PAK dalam Perjanjian Lama

LATAR BELAKANG PL: BANGSA, AGAMA DAN BUDAYA YAHUDI
A. Bangsa Yahudi

Bangsa yang penuh misteri, kecil tapi kuat, sedikit tapi menyebar ke seluruh dunia, menyebar tapi kemurniannya terjaga, kadang tidak bertanah air dan tak punya raja, tapi selalu menonjol dan memberi pengaruh kuat kepada dunia. Dianiaya, tapi bertahan bahkan berkelimpahan. Bangsa yang memiliki identitas yang kuat. B. Agama Yahudi Penganut agama Yudaisme yang mementingkan ketaatan kepada Hukum Agama agar dijalankan dengan penuh ketekunan. Kemurnian pengajarannya dijaga dari generasi ke generasi berikutnya untuk memberi dasar yang teguh bagi setiap tingkah laku dan tindakan. Hukum agama sering diaplikasikan secara harafiah. C. Budaya Yahudi Yang paling mengesankan dalam budaya Yahudi adalah perhatiannya pada pendidikan. Pendidikan menjadi bagian yang paling utama dan terpenting dalam budaya Yahudi. Semua bidang budaya diarahkan untuk menjadi tempat dimana mereka mendidik generasi muda, yang kelak akan memberi pengaruh yang besar. Obyek utama dalam pendidikan mereka adalah mempelajari Hukum Taurat. PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PERJANJIAN LAMA A. Prinsip-prinsip yang Dipegang oleh Bangsa Yahudi 1. Seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah. Kej. 1:1 -- Segala sesuatu telah dijadikan oleh Allah dengan tujuan supaya manusia mengenal Allah dan berhubungan dengan-Nya. Cara Allah menyatakan diri adalah dengan: - Wahyu : Supaya orang menyadari dan mengakui keberadaan Allah Umum melalui alam, sejarah, hati nurani manusia. - Wahyu : Supaya manusia menerima keselamatan dari Allah. Allah Khusus berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. 2. Menurut konsep Yahudi tidak ada perbedaan nilai antara duniawi dan rohani, semuanya ada dalam wilayah Tuhan. Itu sebabnya orang Yahudi percaya bahwa "seluruh hidup adalah suci". 3. Pendidikan berpusatkan pada Allah. Fokus utama dalam pendidikan Yahudi adalah: Yehova (Hab. 2:10 -kegagalan campur tangan Allah adalah kegagalan bangsa.) Bagi anak Yahudi tidak ada buku lain yang memiliki keharusan untuk dipelajari selain Alkitab (Taurat) untuk menjadi pegangan dan pelajaran tentang Allah dan karya-Nya 4. Pendidikan adalah kegiatan utama dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Kitab Talmud dikatakan kalau ingin menghancurkan bangsa Yahudi, kita harus membinasakan guru-gurunya. Bangsa Yahudi adalah bangsa pertama yang memiliki sistem pendidikan Nasional (Ula. 6:4-9) Pendidikan mereka tidak hanya secara teori, tetapi menjadi kegiatan sehari-hari dalam cara hidup dan keagamaannya. Contoh: Kitab Imamat yang mengajarkan semua tata cara hidup dan beragama.

B. Tempat Pendidikan Anak Bangsa Yahudi

Pendidikan anak Yahudi bermula di rumah. Berpangkal dari peranan seorang ibu Yahudi. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya, khususnya ketika masih balita. Jauh- jauh hari sebelum anak berhubungan dengan dunia luar, anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dari ibunya sehingga sesudah menginjak usia remaja/pemuda ia sudah mempunyai dasar yang benar. Contoh: Melalui cerita-cerita sejarah bangsa dan hari-hari peringatan/besar. PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT ULANGAN 6:4-9 Ulangan 6:4-9 menjadi pusat pengajaran pendidikan agama Kristen. Kitab-kitab lain yang membahas tentang pendidikan bersumber dari kitab Ulangan ini.
1. Ayat 4 ("Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa!")

Ayat ini disebut "Shema" atau pengakuan iman orang Yahudi (agama Yudaisme) yang artinya "Dengarlah". Yesus menyebut ayat ini sebagai hukum yang pertama -prinsip iman dan ketaatan. Memberikan konsep Allah yang paling akurat, jelas dan pendek Tuhan adalah unik, lain dengan yang lain. Dia Allah yang hidup, yang benar dan yang sempurna. Tidak ada Allah yang lain, hanya satu Allah saja. Ayat 4 ini bersamaan dengan ayat 5 diucapkan sedikitnya dua kali sehari oleh orang Yahudi dewasa laki-laki. Ayat ini diucapkan bersamaan dengan Ula. 11:13-21 dan Bil. 15:37-41. 2. Ayat 5 ("Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.") Kasih harus menjadi motif setiap hubungan manusia dengan Tuhan. Kasih disebutkan pertama karena disanalah terletak pikiran, emosi, dan kehendak manusia. Tugas yang Tuhan berikan untuk manusia lakukan adalah kasihilah Allah Tuhanmu. Musa mengajarkan Israel untuk takut, tapi kasih lebih dalam dari takut. o Mengasihi Tuhan artinya memilih Dia untuk suatu hubungan intim dan dengan senang hati menaati perintah-perintah-Nya. o Mengasihi dengan hati yang tulus, bukan hanya di mulut tapi juga dalam tindakan. o Mengasihi dengan seluruh kekuatan, memiliki semuanya. o Mengasihi dengan kasih yang terbaik, tidak ada yang melebihi kasih kita kepada Dia, sehingga kita takluk kepada Dia. o Mengasihi dengan seluruh akal budi/pengertian, karena kita kenal Dia maka kita mengasihi dan mentaati perintah-Nya. 3. Ayat 6 ("Apa yang Kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan.") Perintah Tuhan bukanlah untuk didengar dengan telinga saja, tapi juga dengan hati yang taat. Sebelum bertindak pikirkanlah lebih dahulu perintah Tuhan, maka hidupmu akan selamat. 4. Ayat 7 ("Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang "kepada anakmu" membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau bangun.") Mereka yang mengasihi Allah, mengasihi Firman-Nya dan melakukannya dengan meditasi, bertanggung jawab untuk merenungkannya dan menyimpannya dalam hati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua mempunyai tugas

untuk mengajarkan Firman-Nya kepada anak-anak dengan didikan dan harus dimulai sejak dini dan berulang-ulang. Ayat 7 ini dipakai sebagai fondasi kurikulum pendidikan Kristen. 5. Ayat 8-9 ("Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.") Tulisan hukum-hukum belum menjadi milik umum, namun demikian, Allah menghendaki mereka melakukannya, supaya mereka terbiasa bergaul dengan hukum Allah. Orang Yahudi mengerti perintah ini dan melakukannya secara harafiah. Mereka mengenal 3 tanda-tanda untuk mengingat hukum Allah: a. Zizth : Dipakai/dipasang pada ujung jubah Iman (Bil. 15:37-41) b. Mezna : Kotak kecil yang berisi Ul 6:4-9 diletakkan di sebelah kanan pintu c. Tephillin : Dua kotak kecil berbentuk kubus masing-masing dari kertas perkamen yang ditulis dengan tangan secara khusus berisi 4 ayat yaitu, Keluaran 13:1-10, Keluaran 13:11-16, Ulangan 6:4-9, dan Ulangan 11:18-21. Satu diikatkan di tangan kiri dan satu di dahi. Tanda-tanda ini dipakai pada saat sembahyang di luar hari Sabat. Tanda-tanda ini sangat indah sebagai peringatan akan kehadiran Allah di rumah dan akhirnya dipraktekkan untuk mengusir setan. Tanda-tanda simbolik ini dibuat supaya penekanan pemahaman ayat itu menjadi nyata sehingga pengajaran itu akan berlangsung terus- menerus. Sumber:  Silabus PAK Anak, Dra. Yulia Oeniyati, Th.M., http://www.sabda.org/pepak/pustaka/050836/.
PERJANJIAN LAMA DALAM PAK

Menjadi sebuah hal yang menarik adalah ketika muncul sebuah pertanyaan, seberapa pentingkah Perjanjian Lama dalam ruang lingkup Pendidikan Agama Kristen (PAK)? Mungkin pertanyaan ini kita anggap sambil lalu, atau tidak terlalu penting, atau memang kita belum mengetahuinya. Mungkin ada yang mengatakan bahwa Perjanjian Lama (PL) tidak terlalu penting karena PL sudah berlalu dan sudah digenapi oleh Perjanjian Baru (PB), atau PB telah menjelaskan tentang pendidikan kekristenan. Apabila kita mempelajari dengan baik, Yesus Kristus menggunakan PL dalam mengajar di pelayanan-Nya (Mat.5:21-22; 22:39)? Para murid Yesus juga menggunakan PL dalam pelayanan (pemberitaan Injil)? Ternyata PL menjadi hal penting dalam membangun konsep dan pelaksanaan PAK. Pada topik ini, saya tidak menggunakan kata “PAK dalam Perjanjian Lama”, tetapi saya lebih menggunakan kata “PL dalam PAK”. Ya, karena bukan PAK yang ada dalam Perjanjian Lama, tetapi Perjanjian Lama-lah yang ada dalam PAK. Dengan kata lain, hal yang hendak dimaksudkan adalah PL digunakan dalam membangun dan membentuk PAK. Tentunya hal ini dilandasi bahwa PAK lahir setelah PL, walaupun dalam perspektif

3.) Bagi anak Yahudi tidak ada buku lain yang memiliki keharusan untuk dipelajari selain Alkitab (Taurat) untuk menjadi pegangan dan pelajaran tentang Allah dan karya-Nya 4. C. Budaya Yahudi Yang paling mengesankan dalam budaya Yahudi adalah perhatiannya pada pendidikan.Wahyu Khusus: Supaya manusia menerima keselamatan dari Allah. tetapi menjadi kegiatan sehari-hari dalam cara hidup dan keagamaannya. tapi bertahan bahkan berkelimpahan. Dianiaya. Bangsa Yahudi adalah bangsa pertama yang memiliki sistem pendidikan Nasional (Ula. Michelle Anthony mengomentari pentingnya dasar Alkitab dalam pendidikan anak karena Allah berkehendak menyediakan petunjuk tentang bagaimana memperhatikan serta memelihara anak. emosi maupun kerohanian anak. Bangsa yang memiliki identitas yang kuat. AGAMA DAN BUDAYA YAHUDI A. tapi selalu menonjol dan memberi pengaruh kuat kepada dunia. Seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah.kegagalan campur tangan Allah adalah kegagalan bangsa. Semua bidang budaya diarahkan untuk menjadi tempat dimana mereka mendidik generasi muda. B. .Segala sesuatu telah dijadikan oleh Allah dengan tujuan supaya manusia mengenal Allah dan berhubungan dengan-Nya.lain diungkapkan bahwa kekristenan sudah ada dalam PL. Contoh: Kitab Imamat yang mengajarkan semua tata cara hidup dan beragama. sejarah. kecil tapi kuat. Prinsip-prinsip yang Dipegang oleh Bangsa Yahudi 1. PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PERJANJIAN LAMA a. menyebar tapi kemurniannya terjaga. kadang tidak bertanah air dan tak punya raja. 2. Hukum agama sering diaplikasikan secara harafiah. yang kelak akan memberi pengaruh yang besar. hati nurani manusia. Pendidikan adalah kegiatan utama dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Allah berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Agama Yahudi Penganut agama Yudaisme yang mementingkan ketaatan kepada Hukum Agama agar dijalankan dengan penuh ketekunan. Kemurnian pengajarannya dijaga dari generasi ke generasi berikutnya untuk memberi dasar yang teguh bagi setiap tingkah laku dan tindakan. 2:10 -. LATAR BELAKANG PL: BANGSA. Pendidikan menjadi bagian yang paling utama dan terpenting dalam budaya Yahudi. Kej. Bangsa Yahudi Bangsa yang penuh misteri. Dalam Kitab Talmud dikatakan kalau ingin menghancurkan bangsa Yahudi. Cara Allah menyatakan diri adalah dengan: . sedikit tapi menyebar ke seluruh dunia. Obyek utama dalam pendidikan mereka adalah mempelajari Hukum Taurat. kita harus membinasakan guru-gurunya. 1:1 -. Fokus utama dalam pendidikan Yahudi adalah: Yehova (Hab. semuanya ada dalam wilayah Tuhan. Itu sebabnya orang Yahudi percaya bahwa "seluruh hidup adalah suci". 6:4-9) Pendidikan mereka tidak hanya secara teori. Pendidikan berpusatkan pada Allah. Menurut konsep Yahudi tidak ada perbedaan nilai antara duniawi dan rohani. . Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru memberikan penjelasan mengenai perhatian terhadap kebutuhan fisik.Wahyu Umum: Supaya orang menyadari dan mengakui keberadaan Allah melalui alam.

hanya satu Allah saja. Dia Allah yang hidup. Kitab-kitab lain yang membahas tentang pendidikan bersumber dari kitab Ulangan ini. Jauh.jauh hari sebelum anak berhubungan dengan dunia luar. anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dari ibunya sehingga sesudah menginjak usia remaja/pemuda ia sudah mempunyai dasar yang benar. o Mengasihi dengan seluruh akal budi/pengertian. mengasihi Firman-Nya dan melakukannya dengan meditasi. supaya mereka terbiasa bergaul dengan hukum Allah. Ayat 5 ("Kasihilah Tuhan Allahmu. o Mengasihi dengan hati yang tulus. Tugas yang Tuhan berikan untuk manusia lakukan adalah kasihilah Allah Tuhanmu. Orang Yahudi . Berpangkal dari peranan seorang ibu Yahudi. Ayat 6 ("Apa yang Kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan. Ayat 8-9 ("Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang dahimu. Ayat ini diucapkan bersamaan dengan Ula. bertanggung jawab untuk merenungkannya dan menyimpannya dalam hati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kasih disebutkan pertama karena disanalah terletak pikiran. 15:37-41. tidak ada yang melebihi kasih kita kepada Dia.") Mereka yang mengasihi Allah. o Mengasihi dengan kasih yang terbaik. 3. dan kehendak manusia. namun demikian. Tempat Pendidikan Anak Bangsa Yahudi Pendidikan anak Yahudi bermula di rumah. dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. yang benar dan yang sempurna. Tuhan itu Esa!") Ayat ini disebut "Shema" atau pengakuan iman orang Yahudi (agama Yudaisme) yang artinya "Dengarlah". apabila engkau sedang dalam perjalanan. lain dengan yang lain. o Mengasihi dengan seluruh kekuatan. jelas dan pendek Tuhan adalah unik. Ayat 4 ("Dengarlah.") Kasih harus menjadi motif setiap hubungan manusia dengan Tuhan. Ayat 7 ("Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang "kepada anakmu" membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu. tapi juga dengan hati yang taat. Ayat 4 ini bersamaan dengan ayat 5 diucapkan sedikitnya dua kali sehari oleh orang Yahudi dewasa laki-laki. 11:13-21 dan Bil. Memberikan konsep Allah yang paling akurat. tapi kasih lebih dalam dari takut. Orangtua mempunyai tugas untuk mengajarkan Firman-Nya kepada anak-anak dengan didikan dan harus dimulai sejak dini dan berulang-ulang. memiliki semuanya. Tidak ada Allah yang lain.b. Allah menghendaki mereka melakukannya. o Mengasihi Tuhan artinya memilih Dia untuk suatu hubungan intim dan dengan senang hati menaati perintah-perintah-Nya.") Tulisan hukum-hukum belum menjadi milik umum. khususnya ketika masih balita. 1. 5. PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT ULANGAN 6:4-9 Ulangan 6:4-9 menjadi pusat pengajaran pendidikan agama Kristen. emosi. Ayat 7 ini dipakai sebagai fondasi kurikulum pendidikan Kristen. 4.") Perintah Tuhan bukanlah untuk didengar dengan telinga saja. sehingga kita takluk kepada Dia. Sebelum bertindak pikirkanlah lebih dahulu perintah Tuhan.prinsip iman dan ketaatan. Yesus menyebut ayat ini sebagai hukum yang pertama -. 2. Musa mengajarkan Israel untuk takut. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya. bukan hanya di mulut tapi juga dalam tindakan. karena kita kenal Dia maka kita mengasihi dan mentaati perintah-Nya. hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita. maka hidupmu akan selamat. apabila engkau bangun. Contoh: Melalui cerita-cerita sejarah bangsa dan hari-hari peringatan/besar. dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.

Sebenarnya justru dalam era modern sekarang. pendidikan -. 1. atau pembimbing rohani anak yang hanya beberapa jam dalam seminggu. yaitu ayah dan ibu (Amsal 1:8). yaitu doa yang diucapkan dua kali sehari. pastor. Keluaran 13:11-16. salah satunya adalah Ulangan 6:4-9 di atas. yang tentunya terlalu singkat untuk mengajarkan betapa luas dan dalamnya pengetahuan tentang . Ulangan 6:4-9. Namun. Keluaran 13:11-16. mengikatkannya sebagai tanda pada tangan dan dahi (ayat 8). Ulangan 6:4 memuat "Shema". PENERAPAN PENDIDIKAN KRISTEN PERJANJIAN LAMA DALAM ERA MODERN Bagi orang Israel. jiwa. TUHAN itu esa!" (Ulangan 6:4) Pernyataan ini kemudian langsung dilanjutkan dengan perintah rangkap untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati. mereka lupa bahwa lama waktu perjumpaan antara anak mereka dengan pendeta.khususnya pendidikan rohani -. Di dalam keempat naskah tersebut. Tanda-tanda ini dipakai pada saat sembahyang di luar hari Sabat. Ketiga naskah lainnya diambil dari Keluaran 13:1-10. mengajarkannya kepada anak-anak mereka secara berulang-ulang (ayat 7). dan Ulangan 11:18-21. dan Ulangan 11:18-21. pendidik Kristen harus menerapkan beberapa prinsip dalam Perjanjian Lama yang lebih disiplin dalam hal pendidikan anak. Keluaran 13:1-10. guru sekolah minggu. Satu diikatkan di tangan kiri dan satu di dahi. Toleransi tinggi dan keleluasaan tidak terbatas cenderung menjadi gaya pendidikan saat ini. Mezna: Kotak kecil yang berisi Ul 6:4-9 diletakkan di sebelah kanan pintu c. 15:37-41) b. PENERAPAN PENDIDIKAN PERJANJIAN LAMA UNTUK ERA MODERN Era modern mengubah cara pandang para pendidik Kristen dalam mendidik anak.merupakan bagian integral dari perjanjian antara Allah dengan umat-Nya. setiap pagi dan petang dalam ibadah di sinagoge.menerus. gembala. hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita. Tephillin: Dua kotak kecil berbentuk kubus masing-masing dari kertas perkamen yang ditulis dengan tangan secara khusus berisi 4 ayat yaitu. kewajiban untuk mengajarkan hukum dan pengetahuan tentang Allah kepada anak-anak mendapat penekanan yang besar. Tanda-tanda ini sangat indah sebagai peringatan akan kehadiran Allah di rumah dan akhirnya dipraktekkan untuk mengusir setan. Orang Israel menafsirkan perintah-perintah tersebut secara harafiah dengan membuat "tali sembahyang" yang diikatkan di dahi atau lengan dan berisi empat naskah. Zizth: Dipakai/dipasang pada ujung jubah Iman (Bil. dan kekuatan mereka (ayat 5).mengerti perintah ini dan melakukannya secara harafiah. Mereka beranggapan bahwa gereja atau sekolah minggu tentunya memiliki "staf profesional" yang lebih handal dalam menangani pendidikan rohani anak mereka. Hal ini menunjukkan besarnya hubungan antara pendidikan rohani dalam rumah tangga dengan ketaatan kepada Allah. dan menuliskannya di pintu rumah dan gerbang (ayat 9). Banyak keluarga Kristen masa kini yang menyerahkan pendidikan rohani anak mereka sepenuhnya pada gereja atau sekolah minggu. Ayat ini amat penting karena merupakan pengakuan iman yang sangat tegas akan Tuhan (Yahweh) sebagai satu-satunya Allah yang layak disembah: "Dengarlah. Tanggung jawab pendidikan Kristen pertama-tama dan terutama terletak pada orang tua. Mereka mengenal 3 tanda-tanda untuk mengingat hukum Allah: a. Tanda-tanda simbolik ini dibuat supaya penekanan pemahaman ayat itu menjadi nyata sehingga pengajaran itu akan berlangsung terus. menaruh perintah itu dalam hati (ayat 6).

ketaatan. dan melayani-Nya dengan segenap hati dan jiwa mereka (Ulangan 10:12). hidup menurut jalan-Nya. mengasuh. Orang tua yang baik mendidik anaknya dengan teguran dan hajaran dalam kasih (Amsal 6:23). Pemulihan para pendidik (orangtua dan guru). Berlainan dengan pendidikan oleh dunia yang bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang penuh ambisi untuk sukses. dan melakukannya dengan segenap kemampuan tangan kita. Jika orang Israel menafsirkan Keluaran 13:9 atau Ulangan 6:8 secara harafiah dengan mengikatkan tali sembahyang pada lengan dan dahi mereka. 3. sikap. tapi juga perbuatan. baik secara fisik maupun secara verbal. namun prinsip-prinsip dasar pendidikan Kristen yang Alkitabiah tetap bertahan di tengah berbagai teori pendidikan baru yang muncul. Nilai-nilai yang penting dalam pendidikan Kristen adalah kasih. yang berasal dari akar kata "shanan" yang berarti mengasah atau menajamkan. Hal ini bertentangan dengan kebenaran Alkitab yang mengatakan bahwa teguran dan hajaran juga dapat mendidik anak sama efektifnya dengan pujian dan dorongan. dan perbuatan (Ulangan 6:7).Allah. biasanya pedang atau anak panah. Orang tua harus secara rutin dan dalam segala kesempatan menyampaikan kebenaran firman Tuhan kepada anak-anak mereka. Satu hal lain yang terpenting adalah Allah sendiri telah meletakkan tugas untuk merawat. IMPLEMENTASI: PENDIDIKAN YANG MEMBERDAYAKAN DAN MEMBEBASKAN Pendidikan adalah pemberdayaan potensi yang dimiliki oleh pendidik dan orangtua untuk menemukan dan memberdayakan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Tanggung jawab pendidikan Kristen memang bukan tugas yang mudah. dan mendidik anak-anak ke dalam tangan orang tua. Hal ini diperlukan karena orangtua atau . baik bagi bangsa Israel pada zaman Perjanjian Lama maupun bagi kita pada zaman sekarang. orang tua harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. kerendahan hati. dan percaya pada kekuatan diri sendiri. mandiri. atau melalui kata-kata karena hal tersebut dapat menimbulkan kebencian dan dendam pada orang tua dalam diri anak-anak. bukan hanya melalui perkataan. Setiap zaman memiliki kesulitan dan pergumulan masing-masing. upayaupaya yang perlu dilaksanakan adalah: 1. Gereja dan sekolah minggu hanya membantu dalam proses pendidikan tersebut. Orang tua tidak dapat hanya mengandalkan khotbah atau pelajaran Alkitab setiap hari Minggu untuk memberi "makanan rohani" bagi anak-anak mereka. Lebih jauh lagi. mengasihi-Nya. pendidikan Kristen mendidik anak-anak untuk memiliki sikap mementingkan Tuhan di atas segala-galanya. Pendidikan Kristen harus dilakukan secara terus-menerus melalui kata-kata. selama semuanya dilakukan dalam kasih. supaya hukum TUHAN ada di bibirmu." (Keluaran 13:9a) maka saat ini kita yang sudah mengerti makna sesungguhnya dari perintah ini harus senantiasa merenungkannya dalam pemikiran kita. mengatakannya setiap hari. 2. Untuk itu. Teori ini menganjurkan orang tua untuk membangun anak-anaknya hanya melalui pujian dan dorongan. Tujuan utama pendidikan Kristen adalah untuk mengajar anak-anak takut akan Tuhan. Ada teori pendidikan modern yang menyarankan agar orang tua jangan pernah menyakiti anak-anak mereka. taat pada Tuhan. dan kesediaan untuk ditegur. Merekalah yang harus mempersiapkan anak-anak mereka agar hidup berkenan kepada Allah. 4. Kata bahasa Ibrani yang dipakai dalam ayat ini adalah "shinnantam". "Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu. dan bergantung pada kekuatan Tuhan untuk terus berkarya. Kata ini dipakai sebagai simbol untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan berulang-ulang seperti orang mengasah sesuatu dengan tujuan untuk menajamkannya.

d. 2001. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen dari Plato sampai Ig.Rahman Assegaf. b. dan tujuan dari pemberian sanksi. Michelle Anthony. Kasus. atau bermasalah dengan hal-hal yang lain. 2. Boehlke. Orangtua dan guru harus menyadari bahwa mereka dipanggil oleh untuk melayani melalui perhatian.org. a.oase online. dan saling menghargai antara guru dan murid serta antara murid dengan murid. Sanksi diberikan sesuai dengan tingkat pelanggaran. tingkat perkembangan anak secara psikologis. b. Menumbuhkan niat belajar anak dengan cara memotivasi dan memberikan semangat kepada anak. tanpa ada tekanan.org/pepak/pustaka/050836/. e. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Peraturan yang dimiliki oleh sekolah harus dijelaskan kepada orangtua dan siswa ketika siswa baru memasuki sekolah. 4. Jangan mendisiplinkan didik pada saat sedang marah. f. 2005. c. http:// pepak. Memperhatikan penampilan/cara berpakaian dan model pakaian yang digunaka sebagai seragam. sibuk. daya tahan fisik anak. kesepakatan. Christian Education. Diposkan oleh Bobby Kurnia Putrawan di 9/23/2009 09:50:00 PM Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Reaksi: . d.sabda. http://www. Menciptakan suasana riang.sabda. Pelaksanaan peraturan. b. Daniel Agung Kurniawan Budilaksono. www. Mengembangkan rasa saling memiliki untuk membentuk kebersamaan. 5. Sumber: a. Pendidikan Anti Kekerasan: Perspektif Teologis-Padeigogi. Menjalin rasa simpati/empati dan saling pengertian untuk menumbuhkan kepedulian social. c. Robert R. kesanggupan anak untuk menerimanya. f. stress. Yulia Oeniyati. kemungkinan besar ia pun mengalami kekerasan pada masa kanak-kanaknya. Penginjilan dan pembimbingan rohani yang dilaksanakan oleh sekolah kepada murid dan guru. Pendidikan Tanpa Kekerasan: Tipologi Kondisi. Kerja sama dengan organisasi-organisasi non-gereja untuk membekali guru dan orangtua agar dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik. Penerapan Pendidikan Kristen Perjanjian Lama dalam Era Modern. karena dapat berakibat fatal bagi anak. dan dukungan belajar. kesatuan. Abd. pengajaran dan keteladanan yang diberikan kepada anak. 6. Disiplin dilaksanakan secara konsisten berdasarkan keteladanan dan peraturan yang jelas.org/pustaka/050919/?kata=perjanjian+lama. dan Konsep. Proses belajar mengajar. e. 3. d.guru yang melakukan kekerasan terhadap anak. Yogyakarta: Tirta Wacana Yogya. c. Loyola. Silabus PAK Anak. toleransi. a. tegang. 7. Peniel Maiaweng. Menujukkan teladan yang baik. Memberikan motivasi untuk bangkit apabila anak mengalami kegagalan. 2004.

Bahkan. Dan memang. mereka menyatakan. ‘’Pluralisme adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi kekristenan. semua agama adalah jalan yang berbedabeda menuju Tuhan yang sama. a d ianhusaini. dan secara b ombastik memproklamasikan bahwa “semua agama adalah sama”. yang membahas cara pandang terhadap agamaagama yang ada.com 2 3. apapun jenis agama itu.luralisme Agama Musuh Agama Agama . bahwa agama adalah persepsi manusia yang relatif terhadap Tuhan yang mutlak. cendekiawan Hindu). Sebagai ‘terminologi khusus’.” (Fatwa MUI. Jadi. Pluralisme (Agama) dan Liberalisme bertentangan d engan Islam dan haram bagi umat Islam untuk memeluknya. Dr. bahwa agamanya l ebih benar atau lebih baik dari agama lain; atau mengklaim bahwa hanya agamanya sendiri yang benar. sebagian pemeluk Pluralisme mendukung paham sikretisasi agama. ADIAN HUSAINI (Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia/ Doktor bidang Peradaban Islam dari International Islamic University Malaysia) Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia 2010 h t t p : / / w w w . misalnya disamakan dengan makna istilah ‘toleransi’. menurut Charles Kimball. tetapi yang menjadi perhatian utama para peneliti dan tokohtokoh agama adalah definisi Pluralisme yang meletakkan kebenaran agamaagama sebagai kebenaran relatif dan menempatkan agamaagama pada posisi ”setara”. h t t p : / / w w w . meskipun ada sejumlah definisi yang bersifat sosiologis. istilah ini tidak dapat dimaknai sembarangan. Pluralisme Agama : Definisi dan Penyebarannya Pluralisme Agama (Religious Pluralism) adalah istilah khusus dalam kajian agamaagama. sehingga – karena kerelativanny a – maka setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim atau meyakini.’’ (Pdt. Pluralisme Agama yang dibahas dalam buku ini didasarkan pada satu asumsi bahwa semua agama adalah jalan yang samasama sah menuju Tuhan yang sama.com 1 2. salah satu ciri agama jahat (evil) adalah agama yang memiliki klaim kebenaran mutlak (absolute truth claim) atas agamanya se . “Paham Sekularisme. Atau. Hindu. ‘saling menghormati’ (mutual respect).Document Transcript 1. Sebagai satu paham (isme). Stevri Lumintang). Protestan. dan sebagainya. a d i a n h u s aini. I. Bahkan. menurut penganut paham ini. 2005). ‘’Setiap kali orang Hindu mendukung Universalisme Radikal. istilah ‘Pluralisme Agama’ telah menjadi pembahasan panjang di kalangan para ilmuwan dalam studi agamaagama (religious studies). dia melakukan i tu atas kerugian besar dari agama Hindu yang dia katakan dia cintai.” (Dr. PLURALISME AGAMA MUSUH AGAMAAGAMA (Pandangan Katolik. Frank Gaetano Morales. dan Islam terhadap paham Pluralisme Agama) OLEH : DR.

Yahudi menolak keras klaim Kristen bahwa Jesus adalah Juru Selamat. Menurut ajaran agama Yahudi. Di kalangan Yahudi. tokoh Yahudi lainnya. pandangan tertentu terhadap Judaisme dalam Kitab Perjanjian Baru harus dilihat dalam perspektif ini). Motto kaum Pluralis ialah: “pada intinya. 1989). (Deep down. tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang. sebab sejak awalnya. inklusivisme. karena berbagai sebab dan alasan. “Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darahNya h t t p : / / w w w . tetapi keselamatan juga mungkin terdapat pada agama lain. 17. Encyclopaedia Judaica memberikan porsi yang sangat besar (73 halaman) untuk pembahasan sejarah antiYahudi (yang mereka sebut antiSemitism) di masa itu. Encyclopaedia ini menulis: “Sejak Kekristenan lahir sebagai satu sekte Yahudi pembangkang. (Yogyakarta: Kanisius. misalnya. . 11:28). Yahudi m enolak klaim Kristen tentang kebenaran Perjanjian Baru. bahwa agama yang benar adalah Yahudi dan Kristen. Hindu adalah terbaik untuk orang Hindu. Klaimklaim kebenaran mutlak atas masingmasing agama diruntuhkan. kaum Yahudi di Eropa menjadi ajang pembantaian kaum Kristen. yang menggugat kebenaran eksklusif agama Yahudi. sehingga hampir sepanjang sejarahnya. Kedua. (New York: HarperSanFrancisco. yaitu (1) semua agama adalah relatif. kata Mendelsohn. Yang dimaksud dengan “relatif”. jalanjalan yang berbeda yang membawa ke tujuan yang sama. Matius dan Yohanes dikenal paling ‘hostile’ terhadap Judaisme. Karena itu. Salah satu teolog Kristen yang terkenal sebagai pengusung paham ini. yang memandang hanya orang orang yang mendengar dan menerima Bibel Kristen yang akan diselamatk an. hal. mengemukakan tiga sikap populer terhadap agamaagama. 2002). 3 Ibid. kekristenan adalah agama terbaik untuk orang Kristen. meskipun Kristen merupakan agama yang benar. Sikap antiYahudi bisa ditelusuri dalam New Testament. all religions are the same – different paths leading to the sam e goal). Di luar itu tidak selamat. dikenal ada tiga cara pendekatan atau cara pandang teologis terhadap agama lain. Ketiga. menyatakan. tidak sempurna. semua agama adalah sama. muncul nama Moses Mendelsohn (17291786). 1 Paham ini telah menyerbu semua agama.” 4 Dalam tradisi Kristen. yang berpandangan. c o m 3 4.ndiri. Pluralisme: Tantangan bagi Agamaagama. kaum Yahudilah yang bertan ggung jawab atas terbunuhnya Yesus. 3 1 Charles Kimball. seluruh penduduk bumi mempunyai hak yang sah atas keselamatan. Dan bagi Kristen. dan sarana untuk mencapai keselamatan itu tersebar sama luas – bukan hanya melalui agama Yahudi seperti umat manusia itu sendiri. Ernst Troeltsch. When Religion Becomes Evil. 2 Frans Rosenzweig.” (Roma. terbatas. (3) Semua agama memiliki asalusul psikologis yang umum. ialah bahwa semua agama adalah relatif. Karena itu. a d i a n h u s a i n i . “Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu. (2) Semua agama. secara esensial adalah sama. 2122. 2 Harold Coward. Pandangan Rosensweig ini jelas sangat aneh. dan merupakan satu proses pencarian. eksklusivisme. hal. Di antara New Testament. Islam adalah suatu tiruan dari agama Kristen dan agama Yahudi. Yahudi secara kolektif dianggap bertanggung jawab terhadap penyaliban Jesus. Pertama.

Vicars of Christ: The dark Side of the Papacy. p p 458 459; Daniel B. 1994). Paus Paulus IV. hal. 266269. In pluralism. Setiap ghetto hanya memiliki satu pintu masuk. 1 (Encyclopaedia Judaica. Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini. yaitu kaum Yahudi. 8:44). Mcgrath. adalah variasi atau perluasan dari tuduhantuduhan yang tercantum dalam Injil.” (Matius. John Hick. Di tiap kota hanya boleh ada satu sinagog. “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginankeinginan bapamu. lihat Adian Husaini. termasuk Talmud. Pada tanggal 17 Juli 1555. 17 (Peter de Rosa. c o m 4 . pada hakekatnya adalah budak dan seharusnya diperlakukan sebagai budak. Paus Paulus IV membakar semua Kitab Yahudi. 5 Alister E. (Oxford: Blackwell Publisher. Paus Paulus IV meninggal tahun 1559. Clendenin. 2004). Tetapi cum nimis absurdum tetap bertahan sampai tiga abad. bahwa para pembunuh Kr istus. hanya dua bulan setelah pengangkatannya. 17 dari 18 sinagog dihancurkan. Yahudi juga diidentikkan dengan kekuatan jahat. Yahudi kemudian dipaksa tinggal dalam ‘ghetto’. (London: Bantam Press. 27:25). h t t p : / / w w w . 5 Tokoh lain penganut paham Pluralisme Agama terkemuka di kalangan Kristen. menyatakan bahwa terminologi “religious pluralism” itu merujuk pada suatu teori dari hubungan antara agamaagama dengan seg ala perbedaan dan pertentangan klaimklaim mereka. Di sini Paus menekankan. Saat menjadi kardinal. 2. Hal. Knitter. secara ekplisit menerima posisi yang ditanggungkan atas kami dan atas anakanak kami. mengeluarkan dokumen (Papal Bull) yang dikenal dengan nama Cum nimis absurdum. 1995). hal. Tentang konflik YahudiKristen sepanjang sejarah. Yahudi dip aksa menjual semua miliknya kepada kaum Kristen dengan harga sangat murah; maksimal 20 persen da ri harga yang seharusnya. Di Roma. tujuh dari delapan sinagog dihancurkan. Sikapsikap antiYahudi yang dikembangkan tokohtokoh Gereja kemudian. Lumintang. dikutip dari Stevri I. (Malang: Gan dum Mas.” (Yohanes. Yahudi juga tidak boleh memiliki Kitab Suci. 4 Paul F. 12. Pluralisme. yakni Prof. Christian Theology: an Introduction. Dalam pandangan Pluralisme Agama. (Jerusalem: Kater Publishing House Ltd). (Michigan : Baker Books. No Other Name?. Semuanya dianggap sebagai jalan yang samasama sah menuju Tuhan (all the religious traditions of humanity are equall y valid paths to the same core of religious reality. 1991). 2004). no one religion is s uperior to any other; the many religions are considered equally valid ways to know God). Sejumlah Paus lainnya kemudian dikenal sangat antiYahudi. Vol. Many Gods Many Lords: Christianity Encounters World Religions. Tinjauan Historis Konflik YahudiKristenIslam (Jakarta: GIP. 67. a d i a n h u s a i n i . Di Campagna. yang memandang semua agama adalah jalan yang samasama sah menuju inti dari realitas agama. tidak ada agama yang dipandang lebih superior dari agama lainnya.pluralisme.

menurut Hick. Budhisme. Di Barat. (2) Problema teologis Kristen dan (3) problema Teks Bibel. Problema yang menimpa masyarakat Kristen Barat ini kemudian diadopsi oleh sebagian k alangan Muslim yang ‘terpesona’ oleh Barat atau memandang bahwa hanya denga n mengikuti 6 John Hick. Ketika Gereja berkuasa di zaman pertengahan. “the Real” yang merupakan “the final object of religious concern”. pada umumnya dipandang sebagai sisasisa paganisme. Juga. dan spiritualitas keagamaan yang khas. agama adalah jalan yang berbedabeda menuju pada tujuan (the Ultimate) yang sama. 1987). in varyi ng degrees. kadang digunakan istilah “ultimate reality”; dalam istilah Sansekerta dikenal deng an “sat”; dalam Islam dikenal istilah alhaqq. we have all become conscious. 7 Pluralisme Agama berkembang pesat dalam masyarakat KristenBarat dise babkan setidaknya oleh tiga hal: yaitu (1) trauma sejarah kekuasaan Gereja di Za man Pertengahan dan konflik KatolikProtestan. belum lam a sadar tentang ‘kondisi plural’. ‘’kita semua telah menyadari bahwa – dalam berbagai tingkatan – sejarah kekristenan kita adalah salah satu dari berbagai arus kehidupa keagamaan. The Encyclopedia of Religion. tetapi sebagai salah satu dari sekian banyak agama. kita harus menerima adanya keperluan untuk meninjau kembali pemahaman keagamaan kita. lebih radikal yang diaplikasikan oleh inklusivisme: yaitu satu pandangan b ahwa agama agama besar mewujudkan persepsi. (Philadelphia: The Westminster Press. Sejarah kekristenan Barat. yang dipandang inferior terhadap agama Kristen dan men jadi sasaran empuk kaum misionaris Kristen. Judaisme. Vol. saat ini. hal. adalah merupakan konsep universal. agamaagama seperti Hinduisme. Dalam pengantar bukunya. kata Hick kepada kaum Kristen.5. Bahwa. 331. John Hick mengajak kaum Kristen untuk meninj au kembali pandangan mereka terhadap agama lain. dan Islam. bahwa tiaptiap agama menjadi jalan untuk menemukan keselamatan dan pembebasan. Ia mengutip Jalaluddin Rumi yang menyatakan: “The lamps are different but the light is the same; it comes from beyond. Sebelumnya. Tapi. pemikiran. however. konsepsi. that our Christian history is one of a number of variant streams of religious life. God Has M any Names.’’ (To day. 6 Intinya. 1982). dalam Mircea Eliade (ed).” Menurut Hick. para tokohnya telah melakukan banyak kekeliruan dan kekerasan yang akhirnya menimbulkan sikap trauma masyarakat Barat terhadap klaim kebenaran satu agama tertentu. dan respon yang berbedabeda tentang “The Real” atau “The Ultimate”. bukan sebagai satusatunya (agama). yang masingmasing memiliki satu bentuk pengalaman. John Hick – salah satu tokoh utama paham religious pluralism mengajukan gagasan pluralisme sebagai pengembangan dari inklusivisme. Karena itu. 12. (New Yo rk: MacMillan Publishing Company. each with its own distinctive forms of .

tulis Nurcholish lagi. (Penjelasan ini dikutip dari artikel Dr. Anis Malik Toha.com 5 6. sikap eksklusif dalam melihat agama lain (Agamaagama lain adalah jalan yang salah. atau “Setiap agama mengekspresikan bagian penting sebuah Kebenaran”. tahun 2004) . banyak yang kemudian menjiplak begitu saja. Nurcholish Madjid. And accordingly. 1 (though) the lamp has become different” (Cahaya tidaklah berbeda. a d i a nhusaini. Jalaluddin alRumi. Tinjauan kritis terhadap kutipan John Hick ini diberikan oleh Dr. Ketua Departement of Comparative Religion di International Islamic University Malaysia. Yaitu. Dr. Bhagavad Gita. cara pandang kaum Iklusifis dan Pluralis Kristen dalam memandang agamaagama lain. “Sebagai sebuah pandangan keagamaan. but the Light is the same” (Lampu adalah berbedabeda. pusat roda itu adalah Tuhan. hal. “Menuju Teologi Global”.experience. Ibarat roda. dan dijadikan salah satu slogan untuk mengawali salah satu fasal yang secara khusus membentangkan teori pluralisme dalam bukunya An Interpretation of Religion. Sebagai contoh. dianggap mung kin bisa menyokong hipotesisnya ini. 12. 332. Kedua. filsafat perenial yang belakangan banyak dibicarakan dalam dialog antar agama di Indonesia merentangkan pandangan pluralis dengan mengatakan bahwa setiap agama sebenarnya merupakan ekspresi keimanan terhadap Tuhan yang sama. sikap pluralis – yang bisa terekspresi dalam macammacam rumusan. peradaban Baratlah maka kaum Muslim akan maju. and spirituality. dan jarijari itu adalah jalan dari berbagai Agama. meskipun lampunya berbeda). tapi Cahaya tetap sama) untuk menegaskan hipotesisnya. bahwa ada tiga sikap dialog agama yang dapat diambil. tokoh pembaruan Islam di Indonesia. D i Indonesia. tetapi merupakan Kebenarankebenaran yang sama sah”. yang kemudian ia angkat menjadi judul salah satu makalahnya. Lalu. Prof. di Majalah Islamia edisi 4. yang menyesatkan bagi pengikutnya). yang berkata dalam salah satu bait dari syi’irnya yang ditulis dalam Al Matsnawi – menurut terjemahan R. but as one of several. baik dalam tataran wacana p ublik maupun bukubuku di perguruan tinggi. we have come to ac cept the need to reunderstand our own faith.A. Kemudian bait ini diadopsi oleh Hick secara bebas dan out of context menjadi: “The lamps are different. menyatakan. Anis Malik Toha. Nicholson yang juga dirujuk oleh Hic k: “The light is not different. pada dasarnya Islam bersifat inklusif dan merentangkan tafsirannya ke arah yang semakin pluralis. yang berbunyi: “Whatever Path Men Choose is Mine” (Jalan apapun yang dipilih manusia adalah milikKu). Filsafat perenial juga membagi agama pada level esoterik (batin) . Begitu juga ia mendapatakan penggalan ayat dalam salah satu kitab suci Hindu. penyebaran paham ini sudah sangat meluas. misalnya: “Agamaagama lain adalah jalan yang sama sama sah untuk mencapai Kebenaran yang Sama”. “agamaagama lain berbicara secara berbeda. thought. Termasuk dalam hal c ara pandang terhadap agamaagama lain.’’ 7 The Encyclopedia of Religion. 8 Sebagai contoh. Vol. Ketiga. sikap inklusif (A gamaagama lain adalah bentuk implisit agama kita). h t t p : / / w w w . not as the one and only. pertama.

” Nurcholish Madjid juga menulis: "Jadi Pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan Tuhan (Sunnat Allah. buku Tiga Agama Satu Tuhan. dosen Universitas Paramadina. da n Nurcholish Madjid. Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi SekularLiberal. (Bandung: Mizan.adianhusaini. semua agama adalah te pat berada pada jalan seperti itu. Satu agama berbeda dengan agama lain dalam level eksoterik. Contoh pandangan yang memuja Barat dan menganggap Barat sebagai sumber dan kiblat bagi kemajuan Islam dikemukakan oleh sejumlah tokoh sekular Turki yang memelopori Gerakan Turki Muda. we must borrow western civilization with both its rose and its thorn). soal ‘cara’. (Jakarta:GIP. Ja di. yang sama: yaitu keluarga pencinta jalan menuju kebenaran yang tak per nah ada ujungnya. tetapi relatif sama dalam level esoteriknya. xix. (Lebih jauh te ntang Gerakan Turki Muda dan ideologinya. menulis di Harian Kompas: “Seorang fideis Muslim. sekedar teknis/cara menuju Tuhan (aspek eksoteris). Semua agama. d engan demikian. Islam bukan yang paling benar. Therefore.” (Majalah GATRA." 9 Ulil Abshar Abdalla. mantan Koordinator Jaringan Islam Liberal. tingkat dan kadar kedalaman yan g berbedabeda dalam menghayati jalan religiusitas itu. tetapi substansinya dianggap sama.” (There is only one civilization. Dr. apa pun nama dan sifatNya – maka muncullah pemikiran bahwa untuk menuju Tuhan bisa dilakukan dengan cara apa saja. dan itu adalah peradaban Eropa. cara ibadah kepada Tuh an dianggap sebagai masalah ‘teknis’. Karena itu. (Jakarta:GIP. Oleh karena itu ada istilah "Satu Tuhan Banyak Jalan". Semuanya menuju jalan kebenaran. and that is European civilization. saya mengatakan.dan eksoterik (lahir). yang secara eksoterik memang berb edabeda. hal.com 6 7. juga menyatakan: “Semua agama sama. bisa merasa dekat kepada Allah tanpa melewati jalur shalat karena ia bisa melakukannya lewat meditasi atau rit . Syariat dipanda ng sebagai hal yang tidak penting. (Jakarta: Paramadina. Dalam katakata Abdullah Cevdet. adalah benar. "Sunnatullah") yang tidak akan berubah. lxxvii. 1999). Semua agama ada dalam satu kel uarga besar 8 Lebih jauh tentang perkembangan peradaban Barat dan Pluralisme Agama lihat Adian Husaini. lihat Adian Husaini. sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari. seorang tokoh Gerakan Turki Muda: “Yang ada hanya satu peradaban. hal. baik bunga mawarnya mau pun durinya sekaligus. S edangkan yang penting adalah aspek batin (esoteris). 2005). 18112002) Ketika semua agama dipandang sebagai jalan yang samasama sah untuk menuju Tuhan – siapa pun Dia. dengan variasi. 9 Lihat. 21 Desember 2002). Luthfi Assyaukanie. Islam Doktrin dan Peradaban.” (Kompas. kita harus meminjam peradaban Barat. h t t p : / / www.. Ia juga menulis: “Dengan tanpa rasa sungkan dan kikuk. 1995). Tinjauan Historis Konflik YahudiKristenIslam. misalnya. jalan panjang menuju Yang Mahabenar. 2004). Karena itu.

(hal. yang tentu saja menjadi bersifat relatif. c o m 7 8. ji ka penyebaran paham ini menjadi perhatian negaranegara Barat dan LSMLSM global. merupakan contoh penggunaan standar ganda itu. dan lainlain tak terlalu penting lagi karena yang lebih penting adalah bagaimana seseorang bisa menikmati spiritualitas dan mentransendenkan dirinya dalam lompatan iman yang tanpa batas itu.usritus lain yang biasa dilakukan dalam persemedian spiritual. bisa . juga menuli s dalam bukunya yang berjudul: Lubang Hitam Agama: “Jika kelak di akhirat. 24) … Agama adalah seperangkat doktrin. nabi. dalam derajat keabsahan teologis di bawa h agamanya sendiri. dan Munir!” (Lubang Hitam Agama. Pada gilirannya. mungkin Dia hanya tersenyum simpul. Jesus. Udin. kepercayaan.” (Kompas. Yang perlu diperhatikan oleh umat Islam. jurnal. perangkat dan konsepkonsep agama seperti kitab suci. atau sekumpulan norma dan ajaran Tuhan yang bersifat universal dan mutlak kebenarannya. Dalam sejarah. 17)…“Keyakinan bahwa agama sendiri yang paling benar karena berasal dari Tuhan. adalah penyikapan atau pemahaman para penganut agama terhadap doktrin. Muhammad. Dengan demikian. Paham ini bahkan sudah menyusup di bukubuku yang diajarkan kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Islam. Ba harudin Lopa. sedangkan agama lain hanyalah konstruksi manusia. dan sebagainya t elah diterbitkan dengan sokongan dana besarbesaran. kaum Pluralis Agama sangat terpukul dengan keluarnya fat wa MUI.” (hal. alumnus Fakultas Syariah IAIN Semarang. antara lain. Ford Foundation. 45). tahun 2005. Karena itulah. adalah merekamereka yang bergerak dalam penyebaran paham Pluralisme Agama. Sebagai contoh. pertanyaan di atas diajukan kepada Tuhan. dan sejenisnya. seorang dosen Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung menulis: “Setiap agama sudah pasti memiliki dan mengajarkan kebenaran. Melalui standar ganda inilah. 3/9/2005) Sumanto AlQurtuby. khususnya kalangan lembaga pendidikan Islam. a d i a n h u s a i n i . Keyakin an tentang yang benar itu didasarkan kepada Tuhan sebagai satusatunya sumber kebenaran. Berbagai buku. Karena itu. kepercayaan. Ghandi. Bunda Teresa. Adapun keberagamaan. yang mengharamkan paham Pluralisme Agama. seperti The Asia Founda tion. dan sudah pasti kebenarannya menjadi 10 bernilai relatif. LSMLSM Barat itu secara sistematis menyusup masuk ke lembagalembaga atau organisasi Islam dengan menawarkan proyekproyek penyebaran paham Pluralisme Agama. Hampir seluruh LSM dan proyek yang dibiayai oleh LSMLSM Barat. Abu Nawas. Luther.” (hal. untuk menghakimi agama lain. Sambil menunjukkan surgaNya yang mahaluas. hal. S ahabat Umar. di sana ternyata telah menunggu banyak orang. pengalaman keagamaan hampir sepenuhnya independen dari aturanaturan formal agama. malaikat. Tidak heran. Romo Mangun. atau ajaranajaran Tuhan itu. artikel. terjadi perang dan klaimklaim kebenaran dari satu agama atas agama lain. 20). standar ganda ini biasanya dipakai h t t p : / / w w w . adalah bahwa penyebaran paham Pluralisme merupaka n proyek global yang melibatkan kepentingan dan dana yang sangat besar.

menyusul keluarnya fatwa tentang sekularisme. Di tingkat universitas. jika dalam berbagai seminar dan kesempatan. diturunkan wawancara dengan seorang staf Perhimpunan Bantu an Hukum Indonesia (PBHI). Ilmu Studi Agama. 2005) . madrasah serta lembagalembaga pendidikan tinggi Islam. memuat laporan utama berjudul ”Majelis Ulama Indonesia Bukan Wakil Tuhan.S. lebih dari 60 siswa Muslim mengikuti program satutahun di sekolahsekolah menengah di seluruh Amerika Serikat. dan liberalisme. (Bandung: Pustaka Setia. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta (http://www. biarkan Tuha n yang menentukan. Kalau persoalan agama. memuat halaman muka berjudul ”Dukungan terhadap Hak As asi Manusia dan Demokrasi: Catatan A. Kedutaan mengirimkan sej umlah pemimpin dari 80 pesantren ke Amerika Serikat untuk mengikuti suatu pro gram tigaminggu tentang pluralisme agama. untuk bertukar pandangan tentang pluralisme.html) pada 4 Mei 2007.usembassyjakarta. suatu hibah multitahun membantu untuk melakukan suatu program pendidikan kewarganegaraan di seluruh sistem 10 Adeng Muchtar Ghazali. MUI dikatakan tolol.dipahami.http://www. misalnya.” Kita juga masih ingat. Dalam situsnya. Padahal dia se ndiri tidak mempunyai kewenangan seperti itu. sesuatu ini sesat. jel as hukumannya sampai 5 tahun. tol eransi dan penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia. pluralisme agama. Ia me mbuat usulan untuk MUI: ”Jebloskan penjara saja dengan jeratan pasal 55 provokator. Di samping itu.” Berikutnya. kedutaan juga mengirim 38 sis wa dan enam guru ke Amerika Serikat selama 4 minggu untuk mengikuti suatu Pr ogram Kepemimpinan Pemuda Muslim.com 8 . Jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN Semarang edisi 28 Th XIII/2005. dan melalui Program Pertukaran dan Stud i Pemuda (YES). ”MU I kan hanya semacam menjual nama Tuhan saja. dengan judul ”MUI bisa Dijerat KUHP Provokator”.” Ada baiknya disimak laporan yang ditulis dalam website Kedubes AS di Jakarta yang berkaitan dengan Islam dan plu ralisme agama berikut ini: ”Dalam usaha menjangkau masyarakat Muslim. pendidikan kewarganegaraan dan pembangunan pendidikan. 2004 – 2005. Amerika Serikat menspon sori para pembicara dari lusinan pesantren.” Dalam jurn al ini.adianhusaini. Dia seakanakan mendapatkan legitimasi Tuhan untuk menyatakan sesuatu ini mudharat. MUI menjadi bah an cacimaki. Wartawan dari kirakira 10 agen media Islam berkunjung ke Amerika Serikat untuk melakukan perj alanan pelaporan. staf PBHI itu menyatakan.org/bhs/Laporan/indonesia_Laporan_depluAS. dan sebagainya.

Amerika Serikat j uga memberikan pendanaan kepada berbagai organisasi Muslim dan pesantre n untuk mengangkat persamaan jender dan anak perempuan dengan memperkuat pengertian tentang nilainilai tersebut di antara para pemimpin perempua n masyarakat dan membantu demokratisasi serta kesadaran jender di pesa ntren melalui pemberdayaan pemimpin pesantren lakilaki dan perempuan. mesti dibongkar agar umat Islam tidak lagi menganggap agama lain sebagai agama yang salah dan tidak ada jalan keselamatan. Dalam membantu jangkauan jangka panjang. maka teologi yang diterima adalah teologi eksklusif dan intoleran. Itu misalnya bisa dilihat dalam artikel artikel yang diterbitkan oleh Jurnal Tashwirul Afkar (Diterbitkan oleh Lakpesdam NU dan The Asia Foundation).9. Jurnal Tashwirul Afkar edisi No 11 tahun 2001. yang pada gilirannya akan . Universitas Muhammadiyah. Mengembangkan suatu lingkungan dimana orang Indonesia dapat secara bebas menggunakan hakhak sipil dan politik mereka adalah kritis bagi tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam memelihara pluralisme dan toleransi untuk menghadapi ekstrimisme. Di tulis dalam J urnal ini: “Filosofi pendidikan Islam yang hanya membenarkan agamanya sendiri. Mereka bukan saja menyebarkan paham ini secara asongan. lima American Corners dibu ka di lembagalembaga pendidikan tinggi Muslim di seluruh Indonesia. Jika cara pan dangnya bersifat eksklusif dan intoleran. Bantuan juga diberikan kepada dua universitas Amerika Serikat untuk pela tihan dan pertukaran penanganan konflik. dan baikbenar (truth claim). Amerika Serikat juga mendanai The Asia Foundation untuk mendirikan suatu pusat internasional dalam memajukan hubungan regional dan internasional di a ntara para intelektual dan aktivis Muslim progresif dalam mengangkat suatu wa cana tingkat internasional tentang penafsiran Islam progresif. yang sangat berpengaruh terhadap cara pandang Islam terhadap agama lain. Sebagai contoh. tetapi memiliki program yang sistematis untuk mengubah kurikulum pendidikan Islam yang saat ini masih mereka anggap belum inkl usifpluralis. muslimnonmuslim. tanpa mau menerima kebenaran agama lain mesti mendapat kritik untuk selanjutnya dilakukan reorientasi. dan Jurnal Tanwir (diterbitkan oleh Pusat Studi Agama dan Peradaban Muhammadiyah dan The Asia Foundation). Konsep imankafir. menampilkan laporan utama berjudul “Menuju Pendidikan Islam Pluralis”. dan untuk mendirikan lima pusat med iasi di lembagalembaga Muslim.” Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah menjadi incaran utama dari infiltrasi paham ini. Bantuan lain yang terpisah membantu suatu lembaga studi Islam di Yogyakarta untuk melakukan pelatihan tentang Ha k Asasi Manusia dan menyelenggarakan kursuskursus yang meningkatkan toleransi.

Juli 2003. 11 Januari 2004. Jurnal Tashwirul Afkar. Berbagai organisasi dan tokoh agama aktif membentuk semacam “centre of religious pluralism”. yang memun gkinkan masingmasing agama dapat melakukan perjumpaan sejati. Ia menulis dalam sebuah buku: ”Jadi tidak semua non- . Seorang aktivis JIMM mengusulkan agar definisi kafir sebagaimana dipahami kaum Muslim selama ini diubah.com 9 10. terbitan Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah dan The Asia Foundation. Hindu.” Di Jurnal ini dikutip juga ungkapan seorang dosen agama di Universitas Muhammadiyah Malang: “Perbedaan yang dimiliki oleh masingmasing agama pada dasarnya bersifat instrumental. Perbedaan jalan dan cara merupakan kekayaan bahasa Tuh an yang memang tidak bisa secara pasti dipahami oleh bahasabahasa manusia… Memperhatikan hal ini. sedangkan hakikat ritual adalah ‘penghormatan’ atas apa yang dianggap suci. maka tidak perlu lagi mempersoalkan mengapa antara orang Islam. mustahil pula kita melawan dan menghindari. Jurnal TANWIR edisi 2. Kegagalan dalam mengembangkan semangat toleransi dan pluralisme agama dalam pendidikan Islam akan membangkitkan sayap radikal Islam.” 11 11 Khamami Zada. Kelompok JIMM memang sangat aktif dalam me ngembangkan paham Pluralisme. h t t p : / / w w w. 8283. Perbedaan ritual hanyalah perbedaan lahiriah ya ng bisa ditangkap oleh kasat mata. Jurnal ini. Seorang aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) menulis di media massa: “Karena itu. agung. misalnya. Membebaskan Pendidikan Islam:Dari Eksklusivisme menuju Inklusivisme dan Pluralisme. program ini memang mudah menyerap dana besar dari para donatur Barat (“laku dijual”). Salah satu sebabnya.” 13 12 Jurnal TANWIR edisi 2. luhur. Ritualritual hanyalah simbol manusia beragama karena mengikuti rangkaian sistematika tadi. Muhammadiyah pun juga kesus upan. S ebagai muslim. Vol 1. mari kita memproklamasikan kembali bahwa pluralisme agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah. dan sikap tidak menghargai kebenaran agama lain. Budha dan lain sebagainya tampaknya ‘berbeda’ dalam ‘mencapai’ Tuhan. Kristen. 13 Jawa Pos. karena itu.adianhusaini. hal. dan sebagainya. 8283. Sementara di balik perbedaan itu. Dan. Vol 1. edisi No 11 tahun 2001. hal. te rkandung pesan dasar yang sama yakni. kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan.merusak harmonisasi agama agama. Juli 2003. ketuhanan dan kemanusiaan. mencatat: “Perbedaan ‘jalan’ maupun cara dalam praktik ritual tidaklah menjadi sebab ditolak atau tercelanya seseorang melakukan ‘penghormatan’ total kepada apa yang diyakini.” 12 Ada yang berkampanye bahwa “Pluralisme agama” adalah paham yang tidak boleh ditinggalkan dan wajib diikuti oleh semua umat beragama. juga secara sengaja menyebarkan paham ini. terbitan Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah dan The Asia Foundation.Bukan hanya NU yang disusupi paham ini.

apapun agama dan aliran kepercayaannya. Dengan berdasarkan pada Pluralisme Agama. Mereka penindas HAM dan tidak mau membuka diri untuk mendialogkan kebenaran. Dalam buku ini juga disebutkan tentang persamaan semua agama: “Segi persamaan yang san gat asasi antara semua kitab suci . . (Kerjasama Fatayat Nahdhatul Ulama dan dengan Ford Foundation): Muhammadiyah”. diantaranya konteks dakwah Islam pada saat itu. Hilmi Faiq. buku ini kemudian juga merombak hukum Islam dalam bidang perkawinan.. s ehingga pernikahan antar agama merupakan sesuatu yang terlarang. mereka mengancam akan membunuh Muhammad dan para pengikutnya. Karena kedu dukannya sebagai hukum yang lahir atas proses ijtihad. Jadi. Mun’im Sirry (ed).” (Kembali keAlQur’an.Muslim adalah kafir. NonMuslim di Mekkah punya kriteria kafir seperti yang disebut alQuran. melainkan siapa pun dan beragama apa pun ketika tidak adil dan menindas maka ia disebut kafir. bahwa wanita Muslim boleh menikah dengan la kilaki nonMuslim. maka amat dimungkinkan bila dicetuskan pendapat baru. atau pernikahan beda agama secara lebih luas amat diperbolehkan. c o m 10 11. dan mukmin (orang beriman) a dalah pejuang pembebasan dari penindasan.. Tetapi. dengan menghalalkan perkawinan wanita Muslimah dengan lelaki nonMuslim: “Soal pernikahan lakilaki nonMuslim dengan wanita Muslim merupakan wilayah ijtihadi dan terikat dengan konteks tertentu. mereka adalah musuh semua agama dan kemanusiaan. Fiqih Lintas Agama (Jakarta: Paramadina. Menafsir Makna Zaman: Suarasuara kaum Muda h t t p : / / w w w . yakni menutup diri dari kebenaran dari pihak lain. Akan lebih tepat jika term kafir dimaknai sebagai penindas. a d i a n h u s a i n i .Paham Pluralisme Agama ini pun sudah sempat disusupkan ke lingkungan Pondok Pesantren... hal. Berikut ini sebagian contoh buku Pluralisme Agama yang dibiayai oleh LSM LSM asing seperti The Asia Foundation dan Ford Foundation: (1) Buku Fiqih Lintas Agama yang diterbitkan oleh Paramadina dan The Asia Foundation. hasil kerjasama BKSPPI dan International Center for Islam and Pluralism (ICIP) – sebuah lembaga yang getol menyebarkan paham Pluralisme Agama. Muslim yang melakukan penganiayaan dan penindasan dan penindasan pun dapat dikatakan sebagai kafir. 2004. pengantar oleh Moeslim Abdurrahman. pimpinan BKSPPI segera mengambil sikap tegas : menghentikan penerbitan Majalah ALWASATHIYAH dan memutus hubungan dengan ICIP. setelah menyadari bahaya paham Pluralisme Agama dan liberalisasi Islam pada umumnya. Inilah su bstansi kafir . Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) sempat ‘kecolongan’ menerbitkan sebuah Majalah bernama AlWASATHIYYAH. 2004). editor: Pradana Boy ZTF dan M.) 14 A.” 14 (2) Buku “Nilainilai Pluralisme dalam Islam”. Alihalih berdialog untuk memperbaiki sistem yang tidak adil. Dengan kata lain. kafir tidak identik den gan nonMuslim. Yang mana jumlah umat Islam tidak sebesar saat ini. 164.

Paus Yohannes Paulus II.adalah ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa. karena kaum musyrik Arab sudah tidak ada lagi. Hindu. “Katakan (Muhammad). Sedangkan esensinya sama. Berikut ini kita kutipkan pendapat tokoh Katolik Prof. tapi juga bisa memakai medium yang lain. Hal ini berbeda dengan persoala n kaum musyrik yang pada zaman Nabi tinggal di kota Makkah.Diantara isi buku ialah menyatakan bahwa semua agama adalah sama da n benar; Islam bukanlah satusatunya jalan kebenaran; dan agama dipandang sama dengan budaya (Pluralisme Agama): “Dalam konteks ini. mengapa mereka dikatakan kafir? D alam Tafsir alAzhar. jika Surat alKafirun hanya ditujukan untuk kaum musyrik Arab saja.” Logikanya. II. bahwa ayat itu sudah tidak berlaku lagi. begitu banyak ayat alQuran yang menyebutkan. Atau. “aku tidak menyembah yang kamu sembah. Menjadi Saksi . bukan hanya Islam yang direpotkan oleh paham Pluralisme Agama. Prof. Protestan. Pandangan Katolik Menghadapi serbuan paham Pluralisme Agama ini.” (hal. karena larangan itu hanya untuk musyrik Arab. sebagaimana ditulis dalam bukunya. Maka. 5556). Padahal. Ayat yang san gat menegaskan perbedaan konsep ‘sesembahan’ in ditujukan kepada kaum musyrik Qurai sy dan bukan kepada Ahli Kitab. maka ini sama halnya. logika buku Fiqih Lintas Agama itu jelas sangat keliru. akan terlihat. bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah kaum kafir. bagaimana sikap dari Katolik. Dalam paparan berikutnya. yang unik dan khas. bisa juga dimengerti. yang berbeda antara satu dengan lainnya. h t t p : / / w w w . maka para tokoh agama agama tidak tinggal diam. (Surah alKafirun). Sebab. dan kamu pu n tidak menyhembah yang aku sembah… bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. setiap agama memang mempunyai ajaran dan klaim kebenaran masingmasing. Tidak ada perbedaan yang signifi kan kecuali hanya ritualistik simbolistik. a d i a n h u s a i n i . Tauhid dan syirik tak dapat dipertemukan. c o m 11 12. tentang Pluralisme Agama. Semua agama direpotkan oleh paham ini. maka Islam tak lain adalah satu jalan kebenaran diant ara jalanjalan kebenaran yang lain… artinya jalan menuju kebenaran tidak selamanya dan musti harus melalui jalan ‘agama’. mengeluarkan Dekrit ‘Dominus Jesus’. dan Islam terhadap paham yang pada intinya ‘menyamakan semua agama’ ini. tahun 2000. Karena sifatnya yang demikian maka Islam kemudian b erdiri sejajar dengan praktik budaya yang ada. Hamka menulis: “Surat ini memberi pedoman yang tegas bagi kita pengikut Nabi Muhammad bahwasanya akidah tidaklah dapat diperdamaikan. Kepada mereka inilah dialamatkan fir man Allah. Frans Magnis Suseno. bahwa kaum Muslim di Jawa boleh saling bergantiganti melakukan semba han dengan kaum musyrik Jawa.” 15 Ternyata. de ngan menyatakan. Ji ka mereka mempunyai konsep ketuhanan yang sama dengan Islam. Pernyataan dalam buku Fiqih Lintas Agama ini jelas sangat keliru. yakni me nuju kebenaran transendental.

Ambil saja sebagai . berlainan dengan Pencerahan. c o m 12 13. 17 Penjelasan ini. Pada tahun 2000. mereka menghayati dimensi religius secara mendalam. Masih berpegang pada dogmadogma dianggap ketinggalan zaman. Yesus. dan menyatakan. pluralisme agama itu sesuai dengan “semangat zaman”. Teologi yang mendasari anggapan itu adalah. yang sebenarnya diakui adalah dimensi transenden dan metafisik alam semesta manusia. Namun. Bagi mereka. Ia merupakan warisan filsafat Pencerahan 30 0 tahun lalu dan pada hakikatnya kembali ke pandangan Kant tentang agama sebagai lembaga moral. “holistik”. Menjadi Saksi Kristus Di Tengah Masyarakat Majemu k. anggapan bahwa hanya agamanya sendiri yang benar merupakan kesombongan. Agamaagama hendaknya pertamapertama memperlihatkan kerendahan hati. dan dengan rincian berbeda. 15 Lihat. anggapan bahwa agama agama merupakan ekspresi religiositas umat manusia. Bukan namanya tol eransi apabila untuk mau saling menerima dituntut agar masingmasing melepaskan apa yang mereka yakini. Di kalangan Katolik sendiri. ‘Dominus Jesus’ menimbulkan reaksi keras.Masih menurut penjelasan Frans Magnis Suseno. Mengkliam kebenaran hanya bagi diri sendiri dianggap tidak toleran. juga menegaskan kembali bahwa Yesus Kristus adalah satusatunya pengantara keselamatan Ilahi dan tidak ada orang yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus. Kata “dogma” menjadi kata negatif. mirip misalnya dengan dimensi estetik. kata Frans Magnis Suseno. seperti Buddha. h t t p : / / w w w . 16 Frans Magnis Suseno. 138141. adalah paham yang menolak eksklusivisme kebenaran. hal.Kristus Di Tengah Masyarakat Majemuk. selain menolak paham Pluralisme Agama. 2005). Para pendiri agama. 16 Pluralisme agama. Frans Magnis sendiri mendukung ‘Domin us Jesus’ itu. sebagaimana diperjuangkan di kalangan Kristen oleh teologteolog seperti John Hick. Menurutnya. 59. menurut Frans Magnis. bahwa ‘Dominus Jesus’ itu sudah perlu dan tepat waktu. kurang lebih. hanya dalam bahasa diperkaya oleh aliranaliran New Age yang. a d i a n h u s a i n i . sangat terbuka terhadap segala macam dimensi “metafisik”. tidak menganggap lebih benar daripada yang lainlain. Jadi. Vatikan menerbitkan penjelasan ‘Dominus Jesus’. Posisi ini bisa sekaligus berarti melepaskan adanya Allah personal. (Jakarta: Penerbit Obor. dan bukan masalah kebenaran. yang termasuk “budaya hati” individual. dan Muhammad merupakan geniusgenius religius. Pluralisme sangat sesuai dengan anggapan yang sudah sangat meluas dalam masyarakat sekuler bahwa agama adalah masalah selera. Knitter (Protestan) dan Raimundo Panikkar (Katolik). mirip dengan orang yang bisa menemukan air di tanah. bisa juga dengan mempertahankan paham Allah personal. buku “Nilainilai Pluralisme dalam Islam” (Jakarta: Fatayat Nahdhatul Ulama dan Ford Foundation. Paham Pluralisme agama. Pluralisme Agama hanya di permukaan saja kelihatan lebih rendah hati dan toleran dariupada sikap inklusif yang tetap meyakini imannya. berakar dalam sungai keilahian mendalam yang mengalir di baw ah permukaan dan dari padanya segala ungkapan religiositas manusia hidup. jelasjelas ditolak oleh Gereja Katolik. Mereka. 2004). Paul F. hal. dsb. “kosmis”. “mistik”.

dalam John Cornwell. mari kita bersedia saling meneri ma. dengan sekaligus membatalkan petunjukpetunjuk sebelumnya. Semua agama disatukan dalam kerendahan hati karena kekurangan bersama dalam meraih kebenaran penuh tersebut. Because she believes in God's universal plan of salvation.contoh Islam dan kristianitas. (London: Penguin Books. hal. jadi melepaskan keyakinan lama yang mengatakan bahwa hanya melalui Putera manusia bisa sampai ke Bapa. keberadaan agama lain. 5 Maret 2005) h t t p : / / w w w . misalnya. Toleransi tidak menuntut agar kita semua menjadi sama. a d i a n h u s a i n i . so as to bring them the truth. Dokumen ini di keluarkan menyusul kehebohan di kalangan petinggi Katolik akibat keluarnya buku Toward a Christian Theology of Religious Pluralism karya Prof. dosen di Gregorian University Roma.html. c o m 13 14. God wills the salvation of everyone throug h the knowledge of the truth. dan kalau begitu. Ini sikap menghina kalau pun bermaksud baik. dengan baik. Jacques Dupuis SJ. 192199. kelompok lain. Namun yang nyatanyata dituntut kaum pluralis adalah agar Islam melepaskan klaimnya bahwa Allah dalam alQuran memberi petunjuk definitif. Dokumen ini telah menimbulkan perdebatan sengit di kalangan Kristen. katanya. tentu saja mengklaim kepenuhan k ebenaran tidak masuk akal. Frans Magnis menegaskan: “Menurut saya ini tidak lucu dan tidak serius. Those who obey the promptings of the Spiri t of truth are already on the way of salvation.” (http://www. bahwa ‘kebenaran penuh’ (fullnes of thruth) tidak akan terla hir sampai datangnya kiamat atau kedatangan Yesus Kedua. Jadi. Dalam bukunya ini. Dalam Dominus Jesus disebutkan: “Indeed. Toleransi yang sebenarnya berarti menerima orang lain. God ‘desires all men to be sav ed and come to the knowledge of the truth' (1 Tim 2:4); that is. Terhadap paham semacam itu. Dari kaum Kristiani. But the Church. must go out to meet their desire. mengakui dan menghormati keberadaan mereka dalam kebe .va/roman_curia/congregations/cfaith/documents/rc_co n_cfaith_doc_20000806_domin usiesus_en. (Perdebatan tentang Dominus Je sus bisa dilihat. kaum pluralis menuntut untuk mengesampingkan bahwa Yesus itu ‘Sang Jalan’. Dupuis menyatakan. the Church must be missionary. Salvation is found in the truth. Pluralisme mengusulkan agar masingmasing saling menerima karena masingmasing tidak lebih dari ungkapan religiositas manusia. 2005). semua agama terus berjalan– sebagaimana Kristen – menuju kebenaran penuh tersebut. ‘Sang K ehidupan’ dan 17 Dominus Jesus dikonsep dan semula ditandantangani oleh Kardinal Ratzinger – sekarang Paus Benediktus XVI – dan dikeluarkan pada 28 Agustus 2000. menjadi salah satu jalan. akhir dan benar tentang bagaimana manusia harus hidup agar ia selamat. termasuk intern Katolik sendiri. salah satu sumber kehidupan dan salah satu kebenaran. to whom this truth has been entrusted.‘Sang Kebenaran’.vatican. The Pope in Winter.

rlainan mereka! Toleransi justru bukan asimilasi, melainkan hormat penuh identitas masin gmasing yang tidak sama.” 18 III. Pandangan Protestan Berbeda dengan agama Katolik yang memiliki pemimpin tertinggi dalam hi rarkis Gereja (Paus), dalam kalangan Protestan tidak bisa ditemukan satu sikap yang sama terhadap paham Pluralisme Agama. Teologteolog Protestan banyak yang menjadi polopor paham ini. Meskipun demikian, dari kalangan Protestan, juga mun cul tantangan keras terhadap paham Pluralisme Agama.Berikut ini sejumlah buku di Indonesia yang menyinggung masalah ini: Poltak YP Sibarani&Bernard Jody A. Siregar, dalam buku Beriman dan Beril mu: Panduan Pendidikan Agama Kristen untuk Mahasiswa, menjelaskan: “Pluralisme bukan sekedar menghargai pluralitas agama tetapi sekaligus menganggap (penganut) agama lain setara dengan agamanya. Ini adalah sikap yang mampu menerima dan menghargai dan memandang agama lain sebagai agama yang baik dan benar, serta mengakui adanya jalan keselamatan di dalamnya. Di satu pihak, jika tidak berhatihati, sikap ketiga ini dapat berb ahaya dan menciptakan polarisasi iman. Artinya, keimanannya atas agama yang diyakininya pada akhirnya bisa memudar dengan sendirinya, tanpa intervensi pihak lain.” 19 18 Sikap Katolik yang menolak paham Pluralisme Agama sangatlah logis, seb ab – meskipun dalam Konsili Vatikan II, Gereja Katolik telah mengubah sikapnya terhadap agamaagama lain, tetapi Konsili juga menetapkan Dekrit Ad Gentes (kepada bangsabangsa) yang mewajibkan seluruh Gereja untuk menjalankan kerja misionaris. Dalam pidatonya pada 7 Desember 1990, y ang bertajuk Redemptoris Missio (Tugas Perutusan Sang Penebus), yang diterbitan Konferensi Waligereja In donesia (KWI) tahun 2003, Paus Yohanes Paulus II mengatakan: “Tugas perutusan Kristus Sang Penebus, yang dipercayakan kepada Gereja, masih sangat jauh dari penyelesaian. Tatkala Masa Seribu Tahun K edua sesudah kedatangan Kristus hampir berakhir, satu pandangan menyeluruh atas umat manusia memperlihatkan bahwa tugas perutusan ini masih saja di tahap awal, dan bahwa kita harus melibatkan d iri kita sendiri dengan sepenuh hati… Kegiatan misioner yang secara khusus ditujukan “kepada para bangsa” (a d gentes) tampak sedang menyurut, dan kecenderungan ini tentu saja tidak sejalan dengan petunju kpetunjuk Konsili dan dengan pernyataanpernyataan Magisterium sesudahnya. Kesulitankesulitan baik yang datang dari dalam maupun yang datang dari luar, telah memperlemah daya dorong karya misioner G ereja kepada orangorang non Kristen, suatu kenyataan yang mestinya membangkitkan kepedulian di an tara semua orang yang percaya kepada Kristus. Sebab dalam sejarah Gereja, gerakan misioner selalu suda h merupakan tanda kehidupan, persis sebagaimana juga kemerosotannya merupakan tanda krisis iman.” 19 Poltak YP Sibarani&Bernard Jody A. Siregar, Beriman dan Berilmu: Panduan Pendidikan Agama Kristen untuk Mahasiswa, (Jakarta: Ramos Gospel Publishing House, 2005), hal. 126. h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 14

15.Sebuah kajian dan kritik yang serius terhadap paham Pluralisme Agama dilakukan oleh Pendeta Dr. Stevri I. Lumintang, seorang pendeta di Gereja Keesaan I njil Indonesia. Kajian Stevri Lumintang dituangkan dalam sebuah buku setebal lebih dari 700 halaman, berjudul Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004). Dicatat dalam ilustrasi sampul buku ini, bahwa Teologi AbuAbu adalah posisi teologi kaum pluralis. Karena teologi yang mereka bangun merupakan integrasi dari pelbagai warna kebenaran dari semua agama, filsafat dan budaya yang ada di dunia. Alkitab dipakai hanya sebagai salah satu sumber, itu pun dianggap sebagai mitos. Dan perpaduan multi kebenaran ini, lahirlah teologi abuabu, yaitu teologi buka n hitam, bukan juga putih, bukan teologi Kristen, bukan juga teologi salah satu agama yan g ada di dunia ini…. Namun teologi ini sedang meracuni, baik agama Kristen, maupun semua agama, dengan cara mencabut dan membuang semua unsurunsur absolut yang diklaim oleh masingmasing agama. Juga dikatakan dalam buku ini: ‘’Inti Teologi AbuAbu (Pluralisme) merupakan penyangkalan terhadap intisari atau jatidiri semua agama yang ada. Karena, perjuangan mereka membangun Teologi AbuAbu atau teologi agamaagama, harus dimulai dari usaha untuk menghancurkan batu sandungan yang menghalangi perwujudan teologi mereka. Batu sandungan utama yang harus mereka hancurkan atau paling tidak ya ng harus digulingkan ialah klaim kabsolutan dan kefinalitas(an) kebenaran yang ada di masingmasing agama. Di dalam konteks kekristenan, mereka harus menghancurkan keyakinan dan pengajaran tentang Yesus Kristus sebagai pernyataan Allah yang final.’’ 20 ‘’...Theologia abuabu (Pluralisme) yang kehadirannya seperti serigala berbulu domba, seolaholah menawarkan teologi yang sempurna, karena itu teologi tersebut mempersalahkan semua rumusan Teologi Tradisional yang selama ini dianut dan sudah berakar dalam gereja. Namun sesungguhnya Pluralisme sedang menawarkan agama baru...’’ 21 Menurut Stevri Lumintang: ‘’Pluralisme adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi kekristenan. Karena pluralisme bukanlah sekedar konsep sosiologis, anthropologis, melainkan konsep filsafat agama yang bertolak bukan dari Alkitab, melainkan bertolak dari fakta kemajemukan yang diikuti oleh tuntutan toleransi, dan diilhami oleh keadaan sosialpolitik yang didukung oleh kemajemukan etnis, budaya dan agama ; serta disponsori oleh semangat globalisasi dan filsafat relativisme yang mengiringinya. Pluralisme secara terangterangan menolak 20 Stevri I. Lumintang, Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004), hal. 235236. 21 Ibid, hal. 1819. h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 15 16.konsep kefinalitasan, eksklusivisme yang normatif, dan keunikan Yesus Kristus. Kristus bukan lagi satusatunya penyelamat, melainkan salah satu penyelamat. Inilah pluralisme, dan disinilah letaknya kehancuran kekristenan masa kini, sekalipun pada hakikatnya kekristenan tidak akan pernah hancur. Penyangkalan terhadap

semua intisari kekristenan ini, pada hekikatnya adalah upaya untuk membangun jalan raya bagi lalu lintas teologi agamaagama atau Theologi a Abu abu (Pluralisme). Oleh karena itu, semua disiplin ilmu teologi diupayakan untuk dikaji ulang (rekonstruksi) untuk membersihkan teologi Kristen dari rumusan rumusan tradisional atau ortodoks, yang pada hakikatnya merupakan batu sandungan terciptanya Theologia AbuAbu atau teologi agamaagama (Theo logia Religionum). 22 Dalam ‘Dokumen Keesaan GerejaPersekutuan Gerejagereja di Indonesia (DKGPGI) yang diputuskan dalam Sidang Raya XIV PGI di Wisma Kinasih, 29 November5 Desember 2004, masalah Pluralisme Agama tidak dibahas secara eksplisit. Tetapi, dokumen ini menunjukkan sikap eksklusivitas teologis kaum Protes tan. Misalnya, bisa dilihat dalam ‘’Bab IV : Bersaksi dan Memberitakan Injil Kepada Segala Makhluk’’, yang menegaskan: “Gereja Harus Memberitakan Injil Kepada Segala Makhluk”. Disebutkan dalam bagian ini : ‘’Gerejagereja di Indonesia menegaskan bahwa Injil adalah Berita Kesukaan yang utuh dan menyeluruh, untuk segala makhluk , manusia dan alam lingkungan hidupnya serta keutuhannya : bahwa Injil yang seutuhnya diberitakan kepada manusia yang seutuhnya... ‘’ Dalam Tata dasar Persekutuan GerejaGereja di Indonesia pasal 3 (Pengakuan) disebutkan : ‘’Persekutuan Gerejagereja di Indonesia mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia serta Kepala Gereja, sumber kebenaran dan hidup, yang menghimpun dan menumbuhkan gereja, sesuai dengan Firman Allah dalam Alkitab, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (1 Kor. 3 :11) : ‘’Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan yaitu Yesus Kristus.’’ (bnd. Mat. 16 : 16 ; ef. 4 :15 dan Ul. 7 :6). 23 Di dalam acara kebaktian Minggu, kaum Kristen biasanya mengucapkan a pa yang mereka sebut sebagai ‘sahadat rasuli’ atau ‘pengakuan iman rasuli’, yang juga disebut ‘dua belas pengakuan iman’, yang bunyinya : (1). Aku percaya kepada Alla h Bapa, yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.(2) Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita, (3) yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari an ak dara Maria, (4) yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut. (5) pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, (6) naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, (7) dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati, (8) Aku percaya kepada Roh Kudus; (9) gereja yang kudus dan am; persekutuan 22 Ibid, hal. 15. 23 Weinata Sairin (ed), ‘Dokumen Keesaan GerejaPersekutuan Gerejagereja di Indonesia (DKGPGI), (Jakarta: BPK, 2006). h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 16 17.orang kudus; (10) pengampunan dosa; (11) kebangkitan daging; (12) dan hidup yang kekal. 24 IV. Pandangan Hindu Kaum Pluralis Agama dari berbagai penganut agama sering mengutip ucapan tokohtokoh Hindu untuk mendukung pendapat mereka. Sukidi, seorang propagandis Pluralisme Agama dari kalangan liberal di Muhammadiyah, misalnya, menulis dalam satu artikel di media massa :

hal. 25 Huston Smith. mustah il pula kita melawan dan menghindari. Kebenaran mema ng satu; orangorang bijak menyebutnya dengan nama yang berbedabeda). 11. Buddhisme. Kristen. Huston Smith menulis: “Early on. Zoroaster. Sebagai muslim. Huston Smith juga menulis satu subbab berjudul “Many Paths to the Same Summit”. Dan. hal.. 11 Januari 2004). 25 Untuk memperkuat penjelasannya tentang sikap ‘Pluralistik’ agama Hindu. Hidup dari Hidup. Dalam paparannya tentang Hinduism dari bukunya. (New York: Harper CollinsPubliser. Suwandi PR. (Jakarta: BPK. Harun Hadiwijono. yaitu 24 Dr. Huston Smith juga mengutip ungkapan ‘orang suci Hindu’ abad ke19. 1991). Bapa yang Mahakuasa.” (Terjemahan bebasnya: Sejak dulu. 910. 1992). “Truth is one; sages call it by different names. karena itu. Sang Sabda dari Allah. The World’s Religions. Putra Allah yang Tunggal Yang pertama lahir dari semua ciptaan. kitabkitab Veda menyatakan pandangan Hindu klasik. Terang dari Ter ang. maupun lainnya adalah benar. 2001). hal. Sebelum segala abad . Aga maagama itu diibaratkan. Nietzsche menegasikan adanya Kebenaran Tunggal dan justru bersikap afirmatif terhadap banyak kebenaran. (Yogyakarta: Kan isius. 73. (Jawa Pos. Inilah Sahadatku. seperti pohon yang memiliki banyak cabang (many). Islam. Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus. Yahudi. dalam nalar pluralisme Gandhi. Prof. Dan. konsekuensinya. c o m 17 Peranan Gereja Yang Diakonal Dan Penanganan HIV/ Aids Diakoni FM . Pencipta halhal ya ng kelihatan dan tak kelihatan. Tanya Jawab Syahadat Iman Katolik. h t t p : / / w w w . Karena itu. Dilahirkan dari Bapa. konsekuensinya. ada banyak kebenaran (many truths) dalam tradisi dan agamaagama.“Dan.. Akar yang sa tu itulah yang menjadi asal dan orientasi agamaagama. “ (Alex I. kebenaran ada dan ditemukan pada semua agama. a d i a n h u s a i n i . mari kita memproklamasikan kembali bahwa pluralisme agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah. kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan. tapi berasal dari satu akar (the One). the Vedas announced Hinduism’s classic contention that the various religions are but different languages through which God speaks to the human heart. bahwa agama agama yang berbeda hanyalah merupakan bahasa yang berbedabeda yang digunakan Tuhan untuk berbicara kepada hati manusia. Mahatma Gandhi pun seirama dengan mendeklarasikan bahwa semua agama entah Hinduisme. Kau m Katolik di Indonesia juga menggunakan istilah sahadat untuk menyebut ‘Nicene Creed’ yang salah satu versi redaksinya berbunyi: “Kami percaya akan satu Allah. The World’s Religions.

Sth. walau dalam waktu yang sangat singkat. Dari keramahan dan keluwesan beliau bergaul dengan para pelayan muda maka tidak salah apabila dikatakan bahwa beliau sangat konsisten untuk membangun kerjasama yang baik dengan para pelayan yang lebih muda. penulis selalu ingat dengan kalimat singkat yang pernah beliau utarakan dalam bahasa Batak kepada penulis dan rekan pelayan muda lainnya. juga tidak dapat dipungkiri banyak pelayan junior yang menghormati seniornya justru mendapat perlakuan kurang wajar. jubilaris menurut penulis punya kemampuan membangun hubungan kerja sama yang leih harmonis dengan juniornya karena keakraban dan komunikasi beliau tidak terlalu formal. Beliau memiliki pengalaman pelayanan yang matang baik di dalam maupun di luar negeri yang turut memampukan beliau dalam pelayanan masa kini sekaligus juga mempersiapkan pelayanan untuk kepentingan masa depan. Kiranya tidak berlebihan apabila penulis juga telah menyaksian bahwa jubilaris adalah salah satu pendeta senior yang selalu punya keinginan untuk menghancurkan tembok pemisah yang sering membatasi komunikasi antara pelayan senior dan junior. jubilaris tidak jarang melakukan pendekatan kultural kepada rekan sekerjanya yakni sistim kekerabatan ‘dalihan na tolu’. W.jika terjadi saling melayani di tengahtengah persekutuan itu. Penulis turut merasakan kebahagiaan jubilaris dan mensyukuri segala berkat Tuhan yang beliau terima selama kurun waktu 25 tahun silam dalam proses pelayanan Gereja Tuhan. Secara jujur harus diakui. Pendahuluan Koinonia. Dalam rangka memeriahkan 25 tahun kependetaan sang Jubilaris. “ molo hupasobok diringku tu hamu unang ma nian rajumi hamu sarupa hamu dohot ahu”.Pengantar Selamat ulang tahun ke 25 kependetaan bapak Pdt. merupakan pelayanan pewartaan kerajaan Allah melalui Injil sebagai khabar keselamatan yang diberitakan ke dalam persekutuan secara sentripetal maupun ke luar persekutuan itu secara sentripugal. . Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi pembaca. Oleh karena itu. Hal ini dapat dikatakan karena diakonia sendiri adalah pelayanan. Semoga ke depan. pelayanan diakonia sebenarnya sangatlah luas dan didalamnya terdapat beberapa metode pelayanan diakonia yang bervariasi. Tampubolon. sosial politik.P. Akan tetapi. Dalam hal ini. ekonomi dan budaya. penulis menyumbangkan tulisan ini. Demikian juga halnya marturia. kiranya jubilaris tetap teguh dan kokoh serta lebih energik untuk menunaikan tugas dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan. marturia dan diakonia merupakan tri tugas panggilan gereja yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. 1. Namun. ketika para pelayan senior mau mendekatkan diri bahkan menyesuaikan diri kepada pelayan muda saat itu para pelayan muda semakin kurang menghargai seniornya sebagaimana layaknya. Penulis mengenal jubilaris sebagai sosok pelayan yang memiliki pola pikir produktip dan progressif. dalam usia yang lebih lanjut. Dan diakonia itu menjdai tindakan nyata sebagai pengimplementasian dari pewartaan Injil melalui berbagai aksi sosial. dengan senang hati dan rasa syukur kepad Tuhan. Di samping itu. Koinonia sebagai persekutuan akan hidup survive. Ketiga tugas ini punya korelasi interdependensi antara yang satu dengan yang lain.

sangat sulit dideteksi. Gereja cenderung menyuarakan penanganan HIV/AIDS dalam tingkat oral pada berbagai seminar maupun rapat yang diadakan namun belum sampai kepada aksi nyata. Untuk itu. Demikianlah ODHA/OHIDA (Orang Dengan HIV/AIDS atau Orang Dengan AIDS) pada akhirnya mampu melayani bersama gereja atau di dalam gereja untuk melakukan pelayanan preventif maupun protektif kepada yang belum terinfeksi virus HIV maupun yang sudah. Itu sebabnya penulis membatasi pembahasan landasan teologia diakonia hanya pada kitab Perjanjian Baru. Penulis membahas peranan gereja yang diakonal dengan bentuk pelayanan transformatif dengan tindakan preventif dan protektif baik melalui pelayanan pastoral maupun juru kampanye. sermon dan lain-lain. walaupun harus diakui ada . namun barangkali masih pada tingkat kognitif atau mungkin afektif. selama ini berbagai LSM sudah berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS. Komite HIV/AIDS yang telah dibentuk HKBP merupakan langkah positip dan konstruktip untuk melakukan penanganan terhadap HIV/AIDS. Namun sebelumnya perlu dipahami dasar-dasar teologi diakonia yang menjadi landasan pelayanan gereja terhadap ODHA dan OHIDA. penulis membatasi tulisan ini khusus melihat PERANAN GEREJA YANG DIAKONAL DALAM PENANGANAN HIV/AIDS dengan mengingat HIV/AIDS sudah merupakan permasalahan dunia dan butuh penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. Diakonia dalam Perjanjian Baru Ada dua kata yang perlu dibahas dalam Kitab Perjanjian Baru berkaitan dengan istilah ‘diakonia’ yakni: Pelayan. Oleh karena itu. Memberdayakan orang yang dilayani bukan saja untuk mampu melepaskan diri dari permasalahan yang ia hadapi tetapi lebih dari itu. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan saja. sudah waktunya Gereja membuka mata dan secara aktip membangun pelayanan diakonal dalam penanganan HIV/AIDS. PA. Namun sebagaimana telah ditegaskan bahwa HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama dari setiap lapisan warga gereja maupun masyarakat. Di samping lembaga pemerintah maupun rumah sakit. reformatif dan transformatif). Gereja telah menyuarakan bahaya HIV/AIDS. 2. Namun kita masih merasakan adanya sikap kekakuan bahkan kepasifan daripada Gereja untuk terlibat langsung dalam penanganan HIV/AIDS. belum sampai pada tingkat psikomotoris. Lebih berbahaya lagi perkembangannya ibarat belut dalam lumpur. pada akhirnya mampu melayani orang lain. Dari berbagai bentuk pelayanan diakonia saat ini dikenal (karitatif. Bentuk pelayanan seperti ini juga tidak menempatkan orang yang dilayani sebagai objek melainkan memposisikannya sebagai mitra kerja. melainkan telah jadi masalah kemanusiaan di seluruh dunia. Gereja dirasa perlu bahkan sudah mendesak untuk segera memberdayakan warga dan pelayan untuk peka dan proaktip menangani masalah kemanusiaan tersebut. dalam hal ini melalui khotbah. Untuk itu. Istilah diakonia adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang diterima dan diakui sebagai bahasa asli kitab Perjanjian Baru. semua pihak sangat diharapkan turut berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengatasinya. bahkan sudah jadi sebuah epidemi yang pertumbuhannya sangat pesat ibarat sarang labalaba. Bentuk pelayanan transformatif merupakan bentuk pelayanan jangka panjang dengan mengesampingkan sikap ketergantungan dari orang yang dilayani kepada pelayan sekaligus konsisten dengan pemandirian orang yang dilayani.Melihat betapa luasnya cakupan pelayanan diakonia.

Itu berarti bahwa pemberitaan injil oleh Paulus yang dapat dikategorikan ke dalam istilah ‘marturia’ merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari diakonia karena orang yang memberitakan Injil juga adalah pelayan. istilah hamba sudah dikenal sebagai pelayan dalam kegiatan kultus di tempat ibadah orang-orang Yunani. Pelayanan itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri maupun keluarga sebagai lembaga terkecil di tengahtengah masyarakat. dimana pada saat itu ada dari antara muridNya bertengkar memperdebatkan siapa dari antara mereka yang terbesar. Lebih luas lagi bahwa pelayanan itu merupakan tugas dan danggungjawab imamat am orang-orang percaya (1Pet 2:9) sehingga dalam implementasinya perlu pemberdayaan warga jemaat untuk saling melayani dan untuk melayani orang lain di . Pelayanan para rasul dan para pelayan lainnya merupakan pelayanan yang diterima dari Tuhan maupun yang diterima melalui gereja sehingga ‘harus dijalankan sepenuhnya’ (Kol 4:17. pelayanan dan melayani. Pelayanan. melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45).25). Pelayanan yang lebih agung dan mulia mengacu kepada pelayanan Kristus (Ibr 8:6). Bahkan sebelum zaman Perjanjian Baru juga dalam dunia Hellenistik tahun 330-37 BC. Itu makanya Kristus menekankan pelayanan kepada orang lain terutama kepada orang-orang yang paling hina karena pelayanan seperti itu adalah pelayanan kapada Dia. Dari kata ‘deacon’ kita mengenal istilah ‘diaconos’ yakni pelayan. hamba. Walaupun demikian istilah ‘diaconos’ juga dipergunakan untuk suatu jabatan gerejawi (Flp 1:1) dimana selain penilik jemaat juga ada diaken. Rom 12:7. Pelayanan Yesus sekaligus menyempurnakan pelayanan para nabi dimana pelayanan itu adalah penyangkalan diri sehingga pelayanan itu adalah untuk orang lain. Paulus sebagai pemberita Injil juga menyebut diri dan rekannya Epafras sebagai pelayan (Kol 1:7. Secara etimologi. Kata ’deacon’ ditemukan sebanyak seratus kali dalm kitab Perjanjian Baru. Dalam pemahaman seperti itulah Yesus berkata.beberapa kata dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani diterjemahkan dengan istilahistilah yang berhubungan dengan diakonia sebagaimana ditemukan dalam kitab Septuaginta (Alf Obtestadt. ‘deacon’ itu merupakan hamba. Melakukan pelayanan terhadap orang lain itu berarti melakukan pelayanan kepada Kriatus sendiri (Mat 25:44). Yesus selanjutnya menyebutkan bahwa diriNya sendirilah pelayan itu (Luk 22:26f). Demikian juga halnya ketika Yesus makan bersama dengan para muridNya. Membangun Gereja yang Diakonal). “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani. Hal ini dikatakan oleh Yesus dalam konteks makan bersama yang didasari oleh persekutuan atau koinonia yang di dalamnya terjadi proses saling melayani.23. Hal ini menunjukkan kata ‘deacon’ itu merupakan kata yang sangat populer. Pada dasarnya. Disamping itu pelayanan bukan hanya karena jabatan tetapi karena karunia Roh (Rom 12:7). Dengan demikian diakonia juta merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari koinonia. Itu artinya bahwa segala tugas pelayanan para diaken tidak boleh dilakukan tanpa iman yang benar. Selanjutnya Rasul Paulus memberikan persyaratan untuk menjadi diaken (1 Tim 3:8ff) yang intinya bahwa rahasia iman harus tetap tersimpan dan terpelihara di dalam hati. penting dan punya makna khusus dalam karya penyelamatan Yesus sendiri. Yesus justru menegaskan bahwa yang terbesar adalah pelayan. diakonia berasal dari kata ‘deacon’ yang diterjemahkan menjadi pelayan. 1Tim 3:8ff).

banyak orang yang tidak bersedia memeriksakan diri karena takut apabila terdeteksi mereka akan didiskriminasi dan distigmatisasi. mengasihi bahkan menjadikan mereka sebagai mitra kerja? Alkitab adalah landasan pemahaman teologis dan pelayanan diakonal. Dari sekian banyak pelayanan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. Bagi Yesus. Yesus dan Orang sakit dalam Perjanjian Baru. ODHA/OHIDA Istilah ODHA/OHIDA ini disosialisasikan sebagai pengganti istilah diskriminatif yang selama ini dipergunakan yakni penderita HIV/AIDS. melainkan untuk orang berdosa” (Mrk 2:17). Disamping itu. memang tidak dapat disangkal bahwa banyak gejala penyakit tersebut diperoleh akibat kesalahan sendiri atau karena kebejatan moral. Untuk itu. Disamping itu. ada dua hal yang menarik ditelusuri berkaitan dengan topik ini. Pernyataan Yesus ini perlu direvitalisasi dalam kehidupan gereja sekaligus ditransformasikan dalam kehidupan masa kini terutama . apakah ODHA dan OHIDA itu masih harus dibenci karena ada anggapan bahwa penyakit yang diderita adalah akibat tindakan amoral? Ataukah satusatunya jalan adalah merangkul. Itu makanya tidak jarang mereka justru mengucilkan orang sakit terutama orang yang berpenyakit kusta. Itu makanya Rasul Paulus menekankan pentingnya pelayanan yang berkualitas di dalam kasih kepada sesama seiman (Gal 6:10). Oleh karena itu. “Aku datang bukan untuk orang benar. Dalam hal ini Yesus berkata. Kumpulan gejala penyakit tersebut bukanlah yang diturunkan atau penyakit keturunan melainkan diperoleh. Human Immunodeficiency Syndrome (HIV) merupakan virus yang yang melemahkan bahkan menghilangkan sistim kekebalan tubuh manusia. tidak ada orang yang tidak berdosa. bnd Mrk 2:1-12. 3. Sangat menarik bahwa Yesus bersedia menyembuhkan orang sakit walaupun penyakit itu adalah akibat dosa yang diperbuat. sementara itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya sistim kekebalan tubuh. Mzm 103:3) dan penyembuhan orang sakit bukan karena dosanya maupun orang tuanya (Yoh 9:2-3). Padahal HIV itu adalah virus yang sangat sulit dideteksi karena belum menunjukkan geala penyakit. Hal ini ia katakan dimana orangorang Yahudi secara khusus kaum elitis di dalamnya mengklaim dirinya sebagai orang orang yang benar karena melaksanakan hukum taurat disisi lain menghakimi para pemungut cukai sebagai orang-orang berdosa. Dasar pemahaman pelaksanaan pelayanan Gereja terhadap ODHA/OHIDA 3. Dimana menurut pemahaman Yudaisme penyakit adalah salah satu konsekwensi logis dari pada dosa. Yesus tidak mengadakan stigmatisasi dan diskriminasi walaupun hal itu bisa terjadi di tengahtengah masyarakat Yahudi pada waktu itu.1.luar jemaat itu sendiri karena sasaran pelayanan itu adalah masyarakat universal (Roma 15:16). Sering mnurut mereka bahwa orang sakit adalah orang berdosa. Barulah ketika HIV sampai kepada AIDS maka virus dapat terdeteksi. yaitu penyembuhan orang sakit karena dosanya (Yoh 5:14. istilah yang lama itu juga sangat menakutkan ODHA dan OHIDA sekaligus mendukung mereka pada sikap pesimistik dan keputusasaan. Inilah yang menjadi dasar masyarakat umum untuk cenderung mmbenci dan mendiskreditkan ODHA/OHIDA itu sehingga terjadi stigmatisasi dan diskriminasi.2. Sikap seperti ini bukannya mampu meselesaikan permasalahan yang sedang mengglobal ini malah justru turut mempercepat merebaknya HIV/AIDS ke manamana. 3. Hal ini diakibatkan oleh rasa keputusasaan para ODHA/OHIDA yang semakin tertutup dan tidak turut membantu penanganan HIV/AIDS. Melayani sesama orang-orang percaya merupakan titik berangkat untuk melayani masyarakat yang lebih luas.

3. Rom 12:4 —8). satu pengharapan dan satu kasih (I Kor 13:13). Oleh karena itu. Disanalah mereka akan dilayani secara pastoral konseling untuk memulihkan mental dan spiritual yang lebih kuat. Gereja diharapkan untuk melaksanakan ketiga tugas ini dalam penanganan HIV/AIDS. marturia. Mereka harus dilindungi dari serangan dan hujatan masyarakat. Sementara fungsi preventip akan lebih diarahkan kepada masyarakat yang belum terinfeksi virus HIV terutama bagi mereka yang berpeluang besar akan terserang dilihat dari segi tingkahlakunya misalnya para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dan para pelaku seks bebas. Gereja juga perlu mendirikan semacam wadah dimana ODHA/OHIDA dapat dilayani lebih intensif. Lambang-lambang HIV/AIDS seperti tengkorak yang sangat menakutkan dan menggambarkan maut sangatlah kurang baik karena berpengaruh negatip terhadap kejiwaan si pederita.4.dalam pelayanan ODHA/OHIDA yang selama ini sering didiskriminasikan. pemahaman bahwa konselor adalah setara dengan ODHA/OHIDA amatlah penting. Fungsi protektip dan preventip gereja Fungsi protektip dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah terlanjur ODHA/OHIDA. mewartakan kasih dan melayankan kasih kepada ODHA/OHIDA. mereka benarbenar dapat merasakan kedamaian sampai pada akhirnya mereka terlepas dari belenggu rasa malu dan minder. idealnya setiap anggota tubuh harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang latarbelakang denominasi maupun organisasi demi keutuhan tubuh yang satu itu yakni gereja yang esa sebagai tubuh Kristus. Kemajemukan orang-orang percaya justru diikat oleh satu iman. Untuk itu Gereja punya posisi dan peranan yang sangat strategis untuk turut ambil bagian dalam penanganan masalah HIV/AIDS. secara organisma adalah tubuh Kristus (I Kor 12:27). dimana gereja harus membangun suatu prsekutuan kasih. Setiap orang percaya yang mempunyai latarbelakang. Untuk itu. Rasa kebersamaan atau “partnership” akan memperkuat rasa saling mempercayai antara kedua belah pihak. Gereja adalah tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang percaya Rasul Paulus telah menggambarkan orang-orang percaya dengan adanya satu tubuh sebagai wadah persekutuan para anggota dengan fungsi yang berbedabeda (I Kor 12:12-26. Gereja sebagai tubuh Kristus telah hadir di tengahtengah dunia ini untuk melaksanakan tri tugas panggilannya yaitu koinonia. Di samping itu. para penderita akan menjadi mitra gereja dalam penanganan HIV/AIDS. Untuk itu. Rasa saling percaya akan memotivasi para penderita untuk lebih terbuka dan jujur dan pada akhirnya melalui pastoral konseling. Melalui sosialisasi itu diharapkan kesediaan masyarakat dapat menerima ODHA/OHIDA sebagaimana para penderita penyakit lainnya. pola pikir dan pergumulan yang berbeda. Untuk itu. 3. perlu disosialisasikan seluasluasnya kepada masyarakat bahwa ODHA/OHIDA adalah sesama manusia yan membutuhkan perlakuan yang wajar sebagaimana masyarakat lainnya. gereja maupun para konselor akan mampu membangun “sharing” dan berdiskusi secara “konfidensial” artinya konselor tidak memberitahukan rahasia pembicaraan tanpa seizin ODHA/OHIDA. dan diakonia. namun yang paling besar di antaranya ialah kasih. Dengan demiikian. ODHA/OHIDA hendaknya menjadi bagian yang integral dari keseluruhan pelayanan diakonal gereja pada masa kini dn yang akan datang. bahkan sebagai tenaga konselor yang didampingi oleh . Kasih merupakan satusatunya bukti nyata dari realisasi iman dan pengharapan. ODHA/OHIDA perlu diberdayakan menjadi juru kampanye. Dalam wadah tersebut. efektif dan efisien. 3. ODHA/OHIDA merupakan mitra kerja gereja yang sangat efektip untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus HIv.

khotbah. Karena itu. sangatlah penting dihayati bahwa kasih itu sabar. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib. etnis. ODHA/OHIDA tidak boleh dipisahkan atau dibedabedakan hanya karena latarbelakang bangsa. 3. Dia harus dengan sabar membongkar latarbelakang penularan virus HIV kepada para korban. dimana orang jahat sebenarnya tidak identik dengan kejahatan. mereka memperdebatkan hukum Musa kepada Yesus bahwa orang yang demikian harus dilempari dengan batu. Seorang dokter tidak pernah berniat membunuh orang sakit tetapi justru ingin mematikan penyakit agar si penderita memperoleh kesembuhan. Rasul Paulus telah menjabarkan buah-buah kasih itu secara panjang lebar dalam 1 Kor 13:4-8a. pengharapan. Kasih sebagai landasan pastoral Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa yang paling besar dari ketiga hal utama-iman. Gereja sedapat mungkin harus membenci bahkan menghempang penularan HIV/AIDS namun tidak boleh membenci ODHA/OHIDA. Semua bangsa. karena penderita harus diyakinkan terlebih dahullu sehingga ia tidak merasa malu untuk mengungkapkannya. Demikian juga ODHA/OHIDA harus diperlakukan setara dengan manusia yang lain. tidak memegahkan diri. Namun Gereja harus mampu membedakan dan memisahkan kejahatan dari orang jahat. Demikian juga ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahi Taurat datang kepada Yesus sambil membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah. sikap primordialisme dan nepotisme tidak dibutuhkan dalam proses pelayanan pastoral terhadap ODHA/OHIDA.pelayan gereja dalam rangka tindakan preventip maupun protektip. Kita tahu bahwa HIV/AIDS lebih banyak ditimbulkan oleh tindakan kejahatan seperti kejahatan seksual dan penggunaan narkoba melalui jaruum suntik. 3. dimana ODHA/OHIDA turut di dalamnya pada akhirnya menjadi landasan pendaratan Firman Tuhan. Yesus berkata. Dengan jelas Yesus mau menghancurkan tembok pemisah antara kaum elitis Yahudi yang cenderung membenarkan diri dengan masyarakat jelata yang sering disalahkan dan dihakimi. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). kasih. Mereka merupakan korban pertama dari kejahatan dan virus HIV. tetapi orang sakit. Seorang konselor yang benarbenar dilandasi oleh kasih harus menunjukkan sikap sabar. kaum ibu dll) melalui ibadah. murah hati.5.6. Tindakan preventip dapat dilakukan selualuasnya baik melalui pembinaan terhadap warga gereja (pemuda. kaum bapa. budaya bahkan agama yang berbeda. Tentu saja butuh waktu yang relatif lama. melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17). Mereka berhak memperoleh perlakuan secara manusiawi. tidak mudah putus asa. Perlunya sikap inklusivisme dan universalisme Yesus pernah berkata. Sebagaimana seorang dokter harus mampu memisahkan penyakit dari orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar. Untuk itu. seorang dokter mutlak mengasihi orang sakit sekigus membenci penyakit yang mengakibatkan penderitaan itu sendiri. kasih itu tidak berkesudahan. Murah hati merupakan penampakan kasih dari konselor yang bersedia memberikan pelayanan . selebaran dll. Sebagai landasan pastoral gereja. Hal ini dikatakan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat dan golongan Farisi yang eksklusive melihat Yesus sedang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. seluruh dunia. “Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa. tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.adalah kasih.

Th. E. (Penulis:Pdt. tetapi justru akan menjerumuskan mereka kepada kehidupan yang lebih isolatif (lebih suka mengurung dirisendiri). waktu dan pikiran untuk selalu setia mendampingi penderita di dalam pergumulan hidupnya. 4. Tentu saja murah hati tidak boleh diukur dari pemberian material tetapi diukur dari kerelaan untuk mengorbankan tenaga. Kiranya gereja juga memberdayakan para pelayannya maupun warganya untuk tidak hanya menjalankan pelayanan internal tetapi juga menjalankan pelayanan kepada yang lain (Paul Knitter. Selain itu pelayananan sebagaimana telah diuraikan di atas juga adalah pelayanan yang diterima dari Tuhan Raja Gereja yang tidak hanya mementingkan bentuk-bentuk pelayanan formal dan rutin. Dpk Rakom Diakoni FM) • • • • • • • • • • Artikel dibaca 514x [0] komentar 1 2 3 4 5 . Gereja dan konselor harus merevitalisasi peranan kasih sehingga gereja dan konselor tidak akan pernah merasa jenuh dan bosan. Kasih itu tidak berkesudahan adalah dasar yang paling utama sebagaimana kasih Allah juga tidak pernah berkesudahan. Siahaan. Inklusivitas pelayanan gereja seperti ini merupakan suatu rekonstruksi pelayanan Yesus pada dunia masa kini sebagai salah satu bagian kecil dari perwujudan visi sang Raja Gereja yakni keselamatan dunia. ODHA/OHIDA. semua manusia telah berdosa dan harus diselamatkan.dengan segenap hati dan hidupnya. Namun karena kelemahan manusia itu atas godaan sang iblis. Sikap marah terhadap ODHA/OHIDA karena perbuatannya tidak akan menolong mereka. semua manusia telah jatuh ke dalam dosa tanpa terkecuali. Tetapi mereka harus diberdayakan untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik bahkan menjadi mitra gereja untuk menghempang penyebaran virus HIV/AIDS. Oleh karena itu. Sikap tidak menyimpan kesalahan orang lain amatlah penting dalam pelayanan pastoral konseling ini. Kemudian sikap tidak pemarah tidak terpisahkan dari tidak memegahkan diri.Penutup Reposisi dan revitalisasi peranan gereja adalah hal yang sangat mendesak melihat permasalahan sosil disekitarnya yang semakin rumit yang disadari atau tidak asti punya dampak destruktif kepada kehidupan gereja itu sendiri. Satu Bumi Banyak Agama) yakni yang lain yang religius dan yang lain yang menderita khususnya saudara-saudara kita yang kekasih.R. tetapi selalu segar dalam pelayanan pastoral kepada ODHA/OHIDA sekalipun pelayanan tersebut bukan tanpa masalah. Dimana kesalahan mereka tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyalahkan dan menghakimi. Tidak memegahkan diri berarti gereja maupun konselor tidak menempatkan diri lebih tinggi dari para penderita HIV/AIDS. Pihak Gereja atau konselor tidak berhak membenarkan diri sebagai orang kudus sekaligus menghakimi penderita HIV/AIDS sebagai orang-orang berdosa dan jahat. Sebaliknya justru harus merendahkan diri dan menghayati bahwa setiap manusia mempunyai standard yang sama di hadapan Tuhan sebagaimana dalam teologia penciptaan dimana bahwa manusia itu ialah “imago dei”. S. Untuk itu Gereja harus berusaha menumbuhkan sikap percaya diri bahwa mereka dapat diterima di tengahtengah gereja dan masyarakat sebagai orang yang patut dilayani secara wajar.

• • • • • • Formulir Komentar Tulisan Terkait Artikel: 31 May 10 22:00 WIB Bandung \ Roni Vikers Ketika Mereka Menentukan Antara Sekolah. tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. intimidasi. Pengelola berhak mengubah/menghapus katakata yang berbau pelecehan. Bermain atau Ngamen… ? Artikel: 24 May 10 15:07 WIB Yogyakarta \ Indie Radio Dunia Broadcast Rakom Perlu Mempertimbangkan Sound Card yang Berkualitas Bagus tapi Ekonomis Artikel: 5 May 10 11:41 WIB Aceh \ Genta FM Derita Lumpuh Nuraini Nama þÿ Asal Kota þÿ Email þÿ Komentar Kode Keamanan* þÿ Kirim Wajib di isi [may not leaved blank] Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi. .

ras. dan antar golongan • • Terbaru Terpopuler 19:0 Bertani Melon Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi 9 Oleh: Adam Gita Swara Mungkin sebagian besar masyarakat menilai kalau bertani melon adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu yang banyak dan rentan dengan penyakit. Klaten dan Yogyakarta memanfaatkan fasilitas grup di situs jejaring Berita > Magelang > Muhammad A.Kesehatan dan Infrastruktur jadi 3 Prioritas Lombok Utara. Boyolali. Aktifitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sektor pendidikan. Jalin Merapi Informasikan Kondisi 9 Pengungsi MAGELANG. belum menunjukkan . Tetapi Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 Rekrutmen CPNS. Suara Komunitas . KLU Tetapakan UI sebagai Penyelengara 5 Lombok Utara. akan tetapi bagaimana para relawan JMM? Keaktifan gunung Artikel > Magelang > K FM 00:1 Manfaatkan Situs Jejaring Sosial. megusulkan sebanyak 4 unit SD Filial yang ada di kecamatan bayan untuk dirubah Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 RPJMD KLU 2010-2015.Guna memberikan pemahaman kepada stake holder Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 06:2 Keakraban Tim Jalin Merapi Magelang 7 K FM Magelang – Dinginnya pagi suasana di gunung merapi Magelang sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat sini.bertendensi suku. Tim Jaringan Informasi Lintas Merapi (Jalin Merapi) yang tersebar di beberapa titik di Magelang. Suara Komunitas – Unit Pelaksana Tehnis Dinas Pendidikan kebudayaan Pemuda dan Olah raga KLU. agama.Rofiq 22:1 Jalin Merapi Swadaya Mendirikan Posko 5 MAGELANG. Suara Komunitas – Setelah beberapa waktu lalu pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum memastikan penyelenggra atau pelaksana rekrutmen penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 UPTD Dikbudpora KLU Usulkan 4 SD Filial Difinitif 3 Lombok Utara.

sehingga menjadi anak. Suara Komunitas . Suara Komunitas – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas nasional terhadap korban jiwa akibat meletusnya gunung merapi.penurunnya. Hal ini ditandai dengan masih terjadinya Berita > Magelang > Muhammad A.Anak merupakan amanah dari Allah. sekaligus sebagai upaya konsolidasi dan integrasi perencanaan pembamgunan daerah Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM Berita Foto . dan bencana gempa bumi yang Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM 19:1 Pendidikan Anak Harus Dilakukan Sejak Dini 0 Lombok Utara. jawa tengah. Suara Komunitas . tapi juga Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM 19:0 Sektor Pendidikan.Rofiq 19:2 Sholat Ghaib dan Doa Bersama untuk Korban Bencana 1 Lombok Utara. karenanya perlu diberikan pendidikan sejak dini.Guna memberikan pemahaman kepada stake holder dan masyarakat. bukan saja berguna untuk agamanya. Kesehatan dan Infrastruktur Jadi Prioritas 4 Lombok Utara.

Kiranya tidak berlebihan apabila penulis juga telah menyaksian bahwa jubilaris adalah salah satu pendeta senior yang selalu punya keinginan untuk menghancurkan tembok pemisah yang sering membatasi komunikasi .. • • • • • Siapa Kami Peta Umpan Balik Tanya-Jawab © SuaraKomunitas 2010 Statistik pengunjung: online 6 Script timer: 0.... Rahmad suryadi berkata : saya pernah punya teman .. W..P.. cah ncomal berkata : disidokare emangnya ada .. hary gatho berkata : ingin gabung ma pemuda .. Tampubolon.Rekrutmen CPNS. ali erfan berkata : selain pisang mang ga . Peranan Gereja Yang Diakonal Dan Penanganan HIV/ Aids Diakoni FM Pengantar Selamat ulang tahun ke 25 kependetaan bapak Pdt. Sth... Prie berkata : Keinginan tak selamanya . rifson berkata : mudahan jaringan ini . Beliau memiliki pengalaman pelayanan yang matang baik di dalam maupun di luar negeri yang turut memampukan beliau dalam pelayanan masa kini sekaligus juga mempersiapkan pelayanan untuk kepentingan masa depan.. KLU Tetapakan UI sebagai Penyelengara oleh: Gita Swara FM.. Penulis turut merasakan kebahagiaan jubilaris dan mensyukuri segala berkat Tuhan yang beliau terima selama kurun waktu 25 tahun silam dalam proses pelayanan Gereja Tuhan..189820 seconds... [+-->] • • • • • • • • • • • 10 Komentar Terbaru cut feby berkata : ass mav pak saya ingin . Penulis mengenal jubilaris sebagai sosok pelayan yang memiliki pola pikir produktip dan progressif.. Mujibur rahman berkata : Semoga bermanfaat.dan .. suswono berkata : Direktur Manajemen Tangkolo . rokhim berkata : saya sangat setuju adanya ...

Hal ini dapat dikatakan karena diakonia sendiri adalah pelayanan. Melihat betapa luasnya cakupan pelayanan diakonia. reformatif dan transformatif). ketika para pelayan senior mau mendekatkan diri bahkan menyesuaikan diri kepada pelayan muda saat itu para pelayan muda semakin kurang menghargai seniornya sebagaimana layaknya. dalam hal ini melalui khotbah. dengan senang hati dan rasa syukur kepad Tuhan. Di samping itu. Demikian juga halnya marturia. penulis selalu ingat dengan kalimat singkat yang pernah beliau utarakan dalam bahasa Batak kepada penulis dan rekan pelayan muda lainnya. Koinonia sebagai persekutuan akan hidup survive. Namun. penulis membatasi tulisan ini khusus melihat PERANAN GEREJA YANG DIAKONAL DALAM PENANGANAN HIV/AIDS dengan mengingat HIV/AIDS sudah merupakan permasalahan dunia dan butuh penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. Dan diakonia itu menjdai tindakan nyata sebagai pengimplementasian dari pewartaan Injil melalui berbagai aksi sosial. penulis menyumbangkan tulisan ini. sosial politik. Akan tetapi. pelayanan diakonia sebenarnya sangatlah luas dan didalamnya terdapat beberapa metode pelayanan diakonia yang bervariasi. Dari keramahan dan keluwesan beliau bergaul dengan para pelayan muda maka tidak salah apabila dikatakan bahwa beliau sangat konsisten untuk membangun kerjasama yang baik dengan para pelayan yang lebih muda. . jubilaris menurut penulis punya kemampuan membangun hubungan kerja sama yang leih harmonis dengan juniornya karena keakraban dan komunikasi beliau tidak terlalu formal. “ molo hupasobok diringku tu hamu unang ma nian rajumi hamu sarupa hamu dohot ahu”. Penulis membahas peranan gereja yang diakonal dengan bentuk pelayanan transformatif dengan tindakan preventif dan protektif baik melalui pelayanan pastoral maupun juru kampanye. Ketiga tugas ini punya korelasi interdependensi antara yang satu dengan yang lain. ekonomi dan budaya. Dalam rangka memeriahkan 25 tahun kependetaan sang Jubilaris. Semoga ke depan. PA. walau dalam waktu yang sangat singkat. merupakan pelayanan pewartaan kerajaan Allah melalui Injil sebagai khabar keselamatan yang diberitakan ke dalam persekutuan secara sentripetal maupun ke luar persekutuan itu secara sentripugal. jubilaris tidak jarang melakukan pendekatan kultural kepada rekan sekerjanya yakni sistim kekerabatan ‘dalihan na tolu’. dalam usia yang lebih lanjut. Dari berbagai bentuk pelayanan diakonia saat ini dikenal (karitatif. Secara jujur harus diakui. 1. juga tidak dapat dipungkiri banyak pelayan junior yang menghormati seniornya justru mendapat perlakuan kurang wajar. Bentuk pelayanan transformatif merupakan bentuk pelayanan jangka panjang dengan mengesampingkan sikap ketergantungan dari orang yang dilayani kepada pelayan sekaligus konsisten dengan pemandirian orang yang dilayani. marturia dan diakonia merupakan tri tugas panggilan gereja yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. Oleh karena itu.jika terjadi saling melayani di tengahtengah persekutuan itu. sermon dan lain-lain.antara pelayan senior dan junior. Pendahuluan Koinonia. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi pembaca. Dalam hal ini. kiranya jubilaris tetap teguh dan kokoh serta lebih energik untuk menunaikan tugas dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan.

Untuk itu.Bentuk pelayanan seperti ini juga tidak menempatkan orang yang dilayani sebagai objek melainkan memposisikannya sebagai mitra kerja. belum sampai pada tingkat psikomotoris. ‘deacon’ itu merupakan hamba. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan saja. Gereja dirasa perlu bahkan sudah mendesak untuk segera memberdayakan warga dan pelayan untuk peka dan proaktip menangani masalah kemanusiaan tersebut. namun barangkali masih pada tingkat kognitif atau mungkin afektif. Itu sebabnya penulis membatasi pembahasan landasan teologia diakonia hanya pada kitab Perjanjian Baru. Untuk itu. Membangun Gereja yang Diakonal). hamba. Komite HIV/AIDS yang telah dibentuk HKBP merupakan langkah positip dan konstruktip untuk melakukan penanganan terhadap HIV/AIDS. Pada dasarnya. Memberdayakan orang yang dilayani bukan saja untuk mampu melepaskan diri dari permasalahan yang ia hadapi tetapi lebih dari itu. Secara etimologi. Oleh karena itu. Gereja cenderung menyuarakan penanganan HIV/AIDS dalam tingkat oral pada berbagai seminar maupun rapat yang diadakan namun belum sampai kepada aksi nyata. Bahkan sebelum zaman Perjanjian Baru juga dalam dunia Hellenistik tahun 330-37 BC. selama ini berbagai LSM sudah berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS. semua pihak sangat diharapkan turut berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengatasinya. melainkan telah jadi masalah kemanusiaan di seluruh dunia. Istilah diakonia adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang diterima dan diakui sebagai bahasa asli kitab Perjanjian Baru. walaupun harus diakui ada beberapa kata dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani diterjemahkan dengan istilahistilah yang berhubungan dengan diakonia sebagaimana ditemukan dalam kitab Septuaginta (Alf Obtestadt. sudah waktunya Gereja membuka mata dan secara aktip membangun pelayanan diakonal dalam penanganan HIV/AIDS. Hal ini menunjukkan kata ‘deacon’ itu merupakan kata yang sangat populer. Di samping lembaga pemerintah maupun rumah sakit. diakonia berasal dari kata ‘deacon’ yang diterjemahkan menjadi pelayan. Gereja telah menyuarakan bahaya HIV/AIDS. Diakonia dalam Perjanjian Baru Ada dua kata yang perlu dibahas dalam Kitab Perjanjian Baru berkaitan dengan istilah ‘diakonia’ yakni: Pelayan. . Namun kita masih merasakan adanya sikap kekakuan bahkan kepasifan daripada Gereja untuk terlibat langsung dalam penanganan HIV/AIDS. sangat sulit dideteksi. bahkan sudah jadi sebuah epidemi yang pertumbuhannya sangat pesat ibarat sarang labalaba. pelayanan dan melayani. Namun sebelumnya perlu dipahami dasar-dasar teologi diakonia yang menjadi landasan pelayanan gereja terhadap ODHA dan OHIDA. istilah hamba sudah dikenal sebagai pelayan dalam kegiatan kultus di tempat ibadah orang-orang Yunani. Lebih berbahaya lagi perkembangannya ibarat belut dalam lumpur. Demikianlah ODHA/OHIDA (Orang Dengan HIV/AIDS atau Orang Dengan AIDS) pada akhirnya mampu melayani bersama gereja atau di dalam gereja untuk melakukan pelayanan preventif maupun protektif kepada yang belum terinfeksi virus HIV maupun yang sudah. pada akhirnya mampu melayani orang lain. Kata ’deacon’ ditemukan sebanyak seratus kali dalm kitab Perjanjian Baru. Namun sebagaimana telah ditegaskan bahwa HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama dari setiap lapisan warga gereja maupun masyarakat. 2. penting dan punya makna khusus dalam karya penyelamatan Yesus sendiri.

Yesus selanjutnya menyebutkan bahwa diriNya sendirilah pelayan itu (Luk 22:26f). ODHA/OHIDA Istilah ODHA/OHIDA ini disosialisasikan sebagai pengganti istilah diskriminatif yang selama ini dipergunakan yakni penderita HIV/AIDS. 1Tim 3:8ff). Selanjutnya Rasul Paulus memberikan persyaratan untuk menjadi diaken (1 Tim 3:8ff) yang intinya bahwa rahasia iman harus tetap tersimpan dan terpelihara di dalam hati. Pelayanan Yesus sekaligus menyempurnakan pelayanan para nabi dimana pelayanan itu adalah penyangkalan diri sehingga pelayanan itu adalah untuk orang lain. Hal ini dikatakan oleh Yesus dalam konteks makan bersama yang didasari oleh persekutuan atau koinonia yang di dalamnya terjadi proses saling melayani. Demikian juga halnya ketika Yesus makan bersama dengan para muridNya. Dasar pemahaman pelaksanaan pelayanan Gereja terhadap ODHA/OHIDA 3. Pelayanan yang lebih agung dan mulia mengacu kepada pelayanan Kristus (Ibr 8:6). .Dari kata ‘deacon’ kita mengenal istilah ‘diaconos’ yakni pelayan. Dalam pemahaman seperti itulah Yesus berkata. Itu makanya Kristus menekankan pelayanan kepada orang lain terutama kepada orang-orang yang paling hina karena pelayanan seperti itu adalah pelayanan kapada Dia. Melayani sesama orang-orang percaya merupakan titik berangkat untuk melayani masyarakat yang lebih luas. 3. Walaupun demikian istilah ‘diaconos’ juga dipergunakan untuk suatu jabatan gerejawi (Flp 1:1) dimana selain penilik jemaat juga ada diaken. Pelayanan. Melakukan pelayanan terhadap orang lain itu berarti melakukan pelayanan kepada Kriatus sendiri (Mat 25:44).1. Paulus sebagai pemberita Injil juga menyebut diri dan rekannya Epafras sebagai pelayan (Kol 1:7. Disamping itu. Pelayanan para rasul dan para pelayan lainnya merupakan pelayanan yang diterima dari Tuhan maupun yang diterima melalui gereja sehingga ‘harus dijalankan sepenuhnya’ (Kol 4:17. “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani. Itu berarti bahwa pemberitaan injil oleh Paulus yang dapat dikategorikan ke dalam istilah ‘marturia’ merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari diakonia karena orang yang memberitakan Injil juga adalah pelayan. Lebih luas lagi bahwa pelayanan itu merupakan tugas dan danggungjawab imamat am orang-orang percaya (1Pet 2:9) sehingga dalam implementasinya perlu pemberdayaan warga jemaat untuk saling melayani dan untuk melayani orang lain di luar jemaat itu sendiri karena sasaran pelayanan itu adalah masyarakat universal (Roma 15:16). Itu makanya Rasul Paulus menekankan pentingnya pelayanan yang berkualitas di dalam kasih kepada sesama seiman (Gal 6:10).23. Dengan demikian diakonia juta merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari koinonia. Pelayanan itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri maupun keluarga sebagai lembaga terkecil di tengahtengah masyarakat. Yesus justru menegaskan bahwa yang terbesar adalah pelayan.25). istilah yang lama itu juga sangat menakutkan ODHA dan OHIDA sekaligus mendukung mereka pada sikap pesimistik dan keputusasaan. Disamping itu pelayanan bukan hanya karena jabatan tetapi karena karunia Roh (Rom 12:7). Itu artinya bahwa segala tugas pelayanan para diaken tidak boleh dilakukan tanpa iman yang benar. Rom 12:7. dimana pada saat itu ada dari antara muridNya bertengkar memperdebatkan siapa dari antara mereka yang terbesar. melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45).

namun yang paling besar di antaranya ialah kasih. Sangat menarik bahwa Yesus bersedia menyembuhkan orang sakit walaupun penyakit itu adalah akibat dosa yang diperbuat. Pernyataan Yesus ini perlu direvitalisasi dalam kehidupan gereja sekaligus ditransformasikan dalam kehidupan masa kini terutama dalam pelayanan ODHA/OHIDA yang selama ini sering didiskriminasikan. Mzm 103:3) dan penyembuhan orang sakit bukan karena dosanya maupun orang tuanya (Yoh 9:2-3). Setiap orang percaya yang mempunyai latarbelakang. Rom 12:4 —8). Yesus tidak mengadakan stigmatisasi dan diskriminasi walaupun hal itu bisa terjadi di tengahtengah masyarakat Yahudi pada waktu itu. tidak ada orang yang tidak berdosa. Dimana menurut pemahaman Yudaisme penyakit adalah salah satu konsekwensi logis dari pada dosa. Hal ini diakibatkan oleh rasa keputusasaan para ODHA/OHIDA yang semakin tertutup dan tidak turut membantu penanganan HIV/AIDS. 3. apakah ODHA dan OHIDA itu masih harus dibenci karena ada anggapan bahwa penyakit yang diderita adalah akibat tindakan amoral? Ataukah satusatunya jalan adalah merangkul. Disamping itu. Sikap seperti ini bukannya mampu meselesaikan permasalahan yang sedang mengglobal ini malah justru turut mempercepat merebaknya HIV/AIDS ke manamana. Inilah yang menjadi dasar masyarakat umum untuk cenderung mmbenci dan mendiskreditkan ODHA/OHIDA itu sehingga terjadi stigmatisasi dan diskriminasi. banyak orang yang tidak bersedia memeriksakan diri karena takut apabila terdeteksi mereka akan didiskriminasi dan distigmatisasi.3. satu pengharapan dan satu kasih (I Kor 13:13). Bagi Yesus. Padahal HIV itu adalah virus yang sangat sulit dideteksi karena belum menunjukkan geala penyakit.Human Immunodeficiency Syndrome (HIV) merupakan virus yang yang melemahkan bahkan menghilangkan sistim kekebalan tubuh manusia. pola pikir dan pergumulan yang berbeda. Barulah ketika HIV sampai kepada AIDS maka virus dapat terdeteksi. Sering mnurut mereka bahwa orang sakit adalah orang berdosa. Itu makanya tidak jarang mereka justru mengucilkan orang sakit terutama orang yang berpenyakit kusta. 3. yaitu penyembuhan orang sakit karena dosanya (Yoh 5:14.2. Oleh karena itu. sementara itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya sistim kekebalan tubuh. Gereja adalah tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang percaya Rasul Paulus telah menggambarkan orang-orang percaya dengan adanya satu tubuh sebagai wadah persekutuan para anggota dengan fungsi yang berbedabeda (I Kor 12:12-26. ada dua hal yang menarik ditelusuri berkaitan dengan topik ini. melainkan untuk orang berdosa” (Mrk 2:17). Kumpulan gejala penyakit tersebut bukanlah yang diturunkan atau penyakit keturunan melainkan diperoleh. Dalam hal ini Yesus berkata. Yesus dan Orang sakit dalam Perjanjian Baru. Kemajemukan orang-orang percaya justru diikat oleh satu iman. Hal ini ia katakan dimana orangorang Yahudi secara khusus kaum elitis di dalamnya mengklaim dirinya sebagai orang orang yang benar karena melaksanakan hukum taurat disisi lain menghakimi para pemungut cukai sebagai orang-orang berdosa. “Aku datang bukan untuk orang benar. Kasih merupakan satusatunya bukti nyata dari . secara organisma adalah tubuh Kristus (I Kor 12:27). bnd Mrk 2:1-12. memang tidak dapat disangkal bahwa banyak gejala penyakit tersebut diperoleh akibat kesalahan sendiri atau karena kebejatan moral. ODHA/OHIDA hendaknya menjadi bagian yang integral dari keseluruhan pelayanan diakonal gereja pada masa kini dn yang akan datang. Untuk itu. Dari sekian banyak pelayanan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. mengasihi bahkan menjadikan mereka sebagai mitra kerja? Alkitab adalah landasan pemahaman teologis dan pelayanan diakonal.

dimana gereja harus membangun suatu prsekutuan kasih. mereka benarbenar dapat merasakan kedamaian sampai pada akhirnya mereka terlepas dari belenggu rasa malu dan minder. bahkan sebagai tenaga konselor yang didampingi oleh pelayan gereja dalam rangka tindakan preventip maupun protektip. Dalam wadah tersebut. Disanalah mereka akan dilayani secara pastoral konseling untuk memulihkan mental dan spiritual yang lebih kuat. Melalui sosialisasi itu diharapkan kesediaan masyarakat dapat menerima ODHA/OHIDA sebagaimana para penderita penyakit lainnya. Rasa kebersamaan atau “partnership” akan memperkuat rasa saling mempercayai antara kedua belah pihak. 3. Gereja diharapkan untuk melaksanakan ketiga tugas ini dalam penanganan HIV/AIDS. Rasa saling percaya akan memotivasi para penderita untuk lebih terbuka dan jujur dan pada akhirnya melalui pastoral konseling. ODHA/OHIDA merupakan mitra kerja gereja yang sangat efektip untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus HIv. melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17). perlu disosialisasikan seluasluasnya kepada masyarakat bahwa ODHA/OHIDA adalah sesama manusia yan membutuhkan perlakuan yang wajar sebagaimana masyarakat lainnya.realisasi iman dan pengharapan. Hal ini dikatakan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat dan golongan Farisi yang eksklusive melihat Yesus sedang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. mereka memperdebatkan hukum Musa kepada . Di samping itu. efektif dan efisien. Untuk itu. dan diakonia. Lambang-lambang HIV/AIDS seperti tengkorak yang sangat menakutkan dan menggambarkan maut sangatlah kurang baik karena berpengaruh negatip terhadap kejiwaan si pederita. ODHA/OHIDA perlu diberdayakan menjadi juru kampanye.4.5. gereja maupun para konselor akan mampu membangun “sharing” dan berdiskusi secara “konfidensial” artinya konselor tidak memberitahukan rahasia pembicaraan tanpa seizin ODHA/OHIDA. mewartakan kasih dan melayankan kasih kepada ODHA/OHIDA. tetapi orang sakit. Untuk itu. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib. marturia. selebaran dll. 3. Gereja sebagai tubuh Kristus telah hadir di tengahtengah dunia ini untuk melaksanakan tri tugas panggilannya yaitu koinonia. Untuk itu. Oleh karena itu. para penderita akan menjadi mitra gereja dalam penanganan HIV/AIDS. Mereka harus dilindungi dari serangan dan hujatan masyarakat. Sementara fungsi preventip akan lebih diarahkan kepada masyarakat yang belum terinfeksi virus HIV terutama bagi mereka yang berpeluang besar akan terserang dilihat dari segi tingkahlakunya misalnya para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dan para pelaku seks bebas. Dengan demiikian. kaum bapa. Untuk itu Gereja punya posisi dan peranan yang sangat strategis untuk turut ambil bagian dalam penanganan masalah HIV/AIDS. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar. idealnya setiap anggota tubuh harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang latarbelakang denominasi maupun organisasi demi keutuhan tubuh yang satu itu yakni gereja yang esa sebagai tubuh Kristus. pemahaman bahwa konselor adalah setara dengan ODHA/OHIDA amatlah penting. Tindakan preventip dapat dilakukan selualuasnya baik melalui pembinaan terhadap warga gereja (pemuda. Demikian juga ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahi Taurat datang kepada Yesus sambil membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah. Fungsi protektip dan preventip gereja Fungsi protektip dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah terlanjur ODHA/OHIDA. khotbah. Gereja juga perlu mendirikan semacam wadah dimana ODHA/OHIDA dapat dilayani lebih intensif. kaum ibu dll) melalui ibadah. Perlunya sikap inklusivisme dan universalisme Yesus pernah berkata.

Oleh karena itu. Untuk itu. dimana ODHA/OHIDA turut di dalamnya pada akhirnya menjadi landasan pendaratan Firman Tuhan. Demikian juga ODHA/OHIDA harus diperlakukan setara dengan manusia yang lain. tidak mudah putus asa. Mereka berhak memperoleh perlakuan secara manusiawi. Namun Gereja harus mampu membedakan dan memisahkan kejahatan dari orang jahat. Seorang konselor yang benarbenar dilandasi oleh kasih harus menunjukkan sikap sabar. seluruh dunia. pengharapan. “Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa. Kemudian sikap tidak pemarah tidak . Dengan jelas Yesus mau menghancurkan tembok pemisah antara kaum elitis Yahudi yang cenderung membenarkan diri dengan masyarakat jelata yang sering disalahkan dan dihakimi. Tentu saja murah hati tidak boleh diukur dari pemberian material tetapi diukur dari kerelaan untuk mengorbankan tenaga. Pihak Gereja atau konselor tidak berhak membenarkan diri sebagai orang kudus sekaligus menghakimi penderita HIV/AIDS sebagai orang-orang berdosa dan jahat. murah hati. Namun karena kelemahan manusia itu atas godaan sang iblis. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7).Yesus bahwa orang yang demikian harus dilempari dengan batu. Kasih sebagai landasan pastoral Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa yang paling besar dari ketiga hal utama-iman. Tentu saja butuh waktu yang relatif lama.6. semua manusia telah jatuh ke dalam dosa tanpa terkecuali. sikap primordialisme dan nepotisme tidak dibutuhkan dalam proses pelayanan pastoral terhadap ODHA/OHIDA. Yesus berkata. Kita tahu bahwa HIV/AIDS lebih banyak ditimbulkan oleh tindakan kejahatan seperti kejahatan seksual dan penggunaan narkoba melalui jaruum suntik. Tidak memegahkan diri berarti gereja maupun konselor tidak menempatkan diri lebih tinggi dari para penderita HIV/AIDS. Seorang dokter tidak pernah berniat membunuh orang sakit tetapi justru ingin mematikan penyakit agar si penderita memperoleh kesembuhan.adalah kasih. Sebagaimana seorang dokter harus mampu memisahkan penyakit dari orang sakit. kasih itu tidak berkesudahan. budaya bahkan agama yang berbeda. waktu dan pikiran untuk selalu setia mendampingi penderita di dalam pergumulan hidupnya. Sebaliknya justru harus merendahkan diri dan menghayati bahwa setiap manusia mempunyai standard yang sama di hadapan Tuhan sebagaimana dalam teologia penciptaan dimana bahwa manusia itu ialah “imago dei”. seorang dokter mutlak mengasihi orang sakit sekigus membenci penyakit yang mengakibatkan penderitaan itu sendiri. 3. Karena itu. etnis. Dia harus dengan sabar membongkar latarbelakang penularan virus HIV kepada para korban. kasih. Gereja sedapat mungkin harus membenci bahkan menghempang penularan HIV/AIDS namun tidak boleh membenci ODHA/OHIDA. Murah hati merupakan penampakan kasih dari konselor yang bersedia memberikan pelayanan dengan segenap hati dan hidupnya. ODHA/OHIDA tidak boleh dipisahkan atau dibedabedakan hanya karena latarbelakang bangsa. karena penderita harus diyakinkan terlebih dahullu sehingga ia tidak merasa malu untuk mengungkapkannya. Mereka merupakan korban pertama dari kejahatan dan virus HIV. sangatlah penting dihayati bahwa kasih itu sabar. dimana orang jahat sebenarnya tidak identik dengan kejahatan. Rasul Paulus telah menjabarkan buah-buah kasih itu secara panjang lebar dalam 1 Kor 13:4-8a. Semua bangsa. tidak memegahkan diri. Sebagai landasan pastoral gereja. tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. semua manusia telah berdosa dan harus diselamatkan.

then Islam's claim is false. Dpk Rakom Diakoni FM) Allah islam = Allah kristen ? Saudara/i ykk. tetapi justru akan menjerumuskan mereka kepada kehidupan yang lebih isolatif (lebih suka mengurung dirisendiri).R.terpisahkan dari tidak memegahkan diri. E. Sikap marah terhadap ODHA/OHIDA karena perbuatannya tidak akan menolong mereka. Harvest House Publishers. Untuk itu Gereja harus berusaha menumbuhkan sikap percaya diri bahwa mereka dapat diterima di tengahtengah gereja dan masyarakat sebagai orang yang patut dilayani secara wajar.57). Kiranya gereja juga memberdayakan para pelayannya maupun warganya untuk tidak hanya menjalankan pelayanan internal tetapi juga menjalankan pelayanan kepada yang lain (Paul Knitter. Gereja dan konselor harus merevitalisasi peranan kasih sehingga gereja dan konselor tidak akan pernah merasa jenuh dan bosan. Dimana kesalahan mereka tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyalahkan dan menghakimi. Pandangan ini tercermin dalam buku Dr. 1992. Siahaan. Satu Bumi Banyak Agama) yakni yang lain yang religius dan yang lain yang menderita khususnya saudara-saudara kita yang kekasih. Tetapi mereka harus diberdayakan untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik bahkan menjadi mitra gereja untuk menghempang penyebaran virus HIV/AIDS. Robert Morey yang beredar bahkan dianut belakangan ini di kalangan tertentu di Indonesia: "Islam claims that Allah is the same God who was revealed in the Bible.Penutup Reposisi dan revitalisasi peranan gereja adalah hal yang sangat mendesak melihat permasalahan sosil disekitarnya yang semakin rumit yang disadari atau tidak asti punya dampak destruktif kepada kehidupan gereja itu sendiri. Definisi Morey ini memiliki kelemahan dasar berfikir yang fatal yang menganggap masalahmasalah teologi (ilmu sosial) bersifat eksakta dan mencampur adukkan pengertian soal 'identitas' dan 'opini' (meta basis). tetapi selalu segar dalam pelayanan pastoral kepada ODHA/OHIDA sekalipun pelayanan tersebut bukan tanpa masalah. Inklusivitas pelayanan gereja seperti ini merupakan suatu rekonstruksi pelayanan Yesus pada dunia masa kini sebagai salah satu bagian kecil dari perwujudan visi sang Raja Gereja yakni keselamatan dunia. ODHA/OHIDA. Kasih itu tidak berkesudahan adalah dasar yang paling utama sebagaimana kasih Allah juga tidak pernah berkesudahan. maka dihasilkan . Selain itu pelayananan sebagaimana telah diuraikan di atas juga adalah pelayanan yang diterima dari Tuhan Raja Gereja yang tidak hanya mementingkan bentuk-bentuk pelayanan formal dan rutin. Dari dasar berfikir atau asumsi ini.Th. S. 4. Sikap tidak menyimpan kesalahan orang lain amatlah penting dalam pelayanan pastoral konseling ini. h. This also implies in the negative sense that if the Bible and the Quran have differing views of God. (Penulis:Pdt. This logically implies in the positive sense that the concept of God set forth in the Quran will correspond in all points to the concept of God found in the Bible." (Islamic Invasion. Banyak pertanyaan diajukan mengenai 'Apakah Allah Islam sama dengan Allah Kristen?' dan argumentasi yang banyak dikemukakan adalah bahwa 'Allah Islam tidak sama dengan Allah Kristen' alasannya 'Karena ajaran keduanya berbeda!'.

sebaliknya secara negatif disebut bahwa (2) Bila Al-Quran dan Alkitab memiliki pandangan berbeda mengenai Tuhan. Kristen (Alkitab Perjanjian Lama dan Baru). dan Yakub. 2:136. namun mereka berbeda dalam kepercayaan akan wahyu mana yang dari El yang sama itu yang dipercayai. Isma'il. Abraham. "Katakanlah: Kami telah beriman kepada Allah dan (kitab) yang diturunkan kepada kami dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrahim. Tafsir Quran Karim). Menurut definisi Morley. Bagi para pengikut ORBA. Agama Yahudi. . dan apa-apa yang diturunkan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. dan juga sejarah bangsa dan bahasa Semit. Pandangan yang terlalu sederhana ini dengan mudah bisa digugurkan bila kita mengambil contoh soal 'Suharto' mantan presiden ORBA. dan Islam (Al-Quran). maka konsep keduanya mengenai Suharto akan sama dalam setiap butirnya. Al-Baqarah. Nuh. kita dapat mengetahui bahwa nama Tuhan 'El/Elohim' adalah pencipta langit dan bumi. Suharto adalah bapak pembangunan yang membawa kesejahteraan dan mendatangkan kesatuan dan keamanan regional. maka secara positif konsep keduanya mengenai Tuhan harusnya sama dalam setiap butirnya. namun sekalipun agama Kristen menerima hal ini. padahal Suharto yang sama itu oleh para mahasiswa dianggap sebagai bapak pembangkrutan yang membawa kemiskinan karena KKN dan tiran yang membawa bangsa Indonesia kepada disintegrasi bangsa. Dan ia juga Tuhan yang menyatakan dirinya kepada Adam. maka klaim Islam adalah salah. Ishak. namun banyak butir-butir lainnya yang tidak sama (jadi bukan semua sama atau semua tidak sama).kesimpulan bahwa (1) Bila Allah Islam adalah Tuhan Kristen. bila kita membandingkan agama Yahudi (Alkitab Perjanjian Lama). Ishaq. Mahmud Yunus. Faktanya sekalipun Suhartonya sama konsep keduanya berbeda. kita dapat melihat bahwa ada butir-butir yang sama. Soal yang sama terjadi dalam hubungan dengan pertanyaan mengenai apakah 'Allah Islam sama dengan Tuhan Kristen?'. tiadalah kami perbedakan seorang juga di antara mereka itu dan kami patuh kepada Allah" (Al-Quran. Y'qub dan anak-anaknya. manusia dan segala isinya. (begitu juga kepada kitab) yang diturunkan kepada Musa dan 'Isa. EL SEMIT Faktanya. Agama Yahudi mempercayai wahyu yang dibukukan menjadi Alkitab Perjanjian Lama. Bila kita melihat Alkitab PL. agama Kristen juga mengakui penggenapan dalam Tuhan Yesus Kristus yang wahyunya dibukukan dalam Perjanjian Baru padahal Yahudi menolak. Mengapa berbeda? Dan kalau berbeda apakah klaim mahasiswa mengenai Suharto salah? Di sini kita berhubungan dengan dua soal yang tidak bisa dicampur adukkan satu dengan lainnya. bila Suharto yang dimaksudkan oleh para pengikut ORBA sama dengan Suharto yang di demo mahasiswa. yaitu bahwa Suharto sebagai pribadi (oknum) dengan namanya dan konsep orang (ajaran atau aqidah) mengenai oknum yang sama itu. Jawabannya perlu kita lihat dari Kitab Suci Islam (Al-Quran) maupun Kristen (Al-Kitab). Kristen dan Islam mempercayai itu semua.

Bahwa ajaran/konsep mengenai 'Allah' (El) itu kemudian merosot dan makin tidak mendekati hakekat yang di'nama'kan dan ditujukan kepada pribadi lain seperti yang terjadi pada jalur Ishak (Kel. Agama Yahudi. dan sekalipun menerima kitab-kitab Yahudi dan Kristen. Ishak. akibatnya mereka memandang Tuhan 'El' (yang sejak Musa diberi nama juga sebagai 'Yahweh' (Kel. Ini terlihat jelas di Semit Timur. dan menerima kitab-kitab Ibrahim. di Ibrani. dengan sendirinya banyak pengajaran (aqidah)nya yang berbeda. Anak Lembu Emas disebut 'Elohim' dan 'Yahweh') maupun jalur Ismael (masa . dari terang Alkitab (PL+PB) dan Al-Quran jelas terlihat bahwa sebagai oknum dengan namanya. Namun karena wahyu yang dipercayai berbeda. Akadian kuno (ilu) dan dialekdialek sesaudara dimulai zaman pra-Sargon (sebelum 2360 BC) dan berlanjut sampai akhir masa Babil. Johanes Botterwech. namun 'El/Il' juga digunakan untuk menyebut 'nama diri' Tuhan. "'Ilu. sekalipun menerima kitab yang diterima Ibrahim. maka kepercayaan kepada berita Al-Kitab terbatas hanya bila hal itu dikuatkan dalam Al-Quran. dan hukum kasih/Injil menjadi pedomannya. Dalam bahasa Ibrani kata sandang 'the' ('al' dalam dialek Arab dan 'ha' dalam dialek Aram-Siria namun diletakkan di belakang menjadi 'alaha') tidak digunakan bila menyebut Tuhan. … Di Semit Timur ada bukti kuno yang menunjukkan bahwa 'Il' adalah nama diri tuhan … tuhan Il (kemudian El Semit) adalah kepala ketuhanan pada rumpun Semit Mesopotamia pada masa Pra-Sargon. di Ugarit. Jadi. namun karena dianggap telah dipalsukan. Islam mengikuti jalur Abraham mempercayai Tuhan 'El' itu yang dalam dialek Arab disebut 'Allah' (dari al-ilah). El' sebagai sebutan untuk ketuhanan. Theological Dictionary of the Old Testament. ini dijelaskan dalam buku-buku teologi Kristen maupun Ensiklopedia Islam bahwa setidaknya bangsa Arab mewarisi tiga jalur nenek moyang yang semuanya mengenal 'El Abraham' yaitu sebagai keturunan Sem.I. kepercayaannya hanya bergantung kepada Perjanjian Lama. Dari sejarah ini kita dapat melihat bahwa 'Allah' di kalangan bangsa dan bahasa Arab tidak lain menunjuk pada 'El' Semit' yang sama. Penggunaan sebagai sebutan juga muncul di Semit Barat Laut. Vol. Yoktan (keturunan Eber). di Amrit ('ilu. 'Ilu. Dari sejarah kita mengetahui bahwa sejak awalnya 'El' bisa memiliki arti umum sebagai sebutan untuk 'Tuhan/Ketuhanan' dan 'Elohim' sering digunakan dalam arti kata jamak (politheistik) dan dipakai oleh suku-suku keturunan Sem (menjadi rumpun Semit) dan karena perkembangan zaman sering merosot sehingga dimengerti dalam berbagai-bagai ajaran aqidah. Istilah 'il mempunyai arti sebutan umum (generic appelative) untuk menunjuk pada 'tuhan' atau 'ketuhanan' pada tahap awal semua cabang utama rumpun bahasa Semit. dan umum di dialek-dialek Arab Selatan kuno.Agama Islam. 'ilum. namun lebih menerima kitab wahyu yang diterima Muhammad dari jalur Ismael. 'ila). Yakub dan Isa. El juga digunakan sebagai Nama Diri (proper name)." (G. di Arab Utara digantikan dengan nama 'ilah. dan Adnan (keturunan Ismael anak Abraham). 242-244).6:1-2)) sebagai Tuhan monotheisme yang transenden dengan hukum Taurat sebagai pedoman. Yakub dan Isa sejauh diterima oleh Muhammad yang dipercayai sebagai nabi. namun agama Kristen berbeda dan menerima kenyataan bahwa El Abraham itu juga telah menyatakan diri dalam oknum Yesus dalam ke-Tritunggalannya. Ishak. Allah Islam adalah Tuhan Yahudi dan Kristen.32.

l. Tao dan Kebatinan). Kristen. dan Demonisme jelas berbeda baik sebagai nama oknum maupun ajaran/aqidahnya. jadi sekalipun kita menyebut Tuhan Theisme Yahudi. Memang dalam literatur Barat termasuk dalam beberapa kamus. dalam arti yang lain jelas memberikan pengertian yang lebih ilmiah dan lebih mengandung kebenaran: "Allah (Arabic:"God"). dan juga digunakan oleh orang Arab pra-Islam (terutama kaum Hanif yang tetap mempertahankan Allah monotheisme Abraham) maupun bangsa Arab yang menganut agama Yahudi dan Kristen: . the latter being an Old Testament synonim for Yahweh. tentu tidak mengurangi hakekat nama itu sendiri sebagai menunjuk kepada 'El' semitik dan monotheisme Abraham. Kristen. ada sentimen kuat anti Arab/Islam sehingga sering timbul ungkapan-ungkapan memojokkan yang tidak ilmiah seperti ucapan Morley di atas yang memberi stigmata seakan-akan nama 'Allah' itu nama dewa/i masa jahiliah Arab seperti Dewa Pengairan atau Dewa Bulan. sedang Tuhan Theisme. tentu tidak disimpulkan bahwa Tuhan Semua Agama sama. Kita dapat membandingkan hal ini dengan definisi yang disebutkan dalam Enyclopaedia Britannica. namun harus diakui bahwa Tuhan 'Theisme' (Yahudi. Monisme.jahiliah.Tuhan kekuatan semesta (Hindu-Upanishad. Oxford Dictionary & Grollier Ensyclopedia). (2) 'Monisme' . Etymologically. Kristen dan Islam sama." The name's origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El. dewa berhala disebut 'Allah'). Non-Theisme.Tuhan Okultis (satanisme). Kita harus menyadari bahwa setidaknya ada 4 golongan agama. Allah is the standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well as by Muslims." Definisi yang benar ini juga disebutkan dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia dimana disebutkan bahwa: "ALLAH adalah Tuhan. (Vol.I. sekalipun diyakini bahwa 'Allah' Yahudi. Dalam pengertian 'Universalisme' (pluralisme agama) disebutkan bahwa semua agama itu menyembah Tuhan yang sama (universal) namun melalui jalan-jalan yang berbeda (partikular). berfirman dan menurunkan wahyu kepada umatnya. dan (4) Demonisme . Islam) adalah Tuhan Semitik agama samawi yang berpribadi. Islam). h.270). Namun. yaitu : (1) 'Theisme' . namun banyak pula literatur Barat yang lebih bersifat netral dan ilmiah seperti Ensyclopaedia Britannica dan umumnya kamus-kamus teologia yang menyebut bahwa nama 'Allah' adalah nama dalam dialek/bahasa Arab untuk menunjuk pada 'El' Semitik. Tetapi bagaimana dengan definisi yang dicantumkan dalam kamus-kamus dalam bahasa Inggeris? Disana disebutkan bahwa "Allah … Muslim's name for God" (a.Tuhan yang berpribadi (Yahudi.Tuhan yang 'non-exist' (Buddhisme). yang sekalipun mengakui ke-khasan nama Allah dalam penggunaannya di kalangan agama Islam sebagai salah satu artinya. Bisa juga dimasukkan 'politheisme' (HinduVeda) sebagai golongan ke-5. (3) Non-Theis . the one and only God in the religion of Islam. Kristen dan Islam menunjuk pada oknum yang sama namun sekalipun ada yang sama juga ada yang berbeda ajaran/aqidahnya. pencipta alam raya termasuk segala isinya". "the God. the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah. Sudah jelas ke-empat (atau ke-lima) bentuk Tuhan itu tidak sama.

Kristen Arab dan bangsa Arab pra-Islam.l. Roh Kudus sendiri mengilhami para Rasul untuk mengkotbahkan firman (termasuk nama El/Theos) ke bahasa-bahasa pendengar. dan diwarnai dekadensi moral. inilah yang digunakan Yesus.190. Ensiklopedia Islam. Kristen Katolik baru masuk abad keXVI dan Protestan pada abad ke-XVII. Dieu'. yaitu bahasa Arab (1. hanif) yang mana mereka tidak memihak kepada satu di antara kedua agama tersebut. Dari pembahasan di atas dapatlah disimpulkan jawab atas pertanyaan judul artikel ini. Alkitab PL diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani (Septuaginta/LXX). karena kata itu bukan saja dekat tetapi termasuk keluarga serumpun Semit dengan bahasa Ibrani. Suatu pengingkaran sejarah yang dihasilkan semangat Arab/Islam fobia.495. umat Kristen dan dipakai juga di sinagoga-sinagoga. Kenyataan ini juga diperkuat dengan ditemukannya peninggalan arkeologis beberapa abad sebelum masa Islam abad-VII (yang secara keliru disebut dalam buku Morley bahwa Alkitab dalam bahasa Arab baru ada pada abad-IX dan menggunakan nama Allah karena dipaksa orang Islam dan bandingkan dengan buku-buku yang bertema 'Asal bukan Allah' yang menganggap orang Islam tidak menyukai orang Kristen menggunakan nama 'Allah'). Alkitab Ibrani sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Aram. yaitu . Namun. melainkan mereka bertahan pada ajaran monotheisme Ibrahim". dibawah kata al-Jahiliah). Berbeda dengan 'El' yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai 'Theos' dan bahasa Barat sebagai 'God. dan Belanda (3. maka adalah tepat bila kata yang sekarang menjadi kosa-kata Indonesia itu dipakai untuk menyebut El/Elohim Perjanjian Lama dan Theos Perjanjian Baru dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia. dalam arti kata penerjemahan nama Tuhan ke dalam bahasa-bahasa lokal didorong oleh Roh Tuhan/Kudus sendiri. Pada zaman ini ajaran monotheisme Ibrahim telah musnah berganti dengan sitem paganisme. para Rasul. atas perintah imam besar di Yerusalem. Demikian juga di hari Pentakosta. Bahkan terdapat sejumlah pribadi yang menekuni dunia spiritual. maka jahiliyah dipandang sebagai sebuah zaman sebelum kedatangan Islam. dan sejak itu sampai abad ke-XIX bahasa Ibrani hanya digunakan dalam penulisan/penyalinan Kitab Suci saja. Alaha dalam bahasa Aram-Siria). (Cyrill Glasse. Sejumlah berhala sesembahan didatangkan ke Makkah dari berbagai negeri di Timur Tengah. Inggeris (1. mereka itu dinamakan 'hunafa' (tgl. termasuk kata 'Allah'). Pada zaman Ezra. h. Namun tidak semua warga Arab pada saat itu menganut sistem keyakinan pagan. ibarat kegelapan sebelum terbit fajar. Eliezer. dan kemudian nama 'Allah' masuk menjadi kosa-kata bahasa Indonesia.280)."Karena Islam memperbaiki agama yang dibawa Ibrahim. melainkan terdapat beberapa suku Arab memeluk agama Kristen dan Yahudi. kalau 'El' (Ibrani) sama dengan 'Alaha' (Aram-Siria) dan 'Allah' (Arab). ini berarti sudah tiga abad lebih dimana agama Islam dan bahasa Arab sudah merakyat di Indonesia. yakni agama fitrah. mengapa tidak memilih saja 'El/Elohim' yang merupakan bahasa aslinya? Tuhan dalam menyebarkan firmannya menggunakan kendaraan bahasa-bahasa. maka nama 'Allah' (Arab) sebenarnya bukan terjemahan melainkan perkembangan dialek dalam rumpun Semit sendiri untuk menyebut El (di samping a.610). ada banyak kosa-kata yang berasal dari bahasa asing. Gott. dalam bahasa Indonesia. Ketika bahasa Yunani menguasai kawasan sekitar Laut Tengah. Islam sudah masuk ke Indonesia sejak abad ke-XIII. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. sebab jauh sebelum ada agama Islam nama Allah sudah digunakan bersama-sama oleh umat Yahudi Arab.

non-theistis maupun demonistis yang oleh penganut universalisme dianggap sebagai 'Yang SATU' (Untuk pembahasan ini. maka jelas pula bahwa sekalipun ada samanya. Artikel berjudul 'Allah Islam = Allah Kristen?' ternyata mendapat sambutan luas. yang mencantumkan sejumlah orang- . Banyak yang bersyukur atas informasi yang diperoleh yang dapat menghilangkan prasangkaprasangka sebelumnya.10:22). namun perlu disadari bahwa karena Kitab Suci yang dipercayai keduanya berbeda. Abraham dari Keturah (Kej.182).org dan bacalah YBA-maya bulan Mei 2000 tentang 'Pluralisme Agama & Dialog'. hlm.25:13-16) . keduanya memiliki banyak perbedaan dalam hal konsep/ajaran/aqidah.25:1-4) dan dari Hagar (Kej..10:24-29). Keturunan Joktan (anak Eber) mencakup beberapa suku Arab (Kej. Kristen & Islam) tidak dimaksudkan sebagai sama dengan agama-agama lain yang 'tuhan'nya bersifat monistis. ada dua kesalah pahaman sebagai penyebabnya." ('Arabians' dalam The Interpreter's Dictionary of the Bible. dan (2) Sekalipun ada kesamaaan 'Allah' ketiga agama Semitik dan Samawi (Yahudi. namun pengertian ini jelas bisa merosot seperti dalam kasus 'Lembu Muda Emas' (Kel. politheistis. namun ada juga beberapa yang masih mempertanyakan beberapa bagian dari artikel tersebut. Dari pertanyaan yang masuk. Dalam artikel tersebut sebenarnya sudah jelas bahwa (1) yang dimaksudkan sebagai sama adalah bahwa nama 'Allah' dalam Islam dan Kristen menunjuk pada 'El' Abraham. Untuk memperjelas mengenai nama 'Allah' yang menuju oknum yang sama (sekalipun ajaran/aqidahnya beda).bahwa sebagai oknum dengan namanya "Allah Islam adalah Tuhan Kristen" atau "Allah Islam adalah Allah Kristen" pula. "Berita Alkitab yang pertama yang memberikan penjelasan mengenai penduduk Arabia adalah Daftar Bangsa-Bangsa dalam kitab Kejadian 10. (vol-I).32) pada bangsa Israel dan 'masa Jahiliah' pada bangsa Arab. Eber (Kej.10:26-29). yaitu: (1) Kesalah pahaman yang masih mencampur adukkan pengertian 'Allah' sebagai nama dan ajaran/aqidah/konsep yang berbeda dalam Islam dan Kristen. kita dapat melihat sejarah bangsa Arab dan hubungannya dengan nama 'El' dari beberapa kutipan dari sumber Krtisten maupun Islam: "orang Arab mencakup keturunan Aram (Kej. ------------------- Allah Bangsa Arab Saudara/i ykk. silahkan membuka http://www..yabina. dan (2) Kesalah pahaman yang menjurus pada anggapan seakan-akan dengan menyebut 'Allah Islam = Allah Kristen' (dalam nama itu) sebagai pandangan Universalisme yang merelatifkan semua agama yang menuju 'Yang SATU'.

37:25-36)" ('Arabia' dalam The New Bible Dictionary. . oleh ummat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur. Anak turunan Nabi Isma'il yang menjadi nenek moyang suku-suku Arabia Utara .. hlm. "the God. "Adnan. Itulah sebabnya bangsa Arab yang mengikuti agama Yahudi. dan darinya terbentuk keturunan Isma'il. hlm.23)... yang melalui kata tersebut dapat memanggil-Nya secara langsung.. Kristen maupun yang Islam sama-sama menyebut nama 'Allah' untuk menyebut 'El' Abraham. misalnya nama Abd al-Allah (hamba Allah)." The name's origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El.. Bangsa Arab Utara dipandang sebagai Arab al-Musta'ribah (Arab yang di Arabkan). yaitu dari Aram (anak Sem anak Nuh). yakni keturunan Aram putra Shem putra nabi Nuh" ('Bangsa Arab' dalam Cyril Glasse. Nama "Allah" telah dikenal dan dipakai sebelum al-Qur'an diwahyukan. ('Adnan' dalam Glasse..4950).. Kelompok Arab yang asli ini. sementara bangsa Arab keturunan Quathan yang tinggal di wilayah selatan menamakan dirinya sebagai Arab Muta'arribah.. Kata "Allah" merupakan sebuah nama yang hanya pantas dan tepat untuk Tuhan. Istilah Arab berarti "Nomads". the latter being an Old Testament synonim for Yahweh. Masyarakat yang berdarah Arab asli dan berbahasa Arab tersebar di sepanjang jazirah Arabia. yang dalam Bibel disebut Joktan". nama Ayah Nabi Muhammad." (Glasse. putra Ibrahim . Di masda Yakub. .. hlm.. yang di dalam Bibel disebut Joktan. . "Masyarakat Semit yang merupakan penduduk asli gurun pasir Arabia . dan 'El' Abraham yang juga dikenal Ismael. the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah. ." (Encyclopaedia Britannica) . 'El' Eber (yang dari nama ini lahir bangsa Ibrani. Allah is the standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well as by Muslims. Jadi bangsa Arab merupakan setidaknya keturunan dari tiga jalur semitik.36) sejumlah orang Arab disebut. hlm. "Kata "Allah" merupakan pengkhususan dari kata al-ilah (ketuhanan) . dua kelompok keturunan Abraham yaitu orang-orang Ismaili dan medianit dijumpais ebagai pedagang-pedagang caravan (Kej. Yoktan (anak Eber cicit Sem). dan dari Adnan (keturunan Ismael anak Abraham).25). atau suku-suku hasil percampuran dengan Arab al-'Aribah (Arab Asli) . lagi di antara keturunan Esau (Kej. Jadi jelas bahwa bangsa Arab sejak awalnya juga mengenal 'El' Nuh.. jadi orang Arab pada jalur ini bisa juga dibilang sebagai keturunan Ibrani).orang Arab-Selatan sebagai keturunan Yoktan dan Kusy. terbentang dari Yaman dan pantai Afrika dekat Yaman sampai kepada gurun pasir Syria dan Irak Selatan . melainkan ia juga merupakan nama yang. yang berada di balik kata tersebut bahkan yang tersembunyi di balik dunia ini. dan Tradisi Arabia Utara yang diyakini sebagai keturunan nabi Adnan. kemudian hari sejumlah suku-suku dari Arab Utara disebut sebagai keturunan Abraham melalui Keturah dan Hagar (Kej. Tradisi Arabia Selatan yang diyakini bahwa mereka merupakan keturunan dari seorang nabi bernama Qahthan.12-13). Kata ini tidak hanya khusus bagi Islam saja. Ensiklopedia Islam. "Etymologically. digunakan untuk memanggil Tuhan.54). nenek moyang suku Arabia Selatan adalah Quahthan. Ia merupakan kata pembuka menuju Esensi (hakikat) ketuhanan..

Agama Kristen mempercayai Wahyu PL yang digenapi dalam Yesus yang menjadi Tuhan dan Kristus sebagai Perjanjian Baru. kesadaran agama Ibrahim di kalangan bangsa Arab ini telah menghilang. Khunafa).. namun ia digunakan dalam pernyataan alQur'an dengan pengertian "orang yang mengikuti keyakinan (kepercayaan) monotheisme (jamk. namun harus diketahui bahwa ajarannya berbeda karena mempercayai wahyu yang berbeda.ALLAH IS GOD. (Glasse.'. namun nama 'Allah' itu dilestarikan oleh kaum 'Hanif' (Hunafa) yang tetap menyembah 'Allah Monotheisme Ibrahim.Perlu diketahui bahwa nama 'Allah' adalah perkembangan ke dalam dialek 'Arab' dari nama 'El' menjadi 'Al-Ilah' (jadi bukan terjemahan). Disalindari : http://www..org/layout2..htm Artikel terkait : ..124) Dari beberapa fakta sejarah ini kita dapat mengetahui bahwa memang 'Allah Islam' sebagai oknum sama dengan 'Allah Kristen'. Agama Islam sekalipun menerima kitab-kitab PL + PB namun tidak mempercayainya karena dianggap sudah dipalsukan dan menerima Wahyu yang dipercayai diterima oleh Muhammad. Mereka yang tergolong hunafa antara Nabi Ibrahim dengan Nabi Muhammad terdapat sejumlah generasi Ibrahimiyyah dan Isma'illiyyah".yabina..hanif). dan kedudukannya digantikan oleh pemujaan sejumlah berhala . Kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah hunafa' (tngl. Dalam bahasa Ibrani.html#p3568 .50-51) "Hanif.org/allah-is-god . bangsa Arab juga mengenal kemerosototan ini pada masa 'Jahiliah' sebelum kehadiran Islam. yakni Risalah Islam". kata sandang 'ha' (dalam Arab 'al') tidak umum dipakai apalagi untuk menyebut 'El'. Asal kata ini tidak diketahui secara pasti. "Gagasan tentang Tuhan Yang Esa yang disebut dengan Nama Allah. Menjelang abad ke-7. hlm. sedangkan dalam bahasa AramSiria diletakkan di belakang menjadi 'alaha'. Agama Yahudi mempercayai Wahyu dan Perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham Ishak dan Yakub yang tertuang dalam Alkitab Perjanjian Lama. sebuah kata yang pada asalnya ditujukan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail. (Glasse.. . Sama halnya peristiwa kasus 'Lembu Muda Emas' di Israel. sudah dikenal oleh Bangsa Arab kuno . dalam waktu 20 tahun seluruh tradisi Jahiliyyah tersebut terhapus oleh ajaran Tuhan yang terakhir. di http://www. Sebuah kata sifat yang ditujukan oleh al-Qur'an terhadap nabi Ibrahim dan terhadap mereka yang sebelum masa Islam menjaga kemurnian dan kelurusan naluri-naluri keagamaan mereka dan sama sekali tidak terlibat dalam tradisi paganisme (keberhalaan) dan politheisme. hlm. Salam kasih dari Herlianto/YBA. Kiranya uraian ini memperjelas.sarapanpagi. Dalam kekristenan sendiri ada perbedaan-perbedaan ajaran yang dihasilkan iman akan wahyu yang berbeda.

.Buku : THE ISLAMIC INVASION.html#p3571 • • • • • • • • • • Home Pertumbuhan Dialog Tanya-Jawab Renungan Galeri Kesaksian Artikel doa | SUMBANGAN | Apakah agama Kristen bersifat eksklusif atau inklusif? hide Google Search Results You arrived here after searching for the following phrases: • • • teologia kristen nubuat Click a phrase to jump to the first occurrence. . .. PEMBAHASAN • • • • • Pertanyaan: Jawaban: 1. di http://www. or return to the search results... Kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan dan pengajaran Tuhan yang bertahap II.sarapanpagi.ALLAH = Moon God?.org/allah-moon-g .org/buku-the-isl . di http://www. Kesimpulan .. Keselamatan universal bagi seluruh bangsa III.sarapanpagi.html#p3569 .

maka seseorang harus mengambil sikap. kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat. pada saat keselamatan diberikan secara eksplisit untuk menjangkau seluruh bangsa (inklusif). Dengan demikian.” Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid ini saya dapatkan dari salah satu website berita online. . Romawi. Klaim seperti ini kemudian mengakibatkan universalisme ajaran Tuhan dikebiri untuk hanya menjadi suatu ajaran nasional. Pada saat konsep keselamatan dalam Perjanjian Lama dipandang sebagai sesuatu yang ekslusif. Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan. umat pilihan Tuhan.3:50). Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya. Terima kasih atas pertanyaannya. Misalnya. pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. sedangkan kemanusiaannya banyak mendapat pujian. Pada perkembangan lebih lanjut. maka mereka (orang Yahudi) dicap sombong dan universalisme ajaran dipandang telah dikebiri. …dan Kami tanamkan ke dalam hati mereka yang menjadi pengikutnya rasa cinta (santun-NM) dan kasih sayang (Q. Untuk mendukung ini. Agama Kristen. bahkan tribal (kesukuan). agama yang semula diperuntukkan intern Yahudi. Dengan adanya unsur kasih. Dalam skema Alquran. Menurut saya. maka konsep kemanusiaan dalam Kristen lebih universal dibanding dengan Yahudi. dalam artikel tersebut disebutkan dua hal yang saling bertentangan (eksklusif dan inklusif) dan keduanya dipandang salah oleh penulis.. Menurut Russell.Pertanyaan: “Polemik Alquran terhadap orang Yahudi sebetulnya bukan menyangkut ketuhanan tetapi manusia. dengan sedikit ekses melalui Paulus membuat penyimpangan yang sangat serius. Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q. sebuah pesimisme kepada kemanusiaan. dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih. karena ingin menguniversalkan ajaran Tuhan. Hanya dengan datangnya Islam.57:27).. Namun. bahwa mereka sombong sekali dan mengklaim diri sebagai the choosen people.Ndro Jawaban: Shalom Ndro. Akibatnya. saya pikir. Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. Polemik Alquran terhadap Kristen yang utama adalah mengenai teologinya. maka hal ini juga dipandang sebagai kesalahan serius. yakni hendak penguniversalkan ajaran Tuhan. M0hon penjelasan dari tim katolisitas. dan sebagainya). mungkin sudah sejak Nabi isa. Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan. . oleh Paulus diuniversalkan sehingga bisa menjadi agamanya kaum Gentiles (orang Yunani. apakah ajaran Kristen adalah eksklusif (menjangkau umat Yahudi saja) atau inklusif (menjangkau seluruh bangsa).

tetapi mereka hidup menurut ketetapan yang telah dibuat Israel. yang akan memberikan berkat kepada seluruh bangsa. Silakan melihat nubuat-nubuat ini secara lebih mendetail di artikel ini – silakan klik. Dari pemaparan ini. — 19 Juga Yehuda tidak berpegang pada perintah TUHAN. yang menuliskan “Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga. bahkan di Alkitab dikatakan bahwa mereka adalah bangsa yang keras hatinya. maka keselamatan dapat datang ke seluruh dunia. maka terpilihnya bangsa Israel sebagai bangsa pilihan adalah merupakan cara Allah untuk mendidik umat manusia secara bertahap. Oleh karena itu. 20 jadi TUHAN menolak segenap keturunan Israel: Ia menindas mereka dan menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok-perampok. terlihat adanya nubuat yang diberikan dalam Perjanjian Lama. karena engkau mendengarkan firman-Ku. Allah mereka. Dalam hal ini. adalah hal yang wajar. karena tidak ada yang perlu disombongkan dari diri mereka. “18 Sebab itu TUHAN sangat murka kepada Israel. karena terpilihnya bangsa ini sebagai bangsa pilihan adalah bukan karena kebesaran bangsa ini. Walaupun kita melihat bagaimana Allah membela bangsa pilihan dan juga membiarkan bangsa Israel menderita karena kesalahan mereka sendiri atau bahkan menghukum bangsa Israel karena dosa-dosa mereka. namun kita dapat melihat adanya konsep keselamatan yang bersifat universal. akan adanya Mesias (yang terpenuhi dalam diri Yesus). Nubuat ini diberikan dari generasi-generasi. Jadi. kalau Allah memilih satu bangsa. Oleh karena itu. dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. dan menjauhkan mereka dari hadapanNya. maka seluruh dunia dapat mengerti rencana keselamatan Allah. namun juga diperuntukkan untuk semua bangsa. maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu–bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? –” Lebih lanjut. namun karena kebijaksanaan Tuhan. terpilihnya bangsa pilihan ini bukan karena kehebatan bangsa Israel. Kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan dan pengajaran Tuhan yang bertahap 1. kita dapat melihat adanya prinsip mediasi – yaitu melalui seseorang atau bangsa. Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini. Jadi. walaupun Israel adalah bangsa pilihan. yang kemudian ditegaskan di dalam Perjanjian Baru. namun mereka juga mendapatkan didikan dari Tuhan. Dengan demikian. Hal ini ditegaskan di dalam kitab Ulangan 7:7.” (Kej 22:18) Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit. 3. sehingga mereka sering mendapatkan pengajaran dari Allah. maka terlihat bahwa tidak ada yang perlu disombongkan dari umat Israel dan keselamatan bagi seluruh bangsa bukanlah diperuntukkan bagi umat Israel semata. Kalau dikatakan bahwa umat Yahudi adalah sombong. maka ini sebenarnya tidak benar.” (Kej 26:4) 4. dengan demikian tidak ada yang perlu disombongkan dari bangsa Israel. sehingga melalui bangsa tersebut. 2. Dari sisi yang lain. . karena menganggap diri mereka sebagai bangsa pilihan. –” (2Raj 17:18-20). sampai habis mereka dibuangNya dari hadapan-Nya.1. tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja. Hal ini terlihat dari beberapa ayat berikut ini: Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. namun karena Tuhan yang memilihnya.

karena Yesus adalah juru selamat seluruh umat manusia (lih. Hal ini disebabkan karena teologi Kristen berpusat pada Kristus yang telah membuktikan Diri-Nya sebagai Tuhan. 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Untuk lebih lengkapnya. Dari kutipan ini. yang menyebabkan agama yang sebenarnya hanya diperuntukkan oleh kaum Yahudi kemudian menjadi agama untuk segala bangsa. sehingga dia mengatakan bahwa Yesus telah mengalami maut untuk keselamatan umat manusia (lih. Untuk itu. Dan memang dikatakan bahwa polemik utama antara agama Kristen dan Islam adalah mengenai teologi. jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Ibr 2:9. adalah perbuatan Tuhan yang terbesar. 1Tim 4:10). silakan membaca beberapa artikel Kristologi berikut ini: Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus. Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan” Dalam Kitab Suci dikatakan bahwa Yesus Kristus datang bukan untuk menetralisir orientasi hukum agama Yahudi. yaitu “19 Karena itu pergilah. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Kritus datang ke dunia ini sebagai penggenapan dari nubuat-nubuat yang diberikan dari generasi-generasi di dalam Perjanjian Lama. kita melihat bahwa Paulus konsisten dalam memberikan pesan Kristus. karena Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia. b. seperti yang dituliskan di dalam Yoh 1:1 “Pada mulanya adalah Firman. Dikatakan “Dalam skema Alquran. Dikatakan “Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. kedatangan-Nya adalah untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. 1Tim 2:6). Adalah menjadi hal yang wajar jika kita mempunyai perbedaan teologis. Dan yang paling penting. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah . dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih” Untuk mengatakan bahwa Yesus Kristus dilambangkan dengan Firman sebenarnya tidaklah tepat. karena Yesus adalah Tuhan. 2. silakan membaca beberapa link Kristologi di atas. karena Yesus Kristus adalah Firman itu sendiri. namun juga KasihNya yang menyertai kita. yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya.” (Mt 28:19-20) Silakan melihat diskusi tentang keaslian dari ayat ini di sini – silakan klik. Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Keselamatan universal bagi seluruh bangsa 1. Tit 2:11.. kalau Wahyu Allah yang dipercayai sebagai pilar kebenaran adalah berbeda. Allah menjadi manusia. Kalau di artikel tersebut dikatakan bahwa terjadi kesalahan yang serius dari rasul Paulus. Dan ketahuilah. Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q. Inkarnasi. maka kita sebenarnya dapat melihat pesan Yesus sebelum Dia naik ke Sorga. Mari kita melihat beberapa perbedaan yang disorot dalam artikel tersebut: a. Untuk menunjukkan bahwa rasul Paulus hanya mengajarkan apa yang telah diperintahkan oleh Kristus. namun lebih daripada itu.3:50). maka sebenarnya pernyataan ini telah mempunyai asumsi yang perlu dibuktikan kebenaran terlebih dahulu – yaitu asumsi bahwa agama Kristen hanya diperuntukkan untuk kaum Yahudi.II. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia.

kita dapat melihat analisa dosa asal. sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. 1 Tim 2:14. Yoh 8:44). 1 Kor 15:21. Dosa manusia pertama adalah dosa kesombongan (lih. “Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorangpun tidak!” (Ay 14:4). Sir 10:14-15). Rm 5:12. yang kemudian dikompensasi dengan kasih. dan Kristus yang membebaskan manusia dari dosa dengan ketaatan kepada Allah (Rom 5:12-21. Tob 4:14. Dosa asal ini diturunkan kepada semua manusia: “Sesungguhnya. “Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia.” Untuk menjawab hal ini. (lih Kej 2). dan Ef 2:1-3).” (LXX/ Septuagint – Sir 25:33).” Untuk mengatakan bahwa agama Kristen mengajarkan hal-hal yang diharamkan. dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mz 51:7). manusia pertama yang jatuh ke dalam dosa kesombongan. “Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia. perlu dianalisa lebih lanjut. dalam kesalahan aku diperanakkan. “From the woman came the beginning of sin.” (Keb 2:24). kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus. “Tetapi aku takut. yang dapat dilihat keberadaannya di dalam Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru: Manusia pertama telah berbuat dosa: Dalam kitab Kejadian dinyatakan bahwa Adam dan Hawa telah berdosa dan oleh karena itu. maka sebenarnya ini adalah pernyataan yang salah. Dan kemudian rasul Paulus memberikan penegasan dengan memberikan perbandingan antara Adam. maka Adam dan Hawa dan seluruh keturunannya harus menanggung dosa. dan yang menjadi milik setan mencari maut itu. maka inti pengajaran dari kekristenan adalah kasih. Paulus memperkenalkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. and by her we all die. . lihat juga Rom 5:12-19. c. Inilah bukti kasih yang terbesar dalam sejarah umat manusia. dan yang menjadi milik setan mencari maut itu.“(Keb 2:24).yang telah dibuktikan-Nya dengan pengorbanan Kristus di kayu salib.Allah. karena Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8). karena kalau kita benar-benar membaca Alkitab secara keseluruhan. Tidak terlalu jelas bagi saya tentang apa yang dimaksud dengan “sebagian diharamkan” dalam tulisan tersebut. Rm 5:19.” (2 Kor 11:3. Kalau kasih dikatakan hanya sekedar kompensasi. Dikatakan “Pada perkembangan lebih lanjut.

dan engkau akan meremukkan tumitnya. umat Kristen justru melihat kehidupan dan manusia secara lebih optimis. Kita juga dapat melihat kebenaran dosa asal ini dari efeknya. yang membuat manusia terpisah dari Tuhan adalah karena manusia pertama telah berbuat dosa. Kita melihat bagaimana yang terberkati Bunda Teresa dari Kalkuta membuktikan dirinya sebagai orang kudus. harus menyetujui bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan tidak sempurna adanya. namun manusia tetap dicintai oleh Allah.” Pernyataan ini perlu ditelaah lebih jauh.” (Kej 3:15). Justru pemenuhan apa yang telah dijanjikan oleh Allah dalam diri Yesus. yang telah menginjak setan dengan mematahkan kuasa dosa dengan pengorbanan. bahwa doktrin ini bukanlah sesuatu yang terjadi kemudian. Allah memberikan Putera-Nya yang tunggal untuk menebus dosa dunia.” Mungkin kalimat di atas ingin menyentuh doktrin dosa asal. Dan kalaupun kejatuhan Adam ini dihubungkan dengan Kristus.Nya di kayu salib. dalam kondisi yang sulit ini. karena Yesus Kristus sendiri memberikan pengharapan. Gereja Katolik justru melihat bahwa meskipun manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang diciptakan baik adanya. sebenarnya menjadi salah satu alasan. ini adalah suatu kesimpulan yang keliru. Diskusi panjang tentang dosa asal dapat dilihat di sini – silakan klik.Dengan demikian. yaitu rahmat yang mengalir dari pengorbanan Kristus. seseorang yang tidak setuju dengan dosa asal. Namun. Sebagai buktinya. yang seolah-olah dipandang bahwa manusia pada dasarnya jahat. yang memungkinkan manusia dibebaskan dari dosa asal. Kenyataan bahwa manusia mempunyai kecenderungan berbuat dosa adalah sesuatu yang nyata. Namun. namun juga telah terlihat di dalam Perjanjian Lama. Dengan demikian. kalau demikian. d. kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat. Kejatuhan Adam telah ditulis di dalam Kitab Kejadian. Penggenapan nubuat ini adalah pada diri Yesus. Bagaimana mungkin Tuhan sengaja menciptakan manusia yang mempunyai kecenderungan berbuat dosa? Suatu kebenaran dapat dilihat dari efeknya. yaitu apa yang dilakukan oleh manusia. Kemudian dilanjutkan “Pada perkembangan lebih lanjut. yang ditulis sekitar 1500 SM. Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambaran Allah. Oleh karena itu. Dengan demikian. Namun. maka rahmat Allah terus mengalir. Dosa asal bukanlah pandangan yang pesimis. karena memang Kristus adalah Adam ke-dua. Dan dengan penebusan-Nya di kayu salib. dan dosa inilah yang diturunkan kepada semua keturunannya. Kita melihat Allah berkata “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini. yang memungkinkan manusia untuk hidup dalam kekudusan. Dan pembaptisan yang menghantar manusia dalam kekudusan ini telah dibuktikan oleh para kudus dalam sejarah Gereja Katolik. . Dikatakan “Untuk mendukung ini. e. bukan dimulai dari rasul Paulus. Dengan demikian. yaitu dengan pembaptisan. antara keturunanmu dan keturunannya. keturunannya akan meremukkan kepalamu. Silakan melihat artikel kesempurnaan rancangan keselamatan Allah (silakan klik). sebuah pesimisme kepada kemanusiaan. karena Tuhan telah memberikan solusinya. memilih untuk berbuat dosa. yang menyambung kembali hubungan yang terputus antara manusia dan Allah. terlihat jelas. yang disebut dosa asal. yang disebabkan oleh dosa Adam. Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. manusia diciptakan baik adanya. karena secara terus menerus dia bekerja sama dengan rahmat Allah dalam kehidupannya. maka ini berlawanan dengan hakekat Allah yang maha kasih. bahwa doktrin dosa asal. namun suatu kebenaran yang saling berhubungan.

Sampai di sini. Dikatakan “Menurut Russell. stef – katolisitas. agama Kristen secara hakiki adalah agama yang inklusif. Sejak dulu eksklusivisme tidak menjadi masalah. namun eksklusivisme itu menjadi tiran ketika bergabung dengan kekuatan politik kolonial dan menjadi mayoritas sehingga menganggap yang lain yang mayoritas itu sebagai lebih inferior dan harus ditobatkan (proselitasi).’ istilah ini berkembang ditengah-tengah ‘eksklusivisme agama’ yang makin berkembang pada era reformasi sebagai akibat reaksi terhadap fundamentalisme dan modernisme. pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. maka terlihat bahwa sebenarnya Perjanjian Lama juga mempunyai konsep keselamatan yang diperuntukkan bagi semua bangsa. Lain halnya dengan ‘Pluralisme. Pendidikan juga mengalami perkembangan luar biasa. Dengan latar belakang demikianlah. Kita dapat melihat pada abad pertengahan. Dengan demikian.f. Semoga jawaban singkat ini dapat membantu. bahwa doktrin dosa asal yang dibarengi dengan penebusan Kristus. karena Allah menginginkan segala bangsa memperoleh keselamatan.’ Dalam hal agama. Dengan demikian. telah dibuktikan di atas. Perbenturan peradaban inilah . Kondisi ini dalam abad kolonialisme menempatkan kekristenan sebagai agama mayoritas dan eksklusif di tengahtengah bangsa dan agama ditempat jajahan yang semula dianggap inferior. dan cara beragama. III. Kesimpulan Dari pemaparan di atas. ketika pada akhir abad-XIX dan awal abad-XX terjadi gerakan nasionalisme dan kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah.org PLURALISME DAN PLURALITAS Penutupan mesjid dan gedung pertemuan Ahmadyah belum lama ini ditengah-tengah ditutupnya puluhan gereja khususnya gereja-gereja rumah tangga menyusul Fatwa MUI yang mengharamkan Pluralisme agama mencuatkan kembali pemikiran kearah toleransi beragama dan diskusi Pluralisme agama-agama. Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan. Dan pengajaran ini dipertegas oleh para penulis Alkitab Perjanjian Baru. karena asumsiasumsi awal belum dapat dibuktikan kebenarannya. Salam kasih dalam Kristus Tuhan. jaman kegelapan sering dipakai dalam konteks yang salah. Pertama. eksklusivisme ditujukan pada kenyataan bahwa setiap agama cenderung mengklaim sebagai satusatunya agama dimana terdapat jalan keselamatan dan diluar itu tidak ada jalan lain. cara hidup. kesimpulan bahwa hanya dengan datangnya Islam maka Eropa dapat kembali kepada zaman pencerahan tidaklah berhubungan. Kedua. Pluralitas hanya menyadari adanya kepelbagaian di dunia. dan ‘Pluralitas’ adalah kenyataan yang harus diterima bahwa kita berada dalam kondisi di Indonesia dan dunia masakini dimana kita menghadapi kejamakan cara berfikir. membuat umat Kristen memandang hidup dengan lebih optimis. atau yang dikenal sebagai salah satu cabang reaksi ‘posmo. kesimpulan ini tidaklah benar dalam dua hal.” Menurut saya. keseimbangan menjadi berubah dimana bangsa-bangsa jajahan mendirikan negara sendiri dan menentukan identitas sendiri (termasuk tradisi budaya agama) yang juga di klaim sebagai eksklusif. yang dipenuhi oleh Yesus Kristus dan diperintahkan sendiri oleh Kristus untuk menyebarkan kabar gembira ke segala bangsa. ordo Benediktus membentuk Eropa menjadi begitu maju. Hanya dengan datangnya Islam. PLURALISME Istilah ‘Plural’ sudah jelas kita mengerti sebagai ‘jamak’.

Rahner tetap menganggap Kristus secara eksklusif. teolog Roma Katolik. bahwa: ‘kebenaran yang dikemukakan agama adalah universal dan dianggap sebagai pendirian yang partikular dan terbatas. Dalam pandangannya yang kelihatannya seperti mendua. Smith menolak kristologi yang eksklusif. Pada abad-XX relativisme agama dikaitkan dengan kemajuan evolusioner dipopulerkan oleh Ernst Troeltsch yang menolak absolutisme agama dan menjadikan ‘Yang Mutlak’ menjadi tujuan bersama dalam proses evolusioner dalam semua agama. ada juga reaksi ‘Sinkretisme’ yang bersifat kompromistis dengan cara mencampuradukkan keyakinan agama-agama yang bertemu itu. Sebaliknya. namun berbeda dengan eksklusivisme. Stanley Samartha mengemukakan bahwa umat Kristen harus mendekati dialog antar-agama atas dasar teosentris dan bukan kristosentris.’ . dan di awal tahun 1970-an menyusul Dewan Gereja Dunia (WCC) juga membuka diri akan dialog antar agama.’ Raimundo Panikkar yang beribu Kristen RK dan berayah Hindu meneruskan. dengan keeksklusivan Kristus sebagai kriteria yang nyata dan sempurna untuk rahmat itu. Gereja Katolik Roma membuka peluang kearah itu. Sikap demikian tentu berdampak pagi pandangan ‘Fundamentalisme’ dalam agamaagama yang cenderung mengklaim agamanya sendiri sebagai jalan kebenaran satu-satunya.yang melahirkan usaha-usaha yang mengarah pada penerimaan kejamakan dalam beragama atau dikenal sebagai ‘Pluralisme’ yaitu ‘suatu situasi di mana berbagai agama berinteraksi dalam suasana saling menghargai dan dilandasi rasa kesatuan sekalipun berbeda faham. namun tegas terhadap semua orang non-Kristen. namun sejauh agama Kristen melalui rahmat hidup karena rahmat ia menjadi tempat agama yang benar. di sini ada usaha untuk ‘menjadikan agama-agama yang banyak itu sebagai salah satu facet dari agama yang satu.’ Tidak semua sepakat dengan Hick. Sikap Troeltsch ditolak Karl Barth yang mengajukan pandangan eksklusif dan tidak mengenal kompromi mengenai pewahyuan diri Allah dalam Yesus Kristus. rendah hati.’ Jadi kalau eksklusivisme menganggap agama sendiri benar yang lain tidak maka pluralisme menganggap semua agama itu benar jadi harus diterima dengan terbuka sekalipun berbeda dengan agama sendiri. Pada awal tahun 1960-an sebagai hasil Konsili Vatikan-II.’ Wilfred Cantwell Smith mengungkapkan bahwa manusia sekarang memasuki tahapan baru pluralisme agama dimana agama-agama perlu merumuskan kembali dan menguji teori-teori agamanya sendiri dan mengembangkan teori-teori agama yang bisa diterima oleh agama-agama lain. Selain fundamentalisme. Kristen Stendahl dari Harvard menafsirkan PL & PB sebagai suatu kesaksian tentang ‘partikularisme dalam kerangka universalisme. tetapi secara universal agama-agama lain menghadirkan ‘kristen anonim. Barth berpendapat bahwa agama Kristen itu yang benar.’ Rahner berusaha mendamaikan rahmat Allah yang menyelamatkan. berusaha secara sistematis untuk menegaskan keeksklusifan dan universalitas Kristus dan sekaligus menghormati kehendak Allah untuk menyelamatkan yang sifatnya universal. Samartha mendefinisikan dialog sebagai ‘upaya untuk memahami dan menyatakan partikularitas kita bukan hanya dalam kaitan dengan warisan kita sendiri tetapi juga dalam hubungan dengan warisan rohani tetangga-tetangga. yang universal sifatnya. Karl Rahner.’ dan berbeda dengan sinkretisme yang mencampur-adukkan agama-agama. John Hick menafsirkan kembali Kristologi tradisional dengan mengemukakan bahwa istilah ‘Allah’ bukanlah seperti yang dikemukakan sebagai pribadi dalam agama teistik melainkan sebenarnya merupakan ‘realitas tak terbatas yang dipahami dengan berbagai cara melalui berbagai bentuk pengalaman beragama’ yang disebutnya sebagai ‘Yang Nyata. INKLUSIVISME Reaksi keempat berjalan lebih jauh dari Sinkretisme dan dikenal sebagai ‘Inklusivisme’ yang berusaha untuk menggapai kesatuan agama-agama. disini agamaagama diperas menjadi satu. sedangkan sebetulnya masing-masing merupakan perumusan yang memang dibatasi oleh faktor budaya mengenai suatu kebenaran yang lebih universal. reaksi eksklusif lainnya adalah ‘Proselitisme’ ynag menolak kebenaran agama lain dan menjadikan pengikut agama lain menjadi pengikut agama sendiri dengan berbagai cara. Dari kubu pluralisme dan inklusivisme inilah kemudian dipopulerkan dialog antar agama sebagai pengganti misi penobatan. dan berbeda dengan eksklusivisme. Ini bisa dijadikan dasar bagi umat Kristen untuk bersikap toleran.

logika bahwa suatu sumber realitas dialami dalam pluralitas cara tampaknya. namun Pluralisme ujung-ujungnya bukannya suatu keterbukaan terhadap pluralitas (keperlbagaian) tetapi berujung kepada penyamaan semua agama bahkan kemudian cenderung menjurus pada ‘inklusivisme’ yang ingin memeras agama menjadi satu agama universalis yang menuju ‘Yang SATU’ yang tidak berpribadi itu. ketiga esensi ini berkembang lebih jauh menuju ‘de-kristosentrisme. dan bahwa agama itu hanya merupakan jalan partikular untuk mencapai kebenaran yang universal yang menyembah Tuhan ‘Yang SATU’ itu.’ (Yaitu Yang SATU itu).’ Pandangan ini disebut sebagai ‘Monisme’ yang beranggapan adanya satu keberadaan tunggal ‘Yang Satu’ yang tidak berpribadi (berbeda dengan theisme yang mempercayai Tuhan yang berpribadi). sebab sejarah agama Kristen yang dikandung Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru cukup meyakinkan untuk menerima keunikan Kristus. Pandangan Relativisme dan Universalisme tidak beda dengan faham ‘Mistisisme’ mengenai keyakinan ‘kesatuan manusia yang sezat dengan sumbernya. Dalam mistik Hinduisme.’ dari kristosentris menuju ‘theosentris’ namun yang dimaksud adalah ‘theos yang tidak berpribadi’ yang merupakan esensi mistik universal.’ Dari perspektif filsafat dan teologi. ini bisa disebut pendekatan yang ‘theosentris.’ Sebenarnya pandangan demikian didasarkan gagasan ‘Veda’ Hinduisme mengenai hakekat ‘Yang SATU’ yang disebut dengan ‘banyak nama. Pandangan theolog liberal yang menganut inklusivisme cenderung untuk ‘memikirkan kembali Kristologi’ yang ujung-ujungnya menjadikan Kristus bukan sebagai jalan yang unik tetapi sekedar sebagai salah satu dari jalan yang banyak itu. Kristus tidak lebih hanya sekedar ‘avatar’ yang sama dengan tokoh-tokoh agama lain. khususnya keunikan Kristus yang cenderung di ‘de-kristosentris’kan.’ ‘Universalisme’ berlandaskan logika bersama mengenai ‘Yang Satu dan Yang Banyak.Dari berbagai pandangan di atas. Agama-agama tidak lain adalah jalan partikularis menuju yang universalis. Umat kristen memang seharusnya tidak bersifat eksklusif dalam segala hal tetapi bersikap eksklusif dalam kredo (pengakuan percaya) adalah perlu. namun pluralisme kurang menghargai keunikan agama-agama. ESENSI INKLUSIVISME Apakah Sebenarnya esensi Inklusivisme itu? Sebenarnya esensi inklusivisme adalah ‘Relativisme’ yang dilandaskan kepercayaan bahwa agama-agama pada hakekatnya sama dan dianggap sebagai sesuatu yang relatif sesuai dengan tahap perkembangannya dalam evolusi agama. SIKAP MENGHADAPI PLURALISME Pluralisme berkembang sebagai reaksi ‘eksklusivisme’ dan ‘fundamentalisme’ agama yang sering membuat manusia terpecah-pecah.’ Di kalangan kristen. Ini mendorong kearah pandangan mengenai kesatuan agama yang disebut ‘universalisme. Kita dapat menerima kehadiran agama-agama lain dengan sikap terbuka yang inklusif bahwa semua adalah umat manusia yang dikasihi oleh Tuhan yang berpribadi yang menyatakan diri dalam Kristus. Di satu sisi memang kita harus berfikir terbuka bahwa kita hidup di bumi tidak sendirian tetapi berada di tengah-tengah agama lain jadi kita harus menerima kenyataan adanya agama-agama yang berbeda. Memang pluralisme kelihatan seakan-akan merupakan jalan kompromi yang terbaik untuk menyatukan perbedaan faham agama-agama yang acapkali menimbulkan pertikaian dan perang. penyatuan itu dianggap sebagai penyatuan ‘atman dengan brahman’ atau dalam mistik Buddhisme ‘atman dengan an-atman. Jadi eksklusivisme dalam iman perlu namun ini jangan menjadikan kita eksklusif dalam sikap. oleh teolog tertentu dianggap sebagai cara yang paling memuaskan untuk menjelaskan fakta pluralisme keagamaan. tetapi menganggap semua agama sebagai sama dan menuju ‘Yang SATU’ rasanya terlalu meremehkan sejarah agama yang sudah ribuan tahun dengan keunikannya masing-masing. inklusivisme kemudian dimengerti sebagai sikap yang menerima kebenaran semua agama. namun penerimaan ini tidak harus menuju sikap yang menganggap semua jalan itu sama atau menganggap bahwa penganut agama lain sebagai ‘kristen anonim’ tetapi kita dapat menganggap .

tetapi dengan sikap kasih kepada sesama karena untuk itulah Kristus telah mati bagi kita. (QS.org Untuk menguji klaim universalisme masing-masing agama baik Islam maupun Kristen. ibarat ‘mutiara yang sudah ditemukan’ perlu kita bagikan sebagai kesaksian kepada mereka yang belum mengenal keindahan mutiara tersebut. dan Alkitab adalah satu-satunya kitab suci yang benar-benar merupakan wahyu dari Allah melalui kuasa Roh Kudus-Nya untuk seluruh alam. dan Al-Qur’an adalah satusatunya kitab suci yang benar-benar merupakan wahyu dari Allah melalui perantaraan Jibril/Roh Kudus untuk seluruh alam. kita perlu mempelajari kitab suci dan pendapat-pendapat dari kalangan agama-agama lain.3:19). Al-Qur’an juga menjelaskan definisi dari Islam itu sendiri. Asumsi 2: Yesus adalah nabi/rasul (bahkan Tuhan) yang diutus oleh Allah untuk seluruh alam. Umat kristen diharapkan dapat terbuka menghadapi kehadiran agama-agama. Ia mempelajari kitab suci dan tulisan para pujangga mereka. jalan ‘Kasih’ adalah jalan terbaik untuk bersaksi. Alhasil ada juga yang percaya dengan kesungguhan hati tanpa dipaksa atau terpaksa. Rasul Paulus menunjukkan sikap yang inklusif sekaligus beriman eksklusif ketika ia berbicara di Athena (Kisah 17:16-34). Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. karena itulah iman eksklusifnya menghasilkan suatu kesaksian bahwa ‘Yang Tidak Dikenal’ itu diperjelasnya dengan memperkenalkan keunikan Allah yang menjadikan langit dan bumi. Sekarang. tetapi sikap eksklusivis harus disertai dengan sikap yang terbuka dan toleran. apakah kedua agama tersebut benar-benar universal. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.yabina. dan kita jangan berspekulasi mengenai ‘semua jalan ke Roma’ melainkan kita perlu untuk bersaksi mengenai ‘via dolorosa’ jalan menuju ke Golgota. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka.mereka sebagai umat manusia yang tetap membutuhkan karunia keselamatan dari Tuhan. Ia tidak menolak kerinduan orang-orang dalam menyembah ‘Allah Yang Tidak Dikenal’ tetapi Paulus sedih hatinya melihat banyaknya berhala dan kuil-kuil di kota itu. dan Injil tentang Yesus yang telah bangkit. tetapi menerima perbedaan itu seakan-akan tidak berbeda jelas keliru. Eksklusivisme dan fundamentalisme agama perlu dibuka agar kita tidak menjadi penganut Kristus yang sempit yang tidak toleran dan bersifat menghakimi agama lain. marilah kita selidiki. Ia menunjukkan sikap inklusif dengan bertukar pikiran dengan orangorang Yahudi dan para filsuf Epikuri dan Stoa. Tuhan atas langit dan bumi yang memberikan hidup dan nafas kepada semua orang. kita harus melakukan asumsi terlebih dahulu terhadap kitab suci dan tokoh sumber religius kedua agama tersebut secara seimbang: Asumsi 1: Muhammad adalah nabi/rasul yang diutus oleh Allah untuk seluruh alam. Ia tidak memaksa orang lain mengikut Kristus (proselitisme) melainkan ia men’share’kan imannya dan biarlah orang lain yang menentukan iman mereka sendiri. Haleluyah! Salam kasih dari Redaksi www. ditinjau dari catatan kitab suci masing-masing. yakni penyerahan diri secara total. Menghargai perbedaan-perbedaan itu penting. namun karunia keselamatan yang kita peroleh. karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang- . bukan dengan sikap memaksa dan menganggap rendah orang lain. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam). Untuk mencapai ini. Universalkah Islam? Al-Qur’an menegaskan kepada manusia bahwa agama di sisi Allah hanyalah Islam.

(QS. Allah telah mengutus nabi/rasul kepada tiap-tiap umat di muka bumi ini (QS. tetapi sudah hadir semenjak manusia pertama.40:78). Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).2:132). (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Seseungguhnya Allah telah memilih agama ini (Islam) bagimu. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya.21:25) Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu. Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad). maka ia lupa (akan perintah itu).21:25). dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. tetapi melebihi jumlah itu (QS. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad). serta orang-orang yang beriman (kepada Nabi Muhammad). Beberapa ayat Al-Qur’an di atas dengan jelas menegaskan bahwa Islam sudah hadir semenjak zaman Adam. (QS. . Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu. (QS. Jika mereka masuk Islam. Amat berat bagi orangorang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. dan jauhilah Thaghut itu”. maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. Nabi Adam AS. Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu. melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.3:20). (QS. Berbeda dengan umat-umat sebelumnya dimana masing-masing umat memiliki nabi/rasul. maka apabila telah datang perintah Allah. demikian pula Yakub. diputuskan (semua perkara) dengan adil.21:107). (QS. melainkan dengan seizin Allah. karena tidak ada tuhan selain Allah (QS.20:115). Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. Inilah inti dari agama Islam. Agama Islam dalam pandangan Al-Qur’an tidak diciptakan pada masa Nabi Muhammad SAW. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja). (QS. Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa nabi/rasul itu tidak hanya berjumlah 25 orang saja sebagaimana tersebut namanya di dalam Al-Qur’an. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah). di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. dan jika mereka berpaling. maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” (QS.16:36). Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu’jizat. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani. Al-Qur’an menegaskan bahwa diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk seluruh alam dan sekaligus menjadi penutup para nabi/rasul.40:78).orang yang mengikutiku”. namun Al-Qur’an tidak menjelaskan angka pastinya. sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk. melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku. dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. (QS.16:36) dan senantiasa memerintahkan makhluk-Nya untuk hanya menyembah kepada-Nya. Jelasnya.3:67-68).42:13). dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman. (QS. maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah).

(QS.(QS.000 tahun yang lalu ketika Yesus konon mengajarkan Kristen . Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Arab. agama Yahudi merupakan agama untuk golongan tertentu saja. yang lahir kira-kira 2. dan lain sebagainya. Perjanjian Lama sama sekali tidak menjelaskannya. Al Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. yakni umat Israel (baca: Perjanjian Lama). Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas da’wahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. India. Islam layak mendapat predikat agama universal. tampak jelas bahwa Kristen adalah agama baru.34:28) Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. bangsa Romawi. tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. (baca: Kitab Ayub). Mesir. bangsa Edom. Sebagaimana pernyataan Paulus Tarsus di dalam Alkitab berikut ini: GALATIA: 1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku. Lebih jauh. Namun demikian. Dengan demikian.Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad). tampak jelas bahwa Islam adalah agama untuk seluruh alam. yakni umat Nabi Ayub AS. Alkitab secara khusus mencatat keberadaan umat lain selain Israel. sebagaimana dilansir dalam pernyataan Paulus Tarsus berikut ini: GALATIA: 2:16 Kamu tahu. (QS. bahkan terkesan tidak mau tahu. setidaknya kepada siapa umat-umat tersebut harus mengabdi. Universalkah Kristen? Alkitab secara tegas menyatakan bahwa Kristen lahir setelah penyaliban Yesus. Bahwa agama sebelum Yesus. supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebut saja. Terhadap umat-umat lain. Padahal. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa barita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Al-Qur’an juga menegaskan bahwa dirinya adalah satu-satunya kitab yang menjadi peringatan bagi seluruh alam. bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat. supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi. yaitu ketika para nabi/rasul diutus untuk umat Israel. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. karenanya. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. Cina. yang konon diridlai oleh Tuhan menurut Alkitab. Dari uraian singkat di atas. manusia sudah menyebar ke seluruh pelosok bumi. bukan hanya di israel. sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Pada bagian lain. pada masa itu.33:40). Yunani. dapatkah Kristen dipandang sebagai agama universal yang berdiri di atas kebenaran wahyu Allah? Alkitab sama sekali menolak keberadaan agama Kristen sebelum. Paulus Tarsus juga menyatakan bahwa ia mendapat amanat dari Yesus untuk menyebarkan agama Kristen kepada bangsa-bangsa non-Yahudi. dari uraian singkat diatas.38:86-87). Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus. maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia. adalah agama Yahudi (baca: Perjanjian Lama). 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita. bahkan hingga masa Yesus. Namun demikian. tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.

ini akan sulit dimengerti. Dari-Nya ia mendapat martabat. Bukan jasa atau kwalitas moral. ras. Ia mencari identitas melalui supremasi ras.ia kehilangan identitas dirinya. Dosa asal manusia adalah ketidakmampuannya untuk mendamaikan hubunganhubungan tersebut melalui usaha sendiri. dapatkah Kristen dipandang sebagai agama yang layak mendapat predikat universal dalam pengertian agama wahyu? Jawabannya terletak pada hati nurani masing-masing pembacanya. kebebasan. politik. Allah yang memberi martabat kepada manusia dan mengakisi kehidupannya (baik dalam aspek rohani maupun jasmani. Lalu. Krisis identitas ini mengakibatkan rasa malu (Kej 3:10) dan kecemburuan yang berakhir dengan penyangkalan dan pembunuhan saudaranya (seperti Kain dan Habel Kej. ia hidup dalam hubungan yang hancur dengan Allah. Tentu saja. Karena manusia telah kehilangan sifatnya sebagai ciptaan . dan ini menjadi dasar bahwa manusia harus mengasihi dan menghormati kehidupan yang suci itu. sesama manusia dan ciptaan dan bahkan dengan dirinya sendiri. Alkitab tidak punya ilusi tentang watak manusia. Tanpa kecuali manusia diciptakan untuk hidup dalam relasi yang utuh dengan Allah. 4). Keseberagaman dan pluralitas ciptaan selaku kekayaan dan karunia baik dari pencipta dijadikan dasar untuk kehancuran kesatuan dan komunikasi . tetapi pertama-tama adalah "kerusakan relasional (hubungan)": Karena manusia mau menjadi pencipta dirinya sendiri yang tidak membutuhkan Allah lagi. Rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama 1. Hubungan dan perjanjian penciptaan inilah yang mejadi titik tolak untuk kerukunan dan perdamaian antara Allah dan manusia dan antara manusia dengan sesamanya. Dosen Misiologi STT Intim Makassar (Bagian dari Bahan Kuliah "Misi Rekonsiliasi". Bahan lengkap dapat diakses lewat http://www.com/misirekonsiliasi) A. bagaimana mungkin agama universal harus datang kemudian? MENEMPA PEDANG-PEDANG MENJADI MATA BAJAK: Misi Rekonsiliasi dalam Alkitab oleh: Markus Hildebrandt Rambe. penyebab keterpisahan manusia dari Allah. karena "dunia hidup sepenuhnya dalam kehadiran Allah dan di bahwa kekuasaan Allah"1.geocities. Akan tetapi.yaitu kesatuan dengan penciptanya . baik dalam arti rohani maupun dalam sifatnya sebagai makhluk sosial. rekonsiliasi menjadi kebutuhan dasar manusia yang mencakup seluruh aspek kemanusiaan. Hubungan yang universal antara Allah dan manusia Bukan tidak sengaja semua pernyataan alkitabiah dirangkaikan dengan refleksi tentang hubungan Allah dengan semua manusia dan seluruh ciptaan.3 Dengan demikian. bangsa atau agama. Tetapi yang terpenting harus diingat adalah bahwa agama Kristen sama sekali belum eksis di dunia ini pada era sebelum Yesus.bekan secara dualistis). permusuhan antarmanusia dan ketidakselarasan antara manusia dengan alam semesta terletak pada keinginan manusia untuk "menjadi seperti Allah" (Kej 3:5)2. Dosa asal dalam pemahaman Alkitab ini tidak terfokus kepada kecenderungan manusia untuk melanggar hukum-hukum moral.menurut Paulus Tarsus. tetapi relasi inilah yang membuat setiap ciptaan dinyatakan "baik". Pengakuan bahwa "Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya" (Kej 1:27) dalam kisah penciptaan melampaui semua batasan manusiawi seperti seks. etnis. agama dsb. ekologi. tanggung jawab dan berkat. Dalam kisah tentang kejatuhan manusia ke dalam dosa.

4. Ul 5:7. tidak membalas berlebihan: ". di mana Taurat Allah akan ditaruh dalam batin dan ditulis dalam hati mereka (Yer 31:31-34) dan yang akan menjadi "perjanjian bagi umat manusia dan terang untuk bangsa-bangsa" (Yes 42:6).) atau antara suami dan isteri (Hos 2). Ul 26). Maz 89:27 dll. Perjanjian berhubungan baik dengan tuntutan kultis-religius (dasarnya: "jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku". Hubungan antara Israel dan Allah6 akan pulih kembali seperti hubungan antara ayah dan anaknya (2 Sam 7:14. 34. 8:21) tidak berakhir dengan pembinasaan manusia. 24. Yes 11:1-9 dll.. seperti dalam kisah tentang menara Babel (Kej 11:19). Musa (Kel 19. Hanya karena inisiatif dan anugerah Allah maka kejahatan manusia (Kej 3. Perdamaian taman Eden dan kerukunan alam semesta dan keadilan untuk mereka yang tertindas akan diadakan kembali (bdk. Selama bumi masih ada. gigi ." (Kej 8:21-22). di mana "tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang" (Yes 65:17+19). Namun.. siang dan malam. Pengharapan atas "Perjanjian damai" (Hes 27:26) untuk bangsa Israel itu bermuara ke dalam pengharapan dan janji dalam perspektif yang universal.): "Serigala akan tinggal bersama domba. kemarau dan hujan. karena "mencari nama". Dari situ jelas. Kel 20:3. "Kasihilah Tuhan. yaitu keterasingan manusia dari dasar keberadaannya. dingin dan panas. Allah sendiri menjembatani jarak relasi dengan membangun kembali hubungan perjanjian dengan manusia dan terus-menerus hadir dan terlibat dalam sejarah manusia. dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. dengan semua keturunannya. mewujudkan keadilan. dan mancan tutul akan berbaring di samping kambing" (Yes 11:6)7. Manusia dibebaskan dari ancaman maut dan penghukuman yang seharusnya ia terima. Daud (2 Sam 7). dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu".mata ganti mata. Dengan berkat Allah (Kej 9:1) Nuh sebagai nenek moyang seluruh umat manusia. "Pendamaian adalah manifestasi daripada kepedulian Allah terhadap ciptaan-Nya.antarmanusia. sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya. 6. Yosia (2 Raj 23). diterima kembali ke dalam hubungan dengan Allah. Hanya perjanjian Allah memungkinkan rekonsiliasi yang membebaskan manusia baik dari dosa sendiri maupun dari penderitaan karena dosa-dosa orang lain. Perjanjian ini menjadi dasar untuk semua perjanjian yang berikutnya dan bermaksud untuk memulihkan dan mempertahankan hubungan antara Allah dan manusia dan antarmanusia (karena menang sering sekali manusia/Israel menolak dan melanggar perjanjiannya dengan Allah dan implikasinya): Perjanjian dengan Abraham (Kej 15). bahwa pemulihan kembali dan pemeliharaan hubungan manusia dengan Allah hanya dimungkinkan oleh kesabaran dan pengampunan Allah. Ul 6:4).9:17) adalah perjanjian pertama yang memperbaruhi "perjanjian penciptaan": "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia. yaitu penciptaan "langit yang baru dan bumi yang baru". Allahmu. takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai. sampai janji bahwa Allah akan mengadakan perjanjian baru. Yosua (Yos 24). Yang terjadi adalah dehumanisasi."5 Perjanjian (tyrb) Allah dengan Nuh (Kej 8:21 . maupun tuntutan sosial (perintah-perintah Allah. di sisi lain rekonsiliasi dan perjanjian ini selalu dikaitkan dengan kewajiban manusia terhadap Allah dan sesama manusia/ciptaan dan tidak bebas dari pengadilan Allah dan tuntutan untuk bertobat. dari diri sendiri (terlepas kesatuan antara tubuh dan roh) dan dari sesamanya4. membebaskan dari utang.

melainkan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri" Im 19). orang Filistin dari Kaftor. rekonsiliasi antarmanusia atau antarbangsa bisa berhasil: misalnya rekonsiliasi Esau dengan Yakub Kej 33. hai orang Israel? . sikap itu selalu dan langsung dikritik misalnya oleh para nabi seperti Amos: "Bukankah kamu sama seperti orang Etiopia bagi-Ku.. Dari situ tampak bahwa rekonsiliasi antara Allah dan manusia dan rekonsiliasi antarmanusia saling terkait. dan orang Aram dari Kir?" (Am 9:7) Di satu pihak bangsa lain adalah "lawan-lawan politik atau paling tidak saingan Israel. Bukankah Aku telah menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir. dan janganlah menaruh dendam . Kej 14:19. Partikularisme adalah partikularisme fungsional. Ul 32:8-9) dan menerima penghakiman dan belas kasihan dari Allah (bdk. Meskipun sering kita temukan eksklusivisme dan etnosentrisme Israel dalam Perjanjian Lama." Abraham harus menjadi berkat untuk orang yang tidak sebangsa dan seagama dengan dia. atas dasar tersebut.. dan engkau akan menjadi berkat. 2.. Yun dll. Yang menarik adalah bahwa yang berinisiatif untuk pengampunan dan rekonsiliasi dan membuka jalan untuk pertobatan sering adalah pihak yang diperlakukan tidak adil.Yusuf dengan saudara-saudaranya Kej 45 atau Daud dengan Saul 1 Sam 27." (Kel 21:24)8.. Kristen dan Islam perjanjian Allah mencakup hubungan khusus. "janganlah engkau menuntut balas. Tetapi pilihan khusus dan partikuler oleh Allah itu hanya punya makna dalam kerangka hubungan universal antara Allah dan dunia. Yeh.dan tidak ada yang satu tanpa yang lain.ganti gigi... Sekali lagi. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau. memberkati engkau . Ia bahkan dapat menerima pengaruh dan belajar dari agama lain11. Namun Israel bisa juga melihat dan mengakui bahwa Allah telah bekerja di tengah-tengah bangsa dan agama lain. Hubungan yang khusus antara Allah dan bangsa Israel Dalam Perjanjian Lama ditemukan suatu ketegangan yang konstruktif antara universalisme dan partikularisme.. Israel hanyalah salah satu bangsa yang punya hubungan langsung dengan Allah (bdk. pada pihak lain Allah sendiri telah membawa mereka ke lingkungan visi Israel.. Yang sering dijadikan pusat perhatian adalah bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah dan sejarah Allah dengan bangsa-Nya. Yes 19. 40-55.bapak leluhur bersama orang Yahudi. bangsa Israel memisahkan diri dari agama-agama sekeliling dan menolak secara tegas pemujaan berhala. dan dia pun akan diberkati oleh orang-orang beragama lain (misalnya oleh Melchisedek. rekonsiliasi antarmanusia mencerminkan rekonsiliasi yang telah diberi Allah.)."10 Di satu sisi. Mulai dengan pemilihan Abraham . Dalam Perjanjian Lama9 ditemukan banyak contoh yang konkrit bagaimana. dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Tujuan perjanjian khusus ini menjadi jelas dalam Kej 12:3 kepada Abraham: "Aku. tetapi tidak eksklusif antara Allah dan keturunan-keturunan Abraham. Pemilihan dan pengistimewaan bangsa Israel bukan karena jasanya atau karena ia lebih layak dari pada bangsa lain. partikularisme . dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau. bdk Bileam dalam Bilangan 22 atau Korsey dalamYes 44:28 yang menjadi saluran berkat Allah untuk bangsa Israel)...

melainkan ini merupakan tindakan Allah yang bebas (bdk Im 4. Keadilan dan kebenaran (bdk Mzm 98:9) menjadi ukuran untuk keabsahan rekonsiliasi. yuridis dan moralis. Yom Kippur (Yom hak-Kippurim) atau "Hari Rekonsiliasi" (bdk "liturgi rekonsiliasi Im 16). Bangsa Allah dipanggil terus-menerus untuk bertobat kepada Allah. Ritus rekonsiliasi tersebut tidak akan meniadakan kesalahan atau tanggung jawab si pedosa.15 Berhubungan dengan hari raya orang Yahudi yang besar. Tidak ada hak istimewa bangsa ini di hadapan Allah. Kel 23:10-11. Persyaratannya adalah penyesalan yang jujur dan pengakuan kesalahan yang terbuka serta kesediaan untuk bertobat dan hidup kembali sesuai dengan kehendak Allah. ia punya kewajiban khusus dalam hubungannya dengan Allah dan membutuhkan rekonsiliasi lebih dari bangsa-bangsa lain karena ketidaktaatannya kepada Tuhannya. Kebutuhan rekonsiliasi mencakup baik aspek individual maupun aspek kolektif (yang tidak dapat dipisahkan). Bil 29 . Ul 15:1-18. bdk.7)16. dan berhubungan dengan kesalahan atau pelanggaran kultis. keadilan-Nya dan tindakan-tindakan pembebasanNya). dan menjadi saksi yang setia tentang keesaan Allah.)misalnya lewat korban bakaran (binatang) atau seekor kambing jantang yang secara simbolis dibebankan dengan dosa-dosa manusia dan diusir ke padang gurun (bdk Paskah Im 16. Sungguh. juga ditekankan bahwa pengampunan baru berlaku. Rekonsiliasi punya peranan yang sangat besar dalam kultus12. Ia tidak punya panggilan untuk "mengyahudikan" bangsa-bangsa lain. Hos 6:6." (Amos 5:21-24. Aku tidak suka . Beban dosa ditebus (di samping syafaat. Namun pelaksanaan ritus tidaklah otomatis menjamin rekonsiliasi dan penghapusan dosa. Sebaliknya. apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu. Salah satunya adalah ritus penebusan melalui korban.terhadap bangsa lain (yaitu menjadi berkat."kambing jantang dosa" atau "kambing hitam"). Para nabi dengan tegas mengritik praktek kultus yang hanya bersifat munafik dan tidak berhubungan dengan keadilan dan perdamaian antarmanusia: "Aku membenci. Bil 36:4. melainkan menghalangi akibat atau efek yang membawa murka untuk si individual atau kolektif. ia harus mengusahakan "kesejahteraan kota" itu dan berdoa untuk mereka (Yer 29:7 syalom untuk bangsa yang berkuasa atas mereka!). lagu gambusmu tidak mau aku dengar. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu. dan kalau berada di tengah-tengah bangsa dan orang beragama lain. Im 27:16-25) yang . Yes 58:6-8. Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. kalau . Ia harus menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain (Yes 49:6). Kel 34:67). seperti dalam pembuangan di Babel. perintah-Nya. Darah yang ditumpuhkan berarti pendamaian untuk kehidupan bagi yang mempersembahkan korban itu14.17 Aspek rekonsiliasi ini juga nampak dalam aturan-aturan sabat. Mi 6:6-8). puasa dll. Dengan menjalankan aturan-aturan ritual hubungan antara seorang secara individual atau sekolompok secara kolektif dengan Allah bisa dipulihkan kembali.. religius.13 Korban memberikan penggantian.untuk universalisme. Korban tersebut menjadi wakil untuk menerima murkah dan hukuman yang terkait dengan dosa atau pelanggaran yang telah dilakukan.atau lebih tepat: peranan dalam misi rekonsiliasi Allah .. bdk. tahun sabat dan tahun yobel (Im 25. Yes 1:10-17. doa. namun ia punya misi . Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.dalam hal pelanggaran dalam hubungan antarmanusia kerugian digantidan rekonsiliasi dengan orang yang dirugikan telah dicapai (bdk Bil 5.

Memang tidak dapat disangkal bahwa perhatian masih dipusatkan kepada peranan sentral bangsa Israel dalam sejarah keselamatan Allah.22 Syalom adalah anugerah Allah dan sekaligus tanggung jawab manusia..dia tertikam oleh karena pemberontakan kita. ganjaran yang mendatangkan keselamatan (perdamaian) bagi kita. Dalam Yes 50 dan Yes 52/53 hamba itu digambarkan sebagai murid atau tokoh yang menderita karena kesetiaannya dan bahkan "mati bagi kepentingan orang banyak": ". Ia hidup dan mati bahkan bagi mereka di luar lingkup batasan ras dan bangsanya sendiri. Tetapi simbol-simbol identitas yang eksklusiv telah dibuka seperti dalam visi tentang ziarah bangsa-bangsa ke bukit Sion: "Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. ke rumah Allah Yakub. tidak memisahkan perdamaian rohani dengan perdamaian jasmani dan sosial. sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem." (Yes 49:6).." Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. panggilan etis dan harapan untuk masa depan melampaui tradisi-tradisi kaku dan permusuhan terhadap bangsa lain dalam Perjanjian Lama23.biarpun gununggunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang. Misi rekonsiliasi Allah juga menuntut sikap kerendahan hati dari bangsa Israel. bdk Yeh 34:25. eksklusif dan triumfalistik.dalam kidung kedua . dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari kita naik ke gunung Tuhan. Hamba Tuhan dalam kidung pertama digambarkan sebagai orang pilihan yang dipanggil untuk menjadi model perjanjian Allah dengan dunia.. membebaskan hamba-hamba. dan oleh bilur-bilurnya kita akan sembuh" (Yes 53:5)19. melainkan dalam "solidaritas sesama korban". di mana Israel sendiri mengharapkan pembebasan dan menjadi penerima "ganti rugi" melalui "korban penebus salah (asham)"20) menjadi berkat untuk bangsa lain bukan dari posisi yang kuat. dan juga bukan sebagai "korban yang tidak bersalah" dalam arti wacana korban21. menghapuskan utang-utang.. Hamba Tuhan menjadi gambaran bukan hanya untuk misi seorang nabi atau untuk mesias yang akan datang. dan supaya kita berjalan menempuhnya. Itu dicerminkan dalam Deuteroyesaya dan Tritoyesaya tentang "hamba Tuhan yang menderita". sehingga ia dapat menjadi "perjanjian bagi umat manusia dan terang bagi bangsa-bangsa" (Yes 42:6)18."agar keselamatan Allah sampai ke ujung bumi. Syalom tidak memisahkan perdamaian dengan Allah (tidak ada "individualisasi" dan spiritualisasi") dari perdamaian dengan manusia. Misi Israel dalam Yes 52:13 -53:12 terutama dipahami dalam rangka solidaritas dengan penderitaan dunia di sekelilingnya. Tujuan dan visi rekonsiliasi adalah "perjanjian abadi" (Yes 55:3): ". 37:26). maka mereka akan menempa pedang-pedang menjadi mata bajak dan .. dan . Di satu sisi. tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku (berit syalom -~wlv (Yes 54:10. superior. tetapi model untuk misi rekonsiliasi Israel.). dan melalui itu menjadi "penyembuh yang terluka". supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya. dia diremukkan oleh karena kejahatan kita. syalom adalah kata ucapan selamat sehari-hari. ditimpakan kepadanya. Melayani untuk rekonsiliasi bahkan bisa berarti bersedia untuk menderita. Israel (disini dalam konteks pembuangan di Babel. segala bangsa akan berduyunduyun ke sana.dihubungkan dengan aspek pembebasan untuk semua ciptaan (membiarkan tanah dan binatang-binatang. di sisi lain punya arti religius yang sangat mendalam. Syalom sebagai pengalaman iman. tyrb) tidak akan bergoyang" Konsep Perjanjian Lama tentang ~wlvsyalom adalah konsep perdamaian yang sangat holistik..

dan Islam. pada hakikatnya tidak pernah dapat memuaskan hati manusia yang selalu merindukan sesuatu yang mengatasi dunia ini. segala kepuasan yang ditawarkannya.24 Saya mau menyimpulkan "misi rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama" dengan sebuah simbol untuk perjanjian (tyrb berit) Allah sebai dasar rekonsiliasi dan syalom (~wlv) Allah sebagai visi dan misi rekonsiliasi. Segala harta dunia ini. akan dibicarakan dulu asal-usul kata Allah. Kata ‘Allah’ sudah dikenal oleh masyarakat Arab sebelum Islam untuk menunjuk Pencipta alam semesta. sedangkan orang Yahudi menyebutnya Yahwe. Karena dikira ada banyak el atau ilah (politeisme).mari kita berjalan dalam terang Tuhan" . Ada banyak interpretasi tentang realitas yang tidak terbatas itu. yang diakui sebagai Pencipta langit dan bumi. bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa. manusia tidak pernah dapat puas dengan dunia yang terbatas ini. Mengapa Nama ‘Yahwe’ Diganti dengan ’Allah?’ (Kajian tentang Asal-usul dan Tradisi Teologis) OPINI Jufri Kano | 24 Oktober 2010 | 16:52 64 4 1 dari 1 Kompasianer menilai Bermanfaat. Kristen. Pengantar Sebagai makhluk yang diciptakan untuk sesuatu yang tidak terbatas. dan antara manusia yang begitu beranekaragam.. belakangan ini penggunaan kata Allah di kalangan Kristen menuai kritik yang tajam dari umat Islam. Akan tetapi.tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Kalimat terakhir itu . yang berkuasa. Hai kaum keturunan Yakub.". semuanya bertujuan agar manusia sampai kepada pemahaman yang akurat tentang Yang Absolut itu sendiri. 1.dan ilah. segala silau teknologinya yang canggih. yang terlalu jauh atau tinggi untuk disembah . Allah Tertinggi. Bagi orang Arab. kata ‘Allah’ merupakan kata yang paling populer dan digunakan bersama-sama oleh penganut agama Yahudi. kata Allah merupakan trade mark umat Islam saja..membuat visi syalom yang universal itu menjadi misi rekonsiliasi untuk damai sejahtera untuk seluruh dunia dan alam semesta. Di antara kedua kata tersebut. Muncul pertanyaan: apakah kata ‘Allah’ milik ekslusif orang Islam? Ataukah ada kata lain yang lebih orisinil untuk mengetahui identitas sang causa prima non causata itu? Untuk menjawab pertanyaan itu. maka satu ilah disebut sebagai El-Elyon. mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!" (Yes 2:1-5). realitas yang tidak terbatas itu adalah Allah. yaitu pelangi dan burung merpati yang membawa sehelai daun zaitun (dari kisah tentang air bah dan perjanjian dengan Nuh Kej 5-9): Pelangi sebagai tanda rekonsiliasi antara Allah dan manusia. Menurut umat Islam. kata ‘Allah’ merupakan perpaduan dua kata Arab: al. Kata Semit ilah sama arti dan akarnya dengan kata Ibrani el yang berarti yang kuat. dan menjadi sebutan untuk Tuhan. Merpati sebagai duta perdamaian yang membuka kemungkinan untuk kehidupan baru di tengah keadaan yang tanpa harapan. Asal-usul Kata ‘Allah’ Secara etimologis. artinya Yang Mahakuasa.

Nama ini membedakan sesembahan bangsa Israel dengan ilah-ilah bangsa lain (Ul 7:25). Dengan demikian. Nama Yahwe diartikan sebagai “Dia ada. Kej 32:30).atau dimintai perhatian. Bangsa Israel sudah mengenal Yahwe. bahasa Arab bukanlah bahasa khusus orang-orang Muslim dan agama Islam. 3. Penggunaan Kata “Allah” dalam Tradisi Arab Kristen Secara historis. Meskipun bangsa Israel mengenal Yahwe. atau bahwa kata ‘Allah’ itu sendiri adalah milik ekslusif orang Islam. baik yang Muslim maupun yang bukan Muslim. sebab Yahwe sendiri telah menyatakan diri-Nya kepada mereka: “Aku ini Yahwe. Nama mewakili pribadi dan mengetahui nama seseorang kadang-kadang menguasai orang itu (bdk. Lembaga Alkitab Indonesia kiranya juga mengikuti kebiasaan ini dalam menerjemahkan Yahwe dengan kata ‘Allah. dan mengambil alih namanama mereka. bangsa Israel masih mencari Dia.’ Pandangan seperti itu jelas tidak didasarkan pada kenyataan tetapi hanya didasarkan pada kesan semata.[4] . Allah telah menyatakan diri dalam sejarah bangsa Israel. Tradisi Teologis Perubahan Nama Bangsa Israel lahir dan berkembang di dalam suasana keagamaan yang serba ragam dengan nama sesembahan mereka masing-masing. Padahal dalam kenyataannya. Yahwe berkenan mempergunakan ciri-ciri keagamaan sekedar untuk menyatakan diri-Nya yang sebenarnya.[1] 2. seperti Yahudi dan Kristen. Muncul pertanyaan: apakah sama antara Yahwe dengan sembahan bangsa-bangsa pengembara itu? Jauh dari menyamakan diri dengan sembahan-sembahan itu. Kebiasaan bangsa Israel untuk menggantikan kata ‘Yahwe’ dengan kata ’Adonai‘ diikuti oleh Yesus dan para rasul-Nya. Yahwe seakan-akan merebut. kita sebagai umat Kristen jelas tidak rela disuruh untuk melepaskan sebutan ‘Allah’ itu. kata Allah bukan ciptaan orang Islam.” dalam arti “ada untuk umat-Nya. tentang adanya kesejajaran antara ‘ke-Islam-an’ dan ke-Arab-an. melainkan juga bahasa kaum non-Muslim dan agama bukan Islam sebab di kalangan bangsa Arab terdapat kelompok-kelompok bukan Islam.” hadir dan bertindak bagi mereka.[2] Latar belakang kafir dari nama-nama itu tidak dapat menghalangi penggunaannya sebagai alat pernyataan diri Yahwe kepada para bapa leluhur Israel. melampaui batas bangsa. terdapat pandangan di kalangan orang banyak. al-ilah disambung menjadi Allah. menyita. Namun demikian. Dengan nama Yahwe. orang-orang Israel zaman dulu mengganti nama Yahwe dengan istilah Adonai. Nama Yahwe amat sering digunakan dalam Alkitab Ibrani. memanggil Dia dengan nama-nama ilahi yang berasal dari dunia keagamaan bangsa-bangsa di daerah pengembaraan mereka sebab Yahwe sendiri berkenan memperkenalkan diri-Nya di bawah nama-nama itu. Sudah di masa sebelum Islam.[3] Oleh karenanya. banyak orang mengira bahwa hanya orang Islam yang percaya kepada Allah.’ Terjemahan ini tepat mengingat sebutan ‘Allah’ itu memiliki jangkauan luas dan universal. Oleh karenanya. Akibatnya. tetapi nama yang kudus ini tidak boleh disebut dengan sia-sia mengingat arti penting sebuah nama dalam Perjanjian Lama. Sejumlah Kitab Perjanjian Lama menyebutkan bahwa nama pribadi sesembahan bangsa Israel adalah Yahwe. menyertai mereka dalam perjalanan keluar dari perbudakan. melainkan ia merupakan kata biasa dalam bahasa Arab lepas dari ikatan dengan salah satu agama tertentu. itulah nama-Ku” (Yes 42:8).

Penggunaan kata ‘Allah’ di kalangan Kristen merupakan wujud khusus yang menandakan bahwa Allah hadir dan berbicara dengan bahasa orang setempat. masyarakat bukan Arab tersebut menggunakan bahasa Arab setelah wilayah mereka dikuasai oleh orang-orang Arab sehingga mereka pun memakai kata ‘Allah. Warta universal dari Allah yang dimaklumkan dalam diri Yesus Kristus dialamatkan kepada manusia dari suatu kebudayaan tertentu pula. Arami. semuanya berdasarkan latar belakang etimologis kata itu sendiri dan tradisi teologis agama-agama mereka yang berakar dalam Perjanjian Lama. latar belakang permasalahan perbedaan penggunaan kata untuk menyebut realitas yang tidak terbatas itu bagi umat Kristiani tidak terlalu dipersoalkan. dan orang-orang Yahudi dan Kristen Arab memakai kata ‘Allah’ yang sama itu pula untuk menyebut sesembahan mereka. Inti yang mau diambil oleh umat Kristiani adalah bahwa dengan penggunaan kata tertentu misalnya kata ‘Allah’ untuk menyebut Yang Absolut itu. Kata ‘Allah’ dipakai untuk merumuskan penghayatan atau penangkapan kita tentang realitas tertinggi. Dengan demikian. yakni kata yang memiliki akar kata’l. mereka membawa agama Islam kepada masyarakat bukan Arab. Allah menggunakan medium bahasa setempat untuk mengungkapkan siapa diri-Nya. di suatu tempat tertentu. kata yang digunakan untuk menyebut Allah adalah kata yang biasa digunakan dalam bahasa-bahasa Semit (Ibrani. Tanggapan Kritis Agama Kristen mengakui bahwa Allah memperlihatkan diri-Nya lewat suatu kebudayaan yang konkret dan definitif. atau Allah dalam bahasa Arab. Dengan demikian. “dewa itu” yang sama artinya dengan haeloah dalam bahasa Ibrani. Ketika orang-orang Muslim Arab melakukan ekspansi militer dan politik keluar Jazirah Arabia. Ia sudah digunakan oleh orang Arab pada zaman sebelum Islam. kehadiran Allah melampaui setiap kata yang kita pakai untuk menyebut-Nya. mereka juga menggunakan kata ‘Allah’ dan percaya kepada Allah.Sebagai orang yang berkebangsaan Arab. yaitu masyarakat yang menjadi pendengar-Nya. namun kehadiran-Nya lepas dari semua bahasa yang digunakan oleh manusia manapun. dan diterima oleh orang-orang yang dalam kenyataannya terikat dalam konteks bahasa tertentu. Pewartaan tersebut bisa ditanggapi lewat unsur budaya setempat. yaitu bahasa mereka sendiri. dan berintegrasi dalam suatu kebudayaan tertentu yaitu kebudayaan Yahudi Palestina. Dalam terjemahan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Suci Perjanjian Baru ke dalam bahasa Siryani yang digunakan di Siria sebelum kedatangan agama Islam.’ Jadi. Hal ini tampak jelas dalam diri Yesus Kristus yang lahir pada suatu waktu tertentu. sangat masuk akal kalau orang-orang Islam menggunakan kata ‘Allah’ untuk menunjuk kepada sesembahan mereka. dipahami. Kata ‘Allah’ ini kemudian dipegang bersama-sama oleh orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan bahasa Arab. Arab.‘ Kata tersebut dalam bahasa Siryani diucapkan alaha. dan lain-lain). bukan realitas in se-Nya.[5] Dengan kata lain. Dengan demikian. Jadi. Pengakuan inilah yang merupakan salah satu pendorong bagi umat Kristiani untuk menghormati bahasa setempat dalam usaha mencapai pemahaman yang akurat tentang Yang Absolut itu sendiri. kata ‘Allah’ bukan kepunyaan orang Islam saja melainkan kepunyaan semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu. kehadiran Dia yang disebutkan itu dapat ditangkap. demikian pula oleh orang Islam. yang lebih penting bagi kita ialah . 4.

tetapi juga memanggil Dia dengan nama-nama ilahi yang berasal dari dunia keagamaan bangsa-bangsa di daerah pengembaraan mereka. Mula-mula bangsa Israel mengenal sesembahan mereka sebagai Yahwe. Pendekatan yang mengadakan hubungan langsung dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pendengar-Nya membuka kemungkinan untuk diterima oleh setiap orang di mana Allah menyatakan diri-Nya sehingga mereka menemukan kehadiran Allah di tengah-tengah mereka. demikian pula oleh orang Islam. Jadi. Hal tersebut dilakukan karena mereka yakin bahwa Yahwe sendiri berkenan memperkenalkan diri-Nya di bawah namanama itu. kata yang mereka pakai adalah kata ‘Allah. kata ‘Allah’ bukan kepunyaan orang Islam saja melainkan kepunyaan semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu. Latar belakang kafir dari nama-nama itu diberi arti secara baru dan diyakini sebagai alat pernyataan diri Yahwe kepada para bapa leluhur Israel. Ia berkenan menggunakan bahasa tertentu untuk memperkenalkan diri-Nya kepada semua orang.’ Kata ini merupakan kata universal yang dipakai bersama-sama oleh orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan bahasa Arab. Kebiasaan bangsa Israel untuk menggantikan kata ‘Yahwe’ dengan kata yang lain diwariskan secara turun-temurun. setiap bangsa mempunyai kata sendiri untuk menyebut sesembahan mereka. Daftar Pustaka . Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas. 5. mereka memilih sebuah kata baru yaitu Adonai. namun tetap mengungkapkan realitas tertinggi itu. Dalam perkembangan selanjutnya. namun selanjutnya mereka merasa bahwa nama itu sungguh kudus sehingga tidak pantas untuk diucapkan sembarangan. orang Israel tidah hanya menyebut Yahwe dengan kata Adonai.menyadari arti pernyataan diri Allah ini. Untuk menggantikan sebutan Yahwe. Bagi orang-orang yang berlatar belakang Arab. maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa perubahan nama untuk menyebut realitas tertinggi sudah dimulai sejak zaman bangsa Israel Kuno. Akibatnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful