PAK dalam Perjanjian Lama

LATAR BELAKANG PL: BANGSA, AGAMA DAN BUDAYA YAHUDI
A. Bangsa Yahudi

Bangsa yang penuh misteri, kecil tapi kuat, sedikit tapi menyebar ke seluruh dunia, menyebar tapi kemurniannya terjaga, kadang tidak bertanah air dan tak punya raja, tapi selalu menonjol dan memberi pengaruh kuat kepada dunia. Dianiaya, tapi bertahan bahkan berkelimpahan. Bangsa yang memiliki identitas yang kuat. B. Agama Yahudi Penganut agama Yudaisme yang mementingkan ketaatan kepada Hukum Agama agar dijalankan dengan penuh ketekunan. Kemurnian pengajarannya dijaga dari generasi ke generasi berikutnya untuk memberi dasar yang teguh bagi setiap tingkah laku dan tindakan. Hukum agama sering diaplikasikan secara harafiah. C. Budaya Yahudi Yang paling mengesankan dalam budaya Yahudi adalah perhatiannya pada pendidikan. Pendidikan menjadi bagian yang paling utama dan terpenting dalam budaya Yahudi. Semua bidang budaya diarahkan untuk menjadi tempat dimana mereka mendidik generasi muda, yang kelak akan memberi pengaruh yang besar. Obyek utama dalam pendidikan mereka adalah mempelajari Hukum Taurat. PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PERJANJIAN LAMA A. Prinsip-prinsip yang Dipegang oleh Bangsa Yahudi 1. Seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah. Kej. 1:1 -- Segala sesuatu telah dijadikan oleh Allah dengan tujuan supaya manusia mengenal Allah dan berhubungan dengan-Nya. Cara Allah menyatakan diri adalah dengan: - Wahyu : Supaya orang menyadari dan mengakui keberadaan Allah Umum melalui alam, sejarah, hati nurani manusia. - Wahyu : Supaya manusia menerima keselamatan dari Allah. Allah Khusus berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. 2. Menurut konsep Yahudi tidak ada perbedaan nilai antara duniawi dan rohani, semuanya ada dalam wilayah Tuhan. Itu sebabnya orang Yahudi percaya bahwa "seluruh hidup adalah suci". 3. Pendidikan berpusatkan pada Allah. Fokus utama dalam pendidikan Yahudi adalah: Yehova (Hab. 2:10 -kegagalan campur tangan Allah adalah kegagalan bangsa.) Bagi anak Yahudi tidak ada buku lain yang memiliki keharusan untuk dipelajari selain Alkitab (Taurat) untuk menjadi pegangan dan pelajaran tentang Allah dan karya-Nya 4. Pendidikan adalah kegiatan utama dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Kitab Talmud dikatakan kalau ingin menghancurkan bangsa Yahudi, kita harus membinasakan guru-gurunya. Bangsa Yahudi adalah bangsa pertama yang memiliki sistem pendidikan Nasional (Ula. 6:4-9) Pendidikan mereka tidak hanya secara teori, tetapi menjadi kegiatan sehari-hari dalam cara hidup dan keagamaannya. Contoh: Kitab Imamat yang mengajarkan semua tata cara hidup dan beragama.

B. Tempat Pendidikan Anak Bangsa Yahudi

Pendidikan anak Yahudi bermula di rumah. Berpangkal dari peranan seorang ibu Yahudi. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya, khususnya ketika masih balita. Jauh- jauh hari sebelum anak berhubungan dengan dunia luar, anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dari ibunya sehingga sesudah menginjak usia remaja/pemuda ia sudah mempunyai dasar yang benar. Contoh: Melalui cerita-cerita sejarah bangsa dan hari-hari peringatan/besar. PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT ULANGAN 6:4-9 Ulangan 6:4-9 menjadi pusat pengajaran pendidikan agama Kristen. Kitab-kitab lain yang membahas tentang pendidikan bersumber dari kitab Ulangan ini.
1. Ayat 4 ("Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa!")

Ayat ini disebut "Shema" atau pengakuan iman orang Yahudi (agama Yudaisme) yang artinya "Dengarlah". Yesus menyebut ayat ini sebagai hukum yang pertama -prinsip iman dan ketaatan. Memberikan konsep Allah yang paling akurat, jelas dan pendek Tuhan adalah unik, lain dengan yang lain. Dia Allah yang hidup, yang benar dan yang sempurna. Tidak ada Allah yang lain, hanya satu Allah saja. Ayat 4 ini bersamaan dengan ayat 5 diucapkan sedikitnya dua kali sehari oleh orang Yahudi dewasa laki-laki. Ayat ini diucapkan bersamaan dengan Ula. 11:13-21 dan Bil. 15:37-41. 2. Ayat 5 ("Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.") Kasih harus menjadi motif setiap hubungan manusia dengan Tuhan. Kasih disebutkan pertama karena disanalah terletak pikiran, emosi, dan kehendak manusia. Tugas yang Tuhan berikan untuk manusia lakukan adalah kasihilah Allah Tuhanmu. Musa mengajarkan Israel untuk takut, tapi kasih lebih dalam dari takut. o Mengasihi Tuhan artinya memilih Dia untuk suatu hubungan intim dan dengan senang hati menaati perintah-perintah-Nya. o Mengasihi dengan hati yang tulus, bukan hanya di mulut tapi juga dalam tindakan. o Mengasihi dengan seluruh kekuatan, memiliki semuanya. o Mengasihi dengan kasih yang terbaik, tidak ada yang melebihi kasih kita kepada Dia, sehingga kita takluk kepada Dia. o Mengasihi dengan seluruh akal budi/pengertian, karena kita kenal Dia maka kita mengasihi dan mentaati perintah-Nya. 3. Ayat 6 ("Apa yang Kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan.") Perintah Tuhan bukanlah untuk didengar dengan telinga saja, tapi juga dengan hati yang taat. Sebelum bertindak pikirkanlah lebih dahulu perintah Tuhan, maka hidupmu akan selamat. 4. Ayat 7 ("Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang "kepada anakmu" membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau bangun.") Mereka yang mengasihi Allah, mengasihi Firman-Nya dan melakukannya dengan meditasi, bertanggung jawab untuk merenungkannya dan menyimpannya dalam hati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua mempunyai tugas

untuk mengajarkan Firman-Nya kepada anak-anak dengan didikan dan harus dimulai sejak dini dan berulang-ulang. Ayat 7 ini dipakai sebagai fondasi kurikulum pendidikan Kristen. 5. Ayat 8-9 ("Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.") Tulisan hukum-hukum belum menjadi milik umum, namun demikian, Allah menghendaki mereka melakukannya, supaya mereka terbiasa bergaul dengan hukum Allah. Orang Yahudi mengerti perintah ini dan melakukannya secara harafiah. Mereka mengenal 3 tanda-tanda untuk mengingat hukum Allah: a. Zizth : Dipakai/dipasang pada ujung jubah Iman (Bil. 15:37-41) b. Mezna : Kotak kecil yang berisi Ul 6:4-9 diletakkan di sebelah kanan pintu c. Tephillin : Dua kotak kecil berbentuk kubus masing-masing dari kertas perkamen yang ditulis dengan tangan secara khusus berisi 4 ayat yaitu, Keluaran 13:1-10, Keluaran 13:11-16, Ulangan 6:4-9, dan Ulangan 11:18-21. Satu diikatkan di tangan kiri dan satu di dahi. Tanda-tanda ini dipakai pada saat sembahyang di luar hari Sabat. Tanda-tanda ini sangat indah sebagai peringatan akan kehadiran Allah di rumah dan akhirnya dipraktekkan untuk mengusir setan. Tanda-tanda simbolik ini dibuat supaya penekanan pemahaman ayat itu menjadi nyata sehingga pengajaran itu akan berlangsung terus- menerus. Sumber:  Silabus PAK Anak, Dra. Yulia Oeniyati, Th.M., http://www.sabda.org/pepak/pustaka/050836/.
PERJANJIAN LAMA DALAM PAK

Menjadi sebuah hal yang menarik adalah ketika muncul sebuah pertanyaan, seberapa pentingkah Perjanjian Lama dalam ruang lingkup Pendidikan Agama Kristen (PAK)? Mungkin pertanyaan ini kita anggap sambil lalu, atau tidak terlalu penting, atau memang kita belum mengetahuinya. Mungkin ada yang mengatakan bahwa Perjanjian Lama (PL) tidak terlalu penting karena PL sudah berlalu dan sudah digenapi oleh Perjanjian Baru (PB), atau PB telah menjelaskan tentang pendidikan kekristenan. Apabila kita mempelajari dengan baik, Yesus Kristus menggunakan PL dalam mengajar di pelayanan-Nya (Mat.5:21-22; 22:39)? Para murid Yesus juga menggunakan PL dalam pelayanan (pemberitaan Injil)? Ternyata PL menjadi hal penting dalam membangun konsep dan pelaksanaan PAK. Pada topik ini, saya tidak menggunakan kata “PAK dalam Perjanjian Lama”, tetapi saya lebih menggunakan kata “PL dalam PAK”. Ya, karena bukan PAK yang ada dalam Perjanjian Lama, tetapi Perjanjian Lama-lah yang ada dalam PAK. Dengan kata lain, hal yang hendak dimaksudkan adalah PL digunakan dalam membangun dan membentuk PAK. Tentunya hal ini dilandasi bahwa PAK lahir setelah PL, walaupun dalam perspektif

C. Allah berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Pendidikan adalah kegiatan utama dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. kita harus membinasakan guru-gurunya. sedikit tapi menyebar ke seluruh dunia. tetapi menjadi kegiatan sehari-hari dalam cara hidup dan keagamaannya. . semuanya ada dalam wilayah Tuhan. . 6:4-9) Pendidikan mereka tidak hanya secara teori. Hukum agama sering diaplikasikan secara harafiah.Wahyu Umum: Supaya orang menyadari dan mengakui keberadaan Allah melalui alam. emosi maupun kerohanian anak. 2. Obyek utama dalam pendidikan mereka adalah mempelajari Hukum Taurat. Agama Yahudi Penganut agama Yudaisme yang mementingkan ketaatan kepada Hukum Agama agar dijalankan dengan penuh ketekunan. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru memberikan penjelasan mengenai perhatian terhadap kebutuhan fisik. Pendidikan menjadi bagian yang paling utama dan terpenting dalam budaya Yahudi. Bangsa Yahudi Bangsa yang penuh misteri. Prinsip-prinsip yang Dipegang oleh Bangsa Yahudi 1. sejarah. Semua bidang budaya diarahkan untuk menjadi tempat dimana mereka mendidik generasi muda. tapi selalu menonjol dan memberi pengaruh kuat kepada dunia. Menurut konsep Yahudi tidak ada perbedaan nilai antara duniawi dan rohani. Kej. 1:1 -. Budaya Yahudi Yang paling mengesankan dalam budaya Yahudi adalah perhatiannya pada pendidikan. Dianiaya. menyebar tapi kemurniannya terjaga. 3.kegagalan campur tangan Allah adalah kegagalan bangsa. Kemurnian pengajarannya dijaga dari generasi ke generasi berikutnya untuk memberi dasar yang teguh bagi setiap tingkah laku dan tindakan. tapi bertahan bahkan berkelimpahan. Fokus utama dalam pendidikan Yahudi adalah: Yehova (Hab. Itu sebabnya orang Yahudi percaya bahwa "seluruh hidup adalah suci".lain diungkapkan bahwa kekristenan sudah ada dalam PL. yang kelak akan memberi pengaruh yang besar.Segala sesuatu telah dijadikan oleh Allah dengan tujuan supaya manusia mengenal Allah dan berhubungan dengan-Nya. Bangsa yang memiliki identitas yang kuat. PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PERJANJIAN LAMA a. kadang tidak bertanah air dan tak punya raja. kecil tapi kuat. Cara Allah menyatakan diri adalah dengan: . LATAR BELAKANG PL: BANGSA. Pendidikan berpusatkan pada Allah. hati nurani manusia.) Bagi anak Yahudi tidak ada buku lain yang memiliki keharusan untuk dipelajari selain Alkitab (Taurat) untuk menjadi pegangan dan pelajaran tentang Allah dan karya-Nya 4. Seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah.Wahyu Khusus: Supaya manusia menerima keselamatan dari Allah. Bangsa Yahudi adalah bangsa pertama yang memiliki sistem pendidikan Nasional (Ula. Michelle Anthony mengomentari pentingnya dasar Alkitab dalam pendidikan anak karena Allah berkehendak menyediakan petunjuk tentang bagaimana memperhatikan serta memelihara anak. Contoh: Kitab Imamat yang mengajarkan semua tata cara hidup dan beragama. AGAMA DAN BUDAYA YAHUDI A. 2:10 -. B. Dalam Kitab Talmud dikatakan kalau ingin menghancurkan bangsa Yahudi.

Sebelum bertindak pikirkanlah lebih dahulu perintah Tuhan. Orangtua mempunyai tugas untuk mengajarkan Firman-Nya kepada anak-anak dengan didikan dan harus dimulai sejak dini dan berulang-ulang. hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita. Tempat Pendidikan Anak Bangsa Yahudi Pendidikan anak Yahudi bermula di rumah. Ayat 8-9 ("Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang dahimu. 5. Tugas yang Tuhan berikan untuk manusia lakukan adalah kasihilah Allah Tuhanmu. apabila engkau bangun. 3. o Mengasihi dengan seluruh kekuatan. PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT ULANGAN 6:4-9 Ulangan 6:4-9 menjadi pusat pengajaran pendidikan agama Kristen. Ayat 5 ("Kasihilah Tuhan Allahmu. jelas dan pendek Tuhan adalah unik. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya. Yesus menyebut ayat ini sebagai hukum yang pertama -.b. Ayat 4 ini bersamaan dengan ayat 5 diucapkan sedikitnya dua kali sehari oleh orang Yahudi dewasa laki-laki. karena kita kenal Dia maka kita mengasihi dan mentaati perintah-Nya. namun demikian.") Mereka yang mengasihi Allah. yang benar dan yang sempurna. Tuhan itu Esa!") Ayat ini disebut "Shema" atau pengakuan iman orang Yahudi (agama Yudaisme) yang artinya "Dengarlah". Dia Allah yang hidup.jauh hari sebelum anak berhubungan dengan dunia luar. 4. Ayat 4 ("Dengarlah.prinsip iman dan ketaatan.") Kasih harus menjadi motif setiap hubungan manusia dengan Tuhan. Tidak ada Allah yang lain. lain dengan yang lain. tidak ada yang melebihi kasih kita kepada Dia. bertanggung jawab untuk merenungkannya dan menyimpannya dalam hati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jauh. maka hidupmu akan selamat. Kitab-kitab lain yang membahas tentang pendidikan bersumber dari kitab Ulangan ini. emosi. 15:37-41. tapi juga dengan hati yang taat. apabila engkau sedang dalam perjalanan. o Mengasihi dengan hati yang tulus. o Mengasihi dengan seluruh akal budi/pengertian. tapi kasih lebih dalam dari takut. memiliki semuanya. sehingga kita takluk kepada Dia.") Tulisan hukum-hukum belum menjadi milik umum. Contoh: Melalui cerita-cerita sejarah bangsa dan hari-hari peringatan/besar. Kasih disebutkan pertama karena disanalah terletak pikiran. dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. Berpangkal dari peranan seorang ibu Yahudi. Orang Yahudi . mengasihi Firman-Nya dan melakukannya dengan meditasi. hanya satu Allah saja. o Mengasihi dengan kasih yang terbaik. bukan hanya di mulut tapi juga dalam tindakan. Ayat ini diucapkan bersamaan dengan Ula. Memberikan konsep Allah yang paling akurat. khususnya ketika masih balita. Allah menghendaki mereka melakukannya.") Perintah Tuhan bukanlah untuk didengar dengan telinga saja. supaya mereka terbiasa bergaul dengan hukum Allah. 1. Ayat 7 ("Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang "kepada anakmu" membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu. anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dari ibunya sehingga sesudah menginjak usia remaja/pemuda ia sudah mempunyai dasar yang benar. Musa mengajarkan Israel untuk takut. dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. 11:13-21 dan Bil. Ayat 7 ini dipakai sebagai fondasi kurikulum pendidikan Kristen. o Mengasihi Tuhan artinya memilih Dia untuk suatu hubungan intim dan dengan senang hati menaati perintah-perintah-Nya. Ayat 6 ("Apa yang Kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan. dan kehendak manusia. 2.

pastor. Tanda-tanda simbolik ini dibuat supaya penekanan pemahaman ayat itu menjadi nyata sehingga pengajaran itu akan berlangsung terus. Orang Israel menafsirkan perintah-perintah tersebut secara harafiah dengan membuat "tali sembahyang" yang diikatkan di dahi atau lengan dan berisi empat naskah. Tephillin: Dua kotak kecil berbentuk kubus masing-masing dari kertas perkamen yang ditulis dengan tangan secara khusus berisi 4 ayat yaitu. Namun. dan Ulangan 11:18-21. 1. menaruh perintah itu dalam hati (ayat 6). pendidik Kristen harus menerapkan beberapa prinsip dalam Perjanjian Lama yang lebih disiplin dalam hal pendidikan anak. Sebenarnya justru dalam era modern sekarang. PENERAPAN PENDIDIKAN KRISTEN PERJANJIAN LAMA DALAM ERA MODERN Bagi orang Israel. dan kekuatan mereka (ayat 5). kewajiban untuk mengajarkan hukum dan pengetahuan tentang Allah kepada anak-anak mendapat penekanan yang besar. Zizth: Dipakai/dipasang pada ujung jubah Iman (Bil. Ayat ini amat penting karena merupakan pengakuan iman yang sangat tegas akan Tuhan (Yahweh) sebagai satu-satunya Allah yang layak disembah: "Dengarlah. salah satunya adalah Ulangan 6:4-9 di atas. Hal ini menunjukkan besarnya hubungan antara pendidikan rohani dalam rumah tangga dengan ketaatan kepada Allah. yaitu doa yang diucapkan dua kali sehari. Tanda-tanda ini sangat indah sebagai peringatan akan kehadiran Allah di rumah dan akhirnya dipraktekkan untuk mengusir setan. Ulangan 6:4-9. mereka lupa bahwa lama waktu perjumpaan antara anak mereka dengan pendeta. Keluaran 13:1-10. jiwa. gembala. Tanda-tanda ini dipakai pada saat sembahyang di luar hari Sabat. Ulangan 6:4 memuat "Shema".menerus. Keluaran 13:11-16. setiap pagi dan petang dalam ibadah di sinagoge. dan menuliskannya di pintu rumah dan gerbang (ayat 9). dan Ulangan 11:18-21.khususnya pendidikan rohani -. mengikatkannya sebagai tanda pada tangan dan dahi (ayat 8). yang tentunya terlalu singkat untuk mengajarkan betapa luas dan dalamnya pengetahuan tentang . Tanggung jawab pendidikan Kristen pertama-tama dan terutama terletak pada orang tua. Ketiga naskah lainnya diambil dari Keluaran 13:1-10. Di dalam keempat naskah tersebut. 15:37-41) b. yaitu ayah dan ibu (Amsal 1:8).mengerti perintah ini dan melakukannya secara harafiah. atau pembimbing rohani anak yang hanya beberapa jam dalam seminggu. TUHAN itu esa!" (Ulangan 6:4) Pernyataan ini kemudian langsung dilanjutkan dengan perintah rangkap untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati. Mereka mengenal 3 tanda-tanda untuk mengingat hukum Allah: a. Toleransi tinggi dan keleluasaan tidak terbatas cenderung menjadi gaya pendidikan saat ini. mengajarkannya kepada anak-anak mereka secara berulang-ulang (ayat 7).merupakan bagian integral dari perjanjian antara Allah dengan umat-Nya. pendidikan -. Mereka beranggapan bahwa gereja atau sekolah minggu tentunya memiliki "staf profesional" yang lebih handal dalam menangani pendidikan rohani anak mereka. Satu diikatkan di tangan kiri dan satu di dahi. Banyak keluarga Kristen masa kini yang menyerahkan pendidikan rohani anak mereka sepenuhnya pada gereja atau sekolah minggu. Keluaran 13:11-16. hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita. PENERAPAN PENDIDIKAN PERJANJIAN LAMA UNTUK ERA MODERN Era modern mengubah cara pandang para pendidik Kristen dalam mendidik anak. Mezna: Kotak kecil yang berisi Ul 6:4-9 diletakkan di sebelah kanan pintu c. guru sekolah minggu.

pendidikan Kristen mendidik anak-anak untuk memiliki sikap mementingkan Tuhan di atas segala-galanya. orang tua harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. bukan hanya melalui perkataan. 4.Allah. Pemulihan para pendidik (orangtua dan guru). tapi juga perbuatan. atau melalui kata-kata karena hal tersebut dapat menimbulkan kebencian dan dendam pada orang tua dalam diri anak-anak. Jika orang Israel menafsirkan Keluaran 13:9 atau Ulangan 6:8 secara harafiah dengan mengikatkan tali sembahyang pada lengan dan dahi mereka. Lebih jauh lagi. Orang tua tidak dapat hanya mengandalkan khotbah atau pelajaran Alkitab setiap hari Minggu untuk memberi "makanan rohani" bagi anak-anak mereka. Gereja dan sekolah minggu hanya membantu dalam proses pendidikan tersebut. mengatakannya setiap hari. Berlainan dengan pendidikan oleh dunia yang bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang penuh ambisi untuk sukses. dan kesediaan untuk ditegur. Teori ini menganjurkan orang tua untuk membangun anak-anaknya hanya melalui pujian dan dorongan. mandiri. Kata bahasa Ibrani yang dipakai dalam ayat ini adalah "shinnantam". selama semuanya dilakukan dalam kasih. Orang tua yang baik mendidik anaknya dengan teguran dan hajaran dalam kasih (Amsal 6:23). Tujuan utama pendidikan Kristen adalah untuk mengajar anak-anak takut akan Tuhan. dan bergantung pada kekuatan Tuhan untuk terus berkarya. Tanggung jawab pendidikan Kristen memang bukan tugas yang mudah. "Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu." (Keluaran 13:9a) maka saat ini kita yang sudah mengerti makna sesungguhnya dari perintah ini harus senantiasa merenungkannya dalam pemikiran kita. baik secara fisik maupun secara verbal. dan melayani-Nya dengan segenap hati dan jiwa mereka (Ulangan 10:12). dan perbuatan (Ulangan 6:7). supaya hukum TUHAN ada di bibirmu. dan melakukannya dengan segenap kemampuan tangan kita. 3. Kata ini dipakai sebagai simbol untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan berulang-ulang seperti orang mengasah sesuatu dengan tujuan untuk menajamkannya. dan mendidik anak-anak ke dalam tangan orang tua. namun prinsip-prinsip dasar pendidikan Kristen yang Alkitabiah tetap bertahan di tengah berbagai teori pendidikan baru yang muncul. IMPLEMENTASI: PENDIDIKAN YANG MEMBERDAYAKAN DAN MEMBEBASKAN Pendidikan adalah pemberdayaan potensi yang dimiliki oleh pendidik dan orangtua untuk menemukan dan memberdayakan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Pendidikan Kristen harus dilakukan secara terus-menerus melalui kata-kata. hidup menurut jalan-Nya. Nilai-nilai yang penting dalam pendidikan Kristen adalah kasih. Merekalah yang harus mempersiapkan anak-anak mereka agar hidup berkenan kepada Allah. Hal ini diperlukan karena orangtua atau . dan percaya pada kekuatan diri sendiri. yang berasal dari akar kata "shanan" yang berarti mengasah atau menajamkan. upayaupaya yang perlu dilaksanakan adalah: 1. mengasuh. Untuk itu. mengasihi-Nya. baik bagi bangsa Israel pada zaman Perjanjian Lama maupun bagi kita pada zaman sekarang. Orang tua harus secara rutin dan dalam segala kesempatan menyampaikan kebenaran firman Tuhan kepada anak-anak mereka. taat pada Tuhan. ketaatan. 2. Hal ini bertentangan dengan kebenaran Alkitab yang mengatakan bahwa teguran dan hajaran juga dapat mendidik anak sama efektifnya dengan pujian dan dorongan. kerendahan hati. Ada teori pendidikan modern yang menyarankan agar orang tua jangan pernah menyakiti anak-anak mereka. biasanya pedang atau anak panah. sikap. Setiap zaman memiliki kesulitan dan pergumulan masing-masing. Satu hal lain yang terpenting adalah Allah sendiri telah meletakkan tugas untuk merawat.

Pendidikan Anti Kekerasan: Perspektif Teologis-Padeigogi. Sanksi diberikan sesuai dengan tingkat pelanggaran. atau bermasalah dengan hal-hal yang lain. Kasus.oase online. f. Memperhatikan penampilan/cara berpakaian dan model pakaian yang digunaka sebagai seragam. Jangan mendisiplinkan didik pada saat sedang marah. stress. tanpa ada tekanan. Yulia Oeniyati. Pendidikan Tanpa Kekerasan: Tipologi Kondisi. kemungkinan besar ia pun mengalami kekerasan pada masa kanak-kanaknya. kesanggupan anak untuk menerimanya. b.org/pepak/pustaka/050836/. tegang.guru yang melakukan kekerasan terhadap anak. e. toleransi. c. d. Mengembangkan rasa saling memiliki untuk membentuk kebersamaan. Daniel Agung Kurniawan Budilaksono. Loyola. 7.sabda. Penerapan Pendidikan Kristen Perjanjian Lama dalam Era Modern.org/pustaka/050919/?kata=perjanjian+lama. Yogyakarta: Tirta Wacana Yogya. c. e. b. Sumber: a. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen dari Plato sampai Ig. karena dapat berakibat fatal bagi anak. http://www. 2004. kesepakatan.Rahman Assegaf. Penginjilan dan pembimbingan rohani yang dilaksanakan oleh sekolah kepada murid dan guru. Memberikan motivasi untuk bangkit apabila anak mengalami kegagalan. Disiplin dilaksanakan secara konsisten berdasarkan keteladanan dan peraturan yang jelas. Silabus PAK Anak. c. Robert R. sibuk. Michelle Anthony. Peniel Maiaweng. tingkat perkembangan anak secara psikologis. 5. Christian Education. 3. dan Konsep. www. Menjalin rasa simpati/empati dan saling pengertian untuk menumbuhkan kepedulian social. 6. Jakarta: BPK Gunung Mulia. http:// pepak. dan saling menghargai antara guru dan murid serta antara murid dengan murid. 2005. Menciptakan suasana riang. d. Boehlke. Peraturan yang dimiliki oleh sekolah harus dijelaskan kepada orangtua dan siswa ketika siswa baru memasuki sekolah. 2. Pelaksanaan peraturan. pengajaran dan keteladanan yang diberikan kepada anak. 2001. Menumbuhkan niat belajar anak dengan cara memotivasi dan memberikan semangat kepada anak. a. daya tahan fisik anak. Abd. b. kesatuan. dan dukungan belajar. dan tujuan dari pemberian sanksi.sabda. Menujukkan teladan yang baik. 4. d. Orangtua dan guru harus menyadari bahwa mereka dipanggil oleh untuk melayani melalui perhatian.org. f. Proses belajar mengajar. a. Diposkan oleh Bobby Kurnia Putrawan di 9/23/2009 09:50:00 PM Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Reaksi: . Kerja sama dengan organisasi-organisasi non-gereja untuk membekali guru dan orangtua agar dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik.

com 1 2. semua agama adalah jalan yang berbedabeda menuju Tuhan yang sama. ‘saling menghormati’ (mutual respect). I. istilah ini tidak dapat dimaknai sembarangan. bahwa agamanya l ebih benar atau lebih baik dari agama lain; atau mengklaim bahwa hanya agamanya sendiri yang benar. cendekiawan Hindu). Frank Gaetano Morales. tetapi yang menjadi perhatian utama para peneliti dan tokohtokoh agama adalah definisi Pluralisme yang meletakkan kebenaran agamaagama sebagai kebenaran relatif dan menempatkan agamaagama pada posisi ”setara”. istilah ‘Pluralisme Agama’ telah menjadi pembahasan panjang di kalangan para ilmuwan dalam studi agamaagama (religious studies). dia melakukan i tu atas kerugian besar dari agama Hindu yang dia katakan dia cintai. Protestan. bahwa agama adalah persepsi manusia yang relatif terhadap Tuhan yang mutlak. Sebagai ‘terminologi khusus’. a d ianhusaini.” (Dr. Sebagai satu paham (isme). Stevri Lumintang). Jadi. sehingga – karena kerelativanny a – maka setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim atau meyakini.” (Fatwa MUI. dan Islam terhadap paham Pluralisme Agama) OLEH : DR. ‘’Setiap kali orang Hindu mendukung Universalisme Radikal. Bahkan. Pluralisme Agama : Definisi dan Penyebarannya Pluralisme Agama (Religious Pluralism) adalah istilah khusus dalam kajian agamaagama. Dan memang. h t t p : / / w w w . PLURALISME AGAMA MUSUH AGAMAAGAMA (Pandangan Katolik. salah satu ciri agama jahat (evil) adalah agama yang memiliki klaim kebenaran mutlak (absolute truth claim) atas agamanya se . sebagian pemeluk Pluralisme mendukung paham sikretisasi agama. menurut Charles Kimball. Pluralisme Agama yang dibahas dalam buku ini didasarkan pada satu asumsi bahwa semua agama adalah jalan yang samasama sah menuju Tuhan yang sama. menurut penganut paham ini. Pluralisme (Agama) dan Liberalisme bertentangan d engan Islam dan haram bagi umat Islam untuk memeluknya. Dr. Atau.Document Transcript 1. 2005). mereka menyatakan. misalnya disamakan dengan makna istilah ‘toleransi’.luralisme Agama Musuh Agama Agama . ADIAN HUSAINI (Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia/ Doktor bidang Peradaban Islam dari International Islamic University Malaysia) Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia 2010 h t t p : / / w w w . a d i a n h u s aini. meskipun ada sejumlah definisi yang bersifat sosiologis. apapun jenis agama itu. “Paham Sekularisme. dan secara b ombastik memproklamasikan bahwa “semua agama adalah sama”.’’ (Pdt. dan sebagainya. Hindu. ‘’Pluralisme adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi kekristenan. Bahkan. yang membahas cara pandang terhadap agamaagama yang ada.com 2 3.

tidak sempurna. Di luar itu tidak selamat. 2 Harold Coward. Ernst Troeltsch. dan merupakan satu proses pencarian. 1 Paham ini telah menyerbu semua agama. tokoh Yahudi lainnya.ndiri. Kedua. 2122. Islam adalah suatu tiruan dari agama Kristen dan agama Yahudi. kaum Yahudi di Eropa menjadi ajang pembantaian kaum Kristen. secara esensial adalah sama. Motto kaum Pluralis ialah: “pada intinya. sehingga hampir sepanjang sejarahnya. yaitu (1) semua agama adalah relatif. Di kalangan Yahudi. inklusivisme. sebab sejak awalnya.” 4 Dalam tradisi Kristen. (2) Semua agama. yang menggugat kebenaran eksklusif agama Yahudi. (New York: HarperSanFrancisco. hal. (3) Semua agama memiliki asalusul psikologis yang umum. Yahudi secara kolektif dianggap bertanggung jawab terhadap penyaliban Jesus. jalanjalan yang berbeda yang membawa ke tujuan yang sama. a d i a n h u s a i n i . Klaimklaim kebenaran mutlak atas masingmasing agama diruntuhkan. Menurut ajaran agama Yahudi. Karena itu. Ketiga. Pluralisme: Tantangan bagi Agamaagama. muncul nama Moses Mendelsohn (17291786). Sikap antiYahudi bisa ditelusuri dalam New Testament. tetapi keselamatan juga mungkin terdapat pada agama lain. Hindu adalah terbaik untuk orang Hindu. 2002). Di antara New Testament. c o m 3 4. “Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darahNya h t t p : / / w w w . . (Deep down. karena berbagai sebab dan alasan. dikenal ada tiga cara pendekatan atau cara pandang teologis terhadap agama lain. all religions are the same – different paths leading to the sam e goal). Yahudi menolak keras klaim Kristen bahwa Jesus adalah Juru Selamat. dan sarana untuk mencapai keselamatan itu tersebar sama luas – bukan hanya melalui agama Yahudi seperti umat manusia itu sendiri.” (Roma. misalnya. 1989). Pandangan Rosensweig ini jelas sangat aneh. pandangan tertentu terhadap Judaisme dalam Kitab Perjanjian Baru harus dilihat dalam perspektif ini). Matius dan Yohanes dikenal paling ‘hostile’ terhadap Judaisme. hal. Encyclopaedia Judaica memberikan porsi yang sangat besar (73 halaman) untuk pembahasan sejarah antiYahudi (yang mereka sebut antiSemitism) di masa itu. 3 Ibid. kaum Yahudilah yang bertan ggung jawab atas terbunuhnya Yesus. menyatakan. yang memandang hanya orang orang yang mendengar dan menerima Bibel Kristen yang akan diselamatk an. 11:28). (Yogyakarta: Kanisius. 2 Frans Rosenzweig. Encyclopaedia ini menulis: “Sejak Kekristenan lahir sebagai satu sekte Yahudi pembangkang. kata Mendelsohn. Salah satu teolog Kristen yang terkenal sebagai pengusung paham ini. terbatas. ialah bahwa semua agama adalah relatif. seluruh penduduk bumi mempunyai hak yang sah atas keselamatan. “Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu. mengemukakan tiga sikap populer terhadap agamaagama. tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang. Dan bagi Kristen. meskipun Kristen merupakan agama yang benar. Yang dimaksud dengan “relatif”. 3 1 Charles Kimball. bahwa agama yang benar adalah Yahudi dan Kristen. yang berpandangan. Karena itu. semua agama adalah sama. eksklusivisme. kekristenan adalah agama terbaik untuk orang Kristen. When Religion Becomes Evil. Pertama. 17. Yahudi m enolak klaim Kristen tentang kebenaran Perjanjian Baru.

Vol. Yahudi dip aksa menjual semua miliknya kepada kaum Kristen dengan harga sangat murah; maksimal 20 persen da ri harga yang seharusnya. 1 (Encyclopaedia Judaica. Sejumlah Paus lainnya kemudian dikenal sangat antiYahudi. a d i a n h u s a i n i . lihat Adian Husaini. 2004). tidak ada agama yang dipandang lebih superior dari agama lainnya. 2. Mcgrath. yang memandang semua agama adalah jalan yang samasama sah menuju inti dari realitas agama. 1994). hal. (Oxford: Blackwell Publisher. Paus Paulus IV membakar semua Kitab Yahudi. Semuanya dianggap sebagai jalan yang samasama sah menuju Tuhan (all the religious traditions of humanity are equall y valid paths to the same core of religious reality. Tentang konflik YahudiKristen sepanjang sejarah. adalah variasi atau perluasan dari tuduhantuduhan yang tercantum dalam Injil. Paus Paulus IV. h t t p : / / w w w . c o m 4 . 266269.” (Yohanes. Many Gods Many Lords: Christianity Encounters World Religions. 4 Paul F. dikutip dari Stevri I. termasuk Talmud. Knitter. Saat menjadi kardinal. bahwa para pembunuh Kr istus. pada hakekatnya adalah budak dan seharusnya diperlakukan sebagai budak.” (Matius. Sikapsikap antiYahudi yang dikembangkan tokohtokoh Gereja kemudian. 2004). Pada tanggal 17 Juli 1555. p p 458 459; Daniel B. John Hick. hal. mengeluarkan dokumen (Papal Bull) yang dikenal dengan nama Cum nimis absurdum. (Malang: Gan dum Mas. 1991). 1995).pluralisme. In pluralism. Dalam pandangan Pluralisme Agama. hanya dua bulan setelah pengangkatannya. Pluralisme. menyatakan bahwa terminologi “religious pluralism” itu merujuk pada suatu teori dari hubungan antara agamaagama dengan seg ala perbedaan dan pertentangan klaimklaim mereka. Clendenin. Di Campagna. Vicars of Christ: The dark Side of the Papacy. 8:44). Hal. Yahudi kemudian dipaksa tinggal dalam ‘ghetto’. 5 Alister E. (Jerusalem: Kater Publishing House Ltd). 27:25). no one religion is s uperior to any other; the many religions are considered equally valid ways to know God). 12. Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini. No Other Name?. Lumintang. Di tiap kota hanya boleh ada satu sinagog. Tinjauan Historis Konflik YahudiKristenIslam (Jakarta: GIP. secara ekplisit menerima posisi yang ditanggungkan atas kami dan atas anakanak kami. Paus Paulus IV meninggal tahun 1559. Tetapi cum nimis absurdum tetap bertahan sampai tiga abad. “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginankeinginan bapamu. Yahudi juga diidentikkan dengan kekuatan jahat. (Michigan : Baker Books. 5 Tokoh lain penganut paham Pluralisme Agama terkemuka di kalangan Kristen. yaitu kaum Yahudi. 67. Di Roma. Yahudi juga tidak boleh memiliki Kitab Suci. tujuh dari delapan sinagog dihancurkan. (London: Bantam Press. Di sini Paus menekankan. Setiap ghetto hanya memiliki satu pintu masuk. Christian Theology: an Introduction. 17 dari 18 sinagog dihancurkan. 17 (Peter de Rosa. yakni Prof.

dalam Mircea Eliade (ed). however. God Has M any Names. pada umumnya dipandang sebagai sisasisa paganisme. Di Barat.” Menurut Hick. (2) Problema teologis Kristen dan (3) problema Teks Bibel. dan spiritualitas keagamaan yang khas. dan Islam. each with its own distinctive forms of . Sebelumnya. 7 Pluralisme Agama berkembang pesat dalam masyarakat KristenBarat dise babkan setidaknya oleh tiga hal: yaitu (1) trauma sejarah kekuasaan Gereja di Za man Pertengahan dan konflik KatolikProtestan. Ia mengutip Jalaluddin Rumi yang menyatakan: “The lamps are different but the light is the same; it comes from beyond. Budhisme. bahwa tiaptiap agama menjadi jalan untuk menemukan keselamatan dan pembebasan.5. kadang digunakan istilah “ultimate reality”; dalam istilah Sansekerta dikenal deng an “sat”; dalam Islam dikenal istilah alhaqq. that our Christian history is one of a number of variant streams of religious life. para tokohnya telah melakukan banyak kekeliruan dan kekerasan yang akhirnya menimbulkan sikap trauma masyarakat Barat terhadap klaim kebenaran satu agama tertentu. in varyi ng degrees. Problema yang menimpa masyarakat Kristen Barat ini kemudian diadopsi oleh sebagian k alangan Muslim yang ‘terpesona’ oleh Barat atau memandang bahwa hanya denga n mengikuti 6 John Hick. bukan sebagai satusatunya (agama). Judaisme. Ketika Gereja berkuasa di zaman pertengahan. menurut Hick. 1987). The Encyclopedia of Religion. konsepsi. (Philadelphia: The Westminster Press. (New Yo rk: MacMillan Publishing Company. pemikiran. 6 Intinya. yang dipandang inferior terhadap agama Kristen dan men jadi sasaran empuk kaum misionaris Kristen. Dalam pengantar bukunya. 331.’’ (To day. lebih radikal yang diaplikasikan oleh inklusivisme: yaitu satu pandangan b ahwa agama agama besar mewujudkan persepsi. 1982). ‘’kita semua telah menyadari bahwa – dalam berbagai tingkatan – sejarah kekristenan kita adalah salah satu dari berbagai arus kehidupa keagamaan. yang masingmasing memiliki satu bentuk pengalaman. saat ini. kita harus menerima adanya keperluan untuk meninjau kembali pemahaman keagamaan kita. Bahwa. hal. Karena itu. belum lam a sadar tentang ‘kondisi plural’. Sejarah kekristenan Barat. we have all become conscious. tetapi sebagai salah satu dari sekian banyak agama. John Hick mengajak kaum Kristen untuk meninj au kembali pandangan mereka terhadap agama lain. “the Real” yang merupakan “the final object of religious concern”. dan respon yang berbedabeda tentang “The Real” atau “The Ultimate”. kata Hick kepada kaum Kristen. agamaagama seperti Hinduisme. Tapi. agama adalah jalan yang berbedabeda menuju pada tujuan (the Ultimate) yang sama. John Hick – salah satu tokoh utama paham religious pluralism mengajukan gagasan pluralisme sebagai pengembangan dari inklusivisme. adalah merupakan konsep universal. 12. Juga. Vol.

Prof. yang berbunyi: “Whatever Path Men Choose is Mine” (Jalan apapun yang dipilih manusia adalah milikKu). Nurcholish Madjid.experience. Yaitu. tetapi merupakan Kebenarankebenaran yang sama sah”. 332. yang berkata dalam salah satu bait dari syi’irnya yang ditulis dalam Al Matsnawi – menurut terjemahan R. dianggap mung kin bisa menyokong hipotesisnya ini. D i Indonesia. dan jarijari itu adalah jalan dari berbagai Agama. yang kemudian ia angkat menjadi judul salah satu makalahnya. but as one of several. tapi Cahaya tetap sama) untuk menegaskan hipotesisnya. h t t p : / / w w w . Termasuk dalam hal c ara pandang terhadap agamaagama lain. (Penjelasan ini dikutip dari artikel Dr. sikap inklusif (A gamaagama lain adalah bentuk implisit agama kita). filsafat perenial yang belakangan banyak dibicarakan dalam dialog antar agama di Indonesia merentangkan pandangan pluralis dengan mengatakan bahwa setiap agama sebenarnya merupakan ekspresi keimanan terhadap Tuhan yang sama. tulis Nurcholish lagi. Lalu. penyebaran paham ini sudah sangat meluas. Tinjauan kritis terhadap kutipan John Hick ini diberikan oleh Dr. Kemudian bait ini diadopsi oleh Hick secara bebas dan out of context menjadi: “The lamps are different. tahun 2004) . baik dalam tataran wacana p ublik maupun bukubuku di perguruan tinggi. peradaban Baratlah maka kaum Muslim akan maju. Begitu juga ia mendapatakan penggalan ayat dalam salah satu kitab suci Hindu. Anis Malik Toha. 1 (though) the lamp has become different” (Cahaya tidaklah berbeda. Jalaluddin alRumi. and spirituality. meskipun lampunya berbeda). atau “Setiap agama mengekspresikan bagian penting sebuah Kebenaran”. Ketua Departement of Comparative Religion di International Islamic University Malaysia. 8 Sebagai contoh. “agamaagama lain berbicara secara berbeda. di Majalah Islamia edisi 4. Bhagavad Gita. Dr. pada dasarnya Islam bersifat inklusif dan merentangkan tafsirannya ke arah yang semakin pluralis. Nicholson yang juga dirujuk oleh Hic k: “The light is not different.A. Filsafat perenial juga membagi agama pada level esoterik (batin) . Vol. menyatakan. And accordingly. sikap eksklusif dalam melihat agama lain (Agamaagama lain adalah jalan yang salah. Ibarat roda. 12. cara pandang kaum Iklusifis dan Pluralis Kristen dalam memandang agamaagama lain. but the Light is the same” (Lampu adalah berbedabeda. dan dijadikan salah satu slogan untuk mengawali salah satu fasal yang secara khusus membentangkan teori pluralisme dalam bukunya An Interpretation of Religion.com 5 6. hal. misalnya: “Agamaagama lain adalah jalan yang sama sama sah untuk mencapai Kebenaran yang Sama”.’’ 7 The Encyclopedia of Religion. Kedua. “Menuju Teologi Global”. Ketiga. pusat roda itu adalah Tuhan. we have come to ac cept the need to reunderstand our own faith. banyak yang kemudian menjiplak begitu saja. yang menyesatkan bagi pengikutnya). sikap pluralis – yang bisa terekspresi dalam macammacam rumusan. Sebagai contoh. bahwa ada tiga sikap dialog agama yang dapat diambil. thought. pertama. not as the one and only. Anis Malik Toha. “Sebagai sebuah pandangan keagamaan. tokoh pembaruan Islam di Indonesia. a d i a nhusaini.

Dr. menulis di Harian Kompas: “Seorang fideis Muslim..com 6 7. tetapi substansinya dianggap sama. "Sunnatullah") yang tidak akan berubah. Satu agama berbeda dengan agama lain dalam level eksoterik.dan eksoterik (lahir). dosen Universitas Paramadina. 2004). lihat Adian Husaini. Semuanya menuju jalan kebenaran. buku Tiga Agama Satu Tuhan. d engan demikian. seorang tokoh Gerakan Turki Muda: “Yang ada hanya satu peradaban. Tinjauan Historis Konflik YahudiKristenIslam. S edangkan yang penting adalah aspek batin (esoteris). Ia juga menulis: “Dengan tanpa rasa sungkan dan kikuk. tingkat dan kadar kedalaman yan g berbedabeda dalam menghayati jalan religiusitas itu.” (Majalah GATRA. 21 Desember 2002). we must borrow western civilization with both its rose and its thorn). Karena itu. yang secara eksoterik memang berb edabeda. 1995). 9 Lihat. hal. bisa merasa dekat kepada Allah tanpa melewati jalur shalat karena ia bisa melakukannya lewat meditasi atau rit . saya mengatakan. tetapi relatif sama dalam level esoteriknya. adalah benar. Luthfi Assyaukanie. lxxvii. Ja di. juga menyatakan: “Semua agama sama. Karena itu. 2005). (Jakarta: Paramadina. Islam bukan yang paling benar." 9 Ulil Abshar Abdalla.” (There is only one civilization. Dalam katakata Abdullah Cevdet. mantan Koordinator Jaringan Islam Liberal.” Nurcholish Madjid juga menulis: "Jadi Pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan Tuhan (Sunnat Allah. (Jakarta:GIP. Semua agama. Contoh pandangan yang memuja Barat dan menganggap Barat sebagai sumber dan kiblat bagi kemajuan Islam dikemukakan oleh sejumlah tokoh sekular Turki yang memelopori Gerakan Turki Muda. Islam Doktrin dan Peradaban. misalnya. jalan panjang menuju Yang Mahabenar. h t t p : / / www. hal. apa pun nama dan sifatNya – maka muncullah pemikiran bahwa untuk menuju Tuhan bisa dilakukan dengan cara apa saja. sekedar teknis/cara menuju Tuhan (aspek eksoteris). Syariat dipanda ng sebagai hal yang tidak penting.” (Kompas. Semua agama ada dalam satu kel uarga besar 8 Lebih jauh tentang perkembangan peradaban Barat dan Pluralisme Agama lihat Adian Husaini. Therefore. kita harus meminjam peradaban Barat. (Bandung: Mizan. dengan variasi. baik bunga mawarnya mau pun durinya sekaligus. (Lebih jauh te ntang Gerakan Turki Muda dan ideologinya. da n Nurcholish Madjid. (Jakarta:GIP. yang sama: yaitu keluarga pencinta jalan menuju kebenaran yang tak per nah ada ujungnya. dan itu adalah peradaban Eropa. 1999).adianhusaini. soal ‘cara’. Oleh karena itu ada istilah "Satu Tuhan Banyak Jalan". and that is European civilization. semua agama adalah te pat berada pada jalan seperti itu. Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi SekularLiberal. sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari. cara ibadah kepada Tuh an dianggap sebagai masalah ‘teknis’. xix. 18112002) Ketika semua agama dipandang sebagai jalan yang samasama sah untuk menuju Tuhan – siapa pun Dia.

Jesus. atau ajaranajaran Tuhan itu. mungkin Dia hanya tersenyum simpul. Bunda Teresa.” (Kompas. dan Munir!” (Lubang Hitam Agama. yang mengharamkan paham Pluralisme Agama. adalah bahwa penyebaran paham Pluralisme merupaka n proyek global yang melibatkan kepentingan dan dana yang sangat besar. Hampir seluruh LSM dan proyek yang dibiayai oleh LSMLSM Barat. 24) … Agama adalah seperangkat doktrin. pengalaman keagamaan hampir sepenuhnya independen dari aturanaturan formal agama. Paham ini bahkan sudah menyusup di bukubuku yang diajarkan kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Islam. 3/9/2005) Sumanto AlQurtuby. seperti The Asia Founda tion. dan sejenisnya.usritus lain yang biasa dilakukan dalam persemedian spiritual. seorang dosen Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung menulis: “Setiap agama sudah pasti memiliki dan mengajarkan kebenaran. Berbagai buku. tahun 2005. 45). terjadi perang dan klaimklaim kebenaran dari satu agama atas agama lain. khususnya kalangan lembaga pendidikan Islam. dan sebagainya t elah diterbitkan dengan sokongan dana besarbesaran. untuk menghakimi agama lain. Dalam sejarah. Karena itulah. artikel. kepercayaan. Ghandi. Muhammad. kepercayaan. Udin. Ford Foundation. juga menuli s dalam bukunya yang berjudul: Lubang Hitam Agama: “Jika kelak di akhirat. malaikat. a d i a n h u s a i n i . Sebagai contoh.” (hal. Luther. Karena itu. standar ganda ini biasanya dipakai h t t p : / / w w w . adalah penyikapan atau pemahaman para penganut agama terhadap doktrin. adalah merekamereka yang bergerak dalam penyebaran paham Pluralisme Agama. pertanyaan di atas diajukan kepada Tuhan. Ba harudin Lopa. sedangkan agama lain hanyalah konstruksi manusia. dan sudah pasti kebenarannya menjadi 10 bernilai relatif. LSMLSM Barat itu secara sistematis menyusup masuk ke lembagalembaga atau organisasi Islam dengan menawarkan proyekproyek penyebaran paham Pluralisme Agama. jurnal. Dengan demikian. c o m 7 8. kaum Pluralis Agama sangat terpukul dengan keluarnya fat wa MUI. 17)…“Keyakinan bahwa agama sendiri yang paling benar karena berasal dari Tuhan. yang tentu saja menjadi bersifat relatif. Sambil menunjukkan surgaNya yang mahaluas. (hal. atau sekumpulan norma dan ajaran Tuhan yang bersifat universal dan mutlak kebenarannya. hal. Tidak heran. alumnus Fakultas Syariah IAIN Semarang. dan lainlain tak terlalu penting lagi karena yang lebih penting adalah bagaimana seseorang bisa menikmati spiritualitas dan mentransendenkan dirinya dalam lompatan iman yang tanpa batas itu. bisa . perangkat dan konsepkonsep agama seperti kitab suci. Yang perlu diperhatikan oleh umat Islam.” (hal. Romo Mangun. ji ka penyebaran paham ini menjadi perhatian negaranegara Barat dan LSMLSM global. 20). merupakan contoh penggunaan standar ganda itu. Pada gilirannya. nabi. dalam derajat keabsahan teologis di bawa h agamanya sendiri. antara lain. Adapun keberagamaan. di sana ternyata telah menunggu banyak orang. Keyakin an tentang yang benar itu didasarkan kepada Tuhan sebagai satusatunya sumber kebenaran. Melalui standar ganda inilah. S ahabat Umar. Abu Nawas.

”MU I kan hanya semacam menjual nama Tuhan saja. MUI menjadi bah an cacimaki. Di samping itu. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta (http://www. menyusul keluarnya fatwa tentang sekularisme. dengan judul ”MUI bisa Dijerat KUHP Provokator”. Di tingkat universitas.” Dalam jurn al ini. lebih dari 60 siswa Muslim mengikuti program satutahun di sekolahsekolah menengah di seluruh Amerika Serikat. Kalau persoalan agama. 2005) .” Ada baiknya disimak laporan yang ditulis dalam website Kedubes AS di Jakarta yang berkaitan dengan Islam dan plu ralisme agama berikut ini: ”Dalam usaha menjangkau masyarakat Muslim. Dalam situsnya.html) pada 4 Mei 2007.com 8 . sesuatu ini sesat. dan liberalisme. Ia me mbuat usulan untuk MUI: ”Jebloskan penjara saja dengan jeratan pasal 55 provokator.S. Jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN Semarang edisi 28 Th XIII/2005.” Kita juga masih ingat.dipahami.adianhusaini. 2004 – 2005. madrasah serta lembagalembaga pendidikan tinggi Islam. Ilmu Studi Agama. memuat laporan utama berjudul ”Majelis Ulama Indonesia Bukan Wakil Tuhan.usembassyjakarta. biarkan Tuha n yang menentukan. memuat halaman muka berjudul ”Dukungan terhadap Hak As asi Manusia dan Demokrasi: Catatan A. jel as hukumannya sampai 5 tahun. untuk bertukar pandangan tentang pluralisme. tol eransi dan penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia. Amerika Serikat menspon sori para pembicara dari lusinan pesantren. Padahal dia se ndiri tidak mempunyai kewenangan seperti itu. misalnya. pendidikan kewarganegaraan dan pembangunan pendidikan. jika dalam berbagai seminar dan kesempatan. Dia seakanakan mendapatkan legitimasi Tuhan untuk menyatakan sesuatu ini mudharat. dan sebagainya. diturunkan wawancara dengan seorang staf Perhimpunan Bantu an Hukum Indonesia (PBHI). (Bandung: Pustaka Setia. dan melalui Program Pertukaran dan Stud i Pemuda (YES). staf PBHI itu menyatakan.http://www. MUI dikatakan tolol. pluralisme agama. Wartawan dari kirakira 10 agen media Islam berkunjung ke Amerika Serikat untuk melakukan perj alanan pelaporan. suatu hibah multitahun membantu untuk melakukan suatu program pendidikan kewarganegaraan di seluruh sistem 10 Adeng Muchtar Ghazali. kedutaan juga mengirim 38 sis wa dan enam guru ke Amerika Serikat selama 4 minggu untuk mengikuti suatu Pr ogram Kepemimpinan Pemuda Muslim.org/bhs/Laporan/indonesia_Laporan_depluAS. Kedutaan mengirimkan sej umlah pemimpin dari 80 pesantren ke Amerika Serikat untuk mengikuti suatu pro gram tigaminggu tentang pluralisme agama.” Berikutnya.

9. Itu misalnya bisa dilihat dalam artikel artikel yang diterbitkan oleh Jurnal Tashwirul Afkar (Diterbitkan oleh Lakpesdam NU dan The Asia Foundation). dan untuk mendirikan lima pusat med iasi di lembagalembaga Muslim. mesti dibongkar agar umat Islam tidak lagi menganggap agama lain sebagai agama yang salah dan tidak ada jalan keselamatan. Dalam membantu jangkauan jangka panjang. tetapi memiliki program yang sistematis untuk mengubah kurikulum pendidikan Islam yang saat ini masih mereka anggap belum inkl usifpluralis. menampilkan laporan utama berjudul “Menuju Pendidikan Islam Pluralis”. muslimnonmuslim. Jurnal Tashwirul Afkar edisi No 11 tahun 2001. lima American Corners dibu ka di lembagalembaga pendidikan tinggi Muslim di seluruh Indonesia. Mereka bukan saja menyebarkan paham ini secara asongan. Di tulis dalam J urnal ini: “Filosofi pendidikan Islam yang hanya membenarkan agamanya sendiri. Sebagai contoh. Universitas Muhammadiyah. Amerika Serikat j uga memberikan pendanaan kepada berbagai organisasi Muslim dan pesantre n untuk mengangkat persamaan jender dan anak perempuan dengan memperkuat pengertian tentang nilainilai tersebut di antara para pemimpin perempua n masyarakat dan membantu demokratisasi serta kesadaran jender di pesa ntren melalui pemberdayaan pemimpin pesantren lakilaki dan perempuan. yang sangat berpengaruh terhadap cara pandang Islam terhadap agama lain. Amerika Serikat juga mendanai The Asia Foundation untuk mendirikan suatu pusat internasional dalam memajukan hubungan regional dan internasional di a ntara para intelektual dan aktivis Muslim progresif dalam mengangkat suatu wa cana tingkat internasional tentang penafsiran Islam progresif. Bantuan juga diberikan kepada dua universitas Amerika Serikat untuk pela tihan dan pertukaran penanganan konflik. Konsep imankafir. Mengembangkan suatu lingkungan dimana orang Indonesia dapat secara bebas menggunakan hakhak sipil dan politik mereka adalah kritis bagi tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam memelihara pluralisme dan toleransi untuk menghadapi ekstrimisme. Bantuan lain yang terpisah membantu suatu lembaga studi Islam di Yogyakarta untuk melakukan pelatihan tentang Ha k Asasi Manusia dan menyelenggarakan kursuskursus yang meningkatkan toleransi. Jika cara pan dangnya bersifat eksklusif dan intoleran. tanpa mau menerima kebenaran agama lain mesti mendapat kritik untuk selanjutnya dilakukan reorientasi. dan Jurnal Tanwir (diterbitkan oleh Pusat Studi Agama dan Peradaban Muhammadiyah dan The Asia Foundation).” Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah menjadi incaran utama dari infiltrasi paham ini. yang pada gilirannya akan . maka teologi yang diterima adalah teologi eksklusif dan intoleran. dan baikbenar (truth claim).

8283. Berbagai organisasi dan tokoh agama aktif membentuk semacam “centre of religious pluralism”. edisi No 11 tahun 2001. terbitan Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah dan The Asia Foundation. Jurnal TANWIR edisi 2. Kristen. juga secara sengaja menyebarkan paham ini. maka tidak perlu lagi mempersoalkan mengapa antara orang Islam. Juli 2003. te rkandung pesan dasar yang sama yakni. dan sikap tidak menghargai kebenaran agama lain. karena itu.” 12 Ada yang berkampanye bahwa “Pluralisme agama” adalah paham yang tidak boleh ditinggalkan dan wajib diikuti oleh semua umat beragama.merusak harmonisasi agama agama. Vol 1. Seorang aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) menulis di media massa: “Karena itu.Bukan hanya NU yang disusupi paham ini.com 9 10. program ini memang mudah menyerap dana besar dari para donatur Barat (“laku dijual”). S ebagai muslim. Seorang aktivis JIMM mengusulkan agar definisi kafir sebagaimana dipahami kaum Muslim selama ini diubah. Membebaskan Pendidikan Islam:Dari Eksklusivisme menuju Inklusivisme dan Pluralisme. Ritualritual hanyalah simbol manusia beragama karena mengikuti rangkaian sistematika tadi. Perbedaan jalan dan cara merupakan kekayaan bahasa Tuh an yang memang tidak bisa secara pasti dipahami oleh bahasabahasa manusia… Memperhatikan hal ini. sedangkan hakikat ritual adalah ‘penghormatan’ atas apa yang dianggap suci.” Di Jurnal ini dikutip juga ungkapan seorang dosen agama di Universitas Muhammadiyah Malang: “Perbedaan yang dimiliki oleh masingmasing agama pada dasarnya bersifat instrumental. mari kita memproklamasikan kembali bahwa pluralisme agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah. Hindu. Perbedaan ritual hanyalah perbedaan lahiriah ya ng bisa ditangkap oleh kasat mata. ketuhanan dan kemanusiaan. dan sebagainya.” 13 12 Jurnal TANWIR edisi 2. Ia menulis dalam sebuah buku: ”Jadi tidak semua non- . mencatat: “Perbedaan ‘jalan’ maupun cara dalam praktik ritual tidaklah menjadi sebab ditolak atau tercelanya seseorang melakukan ‘penghormatan’ total kepada apa yang diyakini. misalnya. Kelompok JIMM memang sangat aktif dalam me ngembangkan paham Pluralisme. 13 Jawa Pos.adianhusaini. Vol 1. Budha dan lain sebagainya tampaknya ‘berbeda’ dalam ‘mencapai’ Tuhan. kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan. Dan. hal. h t t p : / / w w w. 11 Januari 2004. mustahil pula kita melawan dan menghindari. Kegagalan dalam mengembangkan semangat toleransi dan pluralisme agama dalam pendidikan Islam akan membangkitkan sayap radikal Islam. Muhammadiyah pun juga kesus upan. Jurnal Tashwirul Afkar. agung. Salah satu sebabnya. hal. luhur.” 11 11 Khamami Zada. 8283. Jurnal ini. yang memun gkinkan masingmasing agama dapat melakukan perjumpaan sejati. Sementara di balik perbedaan itu. Juli 2003. terbitan Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah dan The Asia Foundation.

yakni menutup diri dari kebenaran dari pihak lain. hasil kerjasama BKSPPI dan International Center for Islam and Pluralism (ICIP) – sebuah lembaga yang getol menyebarkan paham Pluralisme Agama.Paham Pluralisme Agama ini pun sudah sempat disusupkan ke lingkungan Pondok Pesantren. (Kerjasama Fatayat Nahdhatul Ulama dan dengan Ford Foundation): Muhammadiyah”. Inilah su bstansi kafir . dan mukmin (orang beriman) a dalah pejuang pembebasan dari penindasan. Hilmi Faiq. Dengan kata lain. apapun agama dan aliran kepercayaannya. pengantar oleh Moeslim Abdurrahman. pimpinan BKSPPI segera mengambil sikap tegas : menghentikan penerbitan Majalah ALWASATHIYAH dan memutus hubungan dengan ICIP. atau pernikahan beda agama secara lebih luas amat diperbolehkan. Mun’im Sirry (ed).. Jadi..Muslim adalah kafir.” (Kembali keAlQur’an. diantaranya konteks dakwah Islam pada saat itu. setelah menyadari bahaya paham Pluralisme Agama dan liberalisasi Islam pada umumnya. hal. Dengan berdasarkan pada Pluralisme Agama. Tetapi. s ehingga pernikahan antar agama merupakan sesuatu yang terlarang.” 14 (2) Buku “Nilainilai Pluralisme dalam Islam”. 164. Menafsir Makna Zaman: Suarasuara kaum Muda h t t p : / / w w w . Dalam buku ini juga disebutkan tentang persamaan semua agama: “Segi persamaan yang san gat asasi antara semua kitab suci . . a d i a n h u s a i n i . 2004.. Mereka penindas HAM dan tidak mau membuka diri untuk mendialogkan kebenaran. buku ini kemudian juga merombak hukum Islam dalam bidang perkawinan. c o m 10 11. kafir tidak identik den gan nonMuslim. Yang mana jumlah umat Islam tidak sebesar saat ini.) 14 A. Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) sempat ‘kecolongan’ menerbitkan sebuah Majalah bernama AlWASATHIYYAH. Berikut ini sebagian contoh buku Pluralisme Agama yang dibiayai oleh LSM LSM asing seperti The Asia Foundation dan Ford Foundation: (1) Buku Fiqih Lintas Agama yang diterbitkan oleh Paramadina dan The Asia Foundation. Akan lebih tepat jika term kafir dimaknai sebagai penindas. Muslim yang melakukan penganiayaan dan penindasan dan penindasan pun dapat dikatakan sebagai kafir. NonMuslim di Mekkah punya kriteria kafir seperti yang disebut alQuran. mereka adalah musuh semua agama dan kemanusiaan. Karena kedu dukannya sebagai hukum yang lahir atas proses ijtihad. 2004). Alihalih berdialog untuk memperbaiki sistem yang tidak adil.. dengan menghalalkan perkawinan wanita Muslimah dengan lelaki nonMuslim: “Soal pernikahan lakilaki nonMuslim dengan wanita Muslim merupakan wilayah ijtihadi dan terikat dengan konteks tertentu. Fiqih Lintas Agama (Jakarta: Paramadina. melainkan siapa pun dan beragama apa pun ketika tidak adil dan menindas maka ia disebut kafir. mereka mengancam akan membunuh Muhammad dan para pengikutnya. maka amat dimungkinkan bila dicetuskan pendapat baru. bahwa wanita Muslim boleh menikah dengan la kilaki nonMuslim. editor: Pradana Boy ZTF dan M.

Tauhid dan syirik tak dapat dipertemukan. bisa juga dimengerti. Hal ini berbeda dengan persoala n kaum musyrik yang pada zaman Nabi tinggal di kota Makkah. bahwa ayat itu sudah tidak berlaku lagi. Hindu. bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah kaum kafir.” 15 Ternyata. Frans Magnis Suseno. II. “aku tidak menyembah yang kamu sembah. Menjadi Saksi . Pandangan Katolik Menghadapi serbuan paham Pluralisme Agama ini. yang unik dan khas. Protestan. akan terlihat. Dalam paparan berikutnya. jika Surat alKafirun hanya ditujukan untuk kaum musyrik Arab saja. Padahal. dan Islam terhadap paham yang pada intinya ‘menyamakan semua agama’ ini. mengapa mereka dikatakan kafir? D alam Tafsir alAzhar. a d i a n h u s a i n i . tapi juga bisa memakai medium yang lain. “Katakan (Muhammad). 5556). Karena sifatnya yang demikian maka Islam kemudian b erdiri sejajar dengan praktik budaya yang ada. Ji ka mereka mempunyai konsep ketuhanan yang sama dengan Islam. Pernyataan dalam buku Fiqih Lintas Agama ini jelas sangat keliru. sebagaimana ditulis dalam bukunya. yakni me nuju kebenaran transendental.adalah ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa. bahwa kaum Muslim di Jawa boleh saling bergantiganti melakukan semba han dengan kaum musyrik Jawa.” Logikanya. dan kamu pu n tidak menyhembah yang aku sembah… bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. Paus Yohannes Paulus II. c o m 11 12. Kepada mereka inilah dialamatkan fir man Allah. de ngan menyatakan. Sebab. maka para tokoh agama agama tidak tinggal diam. karena larangan itu hanya untuk musyrik Arab. h t t p : / / w w w . logika buku Fiqih Lintas Agama itu jelas sangat keliru. Sedangkan esensinya sama. Hamka menulis: “Surat ini memberi pedoman yang tegas bagi kita pengikut Nabi Muhammad bahwasanya akidah tidaklah dapat diperdamaikan.” (hal. Ayat yang san gat menegaskan perbedaan konsep ‘sesembahan’ in ditujukan kepada kaum musyrik Qurai sy dan bukan kepada Ahli Kitab. tentang Pluralisme Agama. maka Islam tak lain adalah satu jalan kebenaran diant ara jalanjalan kebenaran yang lain… artinya jalan menuju kebenaran tidak selamanya dan musti harus melalui jalan ‘agama’. Atau. yang berbeda antara satu dengan lainnya.Diantara isi buku ialah menyatakan bahwa semua agama adalah sama da n benar; Islam bukanlah satusatunya jalan kebenaran; dan agama dipandang sama dengan budaya (Pluralisme Agama): “Dalam konteks ini. bukan hanya Islam yang direpotkan oleh paham Pluralisme Agama. tahun 2000. (Surah alKafirun). Berikut ini kita kutipkan pendapat tokoh Katolik Prof. bagaimana sikap dari Katolik. Maka. Tidak ada perbedaan yang signifi kan kecuali hanya ritualistik simbolistik. mengeluarkan Dekrit ‘Dominus Jesus’. Prof. Semua agama direpotkan oleh paham ini. karena kaum musyrik Arab sudah tidak ada lagi. setiap agama memang mempunyai ajaran dan klaim kebenaran masingmasing. maka ini sama halnya. begitu banyak ayat alQuran yang menyebutkan.

mereka menghayati dimensi religius secara mendalam. (Jakarta: Penerbit Obor. Para pendiri agama.Kristus Di Tengah Masyarakat Majemuk. Kata “dogma” menjadi kata negatif. 17 Penjelasan ini. buku “Nilainilai Pluralisme dalam Islam” (Jakarta: Fatayat Nahdhatul Ulama dan Ford Foundation. Pada tahun 2000. hanya dalam bahasa diperkaya oleh aliranaliran New Age yang. bahwa ‘Dominus Jesus’ itu sudah perlu dan tepat waktu. Bukan namanya tol eransi apabila untuk mau saling menerima dituntut agar masingmasing melepaskan apa yang mereka yakini. yang termasuk “budaya hati” individual. Di kalangan Katolik sendiri. “holistik”. Frans Magnis sendiri mendukung ‘Domin us Jesus’ itu. tidak menganggap lebih benar daripada yang lainlain. 59. Pluralisme Agama hanya di permukaan saja kelihatan lebih rendah hati dan toleran dariupada sikap inklusif yang tetap meyakini imannya. Yesus. adalah paham yang menolak eksklusivisme kebenaran. juga menegaskan kembali bahwa Yesus Kristus adalah satusatunya pengantara keselamatan Ilahi dan tidak ada orang yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus. Paul F. dan menyatakan. Masih berpegang pada dogmadogma dianggap ketinggalan zaman. sangat terbuka terhadap segala macam dimensi “metafisik”. dan dengan rincian berbeda. mirip dengan orang yang bisa menemukan air di tanah. Namun. c o m 12 13. Paham Pluralisme agama. Jadi. 138141. 16 Pluralisme agama. ‘Dominus Jesus’ menimbulkan reaksi keras. Mengkliam kebenaran hanya bagi diri sendiri dianggap tidak toleran. Menurutnya. kurang lebih. pluralisme agama itu sesuai dengan “semangat zaman”. hal. Pluralisme sangat sesuai dengan anggapan yang sudah sangat meluas dalam masyarakat sekuler bahwa agama adalah masalah selera. Vatikan menerbitkan penjelasan ‘Dominus Jesus’. yang sebenarnya diakui adalah dimensi transenden dan metafisik alam semesta manusia. mirip misalnya dengan dimensi estetik. sebagaimana diperjuangkan di kalangan Kristen oleh teologteolog seperti John Hick. hal. berakar dalam sungai keilahian mendalam yang mengalir di baw ah permukaan dan dari padanya segala ungkapan religiositas manusia hidup. Mereka. a d i a n h u s a i n i . Posisi ini bisa sekaligus berarti melepaskan adanya Allah personal. menurut Frans Magnis. 2004). dsb. dan Muhammad merupakan geniusgenius religius. “kosmis”. 16 Frans Magnis Suseno. Bagi mereka. kata Frans Magnis Suseno. 2005). “mistik”. Agamaagama hendaknya pertamapertama memperlihatkan kerendahan hati. 15 Lihat. Menjadi Saksi Kristus Di Tengah Masyarakat Majemu k. bisa juga dengan mempertahankan paham Allah personal. berlainan dengan Pencerahan. Teologi yang mendasari anggapan itu adalah. h t t p : / / w w w . selain menolak paham Pluralisme Agama. Ambil saja sebagai . anggapan bahwa hanya agamanya sendiri yang benar merupakan kesombongan. Knitter (Protestan) dan Raimundo Panikkar (Katolik).Masih menurut penjelasan Frans Magnis Suseno. dan bukan masalah kebenaran. anggapan bahwa agama agama merupakan ekspresi religiositas umat manusia. jelasjelas ditolak oleh Gereja Katolik. Ia merupakan warisan filsafat Pencerahan 30 0 tahun lalu dan pada hakikatnya kembali ke pandangan Kant tentang agama sebagai lembaga moral. seperti Buddha.

The Pope in Winter. 5 Maret 2005) h t t p : / / w w w . salah satu sumber kehidupan dan salah satu kebenaran. hal. Terhadap paham semacam itu. so as to bring them the truth. Dalam Dominus Jesus disebutkan: “Indeed. Ini sikap menghina kalau pun bermaksud baik. ‘Sang K ehidupan’ dan 17 Dominus Jesus dikonsep dan semula ditandantangani oleh Kardinal Ratzinger – sekarang Paus Benediktus XVI – dan dikeluarkan pada 28 Agustus 2000. misalnya. Toleransi tidak menuntut agar kita semua menjadi sama. Semua agama disatukan dalam kerendahan hati karena kekurangan bersama dalam meraih kebenaran penuh tersebut. kaum pluralis menuntut untuk mengesampingkan bahwa Yesus itu ‘Sang Jalan’. Those who obey the promptings of the Spiri t of truth are already on the way of salvation.vatican. Frans Magnis menegaskan: “Menurut saya ini tidak lucu dan tidak serius. Toleransi yang sebenarnya berarti menerima orang lain. menjadi salah satu jalan. semua agama terus berjalan– sebagaimana Kristen – menuju kebenaran penuh tersebut. God wills the salvation of everyone throug h the knowledge of the truth. Namun yang nyatanyata dituntut kaum pluralis adalah agar Islam melepaskan klaimnya bahwa Allah dalam alQuran memberi petunjuk definitif. Dokumen ini telah menimbulkan perdebatan sengit di kalangan Kristen. mengakui dan menghormati keberadaan mereka dalam kebe . (Perdebatan tentang Dominus Je sus bisa dilihat. Dokumen ini di keluarkan menyusul kehebohan di kalangan petinggi Katolik akibat keluarnya buku Toward a Christian Theology of Religious Pluralism karya Prof.html. to whom this truth has been entrusted. dengan sekaligus membatalkan petunjukpetunjuk sebelumnya. dan kalau begitu.contoh Islam dan kristianitas.va/roman_curia/congregations/cfaith/documents/rc_co n_cfaith_doc_20000806_domin usiesus_en. Because she believes in God's universal plan of salvation. akhir dan benar tentang bagaimana manusia harus hidup agar ia selamat. 2005). jadi melepaskan keyakinan lama yang mengatakan bahwa hanya melalui Putera manusia bisa sampai ke Bapa. But the Church. God ‘desires all men to be sav ed and come to the knowledge of the truth' (1 Tim 2:4); that is. mari kita bersedia saling meneri ma. Jadi. bahwa ‘kebenaran penuh’ (fullnes of thruth) tidak akan terla hir sampai datangnya kiamat atau kedatangan Yesus Kedua. dosen di Gregorian University Roma. (London: Penguin Books. tentu saja mengklaim kepenuhan k ebenaran tidak masuk akal. Dupuis menyatakan. c o m 13 14. katanya. dalam John Cornwell. Dalam bukunya ini. termasuk intern Katolik sendiri. Dari kaum Kristiani. Salvation is found in the truth. keberadaan agama lain. the Church must be missionary. a d i a n h u s a i n i . 192199. Pluralisme mengusulkan agar masingmasing saling menerima karena masingmasing tidak lebih dari ungkapan religiositas manusia. kelompok lain. must go out to meet their desire. dengan baik.” (http://www. Jacques Dupuis SJ.‘Sang Kebenaran’.

rlainan mereka! Toleransi justru bukan asimilasi, melainkan hormat penuh identitas masin gmasing yang tidak sama.” 18 III. Pandangan Protestan Berbeda dengan agama Katolik yang memiliki pemimpin tertinggi dalam hi rarkis Gereja (Paus), dalam kalangan Protestan tidak bisa ditemukan satu sikap yang sama terhadap paham Pluralisme Agama. Teologteolog Protestan banyak yang menjadi polopor paham ini. Meskipun demikian, dari kalangan Protestan, juga mun cul tantangan keras terhadap paham Pluralisme Agama.Berikut ini sejumlah buku di Indonesia yang menyinggung masalah ini: Poltak YP Sibarani&Bernard Jody A. Siregar, dalam buku Beriman dan Beril mu: Panduan Pendidikan Agama Kristen untuk Mahasiswa, menjelaskan: “Pluralisme bukan sekedar menghargai pluralitas agama tetapi sekaligus menganggap (penganut) agama lain setara dengan agamanya. Ini adalah sikap yang mampu menerima dan menghargai dan memandang agama lain sebagai agama yang baik dan benar, serta mengakui adanya jalan keselamatan di dalamnya. Di satu pihak, jika tidak berhatihati, sikap ketiga ini dapat berb ahaya dan menciptakan polarisasi iman. Artinya, keimanannya atas agama yang diyakininya pada akhirnya bisa memudar dengan sendirinya, tanpa intervensi pihak lain.” 19 18 Sikap Katolik yang menolak paham Pluralisme Agama sangatlah logis, seb ab – meskipun dalam Konsili Vatikan II, Gereja Katolik telah mengubah sikapnya terhadap agamaagama lain, tetapi Konsili juga menetapkan Dekrit Ad Gentes (kepada bangsabangsa) yang mewajibkan seluruh Gereja untuk menjalankan kerja misionaris. Dalam pidatonya pada 7 Desember 1990, y ang bertajuk Redemptoris Missio (Tugas Perutusan Sang Penebus), yang diterbitan Konferensi Waligereja In donesia (KWI) tahun 2003, Paus Yohanes Paulus II mengatakan: “Tugas perutusan Kristus Sang Penebus, yang dipercayakan kepada Gereja, masih sangat jauh dari penyelesaian. Tatkala Masa Seribu Tahun K edua sesudah kedatangan Kristus hampir berakhir, satu pandangan menyeluruh atas umat manusia memperlihatkan bahwa tugas perutusan ini masih saja di tahap awal, dan bahwa kita harus melibatkan d iri kita sendiri dengan sepenuh hati… Kegiatan misioner yang secara khusus ditujukan “kepada para bangsa” (a d gentes) tampak sedang menyurut, dan kecenderungan ini tentu saja tidak sejalan dengan petunju kpetunjuk Konsili dan dengan pernyataanpernyataan Magisterium sesudahnya. Kesulitankesulitan baik yang datang dari dalam maupun yang datang dari luar, telah memperlemah daya dorong karya misioner G ereja kepada orangorang non Kristen, suatu kenyataan yang mestinya membangkitkan kepedulian di an tara semua orang yang percaya kepada Kristus. Sebab dalam sejarah Gereja, gerakan misioner selalu suda h merupakan tanda kehidupan, persis sebagaimana juga kemerosotannya merupakan tanda krisis iman.” 19 Poltak YP Sibarani&Bernard Jody A. Siregar, Beriman dan Berilmu: Panduan Pendidikan Agama Kristen untuk Mahasiswa, (Jakarta: Ramos Gospel Publishing House, 2005), hal. 126. h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 14

15.Sebuah kajian dan kritik yang serius terhadap paham Pluralisme Agama dilakukan oleh Pendeta Dr. Stevri I. Lumintang, seorang pendeta di Gereja Keesaan I njil Indonesia. Kajian Stevri Lumintang dituangkan dalam sebuah buku setebal lebih dari 700 halaman, berjudul Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004). Dicatat dalam ilustrasi sampul buku ini, bahwa Teologi AbuAbu adalah posisi teologi kaum pluralis. Karena teologi yang mereka bangun merupakan integrasi dari pelbagai warna kebenaran dari semua agama, filsafat dan budaya yang ada di dunia. Alkitab dipakai hanya sebagai salah satu sumber, itu pun dianggap sebagai mitos. Dan perpaduan multi kebenaran ini, lahirlah teologi abuabu, yaitu teologi buka n hitam, bukan juga putih, bukan teologi Kristen, bukan juga teologi salah satu agama yan g ada di dunia ini…. Namun teologi ini sedang meracuni, baik agama Kristen, maupun semua agama, dengan cara mencabut dan membuang semua unsurunsur absolut yang diklaim oleh masingmasing agama. Juga dikatakan dalam buku ini: ‘’Inti Teologi AbuAbu (Pluralisme) merupakan penyangkalan terhadap intisari atau jatidiri semua agama yang ada. Karena, perjuangan mereka membangun Teologi AbuAbu atau teologi agamaagama, harus dimulai dari usaha untuk menghancurkan batu sandungan yang menghalangi perwujudan teologi mereka. Batu sandungan utama yang harus mereka hancurkan atau paling tidak ya ng harus digulingkan ialah klaim kabsolutan dan kefinalitas(an) kebenaran yang ada di masingmasing agama. Di dalam konteks kekristenan, mereka harus menghancurkan keyakinan dan pengajaran tentang Yesus Kristus sebagai pernyataan Allah yang final.’’ 20 ‘’...Theologia abuabu (Pluralisme) yang kehadirannya seperti serigala berbulu domba, seolaholah menawarkan teologi yang sempurna, karena itu teologi tersebut mempersalahkan semua rumusan Teologi Tradisional yang selama ini dianut dan sudah berakar dalam gereja. Namun sesungguhnya Pluralisme sedang menawarkan agama baru...’’ 21 Menurut Stevri Lumintang: ‘’Pluralisme adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi kekristenan. Karena pluralisme bukanlah sekedar konsep sosiologis, anthropologis, melainkan konsep filsafat agama yang bertolak bukan dari Alkitab, melainkan bertolak dari fakta kemajemukan yang diikuti oleh tuntutan toleransi, dan diilhami oleh keadaan sosialpolitik yang didukung oleh kemajemukan etnis, budaya dan agama ; serta disponsori oleh semangat globalisasi dan filsafat relativisme yang mengiringinya. Pluralisme secara terangterangan menolak 20 Stevri I. Lumintang, Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004), hal. 235236. 21 Ibid, hal. 1819. h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 15 16.konsep kefinalitasan, eksklusivisme yang normatif, dan keunikan Yesus Kristus. Kristus bukan lagi satusatunya penyelamat, melainkan salah satu penyelamat. Inilah pluralisme, dan disinilah letaknya kehancuran kekristenan masa kini, sekalipun pada hakikatnya kekristenan tidak akan pernah hancur. Penyangkalan terhadap

semua intisari kekristenan ini, pada hekikatnya adalah upaya untuk membangun jalan raya bagi lalu lintas teologi agamaagama atau Theologi a Abu abu (Pluralisme). Oleh karena itu, semua disiplin ilmu teologi diupayakan untuk dikaji ulang (rekonstruksi) untuk membersihkan teologi Kristen dari rumusan rumusan tradisional atau ortodoks, yang pada hakikatnya merupakan batu sandungan terciptanya Theologia AbuAbu atau teologi agamaagama (Theo logia Religionum). 22 Dalam ‘Dokumen Keesaan GerejaPersekutuan Gerejagereja di Indonesia (DKGPGI) yang diputuskan dalam Sidang Raya XIV PGI di Wisma Kinasih, 29 November5 Desember 2004, masalah Pluralisme Agama tidak dibahas secara eksplisit. Tetapi, dokumen ini menunjukkan sikap eksklusivitas teologis kaum Protes tan. Misalnya, bisa dilihat dalam ‘’Bab IV : Bersaksi dan Memberitakan Injil Kepada Segala Makhluk’’, yang menegaskan: “Gereja Harus Memberitakan Injil Kepada Segala Makhluk”. Disebutkan dalam bagian ini : ‘’Gerejagereja di Indonesia menegaskan bahwa Injil adalah Berita Kesukaan yang utuh dan menyeluruh, untuk segala makhluk , manusia dan alam lingkungan hidupnya serta keutuhannya : bahwa Injil yang seutuhnya diberitakan kepada manusia yang seutuhnya... ‘’ Dalam Tata dasar Persekutuan GerejaGereja di Indonesia pasal 3 (Pengakuan) disebutkan : ‘’Persekutuan Gerejagereja di Indonesia mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia serta Kepala Gereja, sumber kebenaran dan hidup, yang menghimpun dan menumbuhkan gereja, sesuai dengan Firman Allah dalam Alkitab, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (1 Kor. 3 :11) : ‘’Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan yaitu Yesus Kristus.’’ (bnd. Mat. 16 : 16 ; ef. 4 :15 dan Ul. 7 :6). 23 Di dalam acara kebaktian Minggu, kaum Kristen biasanya mengucapkan a pa yang mereka sebut sebagai ‘sahadat rasuli’ atau ‘pengakuan iman rasuli’, yang juga disebut ‘dua belas pengakuan iman’, yang bunyinya : (1). Aku percaya kepada Alla h Bapa, yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.(2) Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita, (3) yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari an ak dara Maria, (4) yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut. (5) pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, (6) naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, (7) dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati, (8) Aku percaya kepada Roh Kudus; (9) gereja yang kudus dan am; persekutuan 22 Ibid, hal. 15. 23 Weinata Sairin (ed), ‘Dokumen Keesaan GerejaPersekutuan Gerejagereja di Indonesia (DKGPGI), (Jakarta: BPK, 2006). h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 16 17.orang kudus; (10) pengampunan dosa; (11) kebangkitan daging; (12) dan hidup yang kekal. 24 IV. Pandangan Hindu Kaum Pluralis Agama dari berbagai penganut agama sering mengutip ucapan tokohtokoh Hindu untuk mendukung pendapat mereka. Sukidi, seorang propagandis Pluralisme Agama dari kalangan liberal di Muhammadiyah, misalnya, menulis dalam satu artikel di media massa :

kebenaran ada dan ditemukan pada semua agama. bahwa agama agama yang berbeda hanyalah merupakan bahasa yang berbedabeda yang digunakan Tuhan untuk berbicara kepada hati manusia. 11 Januari 2004). Nietzsche menegasikan adanya Kebenaran Tunggal dan justru bersikap afirmatif terhadap banyak kebenaran. Pencipta halhal ya ng kelihatan dan tak kelihatan. Huston Smith juga menulis satu subbab berjudul “Many Paths to the Same Summit”. Huston Smith juga mengutip ungkapan ‘orang suci Hindu’ abad ke19. c o m 17 Peranan Gereja Yang Diakonal Dan Penanganan HIV/ Aids Diakoni FM . kitabkitab Veda menyatakan pandangan Hindu klasik. Karena itu. Prof. konsekuensinya. the Vedas announced Hinduism’s classic contention that the various religions are but different languages through which God speaks to the human heart. Buddhisme. Sebelum segala abad . Harun Hadiwijono. Hidup dari Hidup. 25 Huston Smith. The World’s Religions. Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus. Zoroaster. (Yogyakarta: Kan isius. 11. 1992). a d i a n h u s a i n i . Suwandi PR. Dalam paparannya tentang Hinduism dari bukunya. seperti pohon yang memiliki banyak cabang (many). maupun lainnya adalah benar. Dan. Putra Allah yang Tunggal Yang pertama lahir dari semua ciptaan. (New York: Harper CollinsPubliser. Tanya Jawab Syahadat Iman Katolik. Sang Sabda dari Allah. kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan. Dan. 1991). Aga maagama itu diibaratkan. Kebenaran mema ng satu; orangorang bijak menyebutnya dengan nama yang berbedabeda). Kau m Katolik di Indonesia juga menggunakan istilah sahadat untuk menyebut ‘Nicene Creed’ yang salah satu versi redaksinya berbunyi: “Kami percaya akan satu Allah. Dilahirkan dari Bapa. mustah il pula kita melawan dan menghindari. hal. “Truth is one; sages call it by different names. The World’s Religions. hal. Inilah Sahadatku. “ (Alex I. Sebagai muslim.“Dan. 2001). h t t p : / / w w w . karena itu. Huston Smith menulis: “Early on. 73. Bapa yang Mahakuasa.. mari kita memproklamasikan kembali bahwa pluralisme agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah. Yahudi. 910. tapi berasal dari satu akar (the One). Mahatma Gandhi pun seirama dengan mendeklarasikan bahwa semua agama entah Hinduisme. hal. konsekuensinya.. (Jakarta: BPK. Terang dari Ter ang. yaitu 24 Dr. (Jawa Pos. Akar yang sa tu itulah yang menjadi asal dan orientasi agamaagama. Islam. Kristen. 25 Untuk memperkuat penjelasannya tentang sikap ‘Pluralistik’ agama Hindu.” (Terjemahan bebasnya: Sejak dulu. ada banyak kebenaran (many truths) dalam tradisi dan agamaagama. dalam nalar pluralisme Gandhi.

kiranya jubilaris tetap teguh dan kokoh serta lebih energik untuk menunaikan tugas dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan. jubilaris tidak jarang melakukan pendekatan kultural kepada rekan sekerjanya yakni sistim kekerabatan ‘dalihan na tolu’. Penulis turut merasakan kebahagiaan jubilaris dan mensyukuri segala berkat Tuhan yang beliau terima selama kurun waktu 25 tahun silam dalam proses pelayanan Gereja Tuhan. “ molo hupasobok diringku tu hamu unang ma nian rajumi hamu sarupa hamu dohot ahu”. dalam usia yang lebih lanjut. W. sosial politik. merupakan pelayanan pewartaan kerajaan Allah melalui Injil sebagai khabar keselamatan yang diberitakan ke dalam persekutuan secara sentripetal maupun ke luar persekutuan itu secara sentripugal. Penulis mengenal jubilaris sebagai sosok pelayan yang memiliki pola pikir produktip dan progressif. penulis selalu ingat dengan kalimat singkat yang pernah beliau utarakan dalam bahasa Batak kepada penulis dan rekan pelayan muda lainnya. Koinonia sebagai persekutuan akan hidup survive. Tampubolon. juga tidak dapat dipungkiri banyak pelayan junior yang menghormati seniornya justru mendapat perlakuan kurang wajar. Kiranya tidak berlebihan apabila penulis juga telah menyaksian bahwa jubilaris adalah salah satu pendeta senior yang selalu punya keinginan untuk menghancurkan tembok pemisah yang sering membatasi komunikasi antara pelayan senior dan junior. Dalam rangka memeriahkan 25 tahun kependetaan sang Jubilaris. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi pembaca. pelayanan diakonia sebenarnya sangatlah luas dan didalamnya terdapat beberapa metode pelayanan diakonia yang bervariasi. Hal ini dapat dikatakan karena diakonia sendiri adalah pelayanan. Akan tetapi.P. Oleh karena itu. ekonomi dan budaya. .jika terjadi saling melayani di tengahtengah persekutuan itu. penulis menyumbangkan tulisan ini. Dan diakonia itu menjdai tindakan nyata sebagai pengimplementasian dari pewartaan Injil melalui berbagai aksi sosial. Sth. walau dalam waktu yang sangat singkat. Namun. dengan senang hati dan rasa syukur kepad Tuhan. Dalam hal ini. Di samping itu. Demikian juga halnya marturia. 1. jubilaris menurut penulis punya kemampuan membangun hubungan kerja sama yang leih harmonis dengan juniornya karena keakraban dan komunikasi beliau tidak terlalu formal. Secara jujur harus diakui. Dari keramahan dan keluwesan beliau bergaul dengan para pelayan muda maka tidak salah apabila dikatakan bahwa beliau sangat konsisten untuk membangun kerjasama yang baik dengan para pelayan yang lebih muda. Beliau memiliki pengalaman pelayanan yang matang baik di dalam maupun di luar negeri yang turut memampukan beliau dalam pelayanan masa kini sekaligus juga mempersiapkan pelayanan untuk kepentingan masa depan. Pendahuluan Koinonia. marturia dan diakonia merupakan tri tugas panggilan gereja yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. ketika para pelayan senior mau mendekatkan diri bahkan menyesuaikan diri kepada pelayan muda saat itu para pelayan muda semakin kurang menghargai seniornya sebagaimana layaknya.Pengantar Selamat ulang tahun ke 25 kependetaan bapak Pdt. Ketiga tugas ini punya korelasi interdependensi antara yang satu dengan yang lain. Semoga ke depan.

2. sudah waktunya Gereja membuka mata dan secara aktip membangun pelayanan diakonal dalam penanganan HIV/AIDS. Penulis membahas peranan gereja yang diakonal dengan bentuk pelayanan transformatif dengan tindakan preventif dan protektif baik melalui pelayanan pastoral maupun juru kampanye. pada akhirnya mampu melayani orang lain. Komite HIV/AIDS yang telah dibentuk HKBP merupakan langkah positip dan konstruktip untuk melakukan penanganan terhadap HIV/AIDS. Namun sebagaimana telah ditegaskan bahwa HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama dari setiap lapisan warga gereja maupun masyarakat. Gereja dirasa perlu bahkan sudah mendesak untuk segera memberdayakan warga dan pelayan untuk peka dan proaktip menangani masalah kemanusiaan tersebut. sermon dan lain-lain. Gereja cenderung menyuarakan penanganan HIV/AIDS dalam tingkat oral pada berbagai seminar maupun rapat yang diadakan namun belum sampai kepada aksi nyata. Untuk itu. Itu sebabnya penulis membatasi pembahasan landasan teologia diakonia hanya pada kitab Perjanjian Baru. selama ini berbagai LSM sudah berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS. Istilah diakonia adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang diterima dan diakui sebagai bahasa asli kitab Perjanjian Baru. namun barangkali masih pada tingkat kognitif atau mungkin afektif. Bentuk pelayanan seperti ini juga tidak menempatkan orang yang dilayani sebagai objek melainkan memposisikannya sebagai mitra kerja. Lebih berbahaya lagi perkembangannya ibarat belut dalam lumpur. Namun sebelumnya perlu dipahami dasar-dasar teologi diakonia yang menjadi landasan pelayanan gereja terhadap ODHA dan OHIDA. Di samping lembaga pemerintah maupun rumah sakit. Gereja telah menyuarakan bahaya HIV/AIDS. Diakonia dalam Perjanjian Baru Ada dua kata yang perlu dibahas dalam Kitab Perjanjian Baru berkaitan dengan istilah ‘diakonia’ yakni: Pelayan. Demikianlah ODHA/OHIDA (Orang Dengan HIV/AIDS atau Orang Dengan AIDS) pada akhirnya mampu melayani bersama gereja atau di dalam gereja untuk melakukan pelayanan preventif maupun protektif kepada yang belum terinfeksi virus HIV maupun yang sudah. Namun kita masih merasakan adanya sikap kekakuan bahkan kepasifan daripada Gereja untuk terlibat langsung dalam penanganan HIV/AIDS. dalam hal ini melalui khotbah. reformatif dan transformatif). Bentuk pelayanan transformatif merupakan bentuk pelayanan jangka panjang dengan mengesampingkan sikap ketergantungan dari orang yang dilayani kepada pelayan sekaligus konsisten dengan pemandirian orang yang dilayani. bahkan sudah jadi sebuah epidemi yang pertumbuhannya sangat pesat ibarat sarang labalaba. walaupun harus diakui ada .Melihat betapa luasnya cakupan pelayanan diakonia. PA. melainkan telah jadi masalah kemanusiaan di seluruh dunia. Oleh karena itu. semua pihak sangat diharapkan turut berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengatasinya. Dari berbagai bentuk pelayanan diakonia saat ini dikenal (karitatif. Untuk itu. Memberdayakan orang yang dilayani bukan saja untuk mampu melepaskan diri dari permasalahan yang ia hadapi tetapi lebih dari itu. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan saja. penulis membatasi tulisan ini khusus melihat PERANAN GEREJA YANG DIAKONAL DALAM PENANGANAN HIV/AIDS dengan mengingat HIV/AIDS sudah merupakan permasalahan dunia dan butuh penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. belum sampai pada tingkat psikomotoris. sangat sulit dideteksi.

Yesus selanjutnya menyebutkan bahwa diriNya sendirilah pelayan itu (Luk 22:26f). hamba. Hal ini dikatakan oleh Yesus dalam konteks makan bersama yang didasari oleh persekutuan atau koinonia yang di dalamnya terjadi proses saling melayani. Selanjutnya Rasul Paulus memberikan persyaratan untuk menjadi diaken (1 Tim 3:8ff) yang intinya bahwa rahasia iman harus tetap tersimpan dan terpelihara di dalam hati. Secara etimologi. Walaupun demikian istilah ‘diaconos’ juga dipergunakan untuk suatu jabatan gerejawi (Flp 1:1) dimana selain penilik jemaat juga ada diaken. Itu makanya Kristus menekankan pelayanan kepada orang lain terutama kepada orang-orang yang paling hina karena pelayanan seperti itu adalah pelayanan kapada Dia. pelayanan dan melayani. Demikian juga halnya ketika Yesus makan bersama dengan para muridNya. Dari kata ‘deacon’ kita mengenal istilah ‘diaconos’ yakni pelayan. Itu berarti bahwa pemberitaan injil oleh Paulus yang dapat dikategorikan ke dalam istilah ‘marturia’ merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari diakonia karena orang yang memberitakan Injil juga adalah pelayan. Disamping itu pelayanan bukan hanya karena jabatan tetapi karena karunia Roh (Rom 12:7). Pelayanan yang lebih agung dan mulia mengacu kepada pelayanan Kristus (Ibr 8:6). dimana pada saat itu ada dari antara muridNya bertengkar memperdebatkan siapa dari antara mereka yang terbesar. Membangun Gereja yang Diakonal). Bahkan sebelum zaman Perjanjian Baru juga dalam dunia Hellenistik tahun 330-37 BC. Rom 12:7. Itu artinya bahwa segala tugas pelayanan para diaken tidak boleh dilakukan tanpa iman yang benar. “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani. Hal ini menunjukkan kata ‘deacon’ itu merupakan kata yang sangat populer.25). 1Tim 3:8ff). Kata ’deacon’ ditemukan sebanyak seratus kali dalm kitab Perjanjian Baru. Pelayanan para rasul dan para pelayan lainnya merupakan pelayanan yang diterima dari Tuhan maupun yang diterima melalui gereja sehingga ‘harus dijalankan sepenuhnya’ (Kol 4:17. penting dan punya makna khusus dalam karya penyelamatan Yesus sendiri. diakonia berasal dari kata ‘deacon’ yang diterjemahkan menjadi pelayan. Melakukan pelayanan terhadap orang lain itu berarti melakukan pelayanan kepada Kriatus sendiri (Mat 25:44). Dalam pemahaman seperti itulah Yesus berkata. Dengan demikian diakonia juta merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari koinonia.23. Pada dasarnya. Pelayanan itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri maupun keluarga sebagai lembaga terkecil di tengahtengah masyarakat. Lebih luas lagi bahwa pelayanan itu merupakan tugas dan danggungjawab imamat am orang-orang percaya (1Pet 2:9) sehingga dalam implementasinya perlu pemberdayaan warga jemaat untuk saling melayani dan untuk melayani orang lain di . Yesus justru menegaskan bahwa yang terbesar adalah pelayan. melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45). Paulus sebagai pemberita Injil juga menyebut diri dan rekannya Epafras sebagai pelayan (Kol 1:7. ‘deacon’ itu merupakan hamba.beberapa kata dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani diterjemahkan dengan istilahistilah yang berhubungan dengan diakonia sebagaimana ditemukan dalam kitab Septuaginta (Alf Obtestadt. istilah hamba sudah dikenal sebagai pelayan dalam kegiatan kultus di tempat ibadah orang-orang Yunani. Pelayanan Yesus sekaligus menyempurnakan pelayanan para nabi dimana pelayanan itu adalah penyangkalan diri sehingga pelayanan itu adalah untuk orang lain. Pelayanan.

Hal ini ia katakan dimana orangorang Yahudi secara khusus kaum elitis di dalamnya mengklaim dirinya sebagai orang orang yang benar karena melaksanakan hukum taurat disisi lain menghakimi para pemungut cukai sebagai orang-orang berdosa. ada dua hal yang menarik ditelusuri berkaitan dengan topik ini. Hal ini diakibatkan oleh rasa keputusasaan para ODHA/OHIDA yang semakin tertutup dan tidak turut membantu penanganan HIV/AIDS. tidak ada orang yang tidak berdosa. Bagi Yesus. Pernyataan Yesus ini perlu direvitalisasi dalam kehidupan gereja sekaligus ditransformasikan dalam kehidupan masa kini terutama . Disamping itu. Dari sekian banyak pelayanan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. banyak orang yang tidak bersedia memeriksakan diri karena takut apabila terdeteksi mereka akan didiskriminasi dan distigmatisasi. ODHA/OHIDA Istilah ODHA/OHIDA ini disosialisasikan sebagai pengganti istilah diskriminatif yang selama ini dipergunakan yakni penderita HIV/AIDS. memang tidak dapat disangkal bahwa banyak gejala penyakit tersebut diperoleh akibat kesalahan sendiri atau karena kebejatan moral. Itu makanya tidak jarang mereka justru mengucilkan orang sakit terutama orang yang berpenyakit kusta.2. Yesus tidak mengadakan stigmatisasi dan diskriminasi walaupun hal itu bisa terjadi di tengahtengah masyarakat Yahudi pada waktu itu. Untuk itu. 3. yaitu penyembuhan orang sakit karena dosanya (Yoh 5:14. Mzm 103:3) dan penyembuhan orang sakit bukan karena dosanya maupun orang tuanya (Yoh 9:2-3). sementara itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya sistim kekebalan tubuh. mengasihi bahkan menjadikan mereka sebagai mitra kerja? Alkitab adalah landasan pemahaman teologis dan pelayanan diakonal. Padahal HIV itu adalah virus yang sangat sulit dideteksi karena belum menunjukkan geala penyakit.1. Dasar pemahaman pelaksanaan pelayanan Gereja terhadap ODHA/OHIDA 3. Barulah ketika HIV sampai kepada AIDS maka virus dapat terdeteksi. bnd Mrk 2:1-12. 3. istilah yang lama itu juga sangat menakutkan ODHA dan OHIDA sekaligus mendukung mereka pada sikap pesimistik dan keputusasaan. Dimana menurut pemahaman Yudaisme penyakit adalah salah satu konsekwensi logis dari pada dosa. Dalam hal ini Yesus berkata. Human Immunodeficiency Syndrome (HIV) merupakan virus yang yang melemahkan bahkan menghilangkan sistim kekebalan tubuh manusia. “Aku datang bukan untuk orang benar. Sangat menarik bahwa Yesus bersedia menyembuhkan orang sakit walaupun penyakit itu adalah akibat dosa yang diperbuat. apakah ODHA dan OHIDA itu masih harus dibenci karena ada anggapan bahwa penyakit yang diderita adalah akibat tindakan amoral? Ataukah satusatunya jalan adalah merangkul. Disamping itu. Sering mnurut mereka bahwa orang sakit adalah orang berdosa. Kumpulan gejala penyakit tersebut bukanlah yang diturunkan atau penyakit keturunan melainkan diperoleh.luar jemaat itu sendiri karena sasaran pelayanan itu adalah masyarakat universal (Roma 15:16). Inilah yang menjadi dasar masyarakat umum untuk cenderung mmbenci dan mendiskreditkan ODHA/OHIDA itu sehingga terjadi stigmatisasi dan diskriminasi. Yesus dan Orang sakit dalam Perjanjian Baru. Sikap seperti ini bukannya mampu meselesaikan permasalahan yang sedang mengglobal ini malah justru turut mempercepat merebaknya HIV/AIDS ke manamana. Oleh karena itu. melainkan untuk orang berdosa” (Mrk 2:17). Itu makanya Rasul Paulus menekankan pentingnya pelayanan yang berkualitas di dalam kasih kepada sesama seiman (Gal 6:10). Melayani sesama orang-orang percaya merupakan titik berangkat untuk melayani masyarakat yang lebih luas.

namun yang paling besar di antaranya ialah kasih. Untuk itu. Dalam wadah tersebut. Mereka harus dilindungi dari serangan dan hujatan masyarakat. efektif dan efisien. Fungsi protektip dan preventip gereja Fungsi protektip dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah terlanjur ODHA/OHIDA. Di samping itu. Gereja diharapkan untuk melaksanakan ketiga tugas ini dalam penanganan HIV/AIDS. 3. Rom 12:4 —8). ODHA/OHIDA hendaknya menjadi bagian yang integral dari keseluruhan pelayanan diakonal gereja pada masa kini dn yang akan datang. Setiap orang percaya yang mempunyai latarbelakang. secara organisma adalah tubuh Kristus (I Kor 12:27). Rasa kebersamaan atau “partnership” akan memperkuat rasa saling mempercayai antara kedua belah pihak. Lambang-lambang HIV/AIDS seperti tengkorak yang sangat menakutkan dan menggambarkan maut sangatlah kurang baik karena berpengaruh negatip terhadap kejiwaan si pederita. pola pikir dan pergumulan yang berbeda. ODHA/OHIDA merupakan mitra kerja gereja yang sangat efektip untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus HIv. Melalui sosialisasi itu diharapkan kesediaan masyarakat dapat menerima ODHA/OHIDA sebagaimana para penderita penyakit lainnya. perlu disosialisasikan seluasluasnya kepada masyarakat bahwa ODHA/OHIDA adalah sesama manusia yan membutuhkan perlakuan yang wajar sebagaimana masyarakat lainnya. mewartakan kasih dan melayankan kasih kepada ODHA/OHIDA. Dengan demiikian. Gereja adalah tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang percaya Rasul Paulus telah menggambarkan orang-orang percaya dengan adanya satu tubuh sebagai wadah persekutuan para anggota dengan fungsi yang berbedabeda (I Kor 12:12-26. dimana gereja harus membangun suatu prsekutuan kasih.dalam pelayanan ODHA/OHIDA yang selama ini sering didiskriminasikan. idealnya setiap anggota tubuh harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang latarbelakang denominasi maupun organisasi demi keutuhan tubuh yang satu itu yakni gereja yang esa sebagai tubuh Kristus. Untuk itu Gereja punya posisi dan peranan yang sangat strategis untuk turut ambil bagian dalam penanganan masalah HIV/AIDS. ODHA/OHIDA perlu diberdayakan menjadi juru kampanye. Kemajemukan orang-orang percaya justru diikat oleh satu iman.3. Sementara fungsi preventip akan lebih diarahkan kepada masyarakat yang belum terinfeksi virus HIV terutama bagi mereka yang berpeluang besar akan terserang dilihat dari segi tingkahlakunya misalnya para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dan para pelaku seks bebas. Rasa saling percaya akan memotivasi para penderita untuk lebih terbuka dan jujur dan pada akhirnya melalui pastoral konseling. gereja maupun para konselor akan mampu membangun “sharing” dan berdiskusi secara “konfidensial” artinya konselor tidak memberitahukan rahasia pembicaraan tanpa seizin ODHA/OHIDA. Untuk itu.4. bahkan sebagai tenaga konselor yang didampingi oleh . marturia. Kasih merupakan satusatunya bukti nyata dari realisasi iman dan pengharapan. satu pengharapan dan satu kasih (I Kor 13:13). 3. Oleh karena itu. pemahaman bahwa konselor adalah setara dengan ODHA/OHIDA amatlah penting. para penderita akan menjadi mitra gereja dalam penanganan HIV/AIDS. Gereja sebagai tubuh Kristus telah hadir di tengahtengah dunia ini untuk melaksanakan tri tugas panggilannya yaitu koinonia. Gereja juga perlu mendirikan semacam wadah dimana ODHA/OHIDA dapat dilayani lebih intensif. mereka benarbenar dapat merasakan kedamaian sampai pada akhirnya mereka terlepas dari belenggu rasa malu dan minder. Disanalah mereka akan dilayani secara pastoral konseling untuk memulihkan mental dan spiritual yang lebih kuat. Untuk itu. dan diakonia.

Demikian juga ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahi Taurat datang kepada Yesus sambil membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah.6. Untuk itu. Semua bangsa. Tentu saja butuh waktu yang relatif lama.5. Kita tahu bahwa HIV/AIDS lebih banyak ditimbulkan oleh tindakan kejahatan seperti kejahatan seksual dan penggunaan narkoba melalui jaruum suntik. sangatlah penting dihayati bahwa kasih itu sabar. Rasul Paulus telah menjabarkan buah-buah kasih itu secara panjang lebar dalam 1 Kor 13:4-8a. melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17). tidak mudah putus asa. kaum ibu dll) melalui ibadah. seluruh dunia. Gereja sedapat mungkin harus membenci bahkan menghempang penularan HIV/AIDS namun tidak boleh membenci ODHA/OHIDA. Seorang dokter tidak pernah berniat membunuh orang sakit tetapi justru ingin mematikan penyakit agar si penderita memperoleh kesembuhan.adalah kasih. kasih. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib. Tindakan preventip dapat dilakukan selualuasnya baik melalui pembinaan terhadap warga gereja (pemuda. Mereka merupakan korban pertama dari kejahatan dan virus HIV. mereka memperdebatkan hukum Musa kepada Yesus bahwa orang yang demikian harus dilempari dengan batu. dimana ODHA/OHIDA turut di dalamnya pada akhirnya menjadi landasan pendaratan Firman Tuhan. budaya bahkan agama yang berbeda. khotbah. Murah hati merupakan penampakan kasih dari konselor yang bersedia memberikan pelayanan . Aku datang bukan untuk memanggil orang benar. Dia harus dengan sabar membongkar latarbelakang penularan virus HIV kepada para korban. selebaran dll. Seorang konselor yang benarbenar dilandasi oleh kasih harus menunjukkan sikap sabar. “Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa. Sebagai landasan pastoral gereja. Sebagaimana seorang dokter harus mampu memisahkan penyakit dari orang sakit. tetapi orang sakit. 3. karena penderita harus diyakinkan terlebih dahullu sehingga ia tidak merasa malu untuk mengungkapkannya. Hal ini dikatakan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat dan golongan Farisi yang eksklusive melihat Yesus sedang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. dimana orang jahat sebenarnya tidak identik dengan kejahatan. seorang dokter mutlak mengasihi orang sakit sekigus membenci penyakit yang mengakibatkan penderitaan itu sendiri. pengharapan. Yesus berkata. kasih itu tidak berkesudahan. sikap primordialisme dan nepotisme tidak dibutuhkan dalam proses pelayanan pastoral terhadap ODHA/OHIDA. Dengan jelas Yesus mau menghancurkan tembok pemisah antara kaum elitis Yahudi yang cenderung membenarkan diri dengan masyarakat jelata yang sering disalahkan dan dihakimi. Kasih sebagai landasan pastoral Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa yang paling besar dari ketiga hal utama-iman. murah hati. etnis.pelayan gereja dalam rangka tindakan preventip maupun protektip. Mereka berhak memperoleh perlakuan secara manusiawi. 3. Karena itu. tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. kaum bapa. Namun Gereja harus mampu membedakan dan memisahkan kejahatan dari orang jahat. Perlunya sikap inklusivisme dan universalisme Yesus pernah berkata. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). tidak memegahkan diri. ODHA/OHIDA tidak boleh dipisahkan atau dibedabedakan hanya karena latarbelakang bangsa. Demikian juga ODHA/OHIDA harus diperlakukan setara dengan manusia yang lain.

Tetapi mereka harus diberdayakan untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik bahkan menjadi mitra gereja untuk menghempang penyebaran virus HIV/AIDS. Kiranya gereja juga memberdayakan para pelayannya maupun warganya untuk tidak hanya menjalankan pelayanan internal tetapi juga menjalankan pelayanan kepada yang lain (Paul Knitter. Dimana kesalahan mereka tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyalahkan dan menghakimi. (Penulis:Pdt. Inklusivitas pelayanan gereja seperti ini merupakan suatu rekonstruksi pelayanan Yesus pada dunia masa kini sebagai salah satu bagian kecil dari perwujudan visi sang Raja Gereja yakni keselamatan dunia. Dpk Rakom Diakoni FM) • • • • • • • • • • Artikel dibaca 514x [0] komentar 1 2 3 4 5 . semua manusia telah berdosa dan harus diselamatkan. Selain itu pelayananan sebagaimana telah diuraikan di atas juga adalah pelayanan yang diterima dari Tuhan Raja Gereja yang tidak hanya mementingkan bentuk-bentuk pelayanan formal dan rutin. waktu dan pikiran untuk selalu setia mendampingi penderita di dalam pergumulan hidupnya. Sikap marah terhadap ODHA/OHIDA karena perbuatannya tidak akan menolong mereka. S. Gereja dan konselor harus merevitalisasi peranan kasih sehingga gereja dan konselor tidak akan pernah merasa jenuh dan bosan. E. Namun karena kelemahan manusia itu atas godaan sang iblis. Oleh karena itu. Sebaliknya justru harus merendahkan diri dan menghayati bahwa setiap manusia mempunyai standard yang sama di hadapan Tuhan sebagaimana dalam teologia penciptaan dimana bahwa manusia itu ialah “imago dei”. ODHA/OHIDA. Sikap tidak menyimpan kesalahan orang lain amatlah penting dalam pelayanan pastoral konseling ini. Pihak Gereja atau konselor tidak berhak membenarkan diri sebagai orang kudus sekaligus menghakimi penderita HIV/AIDS sebagai orang-orang berdosa dan jahat. Siahaan. Kasih itu tidak berkesudahan adalah dasar yang paling utama sebagaimana kasih Allah juga tidak pernah berkesudahan.Th. Untuk itu Gereja harus berusaha menumbuhkan sikap percaya diri bahwa mereka dapat diterima di tengahtengah gereja dan masyarakat sebagai orang yang patut dilayani secara wajar. semua manusia telah jatuh ke dalam dosa tanpa terkecuali. Tentu saja murah hati tidak boleh diukur dari pemberian material tetapi diukur dari kerelaan untuk mengorbankan tenaga.Penutup Reposisi dan revitalisasi peranan gereja adalah hal yang sangat mendesak melihat permasalahan sosil disekitarnya yang semakin rumit yang disadari atau tidak asti punya dampak destruktif kepada kehidupan gereja itu sendiri.dengan segenap hati dan hidupnya.R. Tidak memegahkan diri berarti gereja maupun konselor tidak menempatkan diri lebih tinggi dari para penderita HIV/AIDS. Kemudian sikap tidak pemarah tidak terpisahkan dari tidak memegahkan diri. Satu Bumi Banyak Agama) yakni yang lain yang religius dan yang lain yang menderita khususnya saudara-saudara kita yang kekasih. 4. tetapi selalu segar dalam pelayanan pastoral kepada ODHA/OHIDA sekalipun pelayanan tersebut bukan tanpa masalah. tetapi justru akan menjerumuskan mereka kepada kehidupan yang lebih isolatif (lebih suka mengurung dirisendiri).

tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Bermain atau Ngamen… ? Artikel: 24 May 10 15:07 WIB Yogyakarta \ Indie Radio Dunia Broadcast Rakom Perlu Mempertimbangkan Sound Card yang Berkualitas Bagus tapi Ekonomis Artikel: 5 May 10 11:41 WIB Aceh \ Genta FM Derita Lumpuh Nuraini Nama þÿ Asal Kota þÿ Email þÿ Komentar Kode Keamanan* þÿ Kirim Wajib di isi [may not leaved blank] Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi. Pengelola berhak mengubah/menghapus katakata yang berbau pelecehan. . intimidasi.• • • • • • Formulir Komentar Tulisan Terkait Artikel: 31 May 10 22:00 WIB Bandung \ Roni Vikers Ketika Mereka Menentukan Antara Sekolah.

agama.bertendensi suku. Tetapi Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 Rekrutmen CPNS. Klaten dan Yogyakarta memanfaatkan fasilitas grup di situs jejaring Berita > Magelang > Muhammad A. megusulkan sebanyak 4 unit SD Filial yang ada di kecamatan bayan untuk dirubah Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 RPJMD KLU 2010-2015. dan antar golongan • • Terbaru Terpopuler 19:0 Bertani Melon Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi 9 Oleh: Adam Gita Swara Mungkin sebagian besar masyarakat menilai kalau bertani melon adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu yang banyak dan rentan dengan penyakit. KLU Tetapakan UI sebagai Penyelengara 5 Lombok Utara. Boyolali. Tim Jaringan Informasi Lintas Merapi (Jalin Merapi) yang tersebar di beberapa titik di Magelang.Guna memberikan pemahaman kepada stake holder Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 06:2 Keakraban Tim Jalin Merapi Magelang 7 K FM Magelang – Dinginnya pagi suasana di gunung merapi Magelang sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat sini. Aktifitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Suara Komunitas – Setelah beberapa waktu lalu pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum memastikan penyelenggra atau pelaksana rekrutmen penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 UPTD Dikbudpora KLU Usulkan 4 SD Filial Difinitif 3 Lombok Utara. Jalin Merapi Informasikan Kondisi 9 Pengungsi MAGELANG.Kesehatan dan Infrastruktur jadi 3 Prioritas Lombok Utara. ras. Suara Komunitas – Unit Pelaksana Tehnis Dinas Pendidikan kebudayaan Pemuda dan Olah raga KLU. akan tetapi bagaimana para relawan JMM? Keaktifan gunung Artikel > Magelang > K FM 00:1 Manfaatkan Situs Jejaring Sosial.Rofiq 22:1 Jalin Merapi Swadaya Mendirikan Posko 5 MAGELANG. belum menunjukkan . Sektor pendidikan. Suara Komunitas .

Guna memberikan pemahaman kepada stake holder dan masyarakat. karenanya perlu diberikan pendidikan sejak dini. sekaligus sebagai upaya konsolidasi dan integrasi perencanaan pembamgunan daerah Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM Berita Foto . sehingga menjadi anak. Hal ini ditandai dengan masih terjadinya Berita > Magelang > Muhammad A. Suara Komunitas . bukan saja berguna untuk agamanya. Kesehatan dan Infrastruktur Jadi Prioritas 4 Lombok Utara.penurunnya. dan bencana gempa bumi yang Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM 19:1 Pendidikan Anak Harus Dilakukan Sejak Dini 0 Lombok Utara. Suara Komunitas – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas nasional terhadap korban jiwa akibat meletusnya gunung merapi. Suara Komunitas .Rofiq 19:2 Sholat Ghaib dan Doa Bersama untuk Korban Bencana 1 Lombok Utara. tapi juga Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM 19:0 Sektor Pendidikan. jawa tengah.Anak merupakan amanah dari Allah.

... Beliau memiliki pengalaman pelayanan yang matang baik di dalam maupun di luar negeri yang turut memampukan beliau dalam pelayanan masa kini sekaligus juga mempersiapkan pelayanan untuk kepentingan masa depan. Sth.189820 seconds... [+-->] • • • • • • • • • • • 10 Komentar Terbaru cut feby berkata : ass mav pak saya ingin . Rahmad suryadi berkata : saya pernah punya teman .dan . Kiranya tidak berlebihan apabila penulis juga telah menyaksian bahwa jubilaris adalah salah satu pendeta senior yang selalu punya keinginan untuk menghancurkan tembok pemisah yang sering membatasi komunikasi ...Rekrutmen CPNS... ali erfan berkata : selain pisang mang ga . hary gatho berkata : ingin gabung ma pemuda . KLU Tetapakan UI sebagai Penyelengara oleh: Gita Swara FM... Penulis mengenal jubilaris sebagai sosok pelayan yang memiliki pola pikir produktip dan progressif.. W.. Mujibur rahman berkata : Semoga bermanfaat. suswono berkata : Direktur Manajemen Tangkolo . Peranan Gereja Yang Diakonal Dan Penanganan HIV/ Aids Diakoni FM Pengantar Selamat ulang tahun ke 25 kependetaan bapak Pdt... • • • • • Siapa Kami Peta Umpan Balik Tanya-Jawab © SuaraKomunitas 2010 Statistik pengunjung: online 6 Script timer: 0. cah ncomal berkata : disidokare emangnya ada . Prie berkata : Keinginan tak selamanya ..P. rokhim berkata : saya sangat setuju adanya ... rifson berkata : mudahan jaringan ini . Penulis turut merasakan kebahagiaan jubilaris dan mensyukuri segala berkat Tuhan yang beliau terima selama kurun waktu 25 tahun silam dalam proses pelayanan Gereja Tuhan. Tampubolon...

Dalam hal ini. Melihat betapa luasnya cakupan pelayanan diakonia. . Dari berbagai bentuk pelayanan diakonia saat ini dikenal (karitatif. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi pembaca. 1. Ketiga tugas ini punya korelasi interdependensi antara yang satu dengan yang lain. merupakan pelayanan pewartaan kerajaan Allah melalui Injil sebagai khabar keselamatan yang diberitakan ke dalam persekutuan secara sentripetal maupun ke luar persekutuan itu secara sentripugal. Koinonia sebagai persekutuan akan hidup survive. Secara jujur harus diakui. Hal ini dapat dikatakan karena diakonia sendiri adalah pelayanan. jubilaris menurut penulis punya kemampuan membangun hubungan kerja sama yang leih harmonis dengan juniornya karena keakraban dan komunikasi beliau tidak terlalu formal. Pendahuluan Koinonia.jika terjadi saling melayani di tengahtengah persekutuan itu. dalam hal ini melalui khotbah. sosial politik. jubilaris tidak jarang melakukan pendekatan kultural kepada rekan sekerjanya yakni sistim kekerabatan ‘dalihan na tolu’. Bentuk pelayanan transformatif merupakan bentuk pelayanan jangka panjang dengan mengesampingkan sikap ketergantungan dari orang yang dilayani kepada pelayan sekaligus konsisten dengan pemandirian orang yang dilayani. sermon dan lain-lain. marturia dan diakonia merupakan tri tugas panggilan gereja yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. kiranya jubilaris tetap teguh dan kokoh serta lebih energik untuk menunaikan tugas dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan. walau dalam waktu yang sangat singkat. Demikian juga halnya marturia. Dari keramahan dan keluwesan beliau bergaul dengan para pelayan muda maka tidak salah apabila dikatakan bahwa beliau sangat konsisten untuk membangun kerjasama yang baik dengan para pelayan yang lebih muda. Akan tetapi. dengan senang hati dan rasa syukur kepad Tuhan. ketika para pelayan senior mau mendekatkan diri bahkan menyesuaikan diri kepada pelayan muda saat itu para pelayan muda semakin kurang menghargai seniornya sebagaimana layaknya. Dan diakonia itu menjdai tindakan nyata sebagai pengimplementasian dari pewartaan Injil melalui berbagai aksi sosial. Dalam rangka memeriahkan 25 tahun kependetaan sang Jubilaris. reformatif dan transformatif). ekonomi dan budaya. Oleh karena itu. Semoga ke depan. juga tidak dapat dipungkiri banyak pelayan junior yang menghormati seniornya justru mendapat perlakuan kurang wajar. “ molo hupasobok diringku tu hamu unang ma nian rajumi hamu sarupa hamu dohot ahu”. Penulis membahas peranan gereja yang diakonal dengan bentuk pelayanan transformatif dengan tindakan preventif dan protektif baik melalui pelayanan pastoral maupun juru kampanye. penulis membatasi tulisan ini khusus melihat PERANAN GEREJA YANG DIAKONAL DALAM PENANGANAN HIV/AIDS dengan mengingat HIV/AIDS sudah merupakan permasalahan dunia dan butuh penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. dalam usia yang lebih lanjut. PA. penulis menyumbangkan tulisan ini. penulis selalu ingat dengan kalimat singkat yang pernah beliau utarakan dalam bahasa Batak kepada penulis dan rekan pelayan muda lainnya. Namun. pelayanan diakonia sebenarnya sangatlah luas dan didalamnya terdapat beberapa metode pelayanan diakonia yang bervariasi. Di samping itu.antara pelayan senior dan junior.

penting dan punya makna khusus dalam karya penyelamatan Yesus sendiri. Komite HIV/AIDS yang telah dibentuk HKBP merupakan langkah positip dan konstruktip untuk melakukan penanganan terhadap HIV/AIDS.Bentuk pelayanan seperti ini juga tidak menempatkan orang yang dilayani sebagai objek melainkan memposisikannya sebagai mitra kerja. Hal ini menunjukkan kata ‘deacon’ itu merupakan kata yang sangat populer. . Namun kita masih merasakan adanya sikap kekakuan bahkan kepasifan daripada Gereja untuk terlibat langsung dalam penanganan HIV/AIDS. hamba. pelayanan dan melayani. Kata ’deacon’ ditemukan sebanyak seratus kali dalm kitab Perjanjian Baru. sudah waktunya Gereja membuka mata dan secara aktip membangun pelayanan diakonal dalam penanganan HIV/AIDS. Demikianlah ODHA/OHIDA (Orang Dengan HIV/AIDS atau Orang Dengan AIDS) pada akhirnya mampu melayani bersama gereja atau di dalam gereja untuk melakukan pelayanan preventif maupun protektif kepada yang belum terinfeksi virus HIV maupun yang sudah. Istilah diakonia adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang diterima dan diakui sebagai bahasa asli kitab Perjanjian Baru. Untuk itu. Itu sebabnya penulis membatasi pembahasan landasan teologia diakonia hanya pada kitab Perjanjian Baru. Gereja dirasa perlu bahkan sudah mendesak untuk segera memberdayakan warga dan pelayan untuk peka dan proaktip menangani masalah kemanusiaan tersebut. belum sampai pada tingkat psikomotoris. Di samping lembaga pemerintah maupun rumah sakit. melainkan telah jadi masalah kemanusiaan di seluruh dunia. Lebih berbahaya lagi perkembangannya ibarat belut dalam lumpur. bahkan sudah jadi sebuah epidemi yang pertumbuhannya sangat pesat ibarat sarang labalaba. Gereja cenderung menyuarakan penanganan HIV/AIDS dalam tingkat oral pada berbagai seminar maupun rapat yang diadakan namun belum sampai kepada aksi nyata. Namun sebagaimana telah ditegaskan bahwa HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama dari setiap lapisan warga gereja maupun masyarakat. sangat sulit dideteksi. Membangun Gereja yang Diakonal). ‘deacon’ itu merupakan hamba. Secara etimologi. Gereja telah menyuarakan bahaya HIV/AIDS. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan saja. Bahkan sebelum zaman Perjanjian Baru juga dalam dunia Hellenistik tahun 330-37 BC. selama ini berbagai LSM sudah berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS. Memberdayakan orang yang dilayani bukan saja untuk mampu melepaskan diri dari permasalahan yang ia hadapi tetapi lebih dari itu. walaupun harus diakui ada beberapa kata dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani diterjemahkan dengan istilahistilah yang berhubungan dengan diakonia sebagaimana ditemukan dalam kitab Septuaginta (Alf Obtestadt. Pada dasarnya. istilah hamba sudah dikenal sebagai pelayan dalam kegiatan kultus di tempat ibadah orang-orang Yunani. semua pihak sangat diharapkan turut berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengatasinya. namun barangkali masih pada tingkat kognitif atau mungkin afektif. Untuk itu. Diakonia dalam Perjanjian Baru Ada dua kata yang perlu dibahas dalam Kitab Perjanjian Baru berkaitan dengan istilah ‘diakonia’ yakni: Pelayan. diakonia berasal dari kata ‘deacon’ yang diterjemahkan menjadi pelayan. 2. Namun sebelumnya perlu dipahami dasar-dasar teologi diakonia yang menjadi landasan pelayanan gereja terhadap ODHA dan OHIDA. Oleh karena itu. pada akhirnya mampu melayani orang lain.

Pelayanan para rasul dan para pelayan lainnya merupakan pelayanan yang diterima dari Tuhan maupun yang diterima melalui gereja sehingga ‘harus dijalankan sepenuhnya’ (Kol 4:17. Itu berarti bahwa pemberitaan injil oleh Paulus yang dapat dikategorikan ke dalam istilah ‘marturia’ merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari diakonia karena orang yang memberitakan Injil juga adalah pelayan. . Walaupun demikian istilah ‘diaconos’ juga dipergunakan untuk suatu jabatan gerejawi (Flp 1:1) dimana selain penilik jemaat juga ada diaken. dimana pada saat itu ada dari antara muridNya bertengkar memperdebatkan siapa dari antara mereka yang terbesar. “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani. Dalam pemahaman seperti itulah Yesus berkata.Dari kata ‘deacon’ kita mengenal istilah ‘diaconos’ yakni pelayan. Paulus sebagai pemberita Injil juga menyebut diri dan rekannya Epafras sebagai pelayan (Kol 1:7. Demikian juga halnya ketika Yesus makan bersama dengan para muridNya. 1Tim 3:8ff).1. Pelayanan yang lebih agung dan mulia mengacu kepada pelayanan Kristus (Ibr 8:6). Itu makanya Kristus menekankan pelayanan kepada orang lain terutama kepada orang-orang yang paling hina karena pelayanan seperti itu adalah pelayanan kapada Dia. Disamping itu pelayanan bukan hanya karena jabatan tetapi karena karunia Roh (Rom 12:7).25). Selanjutnya Rasul Paulus memberikan persyaratan untuk menjadi diaken (1 Tim 3:8ff) yang intinya bahwa rahasia iman harus tetap tersimpan dan terpelihara di dalam hati. Rom 12:7. istilah yang lama itu juga sangat menakutkan ODHA dan OHIDA sekaligus mendukung mereka pada sikap pesimistik dan keputusasaan. Itu makanya Rasul Paulus menekankan pentingnya pelayanan yang berkualitas di dalam kasih kepada sesama seiman (Gal 6:10). Pelayanan Yesus sekaligus menyempurnakan pelayanan para nabi dimana pelayanan itu adalah penyangkalan diri sehingga pelayanan itu adalah untuk orang lain. Lebih luas lagi bahwa pelayanan itu merupakan tugas dan danggungjawab imamat am orang-orang percaya (1Pet 2:9) sehingga dalam implementasinya perlu pemberdayaan warga jemaat untuk saling melayani dan untuk melayani orang lain di luar jemaat itu sendiri karena sasaran pelayanan itu adalah masyarakat universal (Roma 15:16). Melayani sesama orang-orang percaya merupakan titik berangkat untuk melayani masyarakat yang lebih luas. Pelayanan itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri maupun keluarga sebagai lembaga terkecil di tengahtengah masyarakat. Pelayanan. Itu artinya bahwa segala tugas pelayanan para diaken tidak boleh dilakukan tanpa iman yang benar. ODHA/OHIDA Istilah ODHA/OHIDA ini disosialisasikan sebagai pengganti istilah diskriminatif yang selama ini dipergunakan yakni penderita HIV/AIDS. Melakukan pelayanan terhadap orang lain itu berarti melakukan pelayanan kepada Kriatus sendiri (Mat 25:44). Dasar pemahaman pelaksanaan pelayanan Gereja terhadap ODHA/OHIDA 3. 3. Yesus selanjutnya menyebutkan bahwa diriNya sendirilah pelayan itu (Luk 22:26f).23. melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45). Dengan demikian diakonia juta merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari koinonia. Hal ini dikatakan oleh Yesus dalam konteks makan bersama yang didasari oleh persekutuan atau koinonia yang di dalamnya terjadi proses saling melayani. Yesus justru menegaskan bahwa yang terbesar adalah pelayan. Disamping itu.

Disamping itu.2. Dari sekian banyak pelayanan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. Mzm 103:3) dan penyembuhan orang sakit bukan karena dosanya maupun orang tuanya (Yoh 9:2-3). Dalam hal ini Yesus berkata. Untuk itu. Gereja adalah tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang percaya Rasul Paulus telah menggambarkan orang-orang percaya dengan adanya satu tubuh sebagai wadah persekutuan para anggota dengan fungsi yang berbedabeda (I Kor 12:12-26. Padahal HIV itu adalah virus yang sangat sulit dideteksi karena belum menunjukkan geala penyakit. Kumpulan gejala penyakit tersebut bukanlah yang diturunkan atau penyakit keturunan melainkan diperoleh. Kasih merupakan satusatunya bukti nyata dari . Kemajemukan orang-orang percaya justru diikat oleh satu iman.Human Immunodeficiency Syndrome (HIV) merupakan virus yang yang melemahkan bahkan menghilangkan sistim kekebalan tubuh manusia. Sangat menarik bahwa Yesus bersedia menyembuhkan orang sakit walaupun penyakit itu adalah akibat dosa yang diperbuat. mengasihi bahkan menjadikan mereka sebagai mitra kerja? Alkitab adalah landasan pemahaman teologis dan pelayanan diakonal. satu pengharapan dan satu kasih (I Kor 13:13). Yesus tidak mengadakan stigmatisasi dan diskriminasi walaupun hal itu bisa terjadi di tengahtengah masyarakat Yahudi pada waktu itu. sementara itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya sistim kekebalan tubuh. Barulah ketika HIV sampai kepada AIDS maka virus dapat terdeteksi. Setiap orang percaya yang mempunyai latarbelakang. namun yang paling besar di antaranya ialah kasih. melainkan untuk orang berdosa” (Mrk 2:17). ada dua hal yang menarik ditelusuri berkaitan dengan topik ini. 3. ODHA/OHIDA hendaknya menjadi bagian yang integral dari keseluruhan pelayanan diakonal gereja pada masa kini dn yang akan datang. Inilah yang menjadi dasar masyarakat umum untuk cenderung mmbenci dan mendiskreditkan ODHA/OHIDA itu sehingga terjadi stigmatisasi dan diskriminasi. apakah ODHA dan OHIDA itu masih harus dibenci karena ada anggapan bahwa penyakit yang diderita adalah akibat tindakan amoral? Ataukah satusatunya jalan adalah merangkul. Oleh karena itu. Rom 12:4 —8). Itu makanya tidak jarang mereka justru mengucilkan orang sakit terutama orang yang berpenyakit kusta. Dimana menurut pemahaman Yudaisme penyakit adalah salah satu konsekwensi logis dari pada dosa. Sikap seperti ini bukannya mampu meselesaikan permasalahan yang sedang mengglobal ini malah justru turut mempercepat merebaknya HIV/AIDS ke manamana. Yesus dan Orang sakit dalam Perjanjian Baru. yaitu penyembuhan orang sakit karena dosanya (Yoh 5:14. memang tidak dapat disangkal bahwa banyak gejala penyakit tersebut diperoleh akibat kesalahan sendiri atau karena kebejatan moral. Bagi Yesus. secara organisma adalah tubuh Kristus (I Kor 12:27). Hal ini ia katakan dimana orangorang Yahudi secara khusus kaum elitis di dalamnya mengklaim dirinya sebagai orang orang yang benar karena melaksanakan hukum taurat disisi lain menghakimi para pemungut cukai sebagai orang-orang berdosa. banyak orang yang tidak bersedia memeriksakan diri karena takut apabila terdeteksi mereka akan didiskriminasi dan distigmatisasi. Hal ini diakibatkan oleh rasa keputusasaan para ODHA/OHIDA yang semakin tertutup dan tidak turut membantu penanganan HIV/AIDS. tidak ada orang yang tidak berdosa. Pernyataan Yesus ini perlu direvitalisasi dalam kehidupan gereja sekaligus ditransformasikan dalam kehidupan masa kini terutama dalam pelayanan ODHA/OHIDA yang selama ini sering didiskriminasikan. pola pikir dan pergumulan yang berbeda. 3. bnd Mrk 2:1-12.3. Sering mnurut mereka bahwa orang sakit adalah orang berdosa. “Aku datang bukan untuk orang benar.

Lambang-lambang HIV/AIDS seperti tengkorak yang sangat menakutkan dan menggambarkan maut sangatlah kurang baik karena berpengaruh negatip terhadap kejiwaan si pederita. perlu disosialisasikan seluasluasnya kepada masyarakat bahwa ODHA/OHIDA adalah sesama manusia yan membutuhkan perlakuan yang wajar sebagaimana masyarakat lainnya. Gereja juga perlu mendirikan semacam wadah dimana ODHA/OHIDA dapat dilayani lebih intensif. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar. Dalam wadah tersebut. pemahaman bahwa konselor adalah setara dengan ODHA/OHIDA amatlah penting. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib. Disanalah mereka akan dilayani secara pastoral konseling untuk memulihkan mental dan spiritual yang lebih kuat. Fungsi protektip dan preventip gereja Fungsi protektip dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah terlanjur ODHA/OHIDA. mereka memperdebatkan hukum Musa kepada . Untuk itu. tetapi orang sakit. Tindakan preventip dapat dilakukan selualuasnya baik melalui pembinaan terhadap warga gereja (pemuda. 3. idealnya setiap anggota tubuh harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang latarbelakang denominasi maupun organisasi demi keutuhan tubuh yang satu itu yakni gereja yang esa sebagai tubuh Kristus. Gereja diharapkan untuk melaksanakan ketiga tugas ini dalam penanganan HIV/AIDS. Untuk itu. Sementara fungsi preventip akan lebih diarahkan kepada masyarakat yang belum terinfeksi virus HIV terutama bagi mereka yang berpeluang besar akan terserang dilihat dari segi tingkahlakunya misalnya para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dan para pelaku seks bebas. 3. kaum ibu dll) melalui ibadah. mereka benarbenar dapat merasakan kedamaian sampai pada akhirnya mereka terlepas dari belenggu rasa malu dan minder. Perlunya sikap inklusivisme dan universalisme Yesus pernah berkata. para penderita akan menjadi mitra gereja dalam penanganan HIV/AIDS. dimana gereja harus membangun suatu prsekutuan kasih. gereja maupun para konselor akan mampu membangun “sharing” dan berdiskusi secara “konfidensial” artinya konselor tidak memberitahukan rahasia pembicaraan tanpa seizin ODHA/OHIDA. Demikian juga ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahi Taurat datang kepada Yesus sambil membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah. Mereka harus dilindungi dari serangan dan hujatan masyarakat. Rasa kebersamaan atau “partnership” akan memperkuat rasa saling mempercayai antara kedua belah pihak. selebaran dll. Dengan demiikian. Gereja sebagai tubuh Kristus telah hadir di tengahtengah dunia ini untuk melaksanakan tri tugas panggilannya yaitu koinonia. Untuk itu Gereja punya posisi dan peranan yang sangat strategis untuk turut ambil bagian dalam penanganan masalah HIV/AIDS. Melalui sosialisasi itu diharapkan kesediaan masyarakat dapat menerima ODHA/OHIDA sebagaimana para penderita penyakit lainnya. Di samping itu. Hal ini dikatakan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat dan golongan Farisi yang eksklusive melihat Yesus sedang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa.realisasi iman dan pengharapan.4. Untuk itu. dan diakonia. efektif dan efisien. ODHA/OHIDA perlu diberdayakan menjadi juru kampanye. bahkan sebagai tenaga konselor yang didampingi oleh pelayan gereja dalam rangka tindakan preventip maupun protektip. khotbah. kaum bapa. Oleh karena itu. melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17). Rasa saling percaya akan memotivasi para penderita untuk lebih terbuka dan jujur dan pada akhirnya melalui pastoral konseling. mewartakan kasih dan melayankan kasih kepada ODHA/OHIDA.5. marturia. ODHA/OHIDA merupakan mitra kerja gereja yang sangat efektip untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus HIv.

Namun Gereja harus mampu membedakan dan memisahkan kejahatan dari orang jahat. Tentu saja murah hati tidak boleh diukur dari pemberian material tetapi diukur dari kerelaan untuk mengorbankan tenaga. Karena itu. Rasul Paulus telah menjabarkan buah-buah kasih itu secara panjang lebar dalam 1 Kor 13:4-8a. Tentu saja butuh waktu yang relatif lama. “Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa.6. Pihak Gereja atau konselor tidak berhak membenarkan diri sebagai orang kudus sekaligus menghakimi penderita HIV/AIDS sebagai orang-orang berdosa dan jahat. Sebagai landasan pastoral gereja. sangatlah penting dihayati bahwa kasih itu sabar. Semua bangsa. seluruh dunia.adalah kasih. kasih. pengharapan. Kemudian sikap tidak pemarah tidak . dimana orang jahat sebenarnya tidak identik dengan kejahatan.Yesus bahwa orang yang demikian harus dilempari dengan batu. Gereja sedapat mungkin harus membenci bahkan menghempang penularan HIV/AIDS namun tidak boleh membenci ODHA/OHIDA. semua manusia telah jatuh ke dalam dosa tanpa terkecuali. sikap primordialisme dan nepotisme tidak dibutuhkan dalam proses pelayanan pastoral terhadap ODHA/OHIDA. etnis. karena penderita harus diyakinkan terlebih dahullu sehingga ia tidak merasa malu untuk mengungkapkannya. murah hati. Untuk itu. Sebaliknya justru harus merendahkan diri dan menghayati bahwa setiap manusia mempunyai standard yang sama di hadapan Tuhan sebagaimana dalam teologia penciptaan dimana bahwa manusia itu ialah “imago dei”. Oleh karena itu. kasih itu tidak berkesudahan. tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. dimana ODHA/OHIDA turut di dalamnya pada akhirnya menjadi landasan pendaratan Firman Tuhan. ODHA/OHIDA tidak boleh dipisahkan atau dibedabedakan hanya karena latarbelakang bangsa. Seorang dokter tidak pernah berniat membunuh orang sakit tetapi justru ingin mematikan penyakit agar si penderita memperoleh kesembuhan. tidak memegahkan diri. Mereka merupakan korban pertama dari kejahatan dan virus HIV. tidak mudah putus asa. Dengan jelas Yesus mau menghancurkan tembok pemisah antara kaum elitis Yahudi yang cenderung membenarkan diri dengan masyarakat jelata yang sering disalahkan dan dihakimi. Kasih sebagai landasan pastoral Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa yang paling besar dari ketiga hal utama-iman. 3. Mereka berhak memperoleh perlakuan secara manusiawi. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). Dia harus dengan sabar membongkar latarbelakang penularan virus HIV kepada para korban. waktu dan pikiran untuk selalu setia mendampingi penderita di dalam pergumulan hidupnya. Murah hati merupakan penampakan kasih dari konselor yang bersedia memberikan pelayanan dengan segenap hati dan hidupnya. Sebagaimana seorang dokter harus mampu memisahkan penyakit dari orang sakit. Kita tahu bahwa HIV/AIDS lebih banyak ditimbulkan oleh tindakan kejahatan seperti kejahatan seksual dan penggunaan narkoba melalui jaruum suntik. Seorang konselor yang benarbenar dilandasi oleh kasih harus menunjukkan sikap sabar. seorang dokter mutlak mengasihi orang sakit sekigus membenci penyakit yang mengakibatkan penderitaan itu sendiri. Demikian juga ODHA/OHIDA harus diperlakukan setara dengan manusia yang lain. semua manusia telah berdosa dan harus diselamatkan. Yesus berkata. Tidak memegahkan diri berarti gereja maupun konselor tidak menempatkan diri lebih tinggi dari para penderita HIV/AIDS. Namun karena kelemahan manusia itu atas godaan sang iblis. budaya bahkan agama yang berbeda.

then Islam's claim is false. Selain itu pelayananan sebagaimana telah diuraikan di atas juga adalah pelayanan yang diterima dari Tuhan Raja Gereja yang tidak hanya mementingkan bentuk-bentuk pelayanan formal dan rutin. Siahaan. Robert Morey yang beredar bahkan dianut belakangan ini di kalangan tertentu di Indonesia: "Islam claims that Allah is the same God who was revealed in the Bible. Dpk Rakom Diakoni FM) Allah islam = Allah kristen ? Saudara/i ykk. Banyak pertanyaan diajukan mengenai 'Apakah Allah Islam sama dengan Allah Kristen?' dan argumentasi yang banyak dikemukakan adalah bahwa 'Allah Islam tidak sama dengan Allah Kristen' alasannya 'Karena ajaran keduanya berbeda!'. Inklusivitas pelayanan gereja seperti ini merupakan suatu rekonstruksi pelayanan Yesus pada dunia masa kini sebagai salah satu bagian kecil dari perwujudan visi sang Raja Gereja yakni keselamatan dunia. h. S. This logically implies in the positive sense that the concept of God set forth in the Quran will correspond in all points to the concept of God found in the Bible. Dari dasar berfikir atau asumsi ini. Pandangan ini tercermin dalam buku Dr. tetapi selalu segar dalam pelayanan pastoral kepada ODHA/OHIDA sekalipun pelayanan tersebut bukan tanpa masalah. maka dihasilkan . (Penulis:Pdt. Kiranya gereja juga memberdayakan para pelayannya maupun warganya untuk tidak hanya menjalankan pelayanan internal tetapi juga menjalankan pelayanan kepada yang lain (Paul Knitter. 4. ODHA/OHIDA.57). Sikap tidak menyimpan kesalahan orang lain amatlah penting dalam pelayanan pastoral konseling ini.Th. Tetapi mereka harus diberdayakan untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik bahkan menjadi mitra gereja untuk menghempang penyebaran virus HIV/AIDS. Gereja dan konselor harus merevitalisasi peranan kasih sehingga gereja dan konselor tidak akan pernah merasa jenuh dan bosan.R. E. Dimana kesalahan mereka tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyalahkan dan menghakimi.Penutup Reposisi dan revitalisasi peranan gereja adalah hal yang sangat mendesak melihat permasalahan sosil disekitarnya yang semakin rumit yang disadari atau tidak asti punya dampak destruktif kepada kehidupan gereja itu sendiri. Kasih itu tidak berkesudahan adalah dasar yang paling utama sebagaimana kasih Allah juga tidak pernah berkesudahan." (Islamic Invasion. Definisi Morey ini memiliki kelemahan dasar berfikir yang fatal yang menganggap masalahmasalah teologi (ilmu sosial) bersifat eksakta dan mencampur adukkan pengertian soal 'identitas' dan 'opini' (meta basis). 1992. Harvest House Publishers. tetapi justru akan menjerumuskan mereka kepada kehidupan yang lebih isolatif (lebih suka mengurung dirisendiri). Satu Bumi Banyak Agama) yakni yang lain yang religius dan yang lain yang menderita khususnya saudara-saudara kita yang kekasih. Sikap marah terhadap ODHA/OHIDA karena perbuatannya tidak akan menolong mereka.terpisahkan dari tidak memegahkan diri. Untuk itu Gereja harus berusaha menumbuhkan sikap percaya diri bahwa mereka dapat diterima di tengahtengah gereja dan masyarakat sebagai orang yang patut dilayani secara wajar. This also implies in the negative sense that if the Bible and the Quran have differing views of God.

Kristen dan Islam mempercayai itu semua. namun mereka berbeda dalam kepercayaan akan wahyu mana yang dari El yang sama itu yang dipercayai.kesimpulan bahwa (1) Bila Allah Islam adalah Tuhan Kristen. Y'qub dan anak-anaknya. . Agama Yahudi. Agama Yahudi mempercayai wahyu yang dibukukan menjadi Alkitab Perjanjian Lama. namun banyak butir-butir lainnya yang tidak sama (jadi bukan semua sama atau semua tidak sama). Kristen (Alkitab Perjanjian Lama dan Baru). Al-Baqarah. Tafsir Quran Karim). maka klaim Islam adalah salah. Faktanya sekalipun Suhartonya sama konsep keduanya berbeda. dan juga sejarah bangsa dan bahasa Semit. namun sekalipun agama Kristen menerima hal ini. dan Yakub. Nuh. bila kita membandingkan agama Yahudi (Alkitab Perjanjian Lama). maka secara positif konsep keduanya mengenai Tuhan harusnya sama dalam setiap butirnya. dan apa-apa yang diturunkan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Ishaq. manusia dan segala isinya. Abraham. "Katakanlah: Kami telah beriman kepada Allah dan (kitab) yang diturunkan kepada kami dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrahim. Jawabannya perlu kita lihat dari Kitab Suci Islam (Al-Quran) maupun Kristen (Al-Kitab). dan Islam (Al-Quran). yaitu bahwa Suharto sebagai pribadi (oknum) dengan namanya dan konsep orang (ajaran atau aqidah) mengenai oknum yang sama itu. agama Kristen juga mengakui penggenapan dalam Tuhan Yesus Kristus yang wahyunya dibukukan dalam Perjanjian Baru padahal Yahudi menolak. Isma'il. sebaliknya secara negatif disebut bahwa (2) Bila Al-Quran dan Alkitab memiliki pandangan berbeda mengenai Tuhan. kita dapat mengetahui bahwa nama Tuhan 'El/Elohim' adalah pencipta langit dan bumi. Bagi para pengikut ORBA. Dan ia juga Tuhan yang menyatakan dirinya kepada Adam. Menurut definisi Morley. Mahmud Yunus. tiadalah kami perbedakan seorang juga di antara mereka itu dan kami patuh kepada Allah" (Al-Quran. padahal Suharto yang sama itu oleh para mahasiswa dianggap sebagai bapak pembangkrutan yang membawa kemiskinan karena KKN dan tiran yang membawa bangsa Indonesia kepada disintegrasi bangsa. Ishak. 2:136. Pandangan yang terlalu sederhana ini dengan mudah bisa digugurkan bila kita mengambil contoh soal 'Suharto' mantan presiden ORBA. kita dapat melihat bahwa ada butir-butir yang sama. maka konsep keduanya mengenai Suharto akan sama dalam setiap butirnya. (begitu juga kepada kitab) yang diturunkan kepada Musa dan 'Isa. bila Suharto yang dimaksudkan oleh para pengikut ORBA sama dengan Suharto yang di demo mahasiswa. Soal yang sama terjadi dalam hubungan dengan pertanyaan mengenai apakah 'Allah Islam sama dengan Tuhan Kristen?'. Bila kita melihat Alkitab PL. Suharto adalah bapak pembangunan yang membawa kesejahteraan dan mendatangkan kesatuan dan keamanan regional. Mengapa berbeda? Dan kalau berbeda apakah klaim mahasiswa mengenai Suharto salah? Di sini kita berhubungan dengan dua soal yang tidak bisa dicampur adukkan satu dengan lainnya. EL SEMIT Faktanya.

6:1-2)) sebagai Tuhan monotheisme yang transenden dengan hukum Taurat sebagai pedoman. Jadi. dan Adnan (keturunan Ismael anak Abraham). akibatnya mereka memandang Tuhan 'El' (yang sejak Musa diberi nama juga sebagai 'Yahweh' (Kel. maka kepercayaan kepada berita Al-Kitab terbatas hanya bila hal itu dikuatkan dalam Al-Quran. ini dijelaskan dalam buku-buku teologi Kristen maupun Ensiklopedia Islam bahwa setidaknya bangsa Arab mewarisi tiga jalur nenek moyang yang semuanya mengenal 'El Abraham' yaitu sebagai keturunan Sem. dari terang Alkitab (PL+PB) dan Al-Quran jelas terlihat bahwa sebagai oknum dengan namanya. sekalipun menerima kitab yang diterima Ibrahim." (G. Penggunaan sebagai sebutan juga muncul di Semit Barat Laut. 242-244). Ini terlihat jelas di Semit Timur.32. Dari sejarah ini kita dapat melihat bahwa 'Allah' di kalangan bangsa dan bahasa Arab tidak lain menunjuk pada 'El' Semit' yang sama. dan umum di dialek-dialek Arab Selatan kuno. dan menerima kitab-kitab Ibrahim. di Ibrani. Namun karena wahyu yang dipercayai berbeda. di Amrit ('ilu. Anak Lembu Emas disebut 'Elohim' dan 'Yahweh') maupun jalur Ismael (masa . Ishak. Akadian kuno (ilu) dan dialekdialek sesaudara dimulai zaman pra-Sargon (sebelum 2360 BC) dan berlanjut sampai akhir masa Babil. 'ila). Islam mengikuti jalur Abraham mempercayai Tuhan 'El' itu yang dalam dialek Arab disebut 'Allah' (dari al-ilah). namun lebih menerima kitab wahyu yang diterima Muhammad dari jalur Ismael. Johanes Botterwech. 'Ilu. Dari sejarah kita mengetahui bahwa sejak awalnya 'El' bisa memiliki arti umum sebagai sebutan untuk 'Tuhan/Ketuhanan' dan 'Elohim' sering digunakan dalam arti kata jamak (politheistik) dan dipakai oleh suku-suku keturunan Sem (menjadi rumpun Semit) dan karena perkembangan zaman sering merosot sehingga dimengerti dalam berbagai-bagai ajaran aqidah. Bahwa ajaran/konsep mengenai 'Allah' (El) itu kemudian merosot dan makin tidak mendekati hakekat yang di'nama'kan dan ditujukan kepada pribadi lain seperti yang terjadi pada jalur Ishak (Kel. Yakub dan Isa sejauh diterima oleh Muhammad yang dipercayai sebagai nabi. dan hukum kasih/Injil menjadi pedomannya. namun 'El/Il' juga digunakan untuk menyebut 'nama diri' Tuhan. Ishak. El' sebagai sebutan untuk ketuhanan. dengan sendirinya banyak pengajaran (aqidah)nya yang berbeda. namun agama Kristen berbeda dan menerima kenyataan bahwa El Abraham itu juga telah menyatakan diri dalam oknum Yesus dalam ke-Tritunggalannya. Yoktan (keturunan Eber). "'Ilu. Theological Dictionary of the Old Testament. kepercayaannya hanya bergantung kepada Perjanjian Lama.Agama Islam. di Arab Utara digantikan dengan nama 'ilah. Yakub dan Isa. Allah Islam adalah Tuhan Yahudi dan Kristen. 'ilum. di Ugarit.I. Agama Yahudi. Istilah 'il mempunyai arti sebutan umum (generic appelative) untuk menunjuk pada 'tuhan' atau 'ketuhanan' pada tahap awal semua cabang utama rumpun bahasa Semit. dan sekalipun menerima kitab-kitab Yahudi dan Kristen. namun karena dianggap telah dipalsukan. Dalam bahasa Ibrani kata sandang 'the' ('al' dalam dialek Arab dan 'ha' dalam dialek Aram-Siria namun diletakkan di belakang menjadi 'alaha') tidak digunakan bila menyebut Tuhan. Vol. El juga digunakan sebagai Nama Diri (proper name). … Di Semit Timur ada bukti kuno yang menunjukkan bahwa 'Il' adalah nama diri tuhan … tuhan Il (kemudian El Semit) adalah kepala ketuhanan pada rumpun Semit Mesopotamia pada masa Pra-Sargon.

(2) 'Monisme' . the latter being an Old Testament synonim for Yahweh. jadi sekalipun kita menyebut Tuhan Theisme Yahudi. Kristen. Kristen dan Islam sama. Kita dapat membandingkan hal ini dengan definisi yang disebutkan dalam Enyclopaedia Britannica. sedang Tuhan Theisme. ada sentimen kuat anti Arab/Islam sehingga sering timbul ungkapan-ungkapan memojokkan yang tidak ilmiah seperti ucapan Morley di atas yang memberi stigmata seakan-akan nama 'Allah' itu nama dewa/i masa jahiliah Arab seperti Dewa Pengairan atau Dewa Bulan.l. Kita harus menyadari bahwa setidaknya ada 4 golongan agama. dan juga digunakan oleh orang Arab pra-Islam (terutama kaum Hanif yang tetap mempertahankan Allah monotheisme Abraham) maupun bangsa Arab yang menganut agama Yahudi dan Kristen: . dan (4) Demonisme . Dalam pengertian 'Universalisme' (pluralisme agama) disebutkan bahwa semua agama itu menyembah Tuhan yang sama (universal) namun melalui jalan-jalan yang berbeda (partikular). yaitu : (1) 'Theisme' . sekalipun diyakini bahwa 'Allah' Yahudi. namun harus diakui bahwa Tuhan 'Theisme' (Yahudi. "the God. Allah is the standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well as by Muslims. yang sekalipun mengakui ke-khasan nama Allah dalam penggunaannya di kalangan agama Islam sebagai salah satu artinya.I. pencipta alam raya termasuk segala isinya". (3) Non-Theis .Tuhan Okultis (satanisme). dalam arti yang lain jelas memberikan pengertian yang lebih ilmiah dan lebih mengandung kebenaran: "Allah (Arabic:"God"). Namun. Tetapi bagaimana dengan definisi yang dicantumkan dalam kamus-kamus dalam bahasa Inggeris? Disana disebutkan bahwa "Allah … Muslim's name for God" (a. tentu tidak disimpulkan bahwa Tuhan Semua Agama sama. (Vol. Islam) adalah Tuhan Semitik agama samawi yang berpribadi. Etymologically.270). Non-Theisme. Kristen." The name's origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El. the one and only God in the religion of Islam." Definisi yang benar ini juga disebutkan dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia dimana disebutkan bahwa: "ALLAH adalah Tuhan. h.Tuhan yang 'non-exist' (Buddhisme). the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah. Sudah jelas ke-empat (atau ke-lima) bentuk Tuhan itu tidak sama. Bisa juga dimasukkan 'politheisme' (HinduVeda) sebagai golongan ke-5. Memang dalam literatur Barat termasuk dalam beberapa kamus. dewa berhala disebut 'Allah'). Kristen dan Islam menunjuk pada oknum yang sama namun sekalipun ada yang sama juga ada yang berbeda ajaran/aqidahnya. Tao dan Kebatinan). berfirman dan menurunkan wahyu kepada umatnya. namun banyak pula literatur Barat yang lebih bersifat netral dan ilmiah seperti Ensyclopaedia Britannica dan umumnya kamus-kamus teologia yang menyebut bahwa nama 'Allah' adalah nama dalam dialek/bahasa Arab untuk menunjuk pada 'El' Semitik. Islam). tentu tidak mengurangi hakekat nama itu sendiri sebagai menunjuk kepada 'El' semitik dan monotheisme Abraham. Monisme. Oxford Dictionary & Grollier Ensyclopedia).Tuhan yang berpribadi (Yahudi.Tuhan kekuatan semesta (Hindu-Upanishad. dan Demonisme jelas berbeda baik sebagai nama oknum maupun ajaran/aqidahnya.jahiliah.

maka jahiliyah dipandang sebagai sebuah zaman sebelum kedatangan Islam. mereka itu dinamakan 'hunafa' (tgl. Roh Kudus sendiri mengilhami para Rasul untuk mengkotbahkan firman (termasuk nama El/Theos) ke bahasa-bahasa pendengar. atas perintah imam besar di Yerusalem. Kristen Katolik baru masuk abad keXVI dan Protestan pada abad ke-XVII. umat Kristen dan dipakai juga di sinagoga-sinagoga. yaitu bahasa Arab (1. Alaha dalam bahasa Aram-Siria). dan kemudian nama 'Allah' masuk menjadi kosa-kata bahasa Indonesia. yakni agama fitrah. Eliezer. Kenyataan ini juga diperkuat dengan ditemukannya peninggalan arkeologis beberapa abad sebelum masa Islam abad-VII (yang secara keliru disebut dalam buku Morley bahwa Alkitab dalam bahasa Arab baru ada pada abad-IX dan menggunakan nama Allah karena dipaksa orang Islam dan bandingkan dengan buku-buku yang bertema 'Asal bukan Allah' yang menganggap orang Islam tidak menyukai orang Kristen menggunakan nama 'Allah').280). Demikian juga di hari Pentakosta. kalau 'El' (Ibrani) sama dengan 'Alaha' (Aram-Siria) dan 'Allah' (Arab). dan Belanda (3. para Rasul. termasuk kata 'Allah'). (Cyrill Glasse. ini berarti sudah tiga abad lebih dimana agama Islam dan bahasa Arab sudah merakyat di Indonesia.495. Alkitab Ibrani sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Aram. Pada zaman ini ajaran monotheisme Ibrahim telah musnah berganti dengan sitem paganisme. hanif) yang mana mereka tidak memihak kepada satu di antara kedua agama tersebut. sebab jauh sebelum ada agama Islam nama Allah sudah digunakan bersama-sama oleh umat Yahudi Arab. ibarat kegelapan sebelum terbit fajar. Sejumlah berhala sesembahan didatangkan ke Makkah dari berbagai negeri di Timur Tengah. mengapa tidak memilih saja 'El/Elohim' yang merupakan bahasa aslinya? Tuhan dalam menyebarkan firmannya menggunakan kendaraan bahasa-bahasa. ada banyak kosa-kata yang berasal dari bahasa asing. yaitu . Ketika bahasa Yunani menguasai kawasan sekitar Laut Tengah. Ensiklopedia Islam. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia."Karena Islam memperbaiki agama yang dibawa Ibrahim. dan sejak itu sampai abad ke-XIX bahasa Ibrani hanya digunakan dalam penulisan/penyalinan Kitab Suci saja. Suatu pengingkaran sejarah yang dihasilkan semangat Arab/Islam fobia. dan diwarnai dekadensi moral. inilah yang digunakan Yesus.190. Islam sudah masuk ke Indonesia sejak abad ke-XIII. melainkan mereka bertahan pada ajaran monotheisme Ibrahim". Kristen Arab dan bangsa Arab pra-Islam. dalam bahasa Indonesia. Namun tidak semua warga Arab pada saat itu menganut sistem keyakinan pagan. maka nama 'Allah' (Arab) sebenarnya bukan terjemahan melainkan perkembangan dialek dalam rumpun Semit sendiri untuk menyebut El (di samping a. dalam arti kata penerjemahan nama Tuhan ke dalam bahasa-bahasa lokal didorong oleh Roh Tuhan/Kudus sendiri. Dari pembahasan di atas dapatlah disimpulkan jawab atas pertanyaan judul artikel ini. Alkitab PL diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani (Septuaginta/LXX). melainkan terdapat beberapa suku Arab memeluk agama Kristen dan Yahudi. Namun. Dieu'. Pada zaman Ezra. Gott. Inggeris (1. h. maka adalah tepat bila kata yang sekarang menjadi kosa-kata Indonesia itu dipakai untuk menyebut El/Elohim Perjanjian Lama dan Theos Perjanjian Baru dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia. Berbeda dengan 'El' yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai 'Theos' dan bahasa Barat sebagai 'God. Bahkan terdapat sejumlah pribadi yang menekuni dunia spiritual.l.610). dibawah kata al-Jahiliah). karena kata itu bukan saja dekat tetapi termasuk keluarga serumpun Semit dengan bahasa Ibrani.

10:26-29).bahwa sebagai oknum dengan namanya "Allah Islam adalah Tuhan Kristen" atau "Allah Islam adalah Allah Kristen" pula. Dalam artikel tersebut sebenarnya sudah jelas bahwa (1) yang dimaksudkan sebagai sama adalah bahwa nama 'Allah' dalam Islam dan Kristen menunjuk pada 'El' Abraham. (vol-I). dan (2) Kesalah pahaman yang menjurus pada anggapan seakan-akan dengan menyebut 'Allah Islam = Allah Kristen' (dalam nama itu) sebagai pandangan Universalisme yang merelatifkan semua agama yang menuju 'Yang SATU'. Eber (Kej. silahkan membuka http://www. kita dapat melihat sejarah bangsa Arab dan hubungannya dengan nama 'El' dari beberapa kutipan dari sumber Krtisten maupun Islam: "orang Arab mencakup keturunan Aram (Kej. yang mencantumkan sejumlah orang- . keduanya memiliki banyak perbedaan dalam hal konsep/ajaran/aqidah. Kristen & Islam) tidak dimaksudkan sebagai sama dengan agama-agama lain yang 'tuhan'nya bersifat monistis. hlm.yabina.. ------------------- Allah Bangsa Arab Saudara/i ykk.org dan bacalah YBA-maya bulan Mei 2000 tentang 'Pluralisme Agama & Dialog'. dan (2) Sekalipun ada kesamaaan 'Allah' ketiga agama Semitik dan Samawi (Yahudi.182). Untuk memperjelas mengenai nama 'Allah' yang menuju oknum yang sama (sekalipun ajaran/aqidahnya beda). non-theistis maupun demonistis yang oleh penganut universalisme dianggap sebagai 'Yang SATU' (Untuk pembahasan ini.10:22). yaitu: (1) Kesalah pahaman yang masih mencampur adukkan pengertian 'Allah' sebagai nama dan ajaran/aqidah/konsep yang berbeda dalam Islam dan Kristen. Abraham dari Keturah (Kej. "Berita Alkitab yang pertama yang memberikan penjelasan mengenai penduduk Arabia adalah Daftar Bangsa-Bangsa dalam kitab Kejadian 10.25:1-4) dan dari Hagar (Kej. ada dua kesalah pahaman sebagai penyebabnya. Keturunan Joktan (anak Eber) mencakup beberapa suku Arab (Kej. politheistis.." ('Arabians' dalam The Interpreter's Dictionary of the Bible. maka jelas pula bahwa sekalipun ada samanya.10:24-29). namun perlu disadari bahwa karena Kitab Suci yang dipercayai keduanya berbeda. Banyak yang bersyukur atas informasi yang diperoleh yang dapat menghilangkan prasangkaprasangka sebelumnya. Artikel berjudul 'Allah Islam = Allah Kristen?' ternyata mendapat sambutan luas. Dari pertanyaan yang masuk.32) pada bangsa Israel dan 'masa Jahiliah' pada bangsa Arab.25:13-16) . namun ada juga beberapa yang masih mempertanyakan beberapa bagian dari artikel tersebut. namun pengertian ini jelas bisa merosot seperti dalam kasus 'Lembu Muda Emas' (Kel.

yang di dalam Bibel disebut Joktan.. 'El' Eber (yang dari nama ini lahir bangsa Ibrani. .. "Kata "Allah" merupakan pengkhususan dari kata al-ilah (ketuhanan) . yang berada di balik kata tersebut bahkan yang tersembunyi di balik dunia ini. Itulah sebabnya bangsa Arab yang mengikuti agama Yahudi. jadi orang Arab pada jalur ini bisa juga dibilang sebagai keturunan Ibrani). digunakan untuk memanggil Tuhan.orang Arab-Selatan sebagai keturunan Yoktan dan Kusy.. sementara bangsa Arab keturunan Quathan yang tinggal di wilayah selatan menamakan dirinya sebagai Arab Muta'arribah. Istilah Arab berarti "Nomads". Kelompok Arab yang asli ini. Kata "Allah" merupakan sebuah nama yang hanya pantas dan tepat untuk Tuhan. Jadi jelas bahwa bangsa Arab sejak awalnya juga mengenal 'El' Nuh. dan Tradisi Arabia Utara yang diyakini sebagai keturunan nabi Adnan. hlm. Yoktan (anak Eber cicit Sem). yakni keturunan Aram putra Shem putra nabi Nuh" ('Bangsa Arab' dalam Cyril Glasse. putra Ibrahim . atau suku-suku hasil percampuran dengan Arab al-'Aribah (Arab Asli) . hlm. Di masda Yakub. Jadi bangsa Arab merupakan setidaknya keturunan dari tiga jalur semitik. Tradisi Arabia Selatan yang diyakini bahwa mereka merupakan keturunan dari seorang nabi bernama Qahthan. .25).. "Adnan.37:25-36)" ('Arabia' dalam The New Bible Dictionary. dua kelompok keturunan Abraham yaitu orang-orang Ismaili dan medianit dijumpais ebagai pedagang-pedagang caravan (Kej. lagi di antara keturunan Esau (Kej..4950).12-13). kemudian hari sejumlah suku-suku dari Arab Utara disebut sebagai keturunan Abraham melalui Keturah dan Hagar (Kej. melainkan ia juga merupakan nama yang.. nama Ayah Nabi Muhammad. Ensiklopedia Islam. Anak turunan Nabi Isma'il yang menjadi nenek moyang suku-suku Arabia Utara . Ia merupakan kata pembuka menuju Esensi (hakikat) ketuhanan. "the God. . yang melalui kata tersebut dapat memanggil-Nya secara langsung. yang dalam Bibel disebut Joktan". nenek moyang suku Arabia Selatan adalah Quahthan.. "Masyarakat Semit yang merupakan penduduk asli gurun pasir Arabia . yaitu dari Aram (anak Sem anak Nuh). the latter being an Old Testament synonim for Yahweh..54).. dan dari Adnan (keturunan Ismael anak Abraham). Kristen maupun yang Islam sama-sama menyebut nama 'Allah' untuk menyebut 'El' Abraham. "Etymologically. terbentang dari Yaman dan pantai Afrika dekat Yaman sampai kepada gurun pasir Syria dan Irak Selatan . misalnya nama Abd al-Allah (hamba Allah)...23). oleh ummat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur. Nama "Allah" telah dikenal dan dipakai sebelum al-Qur'an diwahyukan. dan darinya terbentuk keturunan Isma'il.. Allah is the standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well as by Muslims. the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah." (Glasse.36) sejumlah orang Arab disebut. hlm. Bangsa Arab Utara dipandang sebagai Arab al-Musta'ribah (Arab yang di Arabkan)." (Encyclopaedia Britannica) . hlm. ('Adnan' dalam Glasse. . Masyarakat yang berdarah Arab asli dan berbahasa Arab tersebar di sepanjang jazirah Arabia." The name's origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El. dan 'El' Abraham yang juga dikenal Ismael. Kata ini tidak hanya khusus bagi Islam saja.

Mereka yang tergolong hunafa antara Nabi Ibrahim dengan Nabi Muhammad terdapat sejumlah generasi Ibrahimiyyah dan Isma'illiyyah".org/allah-is-god .html#p3568 . sudah dikenal oleh Bangsa Arab kuno . "Gagasan tentang Tuhan Yang Esa yang disebut dengan Nama Allah. sedangkan dalam bahasa AramSiria diletakkan di belakang menjadi 'alaha'. (Glasse. Agama Kristen mempercayai Wahyu PL yang digenapi dalam Yesus yang menjadi Tuhan dan Kristus sebagai Perjanjian Baru.org/layout2.. Kiranya uraian ini memperjelas. yakni Risalah Islam".. (Glasse.Perlu diketahui bahwa nama 'Allah' adalah perkembangan ke dalam dialek 'Arab' dari nama 'El' menjadi 'Al-Ilah' (jadi bukan terjemahan).. sebuah kata yang pada asalnya ditujukan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail.htm Artikel terkait : . Dalam kekristenan sendiri ada perbedaan-perbedaan ajaran yang dihasilkan iman akan wahyu yang berbeda.sarapanpagi. Agama Islam sekalipun menerima kitab-kitab PL + PB namun tidak mempercayainya karena dianggap sudah dipalsukan dan menerima Wahyu yang dipercayai diterima oleh Muhammad. bangsa Arab juga mengenal kemerosototan ini pada masa 'Jahiliah' sebelum kehadiran Islam.. Kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah hunafa' (tngl. kesadaran agama Ibrahim di kalangan bangsa Arab ini telah menghilang.yabina. dan kedudukannya digantikan oleh pemujaan sejumlah berhala .. hlm. Asal kata ini tidak diketahui secara pasti.50-51) "Hanif. namun harus diketahui bahwa ajarannya berbeda karena mempercayai wahyu yang berbeda. dalam waktu 20 tahun seluruh tradisi Jahiliyyah tersebut terhapus oleh ajaran Tuhan yang terakhir. Dalam bahasa Ibrani. Salam kasih dari Herlianto/YBA.hanif).ALLAH IS GOD. Sebuah kata sifat yang ditujukan oleh al-Qur'an terhadap nabi Ibrahim dan terhadap mereka yang sebelum masa Islam menjaga kemurnian dan kelurusan naluri-naluri keagamaan mereka dan sama sekali tidak terlibat dalam tradisi paganisme (keberhalaan) dan politheisme. hlm. . namun ia digunakan dalam pernyataan alQur'an dengan pengertian "orang yang mengikuti keyakinan (kepercayaan) monotheisme (jamk. Khunafa). Disalindari : http://www. namun nama 'Allah' itu dilestarikan oleh kaum 'Hanif' (Hunafa) yang tetap menyembah 'Allah Monotheisme Ibrahim. Agama Yahudi mempercayai Wahyu dan Perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham Ishak dan Yakub yang tertuang dalam Alkitab Perjanjian Lama. Menjelang abad ke-7.'. di http://www.. kata sandang 'ha' (dalam Arab 'al') tidak umum dipakai apalagi untuk menyebut 'El'. Sama halnya peristiwa kasus 'Lembu Muda Emas' di Israel.124) Dari beberapa fakta sejarah ini kita dapat mengetahui bahwa memang 'Allah Islam' sebagai oknum sama dengan 'Allah Kristen'.

org/buku-the-isl . Kesimpulan . or return to the search results..Buku : THE ISLAMIC INVASION. ..org/allah-moon-g .html#p3569 . .html#p3571 • • • • • • • • • • Home Pertumbuhan Dialog Tanya-Jawab Renungan Galeri Kesaksian Artikel doa | SUMBANGAN | Apakah agama Kristen bersifat eksklusif atau inklusif? hide Google Search Results You arrived here after searching for the following phrases: • • • teologia kristen nubuat Click a phrase to jump to the first occurrence. di http://www. Keselamatan universal bagi seluruh bangsa III.ALLAH = Moon God?.sarapanpagi.. PEMBAHASAN • • • • • Pertanyaan: Jawaban: 1. Kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan dan pengajaran Tuhan yang bertahap II.. di http://www..sarapanpagi.

. Hanya dengan datangnya Islam.57:27). Dengan demikian. Polemik Alquran terhadap Kristen yang utama adalah mengenai teologinya. agama yang semula diperuntukkan intern Yahudi. Pada perkembangan lebih lanjut. Namun. Menurut Russell. oleh Paulus diuniversalkan sehingga bisa menjadi agamanya kaum Gentiles (orang Yunani. Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan. Akibatnya. dengan sedikit ekses melalui Paulus membuat penyimpangan yang sangat serius. bahkan tribal (kesukuan). M0hon penjelasan dari tim katolisitas.” Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid ini saya dapatkan dari salah satu website berita online.3:50). umat pilihan Tuhan. dalam artikel tersebut disebutkan dua hal yang saling bertentangan (eksklusif dan inklusif) dan keduanya dipandang salah oleh penulis. Agama Kristen. Romawi. saya pikir. . Untuk mendukung ini. dan sebagainya). maka seseorang harus mengambil sikap. bahwa mereka sombong sekali dan mengklaim diri sebagai the choosen people. maka mereka (orang Yahudi) dicap sombong dan universalisme ajaran dipandang telah dikebiri. Dengan adanya unsur kasih. Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan. apakah ajaran Kristen adalah eksklusif (menjangkau umat Yahudi saja) atau inklusif (menjangkau seluruh bangsa). Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya.Ndro Jawaban: Shalom Ndro. pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. karena ingin menguniversalkan ajaran Tuhan. Dalam skema Alquran. kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat. mungkin sudah sejak Nabi isa. sedangkan kemanusiaannya banyak mendapat pujian. Klaim seperti ini kemudian mengakibatkan universalisme ajaran Tuhan dikebiri untuk hanya menjadi suatu ajaran nasional. maka hal ini juga dipandang sebagai kesalahan serius. maka konsep kemanusiaan dalam Kristen lebih universal dibanding dengan Yahudi. pada saat keselamatan diberikan secara eksplisit untuk menjangkau seluruh bangsa (inklusif). . dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih. Misalnya. Pada saat konsep keselamatan dalam Perjanjian Lama dipandang sebagai sesuatu yang ekslusif. yakni hendak penguniversalkan ajaran Tuhan. Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q. sebuah pesimisme kepada kemanusiaan. …dan Kami tanamkan ke dalam hati mereka yang menjadi pengikutnya rasa cinta (santun-NM) dan kasih sayang (Q.. Menurut saya.Pertanyaan: “Polemik Alquran terhadap orang Yahudi sebetulnya bukan menyangkut ketuhanan tetapi manusia. Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. Terima kasih atas pertanyaannya.

maka terlihat bahwa tidak ada yang perlu disombongkan dari umat Israel dan keselamatan bagi seluruh bangsa bukanlah diperuntukkan bagi umat Israel semata. namun karena Tuhan yang memilihnya. Oleh karena itu. Hal ini ditegaskan di dalam kitab Ulangan 7:7. dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. Dari pemaparan ini. Kalau dikatakan bahwa umat Yahudi adalah sombong. — 19 Juga Yehuda tidak berpegang pada perintah TUHAN. –” (2Raj 17:18-20). 2. akan adanya Mesias (yang terpenuhi dalam diri Yesus). karena engkau mendengarkan firman-Ku. karena menganggap diri mereka sebagai bangsa pilihan. dengan demikian tidak ada yang perlu disombongkan dari bangsa Israel. Kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan dan pengajaran Tuhan yang bertahap 1. bahkan di Alkitab dikatakan bahwa mereka adalah bangsa yang keras hatinya. Jadi. Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini. yang akan memberikan berkat kepada seluruh bangsa. maka terpilihnya bangsa Israel sebagai bangsa pilihan adalah merupakan cara Allah untuk mendidik umat manusia secara bertahap. karena tidak ada yang perlu disombongkan dari diri mereka. tetapi mereka hidup menurut ketetapan yang telah dibuat Israel. kalau Allah memilih satu bangsa.” (Kej 26:4) 4. “18 Sebab itu TUHAN sangat murka kepada Israel. 20 jadi TUHAN menolak segenap keturunan Israel: Ia menindas mereka dan menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok-perampok. maka ini sebenarnya tidak benar. kita dapat melihat adanya prinsip mediasi – yaitu melalui seseorang atau bangsa. karena terpilihnya bangsa ini sebagai bangsa pilihan adalah bukan karena kebesaran bangsa ini.1. terpilihnya bangsa pilihan ini bukan karena kehebatan bangsa Israel. Walaupun kita melihat bagaimana Allah membela bangsa pilihan dan juga membiarkan bangsa Israel menderita karena kesalahan mereka sendiri atau bahkan menghukum bangsa Israel karena dosa-dosa mereka. tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja. maka seluruh dunia dapat mengerti rencana keselamatan Allah. Jadi. terlihat adanya nubuat yang diberikan dalam Perjanjian Lama. maka keselamatan dapat datang ke seluruh dunia. sehingga melalui bangsa tersebut. sampai habis mereka dibuangNya dari hadapan-Nya. Silakan melihat nubuat-nubuat ini secara lebih mendetail di artikel ini – silakan klik. Nubuat ini diberikan dari generasi-generasi. Dalam hal ini. 3. Dari sisi yang lain.” (Kej 22:18) Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit. Dengan demikian. namun mereka juga mendapatkan didikan dari Tuhan. namun kita dapat melihat adanya konsep keselamatan yang bersifat universal. maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu–bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? –” Lebih lanjut. yang menuliskan “Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga. adalah hal yang wajar. dan menjauhkan mereka dari hadapanNya. Allah mereka. Oleh karena itu. yang kemudian ditegaskan di dalam Perjanjian Baru. walaupun Israel adalah bangsa pilihan. namun juga diperuntukkan untuk semua bangsa. namun karena kebijaksanaan Tuhan. sehingga mereka sering mendapatkan pengajaran dari Allah. Hal ini terlihat dari beberapa ayat berikut ini: Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. .

sehingga dia mengatakan bahwa Yesus telah mengalami maut untuk keselamatan umat manusia (lih. silakan membaca beberapa link Kristologi di atas. 1Tim 2:6). Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan” Dalam Kitab Suci dikatakan bahwa Yesus Kristus datang bukan untuk menetralisir orientasi hukum agama Yahudi. silakan membaca beberapa artikel Kristologi berikut ini: Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus. Allah menjadi manusia. Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q. 2. Untuk menunjukkan bahwa rasul Paulus hanya mengajarkan apa yang telah diperintahkan oleh Kristus. seperti yang dituliskan di dalam Yoh 1:1 “Pada mulanya adalah Firman. maka kita sebenarnya dapat melihat pesan Yesus sebelum Dia naik ke Sorga.. b. Mari kita melihat beberapa perbedaan yang disorot dalam artikel tersebut: a. yang menyebabkan agama yang sebenarnya hanya diperuntukkan oleh kaum Yahudi kemudian menjadi agama untuk segala bangsa. dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih” Untuk mengatakan bahwa Yesus Kristus dilambangkan dengan Firman sebenarnya tidaklah tepat. namun lebih daripada itu.3:50). 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dikatakan “Dalam skema Alquran. karena Yesus adalah Tuhan. Kritus datang ke dunia ini sebagai penggenapan dari nubuat-nubuat yang diberikan dari generasi-generasi di dalam Perjanjian Lama. Tit 2:11. Dari kutipan ini. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. kalau Wahyu Allah yang dipercayai sebagai pilar kebenaran adalah berbeda. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia. Hal ini disebabkan karena teologi Kristen berpusat pada Kristus yang telah membuktikan Diri-Nya sebagai Tuhan. Dikatakan “Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya. namun juga KasihNya yang menyertai kita. Keselamatan universal bagi seluruh bangsa 1. Untuk itu.” (Mt 28:19-20) Silakan melihat diskusi tentang keaslian dari ayat ini di sini – silakan klik. Dan ketahuilah. karena Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia. 1Tim 4:10). Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Inkarnasi. kedatangan-Nya adalah untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. yaitu “19 Karena itu pergilah. Ibr 2:9. kita melihat bahwa Paulus konsisten dalam memberikan pesan Kristus. Dan yang paling penting. adalah perbuatan Tuhan yang terbesar. yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya. Kalau di artikel tersebut dikatakan bahwa terjadi kesalahan yang serius dari rasul Paulus.II. karena Yesus adalah juru selamat seluruh umat manusia (lih. Untuk lebih lengkapnya. Dan memang dikatakan bahwa polemik utama antara agama Kristen dan Islam adalah mengenai teologi. karena Yesus Kristus adalah Firman itu sendiri. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah . Adalah menjadi hal yang wajar jika kita mempunyai perbedaan teologis. Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. maka sebenarnya pernyataan ini telah mempunyai asumsi yang perlu dibuktikan kebenaran terlebih dahulu – yaitu asumsi bahwa agama Kristen hanya diperuntukkan untuk kaum Yahudi.

(lih Kej 2). Dosa manusia pertama adalah dosa kesombongan (lih. manusia pertama yang jatuh ke dalam dosa kesombongan. yang kemudian dikompensasi dengan kasih. Tidak terlalu jelas bagi saya tentang apa yang dimaksud dengan “sebagian diharamkan” dalam tulisan tersebut. Kalau kasih dikatakan hanya sekedar kompensasi. maka sebenarnya ini adalah pernyataan yang salah. Rm 5:12. dan Kristus yang membebaskan manusia dari dosa dengan ketaatan kepada Allah (Rom 5:12-21. karena Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8). dan yang menjadi milik setan mencari maut itu. maka inti pengajaran dari kekristenan adalah kasih. .“(Keb 2:24). maka Adam dan Hawa dan seluruh keturunannya harus menanggung dosa.” Untuk menjawab hal ini.” Untuk mengatakan bahwa agama Kristen mengajarkan hal-hal yang diharamkan. Rm 5:19.” (Keb 2:24). Paulus memperkenalkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. “Tetapi aku takut. perlu dianalisa lebih lanjut. “Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorangpun tidak!” (Ay 14:4). sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. 1 Tim 2:14.Allah. dan Ef 2:1-3). Dosa asal ini diturunkan kepada semua manusia: “Sesungguhnya. dan yang menjadi milik setan mencari maut itu. and by her we all die.yang telah dibuktikan-Nya dengan pengorbanan Kristus di kayu salib. 1 Kor 15:21. kita dapat melihat analisa dosa asal. yang dapat dilihat keberadaannya di dalam Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru: Manusia pertama telah berbuat dosa: Dalam kitab Kejadian dinyatakan bahwa Adam dan Hawa telah berdosa dan oleh karena itu. “From the woman came the beginning of sin. Inilah bukti kasih yang terbesar dalam sejarah umat manusia. Yoh 8:44). lihat juga Rom 5:12-19. Sir 10:14-15). dalam kesalahan aku diperanakkan. karena kalau kita benar-benar membaca Alkitab secara keseluruhan. kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus. “Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia. Dan kemudian rasul Paulus memberikan penegasan dengan memberikan perbandingan antara Adam. Tob 4:14. dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mz 51:7).” (2 Kor 11:3.” (LXX/ Septuagint – Sir 25:33). c. Dikatakan “Pada perkembangan lebih lanjut. “Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia.

Dengan demikian. Bagaimana mungkin Tuhan sengaja menciptakan manusia yang mempunyai kecenderungan berbuat dosa? Suatu kebenaran dapat dilihat dari efeknya. maka rahmat Allah terus mengalir. yang disebut dosa asal. Sebagai buktinya. Namun. namun suatu kebenaran yang saling berhubungan. yaitu dengan pembaptisan.Nya di kayu salib. dalam kondisi yang sulit ini. keturunannya akan meremukkan kepalamu. harus menyetujui bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan tidak sempurna adanya. Kita melihat bagaimana yang terberkati Bunda Teresa dari Kalkuta membuktikan dirinya sebagai orang kudus. d. yang membuat manusia terpisah dari Tuhan adalah karena manusia pertama telah berbuat dosa. e. Kejatuhan Adam telah ditulis di dalam Kitab Kejadian.” Mungkin kalimat di atas ingin menyentuh doktrin dosa asal. sebenarnya menjadi salah satu alasan. Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambaran Allah. yang telah menginjak setan dengan mematahkan kuasa dosa dengan pengorbanan. manusia diciptakan baik adanya. bahwa doktrin dosa asal. Justru pemenuhan apa yang telah dijanjikan oleh Allah dalam diri Yesus. dan engkau akan meremukkan tumitnya. Dosa asal bukanlah pandangan yang pesimis. Dengan demikian.” (Kej 3:15). bukan dimulai dari rasul Paulus. umat Kristen justru melihat kehidupan dan manusia secara lebih optimis. yang memungkinkan manusia untuk hidup dalam kekudusan. ini adalah suatu kesimpulan yang keliru. maka ini berlawanan dengan hakekat Allah yang maha kasih. Kenyataan bahwa manusia mempunyai kecenderungan berbuat dosa adalah sesuatu yang nyata. Namun. Kemudian dilanjutkan “Pada perkembangan lebih lanjut. karena Yesus Kristus sendiri memberikan pengharapan. memilih untuk berbuat dosa. Dikatakan “Untuk mendukung ini. Dan kalaupun kejatuhan Adam ini dihubungkan dengan Kristus. Diskusi panjang tentang dosa asal dapat dilihat di sini – silakan klik. namun manusia tetap dicintai oleh Allah. yang disebabkan oleh dosa Adam. yaitu apa yang dilakukan oleh manusia. terlihat jelas. seseorang yang tidak setuju dengan dosa asal. yang seolah-olah dipandang bahwa manusia pada dasarnya jahat. . Kita juga dapat melihat kebenaran dosa asal ini dari efeknya. karena Tuhan telah memberikan solusinya. kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat.Dengan demikian. yang menyambung kembali hubungan yang terputus antara manusia dan Allah. Dan dengan penebusan-Nya di kayu salib. yaitu rahmat yang mengalir dari pengorbanan Kristus. Penggenapan nubuat ini adalah pada diri Yesus. Allah memberikan Putera-Nya yang tunggal untuk menebus dosa dunia. Gereja Katolik justru melihat bahwa meskipun manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang diciptakan baik adanya. Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. sebuah pesimisme kepada kemanusiaan. antara keturunanmu dan keturunannya. Namun. Silakan melihat artikel kesempurnaan rancangan keselamatan Allah (silakan klik).” Pernyataan ini perlu ditelaah lebih jauh. Oleh karena itu. karena secara terus menerus dia bekerja sama dengan rahmat Allah dalam kehidupannya. dan dosa inilah yang diturunkan kepada semua keturunannya. bahwa doktrin ini bukanlah sesuatu yang terjadi kemudian. kalau demikian. Dengan demikian. karena memang Kristus adalah Adam ke-dua. namun juga telah terlihat di dalam Perjanjian Lama. yang ditulis sekitar 1500 SM. Kita melihat Allah berkata “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini. Dan pembaptisan yang menghantar manusia dalam kekudusan ini telah dibuktikan oleh para kudus dalam sejarah Gereja Katolik. yang memungkinkan manusia dibebaskan dari dosa asal.

Dengan latar belakang demikianlah. Kita dapat melihat pada abad pertengahan. dan cara beragama. Dikatakan “Menurut Russell. ketika pada akhir abad-XIX dan awal abad-XX terjadi gerakan nasionalisme dan kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah. Pluralitas hanya menyadari adanya kepelbagaian di dunia. PLURALISME Istilah ‘Plural’ sudah jelas kita mengerti sebagai ‘jamak’. Lain halnya dengan ‘Pluralisme. pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. Dan pengajaran ini dipertegas oleh para penulis Alkitab Perjanjian Baru.org PLURALISME DAN PLURALITAS Penutupan mesjid dan gedung pertemuan Ahmadyah belum lama ini ditengah-tengah ditutupnya puluhan gereja khususnya gereja-gereja rumah tangga menyusul Fatwa MUI yang mengharamkan Pluralisme agama mencuatkan kembali pemikiran kearah toleransi beragama dan diskusi Pluralisme agama-agama. bahwa doktrin dosa asal yang dibarengi dengan penebusan Kristus. jaman kegelapan sering dipakai dalam konteks yang salah. Perbenturan peradaban inilah . telah dibuktikan di atas. membuat umat Kristen memandang hidup dengan lebih optimis.’ istilah ini berkembang ditengah-tengah ‘eksklusivisme agama’ yang makin berkembang pada era reformasi sebagai akibat reaksi terhadap fundamentalisme dan modernisme. Dengan demikian. kesimpulan bahwa hanya dengan datangnya Islam maka Eropa dapat kembali kepada zaman pencerahan tidaklah berhubungan. maka terlihat bahwa sebenarnya Perjanjian Lama juga mempunyai konsep keselamatan yang diperuntukkan bagi semua bangsa. III. Kedua. keseimbangan menjadi berubah dimana bangsa-bangsa jajahan mendirikan negara sendiri dan menentukan identitas sendiri (termasuk tradisi budaya agama) yang juga di klaim sebagai eksklusif. cara hidup. Sejak dulu eksklusivisme tidak menjadi masalah. karena asumsiasumsi awal belum dapat dibuktikan kebenarannya. eksklusivisme ditujukan pada kenyataan bahwa setiap agama cenderung mengklaim sebagai satusatunya agama dimana terdapat jalan keselamatan dan diluar itu tidak ada jalan lain. stef – katolisitas. karena Allah menginginkan segala bangsa memperoleh keselamatan. Kesimpulan Dari pemaparan di atas. Kondisi ini dalam abad kolonialisme menempatkan kekristenan sebagai agama mayoritas dan eksklusif di tengahtengah bangsa dan agama ditempat jajahan yang semula dianggap inferior. Pertama. Pendidikan juga mengalami perkembangan luar biasa.f. atau yang dikenal sebagai salah satu cabang reaksi ‘posmo. yang dipenuhi oleh Yesus Kristus dan diperintahkan sendiri oleh Kristus untuk menyebarkan kabar gembira ke segala bangsa. agama Kristen secara hakiki adalah agama yang inklusif. Sampai di sini. Semoga jawaban singkat ini dapat membantu. Hanya dengan datangnya Islam. Salam kasih dalam Kristus Tuhan. kesimpulan ini tidaklah benar dalam dua hal. namun eksklusivisme itu menjadi tiran ketika bergabung dengan kekuatan politik kolonial dan menjadi mayoritas sehingga menganggap yang lain yang mayoritas itu sebagai lebih inferior dan harus ditobatkan (proselitasi).” Menurut saya. ordo Benediktus membentuk Eropa menjadi begitu maju.’ Dalam hal agama. Dengan demikian. dan ‘Pluralitas’ adalah kenyataan yang harus diterima bahwa kita berada dalam kondisi di Indonesia dan dunia masakini dimana kita menghadapi kejamakan cara berfikir. Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan.

Ini bisa dijadikan dasar bagi umat Kristen untuk bersikap toleran. namun tegas terhadap semua orang non-Kristen. dan di awal tahun 1970-an menyusul Dewan Gereja Dunia (WCC) juga membuka diri akan dialog antar agama. Sebaliknya. reaksi eksklusif lainnya adalah ‘Proselitisme’ ynag menolak kebenaran agama lain dan menjadikan pengikut agama lain menjadi pengikut agama sendiri dengan berbagai cara. Smith menolak kristologi yang eksklusif. namun sejauh agama Kristen melalui rahmat hidup karena rahmat ia menjadi tempat agama yang benar. yang universal sifatnya. dengan keeksklusivan Kristus sebagai kriteria yang nyata dan sempurna untuk rahmat itu. dan berbeda dengan eksklusivisme.’ Rahner berusaha mendamaikan rahmat Allah yang menyelamatkan.’ Wilfred Cantwell Smith mengungkapkan bahwa manusia sekarang memasuki tahapan baru pluralisme agama dimana agama-agama perlu merumuskan kembali dan menguji teori-teori agamanya sendiri dan mengembangkan teori-teori agama yang bisa diterima oleh agama-agama lain. berusaha secara sistematis untuk menegaskan keeksklusifan dan universalitas Kristus dan sekaligus menghormati kehendak Allah untuk menyelamatkan yang sifatnya universal. di sini ada usaha untuk ‘menjadikan agama-agama yang banyak itu sebagai salah satu facet dari agama yang satu. namun berbeda dengan eksklusivisme.’ Jadi kalau eksklusivisme menganggap agama sendiri benar yang lain tidak maka pluralisme menganggap semua agama itu benar jadi harus diterima dengan terbuka sekalipun berbeda dengan agama sendiri. Rahner tetap menganggap Kristus secara eksklusif. teolog Roma Katolik. Gereja Katolik Roma membuka peluang kearah itu. Dari kubu pluralisme dan inklusivisme inilah kemudian dipopulerkan dialog antar agama sebagai pengganti misi penobatan. Dalam pandangannya yang kelihatannya seperti mendua. tetapi secara universal agama-agama lain menghadirkan ‘kristen anonim. bahwa: ‘kebenaran yang dikemukakan agama adalah universal dan dianggap sebagai pendirian yang partikular dan terbatas. sedangkan sebetulnya masing-masing merupakan perumusan yang memang dibatasi oleh faktor budaya mengenai suatu kebenaran yang lebih universal.’ .’ Tidak semua sepakat dengan Hick. rendah hati. Stanley Samartha mengemukakan bahwa umat Kristen harus mendekati dialog antar-agama atas dasar teosentris dan bukan kristosentris. Karl Rahner. Pada awal tahun 1960-an sebagai hasil Konsili Vatikan-II.’ Raimundo Panikkar yang beribu Kristen RK dan berayah Hindu meneruskan. ada juga reaksi ‘Sinkretisme’ yang bersifat kompromistis dengan cara mencampuradukkan keyakinan agama-agama yang bertemu itu. Sikap Troeltsch ditolak Karl Barth yang mengajukan pandangan eksklusif dan tidak mengenal kompromi mengenai pewahyuan diri Allah dalam Yesus Kristus. disini agamaagama diperas menjadi satu. Kristen Stendahl dari Harvard menafsirkan PL & PB sebagai suatu kesaksian tentang ‘partikularisme dalam kerangka universalisme. INKLUSIVISME Reaksi keempat berjalan lebih jauh dari Sinkretisme dan dikenal sebagai ‘Inklusivisme’ yang berusaha untuk menggapai kesatuan agama-agama. Pada abad-XX relativisme agama dikaitkan dengan kemajuan evolusioner dipopulerkan oleh Ernst Troeltsch yang menolak absolutisme agama dan menjadikan ‘Yang Mutlak’ menjadi tujuan bersama dalam proses evolusioner dalam semua agama.’ dan berbeda dengan sinkretisme yang mencampur-adukkan agama-agama. Samartha mendefinisikan dialog sebagai ‘upaya untuk memahami dan menyatakan partikularitas kita bukan hanya dalam kaitan dengan warisan kita sendiri tetapi juga dalam hubungan dengan warisan rohani tetangga-tetangga. Barth berpendapat bahwa agama Kristen itu yang benar.yang melahirkan usaha-usaha yang mengarah pada penerimaan kejamakan dalam beragama atau dikenal sebagai ‘Pluralisme’ yaitu ‘suatu situasi di mana berbagai agama berinteraksi dalam suasana saling menghargai dan dilandasi rasa kesatuan sekalipun berbeda faham. Selain fundamentalisme. Sikap demikian tentu berdampak pagi pandangan ‘Fundamentalisme’ dalam agamaagama yang cenderung mengklaim agamanya sendiri sebagai jalan kebenaran satu-satunya. John Hick menafsirkan kembali Kristologi tradisional dengan mengemukakan bahwa istilah ‘Allah’ bukanlah seperti yang dikemukakan sebagai pribadi dalam agama teistik melainkan sebenarnya merupakan ‘realitas tak terbatas yang dipahami dengan berbagai cara melalui berbagai bentuk pengalaman beragama’ yang disebutnya sebagai ‘Yang Nyata.

ini bisa disebut pendekatan yang ‘theosentris. logika bahwa suatu sumber realitas dialami dalam pluralitas cara tampaknya. Kita dapat menerima kehadiran agama-agama lain dengan sikap terbuka yang inklusif bahwa semua adalah umat manusia yang dikasihi oleh Tuhan yang berpribadi yang menyatakan diri dalam Kristus.’ Sebenarnya pandangan demikian didasarkan gagasan ‘Veda’ Hinduisme mengenai hakekat ‘Yang SATU’ yang disebut dengan ‘banyak nama. Dalam mistik Hinduisme.’ dari kristosentris menuju ‘theosentris’ namun yang dimaksud adalah ‘theos yang tidak berpribadi’ yang merupakan esensi mistik universal.’ Di kalangan kristen. ESENSI INKLUSIVISME Apakah Sebenarnya esensi Inklusivisme itu? Sebenarnya esensi inklusivisme adalah ‘Relativisme’ yang dilandaskan kepercayaan bahwa agama-agama pada hakekatnya sama dan dianggap sebagai sesuatu yang relatif sesuai dengan tahap perkembangannya dalam evolusi agama. ketiga esensi ini berkembang lebih jauh menuju ‘de-kristosentrisme. dan bahwa agama itu hanya merupakan jalan partikular untuk mencapai kebenaran yang universal yang menyembah Tuhan ‘Yang SATU’ itu.’ (Yaitu Yang SATU itu). inklusivisme kemudian dimengerti sebagai sikap yang menerima kebenaran semua agama. namun Pluralisme ujung-ujungnya bukannya suatu keterbukaan terhadap pluralitas (keperlbagaian) tetapi berujung kepada penyamaan semua agama bahkan kemudian cenderung menjurus pada ‘inklusivisme’ yang ingin memeras agama menjadi satu agama universalis yang menuju ‘Yang SATU’ yang tidak berpribadi itu.’ Pandangan ini disebut sebagai ‘Monisme’ yang beranggapan adanya satu keberadaan tunggal ‘Yang Satu’ yang tidak berpribadi (berbeda dengan theisme yang mempercayai Tuhan yang berpribadi).Dari berbagai pandangan di atas. Ini mendorong kearah pandangan mengenai kesatuan agama yang disebut ‘universalisme. sebab sejarah agama Kristen yang dikandung Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru cukup meyakinkan untuk menerima keunikan Kristus. penyatuan itu dianggap sebagai penyatuan ‘atman dengan brahman’ atau dalam mistik Buddhisme ‘atman dengan an-atman. SIKAP MENGHADAPI PLURALISME Pluralisme berkembang sebagai reaksi ‘eksklusivisme’ dan ‘fundamentalisme’ agama yang sering membuat manusia terpecah-pecah. oleh teolog tertentu dianggap sebagai cara yang paling memuaskan untuk menjelaskan fakta pluralisme keagamaan. namun pluralisme kurang menghargai keunikan agama-agama. khususnya keunikan Kristus yang cenderung di ‘de-kristosentris’kan. tetapi menganggap semua agama sebagai sama dan menuju ‘Yang SATU’ rasanya terlalu meremehkan sejarah agama yang sudah ribuan tahun dengan keunikannya masing-masing. Pandangan theolog liberal yang menganut inklusivisme cenderung untuk ‘memikirkan kembali Kristologi’ yang ujung-ujungnya menjadikan Kristus bukan sebagai jalan yang unik tetapi sekedar sebagai salah satu dari jalan yang banyak itu. namun penerimaan ini tidak harus menuju sikap yang menganggap semua jalan itu sama atau menganggap bahwa penganut agama lain sebagai ‘kristen anonim’ tetapi kita dapat menganggap . Agama-agama tidak lain adalah jalan partikularis menuju yang universalis. Pandangan Relativisme dan Universalisme tidak beda dengan faham ‘Mistisisme’ mengenai keyakinan ‘kesatuan manusia yang sezat dengan sumbernya.’ ‘Universalisme’ berlandaskan logika bersama mengenai ‘Yang Satu dan Yang Banyak. Jadi eksklusivisme dalam iman perlu namun ini jangan menjadikan kita eksklusif dalam sikap. Kristus tidak lebih hanya sekedar ‘avatar’ yang sama dengan tokoh-tokoh agama lain. Memang pluralisme kelihatan seakan-akan merupakan jalan kompromi yang terbaik untuk menyatukan perbedaan faham agama-agama yang acapkali menimbulkan pertikaian dan perang.’ Dari perspektif filsafat dan teologi. Di satu sisi memang kita harus berfikir terbuka bahwa kita hidup di bumi tidak sendirian tetapi berada di tengah-tengah agama lain jadi kita harus menerima kenyataan adanya agama-agama yang berbeda. Umat kristen memang seharusnya tidak bersifat eksklusif dalam segala hal tetapi bersikap eksklusif dalam kredo (pengakuan percaya) adalah perlu.

dan Al-Qur’an adalah satusatunya kitab suci yang benar-benar merupakan wahyu dari Allah melalui perantaraan Jibril/Roh Kudus untuk seluruh alam. karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Eksklusivisme dan fundamentalisme agama perlu dibuka agar kita tidak menjadi penganut Kristus yang sempit yang tidak toleran dan bersifat menghakimi agama lain. maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang- . tetapi dengan sikap kasih kepada sesama karena untuk itulah Kristus telah mati bagi kita. Universalkah Islam? Al-Qur’an menegaskan kepada manusia bahwa agama di sisi Allah hanyalah Islam. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam). karena itulah iman eksklusifnya menghasilkan suatu kesaksian bahwa ‘Yang Tidak Dikenal’ itu diperjelasnya dengan memperkenalkan keunikan Allah yang menjadikan langit dan bumi. dan Alkitab adalah satu-satunya kitab suci yang benar-benar merupakan wahyu dari Allah melalui kuasa Roh Kudus-Nya untuk seluruh alam. Ia mempelajari kitab suci dan tulisan para pujangga mereka. Sekarang. Ia tidak memaksa orang lain mengikut Kristus (proselitisme) melainkan ia men’share’kan imannya dan biarlah orang lain yang menentukan iman mereka sendiri. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka. apakah kedua agama tersebut benar-benar universal. ibarat ‘mutiara yang sudah ditemukan’ perlu kita bagikan sebagai kesaksian kepada mereka yang belum mengenal keindahan mutiara tersebut. yakni penyerahan diri secara total. Haleluyah! Salam kasih dari Redaksi www. (QS. dan Injil tentang Yesus yang telah bangkit. Umat kristen diharapkan dapat terbuka menghadapi kehadiran agama-agama. Tuhan atas langit dan bumi yang memberikan hidup dan nafas kepada semua orang. Alhasil ada juga yang percaya dengan kesungguhan hati tanpa dipaksa atau terpaksa.3:19). ditinjau dari catatan kitab suci masing-masing. tetapi menerima perbedaan itu seakan-akan tidak berbeda jelas keliru. dan kita jangan berspekulasi mengenai ‘semua jalan ke Roma’ melainkan kita perlu untuk bersaksi mengenai ‘via dolorosa’ jalan menuju ke Golgota. Rasul Paulus menunjukkan sikap yang inklusif sekaligus beriman eksklusif ketika ia berbicara di Athena (Kisah 17:16-34).org Untuk menguji klaim universalisme masing-masing agama baik Islam maupun Kristen. Menghargai perbedaan-perbedaan itu penting. kita harus melakukan asumsi terlebih dahulu terhadap kitab suci dan tokoh sumber religius kedua agama tersebut secara seimbang: Asumsi 1: Muhammad adalah nabi/rasul yang diutus oleh Allah untuk seluruh alam. Asumsi 2: Yesus adalah nabi/rasul (bahkan Tuhan) yang diutus oleh Allah untuk seluruh alam. marilah kita selidiki. jalan ‘Kasih’ adalah jalan terbaik untuk bersaksi. Al-Qur’an juga menjelaskan definisi dari Islam itu sendiri. kita perlu mempelajari kitab suci dan pendapat-pendapat dari kalangan agama-agama lain. tetapi sikap eksklusivis harus disertai dengan sikap yang terbuka dan toleran.mereka sebagai umat manusia yang tetap membutuhkan karunia keselamatan dari Tuhan. Ia menunjukkan sikap inklusif dengan bertukar pikiran dengan orangorang Yahudi dan para filsuf Epikuri dan Stoa.yabina. Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. Ia tidak menolak kerinduan orang-orang dalam menyembah ‘Allah Yang Tidak Dikenal’ tetapi Paulus sedih hatinya melihat banyaknya berhala dan kuil-kuil di kota itu. bukan dengan sikap memaksa dan menganggap rendah orang lain. namun karunia keselamatan yang kita peroleh. Untuk mencapai ini.

(QS. maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.16:36). Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. Al-Qur’an menegaskan bahwa diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk seluruh alam dan sekaligus menjadi penutup para nabi/rasul. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu.20:115).3:67-68). Allah telah mengutus nabi/rasul kepada tiap-tiap umat di muka bumi ini (QS. (QS. Inilah inti dari agama Islam. (QS. (QS. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja). dan jauhilah Thaghut itu”. melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Amat berat bagi orangorang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Seseungguhnya Allah telah memilih agama ini (Islam) bagimu.” (QS. Berbeda dengan umat-umat sebelumnya dimana masing-masing umat memiliki nabi/rasul. melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku. Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa nabi/rasul itu tidak hanya berjumlah 25 orang saja sebagaimana tersebut namanya di dalam Al-Qur’an.40:78). karena tidak ada tuhan selain Allah (QS. . Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad). (QS. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad). dan jika mereka berpaling.21:25) Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu. Nabi Adam AS. demikian pula Yakub.21:25). (QS. akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah). dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.2:132). Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. Jelasnya. maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. maka apabila telah datang perintah Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya. dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. diputuskan (semua perkara) dengan adil. Agama Islam dalam pandangan Al-Qur’an tidak diciptakan pada masa Nabi Muhammad SAW. maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu’jizat. di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. namun Al-Qur’an tidak menjelaskan angka pastinya. Beberapa ayat Al-Qur’an di atas dengan jelas menegaskan bahwa Islam sudah hadir semenjak zaman Adam. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya. tetapi melebihi jumlah itu (QS. serta orang-orang yang beriman (kepada Nabi Muhammad). sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk. Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu.3:20).40:78). tetapi sudah hadir semenjak manusia pertama. melainkan dengan seizin Allah. dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah).16:36) dan senantiasa memerintahkan makhluk-Nya untuk hanya menyembah kepada-Nya. maka ia lupa (akan perintah itu). Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).42:13). (QS.21:107).orang yang mengikutiku”. Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani. Jika mereka masuk Islam.

Paulus Tarsus juga menyatakan bahwa ia mendapat amanat dari Yesus untuk menyebarkan agama Kristen kepada bangsa-bangsa non-Yahudi. Alkitab secara khusus mencatat keberadaan umat lain selain Israel. Sebagaimana pernyataan Paulus Tarsus di dalam Alkitab berikut ini: GALATIA: 1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku. Universalkah Kristen? Alkitab secara tegas menyatakan bahwa Kristen lahir setelah penyaliban Yesus. Namun demikian. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus. Dengan demikian. yaitu ketika para nabi/rasul diutus untuk umat Israel. pada masa itu. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. India. (QS. bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat. dan lain sebagainya. bukan hanya di israel. sebagaimana dilansir dalam pernyataan Paulus Tarsus berikut ini: GALATIA: 2:16 Kamu tahu. tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia. karenanya. tampak jelas bahwa Islam adalah agama untuk seluruh alam. Sebut saja. yang konon diridlai oleh Tuhan menurut Alkitab. Padahal. supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa barita gembira dan sebagai pemberi peringatan. yakni umat Nabi Ayub AS. Arab. Terhadap umat-umat lain. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. Al Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. dari uraian singkat diatas. Dari uraian singkat di atas. Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas da’wahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad). 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita. yakni umat Israel (baca: Perjanjian Lama). setidaknya kepada siapa umat-umat tersebut harus mengabdi. Al-Qur’an juga menegaskan bahwa dirinya adalah satu-satunya kitab yang menjadi peringatan bagi seluruh alam. adalah agama Yahudi (baca: Perjanjian Lama). agama Yahudi merupakan agama untuk golongan tertentu saja. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Bahwa agama sebelum Yesus. (baca: Kitab Ayub). bahkan hingga masa Yesus. dapatkah Kristen dipandang sebagai agama universal yang berdiri di atas kebenaran wahyu Allah? Alkitab sama sekali menolak keberadaan agama Kristen sebelum. sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Pada bagian lain. (QS. Cina. Islam layak mendapat predikat agama universal. bahkan terkesan tidak mau tahu. supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi.34:28) Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. manusia sudah menyebar ke seluruh pelosok bumi. Mesir.000 tahun yang lalu ketika Yesus konon mengajarkan Kristen . bangsa Edom. Namun demikian. tampak jelas bahwa Kristen adalah agama baru. bangsa Romawi. Lebih jauh. yang lahir kira-kira 2. Yunani.(QS.38:86-87). tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Perjanjian Lama sama sekali tidak menjelaskannya.33:40).

sesama manusia dan ciptaan dan bahkan dengan dirinya sendiri. Alkitab tidak punya ilusi tentang watak manusia. Hubungan yang universal antara Allah dan manusia Bukan tidak sengaja semua pernyataan alkitabiah dirangkaikan dengan refleksi tentang hubungan Allah dengan semua manusia dan seluruh ciptaan. ekologi.com/misirekonsiliasi) A. Dosa asal dalam pemahaman Alkitab ini tidak terfokus kepada kecenderungan manusia untuk melanggar hukum-hukum moral.yaitu kesatuan dengan penciptanya . Dosa asal manusia adalah ketidakmampuannya untuk mendamaikan hubunganhubungan tersebut melalui usaha sendiri. kebebasan. 4). agama dsb. Pengakuan bahwa "Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya" (Kej 1:27) dalam kisah penciptaan melampaui semua batasan manusiawi seperti seks. dapatkah Kristen dipandang sebagai agama yang layak mendapat predikat universal dalam pengertian agama wahyu? Jawabannya terletak pada hati nurani masing-masing pembacanya. Tanpa kecuali manusia diciptakan untuk hidup dalam relasi yang utuh dengan Allah. penyebab keterpisahan manusia dari Allah. ras. Karena manusia telah kehilangan sifatnya sebagai ciptaan . tanggung jawab dan berkat.menurut Paulus Tarsus. Bukan jasa atau kwalitas moral. bangsa atau agama. Keseberagaman dan pluralitas ciptaan selaku kekayaan dan karunia baik dari pencipta dijadikan dasar untuk kehancuran kesatuan dan komunikasi . Dalam kisah tentang kejatuhan manusia ke dalam dosa. Hubungan dan perjanjian penciptaan inilah yang mejadi titik tolak untuk kerukunan dan perdamaian antara Allah dan manusia dan antara manusia dengan sesamanya. bagaimana mungkin agama universal harus datang kemudian? MENEMPA PEDANG-PEDANG MENJADI MATA BAJAK: Misi Rekonsiliasi dalam Alkitab oleh: Markus Hildebrandt Rambe. Allah yang memberi martabat kepada manusia dan mengakisi kehidupannya (baik dalam aspek rohani maupun jasmani. tetapi relasi inilah yang membuat setiap ciptaan dinyatakan "baik". Krisis identitas ini mengakibatkan rasa malu (Kej 3:10) dan kecemburuan yang berakhir dengan penyangkalan dan pembunuhan saudaranya (seperti Kain dan Habel Kej. rekonsiliasi menjadi kebutuhan dasar manusia yang mencakup seluruh aspek kemanusiaan. Tetapi yang terpenting harus diingat adalah bahwa agama Kristen sama sekali belum eksis di dunia ini pada era sebelum Yesus. karena "dunia hidup sepenuhnya dalam kehadiran Allah dan di bahwa kekuasaan Allah"1. Ia mencari identitas melalui supremasi ras. Lalu. etnis.bekan secara dualistis).geocities. Akan tetapi. Dari-Nya ia mendapat martabat. Bahan lengkap dapat diakses lewat http://www.3 Dengan demikian.ia kehilangan identitas dirinya. Rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama 1. ia hidup dalam hubungan yang hancur dengan Allah. ini akan sulit dimengerti. tetapi pertama-tama adalah "kerusakan relasional (hubungan)": Karena manusia mau menjadi pencipta dirinya sendiri yang tidak membutuhkan Allah lagi. permusuhan antarmanusia dan ketidakselarasan antara manusia dengan alam semesta terletak pada keinginan manusia untuk "menjadi seperti Allah" (Kej 3:5)2. dan ini menjadi dasar bahwa manusia harus mengasihi dan menghormati kehidupan yang suci itu. Tentu saja. politik. baik dalam arti rohani maupun dalam sifatnya sebagai makhluk sosial. Dosen Misiologi STT Intim Makassar (Bagian dari Bahan Kuliah "Misi Rekonsiliasi".

Perjanjian berhubungan baik dengan tuntutan kultis-religius (dasarnya: "jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku". Yang terjadi adalah dehumanisasi. siang dan malam.antarmanusia. "Pendamaian adalah manifestasi daripada kepedulian Allah terhadap ciptaan-Nya. 4. Perjanjian ini menjadi dasar untuk semua perjanjian yang berikutnya dan bermaksud untuk memulihkan dan mempertahankan hubungan antara Allah dan manusia dan antarmanusia (karena menang sering sekali manusia/Israel menolak dan melanggar perjanjiannya dengan Allah dan implikasinya): Perjanjian dengan Abraham (Kej 15). yaitu keterasingan manusia dari dasar keberadaannya. dan mancan tutul akan berbaring di samping kambing" (Yes 11:6)7. bahwa pemulihan kembali dan pemeliharaan hubungan manusia dengan Allah hanya dimungkinkan oleh kesabaran dan pengampunan Allah.) atau antara suami dan isteri (Hos 2). Pengharapan atas "Perjanjian damai" (Hes 27:26) untuk bangsa Israel itu bermuara ke dalam pengharapan dan janji dalam perspektif yang universal." (Kej 8:21-22). Dengan berkat Allah (Kej 9:1) Nuh sebagai nenek moyang seluruh umat manusia. gigi . di sisi lain rekonsiliasi dan perjanjian ini selalu dikaitkan dengan kewajiban manusia terhadap Allah dan sesama manusia/ciptaan dan tidak bebas dari pengadilan Allah dan tuntutan untuk bertobat. dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu". Hanya karena inisiatif dan anugerah Allah maka kejahatan manusia (Kej 3. di mana Taurat Allah akan ditaruh dalam batin dan ditulis dalam hati mereka (Yer 31:31-34) dan yang akan menjadi "perjanjian bagi umat manusia dan terang untuk bangsa-bangsa" (Yes 42:6). Yosua (Yos 24). Dari situ jelas."5 Perjanjian (tyrb) Allah dengan Nuh (Kej 8:21 . 24. Ul 5:7. kemarau dan hujan. 34. maupun tuntutan sosial (perintah-perintah Allah.. dengan semua keturunannya. Namun. mewujudkan keadilan. Musa (Kel 19.mata ganti mata. Manusia dibebaskan dari ancaman maut dan penghukuman yang seharusnya ia terima. diterima kembali ke dalam hubungan dengan Allah. sampai janji bahwa Allah akan mengadakan perjanjian baru. dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.9:17) adalah perjanjian pertama yang memperbaruhi "perjanjian penciptaan": "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia. Hanya perjanjian Allah memungkinkan rekonsiliasi yang membebaskan manusia baik dari dosa sendiri maupun dari penderitaan karena dosa-dosa orang lain. sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya.): "Serigala akan tinggal bersama domba. tidak membalas berlebihan: ". di mana "tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang" (Yes 65:17+19). takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai. 8:21) tidak berakhir dengan pembinasaan manusia. Yes 11:1-9 dll. dingin dan panas. Selama bumi masih ada. karena "mencari nama". Maz 89:27 dll. Kel 20:3. Yosia (2 Raj 23).. Allah sendiri menjembatani jarak relasi dengan membangun kembali hubungan perjanjian dengan manusia dan terus-menerus hadir dan terlibat dalam sejarah manusia. membebaskan dari utang. dari diri sendiri (terlepas kesatuan antara tubuh dan roh) dan dari sesamanya4. Perdamaian taman Eden dan kerukunan alam semesta dan keadilan untuk mereka yang tertindas akan diadakan kembali (bdk. Hubungan antara Israel dan Allah6 akan pulih kembali seperti hubungan antara ayah dan anaknya (2 Sam 7:14. yaitu penciptaan "langit yang baru dan bumi yang baru". "Kasihilah Tuhan. Ul 6:4). Ul 26). seperti dalam kisah tentang menara Babel (Kej 11:19). Allahmu. Daud (2 Sam 7). 6.

Mulai dengan pemilihan Abraham ." Abraham harus menjadi berkat untuk orang yang tidak sebangsa dan seagama dengan dia. "janganlah engkau menuntut balas. Ul 32:8-9) dan menerima penghakiman dan belas kasihan dari Allah (bdk.. Namun Israel bisa juga melihat dan mengakui bahwa Allah telah bekerja di tengah-tengah bangsa dan agama lain.. Ia bahkan dapat menerima pengaruh dan belajar dari agama lain11.. Kej 14:19. dan engkau akan menjadi berkat. sikap itu selalu dan langsung dikritik misalnya oleh para nabi seperti Amos: "Bukankah kamu sama seperti orang Etiopia bagi-Ku.bapak leluhur bersama orang Yahudi. Partikularisme adalah partikularisme fungsional. rekonsiliasi antarmanusia atau antarbangsa bisa berhasil: misalnya rekonsiliasi Esau dengan Yakub Kej 33. Kristen dan Islam perjanjian Allah mencakup hubungan khusus. tetapi tidak eksklusif antara Allah dan keturunan-keturunan Abraham. dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau.ganti gigi.Yusuf dengan saudara-saudaranya Kej 45 atau Daud dengan Saul 1 Sam 27. bdk Bileam dalam Bilangan 22 atau Korsey dalamYes 44:28 yang menjadi saluran berkat Allah untuk bangsa Israel). rekonsiliasi antarmanusia mencerminkan rekonsiliasi yang telah diberi Allah. dan orang Aram dari Kir?" (Am 9:7) Di satu pihak bangsa lain adalah "lawan-lawan politik atau paling tidak saingan Israel. Meskipun sering kita temukan eksklusivisme dan etnosentrisme Israel dalam Perjanjian Lama. partikularisme . Yeh. orang Filistin dari Kaftor. 2.. Yang menarik adalah bahwa yang berinisiatif untuk pengampunan dan rekonsiliasi dan membuka jalan untuk pertobatan sering adalah pihak yang diperlakukan tidak adil. hai orang Israel? . atas dasar tersebut. Yun dll.. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau. dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."10 Di satu sisi. dan janganlah menaruh dendam . Sekali lagi. Dari situ tampak bahwa rekonsiliasi antara Allah dan manusia dan rekonsiliasi antarmanusia saling terkait. pada pihak lain Allah sendiri telah membawa mereka ke lingkungan visi Israel. 40-55. dan dia pun akan diberkati oleh orang-orang beragama lain (misalnya oleh Melchisedek.). Israel hanyalah salah satu bangsa yang punya hubungan langsung dengan Allah (bdk.. bangsa Israel memisahkan diri dari agama-agama sekeliling dan menolak secara tegas pemujaan berhala.dan tidak ada yang satu tanpa yang lain.. Pemilihan dan pengistimewaan bangsa Israel bukan karena jasanya atau karena ia lebih layak dari pada bangsa lain. Tetapi pilihan khusus dan partikuler oleh Allah itu hanya punya makna dalam kerangka hubungan universal antara Allah dan dunia. Dalam Perjanjian Lama9 ditemukan banyak contoh yang konkrit bagaimana. Yes 19. Yang sering dijadikan pusat perhatian adalah bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah dan sejarah Allah dengan bangsa-Nya. Tujuan perjanjian khusus ini menjadi jelas dalam Kej 12:3 kepada Abraham: "Aku... memberkati engkau . melainkan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri" Im 19). Hubungan yang khusus antara Allah dan bangsa Israel Dalam Perjanjian Lama ditemukan suatu ketegangan yang konstruktif antara universalisme dan partikularisme.. Bukankah Aku telah menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir." (Kel 21:24)8.

"kambing jantang dosa" atau "kambing hitam")." (Amos 5:21-24. Im 27:16-25) yang . kalau . Kel 34:67).15 Berhubungan dengan hari raya orang Yahudi yang besar. Aku tidak suka . Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu. Beban dosa ditebus (di samping syafaat.atau lebih tepat: peranan dalam misi rekonsiliasi Allah . seperti dalam pembuangan di Babel.13 Korban memberikan penggantian. Dengan menjalankan aturan-aturan ritual hubungan antara seorang secara individual atau sekolompok secara kolektif dengan Allah bisa dipulihkan kembali. keadilan-Nya dan tindakan-tindakan pembebasanNya). Bangsa Allah dipanggil terus-menerus untuk bertobat kepada Allah. Yes 1:10-17. Para nabi dengan tegas mengritik praktek kultus yang hanya bersifat munafik dan tidak berhubungan dengan keadilan dan perdamaian antarmanusia: "Aku membenci. Tidak ada hak istimewa bangsa ini di hadapan Allah. Rekonsiliasi punya peranan yang sangat besar dalam kultus12. Sungguh. Keadilan dan kebenaran (bdk Mzm 98:9) menjadi ukuran untuk keabsahan rekonsiliasi.untuk universalisme. apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu. bdk. Ritus rekonsiliasi tersebut tidak akan meniadakan kesalahan atau tanggung jawab si pedosa. Ia harus menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain (Yes 49:6). Salah satunya adalah ritus penebusan melalui korban. Namun pelaksanaan ritus tidaklah otomatis menjamin rekonsiliasi dan penghapusan dosa. dan berhubungan dengan kesalahan atau pelanggaran kultis. Yes 58:6-8. Bil 36:4.7)16. Persyaratannya adalah penyesalan yang jujur dan pengakuan kesalahan yang terbuka serta kesediaan untuk bertobat dan hidup kembali sesuai dengan kehendak Allah. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir. Kebutuhan rekonsiliasi mencakup baik aspek individual maupun aspek kolektif (yang tidak dapat dipisahkan). Yom Kippur (Yom hak-Kippurim) atau "Hari Rekonsiliasi" (bdk "liturgi rekonsiliasi Im 16). religius. Ia tidak punya panggilan untuk "mengyahudikan" bangsa-bangsa lain.. tahun sabat dan tahun yobel (Im 25. namun ia punya misi . ia harus mengusahakan "kesejahteraan kota" itu dan berdoa untuk mereka (Yer 29:7 syalom untuk bangsa yang berkuasa atas mereka!). melainkan menghalangi akibat atau efek yang membawa murka untuk si individual atau kolektif. Korban tersebut menjadi wakil untuk menerima murkah dan hukuman yang terkait dengan dosa atau pelanggaran yang telah dilakukan. yuridis dan moralis. dan kalau berada di tengah-tengah bangsa dan orang beragama lain. Mi 6:6-8). Ul 15:1-18. Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. melainkan ini merupakan tindakan Allah yang bebas (bdk Im 4.dalam hal pelanggaran dalam hubungan antarmanusia kerugian digantidan rekonsiliasi dengan orang yang dirugikan telah dicapai (bdk Bil 5. juga ditekankan bahwa pengampunan baru berlaku. ia punya kewajiban khusus dalam hubungannya dengan Allah dan membutuhkan rekonsiliasi lebih dari bangsa-bangsa lain karena ketidaktaatannya kepada Tuhannya. bdk.17 Aspek rekonsiliasi ini juga nampak dalam aturan-aturan sabat.. puasa dll. Sebaliknya.)misalnya lewat korban bakaran (binatang) atau seekor kambing jantang yang secara simbolis dibebankan dengan dosa-dosa manusia dan diusir ke padang gurun (bdk Paskah Im 16. doa. dan menjadi saksi yang setia tentang keesaan Allah. lagu gambusmu tidak mau aku dengar. Hos 6:6. perintah-Nya. Darah yang ditumpuhkan berarti pendamaian untuk kehidupan bagi yang mempersembahkan korban itu14. Kel 23:10-11. Bil 29 .terhadap bangsa lain (yaitu menjadi berkat.

sehingga ia dapat menjadi "perjanjian bagi umat manusia dan terang bagi bangsa-bangsa" (Yes 42:6)18.dia tertikam oleh karena pemberontakan kita. tidak memisahkan perdamaian rohani dengan perdamaian jasmani dan sosial. Syalom sebagai pengalaman iman. tetapi model untuk misi rekonsiliasi Israel. Di satu sisi. superior. eksklusif dan triumfalistik.biarpun gununggunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang. Israel (disini dalam konteks pembuangan di Babel. 37:26). dan melalui itu menjadi "penyembuh yang terluka". maka mereka akan menempa pedang-pedang menjadi mata bajak dan . Hamba Tuhan menjadi gambaran bukan hanya untuk misi seorang nabi atau untuk mesias yang akan datang. Itu dicerminkan dalam Deuteroyesaya dan Tritoyesaya tentang "hamba Tuhan yang menderita". Memang tidak dapat disangkal bahwa perhatian masih dipusatkan kepada peranan sentral bangsa Israel dalam sejarah keselamatan Allah. dan juga bukan sebagai "korban yang tidak bersalah" dalam arti wacana korban21.22 Syalom adalah anugerah Allah dan sekaligus tanggung jawab manusia. segala bangsa akan berduyunduyun ke sana. Hamba Tuhan dalam kidung pertama digambarkan sebagai orang pilihan yang dipanggil untuk menjadi model perjanjian Allah dengan dunia. menghapuskan utang-utang.. Melayani untuk rekonsiliasi bahkan bisa berarti bersedia untuk menderita.. panggilan etis dan harapan untuk masa depan melampaui tradisi-tradisi kaku dan permusuhan terhadap bangsa lain dalam Perjanjian Lama23. Ia hidup dan mati bahkan bagi mereka di luar lingkup batasan ras dan bangsanya sendiri. Misi rekonsiliasi Allah juga menuntut sikap kerendahan hati dari bangsa Israel. Dalam Yes 50 dan Yes 52/53 hamba itu digambarkan sebagai murid atau tokoh yang menderita karena kesetiaannya dan bahkan "mati bagi kepentingan orang banyak": ". tyrb) tidak akan bergoyang" Konsep Perjanjian Lama tentang ~wlvsyalom adalah konsep perdamaian yang sangat holistik." (Yes 49:6). supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya.. dia diremukkan oleh karena kejahatan kita.). Misi Israel dalam Yes 52:13 -53:12 terutama dipahami dalam rangka solidaritas dengan penderitaan dunia di sekelilingnya. Tujuan dan visi rekonsiliasi adalah "perjanjian abadi" (Yes 55:3): ". membebaskan hamba-hamba. syalom adalah kata ucapan selamat sehari-hari. dan . Tetapi simbol-simbol identitas yang eksklusiv telah dibuka seperti dalam visi tentang ziarah bangsa-bangsa ke bukit Sion: "Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit.."agar keselamatan Allah sampai ke ujung bumi.dihubungkan dengan aspek pembebasan untuk semua ciptaan (membiarkan tanah dan binatang-binatang. dan oleh bilur-bilurnya kita akan sembuh" (Yes 53:5)19.dalam kidung kedua . dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari kita naik ke gunung Tuhan. tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku (berit syalom -~wlv (Yes 54:10. dan supaya kita berjalan menempuhnya. Syalom tidak memisahkan perdamaian dengan Allah (tidak ada "individualisasi" dan spiritualisasi") dari perdamaian dengan manusia. ditimpakan kepadanya.. di sisi lain punya arti religius yang sangat mendalam. di mana Israel sendiri mengharapkan pembebasan dan menjadi penerima "ganti rugi" melalui "korban penebus salah (asham)"20) menjadi berkat untuk bangsa lain bukan dari posisi yang kuat. ke rumah Allah Yakub.. sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem. melainkan dalam "solidaritas sesama korban". ganjaran yang mendatangkan keselamatan (perdamaian) bagi kita." Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. bdk Yeh 34:25.

segala kepuasan yang ditawarkannya. Di antara kedua kata tersebut. Allah Tertinggi. yang berkuasa. dan menjadi sebutan untuk Tuhan. Hai kaum keturunan Yakub.mari kita berjalan dalam terang Tuhan" . realitas yang tidak terbatas itu adalah Allah. Segala harta dunia ini. Kata ‘Allah’ sudah dikenal oleh masyarakat Arab sebelum Islam untuk menunjuk Pencipta alam semesta.. Bagi orang Arab. Muncul pertanyaan: apakah kata ‘Allah’ milik ekslusif orang Islam? Ataukah ada kata lain yang lebih orisinil untuk mengetahui identitas sang causa prima non causata itu? Untuk menjawab pertanyaan itu. segala silau teknologinya yang canggih. Akan tetapi. Karena dikira ada banyak el atau ilah (politeisme). dan mereka tidak akan lagi belajar perang. dan antara manusia yang begitu beranekaragam.dan ilah. kata ‘Allah’ merupakan kata yang paling populer dan digunakan bersama-sama oleh penganut agama Yahudi. bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa. semuanya bertujuan agar manusia sampai kepada pemahaman yang akurat tentang Yang Absolut itu sendiri. pada hakikatnya tidak pernah dapat memuaskan hati manusia yang selalu merindukan sesuatu yang mengatasi dunia ini. Ada banyak interpretasi tentang realitas yang tidak terbatas itu.. Menurut umat Islam. yang terlalu jauh atau tinggi untuk disembah . sedangkan orang Yahudi menyebutnya Yahwe.tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. maka satu ilah disebut sebagai El-Elyon.". Kristen.membuat visi syalom yang universal itu menjadi misi rekonsiliasi untuk damai sejahtera untuk seluruh dunia dan alam semesta. kata Allah merupakan trade mark umat Islam saja. Kata Semit ilah sama arti dan akarnya dengan kata Ibrani el yang berarti yang kuat. Kalimat terakhir itu . Mengapa Nama ‘Yahwe’ Diganti dengan ’Allah?’ (Kajian tentang Asal-usul dan Tradisi Teologis) OPINI Jufri Kano | 24 Oktober 2010 | 16:52 64 4 1 dari 1 Kompasianer menilai Bermanfaat. 1. mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!" (Yes 2:1-5). yang diakui sebagai Pencipta langit dan bumi. Asal-usul Kata ‘Allah’ Secara etimologis. belakangan ini penggunaan kata Allah di kalangan Kristen menuai kritik yang tajam dari umat Islam.24 Saya mau menyimpulkan "misi rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama" dengan sebuah simbol untuk perjanjian (tyrb berit) Allah sebai dasar rekonsiliasi dan syalom (~wlv) Allah sebagai visi dan misi rekonsiliasi. yaitu pelangi dan burung merpati yang membawa sehelai daun zaitun (dari kisah tentang air bah dan perjanjian dengan Nuh Kej 5-9): Pelangi sebagai tanda rekonsiliasi antara Allah dan manusia. dan Islam. akan dibicarakan dulu asal-usul kata Allah. Pengantar Sebagai makhluk yang diciptakan untuk sesuatu yang tidak terbatas. Merpati sebagai duta perdamaian yang membuka kemungkinan untuk kehidupan baru di tengah keadaan yang tanpa harapan. manusia tidak pernah dapat puas dengan dunia yang terbatas ini. artinya Yang Mahakuasa. kata ‘Allah’ merupakan perpaduan dua kata Arab: al.

Namun demikian. Padahal dalam kenyataannya.’ Terjemahan ini tepat mengingat sebutan ‘Allah’ itu memiliki jangkauan luas dan universal. Penggunaan Kata “Allah” dalam Tradisi Arab Kristen Secara historis. menyita. tetapi nama yang kudus ini tidak boleh disebut dengan sia-sia mengingat arti penting sebuah nama dalam Perjanjian Lama.” hadir dan bertindak bagi mereka. kata Allah bukan ciptaan orang Islam. al-ilah disambung menjadi Allah. atau bahwa kata ‘Allah’ itu sendiri adalah milik ekslusif orang Islam. Bangsa Israel sudah mengenal Yahwe. sebab Yahwe sendiri telah menyatakan diri-Nya kepada mereka: “Aku ini Yahwe. Kebiasaan bangsa Israel untuk menggantikan kata ‘Yahwe’ dengan kata ’Adonai‘ diikuti oleh Yesus dan para rasul-Nya. menyertai mereka dalam perjalanan keluar dari perbudakan. Meskipun bangsa Israel mengenal Yahwe. Dengan demikian. baik yang Muslim maupun yang bukan Muslim. terdapat pandangan di kalangan orang banyak. banyak orang mengira bahwa hanya orang Islam yang percaya kepada Allah. Yahwe seakan-akan merebut. memanggil Dia dengan nama-nama ilahi yang berasal dari dunia keagamaan bangsa-bangsa di daerah pengembaraan mereka sebab Yahwe sendiri berkenan memperkenalkan diri-Nya di bawah nama-nama itu. Sudah di masa sebelum Islam. bahasa Arab bukanlah bahasa khusus orang-orang Muslim dan agama Islam. Sejumlah Kitab Perjanjian Lama menyebutkan bahwa nama pribadi sesembahan bangsa Israel adalah Yahwe. melampaui batas bangsa. Kej 32:30). melainkan juga bahasa kaum non-Muslim dan agama bukan Islam sebab di kalangan bangsa Arab terdapat kelompok-kelompok bukan Islam. bangsa Israel masih mencari Dia.[3] Oleh karenanya. kita sebagai umat Kristen jelas tidak rela disuruh untuk melepaskan sebutan ‘Allah’ itu. Nama ini membedakan sesembahan bangsa Israel dengan ilah-ilah bangsa lain (Ul 7:25). dan mengambil alih namanama mereka. tentang adanya kesejajaran antara ‘ke-Islam-an’ dan ke-Arab-an.atau dimintai perhatian. Nama mewakili pribadi dan mengetahui nama seseorang kadang-kadang menguasai orang itu (bdk. Nama Yahwe amat sering digunakan dalam Alkitab Ibrani. Tradisi Teologis Perubahan Nama Bangsa Israel lahir dan berkembang di dalam suasana keagamaan yang serba ragam dengan nama sesembahan mereka masing-masing. Dengan nama Yahwe. melainkan ia merupakan kata biasa dalam bahasa Arab lepas dari ikatan dengan salah satu agama tertentu. seperti Yahudi dan Kristen.’ Pandangan seperti itu jelas tidak didasarkan pada kenyataan tetapi hanya didasarkan pada kesan semata. Yahwe berkenan mempergunakan ciri-ciri keagamaan sekedar untuk menyatakan diri-Nya yang sebenarnya. itulah nama-Ku” (Yes 42:8).[2] Latar belakang kafir dari nama-nama itu tidak dapat menghalangi penggunaannya sebagai alat pernyataan diri Yahwe kepada para bapa leluhur Israel.” dalam arti “ada untuk umat-Nya.[4] . Allah telah menyatakan diri dalam sejarah bangsa Israel. Muncul pertanyaan: apakah sama antara Yahwe dengan sembahan bangsa-bangsa pengembara itu? Jauh dari menyamakan diri dengan sembahan-sembahan itu. Nama Yahwe diartikan sebagai “Dia ada. 3. Lembaga Alkitab Indonesia kiranya juga mengikuti kebiasaan ini dalam menerjemahkan Yahwe dengan kata ‘Allah.[1] 2. orang-orang Israel zaman dulu mengganti nama Yahwe dengan istilah Adonai. Oleh karenanya. Akibatnya.

sangat masuk akal kalau orang-orang Islam menggunakan kata ‘Allah’ untuk menunjuk kepada sesembahan mereka. 4. di suatu tempat tertentu. yaitu masyarakat yang menjadi pendengar-Nya. dan berintegrasi dalam suatu kebudayaan tertentu yaitu kebudayaan Yahudi Palestina. mereka juga menggunakan kata ‘Allah’ dan percaya kepada Allah. dan lain-lain). semuanya berdasarkan latar belakang etimologis kata itu sendiri dan tradisi teologis agama-agama mereka yang berakar dalam Perjanjian Lama. atau Allah dalam bahasa Arab. Dengan demikian. Dengan demikian. Ia sudah digunakan oleh orang Arab pada zaman sebelum Islam. yakni kata yang memiliki akar kata’l. kehadiran Dia yang disebutkan itu dapat ditangkap. kata ‘Allah’ bukan kepunyaan orang Islam saja melainkan kepunyaan semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu. Hal ini tampak jelas dalam diri Yesus Kristus yang lahir pada suatu waktu tertentu. dan orang-orang Yahudi dan Kristen Arab memakai kata ‘Allah’ yang sama itu pula untuk menyebut sesembahan mereka. Warta universal dari Allah yang dimaklumkan dalam diri Yesus Kristus dialamatkan kepada manusia dari suatu kebudayaan tertentu pula. kata yang digunakan untuk menyebut Allah adalah kata yang biasa digunakan dalam bahasa-bahasa Semit (Ibrani. Allah menggunakan medium bahasa setempat untuk mengungkapkan siapa diri-Nya. Tanggapan Kritis Agama Kristen mengakui bahwa Allah memperlihatkan diri-Nya lewat suatu kebudayaan yang konkret dan definitif. yaitu bahasa mereka sendiri. Kata ‘Allah’ ini kemudian dipegang bersama-sama oleh orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan bahasa Arab. Dalam terjemahan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Suci Perjanjian Baru ke dalam bahasa Siryani yang digunakan di Siria sebelum kedatangan agama Islam. demikian pula oleh orang Islam. “dewa itu” yang sama artinya dengan haeloah dalam bahasa Ibrani. Penggunaan kata ‘Allah’ di kalangan Kristen merupakan wujud khusus yang menandakan bahwa Allah hadir dan berbicara dengan bahasa orang setempat. Ketika orang-orang Muslim Arab melakukan ekspansi militer dan politik keluar Jazirah Arabia. dan diterima oleh orang-orang yang dalam kenyataannya terikat dalam konteks bahasa tertentu.’ Jadi. namun kehadiran-Nya lepas dari semua bahasa yang digunakan oleh manusia manapun. Dengan demikian. Pewartaan tersebut bisa ditanggapi lewat unsur budaya setempat. Pengakuan inilah yang merupakan salah satu pendorong bagi umat Kristiani untuk menghormati bahasa setempat dalam usaha mencapai pemahaman yang akurat tentang Yang Absolut itu sendiri. Arami. dipahami. bukan realitas in se-Nya. kehadiran Allah melampaui setiap kata yang kita pakai untuk menyebut-Nya. Arab.Sebagai orang yang berkebangsaan Arab. latar belakang permasalahan perbedaan penggunaan kata untuk menyebut realitas yang tidak terbatas itu bagi umat Kristiani tidak terlalu dipersoalkan. Jadi.[5] Dengan kata lain. Kata ‘Allah’ dipakai untuk merumuskan penghayatan atau penangkapan kita tentang realitas tertinggi. mereka membawa agama Islam kepada masyarakat bukan Arab. masyarakat bukan Arab tersebut menggunakan bahasa Arab setelah wilayah mereka dikuasai oleh orang-orang Arab sehingga mereka pun memakai kata ‘Allah.‘ Kata tersebut dalam bahasa Siryani diucapkan alaha. Inti yang mau diambil oleh umat Kristiani adalah bahwa dengan penggunaan kata tertentu misalnya kata ‘Allah’ untuk menyebut Yang Absolut itu. yang lebih penting bagi kita ialah .

demikian pula oleh orang Islam. orang Israel tidah hanya menyebut Yahwe dengan kata Adonai. namun tetap mengungkapkan realitas tertinggi itu. Hal tersebut dilakukan karena mereka yakin bahwa Yahwe sendiri berkenan memperkenalkan diri-Nya di bawah namanama itu. Dalam perkembangan selanjutnya. Akibatnya. Kebiasaan bangsa Israel untuk menggantikan kata ‘Yahwe’ dengan kata yang lain diwariskan secara turun-temurun. 5. Mula-mula bangsa Israel mengenal sesembahan mereka sebagai Yahwe. Untuk menggantikan sebutan Yahwe. mereka memilih sebuah kata baru yaitu Adonai. Pendekatan yang mengadakan hubungan langsung dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pendengar-Nya membuka kemungkinan untuk diterima oleh setiap orang di mana Allah menyatakan diri-Nya sehingga mereka menemukan kehadiran Allah di tengah-tengah mereka. namun selanjutnya mereka merasa bahwa nama itu sungguh kudus sehingga tidak pantas untuk diucapkan sembarangan. Jadi.’ Kata ini merupakan kata universal yang dipakai bersama-sama oleh orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan bahasa Arab. kata ‘Allah’ bukan kepunyaan orang Islam saja melainkan kepunyaan semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu. kata yang mereka pakai adalah kata ‘Allah. setiap bangsa mempunyai kata sendiri untuk menyebut sesembahan mereka. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas. Ia berkenan menggunakan bahasa tertentu untuk memperkenalkan diri-Nya kepada semua orang. tetapi juga memanggil Dia dengan nama-nama ilahi yang berasal dari dunia keagamaan bangsa-bangsa di daerah pengembaraan mereka. maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa perubahan nama untuk menyebut realitas tertinggi sudah dimulai sejak zaman bangsa Israel Kuno. Daftar Pustaka .menyadari arti pernyataan diri Allah ini. Latar belakang kafir dari nama-nama itu diberi arti secara baru dan diyakini sebagai alat pernyataan diri Yahwe kepada para bapa leluhur Israel. Bagi orang-orang yang berlatar belakang Arab.