P. 1
PAK Dalam Perjanjian Lama

PAK Dalam Perjanjian Lama

|Views: 5,861|Likes:
Published by Jonjon Klose

More info:

Published by: Jonjon Klose on Nov 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2013

pdf

text

original

PAK dalam Perjanjian Lama

LATAR BELAKANG PL: BANGSA, AGAMA DAN BUDAYA YAHUDI
A. Bangsa Yahudi

Bangsa yang penuh misteri, kecil tapi kuat, sedikit tapi menyebar ke seluruh dunia, menyebar tapi kemurniannya terjaga, kadang tidak bertanah air dan tak punya raja, tapi selalu menonjol dan memberi pengaruh kuat kepada dunia. Dianiaya, tapi bertahan bahkan berkelimpahan. Bangsa yang memiliki identitas yang kuat. B. Agama Yahudi Penganut agama Yudaisme yang mementingkan ketaatan kepada Hukum Agama agar dijalankan dengan penuh ketekunan. Kemurnian pengajarannya dijaga dari generasi ke generasi berikutnya untuk memberi dasar yang teguh bagi setiap tingkah laku dan tindakan. Hukum agama sering diaplikasikan secara harafiah. C. Budaya Yahudi Yang paling mengesankan dalam budaya Yahudi adalah perhatiannya pada pendidikan. Pendidikan menjadi bagian yang paling utama dan terpenting dalam budaya Yahudi. Semua bidang budaya diarahkan untuk menjadi tempat dimana mereka mendidik generasi muda, yang kelak akan memberi pengaruh yang besar. Obyek utama dalam pendidikan mereka adalah mempelajari Hukum Taurat. PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PERJANJIAN LAMA A. Prinsip-prinsip yang Dipegang oleh Bangsa Yahudi 1. Seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah. Kej. 1:1 -- Segala sesuatu telah dijadikan oleh Allah dengan tujuan supaya manusia mengenal Allah dan berhubungan dengan-Nya. Cara Allah menyatakan diri adalah dengan: - Wahyu : Supaya orang menyadari dan mengakui keberadaan Allah Umum melalui alam, sejarah, hati nurani manusia. - Wahyu : Supaya manusia menerima keselamatan dari Allah. Allah Khusus berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. 2. Menurut konsep Yahudi tidak ada perbedaan nilai antara duniawi dan rohani, semuanya ada dalam wilayah Tuhan. Itu sebabnya orang Yahudi percaya bahwa "seluruh hidup adalah suci". 3. Pendidikan berpusatkan pada Allah. Fokus utama dalam pendidikan Yahudi adalah: Yehova (Hab. 2:10 -kegagalan campur tangan Allah adalah kegagalan bangsa.) Bagi anak Yahudi tidak ada buku lain yang memiliki keharusan untuk dipelajari selain Alkitab (Taurat) untuk menjadi pegangan dan pelajaran tentang Allah dan karya-Nya 4. Pendidikan adalah kegiatan utama dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Kitab Talmud dikatakan kalau ingin menghancurkan bangsa Yahudi, kita harus membinasakan guru-gurunya. Bangsa Yahudi adalah bangsa pertama yang memiliki sistem pendidikan Nasional (Ula. 6:4-9) Pendidikan mereka tidak hanya secara teori, tetapi menjadi kegiatan sehari-hari dalam cara hidup dan keagamaannya. Contoh: Kitab Imamat yang mengajarkan semua tata cara hidup dan beragama.

B. Tempat Pendidikan Anak Bangsa Yahudi

Pendidikan anak Yahudi bermula di rumah. Berpangkal dari peranan seorang ibu Yahudi. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya, khususnya ketika masih balita. Jauh- jauh hari sebelum anak berhubungan dengan dunia luar, anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dari ibunya sehingga sesudah menginjak usia remaja/pemuda ia sudah mempunyai dasar yang benar. Contoh: Melalui cerita-cerita sejarah bangsa dan hari-hari peringatan/besar. PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT ULANGAN 6:4-9 Ulangan 6:4-9 menjadi pusat pengajaran pendidikan agama Kristen. Kitab-kitab lain yang membahas tentang pendidikan bersumber dari kitab Ulangan ini.
1. Ayat 4 ("Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa!")

Ayat ini disebut "Shema" atau pengakuan iman orang Yahudi (agama Yudaisme) yang artinya "Dengarlah". Yesus menyebut ayat ini sebagai hukum yang pertama -prinsip iman dan ketaatan. Memberikan konsep Allah yang paling akurat, jelas dan pendek Tuhan adalah unik, lain dengan yang lain. Dia Allah yang hidup, yang benar dan yang sempurna. Tidak ada Allah yang lain, hanya satu Allah saja. Ayat 4 ini bersamaan dengan ayat 5 diucapkan sedikitnya dua kali sehari oleh orang Yahudi dewasa laki-laki. Ayat ini diucapkan bersamaan dengan Ula. 11:13-21 dan Bil. 15:37-41. 2. Ayat 5 ("Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.") Kasih harus menjadi motif setiap hubungan manusia dengan Tuhan. Kasih disebutkan pertama karena disanalah terletak pikiran, emosi, dan kehendak manusia. Tugas yang Tuhan berikan untuk manusia lakukan adalah kasihilah Allah Tuhanmu. Musa mengajarkan Israel untuk takut, tapi kasih lebih dalam dari takut. o Mengasihi Tuhan artinya memilih Dia untuk suatu hubungan intim dan dengan senang hati menaati perintah-perintah-Nya. o Mengasihi dengan hati yang tulus, bukan hanya di mulut tapi juga dalam tindakan. o Mengasihi dengan seluruh kekuatan, memiliki semuanya. o Mengasihi dengan kasih yang terbaik, tidak ada yang melebihi kasih kita kepada Dia, sehingga kita takluk kepada Dia. o Mengasihi dengan seluruh akal budi/pengertian, karena kita kenal Dia maka kita mengasihi dan mentaati perintah-Nya. 3. Ayat 6 ("Apa yang Kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan.") Perintah Tuhan bukanlah untuk didengar dengan telinga saja, tapi juga dengan hati yang taat. Sebelum bertindak pikirkanlah lebih dahulu perintah Tuhan, maka hidupmu akan selamat. 4. Ayat 7 ("Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang "kepada anakmu" membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau bangun.") Mereka yang mengasihi Allah, mengasihi Firman-Nya dan melakukannya dengan meditasi, bertanggung jawab untuk merenungkannya dan menyimpannya dalam hati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua mempunyai tugas

untuk mengajarkan Firman-Nya kepada anak-anak dengan didikan dan harus dimulai sejak dini dan berulang-ulang. Ayat 7 ini dipakai sebagai fondasi kurikulum pendidikan Kristen. 5. Ayat 8-9 ("Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.") Tulisan hukum-hukum belum menjadi milik umum, namun demikian, Allah menghendaki mereka melakukannya, supaya mereka terbiasa bergaul dengan hukum Allah. Orang Yahudi mengerti perintah ini dan melakukannya secara harafiah. Mereka mengenal 3 tanda-tanda untuk mengingat hukum Allah: a. Zizth : Dipakai/dipasang pada ujung jubah Iman (Bil. 15:37-41) b. Mezna : Kotak kecil yang berisi Ul 6:4-9 diletakkan di sebelah kanan pintu c. Tephillin : Dua kotak kecil berbentuk kubus masing-masing dari kertas perkamen yang ditulis dengan tangan secara khusus berisi 4 ayat yaitu, Keluaran 13:1-10, Keluaran 13:11-16, Ulangan 6:4-9, dan Ulangan 11:18-21. Satu diikatkan di tangan kiri dan satu di dahi. Tanda-tanda ini dipakai pada saat sembahyang di luar hari Sabat. Tanda-tanda ini sangat indah sebagai peringatan akan kehadiran Allah di rumah dan akhirnya dipraktekkan untuk mengusir setan. Tanda-tanda simbolik ini dibuat supaya penekanan pemahaman ayat itu menjadi nyata sehingga pengajaran itu akan berlangsung terus- menerus. Sumber:  Silabus PAK Anak, Dra. Yulia Oeniyati, Th.M., http://www.sabda.org/pepak/pustaka/050836/.
PERJANJIAN LAMA DALAM PAK

Menjadi sebuah hal yang menarik adalah ketika muncul sebuah pertanyaan, seberapa pentingkah Perjanjian Lama dalam ruang lingkup Pendidikan Agama Kristen (PAK)? Mungkin pertanyaan ini kita anggap sambil lalu, atau tidak terlalu penting, atau memang kita belum mengetahuinya. Mungkin ada yang mengatakan bahwa Perjanjian Lama (PL) tidak terlalu penting karena PL sudah berlalu dan sudah digenapi oleh Perjanjian Baru (PB), atau PB telah menjelaskan tentang pendidikan kekristenan. Apabila kita mempelajari dengan baik, Yesus Kristus menggunakan PL dalam mengajar di pelayanan-Nya (Mat.5:21-22; 22:39)? Para murid Yesus juga menggunakan PL dalam pelayanan (pemberitaan Injil)? Ternyata PL menjadi hal penting dalam membangun konsep dan pelaksanaan PAK. Pada topik ini, saya tidak menggunakan kata “PAK dalam Perjanjian Lama”, tetapi saya lebih menggunakan kata “PL dalam PAK”. Ya, karena bukan PAK yang ada dalam Perjanjian Lama, tetapi Perjanjian Lama-lah yang ada dalam PAK. Dengan kata lain, hal yang hendak dimaksudkan adalah PL digunakan dalam membangun dan membentuk PAK. Tentunya hal ini dilandasi bahwa PAK lahir setelah PL, walaupun dalam perspektif

Pendidikan adalah kegiatan utama dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bangsa yang memiliki identitas yang kuat.lain diungkapkan bahwa kekristenan sudah ada dalam PL. kadang tidak bertanah air dan tak punya raja. semuanya ada dalam wilayah Tuhan.) Bagi anak Yahudi tidak ada buku lain yang memiliki keharusan untuk dipelajari selain Alkitab (Taurat) untuk menjadi pegangan dan pelajaran tentang Allah dan karya-Nya 4. tetapi menjadi kegiatan sehari-hari dalam cara hidup dan keagamaannya. . 2. Cara Allah menyatakan diri adalah dengan: . 1:1 -. Menurut konsep Yahudi tidak ada perbedaan nilai antara duniawi dan rohani. menyebar tapi kemurniannya terjaga. hati nurani manusia. C. Obyek utama dalam pendidikan mereka adalah mempelajari Hukum Taurat. tapi selalu menonjol dan memberi pengaruh kuat kepada dunia. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru memberikan penjelasan mengenai perhatian terhadap kebutuhan fisik. LATAR BELAKANG PL: BANGSA. Agama Yahudi Penganut agama Yudaisme yang mementingkan ketaatan kepada Hukum Agama agar dijalankan dengan penuh ketekunan. PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PERJANJIAN LAMA a. 6:4-9) Pendidikan mereka tidak hanya secara teori. Allah berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah. Semua bidang budaya diarahkan untuk menjadi tempat dimana mereka mendidik generasi muda. Pendidikan berpusatkan pada Allah. yang kelak akan memberi pengaruh yang besar. Hukum agama sering diaplikasikan secara harafiah. Itu sebabnya orang Yahudi percaya bahwa "seluruh hidup adalah suci". 3. tapi bertahan bahkan berkelimpahan. sejarah. Kemurnian pengajarannya dijaga dari generasi ke generasi berikutnya untuk memberi dasar yang teguh bagi setiap tingkah laku dan tindakan. Dalam Kitab Talmud dikatakan kalau ingin menghancurkan bangsa Yahudi.Wahyu Khusus: Supaya manusia menerima keselamatan dari Allah. Kej. Fokus utama dalam pendidikan Yahudi adalah: Yehova (Hab. Budaya Yahudi Yang paling mengesankan dalam budaya Yahudi adalah perhatiannya pada pendidikan. Prinsip-prinsip yang Dipegang oleh Bangsa Yahudi 1. Pendidikan menjadi bagian yang paling utama dan terpenting dalam budaya Yahudi. Michelle Anthony mengomentari pentingnya dasar Alkitab dalam pendidikan anak karena Allah berkehendak menyediakan petunjuk tentang bagaimana memperhatikan serta memelihara anak.Segala sesuatu telah dijadikan oleh Allah dengan tujuan supaya manusia mengenal Allah dan berhubungan dengan-Nya. B. 2:10 -.Wahyu Umum: Supaya orang menyadari dan mengakui keberadaan Allah melalui alam. Contoh: Kitab Imamat yang mengajarkan semua tata cara hidup dan beragama. Bangsa Yahudi adalah bangsa pertama yang memiliki sistem pendidikan Nasional (Ula.kegagalan campur tangan Allah adalah kegagalan bangsa. sedikit tapi menyebar ke seluruh dunia. emosi maupun kerohanian anak. . kecil tapi kuat. Bangsa Yahudi Bangsa yang penuh misteri. Dianiaya. kita harus membinasakan guru-gurunya. AGAMA DAN BUDAYA YAHUDI A.

tapi juga dengan hati yang taat. 2. dan kehendak manusia.jauh hari sebelum anak berhubungan dengan dunia luar. PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT ULANGAN 6:4-9 Ulangan 6:4-9 menjadi pusat pengajaran pendidikan agama Kristen. Orang Yahudi . Ayat 4 ini bersamaan dengan ayat 5 diucapkan sedikitnya dua kali sehari oleh orang Yahudi dewasa laki-laki. Kitab-kitab lain yang membahas tentang pendidikan bersumber dari kitab Ulangan ini. maka hidupmu akan selamat. Contoh: Melalui cerita-cerita sejarah bangsa dan hari-hari peringatan/besar. apabila engkau sedang dalam perjalanan.prinsip iman dan ketaatan. dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. 11:13-21 dan Bil. Ayat 4 ("Dengarlah. Sebelum bertindak pikirkanlah lebih dahulu perintah Tuhan. Tidak ada Allah yang lain. o Mengasihi dengan seluruh kekuatan. 3. Dia Allah yang hidup.") Mereka yang mengasihi Allah. Allah menghendaki mereka melakukannya. anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dari ibunya sehingga sesudah menginjak usia remaja/pemuda ia sudah mempunyai dasar yang benar.") Tulisan hukum-hukum belum menjadi milik umum. hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita. lain dengan yang lain. Ayat ini diucapkan bersamaan dengan Ula. o Mengasihi dengan hati yang tulus. Tuhan itu Esa!") Ayat ini disebut "Shema" atau pengakuan iman orang Yahudi (agama Yudaisme) yang artinya "Dengarlah". Memberikan konsep Allah yang paling akurat. Tempat Pendidikan Anak Bangsa Yahudi Pendidikan anak Yahudi bermula di rumah. 5. o Mengasihi dengan seluruh akal budi/pengertian. Ayat 5 ("Kasihilah Tuhan Allahmu. supaya mereka terbiasa bergaul dengan hukum Allah. o Mengasihi dengan kasih yang terbaik. namun demikian. 15:37-41. hanya satu Allah saja. emosi. Yesus menyebut ayat ini sebagai hukum yang pertama -. Kasih disebutkan pertama karena disanalah terletak pikiran.") Kasih harus menjadi motif setiap hubungan manusia dengan Tuhan. Berpangkal dari peranan seorang ibu Yahudi. mengasihi Firman-Nya dan melakukannya dengan meditasi. o Mengasihi Tuhan artinya memilih Dia untuk suatu hubungan intim dan dengan senang hati menaati perintah-perintah-Nya. Jauh. Ayat 8-9 ("Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang dahimu.b. apabila engkau bangun. Orangtua mempunyai tugas untuk mengajarkan Firman-Nya kepada anak-anak dengan didikan dan harus dimulai sejak dini dan berulang-ulang. Tugas yang Tuhan berikan untuk manusia lakukan adalah kasihilah Allah Tuhanmu. tapi kasih lebih dalam dari takut. memiliki semuanya. bukan hanya di mulut tapi juga dalam tindakan. khususnya ketika masih balita. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya. jelas dan pendek Tuhan adalah unik. dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Ayat 6 ("Apa yang Kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan. 1.") Perintah Tuhan bukanlah untuk didengar dengan telinga saja. karena kita kenal Dia maka kita mengasihi dan mentaati perintah-Nya. bertanggung jawab untuk merenungkannya dan menyimpannya dalam hati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 4. sehingga kita takluk kepada Dia. tidak ada yang melebihi kasih kita kepada Dia. Ayat 7 ("Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang "kepada anakmu" membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu. Musa mengajarkan Israel untuk takut. yang benar dan yang sempurna. Ayat 7 ini dipakai sebagai fondasi kurikulum pendidikan Kristen.

TUHAN itu esa!" (Ulangan 6:4) Pernyataan ini kemudian langsung dilanjutkan dengan perintah rangkap untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati. yaitu ayah dan ibu (Amsal 1:8). setiap pagi dan petang dalam ibadah di sinagoge. Zizth: Dipakai/dipasang pada ujung jubah Iman (Bil. 1. Sebenarnya justru dalam era modern sekarang.menerus. Tanggung jawab pendidikan Kristen pertama-tama dan terutama terletak pada orang tua.mengerti perintah ini dan melakukannya secara harafiah. dan Ulangan 11:18-21. Ayat ini amat penting karena merupakan pengakuan iman yang sangat tegas akan Tuhan (Yahweh) sebagai satu-satunya Allah yang layak disembah: "Dengarlah. Keluaran 13:11-16. Namun. Orang Israel menafsirkan perintah-perintah tersebut secara harafiah dengan membuat "tali sembahyang" yang diikatkan di dahi atau lengan dan berisi empat naskah. Tanda-tanda simbolik ini dibuat supaya penekanan pemahaman ayat itu menjadi nyata sehingga pengajaran itu akan berlangsung terus. dan menuliskannya di pintu rumah dan gerbang (ayat 9).khususnya pendidikan rohani -. menaruh perintah itu dalam hati (ayat 6). Tanda-tanda ini dipakai pada saat sembahyang di luar hari Sabat. pastor. Ketiga naskah lainnya diambil dari Keluaran 13:1-10. guru sekolah minggu. jiwa. Mereka beranggapan bahwa gereja atau sekolah minggu tentunya memiliki "staf profesional" yang lebih handal dalam menangani pendidikan rohani anak mereka. Mereka mengenal 3 tanda-tanda untuk mengingat hukum Allah: a. Hal ini menunjukkan besarnya hubungan antara pendidikan rohani dalam rumah tangga dengan ketaatan kepada Allah. Mezna: Kotak kecil yang berisi Ul 6:4-9 diletakkan di sebelah kanan pintu c. mengajarkannya kepada anak-anak mereka secara berulang-ulang (ayat 7). hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita. atau pembimbing rohani anak yang hanya beberapa jam dalam seminggu. yang tentunya terlalu singkat untuk mengajarkan betapa luas dan dalamnya pengetahuan tentang . Keluaran 13:1-10. pendidik Kristen harus menerapkan beberapa prinsip dalam Perjanjian Lama yang lebih disiplin dalam hal pendidikan anak. Satu diikatkan di tangan kiri dan satu di dahi. dan Ulangan 11:18-21. Toleransi tinggi dan keleluasaan tidak terbatas cenderung menjadi gaya pendidikan saat ini. kewajiban untuk mengajarkan hukum dan pengetahuan tentang Allah kepada anak-anak mendapat penekanan yang besar. Ulangan 6:4 memuat "Shema". Banyak keluarga Kristen masa kini yang menyerahkan pendidikan rohani anak mereka sepenuhnya pada gereja atau sekolah minggu. gembala. salah satunya adalah Ulangan 6:4-9 di atas. yaitu doa yang diucapkan dua kali sehari.merupakan bagian integral dari perjanjian antara Allah dengan umat-Nya. Ulangan 6:4-9. Tanda-tanda ini sangat indah sebagai peringatan akan kehadiran Allah di rumah dan akhirnya dipraktekkan untuk mengusir setan. Keluaran 13:11-16. mengikatkannya sebagai tanda pada tangan dan dahi (ayat 8). PENERAPAN PENDIDIKAN PERJANJIAN LAMA UNTUK ERA MODERN Era modern mengubah cara pandang para pendidik Kristen dalam mendidik anak. dan kekuatan mereka (ayat 5). Tephillin: Dua kotak kecil berbentuk kubus masing-masing dari kertas perkamen yang ditulis dengan tangan secara khusus berisi 4 ayat yaitu. 15:37-41) b. pendidikan -. Di dalam keempat naskah tersebut. PENERAPAN PENDIDIKAN KRISTEN PERJANJIAN LAMA DALAM ERA MODERN Bagi orang Israel. mereka lupa bahwa lama waktu perjumpaan antara anak mereka dengan pendeta.

Jika orang Israel menafsirkan Keluaran 13:9 atau Ulangan 6:8 secara harafiah dengan mengikatkan tali sembahyang pada lengan dan dahi mereka. Orang tua tidak dapat hanya mengandalkan khotbah atau pelajaran Alkitab setiap hari Minggu untuk memberi "makanan rohani" bagi anak-anak mereka. sikap. Hal ini diperlukan karena orangtua atau . dan perbuatan (Ulangan 6:7). Tanggung jawab pendidikan Kristen memang bukan tugas yang mudah. Setiap zaman memiliki kesulitan dan pergumulan masing-masing. tapi juga perbuatan. Ada teori pendidikan modern yang menyarankan agar orang tua jangan pernah menyakiti anak-anak mereka. IMPLEMENTASI: PENDIDIKAN YANG MEMBERDAYAKAN DAN MEMBEBASKAN Pendidikan adalah pemberdayaan potensi yang dimiliki oleh pendidik dan orangtua untuk menemukan dan memberdayakan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. dan percaya pada kekuatan diri sendiri. 2. Orang tua harus secara rutin dan dalam segala kesempatan menyampaikan kebenaran firman Tuhan kepada anak-anak mereka. Kata ini dipakai sebagai simbol untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan berulang-ulang seperti orang mengasah sesuatu dengan tujuan untuk menajamkannya. pendidikan Kristen mendidik anak-anak untuk memiliki sikap mementingkan Tuhan di atas segala-galanya. Pendidikan Kristen harus dilakukan secara terus-menerus melalui kata-kata. baik bagi bangsa Israel pada zaman Perjanjian Lama maupun bagi kita pada zaman sekarang. dan melayani-Nya dengan segenap hati dan jiwa mereka (Ulangan 10:12). selama semuanya dilakukan dalam kasih. atau melalui kata-kata karena hal tersebut dapat menimbulkan kebencian dan dendam pada orang tua dalam diri anak-anak. 3. Kata bahasa Ibrani yang dipakai dalam ayat ini adalah "shinnantam". Untuk itu. supaya hukum TUHAN ada di bibirmu. baik secara fisik maupun secara verbal. biasanya pedang atau anak panah. mengasuh. Berlainan dengan pendidikan oleh dunia yang bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang penuh ambisi untuk sukses. Hal ini bertentangan dengan kebenaran Alkitab yang mengatakan bahwa teguran dan hajaran juga dapat mendidik anak sama efektifnya dengan pujian dan dorongan. yang berasal dari akar kata "shanan" yang berarti mengasah atau menajamkan. "Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu. Satu hal lain yang terpenting adalah Allah sendiri telah meletakkan tugas untuk merawat. mengatakannya setiap hari. upayaupaya yang perlu dilaksanakan adalah: 1. Tujuan utama pendidikan Kristen adalah untuk mengajar anak-anak takut akan Tuhan. Lebih jauh lagi. orang tua harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Pemulihan para pendidik (orangtua dan guru). ketaatan. bukan hanya melalui perkataan. dan bergantung pada kekuatan Tuhan untuk terus berkarya. Nilai-nilai yang penting dalam pendidikan Kristen adalah kasih. dan melakukannya dengan segenap kemampuan tangan kita. Orang tua yang baik mendidik anaknya dengan teguran dan hajaran dalam kasih (Amsal 6:23)." (Keluaran 13:9a) maka saat ini kita yang sudah mengerti makna sesungguhnya dari perintah ini harus senantiasa merenungkannya dalam pemikiran kita. taat pada Tuhan. kerendahan hati. hidup menurut jalan-Nya. 4. dan mendidik anak-anak ke dalam tangan orang tua. dan kesediaan untuk ditegur. mengasihi-Nya.Allah. Gereja dan sekolah minggu hanya membantu dalam proses pendidikan tersebut. Teori ini menganjurkan orang tua untuk membangun anak-anaknya hanya melalui pujian dan dorongan. Merekalah yang harus mempersiapkan anak-anak mereka agar hidup berkenan kepada Allah. namun prinsip-prinsip dasar pendidikan Kristen yang Alkitabiah tetap bertahan di tengah berbagai teori pendidikan baru yang muncul. mandiri.

Disiplin dilaksanakan secara konsisten berdasarkan keteladanan dan peraturan yang jelas.Rahman Assegaf. 2005.sabda. f. Peraturan yang dimiliki oleh sekolah harus dijelaskan kepada orangtua dan siswa ketika siswa baru memasuki sekolah. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen dari Plato sampai Ig. 2001. 5.sabda. tingkat perkembangan anak secara psikologis. tanpa ada tekanan. Yogyakarta: Tirta Wacana Yogya.oase online. Pendidikan Tanpa Kekerasan: Tipologi Kondisi. Abd. d. 2. Kasus.org. pengajaran dan keteladanan yang diberikan kepada anak. f. kesepakatan. sibuk. 3. Christian Education. karena dapat berakibat fatal bagi anak. dan saling menghargai antara guru dan murid serta antara murid dengan murid. atau bermasalah dengan hal-hal yang lain. Menjalin rasa simpati/empati dan saling pengertian untuk menumbuhkan kepedulian social. 7. a. Menumbuhkan niat belajar anak dengan cara memotivasi dan memberikan semangat kepada anak. http:// pepak. tegang. Pelaksanaan peraturan. Peniel Maiaweng. dan Konsep. Orangtua dan guru harus menyadari bahwa mereka dipanggil oleh untuk melayani melalui perhatian. Sumber: a. e. Diposkan oleh Bobby Kurnia Putrawan di 9/23/2009 09:50:00 PM Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Reaksi: .org/pepak/pustaka/050836/. b. b. Boehlke. Proses belajar mengajar. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Mengembangkan rasa saling memiliki untuk membentuk kebersamaan. Silabus PAK Anak. Jangan mendisiplinkan didik pada saat sedang marah. Menciptakan suasana riang. toleransi. Kerja sama dengan organisasi-organisasi non-gereja untuk membekali guru dan orangtua agar dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik. Yulia Oeniyati. daya tahan fisik anak. Robert R. Memperhatikan penampilan/cara berpakaian dan model pakaian yang digunaka sebagai seragam. dan dukungan belajar. dan tujuan dari pemberian sanksi. Loyola. Menujukkan teladan yang baik. kesatuan. http://www. c. d. c. Penerapan Pendidikan Kristen Perjanjian Lama dalam Era Modern.guru yang melakukan kekerasan terhadap anak. 6. 2004. c. d. Memberikan motivasi untuk bangkit apabila anak mengalami kegagalan. www. 4. kemungkinan besar ia pun mengalami kekerasan pada masa kanak-kanaknya. e. Penginjilan dan pembimbingan rohani yang dilaksanakan oleh sekolah kepada murid dan guru.org/pustaka/050919/?kata=perjanjian+lama. Sanksi diberikan sesuai dengan tingkat pelanggaran. stress. Daniel Agung Kurniawan Budilaksono. Michelle Anthony. b. Pendidikan Anti Kekerasan: Perspektif Teologis-Padeigogi. kesanggupan anak untuk menerimanya. a.

Document Transcript 1. Atau. yang membahas cara pandang terhadap agamaagama yang ada. semua agama adalah jalan yang berbedabeda menuju Tuhan yang sama. Dan memang. bahwa agama adalah persepsi manusia yang relatif terhadap Tuhan yang mutlak. “Paham Sekularisme. ‘saling menghormati’ (mutual respect). Frank Gaetano Morales. PLURALISME AGAMA MUSUH AGAMAAGAMA (Pandangan Katolik. Dr. sehingga – karena kerelativanny a – maka setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim atau meyakini. Pluralisme Agama yang dibahas dalam buku ini didasarkan pada satu asumsi bahwa semua agama adalah jalan yang samasama sah menuju Tuhan yang sama.com 2 3. menurut penganut paham ini. ‘’Pluralisme adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi kekristenan. I. cendekiawan Hindu). apapun jenis agama itu. Pluralisme Agama : Definisi dan Penyebarannya Pluralisme Agama (Religious Pluralism) adalah istilah khusus dalam kajian agamaagama. istilah ‘Pluralisme Agama’ telah menjadi pembahasan panjang di kalangan para ilmuwan dalam studi agamaagama (religious studies). menurut Charles Kimball.” (Fatwa MUI. dan secara b ombastik memproklamasikan bahwa “semua agama adalah sama”. ‘’Setiap kali orang Hindu mendukung Universalisme Radikal. mereka menyatakan. istilah ini tidak dapat dimaknai sembarangan. a d i a n h u s aini. meskipun ada sejumlah definisi yang bersifat sosiologis. Protestan. Bahkan. Sebagai satu paham (isme). tetapi yang menjadi perhatian utama para peneliti dan tokohtokoh agama adalah definisi Pluralisme yang meletakkan kebenaran agamaagama sebagai kebenaran relatif dan menempatkan agamaagama pada posisi ”setara”. 2005). Sebagai ‘terminologi khusus’.com 1 2. dan Islam terhadap paham Pluralisme Agama) OLEH : DR. salah satu ciri agama jahat (evil) adalah agama yang memiliki klaim kebenaran mutlak (absolute truth claim) atas agamanya se . dan sebagainya. dia melakukan i tu atas kerugian besar dari agama Hindu yang dia katakan dia cintai.’’ (Pdt. Stevri Lumintang). h t t p : / / w w w . Hindu.” (Dr.luralisme Agama Musuh Agama Agama . Pluralisme (Agama) dan Liberalisme bertentangan d engan Islam dan haram bagi umat Islam untuk memeluknya. ADIAN HUSAINI (Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia/ Doktor bidang Peradaban Islam dari International Islamic University Malaysia) Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia 2010 h t t p : / / w w w . sebagian pemeluk Pluralisme mendukung paham sikretisasi agama. a d ianhusaini. bahwa agamanya l ebih benar atau lebih baik dari agama lain; atau mengklaim bahwa hanya agamanya sendiri yang benar. Jadi. misalnya disamakan dengan makna istilah ‘toleransi’. Bahkan.

tokoh Yahudi lainnya. Salah satu teolog Kristen yang terkenal sebagai pengusung paham ini. Yahudi m enolak klaim Kristen tentang kebenaran Perjanjian Baru. Sikap antiYahudi bisa ditelusuri dalam New Testament. a d i a n h u s a i n i . 2122. yang menggugat kebenaran eksklusif agama Yahudi. kekristenan adalah agama terbaik untuk orang Kristen. (Yogyakarta: Kanisius. 2 Harold Coward. Hindu adalah terbaik untuk orang Hindu. Ernst Troeltsch. 2002). 1 Paham ini telah menyerbu semua agama. secara esensial adalah sama. Yahudi menolak keras klaim Kristen bahwa Jesus adalah Juru Selamat. hal. Di antara New Testament. Karena itu.” 4 Dalam tradisi Kristen. ialah bahwa semua agama adalah relatif. “Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu. yang memandang hanya orang orang yang mendengar dan menerima Bibel Kristen yang akan diselamatk an. 11:28). (New York: HarperSanFrancisco. Pandangan Rosensweig ini jelas sangat aneh. kaum Yahudi di Eropa menjadi ajang pembantaian kaum Kristen. terbatas. Yahudi secara kolektif dianggap bertanggung jawab terhadap penyaliban Jesus. “Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darahNya h t t p : / / w w w . eksklusivisme. Matius dan Yohanes dikenal paling ‘hostile’ terhadap Judaisme. muncul nama Moses Mendelsohn (17291786). 3 Ibid. Dan bagi Kristen. sehingga hampir sepanjang sejarahnya. Kedua. tetapi keselamatan juga mungkin terdapat pada agama lain. Ketiga.ndiri. Islam adalah suatu tiruan dari agama Kristen dan agama Yahudi. Pluralisme: Tantangan bagi Agamaagama. semua agama adalah sama. 17. (3) Semua agama memiliki asalusul psikologis yang umum. 3 1 Charles Kimball.” (Roma. hal. tidak sempurna. Pertama. tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang. Encyclopaedia Judaica memberikan porsi yang sangat besar (73 halaman) untuk pembahasan sejarah antiYahudi (yang mereka sebut antiSemitism) di masa itu. jalanjalan yang berbeda yang membawa ke tujuan yang sama. yaitu (1) semua agama adalah relatif. Motto kaum Pluralis ialah: “pada intinya. Klaimklaim kebenaran mutlak atas masingmasing agama diruntuhkan. c o m 3 4. all religions are the same – different paths leading to the sam e goal). inklusivisme. seluruh penduduk bumi mempunyai hak yang sah atas keselamatan. kata Mendelsohn. pandangan tertentu terhadap Judaisme dalam Kitab Perjanjian Baru harus dilihat dalam perspektif ini). karena berbagai sebab dan alasan. meskipun Kristen merupakan agama yang benar. kaum Yahudilah yang bertan ggung jawab atas terbunuhnya Yesus. 2 Frans Rosenzweig. Di kalangan Yahudi. misalnya. menyatakan. (2) Semua agama. Yang dimaksud dengan “relatif”. 1989). mengemukakan tiga sikap populer terhadap agamaagama. dikenal ada tiga cara pendekatan atau cara pandang teologis terhadap agama lain. dan merupakan satu proses pencarian. yang berpandangan. (Deep down. Encyclopaedia ini menulis: “Sejak Kekristenan lahir sebagai satu sekte Yahudi pembangkang. dan sarana untuk mencapai keselamatan itu tersebar sama luas – bukan hanya melalui agama Yahudi seperti umat manusia itu sendiri. Menurut ajaran agama Yahudi. . bahwa agama yang benar adalah Yahudi dan Kristen. Karena itu. sebab sejak awalnya. Di luar itu tidak selamat. When Religion Becomes Evil.

Sejumlah Paus lainnya kemudian dikenal sangat antiYahudi. Vicars of Christ: The dark Side of the Papacy. John Hick. Mcgrath. Semuanya dianggap sebagai jalan yang samasama sah menuju Tuhan (all the religious traditions of humanity are equall y valid paths to the same core of religious reality. Hal. Di tiap kota hanya boleh ada satu sinagog. Yahudi juga tidak boleh memiliki Kitab Suci. mengeluarkan dokumen (Papal Bull) yang dikenal dengan nama Cum nimis absurdum. Christian Theology: an Introduction. In pluralism. 8:44). c o m 4 . Sikapsikap antiYahudi yang dikembangkan tokohtokoh Gereja kemudian. No Other Name?. Setiap ghetto hanya memiliki satu pintu masuk. (Jerusalem: Kater Publishing House Ltd). 2004). Tetapi cum nimis absurdum tetap bertahan sampai tiga abad. Clendenin. (Malang: Gan dum Mas. Di Roma. (London: Bantam Press. 1994). 4 Paul F. termasuk Talmud. 12. lihat Adian Husaini. 2. Pluralisme. 27:25). 5 Alister E. 67. Yahudi dip aksa menjual semua miliknya kepada kaum Kristen dengan harga sangat murah; maksimal 20 persen da ri harga yang seharusnya.” (Yohanes. Tinjauan Historis Konflik YahudiKristenIslam (Jakarta: GIP. adalah variasi atau perluasan dari tuduhantuduhan yang tercantum dalam Injil. 17 dari 18 sinagog dihancurkan. Paus Paulus IV. Paus Paulus IV meninggal tahun 1559. dikutip dari Stevri I. 1 (Encyclopaedia Judaica. tujuh dari delapan sinagog dihancurkan. Pada tanggal 17 Juli 1555. Lumintang. Paus Paulus IV membakar semua Kitab Yahudi. yakni Prof. secara ekplisit menerima posisi yang ditanggungkan atas kami dan atas anakanak kami. p p 458 459; Daniel B.” (Matius. a d i a n h u s a i n i . no one religion is s uperior to any other; the many religions are considered equally valid ways to know God). Tentang konflik YahudiKristen sepanjang sejarah. Vol. Dalam pandangan Pluralisme Agama.pluralisme. 5 Tokoh lain penganut paham Pluralisme Agama terkemuka di kalangan Kristen. yang memandang semua agama adalah jalan yang samasama sah menuju inti dari realitas agama. Saat menjadi kardinal. 1991). tidak ada agama yang dipandang lebih superior dari agama lainnya. 17 (Peter de Rosa. “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginankeinginan bapamu. Di sini Paus menekankan. yaitu kaum Yahudi. 2004). h t t p : / / w w w . 1995). (Oxford: Blackwell Publisher. hanya dua bulan setelah pengangkatannya. Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini. pada hakekatnya adalah budak dan seharusnya diperlakukan sebagai budak. bahwa para pembunuh Kr istus. hal. Knitter. Yahudi kemudian dipaksa tinggal dalam ‘ghetto’. hal. menyatakan bahwa terminologi “religious pluralism” itu merujuk pada suatu teori dari hubungan antara agamaagama dengan seg ala perbedaan dan pertentangan klaimklaim mereka. Yahudi juga diidentikkan dengan kekuatan jahat. Di Campagna. (Michigan : Baker Books. 266269. Many Gods Many Lords: Christianity Encounters World Religions.

1987).” Menurut Hick. John Hick – salah satu tokoh utama paham religious pluralism mengajukan gagasan pluralisme sebagai pengembangan dari inklusivisme. Dalam pengantar bukunya.5. dan respon yang berbedabeda tentang “The Real” atau “The Ultimate”. each with its own distinctive forms of . (2) Problema teologis Kristen dan (3) problema Teks Bibel. adalah merupakan konsep universal. Vol. Problema yang menimpa masyarakat Kristen Barat ini kemudian diadopsi oleh sebagian k alangan Muslim yang ‘terpesona’ oleh Barat atau memandang bahwa hanya denga n mengikuti 6 John Hick. lebih radikal yang diaplikasikan oleh inklusivisme: yaitu satu pandangan b ahwa agama agama besar mewujudkan persepsi. God Has M any Names. yang masingmasing memiliki satu bentuk pengalaman. pada umumnya dipandang sebagai sisasisa paganisme. (New Yo rk: MacMillan Publishing Company. Di Barat. “the Real” yang merupakan “the final object of religious concern”. Judaisme. Bahwa. The Encyclopedia of Religion. yang dipandang inferior terhadap agama Kristen dan men jadi sasaran empuk kaum misionaris Kristen. dan spiritualitas keagamaan yang khas. (Philadelphia: The Westminster Press. 1982). agamaagama seperti Hinduisme. however. saat ini. Ketika Gereja berkuasa di zaman pertengahan. 331. menurut Hick. dan Islam. para tokohnya telah melakukan banyak kekeliruan dan kekerasan yang akhirnya menimbulkan sikap trauma masyarakat Barat terhadap klaim kebenaran satu agama tertentu. that our Christian history is one of a number of variant streams of religious life. Sebelumnya. belum lam a sadar tentang ‘kondisi plural’. Ia mengutip Jalaluddin Rumi yang menyatakan: “The lamps are different but the light is the same; it comes from beyond. in varyi ng degrees. hal. bukan sebagai satusatunya (agama). 7 Pluralisme Agama berkembang pesat dalam masyarakat KristenBarat dise babkan setidaknya oleh tiga hal: yaitu (1) trauma sejarah kekuasaan Gereja di Za man Pertengahan dan konflik KatolikProtestan. we have all become conscious. 6 Intinya. agama adalah jalan yang berbedabeda menuju pada tujuan (the Ultimate) yang sama. kita harus menerima adanya keperluan untuk meninjau kembali pemahaman keagamaan kita. 12. tetapi sebagai salah satu dari sekian banyak agama. ‘’kita semua telah menyadari bahwa – dalam berbagai tingkatan – sejarah kekristenan kita adalah salah satu dari berbagai arus kehidupa keagamaan. Karena itu. John Hick mengajak kaum Kristen untuk meninj au kembali pandangan mereka terhadap agama lain. kadang digunakan istilah “ultimate reality”; dalam istilah Sansekerta dikenal deng an “sat”; dalam Islam dikenal istilah alhaqq. konsepsi. Sejarah kekristenan Barat. pemikiran. bahwa tiaptiap agama menjadi jalan untuk menemukan keselamatan dan pembebasan. Tapi. Budhisme.’’ (To day. Juga. dalam Mircea Eliade (ed). kata Hick kepada kaum Kristen.

“Sebagai sebuah pandangan keagamaan. Termasuk dalam hal c ara pandang terhadap agamaagama lain. a d i a nhusaini. pusat roda itu adalah Tuhan. Begitu juga ia mendapatakan penggalan ayat dalam salah satu kitab suci Hindu. yang berkata dalam salah satu bait dari syi’irnya yang ditulis dalam Al Matsnawi – menurut terjemahan R. we have come to ac cept the need to reunderstand our own faith. Ibarat roda. 1 (though) the lamp has become different” (Cahaya tidaklah berbeda. tetapi merupakan Kebenarankebenaran yang sama sah”. sikap eksklusif dalam melihat agama lain (Agamaagama lain adalah jalan yang salah. tokoh pembaruan Islam di Indonesia. hal. yang kemudian ia angkat menjadi judul salah satu makalahnya.’’ 7 The Encyclopedia of Religion. banyak yang kemudian menjiplak begitu saja. 8 Sebagai contoh. Ketua Departement of Comparative Religion di International Islamic University Malaysia. and spirituality. di Majalah Islamia edisi 4. Ketiga. pertama. dan dijadikan salah satu slogan untuk mengawali salah satu fasal yang secara khusus membentangkan teori pluralisme dalam bukunya An Interpretation of Religion. dan jarijari itu adalah jalan dari berbagai Agama. baik dalam tataran wacana p ublik maupun bukubuku di perguruan tinggi. tahun 2004) . Filsafat perenial juga membagi agama pada level esoterik (batin) . penyebaran paham ini sudah sangat meluas. (Penjelasan ini dikutip dari artikel Dr. peradaban Baratlah maka kaum Muslim akan maju. filsafat perenial yang belakangan banyak dibicarakan dalam dialog antar agama di Indonesia merentangkan pandangan pluralis dengan mengatakan bahwa setiap agama sebenarnya merupakan ekspresi keimanan terhadap Tuhan yang sama.experience.A. pada dasarnya Islam bersifat inklusif dan merentangkan tafsirannya ke arah yang semakin pluralis. Yaitu. D i Indonesia. dianggap mung kin bisa menyokong hipotesisnya ini. Prof. menyatakan. tulis Nurcholish lagi. cara pandang kaum Iklusifis dan Pluralis Kristen dalam memandang agamaagama lain. Nurcholish Madjid. but as one of several. h t t p : / / w w w . Sebagai contoh. Bhagavad Gita. And accordingly.com 5 6. 332. Jalaluddin alRumi. Dr. sikap pluralis – yang bisa terekspresi dalam macammacam rumusan. Tinjauan kritis terhadap kutipan John Hick ini diberikan oleh Dr. atau “Setiap agama mengekspresikan bagian penting sebuah Kebenaran”. “agamaagama lain berbicara secara berbeda. Vol. tapi Cahaya tetap sama) untuk menegaskan hipotesisnya. Anis Malik Toha. Nicholson yang juga dirujuk oleh Hic k: “The light is not different. Kemudian bait ini diadopsi oleh Hick secara bebas dan out of context menjadi: “The lamps are different. thought. sikap inklusif (A gamaagama lain adalah bentuk implisit agama kita). yang menyesatkan bagi pengikutnya). meskipun lampunya berbeda). 12. but the Light is the same” (Lampu adalah berbedabeda. Anis Malik Toha. bahwa ada tiga sikap dialog agama yang dapat diambil. misalnya: “Agamaagama lain adalah jalan yang sama sama sah untuk mencapai Kebenaran yang Sama”. not as the one and only. “Menuju Teologi Global”. Lalu. yang berbunyi: “Whatever Path Men Choose is Mine” (Jalan apapun yang dipilih manusia adalah milikKu). Kedua.

yang sama: yaitu keluarga pencinta jalan menuju kebenaran yang tak per nah ada ujungnya. Semua agama ada dalam satu kel uarga besar 8 Lebih jauh tentang perkembangan peradaban Barat dan Pluralisme Agama lihat Adian Husaini. lxxvii. Satu agama berbeda dengan agama lain dalam level eksoterik. (Jakarta: Paramadina. jalan panjang menuju Yang Mahabenar. 21 Desember 2002). Semuanya menuju jalan kebenaran. S edangkan yang penting adalah aspek batin (esoteris). tingkat dan kadar kedalaman yan g berbedabeda dalam menghayati jalan religiusitas itu. seorang tokoh Gerakan Turki Muda: “Yang ada hanya satu peradaban. misalnya." 9 Ulil Abshar Abdalla. Dr. Dalam katakata Abdullah Cevdet. Karena itu. saya mengatakan. 2004).. sekedar teknis/cara menuju Tuhan (aspek eksoteris). hal. apa pun nama dan sifatNya – maka muncullah pemikiran bahwa untuk menuju Tuhan bisa dilakukan dengan cara apa saja. juga menyatakan: “Semua agama sama. sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari. (Jakarta:GIP.adianhusaini. soal ‘cara’. and that is European civilization. dan itu adalah peradaban Eropa.” (Majalah GATRA.” (There is only one civilization. buku Tiga Agama Satu Tuhan. Karena itu.” (Kompas. Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi SekularLiberal. 2005). Syariat dipanda ng sebagai hal yang tidak penting. cara ibadah kepada Tuh an dianggap sebagai masalah ‘teknis’. Oleh karena itu ada istilah "Satu Tuhan Banyak Jalan". Islam bukan yang paling benar. Ja di. kita harus meminjam peradaban Barat. xix. baik bunga mawarnya mau pun durinya sekaligus. 1999).dan eksoterik (lahir). tetapi relatif sama dalam level esoteriknya. semua agama adalah te pat berada pada jalan seperti itu. Ia juga menulis: “Dengan tanpa rasa sungkan dan kikuk. dengan variasi. lihat Adian Husaini. Luthfi Assyaukanie. 9 Lihat. (Lebih jauh te ntang Gerakan Turki Muda dan ideologinya. Semua agama. (Jakarta:GIP. Therefore. yang secara eksoterik memang berb edabeda. h t t p : / / www. "Sunnatullah") yang tidak akan berubah.” Nurcholish Madjid juga menulis: "Jadi Pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan Tuhan (Sunnat Allah. bisa merasa dekat kepada Allah tanpa melewati jalur shalat karena ia bisa melakukannya lewat meditasi atau rit . 18112002) Ketika semua agama dipandang sebagai jalan yang samasama sah untuk menuju Tuhan – siapa pun Dia. d engan demikian. Islam Doktrin dan Peradaban. we must borrow western civilization with both its rose and its thorn). Tinjauan Historis Konflik YahudiKristenIslam. adalah benar. 1995).com 6 7. (Bandung: Mizan. hal. mantan Koordinator Jaringan Islam Liberal. tetapi substansinya dianggap sama. Contoh pandangan yang memuja Barat dan menganggap Barat sebagai sumber dan kiblat bagi kemajuan Islam dikemukakan oleh sejumlah tokoh sekular Turki yang memelopori Gerakan Turki Muda. menulis di Harian Kompas: “Seorang fideis Muslim. dosen Universitas Paramadina. da n Nurcholish Madjid.

antara lain. LSMLSM Barat itu secara sistematis menyusup masuk ke lembagalembaga atau organisasi Islam dengan menawarkan proyekproyek penyebaran paham Pluralisme Agama. Berbagai buku. Ghandi. adalah merekamereka yang bergerak dalam penyebaran paham Pluralisme Agama. adalah penyikapan atau pemahaman para penganut agama terhadap doktrin. Dengan demikian. dalam derajat keabsahan teologis di bawa h agamanya sendiri. pertanyaan di atas diajukan kepada Tuhan. Ba harudin Lopa. dan lainlain tak terlalu penting lagi karena yang lebih penting adalah bagaimana seseorang bisa menikmati spiritualitas dan mentransendenkan dirinya dalam lompatan iman yang tanpa batas itu. Ford Foundation. Hampir seluruh LSM dan proyek yang dibiayai oleh LSMLSM Barat. merupakan contoh penggunaan standar ganda itu. juga menuli s dalam bukunya yang berjudul: Lubang Hitam Agama: “Jika kelak di akhirat. Keyakin an tentang yang benar itu didasarkan kepada Tuhan sebagai satusatunya sumber kebenaran. artikel. kaum Pluralis Agama sangat terpukul dengan keluarnya fat wa MUI. dan sudah pasti kebenarannya menjadi 10 bernilai relatif. Pada gilirannya. standar ganda ini biasanya dipakai h t t p : / / w w w . kepercayaan. Sambil menunjukkan surgaNya yang mahaluas. khususnya kalangan lembaga pendidikan Islam. yang tentu saja menjadi bersifat relatif. 20). (hal. sedangkan agama lain hanyalah konstruksi manusia. Romo Mangun. Adapun keberagamaan. a d i a n h u s a i n i . Jesus. atau sekumpulan norma dan ajaran Tuhan yang bersifat universal dan mutlak kebenarannya. Karena itu. malaikat. Sebagai contoh. Bunda Teresa. seperti The Asia Founda tion. Luther. Karena itulah. Dalam sejarah.” (Kompas. Melalui standar ganda inilah. tahun 2005. jurnal. untuk menghakimi agama lain. ji ka penyebaran paham ini menjadi perhatian negaranegara Barat dan LSMLSM global. Tidak heran. Yang perlu diperhatikan oleh umat Islam. bisa . yang mengharamkan paham Pluralisme Agama. hal. perangkat dan konsepkonsep agama seperti kitab suci. kepercayaan. pengalaman keagamaan hampir sepenuhnya independen dari aturanaturan formal agama. adalah bahwa penyebaran paham Pluralisme merupaka n proyek global yang melibatkan kepentingan dan dana yang sangat besar. dan sejenisnya. dan sebagainya t elah diterbitkan dengan sokongan dana besarbesaran. 17)…“Keyakinan bahwa agama sendiri yang paling benar karena berasal dari Tuhan.usritus lain yang biasa dilakukan dalam persemedian spiritual. Udin. mungkin Dia hanya tersenyum simpul.” (hal.” (hal. 24) … Agama adalah seperangkat doktrin. di sana ternyata telah menunggu banyak orang. nabi. dan Munir!” (Lubang Hitam Agama. terjadi perang dan klaimklaim kebenaran dari satu agama atas agama lain. atau ajaranajaran Tuhan itu. alumnus Fakultas Syariah IAIN Semarang. c o m 7 8. 3/9/2005) Sumanto AlQurtuby. Muhammad. seorang dosen Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung menulis: “Setiap agama sudah pasti memiliki dan mengajarkan kebenaran. Abu Nawas. S ahabat Umar. 45). Paham ini bahkan sudah menyusup di bukubuku yang diajarkan kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Islam.

dipahami. misalnya. Wartawan dari kirakira 10 agen media Islam berkunjung ke Amerika Serikat untuk melakukan perj alanan pelaporan. memuat laporan utama berjudul ”Majelis Ulama Indonesia Bukan Wakil Tuhan. 2004 – 2005.http://www. dengan judul ”MUI bisa Dijerat KUHP Provokator”. ”MU I kan hanya semacam menjual nama Tuhan saja. kedutaan juga mengirim 38 sis wa dan enam guru ke Amerika Serikat selama 4 minggu untuk mengikuti suatu Pr ogram Kepemimpinan Pemuda Muslim.html) pada 4 Mei 2007.” Berikutnya. dan sebagainya. suatu hibah multitahun membantu untuk melakukan suatu program pendidikan kewarganegaraan di seluruh sistem 10 Adeng Muchtar Ghazali. Dalam situsnya. pendidikan kewarganegaraan dan pembangunan pendidikan. MUI dikatakan tolol. menyusul keluarnya fatwa tentang sekularisme. Jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN Semarang edisi 28 Th XIII/2005. Kedutaan mengirimkan sej umlah pemimpin dari 80 pesantren ke Amerika Serikat untuk mengikuti suatu pro gram tigaminggu tentang pluralisme agama. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta (http://www. Kalau persoalan agama. memuat halaman muka berjudul ”Dukungan terhadap Hak As asi Manusia dan Demokrasi: Catatan A. Amerika Serikat menspon sori para pembicara dari lusinan pesantren.” Kita juga masih ingat. madrasah serta lembagalembaga pendidikan tinggi Islam.adianhusaini. Di tingkat universitas. tol eransi dan penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia. sesuatu ini sesat. diturunkan wawancara dengan seorang staf Perhimpunan Bantu an Hukum Indonesia (PBHI).usembassyjakarta. Di samping itu. Ia me mbuat usulan untuk MUI: ”Jebloskan penjara saja dengan jeratan pasal 55 provokator. Padahal dia se ndiri tidak mempunyai kewenangan seperti itu. Dia seakanakan mendapatkan legitimasi Tuhan untuk menyatakan sesuatu ini mudharat. Ilmu Studi Agama. pluralisme agama. jel as hukumannya sampai 5 tahun. dan melalui Program Pertukaran dan Stud i Pemuda (YES). (Bandung: Pustaka Setia.S.” Ada baiknya disimak laporan yang ditulis dalam website Kedubes AS di Jakarta yang berkaitan dengan Islam dan plu ralisme agama berikut ini: ”Dalam usaha menjangkau masyarakat Muslim. dan liberalisme. 2005) . lebih dari 60 siswa Muslim mengikuti program satutahun di sekolahsekolah menengah di seluruh Amerika Serikat.” Dalam jurn al ini.org/bhs/Laporan/indonesia_Laporan_depluAS.com 8 . untuk bertukar pandangan tentang pluralisme. biarkan Tuha n yang menentukan. MUI menjadi bah an cacimaki. jika dalam berbagai seminar dan kesempatan. staf PBHI itu menyatakan.

Sebagai contoh. dan Jurnal Tanwir (diterbitkan oleh Pusat Studi Agama dan Peradaban Muhammadiyah dan The Asia Foundation). Jika cara pan dangnya bersifat eksklusif dan intoleran. Bantuan lain yang terpisah membantu suatu lembaga studi Islam di Yogyakarta untuk melakukan pelatihan tentang Ha k Asasi Manusia dan menyelenggarakan kursuskursus yang meningkatkan toleransi. menampilkan laporan utama berjudul “Menuju Pendidikan Islam Pluralis”. Konsep imankafir. Bantuan juga diberikan kepada dua universitas Amerika Serikat untuk pela tihan dan pertukaran penanganan konflik. maka teologi yang diterima adalah teologi eksklusif dan intoleran. dan untuk mendirikan lima pusat med iasi di lembagalembaga Muslim. Universitas Muhammadiyah.9. tetapi memiliki program yang sistematis untuk mengubah kurikulum pendidikan Islam yang saat ini masih mereka anggap belum inkl usifpluralis. dan baikbenar (truth claim). Mereka bukan saja menyebarkan paham ini secara asongan. Di tulis dalam J urnal ini: “Filosofi pendidikan Islam yang hanya membenarkan agamanya sendiri. Dalam membantu jangkauan jangka panjang.” Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah menjadi incaran utama dari infiltrasi paham ini. Mengembangkan suatu lingkungan dimana orang Indonesia dapat secara bebas menggunakan hakhak sipil dan politik mereka adalah kritis bagi tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam memelihara pluralisme dan toleransi untuk menghadapi ekstrimisme. yang pada gilirannya akan . yang sangat berpengaruh terhadap cara pandang Islam terhadap agama lain. muslimnonmuslim. lima American Corners dibu ka di lembagalembaga pendidikan tinggi Muslim di seluruh Indonesia. tanpa mau menerima kebenaran agama lain mesti mendapat kritik untuk selanjutnya dilakukan reorientasi. Itu misalnya bisa dilihat dalam artikel artikel yang diterbitkan oleh Jurnal Tashwirul Afkar (Diterbitkan oleh Lakpesdam NU dan The Asia Foundation). Amerika Serikat juga mendanai The Asia Foundation untuk mendirikan suatu pusat internasional dalam memajukan hubungan regional dan internasional di a ntara para intelektual dan aktivis Muslim progresif dalam mengangkat suatu wa cana tingkat internasional tentang penafsiran Islam progresif. Amerika Serikat j uga memberikan pendanaan kepada berbagai organisasi Muslim dan pesantre n untuk mengangkat persamaan jender dan anak perempuan dengan memperkuat pengertian tentang nilainilai tersebut di antara para pemimpin perempua n masyarakat dan membantu demokratisasi serta kesadaran jender di pesa ntren melalui pemberdayaan pemimpin pesantren lakilaki dan perempuan. Jurnal Tashwirul Afkar edisi No 11 tahun 2001. mesti dibongkar agar umat Islam tidak lagi menganggap agama lain sebagai agama yang salah dan tidak ada jalan keselamatan.

Kelompok JIMM memang sangat aktif dalam me ngembangkan paham Pluralisme. kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan. Perbedaan jalan dan cara merupakan kekayaan bahasa Tuh an yang memang tidak bisa secara pasti dipahami oleh bahasabahasa manusia… Memperhatikan hal ini. Seorang aktivis JIMM mengusulkan agar definisi kafir sebagaimana dipahami kaum Muslim selama ini diubah. Ritualritual hanyalah simbol manusia beragama karena mengikuti rangkaian sistematika tadi. hal. 13 Jawa Pos. mencatat: “Perbedaan ‘jalan’ maupun cara dalam praktik ritual tidaklah menjadi sebab ditolak atau tercelanya seseorang melakukan ‘penghormatan’ total kepada apa yang diyakini.” Di Jurnal ini dikutip juga ungkapan seorang dosen agama di Universitas Muhammadiyah Malang: “Perbedaan yang dimiliki oleh masingmasing agama pada dasarnya bersifat instrumental. hal. Hindu. terbitan Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah dan The Asia Foundation. misalnya. 8283. Sementara di balik perbedaan itu.com 9 10. luhur. Ia menulis dalam sebuah buku: ”Jadi tidak semua non- . h t t p : / / w w w. terbitan Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah dan The Asia Foundation. mustahil pula kita melawan dan menghindari.merusak harmonisasi agama agama. 8283. juga secara sengaja menyebarkan paham ini. te rkandung pesan dasar yang sama yakni. Jurnal Tashwirul Afkar.” 12 Ada yang berkampanye bahwa “Pluralisme agama” adalah paham yang tidak boleh ditinggalkan dan wajib diikuti oleh semua umat beragama.” 13 12 Jurnal TANWIR edisi 2. Kristen. Berbagai organisasi dan tokoh agama aktif membentuk semacam “centre of religious pluralism”.adianhusaini. edisi No 11 tahun 2001. sedangkan hakikat ritual adalah ‘penghormatan’ atas apa yang dianggap suci. yang memun gkinkan masingmasing agama dapat melakukan perjumpaan sejati. 11 Januari 2004.Bukan hanya NU yang disusupi paham ini. Vol 1. Perbedaan ritual hanyalah perbedaan lahiriah ya ng bisa ditangkap oleh kasat mata. ketuhanan dan kemanusiaan. Jurnal ini. mari kita memproklamasikan kembali bahwa pluralisme agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah. Membebaskan Pendidikan Islam:Dari Eksklusivisme menuju Inklusivisme dan Pluralisme. program ini memang mudah menyerap dana besar dari para donatur Barat (“laku dijual”). Vol 1. maka tidak perlu lagi mempersoalkan mengapa antara orang Islam. Budha dan lain sebagainya tampaknya ‘berbeda’ dalam ‘mencapai’ Tuhan. S ebagai muslim. karena itu. Seorang aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) menulis di media massa: “Karena itu. agung. Jurnal TANWIR edisi 2. Juli 2003. dan sikap tidak menghargai kebenaran agama lain.” 11 11 Khamami Zada. Salah satu sebabnya. Muhammadiyah pun juga kesus upan. Dan. dan sebagainya. Juli 2003. Kegagalan dalam mengembangkan semangat toleransi dan pluralisme agama dalam pendidikan Islam akan membangkitkan sayap radikal Islam.

Dengan berdasarkan pada Pluralisme Agama. . Alihalih berdialog untuk memperbaiki sistem yang tidak adil. Tetapi. dengan menghalalkan perkawinan wanita Muslimah dengan lelaki nonMuslim: “Soal pernikahan lakilaki nonMuslim dengan wanita Muslim merupakan wilayah ijtihadi dan terikat dengan konteks tertentu. mereka mengancam akan membunuh Muhammad dan para pengikutnya. 164. Fiqih Lintas Agama (Jakarta: Paramadina. bahwa wanita Muslim boleh menikah dengan la kilaki nonMuslim. NonMuslim di Mekkah punya kriteria kafir seperti yang disebut alQuran.. Menafsir Makna Zaman: Suarasuara kaum Muda h t t p : / / w w w . Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) sempat ‘kecolongan’ menerbitkan sebuah Majalah bernama AlWASATHIYYAH.Muslim adalah kafir. kafir tidak identik den gan nonMuslim. editor: Pradana Boy ZTF dan M. Muslim yang melakukan penganiayaan dan penindasan dan penindasan pun dapat dikatakan sebagai kafir. pimpinan BKSPPI segera mengambil sikap tegas : menghentikan penerbitan Majalah ALWASATHIYAH dan memutus hubungan dengan ICIP. s ehingga pernikahan antar agama merupakan sesuatu yang terlarang. Jadi.. a d i a n h u s a i n i . diantaranya konteks dakwah Islam pada saat itu. melainkan siapa pun dan beragama apa pun ketika tidak adil dan menindas maka ia disebut kafir. Dengan kata lain. maka amat dimungkinkan bila dicetuskan pendapat baru. 2004). Hilmi Faiq. apapun agama dan aliran kepercayaannya..” (Kembali keAlQur’an. c o m 10 11. mereka adalah musuh semua agama dan kemanusiaan. pengantar oleh Moeslim Abdurrahman.” 14 (2) Buku “Nilainilai Pluralisme dalam Islam”. Akan lebih tepat jika term kafir dimaknai sebagai penindas. hal. atau pernikahan beda agama secara lebih luas amat diperbolehkan. Mereka penindas HAM dan tidak mau membuka diri untuk mendialogkan kebenaran. hasil kerjasama BKSPPI dan International Center for Islam and Pluralism (ICIP) – sebuah lembaga yang getol menyebarkan paham Pluralisme Agama. yakni menutup diri dari kebenaran dari pihak lain. Yang mana jumlah umat Islam tidak sebesar saat ini.Paham Pluralisme Agama ini pun sudah sempat disusupkan ke lingkungan Pondok Pesantren. Dalam buku ini juga disebutkan tentang persamaan semua agama: “Segi persamaan yang san gat asasi antara semua kitab suci . setelah menyadari bahaya paham Pluralisme Agama dan liberalisasi Islam pada umumnya.. dan mukmin (orang beriman) a dalah pejuang pembebasan dari penindasan. Karena kedu dukannya sebagai hukum yang lahir atas proses ijtihad. 2004. buku ini kemudian juga merombak hukum Islam dalam bidang perkawinan. Berikut ini sebagian contoh buku Pluralisme Agama yang dibiayai oleh LSM LSM asing seperti The Asia Foundation dan Ford Foundation: (1) Buku Fiqih Lintas Agama yang diterbitkan oleh Paramadina dan The Asia Foundation. Inilah su bstansi kafir .) 14 A. (Kerjasama Fatayat Nahdhatul Ulama dan dengan Ford Foundation): Muhammadiyah”. Mun’im Sirry (ed).

(Surah alKafirun). h t t p : / / w w w . begitu banyak ayat alQuran yang menyebutkan. bahwa ayat itu sudah tidak berlaku lagi. Sebab. tahun 2000. Paus Yohannes Paulus II.adalah ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa. Hamka menulis: “Surat ini memberi pedoman yang tegas bagi kita pengikut Nabi Muhammad bahwasanya akidah tidaklah dapat diperdamaikan. sebagaimana ditulis dalam bukunya.” (hal. akan terlihat. Padahal. Ayat yang san gat menegaskan perbedaan konsep ‘sesembahan’ in ditujukan kepada kaum musyrik Qurai sy dan bukan kepada Ahli Kitab. setiap agama memang mempunyai ajaran dan klaim kebenaran masingmasing. Menjadi Saksi . karena kaum musyrik Arab sudah tidak ada lagi. Hindu. tentang Pluralisme Agama. yang unik dan khas. mengeluarkan Dekrit ‘Dominus Jesus’. mengapa mereka dikatakan kafir? D alam Tafsir alAzhar. Berikut ini kita kutipkan pendapat tokoh Katolik Prof. Atau. bahwa kaum Muslim di Jawa boleh saling bergantiganti melakukan semba han dengan kaum musyrik Jawa. dan Islam terhadap paham yang pada intinya ‘menyamakan semua agama’ ini. jika Surat alKafirun hanya ditujukan untuk kaum musyrik Arab saja. “Katakan (Muhammad). Kepada mereka inilah dialamatkan fir man Allah. Dalam paparan berikutnya. 5556). tapi juga bisa memakai medium yang lain. maka ini sama halnya.” Logikanya. bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah kaum kafir. maka Islam tak lain adalah satu jalan kebenaran diant ara jalanjalan kebenaran yang lain… artinya jalan menuju kebenaran tidak selamanya dan musti harus melalui jalan ‘agama’. dan kamu pu n tidak menyhembah yang aku sembah… bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. “aku tidak menyembah yang kamu sembah. bukan hanya Islam yang direpotkan oleh paham Pluralisme Agama. bagaimana sikap dari Katolik. Tauhid dan syirik tak dapat dipertemukan. bisa juga dimengerti. de ngan menyatakan. yang berbeda antara satu dengan lainnya. II. maka para tokoh agama agama tidak tinggal diam. a d i a n h u s a i n i . Pandangan Katolik Menghadapi serbuan paham Pluralisme Agama ini. Semua agama direpotkan oleh paham ini. Maka. Hal ini berbeda dengan persoala n kaum musyrik yang pada zaman Nabi tinggal di kota Makkah. logika buku Fiqih Lintas Agama itu jelas sangat keliru. karena larangan itu hanya untuk musyrik Arab. Ji ka mereka mempunyai konsep ketuhanan yang sama dengan Islam. Karena sifatnya yang demikian maka Islam kemudian b erdiri sejajar dengan praktik budaya yang ada.” 15 Ternyata. c o m 11 12. Protestan. Sedangkan esensinya sama. Frans Magnis Suseno. Prof. yakni me nuju kebenaran transendental.Diantara isi buku ialah menyatakan bahwa semua agama adalah sama da n benar; Islam bukanlah satusatunya jalan kebenaran; dan agama dipandang sama dengan budaya (Pluralisme Agama): “Dalam konteks ini. Tidak ada perbedaan yang signifi kan kecuali hanya ritualistik simbolistik. Pernyataan dalam buku Fiqih Lintas Agama ini jelas sangat keliru.

‘Dominus Jesus’ menimbulkan reaksi keras. bisa juga dengan mempertahankan paham Allah personal. Di kalangan Katolik sendiri. berlainan dengan Pencerahan. 2004). Bagi mereka. Menurutnya. Para pendiri agama. jelasjelas ditolak oleh Gereja Katolik. Ia merupakan warisan filsafat Pencerahan 30 0 tahun lalu dan pada hakikatnya kembali ke pandangan Kant tentang agama sebagai lembaga moral. Namun. 16 Pluralisme agama. hal. 17 Penjelasan ini. 15 Lihat. Mereka. Mengkliam kebenaran hanya bagi diri sendiri dianggap tidak toleran. tidak menganggap lebih benar daripada yang lainlain. Menjadi Saksi Kristus Di Tengah Masyarakat Majemu k. 2005). mereka menghayati dimensi religius secara mendalam. juga menegaskan kembali bahwa Yesus Kristus adalah satusatunya pengantara keselamatan Ilahi dan tidak ada orang yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus. dan dengan rincian berbeda. adalah paham yang menolak eksklusivisme kebenaran.Masih menurut penjelasan Frans Magnis Suseno. Vatikan menerbitkan penjelasan ‘Dominus Jesus’. Teologi yang mendasari anggapan itu adalah. buku “Nilainilai Pluralisme dalam Islam” (Jakarta: Fatayat Nahdhatul Ulama dan Ford Foundation. 59. Bukan namanya tol eransi apabila untuk mau saling menerima dituntut agar masingmasing melepaskan apa yang mereka yakini. mirip misalnya dengan dimensi estetik. 138141.Kristus Di Tengah Masyarakat Majemuk. dan Muhammad merupakan geniusgenius religius. dan bukan masalah kebenaran. berakar dalam sungai keilahian mendalam yang mengalir di baw ah permukaan dan dari padanya segala ungkapan religiositas manusia hidup. Agamaagama hendaknya pertamapertama memperlihatkan kerendahan hati. hanya dalam bahasa diperkaya oleh aliranaliran New Age yang. “kosmis”. Pada tahun 2000. a d i a n h u s a i n i . dan menyatakan. Ambil saja sebagai . Kata “dogma” menjadi kata negatif. Knitter (Protestan) dan Raimundo Panikkar (Katolik). (Jakarta: Penerbit Obor. Pluralisme sangat sesuai dengan anggapan yang sudah sangat meluas dalam masyarakat sekuler bahwa agama adalah masalah selera. anggapan bahwa agama agama merupakan ekspresi religiositas umat manusia. Posisi ini bisa sekaligus berarti melepaskan adanya Allah personal. yang termasuk “budaya hati” individual. anggapan bahwa hanya agamanya sendiri yang benar merupakan kesombongan. kata Frans Magnis Suseno. Paham Pluralisme agama. sangat terbuka terhadap segala macam dimensi “metafisik”. hal. Paul F. Frans Magnis sendiri mendukung ‘Domin us Jesus’ itu. kurang lebih. “mistik”. Pluralisme Agama hanya di permukaan saja kelihatan lebih rendah hati dan toleran dariupada sikap inklusif yang tetap meyakini imannya. mirip dengan orang yang bisa menemukan air di tanah. 16 Frans Magnis Suseno. menurut Frans Magnis. dsb. “holistik”. h t t p : / / w w w . selain menolak paham Pluralisme Agama. Masih berpegang pada dogmadogma dianggap ketinggalan zaman. Jadi. seperti Buddha. yang sebenarnya diakui adalah dimensi transenden dan metafisik alam semesta manusia. Yesus. pluralisme agama itu sesuai dengan “semangat zaman”. bahwa ‘Dominus Jesus’ itu sudah perlu dan tepat waktu. sebagaimana diperjuangkan di kalangan Kristen oleh teologteolog seperti John Hick. c o m 12 13.

Toleransi tidak menuntut agar kita semua menjadi sama. mengakui dan menghormati keberadaan mereka dalam kebe . akhir dan benar tentang bagaimana manusia harus hidup agar ia selamat. (Perdebatan tentang Dominus Je sus bisa dilihat. Dalam Dominus Jesus disebutkan: “Indeed. The Pope in Winter. Frans Magnis menegaskan: “Menurut saya ini tidak lucu dan tidak serius. (London: Penguin Books. a d i a n h u s a i n i . jadi melepaskan keyakinan lama yang mengatakan bahwa hanya melalui Putera manusia bisa sampai ke Bapa. 5 Maret 2005) h t t p : / / w w w . dengan baik. so as to bring them the truth. Namun yang nyatanyata dituntut kaum pluralis adalah agar Islam melepaskan klaimnya bahwa Allah dalam alQuran memberi petunjuk definitif. But the Church. menjadi salah satu jalan. Dari kaum Kristiani. semua agama terus berjalan– sebagaimana Kristen – menuju kebenaran penuh tersebut. Terhadap paham semacam itu. dosen di Gregorian University Roma. 192199. Dalam bukunya ini. keberadaan agama lain. God wills the salvation of everyone throug h the knowledge of the truth. Because she believes in God's universal plan of salvation. tentu saja mengklaim kepenuhan k ebenaran tidak masuk akal. termasuk intern Katolik sendiri.‘Sang Kebenaran’. Dokumen ini telah menimbulkan perdebatan sengit di kalangan Kristen. Dokumen ini di keluarkan menyusul kehebohan di kalangan petinggi Katolik akibat keluarnya buku Toward a Christian Theology of Religious Pluralism karya Prof. katanya. salah satu sumber kehidupan dan salah satu kebenaran. 2005). ‘Sang K ehidupan’ dan 17 Dominus Jesus dikonsep dan semula ditandantangani oleh Kardinal Ratzinger – sekarang Paus Benediktus XVI – dan dikeluarkan pada 28 Agustus 2000. God ‘desires all men to be sav ed and come to the knowledge of the truth' (1 Tim 2:4); that is.vatican. misalnya. bahwa ‘kebenaran penuh’ (fullnes of thruth) tidak akan terla hir sampai datangnya kiamat atau kedatangan Yesus Kedua. must go out to meet their desire. Jadi. dan kalau begitu.va/roman_curia/congregations/cfaith/documents/rc_co n_cfaith_doc_20000806_domin usiesus_en. kaum pluralis menuntut untuk mengesampingkan bahwa Yesus itu ‘Sang Jalan’. Dupuis menyatakan. kelompok lain. Semua agama disatukan dalam kerendahan hati karena kekurangan bersama dalam meraih kebenaran penuh tersebut. Toleransi yang sebenarnya berarti menerima orang lain. Those who obey the promptings of the Spiri t of truth are already on the way of salvation.contoh Islam dan kristianitas.html. dengan sekaligus membatalkan petunjukpetunjuk sebelumnya. Pluralisme mengusulkan agar masingmasing saling menerima karena masingmasing tidak lebih dari ungkapan religiositas manusia. Salvation is found in the truth. dalam John Cornwell. hal. mari kita bersedia saling meneri ma.” (http://www. c o m 13 14. the Church must be missionary. Jacques Dupuis SJ. to whom this truth has been entrusted. Ini sikap menghina kalau pun bermaksud baik.

rlainan mereka! Toleransi justru bukan asimilasi, melainkan hormat penuh identitas masin gmasing yang tidak sama.” 18 III. Pandangan Protestan Berbeda dengan agama Katolik yang memiliki pemimpin tertinggi dalam hi rarkis Gereja (Paus), dalam kalangan Protestan tidak bisa ditemukan satu sikap yang sama terhadap paham Pluralisme Agama. Teologteolog Protestan banyak yang menjadi polopor paham ini. Meskipun demikian, dari kalangan Protestan, juga mun cul tantangan keras terhadap paham Pluralisme Agama.Berikut ini sejumlah buku di Indonesia yang menyinggung masalah ini: Poltak YP Sibarani&Bernard Jody A. Siregar, dalam buku Beriman dan Beril mu: Panduan Pendidikan Agama Kristen untuk Mahasiswa, menjelaskan: “Pluralisme bukan sekedar menghargai pluralitas agama tetapi sekaligus menganggap (penganut) agama lain setara dengan agamanya. Ini adalah sikap yang mampu menerima dan menghargai dan memandang agama lain sebagai agama yang baik dan benar, serta mengakui adanya jalan keselamatan di dalamnya. Di satu pihak, jika tidak berhatihati, sikap ketiga ini dapat berb ahaya dan menciptakan polarisasi iman. Artinya, keimanannya atas agama yang diyakininya pada akhirnya bisa memudar dengan sendirinya, tanpa intervensi pihak lain.” 19 18 Sikap Katolik yang menolak paham Pluralisme Agama sangatlah logis, seb ab – meskipun dalam Konsili Vatikan II, Gereja Katolik telah mengubah sikapnya terhadap agamaagama lain, tetapi Konsili juga menetapkan Dekrit Ad Gentes (kepada bangsabangsa) yang mewajibkan seluruh Gereja untuk menjalankan kerja misionaris. Dalam pidatonya pada 7 Desember 1990, y ang bertajuk Redemptoris Missio (Tugas Perutusan Sang Penebus), yang diterbitan Konferensi Waligereja In donesia (KWI) tahun 2003, Paus Yohanes Paulus II mengatakan: “Tugas perutusan Kristus Sang Penebus, yang dipercayakan kepada Gereja, masih sangat jauh dari penyelesaian. Tatkala Masa Seribu Tahun K edua sesudah kedatangan Kristus hampir berakhir, satu pandangan menyeluruh atas umat manusia memperlihatkan bahwa tugas perutusan ini masih saja di tahap awal, dan bahwa kita harus melibatkan d iri kita sendiri dengan sepenuh hati… Kegiatan misioner yang secara khusus ditujukan “kepada para bangsa” (a d gentes) tampak sedang menyurut, dan kecenderungan ini tentu saja tidak sejalan dengan petunju kpetunjuk Konsili dan dengan pernyataanpernyataan Magisterium sesudahnya. Kesulitankesulitan baik yang datang dari dalam maupun yang datang dari luar, telah memperlemah daya dorong karya misioner G ereja kepada orangorang non Kristen, suatu kenyataan yang mestinya membangkitkan kepedulian di an tara semua orang yang percaya kepada Kristus. Sebab dalam sejarah Gereja, gerakan misioner selalu suda h merupakan tanda kehidupan, persis sebagaimana juga kemerosotannya merupakan tanda krisis iman.” 19 Poltak YP Sibarani&Bernard Jody A. Siregar, Beriman dan Berilmu: Panduan Pendidikan Agama Kristen untuk Mahasiswa, (Jakarta: Ramos Gospel Publishing House, 2005), hal. 126. h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 14

15.Sebuah kajian dan kritik yang serius terhadap paham Pluralisme Agama dilakukan oleh Pendeta Dr. Stevri I. Lumintang, seorang pendeta di Gereja Keesaan I njil Indonesia. Kajian Stevri Lumintang dituangkan dalam sebuah buku setebal lebih dari 700 halaman, berjudul Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004). Dicatat dalam ilustrasi sampul buku ini, bahwa Teologi AbuAbu adalah posisi teologi kaum pluralis. Karena teologi yang mereka bangun merupakan integrasi dari pelbagai warna kebenaran dari semua agama, filsafat dan budaya yang ada di dunia. Alkitab dipakai hanya sebagai salah satu sumber, itu pun dianggap sebagai mitos. Dan perpaduan multi kebenaran ini, lahirlah teologi abuabu, yaitu teologi buka n hitam, bukan juga putih, bukan teologi Kristen, bukan juga teologi salah satu agama yan g ada di dunia ini…. Namun teologi ini sedang meracuni, baik agama Kristen, maupun semua agama, dengan cara mencabut dan membuang semua unsurunsur absolut yang diklaim oleh masingmasing agama. Juga dikatakan dalam buku ini: ‘’Inti Teologi AbuAbu (Pluralisme) merupakan penyangkalan terhadap intisari atau jatidiri semua agama yang ada. Karena, perjuangan mereka membangun Teologi AbuAbu atau teologi agamaagama, harus dimulai dari usaha untuk menghancurkan batu sandungan yang menghalangi perwujudan teologi mereka. Batu sandungan utama yang harus mereka hancurkan atau paling tidak ya ng harus digulingkan ialah klaim kabsolutan dan kefinalitas(an) kebenaran yang ada di masingmasing agama. Di dalam konteks kekristenan, mereka harus menghancurkan keyakinan dan pengajaran tentang Yesus Kristus sebagai pernyataan Allah yang final.’’ 20 ‘’...Theologia abuabu (Pluralisme) yang kehadirannya seperti serigala berbulu domba, seolaholah menawarkan teologi yang sempurna, karena itu teologi tersebut mempersalahkan semua rumusan Teologi Tradisional yang selama ini dianut dan sudah berakar dalam gereja. Namun sesungguhnya Pluralisme sedang menawarkan agama baru...’’ 21 Menurut Stevri Lumintang: ‘’Pluralisme adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi kekristenan. Karena pluralisme bukanlah sekedar konsep sosiologis, anthropologis, melainkan konsep filsafat agama yang bertolak bukan dari Alkitab, melainkan bertolak dari fakta kemajemukan yang diikuti oleh tuntutan toleransi, dan diilhami oleh keadaan sosialpolitik yang didukung oleh kemajemukan etnis, budaya dan agama ; serta disponsori oleh semangat globalisasi dan filsafat relativisme yang mengiringinya. Pluralisme secara terangterangan menolak 20 Stevri I. Lumintang, Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004), hal. 235236. 21 Ibid, hal. 1819. h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 15 16.konsep kefinalitasan, eksklusivisme yang normatif, dan keunikan Yesus Kristus. Kristus bukan lagi satusatunya penyelamat, melainkan salah satu penyelamat. Inilah pluralisme, dan disinilah letaknya kehancuran kekristenan masa kini, sekalipun pada hakikatnya kekristenan tidak akan pernah hancur. Penyangkalan terhadap

semua intisari kekristenan ini, pada hekikatnya adalah upaya untuk membangun jalan raya bagi lalu lintas teologi agamaagama atau Theologi a Abu abu (Pluralisme). Oleh karena itu, semua disiplin ilmu teologi diupayakan untuk dikaji ulang (rekonstruksi) untuk membersihkan teologi Kristen dari rumusan rumusan tradisional atau ortodoks, yang pada hakikatnya merupakan batu sandungan terciptanya Theologia AbuAbu atau teologi agamaagama (Theo logia Religionum). 22 Dalam ‘Dokumen Keesaan GerejaPersekutuan Gerejagereja di Indonesia (DKGPGI) yang diputuskan dalam Sidang Raya XIV PGI di Wisma Kinasih, 29 November5 Desember 2004, masalah Pluralisme Agama tidak dibahas secara eksplisit. Tetapi, dokumen ini menunjukkan sikap eksklusivitas teologis kaum Protes tan. Misalnya, bisa dilihat dalam ‘’Bab IV : Bersaksi dan Memberitakan Injil Kepada Segala Makhluk’’, yang menegaskan: “Gereja Harus Memberitakan Injil Kepada Segala Makhluk”. Disebutkan dalam bagian ini : ‘’Gerejagereja di Indonesia menegaskan bahwa Injil adalah Berita Kesukaan yang utuh dan menyeluruh, untuk segala makhluk , manusia dan alam lingkungan hidupnya serta keutuhannya : bahwa Injil yang seutuhnya diberitakan kepada manusia yang seutuhnya... ‘’ Dalam Tata dasar Persekutuan GerejaGereja di Indonesia pasal 3 (Pengakuan) disebutkan : ‘’Persekutuan Gerejagereja di Indonesia mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia serta Kepala Gereja, sumber kebenaran dan hidup, yang menghimpun dan menumbuhkan gereja, sesuai dengan Firman Allah dalam Alkitab, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (1 Kor. 3 :11) : ‘’Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan yaitu Yesus Kristus.’’ (bnd. Mat. 16 : 16 ; ef. 4 :15 dan Ul. 7 :6). 23 Di dalam acara kebaktian Minggu, kaum Kristen biasanya mengucapkan a pa yang mereka sebut sebagai ‘sahadat rasuli’ atau ‘pengakuan iman rasuli’, yang juga disebut ‘dua belas pengakuan iman’, yang bunyinya : (1). Aku percaya kepada Alla h Bapa, yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.(2) Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita, (3) yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari an ak dara Maria, (4) yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut. (5) pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, (6) naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, (7) dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati, (8) Aku percaya kepada Roh Kudus; (9) gereja yang kudus dan am; persekutuan 22 Ibid, hal. 15. 23 Weinata Sairin (ed), ‘Dokumen Keesaan GerejaPersekutuan Gerejagereja di Indonesia (DKGPGI), (Jakarta: BPK, 2006). h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 16 17.orang kudus; (10) pengampunan dosa; (11) kebangkitan daging; (12) dan hidup yang kekal. 24 IV. Pandangan Hindu Kaum Pluralis Agama dari berbagai penganut agama sering mengutip ucapan tokohtokoh Hindu untuk mendukung pendapat mereka. Sukidi, seorang propagandis Pluralisme Agama dari kalangan liberal di Muhammadiyah, misalnya, menulis dalam satu artikel di media massa :

Sebagai muslim. (New York: Harper CollinsPubliser. Huston Smith menulis: “Early on. konsekuensinya. dalam nalar pluralisme Gandhi. The World’s Religions. Sang Sabda dari Allah. 25 Untuk memperkuat penjelasannya tentang sikap ‘Pluralistik’ agama Hindu. 73. (Jawa Pos. Inilah Sahadatku. 1991). 2001). (Yogyakarta: Kan isius. mari kita memproklamasikan kembali bahwa pluralisme agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah. mustah il pula kita melawan dan menghindari. The World’s Religions. Kebenaran mema ng satu; orangorang bijak menyebutnya dengan nama yang berbedabeda). a d i a n h u s a i n i . Tanya Jawab Syahadat Iman Katolik.” (Terjemahan bebasnya: Sejak dulu. 11 Januari 2004). Sebelum segala abad . Akar yang sa tu itulah yang menjadi asal dan orientasi agamaagama. Huston Smith juga menulis satu subbab berjudul “Many Paths to the Same Summit”. kebenaran ada dan ditemukan pada semua agama. Terang dari Ter ang. Islam. Kristen. Dilahirkan dari Bapa. Karena itu. maupun lainnya adalah benar. Prof. tapi berasal dari satu akar (the One). 11. kitabkitab Veda menyatakan pandangan Hindu klasik. (Jakarta: BPK. hal. Bapa yang Mahakuasa. 1992). Nietzsche menegasikan adanya Kebenaran Tunggal dan justru bersikap afirmatif terhadap banyak kebenaran. h t t p : / / w w w . c o m 17 Peranan Gereja Yang Diakonal Dan Penanganan HIV/ Aids Diakoni FM . Yahudi. konsekuensinya.“Dan. Dan. kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan. yaitu 24 Dr.. Aga maagama itu diibaratkan. Kau m Katolik di Indonesia juga menggunakan istilah sahadat untuk menyebut ‘Nicene Creed’ yang salah satu versi redaksinya berbunyi: “Kami percaya akan satu Allah.. Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus. 25 Huston Smith. Buddhisme. Huston Smith juga mengutip ungkapan ‘orang suci Hindu’ abad ke19. ada banyak kebenaran (many truths) dalam tradisi dan agamaagama. bahwa agama agama yang berbeda hanyalah merupakan bahasa yang berbedabeda yang digunakan Tuhan untuk berbicara kepada hati manusia. seperti pohon yang memiliki banyak cabang (many). Dalam paparannya tentang Hinduism dari bukunya. the Vedas announced Hinduism’s classic contention that the various religions are but different languages through which God speaks to the human heart. Zoroaster. “Truth is one; sages call it by different names. Hidup dari Hidup. Harun Hadiwijono. Suwandi PR. Mahatma Gandhi pun seirama dengan mendeklarasikan bahwa semua agama entah Hinduisme. 910. hal. “ (Alex I. Putra Allah yang Tunggal Yang pertama lahir dari semua ciptaan. karena itu. Dan. Pencipta halhal ya ng kelihatan dan tak kelihatan. hal.

Di samping itu. Dan diakonia itu menjdai tindakan nyata sebagai pengimplementasian dari pewartaan Injil melalui berbagai aksi sosial. Pendahuluan Koinonia. merupakan pelayanan pewartaan kerajaan Allah melalui Injil sebagai khabar keselamatan yang diberitakan ke dalam persekutuan secara sentripetal maupun ke luar persekutuan itu secara sentripugal. marturia dan diakonia merupakan tri tugas panggilan gereja yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. Dari keramahan dan keluwesan beliau bergaul dengan para pelayan muda maka tidak salah apabila dikatakan bahwa beliau sangat konsisten untuk membangun kerjasama yang baik dengan para pelayan yang lebih muda. Beliau memiliki pengalaman pelayanan yang matang baik di dalam maupun di luar negeri yang turut memampukan beliau dalam pelayanan masa kini sekaligus juga mempersiapkan pelayanan untuk kepentingan masa depan. pelayanan diakonia sebenarnya sangatlah luas dan didalamnya terdapat beberapa metode pelayanan diakonia yang bervariasi. Namun. Akan tetapi. . Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi pembaca.jika terjadi saling melayani di tengahtengah persekutuan itu. ketika para pelayan senior mau mendekatkan diri bahkan menyesuaikan diri kepada pelayan muda saat itu para pelayan muda semakin kurang menghargai seniornya sebagaimana layaknya. Secara jujur harus diakui. Penulis turut merasakan kebahagiaan jubilaris dan mensyukuri segala berkat Tuhan yang beliau terima selama kurun waktu 25 tahun silam dalam proses pelayanan Gereja Tuhan. ekonomi dan budaya. Demikian juga halnya marturia. penulis selalu ingat dengan kalimat singkat yang pernah beliau utarakan dalam bahasa Batak kepada penulis dan rekan pelayan muda lainnya. juga tidak dapat dipungkiri banyak pelayan junior yang menghormati seniornya justru mendapat perlakuan kurang wajar. dengan senang hati dan rasa syukur kepad Tuhan. jubilaris menurut penulis punya kemampuan membangun hubungan kerja sama yang leih harmonis dengan juniornya karena keakraban dan komunikasi beliau tidak terlalu formal.Pengantar Selamat ulang tahun ke 25 kependetaan bapak Pdt. Ketiga tugas ini punya korelasi interdependensi antara yang satu dengan yang lain. Sth. Tampubolon. Koinonia sebagai persekutuan akan hidup survive. Oleh karena itu. Dalam rangka memeriahkan 25 tahun kependetaan sang Jubilaris. Dalam hal ini. Semoga ke depan. Penulis mengenal jubilaris sebagai sosok pelayan yang memiliki pola pikir produktip dan progressif. “ molo hupasobok diringku tu hamu unang ma nian rajumi hamu sarupa hamu dohot ahu”. Kiranya tidak berlebihan apabila penulis juga telah menyaksian bahwa jubilaris adalah salah satu pendeta senior yang selalu punya keinginan untuk menghancurkan tembok pemisah yang sering membatasi komunikasi antara pelayan senior dan junior. jubilaris tidak jarang melakukan pendekatan kultural kepada rekan sekerjanya yakni sistim kekerabatan ‘dalihan na tolu’. 1. sosial politik. kiranya jubilaris tetap teguh dan kokoh serta lebih energik untuk menunaikan tugas dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan. penulis menyumbangkan tulisan ini. Hal ini dapat dikatakan karena diakonia sendiri adalah pelayanan. dalam usia yang lebih lanjut. walau dalam waktu yang sangat singkat.P. W.

Namun sebelumnya perlu dipahami dasar-dasar teologi diakonia yang menjadi landasan pelayanan gereja terhadap ODHA dan OHIDA. Diakonia dalam Perjanjian Baru Ada dua kata yang perlu dibahas dalam Kitab Perjanjian Baru berkaitan dengan istilah ‘diakonia’ yakni: Pelayan. Untuk itu. semua pihak sangat diharapkan turut berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengatasinya. Istilah diakonia adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang diterima dan diakui sebagai bahasa asli kitab Perjanjian Baru. sudah waktunya Gereja membuka mata dan secara aktip membangun pelayanan diakonal dalam penanganan HIV/AIDS. Untuk itu. Gereja telah menyuarakan bahaya HIV/AIDS. PA. Dari berbagai bentuk pelayanan diakonia saat ini dikenal (karitatif. Gereja cenderung menyuarakan penanganan HIV/AIDS dalam tingkat oral pada berbagai seminar maupun rapat yang diadakan namun belum sampai kepada aksi nyata. namun barangkali masih pada tingkat kognitif atau mungkin afektif. Namun sebagaimana telah ditegaskan bahwa HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama dari setiap lapisan warga gereja maupun masyarakat. Bentuk pelayanan transformatif merupakan bentuk pelayanan jangka panjang dengan mengesampingkan sikap ketergantungan dari orang yang dilayani kepada pelayan sekaligus konsisten dengan pemandirian orang yang dilayani. Itu sebabnya penulis membatasi pembahasan landasan teologia diakonia hanya pada kitab Perjanjian Baru. Penulis membahas peranan gereja yang diakonal dengan bentuk pelayanan transformatif dengan tindakan preventif dan protektif baik melalui pelayanan pastoral maupun juru kampanye. Memberdayakan orang yang dilayani bukan saja untuk mampu melepaskan diri dari permasalahan yang ia hadapi tetapi lebih dari itu. 2. sangat sulit dideteksi. selama ini berbagai LSM sudah berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS. Demikianlah ODHA/OHIDA (Orang Dengan HIV/AIDS atau Orang Dengan AIDS) pada akhirnya mampu melayani bersama gereja atau di dalam gereja untuk melakukan pelayanan preventif maupun protektif kepada yang belum terinfeksi virus HIV maupun yang sudah. belum sampai pada tingkat psikomotoris. reformatif dan transformatif). Komite HIV/AIDS yang telah dibentuk HKBP merupakan langkah positip dan konstruktip untuk melakukan penanganan terhadap HIV/AIDS. Di samping lembaga pemerintah maupun rumah sakit. dalam hal ini melalui khotbah. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan saja. bahkan sudah jadi sebuah epidemi yang pertumbuhannya sangat pesat ibarat sarang labalaba. walaupun harus diakui ada . pada akhirnya mampu melayani orang lain. melainkan telah jadi masalah kemanusiaan di seluruh dunia. Oleh karena itu. Lebih berbahaya lagi perkembangannya ibarat belut dalam lumpur. penulis membatasi tulisan ini khusus melihat PERANAN GEREJA YANG DIAKONAL DALAM PENANGANAN HIV/AIDS dengan mengingat HIV/AIDS sudah merupakan permasalahan dunia dan butuh penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. Namun kita masih merasakan adanya sikap kekakuan bahkan kepasifan daripada Gereja untuk terlibat langsung dalam penanganan HIV/AIDS. sermon dan lain-lain.Melihat betapa luasnya cakupan pelayanan diakonia. Gereja dirasa perlu bahkan sudah mendesak untuk segera memberdayakan warga dan pelayan untuk peka dan proaktip menangani masalah kemanusiaan tersebut. Bentuk pelayanan seperti ini juga tidak menempatkan orang yang dilayani sebagai objek melainkan memposisikannya sebagai mitra kerja.

Pelayanan itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri maupun keluarga sebagai lembaga terkecil di tengahtengah masyarakat. melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45). “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani. Disamping itu pelayanan bukan hanya karena jabatan tetapi karena karunia Roh (Rom 12:7).23. Lebih luas lagi bahwa pelayanan itu merupakan tugas dan danggungjawab imamat am orang-orang percaya (1Pet 2:9) sehingga dalam implementasinya perlu pemberdayaan warga jemaat untuk saling melayani dan untuk melayani orang lain di . Dalam pemahaman seperti itulah Yesus berkata. Pelayanan Yesus sekaligus menyempurnakan pelayanan para nabi dimana pelayanan itu adalah penyangkalan diri sehingga pelayanan itu adalah untuk orang lain. Melakukan pelayanan terhadap orang lain itu berarti melakukan pelayanan kepada Kriatus sendiri (Mat 25:44). istilah hamba sudah dikenal sebagai pelayan dalam kegiatan kultus di tempat ibadah orang-orang Yunani. Kata ’deacon’ ditemukan sebanyak seratus kali dalm kitab Perjanjian Baru. Itu makanya Kristus menekankan pelayanan kepada orang lain terutama kepada orang-orang yang paling hina karena pelayanan seperti itu adalah pelayanan kapada Dia. Bahkan sebelum zaman Perjanjian Baru juga dalam dunia Hellenistik tahun 330-37 BC. Paulus sebagai pemberita Injil juga menyebut diri dan rekannya Epafras sebagai pelayan (Kol 1:7. Yesus selanjutnya menyebutkan bahwa diriNya sendirilah pelayan itu (Luk 22:26f). Hal ini menunjukkan kata ‘deacon’ itu merupakan kata yang sangat populer. Membangun Gereja yang Diakonal). Itu artinya bahwa segala tugas pelayanan para diaken tidak boleh dilakukan tanpa iman yang benar.beberapa kata dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani diterjemahkan dengan istilahistilah yang berhubungan dengan diakonia sebagaimana ditemukan dalam kitab Septuaginta (Alf Obtestadt. diakonia berasal dari kata ‘deacon’ yang diterjemahkan menjadi pelayan. Secara etimologi. Selanjutnya Rasul Paulus memberikan persyaratan untuk menjadi diaken (1 Tim 3:8ff) yang intinya bahwa rahasia iman harus tetap tersimpan dan terpelihara di dalam hati. Yesus justru menegaskan bahwa yang terbesar adalah pelayan. Dengan demikian diakonia juta merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari koinonia. Walaupun demikian istilah ‘diaconos’ juga dipergunakan untuk suatu jabatan gerejawi (Flp 1:1) dimana selain penilik jemaat juga ada diaken. ‘deacon’ itu merupakan hamba. 1Tim 3:8ff). dimana pada saat itu ada dari antara muridNya bertengkar memperdebatkan siapa dari antara mereka yang terbesar. pelayanan dan melayani. Rom 12:7. Pada dasarnya.25). Pelayanan yang lebih agung dan mulia mengacu kepada pelayanan Kristus (Ibr 8:6). Itu berarti bahwa pemberitaan injil oleh Paulus yang dapat dikategorikan ke dalam istilah ‘marturia’ merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari diakonia karena orang yang memberitakan Injil juga adalah pelayan. Dari kata ‘deacon’ kita mengenal istilah ‘diaconos’ yakni pelayan. Pelayanan para rasul dan para pelayan lainnya merupakan pelayanan yang diterima dari Tuhan maupun yang diterima melalui gereja sehingga ‘harus dijalankan sepenuhnya’ (Kol 4:17. Pelayanan. Demikian juga halnya ketika Yesus makan bersama dengan para muridNya. hamba. Hal ini dikatakan oleh Yesus dalam konteks makan bersama yang didasari oleh persekutuan atau koinonia yang di dalamnya terjadi proses saling melayani. penting dan punya makna khusus dalam karya penyelamatan Yesus sendiri.

bnd Mrk 2:1-12. Dalam hal ini Yesus berkata.luar jemaat itu sendiri karena sasaran pelayanan itu adalah masyarakat universal (Roma 15:16). ada dua hal yang menarik ditelusuri berkaitan dengan topik ini.2. Dasar pemahaman pelaksanaan pelayanan Gereja terhadap ODHA/OHIDA 3. Untuk itu. Human Immunodeficiency Syndrome (HIV) merupakan virus yang yang melemahkan bahkan menghilangkan sistim kekebalan tubuh manusia. mengasihi bahkan menjadikan mereka sebagai mitra kerja? Alkitab adalah landasan pemahaman teologis dan pelayanan diakonal. Mzm 103:3) dan penyembuhan orang sakit bukan karena dosanya maupun orang tuanya (Yoh 9:2-3). banyak orang yang tidak bersedia memeriksakan diri karena takut apabila terdeteksi mereka akan didiskriminasi dan distigmatisasi. Itu makanya Rasul Paulus menekankan pentingnya pelayanan yang berkualitas di dalam kasih kepada sesama seiman (Gal 6:10). sementara itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya sistim kekebalan tubuh. memang tidak dapat disangkal bahwa banyak gejala penyakit tersebut diperoleh akibat kesalahan sendiri atau karena kebejatan moral. Yesus tidak mengadakan stigmatisasi dan diskriminasi walaupun hal itu bisa terjadi di tengahtengah masyarakat Yahudi pada waktu itu. Kumpulan gejala penyakit tersebut bukanlah yang diturunkan atau penyakit keturunan melainkan diperoleh. 3. Bagi Yesus. Dari sekian banyak pelayanan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. apakah ODHA dan OHIDA itu masih harus dibenci karena ada anggapan bahwa penyakit yang diderita adalah akibat tindakan amoral? Ataukah satusatunya jalan adalah merangkul. Sering mnurut mereka bahwa orang sakit adalah orang berdosa. Disamping itu. Oleh karena itu. yaitu penyembuhan orang sakit karena dosanya (Yoh 5:14. Yesus dan Orang sakit dalam Perjanjian Baru. Hal ini diakibatkan oleh rasa keputusasaan para ODHA/OHIDA yang semakin tertutup dan tidak turut membantu penanganan HIV/AIDS. ODHA/OHIDA Istilah ODHA/OHIDA ini disosialisasikan sebagai pengganti istilah diskriminatif yang selama ini dipergunakan yakni penderita HIV/AIDS. Itu makanya tidak jarang mereka justru mengucilkan orang sakit terutama orang yang berpenyakit kusta. istilah yang lama itu juga sangat menakutkan ODHA dan OHIDA sekaligus mendukung mereka pada sikap pesimistik dan keputusasaan. Melayani sesama orang-orang percaya merupakan titik berangkat untuk melayani masyarakat yang lebih luas. tidak ada orang yang tidak berdosa. Hal ini ia katakan dimana orangorang Yahudi secara khusus kaum elitis di dalamnya mengklaim dirinya sebagai orang orang yang benar karena melaksanakan hukum taurat disisi lain menghakimi para pemungut cukai sebagai orang-orang berdosa. Pernyataan Yesus ini perlu direvitalisasi dalam kehidupan gereja sekaligus ditransformasikan dalam kehidupan masa kini terutama . 3. Dimana menurut pemahaman Yudaisme penyakit adalah salah satu konsekwensi logis dari pada dosa. “Aku datang bukan untuk orang benar. Padahal HIV itu adalah virus yang sangat sulit dideteksi karena belum menunjukkan geala penyakit. Inilah yang menjadi dasar masyarakat umum untuk cenderung mmbenci dan mendiskreditkan ODHA/OHIDA itu sehingga terjadi stigmatisasi dan diskriminasi. melainkan untuk orang berdosa” (Mrk 2:17). Sikap seperti ini bukannya mampu meselesaikan permasalahan yang sedang mengglobal ini malah justru turut mempercepat merebaknya HIV/AIDS ke manamana. Sangat menarik bahwa Yesus bersedia menyembuhkan orang sakit walaupun penyakit itu adalah akibat dosa yang diperbuat. Barulah ketika HIV sampai kepada AIDS maka virus dapat terdeteksi. Disamping itu.1.

Mereka harus dilindungi dari serangan dan hujatan masyarakat. Melalui sosialisasi itu diharapkan kesediaan masyarakat dapat menerima ODHA/OHIDA sebagaimana para penderita penyakit lainnya. Disanalah mereka akan dilayani secara pastoral konseling untuk memulihkan mental dan spiritual yang lebih kuat.4. efektif dan efisien. idealnya setiap anggota tubuh harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang latarbelakang denominasi maupun organisasi demi keutuhan tubuh yang satu itu yakni gereja yang esa sebagai tubuh Kristus. Untuk itu. Untuk itu Gereja punya posisi dan peranan yang sangat strategis untuk turut ambil bagian dalam penanganan masalah HIV/AIDS. Untuk itu. gereja maupun para konselor akan mampu membangun “sharing” dan berdiskusi secara “konfidensial” artinya konselor tidak memberitahukan rahasia pembicaraan tanpa seizin ODHA/OHIDA.dalam pelayanan ODHA/OHIDA yang selama ini sering didiskriminasikan. para penderita akan menjadi mitra gereja dalam penanganan HIV/AIDS. 3. mewartakan kasih dan melayankan kasih kepada ODHA/OHIDA. perlu disosialisasikan seluasluasnya kepada masyarakat bahwa ODHA/OHIDA adalah sesama manusia yan membutuhkan perlakuan yang wajar sebagaimana masyarakat lainnya. Untuk itu. Gereja adalah tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang percaya Rasul Paulus telah menggambarkan orang-orang percaya dengan adanya satu tubuh sebagai wadah persekutuan para anggota dengan fungsi yang berbedabeda (I Kor 12:12-26. Setiap orang percaya yang mempunyai latarbelakang. Di samping itu. Kasih merupakan satusatunya bukti nyata dari realisasi iman dan pengharapan. Dalam wadah tersebut. Rom 12:4 —8). pola pikir dan pergumulan yang berbeda. mereka benarbenar dapat merasakan kedamaian sampai pada akhirnya mereka terlepas dari belenggu rasa malu dan minder. ODHA/OHIDA hendaknya menjadi bagian yang integral dari keseluruhan pelayanan diakonal gereja pada masa kini dn yang akan datang. secara organisma adalah tubuh Kristus (I Kor 12:27). dimana gereja harus membangun suatu prsekutuan kasih. 3. bahkan sebagai tenaga konselor yang didampingi oleh . namun yang paling besar di antaranya ialah kasih. Oleh karena itu. Rasa saling percaya akan memotivasi para penderita untuk lebih terbuka dan jujur dan pada akhirnya melalui pastoral konseling. Gereja diharapkan untuk melaksanakan ketiga tugas ini dalam penanganan HIV/AIDS. ODHA/OHIDA merupakan mitra kerja gereja yang sangat efektip untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus HIv. Sementara fungsi preventip akan lebih diarahkan kepada masyarakat yang belum terinfeksi virus HIV terutama bagi mereka yang berpeluang besar akan terserang dilihat dari segi tingkahlakunya misalnya para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dan para pelaku seks bebas. Lambang-lambang HIV/AIDS seperti tengkorak yang sangat menakutkan dan menggambarkan maut sangatlah kurang baik karena berpengaruh negatip terhadap kejiwaan si pederita. Gereja juga perlu mendirikan semacam wadah dimana ODHA/OHIDA dapat dilayani lebih intensif. pemahaman bahwa konselor adalah setara dengan ODHA/OHIDA amatlah penting. Kemajemukan orang-orang percaya justru diikat oleh satu iman. Rasa kebersamaan atau “partnership” akan memperkuat rasa saling mempercayai antara kedua belah pihak. Gereja sebagai tubuh Kristus telah hadir di tengahtengah dunia ini untuk melaksanakan tri tugas panggilannya yaitu koinonia. Fungsi protektip dan preventip gereja Fungsi protektip dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah terlanjur ODHA/OHIDA. marturia. satu pengharapan dan satu kasih (I Kor 13:13). Dengan demiikian.3. dan diakonia. ODHA/OHIDA perlu diberdayakan menjadi juru kampanye.

tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Hal ini dikatakan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat dan golongan Farisi yang eksklusive melihat Yesus sedang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Kasih sebagai landasan pastoral Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa yang paling besar dari ketiga hal utama-iman. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). Mereka berhak memperoleh perlakuan secara manusiawi.5. sikap primordialisme dan nepotisme tidak dibutuhkan dalam proses pelayanan pastoral terhadap ODHA/OHIDA. Yesus berkata. mereka memperdebatkan hukum Musa kepada Yesus bahwa orang yang demikian harus dilempari dengan batu. Karena itu. Namun Gereja harus mampu membedakan dan memisahkan kejahatan dari orang jahat. Semua bangsa. Sebagai landasan pastoral gereja. kaum bapa. seorang dokter mutlak mengasihi orang sakit sekigus membenci penyakit yang mengakibatkan penderitaan itu sendiri. karena penderita harus diyakinkan terlebih dahullu sehingga ia tidak merasa malu untuk mengungkapkannya. Tindakan preventip dapat dilakukan selualuasnya baik melalui pembinaan terhadap warga gereja (pemuda. kasih. kaum ibu dll) melalui ibadah. pengharapan. Murah hati merupakan penampakan kasih dari konselor yang bersedia memberikan pelayanan . dimana ODHA/OHIDA turut di dalamnya pada akhirnya menjadi landasan pendaratan Firman Tuhan.pelayan gereja dalam rangka tindakan preventip maupun protektip. tetapi orang sakit. kasih itu tidak berkesudahan. Rasul Paulus telah menjabarkan buah-buah kasih itu secara panjang lebar dalam 1 Kor 13:4-8a. khotbah. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar. sangatlah penting dihayati bahwa kasih itu sabar. Dia harus dengan sabar membongkar latarbelakang penularan virus HIV kepada para korban. budaya bahkan agama yang berbeda. Kita tahu bahwa HIV/AIDS lebih banyak ditimbulkan oleh tindakan kejahatan seperti kejahatan seksual dan penggunaan narkoba melalui jaruum suntik. Mereka merupakan korban pertama dari kejahatan dan virus HIV. tidak memegahkan diri. Tentu saja butuh waktu yang relatif lama. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib. melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17). Untuk itu. 3. tidak mudah putus asa. murah hati. ODHA/OHIDA tidak boleh dipisahkan atau dibedabedakan hanya karena latarbelakang bangsa. Dengan jelas Yesus mau menghancurkan tembok pemisah antara kaum elitis Yahudi yang cenderung membenarkan diri dengan masyarakat jelata yang sering disalahkan dan dihakimi.6. Demikian juga ODHA/OHIDA harus diperlakukan setara dengan manusia yang lain. selebaran dll. Seorang konselor yang benarbenar dilandasi oleh kasih harus menunjukkan sikap sabar. seluruh dunia. Gereja sedapat mungkin harus membenci bahkan menghempang penularan HIV/AIDS namun tidak boleh membenci ODHA/OHIDA. Perlunya sikap inklusivisme dan universalisme Yesus pernah berkata. 3. Seorang dokter tidak pernah berniat membunuh orang sakit tetapi justru ingin mematikan penyakit agar si penderita memperoleh kesembuhan. Demikian juga ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahi Taurat datang kepada Yesus sambil membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah. dimana orang jahat sebenarnya tidak identik dengan kejahatan.adalah kasih. etnis. “Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa. Sebagaimana seorang dokter harus mampu memisahkan penyakit dari orang sakit.

Tidak memegahkan diri berarti gereja maupun konselor tidak menempatkan diri lebih tinggi dari para penderita HIV/AIDS.R. Dimana kesalahan mereka tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyalahkan dan menghakimi.Penutup Reposisi dan revitalisasi peranan gereja adalah hal yang sangat mendesak melihat permasalahan sosil disekitarnya yang semakin rumit yang disadari atau tidak asti punya dampak destruktif kepada kehidupan gereja itu sendiri. Selain itu pelayananan sebagaimana telah diuraikan di atas juga adalah pelayanan yang diterima dari Tuhan Raja Gereja yang tidak hanya mementingkan bentuk-bentuk pelayanan formal dan rutin.dengan segenap hati dan hidupnya. Sikap tidak menyimpan kesalahan orang lain amatlah penting dalam pelayanan pastoral konseling ini. Sebaliknya justru harus merendahkan diri dan menghayati bahwa setiap manusia mempunyai standard yang sama di hadapan Tuhan sebagaimana dalam teologia penciptaan dimana bahwa manusia itu ialah “imago dei”. semua manusia telah berdosa dan harus diselamatkan. Dpk Rakom Diakoni FM) • • • • • • • • • • Artikel dibaca 514x [0] komentar 1 2 3 4 5 . Tentu saja murah hati tidak boleh diukur dari pemberian material tetapi diukur dari kerelaan untuk mengorbankan tenaga.Th. Sikap marah terhadap ODHA/OHIDA karena perbuatannya tidak akan menolong mereka. E. waktu dan pikiran untuk selalu setia mendampingi penderita di dalam pergumulan hidupnya. (Penulis:Pdt. Kiranya gereja juga memberdayakan para pelayannya maupun warganya untuk tidak hanya menjalankan pelayanan internal tetapi juga menjalankan pelayanan kepada yang lain (Paul Knitter. ODHA/OHIDA. Kasih itu tidak berkesudahan adalah dasar yang paling utama sebagaimana kasih Allah juga tidak pernah berkesudahan. Pihak Gereja atau konselor tidak berhak membenarkan diri sebagai orang kudus sekaligus menghakimi penderita HIV/AIDS sebagai orang-orang berdosa dan jahat. Siahaan. tetapi justru akan menjerumuskan mereka kepada kehidupan yang lebih isolatif (lebih suka mengurung dirisendiri). tetapi selalu segar dalam pelayanan pastoral kepada ODHA/OHIDA sekalipun pelayanan tersebut bukan tanpa masalah. 4. Namun karena kelemahan manusia itu atas godaan sang iblis. Untuk itu Gereja harus berusaha menumbuhkan sikap percaya diri bahwa mereka dapat diterima di tengahtengah gereja dan masyarakat sebagai orang yang patut dilayani secara wajar. Oleh karena itu. Gereja dan konselor harus merevitalisasi peranan kasih sehingga gereja dan konselor tidak akan pernah merasa jenuh dan bosan. semua manusia telah jatuh ke dalam dosa tanpa terkecuali. Satu Bumi Banyak Agama) yakni yang lain yang religius dan yang lain yang menderita khususnya saudara-saudara kita yang kekasih. Kemudian sikap tidak pemarah tidak terpisahkan dari tidak memegahkan diri. Inklusivitas pelayanan gereja seperti ini merupakan suatu rekonstruksi pelayanan Yesus pada dunia masa kini sebagai salah satu bagian kecil dari perwujudan visi sang Raja Gereja yakni keselamatan dunia. S. Tetapi mereka harus diberdayakan untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik bahkan menjadi mitra gereja untuk menghempang penyebaran virus HIV/AIDS.

• • • • • • Formulir Komentar Tulisan Terkait Artikel: 31 May 10 22:00 WIB Bandung \ Roni Vikers Ketika Mereka Menentukan Antara Sekolah. tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Bermain atau Ngamen… ? Artikel: 24 May 10 15:07 WIB Yogyakarta \ Indie Radio Dunia Broadcast Rakom Perlu Mempertimbangkan Sound Card yang Berkualitas Bagus tapi Ekonomis Artikel: 5 May 10 11:41 WIB Aceh \ Genta FM Derita Lumpuh Nuraini Nama þÿ Asal Kota þÿ Email þÿ Komentar Kode Keamanan* þÿ Kirim Wajib di isi [may not leaved blank] Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi. Pengelola berhak mengubah/menghapus katakata yang berbau pelecehan. . intimidasi.

Suara Komunitas – Setelah beberapa waktu lalu pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum memastikan penyelenggra atau pelaksana rekrutmen penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 UPTD Dikbudpora KLU Usulkan 4 SD Filial Difinitif 3 Lombok Utara. agama. Klaten dan Yogyakarta memanfaatkan fasilitas grup di situs jejaring Berita > Magelang > Muhammad A. KLU Tetapakan UI sebagai Penyelengara 5 Lombok Utara.Guna memberikan pemahaman kepada stake holder Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 06:2 Keakraban Tim Jalin Merapi Magelang 7 K FM Magelang – Dinginnya pagi suasana di gunung merapi Magelang sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat sini. dan antar golongan • • Terbaru Terpopuler 19:0 Bertani Melon Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi 9 Oleh: Adam Gita Swara Mungkin sebagian besar masyarakat menilai kalau bertani melon adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu yang banyak dan rentan dengan penyakit. ras. megusulkan sebanyak 4 unit SD Filial yang ada di kecamatan bayan untuk dirubah Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 RPJMD KLU 2010-2015. Jalin Merapi Informasikan Kondisi 9 Pengungsi MAGELANG.bertendensi suku. Aktifitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Suara Komunitas . Boyolali. Suara Komunitas – Unit Pelaksana Tehnis Dinas Pendidikan kebudayaan Pemuda dan Olah raga KLU. belum menunjukkan .Kesehatan dan Infrastruktur jadi 3 Prioritas Lombok Utara. akan tetapi bagaimana para relawan JMM? Keaktifan gunung Artikel > Magelang > K FM 00:1 Manfaatkan Situs Jejaring Sosial. Sektor pendidikan. Tetapi Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 Rekrutmen CPNS. Tim Jaringan Informasi Lintas Merapi (Jalin Merapi) yang tersebar di beberapa titik di Magelang.Rofiq 22:1 Jalin Merapi Swadaya Mendirikan Posko 5 MAGELANG.

Rofiq 19:2 Sholat Ghaib dan Doa Bersama untuk Korban Bencana 1 Lombok Utara. karenanya perlu diberikan pendidikan sejak dini. sekaligus sebagai upaya konsolidasi dan integrasi perencanaan pembamgunan daerah Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM Berita Foto . Kesehatan dan Infrastruktur Jadi Prioritas 4 Lombok Utara. dan bencana gempa bumi yang Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM 19:1 Pendidikan Anak Harus Dilakukan Sejak Dini 0 Lombok Utara. Suara Komunitas . sehingga menjadi anak.Guna memberikan pemahaman kepada stake holder dan masyarakat.penurunnya. Hal ini ditandai dengan masih terjadinya Berita > Magelang > Muhammad A. Suara Komunitas .Anak merupakan amanah dari Allah. bukan saja berguna untuk agamanya. Suara Komunitas – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas nasional terhadap korban jiwa akibat meletusnya gunung merapi. tapi juga Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM 19:0 Sektor Pendidikan. jawa tengah.

Rahmad suryadi berkata : saya pernah punya teman .189820 seconds. rifson berkata : mudahan jaringan ini . suswono berkata : Direktur Manajemen Tangkolo . Penulis turut merasakan kebahagiaan jubilaris dan mensyukuri segala berkat Tuhan yang beliau terima selama kurun waktu 25 tahun silam dalam proses pelayanan Gereja Tuhan.... Prie berkata : Keinginan tak selamanya . KLU Tetapakan UI sebagai Penyelengara oleh: Gita Swara FM. Penulis mengenal jubilaris sebagai sosok pelayan yang memiliki pola pikir produktip dan progressif... [+-->] • • • • • • • • • • • 10 Komentar Terbaru cut feby berkata : ass mav pak saya ingin . cah ncomal berkata : disidokare emangnya ada .dan .P. W.Rekrutmen CPNS.. rokhim berkata : saya sangat setuju adanya .. Kiranya tidak berlebihan apabila penulis juga telah menyaksian bahwa jubilaris adalah salah satu pendeta senior yang selalu punya keinginan untuk menghancurkan tembok pemisah yang sering membatasi komunikasi ... Sth.... Peranan Gereja Yang Diakonal Dan Penanganan HIV/ Aids Diakoni FM Pengantar Selamat ulang tahun ke 25 kependetaan bapak Pdt. Beliau memiliki pengalaman pelayanan yang matang baik di dalam maupun di luar negeri yang turut memampukan beliau dalam pelayanan masa kini sekaligus juga mempersiapkan pelayanan untuk kepentingan masa depan.. Tampubolon. ali erfan berkata : selain pisang mang ga .... • • • • • Siapa Kami Peta Umpan Balik Tanya-Jawab © SuaraKomunitas 2010 Statistik pengunjung: online 6 Script timer: 0.. hary gatho berkata : ingin gabung ma pemuda . Mujibur rahman berkata : Semoga bermanfaat....

penulis menyumbangkan tulisan ini. sosial politik. penulis membatasi tulisan ini khusus melihat PERANAN GEREJA YANG DIAKONAL DALAM PENANGANAN HIV/AIDS dengan mengingat HIV/AIDS sudah merupakan permasalahan dunia dan butuh penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. kiranya jubilaris tetap teguh dan kokoh serta lebih energik untuk menunaikan tugas dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan. Dari berbagai bentuk pelayanan diakonia saat ini dikenal (karitatif. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi pembaca. Hal ini dapat dikatakan karena diakonia sendiri adalah pelayanan. dalam hal ini melalui khotbah. Dari keramahan dan keluwesan beliau bergaul dengan para pelayan muda maka tidak salah apabila dikatakan bahwa beliau sangat konsisten untuk membangun kerjasama yang baik dengan para pelayan yang lebih muda. . Secara jujur harus diakui. marturia dan diakonia merupakan tri tugas panggilan gereja yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. Melihat betapa luasnya cakupan pelayanan diakonia. 1. merupakan pelayanan pewartaan kerajaan Allah melalui Injil sebagai khabar keselamatan yang diberitakan ke dalam persekutuan secara sentripetal maupun ke luar persekutuan itu secara sentripugal. juga tidak dapat dipungkiri banyak pelayan junior yang menghormati seniornya justru mendapat perlakuan kurang wajar. sermon dan lain-lain. Pendahuluan Koinonia. penulis selalu ingat dengan kalimat singkat yang pernah beliau utarakan dalam bahasa Batak kepada penulis dan rekan pelayan muda lainnya. Demikian juga halnya marturia. dengan senang hati dan rasa syukur kepad Tuhan. ekonomi dan budaya. Dan diakonia itu menjdai tindakan nyata sebagai pengimplementasian dari pewartaan Injil melalui berbagai aksi sosial. PA. Di samping itu. jubilaris menurut penulis punya kemampuan membangun hubungan kerja sama yang leih harmonis dengan juniornya karena keakraban dan komunikasi beliau tidak terlalu formal. Koinonia sebagai persekutuan akan hidup survive. pelayanan diakonia sebenarnya sangatlah luas dan didalamnya terdapat beberapa metode pelayanan diakonia yang bervariasi. jubilaris tidak jarang melakukan pendekatan kultural kepada rekan sekerjanya yakni sistim kekerabatan ‘dalihan na tolu’. walau dalam waktu yang sangat singkat. Penulis membahas peranan gereja yang diakonal dengan bentuk pelayanan transformatif dengan tindakan preventif dan protektif baik melalui pelayanan pastoral maupun juru kampanye. Dalam rangka memeriahkan 25 tahun kependetaan sang Jubilaris. ketika para pelayan senior mau mendekatkan diri bahkan menyesuaikan diri kepada pelayan muda saat itu para pelayan muda semakin kurang menghargai seniornya sebagaimana layaknya. Dalam hal ini. Bentuk pelayanan transformatif merupakan bentuk pelayanan jangka panjang dengan mengesampingkan sikap ketergantungan dari orang yang dilayani kepada pelayan sekaligus konsisten dengan pemandirian orang yang dilayani. dalam usia yang lebih lanjut. Semoga ke depan.jika terjadi saling melayani di tengahtengah persekutuan itu. Ketiga tugas ini punya korelasi interdependensi antara yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu. Namun. Akan tetapi.antara pelayan senior dan junior. “ molo hupasobok diringku tu hamu unang ma nian rajumi hamu sarupa hamu dohot ahu”. reformatif dan transformatif).

Untuk itu.Bentuk pelayanan seperti ini juga tidak menempatkan orang yang dilayani sebagai objek melainkan memposisikannya sebagai mitra kerja. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan saja. Komite HIV/AIDS yang telah dibentuk HKBP merupakan langkah positip dan konstruktip untuk melakukan penanganan terhadap HIV/AIDS. pada akhirnya mampu melayani orang lain. Hal ini menunjukkan kata ‘deacon’ itu merupakan kata yang sangat populer. Gereja dirasa perlu bahkan sudah mendesak untuk segera memberdayakan warga dan pelayan untuk peka dan proaktip menangani masalah kemanusiaan tersebut. melainkan telah jadi masalah kemanusiaan di seluruh dunia. Istilah diakonia adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang diterima dan diakui sebagai bahasa asli kitab Perjanjian Baru. pelayanan dan melayani. diakonia berasal dari kata ‘deacon’ yang diterjemahkan menjadi pelayan. semua pihak sangat diharapkan turut berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengatasinya. Namun kita masih merasakan adanya sikap kekakuan bahkan kepasifan daripada Gereja untuk terlibat langsung dalam penanganan HIV/AIDS. istilah hamba sudah dikenal sebagai pelayan dalam kegiatan kultus di tempat ibadah orang-orang Yunani. Demikianlah ODHA/OHIDA (Orang Dengan HIV/AIDS atau Orang Dengan AIDS) pada akhirnya mampu melayani bersama gereja atau di dalam gereja untuk melakukan pelayanan preventif maupun protektif kepada yang belum terinfeksi virus HIV maupun yang sudah. sudah waktunya Gereja membuka mata dan secara aktip membangun pelayanan diakonal dalam penanganan HIV/AIDS. namun barangkali masih pada tingkat kognitif atau mungkin afektif. ‘deacon’ itu merupakan hamba. penting dan punya makna khusus dalam karya penyelamatan Yesus sendiri. Di samping lembaga pemerintah maupun rumah sakit. belum sampai pada tingkat psikomotoris. hamba. Gereja telah menyuarakan bahaya HIV/AIDS. Secara etimologi. Lebih berbahaya lagi perkembangannya ibarat belut dalam lumpur. Pada dasarnya. Namun sebelumnya perlu dipahami dasar-dasar teologi diakonia yang menjadi landasan pelayanan gereja terhadap ODHA dan OHIDA. Diakonia dalam Perjanjian Baru Ada dua kata yang perlu dibahas dalam Kitab Perjanjian Baru berkaitan dengan istilah ‘diakonia’ yakni: Pelayan. Itu sebabnya penulis membatasi pembahasan landasan teologia diakonia hanya pada kitab Perjanjian Baru. Memberdayakan orang yang dilayani bukan saja untuk mampu melepaskan diri dari permasalahan yang ia hadapi tetapi lebih dari itu. . bahkan sudah jadi sebuah epidemi yang pertumbuhannya sangat pesat ibarat sarang labalaba. Oleh karena itu. Namun sebagaimana telah ditegaskan bahwa HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama dari setiap lapisan warga gereja maupun masyarakat. selama ini berbagai LSM sudah berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS. Untuk itu. Kata ’deacon’ ditemukan sebanyak seratus kali dalm kitab Perjanjian Baru. Gereja cenderung menyuarakan penanganan HIV/AIDS dalam tingkat oral pada berbagai seminar maupun rapat yang diadakan namun belum sampai kepada aksi nyata. walaupun harus diakui ada beberapa kata dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani diterjemahkan dengan istilahistilah yang berhubungan dengan diakonia sebagaimana ditemukan dalam kitab Septuaginta (Alf Obtestadt. sangat sulit dideteksi. Membangun Gereja yang Diakonal). 2. Bahkan sebelum zaman Perjanjian Baru juga dalam dunia Hellenistik tahun 330-37 BC.

istilah yang lama itu juga sangat menakutkan ODHA dan OHIDA sekaligus mendukung mereka pada sikap pesimistik dan keputusasaan. Pelayanan Yesus sekaligus menyempurnakan pelayanan para nabi dimana pelayanan itu adalah penyangkalan diri sehingga pelayanan itu adalah untuk orang lain. Itu berarti bahwa pemberitaan injil oleh Paulus yang dapat dikategorikan ke dalam istilah ‘marturia’ merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari diakonia karena orang yang memberitakan Injil juga adalah pelayan. Pelayanan yang lebih agung dan mulia mengacu kepada pelayanan Kristus (Ibr 8:6). Disamping itu pelayanan bukan hanya karena jabatan tetapi karena karunia Roh (Rom 12:7). Melayani sesama orang-orang percaya merupakan titik berangkat untuk melayani masyarakat yang lebih luas. melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45). Itu makanya Kristus menekankan pelayanan kepada orang lain terutama kepada orang-orang yang paling hina karena pelayanan seperti itu adalah pelayanan kapada Dia. Dalam pemahaman seperti itulah Yesus berkata. Hal ini dikatakan oleh Yesus dalam konteks makan bersama yang didasari oleh persekutuan atau koinonia yang di dalamnya terjadi proses saling melayani. “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani.1. Demikian juga halnya ketika Yesus makan bersama dengan para muridNya. Dengan demikian diakonia juta merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari koinonia. Melakukan pelayanan terhadap orang lain itu berarti melakukan pelayanan kepada Kriatus sendiri (Mat 25:44). Walaupun demikian istilah ‘diaconos’ juga dipergunakan untuk suatu jabatan gerejawi (Flp 1:1) dimana selain penilik jemaat juga ada diaken. ODHA/OHIDA Istilah ODHA/OHIDA ini disosialisasikan sebagai pengganti istilah diskriminatif yang selama ini dipergunakan yakni penderita HIV/AIDS. Pelayanan para rasul dan para pelayan lainnya merupakan pelayanan yang diterima dari Tuhan maupun yang diterima melalui gereja sehingga ‘harus dijalankan sepenuhnya’ (Kol 4:17. dimana pada saat itu ada dari antara muridNya bertengkar memperdebatkan siapa dari antara mereka yang terbesar. Pelayanan itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri maupun keluarga sebagai lembaga terkecil di tengahtengah masyarakat. Yesus selanjutnya menyebutkan bahwa diriNya sendirilah pelayan itu (Luk 22:26f). Itu artinya bahwa segala tugas pelayanan para diaken tidak boleh dilakukan tanpa iman yang benar.Dari kata ‘deacon’ kita mengenal istilah ‘diaconos’ yakni pelayan. Yesus justru menegaskan bahwa yang terbesar adalah pelayan. Itu makanya Rasul Paulus menekankan pentingnya pelayanan yang berkualitas di dalam kasih kepada sesama seiman (Gal 6:10).23.25). Paulus sebagai pemberita Injil juga menyebut diri dan rekannya Epafras sebagai pelayan (Kol 1:7. Disamping itu. Rom 12:7. Dasar pemahaman pelaksanaan pelayanan Gereja terhadap ODHA/OHIDA 3. 3. . Lebih luas lagi bahwa pelayanan itu merupakan tugas dan danggungjawab imamat am orang-orang percaya (1Pet 2:9) sehingga dalam implementasinya perlu pemberdayaan warga jemaat untuk saling melayani dan untuk melayani orang lain di luar jemaat itu sendiri karena sasaran pelayanan itu adalah masyarakat universal (Roma 15:16). Pelayanan. 1Tim 3:8ff). Selanjutnya Rasul Paulus memberikan persyaratan untuk menjadi diaken (1 Tim 3:8ff) yang intinya bahwa rahasia iman harus tetap tersimpan dan terpelihara di dalam hati.

Yesus dan Orang sakit dalam Perjanjian Baru. Itu makanya tidak jarang mereka justru mengucilkan orang sakit terutama orang yang berpenyakit kusta. apakah ODHA dan OHIDA itu masih harus dibenci karena ada anggapan bahwa penyakit yang diderita adalah akibat tindakan amoral? Ataukah satusatunya jalan adalah merangkul. Bagi Yesus. satu pengharapan dan satu kasih (I Kor 13:13). Setiap orang percaya yang mempunyai latarbelakang.3. Yesus tidak mengadakan stigmatisasi dan diskriminasi walaupun hal itu bisa terjadi di tengahtengah masyarakat Yahudi pada waktu itu. Hal ini diakibatkan oleh rasa keputusasaan para ODHA/OHIDA yang semakin tertutup dan tidak turut membantu penanganan HIV/AIDS. Dalam hal ini Yesus berkata. Sering mnurut mereka bahwa orang sakit adalah orang berdosa. 3. Sangat menarik bahwa Yesus bersedia menyembuhkan orang sakit walaupun penyakit itu adalah akibat dosa yang diperbuat. Hal ini ia katakan dimana orangorang Yahudi secara khusus kaum elitis di dalamnya mengklaim dirinya sebagai orang orang yang benar karena melaksanakan hukum taurat disisi lain menghakimi para pemungut cukai sebagai orang-orang berdosa. Sikap seperti ini bukannya mampu meselesaikan permasalahan yang sedang mengglobal ini malah justru turut mempercepat merebaknya HIV/AIDS ke manamana.2. namun yang paling besar di antaranya ialah kasih. sementara itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya sistim kekebalan tubuh. memang tidak dapat disangkal bahwa banyak gejala penyakit tersebut diperoleh akibat kesalahan sendiri atau karena kebejatan moral. Disamping itu. 3. Pernyataan Yesus ini perlu direvitalisasi dalam kehidupan gereja sekaligus ditransformasikan dalam kehidupan masa kini terutama dalam pelayanan ODHA/OHIDA yang selama ini sering didiskriminasikan. Dari sekian banyak pelayanan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. Inilah yang menjadi dasar masyarakat umum untuk cenderung mmbenci dan mendiskreditkan ODHA/OHIDA itu sehingga terjadi stigmatisasi dan diskriminasi. Mzm 103:3) dan penyembuhan orang sakit bukan karena dosanya maupun orang tuanya (Yoh 9:2-3). Padahal HIV itu adalah virus yang sangat sulit dideteksi karena belum menunjukkan geala penyakit. Kemajemukan orang-orang percaya justru diikat oleh satu iman. Rom 12:4 —8). Kumpulan gejala penyakit tersebut bukanlah yang diturunkan atau penyakit keturunan melainkan diperoleh. Oleh karena itu. Dimana menurut pemahaman Yudaisme penyakit adalah salah satu konsekwensi logis dari pada dosa. bnd Mrk 2:1-12. Gereja adalah tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang percaya Rasul Paulus telah menggambarkan orang-orang percaya dengan adanya satu tubuh sebagai wadah persekutuan para anggota dengan fungsi yang berbedabeda (I Kor 12:12-26. ODHA/OHIDA hendaknya menjadi bagian yang integral dari keseluruhan pelayanan diakonal gereja pada masa kini dn yang akan datang. secara organisma adalah tubuh Kristus (I Kor 12:27). ada dua hal yang menarik ditelusuri berkaitan dengan topik ini. melainkan untuk orang berdosa” (Mrk 2:17). tidak ada orang yang tidak berdosa. banyak orang yang tidak bersedia memeriksakan diri karena takut apabila terdeteksi mereka akan didiskriminasi dan distigmatisasi. yaitu penyembuhan orang sakit karena dosanya (Yoh 5:14. mengasihi bahkan menjadikan mereka sebagai mitra kerja? Alkitab adalah landasan pemahaman teologis dan pelayanan diakonal. pola pikir dan pergumulan yang berbeda. Barulah ketika HIV sampai kepada AIDS maka virus dapat terdeteksi. Untuk itu. Kasih merupakan satusatunya bukti nyata dari .Human Immunodeficiency Syndrome (HIV) merupakan virus yang yang melemahkan bahkan menghilangkan sistim kekebalan tubuh manusia. “Aku datang bukan untuk orang benar.

perlu disosialisasikan seluasluasnya kepada masyarakat bahwa ODHA/OHIDA adalah sesama manusia yan membutuhkan perlakuan yang wajar sebagaimana masyarakat lainnya. dimana gereja harus membangun suatu prsekutuan kasih. 3. Gereja sebagai tubuh Kristus telah hadir di tengahtengah dunia ini untuk melaksanakan tri tugas panggilannya yaitu koinonia. gereja maupun para konselor akan mampu membangun “sharing” dan berdiskusi secara “konfidensial” artinya konselor tidak memberitahukan rahasia pembicaraan tanpa seizin ODHA/OHIDA. dan diakonia. Untuk itu. mereka memperdebatkan hukum Musa kepada . Dalam wadah tersebut. Di samping itu. idealnya setiap anggota tubuh harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang latarbelakang denominasi maupun organisasi demi keutuhan tubuh yang satu itu yakni gereja yang esa sebagai tubuh Kristus. para penderita akan menjadi mitra gereja dalam penanganan HIV/AIDS. Perlunya sikap inklusivisme dan universalisme Yesus pernah berkata. khotbah.realisasi iman dan pengharapan. Melalui sosialisasi itu diharapkan kesediaan masyarakat dapat menerima ODHA/OHIDA sebagaimana para penderita penyakit lainnya. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar.5. kaum bapa. mereka benarbenar dapat merasakan kedamaian sampai pada akhirnya mereka terlepas dari belenggu rasa malu dan minder. selebaran dll. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib. marturia. ODHA/OHIDA merupakan mitra kerja gereja yang sangat efektip untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus HIv. Gereja diharapkan untuk melaksanakan ketiga tugas ini dalam penanganan HIV/AIDS. Rasa saling percaya akan memotivasi para penderita untuk lebih terbuka dan jujur dan pada akhirnya melalui pastoral konseling. Tindakan preventip dapat dilakukan selualuasnya baik melalui pembinaan terhadap warga gereja (pemuda. 3. tetapi orang sakit. Hal ini dikatakan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat dan golongan Farisi yang eksklusive melihat Yesus sedang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Fungsi protektip dan preventip gereja Fungsi protektip dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah terlanjur ODHA/OHIDA.4. Lambang-lambang HIV/AIDS seperti tengkorak yang sangat menakutkan dan menggambarkan maut sangatlah kurang baik karena berpengaruh negatip terhadap kejiwaan si pederita. Oleh karena itu. pemahaman bahwa konselor adalah setara dengan ODHA/OHIDA amatlah penting. kaum ibu dll) melalui ibadah. Sementara fungsi preventip akan lebih diarahkan kepada masyarakat yang belum terinfeksi virus HIV terutama bagi mereka yang berpeluang besar akan terserang dilihat dari segi tingkahlakunya misalnya para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dan para pelaku seks bebas. Untuk itu Gereja punya posisi dan peranan yang sangat strategis untuk turut ambil bagian dalam penanganan masalah HIV/AIDS. mewartakan kasih dan melayankan kasih kepada ODHA/OHIDA. melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17). Demikian juga ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahi Taurat datang kepada Yesus sambil membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah. Rasa kebersamaan atau “partnership” akan memperkuat rasa saling mempercayai antara kedua belah pihak. Mereka harus dilindungi dari serangan dan hujatan masyarakat. bahkan sebagai tenaga konselor yang didampingi oleh pelayan gereja dalam rangka tindakan preventip maupun protektip. Untuk itu. Gereja juga perlu mendirikan semacam wadah dimana ODHA/OHIDA dapat dilayani lebih intensif. Untuk itu. efektif dan efisien. Dengan demiikian. ODHA/OHIDA perlu diberdayakan menjadi juru kampanye. Disanalah mereka akan dilayani secara pastoral konseling untuk memulihkan mental dan spiritual yang lebih kuat.

sikap primordialisme dan nepotisme tidak dibutuhkan dalam proses pelayanan pastoral terhadap ODHA/OHIDA. “Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa.adalah kasih. Seorang dokter tidak pernah berniat membunuh orang sakit tetapi justru ingin mematikan penyakit agar si penderita memperoleh kesembuhan. Oleh karena itu. Sebagaimana seorang dokter harus mampu memisahkan penyakit dari orang sakit. semua manusia telah berdosa dan harus diselamatkan. Namun karena kelemahan manusia itu atas godaan sang iblis. Seorang konselor yang benarbenar dilandasi oleh kasih harus menunjukkan sikap sabar. kasih. karena penderita harus diyakinkan terlebih dahullu sehingga ia tidak merasa malu untuk mengungkapkannya. semua manusia telah jatuh ke dalam dosa tanpa terkecuali. seluruh dunia. Dengan jelas Yesus mau menghancurkan tembok pemisah antara kaum elitis Yahudi yang cenderung membenarkan diri dengan masyarakat jelata yang sering disalahkan dan dihakimi. Kasih sebagai landasan pastoral Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa yang paling besar dari ketiga hal utama-iman. Sebagai landasan pastoral gereja. etnis.6.Yesus bahwa orang yang demikian harus dilempari dengan batu. seorang dokter mutlak mengasihi orang sakit sekigus membenci penyakit yang mengakibatkan penderitaan itu sendiri. Karena itu. dimana orang jahat sebenarnya tidak identik dengan kejahatan. ODHA/OHIDA tidak boleh dipisahkan atau dibedabedakan hanya karena latarbelakang bangsa. Semua bangsa. Tentu saja murah hati tidak boleh diukur dari pemberian material tetapi diukur dari kerelaan untuk mengorbankan tenaga. tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. murah hati. sangatlah penting dihayati bahwa kasih itu sabar. Kemudian sikap tidak pemarah tidak . Demikian juga ODHA/OHIDA harus diperlakukan setara dengan manusia yang lain. Mereka merupakan korban pertama dari kejahatan dan virus HIV. 3. Murah hati merupakan penampakan kasih dari konselor yang bersedia memberikan pelayanan dengan segenap hati dan hidupnya. pengharapan. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). Kita tahu bahwa HIV/AIDS lebih banyak ditimbulkan oleh tindakan kejahatan seperti kejahatan seksual dan penggunaan narkoba melalui jaruum suntik. Gereja sedapat mungkin harus membenci bahkan menghempang penularan HIV/AIDS namun tidak boleh membenci ODHA/OHIDA. Pihak Gereja atau konselor tidak berhak membenarkan diri sebagai orang kudus sekaligus menghakimi penderita HIV/AIDS sebagai orang-orang berdosa dan jahat. Untuk itu. Dia harus dengan sabar membongkar latarbelakang penularan virus HIV kepada para korban. kasih itu tidak berkesudahan. Sebaliknya justru harus merendahkan diri dan menghayati bahwa setiap manusia mempunyai standard yang sama di hadapan Tuhan sebagaimana dalam teologia penciptaan dimana bahwa manusia itu ialah “imago dei”. Rasul Paulus telah menjabarkan buah-buah kasih itu secara panjang lebar dalam 1 Kor 13:4-8a. Tentu saja butuh waktu yang relatif lama. Namun Gereja harus mampu membedakan dan memisahkan kejahatan dari orang jahat. waktu dan pikiran untuk selalu setia mendampingi penderita di dalam pergumulan hidupnya. Tidak memegahkan diri berarti gereja maupun konselor tidak menempatkan diri lebih tinggi dari para penderita HIV/AIDS. dimana ODHA/OHIDA turut di dalamnya pada akhirnya menjadi landasan pendaratan Firman Tuhan. budaya bahkan agama yang berbeda. tidak memegahkan diri. tidak mudah putus asa. Yesus berkata. Mereka berhak memperoleh perlakuan secara manusiawi.

This logically implies in the positive sense that the concept of God set forth in the Quran will correspond in all points to the concept of God found in the Bible. maka dihasilkan . Satu Bumi Banyak Agama) yakni yang lain yang religius dan yang lain yang menderita khususnya saudara-saudara kita yang kekasih. Pandangan ini tercermin dalam buku Dr.Th.terpisahkan dari tidak memegahkan diri. ODHA/OHIDA. Sikap marah terhadap ODHA/OHIDA karena perbuatannya tidak akan menolong mereka. E. h.Penutup Reposisi dan revitalisasi peranan gereja adalah hal yang sangat mendesak melihat permasalahan sosil disekitarnya yang semakin rumit yang disadari atau tidak asti punya dampak destruktif kepada kehidupan gereja itu sendiri. Dari dasar berfikir atau asumsi ini. Kiranya gereja juga memberdayakan para pelayannya maupun warganya untuk tidak hanya menjalankan pelayanan internal tetapi juga menjalankan pelayanan kepada yang lain (Paul Knitter. Dimana kesalahan mereka tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyalahkan dan menghakimi. Robert Morey yang beredar bahkan dianut belakangan ini di kalangan tertentu di Indonesia: "Islam claims that Allah is the same God who was revealed in the Bible. Dpk Rakom Diakoni FM) Allah islam = Allah kristen ? Saudara/i ykk. tetapi justru akan menjerumuskan mereka kepada kehidupan yang lebih isolatif (lebih suka mengurung dirisendiri).R. Kasih itu tidak berkesudahan adalah dasar yang paling utama sebagaimana kasih Allah juga tidak pernah berkesudahan. 4. S. tetapi selalu segar dalam pelayanan pastoral kepada ODHA/OHIDA sekalipun pelayanan tersebut bukan tanpa masalah. Inklusivitas pelayanan gereja seperti ini merupakan suatu rekonstruksi pelayanan Yesus pada dunia masa kini sebagai salah satu bagian kecil dari perwujudan visi sang Raja Gereja yakni keselamatan dunia. Harvest House Publishers. Siahaan. Untuk itu Gereja harus berusaha menumbuhkan sikap percaya diri bahwa mereka dapat diterima di tengahtengah gereja dan masyarakat sebagai orang yang patut dilayani secara wajar. then Islam's claim is false. Definisi Morey ini memiliki kelemahan dasar berfikir yang fatal yang menganggap masalahmasalah teologi (ilmu sosial) bersifat eksakta dan mencampur adukkan pengertian soal 'identitas' dan 'opini' (meta basis). This also implies in the negative sense that if the Bible and the Quran have differing views of God. Tetapi mereka harus diberdayakan untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik bahkan menjadi mitra gereja untuk menghempang penyebaran virus HIV/AIDS.57). Gereja dan konselor harus merevitalisasi peranan kasih sehingga gereja dan konselor tidak akan pernah merasa jenuh dan bosan. (Penulis:Pdt. Banyak pertanyaan diajukan mengenai 'Apakah Allah Islam sama dengan Allah Kristen?' dan argumentasi yang banyak dikemukakan adalah bahwa 'Allah Islam tidak sama dengan Allah Kristen' alasannya 'Karena ajaran keduanya berbeda!'." (Islamic Invasion. 1992. Selain itu pelayananan sebagaimana telah diuraikan di atas juga adalah pelayanan yang diterima dari Tuhan Raja Gereja yang tidak hanya mementingkan bentuk-bentuk pelayanan formal dan rutin. Sikap tidak menyimpan kesalahan orang lain amatlah penting dalam pelayanan pastoral konseling ini.

dan Yakub. "Katakanlah: Kami telah beriman kepada Allah dan (kitab) yang diturunkan kepada kami dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrahim. Agama Yahudi. padahal Suharto yang sama itu oleh para mahasiswa dianggap sebagai bapak pembangkrutan yang membawa kemiskinan karena KKN dan tiran yang membawa bangsa Indonesia kepada disintegrasi bangsa. tiadalah kami perbedakan seorang juga di antara mereka itu dan kami patuh kepada Allah" (Al-Quran. Faktanya sekalipun Suhartonya sama konsep keduanya berbeda. kita dapat melihat bahwa ada butir-butir yang sama. Abraham. Soal yang sama terjadi dalam hubungan dengan pertanyaan mengenai apakah 'Allah Islam sama dengan Tuhan Kristen?'. . sebaliknya secara negatif disebut bahwa (2) Bila Al-Quran dan Alkitab memiliki pandangan berbeda mengenai Tuhan. dan apa-apa yang diturunkan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Jawabannya perlu kita lihat dari Kitab Suci Islam (Al-Quran) maupun Kristen (Al-Kitab). EL SEMIT Faktanya. Kristen dan Islam mempercayai itu semua. Dan ia juga Tuhan yang menyatakan dirinya kepada Adam. Pandangan yang terlalu sederhana ini dengan mudah bisa digugurkan bila kita mengambil contoh soal 'Suharto' mantan presiden ORBA. Y'qub dan anak-anaknya. bila kita membandingkan agama Yahudi (Alkitab Perjanjian Lama). Tafsir Quran Karim). (begitu juga kepada kitab) yang diturunkan kepada Musa dan 'Isa. Menurut definisi Morley. namun banyak butir-butir lainnya yang tidak sama (jadi bukan semua sama atau semua tidak sama). Ishaq. Isma'il. 2:136.kesimpulan bahwa (1) Bila Allah Islam adalah Tuhan Kristen. Suharto adalah bapak pembangunan yang membawa kesejahteraan dan mendatangkan kesatuan dan keamanan regional. Nuh. bila Suharto yang dimaksudkan oleh para pengikut ORBA sama dengan Suharto yang di demo mahasiswa. Bila kita melihat Alkitab PL. Kristen (Alkitab Perjanjian Lama dan Baru). namun mereka berbeda dalam kepercayaan akan wahyu mana yang dari El yang sama itu yang dipercayai. Mahmud Yunus. maka klaim Islam adalah salah. maka konsep keduanya mengenai Suharto akan sama dalam setiap butirnya. maka secara positif konsep keduanya mengenai Tuhan harusnya sama dalam setiap butirnya. dan Islam (Al-Quran). kita dapat mengetahui bahwa nama Tuhan 'El/Elohim' adalah pencipta langit dan bumi. Al-Baqarah. Ishak. namun sekalipun agama Kristen menerima hal ini. yaitu bahwa Suharto sebagai pribadi (oknum) dengan namanya dan konsep orang (ajaran atau aqidah) mengenai oknum yang sama itu. Mengapa berbeda? Dan kalau berbeda apakah klaim mahasiswa mengenai Suharto salah? Di sini kita berhubungan dengan dua soal yang tidak bisa dicampur adukkan satu dengan lainnya. manusia dan segala isinya. agama Kristen juga mengakui penggenapan dalam Tuhan Yesus Kristus yang wahyunya dibukukan dalam Perjanjian Baru padahal Yahudi menolak. dan juga sejarah bangsa dan bahasa Semit. Bagi para pengikut ORBA. Agama Yahudi mempercayai wahyu yang dibukukan menjadi Alkitab Perjanjian Lama.

dan menerima kitab-kitab Ibrahim.I. 'ila). Anak Lembu Emas disebut 'Elohim' dan 'Yahweh') maupun jalur Ismael (masa . dan Adnan (keturunan Ismael anak Abraham). ini dijelaskan dalam buku-buku teologi Kristen maupun Ensiklopedia Islam bahwa setidaknya bangsa Arab mewarisi tiga jalur nenek moyang yang semuanya mengenal 'El Abraham' yaitu sebagai keturunan Sem. di Ugarit. Vol. di Amrit ('ilu. Jadi. dan hukum kasih/Injil menjadi pedomannya. Johanes Botterwech. dan sekalipun menerima kitab-kitab Yahudi dan Kristen. Allah Islam adalah Tuhan Yahudi dan Kristen. Penggunaan sebagai sebutan juga muncul di Semit Barat Laut. namun agama Kristen berbeda dan menerima kenyataan bahwa El Abraham itu juga telah menyatakan diri dalam oknum Yesus dalam ke-Tritunggalannya. Yakub dan Isa. Dalam bahasa Ibrani kata sandang 'the' ('al' dalam dialek Arab dan 'ha' dalam dialek Aram-Siria namun diletakkan di belakang menjadi 'alaha') tidak digunakan bila menyebut Tuhan. El juga digunakan sebagai Nama Diri (proper name). 'ilum. namun karena dianggap telah dipalsukan. Yakub dan Isa sejauh diterima oleh Muhammad yang dipercayai sebagai nabi. Bahwa ajaran/konsep mengenai 'Allah' (El) itu kemudian merosot dan makin tidak mendekati hakekat yang di'nama'kan dan ditujukan kepada pribadi lain seperti yang terjadi pada jalur Ishak (Kel. Namun karena wahyu yang dipercayai berbeda.6:1-2)) sebagai Tuhan monotheisme yang transenden dengan hukum Taurat sebagai pedoman.32. di Arab Utara digantikan dengan nama 'ilah. namun lebih menerima kitab wahyu yang diterima Muhammad dari jalur Ismael." (G. Theological Dictionary of the Old Testament. Islam mengikuti jalur Abraham mempercayai Tuhan 'El' itu yang dalam dialek Arab disebut 'Allah' (dari al-ilah). maka kepercayaan kepada berita Al-Kitab terbatas hanya bila hal itu dikuatkan dalam Al-Quran. Ishak. Dari sejarah kita mengetahui bahwa sejak awalnya 'El' bisa memiliki arti umum sebagai sebutan untuk 'Tuhan/Ketuhanan' dan 'Elohim' sering digunakan dalam arti kata jamak (politheistik) dan dipakai oleh suku-suku keturunan Sem (menjadi rumpun Semit) dan karena perkembangan zaman sering merosot sehingga dimengerti dalam berbagai-bagai ajaran aqidah. Istilah 'il mempunyai arti sebutan umum (generic appelative) untuk menunjuk pada 'tuhan' atau 'ketuhanan' pada tahap awal semua cabang utama rumpun bahasa Semit. … Di Semit Timur ada bukti kuno yang menunjukkan bahwa 'Il' adalah nama diri tuhan … tuhan Il (kemudian El Semit) adalah kepala ketuhanan pada rumpun Semit Mesopotamia pada masa Pra-Sargon. Akadian kuno (ilu) dan dialekdialek sesaudara dimulai zaman pra-Sargon (sebelum 2360 BC) dan berlanjut sampai akhir masa Babil.Agama Islam. akibatnya mereka memandang Tuhan 'El' (yang sejak Musa diberi nama juga sebagai 'Yahweh' (Kel. di Ibrani. Yoktan (keturunan Eber). Ishak. Agama Yahudi. 242-244). Ini terlihat jelas di Semit Timur. 'Ilu. namun 'El/Il' juga digunakan untuk menyebut 'nama diri' Tuhan. dari terang Alkitab (PL+PB) dan Al-Quran jelas terlihat bahwa sebagai oknum dengan namanya. El' sebagai sebutan untuk ketuhanan. sekalipun menerima kitab yang diterima Ibrahim. dengan sendirinya banyak pengajaran (aqidah)nya yang berbeda. "'Ilu. dan umum di dialek-dialek Arab Selatan kuno. Dari sejarah ini kita dapat melihat bahwa 'Allah' di kalangan bangsa dan bahasa Arab tidak lain menunjuk pada 'El' Semit' yang sama. kepercayaannya hanya bergantung kepada Perjanjian Lama.

tentu tidak mengurangi hakekat nama itu sendiri sebagai menunjuk kepada 'El' semitik dan monotheisme Abraham. Tetapi bagaimana dengan definisi yang dicantumkan dalam kamus-kamus dalam bahasa Inggeris? Disana disebutkan bahwa "Allah … Muslim's name for God" (a. the one and only God in the religion of Islam. Memang dalam literatur Barat termasuk dalam beberapa kamus. Kristen. h. namun harus diakui bahwa Tuhan 'Theisme' (Yahudi. Bisa juga dimasukkan 'politheisme' (HinduVeda) sebagai golongan ke-5. Kristen. Tao dan Kebatinan). Dalam pengertian 'Universalisme' (pluralisme agama) disebutkan bahwa semua agama itu menyembah Tuhan yang sama (universal) namun melalui jalan-jalan yang berbeda (partikular). (2) 'Monisme' . dalam arti yang lain jelas memberikan pengertian yang lebih ilmiah dan lebih mengandung kebenaran: "Allah (Arabic:"God"). (Vol. sedang Tuhan Theisme.I.Tuhan yang berpribadi (Yahudi." Definisi yang benar ini juga disebutkan dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia dimana disebutkan bahwa: "ALLAH adalah Tuhan. Monisme. (3) Non-Theis .270). yang sekalipun mengakui ke-khasan nama Allah dalam penggunaannya di kalangan agama Islam sebagai salah satu artinya. dan Demonisme jelas berbeda baik sebagai nama oknum maupun ajaran/aqidahnya. the latter being an Old Testament synonim for Yahweh. ada sentimen kuat anti Arab/Islam sehingga sering timbul ungkapan-ungkapan memojokkan yang tidak ilmiah seperti ucapan Morley di atas yang memberi stigmata seakan-akan nama 'Allah' itu nama dewa/i masa jahiliah Arab seperti Dewa Pengairan atau Dewa Bulan. yaitu : (1) 'Theisme' . Islam). Kita harus menyadari bahwa setidaknya ada 4 golongan agama. berfirman dan menurunkan wahyu kepada umatnya. Allah is the standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well as by Muslims.l. pencipta alam raya termasuk segala isinya". Islam) adalah Tuhan Semitik agama samawi yang berpribadi. the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah.Tuhan kekuatan semesta (Hindu-Upanishad. Sudah jelas ke-empat (atau ke-lima) bentuk Tuhan itu tidak sama. Etymologically. tentu tidak disimpulkan bahwa Tuhan Semua Agama sama." The name's origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El. namun banyak pula literatur Barat yang lebih bersifat netral dan ilmiah seperti Ensyclopaedia Britannica dan umumnya kamus-kamus teologia yang menyebut bahwa nama 'Allah' adalah nama dalam dialek/bahasa Arab untuk menunjuk pada 'El' Semitik. Kristen dan Islam sama. Non-Theisme. dewa berhala disebut 'Allah'). Kristen dan Islam menunjuk pada oknum yang sama namun sekalipun ada yang sama juga ada yang berbeda ajaran/aqidahnya.Tuhan Okultis (satanisme). dan juga digunakan oleh orang Arab pra-Islam (terutama kaum Hanif yang tetap mempertahankan Allah monotheisme Abraham) maupun bangsa Arab yang menganut agama Yahudi dan Kristen: . Kita dapat membandingkan hal ini dengan definisi yang disebutkan dalam Enyclopaedia Britannica. Namun. "the God.jahiliah. dan (4) Demonisme . jadi sekalipun kita menyebut Tuhan Theisme Yahudi. sekalipun diyakini bahwa 'Allah' Yahudi.Tuhan yang 'non-exist' (Buddhisme). Oxford Dictionary & Grollier Ensyclopedia).

melainkan mereka bertahan pada ajaran monotheisme Ibrahim". Eliezer.190. Inggeris (1. yaitu . dan sejak itu sampai abad ke-XIX bahasa Ibrani hanya digunakan dalam penulisan/penyalinan Kitab Suci saja. Namun tidak semua warga Arab pada saat itu menganut sistem keyakinan pagan. Kristen Katolik baru masuk abad keXVI dan Protestan pada abad ke-XVII. Kenyataan ini juga diperkuat dengan ditemukannya peninggalan arkeologis beberapa abad sebelum masa Islam abad-VII (yang secara keliru disebut dalam buku Morley bahwa Alkitab dalam bahasa Arab baru ada pada abad-IX dan menggunakan nama Allah karena dipaksa orang Islam dan bandingkan dengan buku-buku yang bertema 'Asal bukan Allah' yang menganggap orang Islam tidak menyukai orang Kristen menggunakan nama 'Allah').280). yakni agama fitrah. Berbeda dengan 'El' yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai 'Theos' dan bahasa Barat sebagai 'God. dalam bahasa Indonesia.495. inilah yang digunakan Yesus."Karena Islam memperbaiki agama yang dibawa Ibrahim. termasuk kata 'Allah'). ini berarti sudah tiga abad lebih dimana agama Islam dan bahasa Arab sudah merakyat di Indonesia. dan Belanda (3. umat Kristen dan dipakai juga di sinagoga-sinagoga. Ketika bahasa Yunani menguasai kawasan sekitar Laut Tengah. Alkitab PL diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani (Septuaginta/LXX). Namun. melainkan terdapat beberapa suku Arab memeluk agama Kristen dan Yahudi. dalam arti kata penerjemahan nama Tuhan ke dalam bahasa-bahasa lokal didorong oleh Roh Tuhan/Kudus sendiri. Alkitab Ibrani sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Aram. Sejumlah berhala sesembahan didatangkan ke Makkah dari berbagai negeri di Timur Tengah. karena kata itu bukan saja dekat tetapi termasuk keluarga serumpun Semit dengan bahasa Ibrani. mengapa tidak memilih saja 'El/Elohim' yang merupakan bahasa aslinya? Tuhan dalam menyebarkan firmannya menggunakan kendaraan bahasa-bahasa. Islam sudah masuk ke Indonesia sejak abad ke-XIII. Suatu pengingkaran sejarah yang dihasilkan semangat Arab/Islam fobia. Gott. ibarat kegelapan sebelum terbit fajar. Dieu'.610). Alaha dalam bahasa Aram-Siria). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. para Rasul. yaitu bahasa Arab (1. Bahkan terdapat sejumlah pribadi yang menekuni dunia spiritual.l. Pada zaman ini ajaran monotheisme Ibrahim telah musnah berganti dengan sitem paganisme. maka jahiliyah dipandang sebagai sebuah zaman sebelum kedatangan Islam. h. maka adalah tepat bila kata yang sekarang menjadi kosa-kata Indonesia itu dipakai untuk menyebut El/Elohim Perjanjian Lama dan Theos Perjanjian Baru dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia. Pada zaman Ezra. sebab jauh sebelum ada agama Islam nama Allah sudah digunakan bersama-sama oleh umat Yahudi Arab. dan kemudian nama 'Allah' masuk menjadi kosa-kata bahasa Indonesia. Roh Kudus sendiri mengilhami para Rasul untuk mengkotbahkan firman (termasuk nama El/Theos) ke bahasa-bahasa pendengar. Kristen Arab dan bangsa Arab pra-Islam. ada banyak kosa-kata yang berasal dari bahasa asing. mereka itu dinamakan 'hunafa' (tgl. maka nama 'Allah' (Arab) sebenarnya bukan terjemahan melainkan perkembangan dialek dalam rumpun Semit sendiri untuk menyebut El (di samping a. dibawah kata al-Jahiliah). atas perintah imam besar di Yerusalem. Ensiklopedia Islam. (Cyrill Glasse. dan diwarnai dekadensi moral. kalau 'El' (Ibrani) sama dengan 'Alaha' (Aram-Siria) dan 'Allah' (Arab). hanif) yang mana mereka tidak memihak kepada satu di antara kedua agama tersebut. Dari pembahasan di atas dapatlah disimpulkan jawab atas pertanyaan judul artikel ini. Demikian juga di hari Pentakosta.

namun pengertian ini jelas bisa merosot seperti dalam kasus 'Lembu Muda Emas' (Kel.10:22).182). yaitu: (1) Kesalah pahaman yang masih mencampur adukkan pengertian 'Allah' sebagai nama dan ajaran/aqidah/konsep yang berbeda dalam Islam dan Kristen. namun ada juga beberapa yang masih mempertanyakan beberapa bagian dari artikel tersebut. Eber (Kej. namun perlu disadari bahwa karena Kitab Suci yang dipercayai keduanya berbeda. Untuk memperjelas mengenai nama 'Allah' yang menuju oknum yang sama (sekalipun ajaran/aqidahnya beda). dan (2) Kesalah pahaman yang menjurus pada anggapan seakan-akan dengan menyebut 'Allah Islam = Allah Kristen' (dalam nama itu) sebagai pandangan Universalisme yang merelatifkan semua agama yang menuju 'Yang SATU'. Dalam artikel tersebut sebenarnya sudah jelas bahwa (1) yang dimaksudkan sebagai sama adalah bahwa nama 'Allah' dalam Islam dan Kristen menunjuk pada 'El' Abraham. yang mencantumkan sejumlah orang- . "Berita Alkitab yang pertama yang memberikan penjelasan mengenai penduduk Arabia adalah Daftar Bangsa-Bangsa dalam kitab Kejadian 10.." ('Arabians' dalam The Interpreter's Dictionary of the Bible. ------------------- Allah Bangsa Arab Saudara/i ykk. politheistis. Abraham dari Keturah (Kej.10:26-29). Artikel berjudul 'Allah Islam = Allah Kristen?' ternyata mendapat sambutan luas. ada dua kesalah pahaman sebagai penyebabnya.32) pada bangsa Israel dan 'masa Jahiliah' pada bangsa Arab. keduanya memiliki banyak perbedaan dalam hal konsep/ajaran/aqidah. kita dapat melihat sejarah bangsa Arab dan hubungannya dengan nama 'El' dari beberapa kutipan dari sumber Krtisten maupun Islam: "orang Arab mencakup keturunan Aram (Kej. Keturunan Joktan (anak Eber) mencakup beberapa suku Arab (Kej. maka jelas pula bahwa sekalipun ada samanya.yabina. Dari pertanyaan yang masuk.org dan bacalah YBA-maya bulan Mei 2000 tentang 'Pluralisme Agama & Dialog'. Banyak yang bersyukur atas informasi yang diperoleh yang dapat menghilangkan prasangkaprasangka sebelumnya. hlm.. silahkan membuka http://www.25:13-16) . Kristen & Islam) tidak dimaksudkan sebagai sama dengan agama-agama lain yang 'tuhan'nya bersifat monistis. (vol-I).25:1-4) dan dari Hagar (Kej. dan (2) Sekalipun ada kesamaaan 'Allah' ketiga agama Semitik dan Samawi (Yahudi. non-theistis maupun demonistis yang oleh penganut universalisme dianggap sebagai 'Yang SATU' (Untuk pembahasan ini.bahwa sebagai oknum dengan namanya "Allah Islam adalah Tuhan Kristen" atau "Allah Islam adalah Allah Kristen" pula.10:24-29).

.25). hlm. Ia merupakan kata pembuka menuju Esensi (hakikat) ketuhanan. yaitu dari Aram (anak Sem anak Nuh). Jadi bangsa Arab merupakan setidaknya keturunan dari tiga jalur semitik. "the God. Kata ini tidak hanya khusus bagi Islam saja. yang berada di balik kata tersebut bahkan yang tersembunyi di balik dunia ini. misalnya nama Abd al-Allah (hamba Allah).orang Arab-Selatan sebagai keturunan Yoktan dan Kusy. . sementara bangsa Arab keturunan Quathan yang tinggal di wilayah selatan menamakan dirinya sebagai Arab Muta'arribah. yakni keturunan Aram putra Shem putra nabi Nuh" ('Bangsa Arab' dalam Cyril Glasse.4950). "Masyarakat Semit yang merupakan penduduk asli gurun pasir Arabia ." (Glasse. Allah is the standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well as by Muslims. Nama "Allah" telah dikenal dan dipakai sebelum al-Qur'an diwahyukan. oleh ummat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur. hlm. Masyarakat yang berdarah Arab asli dan berbahasa Arab tersebar di sepanjang jazirah Arabia. the latter being an Old Testament synonim for Yahweh. dan darinya terbentuk keturunan Isma'il.. "Kata "Allah" merupakan pengkhususan dari kata al-ilah (ketuhanan) . hlm. Istilah Arab berarti "Nomads". jadi orang Arab pada jalur ini bisa juga dibilang sebagai keturunan Ibrani). lagi di antara keturunan Esau (Kej.. dan dari Adnan (keturunan Ismael anak Abraham). yang melalui kata tersebut dapat memanggil-Nya secara langsung.54). atau suku-suku hasil percampuran dengan Arab al-'Aribah (Arab Asli) . yang dalam Bibel disebut Joktan". Bangsa Arab Utara dipandang sebagai Arab al-Musta'ribah (Arab yang di Arabkan). Tradisi Arabia Selatan yang diyakini bahwa mereka merupakan keturunan dari seorang nabi bernama Qahthan. dan 'El' Abraham yang juga dikenal Ismael. hlm. Kata "Allah" merupakan sebuah nama yang hanya pantas dan tepat untuk Tuhan. Di masda Yakub. melainkan ia juga merupakan nama yang. Itulah sebabnya bangsa Arab yang mengikuti agama Yahudi. kemudian hari sejumlah suku-suku dari Arab Utara disebut sebagai keturunan Abraham melalui Keturah dan Hagar (Kej. digunakan untuk memanggil Tuhan. Kristen maupun yang Islam sama-sama menyebut nama 'Allah' untuk menyebut 'El' Abraham.23). ('Adnan' dalam Glasse.." (Encyclopaedia Britannica) .. Yoktan (anak Eber cicit Sem).. nenek moyang suku Arabia Selatan adalah Quahthan." The name's origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El. "Adnan. Kelompok Arab yang asli ini.12-13). 'El' Eber (yang dari nama ini lahir bangsa Ibrani.36) sejumlah orang Arab disebut. yang di dalam Bibel disebut Joktan. "Etymologically. Jadi jelas bahwa bangsa Arab sejak awalnya juga mengenal 'El' Nuh. . .. putra Ibrahim . terbentang dari Yaman dan pantai Afrika dekat Yaman sampai kepada gurun pasir Syria dan Irak Selatan . Ensiklopedia Islam. ..37:25-36)" ('Arabia' dalam The New Bible Dictionary. dan Tradisi Arabia Utara yang diyakini sebagai keturunan nabi Adnan... nama Ayah Nabi Muhammad.. dua kelompok keturunan Abraham yaitu orang-orang Ismaili dan medianit dijumpais ebagai pedagang-pedagang caravan (Kej.. the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah. Anak turunan Nabi Isma'il yang menjadi nenek moyang suku-suku Arabia Utara .

Agama Kristen mempercayai Wahyu PL yang digenapi dalam Yesus yang menjadi Tuhan dan Kristus sebagai Perjanjian Baru.ALLAH IS GOD. dan kedudukannya digantikan oleh pemujaan sejumlah berhala .. Sebuah kata sifat yang ditujukan oleh al-Qur'an terhadap nabi Ibrahim dan terhadap mereka yang sebelum masa Islam menjaga kemurnian dan kelurusan naluri-naluri keagamaan mereka dan sama sekali tidak terlibat dalam tradisi paganisme (keberhalaan) dan politheisme. Kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah hunafa' (tngl.. sedangkan dalam bahasa AramSiria diletakkan di belakang menjadi 'alaha'. kata sandang 'ha' (dalam Arab 'al') tidak umum dipakai apalagi untuk menyebut 'El'. Khunafa). sudah dikenal oleh Bangsa Arab kuno . namun harus diketahui bahwa ajarannya berbeda karena mempercayai wahyu yang berbeda. hlm.html#p3568 . Asal kata ini tidak diketahui secara pasti. Disalindari : http://www.'.org/layout2.. . Dalam bahasa Ibrani.yabina. namun ia digunakan dalam pernyataan alQur'an dengan pengertian "orang yang mengikuti keyakinan (kepercayaan) monotheisme (jamk. Menjelang abad ke-7. hlm..hanif). dalam waktu 20 tahun seluruh tradisi Jahiliyyah tersebut terhapus oleh ajaran Tuhan yang terakhir. Salam kasih dari Herlianto/YBA. sebuah kata yang pada asalnya ditujukan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail.50-51) "Hanif.. Agama Yahudi mempercayai Wahyu dan Perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham Ishak dan Yakub yang tertuang dalam Alkitab Perjanjian Lama. Mereka yang tergolong hunafa antara Nabi Ibrahim dengan Nabi Muhammad terdapat sejumlah generasi Ibrahimiyyah dan Isma'illiyyah". yakni Risalah Islam".124) Dari beberapa fakta sejarah ini kita dapat mengetahui bahwa memang 'Allah Islam' sebagai oknum sama dengan 'Allah Kristen'. Kiranya uraian ini memperjelas. kesadaran agama Ibrahim di kalangan bangsa Arab ini telah menghilang. Sama halnya peristiwa kasus 'Lembu Muda Emas' di Israel.Perlu diketahui bahwa nama 'Allah' adalah perkembangan ke dalam dialek 'Arab' dari nama 'El' menjadi 'Al-Ilah' (jadi bukan terjemahan). "Gagasan tentang Tuhan Yang Esa yang disebut dengan Nama Allah.htm Artikel terkait : . (Glasse. di http://www. Agama Islam sekalipun menerima kitab-kitab PL + PB namun tidak mempercayainya karena dianggap sudah dipalsukan dan menerima Wahyu yang dipercayai diterima oleh Muhammad.sarapanpagi..org/allah-is-god . bangsa Arab juga mengenal kemerosototan ini pada masa 'Jahiliah' sebelum kehadiran Islam. namun nama 'Allah' itu dilestarikan oleh kaum 'Hanif' (Hunafa) yang tetap menyembah 'Allah Monotheisme Ibrahim. Dalam kekristenan sendiri ada perbedaan-perbedaan ajaran yang dihasilkan iman akan wahyu yang berbeda. (Glasse.

Kesimpulan . Kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan dan pengajaran Tuhan yang bertahap II.html#p3569 .. di http://www. di http://www. . Keselamatan universal bagi seluruh bangsa III..html#p3571 • • • • • • • • • • Home Pertumbuhan Dialog Tanya-Jawab Renungan Galeri Kesaksian Artikel doa | SUMBANGAN | Apakah agama Kristen bersifat eksklusif atau inklusif? hide Google Search Results You arrived here after searching for the following phrases: • • • teologia kristen nubuat Click a phrase to jump to the first occurrence..ALLAH = Moon God?. .sarapanpagi.. PEMBAHASAN • • • • • Pertanyaan: Jawaban: 1.. or return to the search results.sarapanpagi.Buku : THE ISLAMIC INVASION.org/allah-moon-g .org/buku-the-isl .

Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q. sebuah pesimisme kepada kemanusiaan. maka hal ini juga dipandang sebagai kesalahan serius. Menurut saya.Ndro Jawaban: Shalom Ndro. apakah ajaran Kristen adalah eksklusif (menjangkau umat Yahudi saja) atau inklusif (menjangkau seluruh bangsa). Misalnya. pada saat keselamatan diberikan secara eksplisit untuk menjangkau seluruh bangsa (inklusif). dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih. sedangkan kemanusiaannya banyak mendapat pujian. . maka mereka (orang Yahudi) dicap sombong dan universalisme ajaran dipandang telah dikebiri. pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. bahwa mereka sombong sekali dan mengklaim diri sebagai the choosen people.” Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid ini saya dapatkan dari salah satu website berita online. dengan sedikit ekses melalui Paulus membuat penyimpangan yang sangat serius.. Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan. Dengan demikian. bahkan tribal (kesukuan). …dan Kami tanamkan ke dalam hati mereka yang menjadi pengikutnya rasa cinta (santun-NM) dan kasih sayang (Q. Dengan adanya unsur kasih. .Pertanyaan: “Polemik Alquran terhadap orang Yahudi sebetulnya bukan menyangkut ketuhanan tetapi manusia. Klaim seperti ini kemudian mengakibatkan universalisme ajaran Tuhan dikebiri untuk hanya menjadi suatu ajaran nasional. oleh Paulus diuniversalkan sehingga bisa menjadi agamanya kaum Gentiles (orang Yunani. Agama Kristen. Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat. yakni hendak penguniversalkan ajaran Tuhan. maka seseorang harus mengambil sikap. Namun. Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan. umat pilihan Tuhan.57:27). Dalam skema Alquran.3:50). Menurut Russell. agama yang semula diperuntukkan intern Yahudi. maka konsep kemanusiaan dalam Kristen lebih universal dibanding dengan Yahudi. Pada perkembangan lebih lanjut.. Hanya dengan datangnya Islam. Akibatnya. saya pikir. Terima kasih atas pertanyaannya. Romawi. M0hon penjelasan dari tim katolisitas. dalam artikel tersebut disebutkan dua hal yang saling bertentangan (eksklusif dan inklusif) dan keduanya dipandang salah oleh penulis. karena ingin menguniversalkan ajaran Tuhan. Pada saat konsep keselamatan dalam Perjanjian Lama dipandang sebagai sesuatu yang ekslusif. Untuk mendukung ini. Polemik Alquran terhadap Kristen yang utama adalah mengenai teologinya. dan sebagainya). mungkin sudah sejak Nabi isa. Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya.

akan adanya Mesias (yang terpenuhi dalam diri Yesus). bahkan di Alkitab dikatakan bahwa mereka adalah bangsa yang keras hatinya. Oleh karena itu. maka ini sebenarnya tidak benar. sampai habis mereka dibuangNya dari hadapan-Nya. dan menjauhkan mereka dari hadapanNya. Dengan demikian. tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja. 20 jadi TUHAN menolak segenap keturunan Israel: Ia menindas mereka dan menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok-perampok. Hal ini terlihat dari beberapa ayat berikut ini: Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. karena menganggap diri mereka sebagai bangsa pilihan. sehingga melalui bangsa tersebut. terpilihnya bangsa pilihan ini bukan karena kehebatan bangsa Israel. namun mereka juga mendapatkan didikan dari Tuhan. walaupun Israel adalah bangsa pilihan. –” (2Raj 17:18-20). 2. Dari pemaparan ini. — 19 Juga Yehuda tidak berpegang pada perintah TUHAN. yang menuliskan “Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga. Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini. yang akan memberikan berkat kepada seluruh bangsa. dengan demikian tidak ada yang perlu disombongkan dari bangsa Israel. Dari sisi yang lain. Jadi. karena terpilihnya bangsa ini sebagai bangsa pilihan adalah bukan karena kebesaran bangsa ini. yang kemudian ditegaskan di dalam Perjanjian Baru. maka keselamatan dapat datang ke seluruh dunia. maka seluruh dunia dapat mengerti rencana keselamatan Allah. Kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan dan pengajaran Tuhan yang bertahap 1. Nubuat ini diberikan dari generasi-generasi. Oleh karena itu. “18 Sebab itu TUHAN sangat murka kepada Israel. dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. namun karena Tuhan yang memilihnya. Walaupun kita melihat bagaimana Allah membela bangsa pilihan dan juga membiarkan bangsa Israel menderita karena kesalahan mereka sendiri atau bahkan menghukum bangsa Israel karena dosa-dosa mereka. kita dapat melihat adanya prinsip mediasi – yaitu melalui seseorang atau bangsa. Silakan melihat nubuat-nubuat ini secara lebih mendetail di artikel ini – silakan klik.” (Kej 26:4) 4. Dalam hal ini.” (Kej 22:18) Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit. namun kita dapat melihat adanya konsep keselamatan yang bersifat universal. 3. adalah hal yang wajar.1. tetapi mereka hidup menurut ketetapan yang telah dibuat Israel. namun juga diperuntukkan untuk semua bangsa. Hal ini ditegaskan di dalam kitab Ulangan 7:7. Jadi. . karena tidak ada yang perlu disombongkan dari diri mereka. maka terlihat bahwa tidak ada yang perlu disombongkan dari umat Israel dan keselamatan bagi seluruh bangsa bukanlah diperuntukkan bagi umat Israel semata. kalau Allah memilih satu bangsa. namun karena kebijaksanaan Tuhan. maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu–bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? –” Lebih lanjut. terlihat adanya nubuat yang diberikan dalam Perjanjian Lama. maka terpilihnya bangsa Israel sebagai bangsa pilihan adalah merupakan cara Allah untuk mendidik umat manusia secara bertahap. sehingga mereka sering mendapatkan pengajaran dari Allah. Kalau dikatakan bahwa umat Yahudi adalah sombong. karena engkau mendengarkan firman-Ku. Allah mereka.

yang menyebabkan agama yang sebenarnya hanya diperuntukkan oleh kaum Yahudi kemudian menjadi agama untuk segala bangsa. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Kalau di artikel tersebut dikatakan bahwa terjadi kesalahan yang serius dari rasul Paulus. Adalah menjadi hal yang wajar jika kita mempunyai perbedaan teologis. namun juga KasihNya yang menyertai kita. Dan memang dikatakan bahwa polemik utama antara agama Kristen dan Islam adalah mengenai teologi. Dari kutipan ini. kita melihat bahwa Paulus konsisten dalam memberikan pesan Kristus. 1Tim 4:10). Tit 2:11. silakan membaca beberapa artikel Kristologi berikut ini: Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus. Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q.II. Mari kita melihat beberapa perbedaan yang disorot dalam artikel tersebut: a. Untuk itu. sehingga dia mengatakan bahwa Yesus telah mengalami maut untuk keselamatan umat manusia (lih.” (Mt 28:19-20) Silakan melihat diskusi tentang keaslian dari ayat ini di sini – silakan klik. Untuk menunjukkan bahwa rasul Paulus hanya mengajarkan apa yang telah diperintahkan oleh Kristus. Dan yang paling penting. karena Yesus Kristus adalah Firman itu sendiri. seperti yang dituliskan di dalam Yoh 1:1 “Pada mulanya adalah Firman. kedatangan-Nya adalah untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. karena Yesus adalah Tuhan.3:50). karena Yesus adalah juru selamat seluruh umat manusia (lih. karena Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia. kalau Wahyu Allah yang dipercayai sebagai pilar kebenaran adalah berbeda. maka kita sebenarnya dapat melihat pesan Yesus sebelum Dia naik ke Sorga. namun lebih daripada itu. Dikatakan “Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. silakan membaca beberapa link Kristologi di atas.. jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. b. Allah menjadi manusia. Dikatakan “Dalam skema Alquran. Untuk lebih lengkapnya. adalah perbuatan Tuhan yang terbesar. 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. 1Tim 2:6). Ibr 2:9. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah . Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Keselamatan universal bagi seluruh bangsa 1. maka sebenarnya pernyataan ini telah mempunyai asumsi yang perlu dibuktikan kebenaran terlebih dahulu – yaitu asumsi bahwa agama Kristen hanya diperuntukkan untuk kaum Yahudi. yaitu “19 Karena itu pergilah. yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia. Dan ketahuilah. Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan” Dalam Kitab Suci dikatakan bahwa Yesus Kristus datang bukan untuk menetralisir orientasi hukum agama Yahudi. Hal ini disebabkan karena teologi Kristen berpusat pada Kristus yang telah membuktikan Diri-Nya sebagai Tuhan. 2. dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih” Untuk mengatakan bahwa Yesus Kristus dilambangkan dengan Firman sebenarnya tidaklah tepat. Inkarnasi. Kritus datang ke dunia ini sebagai penggenapan dari nubuat-nubuat yang diberikan dari generasi-generasi di dalam Perjanjian Lama.

lihat juga Rom 5:12-19. “Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorangpun tidak!” (Ay 14:4). Tidak terlalu jelas bagi saya tentang apa yang dimaksud dengan “sebagian diharamkan” dalam tulisan tersebut. 1 Kor 15:21. .yang telah dibuktikan-Nya dengan pengorbanan Kristus di kayu salib. Rm 5:12. “Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia. dan Ef 2:1-3). Sir 10:14-15). Dikatakan “Pada perkembangan lebih lanjut. dan Kristus yang membebaskan manusia dari dosa dengan ketaatan kepada Allah (Rom 5:12-21. Dosa manusia pertama adalah dosa kesombongan (lih. “Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia. manusia pertama yang jatuh ke dalam dosa kesombongan. maka sebenarnya ini adalah pernyataan yang salah.” Untuk mengatakan bahwa agama Kristen mengajarkan hal-hal yang diharamkan. Inilah bukti kasih yang terbesar dalam sejarah umat manusia. Dan kemudian rasul Paulus memberikan penegasan dengan memberikan perbandingan antara Adam. (lih Kej 2). and by her we all die. perlu dianalisa lebih lanjut. yang dapat dilihat keberadaannya di dalam Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru: Manusia pertama telah berbuat dosa: Dalam kitab Kejadian dinyatakan bahwa Adam dan Hawa telah berdosa dan oleh karena itu. dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mz 51:7). Rm 5:19.” (Keb 2:24). Tob 4:14. sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. 1 Tim 2:14. yang kemudian dikompensasi dengan kasih.” Untuk menjawab hal ini. karena Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8). dalam kesalahan aku diperanakkan. Paulus memperkenalkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. karena kalau kita benar-benar membaca Alkitab secara keseluruhan. “Tetapi aku takut. kita dapat melihat analisa dosa asal. “From the woman came the beginning of sin. Kalau kasih dikatakan hanya sekedar kompensasi. c. Dosa asal ini diturunkan kepada semua manusia: “Sesungguhnya. dan yang menjadi milik setan mencari maut itu.“(Keb 2:24). maka Adam dan Hawa dan seluruh keturunannya harus menanggung dosa.Allah.” (2 Kor 11:3. kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus. dan yang menjadi milik setan mencari maut itu. maka inti pengajaran dari kekristenan adalah kasih. Yoh 8:44).” (LXX/ Septuagint – Sir 25:33).

harus menyetujui bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan tidak sempurna adanya. Dikatakan “Untuk mendukung ini. dalam kondisi yang sulit ini. karena secara terus menerus dia bekerja sama dengan rahmat Allah dalam kehidupannya. Penggenapan nubuat ini adalah pada diri Yesus.” (Kej 3:15). maka ini berlawanan dengan hakekat Allah yang maha kasih. yang ditulis sekitar 1500 SM. Dan dengan penebusan-Nya di kayu salib. Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambaran Allah. Sebagai buktinya. Kejatuhan Adam telah ditulis di dalam Kitab Kejadian. Kita juga dapat melihat kebenaran dosa asal ini dari efeknya. Oleh karena itu. Kita melihat Allah berkata “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini. kalau demikian. manusia diciptakan baik adanya. antara keturunanmu dan keturunannya. seseorang yang tidak setuju dengan dosa asal. bukan dimulai dari rasul Paulus. Namun. Dosa asal bukanlah pandangan yang pesimis. sebenarnya menjadi salah satu alasan. namun juga telah terlihat di dalam Perjanjian Lama. karena Yesus Kristus sendiri memberikan pengharapan. Kenyataan bahwa manusia mempunyai kecenderungan berbuat dosa adalah sesuatu yang nyata. karena Tuhan telah memberikan solusinya. yang seolah-olah dipandang bahwa manusia pada dasarnya jahat. bahwa doktrin ini bukanlah sesuatu yang terjadi kemudian.Nya di kayu salib. Dan kalaupun kejatuhan Adam ini dihubungkan dengan Kristus. yang telah menginjak setan dengan mematahkan kuasa dosa dengan pengorbanan. maka rahmat Allah terus mengalir. karena memang Kristus adalah Adam ke-dua. Dan pembaptisan yang menghantar manusia dalam kekudusan ini telah dibuktikan oleh para kudus dalam sejarah Gereja Katolik. keturunannya akan meremukkan kepalamu.Dengan demikian. Diskusi panjang tentang dosa asal dapat dilihat di sini – silakan klik.” Mungkin kalimat di atas ingin menyentuh doktrin dosa asal. bahwa doktrin dosa asal. . Dengan demikian. terlihat jelas. kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat. Dengan demikian. yaitu apa yang dilakukan oleh manusia. Allah memberikan Putera-Nya yang tunggal untuk menebus dosa dunia. Gereja Katolik justru melihat bahwa meskipun manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang diciptakan baik adanya. yang disebut dosa asal. dan engkau akan meremukkan tumitnya. Namun. yang memungkinkan manusia untuk hidup dalam kekudusan. Namun. namun manusia tetap dicintai oleh Allah. Dengan demikian. d. sebuah pesimisme kepada kemanusiaan. yang disebabkan oleh dosa Adam. e. yaitu dengan pembaptisan. Kita melihat bagaimana yang terberkati Bunda Teresa dari Kalkuta membuktikan dirinya sebagai orang kudus. dan dosa inilah yang diturunkan kepada semua keturunannya. Kemudian dilanjutkan “Pada perkembangan lebih lanjut. yang memungkinkan manusia dibebaskan dari dosa asal. yang menyambung kembali hubungan yang terputus antara manusia dan Allah. umat Kristen justru melihat kehidupan dan manusia secara lebih optimis. Justru pemenuhan apa yang telah dijanjikan oleh Allah dalam diri Yesus. yaitu rahmat yang mengalir dari pengorbanan Kristus. yang membuat manusia terpisah dari Tuhan adalah karena manusia pertama telah berbuat dosa. Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. memilih untuk berbuat dosa. namun suatu kebenaran yang saling berhubungan.” Pernyataan ini perlu ditelaah lebih jauh. Bagaimana mungkin Tuhan sengaja menciptakan manusia yang mempunyai kecenderungan berbuat dosa? Suatu kebenaran dapat dilihat dari efeknya. ini adalah suatu kesimpulan yang keliru. Silakan melihat artikel kesempurnaan rancangan keselamatan Allah (silakan klik).

Hanya dengan datangnya Islam. jaman kegelapan sering dipakai dalam konteks yang salah. PLURALISME Istilah ‘Plural’ sudah jelas kita mengerti sebagai ‘jamak’. Dengan latar belakang demikianlah. maka terlihat bahwa sebenarnya Perjanjian Lama juga mempunyai konsep keselamatan yang diperuntukkan bagi semua bangsa. Semoga jawaban singkat ini dapat membantu. membuat umat Kristen memandang hidup dengan lebih optimis. dan cara beragama. kesimpulan ini tidaklah benar dalam dua hal.org PLURALISME DAN PLURALITAS Penutupan mesjid dan gedung pertemuan Ahmadyah belum lama ini ditengah-tengah ditutupnya puluhan gereja khususnya gereja-gereja rumah tangga menyusul Fatwa MUI yang mengharamkan Pluralisme agama mencuatkan kembali pemikiran kearah toleransi beragama dan diskusi Pluralisme agama-agama. agama Kristen secara hakiki adalah agama yang inklusif. Salam kasih dalam Kristus Tuhan. telah dibuktikan di atas. bahwa doktrin dosa asal yang dibarengi dengan penebusan Kristus. yang dipenuhi oleh Yesus Kristus dan diperintahkan sendiri oleh Kristus untuk menyebarkan kabar gembira ke segala bangsa. dan ‘Pluralitas’ adalah kenyataan yang harus diterima bahwa kita berada dalam kondisi di Indonesia dan dunia masakini dimana kita menghadapi kejamakan cara berfikir. Perbenturan peradaban inilah . Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan. ordo Benediktus membentuk Eropa menjadi begitu maju. pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. Kesimpulan Dari pemaparan di atas. Dan pengajaran ini dipertegas oleh para penulis Alkitab Perjanjian Baru. Dengan demikian. Pertama. Dengan demikian. Pluralitas hanya menyadari adanya kepelbagaian di dunia. Kita dapat melihat pada abad pertengahan.’ Dalam hal agama. Kedua. Pendidikan juga mengalami perkembangan luar biasa.” Menurut saya. Lain halnya dengan ‘Pluralisme.’ istilah ini berkembang ditengah-tengah ‘eksklusivisme agama’ yang makin berkembang pada era reformasi sebagai akibat reaksi terhadap fundamentalisme dan modernisme. kesimpulan bahwa hanya dengan datangnya Islam maka Eropa dapat kembali kepada zaman pencerahan tidaklah berhubungan. atau yang dikenal sebagai salah satu cabang reaksi ‘posmo. ketika pada akhir abad-XIX dan awal abad-XX terjadi gerakan nasionalisme dan kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah. namun eksklusivisme itu menjadi tiran ketika bergabung dengan kekuatan politik kolonial dan menjadi mayoritas sehingga menganggap yang lain yang mayoritas itu sebagai lebih inferior dan harus ditobatkan (proselitasi). III. Sampai di sini. cara hidup. stef – katolisitas. karena asumsiasumsi awal belum dapat dibuktikan kebenarannya. karena Allah menginginkan segala bangsa memperoleh keselamatan. eksklusivisme ditujukan pada kenyataan bahwa setiap agama cenderung mengklaim sebagai satusatunya agama dimana terdapat jalan keselamatan dan diluar itu tidak ada jalan lain.f. Dikatakan “Menurut Russell. Sejak dulu eksklusivisme tidak menjadi masalah. Kondisi ini dalam abad kolonialisme menempatkan kekristenan sebagai agama mayoritas dan eksklusif di tengahtengah bangsa dan agama ditempat jajahan yang semula dianggap inferior. keseimbangan menjadi berubah dimana bangsa-bangsa jajahan mendirikan negara sendiri dan menentukan identitas sendiri (termasuk tradisi budaya agama) yang juga di klaim sebagai eksklusif.

di sini ada usaha untuk ‘menjadikan agama-agama yang banyak itu sebagai salah satu facet dari agama yang satu. Pada awal tahun 1960-an sebagai hasil Konsili Vatikan-II. disini agamaagama diperas menjadi satu. Selain fundamentalisme. teolog Roma Katolik. berusaha secara sistematis untuk menegaskan keeksklusifan dan universalitas Kristus dan sekaligus menghormati kehendak Allah untuk menyelamatkan yang sifatnya universal. namun berbeda dengan eksklusivisme. sedangkan sebetulnya masing-masing merupakan perumusan yang memang dibatasi oleh faktor budaya mengenai suatu kebenaran yang lebih universal.’ Tidak semua sepakat dengan Hick. Smith menolak kristologi yang eksklusif.’ Raimundo Panikkar yang beribu Kristen RK dan berayah Hindu meneruskan. dan berbeda dengan eksklusivisme. Ini bisa dijadikan dasar bagi umat Kristen untuk bersikap toleran. namun tegas terhadap semua orang non-Kristen. Gereja Katolik Roma membuka peluang kearah itu. dan di awal tahun 1970-an menyusul Dewan Gereja Dunia (WCC) juga membuka diri akan dialog antar agama. Karl Rahner. rendah hati.’ Jadi kalau eksklusivisme menganggap agama sendiri benar yang lain tidak maka pluralisme menganggap semua agama itu benar jadi harus diterima dengan terbuka sekalipun berbeda dengan agama sendiri. Sikap demikian tentu berdampak pagi pandangan ‘Fundamentalisme’ dalam agamaagama yang cenderung mengklaim agamanya sendiri sebagai jalan kebenaran satu-satunya.’ Wilfred Cantwell Smith mengungkapkan bahwa manusia sekarang memasuki tahapan baru pluralisme agama dimana agama-agama perlu merumuskan kembali dan menguji teori-teori agamanya sendiri dan mengembangkan teori-teori agama yang bisa diterima oleh agama-agama lain. ada juga reaksi ‘Sinkretisme’ yang bersifat kompromistis dengan cara mencampuradukkan keyakinan agama-agama yang bertemu itu.’ . dengan keeksklusivan Kristus sebagai kriteria yang nyata dan sempurna untuk rahmat itu. Dari kubu pluralisme dan inklusivisme inilah kemudian dipopulerkan dialog antar agama sebagai pengganti misi penobatan. Samartha mendefinisikan dialog sebagai ‘upaya untuk memahami dan menyatakan partikularitas kita bukan hanya dalam kaitan dengan warisan kita sendiri tetapi juga dalam hubungan dengan warisan rohani tetangga-tetangga. yang universal sifatnya.yang melahirkan usaha-usaha yang mengarah pada penerimaan kejamakan dalam beragama atau dikenal sebagai ‘Pluralisme’ yaitu ‘suatu situasi di mana berbagai agama berinteraksi dalam suasana saling menghargai dan dilandasi rasa kesatuan sekalipun berbeda faham. Sebaliknya. INKLUSIVISME Reaksi keempat berjalan lebih jauh dari Sinkretisme dan dikenal sebagai ‘Inklusivisme’ yang berusaha untuk menggapai kesatuan agama-agama. Sikap Troeltsch ditolak Karl Barth yang mengajukan pandangan eksklusif dan tidak mengenal kompromi mengenai pewahyuan diri Allah dalam Yesus Kristus. Dalam pandangannya yang kelihatannya seperti mendua. Kristen Stendahl dari Harvard menafsirkan PL & PB sebagai suatu kesaksian tentang ‘partikularisme dalam kerangka universalisme. reaksi eksklusif lainnya adalah ‘Proselitisme’ ynag menolak kebenaran agama lain dan menjadikan pengikut agama lain menjadi pengikut agama sendiri dengan berbagai cara. tetapi secara universal agama-agama lain menghadirkan ‘kristen anonim. Barth berpendapat bahwa agama Kristen itu yang benar.’ dan berbeda dengan sinkretisme yang mencampur-adukkan agama-agama.’ Rahner berusaha mendamaikan rahmat Allah yang menyelamatkan. Pada abad-XX relativisme agama dikaitkan dengan kemajuan evolusioner dipopulerkan oleh Ernst Troeltsch yang menolak absolutisme agama dan menjadikan ‘Yang Mutlak’ menjadi tujuan bersama dalam proses evolusioner dalam semua agama. bahwa: ‘kebenaran yang dikemukakan agama adalah universal dan dianggap sebagai pendirian yang partikular dan terbatas. Stanley Samartha mengemukakan bahwa umat Kristen harus mendekati dialog antar-agama atas dasar teosentris dan bukan kristosentris. namun sejauh agama Kristen melalui rahmat hidup karena rahmat ia menjadi tempat agama yang benar. Rahner tetap menganggap Kristus secara eksklusif. John Hick menafsirkan kembali Kristologi tradisional dengan mengemukakan bahwa istilah ‘Allah’ bukanlah seperti yang dikemukakan sebagai pribadi dalam agama teistik melainkan sebenarnya merupakan ‘realitas tak terbatas yang dipahami dengan berbagai cara melalui berbagai bentuk pengalaman beragama’ yang disebutnya sebagai ‘Yang Nyata.

’ Sebenarnya pandangan demikian didasarkan gagasan ‘Veda’ Hinduisme mengenai hakekat ‘Yang SATU’ yang disebut dengan ‘banyak nama. oleh teolog tertentu dianggap sebagai cara yang paling memuaskan untuk menjelaskan fakta pluralisme keagamaan. tetapi menganggap semua agama sebagai sama dan menuju ‘Yang SATU’ rasanya terlalu meremehkan sejarah agama yang sudah ribuan tahun dengan keunikannya masing-masing. Di satu sisi memang kita harus berfikir terbuka bahwa kita hidup di bumi tidak sendirian tetapi berada di tengah-tengah agama lain jadi kita harus menerima kenyataan adanya agama-agama yang berbeda. SIKAP MENGHADAPI PLURALISME Pluralisme berkembang sebagai reaksi ‘eksklusivisme’ dan ‘fundamentalisme’ agama yang sering membuat manusia terpecah-pecah. Memang pluralisme kelihatan seakan-akan merupakan jalan kompromi yang terbaik untuk menyatukan perbedaan faham agama-agama yang acapkali menimbulkan pertikaian dan perang. inklusivisme kemudian dimengerti sebagai sikap yang menerima kebenaran semua agama. penyatuan itu dianggap sebagai penyatuan ‘atman dengan brahman’ atau dalam mistik Buddhisme ‘atman dengan an-atman.’ Di kalangan kristen. namun pluralisme kurang menghargai keunikan agama-agama. Pandangan theolog liberal yang menganut inklusivisme cenderung untuk ‘memikirkan kembali Kristologi’ yang ujung-ujungnya menjadikan Kristus bukan sebagai jalan yang unik tetapi sekedar sebagai salah satu dari jalan yang banyak itu. Pandangan Relativisme dan Universalisme tidak beda dengan faham ‘Mistisisme’ mengenai keyakinan ‘kesatuan manusia yang sezat dengan sumbernya. namun penerimaan ini tidak harus menuju sikap yang menganggap semua jalan itu sama atau menganggap bahwa penganut agama lain sebagai ‘kristen anonim’ tetapi kita dapat menganggap . Umat kristen memang seharusnya tidak bersifat eksklusif dalam segala hal tetapi bersikap eksklusif dalam kredo (pengakuan percaya) adalah perlu. logika bahwa suatu sumber realitas dialami dalam pluralitas cara tampaknya. ketiga esensi ini berkembang lebih jauh menuju ‘de-kristosentrisme. sebab sejarah agama Kristen yang dikandung Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru cukup meyakinkan untuk menerima keunikan Kristus. ini bisa disebut pendekatan yang ‘theosentris.’ (Yaitu Yang SATU itu).Dari berbagai pandangan di atas. namun Pluralisme ujung-ujungnya bukannya suatu keterbukaan terhadap pluralitas (keperlbagaian) tetapi berujung kepada penyamaan semua agama bahkan kemudian cenderung menjurus pada ‘inklusivisme’ yang ingin memeras agama menjadi satu agama universalis yang menuju ‘Yang SATU’ yang tidak berpribadi itu. Kristus tidak lebih hanya sekedar ‘avatar’ yang sama dengan tokoh-tokoh agama lain. ESENSI INKLUSIVISME Apakah Sebenarnya esensi Inklusivisme itu? Sebenarnya esensi inklusivisme adalah ‘Relativisme’ yang dilandaskan kepercayaan bahwa agama-agama pada hakekatnya sama dan dianggap sebagai sesuatu yang relatif sesuai dengan tahap perkembangannya dalam evolusi agama. Ini mendorong kearah pandangan mengenai kesatuan agama yang disebut ‘universalisme. Dalam mistik Hinduisme.’ ‘Universalisme’ berlandaskan logika bersama mengenai ‘Yang Satu dan Yang Banyak.’ Pandangan ini disebut sebagai ‘Monisme’ yang beranggapan adanya satu keberadaan tunggal ‘Yang Satu’ yang tidak berpribadi (berbeda dengan theisme yang mempercayai Tuhan yang berpribadi).’ Dari perspektif filsafat dan teologi.’ dari kristosentris menuju ‘theosentris’ namun yang dimaksud adalah ‘theos yang tidak berpribadi’ yang merupakan esensi mistik universal. dan bahwa agama itu hanya merupakan jalan partikular untuk mencapai kebenaran yang universal yang menyembah Tuhan ‘Yang SATU’ itu. khususnya keunikan Kristus yang cenderung di ‘de-kristosentris’kan. Jadi eksklusivisme dalam iman perlu namun ini jangan menjadikan kita eksklusif dalam sikap. Agama-agama tidak lain adalah jalan partikularis menuju yang universalis. Kita dapat menerima kehadiran agama-agama lain dengan sikap terbuka yang inklusif bahwa semua adalah umat manusia yang dikasihi oleh Tuhan yang berpribadi yang menyatakan diri dalam Kristus.

Ia mempelajari kitab suci dan tulisan para pujangga mereka.3:19). marilah kita selidiki. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam). Universalkah Islam? Al-Qur’an menegaskan kepada manusia bahwa agama di sisi Allah hanyalah Islam. ditinjau dari catatan kitab suci masing-masing. jalan ‘Kasih’ adalah jalan terbaik untuk bersaksi. Eksklusivisme dan fundamentalisme agama perlu dibuka agar kita tidak menjadi penganut Kristus yang sempit yang tidak toleran dan bersifat menghakimi agama lain. Ia tidak menolak kerinduan orang-orang dalam menyembah ‘Allah Yang Tidak Dikenal’ tetapi Paulus sedih hatinya melihat banyaknya berhala dan kuil-kuil di kota itu. tetapi dengan sikap kasih kepada sesama karena untuk itulah Kristus telah mati bagi kita. dan kita jangan berspekulasi mengenai ‘semua jalan ke Roma’ melainkan kita perlu untuk bersaksi mengenai ‘via dolorosa’ jalan menuju ke Golgota.mereka sebagai umat manusia yang tetap membutuhkan karunia keselamatan dari Tuhan. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. Tuhan atas langit dan bumi yang memberikan hidup dan nafas kepada semua orang. Rasul Paulus menunjukkan sikap yang inklusif sekaligus beriman eksklusif ketika ia berbicara di Athena (Kisah 17:16-34). Sekarang. ibarat ‘mutiara yang sudah ditemukan’ perlu kita bagikan sebagai kesaksian kepada mereka yang belum mengenal keindahan mutiara tersebut. Umat kristen diharapkan dapat terbuka menghadapi kehadiran agama-agama. tetapi sikap eksklusivis harus disertai dengan sikap yang terbuka dan toleran. Ia tidak memaksa orang lain mengikut Kristus (proselitisme) melainkan ia men’share’kan imannya dan biarlah orang lain yang menentukan iman mereka sendiri.org Untuk menguji klaim universalisme masing-masing agama baik Islam maupun Kristen. (QS. Untuk mencapai ini. maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang- . Al-Qur’an juga menjelaskan definisi dari Islam itu sendiri. Menghargai perbedaan-perbedaan itu penting. bukan dengan sikap memaksa dan menganggap rendah orang lain. tetapi menerima perbedaan itu seakan-akan tidak berbeda jelas keliru. Alhasil ada juga yang percaya dengan kesungguhan hati tanpa dipaksa atau terpaksa.yabina. karena itulah iman eksklusifnya menghasilkan suatu kesaksian bahwa ‘Yang Tidak Dikenal’ itu diperjelasnya dengan memperkenalkan keunikan Allah yang menjadikan langit dan bumi. Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. dan Al-Qur’an adalah satusatunya kitab suci yang benar-benar merupakan wahyu dari Allah melalui perantaraan Jibril/Roh Kudus untuk seluruh alam. apakah kedua agama tersebut benar-benar universal. kita perlu mempelajari kitab suci dan pendapat-pendapat dari kalangan agama-agama lain. dan Alkitab adalah satu-satunya kitab suci yang benar-benar merupakan wahyu dari Allah melalui kuasa Roh Kudus-Nya untuk seluruh alam. Haleluyah! Salam kasih dari Redaksi www. dan Injil tentang Yesus yang telah bangkit. yakni penyerahan diri secara total. Ia menunjukkan sikap inklusif dengan bertukar pikiran dengan orangorang Yahudi dan para filsuf Epikuri dan Stoa. kita harus melakukan asumsi terlebih dahulu terhadap kitab suci dan tokoh sumber religius kedua agama tersebut secara seimbang: Asumsi 1: Muhammad adalah nabi/rasul yang diutus oleh Allah untuk seluruh alam. Asumsi 2: Yesus adalah nabi/rasul (bahkan Tuhan) yang diutus oleh Allah untuk seluruh alam. namun karunia keselamatan yang kita peroleh. karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka.

Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa nabi/rasul itu tidak hanya berjumlah 25 orang saja sebagaimana tersebut namanya di dalam Al-Qur’an. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya.16:36). Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya. namun Al-Qur’an tidak menjelaskan angka pastinya. serta orang-orang yang beriman (kepada Nabi Muhammad). (QS. akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah). demikian pula Yakub. dan jauhilah Thaghut itu”. maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam. Inilah inti dari agama Islam. dan jika mereka berpaling. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani.3:20). tetapi sudah hadir semenjak manusia pertama. dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman. melainkan dengan seizin Allah. dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim.42:13). maka ia lupa (akan perintah itu). (QS.40:78). Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja).21:25). Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu. maka apabila telah datang perintah Allah.3:67-68). Jika mereka masuk Islam. (QS. (QS.” (QS. tetapi melebihi jumlah itu (QS.40:78).20:115).2:132). Amat berat bagi orangorang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. . diputuskan (semua perkara) dengan adil. karena tidak ada tuhan selain Allah (QS. Al-Qur’an menegaskan bahwa diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk seluruh alam dan sekaligus menjadi penutup para nabi/rasul. (QS. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad).orang yang mengikutiku”. sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk. dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.21:25) Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu.16:36) dan senantiasa memerintahkan makhluk-Nya untuk hanya menyembah kepada-Nya. (QS. Agama Islam dalam pandangan Al-Qur’an tidak diciptakan pada masa Nabi Muhammad SAW. maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Allah telah mengutus nabi/rasul kepada tiap-tiap umat di muka bumi ini (QS. maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. Beberapa ayat Al-Qur’an di atas dengan jelas menegaskan bahwa Islam sudah hadir semenjak zaman Adam. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu’jizat. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad). Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. (QS. Berbeda dengan umat-umat sebelumnya dimana masing-masing umat memiliki nabi/rasul. di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Jelasnya. melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. (QS. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Seseungguhnya Allah telah memilih agama ini (Islam) bagimu.21:107). Nabi Adam AS.

Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Islam layak mendapat predikat agama universal. yang konon diridlai oleh Tuhan menurut Alkitab. Arab.34:28) Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. Alkitab secara khusus mencatat keberadaan umat lain selain Israel.000 tahun yang lalu ketika Yesus konon mengajarkan Kristen . Paulus Tarsus juga menyatakan bahwa ia mendapat amanat dari Yesus untuk menyebarkan agama Kristen kepada bangsa-bangsa non-Yahudi. Terhadap umat-umat lain. Al Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Pada bagian lain. Namun demikian. adalah agama Yahudi (baca: Perjanjian Lama). Cina. Perjanjian Lama sama sekali tidak menjelaskannya. tampak jelas bahwa Islam adalah agama untuk seluruh alam. yakni umat Nabi Ayub AS. Namun demikian. Dari uraian singkat di atas. bangsa Edom. Yunani. Sebut saja. karenanya. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.38:86-87). (QS. dan lain sebagainya. bahkan terkesan tidak mau tahu. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus.(QS. yang lahir kira-kira 2. 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. bangsa Romawi. bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat. bahkan hingga masa Yesus. dari uraian singkat diatas. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa barita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Sebagaimana pernyataan Paulus Tarsus di dalam Alkitab berikut ini: GALATIA: 1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku. tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Universalkah Kristen? Alkitab secara tegas menyatakan bahwa Kristen lahir setelah penyaliban Yesus. supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi. maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia. Lebih jauh. manusia sudah menyebar ke seluruh pelosok bumi. Dengan demikian. dapatkah Kristen dipandang sebagai agama universal yang berdiri di atas kebenaran wahyu Allah? Alkitab sama sekali menolak keberadaan agama Kristen sebelum. Mesir. Al-Qur’an juga menegaskan bahwa dirinya adalah satu-satunya kitab yang menjadi peringatan bagi seluruh alam.33:40). Bahwa agama sebelum Yesus. (QS. (baca: Kitab Ayub). setidaknya kepada siapa umat-umat tersebut harus mengabdi. tampak jelas bahwa Kristen adalah agama baru. agama Yahudi merupakan agama untuk golongan tertentu saja. bukan hanya di israel. Padahal. supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. yakni umat Israel (baca: Perjanjian Lama). Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas da’wahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad). sebagaimana dilansir dalam pernyataan Paulus Tarsus berikut ini: GALATIA: 2:16 Kamu tahu. India. pada masa itu. yaitu ketika para nabi/rasul diutus untuk umat Israel.

sesama manusia dan ciptaan dan bahkan dengan dirinya sendiri. karena "dunia hidup sepenuhnya dalam kehadiran Allah dan di bahwa kekuasaan Allah"1. Tetapi yang terpenting harus diingat adalah bahwa agama Kristen sama sekali belum eksis di dunia ini pada era sebelum Yesus.com/misirekonsiliasi) A. Keseberagaman dan pluralitas ciptaan selaku kekayaan dan karunia baik dari pencipta dijadikan dasar untuk kehancuran kesatuan dan komunikasi . Hubungan yang universal antara Allah dan manusia Bukan tidak sengaja semua pernyataan alkitabiah dirangkaikan dengan refleksi tentang hubungan Allah dengan semua manusia dan seluruh ciptaan. tetapi relasi inilah yang membuat setiap ciptaan dinyatakan "baik". kebebasan. Dalam kisah tentang kejatuhan manusia ke dalam dosa. Tentu saja. tanggung jawab dan berkat. Karena manusia telah kehilangan sifatnya sebagai ciptaan . Pengakuan bahwa "Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya" (Kej 1:27) dalam kisah penciptaan melampaui semua batasan manusiawi seperti seks. Alkitab tidak punya ilusi tentang watak manusia. bangsa atau agama. tetapi pertama-tama adalah "kerusakan relasional (hubungan)": Karena manusia mau menjadi pencipta dirinya sendiri yang tidak membutuhkan Allah lagi.3 Dengan demikian. dan ini menjadi dasar bahwa manusia harus mengasihi dan menghormati kehidupan yang suci itu. Rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama 1. Bahan lengkap dapat diakses lewat http://www.menurut Paulus Tarsus. Dosa asal dalam pemahaman Alkitab ini tidak terfokus kepada kecenderungan manusia untuk melanggar hukum-hukum moral. baik dalam arti rohani maupun dalam sifatnya sebagai makhluk sosial. Dosen Misiologi STT Intim Makassar (Bagian dari Bahan Kuliah "Misi Rekonsiliasi". politik. permusuhan antarmanusia dan ketidakselarasan antara manusia dengan alam semesta terletak pada keinginan manusia untuk "menjadi seperti Allah" (Kej 3:5)2. Allah yang memberi martabat kepada manusia dan mengakisi kehidupannya (baik dalam aspek rohani maupun jasmani. Hubungan dan perjanjian penciptaan inilah yang mejadi titik tolak untuk kerukunan dan perdamaian antara Allah dan manusia dan antara manusia dengan sesamanya. Akan tetapi. ekologi. Tanpa kecuali manusia diciptakan untuk hidup dalam relasi yang utuh dengan Allah.bekan secara dualistis). Bukan jasa atau kwalitas moral. bagaimana mungkin agama universal harus datang kemudian? MENEMPA PEDANG-PEDANG MENJADI MATA BAJAK: Misi Rekonsiliasi dalam Alkitab oleh: Markus Hildebrandt Rambe. ia hidup dalam hubungan yang hancur dengan Allah. Ia mencari identitas melalui supremasi ras.ia kehilangan identitas dirinya.geocities. penyebab keterpisahan manusia dari Allah. Dosa asal manusia adalah ketidakmampuannya untuk mendamaikan hubunganhubungan tersebut melalui usaha sendiri. agama dsb. ras. 4). Dari-Nya ia mendapat martabat.yaitu kesatuan dengan penciptanya . Krisis identitas ini mengakibatkan rasa malu (Kej 3:10) dan kecemburuan yang berakhir dengan penyangkalan dan pembunuhan saudaranya (seperti Kain dan Habel Kej. dapatkah Kristen dipandang sebagai agama yang layak mendapat predikat universal dalam pengertian agama wahyu? Jawabannya terletak pada hati nurani masing-masing pembacanya. etnis. rekonsiliasi menjadi kebutuhan dasar manusia yang mencakup seluruh aspek kemanusiaan. Lalu. ini akan sulit dimengerti.

"5 Perjanjian (tyrb) Allah dengan Nuh (Kej 8:21 . membebaskan dari utang. Perjanjian berhubungan baik dengan tuntutan kultis-religius (dasarnya: "jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku". Dari situ jelas. Ul 6:4). 6. Hubungan antara Israel dan Allah6 akan pulih kembali seperti hubungan antara ayah dan anaknya (2 Sam 7:14. kemarau dan hujan. dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu". yaitu keterasingan manusia dari dasar keberadaannya. Ul 5:7. Allahmu. Namun. Daud (2 Sam 7). seperti dalam kisah tentang menara Babel (Kej 11:19). yaitu penciptaan "langit yang baru dan bumi yang baru". Selama bumi masih ada. Ul 26).): "Serigala akan tinggal bersama domba. dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Musa (Kel 19. dengan semua keturunannya. takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai. Hanya karena inisiatif dan anugerah Allah maka kejahatan manusia (Kej 3.. sampai janji bahwa Allah akan mengadakan perjanjian baru." (Kej 8:21-22). siang dan malam. 8:21) tidak berakhir dengan pembinasaan manusia. "Pendamaian adalah manifestasi daripada kepedulian Allah terhadap ciptaan-Nya. gigi .9:17) adalah perjanjian pertama yang memperbaruhi "perjanjian penciptaan": "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia.mata ganti mata. Pengharapan atas "Perjanjian damai" (Hes 27:26) untuk bangsa Israel itu bermuara ke dalam pengharapan dan janji dalam perspektif yang universal. Yes 11:1-9 dll. Perjanjian ini menjadi dasar untuk semua perjanjian yang berikutnya dan bermaksud untuk memulihkan dan mempertahankan hubungan antara Allah dan manusia dan antarmanusia (karena menang sering sekali manusia/Israel menolak dan melanggar perjanjiannya dengan Allah dan implikasinya): Perjanjian dengan Abraham (Kej 15). "Kasihilah Tuhan. Hanya perjanjian Allah memungkinkan rekonsiliasi yang membebaskan manusia baik dari dosa sendiri maupun dari penderitaan karena dosa-dosa orang lain. dan mancan tutul akan berbaring di samping kambing" (Yes 11:6)7. diterima kembali ke dalam hubungan dengan Allah. Kel 20:3. maupun tuntutan sosial (perintah-perintah Allah. bahwa pemulihan kembali dan pemeliharaan hubungan manusia dengan Allah hanya dimungkinkan oleh kesabaran dan pengampunan Allah. Perdamaian taman Eden dan kerukunan alam semesta dan keadilan untuk mereka yang tertindas akan diadakan kembali (bdk. Manusia dibebaskan dari ancaman maut dan penghukuman yang seharusnya ia terima. 24. karena "mencari nama". Yosua (Yos 24).) atau antara suami dan isteri (Hos 2). 34. di mana Taurat Allah akan ditaruh dalam batin dan ditulis dalam hati mereka (Yer 31:31-34) dan yang akan menjadi "perjanjian bagi umat manusia dan terang untuk bangsa-bangsa" (Yes 42:6). Dengan berkat Allah (Kej 9:1) Nuh sebagai nenek moyang seluruh umat manusia. di sisi lain rekonsiliasi dan perjanjian ini selalu dikaitkan dengan kewajiban manusia terhadap Allah dan sesama manusia/ciptaan dan tidak bebas dari pengadilan Allah dan tuntutan untuk bertobat. di mana "tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang" (Yes 65:17+19).antarmanusia. mewujudkan keadilan. 4. Yang terjadi adalah dehumanisasi. Allah sendiri menjembatani jarak relasi dengan membangun kembali hubungan perjanjian dengan manusia dan terus-menerus hadir dan terlibat dalam sejarah manusia. Yosia (2 Raj 23). Maz 89:27 dll. dari diri sendiri (terlepas kesatuan antara tubuh dan roh) dan dari sesamanya4.. sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya. dingin dan panas. tidak membalas berlebihan: ".

. dan janganlah menaruh dendam .. Yes 19. tetapi tidak eksklusif antara Allah dan keturunan-keturunan Abraham. "janganlah engkau menuntut balas. Namun Israel bisa juga melihat dan mengakui bahwa Allah telah bekerja di tengah-tengah bangsa dan agama lain. Yeh. Sekali lagi. memberkati engkau . Israel hanyalah salah satu bangsa yang punya hubungan langsung dengan Allah (bdk. 2. dan dia pun akan diberkati oleh orang-orang beragama lain (misalnya oleh Melchisedek. Ia bahkan dapat menerima pengaruh dan belajar dari agama lain11. Yang sering dijadikan pusat perhatian adalah bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah dan sejarah Allah dengan bangsa-Nya. sikap itu selalu dan langsung dikritik misalnya oleh para nabi seperti Amos: "Bukankah kamu sama seperti orang Etiopia bagi-Ku."10 Di satu sisi.. pada pihak lain Allah sendiri telah membawa mereka ke lingkungan visi Israel. Bukankah Aku telah menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir. Hubungan yang khusus antara Allah dan bangsa Israel Dalam Perjanjian Lama ditemukan suatu ketegangan yang konstruktif antara universalisme dan partikularisme." (Kel 21:24)8.. Kej 14:19. Dari situ tampak bahwa rekonsiliasi antara Allah dan manusia dan rekonsiliasi antarmanusia saling terkait. Tetapi pilihan khusus dan partikuler oleh Allah itu hanya punya makna dalam kerangka hubungan universal antara Allah dan dunia. hai orang Israel? . Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau. Meskipun sering kita temukan eksklusivisme dan etnosentrisme Israel dalam Perjanjian Lama." Abraham harus menjadi berkat untuk orang yang tidak sebangsa dan seagama dengan dia. Pemilihan dan pengistimewaan bangsa Israel bukan karena jasanya atau karena ia lebih layak dari pada bangsa lain. Ul 32:8-9) dan menerima penghakiman dan belas kasihan dari Allah (bdk. bangsa Israel memisahkan diri dari agama-agama sekeliling dan menolak secara tegas pemujaan berhala.ganti gigi. Tujuan perjanjian khusus ini menjadi jelas dalam Kej 12:3 kepada Abraham: "Aku. dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau. melainkan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri" Im 19).. Yang menarik adalah bahwa yang berinisiatif untuk pengampunan dan rekonsiliasi dan membuka jalan untuk pertobatan sering adalah pihak yang diperlakukan tidak adil.. Dalam Perjanjian Lama9 ditemukan banyak contoh yang konkrit bagaimana.). Yun dll. rekonsiliasi antarmanusia mencerminkan rekonsiliasi yang telah diberi Allah. partikularisme . Mulai dengan pemilihan Abraham ...bapak leluhur bersama orang Yahudi. bdk Bileam dalam Bilangan 22 atau Korsey dalamYes 44:28 yang menjadi saluran berkat Allah untuk bangsa Israel).. Partikularisme adalah partikularisme fungsional.. Kristen dan Islam perjanjian Allah mencakup hubungan khusus. orang Filistin dari Kaftor. dan engkau akan menjadi berkat. atas dasar tersebut. dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.Yusuf dengan saudara-saudaranya Kej 45 atau Daud dengan Saul 1 Sam 27. 40-55. rekonsiliasi antarmanusia atau antarbangsa bisa berhasil: misalnya rekonsiliasi Esau dengan Yakub Kej 33. dan orang Aram dari Kir?" (Am 9:7) Di satu pihak bangsa lain adalah "lawan-lawan politik atau paling tidak saingan Israel.dan tidak ada yang satu tanpa yang lain.

dalam hal pelanggaran dalam hubungan antarmanusia kerugian digantidan rekonsiliasi dengan orang yang dirugikan telah dicapai (bdk Bil 5.)misalnya lewat korban bakaran (binatang) atau seekor kambing jantang yang secara simbolis dibebankan dengan dosa-dosa manusia dan diusir ke padang gurun (bdk Paskah Im 16." (Amos 5:21-24. juga ditekankan bahwa pengampunan baru berlaku. Salah satunya adalah ritus penebusan melalui korban.. Kel 34:67). perintah-Nya. Dengan menjalankan aturan-aturan ritual hubungan antara seorang secara individual atau sekolompok secara kolektif dengan Allah bisa dipulihkan kembali. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir. tahun sabat dan tahun yobel (Im 25. Aku tidak suka . Kebutuhan rekonsiliasi mencakup baik aspek individual maupun aspek kolektif (yang tidak dapat dipisahkan). Kel 23:10-11. Mi 6:6-8)."kambing jantang dosa" atau "kambing hitam").untuk universalisme. Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. lagu gambusmu tidak mau aku dengar.7)16. Yes 58:6-8. dan menjadi saksi yang setia tentang keesaan Allah. Bil 36:4.. kalau . Keadilan dan kebenaran (bdk Mzm 98:9) menjadi ukuran untuk keabsahan rekonsiliasi. keadilan-Nya dan tindakan-tindakan pembebasanNya). Yom Kippur (Yom hak-Kippurim) atau "Hari Rekonsiliasi" (bdk "liturgi rekonsiliasi Im 16).15 Berhubungan dengan hari raya orang Yahudi yang besar. Ul 15:1-18.13 Korban memberikan penggantian. dan berhubungan dengan kesalahan atau pelanggaran kultis. Ia harus menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain (Yes 49:6). Sebaliknya. Para nabi dengan tegas mengritik praktek kultus yang hanya bersifat munafik dan tidak berhubungan dengan keadilan dan perdamaian antarmanusia: "Aku membenci. Korban tersebut menjadi wakil untuk menerima murkah dan hukuman yang terkait dengan dosa atau pelanggaran yang telah dilakukan. Darah yang ditumpuhkan berarti pendamaian untuk kehidupan bagi yang mempersembahkan korban itu14. bdk. Ritus rekonsiliasi tersebut tidak akan meniadakan kesalahan atau tanggung jawab si pedosa. puasa dll. Bangsa Allah dipanggil terus-menerus untuk bertobat kepada Allah.atau lebih tepat: peranan dalam misi rekonsiliasi Allah .17 Aspek rekonsiliasi ini juga nampak dalam aturan-aturan sabat. Persyaratannya adalah penyesalan yang jujur dan pengakuan kesalahan yang terbuka serta kesediaan untuk bertobat dan hidup kembali sesuai dengan kehendak Allah. yuridis dan moralis. Im 27:16-25) yang . melainkan ini merupakan tindakan Allah yang bebas (bdk Im 4. Hos 6:6. seperti dalam pembuangan di Babel. ia punya kewajiban khusus dalam hubungannya dengan Allah dan membutuhkan rekonsiliasi lebih dari bangsa-bangsa lain karena ketidaktaatannya kepada Tuhannya. religius. Tidak ada hak istimewa bangsa ini di hadapan Allah. Bil 29 . bdk. apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu. melainkan menghalangi akibat atau efek yang membawa murka untuk si individual atau kolektif. Namun pelaksanaan ritus tidaklah otomatis menjamin rekonsiliasi dan penghapusan dosa. doa. dan kalau berada di tengah-tengah bangsa dan orang beragama lain. namun ia punya misi .terhadap bangsa lain (yaitu menjadi berkat. Sungguh. ia harus mengusahakan "kesejahteraan kota" itu dan berdoa untuk mereka (Yer 29:7 syalom untuk bangsa yang berkuasa atas mereka!). Ia tidak punya panggilan untuk "mengyahudikan" bangsa-bangsa lain. Yes 1:10-17. Beban dosa ditebus (di samping syafaat. Rekonsiliasi punya peranan yang sangat besar dalam kultus12.

Dalam Yes 50 dan Yes 52/53 hamba itu digambarkan sebagai murid atau tokoh yang menderita karena kesetiaannya dan bahkan "mati bagi kepentingan orang banyak": ". membebaskan hamba-hamba. ke rumah Allah Yakub. tidak memisahkan perdamaian rohani dengan perdamaian jasmani dan sosial. melainkan dalam "solidaritas sesama korban". Israel (disini dalam konteks pembuangan di Babel. tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku (berit syalom -~wlv (Yes 54:10. superior.22 Syalom adalah anugerah Allah dan sekaligus tanggung jawab manusia. dan melalui itu menjadi "penyembuh yang terluka"." Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. dan oleh bilur-bilurnya kita akan sembuh" (Yes 53:5)19. Ia hidup dan mati bahkan bagi mereka di luar lingkup batasan ras dan bangsanya sendiri. Itu dicerminkan dalam Deuteroyesaya dan Tritoyesaya tentang "hamba Tuhan yang menderita".. Tetapi simbol-simbol identitas yang eksklusiv telah dibuka seperti dalam visi tentang ziarah bangsa-bangsa ke bukit Sion: "Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. di mana Israel sendiri mengharapkan pembebasan dan menjadi penerima "ganti rugi" melalui "korban penebus salah (asham)"20) menjadi berkat untuk bangsa lain bukan dari posisi yang kuat. menghapuskan utang-utang. Misi Israel dalam Yes 52:13 -53:12 terutama dipahami dalam rangka solidaritas dengan penderitaan dunia di sekelilingnya.dalam kidung kedua . maka mereka akan menempa pedang-pedang menjadi mata bajak dan .. supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya. Misi rekonsiliasi Allah juga menuntut sikap kerendahan hati dari bangsa Israel. sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem."agar keselamatan Allah sampai ke ujung bumi.dia tertikam oleh karena pemberontakan kita. syalom adalah kata ucapan selamat sehari-hari." (Yes 49:6). dan supaya kita berjalan menempuhnya. dan . Syalom sebagai pengalaman iman.. tetapi model untuk misi rekonsiliasi Israel.. Melayani untuk rekonsiliasi bahkan bisa berarti bersedia untuk menderita. segala bangsa akan berduyunduyun ke sana.. eksklusif dan triumfalistik. panggilan etis dan harapan untuk masa depan melampaui tradisi-tradisi kaku dan permusuhan terhadap bangsa lain dalam Perjanjian Lama23.. sehingga ia dapat menjadi "perjanjian bagi umat manusia dan terang bagi bangsa-bangsa" (Yes 42:6)18. Tujuan dan visi rekonsiliasi adalah "perjanjian abadi" (Yes 55:3): ". Di satu sisi. bdk Yeh 34:25. dia diremukkan oleh karena kejahatan kita. Hamba Tuhan menjadi gambaran bukan hanya untuk misi seorang nabi atau untuk mesias yang akan datang. Syalom tidak memisahkan perdamaian dengan Allah (tidak ada "individualisasi" dan spiritualisasi") dari perdamaian dengan manusia. dan juga bukan sebagai "korban yang tidak bersalah" dalam arti wacana korban21. di sisi lain punya arti religius yang sangat mendalam. Hamba Tuhan dalam kidung pertama digambarkan sebagai orang pilihan yang dipanggil untuk menjadi model perjanjian Allah dengan dunia. tyrb) tidak akan bergoyang" Konsep Perjanjian Lama tentang ~wlvsyalom adalah konsep perdamaian yang sangat holistik.dihubungkan dengan aspek pembebasan untuk semua ciptaan (membiarkan tanah dan binatang-binatang.). 37:26). dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari kita naik ke gunung Tuhan.biarpun gununggunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang. Memang tidak dapat disangkal bahwa perhatian masih dipusatkan kepada peranan sentral bangsa Israel dalam sejarah keselamatan Allah. ganjaran yang mendatangkan keselamatan (perdamaian) bagi kita. ditimpakan kepadanya.

maka satu ilah disebut sebagai El-Elyon.dan ilah. dan Islam. Kata Semit ilah sama arti dan akarnya dengan kata Ibrani el yang berarti yang kuat. akan dibicarakan dulu asal-usul kata Allah.membuat visi syalom yang universal itu menjadi misi rekonsiliasi untuk damai sejahtera untuk seluruh dunia dan alam semesta. mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!" (Yes 2:1-5). sedangkan orang Yahudi menyebutnya Yahwe. manusia tidak pernah dapat puas dengan dunia yang terbatas ini. Allah Tertinggi. yang diakui sebagai Pencipta langit dan bumi. Hai kaum keturunan Yakub.".. Menurut umat Islam. dan mereka tidak akan lagi belajar perang. semuanya bertujuan agar manusia sampai kepada pemahaman yang akurat tentang Yang Absolut itu sendiri. dan menjadi sebutan untuk Tuhan.24 Saya mau menyimpulkan "misi rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama" dengan sebuah simbol untuk perjanjian (tyrb berit) Allah sebai dasar rekonsiliasi dan syalom (~wlv) Allah sebagai visi dan misi rekonsiliasi. segala silau teknologinya yang canggih. bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa. Pengantar Sebagai makhluk yang diciptakan untuk sesuatu yang tidak terbatas.. Segala harta dunia ini. Bagi orang Arab. Mengapa Nama ‘Yahwe’ Diganti dengan ’Allah?’ (Kajian tentang Asal-usul dan Tradisi Teologis) OPINI Jufri Kano | 24 Oktober 2010 | 16:52 64 4 1 dari 1 Kompasianer menilai Bermanfaat.tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. kata Allah merupakan trade mark umat Islam saja. yang terlalu jauh atau tinggi untuk disembah . Karena dikira ada banyak el atau ilah (politeisme). Akan tetapi. Kalimat terakhir itu . Di antara kedua kata tersebut. yang berkuasa. 1. Asal-usul Kata ‘Allah’ Secara etimologis. Muncul pertanyaan: apakah kata ‘Allah’ milik ekslusif orang Islam? Ataukah ada kata lain yang lebih orisinil untuk mengetahui identitas sang causa prima non causata itu? Untuk menjawab pertanyaan itu.mari kita berjalan dalam terang Tuhan" . belakangan ini penggunaan kata Allah di kalangan Kristen menuai kritik yang tajam dari umat Islam. pada hakikatnya tidak pernah dapat memuaskan hati manusia yang selalu merindukan sesuatu yang mengatasi dunia ini. Merpati sebagai duta perdamaian yang membuka kemungkinan untuk kehidupan baru di tengah keadaan yang tanpa harapan. dan antara manusia yang begitu beranekaragam. kata ‘Allah’ merupakan kata yang paling populer dan digunakan bersama-sama oleh penganut agama Yahudi. kata ‘Allah’ merupakan perpaduan dua kata Arab: al. yaitu pelangi dan burung merpati yang membawa sehelai daun zaitun (dari kisah tentang air bah dan perjanjian dengan Nuh Kej 5-9): Pelangi sebagai tanda rekonsiliasi antara Allah dan manusia. Kristen. Ada banyak interpretasi tentang realitas yang tidak terbatas itu. Kata ‘Allah’ sudah dikenal oleh masyarakat Arab sebelum Islam untuk menunjuk Pencipta alam semesta. realitas yang tidak terbatas itu adalah Allah. segala kepuasan yang ditawarkannya. artinya Yang Mahakuasa.

atau bahwa kata ‘Allah’ itu sendiri adalah milik ekslusif orang Islam. sebab Yahwe sendiri telah menyatakan diri-Nya kepada mereka: “Aku ini Yahwe. melampaui batas bangsa.[2] Latar belakang kafir dari nama-nama itu tidak dapat menghalangi penggunaannya sebagai alat pernyataan diri Yahwe kepada para bapa leluhur Israel. Sudah di masa sebelum Islam. Nama Yahwe amat sering digunakan dalam Alkitab Ibrani. Lembaga Alkitab Indonesia kiranya juga mengikuti kebiasaan ini dalam menerjemahkan Yahwe dengan kata ‘Allah. Sejumlah Kitab Perjanjian Lama menyebutkan bahwa nama pribadi sesembahan bangsa Israel adalah Yahwe. melainkan ia merupakan kata biasa dalam bahasa Arab lepas dari ikatan dengan salah satu agama tertentu. dan mengambil alih namanama mereka. Namun demikian. al-ilah disambung menjadi Allah. seperti Yahudi dan Kristen. Padahal dalam kenyataannya. Muncul pertanyaan: apakah sama antara Yahwe dengan sembahan bangsa-bangsa pengembara itu? Jauh dari menyamakan diri dengan sembahan-sembahan itu. menyertai mereka dalam perjalanan keluar dari perbudakan. melainkan juga bahasa kaum non-Muslim dan agama bukan Islam sebab di kalangan bangsa Arab terdapat kelompok-kelompok bukan Islam. kita sebagai umat Kristen jelas tidak rela disuruh untuk melepaskan sebutan ‘Allah’ itu. Yahwe berkenan mempergunakan ciri-ciri keagamaan sekedar untuk menyatakan diri-Nya yang sebenarnya.” dalam arti “ada untuk umat-Nya. Penggunaan Kata “Allah” dalam Tradisi Arab Kristen Secara historis. Kej 32:30). memanggil Dia dengan nama-nama ilahi yang berasal dari dunia keagamaan bangsa-bangsa di daerah pengembaraan mereka sebab Yahwe sendiri berkenan memperkenalkan diri-Nya di bawah nama-nama itu. bahasa Arab bukanlah bahasa khusus orang-orang Muslim dan agama Islam. Yahwe seakan-akan merebut.[1] 2.’ Pandangan seperti itu jelas tidak didasarkan pada kenyataan tetapi hanya didasarkan pada kesan semata. Kebiasaan bangsa Israel untuk menggantikan kata ‘Yahwe’ dengan kata ’Adonai‘ diikuti oleh Yesus dan para rasul-Nya. Tradisi Teologis Perubahan Nama Bangsa Israel lahir dan berkembang di dalam suasana keagamaan yang serba ragam dengan nama sesembahan mereka masing-masing. Nama mewakili pribadi dan mengetahui nama seseorang kadang-kadang menguasai orang itu (bdk. itulah nama-Ku” (Yes 42:8). Nama ini membedakan sesembahan bangsa Israel dengan ilah-ilah bangsa lain (Ul 7:25). 3.’ Terjemahan ini tepat mengingat sebutan ‘Allah’ itu memiliki jangkauan luas dan universal.” hadir dan bertindak bagi mereka. kata Allah bukan ciptaan orang Islam. baik yang Muslim maupun yang bukan Muslim.[4] .[3] Oleh karenanya. Akibatnya. Meskipun bangsa Israel mengenal Yahwe. tentang adanya kesejajaran antara ‘ke-Islam-an’ dan ke-Arab-an.atau dimintai perhatian. Oleh karenanya. Dengan nama Yahwe. tetapi nama yang kudus ini tidak boleh disebut dengan sia-sia mengingat arti penting sebuah nama dalam Perjanjian Lama. menyita. orang-orang Israel zaman dulu mengganti nama Yahwe dengan istilah Adonai. Nama Yahwe diartikan sebagai “Dia ada. Allah telah menyatakan diri dalam sejarah bangsa Israel. bangsa Israel masih mencari Dia. terdapat pandangan di kalangan orang banyak. Bangsa Israel sudah mengenal Yahwe. banyak orang mengira bahwa hanya orang Islam yang percaya kepada Allah. Dengan demikian.

Kata ‘Allah’ dipakai untuk merumuskan penghayatan atau penangkapan kita tentang realitas tertinggi. kehadiran Dia yang disebutkan itu dapat ditangkap. Kata ‘Allah’ ini kemudian dipegang bersama-sama oleh orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan bahasa Arab. Arab. latar belakang permasalahan perbedaan penggunaan kata untuk menyebut realitas yang tidak terbatas itu bagi umat Kristiani tidak terlalu dipersoalkan. dipahami. masyarakat bukan Arab tersebut menggunakan bahasa Arab setelah wilayah mereka dikuasai oleh orang-orang Arab sehingga mereka pun memakai kata ‘Allah. Tanggapan Kritis Agama Kristen mengakui bahwa Allah memperlihatkan diri-Nya lewat suatu kebudayaan yang konkret dan definitif. dan berintegrasi dalam suatu kebudayaan tertentu yaitu kebudayaan Yahudi Palestina. Inti yang mau diambil oleh umat Kristiani adalah bahwa dengan penggunaan kata tertentu misalnya kata ‘Allah’ untuk menyebut Yang Absolut itu. kata ‘Allah’ bukan kepunyaan orang Islam saja melainkan kepunyaan semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu. kehadiran Allah melampaui setiap kata yang kita pakai untuk menyebut-Nya. mereka membawa agama Islam kepada masyarakat bukan Arab. atau Allah dalam bahasa Arab. mereka juga menggunakan kata ‘Allah’ dan percaya kepada Allah. “dewa itu” yang sama artinya dengan haeloah dalam bahasa Ibrani. Warta universal dari Allah yang dimaklumkan dalam diri Yesus Kristus dialamatkan kepada manusia dari suatu kebudayaan tertentu pula. Penggunaan kata ‘Allah’ di kalangan Kristen merupakan wujud khusus yang menandakan bahwa Allah hadir dan berbicara dengan bahasa orang setempat. demikian pula oleh orang Islam. Arami. yakni kata yang memiliki akar kata’l. Hal ini tampak jelas dalam diri Yesus Kristus yang lahir pada suatu waktu tertentu. 4. Allah menggunakan medium bahasa setempat untuk mengungkapkan siapa diri-Nya. dan lain-lain). Dalam terjemahan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Suci Perjanjian Baru ke dalam bahasa Siryani yang digunakan di Siria sebelum kedatangan agama Islam. semuanya berdasarkan latar belakang etimologis kata itu sendiri dan tradisi teologis agama-agama mereka yang berakar dalam Perjanjian Lama. Dengan demikian. namun kehadiran-Nya lepas dari semua bahasa yang digunakan oleh manusia manapun. Ia sudah digunakan oleh orang Arab pada zaman sebelum Islam. Jadi. di suatu tempat tertentu. yaitu masyarakat yang menjadi pendengar-Nya. Pengakuan inilah yang merupakan salah satu pendorong bagi umat Kristiani untuk menghormati bahasa setempat dalam usaha mencapai pemahaman yang akurat tentang Yang Absolut itu sendiri.Sebagai orang yang berkebangsaan Arab. Pewartaan tersebut bisa ditanggapi lewat unsur budaya setempat. sangat masuk akal kalau orang-orang Islam menggunakan kata ‘Allah’ untuk menunjuk kepada sesembahan mereka. dan orang-orang Yahudi dan Kristen Arab memakai kata ‘Allah’ yang sama itu pula untuk menyebut sesembahan mereka.’ Jadi. yang lebih penting bagi kita ialah . kata yang digunakan untuk menyebut Allah adalah kata yang biasa digunakan dalam bahasa-bahasa Semit (Ibrani. yaitu bahasa mereka sendiri.[5] Dengan kata lain.‘ Kata tersebut dalam bahasa Siryani diucapkan alaha. bukan realitas in se-Nya. Dengan demikian. Ketika orang-orang Muslim Arab melakukan ekspansi militer dan politik keluar Jazirah Arabia. Dengan demikian. dan diterima oleh orang-orang yang dalam kenyataannya terikat dalam konteks bahasa tertentu.

namun selanjutnya mereka merasa bahwa nama itu sungguh kudus sehingga tidak pantas untuk diucapkan sembarangan.’ Kata ini merupakan kata universal yang dipakai bersama-sama oleh orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan bahasa Arab. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas. namun tetap mengungkapkan realitas tertinggi itu. Dalam perkembangan selanjutnya. Mula-mula bangsa Israel mengenal sesembahan mereka sebagai Yahwe. Hal tersebut dilakukan karena mereka yakin bahwa Yahwe sendiri berkenan memperkenalkan diri-Nya di bawah namanama itu. Jadi. Pendekatan yang mengadakan hubungan langsung dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pendengar-Nya membuka kemungkinan untuk diterima oleh setiap orang di mana Allah menyatakan diri-Nya sehingga mereka menemukan kehadiran Allah di tengah-tengah mereka. Ia berkenan menggunakan bahasa tertentu untuk memperkenalkan diri-Nya kepada semua orang. 5. kata ‘Allah’ bukan kepunyaan orang Islam saja melainkan kepunyaan semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu.menyadari arti pernyataan diri Allah ini. Daftar Pustaka . mereka memilih sebuah kata baru yaitu Adonai. Kebiasaan bangsa Israel untuk menggantikan kata ‘Yahwe’ dengan kata yang lain diwariskan secara turun-temurun. demikian pula oleh orang Islam. orang Israel tidah hanya menyebut Yahwe dengan kata Adonai. maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa perubahan nama untuk menyebut realitas tertinggi sudah dimulai sejak zaman bangsa Israel Kuno. Bagi orang-orang yang berlatar belakang Arab. Akibatnya. Latar belakang kafir dari nama-nama itu diberi arti secara baru dan diyakini sebagai alat pernyataan diri Yahwe kepada para bapa leluhur Israel. Untuk menggantikan sebutan Yahwe. setiap bangsa mempunyai kata sendiri untuk menyebut sesembahan mereka. tetapi juga memanggil Dia dengan nama-nama ilahi yang berasal dari dunia keagamaan bangsa-bangsa di daerah pengembaraan mereka. kata yang mereka pakai adalah kata ‘Allah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->