Konsep pertanian yang berkelanjutan terus berkembang, diperkaya dan dipertajam dengan kajian pemikiran, model, metode, dan

teori berbagai disiplin ilmu sehingga menjadi suatu kajian ilmu terapan yang diabadikan bagi kemaslahatan umat manusia untuk generasi sekarang dan mendatang. Pertanian berkelanjutan dengan pendekatan sistem dan besifat holistik mempertautkan berbagai aspek atau gatrs dan disiplin ilmu yang sudah mapan antara lain agronomi, ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya. Sistem pertanian berkelanjutan juga beisi suatu ajakan moral untuk berbuat kebajikkan pada lingkungan sumber daya alam dengan memepertimbangkan tiga matra atau aspek sebagai berikut 1. Kesadaran Lingkungan (Ecologically Sound), sistem budidaya pertanian tidak boleh mnyimpang dari sistem ekologis yang ada. Keseimbanganadalah indikator adanya harmonisasi dari sistem ekologis yang mekanismena dikendalikanoleh hukum alam. 2. Bernilai ekonomis (Economic Valueable), sistem budidaya pertanian harus mengacu pada pertimbangan untung rugi, baik bagi diri sendiri dan orang lain, untuk jangka pandek dan jangka panjang, serta bagi organisme dalam sistem ekologi maupun diluar sistem ekologi. 3. Berwatak sosial atau kemasyarakatan (Socially Just), sistem pertanian harus selaras dengan norma-noma sosial dan budaya yang dianut dan di junjung tinggi oleh masyarakat disekitarnya sebagai contoh seorang petani akan mengusahakan peternakan ayam diperkaangan milik sendiri. Mungkin secra ekonomis dan ekologis menjanjikkan keuntungan yang layak, namun ditinjau dari aspek sosial dapat memberikan aspek yang kurang baik misalnya, pencemaran udara karena bau kotoran ayam. Norma-norma sosial dan budaya harus diperhatikan, apalagi dalam sistem pertanian berkelanjutan di Indonesia biasanya jarak antara perumahan penduduk dengan areal pertanian sangat berdekatan. Didukung dengan tingginya nilai sosial pertimbangan utama sebelum merencanakan suatu usaha pertanian dalam arti luas. Lima kriteria untuk mengelola suatu sistem pertanian berkelanjutan 1. Kelayakan ekonomis (economic viability) 2. Bernuansa dan bersahabat dengan ekologi (accologically sound and friendly) 3. Diterima secara sosial (Social just) 4. Kepantasan secara budaya (Culturally approiate) 5. Pendekatan sistem holistik (sistem and hollisticc approach) Sejak tahun 1980an kajian dan diskusi untuk merumuskan konsep pembangunan berkelanjutan yang operasional dan diterima secara universal terus berlanjut. Pezzy (1992) mencatat, 27 definisi konsep berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan, dan tettunya masih ada banyak lagi yang luput dari catatan tersebut. Walau banyak variasi definisi pembangunan berkelanjutan, termasuk pertanian berkelanjutan, yang diterima secara luas ialah yang bertumpu pada tiga pilar: ekonomi, sosial, dan ekologi (Munasinahe, 1993). Dengan perkataan lain, konsep pertanian berkelanjutan berorientasi pada tiga dimensi keberlanjutan, yaitu: keberlanjutan usaha ekonomi(profit), keberlanjutan kehidupan sosial manusia (people), dan keberlanjutan ekologi alam (planet). Dimensi ekonomi berkaitan dengan konsep maksimisasi aliran pendapatan yang dapat diperoleh dengan setidaknya mempertahankan asset produktif yang menjadi basis dalam

memperoleh pendapatan tersebut. Indicator utama dimensi ekonomi ini ialah tingat efisiensi dan daya saing, besaran dan pertumbuhan nilai tambah dan stabilitas ekonomi. Dimensi ekonomi menekankan aspek pemenuhan nebutuhan ekonomi manusia baik untuk generasi sekarang ataupun mendatang. Dimensi sosial adalah orientasi kerakyatan, berkaitan dengan kebutuhan akan kesejahteraan sosial yang dicerminkan oleh kehidupan sosial yang harmonis (termasuk tercegahnya konflik sosial), preservasi keragaman budaya dan modal sosio-kebudayaan, termasuk perlindungan terhadap suku minoritas. Untuk itu, pengentasan kemiskinan, pemerataan kesempatan berusaha dan pendapatan, partisipasi sosial politik dan stabilitas sosial budaya merupakan indikator-indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembangunan. Dimensi lingkungan alam menekankan kebutuhan akan stabilitas ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam. Termasuk dalam hal ini ialah pterpeliharanya keragaman hayati dan daya lertur bilogis, sumber daya tanah, air dan agroklimat, serta kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Penekanan dilakukan pada preservasi daya lentur dan dinamika ekosistem untuk beradaptasi terhadap perubahan bukan pada konservasi sustu kondisi ideal statis yang mustahil dapat diwujudkan. Ketiga dimensi tersebut saling mempengaruhi sehinnga ketiganya harus dipertimbangkan secara berimbang. Sistem sosial yang stabil dan sehat serta sumberdaya alam dan lingkungan merupakan basis untuk kegiatan ekonomi, sementara kesejahteraan ekonomi merupakan prasyarat untuk terpeliharanya stabilitas sosial budaya maupun kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hisup. Sistem sosial yang tidak stabil atau sakit akan cenderung menimbulkan tindakan yang merusak kelestarian sumber daya alam dan merusak kesehatan lingkungan, sementara ancaman kelestarian sumber daya alam dan lingkungan dapat mendorong terjadinya kekacauan dan penyakit sosial. Visi pembangunan (pertanian) berkelanjutan ialah terwujudnya kondisi ideal skenario kondisi zaman keemasan, yang dalam bahasa konstitusi Indonesia disebut adil dan makmur, dan mencegah terjadinya lingkaran malapetaka kemelaratan. Visi ideal tersebut diterima secara universal sehingga pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) menjadi prinsip dasar pembangunan pertanian secara global termasuk di Indonesia. Oleh karena itulah pengembangan sistim pertanian menuju usaha tani berkelanjutan merupakan salah satu misi utama pembangunan pertanian di Indonesia. Perspektif pertanian berkelanjutan telah tersosialisasi secara global sebagai arah ideal pembangunan pertanian. Pertanian berkelanjutan bahkan kini tidak lagi sekedar wacana melainkan sudah menjadi gerakan global. Pertanian berkelanjutan telah menjadi dasar penyusunan protocol aturan pelaksanaan (rules of conduct) atau standar prosedur operasi “Praktek Pertanian yang Baik” (Good Agricultur Practices = GAP) sebagai sebuah gerakan global maka praktek pertanian berkelanjutan menjadi misi bersama komunitas internasional, negara, lembaga pembangunan, organisasi swadaya masyarakat dan lembaga konsumen internasional turut mendorong dan mengawasi pelaksanaan prinsip pertanian berkelanjutan tersebut. Kepatuhan produsen terhadap standar praktek pertanian berkelanjutan menjadi salah satu atribut preferensi konsumen atas produk pertanian. Karena itu, setiap perusahaan agribisnis haruslah senantiasa mematuhi prinsip Praktek Pertanian yang Baik (PPB) agar dapat memperoleh akses pasar, khususnya di pasar internasional Masalah dan tantangan yang dihadapi dalam sistem pertanian berkelanjutan yaitu:

1. Membangun pemerintah yang baik dan memposisikan pertanian sebagai sektor andalan perekonomian nasional. 2. Mewujudkan kemandirian pangan dalam tatanan perdagangan dunia yang bebas dan tidak adil 3. Mengurangi jumlah petani miskin, membangun basis bagi partisipasi petani dan pemerataan hasil pembangunan 4. Meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian 5. Membangun sistem agribisnis terkoordanatif 6. Melestarikan sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup 7. Membangun sistem iptek yang efisien

Kebijakan Pertanian
Published January 24, 2010 Pembangunan Pertanian Leave a Comment

1. Jelaskan Mengapa Diperlukan Analisis Kebijakan Pertanian Karena kebijakan pertanian mengatur dibidang petanian yang mempengaruhi kehidupan dan reaksi orang akan berbeda menganai keadaaan, dampak kebijakan terhadap pendapatan, kebutuhan, dan kepentingan lain. 2. Contoh Alat Analisis Kebijakan Pertanian a. Surplus Konsumen (SK) dibawah kurva permintaan b. Surplus Produsen (SP) SK dan SP terhadap pemmerintah. c. Social loss dan Social Gain 3. Jelaskan tentang kebijakan subsidi input dalam kebijakan pertanian dari sisi defenisi, pengaruhnya bagi petani dan berikan contoh kebijakannya. Definisi : Subsidi input semakin tinggi input semakin tinggi penggunaanya semakin kecil produksi Contoh Kebijakan pemebrian subsidi input pada perternakan sapi sehingga produksi tinggi harag turun, konsumen akan berpindah dari daging ayam ke ddaging sapi Pengaruhnya : menguntungkan konsumen dan kendala dalam mengadopsi teknologi 4. Jelaskan alasan ditetapkannya pajak ekspor terhadp produk pertanian tertentu Alasanya karena pajak ekspor digunakan untuk mengendalikan harga agar konsumen tidak rugi (untuk kepentingan konsumen) 5. Jelaskan pengaruh jangka panjang dari adanya pajak ekspor produk pertanian a. Stabilitas harga dalam Negeri b. Menurunkan biaya penduduk (Harga Dalam Negeri turun) dampak (-) dr adanya pajak impor (produsen rugi)◊c. Menghalangi adopsi teknologi baru distribusi pendapatan dan diversifikasi pertanian d. Penambahan penerimaan pemerintah

6. Jelaskan dengan gambar pengaruh adanya tarif impor produk pertanian terhadap harga, jumlah produksi dan konsumsi produk impor tersebut di luar negeri Pengaruh tarif impor a. produsen : meningkatkan produksi brg yg dihasilkan, harga unit naik b. konsumen : menurunkan permintaan impor, membayar per unit meningkat c. penerimaan pemeritah : meningkatkan (tarif x Volume brg yg diimpor) 7. Jelaskan persamaan pengaruh tarif dan kuota impor Meningkatkan produksi dalam negeri, Menurunkan Konsusmsi dalam negeri dan harga dalam negeri meningkat. PS = Price Support : kebijakan untuk membuat harga output diatas pendapatan petani meningkat, produksi meningkat.◊harga keseimbangan Kebijakan PS akan efektif bila penawarannya bersifat elastis karena perubahan harga yg sedikit saja kan menyebabkan perubahan penawarsan (produksi) yg cukup besar hal ini sesuai dengan tujuan PS yaitu peningkatan produksi . akan lebih efektof jika permintaan juga elastis  karena perubahan harga sedikit aka peningkatan permintaan cukup besar brg yg diproduksi produsen dapat dibeli konsumen . contoh Harga dasar gabah IS = Input Support : semakin tinggi hara input semakin kecil penggunaany semakinkecil produksi PS : peningkatan produksi melalui peningkatan pendapatan : dari sisi petani sebagai produsen NSL Net Sosial Loss SI : peningkatan produksi melalui penurunan baiaya dari sisi petani sebagi produsen Biaya Sumber daya Proteksi adalah upaya pemerintah melindungi produsen dalam negeri terhadap barang impor dalam jangka waktu tertentu agar bisa bersaing. Jenis proteksi a. Tarif (pajak) impor b. Quota c. Impor untuk pemerintah d. Laranag impor e. Hambatan non tarif ex Pelabelan, ketentuan mutu, pengisisan formulir berbelit dan masih bnyk lagi hambatab non tarif : tidakan atau kebijakan dan praktek yg menghambat samapainya barang ke konsumen suatu negara yag tidak berbentuk pajak.

Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Pertanian
Published December 2, 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment

Pembangunan pertanian harus berorentasi pada pemberdayaan masyarakat. Slamet (2000) menekankan bahwa pada dasarnya pembangunan harus bertujuan untuk mengembangkan masyarakat. Pembangunan diselenggarakan untuk memecahkan masalah yang ada dan

dihadapi masyarakat. Keberhasilan pembangunan dipedesaan akan terlihat apabila masyarakat secara dinamis mampu memenuhi kebutuhannya. Korten dan Sjahrir (1988) menyatakan bahwa kunci keberhasilan pembangunan agar mencapai sasaran pada sebagian besar masyarakat miskin apabila dikurangi kendala-kendala yang dihadapi kaum miskin dalam mengungkapkan kemampuan-kemampuannya. Soedjatmoko (1983) menekankan pentingnya motivasi, tujuan, dan makna dalam proses pembaharuan diri dalam pembangunan, serta bukan kemakmuran material semata. Dalam kegiatan pertanian, masyarakat petani masih membutuhkan suatu layanan yang semakin luas dan komplek cakupannya. J.Di Franco (Munder, Addion H., 1972 mengidentifikasi cakupan tanggung jawab layanan pertanian di masa mendatang meliputi: (a) Produksi pertanian; (b) Pemasaran, distribusi dan pengolahan produk pertanian; (c) Konservasi, penggunaan dan perbaikan sumber daya alam; (d) Pengelolaan usahatani dan ekonomi rumah tangga; (e) Kehidupan keluarga; (f) Pengembangan generasi muda; (g) Pengembangan kepemimpinan; (h) Pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya. Layanan pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya manusia sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat. Menurut Margono Slamet (2000) istilah “berdaya” diartikan sebagai tahu, mengerti, faham, termotivasi, berkesempatan melihat peluang, berenergi, mampu bekerjasama, tahu berbagai alternatif, mampu mengambil resiko, mampu mencari dan menangkap informasi, mampu bertindak sesuai situasi. Petani yang berdaya, menurut Susetiawan (2000) adalah petani yang secara politik dapat mengartikulasikan (menyampaikan perwujudan) kepentingannnya, secara ekonomi dapat melakukan proses tawar menawar dengan pihak lain dalam kegiatan ekonomi, secara sosial dapat mengelola mengatur komunitas dan mengambil keputusan secara mandiri, dan secara budaya diakui eksistensinya. Pemahaman tentang pemberdayaan masyarakat merupakan suatu strategi yang menitikberatkan pada bagaimana memberikan peran yang proposional agar masyarakat dapat berperan secara aktif dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga swasta dan masyarakat sendiri (Saputro, 2001). Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari konsep pembangunan yang secara implisit mengutarakan perubahan dari satu tahapan ke tahapan yang lebih baik. Pemberdayaan haruslah melampaui ukuran materi dan uang, oleh karena itu pemberdayaan harus diartikan sebagai suatu proses multi dimensional termasuk di dalamnya suatu upaya pengorganisasian kembali dan reorientasi dari seluruh system ekonomi dan system social masyarakat. Upaya tersebut melibatkan perubahan yang radikal di bidang kelembagaan, struktur social, struktur administrasi, persepsi, altitude serta perubahan kebiasaan kepercayaan suatu bangsa (Arintadisastra, 2001). Pustaka (source) Korten, D.C dan Sjahrir. 1988. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta. Michel Todaro P. 1978. Economic Development in The World. Longmen Inc. New York. Dalam Arintadisastra. 2001. Membangun Pertanian Modern. Yayasan sinar Tani. Jakarta.

CV Yasaguna. Makalah Seminar Nasional Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Menuju Terwujudnya Masyarakat Madani 25-26 September 2000 di IPB. maka kita akan mengetahui ekonomi kemiskinan. bahwa mereka memperoleh sedikit sekali imbalan atas tenaga kerja mereka. M. Ekonomi Kemiskinan Published December 2. Kebanyakan penduduk miskin di dunia hidup dari bidang pertanian. Dalam dekade-dekade terakhir ini. 1990. Faktor-faktor penentunya adalah perbaikan kualitas penduduk dan peningkatan pengetahuan. Jika kita mengetahui ekonmi kemiskinan. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment Disampaikan Oleh Ir. dan bahwa sebagian besar dari mereka mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian. Jakarta. bahwa separuh atau lebih dari pendapatan mereka yang sangat rendah dibelanjakan untuk bahan makanan.S. Slamet.T.P. energi dan lahan pertanian. sebagian bersifat paradoks. Yayasan Indonesia Sejahtera. karya para akademis ekonomi telah sangat .Jakarta. Jakarta. Menggerakkan dan Membangun Pertanian Syarat-syarat Pokok Pembangunan dan Modernisasi. Dimensi Manusia Dalam Pembangunan. Marcellinus Molo. 1991. bahwa mereka sebagian besar tinggal di negara-negara berpendapatan rendah. 1983. 2000. Apa yang telah kita pelajar selama sekade-dekade terakhir mengenai ekonomi pertanian akan tampak bagi orang-orang yang mengetahuinya dengan baik. PT Raja Grafindo Persada. Kita semua tahu bahwa sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. M. Hal yang tidak banyak difahami oleh banyak ahli ekonomi adalah bahwa penduduk miskin tidak kalah dibanding penduduk kaya untuk memmperbaiki nasib mereka dan anak-anak mereka. Pertanian di banyak negara berpendapatan rendah mempunyai kapasitas ekonomi potensial untuk memproduksi bahan makanan yang cukup bagi penduduk yang terus bertambah dan juga memperbaiki pendapatan serta kesejahteraan penduduk miskin secara berarti. Jakarta. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ketahanan Pangan Kajian Empiris LSM-LSM Mitra Yayasan Indonesia Sejahtera. Phd EKONOMI KEMISKINAN Sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. Jika kita mengetahui ekonomi pertanian. Sosiologi Suatu Pengantar. kita akan banyak mengetahui ekonomi sesungguhnya terjadi. Saputro. (ed). Ahli-ahli ekonomi merasa sulit memahami konstrain-konstrain preferensi dan kelangkaan (scarcity) yang menentukan pilihan-pilihan bagi kamun miskin. E. Soedjatmoko. Soekanto S. Memantapkan Posisi dan Meningkatkan Peran penyuluhan Pembangunan Dalam pembangunan.Mosher. Faktor-faktor produksi yang menentukan dalam perbaikan kesejahteraan penduduk miskin bukanlah ruang. A. LP3ES. 2001.

Pengetahuan mengenai pengalaman dan prestasi penduduk miskin pada masa-masa lampau akan sangat membantu suatu pemahaman akan masalah-masalah dan kemungkinan-kemungkinan bagi negara-negara yang kini berpendapatan rendah. tanggapan-tanggapan para petani terhadap teknik-teknik produksi baru yang menguntungkan. Pada masa Ricardo. atau mengenai teknologi masa depan. LAHAN DINILAI TERLALU TINGGI Suatu pandangan yan dianut secara luas – pandangan naturalis (the natural earth view) – adalah bahwa luas lahan yang sesuai untuk menanam tanaman pangan adalah benar-benar . para ahli ekonomi perintis menghadapi kondisi-kondisi serupa dengan yang sedang berlaku di negara-negara berpendapatan rendah sekarang. Pemahaman seperti ini adalah jauh lebih penting daripada pengetahuan yang paling terinci dan pasti mengenai permukaan bumi atau mengenai ekologi.memperluas wawasan kita mengenai ekonomi modal manusiawi (the economics of human capital). Jumlah ahli ekonomi yang menyadari bahwa teori ekonomi standar dapat digunakan pada masalah-masalah kelangkaan (scarcity) di negara-negara berpendapatan rendah seperti halnya pada masalah-masalah serupa di negara-negara berpendapatan tingi. Persepsi historis tentang penduduk juga tidak ada. Marshall mengatakan kepada kita bahwa ’upah mingguan dari buruh-buruh Inggris kerapkali kurang dari harga setengah gantang (bushel) gandum yang berkualitas baik ketika Ricardo menerbitkan Principles of Political Economy and Taxation (1817). Model-model yang dikembangkan untuk tujuan ini umumnya disambut dengan gembira. walau pun kegunaan dari hasil-hasil studi sarjana-sarjana di bidang kultural dan tingkah laku tidak mudah di fahami. Kesalahan ke dua. tidak pernah terjadi dalam sejarah sosial dan ekonomi kita sendiri. kian bertambah. Beberapa ahli ekonomi memberikan reaksi dengan mengajukan penjelasan-penjelasan kultural dan sosial tentang keadaan perekonomian yang buruk di negara-negara berpendapatan rendah. ekonomi pembangunan telah mengelami beberapa kesalahan intelektual. hubungan antara produksi dan kesejahteraan serta ekonomi keluarga. Upah mingguan dari buruh bajak di India pada saat sekarang kira-kira kurang dari harga dua gantang gandum . hingga menjadi jelaslah bahwa model-model tersebut merupakan hasil kajian intelektual yang terbaik. Kesalahan utama anggapan bahwa teori ekonimi standar tidak cukup untuk memahami negara-negara berpendapatan rendah dan oleh karena itu suatu teori ekonomi yang lain perlu dikembangkan. Adanya penduduk dalam keadaan miskin. Sebagian akibatnya. Ilmu ekonomi klasik dikembangkan pada saat banyak orang di Eropa Barat baru saja memperoleh pengidupan dari lahan-lahan tandus (miskin) yang mereka olah dan ditinggalkan dalam masa yang tidak lama. Perkiraan-perkiraan mengenai pertumbuhan penduduk yang destruktif di negara-negara miskin sekarang adalah juga palsu. khususnya ekonomi mengenai penelitian. Akan tetapi. adalah pengabaian sejarah ekonomi. kurang lebih separuh dari pendapatan keluarga para pekerja (buruh) di Inggris dibelajakan untuk bahan makanan. Demikian pula yang sedang dialami oleh banyak negara berpendapatan rendah. Kita mengekstrapolasi statistik global dan kagum akan interprestasi kita – terutama bahwa penduduk miskin berbiak seperti tikus kutup (lemmings) yang menuju kepada kepunahan mereka sendiri.

semuanya memiliki suatu kesamaan: mereka sangat miskin. Masa depan umat manusia tidak ditakdirkan oleh ruang. Meskipun sejarah ekonomi. adalah insentif-insentif dan kesempatan-kesempatan terkait bagi para petani untuk meningkatkan penggunaan lahan dengan efektif melalui investasi yang mencakup sumbangansumbangan penelitian pertanian dan perbaikan ketrampilan manusia. dan kualitas anak akan menggeser kuantitas anak. ia ditentukan oleh evolusi akal budi umat manusia. Dengan beberapa perkecualian setempat. dan lahan-lahan aluvial yang sangat produktif di sepanjang dan pada muara Sungai Nile. Lahan-lahan di Finlandia semula kurang produktif dibanding lahan di . dan karena pendapatan meningkat. kita menemukan pengganti terhadap lahan pertanian yang tidak pernah dibayangkan Ricardo. Melalui penelitian. energi. Di Afrika penduduk berdiam di lahan-lahan yang tidak produktif yang terletak di bagian selatan Sahara. di mana produktivitas lahan tadah hujan adalah rendah dan di lahan-lahan India Selatan yang produktivitasnya tinggi. satu bagian integral dari modernisasi ekonomi negara-negara berpenghasilan tinggi dan rendah adalah penurunan arti ekonomi dari lahan pertanian dan peningkatan modal manusiawi: ketrampilan dan pengetahuan. Lahan-lahan di Eropa pada mulanya berkualitas rendah. ide-ide dari para ahli ekonomi mengenai lahan adalah sebagai satukaidah. masih mengikuti Ricardo. Mengapa hukum Ricardo mengenai sewa (yang memperlakukannya sebagai hasil dan bukan sebagai penyebab dari harga-harga) kehilangan arti ekonominya? Ada dua sebab utama: pertama. Penduduk di India telah menjadi miskin sejak berabad-abad lamanya baik di Plateau Deccan. ”daya-daya lahan yang asli dan tak dapat dirusah” tidak sesuai lagi. Menurut pandangan ini. tidak menghasilkan perebdaan kemiskinan yang sebanding. pada lahan-lahan yang agak lebih produktif di lereng-lereng yang curam di daerah Rift. perbedaan-perbedaan yang sangat terkenal mengenai rasio lahan penduduk di seluruh negara berpendapatan rendah. Demikian pula. yang tidak pernah dibayangkan Malthus. Kedua. walau keadaan tersebut pernah terjadi. Tetapi konsep Ricardo mengenai tanah.tertentu dan persediaan energi untuk mengerjakan lahan semakin menipis. Apa yang paling berarti di dalam hal lahan pertanian. penelitian pertaniah telah menghasilkan substansi bagi lahan pertanian. Perbedaan-perbedaan produktivitas lahan tidak menjelaskan mengapa penduduk miskin berada di bagian dunia yang telah lama berpengehuni. dalam lahan pertanian. Modernisasi pertanian telah mengubah lahan miskin menjadi lahan sangat produktif dibanding keadaan alam. Ironisnya ekonomi. menunjukkan bahwa pandangan naturalis yang suram mengenai bahan makanan tidak sesuai dengan sejarah yang menunjukkan bahwa kita dapat memperbesar sumbe-sumber melalui kemajuan pengetahuan. tidaklah mungkin terus menerus memperoduksi bahan makanan dalam jumlah yang cukup untuk penduduk dunia yang bertambah. pertanian tradisional. dan sumber energi yang terus merosot serta mengurangi biaya nyata dalam produksi bahan makanan untuk penduduk dunia yang terus bertambah. Saya setuju dengan Margaret Mead bahwa ”Masa depan umat manusia adalah – terbuka –tertutup (openended)”. yang telah lama dikenal sebagai ilmu pengetahuan suram. para orangtua menginginkan anak lebih sedikit. Sekarang lahan-lahan tersebut sanagt produktif. Suatu pandangan alternatif – pandangan sosial-ekonomi (the socio-economic view) – adalah bahwa manusia mempunyai kemampuan dan akal budi untuk mengurangi ketergantungannya pada lahan pertanian. Sumbangan lahan dalam pendapatan nasional berupa sewa tanah yang merosot terus menerus dengan nyata di negara-negara berpendapatan rendah.

KUALITAS MANUSIA DINILAI TERLALU RENDAH Sementara lahan bukan satu-satunya faktor terpenting yang menyebabkan kemiskinan. walaupun jumlah penduduk pedesaan jauh lebih besar . Industrialisasi yang cepat dianggap sebagai kunci kemajuan ekonomi. pestisida. Pemeliharaan anak. Lahan pertanian di Jepang pda masa sekarang ini lebih unggul. Di dalam domain mereka yang kecil. Pengaruh politik dari konsumen dan industri di kota memungkinkan mereka memperoleh bahan makanan murah atas biaya sejumlah besar penduduk pedesaan yang miskin. Sangat disesalkan bahwa doktrin ini masing didukung oleh beberapa lembaga donor dan dirasionalisasikan oleh beberapa ahli ekonomi di negara-negara berpendapatan tinggi. adalah agen-agen yang membuat perhitungan ekonomi. sangat terdistorsi yang disebabkan oleh permerintah (goverment-incude distorsions) adalah untuk engurangi sumbangan ekonomi yang mampu diberikan pertanian). Insentifinsentif ini. yang kurang dari areal panen tahun 1932. Diskriminasi ini dirasionalisasi dengan alasan bahwa pertanian bersifat terbelakang (miskin) dan bahwa sumbangan ekonominya kurang berarti. yang eksplisit di dalam harga-harga yang mereka bayar untuk produsesn dan barang serta jasa yang dikonsumsi. peralatan dan masukan-masukan (inputs) lain. atau perluasan lahan pertanian. Kebijaksanaan yang memberikan prioritas utama terhadap industri dan mempertahankan harga pangan (biji-bijian) tetap murah. dan menghasilkan 7. Tidak ada kekuatankekuatan besar (luas biasa) yang menghapus semua perbaikan ekonomi dan menyebabkan penduduk miskin meninggalkan perjuangan ekonominya.76 mmilyar gantang. Di negaranegara berpenghasilan tinggi dan rendah. penerimaan dan resiko. perbahan-perubahan ini sebagian merupakan konsekuansi dari penelitian pertanian’ termasuk penelitian yang diwujudkan dalam bentuk pupuk buatan. yang tak dapat dipecahkan ilmu ekonomi. Investasi-investasi seperti itu di negara-negara berpendapatan rendah telah berhasil memperbaiki prospek-prospek ekonomi yang tidak mampu dihilangkan oleh ketidakstabilan politik. tiga kali produksi 1932. perumahan dan pengalaman bekerja. individual dan . Proses substitusi digambarkan dengan baik pada tanaman jagung: areal panen jagung di Amerika Aerikat pada tahun 1979 ada 33 juta area. tetapi sekarang lahan pertanian di Finlandia menjadi lebih unggul. faktor manusia yaitu : investasi dalam perbaikan kualitas manusia dapt dengan nyata meningkatkan prospek-prospek ekonomi dan kesejahteraan penduduk yang miskin. dalam menghadapi biaya. Harapan-harapan dari manusia dalam pertanian-buruh pertanian dan usahawan (enterprenir) usahatani yang bekerja dan mengalokasikan sumber-sumber dibentuk oleh kesempatan-kesempatan baru dan oleh insentif-insentif yang mereka tanggapi. Para petani di dunia . Sekarang telah terkumpul bukti-bukti bahwa penduduk pertanian yang miskin mempunyai reaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang lebih baik.bagian-bagian barat Uni Sovyet. Pemerintah cenderung mengintroduksi distorsi-distorsi yang mendiskriminasikan pertanian karena politik dalam negeri umunya menguntungkan penduduk kota atas biaya penduduk pedesaan. Penduduk miskin di negara-negara berpendapatan rendah bukanlah para tahanan dari suatu ekuilibrium kemiskinan yang ketat. Ada substitusi-substitusi baru terhadap lahan pertanian. walaupun dengan Revolusi Hijau (Green Revolution). perolehan informasi dan ketrampilan yang diperoleh melalui sekolah dan investasi-investasi lain dalam bidang kesehatan dan sekolah dapat memperbaiki kualitas penduduk.

memerlukan suatu proses yang umumnya dikenal sebagai modernisasi. karena pada umumnya pertanian merupakan sektor ekonomi yang sangat terdesentralisasi. Keusahawanan dalam bidang penelitian diperlukan baik oleh para ilmuwan atau oleh orang-orang yang terlibat dalam sektor penelitian dari ekonomi. Intervensi oleh Pemerintah saat ini merupakan penyebab utama dari tidak tersedianya insentif-insentif ekonomi yang optimum. DISEKUILIBRIA YANG TAK TERHINDARKAN Transformasi pertanian ke dalam suatu keadaan produktif yang meningkat. Seseorang harus memutuskan bagaimana mendistribusikan sumber-sumber terbatas yang tersedia. termasuk pembelian input-input unggul. betapa efisiennya mereka. Disekuilibria tidak dapat dieliminasi melalui hukum. Pada kebanyakan usahatani. . Karena ketiadaan insentif-insentif yang menguntungkan. Diperlukan dana. dan pengalaman. berdasarkan keadaan pengetahuan yang dimilikinya. Bila pemerintah telah mengambil alih fungsi keusahawanan dalam usahatani. Pemerintah tidak dapat dengan efesien memainkan fungsi usahawan-usahawan pertanian. mereka adalah usahawan-usahawan yang dengan diam-diam mengamati kondisikondisi ekonomi yang tidak diketahui oleh para ahli. Kemungkinankemungkinan teknis telah menjadi semakin menguntungkan tetapi insentif-insentif ekonomi yang diperoleh para petani di negara-negara tersebut untuk merealisir potensi ini tidak berhasil. yang memerlukan organisasi dan alokasi sumber-sumber yang langka. kesehatan. Intisari penelitian adalah bahwa penelitian merupakan suatu upaya dinamis tentang hal-hal yang belum diketahui atau setengah diketahui. baik karena informasi relevan tidak tersedia atau karena harga-harga dan biaya-biaya yang dihadapi para petani telah terdistorsi. melalui kebijaksanaan Pemerintah dan jelas-jelas bukan dengan cara retorik. Ahli-ahli sejarah masa depan pasti akan dibingungkan oleh luasnya insentif-insentif ekonomi yang telah berantakan selama dekade-dekade terakhir. dan ilmuwan yang kompeten. interprestasi dan mengambil tindakan tepat sebagai reaksi terhadap informasi baru. Walaupun para petani berbeda kemampuannya dalam pengamatan (analisa). Nilai dari kemampuan menghadapi disekuilibria adalah tinggi dalam suatu ekonomi yang dinamis. organisasi. Pandangan intelektual yang dominan bersifat antagonistik terhadap insentif-insentif pertanian. Kemampuan alokatif dipenuhi oleh jutaan pria dan wanita pada satuan-satuan produksi berskala kecil. Mereka mempunyai sumber daya manusia yang esensial berupa keusahawanan. para wanita adalah juga usahawati dalam mengalokasikan waktu mereka dan menggunakan produkproduk pertanian dan barang-barang yang dibeli dalam produksi rumah tangga. tetapi semuanya ini belumlah lengkap. yang memerlukan penyesuaian dalam bertani karena tersedia kesempatan-kesempatan yang lebih baik. karena mereka berbeda pendidikan.alokatif. mereka telah gagal memberikan suatu kemampuan substitusi alokatif yang efektif dalam modernisasi pertanian. Peranan-peranan alokatif para petani dan wanita-tani serta kesempatan-kesempatan ekonomi mereka adalah penting. D. dan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi yang berlaku mengurangi fungsi insentif-insentif produsen. yang selalu merupakan suatu kegiatan petualangan. Keusahawanan adalan juga esensial dalam penelitian. Gale Johnson telah menunjukkan bahwa potensi ekonomi yang besar dari pertanian di banyak negara berpendapatan rendah tidak terealisir. Disekulibria seperti itu tidak dapat terhindarkan. para petani tidak melakukan investasim.

Memang seharusnya demikian. D. Seperti telah diajarkan oleh Hick kepada kita. tetapi juga dalam semua aktivitas produksi yang lain. adalah sejarahsejarah yang tidak konsisten. Milton Friedman. sebuah sumur pompa. apakah agregasi kapital dipandang dari segi biaya-biaya faktor (factor costs) atau dipandang dari segi nilai terdiskon dari jasa-jasa seumur hidup (lifetime services) dari berbagai bagian-bagiannya. asumsi homogenitas kapital ini merupakan malapetaka bagi teori kapital : Adalah sangat tidak tepat menganalisa dinamika pertumbuhan ekonomi terutama menyangkut ketimpangan kapital karena perbedaan-perbedaan rates of returns. Tetapi yang lebih buruk adalah anggapan. dan banyak bentuk investasi lainnya. yang mendasari teori kapital dan agregasi kapital dalam model-model pertumbuhan. yang berubah sesuai dengan perubahan pertumbuhan. kita harus menemukannya. dan konsep kapital dalam model-model pertumbuhan ekonomi pada khususnya. karena kisah biaya merupakan kisah dari investasi yang terbenam (cunk investment). dalam produksi rumah tangga. Maka salah satu bagian penting dari pertumbuhan ekonomi tertutup oleh agregasi kapital seperti itu.Paul Schultz atas saran-saran mereka dan juga kepada isteri saya. yang merupakan suatu proses dinamis. jenis pupuk tertentu. dan apa yang dijelaskan ke dua muka itu kepada kita tentang pertumbuhan ekonomi. dan T.C. Swedia. Keterangan Sumber : * Bab ini disusun berdasarkan kuliah Nobel yang saya sampaikan pada tanggal 8 Desember 1979. Juga tidak ada suatu katalog dari semua model pertumbuhan yang ada. mengapa mencoba mengubah lingkaran menjadi empat per segi? Jika kita tidak dapat mengamati ketimpangan-ketimpangan ini. dalam waktu dan sumber-sumber lain yang dialokasikan para mahasiswa untuk pendidikan mereka. di Stockhlm. modal manusiawi memperbesar produktivitas pertanian dan non pertanian. sekali seorang petani mengadakan investasi berupa kereta kuda.Becker. Saya telah mengemukakan di mana saja bahwa walaupun ada alasan kuat untuk menggunakann suatu definisi modal manusiawi yang sangat tepat. bahwa kapital bersifat homogen. Tetapi. dan dalam migrasi untuk memperoleh kesempatan kerja yang lain baik. Kualitas dalam kontek ini terdiri dari berbagai bentuk modal manusiawi (human capital). Nilai dari modal manusiawi tambahan tergantung kepada kesejahteraan tambahan yang diperoleh manusia daripadanya. misalnya. Harberger. kereta tersebut hanya sedikit nilainya bila ditarik oleh traktor. karena ketimpangan-ketimpangan itu merupakan pegas utama dari pertumbuhan ekonomi. Ketimpangan-ketimpangan merupakan pegas utama karena ia memberikan isyarat-isyarat ekonomi yang mendorong pertumbuhan. Kapital itu bermuka-dua. tidak hanya di bidang pertanian. Ester Schultz. definisi tersebut akan mengalami pula kemenduaan (ambiguities) yang terus menganggu teori kapital (capital theory) pada umunya. sebagai suatu kaidah. A.KEMAJUAN KUALITAS PENDUDUK Sekarang saya beralih kepada peningkatan kualitas manusia yang dapat diukur baik untuk penduduk yang bertani mau pun bukan petani. saya berhutang budi kepada gary. Setiap bentuk kapital memiliki sifat-sifat khusus: sebuah bangunan. Cerita lain mengenai nilai terdiskon (discounted value) dari arus jasa-jasa yang disumbangkan kapital. dapat membuktikan bahwa ketimpangan-ketimpangan ini adalah sama. atas . Kemampuan semacam itu juga sangat memperbesar kepuasan-kepuasan yang merupakan suatu bagian integal dari konsumsi sekarang dan konsumsi di masa depan.S. sebuah traktor. hakcipta @ Yayasan Nobel 1979.Gale Johnson.

Norma-norma sosial dan budaya harus diperhatikan. untuk jangka pandek dan jangka panjang. Mungkin secra ekonomis dan ekologis menjanjikkan keuntungan yang layak. Dengan perkataan lain. ekonomi. sosial. 3.saran-sarannya erhadap apa yang saya piker telah saya nyatakan dengan jelas. tetapi baginya belum cukup jelas. yang diterima secara luas ialah yang bertumpu pada tiga pilar: ekonomi. sistem budidaya pertanian harus mengacu pada pertimbangan untung rugi. dan keberlanjutan ekologi alam . Diterima secara sosial (Social just) 4. Konsep pertanian yang berkelanjutan terus berkembang. Berwatak sosial atau kemasyarakatan (Socially Just). keberlanjutan kehidupan sosial manusia (people). baik bagi diri sendiri dan orang lain. Kelayakan ekonomis (economic viability) 2. Bernuansa dan bersahabat dengan ekologi (accologically sound and friendly) 3. apalagi dalam sistem pertanian berkelanjutan di Indonesia biasanya jarak antara perumahan penduduk dengan areal pertanian sangat berdekatan. 27 definisi konsep berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan. Keseimbanganadalah indikator adanya harmonisasi dari sistem ekologis yang mekanismena dikendalikanoleh hukum alam. sistem pertanian harus selaras dengan norma-noma sosial dan budaya yang dianut dan di junjung tinggi oleh masyarakat disekitarnya sebagai contoh seorang petani akan mengusahakan peternakan ayam diperkaangan milik sendiri. diperkaya dan dipertajam dengan kajian pemikiran. Walau banyak variasi definisi pembangunan berkelanjutan. Didukung dengan tingginya nilai sosial pertimbangan utama sebelum merencanakan suatu usaha pertanian dalam arti luas. 2. ekologi. sosial. dan teori berbagai disiplin ilmu sehingga menjadi suatu kajian ilmu terapan yang diabadikan bagi kemaslahatan umat manusia untuk generasi sekarang dan mendatang. konsep pertanian berkelanjutan berorientasi pada tiga dimensi keberlanjutan. model. dan tettunya masih ada banyak lagi yang luput dari catatan tersebut. Kesadaran Lingkungan (Ecologically Sound). serta bagi organisme dalam sistem ekologi maupun diluar sistem ekologi. metode. dan budaya. 1993). Sistem pertanian berkelanjutan juga beisi suatu ajakan moral untuk berbuat kebajikkan pada lingkungan sumber daya alam dengan memepertimbangkan tiga matra atau aspek sebagai berikut 1. sistem budidaya pertanian tidak boleh mnyimpang dari sistem ekologis yang ada. Pendekatan sistem holistik (sistem and hollisticc approach) Sejak tahun 1980an kajian dan diskusi untuk merumuskan konsep pembangunan berkelanjutan yang operasional dan diterima secara universal terus berlanjut. Pertanian berkelanjutan dengan pendekatan sistem dan besifat holistik mempertautkan berbagai aspek atau gatrs dan disiplin ilmu yang sudah mapan antara lain agronomi. pencemaran udara karena bau kotoran ayam. Lima kriteria untuk mengelola suatu sistem pertanian berkelanjutan 1. yaitu: keberlanjutan usaha ekonomi(profit). namun ditinjau dari aspek sosial dapat memberikan aspek yang kurang baik misalnya. dan ekologi (Munasinahe. termasuk pertanian berkelanjutan. Bernilai ekonomis (Economic Valueable). Pezzy (1992) mencatat. Kepantasan secara budaya (Culturally approiate) 5.

Sistem sosial yang stabil dan sehat serta sumberdaya alam dan lingkungan merupakan basis untuk kegiatan ekonomi. preservasi keragaman budaya dan modal sosio-kebudayaan. besaran dan pertumbuhan nilai tambah dan stabilitas ekonomi. Visi ideal tersebut diterima secara universal sehingga pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) menjadi prinsip dasar pembangunan pertanian secara global termasuk di Indonesia. sementara kesejahteraan ekonomi merupakan prasyarat untuk terpeliharanya stabilitas sosial budaya maupun kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hisup. Perspektif pertanian berkelanjutan telah tersosialisasi secara global sebagai arah ideal pembangunan pertanian. Pertanian berkelanjutan telah menjadi dasar penyusunan protocol aturan pelaksanaan (rules of conduct) atau standar prosedur operasi “Praktek Pertanian yang Baik” (Good Agricultur Practices = GAP) sebagai sebuah gerakan global maka praktek pertanian berkelanjutan menjadi misi bersama komunitas internasional. sementara ancaman kelestarian sumber daya alam dan lingkungan dapat mendorong terjadinya kekacauan dan penyakit sosial. Kepatuhan produsen terhadap standar praktek pertanian berkelanjutan menjadi salah satu atribut preferensi konsumen atas produk pertanian. Penekanan dilakukan pada preservasi daya lentur dan dinamika ekosistem untuk beradaptasi terhadap perubahan bukan pada konservasi sustu kondisi ideal statis yang mustahil dapat diwujudkan. Visi pembangunan (pertanian) berkelanjutan ialah terwujudnya kondisi ideal skenario kondisi zaman keemasan. negara. air dan agroklimat.(planet). pengentasan kemiskinan. Karena itu. Dimensi lingkungan alam menekankan kebutuhan akan stabilitas ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam. Dimensi ekonomi berkaitan dengan konsep maksimisasi aliran pendapatan yang dapat diperoleh dengan setidaknya mempertahankan asset produktif yang menjadi basis dalam memperoleh pendapatan tersebut. Sistem sosial yang tidak stabil atau sakit akan cenderung menimbulkan tindakan yang merusak kelestarian sumber daya alam dan merusak kesehatan lingkungan. setiap perusahaan agribisnis haruslah senantiasa mematuhi prinsip Praktek . pemerataan kesempatan berusaha dan pendapatan. Untuk itu. organisasi swadaya masyarakat dan lembaga konsumen internasional turut mendorong dan mengawasi pelaksanaan prinsip pertanian berkelanjutan tersebut. serta kesehatan dan kenyamanan lingkungan. termasuk perlindungan terhadap suku minoritas. sumber daya tanah. partisipasi sosial politik dan stabilitas sosial budaya merupakan indikator-indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembangunan. dan mencegah terjadinya lingkaran malapetaka kemelaratan. Dimensi sosial adalah orientasi kerakyatan. Termasuk dalam hal ini ialah pterpeliharanya keragaman hayati dan daya lertur bilogis. Dimensi ekonomi menekankan aspek pemenuhan nebutuhan ekonomi manusia baik untuk generasi sekarang ataupun mendatang. Ketiga dimensi tersebut saling mempengaruhi sehinnga ketiganya harus dipertimbangkan secara berimbang. Pertanian berkelanjutan bahkan kini tidak lagi sekedar wacana melainkan sudah menjadi gerakan global. Oleh karena itulah pengembangan sistim pertanian menuju usaha tani berkelanjutan merupakan salah satu misi utama pembangunan pertanian di Indonesia. yang dalam bahasa konstitusi Indonesia disebut adil dan makmur. Indicator utama dimensi ekonomi ini ialah tingat efisiensi dan daya saing. lembaga pembangunan. berkaitan dengan kebutuhan akan kesejahteraan sosial yang dicerminkan oleh kehidupan sosial yang harmonis (termasuk tercegahnya konflik sosial).

Menurut Margono Slamet (2000) istilah “berdaya” diartikan sebagai tahu. serta bukan kemakmuran material semata. berenergi. Mengurangi jumlah petani miskin. Petani yang berdaya. distribusi dan pengolahan produk pertanian. mampu mengambil resiko. secara ekonomi dapat . mampu bekerjasama. Membangun sistem agribisnis terkoordanatif 6. Soedjatmoko (1983) menekankan pentingnya motivasi. J. (g) Pengembangan kepemimpinan. Mewujudkan kemandirian pangan dalam tatanan perdagangan dunia yang bebas dan tidak adil 3. Keberhasilan pembangunan dipedesaan akan terlihat apabila masyarakat secara dinamis mampu memenuhi kebutuhannya. faham. Membangun pemerintah yang baik dan memposisikan pertanian sebagai sektor andalan perekonomian nasional. (f) Pengembangan generasi muda. Korten dan Sjahrir (1988) menyatakan bahwa kunci keberhasilan pembangunan agar mencapai sasaran pada sebagian besar masyarakat miskin apabila dikurangi kendala-kendala yang dihadapi kaum miskin dalam mengungkapkan kemampuan-kemampuannya. 2. tahu berbagai alternatif. (e) Kehidupan keluarga. Slamet (2000) menekankan bahwa pada dasarnya pembangunan harus bertujuan untuk mengembangkan masyarakat. mampu mencari dan menangkap informasi. membangun basis bagi partisipasi petani dan pemerataan hasil pembangunan 4. khususnya di pasar internasional Masalah dan tantangan yang dihadapi dalam sistem pertanian berkelanjutan yaitu: 1. mengerti. termotivasi. mampu bertindak sesuai situasi. dan makna dalam proses pembaharuan diri dalam pembangunan. Meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian 5. menurut Susetiawan (2000) adalah petani yang secara politik dapat mengartikulasikan (menyampaikan perwujudan) kepentingannnya. 1972 mengidentifikasi cakupan tanggung jawab layanan pertanian di masa mendatang meliputi: (a) Produksi pertanian. (b) Pemasaran. Pembangunan diselenggarakan untuk memecahkan masalah yang ada dan dihadapi masyarakat. Melestarikan sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup 7.. masyarakat petani masih membutuhkan suatu layanan yang semakin luas dan komplek cakupannya.Pertanian yang Baik (PPB) agar dapat memperoleh akses pasar. Addion H.Di Franco (Munder. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment Pembangunan pertanian harus berorentasi pada pemberdayaan masyarakat. Layanan pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya manusia sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat. penggunaan dan perbaikan sumber daya alam. Dalam kegiatan pertanian. tujuan. (d) Pengelolaan usahatani dan ekonomi rumah tangga. (h) Pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya. (c) Konservasi. Membangun sistem iptek yang efisien Kebijakan Pertanian Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Pertanian Published December 2. berkesempatan melihat peluang.

Jakarta. Saputro. Yayasan sinar Tani. Menggerakkan dan Membangun Pertanian Syarat-syarat Pokok Pembangunan dan Modernisasi. struktur administrasi. Economic Development in The World. Jakarta. 1991. Membangun Pertanian Modern.C dan Sjahrir. D. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment . 2001). PT Raja Grafindo Persada. 1983. Upaya tersebut melibatkan perubahan yang radikal di bidang kelembagaan. Dalam Arintadisastra. Slamet. Soedjatmoko. Sosiologi Suatu Pengantar. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Memantapkan Posisi dan Meningkatkan Peran penyuluhan Pembangunan Dalam pembangunan. Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari konsep pembangunan yang secara implisit mengutarakan perubahan dari satu tahapan ke tahapan yang lebih baik. Yayasan Obor Indonesia. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. Longmen Inc. Makalah Seminar Nasional Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Menuju Terwujudnya Masyarakat Madani 25-26 September 2000 di IPB.melakukan proses tawar menawar dengan pihak lain dalam kegiatan ekonomi. 1988. Jakarta. Michel Todaro P. struktur social. Jakarta. Pustaka (source) Korten. 2001. 1990. Soekanto S. Jakarta. dan secara budaya diakui eksistensinya. Jakarta. tetapi juga swasta dan masyarakat sendiri (Saputro. LP3ES. 2001). Dimensi Manusia Dalam Pembangunan. persepsi. New York. M. Pemberdayaan haruslah melampaui ukuran materi dan uang. 2001. oleh karena itu pemberdayaan harus diartikan sebagai suatu proses multi dimensional termasuk di dalamnya suatu upaya pengorganisasian kembali dan reorientasi dari seluruh system ekonomi dan system social masyarakat. (ed). Pemahaman tentang pemberdayaan masyarakat merupakan suatu strategi yang menitikberatkan pada bagaimana memberikan peran yang proposional agar masyarakat dapat berperan secara aktif dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. 1978. E. English Version Translate by Google : Ekonomi Kemiskinan Published December 2. Mosher. secara sosial dapat mengelola mengatur komunitas dan mengambil keputusan secara mandiri. altitude serta perubahan kebiasaan kepercayaan suatu bangsa (Arintadisastra. Yayasan Indonesia Sejahtera.P. 2000.T. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ketahanan Pangan Kajian Empiris LSM-LSM Mitra Yayasan Indonesia Sejahtera. A. CV Yasaguna.

Disampaikan Oleh Ir. kian bertambah. Dalam dekade-dekade terakhir ini. Kesalahan ke dua. Akan tetapi.S. karya para akademis ekonomi telah sangat memperluas wawasan kita mengenai ekonomi modal manusiawi (the economics of human capital). Kita semua tahu bahwa sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. Model-model yang dikembangkan untuk tujuan ini umumnya disambut dengan gembira. Jika kita mengetahui ekonmi kemiskinan. hubungan antara produksi dan kesejahteraan serta ekonomi keluarga. dan bahwa sebagian besar dari mereka mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian. energi dan lahan pertanian. Faktor-faktor produksi yang menentukan dalam perbaikan kesejahteraan penduduk miskin bukanlah ruang. khususnya ekonomi mengenai penelitian. Jumlah ahli ekonomi yang menyadari bahwa teori ekonomi standar dapat digunakan pada masalah-masalah kelangkaan (scarcity) di negara-negara berpendapatan rendah seperti halnya pada masalah-masalah serupa di negara-negara berpendapatan tingi. sebagian bersifat paradoks. walau pun kegunaan dari hasil-hasil studi sarjana-sarjana di bidang kultural dan tingkah laku tidak mudah di fahami. Phd EKONOMI KEMISKINAN Sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. Hal yang tidak banyak difahami oleh banyak ahli ekonomi adalah bahwa penduduk miskin tidak kalah dibanding penduduk kaya untuk memmperbaiki nasib mereka dan anak-anak mereka. kita akan banyak mengetahui ekonomi sesungguhnya terjadi. Kesalahan utama anggapan bahwa teori ekonimi standar tidak cukup untuk memahami negara-negara berpendapatan rendah dan oleh karena itu suatu teori ekonomi yang lain perlu dikembangkan. bahwa mereka sebagian besar tinggal di negara-negara berpendapatan rendah. M. Pertanian di banyak negara berpendapatan rendah mempunyai kapasitas ekonomi potensial untuk memproduksi bahan makanan yang cukup bagi penduduk yang terus bertambah dan juga memperbaiki pendapatan serta kesejahteraan penduduk miskin secara berarti. Apa yang telah kita pelajar selama sekade-dekade terakhir mengenai ekonomi pertanian akan tampak bagi orang-orang yang mengetahuinya dengan baik. Marcellinus Molo. Kebanyakan penduduk miskin di dunia hidup dari bidang pertanian. hingga menjadi jelaslah bahwa model-model tersebut merupakan hasil kajian intelektual yang terbaik. Faktor-faktor penentunya adalah perbaikan kualitas penduduk dan peningkatan pengetahuan. Jika kita mengetahui ekonomi pertanian. Ahli-ahli ekonomi merasa sulit memahami konstrain-konstrain preferensi dan kelangkaan (scarcity) yang menentukan pilihan-pilihan bagi kamun miskin. Beberapa ahli ekonomi memberikan reaksi dengan mengajukan penjelasan-penjelasan kultural dan sosial tentang keadaan perekonomian yang buruk di negara-negara berpendapatan rendah. Ilmu ekonomi klasik dikembangkan pada saat banyak orang di Eropa Barat baru saja memperoleh pengidupan dari lahan-lahan tandus (miskin) yang mereka olah dan ditinggalkan dalam masa yang . tanggapan-tanggapan para petani terhadap teknik-teknik produksi baru yang menguntungkan. bahwa separuh atau lebih dari pendapatan mereka yang sangat rendah dibelanjakan untuk bahan makanan. ekonomi pembangunan telah mengelami beberapa kesalahan intelektual. maka kita akan mengetahui ekonomi kemiskinan. adalah pengabaian sejarah ekonomi. bahwa mereka memperoleh sedikit sekali imbalan atas tenaga kerja mereka.

para ahli ekonomi perintis menghadapi kondisi-kondisi serupa dengan yang sedang berlaku di negara-negara berpendapatan rendah sekarang. dan karena pendapatan meningkat. Pada masa Ricardo. Suatu pandangan alternatif – pandangan sosial-ekonomi (the socio-economic view) – adalah bahwa manusia mempunyai kemampuan dan akal budi untuk mengurangi ketergantungannya pada lahan pertanian. Kita mengekstrapolasi statistik global dan kagum akan interprestasi kita – terutama bahwa penduduk miskin berbiak seperti tikus kutup (lemmings) yang menuju kepada kepunahan mereka sendiri. dalam lahan pertanian. menunjukkan bahwa pandangan naturalis yang suram mengenai bahan makanan tidak sesuai dengan sejarah yang menunjukkan bahwa kita dapat memperbesar sumbe-sumber melalui kemajuan pengetahuan. Marshall mengatakan kepada kita bahwa ’upah mingguan dari buruh-buruh Inggris kerapkali kurang dari harga setengah gantang (bushel) gandum yang berkualitas baik ketika Ricardo menerbitkan Principles of Political Economy and Taxation (1817). Perbedaan-perbedaan produktivitas lahan tidak menjelaskan mengapa penduduk miskin berada di bagian dunia yang telah lama berpengehuni. Pengetahuan mengenai pengalaman dan prestasi penduduk miskin pada masa-masa lampau akan sangat membantu suatu pemahaman akan masalah-masalah dan kemungkinan-kemungkinan bagi negara-negara yang kini berpendapatan rendah. Adanya penduduk dalam keadaan miskin. Upah mingguan dari buruh bajak di India pada saat sekarang kira-kira kurang dari harga dua gantang gandum . Masa depan umat manusia tidak ditakdirkan oleh ruang. yang telah lama dikenal sebagai ilmu pengetahuan suram. tidaklah mungkin terus menerus memperoduksi bahan makanan dalam jumlah yang cukup untuk penduduk dunia yang bertambah. Ironisnya ekonomi. Penduduk di India telah menjadi miskin sejak berabad-abad lamanya baik di Plateau Deccan. Saya setuju dengan Margaret Mead bahwa ”Masa depan umat manusia adalah – terbuka –tertutup (openended)”. ia ditentukan oleh evolusi akal budi umat manusia. tidak pernah terjadi dalam sejarah sosial dan ekonomi kita sendiri. Perkiraan-perkiraan mengenai pertumbuhan penduduk yang destruktif di negara-negara miskin sekarang adalah juga palsu. kita menemukan pengganti terhadap lahan pertanian yang tidak pernah dibayangkan Ricardo. Pemahaman seperti ini adalah jauh lebih penting daripada pengetahuan yang paling terinci dan pasti mengenai permukaan bumi atau mengenai ekologi. Menurut pandangan ini. Melalui penelitian. Persepsi historis tentang penduduk juga tidak ada. dan kualitas anak akan menggeser kuantitas anak.tidak lama. kurang lebih separuh dari pendapatan keluarga para pekerja (buruh) di Inggris dibelajakan untuk bahan makanan. Demikian pula yang sedang dialami oleh banyak negara berpendapatan rendah. LAHAN DINILAI TERLALU TINGGI Suatu pandangan yan dianut secara luas – pandangan naturalis (the natural earth view) – adalah bahwa luas lahan yang sesuai untuk menanam tanaman pangan adalah benar-benar tertentu dan persediaan energi untuk mengerjakan lahan semakin menipis. di mana produktivitas lahan tadah hujan adalah rendah dan di lahan-lahan India Selatan yang produktivitasnya tinggi. Sebagian akibatnya. atau mengenai teknologi masa depan. pada lahan-lahan yang agak lebih produktif di lereng-lereng yang curam . dan sumber energi yang terus merosot serta mengurangi biaya nyata dalam produksi bahan makanan untuk penduduk dunia yang terus bertambah. yang tidak pernah dibayangkan Malthus. Di Afrika penduduk berdiam di lahan-lahan yang tidak produktif yang terletak di bagian selatan Sahara. para orangtua menginginkan anak lebih sedikit. pertanian tradisional. energi.

tidak menghasilkan perebdaan kemiskinan yang sebanding. dan lahan-lahan aluvial yang sangat produktif di sepanjang dan pada muara Sungai Nile. Ada substitusi-substitusi baru terhadap lahan pertanian. Investasi-investasi seperti itu di negara-negara berpendapatan rendah telah berhasil memperbaiki prospek-prospek ekonomi yang tidak mampu dihilangkan oleh ketidakstabilan politik. ”daya-daya lahan yang asli dan tak dapat dirusah” tidak sesuai lagi. tetapi sekarang lahan pertanian di Finlandia menjadi lebih unggul.di daerah Rift. perumahan dan pengalaman bekerja. Sekarang lahan-lahan tersebut sanagt produktif. Penduduk miskin di negara-negara berpendapatan rendah bukanlah para tahanan dari suatu ekuilibrium kemiskinan yang ketat. penelitian pertaniah telah menghasilkan substansi bagi lahan pertanian. Demikian pula. perbahan-perubahan ini sebagian merupakan konsekuansi dari penelitian pertanian’ termasuk penelitian yang diwujudkan dalam bentuk pupuk buatan. Di negaranegara berpenghasilan tinggi dan rendah. perbedaan-perbedaan yang sangat terkenal mengenai rasio lahan penduduk di seluruh negara berpendapatan rendah. Tidak ada kekuatankekuatan besar (luas biasa) yang menghapus semua perbaikan ekonomi dan menyebabkan penduduk miskin meninggalkan perjuangan ekonominya. Apa yang paling berarti di dalam hal lahan pertanian. Kedua. Lahan-lahan di Finlandia semula kurang produktif dibanding lahan di bagian-bagian barat Uni Sovyet. Lahan-lahan di Eropa pada mulanya berkualitas rendah. pestisida. adalah insentif-insentif dan kesempatan-kesempatan terkait bagi para petani untuk meningkatkan penggunaan lahan dengan efektif melalui investasi yang mencakup sumbangansumbangan penelitian pertanian dan perbaikan ketrampilan manusia.76 mmilyar gantang. Meskipun sejarah ekonomi. Pemeliharaan anak. dan menghasilkan 7. Tetapi konsep Ricardo mengenai tanah. yang kurang dari areal panen tahun 1932. Sumbangan lahan dalam pendapatan nasional berupa sewa tanah yang merosot terus menerus dengan nyata di negara-negara berpendapatan rendah. atau perluasan lahan pertanian. masih mengikuti Ricardo. Modernisasi pertanian telah mengubah lahan miskin menjadi lahan sangat produktif dibanding keadaan alam. perolehan informasi dan ketrampilan yang diperoleh melalui sekolah dan investasi-investasi lain dalam bidang kesehatan dan sekolah dapat memperbaiki kualitas penduduk. walau keadaan tersebut pernah terjadi. Proses substitusi digambarkan dengan baik pada tanaman jagung: areal panen jagung di Amerika Aerikat pada tahun 1979 ada 33 juta area. Lahan pertanian di Jepang pda masa sekarang ini lebih unggul. peralatan dan masukan-masukan (inputs) lain. KUALITAS MANUSIA DINILAI TERLALU RENDAH Sementara lahan bukan satu-satunya faktor terpenting yang menyebabkan kemiskinan. tiga kali produksi 1932. satu bagian integral dari modernisasi ekonomi negara-negara berpenghasilan tinggi dan rendah adalah penurunan arti ekonomi dari lahan pertanian dan peningkatan modal manusiawi: ketrampilan dan pengetahuan. Mengapa hukum Ricardo mengenai sewa (yang memperlakukannya sebagai hasil dan bukan sebagai penyebab dari harga-harga) kehilangan arti ekonominya? Ada dua sebab utama: pertama. semuanya memiliki suatu kesamaan: mereka sangat miskin. Sekarang telah . ide-ide dari para ahli ekonomi mengenai lahan adalah sebagai satukaidah. yang tak dapat dipecahkan ilmu ekonomi. faktor manusia yaitu : investasi dalam perbaikan kualitas manusia dapt dengan nyata meningkatkan prospek-prospek ekonomi dan kesejahteraan penduduk yang miskin. Dengan beberapa perkecualian setempat.

karena mereka berbeda pendidikan. Kebijaksanaan yang memberikan prioritas utama terhadap industri dan mempertahankan harga pangan (biji-bijian) tetap murah. Di dalam domain mereka yang kecil. yang selalu merupakan suatu kegiatan petualangan. yang memerlukan organisasi dan alokasi sumber-sumber yang langka. individual dan alokatif. berdasarkan keadaan pengetahuan yang dimilikinya. Industrialisasi yang cepat dianggap sebagai kunci kemajuan ekonomi. karena pada umumnya pertanian merupakan sektor ekonomi yang sangat terdesentralisasi. organisasi. kesehatan. mereka telah gagal memberikan suatu kemampuan substitusi alokatif yang efektif dalam modernisasi pertanian. yang eksplisit di dalam harga-harga yang mereka bayar untuk produsesn dan barang serta jasa yang dikonsumsi. dan pengalaman. mereka adalah usahawan-usahawan yang dengan diam-diam mengamati kondisikondisi ekonomi yang tidak diketahui oleh para ahli. Pengaruh politik dari konsumen dan industri di kota memungkinkan mereka memperoleh bahan makanan murah atas biaya sejumlah besar penduduk pedesaan yang miskin. Insentifinsentif ini. Mereka mempunyai sumber daya manusia yang esensial berupa keusahawanan. Intisari penelitian adalah bahwa penelitian merupakan suatu upaya dinamis tentang hal-hal yang belum diketahui atau setengah diketahui. Diperlukan dana. adalah agen-agen yang membuat perhitungan ekonomi. Pada kebanyakan usahatani. Diskriminasi ini dirasionalisasi dengan alasan bahwa pertanian bersifat terbelakang (miskin) dan bahwa sumbangan ekonominya kurang berarti. Kemampuan alokatif dipenuhi oleh jutaan pria dan wanita pada satuan-satuan produksi berskala kecil. walaupun jumlah penduduk pedesaan jauh lebih besar . Peranan-peranan alokatif para petani dan wanita-tani serta kesempatan-kesempatan ekonomi mereka adalah penting. walaupun dengan Revolusi Hijau (Green Revolution). para wanita adalah juga usahawati dalam mengalokasikan waktu mereka dan menggunakan produkproduk pertanian dan barang-barang yang dibeli dalam produksi rumah tangga. Keusahawanan adalan juga esensial dalam penelitian. Harapan-harapan dari manusia dalam pertanian-buruh pertanian dan usahawan (enterprenir) usahatani yang bekerja dan mengalokasikan sumber-sumber dibentuk oleh kesempatan-kesempatan baru dan oleh insentif-insentif yang mereka tanggapi.terkumpul bukti-bukti bahwa penduduk pertanian yang miskin mempunyai reaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang lebih baik. Para petani di dunia . Keusahawanan dalam bidang penelitian diperlukan baik oleh para ilmuwan atau oleh orang-orang yang terlibat dalam sektor penelitian dari ekonomi. betapa efisiennya mereka. dan ilmuwan yang kompeten. Seseorang harus memutuskan bagaimana mendistribusikan sumber-sumber terbatas yang tersedia. . Walaupun para petani berbeda kemampuannya dalam pengamatan (analisa). interprestasi dan mengambil tindakan tepat sebagai reaksi terhadap informasi baru. sangat terdistorsi yang disebabkan oleh permerintah (goverment-incude distorsions) adalah untuk engurangi sumbangan ekonomi yang mampu diberikan pertanian). penerimaan dan resiko. dalam menghadapi biaya. Bila pemerintah telah mengambil alih fungsi keusahawanan dalam usahatani. Pemerintah cenderung mengintroduksi distorsi-distorsi yang mendiskriminasikan pertanian karena politik dalam negeri umunya menguntungkan penduduk kota atas biaya penduduk pedesaan. Sangat disesalkan bahwa doktrin ini masing didukung oleh beberapa lembaga donor dan dirasionalisasikan oleh beberapa ahli ekonomi di negara-negara berpendapatan tinggi. tetapi semuanya ini belumlah lengkap.

Kapital itu bermuka-dua. asumsi homogenitas kapital ini merupakan malapetaka bagi teori kapital : Adalah sangat tidak tepat menganalisa dinamika pertumbuhan ekonomi terutama menyangkut ketimpangan kapital karena perbedaan-perbedaan rates of . Kualitas dalam kontek ini terdiri dari berbagai bentuk modal manusiawi (human capital). sekali seorang petani mengadakan investasi berupa kereta kuda. D. dan banyak bentuk investasi lainnya. karena kisah biaya merupakan kisah dari investasi yang terbenam (cunk investment). yang mendasari teori kapital dan agregasi kapital dalam model-model pertumbuhan. yang berubah sesuai dengan perubahan pertumbuhan. Disekuilibria tidak dapat dieliminasi melalui hukum. definisi tersebut akan mengalami pula kemenduaan (ambiguities) yang terus menganggu teori kapital (capital theory) pada umunya. Intervensi oleh Pemerintah saat ini merupakan penyebab utama dari tidak tersedianya insentif-insentif ekonomi yang optimum. dan konsep kapital dalam model-model pertumbuhan ekonomi pada khususnya. yang merupakan suatu proses dinamis. Memang seharusnya demikian. memerlukan suatu proses yang umumnya dikenal sebagai modernisasi. baik karena informasi relevan tidak tersedia atau karena harga-harga dan biaya-biaya yang dihadapi para petani telah terdistorsi. Tetapi yang lebih buruk adalah anggapan. melalui kebijaksanaan Pemerintah dan jelas-jelas bukan dengan cara retorik. Kemungkinankemungkinan teknis telah menjadi semakin menguntungkan tetapi insentif-insentif ekonomi yang diperoleh para petani di negara-negara tersebut untuk merealisir potensi ini tidak berhasil. dan apa yang dijelaskan ke dua muka itu kepada kita tentang pertumbuhan ekonomi. bahwa kapital bersifat homogen. Pemerintah tidak dapat dengan efesien memainkan fungsi usahawan-usahawan pertanian. Cerita lain mengenai nilai terdiskon (discounted value) dari arus jasa-jasa yang disumbangkan kapital. dan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi yang berlaku mengurangi fungsi insentif-insentif produsen. Karena ketiadaan insentif-insentif yang menguntungkan. Nilai dari kemampuan menghadapi disekuilibria adalah tinggi dalam suatu ekonomi yang dinamis. Seperti telah diajarkan oleh Hick kepada kita. tidak hanya di bidang pertanian. misalnya. Pandangan intelektual yang dominan bersifat antagonistik terhadap insentif-insentif pertanian. sebagai suatu kaidah. Ahli-ahli sejarah masa depan pasti akan dibingungkan oleh luasnya insentif-insentif ekonomi yang telah berantakan selama dekade-dekade terakhir.DISEKUILIBRIA YANG TAK TERHINDARKAN Transformasi pertanian ke dalam suatu keadaan produktif yang meningkat. sebuah traktor. Setiap bentuk kapital memiliki sifat-sifat khusus: sebuah bangunan. Gale Johnson telah menunjukkan bahwa potensi ekonomi yang besar dari pertanian di banyak negara berpendapatan rendah tidak terealisir. adalah sejarahsejarah yang tidak konsisten. yang memerlukan penyesuaian dalam bertani karena tersedia kesempatan-kesempatan yang lebih baik. Disekulibria seperti itu tidak dapat terhindarkan. para petani tidak melakukan investasim. Saya telah mengemukakan di mana saja bahwa walaupun ada alasan kuat untuk menggunakann suatu definisi modal manusiawi yang sangat tepat. KEMAJUAN KUALITAS PENDUDUK Sekarang saya beralih kepada peningkatan kualitas manusia yang dapat diukur baik untuk penduduk yang bertani mau pun bukan petani. tetapi juga dalam semua aktivitas produksi yang lain. jenis pupuk tertentu. kereta tersebut hanya sedikit nilainya bila ditarik oleh traktor. termasuk pembelian input-input unggul. sebuah sumur pompa.

(4) perbaikan dan perluasan tanah pertanian. yang tertuang dalam strategi besar pembangunan nasional berupa Pola Umum 19 Pembangunan Jangka Panjang (PU-PJP) yaitu PU-PJP I (1969-1994) dan PU-PJP II (1994-2019). termasuk Indonesia. dapat membuktikan bahwa ketimpangan-ketimpangan ini adalah sama. Juga tidak ada suatu katalog dari semua model pertumbuhan yang ada. lingkungan. mengikuti saran dan langkah kebijakan yang disarankan oleh Mosher. Ketimpangan-ketimpangan merupakan pegas utama karena ia memberikan isyarat-isyarat ekonomi yang mendorong pertumbuhan. Dalam literatur klasik pembangunan pertanian karya Arthur Mosher yang berjudul “Getting Agriculture Moving” dijelaskan secara sederhana dan gambling tentang syarat pokok dan syarat pelancar dalam pembangunan pertanian. politik. Nilai dari modal manusiawi tambahan tergantung kepada kesejahteraan tambahan yang diperoleh manusia daripadanya. dalam produksi rumah tangga. maupun melalui perbaikan (improvement). budaya. yaitu pada masa pemerintahan Orde Baru.returns. (2) teknologi yang senantiasa berkembang. mengapa mencoba mengubah lingkaran menjadi empat per segi? Jika kita tidak dapat mengamati ketimpangan-ketimpangan ini. Beberapa Negara berkembang. (3) tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. pembangunan dilaksanakan melalui lima serangkaian Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang semuanya dititik beratkan pada sektor pertanian sebagai berikut: . Maka salah satu bagian penting dari pertumbuhan ekonomi tertutup oleh agregasi kapital seperti itu. apakah agregasi kapital dipandang dari segi biaya-biaya faktor (factor costs) atau dipandang dari segi nilai terdiskon dari jasa-jasa seumur hidup (lifetime services) dari berbagai bagian-bagiannya. modal manusiawi memperbesar produktivitas pertanian dan non pertanian. dan (5) tersedianya pengangkutan yang lancar dan kontinyu. Pembangunan pertanian di Indonesia dilaksanakan secara terencana dimulai sejak Repelita I (1 April 1969). dan (5) perencanaan nasional pembangunan pertanian. (2) kredit produksi. Adapun syarat pelancar pembangunan pertanian meliputi: (1) pendidikan pembangunan. Implementasinya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan status dan kesejahteraan petani semata. dalam waktu dan sumber-sumber lain yang dialokasikan para mahasiswa untuk pendidikan mereka. Tetapi. karena ketimpangan-ketimpangan itu merupakan pegas utama dari pertumbuhan ekonomi. 2008). kita harus menemukannya. SYARAT POKOK DAN PELANCAR PEMBANGUNAN PERTANIAN Pengertian Pembangunan pertanian dapat didefinisikan sebagai suatu proses perubahan sosial. sosial. Syarat pokok pembangunan pertanian meliputi: (1) adanya pasar untuk hasil-hasil usahatani. tetapi sekaligus juga dimaksudkan untuk mengembangkan potensi sumberdaya manusia baik secara ekonomi. Kemampuan semacam itu juga sangat memperbesar kepuasan-kepuasan yang merupakan suatu bagian integal dari konsumsi sekarang dan konsumsi di masa depan. Dalam PUPJP I. (3) adanya perangsang produksi bagi petani. (3) kegiatan gotong royong petani. pertumbuhan (growth) dan perubahan (change) (Iqbal dan Sudaryanto. dan dalam migrasi untuk memperoleh kesempatan kerja yang lain baik.

memberikan kontribusi terhadap proses industrialisasi dan urbanisasi yang membutuhkan pangan murah. 2000). sementara itu serapan tenaga kerja pada sector pertanian mencapai lebih dari 60 persen. Pertama. (3) dengan membeli barang konsumsi dari sektor lain. Fakta inilah yang kemudian mengilhami penyusunan rencana. sehingga akan meningkatkan permintaan dari penduduk perdesaan untuk produk dari sektor yang berkembang. Kedua. 3. dengan harga yang relatif 21 murah. Repelita IV: titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri penghasil mesin-mesin. peningkatan produksi. pangsa sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai lebih dari 40 persen. Repelita III: titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri pengolah bahan baku menjadi bahan jadi. Repelita V: melanjutkan Repelita IV. Kebijakan untuk menetapkan sektor pertanian sebagai titik berat pembangunan ekonomi sesuai dengan rekomendasi Rostow dalam rangka persiapan tinggal landas (Simatupang dan Syafa’at. 4. (2) dengan menyediakan surplus yang dapat diinvestasikan dari tabungan dan pajak untuk mendukung investasi pada sektor lain yang berkembang. pada tahun 1984. Pentingnya peran sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi suatu negara juga dikemukakan oleh Meier (1995) sebagai berikut: (1) dengan mensuplai makanan pokok dan bahan baku bagi sektor lain dalam ekonomi yang berkembang. dan (4) dengan menghapuskan kendala devisa melalui penerimaan devisa dengan ekspor atau dengan menabung devisa melalui substitusi impor. diharapkan dapat membentuk struktur perekonomian Indonesia yang serasi dan seimbang. Repelita II: titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri pengolah bahan mentah menjadi bahan baku. 2. Pada tahap kedua. Pada tahap pertama. khususnya beras. Rancangan pembangunan seperti demikian. Pembangunan pertanian di masa pemerintahan Orde Baru telah membawa beberapa hasil. pembangunan dititikberatkan pada industri pengolahan penunjang pertanian (agroindustri) yang selanjutnya secara bertahap dialihkan pada pembangunan industri mesin dan logam. Repelita I: titik berat pada sektor pertanian dan industri pendukung sektor pertanian. sehingga memperbaiki posisi neraca pembayaran Indonesia. sektor pertanian yang berhasil merupakan prasyarat bagi pembangunan sektor industri dan jasa. 5. sektor pertanian telah meningkatkan penerimaan devisa di satu pihak dan penghematan devisa di lain pihak. khususnya beras. sehingga pembangunan jangka panjang dirancang secara bertahap. khususnya di sektor pangan yang berpuncak pada pencapaian swasembada pangan. Menurut Suhendra (2004) di banyak negara. pada tingkat tertentu sector pertanian telah mampu menyediakan bahan-bahan baku . strategi dan kebijakan yang mengedepankan pembangunan pertanian sebagai langkah awal proses pembangunan. Para perancang pembangunan Indonesia pada awal masa pemerintahan Orde Baru menyadari benar hal tersebut. tangguh menghadapi gejolak internal dan eksternal.1. Lebih lanjut dinyatakan bahwa revolusi pertanian merupakan syarat mutlak bagi keberhasilan upaya menciptakan prakondisi tinggal landas. Ketiga. Ketersediaan bahan pangan. pembangunan dititikberatkan pada pembangunan sector pertanian dan industri penghasil sarana produksi peratnian. Pada saat Indonesia memulai proses pembangunan secara terencana pada tahun 1969.

pemerintah seolah menganggap pembangunan pertanian dapat bergulir dengan sendirinya. Oleh karena itu. memerlukan subsidi dan mendapat intervensi yang sangat mendalam. pembangunan pertanian di masa pemerintahan Orde Baru tersebut mengandung sejumlah paradoks. Menyusul periode pertumbuhan tinggi sektor pertanian satu dekade sebelumnya. dan (3) kurang memperhatikan aspirasi dan pendapatan petani. (2) tidak memperhatikan panduan horizontal. Seiring dangan hal ini. Akibatnya. (2005). Pertama. pengembangan komoditas seringkali sangat tidak efisien dan keberhasilannya sangat tergantung pada besarnya subsidi dan proteksi pemerintah.08 persen dan akan menurunkan pendapatan rumah tangga perdesaan berkisar antara 2.10-3. pendekatan pembangunan pertanian selama pemerintahan Orde Baru dilaksanakan dengan pendekatan komoditas.28-10. Menurut Arifin (2004) tidak berkembangnya sektor pertanian berakar pada terlalu berpihaknya pemerintah pada sektor industri sejak pertengahan tahun 1980-an. Pemerintah mencurahkan perhatiannya pada sektor industri. yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai kebijakan proteksi yang sistematis.industri sehingga melahirkan agroindustri. peningkatan produktivitas dan produksi tidak selalu dibarengi atau diikuti dengan meningkatnya pendapatan petani. Memasuki era globalisasi yang dicirikan oleh persaingan perdagangan internasional yang sangat ketat dan bebas. (2004) bahwa peningkatan produktivitas pertanian menurunkan harga output di tingkat petani berkisar antara 0. sehingga sektor pertanian dianggap sebagai most-heavily regulated. Menyadari akan hal tersebut di atas. dukungan harga dan berbagai proteksi lainnya. Menurut Sudaryanto et al. Kedua. pembangunan pertanian semakin dideregulasi melalui pengurangan subsidi. Kemampuan bersaing melalui proses produksi yang efisien merupakan pijakan utama bagi . Hal ini tidak terlepas dari pengaruh paradigma pembangunan saat itu yang menekankan industrialisasi. seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian Ratnawati et al. maka pendekatan pembangunan pertanian harus diubah dari pendekatan komoditas menjadi pendekatan system agribisnis. serta kurang mampu mendorong peningkatan pendapatan petani. peningkatan produksi pertanian telah menimbulkan kecenderungan menurunnya harga produkproduk pertanian yang berakibat negatif pada pendapatan petani. Namun pendekatan komoditas ini mempunyai beberapa kelemahan mendasar. ternyata sektor pertanian hanya bisa berkembang dalam kebijaksanaan yang protektif. Asumsi ini membuat pemerintah mengacuhkan pertanian dalam strategi pembangunannya.10 persen. vertikal dan spatial berbagai kegiatan ekonomi. maka orientasi pembangunan pertanian juga akan mengalami perubahan dari orientasi peningkatan produksi menjadi orientasi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. bahkan pendapatan petani cenderung menurun. seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian Siregar (2003) bahwa secara riil tingkat kesejahteraan petani dari tahun ke tahun justru mengalami penurunan yang ditunjukkan oleh nilai tukar petani (NTP) yang mempunyai tendensi (trend) yang menurun (negatif) sebesar –0. proteksi besar-besaran ini telah merapuhkan basis pertanian pada tingkat petani. Sungguhpun demikian.68 persen per tahun. yaitu: (1) tidak memperhatikan keunggulan komparatif tiap komoditas. Di masa pemerintahan Orde Baru. Pendekatan ini dicirikan oleh pelaksanaan pembangunan pertanian berdasarkan pengembangan komoditas secara parsial (sendiri-sendiri) dan lebih berorientasi pada peningkatan produksi dibanding peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

menghapus kemiskinan dan mendorong pembangunan ekonomi yang lebih luas (Sudaryanto dan Munif. 2005). 2. konsumsi dan investasi. maka partisipasi dan kemampuan wirausaha petani merupakan factor kunci keberhasilan pembangunan pertanian. Sehubungan dengan hal tersebut. sehingga akselerasi pembangunan sektor pertanian akan membantu mengatasi masalah pengangguran. sehingga dengan akselerasi pembangunan pertanian maka penyediaan pangan dapat terjamin. Sejak awal 1990-an. Hal ini karena terdapat keterkaitan yang erat antara sektor pertanian dengan sektor industri yang meliputi keterkaitan produk. akan membawa pengaruh yang sangat besar terhadap dinamika pembangunan pertanian. 5. agenda reformasi yang bergulir tanpa arah. Kondisi tersebut memerlukan penyesuaian terhadap arah dan kebijakan serta pelaksanaan program pembangunan pertanian. beberapa pertimbangan tentang pentingnya mengakselerasi sektor pertanian di Indonesia dikemukakan oleh Simatupang (1997) sebagai berikut: 1. 6. Dengan demikian. strategi pembangunan pertanian harus lebih memfokuskan pada peningkatan daya saing. Oleh karena itu. Akselerasi pembangunan pertanian sangatlah penting dalam rangka mendorong ekspor dan mengurangi impor produk pertanian. maka Indonesia kembali menjadikan sector pertanian sebagai landasan utama pembangunan ekonomi (Arifin. Keadaan ini menjadi pertimbangan utama dirumuskannya kebijakan yang memiliki keberpihakan terhadap sector pertanian dalam memperluas lapangan kerja. ketika krisis ekonomi terjadi. akselerasi pembangunan pertanian paling tepat untuk mendorong perekonomian desa dalam rangka meningkatkan pendapatan sebagian besar penduduk Indonesia dan sekaligus pengentasan kemiskinan. Secara lebih rinci. akselerasi pembangunan pertanian akan membantu menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. Langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan pangan pada pasar dunia. sehingga dalam hal ini dapat membantu menjaga keseimbangan neraca pembayaran. bahkan yang berbasis teknologi tinggi dan intensif kapital. 3. proses desentralisasi ekonomi yang menghasilkan kesengsaraan dan penderitaan rakyat. mengandalkan modal dan tenaga kerja terampil dan berbasis inovasi teknologi dengan memanfaatkan sumberdaya lokal secara optimal. Sektor pertanian sebagai penghasil makanan pokok penduduk. baik domestik maupun internasional. 4. Kabinet Indonesia Bersatu telah menetapkan program pembangunannya dengan . pembangunan ekonomi dan kebijakan politik mulai meminggirkan sektor pertanian.kelangsungan hidup usahatani. Suryana (2006) menyatakan bahwa perubahan lingkungan strategis yang sangat cepat. Oleh karena itu. Peran penting sektor pertanian telah terbukti dari keberhasilan sector pertanian pada saat krisis ekonomi dalam menyediakan kebutuhan pangan pokok dalam jumlah yang memadai dan tingkat pertumbuhannya yang positif dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional. sehingga dinamikanya amat berpengaruh terhadap laju inflasi. seiring dengan menurunnya pangsa pertanian dalam struktur perekonomian (PDB). Akselerasi pembangunan pertanian mampu meningkatkan kinerja sector industri. Harga produk pertanian memiliki bobot yang besar dalam indeks harga konsumen. 2005). Fokus pembangunan ekonomi lebih banyak diarahkan pada sektor industri dan jasa. Sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian desa dimana sebagian besar penduduk berada. Sektor pertanian masih tetap sebagai penyerap tenaga kerja. Namun demikian.

Sejalan dengan hal ini.1. pro-employment dan pro-poor. 2. Pertanian harus dilihat sebagai sektor yang multi-fungsi dan sumber kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. (2) Program pengembangan agribisnis. Operasionalisasi program pengembangan agribisnis dilakukan melalui pengembangan sentra/kawasan agribisnis komoditas unggulan. Kegiatan pembangunan pertanian tahun 2005-2009 dilaksanakan melalui tiga program. Revitalisasi pertanian dan perdesaan untuk berkontribusi pada pengentasan kemiskinan. 2005c) 2. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya. Operasionalisasi program peningkatan kesejahteraan petani dilakukan melalui pemberdayaan penyuluhan. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. . yaitu: (1) Program peningkatan ketahanan pangan. Revitalisasi pertanian diartikan sebagai kesadaran untuk menempatkan kembali arti penting sektor pertanian secara proporsional dan kontekstual. dan antisipasi agar tidak terjadi kerawanan pangan. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani. Operasionalisasi program peningkatan ketahanan pangan dilakukan melalui peningkatan produksi pangan. 3. Operasionalisasi konsep strategi tiga jalur tersebut dirancang melalui hal-hal sebagai berikut: 1. kebijakan proteksi dan promosi lainnya (Departemen Pertanian. pendampingan. penjaminan usaha. Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. perlindungan harga gabah. Sudaryanto dan Munif (2005) menyatakan bahwa revitalisasi pertanian dimaksudkan untuk menggalang komitmen dan kerjasama seluruh stakeholder dan mengubah paradigma pola piker masyarakat dalam melihat pertanian tidak hanya sekedar penghasil komoditas untuk dikonsumsi. dan (3) Program peningkatan kesejahteraan petani. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. menjaga ketersediaan pangan yang cukup aman dan halal di setiap daerah setiap saat. Pembenahan sektor riil untuk mampu menyerap tambahan angkatan kerja dan menciptakan lapangan kerja baru. melalui peningkatan kinerja sektor pertanian dalam pembangunan nasional dengan tidak mengabaikan sektor lain.menggunakan strategi tiga jalur (triple track strategy) sebagai manifestasi dari strategi pembangunan yang lebih pro-growth.5 persen per tahun melalui percepatan investasi dan ekspor. Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian. Peningkatan pertumbuhan ekonomi di atas 6.

yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. Penduduk bertambah menurut deret ukur. • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit. Persedian tanah pertanian yang makin kecil 2. Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan. untuk keperluan sehari-hari seorang petani. sekali produksi telah berjalan maka penerimaan dari penjualan akan mengalir setiap hari sebagaimana mengalirnya hasil produksi.Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain. Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. setiap minggu. Akan tetapi lain halnya dengan petani. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar. Di dalam bidang industri. 1979: 30). misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual. dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. baik itu untuk bibit. Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun .

3. akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai. tetapi dalam kerja. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu.2. Bertambahnya pengangguran 4. Apa yang sama diantara mereka adalah. dan dapat menciptakan pengangguran. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil. Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu. 2. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. Pembangunan Pertanian . Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutang-hutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. Inilah yang menjadi sebab. dan begitu sama sifatsifatnya satu dari yang lain. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain. sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri.

dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan. Dalam hal ini. maka peluasan lahan akan semakin sempit. tanah dan modal. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil.Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. Di masa lalu. Akan tetapi dewasa ini. maka yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional. produktivitas. Hal ini memang sesuai pada masa itu. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960). Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi . Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar). agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. dengan orientasi pada peningkatan produksi. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas. Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk. tenaga kerja. orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern.

ekonomis. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas. terutama di daerah-daerah. dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif.perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja.3. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik. sosial budaya dan lain-lain. Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan. 2. Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. sarana transportasi. Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi . Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. bibit unggul. Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri.

Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian. . Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1. Teknologi yang senantiasa berkembang. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian. 2. A. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani. Kegiatan gotong royong petani. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : 1. 5. 4. 4. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian. Kredit produksi. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. Adanya perangsang produksi bagi petani. 2. 3. 5. 1979 : 194). Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya. pertanian dapat berjalan terus tapi statis. 3. Pendidikan pembangunan. Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar.petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru.T.

Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan. Akan tetapi lain halnya dengan petani.2. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Di dalam bidang industri. jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar.1. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani. baik itu untuk bibit. . Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian. Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain. Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit. Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. sekali produksi telah berjalan maka penerimaan dari penjualan akan mengalir setiap hari sebagaimana mengalirnya hasil produksi. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. 1979: 30). yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri.

akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil. sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. Penduduk bertambah menurut deret ukur. Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. dan dapat menciptakan pengangguran. Persedian tanah pertanian yang makin kecil Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun Bertambahnya pengangguran Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutanghutang pertanian Sebagaimana uraian di atas.untuk keperluan sehari-hari seorang petani. sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari. dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. 2. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. setiap minggu. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil. dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk. 3. • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). dan begitu sama sifat- . sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. Inilah yang menjadi sebab. Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. 4.

tetapi dalam kerja. Di masa lalu. Apa yang sama diantara mereka adalah. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. 2.2. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas. maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai. dengan orientasi pada peningkatan produksi. . Dalam hal ini. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain. Akan tetapi dewasa ini. Pembangunan Pertanian Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. maka yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960). Hal ini memang sesuai pada masa itu. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan.sifatnya satu dari yang lain.

Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. sarana transportasi. terutama di daerah-daerah. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik. bibit unggul. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan. yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. . misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk. dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan. dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. maka peluasan lahan akan semakin sempit. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri. produktivitas. Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. tanah dan modal. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas. Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar). salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. tenaga kerja. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas.

Adanya perangsang produksi bagi petani. pertanian dapat berjalan terus tapi statis. Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru. Kegiatan gotong royong petani. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : 1. sosial budaya dan lain-lain. 2. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto.2.T. Kredit produksi. Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian. Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian.3. Pendidikan pembangunan. . 2. ekonomis. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani. Teknologi yang senantiasa berkembang. 1979 : 194). A. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1. 4. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. 5. 3. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. 3. Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda.

yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto.4. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani.1. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. 2. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani. Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian. Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian. 1979: 30). Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya. sekali produksi telah . Di dalam bidang industri. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. 5. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional. Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian.

sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari. Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. 4. . Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. 2. Persedian tanah pertanian yang makin kecil Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun Bertambahnya pengangguran Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutanghutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. dan dapat menciptakan pengangguran. setiap minggu. untuk keperluan sehari-hari seorang petani. Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). dengan tingginya pertumbuhan penduduk. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. Penduduk bertambah menurut deret ukur. sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil. 3. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan.berjalan maka penerimaan dari penjualan sebagaimana mengalirnya hasil produksi. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil. akan mengalir setiap hari Akan tetapi lain halnya dengan petani. jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar. baik itu untuk bibit. Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. dan pembiayaan-pembiayaan lainnya.

kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain. dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya. Pembangunan Pertanian Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas.Inilah yang menjadi sebab. sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. dengan orientasi pada peningkatan produksi. 2. maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960). maka . tetapi dalam kerja. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya.2. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu. Di masa lalu. Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. dan begitu sama sifatsifatnya satu dari yang lain. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai. Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu. Apa yang sama diantara mereka adalah. Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya.

Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar). Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional. maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. Dalam hal ini. bibit unggul. yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. Hal ini memang sesuai pada masa itu. Akan tetapi dewasa ini. karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara . Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. produktivitas.yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. maka peluasan lahan akan semakin sempit. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri. dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. tanah dan modal. tenaga kerja. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk.

Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan.T. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar. 1979 : 194).lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. sosial budaya dan lain-lain. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis. Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru. sarana transportasi. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas. Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. A.3. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. pertanian dapat berjalan terus tapi statis. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : . Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto. Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan. ekonomis. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja. 2. terutama di daerah-daerah. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan.

Rhodes. Pendidikan pembangunan. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian. 5. P. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani. 1971. 2. Graham. Kredit produksi. Seokartawi. Sektor Besar yang Terlupakan . 2001. 3. 2004. Adanya perangsang produksi bagi petani. Teknologi yang senantiasa berkembang. Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya. 1979. West. Oxford University Inc. Kegiatan gotong royong petani. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. Irwin Inc. Hallet. Mubyarto. V. Yogyakarta. From the Poverty to the Wealth of Nations Second Edition. Diposkan oleh ary ian di 04. LP3ES. New York.1.. Oxford: Basil Blackwell. 3. Economics of Agricultural Production Market and Policy. Yujiro. The Economics of Agricultural Policy.G. 4. 4. Development Economics. Pengantar Ekonomi Pertanian. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional.17 0 komentar Pertanian. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1. Home III: Richard D.. Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian. J.. Hayami. DAFTAR PUSTAKA Doll... 1986. Malang. 2. Petani Indonesia dalam Menghadapi Persaingan Global Universitas Brawijaya. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani. J. 5.

pemerintahan dan pelayanan publik.Investor Daily. Terlalu besar risiko yang akan ditanggung bangsa Indonesia. dengan potensi pengganda {multiplier) pada sektor lain yang luar biasa. ia atau mereka masih perlu banyak turun ke lapangan agar strategi yang ditawarkan kepada Presiden SBY lebih mendekati kenyataan. adalah sesuatu yang tentu sangat menyakitkan. menganggap bidang ini tidak relevan pada pembangunan kesejehteraan bangsa. pada saat menyebutkan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010-2014 atau prioritas nasional. ternyata hasilnya masih belum membawa kesejahteraan bagi petani sebagai pelaku utamanya. Presiden SBY memang menyebut kata "ketahanan pangan dua kali. berupa reformasi birokrasi dan tata kelola. kesehatan. secara substansial pertanian memang dianggap tidak relevan dalam pidato yang mengusung tiga tema besar yang amat-sangat luas dan strategis. Jangankan disinggung. Apalagi jika diabaikan dan dilupakan. Siapa pun perumus konsep pembangunan yang konon inklusif tersebut. (2) demokrasi. dan ketahanan pangan. Bagi stakeholders atau pemangku kepentingan bidang pertanian. pada saat mengklaim bahwa "bangsa Indonesia memiliki ketahanan pangan yang semakin kuaf walau sama sekali tanpa dukungan data dan fakta. Itulah pertanian. masyarakat awam pasti sepakat bahwa negara agraris sebesar Indonesia tidak akan maju dan beranjak ke mana-mana jika kebijakan yang dirumuskan justru mengabaikan pembangunan pertanian. pada pidato tersebut. Pertanian adalah sektor besar yang selama ini memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja 43% dan kontribusi 16% terhadap produk domestik bruto (PDB). penanggulangan kemiskinan. Serempak dan Terintegrasi . Ketiga tema tersebut adalah (1) kesejahteraan. Senin 30 Agustus 2010 Oleh Bustanul Arifin Pada pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. dan (3) keadilan. Walaupun sektor pertanian telah dibangun dengan susah payah. Kedua. jika konsep development for all yang diusung Kabinet Indonesia Bersatu Jilid2 justru melupakan pertanian. melalui pembangunan untuk semua. melalui langkah strategis keadilan untuk semua. 16 Agustus lalu. Pertama. Pertama. pendidikan. melalui peningkatan kualitas demokrasi. ada bidang yang terlupakan. Banyak analisis menafsirkan mengapa pertanian terlupakan pada suatu momen besar kenegaraan yang ditunggu rakyat banyak serta disaksikan jutaan pemirsa televisi di seluruh Tanah Air. kata pertanian sama sekali tidak disebutkan. Tidak harus mengutip teori-teori ekonomi pembangunan.

sekian tujuan akan tercapai. Presiden SBY pernah mencanangkan strategi revitalisasi pertanian sebagai mantra ajaib peningkatan produksi dan pemihakan kebijakan kepada petani dan pertanian. implementasi kebijakan untuk mewujudkan sasaran tersebut memang tidak mudah. alokasi anggaran. Walaupun mereka paham secara teori. sektor pertanian memang kompleks. upaya peningkatan produksi tersebut belum tentu dapat memperbaiki kesejahteraan petani. Dalam bahasa ekonomi modern. Para perumus kebijakan atau elite politik yang tidak sabar dan ingin melihat hasil instan biasanya melupakan pembinaan pertanian karena hasil kebijakan baru dinikmati sekian tahun kemudian. hortikultura. pertanian dianggap telah maju dan berhasil karena laporan yang menggiurkan. ketidakpercayaan terhadap sektor pertanian karena kompleksitas yang tinggi. Peningkatan produksi yang besar sekalipun masih sulit untuk mengangkat petani dari belenggu kemiskinan apabila persoalan penguasaan lahan tidak dapat dipecahkan. jika para tengkulak lebih berkuasa atau jika tiba-tiba harga pertanian global anjlok. misalnya peningkatan kesejahteraan petani. Hampir seluruh daerah dan provinsi meletakkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan pada RPJM daerah. peternakan. Justru hal sebaliknyayang amat diperlukan. pembinaan dan pemberdayaan sektor pertanian memerlukan biaya transaksi yang besar karena nyaris pada setiap tahapan kegiatan harus dilakukan pelaku atau lembaga yang berbeda. para pengambil kebijakan tentu tetap harus menyadari bahwa membangun pertanian itu memang perlu serentak dan komprehensif.Kedua. dan perikanan akhir-akhir ini mungkin cukup memukau Presiden SBY. Pada tingkat daerah.5% dari total). Sekian macam instrumen kebijakan harus dilaksanakan secara serempak dan terintegrasi. Berbeda dengan sektor industri manufaktur dan jasa. fenomena seperti ini justru lebih mudah dijumpai.34 juta rumah tangga petani (atau 53. namun di lapangan. Apalagi. Kompleksitas seperti ini akan selalu menjadi momok menakutkan bagi kaum elite picik yang hanyaberpikir ingin menikmati hasil kebijakan instan. pada awal masa kepemimpinannya. Akan tetapi. . Laporan-laporan peningkatan produksi pangan. dengan efisiensi yang tidak terlalu tinggi. dan realisasinya berbicara lain. karena demikian banyak pelaku yang terlibat. Belum lagi jika ditambah dengan fakta terakhir tentang penguasaan lahan petani yang semakin menyusut Jumlah petani pangan yang hanya menguasai lahan 0.5 hektare atau kurang telah bertambah mencapai 9. Namun. perkebunan. tanpa diikuti stabilisasi harga di tingkat petani yang memadai. Revitalisasi Pertanian Ketiga. bahwa sektor pertanian menjadi pengganda pendapatan dan pengganda tenaga kerja. tidak cukup hanya dengan sekali pukul satu kebijakan. Implementasi kebijakan peningkatan produksi dan produktivitas mungkin cukup jelas dan mudah diukur dengan sekian macam intervensi yang harus dilakukan. untuk mencapai satu tujuan.

karena bukan hanya menyangkut urusan permintaan dan penawaran pangan. Pertanian tetap menjadi pengganda pendapatan dan pengganda tenaga kerja. sektor pertanian tetap tak bisa diabaikan. pasar murah itu sepi peminat. pihak seakan terpukau dengan data fisik produksi secara makro tersebut. daya saing bangsa di tingkat global dan sebagainya. Belum lagi. tanpa pernah berusaha memahami kesulitan riil petani di tingkat mikro. ternyata kedodoran di sana. jika menyebutkan istilah ketahanan pangan yang jauh lebih kompleks dan berdimensi luas. J . Meski menghadapi berbagai kerumitan. Dengan kata lain. Salah satu contoh kecil yang dapat dilakukan ke depan dalam mencapai sasaran revitalisasi pertanian adalah bagaimana realisasi rencana mewujudkan 15 juta lahan pertanian pangan. seperti reforma agraria yang dicanangkan Presiden SBY pada periode pertama. jelas fondasi pertanian Indonesia masih belum stabil. kekhilafan tidak menyebutkan sektor pertanian itu hanya masalah kemasan saja. Terlalu naif jika masih ada yang beralasan tidak mampu menegakkan dan melaksanakan UU 41/2009 tersebut hanya karena peraturan pemerintah (PP) yang lebih operasional belum ada. Operasi pasar murah direncanakan secara serempak di beberapa tempat. melainkan menyangkut kecukupan gizi dan protein penduduk Indonesia. apalagi dilupakan. Semoga saja. walaupun menurut laporan media. Apalagi kini Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. dikendalikan di sini. sehingga tidak selayaknya sektor pertanian diabaikan. Dari sesuatu yang paling sederhana. Masih cukup banyak cara dan langkah kebijakan untuk memulihkan kepercayaan publik bahwa pemerintah betul-betul masih akan berpihak pada sektor pertanian. seperti sistem produksi pangan yang disebutkan di atas. bukan karena ketidakpedulian atau penga-cuhan yang pasti memiliki implikasi politik jauh lebih buruk. Demikian pula jika memperhitungkan sesuatu yang lebih rumit. pemerintah kemudian bereaksi secara panik.Banyak. pembangunan pertanian memang belum dapat dikatakan maju dan berhasil. dan sebagainya. strategi revitalisasi pertanian yang dicanangkan pada periode pertama dulu masih jauh dari sempurna. juga belum mampu mewujudkan konsep justice for all sebagaimana diucapkan dalam Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2010 ter-sebut. Ketika akhir-akhir ini terdapat lonjakan harga pangan yang liar. baik karena tren permintaan yang memang tinggi dan suplai yang cenderung menurun terutama karena prakiraan bulan basah La Ninayang masih sampai November 2010.

Misalnya dalam kitab Hammurabi dari Babilonia tahun 1700 sM. Inilah awal dasar pemikiran Prinsip Spesialisasi kemudian dikembangkan oleh Adam Smith. dan menjadi dasar analisis ilmuwan modern sebab analisisnya berpangkal dari data. Plato menyadari bahwa produksi merupakan basis suatu negara dan penganekaragaman (diversivikasi) pekerjaan dalam masyarakat merupakan keharusan. uang hanya sebagai alat tukar-menukar saja. 4. Xenophon seorang prajurit. kaidah-kaidah hukum. maka uang menjadi mandul atau tidak produktif. pelayaran dan perniagaan yang dianjurkan untuk dikembangkan oleh . Ia memandang rendah terhadap para pekerja kasar dan mereka yang mengejar kekayaan. Plato hidup pada abad keempat sebelum Masehi mencerminkan pola pikir tradisi kaum ningrat. Sosialis dan Neoklasik Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Perintis Sosialis 1. sejarawan dan murid Socrates yang mengarang buku Oikonomikus (pengelolaan rumah tangga). jika menumpuk kekayaan dengan jalan minta/mengambil riba. Ia menolak kehadiran uang dan pinjam-meminjam uang dengan bunga. karena tidak seorang pun yang dapat memenuhi sendiri berbagai kebutuhannya. Inti pemikiran Xenophon adalah pertanian dipandang sebagai dasar kesejahteraan ekonomi. Klasik. Konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis ditemukan terutama dalam ajaran-ajaran agama. etika atau aturan-aturan moral. 3. Konsep pemikiran ekonominya didasarkan pada konsep pengelolaan rumah tangga yang baik. Aristoteleslah yang membedakan dua macam nilai barang. yaitu nilai guna dan nilai tukar.Pemper pak Harris Sejarah Pemikiran Ekonomi Praklasik. melalui tukar-menukar. Aristoteles merupakan tokoh pemikir ulung yang sangat tajam. 2. masyarakat Yunani telah menjelaskan tentang rincian petunjuk-petunjuk tentang cara-cara berekonomi.

Pemikiran-pemikiran ekonomi lahir pada kaum merkantilis disebabkan adanya pembagian kerja yang timbul di dalam masyarakat. mengemukakan tentang konsep keadilan yang dibagi dua menjadi keadilan distributife dan keadilan konvensasi. sementara itu terjadi pembatasan-pembatasan yang terkontrol dalam kegiatan perdagangan luar negeri. dan kecepatan uang beredar. upah yang adil dan harga yang layak ini merupakan masalah yang terus-menerus diperdebatkan dalam ilmu ekonomi. kegiatan industri di dalam negeri dengan tingkat upah yang rendah. tetapi menganjurkan persaingan. Proteksi industri yang menganjurkan persaingan dalam negeri. 3. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Merkantilis 1. dan menjaga rencana perdagangan . Pemikiran ekonomi kaum merkantilis merupakan suatu kebijakan yang sangat melindungi industri. konsep perbudakan dan sektor pertambangan menjadi milik bersama.negara. proteksionisme serta politik kolonial. ditujukan dengan neraca perdagangan luar negeri yang menguntungkan . modal patungan dalam usaha. 2. 4. hal ini berhubungan dengan tujuan proteksi industri di dalam negeri. dengan menegakkan hukum Tuhan maka dalam jual-beli harus dilakukan dengan harga yang adil (just-price) sedang bunga uang adalah riba. 5. Kebijakan ekonomi lebih bersifat makro. yang selanjutnya akan mendorong perdagangan internasional. dan tingkat upah yang rendah mendorong ekspor. spesialisasi dan pembagian kerja. Merkantilis merupakan model kebijakan ekonomi dengan campur tangan pemerintah yang dominan. Tetapi masalah riba. Teori kuantitas uang didasarkan pada jumlah uang yang beredar mempengaruhi tingkat bunga dan tingkat harga barang. 5. Ke luar masuknya logam-logam mulia mempengaruhi tingkat harga di dalam negeri serta jumlah uang yang beredar. THOMAS AQUINAS (1225-1274) seorang filosof dan tokoh pemikir ekonomi pada abad pertengahan. kebijakan kependudukan yang mendorong keluarga dengan banyak anak. pembagian kerja secara teknis dan pembagian kerja teritorial. dalam negeri.

dan teori fruktifikasi. classe sterile atau classe stipendile yang meliputi kaum pedagang dan industriawan dan classe passieve adalah kaum pekerja. Namun demikian pemikiran ini merupakan gagasan ke arah menemukan dasar satuan perhitungan yang ia.yang menguntungkan. 4. classe des froprietaires dari kaum pemilik tanah. tokoh pemikir yang paling terkenal pada mazhab ini adalah Francois Quesnay. tetapi dikemukakan atas transaksi barter dengan nilai alat tukar dapat berubah-ubah karena jumlahnya. harga penjualan dan harga yang harus dibayar konsumen. Sumbangan pemikiran yang terbesar dalam perkembangan ilmu ekonomi adalah hukum-hukum alamiah. Mazhab Pisiokrat tumbuh sebagai kritik terhadap pemikiran ekonomi Merkantilis. 3. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik . Sumbangan pemikiran ahli Pisiokrat lain yaitu Jaques Turgot mempunyai dua sumbangan utama terhadap pemikiran ekonomi yakni teori uang sebagai tabir. Teori uang yang dikemukakannya adalah sebagai tabir uang (money is veil) dan perlunya pengenaan pajak untuk kepentingan ekonomi. Teori uang sebagai tabir yang mempersulit pengamatan fenomena ekonomi. dan menjelaskan arus lingkaran ekonomi. Inti pemikiran utama dalam mazhab Pisiokrat adalah dituangkan dalam tabel ekonomi yang terdiri dari classe productive dari kaum petani. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Pisiokrat 1. hal ini dilakukan dalam usaha meningkatkan peranannya dalam perdagangan internasional dan perluasan-perluasan kolonialisme. Pemikiran ekonomi kaum Pisiokrat yang menonjol dalam perkembangan ilmu ekonomi selain lingkaran arus ekonomi dalam tabel ekonomi yaitu tentang teori nilai dan harga yang terbagi menjadi tiga yaitu harga dasar barang-barang. 2.

di mana masyarakat senantiasa secara otomatis akan mencapai keseimbangan pada tingkat full employment. Politik ekonomi kaum klasik merupakan politik ekonomi laissez faire. dengan demikian politik ekonomi klasik pada prinsip laissez faire. Dan dengan melalui mekanisme permintaan dan penawaran itu akan menuju kepada suatu keseimbangan (equilibrium). dan bertolak dari suatu metode alamiah. Filsafat kaum klasik mengenai masyarakat. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik Adam Smith (1723-1790) 1. kaum klasik mendasarkan diri pada tindakantindakan rasional. Kaum klasik juga memandang ilmu ekonomi dalam arti luas. 3. Ia sering bertukar pikiran dengan Quesnay dan Turgot dan Voltaire. pemikiran pesimistik dan individu serta negara. yang kemudian semakin diarahkan kepada masalah-masalah ekonomi.1. Adam Smith adalah seorang pemikir besar dan ilmuwan kelahiran Kirkaldy Skotlandia tahun 1723. Jadi dalam susunan kehidupan ekonomi yang didasarkan atas milik perseorangan. inisiatif dan perusahaan orang-perorangan. Landasan kepentingan pribadi dan kemerdekaan alamiah. guru besar dalam ilmu falsafah di Universitas Edinburgh. dan mengajarkan bahwa proses produksi dan pembagian pendapatan ditentukan oleh mekanisme pasar. dan dengan keseimbangan yang bersifat otomatis. dan kebebasan individulah yang menjadi inti pengembangan kekayaan bangsa. dengan perkataan lain secara normatif. Politik ini menunjukkan diri dalam tindakan-tindakan yang dilakukan oleh mazhab klasik. 4. perhatiannya bidang logika dan etika. 2. mengritik pemikiran ekonomi sebelumnya. Ruang lingkup pemikiran ekonomi klasik meliputi kemerdekaan alamiah. . Teori harga merupakan bagian sentral dari mazhab klasik. prinsipil tidak berbeda dengan filsafat mazhab pisiokrat. Asas pengaturan kehidupam perekonomian didasarkan pada mekanisme pasar.

4.B.2. Tingkat sewa tanah akan meningkat. Teori nilai yang digunakan Adam Smith adalah teori biaya produksi. timbul persoalan pembagian pendapatan yakni upah untuk pekerja. pemerintah bertugas melindungi rakyat. 3. Pertambahan penduduk berarti meningkatkan tenaga kerja. Barang mempunyai nilai guna dan nilai tukar. dan lahan lama-kelamaan menjadi kurang subur. sedangkan tingkat upah menurun. Jean Batiste Say adalah seorang pakar ekonomi kelahiran Perancis yang berasal dari keluarga saudagar dan menjadi pendukung pemikiran Adam Smith. sedangkan persaingan tingkat laba menurun yang akhirnya mencapai kegiatan ekonomi yang stationer. yakni harga alamiah dan harga pasar dalam jangka panjang harga pasar akan cenderung menyamai harga alamiah. tenaga kerja. Adam Smith adalah pakar utama dan pelopor dalam mazhab Klasik. dan dengan teori tersebut timbul konsep paradoks tentang nilai. menegakkan keadilan dan menyiapkan sarana dan prasarana kelembagaan umum. Say. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik: J. Dengan demikian. dengan asumsi berlaku dana upah. sehingga tercipta dua macam harga. Say memperbaiki sistem Adam Smith dengan cara yang lebih sistematis serta logis. dalam hal ini meningkatkan permintaan dan perluasan pasar. Karya besar yang disebut di atas lazim dianggap sebagai buku standar yang pertama di bidang pemikiran ekonomi gagasannya adalah sistem ekonomi yang mengoperasionalkan dasar-dasar ekonomi persaingan bebas yang diatur oleh invisible hand. Malthus dan David Ricardo 1. Smith berpendapat bahwa pembagian kerja sangat berguna dalam usaha meningkatkan produktivitas. laba bagi pemilik modal dan sewa untuk tuan tanah. Sumber kekayaan bangsa adalah lahan. Ongkos produksi menentukan harga relatif barang. walaupun semula menggunakan teori nilai tenaga kerja. Karya Say yaitu theorie des debouchees (teori tentang pasar dan pemasaran) dan dikenal sebagai Hukum Say (Say’s Law) yaitu . Pembagian kerja akan mengembangkan spesialisasi. keterampilan dan modal.

Bagian yang paling penting dalam pola dasar pemikiran Malthus dan kerangka analisisnya ialah menyangkut teori tentang sewa tanah dan teori tentang penduduk dengan bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of Population. teori tentang nilai dan harga. 2. pemikirannya didasarkan atas hipotesis yang dijadikan kerangka acuannya untuk mengkaji berbagai permasalahan menurut pendekatan logika. sepuluh tahun sebelum Adam Smith menerbitkan The Wealth of Nations dan meninggal tahun 1834. Ricardo adalah seorang Pemikir yang paling menonjol di antara segenap pakar Mazhab Klasik. Dan pendekatannya teoretis deduktif. Teori Malthus pada dasarnya sederhana saja. teori perdagangan internasional dan. Ia sangat terkenal karena kecermatan berpikir. tempat ia menyelesaikan pelajaran dalam ilmu matematika dan ilmu sejarah klasik. David Ricardo telah mengembangkan pemikiran-pemikiran Adam Smith secara lebih terjabar dan juga lebih sistematis. Yang mungkin terjadi menurut Say ialah kelebihan produksi yang sifatnya sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi). 3. Teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat kelompok permasalahan yaitu: teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah. . Thomas Robert Malthus dilahirkan tahun 1766 di Inggris. Kelahiran yang tidak terkontrol menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan bahan makanan bertambah secara deret hitung. Malthus adalah seorang ilmuwan di bidang teologi yang kemudian memusatkan perhatiannya kepada masalah-masalah ekonomi dalam perkembangan masyarakat. Pemikiran yang dibahas adalah tentang teori nilai. begitu juga pengangguran total tidak akan terjadi. teori bunga dan laba. Malthus diangkat menjadi Profesor of History and Political Economy di East India College. metode pendekatannya hampir seluruhnya deduktif. Malthus adalah alumnus dari University of Cambridge. Inggris. Kritik yang dikemukakan oleh mazhab sosialis berhubungan dengan doktrin laissez faire dengan pengendalian tangan tak kentara (invisible hand) dan intervensi pemerintah. teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi. dan the law of deminishing return. PEMIKIRAN EKONOMI MAZHAB SOSIALIS Sejarah Pemikiran Mazhab Sosialis dan Kritik terhadap Pemikiran Ekonomi Klasik 1. Menurut Say dalam perekonomian bebas atau liberal tidak akan terjadi “produksi berlebihan” (over production) yang sifatnya menyeluruh. teori kependudukan. teori sewa tanah. pembagian kerja.supply creats its oven demand tiap penawaran akan menciptakan permintaanya sendiri.

dengan pemikiran yang eklektiknya. Sismonde mengajukan keberatan terhadap teori kependudukan Malthus. Demikian juga Carey melihat tentang teori nilai dari segi teori biaya reproduksi. Sismonde. dan tidak mungkin dapat dikendalikan dengan cara-cara yang dikemukakan Malthus. Sementara itu pemikiran ekonomi sosialis mulai berkembang. Sumbangan yang paling besar Mill adalah metode ilmu ekonomi yang bersifat deduktif dan bersama dengan metode induktif. List dan Bastiat. 6. politik dan ilmu sosial. Dalam era inilah pemikiran Mill dituangkan dalam bukunya yang berjudul Principle of Political Economy. dipelajari oleh Mill. Mill menjelaskan bahwa hukum yang mengatur produksi lain dengan hukum distribusi pendapatan. Karena hipotesisnya belum didukung dengan data empirik. tetapi telah menggunakan sisi permintaan melalui teori elastisitas. Carey berpendapat pertambahan modal lebih cepat dari pertambahan penduduk.2. yang menjadikan mental breakdown. kecuali telah diolah manusia. bebannya sangat berat dalam mempelajari falsafah. dan kawin yang selalu dikaitkan dengan kemampuan ekonomi. dasar sistem ekonomi klasik adalah laissez faire. Muller berpendapat bahwa pembagian kerja telah membawa pekerjaan ke dalam perbudakan dan tenaga kerja menjadi mesin. tetapi juga oleh modal spiritual dan modal mental. sebab sangat tergantung pada kemauan manusia dan kesempatan kerja. hipotesis kependudukan Malthus. kerajinan dan moral tenaga kerja dalam meningkatkan produktivitas. Lauderdale mengajukan kritik bahwa nilai barang ditentukan oleh kelangkaan dan permintaan. Pemikiran John Stuart Mill banyak dipengaruhi oleh Jeremy Bentam yang beraliran falsafah utilitarian. Para pengritik mazhab klasik terutama dari Lauderdale. Kritik terhadap ekonomi klasik terutama pada Smith. 5. Carey. 3. hukum lahan yang semakin berkurang. sedangkan Muller dan List melihat bahwa nilai barang ditentukan juga tidak hanya oleh modal fisik. Malthus dan Ricardo. . Mesin mempunyai fungsi untuk menggantikan tenaga kerja manusia. sedangkan Bastiat bahwa faktor-faktor yang menentukan nilai barang adalah besarnya tenaga kerja yang dikorbankan pada pembuatan barang. 4. teori dana upah mendapat tantangan. di samping itu pembahasannya tentang teori nilai tidak melihat dari biaya produksi. menurut beliau hal-hal yang menjadi karunia alam tidak mempunyai nilai. aspek mesin tidak selalu mempunyai keuntungan dalam meningkatkan kekayaan bangsa. juga memperkenalkan human capital investment yaitu keterampilan. Sismonde berpendapat bahwa pembagian kerja skala produksi menjadi semakin besar dan tidak dapat dikendalikan sehingga terjadi kelebihan produksi. Pemikiran List bukan pembagian kerja yang paling penting tetapi mengetahui dan menggunakan kekuatan-kekuatan produktif dalam usaha meningkatkan kekayaan bangsa. dan kritiknya karena asumsi bahwa negaralah yang berhak untuk mengatur kekayaan bangsa.

Ia belajar di Universitas Bonn kemudian di Universitas Berlin di Jerman dan memperoleh sarjana bidang Filsafat. sewaktu Marx hidup dalam pembuangan. 2. Engels bertemu dengan Marx tahun 1840 di Paris. Francis Bacon. Karl Marx dilahirkan di Treves Jerman dan seorang keturunan Yahudi. keluarganya memiliki sejumlah perusahaan industri tekstil di Jerman maupun di Inggris. 2. Perkataan Utopis berasal dari judul buku Thomas More dalam tahun 1516 Tentang Keadaan Negara yang Sempurna dan Pulau Baru yang Utopis. Teori tentang perkembangan ekonomi menurut Marx sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga bagian. Louis Blanc mengusahakan agar didirikan ateliers sociesux yakni pabrik-pabrik yang dihimpun negara. Saint Simon (1760-1825). Thomas Campanella. Sejak usia muda Engels menaruh minat terhadap ilmu falsafah dan ilmu pengetahuan masyarakat. Dari pandangan pemikiran yang revolusioner Karl Marx dan Enggel pemikiran ini biasa disebut kaum sosialis ilmiah dan ada yang tetap mempertahankan dengan cara-cara yang bersifat ideal dan terlepas dari kekuasaan politik disebut sosialis utopis dengan dipelopori oleh Thomas More. Gerard Winstanley. Timbullah perusahaan- . Menurut teori konsentrasi perusahaan-perusahaan makin lama makin besar.. Perusahaan-perusahaan besar bersaing dengan perusahan kecil maka perusahaan kecil akan kalah dalam persaingan dan kemudian perusahaan kecil lenyap. ketiga teori tentang tingkat laba yang cenderung menurun. Nalurinya tergugah oleh apa yang diamatinya dan disaksikannya sendiri mengenai kehidupan masyarakat dalam lingkungan kawasan industri di Jerman dan di Inggris. Dalam masa studinya ia banyak dipengaruhi oleh Friedrich Hegel seorang Filosof Besar Jerman bidang falsafah murni. sedangkan jumlahnya makin sedikit. Pierre Joseph Proudhom (1809-1865 ) Beliau yakin akan asas persamaan dan lama sekali tidak setuju dengan hak milik pribadi terhadap perusahaan. James Harrington. 3. Friedrich Engels. Ekonomi Mazhab Sosialis Ilmiah 1. Oliver Cromwell. 3. pertama pemikirannya tentang proses akumulasi dan konsentrasi. Ia seorang ilmuwan dan pemikir besar bidang filosof serta Pemimpin Sosialisme Modern.Ekonomi Mazhab Sosialis Utopis 1. berasal dari kalangan usahawan besar di Jerman. dan Thomas Campanella (1623) dalam bukunya Negara Matahari (Civitas Solis). kedua teori tentang proses kesengsaraan/pemiskinan yang meluas (die verelendung atau increasing misery). dari Perancis bukunya The New Christianity dan Charles Fourier (1772-1837) bercita-cita menciptakan tata dunia baru yang lebih baik bukan dengan kotbah tetapi dengan model percontohan. 4. Francis Bacon dalam bukunya Nova Atlantis (1623).

Jika terjadi perubahan pada salah satu asumsi ini maka terjadi perubahan yang berkaitan dengan seluruh aktivitas ekonomi Teori Produktivitas Marjinal 1. dan para pengusaha kecil akhirnya jatuh miskin dan pengusaha kecil yang berdiri sendiri menjadi proletariat. 2. Hukum Gossen I menjelaskan hubungan kuantitas barang yang dikonsumsi dan tingkat kepuasan yang diperoleh. sedangkan Hukum Gossen II. Jevons berpendapat bahwa perilaku individulah yang berperan dalam menentukan nilai barang. sedangkan teknologi produksi dan selera konsumen tetap. dan c) perimbangan bagian nilai surplus untuk konsumsi terhadap bagian yang disalurkan sebagai tambahan modal. Salah satu pendiri mazhab neoklasik yaitu Gossen. konsumsi dan distribusi. Selain Gossen. 5. menurut dia nilai suatu barang ditentukan oleh tingkat kepuasan terendah yang dapat dipenuhinya. Para pengusaha kecil dan golongan menengah menjadi orang miskin. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang baru dalam teori ekonomi. Jevons dan Menger juga mengembangkan teori nilai dari kepuasan marjinal. Sejauhmana proses akumulasi yang dimaksud di atas bisa berjalan tergantung dari a) tingkat nilai surplus. jumlah modal. tenaga kerja. PEMIKIRAN EKONOMI NEOKLASIK Perintis Analisis Marjinal 1. Dasar pemikiran mazhab neoklasik pada generasi kedua lebih akurasi dan tajam karena bila dibandingkan dengan pemikiran ekonomi pada kelompok generasi pertama neoklasik. Sedangkan Menger menjelaskan teori nilai dari orde berbagai jenis barang. Hal ini dapat terjadi karena pemikiran generasi . Dengan teori orde barang ini maka tercakup sekaligus teori distribusi. Dan perbedaan preferences yang menimbulkan perbedaan harga. Mazhab neoklasik telah mengubah pandangan tentang ekonomi baik dalam teori maupun dalam metodologinya.perusahaan raksasa. bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatannya untuk berbagai jenis barang yang diperlukannya. Asumsi yang digunakan Walras adalah persaingan sempurna. b) tingkat produktivitas tenaga kerja. Dalam sistem itu terjadi keterkaitan antara berbagai aktivitas ekonomi seperti teori produksi. Pemikiran yang sangat mengagumkan yang disusun oleh Walras tentang teori keseimbangan umum melalui empat sistem persamaan yang serempak. dia telah memberikan sumbangan dalam pemikiran ekonomi yang kemudian disebut sebagai Hukum Gossen I dan II. dan lahan terbatas. 3. Teori nilai tidak lagi didasarkan pada nilai tenaga kerja atau biaya produksi tetapi telah beralih pada kepuasan marjinal (marginal utility). Sedangkan teori akumulasi menyatakan bahwa para pengusaha raksasa semakin lama semakin kaya dan menumpuk kekayaan yang terkonsentrasi pada beberapa orang.

karena itu timbullah bunga. dan pada saat kurva ongkos naik. Menurutnya. Tetapi masalahnya. Fisher melihat dari arus pendapatan masa depan perlu dinilai sekarang. yakni permintaan dan penawaran. pada saat ongkos rata-rata sampai pada titik minimum. Pemikiran lain yang menjadi sumber kontroversi seperti pandangan Bohm Bawerk telah menimbulkan kontroversi pula tentang hubungan antara modal dan bunga. karena kebutuhan sekarang lebih tinggi daripada masa datang. sedangkan untuk memperhitungkan unsur waktu ke dalam .B Clark mempunyai nilai etik. pada kurva produksi terjadi keadaan decreasing returns. Lingkupan telah berkembang dari produksi. bunga juga dipengaruhi oleh produktivitas melalui keunggulan teknik. meningkat atau menurun. Dengan demikian. Clark mempunyai pendapat bahwa barang-barang sekarang mempunyai nilai lebih tinggi daripada masa depan. Penggunaan pendekatan matematis dalam analisis ekonomi terutama dalam fungsi produksi semakin teknis. Pertentangan pemikiran antara para ahli neoklasik seperti J.B. analisis ongkos produksi merupakan pendukung sisi penawaran dan teori kepuasan marjinal sebagai inti pembahasan permintaan. yang dipengaruhi oleh kekuatan subjektif dan objektif. sebenarnya pada fungsi produksi terjadi proses increasing returns. Hal ini merupakan sumbangan besar dalam pembahasan ongkos perusahaan dan industri.B. Selanjutnya. Sumbangan yang paling terkenal dari pemikiran Marshall dalam teori nilai merupakan sitetis antara pemikiran pemula dari marjinalis dan pemikiran Klasik. Hal ini dikaitkan pula dengan bentuk kurva ongkos rata-rata. maka digunakannya asumsi ceteris paribus. Kontroversi ini pun timbul dari pandangan J. Tingkat bunga merupakan marginal rate of return over cost. Fisher menjelaskan pula terjadinya bunga melalui permintaan dan penawaran terhadap tabungan dan investasi. ditafsirkan oleh J. apakah setiap pekerja mendapat upah sama dengan PPMt nya? 3. laba serta lahan dan bunga ditetapkan dengan objektif dan adil. yang secara langsung membantah teori eksploitasi. Fisher memberi sumbangan pula pada tingkat bunga. Tetapi. Clark dapat menjadi sumber inspirasi dari perkembangan ilmu ekonomi dalam menjelaskan teori distribusi fungsional. bekerjanya kedua kekuatan. 4. 2. Bohm Bawerk memberikan adanya premium atau agio. konsumsi. Clark. oleh Wicksell. dan dengan penggunaan asumsi-asumsi yang dialaminya juga bertambah seperti dalam kondisi skala tetap. Pada saat kurva ongkos ratarata menurun. Untuk memudahkan pembahasan keseimbangan parsial. Dengan teori produktivitas marjinal upah tenaga kerja. Pemikiran Marshall sebagai Bapak Ekonomi Neoklasik 1.kedua menjabarkan lebih lanjut perilaku variabel-variabel ekonomi yang sudah dibahas sebelumnya. ibarat bekerjanya dua mata gunting. pada fungsi produksi berlaku asumsi constant return to scale. Tetapi. dan distribusi yang lebih umum beralih pada penjelasan yang lebih tajam.

sebelum buku Jevons terbit. Jika variabel kuantitas independen. yakni kepuasan marjinal uang yang tetap. Marshall menjelaskan pula mengapa kurva ongkos total rata-rata menurun dan meningkat. Pengertian ini dikaitkan pula dengan welfare economics. Hal ini berkaitan dengan faktor internal dan eksternal perusahaan atau industri. tetapi karena orangnya sangat teliti dan modes. ada dua masalah yang belum mendapat penyelesaian dalam hal sisi permintaan. dan jangka panjang. maka keadaan menjadi tidak stabil. terjadi kestabilan. Tetapi. maka catatan-catatan matematikanya diletakkan pada bagian catatan kaki dan pada lampiran bukunya. Bahwa konsumen keseluruhan mengeluarkan uang belanja lebih kecil daripada kemampuannya membeli. Dalam pembahasan sisi permintaan. lebih besar dan lebih kecil dari satu. Peranan substitusi kemudian diselesaikan oleh Slurtky. analisisnya. Robert Giffen telah dapat membantu penyelesaian kaitan konsumsi dan pendapatan dengan permintaannya terhadap barang-barang. pajak juga dapat digunakan untuk subsidi. Mazhab Institusionalisme 1. 3. Marshall telah menghitung koefisien barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga secara relatif. 4. Pembahasannya tentang kepuasan marjinal telah mulai sebelum 1870. 5. Selama pajak yang dikenakan pada konsumen lebih kecil daripada surplusnya itu. karena setiap usaha yang dilakukan untuk kembali ke posisi seimbang ternyata membuat tingkat harga dan jumlah barang menjauhi titik keseimbangan. Tetapi. Dalam membahas kepuasan marjinal terselip asumsi lain. Inti pemikiran Veblen dapat dinyatakan dalam beberapa kenyataan ekonomi yang terlihat dalam perilaku individu dan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh motivasi ekonomi tetapi juga karena motivasi lain (seperti motivasi sosial dan kejiwaan). Nilai koefisien ini dapat sama dengan satu. maka Veblen tidak puas terhadap gambaran teoretis tentang perilaku individu dan masyarakat dalam pemikiran ekonomi ortodoks. Pemikiran Alfred Marshall mahir dalam menggunakan peralatan matematika ke dalam analisis ekonomi. yakni aspek barang-barang pengganti dan efek pendapatan. terutama bagi industri-industri yang struktur ongkosnya telah meningkat. sehingga ditemukan Giffen Paradox. maka kesejahteraannya tidak menurun. maka pasar diklasifikasikan ke dalam jangka sangat pendek. Jika itu terjadi maka terjadi surplus konsumen. dia tidak mau cepatcepat menerbitkan bukunya. bahwa untuk memudahkan pembaca. Dengan demikian.2. ilmu ekonomi menurut Veblen jauh . Keadaan tidak stabil itu terjadi jika kurva penawaran berjalan dari kiri-atas ke kanan-bawah. jangka pendek. Marshall menemukan surplus konsumen. Dia memahami. tetapi jika berubah harga menjadi independen. Mekanisme permintaan dan penawaran dapat mendatangkan ketidakstabilan.

Oleh karena itu tidak semua pandangan Veblen disetujuinya. Commons mencoba untuk melakukan perubahan sosial. membawa akibat perluasan dan perubahan dalam metodologi. Mitchell berkeberatan terhadap asumsi-asumsi. Pandangan pemikiran Veblen yang utama bahwa teori-teori ekonomi ortodoks. sosial dan politik dalam pembahasannya. Pendekatan sejarah. seperti teori konsumsi. pemulihan dan masa-masa makmur (boom). dan mencoba memasukkan segisegi kejiwaan. pandangan Veblen mendapat kritik.lebih luas daripada yang ditemukan dalam pandangan ahli-ahli ekonomi ortodoks. 2. Karena dunia bisnis telah dikuasai oleh mesin. dan banyak memberikan sumbangan dalam ekonomi perburuhan. . statik. reaksi-reaksi pengusaha terhadap perubahan laba. bukan persaingan harga. Oleh karena itu pula Veblen mendapat tuduhan bukan sebagai seorang pemikir ekonomi. maka peranan teknisilah yang menentukan proses produksi. karena dia menggunakan istilah-istilah yang datang dari disiplin lain. Veblen melihat pengkajian ilmu ekonomi dari berbagai aspek ilmu sosial sehingga diperlukan interdisiplin. Dia lebih menekankan penelitian empirik dan menjelaskan data dengan deskriptif. bahkan di samping pemikiran ekonomi ortodoks. pandangan-pandangannya telah mendorong berkembangnya aliran ekonomi kelembagaan Amerika Serikat. yakni resesi. andaian-andaian. 2. Siklus-bisnis terdiri beberapa tahap. 4. Persaingan sempurna hampir tidak terjadi. Selanjutnya pandangan Veblen pada tahap awal sukar dipahami oleh ahliahli ekonomi. logika yang abstrak ekonomi ortodoks. tetapi harga ditetapkan lebih tinggi. persaingan sempurna ditolaknya. penyempurnaan struktur dan fungsi pendidikan di kampusnya. Commons seorang pelopor ajaran ekonomi kelembagaan di Universitas Wisconsin. John R. andaian-andaian laba maksimal. Revolusi perkembangan pemikiran yang dikemukakan Veblen yaitu dengan memperluas lingkup pengkajian ilmu ekonomi. dan perilaku variabelvariabel ekonomi. tetapi antara bisnismen dengan para teknisi. Muridmuridnya melanjutkan dan melakukan pengembangan terhadap pemikiranpemikirannya. tetapi sebagai seorang sociologist. dengan mempelajari sebab-sebab yang menjadi kumulatif secara evolusioner digunakannya dalam analisis siklus bisnis. 3. sejarah. depresi. Pandangannya terhadap ekonomi ortodoks adalah penolakannya pada lingkungan ekonomi yang sempit. perilaku bisnis. Mitchell seorang ilmuwan sejati yang tidak terpengaruh oleh pemikiran lain ia mempunyai pandangan sendiri. Namun demikian. hukum. karena itu dia tidak pernah menggunakannya sebagai teori dalam penelitian. Konflik-konflik yang terjadi bukan lagi antara tenaga kerja dan pemilik modal. Tindakan Kolektif dan Surplus yang tidak Produktif 1. Fluktuasi kegiatan ekonomi dapat diamati dari keputusan-keputusan pengusaha. yang banyak terjadi adalah monopoli.

yakni transaksi pengalihan hak milik kekayaan. dan meningkatkan pendapatan pekerja dan peningkatan produktivitas. Dengan semakin meratanya pembagian pendapatan akan mendorong peningkatan produktivitas. maupun dalam menjelaskan terjadinya siklus-bisnis. di mana terjadi resesi. Pemikiran Gunnar Myrdal seorang ekonomi Swedia yang terbesar dewasa ini tertarik dengan pengkajian sosiologi. transaksi kepemimpinan.Teori harga dalam ekonomi ortodoks hanya berlaku dalam kondisi-kondisi khusus. dan akan terhindarlah ekonomi dari resesi. Pengeluaran pemerintah dan pajak dapat mendorong ekonomi ke arah full employment. namun gangguan itu berusaha mencari keseimbangan baru. Dia mempelajari sebab-sebab terjadinya kemiskinan di negeri-negeri maju dan yang sedang berkembang. adat. recovery. dan semua sektor. maka diperlukan penanaman modal ke daerah-daerah baru. tetapi ekonomi tetap tumbuh. meningkatnya konsumsi. Hobson tentang kritiknya terhadap ekonomi ortodok. yakni tidak dapat menyelesaikan masalah full employment yang dijanjikan teori ekonomi ortodoks. yaitu ada tiga kelemahan teori ekonomi ortodoks yang ditemukannya. yakni ekonomi. pendidikan. Drama Asia dan Kapitalisme Amerika 1.A. 2. Perencanaan ekonomi di negeri-negeri yang sedang berkembang akan mengarahkan pembangunan yang jelas. Inovasi. Pemikiran yang paling menonjol dari Schumpeter tentang pembahasan ekonomi jangka panjang terlihat dalam analisisnya baik mengenai terjadinya inovasi komoditi baru. distribusi pendapatan yang senjang. dan transaksi distribusi. 3. melibatkan aspek-aspek kebiasaan. kesehatan. Dia membagi tiga macam transaksi dalam pasar. oleh karena teori itu terlalu sempit. tetapi bukan hubungan pertukaran. Penemuan hari ini dapat dihancurkan oleh penemuan esok. Dalam transaksi tersebut. Invensi dan inovasi merupakan kreativitas yang bersifat destruktif. karena terjadi under consumption dan over saving di dalam negeri. tetapi dia memasukkan aspek dinamik dengan mengkaji terjadinya fluktuasi bisnis. hukum dan kejiwaan. Pembayaran terhadap faktor-faktor produksi dapat ditentukan atas kebutuhan cukup untuk meningkatkan produktivitas dan dengan memberikan kelebihan yang tidak produktif. Alat . dan boom. Inovasi akan terhenti kalau kapten industri (wiraswasta) telah terlihat dengan persoalan-persoalan rutin. hipotesis tentang timbulnya imperialisme. dan pasar bukanlah ukuran terbaik untuk menentukan ongkos sosial. Pandangan pemikiran J. Dalam pasar ekonomi ortodoks terjadi pertukaran. dan perencanaan itu meliputi segala aspek. Adanya ekonomi normatif dan positif tidak disetujuinya. Dalam mengatasi persoalan-persoalan itu tidak dapat hanya dengan teoriteori ekonomi ortodoks. kependudukan. Keseimbangan ekonomi yang statik dan stasioner itu mengalami gangguan dengan adanya inovasi. Walaupun Schumpeter menggunakan andaian-andaian ekonomi ortodoks. oleh karena keduanya mengandung unsur etika. depresi.

pasar telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar. sosial dan kejiwaan dapat berhimpun menjadi sebab kejadian yang merugikan atau yang menguntungkan pembangunan. yang tidak sesuai dengan ramalan-ramalan yang bersifat manipulatif dari teori ekonomi ortodoks. Kekuasaan konsumen telah tidak berarti sehingga timbul dependent-effect pemilik modal telah terpisah dengan para manajer yang profesional. dan kualitas barang-barang swasta tidak dapat diimbangi oleh barang-barang dan jasa publik. untuk menjamin kelanjutan kekuasaan perusahaan. Namun demikian. dan lembaga-lembaga konsumen. Tidak ada lagi persaingan sempurna. 3. kekuatan-kekuatan politik. mereka meminta pemerintah untuk menstabilkannya. pemerintah. Konsumsi masyarakat telah menjadi tinggi. John Keyneth Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi kapitalis di AS. Perusahaan ini menentukan selera konsumen. yakni sebab-musabab yang bersifat kumulatif.analisisnya seperti yang dilakukan oleh Mitchell. ekonomi. tetapi sebaliknya terjadi pencemaran lingkungan. Jadi. dan para manajer ini telah menjadi technostructure masyarakat.perusahaan ini. Kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh kekuatan pengimbang seperti kekuatan buruh. Andaian-andaian ekonomi ortodoks menurut Galbraith ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya. Sumber Buku Sejarah Teori-teori Ekonomi Karya Disman .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful