Konsep pertanian yang berkelanjutan terus berkembang, diperkaya dan dipertajam dengan kajian pemikiran, model, metode, dan

teori berbagai disiplin ilmu sehingga menjadi suatu kajian ilmu terapan yang diabadikan bagi kemaslahatan umat manusia untuk generasi sekarang dan mendatang. Pertanian berkelanjutan dengan pendekatan sistem dan besifat holistik mempertautkan berbagai aspek atau gatrs dan disiplin ilmu yang sudah mapan antara lain agronomi, ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya. Sistem pertanian berkelanjutan juga beisi suatu ajakan moral untuk berbuat kebajikkan pada lingkungan sumber daya alam dengan memepertimbangkan tiga matra atau aspek sebagai berikut 1. Kesadaran Lingkungan (Ecologically Sound), sistem budidaya pertanian tidak boleh mnyimpang dari sistem ekologis yang ada. Keseimbanganadalah indikator adanya harmonisasi dari sistem ekologis yang mekanismena dikendalikanoleh hukum alam. 2. Bernilai ekonomis (Economic Valueable), sistem budidaya pertanian harus mengacu pada pertimbangan untung rugi, baik bagi diri sendiri dan orang lain, untuk jangka pandek dan jangka panjang, serta bagi organisme dalam sistem ekologi maupun diluar sistem ekologi. 3. Berwatak sosial atau kemasyarakatan (Socially Just), sistem pertanian harus selaras dengan norma-noma sosial dan budaya yang dianut dan di junjung tinggi oleh masyarakat disekitarnya sebagai contoh seorang petani akan mengusahakan peternakan ayam diperkaangan milik sendiri. Mungkin secra ekonomis dan ekologis menjanjikkan keuntungan yang layak, namun ditinjau dari aspek sosial dapat memberikan aspek yang kurang baik misalnya, pencemaran udara karena bau kotoran ayam. Norma-norma sosial dan budaya harus diperhatikan, apalagi dalam sistem pertanian berkelanjutan di Indonesia biasanya jarak antara perumahan penduduk dengan areal pertanian sangat berdekatan. Didukung dengan tingginya nilai sosial pertimbangan utama sebelum merencanakan suatu usaha pertanian dalam arti luas. Lima kriteria untuk mengelola suatu sistem pertanian berkelanjutan 1. Kelayakan ekonomis (economic viability) 2. Bernuansa dan bersahabat dengan ekologi (accologically sound and friendly) 3. Diterima secara sosial (Social just) 4. Kepantasan secara budaya (Culturally approiate) 5. Pendekatan sistem holistik (sistem and hollisticc approach) Sejak tahun 1980an kajian dan diskusi untuk merumuskan konsep pembangunan berkelanjutan yang operasional dan diterima secara universal terus berlanjut. Pezzy (1992) mencatat, 27 definisi konsep berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan, dan tettunya masih ada banyak lagi yang luput dari catatan tersebut. Walau banyak variasi definisi pembangunan berkelanjutan, termasuk pertanian berkelanjutan, yang diterima secara luas ialah yang bertumpu pada tiga pilar: ekonomi, sosial, dan ekologi (Munasinahe, 1993). Dengan perkataan lain, konsep pertanian berkelanjutan berorientasi pada tiga dimensi keberlanjutan, yaitu: keberlanjutan usaha ekonomi(profit), keberlanjutan kehidupan sosial manusia (people), dan keberlanjutan ekologi alam (planet). Dimensi ekonomi berkaitan dengan konsep maksimisasi aliran pendapatan yang dapat diperoleh dengan setidaknya mempertahankan asset produktif yang menjadi basis dalam

memperoleh pendapatan tersebut. Indicator utama dimensi ekonomi ini ialah tingat efisiensi dan daya saing, besaran dan pertumbuhan nilai tambah dan stabilitas ekonomi. Dimensi ekonomi menekankan aspek pemenuhan nebutuhan ekonomi manusia baik untuk generasi sekarang ataupun mendatang. Dimensi sosial adalah orientasi kerakyatan, berkaitan dengan kebutuhan akan kesejahteraan sosial yang dicerminkan oleh kehidupan sosial yang harmonis (termasuk tercegahnya konflik sosial), preservasi keragaman budaya dan modal sosio-kebudayaan, termasuk perlindungan terhadap suku minoritas. Untuk itu, pengentasan kemiskinan, pemerataan kesempatan berusaha dan pendapatan, partisipasi sosial politik dan stabilitas sosial budaya merupakan indikator-indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembangunan. Dimensi lingkungan alam menekankan kebutuhan akan stabilitas ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam. Termasuk dalam hal ini ialah pterpeliharanya keragaman hayati dan daya lertur bilogis, sumber daya tanah, air dan agroklimat, serta kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Penekanan dilakukan pada preservasi daya lentur dan dinamika ekosistem untuk beradaptasi terhadap perubahan bukan pada konservasi sustu kondisi ideal statis yang mustahil dapat diwujudkan. Ketiga dimensi tersebut saling mempengaruhi sehinnga ketiganya harus dipertimbangkan secara berimbang. Sistem sosial yang stabil dan sehat serta sumberdaya alam dan lingkungan merupakan basis untuk kegiatan ekonomi, sementara kesejahteraan ekonomi merupakan prasyarat untuk terpeliharanya stabilitas sosial budaya maupun kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hisup. Sistem sosial yang tidak stabil atau sakit akan cenderung menimbulkan tindakan yang merusak kelestarian sumber daya alam dan merusak kesehatan lingkungan, sementara ancaman kelestarian sumber daya alam dan lingkungan dapat mendorong terjadinya kekacauan dan penyakit sosial. Visi pembangunan (pertanian) berkelanjutan ialah terwujudnya kondisi ideal skenario kondisi zaman keemasan, yang dalam bahasa konstitusi Indonesia disebut adil dan makmur, dan mencegah terjadinya lingkaran malapetaka kemelaratan. Visi ideal tersebut diterima secara universal sehingga pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) menjadi prinsip dasar pembangunan pertanian secara global termasuk di Indonesia. Oleh karena itulah pengembangan sistim pertanian menuju usaha tani berkelanjutan merupakan salah satu misi utama pembangunan pertanian di Indonesia. Perspektif pertanian berkelanjutan telah tersosialisasi secara global sebagai arah ideal pembangunan pertanian. Pertanian berkelanjutan bahkan kini tidak lagi sekedar wacana melainkan sudah menjadi gerakan global. Pertanian berkelanjutan telah menjadi dasar penyusunan protocol aturan pelaksanaan (rules of conduct) atau standar prosedur operasi “Praktek Pertanian yang Baik” (Good Agricultur Practices = GAP) sebagai sebuah gerakan global maka praktek pertanian berkelanjutan menjadi misi bersama komunitas internasional, negara, lembaga pembangunan, organisasi swadaya masyarakat dan lembaga konsumen internasional turut mendorong dan mengawasi pelaksanaan prinsip pertanian berkelanjutan tersebut. Kepatuhan produsen terhadap standar praktek pertanian berkelanjutan menjadi salah satu atribut preferensi konsumen atas produk pertanian. Karena itu, setiap perusahaan agribisnis haruslah senantiasa mematuhi prinsip Praktek Pertanian yang Baik (PPB) agar dapat memperoleh akses pasar, khususnya di pasar internasional Masalah dan tantangan yang dihadapi dalam sistem pertanian berkelanjutan yaitu:

1. Membangun pemerintah yang baik dan memposisikan pertanian sebagai sektor andalan perekonomian nasional. 2. Mewujudkan kemandirian pangan dalam tatanan perdagangan dunia yang bebas dan tidak adil 3. Mengurangi jumlah petani miskin, membangun basis bagi partisipasi petani dan pemerataan hasil pembangunan 4. Meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian 5. Membangun sistem agribisnis terkoordanatif 6. Melestarikan sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup 7. Membangun sistem iptek yang efisien

Kebijakan Pertanian
Published January 24, 2010 Pembangunan Pertanian Leave a Comment

1. Jelaskan Mengapa Diperlukan Analisis Kebijakan Pertanian Karena kebijakan pertanian mengatur dibidang petanian yang mempengaruhi kehidupan dan reaksi orang akan berbeda menganai keadaaan, dampak kebijakan terhadap pendapatan, kebutuhan, dan kepentingan lain. 2. Contoh Alat Analisis Kebijakan Pertanian a. Surplus Konsumen (SK) dibawah kurva permintaan b. Surplus Produsen (SP) SK dan SP terhadap pemmerintah. c. Social loss dan Social Gain 3. Jelaskan tentang kebijakan subsidi input dalam kebijakan pertanian dari sisi defenisi, pengaruhnya bagi petani dan berikan contoh kebijakannya. Definisi : Subsidi input semakin tinggi input semakin tinggi penggunaanya semakin kecil produksi Contoh Kebijakan pemebrian subsidi input pada perternakan sapi sehingga produksi tinggi harag turun, konsumen akan berpindah dari daging ayam ke ddaging sapi Pengaruhnya : menguntungkan konsumen dan kendala dalam mengadopsi teknologi 4. Jelaskan alasan ditetapkannya pajak ekspor terhadp produk pertanian tertentu Alasanya karena pajak ekspor digunakan untuk mengendalikan harga agar konsumen tidak rugi (untuk kepentingan konsumen) 5. Jelaskan pengaruh jangka panjang dari adanya pajak ekspor produk pertanian a. Stabilitas harga dalam Negeri b. Menurunkan biaya penduduk (Harga Dalam Negeri turun) dampak (-) dr adanya pajak impor (produsen rugi)◊c. Menghalangi adopsi teknologi baru distribusi pendapatan dan diversifikasi pertanian d. Penambahan penerimaan pemerintah

6. Jelaskan dengan gambar pengaruh adanya tarif impor produk pertanian terhadap harga, jumlah produksi dan konsumsi produk impor tersebut di luar negeri Pengaruh tarif impor a. produsen : meningkatkan produksi brg yg dihasilkan, harga unit naik b. konsumen : menurunkan permintaan impor, membayar per unit meningkat c. penerimaan pemeritah : meningkatkan (tarif x Volume brg yg diimpor) 7. Jelaskan persamaan pengaruh tarif dan kuota impor Meningkatkan produksi dalam negeri, Menurunkan Konsusmsi dalam negeri dan harga dalam negeri meningkat. PS = Price Support : kebijakan untuk membuat harga output diatas pendapatan petani meningkat, produksi meningkat.◊harga keseimbangan Kebijakan PS akan efektif bila penawarannya bersifat elastis karena perubahan harga yg sedikit saja kan menyebabkan perubahan penawarsan (produksi) yg cukup besar hal ini sesuai dengan tujuan PS yaitu peningkatan produksi . akan lebih efektof jika permintaan juga elastis  karena perubahan harga sedikit aka peningkatan permintaan cukup besar brg yg diproduksi produsen dapat dibeli konsumen . contoh Harga dasar gabah IS = Input Support : semakin tinggi hara input semakin kecil penggunaany semakinkecil produksi PS : peningkatan produksi melalui peningkatan pendapatan : dari sisi petani sebagai produsen NSL Net Sosial Loss SI : peningkatan produksi melalui penurunan baiaya dari sisi petani sebagi produsen Biaya Sumber daya Proteksi adalah upaya pemerintah melindungi produsen dalam negeri terhadap barang impor dalam jangka waktu tertentu agar bisa bersaing. Jenis proteksi a. Tarif (pajak) impor b. Quota c. Impor untuk pemerintah d. Laranag impor e. Hambatan non tarif ex Pelabelan, ketentuan mutu, pengisisan formulir berbelit dan masih bnyk lagi hambatab non tarif : tidakan atau kebijakan dan praktek yg menghambat samapainya barang ke konsumen suatu negara yag tidak berbentuk pajak.

Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Pertanian
Published December 2, 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment

Pembangunan pertanian harus berorentasi pada pemberdayaan masyarakat. Slamet (2000) menekankan bahwa pada dasarnya pembangunan harus bertujuan untuk mengembangkan masyarakat. Pembangunan diselenggarakan untuk memecahkan masalah yang ada dan

dihadapi masyarakat. Keberhasilan pembangunan dipedesaan akan terlihat apabila masyarakat secara dinamis mampu memenuhi kebutuhannya. Korten dan Sjahrir (1988) menyatakan bahwa kunci keberhasilan pembangunan agar mencapai sasaran pada sebagian besar masyarakat miskin apabila dikurangi kendala-kendala yang dihadapi kaum miskin dalam mengungkapkan kemampuan-kemampuannya. Soedjatmoko (1983) menekankan pentingnya motivasi, tujuan, dan makna dalam proses pembaharuan diri dalam pembangunan, serta bukan kemakmuran material semata. Dalam kegiatan pertanian, masyarakat petani masih membutuhkan suatu layanan yang semakin luas dan komplek cakupannya. J.Di Franco (Munder, Addion H., 1972 mengidentifikasi cakupan tanggung jawab layanan pertanian di masa mendatang meliputi: (a) Produksi pertanian; (b) Pemasaran, distribusi dan pengolahan produk pertanian; (c) Konservasi, penggunaan dan perbaikan sumber daya alam; (d) Pengelolaan usahatani dan ekonomi rumah tangga; (e) Kehidupan keluarga; (f) Pengembangan generasi muda; (g) Pengembangan kepemimpinan; (h) Pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya. Layanan pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya manusia sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat. Menurut Margono Slamet (2000) istilah “berdaya” diartikan sebagai tahu, mengerti, faham, termotivasi, berkesempatan melihat peluang, berenergi, mampu bekerjasama, tahu berbagai alternatif, mampu mengambil resiko, mampu mencari dan menangkap informasi, mampu bertindak sesuai situasi. Petani yang berdaya, menurut Susetiawan (2000) adalah petani yang secara politik dapat mengartikulasikan (menyampaikan perwujudan) kepentingannnya, secara ekonomi dapat melakukan proses tawar menawar dengan pihak lain dalam kegiatan ekonomi, secara sosial dapat mengelola mengatur komunitas dan mengambil keputusan secara mandiri, dan secara budaya diakui eksistensinya. Pemahaman tentang pemberdayaan masyarakat merupakan suatu strategi yang menitikberatkan pada bagaimana memberikan peran yang proposional agar masyarakat dapat berperan secara aktif dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga swasta dan masyarakat sendiri (Saputro, 2001). Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari konsep pembangunan yang secara implisit mengutarakan perubahan dari satu tahapan ke tahapan yang lebih baik. Pemberdayaan haruslah melampaui ukuran materi dan uang, oleh karena itu pemberdayaan harus diartikan sebagai suatu proses multi dimensional termasuk di dalamnya suatu upaya pengorganisasian kembali dan reorientasi dari seluruh system ekonomi dan system social masyarakat. Upaya tersebut melibatkan perubahan yang radikal di bidang kelembagaan, struktur social, struktur administrasi, persepsi, altitude serta perubahan kebiasaan kepercayaan suatu bangsa (Arintadisastra, 2001). Pustaka (source) Korten, D.C dan Sjahrir. 1988. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta. Michel Todaro P. 1978. Economic Development in The World. Longmen Inc. New York. Dalam Arintadisastra. 2001. Membangun Pertanian Modern. Yayasan sinar Tani. Jakarta.

bahwa mereka sebagian besar tinggal di negara-negara berpendapatan rendah. karya para akademis ekonomi telah sangat . Memantapkan Posisi dan Meningkatkan Peran penyuluhan Pembangunan Dalam pembangunan. Ahli-ahli ekonomi merasa sulit memahami konstrain-konstrain preferensi dan kelangkaan (scarcity) yang menentukan pilihan-pilihan bagi kamun miskin. Jika kita mengetahui ekonmi kemiskinan. Makalah Seminar Nasional Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Menuju Terwujudnya Masyarakat Madani 25-26 September 2000 di IPB. Jakarta. Dalam dekade-dekade terakhir ini. 2001. E. 2000. Hal yang tidak banyak difahami oleh banyak ahli ekonomi adalah bahwa penduduk miskin tidak kalah dibanding penduduk kaya untuk memmperbaiki nasib mereka dan anak-anak mereka. 1991. Pertanian di banyak negara berpendapatan rendah mempunyai kapasitas ekonomi potensial untuk memproduksi bahan makanan yang cukup bagi penduduk yang terus bertambah dan juga memperbaiki pendapatan serta kesejahteraan penduduk miskin secara berarti. Ekonomi Kemiskinan Published December 2. kita akan banyak mengetahui ekonomi sesungguhnya terjadi. Faktor-faktor penentunya adalah perbaikan kualitas penduduk dan peningkatan pengetahuan. maka kita akan mengetahui ekonomi kemiskinan. CV Yasaguna. (ed). 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment Disampaikan Oleh Ir. 1990. Phd EKONOMI KEMISKINAN Sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. Menggerakkan dan Membangun Pertanian Syarat-syarat Pokok Pembangunan dan Modernisasi. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ketahanan Pangan Kajian Empiris LSM-LSM Mitra Yayasan Indonesia Sejahtera. Kita semua tahu bahwa sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. Saputro. Slamet. Soedjatmoko. M. PT Raja Grafindo Persada. Kebanyakan penduduk miskin di dunia hidup dari bidang pertanian. Yayasan Indonesia Sejahtera. Sosiologi Suatu Pengantar. A. LP3ES. Soekanto S.Mosher. dan bahwa sebagian besar dari mereka mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian. Marcellinus Molo.P. Dimensi Manusia Dalam Pembangunan. bahwa separuh atau lebih dari pendapatan mereka yang sangat rendah dibelanjakan untuk bahan makanan. Jakarta. Jika kita mengetahui ekonomi pertanian.S. bahwa mereka memperoleh sedikit sekali imbalan atas tenaga kerja mereka. Jakarta. energi dan lahan pertanian. sebagian bersifat paradoks.T. Faktor-faktor produksi yang menentukan dalam perbaikan kesejahteraan penduduk miskin bukanlah ruang. M. 1983. Apa yang telah kita pelajar selama sekade-dekade terakhir mengenai ekonomi pertanian akan tampak bagi orang-orang yang mengetahuinya dengan baik.Jakarta.

Beberapa ahli ekonomi memberikan reaksi dengan mengajukan penjelasan-penjelasan kultural dan sosial tentang keadaan perekonomian yang buruk di negara-negara berpendapatan rendah. tidak pernah terjadi dalam sejarah sosial dan ekonomi kita sendiri. Akan tetapi. Kita mengekstrapolasi statistik global dan kagum akan interprestasi kita – terutama bahwa penduduk miskin berbiak seperti tikus kutup (lemmings) yang menuju kepada kepunahan mereka sendiri. para ahli ekonomi perintis menghadapi kondisi-kondisi serupa dengan yang sedang berlaku di negara-negara berpendapatan rendah sekarang. Demikian pula yang sedang dialami oleh banyak negara berpendapatan rendah. Adanya penduduk dalam keadaan miskin. Kesalahan ke dua. Perkiraan-perkiraan mengenai pertumbuhan penduduk yang destruktif di negara-negara miskin sekarang adalah juga palsu. Jumlah ahli ekonomi yang menyadari bahwa teori ekonomi standar dapat digunakan pada masalah-masalah kelangkaan (scarcity) di negara-negara berpendapatan rendah seperti halnya pada masalah-masalah serupa di negara-negara berpendapatan tingi. adalah pengabaian sejarah ekonomi. atau mengenai teknologi masa depan. Upah mingguan dari buruh bajak di India pada saat sekarang kira-kira kurang dari harga dua gantang gandum . Kesalahan utama anggapan bahwa teori ekonimi standar tidak cukup untuk memahami negara-negara berpendapatan rendah dan oleh karena itu suatu teori ekonomi yang lain perlu dikembangkan. Pemahaman seperti ini adalah jauh lebih penting daripada pengetahuan yang paling terinci dan pasti mengenai permukaan bumi atau mengenai ekologi. hubungan antara produksi dan kesejahteraan serta ekonomi keluarga. Pengetahuan mengenai pengalaman dan prestasi penduduk miskin pada masa-masa lampau akan sangat membantu suatu pemahaman akan masalah-masalah dan kemungkinan-kemungkinan bagi negara-negara yang kini berpendapatan rendah. walau pun kegunaan dari hasil-hasil studi sarjana-sarjana di bidang kultural dan tingkah laku tidak mudah di fahami. kian bertambah. Persepsi historis tentang penduduk juga tidak ada. Model-model yang dikembangkan untuk tujuan ini umumnya disambut dengan gembira. hingga menjadi jelaslah bahwa model-model tersebut merupakan hasil kajian intelektual yang terbaik.memperluas wawasan kita mengenai ekonomi modal manusiawi (the economics of human capital). kurang lebih separuh dari pendapatan keluarga para pekerja (buruh) di Inggris dibelajakan untuk bahan makanan. Ilmu ekonomi klasik dikembangkan pada saat banyak orang di Eropa Barat baru saja memperoleh pengidupan dari lahan-lahan tandus (miskin) yang mereka olah dan ditinggalkan dalam masa yang tidak lama. Sebagian akibatnya. ekonomi pembangunan telah mengelami beberapa kesalahan intelektual. LAHAN DINILAI TERLALU TINGGI Suatu pandangan yan dianut secara luas – pandangan naturalis (the natural earth view) – adalah bahwa luas lahan yang sesuai untuk menanam tanaman pangan adalah benar-benar . tanggapan-tanggapan para petani terhadap teknik-teknik produksi baru yang menguntungkan. Pada masa Ricardo. khususnya ekonomi mengenai penelitian. Marshall mengatakan kepada kita bahwa ’upah mingguan dari buruh-buruh Inggris kerapkali kurang dari harga setengah gantang (bushel) gandum yang berkualitas baik ketika Ricardo menerbitkan Principles of Political Economy and Taxation (1817).

Sumbangan lahan dalam pendapatan nasional berupa sewa tanah yang merosot terus menerus dengan nyata di negara-negara berpendapatan rendah. perbedaan-perbedaan yang sangat terkenal mengenai rasio lahan penduduk di seluruh negara berpendapatan rendah. tidaklah mungkin terus menerus memperoduksi bahan makanan dalam jumlah yang cukup untuk penduduk dunia yang bertambah. Apa yang paling berarti di dalam hal lahan pertanian. Saya setuju dengan Margaret Mead bahwa ”Masa depan umat manusia adalah – terbuka –tertutup (openended)”. adalah insentif-insentif dan kesempatan-kesempatan terkait bagi para petani untuk meningkatkan penggunaan lahan dengan efektif melalui investasi yang mencakup sumbangansumbangan penelitian pertanian dan perbaikan ketrampilan manusia. Demikian pula. dalam lahan pertanian. yang tidak pernah dibayangkan Malthus. Melalui penelitian. dan lahan-lahan aluvial yang sangat produktif di sepanjang dan pada muara Sungai Nile. Dengan beberapa perkecualian setempat. semuanya memiliki suatu kesamaan: mereka sangat miskin. Tetapi konsep Ricardo mengenai tanah.tertentu dan persediaan energi untuk mengerjakan lahan semakin menipis. di mana produktivitas lahan tadah hujan adalah rendah dan di lahan-lahan India Selatan yang produktivitasnya tinggi. Kedua. Suatu pandangan alternatif – pandangan sosial-ekonomi (the socio-economic view) – adalah bahwa manusia mempunyai kemampuan dan akal budi untuk mengurangi ketergantungannya pada lahan pertanian. dan sumber energi yang terus merosot serta mengurangi biaya nyata dalam produksi bahan makanan untuk penduduk dunia yang terus bertambah. yang telah lama dikenal sebagai ilmu pengetahuan suram. Ironisnya ekonomi. Masa depan umat manusia tidak ditakdirkan oleh ruang. Meskipun sejarah ekonomi. para orangtua menginginkan anak lebih sedikit. kita menemukan pengganti terhadap lahan pertanian yang tidak pernah dibayangkan Ricardo. Di Afrika penduduk berdiam di lahan-lahan yang tidak produktif yang terletak di bagian selatan Sahara. Penduduk di India telah menjadi miskin sejak berabad-abad lamanya baik di Plateau Deccan. dan karena pendapatan meningkat. pertanian tradisional. energi. ”daya-daya lahan yang asli dan tak dapat dirusah” tidak sesuai lagi. walau keadaan tersebut pernah terjadi. Modernisasi pertanian telah mengubah lahan miskin menjadi lahan sangat produktif dibanding keadaan alam. tidak menghasilkan perebdaan kemiskinan yang sebanding. Lahan-lahan di Finlandia semula kurang produktif dibanding lahan di . ia ditentukan oleh evolusi akal budi umat manusia. Menurut pandangan ini. pada lahan-lahan yang agak lebih produktif di lereng-lereng yang curam di daerah Rift. masih mengikuti Ricardo. penelitian pertaniah telah menghasilkan substansi bagi lahan pertanian. ide-ide dari para ahli ekonomi mengenai lahan adalah sebagai satukaidah. dan kualitas anak akan menggeser kuantitas anak. menunjukkan bahwa pandangan naturalis yang suram mengenai bahan makanan tidak sesuai dengan sejarah yang menunjukkan bahwa kita dapat memperbesar sumbe-sumber melalui kemajuan pengetahuan. Lahan-lahan di Eropa pada mulanya berkualitas rendah. Mengapa hukum Ricardo mengenai sewa (yang memperlakukannya sebagai hasil dan bukan sebagai penyebab dari harga-harga) kehilangan arti ekonominya? Ada dua sebab utama: pertama. satu bagian integral dari modernisasi ekonomi negara-negara berpenghasilan tinggi dan rendah adalah penurunan arti ekonomi dari lahan pertanian dan peningkatan modal manusiawi: ketrampilan dan pengetahuan. Sekarang lahan-lahan tersebut sanagt produktif. Perbedaan-perbedaan produktivitas lahan tidak menjelaskan mengapa penduduk miskin berada di bagian dunia yang telah lama berpengehuni.

sangat terdistorsi yang disebabkan oleh permerintah (goverment-incude distorsions) adalah untuk engurangi sumbangan ekonomi yang mampu diberikan pertanian). Tidak ada kekuatankekuatan besar (luas biasa) yang menghapus semua perbaikan ekonomi dan menyebabkan penduduk miskin meninggalkan perjuangan ekonominya. dan menghasilkan 7. peralatan dan masukan-masukan (inputs) lain. yang tak dapat dipecahkan ilmu ekonomi. faktor manusia yaitu : investasi dalam perbaikan kualitas manusia dapt dengan nyata meningkatkan prospek-prospek ekonomi dan kesejahteraan penduduk yang miskin. perolehan informasi dan ketrampilan yang diperoleh melalui sekolah dan investasi-investasi lain dalam bidang kesehatan dan sekolah dapat memperbaiki kualitas penduduk. tetapi sekarang lahan pertanian di Finlandia menjadi lebih unggul. Pemeliharaan anak. Harapan-harapan dari manusia dalam pertanian-buruh pertanian dan usahawan (enterprenir) usahatani yang bekerja dan mengalokasikan sumber-sumber dibentuk oleh kesempatan-kesempatan baru dan oleh insentif-insentif yang mereka tanggapi. Lahan pertanian di Jepang pda masa sekarang ini lebih unggul.bagian-bagian barat Uni Sovyet. Diskriminasi ini dirasionalisasi dengan alasan bahwa pertanian bersifat terbelakang (miskin) dan bahwa sumbangan ekonominya kurang berarti. perbahan-perubahan ini sebagian merupakan konsekuansi dari penelitian pertanian’ termasuk penelitian yang diwujudkan dalam bentuk pupuk buatan. Insentifinsentif ini. Industrialisasi yang cepat dianggap sebagai kunci kemajuan ekonomi. adalah agen-agen yang membuat perhitungan ekonomi. Investasi-investasi seperti itu di negara-negara berpendapatan rendah telah berhasil memperbaiki prospek-prospek ekonomi yang tidak mampu dihilangkan oleh ketidakstabilan politik. KUALITAS MANUSIA DINILAI TERLALU RENDAH Sementara lahan bukan satu-satunya faktor terpenting yang menyebabkan kemiskinan. individual dan . pestisida. atau perluasan lahan pertanian. yang eksplisit di dalam harga-harga yang mereka bayar untuk produsesn dan barang serta jasa yang dikonsumsi. Pemerintah cenderung mengintroduksi distorsi-distorsi yang mendiskriminasikan pertanian karena politik dalam negeri umunya menguntungkan penduduk kota atas biaya penduduk pedesaan. Sekarang telah terkumpul bukti-bukti bahwa penduduk pertanian yang miskin mempunyai reaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang lebih baik. Proses substitusi digambarkan dengan baik pada tanaman jagung: areal panen jagung di Amerika Aerikat pada tahun 1979 ada 33 juta area. Ada substitusi-substitusi baru terhadap lahan pertanian. tiga kali produksi 1932. Di dalam domain mereka yang kecil. Pengaruh politik dari konsumen dan industri di kota memungkinkan mereka memperoleh bahan makanan murah atas biaya sejumlah besar penduduk pedesaan yang miskin. dalam menghadapi biaya. Penduduk miskin di negara-negara berpendapatan rendah bukanlah para tahanan dari suatu ekuilibrium kemiskinan yang ketat. Sangat disesalkan bahwa doktrin ini masing didukung oleh beberapa lembaga donor dan dirasionalisasikan oleh beberapa ahli ekonomi di negara-negara berpendapatan tinggi. perumahan dan pengalaman bekerja. walaupun jumlah penduduk pedesaan jauh lebih besar . Kebijaksanaan yang memberikan prioritas utama terhadap industri dan mempertahankan harga pangan (biji-bijian) tetap murah. walaupun dengan Revolusi Hijau (Green Revolution). Di negaranegara berpenghasilan tinggi dan rendah.76 mmilyar gantang. Para petani di dunia . penerimaan dan resiko. yang kurang dari areal panen tahun 1932.

mereka adalah usahawan-usahawan yang dengan diam-diam mengamati kondisikondisi ekonomi yang tidak diketahui oleh para ahli. mereka telah gagal memberikan suatu kemampuan substitusi alokatif yang efektif dalam modernisasi pertanian. melalui kebijaksanaan Pemerintah dan jelas-jelas bukan dengan cara retorik. Disekuilibria tidak dapat dieliminasi melalui hukum. Seseorang harus memutuskan bagaimana mendistribusikan sumber-sumber terbatas yang tersedia. yang memerlukan penyesuaian dalam bertani karena tersedia kesempatan-kesempatan yang lebih baik. betapa efisiennya mereka. Disekulibria seperti itu tidak dapat terhindarkan. Keusahawanan dalam bidang penelitian diperlukan baik oleh para ilmuwan atau oleh orang-orang yang terlibat dalam sektor penelitian dari ekonomi. Keusahawanan adalan juga esensial dalam penelitian. yang memerlukan organisasi dan alokasi sumber-sumber yang langka. Pemerintah tidak dapat dengan efesien memainkan fungsi usahawan-usahawan pertanian. karena pada umumnya pertanian merupakan sektor ekonomi yang sangat terdesentralisasi. Mereka mempunyai sumber daya manusia yang esensial berupa keusahawanan. baik karena informasi relevan tidak tersedia atau karena harga-harga dan biaya-biaya yang dihadapi para petani telah terdistorsi. karena mereka berbeda pendidikan. organisasi. memerlukan suatu proses yang umumnya dikenal sebagai modernisasi. Walaupun para petani berbeda kemampuannya dalam pengamatan (analisa). kesehatan. Nilai dari kemampuan menghadapi disekuilibria adalah tinggi dalam suatu ekonomi yang dinamis. dan pengalaman. Peranan-peranan alokatif para petani dan wanita-tani serta kesempatan-kesempatan ekonomi mereka adalah penting. Diperlukan dana. . yang selalu merupakan suatu kegiatan petualangan. Gale Johnson telah menunjukkan bahwa potensi ekonomi yang besar dari pertanian di banyak negara berpendapatan rendah tidak terealisir. DISEKUILIBRIA YANG TAK TERHINDARKAN Transformasi pertanian ke dalam suatu keadaan produktif yang meningkat. Pandangan intelektual yang dominan bersifat antagonistik terhadap insentif-insentif pertanian. Karena ketiadaan insentif-insentif yang menguntungkan. interprestasi dan mengambil tindakan tepat sebagai reaksi terhadap informasi baru. dan ilmuwan yang kompeten. Kemungkinankemungkinan teknis telah menjadi semakin menguntungkan tetapi insentif-insentif ekonomi yang diperoleh para petani di negara-negara tersebut untuk merealisir potensi ini tidak berhasil. Bila pemerintah telah mengambil alih fungsi keusahawanan dalam usahatani. para petani tidak melakukan investasim. Intisari penelitian adalah bahwa penelitian merupakan suatu upaya dinamis tentang hal-hal yang belum diketahui atau setengah diketahui. dan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi yang berlaku mengurangi fungsi insentif-insentif produsen. Kemampuan alokatif dipenuhi oleh jutaan pria dan wanita pada satuan-satuan produksi berskala kecil. Pada kebanyakan usahatani. D. termasuk pembelian input-input unggul. para wanita adalah juga usahawati dalam mengalokasikan waktu mereka dan menggunakan produkproduk pertanian dan barang-barang yang dibeli dalam produksi rumah tangga. Intervensi oleh Pemerintah saat ini merupakan penyebab utama dari tidak tersedianya insentif-insentif ekonomi yang optimum. tetapi semuanya ini belumlah lengkap. Ahli-ahli sejarah masa depan pasti akan dibingungkan oleh luasnya insentif-insentif ekonomi yang telah berantakan selama dekade-dekade terakhir.alokatif. berdasarkan keadaan pengetahuan yang dimilikinya.

karena ketimpangan-ketimpangan itu merupakan pegas utama dari pertumbuhan ekonomi. Tetapi yang lebih buruk adalah anggapan. karena kisah biaya merupakan kisah dari investasi yang terbenam (cunk investment). dan konsep kapital dalam model-model pertumbuhan ekonomi pada khususnya. Nilai dari modal manusiawi tambahan tergantung kepada kesejahteraan tambahan yang diperoleh manusia daripadanya. Kualitas dalam kontek ini terdiri dari berbagai bentuk modal manusiawi (human capital). dan apa yang dijelaskan ke dua muka itu kepada kita tentang pertumbuhan ekonomi.C. adalah sejarahsejarah yang tidak konsisten. Seperti telah diajarkan oleh Hick kepada kita. Saya telah mengemukakan di mana saja bahwa walaupun ada alasan kuat untuk menggunakann suatu definisi modal manusiawi yang sangat tepat. sebuah traktor. Ketimpangan-ketimpangan merupakan pegas utama karena ia memberikan isyarat-isyarat ekonomi yang mendorong pertumbuhan. sebagai suatu kaidah. hakcipta @ Yayasan Nobel 1979. Keterangan Sumber : * Bab ini disusun berdasarkan kuliah Nobel yang saya sampaikan pada tanggal 8 Desember 1979.Gale Johnson.S. asumsi homogenitas kapital ini merupakan malapetaka bagi teori kapital : Adalah sangat tidak tepat menganalisa dinamika pertumbuhan ekonomi terutama menyangkut ketimpangan kapital karena perbedaan-perbedaan rates of returns. bahwa kapital bersifat homogen. Cerita lain mengenai nilai terdiskon (discounted value) dari arus jasa-jasa yang disumbangkan kapital. dapat membuktikan bahwa ketimpangan-ketimpangan ini adalah sama. kita harus menemukannya. apakah agregasi kapital dipandang dari segi biaya-biaya faktor (factor costs) atau dipandang dari segi nilai terdiskon dari jasa-jasa seumur hidup (lifetime services) dari berbagai bagian-bagiannya. saya berhutang budi kepada gary. yang merupakan suatu proses dinamis. D. Juga tidak ada suatu katalog dari semua model pertumbuhan yang ada. Harberger. Swedia. A. tidak hanya di bidang pertanian. Milton Friedman.KEMAJUAN KUALITAS PENDUDUK Sekarang saya beralih kepada peningkatan kualitas manusia yang dapat diukur baik untuk penduduk yang bertani mau pun bukan petani. Ester Schultz. kereta tersebut hanya sedikit nilainya bila ditarik oleh traktor. dan dalam migrasi untuk memperoleh kesempatan kerja yang lain baik. tetapi juga dalam semua aktivitas produksi yang lain. atas . Memang seharusnya demikian. mengapa mencoba mengubah lingkaran menjadi empat per segi? Jika kita tidak dapat mengamati ketimpangan-ketimpangan ini. sekali seorang petani mengadakan investasi berupa kereta kuda. dan banyak bentuk investasi lainnya. dalam produksi rumah tangga. dalam waktu dan sumber-sumber lain yang dialokasikan para mahasiswa untuk pendidikan mereka. dan T. Setiap bentuk kapital memiliki sifat-sifat khusus: sebuah bangunan. yang berubah sesuai dengan perubahan pertumbuhan. di Stockhlm.Paul Schultz atas saran-saran mereka dan juga kepada isteri saya. definisi tersebut akan mengalami pula kemenduaan (ambiguities) yang terus menganggu teori kapital (capital theory) pada umunya. Tetapi. Kapital itu bermuka-dua. jenis pupuk tertentu. yang mendasari teori kapital dan agregasi kapital dalam model-model pertumbuhan. Maka salah satu bagian penting dari pertumbuhan ekonomi tertutup oleh agregasi kapital seperti itu. sebuah sumur pompa. modal manusiawi memperbesar produktivitas pertanian dan non pertanian.Becker. misalnya. Kemampuan semacam itu juga sangat memperbesar kepuasan-kepuasan yang merupakan suatu bagian integal dari konsumsi sekarang dan konsumsi di masa depan.

baik bagi diri sendiri dan orang lain. Pezzy (1992) mencatat. ekonomi. Berwatak sosial atau kemasyarakatan (Socially Just). 2. Pertanian berkelanjutan dengan pendekatan sistem dan besifat holistik mempertautkan berbagai aspek atau gatrs dan disiplin ilmu yang sudah mapan antara lain agronomi. namun ditinjau dari aspek sosial dapat memberikan aspek yang kurang baik misalnya. Bernilai ekonomis (Economic Valueable). yang diterima secara luas ialah yang bertumpu pada tiga pilar: ekonomi. Sistem pertanian berkelanjutan juga beisi suatu ajakan moral untuk berbuat kebajikkan pada lingkungan sumber daya alam dengan memepertimbangkan tiga matra atau aspek sebagai berikut 1. dan ekologi (Munasinahe. Dengan perkataan lain. Kelayakan ekonomis (economic viability) 2. dan keberlanjutan ekologi alam . Lima kriteria untuk mengelola suatu sistem pertanian berkelanjutan 1. tetapi baginya belum cukup jelas. Bernuansa dan bersahabat dengan ekologi (accologically sound and friendly) 3. yaitu: keberlanjutan usaha ekonomi(profit). Mungkin secra ekonomis dan ekologis menjanjikkan keuntungan yang layak. sosial. sistem pertanian harus selaras dengan norma-noma sosial dan budaya yang dianut dan di junjung tinggi oleh masyarakat disekitarnya sebagai contoh seorang petani akan mengusahakan peternakan ayam diperkaangan milik sendiri. dan tettunya masih ada banyak lagi yang luput dari catatan tersebut. apalagi dalam sistem pertanian berkelanjutan di Indonesia biasanya jarak antara perumahan penduduk dengan areal pertanian sangat berdekatan. metode. Didukung dengan tingginya nilai sosial pertimbangan utama sebelum merencanakan suatu usaha pertanian dalam arti luas. keberlanjutan kehidupan sosial manusia (people). 1993). pencemaran udara karena bau kotoran ayam. Kepantasan secara budaya (Culturally approiate) 5. Keseimbanganadalah indikator adanya harmonisasi dari sistem ekologis yang mekanismena dikendalikanoleh hukum alam. Diterima secara sosial (Social just) 4. dan budaya. Walau banyak variasi definisi pembangunan berkelanjutan. serta bagi organisme dalam sistem ekologi maupun diluar sistem ekologi. termasuk pertanian berkelanjutan. untuk jangka pandek dan jangka panjang. sistem budidaya pertanian harus mengacu pada pertimbangan untung rugi. 27 definisi konsep berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan. Kesadaran Lingkungan (Ecologically Sound). Pendekatan sistem holistik (sistem and hollisticc approach) Sejak tahun 1980an kajian dan diskusi untuk merumuskan konsep pembangunan berkelanjutan yang operasional dan diterima secara universal terus berlanjut. Norma-norma sosial dan budaya harus diperhatikan. konsep pertanian berkelanjutan berorientasi pada tiga dimensi keberlanjutan. sosial.saran-sarannya erhadap apa yang saya piker telah saya nyatakan dengan jelas. Konsep pertanian yang berkelanjutan terus berkembang. model. 3. sistem budidaya pertanian tidak boleh mnyimpang dari sistem ekologis yang ada. diperkaya dan dipertajam dengan kajian pemikiran. dan teori berbagai disiplin ilmu sehingga menjadi suatu kajian ilmu terapan yang diabadikan bagi kemaslahatan umat manusia untuk generasi sekarang dan mendatang. ekologi.

Perspektif pertanian berkelanjutan telah tersosialisasi secara global sebagai arah ideal pembangunan pertanian. besaran dan pertumbuhan nilai tambah dan stabilitas ekonomi. Dimensi lingkungan alam menekankan kebutuhan akan stabilitas ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam. Dimensi ekonomi menekankan aspek pemenuhan nebutuhan ekonomi manusia baik untuk generasi sekarang ataupun mendatang. Sistem sosial yang stabil dan sehat serta sumberdaya alam dan lingkungan merupakan basis untuk kegiatan ekonomi. serta kesehatan dan kenyamanan lingkungan. partisipasi sosial politik dan stabilitas sosial budaya merupakan indikator-indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembangunan. negara. berkaitan dengan kebutuhan akan kesejahteraan sosial yang dicerminkan oleh kehidupan sosial yang harmonis (termasuk tercegahnya konflik sosial). Indicator utama dimensi ekonomi ini ialah tingat efisiensi dan daya saing. sementara kesejahteraan ekonomi merupakan prasyarat untuk terpeliharanya stabilitas sosial budaya maupun kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hisup. pemerataan kesempatan berusaha dan pendapatan. dan mencegah terjadinya lingkaran malapetaka kemelaratan. sumber daya tanah. Dimensi sosial adalah orientasi kerakyatan. Pertanian berkelanjutan telah menjadi dasar penyusunan protocol aturan pelaksanaan (rules of conduct) atau standar prosedur operasi “Praktek Pertanian yang Baik” (Good Agricultur Practices = GAP) sebagai sebuah gerakan global maka praktek pertanian berkelanjutan menjadi misi bersama komunitas internasional. Ketiga dimensi tersebut saling mempengaruhi sehinnga ketiganya harus dipertimbangkan secara berimbang.(planet). Untuk itu. Oleh karena itulah pengembangan sistim pertanian menuju usaha tani berkelanjutan merupakan salah satu misi utama pembangunan pertanian di Indonesia. Karena itu. lembaga pembangunan. Visi ideal tersebut diterima secara universal sehingga pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) menjadi prinsip dasar pembangunan pertanian secara global termasuk di Indonesia. setiap perusahaan agribisnis haruslah senantiasa mematuhi prinsip Praktek . pengentasan kemiskinan. organisasi swadaya masyarakat dan lembaga konsumen internasional turut mendorong dan mengawasi pelaksanaan prinsip pertanian berkelanjutan tersebut. Sistem sosial yang tidak stabil atau sakit akan cenderung menimbulkan tindakan yang merusak kelestarian sumber daya alam dan merusak kesehatan lingkungan. Pertanian berkelanjutan bahkan kini tidak lagi sekedar wacana melainkan sudah menjadi gerakan global. Penekanan dilakukan pada preservasi daya lentur dan dinamika ekosistem untuk beradaptasi terhadap perubahan bukan pada konservasi sustu kondisi ideal statis yang mustahil dapat diwujudkan. sementara ancaman kelestarian sumber daya alam dan lingkungan dapat mendorong terjadinya kekacauan dan penyakit sosial. Kepatuhan produsen terhadap standar praktek pertanian berkelanjutan menjadi salah satu atribut preferensi konsumen atas produk pertanian. Visi pembangunan (pertanian) berkelanjutan ialah terwujudnya kondisi ideal skenario kondisi zaman keemasan. Dimensi ekonomi berkaitan dengan konsep maksimisasi aliran pendapatan yang dapat diperoleh dengan setidaknya mempertahankan asset produktif yang menjadi basis dalam memperoleh pendapatan tersebut. yang dalam bahasa konstitusi Indonesia disebut adil dan makmur. termasuk perlindungan terhadap suku minoritas. air dan agroklimat. preservasi keragaman budaya dan modal sosio-kebudayaan. Termasuk dalam hal ini ialah pterpeliharanya keragaman hayati dan daya lertur bilogis.

mengerti. Slamet (2000) menekankan bahwa pada dasarnya pembangunan harus bertujuan untuk mengembangkan masyarakat. mampu mencari dan menangkap informasi. (g) Pengembangan kepemimpinan. masyarakat petani masih membutuhkan suatu layanan yang semakin luas dan komplek cakupannya. mampu bekerjasama. Melestarikan sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup 7. (h) Pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya. Addion H. (b) Pemasaran. dan makna dalam proses pembaharuan diri dalam pembangunan. Layanan pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya manusia sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat. membangun basis bagi partisipasi petani dan pemerataan hasil pembangunan 4. tujuan. Meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian 5. distribusi dan pengolahan produk pertanian.Pertanian yang Baik (PPB) agar dapat memperoleh akses pasar. Pembangunan diselenggarakan untuk memecahkan masalah yang ada dan dihadapi masyarakat. Korten dan Sjahrir (1988) menyatakan bahwa kunci keberhasilan pembangunan agar mencapai sasaran pada sebagian besar masyarakat miskin apabila dikurangi kendala-kendala yang dihadapi kaum miskin dalam mengungkapkan kemampuan-kemampuannya. berenergi. Soedjatmoko (1983) menekankan pentingnya motivasi. termotivasi. Mengurangi jumlah petani miskin. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment Pembangunan pertanian harus berorentasi pada pemberdayaan masyarakat. (f) Pengembangan generasi muda. (c) Konservasi. berkesempatan melihat peluang. (d) Pengelolaan usahatani dan ekonomi rumah tangga. faham. menurut Susetiawan (2000) adalah petani yang secara politik dapat mengartikulasikan (menyampaikan perwujudan) kepentingannnya.. Membangun sistem agribisnis terkoordanatif 6. 2. Membangun sistem iptek yang efisien Kebijakan Pertanian Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Pertanian Published December 2. mampu mengambil resiko. Keberhasilan pembangunan dipedesaan akan terlihat apabila masyarakat secara dinamis mampu memenuhi kebutuhannya. secara ekonomi dapat . 1972 mengidentifikasi cakupan tanggung jawab layanan pertanian di masa mendatang meliputi: (a) Produksi pertanian. (e) Kehidupan keluarga. mampu bertindak sesuai situasi. Membangun pemerintah yang baik dan memposisikan pertanian sebagai sektor andalan perekonomian nasional. Mewujudkan kemandirian pangan dalam tatanan perdagangan dunia yang bebas dan tidak adil 3. Petani yang berdaya.Di Franco (Munder. Dalam kegiatan pertanian. J. penggunaan dan perbaikan sumber daya alam. serta bukan kemakmuran material semata. Menurut Margono Slamet (2000) istilah “berdaya” diartikan sebagai tahu. khususnya di pasar internasional Masalah dan tantangan yang dihadapi dalam sistem pertanian berkelanjutan yaitu: 1. tahu berbagai alternatif.

2001). Soedjatmoko. 1983. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment . Dalam Arintadisastra. 2001. struktur social. altitude serta perubahan kebiasaan kepercayaan suatu bangsa (Arintadisastra. tetapi juga swasta dan masyarakat sendiri (Saputro. secara sosial dapat mengelola mengatur komunitas dan mengambil keputusan secara mandiri. New York. Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari konsep pembangunan yang secara implisit mengutarakan perubahan dari satu tahapan ke tahapan yang lebih baik.Jakarta. Saputro. Jakarta.melakukan proses tawar menawar dengan pihak lain dalam kegiatan ekonomi. Makalah Seminar Nasional Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Menuju Terwujudnya Masyarakat Madani 25-26 September 2000 di IPB. Pemahaman tentang pemberdayaan masyarakat merupakan suatu strategi yang menitikberatkan pada bagaimana memberikan peran yang proposional agar masyarakat dapat berperan secara aktif dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. Economic Development in The World. Mosher. 2001. 1990. LP3ES. Jakarta. Memantapkan Posisi dan Meningkatkan Peran penyuluhan Pembangunan Dalam pembangunan. M.T. A. (ed). Jakarta. dan secara budaya diakui eksistensinya. Yayasan Indonesia Sejahtera. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ketahanan Pangan Kajian Empiris LSM-LSM Mitra Yayasan Indonesia Sejahtera. Soekanto S. E. English Version Translate by Google : Ekonomi Kemiskinan Published December 2.P. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta. Longmen Inc. D. 1991. persepsi. oleh karena itu pemberdayaan harus diartikan sebagai suatu proses multi dimensional termasuk di dalamnya suatu upaya pengorganisasian kembali dan reorientasi dari seluruh system ekonomi dan system social masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Membangun Pertanian Modern. 1988. Upaya tersebut melibatkan perubahan yang radikal di bidang kelembagaan. Pustaka (source) Korten. Slamet. struktur administrasi. 2001). 2000. Pemberdayaan haruslah melampaui ukuran materi dan uang. CV Yasaguna. Jakarta.C dan Sjahrir. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. Sosiologi Suatu Pengantar. Menggerakkan dan Membangun Pertanian Syarat-syarat Pokok Pembangunan dan Modernisasi. Dimensi Manusia Dalam Pembangunan. Michel Todaro P. Yayasan Obor Indonesia. 1978. Yayasan sinar Tani.

hingga menjadi jelaslah bahwa model-model tersebut merupakan hasil kajian intelektual yang terbaik. Kebanyakan penduduk miskin di dunia hidup dari bidang pertanian. M. Phd EKONOMI KEMISKINAN Sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. Apa yang telah kita pelajar selama sekade-dekade terakhir mengenai ekonomi pertanian akan tampak bagi orang-orang yang mengetahuinya dengan baik. energi dan lahan pertanian. Faktor-faktor produksi yang menentukan dalam perbaikan kesejahteraan penduduk miskin bukanlah ruang. Jika kita mengetahui ekonomi pertanian. Beberapa ahli ekonomi memberikan reaksi dengan mengajukan penjelasan-penjelasan kultural dan sosial tentang keadaan perekonomian yang buruk di negara-negara berpendapatan rendah. bahwa mereka memperoleh sedikit sekali imbalan atas tenaga kerja mereka.S. Jika kita mengetahui ekonmi kemiskinan. walau pun kegunaan dari hasil-hasil studi sarjana-sarjana di bidang kultural dan tingkah laku tidak mudah di fahami. Faktor-faktor penentunya adalah perbaikan kualitas penduduk dan peningkatan pengetahuan. Ahli-ahli ekonomi merasa sulit memahami konstrain-konstrain preferensi dan kelangkaan (scarcity) yang menentukan pilihan-pilihan bagi kamun miskin. dan bahwa sebagian besar dari mereka mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian. Jumlah ahli ekonomi yang menyadari bahwa teori ekonomi standar dapat digunakan pada masalah-masalah kelangkaan (scarcity) di negara-negara berpendapatan rendah seperti halnya pada masalah-masalah serupa di negara-negara berpendapatan tingi. Hal yang tidak banyak difahami oleh banyak ahli ekonomi adalah bahwa penduduk miskin tidak kalah dibanding penduduk kaya untuk memmperbaiki nasib mereka dan anak-anak mereka. kian bertambah. adalah pengabaian sejarah ekonomi. Marcellinus Molo. tanggapan-tanggapan para petani terhadap teknik-teknik produksi baru yang menguntungkan. khususnya ekonomi mengenai penelitian. Pertanian di banyak negara berpendapatan rendah mempunyai kapasitas ekonomi potensial untuk memproduksi bahan makanan yang cukup bagi penduduk yang terus bertambah dan juga memperbaiki pendapatan serta kesejahteraan penduduk miskin secara berarti. Akan tetapi. sebagian bersifat paradoks. Kesalahan utama anggapan bahwa teori ekonimi standar tidak cukup untuk memahami negara-negara berpendapatan rendah dan oleh karena itu suatu teori ekonomi yang lain perlu dikembangkan. Kita semua tahu bahwa sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. Kesalahan ke dua.Disampaikan Oleh Ir. hubungan antara produksi dan kesejahteraan serta ekonomi keluarga. maka kita akan mengetahui ekonomi kemiskinan. Ilmu ekonomi klasik dikembangkan pada saat banyak orang di Eropa Barat baru saja memperoleh pengidupan dari lahan-lahan tandus (miskin) yang mereka olah dan ditinggalkan dalam masa yang . karya para akademis ekonomi telah sangat memperluas wawasan kita mengenai ekonomi modal manusiawi (the economics of human capital). Model-model yang dikembangkan untuk tujuan ini umumnya disambut dengan gembira. ekonomi pembangunan telah mengelami beberapa kesalahan intelektual. bahwa separuh atau lebih dari pendapatan mereka yang sangat rendah dibelanjakan untuk bahan makanan. kita akan banyak mengetahui ekonomi sesungguhnya terjadi. bahwa mereka sebagian besar tinggal di negara-negara berpendapatan rendah. Dalam dekade-dekade terakhir ini.

Di Afrika penduduk berdiam di lahan-lahan yang tidak produktif yang terletak di bagian selatan Sahara. Persepsi historis tentang penduduk juga tidak ada. Sebagian akibatnya. para orangtua menginginkan anak lebih sedikit. dalam lahan pertanian. dan karena pendapatan meningkat. Adanya penduduk dalam keadaan miskin. Penduduk di India telah menjadi miskin sejak berabad-abad lamanya baik di Plateau Deccan. energi. menunjukkan bahwa pandangan naturalis yang suram mengenai bahan makanan tidak sesuai dengan sejarah yang menunjukkan bahwa kita dapat memperbesar sumbe-sumber melalui kemajuan pengetahuan. Suatu pandangan alternatif – pandangan sosial-ekonomi (the socio-economic view) – adalah bahwa manusia mempunyai kemampuan dan akal budi untuk mengurangi ketergantungannya pada lahan pertanian. Perbedaan-perbedaan produktivitas lahan tidak menjelaskan mengapa penduduk miskin berada di bagian dunia yang telah lama berpengehuni. Melalui penelitian.tidak lama. atau mengenai teknologi masa depan. Masa depan umat manusia tidak ditakdirkan oleh ruang. yang telah lama dikenal sebagai ilmu pengetahuan suram. pertanian tradisional. kurang lebih separuh dari pendapatan keluarga para pekerja (buruh) di Inggris dibelajakan untuk bahan makanan. ia ditentukan oleh evolusi akal budi umat manusia. tidaklah mungkin terus menerus memperoduksi bahan makanan dalam jumlah yang cukup untuk penduduk dunia yang bertambah. Ironisnya ekonomi. yang tidak pernah dibayangkan Malthus. Upah mingguan dari buruh bajak di India pada saat sekarang kira-kira kurang dari harga dua gantang gandum . LAHAN DINILAI TERLALU TINGGI Suatu pandangan yan dianut secara luas – pandangan naturalis (the natural earth view) – adalah bahwa luas lahan yang sesuai untuk menanam tanaman pangan adalah benar-benar tertentu dan persediaan energi untuk mengerjakan lahan semakin menipis. Marshall mengatakan kepada kita bahwa ’upah mingguan dari buruh-buruh Inggris kerapkali kurang dari harga setengah gantang (bushel) gandum yang berkualitas baik ketika Ricardo menerbitkan Principles of Political Economy and Taxation (1817). Menurut pandangan ini. dan sumber energi yang terus merosot serta mengurangi biaya nyata dalam produksi bahan makanan untuk penduduk dunia yang terus bertambah. kita menemukan pengganti terhadap lahan pertanian yang tidak pernah dibayangkan Ricardo. Saya setuju dengan Margaret Mead bahwa ”Masa depan umat manusia adalah – terbuka –tertutup (openended)”. tidak pernah terjadi dalam sejarah sosial dan ekonomi kita sendiri. di mana produktivitas lahan tadah hujan adalah rendah dan di lahan-lahan India Selatan yang produktivitasnya tinggi. pada lahan-lahan yang agak lebih produktif di lereng-lereng yang curam . Pengetahuan mengenai pengalaman dan prestasi penduduk miskin pada masa-masa lampau akan sangat membantu suatu pemahaman akan masalah-masalah dan kemungkinan-kemungkinan bagi negara-negara yang kini berpendapatan rendah. Perkiraan-perkiraan mengenai pertumbuhan penduduk yang destruktif di negara-negara miskin sekarang adalah juga palsu. Pemahaman seperti ini adalah jauh lebih penting daripada pengetahuan yang paling terinci dan pasti mengenai permukaan bumi atau mengenai ekologi. dan kualitas anak akan menggeser kuantitas anak. Kita mengekstrapolasi statistik global dan kagum akan interprestasi kita – terutama bahwa penduduk miskin berbiak seperti tikus kutup (lemmings) yang menuju kepada kepunahan mereka sendiri. Pada masa Ricardo. para ahli ekonomi perintis menghadapi kondisi-kondisi serupa dengan yang sedang berlaku di negara-negara berpendapatan rendah sekarang. Demikian pula yang sedang dialami oleh banyak negara berpendapatan rendah.

walau keadaan tersebut pernah terjadi. masih mengikuti Ricardo. semuanya memiliki suatu kesamaan: mereka sangat miskin. perolehan informasi dan ketrampilan yang diperoleh melalui sekolah dan investasi-investasi lain dalam bidang kesehatan dan sekolah dapat memperbaiki kualitas penduduk. yang tak dapat dipecahkan ilmu ekonomi. Mengapa hukum Ricardo mengenai sewa (yang memperlakukannya sebagai hasil dan bukan sebagai penyebab dari harga-harga) kehilangan arti ekonominya? Ada dua sebab utama: pertama.di daerah Rift. ide-ide dari para ahli ekonomi mengenai lahan adalah sebagai satukaidah. Lahan-lahan di Finlandia semula kurang produktif dibanding lahan di bagian-bagian barat Uni Sovyet. Modernisasi pertanian telah mengubah lahan miskin menjadi lahan sangat produktif dibanding keadaan alam. dan menghasilkan 7. Dengan beberapa perkecualian setempat. Investasi-investasi seperti itu di negara-negara berpendapatan rendah telah berhasil memperbaiki prospek-prospek ekonomi yang tidak mampu dihilangkan oleh ketidakstabilan politik. Penduduk miskin di negara-negara berpendapatan rendah bukanlah para tahanan dari suatu ekuilibrium kemiskinan yang ketat. Lahan-lahan di Eropa pada mulanya berkualitas rendah. penelitian pertaniah telah menghasilkan substansi bagi lahan pertanian. yang kurang dari areal panen tahun 1932. Lahan pertanian di Jepang pda masa sekarang ini lebih unggul. Tetapi konsep Ricardo mengenai tanah. ”daya-daya lahan yang asli dan tak dapat dirusah” tidak sesuai lagi. Apa yang paling berarti di dalam hal lahan pertanian. Kedua. Tidak ada kekuatankekuatan besar (luas biasa) yang menghapus semua perbaikan ekonomi dan menyebabkan penduduk miskin meninggalkan perjuangan ekonominya. KUALITAS MANUSIA DINILAI TERLALU RENDAH Sementara lahan bukan satu-satunya faktor terpenting yang menyebabkan kemiskinan. Ada substitusi-substitusi baru terhadap lahan pertanian. tetapi sekarang lahan pertanian di Finlandia menjadi lebih unggul. tiga kali produksi 1932. Sekarang telah . perbedaan-perbedaan yang sangat terkenal mengenai rasio lahan penduduk di seluruh negara berpendapatan rendah. Pemeliharaan anak. peralatan dan masukan-masukan (inputs) lain. perbahan-perubahan ini sebagian merupakan konsekuansi dari penelitian pertanian’ termasuk penelitian yang diwujudkan dalam bentuk pupuk buatan. atau perluasan lahan pertanian. faktor manusia yaitu : investasi dalam perbaikan kualitas manusia dapt dengan nyata meningkatkan prospek-prospek ekonomi dan kesejahteraan penduduk yang miskin.76 mmilyar gantang. Demikian pula. pestisida. adalah insentif-insentif dan kesempatan-kesempatan terkait bagi para petani untuk meningkatkan penggunaan lahan dengan efektif melalui investasi yang mencakup sumbangansumbangan penelitian pertanian dan perbaikan ketrampilan manusia. Sekarang lahan-lahan tersebut sanagt produktif. Meskipun sejarah ekonomi. Sumbangan lahan dalam pendapatan nasional berupa sewa tanah yang merosot terus menerus dengan nyata di negara-negara berpendapatan rendah. perumahan dan pengalaman bekerja. dan lahan-lahan aluvial yang sangat produktif di sepanjang dan pada muara Sungai Nile. satu bagian integral dari modernisasi ekonomi negara-negara berpenghasilan tinggi dan rendah adalah penurunan arti ekonomi dari lahan pertanian dan peningkatan modal manusiawi: ketrampilan dan pengetahuan. tidak menghasilkan perebdaan kemiskinan yang sebanding. Proses substitusi digambarkan dengan baik pada tanaman jagung: areal panen jagung di Amerika Aerikat pada tahun 1979 ada 33 juta area. Di negaranegara berpenghasilan tinggi dan rendah.

betapa efisiennya mereka. tetapi semuanya ini belumlah lengkap. Sangat disesalkan bahwa doktrin ini masing didukung oleh beberapa lembaga donor dan dirasionalisasikan oleh beberapa ahli ekonomi di negara-negara berpendapatan tinggi.terkumpul bukti-bukti bahwa penduduk pertanian yang miskin mempunyai reaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang lebih baik. . adalah agen-agen yang membuat perhitungan ekonomi. dan ilmuwan yang kompeten. karena pada umumnya pertanian merupakan sektor ekonomi yang sangat terdesentralisasi. sangat terdistorsi yang disebabkan oleh permerintah (goverment-incude distorsions) adalah untuk engurangi sumbangan ekonomi yang mampu diberikan pertanian). Insentifinsentif ini. dalam menghadapi biaya. walaupun dengan Revolusi Hijau (Green Revolution). karena mereka berbeda pendidikan. Walaupun para petani berbeda kemampuannya dalam pengamatan (analisa). Keusahawanan adalan juga esensial dalam penelitian. Pada kebanyakan usahatani. individual dan alokatif. Diskriminasi ini dirasionalisasi dengan alasan bahwa pertanian bersifat terbelakang (miskin) dan bahwa sumbangan ekonominya kurang berarti. yang eksplisit di dalam harga-harga yang mereka bayar untuk produsesn dan barang serta jasa yang dikonsumsi. berdasarkan keadaan pengetahuan yang dimilikinya. yang selalu merupakan suatu kegiatan petualangan. Di dalam domain mereka yang kecil. Pengaruh politik dari konsumen dan industri di kota memungkinkan mereka memperoleh bahan makanan murah atas biaya sejumlah besar penduduk pedesaan yang miskin. Peranan-peranan alokatif para petani dan wanita-tani serta kesempatan-kesempatan ekonomi mereka adalah penting. interprestasi dan mengambil tindakan tepat sebagai reaksi terhadap informasi baru. Seseorang harus memutuskan bagaimana mendistribusikan sumber-sumber terbatas yang tersedia. Keusahawanan dalam bidang penelitian diperlukan baik oleh para ilmuwan atau oleh orang-orang yang terlibat dalam sektor penelitian dari ekonomi. mereka telah gagal memberikan suatu kemampuan substitusi alokatif yang efektif dalam modernisasi pertanian. Kemampuan alokatif dipenuhi oleh jutaan pria dan wanita pada satuan-satuan produksi berskala kecil. para wanita adalah juga usahawati dalam mengalokasikan waktu mereka dan menggunakan produkproduk pertanian dan barang-barang yang dibeli dalam produksi rumah tangga. dan pengalaman. Kebijaksanaan yang memberikan prioritas utama terhadap industri dan mempertahankan harga pangan (biji-bijian) tetap murah. Harapan-harapan dari manusia dalam pertanian-buruh pertanian dan usahawan (enterprenir) usahatani yang bekerja dan mengalokasikan sumber-sumber dibentuk oleh kesempatan-kesempatan baru dan oleh insentif-insentif yang mereka tanggapi. Para petani di dunia . walaupun jumlah penduduk pedesaan jauh lebih besar . Pemerintah cenderung mengintroduksi distorsi-distorsi yang mendiskriminasikan pertanian karena politik dalam negeri umunya menguntungkan penduduk kota atas biaya penduduk pedesaan. mereka adalah usahawan-usahawan yang dengan diam-diam mengamati kondisikondisi ekonomi yang tidak diketahui oleh para ahli. kesehatan. Industrialisasi yang cepat dianggap sebagai kunci kemajuan ekonomi. organisasi. Diperlukan dana. yang memerlukan organisasi dan alokasi sumber-sumber yang langka. Intisari penelitian adalah bahwa penelitian merupakan suatu upaya dinamis tentang hal-hal yang belum diketahui atau setengah diketahui. Mereka mempunyai sumber daya manusia yang esensial berupa keusahawanan. Bila pemerintah telah mengambil alih fungsi keusahawanan dalam usahatani. penerimaan dan resiko.

tidak hanya di bidang pertanian. dan konsep kapital dalam model-model pertumbuhan ekonomi pada khususnya. Setiap bentuk kapital memiliki sifat-sifat khusus: sebuah bangunan. Karena ketiadaan insentif-insentif yang menguntungkan. dan banyak bentuk investasi lainnya. dan apa yang dijelaskan ke dua muka itu kepada kita tentang pertumbuhan ekonomi. Tetapi yang lebih buruk adalah anggapan. Cerita lain mengenai nilai terdiskon (discounted value) dari arus jasa-jasa yang disumbangkan kapital. baik karena informasi relevan tidak tersedia atau karena harga-harga dan biaya-biaya yang dihadapi para petani telah terdistorsi. yang berubah sesuai dengan perubahan pertumbuhan.DISEKUILIBRIA YANG TAK TERHINDARKAN Transformasi pertanian ke dalam suatu keadaan produktif yang meningkat. Nilai dari kemampuan menghadapi disekuilibria adalah tinggi dalam suatu ekonomi yang dinamis. sebagai suatu kaidah. Kapital itu bermuka-dua. misalnya. sebuah sumur pompa. Gale Johnson telah menunjukkan bahwa potensi ekonomi yang besar dari pertanian di banyak negara berpendapatan rendah tidak terealisir. dan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi yang berlaku mengurangi fungsi insentif-insentif produsen. Ahli-ahli sejarah masa depan pasti akan dibingungkan oleh luasnya insentif-insentif ekonomi yang telah berantakan selama dekade-dekade terakhir. adalah sejarahsejarah yang tidak konsisten. Saya telah mengemukakan di mana saja bahwa walaupun ada alasan kuat untuk menggunakann suatu definisi modal manusiawi yang sangat tepat. Pandangan intelektual yang dominan bersifat antagonistik terhadap insentif-insentif pertanian. yang memerlukan penyesuaian dalam bertani karena tersedia kesempatan-kesempatan yang lebih baik. melalui kebijaksanaan Pemerintah dan jelas-jelas bukan dengan cara retorik. kereta tersebut hanya sedikit nilainya bila ditarik oleh traktor. D. KEMAJUAN KUALITAS PENDUDUK Sekarang saya beralih kepada peningkatan kualitas manusia yang dapat diukur baik untuk penduduk yang bertani mau pun bukan petani. Kemungkinankemungkinan teknis telah menjadi semakin menguntungkan tetapi insentif-insentif ekonomi yang diperoleh para petani di negara-negara tersebut untuk merealisir potensi ini tidak berhasil. sebuah traktor. yang merupakan suatu proses dinamis. bahwa kapital bersifat homogen. memerlukan suatu proses yang umumnya dikenal sebagai modernisasi. Memang seharusnya demikian. Disekulibria seperti itu tidak dapat terhindarkan. para petani tidak melakukan investasim. Pemerintah tidak dapat dengan efesien memainkan fungsi usahawan-usahawan pertanian. Disekuilibria tidak dapat dieliminasi melalui hukum. yang mendasari teori kapital dan agregasi kapital dalam model-model pertumbuhan. sekali seorang petani mengadakan investasi berupa kereta kuda. jenis pupuk tertentu. termasuk pembelian input-input unggul. Kualitas dalam kontek ini terdiri dari berbagai bentuk modal manusiawi (human capital). tetapi juga dalam semua aktivitas produksi yang lain. asumsi homogenitas kapital ini merupakan malapetaka bagi teori kapital : Adalah sangat tidak tepat menganalisa dinamika pertumbuhan ekonomi terutama menyangkut ketimpangan kapital karena perbedaan-perbedaan rates of . karena kisah biaya merupakan kisah dari investasi yang terbenam (cunk investment). Seperti telah diajarkan oleh Hick kepada kita. definisi tersebut akan mengalami pula kemenduaan (ambiguities) yang terus menganggu teori kapital (capital theory) pada umunya. Intervensi oleh Pemerintah saat ini merupakan penyebab utama dari tidak tersedianya insentif-insentif ekonomi yang optimum.

dalam waktu dan sumber-sumber lain yang dialokasikan para mahasiswa untuk pendidikan mereka. lingkungan. (3) kegiatan gotong royong petani. yang tertuang dalam strategi besar pembangunan nasional berupa Pola Umum 19 Pembangunan Jangka Panjang (PU-PJP) yaitu PU-PJP I (1969-1994) dan PU-PJP II (1994-2019).returns. Kemampuan semacam itu juga sangat memperbesar kepuasan-kepuasan yang merupakan suatu bagian integal dari konsumsi sekarang dan konsumsi di masa depan. Dalam literatur klasik pembangunan pertanian karya Arthur Mosher yang berjudul “Getting Agriculture Moving” dijelaskan secara sederhana dan gambling tentang syarat pokok dan syarat pelancar dalam pembangunan pertanian. Syarat pokok pembangunan pertanian meliputi: (1) adanya pasar untuk hasil-hasil usahatani. Dalam PUPJP I. Nilai dari modal manusiawi tambahan tergantung kepada kesejahteraan tambahan yang diperoleh manusia daripadanya. pembangunan dilaksanakan melalui lima serangkaian Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang semuanya dititik beratkan pada sektor pertanian sebagai berikut: . Tetapi. apakah agregasi kapital dipandang dari segi biaya-biaya faktor (factor costs) atau dipandang dari segi nilai terdiskon dari jasa-jasa seumur hidup (lifetime services) dari berbagai bagian-bagiannya. (3) adanya perangsang produksi bagi petani. Juga tidak ada suatu katalog dari semua model pertumbuhan yang ada. sosial. mengikuti saran dan langkah kebijakan yang disarankan oleh Mosher. pertumbuhan (growth) dan perubahan (change) (Iqbal dan Sudaryanto. Adapun syarat pelancar pembangunan pertanian meliputi: (1) pendidikan pembangunan. SYARAT POKOK DAN PELANCAR PEMBANGUNAN PERTANIAN Pengertian Pembangunan pertanian dapat didefinisikan sebagai suatu proses perubahan sosial. budaya. Maka salah satu bagian penting dari pertumbuhan ekonomi tertutup oleh agregasi kapital seperti itu. politik. 2008). dan dalam migrasi untuk memperoleh kesempatan kerja yang lain baik. Ketimpangan-ketimpangan merupakan pegas utama karena ia memberikan isyarat-isyarat ekonomi yang mendorong pertumbuhan. kita harus menemukannya. maupun melalui perbaikan (improvement). modal manusiawi memperbesar produktivitas pertanian dan non pertanian. karena ketimpangan-ketimpangan itu merupakan pegas utama dari pertumbuhan ekonomi. (4) perbaikan dan perluasan tanah pertanian. tetapi sekaligus juga dimaksudkan untuk mengembangkan potensi sumberdaya manusia baik secara ekonomi. dalam produksi rumah tangga. (3) tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. dan (5) tersedianya pengangkutan yang lancar dan kontinyu. Implementasinya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan status dan kesejahteraan petani semata. dapat membuktikan bahwa ketimpangan-ketimpangan ini adalah sama. termasuk Indonesia. Pembangunan pertanian di Indonesia dilaksanakan secara terencana dimulai sejak Repelita I (1 April 1969). (2) teknologi yang senantiasa berkembang. Beberapa Negara berkembang. (2) kredit produksi. yaitu pada masa pemerintahan Orde Baru. mengapa mencoba mengubah lingkaran menjadi empat per segi? Jika kita tidak dapat mengamati ketimpangan-ketimpangan ini. dan (5) perencanaan nasional pembangunan pertanian.

Repelita V: melanjutkan Repelita IV. Pada saat Indonesia memulai proses pembangunan secara terencana pada tahun 1969. Rancangan pembangunan seperti demikian. 2. Menurut Suhendra (2004) di banyak negara. pangsa sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai lebih dari 40 persen. dengan harga yang relatif 21 murah. Repelita IV: titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri penghasil mesin-mesin. 5. Lebih lanjut dinyatakan bahwa revolusi pertanian merupakan syarat mutlak bagi keberhasilan upaya menciptakan prakondisi tinggal landas. diharapkan dapat membentuk struktur perekonomian Indonesia yang serasi dan seimbang. Ketersediaan bahan pangan. Repelita II: titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri pengolah bahan mentah menjadi bahan baku. Pertama. (2) dengan menyediakan surplus yang dapat diinvestasikan dari tabungan dan pajak untuk mendukung investasi pada sektor lain yang berkembang. Pada tahap pertama. strategi dan kebijakan yang mengedepankan pembangunan pertanian sebagai langkah awal proses pembangunan. Fakta inilah yang kemudian mengilhami penyusunan rencana. Para perancang pembangunan Indonesia pada awal masa pemerintahan Orde Baru menyadari benar hal tersebut. khususnya beras. sementara itu serapan tenaga kerja pada sector pertanian mencapai lebih dari 60 persen. Pentingnya peran sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi suatu negara juga dikemukakan oleh Meier (1995) sebagai berikut: (1) dengan mensuplai makanan pokok dan bahan baku bagi sektor lain dalam ekonomi yang berkembang. khususnya di sektor pangan yang berpuncak pada pencapaian swasembada pangan.1. Repelita I: titik berat pada sektor pertanian dan industri pendukung sektor pertanian. Kedua. sektor pertanian telah meningkatkan penerimaan devisa di satu pihak dan penghematan devisa di lain pihak. Ketiga. sektor pertanian yang berhasil merupakan prasyarat bagi pembangunan sektor industri dan jasa. Repelita III: titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri pengolah bahan baku menjadi bahan jadi. 4. 3. pembangunan dititikberatkan pada industri pengolahan penunjang pertanian (agroindustri) yang selanjutnya secara bertahap dialihkan pada pembangunan industri mesin dan logam. dan (4) dengan menghapuskan kendala devisa melalui penerimaan devisa dengan ekspor atau dengan menabung devisa melalui substitusi impor. sehingga pembangunan jangka panjang dirancang secara bertahap. peningkatan produksi. sehingga akan meningkatkan permintaan dari penduduk perdesaan untuk produk dari sektor yang berkembang. tangguh menghadapi gejolak internal dan eksternal. khususnya beras. pembangunan dititikberatkan pada pembangunan sector pertanian dan industri penghasil sarana produksi peratnian. Kebijakan untuk menetapkan sektor pertanian sebagai titik berat pembangunan ekonomi sesuai dengan rekomendasi Rostow dalam rangka persiapan tinggal landas (Simatupang dan Syafa’at. Pada tahap kedua. sehingga memperbaiki posisi neraca pembayaran Indonesia. Pembangunan pertanian di masa pemerintahan Orde Baru telah membawa beberapa hasil. pada tingkat tertentu sector pertanian telah mampu menyediakan bahan-bahan baku . (3) dengan membeli barang konsumsi dari sektor lain. pada tahun 1984. 2000). memberikan kontribusi terhadap proses industrialisasi dan urbanisasi yang membutuhkan pangan murah.

Pemerintah mencurahkan perhatiannya pada sektor industri. pembangunan pertanian semakin dideregulasi melalui pengurangan subsidi. serta kurang mampu mendorong peningkatan pendapatan petani. Di masa pemerintahan Orde Baru.10-3. yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai kebijakan proteksi yang sistematis. Pertama. ternyata sektor pertanian hanya bisa berkembang dalam kebijaksanaan yang protektif.68 persen per tahun. pemerintah seolah menganggap pembangunan pertanian dapat bergulir dengan sendirinya.08 persen dan akan menurunkan pendapatan rumah tangga perdesaan berkisar antara 2. Seiring dangan hal ini. (2) tidak memperhatikan panduan horizontal. Menyusul periode pertumbuhan tinggi sektor pertanian satu dekade sebelumnya. maka pendekatan pembangunan pertanian harus diubah dari pendekatan komoditas menjadi pendekatan system agribisnis. Namun pendekatan komoditas ini mempunyai beberapa kelemahan mendasar. maka orientasi pembangunan pertanian juga akan mengalami perubahan dari orientasi peningkatan produksi menjadi orientasi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Menurut Sudaryanto et al. seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian Siregar (2003) bahwa secara riil tingkat kesejahteraan petani dari tahun ke tahun justru mengalami penurunan yang ditunjukkan oleh nilai tukar petani (NTP) yang mempunyai tendensi (trend) yang menurun (negatif) sebesar –0.10 persen. memerlukan subsidi dan mendapat intervensi yang sangat mendalam. sehingga sektor pertanian dianggap sebagai most-heavily regulated. pembangunan pertanian di masa pemerintahan Orde Baru tersebut mengandung sejumlah paradoks. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh paradigma pembangunan saat itu yang menekankan industrialisasi. Menyadari akan hal tersebut di atas. peningkatan produktivitas dan produksi tidak selalu dibarengi atau diikuti dengan meningkatnya pendapatan petani. dukungan harga dan berbagai proteksi lainnya. peningkatan produksi pertanian telah menimbulkan kecenderungan menurunnya harga produkproduk pertanian yang berakibat negatif pada pendapatan petani. dan (3) kurang memperhatikan aspirasi dan pendapatan petani. pengembangan komoditas seringkali sangat tidak efisien dan keberhasilannya sangat tergantung pada besarnya subsidi dan proteksi pemerintah.28-10. Sungguhpun demikian. Pendekatan ini dicirikan oleh pelaksanaan pembangunan pertanian berdasarkan pengembangan komoditas secara parsial (sendiri-sendiri) dan lebih berorientasi pada peningkatan produksi dibanding peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Akibatnya. proteksi besar-besaran ini telah merapuhkan basis pertanian pada tingkat petani. yaitu: (1) tidak memperhatikan keunggulan komparatif tiap komoditas. Kedua. Menurut Arifin (2004) tidak berkembangnya sektor pertanian berakar pada terlalu berpihaknya pemerintah pada sektor industri sejak pertengahan tahun 1980-an. vertikal dan spatial berbagai kegiatan ekonomi. (2004) bahwa peningkatan produktivitas pertanian menurunkan harga output di tingkat petani berkisar antara 0.industri sehingga melahirkan agroindustri. Oleh karena itu. Asumsi ini membuat pemerintah mengacuhkan pertanian dalam strategi pembangunannya. pendekatan pembangunan pertanian selama pemerintahan Orde Baru dilaksanakan dengan pendekatan komoditas. bahkan pendapatan petani cenderung menurun. (2005). Memasuki era globalisasi yang dicirikan oleh persaingan perdagangan internasional yang sangat ketat dan bebas. seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian Ratnawati et al. Kemampuan bersaing melalui proses produksi yang efisien merupakan pijakan utama bagi .

menghapus kemiskinan dan mendorong pembangunan ekonomi yang lebih luas (Sudaryanto dan Munif. pembangunan ekonomi dan kebijakan politik mulai meminggirkan sektor pertanian.kelangsungan hidup usahatani. 3. sehingga dengan akselerasi pembangunan pertanian maka penyediaan pangan dapat terjamin. beberapa pertimbangan tentang pentingnya mengakselerasi sektor pertanian di Indonesia dikemukakan oleh Simatupang (1997) sebagai berikut: 1. Akselerasi pembangunan pertanian mampu meningkatkan kinerja sector industri. Sektor pertanian sebagai penghasil makanan pokok penduduk. Sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian desa dimana sebagian besar penduduk berada. Sejak awal 1990-an. Hal ini karena terdapat keterkaitan yang erat antara sektor pertanian dengan sektor industri yang meliputi keterkaitan produk. Langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan pangan pada pasar dunia. sehingga dalam hal ini dapat membantu menjaga keseimbangan neraca pembayaran. baik domestik maupun internasional. proses desentralisasi ekonomi yang menghasilkan kesengsaraan dan penderitaan rakyat. Kabinet Indonesia Bersatu telah menetapkan program pembangunannya dengan . konsumsi dan investasi. Harga produk pertanian memiliki bobot yang besar dalam indeks harga konsumen. 6. 2005). bahkan yang berbasis teknologi tinggi dan intensif kapital. 5. 4. seiring dengan menurunnya pangsa pertanian dalam struktur perekonomian (PDB). ketika krisis ekonomi terjadi. Keadaan ini menjadi pertimbangan utama dirumuskannya kebijakan yang memiliki keberpihakan terhadap sector pertanian dalam memperluas lapangan kerja. Peran penting sektor pertanian telah terbukti dari keberhasilan sector pertanian pada saat krisis ekonomi dalam menyediakan kebutuhan pangan pokok dalam jumlah yang memadai dan tingkat pertumbuhannya yang positif dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional. 2005). Oleh karena itu. Fokus pembangunan ekonomi lebih banyak diarahkan pada sektor industri dan jasa. 2. agenda reformasi yang bergulir tanpa arah. Namun demikian. sehingga dinamikanya amat berpengaruh terhadap laju inflasi. maka partisipasi dan kemampuan wirausaha petani merupakan factor kunci keberhasilan pembangunan pertanian. mengandalkan modal dan tenaga kerja terampil dan berbasis inovasi teknologi dengan memanfaatkan sumberdaya lokal secara optimal. Kondisi tersebut memerlukan penyesuaian terhadap arah dan kebijakan serta pelaksanaan program pembangunan pertanian. akselerasi pembangunan pertanian akan membantu menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. Oleh karena itu. maka Indonesia kembali menjadikan sector pertanian sebagai landasan utama pembangunan ekonomi (Arifin. akan membawa pengaruh yang sangat besar terhadap dinamika pembangunan pertanian. Sehubungan dengan hal tersebut. Secara lebih rinci. Sektor pertanian masih tetap sebagai penyerap tenaga kerja. sehingga akselerasi pembangunan sektor pertanian akan membantu mengatasi masalah pengangguran. Akselerasi pembangunan pertanian sangatlah penting dalam rangka mendorong ekspor dan mengurangi impor produk pertanian. Dengan demikian. Suryana (2006) menyatakan bahwa perubahan lingkungan strategis yang sangat cepat. strategi pembangunan pertanian harus lebih memfokuskan pada peningkatan daya saing. akselerasi pembangunan pertanian paling tepat untuk mendorong perekonomian desa dalam rangka meningkatkan pendapatan sebagian besar penduduk Indonesia dan sekaligus pengentasan kemiskinan.

Operasionalisasi program peningkatan ketahanan pangan dilakukan melalui peningkatan produksi pangan. 2. menjaga ketersediaan pangan yang cukup aman dan halal di setiap daerah setiap saat.menggunakan strategi tiga jalur (triple track strategy) sebagai manifestasi dari strategi pembangunan yang lebih pro-growth. Sudaryanto dan Munif (2005) menyatakan bahwa revitalisasi pertanian dimaksudkan untuk menggalang komitmen dan kerjasama seluruh stakeholder dan mengubah paradigma pola piker masyarakat dalam melihat pertanian tidak hanya sekedar penghasil komoditas untuk dikonsumsi. pendampingan. Revitalisasi pertanian diartikan sebagai kesadaran untuk menempatkan kembali arti penting sektor pertanian secara proporsional dan kontekstual. Pembenahan sektor riil untuk mampu menyerap tambahan angkatan kerja dan menciptakan lapangan kerja baru. Revitalisasi pertanian dan perdesaan untuk berkontribusi pada pengentasan kemiskinan. Sejalan dengan hal ini. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani.1. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. kebijakan proteksi dan promosi lainnya (Departemen Pertanian. 2005c) 2. Kegiatan pembangunan pertanian tahun 2005-2009 dilaksanakan melalui tiga program. Pertanian harus dilihat sebagai sektor yang multi-fungsi dan sumber kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya. . Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian.5 persen per tahun melalui percepatan investasi dan ekspor. penjaminan usaha. Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. Peningkatan pertumbuhan ekonomi di atas 6. dan antisipasi agar tidak terjadi kerawanan pangan. pro-employment dan pro-poor. (2) Program pengembangan agribisnis. melalui peningkatan kinerja sektor pertanian dalam pembangunan nasional dengan tidak mengabaikan sektor lain. Operasionalisasi konsep strategi tiga jalur tersebut dirancang melalui hal-hal sebagai berikut: 1. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. Operasionalisasi program pengembangan agribisnis dilakukan melalui pengembangan sentra/kawasan agribisnis komoditas unggulan. yaitu: (1) Program peningkatan ketahanan pangan. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. dan (3) Program peningkatan kesejahteraan petani. 3. perlindungan harga gabah. Operasionalisasi program peningkatan kesejahteraan petani dilakukan melalui pemberdayaan penyuluhan.

misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual. Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. Akan tetapi lain halnya dengan petani. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. untuk keperluan sehari-hari seorang petani. Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun . Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan. sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. 1979: 30). hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. Penduduk bertambah menurut deret ukur. yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit.Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain. Persedian tanah pertanian yang makin kecil 2. Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. Di dalam bidang industri. • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. sekali produksi telah berjalan maka penerimaan dari penjualan akan mengalir setiap hari sebagaimana mengalirnya hasil produksi. Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar. setiap minggu. baik itu untuk bibit. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari.

3. Apa yang sama diantara mereka adalah. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya. Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat. tetapi dalam kerja. sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. Pembangunan Pertanian . Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. Bertambahnya pengangguran 4. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil. dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk. 2. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. dan dapat menciptakan pengangguran. Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. dan begitu sama sifatsifatnya satu dari yang lain. Inilah yang menjadi sebab. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutang-hutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu.2. akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil.

dengan orientasi pada peningkatan produksi. Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar). Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960). Hal ini memang sesuai pada masa itu. Dalam hal ini. maka yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. Akan tetapi dewasa ini. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas. maka peluasan lahan akan semakin sempit.Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi . ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan. maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern. salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. tanah dan modal. dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional. produktivitas. Di masa lalu. tenaga kerja. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk.

ekonomis. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik. Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas. Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri.3.perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. sosial budaya dan lain-lain. Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi . Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. 2. bibit unggul. dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. sarana transportasi. Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian. Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja. Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. terutama di daerah-daerah. Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan.

A. 2. pertanian dapat berjalan terus tapi statis. Kredit produksi. 4. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : 1. Kegiatan gotong royong petani. Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya. Adanya perangsang produksi bagi petani. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional. . 5. 5. 3.petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru. Teknologi yang senantiasa berkembang. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani. 4. 3. 2.T. Pendidikan pembangunan. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian. 1979 : 194). Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian.

yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual. Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. baik itu untuk bibit. Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar. Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain.1.2. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan. yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya. Di dalam bidang industri. sekali produksi telah berjalan maka penerimaan dari penjualan akan mengalir setiap hari sebagaimana mengalirnya hasil produksi. Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. . Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian. Akan tetapi lain halnya dengan petani. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit. 1979: 30). Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani.

Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. Persedian tanah pertanian yang makin kecil Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun Bertambahnya pengangguran Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutanghutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil. dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. Penduduk bertambah menurut deret ukur. sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari.untuk keperluan sehari-hari seorang petani. Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. 3. dan dapat menciptakan pengangguran. 2. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. Inilah yang menjadi sebab. akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. 4. setiap minggu. • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). dan begitu sama sifat- . Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk. sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1.

Hal ini memang sesuai pada masa itu. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. Apa yang sama diantara mereka adalah. dengan orientasi pada peningkatan produksi.sifatnya satu dari yang lain. maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern. Akan tetapi dewasa ini.2. Dalam hal ini. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai. Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat. tetapi dalam kerja. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya. dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. Pembangunan Pertanian Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. maka yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain. Di masa lalu. 2. karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. . Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan. maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960).

Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. sarana transportasi. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. tenaga kerja. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik.Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas. terutama di daerah-daerah. Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan. Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. produktivitas. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk. salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. maka peluasan lahan akan semakin sempit. tanah dan modal. bibit unggul. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar). Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri. Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. . Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional.

2.2. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian. 4. Adanya perangsang produksi bagi petani. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. 3. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1.3.T. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian. Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru. 2. Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto. Kredit produksi. 3. Kegiatan gotong royong petani. pertanian dapat berjalan terus tapi statis. Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian. 5. sosial budaya dan lain-lain. . Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : 1. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar. Pendidikan pembangunan. Teknologi yang senantiasa berkembang. A. 1979 : 194). Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan. ekonomis. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani.

1979: 30). 5. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani.1. yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian. Di dalam bidang industri. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani. Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian. Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya.4. Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya. yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. sekali produksi telah . Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional. 2. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional.

Persedian tanah pertanian yang makin kecil Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun Bertambahnya pengangguran Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutanghutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit. Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. . Penduduk bertambah menurut deret ukur. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan. akan mengalir setiap hari Akan tetapi lain halnya dengan petani. 2. setiap minggu. jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar. 3.berjalan maka penerimaan dari penjualan sebagaimana mengalirnya hasil produksi. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. untuk keperluan sehari-hari seorang petani. dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). dan dapat menciptakan pengangguran. sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari. 4. Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. baik itu untuk bibit.

maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960). Pembangunan Pertanian Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. dengan orientasi pada peningkatan produksi. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. Apa yang sama diantara mereka adalah.Inilah yang menjadi sebab. sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. 2. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk.2. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu. Di masa lalu. tetapi dalam kerja. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas. Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat. maka . dan begitu sama sifatsifatnya satu dari yang lain.

Hal ini memang sesuai pada masa itu. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional. maka peluasan lahan akan semakin sempit. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. tanah dan modal. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri. dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. bibit unggul. Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. produktivitas. Dalam hal ini. Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Akan tetapi dewasa ini. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara . Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan. dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. tenaga kerja. Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar).yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern.

Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : . Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. ekonomis. 1979 : 194). Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis. pertanian dapat berjalan terus tapi statis. Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan. Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. A. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda. Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan. terutama di daerah-daerah. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik.3. Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas. Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar.T. sarana transportasi. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal.lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. 2. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. sosial budaya dan lain-lain. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja. Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto.

Adanya perangsang produksi bagi petani. Kredit produksi.. Oxford University Inc. West.. DAFTAR PUSTAKA Doll. Pendidikan pembangunan. 5. Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya. 3. Economics of Agricultural Production Market and Policy. 1971. J. Hayami. Seokartawi. New York. Oxford: Basil Blackwell. Teknologi yang senantiasa berkembang. V. Yogyakarta. 1979. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. J. Yujiro. Home III: Richard D. Diposkan oleh ary ian di 04. Rhodes. P.. Graham. 4. 5. Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian. LP3ES. From the Poverty to the Wealth of Nations Second Edition. Development Economics. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani. 2. Kegiatan gotong royong petani.1. Irwin Inc. Hallet. Petani Indonesia dalam Menghadapi Persaingan Global Universitas Brawijaya. Malang. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1. Mubyarto.. 4. 2004. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian. Sektor Besar yang Terlupakan . 2.G. 2001.. 3.17 0 komentar Pertanian. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani. The Economics of Agricultural Policy. 1986. Pengantar Ekonomi Pertanian.

pada pidato tersebut. secara substansial pertanian memang dianggap tidak relevan dalam pidato yang mengusung tiga tema besar yang amat-sangat luas dan strategis. dan (3) keadilan. Serempak dan Terintegrasi . Siapa pun perumus konsep pembangunan yang konon inklusif tersebut. pendidikan. pemerintahan dan pelayanan publik. dan ketahanan pangan. berupa reformasi birokrasi dan tata kelola. Pertama. jika konsep development for all yang diusung Kabinet Indonesia Bersatu Jilid2 justru melupakan pertanian. 16 Agustus lalu.Investor Daily. Kedua. Senin 30 Agustus 2010 Oleh Bustanul Arifin Pada pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. melalui peningkatan kualitas demokrasi. Terlalu besar risiko yang akan ditanggung bangsa Indonesia. melalui pembangunan untuk semua. Jangankan disinggung. Bagi stakeholders atau pemangku kepentingan bidang pertanian. masyarakat awam pasti sepakat bahwa negara agraris sebesar Indonesia tidak akan maju dan beranjak ke mana-mana jika kebijakan yang dirumuskan justru mengabaikan pembangunan pertanian. Presiden SBY memang menyebut kata "ketahanan pangan dua kali. ternyata hasilnya masih belum membawa kesejahteraan bagi petani sebagai pelaku utamanya. Walaupun sektor pertanian telah dibangun dengan susah payah. ia atau mereka masih perlu banyak turun ke lapangan agar strategi yang ditawarkan kepada Presiden SBY lebih mendekati kenyataan. penanggulangan kemiskinan. Pertama. Ketiga tema tersebut adalah (1) kesejahteraan. Itulah pertanian. Apalagi jika diabaikan dan dilupakan. menganggap bidang ini tidak relevan pada pembangunan kesejehteraan bangsa. (2) demokrasi. pada saat mengklaim bahwa "bangsa Indonesia memiliki ketahanan pangan yang semakin kuaf walau sama sekali tanpa dukungan data dan fakta. kata pertanian sama sekali tidak disebutkan. kesehatan. ada bidang yang terlupakan. pada saat menyebutkan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010-2014 atau prioritas nasional. melalui langkah strategis keadilan untuk semua. Pertanian adalah sektor besar yang selama ini memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja 43% dan kontribusi 16% terhadap produk domestik bruto (PDB). dengan potensi pengganda {multiplier) pada sektor lain yang luar biasa. adalah sesuatu yang tentu sangat menyakitkan. Banyak analisis menafsirkan mengapa pertanian terlupakan pada suatu momen besar kenegaraan yang ditunggu rakyat banyak serta disaksikan jutaan pemirsa televisi di seluruh Tanah Air. Tidak harus mengutip teori-teori ekonomi pembangunan.

Apalagi. bahwa sektor pertanian menjadi pengganda pendapatan dan pengganda tenaga kerja. Peningkatan produksi yang besar sekalipun masih sulit untuk mengangkat petani dari belenggu kemiskinan apabila persoalan penguasaan lahan tidak dapat dipecahkan. Kompleksitas seperti ini akan selalu menjadi momok menakutkan bagi kaum elite picik yang hanyaberpikir ingin menikmati hasil kebijakan instan. Belum lagi jika ditambah dengan fakta terakhir tentang penguasaan lahan petani yang semakin menyusut Jumlah petani pangan yang hanya menguasai lahan 0. dan realisasinya berbicara lain. Walaupun mereka paham secara teori. tidak cukup hanya dengan sekali pukul satu kebijakan. Namun. . Implementasi kebijakan peningkatan produksi dan produktivitas mungkin cukup jelas dan mudah diukur dengan sekian macam intervensi yang harus dilakukan.5 hektare atau kurang telah bertambah mencapai 9. pada awal masa kepemimpinannya. dan perikanan akhir-akhir ini mungkin cukup memukau Presiden SBY. Sekian macam instrumen kebijakan harus dilaksanakan secara serempak dan terintegrasi. Dalam bahasa ekonomi modern. sektor pertanian memang kompleks. Justru hal sebaliknyayang amat diperlukan. implementasi kebijakan untuk mewujudkan sasaran tersebut memang tidak mudah. jika para tengkulak lebih berkuasa atau jika tiba-tiba harga pertanian global anjlok. Akan tetapi.5% dari total). Berbeda dengan sektor industri manufaktur dan jasa. ketidakpercayaan terhadap sektor pertanian karena kompleksitas yang tinggi. untuk mencapai satu tujuan. Presiden SBY pernah mencanangkan strategi revitalisasi pertanian sebagai mantra ajaib peningkatan produksi dan pemihakan kebijakan kepada petani dan pertanian. alokasi anggaran. misalnya peningkatan kesejahteraan petani. perkebunan. hortikultura. para pengambil kebijakan tentu tetap harus menyadari bahwa membangun pertanian itu memang perlu serentak dan komprehensif. Revitalisasi Pertanian Ketiga.Kedua. peternakan. karena demikian banyak pelaku yang terlibat. Hampir seluruh daerah dan provinsi meletakkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan pada RPJM daerah. pertanian dianggap telah maju dan berhasil karena laporan yang menggiurkan. upaya peningkatan produksi tersebut belum tentu dapat memperbaiki kesejahteraan petani. Pada tingkat daerah. dengan efisiensi yang tidak terlalu tinggi. fenomena seperti ini justru lebih mudah dijumpai. namun di lapangan. pembinaan dan pemberdayaan sektor pertanian memerlukan biaya transaksi yang besar karena nyaris pada setiap tahapan kegiatan harus dilakukan pelaku atau lembaga yang berbeda. tanpa diikuti stabilisasi harga di tingkat petani yang memadai. sekian tujuan akan tercapai. Laporan-laporan peningkatan produksi pangan.34 juta rumah tangga petani (atau 53. Para perumus kebijakan atau elite politik yang tidak sabar dan ingin melihat hasil instan biasanya melupakan pembinaan pertanian karena hasil kebijakan baru dinikmati sekian tahun kemudian.

pasar murah itu sepi peminat. kekhilafan tidak menyebutkan sektor pertanian itu hanya masalah kemasan saja. dan sebagainya. Belum lagi. Operasi pasar murah direncanakan secara serempak di beberapa tempat. Dengan kata lain. seperti sistem produksi pangan yang disebutkan di atas. Pertanian tetap menjadi pengganda pendapatan dan pengganda tenaga kerja. tanpa pernah berusaha memahami kesulitan riil petani di tingkat mikro. Semoga saja. pembangunan pertanian memang belum dapat dikatakan maju dan berhasil. juga belum mampu mewujudkan konsep justice for all sebagaimana diucapkan dalam Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2010 ter-sebut. walaupun menurut laporan media. Demikian pula jika memperhitungkan sesuatu yang lebih rumit. sektor pertanian tetap tak bisa diabaikan. Masih cukup banyak cara dan langkah kebijakan untuk memulihkan kepercayaan publik bahwa pemerintah betul-betul masih akan berpihak pada sektor pertanian. bukan karena ketidakpedulian atau penga-cuhan yang pasti memiliki implikasi politik jauh lebih buruk. jelas fondasi pertanian Indonesia masih belum stabil. pihak seakan terpukau dengan data fisik produksi secara makro tersebut. seperti reforma agraria yang dicanangkan Presiden SBY pada periode pertama. Dari sesuatu yang paling sederhana. Apalagi kini Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. jika menyebutkan istilah ketahanan pangan yang jauh lebih kompleks dan berdimensi luas. Meski menghadapi berbagai kerumitan. karena bukan hanya menyangkut urusan permintaan dan penawaran pangan. melainkan menyangkut kecukupan gizi dan protein penduduk Indonesia. apalagi dilupakan. Ketika akhir-akhir ini terdapat lonjakan harga pangan yang liar. sehingga tidak selayaknya sektor pertanian diabaikan. dikendalikan di sini. J . Salah satu contoh kecil yang dapat dilakukan ke depan dalam mencapai sasaran revitalisasi pertanian adalah bagaimana realisasi rencana mewujudkan 15 juta lahan pertanian pangan. Terlalu naif jika masih ada yang beralasan tidak mampu menegakkan dan melaksanakan UU 41/2009 tersebut hanya karena peraturan pemerintah (PP) yang lebih operasional belum ada. ternyata kedodoran di sana. strategi revitalisasi pertanian yang dicanangkan pada periode pertama dulu masih jauh dari sempurna. baik karena tren permintaan yang memang tinggi dan suplai yang cenderung menurun terutama karena prakiraan bulan basah La Ninayang masih sampai November 2010. daya saing bangsa di tingkat global dan sebagainya.Banyak. pemerintah kemudian bereaksi secara panik.

pelayaran dan perniagaan yang dianjurkan untuk dikembangkan oleh . uang hanya sebagai alat tukar-menukar saja. jika menumpuk kekayaan dengan jalan minta/mengambil riba. kaidah-kaidah hukum. yaitu nilai guna dan nilai tukar. Klasik. 3. Aristoteles merupakan tokoh pemikir ulung yang sangat tajam. Konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis ditemukan terutama dalam ajaran-ajaran agama. Misalnya dalam kitab Hammurabi dari Babilonia tahun 1700 sM. Sosialis dan Neoklasik Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Perintis Sosialis 1. etika atau aturan-aturan moral. Plato menyadari bahwa produksi merupakan basis suatu negara dan penganekaragaman (diversivikasi) pekerjaan dalam masyarakat merupakan keharusan. karena tidak seorang pun yang dapat memenuhi sendiri berbagai kebutuhannya. dan menjadi dasar analisis ilmuwan modern sebab analisisnya berpangkal dari data. Xenophon seorang prajurit. 2. 4. Inti pemikiran Xenophon adalah pertanian dipandang sebagai dasar kesejahteraan ekonomi. masyarakat Yunani telah menjelaskan tentang rincian petunjuk-petunjuk tentang cara-cara berekonomi. melalui tukar-menukar. Aristoteleslah yang membedakan dua macam nilai barang. Konsep pemikiran ekonominya didasarkan pada konsep pengelolaan rumah tangga yang baik. Plato hidup pada abad keempat sebelum Masehi mencerminkan pola pikir tradisi kaum ningrat. maka uang menjadi mandul atau tidak produktif. Ia menolak kehadiran uang dan pinjam-meminjam uang dengan bunga. Ia memandang rendah terhadap para pekerja kasar dan mereka yang mengejar kekayaan.Pemper pak Harris Sejarah Pemikiran Ekonomi Praklasik. Inilah awal dasar pemikiran Prinsip Spesialisasi kemudian dikembangkan oleh Adam Smith. sejarawan dan murid Socrates yang mengarang buku Oikonomikus (pengelolaan rumah tangga).

dengan menegakkan hukum Tuhan maka dalam jual-beli harus dilakukan dengan harga yang adil (just-price) sedang bunga uang adalah riba. 2. hal ini berhubungan dengan tujuan proteksi industri di dalam negeri. dan menjaga rencana perdagangan .negara. 3. mengemukakan tentang konsep keadilan yang dibagi dua menjadi keadilan distributife dan keadilan konvensasi. modal patungan dalam usaha. kebijakan kependudukan yang mendorong keluarga dengan banyak anak. Kebijakan ekonomi lebih bersifat makro. konsep perbudakan dan sektor pertambangan menjadi milik bersama. spesialisasi dan pembagian kerja. proteksionisme serta politik kolonial. pembagian kerja secara teknis dan pembagian kerja teritorial. 5. tetapi menganjurkan persaingan. 5. 4. kegiatan industri di dalam negeri dengan tingkat upah yang rendah. Tetapi masalah riba. Merkantilis merupakan model kebijakan ekonomi dengan campur tangan pemerintah yang dominan. dan tingkat upah yang rendah mendorong ekspor. upah yang adil dan harga yang layak ini merupakan masalah yang terus-menerus diperdebatkan dalam ilmu ekonomi. Ke luar masuknya logam-logam mulia mempengaruhi tingkat harga di dalam negeri serta jumlah uang yang beredar. Pemikiran-pemikiran ekonomi lahir pada kaum merkantilis disebabkan adanya pembagian kerja yang timbul di dalam masyarakat. THOMAS AQUINAS (1225-1274) seorang filosof dan tokoh pemikir ekonomi pada abad pertengahan. sementara itu terjadi pembatasan-pembatasan yang terkontrol dalam kegiatan perdagangan luar negeri. Teori kuantitas uang didasarkan pada jumlah uang yang beredar mempengaruhi tingkat bunga dan tingkat harga barang. yang selanjutnya akan mendorong perdagangan internasional. Proteksi industri yang menganjurkan persaingan dalam negeri. dalam negeri. dan kecepatan uang beredar. Pemikiran ekonomi kaum merkantilis merupakan suatu kebijakan yang sangat melindungi industri. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Merkantilis 1. ditujukan dengan neraca perdagangan luar negeri yang menguntungkan .

Inti pemikiran utama dalam mazhab Pisiokrat adalah dituangkan dalam tabel ekonomi yang terdiri dari classe productive dari kaum petani. Teori uang yang dikemukakannya adalah sebagai tabir uang (money is veil) dan perlunya pengenaan pajak untuk kepentingan ekonomi. 3. Namun demikian pemikiran ini merupakan gagasan ke arah menemukan dasar satuan perhitungan yang ia. tetapi dikemukakan atas transaksi barter dengan nilai alat tukar dapat berubah-ubah karena jumlahnya. Teori uang sebagai tabir yang mempersulit pengamatan fenomena ekonomi. Sumbangan pemikiran ahli Pisiokrat lain yaitu Jaques Turgot mempunyai dua sumbangan utama terhadap pemikiran ekonomi yakni teori uang sebagai tabir. Pemikiran ekonomi kaum Pisiokrat yang menonjol dalam perkembangan ilmu ekonomi selain lingkaran arus ekonomi dalam tabel ekonomi yaitu tentang teori nilai dan harga yang terbagi menjadi tiga yaitu harga dasar barang-barang. dan teori fruktifikasi. hal ini dilakukan dalam usaha meningkatkan peranannya dalam perdagangan internasional dan perluasan-perluasan kolonialisme. classe sterile atau classe stipendile yang meliputi kaum pedagang dan industriawan dan classe passieve adalah kaum pekerja. dan menjelaskan arus lingkaran ekonomi. classe des froprietaires dari kaum pemilik tanah. 4. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik .yang menguntungkan. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Pisiokrat 1. Sumbangan pemikiran yang terbesar dalam perkembangan ilmu ekonomi adalah hukum-hukum alamiah. Mazhab Pisiokrat tumbuh sebagai kritik terhadap pemikiran ekonomi Merkantilis. tokoh pemikir yang paling terkenal pada mazhab ini adalah Francois Quesnay. harga penjualan dan harga yang harus dibayar konsumen. 2.

3. perhatiannya bidang logika dan etika. Ia sering bertukar pikiran dengan Quesnay dan Turgot dan Voltaire. Teori harga merupakan bagian sentral dari mazhab klasik. inisiatif dan perusahaan orang-perorangan.1. Dan dengan melalui mekanisme permintaan dan penawaran itu akan menuju kepada suatu keseimbangan (equilibrium). 2. di mana masyarakat senantiasa secara otomatis akan mencapai keseimbangan pada tingkat full employment. prinsipil tidak berbeda dengan filsafat mazhab pisiokrat. dengan demikian politik ekonomi klasik pada prinsip laissez faire. yang kemudian semakin diarahkan kepada masalah-masalah ekonomi. Landasan kepentingan pribadi dan kemerdekaan alamiah. Politik ini menunjukkan diri dalam tindakan-tindakan yang dilakukan oleh mazhab klasik. dan dengan keseimbangan yang bersifat otomatis. Kaum klasik juga memandang ilmu ekonomi dalam arti luas. Ruang lingkup pemikiran ekonomi klasik meliputi kemerdekaan alamiah. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik Adam Smith (1723-1790) 1. . Politik ekonomi kaum klasik merupakan politik ekonomi laissez faire. 4. Filsafat kaum klasik mengenai masyarakat. kaum klasik mendasarkan diri pada tindakantindakan rasional. dan kebebasan individulah yang menjadi inti pengembangan kekayaan bangsa. guru besar dalam ilmu falsafah di Universitas Edinburgh. dan bertolak dari suatu metode alamiah. Asas pengaturan kehidupam perekonomian didasarkan pada mekanisme pasar. mengritik pemikiran ekonomi sebelumnya. pemikiran pesimistik dan individu serta negara. dan mengajarkan bahwa proses produksi dan pembagian pendapatan ditentukan oleh mekanisme pasar. Jadi dalam susunan kehidupan ekonomi yang didasarkan atas milik perseorangan. dengan perkataan lain secara normatif. Adam Smith adalah seorang pemikir besar dan ilmuwan kelahiran Kirkaldy Skotlandia tahun 1723.

menegakkan keadilan dan menyiapkan sarana dan prasarana kelembagaan umum. Smith berpendapat bahwa pembagian kerja sangat berguna dalam usaha meningkatkan produktivitas. keterampilan dan modal. Tingkat sewa tanah akan meningkat.2. Sumber kekayaan bangsa adalah lahan. Adam Smith adalah pakar utama dan pelopor dalam mazhab Klasik. pemerintah bertugas melindungi rakyat. Say memperbaiki sistem Adam Smith dengan cara yang lebih sistematis serta logis.B. dan lahan lama-kelamaan menjadi kurang subur. Karya Say yaitu theorie des debouchees (teori tentang pasar dan pemasaran) dan dikenal sebagai Hukum Say (Say’s Law) yaitu . Dengan demikian. Pembagian kerja akan mengembangkan spesialisasi. sedangkan persaingan tingkat laba menurun yang akhirnya mencapai kegiatan ekonomi yang stationer. sehingga tercipta dua macam harga. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik: J. dan dengan teori tersebut timbul konsep paradoks tentang nilai. Teori nilai yang digunakan Adam Smith adalah teori biaya produksi. 4. Karya besar yang disebut di atas lazim dianggap sebagai buku standar yang pertama di bidang pemikiran ekonomi gagasannya adalah sistem ekonomi yang mengoperasionalkan dasar-dasar ekonomi persaingan bebas yang diatur oleh invisible hand. walaupun semula menggunakan teori nilai tenaga kerja. sedangkan tingkat upah menurun. dengan asumsi berlaku dana upah. Jean Batiste Say adalah seorang pakar ekonomi kelahiran Perancis yang berasal dari keluarga saudagar dan menjadi pendukung pemikiran Adam Smith. yakni harga alamiah dan harga pasar dalam jangka panjang harga pasar akan cenderung menyamai harga alamiah. laba bagi pemilik modal dan sewa untuk tuan tanah. timbul persoalan pembagian pendapatan yakni upah untuk pekerja. Say. Barang mempunyai nilai guna dan nilai tukar. Malthus dan David Ricardo 1. Pertambahan penduduk berarti meningkatkan tenaga kerja. tenaga kerja. Ongkos produksi menentukan harga relatif barang. dalam hal ini meningkatkan permintaan dan perluasan pasar. 3.

metode pendekatannya hampir seluruhnya deduktif. Malthus adalah alumnus dari University of Cambridge. Ia sangat terkenal karena kecermatan berpikir. teori perdagangan internasional dan. Bagian yang paling penting dalam pola dasar pemikiran Malthus dan kerangka analisisnya ialah menyangkut teori tentang sewa tanah dan teori tentang penduduk dengan bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of Population. David Ricardo telah mengembangkan pemikiran-pemikiran Adam Smith secara lebih terjabar dan juga lebih sistematis. teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi. dan the law of deminishing return. . Teori Malthus pada dasarnya sederhana saja. begitu juga pengangguran total tidak akan terjadi. Teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat kelompok permasalahan yaitu: teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah. tempat ia menyelesaikan pelajaran dalam ilmu matematika dan ilmu sejarah klasik. Kelahiran yang tidak terkontrol menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan bahan makanan bertambah secara deret hitung. Menurut Say dalam perekonomian bebas atau liberal tidak akan terjadi “produksi berlebihan” (over production) yang sifatnya menyeluruh. Malthus adalah seorang ilmuwan di bidang teologi yang kemudian memusatkan perhatiannya kepada masalah-masalah ekonomi dalam perkembangan masyarakat. Kritik yang dikemukakan oleh mazhab sosialis berhubungan dengan doktrin laissez faire dengan pengendalian tangan tak kentara (invisible hand) dan intervensi pemerintah. 2. PEMIKIRAN EKONOMI MAZHAB SOSIALIS Sejarah Pemikiran Mazhab Sosialis dan Kritik terhadap Pemikiran Ekonomi Klasik 1. sepuluh tahun sebelum Adam Smith menerbitkan The Wealth of Nations dan meninggal tahun 1834. Pemikiran yang dibahas adalah tentang teori nilai. teori tentang nilai dan harga. 3. Ricardo adalah seorang Pemikir yang paling menonjol di antara segenap pakar Mazhab Klasik. pembagian kerja. Inggris. Yang mungkin terjadi menurut Say ialah kelebihan produksi yang sifatnya sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi). teori kependudukan.supply creats its oven demand tiap penawaran akan menciptakan permintaanya sendiri. teori bunga dan laba. Dan pendekatannya teoretis deduktif. Thomas Robert Malthus dilahirkan tahun 1766 di Inggris. pemikirannya didasarkan atas hipotesis yang dijadikan kerangka acuannya untuk mengkaji berbagai permasalahan menurut pendekatan logika. teori sewa tanah. Malthus diangkat menjadi Profesor of History and Political Economy di East India College.

Sementara itu pemikiran ekonomi sosialis mulai berkembang. Demikian juga Carey melihat tentang teori nilai dari segi teori biaya reproduksi. Lauderdale mengajukan kritik bahwa nilai barang ditentukan oleh kelangkaan dan permintaan. Pemikiran List bukan pembagian kerja yang paling penting tetapi mengetahui dan menggunakan kekuatan-kekuatan produktif dalam usaha meningkatkan kekayaan bangsa. dipelajari oleh Mill. sedangkan Muller dan List melihat bahwa nilai barang ditentukan juga tidak hanya oleh modal fisik. . Dalam era inilah pemikiran Mill dituangkan dalam bukunya yang berjudul Principle of Political Economy. dan kawin yang selalu dikaitkan dengan kemampuan ekonomi. dan tidak mungkin dapat dikendalikan dengan cara-cara yang dikemukakan Malthus. dan kritiknya karena asumsi bahwa negaralah yang berhak untuk mengatur kekayaan bangsa. hukum lahan yang semakin berkurang. Mesin mempunyai fungsi untuk menggantikan tenaga kerja manusia. Kritik terhadap ekonomi klasik terutama pada Smith. bebannya sangat berat dalam mempelajari falsafah.2. dasar sistem ekonomi klasik adalah laissez faire. List dan Bastiat. Carey. tetapi juga oleh modal spiritual dan modal mental. Sismonde mengajukan keberatan terhadap teori kependudukan Malthus. tetapi telah menggunakan sisi permintaan melalui teori elastisitas. Sismonde. teori dana upah mendapat tantangan. di samping itu pembahasannya tentang teori nilai tidak melihat dari biaya produksi. juga memperkenalkan human capital investment yaitu keterampilan. Malthus dan Ricardo. 6. politik dan ilmu sosial. Karena hipotesisnya belum didukung dengan data empirik. menurut beliau hal-hal yang menjadi karunia alam tidak mempunyai nilai. kerajinan dan moral tenaga kerja dalam meningkatkan produktivitas. aspek mesin tidak selalu mempunyai keuntungan dalam meningkatkan kekayaan bangsa. hipotesis kependudukan Malthus. Mill menjelaskan bahwa hukum yang mengatur produksi lain dengan hukum distribusi pendapatan. dengan pemikiran yang eklektiknya. Sumbangan yang paling besar Mill adalah metode ilmu ekonomi yang bersifat deduktif dan bersama dengan metode induktif. Para pengritik mazhab klasik terutama dari Lauderdale. Pemikiran John Stuart Mill banyak dipengaruhi oleh Jeremy Bentam yang beraliran falsafah utilitarian. sebab sangat tergantung pada kemauan manusia dan kesempatan kerja. sedangkan Bastiat bahwa faktor-faktor yang menentukan nilai barang adalah besarnya tenaga kerja yang dikorbankan pada pembuatan barang. yang menjadikan mental breakdown. Sismonde berpendapat bahwa pembagian kerja skala produksi menjadi semakin besar dan tidak dapat dikendalikan sehingga terjadi kelebihan produksi. 4. kecuali telah diolah manusia. 5. 3. Carey berpendapat pertambahan modal lebih cepat dari pertambahan penduduk. Muller berpendapat bahwa pembagian kerja telah membawa pekerjaan ke dalam perbudakan dan tenaga kerja menjadi mesin.

Francis Bacon. Sejak usia muda Engels menaruh minat terhadap ilmu falsafah dan ilmu pengetahuan masyarakat. dari Perancis bukunya The New Christianity dan Charles Fourier (1772-1837) bercita-cita menciptakan tata dunia baru yang lebih baik bukan dengan kotbah tetapi dengan model percontohan. Ia seorang ilmuwan dan pemikir besar bidang filosof serta Pemimpin Sosialisme Modern. 2.Ekonomi Mazhab Sosialis Utopis 1. Saint Simon (1760-1825).. Menurut teori konsentrasi perusahaan-perusahaan makin lama makin besar. 3. Pierre Joseph Proudhom (1809-1865 ) Beliau yakin akan asas persamaan dan lama sekali tidak setuju dengan hak milik pribadi terhadap perusahaan. Thomas Campanella. Engels bertemu dengan Marx tahun 1840 di Paris. Nalurinya tergugah oleh apa yang diamatinya dan disaksikannya sendiri mengenai kehidupan masyarakat dalam lingkungan kawasan industri di Jerman dan di Inggris. 3. keluarganya memiliki sejumlah perusahaan industri tekstil di Jerman maupun di Inggris. 2. Teori tentang perkembangan ekonomi menurut Marx sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga bagian. Perkataan Utopis berasal dari judul buku Thomas More dalam tahun 1516 Tentang Keadaan Negara yang Sempurna dan Pulau Baru yang Utopis. Ekonomi Mazhab Sosialis Ilmiah 1. Timbullah perusahaan- . sedangkan jumlahnya makin sedikit. Louis Blanc mengusahakan agar didirikan ateliers sociesux yakni pabrik-pabrik yang dihimpun negara. Dalam masa studinya ia banyak dipengaruhi oleh Friedrich Hegel seorang Filosof Besar Jerman bidang falsafah murni. Dari pandangan pemikiran yang revolusioner Karl Marx dan Enggel pemikiran ini biasa disebut kaum sosialis ilmiah dan ada yang tetap mempertahankan dengan cara-cara yang bersifat ideal dan terlepas dari kekuasaan politik disebut sosialis utopis dengan dipelopori oleh Thomas More. dan Thomas Campanella (1623) dalam bukunya Negara Matahari (Civitas Solis). Ia belajar di Universitas Bonn kemudian di Universitas Berlin di Jerman dan memperoleh sarjana bidang Filsafat. ketiga teori tentang tingkat laba yang cenderung menurun. James Harrington. Gerard Winstanley. kedua teori tentang proses kesengsaraan/pemiskinan yang meluas (die verelendung atau increasing misery). berasal dari kalangan usahawan besar di Jerman. Francis Bacon dalam bukunya Nova Atlantis (1623). sewaktu Marx hidup dalam pembuangan. Oliver Cromwell. pertama pemikirannya tentang proses akumulasi dan konsentrasi. Karl Marx dilahirkan di Treves Jerman dan seorang keturunan Yahudi. Friedrich Engels. 4. Perusahaan-perusahaan besar bersaing dengan perusahan kecil maka perusahaan kecil akan kalah dalam persaingan dan kemudian perusahaan kecil lenyap.

Pendekatan ini merupakan pendekatan yang baru dalam teori ekonomi. dan c) perimbangan bagian nilai surplus untuk konsumsi terhadap bagian yang disalurkan sebagai tambahan modal. sedangkan Hukum Gossen II. Dengan teori orde barang ini maka tercakup sekaligus teori distribusi. sedangkan teknologi produksi dan selera konsumen tetap. Dan perbedaan preferences yang menimbulkan perbedaan harga. dan para pengusaha kecil akhirnya jatuh miskin dan pengusaha kecil yang berdiri sendiri menjadi proletariat. konsumsi dan distribusi. b) tingkat produktivitas tenaga kerja. Hal ini dapat terjadi karena pemikiran generasi . Sedangkan Menger menjelaskan teori nilai dari orde berbagai jenis barang. Para pengusaha kecil dan golongan menengah menjadi orang miskin. Sedangkan teori akumulasi menyatakan bahwa para pengusaha raksasa semakin lama semakin kaya dan menumpuk kekayaan yang terkonsentrasi pada beberapa orang.perusahaan raksasa. bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatannya untuk berbagai jenis barang yang diperlukannya. Sejauhmana proses akumulasi yang dimaksud di atas bisa berjalan tergantung dari a) tingkat nilai surplus. tenaga kerja. Hukum Gossen I menjelaskan hubungan kuantitas barang yang dikonsumsi dan tingkat kepuasan yang diperoleh. Salah satu pendiri mazhab neoklasik yaitu Gossen. Jevons berpendapat bahwa perilaku individulah yang berperan dalam menentukan nilai barang. Jika terjadi perubahan pada salah satu asumsi ini maka terjadi perubahan yang berkaitan dengan seluruh aktivitas ekonomi Teori Produktivitas Marjinal 1. PEMIKIRAN EKONOMI NEOKLASIK Perintis Analisis Marjinal 1. menurut dia nilai suatu barang ditentukan oleh tingkat kepuasan terendah yang dapat dipenuhinya. dia telah memberikan sumbangan dalam pemikiran ekonomi yang kemudian disebut sebagai Hukum Gossen I dan II. 5. Dalam sistem itu terjadi keterkaitan antara berbagai aktivitas ekonomi seperti teori produksi. Jevons dan Menger juga mengembangkan teori nilai dari kepuasan marjinal. 2. Dasar pemikiran mazhab neoklasik pada generasi kedua lebih akurasi dan tajam karena bila dibandingkan dengan pemikiran ekonomi pada kelompok generasi pertama neoklasik. Mazhab neoklasik telah mengubah pandangan tentang ekonomi baik dalam teori maupun dalam metodologinya. Pemikiran yang sangat mengagumkan yang disusun oleh Walras tentang teori keseimbangan umum melalui empat sistem persamaan yang serempak. 3. dan lahan terbatas. Selain Gossen. Teori nilai tidak lagi didasarkan pada nilai tenaga kerja atau biaya produksi tetapi telah beralih pada kepuasan marjinal (marginal utility). Asumsi yang digunakan Walras adalah persaingan sempurna. jumlah modal.

B. bekerjanya kedua kekuatan. Hal ini dikaitkan pula dengan bentuk kurva ongkos rata-rata. Tetapi. bunga juga dipengaruhi oleh produktivitas melalui keunggulan teknik. pada fungsi produksi berlaku asumsi constant return to scale. 2. oleh Wicksell. yakni permintaan dan penawaran.B. Fisher memberi sumbangan pula pada tingkat bunga.kedua menjabarkan lebih lanjut perilaku variabel-variabel ekonomi yang sudah dibahas sebelumnya. Pemikiran Marshall sebagai Bapak Ekonomi Neoklasik 1. sebenarnya pada fungsi produksi terjadi proses increasing returns. apakah setiap pekerja mendapat upah sama dengan PPMt nya? 3. Tetapi.B Clark mempunyai nilai etik. Pertentangan pemikiran antara para ahli neoklasik seperti J. dan dengan penggunaan asumsi-asumsi yang dialaminya juga bertambah seperti dalam kondisi skala tetap. Tetapi masalahnya. 4. konsumsi. dan distribusi yang lebih umum beralih pada penjelasan yang lebih tajam. Clark mempunyai pendapat bahwa barang-barang sekarang mempunyai nilai lebih tinggi daripada masa depan. Hal ini merupakan sumbangan besar dalam pembahasan ongkos perusahaan dan industri. yang dipengaruhi oleh kekuatan subjektif dan objektif. Clark. karena kebutuhan sekarang lebih tinggi daripada masa datang. pada saat ongkos rata-rata sampai pada titik minimum. Fisher menjelaskan pula terjadinya bunga melalui permintaan dan penawaran terhadap tabungan dan investasi. Clark dapat menjadi sumber inspirasi dari perkembangan ilmu ekonomi dalam menjelaskan teori distribusi fungsional. Fisher melihat dari arus pendapatan masa depan perlu dinilai sekarang. meningkat atau menurun. Sumbangan yang paling terkenal dari pemikiran Marshall dalam teori nilai merupakan sitetis antara pemikiran pemula dari marjinalis dan pemikiran Klasik. Selanjutnya. Menurutnya. yang secara langsung membantah teori eksploitasi. karena itu timbullah bunga. Lingkupan telah berkembang dari produksi. ibarat bekerjanya dua mata gunting. Untuk memudahkan pembahasan keseimbangan parsial. Kontroversi ini pun timbul dari pandangan J. Pemikiran lain yang menjadi sumber kontroversi seperti pandangan Bohm Bawerk telah menimbulkan kontroversi pula tentang hubungan antara modal dan bunga. maka digunakannya asumsi ceteris paribus. analisis ongkos produksi merupakan pendukung sisi penawaran dan teori kepuasan marjinal sebagai inti pembahasan permintaan. Dengan teori produktivitas marjinal upah tenaga kerja. Pada saat kurva ongkos ratarata menurun. ditafsirkan oleh J. Dengan demikian. Tingkat bunga merupakan marginal rate of return over cost. pada kurva produksi terjadi keadaan decreasing returns. Bohm Bawerk memberikan adanya premium atau agio. sedangkan untuk memperhitungkan unsur waktu ke dalam . Penggunaan pendekatan matematis dalam analisis ekonomi terutama dalam fungsi produksi semakin teknis. laba serta lahan dan bunga ditetapkan dengan objektif dan adil. dan pada saat kurva ongkos naik.

analisisnya. ilmu ekonomi menurut Veblen jauh . lebih besar dan lebih kecil dari satu. Pemikiran Alfred Marshall mahir dalam menggunakan peralatan matematika ke dalam analisis ekonomi. Marshall menemukan surplus konsumen. terjadi kestabilan. 3. maka kesejahteraannya tidak menurun. Dia memahami. maka Veblen tidak puas terhadap gambaran teoretis tentang perilaku individu dan masyarakat dalam pemikiran ekonomi ortodoks. pajak juga dapat digunakan untuk subsidi. sehingga ditemukan Giffen Paradox. tetapi jika berubah harga menjadi independen. Marshall menjelaskan pula mengapa kurva ongkos total rata-rata menurun dan meningkat. dia tidak mau cepatcepat menerbitkan bukunya. Robert Giffen telah dapat membantu penyelesaian kaitan konsumsi dan pendapatan dengan permintaannya terhadap barang-barang. yakni kepuasan marjinal uang yang tetap. Jika itu terjadi maka terjadi surplus konsumen. Peranan substitusi kemudian diselesaikan oleh Slurtky. Marshall telah menghitung koefisien barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga secara relatif. Jika variabel kuantitas independen. Mekanisme permintaan dan penawaran dapat mendatangkan ketidakstabilan. Nilai koefisien ini dapat sama dengan satu. Tetapi. dan jangka panjang. Selama pajak yang dikenakan pada konsumen lebih kecil daripada surplusnya itu. maka catatan-catatan matematikanya diletakkan pada bagian catatan kaki dan pada lampiran bukunya. Dalam pembahasan sisi permintaan. maka keadaan menjadi tidak stabil. tetapi karena orangnya sangat teliti dan modes. Dalam membahas kepuasan marjinal terselip asumsi lain. Bahwa konsumen keseluruhan mengeluarkan uang belanja lebih kecil daripada kemampuannya membeli. Hal ini berkaitan dengan faktor internal dan eksternal perusahaan atau industri. Inti pemikiran Veblen dapat dinyatakan dalam beberapa kenyataan ekonomi yang terlihat dalam perilaku individu dan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh motivasi ekonomi tetapi juga karena motivasi lain (seperti motivasi sosial dan kejiwaan). Dengan demikian. karena setiap usaha yang dilakukan untuk kembali ke posisi seimbang ternyata membuat tingkat harga dan jumlah barang menjauhi titik keseimbangan. Pengertian ini dikaitkan pula dengan welfare economics. Pembahasannya tentang kepuasan marjinal telah mulai sebelum 1870. 5. terutama bagi industri-industri yang struktur ongkosnya telah meningkat. Tetapi. 4. yakni aspek barang-barang pengganti dan efek pendapatan. Keadaan tidak stabil itu terjadi jika kurva penawaran berjalan dari kiri-atas ke kanan-bawah. Mazhab Institusionalisme 1. bahwa untuk memudahkan pembaca.2. jangka pendek. sebelum buku Jevons terbit. ada dua masalah yang belum mendapat penyelesaian dalam hal sisi permintaan. maka pasar diklasifikasikan ke dalam jangka sangat pendek.

Pendekatan sejarah. karena dia menggunakan istilah-istilah yang datang dari disiplin lain. . dan banyak memberikan sumbangan dalam ekonomi perburuhan. bahkan di samping pemikiran ekonomi ortodoks. Pandangan pemikiran Veblen yang utama bahwa teori-teori ekonomi ortodoks. membawa akibat perluasan dan perubahan dalam metodologi. yang banyak terjadi adalah monopoli. persaingan sempurna ditolaknya. 2. John R. andaian-andaian laba maksimal. Veblen melihat pengkajian ilmu ekonomi dari berbagai aspek ilmu sosial sehingga diperlukan interdisiplin.lebih luas daripada yang ditemukan dalam pandangan ahli-ahli ekonomi ortodoks. Dia lebih menekankan penelitian empirik dan menjelaskan data dengan deskriptif. dan mencoba memasukkan segisegi kejiwaan. 4. penyempurnaan struktur dan fungsi pendidikan di kampusnya. Mitchell seorang ilmuwan sejati yang tidak terpengaruh oleh pemikiran lain ia mempunyai pandangan sendiri. pemulihan dan masa-masa makmur (boom). bukan persaingan harga. Fluktuasi kegiatan ekonomi dapat diamati dari keputusan-keputusan pengusaha. 2. depresi. Persaingan sempurna hampir tidak terjadi. Namun demikian. Oleh karena itu tidak semua pandangan Veblen disetujuinya. pandangan Veblen mendapat kritik. Pandangannya terhadap ekonomi ortodoks adalah penolakannya pada lingkungan ekonomi yang sempit. 3. tetapi sebagai seorang sociologist. karena itu dia tidak pernah menggunakannya sebagai teori dalam penelitian. andaian-andaian. sejarah. reaksi-reaksi pengusaha terhadap perubahan laba. hukum. yakni resesi. statik. pandangan-pandangannya telah mendorong berkembangnya aliran ekonomi kelembagaan Amerika Serikat. Revolusi perkembangan pemikiran yang dikemukakan Veblen yaitu dengan memperluas lingkup pengkajian ilmu ekonomi. Siklus-bisnis terdiri beberapa tahap. Tindakan Kolektif dan Surplus yang tidak Produktif 1. dan perilaku variabelvariabel ekonomi. dengan mempelajari sebab-sebab yang menjadi kumulatif secara evolusioner digunakannya dalam analisis siklus bisnis. perilaku bisnis. tetapi antara bisnismen dengan para teknisi. Oleh karena itu pula Veblen mendapat tuduhan bukan sebagai seorang pemikir ekonomi. Muridmuridnya melanjutkan dan melakukan pengembangan terhadap pemikiranpemikirannya. Commons seorang pelopor ajaran ekonomi kelembagaan di Universitas Wisconsin. Karena dunia bisnis telah dikuasai oleh mesin. Selanjutnya pandangan Veblen pada tahap awal sukar dipahami oleh ahliahli ekonomi. tetapi harga ditetapkan lebih tinggi. sosial dan politik dalam pembahasannya. logika yang abstrak ekonomi ortodoks. seperti teori konsumsi. Mitchell berkeberatan terhadap asumsi-asumsi. Commons mencoba untuk melakukan perubahan sosial. Konflik-konflik yang terjadi bukan lagi antara tenaga kerja dan pemilik modal. maka peranan teknisilah yang menentukan proses produksi.

Dia mempelajari sebab-sebab terjadinya kemiskinan di negeri-negeri maju dan yang sedang berkembang. Pandangan pemikiran J. Dalam pasar ekonomi ortodoks terjadi pertukaran. tetapi dia memasukkan aspek dinamik dengan mengkaji terjadinya fluktuasi bisnis. Pemikiran yang paling menonjol dari Schumpeter tentang pembahasan ekonomi jangka panjang terlihat dalam analisisnya baik mengenai terjadinya inovasi komoditi baru. dan boom. depresi. dan transaksi distribusi. 3. dan akan terhindarlah ekonomi dari resesi. yakni transaksi pengalihan hak milik kekayaan. kependudukan. oleh karena teori itu terlalu sempit. hipotesis tentang timbulnya imperialisme. hukum dan kejiwaan. Drama Asia dan Kapitalisme Amerika 1. meningkatnya konsumsi. distribusi pendapatan yang senjang.A. Pengeluaran pemerintah dan pajak dapat mendorong ekonomi ke arah full employment. kesehatan. dan semua sektor. Adanya ekonomi normatif dan positif tidak disetujuinya. karena terjadi under consumption dan over saving di dalam negeri. yakni ekonomi. yakni tidak dapat menyelesaikan masalah full employment yang dijanjikan teori ekonomi ortodoks. Invensi dan inovasi merupakan kreativitas yang bersifat destruktif. tetapi bukan hubungan pertukaran.Teori harga dalam ekonomi ortodoks hanya berlaku dalam kondisi-kondisi khusus. pendidikan. Dia membagi tiga macam transaksi dalam pasar. Inovasi akan terhenti kalau kapten industri (wiraswasta) telah terlihat dengan persoalan-persoalan rutin. recovery. transaksi kepemimpinan. oleh karena keduanya mengandung unsur etika. Walaupun Schumpeter menggunakan andaian-andaian ekonomi ortodoks. maupun dalam menjelaskan terjadinya siklus-bisnis. Hobson tentang kritiknya terhadap ekonomi ortodok. adat. Dalam transaksi tersebut. Dalam mengatasi persoalan-persoalan itu tidak dapat hanya dengan teoriteori ekonomi ortodoks. Dengan semakin meratanya pembagian pendapatan akan mendorong peningkatan produktivitas. dan perencanaan itu meliputi segala aspek. yaitu ada tiga kelemahan teori ekonomi ortodoks yang ditemukannya. Pemikiran Gunnar Myrdal seorang ekonomi Swedia yang terbesar dewasa ini tertarik dengan pengkajian sosiologi. 2. namun gangguan itu berusaha mencari keseimbangan baru. Alat . melibatkan aspek-aspek kebiasaan. tetapi ekonomi tetap tumbuh. di mana terjadi resesi. Pembayaran terhadap faktor-faktor produksi dapat ditentukan atas kebutuhan cukup untuk meningkatkan produktivitas dan dengan memberikan kelebihan yang tidak produktif. maka diperlukan penanaman modal ke daerah-daerah baru. Keseimbangan ekonomi yang statik dan stasioner itu mengalami gangguan dengan adanya inovasi. dan pasar bukanlah ukuran terbaik untuk menentukan ongkos sosial. dan meningkatkan pendapatan pekerja dan peningkatan produktivitas. Perencanaan ekonomi di negeri-negeri yang sedang berkembang akan mengarahkan pembangunan yang jelas. Inovasi. Penemuan hari ini dapat dihancurkan oleh penemuan esok.

Perusahaan ini menentukan selera konsumen. pasar telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar. Sumber Buku Sejarah Teori-teori Ekonomi Karya Disman . pemerintah. Namun demikian. Jadi. yakni sebab-musabab yang bersifat kumulatif. yang tidak sesuai dengan ramalan-ramalan yang bersifat manipulatif dari teori ekonomi ortodoks. Kekuasaan konsumen telah tidak berarti sehingga timbul dependent-effect pemilik modal telah terpisah dengan para manajer yang profesional.perusahaan ini. Tidak ada lagi persaingan sempurna. dan para manajer ini telah menjadi technostructure masyarakat. dan kualitas barang-barang swasta tidak dapat diimbangi oleh barang-barang dan jasa publik. 3. ekonomi. tetapi sebaliknya terjadi pencemaran lingkungan. mereka meminta pemerintah untuk menstabilkannya. untuk menjamin kelanjutan kekuasaan perusahaan. Andaian-andaian ekonomi ortodoks menurut Galbraith ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya. Kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh kekuatan pengimbang seperti kekuatan buruh. kekuatan-kekuatan politik. sosial dan kejiwaan dapat berhimpun menjadi sebab kejadian yang merugikan atau yang menguntungkan pembangunan. Konsumsi masyarakat telah menjadi tinggi. John Keyneth Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi kapitalis di AS.analisisnya seperti yang dilakukan oleh Mitchell. dan lembaga-lembaga konsumen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful