PAK dalam Perjanjian Lama

LATAR BELAKANG PL: BANGSA, AGAMA DAN BUDAYA YAHUDI
A. Bangsa Yahudi

Bangsa yang penuh misteri, kecil tapi kuat, sedikit tapi menyebar ke seluruh dunia, menyebar tapi kemurniannya terjaga, kadang tidak bertanah air dan tak punya raja, tapi selalu menonjol dan memberi pengaruh kuat kepada dunia. Dianiaya, tapi bertahan bahkan berkelimpahan. Bangsa yang memiliki identitas yang kuat. B. Agama Yahudi Penganut agama Yudaisme yang mementingkan ketaatan kepada Hukum Agama agar dijalankan dengan penuh ketekunan. Kemurnian pengajarannya dijaga dari generasi ke generasi berikutnya untuk memberi dasar yang teguh bagi setiap tingkah laku dan tindakan. Hukum agama sering diaplikasikan secara harafiah. C. Budaya Yahudi Yang paling mengesankan dalam budaya Yahudi adalah perhatiannya pada pendidikan. Pendidikan menjadi bagian yang paling utama dan terpenting dalam budaya Yahudi. Semua bidang budaya diarahkan untuk menjadi tempat dimana mereka mendidik generasi muda, yang kelak akan memberi pengaruh yang besar. Obyek utama dalam pendidikan mereka adalah mempelajari Hukum Taurat. PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PERJANJIAN LAMA A. Prinsip-prinsip yang Dipegang oleh Bangsa Yahudi 1. Seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah. Kej. 1:1 -- Segala sesuatu telah dijadikan oleh Allah dengan tujuan supaya manusia mengenal Allah dan berhubungan dengan-Nya. Cara Allah menyatakan diri adalah dengan: - Wahyu : Supaya orang menyadari dan mengakui keberadaan Allah Umum melalui alam, sejarah, hati nurani manusia. - Wahyu : Supaya manusia menerima keselamatan dari Allah. Allah Khusus berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. 2. Menurut konsep Yahudi tidak ada perbedaan nilai antara duniawi dan rohani, semuanya ada dalam wilayah Tuhan. Itu sebabnya orang Yahudi percaya bahwa "seluruh hidup adalah suci". 3. Pendidikan berpusatkan pada Allah. Fokus utama dalam pendidikan Yahudi adalah: Yehova (Hab. 2:10 -kegagalan campur tangan Allah adalah kegagalan bangsa.) Bagi anak Yahudi tidak ada buku lain yang memiliki keharusan untuk dipelajari selain Alkitab (Taurat) untuk menjadi pegangan dan pelajaran tentang Allah dan karya-Nya 4. Pendidikan adalah kegiatan utama dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Kitab Talmud dikatakan kalau ingin menghancurkan bangsa Yahudi, kita harus membinasakan guru-gurunya. Bangsa Yahudi adalah bangsa pertama yang memiliki sistem pendidikan Nasional (Ula. 6:4-9) Pendidikan mereka tidak hanya secara teori, tetapi menjadi kegiatan sehari-hari dalam cara hidup dan keagamaannya. Contoh: Kitab Imamat yang mengajarkan semua tata cara hidup dan beragama.

B. Tempat Pendidikan Anak Bangsa Yahudi

Pendidikan anak Yahudi bermula di rumah. Berpangkal dari peranan seorang ibu Yahudi. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya, khususnya ketika masih balita. Jauh- jauh hari sebelum anak berhubungan dengan dunia luar, anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dari ibunya sehingga sesudah menginjak usia remaja/pemuda ia sudah mempunyai dasar yang benar. Contoh: Melalui cerita-cerita sejarah bangsa dan hari-hari peringatan/besar. PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT ULANGAN 6:4-9 Ulangan 6:4-9 menjadi pusat pengajaran pendidikan agama Kristen. Kitab-kitab lain yang membahas tentang pendidikan bersumber dari kitab Ulangan ini.
1. Ayat 4 ("Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa!")

Ayat ini disebut "Shema" atau pengakuan iman orang Yahudi (agama Yudaisme) yang artinya "Dengarlah". Yesus menyebut ayat ini sebagai hukum yang pertama -prinsip iman dan ketaatan. Memberikan konsep Allah yang paling akurat, jelas dan pendek Tuhan adalah unik, lain dengan yang lain. Dia Allah yang hidup, yang benar dan yang sempurna. Tidak ada Allah yang lain, hanya satu Allah saja. Ayat 4 ini bersamaan dengan ayat 5 diucapkan sedikitnya dua kali sehari oleh orang Yahudi dewasa laki-laki. Ayat ini diucapkan bersamaan dengan Ula. 11:13-21 dan Bil. 15:37-41. 2. Ayat 5 ("Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.") Kasih harus menjadi motif setiap hubungan manusia dengan Tuhan. Kasih disebutkan pertama karena disanalah terletak pikiran, emosi, dan kehendak manusia. Tugas yang Tuhan berikan untuk manusia lakukan adalah kasihilah Allah Tuhanmu. Musa mengajarkan Israel untuk takut, tapi kasih lebih dalam dari takut. o Mengasihi Tuhan artinya memilih Dia untuk suatu hubungan intim dan dengan senang hati menaati perintah-perintah-Nya. o Mengasihi dengan hati yang tulus, bukan hanya di mulut tapi juga dalam tindakan. o Mengasihi dengan seluruh kekuatan, memiliki semuanya. o Mengasihi dengan kasih yang terbaik, tidak ada yang melebihi kasih kita kepada Dia, sehingga kita takluk kepada Dia. o Mengasihi dengan seluruh akal budi/pengertian, karena kita kenal Dia maka kita mengasihi dan mentaati perintah-Nya. 3. Ayat 6 ("Apa yang Kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan.") Perintah Tuhan bukanlah untuk didengar dengan telinga saja, tapi juga dengan hati yang taat. Sebelum bertindak pikirkanlah lebih dahulu perintah Tuhan, maka hidupmu akan selamat. 4. Ayat 7 ("Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang "kepada anakmu" membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau bangun.") Mereka yang mengasihi Allah, mengasihi Firman-Nya dan melakukannya dengan meditasi, bertanggung jawab untuk merenungkannya dan menyimpannya dalam hati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua mempunyai tugas

untuk mengajarkan Firman-Nya kepada anak-anak dengan didikan dan harus dimulai sejak dini dan berulang-ulang. Ayat 7 ini dipakai sebagai fondasi kurikulum pendidikan Kristen. 5. Ayat 8-9 ("Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.") Tulisan hukum-hukum belum menjadi milik umum, namun demikian, Allah menghendaki mereka melakukannya, supaya mereka terbiasa bergaul dengan hukum Allah. Orang Yahudi mengerti perintah ini dan melakukannya secara harafiah. Mereka mengenal 3 tanda-tanda untuk mengingat hukum Allah: a. Zizth : Dipakai/dipasang pada ujung jubah Iman (Bil. 15:37-41) b. Mezna : Kotak kecil yang berisi Ul 6:4-9 diletakkan di sebelah kanan pintu c. Tephillin : Dua kotak kecil berbentuk kubus masing-masing dari kertas perkamen yang ditulis dengan tangan secara khusus berisi 4 ayat yaitu, Keluaran 13:1-10, Keluaran 13:11-16, Ulangan 6:4-9, dan Ulangan 11:18-21. Satu diikatkan di tangan kiri dan satu di dahi. Tanda-tanda ini dipakai pada saat sembahyang di luar hari Sabat. Tanda-tanda ini sangat indah sebagai peringatan akan kehadiran Allah di rumah dan akhirnya dipraktekkan untuk mengusir setan. Tanda-tanda simbolik ini dibuat supaya penekanan pemahaman ayat itu menjadi nyata sehingga pengajaran itu akan berlangsung terus- menerus. Sumber:  Silabus PAK Anak, Dra. Yulia Oeniyati, Th.M., http://www.sabda.org/pepak/pustaka/050836/.
PERJANJIAN LAMA DALAM PAK

Menjadi sebuah hal yang menarik adalah ketika muncul sebuah pertanyaan, seberapa pentingkah Perjanjian Lama dalam ruang lingkup Pendidikan Agama Kristen (PAK)? Mungkin pertanyaan ini kita anggap sambil lalu, atau tidak terlalu penting, atau memang kita belum mengetahuinya. Mungkin ada yang mengatakan bahwa Perjanjian Lama (PL) tidak terlalu penting karena PL sudah berlalu dan sudah digenapi oleh Perjanjian Baru (PB), atau PB telah menjelaskan tentang pendidikan kekristenan. Apabila kita mempelajari dengan baik, Yesus Kristus menggunakan PL dalam mengajar di pelayanan-Nya (Mat.5:21-22; 22:39)? Para murid Yesus juga menggunakan PL dalam pelayanan (pemberitaan Injil)? Ternyata PL menjadi hal penting dalam membangun konsep dan pelaksanaan PAK. Pada topik ini, saya tidak menggunakan kata “PAK dalam Perjanjian Lama”, tetapi saya lebih menggunakan kata “PL dalam PAK”. Ya, karena bukan PAK yang ada dalam Perjanjian Lama, tetapi Perjanjian Lama-lah yang ada dalam PAK. Dengan kata lain, hal yang hendak dimaksudkan adalah PL digunakan dalam membangun dan membentuk PAK. Tentunya hal ini dilandasi bahwa PAK lahir setelah PL, walaupun dalam perspektif

Menurut konsep Yahudi tidak ada perbedaan nilai antara duniawi dan rohani. C.kegagalan campur tangan Allah adalah kegagalan bangsa. tapi selalu menonjol dan memberi pengaruh kuat kepada dunia. Seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah.Wahyu Khusus: Supaya manusia menerima keselamatan dari Allah. hati nurani manusia. Obyek utama dalam pendidikan mereka adalah mempelajari Hukum Taurat. 6:4-9) Pendidikan mereka tidak hanya secara teori. Dianiaya. AGAMA DAN BUDAYA YAHUDI A. Bangsa yang memiliki identitas yang kuat. kecil tapi kuat. Contoh: Kitab Imamat yang mengajarkan semua tata cara hidup dan beragama. 3. Prinsip-prinsip yang Dipegang oleh Bangsa Yahudi 1. Bangsa Yahudi adalah bangsa pertama yang memiliki sistem pendidikan Nasional (Ula. Itu sebabnya orang Yahudi percaya bahwa "seluruh hidup adalah suci". tetapi menjadi kegiatan sehari-hari dalam cara hidup dan keagamaannya. LATAR BELAKANG PL: BANGSA. 2. emosi maupun kerohanian anak. Dalam Kitab Talmud dikatakan kalau ingin menghancurkan bangsa Yahudi. sejarah. . Pendidikan menjadi bagian yang paling utama dan terpenting dalam budaya Yahudi. 2:10 -. semuanya ada dalam wilayah Tuhan. Michelle Anthony mengomentari pentingnya dasar Alkitab dalam pendidikan anak karena Allah berkehendak menyediakan petunjuk tentang bagaimana memperhatikan serta memelihara anak. . Semua bidang budaya diarahkan untuk menjadi tempat dimana mereka mendidik generasi muda. Agama Yahudi Penganut agama Yudaisme yang mementingkan ketaatan kepada Hukum Agama agar dijalankan dengan penuh ketekunan. menyebar tapi kemurniannya terjaga.) Bagi anak Yahudi tidak ada buku lain yang memiliki keharusan untuk dipelajari selain Alkitab (Taurat) untuk menjadi pegangan dan pelajaran tentang Allah dan karya-Nya 4.lain diungkapkan bahwa kekristenan sudah ada dalam PL. Cara Allah menyatakan diri adalah dengan: . Budaya Yahudi Yang paling mengesankan dalam budaya Yahudi adalah perhatiannya pada pendidikan. Fokus utama dalam pendidikan Yahudi adalah: Yehova (Hab.Segala sesuatu telah dijadikan oleh Allah dengan tujuan supaya manusia mengenal Allah dan berhubungan dengan-Nya. Pendidikan adalah kegiatan utama dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru memberikan penjelasan mengenai perhatian terhadap kebutuhan fisik. Kemurnian pengajarannya dijaga dari generasi ke generasi berikutnya untuk memberi dasar yang teguh bagi setiap tingkah laku dan tindakan. Hukum agama sering diaplikasikan secara harafiah. B. kita harus membinasakan guru-gurunya. tapi bertahan bahkan berkelimpahan. sedikit tapi menyebar ke seluruh dunia. Allah berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Bangsa Yahudi Bangsa yang penuh misteri. PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PERJANJIAN LAMA a. kadang tidak bertanah air dan tak punya raja. yang kelak akan memberi pengaruh yang besar. Pendidikan berpusatkan pada Allah.Wahyu Umum: Supaya orang menyadari dan mengakui keberadaan Allah melalui alam. Kej. 1:1 -.

namun demikian. o Mengasihi Tuhan artinya memilih Dia untuk suatu hubungan intim dan dengan senang hati menaati perintah-perintah-Nya. mengasihi Firman-Nya dan melakukannya dengan meditasi. o Mengasihi dengan kasih yang terbaik. Sebelum bertindak pikirkanlah lebih dahulu perintah Tuhan. 1. o Mengasihi dengan seluruh akal budi/pengertian. dan kehendak manusia. Allah menghendaki mereka melakukannya. Kasih disebutkan pertama karena disanalah terletak pikiran. Ayat 5 ("Kasihilah Tuhan Allahmu. sehingga kita takluk kepada Dia. o Mengasihi dengan hati yang tulus. supaya mereka terbiasa bergaul dengan hukum Allah. 3. 5. Ayat 7 ("Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang "kepada anakmu" membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu. Orang Yahudi . 15:37-41. Contoh: Melalui cerita-cerita sejarah bangsa dan hari-hari peringatan/besar. lain dengan yang lain. Yesus menyebut ayat ini sebagai hukum yang pertama -. apabila engkau sedang dalam perjalanan. Jauh. tapi juga dengan hati yang taat. tidak ada yang melebihi kasih kita kepada Dia.prinsip iman dan ketaatan. Ayat 4 ini bersamaan dengan ayat 5 diucapkan sedikitnya dua kali sehari oleh orang Yahudi dewasa laki-laki.b. 2.") Tulisan hukum-hukum belum menjadi milik umum. Memberikan konsep Allah yang paling akurat. khususnya ketika masih balita. Tidak ada Allah yang lain. dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. jelas dan pendek Tuhan adalah unik. Ayat 4 ("Dengarlah.") Perintah Tuhan bukanlah untuk didengar dengan telinga saja. Ayat ini diucapkan bersamaan dengan Ula. bertanggung jawab untuk merenungkannya dan menyimpannya dalam hati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. o Mengasihi dengan seluruh kekuatan. anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dari ibunya sehingga sesudah menginjak usia remaja/pemuda ia sudah mempunyai dasar yang benar. bukan hanya di mulut tapi juga dalam tindakan. Musa mengajarkan Israel untuk takut. Kitab-kitab lain yang membahas tentang pendidikan bersumber dari kitab Ulangan ini. Ayat 7 ini dipakai sebagai fondasi kurikulum pendidikan Kristen.") Kasih harus menjadi motif setiap hubungan manusia dengan Tuhan. dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Tempat Pendidikan Anak Bangsa Yahudi Pendidikan anak Yahudi bermula di rumah. Tugas yang Tuhan berikan untuk manusia lakukan adalah kasihilah Allah Tuhanmu. tapi kasih lebih dalam dari takut. Dia Allah yang hidup.") Mereka yang mengasihi Allah. Berpangkal dari peranan seorang ibu Yahudi. PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT ULANGAN 6:4-9 Ulangan 6:4-9 menjadi pusat pengajaran pendidikan agama Kristen. 4. Tuhan itu Esa!") Ayat ini disebut "Shema" atau pengakuan iman orang Yahudi (agama Yudaisme) yang artinya "Dengarlah". emosi.jauh hari sebelum anak berhubungan dengan dunia luar. yang benar dan yang sempurna. memiliki semuanya. maka hidupmu akan selamat. karena kita kenal Dia maka kita mengasihi dan mentaati perintah-Nya. Ayat 8-9 ("Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang dahimu. hanya satu Allah saja. Ayat 6 ("Apa yang Kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan. hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita. Orangtua mempunyai tugas untuk mengajarkan Firman-Nya kepada anak-anak dengan didikan dan harus dimulai sejak dini dan berulang-ulang. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya. 11:13-21 dan Bil. apabila engkau bangun.

pendidik Kristen harus menerapkan beberapa prinsip dalam Perjanjian Lama yang lebih disiplin dalam hal pendidikan anak. Ketiga naskah lainnya diambil dari Keluaran 13:1-10. yang tentunya terlalu singkat untuk mengajarkan betapa luas dan dalamnya pengetahuan tentang . pastor. Satu diikatkan di tangan kiri dan satu di dahi.khususnya pendidikan rohani -. guru sekolah minggu. dan kekuatan mereka (ayat 5). kewajiban untuk mengajarkan hukum dan pengetahuan tentang Allah kepada anak-anak mendapat penekanan yang besar. TUHAN itu esa!" (Ulangan 6:4) Pernyataan ini kemudian langsung dilanjutkan dengan perintah rangkap untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati. Tanda-tanda ini sangat indah sebagai peringatan akan kehadiran Allah di rumah dan akhirnya dipraktekkan untuk mengusir setan. Keluaran 13:1-10. Hal ini menunjukkan besarnya hubungan antara pendidikan rohani dalam rumah tangga dengan ketaatan kepada Allah. atau pembimbing rohani anak yang hanya beberapa jam dalam seminggu. menaruh perintah itu dalam hati (ayat 6). 15:37-41) b. Mereka beranggapan bahwa gereja atau sekolah minggu tentunya memiliki "staf profesional" yang lebih handal dalam menangani pendidikan rohani anak mereka. Sebenarnya justru dalam era modern sekarang.menerus. salah satunya adalah Ulangan 6:4-9 di atas. Mezna: Kotak kecil yang berisi Ul 6:4-9 diletakkan di sebelah kanan pintu c. setiap pagi dan petang dalam ibadah di sinagoge. dan menuliskannya di pintu rumah dan gerbang (ayat 9). gembala. PENERAPAN PENDIDIKAN KRISTEN PERJANJIAN LAMA DALAM ERA MODERN Bagi orang Israel. yaitu ayah dan ibu (Amsal 1:8). jiwa. Zizth: Dipakai/dipasang pada ujung jubah Iman (Bil. Namun. PENERAPAN PENDIDIKAN PERJANJIAN LAMA UNTUK ERA MODERN Era modern mengubah cara pandang para pendidik Kristen dalam mendidik anak. mengajarkannya kepada anak-anak mereka secara berulang-ulang (ayat 7). Di dalam keempat naskah tersebut. Ulangan 6:4-9. Ulangan 6:4 memuat "Shema". 1. Mereka mengenal 3 tanda-tanda untuk mengingat hukum Allah: a. mengikatkannya sebagai tanda pada tangan dan dahi (ayat 8). Keluaran 13:11-16.mengerti perintah ini dan melakukannya secara harafiah. Tanggung jawab pendidikan Kristen pertama-tama dan terutama terletak pada orang tua. dan Ulangan 11:18-21. Ayat ini amat penting karena merupakan pengakuan iman yang sangat tegas akan Tuhan (Yahweh) sebagai satu-satunya Allah yang layak disembah: "Dengarlah. Tanda-tanda simbolik ini dibuat supaya penekanan pemahaman ayat itu menjadi nyata sehingga pengajaran itu akan berlangsung terus. mereka lupa bahwa lama waktu perjumpaan antara anak mereka dengan pendeta. Orang Israel menafsirkan perintah-perintah tersebut secara harafiah dengan membuat "tali sembahyang" yang diikatkan di dahi atau lengan dan berisi empat naskah. Toleransi tinggi dan keleluasaan tidak terbatas cenderung menjadi gaya pendidikan saat ini. Tephillin: Dua kotak kecil berbentuk kubus masing-masing dari kertas perkamen yang ditulis dengan tangan secara khusus berisi 4 ayat yaitu. yaitu doa yang diucapkan dua kali sehari. hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita. Keluaran 13:11-16.merupakan bagian integral dari perjanjian antara Allah dengan umat-Nya. dan Ulangan 11:18-21. pendidikan -. Banyak keluarga Kristen masa kini yang menyerahkan pendidikan rohani anak mereka sepenuhnya pada gereja atau sekolah minggu. Tanda-tanda ini dipakai pada saat sembahyang di luar hari Sabat.

orang tua harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. mengasihi-Nya. baik secara fisik maupun secara verbal. pendidikan Kristen mendidik anak-anak untuk memiliki sikap mementingkan Tuhan di atas segala-galanya. Tujuan utama pendidikan Kristen adalah untuk mengajar anak-anak takut akan Tuhan. dan perbuatan (Ulangan 6:7). Kata ini dipakai sebagai simbol untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan berulang-ulang seperti orang mengasah sesuatu dengan tujuan untuk menajamkannya. dan percaya pada kekuatan diri sendiri. Setiap zaman memiliki kesulitan dan pergumulan masing-masing." (Keluaran 13:9a) maka saat ini kita yang sudah mengerti makna sesungguhnya dari perintah ini harus senantiasa merenungkannya dalam pemikiran kita. Merekalah yang harus mempersiapkan anak-anak mereka agar hidup berkenan kepada Allah. ketaatan. "Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu. dan melayani-Nya dengan segenap hati dan jiwa mereka (Ulangan 10:12). tapi juga perbuatan. Hal ini diperlukan karena orangtua atau . mandiri. dan mendidik anak-anak ke dalam tangan orang tua. 4. hidup menurut jalan-Nya. Satu hal lain yang terpenting adalah Allah sendiri telah meletakkan tugas untuk merawat. yang berasal dari akar kata "shanan" yang berarti mengasah atau menajamkan. 3. Hal ini bertentangan dengan kebenaran Alkitab yang mengatakan bahwa teguran dan hajaran juga dapat mendidik anak sama efektifnya dengan pujian dan dorongan. bukan hanya melalui perkataan. selama semuanya dilakukan dalam kasih. Lebih jauh lagi. upayaupaya yang perlu dilaksanakan adalah: 1. Kata bahasa Ibrani yang dipakai dalam ayat ini adalah "shinnantam". atau melalui kata-kata karena hal tersebut dapat menimbulkan kebencian dan dendam pada orang tua dalam diri anak-anak. Tanggung jawab pendidikan Kristen memang bukan tugas yang mudah. Orang tua harus secara rutin dan dalam segala kesempatan menyampaikan kebenaran firman Tuhan kepada anak-anak mereka. Orang tua tidak dapat hanya mengandalkan khotbah atau pelajaran Alkitab setiap hari Minggu untuk memberi "makanan rohani" bagi anak-anak mereka. taat pada Tuhan. IMPLEMENTASI: PENDIDIKAN YANG MEMBERDAYAKAN DAN MEMBEBASKAN Pendidikan adalah pemberdayaan potensi yang dimiliki oleh pendidik dan orangtua untuk menemukan dan memberdayakan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Untuk itu.Allah. dan kesediaan untuk ditegur. Pemulihan para pendidik (orangtua dan guru). Ada teori pendidikan modern yang menyarankan agar orang tua jangan pernah menyakiti anak-anak mereka. namun prinsip-prinsip dasar pendidikan Kristen yang Alkitabiah tetap bertahan di tengah berbagai teori pendidikan baru yang muncul. Teori ini menganjurkan orang tua untuk membangun anak-anaknya hanya melalui pujian dan dorongan. dan melakukannya dengan segenap kemampuan tangan kita. Pendidikan Kristen harus dilakukan secara terus-menerus melalui kata-kata. sikap. Berlainan dengan pendidikan oleh dunia yang bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang penuh ambisi untuk sukses. kerendahan hati. Nilai-nilai yang penting dalam pendidikan Kristen adalah kasih. mengasuh. Orang tua yang baik mendidik anaknya dengan teguran dan hajaran dalam kasih (Amsal 6:23). supaya hukum TUHAN ada di bibirmu. mengatakannya setiap hari. biasanya pedang atau anak panah. dan bergantung pada kekuatan Tuhan untuk terus berkarya. 2. Jika orang Israel menafsirkan Keluaran 13:9 atau Ulangan 6:8 secara harafiah dengan mengikatkan tali sembahyang pada lengan dan dahi mereka. baik bagi bangsa Israel pada zaman Perjanjian Lama maupun bagi kita pada zaman sekarang. Gereja dan sekolah minggu hanya membantu dalam proses pendidikan tersebut.

e. dan dukungan belajar. Menjalin rasa simpati/empati dan saling pengertian untuk menumbuhkan kepedulian social. www. karena dapat berakibat fatal bagi anak. Disiplin dilaksanakan secara konsisten berdasarkan keteladanan dan peraturan yang jelas. sibuk. tingkat perkembangan anak secara psikologis. 2001. Jangan mendisiplinkan didik pada saat sedang marah. Menujukkan teladan yang baik. d. Kasus. Christian Education. d.org/pustaka/050919/?kata=perjanjian+lama. a. Diposkan oleh Bobby Kurnia Putrawan di 9/23/2009 09:50:00 PM Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Reaksi: .guru yang melakukan kekerasan terhadap anak. 5. toleransi.org. dan Konsep. 2.oase online. 2004. b.sabda. stress. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen dari Plato sampai Ig. Sanksi diberikan sesuai dengan tingkat pelanggaran. a. 2005. c. e. 7. Penerapan Pendidikan Kristen Perjanjian Lama dalam Era Modern. http://www. pengajaran dan keteladanan yang diberikan kepada anak. Michelle Anthony. Boehlke. d. tanpa ada tekanan. Memperhatikan penampilan/cara berpakaian dan model pakaian yang digunaka sebagai seragam. Menumbuhkan niat belajar anak dengan cara memotivasi dan memberikan semangat kepada anak. Mengembangkan rasa saling memiliki untuk membentuk kebersamaan. daya tahan fisik anak. Abd. dan saling menghargai antara guru dan murid serta antara murid dengan murid. Penginjilan dan pembimbingan rohani yang dilaksanakan oleh sekolah kepada murid dan guru. Pelaksanaan peraturan. Kerja sama dengan organisasi-organisasi non-gereja untuk membekali guru dan orangtua agar dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik. kesanggupan anak untuk menerimanya. Daniel Agung Kurniawan Budilaksono. b. Jakarta: BPK Gunung Mulia. http:// pepak. Yulia Oeniyati. Peraturan yang dimiliki oleh sekolah harus dijelaskan kepada orangtua dan siswa ketika siswa baru memasuki sekolah. kesepakatan. f. b. Silabus PAK Anak.org/pepak/pustaka/050836/. dan tujuan dari pemberian sanksi. Proses belajar mengajar. Pendidikan Tanpa Kekerasan: Tipologi Kondisi. kesatuan. 6. f. atau bermasalah dengan hal-hal yang lain. kemungkinan besar ia pun mengalami kekerasan pada masa kanak-kanaknya. tegang. Pendidikan Anti Kekerasan: Perspektif Teologis-Padeigogi. Peniel Maiaweng.Rahman Assegaf. c. Robert R. 4. 3. Orangtua dan guru harus menyadari bahwa mereka dipanggil oleh untuk melayani melalui perhatian. Yogyakarta: Tirta Wacana Yogya.sabda. Loyola. c. Menciptakan suasana riang. Sumber: a. Memberikan motivasi untuk bangkit apabila anak mengalami kegagalan.

a d ianhusaini. dia melakukan i tu atas kerugian besar dari agama Hindu yang dia katakan dia cintai. Pluralisme Agama yang dibahas dalam buku ini didasarkan pada satu asumsi bahwa semua agama adalah jalan yang samasama sah menuju Tuhan yang sama. Stevri Lumintang). dan sebagainya. Bahkan. istilah ‘Pluralisme Agama’ telah menjadi pembahasan panjang di kalangan para ilmuwan dalam studi agamaagama (religious studies). “Paham Sekularisme. istilah ini tidak dapat dimaknai sembarangan. dan secara b ombastik memproklamasikan bahwa “semua agama adalah sama”. menurut penganut paham ini.Document Transcript 1.” (Dr. ‘’Pluralisme adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi kekristenan. sehingga – karena kerelativanny a – maka setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim atau meyakini. dan Islam terhadap paham Pluralisme Agama) OLEH : DR. 2005). cendekiawan Hindu). Jadi. ‘’Setiap kali orang Hindu mendukung Universalisme Radikal. Pluralisme Agama : Definisi dan Penyebarannya Pluralisme Agama (Religious Pluralism) adalah istilah khusus dalam kajian agamaagama. Atau. Dr.com 2 3. ADIAN HUSAINI (Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia/ Doktor bidang Peradaban Islam dari International Islamic University Malaysia) Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia 2010 h t t p : / / w w w . Dan memang. yang membahas cara pandang terhadap agamaagama yang ada. mereka menyatakan. I.com 1 2. PLURALISME AGAMA MUSUH AGAMAAGAMA (Pandangan Katolik. h t t p : / / w w w . Frank Gaetano Morales. ‘saling menghormati’ (mutual respect). semua agama adalah jalan yang berbedabeda menuju Tuhan yang sama. Hindu. salah satu ciri agama jahat (evil) adalah agama yang memiliki klaim kebenaran mutlak (absolute truth claim) atas agamanya se . meskipun ada sejumlah definisi yang bersifat sosiologis. Sebagai ‘terminologi khusus’.luralisme Agama Musuh Agama Agama . tetapi yang menjadi perhatian utama para peneliti dan tokohtokoh agama adalah definisi Pluralisme yang meletakkan kebenaran agamaagama sebagai kebenaran relatif dan menempatkan agamaagama pada posisi ”setara”. Protestan. a d i a n h u s aini. Bahkan. Sebagai satu paham (isme). sebagian pemeluk Pluralisme mendukung paham sikretisasi agama. bahwa agamanya l ebih benar atau lebih baik dari agama lain; atau mengklaim bahwa hanya agamanya sendiri yang benar.’’ (Pdt. bahwa agama adalah persepsi manusia yang relatif terhadap Tuhan yang mutlak. menurut Charles Kimball. misalnya disamakan dengan makna istilah ‘toleransi’.” (Fatwa MUI. Pluralisme (Agama) dan Liberalisme bertentangan d engan Islam dan haram bagi umat Islam untuk memeluknya. apapun jenis agama itu.

karena berbagai sebab dan alasan. (3) Semua agama memiliki asalusul psikologis yang umum. tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang. kata Mendelsohn. When Religion Becomes Evil. Di luar itu tidak selamat. sebab sejak awalnya. Islam adalah suatu tiruan dari agama Kristen dan agama Yahudi. 2 Harold Coward. secara esensial adalah sama. hal. c o m 3 4. Ketiga. Yahudi m enolak klaim Kristen tentang kebenaran Perjanjian Baru. “Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darahNya h t t p : / / w w w . eksklusivisme. kaum Yahudilah yang bertan ggung jawab atas terbunuhnya Yesus. yang berpandangan. Kedua. Yahudi menolak keras klaim Kristen bahwa Jesus adalah Juru Selamat. jalanjalan yang berbeda yang membawa ke tujuan yang sama. Salah satu teolog Kristen yang terkenal sebagai pengusung paham ini. Sikap antiYahudi bisa ditelusuri dalam New Testament. Hindu adalah terbaik untuk orang Hindu. 17. yang menggugat kebenaran eksklusif agama Yahudi. sehingga hampir sepanjang sejarahnya. 2002). (Yogyakarta: Kanisius. (Deep down. Karena itu. 1 Paham ini telah menyerbu semua agama. ialah bahwa semua agama adalah relatif. Encyclopaedia ini menulis: “Sejak Kekristenan lahir sebagai satu sekte Yahudi pembangkang. misalnya. (2) Semua agama. 2122. 1989). kaum Yahudi di Eropa menjadi ajang pembantaian kaum Kristen. Pandangan Rosensweig ini jelas sangat aneh. dan merupakan satu proses pencarian. Pluralisme: Tantangan bagi Agamaagama. Motto kaum Pluralis ialah: “pada intinya. Pertama. tokoh Yahudi lainnya. meskipun Kristen merupakan agama yang benar. bahwa agama yang benar adalah Yahudi dan Kristen. Yahudi secara kolektif dianggap bertanggung jawab terhadap penyaliban Jesus. Ernst Troeltsch. yang memandang hanya orang orang yang mendengar dan menerima Bibel Kristen yang akan diselamatk an. hal.” (Roma. tetapi keselamatan juga mungkin terdapat pada agama lain. terbatas. 3 1 Charles Kimball. Encyclopaedia Judaica memberikan porsi yang sangat besar (73 halaman) untuk pembahasan sejarah antiYahudi (yang mereka sebut antiSemitism) di masa itu. menyatakan. seluruh penduduk bumi mempunyai hak yang sah atas keselamatan. Matius dan Yohanes dikenal paling ‘hostile’ terhadap Judaisme. yaitu (1) semua agama adalah relatif. Menurut ajaran agama Yahudi. semua agama adalah sama. all religions are the same – different paths leading to the sam e goal). kekristenan adalah agama terbaik untuk orang Kristen. Dan bagi Kristen. Karena itu. Klaimklaim kebenaran mutlak atas masingmasing agama diruntuhkan. tidak sempurna. . 3 Ibid. pandangan tertentu terhadap Judaisme dalam Kitab Perjanjian Baru harus dilihat dalam perspektif ini). “Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu. Di kalangan Yahudi. dikenal ada tiga cara pendekatan atau cara pandang teologis terhadap agama lain.ndiri. a d i a n h u s a i n i . (New York: HarperSanFrancisco. 11:28). mengemukakan tiga sikap populer terhadap agamaagama. Di antara New Testament. muncul nama Moses Mendelsohn (17291786).” 4 Dalam tradisi Kristen. dan sarana untuk mencapai keselamatan itu tersebar sama luas – bukan hanya melalui agama Yahudi seperti umat manusia itu sendiri. inklusivisme. 2 Frans Rosenzweig. Yang dimaksud dengan “relatif”.

c o m 4 . a d i a n h u s a i n i . (Jerusalem: Kater Publishing House Ltd). 2004). Di Campagna. 2004). Tinjauan Historis Konflik YahudiKristenIslam (Jakarta: GIP. p p 458 459; Daniel B. yaitu kaum Yahudi. Yahudi juga tidak boleh memiliki Kitab Suci. Di Roma. dikutip dari Stevri I.” (Matius. Many Gods Many Lords: Christianity Encounters World Religions. tidak ada agama yang dipandang lebih superior dari agama lainnya. Hal. lihat Adian Husaini. Setiap ghetto hanya memiliki satu pintu masuk. 17 dari 18 sinagog dihancurkan. Tetapi cum nimis absurdum tetap bertahan sampai tiga abad. 266269. hal. Paus Paulus IV. 5 Tokoh lain penganut paham Pluralisme Agama terkemuka di kalangan Kristen. 17 (Peter de Rosa. Lumintang. (Oxford: Blackwell Publisher. h t t p : / / w w w . Clendenin. 12. (Malang: Gan dum Mas. 5 Alister E. Pluralisme. 8:44). mengeluarkan dokumen (Papal Bull) yang dikenal dengan nama Cum nimis absurdum. Dalam pandangan Pluralisme Agama. yakni Prof. 4 Paul F. (Michigan : Baker Books. pada hakekatnya adalah budak dan seharusnya diperlakukan sebagai budak. No Other Name?. 2. yang memandang semua agama adalah jalan yang samasama sah menuju inti dari realitas agama. 1995). John Hick. 1991). Mcgrath. secara ekplisit menerima posisi yang ditanggungkan atas kami dan atas anakanak kami. 1 (Encyclopaedia Judaica. Vol. Yahudi juga diidentikkan dengan kekuatan jahat. Knitter. Yahudi kemudian dipaksa tinggal dalam ‘ghetto’. 1994). Tentang konflik YahudiKristen sepanjang sejarah. Semuanya dianggap sebagai jalan yang samasama sah menuju Tuhan (all the religious traditions of humanity are equall y valid paths to the same core of religious reality. termasuk Talmud.” (Yohanes. Paus Paulus IV meninggal tahun 1559. tujuh dari delapan sinagog dihancurkan.pluralisme. bahwa para pembunuh Kr istus. Di sini Paus menekankan. “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginankeinginan bapamu. hanya dua bulan setelah pengangkatannya. Pada tanggal 17 Juli 1555. no one religion is s uperior to any other; the many religions are considered equally valid ways to know God). Paus Paulus IV membakar semua Kitab Yahudi. adalah variasi atau perluasan dari tuduhantuduhan yang tercantum dalam Injil. Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini. menyatakan bahwa terminologi “religious pluralism” itu merujuk pada suatu teori dari hubungan antara agamaagama dengan seg ala perbedaan dan pertentangan klaimklaim mereka. 67. Vicars of Christ: The dark Side of the Papacy. Yahudi dip aksa menjual semua miliknya kepada kaum Kristen dengan harga sangat murah; maksimal 20 persen da ri harga yang seharusnya. Sejumlah Paus lainnya kemudian dikenal sangat antiYahudi. In pluralism. Di tiap kota hanya boleh ada satu sinagog. Saat menjadi kardinal. Sikapsikap antiYahudi yang dikembangkan tokohtokoh Gereja kemudian. (London: Bantam Press. hal. Christian Theology: an Introduction. 27:25).

Di Barat. yang masingmasing memiliki satu bentuk pengalaman. Ketika Gereja berkuasa di zaman pertengahan. kadang digunakan istilah “ultimate reality”; dalam istilah Sansekerta dikenal deng an “sat”; dalam Islam dikenal istilah alhaqq. (Philadelphia: The Westminster Press. dan respon yang berbedabeda tentang “The Real” atau “The Ultimate”. pemikiran. John Hick – salah satu tokoh utama paham religious pluralism mengajukan gagasan pluralisme sebagai pengembangan dari inklusivisme. ‘’kita semua telah menyadari bahwa – dalam berbagai tingkatan – sejarah kekristenan kita adalah salah satu dari berbagai arus kehidupa keagamaan. pada umumnya dipandang sebagai sisasisa paganisme. (New Yo rk: MacMillan Publishing Company. that our Christian history is one of a number of variant streams of religious life. para tokohnya telah melakukan banyak kekeliruan dan kekerasan yang akhirnya menimbulkan sikap trauma masyarakat Barat terhadap klaim kebenaran satu agama tertentu. menurut Hick. saat ini. agama adalah jalan yang berbedabeda menuju pada tujuan (the Ultimate) yang sama. konsepsi. dalam Mircea Eliade (ed).” Menurut Hick. in varyi ng degrees. 6 Intinya. Juga. 1987). each with its own distinctive forms of . Tapi. Sejarah kekristenan Barat. “the Real” yang merupakan “the final object of religious concern”. dan Islam. agamaagama seperti Hinduisme. belum lam a sadar tentang ‘kondisi plural’. hal. adalah merupakan konsep universal. John Hick mengajak kaum Kristen untuk meninj au kembali pandangan mereka terhadap agama lain. Budhisme. we have all become conscious. Ia mengutip Jalaluddin Rumi yang menyatakan: “The lamps are different but the light is the same; it comes from beyond. Judaisme. Bahwa. God Has M any Names. 12. tetapi sebagai salah satu dari sekian banyak agama.’’ (To day. (2) Problema teologis Kristen dan (3) problema Teks Bibel. 7 Pluralisme Agama berkembang pesat dalam masyarakat KristenBarat dise babkan setidaknya oleh tiga hal: yaitu (1) trauma sejarah kekuasaan Gereja di Za man Pertengahan dan konflik KatolikProtestan.5. yang dipandang inferior terhadap agama Kristen dan men jadi sasaran empuk kaum misionaris Kristen. dan spiritualitas keagamaan yang khas. Karena itu. kita harus menerima adanya keperluan untuk meninjau kembali pemahaman keagamaan kita. however. Dalam pengantar bukunya. kata Hick kepada kaum Kristen. Vol. 331. The Encyclopedia of Religion. bahwa tiaptiap agama menjadi jalan untuk menemukan keselamatan dan pembebasan. Sebelumnya. bukan sebagai satusatunya (agama). lebih radikal yang diaplikasikan oleh inklusivisme: yaitu satu pandangan b ahwa agama agama besar mewujudkan persepsi. Problema yang menimpa masyarakat Kristen Barat ini kemudian diadopsi oleh sebagian k alangan Muslim yang ‘terpesona’ oleh Barat atau memandang bahwa hanya denga n mengikuti 6 John Hick. 1982).

com 5 6. dan jarijari itu adalah jalan dari berbagai Agama. 1 (though) the lamp has become different” (Cahaya tidaklah berbeda. Sebagai contoh. pertama. Bhagavad Gita. Ketiga. filsafat perenial yang belakangan banyak dibicarakan dalam dialog antar agama di Indonesia merentangkan pandangan pluralis dengan mengatakan bahwa setiap agama sebenarnya merupakan ekspresi keimanan terhadap Tuhan yang sama. yang berbunyi: “Whatever Path Men Choose is Mine” (Jalan apapun yang dipilih manusia adalah milikKu). Nurcholish Madjid. tetapi merupakan Kebenarankebenaran yang sama sah”. Kedua. penyebaran paham ini sudah sangat meluas. Tinjauan kritis terhadap kutipan John Hick ini diberikan oleh Dr. bahwa ada tiga sikap dialog agama yang dapat diambil. sikap inklusif (A gamaagama lain adalah bentuk implisit agama kita). 12. misalnya: “Agamaagama lain adalah jalan yang sama sama sah untuk mencapai Kebenaran yang Sama”. baik dalam tataran wacana p ublik maupun bukubuku di perguruan tinggi. a d i a nhusaini. yang menyesatkan bagi pengikutnya). And accordingly. Vol. sikap eksklusif dalam melihat agama lain (Agamaagama lain adalah jalan yang salah. Yaitu. peradaban Baratlah maka kaum Muslim akan maju.experience. Ketua Departement of Comparative Religion di International Islamic University Malaysia.A. meskipun lampunya berbeda). pusat roda itu adalah Tuhan. banyak yang kemudian menjiplak begitu saja. Ibarat roda. but as one of several. (Penjelasan ini dikutip dari artikel Dr. Prof. tokoh pembaruan Islam di Indonesia.’’ 7 The Encyclopedia of Religion. Nicholson yang juga dirujuk oleh Hic k: “The light is not different. “agamaagama lain berbicara secara berbeda. h t t p : / / w w w . sikap pluralis – yang bisa terekspresi dalam macammacam rumusan. but the Light is the same” (Lampu adalah berbedabeda. Anis Malik Toha. yang kemudian ia angkat menjadi judul salah satu makalahnya. pada dasarnya Islam bersifat inklusif dan merentangkan tafsirannya ke arah yang semakin pluralis. Lalu. hal. not as the one and only. 8 Sebagai contoh. tahun 2004) . and spirituality. “Menuju Teologi Global”. Jalaluddin alRumi. Begitu juga ia mendapatakan penggalan ayat dalam salah satu kitab suci Hindu. Dr. atau “Setiap agama mengekspresikan bagian penting sebuah Kebenaran”. Termasuk dalam hal c ara pandang terhadap agamaagama lain. thought. di Majalah Islamia edisi 4. we have come to ac cept the need to reunderstand our own faith. tapi Cahaya tetap sama) untuk menegaskan hipotesisnya. yang berkata dalam salah satu bait dari syi’irnya yang ditulis dalam Al Matsnawi – menurut terjemahan R. Anis Malik Toha. 332. menyatakan. cara pandang kaum Iklusifis dan Pluralis Kristen dalam memandang agamaagama lain. dianggap mung kin bisa menyokong hipotesisnya ini. D i Indonesia. dan dijadikan salah satu slogan untuk mengawali salah satu fasal yang secara khusus membentangkan teori pluralisme dalam bukunya An Interpretation of Religion. tulis Nurcholish lagi. “Sebagai sebuah pandangan keagamaan. Filsafat perenial juga membagi agama pada level esoterik (batin) . Kemudian bait ini diadopsi oleh Hick secara bebas dan out of context menjadi: “The lamps are different.

tingkat dan kadar kedalaman yan g berbedabeda dalam menghayati jalan religiusitas itu. 1995). Semuanya menuju jalan kebenaran. 2004). h t t p : / / www. and that is European civilization. 2005). Semua agama. "Sunnatullah") yang tidak akan berubah. sekedar teknis/cara menuju Tuhan (aspek eksoteris). tetapi relatif sama dalam level esoteriknya. S edangkan yang penting adalah aspek batin (esoteris).dan eksoterik (lahir)." 9 Ulil Abshar Abdalla. (Jakarta:GIP. menulis di Harian Kompas: “Seorang fideis Muslim. Dr. kita harus meminjam peradaban Barat. buku Tiga Agama Satu Tuhan. (Jakarta:GIP. (Bandung: Mizan. Karena itu. jalan panjang menuju Yang Mahabenar.adianhusaini. 9 Lihat. saya mengatakan. Ia juga menulis: “Dengan tanpa rasa sungkan dan kikuk.com 6 7. Karena itu. we must borrow western civilization with both its rose and its thorn). dosen Universitas Paramadina. tetapi substansinya dianggap sama. Oleh karena itu ada istilah "Satu Tuhan Banyak Jalan". xix. Islam bukan yang paling benar. 1999). semua agama adalah te pat berada pada jalan seperti itu. Islam Doktrin dan Peradaban.” (There is only one civilization. lxxvii. Semua agama ada dalam satu kel uarga besar 8 Lebih jauh tentang perkembangan peradaban Barat dan Pluralisme Agama lihat Adian Husaini. baik bunga mawarnya mau pun durinya sekaligus. 18112002) Ketika semua agama dipandang sebagai jalan yang samasama sah untuk menuju Tuhan – siapa pun Dia. yang secara eksoterik memang berb edabeda. (Jakarta: Paramadina. Dalam katakata Abdullah Cevdet. hal. Tinjauan Historis Konflik YahudiKristenIslam. apa pun nama dan sifatNya – maka muncullah pemikiran bahwa untuk menuju Tuhan bisa dilakukan dengan cara apa saja. Ja di.” (Kompas. hal. misalnya. dan itu adalah peradaban Eropa.. Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi SekularLiberal. Luthfi Assyaukanie. juga menyatakan: “Semua agama sama. yang sama: yaitu keluarga pencinta jalan menuju kebenaran yang tak per nah ada ujungnya. da n Nurcholish Madjid. (Lebih jauh te ntang Gerakan Turki Muda dan ideologinya. seorang tokoh Gerakan Turki Muda: “Yang ada hanya satu peradaban. dengan variasi. 21 Desember 2002). Therefore. d engan demikian. cara ibadah kepada Tuh an dianggap sebagai masalah ‘teknis’.” (Majalah GATRA. mantan Koordinator Jaringan Islam Liberal. Contoh pandangan yang memuja Barat dan menganggap Barat sebagai sumber dan kiblat bagi kemajuan Islam dikemukakan oleh sejumlah tokoh sekular Turki yang memelopori Gerakan Turki Muda. lihat Adian Husaini.” Nurcholish Madjid juga menulis: "Jadi Pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan Tuhan (Sunnat Allah. Satu agama berbeda dengan agama lain dalam level eksoterik. sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari. adalah benar. soal ‘cara’. Syariat dipanda ng sebagai hal yang tidak penting. bisa merasa dekat kepada Allah tanpa melewati jalur shalat karena ia bisa melakukannya lewat meditasi atau rit .

Karena itulah. sedangkan agama lain hanyalah konstruksi manusia. kaum Pluralis Agama sangat terpukul dengan keluarnya fat wa MUI. terjadi perang dan klaimklaim kebenaran dari satu agama atas agama lain. Ba harudin Lopa. Ford Foundation. untuk menghakimi agama lain. Pada gilirannya. dan sudah pasti kebenarannya menjadi 10 bernilai relatif. standar ganda ini biasanya dipakai h t t p : / / w w w . Dalam sejarah. Keyakin an tentang yang benar itu didasarkan kepada Tuhan sebagai satusatunya sumber kebenaran. perangkat dan konsepkonsep agama seperti kitab suci. a d i a n h u s a i n i . atau sekumpulan norma dan ajaran Tuhan yang bersifat universal dan mutlak kebenarannya.” (hal. tahun 2005. (hal. Muhammad. nabi. mungkin Dia hanya tersenyum simpul. Karena itu. dalam derajat keabsahan teologis di bawa h agamanya sendiri. 3/9/2005) Sumanto AlQurtuby. dan Munir!” (Lubang Hitam Agama. merupakan contoh penggunaan standar ganda itu. pengalaman keagamaan hampir sepenuhnya independen dari aturanaturan formal agama. artikel. antara lain.” (Kompas. Luther. Romo Mangun. jurnal. di sana ternyata telah menunggu banyak orang. dan sebagainya t elah diterbitkan dengan sokongan dana besarbesaran. ji ka penyebaran paham ini menjadi perhatian negaranegara Barat dan LSMLSM global. Berbagai buku. 17)…“Keyakinan bahwa agama sendiri yang paling benar karena berasal dari Tuhan. Ghandi. kepercayaan. hal. Tidak heran. kepercayaan. Udin. alumnus Fakultas Syariah IAIN Semarang.” (hal. atau ajaranajaran Tuhan itu.usritus lain yang biasa dilakukan dalam persemedian spiritual. 20). yang mengharamkan paham Pluralisme Agama. bisa . Yang perlu diperhatikan oleh umat Islam. malaikat. juga menuli s dalam bukunya yang berjudul: Lubang Hitam Agama: “Jika kelak di akhirat. 45). Abu Nawas. yang tentu saja menjadi bersifat relatif. c o m 7 8. Hampir seluruh LSM dan proyek yang dibiayai oleh LSMLSM Barat. Dengan demikian. adalah penyikapan atau pemahaman para penganut agama terhadap doktrin. S ahabat Umar. seperti The Asia Founda tion. pertanyaan di atas diajukan kepada Tuhan. Sebagai contoh. Melalui standar ganda inilah. 24) … Agama adalah seperangkat doktrin. Paham ini bahkan sudah menyusup di bukubuku yang diajarkan kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Islam. Jesus. adalah bahwa penyebaran paham Pluralisme merupaka n proyek global yang melibatkan kepentingan dan dana yang sangat besar. Sambil menunjukkan surgaNya yang mahaluas. adalah merekamereka yang bergerak dalam penyebaran paham Pluralisme Agama. khususnya kalangan lembaga pendidikan Islam. seorang dosen Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung menulis: “Setiap agama sudah pasti memiliki dan mengajarkan kebenaran. dan sejenisnya. Adapun keberagamaan. Bunda Teresa. dan lainlain tak terlalu penting lagi karena yang lebih penting adalah bagaimana seseorang bisa menikmati spiritualitas dan mentransendenkan dirinya dalam lompatan iman yang tanpa batas itu. LSMLSM Barat itu secara sistematis menyusup masuk ke lembagalembaga atau organisasi Islam dengan menawarkan proyekproyek penyebaran paham Pluralisme Agama.

jel as hukumannya sampai 5 tahun. tol eransi dan penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia.org/bhs/Laporan/indonesia_Laporan_depluAS. MUI menjadi bah an cacimaki.com 8 . dan liberalisme. lebih dari 60 siswa Muslim mengikuti program satutahun di sekolahsekolah menengah di seluruh Amerika Serikat. madrasah serta lembagalembaga pendidikan tinggi Islam. 2004 – 2005. biarkan Tuha n yang menentukan. dan melalui Program Pertukaran dan Stud i Pemuda (YES). menyusul keluarnya fatwa tentang sekularisme. MUI dikatakan tolol. suatu hibah multitahun membantu untuk melakukan suatu program pendidikan kewarganegaraan di seluruh sistem 10 Adeng Muchtar Ghazali. Di samping itu.” Berikutnya. Di tingkat universitas. pluralisme agama. staf PBHI itu menyatakan. Padahal dia se ndiri tidak mempunyai kewenangan seperti itu.” Kita juga masih ingat.dipahami.adianhusaini.” Ada baiknya disimak laporan yang ditulis dalam website Kedubes AS di Jakarta yang berkaitan dengan Islam dan plu ralisme agama berikut ini: ”Dalam usaha menjangkau masyarakat Muslim. Amerika Serikat menspon sori para pembicara dari lusinan pesantren. ”MU I kan hanya semacam menjual nama Tuhan saja. 2005) . dengan judul ”MUI bisa Dijerat KUHP Provokator”. Jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN Semarang edisi 28 Th XIII/2005. pendidikan kewarganegaraan dan pembangunan pendidikan. memuat halaman muka berjudul ”Dukungan terhadap Hak As asi Manusia dan Demokrasi: Catatan A.usembassyjakarta. Ia me mbuat usulan untuk MUI: ”Jebloskan penjara saja dengan jeratan pasal 55 provokator. Ilmu Studi Agama. Kedutaan mengirimkan sej umlah pemimpin dari 80 pesantren ke Amerika Serikat untuk mengikuti suatu pro gram tigaminggu tentang pluralisme agama. (Bandung: Pustaka Setia. sesuatu ini sesat.html) pada 4 Mei 2007. diturunkan wawancara dengan seorang staf Perhimpunan Bantu an Hukum Indonesia (PBHI). misalnya. Kalau persoalan agama. Dia seakanakan mendapatkan legitimasi Tuhan untuk menyatakan sesuatu ini mudharat.” Dalam jurn al ini. jika dalam berbagai seminar dan kesempatan. untuk bertukar pandangan tentang pluralisme. Dalam situsnya.S.http://www. Wartawan dari kirakira 10 agen media Islam berkunjung ke Amerika Serikat untuk melakukan perj alanan pelaporan. dan sebagainya. memuat laporan utama berjudul ”Majelis Ulama Indonesia Bukan Wakil Tuhan. kedutaan juga mengirim 38 sis wa dan enam guru ke Amerika Serikat selama 4 minggu untuk mengikuti suatu Pr ogram Kepemimpinan Pemuda Muslim. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta (http://www.

Mengembangkan suatu lingkungan dimana orang Indonesia dapat secara bebas menggunakan hakhak sipil dan politik mereka adalah kritis bagi tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam memelihara pluralisme dan toleransi untuk menghadapi ekstrimisme. Konsep imankafir. Bantuan juga diberikan kepada dua universitas Amerika Serikat untuk pela tihan dan pertukaran penanganan konflik. yang sangat berpengaruh terhadap cara pandang Islam terhadap agama lain. tetapi memiliki program yang sistematis untuk mengubah kurikulum pendidikan Islam yang saat ini masih mereka anggap belum inkl usifpluralis. dan Jurnal Tanwir (diterbitkan oleh Pusat Studi Agama dan Peradaban Muhammadiyah dan The Asia Foundation). Dalam membantu jangkauan jangka panjang. dan baikbenar (truth claim). dan untuk mendirikan lima pusat med iasi di lembagalembaga Muslim.” Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah menjadi incaran utama dari infiltrasi paham ini. muslimnonmuslim.9. yang pada gilirannya akan . maka teologi yang diterima adalah teologi eksklusif dan intoleran. Itu misalnya bisa dilihat dalam artikel artikel yang diterbitkan oleh Jurnal Tashwirul Afkar (Diterbitkan oleh Lakpesdam NU dan The Asia Foundation). Sebagai contoh. Di tulis dalam J urnal ini: “Filosofi pendidikan Islam yang hanya membenarkan agamanya sendiri. Universitas Muhammadiyah. lima American Corners dibu ka di lembagalembaga pendidikan tinggi Muslim di seluruh Indonesia. Jurnal Tashwirul Afkar edisi No 11 tahun 2001. Amerika Serikat j uga memberikan pendanaan kepada berbagai organisasi Muslim dan pesantre n untuk mengangkat persamaan jender dan anak perempuan dengan memperkuat pengertian tentang nilainilai tersebut di antara para pemimpin perempua n masyarakat dan membantu demokratisasi serta kesadaran jender di pesa ntren melalui pemberdayaan pemimpin pesantren lakilaki dan perempuan. tanpa mau menerima kebenaran agama lain mesti mendapat kritik untuk selanjutnya dilakukan reorientasi. menampilkan laporan utama berjudul “Menuju Pendidikan Islam Pluralis”. Mereka bukan saja menyebarkan paham ini secara asongan. Amerika Serikat juga mendanai The Asia Foundation untuk mendirikan suatu pusat internasional dalam memajukan hubungan regional dan internasional di a ntara para intelektual dan aktivis Muslim progresif dalam mengangkat suatu wa cana tingkat internasional tentang penafsiran Islam progresif. Bantuan lain yang terpisah membantu suatu lembaga studi Islam di Yogyakarta untuk melakukan pelatihan tentang Ha k Asasi Manusia dan menyelenggarakan kursuskursus yang meningkatkan toleransi. Jika cara pan dangnya bersifat eksklusif dan intoleran. mesti dibongkar agar umat Islam tidak lagi menganggap agama lain sebagai agama yang salah dan tidak ada jalan keselamatan.

dan sikap tidak menghargai kebenaran agama lain. 11 Januari 2004. misalnya. Seorang aktivis JIMM mengusulkan agar definisi kafir sebagaimana dipahami kaum Muslim selama ini diubah. 8283. Salah satu sebabnya. Ritualritual hanyalah simbol manusia beragama karena mengikuti rangkaian sistematika tadi. Vol 1. te rkandung pesan dasar yang sama yakni.merusak harmonisasi agama agama. Kegagalan dalam mengembangkan semangat toleransi dan pluralisme agama dalam pendidikan Islam akan membangkitkan sayap radikal Islam. yang memun gkinkan masingmasing agama dapat melakukan perjumpaan sejati. Berbagai organisasi dan tokoh agama aktif membentuk semacam “centre of religious pluralism”.adianhusaini. program ini memang mudah menyerap dana besar dari para donatur Barat (“laku dijual”). Perbedaan jalan dan cara merupakan kekayaan bahasa Tuh an yang memang tidak bisa secara pasti dipahami oleh bahasabahasa manusia… Memperhatikan hal ini. Dan. edisi No 11 tahun 2001. maka tidak perlu lagi mempersoalkan mengapa antara orang Islam. Ia menulis dalam sebuah buku: ”Jadi tidak semua non- . Vol 1. juga secara sengaja menyebarkan paham ini. Budha dan lain sebagainya tampaknya ‘berbeda’ dalam ‘mencapai’ Tuhan. mustahil pula kita melawan dan menghindari. Muhammadiyah pun juga kesus upan. Juli 2003. Membebaskan Pendidikan Islam:Dari Eksklusivisme menuju Inklusivisme dan Pluralisme. luhur. Juli 2003. S ebagai muslim. mari kita memproklamasikan kembali bahwa pluralisme agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah.Bukan hanya NU yang disusupi paham ini. Hindu. 13 Jawa Pos.” 11 11 Khamami Zada. Kelompok JIMM memang sangat aktif dalam me ngembangkan paham Pluralisme. karena itu. Sementara di balik perbedaan itu. hal.” 13 12 Jurnal TANWIR edisi 2.” 12 Ada yang berkampanye bahwa “Pluralisme agama” adalah paham yang tidak boleh ditinggalkan dan wajib diikuti oleh semua umat beragama. 8283. agung.com 9 10. terbitan Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah dan The Asia Foundation. Jurnal TANWIR edisi 2. ketuhanan dan kemanusiaan. dan sebagainya. terbitan Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah dan The Asia Foundation. Jurnal ini. sedangkan hakikat ritual adalah ‘penghormatan’ atas apa yang dianggap suci. hal.” Di Jurnal ini dikutip juga ungkapan seorang dosen agama di Universitas Muhammadiyah Malang: “Perbedaan yang dimiliki oleh masingmasing agama pada dasarnya bersifat instrumental. kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan. mencatat: “Perbedaan ‘jalan’ maupun cara dalam praktik ritual tidaklah menjadi sebab ditolak atau tercelanya seseorang melakukan ‘penghormatan’ total kepada apa yang diyakini. Perbedaan ritual hanyalah perbedaan lahiriah ya ng bisa ditangkap oleh kasat mata. Seorang aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) menulis di media massa: “Karena itu. Kristen. h t t p : / / w w w. Jurnal Tashwirul Afkar.

pimpinan BKSPPI segera mengambil sikap tegas : menghentikan penerbitan Majalah ALWASATHIYAH dan memutus hubungan dengan ICIP. mereka mengancam akan membunuh Muhammad dan para pengikutnya. Jadi. s ehingga pernikahan antar agama merupakan sesuatu yang terlarang. buku ini kemudian juga merombak hukum Islam dalam bidang perkawinan. Dengan berdasarkan pada Pluralisme Agama. Dalam buku ini juga disebutkan tentang persamaan semua agama: “Segi persamaan yang san gat asasi antara semua kitab suci . c o m 10 11. pengantar oleh Moeslim Abdurrahman. editor: Pradana Boy ZTF dan M. hal. Akan lebih tepat jika term kafir dimaknai sebagai penindas... Hilmi Faiq. Berikut ini sebagian contoh buku Pluralisme Agama yang dibiayai oleh LSM LSM asing seperti The Asia Foundation dan Ford Foundation: (1) Buku Fiqih Lintas Agama yang diterbitkan oleh Paramadina dan The Asia Foundation. Tetapi. mereka adalah musuh semua agama dan kemanusiaan.” 14 (2) Buku “Nilainilai Pluralisme dalam Islam”. yakni menutup diri dari kebenaran dari pihak lain. Menafsir Makna Zaman: Suarasuara kaum Muda h t t p : / / w w w . Muslim yang melakukan penganiayaan dan penindasan dan penindasan pun dapat dikatakan sebagai kafir. diantaranya konteks dakwah Islam pada saat itu. a d i a n h u s a i n i . melainkan siapa pun dan beragama apa pun ketika tidak adil dan menindas maka ia disebut kafir. . 164. bahwa wanita Muslim boleh menikah dengan la kilaki nonMuslim. (Kerjasama Fatayat Nahdhatul Ulama dan dengan Ford Foundation): Muhammadiyah”.Paham Pluralisme Agama ini pun sudah sempat disusupkan ke lingkungan Pondok Pesantren. Karena kedu dukannya sebagai hukum yang lahir atas proses ijtihad. maka amat dimungkinkan bila dicetuskan pendapat baru. 2004).. dengan menghalalkan perkawinan wanita Muslimah dengan lelaki nonMuslim: “Soal pernikahan lakilaki nonMuslim dengan wanita Muslim merupakan wilayah ijtihadi dan terikat dengan konteks tertentu. dan mukmin (orang beriman) a dalah pejuang pembebasan dari penindasan. Fiqih Lintas Agama (Jakarta: Paramadina.. Mun’im Sirry (ed). apapun agama dan aliran kepercayaannya.” (Kembali keAlQur’an. hasil kerjasama BKSPPI dan International Center for Islam and Pluralism (ICIP) – sebuah lembaga yang getol menyebarkan paham Pluralisme Agama. kafir tidak identik den gan nonMuslim. 2004. Yang mana jumlah umat Islam tidak sebesar saat ini. Alihalih berdialog untuk memperbaiki sistem yang tidak adil. setelah menyadari bahaya paham Pluralisme Agama dan liberalisasi Islam pada umumnya.Muslim adalah kafir. Mereka penindas HAM dan tidak mau membuka diri untuk mendialogkan kebenaran. Dengan kata lain. Inilah su bstansi kafir . atau pernikahan beda agama secara lebih luas amat diperbolehkan. Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) sempat ‘kecolongan’ menerbitkan sebuah Majalah bernama AlWASATHIYYAH.) 14 A. NonMuslim di Mekkah punya kriteria kafir seperti yang disebut alQuran.

maka Islam tak lain adalah satu jalan kebenaran diant ara jalanjalan kebenaran yang lain… artinya jalan menuju kebenaran tidak selamanya dan musti harus melalui jalan ‘agama’. mengapa mereka dikatakan kafir? D alam Tafsir alAzhar. karena larangan itu hanya untuk musyrik Arab. Frans Magnis Suseno.Diantara isi buku ialah menyatakan bahwa semua agama adalah sama da n benar; Islam bukanlah satusatunya jalan kebenaran; dan agama dipandang sama dengan budaya (Pluralisme Agama): “Dalam konteks ini. 5556). bahwa kaum Muslim di Jawa boleh saling bergantiganti melakukan semba han dengan kaum musyrik Jawa. Pernyataan dalam buku Fiqih Lintas Agama ini jelas sangat keliru. Sebab. Protestan. II. tahun 2000. Hal ini berbeda dengan persoala n kaum musyrik yang pada zaman Nabi tinggal di kota Makkah. c o m 11 12. bagaimana sikap dari Katolik. Atau. Hindu. sebagaimana ditulis dalam bukunya. Ayat yang san gat menegaskan perbedaan konsep ‘sesembahan’ in ditujukan kepada kaum musyrik Qurai sy dan bukan kepada Ahli Kitab. begitu banyak ayat alQuran yang menyebutkan. mengeluarkan Dekrit ‘Dominus Jesus’. karena kaum musyrik Arab sudah tidak ada lagi. yang unik dan khas. jika Surat alKafirun hanya ditujukan untuk kaum musyrik Arab saja. Sedangkan esensinya sama.” 15 Ternyata. bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah kaum kafir. h t t p : / / w w w . Menjadi Saksi . tapi juga bisa memakai medium yang lain. a d i a n h u s a i n i . yakni me nuju kebenaran transendental. dan Islam terhadap paham yang pada intinya ‘menyamakan semua agama’ ini. bisa juga dimengerti. Tidak ada perbedaan yang signifi kan kecuali hanya ritualistik simbolistik.” (hal. logika buku Fiqih Lintas Agama itu jelas sangat keliru. de ngan menyatakan. Padahal.” Logikanya. Semua agama direpotkan oleh paham ini.adalah ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa. bahwa ayat itu sudah tidak berlaku lagi. Paus Yohannes Paulus II. Kepada mereka inilah dialamatkan fir man Allah. akan terlihat. Prof. Pandangan Katolik Menghadapi serbuan paham Pluralisme Agama ini. maka ini sama halnya. Karena sifatnya yang demikian maka Islam kemudian b erdiri sejajar dengan praktik budaya yang ada. Berikut ini kita kutipkan pendapat tokoh Katolik Prof. (Surah alKafirun). Maka. Ji ka mereka mempunyai konsep ketuhanan yang sama dengan Islam. setiap agama memang mempunyai ajaran dan klaim kebenaran masingmasing. tentang Pluralisme Agama. bukan hanya Islam yang direpotkan oleh paham Pluralisme Agama. “aku tidak menyembah yang kamu sembah. Tauhid dan syirik tak dapat dipertemukan. Hamka menulis: “Surat ini memberi pedoman yang tegas bagi kita pengikut Nabi Muhammad bahwasanya akidah tidaklah dapat diperdamaikan. maka para tokoh agama agama tidak tinggal diam. yang berbeda antara satu dengan lainnya. “Katakan (Muhammad). Dalam paparan berikutnya. dan kamu pu n tidak menyhembah yang aku sembah… bagimu agamamu dan bagiku agamaku”.

Yesus. menurut Frans Magnis. dan dengan rincian berbeda. 2005). sebagaimana diperjuangkan di kalangan Kristen oleh teologteolog seperti John Hick. Kata “dogma” menjadi kata negatif. ‘Dominus Jesus’ menimbulkan reaksi keras. 16 Pluralisme agama. 17 Penjelasan ini. “kosmis”. kurang lebih. bisa juga dengan mempertahankan paham Allah personal. c o m 12 13. Teologi yang mendasari anggapan itu adalah. yang sebenarnya diakui adalah dimensi transenden dan metafisik alam semesta manusia. selain menolak paham Pluralisme Agama. mirip misalnya dengan dimensi estetik. mereka menghayati dimensi religius secara mendalam. berakar dalam sungai keilahian mendalam yang mengalir di baw ah permukaan dan dari padanya segala ungkapan religiositas manusia hidup. “holistik”. berlainan dengan Pencerahan. Posisi ini bisa sekaligus berarti melepaskan adanya Allah personal. hal. Vatikan menerbitkan penjelasan ‘Dominus Jesus’. Menurutnya. jelasjelas ditolak oleh Gereja Katolik. Ia merupakan warisan filsafat Pencerahan 30 0 tahun lalu dan pada hakikatnya kembali ke pandangan Kant tentang agama sebagai lembaga moral. Jadi. 59. Para pendiri agama. Ambil saja sebagai . Bagi mereka. dan menyatakan. anggapan bahwa hanya agamanya sendiri yang benar merupakan kesombongan. a d i a n h u s a i n i . Namun. h t t p : / / w w w . dan bukan masalah kebenaran. Bukan namanya tol eransi apabila untuk mau saling menerima dituntut agar masingmasing melepaskan apa yang mereka yakini. Knitter (Protestan) dan Raimundo Panikkar (Katolik). kata Frans Magnis Suseno. Frans Magnis sendiri mendukung ‘Domin us Jesus’ itu. seperti Buddha. Mengkliam kebenaran hanya bagi diri sendiri dianggap tidak toleran. yang termasuk “budaya hati” individual. juga menegaskan kembali bahwa Yesus Kristus adalah satusatunya pengantara keselamatan Ilahi dan tidak ada orang yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus. Menjadi Saksi Kristus Di Tengah Masyarakat Majemu k. Pluralisme Agama hanya di permukaan saja kelihatan lebih rendah hati dan toleran dariupada sikap inklusif yang tetap meyakini imannya. dan Muhammad merupakan geniusgenius religius. 16 Frans Magnis Suseno. anggapan bahwa agama agama merupakan ekspresi religiositas umat manusia. Pluralisme sangat sesuai dengan anggapan yang sudah sangat meluas dalam masyarakat sekuler bahwa agama adalah masalah selera. adalah paham yang menolak eksklusivisme kebenaran. sangat terbuka terhadap segala macam dimensi “metafisik”. (Jakarta: Penerbit Obor. mirip dengan orang yang bisa menemukan air di tanah. Pada tahun 2000. Paham Pluralisme agama. 15 Lihat. Agamaagama hendaknya pertamapertama memperlihatkan kerendahan hati. hanya dalam bahasa diperkaya oleh aliranaliran New Age yang. Paul F. hal. bahwa ‘Dominus Jesus’ itu sudah perlu dan tepat waktu. tidak menganggap lebih benar daripada yang lainlain. pluralisme agama itu sesuai dengan “semangat zaman”.Masih menurut penjelasan Frans Magnis Suseno. buku “Nilainilai Pluralisme dalam Islam” (Jakarta: Fatayat Nahdhatul Ulama dan Ford Foundation. Di kalangan Katolik sendiri. dsb. 2004). Mereka. “mistik”.Kristus Di Tengah Masyarakat Majemuk. 138141. Masih berpegang pada dogmadogma dianggap ketinggalan zaman.

5 Maret 2005) h t t p : / / w w w . Dupuis menyatakan. so as to bring them the truth.va/roman_curia/congregations/cfaith/documents/rc_co n_cfaith_doc_20000806_domin usiesus_en. Namun yang nyatanyata dituntut kaum pluralis adalah agar Islam melepaskan klaimnya bahwa Allah dalam alQuran memberi petunjuk definitif. God wills the salvation of everyone throug h the knowledge of the truth. mengakui dan menghormati keberadaan mereka dalam kebe . Pluralisme mengusulkan agar masingmasing saling menerima karena masingmasing tidak lebih dari ungkapan religiositas manusia. jadi melepaskan keyakinan lama yang mengatakan bahwa hanya melalui Putera manusia bisa sampai ke Bapa. dengan baik. to whom this truth has been entrusted.” (http://www. c o m 13 14. Frans Magnis menegaskan: “Menurut saya ini tidak lucu dan tidak serius. (London: Penguin Books. termasuk intern Katolik sendiri. Those who obey the promptings of the Spiri t of truth are already on the way of salvation. ‘Sang K ehidupan’ dan 17 Dominus Jesus dikonsep dan semula ditandantangani oleh Kardinal Ratzinger – sekarang Paus Benediktus XVI – dan dikeluarkan pada 28 Agustus 2000. hal.‘Sang Kebenaran’. Jacques Dupuis SJ. Dalam bukunya ini. the Church must be missionary. tentu saja mengklaim kepenuhan k ebenaran tidak masuk akal. Dari kaum Kristiani. 2005). keberadaan agama lain. Dokumen ini telah menimbulkan perdebatan sengit di kalangan Kristen. semua agama terus berjalan– sebagaimana Kristen – menuju kebenaran penuh tersebut. mari kita bersedia saling meneri ma. dosen di Gregorian University Roma. katanya. dengan sekaligus membatalkan petunjukpetunjuk sebelumnya. Salvation is found in the truth. Terhadap paham semacam itu. Toleransi yang sebenarnya berarti menerima orang lain. Dokumen ini di keluarkan menyusul kehebohan di kalangan petinggi Katolik akibat keluarnya buku Toward a Christian Theology of Religious Pluralism karya Prof. Semua agama disatukan dalam kerendahan hati karena kekurangan bersama dalam meraih kebenaran penuh tersebut. Toleransi tidak menuntut agar kita semua menjadi sama. But the Church. God ‘desires all men to be sav ed and come to the knowledge of the truth' (1 Tim 2:4); that is. kelompok lain. Because she believes in God's universal plan of salvation.contoh Islam dan kristianitas. a d i a n h u s a i n i . menjadi salah satu jalan. Dalam Dominus Jesus disebutkan: “Indeed. salah satu sumber kehidupan dan salah satu kebenaran. kaum pluralis menuntut untuk mengesampingkan bahwa Yesus itu ‘Sang Jalan’. akhir dan benar tentang bagaimana manusia harus hidup agar ia selamat. bahwa ‘kebenaran penuh’ (fullnes of thruth) tidak akan terla hir sampai datangnya kiamat atau kedatangan Yesus Kedua. The Pope in Winter. dalam John Cornwell.html. (Perdebatan tentang Dominus Je sus bisa dilihat. dan kalau begitu. Jadi. misalnya.vatican. 192199. must go out to meet their desire. Ini sikap menghina kalau pun bermaksud baik.

rlainan mereka! Toleransi justru bukan asimilasi, melainkan hormat penuh identitas masin gmasing yang tidak sama.” 18 III. Pandangan Protestan Berbeda dengan agama Katolik yang memiliki pemimpin tertinggi dalam hi rarkis Gereja (Paus), dalam kalangan Protestan tidak bisa ditemukan satu sikap yang sama terhadap paham Pluralisme Agama. Teologteolog Protestan banyak yang menjadi polopor paham ini. Meskipun demikian, dari kalangan Protestan, juga mun cul tantangan keras terhadap paham Pluralisme Agama.Berikut ini sejumlah buku di Indonesia yang menyinggung masalah ini: Poltak YP Sibarani&Bernard Jody A. Siregar, dalam buku Beriman dan Beril mu: Panduan Pendidikan Agama Kristen untuk Mahasiswa, menjelaskan: “Pluralisme bukan sekedar menghargai pluralitas agama tetapi sekaligus menganggap (penganut) agama lain setara dengan agamanya. Ini adalah sikap yang mampu menerima dan menghargai dan memandang agama lain sebagai agama yang baik dan benar, serta mengakui adanya jalan keselamatan di dalamnya. Di satu pihak, jika tidak berhatihati, sikap ketiga ini dapat berb ahaya dan menciptakan polarisasi iman. Artinya, keimanannya atas agama yang diyakininya pada akhirnya bisa memudar dengan sendirinya, tanpa intervensi pihak lain.” 19 18 Sikap Katolik yang menolak paham Pluralisme Agama sangatlah logis, seb ab – meskipun dalam Konsili Vatikan II, Gereja Katolik telah mengubah sikapnya terhadap agamaagama lain, tetapi Konsili juga menetapkan Dekrit Ad Gentes (kepada bangsabangsa) yang mewajibkan seluruh Gereja untuk menjalankan kerja misionaris. Dalam pidatonya pada 7 Desember 1990, y ang bertajuk Redemptoris Missio (Tugas Perutusan Sang Penebus), yang diterbitan Konferensi Waligereja In donesia (KWI) tahun 2003, Paus Yohanes Paulus II mengatakan: “Tugas perutusan Kristus Sang Penebus, yang dipercayakan kepada Gereja, masih sangat jauh dari penyelesaian. Tatkala Masa Seribu Tahun K edua sesudah kedatangan Kristus hampir berakhir, satu pandangan menyeluruh atas umat manusia memperlihatkan bahwa tugas perutusan ini masih saja di tahap awal, dan bahwa kita harus melibatkan d iri kita sendiri dengan sepenuh hati… Kegiatan misioner yang secara khusus ditujukan “kepada para bangsa” (a d gentes) tampak sedang menyurut, dan kecenderungan ini tentu saja tidak sejalan dengan petunju kpetunjuk Konsili dan dengan pernyataanpernyataan Magisterium sesudahnya. Kesulitankesulitan baik yang datang dari dalam maupun yang datang dari luar, telah memperlemah daya dorong karya misioner G ereja kepada orangorang non Kristen, suatu kenyataan yang mestinya membangkitkan kepedulian di an tara semua orang yang percaya kepada Kristus. Sebab dalam sejarah Gereja, gerakan misioner selalu suda h merupakan tanda kehidupan, persis sebagaimana juga kemerosotannya merupakan tanda krisis iman.” 19 Poltak YP Sibarani&Bernard Jody A. Siregar, Beriman dan Berilmu: Panduan Pendidikan Agama Kristen untuk Mahasiswa, (Jakarta: Ramos Gospel Publishing House, 2005), hal. 126. h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 14

15.Sebuah kajian dan kritik yang serius terhadap paham Pluralisme Agama dilakukan oleh Pendeta Dr. Stevri I. Lumintang, seorang pendeta di Gereja Keesaan I njil Indonesia. Kajian Stevri Lumintang dituangkan dalam sebuah buku setebal lebih dari 700 halaman, berjudul Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004). Dicatat dalam ilustrasi sampul buku ini, bahwa Teologi AbuAbu adalah posisi teologi kaum pluralis. Karena teologi yang mereka bangun merupakan integrasi dari pelbagai warna kebenaran dari semua agama, filsafat dan budaya yang ada di dunia. Alkitab dipakai hanya sebagai salah satu sumber, itu pun dianggap sebagai mitos. Dan perpaduan multi kebenaran ini, lahirlah teologi abuabu, yaitu teologi buka n hitam, bukan juga putih, bukan teologi Kristen, bukan juga teologi salah satu agama yan g ada di dunia ini…. Namun teologi ini sedang meracuni, baik agama Kristen, maupun semua agama, dengan cara mencabut dan membuang semua unsurunsur absolut yang diklaim oleh masingmasing agama. Juga dikatakan dalam buku ini: ‘’Inti Teologi AbuAbu (Pluralisme) merupakan penyangkalan terhadap intisari atau jatidiri semua agama yang ada. Karena, perjuangan mereka membangun Teologi AbuAbu atau teologi agamaagama, harus dimulai dari usaha untuk menghancurkan batu sandungan yang menghalangi perwujudan teologi mereka. Batu sandungan utama yang harus mereka hancurkan atau paling tidak ya ng harus digulingkan ialah klaim kabsolutan dan kefinalitas(an) kebenaran yang ada di masingmasing agama. Di dalam konteks kekristenan, mereka harus menghancurkan keyakinan dan pengajaran tentang Yesus Kristus sebagai pernyataan Allah yang final.’’ 20 ‘’...Theologia abuabu (Pluralisme) yang kehadirannya seperti serigala berbulu domba, seolaholah menawarkan teologi yang sempurna, karena itu teologi tersebut mempersalahkan semua rumusan Teologi Tradisional yang selama ini dianut dan sudah berakar dalam gereja. Namun sesungguhnya Pluralisme sedang menawarkan agama baru...’’ 21 Menurut Stevri Lumintang: ‘’Pluralisme adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi kekristenan. Karena pluralisme bukanlah sekedar konsep sosiologis, anthropologis, melainkan konsep filsafat agama yang bertolak bukan dari Alkitab, melainkan bertolak dari fakta kemajemukan yang diikuti oleh tuntutan toleransi, dan diilhami oleh keadaan sosialpolitik yang didukung oleh kemajemukan etnis, budaya dan agama ; serta disponsori oleh semangat globalisasi dan filsafat relativisme yang mengiringinya. Pluralisme secara terangterangan menolak 20 Stevri I. Lumintang, Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004), hal. 235236. 21 Ibid, hal. 1819. h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 15 16.konsep kefinalitasan, eksklusivisme yang normatif, dan keunikan Yesus Kristus. Kristus bukan lagi satusatunya penyelamat, melainkan salah satu penyelamat. Inilah pluralisme, dan disinilah letaknya kehancuran kekristenan masa kini, sekalipun pada hakikatnya kekristenan tidak akan pernah hancur. Penyangkalan terhadap

semua intisari kekristenan ini, pada hekikatnya adalah upaya untuk membangun jalan raya bagi lalu lintas teologi agamaagama atau Theologi a Abu abu (Pluralisme). Oleh karena itu, semua disiplin ilmu teologi diupayakan untuk dikaji ulang (rekonstruksi) untuk membersihkan teologi Kristen dari rumusan rumusan tradisional atau ortodoks, yang pada hakikatnya merupakan batu sandungan terciptanya Theologia AbuAbu atau teologi agamaagama (Theo logia Religionum). 22 Dalam ‘Dokumen Keesaan GerejaPersekutuan Gerejagereja di Indonesia (DKGPGI) yang diputuskan dalam Sidang Raya XIV PGI di Wisma Kinasih, 29 November5 Desember 2004, masalah Pluralisme Agama tidak dibahas secara eksplisit. Tetapi, dokumen ini menunjukkan sikap eksklusivitas teologis kaum Protes tan. Misalnya, bisa dilihat dalam ‘’Bab IV : Bersaksi dan Memberitakan Injil Kepada Segala Makhluk’’, yang menegaskan: “Gereja Harus Memberitakan Injil Kepada Segala Makhluk”. Disebutkan dalam bagian ini : ‘’Gerejagereja di Indonesia menegaskan bahwa Injil adalah Berita Kesukaan yang utuh dan menyeluruh, untuk segala makhluk , manusia dan alam lingkungan hidupnya serta keutuhannya : bahwa Injil yang seutuhnya diberitakan kepada manusia yang seutuhnya... ‘’ Dalam Tata dasar Persekutuan GerejaGereja di Indonesia pasal 3 (Pengakuan) disebutkan : ‘’Persekutuan Gerejagereja di Indonesia mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia serta Kepala Gereja, sumber kebenaran dan hidup, yang menghimpun dan menumbuhkan gereja, sesuai dengan Firman Allah dalam Alkitab, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (1 Kor. 3 :11) : ‘’Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan yaitu Yesus Kristus.’’ (bnd. Mat. 16 : 16 ; ef. 4 :15 dan Ul. 7 :6). 23 Di dalam acara kebaktian Minggu, kaum Kristen biasanya mengucapkan a pa yang mereka sebut sebagai ‘sahadat rasuli’ atau ‘pengakuan iman rasuli’, yang juga disebut ‘dua belas pengakuan iman’, yang bunyinya : (1). Aku percaya kepada Alla h Bapa, yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.(2) Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita, (3) yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari an ak dara Maria, (4) yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut. (5) pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, (6) naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, (7) dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati, (8) Aku percaya kepada Roh Kudus; (9) gereja yang kudus dan am; persekutuan 22 Ibid, hal. 15. 23 Weinata Sairin (ed), ‘Dokumen Keesaan GerejaPersekutuan Gerejagereja di Indonesia (DKGPGI), (Jakarta: BPK, 2006). h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 16 17.orang kudus; (10) pengampunan dosa; (11) kebangkitan daging; (12) dan hidup yang kekal. 24 IV. Pandangan Hindu Kaum Pluralis Agama dari berbagai penganut agama sering mengutip ucapan tokohtokoh Hindu untuk mendukung pendapat mereka. Sukidi, seorang propagandis Pluralisme Agama dari kalangan liberal di Muhammadiyah, misalnya, menulis dalam satu artikel di media massa :

Inilah Sahadatku. The World’s Religions. Huston Smith juga mengutip ungkapan ‘orang suci Hindu’ abad ke19. 25 Huston Smith. hal. Dan. 11 Januari 2004). mustah il pula kita melawan dan menghindari. Zoroaster. (New York: Harper CollinsPubliser. Sebagai muslim. konsekuensinya. Pencipta halhal ya ng kelihatan dan tak kelihatan. “ (Alex I. yaitu 24 Dr. maupun lainnya adalah benar. Huston Smith juga menulis satu subbab berjudul “Many Paths to the Same Summit”.” (Terjemahan bebasnya: Sejak dulu. Nietzsche menegasikan adanya Kebenaran Tunggal dan justru bersikap afirmatif terhadap banyak kebenaran. Huston Smith menulis: “Early on. dalam nalar pluralisme Gandhi. 1992). 910. karena itu. Islam. Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus. c o m 17 Peranan Gereja Yang Diakonal Dan Penanganan HIV/ Aids Diakoni FM . kitabkitab Veda menyatakan pandangan Hindu klasik. kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan.“Dan. Kebenaran mema ng satu; orangorang bijak menyebutnya dengan nama yang berbedabeda). the Vedas announced Hinduism’s classic contention that the various religions are but different languages through which God speaks to the human heart. seperti pohon yang memiliki banyak cabang (many). Mahatma Gandhi pun seirama dengan mendeklarasikan bahwa semua agama entah Hinduisme. 25 Untuk memperkuat penjelasannya tentang sikap ‘Pluralistik’ agama Hindu. hal. Kristen. Yahudi.. konsekuensinya. (Jakarta: BPK. 1991). The World’s Religions. mari kita memproklamasikan kembali bahwa pluralisme agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah. hal. Putra Allah yang Tunggal Yang pertama lahir dari semua ciptaan. Bapa yang Mahakuasa. kebenaran ada dan ditemukan pada semua agama. Tanya Jawab Syahadat Iman Katolik. ada banyak kebenaran (many truths) dalam tradisi dan agamaagama. Prof. Dilahirkan dari Bapa. Harun Hadiwijono. a d i a n h u s a i n i . h t t p : / / w w w . Akar yang sa tu itulah yang menjadi asal dan orientasi agamaagama. Sang Sabda dari Allah. Suwandi PR. Dan. 2001). (Yogyakarta: Kan isius. bahwa agama agama yang berbeda hanyalah merupakan bahasa yang berbedabeda yang digunakan Tuhan untuk berbicara kepada hati manusia. Dalam paparannya tentang Hinduism dari bukunya. Karena itu. Terang dari Ter ang. Aga maagama itu diibaratkan. Kau m Katolik di Indonesia juga menggunakan istilah sahadat untuk menyebut ‘Nicene Creed’ yang salah satu versi redaksinya berbunyi: “Kami percaya akan satu Allah. 11. Sebelum segala abad . (Jawa Pos. Hidup dari Hidup. tapi berasal dari satu akar (the One). Buddhisme. “Truth is one; sages call it by different names. 73..

Dalam hal ini. Secara jujur harus diakui. Sth. Dari keramahan dan keluwesan beliau bergaul dengan para pelayan muda maka tidak salah apabila dikatakan bahwa beliau sangat konsisten untuk membangun kerjasama yang baik dengan para pelayan yang lebih muda. ekonomi dan budaya. Beliau memiliki pengalaman pelayanan yang matang baik di dalam maupun di luar negeri yang turut memampukan beliau dalam pelayanan masa kini sekaligus juga mempersiapkan pelayanan untuk kepentingan masa depan. pelayanan diakonia sebenarnya sangatlah luas dan didalamnya terdapat beberapa metode pelayanan diakonia yang bervariasi. . Hal ini dapat dikatakan karena diakonia sendiri adalah pelayanan. Dalam rangka memeriahkan 25 tahun kependetaan sang Jubilaris.jika terjadi saling melayani di tengahtengah persekutuan itu. Demikian juga halnya marturia. Tampubolon. Semoga ke depan. jubilaris tidak jarang melakukan pendekatan kultural kepada rekan sekerjanya yakni sistim kekerabatan ‘dalihan na tolu’. Namun. Ketiga tugas ini punya korelasi interdependensi antara yang satu dengan yang lain. Di samping itu. jubilaris menurut penulis punya kemampuan membangun hubungan kerja sama yang leih harmonis dengan juniornya karena keakraban dan komunikasi beliau tidak terlalu formal. Oleh karena itu. Pendahuluan Koinonia. W. marturia dan diakonia merupakan tri tugas panggilan gereja yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. penulis selalu ingat dengan kalimat singkat yang pernah beliau utarakan dalam bahasa Batak kepada penulis dan rekan pelayan muda lainnya. Dan diakonia itu menjdai tindakan nyata sebagai pengimplementasian dari pewartaan Injil melalui berbagai aksi sosial. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi pembaca. 1.P. Penulis mengenal jubilaris sebagai sosok pelayan yang memiliki pola pikir produktip dan progressif. Penulis turut merasakan kebahagiaan jubilaris dan mensyukuri segala berkat Tuhan yang beliau terima selama kurun waktu 25 tahun silam dalam proses pelayanan Gereja Tuhan. Koinonia sebagai persekutuan akan hidup survive. merupakan pelayanan pewartaan kerajaan Allah melalui Injil sebagai khabar keselamatan yang diberitakan ke dalam persekutuan secara sentripetal maupun ke luar persekutuan itu secara sentripugal. penulis menyumbangkan tulisan ini. ketika para pelayan senior mau mendekatkan diri bahkan menyesuaikan diri kepada pelayan muda saat itu para pelayan muda semakin kurang menghargai seniornya sebagaimana layaknya. Akan tetapi. Kiranya tidak berlebihan apabila penulis juga telah menyaksian bahwa jubilaris adalah salah satu pendeta senior yang selalu punya keinginan untuk menghancurkan tembok pemisah yang sering membatasi komunikasi antara pelayan senior dan junior. juga tidak dapat dipungkiri banyak pelayan junior yang menghormati seniornya justru mendapat perlakuan kurang wajar. kiranya jubilaris tetap teguh dan kokoh serta lebih energik untuk menunaikan tugas dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan. sosial politik. walau dalam waktu yang sangat singkat. dengan senang hati dan rasa syukur kepad Tuhan. dalam usia yang lebih lanjut.Pengantar Selamat ulang tahun ke 25 kependetaan bapak Pdt. “ molo hupasobok diringku tu hamu unang ma nian rajumi hamu sarupa hamu dohot ahu”.

Untuk itu. Itu sebabnya penulis membatasi pembahasan landasan teologia diakonia hanya pada kitab Perjanjian Baru. Demikianlah ODHA/OHIDA (Orang Dengan HIV/AIDS atau Orang Dengan AIDS) pada akhirnya mampu melayani bersama gereja atau di dalam gereja untuk melakukan pelayanan preventif maupun protektif kepada yang belum terinfeksi virus HIV maupun yang sudah. Gereja dirasa perlu bahkan sudah mendesak untuk segera memberdayakan warga dan pelayan untuk peka dan proaktip menangani masalah kemanusiaan tersebut. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan saja. Namun kita masih merasakan adanya sikap kekakuan bahkan kepasifan daripada Gereja untuk terlibat langsung dalam penanganan HIV/AIDS. walaupun harus diakui ada . Gereja cenderung menyuarakan penanganan HIV/AIDS dalam tingkat oral pada berbagai seminar maupun rapat yang diadakan namun belum sampai kepada aksi nyata. Bentuk pelayanan seperti ini juga tidak menempatkan orang yang dilayani sebagai objek melainkan memposisikannya sebagai mitra kerja. Oleh karena itu. dalam hal ini melalui khotbah. Memberdayakan orang yang dilayani bukan saja untuk mampu melepaskan diri dari permasalahan yang ia hadapi tetapi lebih dari itu. Bentuk pelayanan transformatif merupakan bentuk pelayanan jangka panjang dengan mengesampingkan sikap ketergantungan dari orang yang dilayani kepada pelayan sekaligus konsisten dengan pemandirian orang yang dilayani. belum sampai pada tingkat psikomotoris. PA. melainkan telah jadi masalah kemanusiaan di seluruh dunia. sangat sulit dideteksi. namun barangkali masih pada tingkat kognitif atau mungkin afektif. Lebih berbahaya lagi perkembangannya ibarat belut dalam lumpur. 2. Namun sebelumnya perlu dipahami dasar-dasar teologi diakonia yang menjadi landasan pelayanan gereja terhadap ODHA dan OHIDA. selama ini berbagai LSM sudah berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS. sermon dan lain-lain. Di samping lembaga pemerintah maupun rumah sakit. Penulis membahas peranan gereja yang diakonal dengan bentuk pelayanan transformatif dengan tindakan preventif dan protektif baik melalui pelayanan pastoral maupun juru kampanye. Gereja telah menyuarakan bahaya HIV/AIDS.Melihat betapa luasnya cakupan pelayanan diakonia. Diakonia dalam Perjanjian Baru Ada dua kata yang perlu dibahas dalam Kitab Perjanjian Baru berkaitan dengan istilah ‘diakonia’ yakni: Pelayan. penulis membatasi tulisan ini khusus melihat PERANAN GEREJA YANG DIAKONAL DALAM PENANGANAN HIV/AIDS dengan mengingat HIV/AIDS sudah merupakan permasalahan dunia dan butuh penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. sudah waktunya Gereja membuka mata dan secara aktip membangun pelayanan diakonal dalam penanganan HIV/AIDS. semua pihak sangat diharapkan turut berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengatasinya. reformatif dan transformatif). pada akhirnya mampu melayani orang lain. bahkan sudah jadi sebuah epidemi yang pertumbuhannya sangat pesat ibarat sarang labalaba. Untuk itu. Istilah diakonia adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang diterima dan diakui sebagai bahasa asli kitab Perjanjian Baru. Komite HIV/AIDS yang telah dibentuk HKBP merupakan langkah positip dan konstruktip untuk melakukan penanganan terhadap HIV/AIDS. Dari berbagai bentuk pelayanan diakonia saat ini dikenal (karitatif. Namun sebagaimana telah ditegaskan bahwa HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama dari setiap lapisan warga gereja maupun masyarakat.

Selanjutnya Rasul Paulus memberikan persyaratan untuk menjadi diaken (1 Tim 3:8ff) yang intinya bahwa rahasia iman harus tetap tersimpan dan terpelihara di dalam hati. Disamping itu pelayanan bukan hanya karena jabatan tetapi karena karunia Roh (Rom 12:7).beberapa kata dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani diterjemahkan dengan istilahistilah yang berhubungan dengan diakonia sebagaimana ditemukan dalam kitab Septuaginta (Alf Obtestadt. Pelayanan Yesus sekaligus menyempurnakan pelayanan para nabi dimana pelayanan itu adalah penyangkalan diri sehingga pelayanan itu adalah untuk orang lain. Pada dasarnya. 1Tim 3:8ff). penting dan punya makna khusus dalam karya penyelamatan Yesus sendiri. Pelayanan. Dari kata ‘deacon’ kita mengenal istilah ‘diaconos’ yakni pelayan. Membangun Gereja yang Diakonal). Lebih luas lagi bahwa pelayanan itu merupakan tugas dan danggungjawab imamat am orang-orang percaya (1Pet 2:9) sehingga dalam implementasinya perlu pemberdayaan warga jemaat untuk saling melayani dan untuk melayani orang lain di . Demikian juga halnya ketika Yesus makan bersama dengan para muridNya. ‘deacon’ itu merupakan hamba. Melakukan pelayanan terhadap orang lain itu berarti melakukan pelayanan kepada Kriatus sendiri (Mat 25:44). Pelayanan para rasul dan para pelayan lainnya merupakan pelayanan yang diterima dari Tuhan maupun yang diterima melalui gereja sehingga ‘harus dijalankan sepenuhnya’ (Kol 4:17. istilah hamba sudah dikenal sebagai pelayan dalam kegiatan kultus di tempat ibadah orang-orang Yunani. Walaupun demikian istilah ‘diaconos’ juga dipergunakan untuk suatu jabatan gerejawi (Flp 1:1) dimana selain penilik jemaat juga ada diaken. Paulus sebagai pemberita Injil juga menyebut diri dan rekannya Epafras sebagai pelayan (Kol 1:7. Kata ’deacon’ ditemukan sebanyak seratus kali dalm kitab Perjanjian Baru. Pelayanan yang lebih agung dan mulia mengacu kepada pelayanan Kristus (Ibr 8:6). Pelayanan itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri maupun keluarga sebagai lembaga terkecil di tengahtengah masyarakat. hamba. Yesus justru menegaskan bahwa yang terbesar adalah pelayan.25). Dengan demikian diakonia juta merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari koinonia. Dalam pemahaman seperti itulah Yesus berkata. Secara etimologi. Itu berarti bahwa pemberitaan injil oleh Paulus yang dapat dikategorikan ke dalam istilah ‘marturia’ merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari diakonia karena orang yang memberitakan Injil juga adalah pelayan. Yesus selanjutnya menyebutkan bahwa diriNya sendirilah pelayan itu (Luk 22:26f). dimana pada saat itu ada dari antara muridNya bertengkar memperdebatkan siapa dari antara mereka yang terbesar. Hal ini menunjukkan kata ‘deacon’ itu merupakan kata yang sangat populer. Bahkan sebelum zaman Perjanjian Baru juga dalam dunia Hellenistik tahun 330-37 BC. melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45).23. Itu artinya bahwa segala tugas pelayanan para diaken tidak boleh dilakukan tanpa iman yang benar. diakonia berasal dari kata ‘deacon’ yang diterjemahkan menjadi pelayan. pelayanan dan melayani. “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani. Hal ini dikatakan oleh Yesus dalam konteks makan bersama yang didasari oleh persekutuan atau koinonia yang di dalamnya terjadi proses saling melayani. Itu makanya Kristus menekankan pelayanan kepada orang lain terutama kepada orang-orang yang paling hina karena pelayanan seperti itu adalah pelayanan kapada Dia. Rom 12:7.

3. Sangat menarik bahwa Yesus bersedia menyembuhkan orang sakit walaupun penyakit itu adalah akibat dosa yang diperbuat. Sikap seperti ini bukannya mampu meselesaikan permasalahan yang sedang mengglobal ini malah justru turut mempercepat merebaknya HIV/AIDS ke manamana.2. Sering mnurut mereka bahwa orang sakit adalah orang berdosa. tidak ada orang yang tidak berdosa. ada dua hal yang menarik ditelusuri berkaitan dengan topik ini. Disamping itu. ODHA/OHIDA Istilah ODHA/OHIDA ini disosialisasikan sebagai pengganti istilah diskriminatif yang selama ini dipergunakan yakni penderita HIV/AIDS. melainkan untuk orang berdosa” (Mrk 2:17). Oleh karena itu. Disamping itu. sementara itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya sistim kekebalan tubuh. 3. banyak orang yang tidak bersedia memeriksakan diri karena takut apabila terdeteksi mereka akan didiskriminasi dan distigmatisasi. Barulah ketika HIV sampai kepada AIDS maka virus dapat terdeteksi. mengasihi bahkan menjadikan mereka sebagai mitra kerja? Alkitab adalah landasan pemahaman teologis dan pelayanan diakonal.1. istilah yang lama itu juga sangat menakutkan ODHA dan OHIDA sekaligus mendukung mereka pada sikap pesimistik dan keputusasaan. Inilah yang menjadi dasar masyarakat umum untuk cenderung mmbenci dan mendiskreditkan ODHA/OHIDA itu sehingga terjadi stigmatisasi dan diskriminasi. Itu makanya tidak jarang mereka justru mengucilkan orang sakit terutama orang yang berpenyakit kusta. Hal ini diakibatkan oleh rasa keputusasaan para ODHA/OHIDA yang semakin tertutup dan tidak turut membantu penanganan HIV/AIDS. Melayani sesama orang-orang percaya merupakan titik berangkat untuk melayani masyarakat yang lebih luas. Kumpulan gejala penyakit tersebut bukanlah yang diturunkan atau penyakit keturunan melainkan diperoleh. Human Immunodeficiency Syndrome (HIV) merupakan virus yang yang melemahkan bahkan menghilangkan sistim kekebalan tubuh manusia. Padahal HIV itu adalah virus yang sangat sulit dideteksi karena belum menunjukkan geala penyakit. Untuk itu. Dimana menurut pemahaman Yudaisme penyakit adalah salah satu konsekwensi logis dari pada dosa. Hal ini ia katakan dimana orangorang Yahudi secara khusus kaum elitis di dalamnya mengklaim dirinya sebagai orang orang yang benar karena melaksanakan hukum taurat disisi lain menghakimi para pemungut cukai sebagai orang-orang berdosa. memang tidak dapat disangkal bahwa banyak gejala penyakit tersebut diperoleh akibat kesalahan sendiri atau karena kebejatan moral. Yesus dan Orang sakit dalam Perjanjian Baru. Itu makanya Rasul Paulus menekankan pentingnya pelayanan yang berkualitas di dalam kasih kepada sesama seiman (Gal 6:10). Dari sekian banyak pelayanan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. Mzm 103:3) dan penyembuhan orang sakit bukan karena dosanya maupun orang tuanya (Yoh 9:2-3). yaitu penyembuhan orang sakit karena dosanya (Yoh 5:14. Pernyataan Yesus ini perlu direvitalisasi dalam kehidupan gereja sekaligus ditransformasikan dalam kehidupan masa kini terutama . “Aku datang bukan untuk orang benar.luar jemaat itu sendiri karena sasaran pelayanan itu adalah masyarakat universal (Roma 15:16). Yesus tidak mengadakan stigmatisasi dan diskriminasi walaupun hal itu bisa terjadi di tengahtengah masyarakat Yahudi pada waktu itu. Dalam hal ini Yesus berkata. bnd Mrk 2:1-12. Bagi Yesus. Dasar pemahaman pelaksanaan pelayanan Gereja terhadap ODHA/OHIDA 3. apakah ODHA dan OHIDA itu masih harus dibenci karena ada anggapan bahwa penyakit yang diderita adalah akibat tindakan amoral? Ataukah satusatunya jalan adalah merangkul.

marturia. Gereja juga perlu mendirikan semacam wadah dimana ODHA/OHIDA dapat dilayani lebih intensif. Untuk itu. Gereja sebagai tubuh Kristus telah hadir di tengahtengah dunia ini untuk melaksanakan tri tugas panggilannya yaitu koinonia. Lambang-lambang HIV/AIDS seperti tengkorak yang sangat menakutkan dan menggambarkan maut sangatlah kurang baik karena berpengaruh negatip terhadap kejiwaan si pederita. Rom 12:4 —8). Di samping itu. Kasih merupakan satusatunya bukti nyata dari realisasi iman dan pengharapan. Gereja diharapkan untuk melaksanakan ketiga tugas ini dalam penanganan HIV/AIDS. Rasa saling percaya akan memotivasi para penderita untuk lebih terbuka dan jujur dan pada akhirnya melalui pastoral konseling. pemahaman bahwa konselor adalah setara dengan ODHA/OHIDA amatlah penting. idealnya setiap anggota tubuh harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang latarbelakang denominasi maupun organisasi demi keutuhan tubuh yang satu itu yakni gereja yang esa sebagai tubuh Kristus. perlu disosialisasikan seluasluasnya kepada masyarakat bahwa ODHA/OHIDA adalah sesama manusia yan membutuhkan perlakuan yang wajar sebagaimana masyarakat lainnya. dimana gereja harus membangun suatu prsekutuan kasih. Setiap orang percaya yang mempunyai latarbelakang. Mereka harus dilindungi dari serangan dan hujatan masyarakat. Dengan demiikian. 3. satu pengharapan dan satu kasih (I Kor 13:13). pola pikir dan pergumulan yang berbeda.4. Sementara fungsi preventip akan lebih diarahkan kepada masyarakat yang belum terinfeksi virus HIV terutama bagi mereka yang berpeluang besar akan terserang dilihat dari segi tingkahlakunya misalnya para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dan para pelaku seks bebas. Untuk itu. secara organisma adalah tubuh Kristus (I Kor 12:27). Rasa kebersamaan atau “partnership” akan memperkuat rasa saling mempercayai antara kedua belah pihak. Untuk itu. Fungsi protektip dan preventip gereja Fungsi protektip dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah terlanjur ODHA/OHIDA. Melalui sosialisasi itu diharapkan kesediaan masyarakat dapat menerima ODHA/OHIDA sebagaimana para penderita penyakit lainnya. Oleh karena itu. mewartakan kasih dan melayankan kasih kepada ODHA/OHIDA. mereka benarbenar dapat merasakan kedamaian sampai pada akhirnya mereka terlepas dari belenggu rasa malu dan minder. ODHA/OHIDA hendaknya menjadi bagian yang integral dari keseluruhan pelayanan diakonal gereja pada masa kini dn yang akan datang. 3. dan diakonia. gereja maupun para konselor akan mampu membangun “sharing” dan berdiskusi secara “konfidensial” artinya konselor tidak memberitahukan rahasia pembicaraan tanpa seizin ODHA/OHIDA. Gereja adalah tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang percaya Rasul Paulus telah menggambarkan orang-orang percaya dengan adanya satu tubuh sebagai wadah persekutuan para anggota dengan fungsi yang berbedabeda (I Kor 12:12-26. efektif dan efisien. para penderita akan menjadi mitra gereja dalam penanganan HIV/AIDS. Untuk itu Gereja punya posisi dan peranan yang sangat strategis untuk turut ambil bagian dalam penanganan masalah HIV/AIDS. Kemajemukan orang-orang percaya justru diikat oleh satu iman.dalam pelayanan ODHA/OHIDA yang selama ini sering didiskriminasikan. ODHA/OHIDA merupakan mitra kerja gereja yang sangat efektip untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus HIv. Dalam wadah tersebut. namun yang paling besar di antaranya ialah kasih. bahkan sebagai tenaga konselor yang didampingi oleh . ODHA/OHIDA perlu diberdayakan menjadi juru kampanye. Disanalah mereka akan dilayani secara pastoral konseling untuk memulihkan mental dan spiritual yang lebih kuat.3.

“Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa. tetapi orang sakit. selebaran dll. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar. ODHA/OHIDA tidak boleh dipisahkan atau dibedabedakan hanya karena latarbelakang bangsa. Tindakan preventip dapat dilakukan selualuasnya baik melalui pembinaan terhadap warga gereja (pemuda. Mereka merupakan korban pertama dari kejahatan dan virus HIV. kasih itu tidak berkesudahan. Seorang konselor yang benarbenar dilandasi oleh kasih harus menunjukkan sikap sabar. Karena itu. sangatlah penting dihayati bahwa kasih itu sabar.6. mereka memperdebatkan hukum Musa kepada Yesus bahwa orang yang demikian harus dilempari dengan batu. Kita tahu bahwa HIV/AIDS lebih banyak ditimbulkan oleh tindakan kejahatan seperti kejahatan seksual dan penggunaan narkoba melalui jaruum suntik. Yesus berkata.5. Mereka berhak memperoleh perlakuan secara manusiawi. Demikian juga ODHA/OHIDA harus diperlakukan setara dengan manusia yang lain. 3. dimana orang jahat sebenarnya tidak identik dengan kejahatan. khotbah. Kasih sebagai landasan pastoral Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa yang paling besar dari ketiga hal utama-iman.pelayan gereja dalam rangka tindakan preventip maupun protektip. Untuk itu. dimana ODHA/OHIDA turut di dalamnya pada akhirnya menjadi landasan pendaratan Firman Tuhan. tidak memegahkan diri. Dia harus dengan sabar membongkar latarbelakang penularan virus HIV kepada para korban. Demikian juga ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahi Taurat datang kepada Yesus sambil membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah. budaya bahkan agama yang berbeda. etnis. Hal ini dikatakan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat dan golongan Farisi yang eksklusive melihat Yesus sedang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Gereja sedapat mungkin harus membenci bahkan menghempang penularan HIV/AIDS namun tidak boleh membenci ODHA/OHIDA. seluruh dunia. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib. tidak mudah putus asa. Seorang dokter tidak pernah berniat membunuh orang sakit tetapi justru ingin mematikan penyakit agar si penderita memperoleh kesembuhan. sikap primordialisme dan nepotisme tidak dibutuhkan dalam proses pelayanan pastoral terhadap ODHA/OHIDA. pengharapan. Perlunya sikap inklusivisme dan universalisme Yesus pernah berkata. Tentu saja butuh waktu yang relatif lama. seorang dokter mutlak mengasihi orang sakit sekigus membenci penyakit yang mengakibatkan penderitaan itu sendiri. Semua bangsa. murah hati. Sebagaimana seorang dokter harus mampu memisahkan penyakit dari orang sakit. Rasul Paulus telah menjabarkan buah-buah kasih itu secara panjang lebar dalam 1 Kor 13:4-8a. melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17).adalah kasih. karena penderita harus diyakinkan terlebih dahullu sehingga ia tidak merasa malu untuk mengungkapkannya. kaum bapa. Namun Gereja harus mampu membedakan dan memisahkan kejahatan dari orang jahat. Murah hati merupakan penampakan kasih dari konselor yang bersedia memberikan pelayanan . kaum ibu dll) melalui ibadah. tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 3. Dengan jelas Yesus mau menghancurkan tembok pemisah antara kaum elitis Yahudi yang cenderung membenarkan diri dengan masyarakat jelata yang sering disalahkan dan dihakimi. kasih. Sebagai landasan pastoral gereja. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7).

semua manusia telah jatuh ke dalam dosa tanpa terkecuali. tetapi justru akan menjerumuskan mereka kepada kehidupan yang lebih isolatif (lebih suka mengurung dirisendiri).dengan segenap hati dan hidupnya. Kemudian sikap tidak pemarah tidak terpisahkan dari tidak memegahkan diri. Kasih itu tidak berkesudahan adalah dasar yang paling utama sebagaimana kasih Allah juga tidak pernah berkesudahan. Tidak memegahkan diri berarti gereja maupun konselor tidak menempatkan diri lebih tinggi dari para penderita HIV/AIDS. S. Siahaan. semua manusia telah berdosa dan harus diselamatkan. Oleh karena itu. Tetapi mereka harus diberdayakan untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik bahkan menjadi mitra gereja untuk menghempang penyebaran virus HIV/AIDS. Sebaliknya justru harus merendahkan diri dan menghayati bahwa setiap manusia mempunyai standard yang sama di hadapan Tuhan sebagaimana dalam teologia penciptaan dimana bahwa manusia itu ialah “imago dei”. Gereja dan konselor harus merevitalisasi peranan kasih sehingga gereja dan konselor tidak akan pernah merasa jenuh dan bosan. tetapi selalu segar dalam pelayanan pastoral kepada ODHA/OHIDA sekalipun pelayanan tersebut bukan tanpa masalah. Inklusivitas pelayanan gereja seperti ini merupakan suatu rekonstruksi pelayanan Yesus pada dunia masa kini sebagai salah satu bagian kecil dari perwujudan visi sang Raja Gereja yakni keselamatan dunia. Kiranya gereja juga memberdayakan para pelayannya maupun warganya untuk tidak hanya menjalankan pelayanan internal tetapi juga menjalankan pelayanan kepada yang lain (Paul Knitter. Tentu saja murah hati tidak boleh diukur dari pemberian material tetapi diukur dari kerelaan untuk mengorbankan tenaga. E. Sikap marah terhadap ODHA/OHIDA karena perbuatannya tidak akan menolong mereka.Th.Penutup Reposisi dan revitalisasi peranan gereja adalah hal yang sangat mendesak melihat permasalahan sosil disekitarnya yang semakin rumit yang disadari atau tidak asti punya dampak destruktif kepada kehidupan gereja itu sendiri. Untuk itu Gereja harus berusaha menumbuhkan sikap percaya diri bahwa mereka dapat diterima di tengahtengah gereja dan masyarakat sebagai orang yang patut dilayani secara wajar. waktu dan pikiran untuk selalu setia mendampingi penderita di dalam pergumulan hidupnya.R. ODHA/OHIDA. 4. Dimana kesalahan mereka tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyalahkan dan menghakimi. Sikap tidak menyimpan kesalahan orang lain amatlah penting dalam pelayanan pastoral konseling ini. Selain itu pelayananan sebagaimana telah diuraikan di atas juga adalah pelayanan yang diterima dari Tuhan Raja Gereja yang tidak hanya mementingkan bentuk-bentuk pelayanan formal dan rutin. Namun karena kelemahan manusia itu atas godaan sang iblis. Dpk Rakom Diakoni FM) • • • • • • • • • • Artikel dibaca 514x [0] komentar 1 2 3 4 5 . Satu Bumi Banyak Agama) yakni yang lain yang religius dan yang lain yang menderita khususnya saudara-saudara kita yang kekasih. Pihak Gereja atau konselor tidak berhak membenarkan diri sebagai orang kudus sekaligus menghakimi penderita HIV/AIDS sebagai orang-orang berdosa dan jahat. (Penulis:Pdt.

Pengelola berhak mengubah/menghapus katakata yang berbau pelecehan. intimidasi. tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Bermain atau Ngamen… ? Artikel: 24 May 10 15:07 WIB Yogyakarta \ Indie Radio Dunia Broadcast Rakom Perlu Mempertimbangkan Sound Card yang Berkualitas Bagus tapi Ekonomis Artikel: 5 May 10 11:41 WIB Aceh \ Genta FM Derita Lumpuh Nuraini Nama þÿ Asal Kota þÿ Email þÿ Komentar Kode Keamanan* þÿ Kirim Wajib di isi [may not leaved blank] Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi.• • • • • • Formulir Komentar Tulisan Terkait Artikel: 31 May 10 22:00 WIB Bandung \ Roni Vikers Ketika Mereka Menentukan Antara Sekolah. .

agama. Suara Komunitas – Setelah beberapa waktu lalu pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum memastikan penyelenggra atau pelaksana rekrutmen penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 UPTD Dikbudpora KLU Usulkan 4 SD Filial Difinitif 3 Lombok Utara. Jalin Merapi Informasikan Kondisi 9 Pengungsi MAGELANG. Suara Komunitas – Unit Pelaksana Tehnis Dinas Pendidikan kebudayaan Pemuda dan Olah raga KLU.Kesehatan dan Infrastruktur jadi 3 Prioritas Lombok Utara.Guna memberikan pemahaman kepada stake holder Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 06:2 Keakraban Tim Jalin Merapi Magelang 7 K FM Magelang – Dinginnya pagi suasana di gunung merapi Magelang sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat sini. belum menunjukkan . Tetapi Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 Rekrutmen CPNS. Tim Jaringan Informasi Lintas Merapi (Jalin Merapi) yang tersebar di beberapa titik di Magelang. dan antar golongan • • Terbaru Terpopuler 19:0 Bertani Melon Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi 9 Oleh: Adam Gita Swara Mungkin sebagian besar masyarakat menilai kalau bertani melon adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu yang banyak dan rentan dengan penyakit. Boyolali. akan tetapi bagaimana para relawan JMM? Keaktifan gunung Artikel > Magelang > K FM 00:1 Manfaatkan Situs Jejaring Sosial. ras.Rofiq 22:1 Jalin Merapi Swadaya Mendirikan Posko 5 MAGELANG. KLU Tetapakan UI sebagai Penyelengara 5 Lombok Utara. Klaten dan Yogyakarta memanfaatkan fasilitas grup di situs jejaring Berita > Magelang > Muhammad A.bertendensi suku. Aktifitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sektor pendidikan. megusulkan sebanyak 4 unit SD Filial yang ada di kecamatan bayan untuk dirubah Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 RPJMD KLU 2010-2015. Suara Komunitas .

penurunnya. bukan saja berguna untuk agamanya. Kesehatan dan Infrastruktur Jadi Prioritas 4 Lombok Utara.Anak merupakan amanah dari Allah. karenanya perlu diberikan pendidikan sejak dini. dan bencana gempa bumi yang Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM 19:1 Pendidikan Anak Harus Dilakukan Sejak Dini 0 Lombok Utara. sekaligus sebagai upaya konsolidasi dan integrasi perencanaan pembamgunan daerah Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM Berita Foto .Rofiq 19:2 Sholat Ghaib dan Doa Bersama untuk Korban Bencana 1 Lombok Utara. Suara Komunitas . Suara Komunitas . jawa tengah. sehingga menjadi anak. tapi juga Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM 19:0 Sektor Pendidikan.Guna memberikan pemahaman kepada stake holder dan masyarakat. Suara Komunitas – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas nasional terhadap korban jiwa akibat meletusnya gunung merapi. Hal ini ditandai dengan masih terjadinya Berita > Magelang > Muhammad A.

189820 seconds. Penulis turut merasakan kebahagiaan jubilaris dan mensyukuri segala berkat Tuhan yang beliau terima selama kurun waktu 25 tahun silam dalam proses pelayanan Gereja Tuhan.. rokhim berkata : saya sangat setuju adanya . Tampubolon. Mujibur rahman berkata : Semoga bermanfaat. W.. [+-->] • • • • • • • • • • • 10 Komentar Terbaru cut feby berkata : ass mav pak saya ingin . Beliau memiliki pengalaman pelayanan yang matang baik di dalam maupun di luar negeri yang turut memampukan beliau dalam pelayanan masa kini sekaligus juga mempersiapkan pelayanan untuk kepentingan masa depan... • • • • • Siapa Kami Peta Umpan Balik Tanya-Jawab © SuaraKomunitas 2010 Statistik pengunjung: online 6 Script timer: 0.... Sth.... Kiranya tidak berlebihan apabila penulis juga telah menyaksian bahwa jubilaris adalah salah satu pendeta senior yang selalu punya keinginan untuk menghancurkan tembok pemisah yang sering membatasi komunikasi . rifson berkata : mudahan jaringan ini .. KLU Tetapakan UI sebagai Penyelengara oleh: Gita Swara FM... ali erfan berkata : selain pisang mang ga . Prie berkata : Keinginan tak selamanya ..P.Rekrutmen CPNS. Rahmad suryadi berkata : saya pernah punya teman . hary gatho berkata : ingin gabung ma pemuda .. cah ncomal berkata : disidokare emangnya ada . Penulis mengenal jubilaris sebagai sosok pelayan yang memiliki pola pikir produktip dan progressif.dan ... suswono berkata : Direktur Manajemen Tangkolo . Peranan Gereja Yang Diakonal Dan Penanganan HIV/ Aids Diakoni FM Pengantar Selamat ulang tahun ke 25 kependetaan bapak Pdt....

Hal ini dapat dikatakan karena diakonia sendiri adalah pelayanan. Penulis membahas peranan gereja yang diakonal dengan bentuk pelayanan transformatif dengan tindakan preventif dan protektif baik melalui pelayanan pastoral maupun juru kampanye. jubilaris tidak jarang melakukan pendekatan kultural kepada rekan sekerjanya yakni sistim kekerabatan ‘dalihan na tolu’. Dalam hal ini. Demikian juga halnya marturia. PA. Ketiga tugas ini punya korelasi interdependensi antara yang satu dengan yang lain. dengan senang hati dan rasa syukur kepad Tuhan. Dari berbagai bentuk pelayanan diakonia saat ini dikenal (karitatif. reformatif dan transformatif). “ molo hupasobok diringku tu hamu unang ma nian rajumi hamu sarupa hamu dohot ahu”. Melihat betapa luasnya cakupan pelayanan diakonia. Secara jujur harus diakui. . penulis membatasi tulisan ini khusus melihat PERANAN GEREJA YANG DIAKONAL DALAM PENANGANAN HIV/AIDS dengan mengingat HIV/AIDS sudah merupakan permasalahan dunia dan butuh penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. pelayanan diakonia sebenarnya sangatlah luas dan didalamnya terdapat beberapa metode pelayanan diakonia yang bervariasi. Semoga ke depan. Dalam rangka memeriahkan 25 tahun kependetaan sang Jubilaris. penulis selalu ingat dengan kalimat singkat yang pernah beliau utarakan dalam bahasa Batak kepada penulis dan rekan pelayan muda lainnya. Dari keramahan dan keluwesan beliau bergaul dengan para pelayan muda maka tidak salah apabila dikatakan bahwa beliau sangat konsisten untuk membangun kerjasama yang baik dengan para pelayan yang lebih muda. Dan diakonia itu menjdai tindakan nyata sebagai pengimplementasian dari pewartaan Injil melalui berbagai aksi sosial. ketika para pelayan senior mau mendekatkan diri bahkan menyesuaikan diri kepada pelayan muda saat itu para pelayan muda semakin kurang menghargai seniornya sebagaimana layaknya. dalam hal ini melalui khotbah. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi pembaca. Bentuk pelayanan transformatif merupakan bentuk pelayanan jangka panjang dengan mengesampingkan sikap ketergantungan dari orang yang dilayani kepada pelayan sekaligus konsisten dengan pemandirian orang yang dilayani. dalam usia yang lebih lanjut. walau dalam waktu yang sangat singkat. penulis menyumbangkan tulisan ini. ekonomi dan budaya. Oleh karena itu. 1. Di samping itu. merupakan pelayanan pewartaan kerajaan Allah melalui Injil sebagai khabar keselamatan yang diberitakan ke dalam persekutuan secara sentripetal maupun ke luar persekutuan itu secara sentripugal. Namun. marturia dan diakonia merupakan tri tugas panggilan gereja yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. Pendahuluan Koinonia. jubilaris menurut penulis punya kemampuan membangun hubungan kerja sama yang leih harmonis dengan juniornya karena keakraban dan komunikasi beliau tidak terlalu formal. juga tidak dapat dipungkiri banyak pelayan junior yang menghormati seniornya justru mendapat perlakuan kurang wajar. Koinonia sebagai persekutuan akan hidup survive.jika terjadi saling melayani di tengahtengah persekutuan itu. sosial politik. kiranya jubilaris tetap teguh dan kokoh serta lebih energik untuk menunaikan tugas dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan. Akan tetapi. sermon dan lain-lain.antara pelayan senior dan junior.

Membangun Gereja yang Diakonal). Secara etimologi. Gereja cenderung menyuarakan penanganan HIV/AIDS dalam tingkat oral pada berbagai seminar maupun rapat yang diadakan namun belum sampai kepada aksi nyata. Komite HIV/AIDS yang telah dibentuk HKBP merupakan langkah positip dan konstruktip untuk melakukan penanganan terhadap HIV/AIDS. sudah waktunya Gereja membuka mata dan secara aktip membangun pelayanan diakonal dalam penanganan HIV/AIDS. pada akhirnya mampu melayani orang lain. 2.Bentuk pelayanan seperti ini juga tidak menempatkan orang yang dilayani sebagai objek melainkan memposisikannya sebagai mitra kerja. Kata ’deacon’ ditemukan sebanyak seratus kali dalm kitab Perjanjian Baru. semua pihak sangat diharapkan turut berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengatasinya. Lebih berbahaya lagi perkembangannya ibarat belut dalam lumpur. melainkan telah jadi masalah kemanusiaan di seluruh dunia. Namun sebagaimana telah ditegaskan bahwa HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama dari setiap lapisan warga gereja maupun masyarakat. Gereja dirasa perlu bahkan sudah mendesak untuk segera memberdayakan warga dan pelayan untuk peka dan proaktip menangani masalah kemanusiaan tersebut. istilah hamba sudah dikenal sebagai pelayan dalam kegiatan kultus di tempat ibadah orang-orang Yunani. Bahkan sebelum zaman Perjanjian Baru juga dalam dunia Hellenistik tahun 330-37 BC. Di samping lembaga pemerintah maupun rumah sakit. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan saja. Hal ini menunjukkan kata ‘deacon’ itu merupakan kata yang sangat populer. sangat sulit dideteksi. ‘deacon’ itu merupakan hamba. . namun barangkali masih pada tingkat kognitif atau mungkin afektif. Itu sebabnya penulis membatasi pembahasan landasan teologia diakonia hanya pada kitab Perjanjian Baru. pelayanan dan melayani. selama ini berbagai LSM sudah berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS. walaupun harus diakui ada beberapa kata dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani diterjemahkan dengan istilahistilah yang berhubungan dengan diakonia sebagaimana ditemukan dalam kitab Septuaginta (Alf Obtestadt. Oleh karena itu. penting dan punya makna khusus dalam karya penyelamatan Yesus sendiri. Istilah diakonia adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang diterima dan diakui sebagai bahasa asli kitab Perjanjian Baru. Demikianlah ODHA/OHIDA (Orang Dengan HIV/AIDS atau Orang Dengan AIDS) pada akhirnya mampu melayani bersama gereja atau di dalam gereja untuk melakukan pelayanan preventif maupun protektif kepada yang belum terinfeksi virus HIV maupun yang sudah. Namun sebelumnya perlu dipahami dasar-dasar teologi diakonia yang menjadi landasan pelayanan gereja terhadap ODHA dan OHIDA. Untuk itu. hamba. Diakonia dalam Perjanjian Baru Ada dua kata yang perlu dibahas dalam Kitab Perjanjian Baru berkaitan dengan istilah ‘diakonia’ yakni: Pelayan. Gereja telah menyuarakan bahaya HIV/AIDS. Untuk itu. Memberdayakan orang yang dilayani bukan saja untuk mampu melepaskan diri dari permasalahan yang ia hadapi tetapi lebih dari itu. diakonia berasal dari kata ‘deacon’ yang diterjemahkan menjadi pelayan. belum sampai pada tingkat psikomotoris. Pada dasarnya. bahkan sudah jadi sebuah epidemi yang pertumbuhannya sangat pesat ibarat sarang labalaba. Namun kita masih merasakan adanya sikap kekakuan bahkan kepasifan daripada Gereja untuk terlibat langsung dalam penanganan HIV/AIDS.

Melakukan pelayanan terhadap orang lain itu berarti melakukan pelayanan kepada Kriatus sendiri (Mat 25:44). Itu makanya Kristus menekankan pelayanan kepada orang lain terutama kepada orang-orang yang paling hina karena pelayanan seperti itu adalah pelayanan kapada Dia. dimana pada saat itu ada dari antara muridNya bertengkar memperdebatkan siapa dari antara mereka yang terbesar. Pelayanan para rasul dan para pelayan lainnya merupakan pelayanan yang diterima dari Tuhan maupun yang diterima melalui gereja sehingga ‘harus dijalankan sepenuhnya’ (Kol 4:17. Selanjutnya Rasul Paulus memberikan persyaratan untuk menjadi diaken (1 Tim 3:8ff) yang intinya bahwa rahasia iman harus tetap tersimpan dan terpelihara di dalam hati. Dalam pemahaman seperti itulah Yesus berkata. Dasar pemahaman pelaksanaan pelayanan Gereja terhadap ODHA/OHIDA 3. 1Tim 3:8ff). . Dengan demikian diakonia juta merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari koinonia. Yesus selanjutnya menyebutkan bahwa diriNya sendirilah pelayan itu (Luk 22:26f). Rom 12:7.23.Dari kata ‘deacon’ kita mengenal istilah ‘diaconos’ yakni pelayan. melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45). ODHA/OHIDA Istilah ODHA/OHIDA ini disosialisasikan sebagai pengganti istilah diskriminatif yang selama ini dipergunakan yakni penderita HIV/AIDS. Demikian juga halnya ketika Yesus makan bersama dengan para muridNya. Itu artinya bahwa segala tugas pelayanan para diaken tidak boleh dilakukan tanpa iman yang benar.25). Pelayanan yang lebih agung dan mulia mengacu kepada pelayanan Kristus (Ibr 8:6). Yesus justru menegaskan bahwa yang terbesar adalah pelayan. Disamping itu. Paulus sebagai pemberita Injil juga menyebut diri dan rekannya Epafras sebagai pelayan (Kol 1:7. Lebih luas lagi bahwa pelayanan itu merupakan tugas dan danggungjawab imamat am orang-orang percaya (1Pet 2:9) sehingga dalam implementasinya perlu pemberdayaan warga jemaat untuk saling melayani dan untuk melayani orang lain di luar jemaat itu sendiri karena sasaran pelayanan itu adalah masyarakat universal (Roma 15:16). Pelayanan itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri maupun keluarga sebagai lembaga terkecil di tengahtengah masyarakat. Hal ini dikatakan oleh Yesus dalam konteks makan bersama yang didasari oleh persekutuan atau koinonia yang di dalamnya terjadi proses saling melayani. Itu makanya Rasul Paulus menekankan pentingnya pelayanan yang berkualitas di dalam kasih kepada sesama seiman (Gal 6:10). Pelayanan. Walaupun demikian istilah ‘diaconos’ juga dipergunakan untuk suatu jabatan gerejawi (Flp 1:1) dimana selain penilik jemaat juga ada diaken. Melayani sesama orang-orang percaya merupakan titik berangkat untuk melayani masyarakat yang lebih luas. Pelayanan Yesus sekaligus menyempurnakan pelayanan para nabi dimana pelayanan itu adalah penyangkalan diri sehingga pelayanan itu adalah untuk orang lain.1. “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani. 3. istilah yang lama itu juga sangat menakutkan ODHA dan OHIDA sekaligus mendukung mereka pada sikap pesimistik dan keputusasaan. Disamping itu pelayanan bukan hanya karena jabatan tetapi karena karunia Roh (Rom 12:7). Itu berarti bahwa pemberitaan injil oleh Paulus yang dapat dikategorikan ke dalam istilah ‘marturia’ merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari diakonia karena orang yang memberitakan Injil juga adalah pelayan.

banyak orang yang tidak bersedia memeriksakan diri karena takut apabila terdeteksi mereka akan didiskriminasi dan distigmatisasi. Sangat menarik bahwa Yesus bersedia menyembuhkan orang sakit walaupun penyakit itu adalah akibat dosa yang diperbuat. mengasihi bahkan menjadikan mereka sebagai mitra kerja? Alkitab adalah landasan pemahaman teologis dan pelayanan diakonal. Sering mnurut mereka bahwa orang sakit adalah orang berdosa. Dari sekian banyak pelayanan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. ODHA/OHIDA hendaknya menjadi bagian yang integral dari keseluruhan pelayanan diakonal gereja pada masa kini dn yang akan datang.2. apakah ODHA dan OHIDA itu masih harus dibenci karena ada anggapan bahwa penyakit yang diderita adalah akibat tindakan amoral? Ataukah satusatunya jalan adalah merangkul. Itu makanya tidak jarang mereka justru mengucilkan orang sakit terutama orang yang berpenyakit kusta. tidak ada orang yang tidak berdosa. sementara itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya sistim kekebalan tubuh. Disamping itu. pola pikir dan pergumulan yang berbeda. Barulah ketika HIV sampai kepada AIDS maka virus dapat terdeteksi. melainkan untuk orang berdosa” (Mrk 2:17). Bagi Yesus. Dalam hal ini Yesus berkata. secara organisma adalah tubuh Kristus (I Kor 12:27). Mzm 103:3) dan penyembuhan orang sakit bukan karena dosanya maupun orang tuanya (Yoh 9:2-3). namun yang paling besar di antaranya ialah kasih. Dimana menurut pemahaman Yudaisme penyakit adalah salah satu konsekwensi logis dari pada dosa. “Aku datang bukan untuk orang benar. Gereja adalah tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang percaya Rasul Paulus telah menggambarkan orang-orang percaya dengan adanya satu tubuh sebagai wadah persekutuan para anggota dengan fungsi yang berbedabeda (I Kor 12:12-26. 3. Hal ini ia katakan dimana orangorang Yahudi secara khusus kaum elitis di dalamnya mengklaim dirinya sebagai orang orang yang benar karena melaksanakan hukum taurat disisi lain menghakimi para pemungut cukai sebagai orang-orang berdosa. Sikap seperti ini bukannya mampu meselesaikan permasalahan yang sedang mengglobal ini malah justru turut mempercepat merebaknya HIV/AIDS ke manamana. Yesus dan Orang sakit dalam Perjanjian Baru. Yesus tidak mengadakan stigmatisasi dan diskriminasi walaupun hal itu bisa terjadi di tengahtengah masyarakat Yahudi pada waktu itu. memang tidak dapat disangkal bahwa banyak gejala penyakit tersebut diperoleh akibat kesalahan sendiri atau karena kebejatan moral.3. Hal ini diakibatkan oleh rasa keputusasaan para ODHA/OHIDA yang semakin tertutup dan tidak turut membantu penanganan HIV/AIDS. Untuk itu. Oleh karena itu. Pernyataan Yesus ini perlu direvitalisasi dalam kehidupan gereja sekaligus ditransformasikan dalam kehidupan masa kini terutama dalam pelayanan ODHA/OHIDA yang selama ini sering didiskriminasikan. Kasih merupakan satusatunya bukti nyata dari . Inilah yang menjadi dasar masyarakat umum untuk cenderung mmbenci dan mendiskreditkan ODHA/OHIDA itu sehingga terjadi stigmatisasi dan diskriminasi. Rom 12:4 —8). Kemajemukan orang-orang percaya justru diikat oleh satu iman. yaitu penyembuhan orang sakit karena dosanya (Yoh 5:14. Setiap orang percaya yang mempunyai latarbelakang. Padahal HIV itu adalah virus yang sangat sulit dideteksi karena belum menunjukkan geala penyakit. satu pengharapan dan satu kasih (I Kor 13:13). 3. ada dua hal yang menarik ditelusuri berkaitan dengan topik ini.Human Immunodeficiency Syndrome (HIV) merupakan virus yang yang melemahkan bahkan menghilangkan sistim kekebalan tubuh manusia. Kumpulan gejala penyakit tersebut bukanlah yang diturunkan atau penyakit keturunan melainkan diperoleh. bnd Mrk 2:1-12.

marturia. Rasa kebersamaan atau “partnership” akan memperkuat rasa saling mempercayai antara kedua belah pihak. mewartakan kasih dan melayankan kasih kepada ODHA/OHIDA. Gereja sebagai tubuh Kristus telah hadir di tengahtengah dunia ini untuk melaksanakan tri tugas panggilannya yaitu koinonia. Fungsi protektip dan preventip gereja Fungsi protektip dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah terlanjur ODHA/OHIDA. Sementara fungsi preventip akan lebih diarahkan kepada masyarakat yang belum terinfeksi virus HIV terutama bagi mereka yang berpeluang besar akan terserang dilihat dari segi tingkahlakunya misalnya para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dan para pelaku seks bebas.5. Dengan demiikian. idealnya setiap anggota tubuh harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang latarbelakang denominasi maupun organisasi demi keutuhan tubuh yang satu itu yakni gereja yang esa sebagai tubuh Kristus. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib. gereja maupun para konselor akan mampu membangun “sharing” dan berdiskusi secara “konfidensial” artinya konselor tidak memberitahukan rahasia pembicaraan tanpa seizin ODHA/OHIDA. kaum ibu dll) melalui ibadah. mereka memperdebatkan hukum Musa kepada . Dalam wadah tersebut.realisasi iman dan pengharapan. ODHA/OHIDA merupakan mitra kerja gereja yang sangat efektip untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus HIv. Lambang-lambang HIV/AIDS seperti tengkorak yang sangat menakutkan dan menggambarkan maut sangatlah kurang baik karena berpengaruh negatip terhadap kejiwaan si pederita. Gereja juga perlu mendirikan semacam wadah dimana ODHA/OHIDA dapat dilayani lebih intensif. kaum bapa. ODHA/OHIDA perlu diberdayakan menjadi juru kampanye. selebaran dll. mereka benarbenar dapat merasakan kedamaian sampai pada akhirnya mereka terlepas dari belenggu rasa malu dan minder. efektif dan efisien. tetapi orang sakit. Perlunya sikap inklusivisme dan universalisme Yesus pernah berkata. Gereja diharapkan untuk melaksanakan ketiga tugas ini dalam penanganan HIV/AIDS. perlu disosialisasikan seluasluasnya kepada masyarakat bahwa ODHA/OHIDA adalah sesama manusia yan membutuhkan perlakuan yang wajar sebagaimana masyarakat lainnya. Hal ini dikatakan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat dan golongan Farisi yang eksklusive melihat Yesus sedang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Oleh karena itu. Melalui sosialisasi itu diharapkan kesediaan masyarakat dapat menerima ODHA/OHIDA sebagaimana para penderita penyakit lainnya. Untuk itu. dan diakonia. pemahaman bahwa konselor adalah setara dengan ODHA/OHIDA amatlah penting. Tindakan preventip dapat dilakukan selualuasnya baik melalui pembinaan terhadap warga gereja (pemuda. dimana gereja harus membangun suatu prsekutuan kasih. Untuk itu. Disanalah mereka akan dilayani secara pastoral konseling untuk memulihkan mental dan spiritual yang lebih kuat. Untuk itu. Demikian juga ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahi Taurat datang kepada Yesus sambil membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah. khotbah. 3. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar. Di samping itu.4. melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17). Untuk itu Gereja punya posisi dan peranan yang sangat strategis untuk turut ambil bagian dalam penanganan masalah HIV/AIDS. para penderita akan menjadi mitra gereja dalam penanganan HIV/AIDS. Rasa saling percaya akan memotivasi para penderita untuk lebih terbuka dan jujur dan pada akhirnya melalui pastoral konseling. Mereka harus dilindungi dari serangan dan hujatan masyarakat. bahkan sebagai tenaga konselor yang didampingi oleh pelayan gereja dalam rangka tindakan preventip maupun protektip. 3.

sangatlah penting dihayati bahwa kasih itu sabar. Kemudian sikap tidak pemarah tidak . seorang dokter mutlak mengasihi orang sakit sekigus membenci penyakit yang mengakibatkan penderitaan itu sendiri. karena penderita harus diyakinkan terlebih dahullu sehingga ia tidak merasa malu untuk mengungkapkannya. waktu dan pikiran untuk selalu setia mendampingi penderita di dalam pergumulan hidupnya. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Mereka merupakan korban pertama dari kejahatan dan virus HIV. Demikian juga ODHA/OHIDA harus diperlakukan setara dengan manusia yang lain. Karena itu. Rasul Paulus telah menjabarkan buah-buah kasih itu secara panjang lebar dalam 1 Kor 13:4-8a. Tentu saja butuh waktu yang relatif lama. Sebaliknya justru harus merendahkan diri dan menghayati bahwa setiap manusia mempunyai standard yang sama di hadapan Tuhan sebagaimana dalam teologia penciptaan dimana bahwa manusia itu ialah “imago dei”.adalah kasih. Tentu saja murah hati tidak boleh diukur dari pemberian material tetapi diukur dari kerelaan untuk mengorbankan tenaga. Gereja sedapat mungkin harus membenci bahkan menghempang penularan HIV/AIDS namun tidak boleh membenci ODHA/OHIDA. dimana ODHA/OHIDA turut di dalamnya pada akhirnya menjadi landasan pendaratan Firman Tuhan. Yesus berkata. kasih itu tidak berkesudahan. Seorang konselor yang benarbenar dilandasi oleh kasih harus menunjukkan sikap sabar.6. Murah hati merupakan penampakan kasih dari konselor yang bersedia memberikan pelayanan dengan segenap hati dan hidupnya. Namun Gereja harus mampu membedakan dan memisahkan kejahatan dari orang jahat. murah hati. Dia harus dengan sabar membongkar latarbelakang penularan virus HIV kepada para korban. semua manusia telah jatuh ke dalam dosa tanpa terkecuali. Tidak memegahkan diri berarti gereja maupun konselor tidak menempatkan diri lebih tinggi dari para penderita HIV/AIDS. Oleh karena itu. pengharapan.Yesus bahwa orang yang demikian harus dilempari dengan batu. “Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa. dimana orang jahat sebenarnya tidak identik dengan kejahatan. Pihak Gereja atau konselor tidak berhak membenarkan diri sebagai orang kudus sekaligus menghakimi penderita HIV/AIDS sebagai orang-orang berdosa dan jahat. sikap primordialisme dan nepotisme tidak dibutuhkan dalam proses pelayanan pastoral terhadap ODHA/OHIDA. tidak memegahkan diri. ODHA/OHIDA tidak boleh dipisahkan atau dibedabedakan hanya karena latarbelakang bangsa. etnis. Mereka berhak memperoleh perlakuan secara manusiawi. budaya bahkan agama yang berbeda. Seorang dokter tidak pernah berniat membunuh orang sakit tetapi justru ingin mematikan penyakit agar si penderita memperoleh kesembuhan. Semua bangsa. seluruh dunia. tidak mudah putus asa. kasih. Untuk itu. Sebagai landasan pastoral gereja. Sebagaimana seorang dokter harus mampu memisahkan penyakit dari orang sakit. 3. Kita tahu bahwa HIV/AIDS lebih banyak ditimbulkan oleh tindakan kejahatan seperti kejahatan seksual dan penggunaan narkoba melalui jaruum suntik. semua manusia telah berdosa dan harus diselamatkan. Dengan jelas Yesus mau menghancurkan tembok pemisah antara kaum elitis Yahudi yang cenderung membenarkan diri dengan masyarakat jelata yang sering disalahkan dan dihakimi. Kasih sebagai landasan pastoral Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa yang paling besar dari ketiga hal utama-iman. Namun karena kelemahan manusia itu atas godaan sang iblis.

This also implies in the negative sense that if the Bible and the Quran have differing views of God. Dpk Rakom Diakoni FM) Allah islam = Allah kristen ? Saudara/i ykk. This logically implies in the positive sense that the concept of God set forth in the Quran will correspond in all points to the concept of God found in the Bible. Harvest House Publishers." (Islamic Invasion. Selain itu pelayananan sebagaimana telah diuraikan di atas juga adalah pelayanan yang diterima dari Tuhan Raja Gereja yang tidak hanya mementingkan bentuk-bentuk pelayanan formal dan rutin.Penutup Reposisi dan revitalisasi peranan gereja adalah hal yang sangat mendesak melihat permasalahan sosil disekitarnya yang semakin rumit yang disadari atau tidak asti punya dampak destruktif kepada kehidupan gereja itu sendiri.57). Siahaan. Definisi Morey ini memiliki kelemahan dasar berfikir yang fatal yang menganggap masalahmasalah teologi (ilmu sosial) bersifat eksakta dan mencampur adukkan pengertian soal 'identitas' dan 'opini' (meta basis). tetapi selalu segar dalam pelayanan pastoral kepada ODHA/OHIDA sekalipun pelayanan tersebut bukan tanpa masalah. S. Robert Morey yang beredar bahkan dianut belakangan ini di kalangan tertentu di Indonesia: "Islam claims that Allah is the same God who was revealed in the Bible. Kiranya gereja juga memberdayakan para pelayannya maupun warganya untuk tidak hanya menjalankan pelayanan internal tetapi juga menjalankan pelayanan kepada yang lain (Paul Knitter. maka dihasilkan .Th. Kasih itu tidak berkesudahan adalah dasar yang paling utama sebagaimana kasih Allah juga tidak pernah berkesudahan. Inklusivitas pelayanan gereja seperti ini merupakan suatu rekonstruksi pelayanan Yesus pada dunia masa kini sebagai salah satu bagian kecil dari perwujudan visi sang Raja Gereja yakni keselamatan dunia. Untuk itu Gereja harus berusaha menumbuhkan sikap percaya diri bahwa mereka dapat diterima di tengahtengah gereja dan masyarakat sebagai orang yang patut dilayani secara wajar. (Penulis:Pdt. Satu Bumi Banyak Agama) yakni yang lain yang religius dan yang lain yang menderita khususnya saudara-saudara kita yang kekasih. Tetapi mereka harus diberdayakan untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik bahkan menjadi mitra gereja untuk menghempang penyebaran virus HIV/AIDS. Banyak pertanyaan diajukan mengenai 'Apakah Allah Islam sama dengan Allah Kristen?' dan argumentasi yang banyak dikemukakan adalah bahwa 'Allah Islam tidak sama dengan Allah Kristen' alasannya 'Karena ajaran keduanya berbeda!'. h. 1992. tetapi justru akan menjerumuskan mereka kepada kehidupan yang lebih isolatif (lebih suka mengurung dirisendiri).R. Pandangan ini tercermin dalam buku Dr. then Islam's claim is false. Dimana kesalahan mereka tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyalahkan dan menghakimi. ODHA/OHIDA.terpisahkan dari tidak memegahkan diri. Sikap tidak menyimpan kesalahan orang lain amatlah penting dalam pelayanan pastoral konseling ini. Sikap marah terhadap ODHA/OHIDA karena perbuatannya tidak akan menolong mereka. E. Gereja dan konselor harus merevitalisasi peranan kasih sehingga gereja dan konselor tidak akan pernah merasa jenuh dan bosan. 4. Dari dasar berfikir atau asumsi ini.

Ishak. dan Yakub. Faktanya sekalipun Suhartonya sama konsep keduanya berbeda. Bagi para pengikut ORBA. Dan ia juga Tuhan yang menyatakan dirinya kepada Adam. agama Kristen juga mengakui penggenapan dalam Tuhan Yesus Kristus yang wahyunya dibukukan dalam Perjanjian Baru padahal Yahudi menolak. namun banyak butir-butir lainnya yang tidak sama (jadi bukan semua sama atau semua tidak sama). dan juga sejarah bangsa dan bahasa Semit. Pandangan yang terlalu sederhana ini dengan mudah bisa digugurkan bila kita mengambil contoh soal 'Suharto' mantan presiden ORBA. Kristen dan Islam mempercayai itu semua. Mahmud Yunus. Abraham. Mengapa berbeda? Dan kalau berbeda apakah klaim mahasiswa mengenai Suharto salah? Di sini kita berhubungan dengan dua soal yang tidak bisa dicampur adukkan satu dengan lainnya. kita dapat melihat bahwa ada butir-butir yang sama. Kristen (Alkitab Perjanjian Lama dan Baru). yaitu bahwa Suharto sebagai pribadi (oknum) dengan namanya dan konsep orang (ajaran atau aqidah) mengenai oknum yang sama itu. Menurut definisi Morley. bila Suharto yang dimaksudkan oleh para pengikut ORBA sama dengan Suharto yang di demo mahasiswa. namun mereka berbeda dalam kepercayaan akan wahyu mana yang dari El yang sama itu yang dipercayai. Isma'il. dan apa-apa yang diturunkan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Tafsir Quran Karim). Agama Yahudi mempercayai wahyu yang dibukukan menjadi Alkitab Perjanjian Lama. Y'qub dan anak-anaknya. Soal yang sama terjadi dalam hubungan dengan pertanyaan mengenai apakah 'Allah Islam sama dengan Tuhan Kristen?'. kita dapat mengetahui bahwa nama Tuhan 'El/Elohim' adalah pencipta langit dan bumi. namun sekalipun agama Kristen menerima hal ini. bila kita membandingkan agama Yahudi (Alkitab Perjanjian Lama). sebaliknya secara negatif disebut bahwa (2) Bila Al-Quran dan Alkitab memiliki pandangan berbeda mengenai Tuhan. Al-Baqarah. Jawabannya perlu kita lihat dari Kitab Suci Islam (Al-Quran) maupun Kristen (Al-Kitab). Ishaq. padahal Suharto yang sama itu oleh para mahasiswa dianggap sebagai bapak pembangkrutan yang membawa kemiskinan karena KKN dan tiran yang membawa bangsa Indonesia kepada disintegrasi bangsa. Nuh. . Suharto adalah bapak pembangunan yang membawa kesejahteraan dan mendatangkan kesatuan dan keamanan regional. (begitu juga kepada kitab) yang diturunkan kepada Musa dan 'Isa. tiadalah kami perbedakan seorang juga di antara mereka itu dan kami patuh kepada Allah" (Al-Quran.kesimpulan bahwa (1) Bila Allah Islam adalah Tuhan Kristen. dan Islam (Al-Quran). 2:136. EL SEMIT Faktanya. manusia dan segala isinya. maka secara positif konsep keduanya mengenai Tuhan harusnya sama dalam setiap butirnya. maka klaim Islam adalah salah. Bila kita melihat Alkitab PL. Agama Yahudi. "Katakanlah: Kami telah beriman kepada Allah dan (kitab) yang diturunkan kepada kami dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrahim. maka konsep keduanya mengenai Suharto akan sama dalam setiap butirnya.

32. namun 'El/Il' juga digunakan untuk menyebut 'nama diri' Tuhan. Allah Islam adalah Tuhan Yahudi dan Kristen. Dalam bahasa Ibrani kata sandang 'the' ('al' dalam dialek Arab dan 'ha' dalam dialek Aram-Siria namun diletakkan di belakang menjadi 'alaha') tidak digunakan bila menyebut Tuhan. Yoktan (keturunan Eber). Dari sejarah ini kita dapat melihat bahwa 'Allah' di kalangan bangsa dan bahasa Arab tidak lain menunjuk pada 'El' Semit' yang sama. 'ila). dengan sendirinya banyak pengajaran (aqidah)nya yang berbeda. Vol. Agama Yahudi. 242-244). di Arab Utara digantikan dengan nama 'ilah. Ishak. Ishak. namun lebih menerima kitab wahyu yang diterima Muhammad dari jalur Ismael. Akadian kuno (ilu) dan dialekdialek sesaudara dimulai zaman pra-Sargon (sebelum 2360 BC) dan berlanjut sampai akhir masa Babil. di Ugarit. namun karena dianggap telah dipalsukan. akibatnya mereka memandang Tuhan 'El' (yang sejak Musa diberi nama juga sebagai 'Yahweh' (Kel. 'ilum. Dari sejarah kita mengetahui bahwa sejak awalnya 'El' bisa memiliki arti umum sebagai sebutan untuk 'Tuhan/Ketuhanan' dan 'Elohim' sering digunakan dalam arti kata jamak (politheistik) dan dipakai oleh suku-suku keturunan Sem (menjadi rumpun Semit) dan karena perkembangan zaman sering merosot sehingga dimengerti dalam berbagai-bagai ajaran aqidah. maka kepercayaan kepada berita Al-Kitab terbatas hanya bila hal itu dikuatkan dalam Al-Quran. Theological Dictionary of the Old Testament. Bahwa ajaran/konsep mengenai 'Allah' (El) itu kemudian merosot dan makin tidak mendekati hakekat yang di'nama'kan dan ditujukan kepada pribadi lain seperti yang terjadi pada jalur Ishak (Kel. dan sekalipun menerima kitab-kitab Yahudi dan Kristen. Islam mengikuti jalur Abraham mempercayai Tuhan 'El' itu yang dalam dialek Arab disebut 'Allah' (dari al-ilah). dari terang Alkitab (PL+PB) dan Al-Quran jelas terlihat bahwa sebagai oknum dengan namanya." (G. El' sebagai sebutan untuk ketuhanan. … Di Semit Timur ada bukti kuno yang menunjukkan bahwa 'Il' adalah nama diri tuhan … tuhan Il (kemudian El Semit) adalah kepala ketuhanan pada rumpun Semit Mesopotamia pada masa Pra-Sargon. Jadi.6:1-2)) sebagai Tuhan monotheisme yang transenden dengan hukum Taurat sebagai pedoman. dan Adnan (keturunan Ismael anak Abraham). Ini terlihat jelas di Semit Timur. di Ibrani.Agama Islam. dan umum di dialek-dialek Arab Selatan kuno. sekalipun menerima kitab yang diterima Ibrahim. Namun karena wahyu yang dipercayai berbeda. ini dijelaskan dalam buku-buku teologi Kristen maupun Ensiklopedia Islam bahwa setidaknya bangsa Arab mewarisi tiga jalur nenek moyang yang semuanya mengenal 'El Abraham' yaitu sebagai keturunan Sem. dan hukum kasih/Injil menjadi pedomannya. dan menerima kitab-kitab Ibrahim. Johanes Botterwech. di Amrit ('ilu. 'Ilu. kepercayaannya hanya bergantung kepada Perjanjian Lama. El juga digunakan sebagai Nama Diri (proper name). Istilah 'il mempunyai arti sebutan umum (generic appelative) untuk menunjuk pada 'tuhan' atau 'ketuhanan' pada tahap awal semua cabang utama rumpun bahasa Semit. Yakub dan Isa. namun agama Kristen berbeda dan menerima kenyataan bahwa El Abraham itu juga telah menyatakan diri dalam oknum Yesus dalam ke-Tritunggalannya. "'Ilu.I. Yakub dan Isa sejauh diterima oleh Muhammad yang dipercayai sebagai nabi. Anak Lembu Emas disebut 'Elohim' dan 'Yahweh') maupun jalur Ismael (masa . Penggunaan sebagai sebutan juga muncul di Semit Barat Laut.

Kristen dan Islam sama. dan Demonisme jelas berbeda baik sebagai nama oknum maupun ajaran/aqidahnya.I. Dalam pengertian 'Universalisme' (pluralisme agama) disebutkan bahwa semua agama itu menyembah Tuhan yang sama (universal) namun melalui jalan-jalan yang berbeda (partikular). h. Sudah jelas ke-empat (atau ke-lima) bentuk Tuhan itu tidak sama. Bisa juga dimasukkan 'politheisme' (HinduVeda) sebagai golongan ke-5. Tetapi bagaimana dengan definisi yang dicantumkan dalam kamus-kamus dalam bahasa Inggeris? Disana disebutkan bahwa "Allah … Muslim's name for God" (a. ada sentimen kuat anti Arab/Islam sehingga sering timbul ungkapan-ungkapan memojokkan yang tidak ilmiah seperti ucapan Morley di atas yang memberi stigmata seakan-akan nama 'Allah' itu nama dewa/i masa jahiliah Arab seperti Dewa Pengairan atau Dewa Bulan. Kristen. "the God. namun banyak pula literatur Barat yang lebih bersifat netral dan ilmiah seperti Ensyclopaedia Britannica dan umumnya kamus-kamus teologia yang menyebut bahwa nama 'Allah' adalah nama dalam dialek/bahasa Arab untuk menunjuk pada 'El' Semitik. tentu tidak mengurangi hakekat nama itu sendiri sebagai menunjuk kepada 'El' semitik dan monotheisme Abraham. namun harus diakui bahwa Tuhan 'Theisme' (Yahudi. the one and only God in the religion of Islam. berfirman dan menurunkan wahyu kepada umatnya." Definisi yang benar ini juga disebutkan dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia dimana disebutkan bahwa: "ALLAH adalah Tuhan. Kita harus menyadari bahwa setidaknya ada 4 golongan agama." The name's origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El. jadi sekalipun kita menyebut Tuhan Theisme Yahudi. pencipta alam raya termasuk segala isinya". Memang dalam literatur Barat termasuk dalam beberapa kamus. Allah is the standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well as by Muslims. dalam arti yang lain jelas memberikan pengertian yang lebih ilmiah dan lebih mengandung kebenaran: "Allah (Arabic:"God"). Islam). sedang Tuhan Theisme. Kristen dan Islam menunjuk pada oknum yang sama namun sekalipun ada yang sama juga ada yang berbeda ajaran/aqidahnya. the latter being an Old Testament synonim for Yahweh.Tuhan Okultis (satanisme). sekalipun diyakini bahwa 'Allah' Yahudi. Namun. (Vol. (3) Non-Theis . Islam) adalah Tuhan Semitik agama samawi yang berpribadi.Tuhan kekuatan semesta (Hindu-Upanishad. Kristen. Etymologically. yaitu : (1) 'Theisme' .Tuhan yang berpribadi (Yahudi. yang sekalipun mengakui ke-khasan nama Allah dalam penggunaannya di kalangan agama Islam sebagai salah satu artinya.Tuhan yang 'non-exist' (Buddhisme).jahiliah. tentu tidak disimpulkan bahwa Tuhan Semua Agama sama. dan juga digunakan oleh orang Arab pra-Islam (terutama kaum Hanif yang tetap mempertahankan Allah monotheisme Abraham) maupun bangsa Arab yang menganut agama Yahudi dan Kristen: . the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah. Tao dan Kebatinan).l. Oxford Dictionary & Grollier Ensyclopedia). Non-Theisme. (2) 'Monisme' . dewa berhala disebut 'Allah'). dan (4) Demonisme . Kita dapat membandingkan hal ini dengan definisi yang disebutkan dalam Enyclopaedia Britannica.270). Monisme.

h. Pada zaman Ezra. melainkan terdapat beberapa suku Arab memeluk agama Kristen dan Yahudi."Karena Islam memperbaiki agama yang dibawa Ibrahim. Pada zaman ini ajaran monotheisme Ibrahim telah musnah berganti dengan sitem paganisme. Namun. termasuk kata 'Allah'). Gott. dalam bahasa Indonesia. hanif) yang mana mereka tidak memihak kepada satu di antara kedua agama tersebut. mereka itu dinamakan 'hunafa' (tgl. yaitu . yakni agama fitrah. Sejumlah berhala sesembahan didatangkan ke Makkah dari berbagai negeri di Timur Tengah. dalam arti kata penerjemahan nama Tuhan ke dalam bahasa-bahasa lokal didorong oleh Roh Tuhan/Kudus sendiri. atas perintah imam besar di Yerusalem. yaitu bahasa Arab (1. umat Kristen dan dipakai juga di sinagoga-sinagoga. dan Belanda (3. Bahkan terdapat sejumlah pribadi yang menekuni dunia spiritual. inilah yang digunakan Yesus. ini berarti sudah tiga abad lebih dimana agama Islam dan bahasa Arab sudah merakyat di Indonesia. Inggeris (1. (Cyrill Glasse. maka nama 'Allah' (Arab) sebenarnya bukan terjemahan melainkan perkembangan dialek dalam rumpun Semit sendiri untuk menyebut El (di samping a. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Islam sudah masuk ke Indonesia sejak abad ke-XIII. sebab jauh sebelum ada agama Islam nama Allah sudah digunakan bersama-sama oleh umat Yahudi Arab. maka jahiliyah dipandang sebagai sebuah zaman sebelum kedatangan Islam. Kristen Arab dan bangsa Arab pra-Islam. Dari pembahasan di atas dapatlah disimpulkan jawab atas pertanyaan judul artikel ini. ada banyak kosa-kata yang berasal dari bahasa asing. Alaha dalam bahasa Aram-Siria). melainkan mereka bertahan pada ajaran monotheisme Ibrahim". Alkitab Ibrani sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Aram. Ketika bahasa Yunani menguasai kawasan sekitar Laut Tengah.610). Namun tidak semua warga Arab pada saat itu menganut sistem keyakinan pagan. maka adalah tepat bila kata yang sekarang menjadi kosa-kata Indonesia itu dipakai untuk menyebut El/Elohim Perjanjian Lama dan Theos Perjanjian Baru dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia. kalau 'El' (Ibrani) sama dengan 'Alaha' (Aram-Siria) dan 'Allah' (Arab). dibawah kata al-Jahiliah). Berbeda dengan 'El' yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai 'Theos' dan bahasa Barat sebagai 'God. para Rasul. Eliezer.l. Kenyataan ini juga diperkuat dengan ditemukannya peninggalan arkeologis beberapa abad sebelum masa Islam abad-VII (yang secara keliru disebut dalam buku Morley bahwa Alkitab dalam bahasa Arab baru ada pada abad-IX dan menggunakan nama Allah karena dipaksa orang Islam dan bandingkan dengan buku-buku yang bertema 'Asal bukan Allah' yang menganggap orang Islam tidak menyukai orang Kristen menggunakan nama 'Allah'). ibarat kegelapan sebelum terbit fajar. Alkitab PL diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani (Septuaginta/LXX). Demikian juga di hari Pentakosta. dan diwarnai dekadensi moral.280). mengapa tidak memilih saja 'El/Elohim' yang merupakan bahasa aslinya? Tuhan dalam menyebarkan firmannya menggunakan kendaraan bahasa-bahasa. Suatu pengingkaran sejarah yang dihasilkan semangat Arab/Islam fobia. karena kata itu bukan saja dekat tetapi termasuk keluarga serumpun Semit dengan bahasa Ibrani. dan kemudian nama 'Allah' masuk menjadi kosa-kata bahasa Indonesia.190. Dieu'. Kristen Katolik baru masuk abad keXVI dan Protestan pada abad ke-XVII. Roh Kudus sendiri mengilhami para Rasul untuk mengkotbahkan firman (termasuk nama El/Theos) ke bahasa-bahasa pendengar. dan sejak itu sampai abad ke-XIX bahasa Ibrani hanya digunakan dalam penulisan/penyalinan Kitab Suci saja.495. Ensiklopedia Islam.

Artikel berjudul 'Allah Islam = Allah Kristen?' ternyata mendapat sambutan luas. Abraham dari Keturah (Kej. namun perlu disadari bahwa karena Kitab Suci yang dipercayai keduanya berbeda. (vol-I). "Berita Alkitab yang pertama yang memberikan penjelasan mengenai penduduk Arabia adalah Daftar Bangsa-Bangsa dalam kitab Kejadian 10.182). yang mencantumkan sejumlah orang- .32) pada bangsa Israel dan 'masa Jahiliah' pada bangsa Arab. Untuk memperjelas mengenai nama 'Allah' yang menuju oknum yang sama (sekalipun ajaran/aqidahnya beda).org dan bacalah YBA-maya bulan Mei 2000 tentang 'Pluralisme Agama & Dialog'. politheistis.25:13-16) . Dalam artikel tersebut sebenarnya sudah jelas bahwa (1) yang dimaksudkan sebagai sama adalah bahwa nama 'Allah' dalam Islam dan Kristen menunjuk pada 'El' Abraham. ada dua kesalah pahaman sebagai penyebabnya.10:26-29). hlm." ('Arabians' dalam The Interpreter's Dictionary of the Bible.. Dari pertanyaan yang masuk. dan (2) Kesalah pahaman yang menjurus pada anggapan seakan-akan dengan menyebut 'Allah Islam = Allah Kristen' (dalam nama itu) sebagai pandangan Universalisme yang merelatifkan semua agama yang menuju 'Yang SATU'.. Keturunan Joktan (anak Eber) mencakup beberapa suku Arab (Kej. namun pengertian ini jelas bisa merosot seperti dalam kasus 'Lembu Muda Emas' (Kel. non-theistis maupun demonistis yang oleh penganut universalisme dianggap sebagai 'Yang SATU' (Untuk pembahasan ini. kita dapat melihat sejarah bangsa Arab dan hubungannya dengan nama 'El' dari beberapa kutipan dari sumber Krtisten maupun Islam: "orang Arab mencakup keturunan Aram (Kej. silahkan membuka http://www. dan (2) Sekalipun ada kesamaaan 'Allah' ketiga agama Semitik dan Samawi (Yahudi.10:22). Eber (Kej. namun ada juga beberapa yang masih mempertanyakan beberapa bagian dari artikel tersebut.yabina. yaitu: (1) Kesalah pahaman yang masih mencampur adukkan pengertian 'Allah' sebagai nama dan ajaran/aqidah/konsep yang berbeda dalam Islam dan Kristen.10:24-29). keduanya memiliki banyak perbedaan dalam hal konsep/ajaran/aqidah. ------------------- Allah Bangsa Arab Saudara/i ykk.bahwa sebagai oknum dengan namanya "Allah Islam adalah Tuhan Kristen" atau "Allah Islam adalah Allah Kristen" pula. maka jelas pula bahwa sekalipun ada samanya. Kristen & Islam) tidak dimaksudkan sebagai sama dengan agama-agama lain yang 'tuhan'nya bersifat monistis.25:1-4) dan dari Hagar (Kej. Banyak yang bersyukur atas informasi yang diperoleh yang dapat menghilangkan prasangkaprasangka sebelumnya.

digunakan untuk memanggil Tuhan. nenek moyang suku Arabia Selatan adalah Quahthan. Istilah Arab berarti "Nomads". nama Ayah Nabi Muhammad.36) sejumlah orang Arab disebut. hlm. oleh ummat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur. yang di dalam Bibel disebut Joktan. "Masyarakat Semit yang merupakan penduduk asli gurun pasir Arabia ." (Encyclopaedia Britannica) . the latter being an Old Testament synonim for Yahweh. dan 'El' Abraham yang juga dikenal Ismael.4950). "Etymologically. misalnya nama Abd al-Allah (hamba Allah)... Ia merupakan kata pembuka menuju Esensi (hakikat) ketuhanan. . . Kristen maupun yang Islam sama-sama menyebut nama 'Allah' untuk menyebut 'El' Abraham.12-13). atau suku-suku hasil percampuran dengan Arab al-'Aribah (Arab Asli) . Yoktan (anak Eber cicit Sem)." The name's origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El. . "Kata "Allah" merupakan pengkhususan dari kata al-ilah (ketuhanan) . Jadi bangsa Arab merupakan setidaknya keturunan dari tiga jalur semitik.. dua kelompok keturunan Abraham yaitu orang-orang Ismaili dan medianit dijumpais ebagai pedagang-pedagang caravan (Kej. dan dari Adnan (keturunan Ismael anak Abraham). Anak turunan Nabi Isma'il yang menjadi nenek moyang suku-suku Arabia Utara .. hlm. kemudian hari sejumlah suku-suku dari Arab Utara disebut sebagai keturunan Abraham melalui Keturah dan Hagar (Kej. yang dalam Bibel disebut Joktan". yang melalui kata tersebut dapat memanggil-Nya secara langsung. the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah. Itulah sebabnya bangsa Arab yang mengikuti agama Yahudi. Nama "Allah" telah dikenal dan dipakai sebelum al-Qur'an diwahyukan.orang Arab-Selatan sebagai keturunan Yoktan dan Kusy. melainkan ia juga merupakan nama yang. Allah is the standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well as by Muslims. jadi orang Arab pada jalur ini bisa juga dibilang sebagai keturunan Ibrani). yakni keturunan Aram putra Shem putra nabi Nuh" ('Bangsa Arab' dalam Cyril Glasse. Di masda Yakub. 'El' Eber (yang dari nama ini lahir bangsa Ibrani. Ensiklopedia Islam. putra Ibrahim .. ('Adnan' dalam Glasse. Tradisi Arabia Selatan yang diyakini bahwa mereka merupakan keturunan dari seorang nabi bernama Qahthan. Jadi jelas bahwa bangsa Arab sejak awalnya juga mengenal 'El' Nuh.. Kelompok Arab yang asli ini.. terbentang dari Yaman dan pantai Afrika dekat Yaman sampai kepada gurun pasir Syria dan Irak Selatan . dan Tradisi Arabia Utara yang diyakini sebagai keturunan nabi Adnan. yaitu dari Aram (anak Sem anak Nuh). hlm..25).. hlm.54). "Adnan. lagi di antara keturunan Esau (Kej. Masyarakat yang berdarah Arab asli dan berbahasa Arab tersebar di sepanjang jazirah Arabia. . "the God." (Glasse. Bangsa Arab Utara dipandang sebagai Arab al-Musta'ribah (Arab yang di Arabkan). sementara bangsa Arab keturunan Quathan yang tinggal di wilayah selatan menamakan dirinya sebagai Arab Muta'arribah.37:25-36)" ('Arabia' dalam The New Bible Dictionary.. dan darinya terbentuk keturunan Isma'il...23). Kata ini tidak hanya khusus bagi Islam saja. yang berada di balik kata tersebut bahkan yang tersembunyi di balik dunia ini. Kata "Allah" merupakan sebuah nama yang hanya pantas dan tepat untuk Tuhan.

htm Artikel terkait : .html#p3568 . Sama halnya peristiwa kasus 'Lembu Muda Emas' di Israel. namun ia digunakan dalam pernyataan alQur'an dengan pengertian "orang yang mengikuti keyakinan (kepercayaan) monotheisme (jamk. bangsa Arab juga mengenal kemerosototan ini pada masa 'Jahiliah' sebelum kehadiran Islam. (Glasse. namun nama 'Allah' itu dilestarikan oleh kaum 'Hanif' (Hunafa) yang tetap menyembah 'Allah Monotheisme Ibrahim. dan kedudukannya digantikan oleh pemujaan sejumlah berhala . Agama Yahudi mempercayai Wahyu dan Perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham Ishak dan Yakub yang tertuang dalam Alkitab Perjanjian Lama. hlm.. kesadaran agama Ibrahim di kalangan bangsa Arab ini telah menghilang.sarapanpagi.org/allah-is-god . Agama Kristen mempercayai Wahyu PL yang digenapi dalam Yesus yang menjadi Tuhan dan Kristus sebagai Perjanjian Baru. (Glasse. "Gagasan tentang Tuhan Yang Esa yang disebut dengan Nama Allah. Kiranya uraian ini memperjelas. hlm.'.Perlu diketahui bahwa nama 'Allah' adalah perkembangan ke dalam dialek 'Arab' dari nama 'El' menjadi 'Al-Ilah' (jadi bukan terjemahan). dalam waktu 20 tahun seluruh tradisi Jahiliyyah tersebut terhapus oleh ajaran Tuhan yang terakhir. namun harus diketahui bahwa ajarannya berbeda karena mempercayai wahyu yang berbeda.ALLAH IS GOD.50-51) "Hanif.. yakni Risalah Islam". Disalindari : http://www. Asal kata ini tidak diketahui secara pasti. Dalam bahasa Ibrani. Sebuah kata sifat yang ditujukan oleh al-Qur'an terhadap nabi Ibrahim dan terhadap mereka yang sebelum masa Islam menjaga kemurnian dan kelurusan naluri-naluri keagamaan mereka dan sama sekali tidak terlibat dalam tradisi paganisme (keberhalaan) dan politheisme. sebuah kata yang pada asalnya ditujukan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail...hanif). kata sandang 'ha' (dalam Arab 'al') tidak umum dipakai apalagi untuk menyebut 'El'.124) Dari beberapa fakta sejarah ini kita dapat mengetahui bahwa memang 'Allah Islam' sebagai oknum sama dengan 'Allah Kristen'. Mereka yang tergolong hunafa antara Nabi Ibrahim dengan Nabi Muhammad terdapat sejumlah generasi Ibrahimiyyah dan Isma'illiyyah". Kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah hunafa' (tngl. sudah dikenal oleh Bangsa Arab kuno . Khunafa).org/layout2. di http://www. .yabina. Menjelang abad ke-7. Agama Islam sekalipun menerima kitab-kitab PL + PB namun tidak mempercayainya karena dianggap sudah dipalsukan dan menerima Wahyu yang dipercayai diterima oleh Muhammad. Dalam kekristenan sendiri ada perbedaan-perbedaan ajaran yang dihasilkan iman akan wahyu yang berbeda... sedangkan dalam bahasa AramSiria diletakkan di belakang menjadi 'alaha'. Salam kasih dari Herlianto/YBA.

. Keselamatan universal bagi seluruh bangsa III. PEMBAHASAN • • • • • Pertanyaan: Jawaban: 1. .org/allah-moon-g ..Buku : THE ISLAMIC INVASION. Kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan dan pengajaran Tuhan yang bertahap II. Kesimpulan . or return to the search results. di http://www.org/buku-the-isl .html#p3569 . di http://www.ALLAH = Moon God?.sarapanpagi.sarapanpagi. ...html#p3571 • • • • • • • • • • Home Pertumbuhan Dialog Tanya-Jawab Renungan Galeri Kesaksian Artikel doa | SUMBANGAN | Apakah agama Kristen bersifat eksklusif atau inklusif? hide Google Search Results You arrived here after searching for the following phrases: • • • teologia kristen nubuat Click a phrase to jump to the first occurrence..

bahwa mereka sombong sekali dan mengklaim diri sebagai the choosen people. sedangkan kemanusiaannya banyak mendapat pujian.. Namun. Untuk mendukung ini. mungkin sudah sejak Nabi isa. bahkan tribal (kesukuan).. M0hon penjelasan dari tim katolisitas. dengan sedikit ekses melalui Paulus membuat penyimpangan yang sangat serius. sebuah pesimisme kepada kemanusiaan. dan sebagainya). yakni hendak penguniversalkan ajaran Tuhan. karena ingin menguniversalkan ajaran Tuhan. Dengan adanya unsur kasih. Romawi. maka konsep kemanusiaan dalam Kristen lebih universal dibanding dengan Yahudi. maka mereka (orang Yahudi) dicap sombong dan universalisme ajaran dipandang telah dikebiri. . agama yang semula diperuntukkan intern Yahudi.Pertanyaan: “Polemik Alquran terhadap orang Yahudi sebetulnya bukan menyangkut ketuhanan tetapi manusia. dalam artikel tersebut disebutkan dua hal yang saling bertentangan (eksklusif dan inklusif) dan keduanya dipandang salah oleh penulis. Menurut Russell. …dan Kami tanamkan ke dalam hati mereka yang menjadi pengikutnya rasa cinta (santun-NM) dan kasih sayang (Q. pada saat keselamatan diberikan secara eksplisit untuk menjangkau seluruh bangsa (inklusif). Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q.57:27). Terima kasih atas pertanyaannya. Agama Kristen. Klaim seperti ini kemudian mengakibatkan universalisme ajaran Tuhan dikebiri untuk hanya menjadi suatu ajaran nasional. apakah ajaran Kristen adalah eksklusif (menjangkau umat Yahudi saja) atau inklusif (menjangkau seluruh bangsa). . Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan. pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. maka seseorang harus mengambil sikap. Dengan demikian. Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. Dalam skema Alquran. kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat. dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih. Pada saat konsep keselamatan dalam Perjanjian Lama dipandang sebagai sesuatu yang ekslusif. Menurut saya.” Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid ini saya dapatkan dari salah satu website berita online. umat pilihan Tuhan. maka hal ini juga dipandang sebagai kesalahan serius. Polemik Alquran terhadap Kristen yang utama adalah mengenai teologinya. Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan.Ndro Jawaban: Shalom Ndro. Hanya dengan datangnya Islam. Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya.3:50). Pada perkembangan lebih lanjut. oleh Paulus diuniversalkan sehingga bisa menjadi agamanya kaum Gentiles (orang Yunani. Misalnya. saya pikir. Akibatnya.

. namun karena Tuhan yang memilihnya. — 19 Juga Yehuda tidak berpegang pada perintah TUHAN. dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. namun mereka juga mendapatkan didikan dari Tuhan. maka terlihat bahwa tidak ada yang perlu disombongkan dari umat Israel dan keselamatan bagi seluruh bangsa bukanlah diperuntukkan bagi umat Israel semata. tetapi mereka hidup menurut ketetapan yang telah dibuat Israel. 2. Dari sisi yang lain. yang akan memberikan berkat kepada seluruh bangsa. yang kemudian ditegaskan di dalam Perjanjian Baru. adalah hal yang wajar. Silakan melihat nubuat-nubuat ini secara lebih mendetail di artikel ini – silakan klik.” (Kej 22:18) Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit. Kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan dan pengajaran Tuhan yang bertahap 1. Hal ini terlihat dari beberapa ayat berikut ini: Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. karena menganggap diri mereka sebagai bangsa pilihan. namun kita dapat melihat adanya konsep keselamatan yang bersifat universal. maka terpilihnya bangsa Israel sebagai bangsa pilihan adalah merupakan cara Allah untuk mendidik umat manusia secara bertahap.1. maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu–bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? –” Lebih lanjut. Jadi. karena tidak ada yang perlu disombongkan dari diri mereka. karena terpilihnya bangsa ini sebagai bangsa pilihan adalah bukan karena kebesaran bangsa ini. 3. tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja. Dari pemaparan ini. maka ini sebenarnya tidak benar. namun karena kebijaksanaan Tuhan. terpilihnya bangsa pilihan ini bukan karena kehebatan bangsa Israel. Oleh karena itu. sehingga mereka sering mendapatkan pengajaran dari Allah. terlihat adanya nubuat yang diberikan dalam Perjanjian Lama. walaupun Israel adalah bangsa pilihan. kita dapat melihat adanya prinsip mediasi – yaitu melalui seseorang atau bangsa. Nubuat ini diberikan dari generasi-generasi. Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini. 20 jadi TUHAN menolak segenap keturunan Israel: Ia menindas mereka dan menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok-perampok. Kalau dikatakan bahwa umat Yahudi adalah sombong. Jadi. sampai habis mereka dibuangNya dari hadapan-Nya. Walaupun kita melihat bagaimana Allah membela bangsa pilihan dan juga membiarkan bangsa Israel menderita karena kesalahan mereka sendiri atau bahkan menghukum bangsa Israel karena dosa-dosa mereka. Hal ini ditegaskan di dalam kitab Ulangan 7:7. bahkan di Alkitab dikatakan bahwa mereka adalah bangsa yang keras hatinya. yang menuliskan “Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga. akan adanya Mesias (yang terpenuhi dalam diri Yesus). –” (2Raj 17:18-20).” (Kej 26:4) 4. namun juga diperuntukkan untuk semua bangsa. Allah mereka. sehingga melalui bangsa tersebut. maka keselamatan dapat datang ke seluruh dunia. Dalam hal ini. karena engkau mendengarkan firman-Ku. Oleh karena itu. dan menjauhkan mereka dari hadapanNya. “18 Sebab itu TUHAN sangat murka kepada Israel. Dengan demikian. dengan demikian tidak ada yang perlu disombongkan dari bangsa Israel. kalau Allah memilih satu bangsa. maka seluruh dunia dapat mengerti rencana keselamatan Allah.

1Tim 2:6). sehingga dia mengatakan bahwa Yesus telah mengalami maut untuk keselamatan umat manusia (lih. karena Yesus adalah juru selamat seluruh umat manusia (lih.3:50). maka kita sebenarnya dapat melihat pesan Yesus sebelum Dia naik ke Sorga. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah . namun juga KasihNya yang menyertai kita. b. Dan yang paling penting. Mari kita melihat beberapa perbedaan yang disorot dalam artikel tersebut: a. kita melihat bahwa Paulus konsisten dalam memberikan pesan Kristus. kedatangan-Nya adalah untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. Inkarnasi. dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih” Untuk mengatakan bahwa Yesus Kristus dilambangkan dengan Firman sebenarnya tidaklah tepat. 1Tim 4:10). 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. karena Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia. maka sebenarnya pernyataan ini telah mempunyai asumsi yang perlu dibuktikan kebenaran terlebih dahulu – yaitu asumsi bahwa agama Kristen hanya diperuntukkan untuk kaum Yahudi. karena Yesus adalah Tuhan. Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan” Dalam Kitab Suci dikatakan bahwa Yesus Kristus datang bukan untuk menetralisir orientasi hukum agama Yahudi. Ibr 2:9. Untuk menunjukkan bahwa rasul Paulus hanya mengajarkan apa yang telah diperintahkan oleh Kristus. Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. yaitu “19 Karena itu pergilah. Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q. karena Yesus Kristus adalah Firman itu sendiri. Dan memang dikatakan bahwa polemik utama antara agama Kristen dan Islam adalah mengenai teologi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia. silakan membaca beberapa link Kristologi di atas. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Keselamatan universal bagi seluruh bangsa 1. Adalah menjadi hal yang wajar jika kita mempunyai perbedaan teologis. seperti yang dituliskan di dalam Yoh 1:1 “Pada mulanya adalah Firman. Untuk itu. kalau Wahyu Allah yang dipercayai sebagai pilar kebenaran adalah berbeda. Dari kutipan ini.. Allah menjadi manusia. Kritus datang ke dunia ini sebagai penggenapan dari nubuat-nubuat yang diberikan dari generasi-generasi di dalam Perjanjian Lama. Dan ketahuilah. yang menyebabkan agama yang sebenarnya hanya diperuntukkan oleh kaum Yahudi kemudian menjadi agama untuk segala bangsa. Kalau di artikel tersebut dikatakan bahwa terjadi kesalahan yang serius dari rasul Paulus. 2.” (Mt 28:19-20) Silakan melihat diskusi tentang keaslian dari ayat ini di sini – silakan klik. adalah perbuatan Tuhan yang terbesar. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi.II. Dikatakan “Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya. jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. silakan membaca beberapa artikel Kristologi berikut ini: Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus. namun lebih daripada itu. Dikatakan “Dalam skema Alquran. yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya. Untuk lebih lengkapnya. Tit 2:11. Hal ini disebabkan karena teologi Kristen berpusat pada Kristus yang telah membuktikan Diri-Nya sebagai Tuhan.

kita dapat melihat analisa dosa asal. Dosa asal ini diturunkan kepada semua manusia: “Sesungguhnya. dalam kesalahan aku diperanakkan. sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.” Untuk mengatakan bahwa agama Kristen mengajarkan hal-hal yang diharamkan. . 1 Kor 15:21. dan Kristus yang membebaskan manusia dari dosa dengan ketaatan kepada Allah (Rom 5:12-21. “Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia. kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus. c. maka inti pengajaran dari kekristenan adalah kasih.“(Keb 2:24). (lih Kej 2). Rm 5:19. dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mz 51:7). Paulus memperkenalkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat.” (LXX/ Septuagint – Sir 25:33). and by her we all die. Kalau kasih dikatakan hanya sekedar kompensasi.yang telah dibuktikan-Nya dengan pengorbanan Kristus di kayu salib.Allah. lihat juga Rom 5:12-19. Dan kemudian rasul Paulus memberikan penegasan dengan memberikan perbandingan antara Adam. dan Ef 2:1-3). dan yang menjadi milik setan mencari maut itu. Yoh 8:44). manusia pertama yang jatuh ke dalam dosa kesombongan. Dosa manusia pertama adalah dosa kesombongan (lih. maka sebenarnya ini adalah pernyataan yang salah. “From the woman came the beginning of sin. “Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorangpun tidak!” (Ay 14:4). Tidak terlalu jelas bagi saya tentang apa yang dimaksud dengan “sebagian diharamkan” dalam tulisan tersebut. Rm 5:12.” Untuk menjawab hal ini. karena kalau kita benar-benar membaca Alkitab secara keseluruhan. Inilah bukti kasih yang terbesar dalam sejarah umat manusia. karena Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8). Sir 10:14-15). dan yang menjadi milik setan mencari maut itu. 1 Tim 2:14. “Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia.” (Keb 2:24). yang dapat dilihat keberadaannya di dalam Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru: Manusia pertama telah berbuat dosa: Dalam kitab Kejadian dinyatakan bahwa Adam dan Hawa telah berdosa dan oleh karena itu. yang kemudian dikompensasi dengan kasih. “Tetapi aku takut.” (2 Kor 11:3. maka Adam dan Hawa dan seluruh keturunannya harus menanggung dosa. Tob 4:14. perlu dianalisa lebih lanjut. Dikatakan “Pada perkembangan lebih lanjut.

terlihat jelas. Sebagai buktinya. Kita melihat Allah berkata “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini. Diskusi panjang tentang dosa asal dapat dilihat di sini – silakan klik. Namun. manusia diciptakan baik adanya.Dengan demikian. maka rahmat Allah terus mengalir. karena memang Kristus adalah Adam ke-dua. yang disebut dosa asal. yang disebabkan oleh dosa Adam. e. yaitu apa yang dilakukan oleh manusia. Oleh karena itu. yang memungkinkan manusia untuk hidup dalam kekudusan. Dan dengan penebusan-Nya di kayu salib. bahwa doktrin dosa asal. Kemudian dilanjutkan “Pada perkembangan lebih lanjut. kalau demikian. kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat. Dosa asal bukanlah pandangan yang pesimis. karena secara terus menerus dia bekerja sama dengan rahmat Allah dalam kehidupannya. Dengan demikian. dalam kondisi yang sulit ini. Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambaran Allah. yang ditulis sekitar 1500 SM. harus menyetujui bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan tidak sempurna adanya. Dan pembaptisan yang menghantar manusia dalam kekudusan ini telah dibuktikan oleh para kudus dalam sejarah Gereja Katolik. Allah memberikan Putera-Nya yang tunggal untuk menebus dosa dunia. Dengan demikian. memilih untuk berbuat dosa. umat Kristen justru melihat kehidupan dan manusia secara lebih optimis. Kita juga dapat melihat kebenaran dosa asal ini dari efeknya. yaitu rahmat yang mengalir dari pengorbanan Kristus. Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat.” Mungkin kalimat di atas ingin menyentuh doktrin dosa asal. namun manusia tetap dicintai oleh Allah. Kejatuhan Adam telah ditulis di dalam Kitab Kejadian. Namun. seseorang yang tidak setuju dengan dosa asal. yang seolah-olah dipandang bahwa manusia pada dasarnya jahat. Dan kalaupun kejatuhan Adam ini dihubungkan dengan Kristus. Bagaimana mungkin Tuhan sengaja menciptakan manusia yang mempunyai kecenderungan berbuat dosa? Suatu kebenaran dapat dilihat dari efeknya. keturunannya akan meremukkan kepalamu. yang memungkinkan manusia dibebaskan dari dosa asal. yaitu dengan pembaptisan. d. yang membuat manusia terpisah dari Tuhan adalah karena manusia pertama telah berbuat dosa. namun suatu kebenaran yang saling berhubungan. Namun. bahwa doktrin ini bukanlah sesuatu yang terjadi kemudian. Justru pemenuhan apa yang telah dijanjikan oleh Allah dalam diri Yesus. bukan dimulai dari rasul Paulus. Penggenapan nubuat ini adalah pada diri Yesus. Dikatakan “Untuk mendukung ini.” Pernyataan ini perlu ditelaah lebih jauh. yang menyambung kembali hubungan yang terputus antara manusia dan Allah. karena Tuhan telah memberikan solusinya. dan dosa inilah yang diturunkan kepada semua keturunannya. antara keturunanmu dan keturunannya. yang telah menginjak setan dengan mematahkan kuasa dosa dengan pengorbanan.” (Kej 3:15). sebuah pesimisme kepada kemanusiaan. Silakan melihat artikel kesempurnaan rancangan keselamatan Allah (silakan klik). Gereja Katolik justru melihat bahwa meskipun manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang diciptakan baik adanya. karena Yesus Kristus sendiri memberikan pengharapan. namun juga telah terlihat di dalam Perjanjian Lama.Nya di kayu salib. ini adalah suatu kesimpulan yang keliru. maka ini berlawanan dengan hakekat Allah yang maha kasih. . sebenarnya menjadi salah satu alasan. dan engkau akan meremukkan tumitnya. Kita melihat bagaimana yang terberkati Bunda Teresa dari Kalkuta membuktikan dirinya sebagai orang kudus. Dengan demikian. Kenyataan bahwa manusia mempunyai kecenderungan berbuat dosa adalah sesuatu yang nyata.

ketika pada akhir abad-XIX dan awal abad-XX terjadi gerakan nasionalisme dan kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah. Kesimpulan Dari pemaparan di atas. ordo Benediktus membentuk Eropa menjadi begitu maju. cara hidup. III.’ Dalam hal agama. Kondisi ini dalam abad kolonialisme menempatkan kekristenan sebagai agama mayoritas dan eksklusif di tengahtengah bangsa dan agama ditempat jajahan yang semula dianggap inferior. agama Kristen secara hakiki adalah agama yang inklusif. Pendidikan juga mengalami perkembangan luar biasa.” Menurut saya. dan cara beragama. Sejak dulu eksklusivisme tidak menjadi masalah. Kita dapat melihat pada abad pertengahan. karena asumsiasumsi awal belum dapat dibuktikan kebenarannya. jaman kegelapan sering dipakai dalam konteks yang salah. pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. Pluralitas hanya menyadari adanya kepelbagaian di dunia. Lain halnya dengan ‘Pluralisme. kesimpulan ini tidaklah benar dalam dua hal. Dikatakan “Menurut Russell. telah dibuktikan di atas. Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan. dan ‘Pluralitas’ adalah kenyataan yang harus diterima bahwa kita berada dalam kondisi di Indonesia dan dunia masakini dimana kita menghadapi kejamakan cara berfikir. maka terlihat bahwa sebenarnya Perjanjian Lama juga mempunyai konsep keselamatan yang diperuntukkan bagi semua bangsa. PLURALISME Istilah ‘Plural’ sudah jelas kita mengerti sebagai ‘jamak’. kesimpulan bahwa hanya dengan datangnya Islam maka Eropa dapat kembali kepada zaman pencerahan tidaklah berhubungan. stef – katolisitas. Pertama.f. Dengan demikian. yang dipenuhi oleh Yesus Kristus dan diperintahkan sendiri oleh Kristus untuk menyebarkan kabar gembira ke segala bangsa. Dan pengajaran ini dipertegas oleh para penulis Alkitab Perjanjian Baru. Hanya dengan datangnya Islam.’ istilah ini berkembang ditengah-tengah ‘eksklusivisme agama’ yang makin berkembang pada era reformasi sebagai akibat reaksi terhadap fundamentalisme dan modernisme. Semoga jawaban singkat ini dapat membantu. atau yang dikenal sebagai salah satu cabang reaksi ‘posmo. Salam kasih dalam Kristus Tuhan. namun eksklusivisme itu menjadi tiran ketika bergabung dengan kekuatan politik kolonial dan menjadi mayoritas sehingga menganggap yang lain yang mayoritas itu sebagai lebih inferior dan harus ditobatkan (proselitasi). eksklusivisme ditujukan pada kenyataan bahwa setiap agama cenderung mengklaim sebagai satusatunya agama dimana terdapat jalan keselamatan dan diluar itu tidak ada jalan lain. keseimbangan menjadi berubah dimana bangsa-bangsa jajahan mendirikan negara sendiri dan menentukan identitas sendiri (termasuk tradisi budaya agama) yang juga di klaim sebagai eksklusif. Sampai di sini. Perbenturan peradaban inilah . Dengan demikian.org PLURALISME DAN PLURALITAS Penutupan mesjid dan gedung pertemuan Ahmadyah belum lama ini ditengah-tengah ditutupnya puluhan gereja khususnya gereja-gereja rumah tangga menyusul Fatwa MUI yang mengharamkan Pluralisme agama mencuatkan kembali pemikiran kearah toleransi beragama dan diskusi Pluralisme agama-agama. karena Allah menginginkan segala bangsa memperoleh keselamatan. Dengan latar belakang demikianlah. Kedua. membuat umat Kristen memandang hidup dengan lebih optimis. bahwa doktrin dosa asal yang dibarengi dengan penebusan Kristus.

reaksi eksklusif lainnya adalah ‘Proselitisme’ ynag menolak kebenaran agama lain dan menjadikan pengikut agama lain menjadi pengikut agama sendiri dengan berbagai cara. namun sejauh agama Kristen melalui rahmat hidup karena rahmat ia menjadi tempat agama yang benar. Sebaliknya.’ Tidak semua sepakat dengan Hick. Pada awal tahun 1960-an sebagai hasil Konsili Vatikan-II. Stanley Samartha mengemukakan bahwa umat Kristen harus mendekati dialog antar-agama atas dasar teosentris dan bukan kristosentris. Ini bisa dijadikan dasar bagi umat Kristen untuk bersikap toleran. yang universal sifatnya. di sini ada usaha untuk ‘menjadikan agama-agama yang banyak itu sebagai salah satu facet dari agama yang satu. Gereja Katolik Roma membuka peluang kearah itu.’ Raimundo Panikkar yang beribu Kristen RK dan berayah Hindu meneruskan. namun berbeda dengan eksklusivisme. berusaha secara sistematis untuk menegaskan keeksklusifan dan universalitas Kristus dan sekaligus menghormati kehendak Allah untuk menyelamatkan yang sifatnya universal.’ Jadi kalau eksklusivisme menganggap agama sendiri benar yang lain tidak maka pluralisme menganggap semua agama itu benar jadi harus diterima dengan terbuka sekalipun berbeda dengan agama sendiri. Dari kubu pluralisme dan inklusivisme inilah kemudian dipopulerkan dialog antar agama sebagai pengganti misi penobatan.’ dan berbeda dengan sinkretisme yang mencampur-adukkan agama-agama. ada juga reaksi ‘Sinkretisme’ yang bersifat kompromistis dengan cara mencampuradukkan keyakinan agama-agama yang bertemu itu.’ .yang melahirkan usaha-usaha yang mengarah pada penerimaan kejamakan dalam beragama atau dikenal sebagai ‘Pluralisme’ yaitu ‘suatu situasi di mana berbagai agama berinteraksi dalam suasana saling menghargai dan dilandasi rasa kesatuan sekalipun berbeda faham. Smith menolak kristologi yang eksklusif. disini agamaagama diperas menjadi satu. dan berbeda dengan eksklusivisme. dan di awal tahun 1970-an menyusul Dewan Gereja Dunia (WCC) juga membuka diri akan dialog antar agama.’ Rahner berusaha mendamaikan rahmat Allah yang menyelamatkan. rendah hati. namun tegas terhadap semua orang non-Kristen. Rahner tetap menganggap Kristus secara eksklusif. Dalam pandangannya yang kelihatannya seperti mendua. Samartha mendefinisikan dialog sebagai ‘upaya untuk memahami dan menyatakan partikularitas kita bukan hanya dalam kaitan dengan warisan kita sendiri tetapi juga dalam hubungan dengan warisan rohani tetangga-tetangga. tetapi secara universal agama-agama lain menghadirkan ‘kristen anonim. teolog Roma Katolik. Kristen Stendahl dari Harvard menafsirkan PL & PB sebagai suatu kesaksian tentang ‘partikularisme dalam kerangka universalisme. Sikap Troeltsch ditolak Karl Barth yang mengajukan pandangan eksklusif dan tidak mengenal kompromi mengenai pewahyuan diri Allah dalam Yesus Kristus.’ Wilfred Cantwell Smith mengungkapkan bahwa manusia sekarang memasuki tahapan baru pluralisme agama dimana agama-agama perlu merumuskan kembali dan menguji teori-teori agamanya sendiri dan mengembangkan teori-teori agama yang bisa diterima oleh agama-agama lain. Sikap demikian tentu berdampak pagi pandangan ‘Fundamentalisme’ dalam agamaagama yang cenderung mengklaim agamanya sendiri sebagai jalan kebenaran satu-satunya. Pada abad-XX relativisme agama dikaitkan dengan kemajuan evolusioner dipopulerkan oleh Ernst Troeltsch yang menolak absolutisme agama dan menjadikan ‘Yang Mutlak’ menjadi tujuan bersama dalam proses evolusioner dalam semua agama. Karl Rahner. bahwa: ‘kebenaran yang dikemukakan agama adalah universal dan dianggap sebagai pendirian yang partikular dan terbatas. Selain fundamentalisme. Barth berpendapat bahwa agama Kristen itu yang benar. sedangkan sebetulnya masing-masing merupakan perumusan yang memang dibatasi oleh faktor budaya mengenai suatu kebenaran yang lebih universal. dengan keeksklusivan Kristus sebagai kriteria yang nyata dan sempurna untuk rahmat itu. John Hick menafsirkan kembali Kristologi tradisional dengan mengemukakan bahwa istilah ‘Allah’ bukanlah seperti yang dikemukakan sebagai pribadi dalam agama teistik melainkan sebenarnya merupakan ‘realitas tak terbatas yang dipahami dengan berbagai cara melalui berbagai bentuk pengalaman beragama’ yang disebutnya sebagai ‘Yang Nyata. INKLUSIVISME Reaksi keempat berjalan lebih jauh dari Sinkretisme dan dikenal sebagai ‘Inklusivisme’ yang berusaha untuk menggapai kesatuan agama-agama.

’ Di kalangan kristen.’ (Yaitu Yang SATU itu). oleh teolog tertentu dianggap sebagai cara yang paling memuaskan untuk menjelaskan fakta pluralisme keagamaan. namun pluralisme kurang menghargai keunikan agama-agama. Kristus tidak lebih hanya sekedar ‘avatar’ yang sama dengan tokoh-tokoh agama lain. Pandangan Relativisme dan Universalisme tidak beda dengan faham ‘Mistisisme’ mengenai keyakinan ‘kesatuan manusia yang sezat dengan sumbernya.’ Pandangan ini disebut sebagai ‘Monisme’ yang beranggapan adanya satu keberadaan tunggal ‘Yang Satu’ yang tidak berpribadi (berbeda dengan theisme yang mempercayai Tuhan yang berpribadi). inklusivisme kemudian dimengerti sebagai sikap yang menerima kebenaran semua agama. Ini mendorong kearah pandangan mengenai kesatuan agama yang disebut ‘universalisme. Memang pluralisme kelihatan seakan-akan merupakan jalan kompromi yang terbaik untuk menyatukan perbedaan faham agama-agama yang acapkali menimbulkan pertikaian dan perang.’ ‘Universalisme’ berlandaskan logika bersama mengenai ‘Yang Satu dan Yang Banyak. Umat kristen memang seharusnya tidak bersifat eksklusif dalam segala hal tetapi bersikap eksklusif dalam kredo (pengakuan percaya) adalah perlu. khususnya keunikan Kristus yang cenderung di ‘de-kristosentris’kan. logika bahwa suatu sumber realitas dialami dalam pluralitas cara tampaknya. Dalam mistik Hinduisme.Dari berbagai pandangan di atas. Kita dapat menerima kehadiran agama-agama lain dengan sikap terbuka yang inklusif bahwa semua adalah umat manusia yang dikasihi oleh Tuhan yang berpribadi yang menyatakan diri dalam Kristus. SIKAP MENGHADAPI PLURALISME Pluralisme berkembang sebagai reaksi ‘eksklusivisme’ dan ‘fundamentalisme’ agama yang sering membuat manusia terpecah-pecah. Pandangan theolog liberal yang menganut inklusivisme cenderung untuk ‘memikirkan kembali Kristologi’ yang ujung-ujungnya menjadikan Kristus bukan sebagai jalan yang unik tetapi sekedar sebagai salah satu dari jalan yang banyak itu. ini bisa disebut pendekatan yang ‘theosentris. dan bahwa agama itu hanya merupakan jalan partikular untuk mencapai kebenaran yang universal yang menyembah Tuhan ‘Yang SATU’ itu. Jadi eksklusivisme dalam iman perlu namun ini jangan menjadikan kita eksklusif dalam sikap. namun penerimaan ini tidak harus menuju sikap yang menganggap semua jalan itu sama atau menganggap bahwa penganut agama lain sebagai ‘kristen anonim’ tetapi kita dapat menganggap . namun Pluralisme ujung-ujungnya bukannya suatu keterbukaan terhadap pluralitas (keperlbagaian) tetapi berujung kepada penyamaan semua agama bahkan kemudian cenderung menjurus pada ‘inklusivisme’ yang ingin memeras agama menjadi satu agama universalis yang menuju ‘Yang SATU’ yang tidak berpribadi itu.’ Dari perspektif filsafat dan teologi. sebab sejarah agama Kristen yang dikandung Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru cukup meyakinkan untuk menerima keunikan Kristus. Di satu sisi memang kita harus berfikir terbuka bahwa kita hidup di bumi tidak sendirian tetapi berada di tengah-tengah agama lain jadi kita harus menerima kenyataan adanya agama-agama yang berbeda.’ dari kristosentris menuju ‘theosentris’ namun yang dimaksud adalah ‘theos yang tidak berpribadi’ yang merupakan esensi mistik universal. Agama-agama tidak lain adalah jalan partikularis menuju yang universalis. tetapi menganggap semua agama sebagai sama dan menuju ‘Yang SATU’ rasanya terlalu meremehkan sejarah agama yang sudah ribuan tahun dengan keunikannya masing-masing. ketiga esensi ini berkembang lebih jauh menuju ‘de-kristosentrisme.’ Sebenarnya pandangan demikian didasarkan gagasan ‘Veda’ Hinduisme mengenai hakekat ‘Yang SATU’ yang disebut dengan ‘banyak nama. penyatuan itu dianggap sebagai penyatuan ‘atman dengan brahman’ atau dalam mistik Buddhisme ‘atman dengan an-atman. ESENSI INKLUSIVISME Apakah Sebenarnya esensi Inklusivisme itu? Sebenarnya esensi inklusivisme adalah ‘Relativisme’ yang dilandaskan kepercayaan bahwa agama-agama pada hakekatnya sama dan dianggap sebagai sesuatu yang relatif sesuai dengan tahap perkembangannya dalam evolusi agama.

Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam).org Untuk menguji klaim universalisme masing-masing agama baik Islam maupun Kristen.mereka sebagai umat manusia yang tetap membutuhkan karunia keselamatan dari Tuhan. Universalkah Islam? Al-Qur’an menegaskan kepada manusia bahwa agama di sisi Allah hanyalah Islam. ditinjau dari catatan kitab suci masing-masing. Menghargai perbedaan-perbedaan itu penting. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka. Ia tidak memaksa orang lain mengikut Kristus (proselitisme) melainkan ia men’share’kan imannya dan biarlah orang lain yang menentukan iman mereka sendiri. namun karunia keselamatan yang kita peroleh.yabina. tetapi sikap eksklusivis harus disertai dengan sikap yang terbuka dan toleran. Tuhan atas langit dan bumi yang memberikan hidup dan nafas kepada semua orang. marilah kita selidiki. Sekarang. Umat kristen diharapkan dapat terbuka menghadapi kehadiran agama-agama. Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. apakah kedua agama tersebut benar-benar universal. yakni penyerahan diri secara total. dan Al-Qur’an adalah satusatunya kitab suci yang benar-benar merupakan wahyu dari Allah melalui perantaraan Jibril/Roh Kudus untuk seluruh alam. maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang- . Untuk mencapai ini. Al-Qur’an juga menjelaskan definisi dari Islam itu sendiri. Haleluyah! Salam kasih dari Redaksi www. tetapi menerima perbedaan itu seakan-akan tidak berbeda jelas keliru. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. Asumsi 2: Yesus adalah nabi/rasul (bahkan Tuhan) yang diutus oleh Allah untuk seluruh alam. ibarat ‘mutiara yang sudah ditemukan’ perlu kita bagikan sebagai kesaksian kepada mereka yang belum mengenal keindahan mutiara tersebut. dan Injil tentang Yesus yang telah bangkit. tetapi dengan sikap kasih kepada sesama karena untuk itulah Kristus telah mati bagi kita. kita perlu mempelajari kitab suci dan pendapat-pendapat dari kalangan agama-agama lain. Ia menunjukkan sikap inklusif dengan bertukar pikiran dengan orangorang Yahudi dan para filsuf Epikuri dan Stoa. jalan ‘Kasih’ adalah jalan terbaik untuk bersaksi. dan Alkitab adalah satu-satunya kitab suci yang benar-benar merupakan wahyu dari Allah melalui kuasa Roh Kudus-Nya untuk seluruh alam. Rasul Paulus menunjukkan sikap yang inklusif sekaligus beriman eksklusif ketika ia berbicara di Athena (Kisah 17:16-34). karena itulah iman eksklusifnya menghasilkan suatu kesaksian bahwa ‘Yang Tidak Dikenal’ itu diperjelasnya dengan memperkenalkan keunikan Allah yang menjadikan langit dan bumi. Ia mempelajari kitab suci dan tulisan para pujangga mereka. bukan dengan sikap memaksa dan menganggap rendah orang lain.3:19). Ia tidak menolak kerinduan orang-orang dalam menyembah ‘Allah Yang Tidak Dikenal’ tetapi Paulus sedih hatinya melihat banyaknya berhala dan kuil-kuil di kota itu. Eksklusivisme dan fundamentalisme agama perlu dibuka agar kita tidak menjadi penganut Kristus yang sempit yang tidak toleran dan bersifat menghakimi agama lain. (QS. Alhasil ada juga yang percaya dengan kesungguhan hati tanpa dipaksa atau terpaksa. kita harus melakukan asumsi terlebih dahulu terhadap kitab suci dan tokoh sumber religius kedua agama tersebut secara seimbang: Asumsi 1: Muhammad adalah nabi/rasul yang diutus oleh Allah untuk seluruh alam. dan kita jangan berspekulasi mengenai ‘semua jalan ke Roma’ melainkan kita perlu untuk bersaksi mengenai ‘via dolorosa’ jalan menuju ke Golgota. karena kedengkian (yang ada) di antara mereka.

(QS. tetapi sudah hadir semenjak manusia pertama. melainkan dengan seizin Allah. (QS. maka ia lupa (akan perintah itu).42:13). diputuskan (semua perkara) dengan adil. Inilah inti dari agama Islam. Jelasnya. maka apabila telah datang perintah Allah. maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa nabi/rasul itu tidak hanya berjumlah 25 orang saja sebagaimana tersebut namanya di dalam Al-Qur’an. maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. (QS. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”.21:107). Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. Agama Islam dalam pandangan Al-Qur’an tidak diciptakan pada masa Nabi Muhammad SAW. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).40:78). Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu. .20:115). maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.21:25) Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu. di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.” (QS. Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu. Amat berat bagi orangorang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. (QS.40:78). (QS. serta orang-orang yang beriman (kepada Nabi Muhammad). Allah telah mengutus nabi/rasul kepada tiap-tiap umat di muka bumi ini (QS. Al-Qur’an menegaskan bahwa diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk seluruh alam dan sekaligus menjadi penutup para nabi/rasul. dan jauhilah Thaghut itu”.2:132).orang yang mengikutiku”.3:67-68). dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman. melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku. dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad). dan jika mereka berpaling. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad).16:36) dan senantiasa memerintahkan makhluk-Nya untuk hanya menyembah kepada-Nya. (QS. Nabi Adam AS. melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.3:20). maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani. Jika mereka masuk Islam. karena tidak ada tuhan selain Allah (QS. dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja). sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk. tetapi melebihi jumlah itu (QS.16:36). (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Seseungguhnya Allah telah memilih agama ini (Islam) bagimu. (QS. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya. demikian pula Yakub. Berbeda dengan umat-umat sebelumnya dimana masing-masing umat memiliki nabi/rasul.21:25). akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah). namun Al-Qur’an tidak menjelaskan angka pastinya. (QS. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu’jizat. Beberapa ayat Al-Qur’an di atas dengan jelas menegaskan bahwa Islam sudah hadir semenjak zaman Adam.

adalah agama Yahudi (baca: Perjanjian Lama). pada masa itu. Yunani. (baca: Kitab Ayub).Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad). dan lain sebagainya. Arab. dari uraian singkat diatas. maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia.38:86-87). supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi.000 tahun yang lalu ketika Yesus konon mengajarkan Kristen . Namun demikian. tampak jelas bahwa Kristen adalah agama baru. Lebih jauh. dapatkah Kristen dipandang sebagai agama universal yang berdiri di atas kebenaran wahyu Allah? Alkitab sama sekali menolak keberadaan agama Kristen sebelum. sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Pada bagian lain. Sebut saja. supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Perjanjian Lama sama sekali tidak menjelaskannya. Al Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat.(QS. tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas da’wahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. bukan hanya di israel. Sebagaimana pernyataan Paulus Tarsus di dalam Alkitab berikut ini: GALATIA: 1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku. (QS. setidaknya kepada siapa umat-umat tersebut harus mengabdi. tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. yaitu ketika para nabi/rasul diutus untuk umat Israel. Namun demikian. Paulus Tarsus juga menyatakan bahwa ia mendapat amanat dari Yesus untuk menyebarkan agama Kristen kepada bangsa-bangsa non-Yahudi. Dengan demikian.34:28) Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. yakni umat Israel (baca: Perjanjian Lama). Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus. yakni umat Nabi Ayub AS. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. bangsa Romawi. yang konon diridlai oleh Tuhan menurut Alkitab. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa barita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Al-Qur’an juga menegaskan bahwa dirinya adalah satu-satunya kitab yang menjadi peringatan bagi seluruh alam. bahkan terkesan tidak mau tahu. Mesir. (QS. Padahal. India. agama Yahudi merupakan agama untuk golongan tertentu saja. yang lahir kira-kira 2. Cina. Terhadap umat-umat lain. karenanya. Dari uraian singkat di atas. Universalkah Kristen? Alkitab secara tegas menyatakan bahwa Kristen lahir setelah penyaliban Yesus. 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. bangsa Edom. bahkan hingga masa Yesus. sebagaimana dilansir dalam pernyataan Paulus Tarsus berikut ini: GALATIA: 2:16 Kamu tahu. tampak jelas bahwa Islam adalah agama untuk seluruh alam. Alkitab secara khusus mencatat keberadaan umat lain selain Israel. Islam layak mendapat predikat agama universal.33:40). manusia sudah menyebar ke seluruh pelosok bumi. Bahwa agama sebelum Yesus.

karena "dunia hidup sepenuhnya dalam kehadiran Allah dan di bahwa kekuasaan Allah"1. Dalam kisah tentang kejatuhan manusia ke dalam dosa.com/misirekonsiliasi) A. Dosa asal dalam pemahaman Alkitab ini tidak terfokus kepada kecenderungan manusia untuk melanggar hukum-hukum moral. Dari-Nya ia mendapat martabat. ini akan sulit dimengerti. ekologi. tetapi pertama-tama adalah "kerusakan relasional (hubungan)": Karena manusia mau menjadi pencipta dirinya sendiri yang tidak membutuhkan Allah lagi. sesama manusia dan ciptaan dan bahkan dengan dirinya sendiri. Keseberagaman dan pluralitas ciptaan selaku kekayaan dan karunia baik dari pencipta dijadikan dasar untuk kehancuran kesatuan dan komunikasi . 4). Tanpa kecuali manusia diciptakan untuk hidup dalam relasi yang utuh dengan Allah. Rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama 1. kebebasan.3 Dengan demikian. Karena manusia telah kehilangan sifatnya sebagai ciptaan . ras. dapatkah Kristen dipandang sebagai agama yang layak mendapat predikat universal dalam pengertian agama wahyu? Jawabannya terletak pada hati nurani masing-masing pembacanya. penyebab keterpisahan manusia dari Allah.ia kehilangan identitas dirinya. Hubungan yang universal antara Allah dan manusia Bukan tidak sengaja semua pernyataan alkitabiah dirangkaikan dengan refleksi tentang hubungan Allah dengan semua manusia dan seluruh ciptaan. politik.geocities. Tentu saja. Akan tetapi. permusuhan antarmanusia dan ketidakselarasan antara manusia dengan alam semesta terletak pada keinginan manusia untuk "menjadi seperti Allah" (Kej 3:5)2. Krisis identitas ini mengakibatkan rasa malu (Kej 3:10) dan kecemburuan yang berakhir dengan penyangkalan dan pembunuhan saudaranya (seperti Kain dan Habel Kej. ia hidup dalam hubungan yang hancur dengan Allah. bagaimana mungkin agama universal harus datang kemudian? MENEMPA PEDANG-PEDANG MENJADI MATA BAJAK: Misi Rekonsiliasi dalam Alkitab oleh: Markus Hildebrandt Rambe. Alkitab tidak punya ilusi tentang watak manusia. Dosen Misiologi STT Intim Makassar (Bagian dari Bahan Kuliah "Misi Rekonsiliasi".bekan secara dualistis).yaitu kesatuan dengan penciptanya . dan ini menjadi dasar bahwa manusia harus mengasihi dan menghormati kehidupan yang suci itu. tanggung jawab dan berkat. Pengakuan bahwa "Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya" (Kej 1:27) dalam kisah penciptaan melampaui semua batasan manusiawi seperti seks. Lalu.menurut Paulus Tarsus. Ia mencari identitas melalui supremasi ras. tetapi relasi inilah yang membuat setiap ciptaan dinyatakan "baik". Bukan jasa atau kwalitas moral. Bahan lengkap dapat diakses lewat http://www. Allah yang memberi martabat kepada manusia dan mengakisi kehidupannya (baik dalam aspek rohani maupun jasmani. etnis. baik dalam arti rohani maupun dalam sifatnya sebagai makhluk sosial. Hubungan dan perjanjian penciptaan inilah yang mejadi titik tolak untuk kerukunan dan perdamaian antara Allah dan manusia dan antara manusia dengan sesamanya. agama dsb. rekonsiliasi menjadi kebutuhan dasar manusia yang mencakup seluruh aspek kemanusiaan. Dosa asal manusia adalah ketidakmampuannya untuk mendamaikan hubunganhubungan tersebut melalui usaha sendiri. Tetapi yang terpenting harus diingat adalah bahwa agama Kristen sama sekali belum eksis di dunia ini pada era sebelum Yesus. bangsa atau agama.

. di sisi lain rekonsiliasi dan perjanjian ini selalu dikaitkan dengan kewajiban manusia terhadap Allah dan sesama manusia/ciptaan dan tidak bebas dari pengadilan Allah dan tuntutan untuk bertobat. Ul 5:7. maupun tuntutan sosial (perintah-perintah Allah.. gigi . Perjanjian berhubungan baik dengan tuntutan kultis-religius (dasarnya: "jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku". mewujudkan keadilan. Yes 11:1-9 dll. siang dan malam. di mana Taurat Allah akan ditaruh dalam batin dan ditulis dalam hati mereka (Yer 31:31-34) dan yang akan menjadi "perjanjian bagi umat manusia dan terang untuk bangsa-bangsa" (Yes 42:6). membebaskan dari utang. "Kasihilah Tuhan. Manusia dibebaskan dari ancaman maut dan penghukuman yang seharusnya ia terima. Musa (Kel 19. dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu". Dari situ jelas. Pengharapan atas "Perjanjian damai" (Hes 27:26) untuk bangsa Israel itu bermuara ke dalam pengharapan dan janji dalam perspektif yang universal. 34. takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai. Namun. Daud (2 Sam 7). 6. seperti dalam kisah tentang menara Babel (Kej 11:19). dari diri sendiri (terlepas kesatuan antara tubuh dan roh) dan dari sesamanya4. Allah sendiri menjembatani jarak relasi dengan membangun kembali hubungan perjanjian dengan manusia dan terus-menerus hadir dan terlibat dalam sejarah manusia. bahwa pemulihan kembali dan pemeliharaan hubungan manusia dengan Allah hanya dimungkinkan oleh kesabaran dan pengampunan Allah. Dengan berkat Allah (Kej 9:1) Nuh sebagai nenek moyang seluruh umat manusia. 4. Selama bumi masih ada. 24. Maz 89:27 dll. diterima kembali ke dalam hubungan dengan Allah. "Pendamaian adalah manifestasi daripada kepedulian Allah terhadap ciptaan-Nya. Perjanjian ini menjadi dasar untuk semua perjanjian yang berikutnya dan bermaksud untuk memulihkan dan mempertahankan hubungan antara Allah dan manusia dan antarmanusia (karena menang sering sekali manusia/Israel menolak dan melanggar perjanjiannya dengan Allah dan implikasinya): Perjanjian dengan Abraham (Kej 15).mata ganti mata. Ul 6:4).9:17) adalah perjanjian pertama yang memperbaruhi "perjanjian penciptaan": "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia. Perdamaian taman Eden dan kerukunan alam semesta dan keadilan untuk mereka yang tertindas akan diadakan kembali (bdk. Kel 20:3. sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya. kemarau dan hujan. Allahmu.) atau antara suami dan isteri (Hos 2). Hanya karena inisiatif dan anugerah Allah maka kejahatan manusia (Kej 3. Hubungan antara Israel dan Allah6 akan pulih kembali seperti hubungan antara ayah dan anaknya (2 Sam 7:14. dan mancan tutul akan berbaring di samping kambing" (Yes 11:6)7. karena "mencari nama". Ul 26). di mana "tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang" (Yes 65:17+19). dingin dan panas. Yosia (2 Raj 23)." (Kej 8:21-22).antarmanusia."5 Perjanjian (tyrb) Allah dengan Nuh (Kej 8:21 . yaitu penciptaan "langit yang baru dan bumi yang baru". dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Yosua (Yos 24). 8:21) tidak berakhir dengan pembinasaan manusia. yaitu keterasingan manusia dari dasar keberadaannya. Yang terjadi adalah dehumanisasi. sampai janji bahwa Allah akan mengadakan perjanjian baru. dengan semua keturunannya.): "Serigala akan tinggal bersama domba. tidak membalas berlebihan: ". Hanya perjanjian Allah memungkinkan rekonsiliasi yang membebaskan manusia baik dari dosa sendiri maupun dari penderitaan karena dosa-dosa orang lain.

"10 Di satu sisi..Yusuf dengan saudara-saudaranya Kej 45 atau Daud dengan Saul 1 Sam 27.ganti gigi. atas dasar tersebut. orang Filistin dari Kaftor. pada pihak lain Allah sendiri telah membawa mereka ke lingkungan visi Israel. 40-55. Bukankah Aku telah menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir." Abraham harus menjadi berkat untuk orang yang tidak sebangsa dan seagama dengan dia. Yun dll. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau.bapak leluhur bersama orang Yahudi. Ul 32:8-9) dan menerima penghakiman dan belas kasihan dari Allah (bdk. Yes 19. bangsa Israel memisahkan diri dari agama-agama sekeliling dan menolak secara tegas pemujaan berhala. dan dia pun akan diberkati oleh orang-orang beragama lain (misalnya oleh Melchisedek. Ia bahkan dapat menerima pengaruh dan belajar dari agama lain11. Mulai dengan pemilihan Abraham . Yang menarik adalah bahwa yang berinisiatif untuk pengampunan dan rekonsiliasi dan membuka jalan untuk pertobatan sering adalah pihak yang diperlakukan tidak adil. sikap itu selalu dan langsung dikritik misalnya oleh para nabi seperti Amos: "Bukankah kamu sama seperti orang Etiopia bagi-Ku. Kristen dan Islam perjanjian Allah mencakup hubungan khusus. dan engkau akan menjadi berkat. melainkan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri" Im 19).. hai orang Israel? . tetapi tidak eksklusif antara Allah dan keturunan-keturunan Abraham. Sekali lagi. Pemilihan dan pengistimewaan bangsa Israel bukan karena jasanya atau karena ia lebih layak dari pada bangsa lain.. dan orang Aram dari Kir?" (Am 9:7) Di satu pihak bangsa lain adalah "lawan-lawan politik atau paling tidak saingan Israel. Yang sering dijadikan pusat perhatian adalah bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah dan sejarah Allah dengan bangsa-Nya..). 2. rekonsiliasi antarmanusia mencerminkan rekonsiliasi yang telah diberi Allah. dan janganlah menaruh dendam . Kej 14:19.. Meskipun sering kita temukan eksklusivisme dan etnosentrisme Israel dalam Perjanjian Lama. "janganlah engkau menuntut balas. Dari situ tampak bahwa rekonsiliasi antara Allah dan manusia dan rekonsiliasi antarmanusia saling terkait.. Tetapi pilihan khusus dan partikuler oleh Allah itu hanya punya makna dalam kerangka hubungan universal antara Allah dan dunia. Dalam Perjanjian Lama9 ditemukan banyak contoh yang konkrit bagaimana.. Yeh.. Tujuan perjanjian khusus ini menjadi jelas dalam Kej 12:3 kepada Abraham: "Aku.. rekonsiliasi antarmanusia atau antarbangsa bisa berhasil: misalnya rekonsiliasi Esau dengan Yakub Kej 33. Namun Israel bisa juga melihat dan mengakui bahwa Allah telah bekerja di tengah-tengah bangsa dan agama lain." (Kel 21:24)8. memberkati engkau . partikularisme . Partikularisme adalah partikularisme fungsional. bdk Bileam dalam Bilangan 22 atau Korsey dalamYes 44:28 yang menjadi saluran berkat Allah untuk bangsa Israel). dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau.. Hubungan yang khusus antara Allah dan bangsa Israel Dalam Perjanjian Lama ditemukan suatu ketegangan yang konstruktif antara universalisme dan partikularisme. dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Israel hanyalah salah satu bangsa yang punya hubungan langsung dengan Allah (bdk.dan tidak ada yang satu tanpa yang lain.

Persyaratannya adalah penyesalan yang jujur dan pengakuan kesalahan yang terbuka serta kesediaan untuk bertobat dan hidup kembali sesuai dengan kehendak Allah. Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Aku tidak suka . juga ditekankan bahwa pengampunan baru berlaku. Hos 6:6. Bangsa Allah dipanggil terus-menerus untuk bertobat kepada Allah. dan kalau berada di tengah-tengah bangsa dan orang beragama lain. melainkan ini merupakan tindakan Allah yang bebas (bdk Im 4. perintah-Nya. keadilan-Nya dan tindakan-tindakan pembebasanNya). yuridis dan moralis. Tidak ada hak istimewa bangsa ini di hadapan Allah. Ul 15:1-18. Yom Kippur (Yom hak-Kippurim) atau "Hari Rekonsiliasi" (bdk "liturgi rekonsiliasi Im 16). Ia tidak punya panggilan untuk "mengyahudikan" bangsa-bangsa lain. Kebutuhan rekonsiliasi mencakup baik aspek individual maupun aspek kolektif (yang tidak dapat dipisahkan). puasa dll. Rekonsiliasi punya peranan yang sangat besar dalam kultus12. Sungguh. bdk. Beban dosa ditebus (di samping syafaat. Para nabi dengan tegas mengritik praktek kultus yang hanya bersifat munafik dan tidak berhubungan dengan keadilan dan perdamaian antarmanusia: "Aku membenci." (Amos 5:21-24. Ia harus menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain (Yes 49:6). Bil 36:4..17 Aspek rekonsiliasi ini juga nampak dalam aturan-aturan sabat. Darah yang ditumpuhkan berarti pendamaian untuk kehidupan bagi yang mempersembahkan korban itu14. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu.15 Berhubungan dengan hari raya orang Yahudi yang besar. Ritus rekonsiliasi tersebut tidak akan meniadakan kesalahan atau tanggung jawab si pedosa. Im 27:16-25) yang . bdk.untuk universalisme. kalau . tahun sabat dan tahun yobel (Im 25. Yes 58:6-8.7)16. namun ia punya misi . dan menjadi saksi yang setia tentang keesaan Allah. Korban tersebut menjadi wakil untuk menerima murkah dan hukuman yang terkait dengan dosa atau pelanggaran yang telah dilakukan. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir."kambing jantang dosa" atau "kambing hitam"). Mi 6:6-8). ia punya kewajiban khusus dalam hubungannya dengan Allah dan membutuhkan rekonsiliasi lebih dari bangsa-bangsa lain karena ketidaktaatannya kepada Tuhannya. melainkan menghalangi akibat atau efek yang membawa murka untuk si individual atau kolektif.)misalnya lewat korban bakaran (binatang) atau seekor kambing jantang yang secara simbolis dibebankan dengan dosa-dosa manusia dan diusir ke padang gurun (bdk Paskah Im 16.dalam hal pelanggaran dalam hubungan antarmanusia kerugian digantidan rekonsiliasi dengan orang yang dirugikan telah dicapai (bdk Bil 5. doa. Kel 34:67). ia harus mengusahakan "kesejahteraan kota" itu dan berdoa untuk mereka (Yer 29:7 syalom untuk bangsa yang berkuasa atas mereka!). apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu.terhadap bangsa lain (yaitu menjadi berkat. Yes 1:10-17. Kel 23:10-11. Dengan menjalankan aturan-aturan ritual hubungan antara seorang secara individual atau sekolompok secara kolektif dengan Allah bisa dipulihkan kembali. Keadilan dan kebenaran (bdk Mzm 98:9) menjadi ukuran untuk keabsahan rekonsiliasi. Sebaliknya. Namun pelaksanaan ritus tidaklah otomatis menjamin rekonsiliasi dan penghapusan dosa. Salah satunya adalah ritus penebusan melalui korban.atau lebih tepat: peranan dalam misi rekonsiliasi Allah .13 Korban memberikan penggantian. Bil 29 . dan berhubungan dengan kesalahan atau pelanggaran kultis.. lagu gambusmu tidak mau aku dengar. seperti dalam pembuangan di Babel. religius.

ke rumah Allah Yakub. di mana Israel sendiri mengharapkan pembebasan dan menjadi penerima "ganti rugi" melalui "korban penebus salah (asham)"20) menjadi berkat untuk bangsa lain bukan dari posisi yang kuat. Misi rekonsiliasi Allah juga menuntut sikap kerendahan hati dari bangsa Israel. Israel (disini dalam konteks pembuangan di Babel. Hamba Tuhan dalam kidung pertama digambarkan sebagai orang pilihan yang dipanggil untuk menjadi model perjanjian Allah dengan dunia. superior. menghapuskan utang-utang. 37:26). ganjaran yang mendatangkan keselamatan (perdamaian) bagi kita.dia tertikam oleh karena pemberontakan kita." (Yes 49:6). Ia hidup dan mati bahkan bagi mereka di luar lingkup batasan ras dan bangsanya sendiri.22 Syalom adalah anugerah Allah dan sekaligus tanggung jawab manusia.. di sisi lain punya arti religius yang sangat mendalam. dan supaya kita berjalan menempuhnya. ditimpakan kepadanya. Misi Israel dalam Yes 52:13 -53:12 terutama dipahami dalam rangka solidaritas dengan penderitaan dunia di sekelilingnya. bdk Yeh 34:25. eksklusif dan triumfalistik. membebaskan hamba-hamba. sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem. Dalam Yes 50 dan Yes 52/53 hamba itu digambarkan sebagai murid atau tokoh yang menderita karena kesetiaannya dan bahkan "mati bagi kepentingan orang banyak": ". dan oleh bilur-bilurnya kita akan sembuh" (Yes 53:5)19. Memang tidak dapat disangkal bahwa perhatian masih dipusatkan kepada peranan sentral bangsa Israel dalam sejarah keselamatan Allah. tidak memisahkan perdamaian rohani dengan perdamaian jasmani dan sosial.dihubungkan dengan aspek pembebasan untuk semua ciptaan (membiarkan tanah dan binatang-binatang." Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. dan melalui itu menjadi "penyembuh yang terluka". Melayani untuk rekonsiliasi bahkan bisa berarti bersedia untuk menderita.).. Syalom tidak memisahkan perdamaian dengan Allah (tidak ada "individualisasi" dan spiritualisasi") dari perdamaian dengan manusia. Tujuan dan visi rekonsiliasi adalah "perjanjian abadi" (Yes 55:3): ". Di satu sisi. panggilan etis dan harapan untuk masa depan melampaui tradisi-tradisi kaku dan permusuhan terhadap bangsa lain dalam Perjanjian Lama23.. Itu dicerminkan dalam Deuteroyesaya dan Tritoyesaya tentang "hamba Tuhan yang menderita". Tetapi simbol-simbol identitas yang eksklusiv telah dibuka seperti dalam visi tentang ziarah bangsa-bangsa ke bukit Sion: "Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. tyrb) tidak akan bergoyang" Konsep Perjanjian Lama tentang ~wlvsyalom adalah konsep perdamaian yang sangat holistik.. supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya. Hamba Tuhan menjadi gambaran bukan hanya untuk misi seorang nabi atau untuk mesias yang akan datang. tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku (berit syalom -~wlv (Yes 54:10. sehingga ia dapat menjadi "perjanjian bagi umat manusia dan terang bagi bangsa-bangsa" (Yes 42:6)18.. dan juga bukan sebagai "korban yang tidak bersalah" dalam arti wacana korban21. maka mereka akan menempa pedang-pedang menjadi mata bajak dan . tetapi model untuk misi rekonsiliasi Israel. syalom adalah kata ucapan selamat sehari-hari. dia diremukkan oleh karena kejahatan kita. melainkan dalam "solidaritas sesama korban". Syalom sebagai pengalaman iman. dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari kita naik ke gunung Tuhan. dan .. segala bangsa akan berduyunduyun ke sana.dalam kidung kedua ."agar keselamatan Allah sampai ke ujung bumi.biarpun gununggunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang.

Ada banyak interpretasi tentang realitas yang tidak terbatas itu. Pengantar Sebagai makhluk yang diciptakan untuk sesuatu yang tidak terbatas. belakangan ini penggunaan kata Allah di kalangan Kristen menuai kritik yang tajam dari umat Islam. Merpati sebagai duta perdamaian yang membuka kemungkinan untuk kehidupan baru di tengah keadaan yang tanpa harapan. dan antara manusia yang begitu beranekaragam.tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. yaitu pelangi dan burung merpati yang membawa sehelai daun zaitun (dari kisah tentang air bah dan perjanjian dengan Nuh Kej 5-9): Pelangi sebagai tanda rekonsiliasi antara Allah dan manusia. Akan tetapi.". Kata ‘Allah’ sudah dikenal oleh masyarakat Arab sebelum Islam untuk menunjuk Pencipta alam semesta. segala kepuasan yang ditawarkannya. Menurut umat Islam. Karena dikira ada banyak el atau ilah (politeisme). akan dibicarakan dulu asal-usul kata Allah. Allah Tertinggi. kata ‘Allah’ merupakan perpaduan dua kata Arab: al. artinya Yang Mahakuasa. Hai kaum keturunan Yakub.. yang berkuasa.24 Saya mau menyimpulkan "misi rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama" dengan sebuah simbol untuk perjanjian (tyrb berit) Allah sebai dasar rekonsiliasi dan syalom (~wlv) Allah sebagai visi dan misi rekonsiliasi. maka satu ilah disebut sebagai El-Elyon. bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa. Mengapa Nama ‘Yahwe’ Diganti dengan ’Allah?’ (Kajian tentang Asal-usul dan Tradisi Teologis) OPINI Jufri Kano | 24 Oktober 2010 | 16:52 64 4 1 dari 1 Kompasianer menilai Bermanfaat. pada hakikatnya tidak pernah dapat memuaskan hati manusia yang selalu merindukan sesuatu yang mengatasi dunia ini. Bagi orang Arab. segala silau teknologinya yang canggih. dan mereka tidak akan lagi belajar perang. dan Islam. kata ‘Allah’ merupakan kata yang paling populer dan digunakan bersama-sama oleh penganut agama Yahudi.membuat visi syalom yang universal itu menjadi misi rekonsiliasi untuk damai sejahtera untuk seluruh dunia dan alam semesta. realitas yang tidak terbatas itu adalah Allah. Segala harta dunia ini. yang diakui sebagai Pencipta langit dan bumi. Kalimat terakhir itu . sedangkan orang Yahudi menyebutnya Yahwe. Muncul pertanyaan: apakah kata ‘Allah’ milik ekslusif orang Islam? Ataukah ada kata lain yang lebih orisinil untuk mengetahui identitas sang causa prima non causata itu? Untuk menjawab pertanyaan itu.mari kita berjalan dalam terang Tuhan" . dan menjadi sebutan untuk Tuhan. semuanya bertujuan agar manusia sampai kepada pemahaman yang akurat tentang Yang Absolut itu sendiri.dan ilah. mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!" (Yes 2:1-5). 1. Di antara kedua kata tersebut. Asal-usul Kata ‘Allah’ Secara etimologis. kata Allah merupakan trade mark umat Islam saja.. Kata Semit ilah sama arti dan akarnya dengan kata Ibrani el yang berarti yang kuat. Kristen. yang terlalu jauh atau tinggi untuk disembah . manusia tidak pernah dapat puas dengan dunia yang terbatas ini.

memanggil Dia dengan nama-nama ilahi yang berasal dari dunia keagamaan bangsa-bangsa di daerah pengembaraan mereka sebab Yahwe sendiri berkenan memperkenalkan diri-Nya di bawah nama-nama itu. tentang adanya kesejajaran antara ‘ke-Islam-an’ dan ke-Arab-an. Yahwe seakan-akan merebut.[2] Latar belakang kafir dari nama-nama itu tidak dapat menghalangi penggunaannya sebagai alat pernyataan diri Yahwe kepada para bapa leluhur Israel. Dengan demikian. Allah telah menyatakan diri dalam sejarah bangsa Israel. melampaui batas bangsa. atau bahwa kata ‘Allah’ itu sendiri adalah milik ekslusif orang Islam. Meskipun bangsa Israel mengenal Yahwe. Oleh karenanya. banyak orang mengira bahwa hanya orang Islam yang percaya kepada Allah. Akibatnya. dan mengambil alih namanama mereka. melainkan juga bahasa kaum non-Muslim dan agama bukan Islam sebab di kalangan bangsa Arab terdapat kelompok-kelompok bukan Islam.’ Terjemahan ini tepat mengingat sebutan ‘Allah’ itu memiliki jangkauan luas dan universal. terdapat pandangan di kalangan orang banyak. Muncul pertanyaan: apakah sama antara Yahwe dengan sembahan bangsa-bangsa pengembara itu? Jauh dari menyamakan diri dengan sembahan-sembahan itu. kata Allah bukan ciptaan orang Islam. al-ilah disambung menjadi Allah. Kebiasaan bangsa Israel untuk menggantikan kata ‘Yahwe’ dengan kata ’Adonai‘ diikuti oleh Yesus dan para rasul-Nya. seperti Yahudi dan Kristen. Dengan nama Yahwe. orang-orang Israel zaman dulu mengganti nama Yahwe dengan istilah Adonai. Sudah di masa sebelum Islam. Kej 32:30).[1] 2.[4] .’ Pandangan seperti itu jelas tidak didasarkan pada kenyataan tetapi hanya didasarkan pada kesan semata. Yahwe berkenan mempergunakan ciri-ciri keagamaan sekedar untuk menyatakan diri-Nya yang sebenarnya. Bangsa Israel sudah mengenal Yahwe.[3] Oleh karenanya. Lembaga Alkitab Indonesia kiranya juga mengikuti kebiasaan ini dalam menerjemahkan Yahwe dengan kata ‘Allah.” hadir dan bertindak bagi mereka. kita sebagai umat Kristen jelas tidak rela disuruh untuk melepaskan sebutan ‘Allah’ itu. bahasa Arab bukanlah bahasa khusus orang-orang Muslim dan agama Islam. Namun demikian. bangsa Israel masih mencari Dia. Nama Yahwe diartikan sebagai “Dia ada. Padahal dalam kenyataannya. menyertai mereka dalam perjalanan keluar dari perbudakan. menyita. itulah nama-Ku” (Yes 42:8). Nama mewakili pribadi dan mengetahui nama seseorang kadang-kadang menguasai orang itu (bdk.atau dimintai perhatian. tetapi nama yang kudus ini tidak boleh disebut dengan sia-sia mengingat arti penting sebuah nama dalam Perjanjian Lama. Nama ini membedakan sesembahan bangsa Israel dengan ilah-ilah bangsa lain (Ul 7:25). Penggunaan Kata “Allah” dalam Tradisi Arab Kristen Secara historis. Sejumlah Kitab Perjanjian Lama menyebutkan bahwa nama pribadi sesembahan bangsa Israel adalah Yahwe. baik yang Muslim maupun yang bukan Muslim. Nama Yahwe amat sering digunakan dalam Alkitab Ibrani. sebab Yahwe sendiri telah menyatakan diri-Nya kepada mereka: “Aku ini Yahwe. melainkan ia merupakan kata biasa dalam bahasa Arab lepas dari ikatan dengan salah satu agama tertentu.” dalam arti “ada untuk umat-Nya. Tradisi Teologis Perubahan Nama Bangsa Israel lahir dan berkembang di dalam suasana keagamaan yang serba ragam dengan nama sesembahan mereka masing-masing. 3.

“dewa itu” yang sama artinya dengan haeloah dalam bahasa Ibrani. Ketika orang-orang Muslim Arab melakukan ekspansi militer dan politik keluar Jazirah Arabia.’ Jadi. kehadiran Dia yang disebutkan itu dapat ditangkap. Ia sudah digunakan oleh orang Arab pada zaman sebelum Islam. Arab.‘ Kata tersebut dalam bahasa Siryani diucapkan alaha.[5] Dengan kata lain. Dengan demikian. kata ‘Allah’ bukan kepunyaan orang Islam saja melainkan kepunyaan semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu. Arami. bukan realitas in se-Nya. di suatu tempat tertentu. Pengakuan inilah yang merupakan salah satu pendorong bagi umat Kristiani untuk menghormati bahasa setempat dalam usaha mencapai pemahaman yang akurat tentang Yang Absolut itu sendiri. kata yang digunakan untuk menyebut Allah adalah kata yang biasa digunakan dalam bahasa-bahasa Semit (Ibrani. namun kehadiran-Nya lepas dari semua bahasa yang digunakan oleh manusia manapun. masyarakat bukan Arab tersebut menggunakan bahasa Arab setelah wilayah mereka dikuasai oleh orang-orang Arab sehingga mereka pun memakai kata ‘Allah. Kata ‘Allah’ ini kemudian dipegang bersama-sama oleh orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan bahasa Arab. latar belakang permasalahan perbedaan penggunaan kata untuk menyebut realitas yang tidak terbatas itu bagi umat Kristiani tidak terlalu dipersoalkan. dan diterima oleh orang-orang yang dalam kenyataannya terikat dalam konteks bahasa tertentu. Warta universal dari Allah yang dimaklumkan dalam diri Yesus Kristus dialamatkan kepada manusia dari suatu kebudayaan tertentu pula. Penggunaan kata ‘Allah’ di kalangan Kristen merupakan wujud khusus yang menandakan bahwa Allah hadir dan berbicara dengan bahasa orang setempat. Hal ini tampak jelas dalam diri Yesus Kristus yang lahir pada suatu waktu tertentu. kehadiran Allah melampaui setiap kata yang kita pakai untuk menyebut-Nya. dan berintegrasi dalam suatu kebudayaan tertentu yaitu kebudayaan Yahudi Palestina. dan orang-orang Yahudi dan Kristen Arab memakai kata ‘Allah’ yang sama itu pula untuk menyebut sesembahan mereka. Tanggapan Kritis Agama Kristen mengakui bahwa Allah memperlihatkan diri-Nya lewat suatu kebudayaan yang konkret dan definitif. Kata ‘Allah’ dipakai untuk merumuskan penghayatan atau penangkapan kita tentang realitas tertinggi. Inti yang mau diambil oleh umat Kristiani adalah bahwa dengan penggunaan kata tertentu misalnya kata ‘Allah’ untuk menyebut Yang Absolut itu. Dengan demikian. atau Allah dalam bahasa Arab. dipahami. Jadi. yakni kata yang memiliki akar kata’l. yaitu masyarakat yang menjadi pendengar-Nya. Dengan demikian. Pewartaan tersebut bisa ditanggapi lewat unsur budaya setempat. dan lain-lain). mereka juga menggunakan kata ‘Allah’ dan percaya kepada Allah. Dalam terjemahan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Suci Perjanjian Baru ke dalam bahasa Siryani yang digunakan di Siria sebelum kedatangan agama Islam. yang lebih penting bagi kita ialah . sangat masuk akal kalau orang-orang Islam menggunakan kata ‘Allah’ untuk menunjuk kepada sesembahan mereka. semuanya berdasarkan latar belakang etimologis kata itu sendiri dan tradisi teologis agama-agama mereka yang berakar dalam Perjanjian Lama. mereka membawa agama Islam kepada masyarakat bukan Arab. 4. Allah menggunakan medium bahasa setempat untuk mengungkapkan siapa diri-Nya.Sebagai orang yang berkebangsaan Arab. demikian pula oleh orang Islam. yaitu bahasa mereka sendiri.

maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa perubahan nama untuk menyebut realitas tertinggi sudah dimulai sejak zaman bangsa Israel Kuno. demikian pula oleh orang Islam. Latar belakang kafir dari nama-nama itu diberi arti secara baru dan diyakini sebagai alat pernyataan diri Yahwe kepada para bapa leluhur Israel. Pendekatan yang mengadakan hubungan langsung dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pendengar-Nya membuka kemungkinan untuk diterima oleh setiap orang di mana Allah menyatakan diri-Nya sehingga mereka menemukan kehadiran Allah di tengah-tengah mereka. orang Israel tidah hanya menyebut Yahwe dengan kata Adonai. kata ‘Allah’ bukan kepunyaan orang Islam saja melainkan kepunyaan semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu. Dalam perkembangan selanjutnya. namun selanjutnya mereka merasa bahwa nama itu sungguh kudus sehingga tidak pantas untuk diucapkan sembarangan. Jadi. Bagi orang-orang yang berlatar belakang Arab. tetapi juga memanggil Dia dengan nama-nama ilahi yang berasal dari dunia keagamaan bangsa-bangsa di daerah pengembaraan mereka. Akibatnya. Ia berkenan menggunakan bahasa tertentu untuk memperkenalkan diri-Nya kepada semua orang.menyadari arti pernyataan diri Allah ini. kata yang mereka pakai adalah kata ‘Allah. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas. Mula-mula bangsa Israel mengenal sesembahan mereka sebagai Yahwe. mereka memilih sebuah kata baru yaitu Adonai. setiap bangsa mempunyai kata sendiri untuk menyebut sesembahan mereka. Hal tersebut dilakukan karena mereka yakin bahwa Yahwe sendiri berkenan memperkenalkan diri-Nya di bawah namanama itu. Daftar Pustaka . Kebiasaan bangsa Israel untuk menggantikan kata ‘Yahwe’ dengan kata yang lain diwariskan secara turun-temurun. 5. namun tetap mengungkapkan realitas tertinggi itu. Untuk menggantikan sebutan Yahwe.’ Kata ini merupakan kata universal yang dipakai bersama-sama oleh orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan bahasa Arab.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful