Konsep pertanian yang berkelanjutan terus berkembang, diperkaya dan dipertajam dengan kajian pemikiran, model, metode, dan

teori berbagai disiplin ilmu sehingga menjadi suatu kajian ilmu terapan yang diabadikan bagi kemaslahatan umat manusia untuk generasi sekarang dan mendatang. Pertanian berkelanjutan dengan pendekatan sistem dan besifat holistik mempertautkan berbagai aspek atau gatrs dan disiplin ilmu yang sudah mapan antara lain agronomi, ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya. Sistem pertanian berkelanjutan juga beisi suatu ajakan moral untuk berbuat kebajikkan pada lingkungan sumber daya alam dengan memepertimbangkan tiga matra atau aspek sebagai berikut 1. Kesadaran Lingkungan (Ecologically Sound), sistem budidaya pertanian tidak boleh mnyimpang dari sistem ekologis yang ada. Keseimbanganadalah indikator adanya harmonisasi dari sistem ekologis yang mekanismena dikendalikanoleh hukum alam. 2. Bernilai ekonomis (Economic Valueable), sistem budidaya pertanian harus mengacu pada pertimbangan untung rugi, baik bagi diri sendiri dan orang lain, untuk jangka pandek dan jangka panjang, serta bagi organisme dalam sistem ekologi maupun diluar sistem ekologi. 3. Berwatak sosial atau kemasyarakatan (Socially Just), sistem pertanian harus selaras dengan norma-noma sosial dan budaya yang dianut dan di junjung tinggi oleh masyarakat disekitarnya sebagai contoh seorang petani akan mengusahakan peternakan ayam diperkaangan milik sendiri. Mungkin secra ekonomis dan ekologis menjanjikkan keuntungan yang layak, namun ditinjau dari aspek sosial dapat memberikan aspek yang kurang baik misalnya, pencemaran udara karena bau kotoran ayam. Norma-norma sosial dan budaya harus diperhatikan, apalagi dalam sistem pertanian berkelanjutan di Indonesia biasanya jarak antara perumahan penduduk dengan areal pertanian sangat berdekatan. Didukung dengan tingginya nilai sosial pertimbangan utama sebelum merencanakan suatu usaha pertanian dalam arti luas. Lima kriteria untuk mengelola suatu sistem pertanian berkelanjutan 1. Kelayakan ekonomis (economic viability) 2. Bernuansa dan bersahabat dengan ekologi (accologically sound and friendly) 3. Diterima secara sosial (Social just) 4. Kepantasan secara budaya (Culturally approiate) 5. Pendekatan sistem holistik (sistem and hollisticc approach) Sejak tahun 1980an kajian dan diskusi untuk merumuskan konsep pembangunan berkelanjutan yang operasional dan diterima secara universal terus berlanjut. Pezzy (1992) mencatat, 27 definisi konsep berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan, dan tettunya masih ada banyak lagi yang luput dari catatan tersebut. Walau banyak variasi definisi pembangunan berkelanjutan, termasuk pertanian berkelanjutan, yang diterima secara luas ialah yang bertumpu pada tiga pilar: ekonomi, sosial, dan ekologi (Munasinahe, 1993). Dengan perkataan lain, konsep pertanian berkelanjutan berorientasi pada tiga dimensi keberlanjutan, yaitu: keberlanjutan usaha ekonomi(profit), keberlanjutan kehidupan sosial manusia (people), dan keberlanjutan ekologi alam (planet). Dimensi ekonomi berkaitan dengan konsep maksimisasi aliran pendapatan yang dapat diperoleh dengan setidaknya mempertahankan asset produktif yang menjadi basis dalam

memperoleh pendapatan tersebut. Indicator utama dimensi ekonomi ini ialah tingat efisiensi dan daya saing, besaran dan pertumbuhan nilai tambah dan stabilitas ekonomi. Dimensi ekonomi menekankan aspek pemenuhan nebutuhan ekonomi manusia baik untuk generasi sekarang ataupun mendatang. Dimensi sosial adalah orientasi kerakyatan, berkaitan dengan kebutuhan akan kesejahteraan sosial yang dicerminkan oleh kehidupan sosial yang harmonis (termasuk tercegahnya konflik sosial), preservasi keragaman budaya dan modal sosio-kebudayaan, termasuk perlindungan terhadap suku minoritas. Untuk itu, pengentasan kemiskinan, pemerataan kesempatan berusaha dan pendapatan, partisipasi sosial politik dan stabilitas sosial budaya merupakan indikator-indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembangunan. Dimensi lingkungan alam menekankan kebutuhan akan stabilitas ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam. Termasuk dalam hal ini ialah pterpeliharanya keragaman hayati dan daya lertur bilogis, sumber daya tanah, air dan agroklimat, serta kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Penekanan dilakukan pada preservasi daya lentur dan dinamika ekosistem untuk beradaptasi terhadap perubahan bukan pada konservasi sustu kondisi ideal statis yang mustahil dapat diwujudkan. Ketiga dimensi tersebut saling mempengaruhi sehinnga ketiganya harus dipertimbangkan secara berimbang. Sistem sosial yang stabil dan sehat serta sumberdaya alam dan lingkungan merupakan basis untuk kegiatan ekonomi, sementara kesejahteraan ekonomi merupakan prasyarat untuk terpeliharanya stabilitas sosial budaya maupun kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hisup. Sistem sosial yang tidak stabil atau sakit akan cenderung menimbulkan tindakan yang merusak kelestarian sumber daya alam dan merusak kesehatan lingkungan, sementara ancaman kelestarian sumber daya alam dan lingkungan dapat mendorong terjadinya kekacauan dan penyakit sosial. Visi pembangunan (pertanian) berkelanjutan ialah terwujudnya kondisi ideal skenario kondisi zaman keemasan, yang dalam bahasa konstitusi Indonesia disebut adil dan makmur, dan mencegah terjadinya lingkaran malapetaka kemelaratan. Visi ideal tersebut diterima secara universal sehingga pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) menjadi prinsip dasar pembangunan pertanian secara global termasuk di Indonesia. Oleh karena itulah pengembangan sistim pertanian menuju usaha tani berkelanjutan merupakan salah satu misi utama pembangunan pertanian di Indonesia. Perspektif pertanian berkelanjutan telah tersosialisasi secara global sebagai arah ideal pembangunan pertanian. Pertanian berkelanjutan bahkan kini tidak lagi sekedar wacana melainkan sudah menjadi gerakan global. Pertanian berkelanjutan telah menjadi dasar penyusunan protocol aturan pelaksanaan (rules of conduct) atau standar prosedur operasi “Praktek Pertanian yang Baik” (Good Agricultur Practices = GAP) sebagai sebuah gerakan global maka praktek pertanian berkelanjutan menjadi misi bersama komunitas internasional, negara, lembaga pembangunan, organisasi swadaya masyarakat dan lembaga konsumen internasional turut mendorong dan mengawasi pelaksanaan prinsip pertanian berkelanjutan tersebut. Kepatuhan produsen terhadap standar praktek pertanian berkelanjutan menjadi salah satu atribut preferensi konsumen atas produk pertanian. Karena itu, setiap perusahaan agribisnis haruslah senantiasa mematuhi prinsip Praktek Pertanian yang Baik (PPB) agar dapat memperoleh akses pasar, khususnya di pasar internasional Masalah dan tantangan yang dihadapi dalam sistem pertanian berkelanjutan yaitu:

1. Membangun pemerintah yang baik dan memposisikan pertanian sebagai sektor andalan perekonomian nasional. 2. Mewujudkan kemandirian pangan dalam tatanan perdagangan dunia yang bebas dan tidak adil 3. Mengurangi jumlah petani miskin, membangun basis bagi partisipasi petani dan pemerataan hasil pembangunan 4. Meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian 5. Membangun sistem agribisnis terkoordanatif 6. Melestarikan sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup 7. Membangun sistem iptek yang efisien

Kebijakan Pertanian
Published January 24, 2010 Pembangunan Pertanian Leave a Comment

1. Jelaskan Mengapa Diperlukan Analisis Kebijakan Pertanian Karena kebijakan pertanian mengatur dibidang petanian yang mempengaruhi kehidupan dan reaksi orang akan berbeda menganai keadaaan, dampak kebijakan terhadap pendapatan, kebutuhan, dan kepentingan lain. 2. Contoh Alat Analisis Kebijakan Pertanian a. Surplus Konsumen (SK) dibawah kurva permintaan b. Surplus Produsen (SP) SK dan SP terhadap pemmerintah. c. Social loss dan Social Gain 3. Jelaskan tentang kebijakan subsidi input dalam kebijakan pertanian dari sisi defenisi, pengaruhnya bagi petani dan berikan contoh kebijakannya. Definisi : Subsidi input semakin tinggi input semakin tinggi penggunaanya semakin kecil produksi Contoh Kebijakan pemebrian subsidi input pada perternakan sapi sehingga produksi tinggi harag turun, konsumen akan berpindah dari daging ayam ke ddaging sapi Pengaruhnya : menguntungkan konsumen dan kendala dalam mengadopsi teknologi 4. Jelaskan alasan ditetapkannya pajak ekspor terhadp produk pertanian tertentu Alasanya karena pajak ekspor digunakan untuk mengendalikan harga agar konsumen tidak rugi (untuk kepentingan konsumen) 5. Jelaskan pengaruh jangka panjang dari adanya pajak ekspor produk pertanian a. Stabilitas harga dalam Negeri b. Menurunkan biaya penduduk (Harga Dalam Negeri turun) dampak (-) dr adanya pajak impor (produsen rugi)◊c. Menghalangi adopsi teknologi baru distribusi pendapatan dan diversifikasi pertanian d. Penambahan penerimaan pemerintah

6. Jelaskan dengan gambar pengaruh adanya tarif impor produk pertanian terhadap harga, jumlah produksi dan konsumsi produk impor tersebut di luar negeri Pengaruh tarif impor a. produsen : meningkatkan produksi brg yg dihasilkan, harga unit naik b. konsumen : menurunkan permintaan impor, membayar per unit meningkat c. penerimaan pemeritah : meningkatkan (tarif x Volume brg yg diimpor) 7. Jelaskan persamaan pengaruh tarif dan kuota impor Meningkatkan produksi dalam negeri, Menurunkan Konsusmsi dalam negeri dan harga dalam negeri meningkat. PS = Price Support : kebijakan untuk membuat harga output diatas pendapatan petani meningkat, produksi meningkat.◊harga keseimbangan Kebijakan PS akan efektif bila penawarannya bersifat elastis karena perubahan harga yg sedikit saja kan menyebabkan perubahan penawarsan (produksi) yg cukup besar hal ini sesuai dengan tujuan PS yaitu peningkatan produksi . akan lebih efektof jika permintaan juga elastis  karena perubahan harga sedikit aka peningkatan permintaan cukup besar brg yg diproduksi produsen dapat dibeli konsumen . contoh Harga dasar gabah IS = Input Support : semakin tinggi hara input semakin kecil penggunaany semakinkecil produksi PS : peningkatan produksi melalui peningkatan pendapatan : dari sisi petani sebagai produsen NSL Net Sosial Loss SI : peningkatan produksi melalui penurunan baiaya dari sisi petani sebagi produsen Biaya Sumber daya Proteksi adalah upaya pemerintah melindungi produsen dalam negeri terhadap barang impor dalam jangka waktu tertentu agar bisa bersaing. Jenis proteksi a. Tarif (pajak) impor b. Quota c. Impor untuk pemerintah d. Laranag impor e. Hambatan non tarif ex Pelabelan, ketentuan mutu, pengisisan formulir berbelit dan masih bnyk lagi hambatab non tarif : tidakan atau kebijakan dan praktek yg menghambat samapainya barang ke konsumen suatu negara yag tidak berbentuk pajak.

Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Pertanian
Published December 2, 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment

Pembangunan pertanian harus berorentasi pada pemberdayaan masyarakat. Slamet (2000) menekankan bahwa pada dasarnya pembangunan harus bertujuan untuk mengembangkan masyarakat. Pembangunan diselenggarakan untuk memecahkan masalah yang ada dan

dihadapi masyarakat. Keberhasilan pembangunan dipedesaan akan terlihat apabila masyarakat secara dinamis mampu memenuhi kebutuhannya. Korten dan Sjahrir (1988) menyatakan bahwa kunci keberhasilan pembangunan agar mencapai sasaran pada sebagian besar masyarakat miskin apabila dikurangi kendala-kendala yang dihadapi kaum miskin dalam mengungkapkan kemampuan-kemampuannya. Soedjatmoko (1983) menekankan pentingnya motivasi, tujuan, dan makna dalam proses pembaharuan diri dalam pembangunan, serta bukan kemakmuran material semata. Dalam kegiatan pertanian, masyarakat petani masih membutuhkan suatu layanan yang semakin luas dan komplek cakupannya. J.Di Franco (Munder, Addion H., 1972 mengidentifikasi cakupan tanggung jawab layanan pertanian di masa mendatang meliputi: (a) Produksi pertanian; (b) Pemasaran, distribusi dan pengolahan produk pertanian; (c) Konservasi, penggunaan dan perbaikan sumber daya alam; (d) Pengelolaan usahatani dan ekonomi rumah tangga; (e) Kehidupan keluarga; (f) Pengembangan generasi muda; (g) Pengembangan kepemimpinan; (h) Pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya. Layanan pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya manusia sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat. Menurut Margono Slamet (2000) istilah “berdaya” diartikan sebagai tahu, mengerti, faham, termotivasi, berkesempatan melihat peluang, berenergi, mampu bekerjasama, tahu berbagai alternatif, mampu mengambil resiko, mampu mencari dan menangkap informasi, mampu bertindak sesuai situasi. Petani yang berdaya, menurut Susetiawan (2000) adalah petani yang secara politik dapat mengartikulasikan (menyampaikan perwujudan) kepentingannnya, secara ekonomi dapat melakukan proses tawar menawar dengan pihak lain dalam kegiatan ekonomi, secara sosial dapat mengelola mengatur komunitas dan mengambil keputusan secara mandiri, dan secara budaya diakui eksistensinya. Pemahaman tentang pemberdayaan masyarakat merupakan suatu strategi yang menitikberatkan pada bagaimana memberikan peran yang proposional agar masyarakat dapat berperan secara aktif dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga swasta dan masyarakat sendiri (Saputro, 2001). Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari konsep pembangunan yang secara implisit mengutarakan perubahan dari satu tahapan ke tahapan yang lebih baik. Pemberdayaan haruslah melampaui ukuran materi dan uang, oleh karena itu pemberdayaan harus diartikan sebagai suatu proses multi dimensional termasuk di dalamnya suatu upaya pengorganisasian kembali dan reorientasi dari seluruh system ekonomi dan system social masyarakat. Upaya tersebut melibatkan perubahan yang radikal di bidang kelembagaan, struktur social, struktur administrasi, persepsi, altitude serta perubahan kebiasaan kepercayaan suatu bangsa (Arintadisastra, 2001). Pustaka (source) Korten, D.C dan Sjahrir. 1988. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta. Michel Todaro P. 1978. Economic Development in The World. Longmen Inc. New York. Dalam Arintadisastra. 2001. Membangun Pertanian Modern. Yayasan sinar Tani. Jakarta.

2001. Soedjatmoko. M. Faktor-faktor produksi yang menentukan dalam perbaikan kesejahteraan penduduk miskin bukanlah ruang. Hal yang tidak banyak difahami oleh banyak ahli ekonomi adalah bahwa penduduk miskin tidak kalah dibanding penduduk kaya untuk memmperbaiki nasib mereka dan anak-anak mereka. bahwa mereka sebagian besar tinggal di negara-negara berpendapatan rendah. Ahli-ahli ekonomi merasa sulit memahami konstrain-konstrain preferensi dan kelangkaan (scarcity) yang menentukan pilihan-pilihan bagi kamun miskin. Jika kita mengetahui ekonmi kemiskinan. Saputro. Memantapkan Posisi dan Meningkatkan Peran penyuluhan Pembangunan Dalam pembangunan.P. Yayasan Indonesia Sejahtera. Jakarta. Jika kita mengetahui ekonomi pertanian. Pertanian di banyak negara berpendapatan rendah mempunyai kapasitas ekonomi potensial untuk memproduksi bahan makanan yang cukup bagi penduduk yang terus bertambah dan juga memperbaiki pendapatan serta kesejahteraan penduduk miskin secara berarti. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment Disampaikan Oleh Ir. Slamet. Kita semua tahu bahwa sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. PT Raja Grafindo Persada. E. kita akan banyak mengetahui ekonomi sesungguhnya terjadi. Dalam dekade-dekade terakhir ini. bahwa separuh atau lebih dari pendapatan mereka yang sangat rendah dibelanjakan untuk bahan makanan. Phd EKONOMI KEMISKINAN Sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. sebagian bersifat paradoks. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ketahanan Pangan Kajian Empiris LSM-LSM Mitra Yayasan Indonesia Sejahtera. Soekanto S. Apa yang telah kita pelajar selama sekade-dekade terakhir mengenai ekonomi pertanian akan tampak bagi orang-orang yang mengetahuinya dengan baik. A.Mosher. M. 1990. CV Yasaguna. Menggerakkan dan Membangun Pertanian Syarat-syarat Pokok Pembangunan dan Modernisasi. energi dan lahan pertanian.Jakarta. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta. LP3ES. 2000. Makalah Seminar Nasional Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Menuju Terwujudnya Masyarakat Madani 25-26 September 2000 di IPB. Ekonomi Kemiskinan Published December 2.T. 1983. Jakarta. Marcellinus Molo. dan bahwa sebagian besar dari mereka mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian. karya para akademis ekonomi telah sangat .S. Kebanyakan penduduk miskin di dunia hidup dari bidang pertanian. Dimensi Manusia Dalam Pembangunan. maka kita akan mengetahui ekonomi kemiskinan. (ed). bahwa mereka memperoleh sedikit sekali imbalan atas tenaga kerja mereka. Faktor-faktor penentunya adalah perbaikan kualitas penduduk dan peningkatan pengetahuan. 1991.

Model-model yang dikembangkan untuk tujuan ini umumnya disambut dengan gembira. kian bertambah. Ilmu ekonomi klasik dikembangkan pada saat banyak orang di Eropa Barat baru saja memperoleh pengidupan dari lahan-lahan tandus (miskin) yang mereka olah dan ditinggalkan dalam masa yang tidak lama. Sebagian akibatnya. Kita mengekstrapolasi statistik global dan kagum akan interprestasi kita – terutama bahwa penduduk miskin berbiak seperti tikus kutup (lemmings) yang menuju kepada kepunahan mereka sendiri. ekonomi pembangunan telah mengelami beberapa kesalahan intelektual. Upah mingguan dari buruh bajak di India pada saat sekarang kira-kira kurang dari harga dua gantang gandum . Akan tetapi. Pengetahuan mengenai pengalaman dan prestasi penduduk miskin pada masa-masa lampau akan sangat membantu suatu pemahaman akan masalah-masalah dan kemungkinan-kemungkinan bagi negara-negara yang kini berpendapatan rendah. hubungan antara produksi dan kesejahteraan serta ekonomi keluarga. Jumlah ahli ekonomi yang menyadari bahwa teori ekonomi standar dapat digunakan pada masalah-masalah kelangkaan (scarcity) di negara-negara berpendapatan rendah seperti halnya pada masalah-masalah serupa di negara-negara berpendapatan tingi. khususnya ekonomi mengenai penelitian. Persepsi historis tentang penduduk juga tidak ada. LAHAN DINILAI TERLALU TINGGI Suatu pandangan yan dianut secara luas – pandangan naturalis (the natural earth view) – adalah bahwa luas lahan yang sesuai untuk menanam tanaman pangan adalah benar-benar . Marshall mengatakan kepada kita bahwa ’upah mingguan dari buruh-buruh Inggris kerapkali kurang dari harga setengah gantang (bushel) gandum yang berkualitas baik ketika Ricardo menerbitkan Principles of Political Economy and Taxation (1817). walau pun kegunaan dari hasil-hasil studi sarjana-sarjana di bidang kultural dan tingkah laku tidak mudah di fahami. Pada masa Ricardo. Pemahaman seperti ini adalah jauh lebih penting daripada pengetahuan yang paling terinci dan pasti mengenai permukaan bumi atau mengenai ekologi. Perkiraan-perkiraan mengenai pertumbuhan penduduk yang destruktif di negara-negara miskin sekarang adalah juga palsu. Kesalahan utama anggapan bahwa teori ekonimi standar tidak cukup untuk memahami negara-negara berpendapatan rendah dan oleh karena itu suatu teori ekonomi yang lain perlu dikembangkan. kurang lebih separuh dari pendapatan keluarga para pekerja (buruh) di Inggris dibelajakan untuk bahan makanan. Demikian pula yang sedang dialami oleh banyak negara berpendapatan rendah. para ahli ekonomi perintis menghadapi kondisi-kondisi serupa dengan yang sedang berlaku di negara-negara berpendapatan rendah sekarang. Adanya penduduk dalam keadaan miskin.memperluas wawasan kita mengenai ekonomi modal manusiawi (the economics of human capital). tanggapan-tanggapan para petani terhadap teknik-teknik produksi baru yang menguntungkan. atau mengenai teknologi masa depan. hingga menjadi jelaslah bahwa model-model tersebut merupakan hasil kajian intelektual yang terbaik. tidak pernah terjadi dalam sejarah sosial dan ekonomi kita sendiri. Kesalahan ke dua. adalah pengabaian sejarah ekonomi. Beberapa ahli ekonomi memberikan reaksi dengan mengajukan penjelasan-penjelasan kultural dan sosial tentang keadaan perekonomian yang buruk di negara-negara berpendapatan rendah.

pada lahan-lahan yang agak lebih produktif di lereng-lereng yang curam di daerah Rift. Masa depan umat manusia tidak ditakdirkan oleh ruang. penelitian pertaniah telah menghasilkan substansi bagi lahan pertanian. ia ditentukan oleh evolusi akal budi umat manusia. Lahan-lahan di Eropa pada mulanya berkualitas rendah. Lahan-lahan di Finlandia semula kurang produktif dibanding lahan di . ”daya-daya lahan yang asli dan tak dapat dirusah” tidak sesuai lagi. Perbedaan-perbedaan produktivitas lahan tidak menjelaskan mengapa penduduk miskin berada di bagian dunia yang telah lama berpengehuni. dan sumber energi yang terus merosot serta mengurangi biaya nyata dalam produksi bahan makanan untuk penduduk dunia yang terus bertambah. Melalui penelitian. walau keadaan tersebut pernah terjadi. Suatu pandangan alternatif – pandangan sosial-ekonomi (the socio-economic view) – adalah bahwa manusia mempunyai kemampuan dan akal budi untuk mengurangi ketergantungannya pada lahan pertanian. di mana produktivitas lahan tadah hujan adalah rendah dan di lahan-lahan India Selatan yang produktivitasnya tinggi. pertanian tradisional. masih mengikuti Ricardo. Mengapa hukum Ricardo mengenai sewa (yang memperlakukannya sebagai hasil dan bukan sebagai penyebab dari harga-harga) kehilangan arti ekonominya? Ada dua sebab utama: pertama. Penduduk di India telah menjadi miskin sejak berabad-abad lamanya baik di Plateau Deccan. tidaklah mungkin terus menerus memperoduksi bahan makanan dalam jumlah yang cukup untuk penduduk dunia yang bertambah. Menurut pandangan ini. menunjukkan bahwa pandangan naturalis yang suram mengenai bahan makanan tidak sesuai dengan sejarah yang menunjukkan bahwa kita dapat memperbesar sumbe-sumber melalui kemajuan pengetahuan. dan karena pendapatan meningkat. Meskipun sejarah ekonomi. ide-ide dari para ahli ekonomi mengenai lahan adalah sebagai satukaidah. kita menemukan pengganti terhadap lahan pertanian yang tidak pernah dibayangkan Ricardo. dan lahan-lahan aluvial yang sangat produktif di sepanjang dan pada muara Sungai Nile. energi. yang telah lama dikenal sebagai ilmu pengetahuan suram. Dengan beberapa perkecualian setempat. tidak menghasilkan perebdaan kemiskinan yang sebanding. Di Afrika penduduk berdiam di lahan-lahan yang tidak produktif yang terletak di bagian selatan Sahara. semuanya memiliki suatu kesamaan: mereka sangat miskin. adalah insentif-insentif dan kesempatan-kesempatan terkait bagi para petani untuk meningkatkan penggunaan lahan dengan efektif melalui investasi yang mencakup sumbangansumbangan penelitian pertanian dan perbaikan ketrampilan manusia. para orangtua menginginkan anak lebih sedikit. dan kualitas anak akan menggeser kuantitas anak. dalam lahan pertanian.tertentu dan persediaan energi untuk mengerjakan lahan semakin menipis. Tetapi konsep Ricardo mengenai tanah. Sumbangan lahan dalam pendapatan nasional berupa sewa tanah yang merosot terus menerus dengan nyata di negara-negara berpendapatan rendah. Sekarang lahan-lahan tersebut sanagt produktif. yang tidak pernah dibayangkan Malthus. Kedua. Ironisnya ekonomi. Demikian pula. perbedaan-perbedaan yang sangat terkenal mengenai rasio lahan penduduk di seluruh negara berpendapatan rendah. Modernisasi pertanian telah mengubah lahan miskin menjadi lahan sangat produktif dibanding keadaan alam. Saya setuju dengan Margaret Mead bahwa ”Masa depan umat manusia adalah – terbuka –tertutup (openended)”. Apa yang paling berarti di dalam hal lahan pertanian. satu bagian integral dari modernisasi ekonomi negara-negara berpenghasilan tinggi dan rendah adalah penurunan arti ekonomi dari lahan pertanian dan peningkatan modal manusiawi: ketrampilan dan pengetahuan.

Penduduk miskin di negara-negara berpendapatan rendah bukanlah para tahanan dari suatu ekuilibrium kemiskinan yang ketat. penerimaan dan resiko. individual dan . sangat terdistorsi yang disebabkan oleh permerintah (goverment-incude distorsions) adalah untuk engurangi sumbangan ekonomi yang mampu diberikan pertanian). pestisida. faktor manusia yaitu : investasi dalam perbaikan kualitas manusia dapt dengan nyata meningkatkan prospek-prospek ekonomi dan kesejahteraan penduduk yang miskin. adalah agen-agen yang membuat perhitungan ekonomi. yang tak dapat dipecahkan ilmu ekonomi. yang kurang dari areal panen tahun 1932. Lahan pertanian di Jepang pda masa sekarang ini lebih unggul. Industrialisasi yang cepat dianggap sebagai kunci kemajuan ekonomi. Di dalam domain mereka yang kecil. tiga kali produksi 1932. atau perluasan lahan pertanian. Ada substitusi-substitusi baru terhadap lahan pertanian. walaupun dengan Revolusi Hijau (Green Revolution). Pengaruh politik dari konsumen dan industri di kota memungkinkan mereka memperoleh bahan makanan murah atas biaya sejumlah besar penduduk pedesaan yang miskin.bagian-bagian barat Uni Sovyet. walaupun jumlah penduduk pedesaan jauh lebih besar . Sangat disesalkan bahwa doktrin ini masing didukung oleh beberapa lembaga donor dan dirasionalisasikan oleh beberapa ahli ekonomi di negara-negara berpendapatan tinggi. Di negaranegara berpenghasilan tinggi dan rendah. Investasi-investasi seperti itu di negara-negara berpendapatan rendah telah berhasil memperbaiki prospek-prospek ekonomi yang tidak mampu dihilangkan oleh ketidakstabilan politik. dalam menghadapi biaya. Pemerintah cenderung mengintroduksi distorsi-distorsi yang mendiskriminasikan pertanian karena politik dalam negeri umunya menguntungkan penduduk kota atas biaya penduduk pedesaan. yang eksplisit di dalam harga-harga yang mereka bayar untuk produsesn dan barang serta jasa yang dikonsumsi. Kebijaksanaan yang memberikan prioritas utama terhadap industri dan mempertahankan harga pangan (biji-bijian) tetap murah. perumahan dan pengalaman bekerja. Diskriminasi ini dirasionalisasi dengan alasan bahwa pertanian bersifat terbelakang (miskin) dan bahwa sumbangan ekonominya kurang berarti. dan menghasilkan 7. tetapi sekarang lahan pertanian di Finlandia menjadi lebih unggul.76 mmilyar gantang. peralatan dan masukan-masukan (inputs) lain. perbahan-perubahan ini sebagian merupakan konsekuansi dari penelitian pertanian’ termasuk penelitian yang diwujudkan dalam bentuk pupuk buatan. Harapan-harapan dari manusia dalam pertanian-buruh pertanian dan usahawan (enterprenir) usahatani yang bekerja dan mengalokasikan sumber-sumber dibentuk oleh kesempatan-kesempatan baru dan oleh insentif-insentif yang mereka tanggapi. Para petani di dunia . Proses substitusi digambarkan dengan baik pada tanaman jagung: areal panen jagung di Amerika Aerikat pada tahun 1979 ada 33 juta area. Sekarang telah terkumpul bukti-bukti bahwa penduduk pertanian yang miskin mempunyai reaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang lebih baik. perolehan informasi dan ketrampilan yang diperoleh melalui sekolah dan investasi-investasi lain dalam bidang kesehatan dan sekolah dapat memperbaiki kualitas penduduk. Pemeliharaan anak. Insentifinsentif ini. Tidak ada kekuatankekuatan besar (luas biasa) yang menghapus semua perbaikan ekonomi dan menyebabkan penduduk miskin meninggalkan perjuangan ekonominya. KUALITAS MANUSIA DINILAI TERLALU RENDAH Sementara lahan bukan satu-satunya faktor terpenting yang menyebabkan kemiskinan.

mereka adalah usahawan-usahawan yang dengan diam-diam mengamati kondisikondisi ekonomi yang tidak diketahui oleh para ahli. mereka telah gagal memberikan suatu kemampuan substitusi alokatif yang efektif dalam modernisasi pertanian. tetapi semuanya ini belumlah lengkap. organisasi. yang selalu merupakan suatu kegiatan petualangan.alokatif. Keusahawanan dalam bidang penelitian diperlukan baik oleh para ilmuwan atau oleh orang-orang yang terlibat dalam sektor penelitian dari ekonomi. yang memerlukan organisasi dan alokasi sumber-sumber yang langka. Pandangan intelektual yang dominan bersifat antagonistik terhadap insentif-insentif pertanian. interprestasi dan mengambil tindakan tepat sebagai reaksi terhadap informasi baru. Kemungkinankemungkinan teknis telah menjadi semakin menguntungkan tetapi insentif-insentif ekonomi yang diperoleh para petani di negara-negara tersebut untuk merealisir potensi ini tidak berhasil. Gale Johnson telah menunjukkan bahwa potensi ekonomi yang besar dari pertanian di banyak negara berpendapatan rendah tidak terealisir. para petani tidak melakukan investasim. Kemampuan alokatif dipenuhi oleh jutaan pria dan wanita pada satuan-satuan produksi berskala kecil. Disekulibria seperti itu tidak dapat terhindarkan. Peranan-peranan alokatif para petani dan wanita-tani serta kesempatan-kesempatan ekonomi mereka adalah penting. Pemerintah tidak dapat dengan efesien memainkan fungsi usahawan-usahawan pertanian. melalui kebijaksanaan Pemerintah dan jelas-jelas bukan dengan cara retorik. yang memerlukan penyesuaian dalam bertani karena tersedia kesempatan-kesempatan yang lebih baik. Keusahawanan adalan juga esensial dalam penelitian. termasuk pembelian input-input unggul. Intervensi oleh Pemerintah saat ini merupakan penyebab utama dari tidak tersedianya insentif-insentif ekonomi yang optimum. Intisari penelitian adalah bahwa penelitian merupakan suatu upaya dinamis tentang hal-hal yang belum diketahui atau setengah diketahui. Diperlukan dana. dan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi yang berlaku mengurangi fungsi insentif-insentif produsen. Seseorang harus memutuskan bagaimana mendistribusikan sumber-sumber terbatas yang tersedia. berdasarkan keadaan pengetahuan yang dimilikinya. dan pengalaman. Nilai dari kemampuan menghadapi disekuilibria adalah tinggi dalam suatu ekonomi yang dinamis. DISEKUILIBRIA YANG TAK TERHINDARKAN Transformasi pertanian ke dalam suatu keadaan produktif yang meningkat. . Disekuilibria tidak dapat dieliminasi melalui hukum. baik karena informasi relevan tidak tersedia atau karena harga-harga dan biaya-biaya yang dihadapi para petani telah terdistorsi. kesehatan. karena mereka berbeda pendidikan. D. betapa efisiennya mereka. memerlukan suatu proses yang umumnya dikenal sebagai modernisasi. Walaupun para petani berbeda kemampuannya dalam pengamatan (analisa). Bila pemerintah telah mengambil alih fungsi keusahawanan dalam usahatani. Mereka mempunyai sumber daya manusia yang esensial berupa keusahawanan. para wanita adalah juga usahawati dalam mengalokasikan waktu mereka dan menggunakan produkproduk pertanian dan barang-barang yang dibeli dalam produksi rumah tangga. Ahli-ahli sejarah masa depan pasti akan dibingungkan oleh luasnya insentif-insentif ekonomi yang telah berantakan selama dekade-dekade terakhir. dan ilmuwan yang kompeten. Pada kebanyakan usahatani. Karena ketiadaan insentif-insentif yang menguntungkan. karena pada umumnya pertanian merupakan sektor ekonomi yang sangat terdesentralisasi.

karena ketimpangan-ketimpangan itu merupakan pegas utama dari pertumbuhan ekonomi. dan T. atas . sebuah sumur pompa. Nilai dari modal manusiawi tambahan tergantung kepada kesejahteraan tambahan yang diperoleh manusia daripadanya. dan dalam migrasi untuk memperoleh kesempatan kerja yang lain baik. yang merupakan suatu proses dinamis.C. dan konsep kapital dalam model-model pertumbuhan ekonomi pada khususnya. Swedia. Keterangan Sumber : * Bab ini disusun berdasarkan kuliah Nobel yang saya sampaikan pada tanggal 8 Desember 1979. tidak hanya di bidang pertanian. asumsi homogenitas kapital ini merupakan malapetaka bagi teori kapital : Adalah sangat tidak tepat menganalisa dinamika pertumbuhan ekonomi terutama menyangkut ketimpangan kapital karena perbedaan-perbedaan rates of returns. Harberger. dapat membuktikan bahwa ketimpangan-ketimpangan ini adalah sama. dalam waktu dan sumber-sumber lain yang dialokasikan para mahasiswa untuk pendidikan mereka. Tetapi.KEMAJUAN KUALITAS PENDUDUK Sekarang saya beralih kepada peningkatan kualitas manusia yang dapat diukur baik untuk penduduk yang bertani mau pun bukan petani. kita harus menemukannya. bahwa kapital bersifat homogen.Gale Johnson. Maka salah satu bagian penting dari pertumbuhan ekonomi tertutup oleh agregasi kapital seperti itu. apakah agregasi kapital dipandang dari segi biaya-biaya faktor (factor costs) atau dipandang dari segi nilai terdiskon dari jasa-jasa seumur hidup (lifetime services) dari berbagai bagian-bagiannya. Kualitas dalam kontek ini terdiri dari berbagai bentuk modal manusiawi (human capital). tetapi juga dalam semua aktivitas produksi yang lain. misalnya. sebagai suatu kaidah. Cerita lain mengenai nilai terdiskon (discounted value) dari arus jasa-jasa yang disumbangkan kapital. Tetapi yang lebih buruk adalah anggapan.Paul Schultz atas saran-saran mereka dan juga kepada isteri saya. Kemampuan semacam itu juga sangat memperbesar kepuasan-kepuasan yang merupakan suatu bagian integal dari konsumsi sekarang dan konsumsi di masa depan. Seperti telah diajarkan oleh Hick kepada kita. yang mendasari teori kapital dan agregasi kapital dalam model-model pertumbuhan. dan banyak bentuk investasi lainnya. Ester Schultz. dan apa yang dijelaskan ke dua muka itu kepada kita tentang pertumbuhan ekonomi. D. Juga tidak ada suatu katalog dari semua model pertumbuhan yang ada. A. modal manusiawi memperbesar produktivitas pertanian dan non pertanian. hakcipta @ Yayasan Nobel 1979. Saya telah mengemukakan di mana saja bahwa walaupun ada alasan kuat untuk menggunakann suatu definisi modal manusiawi yang sangat tepat. definisi tersebut akan mengalami pula kemenduaan (ambiguities) yang terus menganggu teori kapital (capital theory) pada umunya. Memang seharusnya demikian. Milton Friedman.S. Ketimpangan-ketimpangan merupakan pegas utama karena ia memberikan isyarat-isyarat ekonomi yang mendorong pertumbuhan. kereta tersebut hanya sedikit nilainya bila ditarik oleh traktor.Becker. karena kisah biaya merupakan kisah dari investasi yang terbenam (cunk investment). sekali seorang petani mengadakan investasi berupa kereta kuda. mengapa mencoba mengubah lingkaran menjadi empat per segi? Jika kita tidak dapat mengamati ketimpangan-ketimpangan ini. jenis pupuk tertentu. Kapital itu bermuka-dua. adalah sejarahsejarah yang tidak konsisten. sebuah traktor. dalam produksi rumah tangga. saya berhutang budi kepada gary. yang berubah sesuai dengan perubahan pertumbuhan. di Stockhlm. Setiap bentuk kapital memiliki sifat-sifat khusus: sebuah bangunan.

dan tettunya masih ada banyak lagi yang luput dari catatan tersebut. metode. pencemaran udara karena bau kotoran ayam. diperkaya dan dipertajam dengan kajian pemikiran. yang diterima secara luas ialah yang bertumpu pada tiga pilar: ekonomi. Pendekatan sistem holistik (sistem and hollisticc approach) Sejak tahun 1980an kajian dan diskusi untuk merumuskan konsep pembangunan berkelanjutan yang operasional dan diterima secara universal terus berlanjut. Berwatak sosial atau kemasyarakatan (Socially Just). 1993). dan teori berbagai disiplin ilmu sehingga menjadi suatu kajian ilmu terapan yang diabadikan bagi kemaslahatan umat manusia untuk generasi sekarang dan mendatang. sistem budidaya pertanian harus mengacu pada pertimbangan untung rugi. apalagi dalam sistem pertanian berkelanjutan di Indonesia biasanya jarak antara perumahan penduduk dengan areal pertanian sangat berdekatan. namun ditinjau dari aspek sosial dapat memberikan aspek yang kurang baik misalnya. Kelayakan ekonomis (economic viability) 2.saran-sarannya erhadap apa yang saya piker telah saya nyatakan dengan jelas. 2. ekonomi. Pezzy (1992) mencatat. sistem budidaya pertanian tidak boleh mnyimpang dari sistem ekologis yang ada. untuk jangka pandek dan jangka panjang. yaitu: keberlanjutan usaha ekonomi(profit). sosial. termasuk pertanian berkelanjutan. model. Diterima secara sosial (Social just) 4. Pertanian berkelanjutan dengan pendekatan sistem dan besifat holistik mempertautkan berbagai aspek atau gatrs dan disiplin ilmu yang sudah mapan antara lain agronomi. Walau banyak variasi definisi pembangunan berkelanjutan. baik bagi diri sendiri dan orang lain. keberlanjutan kehidupan sosial manusia (people). Lima kriteria untuk mengelola suatu sistem pertanian berkelanjutan 1. Dengan perkataan lain. konsep pertanian berkelanjutan berorientasi pada tiga dimensi keberlanjutan. dan budaya. tetapi baginya belum cukup jelas. dan ekologi (Munasinahe. Bernuansa dan bersahabat dengan ekologi (accologically sound and friendly) 3. Bernilai ekonomis (Economic Valueable). Mungkin secra ekonomis dan ekologis menjanjikkan keuntungan yang layak. Kepantasan secara budaya (Culturally approiate) 5. Konsep pertanian yang berkelanjutan terus berkembang. Didukung dengan tingginya nilai sosial pertimbangan utama sebelum merencanakan suatu usaha pertanian dalam arti luas. Keseimbanganadalah indikator adanya harmonisasi dari sistem ekologis yang mekanismena dikendalikanoleh hukum alam. dan keberlanjutan ekologi alam . 3. sistem pertanian harus selaras dengan norma-noma sosial dan budaya yang dianut dan di junjung tinggi oleh masyarakat disekitarnya sebagai contoh seorang petani akan mengusahakan peternakan ayam diperkaangan milik sendiri. ekologi. Norma-norma sosial dan budaya harus diperhatikan. 27 definisi konsep berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan. Kesadaran Lingkungan (Ecologically Sound). Sistem pertanian berkelanjutan juga beisi suatu ajakan moral untuk berbuat kebajikkan pada lingkungan sumber daya alam dengan memepertimbangkan tiga matra atau aspek sebagai berikut 1. sosial. serta bagi organisme dalam sistem ekologi maupun diluar sistem ekologi.

termasuk perlindungan terhadap suku minoritas. Indicator utama dimensi ekonomi ini ialah tingat efisiensi dan daya saing. sementara ancaman kelestarian sumber daya alam dan lingkungan dapat mendorong terjadinya kekacauan dan penyakit sosial. Pertanian berkelanjutan telah menjadi dasar penyusunan protocol aturan pelaksanaan (rules of conduct) atau standar prosedur operasi “Praktek Pertanian yang Baik” (Good Agricultur Practices = GAP) sebagai sebuah gerakan global maka praktek pertanian berkelanjutan menjadi misi bersama komunitas internasional. negara. Kepatuhan produsen terhadap standar praktek pertanian berkelanjutan menjadi salah satu atribut preferensi konsumen atas produk pertanian. setiap perusahaan agribisnis haruslah senantiasa mematuhi prinsip Praktek . dan mencegah terjadinya lingkaran malapetaka kemelaratan. Sistem sosial yang stabil dan sehat serta sumberdaya alam dan lingkungan merupakan basis untuk kegiatan ekonomi. Dimensi ekonomi berkaitan dengan konsep maksimisasi aliran pendapatan yang dapat diperoleh dengan setidaknya mempertahankan asset produktif yang menjadi basis dalam memperoleh pendapatan tersebut. lembaga pembangunan. Dimensi sosial adalah orientasi kerakyatan. air dan agroklimat. pengentasan kemiskinan. sementara kesejahteraan ekonomi merupakan prasyarat untuk terpeliharanya stabilitas sosial budaya maupun kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hisup. Penekanan dilakukan pada preservasi daya lentur dan dinamika ekosistem untuk beradaptasi terhadap perubahan bukan pada konservasi sustu kondisi ideal statis yang mustahil dapat diwujudkan. yang dalam bahasa konstitusi Indonesia disebut adil dan makmur. Ketiga dimensi tersebut saling mempengaruhi sehinnga ketiganya harus dipertimbangkan secara berimbang. Karena itu. Dimensi lingkungan alam menekankan kebutuhan akan stabilitas ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam. Perspektif pertanian berkelanjutan telah tersosialisasi secara global sebagai arah ideal pembangunan pertanian. Oleh karena itulah pengembangan sistim pertanian menuju usaha tani berkelanjutan merupakan salah satu misi utama pembangunan pertanian di Indonesia. Termasuk dalam hal ini ialah pterpeliharanya keragaman hayati dan daya lertur bilogis. pemerataan kesempatan berusaha dan pendapatan. Visi pembangunan (pertanian) berkelanjutan ialah terwujudnya kondisi ideal skenario kondisi zaman keemasan. preservasi keragaman budaya dan modal sosio-kebudayaan.(planet). serta kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Dimensi ekonomi menekankan aspek pemenuhan nebutuhan ekonomi manusia baik untuk generasi sekarang ataupun mendatang. Sistem sosial yang tidak stabil atau sakit akan cenderung menimbulkan tindakan yang merusak kelestarian sumber daya alam dan merusak kesehatan lingkungan. berkaitan dengan kebutuhan akan kesejahteraan sosial yang dicerminkan oleh kehidupan sosial yang harmonis (termasuk tercegahnya konflik sosial). Untuk itu. partisipasi sosial politik dan stabilitas sosial budaya merupakan indikator-indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembangunan. besaran dan pertumbuhan nilai tambah dan stabilitas ekonomi. Pertanian berkelanjutan bahkan kini tidak lagi sekedar wacana melainkan sudah menjadi gerakan global. organisasi swadaya masyarakat dan lembaga konsumen internasional turut mendorong dan mengawasi pelaksanaan prinsip pertanian berkelanjutan tersebut. Visi ideal tersebut diterima secara universal sehingga pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) menjadi prinsip dasar pembangunan pertanian secara global termasuk di Indonesia. sumber daya tanah.

J. dan makna dalam proses pembaharuan diri dalam pembangunan.Di Franco (Munder. Mewujudkan kemandirian pangan dalam tatanan perdagangan dunia yang bebas dan tidak adil 3.Pertanian yang Baik (PPB) agar dapat memperoleh akses pasar. tujuan. masyarakat petani masih membutuhkan suatu layanan yang semakin luas dan komplek cakupannya. (c) Konservasi. Pembangunan diselenggarakan untuk memecahkan masalah yang ada dan dihadapi masyarakat. mengerti. distribusi dan pengolahan produk pertanian. berenergi. berkesempatan melihat peluang. mampu bertindak sesuai situasi. Melestarikan sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup 7. mampu mengambil resiko. secara ekonomi dapat . (d) Pengelolaan usahatani dan ekonomi rumah tangga. Meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian 5. khususnya di pasar internasional Masalah dan tantangan yang dihadapi dalam sistem pertanian berkelanjutan yaitu: 1. penggunaan dan perbaikan sumber daya alam. mampu bekerjasama. Membangun sistem agribisnis terkoordanatif 6. Mengurangi jumlah petani miskin. Membangun sistem iptek yang efisien Kebijakan Pertanian Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Pertanian Published December 2. termotivasi. (f) Pengembangan generasi muda.. Keberhasilan pembangunan dipedesaan akan terlihat apabila masyarakat secara dinamis mampu memenuhi kebutuhannya. Menurut Margono Slamet (2000) istilah “berdaya” diartikan sebagai tahu. 1972 mengidentifikasi cakupan tanggung jawab layanan pertanian di masa mendatang meliputi: (a) Produksi pertanian. Korten dan Sjahrir (1988) menyatakan bahwa kunci keberhasilan pembangunan agar mencapai sasaran pada sebagian besar masyarakat miskin apabila dikurangi kendala-kendala yang dihadapi kaum miskin dalam mengungkapkan kemampuan-kemampuannya. (h) Pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya. (b) Pemasaran. Membangun pemerintah yang baik dan memposisikan pertanian sebagai sektor andalan perekonomian nasional. Slamet (2000) menekankan bahwa pada dasarnya pembangunan harus bertujuan untuk mengembangkan masyarakat. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment Pembangunan pertanian harus berorentasi pada pemberdayaan masyarakat. serta bukan kemakmuran material semata. Petani yang berdaya. 2. membangun basis bagi partisipasi petani dan pemerataan hasil pembangunan 4. Layanan pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya manusia sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat. faham. (e) Kehidupan keluarga. menurut Susetiawan (2000) adalah petani yang secara politik dapat mengartikulasikan (menyampaikan perwujudan) kepentingannnya. Dalam kegiatan pertanian. (g) Pengembangan kepemimpinan. mampu mencari dan menangkap informasi. Soedjatmoko (1983) menekankan pentingnya motivasi. Addion H. tahu berbagai alternatif.

T. Memantapkan Posisi dan Meningkatkan Peran penyuluhan Pembangunan Dalam pembangunan. 1978. Soekanto S. Economic Development in The World. 1983.P. Jakarta. struktur administrasi. (ed). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ketahanan Pangan Kajian Empiris LSM-LSM Mitra Yayasan Indonesia Sejahtera. Membangun Pertanian Modern. M. English Version Translate by Google : Ekonomi Kemiskinan Published December 2. New York. Yayasan Indonesia Sejahtera. Slamet. Michel Todaro P. secara sosial dapat mengelola mengatur komunitas dan mengambil keputusan secara mandiri. persepsi. Longmen Inc. Mosher. 2001. Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari konsep pembangunan yang secara implisit mengutarakan perubahan dari satu tahapan ke tahapan yang lebih baik. Sosiologi Suatu Pengantar. PT Raja Grafindo Persada. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Upaya tersebut melibatkan perubahan yang radikal di bidang kelembagaan. A. altitude serta perubahan kebiasaan kepercayaan suatu bangsa (Arintadisastra. Pemberdayaan haruslah melampaui ukuran materi dan uang. LP3ES. Jakarta. 2001). Yayasan sinar Tani.C dan Sjahrir. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. 2000. Saputro. 1991. CV Yasaguna. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment . Makalah Seminar Nasional Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Menuju Terwujudnya Masyarakat Madani 25-26 September 2000 di IPB.melakukan proses tawar menawar dengan pihak lain dalam kegiatan ekonomi. Jakarta.Jakarta. Jakarta. tetapi juga swasta dan masyarakat sendiri (Saputro. 1988. Soedjatmoko. Dalam Arintadisastra. Yayasan Obor Indonesia. 1990. dan secara budaya diakui eksistensinya. 2001. Pemahaman tentang pemberdayaan masyarakat merupakan suatu strategi yang menitikberatkan pada bagaimana memberikan peran yang proposional agar masyarakat dapat berperan secara aktif dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. Menggerakkan dan Membangun Pertanian Syarat-syarat Pokok Pembangunan dan Modernisasi. Pustaka (source) Korten. Dimensi Manusia Dalam Pembangunan. E. D. 2001). struktur social. Jakarta. oleh karena itu pemberdayaan harus diartikan sebagai suatu proses multi dimensional termasuk di dalamnya suatu upaya pengorganisasian kembali dan reorientasi dari seluruh system ekonomi dan system social masyarakat.

sebagian bersifat paradoks. hubungan antara produksi dan kesejahteraan serta ekonomi keluarga. Hal yang tidak banyak difahami oleh banyak ahli ekonomi adalah bahwa penduduk miskin tidak kalah dibanding penduduk kaya untuk memmperbaiki nasib mereka dan anak-anak mereka. Marcellinus Molo. Jumlah ahli ekonomi yang menyadari bahwa teori ekonomi standar dapat digunakan pada masalah-masalah kelangkaan (scarcity) di negara-negara berpendapatan rendah seperti halnya pada masalah-masalah serupa di negara-negara berpendapatan tingi. khususnya ekonomi mengenai penelitian. Beberapa ahli ekonomi memberikan reaksi dengan mengajukan penjelasan-penjelasan kultural dan sosial tentang keadaan perekonomian yang buruk di negara-negara berpendapatan rendah. Jika kita mengetahui ekonomi pertanian. ekonomi pembangunan telah mengelami beberapa kesalahan intelektual. M. Ahli-ahli ekonomi merasa sulit memahami konstrain-konstrain preferensi dan kelangkaan (scarcity) yang menentukan pilihan-pilihan bagi kamun miskin. Faktor-faktor produksi yang menentukan dalam perbaikan kesejahteraan penduduk miskin bukanlah ruang. kian bertambah.Disampaikan Oleh Ir. bahwa separuh atau lebih dari pendapatan mereka yang sangat rendah dibelanjakan untuk bahan makanan. Kesalahan ke dua. walau pun kegunaan dari hasil-hasil studi sarjana-sarjana di bidang kultural dan tingkah laku tidak mudah di fahami. tanggapan-tanggapan para petani terhadap teknik-teknik produksi baru yang menguntungkan. bahwa mereka memperoleh sedikit sekali imbalan atas tenaga kerja mereka. Akan tetapi.S. kita akan banyak mengetahui ekonomi sesungguhnya terjadi. maka kita akan mengetahui ekonomi kemiskinan. Kesalahan utama anggapan bahwa teori ekonimi standar tidak cukup untuk memahami negara-negara berpendapatan rendah dan oleh karena itu suatu teori ekonomi yang lain perlu dikembangkan. Pertanian di banyak negara berpendapatan rendah mempunyai kapasitas ekonomi potensial untuk memproduksi bahan makanan yang cukup bagi penduduk yang terus bertambah dan juga memperbaiki pendapatan serta kesejahteraan penduduk miskin secara berarti. adalah pengabaian sejarah ekonomi. energi dan lahan pertanian. Kita semua tahu bahwa sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. Apa yang telah kita pelajar selama sekade-dekade terakhir mengenai ekonomi pertanian akan tampak bagi orang-orang yang mengetahuinya dengan baik. Faktor-faktor penentunya adalah perbaikan kualitas penduduk dan peningkatan pengetahuan. Model-model yang dikembangkan untuk tujuan ini umumnya disambut dengan gembira. Kebanyakan penduduk miskin di dunia hidup dari bidang pertanian. Ilmu ekonomi klasik dikembangkan pada saat banyak orang di Eropa Barat baru saja memperoleh pengidupan dari lahan-lahan tandus (miskin) yang mereka olah dan ditinggalkan dalam masa yang . dan bahwa sebagian besar dari mereka mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian. Jika kita mengetahui ekonmi kemiskinan. Phd EKONOMI KEMISKINAN Sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. bahwa mereka sebagian besar tinggal di negara-negara berpendapatan rendah. karya para akademis ekonomi telah sangat memperluas wawasan kita mengenai ekonomi modal manusiawi (the economics of human capital). hingga menjadi jelaslah bahwa model-model tersebut merupakan hasil kajian intelektual yang terbaik. Dalam dekade-dekade terakhir ini.

yang tidak pernah dibayangkan Malthus. Ironisnya ekonomi. dalam lahan pertanian. tidak pernah terjadi dalam sejarah sosial dan ekonomi kita sendiri. para orangtua menginginkan anak lebih sedikit. yang telah lama dikenal sebagai ilmu pengetahuan suram. dan sumber energi yang terus merosot serta mengurangi biaya nyata dalam produksi bahan makanan untuk penduduk dunia yang terus bertambah. Di Afrika penduduk berdiam di lahan-lahan yang tidak produktif yang terletak di bagian selatan Sahara. tidaklah mungkin terus menerus memperoduksi bahan makanan dalam jumlah yang cukup untuk penduduk dunia yang bertambah. Pemahaman seperti ini adalah jauh lebih penting daripada pengetahuan yang paling terinci dan pasti mengenai permukaan bumi atau mengenai ekologi. di mana produktivitas lahan tadah hujan adalah rendah dan di lahan-lahan India Selatan yang produktivitasnya tinggi. dan kualitas anak akan menggeser kuantitas anak. Masa depan umat manusia tidak ditakdirkan oleh ruang. Menurut pandangan ini. pertanian tradisional. Upah mingguan dari buruh bajak di India pada saat sekarang kira-kira kurang dari harga dua gantang gandum . Saya setuju dengan Margaret Mead bahwa ”Masa depan umat manusia adalah – terbuka –tertutup (openended)”. Persepsi historis tentang penduduk juga tidak ada. Perbedaan-perbedaan produktivitas lahan tidak menjelaskan mengapa penduduk miskin berada di bagian dunia yang telah lama berpengehuni. Pengetahuan mengenai pengalaman dan prestasi penduduk miskin pada masa-masa lampau akan sangat membantu suatu pemahaman akan masalah-masalah dan kemungkinan-kemungkinan bagi negara-negara yang kini berpendapatan rendah. atau mengenai teknologi masa depan. Suatu pandangan alternatif – pandangan sosial-ekonomi (the socio-economic view) – adalah bahwa manusia mempunyai kemampuan dan akal budi untuk mengurangi ketergantungannya pada lahan pertanian. Kita mengekstrapolasi statistik global dan kagum akan interprestasi kita – terutama bahwa penduduk miskin berbiak seperti tikus kutup (lemmings) yang menuju kepada kepunahan mereka sendiri. Melalui penelitian. Sebagian akibatnya. Demikian pula yang sedang dialami oleh banyak negara berpendapatan rendah. pada lahan-lahan yang agak lebih produktif di lereng-lereng yang curam . Perkiraan-perkiraan mengenai pertumbuhan penduduk yang destruktif di negara-negara miskin sekarang adalah juga palsu. kita menemukan pengganti terhadap lahan pertanian yang tidak pernah dibayangkan Ricardo.tidak lama. Marshall mengatakan kepada kita bahwa ’upah mingguan dari buruh-buruh Inggris kerapkali kurang dari harga setengah gantang (bushel) gandum yang berkualitas baik ketika Ricardo menerbitkan Principles of Political Economy and Taxation (1817). Penduduk di India telah menjadi miskin sejak berabad-abad lamanya baik di Plateau Deccan. para ahli ekonomi perintis menghadapi kondisi-kondisi serupa dengan yang sedang berlaku di negara-negara berpendapatan rendah sekarang. ia ditentukan oleh evolusi akal budi umat manusia. LAHAN DINILAI TERLALU TINGGI Suatu pandangan yan dianut secara luas – pandangan naturalis (the natural earth view) – adalah bahwa luas lahan yang sesuai untuk menanam tanaman pangan adalah benar-benar tertentu dan persediaan energi untuk mengerjakan lahan semakin menipis. kurang lebih separuh dari pendapatan keluarga para pekerja (buruh) di Inggris dibelajakan untuk bahan makanan. menunjukkan bahwa pandangan naturalis yang suram mengenai bahan makanan tidak sesuai dengan sejarah yang menunjukkan bahwa kita dapat memperbesar sumbe-sumber melalui kemajuan pengetahuan. Adanya penduduk dalam keadaan miskin. energi. dan karena pendapatan meningkat. Pada masa Ricardo.

Meskipun sejarah ekonomi. Penduduk miskin di negara-negara berpendapatan rendah bukanlah para tahanan dari suatu ekuilibrium kemiskinan yang ketat.di daerah Rift. ide-ide dari para ahli ekonomi mengenai lahan adalah sebagai satukaidah. dan lahan-lahan aluvial yang sangat produktif di sepanjang dan pada muara Sungai Nile. pestisida. faktor manusia yaitu : investasi dalam perbaikan kualitas manusia dapt dengan nyata meningkatkan prospek-prospek ekonomi dan kesejahteraan penduduk yang miskin. Lahan-lahan di Finlandia semula kurang produktif dibanding lahan di bagian-bagian barat Uni Sovyet. perbahan-perubahan ini sebagian merupakan konsekuansi dari penelitian pertanian’ termasuk penelitian yang diwujudkan dalam bentuk pupuk buatan. Investasi-investasi seperti itu di negara-negara berpendapatan rendah telah berhasil memperbaiki prospek-prospek ekonomi yang tidak mampu dihilangkan oleh ketidakstabilan politik. masih mengikuti Ricardo. Dengan beberapa perkecualian setempat.76 mmilyar gantang. KUALITAS MANUSIA DINILAI TERLALU RENDAH Sementara lahan bukan satu-satunya faktor terpenting yang menyebabkan kemiskinan. Tidak ada kekuatankekuatan besar (luas biasa) yang menghapus semua perbaikan ekonomi dan menyebabkan penduduk miskin meninggalkan perjuangan ekonominya. Modernisasi pertanian telah mengubah lahan miskin menjadi lahan sangat produktif dibanding keadaan alam. adalah insentif-insentif dan kesempatan-kesempatan terkait bagi para petani untuk meningkatkan penggunaan lahan dengan efektif melalui investasi yang mencakup sumbangansumbangan penelitian pertanian dan perbaikan ketrampilan manusia. Lahan pertanian di Jepang pda masa sekarang ini lebih unggul. yang tak dapat dipecahkan ilmu ekonomi. semuanya memiliki suatu kesamaan: mereka sangat miskin. Apa yang paling berarti di dalam hal lahan pertanian. Pemeliharaan anak. tiga kali produksi 1932. perbedaan-perbedaan yang sangat terkenal mengenai rasio lahan penduduk di seluruh negara berpendapatan rendah. Tetapi konsep Ricardo mengenai tanah. Ada substitusi-substitusi baru terhadap lahan pertanian. tidak menghasilkan perebdaan kemiskinan yang sebanding. Sumbangan lahan dalam pendapatan nasional berupa sewa tanah yang merosot terus menerus dengan nyata di negara-negara berpendapatan rendah. Mengapa hukum Ricardo mengenai sewa (yang memperlakukannya sebagai hasil dan bukan sebagai penyebab dari harga-harga) kehilangan arti ekonominya? Ada dua sebab utama: pertama. penelitian pertaniah telah menghasilkan substansi bagi lahan pertanian. atau perluasan lahan pertanian. Kedua. Sekarang telah . perumahan dan pengalaman bekerja. ”daya-daya lahan yang asli dan tak dapat dirusah” tidak sesuai lagi. Demikian pula. walau keadaan tersebut pernah terjadi. dan menghasilkan 7. Lahan-lahan di Eropa pada mulanya berkualitas rendah. tetapi sekarang lahan pertanian di Finlandia menjadi lebih unggul. Proses substitusi digambarkan dengan baik pada tanaman jagung: areal panen jagung di Amerika Aerikat pada tahun 1979 ada 33 juta area. perolehan informasi dan ketrampilan yang diperoleh melalui sekolah dan investasi-investasi lain dalam bidang kesehatan dan sekolah dapat memperbaiki kualitas penduduk. Di negaranegara berpenghasilan tinggi dan rendah. yang kurang dari areal panen tahun 1932. satu bagian integral dari modernisasi ekonomi negara-negara berpenghasilan tinggi dan rendah adalah penurunan arti ekonomi dari lahan pertanian dan peningkatan modal manusiawi: ketrampilan dan pengetahuan. peralatan dan masukan-masukan (inputs) lain. Sekarang lahan-lahan tersebut sanagt produktif.

adalah agen-agen yang membuat perhitungan ekonomi. sangat terdistorsi yang disebabkan oleh permerintah (goverment-incude distorsions) adalah untuk engurangi sumbangan ekonomi yang mampu diberikan pertanian). penerimaan dan resiko. karena mereka berbeda pendidikan. walaupun jumlah penduduk pedesaan jauh lebih besar . individual dan alokatif. Pada kebanyakan usahatani.terkumpul bukti-bukti bahwa penduduk pertanian yang miskin mempunyai reaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang lebih baik. Seseorang harus memutuskan bagaimana mendistribusikan sumber-sumber terbatas yang tersedia. para wanita adalah juga usahawati dalam mengalokasikan waktu mereka dan menggunakan produkproduk pertanian dan barang-barang yang dibeli dalam produksi rumah tangga. yang selalu merupakan suatu kegiatan petualangan. . Kemampuan alokatif dipenuhi oleh jutaan pria dan wanita pada satuan-satuan produksi berskala kecil. Bila pemerintah telah mengambil alih fungsi keusahawanan dalam usahatani. Industrialisasi yang cepat dianggap sebagai kunci kemajuan ekonomi. betapa efisiennya mereka. yang eksplisit di dalam harga-harga yang mereka bayar untuk produsesn dan barang serta jasa yang dikonsumsi. organisasi. Mereka mempunyai sumber daya manusia yang esensial berupa keusahawanan. Walaupun para petani berbeda kemampuannya dalam pengamatan (analisa). Peranan-peranan alokatif para petani dan wanita-tani serta kesempatan-kesempatan ekonomi mereka adalah penting. Intisari penelitian adalah bahwa penelitian merupakan suatu upaya dinamis tentang hal-hal yang belum diketahui atau setengah diketahui. Insentifinsentif ini. karena pada umumnya pertanian merupakan sektor ekonomi yang sangat terdesentralisasi. Keusahawanan adalan juga esensial dalam penelitian. Pengaruh politik dari konsumen dan industri di kota memungkinkan mereka memperoleh bahan makanan murah atas biaya sejumlah besar penduduk pedesaan yang miskin. dan ilmuwan yang kompeten. Keusahawanan dalam bidang penelitian diperlukan baik oleh para ilmuwan atau oleh orang-orang yang terlibat dalam sektor penelitian dari ekonomi. walaupun dengan Revolusi Hijau (Green Revolution). mereka telah gagal memberikan suatu kemampuan substitusi alokatif yang efektif dalam modernisasi pertanian. kesehatan. mereka adalah usahawan-usahawan yang dengan diam-diam mengamati kondisikondisi ekonomi yang tidak diketahui oleh para ahli. Di dalam domain mereka yang kecil. Pemerintah cenderung mengintroduksi distorsi-distorsi yang mendiskriminasikan pertanian karena politik dalam negeri umunya menguntungkan penduduk kota atas biaya penduduk pedesaan. Para petani di dunia . Kebijaksanaan yang memberikan prioritas utama terhadap industri dan mempertahankan harga pangan (biji-bijian) tetap murah. tetapi semuanya ini belumlah lengkap. dan pengalaman. dalam menghadapi biaya. Harapan-harapan dari manusia dalam pertanian-buruh pertanian dan usahawan (enterprenir) usahatani yang bekerja dan mengalokasikan sumber-sumber dibentuk oleh kesempatan-kesempatan baru dan oleh insentif-insentif yang mereka tanggapi. Diskriminasi ini dirasionalisasi dengan alasan bahwa pertanian bersifat terbelakang (miskin) dan bahwa sumbangan ekonominya kurang berarti. Diperlukan dana. Sangat disesalkan bahwa doktrin ini masing didukung oleh beberapa lembaga donor dan dirasionalisasikan oleh beberapa ahli ekonomi di negara-negara berpendapatan tinggi. interprestasi dan mengambil tindakan tepat sebagai reaksi terhadap informasi baru. yang memerlukan organisasi dan alokasi sumber-sumber yang langka. berdasarkan keadaan pengetahuan yang dimilikinya.

Tetapi yang lebih buruk adalah anggapan. karena kisah biaya merupakan kisah dari investasi yang terbenam (cunk investment).DISEKUILIBRIA YANG TAK TERHINDARKAN Transformasi pertanian ke dalam suatu keadaan produktif yang meningkat. misalnya. Disekuilibria tidak dapat dieliminasi melalui hukum. Setiap bentuk kapital memiliki sifat-sifat khusus: sebuah bangunan. dan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi yang berlaku mengurangi fungsi insentif-insentif produsen. asumsi homogenitas kapital ini merupakan malapetaka bagi teori kapital : Adalah sangat tidak tepat menganalisa dinamika pertumbuhan ekonomi terutama menyangkut ketimpangan kapital karena perbedaan-perbedaan rates of . Gale Johnson telah menunjukkan bahwa potensi ekonomi yang besar dari pertanian di banyak negara berpendapatan rendah tidak terealisir. sebagai suatu kaidah. Saya telah mengemukakan di mana saja bahwa walaupun ada alasan kuat untuk menggunakann suatu definisi modal manusiawi yang sangat tepat. dan banyak bentuk investasi lainnya. melalui kebijaksanaan Pemerintah dan jelas-jelas bukan dengan cara retorik. bahwa kapital bersifat homogen. KEMAJUAN KUALITAS PENDUDUK Sekarang saya beralih kepada peningkatan kualitas manusia yang dapat diukur baik untuk penduduk yang bertani mau pun bukan petani. memerlukan suatu proses yang umumnya dikenal sebagai modernisasi. yang merupakan suatu proses dinamis. Kapital itu bermuka-dua. kereta tersebut hanya sedikit nilainya bila ditarik oleh traktor. definisi tersebut akan mengalami pula kemenduaan (ambiguities) yang terus menganggu teori kapital (capital theory) pada umunya. Cerita lain mengenai nilai terdiskon (discounted value) dari arus jasa-jasa yang disumbangkan kapital. Memang seharusnya demikian. tidak hanya di bidang pertanian. dan konsep kapital dalam model-model pertumbuhan ekonomi pada khususnya. Intervensi oleh Pemerintah saat ini merupakan penyebab utama dari tidak tersedianya insentif-insentif ekonomi yang optimum. Kemungkinankemungkinan teknis telah menjadi semakin menguntungkan tetapi insentif-insentif ekonomi yang diperoleh para petani di negara-negara tersebut untuk merealisir potensi ini tidak berhasil. yang berubah sesuai dengan perubahan pertumbuhan. Karena ketiadaan insentif-insentif yang menguntungkan. Ahli-ahli sejarah masa depan pasti akan dibingungkan oleh luasnya insentif-insentif ekonomi yang telah berantakan selama dekade-dekade terakhir. adalah sejarahsejarah yang tidak konsisten. Pandangan intelektual yang dominan bersifat antagonistik terhadap insentif-insentif pertanian. Seperti telah diajarkan oleh Hick kepada kita. Kualitas dalam kontek ini terdiri dari berbagai bentuk modal manusiawi (human capital). para petani tidak melakukan investasim. yang memerlukan penyesuaian dalam bertani karena tersedia kesempatan-kesempatan yang lebih baik. sekali seorang petani mengadakan investasi berupa kereta kuda. termasuk pembelian input-input unggul. D. Disekulibria seperti itu tidak dapat terhindarkan. sebuah traktor. baik karena informasi relevan tidak tersedia atau karena harga-harga dan biaya-biaya yang dihadapi para petani telah terdistorsi. yang mendasari teori kapital dan agregasi kapital dalam model-model pertumbuhan. dan apa yang dijelaskan ke dua muka itu kepada kita tentang pertumbuhan ekonomi. tetapi juga dalam semua aktivitas produksi yang lain. jenis pupuk tertentu. Pemerintah tidak dapat dengan efesien memainkan fungsi usahawan-usahawan pertanian. sebuah sumur pompa. Nilai dari kemampuan menghadapi disekuilibria adalah tinggi dalam suatu ekonomi yang dinamis.

Implementasinya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan status dan kesejahteraan petani semata. lingkungan. mengapa mencoba mengubah lingkaran menjadi empat per segi? Jika kita tidak dapat mengamati ketimpangan-ketimpangan ini. (4) perbaikan dan perluasan tanah pertanian. Dalam literatur klasik pembangunan pertanian karya Arthur Mosher yang berjudul “Getting Agriculture Moving” dijelaskan secara sederhana dan gambling tentang syarat pokok dan syarat pelancar dalam pembangunan pertanian. apakah agregasi kapital dipandang dari segi biaya-biaya faktor (factor costs) atau dipandang dari segi nilai terdiskon dari jasa-jasa seumur hidup (lifetime services) dari berbagai bagian-bagiannya. yang tertuang dalam strategi besar pembangunan nasional berupa Pola Umum 19 Pembangunan Jangka Panjang (PU-PJP) yaitu PU-PJP I (1969-1994) dan PU-PJP II (1994-2019).returns. dan dalam migrasi untuk memperoleh kesempatan kerja yang lain baik. Kemampuan semacam itu juga sangat memperbesar kepuasan-kepuasan yang merupakan suatu bagian integal dari konsumsi sekarang dan konsumsi di masa depan. dapat membuktikan bahwa ketimpangan-ketimpangan ini adalah sama. 2008). Adapun syarat pelancar pembangunan pertanian meliputi: (1) pendidikan pembangunan. Dalam PUPJP I. SYARAT POKOK DAN PELANCAR PEMBANGUNAN PERTANIAN Pengertian Pembangunan pertanian dapat didefinisikan sebagai suatu proses perubahan sosial. Syarat pokok pembangunan pertanian meliputi: (1) adanya pasar untuk hasil-hasil usahatani. termasuk Indonesia. budaya. pertumbuhan (growth) dan perubahan (change) (Iqbal dan Sudaryanto. (3) kegiatan gotong royong petani. modal manusiawi memperbesar produktivitas pertanian dan non pertanian. Maka salah satu bagian penting dari pertumbuhan ekonomi tertutup oleh agregasi kapital seperti itu. dan (5) tersedianya pengangkutan yang lancar dan kontinyu. kita harus menemukannya. dan (5) perencanaan nasional pembangunan pertanian. maupun melalui perbaikan (improvement). (3) tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. (3) adanya perangsang produksi bagi petani. Nilai dari modal manusiawi tambahan tergantung kepada kesejahteraan tambahan yang diperoleh manusia daripadanya. mengikuti saran dan langkah kebijakan yang disarankan oleh Mosher. politik. Juga tidak ada suatu katalog dari semua model pertumbuhan yang ada. tetapi sekaligus juga dimaksudkan untuk mengembangkan potensi sumberdaya manusia baik secara ekonomi. karena ketimpangan-ketimpangan itu merupakan pegas utama dari pertumbuhan ekonomi. Tetapi. Pembangunan pertanian di Indonesia dilaksanakan secara terencana dimulai sejak Repelita I (1 April 1969). dalam produksi rumah tangga. (2) teknologi yang senantiasa berkembang. Beberapa Negara berkembang. pembangunan dilaksanakan melalui lima serangkaian Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang semuanya dititik beratkan pada sektor pertanian sebagai berikut: . dalam waktu dan sumber-sumber lain yang dialokasikan para mahasiswa untuk pendidikan mereka. yaitu pada masa pemerintahan Orde Baru. sosial. Ketimpangan-ketimpangan merupakan pegas utama karena ia memberikan isyarat-isyarat ekonomi yang mendorong pertumbuhan. (2) kredit produksi.

3. Lebih lanjut dinyatakan bahwa revolusi pertanian merupakan syarat mutlak bagi keberhasilan upaya menciptakan prakondisi tinggal landas. (3) dengan membeli barang konsumsi dari sektor lain. sementara itu serapan tenaga kerja pada sector pertanian mencapai lebih dari 60 persen. Para perancang pembangunan Indonesia pada awal masa pemerintahan Orde Baru menyadari benar hal tersebut. pangsa sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai lebih dari 40 persen. khususnya di sektor pangan yang berpuncak pada pencapaian swasembada pangan. Ketersediaan bahan pangan. Pada tahap kedua. Pertama. Repelita IV: titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri penghasil mesin-mesin. Repelita III: titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri pengolah bahan baku menjadi bahan jadi. Kebijakan untuk menetapkan sektor pertanian sebagai titik berat pembangunan ekonomi sesuai dengan rekomendasi Rostow dalam rangka persiapan tinggal landas (Simatupang dan Syafa’at. pembangunan dititikberatkan pada pembangunan sector pertanian dan industri penghasil sarana produksi peratnian. dan (4) dengan menghapuskan kendala devisa melalui penerimaan devisa dengan ekspor atau dengan menabung devisa melalui substitusi impor. sehingga akan meningkatkan permintaan dari penduduk perdesaan untuk produk dari sektor yang berkembang. 4. pembangunan dititikberatkan pada industri pengolahan penunjang pertanian (agroindustri) yang selanjutnya secara bertahap dialihkan pada pembangunan industri mesin dan logam. memberikan kontribusi terhadap proses industrialisasi dan urbanisasi yang membutuhkan pangan murah. sektor pertanian yang berhasil merupakan prasyarat bagi pembangunan sektor industri dan jasa. Fakta inilah yang kemudian mengilhami penyusunan rencana. Rancangan pembangunan seperti demikian. pada tingkat tertentu sector pertanian telah mampu menyediakan bahan-bahan baku . sehingga pembangunan jangka panjang dirancang secara bertahap. Pada tahap pertama. dengan harga yang relatif 21 murah. peningkatan produksi. Repelita I: titik berat pada sektor pertanian dan industri pendukung sektor pertanian. strategi dan kebijakan yang mengedepankan pembangunan pertanian sebagai langkah awal proses pembangunan. khususnya beras. sehingga memperbaiki posisi neraca pembayaran Indonesia. Repelita II: titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri pengolah bahan mentah menjadi bahan baku. Repelita V: melanjutkan Repelita IV.1. 2. Pembangunan pertanian di masa pemerintahan Orde Baru telah membawa beberapa hasil. pada tahun 1984. diharapkan dapat membentuk struktur perekonomian Indonesia yang serasi dan seimbang. 5. Pentingnya peran sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi suatu negara juga dikemukakan oleh Meier (1995) sebagai berikut: (1) dengan mensuplai makanan pokok dan bahan baku bagi sektor lain dalam ekonomi yang berkembang. Kedua. Pada saat Indonesia memulai proses pembangunan secara terencana pada tahun 1969. khususnya beras. Ketiga. 2000). tangguh menghadapi gejolak internal dan eksternal. Menurut Suhendra (2004) di banyak negara. (2) dengan menyediakan surplus yang dapat diinvestasikan dari tabungan dan pajak untuk mendukung investasi pada sektor lain yang berkembang. sektor pertanian telah meningkatkan penerimaan devisa di satu pihak dan penghematan devisa di lain pihak.

pengembangan komoditas seringkali sangat tidak efisien dan keberhasilannya sangat tergantung pada besarnya subsidi dan proteksi pemerintah.68 persen per tahun. Akibatnya. maka orientasi pembangunan pertanian juga akan mengalami perubahan dari orientasi peningkatan produksi menjadi orientasi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Sungguhpun demikian. Menyusul periode pertumbuhan tinggi sektor pertanian satu dekade sebelumnya. proteksi besar-besaran ini telah merapuhkan basis pertanian pada tingkat petani. pembangunan pertanian semakin dideregulasi melalui pengurangan subsidi. seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian Ratnawati et al. Kedua.08 persen dan akan menurunkan pendapatan rumah tangga perdesaan berkisar antara 2. dan (3) kurang memperhatikan aspirasi dan pendapatan petani.industri sehingga melahirkan agroindustri. Pemerintah mencurahkan perhatiannya pada sektor industri. Asumsi ini membuat pemerintah mengacuhkan pertanian dalam strategi pembangunannya. Pendekatan ini dicirikan oleh pelaksanaan pembangunan pertanian berdasarkan pengembangan komoditas secara parsial (sendiri-sendiri) dan lebih berorientasi pada peningkatan produksi dibanding peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. ternyata sektor pertanian hanya bisa berkembang dalam kebijaksanaan yang protektif. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh paradigma pembangunan saat itu yang menekankan industrialisasi. pendekatan pembangunan pertanian selama pemerintahan Orde Baru dilaksanakan dengan pendekatan komoditas. memerlukan subsidi dan mendapat intervensi yang sangat mendalam. Menurut Sudaryanto et al. Oleh karena itu. peningkatan produktivitas dan produksi tidak selalu dibarengi atau diikuti dengan meningkatnya pendapatan petani. bahkan pendapatan petani cenderung menurun. (2005). Seiring dangan hal ini. Memasuki era globalisasi yang dicirikan oleh persaingan perdagangan internasional yang sangat ketat dan bebas. vertikal dan spatial berbagai kegiatan ekonomi. seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian Siregar (2003) bahwa secara riil tingkat kesejahteraan petani dari tahun ke tahun justru mengalami penurunan yang ditunjukkan oleh nilai tukar petani (NTP) yang mempunyai tendensi (trend) yang menurun (negatif) sebesar –0. serta kurang mampu mendorong peningkatan pendapatan petani. Kemampuan bersaing melalui proses produksi yang efisien merupakan pijakan utama bagi .28-10. (2) tidak memperhatikan panduan horizontal. maka pendekatan pembangunan pertanian harus diubah dari pendekatan komoditas menjadi pendekatan system agribisnis. Menurut Arifin (2004) tidak berkembangnya sektor pertanian berakar pada terlalu berpihaknya pemerintah pada sektor industri sejak pertengahan tahun 1980-an. peningkatan produksi pertanian telah menimbulkan kecenderungan menurunnya harga produkproduk pertanian yang berakibat negatif pada pendapatan petani. yaitu: (1) tidak memperhatikan keunggulan komparatif tiap komoditas.10-3. Pertama.10 persen. Menyadari akan hal tersebut di atas. pembangunan pertanian di masa pemerintahan Orde Baru tersebut mengandung sejumlah paradoks. dukungan harga dan berbagai proteksi lainnya. sehingga sektor pertanian dianggap sebagai most-heavily regulated. pemerintah seolah menganggap pembangunan pertanian dapat bergulir dengan sendirinya. yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai kebijakan proteksi yang sistematis. Namun pendekatan komoditas ini mempunyai beberapa kelemahan mendasar. (2004) bahwa peningkatan produktivitas pertanian menurunkan harga output di tingkat petani berkisar antara 0. Di masa pemerintahan Orde Baru.

Sehubungan dengan hal tersebut. Sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian desa dimana sebagian besar penduduk berada. Akselerasi pembangunan pertanian mampu meningkatkan kinerja sector industri. akselerasi pembangunan pertanian akan membantu menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. sehingga dinamikanya amat berpengaruh terhadap laju inflasi. pembangunan ekonomi dan kebijakan politik mulai meminggirkan sektor pertanian. Suryana (2006) menyatakan bahwa perubahan lingkungan strategis yang sangat cepat.kelangsungan hidup usahatani. akselerasi pembangunan pertanian paling tepat untuk mendorong perekonomian desa dalam rangka meningkatkan pendapatan sebagian besar penduduk Indonesia dan sekaligus pengentasan kemiskinan. ketika krisis ekonomi terjadi. Fokus pembangunan ekonomi lebih banyak diarahkan pada sektor industri dan jasa. Sektor pertanian sebagai penghasil makanan pokok penduduk. 2. Langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan pangan pada pasar dunia. 5. 3. konsumsi dan investasi. strategi pembangunan pertanian harus lebih memfokuskan pada peningkatan daya saing. 2005). sehingga akselerasi pembangunan sektor pertanian akan membantu mengatasi masalah pengangguran. Hal ini karena terdapat keterkaitan yang erat antara sektor pertanian dengan sektor industri yang meliputi keterkaitan produk. Keadaan ini menjadi pertimbangan utama dirumuskannya kebijakan yang memiliki keberpihakan terhadap sector pertanian dalam memperluas lapangan kerja. sehingga dengan akselerasi pembangunan pertanian maka penyediaan pangan dapat terjamin. Kabinet Indonesia Bersatu telah menetapkan program pembangunannya dengan . Namun demikian. Kondisi tersebut memerlukan penyesuaian terhadap arah dan kebijakan serta pelaksanaan program pembangunan pertanian. Sektor pertanian masih tetap sebagai penyerap tenaga kerja. menghapus kemiskinan dan mendorong pembangunan ekonomi yang lebih luas (Sudaryanto dan Munif. Dengan demikian. 2005). agenda reformasi yang bergulir tanpa arah. Sejak awal 1990-an. maka Indonesia kembali menjadikan sector pertanian sebagai landasan utama pembangunan ekonomi (Arifin. seiring dengan menurunnya pangsa pertanian dalam struktur perekonomian (PDB). Oleh karena itu. Peran penting sektor pertanian telah terbukti dari keberhasilan sector pertanian pada saat krisis ekonomi dalam menyediakan kebutuhan pangan pokok dalam jumlah yang memadai dan tingkat pertumbuhannya yang positif dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu. Harga produk pertanian memiliki bobot yang besar dalam indeks harga konsumen. mengandalkan modal dan tenaga kerja terampil dan berbasis inovasi teknologi dengan memanfaatkan sumberdaya lokal secara optimal. baik domestik maupun internasional. bahkan yang berbasis teknologi tinggi dan intensif kapital. akan membawa pengaruh yang sangat besar terhadap dinamika pembangunan pertanian. sehingga dalam hal ini dapat membantu menjaga keseimbangan neraca pembayaran. beberapa pertimbangan tentang pentingnya mengakselerasi sektor pertanian di Indonesia dikemukakan oleh Simatupang (1997) sebagai berikut: 1. Akselerasi pembangunan pertanian sangatlah penting dalam rangka mendorong ekspor dan mengurangi impor produk pertanian. 6. proses desentralisasi ekonomi yang menghasilkan kesengsaraan dan penderitaan rakyat. maka partisipasi dan kemampuan wirausaha petani merupakan factor kunci keberhasilan pembangunan pertanian. Secara lebih rinci. 4.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi di atas 6. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. penjaminan usaha. pendampingan. Sudaryanto dan Munif (2005) menyatakan bahwa revitalisasi pertanian dimaksudkan untuk menggalang komitmen dan kerjasama seluruh stakeholder dan mengubah paradigma pola piker masyarakat dalam melihat pertanian tidak hanya sekedar penghasil komoditas untuk dikonsumsi. Pertanian harus dilihat sebagai sektor yang multi-fungsi dan sumber kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. Pembenahan sektor riil untuk mampu menyerap tambahan angkatan kerja dan menciptakan lapangan kerja baru. 3. . Revitalisasi pertanian diartikan sebagai kesadaran untuk menempatkan kembali arti penting sektor pertanian secara proporsional dan kontekstual.menggunakan strategi tiga jalur (triple track strategy) sebagai manifestasi dari strategi pembangunan yang lebih pro-growth. 2. (2) Program pengembangan agribisnis. kebijakan proteksi dan promosi lainnya (Departemen Pertanian. pro-employment dan pro-poor. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Operasionalisasi program peningkatan ketahanan pangan dilakukan melalui peningkatan produksi pangan. 2005c) 2. Sejalan dengan hal ini. Operasionalisasi program pengembangan agribisnis dilakukan melalui pengembangan sentra/kawasan agribisnis komoditas unggulan. Kegiatan pembangunan pertanian tahun 2005-2009 dilaksanakan melalui tiga program. Operasionalisasi program peningkatan kesejahteraan petani dilakukan melalui pemberdayaan penyuluhan. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani.5 persen per tahun melalui percepatan investasi dan ekspor. Operasionalisasi konsep strategi tiga jalur tersebut dirancang melalui hal-hal sebagai berikut: 1. menjaga ketersediaan pangan yang cukup aman dan halal di setiap daerah setiap saat. Revitalisasi pertanian dan perdesaan untuk berkontribusi pada pengentasan kemiskinan. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. melalui peningkatan kinerja sektor pertanian dalam pembangunan nasional dengan tidak mengabaikan sektor lain. yaitu: (1) Program peningkatan ketahanan pangan. dan (3) Program peningkatan kesejahteraan petani.1. dan antisipasi agar tidak terjadi kerawanan pangan. perlindungan harga gabah. Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian.

Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. sekali produksi telah berjalan maka penerimaan dari penjualan akan mengalir setiap hari sebagaimana mengalirnya hasil produksi. Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. baik itu untuk bibit. yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun . sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan. Di dalam bidang industri. • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). Persedian tanah pertanian yang makin kecil 2. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual. Akan tetapi lain halnya dengan petani. yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. untuk keperluan sehari-hari seorang petani. Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit. Penduduk bertambah menurut deret ukur. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. setiap minggu. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen.Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar. 1979: 30).

Apa yang sama diantara mereka adalah. 2. Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat.2. Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutang-hutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan.3. dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil. Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu. dan dapat menciptakan pengangguran. akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil. tetapi dalam kerja. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. Pembangunan Pertanian . Bertambahnya pengangguran 4. Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu. dan begitu sama sifatsifatnya satu dari yang lain. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. Inilah yang menjadi sebab. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya.

maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960).Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan. orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. maka yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. Hal ini memang sesuai pada masa itu. maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern. tenaga kerja. Akan tetapi dewasa ini. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. dengan orientasi pada peningkatan produksi. salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi . dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas. Di masa lalu. Dalam hal ini. produktivitas. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar). tanah dan modal. maka peluasan lahan akan semakin sempit.

Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja. Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik. sosial budaya dan lain-lain. Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. terutama di daerah-daerah. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis.perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan. ekonomis. Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi . Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda. Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian. 2. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas. sarana transportasi. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah.3. bibit unggul.

petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani. 3. A. 1979 : 194). Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya. 5. Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian. Kredit produksi. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian. Teknologi yang senantiasa berkembang. Kegiatan gotong royong petani. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. 3. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian. 2.T. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar. Adanya perangsang produksi bagi petani. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. 2. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian. 5. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1. Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto. 4. . 4. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional. pertanian dapat berjalan terus tapi statis. Pendidikan pembangunan. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : 1.

1. yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian. Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual.2. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan. baik itu untuk bibit. Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. . 1979: 30). Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain. yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. sekali produksi telah berjalan maka penerimaan dari penjualan akan mengalir setiap hari sebagaimana mengalirnya hasil produksi. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. Di dalam bidang industri. Akan tetapi lain halnya dengan petani. jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian.

dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk. akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. 2. Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. dan begitu sama sifat- . Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. 3. • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). setiap minggu.untuk keperluan sehari-hari seorang petani. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari. dan dapat menciptakan pengangguran. Penduduk bertambah menurut deret ukur. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. 4. Inilah yang menjadi sebab. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. Persedian tanah pertanian yang makin kecil Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun Bertambahnya pengangguran Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutanghutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil.

maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960). 2.sifatnya satu dari yang lain. karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. Apa yang sama diantara mereka adalah. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu.2. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu. maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern. Dalam hal ini. Akan tetapi dewasa ini. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. maka yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. Pembangunan Pertanian Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan. dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya. tetapi dalam kerja. . dengan orientasi pada peningkatan produksi. Hal ini memang sesuai pada masa itu. Di masa lalu. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu.

Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri. Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan. dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk. yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. . Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. tanah dan modal. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. bibit unggul. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. tenaga kerja. dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. terutama di daerah-daerah. produktivitas. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. maka peluasan lahan akan semakin sempit. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik. Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. sarana transportasi. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan).Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar). Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem.

Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : 1.T. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian. 3. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. A. 2.3. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar. pertanian dapat berjalan terus tapi statis. 3. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian.2. 2. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan. Adanya perangsang produksi bagi petani. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis. 5. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda. Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru. Kredit produksi. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. sosial budaya dan lain-lain. Teknologi yang senantiasa berkembang. 1979 : 194). Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. 4. Pendidikan pembangunan. ekonomis. Kegiatan gotong royong petani. Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian. .

Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional.1. Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Di dalam bidang industri. Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya. 2.4. sekali produksi telah . yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. 1979: 30). Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian. Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. 5. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan.

jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar. dan dapat menciptakan pengangguran. akan mengalir setiap hari Akan tetapi lain halnya dengan petani. • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. Penduduk bertambah menurut deret ukur. Persedian tanah pertanian yang makin kecil Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun Bertambahnya pengangguran Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutanghutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. setiap minggu. sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. untuk keperluan sehari-hari seorang petani. . 3. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. 2. misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual. Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. 4. sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. baik itu untuk bibit. Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit.berjalan maka penerimaan dari penjualan sebagaimana mengalirnya hasil produksi. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil.

Apa yang sama diantara mereka adalah. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. Pembangunan Pertanian Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas. maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960). sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat. Di masa lalu.Inilah yang menjadi sebab. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. tetapi dalam kerja. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya. 2.2. dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk. dan begitu sama sifatsifatnya satu dari yang lain. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain. maka . dengan orientasi pada peningkatan produksi. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai.

bibit unggul. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. Dalam hal ini. Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara . dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern. produktivitas. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan.yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. maka peluasan lahan akan semakin sempit. tenaga kerja. karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. Hal ini memang sesuai pada masa itu. Akan tetapi dewasa ini. Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri. orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar). tanah dan modal.

Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. 2. sosial budaya dan lain-lain. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. terutama di daerah-daerah. Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian. ekonomis.3. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda. Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. 1979 : 194). Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian. sarana transportasi. Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar. Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan. Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik.lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. pertanian dapat berjalan terus tapi statis. Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. A.T. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : .

Hallet. Graham. Diposkan oleh ary ian di 04. West. Malang. Hayami.. Teknologi yang senantiasa berkembang. Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian.. Petani Indonesia dalam Menghadapi Persaingan Global Universitas Brawijaya. 2004. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional. 1986. Mubyarto. Yujiro. J. Seokartawi. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian. 2. 3.. Adanya perangsang produksi bagi petani. Irwin Inc. DAFTAR PUSTAKA Doll. Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. LP3ES. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1. 2001. Oxford University Inc. P. Pengantar Ekonomi Pertanian. Development Economics. 4. The Economics of Agricultural Policy. Economics of Agricultural Production Market and Policy.. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani. 3.17 0 komentar Pertanian. From the Poverty to the Wealth of Nations Second Edition. Kredit produksi. 5. New York. Oxford: Basil Blackwell. V.1. Kegiatan gotong royong petani. Pendidikan pembangunan. Home III: Richard D. J. 1979. Yogyakarta. 5. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani.G. 1971.. Sektor Besar yang Terlupakan . 2. 4. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. Rhodes. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian.

masyarakat awam pasti sepakat bahwa negara agraris sebesar Indonesia tidak akan maju dan beranjak ke mana-mana jika kebijakan yang dirumuskan justru mengabaikan pembangunan pertanian. Pertama. Ketiga tema tersebut adalah (1) kesejahteraan. pada saat menyebutkan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010-2014 atau prioritas nasional. melalui langkah strategis keadilan untuk semua. Senin 30 Agustus 2010 Oleh Bustanul Arifin Pada pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Investor Daily. Itulah pertanian. (2) demokrasi. 16 Agustus lalu. dan (3) keadilan. Pertanian adalah sektor besar yang selama ini memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja 43% dan kontribusi 16% terhadap produk domestik bruto (PDB). secara substansial pertanian memang dianggap tidak relevan dalam pidato yang mengusung tiga tema besar yang amat-sangat luas dan strategis. ternyata hasilnya masih belum membawa kesejahteraan bagi petani sebagai pelaku utamanya. Terlalu besar risiko yang akan ditanggung bangsa Indonesia. kata pertanian sama sekali tidak disebutkan. dengan potensi pengganda {multiplier) pada sektor lain yang luar biasa. melalui peningkatan kualitas demokrasi. penanggulangan kemiskinan. menganggap bidang ini tidak relevan pada pembangunan kesejehteraan bangsa. pada saat mengklaim bahwa "bangsa Indonesia memiliki ketahanan pangan yang semakin kuaf walau sama sekali tanpa dukungan data dan fakta. Bagi stakeholders atau pemangku kepentingan bidang pertanian. Siapa pun perumus konsep pembangunan yang konon inklusif tersebut. berupa reformasi birokrasi dan tata kelola. pada pidato tersebut. Pertama. Kedua. Jangankan disinggung. jika konsep development for all yang diusung Kabinet Indonesia Bersatu Jilid2 justru melupakan pertanian. Serempak dan Terintegrasi . Tidak harus mengutip teori-teori ekonomi pembangunan. dan ketahanan pangan. Apalagi jika diabaikan dan dilupakan. pendidikan. Presiden SBY memang menyebut kata "ketahanan pangan dua kali. ia atau mereka masih perlu banyak turun ke lapangan agar strategi yang ditawarkan kepada Presiden SBY lebih mendekati kenyataan. kesehatan. ada bidang yang terlupakan. Walaupun sektor pertanian telah dibangun dengan susah payah. melalui pembangunan untuk semua. Banyak analisis menafsirkan mengapa pertanian terlupakan pada suatu momen besar kenegaraan yang ditunggu rakyat banyak serta disaksikan jutaan pemirsa televisi di seluruh Tanah Air. pemerintahan dan pelayanan publik. adalah sesuatu yang tentu sangat menyakitkan.

perkebunan. Peningkatan produksi yang besar sekalipun masih sulit untuk mengangkat petani dari belenggu kemiskinan apabila persoalan penguasaan lahan tidak dapat dipecahkan. karena demikian banyak pelaku yang terlibat. pada awal masa kepemimpinannya. Dalam bahasa ekonomi modern. Justru hal sebaliknyayang amat diperlukan. dan realisasinya berbicara lain. hortikultura.5 hektare atau kurang telah bertambah mencapai 9. jika para tengkulak lebih berkuasa atau jika tiba-tiba harga pertanian global anjlok. peternakan. implementasi kebijakan untuk mewujudkan sasaran tersebut memang tidak mudah. tanpa diikuti stabilisasi harga di tingkat petani yang memadai. Berbeda dengan sektor industri manufaktur dan jasa.5% dari total). Kompleksitas seperti ini akan selalu menjadi momok menakutkan bagi kaum elite picik yang hanyaberpikir ingin menikmati hasil kebijakan instan. upaya peningkatan produksi tersebut belum tentu dapat memperbaiki kesejahteraan petani. Laporan-laporan peningkatan produksi pangan. Namun. bahwa sektor pertanian menjadi pengganda pendapatan dan pengganda tenaga kerja. fenomena seperti ini justru lebih mudah dijumpai. Apalagi. para pengambil kebijakan tentu tetap harus menyadari bahwa membangun pertanian itu memang perlu serentak dan komprehensif. ketidakpercayaan terhadap sektor pertanian karena kompleksitas yang tinggi. . Pada tingkat daerah. Hampir seluruh daerah dan provinsi meletakkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan pada RPJM daerah. pertanian dianggap telah maju dan berhasil karena laporan yang menggiurkan. namun di lapangan.34 juta rumah tangga petani (atau 53. Implementasi kebijakan peningkatan produksi dan produktivitas mungkin cukup jelas dan mudah diukur dengan sekian macam intervensi yang harus dilakukan. misalnya peningkatan kesejahteraan petani. Sekian macam instrumen kebijakan harus dilaksanakan secara serempak dan terintegrasi. tidak cukup hanya dengan sekali pukul satu kebijakan. Presiden SBY pernah mencanangkan strategi revitalisasi pertanian sebagai mantra ajaib peningkatan produksi dan pemihakan kebijakan kepada petani dan pertanian.Kedua. dengan efisiensi yang tidak terlalu tinggi. Para perumus kebijakan atau elite politik yang tidak sabar dan ingin melihat hasil instan biasanya melupakan pembinaan pertanian karena hasil kebijakan baru dinikmati sekian tahun kemudian. sekian tujuan akan tercapai. alokasi anggaran. pembinaan dan pemberdayaan sektor pertanian memerlukan biaya transaksi yang besar karena nyaris pada setiap tahapan kegiatan harus dilakukan pelaku atau lembaga yang berbeda. sektor pertanian memang kompleks. dan perikanan akhir-akhir ini mungkin cukup memukau Presiden SBY. Walaupun mereka paham secara teori. untuk mencapai satu tujuan. Revitalisasi Pertanian Ketiga. Akan tetapi. Belum lagi jika ditambah dengan fakta terakhir tentang penguasaan lahan petani yang semakin menyusut Jumlah petani pangan yang hanya menguasai lahan 0.

juga belum mampu mewujudkan konsep justice for all sebagaimana diucapkan dalam Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2010 ter-sebut. jika menyebutkan istilah ketahanan pangan yang jauh lebih kompleks dan berdimensi luas. seperti sistem produksi pangan yang disebutkan di atas. Operasi pasar murah direncanakan secara serempak di beberapa tempat. kekhilafan tidak menyebutkan sektor pertanian itu hanya masalah kemasan saja. ternyata kedodoran di sana. Salah satu contoh kecil yang dapat dilakukan ke depan dalam mencapai sasaran revitalisasi pertanian adalah bagaimana realisasi rencana mewujudkan 15 juta lahan pertanian pangan. daya saing bangsa di tingkat global dan sebagainya. dikendalikan di sini. Dengan kata lain. Pertanian tetap menjadi pengganda pendapatan dan pengganda tenaga kerja. Masih cukup banyak cara dan langkah kebijakan untuk memulihkan kepercayaan publik bahwa pemerintah betul-betul masih akan berpihak pada sektor pertanian. jelas fondasi pertanian Indonesia masih belum stabil. Terlalu naif jika masih ada yang beralasan tidak mampu menegakkan dan melaksanakan UU 41/2009 tersebut hanya karena peraturan pemerintah (PP) yang lebih operasional belum ada. seperti reforma agraria yang dicanangkan Presiden SBY pada periode pertama. Semoga saja. sektor pertanian tetap tak bisa diabaikan. melainkan menyangkut kecukupan gizi dan protein penduduk Indonesia. Ketika akhir-akhir ini terdapat lonjakan harga pangan yang liar. strategi revitalisasi pertanian yang dicanangkan pada periode pertama dulu masih jauh dari sempurna. bukan karena ketidakpedulian atau penga-cuhan yang pasti memiliki implikasi politik jauh lebih buruk. dan sebagainya. walaupun menurut laporan media. Meski menghadapi berbagai kerumitan. J . Apalagi kini Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Demikian pula jika memperhitungkan sesuatu yang lebih rumit. karena bukan hanya menyangkut urusan permintaan dan penawaran pangan. apalagi dilupakan. pihak seakan terpukau dengan data fisik produksi secara makro tersebut.Banyak. sehingga tidak selayaknya sektor pertanian diabaikan. tanpa pernah berusaha memahami kesulitan riil petani di tingkat mikro. Belum lagi. pemerintah kemudian bereaksi secara panik. pasar murah itu sepi peminat. Dari sesuatu yang paling sederhana. baik karena tren permintaan yang memang tinggi dan suplai yang cenderung menurun terutama karena prakiraan bulan basah La Ninayang masih sampai November 2010. pembangunan pertanian memang belum dapat dikatakan maju dan berhasil.

Plato hidup pada abad keempat sebelum Masehi mencerminkan pola pikir tradisi kaum ningrat. 2. kaidah-kaidah hukum. Inti pemikiran Xenophon adalah pertanian dipandang sebagai dasar kesejahteraan ekonomi. etika atau aturan-aturan moral. 3. maka uang menjadi mandul atau tidak produktif.Pemper pak Harris Sejarah Pemikiran Ekonomi Praklasik. masyarakat Yunani telah menjelaskan tentang rincian petunjuk-petunjuk tentang cara-cara berekonomi. dan menjadi dasar analisis ilmuwan modern sebab analisisnya berpangkal dari data. Aristoteles merupakan tokoh pemikir ulung yang sangat tajam. pelayaran dan perniagaan yang dianjurkan untuk dikembangkan oleh . melalui tukar-menukar. uang hanya sebagai alat tukar-menukar saja. Plato menyadari bahwa produksi merupakan basis suatu negara dan penganekaragaman (diversivikasi) pekerjaan dalam masyarakat merupakan keharusan. Konsep pemikiran ekonominya didasarkan pada konsep pengelolaan rumah tangga yang baik. sejarawan dan murid Socrates yang mengarang buku Oikonomikus (pengelolaan rumah tangga). Inilah awal dasar pemikiran Prinsip Spesialisasi kemudian dikembangkan oleh Adam Smith. jika menumpuk kekayaan dengan jalan minta/mengambil riba. 4. Xenophon seorang prajurit. karena tidak seorang pun yang dapat memenuhi sendiri berbagai kebutuhannya. Klasik. Sosialis dan Neoklasik Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Perintis Sosialis 1. Aristoteleslah yang membedakan dua macam nilai barang. yaitu nilai guna dan nilai tukar. Konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis ditemukan terutama dalam ajaran-ajaran agama. Misalnya dalam kitab Hammurabi dari Babilonia tahun 1700 sM. Ia menolak kehadiran uang dan pinjam-meminjam uang dengan bunga. Ia memandang rendah terhadap para pekerja kasar dan mereka yang mengejar kekayaan.

tetapi menganjurkan persaingan. THOMAS AQUINAS (1225-1274) seorang filosof dan tokoh pemikir ekonomi pada abad pertengahan. yang selanjutnya akan mendorong perdagangan internasional. 5. proteksionisme serta politik kolonial. Proteksi industri yang menganjurkan persaingan dalam negeri. dan menjaga rencana perdagangan . mengemukakan tentang konsep keadilan yang dibagi dua menjadi keadilan distributife dan keadilan konvensasi. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Merkantilis 1. Pemikiran ekonomi kaum merkantilis merupakan suatu kebijakan yang sangat melindungi industri. upah yang adil dan harga yang layak ini merupakan masalah yang terus-menerus diperdebatkan dalam ilmu ekonomi. dalam negeri. sementara itu terjadi pembatasan-pembatasan yang terkontrol dalam kegiatan perdagangan luar negeri. 5. Pemikiran-pemikiran ekonomi lahir pada kaum merkantilis disebabkan adanya pembagian kerja yang timbul di dalam masyarakat. Ke luar masuknya logam-logam mulia mempengaruhi tingkat harga di dalam negeri serta jumlah uang yang beredar. 4. dan tingkat upah yang rendah mendorong ekspor. konsep perbudakan dan sektor pertambangan menjadi milik bersama. dan kecepatan uang beredar. spesialisasi dan pembagian kerja. 2. 3. dengan menegakkan hukum Tuhan maka dalam jual-beli harus dilakukan dengan harga yang adil (just-price) sedang bunga uang adalah riba. ditujukan dengan neraca perdagangan luar negeri yang menguntungkan . Kebijakan ekonomi lebih bersifat makro.negara. hal ini berhubungan dengan tujuan proteksi industri di dalam negeri. kebijakan kependudukan yang mendorong keluarga dengan banyak anak. Tetapi masalah riba. modal patungan dalam usaha. Teori kuantitas uang didasarkan pada jumlah uang yang beredar mempengaruhi tingkat bunga dan tingkat harga barang. kegiatan industri di dalam negeri dengan tingkat upah yang rendah. Merkantilis merupakan model kebijakan ekonomi dengan campur tangan pemerintah yang dominan. pembagian kerja secara teknis dan pembagian kerja teritorial.

classe des froprietaires dari kaum pemilik tanah. tetapi dikemukakan atas transaksi barter dengan nilai alat tukar dapat berubah-ubah karena jumlahnya. Inti pemikiran utama dalam mazhab Pisiokrat adalah dituangkan dalam tabel ekonomi yang terdiri dari classe productive dari kaum petani. 4. Pemikiran ekonomi kaum Pisiokrat yang menonjol dalam perkembangan ilmu ekonomi selain lingkaran arus ekonomi dalam tabel ekonomi yaitu tentang teori nilai dan harga yang terbagi menjadi tiga yaitu harga dasar barang-barang. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik . Teori uang sebagai tabir yang mempersulit pengamatan fenomena ekonomi. Namun demikian pemikiran ini merupakan gagasan ke arah menemukan dasar satuan perhitungan yang ia. tokoh pemikir yang paling terkenal pada mazhab ini adalah Francois Quesnay.yang menguntungkan. Mazhab Pisiokrat tumbuh sebagai kritik terhadap pemikiran ekonomi Merkantilis. 2. Sumbangan pemikiran yang terbesar dalam perkembangan ilmu ekonomi adalah hukum-hukum alamiah. classe sterile atau classe stipendile yang meliputi kaum pedagang dan industriawan dan classe passieve adalah kaum pekerja. dan menjelaskan arus lingkaran ekonomi. 3. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Pisiokrat 1. hal ini dilakukan dalam usaha meningkatkan peranannya dalam perdagangan internasional dan perluasan-perluasan kolonialisme. Teori uang yang dikemukakannya adalah sebagai tabir uang (money is veil) dan perlunya pengenaan pajak untuk kepentingan ekonomi. Sumbangan pemikiran ahli Pisiokrat lain yaitu Jaques Turgot mempunyai dua sumbangan utama terhadap pemikiran ekonomi yakni teori uang sebagai tabir. harga penjualan dan harga yang harus dibayar konsumen. dan teori fruktifikasi.

dan kebebasan individulah yang menjadi inti pengembangan kekayaan bangsa. di mana masyarakat senantiasa secara otomatis akan mencapai keseimbangan pada tingkat full employment. Politik ekonomi kaum klasik merupakan politik ekonomi laissez faire. Asas pengaturan kehidupam perekonomian didasarkan pada mekanisme pasar. pemikiran pesimistik dan individu serta negara. . Ia sering bertukar pikiran dengan Quesnay dan Turgot dan Voltaire. inisiatif dan perusahaan orang-perorangan. dengan perkataan lain secara normatif. dan bertolak dari suatu metode alamiah. guru besar dalam ilmu falsafah di Universitas Edinburgh. prinsipil tidak berbeda dengan filsafat mazhab pisiokrat. dan dengan keseimbangan yang bersifat otomatis. Adam Smith adalah seorang pemikir besar dan ilmuwan kelahiran Kirkaldy Skotlandia tahun 1723. Filsafat kaum klasik mengenai masyarakat. Politik ini menunjukkan diri dalam tindakan-tindakan yang dilakukan oleh mazhab klasik. Ruang lingkup pemikiran ekonomi klasik meliputi kemerdekaan alamiah. Kaum klasik juga memandang ilmu ekonomi dalam arti luas. 4. Teori harga merupakan bagian sentral dari mazhab klasik.1. dengan demikian politik ekonomi klasik pada prinsip laissez faire. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik Adam Smith (1723-1790) 1. Jadi dalam susunan kehidupan ekonomi yang didasarkan atas milik perseorangan. kaum klasik mendasarkan diri pada tindakantindakan rasional. Landasan kepentingan pribadi dan kemerdekaan alamiah. Dan dengan melalui mekanisme permintaan dan penawaran itu akan menuju kepada suatu keseimbangan (equilibrium). yang kemudian semakin diarahkan kepada masalah-masalah ekonomi. 2. mengritik pemikiran ekonomi sebelumnya. perhatiannya bidang logika dan etika. dan mengajarkan bahwa proses produksi dan pembagian pendapatan ditentukan oleh mekanisme pasar. 3.

dan lahan lama-kelamaan menjadi kurang subur. laba bagi pemilik modal dan sewa untuk tuan tanah. Smith berpendapat bahwa pembagian kerja sangat berguna dalam usaha meningkatkan produktivitas. Pembagian kerja akan mengembangkan spesialisasi. Teori nilai yang digunakan Adam Smith adalah teori biaya produksi. Adam Smith adalah pakar utama dan pelopor dalam mazhab Klasik. 3. Jean Batiste Say adalah seorang pakar ekonomi kelahiran Perancis yang berasal dari keluarga saudagar dan menjadi pendukung pemikiran Adam Smith. Dengan demikian. Malthus dan David Ricardo 1. walaupun semula menggunakan teori nilai tenaga kerja. Say. tenaga kerja. yakni harga alamiah dan harga pasar dalam jangka panjang harga pasar akan cenderung menyamai harga alamiah. sedangkan tingkat upah menurun. sehingga tercipta dua macam harga. Karya Say yaitu theorie des debouchees (teori tentang pasar dan pemasaran) dan dikenal sebagai Hukum Say (Say’s Law) yaitu . dan dengan teori tersebut timbul konsep paradoks tentang nilai. Pertambahan penduduk berarti meningkatkan tenaga kerja. Karya besar yang disebut di atas lazim dianggap sebagai buku standar yang pertama di bidang pemikiran ekonomi gagasannya adalah sistem ekonomi yang mengoperasionalkan dasar-dasar ekonomi persaingan bebas yang diatur oleh invisible hand. 4. dengan asumsi berlaku dana upah. dalam hal ini meningkatkan permintaan dan perluasan pasar. keterampilan dan modal. Tingkat sewa tanah akan meningkat. menegakkan keadilan dan menyiapkan sarana dan prasarana kelembagaan umum.2. Barang mempunyai nilai guna dan nilai tukar. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik: J. sedangkan persaingan tingkat laba menurun yang akhirnya mencapai kegiatan ekonomi yang stationer. Ongkos produksi menentukan harga relatif barang. pemerintah bertugas melindungi rakyat. Sumber kekayaan bangsa adalah lahan.B. Say memperbaiki sistem Adam Smith dengan cara yang lebih sistematis serta logis. timbul persoalan pembagian pendapatan yakni upah untuk pekerja.

Malthus adalah seorang ilmuwan di bidang teologi yang kemudian memusatkan perhatiannya kepada masalah-masalah ekonomi dalam perkembangan masyarakat. pemikirannya didasarkan atas hipotesis yang dijadikan kerangka acuannya untuk mengkaji berbagai permasalahan menurut pendekatan logika. Yang mungkin terjadi menurut Say ialah kelebihan produksi yang sifatnya sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi). Inggris. teori perdagangan internasional dan. pembagian kerja. Malthus adalah alumnus dari University of Cambridge. Ricardo adalah seorang Pemikir yang paling menonjol di antara segenap pakar Mazhab Klasik. PEMIKIRAN EKONOMI MAZHAB SOSIALIS Sejarah Pemikiran Mazhab Sosialis dan Kritik terhadap Pemikiran Ekonomi Klasik 1. Teori Malthus pada dasarnya sederhana saja. teori sewa tanah. teori kependudukan. Kelahiran yang tidak terkontrol menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan bahan makanan bertambah secara deret hitung. teori bunga dan laba. Menurut Say dalam perekonomian bebas atau liberal tidak akan terjadi “produksi berlebihan” (over production) yang sifatnya menyeluruh. Kritik yang dikemukakan oleh mazhab sosialis berhubungan dengan doktrin laissez faire dengan pengendalian tangan tak kentara (invisible hand) dan intervensi pemerintah. Thomas Robert Malthus dilahirkan tahun 1766 di Inggris. 3. tempat ia menyelesaikan pelajaran dalam ilmu matematika dan ilmu sejarah klasik. Pemikiran yang dibahas adalah tentang teori nilai.supply creats its oven demand tiap penawaran akan menciptakan permintaanya sendiri. 2. metode pendekatannya hampir seluruhnya deduktif. Ia sangat terkenal karena kecermatan berpikir. dan the law of deminishing return. Malthus diangkat menjadi Profesor of History and Political Economy di East India College. sepuluh tahun sebelum Adam Smith menerbitkan The Wealth of Nations dan meninggal tahun 1834. teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi. David Ricardo telah mengembangkan pemikiran-pemikiran Adam Smith secara lebih terjabar dan juga lebih sistematis. Teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat kelompok permasalahan yaitu: teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah. teori tentang nilai dan harga. begitu juga pengangguran total tidak akan terjadi. . Bagian yang paling penting dalam pola dasar pemikiran Malthus dan kerangka analisisnya ialah menyangkut teori tentang sewa tanah dan teori tentang penduduk dengan bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of Population. Dan pendekatannya teoretis deduktif.

dan kawin yang selalu dikaitkan dengan kemampuan ekonomi. dasar sistem ekonomi klasik adalah laissez faire. Karena hipotesisnya belum didukung dengan data empirik. bebannya sangat berat dalam mempelajari falsafah. hukum lahan yang semakin berkurang. Para pengritik mazhab klasik terutama dari Lauderdale. Lauderdale mengajukan kritik bahwa nilai barang ditentukan oleh kelangkaan dan permintaan. dipelajari oleh Mill. Pemikiran John Stuart Mill banyak dipengaruhi oleh Jeremy Bentam yang beraliran falsafah utilitarian. 5. Sismonde mengajukan keberatan terhadap teori kependudukan Malthus. sedangkan Muller dan List melihat bahwa nilai barang ditentukan juga tidak hanya oleh modal fisik. juga memperkenalkan human capital investment yaitu keterampilan. Mesin mempunyai fungsi untuk menggantikan tenaga kerja manusia. menurut beliau hal-hal yang menjadi karunia alam tidak mempunyai nilai. Sementara itu pemikiran ekonomi sosialis mulai berkembang. hipotesis kependudukan Malthus. Muller berpendapat bahwa pembagian kerja telah membawa pekerjaan ke dalam perbudakan dan tenaga kerja menjadi mesin. Dalam era inilah pemikiran Mill dituangkan dalam bukunya yang berjudul Principle of Political Economy. Sismonde berpendapat bahwa pembagian kerja skala produksi menjadi semakin besar dan tidak dapat dikendalikan sehingga terjadi kelebihan produksi. dengan pemikiran yang eklektiknya. Carey. teori dana upah mendapat tantangan. Sumbangan yang paling besar Mill adalah metode ilmu ekonomi yang bersifat deduktif dan bersama dengan metode induktif. kecuali telah diolah manusia. Mill menjelaskan bahwa hukum yang mengatur produksi lain dengan hukum distribusi pendapatan. tetapi telah menggunakan sisi permintaan melalui teori elastisitas. aspek mesin tidak selalu mempunyai keuntungan dalam meningkatkan kekayaan bangsa. dan tidak mungkin dapat dikendalikan dengan cara-cara yang dikemukakan Malthus. di samping itu pembahasannya tentang teori nilai tidak melihat dari biaya produksi. . 3. sebab sangat tergantung pada kemauan manusia dan kesempatan kerja. Carey berpendapat pertambahan modal lebih cepat dari pertambahan penduduk. dan kritiknya karena asumsi bahwa negaralah yang berhak untuk mengatur kekayaan bangsa. List dan Bastiat. Malthus dan Ricardo. Demikian juga Carey melihat tentang teori nilai dari segi teori biaya reproduksi. politik dan ilmu sosial. yang menjadikan mental breakdown. 4. Sismonde.2. kerajinan dan moral tenaga kerja dalam meningkatkan produktivitas. sedangkan Bastiat bahwa faktor-faktor yang menentukan nilai barang adalah besarnya tenaga kerja yang dikorbankan pada pembuatan barang. Kritik terhadap ekonomi klasik terutama pada Smith. tetapi juga oleh modal spiritual dan modal mental. Pemikiran List bukan pembagian kerja yang paling penting tetapi mengetahui dan menggunakan kekuatan-kekuatan produktif dalam usaha meningkatkan kekayaan bangsa. 6.

Karl Marx dilahirkan di Treves Jerman dan seorang keturunan Yahudi. Engels bertemu dengan Marx tahun 1840 di Paris. James Harrington. Teori tentang perkembangan ekonomi menurut Marx sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga bagian. ketiga teori tentang tingkat laba yang cenderung menurun. Ekonomi Mazhab Sosialis Ilmiah 1. kedua teori tentang proses kesengsaraan/pemiskinan yang meluas (die verelendung atau increasing misery). Saint Simon (1760-1825). Menurut teori konsentrasi perusahaan-perusahaan makin lama makin besar. Dari pandangan pemikiran yang revolusioner Karl Marx dan Enggel pemikiran ini biasa disebut kaum sosialis ilmiah dan ada yang tetap mempertahankan dengan cara-cara yang bersifat ideal dan terlepas dari kekuasaan politik disebut sosialis utopis dengan dipelopori oleh Thomas More. sewaktu Marx hidup dalam pembuangan. 4. Friedrich Engels. dan Thomas Campanella (1623) dalam bukunya Negara Matahari (Civitas Solis).. Louis Blanc mengusahakan agar didirikan ateliers sociesux yakni pabrik-pabrik yang dihimpun negara. Nalurinya tergugah oleh apa yang diamatinya dan disaksikannya sendiri mengenai kehidupan masyarakat dalam lingkungan kawasan industri di Jerman dan di Inggris. Ia belajar di Universitas Bonn kemudian di Universitas Berlin di Jerman dan memperoleh sarjana bidang Filsafat. sedangkan jumlahnya makin sedikit. Perusahaan-perusahaan besar bersaing dengan perusahan kecil maka perusahaan kecil akan kalah dalam persaingan dan kemudian perusahaan kecil lenyap. Francis Bacon dalam bukunya Nova Atlantis (1623). Perkataan Utopis berasal dari judul buku Thomas More dalam tahun 1516 Tentang Keadaan Negara yang Sempurna dan Pulau Baru yang Utopis. keluarganya memiliki sejumlah perusahaan industri tekstil di Jerman maupun di Inggris. Francis Bacon. Sejak usia muda Engels menaruh minat terhadap ilmu falsafah dan ilmu pengetahuan masyarakat. Oliver Cromwell. dari Perancis bukunya The New Christianity dan Charles Fourier (1772-1837) bercita-cita menciptakan tata dunia baru yang lebih baik bukan dengan kotbah tetapi dengan model percontohan. berasal dari kalangan usahawan besar di Jerman. Gerard Winstanley. pertama pemikirannya tentang proses akumulasi dan konsentrasi. 2. Pierre Joseph Proudhom (1809-1865 ) Beliau yakin akan asas persamaan dan lama sekali tidak setuju dengan hak milik pribadi terhadap perusahaan. Dalam masa studinya ia banyak dipengaruhi oleh Friedrich Hegel seorang Filosof Besar Jerman bidang falsafah murni. 2. 3. 3.Ekonomi Mazhab Sosialis Utopis 1. Ia seorang ilmuwan dan pemikir besar bidang filosof serta Pemimpin Sosialisme Modern. Thomas Campanella. Timbullah perusahaan- .

Sedangkan teori akumulasi menyatakan bahwa para pengusaha raksasa semakin lama semakin kaya dan menumpuk kekayaan yang terkonsentrasi pada beberapa orang. Dasar pemikiran mazhab neoklasik pada generasi kedua lebih akurasi dan tajam karena bila dibandingkan dengan pemikiran ekonomi pada kelompok generasi pertama neoklasik. Jevons berpendapat bahwa perilaku individulah yang berperan dalam menentukan nilai barang. Para pengusaha kecil dan golongan menengah menjadi orang miskin. b) tingkat produktivitas tenaga kerja. dan para pengusaha kecil akhirnya jatuh miskin dan pengusaha kecil yang berdiri sendiri menjadi proletariat. Jevons dan Menger juga mengembangkan teori nilai dari kepuasan marjinal. Hal ini dapat terjadi karena pemikiran generasi . 3. dan c) perimbangan bagian nilai surplus untuk konsumsi terhadap bagian yang disalurkan sebagai tambahan modal. Teori nilai tidak lagi didasarkan pada nilai tenaga kerja atau biaya produksi tetapi telah beralih pada kepuasan marjinal (marginal utility). 2. jumlah modal. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang baru dalam teori ekonomi. konsumsi dan distribusi. Asumsi yang digunakan Walras adalah persaingan sempurna.perusahaan raksasa. Salah satu pendiri mazhab neoklasik yaitu Gossen. tenaga kerja. Dalam sistem itu terjadi keterkaitan antara berbagai aktivitas ekonomi seperti teori produksi. Hukum Gossen I menjelaskan hubungan kuantitas barang yang dikonsumsi dan tingkat kepuasan yang diperoleh. sedangkan Hukum Gossen II. Dan perbedaan preferences yang menimbulkan perbedaan harga. sedangkan teknologi produksi dan selera konsumen tetap. 5. Mazhab neoklasik telah mengubah pandangan tentang ekonomi baik dalam teori maupun dalam metodologinya. Sejauhmana proses akumulasi yang dimaksud di atas bisa berjalan tergantung dari a) tingkat nilai surplus. Selain Gossen. Jika terjadi perubahan pada salah satu asumsi ini maka terjadi perubahan yang berkaitan dengan seluruh aktivitas ekonomi Teori Produktivitas Marjinal 1. dia telah memberikan sumbangan dalam pemikiran ekonomi yang kemudian disebut sebagai Hukum Gossen I dan II. dan lahan terbatas. Pemikiran yang sangat mengagumkan yang disusun oleh Walras tentang teori keseimbangan umum melalui empat sistem persamaan yang serempak. PEMIKIRAN EKONOMI NEOKLASIK Perintis Analisis Marjinal 1. menurut dia nilai suatu barang ditentukan oleh tingkat kepuasan terendah yang dapat dipenuhinya. bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatannya untuk berbagai jenis barang yang diperlukannya. Dengan teori orde barang ini maka tercakup sekaligus teori distribusi. Sedangkan Menger menjelaskan teori nilai dari orde berbagai jenis barang.

Hal ini dikaitkan pula dengan bentuk kurva ongkos rata-rata. maka digunakannya asumsi ceteris paribus. Lingkupan telah berkembang dari produksi. ditafsirkan oleh J. meningkat atau menurun. Tingkat bunga merupakan marginal rate of return over cost. Clark mempunyai pendapat bahwa barang-barang sekarang mempunyai nilai lebih tinggi daripada masa depan. Selanjutnya. oleh Wicksell. bekerjanya kedua kekuatan. Dengan teori produktivitas marjinal upah tenaga kerja. Hal ini merupakan sumbangan besar dalam pembahasan ongkos perusahaan dan industri.B Clark mempunyai nilai etik. pada saat ongkos rata-rata sampai pada titik minimum. Clark dapat menjadi sumber inspirasi dari perkembangan ilmu ekonomi dalam menjelaskan teori distribusi fungsional. Pemikiran lain yang menjadi sumber kontroversi seperti pandangan Bohm Bawerk telah menimbulkan kontroversi pula tentang hubungan antara modal dan bunga. Pertentangan pemikiran antara para ahli neoklasik seperti J. yang dipengaruhi oleh kekuatan subjektif dan objektif. Pemikiran Marshall sebagai Bapak Ekonomi Neoklasik 1. laba serta lahan dan bunga ditetapkan dengan objektif dan adil. dan distribusi yang lebih umum beralih pada penjelasan yang lebih tajam. yang secara langsung membantah teori eksploitasi.kedua menjabarkan lebih lanjut perilaku variabel-variabel ekonomi yang sudah dibahas sebelumnya. Pada saat kurva ongkos ratarata menurun. yakni permintaan dan penawaran. Kontroversi ini pun timbul dari pandangan J. apakah setiap pekerja mendapat upah sama dengan PPMt nya? 3. Untuk memudahkan pembahasan keseimbangan parsial. ibarat bekerjanya dua mata gunting. 4. bunga juga dipengaruhi oleh produktivitas melalui keunggulan teknik. Menurutnya.B. sedangkan untuk memperhitungkan unsur waktu ke dalam . Bohm Bawerk memberikan adanya premium atau agio. pada kurva produksi terjadi keadaan decreasing returns. Fisher memberi sumbangan pula pada tingkat bunga. Sumbangan yang paling terkenal dari pemikiran Marshall dalam teori nilai merupakan sitetis antara pemikiran pemula dari marjinalis dan pemikiran Klasik.B. sebenarnya pada fungsi produksi terjadi proses increasing returns. Penggunaan pendekatan matematis dalam analisis ekonomi terutama dalam fungsi produksi semakin teknis. Tetapi masalahnya. karena kebutuhan sekarang lebih tinggi daripada masa datang. dan pada saat kurva ongkos naik. Dengan demikian. Tetapi. analisis ongkos produksi merupakan pendukung sisi penawaran dan teori kepuasan marjinal sebagai inti pembahasan permintaan. dan dengan penggunaan asumsi-asumsi yang dialaminya juga bertambah seperti dalam kondisi skala tetap. Fisher melihat dari arus pendapatan masa depan perlu dinilai sekarang. Tetapi. 2. Clark. Fisher menjelaskan pula terjadinya bunga melalui permintaan dan penawaran terhadap tabungan dan investasi. karena itu timbullah bunga. konsumsi. pada fungsi produksi berlaku asumsi constant return to scale.

Mazhab Institusionalisme 1. Marshall menjelaskan pula mengapa kurva ongkos total rata-rata menurun dan meningkat. dan jangka panjang. Nilai koefisien ini dapat sama dengan satu. lebih besar dan lebih kecil dari satu. Robert Giffen telah dapat membantu penyelesaian kaitan konsumsi dan pendapatan dengan permintaannya terhadap barang-barang. Dengan demikian. Jika itu terjadi maka terjadi surplus konsumen. tetapi jika berubah harga menjadi independen. tetapi karena orangnya sangat teliti dan modes. analisisnya. 4. Pemikiran Alfred Marshall mahir dalam menggunakan peralatan matematika ke dalam analisis ekonomi. karena setiap usaha yang dilakukan untuk kembali ke posisi seimbang ternyata membuat tingkat harga dan jumlah barang menjauhi titik keseimbangan. Dalam pembahasan sisi permintaan. Dia memahami. dia tidak mau cepatcepat menerbitkan bukunya. terutama bagi industri-industri yang struktur ongkosnya telah meningkat. Peranan substitusi kemudian diselesaikan oleh Slurtky. maka catatan-catatan matematikanya diletakkan pada bagian catatan kaki dan pada lampiran bukunya. maka Veblen tidak puas terhadap gambaran teoretis tentang perilaku individu dan masyarakat dalam pemikiran ekonomi ortodoks. terjadi kestabilan. pajak juga dapat digunakan untuk subsidi. Hal ini berkaitan dengan faktor internal dan eksternal perusahaan atau industri.2. maka kesejahteraannya tidak menurun. Jika variabel kuantitas independen. Pembahasannya tentang kepuasan marjinal telah mulai sebelum 1870. Keadaan tidak stabil itu terjadi jika kurva penawaran berjalan dari kiri-atas ke kanan-bawah. Inti pemikiran Veblen dapat dinyatakan dalam beberapa kenyataan ekonomi yang terlihat dalam perilaku individu dan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh motivasi ekonomi tetapi juga karena motivasi lain (seperti motivasi sosial dan kejiwaan). 5. Tetapi. ada dua masalah yang belum mendapat penyelesaian dalam hal sisi permintaan. yakni aspek barang-barang pengganti dan efek pendapatan. maka pasar diklasifikasikan ke dalam jangka sangat pendek. Dalam membahas kepuasan marjinal terselip asumsi lain. Bahwa konsumen keseluruhan mengeluarkan uang belanja lebih kecil daripada kemampuannya membeli. Tetapi. sehingga ditemukan Giffen Paradox. Marshall telah menghitung koefisien barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga secara relatif. maka keadaan menjadi tidak stabil. jangka pendek. Mekanisme permintaan dan penawaran dapat mendatangkan ketidakstabilan. bahwa untuk memudahkan pembaca. Marshall menemukan surplus konsumen. sebelum buku Jevons terbit. Pengertian ini dikaitkan pula dengan welfare economics. ilmu ekonomi menurut Veblen jauh . Selama pajak yang dikenakan pada konsumen lebih kecil daripada surplusnya itu. 3. yakni kepuasan marjinal uang yang tetap.

dan mencoba memasukkan segisegi kejiwaan. Muridmuridnya melanjutkan dan melakukan pengembangan terhadap pemikiranpemikirannya. sejarah. pandangan Veblen mendapat kritik. perilaku bisnis. Persaingan sempurna hampir tidak terjadi. dan banyak memberikan sumbangan dalam ekonomi perburuhan. Commons mencoba untuk melakukan perubahan sosial. Pandangannya terhadap ekonomi ortodoks adalah penolakannya pada lingkungan ekonomi yang sempit. Veblen melihat pengkajian ilmu ekonomi dari berbagai aspek ilmu sosial sehingga diperlukan interdisiplin. Mitchell berkeberatan terhadap asumsi-asumsi. Selanjutnya pandangan Veblen pada tahap awal sukar dipahami oleh ahliahli ekonomi. Dia lebih menekankan penelitian empirik dan menjelaskan data dengan deskriptif. Siklus-bisnis terdiri beberapa tahap. persaingan sempurna ditolaknya. Commons seorang pelopor ajaran ekonomi kelembagaan di Universitas Wisconsin. Oleh karena itu tidak semua pandangan Veblen disetujuinya. karena dia menggunakan istilah-istilah yang datang dari disiplin lain. penyempurnaan struktur dan fungsi pendidikan di kampusnya. karena itu dia tidak pernah menggunakannya sebagai teori dalam penelitian. Pendekatan sejarah. sosial dan politik dalam pembahasannya. reaksi-reaksi pengusaha terhadap perubahan laba. tetapi sebagai seorang sociologist. 2. depresi. Pandangan pemikiran Veblen yang utama bahwa teori-teori ekonomi ortodoks. maka peranan teknisilah yang menentukan proses produksi. dengan mempelajari sebab-sebab yang menjadi kumulatif secara evolusioner digunakannya dalam analisis siklus bisnis. andaian-andaian laba maksimal. yakni resesi. bahkan di samping pemikiran ekonomi ortodoks.lebih luas daripada yang ditemukan dalam pandangan ahli-ahli ekonomi ortodoks. pemulihan dan masa-masa makmur (boom). yang banyak terjadi adalah monopoli. . Karena dunia bisnis telah dikuasai oleh mesin. tetapi antara bisnismen dengan para teknisi. Namun demikian. Fluktuasi kegiatan ekonomi dapat diamati dari keputusan-keputusan pengusaha. andaian-andaian. Mitchell seorang ilmuwan sejati yang tidak terpengaruh oleh pemikiran lain ia mempunyai pandangan sendiri. Konflik-konflik yang terjadi bukan lagi antara tenaga kerja dan pemilik modal. 3. bukan persaingan harga. statik. Oleh karena itu pula Veblen mendapat tuduhan bukan sebagai seorang pemikir ekonomi. pandangan-pandangannya telah mendorong berkembangnya aliran ekonomi kelembagaan Amerika Serikat. seperti teori konsumsi. John R. hukum. 4. membawa akibat perluasan dan perubahan dalam metodologi. tetapi harga ditetapkan lebih tinggi. 2. Tindakan Kolektif dan Surplus yang tidak Produktif 1. Revolusi perkembangan pemikiran yang dikemukakan Veblen yaitu dengan memperluas lingkup pengkajian ilmu ekonomi. dan perilaku variabelvariabel ekonomi. logika yang abstrak ekonomi ortodoks.

Alat . Inovasi. Pengeluaran pemerintah dan pajak dapat mendorong ekonomi ke arah full employment. pendidikan. adat. dan transaksi distribusi. yakni ekonomi. Keseimbangan ekonomi yang statik dan stasioner itu mengalami gangguan dengan adanya inovasi. oleh karena keduanya mengandung unsur etika. Walaupun Schumpeter menggunakan andaian-andaian ekonomi ortodoks. karena terjadi under consumption dan over saving di dalam negeri. Pemikiran Gunnar Myrdal seorang ekonomi Swedia yang terbesar dewasa ini tertarik dengan pengkajian sosiologi. Hobson tentang kritiknya terhadap ekonomi ortodok.Teori harga dalam ekonomi ortodoks hanya berlaku dalam kondisi-kondisi khusus. Dalam transaksi tersebut. tetapi ekonomi tetap tumbuh. tetapi dia memasukkan aspek dinamik dengan mengkaji terjadinya fluktuasi bisnis. melibatkan aspek-aspek kebiasaan. tetapi bukan hubungan pertukaran. yakni transaksi pengalihan hak milik kekayaan. hipotesis tentang timbulnya imperialisme. Adanya ekonomi normatif dan positif tidak disetujuinya. Dia membagi tiga macam transaksi dalam pasar. dan perencanaan itu meliputi segala aspek. depresi. Dengan semakin meratanya pembagian pendapatan akan mendorong peningkatan produktivitas. kesehatan. 2. oleh karena teori itu terlalu sempit. Dalam pasar ekonomi ortodoks terjadi pertukaran. dan meningkatkan pendapatan pekerja dan peningkatan produktivitas. Dia mempelajari sebab-sebab terjadinya kemiskinan di negeri-negeri maju dan yang sedang berkembang. namun gangguan itu berusaha mencari keseimbangan baru. transaksi kepemimpinan. di mana terjadi resesi. Penemuan hari ini dapat dihancurkan oleh penemuan esok. recovery. dan akan terhindarlah ekonomi dari resesi. distribusi pendapatan yang senjang. Pandangan pemikiran J. dan boom. dan pasar bukanlah ukuran terbaik untuk menentukan ongkos sosial. meningkatnya konsumsi. Invensi dan inovasi merupakan kreativitas yang bersifat destruktif. Pembayaran terhadap faktor-faktor produksi dapat ditentukan atas kebutuhan cukup untuk meningkatkan produktivitas dan dengan memberikan kelebihan yang tidak produktif. maka diperlukan penanaman modal ke daerah-daerah baru. Perencanaan ekonomi di negeri-negeri yang sedang berkembang akan mengarahkan pembangunan yang jelas. 3. Pemikiran yang paling menonjol dari Schumpeter tentang pembahasan ekonomi jangka panjang terlihat dalam analisisnya baik mengenai terjadinya inovasi komoditi baru. dan semua sektor. Dalam mengatasi persoalan-persoalan itu tidak dapat hanya dengan teoriteori ekonomi ortodoks.A. yakni tidak dapat menyelesaikan masalah full employment yang dijanjikan teori ekonomi ortodoks. hukum dan kejiwaan. yaitu ada tiga kelemahan teori ekonomi ortodoks yang ditemukannya. Inovasi akan terhenti kalau kapten industri (wiraswasta) telah terlihat dengan persoalan-persoalan rutin. Drama Asia dan Kapitalisme Amerika 1. kependudukan. maupun dalam menjelaskan terjadinya siklus-bisnis.

ekonomi. John Keyneth Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi kapitalis di AS. dan para manajer ini telah menjadi technostructure masyarakat. tetapi sebaliknya terjadi pencemaran lingkungan.analisisnya seperti yang dilakukan oleh Mitchell. Kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh kekuatan pengimbang seperti kekuatan buruh. Konsumsi masyarakat telah menjadi tinggi. yakni sebab-musabab yang bersifat kumulatif. Perusahaan ini menentukan selera konsumen. pemerintah. dan lembaga-lembaga konsumen.perusahaan ini. yang tidak sesuai dengan ramalan-ramalan yang bersifat manipulatif dari teori ekonomi ortodoks. Kekuasaan konsumen telah tidak berarti sehingga timbul dependent-effect pemilik modal telah terpisah dengan para manajer yang profesional. Namun demikian. Sumber Buku Sejarah Teori-teori Ekonomi Karya Disman . sosial dan kejiwaan dapat berhimpun menjadi sebab kejadian yang merugikan atau yang menguntungkan pembangunan. Jadi. Andaian-andaian ekonomi ortodoks menurut Galbraith ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya. untuk menjamin kelanjutan kekuasaan perusahaan. dan kualitas barang-barang swasta tidak dapat diimbangi oleh barang-barang dan jasa publik. pasar telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar. mereka meminta pemerintah untuk menstabilkannya. 3. kekuatan-kekuatan politik. Tidak ada lagi persaingan sempurna.