PAK dalam Perjanjian Lama

LATAR BELAKANG PL: BANGSA, AGAMA DAN BUDAYA YAHUDI
A. Bangsa Yahudi

Bangsa yang penuh misteri, kecil tapi kuat, sedikit tapi menyebar ke seluruh dunia, menyebar tapi kemurniannya terjaga, kadang tidak bertanah air dan tak punya raja, tapi selalu menonjol dan memberi pengaruh kuat kepada dunia. Dianiaya, tapi bertahan bahkan berkelimpahan. Bangsa yang memiliki identitas yang kuat. B. Agama Yahudi Penganut agama Yudaisme yang mementingkan ketaatan kepada Hukum Agama agar dijalankan dengan penuh ketekunan. Kemurnian pengajarannya dijaga dari generasi ke generasi berikutnya untuk memberi dasar yang teguh bagi setiap tingkah laku dan tindakan. Hukum agama sering diaplikasikan secara harafiah. C. Budaya Yahudi Yang paling mengesankan dalam budaya Yahudi adalah perhatiannya pada pendidikan. Pendidikan menjadi bagian yang paling utama dan terpenting dalam budaya Yahudi. Semua bidang budaya diarahkan untuk menjadi tempat dimana mereka mendidik generasi muda, yang kelak akan memberi pengaruh yang besar. Obyek utama dalam pendidikan mereka adalah mempelajari Hukum Taurat. PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PERJANJIAN LAMA A. Prinsip-prinsip yang Dipegang oleh Bangsa Yahudi 1. Seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah. Kej. 1:1 -- Segala sesuatu telah dijadikan oleh Allah dengan tujuan supaya manusia mengenal Allah dan berhubungan dengan-Nya. Cara Allah menyatakan diri adalah dengan: - Wahyu : Supaya orang menyadari dan mengakui keberadaan Allah Umum melalui alam, sejarah, hati nurani manusia. - Wahyu : Supaya manusia menerima keselamatan dari Allah. Allah Khusus berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. 2. Menurut konsep Yahudi tidak ada perbedaan nilai antara duniawi dan rohani, semuanya ada dalam wilayah Tuhan. Itu sebabnya orang Yahudi percaya bahwa "seluruh hidup adalah suci". 3. Pendidikan berpusatkan pada Allah. Fokus utama dalam pendidikan Yahudi adalah: Yehova (Hab. 2:10 -kegagalan campur tangan Allah adalah kegagalan bangsa.) Bagi anak Yahudi tidak ada buku lain yang memiliki keharusan untuk dipelajari selain Alkitab (Taurat) untuk menjadi pegangan dan pelajaran tentang Allah dan karya-Nya 4. Pendidikan adalah kegiatan utama dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Kitab Talmud dikatakan kalau ingin menghancurkan bangsa Yahudi, kita harus membinasakan guru-gurunya. Bangsa Yahudi adalah bangsa pertama yang memiliki sistem pendidikan Nasional (Ula. 6:4-9) Pendidikan mereka tidak hanya secara teori, tetapi menjadi kegiatan sehari-hari dalam cara hidup dan keagamaannya. Contoh: Kitab Imamat yang mengajarkan semua tata cara hidup dan beragama.

B. Tempat Pendidikan Anak Bangsa Yahudi

Pendidikan anak Yahudi bermula di rumah. Berpangkal dari peranan seorang ibu Yahudi. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya, khususnya ketika masih balita. Jauh- jauh hari sebelum anak berhubungan dengan dunia luar, anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dari ibunya sehingga sesudah menginjak usia remaja/pemuda ia sudah mempunyai dasar yang benar. Contoh: Melalui cerita-cerita sejarah bangsa dan hari-hari peringatan/besar. PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT ULANGAN 6:4-9 Ulangan 6:4-9 menjadi pusat pengajaran pendidikan agama Kristen. Kitab-kitab lain yang membahas tentang pendidikan bersumber dari kitab Ulangan ini.
1. Ayat 4 ("Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa!")

Ayat ini disebut "Shema" atau pengakuan iman orang Yahudi (agama Yudaisme) yang artinya "Dengarlah". Yesus menyebut ayat ini sebagai hukum yang pertama -prinsip iman dan ketaatan. Memberikan konsep Allah yang paling akurat, jelas dan pendek Tuhan adalah unik, lain dengan yang lain. Dia Allah yang hidup, yang benar dan yang sempurna. Tidak ada Allah yang lain, hanya satu Allah saja. Ayat 4 ini bersamaan dengan ayat 5 diucapkan sedikitnya dua kali sehari oleh orang Yahudi dewasa laki-laki. Ayat ini diucapkan bersamaan dengan Ula. 11:13-21 dan Bil. 15:37-41. 2. Ayat 5 ("Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.") Kasih harus menjadi motif setiap hubungan manusia dengan Tuhan. Kasih disebutkan pertama karena disanalah terletak pikiran, emosi, dan kehendak manusia. Tugas yang Tuhan berikan untuk manusia lakukan adalah kasihilah Allah Tuhanmu. Musa mengajarkan Israel untuk takut, tapi kasih lebih dalam dari takut. o Mengasihi Tuhan artinya memilih Dia untuk suatu hubungan intim dan dengan senang hati menaati perintah-perintah-Nya. o Mengasihi dengan hati yang tulus, bukan hanya di mulut tapi juga dalam tindakan. o Mengasihi dengan seluruh kekuatan, memiliki semuanya. o Mengasihi dengan kasih yang terbaik, tidak ada yang melebihi kasih kita kepada Dia, sehingga kita takluk kepada Dia. o Mengasihi dengan seluruh akal budi/pengertian, karena kita kenal Dia maka kita mengasihi dan mentaati perintah-Nya. 3. Ayat 6 ("Apa yang Kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan.") Perintah Tuhan bukanlah untuk didengar dengan telinga saja, tapi juga dengan hati yang taat. Sebelum bertindak pikirkanlah lebih dahulu perintah Tuhan, maka hidupmu akan selamat. 4. Ayat 7 ("Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang "kepada anakmu" membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau bangun.") Mereka yang mengasihi Allah, mengasihi Firman-Nya dan melakukannya dengan meditasi, bertanggung jawab untuk merenungkannya dan menyimpannya dalam hati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua mempunyai tugas

untuk mengajarkan Firman-Nya kepada anak-anak dengan didikan dan harus dimulai sejak dini dan berulang-ulang. Ayat 7 ini dipakai sebagai fondasi kurikulum pendidikan Kristen. 5. Ayat 8-9 ("Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.") Tulisan hukum-hukum belum menjadi milik umum, namun demikian, Allah menghendaki mereka melakukannya, supaya mereka terbiasa bergaul dengan hukum Allah. Orang Yahudi mengerti perintah ini dan melakukannya secara harafiah. Mereka mengenal 3 tanda-tanda untuk mengingat hukum Allah: a. Zizth : Dipakai/dipasang pada ujung jubah Iman (Bil. 15:37-41) b. Mezna : Kotak kecil yang berisi Ul 6:4-9 diletakkan di sebelah kanan pintu c. Tephillin : Dua kotak kecil berbentuk kubus masing-masing dari kertas perkamen yang ditulis dengan tangan secara khusus berisi 4 ayat yaitu, Keluaran 13:1-10, Keluaran 13:11-16, Ulangan 6:4-9, dan Ulangan 11:18-21. Satu diikatkan di tangan kiri dan satu di dahi. Tanda-tanda ini dipakai pada saat sembahyang di luar hari Sabat. Tanda-tanda ini sangat indah sebagai peringatan akan kehadiran Allah di rumah dan akhirnya dipraktekkan untuk mengusir setan. Tanda-tanda simbolik ini dibuat supaya penekanan pemahaman ayat itu menjadi nyata sehingga pengajaran itu akan berlangsung terus- menerus. Sumber:  Silabus PAK Anak, Dra. Yulia Oeniyati, Th.M., http://www.sabda.org/pepak/pustaka/050836/.
PERJANJIAN LAMA DALAM PAK

Menjadi sebuah hal yang menarik adalah ketika muncul sebuah pertanyaan, seberapa pentingkah Perjanjian Lama dalam ruang lingkup Pendidikan Agama Kristen (PAK)? Mungkin pertanyaan ini kita anggap sambil lalu, atau tidak terlalu penting, atau memang kita belum mengetahuinya. Mungkin ada yang mengatakan bahwa Perjanjian Lama (PL) tidak terlalu penting karena PL sudah berlalu dan sudah digenapi oleh Perjanjian Baru (PB), atau PB telah menjelaskan tentang pendidikan kekristenan. Apabila kita mempelajari dengan baik, Yesus Kristus menggunakan PL dalam mengajar di pelayanan-Nya (Mat.5:21-22; 22:39)? Para murid Yesus juga menggunakan PL dalam pelayanan (pemberitaan Injil)? Ternyata PL menjadi hal penting dalam membangun konsep dan pelaksanaan PAK. Pada topik ini, saya tidak menggunakan kata “PAK dalam Perjanjian Lama”, tetapi saya lebih menggunakan kata “PL dalam PAK”. Ya, karena bukan PAK yang ada dalam Perjanjian Lama, tetapi Perjanjian Lama-lah yang ada dalam PAK. Dengan kata lain, hal yang hendak dimaksudkan adalah PL digunakan dalam membangun dan membentuk PAK. Tentunya hal ini dilandasi bahwa PAK lahir setelah PL, walaupun dalam perspektif

Seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah. tetapi menjadi kegiatan sehari-hari dalam cara hidup dan keagamaannya. Budaya Yahudi Yang paling mengesankan dalam budaya Yahudi adalah perhatiannya pada pendidikan. Menurut konsep Yahudi tidak ada perbedaan nilai antara duniawi dan rohani.Wahyu Khusus: Supaya manusia menerima keselamatan dari Allah. Contoh: Kitab Imamat yang mengajarkan semua tata cara hidup dan beragama. hati nurani manusia. Prinsip-prinsip yang Dipegang oleh Bangsa Yahudi 1. . Kemurnian pengajarannya dijaga dari generasi ke generasi berikutnya untuk memberi dasar yang teguh bagi setiap tingkah laku dan tindakan. menyebar tapi kemurniannya terjaga. kadang tidak bertanah air dan tak punya raja. . Bangsa Yahudi adalah bangsa pertama yang memiliki sistem pendidikan Nasional (Ula. Dalam Kitab Talmud dikatakan kalau ingin menghancurkan bangsa Yahudi. 1:1 -.) Bagi anak Yahudi tidak ada buku lain yang memiliki keharusan untuk dipelajari selain Alkitab (Taurat) untuk menjadi pegangan dan pelajaran tentang Allah dan karya-Nya 4. Michelle Anthony mengomentari pentingnya dasar Alkitab dalam pendidikan anak karena Allah berkehendak menyediakan petunjuk tentang bagaimana memperhatikan serta memelihara anak. AGAMA DAN BUDAYA YAHUDI A. Semua bidang budaya diarahkan untuk menjadi tempat dimana mereka mendidik generasi muda. PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PERJANJIAN LAMA a. Bangsa Yahudi Bangsa yang penuh misteri. LATAR BELAKANG PL: BANGSA. Agama Yahudi Penganut agama Yudaisme yang mementingkan ketaatan kepada Hukum Agama agar dijalankan dengan penuh ketekunan. semuanya ada dalam wilayah Tuhan. kecil tapi kuat. 3.Segala sesuatu telah dijadikan oleh Allah dengan tujuan supaya manusia mengenal Allah dan berhubungan dengan-Nya. Pendidikan adalah kegiatan utama dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. B. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru memberikan penjelasan mengenai perhatian terhadap kebutuhan fisik. tapi selalu menonjol dan memberi pengaruh kuat kepada dunia. C. Kej. emosi maupun kerohanian anak. Fokus utama dalam pendidikan Yahudi adalah: Yehova (Hab. sejarah. Hukum agama sering diaplikasikan secara harafiah. 2:10 -. Bangsa yang memiliki identitas yang kuat.kegagalan campur tangan Allah adalah kegagalan bangsa.Wahyu Umum: Supaya orang menyadari dan mengakui keberadaan Allah melalui alam.lain diungkapkan bahwa kekristenan sudah ada dalam PL. Pendidikan menjadi bagian yang paling utama dan terpenting dalam budaya Yahudi. sedikit tapi menyebar ke seluruh dunia. Itu sebabnya orang Yahudi percaya bahwa "seluruh hidup adalah suci". tapi bertahan bahkan berkelimpahan. 6:4-9) Pendidikan mereka tidak hanya secara teori. Cara Allah menyatakan diri adalah dengan: . Obyek utama dalam pendidikan mereka adalah mempelajari Hukum Taurat. kita harus membinasakan guru-gurunya. yang kelak akan memberi pengaruh yang besar. Dianiaya. 2. Pendidikan berpusatkan pada Allah. Allah berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus.

Yesus menyebut ayat ini sebagai hukum yang pertama -. Kasih disebutkan pertama karena disanalah terletak pikiran.b. 15:37-41. bukan hanya di mulut tapi juga dalam tindakan.jauh hari sebelum anak berhubungan dengan dunia luar.") Mereka yang mengasihi Allah. Allah menghendaki mereka melakukannya. o Mengasihi dengan kasih yang terbaik. Contoh: Melalui cerita-cerita sejarah bangsa dan hari-hari peringatan/besar. Dia Allah yang hidup. Tidak ada Allah yang lain. Memberikan konsep Allah yang paling akurat. Orang Yahudi . tapi juga dengan hati yang taat.prinsip iman dan ketaatan. maka hidupmu akan selamat. 2. apabila engkau sedang dalam perjalanan. Jauh. Kitab-kitab lain yang membahas tentang pendidikan bersumber dari kitab Ulangan ini. yang benar dan yang sempurna. 3. o Mengasihi dengan hati yang tulus. sehingga kita takluk kepada Dia. karena kita kenal Dia maka kita mengasihi dan mentaati perintah-Nya. supaya mereka terbiasa bergaul dengan hukum Allah. Tempat Pendidikan Anak Bangsa Yahudi Pendidikan anak Yahudi bermula di rumah. dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. memiliki semuanya. Sebelum bertindak pikirkanlah lebih dahulu perintah Tuhan.") Tulisan hukum-hukum belum menjadi milik umum. hanya satu Allah saja. Ayat 6 ("Apa yang Kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan. tidak ada yang melebihi kasih kita kepada Dia. Tuhan itu Esa!") Ayat ini disebut "Shema" atau pengakuan iman orang Yahudi (agama Yudaisme) yang artinya "Dengarlah". Ayat 7 ("Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang "kepada anakmu" membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu. Ayat 5 ("Kasihilah Tuhan Allahmu. lain dengan yang lain. PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT ULANGAN 6:4-9 Ulangan 6:4-9 menjadi pusat pengajaran pendidikan agama Kristen. hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita. dan kehendak manusia. 4. jelas dan pendek Tuhan adalah unik.") Kasih harus menjadi motif setiap hubungan manusia dengan Tuhan. dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. o Mengasihi dengan seluruh kekuatan. Ayat 4 ini bersamaan dengan ayat 5 diucapkan sedikitnya dua kali sehari oleh orang Yahudi dewasa laki-laki. anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dari ibunya sehingga sesudah menginjak usia remaja/pemuda ia sudah mempunyai dasar yang benar. Tugas yang Tuhan berikan untuk manusia lakukan adalah kasihilah Allah Tuhanmu. Ayat 4 ("Dengarlah. mengasihi Firman-Nya dan melakukannya dengan meditasi. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya. 1. 5. o Mengasihi dengan seluruh akal budi/pengertian.") Perintah Tuhan bukanlah untuk didengar dengan telinga saja. tapi kasih lebih dalam dari takut. Ayat 7 ini dipakai sebagai fondasi kurikulum pendidikan Kristen. bertanggung jawab untuk merenungkannya dan menyimpannya dalam hati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua mempunyai tugas untuk mengajarkan Firman-Nya kepada anak-anak dengan didikan dan harus dimulai sejak dini dan berulang-ulang. Ayat ini diucapkan bersamaan dengan Ula. o Mengasihi Tuhan artinya memilih Dia untuk suatu hubungan intim dan dengan senang hati menaati perintah-perintah-Nya. khususnya ketika masih balita. namun demikian. Ayat 8-9 ("Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang dahimu. 11:13-21 dan Bil. Musa mengajarkan Israel untuk takut. apabila engkau bangun. emosi. Berpangkal dari peranan seorang ibu Yahudi.

dan kekuatan mereka (ayat 5). Ayat ini amat penting karena merupakan pengakuan iman yang sangat tegas akan Tuhan (Yahweh) sebagai satu-satunya Allah yang layak disembah: "Dengarlah. setiap pagi dan petang dalam ibadah di sinagoge. atau pembimbing rohani anak yang hanya beberapa jam dalam seminggu. mengikatkannya sebagai tanda pada tangan dan dahi (ayat 8). Mereka mengenal 3 tanda-tanda untuk mengingat hukum Allah: a. Ulangan 6:4 memuat "Shema". Sebenarnya justru dalam era modern sekarang. Zizth: Dipakai/dipasang pada ujung jubah Iman (Bil. Namun. PENERAPAN PENDIDIKAN PERJANJIAN LAMA UNTUK ERA MODERN Era modern mengubah cara pandang para pendidik Kristen dalam mendidik anak. menaruh perintah itu dalam hati (ayat 6). Mereka beranggapan bahwa gereja atau sekolah minggu tentunya memiliki "staf profesional" yang lebih handal dalam menangani pendidikan rohani anak mereka. gembala. salah satunya adalah Ulangan 6:4-9 di atas. pendidik Kristen harus menerapkan beberapa prinsip dalam Perjanjian Lama yang lebih disiplin dalam hal pendidikan anak. Hal ini menunjukkan besarnya hubungan antara pendidikan rohani dalam rumah tangga dengan ketaatan kepada Allah. dan menuliskannya di pintu rumah dan gerbang (ayat 9). Tanggung jawab pendidikan Kristen pertama-tama dan terutama terletak pada orang tua. mereka lupa bahwa lama waktu perjumpaan antara anak mereka dengan pendeta. yang tentunya terlalu singkat untuk mengajarkan betapa luas dan dalamnya pengetahuan tentang . 15:37-41) b. pendidikan -. Orang Israel menafsirkan perintah-perintah tersebut secara harafiah dengan membuat "tali sembahyang" yang diikatkan di dahi atau lengan dan berisi empat naskah. Tanda-tanda simbolik ini dibuat supaya penekanan pemahaman ayat itu menjadi nyata sehingga pengajaran itu akan berlangsung terus. jiwa.merupakan bagian integral dari perjanjian antara Allah dengan umat-Nya. yaitu doa yang diucapkan dua kali sehari.mengerti perintah ini dan melakukannya secara harafiah. Tephillin: Dua kotak kecil berbentuk kubus masing-masing dari kertas perkamen yang ditulis dengan tangan secara khusus berisi 4 ayat yaitu. PENERAPAN PENDIDIKAN KRISTEN PERJANJIAN LAMA DALAM ERA MODERN Bagi orang Israel. Keluaran 13:11-16. Tanda-tanda ini dipakai pada saat sembahyang di luar hari Sabat. kewajiban untuk mengajarkan hukum dan pengetahuan tentang Allah kepada anak-anak mendapat penekanan yang besar. TUHAN itu esa!" (Ulangan 6:4) Pernyataan ini kemudian langsung dilanjutkan dengan perintah rangkap untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati. Banyak keluarga Kristen masa kini yang menyerahkan pendidikan rohani anak mereka sepenuhnya pada gereja atau sekolah minggu. Mezna: Kotak kecil yang berisi Ul 6:4-9 diletakkan di sebelah kanan pintu c. dan Ulangan 11:18-21. Keluaran 13:11-16. Di dalam keempat naskah tersebut. Satu diikatkan di tangan kiri dan satu di dahi. Tanda-tanda ini sangat indah sebagai peringatan akan kehadiran Allah di rumah dan akhirnya dipraktekkan untuk mengusir setan. Toleransi tinggi dan keleluasaan tidak terbatas cenderung menjadi gaya pendidikan saat ini. hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita.menerus.khususnya pendidikan rohani -. dan Ulangan 11:18-21. mengajarkannya kepada anak-anak mereka secara berulang-ulang (ayat 7). yaitu ayah dan ibu (Amsal 1:8). guru sekolah minggu. 1. Ketiga naskah lainnya diambil dari Keluaran 13:1-10. pastor. Keluaran 13:1-10. Ulangan 6:4-9.

Pendidikan Kristen harus dilakukan secara terus-menerus melalui kata-kata. dan bergantung pada kekuatan Tuhan untuk terus berkarya. ketaatan. Hal ini diperlukan karena orangtua atau .Allah. mengasuh." (Keluaran 13:9a) maka saat ini kita yang sudah mengerti makna sesungguhnya dari perintah ini harus senantiasa merenungkannya dalam pemikiran kita. dan mendidik anak-anak ke dalam tangan orang tua. selama semuanya dilakukan dalam kasih. bukan hanya melalui perkataan. dan percaya pada kekuatan diri sendiri. atau melalui kata-kata karena hal tersebut dapat menimbulkan kebencian dan dendam pada orang tua dalam diri anak-anak. baik secara fisik maupun secara verbal. IMPLEMENTASI: PENDIDIKAN YANG MEMBERDAYAKAN DAN MEMBEBASKAN Pendidikan adalah pemberdayaan potensi yang dimiliki oleh pendidik dan orangtua untuk menemukan dan memberdayakan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Hal ini bertentangan dengan kebenaran Alkitab yang mengatakan bahwa teguran dan hajaran juga dapat mendidik anak sama efektifnya dengan pujian dan dorongan. Lebih jauh lagi. 4. Setiap zaman memiliki kesulitan dan pergumulan masing-masing. Pemulihan para pendidik (orangtua dan guru). "Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu. upayaupaya yang perlu dilaksanakan adalah: 1. Kata bahasa Ibrani yang dipakai dalam ayat ini adalah "shinnantam". supaya hukum TUHAN ada di bibirmu. 2. orang tua harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Gereja dan sekolah minggu hanya membantu dalam proses pendidikan tersebut. Ada teori pendidikan modern yang menyarankan agar orang tua jangan pernah menyakiti anak-anak mereka. baik bagi bangsa Israel pada zaman Perjanjian Lama maupun bagi kita pada zaman sekarang. dan kesediaan untuk ditegur. mandiri. kerendahan hati. Orang tua harus secara rutin dan dalam segala kesempatan menyampaikan kebenaran firman Tuhan kepada anak-anak mereka. Merekalah yang harus mempersiapkan anak-anak mereka agar hidup berkenan kepada Allah. dan melayani-Nya dengan segenap hati dan jiwa mereka (Ulangan 10:12). Orang tua tidak dapat hanya mengandalkan khotbah atau pelajaran Alkitab setiap hari Minggu untuk memberi "makanan rohani" bagi anak-anak mereka. Jika orang Israel menafsirkan Keluaran 13:9 atau Ulangan 6:8 secara harafiah dengan mengikatkan tali sembahyang pada lengan dan dahi mereka. dan melakukannya dengan segenap kemampuan tangan kita. sikap. mengasihi-Nya. Satu hal lain yang terpenting adalah Allah sendiri telah meletakkan tugas untuk merawat. Nilai-nilai yang penting dalam pendidikan Kristen adalah kasih. taat pada Tuhan. Kata ini dipakai sebagai simbol untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan berulang-ulang seperti orang mengasah sesuatu dengan tujuan untuk menajamkannya. mengatakannya setiap hari. dan perbuatan (Ulangan 6:7). yang berasal dari akar kata "shanan" yang berarti mengasah atau menajamkan. tapi juga perbuatan. biasanya pedang atau anak panah. pendidikan Kristen mendidik anak-anak untuk memiliki sikap mementingkan Tuhan di atas segala-galanya. Orang tua yang baik mendidik anaknya dengan teguran dan hajaran dalam kasih (Amsal 6:23). 3. Untuk itu. namun prinsip-prinsip dasar pendidikan Kristen yang Alkitabiah tetap bertahan di tengah berbagai teori pendidikan baru yang muncul. Tujuan utama pendidikan Kristen adalah untuk mengajar anak-anak takut akan Tuhan. hidup menurut jalan-Nya. Berlainan dengan pendidikan oleh dunia yang bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang penuh ambisi untuk sukses. Tanggung jawab pendidikan Kristen memang bukan tugas yang mudah. Teori ini menganjurkan orang tua untuk membangun anak-anaknya hanya melalui pujian dan dorongan.

Menciptakan suasana riang. Jakarta: BPK Gunung Mulia. kesatuan. 3. Pelaksanaan peraturan. stress. toleransi. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen dari Plato sampai Ig. tingkat perkembangan anak secara psikologis. Pendidikan Tanpa Kekerasan: Tipologi Kondisi. 6. Proses belajar mengajar. dan saling menghargai antara guru dan murid serta antara murid dengan murid.org. karena dapat berakibat fatal bagi anak. 2004.guru yang melakukan kekerasan terhadap anak. http://www. Sumber: a. pengajaran dan keteladanan yang diberikan kepada anak. Loyola. c. b. sibuk. Memperhatikan penampilan/cara berpakaian dan model pakaian yang digunaka sebagai seragam. Menumbuhkan niat belajar anak dengan cara memotivasi dan memberikan semangat kepada anak. 2001. 7. dan Konsep. Orangtua dan guru harus menyadari bahwa mereka dipanggil oleh untuk melayani melalui perhatian. Penerapan Pendidikan Kristen Perjanjian Lama dalam Era Modern. www.oase online. b. dan tujuan dari pemberian sanksi. Memberikan motivasi untuk bangkit apabila anak mengalami kegagalan. f. Sanksi diberikan sesuai dengan tingkat pelanggaran. Peraturan yang dimiliki oleh sekolah harus dijelaskan kepada orangtua dan siswa ketika siswa baru memasuki sekolah. 2.org/pepak/pustaka/050836/. Boehlke. e. c. 2005. Peniel Maiaweng. Silabus PAK Anak. tegang. f. c. e. daya tahan fisik anak. Jangan mendisiplinkan didik pada saat sedang marah. Menujukkan teladan yang baik. kemungkinan besar ia pun mengalami kekerasan pada masa kanak-kanaknya. a. atau bermasalah dengan hal-hal yang lain. Kasus. kesanggupan anak untuk menerimanya. 4. Abd. a.sabda. Yogyakarta: Tirta Wacana Yogya.org/pustaka/050919/?kata=perjanjian+lama. Daniel Agung Kurniawan Budilaksono.Rahman Assegaf. Robert R. Diposkan oleh Bobby Kurnia Putrawan di 9/23/2009 09:50:00 PM Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Reaksi: . d. Yulia Oeniyati. Kerja sama dengan organisasi-organisasi non-gereja untuk membekali guru dan orangtua agar dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik. tanpa ada tekanan. Disiplin dilaksanakan secara konsisten berdasarkan keteladanan dan peraturan yang jelas. Menjalin rasa simpati/empati dan saling pengertian untuk menumbuhkan kepedulian social. Michelle Anthony. d.sabda. Christian Education. Pendidikan Anti Kekerasan: Perspektif Teologis-Padeigogi. http:// pepak. Mengembangkan rasa saling memiliki untuk membentuk kebersamaan. Penginjilan dan pembimbingan rohani yang dilaksanakan oleh sekolah kepada murid dan guru. d. b. 5. dan dukungan belajar. kesepakatan.

’’ (Pdt. cendekiawan Hindu). dan Islam terhadap paham Pluralisme Agama) OLEH : DR. Dr. Jadi. Protestan. Pluralisme Agama : Definisi dan Penyebarannya Pluralisme Agama (Religious Pluralism) adalah istilah khusus dalam kajian agamaagama. apapun jenis agama itu. a d i a n h u s aini. tetapi yang menjadi perhatian utama para peneliti dan tokohtokoh agama adalah definisi Pluralisme yang meletakkan kebenaran agamaagama sebagai kebenaran relatif dan menempatkan agamaagama pada posisi ”setara”. Bahkan. Stevri Lumintang). salah satu ciri agama jahat (evil) adalah agama yang memiliki klaim kebenaran mutlak (absolute truth claim) atas agamanya se . 2005). Pluralisme Agama yang dibahas dalam buku ini didasarkan pada satu asumsi bahwa semua agama adalah jalan yang samasama sah menuju Tuhan yang sama. istilah ini tidak dapat dimaknai sembarangan. Dan memang. ‘saling menghormati’ (mutual respect). a d ianhusaini. h t t p : / / w w w . Atau.luralisme Agama Musuh Agama Agama . menurut Charles Kimball. sehingga – karena kerelativanny a – maka setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim atau meyakini. menurut penganut paham ini. bahwa agama adalah persepsi manusia yang relatif terhadap Tuhan yang mutlak. sebagian pemeluk Pluralisme mendukung paham sikretisasi agama. istilah ‘Pluralisme Agama’ telah menjadi pembahasan panjang di kalangan para ilmuwan dalam studi agamaagama (religious studies). PLURALISME AGAMA MUSUH AGAMAAGAMA (Pandangan Katolik.” (Dr. semua agama adalah jalan yang berbedabeda menuju Tuhan yang sama. Bahkan. meskipun ada sejumlah definisi yang bersifat sosiologis. Sebagai satu paham (isme). mereka menyatakan. “Paham Sekularisme. Pluralisme (Agama) dan Liberalisme bertentangan d engan Islam dan haram bagi umat Islam untuk memeluknya. dia melakukan i tu atas kerugian besar dari agama Hindu yang dia katakan dia cintai. ‘’Setiap kali orang Hindu mendukung Universalisme Radikal. I. yang membahas cara pandang terhadap agamaagama yang ada. ADIAN HUSAINI (Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia/ Doktor bidang Peradaban Islam dari International Islamic University Malaysia) Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia 2010 h t t p : / / w w w .Document Transcript 1.com 2 3. dan sebagainya.com 1 2. bahwa agamanya l ebih benar atau lebih baik dari agama lain; atau mengklaim bahwa hanya agamanya sendiri yang benar. dan secara b ombastik memproklamasikan bahwa “semua agama adalah sama”.” (Fatwa MUI. misalnya disamakan dengan makna istilah ‘toleransi’. Sebagai ‘terminologi khusus’. Frank Gaetano Morales. ‘’Pluralisme adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi kekristenan. Hindu.

ialah bahwa semua agama adalah relatif. meskipun Kristen merupakan agama yang benar.” 4 Dalam tradisi Kristen. Hindu adalah terbaik untuk orang Hindu. Islam adalah suatu tiruan dari agama Kristen dan agama Yahudi. yaitu (1) semua agama adalah relatif. yang memandang hanya orang orang yang mendengar dan menerima Bibel Kristen yang akan diselamatk an. menyatakan. kekristenan adalah agama terbaik untuk orang Kristen. Yang dimaksud dengan “relatif”. dan sarana untuk mencapai keselamatan itu tersebar sama luas – bukan hanya melalui agama Yahudi seperti umat manusia itu sendiri. sehingga hampir sepanjang sejarahnya. pandangan tertentu terhadap Judaisme dalam Kitab Perjanjian Baru harus dilihat dalam perspektif ini). a d i a n h u s a i n i . 2 Frans Rosenzweig. terbatas. Di kalangan Yahudi. Sikap antiYahudi bisa ditelusuri dalam New Testament. tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang. (Deep down. tetapi keselamatan juga mungkin terdapat pada agama lain. hal. . yang menggugat kebenaran eksklusif agama Yahudi. Pluralisme: Tantangan bagi Agamaagama. kaum Yahudi di Eropa menjadi ajang pembantaian kaum Kristen. Menurut ajaran agama Yahudi. Yahudi menolak keras klaim Kristen bahwa Jesus adalah Juru Selamat. 2002). Yahudi m enolak klaim Kristen tentang kebenaran Perjanjian Baru. 1989). jalanjalan yang berbeda yang membawa ke tujuan yang sama. c o m 3 4. “Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darahNya h t t p : / / w w w . muncul nama Moses Mendelsohn (17291786). (3) Semua agama memiliki asalusul psikologis yang umum. eksklusivisme. Di luar itu tidak selamat. Ketiga. all religions are the same – different paths leading to the sam e goal). tidak sempurna. Karena itu. Encyclopaedia Judaica memberikan porsi yang sangat besar (73 halaman) untuk pembahasan sejarah antiYahudi (yang mereka sebut antiSemitism) di masa itu.” (Roma. hal. 2122. tokoh Yahudi lainnya. kata Mendelsohn. 2 Harold Coward. 17. When Religion Becomes Evil. Motto kaum Pluralis ialah: “pada intinya. Yahudi secara kolektif dianggap bertanggung jawab terhadap penyaliban Jesus. “Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu. Matius dan Yohanes dikenal paling ‘hostile’ terhadap Judaisme. (2) Semua agama. 3 1 Charles Kimball. 3 Ibid. mengemukakan tiga sikap populer terhadap agamaagama. Kedua. Salah satu teolog Kristen yang terkenal sebagai pengusung paham ini. Karena itu. Di antara New Testament. (New York: HarperSanFrancisco. 1 Paham ini telah menyerbu semua agama. secara esensial adalah sama. Klaimklaim kebenaran mutlak atas masingmasing agama diruntuhkan. 11:28). semua agama adalah sama. Ernst Troeltsch. Pandangan Rosensweig ini jelas sangat aneh. dan merupakan satu proses pencarian. Encyclopaedia ini menulis: “Sejak Kekristenan lahir sebagai satu sekte Yahudi pembangkang. seluruh penduduk bumi mempunyai hak yang sah atas keselamatan.ndiri. (Yogyakarta: Kanisius. Pertama. yang berpandangan. bahwa agama yang benar adalah Yahudi dan Kristen. dikenal ada tiga cara pendekatan atau cara pandang teologis terhadap agama lain. karena berbagai sebab dan alasan. Dan bagi Kristen. sebab sejak awalnya. misalnya. kaum Yahudilah yang bertan ggung jawab atas terbunuhnya Yesus. inklusivisme.

a d i a n h u s a i n i . bahwa para pembunuh Kr istus. Tentang konflik YahudiKristen sepanjang sejarah. Pluralisme. 17 dari 18 sinagog dihancurkan. Setiap ghetto hanya memiliki satu pintu masuk. yang memandang semua agama adalah jalan yang samasama sah menuju inti dari realitas agama. (Malang: Gan dum Mas. hal. Di Campagna. 4 Paul F. menyatakan bahwa terminologi “religious pluralism” itu merujuk pada suatu teori dari hubungan antara agamaagama dengan seg ala perbedaan dan pertentangan klaimklaim mereka. Paus Paulus IV. Di sini Paus menekankan.” (Yohanes. pada hakekatnya adalah budak dan seharusnya diperlakukan sebagai budak. Saat menjadi kardinal. No Other Name?. Yahudi juga tidak boleh memiliki Kitab Suci. Pada tanggal 17 Juli 1555. (Jerusalem: Kater Publishing House Ltd). In pluralism. 1 (Encyclopaedia Judaica. Sikapsikap antiYahudi yang dikembangkan tokohtokoh Gereja kemudian. hal. no one religion is s uperior to any other; the many religions are considered equally valid ways to know God). Dalam pandangan Pluralisme Agama. Knitter. Di tiap kota hanya boleh ada satu sinagog. hanya dua bulan setelah pengangkatannya. 27:25). Yahudi juga diidentikkan dengan kekuatan jahat. Hal. mengeluarkan dokumen (Papal Bull) yang dikenal dengan nama Cum nimis absurdum. 5 Tokoh lain penganut paham Pluralisme Agama terkemuka di kalangan Kristen. 17 (Peter de Rosa. Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini. dikutip dari Stevri I. Tinjauan Historis Konflik YahudiKristenIslam (Jakarta: GIP. Vicars of Christ: The dark Side of the Papacy. 1995). 12. yaitu kaum Yahudi. 1994). adalah variasi atau perluasan dari tuduhantuduhan yang tercantum dalam Injil. Clendenin. 2004). 5 Alister E.pluralisme. Paus Paulus IV meninggal tahun 1559. Vol. Tetapi cum nimis absurdum tetap bertahan sampai tiga abad. secara ekplisit menerima posisi yang ditanggungkan atas kami dan atas anakanak kami. Di Roma. 8:44). termasuk Talmud. Semuanya dianggap sebagai jalan yang samasama sah menuju Tuhan (all the religious traditions of humanity are equall y valid paths to the same core of religious reality. (Michigan : Baker Books. yakni Prof. Yahudi dip aksa menjual semua miliknya kepada kaum Kristen dengan harga sangat murah; maksimal 20 persen da ri harga yang seharusnya. 2004). Mcgrath. Many Gods Many Lords: Christianity Encounters World Religions. 2. tidak ada agama yang dipandang lebih superior dari agama lainnya. h t t p : / / w w w . p p 458 459; Daniel B. John Hick. 1991). Christian Theology: an Introduction. lihat Adian Husaini. (London: Bantam Press. 67. (Oxford: Blackwell Publisher. 266269. Sejumlah Paus lainnya kemudian dikenal sangat antiYahudi. Yahudi kemudian dipaksa tinggal dalam ‘ghetto’. Paus Paulus IV membakar semua Kitab Yahudi. Lumintang.” (Matius. “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginankeinginan bapamu. tujuh dari delapan sinagog dihancurkan. c o m 4 .

Judaisme. bahwa tiaptiap agama menjadi jalan untuk menemukan keselamatan dan pembebasan. kadang digunakan istilah “ultimate reality”; dalam istilah Sansekerta dikenal deng an “sat”; dalam Islam dikenal istilah alhaqq. lebih radikal yang diaplikasikan oleh inklusivisme: yaitu satu pandangan b ahwa agama agama besar mewujudkan persepsi. tetapi sebagai salah satu dari sekian banyak agama. agama adalah jalan yang berbedabeda menuju pada tujuan (the Ultimate) yang sama. Dalam pengantar bukunya. bukan sebagai satusatunya (agama). we have all become conscious. each with its own distinctive forms of .’’ (To day. “the Real” yang merupakan “the final object of religious concern”.” Menurut Hick. God Has M any Names. Karena itu. Sebelumnya. hal. Sejarah kekristenan Barat. Budhisme. (Philadelphia: The Westminster Press. pemikiran. dalam Mircea Eliade (ed). para tokohnya telah melakukan banyak kekeliruan dan kekerasan yang akhirnya menimbulkan sikap trauma masyarakat Barat terhadap klaim kebenaran satu agama tertentu. yang dipandang inferior terhadap agama Kristen dan men jadi sasaran empuk kaum misionaris Kristen. ‘’kita semua telah menyadari bahwa – dalam berbagai tingkatan – sejarah kekristenan kita adalah salah satu dari berbagai arus kehidupa keagamaan. 7 Pluralisme Agama berkembang pesat dalam masyarakat KristenBarat dise babkan setidaknya oleh tiga hal: yaitu (1) trauma sejarah kekuasaan Gereja di Za man Pertengahan dan konflik KatolikProtestan. Vol. (New Yo rk: MacMillan Publishing Company. kita harus menerima adanya keperluan untuk meninjau kembali pemahaman keagamaan kita. menurut Hick. adalah merupakan konsep universal. dan respon yang berbedabeda tentang “The Real” atau “The Ultimate”. saat ini. The Encyclopedia of Religion. 6 Intinya.5. 331. Problema yang menimpa masyarakat Kristen Barat ini kemudian diadopsi oleh sebagian k alangan Muslim yang ‘terpesona’ oleh Barat atau memandang bahwa hanya denga n mengikuti 6 John Hick. however. that our Christian history is one of a number of variant streams of religious life. John Hick mengajak kaum Kristen untuk meninj au kembali pandangan mereka terhadap agama lain. in varyi ng degrees. dan Islam. John Hick – salah satu tokoh utama paham religious pluralism mengajukan gagasan pluralisme sebagai pengembangan dari inklusivisme. 1987). konsepsi. belum lam a sadar tentang ‘kondisi plural’. Di Barat. yang masingmasing memiliki satu bentuk pengalaman. dan spiritualitas keagamaan yang khas. pada umumnya dipandang sebagai sisasisa paganisme. 1982). Bahwa. Ia mengutip Jalaluddin Rumi yang menyatakan: “The lamps are different but the light is the same; it comes from beyond. Ketika Gereja berkuasa di zaman pertengahan. (2) Problema teologis Kristen dan (3) problema Teks Bibel. Tapi. Juga. 12. agamaagama seperti Hinduisme. kata Hick kepada kaum Kristen.

tapi Cahaya tetap sama) untuk menegaskan hipotesisnya. yang berbunyi: “Whatever Path Men Choose is Mine” (Jalan apapun yang dipilih manusia adalah milikKu). 8 Sebagai contoh. misalnya: “Agamaagama lain adalah jalan yang sama sama sah untuk mencapai Kebenaran yang Sama”. tulis Nurcholish lagi. penyebaran paham ini sudah sangat meluas. And accordingly. Kedua. Ketua Departement of Comparative Religion di International Islamic University Malaysia. dianggap mung kin bisa menyokong hipotesisnya ini. hal. and spirituality. we have come to ac cept the need to reunderstand our own faith. Ketiga. Prof. pusat roda itu adalah Tuhan. h t t p : / / w w w . yang berkata dalam salah satu bait dari syi’irnya yang ditulis dalam Al Matsnawi – menurut terjemahan R. menyatakan. Bhagavad Gita. Filsafat perenial juga membagi agama pada level esoterik (batin) . a d i a nhusaini. but the Light is the same” (Lampu adalah berbedabeda. Jalaluddin alRumi. tokoh pembaruan Islam di Indonesia. pada dasarnya Islam bersifat inklusif dan merentangkan tafsirannya ke arah yang semakin pluralis. meskipun lampunya berbeda). but as one of several. “agamaagama lain berbicara secara berbeda. (Penjelasan ini dikutip dari artikel Dr. Begitu juga ia mendapatakan penggalan ayat dalam salah satu kitab suci Hindu. dan dijadikan salah satu slogan untuk mengawali salah satu fasal yang secara khusus membentangkan teori pluralisme dalam bukunya An Interpretation of Religion. pertama. Termasuk dalam hal c ara pandang terhadap agamaagama lain. Ibarat roda. peradaban Baratlah maka kaum Muslim akan maju.com 5 6. tetapi merupakan Kebenarankebenaran yang sama sah”. Lalu. Kemudian bait ini diadopsi oleh Hick secara bebas dan out of context menjadi: “The lamps are different. thought. sikap inklusif (A gamaagama lain adalah bentuk implisit agama kita). bahwa ada tiga sikap dialog agama yang dapat diambil. yang menyesatkan bagi pengikutnya). 12. “Menuju Teologi Global”. Nicholson yang juga dirujuk oleh Hic k: “The light is not different. sikap eksklusif dalam melihat agama lain (Agamaagama lain adalah jalan yang salah. Sebagai contoh. atau “Setiap agama mengekspresikan bagian penting sebuah Kebenaran”.A. yang kemudian ia angkat menjadi judul salah satu makalahnya. “Sebagai sebuah pandangan keagamaan.’’ 7 The Encyclopedia of Religion. Vol.experience. dan jarijari itu adalah jalan dari berbagai Agama. filsafat perenial yang belakangan banyak dibicarakan dalam dialog antar agama di Indonesia merentangkan pandangan pluralis dengan mengatakan bahwa setiap agama sebenarnya merupakan ekspresi keimanan terhadap Tuhan yang sama. baik dalam tataran wacana p ublik maupun bukubuku di perguruan tinggi. di Majalah Islamia edisi 4. Anis Malik Toha. Nurcholish Madjid. not as the one and only. sikap pluralis – yang bisa terekspresi dalam macammacam rumusan. Dr. Tinjauan kritis terhadap kutipan John Hick ini diberikan oleh Dr. 1 (though) the lamp has become different” (Cahaya tidaklah berbeda. cara pandang kaum Iklusifis dan Pluralis Kristen dalam memandang agamaagama lain. Anis Malik Toha. 332. banyak yang kemudian menjiplak begitu saja. Yaitu. tahun 2004) . D i Indonesia.

seorang tokoh Gerakan Turki Muda: “Yang ada hanya satu peradaban. Islam bukan yang paling benar.” (Kompas. Ja di. mantan Koordinator Jaringan Islam Liberal.” Nurcholish Madjid juga menulis: "Jadi Pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan Tuhan (Sunnat Allah. "Sunnatullah") yang tidak akan berubah. Tinjauan Historis Konflik YahudiKristenIslam. Dalam katakata Abdullah Cevdet. (Jakarta: Paramadina. Karena itu. Syariat dipanda ng sebagai hal yang tidak penting. misalnya. Semua agama ada dalam satu kel uarga besar 8 Lebih jauh tentang perkembangan peradaban Barat dan Pluralisme Agama lihat Adian Husaini. (Jakarta:GIP. lihat Adian Husaini. dosen Universitas Paramadina. jalan panjang menuju Yang Mahabenar. yang secara eksoterik memang berb edabeda. adalah benar." 9 Ulil Abshar Abdalla. Karena itu.. tetapi relatif sama dalam level esoteriknya. Semuanya menuju jalan kebenaran. Dr. tingkat dan kadar kedalaman yan g berbedabeda dalam menghayati jalan religiusitas itu. xix. 2005). 1995). da n Nurcholish Madjid. 1999). we must borrow western civilization with both its rose and its thorn). yang sama: yaitu keluarga pencinta jalan menuju kebenaran yang tak per nah ada ujungnya. d engan demikian. saya mengatakan. menulis di Harian Kompas: “Seorang fideis Muslim. cara ibadah kepada Tuh an dianggap sebagai masalah ‘teknis’.dan eksoterik (lahir). tetapi substansinya dianggap sama. sekedar teknis/cara menuju Tuhan (aspek eksoteris). lxxvii. 2004). 21 Desember 2002). hal. soal ‘cara’. Oleh karena itu ada istilah "Satu Tuhan Banyak Jalan". apa pun nama dan sifatNya – maka muncullah pemikiran bahwa untuk menuju Tuhan bisa dilakukan dengan cara apa saja. dan itu adalah peradaban Eropa.adianhusaini. juga menyatakan: “Semua agama sama. Semua agama. Islam Doktrin dan Peradaban. sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari. Satu agama berbeda dengan agama lain dalam level eksoterik.com 6 7. and that is European civilization. kita harus meminjam peradaban Barat. buku Tiga Agama Satu Tuhan. (Bandung: Mizan.” (There is only one civilization. hal. Luthfi Assyaukanie. (Lebih jauh te ntang Gerakan Turki Muda dan ideologinya. semua agama adalah te pat berada pada jalan seperti itu. Therefore. bisa merasa dekat kepada Allah tanpa melewati jalur shalat karena ia bisa melakukannya lewat meditasi atau rit . baik bunga mawarnya mau pun durinya sekaligus. (Jakarta:GIP. Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi SekularLiberal. Ia juga menulis: “Dengan tanpa rasa sungkan dan kikuk. 18112002) Ketika semua agama dipandang sebagai jalan yang samasama sah untuk menuju Tuhan – siapa pun Dia. S edangkan yang penting adalah aspek batin (esoteris).” (Majalah GATRA. h t t p : / / www. dengan variasi. Contoh pandangan yang memuja Barat dan menganggap Barat sebagai sumber dan kiblat bagi kemajuan Islam dikemukakan oleh sejumlah tokoh sekular Turki yang memelopori Gerakan Turki Muda. 9 Lihat.

atau sekumpulan norma dan ajaran Tuhan yang bersifat universal dan mutlak kebenarannya. Abu Nawas. Romo Mangun. bisa . Dengan demikian. Yang perlu diperhatikan oleh umat Islam.” (hal. 3/9/2005) Sumanto AlQurtuby. dan sejenisnya. 20). merupakan contoh penggunaan standar ganda itu. Pada gilirannya. artikel. malaikat. Karena itu. Melalui standar ganda inilah. hal. yang tentu saja menjadi bersifat relatif. terjadi perang dan klaimklaim kebenaran dari satu agama atas agama lain. seorang dosen Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung menulis: “Setiap agama sudah pasti memiliki dan mengajarkan kebenaran. Ba harudin Lopa. atau ajaranajaran Tuhan itu. Karena itulah. a d i a n h u s a i n i . Sambil menunjukkan surgaNya yang mahaluas.” (hal.usritus lain yang biasa dilakukan dalam persemedian spiritual. dalam derajat keabsahan teologis di bawa h agamanya sendiri. kepercayaan. Sebagai contoh. standar ganda ini biasanya dipakai h t t p : / / w w w . untuk menghakimi agama lain. dan Munir!” (Lubang Hitam Agama. Udin. 24) … Agama adalah seperangkat doktrin. di sana ternyata telah menunggu banyak orang. adalah penyikapan atau pemahaman para penganut agama terhadap doktrin. Tidak heran. kaum Pluralis Agama sangat terpukul dengan keluarnya fat wa MUI. Muhammad. Dalam sejarah. S ahabat Umar. Jesus. jurnal. juga menuli s dalam bukunya yang berjudul: Lubang Hitam Agama: “Jika kelak di akhirat. c o m 7 8. Luther. kepercayaan. Keyakin an tentang yang benar itu didasarkan kepada Tuhan sebagai satusatunya sumber kebenaran. Ford Foundation.” (Kompas. Berbagai buku. dan lainlain tak terlalu penting lagi karena yang lebih penting adalah bagaimana seseorang bisa menikmati spiritualitas dan mentransendenkan dirinya dalam lompatan iman yang tanpa batas itu. antara lain. (hal. yang mengharamkan paham Pluralisme Agama. tahun 2005. mungkin Dia hanya tersenyum simpul. Paham ini bahkan sudah menyusup di bukubuku yang diajarkan kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Islam. Adapun keberagamaan. sedangkan agama lain hanyalah konstruksi manusia. seperti The Asia Founda tion. 45). perangkat dan konsepkonsep agama seperti kitab suci. adalah bahwa penyebaran paham Pluralisme merupaka n proyek global yang melibatkan kepentingan dan dana yang sangat besar. dan sudah pasti kebenarannya menjadi 10 bernilai relatif. Bunda Teresa. adalah merekamereka yang bergerak dalam penyebaran paham Pluralisme Agama. Hampir seluruh LSM dan proyek yang dibiayai oleh LSMLSM Barat. dan sebagainya t elah diterbitkan dengan sokongan dana besarbesaran. alumnus Fakultas Syariah IAIN Semarang. pengalaman keagamaan hampir sepenuhnya independen dari aturanaturan formal agama. nabi. Ghandi. 17)…“Keyakinan bahwa agama sendiri yang paling benar karena berasal dari Tuhan. LSMLSM Barat itu secara sistematis menyusup masuk ke lembagalembaga atau organisasi Islam dengan menawarkan proyekproyek penyebaran paham Pluralisme Agama. khususnya kalangan lembaga pendidikan Islam. ji ka penyebaran paham ini menjadi perhatian negaranegara Barat dan LSMLSM global. pertanyaan di atas diajukan kepada Tuhan.

pendidikan kewarganegaraan dan pembangunan pendidikan. jika dalam berbagai seminar dan kesempatan. dan sebagainya. pluralisme agama. suatu hibah multitahun membantu untuk melakukan suatu program pendidikan kewarganegaraan di seluruh sistem 10 Adeng Muchtar Ghazali. Kedutaan mengirimkan sej umlah pemimpin dari 80 pesantren ke Amerika Serikat untuk mengikuti suatu pro gram tigaminggu tentang pluralisme agama. dengan judul ”MUI bisa Dijerat KUHP Provokator”. Amerika Serikat menspon sori para pembicara dari lusinan pesantren. menyusul keluarnya fatwa tentang sekularisme. madrasah serta lembagalembaga pendidikan tinggi Islam. Wartawan dari kirakira 10 agen media Islam berkunjung ke Amerika Serikat untuk melakukan perj alanan pelaporan. Jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN Semarang edisi 28 Th XIII/2005.” Berikutnya. Dia seakanakan mendapatkan legitimasi Tuhan untuk menyatakan sesuatu ini mudharat. Di samping itu. Padahal dia se ndiri tidak mempunyai kewenangan seperti itu. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta (http://www. memuat laporan utama berjudul ”Majelis Ulama Indonesia Bukan Wakil Tuhan. sesuatu ini sesat.” Ada baiknya disimak laporan yang ditulis dalam website Kedubes AS di Jakarta yang berkaitan dengan Islam dan plu ralisme agama berikut ini: ”Dalam usaha menjangkau masyarakat Muslim. diturunkan wawancara dengan seorang staf Perhimpunan Bantu an Hukum Indonesia (PBHI). lebih dari 60 siswa Muslim mengikuti program satutahun di sekolahsekolah menengah di seluruh Amerika Serikat. memuat halaman muka berjudul ”Dukungan terhadap Hak As asi Manusia dan Demokrasi: Catatan A.usembassyjakarta.org/bhs/Laporan/indonesia_Laporan_depluAS. MUI dikatakan tolol.” Kita juga masih ingat. dan melalui Program Pertukaran dan Stud i Pemuda (YES).adianhusaini. Di tingkat universitas. staf PBHI itu menyatakan. jel as hukumannya sampai 5 tahun.com 8 . dan liberalisme.S.” Dalam jurn al ini. kedutaan juga mengirim 38 sis wa dan enam guru ke Amerika Serikat selama 4 minggu untuk mengikuti suatu Pr ogram Kepemimpinan Pemuda Muslim. Kalau persoalan agama. Dalam situsnya. tol eransi dan penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia. biarkan Tuha n yang menentukan. 2005) .http://www. misalnya.dipahami. Ia me mbuat usulan untuk MUI: ”Jebloskan penjara saja dengan jeratan pasal 55 provokator. Ilmu Studi Agama. 2004 – 2005. MUI menjadi bah an cacimaki. untuk bertukar pandangan tentang pluralisme. (Bandung: Pustaka Setia. ”MU I kan hanya semacam menjual nama Tuhan saja.html) pada 4 Mei 2007.

Amerika Serikat juga mendanai The Asia Foundation untuk mendirikan suatu pusat internasional dalam memajukan hubungan regional dan internasional di a ntara para intelektual dan aktivis Muslim progresif dalam mengangkat suatu wa cana tingkat internasional tentang penafsiran Islam progresif. dan untuk mendirikan lima pusat med iasi di lembagalembaga Muslim. mesti dibongkar agar umat Islam tidak lagi menganggap agama lain sebagai agama yang salah dan tidak ada jalan keselamatan. menampilkan laporan utama berjudul “Menuju Pendidikan Islam Pluralis”. Jurnal Tashwirul Afkar edisi No 11 tahun 2001. dan Jurnal Tanwir (diterbitkan oleh Pusat Studi Agama dan Peradaban Muhammadiyah dan The Asia Foundation). Bantuan juga diberikan kepada dua universitas Amerika Serikat untuk pela tihan dan pertukaran penanganan konflik. Itu misalnya bisa dilihat dalam artikel artikel yang diterbitkan oleh Jurnal Tashwirul Afkar (Diterbitkan oleh Lakpesdam NU dan The Asia Foundation). Konsep imankafir. Amerika Serikat j uga memberikan pendanaan kepada berbagai organisasi Muslim dan pesantre n untuk mengangkat persamaan jender dan anak perempuan dengan memperkuat pengertian tentang nilainilai tersebut di antara para pemimpin perempua n masyarakat dan membantu demokratisasi serta kesadaran jender di pesa ntren melalui pemberdayaan pemimpin pesantren lakilaki dan perempuan. Di tulis dalam J urnal ini: “Filosofi pendidikan Islam yang hanya membenarkan agamanya sendiri. dan baikbenar (truth claim). tanpa mau menerima kebenaran agama lain mesti mendapat kritik untuk selanjutnya dilakukan reorientasi. Sebagai contoh. muslimnonmuslim. yang sangat berpengaruh terhadap cara pandang Islam terhadap agama lain. Bantuan lain yang terpisah membantu suatu lembaga studi Islam di Yogyakarta untuk melakukan pelatihan tentang Ha k Asasi Manusia dan menyelenggarakan kursuskursus yang meningkatkan toleransi.9. Universitas Muhammadiyah. Jika cara pan dangnya bersifat eksklusif dan intoleran.” Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah menjadi incaran utama dari infiltrasi paham ini. tetapi memiliki program yang sistematis untuk mengubah kurikulum pendidikan Islam yang saat ini masih mereka anggap belum inkl usifpluralis. maka teologi yang diterima adalah teologi eksklusif dan intoleran. Mereka bukan saja menyebarkan paham ini secara asongan. Dalam membantu jangkauan jangka panjang. Mengembangkan suatu lingkungan dimana orang Indonesia dapat secara bebas menggunakan hakhak sipil dan politik mereka adalah kritis bagi tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam memelihara pluralisme dan toleransi untuk menghadapi ekstrimisme. lima American Corners dibu ka di lembagalembaga pendidikan tinggi Muslim di seluruh Indonesia. yang pada gilirannya akan .

merusak harmonisasi agama agama. Sementara di balik perbedaan itu. ketuhanan dan kemanusiaan. Perbedaan ritual hanyalah perbedaan lahiriah ya ng bisa ditangkap oleh kasat mata. hal. 11 Januari 2004. Dan. luhur.” 13 12 Jurnal TANWIR edisi 2.” 12 Ada yang berkampanye bahwa “Pluralisme agama” adalah paham yang tidak boleh ditinggalkan dan wajib diikuti oleh semua umat beragama.adianhusaini. 8283. Vol 1. Salah satu sebabnya. program ini memang mudah menyerap dana besar dari para donatur Barat (“laku dijual”). mari kita memproklamasikan kembali bahwa pluralisme agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah. Seorang aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) menulis di media massa: “Karena itu. misalnya. Vol 1. Jurnal TANWIR edisi 2. 8283. Berbagai organisasi dan tokoh agama aktif membentuk semacam “centre of religious pluralism”. Ia menulis dalam sebuah buku: ”Jadi tidak semua non- . sedangkan hakikat ritual adalah ‘penghormatan’ atas apa yang dianggap suci. maka tidak perlu lagi mempersoalkan mengapa antara orang Islam.com 9 10. dan sebagainya. karena itu. Hindu. Kristen. yang memun gkinkan masingmasing agama dapat melakukan perjumpaan sejati. Jurnal ini. 13 Jawa Pos. Membebaskan Pendidikan Islam:Dari Eksklusivisme menuju Inklusivisme dan Pluralisme. Ritualritual hanyalah simbol manusia beragama karena mengikuti rangkaian sistematika tadi. Jurnal Tashwirul Afkar.” 11 11 Khamami Zada. Juli 2003. terbitan Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah dan The Asia Foundation. Juli 2003. terbitan Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah dan The Asia Foundation. Perbedaan jalan dan cara merupakan kekayaan bahasa Tuh an yang memang tidak bisa secara pasti dipahami oleh bahasabahasa manusia… Memperhatikan hal ini. kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan. juga secara sengaja menyebarkan paham ini.” Di Jurnal ini dikutip juga ungkapan seorang dosen agama di Universitas Muhammadiyah Malang: “Perbedaan yang dimiliki oleh masingmasing agama pada dasarnya bersifat instrumental. mustahil pula kita melawan dan menghindari. edisi No 11 tahun 2001. mencatat: “Perbedaan ‘jalan’ maupun cara dalam praktik ritual tidaklah menjadi sebab ditolak atau tercelanya seseorang melakukan ‘penghormatan’ total kepada apa yang diyakini. Seorang aktivis JIMM mengusulkan agar definisi kafir sebagaimana dipahami kaum Muslim selama ini diubah. agung. Kelompok JIMM memang sangat aktif dalam me ngembangkan paham Pluralisme.Bukan hanya NU yang disusupi paham ini. te rkandung pesan dasar yang sama yakni. dan sikap tidak menghargai kebenaran agama lain. Kegagalan dalam mengembangkan semangat toleransi dan pluralisme agama dalam pendidikan Islam akan membangkitkan sayap radikal Islam. Budha dan lain sebagainya tampaknya ‘berbeda’ dalam ‘mencapai’ Tuhan. hal. Muhammadiyah pun juga kesus upan. S ebagai muslim. h t t p : / / w w w.

dengan menghalalkan perkawinan wanita Muslimah dengan lelaki nonMuslim: “Soal pernikahan lakilaki nonMuslim dengan wanita Muslim merupakan wilayah ijtihadi dan terikat dengan konteks tertentu. Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) sempat ‘kecolongan’ menerbitkan sebuah Majalah bernama AlWASATHIYYAH. mereka adalah musuh semua agama dan kemanusiaan. . 2004). a d i a n h u s a i n i . s ehingga pernikahan antar agama merupakan sesuatu yang terlarang. (Kerjasama Fatayat Nahdhatul Ulama dan dengan Ford Foundation): Muhammadiyah”. Alihalih berdialog untuk memperbaiki sistem yang tidak adil. melainkan siapa pun dan beragama apa pun ketika tidak adil dan menindas maka ia disebut kafir. Menafsir Makna Zaman: Suarasuara kaum Muda h t t p : / / w w w . bahwa wanita Muslim boleh menikah dengan la kilaki nonMuslim. Jadi. Dengan kata lain. hal. Berikut ini sebagian contoh buku Pluralisme Agama yang dibiayai oleh LSM LSM asing seperti The Asia Foundation dan Ford Foundation: (1) Buku Fiqih Lintas Agama yang diterbitkan oleh Paramadina dan The Asia Foundation.. 2004. atau pernikahan beda agama secara lebih luas amat diperbolehkan. Yang mana jumlah umat Islam tidak sebesar saat ini. mereka mengancam akan membunuh Muhammad dan para pengikutnya. dan mukmin (orang beriman) a dalah pejuang pembebasan dari penindasan. setelah menyadari bahaya paham Pluralisme Agama dan liberalisasi Islam pada umumnya. Karena kedu dukannya sebagai hukum yang lahir atas proses ijtihad. maka amat dimungkinkan bila dicetuskan pendapat baru. Mun’im Sirry (ed).” 14 (2) Buku “Nilainilai Pluralisme dalam Islam”. Inilah su bstansi kafir . hasil kerjasama BKSPPI dan International Center for Islam and Pluralism (ICIP) – sebuah lembaga yang getol menyebarkan paham Pluralisme Agama.. diantaranya konteks dakwah Islam pada saat itu..Paham Pluralisme Agama ini pun sudah sempat disusupkan ke lingkungan Pondok Pesantren. kafir tidak identik den gan nonMuslim. NonMuslim di Mekkah punya kriteria kafir seperti yang disebut alQuran. c o m 10 11. Mereka penindas HAM dan tidak mau membuka diri untuk mendialogkan kebenaran. pengantar oleh Moeslim Abdurrahman. 164. apapun agama dan aliran kepercayaannya.” (Kembali keAlQur’an. yakni menutup diri dari kebenaran dari pihak lain.Muslim adalah kafir. Muslim yang melakukan penganiayaan dan penindasan dan penindasan pun dapat dikatakan sebagai kafir. editor: Pradana Boy ZTF dan M. Dalam buku ini juga disebutkan tentang persamaan semua agama: “Segi persamaan yang san gat asasi antara semua kitab suci . Tetapi. Dengan berdasarkan pada Pluralisme Agama.) 14 A. Hilmi Faiq. Akan lebih tepat jika term kafir dimaknai sebagai penindas. Fiqih Lintas Agama (Jakarta: Paramadina. buku ini kemudian juga merombak hukum Islam dalam bidang perkawinan.. pimpinan BKSPPI segera mengambil sikap tegas : menghentikan penerbitan Majalah ALWASATHIYAH dan memutus hubungan dengan ICIP.

c o m 11 12. Karena sifatnya yang demikian maka Islam kemudian b erdiri sejajar dengan praktik budaya yang ada.” 15 Ternyata. II. mengeluarkan Dekrit ‘Dominus Jesus’. tapi juga bisa memakai medium yang lain. Paus Yohannes Paulus II. karena kaum musyrik Arab sudah tidak ada lagi. “aku tidak menyembah yang kamu sembah. maka ini sama halnya. bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah kaum kafir. maka Islam tak lain adalah satu jalan kebenaran diant ara jalanjalan kebenaran yang lain… artinya jalan menuju kebenaran tidak selamanya dan musti harus melalui jalan ‘agama’. Semua agama direpotkan oleh paham ini. “Katakan (Muhammad). karena larangan itu hanya untuk musyrik Arab. Hindu. Sedangkan esensinya sama.Diantara isi buku ialah menyatakan bahwa semua agama adalah sama da n benar; Islam bukanlah satusatunya jalan kebenaran; dan agama dipandang sama dengan budaya (Pluralisme Agama): “Dalam konteks ini. Hamka menulis: “Surat ini memberi pedoman yang tegas bagi kita pengikut Nabi Muhammad bahwasanya akidah tidaklah dapat diperdamaikan. begitu banyak ayat alQuran yang menyebutkan. Pernyataan dalam buku Fiqih Lintas Agama ini jelas sangat keliru. tentang Pluralisme Agama. bukan hanya Islam yang direpotkan oleh paham Pluralisme Agama. setiap agama memang mempunyai ajaran dan klaim kebenaran masingmasing. bahwa kaum Muslim di Jawa boleh saling bergantiganti melakukan semba han dengan kaum musyrik Jawa. yang unik dan khas. tahun 2000. Pandangan Katolik Menghadapi serbuan paham Pluralisme Agama ini. Dalam paparan berikutnya. logika buku Fiqih Lintas Agama itu jelas sangat keliru. Protestan. yakni me nuju kebenaran transendental. a d i a n h u s a i n i . bisa juga dimengerti. maka para tokoh agama agama tidak tinggal diam. akan terlihat. Ji ka mereka mempunyai konsep ketuhanan yang sama dengan Islam. Sebab.” Logikanya. de ngan menyatakan. Ayat yang san gat menegaskan perbedaan konsep ‘sesembahan’ in ditujukan kepada kaum musyrik Qurai sy dan bukan kepada Ahli Kitab. sebagaimana ditulis dalam bukunya. dan kamu pu n tidak menyhembah yang aku sembah… bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. bahwa ayat itu sudah tidak berlaku lagi. Tidak ada perbedaan yang signifi kan kecuali hanya ritualistik simbolistik. yang berbeda antara satu dengan lainnya. dan Islam terhadap paham yang pada intinya ‘menyamakan semua agama’ ini. (Surah alKafirun). Frans Magnis Suseno. Atau. 5556). Tauhid dan syirik tak dapat dipertemukan. Prof. Maka. h t t p : / / w w w . jika Surat alKafirun hanya ditujukan untuk kaum musyrik Arab saja. mengapa mereka dikatakan kafir? D alam Tafsir alAzhar. Berikut ini kita kutipkan pendapat tokoh Katolik Prof. Kepada mereka inilah dialamatkan fir man Allah. Hal ini berbeda dengan persoala n kaum musyrik yang pada zaman Nabi tinggal di kota Makkah.adalah ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa. Padahal. bagaimana sikap dari Katolik. Menjadi Saksi .” (hal.

h t t p : / / w w w . juga menegaskan kembali bahwa Yesus Kristus adalah satusatunya pengantara keselamatan Ilahi dan tidak ada orang yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus. anggapan bahwa agama agama merupakan ekspresi religiositas umat manusia. Ia merupakan warisan filsafat Pencerahan 30 0 tahun lalu dan pada hakikatnya kembali ke pandangan Kant tentang agama sebagai lembaga moral. seperti Buddha. (Jakarta: Penerbit Obor. c o m 12 13.Masih menurut penjelasan Frans Magnis Suseno. Para pendiri agama. dan Muhammad merupakan geniusgenius religius. hal. tidak menganggap lebih benar daripada yang lainlain. Agamaagama hendaknya pertamapertama memperlihatkan kerendahan hati. buku “Nilainilai Pluralisme dalam Islam” (Jakarta: Fatayat Nahdhatul Ulama dan Ford Foundation. “holistik”. adalah paham yang menolak eksklusivisme kebenaran. Menurutnya. 59. Teologi yang mendasari anggapan itu adalah. sebagaimana diperjuangkan di kalangan Kristen oleh teologteolog seperti John Hick. Mereka. Vatikan menerbitkan penjelasan ‘Dominus Jesus’. Namun. Posisi ini bisa sekaligus berarti melepaskan adanya Allah personal. mereka menghayati dimensi religius secara mendalam. Bukan namanya tol eransi apabila untuk mau saling menerima dituntut agar masingmasing melepaskan apa yang mereka yakini. bahwa ‘Dominus Jesus’ itu sudah perlu dan tepat waktu. yang termasuk “budaya hati” individual.Kristus Di Tengah Masyarakat Majemuk. 2005). pluralisme agama itu sesuai dengan “semangat zaman”. hanya dalam bahasa diperkaya oleh aliranaliran New Age yang. Paham Pluralisme agama. Mengkliam kebenaran hanya bagi diri sendiri dianggap tidak toleran. sangat terbuka terhadap segala macam dimensi “metafisik”. Kata “dogma” menjadi kata negatif. “mistik”. berlainan dengan Pencerahan. Bagi mereka. Menjadi Saksi Kristus Di Tengah Masyarakat Majemu k. Pada tahun 2000. yang sebenarnya diakui adalah dimensi transenden dan metafisik alam semesta manusia. Pluralisme sangat sesuai dengan anggapan yang sudah sangat meluas dalam masyarakat sekuler bahwa agama adalah masalah selera. 17 Penjelasan ini. 138141. Paul F. menurut Frans Magnis. 15 Lihat. kurang lebih. Yesus. 2004). hal. ‘Dominus Jesus’ menimbulkan reaksi keras. bisa juga dengan mempertahankan paham Allah personal. anggapan bahwa hanya agamanya sendiri yang benar merupakan kesombongan. jelasjelas ditolak oleh Gereja Katolik. dan menyatakan. dsb. Masih berpegang pada dogmadogma dianggap ketinggalan zaman. Knitter (Protestan) dan Raimundo Panikkar (Katolik). selain menolak paham Pluralisme Agama. kata Frans Magnis Suseno. Frans Magnis sendiri mendukung ‘Domin us Jesus’ itu. berakar dalam sungai keilahian mendalam yang mengalir di baw ah permukaan dan dari padanya segala ungkapan religiositas manusia hidup. Jadi. mirip misalnya dengan dimensi estetik. Di kalangan Katolik sendiri. dan dengan rincian berbeda. dan bukan masalah kebenaran. Pluralisme Agama hanya di permukaan saja kelihatan lebih rendah hati dan toleran dariupada sikap inklusif yang tetap meyakini imannya. 16 Pluralisme agama. “kosmis”. 16 Frans Magnis Suseno. Ambil saja sebagai . a d i a n h u s a i n i . mirip dengan orang yang bisa menemukan air di tanah.

Salvation is found in the truth. Because she believes in God's universal plan of salvation. tentu saja mengklaim kepenuhan k ebenaran tidak masuk akal. termasuk intern Katolik sendiri. so as to bring them the truth. kelompok lain. 192199. salah satu sumber kehidupan dan salah satu kebenaran. Toleransi tidak menuntut agar kita semua menjadi sama. Jadi.html. God ‘desires all men to be sav ed and come to the knowledge of the truth' (1 Tim 2:4); that is. jadi melepaskan keyakinan lama yang mengatakan bahwa hanya melalui Putera manusia bisa sampai ke Bapa.va/roman_curia/congregations/cfaith/documents/rc_co n_cfaith_doc_20000806_domin usiesus_en. Terhadap paham semacam itu. keberadaan agama lain. But the Church.vatican. a d i a n h u s a i n i . Jacques Dupuis SJ. ‘Sang K ehidupan’ dan 17 Dominus Jesus dikonsep dan semula ditandantangani oleh Kardinal Ratzinger – sekarang Paus Benediktus XVI – dan dikeluarkan pada 28 Agustus 2000. Dalam Dominus Jesus disebutkan: “Indeed. Toleransi yang sebenarnya berarti menerima orang lain. God wills the salvation of everyone throug h the knowledge of the truth. 5 Maret 2005) h t t p : / / w w w . Dalam bukunya ini. dengan baik.” (http://www. 2005). dan kalau begitu. hal. Frans Magnis menegaskan: “Menurut saya ini tidak lucu dan tidak serius. dengan sekaligus membatalkan petunjukpetunjuk sebelumnya. Dari kaum Kristiani. bahwa ‘kebenaran penuh’ (fullnes of thruth) tidak akan terla hir sampai datangnya kiamat atau kedatangan Yesus Kedua. misalnya. (London: Penguin Books. must go out to meet their desire. dalam John Cornwell.contoh Islam dan kristianitas. The Pope in Winter. katanya. Semua agama disatukan dalam kerendahan hati karena kekurangan bersama dalam meraih kebenaran penuh tersebut. Those who obey the promptings of the Spiri t of truth are already on the way of salvation. dosen di Gregorian University Roma. akhir dan benar tentang bagaimana manusia harus hidup agar ia selamat. Dokumen ini telah menimbulkan perdebatan sengit di kalangan Kristen. Dokumen ini di keluarkan menyusul kehebohan di kalangan petinggi Katolik akibat keluarnya buku Toward a Christian Theology of Religious Pluralism karya Prof. Pluralisme mengusulkan agar masingmasing saling menerima karena masingmasing tidak lebih dari ungkapan religiositas manusia. Dupuis menyatakan. Namun yang nyatanyata dituntut kaum pluralis adalah agar Islam melepaskan klaimnya bahwa Allah dalam alQuran memberi petunjuk definitif. the Church must be missionary. menjadi salah satu jalan. c o m 13 14. to whom this truth has been entrusted. mari kita bersedia saling meneri ma.‘Sang Kebenaran’. mengakui dan menghormati keberadaan mereka dalam kebe . kaum pluralis menuntut untuk mengesampingkan bahwa Yesus itu ‘Sang Jalan’. (Perdebatan tentang Dominus Je sus bisa dilihat. semua agama terus berjalan– sebagaimana Kristen – menuju kebenaran penuh tersebut. Ini sikap menghina kalau pun bermaksud baik.

rlainan mereka! Toleransi justru bukan asimilasi, melainkan hormat penuh identitas masin gmasing yang tidak sama.” 18 III. Pandangan Protestan Berbeda dengan agama Katolik yang memiliki pemimpin tertinggi dalam hi rarkis Gereja (Paus), dalam kalangan Protestan tidak bisa ditemukan satu sikap yang sama terhadap paham Pluralisme Agama. Teologteolog Protestan banyak yang menjadi polopor paham ini. Meskipun demikian, dari kalangan Protestan, juga mun cul tantangan keras terhadap paham Pluralisme Agama.Berikut ini sejumlah buku di Indonesia yang menyinggung masalah ini: Poltak YP Sibarani&Bernard Jody A. Siregar, dalam buku Beriman dan Beril mu: Panduan Pendidikan Agama Kristen untuk Mahasiswa, menjelaskan: “Pluralisme bukan sekedar menghargai pluralitas agama tetapi sekaligus menganggap (penganut) agama lain setara dengan agamanya. Ini adalah sikap yang mampu menerima dan menghargai dan memandang agama lain sebagai agama yang baik dan benar, serta mengakui adanya jalan keselamatan di dalamnya. Di satu pihak, jika tidak berhatihati, sikap ketiga ini dapat berb ahaya dan menciptakan polarisasi iman. Artinya, keimanannya atas agama yang diyakininya pada akhirnya bisa memudar dengan sendirinya, tanpa intervensi pihak lain.” 19 18 Sikap Katolik yang menolak paham Pluralisme Agama sangatlah logis, seb ab – meskipun dalam Konsili Vatikan II, Gereja Katolik telah mengubah sikapnya terhadap agamaagama lain, tetapi Konsili juga menetapkan Dekrit Ad Gentes (kepada bangsabangsa) yang mewajibkan seluruh Gereja untuk menjalankan kerja misionaris. Dalam pidatonya pada 7 Desember 1990, y ang bertajuk Redemptoris Missio (Tugas Perutusan Sang Penebus), yang diterbitan Konferensi Waligereja In donesia (KWI) tahun 2003, Paus Yohanes Paulus II mengatakan: “Tugas perutusan Kristus Sang Penebus, yang dipercayakan kepada Gereja, masih sangat jauh dari penyelesaian. Tatkala Masa Seribu Tahun K edua sesudah kedatangan Kristus hampir berakhir, satu pandangan menyeluruh atas umat manusia memperlihatkan bahwa tugas perutusan ini masih saja di tahap awal, dan bahwa kita harus melibatkan d iri kita sendiri dengan sepenuh hati… Kegiatan misioner yang secara khusus ditujukan “kepada para bangsa” (a d gentes) tampak sedang menyurut, dan kecenderungan ini tentu saja tidak sejalan dengan petunju kpetunjuk Konsili dan dengan pernyataanpernyataan Magisterium sesudahnya. Kesulitankesulitan baik yang datang dari dalam maupun yang datang dari luar, telah memperlemah daya dorong karya misioner G ereja kepada orangorang non Kristen, suatu kenyataan yang mestinya membangkitkan kepedulian di an tara semua orang yang percaya kepada Kristus. Sebab dalam sejarah Gereja, gerakan misioner selalu suda h merupakan tanda kehidupan, persis sebagaimana juga kemerosotannya merupakan tanda krisis iman.” 19 Poltak YP Sibarani&Bernard Jody A. Siregar, Beriman dan Berilmu: Panduan Pendidikan Agama Kristen untuk Mahasiswa, (Jakarta: Ramos Gospel Publishing House, 2005), hal. 126. h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 14

15.Sebuah kajian dan kritik yang serius terhadap paham Pluralisme Agama dilakukan oleh Pendeta Dr. Stevri I. Lumintang, seorang pendeta di Gereja Keesaan I njil Indonesia. Kajian Stevri Lumintang dituangkan dalam sebuah buku setebal lebih dari 700 halaman, berjudul Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004). Dicatat dalam ilustrasi sampul buku ini, bahwa Teologi AbuAbu adalah posisi teologi kaum pluralis. Karena teologi yang mereka bangun merupakan integrasi dari pelbagai warna kebenaran dari semua agama, filsafat dan budaya yang ada di dunia. Alkitab dipakai hanya sebagai salah satu sumber, itu pun dianggap sebagai mitos. Dan perpaduan multi kebenaran ini, lahirlah teologi abuabu, yaitu teologi buka n hitam, bukan juga putih, bukan teologi Kristen, bukan juga teologi salah satu agama yan g ada di dunia ini…. Namun teologi ini sedang meracuni, baik agama Kristen, maupun semua agama, dengan cara mencabut dan membuang semua unsurunsur absolut yang diklaim oleh masingmasing agama. Juga dikatakan dalam buku ini: ‘’Inti Teologi AbuAbu (Pluralisme) merupakan penyangkalan terhadap intisari atau jatidiri semua agama yang ada. Karena, perjuangan mereka membangun Teologi AbuAbu atau teologi agamaagama, harus dimulai dari usaha untuk menghancurkan batu sandungan yang menghalangi perwujudan teologi mereka. Batu sandungan utama yang harus mereka hancurkan atau paling tidak ya ng harus digulingkan ialah klaim kabsolutan dan kefinalitas(an) kebenaran yang ada di masingmasing agama. Di dalam konteks kekristenan, mereka harus menghancurkan keyakinan dan pengajaran tentang Yesus Kristus sebagai pernyataan Allah yang final.’’ 20 ‘’...Theologia abuabu (Pluralisme) yang kehadirannya seperti serigala berbulu domba, seolaholah menawarkan teologi yang sempurna, karena itu teologi tersebut mempersalahkan semua rumusan Teologi Tradisional yang selama ini dianut dan sudah berakar dalam gereja. Namun sesungguhnya Pluralisme sedang menawarkan agama baru...’’ 21 Menurut Stevri Lumintang: ‘’Pluralisme adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi kekristenan. Karena pluralisme bukanlah sekedar konsep sosiologis, anthropologis, melainkan konsep filsafat agama yang bertolak bukan dari Alkitab, melainkan bertolak dari fakta kemajemukan yang diikuti oleh tuntutan toleransi, dan diilhami oleh keadaan sosialpolitik yang didukung oleh kemajemukan etnis, budaya dan agama ; serta disponsori oleh semangat globalisasi dan filsafat relativisme yang mengiringinya. Pluralisme secara terangterangan menolak 20 Stevri I. Lumintang, Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004), hal. 235236. 21 Ibid, hal. 1819. h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 15 16.konsep kefinalitasan, eksklusivisme yang normatif, dan keunikan Yesus Kristus. Kristus bukan lagi satusatunya penyelamat, melainkan salah satu penyelamat. Inilah pluralisme, dan disinilah letaknya kehancuran kekristenan masa kini, sekalipun pada hakikatnya kekristenan tidak akan pernah hancur. Penyangkalan terhadap

semua intisari kekristenan ini, pada hekikatnya adalah upaya untuk membangun jalan raya bagi lalu lintas teologi agamaagama atau Theologi a Abu abu (Pluralisme). Oleh karena itu, semua disiplin ilmu teologi diupayakan untuk dikaji ulang (rekonstruksi) untuk membersihkan teologi Kristen dari rumusan rumusan tradisional atau ortodoks, yang pada hakikatnya merupakan batu sandungan terciptanya Theologia AbuAbu atau teologi agamaagama (Theo logia Religionum). 22 Dalam ‘Dokumen Keesaan GerejaPersekutuan Gerejagereja di Indonesia (DKGPGI) yang diputuskan dalam Sidang Raya XIV PGI di Wisma Kinasih, 29 November5 Desember 2004, masalah Pluralisme Agama tidak dibahas secara eksplisit. Tetapi, dokumen ini menunjukkan sikap eksklusivitas teologis kaum Protes tan. Misalnya, bisa dilihat dalam ‘’Bab IV : Bersaksi dan Memberitakan Injil Kepada Segala Makhluk’’, yang menegaskan: “Gereja Harus Memberitakan Injil Kepada Segala Makhluk”. Disebutkan dalam bagian ini : ‘’Gerejagereja di Indonesia menegaskan bahwa Injil adalah Berita Kesukaan yang utuh dan menyeluruh, untuk segala makhluk , manusia dan alam lingkungan hidupnya serta keutuhannya : bahwa Injil yang seutuhnya diberitakan kepada manusia yang seutuhnya... ‘’ Dalam Tata dasar Persekutuan GerejaGereja di Indonesia pasal 3 (Pengakuan) disebutkan : ‘’Persekutuan Gerejagereja di Indonesia mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia serta Kepala Gereja, sumber kebenaran dan hidup, yang menghimpun dan menumbuhkan gereja, sesuai dengan Firman Allah dalam Alkitab, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (1 Kor. 3 :11) : ‘’Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan yaitu Yesus Kristus.’’ (bnd. Mat. 16 : 16 ; ef. 4 :15 dan Ul. 7 :6). 23 Di dalam acara kebaktian Minggu, kaum Kristen biasanya mengucapkan a pa yang mereka sebut sebagai ‘sahadat rasuli’ atau ‘pengakuan iman rasuli’, yang juga disebut ‘dua belas pengakuan iman’, yang bunyinya : (1). Aku percaya kepada Alla h Bapa, yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.(2) Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita, (3) yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari an ak dara Maria, (4) yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut. (5) pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, (6) naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, (7) dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati, (8) Aku percaya kepada Roh Kudus; (9) gereja yang kudus dan am; persekutuan 22 Ibid, hal. 15. 23 Weinata Sairin (ed), ‘Dokumen Keesaan GerejaPersekutuan Gerejagereja di Indonesia (DKGPGI), (Jakarta: BPK, 2006). h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 16 17.orang kudus; (10) pengampunan dosa; (11) kebangkitan daging; (12) dan hidup yang kekal. 24 IV. Pandangan Hindu Kaum Pluralis Agama dari berbagai penganut agama sering mengutip ucapan tokohtokoh Hindu untuk mendukung pendapat mereka. Sukidi, seorang propagandis Pluralisme Agama dari kalangan liberal di Muhammadiyah, misalnya, menulis dalam satu artikel di media massa :

Karena itu. maupun lainnya adalah benar. h t t p : / / w w w . kitabkitab Veda menyatakan pandangan Hindu klasik.. Sebagai muslim.. (Yogyakarta: Kan isius. (Jawa Pos. “Truth is one; sages call it by different names. kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan. mari kita memproklamasikan kembali bahwa pluralisme agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah. dalam nalar pluralisme Gandhi. hal. Terang dari Ter ang. c o m 17 Peranan Gereja Yang Diakonal Dan Penanganan HIV/ Aids Diakoni FM . seperti pohon yang memiliki banyak cabang (many). Kau m Katolik di Indonesia juga menggunakan istilah sahadat untuk menyebut ‘Nicene Creed’ yang salah satu versi redaksinya berbunyi: “Kami percaya akan satu Allah. The World’s Religions. a d i a n h u s a i n i . Tanya Jawab Syahadat Iman Katolik. Putra Allah yang Tunggal Yang pertama lahir dari semua ciptaan. Sang Sabda dari Allah. Yahudi. konsekuensinya. Akar yang sa tu itulah yang menjadi asal dan orientasi agamaagama. mustah il pula kita melawan dan menghindari. Kristen. (New York: Harper CollinsPubliser. 2001). Suwandi PR. The World’s Religions. Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus. Huston Smith juga mengutip ungkapan ‘orang suci Hindu’ abad ke19. 11 Januari 2004). 1992). “ (Alex I. Pencipta halhal ya ng kelihatan dan tak kelihatan. Kebenaran mema ng satu; orangorang bijak menyebutnya dengan nama yang berbedabeda). Sebelum segala abad . Bapa yang Mahakuasa. Dan. karena itu. Zoroaster. Prof.“Dan. Dan. Mahatma Gandhi pun seirama dengan mendeklarasikan bahwa semua agama entah Hinduisme. Inilah Sahadatku.” (Terjemahan bebasnya: Sejak dulu. the Vedas announced Hinduism’s classic contention that the various religions are but different languages through which God speaks to the human heart. hal. Dalam paparannya tentang Hinduism dari bukunya. 910. yaitu 24 Dr. Nietzsche menegasikan adanya Kebenaran Tunggal dan justru bersikap afirmatif terhadap banyak kebenaran. tapi berasal dari satu akar (the One). Hidup dari Hidup. Huston Smith menulis: “Early on. 1991). 25 Untuk memperkuat penjelasannya tentang sikap ‘Pluralistik’ agama Hindu. bahwa agama agama yang berbeda hanyalah merupakan bahasa yang berbedabeda yang digunakan Tuhan untuk berbicara kepada hati manusia. Aga maagama itu diibaratkan. Huston Smith juga menulis satu subbab berjudul “Many Paths to the Same Summit”. Dilahirkan dari Bapa. 11. hal. (Jakarta: BPK. kebenaran ada dan ditemukan pada semua agama. Islam. ada banyak kebenaran (many truths) dalam tradisi dan agamaagama. Harun Hadiwijono. 73. Buddhisme. 25 Huston Smith. konsekuensinya.

Akan tetapi.jika terjadi saling melayani di tengahtengah persekutuan itu.P. Semoga ke depan. merupakan pelayanan pewartaan kerajaan Allah melalui Injil sebagai khabar keselamatan yang diberitakan ke dalam persekutuan secara sentripetal maupun ke luar persekutuan itu secara sentripugal. Dari keramahan dan keluwesan beliau bergaul dengan para pelayan muda maka tidak salah apabila dikatakan bahwa beliau sangat konsisten untuk membangun kerjasama yang baik dengan para pelayan yang lebih muda. penulis menyumbangkan tulisan ini. Secara jujur harus diakui. Koinonia sebagai persekutuan akan hidup survive. Dalam rangka memeriahkan 25 tahun kependetaan sang Jubilaris. “ molo hupasobok diringku tu hamu unang ma nian rajumi hamu sarupa hamu dohot ahu”. jubilaris menurut penulis punya kemampuan membangun hubungan kerja sama yang leih harmonis dengan juniornya karena keakraban dan komunikasi beliau tidak terlalu formal. dengan senang hati dan rasa syukur kepad Tuhan. Dan diakonia itu menjdai tindakan nyata sebagai pengimplementasian dari pewartaan Injil melalui berbagai aksi sosial. marturia dan diakonia merupakan tri tugas panggilan gereja yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. juga tidak dapat dipungkiri banyak pelayan junior yang menghormati seniornya justru mendapat perlakuan kurang wajar. jubilaris tidak jarang melakukan pendekatan kultural kepada rekan sekerjanya yakni sistim kekerabatan ‘dalihan na tolu’. Kiranya tidak berlebihan apabila penulis juga telah menyaksian bahwa jubilaris adalah salah satu pendeta senior yang selalu punya keinginan untuk menghancurkan tembok pemisah yang sering membatasi komunikasi antara pelayan senior dan junior. pelayanan diakonia sebenarnya sangatlah luas dan didalamnya terdapat beberapa metode pelayanan diakonia yang bervariasi. W. Oleh karena itu. Penulis mengenal jubilaris sebagai sosok pelayan yang memiliki pola pikir produktip dan progressif. walau dalam waktu yang sangat singkat. ketika para pelayan senior mau mendekatkan diri bahkan menyesuaikan diri kepada pelayan muda saat itu para pelayan muda semakin kurang menghargai seniornya sebagaimana layaknya. Di samping itu. ekonomi dan budaya. Pendahuluan Koinonia. Demikian juga halnya marturia. sosial politik. . 1. Tampubolon. Penulis turut merasakan kebahagiaan jubilaris dan mensyukuri segala berkat Tuhan yang beliau terima selama kurun waktu 25 tahun silam dalam proses pelayanan Gereja Tuhan. Sth. penulis selalu ingat dengan kalimat singkat yang pernah beliau utarakan dalam bahasa Batak kepada penulis dan rekan pelayan muda lainnya. Dalam hal ini. kiranya jubilaris tetap teguh dan kokoh serta lebih energik untuk menunaikan tugas dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan. Beliau memiliki pengalaman pelayanan yang matang baik di dalam maupun di luar negeri yang turut memampukan beliau dalam pelayanan masa kini sekaligus juga mempersiapkan pelayanan untuk kepentingan masa depan. dalam usia yang lebih lanjut. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi pembaca. Hal ini dapat dikatakan karena diakonia sendiri adalah pelayanan. Namun.Pengantar Selamat ulang tahun ke 25 kependetaan bapak Pdt. Ketiga tugas ini punya korelasi interdependensi antara yang satu dengan yang lain.

Oleh karena itu. pada akhirnya mampu melayani orang lain. reformatif dan transformatif). sangat sulit dideteksi. Untuk itu. belum sampai pada tingkat psikomotoris. Gereja dirasa perlu bahkan sudah mendesak untuk segera memberdayakan warga dan pelayan untuk peka dan proaktip menangani masalah kemanusiaan tersebut. Lebih berbahaya lagi perkembangannya ibarat belut dalam lumpur. Di samping lembaga pemerintah maupun rumah sakit. Bentuk pelayanan transformatif merupakan bentuk pelayanan jangka panjang dengan mengesampingkan sikap ketergantungan dari orang yang dilayani kepada pelayan sekaligus konsisten dengan pemandirian orang yang dilayani. selama ini berbagai LSM sudah berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS. semua pihak sangat diharapkan turut berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengatasinya. dalam hal ini melalui khotbah. sudah waktunya Gereja membuka mata dan secara aktip membangun pelayanan diakonal dalam penanganan HIV/AIDS. Namun sebagaimana telah ditegaskan bahwa HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama dari setiap lapisan warga gereja maupun masyarakat. melainkan telah jadi masalah kemanusiaan di seluruh dunia. Istilah diakonia adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang diterima dan diakui sebagai bahasa asli kitab Perjanjian Baru. Gereja telah menyuarakan bahaya HIV/AIDS. Gereja cenderung menyuarakan penanganan HIV/AIDS dalam tingkat oral pada berbagai seminar maupun rapat yang diadakan namun belum sampai kepada aksi nyata. walaupun harus diakui ada . Penulis membahas peranan gereja yang diakonal dengan bentuk pelayanan transformatif dengan tindakan preventif dan protektif baik melalui pelayanan pastoral maupun juru kampanye. Demikianlah ODHA/OHIDA (Orang Dengan HIV/AIDS atau Orang Dengan AIDS) pada akhirnya mampu melayani bersama gereja atau di dalam gereja untuk melakukan pelayanan preventif maupun protektif kepada yang belum terinfeksi virus HIV maupun yang sudah. 2. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan saja. bahkan sudah jadi sebuah epidemi yang pertumbuhannya sangat pesat ibarat sarang labalaba. Memberdayakan orang yang dilayani bukan saja untuk mampu melepaskan diri dari permasalahan yang ia hadapi tetapi lebih dari itu. sermon dan lain-lain. Diakonia dalam Perjanjian Baru Ada dua kata yang perlu dibahas dalam Kitab Perjanjian Baru berkaitan dengan istilah ‘diakonia’ yakni: Pelayan. penulis membatasi tulisan ini khusus melihat PERANAN GEREJA YANG DIAKONAL DALAM PENANGANAN HIV/AIDS dengan mengingat HIV/AIDS sudah merupakan permasalahan dunia dan butuh penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. Namun sebelumnya perlu dipahami dasar-dasar teologi diakonia yang menjadi landasan pelayanan gereja terhadap ODHA dan OHIDA. Komite HIV/AIDS yang telah dibentuk HKBP merupakan langkah positip dan konstruktip untuk melakukan penanganan terhadap HIV/AIDS. Namun kita masih merasakan adanya sikap kekakuan bahkan kepasifan daripada Gereja untuk terlibat langsung dalam penanganan HIV/AIDS. Untuk itu. PA. Bentuk pelayanan seperti ini juga tidak menempatkan orang yang dilayani sebagai objek melainkan memposisikannya sebagai mitra kerja. namun barangkali masih pada tingkat kognitif atau mungkin afektif. Itu sebabnya penulis membatasi pembahasan landasan teologia diakonia hanya pada kitab Perjanjian Baru. Dari berbagai bentuk pelayanan diakonia saat ini dikenal (karitatif.Melihat betapa luasnya cakupan pelayanan diakonia.

penting dan punya makna khusus dalam karya penyelamatan Yesus sendiri. dimana pada saat itu ada dari antara muridNya bertengkar memperdebatkan siapa dari antara mereka yang terbesar. Yesus selanjutnya menyebutkan bahwa diriNya sendirilah pelayan itu (Luk 22:26f). Lebih luas lagi bahwa pelayanan itu merupakan tugas dan danggungjawab imamat am orang-orang percaya (1Pet 2:9) sehingga dalam implementasinya perlu pemberdayaan warga jemaat untuk saling melayani dan untuk melayani orang lain di . Pelayanan itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri maupun keluarga sebagai lembaga terkecil di tengahtengah masyarakat. Dengan demikian diakonia juta merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari koinonia. hamba. Pada dasarnya. Walaupun demikian istilah ‘diaconos’ juga dipergunakan untuk suatu jabatan gerejawi (Flp 1:1) dimana selain penilik jemaat juga ada diaken. Demikian juga halnya ketika Yesus makan bersama dengan para muridNya. Dalam pemahaman seperti itulah Yesus berkata. Dari kata ‘deacon’ kita mengenal istilah ‘diaconos’ yakni pelayan. Rom 12:7. Paulus sebagai pemberita Injil juga menyebut diri dan rekannya Epafras sebagai pelayan (Kol 1:7. Membangun Gereja yang Diakonal). diakonia berasal dari kata ‘deacon’ yang diterjemahkan menjadi pelayan. ‘deacon’ itu merupakan hamba. Pelayanan para rasul dan para pelayan lainnya merupakan pelayanan yang diterima dari Tuhan maupun yang diterima melalui gereja sehingga ‘harus dijalankan sepenuhnya’ (Kol 4:17. Selanjutnya Rasul Paulus memberikan persyaratan untuk menjadi diaken (1 Tim 3:8ff) yang intinya bahwa rahasia iman harus tetap tersimpan dan terpelihara di dalam hati. Bahkan sebelum zaman Perjanjian Baru juga dalam dunia Hellenistik tahun 330-37 BC.23. Pelayanan Yesus sekaligus menyempurnakan pelayanan para nabi dimana pelayanan itu adalah penyangkalan diri sehingga pelayanan itu adalah untuk orang lain. Hal ini menunjukkan kata ‘deacon’ itu merupakan kata yang sangat populer. pelayanan dan melayani. Kata ’deacon’ ditemukan sebanyak seratus kali dalm kitab Perjanjian Baru. Secara etimologi. Itu makanya Kristus menekankan pelayanan kepada orang lain terutama kepada orang-orang yang paling hina karena pelayanan seperti itu adalah pelayanan kapada Dia. Pelayanan. Melakukan pelayanan terhadap orang lain itu berarti melakukan pelayanan kepada Kriatus sendiri (Mat 25:44). istilah hamba sudah dikenal sebagai pelayan dalam kegiatan kultus di tempat ibadah orang-orang Yunani. Itu berarti bahwa pemberitaan injil oleh Paulus yang dapat dikategorikan ke dalam istilah ‘marturia’ merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari diakonia karena orang yang memberitakan Injil juga adalah pelayan. Yesus justru menegaskan bahwa yang terbesar adalah pelayan.25). Pelayanan yang lebih agung dan mulia mengacu kepada pelayanan Kristus (Ibr 8:6).beberapa kata dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani diterjemahkan dengan istilahistilah yang berhubungan dengan diakonia sebagaimana ditemukan dalam kitab Septuaginta (Alf Obtestadt. Disamping itu pelayanan bukan hanya karena jabatan tetapi karena karunia Roh (Rom 12:7). “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani. 1Tim 3:8ff). Hal ini dikatakan oleh Yesus dalam konteks makan bersama yang didasari oleh persekutuan atau koinonia yang di dalamnya terjadi proses saling melayani. Itu artinya bahwa segala tugas pelayanan para diaken tidak boleh dilakukan tanpa iman yang benar. melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45).

Oleh karena itu. istilah yang lama itu juga sangat menakutkan ODHA dan OHIDA sekaligus mendukung mereka pada sikap pesimistik dan keputusasaan. Hal ini diakibatkan oleh rasa keputusasaan para ODHA/OHIDA yang semakin tertutup dan tidak turut membantu penanganan HIV/AIDS. Sangat menarik bahwa Yesus bersedia menyembuhkan orang sakit walaupun penyakit itu adalah akibat dosa yang diperbuat. Barulah ketika HIV sampai kepada AIDS maka virus dapat terdeteksi. Kumpulan gejala penyakit tersebut bukanlah yang diturunkan atau penyakit keturunan melainkan diperoleh. Pernyataan Yesus ini perlu direvitalisasi dalam kehidupan gereja sekaligus ditransformasikan dalam kehidupan masa kini terutama . Padahal HIV itu adalah virus yang sangat sulit dideteksi karena belum menunjukkan geala penyakit.2. Inilah yang menjadi dasar masyarakat umum untuk cenderung mmbenci dan mendiskreditkan ODHA/OHIDA itu sehingga terjadi stigmatisasi dan diskriminasi. Dalam hal ini Yesus berkata. Mzm 103:3) dan penyembuhan orang sakit bukan karena dosanya maupun orang tuanya (Yoh 9:2-3). mengasihi bahkan menjadikan mereka sebagai mitra kerja? Alkitab adalah landasan pemahaman teologis dan pelayanan diakonal. bnd Mrk 2:1-12. melainkan untuk orang berdosa” (Mrk 2:17). “Aku datang bukan untuk orang benar. Yesus tidak mengadakan stigmatisasi dan diskriminasi walaupun hal itu bisa terjadi di tengahtengah masyarakat Yahudi pada waktu itu. ODHA/OHIDA Istilah ODHA/OHIDA ini disosialisasikan sebagai pengganti istilah diskriminatif yang selama ini dipergunakan yakni penderita HIV/AIDS. Dari sekian banyak pelayanan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. Dimana menurut pemahaman Yudaisme penyakit adalah salah satu konsekwensi logis dari pada dosa. Yesus dan Orang sakit dalam Perjanjian Baru. Itu makanya Rasul Paulus menekankan pentingnya pelayanan yang berkualitas di dalam kasih kepada sesama seiman (Gal 6:10). Melayani sesama orang-orang percaya merupakan titik berangkat untuk melayani masyarakat yang lebih luas. memang tidak dapat disangkal bahwa banyak gejala penyakit tersebut diperoleh akibat kesalahan sendiri atau karena kebejatan moral.1. ada dua hal yang menarik ditelusuri berkaitan dengan topik ini. sementara itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya sistim kekebalan tubuh. Hal ini ia katakan dimana orangorang Yahudi secara khusus kaum elitis di dalamnya mengklaim dirinya sebagai orang orang yang benar karena melaksanakan hukum taurat disisi lain menghakimi para pemungut cukai sebagai orang-orang berdosa. Untuk itu. Sering mnurut mereka bahwa orang sakit adalah orang berdosa. 3. Sikap seperti ini bukannya mampu meselesaikan permasalahan yang sedang mengglobal ini malah justru turut mempercepat merebaknya HIV/AIDS ke manamana. Itu makanya tidak jarang mereka justru mengucilkan orang sakit terutama orang yang berpenyakit kusta. tidak ada orang yang tidak berdosa. 3.luar jemaat itu sendiri karena sasaran pelayanan itu adalah masyarakat universal (Roma 15:16). Human Immunodeficiency Syndrome (HIV) merupakan virus yang yang melemahkan bahkan menghilangkan sistim kekebalan tubuh manusia. Disamping itu. Bagi Yesus. apakah ODHA dan OHIDA itu masih harus dibenci karena ada anggapan bahwa penyakit yang diderita adalah akibat tindakan amoral? Ataukah satusatunya jalan adalah merangkul. banyak orang yang tidak bersedia memeriksakan diri karena takut apabila terdeteksi mereka akan didiskriminasi dan distigmatisasi. Dasar pemahaman pelaksanaan pelayanan Gereja terhadap ODHA/OHIDA 3. yaitu penyembuhan orang sakit karena dosanya (Yoh 5:14. Disamping itu.

3. Rasa kebersamaan atau “partnership” akan memperkuat rasa saling mempercayai antara kedua belah pihak. bahkan sebagai tenaga konselor yang didampingi oleh . marturia. Gereja adalah tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang percaya Rasul Paulus telah menggambarkan orang-orang percaya dengan adanya satu tubuh sebagai wadah persekutuan para anggota dengan fungsi yang berbedabeda (I Kor 12:12-26. idealnya setiap anggota tubuh harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang latarbelakang denominasi maupun organisasi demi keutuhan tubuh yang satu itu yakni gereja yang esa sebagai tubuh Kristus. Sementara fungsi preventip akan lebih diarahkan kepada masyarakat yang belum terinfeksi virus HIV terutama bagi mereka yang berpeluang besar akan terserang dilihat dari segi tingkahlakunya misalnya para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dan para pelaku seks bebas. gereja maupun para konselor akan mampu membangun “sharing” dan berdiskusi secara “konfidensial” artinya konselor tidak memberitahukan rahasia pembicaraan tanpa seizin ODHA/OHIDA. Kemajemukan orang-orang percaya justru diikat oleh satu iman. Untuk itu. Setiap orang percaya yang mempunyai latarbelakang. Dengan demiikian. Rasa saling percaya akan memotivasi para penderita untuk lebih terbuka dan jujur dan pada akhirnya melalui pastoral konseling. perlu disosialisasikan seluasluasnya kepada masyarakat bahwa ODHA/OHIDA adalah sesama manusia yan membutuhkan perlakuan yang wajar sebagaimana masyarakat lainnya.4. dan diakonia. Gereja juga perlu mendirikan semacam wadah dimana ODHA/OHIDA dapat dilayani lebih intensif. Oleh karena itu. Rom 12:4 —8). pola pikir dan pergumulan yang berbeda. 3. ODHA/OHIDA merupakan mitra kerja gereja yang sangat efektip untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus HIv. Disanalah mereka akan dilayani secara pastoral konseling untuk memulihkan mental dan spiritual yang lebih kuat. Kasih merupakan satusatunya bukti nyata dari realisasi iman dan pengharapan. Mereka harus dilindungi dari serangan dan hujatan masyarakat. Untuk itu Gereja punya posisi dan peranan yang sangat strategis untuk turut ambil bagian dalam penanganan masalah HIV/AIDS. dimana gereja harus membangun suatu prsekutuan kasih. namun yang paling besar di antaranya ialah kasih. secara organisma adalah tubuh Kristus (I Kor 12:27). pemahaman bahwa konselor adalah setara dengan ODHA/OHIDA amatlah penting. para penderita akan menjadi mitra gereja dalam penanganan HIV/AIDS. Gereja sebagai tubuh Kristus telah hadir di tengahtengah dunia ini untuk melaksanakan tri tugas panggilannya yaitu koinonia.dalam pelayanan ODHA/OHIDA yang selama ini sering didiskriminasikan. ODHA/OHIDA perlu diberdayakan menjadi juru kampanye. mewartakan kasih dan melayankan kasih kepada ODHA/OHIDA. 3. Untuk itu. Untuk itu. Fungsi protektip dan preventip gereja Fungsi protektip dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah terlanjur ODHA/OHIDA. Gereja diharapkan untuk melaksanakan ketiga tugas ini dalam penanganan HIV/AIDS. efektif dan efisien. satu pengharapan dan satu kasih (I Kor 13:13). Dalam wadah tersebut. mereka benarbenar dapat merasakan kedamaian sampai pada akhirnya mereka terlepas dari belenggu rasa malu dan minder. Melalui sosialisasi itu diharapkan kesediaan masyarakat dapat menerima ODHA/OHIDA sebagaimana para penderita penyakit lainnya. ODHA/OHIDA hendaknya menjadi bagian yang integral dari keseluruhan pelayanan diakonal gereja pada masa kini dn yang akan datang. Di samping itu. Lambang-lambang HIV/AIDS seperti tengkorak yang sangat menakutkan dan menggambarkan maut sangatlah kurang baik karena berpengaruh negatip terhadap kejiwaan si pederita.

Demikian juga ODHA/OHIDA harus diperlakukan setara dengan manusia yang lain. seluruh dunia. Tentu saja butuh waktu yang relatif lama. Demikian juga ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahi Taurat datang kepada Yesus sambil membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah. karena penderita harus diyakinkan terlebih dahullu sehingga ia tidak merasa malu untuk mengungkapkannya. selebaran dll. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar.pelayan gereja dalam rangka tindakan preventip maupun protektip.5. Namun Gereja harus mampu membedakan dan memisahkan kejahatan dari orang jahat. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib. Semua bangsa. Murah hati merupakan penampakan kasih dari konselor yang bersedia memberikan pelayanan . Rasul Paulus telah menjabarkan buah-buah kasih itu secara panjang lebar dalam 1 Kor 13:4-8a. sikap primordialisme dan nepotisme tidak dibutuhkan dalam proses pelayanan pastoral terhadap ODHA/OHIDA. tidak mudah putus asa. kaum ibu dll) melalui ibadah. Kita tahu bahwa HIV/AIDS lebih banyak ditimbulkan oleh tindakan kejahatan seperti kejahatan seksual dan penggunaan narkoba melalui jaruum suntik. melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17). Seorang konselor yang benarbenar dilandasi oleh kasih harus menunjukkan sikap sabar. “Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa. tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Karena itu.6. Mereka merupakan korban pertama dari kejahatan dan virus HIV. tidak memegahkan diri. etnis. seorang dokter mutlak mengasihi orang sakit sekigus membenci penyakit yang mengakibatkan penderitaan itu sendiri. Dia harus dengan sabar membongkar latarbelakang penularan virus HIV kepada para korban. Yesus berkata. tetapi orang sakit. Kasih sebagai landasan pastoral Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa yang paling besar dari ketiga hal utama-iman. Untuk itu. budaya bahkan agama yang berbeda. pengharapan. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). kasih. kasih itu tidak berkesudahan. mereka memperdebatkan hukum Musa kepada Yesus bahwa orang yang demikian harus dilempari dengan batu. 3. murah hati. Seorang dokter tidak pernah berniat membunuh orang sakit tetapi justru ingin mematikan penyakit agar si penderita memperoleh kesembuhan. kaum bapa. dimana ODHA/OHIDA turut di dalamnya pada akhirnya menjadi landasan pendaratan Firman Tuhan. khotbah. Sebagaimana seorang dokter harus mampu memisahkan penyakit dari orang sakit. Hal ini dikatakan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat dan golongan Farisi yang eksklusive melihat Yesus sedang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Tindakan preventip dapat dilakukan selualuasnya baik melalui pembinaan terhadap warga gereja (pemuda. Perlunya sikap inklusivisme dan universalisme Yesus pernah berkata. Mereka berhak memperoleh perlakuan secara manusiawi. sangatlah penting dihayati bahwa kasih itu sabar. Gereja sedapat mungkin harus membenci bahkan menghempang penularan HIV/AIDS namun tidak boleh membenci ODHA/OHIDA. Dengan jelas Yesus mau menghancurkan tembok pemisah antara kaum elitis Yahudi yang cenderung membenarkan diri dengan masyarakat jelata yang sering disalahkan dan dihakimi. Sebagai landasan pastoral gereja. dimana orang jahat sebenarnya tidak identik dengan kejahatan. 3. ODHA/OHIDA tidak boleh dipisahkan atau dibedabedakan hanya karena latarbelakang bangsa.adalah kasih.

Satu Bumi Banyak Agama) yakni yang lain yang religius dan yang lain yang menderita khususnya saudara-saudara kita yang kekasih. Tentu saja murah hati tidak boleh diukur dari pemberian material tetapi diukur dari kerelaan untuk mengorbankan tenaga. Sikap marah terhadap ODHA/OHIDA karena perbuatannya tidak akan menolong mereka. waktu dan pikiran untuk selalu setia mendampingi penderita di dalam pergumulan hidupnya. Namun karena kelemahan manusia itu atas godaan sang iblis. (Penulis:Pdt. ODHA/OHIDA. Kiranya gereja juga memberdayakan para pelayannya maupun warganya untuk tidak hanya menjalankan pelayanan internal tetapi juga menjalankan pelayanan kepada yang lain (Paul Knitter. tetapi justru akan menjerumuskan mereka kepada kehidupan yang lebih isolatif (lebih suka mengurung dirisendiri).Th. Selain itu pelayananan sebagaimana telah diuraikan di atas juga adalah pelayanan yang diterima dari Tuhan Raja Gereja yang tidak hanya mementingkan bentuk-bentuk pelayanan formal dan rutin. Sikap tidak menyimpan kesalahan orang lain amatlah penting dalam pelayanan pastoral konseling ini.Penutup Reposisi dan revitalisasi peranan gereja adalah hal yang sangat mendesak melihat permasalahan sosil disekitarnya yang semakin rumit yang disadari atau tidak asti punya dampak destruktif kepada kehidupan gereja itu sendiri. Inklusivitas pelayanan gereja seperti ini merupakan suatu rekonstruksi pelayanan Yesus pada dunia masa kini sebagai salah satu bagian kecil dari perwujudan visi sang Raja Gereja yakni keselamatan dunia. Tetapi mereka harus diberdayakan untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik bahkan menjadi mitra gereja untuk menghempang penyebaran virus HIV/AIDS.R. semua manusia telah jatuh ke dalam dosa tanpa terkecuali. Oleh karena itu. Kemudian sikap tidak pemarah tidak terpisahkan dari tidak memegahkan diri. Tidak memegahkan diri berarti gereja maupun konselor tidak menempatkan diri lebih tinggi dari para penderita HIV/AIDS. Gereja dan konselor harus merevitalisasi peranan kasih sehingga gereja dan konselor tidak akan pernah merasa jenuh dan bosan. Dimana kesalahan mereka tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyalahkan dan menghakimi. Dpk Rakom Diakoni FM) • • • • • • • • • • Artikel dibaca 514x [0] komentar 1 2 3 4 5 . Sebaliknya justru harus merendahkan diri dan menghayati bahwa setiap manusia mempunyai standard yang sama di hadapan Tuhan sebagaimana dalam teologia penciptaan dimana bahwa manusia itu ialah “imago dei”. semua manusia telah berdosa dan harus diselamatkan. Pihak Gereja atau konselor tidak berhak membenarkan diri sebagai orang kudus sekaligus menghakimi penderita HIV/AIDS sebagai orang-orang berdosa dan jahat. tetapi selalu segar dalam pelayanan pastoral kepada ODHA/OHIDA sekalipun pelayanan tersebut bukan tanpa masalah.dengan segenap hati dan hidupnya. Untuk itu Gereja harus berusaha menumbuhkan sikap percaya diri bahwa mereka dapat diterima di tengahtengah gereja dan masyarakat sebagai orang yang patut dilayani secara wajar. Siahaan. S. E. 4. Kasih itu tidak berkesudahan adalah dasar yang paling utama sebagaimana kasih Allah juga tidak pernah berkesudahan.

Pengelola berhak mengubah/menghapus katakata yang berbau pelecehan. . intimidasi. tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Bermain atau Ngamen… ? Artikel: 24 May 10 15:07 WIB Yogyakarta \ Indie Radio Dunia Broadcast Rakom Perlu Mempertimbangkan Sound Card yang Berkualitas Bagus tapi Ekonomis Artikel: 5 May 10 11:41 WIB Aceh \ Genta FM Derita Lumpuh Nuraini Nama þÿ Asal Kota þÿ Email þÿ Komentar Kode Keamanan* þÿ Kirim Wajib di isi [may not leaved blank] Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi.• • • • • • Formulir Komentar Tulisan Terkait Artikel: 31 May 10 22:00 WIB Bandung \ Roni Vikers Ketika Mereka Menentukan Antara Sekolah.

belum menunjukkan . KLU Tetapakan UI sebagai Penyelengara 5 Lombok Utara. Jalin Merapi Informasikan Kondisi 9 Pengungsi MAGELANG. Klaten dan Yogyakarta memanfaatkan fasilitas grup di situs jejaring Berita > Magelang > Muhammad A. Suara Komunitas . Suara Komunitas – Setelah beberapa waktu lalu pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum memastikan penyelenggra atau pelaksana rekrutmen penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 UPTD Dikbudpora KLU Usulkan 4 SD Filial Difinitif 3 Lombok Utara. ras. agama.Kesehatan dan Infrastruktur jadi 3 Prioritas Lombok Utara. Tim Jaringan Informasi Lintas Merapi (Jalin Merapi) yang tersebar di beberapa titik di Magelang. Suara Komunitas – Unit Pelaksana Tehnis Dinas Pendidikan kebudayaan Pemuda dan Olah raga KLU. Tetapi Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 Rekrutmen CPNS.Guna memberikan pemahaman kepada stake holder Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 06:2 Keakraban Tim Jalin Merapi Magelang 7 K FM Magelang – Dinginnya pagi suasana di gunung merapi Magelang sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat sini.bertendensi suku. megusulkan sebanyak 4 unit SD Filial yang ada di kecamatan bayan untuk dirubah Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 RPJMD KLU 2010-2015. akan tetapi bagaimana para relawan JMM? Keaktifan gunung Artikel > Magelang > K FM 00:1 Manfaatkan Situs Jejaring Sosial. Sektor pendidikan. Boyolali.Rofiq 22:1 Jalin Merapi Swadaya Mendirikan Posko 5 MAGELANG. dan antar golongan • • Terbaru Terpopuler 19:0 Bertani Melon Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi 9 Oleh: Adam Gita Swara Mungkin sebagian besar masyarakat menilai kalau bertani melon adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu yang banyak dan rentan dengan penyakit. Aktifitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hal ini ditandai dengan masih terjadinya Berita > Magelang > Muhammad A. sekaligus sebagai upaya konsolidasi dan integrasi perencanaan pembamgunan daerah Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM Berita Foto . dan bencana gempa bumi yang Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM 19:1 Pendidikan Anak Harus Dilakukan Sejak Dini 0 Lombok Utara. sehingga menjadi anak.penurunnya. Kesehatan dan Infrastruktur Jadi Prioritas 4 Lombok Utara. tapi juga Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM 19:0 Sektor Pendidikan. jawa tengah. Suara Komunitas – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas nasional terhadap korban jiwa akibat meletusnya gunung merapi.Rofiq 19:2 Sholat Ghaib dan Doa Bersama untuk Korban Bencana 1 Lombok Utara. karenanya perlu diberikan pendidikan sejak dini. Suara Komunitas .Guna memberikan pemahaman kepada stake holder dan masyarakat.Anak merupakan amanah dari Allah. Suara Komunitas . bukan saja berguna untuk agamanya.

Rekrutmen CPNS.P. Penulis mengenal jubilaris sebagai sosok pelayan yang memiliki pola pikir produktip dan progressif.189820 seconds...dan .... Prie berkata : Keinginan tak selamanya .. [+-->] • • • • • • • • • • • 10 Komentar Terbaru cut feby berkata : ass mav pak saya ingin . Beliau memiliki pengalaman pelayanan yang matang baik di dalam maupun di luar negeri yang turut memampukan beliau dalam pelayanan masa kini sekaligus juga mempersiapkan pelayanan untuk kepentingan masa depan. rokhim berkata : saya sangat setuju adanya ...... hary gatho berkata : ingin gabung ma pemuda . cah ncomal berkata : disidokare emangnya ada . rifson berkata : mudahan jaringan ini . Sth. Rahmad suryadi berkata : saya pernah punya teman .. suswono berkata : Direktur Manajemen Tangkolo .. Penulis turut merasakan kebahagiaan jubilaris dan mensyukuri segala berkat Tuhan yang beliau terima selama kurun waktu 25 tahun silam dalam proses pelayanan Gereja Tuhan.... KLU Tetapakan UI sebagai Penyelengara oleh: Gita Swara FM.. Peranan Gereja Yang Diakonal Dan Penanganan HIV/ Aids Diakoni FM Pengantar Selamat ulang tahun ke 25 kependetaan bapak Pdt. W.. Tampubolon... ali erfan berkata : selain pisang mang ga . Kiranya tidak berlebihan apabila penulis juga telah menyaksian bahwa jubilaris adalah salah satu pendeta senior yang selalu punya keinginan untuk menghancurkan tembok pemisah yang sering membatasi komunikasi . Mujibur rahman berkata : Semoga bermanfaat. • • • • • Siapa Kami Peta Umpan Balik Tanya-Jawab © SuaraKomunitas 2010 Statistik pengunjung: online 6 Script timer: 0.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi pembaca. “ molo hupasobok diringku tu hamu unang ma nian rajumi hamu sarupa hamu dohot ahu”. jubilaris menurut penulis punya kemampuan membangun hubungan kerja sama yang leih harmonis dengan juniornya karena keakraban dan komunikasi beliau tidak terlalu formal. PA. merupakan pelayanan pewartaan kerajaan Allah melalui Injil sebagai khabar keselamatan yang diberitakan ke dalam persekutuan secara sentripetal maupun ke luar persekutuan itu secara sentripugal. juga tidak dapat dipungkiri banyak pelayan junior yang menghormati seniornya justru mendapat perlakuan kurang wajar. dalam hal ini melalui khotbah. Akan tetapi. Penulis membahas peranan gereja yang diakonal dengan bentuk pelayanan transformatif dengan tindakan preventif dan protektif baik melalui pelayanan pastoral maupun juru kampanye. ekonomi dan budaya. jubilaris tidak jarang melakukan pendekatan kultural kepada rekan sekerjanya yakni sistim kekerabatan ‘dalihan na tolu’. Dalam rangka memeriahkan 25 tahun kependetaan sang Jubilaris. Pendahuluan Koinonia. Ketiga tugas ini punya korelasi interdependensi antara yang satu dengan yang lain. penulis membatasi tulisan ini khusus melihat PERANAN GEREJA YANG DIAKONAL DALAM PENANGANAN HIV/AIDS dengan mengingat HIV/AIDS sudah merupakan permasalahan dunia dan butuh penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. Dalam hal ini. Melihat betapa luasnya cakupan pelayanan diakonia. penulis selalu ingat dengan kalimat singkat yang pernah beliau utarakan dalam bahasa Batak kepada penulis dan rekan pelayan muda lainnya. Secara jujur harus diakui. Dari keramahan dan keluwesan beliau bergaul dengan para pelayan muda maka tidak salah apabila dikatakan bahwa beliau sangat konsisten untuk membangun kerjasama yang baik dengan para pelayan yang lebih muda. Dan diakonia itu menjdai tindakan nyata sebagai pengimplementasian dari pewartaan Injil melalui berbagai aksi sosial. Namun. sermon dan lain-lain.antara pelayan senior dan junior. reformatif dan transformatif). kiranya jubilaris tetap teguh dan kokoh serta lebih energik untuk menunaikan tugas dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan. pelayanan diakonia sebenarnya sangatlah luas dan didalamnya terdapat beberapa metode pelayanan diakonia yang bervariasi. ketika para pelayan senior mau mendekatkan diri bahkan menyesuaikan diri kepada pelayan muda saat itu para pelayan muda semakin kurang menghargai seniornya sebagaimana layaknya. Semoga ke depan. Bentuk pelayanan transformatif merupakan bentuk pelayanan jangka panjang dengan mengesampingkan sikap ketergantungan dari orang yang dilayani kepada pelayan sekaligus konsisten dengan pemandirian orang yang dilayani. Hal ini dapat dikatakan karena diakonia sendiri adalah pelayanan. dengan senang hati dan rasa syukur kepad Tuhan. walau dalam waktu yang sangat singkat. Oleh karena itu. penulis menyumbangkan tulisan ini. 1. marturia dan diakonia merupakan tri tugas panggilan gereja yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. sosial politik.jika terjadi saling melayani di tengahtengah persekutuan itu. Koinonia sebagai persekutuan akan hidup survive. Dari berbagai bentuk pelayanan diakonia saat ini dikenal (karitatif. . Di samping itu. dalam usia yang lebih lanjut. Demikian juga halnya marturia.

Memberdayakan orang yang dilayani bukan saja untuk mampu melepaskan diri dari permasalahan yang ia hadapi tetapi lebih dari itu. Lebih berbahaya lagi perkembangannya ibarat belut dalam lumpur. Gereja cenderung menyuarakan penanganan HIV/AIDS dalam tingkat oral pada berbagai seminar maupun rapat yang diadakan namun belum sampai kepada aksi nyata. Diakonia dalam Perjanjian Baru Ada dua kata yang perlu dibahas dalam Kitab Perjanjian Baru berkaitan dengan istilah ‘diakonia’ yakni: Pelayan. Namun kita masih merasakan adanya sikap kekakuan bahkan kepasifan daripada Gereja untuk terlibat langsung dalam penanganan HIV/AIDS. Demikianlah ODHA/OHIDA (Orang Dengan HIV/AIDS atau Orang Dengan AIDS) pada akhirnya mampu melayani bersama gereja atau di dalam gereja untuk melakukan pelayanan preventif maupun protektif kepada yang belum terinfeksi virus HIV maupun yang sudah. Secara etimologi. 2. penting dan punya makna khusus dalam karya penyelamatan Yesus sendiri. Membangun Gereja yang Diakonal). pelayanan dan melayani. namun barangkali masih pada tingkat kognitif atau mungkin afektif. Bahkan sebelum zaman Perjanjian Baru juga dalam dunia Hellenistik tahun 330-37 BC. Oleh karena itu. semua pihak sangat diharapkan turut berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengatasinya. melainkan telah jadi masalah kemanusiaan di seluruh dunia. sudah waktunya Gereja membuka mata dan secara aktip membangun pelayanan diakonal dalam penanganan HIV/AIDS. selama ini berbagai LSM sudah berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS. Di samping lembaga pemerintah maupun rumah sakit. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan saja. Hal ini menunjukkan kata ‘deacon’ itu merupakan kata yang sangat populer. ‘deacon’ itu merupakan hamba. hamba. Pada dasarnya. Untuk itu. Namun sebelumnya perlu dipahami dasar-dasar teologi diakonia yang menjadi landasan pelayanan gereja terhadap ODHA dan OHIDA. istilah hamba sudah dikenal sebagai pelayan dalam kegiatan kultus di tempat ibadah orang-orang Yunani. Istilah diakonia adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang diterima dan diakui sebagai bahasa asli kitab Perjanjian Baru. Namun sebagaimana telah ditegaskan bahwa HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama dari setiap lapisan warga gereja maupun masyarakat. sangat sulit dideteksi. walaupun harus diakui ada beberapa kata dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani diterjemahkan dengan istilahistilah yang berhubungan dengan diakonia sebagaimana ditemukan dalam kitab Septuaginta (Alf Obtestadt. diakonia berasal dari kata ‘deacon’ yang diterjemahkan menjadi pelayan. bahkan sudah jadi sebuah epidemi yang pertumbuhannya sangat pesat ibarat sarang labalaba. Untuk itu. belum sampai pada tingkat psikomotoris. Gereja dirasa perlu bahkan sudah mendesak untuk segera memberdayakan warga dan pelayan untuk peka dan proaktip menangani masalah kemanusiaan tersebut. pada akhirnya mampu melayani orang lain. Gereja telah menyuarakan bahaya HIV/AIDS. Itu sebabnya penulis membatasi pembahasan landasan teologia diakonia hanya pada kitab Perjanjian Baru. .Bentuk pelayanan seperti ini juga tidak menempatkan orang yang dilayani sebagai objek melainkan memposisikannya sebagai mitra kerja. Kata ’deacon’ ditemukan sebanyak seratus kali dalm kitab Perjanjian Baru. Komite HIV/AIDS yang telah dibentuk HKBP merupakan langkah positip dan konstruktip untuk melakukan penanganan terhadap HIV/AIDS.

melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45). Dalam pemahaman seperti itulah Yesus berkata. ODHA/OHIDA Istilah ODHA/OHIDA ini disosialisasikan sebagai pengganti istilah diskriminatif yang selama ini dipergunakan yakni penderita HIV/AIDS. Walaupun demikian istilah ‘diaconos’ juga dipergunakan untuk suatu jabatan gerejawi (Flp 1:1) dimana selain penilik jemaat juga ada diaken. Dengan demikian diakonia juta merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari koinonia. Dasar pemahaman pelaksanaan pelayanan Gereja terhadap ODHA/OHIDA 3. Disamping itu. Paulus sebagai pemberita Injil juga menyebut diri dan rekannya Epafras sebagai pelayan (Kol 1:7. Hal ini dikatakan oleh Yesus dalam konteks makan bersama yang didasari oleh persekutuan atau koinonia yang di dalamnya terjadi proses saling melayani. Pelayanan itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri maupun keluarga sebagai lembaga terkecil di tengahtengah masyarakat. Itu artinya bahwa segala tugas pelayanan para diaken tidak boleh dilakukan tanpa iman yang benar. Yesus justru menegaskan bahwa yang terbesar adalah pelayan. 1Tim 3:8ff). “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani. Melayani sesama orang-orang percaya merupakan titik berangkat untuk melayani masyarakat yang lebih luas. Pelayanan yang lebih agung dan mulia mengacu kepada pelayanan Kristus (Ibr 8:6). Rom 12:7. Melakukan pelayanan terhadap orang lain itu berarti melakukan pelayanan kepada Kriatus sendiri (Mat 25:44). Itu makanya Rasul Paulus menekankan pentingnya pelayanan yang berkualitas di dalam kasih kepada sesama seiman (Gal 6:10). . Yesus selanjutnya menyebutkan bahwa diriNya sendirilah pelayan itu (Luk 22:26f). Itu makanya Kristus menekankan pelayanan kepada orang lain terutama kepada orang-orang yang paling hina karena pelayanan seperti itu adalah pelayanan kapada Dia. istilah yang lama itu juga sangat menakutkan ODHA dan OHIDA sekaligus mendukung mereka pada sikap pesimistik dan keputusasaan. Demikian juga halnya ketika Yesus makan bersama dengan para muridNya.1.23. Pelayanan Yesus sekaligus menyempurnakan pelayanan para nabi dimana pelayanan itu adalah penyangkalan diri sehingga pelayanan itu adalah untuk orang lain. 3.25). dimana pada saat itu ada dari antara muridNya bertengkar memperdebatkan siapa dari antara mereka yang terbesar. Pelayanan. Selanjutnya Rasul Paulus memberikan persyaratan untuk menjadi diaken (1 Tim 3:8ff) yang intinya bahwa rahasia iman harus tetap tersimpan dan terpelihara di dalam hati. Disamping itu pelayanan bukan hanya karena jabatan tetapi karena karunia Roh (Rom 12:7). Lebih luas lagi bahwa pelayanan itu merupakan tugas dan danggungjawab imamat am orang-orang percaya (1Pet 2:9) sehingga dalam implementasinya perlu pemberdayaan warga jemaat untuk saling melayani dan untuk melayani orang lain di luar jemaat itu sendiri karena sasaran pelayanan itu adalah masyarakat universal (Roma 15:16).Dari kata ‘deacon’ kita mengenal istilah ‘diaconos’ yakni pelayan. Itu berarti bahwa pemberitaan injil oleh Paulus yang dapat dikategorikan ke dalam istilah ‘marturia’ merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari diakonia karena orang yang memberitakan Injil juga adalah pelayan. Pelayanan para rasul dan para pelayan lainnya merupakan pelayanan yang diterima dari Tuhan maupun yang diterima melalui gereja sehingga ‘harus dijalankan sepenuhnya’ (Kol 4:17.

Padahal HIV itu adalah virus yang sangat sulit dideteksi karena belum menunjukkan geala penyakit. Oleh karena itu. 3. Dari sekian banyak pelayanan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. banyak orang yang tidak bersedia memeriksakan diri karena takut apabila terdeteksi mereka akan didiskriminasi dan distigmatisasi. Kasih merupakan satusatunya bukti nyata dari . apakah ODHA dan OHIDA itu masih harus dibenci karena ada anggapan bahwa penyakit yang diderita adalah akibat tindakan amoral? Ataukah satusatunya jalan adalah merangkul. ada dua hal yang menarik ditelusuri berkaitan dengan topik ini. secara organisma adalah tubuh Kristus (I Kor 12:27). Kumpulan gejala penyakit tersebut bukanlah yang diturunkan atau penyakit keturunan melainkan diperoleh.Human Immunodeficiency Syndrome (HIV) merupakan virus yang yang melemahkan bahkan menghilangkan sistim kekebalan tubuh manusia. Sikap seperti ini bukannya mampu meselesaikan permasalahan yang sedang mengglobal ini malah justru turut mempercepat merebaknya HIV/AIDS ke manamana. Gereja adalah tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang percaya Rasul Paulus telah menggambarkan orang-orang percaya dengan adanya satu tubuh sebagai wadah persekutuan para anggota dengan fungsi yang berbedabeda (I Kor 12:12-26. sementara itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya sistim kekebalan tubuh. tidak ada orang yang tidak berdosa. Barulah ketika HIV sampai kepada AIDS maka virus dapat terdeteksi. Pernyataan Yesus ini perlu direvitalisasi dalam kehidupan gereja sekaligus ditransformasikan dalam kehidupan masa kini terutama dalam pelayanan ODHA/OHIDA yang selama ini sering didiskriminasikan. yaitu penyembuhan orang sakit karena dosanya (Yoh 5:14.2. Sangat menarik bahwa Yesus bersedia menyembuhkan orang sakit walaupun penyakit itu adalah akibat dosa yang diperbuat. pola pikir dan pergumulan yang berbeda. Inilah yang menjadi dasar masyarakat umum untuk cenderung mmbenci dan mendiskreditkan ODHA/OHIDA itu sehingga terjadi stigmatisasi dan diskriminasi. Rom 12:4 —8). Dimana menurut pemahaman Yudaisme penyakit adalah salah satu konsekwensi logis dari pada dosa. Sering mnurut mereka bahwa orang sakit adalah orang berdosa. ODHA/OHIDA hendaknya menjadi bagian yang integral dari keseluruhan pelayanan diakonal gereja pada masa kini dn yang akan datang. satu pengharapan dan satu kasih (I Kor 13:13). namun yang paling besar di antaranya ialah kasih. “Aku datang bukan untuk orang benar. Itu makanya tidak jarang mereka justru mengucilkan orang sakit terutama orang yang berpenyakit kusta.3. Yesus tidak mengadakan stigmatisasi dan diskriminasi walaupun hal itu bisa terjadi di tengahtengah masyarakat Yahudi pada waktu itu. Bagi Yesus. Setiap orang percaya yang mempunyai latarbelakang. mengasihi bahkan menjadikan mereka sebagai mitra kerja? Alkitab adalah landasan pemahaman teologis dan pelayanan diakonal. 3. Yesus dan Orang sakit dalam Perjanjian Baru. Mzm 103:3) dan penyembuhan orang sakit bukan karena dosanya maupun orang tuanya (Yoh 9:2-3). Hal ini ia katakan dimana orangorang Yahudi secara khusus kaum elitis di dalamnya mengklaim dirinya sebagai orang orang yang benar karena melaksanakan hukum taurat disisi lain menghakimi para pemungut cukai sebagai orang-orang berdosa. melainkan untuk orang berdosa” (Mrk 2:17). Disamping itu. memang tidak dapat disangkal bahwa banyak gejala penyakit tersebut diperoleh akibat kesalahan sendiri atau karena kebejatan moral. Dalam hal ini Yesus berkata. bnd Mrk 2:1-12. Hal ini diakibatkan oleh rasa keputusasaan para ODHA/OHIDA yang semakin tertutup dan tidak turut membantu penanganan HIV/AIDS. Kemajemukan orang-orang percaya justru diikat oleh satu iman. Untuk itu.

Rasa kebersamaan atau “partnership” akan memperkuat rasa saling mempercayai antara kedua belah pihak. idealnya setiap anggota tubuh harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang latarbelakang denominasi maupun organisasi demi keutuhan tubuh yang satu itu yakni gereja yang esa sebagai tubuh Kristus. Untuk itu. gereja maupun para konselor akan mampu membangun “sharing” dan berdiskusi secara “konfidensial” artinya konselor tidak memberitahukan rahasia pembicaraan tanpa seizin ODHA/OHIDA. bahkan sebagai tenaga konselor yang didampingi oleh pelayan gereja dalam rangka tindakan preventip maupun protektip. Sementara fungsi preventip akan lebih diarahkan kepada masyarakat yang belum terinfeksi virus HIV terutama bagi mereka yang berpeluang besar akan terserang dilihat dari segi tingkahlakunya misalnya para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dan para pelaku seks bebas. ODHA/OHIDA perlu diberdayakan menjadi juru kampanye. mewartakan kasih dan melayankan kasih kepada ODHA/OHIDA. Demikian juga ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahi Taurat datang kepada Yesus sambil membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah. Gereja diharapkan untuk melaksanakan ketiga tugas ini dalam penanganan HIV/AIDS. Untuk itu. pemahaman bahwa konselor adalah setara dengan ODHA/OHIDA amatlah penting. perlu disosialisasikan seluasluasnya kepada masyarakat bahwa ODHA/OHIDA adalah sesama manusia yan membutuhkan perlakuan yang wajar sebagaimana masyarakat lainnya. ODHA/OHIDA merupakan mitra kerja gereja yang sangat efektip untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus HIv. Mereka harus dilindungi dari serangan dan hujatan masyarakat. marturia. Dalam wadah tersebut. Dengan demiikian. Lambang-lambang HIV/AIDS seperti tengkorak yang sangat menakutkan dan menggambarkan maut sangatlah kurang baik karena berpengaruh negatip terhadap kejiwaan si pederita. Tindakan preventip dapat dilakukan selualuasnya baik melalui pembinaan terhadap warga gereja (pemuda.4. Untuk itu. Untuk itu Gereja punya posisi dan peranan yang sangat strategis untuk turut ambil bagian dalam penanganan masalah HIV/AIDS. selebaran dll. para penderita akan menjadi mitra gereja dalam penanganan HIV/AIDS. Fungsi protektip dan preventip gereja Fungsi protektip dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah terlanjur ODHA/OHIDA. Disanalah mereka akan dilayani secara pastoral konseling untuk memulihkan mental dan spiritual yang lebih kuat. dan diakonia. efektif dan efisien. Melalui sosialisasi itu diharapkan kesediaan masyarakat dapat menerima ODHA/OHIDA sebagaimana para penderita penyakit lainnya. khotbah.realisasi iman dan pengharapan. kaum ibu dll) melalui ibadah. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar. dimana gereja harus membangun suatu prsekutuan kasih. Oleh karena itu.5. Di samping itu. Gereja sebagai tubuh Kristus telah hadir di tengahtengah dunia ini untuk melaksanakan tri tugas panggilannya yaitu koinonia. Perlunya sikap inklusivisme dan universalisme Yesus pernah berkata. melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17). mereka memperdebatkan hukum Musa kepada . 3. 3. Hal ini dikatakan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat dan golongan Farisi yang eksklusive melihat Yesus sedang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Rasa saling percaya akan memotivasi para penderita untuk lebih terbuka dan jujur dan pada akhirnya melalui pastoral konseling. kaum bapa. mereka benarbenar dapat merasakan kedamaian sampai pada akhirnya mereka terlepas dari belenggu rasa malu dan minder. Gereja juga perlu mendirikan semacam wadah dimana ODHA/OHIDA dapat dilayani lebih intensif. tetapi orang sakit.

budaya bahkan agama yang berbeda. tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. pengharapan. tidak memegahkan diri. sangatlah penting dihayati bahwa kasih itu sabar. “Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa. Kemudian sikap tidak pemarah tidak . Murah hati merupakan penampakan kasih dari konselor yang bersedia memberikan pelayanan dengan segenap hati dan hidupnya. kasih itu tidak berkesudahan. Mereka berhak memperoleh perlakuan secara manusiawi. Gereja sedapat mungkin harus membenci bahkan menghempang penularan HIV/AIDS namun tidak boleh membenci ODHA/OHIDA. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). karena penderita harus diyakinkan terlebih dahullu sehingga ia tidak merasa malu untuk mengungkapkannya. seorang dokter mutlak mengasihi orang sakit sekigus membenci penyakit yang mengakibatkan penderitaan itu sendiri. Sebagaimana seorang dokter harus mampu memisahkan penyakit dari orang sakit. Namun karena kelemahan manusia itu atas godaan sang iblis. waktu dan pikiran untuk selalu setia mendampingi penderita di dalam pergumulan hidupnya. semua manusia telah berdosa dan harus diselamatkan. Dia harus dengan sabar membongkar latarbelakang penularan virus HIV kepada para korban. Pihak Gereja atau konselor tidak berhak membenarkan diri sebagai orang kudus sekaligus menghakimi penderita HIV/AIDS sebagai orang-orang berdosa dan jahat. Demikian juga ODHA/OHIDA harus diperlakukan setara dengan manusia yang lain. dimana orang jahat sebenarnya tidak identik dengan kejahatan. Karena itu. 3. Kita tahu bahwa HIV/AIDS lebih banyak ditimbulkan oleh tindakan kejahatan seperti kejahatan seksual dan penggunaan narkoba melalui jaruum suntik. Semua bangsa. murah hati. Yesus berkata. Dengan jelas Yesus mau menghancurkan tembok pemisah antara kaum elitis Yahudi yang cenderung membenarkan diri dengan masyarakat jelata yang sering disalahkan dan dihakimi. Tidak memegahkan diri berarti gereja maupun konselor tidak menempatkan diri lebih tinggi dari para penderita HIV/AIDS. Tentu saja butuh waktu yang relatif lama. tidak mudah putus asa. ODHA/OHIDA tidak boleh dipisahkan atau dibedabedakan hanya karena latarbelakang bangsa. Seorang dokter tidak pernah berniat membunuh orang sakit tetapi justru ingin mematikan penyakit agar si penderita memperoleh kesembuhan. Seorang konselor yang benarbenar dilandasi oleh kasih harus menunjukkan sikap sabar. etnis. Oleh karena itu. Tentu saja murah hati tidak boleh diukur dari pemberian material tetapi diukur dari kerelaan untuk mengorbankan tenaga. Rasul Paulus telah menjabarkan buah-buah kasih itu secara panjang lebar dalam 1 Kor 13:4-8a. semua manusia telah jatuh ke dalam dosa tanpa terkecuali. Kasih sebagai landasan pastoral Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa yang paling besar dari ketiga hal utama-iman. kasih. seluruh dunia.adalah kasih.Yesus bahwa orang yang demikian harus dilempari dengan batu.6. Untuk itu. dimana ODHA/OHIDA turut di dalamnya pada akhirnya menjadi landasan pendaratan Firman Tuhan. Mereka merupakan korban pertama dari kejahatan dan virus HIV. Namun Gereja harus mampu membedakan dan memisahkan kejahatan dari orang jahat. sikap primordialisme dan nepotisme tidak dibutuhkan dalam proses pelayanan pastoral terhadap ODHA/OHIDA. Sebaliknya justru harus merendahkan diri dan menghayati bahwa setiap manusia mempunyai standard yang sama di hadapan Tuhan sebagaimana dalam teologia penciptaan dimana bahwa manusia itu ialah “imago dei”. Sebagai landasan pastoral gereja.

" (Islamic Invasion. E. Definisi Morey ini memiliki kelemahan dasar berfikir yang fatal yang menganggap masalahmasalah teologi (ilmu sosial) bersifat eksakta dan mencampur adukkan pengertian soal 'identitas' dan 'opini' (meta basis). Selain itu pelayananan sebagaimana telah diuraikan di atas juga adalah pelayanan yang diterima dari Tuhan Raja Gereja yang tidak hanya mementingkan bentuk-bentuk pelayanan formal dan rutin. Gereja dan konselor harus merevitalisasi peranan kasih sehingga gereja dan konselor tidak akan pernah merasa jenuh dan bosan. Dpk Rakom Diakoni FM) Allah islam = Allah kristen ? Saudara/i ykk. Sikap marah terhadap ODHA/OHIDA karena perbuatannya tidak akan menolong mereka. maka dihasilkan . Harvest House Publishers. 4.57). Robert Morey yang beredar bahkan dianut belakangan ini di kalangan tertentu di Indonesia: "Islam claims that Allah is the same God who was revealed in the Bible.Th. S. This also implies in the negative sense that if the Bible and the Quran have differing views of God. Siahaan. then Islam's claim is false. Banyak pertanyaan diajukan mengenai 'Apakah Allah Islam sama dengan Allah Kristen?' dan argumentasi yang banyak dikemukakan adalah bahwa 'Allah Islam tidak sama dengan Allah Kristen' alasannya 'Karena ajaran keduanya berbeda!'. (Penulis:Pdt. Kasih itu tidak berkesudahan adalah dasar yang paling utama sebagaimana kasih Allah juga tidak pernah berkesudahan. Tetapi mereka harus diberdayakan untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik bahkan menjadi mitra gereja untuk menghempang penyebaran virus HIV/AIDS. Dimana kesalahan mereka tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyalahkan dan menghakimi. Dari dasar berfikir atau asumsi ini.terpisahkan dari tidak memegahkan diri. h. tetapi justru akan menjerumuskan mereka kepada kehidupan yang lebih isolatif (lebih suka mengurung dirisendiri). Satu Bumi Banyak Agama) yakni yang lain yang religius dan yang lain yang menderita khususnya saudara-saudara kita yang kekasih. Untuk itu Gereja harus berusaha menumbuhkan sikap percaya diri bahwa mereka dapat diterima di tengahtengah gereja dan masyarakat sebagai orang yang patut dilayani secara wajar. Kiranya gereja juga memberdayakan para pelayannya maupun warganya untuk tidak hanya menjalankan pelayanan internal tetapi juga menjalankan pelayanan kepada yang lain (Paul Knitter.R. tetapi selalu segar dalam pelayanan pastoral kepada ODHA/OHIDA sekalipun pelayanan tersebut bukan tanpa masalah. Pandangan ini tercermin dalam buku Dr. 1992.Penutup Reposisi dan revitalisasi peranan gereja adalah hal yang sangat mendesak melihat permasalahan sosil disekitarnya yang semakin rumit yang disadari atau tidak asti punya dampak destruktif kepada kehidupan gereja itu sendiri. This logically implies in the positive sense that the concept of God set forth in the Quran will correspond in all points to the concept of God found in the Bible. ODHA/OHIDA. Sikap tidak menyimpan kesalahan orang lain amatlah penting dalam pelayanan pastoral konseling ini. Inklusivitas pelayanan gereja seperti ini merupakan suatu rekonstruksi pelayanan Yesus pada dunia masa kini sebagai salah satu bagian kecil dari perwujudan visi sang Raja Gereja yakni keselamatan dunia.

"Katakanlah: Kami telah beriman kepada Allah dan (kitab) yang diturunkan kepada kami dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrahim. EL SEMIT Faktanya. padahal Suharto yang sama itu oleh para mahasiswa dianggap sebagai bapak pembangkrutan yang membawa kemiskinan karena KKN dan tiran yang membawa bangsa Indonesia kepada disintegrasi bangsa. Jawabannya perlu kita lihat dari Kitab Suci Islam (Al-Quran) maupun Kristen (Al-Kitab). kita dapat mengetahui bahwa nama Tuhan 'El/Elohim' adalah pencipta langit dan bumi. tiadalah kami perbedakan seorang juga di antara mereka itu dan kami patuh kepada Allah" (Al-Quran. Bila kita melihat Alkitab PL. Agama Yahudi. maka konsep keduanya mengenai Suharto akan sama dalam setiap butirnya. Al-Baqarah. Mengapa berbeda? Dan kalau berbeda apakah klaim mahasiswa mengenai Suharto salah? Di sini kita berhubungan dengan dua soal yang tidak bisa dicampur adukkan satu dengan lainnya. Bagi para pengikut ORBA. sebaliknya secara negatif disebut bahwa (2) Bila Al-Quran dan Alkitab memiliki pandangan berbeda mengenai Tuhan. agama Kristen juga mengakui penggenapan dalam Tuhan Yesus Kristus yang wahyunya dibukukan dalam Perjanjian Baru padahal Yahudi menolak. Menurut definisi Morley. Agama Yahudi mempercayai wahyu yang dibukukan menjadi Alkitab Perjanjian Lama. . Isma'il. Faktanya sekalipun Suhartonya sama konsep keduanya berbeda. yaitu bahwa Suharto sebagai pribadi (oknum) dengan namanya dan konsep orang (ajaran atau aqidah) mengenai oknum yang sama itu. dan juga sejarah bangsa dan bahasa Semit. bila kita membandingkan agama Yahudi (Alkitab Perjanjian Lama). maka klaim Islam adalah salah. Nuh. dan Islam (Al-Quran). Ishak. maka secara positif konsep keduanya mengenai Tuhan harusnya sama dalam setiap butirnya. Mahmud Yunus. Dan ia juga Tuhan yang menyatakan dirinya kepada Adam.kesimpulan bahwa (1) Bila Allah Islam adalah Tuhan Kristen. 2:136. Kristen dan Islam mempercayai itu semua. (begitu juga kepada kitab) yang diturunkan kepada Musa dan 'Isa. Pandangan yang terlalu sederhana ini dengan mudah bisa digugurkan bila kita mengambil contoh soal 'Suharto' mantan presiden ORBA. Suharto adalah bapak pembangunan yang membawa kesejahteraan dan mendatangkan kesatuan dan keamanan regional. Tafsir Quran Karim). bila Suharto yang dimaksudkan oleh para pengikut ORBA sama dengan Suharto yang di demo mahasiswa. Y'qub dan anak-anaknya. namun mereka berbeda dalam kepercayaan akan wahyu mana yang dari El yang sama itu yang dipercayai. dan apa-apa yang diturunkan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. kita dapat melihat bahwa ada butir-butir yang sama. dan Yakub. Ishaq. Abraham. Soal yang sama terjadi dalam hubungan dengan pertanyaan mengenai apakah 'Allah Islam sama dengan Tuhan Kristen?'. namun banyak butir-butir lainnya yang tidak sama (jadi bukan semua sama atau semua tidak sama). manusia dan segala isinya. Kristen (Alkitab Perjanjian Lama dan Baru). namun sekalipun agama Kristen menerima hal ini.

Johanes Botterwech. Akadian kuno (ilu) dan dialekdialek sesaudara dimulai zaman pra-Sargon (sebelum 2360 BC) dan berlanjut sampai akhir masa Babil. … Di Semit Timur ada bukti kuno yang menunjukkan bahwa 'Il' adalah nama diri tuhan … tuhan Il (kemudian El Semit) adalah kepala ketuhanan pada rumpun Semit Mesopotamia pada masa Pra-Sargon. Istilah 'il mempunyai arti sebutan umum (generic appelative) untuk menunjuk pada 'tuhan' atau 'ketuhanan' pada tahap awal semua cabang utama rumpun bahasa Semit. Bahwa ajaran/konsep mengenai 'Allah' (El) itu kemudian merosot dan makin tidak mendekati hakekat yang di'nama'kan dan ditujukan kepada pribadi lain seperti yang terjadi pada jalur Ishak (Kel. dan umum di dialek-dialek Arab Selatan kuno. El juga digunakan sebagai Nama Diri (proper name). namun karena dianggap telah dipalsukan. ini dijelaskan dalam buku-buku teologi Kristen maupun Ensiklopedia Islam bahwa setidaknya bangsa Arab mewarisi tiga jalur nenek moyang yang semuanya mengenal 'El Abraham' yaitu sebagai keturunan Sem. dan menerima kitab-kitab Ibrahim. Theological Dictionary of the Old Testament. 242-244). di Ugarit. dan Adnan (keturunan Ismael anak Abraham). 'ilum. dari terang Alkitab (PL+PB) dan Al-Quran jelas terlihat bahwa sebagai oknum dengan namanya. sekalipun menerima kitab yang diterima Ibrahim. 'ila). "'Ilu. akibatnya mereka memandang Tuhan 'El' (yang sejak Musa diberi nama juga sebagai 'Yahweh' (Kel. di Ibrani.32. namun agama Kristen berbeda dan menerima kenyataan bahwa El Abraham itu juga telah menyatakan diri dalam oknum Yesus dalam ke-Tritunggalannya.6:1-2)) sebagai Tuhan monotheisme yang transenden dengan hukum Taurat sebagai pedoman. dan sekalipun menerima kitab-kitab Yahudi dan Kristen. dengan sendirinya banyak pengajaran (aqidah)nya yang berbeda.I. Dari sejarah ini kita dapat melihat bahwa 'Allah' di kalangan bangsa dan bahasa Arab tidak lain menunjuk pada 'El' Semit' yang sama. Allah Islam adalah Tuhan Yahudi dan Kristen. Namun karena wahyu yang dipercayai berbeda. Jadi. Ishak. Penggunaan sebagai sebutan juga muncul di Semit Barat Laut. Ishak. Ini terlihat jelas di Semit Timur.Agama Islam. namun 'El/Il' juga digunakan untuk menyebut 'nama diri' Tuhan. Dalam bahasa Ibrani kata sandang 'the' ('al' dalam dialek Arab dan 'ha' dalam dialek Aram-Siria namun diletakkan di belakang menjadi 'alaha') tidak digunakan bila menyebut Tuhan. Yoktan (keturunan Eber). Vol. di Amrit ('ilu. Anak Lembu Emas disebut 'Elohim' dan 'Yahweh') maupun jalur Ismael (masa . di Arab Utara digantikan dengan nama 'ilah. kepercayaannya hanya bergantung kepada Perjanjian Lama. namun lebih menerima kitab wahyu yang diterima Muhammad dari jalur Ismael. El' sebagai sebutan untuk ketuhanan. Islam mengikuti jalur Abraham mempercayai Tuhan 'El' itu yang dalam dialek Arab disebut 'Allah' (dari al-ilah)." (G. Yakub dan Isa sejauh diterima oleh Muhammad yang dipercayai sebagai nabi. dan hukum kasih/Injil menjadi pedomannya. Yakub dan Isa. Dari sejarah kita mengetahui bahwa sejak awalnya 'El' bisa memiliki arti umum sebagai sebutan untuk 'Tuhan/Ketuhanan' dan 'Elohim' sering digunakan dalam arti kata jamak (politheistik) dan dipakai oleh suku-suku keturunan Sem (menjadi rumpun Semit) dan karena perkembangan zaman sering merosot sehingga dimengerti dalam berbagai-bagai ajaran aqidah. 'Ilu. Agama Yahudi. maka kepercayaan kepada berita Al-Kitab terbatas hanya bila hal itu dikuatkan dalam Al-Quran.

dan juga digunakan oleh orang Arab pra-Islam (terutama kaum Hanif yang tetap mempertahankan Allah monotheisme Abraham) maupun bangsa Arab yang menganut agama Yahudi dan Kristen: .l. Etymologically.270)." The name's origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El. Islam) adalah Tuhan Semitik agama samawi yang berpribadi. pencipta alam raya termasuk segala isinya". (Vol. Memang dalam literatur Barat termasuk dalam beberapa kamus. Dalam pengertian 'Universalisme' (pluralisme agama) disebutkan bahwa semua agama itu menyembah Tuhan yang sama (universal) namun melalui jalan-jalan yang berbeda (partikular).Tuhan yang berpribadi (Yahudi.I.Tuhan Okultis (satanisme). tentu tidak disimpulkan bahwa Tuhan Semua Agama sama. yaitu : (1) 'Theisme' . jadi sekalipun kita menyebut Tuhan Theisme Yahudi. Kita dapat membandingkan hal ini dengan definisi yang disebutkan dalam Enyclopaedia Britannica. dewa berhala disebut 'Allah'). Kristen dan Islam menunjuk pada oknum yang sama namun sekalipun ada yang sama juga ada yang berbeda ajaran/aqidahnya." Definisi yang benar ini juga disebutkan dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia dimana disebutkan bahwa: "ALLAH adalah Tuhan. (2) 'Monisme' . sedang Tuhan Theisme. Kita harus menyadari bahwa setidaknya ada 4 golongan agama. namun banyak pula literatur Barat yang lebih bersifat netral dan ilmiah seperti Ensyclopaedia Britannica dan umumnya kamus-kamus teologia yang menyebut bahwa nama 'Allah' adalah nama dalam dialek/bahasa Arab untuk menunjuk pada 'El' Semitik. Tetapi bagaimana dengan definisi yang dicantumkan dalam kamus-kamus dalam bahasa Inggeris? Disana disebutkan bahwa "Allah … Muslim's name for God" (a. Tao dan Kebatinan). Bisa juga dimasukkan 'politheisme' (HinduVeda) sebagai golongan ke-5. Non-Theisme.Tuhan yang 'non-exist' (Buddhisme). Namun. dalam arti yang lain jelas memberikan pengertian yang lebih ilmiah dan lebih mengandung kebenaran: "Allah (Arabic:"God"). tentu tidak mengurangi hakekat nama itu sendiri sebagai menunjuk kepada 'El' semitik dan monotheisme Abraham. Kristen dan Islam sama. Oxford Dictionary & Grollier Ensyclopedia). Kristen. ada sentimen kuat anti Arab/Islam sehingga sering timbul ungkapan-ungkapan memojokkan yang tidak ilmiah seperti ucapan Morley di atas yang memberi stigmata seakan-akan nama 'Allah' itu nama dewa/i masa jahiliah Arab seperti Dewa Pengairan atau Dewa Bulan. Sudah jelas ke-empat (atau ke-lima) bentuk Tuhan itu tidak sama. the one and only God in the religion of Islam. sekalipun diyakini bahwa 'Allah' Yahudi. "the God. Islam). berfirman dan menurunkan wahyu kepada umatnya.Tuhan kekuatan semesta (Hindu-Upanishad. Kristen. namun harus diakui bahwa Tuhan 'Theisme' (Yahudi.jahiliah. (3) Non-Theis . h. yang sekalipun mengakui ke-khasan nama Allah dalam penggunaannya di kalangan agama Islam sebagai salah satu artinya. Allah is the standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well as by Muslims. dan Demonisme jelas berbeda baik sebagai nama oknum maupun ajaran/aqidahnya. Monisme. the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah. dan (4) Demonisme . the latter being an Old Testament synonim for Yahweh.

Ketika bahasa Yunani menguasai kawasan sekitar Laut Tengah. ini berarti sudah tiga abad lebih dimana agama Islam dan bahasa Arab sudah merakyat di Indonesia.l. Kenyataan ini juga diperkuat dengan ditemukannya peninggalan arkeologis beberapa abad sebelum masa Islam abad-VII (yang secara keliru disebut dalam buku Morley bahwa Alkitab dalam bahasa Arab baru ada pada abad-IX dan menggunakan nama Allah karena dipaksa orang Islam dan bandingkan dengan buku-buku yang bertema 'Asal bukan Allah' yang menganggap orang Islam tidak menyukai orang Kristen menggunakan nama 'Allah'). hanif) yang mana mereka tidak memihak kepada satu di antara kedua agama tersebut. Namun. Pada zaman ini ajaran monotheisme Ibrahim telah musnah berganti dengan sitem paganisme. Islam sudah masuk ke Indonesia sejak abad ke-XIII. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia.280). dalam bahasa Indonesia. Sejumlah berhala sesembahan didatangkan ke Makkah dari berbagai negeri di Timur Tengah. sebab jauh sebelum ada agama Islam nama Allah sudah digunakan bersama-sama oleh umat Yahudi Arab. atas perintah imam besar di Yerusalem. Kristen Katolik baru masuk abad keXVI dan Protestan pada abad ke-XVII. ada banyak kosa-kata yang berasal dari bahasa asing. Gott. Alaha dalam bahasa Aram-Siria). Alkitab PL diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani (Septuaginta/LXX). Kristen Arab dan bangsa Arab pra-Islam. dibawah kata al-Jahiliah). dalam arti kata penerjemahan nama Tuhan ke dalam bahasa-bahasa lokal didorong oleh Roh Tuhan/Kudus sendiri. umat Kristen dan dipakai juga di sinagoga-sinagoga. Eliezer. melainkan terdapat beberapa suku Arab memeluk agama Kristen dan Yahudi."Karena Islam memperbaiki agama yang dibawa Ibrahim. maka nama 'Allah' (Arab) sebenarnya bukan terjemahan melainkan perkembangan dialek dalam rumpun Semit sendiri untuk menyebut El (di samping a. Inggeris (1. para Rasul. termasuk kata 'Allah'). dan sejak itu sampai abad ke-XIX bahasa Ibrani hanya digunakan dalam penulisan/penyalinan Kitab Suci saja. mereka itu dinamakan 'hunafa' (tgl. ibarat kegelapan sebelum terbit fajar. mengapa tidak memilih saja 'El/Elohim' yang merupakan bahasa aslinya? Tuhan dalam menyebarkan firmannya menggunakan kendaraan bahasa-bahasa. karena kata itu bukan saja dekat tetapi termasuk keluarga serumpun Semit dengan bahasa Ibrani. yaitu bahasa Arab (1. dan Belanda (3. kalau 'El' (Ibrani) sama dengan 'Alaha' (Aram-Siria) dan 'Allah' (Arab). maka adalah tepat bila kata yang sekarang menjadi kosa-kata Indonesia itu dipakai untuk menyebut El/Elohim Perjanjian Lama dan Theos Perjanjian Baru dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia. yakni agama fitrah. dan kemudian nama 'Allah' masuk menjadi kosa-kata bahasa Indonesia. Demikian juga di hari Pentakosta. yaitu . h. Dari pembahasan di atas dapatlah disimpulkan jawab atas pertanyaan judul artikel ini. Berbeda dengan 'El' yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai 'Theos' dan bahasa Barat sebagai 'God. (Cyrill Glasse. dan diwarnai dekadensi moral.190. Namun tidak semua warga Arab pada saat itu menganut sistem keyakinan pagan. Ensiklopedia Islam. Pada zaman Ezra. maka jahiliyah dipandang sebagai sebuah zaman sebelum kedatangan Islam. Dieu'. melainkan mereka bertahan pada ajaran monotheisme Ibrahim".610). Suatu pengingkaran sejarah yang dihasilkan semangat Arab/Islam fobia.495. Roh Kudus sendiri mengilhami para Rasul untuk mengkotbahkan firman (termasuk nama El/Theos) ke bahasa-bahasa pendengar. Alkitab Ibrani sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Aram. Bahkan terdapat sejumlah pribadi yang menekuni dunia spiritual. inilah yang digunakan Yesus.

(vol-I). namun perlu disadari bahwa karena Kitab Suci yang dipercayai keduanya berbeda. kita dapat melihat sejarah bangsa Arab dan hubungannya dengan nama 'El' dari beberapa kutipan dari sumber Krtisten maupun Islam: "orang Arab mencakup keturunan Aram (Kej. Abraham dari Keturah (Kej.10:26-29).bahwa sebagai oknum dengan namanya "Allah Islam adalah Tuhan Kristen" atau "Allah Islam adalah Allah Kristen" pula.org dan bacalah YBA-maya bulan Mei 2000 tentang 'Pluralisme Agama & Dialog'. Keturunan Joktan (anak Eber) mencakup beberapa suku Arab (Kej. Banyak yang bersyukur atas informasi yang diperoleh yang dapat menghilangkan prasangkaprasangka sebelumnya.25:1-4) dan dari Hagar (Kej. Dari pertanyaan yang masuk. Eber (Kej. Artikel berjudul 'Allah Islam = Allah Kristen?' ternyata mendapat sambutan luas. silahkan membuka http://www.32) pada bangsa Israel dan 'masa Jahiliah' pada bangsa Arab.. Kristen & Islam) tidak dimaksudkan sebagai sama dengan agama-agama lain yang 'tuhan'nya bersifat monistis." ('Arabians' dalam The Interpreter's Dictionary of the Bible. "Berita Alkitab yang pertama yang memberikan penjelasan mengenai penduduk Arabia adalah Daftar Bangsa-Bangsa dalam kitab Kejadian 10.yabina..25:13-16) .182). Dalam artikel tersebut sebenarnya sudah jelas bahwa (1) yang dimaksudkan sebagai sama adalah bahwa nama 'Allah' dalam Islam dan Kristen menunjuk pada 'El' Abraham. namun pengertian ini jelas bisa merosot seperti dalam kasus 'Lembu Muda Emas' (Kel.10:24-29). keduanya memiliki banyak perbedaan dalam hal konsep/ajaran/aqidah. non-theistis maupun demonistis yang oleh penganut universalisme dianggap sebagai 'Yang SATU' (Untuk pembahasan ini. namun ada juga beberapa yang masih mempertanyakan beberapa bagian dari artikel tersebut. Untuk memperjelas mengenai nama 'Allah' yang menuju oknum yang sama (sekalipun ajaran/aqidahnya beda). dan (2) Sekalipun ada kesamaaan 'Allah' ketiga agama Semitik dan Samawi (Yahudi. ada dua kesalah pahaman sebagai penyebabnya. yaitu: (1) Kesalah pahaman yang masih mencampur adukkan pengertian 'Allah' sebagai nama dan ajaran/aqidah/konsep yang berbeda dalam Islam dan Kristen. politheistis.10:22). yang mencantumkan sejumlah orang- . maka jelas pula bahwa sekalipun ada samanya. hlm. dan (2) Kesalah pahaman yang menjurus pada anggapan seakan-akan dengan menyebut 'Allah Islam = Allah Kristen' (dalam nama itu) sebagai pandangan Universalisme yang merelatifkan semua agama yang menuju 'Yang SATU'. ------------------- Allah Bangsa Arab Saudara/i ykk.

. Itulah sebabnya bangsa Arab yang mengikuti agama Yahudi... "Adnan. sementara bangsa Arab keturunan Quathan yang tinggal di wilayah selatan menamakan dirinya sebagai Arab Muta'arribah. Jadi jelas bahwa bangsa Arab sejak awalnya juga mengenal 'El' Nuh. yakni keturunan Aram putra Shem putra nabi Nuh" ('Bangsa Arab' dalam Cyril Glasse. Tradisi Arabia Selatan yang diyakini bahwa mereka merupakan keturunan dari seorang nabi bernama Qahthan.23). yang di dalam Bibel disebut Joktan." (Encyclopaedia Britannica) . hlm.. Kata "Allah" merupakan sebuah nama yang hanya pantas dan tepat untuk Tuhan. yaitu dari Aram (anak Sem anak Nuh).4950). Kristen maupun yang Islam sama-sama menyebut nama 'Allah' untuk menyebut 'El' Abraham. . hlm... yang dalam Bibel disebut Joktan"..36) sejumlah orang Arab disebut." (Glasse. kemudian hari sejumlah suku-suku dari Arab Utara disebut sebagai keturunan Abraham melalui Keturah dan Hagar (Kej. . ('Adnan' dalam Glasse. yang melalui kata tersebut dapat memanggil-Nya secara langsung.. "Masyarakat Semit yang merupakan penduduk asli gurun pasir Arabia . Anak turunan Nabi Isma'il yang menjadi nenek moyang suku-suku Arabia Utara . misalnya nama Abd al-Allah (hamba Allah). 'El' Eber (yang dari nama ini lahir bangsa Ibrani. .37:25-36)" ('Arabia' dalam The New Bible Dictionary.54). Yoktan (anak Eber cicit Sem). Masyarakat yang berdarah Arab asli dan berbahasa Arab tersebar di sepanjang jazirah Arabia. lagi di antara keturunan Esau (Kej. dan darinya terbentuk keturunan Isma'il. "the God.. digunakan untuk memanggil Tuhan. nama Ayah Nabi Muhammad. . hlm. melainkan ia juga merupakan nama yang. dua kelompok keturunan Abraham yaitu orang-orang Ismaili dan medianit dijumpais ebagai pedagang-pedagang caravan (Kej. Allah is the standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well as by Muslims. putra Ibrahim . dan dari Adnan (keturunan Ismael anak Abraham)... dan 'El' Abraham yang juga dikenal Ismael. the latter being an Old Testament synonim for Yahweh. jadi orang Arab pada jalur ini bisa juga dibilang sebagai keturunan Ibrani). terbentang dari Yaman dan pantai Afrika dekat Yaman sampai kepada gurun pasir Syria dan Irak Selatan . atau suku-suku hasil percampuran dengan Arab al-'Aribah (Arab Asli) ." The name's origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El. Istilah Arab berarti "Nomads". Nama "Allah" telah dikenal dan dipakai sebelum al-Qur'an diwahyukan.12-13). "Etymologically. Ia merupakan kata pembuka menuju Esensi (hakikat) ketuhanan. the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah. Jadi bangsa Arab merupakan setidaknya keturunan dari tiga jalur semitik. Kata ini tidak hanya khusus bagi Islam saja.orang Arab-Selatan sebagai keturunan Yoktan dan Kusy. Di masda Yakub. nenek moyang suku Arabia Selatan adalah Quahthan. hlm.. oleh ummat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur. "Kata "Allah" merupakan pengkhususan dari kata al-ilah (ketuhanan) . Kelompok Arab yang asli ini. Bangsa Arab Utara dipandang sebagai Arab al-Musta'ribah (Arab yang di Arabkan). dan Tradisi Arabia Utara yang diyakini sebagai keturunan nabi Adnan. Ensiklopedia Islam.25). yang berada di balik kata tersebut bahkan yang tersembunyi di balik dunia ini.

namun ia digunakan dalam pernyataan alQur'an dengan pengertian "orang yang mengikuti keyakinan (kepercayaan) monotheisme (jamk. (Glasse.html#p3568 . Agama Kristen mempercayai Wahyu PL yang digenapi dalam Yesus yang menjadi Tuhan dan Kristus sebagai Perjanjian Baru. yakni Risalah Islam". Agama Yahudi mempercayai Wahyu dan Perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham Ishak dan Yakub yang tertuang dalam Alkitab Perjanjian Lama. sudah dikenal oleh Bangsa Arab kuno . kesadaran agama Ibrahim di kalangan bangsa Arab ini telah menghilang. Dalam bahasa Ibrani..ALLAH IS GOD. Disalindari : http://www.50-51) "Hanif. Kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah hunafa' (tngl. hlm. sebuah kata yang pada asalnya ditujukan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail.htm Artikel terkait : .. namun nama 'Allah' itu dilestarikan oleh kaum 'Hanif' (Hunafa) yang tetap menyembah 'Allah Monotheisme Ibrahim.'. dalam waktu 20 tahun seluruh tradisi Jahiliyyah tersebut terhapus oleh ajaran Tuhan yang terakhir. dan kedudukannya digantikan oleh pemujaan sejumlah berhala . Menjelang abad ke-7. "Gagasan tentang Tuhan Yang Esa yang disebut dengan Nama Allah. bangsa Arab juga mengenal kemerosototan ini pada masa 'Jahiliah' sebelum kehadiran Islam.Perlu diketahui bahwa nama 'Allah' adalah perkembangan ke dalam dialek 'Arab' dari nama 'El' menjadi 'Al-Ilah' (jadi bukan terjemahan). Mereka yang tergolong hunafa antara Nabi Ibrahim dengan Nabi Muhammad terdapat sejumlah generasi Ibrahimiyyah dan Isma'illiyyah".hanif).. Salam kasih dari Herlianto/YBA. namun harus diketahui bahwa ajarannya berbeda karena mempercayai wahyu yang berbeda. kata sandang 'ha' (dalam Arab 'al') tidak umum dipakai apalagi untuk menyebut 'El'.org/allah-is-god .. hlm. Agama Islam sekalipun menerima kitab-kitab PL + PB namun tidak mempercayainya karena dianggap sudah dipalsukan dan menerima Wahyu yang dipercayai diterima oleh Muhammad..org/layout2. Asal kata ini tidak diketahui secara pasti.. Sama halnya peristiwa kasus 'Lembu Muda Emas' di Israel. Sebuah kata sifat yang ditujukan oleh al-Qur'an terhadap nabi Ibrahim dan terhadap mereka yang sebelum masa Islam menjaga kemurnian dan kelurusan naluri-naluri keagamaan mereka dan sama sekali tidak terlibat dalam tradisi paganisme (keberhalaan) dan politheisme. (Glasse. di http://www. Khunafa). Dalam kekristenan sendiri ada perbedaan-perbedaan ajaran yang dihasilkan iman akan wahyu yang berbeda. sedangkan dalam bahasa AramSiria diletakkan di belakang menjadi 'alaha'.sarapanpagi. Kiranya uraian ini memperjelas.124) Dari beberapa fakta sejarah ini kita dapat mengetahui bahwa memang 'Allah Islam' sebagai oknum sama dengan 'Allah Kristen'. .yabina.

Keselamatan universal bagi seluruh bangsa III. di http://www.. Kesimpulan .Buku : THE ISLAMIC INVASION.org/buku-the-isl . or return to the search results. PEMBAHASAN • • • • • Pertanyaan: Jawaban: 1..html#p3569 .sarapanpagi.. ..html#p3571 • • • • • • • • • • Home Pertumbuhan Dialog Tanya-Jawab Renungan Galeri Kesaksian Artikel doa | SUMBANGAN | Apakah agama Kristen bersifat eksklusif atau inklusif? hide Google Search Results You arrived here after searching for the following phrases: • • • teologia kristen nubuat Click a phrase to jump to the first occurrence. di http://www. Kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan dan pengajaran Tuhan yang bertahap II.ALLAH = Moon God?.sarapanpagi. .org/allah-moon-g ..

umat pilihan Tuhan. Menurut Russell. maka seseorang harus mengambil sikap. Pada perkembangan lebih lanjut. yakni hendak penguniversalkan ajaran Tuhan. . pada saat keselamatan diberikan secara eksplisit untuk menjangkau seluruh bangsa (inklusif).57:27). maka hal ini juga dipandang sebagai kesalahan serius. sebuah pesimisme kepada kemanusiaan. saya pikir. Terima kasih atas pertanyaannya. Namun. maka konsep kemanusiaan dalam Kristen lebih universal dibanding dengan Yahudi. agama yang semula diperuntukkan intern Yahudi.Pertanyaan: “Polemik Alquran terhadap orang Yahudi sebetulnya bukan menyangkut ketuhanan tetapi manusia.. Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya. Akibatnya. Romawi.Ndro Jawaban: Shalom Ndro. kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat. dan sebagainya).. Agama Kristen. …dan Kami tanamkan ke dalam hati mereka yang menjadi pengikutnya rasa cinta (santun-NM) dan kasih sayang (Q. Dengan demikian.3:50). karena ingin menguniversalkan ajaran Tuhan. Klaim seperti ini kemudian mengakibatkan universalisme ajaran Tuhan dikebiri untuk hanya menjadi suatu ajaran nasional. apakah ajaran Kristen adalah eksklusif (menjangkau umat Yahudi saja) atau inklusif (menjangkau seluruh bangsa). Menurut saya. Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan. dengan sedikit ekses melalui Paulus membuat penyimpangan yang sangat serius. M0hon penjelasan dari tim katolisitas. dalam artikel tersebut disebutkan dua hal yang saling bertentangan (eksklusif dan inklusif) dan keduanya dipandang salah oleh penulis. Dalam skema Alquran. dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih. sedangkan kemanusiaannya banyak mendapat pujian. pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q. Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. mungkin sudah sejak Nabi isa. Pada saat konsep keselamatan dalam Perjanjian Lama dipandang sebagai sesuatu yang ekslusif. Hanya dengan datangnya Islam. maka mereka (orang Yahudi) dicap sombong dan universalisme ajaran dipandang telah dikebiri. . oleh Paulus diuniversalkan sehingga bisa menjadi agamanya kaum Gentiles (orang Yunani. Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan. Misalnya. bahkan tribal (kesukuan). bahwa mereka sombong sekali dan mengklaim diri sebagai the choosen people. Untuk mendukung ini.” Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid ini saya dapatkan dari salah satu website berita online. Polemik Alquran terhadap Kristen yang utama adalah mengenai teologinya. Dengan adanya unsur kasih.

— 19 Juga Yehuda tidak berpegang pada perintah TUHAN. namun karena kebijaksanaan Tuhan. Jadi. kalau Allah memilih satu bangsa. dan menjauhkan mereka dari hadapanNya. sampai habis mereka dibuangNya dari hadapan-Nya. maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu–bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? –” Lebih lanjut. sehingga melalui bangsa tersebut. kita dapat melihat adanya prinsip mediasi – yaitu melalui seseorang atau bangsa. Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini. “18 Sebab itu TUHAN sangat murka kepada Israel.” (Kej 22:18) Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit. namun juga diperuntukkan untuk semua bangsa. namun kita dapat melihat adanya konsep keselamatan yang bersifat universal. tetapi mereka hidup menurut ketetapan yang telah dibuat Israel.1. karena tidak ada yang perlu disombongkan dari diri mereka. walaupun Israel adalah bangsa pilihan. Kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan dan pengajaran Tuhan yang bertahap 1. Hal ini ditegaskan di dalam kitab Ulangan 7:7. Hal ini terlihat dari beberapa ayat berikut ini: Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. maka terlihat bahwa tidak ada yang perlu disombongkan dari umat Israel dan keselamatan bagi seluruh bangsa bukanlah diperuntukkan bagi umat Israel semata. Silakan melihat nubuat-nubuat ini secara lebih mendetail di artikel ini – silakan klik. terpilihnya bangsa pilihan ini bukan karena kehebatan bangsa Israel. Allah mereka. Nubuat ini diberikan dari generasi-generasi. namun mereka juga mendapatkan didikan dari Tuhan. –” (2Raj 17:18-20). 3. maka ini sebenarnya tidak benar. karena terpilihnya bangsa ini sebagai bangsa pilihan adalah bukan karena kebesaran bangsa ini. dengan demikian tidak ada yang perlu disombongkan dari bangsa Israel. Dengan demikian. Oleh karena itu. 2. sehingga mereka sering mendapatkan pengajaran dari Allah. tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja. Walaupun kita melihat bagaimana Allah membela bangsa pilihan dan juga membiarkan bangsa Israel menderita karena kesalahan mereka sendiri atau bahkan menghukum bangsa Israel karena dosa-dosa mereka. namun karena Tuhan yang memilihnya.” (Kej 26:4) 4. akan adanya Mesias (yang terpenuhi dalam diri Yesus). dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. Kalau dikatakan bahwa umat Yahudi adalah sombong. adalah hal yang wajar. . yang menuliskan “Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga. karena engkau mendengarkan firman-Ku. Dari sisi yang lain. yang akan memberikan berkat kepada seluruh bangsa. Oleh karena itu. maka terpilihnya bangsa Israel sebagai bangsa pilihan adalah merupakan cara Allah untuk mendidik umat manusia secara bertahap. bahkan di Alkitab dikatakan bahwa mereka adalah bangsa yang keras hatinya. terlihat adanya nubuat yang diberikan dalam Perjanjian Lama. yang kemudian ditegaskan di dalam Perjanjian Baru. 20 jadi TUHAN menolak segenap keturunan Israel: Ia menindas mereka dan menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok-perampok. maka keselamatan dapat datang ke seluruh dunia. karena menganggap diri mereka sebagai bangsa pilihan. Jadi. Dari pemaparan ini. Dalam hal ini. maka seluruh dunia dapat mengerti rencana keselamatan Allah.

maka sebenarnya pernyataan ini telah mempunyai asumsi yang perlu dibuktikan kebenaran terlebih dahulu – yaitu asumsi bahwa agama Kristen hanya diperuntukkan untuk kaum Yahudi. Dari kutipan ini. Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan” Dalam Kitab Suci dikatakan bahwa Yesus Kristus datang bukan untuk menetralisir orientasi hukum agama Yahudi. yang menyebabkan agama yang sebenarnya hanya diperuntukkan oleh kaum Yahudi kemudian menjadi agama untuk segala bangsa. Untuk lebih lengkapnya. 1Tim 4:10). Keselamatan universal bagi seluruh bangsa 1. Kalau di artikel tersebut dikatakan bahwa terjadi kesalahan yang serius dari rasul Paulus. yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya. Dan yang paling penting. 1Tim 2:6). Allah menjadi manusia. Ibr 2:9. yaitu “19 Karena itu pergilah. Kritus datang ke dunia ini sebagai penggenapan dari nubuat-nubuat yang diberikan dari generasi-generasi di dalam Perjanjian Lama. kedatangan-Nya adalah untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia. 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. karena Yesus adalah Tuhan. b. Adalah menjadi hal yang wajar jika kita mempunyai perbedaan teologis. Mari kita melihat beberapa perbedaan yang disorot dalam artikel tersebut: a. Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q. kalau Wahyu Allah yang dipercayai sebagai pilar kebenaran adalah berbeda. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah . dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih” Untuk mengatakan bahwa Yesus Kristus dilambangkan dengan Firman sebenarnya tidaklah tepat. Hal ini disebabkan karena teologi Kristen berpusat pada Kristus yang telah membuktikan Diri-Nya sebagai Tuhan.. silakan membaca beberapa artikel Kristologi berikut ini: Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus. karena Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia. karena Yesus Kristus adalah Firman itu sendiri. Untuk menunjukkan bahwa rasul Paulus hanya mengajarkan apa yang telah diperintahkan oleh Kristus. maka kita sebenarnya dapat melihat pesan Yesus sebelum Dia naik ke Sorga.3:50). Dan memang dikatakan bahwa polemik utama antara agama Kristen dan Islam adalah mengenai teologi. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. namun juga KasihNya yang menyertai kita. Dan ketahuilah. silakan membaca beberapa link Kristologi di atas. adalah perbuatan Tuhan yang terbesar. kita melihat bahwa Paulus konsisten dalam memberikan pesan Kristus. Dikatakan “Dalam skema Alquran.” (Mt 28:19-20) Silakan melihat diskusi tentang keaslian dari ayat ini di sini – silakan klik. Untuk itu. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Inkarnasi.II. Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. seperti yang dituliskan di dalam Yoh 1:1 “Pada mulanya adalah Firman. sehingga dia mengatakan bahwa Yesus telah mengalami maut untuk keselamatan umat manusia (lih. Tit 2:11. Dikatakan “Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya. 2. namun lebih daripada itu. karena Yesus adalah juru selamat seluruh umat manusia (lih.

” (LXX/ Septuagint – Sir 25:33). dan yang menjadi milik setan mencari maut itu. dan Ef 2:1-3). Dosa manusia pertama adalah dosa kesombongan (lih.Allah. Rm 5:19. lihat juga Rom 5:12-19. Tob 4:14. “Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia. yang dapat dilihat keberadaannya di dalam Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru: Manusia pertama telah berbuat dosa: Dalam kitab Kejadian dinyatakan bahwa Adam dan Hawa telah berdosa dan oleh karena itu. kita dapat melihat analisa dosa asal.yang telah dibuktikan-Nya dengan pengorbanan Kristus di kayu salib. dan Kristus yang membebaskan manusia dari dosa dengan ketaatan kepada Allah (Rom 5:12-21. maka inti pengajaran dari kekristenan adalah kasih. Dosa asal ini diturunkan kepada semua manusia: “Sesungguhnya. yang kemudian dikompensasi dengan kasih. 1 Kor 15:21. “Tetapi aku takut. (lih Kej 2).” (2 Kor 11:3. dalam kesalahan aku diperanakkan.” Untuk mengatakan bahwa agama Kristen mengajarkan hal-hal yang diharamkan. . maka sebenarnya ini adalah pernyataan yang salah. Tidak terlalu jelas bagi saya tentang apa yang dimaksud dengan “sebagian diharamkan” dalam tulisan tersebut. and by her we all die. maka Adam dan Hawa dan seluruh keturunannya harus menanggung dosa. sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. manusia pertama yang jatuh ke dalam dosa kesombongan. Paulus memperkenalkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. Dikatakan “Pada perkembangan lebih lanjut. Sir 10:14-15). c. “Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia. Inilah bukti kasih yang terbesar dalam sejarah umat manusia. karena kalau kita benar-benar membaca Alkitab secara keseluruhan. 1 Tim 2:14.” (Keb 2:24). Kalau kasih dikatakan hanya sekedar kompensasi. Yoh 8:44). Dan kemudian rasul Paulus memberikan penegasan dengan memberikan perbandingan antara Adam. kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus. karena Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8). “Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorangpun tidak!” (Ay 14:4). dan yang menjadi milik setan mencari maut itu. dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mz 51:7). perlu dianalisa lebih lanjut.” Untuk menjawab hal ini. “From the woman came the beginning of sin.“(Keb 2:24). Rm 5:12.

karena memang Kristus adalah Adam ke-dua. keturunannya akan meremukkan kepalamu. karena Yesus Kristus sendiri memberikan pengharapan. yang seolah-olah dipandang bahwa manusia pada dasarnya jahat. bahwa doktrin ini bukanlah sesuatu yang terjadi kemudian. Dosa asal bukanlah pandangan yang pesimis. Silakan melihat artikel kesempurnaan rancangan keselamatan Allah (silakan klik). e. Dan pembaptisan yang menghantar manusia dalam kekudusan ini telah dibuktikan oleh para kudus dalam sejarah Gereja Katolik. namun juga telah terlihat di dalam Perjanjian Lama. yang memungkinkan manusia untuk hidup dalam kekudusan. Bagaimana mungkin Tuhan sengaja menciptakan manusia yang mempunyai kecenderungan berbuat dosa? Suatu kebenaran dapat dilihat dari efeknya. Sebagai buktinya. seseorang yang tidak setuju dengan dosa asal. Namun. ini adalah suatu kesimpulan yang keliru. yang disebabkan oleh dosa Adam. Oleh karena itu. Allah memberikan Putera-Nya yang tunggal untuk menebus dosa dunia. yang ditulis sekitar 1500 SM. dan engkau akan meremukkan tumitnya. Kemudian dilanjutkan “Pada perkembangan lebih lanjut. maka rahmat Allah terus mengalir. Kejatuhan Adam telah ditulis di dalam Kitab Kejadian. namun manusia tetap dicintai oleh Allah. Kita juga dapat melihat kebenaran dosa asal ini dari efeknya. Dan kalaupun kejatuhan Adam ini dihubungkan dengan Kristus. Diskusi panjang tentang dosa asal dapat dilihat di sini – silakan klik. yaitu apa yang dilakukan oleh manusia. Kita melihat bagaimana yang terberkati Bunda Teresa dari Kalkuta membuktikan dirinya sebagai orang kudus. Namun. Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat.” Mungkin kalimat di atas ingin menyentuh doktrin dosa asal. sebuah pesimisme kepada kemanusiaan. bukan dimulai dari rasul Paulus. dan dosa inilah yang diturunkan kepada semua keturunannya. yang membuat manusia terpisah dari Tuhan adalah karena manusia pertama telah berbuat dosa. kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat. yang telah menginjak setan dengan mematahkan kuasa dosa dengan pengorbanan. karena secara terus menerus dia bekerja sama dengan rahmat Allah dalam kehidupannya. bahwa doktrin dosa asal. yang menyambung kembali hubungan yang terputus antara manusia dan Allah. namun suatu kebenaran yang saling berhubungan.” (Kej 3:15). antara keturunanmu dan keturunannya. karena Tuhan telah memberikan solusinya. yaitu dengan pembaptisan. Dan dengan penebusan-Nya di kayu salib. Penggenapan nubuat ini adalah pada diri Yesus. Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambaran Allah. Kita melihat Allah berkata “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini. yaitu rahmat yang mengalir dari pengorbanan Kristus.Nya di kayu salib. terlihat jelas. d. Dengan demikian. Dikatakan “Untuk mendukung ini. Dengan demikian. yang disebut dosa asal. . Justru pemenuhan apa yang telah dijanjikan oleh Allah dalam diri Yesus. maka ini berlawanan dengan hakekat Allah yang maha kasih. Kenyataan bahwa manusia mempunyai kecenderungan berbuat dosa adalah sesuatu yang nyata.Dengan demikian. kalau demikian.” Pernyataan ini perlu ditelaah lebih jauh. Namun. dalam kondisi yang sulit ini. Dengan demikian. yang memungkinkan manusia dibebaskan dari dosa asal. sebenarnya menjadi salah satu alasan. harus menyetujui bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan tidak sempurna adanya. manusia diciptakan baik adanya. memilih untuk berbuat dosa. umat Kristen justru melihat kehidupan dan manusia secara lebih optimis. Gereja Katolik justru melihat bahwa meskipun manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang diciptakan baik adanya.

dan ‘Pluralitas’ adalah kenyataan yang harus diterima bahwa kita berada dalam kondisi di Indonesia dan dunia masakini dimana kita menghadapi kejamakan cara berfikir. Salam kasih dalam Kristus Tuhan. telah dibuktikan di atas. ordo Benediktus membentuk Eropa menjadi begitu maju. Dengan demikian. cara hidup. ketika pada akhir abad-XIX dan awal abad-XX terjadi gerakan nasionalisme dan kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah. Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan.org PLURALISME DAN PLURALITAS Penutupan mesjid dan gedung pertemuan Ahmadyah belum lama ini ditengah-tengah ditutupnya puluhan gereja khususnya gereja-gereja rumah tangga menyusul Fatwa MUI yang mengharamkan Pluralisme agama mencuatkan kembali pemikiran kearah toleransi beragama dan diskusi Pluralisme agama-agama.’ Dalam hal agama. pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. III. namun eksklusivisme itu menjadi tiran ketika bergabung dengan kekuatan politik kolonial dan menjadi mayoritas sehingga menganggap yang lain yang mayoritas itu sebagai lebih inferior dan harus ditobatkan (proselitasi). Sampai di sini. agama Kristen secara hakiki adalah agama yang inklusif. Hanya dengan datangnya Islam. Semoga jawaban singkat ini dapat membantu. karena Allah menginginkan segala bangsa memperoleh keselamatan. Dan pengajaran ini dipertegas oleh para penulis Alkitab Perjanjian Baru. eksklusivisme ditujukan pada kenyataan bahwa setiap agama cenderung mengklaim sebagai satusatunya agama dimana terdapat jalan keselamatan dan diluar itu tidak ada jalan lain. Sejak dulu eksklusivisme tidak menjadi masalah. keseimbangan menjadi berubah dimana bangsa-bangsa jajahan mendirikan negara sendiri dan menentukan identitas sendiri (termasuk tradisi budaya agama) yang juga di klaim sebagai eksklusif. Pendidikan juga mengalami perkembangan luar biasa. PLURALISME Istilah ‘Plural’ sudah jelas kita mengerti sebagai ‘jamak’. yang dipenuhi oleh Yesus Kristus dan diperintahkan sendiri oleh Kristus untuk menyebarkan kabar gembira ke segala bangsa. stef – katolisitas. Kita dapat melihat pada abad pertengahan. Pertama. Perbenturan peradaban inilah . Lain halnya dengan ‘Pluralisme. Dikatakan “Menurut Russell. Dengan demikian. kesimpulan ini tidaklah benar dalam dua hal. atau yang dikenal sebagai salah satu cabang reaksi ‘posmo. Dengan latar belakang demikianlah. Pluralitas hanya menyadari adanya kepelbagaian di dunia. Kondisi ini dalam abad kolonialisme menempatkan kekristenan sebagai agama mayoritas dan eksklusif di tengahtengah bangsa dan agama ditempat jajahan yang semula dianggap inferior. dan cara beragama. kesimpulan bahwa hanya dengan datangnya Islam maka Eropa dapat kembali kepada zaman pencerahan tidaklah berhubungan. bahwa doktrin dosa asal yang dibarengi dengan penebusan Kristus.f.’ istilah ini berkembang ditengah-tengah ‘eksklusivisme agama’ yang makin berkembang pada era reformasi sebagai akibat reaksi terhadap fundamentalisme dan modernisme. jaman kegelapan sering dipakai dalam konteks yang salah.” Menurut saya. membuat umat Kristen memandang hidup dengan lebih optimis. karena asumsiasumsi awal belum dapat dibuktikan kebenarannya. Kedua. Kesimpulan Dari pemaparan di atas. maka terlihat bahwa sebenarnya Perjanjian Lama juga mempunyai konsep keselamatan yang diperuntukkan bagi semua bangsa.

reaksi eksklusif lainnya adalah ‘Proselitisme’ ynag menolak kebenaran agama lain dan menjadikan pengikut agama lain menjadi pengikut agama sendiri dengan berbagai cara. Rahner tetap menganggap Kristus secara eksklusif. namun tegas terhadap semua orang non-Kristen. Selain fundamentalisme. teolog Roma Katolik.’ Wilfred Cantwell Smith mengungkapkan bahwa manusia sekarang memasuki tahapan baru pluralisme agama dimana agama-agama perlu merumuskan kembali dan menguji teori-teori agamanya sendiri dan mengembangkan teori-teori agama yang bisa diterima oleh agama-agama lain. Sikap Troeltsch ditolak Karl Barth yang mengajukan pandangan eksklusif dan tidak mengenal kompromi mengenai pewahyuan diri Allah dalam Yesus Kristus. Pada abad-XX relativisme agama dikaitkan dengan kemajuan evolusioner dipopulerkan oleh Ernst Troeltsch yang menolak absolutisme agama dan menjadikan ‘Yang Mutlak’ menjadi tujuan bersama dalam proses evolusioner dalam semua agama. Gereja Katolik Roma membuka peluang kearah itu. sedangkan sebetulnya masing-masing merupakan perumusan yang memang dibatasi oleh faktor budaya mengenai suatu kebenaran yang lebih universal. Karl Rahner. Samartha mendefinisikan dialog sebagai ‘upaya untuk memahami dan menyatakan partikularitas kita bukan hanya dalam kaitan dengan warisan kita sendiri tetapi juga dalam hubungan dengan warisan rohani tetangga-tetangga. namun berbeda dengan eksklusivisme. INKLUSIVISME Reaksi keempat berjalan lebih jauh dari Sinkretisme dan dikenal sebagai ‘Inklusivisme’ yang berusaha untuk menggapai kesatuan agama-agama. disini agamaagama diperas menjadi satu. Sikap demikian tentu berdampak pagi pandangan ‘Fundamentalisme’ dalam agamaagama yang cenderung mengklaim agamanya sendiri sebagai jalan kebenaran satu-satunya. namun sejauh agama Kristen melalui rahmat hidup karena rahmat ia menjadi tempat agama yang benar.’ . tetapi secara universal agama-agama lain menghadirkan ‘kristen anonim.’ Jadi kalau eksklusivisme menganggap agama sendiri benar yang lain tidak maka pluralisme menganggap semua agama itu benar jadi harus diterima dengan terbuka sekalipun berbeda dengan agama sendiri. Dari kubu pluralisme dan inklusivisme inilah kemudian dipopulerkan dialog antar agama sebagai pengganti misi penobatan.’ dan berbeda dengan sinkretisme yang mencampur-adukkan agama-agama. Pada awal tahun 1960-an sebagai hasil Konsili Vatikan-II. Ini bisa dijadikan dasar bagi umat Kristen untuk bersikap toleran. berusaha secara sistematis untuk menegaskan keeksklusifan dan universalitas Kristus dan sekaligus menghormati kehendak Allah untuk menyelamatkan yang sifatnya universal.’ Tidak semua sepakat dengan Hick. di sini ada usaha untuk ‘menjadikan agama-agama yang banyak itu sebagai salah satu facet dari agama yang satu. bahwa: ‘kebenaran yang dikemukakan agama adalah universal dan dianggap sebagai pendirian yang partikular dan terbatas. Stanley Samartha mengemukakan bahwa umat Kristen harus mendekati dialog antar-agama atas dasar teosentris dan bukan kristosentris. John Hick menafsirkan kembali Kristologi tradisional dengan mengemukakan bahwa istilah ‘Allah’ bukanlah seperti yang dikemukakan sebagai pribadi dalam agama teistik melainkan sebenarnya merupakan ‘realitas tak terbatas yang dipahami dengan berbagai cara melalui berbagai bentuk pengalaman beragama’ yang disebutnya sebagai ‘Yang Nyata. Sebaliknya. Kristen Stendahl dari Harvard menafsirkan PL & PB sebagai suatu kesaksian tentang ‘partikularisme dalam kerangka universalisme. ada juga reaksi ‘Sinkretisme’ yang bersifat kompromistis dengan cara mencampuradukkan keyakinan agama-agama yang bertemu itu.’ Raimundo Panikkar yang beribu Kristen RK dan berayah Hindu meneruskan. yang universal sifatnya. dan berbeda dengan eksklusivisme. Smith menolak kristologi yang eksklusif. rendah hati. Barth berpendapat bahwa agama Kristen itu yang benar. dengan keeksklusivan Kristus sebagai kriteria yang nyata dan sempurna untuk rahmat itu. dan di awal tahun 1970-an menyusul Dewan Gereja Dunia (WCC) juga membuka diri akan dialog antar agama.’ Rahner berusaha mendamaikan rahmat Allah yang menyelamatkan.yang melahirkan usaha-usaha yang mengarah pada penerimaan kejamakan dalam beragama atau dikenal sebagai ‘Pluralisme’ yaitu ‘suatu situasi di mana berbagai agama berinteraksi dalam suasana saling menghargai dan dilandasi rasa kesatuan sekalipun berbeda faham. Dalam pandangannya yang kelihatannya seperti mendua.

Kristus tidak lebih hanya sekedar ‘avatar’ yang sama dengan tokoh-tokoh agama lain. sebab sejarah agama Kristen yang dikandung Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru cukup meyakinkan untuk menerima keunikan Kristus. namun penerimaan ini tidak harus menuju sikap yang menganggap semua jalan itu sama atau menganggap bahwa penganut agama lain sebagai ‘kristen anonim’ tetapi kita dapat menganggap . Dalam mistik Hinduisme. namun Pluralisme ujung-ujungnya bukannya suatu keterbukaan terhadap pluralitas (keperlbagaian) tetapi berujung kepada penyamaan semua agama bahkan kemudian cenderung menjurus pada ‘inklusivisme’ yang ingin memeras agama menjadi satu agama universalis yang menuju ‘Yang SATU’ yang tidak berpribadi itu.’ Dari perspektif filsafat dan teologi. Kita dapat menerima kehadiran agama-agama lain dengan sikap terbuka yang inklusif bahwa semua adalah umat manusia yang dikasihi oleh Tuhan yang berpribadi yang menyatakan diri dalam Kristus.’ (Yaitu Yang SATU itu).Dari berbagai pandangan di atas. Umat kristen memang seharusnya tidak bersifat eksklusif dalam segala hal tetapi bersikap eksklusif dalam kredo (pengakuan percaya) adalah perlu. logika bahwa suatu sumber realitas dialami dalam pluralitas cara tampaknya.’ Pandangan ini disebut sebagai ‘Monisme’ yang beranggapan adanya satu keberadaan tunggal ‘Yang Satu’ yang tidak berpribadi (berbeda dengan theisme yang mempercayai Tuhan yang berpribadi). tetapi menganggap semua agama sebagai sama dan menuju ‘Yang SATU’ rasanya terlalu meremehkan sejarah agama yang sudah ribuan tahun dengan keunikannya masing-masing.’ Di kalangan kristen. ESENSI INKLUSIVISME Apakah Sebenarnya esensi Inklusivisme itu? Sebenarnya esensi inklusivisme adalah ‘Relativisme’ yang dilandaskan kepercayaan bahwa agama-agama pada hakekatnya sama dan dianggap sebagai sesuatu yang relatif sesuai dengan tahap perkembangannya dalam evolusi agama. Pandangan Relativisme dan Universalisme tidak beda dengan faham ‘Mistisisme’ mengenai keyakinan ‘kesatuan manusia yang sezat dengan sumbernya. dan bahwa agama itu hanya merupakan jalan partikular untuk mencapai kebenaran yang universal yang menyembah Tuhan ‘Yang SATU’ itu. Pandangan theolog liberal yang menganut inklusivisme cenderung untuk ‘memikirkan kembali Kristologi’ yang ujung-ujungnya menjadikan Kristus bukan sebagai jalan yang unik tetapi sekedar sebagai salah satu dari jalan yang banyak itu. penyatuan itu dianggap sebagai penyatuan ‘atman dengan brahman’ atau dalam mistik Buddhisme ‘atman dengan an-atman.’ Sebenarnya pandangan demikian didasarkan gagasan ‘Veda’ Hinduisme mengenai hakekat ‘Yang SATU’ yang disebut dengan ‘banyak nama. ini bisa disebut pendekatan yang ‘theosentris. namun pluralisme kurang menghargai keunikan agama-agama. Ini mendorong kearah pandangan mengenai kesatuan agama yang disebut ‘universalisme. ketiga esensi ini berkembang lebih jauh menuju ‘de-kristosentrisme.’ dari kristosentris menuju ‘theosentris’ namun yang dimaksud adalah ‘theos yang tidak berpribadi’ yang merupakan esensi mistik universal. Memang pluralisme kelihatan seakan-akan merupakan jalan kompromi yang terbaik untuk menyatukan perbedaan faham agama-agama yang acapkali menimbulkan pertikaian dan perang. oleh teolog tertentu dianggap sebagai cara yang paling memuaskan untuk menjelaskan fakta pluralisme keagamaan.’ ‘Universalisme’ berlandaskan logika bersama mengenai ‘Yang Satu dan Yang Banyak. khususnya keunikan Kristus yang cenderung di ‘de-kristosentris’kan. inklusivisme kemudian dimengerti sebagai sikap yang menerima kebenaran semua agama. Jadi eksklusivisme dalam iman perlu namun ini jangan menjadikan kita eksklusif dalam sikap. Agama-agama tidak lain adalah jalan partikularis menuju yang universalis. Di satu sisi memang kita harus berfikir terbuka bahwa kita hidup di bumi tidak sendirian tetapi berada di tengah-tengah agama lain jadi kita harus menerima kenyataan adanya agama-agama yang berbeda. SIKAP MENGHADAPI PLURALISME Pluralisme berkembang sebagai reaksi ‘eksklusivisme’ dan ‘fundamentalisme’ agama yang sering membuat manusia terpecah-pecah.

Umat kristen diharapkan dapat terbuka menghadapi kehadiran agama-agama. bukan dengan sikap memaksa dan menganggap rendah orang lain. namun karunia keselamatan yang kita peroleh.yabina. karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Ia mempelajari kitab suci dan tulisan para pujangga mereka. Tuhan atas langit dan bumi yang memberikan hidup dan nafas kepada semua orang.mereka sebagai umat manusia yang tetap membutuhkan karunia keselamatan dari Tuhan. ibarat ‘mutiara yang sudah ditemukan’ perlu kita bagikan sebagai kesaksian kepada mereka yang belum mengenal keindahan mutiara tersebut. maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang- . tetapi menerima perbedaan itu seakan-akan tidak berbeda jelas keliru. Ia tidak menolak kerinduan orang-orang dalam menyembah ‘Allah Yang Tidak Dikenal’ tetapi Paulus sedih hatinya melihat banyaknya berhala dan kuil-kuil di kota itu. dan Al-Qur’an adalah satusatunya kitab suci yang benar-benar merupakan wahyu dari Allah melalui perantaraan Jibril/Roh Kudus untuk seluruh alam. Rasul Paulus menunjukkan sikap yang inklusif sekaligus beriman eksklusif ketika ia berbicara di Athena (Kisah 17:16-34). Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Al-Qur’an juga menjelaskan definisi dari Islam itu sendiri. ditinjau dari catatan kitab suci masing-masing. Alhasil ada juga yang percaya dengan kesungguhan hati tanpa dipaksa atau terpaksa. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam).org Untuk menguji klaim universalisme masing-masing agama baik Islam maupun Kristen. Untuk mencapai ini. dan kita jangan berspekulasi mengenai ‘semua jalan ke Roma’ melainkan kita perlu untuk bersaksi mengenai ‘via dolorosa’ jalan menuju ke Golgota. kita perlu mempelajari kitab suci dan pendapat-pendapat dari kalangan agama-agama lain. kita harus melakukan asumsi terlebih dahulu terhadap kitab suci dan tokoh sumber religius kedua agama tersebut secara seimbang: Asumsi 1: Muhammad adalah nabi/rasul yang diutus oleh Allah untuk seluruh alam.3:19). apakah kedua agama tersebut benar-benar universal. tetapi dengan sikap kasih kepada sesama karena untuk itulah Kristus telah mati bagi kita. dan Injil tentang Yesus yang telah bangkit. Menghargai perbedaan-perbedaan itu penting. karena itulah iman eksklusifnya menghasilkan suatu kesaksian bahwa ‘Yang Tidak Dikenal’ itu diperjelasnya dengan memperkenalkan keunikan Allah yang menjadikan langit dan bumi. Asumsi 2: Yesus adalah nabi/rasul (bahkan Tuhan) yang diutus oleh Allah untuk seluruh alam. (QS. yakni penyerahan diri secara total. Ia menunjukkan sikap inklusif dengan bertukar pikiran dengan orangorang Yahudi dan para filsuf Epikuri dan Stoa. Haleluyah! Salam kasih dari Redaksi www. Eksklusivisme dan fundamentalisme agama perlu dibuka agar kita tidak menjadi penganut Kristus yang sempit yang tidak toleran dan bersifat menghakimi agama lain. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka. dan Alkitab adalah satu-satunya kitab suci yang benar-benar merupakan wahyu dari Allah melalui kuasa Roh Kudus-Nya untuk seluruh alam. Universalkah Islam? Al-Qur’an menegaskan kepada manusia bahwa agama di sisi Allah hanyalah Islam. tetapi sikap eksklusivis harus disertai dengan sikap yang terbuka dan toleran. Sekarang. marilah kita selidiki. Ia tidak memaksa orang lain mengikut Kristus (proselitisme) melainkan ia men’share’kan imannya dan biarlah orang lain yang menentukan iman mereka sendiri. jalan ‘Kasih’ adalah jalan terbaik untuk bersaksi.

demikian pula Yakub. (QS. dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. . Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). dan jika mereka berpaling.40:78). akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah). melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku. Nabi Adam AS. Beberapa ayat Al-Qur’an di atas dengan jelas menegaskan bahwa Islam sudah hadir semenjak zaman Adam. Allah telah mengutus nabi/rasul kepada tiap-tiap umat di muka bumi ini (QS.21:25) Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu.40:78). Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.” (QS. Agama Islam dalam pandangan Al-Qur’an tidak diciptakan pada masa Nabi Muhammad SAW. diputuskan (semua perkara) dengan adil.16:36) dan senantiasa memerintahkan makhluk-Nya untuk hanya menyembah kepada-Nya.21:25). dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman. Amat berat bagi orangorang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. melainkan dengan seizin Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya. maka ia lupa (akan perintah itu). Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu’jizat. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad). maka apabila telah datang perintah Allah.3:20). (QS. maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam. serta orang-orang yang beriman (kepada Nabi Muhammad). sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk. (QS. Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu. (QS.3:67-68). Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. (QS. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Seseungguhnya Allah telah memilih agama ini (Islam) bagimu. Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad). karena tidak ada tuhan selain Allah (QS. (QS. Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.orang yang mengikutiku”.16:36). (QS. Inilah inti dari agama Islam. dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya. Jika mereka masuk Islam.20:115).21:107). Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa nabi/rasul itu tidak hanya berjumlah 25 orang saja sebagaimana tersebut namanya di dalam Al-Qur’an. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja). Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu. Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. Jelasnya. tetapi sudah hadir semenjak manusia pertama. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”.42:13). dan jauhilah Thaghut itu”. namun Al-Qur’an tidak menjelaskan angka pastinya. melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Berbeda dengan umat-umat sebelumnya dimana masing-masing umat memiliki nabi/rasul. (QS. Al-Qur’an menegaskan bahwa diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk seluruh alam dan sekaligus menjadi penutup para nabi/rasul. maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. tetapi melebihi jumlah itu (QS.2:132). maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani.

Alkitab secara khusus mencatat keberadaan umat lain selain Israel. Dari uraian singkat di atas. dan lain sebagainya. Arab. adalah agama Yahudi (baca: Perjanjian Lama). (baca: Kitab Ayub). tampak jelas bahwa Kristen adalah agama baru. (QS. Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas da’wahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. bahkan terkesan tidak mau tahu. yakni umat Nabi Ayub AS. 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita. Paulus Tarsus juga menyatakan bahwa ia mendapat amanat dari Yesus untuk menyebarkan agama Kristen kepada bangsa-bangsa non-Yahudi. sebagaimana dilansir dalam pernyataan Paulus Tarsus berikut ini: GALATIA: 2:16 Kamu tahu. manusia sudah menyebar ke seluruh pelosok bumi. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus. Mesir. Al-Qur’an juga menegaskan bahwa dirinya adalah satu-satunya kitab yang menjadi peringatan bagi seluruh alam. bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat. dari uraian singkat diatas. yang konon diridlai oleh Tuhan menurut Alkitab. setidaknya kepada siapa umat-umat tersebut harus mengabdi. Terhadap umat-umat lain. yang lahir kira-kira 2. India. tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.000 tahun yang lalu ketika Yesus konon mengajarkan Kristen . tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Yunani. sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Pada bagian lain. Al Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. yakni umat Israel (baca: Perjanjian Lama).(QS. tampak jelas bahwa Islam adalah agama untuk seluruh alam. Dengan demikian. Sebut saja. Universalkah Kristen? Alkitab secara tegas menyatakan bahwa Kristen lahir setelah penyaliban Yesus. Bahwa agama sebelum Yesus. Lebih jauh. dapatkah Kristen dipandang sebagai agama universal yang berdiri di atas kebenaran wahyu Allah? Alkitab sama sekali menolak keberadaan agama Kristen sebelum. maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia.38:86-87). pada masa itu. karenanya. (QS. Cina.Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad). Namun demikian. Islam layak mendapat predikat agama universal. bukan hanya di israel. supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi.34:28) Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. agama Yahudi merupakan agama untuk golongan tertentu saja. supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Namun demikian. bangsa Romawi. yaitu ketika para nabi/rasul diutus untuk umat Israel. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa barita gembira dan sebagai pemberi peringatan.33:40). bahkan hingga masa Yesus. bangsa Edom. Sebagaimana pernyataan Paulus Tarsus di dalam Alkitab berikut ini: GALATIA: 1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku. Perjanjian Lama sama sekali tidak menjelaskannya. Padahal.

tetapi pertama-tama adalah "kerusakan relasional (hubungan)": Karena manusia mau menjadi pencipta dirinya sendiri yang tidak membutuhkan Allah lagi. etnis. Pengakuan bahwa "Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya" (Kej 1:27) dalam kisah penciptaan melampaui semua batasan manusiawi seperti seks.bekan secara dualistis). tanggung jawab dan berkat. Alkitab tidak punya ilusi tentang watak manusia. Dari-Nya ia mendapat martabat. Krisis identitas ini mengakibatkan rasa malu (Kej 3:10) dan kecemburuan yang berakhir dengan penyangkalan dan pembunuhan saudaranya (seperti Kain dan Habel Kej. Dosa asal dalam pemahaman Alkitab ini tidak terfokus kepada kecenderungan manusia untuk melanggar hukum-hukum moral. permusuhan antarmanusia dan ketidakselarasan antara manusia dengan alam semesta terletak pada keinginan manusia untuk "menjadi seperti Allah" (Kej 3:5)2. Tanpa kecuali manusia diciptakan untuk hidup dalam relasi yang utuh dengan Allah. bangsa atau agama. Dosen Misiologi STT Intim Makassar (Bagian dari Bahan Kuliah "Misi Rekonsiliasi". 4).3 Dengan demikian. dapatkah Kristen dipandang sebagai agama yang layak mendapat predikat universal dalam pengertian agama wahyu? Jawabannya terletak pada hati nurani masing-masing pembacanya. dan ini menjadi dasar bahwa manusia harus mengasihi dan menghormati kehidupan yang suci itu. ini akan sulit dimengerti. politik. Tentu saja. Hubungan dan perjanjian penciptaan inilah yang mejadi titik tolak untuk kerukunan dan perdamaian antara Allah dan manusia dan antara manusia dengan sesamanya. rekonsiliasi menjadi kebutuhan dasar manusia yang mencakup seluruh aspek kemanusiaan. Bukan jasa atau kwalitas moral.com/misirekonsiliasi) A. ekologi.geocities. Rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama 1. ras. karena "dunia hidup sepenuhnya dalam kehadiran Allah dan di bahwa kekuasaan Allah"1.menurut Paulus Tarsus. tetapi relasi inilah yang membuat setiap ciptaan dinyatakan "baik". sesama manusia dan ciptaan dan bahkan dengan dirinya sendiri. Hubungan yang universal antara Allah dan manusia Bukan tidak sengaja semua pernyataan alkitabiah dirangkaikan dengan refleksi tentang hubungan Allah dengan semua manusia dan seluruh ciptaan. Karena manusia telah kehilangan sifatnya sebagai ciptaan .yaitu kesatuan dengan penciptanya . Tetapi yang terpenting harus diingat adalah bahwa agama Kristen sama sekali belum eksis di dunia ini pada era sebelum Yesus.ia kehilangan identitas dirinya. kebebasan. Bahan lengkap dapat diakses lewat http://www. Keseberagaman dan pluralitas ciptaan selaku kekayaan dan karunia baik dari pencipta dijadikan dasar untuk kehancuran kesatuan dan komunikasi . Ia mencari identitas melalui supremasi ras. Akan tetapi. Allah yang memberi martabat kepada manusia dan mengakisi kehidupannya (baik dalam aspek rohani maupun jasmani. baik dalam arti rohani maupun dalam sifatnya sebagai makhluk sosial. ia hidup dalam hubungan yang hancur dengan Allah. Lalu. agama dsb. bagaimana mungkin agama universal harus datang kemudian? MENEMPA PEDANG-PEDANG MENJADI MATA BAJAK: Misi Rekonsiliasi dalam Alkitab oleh: Markus Hildebrandt Rambe. Dalam kisah tentang kejatuhan manusia ke dalam dosa. Dosa asal manusia adalah ketidakmampuannya untuk mendamaikan hubunganhubungan tersebut melalui usaha sendiri. penyebab keterpisahan manusia dari Allah.

"5 Perjanjian (tyrb) Allah dengan Nuh (Kej 8:21 ." (Kej 8:21-22). Selama bumi masih ada. Allah sendiri menjembatani jarak relasi dengan membangun kembali hubungan perjanjian dengan manusia dan terus-menerus hadir dan terlibat dalam sejarah manusia. Perjanjian berhubungan baik dengan tuntutan kultis-religius (dasarnya: "jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku". dan mancan tutul akan berbaring di samping kambing" (Yes 11:6)7. 6. seperti dalam kisah tentang menara Babel (Kej 11:19). dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. dari diri sendiri (terlepas kesatuan antara tubuh dan roh) dan dari sesamanya4. Namun. Ul 26). 4. Dengan berkat Allah (Kej 9:1) Nuh sebagai nenek moyang seluruh umat manusia. karena "mencari nama". Perdamaian taman Eden dan kerukunan alam semesta dan keadilan untuk mereka yang tertindas akan diadakan kembali (bdk. dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu". Allahmu. "Pendamaian adalah manifestasi daripada kepedulian Allah terhadap ciptaan-Nya. Ul 6:4). maupun tuntutan sosial (perintah-perintah Allah. Daud (2 Sam 7). Perjanjian ini menjadi dasar untuk semua perjanjian yang berikutnya dan bermaksud untuk memulihkan dan mempertahankan hubungan antara Allah dan manusia dan antarmanusia (karena menang sering sekali manusia/Israel menolak dan melanggar perjanjiannya dengan Allah dan implikasinya): Perjanjian dengan Abraham (Kej 15). tidak membalas berlebihan: ". 8:21) tidak berakhir dengan pembinasaan manusia. sampai janji bahwa Allah akan mengadakan perjanjian baru. Musa (Kel 19. siang dan malam. Yosia (2 Raj 23). Yang terjadi adalah dehumanisasi.9:17) adalah perjanjian pertama yang memperbaruhi "perjanjian penciptaan": "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia. dingin dan panas. 24.): "Serigala akan tinggal bersama domba. yaitu keterasingan manusia dari dasar keberadaannya. Hubungan antara Israel dan Allah6 akan pulih kembali seperti hubungan antara ayah dan anaknya (2 Sam 7:14.mata ganti mata.antarmanusia. yaitu penciptaan "langit yang baru dan bumi yang baru".. Ul 5:7. diterima kembali ke dalam hubungan dengan Allah. gigi . membebaskan dari utang. dengan semua keturunannya. Kel 20:3. bahwa pemulihan kembali dan pemeliharaan hubungan manusia dengan Allah hanya dimungkinkan oleh kesabaran dan pengampunan Allah..) atau antara suami dan isteri (Hos 2). takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai. Dari situ jelas. "Kasihilah Tuhan. kemarau dan hujan. Pengharapan atas "Perjanjian damai" (Hes 27:26) untuk bangsa Israel itu bermuara ke dalam pengharapan dan janji dalam perspektif yang universal. Hanya perjanjian Allah memungkinkan rekonsiliasi yang membebaskan manusia baik dari dosa sendiri maupun dari penderitaan karena dosa-dosa orang lain. sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya. Yes 11:1-9 dll. Maz 89:27 dll. 34. Manusia dibebaskan dari ancaman maut dan penghukuman yang seharusnya ia terima. Hanya karena inisiatif dan anugerah Allah maka kejahatan manusia (Kej 3. mewujudkan keadilan. di mana Taurat Allah akan ditaruh dalam batin dan ditulis dalam hati mereka (Yer 31:31-34) dan yang akan menjadi "perjanjian bagi umat manusia dan terang untuk bangsa-bangsa" (Yes 42:6). Yosua (Yos 24). di mana "tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang" (Yes 65:17+19). di sisi lain rekonsiliasi dan perjanjian ini selalu dikaitkan dengan kewajiban manusia terhadap Allah dan sesama manusia/ciptaan dan tidak bebas dari pengadilan Allah dan tuntutan untuk bertobat.

Ia bahkan dapat menerima pengaruh dan belajar dari agama lain11. partikularisme . dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. dan janganlah menaruh dendam . tetapi tidak eksklusif antara Allah dan keturunan-keturunan Abraham.Yusuf dengan saudara-saudaranya Kej 45 atau Daud dengan Saul 1 Sam 27. Pemilihan dan pengistimewaan bangsa Israel bukan karena jasanya atau karena ia lebih layak dari pada bangsa lain. Sekali lagi. Yes 19.).. Yang sering dijadikan pusat perhatian adalah bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah dan sejarah Allah dengan bangsa-Nya.bapak leluhur bersama orang Yahudi. dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau. pada pihak lain Allah sendiri telah membawa mereka ke lingkungan visi Israel. Israel hanyalah salah satu bangsa yang punya hubungan langsung dengan Allah (bdk. rekonsiliasi antarmanusia atau antarbangsa bisa berhasil: misalnya rekonsiliasi Esau dengan Yakub Kej 33. sikap itu selalu dan langsung dikritik misalnya oleh para nabi seperti Amos: "Bukankah kamu sama seperti orang Etiopia bagi-Ku. Ul 32:8-9) dan menerima penghakiman dan belas kasihan dari Allah (bdk. melainkan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri" Im 19). bdk Bileam dalam Bilangan 22 atau Korsey dalamYes 44:28 yang menjadi saluran berkat Allah untuk bangsa Israel). Bukankah Aku telah menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir. memberkati engkau . Tujuan perjanjian khusus ini menjadi jelas dalam Kej 12:3 kepada Abraham: "Aku. Meskipun sering kita temukan eksklusivisme dan etnosentrisme Israel dalam Perjanjian Lama. dan engkau akan menjadi berkat.. Yun dll. "janganlah engkau menuntut balas."10 Di satu sisi." (Kel 21:24)8. hai orang Israel? . Partikularisme adalah partikularisme fungsional. rekonsiliasi antarmanusia mencerminkan rekonsiliasi yang telah diberi Allah. orang Filistin dari Kaftor. Tetapi pilihan khusus dan partikuler oleh Allah itu hanya punya makna dalam kerangka hubungan universal antara Allah dan dunia. Kej 14:19.. 2..ganti gigi." Abraham harus menjadi berkat untuk orang yang tidak sebangsa dan seagama dengan dia. Dalam Perjanjian Lama9 ditemukan banyak contoh yang konkrit bagaimana. dan orang Aram dari Kir?" (Am 9:7) Di satu pihak bangsa lain adalah "lawan-lawan politik atau paling tidak saingan Israel...dan tidak ada yang satu tanpa yang lain. Yang menarik adalah bahwa yang berinisiatif untuk pengampunan dan rekonsiliasi dan membuka jalan untuk pertobatan sering adalah pihak yang diperlakukan tidak adil.. Yeh. 40-55.. Namun Israel bisa juga melihat dan mengakui bahwa Allah telah bekerja di tengah-tengah bangsa dan agama lain. Dari situ tampak bahwa rekonsiliasi antara Allah dan manusia dan rekonsiliasi antarmanusia saling terkait.. bangsa Israel memisahkan diri dari agama-agama sekeliling dan menolak secara tegas pemujaan berhala.. Hubungan yang khusus antara Allah dan bangsa Israel Dalam Perjanjian Lama ditemukan suatu ketegangan yang konstruktif antara universalisme dan partikularisme. Mulai dengan pemilihan Abraham . Kristen dan Islam perjanjian Allah mencakup hubungan khusus. dan dia pun akan diberkati oleh orang-orang beragama lain (misalnya oleh Melchisedek. atas dasar tersebut. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau.

Aku tidak suka . Bangsa Allah dipanggil terus-menerus untuk bertobat kepada Allah. melainkan ini merupakan tindakan Allah yang bebas (bdk Im 4.terhadap bangsa lain (yaitu menjadi berkat. Yes 1:10-17."kambing jantang dosa" atau "kambing hitam"). Bil 36:4. Ul 15:1-18.untuk universalisme. Sungguh. Mi 6:6-8).7)16. Kebutuhan rekonsiliasi mencakup baik aspek individual maupun aspek kolektif (yang tidak dapat dipisahkan). Para nabi dengan tegas mengritik praktek kultus yang hanya bersifat munafik dan tidak berhubungan dengan keadilan dan perdamaian antarmanusia: "Aku membenci. ia harus mengusahakan "kesejahteraan kota" itu dan berdoa untuk mereka (Yer 29:7 syalom untuk bangsa yang berkuasa atas mereka!). dan menjadi saksi yang setia tentang keesaan Allah. Kel 23:10-11. ia punya kewajiban khusus dalam hubungannya dengan Allah dan membutuhkan rekonsiliasi lebih dari bangsa-bangsa lain karena ketidaktaatannya kepada Tuhannya. Tidak ada hak istimewa bangsa ini di hadapan Allah. Darah yang ditumpuhkan berarti pendamaian untuk kehidupan bagi yang mempersembahkan korban itu14. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir. melainkan menghalangi akibat atau efek yang membawa murka untuk si individual atau kolektif. seperti dalam pembuangan di Babel. Im 27:16-25) yang . puasa dll.. Persyaratannya adalah penyesalan yang jujur dan pengakuan kesalahan yang terbuka serta kesediaan untuk bertobat dan hidup kembali sesuai dengan kehendak Allah. Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Korban tersebut menjadi wakil untuk menerima murkah dan hukuman yang terkait dengan dosa atau pelanggaran yang telah dilakukan. Ia tidak punya panggilan untuk "mengyahudikan" bangsa-bangsa lain. Keadilan dan kebenaran (bdk Mzm 98:9) menjadi ukuran untuk keabsahan rekonsiliasi. perintah-Nya. Bil 29 . Dengan menjalankan aturan-aturan ritual hubungan antara seorang secara individual atau sekolompok secara kolektif dengan Allah bisa dipulihkan kembali. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu. Ia harus menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain (Yes 49:6). Rekonsiliasi punya peranan yang sangat besar dalam kultus12.15 Berhubungan dengan hari raya orang Yahudi yang besar. juga ditekankan bahwa pengampunan baru berlaku.13 Korban memberikan penggantian. namun ia punya misi . Hos 6:6. apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu. bdk.atau lebih tepat: peranan dalam misi rekonsiliasi Allah .17 Aspek rekonsiliasi ini juga nampak dalam aturan-aturan sabat. lagu gambusmu tidak mau aku dengar. dan berhubungan dengan kesalahan atau pelanggaran kultis..)misalnya lewat korban bakaran (binatang) atau seekor kambing jantang yang secara simbolis dibebankan dengan dosa-dosa manusia dan diusir ke padang gurun (bdk Paskah Im 16. Yom Kippur (Yom hak-Kippurim) atau "Hari Rekonsiliasi" (bdk "liturgi rekonsiliasi Im 16). Beban dosa ditebus (di samping syafaat.dalam hal pelanggaran dalam hubungan antarmanusia kerugian digantidan rekonsiliasi dengan orang yang dirugikan telah dicapai (bdk Bil 5. yuridis dan moralis. bdk. tahun sabat dan tahun yobel (Im 25. Ritus rekonsiliasi tersebut tidak akan meniadakan kesalahan atau tanggung jawab si pedosa. dan kalau berada di tengah-tengah bangsa dan orang beragama lain. doa. religius. Yes 58:6-8. Salah satunya adalah ritus penebusan melalui korban. Kel 34:67). keadilan-Nya dan tindakan-tindakan pembebasanNya)." (Amos 5:21-24. Sebaliknya. Namun pelaksanaan ritus tidaklah otomatis menjamin rekonsiliasi dan penghapusan dosa. kalau .

ke rumah Allah Yakub.. segala bangsa akan berduyunduyun ke sana. dan supaya kita berjalan menempuhnya. Misi rekonsiliasi Allah juga menuntut sikap kerendahan hati dari bangsa Israel. Hamba Tuhan menjadi gambaran bukan hanya untuk misi seorang nabi atau untuk mesias yang akan datang. maka mereka akan menempa pedang-pedang menjadi mata bajak dan . dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari kita naik ke gunung Tuhan. tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku (berit syalom -~wlv (Yes 54:10. tidak memisahkan perdamaian rohani dengan perdamaian jasmani dan sosial." (Yes 49:6). di sisi lain punya arti religius yang sangat mendalam. sehingga ia dapat menjadi "perjanjian bagi umat manusia dan terang bagi bangsa-bangsa" (Yes 42:6)18.dia tertikam oleh karena pemberontakan kita. tetapi model untuk misi rekonsiliasi Israel. menghapuskan utang-utang.). Dalam Yes 50 dan Yes 52/53 hamba itu digambarkan sebagai murid atau tokoh yang menderita karena kesetiaannya dan bahkan "mati bagi kepentingan orang banyak": ". ditimpakan kepadanya. Memang tidak dapat disangkal bahwa perhatian masih dipusatkan kepada peranan sentral bangsa Israel dalam sejarah keselamatan Allah. dan . sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem. dan juga bukan sebagai "korban yang tidak bersalah" dalam arti wacana korban21. dan melalui itu menjadi "penyembuh yang terluka". di mana Israel sendiri mengharapkan pembebasan dan menjadi penerima "ganti rugi" melalui "korban penebus salah (asham)"20) menjadi berkat untuk bangsa lain bukan dari posisi yang kuat.. eksklusif dan triumfalistik. Tujuan dan visi rekonsiliasi adalah "perjanjian abadi" (Yes 55:3): ". Misi Israel dalam Yes 52:13 -53:12 terutama dipahami dalam rangka solidaritas dengan penderitaan dunia di sekelilingnya.22 Syalom adalah anugerah Allah dan sekaligus tanggung jawab manusia. Ia hidup dan mati bahkan bagi mereka di luar lingkup batasan ras dan bangsanya sendiri. Syalom sebagai pengalaman iman. melainkan dalam "solidaritas sesama korban". panggilan etis dan harapan untuk masa depan melampaui tradisi-tradisi kaku dan permusuhan terhadap bangsa lain dalam Perjanjian Lama23." Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa.. dia diremukkan oleh karena kejahatan kita. Tetapi simbol-simbol identitas yang eksklusiv telah dibuka seperti dalam visi tentang ziarah bangsa-bangsa ke bukit Sion: "Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit.dalam kidung kedua . syalom adalah kata ucapan selamat sehari-hari. Syalom tidak memisahkan perdamaian dengan Allah (tidak ada "individualisasi" dan spiritualisasi") dari perdamaian dengan manusia. supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya.biarpun gununggunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang. Di satu sisi."agar keselamatan Allah sampai ke ujung bumi.. bdk Yeh 34:25. Itu dicerminkan dalam Deuteroyesaya dan Tritoyesaya tentang "hamba Tuhan yang menderita".dihubungkan dengan aspek pembebasan untuk semua ciptaan (membiarkan tanah dan binatang-binatang. ganjaran yang mendatangkan keselamatan (perdamaian) bagi kita. superior.. dan oleh bilur-bilurnya kita akan sembuh" (Yes 53:5)19. Israel (disini dalam konteks pembuangan di Babel. Melayani untuk rekonsiliasi bahkan bisa berarti bersedia untuk menderita. tyrb) tidak akan bergoyang" Konsep Perjanjian Lama tentang ~wlvsyalom adalah konsep perdamaian yang sangat holistik. Hamba Tuhan dalam kidung pertama digambarkan sebagai orang pilihan yang dipanggil untuk menjadi model perjanjian Allah dengan dunia. 37:26).. membebaskan hamba-hamba.

Hai kaum keturunan Yakub. 1.mari kita berjalan dalam terang Tuhan" . Akan tetapi. Segala harta dunia ini. Kata ‘Allah’ sudah dikenal oleh masyarakat Arab sebelum Islam untuk menunjuk Pencipta alam semesta. Merpati sebagai duta perdamaian yang membuka kemungkinan untuk kehidupan baru di tengah keadaan yang tanpa harapan. kata ‘Allah’ merupakan kata yang paling populer dan digunakan bersama-sama oleh penganut agama Yahudi. artinya Yang Mahakuasa. Kata Semit ilah sama arti dan akarnya dengan kata Ibrani el yang berarti yang kuat. belakangan ini penggunaan kata Allah di kalangan Kristen menuai kritik yang tajam dari umat Islam. segala silau teknologinya yang canggih.tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. yaitu pelangi dan burung merpati yang membawa sehelai daun zaitun (dari kisah tentang air bah dan perjanjian dengan Nuh Kej 5-9): Pelangi sebagai tanda rekonsiliasi antara Allah dan manusia. Menurut umat Islam. Kristen.". Kalimat terakhir itu . pada hakikatnya tidak pernah dapat memuaskan hati manusia yang selalu merindukan sesuatu yang mengatasi dunia ini. Mengapa Nama ‘Yahwe’ Diganti dengan ’Allah?’ (Kajian tentang Asal-usul dan Tradisi Teologis) OPINI Jufri Kano | 24 Oktober 2010 | 16:52 64 4 1 dari 1 Kompasianer menilai Bermanfaat.24 Saya mau menyimpulkan "misi rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama" dengan sebuah simbol untuk perjanjian (tyrb berit) Allah sebai dasar rekonsiliasi dan syalom (~wlv) Allah sebagai visi dan misi rekonsiliasi. dan Islam.. dan mereka tidak akan lagi belajar perang. dan antara manusia yang begitu beranekaragam. Bagi orang Arab. dan menjadi sebutan untuk Tuhan. sedangkan orang Yahudi menyebutnya Yahwe. Pengantar Sebagai makhluk yang diciptakan untuk sesuatu yang tidak terbatas. Allah Tertinggi. segala kepuasan yang ditawarkannya. maka satu ilah disebut sebagai El-Elyon. manusia tidak pernah dapat puas dengan dunia yang terbatas ini.membuat visi syalom yang universal itu menjadi misi rekonsiliasi untuk damai sejahtera untuk seluruh dunia dan alam semesta. Asal-usul Kata ‘Allah’ Secara etimologis. kata ‘Allah’ merupakan perpaduan dua kata Arab: al. yang terlalu jauh atau tinggi untuk disembah . yang berkuasa. semuanya bertujuan agar manusia sampai kepada pemahaman yang akurat tentang Yang Absolut itu sendiri. yang diakui sebagai Pencipta langit dan bumi. mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!" (Yes 2:1-5). kata Allah merupakan trade mark umat Islam saja. bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa.dan ilah. realitas yang tidak terbatas itu adalah Allah. akan dibicarakan dulu asal-usul kata Allah. Muncul pertanyaan: apakah kata ‘Allah’ milik ekslusif orang Islam? Ataukah ada kata lain yang lebih orisinil untuk mengetahui identitas sang causa prima non causata itu? Untuk menjawab pertanyaan itu. Di antara kedua kata tersebut. Ada banyak interpretasi tentang realitas yang tidak terbatas itu.. Karena dikira ada banyak el atau ilah (politeisme).

Padahal dalam kenyataannya. Sudah di masa sebelum Islam.[1] 2. Bangsa Israel sudah mengenal Yahwe. memanggil Dia dengan nama-nama ilahi yang berasal dari dunia keagamaan bangsa-bangsa di daerah pengembaraan mereka sebab Yahwe sendiri berkenan memperkenalkan diri-Nya di bawah nama-nama itu.atau dimintai perhatian. dan mengambil alih namanama mereka. Namun demikian. Kej 32:30). Tradisi Teologis Perubahan Nama Bangsa Israel lahir dan berkembang di dalam suasana keagamaan yang serba ragam dengan nama sesembahan mereka masing-masing. tentang adanya kesejajaran antara ‘ke-Islam-an’ dan ke-Arab-an.” dalam arti “ada untuk umat-Nya. baik yang Muslim maupun yang bukan Muslim. al-ilah disambung menjadi Allah.” hadir dan bertindak bagi mereka. Kebiasaan bangsa Israel untuk menggantikan kata ‘Yahwe’ dengan kata ’Adonai‘ diikuti oleh Yesus dan para rasul-Nya. terdapat pandangan di kalangan orang banyak. Nama Yahwe diartikan sebagai “Dia ada. Yahwe seakan-akan merebut. 3.[4] . tetapi nama yang kudus ini tidak boleh disebut dengan sia-sia mengingat arti penting sebuah nama dalam Perjanjian Lama. banyak orang mengira bahwa hanya orang Islam yang percaya kepada Allah. Meskipun bangsa Israel mengenal Yahwe. orang-orang Israel zaman dulu mengganti nama Yahwe dengan istilah Adonai. Dengan demikian. Akibatnya.[3] Oleh karenanya. Dengan nama Yahwe. Sejumlah Kitab Perjanjian Lama menyebutkan bahwa nama pribadi sesembahan bangsa Israel adalah Yahwe. sebab Yahwe sendiri telah menyatakan diri-Nya kepada mereka: “Aku ini Yahwe. bahasa Arab bukanlah bahasa khusus orang-orang Muslim dan agama Islam.[2] Latar belakang kafir dari nama-nama itu tidak dapat menghalangi penggunaannya sebagai alat pernyataan diri Yahwe kepada para bapa leluhur Israel. Yahwe berkenan mempergunakan ciri-ciri keagamaan sekedar untuk menyatakan diri-Nya yang sebenarnya. kita sebagai umat Kristen jelas tidak rela disuruh untuk melepaskan sebutan ‘Allah’ itu.’ Pandangan seperti itu jelas tidak didasarkan pada kenyataan tetapi hanya didasarkan pada kesan semata.’ Terjemahan ini tepat mengingat sebutan ‘Allah’ itu memiliki jangkauan luas dan universal. Muncul pertanyaan: apakah sama antara Yahwe dengan sembahan bangsa-bangsa pengembara itu? Jauh dari menyamakan diri dengan sembahan-sembahan itu. Allah telah menyatakan diri dalam sejarah bangsa Israel. melainkan juga bahasa kaum non-Muslim dan agama bukan Islam sebab di kalangan bangsa Arab terdapat kelompok-kelompok bukan Islam. bangsa Israel masih mencari Dia. melampaui batas bangsa. Nama ini membedakan sesembahan bangsa Israel dengan ilah-ilah bangsa lain (Ul 7:25). Nama Yahwe amat sering digunakan dalam Alkitab Ibrani. kata Allah bukan ciptaan orang Islam. Penggunaan Kata “Allah” dalam Tradisi Arab Kristen Secara historis. seperti Yahudi dan Kristen. Oleh karenanya. menyertai mereka dalam perjalanan keluar dari perbudakan. melainkan ia merupakan kata biasa dalam bahasa Arab lepas dari ikatan dengan salah satu agama tertentu. menyita. Lembaga Alkitab Indonesia kiranya juga mengikuti kebiasaan ini dalam menerjemahkan Yahwe dengan kata ‘Allah. atau bahwa kata ‘Allah’ itu sendiri adalah milik ekslusif orang Islam. itulah nama-Ku” (Yes 42:8). Nama mewakili pribadi dan mengetahui nama seseorang kadang-kadang menguasai orang itu (bdk.

‘ Kata tersebut dalam bahasa Siryani diucapkan alaha. masyarakat bukan Arab tersebut menggunakan bahasa Arab setelah wilayah mereka dikuasai oleh orang-orang Arab sehingga mereka pun memakai kata ‘Allah. Pewartaan tersebut bisa ditanggapi lewat unsur budaya setempat. bukan realitas in se-Nya. Penggunaan kata ‘Allah’ di kalangan Kristen merupakan wujud khusus yang menandakan bahwa Allah hadir dan berbicara dengan bahasa orang setempat. kata ‘Allah’ bukan kepunyaan orang Islam saja melainkan kepunyaan semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu. demikian pula oleh orang Islam. Inti yang mau diambil oleh umat Kristiani adalah bahwa dengan penggunaan kata tertentu misalnya kata ‘Allah’ untuk menyebut Yang Absolut itu. “dewa itu” yang sama artinya dengan haeloah dalam bahasa Ibrani. kata yang digunakan untuk menyebut Allah adalah kata yang biasa digunakan dalam bahasa-bahasa Semit (Ibrani. yakni kata yang memiliki akar kata’l. sangat masuk akal kalau orang-orang Islam menggunakan kata ‘Allah’ untuk menunjuk kepada sesembahan mereka. dan lain-lain). namun kehadiran-Nya lepas dari semua bahasa yang digunakan oleh manusia manapun. dan berintegrasi dalam suatu kebudayaan tertentu yaitu kebudayaan Yahudi Palestina. dan diterima oleh orang-orang yang dalam kenyataannya terikat dalam konteks bahasa tertentu. mereka membawa agama Islam kepada masyarakat bukan Arab. Arami. latar belakang permasalahan perbedaan penggunaan kata untuk menyebut realitas yang tidak terbatas itu bagi umat Kristiani tidak terlalu dipersoalkan. kehadiran Allah melampaui setiap kata yang kita pakai untuk menyebut-Nya. Dengan demikian. Allah menggunakan medium bahasa setempat untuk mengungkapkan siapa diri-Nya. mereka juga menggunakan kata ‘Allah’ dan percaya kepada Allah. Tanggapan Kritis Agama Kristen mengakui bahwa Allah memperlihatkan diri-Nya lewat suatu kebudayaan yang konkret dan definitif. Ia sudah digunakan oleh orang Arab pada zaman sebelum Islam. 4. Hal ini tampak jelas dalam diri Yesus Kristus yang lahir pada suatu waktu tertentu. dipahami. yaitu bahasa mereka sendiri. kehadiran Dia yang disebutkan itu dapat ditangkap. atau Allah dalam bahasa Arab. semuanya berdasarkan latar belakang etimologis kata itu sendiri dan tradisi teologis agama-agama mereka yang berakar dalam Perjanjian Lama. Warta universal dari Allah yang dimaklumkan dalam diri Yesus Kristus dialamatkan kepada manusia dari suatu kebudayaan tertentu pula. di suatu tempat tertentu. yang lebih penting bagi kita ialah .[5] Dengan kata lain. Jadi. Dengan demikian.Sebagai orang yang berkebangsaan Arab. Dengan demikian. yaitu masyarakat yang menjadi pendengar-Nya. Kata ‘Allah’ dipakai untuk merumuskan penghayatan atau penangkapan kita tentang realitas tertinggi. Kata ‘Allah’ ini kemudian dipegang bersama-sama oleh orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan bahasa Arab. dan orang-orang Yahudi dan Kristen Arab memakai kata ‘Allah’ yang sama itu pula untuk menyebut sesembahan mereka. Ketika orang-orang Muslim Arab melakukan ekspansi militer dan politik keluar Jazirah Arabia. Arab. Pengakuan inilah yang merupakan salah satu pendorong bagi umat Kristiani untuk menghormati bahasa setempat dalam usaha mencapai pemahaman yang akurat tentang Yang Absolut itu sendiri.’ Jadi. Dalam terjemahan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Suci Perjanjian Baru ke dalam bahasa Siryani yang digunakan di Siria sebelum kedatangan agama Islam.

kata yang mereka pakai adalah kata ‘Allah. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas. Dalam perkembangan selanjutnya. Latar belakang kafir dari nama-nama itu diberi arti secara baru dan diyakini sebagai alat pernyataan diri Yahwe kepada para bapa leluhur Israel. Mula-mula bangsa Israel mengenal sesembahan mereka sebagai Yahwe. Akibatnya. setiap bangsa mempunyai kata sendiri untuk menyebut sesembahan mereka. namun tetap mengungkapkan realitas tertinggi itu. maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa perubahan nama untuk menyebut realitas tertinggi sudah dimulai sejak zaman bangsa Israel Kuno.’ Kata ini merupakan kata universal yang dipakai bersama-sama oleh orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan bahasa Arab. Bagi orang-orang yang berlatar belakang Arab.menyadari arti pernyataan diri Allah ini. tetapi juga memanggil Dia dengan nama-nama ilahi yang berasal dari dunia keagamaan bangsa-bangsa di daerah pengembaraan mereka. Untuk menggantikan sebutan Yahwe. 5. namun selanjutnya mereka merasa bahwa nama itu sungguh kudus sehingga tidak pantas untuk diucapkan sembarangan. kata ‘Allah’ bukan kepunyaan orang Islam saja melainkan kepunyaan semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu. Ia berkenan menggunakan bahasa tertentu untuk memperkenalkan diri-Nya kepada semua orang. Hal tersebut dilakukan karena mereka yakin bahwa Yahwe sendiri berkenan memperkenalkan diri-Nya di bawah namanama itu. demikian pula oleh orang Islam. Jadi. Kebiasaan bangsa Israel untuk menggantikan kata ‘Yahwe’ dengan kata yang lain diwariskan secara turun-temurun. Daftar Pustaka . orang Israel tidah hanya menyebut Yahwe dengan kata Adonai. mereka memilih sebuah kata baru yaitu Adonai. Pendekatan yang mengadakan hubungan langsung dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pendengar-Nya membuka kemungkinan untuk diterima oleh setiap orang di mana Allah menyatakan diri-Nya sehingga mereka menemukan kehadiran Allah di tengah-tengah mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful