-masa makmur (boom). Oleh karena itu pula Veblen mendapat tuduhan bukan sebagai seorang pemikir ekonomi. statik. Namun demikian. hukum. Pendekatan sejarah. tetapi harga ditetapkan lebih tinggi. perilaku bisnis. John R. karena itu dia tidak pernah menggunakannya sebagai teori dalam penelitian. Dia lebih menekankan penelitian empirik dan menjelaskan data dengan deskriptif. Muridmuridnya melanjutkan dan melakukan pengembangan terhadap pemikiranpemikirannya. bukan persaingan harga. dengan mempelajari sebab-sebab yang menjadi kumulatif secara evolusioner digunakannya dalam analisis siklus bisnis. andaian-andaian laba maksimal. seperti teori konsumsi. Siklus-bisnis terdiri beberapa tahap. dan mencoba memasukkan segisegi kejiwaan. Tindakan Kolektif dan Surplus yang tidak Produktif 1. Commons mencoba untuk melakukan perubahan sosial. Persaingan sempurna hampir tidak terjadi. dan perilaku variabelvariabel ekonomi. Pandangan pemikiran Veblen yang utama bahwa teori-teori ekonomi ortodoks. Selanjutnya pandangan Veblen pada tahap awal sukar dipahami oleh ahliahli ekonomi. Mitchell berkeberatan terhadap asumsi-asumsi. Revolusi perkembangan pemikiran yang dikemukakan Veblen yaitu dengan memperluas lingkup pengkajian ilmu ekonomi.lebih luas daripada yang ditemukan dalam pandangan ahli-ahli ekonomi ortodoks. 3.

maupun dalam menjelaskan terjadinya siklus-bisnis. oleh karena keduanya mengandung unsur etika. Dalam transaksi tersebut. karena terjadi under consumption dan over saving di dalam negeri. melibatkan aspek-aspek kebiasaan. Dalam mengatasi persoalan-persoalan itu tidak dapat hanya dengan teoriteori ekonomi ortodoks. Perencanaan ekonomi di negeri-negeri yang sedang berkembang akan mengarahkan pembangunan yang jelas. recovery. Pembayaran terhadap faktor-faktor produksi dapat ditentukan atas kebutuhan cukup untuk meningkatkan produktivitas dan dengan memberikan kelebihan yang tidak produktif.A. yaitu ada tiga kelemahan teori ekonomi ortodoks yang ditemukannya. yakni tidak dapat menyelesaikan masalah full employment yang dijanjikan teori ekonomi ortodoks. distribusi pendapatan yang senjang. dan semua sektor. hipotesis tentang timbulnya imperialisme. yakni transaksi pengalihan hak milik kekayaan. Drama Asia dan Kapitalisme Amerika 1. Dalam pasar ekonomi ortodoks terjadi pertukaran. yakni ekonomi. Pandangan pemikiran J. adat. tetapi bukan hubungan pertukaran. hukum dan kejiwaan. dan akan terhindarlah ekonomi dari resesi. Hobson tentang kritiknya terhadap ekonomi ortodok. Dia mempelajari sebab-sebab terjadinya kemiskinan di negeri-negeri maju dan yang sedang berkembang. Alat . tetapi dia memasukkan aspek dinamik dengan mengkaji terjadinya fluktuasi bisnis. namun gangguan itu berusaha mencari keseimbangan baru. meningkatnya konsumsi. Dia membagi tiga macam transaksi dalam pasar. oleh karena teori itu terlalu sempit. Inovasi. Pengeluaran pemerintah dan pajak dapat mendorong ekonomi ke arah full employment.Teori harga dalam ekonomi ortodoks hanya berlaku dalam kondisi-kondisi khusus. Dengan semakin meratanya pembagian pendapatan akan mendorong peningkatan produktivitas. transaksi kepemimpinan. Adanya ekonomi normatif dan positif tidak disetujuinya. Keseimbangan ekonomi yang statik dan stasioner itu mengalami gangguan dengan adanya inovasi. Inovasi akan terhenti kalau kapten industri (wiraswasta) telah terlihat dengan persoalan-persoalan rutin. Pemikiran yang paling menonjol dari Schumpeter tentang pembahasan ekonomi jangka panjang terlihat dalam analisisnya baik mengenai terjadinya inovasi komoditi baru. kependudukan. dan pasar bukanlah ukuran terbaik untuk menentukan ongkos sosial. kesehatan. 2. maka diperlukan penanaman modal ke daerah-daerah baru. Penemuan hari ini dapat dihancurkan oleh penemuan esok. dan transaksi distribusi. pendidikan. Walaupun Schumpeter menggunakan andaian-andaian ekonomi ortodoks. dan meningkatkan pendapatan pekerja dan peningkatan produktivitas. depresi. dan boom. tetapi ekonomi tetap tumbuh. dan perencanaan itu meliputi segala aspek. Invensi dan inovasi merupakan kreativitas yang bersifat destruktif. 3. Pemikiran Gunnar Myrdal seorang ekonomi Swedia yang terbesar dewasa ini tertarik dengan pengkajian sosiologi. di mana terjadi resesi.

Kekuasaan konsumen telah tidak berarti sehingga timbul dependent-effect pemilik modal telah terpisah dengan para manajer yang profesional. yang tidak sesuai dengan ramalan-ramalan yang bersifat manipulatif dari teori ekonomi ortodoks. dan lembaga-lembaga konsumen. untuk menjamin kelanjutan kekuasaan perusahaan. 3.analisisnya seperti yang dilakukan oleh Mitchell. yakni sebab-musabab yang bersifat kumulatif. Namun demikian. pasar telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar. Tidak ada lagi persaingan sempurna. John Keyneth Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi kapitalis di AS. dan kualitas barang-barang swasta tidak dapat diimbangi oleh barang-barang dan jasa publik. Andaian-andaian ekonomi ortodoks menurut Galbraith ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya. ekonomi. mereka meminta pemerintah untuk menstabilkannya. sosial dan kejiwaan dapat berhimpun menjadi sebab kejadian yang merugikan atau yang menguntungkan pembangunan. tetapi sebaliknya terjadi pencemaran lingkungan. Kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh kekuatan pengimbang seperti kekuatan buruh. pemerintah. Konsumsi masyarakat telah menjadi tinggi. kekuatan-kekuatan politik. Jadi.perusahaan ini. Perusahaan ini menentukan selera konsumen. Sumber Buku Sejarah Teori-teori Ekonomi Karya Disman . dan para manajer ini telah menjadi technostructure masyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->