Konsep pertanian yang berkelanjutan terus berkembang, diperkaya dan dipertajam dengan kajian pemikiran, model, metode, dan

teori berbagai disiplin ilmu sehingga menjadi suatu kajian ilmu terapan yang diabadikan bagi kemaslahatan umat manusia untuk generasi sekarang dan mendatang. Pertanian berkelanjutan dengan pendekatan sistem dan besifat holistik mempertautkan berbagai aspek atau gatrs dan disiplin ilmu yang sudah mapan antara lain agronomi, ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya. Sistem pertanian berkelanjutan juga beisi suatu ajakan moral untuk berbuat kebajikkan pada lingkungan sumber daya alam dengan memepertimbangkan tiga matra atau aspek sebagai berikut 1. Kesadaran Lingkungan (Ecologically Sound), sistem budidaya pertanian tidak boleh mnyimpang dari sistem ekologis yang ada. Keseimbanganadalah indikator adanya harmonisasi dari sistem ekologis yang mekanismena dikendalikanoleh hukum alam. 2. Bernilai ekonomis (Economic Valueable), sistem budidaya pertanian harus mengacu pada pertimbangan untung rugi, baik bagi diri sendiri dan orang lain, untuk jangka pandek dan jangka panjang, serta bagi organisme dalam sistem ekologi maupun diluar sistem ekologi. 3. Berwatak sosial atau kemasyarakatan (Socially Just), sistem pertanian harus selaras dengan norma-noma sosial dan budaya yang dianut dan di junjung tinggi oleh masyarakat disekitarnya sebagai contoh seorang petani akan mengusahakan peternakan ayam diperkaangan milik sendiri. Mungkin secra ekonomis dan ekologis menjanjikkan keuntungan yang layak, namun ditinjau dari aspek sosial dapat memberikan aspek yang kurang baik misalnya, pencemaran udara karena bau kotoran ayam. Norma-norma sosial dan budaya harus diperhatikan, apalagi dalam sistem pertanian berkelanjutan di Indonesia biasanya jarak antara perumahan penduduk dengan areal pertanian sangat berdekatan. Didukung dengan tingginya nilai sosial pertimbangan utama sebelum merencanakan suatu usaha pertanian dalam arti luas. Lima kriteria untuk mengelola suatu sistem pertanian berkelanjutan 1. Kelayakan ekonomis (economic viability) 2. Bernuansa dan bersahabat dengan ekologi (accologically sound and friendly) 3. Diterima secara sosial (Social just) 4. Kepantasan secara budaya (Culturally approiate) 5. Pendekatan sistem holistik (sistem and hollisticc approach) Sejak tahun 1980an kajian dan diskusi untuk merumuskan konsep pembangunan berkelanjutan yang operasional dan diterima secara universal terus berlanjut. Pezzy (1992) mencatat, 27 definisi konsep berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan, dan tettunya masih ada banyak lagi yang luput dari catatan tersebut. Walau banyak variasi definisi pembangunan berkelanjutan, termasuk pertanian berkelanjutan, yang diterima secara luas ialah yang bertumpu pada tiga pilar: ekonomi, sosial, dan ekologi (Munasinahe, 1993). Dengan perkataan lain, konsep pertanian berkelanjutan berorientasi pada tiga dimensi keberlanjutan, yaitu: keberlanjutan usaha ekonomi(profit), keberlanjutan kehidupan sosial manusia (people), dan keberlanjutan ekologi alam (planet). Dimensi ekonomi berkaitan dengan konsep maksimisasi aliran pendapatan yang dapat diperoleh dengan setidaknya mempertahankan asset produktif yang menjadi basis dalam

memperoleh pendapatan tersebut. Indicator utama dimensi ekonomi ini ialah tingat efisiensi dan daya saing, besaran dan pertumbuhan nilai tambah dan stabilitas ekonomi. Dimensi ekonomi menekankan aspek pemenuhan nebutuhan ekonomi manusia baik untuk generasi sekarang ataupun mendatang. Dimensi sosial adalah orientasi kerakyatan, berkaitan dengan kebutuhan akan kesejahteraan sosial yang dicerminkan oleh kehidupan sosial yang harmonis (termasuk tercegahnya konflik sosial), preservasi keragaman budaya dan modal sosio-kebudayaan, termasuk perlindungan terhadap suku minoritas. Untuk itu, pengentasan kemiskinan, pemerataan kesempatan berusaha dan pendapatan, partisipasi sosial politik dan stabilitas sosial budaya merupakan indikator-indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembangunan. Dimensi lingkungan alam menekankan kebutuhan akan stabilitas ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam. Termasuk dalam hal ini ialah pterpeliharanya keragaman hayati dan daya lertur bilogis, sumber daya tanah, air dan agroklimat, serta kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Penekanan dilakukan pada preservasi daya lentur dan dinamika ekosistem untuk beradaptasi terhadap perubahan bukan pada konservasi sustu kondisi ideal statis yang mustahil dapat diwujudkan. Ketiga dimensi tersebut saling mempengaruhi sehinnga ketiganya harus dipertimbangkan secara berimbang. Sistem sosial yang stabil dan sehat serta sumberdaya alam dan lingkungan merupakan basis untuk kegiatan ekonomi, sementara kesejahteraan ekonomi merupakan prasyarat untuk terpeliharanya stabilitas sosial budaya maupun kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hisup. Sistem sosial yang tidak stabil atau sakit akan cenderung menimbulkan tindakan yang merusak kelestarian sumber daya alam dan merusak kesehatan lingkungan, sementara ancaman kelestarian sumber daya alam dan lingkungan dapat mendorong terjadinya kekacauan dan penyakit sosial. Visi pembangunan (pertanian) berkelanjutan ialah terwujudnya kondisi ideal skenario kondisi zaman keemasan, yang dalam bahasa konstitusi Indonesia disebut adil dan makmur, dan mencegah terjadinya lingkaran malapetaka kemelaratan. Visi ideal tersebut diterima secara universal sehingga pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) menjadi prinsip dasar pembangunan pertanian secara global termasuk di Indonesia. Oleh karena itulah pengembangan sistim pertanian menuju usaha tani berkelanjutan merupakan salah satu misi utama pembangunan pertanian di Indonesia. Perspektif pertanian berkelanjutan telah tersosialisasi secara global sebagai arah ideal pembangunan pertanian. Pertanian berkelanjutan bahkan kini tidak lagi sekedar wacana melainkan sudah menjadi gerakan global. Pertanian berkelanjutan telah menjadi dasar penyusunan protocol aturan pelaksanaan (rules of conduct) atau standar prosedur operasi “Praktek Pertanian yang Baik” (Good Agricultur Practices = GAP) sebagai sebuah gerakan global maka praktek pertanian berkelanjutan menjadi misi bersama komunitas internasional, negara, lembaga pembangunan, organisasi swadaya masyarakat dan lembaga konsumen internasional turut mendorong dan mengawasi pelaksanaan prinsip pertanian berkelanjutan tersebut. Kepatuhan produsen terhadap standar praktek pertanian berkelanjutan menjadi salah satu atribut preferensi konsumen atas produk pertanian. Karena itu, setiap perusahaan agribisnis haruslah senantiasa mematuhi prinsip Praktek Pertanian yang Baik (PPB) agar dapat memperoleh akses pasar, khususnya di pasar internasional Masalah dan tantangan yang dihadapi dalam sistem pertanian berkelanjutan yaitu:

1. Membangun pemerintah yang baik dan memposisikan pertanian sebagai sektor andalan perekonomian nasional. 2. Mewujudkan kemandirian pangan dalam tatanan perdagangan dunia yang bebas dan tidak adil 3. Mengurangi jumlah petani miskin, membangun basis bagi partisipasi petani dan pemerataan hasil pembangunan 4. Meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian 5. Membangun sistem agribisnis terkoordanatif 6. Melestarikan sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup 7. Membangun sistem iptek yang efisien

Kebijakan Pertanian
Published January 24, 2010 Pembangunan Pertanian Leave a Comment

1. Jelaskan Mengapa Diperlukan Analisis Kebijakan Pertanian Karena kebijakan pertanian mengatur dibidang petanian yang mempengaruhi kehidupan dan reaksi orang akan berbeda menganai keadaaan, dampak kebijakan terhadap pendapatan, kebutuhan, dan kepentingan lain. 2. Contoh Alat Analisis Kebijakan Pertanian a. Surplus Konsumen (SK) dibawah kurva permintaan b. Surplus Produsen (SP) SK dan SP terhadap pemmerintah. c. Social loss dan Social Gain 3. Jelaskan tentang kebijakan subsidi input dalam kebijakan pertanian dari sisi defenisi, pengaruhnya bagi petani dan berikan contoh kebijakannya. Definisi : Subsidi input semakin tinggi input semakin tinggi penggunaanya semakin kecil produksi Contoh Kebijakan pemebrian subsidi input pada perternakan sapi sehingga produksi tinggi harag turun, konsumen akan berpindah dari daging ayam ke ddaging sapi Pengaruhnya : menguntungkan konsumen dan kendala dalam mengadopsi teknologi 4. Jelaskan alasan ditetapkannya pajak ekspor terhadp produk pertanian tertentu Alasanya karena pajak ekspor digunakan untuk mengendalikan harga agar konsumen tidak rugi (untuk kepentingan konsumen) 5. Jelaskan pengaruh jangka panjang dari adanya pajak ekspor produk pertanian a. Stabilitas harga dalam Negeri b. Menurunkan biaya penduduk (Harga Dalam Negeri turun) dampak (-) dr adanya pajak impor (produsen rugi)◊c. Menghalangi adopsi teknologi baru distribusi pendapatan dan diversifikasi pertanian d. Penambahan penerimaan pemerintah

6. Jelaskan dengan gambar pengaruh adanya tarif impor produk pertanian terhadap harga, jumlah produksi dan konsumsi produk impor tersebut di luar negeri Pengaruh tarif impor a. produsen : meningkatkan produksi brg yg dihasilkan, harga unit naik b. konsumen : menurunkan permintaan impor, membayar per unit meningkat c. penerimaan pemeritah : meningkatkan (tarif x Volume brg yg diimpor) 7. Jelaskan persamaan pengaruh tarif dan kuota impor Meningkatkan produksi dalam negeri, Menurunkan Konsusmsi dalam negeri dan harga dalam negeri meningkat. PS = Price Support : kebijakan untuk membuat harga output diatas pendapatan petani meningkat, produksi meningkat.◊harga keseimbangan Kebijakan PS akan efektif bila penawarannya bersifat elastis karena perubahan harga yg sedikit saja kan menyebabkan perubahan penawarsan (produksi) yg cukup besar hal ini sesuai dengan tujuan PS yaitu peningkatan produksi . akan lebih efektof jika permintaan juga elastis  karena perubahan harga sedikit aka peningkatan permintaan cukup besar brg yg diproduksi produsen dapat dibeli konsumen . contoh Harga dasar gabah IS = Input Support : semakin tinggi hara input semakin kecil penggunaany semakinkecil produksi PS : peningkatan produksi melalui peningkatan pendapatan : dari sisi petani sebagai produsen NSL Net Sosial Loss SI : peningkatan produksi melalui penurunan baiaya dari sisi petani sebagi produsen Biaya Sumber daya Proteksi adalah upaya pemerintah melindungi produsen dalam negeri terhadap barang impor dalam jangka waktu tertentu agar bisa bersaing. Jenis proteksi a. Tarif (pajak) impor b. Quota c. Impor untuk pemerintah d. Laranag impor e. Hambatan non tarif ex Pelabelan, ketentuan mutu, pengisisan formulir berbelit dan masih bnyk lagi hambatab non tarif : tidakan atau kebijakan dan praktek yg menghambat samapainya barang ke konsumen suatu negara yag tidak berbentuk pajak.

Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Pertanian
Published December 2, 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment

Pembangunan pertanian harus berorentasi pada pemberdayaan masyarakat. Slamet (2000) menekankan bahwa pada dasarnya pembangunan harus bertujuan untuk mengembangkan masyarakat. Pembangunan diselenggarakan untuk memecahkan masalah yang ada dan

dihadapi masyarakat. Keberhasilan pembangunan dipedesaan akan terlihat apabila masyarakat secara dinamis mampu memenuhi kebutuhannya. Korten dan Sjahrir (1988) menyatakan bahwa kunci keberhasilan pembangunan agar mencapai sasaran pada sebagian besar masyarakat miskin apabila dikurangi kendala-kendala yang dihadapi kaum miskin dalam mengungkapkan kemampuan-kemampuannya. Soedjatmoko (1983) menekankan pentingnya motivasi, tujuan, dan makna dalam proses pembaharuan diri dalam pembangunan, serta bukan kemakmuran material semata. Dalam kegiatan pertanian, masyarakat petani masih membutuhkan suatu layanan yang semakin luas dan komplek cakupannya. J.Di Franco (Munder, Addion H., 1972 mengidentifikasi cakupan tanggung jawab layanan pertanian di masa mendatang meliputi: (a) Produksi pertanian; (b) Pemasaran, distribusi dan pengolahan produk pertanian; (c) Konservasi, penggunaan dan perbaikan sumber daya alam; (d) Pengelolaan usahatani dan ekonomi rumah tangga; (e) Kehidupan keluarga; (f) Pengembangan generasi muda; (g) Pengembangan kepemimpinan; (h) Pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya. Layanan pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya manusia sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat. Menurut Margono Slamet (2000) istilah “berdaya” diartikan sebagai tahu, mengerti, faham, termotivasi, berkesempatan melihat peluang, berenergi, mampu bekerjasama, tahu berbagai alternatif, mampu mengambil resiko, mampu mencari dan menangkap informasi, mampu bertindak sesuai situasi. Petani yang berdaya, menurut Susetiawan (2000) adalah petani yang secara politik dapat mengartikulasikan (menyampaikan perwujudan) kepentingannnya, secara ekonomi dapat melakukan proses tawar menawar dengan pihak lain dalam kegiatan ekonomi, secara sosial dapat mengelola mengatur komunitas dan mengambil keputusan secara mandiri, dan secara budaya diakui eksistensinya. Pemahaman tentang pemberdayaan masyarakat merupakan suatu strategi yang menitikberatkan pada bagaimana memberikan peran yang proposional agar masyarakat dapat berperan secara aktif dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga swasta dan masyarakat sendiri (Saputro, 2001). Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari konsep pembangunan yang secara implisit mengutarakan perubahan dari satu tahapan ke tahapan yang lebih baik. Pemberdayaan haruslah melampaui ukuran materi dan uang, oleh karena itu pemberdayaan harus diartikan sebagai suatu proses multi dimensional termasuk di dalamnya suatu upaya pengorganisasian kembali dan reorientasi dari seluruh system ekonomi dan system social masyarakat. Upaya tersebut melibatkan perubahan yang radikal di bidang kelembagaan, struktur social, struktur administrasi, persepsi, altitude serta perubahan kebiasaan kepercayaan suatu bangsa (Arintadisastra, 2001). Pustaka (source) Korten, D.C dan Sjahrir. 1988. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta. Michel Todaro P. 1978. Economic Development in The World. Longmen Inc. New York. Dalam Arintadisastra. 2001. Membangun Pertanian Modern. Yayasan sinar Tani. Jakarta.

Sosiologi Suatu Pengantar. Apa yang telah kita pelajar selama sekade-dekade terakhir mengenai ekonomi pertanian akan tampak bagi orang-orang yang mengetahuinya dengan baik. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ketahanan Pangan Kajian Empiris LSM-LSM Mitra Yayasan Indonesia Sejahtera. bahwa mereka sebagian besar tinggal di negara-negara berpendapatan rendah. M. bahwa separuh atau lebih dari pendapatan mereka yang sangat rendah dibelanjakan untuk bahan makanan. Phd EKONOMI KEMISKINAN Sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. energi dan lahan pertanian. Slamet. Hal yang tidak banyak difahami oleh banyak ahli ekonomi adalah bahwa penduduk miskin tidak kalah dibanding penduduk kaya untuk memmperbaiki nasib mereka dan anak-anak mereka. 1991. Menggerakkan dan Membangun Pertanian Syarat-syarat Pokok Pembangunan dan Modernisasi.Jakarta. Jakarta.P. Pertanian di banyak negara berpendapatan rendah mempunyai kapasitas ekonomi potensial untuk memproduksi bahan makanan yang cukup bagi penduduk yang terus bertambah dan juga memperbaiki pendapatan serta kesejahteraan penduduk miskin secara berarti.S. A. Makalah Seminar Nasional Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Menuju Terwujudnya Masyarakat Madani 25-26 September 2000 di IPB. karya para akademis ekonomi telah sangat . (ed). Dimensi Manusia Dalam Pembangunan. Jika kita mengetahui ekonmi kemiskinan. 1990. Jakarta. Faktor-faktor penentunya adalah perbaikan kualitas penduduk dan peningkatan pengetahuan. dan bahwa sebagian besar dari mereka mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian. Dalam dekade-dekade terakhir ini. PT Raja Grafindo Persada. Yayasan Indonesia Sejahtera. 2000. kita akan banyak mengetahui ekonomi sesungguhnya terjadi. maka kita akan mengetahui ekonomi kemiskinan. Kita semua tahu bahwa sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. Kebanyakan penduduk miskin di dunia hidup dari bidang pertanian. Jika kita mengetahui ekonomi pertanian. Faktor-faktor produksi yang menentukan dalam perbaikan kesejahteraan penduduk miskin bukanlah ruang. Jakarta. 1983. E.Mosher. LP3ES. sebagian bersifat paradoks. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment Disampaikan Oleh Ir. 2001. Memantapkan Posisi dan Meningkatkan Peran penyuluhan Pembangunan Dalam pembangunan. Marcellinus Molo. Saputro. CV Yasaguna. Soekanto S.T. Ahli-ahli ekonomi merasa sulit memahami konstrain-konstrain preferensi dan kelangkaan (scarcity) yang menentukan pilihan-pilihan bagi kamun miskin. Ekonomi Kemiskinan Published December 2. Soedjatmoko. bahwa mereka memperoleh sedikit sekali imbalan atas tenaga kerja mereka. M.

Demikian pula yang sedang dialami oleh banyak negara berpendapatan rendah. adalah pengabaian sejarah ekonomi.memperluas wawasan kita mengenai ekonomi modal manusiawi (the economics of human capital). ekonomi pembangunan telah mengelami beberapa kesalahan intelektual. Akan tetapi. tanggapan-tanggapan para petani terhadap teknik-teknik produksi baru yang menguntungkan. Pada masa Ricardo. hubungan antara produksi dan kesejahteraan serta ekonomi keluarga. atau mengenai teknologi masa depan. walau pun kegunaan dari hasil-hasil studi sarjana-sarjana di bidang kultural dan tingkah laku tidak mudah di fahami. Jumlah ahli ekonomi yang menyadari bahwa teori ekonomi standar dapat digunakan pada masalah-masalah kelangkaan (scarcity) di negara-negara berpendapatan rendah seperti halnya pada masalah-masalah serupa di negara-negara berpendapatan tingi. hingga menjadi jelaslah bahwa model-model tersebut merupakan hasil kajian intelektual yang terbaik. Kesalahan ke dua. Beberapa ahli ekonomi memberikan reaksi dengan mengajukan penjelasan-penjelasan kultural dan sosial tentang keadaan perekonomian yang buruk di negara-negara berpendapatan rendah. Kesalahan utama anggapan bahwa teori ekonimi standar tidak cukup untuk memahami negara-negara berpendapatan rendah dan oleh karena itu suatu teori ekonomi yang lain perlu dikembangkan. Perkiraan-perkiraan mengenai pertumbuhan penduduk yang destruktif di negara-negara miskin sekarang adalah juga palsu. Upah mingguan dari buruh bajak di India pada saat sekarang kira-kira kurang dari harga dua gantang gandum . LAHAN DINILAI TERLALU TINGGI Suatu pandangan yan dianut secara luas – pandangan naturalis (the natural earth view) – adalah bahwa luas lahan yang sesuai untuk menanam tanaman pangan adalah benar-benar . Pemahaman seperti ini adalah jauh lebih penting daripada pengetahuan yang paling terinci dan pasti mengenai permukaan bumi atau mengenai ekologi. tidak pernah terjadi dalam sejarah sosial dan ekonomi kita sendiri. Adanya penduduk dalam keadaan miskin. kurang lebih separuh dari pendapatan keluarga para pekerja (buruh) di Inggris dibelajakan untuk bahan makanan. Ilmu ekonomi klasik dikembangkan pada saat banyak orang di Eropa Barat baru saja memperoleh pengidupan dari lahan-lahan tandus (miskin) yang mereka olah dan ditinggalkan dalam masa yang tidak lama. khususnya ekonomi mengenai penelitian. Sebagian akibatnya. para ahli ekonomi perintis menghadapi kondisi-kondisi serupa dengan yang sedang berlaku di negara-negara berpendapatan rendah sekarang. kian bertambah. Pengetahuan mengenai pengalaman dan prestasi penduduk miskin pada masa-masa lampau akan sangat membantu suatu pemahaman akan masalah-masalah dan kemungkinan-kemungkinan bagi negara-negara yang kini berpendapatan rendah. Persepsi historis tentang penduduk juga tidak ada. Model-model yang dikembangkan untuk tujuan ini umumnya disambut dengan gembira. Marshall mengatakan kepada kita bahwa ’upah mingguan dari buruh-buruh Inggris kerapkali kurang dari harga setengah gantang (bushel) gandum yang berkualitas baik ketika Ricardo menerbitkan Principles of Political Economy and Taxation (1817). Kita mengekstrapolasi statistik global dan kagum akan interprestasi kita – terutama bahwa penduduk miskin berbiak seperti tikus kutup (lemmings) yang menuju kepada kepunahan mereka sendiri.

para orangtua menginginkan anak lebih sedikit. Di Afrika penduduk berdiam di lahan-lahan yang tidak produktif yang terletak di bagian selatan Sahara. energi. ia ditentukan oleh evolusi akal budi umat manusia. Demikian pula. Apa yang paling berarti di dalam hal lahan pertanian. pertanian tradisional. walau keadaan tersebut pernah terjadi.tertentu dan persediaan energi untuk mengerjakan lahan semakin menipis. tidak menghasilkan perebdaan kemiskinan yang sebanding. satu bagian integral dari modernisasi ekonomi negara-negara berpenghasilan tinggi dan rendah adalah penurunan arti ekonomi dari lahan pertanian dan peningkatan modal manusiawi: ketrampilan dan pengetahuan. di mana produktivitas lahan tadah hujan adalah rendah dan di lahan-lahan India Selatan yang produktivitasnya tinggi. masih mengikuti Ricardo. Lahan-lahan di Eropa pada mulanya berkualitas rendah. pada lahan-lahan yang agak lebih produktif di lereng-lereng yang curam di daerah Rift. Modernisasi pertanian telah mengubah lahan miskin menjadi lahan sangat produktif dibanding keadaan alam. dalam lahan pertanian. Melalui penelitian. Suatu pandangan alternatif – pandangan sosial-ekonomi (the socio-economic view) – adalah bahwa manusia mempunyai kemampuan dan akal budi untuk mengurangi ketergantungannya pada lahan pertanian. dan sumber energi yang terus merosot serta mengurangi biaya nyata dalam produksi bahan makanan untuk penduduk dunia yang terus bertambah. Meskipun sejarah ekonomi. ide-ide dari para ahli ekonomi mengenai lahan adalah sebagai satukaidah. dan lahan-lahan aluvial yang sangat produktif di sepanjang dan pada muara Sungai Nile. Dengan beberapa perkecualian setempat. Sumbangan lahan dalam pendapatan nasional berupa sewa tanah yang merosot terus menerus dengan nyata di negara-negara berpendapatan rendah. menunjukkan bahwa pandangan naturalis yang suram mengenai bahan makanan tidak sesuai dengan sejarah yang menunjukkan bahwa kita dapat memperbesar sumbe-sumber melalui kemajuan pengetahuan. Penduduk di India telah menjadi miskin sejak berabad-abad lamanya baik di Plateau Deccan. Masa depan umat manusia tidak ditakdirkan oleh ruang. Saya setuju dengan Margaret Mead bahwa ”Masa depan umat manusia adalah – terbuka –tertutup (openended)”. tidaklah mungkin terus menerus memperoduksi bahan makanan dalam jumlah yang cukup untuk penduduk dunia yang bertambah. dan karena pendapatan meningkat. Sekarang lahan-lahan tersebut sanagt produktif. dan kualitas anak akan menggeser kuantitas anak. yang tidak pernah dibayangkan Malthus. kita menemukan pengganti terhadap lahan pertanian yang tidak pernah dibayangkan Ricardo. Lahan-lahan di Finlandia semula kurang produktif dibanding lahan di . Kedua. Perbedaan-perbedaan produktivitas lahan tidak menjelaskan mengapa penduduk miskin berada di bagian dunia yang telah lama berpengehuni. perbedaan-perbedaan yang sangat terkenal mengenai rasio lahan penduduk di seluruh negara berpendapatan rendah. Tetapi konsep Ricardo mengenai tanah. Mengapa hukum Ricardo mengenai sewa (yang memperlakukannya sebagai hasil dan bukan sebagai penyebab dari harga-harga) kehilangan arti ekonominya? Ada dua sebab utama: pertama. ”daya-daya lahan yang asli dan tak dapat dirusah” tidak sesuai lagi. semuanya memiliki suatu kesamaan: mereka sangat miskin. penelitian pertaniah telah menghasilkan substansi bagi lahan pertanian. yang telah lama dikenal sebagai ilmu pengetahuan suram. Ironisnya ekonomi. adalah insentif-insentif dan kesempatan-kesempatan terkait bagi para petani untuk meningkatkan penggunaan lahan dengan efektif melalui investasi yang mencakup sumbangansumbangan penelitian pertanian dan perbaikan ketrampilan manusia. Menurut pandangan ini.

Di dalam domain mereka yang kecil. yang kurang dari areal panen tahun 1932. tetapi sekarang lahan pertanian di Finlandia menjadi lebih unggul. Tidak ada kekuatankekuatan besar (luas biasa) yang menghapus semua perbaikan ekonomi dan menyebabkan penduduk miskin meninggalkan perjuangan ekonominya. Sangat disesalkan bahwa doktrin ini masing didukung oleh beberapa lembaga donor dan dirasionalisasikan oleh beberapa ahli ekonomi di negara-negara berpendapatan tinggi. Pemerintah cenderung mengintroduksi distorsi-distorsi yang mendiskriminasikan pertanian karena politik dalam negeri umunya menguntungkan penduduk kota atas biaya penduduk pedesaan. Lahan pertanian di Jepang pda masa sekarang ini lebih unggul. Diskriminasi ini dirasionalisasi dengan alasan bahwa pertanian bersifat terbelakang (miskin) dan bahwa sumbangan ekonominya kurang berarti. perumahan dan pengalaman bekerja. Insentifinsentif ini. Investasi-investasi seperti itu di negara-negara berpendapatan rendah telah berhasil memperbaiki prospek-prospek ekonomi yang tidak mampu dihilangkan oleh ketidakstabilan politik. adalah agen-agen yang membuat perhitungan ekonomi. yang tak dapat dipecahkan ilmu ekonomi. perolehan informasi dan ketrampilan yang diperoleh melalui sekolah dan investasi-investasi lain dalam bidang kesehatan dan sekolah dapat memperbaiki kualitas penduduk. pestisida. faktor manusia yaitu : investasi dalam perbaikan kualitas manusia dapt dengan nyata meningkatkan prospek-prospek ekonomi dan kesejahteraan penduduk yang miskin. yang eksplisit di dalam harga-harga yang mereka bayar untuk produsesn dan barang serta jasa yang dikonsumsi. peralatan dan masukan-masukan (inputs) lain. Pengaruh politik dari konsumen dan industri di kota memungkinkan mereka memperoleh bahan makanan murah atas biaya sejumlah besar penduduk pedesaan yang miskin. Proses substitusi digambarkan dengan baik pada tanaman jagung: areal panen jagung di Amerika Aerikat pada tahun 1979 ada 33 juta area. Ada substitusi-substitusi baru terhadap lahan pertanian. penerimaan dan resiko. Pemeliharaan anak. tiga kali produksi 1932. Kebijaksanaan yang memberikan prioritas utama terhadap industri dan mempertahankan harga pangan (biji-bijian) tetap murah. walaupun dengan Revolusi Hijau (Green Revolution). KUALITAS MANUSIA DINILAI TERLALU RENDAH Sementara lahan bukan satu-satunya faktor terpenting yang menyebabkan kemiskinan. Industrialisasi yang cepat dianggap sebagai kunci kemajuan ekonomi. Sekarang telah terkumpul bukti-bukti bahwa penduduk pertanian yang miskin mempunyai reaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang lebih baik. perbahan-perubahan ini sebagian merupakan konsekuansi dari penelitian pertanian’ termasuk penelitian yang diwujudkan dalam bentuk pupuk buatan. individual dan . Para petani di dunia .bagian-bagian barat Uni Sovyet. Penduduk miskin di negara-negara berpendapatan rendah bukanlah para tahanan dari suatu ekuilibrium kemiskinan yang ketat. walaupun jumlah penduduk pedesaan jauh lebih besar . dalam menghadapi biaya. Di negaranegara berpenghasilan tinggi dan rendah.76 mmilyar gantang. dan menghasilkan 7. Harapan-harapan dari manusia dalam pertanian-buruh pertanian dan usahawan (enterprenir) usahatani yang bekerja dan mengalokasikan sumber-sumber dibentuk oleh kesempatan-kesempatan baru dan oleh insentif-insentif yang mereka tanggapi. sangat terdistorsi yang disebabkan oleh permerintah (goverment-incude distorsions) adalah untuk engurangi sumbangan ekonomi yang mampu diberikan pertanian). atau perluasan lahan pertanian.

Bila pemerintah telah mengambil alih fungsi keusahawanan dalam usahatani. berdasarkan keadaan pengetahuan yang dimilikinya. Pandangan intelektual yang dominan bersifat antagonistik terhadap insentif-insentif pertanian. memerlukan suatu proses yang umumnya dikenal sebagai modernisasi. Intisari penelitian adalah bahwa penelitian merupakan suatu upaya dinamis tentang hal-hal yang belum diketahui atau setengah diketahui. Disekulibria seperti itu tidak dapat terhindarkan. yang memerlukan penyesuaian dalam bertani karena tersedia kesempatan-kesempatan yang lebih baik. Nilai dari kemampuan menghadapi disekuilibria adalah tinggi dalam suatu ekonomi yang dinamis.alokatif. para wanita adalah juga usahawati dalam mengalokasikan waktu mereka dan menggunakan produkproduk pertanian dan barang-barang yang dibeli dalam produksi rumah tangga. mereka adalah usahawan-usahawan yang dengan diam-diam mengamati kondisikondisi ekonomi yang tidak diketahui oleh para ahli. Pada kebanyakan usahatani. Keusahawanan dalam bidang penelitian diperlukan baik oleh para ilmuwan atau oleh orang-orang yang terlibat dalam sektor penelitian dari ekonomi. dan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi yang berlaku mengurangi fungsi insentif-insentif produsen. yang memerlukan organisasi dan alokasi sumber-sumber yang langka. karena pada umumnya pertanian merupakan sektor ekonomi yang sangat terdesentralisasi. Mereka mempunyai sumber daya manusia yang esensial berupa keusahawanan. Peranan-peranan alokatif para petani dan wanita-tani serta kesempatan-kesempatan ekonomi mereka adalah penting. Intervensi oleh Pemerintah saat ini merupakan penyebab utama dari tidak tersedianya insentif-insentif ekonomi yang optimum. Diperlukan dana. betapa efisiennya mereka. kesehatan. DISEKUILIBRIA YANG TAK TERHINDARKAN Transformasi pertanian ke dalam suatu keadaan produktif yang meningkat. Keusahawanan adalan juga esensial dalam penelitian. mereka telah gagal memberikan suatu kemampuan substitusi alokatif yang efektif dalam modernisasi pertanian. para petani tidak melakukan investasim. Walaupun para petani berbeda kemampuannya dalam pengamatan (analisa). karena mereka berbeda pendidikan. Disekuilibria tidak dapat dieliminasi melalui hukum. termasuk pembelian input-input unggul. baik karena informasi relevan tidak tersedia atau karena harga-harga dan biaya-biaya yang dihadapi para petani telah terdistorsi. yang selalu merupakan suatu kegiatan petualangan. Karena ketiadaan insentif-insentif yang menguntungkan. organisasi. . Ahli-ahli sejarah masa depan pasti akan dibingungkan oleh luasnya insentif-insentif ekonomi yang telah berantakan selama dekade-dekade terakhir. Kemampuan alokatif dipenuhi oleh jutaan pria dan wanita pada satuan-satuan produksi berskala kecil. Kemungkinankemungkinan teknis telah menjadi semakin menguntungkan tetapi insentif-insentif ekonomi yang diperoleh para petani di negara-negara tersebut untuk merealisir potensi ini tidak berhasil. tetapi semuanya ini belumlah lengkap. dan pengalaman. D. dan ilmuwan yang kompeten. interprestasi dan mengambil tindakan tepat sebagai reaksi terhadap informasi baru. melalui kebijaksanaan Pemerintah dan jelas-jelas bukan dengan cara retorik. Gale Johnson telah menunjukkan bahwa potensi ekonomi yang besar dari pertanian di banyak negara berpendapatan rendah tidak terealisir. Seseorang harus memutuskan bagaimana mendistribusikan sumber-sumber terbatas yang tersedia. Pemerintah tidak dapat dengan efesien memainkan fungsi usahawan-usahawan pertanian.

misalnya. dan apa yang dijelaskan ke dua muka itu kepada kita tentang pertumbuhan ekonomi. dalam waktu dan sumber-sumber lain yang dialokasikan para mahasiswa untuk pendidikan mereka. Seperti telah diajarkan oleh Hick kepada kita. Tetapi. Ester Schultz. Kemampuan semacam itu juga sangat memperbesar kepuasan-kepuasan yang merupakan suatu bagian integal dari konsumsi sekarang dan konsumsi di masa depan. Kapital itu bermuka-dua. Nilai dari modal manusiawi tambahan tergantung kepada kesejahteraan tambahan yang diperoleh manusia daripadanya. dan banyak bentuk investasi lainnya. jenis pupuk tertentu. dalam produksi rumah tangga. dan dalam migrasi untuk memperoleh kesempatan kerja yang lain baik. Kualitas dalam kontek ini terdiri dari berbagai bentuk modal manusiawi (human capital).Gale Johnson. sebuah sumur pompa. Milton Friedman. tetapi juga dalam semua aktivitas produksi yang lain. sebuah traktor.Paul Schultz atas saran-saran mereka dan juga kepada isteri saya. dapat membuktikan bahwa ketimpangan-ketimpangan ini adalah sama.C.KEMAJUAN KUALITAS PENDUDUK Sekarang saya beralih kepada peningkatan kualitas manusia yang dapat diukur baik untuk penduduk yang bertani mau pun bukan petani. Swedia. apakah agregasi kapital dipandang dari segi biaya-biaya faktor (factor costs) atau dipandang dari segi nilai terdiskon dari jasa-jasa seumur hidup (lifetime services) dari berbagai bagian-bagiannya. Setiap bentuk kapital memiliki sifat-sifat khusus: sebuah bangunan. kita harus menemukannya. adalah sejarahsejarah yang tidak konsisten. di Stockhlm. hakcipta @ Yayasan Nobel 1979. dan T. dan konsep kapital dalam model-model pertumbuhan ekonomi pada khususnya. Cerita lain mengenai nilai terdiskon (discounted value) dari arus jasa-jasa yang disumbangkan kapital. bahwa kapital bersifat homogen.Becker. Maka salah satu bagian penting dari pertumbuhan ekonomi tertutup oleh agregasi kapital seperti itu. Memang seharusnya demikian. definisi tersebut akan mengalami pula kemenduaan (ambiguities) yang terus menganggu teori kapital (capital theory) pada umunya. tidak hanya di bidang pertanian. atas . yang mendasari teori kapital dan agregasi kapital dalam model-model pertumbuhan. sebagai suatu kaidah. D. modal manusiawi memperbesar produktivitas pertanian dan non pertanian. yang berubah sesuai dengan perubahan pertumbuhan. Tetapi yang lebih buruk adalah anggapan. Ketimpangan-ketimpangan merupakan pegas utama karena ia memberikan isyarat-isyarat ekonomi yang mendorong pertumbuhan. asumsi homogenitas kapital ini merupakan malapetaka bagi teori kapital : Adalah sangat tidak tepat menganalisa dinamika pertumbuhan ekonomi terutama menyangkut ketimpangan kapital karena perbedaan-perbedaan rates of returns. sekali seorang petani mengadakan investasi berupa kereta kuda. Juga tidak ada suatu katalog dari semua model pertumbuhan yang ada. Harberger. mengapa mencoba mengubah lingkaran menjadi empat per segi? Jika kita tidak dapat mengamati ketimpangan-ketimpangan ini. Saya telah mengemukakan di mana saja bahwa walaupun ada alasan kuat untuk menggunakann suatu definisi modal manusiawi yang sangat tepat. karena kisah biaya merupakan kisah dari investasi yang terbenam (cunk investment). yang merupakan suatu proses dinamis. A. Keterangan Sumber : * Bab ini disusun berdasarkan kuliah Nobel yang saya sampaikan pada tanggal 8 Desember 1979. saya berhutang budi kepada gary. kereta tersebut hanya sedikit nilainya bila ditarik oleh traktor. karena ketimpangan-ketimpangan itu merupakan pegas utama dari pertumbuhan ekonomi.S.

Lima kriteria untuk mengelola suatu sistem pertanian berkelanjutan 1. Bernilai ekonomis (Economic Valueable). Bernuansa dan bersahabat dengan ekologi (accologically sound and friendly) 3. sistem budidaya pertanian harus mengacu pada pertimbangan untung rugi. Pezzy (1992) mencatat. untuk jangka pandek dan jangka panjang. Berwatak sosial atau kemasyarakatan (Socially Just). yang diterima secara luas ialah yang bertumpu pada tiga pilar: ekonomi. diperkaya dan dipertajam dengan kajian pemikiran. ekologi. Sistem pertanian berkelanjutan juga beisi suatu ajakan moral untuk berbuat kebajikkan pada lingkungan sumber daya alam dengan memepertimbangkan tiga matra atau aspek sebagai berikut 1. baik bagi diri sendiri dan orang lain. dan teori berbagai disiplin ilmu sehingga menjadi suatu kajian ilmu terapan yang diabadikan bagi kemaslahatan umat manusia untuk generasi sekarang dan mendatang. Pertanian berkelanjutan dengan pendekatan sistem dan besifat holistik mempertautkan berbagai aspek atau gatrs dan disiplin ilmu yang sudah mapan antara lain agronomi. dan keberlanjutan ekologi alam . dan ekologi (Munasinahe. konsep pertanian berkelanjutan berorientasi pada tiga dimensi keberlanjutan. Pendekatan sistem holistik (sistem and hollisticc approach) Sejak tahun 1980an kajian dan diskusi untuk merumuskan konsep pembangunan berkelanjutan yang operasional dan diterima secara universal terus berlanjut. tetapi baginya belum cukup jelas. 2. model. 27 definisi konsep berkelanjutan dan pembangunan berkelanjutan. termasuk pertanian berkelanjutan.saran-sarannya erhadap apa yang saya piker telah saya nyatakan dengan jelas. 1993). Konsep pertanian yang berkelanjutan terus berkembang. sistem pertanian harus selaras dengan norma-noma sosial dan budaya yang dianut dan di junjung tinggi oleh masyarakat disekitarnya sebagai contoh seorang petani akan mengusahakan peternakan ayam diperkaangan milik sendiri. Norma-norma sosial dan budaya harus diperhatikan. ekonomi. serta bagi organisme dalam sistem ekologi maupun diluar sistem ekologi. dan budaya. pencemaran udara karena bau kotoran ayam. Didukung dengan tingginya nilai sosial pertimbangan utama sebelum merencanakan suatu usaha pertanian dalam arti luas. keberlanjutan kehidupan sosial manusia (people). Kesadaran Lingkungan (Ecologically Sound). Dengan perkataan lain. Keseimbanganadalah indikator adanya harmonisasi dari sistem ekologis yang mekanismena dikendalikanoleh hukum alam. 3. metode. Kelayakan ekonomis (economic viability) 2. namun ditinjau dari aspek sosial dapat memberikan aspek yang kurang baik misalnya. sosial. Mungkin secra ekonomis dan ekologis menjanjikkan keuntungan yang layak. dan tettunya masih ada banyak lagi yang luput dari catatan tersebut. sistem budidaya pertanian tidak boleh mnyimpang dari sistem ekologis yang ada. Walau banyak variasi definisi pembangunan berkelanjutan. Kepantasan secara budaya (Culturally approiate) 5. sosial. yaitu: keberlanjutan usaha ekonomi(profit). Diterima secara sosial (Social just) 4. apalagi dalam sistem pertanian berkelanjutan di Indonesia biasanya jarak antara perumahan penduduk dengan areal pertanian sangat berdekatan.

pengentasan kemiskinan. Ketiga dimensi tersebut saling mempengaruhi sehinnga ketiganya harus dipertimbangkan secara berimbang. Untuk itu. Dimensi ekonomi berkaitan dengan konsep maksimisasi aliran pendapatan yang dapat diperoleh dengan setidaknya mempertahankan asset produktif yang menjadi basis dalam memperoleh pendapatan tersebut. lembaga pembangunan. Indicator utama dimensi ekonomi ini ialah tingat efisiensi dan daya saing. berkaitan dengan kebutuhan akan kesejahteraan sosial yang dicerminkan oleh kehidupan sosial yang harmonis (termasuk tercegahnya konflik sosial). Dimensi lingkungan alam menekankan kebutuhan akan stabilitas ekosistem alam yang mencakup sistem kehidupan biologis dan materi alam. preservasi keragaman budaya dan modal sosio-kebudayaan. Karena itu. besaran dan pertumbuhan nilai tambah dan stabilitas ekonomi. pemerataan kesempatan berusaha dan pendapatan. Visi pembangunan (pertanian) berkelanjutan ialah terwujudnya kondisi ideal skenario kondisi zaman keemasan. yang dalam bahasa konstitusi Indonesia disebut adil dan makmur. sementara kesejahteraan ekonomi merupakan prasyarat untuk terpeliharanya stabilitas sosial budaya maupun kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hisup. sementara ancaman kelestarian sumber daya alam dan lingkungan dapat mendorong terjadinya kekacauan dan penyakit sosial. Penekanan dilakukan pada preservasi daya lentur dan dinamika ekosistem untuk beradaptasi terhadap perubahan bukan pada konservasi sustu kondisi ideal statis yang mustahil dapat diwujudkan. dan mencegah terjadinya lingkaran malapetaka kemelaratan. Kepatuhan produsen terhadap standar praktek pertanian berkelanjutan menjadi salah satu atribut preferensi konsumen atas produk pertanian. air dan agroklimat.(planet). Perspektif pertanian berkelanjutan telah tersosialisasi secara global sebagai arah ideal pembangunan pertanian. Oleh karena itulah pengembangan sistim pertanian menuju usaha tani berkelanjutan merupakan salah satu misi utama pembangunan pertanian di Indonesia. serta kesehatan dan kenyamanan lingkungan. Dimensi sosial adalah orientasi kerakyatan. Pertanian berkelanjutan bahkan kini tidak lagi sekedar wacana melainkan sudah menjadi gerakan global. setiap perusahaan agribisnis haruslah senantiasa mematuhi prinsip Praktek . termasuk perlindungan terhadap suku minoritas. organisasi swadaya masyarakat dan lembaga konsumen internasional turut mendorong dan mengawasi pelaksanaan prinsip pertanian berkelanjutan tersebut. sumber daya tanah. Sistem sosial yang stabil dan sehat serta sumberdaya alam dan lingkungan merupakan basis untuk kegiatan ekonomi. partisipasi sosial politik dan stabilitas sosial budaya merupakan indikator-indikator penting yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan pembangunan. negara. Dimensi ekonomi menekankan aspek pemenuhan nebutuhan ekonomi manusia baik untuk generasi sekarang ataupun mendatang. Pertanian berkelanjutan telah menjadi dasar penyusunan protocol aturan pelaksanaan (rules of conduct) atau standar prosedur operasi “Praktek Pertanian yang Baik” (Good Agricultur Practices = GAP) sebagai sebuah gerakan global maka praktek pertanian berkelanjutan menjadi misi bersama komunitas internasional. Sistem sosial yang tidak stabil atau sakit akan cenderung menimbulkan tindakan yang merusak kelestarian sumber daya alam dan merusak kesehatan lingkungan. Visi ideal tersebut diterima secara universal sehingga pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) menjadi prinsip dasar pembangunan pertanian secara global termasuk di Indonesia. Termasuk dalam hal ini ialah pterpeliharanya keragaman hayati dan daya lertur bilogis.

. (f) Pengembangan generasi muda. mampu mengambil resiko. Membangun sistem iptek yang efisien Kebijakan Pertanian Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Pertanian Published December 2. (g) Pengembangan kepemimpinan. khususnya di pasar internasional Masalah dan tantangan yang dihadapi dalam sistem pertanian berkelanjutan yaitu: 1. tahu berbagai alternatif. Meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian 5. Layanan pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya manusia sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat. mampu mencari dan menangkap informasi. Menurut Margono Slamet (2000) istilah “berdaya” diartikan sebagai tahu. Slamet (2000) menekankan bahwa pada dasarnya pembangunan harus bertujuan untuk mengembangkan masyarakat. mampu bertindak sesuai situasi. J. tujuan. Petani yang berdaya. mampu bekerjasama. penggunaan dan perbaikan sumber daya alam. Pembangunan diselenggarakan untuk memecahkan masalah yang ada dan dihadapi masyarakat. Addion H. (d) Pengelolaan usahatani dan ekonomi rumah tangga. Melestarikan sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup 7. masyarakat petani masih membutuhkan suatu layanan yang semakin luas dan komplek cakupannya. termotivasi. Mewujudkan kemandirian pangan dalam tatanan perdagangan dunia yang bebas dan tidak adil 3.Di Franco (Munder. Membangun sistem agribisnis terkoordanatif 6. Mengurangi jumlah petani miskin. membangun basis bagi partisipasi petani dan pemerataan hasil pembangunan 4. (h) Pengembangan masyarakat dan pembangunan sumberdaya. Dalam kegiatan pertanian. faham. serta bukan kemakmuran material semata. secara ekonomi dapat . 2.Pertanian yang Baik (PPB) agar dapat memperoleh akses pasar. berkesempatan melihat peluang. (b) Pemasaran. distribusi dan pengolahan produk pertanian. 1972 mengidentifikasi cakupan tanggung jawab layanan pertanian di masa mendatang meliputi: (a) Produksi pertanian. mengerti. (c) Konservasi. Korten dan Sjahrir (1988) menyatakan bahwa kunci keberhasilan pembangunan agar mencapai sasaran pada sebagian besar masyarakat miskin apabila dikurangi kendala-kendala yang dihadapi kaum miskin dalam mengungkapkan kemampuan-kemampuannya. menurut Susetiawan (2000) adalah petani yang secara politik dapat mengartikulasikan (menyampaikan perwujudan) kepentingannnya. Keberhasilan pembangunan dipedesaan akan terlihat apabila masyarakat secara dinamis mampu memenuhi kebutuhannya. dan makna dalam proses pembaharuan diri dalam pembangunan. (e) Kehidupan keluarga. Soedjatmoko (1983) menekankan pentingnya motivasi. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment Pembangunan pertanian harus berorentasi pada pemberdayaan masyarakat. berenergi. Membangun pemerintah yang baik dan memposisikan pertanian sebagai sektor andalan perekonomian nasional.

Pemberdayaan haruslah melampaui ukuran materi dan uang. Soekanto S. Jakarta. 1990. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Yayasan Indonesia Sejahtera. secara sosial dapat mengelola mengatur komunitas dan mengambil keputusan secara mandiri. Jakarta. Memantapkan Posisi dan Meningkatkan Peran penyuluhan Pembangunan Dalam pembangunan. PT Raja Grafindo Persada. tetapi juga swasta dan masyarakat sendiri (Saputro. CV Yasaguna.C dan Sjahrir. Yayasan Obor Indonesia. oleh karena itu pemberdayaan harus diartikan sebagai suatu proses multi dimensional termasuk di dalamnya suatu upaya pengorganisasian kembali dan reorientasi dari seluruh system ekonomi dan system social masyarakat.Jakarta. Menggerakkan dan Membangun Pertanian Syarat-syarat Pokok Pembangunan dan Modernisasi. A. persepsi. LP3ES. M. dan secara budaya diakui eksistensinya. Dimensi Manusia Dalam Pembangunan. Jakarta. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. 2001. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ketahanan Pangan Kajian Empiris LSM-LSM Mitra Yayasan Indonesia Sejahtera. Jakarta.P. Jakarta. Longmen Inc. New York. 1983. 2001. (ed). 2001). Saputro.melakukan proses tawar menawar dengan pihak lain dalam kegiatan ekonomi. altitude serta perubahan kebiasaan kepercayaan suatu bangsa (Arintadisastra. Economic Development in The World. Slamet. Michel Todaro P.T. 1991. struktur administrasi. Sosiologi Suatu Pengantar. Pustaka (source) Korten. Yayasan sinar Tani. 1978. 2009 Pembangunan Pertanian Leave a Comment . Pemahaman tentang pemberdayaan masyarakat merupakan suatu strategi yang menitikberatkan pada bagaimana memberikan peran yang proposional agar masyarakat dapat berperan secara aktif dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. 1988. Dalam Arintadisastra. D. struktur social. Membangun Pertanian Modern. 2000. Soedjatmoko. Mosher. 2001). Makalah Seminar Nasional Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Menuju Terwujudnya Masyarakat Madani 25-26 September 2000 di IPB. Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari konsep pembangunan yang secara implisit mengutarakan perubahan dari satu tahapan ke tahapan yang lebih baik. English Version Translate by Google : Ekonomi Kemiskinan Published December 2. Upaya tersebut melibatkan perubahan yang radikal di bidang kelembagaan. E.

Phd EKONOMI KEMISKINAN Sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. Beberapa ahli ekonomi memberikan reaksi dengan mengajukan penjelasan-penjelasan kultural dan sosial tentang keadaan perekonomian yang buruk di negara-negara berpendapatan rendah. Ilmu ekonomi klasik dikembangkan pada saat banyak orang di Eropa Barat baru saja memperoleh pengidupan dari lahan-lahan tandus (miskin) yang mereka olah dan ditinggalkan dalam masa yang . hingga menjadi jelaslah bahwa model-model tersebut merupakan hasil kajian intelektual yang terbaik. adalah pengabaian sejarah ekonomi. kita akan banyak mengetahui ekonomi sesungguhnya terjadi. hubungan antara produksi dan kesejahteraan serta ekonomi keluarga. Jika kita mengetahui ekonmi kemiskinan. Akan tetapi. walau pun kegunaan dari hasil-hasil studi sarjana-sarjana di bidang kultural dan tingkah laku tidak mudah di fahami. maka kita akan mengetahui ekonomi kemiskinan. bahwa separuh atau lebih dari pendapatan mereka yang sangat rendah dibelanjakan untuk bahan makanan. Kita semua tahu bahwa sebagian besar penduduk dunia tergolong miskin. khususnya ekonomi mengenai penelitian. tanggapan-tanggapan para petani terhadap teknik-teknik produksi baru yang menguntungkan. bahwa mereka sebagian besar tinggal di negara-negara berpendapatan rendah. Jika kita mengetahui ekonomi pertanian. Model-model yang dikembangkan untuk tujuan ini umumnya disambut dengan gembira. bahwa mereka memperoleh sedikit sekali imbalan atas tenaga kerja mereka. Faktor-faktor produksi yang menentukan dalam perbaikan kesejahteraan penduduk miskin bukanlah ruang. sebagian bersifat paradoks. Ahli-ahli ekonomi merasa sulit memahami konstrain-konstrain preferensi dan kelangkaan (scarcity) yang menentukan pilihan-pilihan bagi kamun miskin. Hal yang tidak banyak difahami oleh banyak ahli ekonomi adalah bahwa penduduk miskin tidak kalah dibanding penduduk kaya untuk memmperbaiki nasib mereka dan anak-anak mereka. dan bahwa sebagian besar dari mereka mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian. energi dan lahan pertanian. karya para akademis ekonomi telah sangat memperluas wawasan kita mengenai ekonomi modal manusiawi (the economics of human capital). Apa yang telah kita pelajar selama sekade-dekade terakhir mengenai ekonomi pertanian akan tampak bagi orang-orang yang mengetahuinya dengan baik. Marcellinus Molo. Pertanian di banyak negara berpendapatan rendah mempunyai kapasitas ekonomi potensial untuk memproduksi bahan makanan yang cukup bagi penduduk yang terus bertambah dan juga memperbaiki pendapatan serta kesejahteraan penduduk miskin secara berarti. Jumlah ahli ekonomi yang menyadari bahwa teori ekonomi standar dapat digunakan pada masalah-masalah kelangkaan (scarcity) di negara-negara berpendapatan rendah seperti halnya pada masalah-masalah serupa di negara-negara berpendapatan tingi. kian bertambah. Faktor-faktor penentunya adalah perbaikan kualitas penduduk dan peningkatan pengetahuan. Kesalahan utama anggapan bahwa teori ekonimi standar tidak cukup untuk memahami negara-negara berpendapatan rendah dan oleh karena itu suatu teori ekonomi yang lain perlu dikembangkan. Kesalahan ke dua. M.Disampaikan Oleh Ir. ekonomi pembangunan telah mengelami beberapa kesalahan intelektual. Kebanyakan penduduk miskin di dunia hidup dari bidang pertanian. Dalam dekade-dekade terakhir ini.S.

atau mengenai teknologi masa depan. Saya setuju dengan Margaret Mead bahwa ”Masa depan umat manusia adalah – terbuka –tertutup (openended)”. Pengetahuan mengenai pengalaman dan prestasi penduduk miskin pada masa-masa lampau akan sangat membantu suatu pemahaman akan masalah-masalah dan kemungkinan-kemungkinan bagi negara-negara yang kini berpendapatan rendah. Perkiraan-perkiraan mengenai pertumbuhan penduduk yang destruktif di negara-negara miskin sekarang adalah juga palsu. Penduduk di India telah menjadi miskin sejak berabad-abad lamanya baik di Plateau Deccan. dan karena pendapatan meningkat. Suatu pandangan alternatif – pandangan sosial-ekonomi (the socio-economic view) – adalah bahwa manusia mempunyai kemampuan dan akal budi untuk mengurangi ketergantungannya pada lahan pertanian. Melalui penelitian. kurang lebih separuh dari pendapatan keluarga para pekerja (buruh) di Inggris dibelajakan untuk bahan makanan. Perbedaan-perbedaan produktivitas lahan tidak menjelaskan mengapa penduduk miskin berada di bagian dunia yang telah lama berpengehuni. dan kualitas anak akan menggeser kuantitas anak. menunjukkan bahwa pandangan naturalis yang suram mengenai bahan makanan tidak sesuai dengan sejarah yang menunjukkan bahwa kita dapat memperbesar sumbe-sumber melalui kemajuan pengetahuan. pertanian tradisional. Kita mengekstrapolasi statistik global dan kagum akan interprestasi kita – terutama bahwa penduduk miskin berbiak seperti tikus kutup (lemmings) yang menuju kepada kepunahan mereka sendiri. Marshall mengatakan kepada kita bahwa ’upah mingguan dari buruh-buruh Inggris kerapkali kurang dari harga setengah gantang (bushel) gandum yang berkualitas baik ketika Ricardo menerbitkan Principles of Political Economy and Taxation (1817). di mana produktivitas lahan tadah hujan adalah rendah dan di lahan-lahan India Selatan yang produktivitasnya tinggi. LAHAN DINILAI TERLALU TINGGI Suatu pandangan yan dianut secara luas – pandangan naturalis (the natural earth view) – adalah bahwa luas lahan yang sesuai untuk menanam tanaman pangan adalah benar-benar tertentu dan persediaan energi untuk mengerjakan lahan semakin menipis. Adanya penduduk dalam keadaan miskin. Ironisnya ekonomi. kita menemukan pengganti terhadap lahan pertanian yang tidak pernah dibayangkan Ricardo. tidaklah mungkin terus menerus memperoduksi bahan makanan dalam jumlah yang cukup untuk penduduk dunia yang bertambah. ia ditentukan oleh evolusi akal budi umat manusia. para ahli ekonomi perintis menghadapi kondisi-kondisi serupa dengan yang sedang berlaku di negara-negara berpendapatan rendah sekarang. yang tidak pernah dibayangkan Malthus. para orangtua menginginkan anak lebih sedikit. Pada masa Ricardo. Persepsi historis tentang penduduk juga tidak ada. Pemahaman seperti ini adalah jauh lebih penting daripada pengetahuan yang paling terinci dan pasti mengenai permukaan bumi atau mengenai ekologi. dalam lahan pertanian. Upah mingguan dari buruh bajak di India pada saat sekarang kira-kira kurang dari harga dua gantang gandum . pada lahan-lahan yang agak lebih produktif di lereng-lereng yang curam . Sebagian akibatnya. Demikian pula yang sedang dialami oleh banyak negara berpendapatan rendah. yang telah lama dikenal sebagai ilmu pengetahuan suram. energi. dan sumber energi yang terus merosot serta mengurangi biaya nyata dalam produksi bahan makanan untuk penduduk dunia yang terus bertambah. tidak pernah terjadi dalam sejarah sosial dan ekonomi kita sendiri. Menurut pandangan ini.tidak lama. Di Afrika penduduk berdiam di lahan-lahan yang tidak produktif yang terletak di bagian selatan Sahara. Masa depan umat manusia tidak ditakdirkan oleh ruang.

dan lahan-lahan aluvial yang sangat produktif di sepanjang dan pada muara Sungai Nile. yang tak dapat dipecahkan ilmu ekonomi.di daerah Rift. satu bagian integral dari modernisasi ekonomi negara-negara berpenghasilan tinggi dan rendah adalah penurunan arti ekonomi dari lahan pertanian dan peningkatan modal manusiawi: ketrampilan dan pengetahuan. adalah insentif-insentif dan kesempatan-kesempatan terkait bagi para petani untuk meningkatkan penggunaan lahan dengan efektif melalui investasi yang mencakup sumbangansumbangan penelitian pertanian dan perbaikan ketrampilan manusia. ”daya-daya lahan yang asli dan tak dapat dirusah” tidak sesuai lagi. Sekarang telah . Penduduk miskin di negara-negara berpendapatan rendah bukanlah para tahanan dari suatu ekuilibrium kemiskinan yang ketat. Di negaranegara berpenghasilan tinggi dan rendah. Pemeliharaan anak. Tetapi konsep Ricardo mengenai tanah. Mengapa hukum Ricardo mengenai sewa (yang memperlakukannya sebagai hasil dan bukan sebagai penyebab dari harga-harga) kehilangan arti ekonominya? Ada dua sebab utama: pertama. Proses substitusi digambarkan dengan baik pada tanaman jagung: areal panen jagung di Amerika Aerikat pada tahun 1979 ada 33 juta area. tiga kali produksi 1932. perbedaan-perbedaan yang sangat terkenal mengenai rasio lahan penduduk di seluruh negara berpendapatan rendah. dan menghasilkan 7. peralatan dan masukan-masukan (inputs) lain. atau perluasan lahan pertanian. Investasi-investasi seperti itu di negara-negara berpendapatan rendah telah berhasil memperbaiki prospek-prospek ekonomi yang tidak mampu dihilangkan oleh ketidakstabilan politik. KUALITAS MANUSIA DINILAI TERLALU RENDAH Sementara lahan bukan satu-satunya faktor terpenting yang menyebabkan kemiskinan. Lahan-lahan di Eropa pada mulanya berkualitas rendah. tidak menghasilkan perebdaan kemiskinan yang sebanding. semuanya memiliki suatu kesamaan: mereka sangat miskin. Sumbangan lahan dalam pendapatan nasional berupa sewa tanah yang merosot terus menerus dengan nyata di negara-negara berpendapatan rendah. Modernisasi pertanian telah mengubah lahan miskin menjadi lahan sangat produktif dibanding keadaan alam. Demikian pula. Lahan-lahan di Finlandia semula kurang produktif dibanding lahan di bagian-bagian barat Uni Sovyet. Apa yang paling berarti di dalam hal lahan pertanian. Meskipun sejarah ekonomi. Ada substitusi-substitusi baru terhadap lahan pertanian. tetapi sekarang lahan pertanian di Finlandia menjadi lebih unggul. Sekarang lahan-lahan tersebut sanagt produktif. Dengan beberapa perkecualian setempat. walau keadaan tersebut pernah terjadi. perbahan-perubahan ini sebagian merupakan konsekuansi dari penelitian pertanian’ termasuk penelitian yang diwujudkan dalam bentuk pupuk buatan. ide-ide dari para ahli ekonomi mengenai lahan adalah sebagai satukaidah. perumahan dan pengalaman bekerja. Lahan pertanian di Jepang pda masa sekarang ini lebih unggul. perolehan informasi dan ketrampilan yang diperoleh melalui sekolah dan investasi-investasi lain dalam bidang kesehatan dan sekolah dapat memperbaiki kualitas penduduk. pestisida. Tidak ada kekuatankekuatan besar (luas biasa) yang menghapus semua perbaikan ekonomi dan menyebabkan penduduk miskin meninggalkan perjuangan ekonominya. yang kurang dari areal panen tahun 1932. masih mengikuti Ricardo. penelitian pertaniah telah menghasilkan substansi bagi lahan pertanian.76 mmilyar gantang. Kedua. faktor manusia yaitu : investasi dalam perbaikan kualitas manusia dapt dengan nyata meningkatkan prospek-prospek ekonomi dan kesejahteraan penduduk yang miskin.

Sangat disesalkan bahwa doktrin ini masing didukung oleh beberapa lembaga donor dan dirasionalisasikan oleh beberapa ahli ekonomi di negara-negara berpendapatan tinggi. Keusahawanan dalam bidang penelitian diperlukan baik oleh para ilmuwan atau oleh orang-orang yang terlibat dalam sektor penelitian dari ekonomi. Pemerintah cenderung mengintroduksi distorsi-distorsi yang mendiskriminasikan pertanian karena politik dalam negeri umunya menguntungkan penduduk kota atas biaya penduduk pedesaan. Harapan-harapan dari manusia dalam pertanian-buruh pertanian dan usahawan (enterprenir) usahatani yang bekerja dan mengalokasikan sumber-sumber dibentuk oleh kesempatan-kesempatan baru dan oleh insentif-insentif yang mereka tanggapi. adalah agen-agen yang membuat perhitungan ekonomi. kesehatan. walaupun dengan Revolusi Hijau (Green Revolution). walaupun jumlah penduduk pedesaan jauh lebih besar . Mereka mempunyai sumber daya manusia yang esensial berupa keusahawanan. Industrialisasi yang cepat dianggap sebagai kunci kemajuan ekonomi. Para petani di dunia . Kebijaksanaan yang memberikan prioritas utama terhadap industri dan mempertahankan harga pangan (biji-bijian) tetap murah. mereka adalah usahawan-usahawan yang dengan diam-diam mengamati kondisikondisi ekonomi yang tidak diketahui oleh para ahli. Keusahawanan adalan juga esensial dalam penelitian. yang memerlukan organisasi dan alokasi sumber-sumber yang langka. Intisari penelitian adalah bahwa penelitian merupakan suatu upaya dinamis tentang hal-hal yang belum diketahui atau setengah diketahui. karena pada umumnya pertanian merupakan sektor ekonomi yang sangat terdesentralisasi. Diskriminasi ini dirasionalisasi dengan alasan bahwa pertanian bersifat terbelakang (miskin) dan bahwa sumbangan ekonominya kurang berarti. Seseorang harus memutuskan bagaimana mendistribusikan sumber-sumber terbatas yang tersedia. Di dalam domain mereka yang kecil. Pengaruh politik dari konsumen dan industri di kota memungkinkan mereka memperoleh bahan makanan murah atas biaya sejumlah besar penduduk pedesaan yang miskin.terkumpul bukti-bukti bahwa penduduk pertanian yang miskin mempunyai reaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang lebih baik. organisasi. Peranan-peranan alokatif para petani dan wanita-tani serta kesempatan-kesempatan ekonomi mereka adalah penting. sangat terdistorsi yang disebabkan oleh permerintah (goverment-incude distorsions) adalah untuk engurangi sumbangan ekonomi yang mampu diberikan pertanian). berdasarkan keadaan pengetahuan yang dimilikinya. . Pada kebanyakan usahatani. Insentifinsentif ini. yang selalu merupakan suatu kegiatan petualangan. yang eksplisit di dalam harga-harga yang mereka bayar untuk produsesn dan barang serta jasa yang dikonsumsi. Walaupun para petani berbeda kemampuannya dalam pengamatan (analisa). betapa efisiennya mereka. penerimaan dan resiko. individual dan alokatif. dan ilmuwan yang kompeten. para wanita adalah juga usahawati dalam mengalokasikan waktu mereka dan menggunakan produkproduk pertanian dan barang-barang yang dibeli dalam produksi rumah tangga. Bila pemerintah telah mengambil alih fungsi keusahawanan dalam usahatani. dalam menghadapi biaya. interprestasi dan mengambil tindakan tepat sebagai reaksi terhadap informasi baru. tetapi semuanya ini belumlah lengkap. mereka telah gagal memberikan suatu kemampuan substitusi alokatif yang efektif dalam modernisasi pertanian. dan pengalaman. Diperlukan dana. Kemampuan alokatif dipenuhi oleh jutaan pria dan wanita pada satuan-satuan produksi berskala kecil. karena mereka berbeda pendidikan.

bahwa kapital bersifat homogen. Gale Johnson telah menunjukkan bahwa potensi ekonomi yang besar dari pertanian di banyak negara berpendapatan rendah tidak terealisir. misalnya. Tetapi yang lebih buruk adalah anggapan. melalui kebijaksanaan Pemerintah dan jelas-jelas bukan dengan cara retorik. yang merupakan suatu proses dinamis. definisi tersebut akan mengalami pula kemenduaan (ambiguities) yang terus menganggu teori kapital (capital theory) pada umunya. adalah sejarahsejarah yang tidak konsisten. dan banyak bentuk investasi lainnya. Intervensi oleh Pemerintah saat ini merupakan penyebab utama dari tidak tersedianya insentif-insentif ekonomi yang optimum. baik karena informasi relevan tidak tersedia atau karena harga-harga dan biaya-biaya yang dihadapi para petani telah terdistorsi. Disekulibria seperti itu tidak dapat terhindarkan. dan konsep kapital dalam model-model pertumbuhan ekonomi pada khususnya. asumsi homogenitas kapital ini merupakan malapetaka bagi teori kapital : Adalah sangat tidak tepat menganalisa dinamika pertumbuhan ekonomi terutama menyangkut ketimpangan kapital karena perbedaan-perbedaan rates of . KEMAJUAN KUALITAS PENDUDUK Sekarang saya beralih kepada peningkatan kualitas manusia yang dapat diukur baik untuk penduduk yang bertani mau pun bukan petani. Seperti telah diajarkan oleh Hick kepada kita. Nilai dari kemampuan menghadapi disekuilibria adalah tinggi dalam suatu ekonomi yang dinamis. dan kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi yang berlaku mengurangi fungsi insentif-insentif produsen.DISEKUILIBRIA YANG TAK TERHINDARKAN Transformasi pertanian ke dalam suatu keadaan produktif yang meningkat. sebuah sumur pompa. Pemerintah tidak dapat dengan efesien memainkan fungsi usahawan-usahawan pertanian. Saya telah mengemukakan di mana saja bahwa walaupun ada alasan kuat untuk menggunakann suatu definisi modal manusiawi yang sangat tepat. Kapital itu bermuka-dua. sekali seorang petani mengadakan investasi berupa kereta kuda. yang memerlukan penyesuaian dalam bertani karena tersedia kesempatan-kesempatan yang lebih baik. yang mendasari teori kapital dan agregasi kapital dalam model-model pertumbuhan. Karena ketiadaan insentif-insentif yang menguntungkan. Setiap bentuk kapital memiliki sifat-sifat khusus: sebuah bangunan. tidak hanya di bidang pertanian. dan apa yang dijelaskan ke dua muka itu kepada kita tentang pertumbuhan ekonomi. Pandangan intelektual yang dominan bersifat antagonistik terhadap insentif-insentif pertanian. jenis pupuk tertentu. tetapi juga dalam semua aktivitas produksi yang lain. D. Ahli-ahli sejarah masa depan pasti akan dibingungkan oleh luasnya insentif-insentif ekonomi yang telah berantakan selama dekade-dekade terakhir. termasuk pembelian input-input unggul. sebuah traktor. Memang seharusnya demikian. Kemungkinankemungkinan teknis telah menjadi semakin menguntungkan tetapi insentif-insentif ekonomi yang diperoleh para petani di negara-negara tersebut untuk merealisir potensi ini tidak berhasil. Cerita lain mengenai nilai terdiskon (discounted value) dari arus jasa-jasa yang disumbangkan kapital. memerlukan suatu proses yang umumnya dikenal sebagai modernisasi. Disekuilibria tidak dapat dieliminasi melalui hukum. kereta tersebut hanya sedikit nilainya bila ditarik oleh traktor. karena kisah biaya merupakan kisah dari investasi yang terbenam (cunk investment). sebagai suatu kaidah. para petani tidak melakukan investasim. yang berubah sesuai dengan perubahan pertumbuhan. Kualitas dalam kontek ini terdiri dari berbagai bentuk modal manusiawi (human capital).

Beberapa Negara berkembang. 2008). Tetapi. kita harus menemukannya. (3) kegiatan gotong royong petani. Juga tidak ada suatu katalog dari semua model pertumbuhan yang ada. (4) perbaikan dan perluasan tanah pertanian. dalam produksi rumah tangga. yang tertuang dalam strategi besar pembangunan nasional berupa Pola Umum 19 Pembangunan Jangka Panjang (PU-PJP) yaitu PU-PJP I (1969-1994) dan PU-PJP II (1994-2019). (3) adanya perangsang produksi bagi petani. Maka salah satu bagian penting dari pertumbuhan ekonomi tertutup oleh agregasi kapital seperti itu. (3) tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. maupun melalui perbaikan (improvement). Implementasinya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan status dan kesejahteraan petani semata. termasuk Indonesia. pertumbuhan (growth) dan perubahan (change) (Iqbal dan Sudaryanto. lingkungan. dalam waktu dan sumber-sumber lain yang dialokasikan para mahasiswa untuk pendidikan mereka. Syarat pokok pembangunan pertanian meliputi: (1) adanya pasar untuk hasil-hasil usahatani. mengapa mencoba mengubah lingkaran menjadi empat per segi? Jika kita tidak dapat mengamati ketimpangan-ketimpangan ini. dapat membuktikan bahwa ketimpangan-ketimpangan ini adalah sama. dan (5) perencanaan nasional pembangunan pertanian. Nilai dari modal manusiawi tambahan tergantung kepada kesejahteraan tambahan yang diperoleh manusia daripadanya. tetapi sekaligus juga dimaksudkan untuk mengembangkan potensi sumberdaya manusia baik secara ekonomi. pembangunan dilaksanakan melalui lima serangkaian Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang semuanya dititik beratkan pada sektor pertanian sebagai berikut: . dan dalam migrasi untuk memperoleh kesempatan kerja yang lain baik. modal manusiawi memperbesar produktivitas pertanian dan non pertanian. budaya. karena ketimpangan-ketimpangan itu merupakan pegas utama dari pertumbuhan ekonomi. Dalam PUPJP I. (2) kredit produksi. dan (5) tersedianya pengangkutan yang lancar dan kontinyu. Ketimpangan-ketimpangan merupakan pegas utama karena ia memberikan isyarat-isyarat ekonomi yang mendorong pertumbuhan. yaitu pada masa pemerintahan Orde Baru. Dalam literatur klasik pembangunan pertanian karya Arthur Mosher yang berjudul “Getting Agriculture Moving” dijelaskan secara sederhana dan gambling tentang syarat pokok dan syarat pelancar dalam pembangunan pertanian. mengikuti saran dan langkah kebijakan yang disarankan oleh Mosher. Adapun syarat pelancar pembangunan pertanian meliputi: (1) pendidikan pembangunan. apakah agregasi kapital dipandang dari segi biaya-biaya faktor (factor costs) atau dipandang dari segi nilai terdiskon dari jasa-jasa seumur hidup (lifetime services) dari berbagai bagian-bagiannya. sosial.returns. Kemampuan semacam itu juga sangat memperbesar kepuasan-kepuasan yang merupakan suatu bagian integal dari konsumsi sekarang dan konsumsi di masa depan. SYARAT POKOK DAN PELANCAR PEMBANGUNAN PERTANIAN Pengertian Pembangunan pertanian dapat didefinisikan sebagai suatu proses perubahan sosial. politik. Pembangunan pertanian di Indonesia dilaksanakan secara terencana dimulai sejak Repelita I (1 April 1969). (2) teknologi yang senantiasa berkembang.

Repelita V: melanjutkan Repelita IV. memberikan kontribusi terhadap proses industrialisasi dan urbanisasi yang membutuhkan pangan murah. Repelita I: titik berat pada sektor pertanian dan industri pendukung sektor pertanian. (2) dengan menyediakan surplus yang dapat diinvestasikan dari tabungan dan pajak untuk mendukung investasi pada sektor lain yang berkembang. 3. pangsa sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai lebih dari 40 persen. Rancangan pembangunan seperti demikian. 4. Fakta inilah yang kemudian mengilhami penyusunan rencana. sektor pertanian telah meningkatkan penerimaan devisa di satu pihak dan penghematan devisa di lain pihak. peningkatan produksi. 2. (3) dengan membeli barang konsumsi dari sektor lain. Para perancang pembangunan Indonesia pada awal masa pemerintahan Orde Baru menyadari benar hal tersebut. pada tahun 1984. Pertama. 2000). 5. Pentingnya peran sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi suatu negara juga dikemukakan oleh Meier (1995) sebagai berikut: (1) dengan mensuplai makanan pokok dan bahan baku bagi sektor lain dalam ekonomi yang berkembang. Menurut Suhendra (2004) di banyak negara. khususnya di sektor pangan yang berpuncak pada pencapaian swasembada pangan. sementara itu serapan tenaga kerja pada sector pertanian mencapai lebih dari 60 persen. Repelita II: titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri pengolah bahan mentah menjadi bahan baku. sehingga akan meningkatkan permintaan dari penduduk perdesaan untuk produk dari sektor yang berkembang. strategi dan kebijakan yang mengedepankan pembangunan pertanian sebagai langkah awal proses pembangunan. dengan harga yang relatif 21 murah. Kebijakan untuk menetapkan sektor pertanian sebagai titik berat pembangunan ekonomi sesuai dengan rekomendasi Rostow dalam rangka persiapan tinggal landas (Simatupang dan Syafa’at.1. Repelita III: titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri pengolah bahan baku menjadi bahan jadi. pembangunan dititikberatkan pada industri pengolahan penunjang pertanian (agroindustri) yang selanjutnya secara bertahap dialihkan pada pembangunan industri mesin dan logam. dan (4) dengan menghapuskan kendala devisa melalui penerimaan devisa dengan ekspor atau dengan menabung devisa melalui substitusi impor. Pada saat Indonesia memulai proses pembangunan secara terencana pada tahun 1969. khususnya beras. khususnya beras. Ketersediaan bahan pangan. Pada tahap kedua. pada tingkat tertentu sector pertanian telah mampu menyediakan bahan-bahan baku . sehingga memperbaiki posisi neraca pembayaran Indonesia. Kedua. sehingga pembangunan jangka panjang dirancang secara bertahap. Ketiga. sektor pertanian yang berhasil merupakan prasyarat bagi pembangunan sektor industri dan jasa. Repelita IV: titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri penghasil mesin-mesin. pembangunan dititikberatkan pada pembangunan sector pertanian dan industri penghasil sarana produksi peratnian. Pada tahap pertama. diharapkan dapat membentuk struktur perekonomian Indonesia yang serasi dan seimbang. Lebih lanjut dinyatakan bahwa revolusi pertanian merupakan syarat mutlak bagi keberhasilan upaya menciptakan prakondisi tinggal landas. Pembangunan pertanian di masa pemerintahan Orde Baru telah membawa beberapa hasil. tangguh menghadapi gejolak internal dan eksternal.

dan (3) kurang memperhatikan aspirasi dan pendapatan petani. pemerintah seolah menganggap pembangunan pertanian dapat bergulir dengan sendirinya. Menyusul periode pertumbuhan tinggi sektor pertanian satu dekade sebelumnya. maka orientasi pembangunan pertanian juga akan mengalami perubahan dari orientasi peningkatan produksi menjadi orientasi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian Ratnawati et al. proteksi besar-besaran ini telah merapuhkan basis pertanian pada tingkat petani. peningkatan produktivitas dan produksi tidak selalu dibarengi atau diikuti dengan meningkatnya pendapatan petani. Pemerintah mencurahkan perhatiannya pada sektor industri. Pertama. memerlukan subsidi dan mendapat intervensi yang sangat mendalam. pembangunan pertanian di masa pemerintahan Orde Baru tersebut mengandung sejumlah paradoks. serta kurang mampu mendorong peningkatan pendapatan petani. Di masa pemerintahan Orde Baru.10-3.28-10. vertikal dan spatial berbagai kegiatan ekonomi. sehingga sektor pertanian dianggap sebagai most-heavily regulated. Pendekatan ini dicirikan oleh pelaksanaan pembangunan pertanian berdasarkan pengembangan komoditas secara parsial (sendiri-sendiri) dan lebih berorientasi pada peningkatan produksi dibanding peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Seiring dangan hal ini. pembangunan pertanian semakin dideregulasi melalui pengurangan subsidi. (2004) bahwa peningkatan produktivitas pertanian menurunkan harga output di tingkat petani berkisar antara 0.10 persen.08 persen dan akan menurunkan pendapatan rumah tangga perdesaan berkisar antara 2. bahkan pendapatan petani cenderung menurun. dukungan harga dan berbagai proteksi lainnya. Akibatnya. Memasuki era globalisasi yang dicirikan oleh persaingan perdagangan internasional yang sangat ketat dan bebas. Kemampuan bersaing melalui proses produksi yang efisien merupakan pijakan utama bagi .68 persen per tahun. pendekatan pembangunan pertanian selama pemerintahan Orde Baru dilaksanakan dengan pendekatan komoditas. Menurut Arifin (2004) tidak berkembangnya sektor pertanian berakar pada terlalu berpihaknya pemerintah pada sektor industri sejak pertengahan tahun 1980-an. pengembangan komoditas seringkali sangat tidak efisien dan keberhasilannya sangat tergantung pada besarnya subsidi dan proteksi pemerintah.industri sehingga melahirkan agroindustri. Namun pendekatan komoditas ini mempunyai beberapa kelemahan mendasar. ternyata sektor pertanian hanya bisa berkembang dalam kebijaksanaan yang protektif. peningkatan produksi pertanian telah menimbulkan kecenderungan menurunnya harga produkproduk pertanian yang berakibat negatif pada pendapatan petani. Menyadari akan hal tersebut di atas. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh paradigma pembangunan saat itu yang menekankan industrialisasi. Oleh karena itu. Sungguhpun demikian. (2005). Asumsi ini membuat pemerintah mengacuhkan pertanian dalam strategi pembangunannya. Menurut Sudaryanto et al. Kedua. yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai kebijakan proteksi yang sistematis. (2) tidak memperhatikan panduan horizontal. seperti yang ditunjukkan oleh hasil penelitian Siregar (2003) bahwa secara riil tingkat kesejahteraan petani dari tahun ke tahun justru mengalami penurunan yang ditunjukkan oleh nilai tukar petani (NTP) yang mempunyai tendensi (trend) yang menurun (negatif) sebesar –0. yaitu: (1) tidak memperhatikan keunggulan komparatif tiap komoditas. maka pendekatan pembangunan pertanian harus diubah dari pendekatan komoditas menjadi pendekatan system agribisnis.

bahkan yang berbasis teknologi tinggi dan intensif kapital. sehingga dalam hal ini dapat membantu menjaga keseimbangan neraca pembayaran. akselerasi pembangunan pertanian akan membantu menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. 3. Langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan pangan pada pasar dunia. Sehubungan dengan hal tersebut. ketika krisis ekonomi terjadi. 2005). Hal ini karena terdapat keterkaitan yang erat antara sektor pertanian dengan sektor industri yang meliputi keterkaitan produk. 2. pembangunan ekonomi dan kebijakan politik mulai meminggirkan sektor pertanian. Akselerasi pembangunan pertanian mampu meningkatkan kinerja sector industri. Dengan demikian. Harga produk pertanian memiliki bobot yang besar dalam indeks harga konsumen. strategi pembangunan pertanian harus lebih memfokuskan pada peningkatan daya saing. sehingga dengan akselerasi pembangunan pertanian maka penyediaan pangan dapat terjamin. Oleh karena itu. 2005). 6. proses desentralisasi ekonomi yang menghasilkan kesengsaraan dan penderitaan rakyat. maka Indonesia kembali menjadikan sector pertanian sebagai landasan utama pembangunan ekonomi (Arifin. konsumsi dan investasi. Oleh karena itu. sehingga dinamikanya amat berpengaruh terhadap laju inflasi. agenda reformasi yang bergulir tanpa arah. Fokus pembangunan ekonomi lebih banyak diarahkan pada sektor industri dan jasa. Namun demikian. Sektor pertanian masih tetap sebagai penyerap tenaga kerja. akselerasi pembangunan pertanian paling tepat untuk mendorong perekonomian desa dalam rangka meningkatkan pendapatan sebagian besar penduduk Indonesia dan sekaligus pengentasan kemiskinan. 5. mengandalkan modal dan tenaga kerja terampil dan berbasis inovasi teknologi dengan memanfaatkan sumberdaya lokal secara optimal. Akselerasi pembangunan pertanian sangatlah penting dalam rangka mendorong ekspor dan mengurangi impor produk pertanian. Keadaan ini menjadi pertimbangan utama dirumuskannya kebijakan yang memiliki keberpihakan terhadap sector pertanian dalam memperluas lapangan kerja. akan membawa pengaruh yang sangat besar terhadap dinamika pembangunan pertanian.kelangsungan hidup usahatani. baik domestik maupun internasional. sehingga akselerasi pembangunan sektor pertanian akan membantu mengatasi masalah pengangguran. Sektor pertanian sebagai penghasil makanan pokok penduduk. 4. Kabinet Indonesia Bersatu telah menetapkan program pembangunannya dengan . beberapa pertimbangan tentang pentingnya mengakselerasi sektor pertanian di Indonesia dikemukakan oleh Simatupang (1997) sebagai berikut: 1. menghapus kemiskinan dan mendorong pembangunan ekonomi yang lebih luas (Sudaryanto dan Munif. Sejak awal 1990-an. Sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian desa dimana sebagian besar penduduk berada. Kondisi tersebut memerlukan penyesuaian terhadap arah dan kebijakan serta pelaksanaan program pembangunan pertanian. Suryana (2006) menyatakan bahwa perubahan lingkungan strategis yang sangat cepat. maka partisipasi dan kemampuan wirausaha petani merupakan factor kunci keberhasilan pembangunan pertanian. seiring dengan menurunnya pangsa pertanian dalam struktur perekonomian (PDB). Secara lebih rinci. Peran penting sektor pertanian telah terbukti dari keberhasilan sector pertanian pada saat krisis ekonomi dalam menyediakan kebutuhan pangan pokok dalam jumlah yang memadai dan tingkat pertumbuhannya yang positif dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional.

menjaga ketersediaan pangan yang cukup aman dan halal di setiap daerah setiap saat. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Operasionalisasi konsep strategi tiga jalur tersebut dirancang melalui hal-hal sebagai berikut: 1. (2) Program pengembangan agribisnis. 2. pro-employment dan pro-poor. Revitalisasi pertanian dan perdesaan untuk berkontribusi pada pengentasan kemiskinan. Pembenahan sektor riil untuk mampu menyerap tambahan angkatan kerja dan menciptakan lapangan kerja baru. Operasionalisasi program peningkatan ketahanan pangan dilakukan melalui peningkatan produksi pangan. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Pertanian harus dilihat sebagai sektor yang multi-fungsi dan sumber kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. yaitu: (1) Program peningkatan ketahanan pangan.5 persen per tahun melalui percepatan investasi dan ekspor. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani. 2005c) 2.menggunakan strategi tiga jalur (triple track strategy) sebagai manifestasi dari strategi pembangunan yang lebih pro-growth. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. dan antisipasi agar tidak terjadi kerawanan pangan. dan (3) Program peningkatan kesejahteraan petani. Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. penjaminan usaha. pendampingan.1. Sejalan dengan hal ini. Revitalisasi pertanian diartikan sebagai kesadaran untuk menempatkan kembali arti penting sektor pertanian secara proporsional dan kontekstual. . Operasionalisasi program peningkatan kesejahteraan petani dilakukan melalui pemberdayaan penyuluhan. perlindungan harga gabah. Operasionalisasi program pengembangan agribisnis dilakukan melalui pengembangan sentra/kawasan agribisnis komoditas unggulan. Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian. Peningkatan pertumbuhan ekonomi di atas 6. Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya. Kegiatan pembangunan pertanian tahun 2005-2009 dilaksanakan melalui tiga program. Sudaryanto dan Munif (2005) menyatakan bahwa revitalisasi pertanian dimaksudkan untuk menggalang komitmen dan kerjasama seluruh stakeholder dan mengubah paradigma pola piker masyarakat dalam melihat pertanian tidak hanya sekedar penghasil komoditas untuk dikonsumsi. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. kebijakan proteksi dan promosi lainnya (Departemen Pertanian. 3. melalui peningkatan kinerja sektor pertanian dalam pembangunan nasional dengan tidak mengabaikan sektor lain.

Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari. misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual. Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit. Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. setiap minggu. sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. Akan tetapi lain halnya dengan petani. • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar.Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain. baik itu untuk bibit. Penduduk bertambah menurut deret ukur. Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun . yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. Di dalam bidang industri. sekali produksi telah berjalan maka penerimaan dari penjualan akan mengalir setiap hari sebagaimana mengalirnya hasil produksi. untuk keperluan sehari-hari seorang petani. 1979: 30). Persedian tanah pertanian yang makin kecil 2.

2. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya. Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat. dan begitu sama sifatsifatnya satu dari yang lain. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai. Inilah yang menjadi sebab. dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutang-hutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. tetapi dalam kerja. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu. dan dapat menciptakan pengangguran. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. Apa yang sama diantara mereka adalah. akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu.3. 2. Pembangunan Pertanian . Bertambahnya pengangguran 4. Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya.

Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. Dalam hal ini. maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960). salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. maka peluasan lahan akan semakin sempit. orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi . karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. dengan orientasi pada peningkatan produksi. Akan tetapi dewasa ini. Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar).Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional. Hal ini memang sesuai pada masa itu. Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas. tanah dan modal. maka yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. produktivitas. dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. tenaga kerja. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. Di masa lalu.

3. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik. ekonomis. Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian. Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan. terutama di daerah-daerah.perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda. 2. Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi . Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri. sarana transportasi. dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. sosial budaya dan lain-lain. Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja. bibit unggul.

Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani. Teknologi yang senantiasa berkembang. Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian. . Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar. 2. 2. 4. 5. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian. Pendidikan pembangunan. Adanya perangsang produksi bagi petani. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian.petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru. 3. 5. Kegiatan gotong royong petani. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian. 3. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional. Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya. 4. 1979 : 194).T. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. Kredit produksi. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. pertanian dapat berjalan terus tapi statis. A. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : 1. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani.

1979: 30). Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. Akan tetapi lain halnya dengan petani. Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. . Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya.2. Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. baik itu untuk bibit. Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan. misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual. yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Di dalam bidang industri. sekali produksi telah berjalan maka penerimaan dari penjualan akan mengalir setiap hari sebagaimana mengalirnya hasil produksi.1. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar.

Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. 4. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. dan dapat menciptakan pengangguran. sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. 3. Inilah yang menjadi sebab. sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari. setiap minggu. dan begitu sama sifat- . • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup. Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas. dan pembiayaan-pembiayaan lainnya. akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil. Penduduk bertambah menurut deret ukur. 2. Persedian tanah pertanian yang makin kecil Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun Bertambahnya pengangguran Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutanghutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil.untuk keperluan sehari-hari seorang petani.

karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. Apa yang sama diantara mereka adalah. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. tetapi dalam kerja. 2. maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern. Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat. Dalam hal ini. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960). Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. dengan orientasi pada peningkatan produksi. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas. dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. Pembangunan Pertanian Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu. . Di masa lalu.2. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya. maka yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu. Akan tetapi dewasa ini.sifatnya satu dari yang lain. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. Hal ini memang sesuai pada masa itu. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai.

Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar). Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan. Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. tanah dan modal. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan.Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. maka peluasan lahan akan semakin sempit. . Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). bibit unggul. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. sarana transportasi. produktivitas. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan. Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. terutama di daerah-daerah. Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas. tenaga kerja. Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional.

Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan. Teknologi yang senantiasa berkembang. Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : 1. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda. Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian. Kredit produksi. pertanian dapat berjalan terus tapi statis. 5. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja. Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. 2. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis. 3.T. 2. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian. Kegiatan gotong royong petani. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. ekonomis. sosial budaya dan lain-lain. 1979 : 194). . Pendidikan pembangunan. Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian. 3.3. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. 4.2. A. Adanya perangsang produksi bagi petani. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar.

Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya. maupun yang berkaitan dengan kemapuan yang dimiliki oleh petani dalam berusaha tani. Perbedaan yang jelas antara persoalan-persoalan ekonomi pertanian dan persoalan ekonomi di luar bidang pertanian adalah adanya jarak waktu (gap) antara pengeluaran yang harus dilakukan para pengusaha pertanian dengan penerimaan hasil penjualan. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian. Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian.1. Kondisi Pertanian Indonesia Indonesia masih merupakan negara pertanian. Jarak waktu ini sering pula disebut “gestation period” (Mubyarto. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani. Hal ini dapat di tunjukkan dari banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang mengantungkan hidupnya dan bekerja pada sektor pertanian. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nesional sampai saat ini jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Masalah-masalah tersebut masih menjadi faktor penghambat bagi petani untuk mengembangkan hasil pertaniannya. Hal ini disebabkan karena masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani baik yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi dan berkaitan dengan pemasaran hasilhasil pertaniannya.4. artinya pertanian memegang peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional. sekali produksi telah . yaitu : • Jarak waktu yang lebar antara pengeluaran dan penerimaan pendapatan dalam pertanian. 2. Masalah-masalah yang dihadapi oleh para petani sampai saat ini antara lain. 5. yang dalam bidang pertanian jauh lebih besar daripada dalam bidang industri. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang meningkat tidak diikut sertakan dengan adanya peningkatan kesejahteraan para petani. Di dalam bidang industri. 1979: 30).

akan berdampak terhadap ketersedian lahan yang semakin kecil. serta semakin memburuknya hubungan-hubungan antara pemilik tanah pertanian dengan para petani penggarap. 3. 4. • Tekanan penduduk dan Pertanian Menurut Malthus penduduk bertambah lebih cepat dibandingkan pertambahan lahan (tanah). untuk keperluan sehari-hari seorang petani. atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen. Jadi ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan pendapatan dan pengeluarannya. misalnya saja petani padi yang harus menunggu 5-6 bulan sebelum penennya dapat dijual. Jika para petani mempunyai lahan yang lebih luas.berjalan maka penerimaan dari penjualan sebagaimana mengalirnya hasil produksi. Penduduk bertambah menurut deret ukur. akan mengalir setiap hari Akan tetapi lain halnya dengan petani. jarak waktu antara pengeluaran dan penerimaan ini sangat besar. dan dapat menciptakan pengangguran. secara tidak langsung petani tersebut memiliki kemampuan untuk memperoleh hasil pertanian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan hasil pertanian dengan menggunakan lahan kecil. hal ini dikarenakan dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar maka diantara jarak waktu mulai dari setelah memanen sampai memanen kembali membutuhkan banyak biaya yang mesti dikeluarkan oleh petani itu sendiri. hal ini pun terjadi oleh para petani lainnya misalnya perkebunan besar. dengan tingginya pertumbuhan penduduk. 2. . sedangkan pengeluarannya harus diadakan setiap hari. Persedian tanah pertanian yang makin kecil Produksi bahan makanan per jiwa yang terus menurun Bertambahnya pengangguran Memburuknya hubungan-hubungan pemilik tanah dan bertambahnya hutanghutang pertanian Sebagaimana uraian di atas. baik itu untuk bibit. seperti perkebunan tembakau atau kelapa sawit. Dengan adanya jarak waktu (gap) yang besar. Keadaan yang demikian mempunyai berbagai implikasi penting dari segi ekonomi pertanian. setiap minggu. Ditinjau dari sudut ekonomi pertanian maka adanya persoalan penduduk dapat dilihat dari tanda-tanda berikut : 1. para petani berimplikasi untuk mendapatkan hasil panen yang bagus guna mendapatkan keuntungan. sedangkan lahan (tanah) hanya bertambah menurut deret hitung. dan pembiayaan-pembiayaan lainnya.

dan telah menjadi penyebab terbatasnya lahan karena adanya tekanan penduduk. maka . dengan orientasi pada peningkatan produksi. tetapi tidak dalam bentuk pengeluaran biaya tunai.Inilah yang menjadi sebab. 2. maka akan terjadi banyak penafsiran yang salah terhadap teori tahapan pertumbuhan yang dikemukakan Rostow (1960).2. Dengan definisi tersebut di atas sama sekali tidak berarti bahwa petani subsisten tidak berfikir dalam pengertian biaya dan penerimaan. Memahami kritik-kritik yang dikemukakan sehubungan dengan teori pertumbuhan Rostow maka negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 220 jutaan paling tidak harus tetap dapat berswasembada pangan untuk memenuhi konsumsi penduduknya. Apa yang sama diantara mereka adalah. Mereka juga berfikir dalam pengertian itu. Sedangkan biaya adalah apa yang tidak dapat dinikmatinya. Dalam kenyataannya petani subsisten ini sangat berbeda-beda dalam hal luas dan kesuburan tanah yang dimilikinya dan kondisikondisi sosial ekonomi dalam lingkungan kehidupannya. kesempatan beristirahat dan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan upacara adat dan lain-lain. sehingga kenapa tanah tersebut termasuk salah satu indikator yang menjadi permasalahan dalam pembangunan pertanian itu sendiri. Yang dianggap sebagai hasil penerimaan adalah apa yang dapat dinikmatinya secara pribadi dan bersama-sama masyarakat. Pertanian yang subsisten dengan demikian diartikan sebagai suatu sistem bertani di mana tujuan utama dari si petani adalah untuk memenuhi keperluan hidupnya beserta keluarganya. Namun dalam menggunakan definisi yang demikian sejak semula harus diingat bahwa tidak ada petani subsisten yang begitu homogen. Dalam hal ini guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani yaitu bagaimana menciptakan pembangunan yang berkualitas. dan begitu sama sifatsifatnya satu dari yang lain. tetapi dalam kerja. Di masa lalu. bahwa mereka memandang pertanian sebagai sarana pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga yaitu melalui hasil produksi pertanian itu. Pembangunan Pertanian Jika terdapat pandangan bahwa pembangunan ekonomi itu suatu proses untuk mengubah suatu perekonomian dari yang menghasilkan barang-barang pertanian menjadi menghasilkan barang-barang industri dan jasa. • Pertanian Subsisten Perkataan subsisten ini banyak sekali dipakai dalam karangan-karangan mengenai ekonomi pertanian sebagai terjemahan dari perkataan subsistence dari kata subsist yang berarti hidup.

Akan tetapi dewasa ini. untuk mengembangkan sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. Hal ini sesuai dengan teori Malthus yang mengatakan bahwa dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk. Selain faktor tenaga kerja salah satu yang menjadi kendala dalam sektor pertanian itu sendiri yaitu masalah tanah (lahan). bibit unggul. agroindustri harus menjadi lokomotif dan sekaligus penentu kegiatan sub-sektor usahatani dan akan menentukan sub-sektor agrobisnis hulu. ini berarti petani tersebut dapat menghasilkan produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan lahan yang kecil. misalnya penggunaan mesin pengolah tanah. Hal ini dapat berdampak pada turunnya produksi hasil pertanian dan pada akhirnya akan berdampak juga terhadap ketahanan pangan nasional. Jika seorang petani itu memiliki suatu tanah (lahan) yang luas (cukup besar). Akan tetapi yang terjadi yaitu sebaliknya. Dengan berlangsungnya perubahan preferensi konsumen yang makin menuntut atribut produk yang lebih rinci dan lengkap serta adanya preferensi konsumen akan produk olahan. salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat tidak bersemangat bekerja di sektor pertanian yaitu karena rendahnya pendapatan yang didapat dari sektor pertanian itu sendiri. Dengan adanya teknologi yang dapat diterapkan dalam sektor pertanian. Teknologi merupakan suatu prasarana yang terpenting khususnya dalam sektor pertanian itu sendiri. Dalam hal ini. produktivitas. maka motor penggerak sektor pertanian harus berubah dari usahatani tradisional menuju pertanian yang modern. karena target pembangunan sektor pertanian masih diorientasikan untuk mencapai tingkat produksi semaksimal mungkin. Salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya ketersedian lahan yaitu pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. maka peluasan lahan akan semakin sempit. dan terlebih lagi dimasa yang akan datang. Hal ini memang sesuai pada masa itu. Jika hasil pertanian kita sudah berbasis teknologi dan memberikan jaminan terhadap kualitas produksinya maka kita sudah mampu bersaing dengan negara-negara . yang berarti kesejahteraan para petani tersebut semakin rendah. dan penggunaan teknologi tepat guna lainnya maka dapat dipastikan produksi pertanian dapat ditingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Pengembangan sektor pertanian dapat meningkat apabila adanya peningkatan produksi. tanah dan modal. dimana masyarakat tidak bersemangat lagi untuk bekerja di sektor pertanian. orientasi sektor pertanian telah berubah kearah orientasi pasar. Disamping itu dengan adanya pertambahan penduduk akan mendorong permintaan akan lokasi perumahan sehingga dikota-kota besar banyak lahan pertanian yang produktif telah beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. Selain faktor-faktor tersebut di atas yang menjadi kendala dalam peningkatan produktivitas di sektor pertanian masih terdapat faktor lain yaitu teknologi. tenaga kerja.yang menjadi motor penggerak sektor pertanian adalah usahatani dimana hasil menentukan perkembangan agrobisnis hilir dan hulu.

Tetapi sektor industri secara simultan memproduksikan sarana-sarana produksi serta alat-alat untuk meningkatkan produksi pertanian.3. Memang diakui bahwa tidak mudah membangun sektor pertanian di Indonesia khususnya. Disamping itu pertanian juga tidak terlepas dari decreasing returns in production karena dibatasi oleh ketersediaan lahan.lain guna mengembangkan pembangunan ekonomi pertanian. mengingat petani yang jumlahnya jutaan dengan luas lahan yang relatif terbatas. Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah : . sarana transportasi. sarana dan prasarana yang tersedia tidak dimanfaatkan secara baik. ekonomis. Dengan demikian maka iklim yang baik diciptakan untuk merangsang kegiatan membangun bagi seluruh sektor pertanian (Mubyarto. 2. A. Perkembangan sektor industri sekaligus juga memberikan tambahan lapangan kerja. Kalau satu saja syarat-syarat tersebut tidak ada maka terhentilah pembangunan pertanian. 1979 : 194). pertanian dapat berjalan terus tapi statis. Akan tetapi yang terjadi saat ini sektor pertanian masih bersifat tradisional dalam arti belum terlalu banyak dari petani kita yang menggunakan teknologi. Petani tertarik untuk menerapkan teknologi-teknologi baru tersebut karena hasilnya memang terbukti dapat dirasakan. Mosher dalam bukunya Getting Agriculture Moving (1965) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia telah menganalisa syarat-syarat pembangunan pertanian di banyak negara dan menggolong-golongkannya menjadi syarat-syarat mutlak dan syarat-syarat pelancar. Di jepang pra-kondisi itu untuk sebagian besar berasal dari sektor pertanian sendiri berupa dana-dana yang dipergunakan untuk mengembangkan sektor industri. kemudian sistem pengolahan pertaniannya masih subsistem. Menurut Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada untuk adanya pembangunan pertanian. sosial budaya dan lain-lain. disamping itu lahan yang diolah masih terbatas. Bahkan ada alokasi lahan pertanian yang terpencar-pencar sehingga menyulitkan konsolidasi dan pembinaan.T. Syarat-Syarat Pembangunan Pertanian Untuk berhasilnya suatu pembangunan pertanian diperlukan beberapa syarat atau pra-kondisi yang untuk tiap-tiap negara atau daerah berbeda-beda. yang kurang mendukung menyebabkan biaya produksi menjadi mahal. Prakondisi itu meliputi bidang-bidang teknis. Peningkatan hasil-hasil produksi pertanian mendapat pasaran yang baik di kota. terutama di daerah-daerah. Pemerintah di samping mengadakan investasiinvestasi dalam prasarana berupa jalan-jalan ekonomi dan bangunan-bangunan irigasi memberikan pula penyuluhan kepada petani dan organisasi-organisasi petani mengenai berbagai penemuan teknologi baru.

Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani. Pendidikan pembangunan. 2. Oxford: Basil Blackwell. Hallet. 2004.. Yogyakarta. DAFTAR PUSTAKA Doll. Perencanaan nasional daripada pembangunan pertanian. Malang. Yujiro. 3. Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal. From the Poverty to the Wealth of Nations Second Edition. Home III: Richard D. 5. Jika semua syarat-syarat tersebut tersedia dengan baik dan dapat diakses oleh semua masyarakat tani atau para petani maka dapat dipastikan pembangunan disektor pertanian dapat ditumbuh kembangkan sehingga dapat menjadi sektor andalan secara nasional.. West. Seokartawi. Jika tingkat kesejahteraan para petani semakin baik tentu mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk bekerja lebih keras dan professional untuk meningkatkan usaha pertaniannya. Mubyarto. LP3ES. Rhodes. New York. Oxford University Inc. P. Adanya perangsang produksi bagi petani. J. J. 1986. Pengantar Ekonomi Pertanian. 2. Development Economics. Teknologi yang senantiasa berkembang. Economics of Agricultural Production Market and Policy. 2001. Dan inipun akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani atau para petani.17 0 komentar Pertanian.G. Graham. Yang termasuk syarat-syarat atau sarana pelancar itu adalah : 1... 3.. Di samping syarat-syarat mutlak yang 5 tersebut menurut Mosher ada 5 syarat lagi yang adanya tidak mutlak tetapi jikalau ada (atau dapat diadakan) benarbenar akan sangat memperlancar pembangunan pertanian. Kegiatan gotong royong petani. Hayami. dan Tersedianya pengangkutan yang lancar dan berkelanjutan. Sektor Besar yang Terlupakan . 5. The Economics of Agricultural Policy. Diposkan oleh ary ian di 04. 4.1. Kredit produksi. 1971. 1979. V. Perbaikan dan perluasan tanah pertanian. 4. Irwin Inc. Petani Indonesia dalam Menghadapi Persaingan Global Universitas Brawijaya.

berupa reformasi birokrasi dan tata kelola. pemerintahan dan pelayanan publik. pada pidato tersebut. Presiden SBY memang menyebut kata "ketahanan pangan dua kali. dengan potensi pengganda {multiplier) pada sektor lain yang luar biasa. kesehatan. Siapa pun perumus konsep pembangunan yang konon inklusif tersebut. penanggulangan kemiskinan. Ketiga tema tersebut adalah (1) kesejahteraan. Tidak harus mengutip teori-teori ekonomi pembangunan. kata pertanian sama sekali tidak disebutkan. menganggap bidang ini tidak relevan pada pembangunan kesejehteraan bangsa. jika konsep development for all yang diusung Kabinet Indonesia Bersatu Jilid2 justru melupakan pertanian. pada saat mengklaim bahwa "bangsa Indonesia memiliki ketahanan pangan yang semakin kuaf walau sama sekali tanpa dukungan data dan fakta. masyarakat awam pasti sepakat bahwa negara agraris sebesar Indonesia tidak akan maju dan beranjak ke mana-mana jika kebijakan yang dirumuskan justru mengabaikan pembangunan pertanian. Pertanian adalah sektor besar yang selama ini memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja 43% dan kontribusi 16% terhadap produk domestik bruto (PDB). (2) demokrasi. pendidikan. secara substansial pertanian memang dianggap tidak relevan dalam pidato yang mengusung tiga tema besar yang amat-sangat luas dan strategis. melalui pembangunan untuk semua. ia atau mereka masih perlu banyak turun ke lapangan agar strategi yang ditawarkan kepada Presiden SBY lebih mendekati kenyataan. Bagi stakeholders atau pemangku kepentingan bidang pertanian. Serempak dan Terintegrasi . melalui peningkatan kualitas demokrasi. Banyak analisis menafsirkan mengapa pertanian terlupakan pada suatu momen besar kenegaraan yang ditunggu rakyat banyak serta disaksikan jutaan pemirsa televisi di seluruh Tanah Air. Pertama. Pertama. Senin 30 Agustus 2010 Oleh Bustanul Arifin Pada pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Apalagi jika diabaikan dan dilupakan. Kedua. dan (3) keadilan. Itulah pertanian. Jangankan disinggung. ada bidang yang terlupakan. ternyata hasilnya masih belum membawa kesejahteraan bagi petani sebagai pelaku utamanya. Terlalu besar risiko yang akan ditanggung bangsa Indonesia. Walaupun sektor pertanian telah dibangun dengan susah payah. 16 Agustus lalu.Investor Daily. dan ketahanan pangan. pada saat menyebutkan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010-2014 atau prioritas nasional. melalui langkah strategis keadilan untuk semua. adalah sesuatu yang tentu sangat menyakitkan.

dengan efisiensi yang tidak terlalu tinggi. Implementasi kebijakan peningkatan produksi dan produktivitas mungkin cukup jelas dan mudah diukur dengan sekian macam intervensi yang harus dilakukan. perkebunan. tanpa diikuti stabilisasi harga di tingkat petani yang memadai. upaya peningkatan produksi tersebut belum tentu dapat memperbaiki kesejahteraan petani. pada awal masa kepemimpinannya. Namun. namun di lapangan. dan perikanan akhir-akhir ini mungkin cukup memukau Presiden SBY. Hampir seluruh daerah dan provinsi meletakkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan pada RPJM daerah. ketidakpercayaan terhadap sektor pertanian karena kompleksitas yang tinggi. Akan tetapi. alokasi anggaran. para pengambil kebijakan tentu tetap harus menyadari bahwa membangun pertanian itu memang perlu serentak dan komprehensif. pembinaan dan pemberdayaan sektor pertanian memerlukan biaya transaksi yang besar karena nyaris pada setiap tahapan kegiatan harus dilakukan pelaku atau lembaga yang berbeda. untuk mencapai satu tujuan. Pada tingkat daerah. Kompleksitas seperti ini akan selalu menjadi momok menakutkan bagi kaum elite picik yang hanyaberpikir ingin menikmati hasil kebijakan instan. misalnya peningkatan kesejahteraan petani.Kedua. karena demikian banyak pelaku yang terlibat. Laporan-laporan peningkatan produksi pangan. Justru hal sebaliknyayang amat diperlukan. Dalam bahasa ekonomi modern. hortikultura. Berbeda dengan sektor industri manufaktur dan jasa. Apalagi. dan realisasinya berbicara lain. fenomena seperti ini justru lebih mudah dijumpai.5% dari total). Presiden SBY pernah mencanangkan strategi revitalisasi pertanian sebagai mantra ajaib peningkatan produksi dan pemihakan kebijakan kepada petani dan pertanian. implementasi kebijakan untuk mewujudkan sasaran tersebut memang tidak mudah. Walaupun mereka paham secara teori. Para perumus kebijakan atau elite politik yang tidak sabar dan ingin melihat hasil instan biasanya melupakan pembinaan pertanian karena hasil kebijakan baru dinikmati sekian tahun kemudian. bahwa sektor pertanian menjadi pengganda pendapatan dan pengganda tenaga kerja. jika para tengkulak lebih berkuasa atau jika tiba-tiba harga pertanian global anjlok. Sekian macam instrumen kebijakan harus dilaksanakan secara serempak dan terintegrasi.34 juta rumah tangga petani (atau 53. . Revitalisasi Pertanian Ketiga. pertanian dianggap telah maju dan berhasil karena laporan yang menggiurkan. sekian tujuan akan tercapai. tidak cukup hanya dengan sekali pukul satu kebijakan.5 hektare atau kurang telah bertambah mencapai 9. Peningkatan produksi yang besar sekalipun masih sulit untuk mengangkat petani dari belenggu kemiskinan apabila persoalan penguasaan lahan tidak dapat dipecahkan. peternakan. Belum lagi jika ditambah dengan fakta terakhir tentang penguasaan lahan petani yang semakin menyusut Jumlah petani pangan yang hanya menguasai lahan 0. sektor pertanian memang kompleks.

kekhilafan tidak menyebutkan sektor pertanian itu hanya masalah kemasan saja. Salah satu contoh kecil yang dapat dilakukan ke depan dalam mencapai sasaran revitalisasi pertanian adalah bagaimana realisasi rencana mewujudkan 15 juta lahan pertanian pangan. strategi revitalisasi pertanian yang dicanangkan pada periode pertama dulu masih jauh dari sempurna. Belum lagi. Ketika akhir-akhir ini terdapat lonjakan harga pangan yang liar. sektor pertanian tetap tak bisa diabaikan. bukan karena ketidakpedulian atau penga-cuhan yang pasti memiliki implikasi politik jauh lebih buruk. karena bukan hanya menyangkut urusan permintaan dan penawaran pangan. jelas fondasi pertanian Indonesia masih belum stabil. pemerintah kemudian bereaksi secara panik. Demikian pula jika memperhitungkan sesuatu yang lebih rumit. seperti reforma agraria yang dicanangkan Presiden SBY pada periode pertama. Semoga saja. melainkan menyangkut kecukupan gizi dan protein penduduk Indonesia. baik karena tren permintaan yang memang tinggi dan suplai yang cenderung menurun terutama karena prakiraan bulan basah La Ninayang masih sampai November 2010. pembangunan pertanian memang belum dapat dikatakan maju dan berhasil. Apalagi kini Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.Banyak. Masih cukup banyak cara dan langkah kebijakan untuk memulihkan kepercayaan publik bahwa pemerintah betul-betul masih akan berpihak pada sektor pertanian. juga belum mampu mewujudkan konsep justice for all sebagaimana diucapkan dalam Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2010 ter-sebut. Meski menghadapi berbagai kerumitan. Terlalu naif jika masih ada yang beralasan tidak mampu menegakkan dan melaksanakan UU 41/2009 tersebut hanya karena peraturan pemerintah (PP) yang lebih operasional belum ada. J . pasar murah itu sepi peminat. daya saing bangsa di tingkat global dan sebagainya. apalagi dilupakan. dikendalikan di sini. pihak seakan terpukau dengan data fisik produksi secara makro tersebut. Pertanian tetap menjadi pengganda pendapatan dan pengganda tenaga kerja. sehingga tidak selayaknya sektor pertanian diabaikan. Dengan kata lain. seperti sistem produksi pangan yang disebutkan di atas. walaupun menurut laporan media. dan sebagainya. tanpa pernah berusaha memahami kesulitan riil petani di tingkat mikro. jika menyebutkan istilah ketahanan pangan yang jauh lebih kompleks dan berdimensi luas. ternyata kedodoran di sana. Operasi pasar murah direncanakan secara serempak di beberapa tempat. Dari sesuatu yang paling sederhana.

pelayaran dan perniagaan yang dianjurkan untuk dikembangkan oleh . karena tidak seorang pun yang dapat memenuhi sendiri berbagai kebutuhannya. Inilah awal dasar pemikiran Prinsip Spesialisasi kemudian dikembangkan oleh Adam Smith. 4. masyarakat Yunani telah menjelaskan tentang rincian petunjuk-petunjuk tentang cara-cara berekonomi. Aristoteles merupakan tokoh pemikir ulung yang sangat tajam. dan menjadi dasar analisis ilmuwan modern sebab analisisnya berpangkal dari data. maka uang menjadi mandul atau tidak produktif. kaidah-kaidah hukum. etika atau aturan-aturan moral. 2. Plato menyadari bahwa produksi merupakan basis suatu negara dan penganekaragaman (diversivikasi) pekerjaan dalam masyarakat merupakan keharusan. 3. uang hanya sebagai alat tukar-menukar saja. Inti pemikiran Xenophon adalah pertanian dipandang sebagai dasar kesejahteraan ekonomi. Ia menolak kehadiran uang dan pinjam-meminjam uang dengan bunga. melalui tukar-menukar. Misalnya dalam kitab Hammurabi dari Babilonia tahun 1700 sM. Plato hidup pada abad keempat sebelum Masehi mencerminkan pola pikir tradisi kaum ningrat. Xenophon seorang prajurit. Konsep pemikiran ekonominya didasarkan pada konsep pengelolaan rumah tangga yang baik. jika menumpuk kekayaan dengan jalan minta/mengambil riba. Sosialis dan Neoklasik Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Perintis Sosialis 1. Ia memandang rendah terhadap para pekerja kasar dan mereka yang mengejar kekayaan. Aristoteleslah yang membedakan dua macam nilai barang.Pemper pak Harris Sejarah Pemikiran Ekonomi Praklasik. sejarawan dan murid Socrates yang mengarang buku Oikonomikus (pengelolaan rumah tangga). Klasik. Konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis ditemukan terutama dalam ajaran-ajaran agama. yaitu nilai guna dan nilai tukar.

2. Kebijakan ekonomi lebih bersifat makro. Merkantilis merupakan model kebijakan ekonomi dengan campur tangan pemerintah yang dominan. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Merkantilis 1. pembagian kerja secara teknis dan pembagian kerja teritorial. konsep perbudakan dan sektor pertambangan menjadi milik bersama. THOMAS AQUINAS (1225-1274) seorang filosof dan tokoh pemikir ekonomi pada abad pertengahan. Teori kuantitas uang didasarkan pada jumlah uang yang beredar mempengaruhi tingkat bunga dan tingkat harga barang. spesialisasi dan pembagian kerja. 4. kebijakan kependudukan yang mendorong keluarga dengan banyak anak. Ke luar masuknya logam-logam mulia mempengaruhi tingkat harga di dalam negeri serta jumlah uang yang beredar. dan menjaga rencana perdagangan . Pemikiran ekonomi kaum merkantilis merupakan suatu kebijakan yang sangat melindungi industri. Pemikiran-pemikiran ekonomi lahir pada kaum merkantilis disebabkan adanya pembagian kerja yang timbul di dalam masyarakat. yang selanjutnya akan mendorong perdagangan internasional. Tetapi masalah riba. dengan menegakkan hukum Tuhan maka dalam jual-beli harus dilakukan dengan harga yang adil (just-price) sedang bunga uang adalah riba. dan kecepatan uang beredar. proteksionisme serta politik kolonial. sementara itu terjadi pembatasan-pembatasan yang terkontrol dalam kegiatan perdagangan luar negeri. dalam negeri. ditujukan dengan neraca perdagangan luar negeri yang menguntungkan . hal ini berhubungan dengan tujuan proteksi industri di dalam negeri. 3. modal patungan dalam usaha. mengemukakan tentang konsep keadilan yang dibagi dua menjadi keadilan distributife dan keadilan konvensasi. dan tingkat upah yang rendah mendorong ekspor.negara. 5. Proteksi industri yang menganjurkan persaingan dalam negeri. tetapi menganjurkan persaingan. 5. upah yang adil dan harga yang layak ini merupakan masalah yang terus-menerus diperdebatkan dalam ilmu ekonomi. kegiatan industri di dalam negeri dengan tingkat upah yang rendah.

3. Inti pemikiran utama dalam mazhab Pisiokrat adalah dituangkan dalam tabel ekonomi yang terdiri dari classe productive dari kaum petani.yang menguntungkan. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik . tokoh pemikir yang paling terkenal pada mazhab ini adalah Francois Quesnay. hal ini dilakukan dalam usaha meningkatkan peranannya dalam perdagangan internasional dan perluasan-perluasan kolonialisme. dan teori fruktifikasi. Pemikiran ekonomi kaum Pisiokrat yang menonjol dalam perkembangan ilmu ekonomi selain lingkaran arus ekonomi dalam tabel ekonomi yaitu tentang teori nilai dan harga yang terbagi menjadi tiga yaitu harga dasar barang-barang. Sumbangan pemikiran yang terbesar dalam perkembangan ilmu ekonomi adalah hukum-hukum alamiah. Sejarah Pemikiran Ekonomi Kaum Pisiokrat 1. classe des froprietaires dari kaum pemilik tanah. Sumbangan pemikiran ahli Pisiokrat lain yaitu Jaques Turgot mempunyai dua sumbangan utama terhadap pemikiran ekonomi yakni teori uang sebagai tabir. Namun demikian pemikiran ini merupakan gagasan ke arah menemukan dasar satuan perhitungan yang ia. harga penjualan dan harga yang harus dibayar konsumen. 2. tetapi dikemukakan atas transaksi barter dengan nilai alat tukar dapat berubah-ubah karena jumlahnya. Teori uang yang dikemukakannya adalah sebagai tabir uang (money is veil) dan perlunya pengenaan pajak untuk kepentingan ekonomi. Teori uang sebagai tabir yang mempersulit pengamatan fenomena ekonomi. Mazhab Pisiokrat tumbuh sebagai kritik terhadap pemikiran ekonomi Merkantilis. 4. dan menjelaskan arus lingkaran ekonomi. classe sterile atau classe stipendile yang meliputi kaum pedagang dan industriawan dan classe passieve adalah kaum pekerja.

dengan perkataan lain secara normatif. Asas pengaturan kehidupam perekonomian didasarkan pada mekanisme pasar. perhatiannya bidang logika dan etika. dan kebebasan individulah yang menjadi inti pengembangan kekayaan bangsa. Teori harga merupakan bagian sentral dari mazhab klasik. dan mengajarkan bahwa proses produksi dan pembagian pendapatan ditentukan oleh mekanisme pasar. kaum klasik mendasarkan diri pada tindakantindakan rasional. dan dengan keseimbangan yang bersifat otomatis. 2. inisiatif dan perusahaan orang-perorangan. pemikiran pesimistik dan individu serta negara. Politik ekonomi kaum klasik merupakan politik ekonomi laissez faire. prinsipil tidak berbeda dengan filsafat mazhab pisiokrat. Ia sering bertukar pikiran dengan Quesnay dan Turgot dan Voltaire. Ruang lingkup pemikiran ekonomi klasik meliputi kemerdekaan alamiah. guru besar dalam ilmu falsafah di Universitas Edinburgh. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik Adam Smith (1723-1790) 1. yang kemudian semakin diarahkan kepada masalah-masalah ekonomi. Filsafat kaum klasik mengenai masyarakat. 3. . Dan dengan melalui mekanisme permintaan dan penawaran itu akan menuju kepada suatu keseimbangan (equilibrium). Landasan kepentingan pribadi dan kemerdekaan alamiah. Adam Smith adalah seorang pemikir besar dan ilmuwan kelahiran Kirkaldy Skotlandia tahun 1723. Kaum klasik juga memandang ilmu ekonomi dalam arti luas. dan bertolak dari suatu metode alamiah. Politik ini menunjukkan diri dalam tindakan-tindakan yang dilakukan oleh mazhab klasik. di mana masyarakat senantiasa secara otomatis akan mencapai keseimbangan pada tingkat full employment. mengritik pemikiran ekonomi sebelumnya. 4. Jadi dalam susunan kehidupan ekonomi yang didasarkan atas milik perseorangan. dengan demikian politik ekonomi klasik pada prinsip laissez faire.1.

Ongkos produksi menentukan harga relatif barang. dan lahan lama-kelamaan menjadi kurang subur. Say memperbaiki sistem Adam Smith dengan cara yang lebih sistematis serta logis. 4. tenaga kerja. Pertambahan penduduk berarti meningkatkan tenaga kerja. pemerintah bertugas melindungi rakyat. laba bagi pemilik modal dan sewa untuk tuan tanah. Malthus dan David Ricardo 1. Tingkat sewa tanah akan meningkat. Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik: J. yakni harga alamiah dan harga pasar dalam jangka panjang harga pasar akan cenderung menyamai harga alamiah. dalam hal ini meningkatkan permintaan dan perluasan pasar. menegakkan keadilan dan menyiapkan sarana dan prasarana kelembagaan umum. Karya Say yaitu theorie des debouchees (teori tentang pasar dan pemasaran) dan dikenal sebagai Hukum Say (Say’s Law) yaitu .B. keterampilan dan modal. Barang mempunyai nilai guna dan nilai tukar. sehingga tercipta dua macam harga. 3. Jean Batiste Say adalah seorang pakar ekonomi kelahiran Perancis yang berasal dari keluarga saudagar dan menjadi pendukung pemikiran Adam Smith. Teori nilai yang digunakan Adam Smith adalah teori biaya produksi. Adam Smith adalah pakar utama dan pelopor dalam mazhab Klasik. dengan asumsi berlaku dana upah. Pembagian kerja akan mengembangkan spesialisasi. Sumber kekayaan bangsa adalah lahan. dan dengan teori tersebut timbul konsep paradoks tentang nilai. Say. Karya besar yang disebut di atas lazim dianggap sebagai buku standar yang pertama di bidang pemikiran ekonomi gagasannya adalah sistem ekonomi yang mengoperasionalkan dasar-dasar ekonomi persaingan bebas yang diatur oleh invisible hand. Dengan demikian. Smith berpendapat bahwa pembagian kerja sangat berguna dalam usaha meningkatkan produktivitas. walaupun semula menggunakan teori nilai tenaga kerja. timbul persoalan pembagian pendapatan yakni upah untuk pekerja. sedangkan tingkat upah menurun.2. sedangkan persaingan tingkat laba menurun yang akhirnya mencapai kegiatan ekonomi yang stationer.

Teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat kelompok permasalahan yaitu: teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah. 2. tempat ia menyelesaikan pelajaran dalam ilmu matematika dan ilmu sejarah klasik. Ia sangat terkenal karena kecermatan berpikir. pembagian kerja. Pemikiran yang dibahas adalah tentang teori nilai. Bagian yang paling penting dalam pola dasar pemikiran Malthus dan kerangka analisisnya ialah menyangkut teori tentang sewa tanah dan teori tentang penduduk dengan bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of Population. PEMIKIRAN EKONOMI MAZHAB SOSIALIS Sejarah Pemikiran Mazhab Sosialis dan Kritik terhadap Pemikiran Ekonomi Klasik 1. teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi. Kritik yang dikemukakan oleh mazhab sosialis berhubungan dengan doktrin laissez faire dengan pengendalian tangan tak kentara (invisible hand) dan intervensi pemerintah. Ricardo adalah seorang Pemikir yang paling menonjol di antara segenap pakar Mazhab Klasik. 3. Malthus adalah alumnus dari University of Cambridge. Thomas Robert Malthus dilahirkan tahun 1766 di Inggris. . Kelahiran yang tidak terkontrol menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan bahan makanan bertambah secara deret hitung. begitu juga pengangguran total tidak akan terjadi. teori perdagangan internasional dan. metode pendekatannya hampir seluruhnya deduktif. Dan pendekatannya teoretis deduktif.supply creats its oven demand tiap penawaran akan menciptakan permintaanya sendiri. teori kependudukan. Malthus diangkat menjadi Profesor of History and Political Economy di East India College. pemikirannya didasarkan atas hipotesis yang dijadikan kerangka acuannya untuk mengkaji berbagai permasalahan menurut pendekatan logika. Malthus adalah seorang ilmuwan di bidang teologi yang kemudian memusatkan perhatiannya kepada masalah-masalah ekonomi dalam perkembangan masyarakat. Inggris. dan the law of deminishing return. teori bunga dan laba. Yang mungkin terjadi menurut Say ialah kelebihan produksi yang sifatnya sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi). teori sewa tanah. Menurut Say dalam perekonomian bebas atau liberal tidak akan terjadi “produksi berlebihan” (over production) yang sifatnya menyeluruh. sepuluh tahun sebelum Adam Smith menerbitkan The Wealth of Nations dan meninggal tahun 1834. teori tentang nilai dan harga. Teori Malthus pada dasarnya sederhana saja. David Ricardo telah mengembangkan pemikiran-pemikiran Adam Smith secara lebih terjabar dan juga lebih sistematis.

dengan pemikiran yang eklektiknya. Sumbangan yang paling besar Mill adalah metode ilmu ekonomi yang bersifat deduktif dan bersama dengan metode induktif. Muller berpendapat bahwa pembagian kerja telah membawa pekerjaan ke dalam perbudakan dan tenaga kerja menjadi mesin. Dalam era inilah pemikiran Mill dituangkan dalam bukunya yang berjudul Principle of Political Economy. juga memperkenalkan human capital investment yaitu keterampilan. Sismonde. dan kritiknya karena asumsi bahwa negaralah yang berhak untuk mengatur kekayaan bangsa. Carey berpendapat pertambahan modal lebih cepat dari pertambahan penduduk. politik dan ilmu sosial. sedangkan Bastiat bahwa faktor-faktor yang menentukan nilai barang adalah besarnya tenaga kerja yang dikorbankan pada pembuatan barang. Lauderdale mengajukan kritik bahwa nilai barang ditentukan oleh kelangkaan dan permintaan. List dan Bastiat. Carey. di samping itu pembahasannya tentang teori nilai tidak melihat dari biaya produksi. bebannya sangat berat dalam mempelajari falsafah. Para pengritik mazhab klasik terutama dari Lauderdale. sebab sangat tergantung pada kemauan manusia dan kesempatan kerja. 6. tetapi telah menggunakan sisi permintaan melalui teori elastisitas. teori dana upah mendapat tantangan. 4. Pemikiran List bukan pembagian kerja yang paling penting tetapi mengetahui dan menggunakan kekuatan-kekuatan produktif dalam usaha meningkatkan kekayaan bangsa. dasar sistem ekonomi klasik adalah laissez faire. Demikian juga Carey melihat tentang teori nilai dari segi teori biaya reproduksi. Malthus dan Ricardo. dipelajari oleh Mill. Pemikiran John Stuart Mill banyak dipengaruhi oleh Jeremy Bentam yang beraliran falsafah utilitarian. sedangkan Muller dan List melihat bahwa nilai barang ditentukan juga tidak hanya oleh modal fisik. dan kawin yang selalu dikaitkan dengan kemampuan ekonomi. . Sismonde berpendapat bahwa pembagian kerja skala produksi menjadi semakin besar dan tidak dapat dikendalikan sehingga terjadi kelebihan produksi. Sementara itu pemikiran ekonomi sosialis mulai berkembang. Karena hipotesisnya belum didukung dengan data empirik. Kritik terhadap ekonomi klasik terutama pada Smith. kecuali telah diolah manusia. hukum lahan yang semakin berkurang. Sismonde mengajukan keberatan terhadap teori kependudukan Malthus. Mill menjelaskan bahwa hukum yang mengatur produksi lain dengan hukum distribusi pendapatan. tetapi juga oleh modal spiritual dan modal mental. kerajinan dan moral tenaga kerja dalam meningkatkan produktivitas. aspek mesin tidak selalu mempunyai keuntungan dalam meningkatkan kekayaan bangsa. menurut beliau hal-hal yang menjadi karunia alam tidak mempunyai nilai. hipotesis kependudukan Malthus. Mesin mempunyai fungsi untuk menggantikan tenaga kerja manusia. 5.2. dan tidak mungkin dapat dikendalikan dengan cara-cara yang dikemukakan Malthus. yang menjadikan mental breakdown. 3.

sedangkan jumlahnya makin sedikit. 4. 2. Timbullah perusahaan- . Saint Simon (1760-1825). pertama pemikirannya tentang proses akumulasi dan konsentrasi.. Louis Blanc mengusahakan agar didirikan ateliers sociesux yakni pabrik-pabrik yang dihimpun negara. berasal dari kalangan usahawan besar di Jerman.Ekonomi Mazhab Sosialis Utopis 1. Nalurinya tergugah oleh apa yang diamatinya dan disaksikannya sendiri mengenai kehidupan masyarakat dalam lingkungan kawasan industri di Jerman dan di Inggris. Karl Marx dilahirkan di Treves Jerman dan seorang keturunan Yahudi. ketiga teori tentang tingkat laba yang cenderung menurun. James Harrington. dari Perancis bukunya The New Christianity dan Charles Fourier (1772-1837) bercita-cita menciptakan tata dunia baru yang lebih baik bukan dengan kotbah tetapi dengan model percontohan. Dalam masa studinya ia banyak dipengaruhi oleh Friedrich Hegel seorang Filosof Besar Jerman bidang falsafah murni. Ekonomi Mazhab Sosialis Ilmiah 1. Francis Bacon. Ia seorang ilmuwan dan pemikir besar bidang filosof serta Pemimpin Sosialisme Modern. 3. Oliver Cromwell. Perkataan Utopis berasal dari judul buku Thomas More dalam tahun 1516 Tentang Keadaan Negara yang Sempurna dan Pulau Baru yang Utopis. 2. kedua teori tentang proses kesengsaraan/pemiskinan yang meluas (die verelendung atau increasing misery). 3. Friedrich Engels. Dari pandangan pemikiran yang revolusioner Karl Marx dan Enggel pemikiran ini biasa disebut kaum sosialis ilmiah dan ada yang tetap mempertahankan dengan cara-cara yang bersifat ideal dan terlepas dari kekuasaan politik disebut sosialis utopis dengan dipelopori oleh Thomas More. Gerard Winstanley. keluarganya memiliki sejumlah perusahaan industri tekstil di Jerman maupun di Inggris. Pierre Joseph Proudhom (1809-1865 ) Beliau yakin akan asas persamaan dan lama sekali tidak setuju dengan hak milik pribadi terhadap perusahaan. dan Thomas Campanella (1623) dalam bukunya Negara Matahari (Civitas Solis). Thomas Campanella. Sejak usia muda Engels menaruh minat terhadap ilmu falsafah dan ilmu pengetahuan masyarakat. Perusahaan-perusahaan besar bersaing dengan perusahan kecil maka perusahaan kecil akan kalah dalam persaingan dan kemudian perusahaan kecil lenyap. Engels bertemu dengan Marx tahun 1840 di Paris. sewaktu Marx hidup dalam pembuangan. Ia belajar di Universitas Bonn kemudian di Universitas Berlin di Jerman dan memperoleh sarjana bidang Filsafat. Menurut teori konsentrasi perusahaan-perusahaan makin lama makin besar. Teori tentang perkembangan ekonomi menurut Marx sebenarnya dapat dibagi menjadi tiga bagian. Francis Bacon dalam bukunya Nova Atlantis (1623).

perusahaan raksasa. menurut dia nilai suatu barang ditentukan oleh tingkat kepuasan terendah yang dapat dipenuhinya. tenaga kerja. Sejauhmana proses akumulasi yang dimaksud di atas bisa berjalan tergantung dari a) tingkat nilai surplus. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang baru dalam teori ekonomi. b) tingkat produktivitas tenaga kerja. Dalam sistem itu terjadi keterkaitan antara berbagai aktivitas ekonomi seperti teori produksi. Asumsi yang digunakan Walras adalah persaingan sempurna. bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatannya untuk berbagai jenis barang yang diperlukannya. Dengan teori orde barang ini maka tercakup sekaligus teori distribusi. 2. Hal ini dapat terjadi karena pemikiran generasi . 3. sedangkan teknologi produksi dan selera konsumen tetap. Para pengusaha kecil dan golongan menengah menjadi orang miskin. Selain Gossen. dan c) perimbangan bagian nilai surplus untuk konsumsi terhadap bagian yang disalurkan sebagai tambahan modal. sedangkan Hukum Gossen II. Dasar pemikiran mazhab neoklasik pada generasi kedua lebih akurasi dan tajam karena bila dibandingkan dengan pemikiran ekonomi pada kelompok generasi pertama neoklasik. Sedangkan Menger menjelaskan teori nilai dari orde berbagai jenis barang. Hukum Gossen I menjelaskan hubungan kuantitas barang yang dikonsumsi dan tingkat kepuasan yang diperoleh. Dan perbedaan preferences yang menimbulkan perbedaan harga. Teori nilai tidak lagi didasarkan pada nilai tenaga kerja atau biaya produksi tetapi telah beralih pada kepuasan marjinal (marginal utility). dia telah memberikan sumbangan dalam pemikiran ekonomi yang kemudian disebut sebagai Hukum Gossen I dan II. Jevons berpendapat bahwa perilaku individulah yang berperan dalam menentukan nilai barang. jumlah modal. Sedangkan teori akumulasi menyatakan bahwa para pengusaha raksasa semakin lama semakin kaya dan menumpuk kekayaan yang terkonsentrasi pada beberapa orang. Salah satu pendiri mazhab neoklasik yaitu Gossen. Jevons dan Menger juga mengembangkan teori nilai dari kepuasan marjinal. konsumsi dan distribusi. PEMIKIRAN EKONOMI NEOKLASIK Perintis Analisis Marjinal 1. Jika terjadi perubahan pada salah satu asumsi ini maka terjadi perubahan yang berkaitan dengan seluruh aktivitas ekonomi Teori Produktivitas Marjinal 1. Pemikiran yang sangat mengagumkan yang disusun oleh Walras tentang teori keseimbangan umum melalui empat sistem persamaan yang serempak. 5. dan para pengusaha kecil akhirnya jatuh miskin dan pengusaha kecil yang berdiri sendiri menjadi proletariat. dan lahan terbatas. Mazhab neoklasik telah mengubah pandangan tentang ekonomi baik dalam teori maupun dalam metodologinya.

ibarat bekerjanya dua mata gunting.kedua menjabarkan lebih lanjut perilaku variabel-variabel ekonomi yang sudah dibahas sebelumnya. sedangkan untuk memperhitungkan unsur waktu ke dalam . pada fungsi produksi berlaku asumsi constant return to scale. sebenarnya pada fungsi produksi terjadi proses increasing returns.B. pada kurva produksi terjadi keadaan decreasing returns. yang dipengaruhi oleh kekuatan subjektif dan objektif. dan pada saat kurva ongkos naik. 4. apakah setiap pekerja mendapat upah sama dengan PPMt nya? 3. karena itu timbullah bunga. Sumbangan yang paling terkenal dari pemikiran Marshall dalam teori nilai merupakan sitetis antara pemikiran pemula dari marjinalis dan pemikiran Klasik. Clark dapat menjadi sumber inspirasi dari perkembangan ilmu ekonomi dalam menjelaskan teori distribusi fungsional. Fisher memberi sumbangan pula pada tingkat bunga. Penggunaan pendekatan matematis dalam analisis ekonomi terutama dalam fungsi produksi semakin teknis. Hal ini dikaitkan pula dengan bentuk kurva ongkos rata-rata. Hal ini merupakan sumbangan besar dalam pembahasan ongkos perusahaan dan industri. Kontroversi ini pun timbul dari pandangan J. yang secara langsung membantah teori eksploitasi. dan dengan penggunaan asumsi-asumsi yang dialaminya juga bertambah seperti dalam kondisi skala tetap. analisis ongkos produksi merupakan pendukung sisi penawaran dan teori kepuasan marjinal sebagai inti pembahasan permintaan. Pertentangan pemikiran antara para ahli neoklasik seperti J. Selanjutnya. Tetapi masalahnya. bekerjanya kedua kekuatan. Bohm Bawerk memberikan adanya premium atau agio. Fisher melihat dari arus pendapatan masa depan perlu dinilai sekarang. Lingkupan telah berkembang dari produksi. Dengan teori produktivitas marjinal upah tenaga kerja. maka digunakannya asumsi ceteris paribus. meningkat atau menurun. Clark mempunyai pendapat bahwa barang-barang sekarang mempunyai nilai lebih tinggi daripada masa depan. konsumsi. Tetapi. bunga juga dipengaruhi oleh produktivitas melalui keunggulan teknik. Dengan demikian. 2. dan distribusi yang lebih umum beralih pada penjelasan yang lebih tajam. oleh Wicksell.B Clark mempunyai nilai etik. Pemikiran Marshall sebagai Bapak Ekonomi Neoklasik 1. Untuk memudahkan pembahasan keseimbangan parsial. Pada saat kurva ongkos ratarata menurun. yakni permintaan dan penawaran. Tetapi.B. ditafsirkan oleh J. Menurutnya. Fisher menjelaskan pula terjadinya bunga melalui permintaan dan penawaran terhadap tabungan dan investasi. Tingkat bunga merupakan marginal rate of return over cost. Pemikiran lain yang menjadi sumber kontroversi seperti pandangan Bohm Bawerk telah menimbulkan kontroversi pula tentang hubungan antara modal dan bunga. Clark. laba serta lahan dan bunga ditetapkan dengan objektif dan adil. karena kebutuhan sekarang lebih tinggi daripada masa datang. pada saat ongkos rata-rata sampai pada titik minimum.

pajak juga dapat digunakan untuk subsidi. jangka pendek. sehingga ditemukan Giffen Paradox. terutama bagi industri-industri yang struktur ongkosnya telah meningkat. Marshall menjelaskan pula mengapa kurva ongkos total rata-rata menurun dan meningkat. dan jangka panjang. Mekanisme permintaan dan penawaran dapat mendatangkan ketidakstabilan. maka pasar diklasifikasikan ke dalam jangka sangat pendek. maka kesejahteraannya tidak menurun. tetapi jika berubah harga menjadi independen. 4. Mazhab Institusionalisme 1. Keadaan tidak stabil itu terjadi jika kurva penawaran berjalan dari kiri-atas ke kanan-bawah. dia tidak mau cepatcepat menerbitkan bukunya. tetapi karena orangnya sangat teliti dan modes. ilmu ekonomi menurut Veblen jauh . maka keadaan menjadi tidak stabil. terjadi kestabilan. Tetapi. maka Veblen tidak puas terhadap gambaran teoretis tentang perilaku individu dan masyarakat dalam pemikiran ekonomi ortodoks. Dengan demikian. Pengertian ini dikaitkan pula dengan welfare economics. Selama pajak yang dikenakan pada konsumen lebih kecil daripada surplusnya itu. karena setiap usaha yang dilakukan untuk kembali ke posisi seimbang ternyata membuat tingkat harga dan jumlah barang menjauhi titik keseimbangan. Pembahasannya tentang kepuasan marjinal telah mulai sebelum 1870. 5. Tetapi. Jika variabel kuantitas independen. Bahwa konsumen keseluruhan mengeluarkan uang belanja lebih kecil daripada kemampuannya membeli. Nilai koefisien ini dapat sama dengan satu. yakni aspek barang-barang pengganti dan efek pendapatan. Marshall menemukan surplus konsumen. Dalam membahas kepuasan marjinal terselip asumsi lain. 3. Marshall telah menghitung koefisien barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga secara relatif. lebih besar dan lebih kecil dari satu. sebelum buku Jevons terbit. Peranan substitusi kemudian diselesaikan oleh Slurtky. ada dua masalah yang belum mendapat penyelesaian dalam hal sisi permintaan. maka catatan-catatan matematikanya diletakkan pada bagian catatan kaki dan pada lampiran bukunya. yakni kepuasan marjinal uang yang tetap. Hal ini berkaitan dengan faktor internal dan eksternal perusahaan atau industri. Dia memahami. Robert Giffen telah dapat membantu penyelesaian kaitan konsumsi dan pendapatan dengan permintaannya terhadap barang-barang. Jika itu terjadi maka terjadi surplus konsumen. bahwa untuk memudahkan pembaca. Dalam pembahasan sisi permintaan. Inti pemikiran Veblen dapat dinyatakan dalam beberapa kenyataan ekonomi yang terlihat dalam perilaku individu dan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh motivasi ekonomi tetapi juga karena motivasi lain (seperti motivasi sosial dan kejiwaan). Pemikiran Alfred Marshall mahir dalam menggunakan peralatan matematika ke dalam analisis ekonomi.2. analisisnya.

Commons seorang pelopor ajaran ekonomi kelembagaan di Universitas Wisconsin.lebih luas daripada yang ditemukan dalam pandangan ahli-ahli ekonomi ortodoks. Konflik-konflik yang terjadi bukan lagi antara tenaga kerja dan pemilik modal. andaian-andaian. penyempurnaan struktur dan fungsi pendidikan di kampusnya. Selanjutnya pandangan Veblen pada tahap awal sukar dipahami oleh ahliahli ekonomi. seperti teori konsumsi. karena itu dia tidak pernah menggunakannya sebagai teori dalam penelitian. 2. Namun demikian. membawa akibat perluasan dan perubahan dalam metodologi. sosial dan politik dalam pembahasannya. yang banyak terjadi adalah monopoli. Veblen melihat pengkajian ilmu ekonomi dari berbagai aspek ilmu sosial sehingga diperlukan interdisiplin. 4. tetapi antara bisnismen dengan para teknisi. Siklus-bisnis terdiri beberapa tahap. perilaku bisnis. andaian-andaian laba maksimal. 3. statik. Fluktuasi kegiatan ekonomi dapat diamati dari keputusan-keputusan pengusaha. Pandangannya terhadap ekonomi ortodoks adalah penolakannya pada lingkungan ekonomi yang sempit. Revolusi perkembangan pemikiran yang dikemukakan Veblen yaitu dengan memperluas lingkup pengkajian ilmu ekonomi. pandangan Veblen mendapat kritik. Mitchell berkeberatan terhadap asumsi-asumsi. pemulihan dan masa-masa makmur (boom). hukum. . tetapi sebagai seorang sociologist. dan perilaku variabelvariabel ekonomi. Oleh karena itu tidak semua pandangan Veblen disetujuinya. Dia lebih menekankan penelitian empirik dan menjelaskan data dengan deskriptif. John R. Pandangan pemikiran Veblen yang utama bahwa teori-teori ekonomi ortodoks. Karena dunia bisnis telah dikuasai oleh mesin. 2. Commons mencoba untuk melakukan perubahan sosial. tetapi harga ditetapkan lebih tinggi. logika yang abstrak ekonomi ortodoks. Pendekatan sejarah. bukan persaingan harga. Oleh karena itu pula Veblen mendapat tuduhan bukan sebagai seorang pemikir ekonomi. bahkan di samping pemikiran ekonomi ortodoks. dan banyak memberikan sumbangan dalam ekonomi perburuhan. Tindakan Kolektif dan Surplus yang tidak Produktif 1. persaingan sempurna ditolaknya. sejarah. Persaingan sempurna hampir tidak terjadi. maka peranan teknisilah yang menentukan proses produksi. pandangan-pandangannya telah mendorong berkembangnya aliran ekonomi kelembagaan Amerika Serikat. karena dia menggunakan istilah-istilah yang datang dari disiplin lain. reaksi-reaksi pengusaha terhadap perubahan laba. Muridmuridnya melanjutkan dan melakukan pengembangan terhadap pemikiranpemikirannya. dengan mempelajari sebab-sebab yang menjadi kumulatif secara evolusioner digunakannya dalam analisis siklus bisnis. dan mencoba memasukkan segisegi kejiwaan. depresi. yakni resesi. Mitchell seorang ilmuwan sejati yang tidak terpengaruh oleh pemikiran lain ia mempunyai pandangan sendiri.

2. Pemikiran yang paling menonjol dari Schumpeter tentang pembahasan ekonomi jangka panjang terlihat dalam analisisnya baik mengenai terjadinya inovasi komoditi baru. dan semua sektor. dan transaksi distribusi. Adanya ekonomi normatif dan positif tidak disetujuinya. Invensi dan inovasi merupakan kreativitas yang bersifat destruktif. dan perencanaan itu meliputi segala aspek. recovery. tetapi bukan hubungan pertukaran. Inovasi akan terhenti kalau kapten industri (wiraswasta) telah terlihat dengan persoalan-persoalan rutin. depresi. tetapi ekonomi tetap tumbuh. 3. hukum dan kejiwaan. adat. yakni ekonomi. Pemikiran Gunnar Myrdal seorang ekonomi Swedia yang terbesar dewasa ini tertarik dengan pengkajian sosiologi. dan meningkatkan pendapatan pekerja dan peningkatan produktivitas.A. Hobson tentang kritiknya terhadap ekonomi ortodok. karena terjadi under consumption dan over saving di dalam negeri. oleh karena teori itu terlalu sempit. yakni tidak dapat menyelesaikan masalah full employment yang dijanjikan teori ekonomi ortodoks. maka diperlukan penanaman modal ke daerah-daerah baru. Dengan semakin meratanya pembagian pendapatan akan mendorong peningkatan produktivitas. Alat . dan pasar bukanlah ukuran terbaik untuk menentukan ongkos sosial. oleh karena keduanya mengandung unsur etika. hipotesis tentang timbulnya imperialisme. Perencanaan ekonomi di negeri-negeri yang sedang berkembang akan mengarahkan pembangunan yang jelas. Dalam transaksi tersebut. yakni transaksi pengalihan hak milik kekayaan. Dalam pasar ekonomi ortodoks terjadi pertukaran. Dia membagi tiga macam transaksi dalam pasar.Teori harga dalam ekonomi ortodoks hanya berlaku dalam kondisi-kondisi khusus. Inovasi. dan akan terhindarlah ekonomi dari resesi. Pandangan pemikiran J. kesehatan. Penemuan hari ini dapat dihancurkan oleh penemuan esok. transaksi kepemimpinan. Dalam mengatasi persoalan-persoalan itu tidak dapat hanya dengan teoriteori ekonomi ortodoks. Keseimbangan ekonomi yang statik dan stasioner itu mengalami gangguan dengan adanya inovasi. Drama Asia dan Kapitalisme Amerika 1. meningkatnya konsumsi. maupun dalam menjelaskan terjadinya siklus-bisnis. tetapi dia memasukkan aspek dinamik dengan mengkaji terjadinya fluktuasi bisnis. Pengeluaran pemerintah dan pajak dapat mendorong ekonomi ke arah full employment. Walaupun Schumpeter menggunakan andaian-andaian ekonomi ortodoks. pendidikan. Dia mempelajari sebab-sebab terjadinya kemiskinan di negeri-negeri maju dan yang sedang berkembang. yaitu ada tiga kelemahan teori ekonomi ortodoks yang ditemukannya. distribusi pendapatan yang senjang. kependudukan. dan boom. namun gangguan itu berusaha mencari keseimbangan baru. melibatkan aspek-aspek kebiasaan. Pembayaran terhadap faktor-faktor produksi dapat ditentukan atas kebutuhan cukup untuk meningkatkan produktivitas dan dengan memberikan kelebihan yang tidak produktif. di mana terjadi resesi.

Perusahaan ini menentukan selera konsumen.analisisnya seperti yang dilakukan oleh Mitchell. dan kualitas barang-barang swasta tidak dapat diimbangi oleh barang-barang dan jasa publik. sosial dan kejiwaan dapat berhimpun menjadi sebab kejadian yang merugikan atau yang menguntungkan pembangunan. Sumber Buku Sejarah Teori-teori Ekonomi Karya Disman . 3. Jadi. dan para manajer ini telah menjadi technostructure masyarakat. Andaian-andaian ekonomi ortodoks menurut Galbraith ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya. pasar telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar. John Keyneth Galbraith menjelaskan perkembangan ekonomi kapitalis di AS. pemerintah. dan lembaga-lembaga konsumen. yang tidak sesuai dengan ramalan-ramalan yang bersifat manipulatif dari teori ekonomi ortodoks. ekonomi. Kekuasaan konsumen telah tidak berarti sehingga timbul dependent-effect pemilik modal telah terpisah dengan para manajer yang profesional. untuk menjamin kelanjutan kekuasaan perusahaan. Konsumsi masyarakat telah menjadi tinggi. tetapi sebaliknya terjadi pencemaran lingkungan.perusahaan ini. Namun demikian. Kekuatan-kekuatan perusahaan besar dikontrol oleh kekuatan pengimbang seperti kekuatan buruh. yakni sebab-musabab yang bersifat kumulatif. mereka meminta pemerintah untuk menstabilkannya. Tidak ada lagi persaingan sempurna. kekuatan-kekuatan politik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful