Konsep pertanian yang berkelanjutan terus berkembang, diperkaya dan dipertajam dengan kajian pemikiran, model, metode, dan

teori berbagai disiplin ilmu sehingga menjadi suatu kajian ilmu terapan yang diabadikan bagi kemaslahatan umat manusia untuk generasi sekarang dan mendatang. Pertanian berkelanjutan dengan pendekatan sistem dan besifat holistik mempertautkan berbagai aspek atau gatrs dan disiplin ilmu yang sudah mapan antara lain agronomi, ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya. Sistem pertanian berkelanjutan juga beisi suatu ajakan moral untuk berbuat kebajikkan pada lingkungan sumber daya alam dengan memepertimbangkan tiga matra atau aspek sebagai berikut 1. Kesadaran Lingkungan (Ecologically Sound), sistem budidaya pertanian tidak boleh mnyimpang dari sistem ekologis yang ada. Keseimbanganadalah indikator adanya harmonisasi dari sistem ekologis yang mekanismena dikendalikanoleh hukum alam. 2. Bernilai ekonomis (Economic Valueable), sistem budidaya pertanian harus mengacu pada pertimbangan untung rugi, baik bagi diri sendiri dan orang lain, untuk jangka pandek dan jangka panjang, serta bagi organisme dalam sistem ekologi maupun diluar sistem ekologi. 3. Berwatak sosial atau kemasyarakatan (Socially Just), sistem pertanian harus selaras dengan norma-noma sosial dan budaya yang dianut dan di junjung tinggi oleh masyarakat disekitarnya sebagai contoh seorang petani akan mengusahakan peternakan ayam diperkaangan milik sendiri. Mungkin secra ekonomis dan ekologis menjanjikkan keuntungan yang layak, namun ditinjau dari aspek sosial dapat memberikan aspek yang kurang baik misalnya, pencemaran udara karena bau kotoran ayam. Norma-norma sosial dan budaya harus diperhatikan, apalagi dalam sistem pertanian berkelanjutan di Indonesia biasanya jarak antara perumahan penduduk dengan areal pertanian sangat berdekatan. Didukung dengan tingginya nilai sosial pertimbangan utama sebelum merencanakan suatu usaha pertanian dalam arti luas. Lima kriteria untuk mengelola suatu sistem pertanian berkelanjutan 1. Kelayakan ekonomis (economic viability) 2. Bernuansa dan bersahabat dengan ekologi (accologically sound and friendly) 3. Diterima secara sosial (Social just) 4. Kepantasan secara budaya (Culturally approiate) 5. Pendekatan sistem holistik (sistem and hollisticc approach) Sejak tahun 1980an kajian dan diskusi untuk merumuskan konsep pembangunan berkelanjutan yang operasional dan diterima secara universal terus berlanjut. Pezzy (1992) mencatat, 27 definisi konsep berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan, dan tettunya masih ada banyak lagi yang luput dari catatan tersebut. Walau banyak variasi definisi pembangunan berkelanjutan, termasuk pertanian berkelanjutan, yang diterima secara luas ialah yang bertumpu pada tiga pilar: ekonomi, sosial, dan ekologi (Munasinahe, 1993). Dengan perkataan lain, konsep pertanian berkelanjutan berorientasi pada tiga dimensi keberlanjutan, yaitu: keberlanjutan usaha ekonomi(profit), keberlanjutan kehidupan sosial manusia (people), dan keberlanjutan ekologi alam (planet). Dimensi ekonomi berkaitan dengan konsep maksimisasi aliran pendapatan yang dapat diperoleh dengan setidaknya mempertahankan asset produktif yang menjadi basis dalam

memperoleh pendapatan tersebut. Indicator utama dimensi ekonomi ini ialah tingat efisiensi dan daya saing, besaran dan pertumbuhan nilai tambah dan stabilitas ekonomi. Dimensi ekonomi menekankan aspek pemenuhan nebutuhan ekonomi manusia baik untuk generasi sekarang ataupun mendatang. Dimensi sosial adalah orientasi kerakyatan, berkaitan dengan kebutuhan akan kesejahteraan sosial yang dicerminkan oleh kehidupan sosial yang harmonis (termasuk tercegahnya konflik sosial), preservasi keragaman budaya dan modal sosio-kebudayaan, termasuk perlindungan terhadap suku minoritas. Untuk itu, pengentasan kemiskinan, pemerataan kesempatan berusaha dan pendapatan, partisipasi sosial politik dan stabilitas sosial budaya merupakan indikator-indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembangunan. Dimensi lingkungan alam menekankan kebutuhan akan stabilitas ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam. Termasuk dalam hal ini ialah pterpeliharanya keragaman hayati dan daya lertur bilogis, sumber daya tanah, air dan agroklimat, serta kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Penekanan dilakukan pada preservasi daya lentur dan dinamika ekosistem untuk beradaptasi terhadap perubahan bukan pada konservasi sustu kondisi ideal statis yang mustahil dapat diwujudkan. Ketiga dimensi tersebut saling mempengaruhi sehinnga ketiganya harus dipertimbangkan secara berimbang. Sistem sosial yang stabil dan sehat serta sumberdaya alam dan lingkungan merupakan basis untuk kegiatan ekonomi, sementara kesejahteraan ekonomi merupakan prasyarat untuk terpeliharanya stabilitas sosial budaya maupun kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hisup. Sistem sosial yang tidak stabil atau sakit akan cenderung menimbulkan tindakan yang merusak kelestarian sumber daya alam dan merusak kesehatan lingkungan, sementara ancaman kelestarian sumber daya alam dan lingkungan dapat mendorong terjadinya kekacauan dan penyakit sosial. Visi pembangunan (pertanian) berkelanjutan ialah terwujudnya kondisi ideal skenario kondisi zaman keemasan, yang dalam bahasa konstitusi Indonesia disebut adil dan makmur, dan mencegah terjadinya lingkaran malapetaka kemelaratan. Visi ideal tersebut diterima secara universal sehingga pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) menjadi prinsip dasar pembangunan pertanian secara global termasuk di Indonesia. Oleh karena itulah pengembangan sistim pertanian menuju usaha tani berkelanjutan merupakan salah satu misi utama pembangunan pertanian di Indonesia. Perspektif pertanian berkelanjutan telah tersosialisasi secara global sebagai arah ideal pembangunan pertanian. Pertanian berkelanjutan bahkan kini tidak lagi sekedar wacana melainkan sudah menjadi gerakan global. Pertanian berkelanjutan telah menjadi dasar penyusunan protocol aturan pelaksanaan (rules of conduct) atau standar prosedur operasi “Praktek Pertanian yang Baik” (Good Agricultur Practices = GAP) sebagai sebuah gerakan global maka praktek pertanian berkelanjutan menjadi misi bersama komunitas internasional, negara, lembaga pembangunan, organisasi swadaya masyarakat dan lembaga konsumen internasional turut mendorong dan mengawasi pelaksanaan prinsip pertanian berkelanjutan tersebut. Kepatuhan produsen terhadap standar praktek pertanian berkelanjutan menjadi salah satu atribut preferensi konsumen atas produk pertanian. Karena itu, setiap perusahaan agribisnis haruslah senantiasa mematuhi prinsip Praktek Pertanian yang Baik (PPB) agar dapat memperoleh akses pasar, khususnya di pasar internasional Masalah dan tantangan yang dihadapi dalam sistem pertanian berkelanjutan yaitu:

1. Membangun pemerintah yang baik dan memposisikan pertanian sebagai sektor andalan perekonomian nasional. 2. Mewujudkan kemandirian pangan dalam tatanan perdagangan dunia yang bebas dan tidak adil 3. Mengurangi jumlah petani miskin, membangun basis bagi partisipasi petani dan pemerataan hasil pembangunan 4. Meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian 5. Membangun sistem agribisnis terkoordanatif 6. Melestarikan sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup 7. Membangun sistem iptek yang efisien

Kebijakan Pertanian
Published January 24, 2010 Pembangunan Pertanian Leave a Comment

1. Jelaskan Mengapa Diperlukan Analisis Kebijakan Pertanian Karena kebijakan pertanian mengatur dibidang petanian yang mempengaruhi kehidupan dan reaksi orang akan berbeda menganai keadaaan, dampak kebijakan terhadap pendapatan, kebutuhan, dan kepentingan lain. 2. Contoh Alat Analisis Kebijakan Pertanian a. Surplus Konsumen (SK) dibawah kurva permintaan b. Surplus Produsen (SP) SK dan SP terhadap pemmerintah. c. Social loss dan Social Gain 3. Jelaskan tentang kebijakan subsidi input dalam kebijakan pertanian dari sisi defenisi, pengaruhnya bagi petani dan berikan contoh kebijakannya. Definisi : Subsidi input semakin tinggi input semakin tinggi penggunaanya semakin kecil produksi Contoh Kebijakan pemebrian subsidi input pada perternakan sapi sehingga produksi tinggi harag turun, konsumen akan berpindah dari daging ayam ke ddaging sapi Pengaruhnya : menguntungkan konsumen dan kendala dalam mengadopsi teknologi 4. Jelaskan alasan ditetapkannya pajak ekspor terhadp produk pertanian tertentu Alasanya karena pajak ekspor digunakan untuk mengendalikan harga agar konsumen tidak rugi (untuk kepentingan konsumen) 5. Jelaskan pengaruh jangka panjang dari adanya pajak ekspor produk pertanian a. Stabilitas harga dalam Negeri b. Menurunkan biaya penduduk (Harga Dalam Negeri turun) dampak (-) dr adanya pajak impor (produsen rugi)◊c. Menghalangi adopsi teknologi baru distribusi pendapatan dan diversifikasi pertanian d. Penambahan penerimaan pemerintah

6. Jelaskan dengan gambar pengaruh adanya tarif impor produk pertanian terhadap harga, jumlah produksi dan konsumsi produk impor tersebut di luar negeri Pengaruh tarif impor a. produsen : meningkatkan produksi brg yg dihasilkan, harga unit naik b. konsumen : menurunkan permintaan impor, membayar per unit meningkat c. penerimaan pemeritah : meningkatkan (tarif x Volume brg yg diimpor) 7. Jelaskan persamaan pengaruh tarif dan kuota impor Meningkatkan produksi dalam negeri, Menurunkan Konsusmsi dalam negeri dan harga dalam negeri meningkat. PS = Price Support : kebijakan untuk membuat harga output diatas pendapatan petani meningkat, produksi meningkat.◊harga keseimbangan Kebijakan PS akan efektif bila penawarannya bersifat elastis karena perubahan harga yg sedikit saja kan menyebabkan perubahan penawarsan (produksi) yg cukup besar hal ini sesuai dengan tujuan PS yaitu peningkatan produksi . akan lebih efektof jika permintaan juga elastis  karena perubahan harga sedikit aka peningkatan permintaan cukup besar brg yg diproduksi produsen dapat dibeli konsumen . contoh Harga dasar gabah IS = Input Support : semakin tinggi hara input semakin kecil penggunaany semakinkecil produksi PS : peningkatan produksi melalui peningkatan pendapatan : dari sisi petani sebagai produsen NSL Net Sosial Loss SI : peningkatan produksi melalui penurunan baiaya dari sisi petani sebagi produsen Biaya Sumber daya Proteksi adalah upaya pemerintah melindungi produsen dalam negeri terhadap barang impor dalam jangka waktu tertentu agar bisa bersaing. Jenis proteksi a. Tarif (pajak) impor b. Quota c. Impor untuk pemerintah d. Laranag impor e. Hambatan non tarif ex Pelabelan, ketentuan mutu, pengisisan formulir berbelit dan masih bnyk lagi hambatab non tarif : tidakan atau kebijakan dan praktek yg menghambat samapainya barang ke konsumen suatu negara yag tidak berbentuk pajak.

Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Pertanian
Published December 2, 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment

Pembangunan pertanian harus berorentasi pada pemberdayaan masyarakat. Slamet (2000) menekankan bahwa pada dasarnya pembangunan harus bertujuan untuk mengembangkan masyarakat. Pembangunan diselenggarakan untuk memecahkan masalah yang ada dan

dihadapi masyarakat. Keberhasilan pembangunan dipedesaan akan terlihat apabila masyarakat secara dinamis mampu memenuhi kebutuhannya. Korten dan Sjahrir (1988) menyatakan bahwa kunci keberhasilan pembangunan agar mencapai sasaran pada sebagian besar masyarakat miskin apabila dikurangi kendala-kendala yang dihadapi kaum miskin dalam mengungkapkan kemampuan-kemampuannya. Soedjatmoko (1983) menekankan pentingnya motivasi, tujuan, dan makna dalam proses pembaharuan diri dalam pembangunan, serta bukan kemakmuran material semata. Dalam kegiatan pertanian, masyarakat petani masih membutuhkan suatu layanan yang semakin luas dan komplek cakupannya. J.Di Franco (Munder, Addion H., 1972 mengidentifikasi cakupan tanggung jawab layanan pertanian di masa mendatang meliputi: (a) Produksi pertanian; (b) Pemasaran, distribusi dan pengolahan produk pertanian; (c) Konservasi, penggunaan dan perbaikan sumber daya alam; (d) Pengelolaan usahatani dan ekonomi rumah tangga; (e) Kehidupan keluarga; (f) Pengembangan generasi muda; (g) Pengembangan kepemimpinan; (h) Pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya. Layanan pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya manusia sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat. Menurut Margono Slamet (2000) istilah “berdaya” diartikan sebagai tahu, mengerti, faham, termotivasi, berkesempatan melihat peluang, berenergi, mampu bekerjasama, tahu berbagai alternatif, mampu mengambil resiko, mampu mencari dan menangkap informasi, mampu bertindak sesuai situasi. Petani yang berdaya, menurut Susetiawan (2000) adalah petani yang secara politik dapat mengartikulasikan (menyampaikan perwujudan) kepentingannnya, secara ekonomi dapat melakukan proses tawar menawar dengan pihak lain dalam kegiatan ekonomi, secara sosial dapat mengelola mengatur komunitas dan mengambil keputusan secara mandiri, dan secara budaya diakui eksistensinya. Pemahaman tentang pemberdayaan masyarakat merupakan suatu strategi yang menitikberatkan pada bagaimana memberikan peran yang proposional agar masyarakat dapat berperan secara aktif dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga swasta dan masyarakat sendiri (Saputro, 2001). Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari konsep pembangunan yang secara implisit mengutarakan perubahan dari satu tahapan ke tahapan yang lebih baik. Pemberdayaan haruslah melampaui ukuran materi dan uang, oleh karena itu pemberdayaan harus diartikan sebagai suatu proses multi dimensional termasuk di dalamnya suatu upaya pengorganisasian kembali dan reorientasi dari seluruh system ekonomi dan system social masyarakat. Upaya tersebut melibatkan perubahan yang radikal di bidang kelembagaan, struktur social, struktur administrasi, persepsi, altitude serta perubahan kebiasaan kepercayaan suatu bangsa (Arintadisastra, 2001). Pustaka (source) Korten, D.C dan Sjahrir. 1988. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta. Michel Todaro P. 1978. Economic Development in The World. Longmen Inc. New York. Dalam Arintadisastra. 2001. Membangun Pertanian Modern. Yayasan sinar Tani. Jakarta.

Memantapkan Posisi dan Meningkatkan Peran penyuluhan Pembangunan Dalam pembangunan. bahwa mereka memperoleh sedikit sekali imbalan atas tenaga kerja mereka. E. bahwa separuh atau lebih dari pendapatan mereka yang sangat rendah dibelanjakan untuk bahan makanan. Jika kita mengetahui ekonomi pertanian. karya para akademis ekonomi telah sangat .Mosher.P. kita akan banyak mengetahui ekonomi sesungguhnya terjadi. 2001. Phd EKONOMI KEMISKINAN Sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. Yayasan Indonesia Sejahtera. Soekanto S. Hal yang tidak banyak difahami oleh banyak ahli ekonomi adalah bahwa penduduk miskin tidak kalah dibanding penduduk kaya untuk memmperbaiki nasib mereka dan anak-anak mereka. Sosiologi Suatu Pengantar.T. Jakarta. 1983. M. Ekonomi Kemiskinan Published December 2. dan bahwa sebagian besar dari mereka mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian. Kita semua tahu bahwa sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. Faktor-faktor penentunya adalah perbaikan kualitas penduduk dan peningkatan pengetahuan. Menggerakkan dan Membangun Pertanian Syarat-syarat Pokok Pembangunan dan Modernisasi. CV Yasaguna. PT Raja Grafindo Persada. Dalam dekade-dekade terakhir ini.Jakarta. energi dan lahan pertanian. bahwa mereka sebagian besar tinggal di negara-negara berpendapatan rendah. maka kita akan mengetahui ekonomi kemiskinan. Pertanian di banyak negara berpendapatan rendah mempunyai kapasitas ekonomi potensial untuk memproduksi bahan makanan yang cukup bagi penduduk yang terus bertambah dan juga memperbaiki pendapatan serta kesejahteraan penduduk miskin secara berarti. Dimensi Manusia Dalam Pembangunan. Saputro. LP3ES. M. Marcellinus Molo. 1991. (ed). Jika kita mengetahui ekonmi kemiskinan. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ketahanan Pangan Kajian Empiris LSM-LSM Mitra Yayasan Indonesia Sejahtera. Apa yang telah kita pelajar selama sekade-dekade terakhir mengenai ekonomi pertanian akan tampak bagi orang-orang yang mengetahuinya dengan baik. Faktor-faktor produksi yang menentukan dalam perbaikan kesejahteraan penduduk miskin bukanlah ruang. Soedjatmoko. Slamet. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment Disampaikan Oleh Ir. 2000. Jakarta. Kebanyakan penduduk miskin di dunia hidup dari bidang pertanian. sebagian bersifat paradoks. 1990. Makalah Seminar Nasional Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Menuju Terwujudnya Masyarakat Madani 25-26 September 2000 di IPB. A. Ahli-ahli ekonomi merasa sulit memahami konstrain-konstrain preferensi dan kelangkaan (scarcity) yang menentukan pilihan-pilihan bagi kamun miskin.S. Jakarta.

Model-model yang dikembangkan untuk tujuan ini umumnya disambut dengan gembira. adalah pengabaian sejarah ekonomi. hingga menjadi jelaslah bahwa model-model tersebut merupakan hasil kajian intelektual yang terbaik. Pengetahuan mengenai pengalaman dan prestasi penduduk miskin pada masa-masa lampau akan sangat membantu suatu pemahaman akan masalah-masalah dan kemungkinan-kemungkinan bagi negara-negara yang kini berpendapatan rendah. Ilmu ekonomi klasik dikembangkan pada saat banyak orang di Eropa Barat baru saja memperoleh pengidupan dari lahan-lahan tandus (miskin) yang mereka olah dan ditinggalkan dalam masa yang tidak lama.memperluas wawasan kita mengenai ekonomi modal manusiawi (the economics of human capital). Pemahaman seperti ini adalah jauh lebih penting daripada pengetahuan yang paling terinci dan pasti mengenai permukaan bumi atau mengenai ekologi. hubungan antara produksi dan kesejahteraan serta ekonomi keluarga. ekonomi pembangunan telah mengelami beberapa kesalahan intelektual. LAHAN DINILAI TERLALU TINGGI Suatu pandangan yan dianut secara luas – pandangan naturalis (the natural earth view) – adalah bahwa luas lahan yang sesuai untuk menanam tanaman pangan adalah benar-benar . Pada masa Ricardo. Perkiraan-perkiraan mengenai pertumbuhan penduduk yang destruktif di negara-negara miskin sekarang adalah juga palsu. khususnya ekonomi mengenai penelitian. Adanya penduduk dalam keadaan miskin. Persepsi historis tentang penduduk juga tidak ada. Sebagian akibatnya. Kita mengekstrapolasi statistik global dan kagum akan interprestasi kita – terutama bahwa penduduk miskin berbiak seperti tikus kutup (lemmings) yang menuju kepada kepunahan mereka sendiri. kurang lebih separuh dari pendapatan keluarga para pekerja (buruh) di Inggris dibelajakan untuk bahan makanan. Upah mingguan dari buruh bajak di India pada saat sekarang kira-kira kurang dari harga dua gantang gandum . walau pun kegunaan dari hasil-hasil studi sarjana-sarjana di bidang kultural dan tingkah laku tidak mudah di fahami. Kesalahan utama anggapan bahwa teori ekonimi standar tidak cukup untuk memahami negara-negara berpendapatan rendah dan oleh karena itu suatu teori ekonomi yang lain perlu dikembangkan. Jumlah ahli ekonomi yang menyadari bahwa teori ekonomi standar dapat digunakan pada masalah-masalah kelangkaan (scarcity) di negara-negara berpendapatan rendah seperti halnya pada masalah-masalah serupa di negara-negara berpendapatan tingi. Demikian pula yang sedang dialami oleh banyak negara berpendapatan rendah. Akan tetapi. tidak pernah terjadi dalam sejarah sosial dan ekonomi kita sendiri. kian bertambah. tanggapan-tanggapan para petani terhadap teknik-teknik produksi baru yang menguntungkan. para ahli ekonomi perintis menghadapi kondisi-kondisi serupa dengan yang sedang berlaku di negara-negara berpendapatan rendah sekarang. Beberapa ahli ekonomi memberikan reaksi dengan mengajukan penjelasan-penjelasan kultural dan sosial tentang keadaan perekonomian yang buruk di negara-negara berpendapatan rendah. Marshall mengatakan kepada kita bahwa ’upah mingguan dari buruh-buruh Inggris kerapkali kurang dari harga setengah gantang (bushel) gandum yang berkualitas baik ketika Ricardo menerbitkan Principles of Political Economy and Taxation (1817). atau mengenai teknologi masa depan. Kesalahan ke dua.

Modernisasi pertanian telah mengubah lahan miskin menjadi lahan sangat produktif dibanding keadaan alam. Lahan-lahan di Eropa pada mulanya berkualitas rendah. perbedaan-perbedaan yang sangat terkenal mengenai rasio lahan penduduk di seluruh negara berpendapatan rendah. Lahan-lahan di Finlandia semula kurang produktif dibanding lahan di . Ironisnya ekonomi. ide-ide dari para ahli ekonomi mengenai lahan adalah sebagai satukaidah. Saya setuju dengan Margaret Mead bahwa ”Masa depan umat manusia adalah – terbuka –tertutup (openended)”. Sekarang lahan-lahan tersebut sanagt produktif. Tetapi konsep Ricardo mengenai tanah. walau keadaan tersebut pernah terjadi. semuanya memiliki suatu kesamaan: mereka sangat miskin. Sumbangan lahan dalam pendapatan nasional berupa sewa tanah yang merosot terus menerus dengan nyata di negara-negara berpendapatan rendah. Kedua. pada lahan-lahan yang agak lebih produktif di lereng-lereng yang curam di daerah Rift. Dengan beberapa perkecualian setempat. Apa yang paling berarti di dalam hal lahan pertanian.tertentu dan persediaan energi untuk mengerjakan lahan semakin menipis. yang telah lama dikenal sebagai ilmu pengetahuan suram. energi. dan sumber energi yang terus merosot serta mengurangi biaya nyata dalam produksi bahan makanan untuk penduduk dunia yang terus bertambah. di mana produktivitas lahan tadah hujan adalah rendah dan di lahan-lahan India Selatan yang produktivitasnya tinggi. pertanian tradisional. ia ditentukan oleh evolusi akal budi umat manusia. adalah insentif-insentif dan kesempatan-kesempatan terkait bagi para petani untuk meningkatkan penggunaan lahan dengan efektif melalui investasi yang mencakup sumbangansumbangan penelitian pertanian dan perbaikan ketrampilan manusia. dalam lahan pertanian. Demikian pula. satu bagian integral dari modernisasi ekonomi negara-negara berpenghasilan tinggi dan rendah adalah penurunan arti ekonomi dari lahan pertanian dan peningkatan modal manusiawi: ketrampilan dan pengetahuan. Mengapa hukum Ricardo mengenai sewa (yang memperlakukannya sebagai hasil dan bukan sebagai penyebab dari harga-harga) kehilangan arti ekonominya? Ada dua sebab utama: pertama. Di Afrika penduduk berdiam di lahan-lahan yang tidak produktif yang terletak di bagian selatan Sahara. dan lahan-lahan aluvial yang sangat produktif di sepanjang dan pada muara Sungai Nile. tidaklah mungkin terus menerus memperoduksi bahan makanan dalam jumlah yang cukup untuk penduduk dunia yang bertambah. Melalui penelitian. Suatu pandangan alternatif – pandangan sosial-ekonomi (the socio-economic view) – adalah bahwa manusia mempunyai kemampuan dan akal budi untuk mengurangi ketergantungannya pada lahan pertanian. penelitian pertaniah telah menghasilkan substansi bagi lahan pertanian. kita menemukan pengganti terhadap lahan pertanian yang tidak pernah dibayangkan Ricardo. menunjukkan bahwa pandangan naturalis yang suram mengenai bahan makanan tidak sesuai dengan sejarah yang menunjukkan bahwa kita dapat memperbesar sumbe-sumber melalui kemajuan pengetahuan. dan kualitas anak akan menggeser kuantitas anak. ”daya-daya lahan yang asli dan tak dapat dirusah” tidak sesuai lagi. Masa depan umat manusia tidak ditakdirkan oleh ruang. dan karena pendapatan meningkat. Menurut pandangan ini. Meskipun sejarah ekonomi. Penduduk di India telah menjadi miskin sejak berabad-abad lamanya baik di Plateau Deccan. Perbedaan-perbedaan produktivitas lahan tidak menjelaskan mengapa penduduk miskin berada di bagian dunia yang telah lama berpengehuni. masih mengikuti Ricardo. para orangtua menginginkan anak lebih sedikit. tidak menghasilkan perebdaan kemiskinan yang sebanding. yang tidak pernah dibayangkan Malthus.

bagian-bagian barat Uni Sovyet. Lahan pertanian di Jepang pda masa sekarang ini lebih unggul. Sekarang telah terkumpul bukti-bukti bahwa penduduk pertanian yang miskin mempunyai reaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang lebih baik. individual dan .76 mmilyar gantang. Tidak ada kekuatankekuatan besar (luas biasa) yang menghapus semua perbaikan ekonomi dan menyebabkan penduduk miskin meninggalkan perjuangan ekonominya. sangat terdistorsi yang disebabkan oleh permerintah (goverment-incude distorsions) adalah untuk engurangi sumbangan ekonomi yang mampu diberikan pertanian). Pemerintah cenderung mengintroduksi distorsi-distorsi yang mendiskriminasikan pertanian karena politik dalam negeri umunya menguntungkan penduduk kota atas biaya penduduk pedesaan. Industrialisasi yang cepat dianggap sebagai kunci kemajuan ekonomi. perumahan dan pengalaman bekerja. Harapan-harapan dari manusia dalam pertanian-buruh pertanian dan usahawan (enterprenir) usahatani yang bekerja dan mengalokasikan sumber-sumber dibentuk oleh kesempatan-kesempatan baru dan oleh insentif-insentif yang mereka tanggapi. peralatan dan masukan-masukan (inputs) lain. yang kurang dari areal panen tahun 1932. perbahan-perubahan ini sebagian merupakan konsekuansi dari penelitian pertanian’ termasuk penelitian yang diwujudkan dalam bentuk pupuk buatan. Pengaruh politik dari konsumen dan industri di kota memungkinkan mereka memperoleh bahan makanan murah atas biaya sejumlah besar penduduk pedesaan yang miskin. Penduduk miskin di negara-negara berpendapatan rendah bukanlah para tahanan dari suatu ekuilibrium kemiskinan yang ketat. Insentifinsentif ini. penerimaan dan resiko. faktor manusia yaitu : investasi dalam perbaikan kualitas manusia dapt dengan nyata meningkatkan prospek-prospek ekonomi dan kesejahteraan penduduk yang miskin. yang eksplisit di dalam harga-harga yang mereka bayar untuk produsesn dan barang serta jasa yang dikonsumsi. dalam menghadapi biaya. Ada substitusi-substitusi baru terhadap lahan pertanian. atau perluasan lahan pertanian. adalah agen-agen yang membuat perhitungan ekonomi. Para petani di dunia . tiga kali produksi 1932. Pemeliharaan anak. KUALITAS MANUSIA DINILAI TERLALU RENDAH Sementara lahan bukan satu-satunya faktor terpenting yang menyebabkan kemiskinan. yang tak dapat dipecahkan ilmu ekonomi. tetapi sekarang lahan pertanian di Finlandia menjadi lebih unggul. Di negaranegara berpenghasilan tinggi dan rendah. Sangat disesalkan bahwa doktrin ini masing didukung oleh beberapa lembaga donor dan dirasionalisasikan oleh beberapa ahli ekonomi di negara-negara berpendapatan tinggi. Proses substitusi digambarkan dengan baik pada tanaman jagung: areal panen jagung di Amerika Aerikat pada tahun 1979 ada 33 juta area. Di dalam domain mereka yang kecil. walaupun jumlah penduduk pedesaan jauh lebih besar . walaupun dengan Revolusi Hijau (Green Revolution). Investasi-investasi seperti itu di negara-negara berpendapatan rendah telah berhasil memperbaiki prospek-prospek ekonomi yang tidak mampu dihilangkan oleh ketidakstabilan politik. Diskriminasi ini dirasionalisasi dengan alasan bahwa pertanian bersifat terbelakang (miskin) dan bahwa sumbangan ekonominya kurang berarti. pestisida. perolehan informasi dan ketrampilan yang diperoleh melalui sekolah dan investasi-investasi lain dalam bidang kesehatan dan sekolah dapat memperbaiki kualitas penduduk. Kebijaksanaan yang memberikan prioritas utama terhadap industri dan mempertahankan harga pangan (biji-bijian) tetap murah. dan menghasilkan 7.

Intisari penelitian adalah bahwa penelitian merupakan suatu upaya dinamis tentang hal-hal yang belum diketahui atau setengah diketahui. Keusahawanan adalan juga esensial dalam penelitian. Walaupun para petani berbeda kemampuannya dalam pengamatan (analisa). para petani tidak melakukan investasim. Mereka mempunyai sumber daya manusia yang esensial berupa keusahawanan. kesehatan. dan ilmuwan yang kompeten. Gale Johnson telah menunjukkan bahwa potensi ekonomi yang besar dari pertanian di banyak negara berpendapatan rendah tidak terealisir. Ahli-ahli sejarah masa depan pasti akan dibingungkan oleh luasnya insentif-insentif ekonomi yang telah berantakan selama dekade-dekade terakhir. Seseorang harus memutuskan bagaimana mendistribusikan sumber-sumber terbatas yang tersedia. baik karena informasi relevan tidak tersedia atau karena harga-harga dan biaya-biaya yang dihadapi para petani telah terdistorsi. dan pengalaman. D. melalui kebijaksanaan Pemerintah dan jelas-jelas bukan dengan cara retorik. mereka telah gagal memberikan suatu kemampuan substitusi alokatif yang efektif dalam modernisasi pertanian. interprestasi dan mengambil tindakan tepat sebagai reaksi terhadap informasi baru.alokatif. Kemampuan alokatif dipenuhi oleh jutaan pria dan wanita pada satuan-satuan produksi berskala kecil. tetapi semuanya ini belumlah lengkap. yang selalu merupakan suatu kegiatan petualangan. Diperlukan dana. betapa efisiennya mereka. Peranan-peranan alokatif para petani dan wanita-tani serta kesempatan-kesempatan ekonomi mereka adalah penting. mereka adalah usahawan-usahawan yang dengan diam-diam mengamati kondisikondisi ekonomi yang tidak diketahui oleh para ahli. karena pada umumnya pertanian merupakan sektor ekonomi yang sangat terdesentralisasi. yang memerlukan organisasi dan alokasi sumber-sumber yang langka. organisasi. yang memerlukan penyesuaian dalam bertani karena tersedia kesempatan-kesempatan yang lebih baik. Pandangan intelektual yang dominan bersifat antagonistik terhadap insentif-insentif pertanian. Disekuilibria tidak dapat dieliminasi melalui hukum. dan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi yang berlaku mengurangi fungsi insentif-insentif produsen. Intervensi oleh Pemerintah saat ini merupakan penyebab utama dari tidak tersedianya insentif-insentif ekonomi yang optimum. memerlukan suatu proses yang umumnya dikenal sebagai modernisasi. Pada kebanyakan usahatani. para wanita adalah juga usahawati dalam mengalokasikan waktu mereka dan menggunakan produkproduk pertanian dan barang-barang yang dibeli dalam produksi rumah tangga. . Kemungkinankemungkinan teknis telah menjadi semakin menguntungkan tetapi insentif-insentif ekonomi yang diperoleh para petani di negara-negara tersebut untuk merealisir potensi ini tidak berhasil. berdasarkan keadaan pengetahuan yang dimilikinya. Disekulibria seperti itu tidak dapat terhindarkan. Pemerintah tidak dapat dengan efesien memainkan fungsi usahawan-usahawan pertanian. Bila pemerintah telah mengambil alih fungsi keusahawanan dalam usahatani. karena mereka berbeda pendidikan. Keusahawanan dalam bidang penelitian diperlukan baik oleh para ilmuwan atau oleh orang-orang yang terlibat dalam sektor penelitian dari ekonomi. DISEKUILIBRIA YANG TAK TERHINDARKAN Transformasi pertanian ke dalam suatu keadaan produktif yang meningkat. Karena ketiadaan insentif-insentif yang menguntungkan. termasuk pembelian input-input unggul. Nilai dari kemampuan menghadapi disekuilibria adalah tinggi dalam suatu ekonomi yang dinamis.

D. dan dalam migrasi untuk memperoleh kesempatan kerja yang lain baik.S. Kemampuan semacam itu juga sangat memperbesar kepuasan-kepuasan yang merupakan suatu bagian integal dari konsumsi sekarang dan konsumsi di masa depan. bahwa kapital bersifat homogen. Harberger. yang berubah sesuai dengan perubahan pertumbuhan. definisi tersebut akan mengalami pula kemenduaan (ambiguities) yang terus menganggu teori kapital (capital theory) pada umunya. yang mendasari teori kapital dan agregasi kapital dalam model-model pertumbuhan. Ester Schultz. Swedia. saya berhutang budi kepada gary. tetapi juga dalam semua aktivitas produksi yang lain. Juga tidak ada suatu katalog dari semua model pertumbuhan yang ada. di Stockhlm. hakcipta @ Yayasan Nobel 1979. dan T. tidak hanya di bidang pertanian. sebuah sumur pompa. dapat membuktikan bahwa ketimpangan-ketimpangan ini adalah sama. sebagai suatu kaidah.Becker. jenis pupuk tertentu. dan apa yang dijelaskan ke dua muka itu kepada kita tentang pertumbuhan ekonomi. dalam waktu dan sumber-sumber lain yang dialokasikan para mahasiswa untuk pendidikan mereka. Tetapi yang lebih buruk adalah anggapan. sekali seorang petani mengadakan investasi berupa kereta kuda. dan banyak bentuk investasi lainnya. Kualitas dalam kontek ini terdiri dari berbagai bentuk modal manusiawi (human capital). asumsi homogenitas kapital ini merupakan malapetaka bagi teori kapital : Adalah sangat tidak tepat menganalisa dinamika pertumbuhan ekonomi terutama menyangkut ketimpangan kapital karena perbedaan-perbedaan rates of returns. dalam produksi rumah tangga. Nilai dari modal manusiawi tambahan tergantung kepada kesejahteraan tambahan yang diperoleh manusia daripadanya. Ketimpangan-ketimpangan merupakan pegas utama karena ia memberikan isyarat-isyarat ekonomi yang mendorong pertumbuhan. apakah agregasi kapital dipandang dari segi biaya-biaya faktor (factor costs) atau dipandang dari segi nilai terdiskon dari jasa-jasa seumur hidup (lifetime services) dari berbagai bagian-bagiannya. Keterangan Sumber : * Bab ini disusun berdasarkan kuliah Nobel yang saya sampaikan pada tanggal 8 Desember 1979. yang merupakan suatu proses dinamis. karena ketimpangan-ketimpangan itu merupakan pegas utama dari pertumbuhan ekonomi. Seperti telah diajarkan oleh Hick kepada kita.C. atas . Milton Friedman. karena kisah biaya merupakan kisah dari investasi yang terbenam (cunk investment). modal manusiawi memperbesar produktivitas pertanian dan non pertanian.Gale Johnson.Paul Schultz atas saran-saran mereka dan juga kepada isteri saya. Setiap bentuk kapital memiliki sifat-sifat khusus: sebuah bangunan.KEMAJUAN KUALITAS PENDUDUK Sekarang saya beralih kepada peningkatan kualitas manusia yang dapat diukur baik untuk penduduk yang bertani mau pun bukan petani. Cerita lain mengenai nilai terdiskon (discounted value) dari arus jasa-jasa yang disumbangkan kapital. Memang seharusnya demikian. mengapa mencoba mengubah lingkaran menjadi empat per segi? Jika kita tidak dapat mengamati ketimpangan-ketimpangan ini. Saya telah mengemukakan di mana saja bahwa walaupun ada alasan kuat untuk menggunakann suatu definisi modal manusiawi yang sangat tepat. kereta tersebut hanya sedikit nilainya bila ditarik oleh traktor. adalah sejarahsejarah yang tidak konsisten. Tetapi. Kapital itu bermuka-dua. Maka salah satu bagian penting dari pertumbuhan ekonomi tertutup oleh agregasi kapital seperti itu. sebuah traktor. A. dan konsep kapital dalam model-model pertumbuhan ekonomi pada khususnya. kita harus menemukannya. misalnya.

Bernilai ekonomis (Economic Valueable). ekologi. model. metode. keberlanjutan kehidupan sosial manusia (people). Kesadaran Lingkungan (Ecologically Sound). dan tettunya masih ada banyak lagi yang luput dari catatan tersebut. baik bagi diri sendiri dan orang lain. Mungkin secra ekonomis dan ekologis menjanjikkan keuntungan yang layak. 27 definisi konsep berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan. Pezzy (1992) mencatat. tetapi baginya belum cukup jelas. Berwatak sosial atau kemasyarakatan (Socially Just).saran-sarannya erhadap apa yang saya piker telah saya nyatakan dengan jelas. serta bagi organisme dalam sistem ekologi maupun diluar sistem ekologi. untuk jangka pandek dan jangka panjang. yang diterima secara luas ialah yang bertumpu pada tiga pilar: ekonomi. namun ditinjau dari aspek sosial dapat memberikan aspek yang kurang baik misalnya. Sistem pertanian berkelanjutan juga beisi suatu ajakan moral untuk berbuat kebajikkan pada lingkungan sumber daya alam dengan memepertimbangkan tiga matra atau aspek sebagai berikut 1. Konsep pertanian yang berkelanjutan terus berkembang. Bernuansa dan bersahabat dengan ekologi (accologically sound and friendly) 3. dan budaya. Diterima secara sosial (Social just) 4. Kepantasan secara budaya (Culturally approiate) 5. sistem budidaya pertanian tidak boleh mnyimpang dari sistem ekologis yang ada. Pendekatan sistem holistik (sistem and hollisticc approach) Sejak tahun 1980an kajian dan diskusi untuk merumuskan konsep pembangunan berkelanjutan yang operasional dan diterima secara universal terus berlanjut. sosial. apalagi dalam sistem pertanian berkelanjutan di Indonesia biasanya jarak antara perumahan penduduk dengan areal pertanian sangat berdekatan. sistem budidaya pertanian harus mengacu pada pertimbangan untung rugi. yaitu: keberlanjutan usaha ekonomi(profit). sosial. Keseimbanganadalah indikator adanya harmonisasi dari sistem ekologis yang mekanismena dikendalikanoleh hukum alam. dan keberlanjutan ekologi alam . sistem pertanian harus selaras dengan norma-noma sosial dan budaya yang dianut dan di junjung tinggi oleh masyarakat disekitarnya sebagai contoh seorang petani akan mengusahakan peternakan ayam diperkaangan milik sendiri. Didukung dengan tingginya nilai sosial pertimbangan utama sebelum merencanakan suatu usaha pertanian dalam arti luas. Kelayakan ekonomis (economic viability) 2. diperkaya dan dipertajam dengan kajian pemikiran. Lima kriteria untuk mengelola suatu sistem pertanian berkelanjutan 1. Dengan perkataan lain. dan ekologi (Munasinahe. Walau banyak variasi definisi pembangunan berkelanjutan. dan teori berbagai disiplin ilmu sehingga menjadi suatu kajian ilmu terapan yang diabadikan bagi kemaslahatan umat manusia untuk generasi sekarang dan mendatang. Pertanian berkelanjutan dengan pendekatan sistem dan besifat holistik mempertautkan berbagai aspek atau gatrs dan disiplin ilmu yang sudah mapan antara lain agronomi. pencemaran udara karena bau kotoran ayam. 1993). konsep pertanian berkelanjutan berorientasi pada tiga dimensi keberlanjutan. 2. Norma-norma sosial dan budaya harus diperhatikan. 3. termasuk pertanian berkelanjutan. ekonomi.

Dimensi ekonomi menekankan aspek pemenuhan nebutuhan ekonomi manusia baik untuk generasi sekarang ataupun mendatang. Visi ideal tersebut diterima secara universal sehingga pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) menjadi prinsip dasar pembangunan pertanian secara global termasuk di Indonesia. negara. Penekanan dilakukan pada preservasi daya lentur dan dinamika ekosistem untuk beradaptasi terhadap perubahan bukan pada konservasi sustu kondisi ideal statis yang mustahil dapat diwujudkan. Sistem sosial yang stabil dan sehat serta sumberdaya alam dan lingkungan merupakan basis untuk kegiatan ekonomi. besaran dan pertumbuhan nilai tambah dan stabilitas ekonomi. yang dalam bahasa konstitusi Indonesia disebut adil dan makmur. partisipasi sosial politik dan stabilitas sosial budaya merupakan indikator-indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembangunan. pemerataan kesempatan berusaha dan pendapatan. Dimensi sosial adalah orientasi kerakyatan. pengentasan kemiskinan. sementara kesejahteraan ekonomi merupakan prasyarat untuk terpeliharanya stabilitas sosial budaya maupun kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hisup. air dan agroklimat. preservasi keragaman budaya dan modal sosio-kebudayaan. organisasi swadaya masyarakat dan lembaga konsumen internasional turut mendorong dan mengawasi pelaksanaan prinsip pertanian berkelanjutan tersebut. Pertanian berkelanjutan bahkan kini tidak lagi sekedar wacana melainkan sudah menjadi gerakan global. termasuk perlindungan terhadap suku minoritas. Untuk itu. sementara ancaman kelestarian sumber daya alam dan lingkungan dapat mendorong terjadinya kekacauan dan penyakit sosial. Dimensi ekonomi berkaitan dengan konsep maksimisasi aliran pendapatan yang dapat diperoleh dengan setidaknya mempertahankan asset produktif yang menjadi basis dalam memperoleh pendapatan tersebut. Pertanian berkelanjutan telah menjadi dasar penyusunan protocol aturan pelaksanaan (rules of conduct) atau standar prosedur operasi “Praktek Pertanian yang Baik” (Good Agricultur Practices = GAP) sebagai sebuah gerakan global maka praktek pertanian berkelanjutan menjadi misi bersama komunitas internasional. serta kesehatan dan kenyamanan lingkungan. dan mencegah terjadinya lingkaran malapetaka kemelaratan. lembaga pembangunan. Perspektif pertanian berkelanjutan telah tersosialisasi secara global sebagai arah ideal pembangunan pertanian. Visi pembangunan (pertanian) berkelanjutan ialah terwujudnya kondisi ideal skenario kondisi zaman keemasan. Indicator utama dimensi ekonomi ini ialah tingat efisiensi dan daya saing.(planet). Karena itu. berkaitan dengan kebutuhan akan kesejahteraan sosial yang dicerminkan oleh kehidupan sosial yang harmonis (termasuk tercegahnya konflik sosial). Termasuk dalam hal ini ialah pterpeliharanya keragaman hayati dan daya lertur bilogis. Dimensi lingkungan alam menekankan kebutuhan akan stabilitas ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam. setiap perusahaan agribisnis haruslah senantiasa mematuhi prinsip Praktek . Sistem sosial yang tidak stabil atau sakit akan cenderung menimbulkan tindakan yang merusak kelestarian sumber daya alam dan merusak kesehatan lingkungan. sumber daya tanah. Oleh karena itulah pengembangan sistim pertanian menuju usaha tani berkelanjutan merupakan salah satu misi utama pembangunan pertanian di Indonesia. Kepatuhan produsen terhadap standar praktek pertanian berkelanjutan menjadi salah satu atribut preferensi konsumen atas produk pertanian. Ketiga dimensi tersebut saling mempengaruhi sehinnga ketiganya harus dipertimbangkan secara berimbang.

Meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian 5. Layanan pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya manusia sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat. Mewujudkan kemandirian pangan dalam tatanan perdagangan dunia yang bebas dan tidak adil 3. (c) Konservasi. (h) Pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya. Petani yang berdaya. berenergi. berkesempatan melihat peluang. secara ekonomi dapat . menurut Susetiawan (2000) adalah petani yang secara politik dapat mengartikulasikan (menyampaikan perwujudan) kepentingannnya. mampu mengambil resiko. masyarakat petani masih membutuhkan suatu layanan yang semakin luas dan komplek cakupannya. (e) Kehidupan keluarga. Keberhasilan pembangunan dipedesaan akan terlihat apabila masyarakat secara dinamis mampu memenuhi kebutuhannya. (b) Pemasaran. 2. J. faham. Soedjatmoko (1983) menekankan pentingnya motivasi. Membangun pemerintah yang baik dan memposisikan pertanian sebagai sektor andalan perekonomian nasional. khususnya di pasar internasional Masalah dan tantangan yang dihadapi dalam sistem pertanian berkelanjutan yaitu: 1. Addion H. Menurut Margono Slamet (2000) istilah “berdaya” diartikan sebagai tahu. Pembangunan diselenggarakan untuk memecahkan masalah yang ada dan dihadapi masyarakat. (g) Pengembangan kepemimpinan. Melestarikan sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup 7. (d) Pengelolaan usahatani dan ekonomi rumah tangga. distribusi dan pengolahan produk pertanian. dan makna dalam proses pembaharuan diri dalam pembangunan. Membangun sistem iptek yang efisien Kebijakan Pertanian Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Pertanian Published December 2. Mengurangi jumlah petani miskin. mampu mencari dan menangkap informasi. Membangun sistem agribisnis terkoordanatif 6. penggunaan dan perbaikan sumber daya alam. mampu bertindak sesuai situasi.Pertanian yang Baik (PPB) agar dapat memperoleh akses pasar.Di Franco (Munder. 1972 mengidentifikasi cakupan tanggung jawab layanan pertanian di masa mendatang meliputi: (a) Produksi pertanian. (f) Pengembangan generasi muda. serta bukan kemakmuran material semata. membangun basis bagi partisipasi petani dan pemerataan hasil pembangunan 4. Slamet (2000) menekankan bahwa pada dasarnya pembangunan harus bertujuan untuk mengembangkan masyarakat. mengerti. Korten dan Sjahrir (1988) menyatakan bahwa kunci keberhasilan pembangunan agar mencapai sasaran pada sebagian besar masyarakat miskin apabila dikurangi kendala-kendala yang dihadapi kaum miskin dalam mengungkapkan kemampuan-kemampuannya. termotivasi. Dalam kegiatan pertanian. tahu berbagai alternatif. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment Pembangunan pertanian harus berorentasi pada pemberdayaan masyarakat.. tujuan. mampu bekerjasama.

Upaya tersebut melibatkan perubahan yang radikal di bidang kelembagaan. A. (ed). dan secara budaya diakui eksistensinya. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. 1991. Economic Development in The World. Mosher. Michel Todaro P. Jakarta. Dalam Arintadisastra. 2001. 2001).melakukan proses tawar menawar dengan pihak lain dalam kegiatan ekonomi. Pemahaman tentang pemberdayaan masyarakat merupakan suatu strategi yang menitikberatkan pada bagaimana memberikan peran yang proposional agar masyarakat dapat berperan secara aktif dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. Soekanto S. New York. altitude serta perubahan kebiasaan kepercayaan suatu bangsa (Arintadisastra. D.T.C dan Sjahrir. PT Raja Grafindo Persada. Slamet. Jakarta.Jakarta. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia. M. Jakarta. Pustaka (source) Korten. Sosiologi Suatu Pengantar. 1988.P. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ketahanan Pangan Kajian Empiris LSM-LSM Mitra Yayasan Indonesia Sejahtera. 1983. 2001. Makalah Seminar Nasional Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Menuju Terwujudnya Masyarakat Madani 25-26 September 2000 di IPB. English Version Translate by Google : Ekonomi Kemiskinan Published December 2. Soedjatmoko. struktur social. Longmen Inc. struktur administrasi. Yayasan Indonesia Sejahtera. CV Yasaguna. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. secara sosial dapat mengelola mengatur komunitas dan mengambil keputusan secara mandiri. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment . Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari konsep pembangunan yang secara implisit mengutarakan perubahan dari satu tahapan ke tahapan yang lebih baik. 2000. Saputro. Jakarta. oleh karena itu pemberdayaan harus diartikan sebagai suatu proses multi dimensional termasuk di dalamnya suatu upaya pengorganisasian kembali dan reorientasi dari seluruh system ekonomi dan system social masyarakat. Menggerakkan dan Membangun Pertanian Syarat-syarat Pokok Pembangunan dan Modernisasi. Membangun Pertanian Modern. Memantapkan Posisi dan Meningkatkan Peran penyuluhan Pembangunan Dalam pembangunan. 2001). Pemberdayaan haruslah melampaui ukuran materi dan uang. Yayasan sinar Tani. Dimensi Manusia Dalam Pembangunan. persepsi. 1978. tetapi juga swasta dan masyarakat sendiri (Saputro. 1990. E. LP3ES.

Kita semua tahu bahwa sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. Jika kita mengetahui ekonmi kemiskinan. Pertanian di banyak negara berpendapatan rendah mempunyai kapasitas ekonomi potensial untuk memproduksi bahan makanan yang cukup bagi penduduk yang terus bertambah dan juga memperbaiki pendapatan serta kesejahteraan penduduk miskin secara berarti. dan bahwa sebagian besar dari mereka mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian. kian bertambah. Jika kita mengetahui ekonomi pertanian. hingga menjadi jelaslah bahwa model-model tersebut merupakan hasil kajian intelektual yang terbaik. Dalam dekade-dekade terakhir ini. khususnya ekonomi mengenai penelitian. Kesalahan ke dua. Beberapa ahli ekonomi memberikan reaksi dengan mengajukan penjelasan-penjelasan kultural dan sosial tentang keadaan perekonomian yang buruk di negara-negara berpendapatan rendah. Phd EKONOMI KEMISKINAN Sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. bahwa mereka memperoleh sedikit sekali imbalan atas tenaga kerja mereka. Jumlah ahli ekonomi yang menyadari bahwa teori ekonomi standar dapat digunakan pada masalah-masalah kelangkaan (scarcity) di negara-negara berpendapatan rendah seperti halnya pada masalah-masalah serupa di negara-negara berpendapatan tingi.Disampaikan Oleh Ir. Akan tetapi. Ilmu ekonomi klasik dikembangkan pada saat banyak orang di Eropa Barat baru saja memperoleh pengidupan dari lahan-lahan tandus (miskin) yang mereka olah dan ditinggalkan dalam masa yang . Model-model yang dikembangkan untuk tujuan ini umumnya disambut dengan gembira. Apa yang telah kita pelajar selama sekade-dekade terakhir mengenai ekonomi pertanian akan tampak bagi orang-orang yang mengetahuinya dengan baik. Marcellinus Molo. Ahli-ahli ekonomi merasa sulit memahami konstrain-konstrain preferensi dan kelangkaan (scarcity) yang menentukan pilihan-pilihan bagi kamun miskin. Faktor-faktor produksi yang menentukan dalam perbaikan kesejahteraan penduduk miskin bukanlah ruang.S. M. Faktor-faktor penentunya adalah perbaikan kualitas penduduk dan peningkatan pengetahuan. kita akan banyak mengetahui ekonomi sesungguhnya terjadi. Kesalahan utama anggapan bahwa teori ekonimi standar tidak cukup untuk memahami negara-negara berpendapatan rendah dan oleh karena itu suatu teori ekonomi yang lain perlu dikembangkan. karya para akademis ekonomi telah sangat memperluas wawasan kita mengenai ekonomi modal manusiawi (the economics of human capital). Hal yang tidak banyak difahami oleh banyak ahli ekonomi adalah bahwa penduduk miskin tidak kalah dibanding penduduk kaya untuk memmperbaiki nasib mereka dan anak-anak mereka. sebagian bersifat paradoks. bahwa mereka sebagian besar tinggal di negara-negara berpendapatan rendah. tanggapan-tanggapan para petani terhadap teknik-teknik produksi baru yang menguntungkan. energi dan lahan pertanian. maka kita akan mengetahui ekonomi kemiskinan. ekonomi pembangunan telah mengelami beberapa kesalahan intelektual. walau pun kegunaan dari hasil-hasil studi sarjana-sarjana di bidang kultural dan tingkah laku tidak mudah di fahami. bahwa separuh atau lebih dari pendapatan mereka yang sangat rendah dibelanjakan untuk bahan makanan. hubungan antara produksi dan kesejahteraan serta ekonomi keluarga. adalah pengabaian sejarah ekonomi. Kebanyakan penduduk miskin di dunia hidup dari bidang pertanian.

tidak lama. yang telah lama dikenal sebagai ilmu pengetahuan suram. Ironisnya ekonomi. energi. Perbedaan-perbedaan produktivitas lahan tidak menjelaskan mengapa penduduk miskin berada di bagian dunia yang telah lama berpengehuni. LAHAN DINILAI TERLALU TINGGI Suatu pandangan yan dianut secara luas – pandangan naturalis (the natural earth view) – adalah bahwa luas lahan yang sesuai untuk menanam tanaman pangan adalah benar-benar tertentu dan persediaan energi untuk mengerjakan lahan semakin menipis. Persepsi historis tentang penduduk juga tidak ada. menunjukkan bahwa pandangan naturalis yang suram mengenai bahan makanan tidak sesuai dengan sejarah yang menunjukkan bahwa kita dapat memperbesar sumbe-sumber melalui kemajuan pengetahuan. ia ditentukan oleh evolusi akal budi umat manusia. Pengetahuan mengenai pengalaman dan prestasi penduduk miskin pada masa-masa lampau akan sangat membantu suatu pemahaman akan masalah-masalah dan kemungkinan-kemungkinan bagi negara-negara yang kini berpendapatan rendah. dalam lahan pertanian. Pemahaman seperti ini adalah jauh lebih penting daripada pengetahuan yang paling terinci dan pasti mengenai permukaan bumi atau mengenai ekologi. dan kualitas anak akan menggeser kuantitas anak. Sebagian akibatnya. Marshall mengatakan kepada kita bahwa ’upah mingguan dari buruh-buruh Inggris kerapkali kurang dari harga setengah gantang (bushel) gandum yang berkualitas baik ketika Ricardo menerbitkan Principles of Political Economy and Taxation (1817). pada lahan-lahan yang agak lebih produktif di lereng-lereng yang curam . Pada masa Ricardo. Kita mengekstrapolasi statistik global dan kagum akan interprestasi kita – terutama bahwa penduduk miskin berbiak seperti tikus kutup (lemmings) yang menuju kepada kepunahan mereka sendiri. tidak pernah terjadi dalam sejarah sosial dan ekonomi kita sendiri. Adanya penduduk dalam keadaan miskin. pertanian tradisional. Penduduk di India telah menjadi miskin sejak berabad-abad lamanya baik di Plateau Deccan. para ahli ekonomi perintis menghadapi kondisi-kondisi serupa dengan yang sedang berlaku di negara-negara berpendapatan rendah sekarang. Di Afrika penduduk berdiam di lahan-lahan yang tidak produktif yang terletak di bagian selatan Sahara. Demikian pula yang sedang dialami oleh banyak negara berpendapatan rendah. tidaklah mungkin terus menerus memperoduksi bahan makanan dalam jumlah yang cukup untuk penduduk dunia yang bertambah. Menurut pandangan ini. yang tidak pernah dibayangkan Malthus. kurang lebih separuh dari pendapatan keluarga para pekerja (buruh) di Inggris dibelajakan untuk bahan makanan. di mana produktivitas lahan tadah hujan adalah rendah dan di lahan-lahan India Selatan yang produktivitasnya tinggi. Suatu pandangan alternatif – pandangan sosial-ekonomi (the socio-economic view) – adalah bahwa manusia mempunyai kemampuan dan akal budi untuk mengurangi ketergantungannya pada lahan pertanian. Upah mingguan dari buruh bajak di India pada saat sekarang kira-kira kurang dari harga dua gantang gandum . kita menemukan pengganti terhadap lahan pertanian yang tidak pernah dibayangkan Ricardo. dan sumber energi yang terus merosot serta mengurangi biaya nyata dalam produksi bahan makanan untuk penduduk dunia yang terus bertambah. Saya setuju dengan Margaret Mead bahwa ”Masa depan umat manusia adalah – terbuka –tertutup (openended)”. dan karena pendapatan meningkat. atau mengenai teknologi masa depan. Melalui penelitian. Perkiraan-perkiraan mengenai pertumbuhan penduduk yang destruktif di negara-negara miskin sekarang adalah juga palsu. para orangtua menginginkan anak lebih sedikit. Masa depan umat manusia tidak ditakdirkan oleh ruang.

perumahan dan pengalaman bekerja. Kedua. atau perluasan lahan pertanian. adalah insentif-insentif dan kesempatan-kesempatan terkait bagi para petani untuk meningkatkan penggunaan lahan dengan efektif melalui investasi yang mencakup sumbangansumbangan penelitian pertanian dan perbaikan ketrampilan manusia. faktor manusia yaitu : investasi dalam perbaikan kualitas manusia dapt dengan nyata meningkatkan prospek-prospek ekonomi dan kesejahteraan penduduk yang miskin. ide-ide dari para ahli ekonomi mengenai lahan adalah sebagai satukaidah. Lahan pertanian di Jepang pda masa sekarang ini lebih unggul. Sekarang telah . Demikian pula. Apa yang paling berarti di dalam hal lahan pertanian. masih mengikuti Ricardo. dan menghasilkan 7. satu bagian integral dari modernisasi ekonomi negara-negara berpenghasilan tinggi dan rendah adalah penurunan arti ekonomi dari lahan pertanian dan peningkatan modal manusiawi: ketrampilan dan pengetahuan. Ada substitusi-substitusi baru terhadap lahan pertanian. walau keadaan tersebut pernah terjadi. Lahan-lahan di Eropa pada mulanya berkualitas rendah. Meskipun sejarah ekonomi. Dengan beberapa perkecualian setempat. Proses substitusi digambarkan dengan baik pada tanaman jagung: areal panen jagung di Amerika Aerikat pada tahun 1979 ada 33 juta area. Di negaranegara berpenghasilan tinggi dan rendah. Investasi-investasi seperti itu di negara-negara berpendapatan rendah telah berhasil memperbaiki prospek-prospek ekonomi yang tidak mampu dihilangkan oleh ketidakstabilan politik. penelitian pertaniah telah menghasilkan substansi bagi lahan pertanian. Tidak ada kekuatankekuatan besar (luas biasa) yang menghapus semua perbaikan ekonomi dan menyebabkan penduduk miskin meninggalkan perjuangan ekonominya. yang kurang dari areal panen tahun 1932. Pemeliharaan anak. KUALITAS MANUSIA DINILAI TERLALU RENDAH Sementara lahan bukan satu-satunya faktor terpenting yang menyebabkan kemiskinan. semuanya memiliki suatu kesamaan: mereka sangat miskin. perbahan-perubahan ini sebagian merupakan konsekuansi dari penelitian pertanian’ termasuk penelitian yang diwujudkan dalam bentuk pupuk buatan. tetapi sekarang lahan pertanian di Finlandia menjadi lebih unggul. perbedaan-perbedaan yang sangat terkenal mengenai rasio lahan penduduk di seluruh negara berpendapatan rendah. Tetapi konsep Ricardo mengenai tanah. pestisida. Lahan-lahan di Finlandia semula kurang produktif dibanding lahan di bagian-bagian barat Uni Sovyet. Sekarang lahan-lahan tersebut sanagt produktif. ”daya-daya lahan yang asli dan tak dapat dirusah” tidak sesuai lagi. tidak menghasilkan perebdaan kemiskinan yang sebanding. Modernisasi pertanian telah mengubah lahan miskin menjadi lahan sangat produktif dibanding keadaan alam. dan lahan-lahan aluvial yang sangat produktif di sepanjang dan pada muara Sungai Nile. Sumbangan lahan dalam pendapatan nasional berupa sewa tanah yang merosot terus menerus dengan nyata di negara-negara berpendapatan rendah.76 mmilyar gantang. yang tak dapat dipecahkan ilmu ekonomi.di daerah Rift. Penduduk miskin di negara-negara berpendapatan rendah bukanlah para tahanan dari suatu ekuilibrium kemiskinan yang ketat. tiga kali produksi 1932. peralatan dan masukan-masukan (inputs) lain. Mengapa hukum Ricardo mengenai sewa (yang memperlakukannya sebagai hasil dan bukan sebagai penyebab dari harga-harga) kehilangan arti ekonominya? Ada dua sebab utama: pertama. perolehan informasi dan ketrampilan yang diperoleh melalui sekolah dan investasi-investasi lain dalam bidang kesehatan dan sekolah dapat memperbaiki kualitas penduduk.

karena mereka berbeda pendidikan. sangat terdistorsi yang disebabkan oleh permerintah (goverment-incude distorsions) adalah untuk engurangi sumbangan ekonomi yang mampu diberikan pertanian). yang eksplisit di dalam harga-harga yang mereka bayar untuk produsesn dan barang serta jasa yang dikonsumsi.terkumpul bukti-bukti bahwa penduduk pertanian yang miskin mempunyai reaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang lebih baik. Keusahawanan adalan juga esensial dalam penelitian. Diskriminasi ini dirasionalisasi dengan alasan bahwa pertanian bersifat terbelakang (miskin) dan bahwa sumbangan ekonominya kurang berarti. penerimaan dan resiko. individual dan alokatif. Kebijaksanaan yang memberikan prioritas utama terhadap industri dan mempertahankan harga pangan (biji-bijian) tetap murah. Di dalam domain mereka yang kecil. Seseorang harus memutuskan bagaimana mendistribusikan sumber-sumber terbatas yang tersedia. interprestasi dan mengambil tindakan tepat sebagai reaksi terhadap informasi baru. Insentifinsentif ini. Bila pemerintah telah mengambil alih fungsi keusahawanan dalam usahatani. mereka adalah usahawan-usahawan yang dengan diam-diam mengamati kondisikondisi ekonomi yang tidak diketahui oleh para ahli. berdasarkan keadaan pengetahuan yang dimilikinya. walaupun dengan Revolusi Hijau (Green Revolution). Para petani di dunia . Walaupun para petani berbeda kemampuannya dalam pengamatan (analisa). yang selalu merupakan suatu kegiatan petualangan. Harapan-harapan dari manusia dalam pertanian-buruh pertanian dan usahawan (enterprenir) usahatani yang bekerja dan mengalokasikan sumber-sumber dibentuk oleh kesempatan-kesempatan baru dan oleh insentif-insentif yang mereka tanggapi. walaupun jumlah penduduk pedesaan jauh lebih besar . . yang memerlukan organisasi dan alokasi sumber-sumber yang langka. Intisari penelitian adalah bahwa penelitian merupakan suatu upaya dinamis tentang hal-hal yang belum diketahui atau setengah diketahui. Kemampuan alokatif dipenuhi oleh jutaan pria dan wanita pada satuan-satuan produksi berskala kecil. Sangat disesalkan bahwa doktrin ini masing didukung oleh beberapa lembaga donor dan dirasionalisasikan oleh beberapa ahli ekonomi di negara-negara berpendapatan tinggi. adalah agen-agen yang membuat perhitungan ekonomi. dalam menghadapi biaya. Peranan-peranan alokatif para petani dan wanita-tani serta kesempatan-kesempatan ekonomi mereka adalah penting. mereka telah gagal memberikan suatu kemampuan substitusi alokatif yang efektif dalam modernisasi pertanian. Keusahawanan dalam bidang penelitian diperlukan baik oleh para ilmuwan atau oleh orang-orang yang terlibat dalam sektor penelitian dari ekonomi. Pemerintah cenderung mengintroduksi distorsi-distorsi yang mendiskriminasikan pertanian karena politik dalam negeri umunya menguntungkan penduduk kota atas biaya penduduk pedesaan. betapa efisiennya mereka. organisasi. dan ilmuwan yang kompeten. karena pada umumnya pertanian merupakan sektor ekonomi yang sangat terdesentralisasi. Mereka mempunyai sumber daya manusia yang esensial berupa keusahawanan. Diperlukan dana. Industrialisasi yang cepat dianggap sebagai kunci kemajuan ekonomi. dan pengalaman. Pada kebanyakan usahatani. tetapi semuanya ini belumlah lengkap. para wanita adalah juga usahawati dalam mengalokasikan waktu mereka dan menggunakan produkproduk pertanian dan barang-barang yang dibeli dalam produksi rumah tangga. kesehatan. Pengaruh politik dari konsumen dan industri di kota memungkinkan mereka memperoleh bahan makanan murah atas biaya sejumlah besar penduduk pedesaan yang miskin.

sebuah sumur pompa. termasuk pembelian input-input unggul. definisi tersebut akan mengalami pula kemenduaan (ambiguities) yang terus menganggu teori kapital (capital theory) pada umunya. Kualitas dalam kontek ini terdiri dari berbagai bentuk modal manusiawi (human capital). yang mendasari teori kapital dan agregasi kapital dalam model-model pertumbuhan. Gale Johnson telah menunjukkan bahwa potensi ekonomi yang besar dari pertanian di banyak negara berpendapatan rendah tidak terealisir. Disekuilibria tidak dapat dieliminasi melalui hukum. Intervensi oleh Pemerintah saat ini merupakan penyebab utama dari tidak tersedianya insentif-insentif ekonomi yang optimum. yang memerlukan penyesuaian dalam bertani karena tersedia kesempatan-kesempatan yang lebih baik. Memang seharusnya demikian. Kapital itu bermuka-dua. bahwa kapital bersifat homogen. jenis pupuk tertentu. dan konsep kapital dalam model-model pertumbuhan ekonomi pada khususnya. Saya telah mengemukakan di mana saja bahwa walaupun ada alasan kuat untuk menggunakann suatu definisi modal manusiawi yang sangat tepat. dan banyak bentuk investasi lainnya. Kemungkinankemungkinan teknis telah menjadi semakin menguntungkan tetapi insentif-insentif ekonomi yang diperoleh para petani di negara-negara tersebut untuk merealisir potensi ini tidak berhasil. Karena ketiadaan insentif-insentif yang menguntungkan. Tetapi yang lebih buruk adalah anggapan. karena kisah biaya merupakan kisah dari investasi yang terbenam (cunk investment).DISEKUILIBRIA YANG TAK TERHINDARKAN Transformasi pertanian ke dalam suatu keadaan produktif yang meningkat. adalah sejarahsejarah yang tidak konsisten. misalnya. dan apa yang dijelaskan ke dua muka itu kepada kita tentang pertumbuhan ekonomi. para petani tidak melakukan investasim. dan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi yang berlaku mengurangi fungsi insentif-insentif produsen. Cerita lain mengenai nilai terdiskon (discounted value) dari arus jasa-jasa yang disumbangkan kapital. Nilai dari kemampuan menghadapi disekuilibria adalah tinggi dalam suatu ekonomi yang dinamis. Setiap bentuk kapital memiliki sifat-sifat khusus: sebuah bangunan. tidak hanya di bidang pertanian. Ahli-ahli sejarah masa depan pasti akan dibingungkan oleh luasnya insentif-insentif ekonomi yang telah berantakan selama dekade-dekade terakhir. tetapi juga dalam semua aktivitas produksi yang lain. sekali seorang petani mengadakan investasi berupa kereta kuda. yang berubah sesuai dengan perubahan pertumbuhan. D. sebuah traktor. melalui kebijaksanaan Pemerintah dan jelas-jelas bukan dengan cara retorik. sebagai suatu kaidah. Pandangan intelektual yang dominan bersifat antagonistik terhadap insentif-insentif pertanian. Pemerintah tidak dapat dengan efesien memainkan fungsi usahawan-usahawan pertanian. yang merupakan suatu proses dinamis. asumsi homogenitas kapital ini merupakan malapetaka bagi teori kapital : Adalah sangat tidak tepat menganalisa dinamika pertumbuhan ekonomi terutama menyangkut ketimpangan kapital karena perbedaan-perbedaan rates of . baik karena informasi relevan tidak tersedia atau karena harga-harga dan biaya-biaya yang dihadapi para petani telah terdistorsi. Disekulibria seperti itu tidak dapat terhindarkan. Seperti telah diajarkan oleh Hick kepada kita. KEMAJUAN KUALITAS PENDUDUK Sekarang saya beralih kepada peningkatan kualitas manusia yang dapat diukur baik untuk penduduk yang bertani mau pun bukan petani. kereta tersebut hanya sedikit nilainya bila ditarik oleh traktor. memerlukan suatu proses yang umumnya dikenal sebagai modernisasi.

dan (5) tersedianya pengangkutan yang lancar dan kontinyu. SYARAT POKOK DAN PELANCAR PEMBANGUNAN PERTANIAN Pengertian Pembangunan pertanian dapat didefinisikan sebagai suatu proses perubahan sosial. dalam produksi rumah tangga. (2) teknologi yang senantiasa berkembang. Ketimpangan-ketimpangan merupakan pegas utama karena ia memberikan isyarat-isyarat ekonomi yang mendorong pertumbuhan. yaitu pada masa pemerintahan Orde Baru. (2) kredit produksi. dan dalam migrasi untuk memperoleh kesempatan kerja yang lain baik. sosial. (4) perbaikan dan perluasan tanah pertanian. Adapun syarat pelancar pembangunan pertanian meliputi: (1) pendidikan pembangunan. pertumbuhan (growth) dan perubahan (change) (Iqbal dan Sudaryanto. Dalam PUPJP I. apakah agregasi kapital dipandang dari segi biaya-biaya faktor (factor costs) atau dipandang dari segi nilai terdiskon dari jasa-jasa seumur hidup (lifetime services) dari berbagai bagian-bagiannya. politik. kita harus menemukannya. termasuk Indonesia. 2008). dapat membuktikan bahwa ketimpangan-ketimpangan ini adalah sama. Tetapi. modal manusiawi memperbesar produktivitas pertanian dan non pertanian. lingkungan. yang tertuang dalam strategi besar pembangunan nasional berupa Pola Umum 19 Pembangunan Jangka Panjang (PU-PJP) yaitu PU-PJP I (1969-1994) dan PU-PJP II (1994-2019). Implementasinya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan status dan kesejahteraan petani semata. Syarat pokok pembangunan pertanian meliputi: (1) adanya pasar untuk hasil-hasil usahatani. Maka salah satu bagian penting dari pertumbuhan ekonomi tertutup oleh agregasi kapital seperti itu. karena ketimpangan-ketimpangan itu merupakan pegas utama dari pertumbuhan ekonomi. mengikuti saran dan langkah kebijakan yang disarankan oleh Mosher. tetapi sekaligus juga dimaksudkan untuk mengembangkan potensi sumberdaya manusia baik secara ekonomi. mengapa mencoba mengubah lingkaran menjadi empat per segi? Jika kita tidak dapat mengamati ketimpangan-ketimpangan ini. maupun melalui perbaikan (improvement). Juga tidak ada suatu katalog dari semua model pertumbuhan yang ada. Dalam literatur klasik pembangunan pertanian karya Arthur Mosher yang berjudul “Getting Agriculture Moving” dijelaskan secara sederhana dan gambling tentang syarat pokok dan syarat pelancar dalam pembangunan pertanian. Beberapa Negara berkembang. Nilai dari modal manusiawi tambahan tergantung kepada kesejahteraan tambahan yang diperoleh manusia daripadanya.returns. (3) tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. (3) adanya perangsang produksi bagi petani. budaya. Kemampuan semacam itu juga sangat memperbesar kepuasan-kepuasan yang merupakan suatu bagian integal dari konsumsi sekarang dan konsumsi di masa depan. pembangunan dilaksanakan melalui lima serangkaian Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang semuanya dititik beratkan pada sektor pertanian sebagai berikut: . dan (5) perencanaan nasional pembangunan pertanian. Pembangunan pertanian di Indonesia dilaksanakan secara terencana dimulai sejak Repelita I (1 April 1969). dalam waktu dan sumber-sumber lain yang dialokasikan para mahasiswa untuk pendidikan mereka. (3) kegiatan gotong royong petani.

3. strategi dan kebijakan yang mengedepankan pembangunan pertanian sebagai langkah awal proses pembangunan. (3) dengan membeli barang konsumsi dari sektor lain. pada tingkat tertentu sector pertanian telah mampu menyediakan bahan-bahan baku . dan (4) dengan menghapuskan kendala devisa melalui penerimaan devisa dengan ekspor atau dengan menabung devisa melalui substitusi impor. Para perancang pembangunan Indonesia pada awal masa pemerintahan Orde Baru menyadari benar hal tersebut. Kebijakan untuk menetapkan sektor pertanian sebagai titik berat pembangunan ekonomi sesuai dengan rekomendasi Rostow dalam rangka persiapan tinggal landas (Simatupang dan Syafa’at. Lebih lanjut dinyatakan bahwa revolusi pertanian merupakan syarat mutlak bagi keberhasilan upaya menciptakan prakondisi tinggal landas. khususnya beras. Repelita III: titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri pengolah bahan baku menjadi bahan jadi. peningkatan produksi. Ketiga. khususnya di sektor pangan yang berpuncak pada pencapaian swasembada pangan. 5. sehingga memperbaiki posisi neraca pembayaran Indonesia. Fakta inilah yang kemudian mengilhami penyusunan rencana. pembangunan dititikberatkan pada industri pengolahan penunjang pertanian (agroindustri) yang selanjutnya secara bertahap dialihkan pada pembangunan industri mesin dan logam. 4. dengan harga yang relatif 21 murah. Pertama. Repelita II: titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri pengolah bahan mentah menjadi bahan baku. pangsa sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai lebih dari 40 persen. Kedua. tangguh menghadapi gejolak internal dan eksternal. Pembangunan pertanian di masa pemerintahan Orde Baru telah membawa beberapa hasil. Rancangan pembangunan seperti demikian. Pada saat Indonesia memulai proses pembangunan secara terencana pada tahun 1969. memberikan kontribusi terhadap proses industrialisasi dan urbanisasi yang membutuhkan pangan murah. Ketersediaan bahan pangan. Repelita I: titik berat pada sektor pertanian dan industri pendukung sektor pertanian. pembangunan dititikberatkan pada pembangunan sector pertanian dan industri penghasil sarana produksi peratnian. 2. Pada tahap pertama. diharapkan dapat membentuk struktur perekonomian Indonesia yang serasi dan seimbang. sektor pertanian telah meningkatkan penerimaan devisa di satu pihak dan penghematan devisa di lain pihak. pada tahun 1984. Repelita V: melanjutkan Repelita IV.1. Repelita IV: titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri penghasil mesin-mesin. (2) dengan menyediakan surplus yang dapat diinvestasikan dari tabungan dan pajak untuk mendukung investasi pada sektor lain yang berkembang. 2000). Menurut Suhendra (2004) di banyak negara. sehingga pembangunan jangka panjang dirancang secara bertahap. Pada tahap kedua. khususnya beras. sehingga akan meningkatkan permintaan dari penduduk perdesaan untuk produk dari sektor yang berkembang. sektor pertanian yang berhasil merupakan prasyarat bagi pembangunan sektor industri dan jasa. sementara itu serapan tenaga kerja pada sector pertanian mencapai lebih dari 60 persen. Pentingnya peran sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi suatu negara juga dikemukakan oleh Meier (1995) sebagai berikut: (1) dengan mensuplai makanan pokok dan bahan baku bagi sektor lain dalam ekonomi yang berkembang.

pengembangan komoditas seringkali sangat tidak efisien dan keberhasilannya sangat tergantung pada besarnya subsidi dan proteksi pemerintah.industri sehingga melahirkan agroindustri. Pertama. Menurut Arifin (2004) tidak berkembangnya sektor pertanian berakar pada terlalu berpihaknya pemerintah pada sektor industri sejak pertengahan tahun 1980-an. Sungguhpun demikian. seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian Siregar (2003) bahwa secara riil tingkat kesejahteraan petani dari tahun ke tahun justru mengalami penurunan yang ditunjukkan oleh nilai tukar petani (NTP) yang mempunyai tendensi (trend) yang menurun (negatif) sebesar –0. maka pendekatan pembangunan pertanian harus diubah dari pendekatan komoditas menjadi pendekatan system agribisnis. peningkatan produksi pertanian telah menimbulkan kecenderungan menurunnya harga produkproduk pertanian yang berakibat negatif pada pendapatan petani. pemerintah seolah menganggap pembangunan pertanian dapat bergulir dengan sendirinya.28-10. Kemampuan bersaing melalui proses produksi yang efisien merupakan pijakan utama bagi . sehingga sektor pertanian dianggap sebagai most-heavily regulated. dan (3) kurang memperhatikan aspirasi dan pendapatan petani. Pendekatan ini dicirikan oleh pelaksanaan pembangunan pertanian berdasarkan pengembangan komoditas secara parsial (sendiri-sendiri) dan lebih berorientasi pada peningkatan produksi dibanding peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. dukungan harga dan berbagai proteksi lainnya. vertikal dan spatial berbagai kegiatan ekonomi.10-3. yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai kebijakan proteksi yang sistematis. Di masa pemerintahan Orde Baru. Asumsi ini membuat pemerintah mengacuhkan pertanian dalam strategi pembangunannya. Akibatnya. (2005). Menurut Sudaryanto et al. bahkan pendapatan petani cenderung menurun. Seiring dangan hal ini. peningkatan produktivitas dan produksi tidak selalu dibarengi atau diikuti dengan meningkatnya pendapatan petani. Kedua. Oleh karena itu. proteksi besar-besaran ini telah merapuhkan basis pertanian pada tingkat petani. seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian Ratnawati et al. Pemerintah mencurahkan perhatiannya pada sektor industri. serta kurang mampu mendorong peningkatan pendapatan petani. pembangunan pertanian semakin dideregulasi melalui pengurangan subsidi. maka orientasi pembangunan pertanian juga akan mengalami perubahan dari orientasi peningkatan produksi menjadi orientasi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Memasuki era globalisasi yang dicirikan oleh persaingan perdagangan internasional yang sangat ketat dan bebas. (2004) bahwa peningkatan produktivitas pertanian menurunkan harga output di tingkat petani berkisar antara 0. pendekatan pembangunan pertanian selama pemerintahan Orde Baru dilaksanakan dengan pendekatan komoditas.68 persen per tahun. Menyadari akan hal tersebut di atas. Namun pendekatan komoditas ini mempunyai beberapa kelemahan mendasar. memerlukan subsidi dan mendapat intervensi yang sangat mendalam. Menyusul periode pertumbuhan tinggi sektor pertanian satu dekade sebelumnya.10 persen. yaitu: (1) tidak memperhatikan keunggulan komparatif tiap komoditas.08 persen dan akan menurunkan pendapatan rumah tangga perdesaan berkisar antara 2. (2) tidak memperhatikan panduan horizontal. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh paradigma pembangunan saat itu yang menekankan industrialisasi. ternyata sektor pertanian hanya bisa berkembang dalam kebijaksanaan yang protektif. pembangunan pertanian di masa pemerintahan Orde Baru tersebut mengandung sejumlah paradoks.

Dengan demikian. 3. menghapus kemiskinan dan mendorong pembangunan ekonomi yang lebih luas (Sudaryanto dan Munif. Akselerasi pembangunan pertanian sangatlah penting dalam rangka mendorong ekspor dan mengurangi impor produk pertanian. ketika krisis ekonomi terjadi. sehingga dalam hal ini dapat membantu menjaga keseimbangan neraca pembayaran. akan membawa pengaruh yang sangat besar terhadap dinamika pembangunan pertanian. 2005). Namun demikian. 6. Sehubungan dengan hal tersebut. Fokus pembangunan ekonomi lebih banyak diarahkan pada sektor industri dan jasa. beberapa pertimbangan tentang pentingnya mengakselerasi sektor pertanian di Indonesia dikemukakan oleh Simatupang (1997) sebagai berikut: 1. maka Indonesia kembali menjadikan sector pertanian sebagai landasan utama pembangunan ekonomi (Arifin. mengandalkan modal dan tenaga kerja terampil dan berbasis inovasi teknologi dengan memanfaatkan sumberdaya lokal secara optimal. Peran penting sektor pertanian telah terbukti dari keberhasilan sector pertanian pada saat krisis ekonomi dalam menyediakan kebutuhan pangan pokok dalam jumlah yang memadai dan tingkat pertumbuhannya yang positif dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor pertanian sebagai penghasil makanan pokok penduduk. sehingga dinamikanya amat berpengaruh terhadap laju inflasi. Harga produk pertanian memiliki bobot yang besar dalam indeks harga konsumen. Sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian desa dimana sebagian besar penduduk berada. Akselerasi pembangunan pertanian mampu meningkatkan kinerja sector industri. bahkan yang berbasis teknologi tinggi dan intensif kapital. pembangunan ekonomi dan kebijakan politik mulai meminggirkan sektor pertanian. Sejak awal 1990-an. Secara lebih rinci. proses desentralisasi ekonomi yang menghasilkan kesengsaraan dan penderitaan rakyat. Kabinet Indonesia Bersatu telah menetapkan program pembangunannya dengan . Kondisi tersebut memerlukan penyesuaian terhadap arah dan kebijakan serta pelaksanaan program pembangunan pertanian. strategi pembangunan pertanian harus lebih memfokuskan pada peningkatan daya saing. Oleh karena itu. 2. maka partisipasi dan kemampuan wirausaha petani merupakan factor kunci keberhasilan pembangunan pertanian. Sektor pertanian masih tetap sebagai penyerap tenaga kerja. 5. sehingga akselerasi pembangunan sektor pertanian akan membantu mengatasi masalah pengangguran. 2005). Keadaan ini menjadi pertimbangan utama dirumuskannya kebijakan yang memiliki keberpihakan terhadap sector pertanian dalam memperluas lapangan kerja. agenda reformasi yang bergulir tanpa arah. Suryana (2006) menyatakan bahwa perubahan lingkungan strategis yang sangat cepat. baik domestik maupun internasional. Oleh karena itu. Hal ini karena terdapat keterkaitan yang erat antara sektor pertanian dengan sektor industri yang meliputi keterkaitan produk. sehingga dengan akselerasi pembangunan pertanian maka penyediaan pangan dapat terjamin.kelangsungan hidup usahatani. akselerasi pembangunan pertanian paling tepat untuk mendorong perekonomian desa dalam rangka meningkatkan pendapatan sebagian besar penduduk Indonesia dan sekaligus pengentasan kemiskinan. 4. akselerasi pembangunan pertanian akan membantu menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. seiring dengan menurunnya pangsa pertanian dalam struktur perekonomian (PDB). Langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan pangan pada pasar dunia. konsumsi dan investasi.

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Peningkatan pertumbuhan ekonomi di atas 6. Sudaryanto dan Munif (2005) menyatakan bahwa revitalisasi pertanian dimaksudkan untuk menggalang komitmen dan kerjasama seluruh stakeholder dan mengubah paradigma pola piker masyarakat dalam melihat pertanian tidak hanya sekedar penghasil komoditas untuk dikonsumsi. dan (3) Program peningkatan kesejahteraan petani. Kegiatan pembangunan pertanian tahun 2005-2009 dilaksanakan melalui tiga program.menggunakan strategi tiga jalur (triple track strategy) sebagai manifestasi dari strategi pembangunan yang lebih pro-growth. (2) Program pengembangan agribisnis. perlindungan harga gabah. Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani. Operasionalisasi konsep strategi tiga jalur tersebut dirancang melalui hal-hal sebagai berikut: 1. penjaminan usaha.5 persen per tahun melalui percepatan investasi dan ekspor. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. pendampingan. melalui peningkatan kinerja sektor pertanian dalam pembangunan nasional dengan tidak mengabaikan sektor lain. pro-employment dan pro-poor. Operasionalisasi program pengembangan agribisnis dilakukan melalui pengembangan sentra/kawasan agribisnis komoditas unggulan. Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya. . Revitalisasi pertanian dan perdesaan untuk berkontribusi pada pengentasan kemiskinan. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. 3. 2. menjaga ketersediaan pangan yang cukup aman dan halal di setiap daerah setiap saat. 2005c) 2. Sejalan dengan hal ini. Pembenahan sektor riil untuk mampu menyerap tambahan angkatan kerja dan menciptakan lapangan kerja baru.1. Operasionalisasi program peningkatan ketahanan pangan dilakukan melalui peningkatan produksi pangan. yaitu: (1) Program peningkatan ketahanan pangan. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. dan antisipasi agar tidak terjadi kerawanan pangan. Operasionalisasi program peningkatan kesejahteraan petani dilakukan melalui pemberdayaan penyuluhan. kebijakan proteksi dan promosi lainnya (Departemen Pertanian. Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian. Pertanian harus dilihat sebagai sektor yang multi-fungsi dan sumber kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. Revitalisasi pertanian diartikan sebagai kesadaran untuk menempatkan kembali arti penting sektor pertanian secara proporsional dan kontekstual.

untuk keperluan sehari-hari seorang petani. Akan tetapi lain halnya dengan petani. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual. jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar. sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. 1979: 30). Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. sekali produksi telah berjalan maka penerimaan dari penjualan akan mengalir setiap hari sebagaimana mengalirnya hasil produksi. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. setiap minggu. baik itu untuk bibit. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan.Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain. Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. Di dalam bidang industri. Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. Persedian tanah pertanian yang makin kecil 2. • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit. Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun . dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. Penduduk bertambah menurut deret ukur. yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya.

• Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. dan begitu sama sifatsifatnya satu dari yang lain. 2. Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutang-hutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain.2. akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil. dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil. Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu. Pembangunan Pertanian . Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. Apa yang sama diantara mereka adalah. Inilah yang menjadi sebab. Bertambahnya pengangguran 4.3. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai. tetapi dalam kerja. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. dan dapat menciptakan pengangguran. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu.

produktivitas. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas. Hal ini memang sesuai pada masa itu. tanah dan modal. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. maka peluasan lahan akan semakin sempit.Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. maka yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. dengan orientasi pada peningkatan produksi. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan. Dalam hal ini. Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960). karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi . Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. Akan tetapi dewasa ini. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. tenaga kerja. dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar). Di masa lalu. maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern.

perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. ekonomis. 2. Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya.3. Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. sosial budaya dan lain-lain. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan. Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. sarana transportasi. Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda. Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. terutama di daerah-daerah. Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas. Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. bibit unggul. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan. Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi . dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis.

3. 5. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani.petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru. A. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar. pertanian dapat berjalan terus tapi statis. 4. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1. 3. Kredit produksi. Kegiatan gotong royong petani. 1979 : 194). Perbaikan dan perluasan tanah pertanian. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto. Pendidikan pembangunan. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian. 5. 2. Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian. Adanya perangsang produksi bagi petani. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional. 4. 2. Teknologi yang senantiasa berkembang. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan.T. . Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : 1.

Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian.1. . Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. sekali produksi telah berjalan maka penerimaan dari penjualan akan mengalir setiap hari sebagaimana mengalirnya hasil produksi. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit. Akan tetapi lain halnya dengan petani. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan. jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya. misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual. Di dalam bidang industri. baik itu untuk bibit. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. 1979: 30).2. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani. Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar.

Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari. Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. dan dapat menciptakan pengangguran.untuk keperluan sehari-hari seorang petani. • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. setiap minggu. Inilah yang menjadi sebab. Persedian tanah pertanian yang makin kecil Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun Bertambahnya pengangguran Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutanghutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. 2. 4. 3. dan begitu sama sifat- . Penduduk bertambah menurut deret ukur. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil.

untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu. maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960). Dalam hal ini. dengan orientasi pada peningkatan produksi. maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. maka yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. Hal ini memang sesuai pada masa itu. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain. . Akan tetapi dewasa ini. karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu. Pembangunan Pertanian Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. tetapi dalam kerja. Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. Apa yang sama diantara mereka adalah.sifatnya satu dari yang lain. 2. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas. dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. Di masa lalu. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya.2.

yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan. tanah dan modal. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan. terutama di daerah-daerah. maka peluasan lahan akan semakin sempit. Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. tenaga kerja. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik. produktivitas. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk. Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). . sarana transportasi. Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas.Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. bibit unggul. Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar).

5. 3. sosial budaya dan lain-lain. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani. Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. Teknologi yang senantiasa berkembang. Adanya perangsang produksi bagi petani. Kegiatan gotong royong petani. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja. Kredit produksi. Pendidikan pembangunan. ekonomis. Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1. Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru. 2. 3. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : 1. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian. Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis. Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan.T. 2.3. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. pertanian dapat berjalan terus tapi statis. A. . 4. 1979 : 194). Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian.2.

Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani. sekali produksi telah . Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian. 5. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain.1. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani. 2. Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian. yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. Di dalam bidang industri. 1979: 30). Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya. Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya.4.

Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. 2. Persedian tanah pertanian yang makin kecil Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun Bertambahnya pengangguran Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutanghutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. dan dapat menciptakan pengangguran.berjalan maka penerimaan dari penjualan sebagaimana mengalirnya hasil produksi. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit. untuk keperluan sehari-hari seorang petani. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. 4. Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). 3. Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil. setiap minggu. sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari. jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. baik itu untuk bibit. Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. akan mengalir setiap hari Akan tetapi lain halnya dengan petani. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan. . Penduduk bertambah menurut deret ukur. akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil. misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual.

Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. Pembangunan Pertanian Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu. Apa yang sama diantara mereka adalah. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. 2. maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960). sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. maka . Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat.2. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu. Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk. tetapi dalam kerja. dan begitu sama sifatsifatnya satu dari yang lain. Di masa lalu. dengan orientasi pada peningkatan produksi.Inilah yang menjadi sebab. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas.

Akan tetapi dewasa ini. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan. dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. Dalam hal ini. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara . dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar). maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern. Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. tanah dan modal. orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk. maka peluasan lahan akan semakin sempit. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional.yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. tenaga kerja. yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. produktivitas. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. bibit unggul. Hal ini memang sesuai pada masa itu.

sarana transportasi. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : . Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis. Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian. pertanian dapat berjalan terus tapi statis. 1979 : 194). mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas.lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja. 2.3. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda. sosial budaya dan lain-lain.T. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. A. ekonomis. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar. Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan. Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto. terutama di daerah-daerah. Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian.

Teknologi yang senantiasa berkembang. Pengantar Ekonomi Pertanian. From the Poverty to the Wealth of Nations Second Edition. Graham. Seokartawi. Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian. DAFTAR PUSTAKA Doll. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian. Pendidikan pembangunan. Adanya perangsang produksi bagi petani. Kredit produksi.G. 4.. New York. Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya. 5. 1971. Hallet. Kegiatan gotong royong petani. Oxford: Basil Blackwell. Diposkan oleh ary ian di 04. Development Economics. J.. Mubyarto. Oxford University Inc. Malang. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1. 2. West. Yujiro. 5. Yogyakarta. Irwin Inc.. Economics of Agricultural Production Market and Policy. V.. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani. 4. 3. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. 2. J. Rhodes. 2004. The Economics of Agricultural Policy. Sektor Besar yang Terlupakan .17 0 komentar Pertanian. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. P. 2001. 1986. 1979. Home III: Richard D. 3.1. LP3ES. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani.. Petani Indonesia dalam Menghadapi Persaingan Global Universitas Brawijaya. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional. Hayami.

Apalagi jika diabaikan dan dilupakan. (2) demokrasi. adalah sesuatu yang tentu sangat menyakitkan. Walaupun sektor pertanian telah dibangun dengan susah payah. Kedua. Serempak dan Terintegrasi . kata pertanian sama sekali tidak disebutkan. Banyak analisis menafsirkan mengapa pertanian terlupakan pada suatu momen besar kenegaraan yang ditunggu rakyat banyak serta disaksikan jutaan pemirsa televisi di seluruh Tanah Air. Itulah pertanian. Pertanian adalah sektor besar yang selama ini memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja 43% dan kontribusi 16% terhadap produk domestik bruto (PDB). dan (3) keadilan. pada saat mengklaim bahwa "bangsa Indonesia memiliki ketahanan pangan yang semakin kuaf walau sama sekali tanpa dukungan data dan fakta. Siapa pun perumus konsep pembangunan yang konon inklusif tersebut. secara substansial pertanian memang dianggap tidak relevan dalam pidato yang mengusung tiga tema besar yang amat-sangat luas dan strategis. berupa reformasi birokrasi dan tata kelola. pemerintahan dan pelayanan publik. jika konsep development for all yang diusung Kabinet Indonesia Bersatu Jilid2 justru melupakan pertanian. Jangankan disinggung. Presiden SBY memang menyebut kata "ketahanan pangan dua kali. ada bidang yang terlupakan. menganggap bidang ini tidak relevan pada pembangunan kesejehteraan bangsa. pendidikan. Pertama. Ketiga tema tersebut adalah (1) kesejahteraan. dengan potensi pengganda {multiplier) pada sektor lain yang luar biasa.Investor Daily. masyarakat awam pasti sepakat bahwa negara agraris sebesar Indonesia tidak akan maju dan beranjak ke mana-mana jika kebijakan yang dirumuskan justru mengabaikan pembangunan pertanian. dan ketahanan pangan. melalui pembangunan untuk semua. 16 Agustus lalu. pada pidato tersebut. ternyata hasilnya masih belum membawa kesejahteraan bagi petani sebagai pelaku utamanya. Senin 30 Agustus 2010 Oleh Bustanul Arifin Pada pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. kesehatan. Tidak harus mengutip teori-teori ekonomi pembangunan. ia atau mereka masih perlu banyak turun ke lapangan agar strategi yang ditawarkan kepada Presiden SBY lebih mendekati kenyataan. Pertama. melalui peningkatan kualitas demokrasi. Terlalu besar risiko yang akan ditanggung bangsa Indonesia. pada saat menyebutkan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010-2014 atau prioritas nasional. Bagi stakeholders atau pemangku kepentingan bidang pertanian. penanggulangan kemiskinan. melalui langkah strategis keadilan untuk semua.

untuk mencapai satu tujuan. Para perumus kebijakan atau elite politik yang tidak sabar dan ingin melihat hasil instan biasanya melupakan pembinaan pertanian karena hasil kebijakan baru dinikmati sekian tahun kemudian. hortikultura.5% dari total). Belum lagi jika ditambah dengan fakta terakhir tentang penguasaan lahan petani yang semakin menyusut Jumlah petani pangan yang hanya menguasai lahan 0. namun di lapangan. pertanian dianggap telah maju dan berhasil karena laporan yang menggiurkan. Akan tetapi. Hampir seluruh daerah dan provinsi meletakkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan pada RPJM daerah. implementasi kebijakan untuk mewujudkan sasaran tersebut memang tidak mudah. Dalam bahasa ekonomi modern. Justru hal sebaliknyayang amat diperlukan. Peningkatan produksi yang besar sekalipun masih sulit untuk mengangkat petani dari belenggu kemiskinan apabila persoalan penguasaan lahan tidak dapat dipecahkan. Sekian macam instrumen kebijakan harus dilaksanakan secara serempak dan terintegrasi.Kedua. Namun. dengan efisiensi yang tidak terlalu tinggi. Walaupun mereka paham secara teori. Laporan-laporan peningkatan produksi pangan. para pengambil kebijakan tentu tetap harus menyadari bahwa membangun pertanian itu memang perlu serentak dan komprehensif. tidak cukup hanya dengan sekali pukul satu kebijakan. perkebunan. jika para tengkulak lebih berkuasa atau jika tiba-tiba harga pertanian global anjlok. Revitalisasi Pertanian Ketiga. bahwa sektor pertanian menjadi pengganda pendapatan dan pengganda tenaga kerja. dan perikanan akhir-akhir ini mungkin cukup memukau Presiden SBY. misalnya peningkatan kesejahteraan petani. pembinaan dan pemberdayaan sektor pertanian memerlukan biaya transaksi yang besar karena nyaris pada setiap tahapan kegiatan harus dilakukan pelaku atau lembaga yang berbeda.5 hektare atau kurang telah bertambah mencapai 9. Apalagi. fenomena seperti ini justru lebih mudah dijumpai. tanpa diikuti stabilisasi harga di tingkat petani yang memadai. .34 juta rumah tangga petani (atau 53. karena demikian banyak pelaku yang terlibat. sekian tujuan akan tercapai. Berbeda dengan sektor industri manufaktur dan jasa. ketidakpercayaan terhadap sektor pertanian karena kompleksitas yang tinggi. alokasi anggaran. Presiden SBY pernah mencanangkan strategi revitalisasi pertanian sebagai mantra ajaib peningkatan produksi dan pemihakan kebijakan kepada petani dan pertanian. Kompleksitas seperti ini akan selalu menjadi momok menakutkan bagi kaum elite picik yang hanyaberpikir ingin menikmati hasil kebijakan instan. sektor pertanian memang kompleks. upaya peningkatan produksi tersebut belum tentu dapat memperbaiki kesejahteraan petani. Implementasi kebijakan peningkatan produksi dan produktivitas mungkin cukup jelas dan mudah diukur dengan sekian macam intervensi yang harus dilakukan. peternakan. pada awal masa kepemimpinannya. dan realisasinya berbicara lain. Pada tingkat daerah.

Belum lagi. Demikian pula jika memperhitungkan sesuatu yang lebih rumit. seperti sistem produksi pangan yang disebutkan di atas. Salah satu contoh kecil yang dapat dilakukan ke depan dalam mencapai sasaran revitalisasi pertanian adalah bagaimana realisasi rencana mewujudkan 15 juta lahan pertanian pangan. ternyata kedodoran di sana. baik karena tren permintaan yang memang tinggi dan suplai yang cenderung menurun terutama karena prakiraan bulan basah La Ninayang masih sampai November 2010.Banyak. Terlalu naif jika masih ada yang beralasan tidak mampu menegakkan dan melaksanakan UU 41/2009 tersebut hanya karena peraturan pemerintah (PP) yang lebih operasional belum ada. pembangunan pertanian memang belum dapat dikatakan maju dan berhasil. strategi revitalisasi pertanian yang dicanangkan pada periode pertama dulu masih jauh dari sempurna. Dengan kata lain. daya saing bangsa di tingkat global dan sebagainya. Semoga saja. Dari sesuatu yang paling sederhana. pihak seakan terpukau dengan data fisik produksi secara makro tersebut. dan sebagainya. Pertanian tetap menjadi pengganda pendapatan dan pengganda tenaga kerja. melainkan menyangkut kecukupan gizi dan protein penduduk Indonesia. Meski menghadapi berbagai kerumitan. apalagi dilupakan. sehingga tidak selayaknya sektor pertanian diabaikan. Ketika akhir-akhir ini terdapat lonjakan harga pangan yang liar. J . jika menyebutkan istilah ketahanan pangan yang jauh lebih kompleks dan berdimensi luas. kekhilafan tidak menyebutkan sektor pertanian itu hanya masalah kemasan saja. jelas fondasi pertanian Indonesia masih belum stabil. sektor pertanian tetap tak bisa diabaikan. karena bukan hanya menyangkut urusan permintaan dan penawaran pangan. bukan karena ketidakpedulian atau penga-cuhan yang pasti memiliki implikasi politik jauh lebih buruk. seperti reforma agraria yang dicanangkan Presiden SBY pada periode pertama. Masih cukup banyak cara dan langkah kebijakan untuk memulihkan kepercayaan publik bahwa pemerintah betul-betul masih akan berpihak pada sektor pertanian. Operasi pasar murah direncanakan secara serempak di beberapa tempat. tanpa pernah berusaha memahami kesulitan riil petani di tingkat mikro. Apalagi kini Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. pemerintah kemudian bereaksi secara panik. juga belum mampu mewujudkan konsep justice for all sebagaimana diucapkan dalam Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2010 ter-sebut. dikendalikan di sini. walaupun menurut laporan media. pasar murah itu sepi peminat.

Ia menolak kehadiran uang dan pinjam-meminjam uang dengan bunga. 2. Konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis ditemukan terutama dalam ajaran-ajaran agama. etika atau aturan-aturan moral. Konsep pemikiran ekonominya didasarkan pada konsep pengelolaan rumah tangga yang baik.Pemper pak Harris Sejarah Pemikiran Ekonomi Praklasik. dan menjadi dasar analisis ilmuwan modern sebab analisisnya berpangkal dari data. kaidah-kaidah hukum. 3. Aristoteles merupakan tokoh pemikir ulung yang sangat tajam. melalui tukar-menukar. pelayaran dan perniagaan yang dianjurkan untuk dikembangkan oleh . Ia memandang rendah terhadap para pekerja kasar dan mereka yang mengejar kekayaan. sejarawan dan murid Socrates yang mengarang buku Oikonomikus (pengelolaan rumah tangga). karena tidak seorang pun yang dapat memenuhi sendiri berbagai kebutuhannya. Inilah awal dasar pemikiran Prinsip Spesialisasi kemudian dikembangkan oleh Adam Smith. Plato hidup pada abad keempat sebelum Masehi mencerminkan pola pikir tradisi kaum ningrat. Plato menyadari bahwa produksi merupakan basis suatu negara dan penganekaragaman (diversivikasi) pekerjaan dalam masyarakat merupakan keharusan. maka uang menjadi mandul atau tidak produktif. Misalnya dalam kitab Hammurabi dari Babilonia tahun 1700 sM. Xenophon seorang prajurit. Sosialis dan Neoklasik Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Perintis Sosialis 1. Aristoteleslah yang membedakan dua macam nilai barang. Klasik. uang hanya sebagai alat tukar-menukar saja. yaitu nilai guna dan nilai tukar. masyarakat Yunani telah menjelaskan tentang rincian petunjuk-petunjuk tentang cara-cara berekonomi. Inti pemikiran Xenophon adalah pertanian dipandang sebagai dasar kesejahteraan ekonomi. jika menumpuk kekayaan dengan jalan minta/mengambil riba. 4.

Proteksi industri yang menganjurkan persaingan dalam negeri. Merkantilis merupakan model kebijakan ekonomi dengan campur tangan pemerintah yang dominan. proteksionisme serta politik kolonial. tetapi menganjurkan persaingan. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Merkantilis 1. dengan menegakkan hukum Tuhan maka dalam jual-beli harus dilakukan dengan harga yang adil (just-price) sedang bunga uang adalah riba. 2. hal ini berhubungan dengan tujuan proteksi industri di dalam negeri. Tetapi masalah riba. konsep perbudakan dan sektor pertambangan menjadi milik bersama. 5.negara. Pemikiran-pemikiran ekonomi lahir pada kaum merkantilis disebabkan adanya pembagian kerja yang timbul di dalam masyarakat. 4. mengemukakan tentang konsep keadilan yang dibagi dua menjadi keadilan distributife dan keadilan konvensasi. upah yang adil dan harga yang layak ini merupakan masalah yang terus-menerus diperdebatkan dalam ilmu ekonomi. 5. kebijakan kependudukan yang mendorong keluarga dengan banyak anak. pembagian kerja secara teknis dan pembagian kerja teritorial. THOMAS AQUINAS (1225-1274) seorang filosof dan tokoh pemikir ekonomi pada abad pertengahan. Ke luar masuknya logam-logam mulia mempengaruhi tingkat harga di dalam negeri serta jumlah uang yang beredar. dalam negeri. sementara itu terjadi pembatasan-pembatasan yang terkontrol dalam kegiatan perdagangan luar negeri. dan menjaga rencana perdagangan . spesialisasi dan pembagian kerja. yang selanjutnya akan mendorong perdagangan internasional. ditujukan dengan neraca perdagangan luar negeri yang menguntungkan . dan kecepatan uang beredar. Teori kuantitas uang didasarkan pada jumlah uang yang beredar mempengaruhi tingkat bunga dan tingkat harga barang. dan tingkat upah yang rendah mendorong ekspor. 3. modal patungan dalam usaha. Pemikiran ekonomi kaum merkantilis merupakan suatu kebijakan yang sangat melindungi industri. kegiatan industri di dalam negeri dengan tingkat upah yang rendah. Kebijakan ekonomi lebih bersifat makro.

Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Pisiokrat 1. Inti pemikiran utama dalam mazhab Pisiokrat adalah dituangkan dalam tabel ekonomi yang terdiri dari classe productive dari kaum petani. Pemikiran ekonomi kaum Pisiokrat yang menonjol dalam perkembangan ilmu ekonomi selain lingkaran arus ekonomi dalam tabel ekonomi yaitu tentang teori nilai dan harga yang terbagi menjadi tiga yaitu harga dasar barang-barang. Namun demikian pemikiran ini merupakan gagasan ke arah menemukan dasar satuan perhitungan yang ia. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik . classe sterile atau classe stipendile yang meliputi kaum pedagang dan industriawan dan classe passieve adalah kaum pekerja. Sumbangan pemikiran ahli Pisiokrat lain yaitu Jaques Turgot mempunyai dua sumbangan utama terhadap pemikiran ekonomi yakni teori uang sebagai tabir. Mazhab Pisiokrat tumbuh sebagai kritik terhadap pemikiran ekonomi Merkantilis. 4. tetapi dikemukakan atas transaksi barter dengan nilai alat tukar dapat berubah-ubah karena jumlahnya. Teori uang sebagai tabir yang mempersulit pengamatan fenomena ekonomi.yang menguntungkan. harga penjualan dan harga yang harus dibayar konsumen. classe des froprietaires dari kaum pemilik tanah. hal ini dilakukan dalam usaha meningkatkan peranannya dalam perdagangan internasional dan perluasan-perluasan kolonialisme. dan teori fruktifikasi. 3. tokoh pemikir yang paling terkenal pada mazhab ini adalah Francois Quesnay. 2. Sumbangan pemikiran yang terbesar dalam perkembangan ilmu ekonomi adalah hukum-hukum alamiah. Teori uang yang dikemukakannya adalah sebagai tabir uang (money is veil) dan perlunya pengenaan pajak untuk kepentingan ekonomi. dan menjelaskan arus lingkaran ekonomi.

Dan dengan melalui mekanisme permintaan dan penawaran itu akan menuju kepada suatu keseimbangan (equilibrium). Politik ini menunjukkan diri dalam tindakan-tindakan yang dilakukan oleh mazhab klasik. Politik ekonomi kaum klasik merupakan politik ekonomi laissez faire. dan mengajarkan bahwa proses produksi dan pembagian pendapatan ditentukan oleh mekanisme pasar. dan dengan keseimbangan yang bersifat otomatis. Kaum klasik juga memandang ilmu ekonomi dalam arti luas. dan kebebasan individulah yang menjadi inti pengembangan kekayaan bangsa. dan bertolak dari suatu metode alamiah. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik Adam Smith (1723-1790) 1. perhatiannya bidang logika dan etika. dengan demikian politik ekonomi klasik pada prinsip laissez faire. dengan perkataan lain secara normatif. Adam Smith adalah seorang pemikir besar dan ilmuwan kelahiran Kirkaldy Skotlandia tahun 1723. prinsipil tidak berbeda dengan filsafat mazhab pisiokrat. kaum klasik mendasarkan diri pada tindakantindakan rasional. yang kemudian semakin diarahkan kepada masalah-masalah ekonomi. mengritik pemikiran ekonomi sebelumnya. Teori harga merupakan bagian sentral dari mazhab klasik. guru besar dalam ilmu falsafah di Universitas Edinburgh. . Jadi dalam susunan kehidupan ekonomi yang didasarkan atas milik perseorangan. 2. 3. inisiatif dan perusahaan orang-perorangan. Landasan kepentingan pribadi dan kemerdekaan alamiah. pemikiran pesimistik dan individu serta negara. Asas pengaturan kehidupam perekonomian didasarkan pada mekanisme pasar. di mana masyarakat senantiasa secara otomatis akan mencapai keseimbangan pada tingkat full employment. 4. Filsafat kaum klasik mengenai masyarakat. Ruang lingkup pemikiran ekonomi klasik meliputi kemerdekaan alamiah.1. Ia sering bertukar pikiran dengan Quesnay dan Turgot dan Voltaire.

yakni harga alamiah dan harga pasar dalam jangka panjang harga pasar akan cenderung menyamai harga alamiah. sedangkan persaingan tingkat laba menurun yang akhirnya mencapai kegiatan ekonomi yang stationer. keterampilan dan modal. 4. Teori nilai yang digunakan Adam Smith adalah teori biaya produksi. Pertambahan penduduk berarti meningkatkan tenaga kerja. sehingga tercipta dua macam harga. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik: J. Say. Karya besar yang disebut di atas lazim dianggap sebagai buku standar yang pertama di bidang pemikiran ekonomi gagasannya adalah sistem ekonomi yang mengoperasionalkan dasar-dasar ekonomi persaingan bebas yang diatur oleh invisible hand. laba bagi pemilik modal dan sewa untuk tuan tanah. Jean Batiste Say adalah seorang pakar ekonomi kelahiran Perancis yang berasal dari keluarga saudagar dan menjadi pendukung pemikiran Adam Smith. Tingkat sewa tanah akan meningkat. pemerintah bertugas melindungi rakyat. Malthus dan David Ricardo 1. Pembagian kerja akan mengembangkan spesialisasi. Karya Say yaitu theorie des debouchees (teori tentang pasar dan pemasaran) dan dikenal sebagai Hukum Say (Say’s Law) yaitu . Dengan demikian. walaupun semula menggunakan teori nilai tenaga kerja. Say memperbaiki sistem Adam Smith dengan cara yang lebih sistematis serta logis. dan lahan lama-kelamaan menjadi kurang subur. tenaga kerja. menegakkan keadilan dan menyiapkan sarana dan prasarana kelembagaan umum. sedangkan tingkat upah menurun. Barang mempunyai nilai guna dan nilai tukar.2. dalam hal ini meningkatkan permintaan dan perluasan pasar. dan dengan teori tersebut timbul konsep paradoks tentang nilai. dengan asumsi berlaku dana upah. 3. timbul persoalan pembagian pendapatan yakni upah untuk pekerja. Sumber kekayaan bangsa adalah lahan. Ongkos produksi menentukan harga relatif barang. Adam Smith adalah pakar utama dan pelopor dalam mazhab Klasik.B. Smith berpendapat bahwa pembagian kerja sangat berguna dalam usaha meningkatkan produktivitas.

Teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat kelompok permasalahan yaitu: teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah. Pemikiran yang dibahas adalah tentang teori nilai. dan the law of deminishing return. pembagian kerja. begitu juga pengangguran total tidak akan terjadi. Bagian yang paling penting dalam pola dasar pemikiran Malthus dan kerangka analisisnya ialah menyangkut teori tentang sewa tanah dan teori tentang penduduk dengan bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of Population. teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi. metode pendekatannya hampir seluruhnya deduktif. . sepuluh tahun sebelum Adam Smith menerbitkan The Wealth of Nations dan meninggal tahun 1834. 3. PEMIKIRAN EKONOMI MAZHAB SOSIALIS Sejarah Pemikiran Mazhab Sosialis dan Kritik terhadap Pemikiran Ekonomi Klasik 1. Kritik yang dikemukakan oleh mazhab sosialis berhubungan dengan doktrin laissez faire dengan pengendalian tangan tak kentara (invisible hand) dan intervensi pemerintah. Malthus diangkat menjadi Profesor of History and Political Economy di East India College. Ia sangat terkenal karena kecermatan berpikir. teori tentang nilai dan harga. Ricardo adalah seorang Pemikir yang paling menonjol di antara segenap pakar Mazhab Klasik. Inggris. teori bunga dan laba. 2. teori perdagangan internasional dan. Teori Malthus pada dasarnya sederhana saja. Dan pendekatannya teoretis deduktif. Malthus adalah seorang ilmuwan di bidang teologi yang kemudian memusatkan perhatiannya kepada masalah-masalah ekonomi dalam perkembangan masyarakat. David Ricardo telah mengembangkan pemikiran-pemikiran Adam Smith secara lebih terjabar dan juga lebih sistematis. Thomas Robert Malthus dilahirkan tahun 1766 di Inggris. tempat ia menyelesaikan pelajaran dalam ilmu matematika dan ilmu sejarah klasik. Menurut Say dalam perekonomian bebas atau liberal tidak akan terjadi “produksi berlebihan” (over production) yang sifatnya menyeluruh. teori kependudukan. Yang mungkin terjadi menurut Say ialah kelebihan produksi yang sifatnya sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi). Malthus adalah alumnus dari University of Cambridge. Kelahiran yang tidak terkontrol menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan bahan makanan bertambah secara deret hitung.supply creats its oven demand tiap penawaran akan menciptakan permintaanya sendiri. teori sewa tanah. pemikirannya didasarkan atas hipotesis yang dijadikan kerangka acuannya untuk mengkaji berbagai permasalahan menurut pendekatan logika.

kerajinan dan moral tenaga kerja dalam meningkatkan produktivitas. yang menjadikan mental breakdown. Pemikiran List bukan pembagian kerja yang paling penting tetapi mengetahui dan menggunakan kekuatan-kekuatan produktif dalam usaha meningkatkan kekayaan bangsa. Pemikiran John Stuart Mill banyak dipengaruhi oleh Jeremy Bentam yang beraliran falsafah utilitarian. juga memperkenalkan human capital investment yaitu keterampilan. Para pengritik mazhab klasik terutama dari Lauderdale. Sementara itu pemikiran ekonomi sosialis mulai berkembang. di samping itu pembahasannya tentang teori nilai tidak melihat dari biaya produksi. teori dana upah mendapat tantangan. Sismonde mengajukan keberatan terhadap teori kependudukan Malthus. dengan pemikiran yang eklektiknya. List dan Bastiat. sebab sangat tergantung pada kemauan manusia dan kesempatan kerja. hukum lahan yang semakin berkurang. Muller berpendapat bahwa pembagian kerja telah membawa pekerjaan ke dalam perbudakan dan tenaga kerja menjadi mesin. dipelajari oleh Mill.2. . sedangkan Muller dan List melihat bahwa nilai barang ditentukan juga tidak hanya oleh modal fisik. kecuali telah diolah manusia. 6. 4. aspek mesin tidak selalu mempunyai keuntungan dalam meningkatkan kekayaan bangsa. Carey berpendapat pertambahan modal lebih cepat dari pertambahan penduduk. Kritik terhadap ekonomi klasik terutama pada Smith. 3. Lauderdale mengajukan kritik bahwa nilai barang ditentukan oleh kelangkaan dan permintaan. Sismonde berpendapat bahwa pembagian kerja skala produksi menjadi semakin besar dan tidak dapat dikendalikan sehingga terjadi kelebihan produksi. Sismonde. dan tidak mungkin dapat dikendalikan dengan cara-cara yang dikemukakan Malthus. hipotesis kependudukan Malthus. 5. tetapi juga oleh modal spiritual dan modal mental. politik dan ilmu sosial. Sumbangan yang paling besar Mill adalah metode ilmu ekonomi yang bersifat deduktif dan bersama dengan metode induktif. tetapi telah menggunakan sisi permintaan melalui teori elastisitas. Dalam era inilah pemikiran Mill dituangkan dalam bukunya yang berjudul Principle of Political Economy. dan kritiknya karena asumsi bahwa negaralah yang berhak untuk mengatur kekayaan bangsa. Karena hipotesisnya belum didukung dengan data empirik. menurut beliau hal-hal yang menjadi karunia alam tidak mempunyai nilai. Mesin mempunyai fungsi untuk menggantikan tenaga kerja manusia. dasar sistem ekonomi klasik adalah laissez faire. sedangkan Bastiat bahwa faktor-faktor yang menentukan nilai barang adalah besarnya tenaga kerja yang dikorbankan pada pembuatan barang. Malthus dan Ricardo. dan kawin yang selalu dikaitkan dengan kemampuan ekonomi. Demikian juga Carey melihat tentang teori nilai dari segi teori biaya reproduksi. Mill menjelaskan bahwa hukum yang mengatur produksi lain dengan hukum distribusi pendapatan. bebannya sangat berat dalam mempelajari falsafah. Carey.

Oliver Cromwell.Ekonomi Mazhab Sosialis Utopis 1. 3. Louis Blanc mengusahakan agar didirikan ateliers sociesux yakni pabrik-pabrik yang dihimpun negara. Ia seorang ilmuwan dan pemikir besar bidang filosof serta Pemimpin Sosialisme Modern. Nalurinya tergugah oleh apa yang diamatinya dan disaksikannya sendiri mengenai kehidupan masyarakat dalam lingkungan kawasan industri di Jerman dan di Inggris. kedua teori tentang proses kesengsaraan/pemiskinan yang meluas (die verelendung atau increasing misery).. 3. Engels bertemu dengan Marx tahun 1840 di Paris. Ekonomi Mazhab Sosialis Ilmiah 1. keluarganya memiliki sejumlah perusahaan industri tekstil di Jerman maupun di Inggris. Gerard Winstanley. Teori tentang perkembangan ekonomi menurut Marx sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga bagian. Ia belajar di Universitas Bonn kemudian di Universitas Berlin di Jerman dan memperoleh sarjana bidang Filsafat. Thomas Campanella. Perkataan Utopis berasal dari judul buku Thomas More dalam tahun 1516 Tentang Keadaan Negara yang Sempurna dan Pulau Baru yang Utopis. 2. Menurut teori konsentrasi perusahaan-perusahaan makin lama makin besar. pertama pemikirannya tentang proses akumulasi dan konsentrasi. Francis Bacon. Karl Marx dilahirkan di Treves Jerman dan seorang keturunan Yahudi. dan Thomas Campanella (1623) dalam bukunya Negara Matahari (Civitas Solis). Saint Simon (1760-1825). 4. sewaktu Marx hidup dalam pembuangan. Pierre Joseph Proudhom (1809-1865 ) Beliau yakin akan asas persamaan dan lama sekali tidak setuju dengan hak milik pribadi terhadap perusahaan. James Harrington. Timbullah perusahaan- . berasal dari kalangan usahawan besar di Jerman. Dari pandangan pemikiran yang revolusioner Karl Marx dan Enggel pemikiran ini biasa disebut kaum sosialis ilmiah dan ada yang tetap mempertahankan dengan cara-cara yang bersifat ideal dan terlepas dari kekuasaan politik disebut sosialis utopis dengan dipelopori oleh Thomas More. ketiga teori tentang tingkat laba yang cenderung menurun. Perusahaan-perusahaan besar bersaing dengan perusahan kecil maka perusahaan kecil akan kalah dalam persaingan dan kemudian perusahaan kecil lenyap. Sejak usia muda Engels menaruh minat terhadap ilmu falsafah dan ilmu pengetahuan masyarakat. Dalam masa studinya ia banyak dipengaruhi oleh Friedrich Hegel seorang Filosof Besar Jerman bidang falsafah murni. dari Perancis bukunya The New Christianity dan Charles Fourier (1772-1837) bercita-cita menciptakan tata dunia baru yang lebih baik bukan dengan kotbah tetapi dengan model percontohan. Francis Bacon dalam bukunya Nova Atlantis (1623). Friedrich Engels. sedangkan jumlahnya makin sedikit. 2.

Dengan teori orde barang ini maka tercakup sekaligus teori distribusi. Jevons berpendapat bahwa perilaku individulah yang berperan dalam menentukan nilai barang. sedangkan Hukum Gossen II. Pemikiran yang sangat mengagumkan yang disusun oleh Walras tentang teori keseimbangan umum melalui empat sistem persamaan yang serempak. 2. menurut dia nilai suatu barang ditentukan oleh tingkat kepuasan terendah yang dapat dipenuhinya. b) tingkat produktivitas tenaga kerja. sedangkan teknologi produksi dan selera konsumen tetap. Dalam sistem itu terjadi keterkaitan antara berbagai aktivitas ekonomi seperti teori produksi. Mazhab neoklasik telah mengubah pandangan tentang ekonomi baik dalam teori maupun dalam metodologinya. dia telah memberikan sumbangan dalam pemikiran ekonomi yang kemudian disebut sebagai Hukum Gossen I dan II. Asumsi yang digunakan Walras adalah persaingan sempurna. Sejauhmana proses akumulasi yang dimaksud di atas bisa berjalan tergantung dari a) tingkat nilai surplus. Salah satu pendiri mazhab neoklasik yaitu Gossen. 3. Hukum Gossen I menjelaskan hubungan kuantitas barang yang dikonsumsi dan tingkat kepuasan yang diperoleh. Selain Gossen. Sedangkan Menger menjelaskan teori nilai dari orde berbagai jenis barang. dan c) perimbangan bagian nilai surplus untuk konsumsi terhadap bagian yang disalurkan sebagai tambahan modal. jumlah modal. Dasar pemikiran mazhab neoklasik pada generasi kedua lebih akurasi dan tajam karena bila dibandingkan dengan pemikiran ekonomi pada kelompok generasi pertama neoklasik. Hal ini dapat terjadi karena pemikiran generasi . Sedangkan teori akumulasi menyatakan bahwa para pengusaha raksasa semakin lama semakin kaya dan menumpuk kekayaan yang terkonsentrasi pada beberapa orang. Teori nilai tidak lagi didasarkan pada nilai tenaga kerja atau biaya produksi tetapi telah beralih pada kepuasan marjinal (marginal utility). PEMIKIRAN EKONOMI NEOKLASIK Perintis Analisis Marjinal 1. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang baru dalam teori ekonomi. dan lahan terbatas.perusahaan raksasa. tenaga kerja. bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatannya untuk berbagai jenis barang yang diperlukannya. 5. Para pengusaha kecil dan golongan menengah menjadi orang miskin. Jevons dan Menger juga mengembangkan teori nilai dari kepuasan marjinal. konsumsi dan distribusi. Jika terjadi perubahan pada salah satu asumsi ini maka terjadi perubahan yang berkaitan dengan seluruh aktivitas ekonomi Teori Produktivitas Marjinal 1. dan para pengusaha kecil akhirnya jatuh miskin dan pengusaha kecil yang berdiri sendiri menjadi proletariat. Dan perbedaan preferences yang menimbulkan perbedaan harga.

konsumsi. Pada saat kurva ongkos ratarata menurun. Tingkat bunga merupakan marginal rate of return over cost. pada saat ongkos rata-rata sampai pada titik minimum. sedangkan untuk memperhitungkan unsur waktu ke dalam . pada kurva produksi terjadi keadaan decreasing returns. Clark dapat menjadi sumber inspirasi dari perkembangan ilmu ekonomi dalam menjelaskan teori distribusi fungsional. karena kebutuhan sekarang lebih tinggi daripada masa datang. Dengan teori produktivitas marjinal upah tenaga kerja. Tetapi. 2. Pemikiran Marshall sebagai Bapak Ekonomi Neoklasik 1. Hal ini merupakan sumbangan besar dalam pembahasan ongkos perusahaan dan industri. Tetapi masalahnya. dan distribusi yang lebih umum beralih pada penjelasan yang lebih tajam. yakni permintaan dan penawaran. yang dipengaruhi oleh kekuatan subjektif dan objektif. Bohm Bawerk memberikan adanya premium atau agio. ditafsirkan oleh J. Fisher melihat dari arus pendapatan masa depan perlu dinilai sekarang. Untuk memudahkan pembahasan keseimbangan parsial. Kontroversi ini pun timbul dari pandangan J. Dengan demikian. karena itu timbullah bunga.B Clark mempunyai nilai etik. bekerjanya kedua kekuatan.kedua menjabarkan lebih lanjut perilaku variabel-variabel ekonomi yang sudah dibahas sebelumnya. Fisher menjelaskan pula terjadinya bunga melalui permintaan dan penawaran terhadap tabungan dan investasi. Clark mempunyai pendapat bahwa barang-barang sekarang mempunyai nilai lebih tinggi daripada masa depan. Sumbangan yang paling terkenal dari pemikiran Marshall dalam teori nilai merupakan sitetis antara pemikiran pemula dari marjinalis dan pemikiran Klasik. dan pada saat kurva ongkos naik. Pemikiran lain yang menjadi sumber kontroversi seperti pandangan Bohm Bawerk telah menimbulkan kontroversi pula tentang hubungan antara modal dan bunga. Selanjutnya. bunga juga dipengaruhi oleh produktivitas melalui keunggulan teknik. analisis ongkos produksi merupakan pendukung sisi penawaran dan teori kepuasan marjinal sebagai inti pembahasan permintaan. Lingkupan telah berkembang dari produksi. Hal ini dikaitkan pula dengan bentuk kurva ongkos rata-rata. ibarat bekerjanya dua mata gunting. dan dengan penggunaan asumsi-asumsi yang dialaminya juga bertambah seperti dalam kondisi skala tetap. maka digunakannya asumsi ceteris paribus. Clark. apakah setiap pekerja mendapat upah sama dengan PPMt nya? 3. meningkat atau menurun. yang secara langsung membantah teori eksploitasi. Pertentangan pemikiran antara para ahli neoklasik seperti J. laba serta lahan dan bunga ditetapkan dengan objektif dan adil. oleh Wicksell. pada fungsi produksi berlaku asumsi constant return to scale. Fisher memberi sumbangan pula pada tingkat bunga.B. Menurutnya. Tetapi.B. 4. sebenarnya pada fungsi produksi terjadi proses increasing returns. Penggunaan pendekatan matematis dalam analisis ekonomi terutama dalam fungsi produksi semakin teknis.

tetapi jika berubah harga menjadi independen. yakni kepuasan marjinal uang yang tetap. maka pasar diklasifikasikan ke dalam jangka sangat pendek. terutama bagi industri-industri yang struktur ongkosnya telah meningkat. pajak juga dapat digunakan untuk subsidi. maka catatan-catatan matematikanya diletakkan pada bagian catatan kaki dan pada lampiran bukunya. jangka pendek. analisisnya. Dalam membahas kepuasan marjinal terselip asumsi lain. ada dua masalah yang belum mendapat penyelesaian dalam hal sisi permintaan. dia tidak mau cepatcepat menerbitkan bukunya. Mekanisme permintaan dan penawaran dapat mendatangkan ketidakstabilan. Peranan substitusi kemudian diselesaikan oleh Slurtky. dan jangka panjang. sebelum buku Jevons terbit.2. Hal ini berkaitan dengan faktor internal dan eksternal perusahaan atau industri. 5. Dia memahami. terjadi kestabilan. maka Veblen tidak puas terhadap gambaran teoretis tentang perilaku individu dan masyarakat dalam pemikiran ekonomi ortodoks. Mazhab Institusionalisme 1. maka keadaan menjadi tidak stabil. Inti pemikiran Veblen dapat dinyatakan dalam beberapa kenyataan ekonomi yang terlihat dalam perilaku individu dan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh motivasi ekonomi tetapi juga karena motivasi lain (seperti motivasi sosial dan kejiwaan). Marshall menjelaskan pula mengapa kurva ongkos total rata-rata menurun dan meningkat. yakni aspek barang-barang pengganti dan efek pendapatan. Selama pajak yang dikenakan pada konsumen lebih kecil daripada surplusnya itu. Bahwa konsumen keseluruhan mengeluarkan uang belanja lebih kecil daripada kemampuannya membeli. Keadaan tidak stabil itu terjadi jika kurva penawaran berjalan dari kiri-atas ke kanan-bawah. Jika variabel kuantitas independen. 3. Robert Giffen telah dapat membantu penyelesaian kaitan konsumsi dan pendapatan dengan permintaannya terhadap barang-barang. sehingga ditemukan Giffen Paradox. Nilai koefisien ini dapat sama dengan satu. Marshall telah menghitung koefisien barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga secara relatif. Pengertian ini dikaitkan pula dengan welfare economics. Jika itu terjadi maka terjadi surplus konsumen. Tetapi. Marshall menemukan surplus konsumen. Dalam pembahasan sisi permintaan. 4. ilmu ekonomi menurut Veblen jauh . tetapi karena orangnya sangat teliti dan modes. karena setiap usaha yang dilakukan untuk kembali ke posisi seimbang ternyata membuat tingkat harga dan jumlah barang menjauhi titik keseimbangan. Tetapi. Pembahasannya tentang kepuasan marjinal telah mulai sebelum 1870. Pemikiran Alfred Marshall mahir dalam menggunakan peralatan matematika ke dalam analisis ekonomi. Dengan demikian. maka kesejahteraannya tidak menurun. lebih besar dan lebih kecil dari satu. bahwa untuk memudahkan pembaca.

Revolusi perkembangan pemikiran yang dikemukakan Veblen yaitu dengan memperluas lingkup pengkajian ilmu ekonomi. penyempurnaan struktur dan fungsi pendidikan di kampusnya. perilaku bisnis. andaian-andaian laba maksimal. bahkan di samping pemikiran ekonomi ortodoks. Persaingan sempurna hampir tidak terjadi. persaingan sempurna ditolaknya. dan perilaku variabelvariabel ekonomi. Siklus-bisnis terdiri beberapa tahap. pandangan Veblen mendapat kritik. Pendekatan sejarah. Oleh karena itu tidak semua pandangan Veblen disetujuinya. karena itu dia tidak pernah menggunakannya sebagai teori dalam penelitian. Oleh karena itu pula Veblen mendapat tuduhan bukan sebagai seorang pemikir ekonomi. Pandangannya terhadap ekonomi ortodoks adalah penolakannya pada lingkungan ekonomi yang sempit. andaian-andaian. hukum. Fluktuasi kegiatan ekonomi dapat diamati dari keputusan-keputusan pengusaha. dan mencoba memasukkan segisegi kejiwaan. Muridmuridnya melanjutkan dan melakukan pengembangan terhadap pemikiranpemikirannya. 2. sejarah. statik. Commons mencoba untuk melakukan perubahan sosial. . 4. Veblen melihat pengkajian ilmu ekonomi dari berbagai aspek ilmu sosial sehingga diperlukan interdisiplin. logika yang abstrak ekonomi ortodoks. Dia lebih menekankan penelitian empirik dan menjelaskan data dengan deskriptif. Konflik-konflik yang terjadi bukan lagi antara tenaga kerja dan pemilik modal. karena dia menggunakan istilah-istilah yang datang dari disiplin lain. maka peranan teknisilah yang menentukan proses produksi. Karena dunia bisnis telah dikuasai oleh mesin. seperti teori konsumsi. membawa akibat perluasan dan perubahan dalam metodologi. Selanjutnya pandangan Veblen pada tahap awal sukar dipahami oleh ahliahli ekonomi. dengan mempelajari sebab-sebab yang menjadi kumulatif secara evolusioner digunakannya dalam analisis siklus bisnis. Mitchell seorang ilmuwan sejati yang tidak terpengaruh oleh pemikiran lain ia mempunyai pandangan sendiri. 3. Commons seorang pelopor ajaran ekonomi kelembagaan di Universitas Wisconsin. Namun demikian.lebih luas daripada yang ditemukan dalam pandangan ahli-ahli ekonomi ortodoks. dan banyak memberikan sumbangan dalam ekonomi perburuhan. yakni resesi. reaksi-reaksi pengusaha terhadap perubahan laba. pandangan-pandangannya telah mendorong berkembangnya aliran ekonomi kelembagaan Amerika Serikat. depresi. tetapi antara bisnismen dengan para teknisi. tetapi harga ditetapkan lebih tinggi. 2. Mitchell berkeberatan terhadap asumsi-asumsi. John R. tetapi sebagai seorang sociologist. Pandangan pemikiran Veblen yang utama bahwa teori-teori ekonomi ortodoks. pemulihan dan masa-masa makmur (boom). bukan persaingan harga. Tindakan Kolektif dan Surplus yang tidak Produktif 1. sosial dan politik dalam pembahasannya. yang banyak terjadi adalah monopoli.

yaitu ada tiga kelemahan teori ekonomi ortodoks yang ditemukannya. dan akan terhindarlah ekonomi dari resesi. Pengeluaran pemerintah dan pajak dapat mendorong ekonomi ke arah full employment. Perencanaan ekonomi di negeri-negeri yang sedang berkembang akan mengarahkan pembangunan yang jelas. Pemikiran yang paling menonjol dari Schumpeter tentang pembahasan ekonomi jangka panjang terlihat dalam analisisnya baik mengenai terjadinya inovasi komoditi baru. Adanya ekonomi normatif dan positif tidak disetujuinya. adat. dan pasar bukanlah ukuran terbaik untuk menentukan ongkos sosial. Dalam mengatasi persoalan-persoalan itu tidak dapat hanya dengan teoriteori ekonomi ortodoks. kesehatan. melibatkan aspek-aspek kebiasaan. dan meningkatkan pendapatan pekerja dan peningkatan produktivitas. pendidikan. kependudukan. dan boom. oleh karena teori itu terlalu sempit. yakni ekonomi. Invensi dan inovasi merupakan kreativitas yang bersifat destruktif. Hobson tentang kritiknya terhadap ekonomi ortodok. Penemuan hari ini dapat dihancurkan oleh penemuan esok.Teori harga dalam ekonomi ortodoks hanya berlaku dalam kondisi-kondisi khusus. Pemikiran Gunnar Myrdal seorang ekonomi Swedia yang terbesar dewasa ini tertarik dengan pengkajian sosiologi. dan transaksi distribusi. Inovasi akan terhenti kalau kapten industri (wiraswasta) telah terlihat dengan persoalan-persoalan rutin. Drama Asia dan Kapitalisme Amerika 1. dan semua sektor. Walaupun Schumpeter menggunakan andaian-andaian ekonomi ortodoks. tetapi bukan hubungan pertukaran. hipotesis tentang timbulnya imperialisme. Dengan semakin meratanya pembagian pendapatan akan mendorong peningkatan produktivitas. yakni transaksi pengalihan hak milik kekayaan. maupun dalam menjelaskan terjadinya siklus-bisnis. transaksi kepemimpinan. Pandangan pemikiran J. tetapi dia memasukkan aspek dinamik dengan mengkaji terjadinya fluktuasi bisnis. dan perencanaan itu meliputi segala aspek. maka diperlukan penanaman modal ke daerah-daerah baru. Keseimbangan ekonomi yang statik dan stasioner itu mengalami gangguan dengan adanya inovasi. Pembayaran terhadap faktor-faktor produksi dapat ditentukan atas kebutuhan cukup untuk meningkatkan produktivitas dan dengan memberikan kelebihan yang tidak produktif. Inovasi.A. hukum dan kejiwaan. distribusi pendapatan yang senjang. tetapi ekonomi tetap tumbuh. Dalam pasar ekonomi ortodoks terjadi pertukaran. 3. di mana terjadi resesi. Alat . 2. karena terjadi under consumption dan over saving di dalam negeri. Dalam transaksi tersebut. Dia mempelajari sebab-sebab terjadinya kemiskinan di negeri-negeri maju dan yang sedang berkembang. namun gangguan itu berusaha mencari keseimbangan baru. oleh karena keduanya mengandung unsur etika. Dia membagi tiga macam transaksi dalam pasar. depresi. meningkatnya konsumsi. yakni tidak dapat menyelesaikan masalah full employment yang dijanjikan teori ekonomi ortodoks. recovery.

Jadi. Kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh kekuatan pengimbang seperti kekuatan buruh. yang tidak sesuai dengan ramalan-ramalan yang bersifat manipulatif dari teori ekonomi ortodoks. tetapi sebaliknya terjadi pencemaran lingkungan. Tidak ada lagi persaingan sempurna. Perusahaan ini menentukan selera konsumen. ekonomi. Namun demikian. 3. dan para manajer ini telah menjadi technostructure masyarakat. pasar telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar. Konsumsi masyarakat telah menjadi tinggi.analisisnya seperti yang dilakukan oleh Mitchell. John Keyneth Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi kapitalis di AS. Andaian-andaian ekonomi ortodoks menurut Galbraith ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya. yakni sebab-musabab yang bersifat kumulatif. Sumber Buku Sejarah Teori-teori Ekonomi Karya Disman . dan lembaga-lembaga konsumen. kekuatan-kekuatan politik. pemerintah. sosial dan kejiwaan dapat berhimpun menjadi sebab kejadian yang merugikan atau yang menguntungkan pembangunan. mereka meminta pemerintah untuk menstabilkannya. untuk menjamin kelanjutan kekuasaan perusahaan.perusahaan ini. dan kualitas barang-barang swasta tidak dapat diimbangi oleh barang-barang dan jasa publik. Kekuasaan konsumen telah tidak berarti sehingga timbul dependent-effect pemilik modal telah terpisah dengan para manajer yang profesional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful