PAK dalam Perjanjian Lama

LATAR BELAKANG PL: BANGSA, AGAMA DAN BUDAYA YAHUDI
A. Bangsa Yahudi

Bangsa yang penuh misteri, kecil tapi kuat, sedikit tapi menyebar ke seluruh dunia, menyebar tapi kemurniannya terjaga, kadang tidak bertanah air dan tak punya raja, tapi selalu menonjol dan memberi pengaruh kuat kepada dunia. Dianiaya, tapi bertahan bahkan berkelimpahan. Bangsa yang memiliki identitas yang kuat. B. Agama Yahudi Penganut agama Yudaisme yang mementingkan ketaatan kepada Hukum Agama agar dijalankan dengan penuh ketekunan. Kemurnian pengajarannya dijaga dari generasi ke generasi berikutnya untuk memberi dasar yang teguh bagi setiap tingkah laku dan tindakan. Hukum agama sering diaplikasikan secara harafiah. C. Budaya Yahudi Yang paling mengesankan dalam budaya Yahudi adalah perhatiannya pada pendidikan. Pendidikan menjadi bagian yang paling utama dan terpenting dalam budaya Yahudi. Semua bidang budaya diarahkan untuk menjadi tempat dimana mereka mendidik generasi muda, yang kelak akan memberi pengaruh yang besar. Obyek utama dalam pendidikan mereka adalah mempelajari Hukum Taurat. PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PERJANJIAN LAMA A. Prinsip-prinsip yang Dipegang oleh Bangsa Yahudi 1. Seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah. Kej. 1:1 -- Segala sesuatu telah dijadikan oleh Allah dengan tujuan supaya manusia mengenal Allah dan berhubungan dengan-Nya. Cara Allah menyatakan diri adalah dengan: - Wahyu : Supaya orang menyadari dan mengakui keberadaan Allah Umum melalui alam, sejarah, hati nurani manusia. - Wahyu : Supaya manusia menerima keselamatan dari Allah. Allah Khusus berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. 2. Menurut konsep Yahudi tidak ada perbedaan nilai antara duniawi dan rohani, semuanya ada dalam wilayah Tuhan. Itu sebabnya orang Yahudi percaya bahwa "seluruh hidup adalah suci". 3. Pendidikan berpusatkan pada Allah. Fokus utama dalam pendidikan Yahudi adalah: Yehova (Hab. 2:10 -kegagalan campur tangan Allah adalah kegagalan bangsa.) Bagi anak Yahudi tidak ada buku lain yang memiliki keharusan untuk dipelajari selain Alkitab (Taurat) untuk menjadi pegangan dan pelajaran tentang Allah dan karya-Nya 4. Pendidikan adalah kegiatan utama dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Kitab Talmud dikatakan kalau ingin menghancurkan bangsa Yahudi, kita harus membinasakan guru-gurunya. Bangsa Yahudi adalah bangsa pertama yang memiliki sistem pendidikan Nasional (Ula. 6:4-9) Pendidikan mereka tidak hanya secara teori, tetapi menjadi kegiatan sehari-hari dalam cara hidup dan keagamaannya. Contoh: Kitab Imamat yang mengajarkan semua tata cara hidup dan beragama.

B. Tempat Pendidikan Anak Bangsa Yahudi

Pendidikan anak Yahudi bermula di rumah. Berpangkal dari peranan seorang ibu Yahudi. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya, khususnya ketika masih balita. Jauh- jauh hari sebelum anak berhubungan dengan dunia luar, anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dari ibunya sehingga sesudah menginjak usia remaja/pemuda ia sudah mempunyai dasar yang benar. Contoh: Melalui cerita-cerita sejarah bangsa dan hari-hari peringatan/besar. PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT ULANGAN 6:4-9 Ulangan 6:4-9 menjadi pusat pengajaran pendidikan agama Kristen. Kitab-kitab lain yang membahas tentang pendidikan bersumber dari kitab Ulangan ini.
1. Ayat 4 ("Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa!")

Ayat ini disebut "Shema" atau pengakuan iman orang Yahudi (agama Yudaisme) yang artinya "Dengarlah". Yesus menyebut ayat ini sebagai hukum yang pertama -prinsip iman dan ketaatan. Memberikan konsep Allah yang paling akurat, jelas dan pendek Tuhan adalah unik, lain dengan yang lain. Dia Allah yang hidup, yang benar dan yang sempurna. Tidak ada Allah yang lain, hanya satu Allah saja. Ayat 4 ini bersamaan dengan ayat 5 diucapkan sedikitnya dua kali sehari oleh orang Yahudi dewasa laki-laki. Ayat ini diucapkan bersamaan dengan Ula. 11:13-21 dan Bil. 15:37-41. 2. Ayat 5 ("Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.") Kasih harus menjadi motif setiap hubungan manusia dengan Tuhan. Kasih disebutkan pertama karena disanalah terletak pikiran, emosi, dan kehendak manusia. Tugas yang Tuhan berikan untuk manusia lakukan adalah kasihilah Allah Tuhanmu. Musa mengajarkan Israel untuk takut, tapi kasih lebih dalam dari takut. o Mengasihi Tuhan artinya memilih Dia untuk suatu hubungan intim dan dengan senang hati menaati perintah-perintah-Nya. o Mengasihi dengan hati yang tulus, bukan hanya di mulut tapi juga dalam tindakan. o Mengasihi dengan seluruh kekuatan, memiliki semuanya. o Mengasihi dengan kasih yang terbaik, tidak ada yang melebihi kasih kita kepada Dia, sehingga kita takluk kepada Dia. o Mengasihi dengan seluruh akal budi/pengertian, karena kita kenal Dia maka kita mengasihi dan mentaati perintah-Nya. 3. Ayat 6 ("Apa yang Kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan.") Perintah Tuhan bukanlah untuk didengar dengan telinga saja, tapi juga dengan hati yang taat. Sebelum bertindak pikirkanlah lebih dahulu perintah Tuhan, maka hidupmu akan selamat. 4. Ayat 7 ("Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang "kepada anakmu" membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau bangun.") Mereka yang mengasihi Allah, mengasihi Firman-Nya dan melakukannya dengan meditasi, bertanggung jawab untuk merenungkannya dan menyimpannya dalam hati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua mempunyai tugas

untuk mengajarkan Firman-Nya kepada anak-anak dengan didikan dan harus dimulai sejak dini dan berulang-ulang. Ayat 7 ini dipakai sebagai fondasi kurikulum pendidikan Kristen. 5. Ayat 8-9 ("Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.") Tulisan hukum-hukum belum menjadi milik umum, namun demikian, Allah menghendaki mereka melakukannya, supaya mereka terbiasa bergaul dengan hukum Allah. Orang Yahudi mengerti perintah ini dan melakukannya secara harafiah. Mereka mengenal 3 tanda-tanda untuk mengingat hukum Allah: a. Zizth : Dipakai/dipasang pada ujung jubah Iman (Bil. 15:37-41) b. Mezna : Kotak kecil yang berisi Ul 6:4-9 diletakkan di sebelah kanan pintu c. Tephillin : Dua kotak kecil berbentuk kubus masing-masing dari kertas perkamen yang ditulis dengan tangan secara khusus berisi 4 ayat yaitu, Keluaran 13:1-10, Keluaran 13:11-16, Ulangan 6:4-9, dan Ulangan 11:18-21. Satu diikatkan di tangan kiri dan satu di dahi. Tanda-tanda ini dipakai pada saat sembahyang di luar hari Sabat. Tanda-tanda ini sangat indah sebagai peringatan akan kehadiran Allah di rumah dan akhirnya dipraktekkan untuk mengusir setan. Tanda-tanda simbolik ini dibuat supaya penekanan pemahaman ayat itu menjadi nyata sehingga pengajaran itu akan berlangsung terus- menerus. Sumber:  Silabus PAK Anak, Dra. Yulia Oeniyati, Th.M., http://www.sabda.org/pepak/pustaka/050836/.
PERJANJIAN LAMA DALAM PAK

Menjadi sebuah hal yang menarik adalah ketika muncul sebuah pertanyaan, seberapa pentingkah Perjanjian Lama dalam ruang lingkup Pendidikan Agama Kristen (PAK)? Mungkin pertanyaan ini kita anggap sambil lalu, atau tidak terlalu penting, atau memang kita belum mengetahuinya. Mungkin ada yang mengatakan bahwa Perjanjian Lama (PL) tidak terlalu penting karena PL sudah berlalu dan sudah digenapi oleh Perjanjian Baru (PB), atau PB telah menjelaskan tentang pendidikan kekristenan. Apabila kita mempelajari dengan baik, Yesus Kristus menggunakan PL dalam mengajar di pelayanan-Nya (Mat.5:21-22; 22:39)? Para murid Yesus juga menggunakan PL dalam pelayanan (pemberitaan Injil)? Ternyata PL menjadi hal penting dalam membangun konsep dan pelaksanaan PAK. Pada topik ini, saya tidak menggunakan kata “PAK dalam Perjanjian Lama”, tetapi saya lebih menggunakan kata “PL dalam PAK”. Ya, karena bukan PAK yang ada dalam Perjanjian Lama, tetapi Perjanjian Lama-lah yang ada dalam PAK. Dengan kata lain, hal yang hendak dimaksudkan adalah PL digunakan dalam membangun dan membentuk PAK. Tentunya hal ini dilandasi bahwa PAK lahir setelah PL, walaupun dalam perspektif

Allah berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. LATAR BELAKANG PL: BANGSA. kita harus membinasakan guru-gurunya. . Dalam Kitab Talmud dikatakan kalau ingin menghancurkan bangsa Yahudi. sejarah. Prinsip-prinsip yang Dipegang oleh Bangsa Yahudi 1. yang kelak akan memberi pengaruh yang besar. B. AGAMA DAN BUDAYA YAHUDI A. Michelle Anthony mengomentari pentingnya dasar Alkitab dalam pendidikan anak karena Allah berkehendak menyediakan petunjuk tentang bagaimana memperhatikan serta memelihara anak. kadang tidak bertanah air dan tak punya raja. 2. hati nurani manusia.Wahyu Khusus: Supaya manusia menerima keselamatan dari Allah. Contoh: Kitab Imamat yang mengajarkan semua tata cara hidup dan beragama. sedikit tapi menyebar ke seluruh dunia. 3. Hukum agama sering diaplikasikan secara harafiah. 2:10 -.) Bagi anak Yahudi tidak ada buku lain yang memiliki keharusan untuk dipelajari selain Alkitab (Taurat) untuk menjadi pegangan dan pelajaran tentang Allah dan karya-Nya 4.Wahyu Umum: Supaya orang menyadari dan mengakui keberadaan Allah melalui alam. Kej. . tapi selalu menonjol dan memberi pengaruh kuat kepada dunia. Pendidikan menjadi bagian yang paling utama dan terpenting dalam budaya Yahudi. 1:1 -. menyebar tapi kemurniannya terjaga. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru memberikan penjelasan mengenai perhatian terhadap kebutuhan fisik. Menurut konsep Yahudi tidak ada perbedaan nilai antara duniawi dan rohani. emosi maupun kerohanian anak. kecil tapi kuat. Bangsa Yahudi Bangsa yang penuh misteri. 6:4-9) Pendidikan mereka tidak hanya secara teori. Pendidikan berpusatkan pada Allah. Pendidikan adalah kegiatan utama dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Fokus utama dalam pendidikan Yahudi adalah: Yehova (Hab.kegagalan campur tangan Allah adalah kegagalan bangsa. Semua bidang budaya diarahkan untuk menjadi tempat dimana mereka mendidik generasi muda. Bangsa yang memiliki identitas yang kuat. Obyek utama dalam pendidikan mereka adalah mempelajari Hukum Taurat. tetapi menjadi kegiatan sehari-hari dalam cara hidup dan keagamaannya. semuanya ada dalam wilayah Tuhan. Dianiaya. Cara Allah menyatakan diri adalah dengan: .Segala sesuatu telah dijadikan oleh Allah dengan tujuan supaya manusia mengenal Allah dan berhubungan dengan-Nya. Seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah. C. Bangsa Yahudi adalah bangsa pertama yang memiliki sistem pendidikan Nasional (Ula. Kemurnian pengajarannya dijaga dari generasi ke generasi berikutnya untuk memberi dasar yang teguh bagi setiap tingkah laku dan tindakan.lain diungkapkan bahwa kekristenan sudah ada dalam PL. Budaya Yahudi Yang paling mengesankan dalam budaya Yahudi adalah perhatiannya pada pendidikan. PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PERJANJIAN LAMA a. Itu sebabnya orang Yahudi percaya bahwa "seluruh hidup adalah suci". tapi bertahan bahkan berkelimpahan. Agama Yahudi Penganut agama Yudaisme yang mementingkan ketaatan kepada Hukum Agama agar dijalankan dengan penuh ketekunan.

Tempat Pendidikan Anak Bangsa Yahudi Pendidikan anak Yahudi bermula di rumah. bukan hanya di mulut tapi juga dalam tindakan. tapi kasih lebih dalam dari takut. dan kehendak manusia. dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. lain dengan yang lain. 3. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya. Ayat 7 ini dipakai sebagai fondasi kurikulum pendidikan Kristen. tapi juga dengan hati yang taat. 5. apabila engkau sedang dalam perjalanan. Ayat 8-9 ("Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang dahimu.") Mereka yang mengasihi Allah. Ayat 4 ini bersamaan dengan ayat 5 diucapkan sedikitnya dua kali sehari oleh orang Yahudi dewasa laki-laki. Orang Yahudi . Ayat ini diucapkan bersamaan dengan Ula. Dia Allah yang hidup.jauh hari sebelum anak berhubungan dengan dunia luar. 1. namun demikian. tidak ada yang melebihi kasih kita kepada Dia. Jauh. jelas dan pendek Tuhan adalah unik. hanya satu Allah saja. supaya mereka terbiasa bergaul dengan hukum Allah. Ayat 4 ("Dengarlah. o Mengasihi dengan kasih yang terbaik. 11:13-21 dan Bil. memiliki semuanya. Tuhan itu Esa!") Ayat ini disebut "Shema" atau pengakuan iman orang Yahudi (agama Yudaisme) yang artinya "Dengarlah". mengasihi Firman-Nya dan melakukannya dengan meditasi. khususnya ketika masih balita. maka hidupmu akan selamat. Kasih disebutkan pertama karena disanalah terletak pikiran. Memberikan konsep Allah yang paling akurat. yang benar dan yang sempurna. anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dari ibunya sehingga sesudah menginjak usia remaja/pemuda ia sudah mempunyai dasar yang benar. Orangtua mempunyai tugas untuk mengajarkan Firman-Nya kepada anak-anak dengan didikan dan harus dimulai sejak dini dan berulang-ulang. o Mengasihi dengan seluruh kekuatan. bertanggung jawab untuk merenungkannya dan menyimpannya dalam hati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita. Ayat 7 ("Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang "kepada anakmu" membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu.prinsip iman dan ketaatan. Tidak ada Allah yang lain.") Tulisan hukum-hukum belum menjadi milik umum. o Mengasihi dengan seluruh akal budi/pengertian. Kitab-kitab lain yang membahas tentang pendidikan bersumber dari kitab Ulangan ini. karena kita kenal Dia maka kita mengasihi dan mentaati perintah-Nya. Ayat 5 ("Kasihilah Tuhan Allahmu. Sebelum bertindak pikirkanlah lebih dahulu perintah Tuhan. 4. o Mengasihi dengan hati yang tulus. Contoh: Melalui cerita-cerita sejarah bangsa dan hari-hari peringatan/besar. Allah menghendaki mereka melakukannya.b. Musa mengajarkan Israel untuk takut. 15:37-41. emosi. dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. apabila engkau bangun. sehingga kita takluk kepada Dia. Yesus menyebut ayat ini sebagai hukum yang pertama -.") Perintah Tuhan bukanlah untuk didengar dengan telinga saja. PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT ULANGAN 6:4-9 Ulangan 6:4-9 menjadi pusat pengajaran pendidikan agama Kristen. Berpangkal dari peranan seorang ibu Yahudi. o Mengasihi Tuhan artinya memilih Dia untuk suatu hubungan intim dan dengan senang hati menaati perintah-perintah-Nya.") Kasih harus menjadi motif setiap hubungan manusia dengan Tuhan. Ayat 6 ("Apa yang Kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan. Tugas yang Tuhan berikan untuk manusia lakukan adalah kasihilah Allah Tuhanmu. 2.

salah satunya adalah Ulangan 6:4-9 di atas. gembala. Mereka mengenal 3 tanda-tanda untuk mengingat hukum Allah: a. atau pembimbing rohani anak yang hanya beberapa jam dalam seminggu. Tephillin: Dua kotak kecil berbentuk kubus masing-masing dari kertas perkamen yang ditulis dengan tangan secara khusus berisi 4 ayat yaitu. pastor. Keluaran 13:1-10. Keluaran 13:11-16. Toleransi tinggi dan keleluasaan tidak terbatas cenderung menjadi gaya pendidikan saat ini. Mezna: Kotak kecil yang berisi Ul 6:4-9 diletakkan di sebelah kanan pintu c. yaitu ayah dan ibu (Amsal 1:8). dan Ulangan 11:18-21. menaruh perintah itu dalam hati (ayat 6). Satu diikatkan di tangan kiri dan satu di dahi. 1. mereka lupa bahwa lama waktu perjumpaan antara anak mereka dengan pendeta. Ulangan 6:4-9. jiwa. Namun. Keluaran 13:11-16. Sebenarnya justru dalam era modern sekarang. yang tentunya terlalu singkat untuk mengajarkan betapa luas dan dalamnya pengetahuan tentang .mengerti perintah ini dan melakukannya secara harafiah. mengikatkannya sebagai tanda pada tangan dan dahi (ayat 8). Ulangan 6:4 memuat "Shema". Hal ini menunjukkan besarnya hubungan antara pendidikan rohani dalam rumah tangga dengan ketaatan kepada Allah. hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita. 15:37-41) b. kewajiban untuk mengajarkan hukum dan pengetahuan tentang Allah kepada anak-anak mendapat penekanan yang besar.khususnya pendidikan rohani -. Di dalam keempat naskah tersebut. guru sekolah minggu. Tanggung jawab pendidikan Kristen pertama-tama dan terutama terletak pada orang tua. PENERAPAN PENDIDIKAN PERJANJIAN LAMA UNTUK ERA MODERN Era modern mengubah cara pandang para pendidik Kristen dalam mendidik anak. setiap pagi dan petang dalam ibadah di sinagoge. Ayat ini amat penting karena merupakan pengakuan iman yang sangat tegas akan Tuhan (Yahweh) sebagai satu-satunya Allah yang layak disembah: "Dengarlah. Ketiga naskah lainnya diambil dari Keluaran 13:1-10. Zizth: Dipakai/dipasang pada ujung jubah Iman (Bil. Orang Israel menafsirkan perintah-perintah tersebut secara harafiah dengan membuat "tali sembahyang" yang diikatkan di dahi atau lengan dan berisi empat naskah.menerus. pendidik Kristen harus menerapkan beberapa prinsip dalam Perjanjian Lama yang lebih disiplin dalam hal pendidikan anak. dan kekuatan mereka (ayat 5). dan menuliskannya di pintu rumah dan gerbang (ayat 9). Mereka beranggapan bahwa gereja atau sekolah minggu tentunya memiliki "staf profesional" yang lebih handal dalam menangani pendidikan rohani anak mereka. TUHAN itu esa!" (Ulangan 6:4) Pernyataan ini kemudian langsung dilanjutkan dengan perintah rangkap untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati. dan Ulangan 11:18-21.merupakan bagian integral dari perjanjian antara Allah dengan umat-Nya. PENERAPAN PENDIDIKAN KRISTEN PERJANJIAN LAMA DALAM ERA MODERN Bagi orang Israel. Banyak keluarga Kristen masa kini yang menyerahkan pendidikan rohani anak mereka sepenuhnya pada gereja atau sekolah minggu. Tanda-tanda ini sangat indah sebagai peringatan akan kehadiran Allah di rumah dan akhirnya dipraktekkan untuk mengusir setan. Tanda-tanda simbolik ini dibuat supaya penekanan pemahaman ayat itu menjadi nyata sehingga pengajaran itu akan berlangsung terus. pendidikan -. mengajarkannya kepada anak-anak mereka secara berulang-ulang (ayat 7). yaitu doa yang diucapkan dua kali sehari. Tanda-tanda ini dipakai pada saat sembahyang di luar hari Sabat.

hidup menurut jalan-Nya. Jika orang Israel menafsirkan Keluaran 13:9 atau Ulangan 6:8 secara harafiah dengan mengikatkan tali sembahyang pada lengan dan dahi mereka. Untuk itu." (Keluaran 13:9a) maka saat ini kita yang sudah mengerti makna sesungguhnya dari perintah ini harus senantiasa merenungkannya dalam pemikiran kita. mengasihi-Nya. 3. mengasuh. Tanggung jawab pendidikan Kristen memang bukan tugas yang mudah. Gereja dan sekolah minggu hanya membantu dalam proses pendidikan tersebut. dan perbuatan (Ulangan 6:7). dan melayani-Nya dengan segenap hati dan jiwa mereka (Ulangan 10:12). supaya hukum TUHAN ada di bibirmu. Pemulihan para pendidik (orangtua dan guru). Lebih jauh lagi. Ada teori pendidikan modern yang menyarankan agar orang tua jangan pernah menyakiti anak-anak mereka. Tujuan utama pendidikan Kristen adalah untuk mengajar anak-anak takut akan Tuhan. 4. Orang tua harus secara rutin dan dalam segala kesempatan menyampaikan kebenaran firman Tuhan kepada anak-anak mereka. Orang tua yang baik mendidik anaknya dengan teguran dan hajaran dalam kasih (Amsal 6:23). mandiri. baik bagi bangsa Israel pada zaman Perjanjian Lama maupun bagi kita pada zaman sekarang. taat pada Tuhan. baik secara fisik maupun secara verbal. pendidikan Kristen mendidik anak-anak untuk memiliki sikap mementingkan Tuhan di atas segala-galanya. atau melalui kata-kata karena hal tersebut dapat menimbulkan kebencian dan dendam pada orang tua dalam diri anak-anak. yang berasal dari akar kata "shanan" yang berarti mengasah atau menajamkan. Setiap zaman memiliki kesulitan dan pergumulan masing-masing. orang tua harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka.Allah. Kata bahasa Ibrani yang dipakai dalam ayat ini adalah "shinnantam". dan percaya pada kekuatan diri sendiri. tapi juga perbuatan. upayaupaya yang perlu dilaksanakan adalah: 1. IMPLEMENTASI: PENDIDIKAN YANG MEMBERDAYAKAN DAN MEMBEBASKAN Pendidikan adalah pemberdayaan potensi yang dimiliki oleh pendidik dan orangtua untuk menemukan dan memberdayakan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Pendidikan Kristen harus dilakukan secara terus-menerus melalui kata-kata. "Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu. bukan hanya melalui perkataan. mengatakannya setiap hari. Teori ini menganjurkan orang tua untuk membangun anak-anaknya hanya melalui pujian dan dorongan. 2. Merekalah yang harus mempersiapkan anak-anak mereka agar hidup berkenan kepada Allah. Hal ini diperlukan karena orangtua atau . Hal ini bertentangan dengan kebenaran Alkitab yang mengatakan bahwa teguran dan hajaran juga dapat mendidik anak sama efektifnya dengan pujian dan dorongan. ketaatan. dan bergantung pada kekuatan Tuhan untuk terus berkarya. sikap. selama semuanya dilakukan dalam kasih. Nilai-nilai yang penting dalam pendidikan Kristen adalah kasih. dan melakukannya dengan segenap kemampuan tangan kita. dan mendidik anak-anak ke dalam tangan orang tua. Berlainan dengan pendidikan oleh dunia yang bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang penuh ambisi untuk sukses. Orang tua tidak dapat hanya mengandalkan khotbah atau pelajaran Alkitab setiap hari Minggu untuk memberi "makanan rohani" bagi anak-anak mereka. dan kesediaan untuk ditegur. biasanya pedang atau anak panah. namun prinsip-prinsip dasar pendidikan Kristen yang Alkitabiah tetap bertahan di tengah berbagai teori pendidikan baru yang muncul. Kata ini dipakai sebagai simbol untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan berulang-ulang seperti orang mengasah sesuatu dengan tujuan untuk menajamkannya. Satu hal lain yang terpenting adalah Allah sendiri telah meletakkan tugas untuk merawat. kerendahan hati.

b. Penerapan Pendidikan Kristen Perjanjian Lama dalam Era Modern. Boehlke. 3. Diposkan oleh Bobby Kurnia Putrawan di 9/23/2009 09:50:00 PM Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Reaksi: . Pelaksanaan peraturan. dan saling menghargai antara guru dan murid serta antara murid dengan murid. Mengembangkan rasa saling memiliki untuk membentuk kebersamaan. Sumber: a. daya tahan fisik anak. tanpa ada tekanan. toleransi. Peniel Maiaweng. tingkat perkembangan anak secara psikologis. dan dukungan belajar. Pendidikan Tanpa Kekerasan: Tipologi Kondisi. Michelle Anthony. Sanksi diberikan sesuai dengan tingkat pelanggaran. Loyola. Jangan mendisiplinkan didik pada saat sedang marah. e.sabda. Yogyakarta: Tirta Wacana Yogya. http:// pepak. Menujukkan teladan yang baik. www.org/pepak/pustaka/050836/. Menciptakan suasana riang. 2005. Christian Education. a. kesatuan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Proses belajar mengajar.org. f. Kerja sama dengan organisasi-organisasi non-gereja untuk membekali guru dan orangtua agar dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik. b. 5. e. c. 2. Penginjilan dan pembimbingan rohani yang dilaksanakan oleh sekolah kepada murid dan guru. 2004. Silabus PAK Anak. kemungkinan besar ia pun mengalami kekerasan pada masa kanak-kanaknya. 2001. 4.sabda. Orangtua dan guru harus menyadari bahwa mereka dipanggil oleh untuk melayani melalui perhatian. d. Memperhatikan penampilan/cara berpakaian dan model pakaian yang digunaka sebagai seragam. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen dari Plato sampai Ig. dan tujuan dari pemberian sanksi. Robert R. d. f. http://www. kesanggupan anak untuk menerimanya. kesepakatan. a. 7.org/pustaka/050919/?kata=perjanjian+lama.Rahman Assegaf.oase online. atau bermasalah dengan hal-hal yang lain. pengajaran dan keteladanan yang diberikan kepada anak. dan Konsep. karena dapat berakibat fatal bagi anak. d. Memberikan motivasi untuk bangkit apabila anak mengalami kegagalan. Pendidikan Anti Kekerasan: Perspektif Teologis-Padeigogi. Menumbuhkan niat belajar anak dengan cara memotivasi dan memberikan semangat kepada anak. 6. b.guru yang melakukan kekerasan terhadap anak. sibuk. Yulia Oeniyati. Peraturan yang dimiliki oleh sekolah harus dijelaskan kepada orangtua dan siswa ketika siswa baru memasuki sekolah. c. c. Kasus. stress. Menjalin rasa simpati/empati dan saling pengertian untuk menumbuhkan kepedulian social. tegang. Abd. Daniel Agung Kurniawan Budilaksono. Disiplin dilaksanakan secara konsisten berdasarkan keteladanan dan peraturan yang jelas.

h t t p : / / w w w . Sebagai ‘terminologi khusus’. “Paham Sekularisme. ‘saling menghormati’ (mutual respect). Pluralisme Agama : Definisi dan Penyebarannya Pluralisme Agama (Religious Pluralism) adalah istilah khusus dalam kajian agamaagama. yang membahas cara pandang terhadap agamaagama yang ada. Pluralisme Agama yang dibahas dalam buku ini didasarkan pada satu asumsi bahwa semua agama adalah jalan yang samasama sah menuju Tuhan yang sama. dia melakukan i tu atas kerugian besar dari agama Hindu yang dia katakan dia cintai. ‘’Pluralisme adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi kekristenan. apapun jenis agama itu.Document Transcript 1. a d i a n h u s aini. sebagian pemeluk Pluralisme mendukung paham sikretisasi agama. istilah ‘Pluralisme Agama’ telah menjadi pembahasan panjang di kalangan para ilmuwan dalam studi agamaagama (religious studies). Bahkan. menurut Charles Kimball. PLURALISME AGAMA MUSUH AGAMAAGAMA (Pandangan Katolik. Stevri Lumintang). salah satu ciri agama jahat (evil) adalah agama yang memiliki klaim kebenaran mutlak (absolute truth claim) atas agamanya se .com 2 3. ‘’Setiap kali orang Hindu mendukung Universalisme Radikal. Pluralisme (Agama) dan Liberalisme bertentangan d engan Islam dan haram bagi umat Islam untuk memeluknya. dan sebagainya. Dan memang.’’ (Pdt.” (Dr.com 1 2. sehingga – karena kerelativanny a – maka setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim atau meyakini. dan secara b ombastik memproklamasikan bahwa “semua agama adalah sama”.luralisme Agama Musuh Agama Agama . dan Islam terhadap paham Pluralisme Agama) OLEH : DR. Sebagai satu paham (isme). Protestan. semua agama adalah jalan yang berbedabeda menuju Tuhan yang sama. cendekiawan Hindu). Atau. bahwa agamanya l ebih benar atau lebih baik dari agama lain; atau mengklaim bahwa hanya agamanya sendiri yang benar. Bahkan. bahwa agama adalah persepsi manusia yang relatif terhadap Tuhan yang mutlak. tetapi yang menjadi perhatian utama para peneliti dan tokohtokoh agama adalah definisi Pluralisme yang meletakkan kebenaran agamaagama sebagai kebenaran relatif dan menempatkan agamaagama pada posisi ”setara”. Frank Gaetano Morales. mereka menyatakan. istilah ini tidak dapat dimaknai sembarangan. a d ianhusaini. Hindu. ADIAN HUSAINI (Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia/ Doktor bidang Peradaban Islam dari International Islamic University Malaysia) Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia 2010 h t t p : / / w w w . Dr. meskipun ada sejumlah definisi yang bersifat sosiologis. Jadi. I. misalnya disamakan dengan makna istilah ‘toleransi’. 2005).” (Fatwa MUI. menurut penganut paham ini.

(New York: HarperSanFrancisco. Di antara New Testament. Salah satu teolog Kristen yang terkenal sebagai pengusung paham ini. hal. kaum Yahudi di Eropa menjadi ajang pembantaian kaum Kristen. (Yogyakarta: Kanisius.” (Roma. Sikap antiYahudi bisa ditelusuri dalam New Testament. ialah bahwa semua agama adalah relatif. Karena itu. (2) Semua agama. 3 Ibid. Di luar itu tidak selamat. yang menggugat kebenaran eksklusif agama Yahudi. a d i a n h u s a i n i . When Religion Becomes Evil. Yahudi m enolak klaim Kristen tentang kebenaran Perjanjian Baru. all religions are the same – different paths leading to the sam e goal). .ndiri. muncul nama Moses Mendelsohn (17291786). Encyclopaedia ini menulis: “Sejak Kekristenan lahir sebagai satu sekte Yahudi pembangkang. Pandangan Rosensweig ini jelas sangat aneh. 2 Harold Coward. seluruh penduduk bumi mempunyai hak yang sah atas keselamatan. Menurut ajaran agama Yahudi. meskipun Kristen merupakan agama yang benar. sehingga hampir sepanjang sejarahnya. kata Mendelsohn. “Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darahNya h t t p : / / w w w . 17. tokoh Yahudi lainnya. Matius dan Yohanes dikenal paling ‘hostile’ terhadap Judaisme. bahwa agama yang benar adalah Yahudi dan Kristen. inklusivisme. 1989). eksklusivisme. dikenal ada tiga cara pendekatan atau cara pandang teologis terhadap agama lain. tetapi keselamatan juga mungkin terdapat pada agama lain. (3) Semua agama memiliki asalusul psikologis yang umum. karena berbagai sebab dan alasan. misalnya. sebab sejak awalnya. Klaimklaim kebenaran mutlak atas masingmasing agama diruntuhkan. tidak sempurna. c o m 3 4. Islam adalah suatu tiruan dari agama Kristen dan agama Yahudi. 1 Paham ini telah menyerbu semua agama. dan merupakan satu proses pencarian. yang memandang hanya orang orang yang mendengar dan menerima Bibel Kristen yang akan diselamatk an. 3 1 Charles Kimball. 2122. Karena itu. tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang. kekristenan adalah agama terbaik untuk orang Kristen. kaum Yahudilah yang bertan ggung jawab atas terbunuhnya Yesus. Di kalangan Yahudi. menyatakan. Yahudi secara kolektif dianggap bertanggung jawab terhadap penyaliban Jesus. pandangan tertentu terhadap Judaisme dalam Kitab Perjanjian Baru harus dilihat dalam perspektif ini). Kedua. mengemukakan tiga sikap populer terhadap agamaagama. Pluralisme: Tantangan bagi Agamaagama. semua agama adalah sama. Motto kaum Pluralis ialah: “pada intinya. jalanjalan yang berbeda yang membawa ke tujuan yang sama. Ernst Troeltsch. Hindu adalah terbaik untuk orang Hindu. 2 Frans Rosenzweig. hal. yaitu (1) semua agama adalah relatif. terbatas.” 4 Dalam tradisi Kristen. 11:28). dan sarana untuk mencapai keselamatan itu tersebar sama luas – bukan hanya melalui agama Yahudi seperti umat manusia itu sendiri. 2002). Pertama. (Deep down. Dan bagi Kristen. yang berpandangan. Yang dimaksud dengan “relatif”. Yahudi menolak keras klaim Kristen bahwa Jesus adalah Juru Selamat. Encyclopaedia Judaica memberikan porsi yang sangat besar (73 halaman) untuk pembahasan sejarah antiYahudi (yang mereka sebut antiSemitism) di masa itu. “Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu. secara esensial adalah sama. Ketiga.

No Other Name?. Christian Theology: an Introduction. Hal. mengeluarkan dokumen (Papal Bull) yang dikenal dengan nama Cum nimis absurdum. Dalam pandangan Pluralisme Agama. hanya dua bulan setelah pengangkatannya. yakni Prof. tidak ada agama yang dipandang lebih superior dari agama lainnya. Vol. Paus Paulus IV. h t t p : / / w w w . 17 dari 18 sinagog dihancurkan. a d i a n h u s a i n i . Sejumlah Paus lainnya kemudian dikenal sangat antiYahudi. In pluralism. Tetapi cum nimis absurdum tetap bertahan sampai tiga abad. Many Gods Many Lords: Christianity Encounters World Religions. Knitter. 67. Semuanya dianggap sebagai jalan yang samasama sah menuju Tuhan (all the religious traditions of humanity are equall y valid paths to the same core of religious reality. 4 Paul F. yang memandang semua agama adalah jalan yang samasama sah menuju inti dari realitas agama. 12. (Oxford: Blackwell Publisher. Sikapsikap antiYahudi yang dikembangkan tokohtokoh Gereja kemudian. Setiap ghetto hanya memiliki satu pintu masuk. 27:25). termasuk Talmud. Pada tanggal 17 Juli 1555.pluralisme. Pluralisme. 1991). 1994). yaitu kaum Yahudi. c o m 4 . 2004). Yahudi dip aksa menjual semua miliknya kepada kaum Kristen dengan harga sangat murah; maksimal 20 persen da ri harga yang seharusnya. Di tiap kota hanya boleh ada satu sinagog. hal. tujuh dari delapan sinagog dihancurkan. adalah variasi atau perluasan dari tuduhantuduhan yang tercantum dalam Injil. menyatakan bahwa terminologi “religious pluralism” itu merujuk pada suatu teori dari hubungan antara agamaagama dengan seg ala perbedaan dan pertentangan klaimklaim mereka. 5 Alister E. 5 Tokoh lain penganut paham Pluralisme Agama terkemuka di kalangan Kristen.” (Matius. Tinjauan Historis Konflik YahudiKristenIslam (Jakarta: GIP. 1995). 2004). Lumintang. pada hakekatnya adalah budak dan seharusnya diperlakukan sebagai budak. (Malang: Gan dum Mas. Yahudi juga diidentikkan dengan kekuatan jahat. Di Campagna. 8:44). Di Roma. bahwa para pembunuh Kr istus. Vicars of Christ: The dark Side of the Papacy. dikutip dari Stevri I.” (Yohanes. secara ekplisit menerima posisi yang ditanggungkan atas kami dan atas anakanak kami. hal. (Jerusalem: Kater Publishing House Ltd). lihat Adian Husaini. Mcgrath. Yahudi kemudian dipaksa tinggal dalam ‘ghetto’. 266269. p p 458 459; Daniel B. John Hick. Saat menjadi kardinal. (Michigan : Baker Books. Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini. “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginankeinginan bapamu. Paus Paulus IV meninggal tahun 1559. Di sini Paus menekankan. no one religion is s uperior to any other; the many religions are considered equally valid ways to know God). Tentang konflik YahudiKristen sepanjang sejarah. 2. (London: Bantam Press. 1 (Encyclopaedia Judaica. 17 (Peter de Rosa. Yahudi juga tidak boleh memiliki Kitab Suci. Clendenin. Paus Paulus IV membakar semua Kitab Yahudi.

“the Real” yang merupakan “the final object of religious concern”. each with its own distinctive forms of .5. agamaagama seperti Hinduisme. pemikiran. Vol. Budhisme. yang masingmasing memiliki satu bentuk pengalaman. saat ini. 7 Pluralisme Agama berkembang pesat dalam masyarakat KristenBarat dise babkan setidaknya oleh tiga hal: yaitu (1) trauma sejarah kekuasaan Gereja di Za man Pertengahan dan konflik KatolikProtestan. lebih radikal yang diaplikasikan oleh inklusivisme: yaitu satu pandangan b ahwa agama agama besar mewujudkan persepsi. ‘’kita semua telah menyadari bahwa – dalam berbagai tingkatan – sejarah kekristenan kita adalah salah satu dari berbagai arus kehidupa keagamaan. Sebelumnya. that our Christian history is one of a number of variant streams of religious life. kadang digunakan istilah “ultimate reality”; dalam istilah Sansekerta dikenal deng an “sat”; dalam Islam dikenal istilah alhaqq. bahwa tiaptiap agama menjadi jalan untuk menemukan keselamatan dan pembebasan. 331. adalah merupakan konsep universal. we have all become conscious. Di Barat. John Hick mengajak kaum Kristen untuk meninj au kembali pandangan mereka terhadap agama lain. in varyi ng degrees. dan Islam. agama adalah jalan yang berbedabeda menuju pada tujuan (the Ultimate) yang sama. hal. Karena itu. Problema yang menimpa masyarakat Kristen Barat ini kemudian diadopsi oleh sebagian k alangan Muslim yang ‘terpesona’ oleh Barat atau memandang bahwa hanya denga n mengikuti 6 John Hick. (2) Problema teologis Kristen dan (3) problema Teks Bibel. 6 Intinya. 1987). dan respon yang berbedabeda tentang “The Real” atau “The Ultimate”. Dalam pengantar bukunya. konsepsi. pada umumnya dipandang sebagai sisasisa paganisme. 1982). The Encyclopedia of Religion. menurut Hick. tetapi sebagai salah satu dari sekian banyak agama. Ketika Gereja berkuasa di zaman pertengahan.” Menurut Hick. kata Hick kepada kaum Kristen. yang dipandang inferior terhadap agama Kristen dan men jadi sasaran empuk kaum misionaris Kristen. Ia mengutip Jalaluddin Rumi yang menyatakan: “The lamps are different but the light is the same; it comes from beyond. Tapi. bukan sebagai satusatunya (agama). kita harus menerima adanya keperluan untuk meninjau kembali pemahaman keagamaan kita. para tokohnya telah melakukan banyak kekeliruan dan kekerasan yang akhirnya menimbulkan sikap trauma masyarakat Barat terhadap klaim kebenaran satu agama tertentu. John Hick – salah satu tokoh utama paham religious pluralism mengajukan gagasan pluralisme sebagai pengembangan dari inklusivisme.’’ (To day. (New Yo rk: MacMillan Publishing Company. dalam Mircea Eliade (ed). Juga. Judaisme. 12. dan spiritualitas keagamaan yang khas. God Has M any Names. belum lam a sadar tentang ‘kondisi plural’. Bahwa. however. (Philadelphia: The Westminster Press. Sejarah kekristenan Barat.

meskipun lampunya berbeda). Jalaluddin alRumi. Anis Malik Toha. 12. And accordingly. menyatakan. dan dijadikan salah satu slogan untuk mengawali salah satu fasal yang secara khusus membentangkan teori pluralisme dalam bukunya An Interpretation of Religion. peradaban Baratlah maka kaum Muslim akan maju. sikap inklusif (A gamaagama lain adalah bentuk implisit agama kita). Nurcholish Madjid. pertama. yang berbunyi: “Whatever Path Men Choose is Mine” (Jalan apapun yang dipilih manusia adalah milikKu). Bhagavad Gita.experience. Ketiga. bahwa ada tiga sikap dialog agama yang dapat diambil. Yaitu. filsafat perenial yang belakangan banyak dibicarakan dalam dialog antar agama di Indonesia merentangkan pandangan pluralis dengan mengatakan bahwa setiap agama sebenarnya merupakan ekspresi keimanan terhadap Tuhan yang sama. “Sebagai sebuah pandangan keagamaan. sikap pluralis – yang bisa terekspresi dalam macammacam rumusan. but the Light is the same” (Lampu adalah berbedabeda. Lalu. Termasuk dalam hal c ara pandang terhadap agamaagama lain. Nicholson yang juga dirujuk oleh Hic k: “The light is not different. Kemudian bait ini diadopsi oleh Hick secara bebas dan out of context menjadi: “The lamps are different. 8 Sebagai contoh. Kedua. Tinjauan kritis terhadap kutipan John Hick ini diberikan oleh Dr. tetapi merupakan Kebenarankebenaran yang sama sah”. di Majalah Islamia edisi 4. (Penjelasan ini dikutip dari artikel Dr. pada dasarnya Islam bersifat inklusif dan merentangkan tafsirannya ke arah yang semakin pluralis. Filsafat perenial juga membagi agama pada level esoterik (batin) . pusat roda itu adalah Tuhan. Dr. Ibarat roda. cara pandang kaum Iklusifis dan Pluralis Kristen dalam memandang agamaagama lain. yang berkata dalam salah satu bait dari syi’irnya yang ditulis dalam Al Matsnawi – menurut terjemahan R. h t t p : / / w w w .A. Prof. atau “Setiap agama mengekspresikan bagian penting sebuah Kebenaran”. Begitu juga ia mendapatakan penggalan ayat dalam salah satu kitab suci Hindu. “Menuju Teologi Global”. Ketua Departement of Comparative Religion di International Islamic University Malaysia. baik dalam tataran wacana p ublik maupun bukubuku di perguruan tinggi. dianggap mung kin bisa menyokong hipotesisnya ini. a d i a nhusaini. Sebagai contoh. penyebaran paham ini sudah sangat meluas. sikap eksklusif dalam melihat agama lain (Agamaagama lain adalah jalan yang salah. yang kemudian ia angkat menjadi judul salah satu makalahnya.com 5 6. yang menyesatkan bagi pengikutnya). banyak yang kemudian menjiplak begitu saja. tahun 2004) . not as the one and only. but as one of several. hal. we have come to ac cept the need to reunderstand our own faith. 332. misalnya: “Agamaagama lain adalah jalan yang sama sama sah untuk mencapai Kebenaran yang Sama”. tokoh pembaruan Islam di Indonesia. Vol. D i Indonesia. dan jarijari itu adalah jalan dari berbagai Agama. thought. and spirituality.’’ 7 The Encyclopedia of Religion. tulis Nurcholish lagi. Anis Malik Toha. 1 (though) the lamp has become different” (Cahaya tidaklah berbeda. tapi Cahaya tetap sama) untuk menegaskan hipotesisnya. “agamaagama lain berbicara secara berbeda.

xix. 18112002) Ketika semua agama dipandang sebagai jalan yang samasama sah untuk menuju Tuhan – siapa pun Dia. tingkat dan kadar kedalaman yan g berbedabeda dalam menghayati jalan religiusitas itu. misalnya. adalah benar. Islam Doktrin dan Peradaban. sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari. Ja di. d engan demikian. lihat Adian Husaini. dengan variasi. (Bandung: Mizan. (Jakarta: Paramadina. S edangkan yang penting adalah aspek batin (esoteris). (Lebih jauh te ntang Gerakan Turki Muda dan ideologinya.” (Kompas. Dalam katakata Abdullah Cevdet.com 6 7. dosen Universitas Paramadina. semua agama adalah te pat berada pada jalan seperti itu. Oleh karena itu ada istilah "Satu Tuhan Banyak Jalan"." 9 Ulil Abshar Abdalla.” (Majalah GATRA. kita harus meminjam peradaban Barat. we must borrow western civilization with both its rose and its thorn). seorang tokoh Gerakan Turki Muda: “Yang ada hanya satu peradaban.” Nurcholish Madjid juga menulis: "Jadi Pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan Tuhan (Sunnat Allah. "Sunnatullah") yang tidak akan berubah. Islam bukan yang paling benar. dan itu adalah peradaban Eropa.” (There is only one civilization. Syariat dipanda ng sebagai hal yang tidak penting.dan eksoterik (lahir). cara ibadah kepada Tuh an dianggap sebagai masalah ‘teknis’. soal ‘cara’. yang sama: yaitu keluarga pencinta jalan menuju kebenaran yang tak per nah ada ujungnya. Ia juga menulis: “Dengan tanpa rasa sungkan dan kikuk. bisa merasa dekat kepada Allah tanpa melewati jalur shalat karena ia bisa melakukannya lewat meditasi atau rit . Semua agama ada dalam satu kel uarga besar 8 Lebih jauh tentang perkembangan peradaban Barat dan Pluralisme Agama lihat Adian Husaini. (Jakarta:GIP. h t t p : / / www. tetapi relatif sama dalam level esoteriknya. Therefore. Karena itu. baik bunga mawarnya mau pun durinya sekaligus. yang secara eksoterik memang berb edabeda. Contoh pandangan yang memuja Barat dan menganggap Barat sebagai sumber dan kiblat bagi kemajuan Islam dikemukakan oleh sejumlah tokoh sekular Turki yang memelopori Gerakan Turki Muda. Dr. sekedar teknis/cara menuju Tuhan (aspek eksoteris). 1999). Semuanya menuju jalan kebenaran. tetapi substansinya dianggap sama.adianhusaini. juga menyatakan: “Semua agama sama. Satu agama berbeda dengan agama lain dalam level eksoterik. saya mengatakan. buku Tiga Agama Satu Tuhan. 2005). (Jakarta:GIP. mantan Koordinator Jaringan Islam Liberal. jalan panjang menuju Yang Mahabenar.. Semua agama. Tinjauan Historis Konflik YahudiKristenIslam. da n Nurcholish Madjid. and that is European civilization. 2004). 1995). menulis di Harian Kompas: “Seorang fideis Muslim. apa pun nama dan sifatNya – maka muncullah pemikiran bahwa untuk menuju Tuhan bisa dilakukan dengan cara apa saja. Karena itu. lxxvii. 21 Desember 2002). hal. hal. Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi SekularLiberal. Luthfi Assyaukanie. 9 Lihat.

Yang perlu diperhatikan oleh umat Islam. Ba harudin Lopa. Hampir seluruh LSM dan proyek yang dibiayai oleh LSMLSM Barat. Jesus. 24) … Agama adalah seperangkat doktrin. Ford Foundation. Pada gilirannya. malaikat. ji ka penyebaran paham ini menjadi perhatian negaranegara Barat dan LSMLSM global. Melalui standar ganda inilah.usritus lain yang biasa dilakukan dalam persemedian spiritual. 3/9/2005) Sumanto AlQurtuby.” (hal. standar ganda ini biasanya dipakai h t t p : / / w w w . hal. atau sekumpulan norma dan ajaran Tuhan yang bersifat universal dan mutlak kebenarannya. jurnal. 17)…“Keyakinan bahwa agama sendiri yang paling benar karena berasal dari Tuhan. Keyakin an tentang yang benar itu didasarkan kepada Tuhan sebagai satusatunya sumber kebenaran. mungkin Dia hanya tersenyum simpul. alumnus Fakultas Syariah IAIN Semarang. antara lain. untuk menghakimi agama lain. Ghandi. adalah merekamereka yang bergerak dalam penyebaran paham Pluralisme Agama. di sana ternyata telah menunggu banyak orang. 45). dalam derajat keabsahan teologis di bawa h agamanya sendiri. Adapun keberagamaan. adalah bahwa penyebaran paham Pluralisme merupaka n proyek global yang melibatkan kepentingan dan dana yang sangat besar. Muhammad. perangkat dan konsepkonsep agama seperti kitab suci.” (hal. dan sebagainya t elah diterbitkan dengan sokongan dana besarbesaran. seorang dosen Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung menulis: “Setiap agama sudah pasti memiliki dan mengajarkan kebenaran. (hal. seperti The Asia Founda tion. kepercayaan. artikel. juga menuli s dalam bukunya yang berjudul: Lubang Hitam Agama: “Jika kelak di akhirat. LSMLSM Barat itu secara sistematis menyusup masuk ke lembagalembaga atau organisasi Islam dengan menawarkan proyekproyek penyebaran paham Pluralisme Agama. Luther. S ahabat Umar. Karena itulah. Karena itu. c o m 7 8. Berbagai buku. Sebagai contoh. Bunda Teresa. Tidak heran. khususnya kalangan lembaga pendidikan Islam. dan Munir!” (Lubang Hitam Agama. yang tentu saja menjadi bersifat relatif. a d i a n h u s a i n i . pengalaman keagamaan hampir sepenuhnya independen dari aturanaturan formal agama.” (Kompas. Romo Mangun. kepercayaan. 20). tahun 2005. Paham ini bahkan sudah menyusup di bukubuku yang diajarkan kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Islam. merupakan contoh penggunaan standar ganda itu. Sambil menunjukkan surgaNya yang mahaluas. dan sejenisnya. sedangkan agama lain hanyalah konstruksi manusia. dan sudah pasti kebenarannya menjadi 10 bernilai relatif. kaum Pluralis Agama sangat terpukul dengan keluarnya fat wa MUI. bisa . adalah penyikapan atau pemahaman para penganut agama terhadap doktrin. yang mengharamkan paham Pluralisme Agama. Dalam sejarah. pertanyaan di atas diajukan kepada Tuhan. Udin. atau ajaranajaran Tuhan itu. nabi. Dengan demikian. Abu Nawas. dan lainlain tak terlalu penting lagi karena yang lebih penting adalah bagaimana seseorang bisa menikmati spiritualitas dan mentransendenkan dirinya dalam lompatan iman yang tanpa batas itu. terjadi perang dan klaimklaim kebenaran dari satu agama atas agama lain.

Padahal dia se ndiri tidak mempunyai kewenangan seperti itu. MUI menjadi bah an cacimaki. Kedutaan mengirimkan sej umlah pemimpin dari 80 pesantren ke Amerika Serikat untuk mengikuti suatu pro gram tigaminggu tentang pluralisme agama. menyusul keluarnya fatwa tentang sekularisme.org/bhs/Laporan/indonesia_Laporan_depluAS. Ia me mbuat usulan untuk MUI: ”Jebloskan penjara saja dengan jeratan pasal 55 provokator. Ilmu Studi Agama. untuk bertukar pandangan tentang pluralisme. misalnya.http://www.” Kita juga masih ingat. suatu hibah multitahun membantu untuk melakukan suatu program pendidikan kewarganegaraan di seluruh sistem 10 Adeng Muchtar Ghazali. memuat laporan utama berjudul ”Majelis Ulama Indonesia Bukan Wakil Tuhan.” Dalam jurn al ini. MUI dikatakan tolol. (Bandung: Pustaka Setia. 2005) . lebih dari 60 siswa Muslim mengikuti program satutahun di sekolahsekolah menengah di seluruh Amerika Serikat. memuat halaman muka berjudul ”Dukungan terhadap Hak As asi Manusia dan Demokrasi: Catatan A. Amerika Serikat menspon sori para pembicara dari lusinan pesantren.adianhusaini.html) pada 4 Mei 2007. diturunkan wawancara dengan seorang staf Perhimpunan Bantu an Hukum Indonesia (PBHI). Di tingkat universitas. staf PBHI itu menyatakan. tol eransi dan penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia. dan melalui Program Pertukaran dan Stud i Pemuda (YES).S.dipahami. Dia seakanakan mendapatkan legitimasi Tuhan untuk menyatakan sesuatu ini mudharat. Dalam situsnya. pendidikan kewarganegaraan dan pembangunan pendidikan. kedutaan juga mengirim 38 sis wa dan enam guru ke Amerika Serikat selama 4 minggu untuk mengikuti suatu Pr ogram Kepemimpinan Pemuda Muslim.” Ada baiknya disimak laporan yang ditulis dalam website Kedubes AS di Jakarta yang berkaitan dengan Islam dan plu ralisme agama berikut ini: ”Dalam usaha menjangkau masyarakat Muslim. Di samping itu. dan sebagainya. jel as hukumannya sampai 5 tahun. dan liberalisme.” Berikutnya. biarkan Tuha n yang menentukan. dengan judul ”MUI bisa Dijerat KUHP Provokator”. jika dalam berbagai seminar dan kesempatan. sesuatu ini sesat. madrasah serta lembagalembaga pendidikan tinggi Islam. Kalau persoalan agama. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta (http://www.com 8 . ”MU I kan hanya semacam menjual nama Tuhan saja. 2004 – 2005.usembassyjakarta. pluralisme agama. Wartawan dari kirakira 10 agen media Islam berkunjung ke Amerika Serikat untuk melakukan perj alanan pelaporan. Jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN Semarang edisi 28 Th XIII/2005.

Konsep imankafir.9. Amerika Serikat j uga memberikan pendanaan kepada berbagai organisasi Muslim dan pesantre n untuk mengangkat persamaan jender dan anak perempuan dengan memperkuat pengertian tentang nilainilai tersebut di antara para pemimpin perempua n masyarakat dan membantu demokratisasi serta kesadaran jender di pesa ntren melalui pemberdayaan pemimpin pesantren lakilaki dan perempuan. Mengembangkan suatu lingkungan dimana orang Indonesia dapat secara bebas menggunakan hakhak sipil dan politik mereka adalah kritis bagi tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam memelihara pluralisme dan toleransi untuk menghadapi ekstrimisme. muslimnonmuslim. Mereka bukan saja menyebarkan paham ini secara asongan. menampilkan laporan utama berjudul “Menuju Pendidikan Islam Pluralis”. Jurnal Tashwirul Afkar edisi No 11 tahun 2001. yang pada gilirannya akan . dan baikbenar (truth claim). mesti dibongkar agar umat Islam tidak lagi menganggap agama lain sebagai agama yang salah dan tidak ada jalan keselamatan. tanpa mau menerima kebenaran agama lain mesti mendapat kritik untuk selanjutnya dilakukan reorientasi. Universitas Muhammadiyah. lima American Corners dibu ka di lembagalembaga pendidikan tinggi Muslim di seluruh Indonesia. Sebagai contoh. Dalam membantu jangkauan jangka panjang. Jika cara pan dangnya bersifat eksklusif dan intoleran. Bantuan lain yang terpisah membantu suatu lembaga studi Islam di Yogyakarta untuk melakukan pelatihan tentang Ha k Asasi Manusia dan menyelenggarakan kursuskursus yang meningkatkan toleransi. Bantuan juga diberikan kepada dua universitas Amerika Serikat untuk pela tihan dan pertukaran penanganan konflik. tetapi memiliki program yang sistematis untuk mengubah kurikulum pendidikan Islam yang saat ini masih mereka anggap belum inkl usifpluralis. dan untuk mendirikan lima pusat med iasi di lembagalembaga Muslim. dan Jurnal Tanwir (diterbitkan oleh Pusat Studi Agama dan Peradaban Muhammadiyah dan The Asia Foundation). Itu misalnya bisa dilihat dalam artikel artikel yang diterbitkan oleh Jurnal Tashwirul Afkar (Diterbitkan oleh Lakpesdam NU dan The Asia Foundation). yang sangat berpengaruh terhadap cara pandang Islam terhadap agama lain. maka teologi yang diterima adalah teologi eksklusif dan intoleran. Amerika Serikat juga mendanai The Asia Foundation untuk mendirikan suatu pusat internasional dalam memajukan hubungan regional dan internasional di a ntara para intelektual dan aktivis Muslim progresif dalam mengangkat suatu wa cana tingkat internasional tentang penafsiran Islam progresif. Di tulis dalam J urnal ini: “Filosofi pendidikan Islam yang hanya membenarkan agamanya sendiri.” Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah menjadi incaran utama dari infiltrasi paham ini.

hal. Jurnal ini. Seorang aktivis JIMM mengusulkan agar definisi kafir sebagaimana dipahami kaum Muslim selama ini diubah. 8283. Seorang aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) menulis di media massa: “Karena itu.com 9 10. mari kita memproklamasikan kembali bahwa pluralisme agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah.” Di Jurnal ini dikutip juga ungkapan seorang dosen agama di Universitas Muhammadiyah Malang: “Perbedaan yang dimiliki oleh masingmasing agama pada dasarnya bersifat instrumental. sedangkan hakikat ritual adalah ‘penghormatan’ atas apa yang dianggap suci. 11 Januari 2004.” 12 Ada yang berkampanye bahwa “Pluralisme agama” adalah paham yang tidak boleh ditinggalkan dan wajib diikuti oleh semua umat beragama. mustahil pula kita melawan dan menghindari.” 11 11 Khamami Zada. 8283. S ebagai muslim. Dan. hal. Jurnal Tashwirul Afkar. juga secara sengaja menyebarkan paham ini. dan sikap tidak menghargai kebenaran agama lain. Kelompok JIMM memang sangat aktif dalam me ngembangkan paham Pluralisme. mencatat: “Perbedaan ‘jalan’ maupun cara dalam praktik ritual tidaklah menjadi sebab ditolak atau tercelanya seseorang melakukan ‘penghormatan’ total kepada apa yang diyakini. Vol 1. Sementara di balik perbedaan itu. Ia menulis dalam sebuah buku: ”Jadi tidak semua non- .adianhusaini. terbitan Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah dan The Asia Foundation. 13 Jawa Pos. luhur.” 13 12 Jurnal TANWIR edisi 2. yang memun gkinkan masingmasing agama dapat melakukan perjumpaan sejati. h t t p : / / w w w. dan sebagainya. Juli 2003. Ritualritual hanyalah simbol manusia beragama karena mengikuti rangkaian sistematika tadi. Jurnal TANWIR edisi 2. Kegagalan dalam mengembangkan semangat toleransi dan pluralisme agama dalam pendidikan Islam akan membangkitkan sayap radikal Islam. Vol 1. kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan. te rkandung pesan dasar yang sama yakni. Muhammadiyah pun juga kesus upan. agung. Berbagai organisasi dan tokoh agama aktif membentuk semacam “centre of religious pluralism”. Salah satu sebabnya. Juli 2003. karena itu. terbitan Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah dan The Asia Foundation.merusak harmonisasi agama agama. Budha dan lain sebagainya tampaknya ‘berbeda’ dalam ‘mencapai’ Tuhan. misalnya. program ini memang mudah menyerap dana besar dari para donatur Barat (“laku dijual”). Kristen.Bukan hanya NU yang disusupi paham ini. ketuhanan dan kemanusiaan. maka tidak perlu lagi mempersoalkan mengapa antara orang Islam. edisi No 11 tahun 2001. Membebaskan Pendidikan Islam:Dari Eksklusivisme menuju Inklusivisme dan Pluralisme. Perbedaan ritual hanyalah perbedaan lahiriah ya ng bisa ditangkap oleh kasat mata. Hindu. Perbedaan jalan dan cara merupakan kekayaan bahasa Tuh an yang memang tidak bisa secara pasti dipahami oleh bahasabahasa manusia… Memperhatikan hal ini.

(Kerjasama Fatayat Nahdhatul Ulama dan dengan Ford Foundation): Muhammadiyah”. . hal.) 14 A. Fiqih Lintas Agama (Jakarta: Paramadina. Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) sempat ‘kecolongan’ menerbitkan sebuah Majalah bernama AlWASATHIYYAH.” 14 (2) Buku “Nilainilai Pluralisme dalam Islam”.Muslim adalah kafir. Alihalih berdialog untuk memperbaiki sistem yang tidak adil. pimpinan BKSPPI segera mengambil sikap tegas : menghentikan penerbitan Majalah ALWASATHIYAH dan memutus hubungan dengan ICIP. melainkan siapa pun dan beragama apa pun ketika tidak adil dan menindas maka ia disebut kafir. setelah menyadari bahaya paham Pluralisme Agama dan liberalisasi Islam pada umumnya. Akan lebih tepat jika term kafir dimaknai sebagai penindas. apapun agama dan aliran kepercayaannya. Karena kedu dukannya sebagai hukum yang lahir atas proses ijtihad. maka amat dimungkinkan bila dicetuskan pendapat baru. hasil kerjasama BKSPPI dan International Center for Islam and Pluralism (ICIP) – sebuah lembaga yang getol menyebarkan paham Pluralisme Agama. 2004). mereka adalah musuh semua agama dan kemanusiaan.. kafir tidak identik den gan nonMuslim. bahwa wanita Muslim boleh menikah dengan la kilaki nonMuslim. buku ini kemudian juga merombak hukum Islam dalam bidang perkawinan. Mun’im Sirry (ed).. Jadi. yakni menutup diri dari kebenaran dari pihak lain.” (Kembali keAlQur’an. 2004. Inilah su bstansi kafir . a d i a n h u s a i n i . dengan menghalalkan perkawinan wanita Muslimah dengan lelaki nonMuslim: “Soal pernikahan lakilaki nonMuslim dengan wanita Muslim merupakan wilayah ijtihadi dan terikat dengan konteks tertentu. Dalam buku ini juga disebutkan tentang persamaan semua agama: “Segi persamaan yang san gat asasi antara semua kitab suci . mereka mengancam akan membunuh Muhammad dan para pengikutnya. Tetapi. diantaranya konteks dakwah Islam pada saat itu. Muslim yang melakukan penganiayaan dan penindasan dan penindasan pun dapat dikatakan sebagai kafir. dan mukmin (orang beriman) a dalah pejuang pembebasan dari penindasan. atau pernikahan beda agama secara lebih luas amat diperbolehkan. Dengan kata lain.Paham Pluralisme Agama ini pun sudah sempat disusupkan ke lingkungan Pondok Pesantren. NonMuslim di Mekkah punya kriteria kafir seperti yang disebut alQuran. Dengan berdasarkan pada Pluralisme Agama.. c o m 10 11.. Berikut ini sebagian contoh buku Pluralisme Agama yang dibiayai oleh LSM LSM asing seperti The Asia Foundation dan Ford Foundation: (1) Buku Fiqih Lintas Agama yang diterbitkan oleh Paramadina dan The Asia Foundation. Menafsir Makna Zaman: Suarasuara kaum Muda h t t p : / / w w w . s ehingga pernikahan antar agama merupakan sesuatu yang terlarang. 164. Yang mana jumlah umat Islam tidak sebesar saat ini. Hilmi Faiq. editor: Pradana Boy ZTF dan M. pengantar oleh Moeslim Abdurrahman. Mereka penindas HAM dan tidak mau membuka diri untuk mendialogkan kebenaran.

dan Islam terhadap paham yang pada intinya ‘menyamakan semua agama’ ini. Hindu. Pandangan Katolik Menghadapi serbuan paham Pluralisme Agama ini. (Surah alKafirun). h t t p : / / w w w . tahun 2000. Dalam paparan berikutnya. Menjadi Saksi . setiap agama memang mempunyai ajaran dan klaim kebenaran masingmasing. bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah kaum kafir. Atau.Diantara isi buku ialah menyatakan bahwa semua agama adalah sama da n benar; Islam bukanlah satusatunya jalan kebenaran; dan agama dipandang sama dengan budaya (Pluralisme Agama): “Dalam konteks ini. Frans Magnis Suseno. akan terlihat. mengeluarkan Dekrit ‘Dominus Jesus’. Kepada mereka inilah dialamatkan fir man Allah. Hal ini berbeda dengan persoala n kaum musyrik yang pada zaman Nabi tinggal di kota Makkah. “Katakan (Muhammad). sebagaimana ditulis dalam bukunya. bisa juga dimengerti. bahwa kaum Muslim di Jawa boleh saling bergantiganti melakukan semba han dengan kaum musyrik Jawa. “aku tidak menyembah yang kamu sembah.” (hal. II. yang berbeda antara satu dengan lainnya. maka ini sama halnya. maka para tokoh agama agama tidak tinggal diam. Ayat yang san gat menegaskan perbedaan konsep ‘sesembahan’ in ditujukan kepada kaum musyrik Qurai sy dan bukan kepada Ahli Kitab. Berikut ini kita kutipkan pendapat tokoh Katolik Prof. bukan hanya Islam yang direpotkan oleh paham Pluralisme Agama. tapi juga bisa memakai medium yang lain. Sebab. mengapa mereka dikatakan kafir? D alam Tafsir alAzhar. yang unik dan khas. bagaimana sikap dari Katolik. jika Surat alKafirun hanya ditujukan untuk kaum musyrik Arab saja. logika buku Fiqih Lintas Agama itu jelas sangat keliru. a d i a n h u s a i n i . Tidak ada perbedaan yang signifi kan kecuali hanya ritualistik simbolistik. c o m 11 12. Paus Yohannes Paulus II.adalah ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa. Protestan. 5556). Sedangkan esensinya sama. begitu banyak ayat alQuran yang menyebutkan. maka Islam tak lain adalah satu jalan kebenaran diant ara jalanjalan kebenaran yang lain… artinya jalan menuju kebenaran tidak selamanya dan musti harus melalui jalan ‘agama’.” 15 Ternyata. Tauhid dan syirik tak dapat dipertemukan. Pernyataan dalam buku Fiqih Lintas Agama ini jelas sangat keliru. Maka. Karena sifatnya yang demikian maka Islam kemudian b erdiri sejajar dengan praktik budaya yang ada. karena larangan itu hanya untuk musyrik Arab. de ngan menyatakan. Prof. tentang Pluralisme Agama. Semua agama direpotkan oleh paham ini. Padahal. Hamka menulis: “Surat ini memberi pedoman yang tegas bagi kita pengikut Nabi Muhammad bahwasanya akidah tidaklah dapat diperdamaikan. dan kamu pu n tidak menyhembah yang aku sembah… bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. bahwa ayat itu sudah tidak berlaku lagi. yakni me nuju kebenaran transendental.” Logikanya. Ji ka mereka mempunyai konsep ketuhanan yang sama dengan Islam. karena kaum musyrik Arab sudah tidak ada lagi.

59. jelasjelas ditolak oleh Gereja Katolik. dan menyatakan. Jadi. berakar dalam sungai keilahian mendalam yang mengalir di baw ah permukaan dan dari padanya segala ungkapan religiositas manusia hidup. seperti Buddha. dan Muhammad merupakan geniusgenius religius. Mengkliam kebenaran hanya bagi diri sendiri dianggap tidak toleran. yang termasuk “budaya hati” individual. mirip misalnya dengan dimensi estetik. a d i a n h u s a i n i . Frans Magnis sendiri mendukung ‘Domin us Jesus’ itu. Agamaagama hendaknya pertamapertama memperlihatkan kerendahan hati. 16 Frans Magnis Suseno. “kosmis”. Bagi mereka. 138141. dan bukan masalah kebenaran. ‘Dominus Jesus’ menimbulkan reaksi keras. pluralisme agama itu sesuai dengan “semangat zaman”. anggapan bahwa agama agama merupakan ekspresi religiositas umat manusia.Kristus Di Tengah Masyarakat Majemuk. Menjadi Saksi Kristus Di Tengah Masyarakat Majemu k. 15 Lihat. Pluralisme sangat sesuai dengan anggapan yang sudah sangat meluas dalam masyarakat sekuler bahwa agama adalah masalah selera. berlainan dengan Pencerahan.Masih menurut penjelasan Frans Magnis Suseno. hal. Paham Pluralisme agama. menurut Frans Magnis. Kata “dogma” menjadi kata negatif. hanya dalam bahasa diperkaya oleh aliranaliran New Age yang. dsb. Teologi yang mendasari anggapan itu adalah. Mereka. Yesus. Bukan namanya tol eransi apabila untuk mau saling menerima dituntut agar masingmasing melepaskan apa yang mereka yakini. Paul F. mirip dengan orang yang bisa menemukan air di tanah. bahwa ‘Dominus Jesus’ itu sudah perlu dan tepat waktu. Di kalangan Katolik sendiri. bisa juga dengan mempertahankan paham Allah personal. Para pendiri agama. buku “Nilainilai Pluralisme dalam Islam” (Jakarta: Fatayat Nahdhatul Ulama dan Ford Foundation. Ia merupakan warisan filsafat Pencerahan 30 0 tahun lalu dan pada hakikatnya kembali ke pandangan Kant tentang agama sebagai lembaga moral. selain menolak paham Pluralisme Agama. hal. Ambil saja sebagai . juga menegaskan kembali bahwa Yesus Kristus adalah satusatunya pengantara keselamatan Ilahi dan tidak ada orang yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus. kurang lebih. Menurutnya. tidak menganggap lebih benar daripada yang lainlain. 2005). kata Frans Magnis Suseno. h t t p : / / w w w . (Jakarta: Penerbit Obor. sebagaimana diperjuangkan di kalangan Kristen oleh teologteolog seperti John Hick. adalah paham yang menolak eksklusivisme kebenaran. “holistik”. yang sebenarnya diakui adalah dimensi transenden dan metafisik alam semesta manusia. 2004). “mistik”. Posisi ini bisa sekaligus berarti melepaskan adanya Allah personal. anggapan bahwa hanya agamanya sendiri yang benar merupakan kesombongan. Namun. sangat terbuka terhadap segala macam dimensi “metafisik”. mereka menghayati dimensi religius secara mendalam. Pluralisme Agama hanya di permukaan saja kelihatan lebih rendah hati dan toleran dariupada sikap inklusif yang tetap meyakini imannya. Knitter (Protestan) dan Raimundo Panikkar (Katolik). 16 Pluralisme agama. Pada tahun 2000. 17 Penjelasan ini. c o m 12 13. dan dengan rincian berbeda. Vatikan menerbitkan penjelasan ‘Dominus Jesus’. Masih berpegang pada dogmadogma dianggap ketinggalan zaman.

dosen di Gregorian University Roma. Toleransi tidak menuntut agar kita semua menjadi sama. dalam John Cornwell. to whom this truth has been entrusted. (London: Penguin Books. Because she believes in God's universal plan of salvation. a d i a n h u s a i n i . Those who obey the promptings of the Spiri t of truth are already on the way of salvation. so as to bring them the truth. 2005). Frans Magnis menegaskan: “Menurut saya ini tidak lucu dan tidak serius. Toleransi yang sebenarnya berarti menerima orang lain. Terhadap paham semacam itu. Dupuis menyatakan.va/roman_curia/congregations/cfaith/documents/rc_co n_cfaith_doc_20000806_domin usiesus_en. kelompok lain. Ini sikap menghina kalau pun bermaksud baik. kaum pluralis menuntut untuk mengesampingkan bahwa Yesus itu ‘Sang Jalan’. The Pope in Winter. Jacques Dupuis SJ.vatican.html. dengan sekaligus membatalkan petunjukpetunjuk sebelumnya. Dokumen ini di keluarkan menyusul kehebohan di kalangan petinggi Katolik akibat keluarnya buku Toward a Christian Theology of Religious Pluralism karya Prof. dengan baik.” (http://www.contoh Islam dan kristianitas. the Church must be missionary. mengakui dan menghormati keberadaan mereka dalam kebe . God wills the salvation of everyone throug h the knowledge of the truth. Dalam bukunya ini. mari kita bersedia saling meneri ma. jadi melepaskan keyakinan lama yang mengatakan bahwa hanya melalui Putera manusia bisa sampai ke Bapa.‘Sang Kebenaran’. ‘Sang K ehidupan’ dan 17 Dominus Jesus dikonsep dan semula ditandantangani oleh Kardinal Ratzinger – sekarang Paus Benediktus XVI – dan dikeluarkan pada 28 Agustus 2000. keberadaan agama lain. Semua agama disatukan dalam kerendahan hati karena kekurangan bersama dalam meraih kebenaran penuh tersebut. c o m 13 14. Salvation is found in the truth. misalnya. akhir dan benar tentang bagaimana manusia harus hidup agar ia selamat. 5 Maret 2005) h t t p : / / w w w . termasuk intern Katolik sendiri. But the Church. 192199. Dokumen ini telah menimbulkan perdebatan sengit di kalangan Kristen. Dalam Dominus Jesus disebutkan: “Indeed. menjadi salah satu jalan. bahwa ‘kebenaran penuh’ (fullnes of thruth) tidak akan terla hir sampai datangnya kiamat atau kedatangan Yesus Kedua. Namun yang nyatanyata dituntut kaum pluralis adalah agar Islam melepaskan klaimnya bahwa Allah dalam alQuran memberi petunjuk definitif. hal. semua agama terus berjalan– sebagaimana Kristen – menuju kebenaran penuh tersebut. Jadi. must go out to meet their desire. (Perdebatan tentang Dominus Je sus bisa dilihat. Pluralisme mengusulkan agar masingmasing saling menerima karena masingmasing tidak lebih dari ungkapan religiositas manusia. dan kalau begitu. tentu saja mengklaim kepenuhan k ebenaran tidak masuk akal. salah satu sumber kehidupan dan salah satu kebenaran. katanya. God ‘desires all men to be sav ed and come to the knowledge of the truth' (1 Tim 2:4); that is. Dari kaum Kristiani.

rlainan mereka! Toleransi justru bukan asimilasi, melainkan hormat penuh identitas masin gmasing yang tidak sama.” 18 III. Pandangan Protestan Berbeda dengan agama Katolik yang memiliki pemimpin tertinggi dalam hi rarkis Gereja (Paus), dalam kalangan Protestan tidak bisa ditemukan satu sikap yang sama terhadap paham Pluralisme Agama. Teologteolog Protestan banyak yang menjadi polopor paham ini. Meskipun demikian, dari kalangan Protestan, juga mun cul tantangan keras terhadap paham Pluralisme Agama.Berikut ini sejumlah buku di Indonesia yang menyinggung masalah ini: Poltak YP Sibarani&Bernard Jody A. Siregar, dalam buku Beriman dan Beril mu: Panduan Pendidikan Agama Kristen untuk Mahasiswa, menjelaskan: “Pluralisme bukan sekedar menghargai pluralitas agama tetapi sekaligus menganggap (penganut) agama lain setara dengan agamanya. Ini adalah sikap yang mampu menerima dan menghargai dan memandang agama lain sebagai agama yang baik dan benar, serta mengakui adanya jalan keselamatan di dalamnya. Di satu pihak, jika tidak berhatihati, sikap ketiga ini dapat berb ahaya dan menciptakan polarisasi iman. Artinya, keimanannya atas agama yang diyakininya pada akhirnya bisa memudar dengan sendirinya, tanpa intervensi pihak lain.” 19 18 Sikap Katolik yang menolak paham Pluralisme Agama sangatlah logis, seb ab – meskipun dalam Konsili Vatikan II, Gereja Katolik telah mengubah sikapnya terhadap agamaagama lain, tetapi Konsili juga menetapkan Dekrit Ad Gentes (kepada bangsabangsa) yang mewajibkan seluruh Gereja untuk menjalankan kerja misionaris. Dalam pidatonya pada 7 Desember 1990, y ang bertajuk Redemptoris Missio (Tugas Perutusan Sang Penebus), yang diterbitan Konferensi Waligereja In donesia (KWI) tahun 2003, Paus Yohanes Paulus II mengatakan: “Tugas perutusan Kristus Sang Penebus, yang dipercayakan kepada Gereja, masih sangat jauh dari penyelesaian. Tatkala Masa Seribu Tahun K edua sesudah kedatangan Kristus hampir berakhir, satu pandangan menyeluruh atas umat manusia memperlihatkan bahwa tugas perutusan ini masih saja di tahap awal, dan bahwa kita harus melibatkan d iri kita sendiri dengan sepenuh hati… Kegiatan misioner yang secara khusus ditujukan “kepada para bangsa” (a d gentes) tampak sedang menyurut, dan kecenderungan ini tentu saja tidak sejalan dengan petunju kpetunjuk Konsili dan dengan pernyataanpernyataan Magisterium sesudahnya. Kesulitankesulitan baik yang datang dari dalam maupun yang datang dari luar, telah memperlemah daya dorong karya misioner G ereja kepada orangorang non Kristen, suatu kenyataan yang mestinya membangkitkan kepedulian di an tara semua orang yang percaya kepada Kristus. Sebab dalam sejarah Gereja, gerakan misioner selalu suda h merupakan tanda kehidupan, persis sebagaimana juga kemerosotannya merupakan tanda krisis iman.” 19 Poltak YP Sibarani&Bernard Jody A. Siregar, Beriman dan Berilmu: Panduan Pendidikan Agama Kristen untuk Mahasiswa, (Jakarta: Ramos Gospel Publishing House, 2005), hal. 126. h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 14

15.Sebuah kajian dan kritik yang serius terhadap paham Pluralisme Agama dilakukan oleh Pendeta Dr. Stevri I. Lumintang, seorang pendeta di Gereja Keesaan I njil Indonesia. Kajian Stevri Lumintang dituangkan dalam sebuah buku setebal lebih dari 700 halaman, berjudul Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004). Dicatat dalam ilustrasi sampul buku ini, bahwa Teologi AbuAbu adalah posisi teologi kaum pluralis. Karena teologi yang mereka bangun merupakan integrasi dari pelbagai warna kebenaran dari semua agama, filsafat dan budaya yang ada di dunia. Alkitab dipakai hanya sebagai salah satu sumber, itu pun dianggap sebagai mitos. Dan perpaduan multi kebenaran ini, lahirlah teologi abuabu, yaitu teologi buka n hitam, bukan juga putih, bukan teologi Kristen, bukan juga teologi salah satu agama yan g ada di dunia ini…. Namun teologi ini sedang meracuni, baik agama Kristen, maupun semua agama, dengan cara mencabut dan membuang semua unsurunsur absolut yang diklaim oleh masingmasing agama. Juga dikatakan dalam buku ini: ‘’Inti Teologi AbuAbu (Pluralisme) merupakan penyangkalan terhadap intisari atau jatidiri semua agama yang ada. Karena, perjuangan mereka membangun Teologi AbuAbu atau teologi agamaagama, harus dimulai dari usaha untuk menghancurkan batu sandungan yang menghalangi perwujudan teologi mereka. Batu sandungan utama yang harus mereka hancurkan atau paling tidak ya ng harus digulingkan ialah klaim kabsolutan dan kefinalitas(an) kebenaran yang ada di masingmasing agama. Di dalam konteks kekristenan, mereka harus menghancurkan keyakinan dan pengajaran tentang Yesus Kristus sebagai pernyataan Allah yang final.’’ 20 ‘’...Theologia abuabu (Pluralisme) yang kehadirannya seperti serigala berbulu domba, seolaholah menawarkan teologi yang sempurna, karena itu teologi tersebut mempersalahkan semua rumusan Teologi Tradisional yang selama ini dianut dan sudah berakar dalam gereja. Namun sesungguhnya Pluralisme sedang menawarkan agama baru...’’ 21 Menurut Stevri Lumintang: ‘’Pluralisme adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi kekristenan. Karena pluralisme bukanlah sekedar konsep sosiologis, anthropologis, melainkan konsep filsafat agama yang bertolak bukan dari Alkitab, melainkan bertolak dari fakta kemajemukan yang diikuti oleh tuntutan toleransi, dan diilhami oleh keadaan sosialpolitik yang didukung oleh kemajemukan etnis, budaya dan agama ; serta disponsori oleh semangat globalisasi dan filsafat relativisme yang mengiringinya. Pluralisme secara terangterangan menolak 20 Stevri I. Lumintang, Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004), hal. 235236. 21 Ibid, hal. 1819. h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 15 16.konsep kefinalitasan, eksklusivisme yang normatif, dan keunikan Yesus Kristus. Kristus bukan lagi satusatunya penyelamat, melainkan salah satu penyelamat. Inilah pluralisme, dan disinilah letaknya kehancuran kekristenan masa kini, sekalipun pada hakikatnya kekristenan tidak akan pernah hancur. Penyangkalan terhadap

semua intisari kekristenan ini, pada hekikatnya adalah upaya untuk membangun jalan raya bagi lalu lintas teologi agamaagama atau Theologi a Abu abu (Pluralisme). Oleh karena itu, semua disiplin ilmu teologi diupayakan untuk dikaji ulang (rekonstruksi) untuk membersihkan teologi Kristen dari rumusan rumusan tradisional atau ortodoks, yang pada hakikatnya merupakan batu sandungan terciptanya Theologia AbuAbu atau teologi agamaagama (Theo logia Religionum). 22 Dalam ‘Dokumen Keesaan GerejaPersekutuan Gerejagereja di Indonesia (DKGPGI) yang diputuskan dalam Sidang Raya XIV PGI di Wisma Kinasih, 29 November5 Desember 2004, masalah Pluralisme Agama tidak dibahas secara eksplisit. Tetapi, dokumen ini menunjukkan sikap eksklusivitas teologis kaum Protes tan. Misalnya, bisa dilihat dalam ‘’Bab IV : Bersaksi dan Memberitakan Injil Kepada Segala Makhluk’’, yang menegaskan: “Gereja Harus Memberitakan Injil Kepada Segala Makhluk”. Disebutkan dalam bagian ini : ‘’Gerejagereja di Indonesia menegaskan bahwa Injil adalah Berita Kesukaan yang utuh dan menyeluruh, untuk segala makhluk , manusia dan alam lingkungan hidupnya serta keutuhannya : bahwa Injil yang seutuhnya diberitakan kepada manusia yang seutuhnya... ‘’ Dalam Tata dasar Persekutuan GerejaGereja di Indonesia pasal 3 (Pengakuan) disebutkan : ‘’Persekutuan Gerejagereja di Indonesia mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia serta Kepala Gereja, sumber kebenaran dan hidup, yang menghimpun dan menumbuhkan gereja, sesuai dengan Firman Allah dalam Alkitab, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (1 Kor. 3 :11) : ‘’Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan yaitu Yesus Kristus.’’ (bnd. Mat. 16 : 16 ; ef. 4 :15 dan Ul. 7 :6). 23 Di dalam acara kebaktian Minggu, kaum Kristen biasanya mengucapkan a pa yang mereka sebut sebagai ‘sahadat rasuli’ atau ‘pengakuan iman rasuli’, yang juga disebut ‘dua belas pengakuan iman’, yang bunyinya : (1). Aku percaya kepada Alla h Bapa, yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.(2) Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita, (3) yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari an ak dara Maria, (4) yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut. (5) pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, (6) naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, (7) dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati, (8) Aku percaya kepada Roh Kudus; (9) gereja yang kudus dan am; persekutuan 22 Ibid, hal. 15. 23 Weinata Sairin (ed), ‘Dokumen Keesaan GerejaPersekutuan Gerejagereja di Indonesia (DKGPGI), (Jakarta: BPK, 2006). h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 16 17.orang kudus; (10) pengampunan dosa; (11) kebangkitan daging; (12) dan hidup yang kekal. 24 IV. Pandangan Hindu Kaum Pluralis Agama dari berbagai penganut agama sering mengutip ucapan tokohtokoh Hindu untuk mendukung pendapat mereka. Sukidi, seorang propagandis Pluralisme Agama dari kalangan liberal di Muhammadiyah, misalnya, menulis dalam satu artikel di media massa :

. a d i a n h u s a i n i . Dalam paparannya tentang Hinduism dari bukunya. Huston Smith juga menulis satu subbab berjudul “Many Paths to the Same Summit”. c o m 17 Peranan Gereja Yang Diakonal Dan Penanganan HIV/ Aids Diakoni FM . 1992). Aga maagama itu diibaratkan. Sebagai muslim. yaitu 24 Dr. (New York: Harper CollinsPubliser. Kau m Katolik di Indonesia juga menggunakan istilah sahadat untuk menyebut ‘Nicene Creed’ yang salah satu versi redaksinya berbunyi: “Kami percaya akan satu Allah. mustah il pula kita melawan dan menghindari. Prof.. Putra Allah yang Tunggal Yang pertama lahir dari semua ciptaan. Huston Smith menulis: “Early on. (Yogyakarta: Kan isius. 1991). 11. Bapa yang Mahakuasa. Zoroaster. Sang Sabda dari Allah. 11 Januari 2004). the Vedas announced Hinduism’s classic contention that the various religions are but different languages through which God speaks to the human heart. Dan. kitabkitab Veda menyatakan pandangan Hindu klasik. konsekuensinya. kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan. mari kita memproklamasikan kembali bahwa pluralisme agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah. konsekuensinya. The World’s Religions. Buddhisme. Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus. Pencipta halhal ya ng kelihatan dan tak kelihatan. “ (Alex I. bahwa agama agama yang berbeda hanyalah merupakan bahasa yang berbedabeda yang digunakan Tuhan untuk berbicara kepada hati manusia.“Dan. Hidup dari Hidup. Dilahirkan dari Bapa. (Jawa Pos. Islam. 25 Huston Smith. Harun Hadiwijono. maupun lainnya adalah benar.” (Terjemahan bebasnya: Sejak dulu. Mahatma Gandhi pun seirama dengan mendeklarasikan bahwa semua agama entah Hinduisme. Terang dari Ter ang. hal. Nietzsche menegasikan adanya Kebenaran Tunggal dan justru bersikap afirmatif terhadap banyak kebenaran. Suwandi PR. 73. ada banyak kebenaran (many truths) dalam tradisi dan agamaagama. karena itu. tapi berasal dari satu akar (the One). (Jakarta: BPK. kebenaran ada dan ditemukan pada semua agama. 2001). h t t p : / / w w w . The World’s Religions. hal. hal. Huston Smith juga mengutip ungkapan ‘orang suci Hindu’ abad ke19. “Truth is one; sages call it by different names. Karena itu. Akar yang sa tu itulah yang menjadi asal dan orientasi agamaagama. Kebenaran mema ng satu; orangorang bijak menyebutnya dengan nama yang berbedabeda). seperti pohon yang memiliki banyak cabang (many). Sebelum segala abad . Inilah Sahadatku. Kristen. dalam nalar pluralisme Gandhi. 910. 25 Untuk memperkuat penjelasannya tentang sikap ‘Pluralistik’ agama Hindu. Tanya Jawab Syahadat Iman Katolik. Yahudi. Dan.

Ketiga tugas ini punya korelasi interdependensi antara yang satu dengan yang lain. ketika para pelayan senior mau mendekatkan diri bahkan menyesuaikan diri kepada pelayan muda saat itu para pelayan muda semakin kurang menghargai seniornya sebagaimana layaknya. W. Akan tetapi. merupakan pelayanan pewartaan kerajaan Allah melalui Injil sebagai khabar keselamatan yang diberitakan ke dalam persekutuan secara sentripetal maupun ke luar persekutuan itu secara sentripugal. 1. kiranya jubilaris tetap teguh dan kokoh serta lebih energik untuk menunaikan tugas dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan. . Dan diakonia itu menjdai tindakan nyata sebagai pengimplementasian dari pewartaan Injil melalui berbagai aksi sosial. Dari keramahan dan keluwesan beliau bergaul dengan para pelayan muda maka tidak salah apabila dikatakan bahwa beliau sangat konsisten untuk membangun kerjasama yang baik dengan para pelayan yang lebih muda. Namun. Sth. Secara jujur harus diakui. dalam usia yang lebih lanjut. Dalam rangka memeriahkan 25 tahun kependetaan sang Jubilaris. penulis selalu ingat dengan kalimat singkat yang pernah beliau utarakan dalam bahasa Batak kepada penulis dan rekan pelayan muda lainnya. penulis menyumbangkan tulisan ini. Demikian juga halnya marturia. Oleh karena itu. Pendahuluan Koinonia. Penulis mengenal jubilaris sebagai sosok pelayan yang memiliki pola pikir produktip dan progressif. pelayanan diakonia sebenarnya sangatlah luas dan didalamnya terdapat beberapa metode pelayanan diakonia yang bervariasi. Dalam hal ini. Kiranya tidak berlebihan apabila penulis juga telah menyaksian bahwa jubilaris adalah salah satu pendeta senior yang selalu punya keinginan untuk menghancurkan tembok pemisah yang sering membatasi komunikasi antara pelayan senior dan junior. Penulis turut merasakan kebahagiaan jubilaris dan mensyukuri segala berkat Tuhan yang beliau terima selama kurun waktu 25 tahun silam dalam proses pelayanan Gereja Tuhan.P.Pengantar Selamat ulang tahun ke 25 kependetaan bapak Pdt. Koinonia sebagai persekutuan akan hidup survive. jubilaris tidak jarang melakukan pendekatan kultural kepada rekan sekerjanya yakni sistim kekerabatan ‘dalihan na tolu’. Tampubolon. Beliau memiliki pengalaman pelayanan yang matang baik di dalam maupun di luar negeri yang turut memampukan beliau dalam pelayanan masa kini sekaligus juga mempersiapkan pelayanan untuk kepentingan masa depan. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi pembaca. marturia dan diakonia merupakan tri tugas panggilan gereja yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. Hal ini dapat dikatakan karena diakonia sendiri adalah pelayanan. juga tidak dapat dipungkiri banyak pelayan junior yang menghormati seniornya justru mendapat perlakuan kurang wajar.jika terjadi saling melayani di tengahtengah persekutuan itu. “ molo hupasobok diringku tu hamu unang ma nian rajumi hamu sarupa hamu dohot ahu”. Di samping itu. ekonomi dan budaya. Semoga ke depan. walau dalam waktu yang sangat singkat. sosial politik. dengan senang hati dan rasa syukur kepad Tuhan. jubilaris menurut penulis punya kemampuan membangun hubungan kerja sama yang leih harmonis dengan juniornya karena keakraban dan komunikasi beliau tidak terlalu formal.

penulis membatasi tulisan ini khusus melihat PERANAN GEREJA YANG DIAKONAL DALAM PENANGANAN HIV/AIDS dengan mengingat HIV/AIDS sudah merupakan permasalahan dunia dan butuh penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. sermon dan lain-lain. selama ini berbagai LSM sudah berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS. semua pihak sangat diharapkan turut berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengatasinya. bahkan sudah jadi sebuah epidemi yang pertumbuhannya sangat pesat ibarat sarang labalaba. sangat sulit dideteksi. belum sampai pada tingkat psikomotoris. Namun sebagaimana telah ditegaskan bahwa HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama dari setiap lapisan warga gereja maupun masyarakat. Namun sebelumnya perlu dipahami dasar-dasar teologi diakonia yang menjadi landasan pelayanan gereja terhadap ODHA dan OHIDA. Gereja telah menyuarakan bahaya HIV/AIDS. Bentuk pelayanan transformatif merupakan bentuk pelayanan jangka panjang dengan mengesampingkan sikap ketergantungan dari orang yang dilayani kepada pelayan sekaligus konsisten dengan pemandirian orang yang dilayani. 2. Gereja cenderung menyuarakan penanganan HIV/AIDS dalam tingkat oral pada berbagai seminar maupun rapat yang diadakan namun belum sampai kepada aksi nyata. PA. Komite HIV/AIDS yang telah dibentuk HKBP merupakan langkah positip dan konstruktip untuk melakukan penanganan terhadap HIV/AIDS. sudah waktunya Gereja membuka mata dan secara aktip membangun pelayanan diakonal dalam penanganan HIV/AIDS. Demikianlah ODHA/OHIDA (Orang Dengan HIV/AIDS atau Orang Dengan AIDS) pada akhirnya mampu melayani bersama gereja atau di dalam gereja untuk melakukan pelayanan preventif maupun protektif kepada yang belum terinfeksi virus HIV maupun yang sudah. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan saja. Untuk itu. walaupun harus diakui ada . Bentuk pelayanan seperti ini juga tidak menempatkan orang yang dilayani sebagai objek melainkan memposisikannya sebagai mitra kerja. reformatif dan transformatif). Dari berbagai bentuk pelayanan diakonia saat ini dikenal (karitatif. Memberdayakan orang yang dilayani bukan saja untuk mampu melepaskan diri dari permasalahan yang ia hadapi tetapi lebih dari itu. Penulis membahas peranan gereja yang diakonal dengan bentuk pelayanan transformatif dengan tindakan preventif dan protektif baik melalui pelayanan pastoral maupun juru kampanye. Oleh karena itu. Untuk itu. Di samping lembaga pemerintah maupun rumah sakit. Namun kita masih merasakan adanya sikap kekakuan bahkan kepasifan daripada Gereja untuk terlibat langsung dalam penanganan HIV/AIDS. pada akhirnya mampu melayani orang lain. dalam hal ini melalui khotbah.Melihat betapa luasnya cakupan pelayanan diakonia. Istilah diakonia adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang diterima dan diakui sebagai bahasa asli kitab Perjanjian Baru. Diakonia dalam Perjanjian Baru Ada dua kata yang perlu dibahas dalam Kitab Perjanjian Baru berkaitan dengan istilah ‘diakonia’ yakni: Pelayan. melainkan telah jadi masalah kemanusiaan di seluruh dunia. namun barangkali masih pada tingkat kognitif atau mungkin afektif. Lebih berbahaya lagi perkembangannya ibarat belut dalam lumpur. Itu sebabnya penulis membatasi pembahasan landasan teologia diakonia hanya pada kitab Perjanjian Baru. Gereja dirasa perlu bahkan sudah mendesak untuk segera memberdayakan warga dan pelayan untuk peka dan proaktip menangani masalah kemanusiaan tersebut.

hamba. Dengan demikian diakonia juta merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari koinonia. Walaupun demikian istilah ‘diaconos’ juga dipergunakan untuk suatu jabatan gerejawi (Flp 1:1) dimana selain penilik jemaat juga ada diaken. Paulus sebagai pemberita Injil juga menyebut diri dan rekannya Epafras sebagai pelayan (Kol 1:7. Demikian juga halnya ketika Yesus makan bersama dengan para muridNya. Lebih luas lagi bahwa pelayanan itu merupakan tugas dan danggungjawab imamat am orang-orang percaya (1Pet 2:9) sehingga dalam implementasinya perlu pemberdayaan warga jemaat untuk saling melayani dan untuk melayani orang lain di . melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45). Dalam pemahaman seperti itulah Yesus berkata. Secara etimologi. istilah hamba sudah dikenal sebagai pelayan dalam kegiatan kultus di tempat ibadah orang-orang Yunani. pelayanan dan melayani. Rom 12:7. diakonia berasal dari kata ‘deacon’ yang diterjemahkan menjadi pelayan. 1Tim 3:8ff). penting dan punya makna khusus dalam karya penyelamatan Yesus sendiri. Pelayanan itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri maupun keluarga sebagai lembaga terkecil di tengahtengah masyarakat.23. Yesus selanjutnya menyebutkan bahwa diriNya sendirilah pelayan itu (Luk 22:26f). Itu artinya bahwa segala tugas pelayanan para diaken tidak boleh dilakukan tanpa iman yang benar. dimana pada saat itu ada dari antara muridNya bertengkar memperdebatkan siapa dari antara mereka yang terbesar. Membangun Gereja yang Diakonal). “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani. Pelayanan para rasul dan para pelayan lainnya merupakan pelayanan yang diterima dari Tuhan maupun yang diterima melalui gereja sehingga ‘harus dijalankan sepenuhnya’ (Kol 4:17. Itu berarti bahwa pemberitaan injil oleh Paulus yang dapat dikategorikan ke dalam istilah ‘marturia’ merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari diakonia karena orang yang memberitakan Injil juga adalah pelayan. Pelayanan yang lebih agung dan mulia mengacu kepada pelayanan Kristus (Ibr 8:6). Dari kata ‘deacon’ kita mengenal istilah ‘diaconos’ yakni pelayan. Pelayanan. Kata ’deacon’ ditemukan sebanyak seratus kali dalm kitab Perjanjian Baru. Hal ini menunjukkan kata ‘deacon’ itu merupakan kata yang sangat populer.beberapa kata dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani diterjemahkan dengan istilahistilah yang berhubungan dengan diakonia sebagaimana ditemukan dalam kitab Septuaginta (Alf Obtestadt. Pada dasarnya. Yesus justru menegaskan bahwa yang terbesar adalah pelayan. Hal ini dikatakan oleh Yesus dalam konteks makan bersama yang didasari oleh persekutuan atau koinonia yang di dalamnya terjadi proses saling melayani.25). Pelayanan Yesus sekaligus menyempurnakan pelayanan para nabi dimana pelayanan itu adalah penyangkalan diri sehingga pelayanan itu adalah untuk orang lain. Itu makanya Kristus menekankan pelayanan kepada orang lain terutama kepada orang-orang yang paling hina karena pelayanan seperti itu adalah pelayanan kapada Dia. Melakukan pelayanan terhadap orang lain itu berarti melakukan pelayanan kepada Kriatus sendiri (Mat 25:44). ‘deacon’ itu merupakan hamba. Selanjutnya Rasul Paulus memberikan persyaratan untuk menjadi diaken (1 Tim 3:8ff) yang intinya bahwa rahasia iman harus tetap tersimpan dan terpelihara di dalam hati. Bahkan sebelum zaman Perjanjian Baru juga dalam dunia Hellenistik tahun 330-37 BC. Disamping itu pelayanan bukan hanya karena jabatan tetapi karena karunia Roh (Rom 12:7).

Dari sekian banyak pelayanan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. Barulah ketika HIV sampai kepada AIDS maka virus dapat terdeteksi. Dimana menurut pemahaman Yudaisme penyakit adalah salah satu konsekwensi logis dari pada dosa. “Aku datang bukan untuk orang benar. 3. Padahal HIV itu adalah virus yang sangat sulit dideteksi karena belum menunjukkan geala penyakit. Kumpulan gejala penyakit tersebut bukanlah yang diturunkan atau penyakit keturunan melainkan diperoleh. banyak orang yang tidak bersedia memeriksakan diri karena takut apabila terdeteksi mereka akan didiskriminasi dan distigmatisasi. bnd Mrk 2:1-12. Sering mnurut mereka bahwa orang sakit adalah orang berdosa. yaitu penyembuhan orang sakit karena dosanya (Yoh 5:14. Hal ini diakibatkan oleh rasa keputusasaan para ODHA/OHIDA yang semakin tertutup dan tidak turut membantu penanganan HIV/AIDS. Sikap seperti ini bukannya mampu meselesaikan permasalahan yang sedang mengglobal ini malah justru turut mempercepat merebaknya HIV/AIDS ke manamana.2. Oleh karena itu. Melayani sesama orang-orang percaya merupakan titik berangkat untuk melayani masyarakat yang lebih luas. Hal ini ia katakan dimana orangorang Yahudi secara khusus kaum elitis di dalamnya mengklaim dirinya sebagai orang orang yang benar karena melaksanakan hukum taurat disisi lain menghakimi para pemungut cukai sebagai orang-orang berdosa. ada dua hal yang menarik ditelusuri berkaitan dengan topik ini. memang tidak dapat disangkal bahwa banyak gejala penyakit tersebut diperoleh akibat kesalahan sendiri atau karena kebejatan moral. apakah ODHA dan OHIDA itu masih harus dibenci karena ada anggapan bahwa penyakit yang diderita adalah akibat tindakan amoral? Ataukah satusatunya jalan adalah merangkul. Disamping itu. Inilah yang menjadi dasar masyarakat umum untuk cenderung mmbenci dan mendiskreditkan ODHA/OHIDA itu sehingga terjadi stigmatisasi dan diskriminasi. Itu makanya Rasul Paulus menekankan pentingnya pelayanan yang berkualitas di dalam kasih kepada sesama seiman (Gal 6:10). Sangat menarik bahwa Yesus bersedia menyembuhkan orang sakit walaupun penyakit itu adalah akibat dosa yang diperbuat. Dalam hal ini Yesus berkata. Yesus dan Orang sakit dalam Perjanjian Baru. istilah yang lama itu juga sangat menakutkan ODHA dan OHIDA sekaligus mendukung mereka pada sikap pesimistik dan keputusasaan. Bagi Yesus.luar jemaat itu sendiri karena sasaran pelayanan itu adalah masyarakat universal (Roma 15:16).1. ODHA/OHIDA Istilah ODHA/OHIDA ini disosialisasikan sebagai pengganti istilah diskriminatif yang selama ini dipergunakan yakni penderita HIV/AIDS. mengasihi bahkan menjadikan mereka sebagai mitra kerja? Alkitab adalah landasan pemahaman teologis dan pelayanan diakonal. melainkan untuk orang berdosa” (Mrk 2:17). 3. Disamping itu. Human Immunodeficiency Syndrome (HIV) merupakan virus yang yang melemahkan bahkan menghilangkan sistim kekebalan tubuh manusia. Itu makanya tidak jarang mereka justru mengucilkan orang sakit terutama orang yang berpenyakit kusta. tidak ada orang yang tidak berdosa. Yesus tidak mengadakan stigmatisasi dan diskriminasi walaupun hal itu bisa terjadi di tengahtengah masyarakat Yahudi pada waktu itu. Pernyataan Yesus ini perlu direvitalisasi dalam kehidupan gereja sekaligus ditransformasikan dalam kehidupan masa kini terutama . Mzm 103:3) dan penyembuhan orang sakit bukan karena dosanya maupun orang tuanya (Yoh 9:2-3). Dasar pemahaman pelaksanaan pelayanan Gereja terhadap ODHA/OHIDA 3. Untuk itu. sementara itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya sistim kekebalan tubuh.

Gereja diharapkan untuk melaksanakan ketiga tugas ini dalam penanganan HIV/AIDS. Gereja adalah tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang percaya Rasul Paulus telah menggambarkan orang-orang percaya dengan adanya satu tubuh sebagai wadah persekutuan para anggota dengan fungsi yang berbedabeda (I Kor 12:12-26. Rasa kebersamaan atau “partnership” akan memperkuat rasa saling mempercayai antara kedua belah pihak. secara organisma adalah tubuh Kristus (I Kor 12:27). ODHA/OHIDA hendaknya menjadi bagian yang integral dari keseluruhan pelayanan diakonal gereja pada masa kini dn yang akan datang. namun yang paling besar di antaranya ialah kasih. Rom 12:4 —8). dimana gereja harus membangun suatu prsekutuan kasih. Gereja juga perlu mendirikan semacam wadah dimana ODHA/OHIDA dapat dilayani lebih intensif. Kemajemukan orang-orang percaya justru diikat oleh satu iman. ODHA/OHIDA perlu diberdayakan menjadi juru kampanye. perlu disosialisasikan seluasluasnya kepada masyarakat bahwa ODHA/OHIDA adalah sesama manusia yan membutuhkan perlakuan yang wajar sebagaimana masyarakat lainnya. Gereja sebagai tubuh Kristus telah hadir di tengahtengah dunia ini untuk melaksanakan tri tugas panggilannya yaitu koinonia.dalam pelayanan ODHA/OHIDA yang selama ini sering didiskriminasikan. mereka benarbenar dapat merasakan kedamaian sampai pada akhirnya mereka terlepas dari belenggu rasa malu dan minder. para penderita akan menjadi mitra gereja dalam penanganan HIV/AIDS.4. Mereka harus dilindungi dari serangan dan hujatan masyarakat. Fungsi protektip dan preventip gereja Fungsi protektip dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah terlanjur ODHA/OHIDA. mewartakan kasih dan melayankan kasih kepada ODHA/OHIDA. satu pengharapan dan satu kasih (I Kor 13:13). 3. Untuk itu. gereja maupun para konselor akan mampu membangun “sharing” dan berdiskusi secara “konfidensial” artinya konselor tidak memberitahukan rahasia pembicaraan tanpa seizin ODHA/OHIDA. pemahaman bahwa konselor adalah setara dengan ODHA/OHIDA amatlah penting. pola pikir dan pergumulan yang berbeda. Melalui sosialisasi itu diharapkan kesediaan masyarakat dapat menerima ODHA/OHIDA sebagaimana para penderita penyakit lainnya. Untuk itu. Lambang-lambang HIV/AIDS seperti tengkorak yang sangat menakutkan dan menggambarkan maut sangatlah kurang baik karena berpengaruh negatip terhadap kejiwaan si pederita. Dengan demiikian. dan diakonia. idealnya setiap anggota tubuh harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang latarbelakang denominasi maupun organisasi demi keutuhan tubuh yang satu itu yakni gereja yang esa sebagai tubuh Kristus. Disanalah mereka akan dilayani secara pastoral konseling untuk memulihkan mental dan spiritual yang lebih kuat. ODHA/OHIDA merupakan mitra kerja gereja yang sangat efektip untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus HIv. Dalam wadah tersebut. Setiap orang percaya yang mempunyai latarbelakang. Oleh karena itu. efektif dan efisien. Sementara fungsi preventip akan lebih diarahkan kepada masyarakat yang belum terinfeksi virus HIV terutama bagi mereka yang berpeluang besar akan terserang dilihat dari segi tingkahlakunya misalnya para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dan para pelaku seks bebas. Untuk itu. 3. Di samping itu. bahkan sebagai tenaga konselor yang didampingi oleh .3. marturia. Rasa saling percaya akan memotivasi para penderita untuk lebih terbuka dan jujur dan pada akhirnya melalui pastoral konseling. Kasih merupakan satusatunya bukti nyata dari realisasi iman dan pengharapan. Untuk itu Gereja punya posisi dan peranan yang sangat strategis untuk turut ambil bagian dalam penanganan masalah HIV/AIDS.

kasih.6. sikap primordialisme dan nepotisme tidak dibutuhkan dalam proses pelayanan pastoral terhadap ODHA/OHIDA. 3. tidak mudah putus asa. etnis. murah hati. Kita tahu bahwa HIV/AIDS lebih banyak ditimbulkan oleh tindakan kejahatan seperti kejahatan seksual dan penggunaan narkoba melalui jaruum suntik. Gereja sedapat mungkin harus membenci bahkan menghempang penularan HIV/AIDS namun tidak boleh membenci ODHA/OHIDA. seorang dokter mutlak mengasihi orang sakit sekigus membenci penyakit yang mengakibatkan penderitaan itu sendiri. ODHA/OHIDA tidak boleh dipisahkan atau dibedabedakan hanya karena latarbelakang bangsa. tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.adalah kasih. mereka memperdebatkan hukum Musa kepada Yesus bahwa orang yang demikian harus dilempari dengan batu. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib. pengharapan. budaya bahkan agama yang berbeda. tidak memegahkan diri.pelayan gereja dalam rangka tindakan preventip maupun protektip. tetapi orang sakit. Sebagaimana seorang dokter harus mampu memisahkan penyakit dari orang sakit. Sebagai landasan pastoral gereja. sangatlah penting dihayati bahwa kasih itu sabar. Murah hati merupakan penampakan kasih dari konselor yang bersedia memberikan pelayanan . 3. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar. Mereka berhak memperoleh perlakuan secara manusiawi. Yesus berkata. Perlunya sikap inklusivisme dan universalisme Yesus pernah berkata. kasih itu tidak berkesudahan. “Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa. Seorang dokter tidak pernah berniat membunuh orang sakit tetapi justru ingin mematikan penyakit agar si penderita memperoleh kesembuhan. Kasih sebagai landasan pastoral Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa yang paling besar dari ketiga hal utama-iman. khotbah. Rasul Paulus telah menjabarkan buah-buah kasih itu secara panjang lebar dalam 1 Kor 13:4-8a. Karena itu. kaum ibu dll) melalui ibadah. seluruh dunia. Semua bangsa. melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17). Tindakan preventip dapat dilakukan selualuasnya baik melalui pembinaan terhadap warga gereja (pemuda. Demikian juga ODHA/OHIDA harus diperlakukan setara dengan manusia yang lain. Dengan jelas Yesus mau menghancurkan tembok pemisah antara kaum elitis Yahudi yang cenderung membenarkan diri dengan masyarakat jelata yang sering disalahkan dan dihakimi. Demikian juga ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahi Taurat datang kepada Yesus sambil membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). Untuk itu. kaum bapa. karena penderita harus diyakinkan terlebih dahullu sehingga ia tidak merasa malu untuk mengungkapkannya.5. Namun Gereja harus mampu membedakan dan memisahkan kejahatan dari orang jahat. Mereka merupakan korban pertama dari kejahatan dan virus HIV. selebaran dll. Tentu saja butuh waktu yang relatif lama. Dia harus dengan sabar membongkar latarbelakang penularan virus HIV kepada para korban. Hal ini dikatakan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat dan golongan Farisi yang eksklusive melihat Yesus sedang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. dimana ODHA/OHIDA turut di dalamnya pada akhirnya menjadi landasan pendaratan Firman Tuhan. dimana orang jahat sebenarnya tidak identik dengan kejahatan. Seorang konselor yang benarbenar dilandasi oleh kasih harus menunjukkan sikap sabar.

S. E. waktu dan pikiran untuk selalu setia mendampingi penderita di dalam pergumulan hidupnya.Th. (Penulis:Pdt. Inklusivitas pelayanan gereja seperti ini merupakan suatu rekonstruksi pelayanan Yesus pada dunia masa kini sebagai salah satu bagian kecil dari perwujudan visi sang Raja Gereja yakni keselamatan dunia. Tidak memegahkan diri berarti gereja maupun konselor tidak menempatkan diri lebih tinggi dari para penderita HIV/AIDS. semua manusia telah jatuh ke dalam dosa tanpa terkecuali. tetapi justru akan menjerumuskan mereka kepada kehidupan yang lebih isolatif (lebih suka mengurung dirisendiri). Kiranya gereja juga memberdayakan para pelayannya maupun warganya untuk tidak hanya menjalankan pelayanan internal tetapi juga menjalankan pelayanan kepada yang lain (Paul Knitter. Selain itu pelayananan sebagaimana telah diuraikan di atas juga adalah pelayanan yang diterima dari Tuhan Raja Gereja yang tidak hanya mementingkan bentuk-bentuk pelayanan formal dan rutin.dengan segenap hati dan hidupnya. Satu Bumi Banyak Agama) yakni yang lain yang religius dan yang lain yang menderita khususnya saudara-saudara kita yang kekasih. Pihak Gereja atau konselor tidak berhak membenarkan diri sebagai orang kudus sekaligus menghakimi penderita HIV/AIDS sebagai orang-orang berdosa dan jahat. Siahaan. Untuk itu Gereja harus berusaha menumbuhkan sikap percaya diri bahwa mereka dapat diterima di tengahtengah gereja dan masyarakat sebagai orang yang patut dilayani secara wajar.Penutup Reposisi dan revitalisasi peranan gereja adalah hal yang sangat mendesak melihat permasalahan sosil disekitarnya yang semakin rumit yang disadari atau tidak asti punya dampak destruktif kepada kehidupan gereja itu sendiri. Sikap tidak menyimpan kesalahan orang lain amatlah penting dalam pelayanan pastoral konseling ini. Dimana kesalahan mereka tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyalahkan dan menghakimi. Tentu saja murah hati tidak boleh diukur dari pemberian material tetapi diukur dari kerelaan untuk mengorbankan tenaga. Kasih itu tidak berkesudahan adalah dasar yang paling utama sebagaimana kasih Allah juga tidak pernah berkesudahan. tetapi selalu segar dalam pelayanan pastoral kepada ODHA/OHIDA sekalipun pelayanan tersebut bukan tanpa masalah.R. Namun karena kelemahan manusia itu atas godaan sang iblis. ODHA/OHIDA. Tetapi mereka harus diberdayakan untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik bahkan menjadi mitra gereja untuk menghempang penyebaran virus HIV/AIDS. Dpk Rakom Diakoni FM) • • • • • • • • • • Artikel dibaca 514x [0] komentar 1 2 3 4 5 . Sebaliknya justru harus merendahkan diri dan menghayati bahwa setiap manusia mempunyai standard yang sama di hadapan Tuhan sebagaimana dalam teologia penciptaan dimana bahwa manusia itu ialah “imago dei”. Gereja dan konselor harus merevitalisasi peranan kasih sehingga gereja dan konselor tidak akan pernah merasa jenuh dan bosan. 4. Kemudian sikap tidak pemarah tidak terpisahkan dari tidak memegahkan diri. Oleh karena itu. Sikap marah terhadap ODHA/OHIDA karena perbuatannya tidak akan menolong mereka. semua manusia telah berdosa dan harus diselamatkan.

. intimidasi. tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Bermain atau Ngamen… ? Artikel: 24 May 10 15:07 WIB Yogyakarta \ Indie Radio Dunia Broadcast Rakom Perlu Mempertimbangkan Sound Card yang Berkualitas Bagus tapi Ekonomis Artikel: 5 May 10 11:41 WIB Aceh \ Genta FM Derita Lumpuh Nuraini Nama þÿ Asal Kota þÿ Email þÿ Komentar Kode Keamanan* þÿ Kirim Wajib di isi [may not leaved blank] Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi. Pengelola berhak mengubah/menghapus katakata yang berbau pelecehan.• • • • • • Formulir Komentar Tulisan Terkait Artikel: 31 May 10 22:00 WIB Bandung \ Roni Vikers Ketika Mereka Menentukan Antara Sekolah.

megusulkan sebanyak 4 unit SD Filial yang ada di kecamatan bayan untuk dirubah Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 RPJMD KLU 2010-2015. Suara Komunitas – Setelah beberapa waktu lalu pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum memastikan penyelenggra atau pelaksana rekrutmen penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 UPTD Dikbudpora KLU Usulkan 4 SD Filial Difinitif 3 Lombok Utara. akan tetapi bagaimana para relawan JMM? Keaktifan gunung Artikel > Magelang > K FM 00:1 Manfaatkan Situs Jejaring Sosial.Kesehatan dan Infrastruktur jadi 3 Prioritas Lombok Utara. dan antar golongan • • Terbaru Terpopuler 19:0 Bertani Melon Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi 9 Oleh: Adam Gita Swara Mungkin sebagian besar masyarakat menilai kalau bertani melon adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu yang banyak dan rentan dengan penyakit.Rofiq 22:1 Jalin Merapi Swadaya Mendirikan Posko 5 MAGELANG.Guna memberikan pemahaman kepada stake holder Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 06:2 Keakraban Tim Jalin Merapi Magelang 7 K FM Magelang – Dinginnya pagi suasana di gunung merapi Magelang sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat sini. belum menunjukkan . Aktifitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Boyolali. ras.bertendensi suku. Suara Komunitas . Jalin Merapi Informasikan Kondisi 9 Pengungsi MAGELANG. Tetapi Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 Rekrutmen CPNS. Klaten dan Yogyakarta memanfaatkan fasilitas grup di situs jejaring Berita > Magelang > Muhammad A. Sektor pendidikan. agama. Suara Komunitas – Unit Pelaksana Tehnis Dinas Pendidikan kebudayaan Pemuda dan Olah raga KLU. KLU Tetapakan UI sebagai Penyelengara 5 Lombok Utara. Tim Jaringan Informasi Lintas Merapi (Jalin Merapi) yang tersebar di beberapa titik di Magelang.

jawa tengah. Suara Komunitas – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas nasional terhadap korban jiwa akibat meletusnya gunung merapi. Kesehatan dan Infrastruktur Jadi Prioritas 4 Lombok Utara. sekaligus sebagai upaya konsolidasi dan integrasi perencanaan pembamgunan daerah Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM Berita Foto . tapi juga Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM 19:0 Sektor Pendidikan.Guna memberikan pemahaman kepada stake holder dan masyarakat. karenanya perlu diberikan pendidikan sejak dini. dan bencana gempa bumi yang Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM 19:1 Pendidikan Anak Harus Dilakukan Sejak Dini 0 Lombok Utara.Rofiq 19:2 Sholat Ghaib dan Doa Bersama untuk Korban Bencana 1 Lombok Utara. Suara Komunitas .penurunnya. sehingga menjadi anak. bukan saja berguna untuk agamanya. Hal ini ditandai dengan masih terjadinya Berita > Magelang > Muhammad A. Suara Komunitas .Anak merupakan amanah dari Allah.

.. rifson berkata : mudahan jaringan ini . Tampubolon. [+-->] • • • • • • • • • • • 10 Komentar Terbaru cut feby berkata : ass mav pak saya ingin .. hary gatho berkata : ingin gabung ma pemuda . rokhim berkata : saya sangat setuju adanya .. Prie berkata : Keinginan tak selamanya .. KLU Tetapakan UI sebagai Penyelengara oleh: Gita Swara FM.. Mujibur rahman berkata : Semoga bermanfaat.. Rahmad suryadi berkata : saya pernah punya teman .. Beliau memiliki pengalaman pelayanan yang matang baik di dalam maupun di luar negeri yang turut memampukan beliau dalam pelayanan masa kini sekaligus juga mempersiapkan pelayanan untuk kepentingan masa depan. Kiranya tidak berlebihan apabila penulis juga telah menyaksian bahwa jubilaris adalah salah satu pendeta senior yang selalu punya keinginan untuk menghancurkan tembok pemisah yang sering membatasi komunikasi ..P. cah ncomal berkata : disidokare emangnya ada . Sth....dan ... Penulis turut merasakan kebahagiaan jubilaris dan mensyukuri segala berkat Tuhan yang beliau terima selama kurun waktu 25 tahun silam dalam proses pelayanan Gereja Tuhan. ali erfan berkata : selain pisang mang ga . Peranan Gereja Yang Diakonal Dan Penanganan HIV/ Aids Diakoni FM Pengantar Selamat ulang tahun ke 25 kependetaan bapak Pdt.189820 seconds... Penulis mengenal jubilaris sebagai sosok pelayan yang memiliki pola pikir produktip dan progressif. suswono berkata : Direktur Manajemen Tangkolo ..Rekrutmen CPNS. W. • • • • • Siapa Kami Peta Umpan Balik Tanya-Jawab © SuaraKomunitas 2010 Statistik pengunjung: online 6 Script timer: 0....

antara pelayan senior dan junior. Melihat betapa luasnya cakupan pelayanan diakonia. Dalam hal ini. ekonomi dan budaya. Di samping itu. dengan senang hati dan rasa syukur kepad Tuhan. Bentuk pelayanan transformatif merupakan bentuk pelayanan jangka panjang dengan mengesampingkan sikap ketergantungan dari orang yang dilayani kepada pelayan sekaligus konsisten dengan pemandirian orang yang dilayani. jubilaris menurut penulis punya kemampuan membangun hubungan kerja sama yang leih harmonis dengan juniornya karena keakraban dan komunikasi beliau tidak terlalu formal. Akan tetapi. Dari berbagai bentuk pelayanan diakonia saat ini dikenal (karitatif. Oleh karena itu. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi pembaca. Pendahuluan Koinonia. PA. Dari keramahan dan keluwesan beliau bergaul dengan para pelayan muda maka tidak salah apabila dikatakan bahwa beliau sangat konsisten untuk membangun kerjasama yang baik dengan para pelayan yang lebih muda. penulis menyumbangkan tulisan ini. 1. Semoga ke depan. merupakan pelayanan pewartaan kerajaan Allah melalui Injil sebagai khabar keselamatan yang diberitakan ke dalam persekutuan secara sentripetal maupun ke luar persekutuan itu secara sentripugal. . pelayanan diakonia sebenarnya sangatlah luas dan didalamnya terdapat beberapa metode pelayanan diakonia yang bervariasi. reformatif dan transformatif). sermon dan lain-lain. Demikian juga halnya marturia. Koinonia sebagai persekutuan akan hidup survive. jubilaris tidak jarang melakukan pendekatan kultural kepada rekan sekerjanya yakni sistim kekerabatan ‘dalihan na tolu’. Dalam rangka memeriahkan 25 tahun kependetaan sang Jubilaris.jika terjadi saling melayani di tengahtengah persekutuan itu. ketika para pelayan senior mau mendekatkan diri bahkan menyesuaikan diri kepada pelayan muda saat itu para pelayan muda semakin kurang menghargai seniornya sebagaimana layaknya. “ molo hupasobok diringku tu hamu unang ma nian rajumi hamu sarupa hamu dohot ahu”. dalam hal ini melalui khotbah. Secara jujur harus diakui. dalam usia yang lebih lanjut. walau dalam waktu yang sangat singkat. marturia dan diakonia merupakan tri tugas panggilan gereja yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. penulis membatasi tulisan ini khusus melihat PERANAN GEREJA YANG DIAKONAL DALAM PENANGANAN HIV/AIDS dengan mengingat HIV/AIDS sudah merupakan permasalahan dunia dan butuh penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. Dan diakonia itu menjdai tindakan nyata sebagai pengimplementasian dari pewartaan Injil melalui berbagai aksi sosial. Hal ini dapat dikatakan karena diakonia sendiri adalah pelayanan. juga tidak dapat dipungkiri banyak pelayan junior yang menghormati seniornya justru mendapat perlakuan kurang wajar. Penulis membahas peranan gereja yang diakonal dengan bentuk pelayanan transformatif dengan tindakan preventif dan protektif baik melalui pelayanan pastoral maupun juru kampanye. kiranya jubilaris tetap teguh dan kokoh serta lebih energik untuk menunaikan tugas dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan. penulis selalu ingat dengan kalimat singkat yang pernah beliau utarakan dalam bahasa Batak kepada penulis dan rekan pelayan muda lainnya. Ketiga tugas ini punya korelasi interdependensi antara yang satu dengan yang lain. sosial politik. Namun.

Hal ini menunjukkan kata ‘deacon’ itu merupakan kata yang sangat populer. semua pihak sangat diharapkan turut berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengatasinya. Kata ’deacon’ ditemukan sebanyak seratus kali dalm kitab Perjanjian Baru. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan saja. ‘deacon’ itu merupakan hamba. Secara etimologi. melainkan telah jadi masalah kemanusiaan di seluruh dunia. Di samping lembaga pemerintah maupun rumah sakit. bahkan sudah jadi sebuah epidemi yang pertumbuhannya sangat pesat ibarat sarang labalaba. penting dan punya makna khusus dalam karya penyelamatan Yesus sendiri. Komite HIV/AIDS yang telah dibentuk HKBP merupakan langkah positip dan konstruktip untuk melakukan penanganan terhadap HIV/AIDS. sangat sulit dideteksi. belum sampai pada tingkat psikomotoris. Itu sebabnya penulis membatasi pembahasan landasan teologia diakonia hanya pada kitab Perjanjian Baru. Untuk itu. walaupun harus diakui ada beberapa kata dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani diterjemahkan dengan istilahistilah yang berhubungan dengan diakonia sebagaimana ditemukan dalam kitab Septuaginta (Alf Obtestadt. Pada dasarnya. . Namun sebagaimana telah ditegaskan bahwa HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama dari setiap lapisan warga gereja maupun masyarakat. Bahkan sebelum zaman Perjanjian Baru juga dalam dunia Hellenistik tahun 330-37 BC. Gereja dirasa perlu bahkan sudah mendesak untuk segera memberdayakan warga dan pelayan untuk peka dan proaktip menangani masalah kemanusiaan tersebut. namun barangkali masih pada tingkat kognitif atau mungkin afektif. Diakonia dalam Perjanjian Baru Ada dua kata yang perlu dibahas dalam Kitab Perjanjian Baru berkaitan dengan istilah ‘diakonia’ yakni: Pelayan. Istilah diakonia adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang diterima dan diakui sebagai bahasa asli kitab Perjanjian Baru. Demikianlah ODHA/OHIDA (Orang Dengan HIV/AIDS atau Orang Dengan AIDS) pada akhirnya mampu melayani bersama gereja atau di dalam gereja untuk melakukan pelayanan preventif maupun protektif kepada yang belum terinfeksi virus HIV maupun yang sudah. Namun kita masih merasakan adanya sikap kekakuan bahkan kepasifan daripada Gereja untuk terlibat langsung dalam penanganan HIV/AIDS. 2. pelayanan dan melayani. hamba. Memberdayakan orang yang dilayani bukan saja untuk mampu melepaskan diri dari permasalahan yang ia hadapi tetapi lebih dari itu. Gereja cenderung menyuarakan penanganan HIV/AIDS dalam tingkat oral pada berbagai seminar maupun rapat yang diadakan namun belum sampai kepada aksi nyata. Oleh karena itu. selama ini berbagai LSM sudah berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS. diakonia berasal dari kata ‘deacon’ yang diterjemahkan menjadi pelayan. istilah hamba sudah dikenal sebagai pelayan dalam kegiatan kultus di tempat ibadah orang-orang Yunani. Lebih berbahaya lagi perkembangannya ibarat belut dalam lumpur. pada akhirnya mampu melayani orang lain.Bentuk pelayanan seperti ini juga tidak menempatkan orang yang dilayani sebagai objek melainkan memposisikannya sebagai mitra kerja. Gereja telah menyuarakan bahaya HIV/AIDS. Membangun Gereja yang Diakonal). Untuk itu. Namun sebelumnya perlu dipahami dasar-dasar teologi diakonia yang menjadi landasan pelayanan gereja terhadap ODHA dan OHIDA. sudah waktunya Gereja membuka mata dan secara aktip membangun pelayanan diakonal dalam penanganan HIV/AIDS.

Itu makanya Rasul Paulus menekankan pentingnya pelayanan yang berkualitas di dalam kasih kepada sesama seiman (Gal 6:10). Yesus selanjutnya menyebutkan bahwa diriNya sendirilah pelayan itu (Luk 22:26f). Disamping itu pelayanan bukan hanya karena jabatan tetapi karena karunia Roh (Rom 12:7). Demikian juga halnya ketika Yesus makan bersama dengan para muridNya. Pelayanan. Melayani sesama orang-orang percaya merupakan titik berangkat untuk melayani masyarakat yang lebih luas. Melakukan pelayanan terhadap orang lain itu berarti melakukan pelayanan kepada Kriatus sendiri (Mat 25:44). Itu artinya bahwa segala tugas pelayanan para diaken tidak boleh dilakukan tanpa iman yang benar. Selanjutnya Rasul Paulus memberikan persyaratan untuk menjadi diaken (1 Tim 3:8ff) yang intinya bahwa rahasia iman harus tetap tersimpan dan terpelihara di dalam hati. dimana pada saat itu ada dari antara muridNya bertengkar memperdebatkan siapa dari antara mereka yang terbesar. istilah yang lama itu juga sangat menakutkan ODHA dan OHIDA sekaligus mendukung mereka pada sikap pesimistik dan keputusasaan. . Pelayanan yang lebih agung dan mulia mengacu kepada pelayanan Kristus (Ibr 8:6). 3. Pelayanan Yesus sekaligus menyempurnakan pelayanan para nabi dimana pelayanan itu adalah penyangkalan diri sehingga pelayanan itu adalah untuk orang lain. Disamping itu. Pelayanan itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri maupun keluarga sebagai lembaga terkecil di tengahtengah masyarakat. “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani. Itu berarti bahwa pemberitaan injil oleh Paulus yang dapat dikategorikan ke dalam istilah ‘marturia’ merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari diakonia karena orang yang memberitakan Injil juga adalah pelayan. Pelayanan para rasul dan para pelayan lainnya merupakan pelayanan yang diterima dari Tuhan maupun yang diterima melalui gereja sehingga ‘harus dijalankan sepenuhnya’ (Kol 4:17. Itu makanya Kristus menekankan pelayanan kepada orang lain terutama kepada orang-orang yang paling hina karena pelayanan seperti itu adalah pelayanan kapada Dia. ODHA/OHIDA Istilah ODHA/OHIDA ini disosialisasikan sebagai pengganti istilah diskriminatif yang selama ini dipergunakan yakni penderita HIV/AIDS.23.25). 1Tim 3:8ff). Paulus sebagai pemberita Injil juga menyebut diri dan rekannya Epafras sebagai pelayan (Kol 1:7. melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45). Dalam pemahaman seperti itulah Yesus berkata. Walaupun demikian istilah ‘diaconos’ juga dipergunakan untuk suatu jabatan gerejawi (Flp 1:1) dimana selain penilik jemaat juga ada diaken. Yesus justru menegaskan bahwa yang terbesar adalah pelayan. Lebih luas lagi bahwa pelayanan itu merupakan tugas dan danggungjawab imamat am orang-orang percaya (1Pet 2:9) sehingga dalam implementasinya perlu pemberdayaan warga jemaat untuk saling melayani dan untuk melayani orang lain di luar jemaat itu sendiri karena sasaran pelayanan itu adalah masyarakat universal (Roma 15:16).1. Dasar pemahaman pelaksanaan pelayanan Gereja terhadap ODHA/OHIDA 3. Hal ini dikatakan oleh Yesus dalam konteks makan bersama yang didasari oleh persekutuan atau koinonia yang di dalamnya terjadi proses saling melayani. Rom 12:7.Dari kata ‘deacon’ kita mengenal istilah ‘diaconos’ yakni pelayan. Dengan demikian diakonia juta merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari koinonia.

sementara itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya sistim kekebalan tubuh. Setiap orang percaya yang mempunyai latarbelakang. Pernyataan Yesus ini perlu direvitalisasi dalam kehidupan gereja sekaligus ditransformasikan dalam kehidupan masa kini terutama dalam pelayanan ODHA/OHIDA yang selama ini sering didiskriminasikan. 3. satu pengharapan dan satu kasih (I Kor 13:13). namun yang paling besar di antaranya ialah kasih. Hal ini ia katakan dimana orangorang Yahudi secara khusus kaum elitis di dalamnya mengklaim dirinya sebagai orang orang yang benar karena melaksanakan hukum taurat disisi lain menghakimi para pemungut cukai sebagai orang-orang berdosa. Kemajemukan orang-orang percaya justru diikat oleh satu iman. Dalam hal ini Yesus berkata. Sering mnurut mereka bahwa orang sakit adalah orang berdosa. Hal ini diakibatkan oleh rasa keputusasaan para ODHA/OHIDA yang semakin tertutup dan tidak turut membantu penanganan HIV/AIDS. bnd Mrk 2:1-12. Gereja adalah tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang percaya Rasul Paulus telah menggambarkan orang-orang percaya dengan adanya satu tubuh sebagai wadah persekutuan para anggota dengan fungsi yang berbedabeda (I Kor 12:12-26. Mzm 103:3) dan penyembuhan orang sakit bukan karena dosanya maupun orang tuanya (Yoh 9:2-3). yaitu penyembuhan orang sakit karena dosanya (Yoh 5:14. banyak orang yang tidak bersedia memeriksakan diri karena takut apabila terdeteksi mereka akan didiskriminasi dan distigmatisasi. mengasihi bahkan menjadikan mereka sebagai mitra kerja? Alkitab adalah landasan pemahaman teologis dan pelayanan diakonal. Itu makanya tidak jarang mereka justru mengucilkan orang sakit terutama orang yang berpenyakit kusta. Rom 12:4 —8). secara organisma adalah tubuh Kristus (I Kor 12:27). Untuk itu. 3. Disamping itu. Kasih merupakan satusatunya bukti nyata dari . Bagi Yesus. memang tidak dapat disangkal bahwa banyak gejala penyakit tersebut diperoleh akibat kesalahan sendiri atau karena kebejatan moral. pola pikir dan pergumulan yang berbeda. Oleh karena itu. Yesus tidak mengadakan stigmatisasi dan diskriminasi walaupun hal itu bisa terjadi di tengahtengah masyarakat Yahudi pada waktu itu.3. Dari sekian banyak pelayanan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. Inilah yang menjadi dasar masyarakat umum untuk cenderung mmbenci dan mendiskreditkan ODHA/OHIDA itu sehingga terjadi stigmatisasi dan diskriminasi. tidak ada orang yang tidak berdosa. ODHA/OHIDA hendaknya menjadi bagian yang integral dari keseluruhan pelayanan diakonal gereja pada masa kini dn yang akan datang.Human Immunodeficiency Syndrome (HIV) merupakan virus yang yang melemahkan bahkan menghilangkan sistim kekebalan tubuh manusia.2. Yesus dan Orang sakit dalam Perjanjian Baru. Dimana menurut pemahaman Yudaisme penyakit adalah salah satu konsekwensi logis dari pada dosa. Padahal HIV itu adalah virus yang sangat sulit dideteksi karena belum menunjukkan geala penyakit. Sikap seperti ini bukannya mampu meselesaikan permasalahan yang sedang mengglobal ini malah justru turut mempercepat merebaknya HIV/AIDS ke manamana. melainkan untuk orang berdosa” (Mrk 2:17). Sangat menarik bahwa Yesus bersedia menyembuhkan orang sakit walaupun penyakit itu adalah akibat dosa yang diperbuat. ada dua hal yang menarik ditelusuri berkaitan dengan topik ini. “Aku datang bukan untuk orang benar. Barulah ketika HIV sampai kepada AIDS maka virus dapat terdeteksi. Kumpulan gejala penyakit tersebut bukanlah yang diturunkan atau penyakit keturunan melainkan diperoleh. apakah ODHA dan OHIDA itu masih harus dibenci karena ada anggapan bahwa penyakit yang diderita adalah akibat tindakan amoral? Ataukah satusatunya jalan adalah merangkul.

Oleh karena itu. para penderita akan menjadi mitra gereja dalam penanganan HIV/AIDS. Fungsi protektip dan preventip gereja Fungsi protektip dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah terlanjur ODHA/OHIDA. gereja maupun para konselor akan mampu membangun “sharing” dan berdiskusi secara “konfidensial” artinya konselor tidak memberitahukan rahasia pembicaraan tanpa seizin ODHA/OHIDA. Gereja sebagai tubuh Kristus telah hadir di tengahtengah dunia ini untuk melaksanakan tri tugas panggilannya yaitu koinonia. Demikian juga ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahi Taurat datang kepada Yesus sambil membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah. perlu disosialisasikan seluasluasnya kepada masyarakat bahwa ODHA/OHIDA adalah sesama manusia yan membutuhkan perlakuan yang wajar sebagaimana masyarakat lainnya. kaum bapa. 3. kaum ibu dll) melalui ibadah. Untuk itu. bahkan sebagai tenaga konselor yang didampingi oleh pelayan gereja dalam rangka tindakan preventip maupun protektip. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar. dimana gereja harus membangun suatu prsekutuan kasih. selebaran dll. Dengan demiikian.4. Mereka harus dilindungi dari serangan dan hujatan masyarakat. mewartakan kasih dan melayankan kasih kepada ODHA/OHIDA.realisasi iman dan pengharapan. mereka memperdebatkan hukum Musa kepada . marturia. Melalui sosialisasi itu diharapkan kesediaan masyarakat dapat menerima ODHA/OHIDA sebagaimana para penderita penyakit lainnya. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib. khotbah. melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17).5. Lambang-lambang HIV/AIDS seperti tengkorak yang sangat menakutkan dan menggambarkan maut sangatlah kurang baik karena berpengaruh negatip terhadap kejiwaan si pederita. Hal ini dikatakan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat dan golongan Farisi yang eksklusive melihat Yesus sedang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Tindakan preventip dapat dilakukan selualuasnya baik melalui pembinaan terhadap warga gereja (pemuda. 3. Sementara fungsi preventip akan lebih diarahkan kepada masyarakat yang belum terinfeksi virus HIV terutama bagi mereka yang berpeluang besar akan terserang dilihat dari segi tingkahlakunya misalnya para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dan para pelaku seks bebas. Dalam wadah tersebut. Perlunya sikap inklusivisme dan universalisme Yesus pernah berkata. Disanalah mereka akan dilayani secara pastoral konseling untuk memulihkan mental dan spiritual yang lebih kuat. Rasa kebersamaan atau “partnership” akan memperkuat rasa saling mempercayai antara kedua belah pihak. ODHA/OHIDA perlu diberdayakan menjadi juru kampanye. ODHA/OHIDA merupakan mitra kerja gereja yang sangat efektip untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus HIv. tetapi orang sakit. Di samping itu. Gereja diharapkan untuk melaksanakan ketiga tugas ini dalam penanganan HIV/AIDS. dan diakonia. pemahaman bahwa konselor adalah setara dengan ODHA/OHIDA amatlah penting. Untuk itu. efektif dan efisien. Rasa saling percaya akan memotivasi para penderita untuk lebih terbuka dan jujur dan pada akhirnya melalui pastoral konseling. mereka benarbenar dapat merasakan kedamaian sampai pada akhirnya mereka terlepas dari belenggu rasa malu dan minder. Untuk itu. Untuk itu Gereja punya posisi dan peranan yang sangat strategis untuk turut ambil bagian dalam penanganan masalah HIV/AIDS. idealnya setiap anggota tubuh harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang latarbelakang denominasi maupun organisasi demi keutuhan tubuh yang satu itu yakni gereja yang esa sebagai tubuh Kristus. Gereja juga perlu mendirikan semacam wadah dimana ODHA/OHIDA dapat dilayani lebih intensif.

Tidak memegahkan diri berarti gereja maupun konselor tidak menempatkan diri lebih tinggi dari para penderita HIV/AIDS. Dengan jelas Yesus mau menghancurkan tembok pemisah antara kaum elitis Yahudi yang cenderung membenarkan diri dengan masyarakat jelata yang sering disalahkan dan dihakimi. 3. sangatlah penting dihayati bahwa kasih itu sabar. Namun Gereja harus mampu membedakan dan memisahkan kejahatan dari orang jahat. Sebagai landasan pastoral gereja. Semua bangsa. kasih itu tidak berkesudahan. Kemudian sikap tidak pemarah tidak . tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kita tahu bahwa HIV/AIDS lebih banyak ditimbulkan oleh tindakan kejahatan seperti kejahatan seksual dan penggunaan narkoba melalui jaruum suntik.Yesus bahwa orang yang demikian harus dilempari dengan batu. seluruh dunia. Pihak Gereja atau konselor tidak berhak membenarkan diri sebagai orang kudus sekaligus menghakimi penderita HIV/AIDS sebagai orang-orang berdosa dan jahat. Murah hati merupakan penampakan kasih dari konselor yang bersedia memberikan pelayanan dengan segenap hati dan hidupnya. Sebagaimana seorang dokter harus mampu memisahkan penyakit dari orang sakit. Untuk itu. Dia harus dengan sabar membongkar latarbelakang penularan virus HIV kepada para korban. semua manusia telah jatuh ke dalam dosa tanpa terkecuali. etnis. Rasul Paulus telah menjabarkan buah-buah kasih itu secara panjang lebar dalam 1 Kor 13:4-8a. budaya bahkan agama yang berbeda. murah hati. semua manusia telah berdosa dan harus diselamatkan. ODHA/OHIDA tidak boleh dipisahkan atau dibedabedakan hanya karena latarbelakang bangsa. Karena itu. “Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa. Yesus berkata. Namun karena kelemahan manusia itu atas godaan sang iblis. dimana ODHA/OHIDA turut di dalamnya pada akhirnya menjadi landasan pendaratan Firman Tuhan.6. Demikian juga ODHA/OHIDA harus diperlakukan setara dengan manusia yang lain. Tentu saja murah hati tidak boleh diukur dari pemberian material tetapi diukur dari kerelaan untuk mengorbankan tenaga. sikap primordialisme dan nepotisme tidak dibutuhkan dalam proses pelayanan pastoral terhadap ODHA/OHIDA. pengharapan. Sebaliknya justru harus merendahkan diri dan menghayati bahwa setiap manusia mempunyai standard yang sama di hadapan Tuhan sebagaimana dalam teologia penciptaan dimana bahwa manusia itu ialah “imago dei”. Tentu saja butuh waktu yang relatif lama. Seorang dokter tidak pernah berniat membunuh orang sakit tetapi justru ingin mematikan penyakit agar si penderita memperoleh kesembuhan. kasih. Gereja sedapat mungkin harus membenci bahkan menghempang penularan HIV/AIDS namun tidak boleh membenci ODHA/OHIDA. Oleh karena itu. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). tidak mudah putus asa. Kasih sebagai landasan pastoral Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa yang paling besar dari ketiga hal utama-iman.adalah kasih. dimana orang jahat sebenarnya tidak identik dengan kejahatan. karena penderita harus diyakinkan terlebih dahullu sehingga ia tidak merasa malu untuk mengungkapkannya. Mereka berhak memperoleh perlakuan secara manusiawi. waktu dan pikiran untuk selalu setia mendampingi penderita di dalam pergumulan hidupnya. tidak memegahkan diri. Mereka merupakan korban pertama dari kejahatan dan virus HIV. seorang dokter mutlak mengasihi orang sakit sekigus membenci penyakit yang mengakibatkan penderitaan itu sendiri. Seorang konselor yang benarbenar dilandasi oleh kasih harus menunjukkan sikap sabar.

terpisahkan dari tidak memegahkan diri.Penutup Reposisi dan revitalisasi peranan gereja adalah hal yang sangat mendesak melihat permasalahan sosil disekitarnya yang semakin rumit yang disadari atau tidak asti punya dampak destruktif kepada kehidupan gereja itu sendiri.57). Tetapi mereka harus diberdayakan untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik bahkan menjadi mitra gereja untuk menghempang penyebaran virus HIV/AIDS. Definisi Morey ini memiliki kelemahan dasar berfikir yang fatal yang menganggap masalahmasalah teologi (ilmu sosial) bersifat eksakta dan mencampur adukkan pengertian soal 'identitas' dan 'opini' (meta basis). Banyak pertanyaan diajukan mengenai 'Apakah Allah Islam sama dengan Allah Kristen?' dan argumentasi yang banyak dikemukakan adalah bahwa 'Allah Islam tidak sama dengan Allah Kristen' alasannya 'Karena ajaran keduanya berbeda!'. Satu Bumi Banyak Agama) yakni yang lain yang religius dan yang lain yang menderita khususnya saudara-saudara kita yang kekasih. Harvest House Publishers. tetapi justru akan menjerumuskan mereka kepada kehidupan yang lebih isolatif (lebih suka mengurung dirisendiri). This also implies in the negative sense that if the Bible and the Quran have differing views of God. Gereja dan konselor harus merevitalisasi peranan kasih sehingga gereja dan konselor tidak akan pernah merasa jenuh dan bosan. Kasih itu tidak berkesudahan adalah dasar yang paling utama sebagaimana kasih Allah juga tidak pernah berkesudahan. Selain itu pelayananan sebagaimana telah diuraikan di atas juga adalah pelayanan yang diterima dari Tuhan Raja Gereja yang tidak hanya mementingkan bentuk-bentuk pelayanan formal dan rutin. Kiranya gereja juga memberdayakan para pelayannya maupun warganya untuk tidak hanya menjalankan pelayanan internal tetapi juga menjalankan pelayanan kepada yang lain (Paul Knitter. This logically implies in the positive sense that the concept of God set forth in the Quran will correspond in all points to the concept of God found in the Bible. tetapi selalu segar dalam pelayanan pastoral kepada ODHA/OHIDA sekalipun pelayanan tersebut bukan tanpa masalah. h. maka dihasilkan .Th. Sikap marah terhadap ODHA/OHIDA karena perbuatannya tidak akan menolong mereka. (Penulis:Pdt. S. then Islam's claim is false.R. E." (Islamic Invasion. Siahaan. Robert Morey yang beredar bahkan dianut belakangan ini di kalangan tertentu di Indonesia: "Islam claims that Allah is the same God who was revealed in the Bible. Pandangan ini tercermin dalam buku Dr. Inklusivitas pelayanan gereja seperti ini merupakan suatu rekonstruksi pelayanan Yesus pada dunia masa kini sebagai salah satu bagian kecil dari perwujudan visi sang Raja Gereja yakni keselamatan dunia. Sikap tidak menyimpan kesalahan orang lain amatlah penting dalam pelayanan pastoral konseling ini. 1992. Untuk itu Gereja harus berusaha menumbuhkan sikap percaya diri bahwa mereka dapat diterima di tengahtengah gereja dan masyarakat sebagai orang yang patut dilayani secara wajar. Dari dasar berfikir atau asumsi ini. Dpk Rakom Diakoni FM) Allah islam = Allah kristen ? Saudara/i ykk. ODHA/OHIDA. Dimana kesalahan mereka tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyalahkan dan menghakimi. 4.

2:136. maka klaim Islam adalah salah. agama Kristen juga mengakui penggenapan dalam Tuhan Yesus Kristus yang wahyunya dibukukan dalam Perjanjian Baru padahal Yahudi menolak. namun mereka berbeda dalam kepercayaan akan wahyu mana yang dari El yang sama itu yang dipercayai. (begitu juga kepada kitab) yang diturunkan kepada Musa dan 'Isa. maka secara positif konsep keduanya mengenai Tuhan harusnya sama dalam setiap butirnya.kesimpulan bahwa (1) Bila Allah Islam adalah Tuhan Kristen. Pandangan yang terlalu sederhana ini dengan mudah bisa digugurkan bila kita mengambil contoh soal 'Suharto' mantan presiden ORBA. Bila kita melihat Alkitab PL. Dan ia juga Tuhan yang menyatakan dirinya kepada Adam. kita dapat mengetahui bahwa nama Tuhan 'El/Elohim' adalah pencipta langit dan bumi. sebaliknya secara negatif disebut bahwa (2) Bila Al-Quran dan Alkitab memiliki pandangan berbeda mengenai Tuhan. "Katakanlah: Kami telah beriman kepada Allah dan (kitab) yang diturunkan kepada kami dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrahim. Agama Yahudi mempercayai wahyu yang dibukukan menjadi Alkitab Perjanjian Lama. yaitu bahwa Suharto sebagai pribadi (oknum) dengan namanya dan konsep orang (ajaran atau aqidah) mengenai oknum yang sama itu. Abraham. Kristen dan Islam mempercayai itu semua. kita dapat melihat bahwa ada butir-butir yang sama. Ishak. Tafsir Quran Karim). dan Yakub. Mahmud Yunus. manusia dan segala isinya. Suharto adalah bapak pembangunan yang membawa kesejahteraan dan mendatangkan kesatuan dan keamanan regional. Mengapa berbeda? Dan kalau berbeda apakah klaim mahasiswa mengenai Suharto salah? Di sini kita berhubungan dengan dua soal yang tidak bisa dicampur adukkan satu dengan lainnya. dan apa-apa yang diturunkan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. dan Islam (Al-Quran). bila Suharto yang dimaksudkan oleh para pengikut ORBA sama dengan Suharto yang di demo mahasiswa. Isma'il. Menurut definisi Morley. Y'qub dan anak-anaknya. Agama Yahudi. Jawabannya perlu kita lihat dari Kitab Suci Islam (Al-Quran) maupun Kristen (Al-Kitab). Al-Baqarah. Bagi para pengikut ORBA. padahal Suharto yang sama itu oleh para mahasiswa dianggap sebagai bapak pembangkrutan yang membawa kemiskinan karena KKN dan tiran yang membawa bangsa Indonesia kepada disintegrasi bangsa. bila kita membandingkan agama Yahudi (Alkitab Perjanjian Lama). Soal yang sama terjadi dalam hubungan dengan pertanyaan mengenai apakah 'Allah Islam sama dengan Tuhan Kristen?'. namun sekalipun agama Kristen menerima hal ini. Faktanya sekalipun Suhartonya sama konsep keduanya berbeda. dan juga sejarah bangsa dan bahasa Semit. EL SEMIT Faktanya. tiadalah kami perbedakan seorang juga di antara mereka itu dan kami patuh kepada Allah" (Al-Quran. maka konsep keduanya mengenai Suharto akan sama dalam setiap butirnya. Nuh. . Ishaq. namun banyak butir-butir lainnya yang tidak sama (jadi bukan semua sama atau semua tidak sama). Kristen (Alkitab Perjanjian Lama dan Baru).

El' sebagai sebutan untuk ketuhanan. di Ibrani. "'Ilu. Yoktan (keturunan Eber).I. Yakub dan Isa. Ini terlihat jelas di Semit Timur. … Di Semit Timur ada bukti kuno yang menunjukkan bahwa 'Il' adalah nama diri tuhan … tuhan Il (kemudian El Semit) adalah kepala ketuhanan pada rumpun Semit Mesopotamia pada masa Pra-Sargon. 'ilum.Agama Islam. Bahwa ajaran/konsep mengenai 'Allah' (El) itu kemudian merosot dan makin tidak mendekati hakekat yang di'nama'kan dan ditujukan kepada pribadi lain seperti yang terjadi pada jalur Ishak (Kel. 'Ilu. Dalam bahasa Ibrani kata sandang 'the' ('al' dalam dialek Arab dan 'ha' dalam dialek Aram-Siria namun diletakkan di belakang menjadi 'alaha') tidak digunakan bila menyebut Tuhan. maka kepercayaan kepada berita Al-Kitab terbatas hanya bila hal itu dikuatkan dalam Al-Quran. Jadi. Anak Lembu Emas disebut 'Elohim' dan 'Yahweh') maupun jalur Ismael (masa . El juga digunakan sebagai Nama Diri (proper name). Yakub dan Isa sejauh diterima oleh Muhammad yang dipercayai sebagai nabi. di Amrit ('ilu. kepercayaannya hanya bergantung kepada Perjanjian Lama. Allah Islam adalah Tuhan Yahudi dan Kristen. namun 'El/Il' juga digunakan untuk menyebut 'nama diri' Tuhan. dari terang Alkitab (PL+PB) dan Al-Quran jelas terlihat bahwa sebagai oknum dengan namanya. Islam mengikuti jalur Abraham mempercayai Tuhan 'El' itu yang dalam dialek Arab disebut 'Allah' (dari al-ilah). namun lebih menerima kitab wahyu yang diterima Muhammad dari jalur Ismael. ini dijelaskan dalam buku-buku teologi Kristen maupun Ensiklopedia Islam bahwa setidaknya bangsa Arab mewarisi tiga jalur nenek moyang yang semuanya mengenal 'El Abraham' yaitu sebagai keturunan Sem.6:1-2)) sebagai Tuhan monotheisme yang transenden dengan hukum Taurat sebagai pedoman. dan menerima kitab-kitab Ibrahim. dan Adnan (keturunan Ismael anak Abraham). sekalipun menerima kitab yang diterima Ibrahim. Theological Dictionary of the Old Testament. 'ila)." (G. Penggunaan sebagai sebutan juga muncul di Semit Barat Laut. Ishak. Dari sejarah kita mengetahui bahwa sejak awalnya 'El' bisa memiliki arti umum sebagai sebutan untuk 'Tuhan/Ketuhanan' dan 'Elohim' sering digunakan dalam arti kata jamak (politheistik) dan dipakai oleh suku-suku keturunan Sem (menjadi rumpun Semit) dan karena perkembangan zaman sering merosot sehingga dimengerti dalam berbagai-bagai ajaran aqidah. namun agama Kristen berbeda dan menerima kenyataan bahwa El Abraham itu juga telah menyatakan diri dalam oknum Yesus dalam ke-Tritunggalannya. Dari sejarah ini kita dapat melihat bahwa 'Allah' di kalangan bangsa dan bahasa Arab tidak lain menunjuk pada 'El' Semit' yang sama. Vol. Johanes Botterwech. akibatnya mereka memandang Tuhan 'El' (yang sejak Musa diberi nama juga sebagai 'Yahweh' (Kel.32. dengan sendirinya banyak pengajaran (aqidah)nya yang berbeda. 242-244). di Ugarit. Agama Yahudi. Istilah 'il mempunyai arti sebutan umum (generic appelative) untuk menunjuk pada 'tuhan' atau 'ketuhanan' pada tahap awal semua cabang utama rumpun bahasa Semit. Akadian kuno (ilu) dan dialekdialek sesaudara dimulai zaman pra-Sargon (sebelum 2360 BC) dan berlanjut sampai akhir masa Babil. dan hukum kasih/Injil menjadi pedomannya. dan sekalipun menerima kitab-kitab Yahudi dan Kristen. Namun karena wahyu yang dipercayai berbeda. Ishak. dan umum di dialek-dialek Arab Selatan kuno. di Arab Utara digantikan dengan nama 'ilah. namun karena dianggap telah dipalsukan.

Tetapi bagaimana dengan definisi yang dicantumkan dalam kamus-kamus dalam bahasa Inggeris? Disana disebutkan bahwa "Allah … Muslim's name for God" (a. tentu tidak disimpulkan bahwa Tuhan Semua Agama sama. Bisa juga dimasukkan 'politheisme' (HinduVeda) sebagai golongan ke-5. Sudah jelas ke-empat (atau ke-lima) bentuk Tuhan itu tidak sama. the latter being an Old Testament synonim for Yahweh. Kristen dan Islam menunjuk pada oknum yang sama namun sekalipun ada yang sama juga ada yang berbeda ajaran/aqidahnya." Definisi yang benar ini juga disebutkan dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia dimana disebutkan bahwa: "ALLAH adalah Tuhan. the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah. dan juga digunakan oleh orang Arab pra-Islam (terutama kaum Hanif yang tetap mempertahankan Allah monotheisme Abraham) maupun bangsa Arab yang menganut agama Yahudi dan Kristen: . namun harus diakui bahwa Tuhan 'Theisme' (Yahudi.jahiliah. ada sentimen kuat anti Arab/Islam sehingga sering timbul ungkapan-ungkapan memojokkan yang tidak ilmiah seperti ucapan Morley di atas yang memberi stigmata seakan-akan nama 'Allah' itu nama dewa/i masa jahiliah Arab seperti Dewa Pengairan atau Dewa Bulan. "the God.Tuhan Okultis (satanisme). Tao dan Kebatinan). Kristen dan Islam sama. Kristen. (3) Non-Theis . (2) 'Monisme' . tentu tidak mengurangi hakekat nama itu sendiri sebagai menunjuk kepada 'El' semitik dan monotheisme Abraham.270). Monisme.I. dewa berhala disebut 'Allah'). yang sekalipun mengakui ke-khasan nama Allah dalam penggunaannya di kalangan agama Islam sebagai salah satu artinya. (Vol.l. yaitu : (1) 'Theisme' . Allah is the standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well as by Muslims. Islam) adalah Tuhan Semitik agama samawi yang berpribadi.Tuhan yang 'non-exist' (Buddhisme). Kita dapat membandingkan hal ini dengan definisi yang disebutkan dalam Enyclopaedia Britannica. Etymologically. Memang dalam literatur Barat termasuk dalam beberapa kamus. Islam). Non-Theisme. the one and only God in the religion of Islam." The name's origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El. namun banyak pula literatur Barat yang lebih bersifat netral dan ilmiah seperti Ensyclopaedia Britannica dan umumnya kamus-kamus teologia yang menyebut bahwa nama 'Allah' adalah nama dalam dialek/bahasa Arab untuk menunjuk pada 'El' Semitik. sedang Tuhan Theisme. Dalam pengertian 'Universalisme' (pluralisme agama) disebutkan bahwa semua agama itu menyembah Tuhan yang sama (universal) namun melalui jalan-jalan yang berbeda (partikular). Oxford Dictionary & Grollier Ensyclopedia). dan (4) Demonisme . berfirman dan menurunkan wahyu kepada umatnya. pencipta alam raya termasuk segala isinya". h.Tuhan yang berpribadi (Yahudi. jadi sekalipun kita menyebut Tuhan Theisme Yahudi. Kristen.Tuhan kekuatan semesta (Hindu-Upanishad. sekalipun diyakini bahwa 'Allah' Yahudi. Namun. dan Demonisme jelas berbeda baik sebagai nama oknum maupun ajaran/aqidahnya. dalam arti yang lain jelas memberikan pengertian yang lebih ilmiah dan lebih mengandung kebenaran: "Allah (Arabic:"God"). Kita harus menyadari bahwa setidaknya ada 4 golongan agama.

hanif) yang mana mereka tidak memihak kepada satu di antara kedua agama tersebut. yaitu bahasa Arab (1. dibawah kata al-Jahiliah). Dari pembahasan di atas dapatlah disimpulkan jawab atas pertanyaan judul artikel ini. ini berarti sudah tiga abad lebih dimana agama Islam dan bahasa Arab sudah merakyat di Indonesia. dan kemudian nama 'Allah' masuk menjadi kosa-kata bahasa Indonesia. Alkitab Ibrani sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Aram. Ketika bahasa Yunani menguasai kawasan sekitar Laut Tengah. Suatu pengingkaran sejarah yang dihasilkan semangat Arab/Islam fobia. yakni agama fitrah."Karena Islam memperbaiki agama yang dibawa Ibrahim. Eliezer. Dieu'. Kristen Arab dan bangsa Arab pra-Islam.190. Kristen Katolik baru masuk abad keXVI dan Protestan pada abad ke-XVII. Kenyataan ini juga diperkuat dengan ditemukannya peninggalan arkeologis beberapa abad sebelum masa Islam abad-VII (yang secara keliru disebut dalam buku Morley bahwa Alkitab dalam bahasa Arab baru ada pada abad-IX dan menggunakan nama Allah karena dipaksa orang Islam dan bandingkan dengan buku-buku yang bertema 'Asal bukan Allah' yang menganggap orang Islam tidak menyukai orang Kristen menggunakan nama 'Allah'). ibarat kegelapan sebelum terbit fajar. termasuk kata 'Allah'). Pada zaman Ezra. h. dan sejak itu sampai abad ke-XIX bahasa Ibrani hanya digunakan dalam penulisan/penyalinan Kitab Suci saja. dan diwarnai dekadensi moral. Ensiklopedia Islam. Gott. inilah yang digunakan Yesus. Alkitab PL diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani (Septuaginta/LXX). kalau 'El' (Ibrani) sama dengan 'Alaha' (Aram-Siria) dan 'Allah' (Arab). melainkan mereka bertahan pada ajaran monotheisme Ibrahim". Berbeda dengan 'El' yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai 'Theos' dan bahasa Barat sebagai 'God. Roh Kudus sendiri mengilhami para Rasul untuk mengkotbahkan firman (termasuk nama El/Theos) ke bahasa-bahasa pendengar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Namun.495. Bahkan terdapat sejumlah pribadi yang menekuni dunia spiritual.610). dalam bahasa Indonesia. sebab jauh sebelum ada agama Islam nama Allah sudah digunakan bersama-sama oleh umat Yahudi Arab. (Cyrill Glasse. melainkan terdapat beberapa suku Arab memeluk agama Kristen dan Yahudi. karena kata itu bukan saja dekat tetapi termasuk keluarga serumpun Semit dengan bahasa Ibrani. Sejumlah berhala sesembahan didatangkan ke Makkah dari berbagai negeri di Timur Tengah. Inggeris (1. atas perintah imam besar di Yerusalem. mereka itu dinamakan 'hunafa' (tgl. umat Kristen dan dipakai juga di sinagoga-sinagoga. ada banyak kosa-kata yang berasal dari bahasa asing. maka adalah tepat bila kata yang sekarang menjadi kosa-kata Indonesia itu dipakai untuk menyebut El/Elohim Perjanjian Lama dan Theos Perjanjian Baru dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia. mengapa tidak memilih saja 'El/Elohim' yang merupakan bahasa aslinya? Tuhan dalam menyebarkan firmannya menggunakan kendaraan bahasa-bahasa. dan Belanda (3. maka jahiliyah dipandang sebagai sebuah zaman sebelum kedatangan Islam.l. Alaha dalam bahasa Aram-Siria). dalam arti kata penerjemahan nama Tuhan ke dalam bahasa-bahasa lokal didorong oleh Roh Tuhan/Kudus sendiri. Islam sudah masuk ke Indonesia sejak abad ke-XIII. maka nama 'Allah' (Arab) sebenarnya bukan terjemahan melainkan perkembangan dialek dalam rumpun Semit sendiri untuk menyebut El (di samping a.280). Pada zaman ini ajaran monotheisme Ibrahim telah musnah berganti dengan sitem paganisme. Namun tidak semua warga Arab pada saat itu menganut sistem keyakinan pagan. Demikian juga di hari Pentakosta. para Rasul. yaitu .

. kita dapat melihat sejarah bangsa Arab dan hubungannya dengan nama 'El' dari beberapa kutipan dari sumber Krtisten maupun Islam: "orang Arab mencakup keturunan Aram (Kej. keduanya memiliki banyak perbedaan dalam hal konsep/ajaran/aqidah.10:22).25:1-4) dan dari Hagar (Kej. ada dua kesalah pahaman sebagai penyebabnya. yaitu: (1) Kesalah pahaman yang masih mencampur adukkan pengertian 'Allah' sebagai nama dan ajaran/aqidah/konsep yang berbeda dalam Islam dan Kristen. Dari pertanyaan yang masuk. (vol-I).10:24-29). silahkan membuka http://www.32) pada bangsa Israel dan 'masa Jahiliah' pada bangsa Arab. politheistis. Banyak yang bersyukur atas informasi yang diperoleh yang dapat menghilangkan prasangkaprasangka sebelumnya. Dalam artikel tersebut sebenarnya sudah jelas bahwa (1) yang dimaksudkan sebagai sama adalah bahwa nama 'Allah' dalam Islam dan Kristen menunjuk pada 'El' Abraham. Artikel berjudul 'Allah Islam = Allah Kristen?' ternyata mendapat sambutan luas. namun perlu disadari bahwa karena Kitab Suci yang dipercayai keduanya berbeda.bahwa sebagai oknum dengan namanya "Allah Islam adalah Tuhan Kristen" atau "Allah Islam adalah Allah Kristen" pula. Kristen & Islam) tidak dimaksudkan sebagai sama dengan agama-agama lain yang 'tuhan'nya bersifat monistis. Keturunan Joktan (anak Eber) mencakup beberapa suku Arab (Kej. yang mencantumkan sejumlah orang- .org dan bacalah YBA-maya bulan Mei 2000 tentang 'Pluralisme Agama & Dialog'.182).. "Berita Alkitab yang pertama yang memberikan penjelasan mengenai penduduk Arabia adalah Daftar Bangsa-Bangsa dalam kitab Kejadian 10. namun ada juga beberapa yang masih mempertanyakan beberapa bagian dari artikel tersebut.25:13-16) . dan (2) Sekalipun ada kesamaaan 'Allah' ketiga agama Semitik dan Samawi (Yahudi. dan (2) Kesalah pahaman yang menjurus pada anggapan seakan-akan dengan menyebut 'Allah Islam = Allah Kristen' (dalam nama itu) sebagai pandangan Universalisme yang merelatifkan semua agama yang menuju 'Yang SATU'. non-theistis maupun demonistis yang oleh penganut universalisme dianggap sebagai 'Yang SATU' (Untuk pembahasan ini. ------------------- Allah Bangsa Arab Saudara/i ykk. namun pengertian ini jelas bisa merosot seperti dalam kasus 'Lembu Muda Emas' (Kel. Abraham dari Keturah (Kej.yabina. maka jelas pula bahwa sekalipun ada samanya. Eber (Kej. Untuk memperjelas mengenai nama 'Allah' yang menuju oknum yang sama (sekalipun ajaran/aqidahnya beda)." ('Arabians' dalam The Interpreter's Dictionary of the Bible. hlm.10:26-29).

hlm.. .. Masyarakat yang berdarah Arab asli dan berbahasa Arab tersebar di sepanjang jazirah Arabia. .orang Arab-Selatan sebagai keturunan Yoktan dan Kusy.. Kata ini tidak hanya khusus bagi Islam saja. ('Adnan' dalam Glasse. yang melalui kata tersebut dapat memanggil-Nya secara langsung. yang berada di balik kata tersebut bahkan yang tersembunyi di balik dunia ini. yakni keturunan Aram putra Shem putra nabi Nuh" ('Bangsa Arab' dalam Cyril Glasse. "Masyarakat Semit yang merupakan penduduk asli gurun pasir Arabia .. "Kata "Allah" merupakan pengkhususan dari kata al-ilah (ketuhanan) . the latter being an Old Testament synonim for Yahweh. dua kelompok keturunan Abraham yaitu orang-orang Ismaili dan medianit dijumpais ebagai pedagang-pedagang caravan (Kej. dan 'El' Abraham yang juga dikenal Ismael. Tradisi Arabia Selatan yang diyakini bahwa mereka merupakan keturunan dari seorang nabi bernama Qahthan. kemudian hari sejumlah suku-suku dari Arab Utara disebut sebagai keturunan Abraham melalui Keturah dan Hagar (Kej.37:25-36)" ('Arabia' dalam The New Bible Dictionary.. Kelompok Arab yang asli ini. Allah is the standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well as by Muslims. terbentang dari Yaman dan pantai Afrika dekat Yaman sampai kepada gurun pasir Syria dan Irak Selatan . Jadi bangsa Arab merupakan setidaknya keturunan dari tiga jalur semitik. yaitu dari Aram (anak Sem anak Nuh).4950). Kristen maupun yang Islam sama-sama menyebut nama 'Allah' untuk menyebut 'El' Abraham. . lagi di antara keturunan Esau (Kej. dan dari Adnan (keturunan Ismael anak Abraham). melainkan ia juga merupakan nama yang. Jadi jelas bahwa bangsa Arab sejak awalnya juga mengenal 'El' Nuh.. hlm. Ensiklopedia Islam. dan Tradisi Arabia Utara yang diyakini sebagai keturunan nabi Adnan. nama Ayah Nabi Muhammad. the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah. hlm. Itulah sebabnya bangsa Arab yang mengikuti agama Yahudi. Bangsa Arab Utara dipandang sebagai Arab al-Musta'ribah (Arab yang di Arabkan). nenek moyang suku Arabia Selatan adalah Quahthan. dan darinya terbentuk keturunan Isma'il.. oleh ummat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur.25)." The name's origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El. hlm.23). yang di dalam Bibel disebut Joktan. . misalnya nama Abd al-Allah (hamba Allah).12-13).. putra Ibrahim . digunakan untuk memanggil Tuhan. sementara bangsa Arab keturunan Quathan yang tinggal di wilayah selatan menamakan dirinya sebagai Arab Muta'arribah.36) sejumlah orang Arab disebut." (Glasse. Di masda Yakub. Kata "Allah" merupakan sebuah nama yang hanya pantas dan tepat untuk Tuhan..54).. atau suku-suku hasil percampuran dengan Arab al-'Aribah (Arab Asli) . "Etymologically. 'El' Eber (yang dari nama ini lahir bangsa Ibrani. Nama "Allah" telah dikenal dan dipakai sebelum al-Qur'an diwahyukan. "Adnan. "the God.. Istilah Arab berarti "Nomads". Anak turunan Nabi Isma'il yang menjadi nenek moyang suku-suku Arabia Utara ." (Encyclopaedia Britannica) . yang dalam Bibel disebut Joktan". Ia merupakan kata pembuka menuju Esensi (hakikat) ketuhanan. Yoktan (anak Eber cicit Sem). jadi orang Arab pada jalur ini bisa juga dibilang sebagai keturunan Ibrani)..

Agama Yahudi mempercayai Wahyu dan Perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham Ishak dan Yakub yang tertuang dalam Alkitab Perjanjian Lama. (Glasse. Khunafa). namun harus diketahui bahwa ajarannya berbeda karena mempercayai wahyu yang berbeda.yabina. sedangkan dalam bahasa AramSiria diletakkan di belakang menjadi 'alaha'. bangsa Arab juga mengenal kemerosototan ini pada masa 'Jahiliah' sebelum kehadiran Islam. namun nama 'Allah' itu dilestarikan oleh kaum 'Hanif' (Hunafa) yang tetap menyembah 'Allah Monotheisme Ibrahim. Salam kasih dari Herlianto/YBA. Mereka yang tergolong hunafa antara Nabi Ibrahim dengan Nabi Muhammad terdapat sejumlah generasi Ibrahimiyyah dan Isma'illiyyah".. sudah dikenal oleh Bangsa Arab kuno .Perlu diketahui bahwa nama 'Allah' adalah perkembangan ke dalam dialek 'Arab' dari nama 'El' menjadi 'Al-Ilah' (jadi bukan terjemahan).htm Artikel terkait : ..124) Dari beberapa fakta sejarah ini kita dapat mengetahui bahwa memang 'Allah Islam' sebagai oknum sama dengan 'Allah Kristen'. namun ia digunakan dalam pernyataan alQur'an dengan pengertian "orang yang mengikuti keyakinan (kepercayaan) monotheisme (jamk. Sama halnya peristiwa kasus 'Lembu Muda Emas' di Israel..org/layout2. Dalam bahasa Ibrani.. Agama Kristen mempercayai Wahyu PL yang digenapi dalam Yesus yang menjadi Tuhan dan Kristus sebagai Perjanjian Baru. Agama Islam sekalipun menerima kitab-kitab PL + PB namun tidak mempercayainya karena dianggap sudah dipalsukan dan menerima Wahyu yang dipercayai diterima oleh Muhammad.ALLAH IS GOD. "Gagasan tentang Tuhan Yang Esa yang disebut dengan Nama Allah. kata sandang 'ha' (dalam Arab 'al') tidak umum dipakai apalagi untuk menyebut 'El'.. Kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah hunafa' (tngl.50-51) "Hanif. hlm.html#p3568 . dan kedudukannya digantikan oleh pemujaan sejumlah berhala . Dalam kekristenan sendiri ada perbedaan-perbedaan ajaran yang dihasilkan iman akan wahyu yang berbeda.org/allah-is-god . yakni Risalah Islam". Disalindari : http://www.'. dalam waktu 20 tahun seluruh tradisi Jahiliyyah tersebut terhapus oleh ajaran Tuhan yang terakhir.hanif). (Glasse. di http://www. kesadaran agama Ibrahim di kalangan bangsa Arab ini telah menghilang.. Menjelang abad ke-7. Sebuah kata sifat yang ditujukan oleh al-Qur'an terhadap nabi Ibrahim dan terhadap mereka yang sebelum masa Islam menjaga kemurnian dan kelurusan naluri-naluri keagamaan mereka dan sama sekali tidak terlibat dalam tradisi paganisme (keberhalaan) dan politheisme. Asal kata ini tidak diketahui secara pasti. sebuah kata yang pada asalnya ditujukan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail. Kiranya uraian ini memperjelas.sarapanpagi. . hlm.

html#p3571 • • • • • • • • • • Home Pertumbuhan Dialog Tanya-Jawab Renungan Galeri Kesaksian Artikel doa | SUMBANGAN | Apakah agama Kristen bersifat eksklusif atau inklusif? hide Google Search Results You arrived here after searching for the following phrases: • • • teologia kristen nubuat Click a phrase to jump to the first occurrence. Keselamatan universal bagi seluruh bangsa III.Buku : THE ISLAMIC INVASION.ALLAH = Moon God?.org/buku-the-isl .org/allah-moon-g ..sarapanpagi.html#p3569 . Kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan dan pengajaran Tuhan yang bertahap II.sarapanpagi. or return to the search results. di http://www. di http://www. ... .. Kesimpulan . PEMBAHASAN • • • • • Pertanyaan: Jawaban: 1..

Dengan demikian. Hanya dengan datangnya Islam. Menurut saya. yakni hendak penguniversalkan ajaran Tuhan. Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan. Terima kasih atas pertanyaannya. Dalam skema Alquran. karena ingin menguniversalkan ajaran Tuhan. pada saat keselamatan diberikan secara eksplisit untuk menjangkau seluruh bangsa (inklusif). Polemik Alquran terhadap Kristen yang utama adalah mengenai teologinya.. Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan. . kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat. sebuah pesimisme kepada kemanusiaan.” Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid ini saya dapatkan dari salah satu website berita online. Romawi. Namun. bahkan tribal (kesukuan). pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. Menurut Russell. dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih. Untuk mendukung ini. maka mereka (orang Yahudi) dicap sombong dan universalisme ajaran dipandang telah dikebiri. apakah ajaran Kristen adalah eksklusif (menjangkau umat Yahudi saja) atau inklusif (menjangkau seluruh bangsa). dalam artikel tersebut disebutkan dua hal yang saling bertentangan (eksklusif dan inklusif) dan keduanya dipandang salah oleh penulis. agama yang semula diperuntukkan intern Yahudi. oleh Paulus diuniversalkan sehingga bisa menjadi agamanya kaum Gentiles (orang Yunani.. umat pilihan Tuhan. Pada perkembangan lebih lanjut. bahwa mereka sombong sekali dan mengklaim diri sebagai the choosen people. maka konsep kemanusiaan dalam Kristen lebih universal dibanding dengan Yahudi. sedangkan kemanusiaannya banyak mendapat pujian. Misalnya. Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. saya pikir. dan sebagainya). . Akibatnya. mungkin sudah sejak Nabi isa. maka hal ini juga dipandang sebagai kesalahan serius. Klaim seperti ini kemudian mengakibatkan universalisme ajaran Tuhan dikebiri untuk hanya menjadi suatu ajaran nasional. Agama Kristen.Pertanyaan: “Polemik Alquran terhadap orang Yahudi sebetulnya bukan menyangkut ketuhanan tetapi manusia. Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya. Dengan adanya unsur kasih. Pada saat konsep keselamatan dalam Perjanjian Lama dipandang sebagai sesuatu yang ekslusif. Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q.57:27).Ndro Jawaban: Shalom Ndro. dengan sedikit ekses melalui Paulus membuat penyimpangan yang sangat serius.3:50). …dan Kami tanamkan ke dalam hati mereka yang menjadi pengikutnya rasa cinta (santun-NM) dan kasih sayang (Q. M0hon penjelasan dari tim katolisitas. maka seseorang harus mengambil sikap.

yang menuliskan “Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga. Oleh karena itu. sehingga melalui bangsa tersebut. maka ini sebenarnya tidak benar. Allah mereka. namun karena kebijaksanaan Tuhan. kalau Allah memilih satu bangsa. karena terpilihnya bangsa ini sebagai bangsa pilihan adalah bukan karena kebesaran bangsa ini. dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. sehingga mereka sering mendapatkan pengajaran dari Allah. maka terlihat bahwa tidak ada yang perlu disombongkan dari umat Israel dan keselamatan bagi seluruh bangsa bukanlah diperuntukkan bagi umat Israel semata. kita dapat melihat adanya prinsip mediasi – yaitu melalui seseorang atau bangsa. Dalam hal ini. yang akan memberikan berkat kepada seluruh bangsa. Hal ini terlihat dari beberapa ayat berikut ini: Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. 2. Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini. namun mereka juga mendapatkan didikan dari Tuhan. 3. sampai habis mereka dibuangNya dari hadapan-Nya. dan menjauhkan mereka dari hadapanNya. maka keselamatan dapat datang ke seluruh dunia. namun karena Tuhan yang memilihnya. maka terpilihnya bangsa Israel sebagai bangsa pilihan adalah merupakan cara Allah untuk mendidik umat manusia secara bertahap. tetapi mereka hidup menurut ketetapan yang telah dibuat Israel.” (Kej 22:18) Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit. terlihat adanya nubuat yang diberikan dalam Perjanjian Lama. Kalau dikatakan bahwa umat Yahudi adalah sombong. –” (2Raj 17:18-20). maka seluruh dunia dapat mengerti rencana keselamatan Allah. Dari sisi yang lain. 20 jadi TUHAN menolak segenap keturunan Israel: Ia menindas mereka dan menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok-perampok. adalah hal yang wajar. Oleh karena itu.1. Kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan dan pengajaran Tuhan yang bertahap 1. karena engkau mendengarkan firman-Ku. Dengan demikian. terpilihnya bangsa pilihan ini bukan karena kehebatan bangsa Israel. “18 Sebab itu TUHAN sangat murka kepada Israel. bahkan di Alkitab dikatakan bahwa mereka adalah bangsa yang keras hatinya. tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja. yang kemudian ditegaskan di dalam Perjanjian Baru. Silakan melihat nubuat-nubuat ini secara lebih mendetail di artikel ini – silakan klik. karena menganggap diri mereka sebagai bangsa pilihan. Walaupun kita melihat bagaimana Allah membela bangsa pilihan dan juga membiarkan bangsa Israel menderita karena kesalahan mereka sendiri atau bahkan menghukum bangsa Israel karena dosa-dosa mereka. namun kita dapat melihat adanya konsep keselamatan yang bersifat universal. dengan demikian tidak ada yang perlu disombongkan dari bangsa Israel. . Jadi. karena tidak ada yang perlu disombongkan dari diri mereka. Jadi. maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu–bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? –” Lebih lanjut. Nubuat ini diberikan dari generasi-generasi. Hal ini ditegaskan di dalam kitab Ulangan 7:7.” (Kej 26:4) 4. — 19 Juga Yehuda tidak berpegang pada perintah TUHAN. Dari pemaparan ini. walaupun Israel adalah bangsa pilihan. akan adanya Mesias (yang terpenuhi dalam diri Yesus). namun juga diperuntukkan untuk semua bangsa.

yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya. Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Tit 2:11. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah . Untuk menunjukkan bahwa rasul Paulus hanya mengajarkan apa yang telah diperintahkan oleh Kristus. Dikatakan “Dalam skema Alquran. Kalau di artikel tersebut dikatakan bahwa terjadi kesalahan yang serius dari rasul Paulus. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia. sehingga dia mengatakan bahwa Yesus telah mengalami maut untuk keselamatan umat manusia (lih. Inkarnasi. Dan ketahuilah. Dan yang paling penting. Ibr 2:9.II.3:50). maka kita sebenarnya dapat melihat pesan Yesus sebelum Dia naik ke Sorga. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Allah menjadi manusia. Kritus datang ke dunia ini sebagai penggenapan dari nubuat-nubuat yang diberikan dari generasi-generasi di dalam Perjanjian Lama. 1Tim 4:10). seperti yang dituliskan di dalam Yoh 1:1 “Pada mulanya adalah Firman. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Untuk itu. Mari kita melihat beberapa perbedaan yang disorot dalam artikel tersebut: a. 1Tim 2:6). silakan membaca beberapa artikel Kristologi berikut ini: Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus. Dari kutipan ini. namun lebih daripada itu. kita melihat bahwa Paulus konsisten dalam memberikan pesan Kristus. 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih” Untuk mengatakan bahwa Yesus Kristus dilambangkan dengan Firman sebenarnya tidaklah tepat. yang menyebabkan agama yang sebenarnya hanya diperuntukkan oleh kaum Yahudi kemudian menjadi agama untuk segala bangsa. jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan” Dalam Kitab Suci dikatakan bahwa Yesus Kristus datang bukan untuk menetralisir orientasi hukum agama Yahudi. karena Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia. karena Yesus adalah Tuhan.” (Mt 28:19-20) Silakan melihat diskusi tentang keaslian dari ayat ini di sini – silakan klik. Dikatakan “Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya. Dan memang dikatakan bahwa polemik utama antara agama Kristen dan Islam adalah mengenai teologi. 2. adalah perbuatan Tuhan yang terbesar. Keselamatan universal bagi seluruh bangsa 1. maka sebenarnya pernyataan ini telah mempunyai asumsi yang perlu dibuktikan kebenaran terlebih dahulu – yaitu asumsi bahwa agama Kristen hanya diperuntukkan untuk kaum Yahudi. Adalah menjadi hal yang wajar jika kita mempunyai perbedaan teologis. karena Yesus Kristus adalah Firman itu sendiri. karena Yesus adalah juru selamat seluruh umat manusia (lih.. kalau Wahyu Allah yang dipercayai sebagai pilar kebenaran adalah berbeda. kedatangan-Nya adalah untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. b. namun juga KasihNya yang menyertai kita. yaitu “19 Karena itu pergilah. Untuk lebih lengkapnya. Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q. Hal ini disebabkan karena teologi Kristen berpusat pada Kristus yang telah membuktikan Diri-Nya sebagai Tuhan. silakan membaca beberapa link Kristologi di atas.

Yoh 8:44). and by her we all die.yang telah dibuktikan-Nya dengan pengorbanan Kristus di kayu salib. dan Ef 2:1-3).” Untuk mengatakan bahwa agama Kristen mengajarkan hal-hal yang diharamkan. dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mz 51:7). karena Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8). Kalau kasih dikatakan hanya sekedar kompensasi. Dosa asal ini diturunkan kepada semua manusia: “Sesungguhnya. karena kalau kita benar-benar membaca Alkitab secara keseluruhan. dalam kesalahan aku diperanakkan. dan yang menjadi milik setan mencari maut itu.” (2 Kor 11:3. yang dapat dilihat keberadaannya di dalam Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru: Manusia pertama telah berbuat dosa: Dalam kitab Kejadian dinyatakan bahwa Adam dan Hawa telah berdosa dan oleh karena itu. Tob 4:14. “Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia. yang kemudian dikompensasi dengan kasih. Dikatakan “Pada perkembangan lebih lanjut. dan yang menjadi milik setan mencari maut itu. 1 Kor 15:21. sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. “From the woman came the beginning of sin. Dosa manusia pertama adalah dosa kesombongan (lih. dan Kristus yang membebaskan manusia dari dosa dengan ketaatan kepada Allah (Rom 5:12-21. perlu dianalisa lebih lanjut. “Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia. 1 Tim 2:14.” Untuk menjawab hal ini. “Tetapi aku takut. kita dapat melihat analisa dosa asal. Inilah bukti kasih yang terbesar dalam sejarah umat manusia. .” (LXX/ Septuagint – Sir 25:33). Sir 10:14-15). manusia pertama yang jatuh ke dalam dosa kesombongan. “Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorangpun tidak!” (Ay 14:4). lihat juga Rom 5:12-19. maka Adam dan Hawa dan seluruh keturunannya harus menanggung dosa.Allah. maka inti pengajaran dari kekristenan adalah kasih. Rm 5:19. Paulus memperkenalkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. c. Tidak terlalu jelas bagi saya tentang apa yang dimaksud dengan “sebagian diharamkan” dalam tulisan tersebut. Rm 5:12.“(Keb 2:24). (lih Kej 2). Dan kemudian rasul Paulus memberikan penegasan dengan memberikan perbandingan antara Adam. maka sebenarnya ini adalah pernyataan yang salah.” (Keb 2:24). kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus.

” Mungkin kalimat di atas ingin menyentuh doktrin dosa asal. Kenyataan bahwa manusia mempunyai kecenderungan berbuat dosa adalah sesuatu yang nyata. terlihat jelas. bahwa doktrin dosa asal. harus menyetujui bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan tidak sempurna adanya. Sebagai buktinya.Dengan demikian.Nya di kayu salib. maka ini berlawanan dengan hakekat Allah yang maha kasih.” (Kej 3:15). seseorang yang tidak setuju dengan dosa asal. Allah memberikan Putera-Nya yang tunggal untuk menebus dosa dunia. Dan pembaptisan yang menghantar manusia dalam kekudusan ini telah dibuktikan oleh para kudus dalam sejarah Gereja Katolik. Oleh karena itu. keturunannya akan meremukkan kepalamu. Gereja Katolik justru melihat bahwa meskipun manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang diciptakan baik adanya. yang membuat manusia terpisah dari Tuhan adalah karena manusia pertama telah berbuat dosa. bukan dimulai dari rasul Paulus. dalam kondisi yang sulit ini. . antara keturunanmu dan keturunannya. Kejatuhan Adam telah ditulis di dalam Kitab Kejadian. Namun. Penggenapan nubuat ini adalah pada diri Yesus. yang disebut dosa asal. e. namun manusia tetap dicintai oleh Allah. Diskusi panjang tentang dosa asal dapat dilihat di sini – silakan klik. Kita melihat Allah berkata “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini. yang telah menginjak setan dengan mematahkan kuasa dosa dengan pengorbanan. Dan kalaupun kejatuhan Adam ini dihubungkan dengan Kristus. Dengan demikian. karena Tuhan telah memberikan solusinya. yaitu dengan pembaptisan. bahwa doktrin ini bukanlah sesuatu yang terjadi kemudian. maka rahmat Allah terus mengalir. Silakan melihat artikel kesempurnaan rancangan keselamatan Allah (silakan klik). Dosa asal bukanlah pandangan yang pesimis. Kemudian dilanjutkan “Pada perkembangan lebih lanjut. yaitu apa yang dilakukan oleh manusia. Namun. Kita melihat bagaimana yang terberkati Bunda Teresa dari Kalkuta membuktikan dirinya sebagai orang kudus. Namun. Dengan demikian.” Pernyataan ini perlu ditelaah lebih jauh. memilih untuk berbuat dosa. yang disebabkan oleh dosa Adam. ini adalah suatu kesimpulan yang keliru. Justru pemenuhan apa yang telah dijanjikan oleh Allah dalam diri Yesus. Dengan demikian. kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat. Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambaran Allah. karena memang Kristus adalah Adam ke-dua. Dikatakan “Untuk mendukung ini. sebuah pesimisme kepada kemanusiaan. yang ditulis sekitar 1500 SM. sebenarnya menjadi salah satu alasan. Kita juga dapat melihat kebenaran dosa asal ini dari efeknya. umat Kristen justru melihat kehidupan dan manusia secara lebih optimis. kalau demikian. yang memungkinkan manusia dibebaskan dari dosa asal. Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. karena secara terus menerus dia bekerja sama dengan rahmat Allah dalam kehidupannya. Bagaimana mungkin Tuhan sengaja menciptakan manusia yang mempunyai kecenderungan berbuat dosa? Suatu kebenaran dapat dilihat dari efeknya. Dan dengan penebusan-Nya di kayu salib. namun juga telah terlihat di dalam Perjanjian Lama. dan dosa inilah yang diturunkan kepada semua keturunannya. namun suatu kebenaran yang saling berhubungan. yang seolah-olah dipandang bahwa manusia pada dasarnya jahat. d. karena Yesus Kristus sendiri memberikan pengharapan. yang memungkinkan manusia untuk hidup dalam kekudusan. dan engkau akan meremukkan tumitnya. yaitu rahmat yang mengalir dari pengorbanan Kristus. manusia diciptakan baik adanya. yang menyambung kembali hubungan yang terputus antara manusia dan Allah.

Lain halnya dengan ‘Pluralisme. Dengan demikian. Dengan latar belakang demikianlah. Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan.’ istilah ini berkembang ditengah-tengah ‘eksklusivisme agama’ yang makin berkembang pada era reformasi sebagai akibat reaksi terhadap fundamentalisme dan modernisme. Dan pengajaran ini dipertegas oleh para penulis Alkitab Perjanjian Baru. Sejak dulu eksklusivisme tidak menjadi masalah.” Menurut saya. Kesimpulan Dari pemaparan di atas. dan ‘Pluralitas’ adalah kenyataan yang harus diterima bahwa kita berada dalam kondisi di Indonesia dan dunia masakini dimana kita menghadapi kejamakan cara berfikir. karena asumsiasumsi awal belum dapat dibuktikan kebenarannya. III. karena Allah menginginkan segala bangsa memperoleh keselamatan. Dikatakan “Menurut Russell. kesimpulan bahwa hanya dengan datangnya Islam maka Eropa dapat kembali kepada zaman pencerahan tidaklah berhubungan. Perbenturan peradaban inilah . yang dipenuhi oleh Yesus Kristus dan diperintahkan sendiri oleh Kristus untuk menyebarkan kabar gembira ke segala bangsa.’ Dalam hal agama. Hanya dengan datangnya Islam. namun eksklusivisme itu menjadi tiran ketika bergabung dengan kekuatan politik kolonial dan menjadi mayoritas sehingga menganggap yang lain yang mayoritas itu sebagai lebih inferior dan harus ditobatkan (proselitasi).f. Dengan demikian. Salam kasih dalam Kristus Tuhan. ordo Benediktus membentuk Eropa menjadi begitu maju. membuat umat Kristen memandang hidup dengan lebih optimis. keseimbangan menjadi berubah dimana bangsa-bangsa jajahan mendirikan negara sendiri dan menentukan identitas sendiri (termasuk tradisi budaya agama) yang juga di klaim sebagai eksklusif. Semoga jawaban singkat ini dapat membantu. telah dibuktikan di atas. Pendidikan juga mengalami perkembangan luar biasa. Kedua. maka terlihat bahwa sebenarnya Perjanjian Lama juga mempunyai konsep keselamatan yang diperuntukkan bagi semua bangsa. Pertama. bahwa doktrin dosa asal yang dibarengi dengan penebusan Kristus. Sampai di sini. PLURALISME Istilah ‘Plural’ sudah jelas kita mengerti sebagai ‘jamak’. cara hidup. Pluralitas hanya menyadari adanya kepelbagaian di dunia. ketika pada akhir abad-XIX dan awal abad-XX terjadi gerakan nasionalisme dan kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah.org PLURALISME DAN PLURALITAS Penutupan mesjid dan gedung pertemuan Ahmadyah belum lama ini ditengah-tengah ditutupnya puluhan gereja khususnya gereja-gereja rumah tangga menyusul Fatwa MUI yang mengharamkan Pluralisme agama mencuatkan kembali pemikiran kearah toleransi beragama dan diskusi Pluralisme agama-agama. agama Kristen secara hakiki adalah agama yang inklusif. eksklusivisme ditujukan pada kenyataan bahwa setiap agama cenderung mengklaim sebagai satusatunya agama dimana terdapat jalan keselamatan dan diluar itu tidak ada jalan lain. pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. dan cara beragama. stef – katolisitas. Kondisi ini dalam abad kolonialisme menempatkan kekristenan sebagai agama mayoritas dan eksklusif di tengahtengah bangsa dan agama ditempat jajahan yang semula dianggap inferior. atau yang dikenal sebagai salah satu cabang reaksi ‘posmo. jaman kegelapan sering dipakai dalam konteks yang salah. Kita dapat melihat pada abad pertengahan. kesimpulan ini tidaklah benar dalam dua hal.

John Hick menafsirkan kembali Kristologi tradisional dengan mengemukakan bahwa istilah ‘Allah’ bukanlah seperti yang dikemukakan sebagai pribadi dalam agama teistik melainkan sebenarnya merupakan ‘realitas tak terbatas yang dipahami dengan berbagai cara melalui berbagai bentuk pengalaman beragama’ yang disebutnya sebagai ‘Yang Nyata.yang melahirkan usaha-usaha yang mengarah pada penerimaan kejamakan dalam beragama atau dikenal sebagai ‘Pluralisme’ yaitu ‘suatu situasi di mana berbagai agama berinteraksi dalam suasana saling menghargai dan dilandasi rasa kesatuan sekalipun berbeda faham. Pada abad-XX relativisme agama dikaitkan dengan kemajuan evolusioner dipopulerkan oleh Ernst Troeltsch yang menolak absolutisme agama dan menjadikan ‘Yang Mutlak’ menjadi tujuan bersama dalam proses evolusioner dalam semua agama.’ Wilfred Cantwell Smith mengungkapkan bahwa manusia sekarang memasuki tahapan baru pluralisme agama dimana agama-agama perlu merumuskan kembali dan menguji teori-teori agamanya sendiri dan mengembangkan teori-teori agama yang bisa diterima oleh agama-agama lain.’ Rahner berusaha mendamaikan rahmat Allah yang menyelamatkan. Selain fundamentalisme.’ Jadi kalau eksklusivisme menganggap agama sendiri benar yang lain tidak maka pluralisme menganggap semua agama itu benar jadi harus diterima dengan terbuka sekalipun berbeda dengan agama sendiri. Ini bisa dijadikan dasar bagi umat Kristen untuk bersikap toleran. di sini ada usaha untuk ‘menjadikan agama-agama yang banyak itu sebagai salah satu facet dari agama yang satu. Smith menolak kristologi yang eksklusif. Pada awal tahun 1960-an sebagai hasil Konsili Vatikan-II. dan berbeda dengan eksklusivisme.’ . reaksi eksklusif lainnya adalah ‘Proselitisme’ ynag menolak kebenaran agama lain dan menjadikan pengikut agama lain menjadi pengikut agama sendiri dengan berbagai cara. Sikap Troeltsch ditolak Karl Barth yang mengajukan pandangan eksklusif dan tidak mengenal kompromi mengenai pewahyuan diri Allah dalam Yesus Kristus.’ Raimundo Panikkar yang beribu Kristen RK dan berayah Hindu meneruskan. dengan keeksklusivan Kristus sebagai kriteria yang nyata dan sempurna untuk rahmat itu. ada juga reaksi ‘Sinkretisme’ yang bersifat kompromistis dengan cara mencampuradukkan keyakinan agama-agama yang bertemu itu. dan di awal tahun 1970-an menyusul Dewan Gereja Dunia (WCC) juga membuka diri akan dialog antar agama. berusaha secara sistematis untuk menegaskan keeksklusifan dan universalitas Kristus dan sekaligus menghormati kehendak Allah untuk menyelamatkan yang sifatnya universal.’ Tidak semua sepakat dengan Hick. Sikap demikian tentu berdampak pagi pandangan ‘Fundamentalisme’ dalam agamaagama yang cenderung mengklaim agamanya sendiri sebagai jalan kebenaran satu-satunya. Gereja Katolik Roma membuka peluang kearah itu. rendah hati. disini agamaagama diperas menjadi satu. Dalam pandangannya yang kelihatannya seperti mendua. yang universal sifatnya. Rahner tetap menganggap Kristus secara eksklusif. Sebaliknya. teolog Roma Katolik. namun berbeda dengan eksklusivisme. sedangkan sebetulnya masing-masing merupakan perumusan yang memang dibatasi oleh faktor budaya mengenai suatu kebenaran yang lebih universal. namun tegas terhadap semua orang non-Kristen.’ dan berbeda dengan sinkretisme yang mencampur-adukkan agama-agama. namun sejauh agama Kristen melalui rahmat hidup karena rahmat ia menjadi tempat agama yang benar. bahwa: ‘kebenaran yang dikemukakan agama adalah universal dan dianggap sebagai pendirian yang partikular dan terbatas. Barth berpendapat bahwa agama Kristen itu yang benar. tetapi secara universal agama-agama lain menghadirkan ‘kristen anonim. Stanley Samartha mengemukakan bahwa umat Kristen harus mendekati dialog antar-agama atas dasar teosentris dan bukan kristosentris. Dari kubu pluralisme dan inklusivisme inilah kemudian dipopulerkan dialog antar agama sebagai pengganti misi penobatan. Kristen Stendahl dari Harvard menafsirkan PL & PB sebagai suatu kesaksian tentang ‘partikularisme dalam kerangka universalisme. Samartha mendefinisikan dialog sebagai ‘upaya untuk memahami dan menyatakan partikularitas kita bukan hanya dalam kaitan dengan warisan kita sendiri tetapi juga dalam hubungan dengan warisan rohani tetangga-tetangga. Karl Rahner. INKLUSIVISME Reaksi keempat berjalan lebih jauh dari Sinkretisme dan dikenal sebagai ‘Inklusivisme’ yang berusaha untuk menggapai kesatuan agama-agama.

ini bisa disebut pendekatan yang ‘theosentris. tetapi menganggap semua agama sebagai sama dan menuju ‘Yang SATU’ rasanya terlalu meremehkan sejarah agama yang sudah ribuan tahun dengan keunikannya masing-masing. khususnya keunikan Kristus yang cenderung di ‘de-kristosentris’kan. ketiga esensi ini berkembang lebih jauh menuju ‘de-kristosentrisme.’ dari kristosentris menuju ‘theosentris’ namun yang dimaksud adalah ‘theos yang tidak berpribadi’ yang merupakan esensi mistik universal. Kristus tidak lebih hanya sekedar ‘avatar’ yang sama dengan tokoh-tokoh agama lain.’ Dari perspektif filsafat dan teologi. Ini mendorong kearah pandangan mengenai kesatuan agama yang disebut ‘universalisme.’ Pandangan ini disebut sebagai ‘Monisme’ yang beranggapan adanya satu keberadaan tunggal ‘Yang Satu’ yang tidak berpribadi (berbeda dengan theisme yang mempercayai Tuhan yang berpribadi). logika bahwa suatu sumber realitas dialami dalam pluralitas cara tampaknya. namun pluralisme kurang menghargai keunikan agama-agama. namun Pluralisme ujung-ujungnya bukannya suatu keterbukaan terhadap pluralitas (keperlbagaian) tetapi berujung kepada penyamaan semua agama bahkan kemudian cenderung menjurus pada ‘inklusivisme’ yang ingin memeras agama menjadi satu agama universalis yang menuju ‘Yang SATU’ yang tidak berpribadi itu. Memang pluralisme kelihatan seakan-akan merupakan jalan kompromi yang terbaik untuk menyatukan perbedaan faham agama-agama yang acapkali menimbulkan pertikaian dan perang. SIKAP MENGHADAPI PLURALISME Pluralisme berkembang sebagai reaksi ‘eksklusivisme’ dan ‘fundamentalisme’ agama yang sering membuat manusia terpecah-pecah.’ ‘Universalisme’ berlandaskan logika bersama mengenai ‘Yang Satu dan Yang Banyak. ESENSI INKLUSIVISME Apakah Sebenarnya esensi Inklusivisme itu? Sebenarnya esensi inklusivisme adalah ‘Relativisme’ yang dilandaskan kepercayaan bahwa agama-agama pada hakekatnya sama dan dianggap sebagai sesuatu yang relatif sesuai dengan tahap perkembangannya dalam evolusi agama.’ (Yaitu Yang SATU itu). Kita dapat menerima kehadiran agama-agama lain dengan sikap terbuka yang inklusif bahwa semua adalah umat manusia yang dikasihi oleh Tuhan yang berpribadi yang menyatakan diri dalam Kristus. Di satu sisi memang kita harus berfikir terbuka bahwa kita hidup di bumi tidak sendirian tetapi berada di tengah-tengah agama lain jadi kita harus menerima kenyataan adanya agama-agama yang berbeda. Pandangan theolog liberal yang menganut inklusivisme cenderung untuk ‘memikirkan kembali Kristologi’ yang ujung-ujungnya menjadikan Kristus bukan sebagai jalan yang unik tetapi sekedar sebagai salah satu dari jalan yang banyak itu. namun penerimaan ini tidak harus menuju sikap yang menganggap semua jalan itu sama atau menganggap bahwa penganut agama lain sebagai ‘kristen anonim’ tetapi kita dapat menganggap .Dari berbagai pandangan di atas. Jadi eksklusivisme dalam iman perlu namun ini jangan menjadikan kita eksklusif dalam sikap. Dalam mistik Hinduisme. penyatuan itu dianggap sebagai penyatuan ‘atman dengan brahman’ atau dalam mistik Buddhisme ‘atman dengan an-atman. oleh teolog tertentu dianggap sebagai cara yang paling memuaskan untuk menjelaskan fakta pluralisme keagamaan. inklusivisme kemudian dimengerti sebagai sikap yang menerima kebenaran semua agama. Agama-agama tidak lain adalah jalan partikularis menuju yang universalis. dan bahwa agama itu hanya merupakan jalan partikular untuk mencapai kebenaran yang universal yang menyembah Tuhan ‘Yang SATU’ itu. sebab sejarah agama Kristen yang dikandung Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru cukup meyakinkan untuk menerima keunikan Kristus. Umat kristen memang seharusnya tidak bersifat eksklusif dalam segala hal tetapi bersikap eksklusif dalam kredo (pengakuan percaya) adalah perlu.’ Di kalangan kristen.’ Sebenarnya pandangan demikian didasarkan gagasan ‘Veda’ Hinduisme mengenai hakekat ‘Yang SATU’ yang disebut dengan ‘banyak nama. Pandangan Relativisme dan Universalisme tidak beda dengan faham ‘Mistisisme’ mengenai keyakinan ‘kesatuan manusia yang sezat dengan sumbernya.

Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. dan kita jangan berspekulasi mengenai ‘semua jalan ke Roma’ melainkan kita perlu untuk bersaksi mengenai ‘via dolorosa’ jalan menuju ke Golgota. karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Tuhan atas langit dan bumi yang memberikan hidup dan nafas kepada semua orang. Universalkah Islam? Al-Qur’an menegaskan kepada manusia bahwa agama di sisi Allah hanyalah Islam. kita harus melakukan asumsi terlebih dahulu terhadap kitab suci dan tokoh sumber religius kedua agama tersebut secara seimbang: Asumsi 1: Muhammad adalah nabi/rasul yang diutus oleh Allah untuk seluruh alam. ibarat ‘mutiara yang sudah ditemukan’ perlu kita bagikan sebagai kesaksian kepada mereka yang belum mengenal keindahan mutiara tersebut. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam). Ia menunjukkan sikap inklusif dengan bertukar pikiran dengan orangorang Yahudi dan para filsuf Epikuri dan Stoa. Alhasil ada juga yang percaya dengan kesungguhan hati tanpa dipaksa atau terpaksa. dan Alkitab adalah satu-satunya kitab suci yang benar-benar merupakan wahyu dari Allah melalui kuasa Roh Kudus-Nya untuk seluruh alam. Ia mempelajari kitab suci dan tulisan para pujangga mereka. Ia tidak menolak kerinduan orang-orang dalam menyembah ‘Allah Yang Tidak Dikenal’ tetapi Paulus sedih hatinya melihat banyaknya berhala dan kuil-kuil di kota itu.yabina. tetapi dengan sikap kasih kepada sesama karena untuk itulah Kristus telah mati bagi kita. tetapi sikap eksklusivis harus disertai dengan sikap yang terbuka dan toleran. Asumsi 2: Yesus adalah nabi/rasul (bahkan Tuhan) yang diutus oleh Allah untuk seluruh alam. yakni penyerahan diri secara total. Umat kristen diharapkan dapat terbuka menghadapi kehadiran agama-agama. Eksklusivisme dan fundamentalisme agama perlu dibuka agar kita tidak menjadi penganut Kristus yang sempit yang tidak toleran dan bersifat menghakimi agama lain. bukan dengan sikap memaksa dan menganggap rendah orang lain. Untuk mencapai ini. marilah kita selidiki.mereka sebagai umat manusia yang tetap membutuhkan karunia keselamatan dari Tuhan. Ia tidak memaksa orang lain mengikut Kristus (proselitisme) melainkan ia men’share’kan imannya dan biarlah orang lain yang menentukan iman mereka sendiri. (QS. namun karunia keselamatan yang kita peroleh. Menghargai perbedaan-perbedaan itu penting. maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang- . Haleluyah! Salam kasih dari Redaksi www. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka. Al-Qur’an juga menjelaskan definisi dari Islam itu sendiri.org Untuk menguji klaim universalisme masing-masing agama baik Islam maupun Kristen. Rasul Paulus menunjukkan sikap yang inklusif sekaligus beriman eksklusif ketika ia berbicara di Athena (Kisah 17:16-34). kita perlu mempelajari kitab suci dan pendapat-pendapat dari kalangan agama-agama lain. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. dan Injil tentang Yesus yang telah bangkit. ditinjau dari catatan kitab suci masing-masing. jalan ‘Kasih’ adalah jalan terbaik untuk bersaksi.3:19). tetapi menerima perbedaan itu seakan-akan tidak berbeda jelas keliru. Sekarang. karena itulah iman eksklusifnya menghasilkan suatu kesaksian bahwa ‘Yang Tidak Dikenal’ itu diperjelasnya dengan memperkenalkan keunikan Allah yang menjadikan langit dan bumi. apakah kedua agama tersebut benar-benar universal. dan Al-Qur’an adalah satusatunya kitab suci yang benar-benar merupakan wahyu dari Allah melalui perantaraan Jibril/Roh Kudus untuk seluruh alam.

maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. Agama Islam dalam pandangan Al-Qur’an tidak diciptakan pada masa Nabi Muhammad SAW. melainkan dengan seizin Allah.3:20). Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja). karena tidak ada tuhan selain Allah (QS. maka apabila telah datang perintah Allah. maka ia lupa (akan perintah itu). Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). Amat berat bagi orangorang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Nabi Adam AS. serta orang-orang yang beriman (kepada Nabi Muhammad). (QS.20:115).21:25). Allah telah mengutus nabi/rasul kepada tiap-tiap umat di muka bumi ini (QS. akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah).40:78). (QS. (QS. Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu’jizat. Inilah inti dari agama Islam. . Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani. (QS. Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa nabi/rasul itu tidak hanya berjumlah 25 orang saja sebagaimana tersebut namanya di dalam Al-Qur’an. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya. tetapi melebihi jumlah itu (QS. namun Al-Qur’an tidak menjelaskan angka pastinya. melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. (QS. dan jika mereka berpaling. (QS. (QS. sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk. dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman. maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu. dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. diputuskan (semua perkara) dengan adil.42:13).16:36). melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku. Jelasnya.2:132).orang yang mengikutiku”. di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Beberapa ayat Al-Qur’an di atas dengan jelas menegaskan bahwa Islam sudah hadir semenjak zaman Adam. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya. Berbeda dengan umat-umat sebelumnya dimana masing-masing umat memiliki nabi/rasul.” (QS.40:78). Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad). Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. (QS. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Seseungguhnya Allah telah memilih agama ini (Islam) bagimu. demikian pula Yakub.16:36) dan senantiasa memerintahkan makhluk-Nya untuk hanya menyembah kepada-Nya. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.21:107). Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad). maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya.21:25) Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu.3:67-68). maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. dan jauhilah Thaghut itu”. tetapi sudah hadir semenjak manusia pertama. Jika mereka masuk Islam. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). Al-Qur’an menegaskan bahwa diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk seluruh alam dan sekaligus menjadi penutup para nabi/rasul.

India. Al-Qur’an juga menegaskan bahwa dirinya adalah satu-satunya kitab yang menjadi peringatan bagi seluruh alam. yakni umat Nabi Ayub AS. karenanya. bangsa Romawi. dan lain sebagainya. supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. yaitu ketika para nabi/rasul diutus untuk umat Israel. Yunani. Islam layak mendapat predikat agama universal. tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. (QS. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa barita gembira dan sebagai pemberi peringatan. sebagaimana dilansir dalam pernyataan Paulus Tarsus berikut ini: GALATIA: 2:16 Kamu tahu. Universalkah Kristen? Alkitab secara tegas menyatakan bahwa Kristen lahir setelah penyaliban Yesus. pada masa itu. Mesir. (baca: Kitab Ayub). Dengan demikian.000 tahun yang lalu ketika Yesus konon mengajarkan Kristen . manusia sudah menyebar ke seluruh pelosok bumi. yang konon diridlai oleh Tuhan menurut Alkitab. sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Pada bagian lain. tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi. Namun demikian.Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad). Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus. Cina. Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas da’wahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat. (QS. yang lahir kira-kira 2. Padahal. dapatkah Kristen dipandang sebagai agama universal yang berdiri di atas kebenaran wahyu Allah? Alkitab sama sekali menolak keberadaan agama Kristen sebelum. setidaknya kepada siapa umat-umat tersebut harus mengabdi. Terhadap umat-umat lain. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. bukan hanya di israel. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. Namun demikian. yakni umat Israel (baca: Perjanjian Lama).38:86-87). Sebut saja. tampak jelas bahwa Islam adalah agama untuk seluruh alam. adalah agama Yahudi (baca: Perjanjian Lama). bahkan hingga masa Yesus.(QS. bahkan terkesan tidak mau tahu. maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. agama Yahudi merupakan agama untuk golongan tertentu saja. Dari uraian singkat di atas. Arab. dari uraian singkat diatas.34:28) Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. tampak jelas bahwa Kristen adalah agama baru. bangsa Edom. Alkitab secara khusus mencatat keberadaan umat lain selain Israel. Al Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Sebagaimana pernyataan Paulus Tarsus di dalam Alkitab berikut ini: GALATIA: 1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku. Paulus Tarsus juga menyatakan bahwa ia mendapat amanat dari Yesus untuk menyebarkan agama Kristen kepada bangsa-bangsa non-Yahudi.33:40). Lebih jauh. Perjanjian Lama sama sekali tidak menjelaskannya. 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita. Bahwa agama sebelum Yesus.

Krisis identitas ini mengakibatkan rasa malu (Kej 3:10) dan kecemburuan yang berakhir dengan penyangkalan dan pembunuhan saudaranya (seperti Kain dan Habel Kej. permusuhan antarmanusia dan ketidakselarasan antara manusia dengan alam semesta terletak pada keinginan manusia untuk "menjadi seperti Allah" (Kej 3:5)2. Akan tetapi.geocities. Tanpa kecuali manusia diciptakan untuk hidup dalam relasi yang utuh dengan Allah.3 Dengan demikian. Pengakuan bahwa "Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya" (Kej 1:27) dalam kisah penciptaan melampaui semua batasan manusiawi seperti seks. Hubungan dan perjanjian penciptaan inilah yang mejadi titik tolak untuk kerukunan dan perdamaian antara Allah dan manusia dan antara manusia dengan sesamanya. ia hidup dalam hubungan yang hancur dengan Allah. dapatkah Kristen dipandang sebagai agama yang layak mendapat predikat universal dalam pengertian agama wahyu? Jawabannya terletak pada hati nurani masing-masing pembacanya.menurut Paulus Tarsus. rekonsiliasi menjadi kebutuhan dasar manusia yang mencakup seluruh aspek kemanusiaan. baik dalam arti rohani maupun dalam sifatnya sebagai makhluk sosial. ras. penyebab keterpisahan manusia dari Allah. karena "dunia hidup sepenuhnya dalam kehadiran Allah dan di bahwa kekuasaan Allah"1. Karena manusia telah kehilangan sifatnya sebagai ciptaan .yaitu kesatuan dengan penciptanya . Lalu. etnis. Tetapi yang terpenting harus diingat adalah bahwa agama Kristen sama sekali belum eksis di dunia ini pada era sebelum Yesus. sesama manusia dan ciptaan dan bahkan dengan dirinya sendiri. bangsa atau agama. Dosa asal dalam pemahaman Alkitab ini tidak terfokus kepada kecenderungan manusia untuk melanggar hukum-hukum moral. Dari-Nya ia mendapat martabat. Bahan lengkap dapat diakses lewat http://www. Hubungan yang universal antara Allah dan manusia Bukan tidak sengaja semua pernyataan alkitabiah dirangkaikan dengan refleksi tentang hubungan Allah dengan semua manusia dan seluruh ciptaan.bekan secara dualistis). Keseberagaman dan pluralitas ciptaan selaku kekayaan dan karunia baik dari pencipta dijadikan dasar untuk kehancuran kesatuan dan komunikasi . ekologi. dan ini menjadi dasar bahwa manusia harus mengasihi dan menghormati kehidupan yang suci itu. Alkitab tidak punya ilusi tentang watak manusia. tanggung jawab dan berkat. tetapi pertama-tama adalah "kerusakan relasional (hubungan)": Karena manusia mau menjadi pencipta dirinya sendiri yang tidak membutuhkan Allah lagi. Bukan jasa atau kwalitas moral. Rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama 1. ini akan sulit dimengerti.com/misirekonsiliasi) A. bagaimana mungkin agama universal harus datang kemudian? MENEMPA PEDANG-PEDANG MENJADI MATA BAJAK: Misi Rekonsiliasi dalam Alkitab oleh: Markus Hildebrandt Rambe. Dosen Misiologi STT Intim Makassar (Bagian dari Bahan Kuliah "Misi Rekonsiliasi". Allah yang memberi martabat kepada manusia dan mengakisi kehidupannya (baik dalam aspek rohani maupun jasmani.ia kehilangan identitas dirinya. agama dsb. politik. kebebasan. Dosa asal manusia adalah ketidakmampuannya untuk mendamaikan hubunganhubungan tersebut melalui usaha sendiri. Tentu saja. Dalam kisah tentang kejatuhan manusia ke dalam dosa. tetapi relasi inilah yang membuat setiap ciptaan dinyatakan "baik". 4). Ia mencari identitas melalui supremasi ras.

dan mancan tutul akan berbaring di samping kambing" (Yes 11:6)7. Selama bumi masih ada. dengan semua keturunannya. Perjanjian ini menjadi dasar untuk semua perjanjian yang berikutnya dan bermaksud untuk memulihkan dan mempertahankan hubungan antara Allah dan manusia dan antarmanusia (karena menang sering sekali manusia/Israel menolak dan melanggar perjanjiannya dengan Allah dan implikasinya): Perjanjian dengan Abraham (Kej 15). yaitu penciptaan "langit yang baru dan bumi yang baru". Yosua (Yos 24). Namun."5 Perjanjian (tyrb) Allah dengan Nuh (Kej 8:21 . bahwa pemulihan kembali dan pemeliharaan hubungan manusia dengan Allah hanya dimungkinkan oleh kesabaran dan pengampunan Allah. di sisi lain rekonsiliasi dan perjanjian ini selalu dikaitkan dengan kewajiban manusia terhadap Allah dan sesama manusia/ciptaan dan tidak bebas dari pengadilan Allah dan tuntutan untuk bertobat. Yosia (2 Raj 23). sampai janji bahwa Allah akan mengadakan perjanjian baru. takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai.. "Pendamaian adalah manifestasi daripada kepedulian Allah terhadap ciptaan-Nya. dingin dan panas. siang dan malam. Perdamaian taman Eden dan kerukunan alam semesta dan keadilan untuk mereka yang tertindas akan diadakan kembali (bdk. Musa (Kel 19. Allah sendiri menjembatani jarak relasi dengan membangun kembali hubungan perjanjian dengan manusia dan terus-menerus hadir dan terlibat dalam sejarah manusia. gigi . Yang terjadi adalah dehumanisasi. yaitu keterasingan manusia dari dasar keberadaannya.) atau antara suami dan isteri (Hos 2). tidak membalas berlebihan: ".): "Serigala akan tinggal bersama domba. di mana Taurat Allah akan ditaruh dalam batin dan ditulis dalam hati mereka (Yer 31:31-34) dan yang akan menjadi "perjanjian bagi umat manusia dan terang untuk bangsa-bangsa" (Yes 42:6). di mana "tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang" (Yes 65:17+19). 6. Kel 20:3.antarmanusia. maupun tuntutan sosial (perintah-perintah Allah. "Kasihilah Tuhan." (Kej 8:21-22). sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya.mata ganti mata. 34. Maz 89:27 dll. Dari situ jelas. seperti dalam kisah tentang menara Babel (Kej 11:19). Pengharapan atas "Perjanjian damai" (Hes 27:26) untuk bangsa Israel itu bermuara ke dalam pengharapan dan janji dalam perspektif yang universal. karena "mencari nama". Ul 5:7. dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Perjanjian berhubungan baik dengan tuntutan kultis-religius (dasarnya: "jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku". Ul 26). Hubungan antara Israel dan Allah6 akan pulih kembali seperti hubungan antara ayah dan anaknya (2 Sam 7:14.9:17) adalah perjanjian pertama yang memperbaruhi "perjanjian penciptaan": "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia. 4. Ul 6:4). Dengan berkat Allah (Kej 9:1) Nuh sebagai nenek moyang seluruh umat manusia. Hanya perjanjian Allah memungkinkan rekonsiliasi yang membebaskan manusia baik dari dosa sendiri maupun dari penderitaan karena dosa-dosa orang lain. Daud (2 Sam 7). kemarau dan hujan.. Manusia dibebaskan dari ancaman maut dan penghukuman yang seharusnya ia terima. Hanya karena inisiatif dan anugerah Allah maka kejahatan manusia (Kej 3. 8:21) tidak berakhir dengan pembinasaan manusia. mewujudkan keadilan. dari diri sendiri (terlepas kesatuan antara tubuh dan roh) dan dari sesamanya4. Allahmu. Yes 11:1-9 dll. dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu". membebaskan dari utang. 24. diterima kembali ke dalam hubungan dengan Allah.

Sekali lagi. memberkati engkau . Namun Israel bisa juga melihat dan mengakui bahwa Allah telah bekerja di tengah-tengah bangsa dan agama lain. Mulai dengan pemilihan Abraham .dan tidak ada yang satu tanpa yang lain. 40-55. partikularisme . bdk Bileam dalam Bilangan 22 atau Korsey dalamYes 44:28 yang menjadi saluran berkat Allah untuk bangsa Israel). "janganlah engkau menuntut balas. hai orang Israel? ..). atas dasar tersebut. Kej 14:19. dan engkau akan menjadi berkat. dan janganlah menaruh dendam . Bukankah Aku telah menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir.Yusuf dengan saudara-saudaranya Kej 45 atau Daud dengan Saul 1 Sam 27.. bangsa Israel memisahkan diri dari agama-agama sekeliling dan menolak secara tegas pemujaan berhala. Yes 19. sikap itu selalu dan langsung dikritik misalnya oleh para nabi seperti Amos: "Bukankah kamu sama seperti orang Etiopia bagi-Ku. Dari situ tampak bahwa rekonsiliasi antara Allah dan manusia dan rekonsiliasi antarmanusia saling terkait... Yang sering dijadikan pusat perhatian adalah bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah dan sejarah Allah dengan bangsa-Nya. Yun dll. rekonsiliasi antarmanusia mencerminkan rekonsiliasi yang telah diberi Allah.. Yang menarik adalah bahwa yang berinisiatif untuk pengampunan dan rekonsiliasi dan membuka jalan untuk pertobatan sering adalah pihak yang diperlakukan tidak adil. Partikularisme adalah partikularisme fungsional. Meskipun sering kita temukan eksklusivisme dan etnosentrisme Israel dalam Perjanjian Lama. Tetapi pilihan khusus dan partikuler oleh Allah itu hanya punya makna dalam kerangka hubungan universal antara Allah dan dunia. 2. rekonsiliasi antarmanusia atau antarbangsa bisa berhasil: misalnya rekonsiliasi Esau dengan Yakub Kej 33.. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau. orang Filistin dari Kaftor. melainkan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri" Im 19). dan dia pun akan diberkati oleh orang-orang beragama lain (misalnya oleh Melchisedek... Hubungan yang khusus antara Allah dan bangsa Israel Dalam Perjanjian Lama ditemukan suatu ketegangan yang konstruktif antara universalisme dan partikularisme. pada pihak lain Allah sendiri telah membawa mereka ke lingkungan visi Israel." (Kel 21:24)8. Kristen dan Islam perjanjian Allah mencakup hubungan khusus.. dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau. Ul 32:8-9) dan menerima penghakiman dan belas kasihan dari Allah (bdk. dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Abraham harus menjadi berkat untuk orang yang tidak sebangsa dan seagama dengan dia. dan orang Aram dari Kir?" (Am 9:7) Di satu pihak bangsa lain adalah "lawan-lawan politik atau paling tidak saingan Israel.ganti gigi.bapak leluhur bersama orang Yahudi."10 Di satu sisi. Yeh.. Tujuan perjanjian khusus ini menjadi jelas dalam Kej 12:3 kepada Abraham: "Aku. Pemilihan dan pengistimewaan bangsa Israel bukan karena jasanya atau karena ia lebih layak dari pada bangsa lain. tetapi tidak eksklusif antara Allah dan keturunan-keturunan Abraham. Dalam Perjanjian Lama9 ditemukan banyak contoh yang konkrit bagaimana. Israel hanyalah salah satu bangsa yang punya hubungan langsung dengan Allah (bdk. Ia bahkan dapat menerima pengaruh dan belajar dari agama lain11.

dan berhubungan dengan kesalahan atau pelanggaran kultis. dan kalau berada di tengah-tengah bangsa dan orang beragama lain. Ia harus menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain (Yes 49:6). juga ditekankan bahwa pengampunan baru berlaku. Kel 34:67). Ul 15:1-18. Persyaratannya adalah penyesalan yang jujur dan pengakuan kesalahan yang terbuka serta kesediaan untuk bertobat dan hidup kembali sesuai dengan kehendak Allah.7)16.15 Berhubungan dengan hari raya orang Yahudi yang besar. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu. yuridis dan moralis.. lagu gambusmu tidak mau aku dengar. melainkan ini merupakan tindakan Allah yang bebas (bdk Im 4. Para nabi dengan tegas mengritik praktek kultus yang hanya bersifat munafik dan tidak berhubungan dengan keadilan dan perdamaian antarmanusia: "Aku membenci. Im 27:16-25) yang . Hos 6:6.)misalnya lewat korban bakaran (binatang) atau seekor kambing jantang yang secara simbolis dibebankan dengan dosa-dosa manusia dan diusir ke padang gurun (bdk Paskah Im 16. keadilan-Nya dan tindakan-tindakan pembebasanNya). Namun pelaksanaan ritus tidaklah otomatis menjamin rekonsiliasi dan penghapusan dosa. perintah-Nya. dan menjadi saksi yang setia tentang keesaan Allah. Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Bil 29 . Kel 23:10-11. Tidak ada hak istimewa bangsa ini di hadapan Allah. Yom Kippur (Yom hak-Kippurim) atau "Hari Rekonsiliasi" (bdk "liturgi rekonsiliasi Im 16). Dengan menjalankan aturan-aturan ritual hubungan antara seorang secara individual atau sekolompok secara kolektif dengan Allah bisa dipulihkan kembali. puasa dll..terhadap bangsa lain (yaitu menjadi berkat. Korban tersebut menjadi wakil untuk menerima murkah dan hukuman yang terkait dengan dosa atau pelanggaran yang telah dilakukan. apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu. Yes 58:6-8. Beban dosa ditebus (di samping syafaat. Bangsa Allah dipanggil terus-menerus untuk bertobat kepada Allah. doa. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.17 Aspek rekonsiliasi ini juga nampak dalam aturan-aturan sabat. religius. kalau .atau lebih tepat: peranan dalam misi rekonsiliasi Allah ."kambing jantang dosa" atau "kambing hitam"). Ritus rekonsiliasi tersebut tidak akan meniadakan kesalahan atau tanggung jawab si pedosa. bdk. bdk. Mi 6:6-8). Ia tidak punya panggilan untuk "mengyahudikan" bangsa-bangsa lain.untuk universalisme. Aku tidak suka . Bil 36:4. Kebutuhan rekonsiliasi mencakup baik aspek individual maupun aspek kolektif (yang tidak dapat dipisahkan). Sebaliknya. tahun sabat dan tahun yobel (Im 25. Salah satunya adalah ritus penebusan melalui korban. ia punya kewajiban khusus dalam hubungannya dengan Allah dan membutuhkan rekonsiliasi lebih dari bangsa-bangsa lain karena ketidaktaatannya kepada Tuhannya. melainkan menghalangi akibat atau efek yang membawa murka untuk si individual atau kolektif. Rekonsiliasi punya peranan yang sangat besar dalam kultus12." (Amos 5:21-24.dalam hal pelanggaran dalam hubungan antarmanusia kerugian digantidan rekonsiliasi dengan orang yang dirugikan telah dicapai (bdk Bil 5. Yes 1:10-17. seperti dalam pembuangan di Babel. Sungguh. ia harus mengusahakan "kesejahteraan kota" itu dan berdoa untuk mereka (Yer 29:7 syalom untuk bangsa yang berkuasa atas mereka!).13 Korban memberikan penggantian. Keadilan dan kebenaran (bdk Mzm 98:9) menjadi ukuran untuk keabsahan rekonsiliasi. namun ia punya misi . Darah yang ditumpuhkan berarti pendamaian untuk kehidupan bagi yang mempersembahkan korban itu14.

Tujuan dan visi rekonsiliasi adalah "perjanjian abadi" (Yes 55:3): ".. Misi Israel dalam Yes 52:13 -53:12 terutama dipahami dalam rangka solidaritas dengan penderitaan dunia di sekelilingnya. 37:26). Hamba Tuhan menjadi gambaran bukan hanya untuk misi seorang nabi atau untuk mesias yang akan datang. tyrb) tidak akan bergoyang" Konsep Perjanjian Lama tentang ~wlvsyalom adalah konsep perdamaian yang sangat holistik. superior. dan melalui itu menjadi "penyembuh yang terluka". syalom adalah kata ucapan selamat sehari-hari. ditimpakan kepadanya. bdk Yeh 34:25."agar keselamatan Allah sampai ke ujung bumi. Memang tidak dapat disangkal bahwa perhatian masih dipusatkan kepada peranan sentral bangsa Israel dalam sejarah keselamatan Allah.. Di satu sisi. dan . Hamba Tuhan dalam kidung pertama digambarkan sebagai orang pilihan yang dipanggil untuk menjadi model perjanjian Allah dengan dunia. di mana Israel sendiri mengharapkan pembebasan dan menjadi penerima "ganti rugi" melalui "korban penebus salah (asham)"20) menjadi berkat untuk bangsa lain bukan dari posisi yang kuat. melainkan dalam "solidaritas sesama korban". dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari kita naik ke gunung Tuhan. Syalom sebagai pengalaman iman. di sisi lain punya arti religius yang sangat mendalam. membebaskan hamba-hamba. maka mereka akan menempa pedang-pedang menjadi mata bajak dan . dan oleh bilur-bilurnya kita akan sembuh" (Yes 53:5)19..dia tertikam oleh karena pemberontakan kita. panggilan etis dan harapan untuk masa depan melampaui tradisi-tradisi kaku dan permusuhan terhadap bangsa lain dalam Perjanjian Lama23. ganjaran yang mendatangkan keselamatan (perdamaian) bagi kita. segala bangsa akan berduyunduyun ke sana. Itu dicerminkan dalam Deuteroyesaya dan Tritoyesaya tentang "hamba Tuhan yang menderita". Misi rekonsiliasi Allah juga menuntut sikap kerendahan hati dari bangsa Israel." (Yes 49:6). dan supaya kita berjalan menempuhnya. tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku (berit syalom -~wlv (Yes 54:10. Ia hidup dan mati bahkan bagi mereka di luar lingkup batasan ras dan bangsanya sendiri. Israel (disini dalam konteks pembuangan di Babel.).. tetapi model untuk misi rekonsiliasi Israel. sehingga ia dapat menjadi "perjanjian bagi umat manusia dan terang bagi bangsa-bangsa" (Yes 42:6)18.22 Syalom adalah anugerah Allah dan sekaligus tanggung jawab manusia... Syalom tidak memisahkan perdamaian dengan Allah (tidak ada "individualisasi" dan spiritualisasi") dari perdamaian dengan manusia. Melayani untuk rekonsiliasi bahkan bisa berarti bersedia untuk menderita. dia diremukkan oleh karena kejahatan kita. dan juga bukan sebagai "korban yang tidak bersalah" dalam arti wacana korban21.dihubungkan dengan aspek pembebasan untuk semua ciptaan (membiarkan tanah dan binatang-binatang." Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. eksklusif dan triumfalistik. menghapuskan utang-utang. supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya. Tetapi simbol-simbol identitas yang eksklusiv telah dibuka seperti dalam visi tentang ziarah bangsa-bangsa ke bukit Sion: "Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. ke rumah Allah Yakub. Dalam Yes 50 dan Yes 52/53 hamba itu digambarkan sebagai murid atau tokoh yang menderita karena kesetiaannya dan bahkan "mati bagi kepentingan orang banyak": ".biarpun gununggunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang. tidak memisahkan perdamaian rohani dengan perdamaian jasmani dan sosial.dalam kidung kedua . sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem.

24 Saya mau menyimpulkan "misi rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama" dengan sebuah simbol untuk perjanjian (tyrb berit) Allah sebai dasar rekonsiliasi dan syalom (~wlv) Allah sebagai visi dan misi rekonsiliasi. Karena dikira ada banyak el atau ilah (politeisme). belakangan ini penggunaan kata Allah di kalangan Kristen menuai kritik yang tajam dari umat Islam. segala kepuasan yang ditawarkannya. dan mereka tidak akan lagi belajar perang.mari kita berjalan dalam terang Tuhan" . Akan tetapi. Hai kaum keturunan Yakub. realitas yang tidak terbatas itu adalah Allah. dan antara manusia yang begitu beranekaragam. mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!" (Yes 2:1-5).dan ilah. Kalimat terakhir itu . maka satu ilah disebut sebagai El-Elyon. manusia tidak pernah dapat puas dengan dunia yang terbatas ini. sedangkan orang Yahudi menyebutnya Yahwe. bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa. dan menjadi sebutan untuk Tuhan. 1.membuat visi syalom yang universal itu menjadi misi rekonsiliasi untuk damai sejahtera untuk seluruh dunia dan alam semesta. semuanya bertujuan agar manusia sampai kepada pemahaman yang akurat tentang Yang Absolut itu sendiri. dan Islam. Merpati sebagai duta perdamaian yang membuka kemungkinan untuk kehidupan baru di tengah keadaan yang tanpa harapan. kata ‘Allah’ merupakan kata yang paling populer dan digunakan bersama-sama oleh penganut agama Yahudi.tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Segala harta dunia ini. artinya Yang Mahakuasa. Menurut umat Islam. Kata Semit ilah sama arti dan akarnya dengan kata Ibrani el yang berarti yang kuat. yaitu pelangi dan burung merpati yang membawa sehelai daun zaitun (dari kisah tentang air bah dan perjanjian dengan Nuh Kej 5-9): Pelangi sebagai tanda rekonsiliasi antara Allah dan manusia.. segala silau teknologinya yang canggih. Kata ‘Allah’ sudah dikenal oleh masyarakat Arab sebelum Islam untuk menunjuk Pencipta alam semesta. kata ‘Allah’ merupakan perpaduan dua kata Arab: al. Asal-usul Kata ‘Allah’ Secara etimologis. yang terlalu jauh atau tinggi untuk disembah . kata Allah merupakan trade mark umat Islam saja.. Di antara kedua kata tersebut. yang berkuasa. yang diakui sebagai Pencipta langit dan bumi. Muncul pertanyaan: apakah kata ‘Allah’ milik ekslusif orang Islam? Ataukah ada kata lain yang lebih orisinil untuk mengetahui identitas sang causa prima non causata itu? Untuk menjawab pertanyaan itu. Allah Tertinggi.". Bagi orang Arab. Mengapa Nama ‘Yahwe’ Diganti dengan ’Allah?’ (Kajian tentang Asal-usul dan Tradisi Teologis) OPINI Jufri Kano | 24 Oktober 2010 | 16:52 64 4 1 dari 1 Kompasianer menilai Bermanfaat. Kristen. Pengantar Sebagai makhluk yang diciptakan untuk sesuatu yang tidak terbatas. akan dibicarakan dulu asal-usul kata Allah. pada hakikatnya tidak pernah dapat memuaskan hati manusia yang selalu merindukan sesuatu yang mengatasi dunia ini. Ada banyak interpretasi tentang realitas yang tidak terbatas itu.

bangsa Israel masih mencari Dia.” dalam arti “ada untuk umat-Nya. Dengan nama Yahwe. Kej 32:30).[1] 2. Padahal dalam kenyataannya. dan mengambil alih namanama mereka. Sejumlah Kitab Perjanjian Lama menyebutkan bahwa nama pribadi sesembahan bangsa Israel adalah Yahwe. Nama Yahwe diartikan sebagai “Dia ada. melainkan ia merupakan kata biasa dalam bahasa Arab lepas dari ikatan dengan salah satu agama tertentu.[2] Latar belakang kafir dari nama-nama itu tidak dapat menghalangi penggunaannya sebagai alat pernyataan diri Yahwe kepada para bapa leluhur Israel. itulah nama-Ku” (Yes 42:8). Dengan demikian. Namun demikian. Penggunaan Kata “Allah” dalam Tradisi Arab Kristen Secara historis. atau bahwa kata ‘Allah’ itu sendiri adalah milik ekslusif orang Islam. menyita. kita sebagai umat Kristen jelas tidak rela disuruh untuk melepaskan sebutan ‘Allah’ itu. Muncul pertanyaan: apakah sama antara Yahwe dengan sembahan bangsa-bangsa pengembara itu? Jauh dari menyamakan diri dengan sembahan-sembahan itu. melainkan juga bahasa kaum non-Muslim dan agama bukan Islam sebab di kalangan bangsa Arab terdapat kelompok-kelompok bukan Islam. Allah telah menyatakan diri dalam sejarah bangsa Israel. memanggil Dia dengan nama-nama ilahi yang berasal dari dunia keagamaan bangsa-bangsa di daerah pengembaraan mereka sebab Yahwe sendiri berkenan memperkenalkan diri-Nya di bawah nama-nama itu. orang-orang Israel zaman dulu mengganti nama Yahwe dengan istilah Adonai.” hadir dan bertindak bagi mereka. banyak orang mengira bahwa hanya orang Islam yang percaya kepada Allah. seperti Yahudi dan Kristen. Lembaga Alkitab Indonesia kiranya juga mengikuti kebiasaan ini dalam menerjemahkan Yahwe dengan kata ‘Allah.atau dimintai perhatian. Meskipun bangsa Israel mengenal Yahwe. tentang adanya kesejajaran antara ‘ke-Islam-an’ dan ke-Arab-an. Yahwe seakan-akan merebut. Sudah di masa sebelum Islam. 3. al-ilah disambung menjadi Allah.[3] Oleh karenanya. Nama mewakili pribadi dan mengetahui nama seseorang kadang-kadang menguasai orang itu (bdk. Nama Yahwe amat sering digunakan dalam Alkitab Ibrani. terdapat pandangan di kalangan orang banyak.[4] . Yahwe berkenan mempergunakan ciri-ciri keagamaan sekedar untuk menyatakan diri-Nya yang sebenarnya. Tradisi Teologis Perubahan Nama Bangsa Israel lahir dan berkembang di dalam suasana keagamaan yang serba ragam dengan nama sesembahan mereka masing-masing. tetapi nama yang kudus ini tidak boleh disebut dengan sia-sia mengingat arti penting sebuah nama dalam Perjanjian Lama. Bangsa Israel sudah mengenal Yahwe.’ Pandangan seperti itu jelas tidak didasarkan pada kenyataan tetapi hanya didasarkan pada kesan semata.’ Terjemahan ini tepat mengingat sebutan ‘Allah’ itu memiliki jangkauan luas dan universal. Nama ini membedakan sesembahan bangsa Israel dengan ilah-ilah bangsa lain (Ul 7:25). sebab Yahwe sendiri telah menyatakan diri-Nya kepada mereka: “Aku ini Yahwe. menyertai mereka dalam perjalanan keluar dari perbudakan. kata Allah bukan ciptaan orang Islam. Akibatnya. Oleh karenanya. bahasa Arab bukanlah bahasa khusus orang-orang Muslim dan agama Islam. Kebiasaan bangsa Israel untuk menggantikan kata ‘Yahwe’ dengan kata ’Adonai‘ diikuti oleh Yesus dan para rasul-Nya. baik yang Muslim maupun yang bukan Muslim. melampaui batas bangsa.

dan berintegrasi dalam suatu kebudayaan tertentu yaitu kebudayaan Yahudi Palestina. Pewartaan tersebut bisa ditanggapi lewat unsur budaya setempat. Warta universal dari Allah yang dimaklumkan dalam diri Yesus Kristus dialamatkan kepada manusia dari suatu kebudayaan tertentu pula. dan orang-orang Yahudi dan Kristen Arab memakai kata ‘Allah’ yang sama itu pula untuk menyebut sesembahan mereka. yang lebih penting bagi kita ialah . atau Allah dalam bahasa Arab.Sebagai orang yang berkebangsaan Arab. bukan realitas in se-Nya. yakni kata yang memiliki akar kata’l. Arami. dipahami. yaitu masyarakat yang menjadi pendengar-Nya. Ia sudah digunakan oleh orang Arab pada zaman sebelum Islam. kehadiran Dia yang disebutkan itu dapat ditangkap. Dengan demikian. yaitu bahasa mereka sendiri. mereka membawa agama Islam kepada masyarakat bukan Arab. Dengan demikian. di suatu tempat tertentu. demikian pula oleh orang Islam. latar belakang permasalahan perbedaan penggunaan kata untuk menyebut realitas yang tidak terbatas itu bagi umat Kristiani tidak terlalu dipersoalkan. kehadiran Allah melampaui setiap kata yang kita pakai untuk menyebut-Nya. mereka juga menggunakan kata ‘Allah’ dan percaya kepada Allah. Jadi. Arab. dan lain-lain). namun kehadiran-Nya lepas dari semua bahasa yang digunakan oleh manusia manapun. kata ‘Allah’ bukan kepunyaan orang Islam saja melainkan kepunyaan semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu.’ Jadi. Hal ini tampak jelas dalam diri Yesus Kristus yang lahir pada suatu waktu tertentu. Inti yang mau diambil oleh umat Kristiani adalah bahwa dengan penggunaan kata tertentu misalnya kata ‘Allah’ untuk menyebut Yang Absolut itu. Penggunaan kata ‘Allah’ di kalangan Kristen merupakan wujud khusus yang menandakan bahwa Allah hadir dan berbicara dengan bahasa orang setempat. Ketika orang-orang Muslim Arab melakukan ekspansi militer dan politik keluar Jazirah Arabia.[5] Dengan kata lain. kata yang digunakan untuk menyebut Allah adalah kata yang biasa digunakan dalam bahasa-bahasa Semit (Ibrani. semuanya berdasarkan latar belakang etimologis kata itu sendiri dan tradisi teologis agama-agama mereka yang berakar dalam Perjanjian Lama. Kata ‘Allah’ dipakai untuk merumuskan penghayatan atau penangkapan kita tentang realitas tertinggi. dan diterima oleh orang-orang yang dalam kenyataannya terikat dalam konteks bahasa tertentu. Dengan demikian. 4. “dewa itu” yang sama artinya dengan haeloah dalam bahasa Ibrani. masyarakat bukan Arab tersebut menggunakan bahasa Arab setelah wilayah mereka dikuasai oleh orang-orang Arab sehingga mereka pun memakai kata ‘Allah. Tanggapan Kritis Agama Kristen mengakui bahwa Allah memperlihatkan diri-Nya lewat suatu kebudayaan yang konkret dan definitif. sangat masuk akal kalau orang-orang Islam menggunakan kata ‘Allah’ untuk menunjuk kepada sesembahan mereka. Kata ‘Allah’ ini kemudian dipegang bersama-sama oleh orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan bahasa Arab. Pengakuan inilah yang merupakan salah satu pendorong bagi umat Kristiani untuk menghormati bahasa setempat dalam usaha mencapai pemahaman yang akurat tentang Yang Absolut itu sendiri. Dalam terjemahan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Suci Perjanjian Baru ke dalam bahasa Siryani yang digunakan di Siria sebelum kedatangan agama Islam.‘ Kata tersebut dalam bahasa Siryani diucapkan alaha. Allah menggunakan medium bahasa setempat untuk mengungkapkan siapa diri-Nya.

menyadari arti pernyataan diri Allah ini. mereka memilih sebuah kata baru yaitu Adonai. Untuk menggantikan sebutan Yahwe. Ia berkenan menggunakan bahasa tertentu untuk memperkenalkan diri-Nya kepada semua orang. Latar belakang kafir dari nama-nama itu diberi arti secara baru dan diyakini sebagai alat pernyataan diri Yahwe kepada para bapa leluhur Israel. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas. Daftar Pustaka . Dalam perkembangan selanjutnya. Hal tersebut dilakukan karena mereka yakin bahwa Yahwe sendiri berkenan memperkenalkan diri-Nya di bawah namanama itu. Kebiasaan bangsa Israel untuk menggantikan kata ‘Yahwe’ dengan kata yang lain diwariskan secara turun-temurun. kata yang mereka pakai adalah kata ‘Allah. demikian pula oleh orang Islam. kata ‘Allah’ bukan kepunyaan orang Islam saja melainkan kepunyaan semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu. Bagi orang-orang yang berlatar belakang Arab. Mula-mula bangsa Israel mengenal sesembahan mereka sebagai Yahwe. tetapi juga memanggil Dia dengan nama-nama ilahi yang berasal dari dunia keagamaan bangsa-bangsa di daerah pengembaraan mereka. orang Israel tidah hanya menyebut Yahwe dengan kata Adonai. namun selanjutnya mereka merasa bahwa nama itu sungguh kudus sehingga tidak pantas untuk diucapkan sembarangan. namun tetap mengungkapkan realitas tertinggi itu.’ Kata ini merupakan kata universal yang dipakai bersama-sama oleh orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan bahasa Arab. Akibatnya. maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa perubahan nama untuk menyebut realitas tertinggi sudah dimulai sejak zaman bangsa Israel Kuno. setiap bangsa mempunyai kata sendiri untuk menyebut sesembahan mereka. Jadi. 5. Pendekatan yang mengadakan hubungan langsung dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pendengar-Nya membuka kemungkinan untuk diterima oleh setiap orang di mana Allah menyatakan diri-Nya sehingga mereka menemukan kehadiran Allah di tengah-tengah mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful