PAK dalam Perjanjian Lama

LATAR BELAKANG PL: BANGSA, AGAMA DAN BUDAYA YAHUDI
A. Bangsa Yahudi

Bangsa yang penuh misteri, kecil tapi kuat, sedikit tapi menyebar ke seluruh dunia, menyebar tapi kemurniannya terjaga, kadang tidak bertanah air dan tak punya raja, tapi selalu menonjol dan memberi pengaruh kuat kepada dunia. Dianiaya, tapi bertahan bahkan berkelimpahan. Bangsa yang memiliki identitas yang kuat. B. Agama Yahudi Penganut agama Yudaisme yang mementingkan ketaatan kepada Hukum Agama agar dijalankan dengan penuh ketekunan. Kemurnian pengajarannya dijaga dari generasi ke generasi berikutnya untuk memberi dasar yang teguh bagi setiap tingkah laku dan tindakan. Hukum agama sering diaplikasikan secara harafiah. C. Budaya Yahudi Yang paling mengesankan dalam budaya Yahudi adalah perhatiannya pada pendidikan. Pendidikan menjadi bagian yang paling utama dan terpenting dalam budaya Yahudi. Semua bidang budaya diarahkan untuk menjadi tempat dimana mereka mendidik generasi muda, yang kelak akan memberi pengaruh yang besar. Obyek utama dalam pendidikan mereka adalah mempelajari Hukum Taurat. PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PERJANJIAN LAMA A. Prinsip-prinsip yang Dipegang oleh Bangsa Yahudi 1. Seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah. Kej. 1:1 -- Segala sesuatu telah dijadikan oleh Allah dengan tujuan supaya manusia mengenal Allah dan berhubungan dengan-Nya. Cara Allah menyatakan diri adalah dengan: - Wahyu : Supaya orang menyadari dan mengakui keberadaan Allah Umum melalui alam, sejarah, hati nurani manusia. - Wahyu : Supaya manusia menerima keselamatan dari Allah. Allah Khusus berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. 2. Menurut konsep Yahudi tidak ada perbedaan nilai antara duniawi dan rohani, semuanya ada dalam wilayah Tuhan. Itu sebabnya orang Yahudi percaya bahwa "seluruh hidup adalah suci". 3. Pendidikan berpusatkan pada Allah. Fokus utama dalam pendidikan Yahudi adalah: Yehova (Hab. 2:10 -kegagalan campur tangan Allah adalah kegagalan bangsa.) Bagi anak Yahudi tidak ada buku lain yang memiliki keharusan untuk dipelajari selain Alkitab (Taurat) untuk menjadi pegangan dan pelajaran tentang Allah dan karya-Nya 4. Pendidikan adalah kegiatan utama dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Kitab Talmud dikatakan kalau ingin menghancurkan bangsa Yahudi, kita harus membinasakan guru-gurunya. Bangsa Yahudi adalah bangsa pertama yang memiliki sistem pendidikan Nasional (Ula. 6:4-9) Pendidikan mereka tidak hanya secara teori, tetapi menjadi kegiatan sehari-hari dalam cara hidup dan keagamaannya. Contoh: Kitab Imamat yang mengajarkan semua tata cara hidup dan beragama.

B. Tempat Pendidikan Anak Bangsa Yahudi

Pendidikan anak Yahudi bermula di rumah. Berpangkal dari peranan seorang ibu Yahudi. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya, khususnya ketika masih balita. Jauh- jauh hari sebelum anak berhubungan dengan dunia luar, anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dari ibunya sehingga sesudah menginjak usia remaja/pemuda ia sudah mempunyai dasar yang benar. Contoh: Melalui cerita-cerita sejarah bangsa dan hari-hari peringatan/besar. PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT ULANGAN 6:4-9 Ulangan 6:4-9 menjadi pusat pengajaran pendidikan agama Kristen. Kitab-kitab lain yang membahas tentang pendidikan bersumber dari kitab Ulangan ini.
1. Ayat 4 ("Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa!")

Ayat ini disebut "Shema" atau pengakuan iman orang Yahudi (agama Yudaisme) yang artinya "Dengarlah". Yesus menyebut ayat ini sebagai hukum yang pertama -prinsip iman dan ketaatan. Memberikan konsep Allah yang paling akurat, jelas dan pendek Tuhan adalah unik, lain dengan yang lain. Dia Allah yang hidup, yang benar dan yang sempurna. Tidak ada Allah yang lain, hanya satu Allah saja. Ayat 4 ini bersamaan dengan ayat 5 diucapkan sedikitnya dua kali sehari oleh orang Yahudi dewasa laki-laki. Ayat ini diucapkan bersamaan dengan Ula. 11:13-21 dan Bil. 15:37-41. 2. Ayat 5 ("Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.") Kasih harus menjadi motif setiap hubungan manusia dengan Tuhan. Kasih disebutkan pertama karena disanalah terletak pikiran, emosi, dan kehendak manusia. Tugas yang Tuhan berikan untuk manusia lakukan adalah kasihilah Allah Tuhanmu. Musa mengajarkan Israel untuk takut, tapi kasih lebih dalam dari takut. o Mengasihi Tuhan artinya memilih Dia untuk suatu hubungan intim dan dengan senang hati menaati perintah-perintah-Nya. o Mengasihi dengan hati yang tulus, bukan hanya di mulut tapi juga dalam tindakan. o Mengasihi dengan seluruh kekuatan, memiliki semuanya. o Mengasihi dengan kasih yang terbaik, tidak ada yang melebihi kasih kita kepada Dia, sehingga kita takluk kepada Dia. o Mengasihi dengan seluruh akal budi/pengertian, karena kita kenal Dia maka kita mengasihi dan mentaati perintah-Nya. 3. Ayat 6 ("Apa yang Kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan.") Perintah Tuhan bukanlah untuk didengar dengan telinga saja, tapi juga dengan hati yang taat. Sebelum bertindak pikirkanlah lebih dahulu perintah Tuhan, maka hidupmu akan selamat. 4. Ayat 7 ("Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang "kepada anakmu" membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau bangun.") Mereka yang mengasihi Allah, mengasihi Firman-Nya dan melakukannya dengan meditasi, bertanggung jawab untuk merenungkannya dan menyimpannya dalam hati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua mempunyai tugas

untuk mengajarkan Firman-Nya kepada anak-anak dengan didikan dan harus dimulai sejak dini dan berulang-ulang. Ayat 7 ini dipakai sebagai fondasi kurikulum pendidikan Kristen. 5. Ayat 8-9 ("Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.") Tulisan hukum-hukum belum menjadi milik umum, namun demikian, Allah menghendaki mereka melakukannya, supaya mereka terbiasa bergaul dengan hukum Allah. Orang Yahudi mengerti perintah ini dan melakukannya secara harafiah. Mereka mengenal 3 tanda-tanda untuk mengingat hukum Allah: a. Zizth : Dipakai/dipasang pada ujung jubah Iman (Bil. 15:37-41) b. Mezna : Kotak kecil yang berisi Ul 6:4-9 diletakkan di sebelah kanan pintu c. Tephillin : Dua kotak kecil berbentuk kubus masing-masing dari kertas perkamen yang ditulis dengan tangan secara khusus berisi 4 ayat yaitu, Keluaran 13:1-10, Keluaran 13:11-16, Ulangan 6:4-9, dan Ulangan 11:18-21. Satu diikatkan di tangan kiri dan satu di dahi. Tanda-tanda ini dipakai pada saat sembahyang di luar hari Sabat. Tanda-tanda ini sangat indah sebagai peringatan akan kehadiran Allah di rumah dan akhirnya dipraktekkan untuk mengusir setan. Tanda-tanda simbolik ini dibuat supaya penekanan pemahaman ayat itu menjadi nyata sehingga pengajaran itu akan berlangsung terus- menerus. Sumber:  Silabus PAK Anak, Dra. Yulia Oeniyati, Th.M., http://www.sabda.org/pepak/pustaka/050836/.
PERJANJIAN LAMA DALAM PAK

Menjadi sebuah hal yang menarik adalah ketika muncul sebuah pertanyaan, seberapa pentingkah Perjanjian Lama dalam ruang lingkup Pendidikan Agama Kristen (PAK)? Mungkin pertanyaan ini kita anggap sambil lalu, atau tidak terlalu penting, atau memang kita belum mengetahuinya. Mungkin ada yang mengatakan bahwa Perjanjian Lama (PL) tidak terlalu penting karena PL sudah berlalu dan sudah digenapi oleh Perjanjian Baru (PB), atau PB telah menjelaskan tentang pendidikan kekristenan. Apabila kita mempelajari dengan baik, Yesus Kristus menggunakan PL dalam mengajar di pelayanan-Nya (Mat.5:21-22; 22:39)? Para murid Yesus juga menggunakan PL dalam pelayanan (pemberitaan Injil)? Ternyata PL menjadi hal penting dalam membangun konsep dan pelaksanaan PAK. Pada topik ini, saya tidak menggunakan kata “PAK dalam Perjanjian Lama”, tetapi saya lebih menggunakan kata “PL dalam PAK”. Ya, karena bukan PAK yang ada dalam Perjanjian Lama, tetapi Perjanjian Lama-lah yang ada dalam PAK. Dengan kata lain, hal yang hendak dimaksudkan adalah PL digunakan dalam membangun dan membentuk PAK. Tentunya hal ini dilandasi bahwa PAK lahir setelah PL, walaupun dalam perspektif

Dalam Kitab Talmud dikatakan kalau ingin menghancurkan bangsa Yahudi. Fokus utama dalam pendidikan Yahudi adalah: Yehova (Hab. tetapi menjadi kegiatan sehari-hari dalam cara hidup dan keagamaannya. Kej. sejarah. Hukum agama sering diaplikasikan secara harafiah. Kemurnian pengajarannya dijaga dari generasi ke generasi berikutnya untuk memberi dasar yang teguh bagi setiap tingkah laku dan tindakan. Pendidikan berpusatkan pada Allah. Allah berinkarnasi menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Obyek utama dalam pendidikan mereka adalah mempelajari Hukum Taurat. Contoh: Kitab Imamat yang mengajarkan semua tata cara hidup dan beragama. Bangsa yang memiliki identitas yang kuat. Michelle Anthony mengomentari pentingnya dasar Alkitab dalam pendidikan anak karena Allah berkehendak menyediakan petunjuk tentang bagaimana memperhatikan serta memelihara anak. Pendidikan adalah kegiatan utama dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari. 2. kadang tidak bertanah air dan tak punya raja. Cara Allah menyatakan diri adalah dengan: .lain diungkapkan bahwa kekristenan sudah ada dalam PL. emosi maupun kerohanian anak. sedikit tapi menyebar ke seluruh dunia. Agama Yahudi Penganut agama Yudaisme yang mementingkan ketaatan kepada Hukum Agama agar dijalankan dengan penuh ketekunan. Semua bidang budaya diarahkan untuk menjadi tempat dimana mereka mendidik generasi muda. Pendidikan menjadi bagian yang paling utama dan terpenting dalam budaya Yahudi. yang kelak akan memberi pengaruh yang besar.Wahyu Umum: Supaya orang menyadari dan mengakui keberadaan Allah melalui alam. Dianiaya. 1:1 -. LATAR BELAKANG PL: BANGSA.) Bagi anak Yahudi tidak ada buku lain yang memiliki keharusan untuk dipelajari selain Alkitab (Taurat) untuk menjadi pegangan dan pelajaran tentang Allah dan karya-Nya 4. Menurut konsep Yahudi tidak ada perbedaan nilai antara duniawi dan rohani. PRINSIP PENDIDIKAN DALAM PERJANJIAN LAMA a. kecil tapi kuat. 2:10 -.Segala sesuatu telah dijadikan oleh Allah dengan tujuan supaya manusia mengenal Allah dan berhubungan dengan-Nya. Prinsip-prinsip yang Dipegang oleh Bangsa Yahudi 1. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru memberikan penjelasan mengenai perhatian terhadap kebutuhan fisik. kita harus membinasakan guru-gurunya. AGAMA DAN BUDAYA YAHUDI A. 6:4-9) Pendidikan mereka tidak hanya secara teori.kegagalan campur tangan Allah adalah kegagalan bangsa. Itu sebabnya orang Yahudi percaya bahwa "seluruh hidup adalah suci". tapi selalu menonjol dan memberi pengaruh kuat kepada dunia. . tapi bertahan bahkan berkelimpahan. C.Wahyu Khusus: Supaya manusia menerima keselamatan dari Allah. Seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah. 3. semuanya ada dalam wilayah Tuhan. . B. Bangsa Yahudi Bangsa yang penuh misteri. Budaya Yahudi Yang paling mengesankan dalam budaya Yahudi adalah perhatiannya pada pendidikan. hati nurani manusia. Bangsa Yahudi adalah bangsa pertama yang memiliki sistem pendidikan Nasional (Ula. menyebar tapi kemurniannya terjaga.

o Mengasihi dengan kasih yang terbaik. 11:13-21 dan Bil. Tugas kewajiban ibu adalah untuk menjaga kelangsungan hidup rumah tangga yang juga terkait erat dengan tugas rohani mendidik anak-anaknya. apabila engkau bangun. apabila engkau sedang dalam perjalanan. Berpangkal dari peranan seorang ibu Yahudi. karena kita kenal Dia maka kita mengasihi dan mentaati perintah-Nya. anak terlebih dahulu mendapat pendidikan dari ibunya sehingga sesudah menginjak usia remaja/pemuda ia sudah mempunyai dasar yang benar. maka hidupmu akan selamat. Ayat 5 ("Kasihilah Tuhan Allahmu. Memberikan konsep Allah yang paling akurat. Dia Allah yang hidup. Sebelum bertindak pikirkanlah lebih dahulu perintah Tuhan. khususnya ketika masih balita.prinsip iman dan ketaatan. Ayat 7 ("Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang "kepada anakmu" membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu. Ayat ini diucapkan bersamaan dengan Ula. hanya satu Allah saja.") Kasih harus menjadi motif setiap hubungan manusia dengan Tuhan.") Tulisan hukum-hukum belum menjadi milik umum. Orang Yahudi . Tidak ada Allah yang lain.") Perintah Tuhan bukanlah untuk didengar dengan telinga saja.b. Ayat 8-9 ("Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang dahimu. Contoh: Melalui cerita-cerita sejarah bangsa dan hari-hari peringatan/besar. Allah menghendaki mereka melakukannya. o Mengasihi dengan seluruh kekuatan. jelas dan pendek Tuhan adalah unik. Jauh. PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT ULANGAN 6:4-9 Ulangan 6:4-9 menjadi pusat pengajaran pendidikan agama Kristen. namun demikian. o Mengasihi Tuhan artinya memilih Dia untuk suatu hubungan intim dan dengan senang hati menaati perintah-perintah-Nya. o Mengasihi dengan hati yang tulus. memiliki semuanya.jauh hari sebelum anak berhubungan dengan dunia luar. tapi kasih lebih dalam dari takut. dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.") Mereka yang mengasihi Allah. emosi. Yesus menyebut ayat ini sebagai hukum yang pertama -. Tugas yang Tuhan berikan untuk manusia lakukan adalah kasihilah Allah Tuhanmu. tidak ada yang melebihi kasih kita kepada Dia. Tempat Pendidikan Anak Bangsa Yahudi Pendidikan anak Yahudi bermula di rumah. o Mengasihi dengan seluruh akal budi/pengertian. lain dengan yang lain. 1. Ayat 4 ini bersamaan dengan ayat 5 diucapkan sedikitnya dua kali sehari oleh orang Yahudi dewasa laki-laki. dan kehendak manusia. 5. 2. 15:37-41. yang benar dan yang sempurna. bertanggung jawab untuk merenungkannya dan menyimpannya dalam hati untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. mengasihi Firman-Nya dan melakukannya dengan meditasi. Tuhan itu Esa!") Ayat ini disebut "Shema" atau pengakuan iman orang Yahudi (agama Yudaisme) yang artinya "Dengarlah". sehingga kita takluk kepada Dia. hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita. Kasih disebutkan pertama karena disanalah terletak pikiran. Ayat 4 ("Dengarlah. 4. Ayat 6 ("Apa yang Kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan. Orangtua mempunyai tugas untuk mengajarkan Firman-Nya kepada anak-anak dengan didikan dan harus dimulai sejak dini dan berulang-ulang. Kitab-kitab lain yang membahas tentang pendidikan bersumber dari kitab Ulangan ini. dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. supaya mereka terbiasa bergaul dengan hukum Allah. bukan hanya di mulut tapi juga dalam tindakan. tapi juga dengan hati yang taat. Ayat 7 ini dipakai sebagai fondasi kurikulum pendidikan Kristen. 3. Musa mengajarkan Israel untuk takut.

hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita. Banyak keluarga Kristen masa kini yang menyerahkan pendidikan rohani anak mereka sepenuhnya pada gereja atau sekolah minggu. Toleransi tinggi dan keleluasaan tidak terbatas cenderung menjadi gaya pendidikan saat ini. yang tentunya terlalu singkat untuk mengajarkan betapa luas dan dalamnya pengetahuan tentang . Mereka mengenal 3 tanda-tanda untuk mengingat hukum Allah: a. Mezna: Kotak kecil yang berisi Ul 6:4-9 diletakkan di sebelah kanan pintu c. salah satunya adalah Ulangan 6:4-9 di atas. gembala. Sebenarnya justru dalam era modern sekarang. Tanda-tanda ini sangat indah sebagai peringatan akan kehadiran Allah di rumah dan akhirnya dipraktekkan untuk mengusir setan. dan Ulangan 11:18-21. setiap pagi dan petang dalam ibadah di sinagoge. yaitu ayah dan ibu (Amsal 1:8). guru sekolah minggu. pastor. kewajiban untuk mengajarkan hukum dan pengetahuan tentang Allah kepada anak-anak mendapat penekanan yang besar. atau pembimbing rohani anak yang hanya beberapa jam dalam seminggu. Ketiga naskah lainnya diambil dari Keluaran 13:1-10. Orang Israel menafsirkan perintah-perintah tersebut secara harafiah dengan membuat "tali sembahyang" yang diikatkan di dahi atau lengan dan berisi empat naskah. Ulangan 6:4-9. Keluaran 13:11-16. 15:37-41) b. dan menuliskannya di pintu rumah dan gerbang (ayat 9). PENERAPAN PENDIDIKAN PERJANJIAN LAMA UNTUK ERA MODERN Era modern mengubah cara pandang para pendidik Kristen dalam mendidik anak. Hal ini menunjukkan besarnya hubungan antara pendidikan rohani dalam rumah tangga dengan ketaatan kepada Allah. TUHAN itu esa!" (Ulangan 6:4) Pernyataan ini kemudian langsung dilanjutkan dengan perintah rangkap untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati. Tanggung jawab pendidikan Kristen pertama-tama dan terutama terletak pada orang tua. Ayat ini amat penting karena merupakan pengakuan iman yang sangat tegas akan Tuhan (Yahweh) sebagai satu-satunya Allah yang layak disembah: "Dengarlah. Tephillin: Dua kotak kecil berbentuk kubus masing-masing dari kertas perkamen yang ditulis dengan tangan secara khusus berisi 4 ayat yaitu. menaruh perintah itu dalam hati (ayat 6). dan Ulangan 11:18-21. Ulangan 6:4 memuat "Shema". mereka lupa bahwa lama waktu perjumpaan antara anak mereka dengan pendeta. Tanda-tanda simbolik ini dibuat supaya penekanan pemahaman ayat itu menjadi nyata sehingga pengajaran itu akan berlangsung terus. Satu diikatkan di tangan kiri dan satu di dahi. Tanda-tanda ini dipakai pada saat sembahyang di luar hari Sabat. mengajarkannya kepada anak-anak mereka secara berulang-ulang (ayat 7). mengikatkannya sebagai tanda pada tangan dan dahi (ayat 8). pendidikan -.menerus. Mereka beranggapan bahwa gereja atau sekolah minggu tentunya memiliki "staf profesional" yang lebih handal dalam menangani pendidikan rohani anak mereka. Keluaran 13:11-16.merupakan bagian integral dari perjanjian antara Allah dengan umat-Nya. pendidik Kristen harus menerapkan beberapa prinsip dalam Perjanjian Lama yang lebih disiplin dalam hal pendidikan anak.khususnya pendidikan rohani -. Keluaran 13:1-10. 1. yaitu doa yang diucapkan dua kali sehari. Zizth: Dipakai/dipasang pada ujung jubah Iman (Bil.mengerti perintah ini dan melakukannya secara harafiah. dan kekuatan mereka (ayat 5). Di dalam keempat naskah tersebut. PENERAPAN PENDIDIKAN KRISTEN PERJANJIAN LAMA DALAM ERA MODERN Bagi orang Israel. Namun. jiwa.

orang tua harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. dan kesediaan untuk ditegur. Jika orang Israel menafsirkan Keluaran 13:9 atau Ulangan 6:8 secara harafiah dengan mengikatkan tali sembahyang pada lengan dan dahi mereka. upayaupaya yang perlu dilaksanakan adalah: 1. sikap. dan mendidik anak-anak ke dalam tangan orang tua. 4. Kata ini dipakai sebagai simbol untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan berulang-ulang seperti orang mengasah sesuatu dengan tujuan untuk menajamkannya. biasanya pedang atau anak panah. Untuk itu. baik secara fisik maupun secara verbal. mandiri. ketaatan. Tujuan utama pendidikan Kristen adalah untuk mengajar anak-anak takut akan Tuhan. Merekalah yang harus mempersiapkan anak-anak mereka agar hidup berkenan kepada Allah. Berlainan dengan pendidikan oleh dunia yang bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang penuh ambisi untuk sukses. hidup menurut jalan-Nya. yang berasal dari akar kata "shanan" yang berarti mengasah atau menajamkan. Kata bahasa Ibrani yang dipakai dalam ayat ini adalah "shinnantam". Pemulihan para pendidik (orangtua dan guru). Ada teori pendidikan modern yang menyarankan agar orang tua jangan pernah menyakiti anak-anak mereka. bukan hanya melalui perkataan. pendidikan Kristen mendidik anak-anak untuk memiliki sikap mementingkan Tuhan di atas segala-galanya. Orang tua yang baik mendidik anaknya dengan teguran dan hajaran dalam kasih (Amsal 6:23). supaya hukum TUHAN ada di bibirmu. dan melakukannya dengan segenap kemampuan tangan kita. namun prinsip-prinsip dasar pendidikan Kristen yang Alkitabiah tetap bertahan di tengah berbagai teori pendidikan baru yang muncul. mengasihi-Nya. Hal ini bertentangan dengan kebenaran Alkitab yang mengatakan bahwa teguran dan hajaran juga dapat mendidik anak sama efektifnya dengan pujian dan dorongan. dan perbuatan (Ulangan 6:7).Allah. Satu hal lain yang terpenting adalah Allah sendiri telah meletakkan tugas untuk merawat. mengatakannya setiap hari. taat pada Tuhan. Pendidikan Kristen harus dilakukan secara terus-menerus melalui kata-kata. baik bagi bangsa Israel pada zaman Perjanjian Lama maupun bagi kita pada zaman sekarang. tapi juga perbuatan. Orang tua harus secara rutin dan dalam segala kesempatan menyampaikan kebenaran firman Tuhan kepada anak-anak mereka. Teori ini menganjurkan orang tua untuk membangun anak-anaknya hanya melalui pujian dan dorongan. dan percaya pada kekuatan diri sendiri. 2. Lebih jauh lagi." (Keluaran 13:9a) maka saat ini kita yang sudah mengerti makna sesungguhnya dari perintah ini harus senantiasa merenungkannya dalam pemikiran kita. atau melalui kata-kata karena hal tersebut dapat menimbulkan kebencian dan dendam pada orang tua dalam diri anak-anak. dan bergantung pada kekuatan Tuhan untuk terus berkarya. dan melayani-Nya dengan segenap hati dan jiwa mereka (Ulangan 10:12). Nilai-nilai yang penting dalam pendidikan Kristen adalah kasih. Setiap zaman memiliki kesulitan dan pergumulan masing-masing. 3. "Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu. selama semuanya dilakukan dalam kasih. Gereja dan sekolah minggu hanya membantu dalam proses pendidikan tersebut. Tanggung jawab pendidikan Kristen memang bukan tugas yang mudah. mengasuh. kerendahan hati. Orang tua tidak dapat hanya mengandalkan khotbah atau pelajaran Alkitab setiap hari Minggu untuk memberi "makanan rohani" bagi anak-anak mereka. IMPLEMENTASI: PENDIDIKAN YANG MEMBERDAYAKAN DAN MEMBEBASKAN Pendidikan adalah pemberdayaan potensi yang dimiliki oleh pendidik dan orangtua untuk menemukan dan memberdayakan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Hal ini diperlukan karena orangtua atau .

dan Konsep. f. Pendidikan Anti Kekerasan: Perspektif Teologis-Padeigogi.org/pustaka/050919/?kata=perjanjian+lama. Penerapan Pendidikan Kristen Perjanjian Lama dalam Era Modern.guru yang melakukan kekerasan terhadap anak. Pendidikan Tanpa Kekerasan: Tipologi Kondisi. Menumbuhkan niat belajar anak dengan cara memotivasi dan memberikan semangat kepada anak. 5. karena dapat berakibat fatal bagi anak. 2005. e. Disiplin dilaksanakan secara konsisten berdasarkan keteladanan dan peraturan yang jelas. http://www. Yulia Oeniyati. Memperhatikan penampilan/cara berpakaian dan model pakaian yang digunaka sebagai seragam. Orangtua dan guru harus menyadari bahwa mereka dipanggil oleh untuk melayani melalui perhatian. Silabus PAK Anak. f. 4. dan dukungan belajar. 2004. Loyola. dan saling menghargai antara guru dan murid serta antara murid dengan murid. Jangan mendisiplinkan didik pada saat sedang marah. Michelle Anthony. 2. http:// pepak. Diposkan oleh Bobby Kurnia Putrawan di 9/23/2009 09:50:00 PM Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz Reaksi: . dan tujuan dari pemberian sanksi. stress. kesepakatan. a.sabda. sibuk. a. toleransi. e. Proses belajar mengajar. d. Boehlke. pengajaran dan keteladanan yang diberikan kepada anak. kesatuan. Robert R. Mengembangkan rasa saling memiliki untuk membentuk kebersamaan. 2001. tegang. Penginjilan dan pembimbingan rohani yang dilaksanakan oleh sekolah kepada murid dan guru. b. Pelaksanaan peraturan. c. Jakarta: BPK Gunung Mulia.sabda. Kasus. c. b.org/pepak/pustaka/050836/. tanpa ada tekanan. Sanksi diberikan sesuai dengan tingkat pelanggaran. Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen dari Plato sampai Ig. Abd. tingkat perkembangan anak secara psikologis. 3.org. c. Christian Education. d. Yogyakarta: Tirta Wacana Yogya. Kerja sama dengan organisasi-organisasi non-gereja untuk membekali guru dan orangtua agar dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik. Menciptakan suasana riang. 6. daya tahan fisik anak. kesanggupan anak untuk menerimanya. atau bermasalah dengan hal-hal yang lain. www. kemungkinan besar ia pun mengalami kekerasan pada masa kanak-kanaknya.Rahman Assegaf.oase online. d. Peniel Maiaweng. Memberikan motivasi untuk bangkit apabila anak mengalami kegagalan. Menujukkan teladan yang baik. 7. Sumber: a. Daniel Agung Kurniawan Budilaksono. Menjalin rasa simpati/empati dan saling pengertian untuk menumbuhkan kepedulian social. b. Peraturan yang dimiliki oleh sekolah harus dijelaskan kepada orangtua dan siswa ketika siswa baru memasuki sekolah.

Hindu. Sebagai satu paham (isme). cendekiawan Hindu).’’ (Pdt. Protestan. dan sebagainya. ADIAN HUSAINI (Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia/ Doktor bidang Peradaban Islam dari International Islamic University Malaysia) Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia 2010 h t t p : / / w w w . h t t p : / / w w w . ‘’Pluralisme adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi kekristenan. bahwa agamanya l ebih benar atau lebih baik dari agama lain; atau mengklaim bahwa hanya agamanya sendiri yang benar. menurut penganut paham ini. Pluralisme (Agama) dan Liberalisme bertentangan d engan Islam dan haram bagi umat Islam untuk memeluknya. mereka menyatakan. dan secara b ombastik memproklamasikan bahwa “semua agama adalah sama”.com 2 3. bahwa agama adalah persepsi manusia yang relatif terhadap Tuhan yang mutlak.” (Dr. Stevri Lumintang). 2005). menurut Charles Kimball. ‘saling menghormati’ (mutual respect). dia melakukan i tu atas kerugian besar dari agama Hindu yang dia katakan dia cintai. Pluralisme Agama yang dibahas dalam buku ini didasarkan pada satu asumsi bahwa semua agama adalah jalan yang samasama sah menuju Tuhan yang sama. Frank Gaetano Morales. PLURALISME AGAMA MUSUH AGAMAAGAMA (Pandangan Katolik. sebagian pemeluk Pluralisme mendukung paham sikretisasi agama.Document Transcript 1. sehingga – karena kerelativanny a – maka setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim atau meyakini. yang membahas cara pandang terhadap agamaagama yang ada. salah satu ciri agama jahat (evil) adalah agama yang memiliki klaim kebenaran mutlak (absolute truth claim) atas agamanya se . Jadi. dan Islam terhadap paham Pluralisme Agama) OLEH : DR. meskipun ada sejumlah definisi yang bersifat sosiologis.luralisme Agama Musuh Agama Agama . tetapi yang menjadi perhatian utama para peneliti dan tokohtokoh agama adalah definisi Pluralisme yang meletakkan kebenaran agamaagama sebagai kebenaran relatif dan menempatkan agamaagama pada posisi ”setara”. “Paham Sekularisme. misalnya disamakan dengan makna istilah ‘toleransi’. semua agama adalah jalan yang berbedabeda menuju Tuhan yang sama. a d ianhusaini. istilah ini tidak dapat dimaknai sembarangan. I. Bahkan. Bahkan. Dan memang.com 1 2. istilah ‘Pluralisme Agama’ telah menjadi pembahasan panjang di kalangan para ilmuwan dalam studi agamaagama (religious studies). Sebagai ‘terminologi khusus’. a d i a n h u s aini. ‘’Setiap kali orang Hindu mendukung Universalisme Radikal. Dr. apapun jenis agama itu. Atau.” (Fatwa MUI. Pluralisme Agama : Definisi dan Penyebarannya Pluralisme Agama (Religious Pluralism) adalah istilah khusus dalam kajian agamaagama.

kata Mendelsohn. hal.ndiri. Islam adalah suatu tiruan dari agama Kristen dan agama Yahudi. kekristenan adalah agama terbaik untuk orang Kristen. yang menggugat kebenaran eksklusif agama Yahudi. menyatakan. dikenal ada tiga cara pendekatan atau cara pandang teologis terhadap agama lain. Karena itu. (New York: HarperSanFrancisco. Hindu adalah terbaik untuk orang Hindu. sehingga hampir sepanjang sejarahnya. 2122. (Deep down. . Di luar itu tidak selamat. hal. kaum Yahudilah yang bertan ggung jawab atas terbunuhnya Yesus. secara esensial adalah sama. yang memandang hanya orang orang yang mendengar dan menerima Bibel Kristen yang akan diselamatk an. Encyclopaedia ini menulis: “Sejak Kekristenan lahir sebagai satu sekte Yahudi pembangkang. meskipun Kristen merupakan agama yang benar. a d i a n h u s a i n i . pandangan tertentu terhadap Judaisme dalam Kitab Perjanjian Baru harus dilihat dalam perspektif ini). misalnya. kaum Yahudi di Eropa menjadi ajang pembantaian kaum Kristen. Yahudi secara kolektif dianggap bertanggung jawab terhadap penyaliban Jesus. bahwa agama yang benar adalah Yahudi dan Kristen. 2 Harold Coward. Pertama. Yahudi menolak keras klaim Kristen bahwa Jesus adalah Juru Selamat. Salah satu teolog Kristen yang terkenal sebagai pengusung paham ini. Yang dimaksud dengan “relatif”. 11:28). Yahudi m enolak klaim Kristen tentang kebenaran Perjanjian Baru. Menurut ajaran agama Yahudi. Pluralisme: Tantangan bagi Agamaagama. karena berbagai sebab dan alasan. c o m 3 4. Kedua. Klaimklaim kebenaran mutlak atas masingmasing agama diruntuhkan. 1 Paham ini telah menyerbu semua agama. all religions are the same – different paths leading to the sam e goal). muncul nama Moses Mendelsohn (17291786). tetapi keselamatan juga mungkin terdapat pada agama lain. 3 Ibid. (2) Semua agama. “Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darahNya h t t p : / / w w w . sebab sejak awalnya. Encyclopaedia Judaica memberikan porsi yang sangat besar (73 halaman) untuk pembahasan sejarah antiYahudi (yang mereka sebut antiSemitism) di masa itu. mengemukakan tiga sikap populer terhadap agamaagama. terbatas.” (Roma. Ernst Troeltsch. inklusivisme. 2002). Di kalangan Yahudi. jalanjalan yang berbeda yang membawa ke tujuan yang sama. (Yogyakarta: Kanisius. (3) Semua agama memiliki asalusul psikologis yang umum. Dan bagi Kristen. Karena itu. “Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu. Ketiga. semua agama adalah sama. Pandangan Rosensweig ini jelas sangat aneh. yang berpandangan.” 4 Dalam tradisi Kristen. Motto kaum Pluralis ialah: “pada intinya. Di antara New Testament. yaitu (1) semua agama adalah relatif. When Religion Becomes Evil. 3 1 Charles Kimball. Matius dan Yohanes dikenal paling ‘hostile’ terhadap Judaisme. seluruh penduduk bumi mempunyai hak yang sah atas keselamatan. tokoh Yahudi lainnya. tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang. Sikap antiYahudi bisa ditelusuri dalam New Testament. 17. 1989). ialah bahwa semua agama adalah relatif. eksklusivisme. 2 Frans Rosenzweig. dan merupakan satu proses pencarian. tidak sempurna. dan sarana untuk mencapai keselamatan itu tersebar sama luas – bukan hanya melalui agama Yahudi seperti umat manusia itu sendiri.

lihat Adian Husaini. 1 (Encyclopaedia Judaica. 4 Paul F. menyatakan bahwa terminologi “religious pluralism” itu merujuk pada suatu teori dari hubungan antara agamaagama dengan seg ala perbedaan dan pertentangan klaimklaim mereka. Many Gods Many Lords: Christianity Encounters World Religions. Sejumlah Paus lainnya kemudian dikenal sangat antiYahudi. Christian Theology: an Introduction. (London: Bantam Press. 8:44). Paus Paulus IV meninggal tahun 1559. termasuk Talmud. 67. Lumintang. mengeluarkan dokumen (Papal Bull) yang dikenal dengan nama Cum nimis absurdum. Paus Paulus IV. 27:25). 1991). Tetapi cum nimis absurdum tetap bertahan sampai tiga abad. Di Roma. Setiap ghetto hanya memiliki satu pintu masuk. (Oxford: Blackwell Publisher. Vicars of Christ: The dark Side of the Papacy. Yahudi kemudian dipaksa tinggal dalam ‘ghetto’.pluralisme. no one religion is s uperior to any other; the many religions are considered equally valid ways to know God). hal. 17 (Peter de Rosa. 5 Tokoh lain penganut paham Pluralisme Agama terkemuka di kalangan Kristen. tidak ada agama yang dipandang lebih superior dari agama lainnya. secara ekplisit menerima posisi yang ditanggungkan atas kami dan atas anakanak kami. a d i a n h u s a i n i . Yahudi dip aksa menjual semua miliknya kepada kaum Kristen dengan harga sangat murah; maksimal 20 persen da ri harga yang seharusnya. 5 Alister E. yaitu kaum Yahudi. adalah variasi atau perluasan dari tuduhantuduhan yang tercantum dalam Injil. tujuh dari delapan sinagog dihancurkan. 2004). Vol. 1995). Pluralisme. No Other Name?. 2004). p p 458 459; Daniel B. yakni Prof. Pada tanggal 17 Juli 1555. Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini. Mcgrath. hal. Yahudi juga tidak boleh memiliki Kitab Suci. 17 dari 18 sinagog dihancurkan. (Michigan : Baker Books. Clendenin. hanya dua bulan setelah pengangkatannya. 1994). Yahudi juga diidentikkan dengan kekuatan jahat. Tinjauan Historis Konflik YahudiKristenIslam (Jakarta: GIP. pada hakekatnya adalah budak dan seharusnya diperlakukan sebagai budak. Tentang konflik YahudiKristen sepanjang sejarah. 12. dikutip dari Stevri I. Dalam pandangan Pluralisme Agama. In pluralism. yang memandang semua agama adalah jalan yang samasama sah menuju inti dari realitas agama. Paus Paulus IV membakar semua Kitab Yahudi. Di Campagna. Semuanya dianggap sebagai jalan yang samasama sah menuju Tuhan (all the religious traditions of humanity are equall y valid paths to the same core of religious reality. Hal. “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginankeinginan bapamu. John Hick. 266269.” (Yohanes. bahwa para pembunuh Kr istus. (Jerusalem: Kater Publishing House Ltd). 2. Sikapsikap antiYahudi yang dikembangkan tokohtokoh Gereja kemudian. Di sini Paus menekankan. Saat menjadi kardinal. c o m 4 . Di tiap kota hanya boleh ada satu sinagog. h t t p : / / w w w . Knitter.” (Matius. (Malang: Gan dum Mas.

Dalam pengantar bukunya. yang masingmasing memiliki satu bentuk pengalaman. 6 Intinya. Vol. Di Barat. (New Yo rk: MacMillan Publishing Company. Bahwa. para tokohnya telah melakukan banyak kekeliruan dan kekerasan yang akhirnya menimbulkan sikap trauma masyarakat Barat terhadap klaim kebenaran satu agama tertentu. agamaagama seperti Hinduisme. (Philadelphia: The Westminster Press.’’ (To day. each with its own distinctive forms of . dan respon yang berbedabeda tentang “The Real” atau “The Ultimate”. agama adalah jalan yang berbedabeda menuju pada tujuan (the Ultimate) yang sama. saat ini. John Hick – salah satu tokoh utama paham religious pluralism mengajukan gagasan pluralisme sebagai pengembangan dari inklusivisme. dalam Mircea Eliade (ed). Sejarah kekristenan Barat. Ia mengutip Jalaluddin Rumi yang menyatakan: “The lamps are different but the light is the same; it comes from beyond. dan Islam. Sebelumnya. 7 Pluralisme Agama berkembang pesat dalam masyarakat KristenBarat dise babkan setidaknya oleh tiga hal: yaitu (1) trauma sejarah kekuasaan Gereja di Za man Pertengahan dan konflik KatolikProtestan. adalah merupakan konsep universal. pemikiran. yang dipandang inferior terhadap agama Kristen dan men jadi sasaran empuk kaum misionaris Kristen. The Encyclopedia of Religion. Juga. konsepsi. Budhisme. bahwa tiaptiap agama menjadi jalan untuk menemukan keselamatan dan pembebasan. kadang digunakan istilah “ultimate reality”; dalam istilah Sansekerta dikenal deng an “sat”; dalam Islam dikenal istilah alhaqq. 1987). God Has M any Names.5. dan spiritualitas keagamaan yang khas. 1982).” Menurut Hick. Problema yang menimpa masyarakat Kristen Barat ini kemudian diadopsi oleh sebagian k alangan Muslim yang ‘terpesona’ oleh Barat atau memandang bahwa hanya denga n mengikuti 6 John Hick. lebih radikal yang diaplikasikan oleh inklusivisme: yaitu satu pandangan b ahwa agama agama besar mewujudkan persepsi. Ketika Gereja berkuasa di zaman pertengahan. kata Hick kepada kaum Kristen. hal. kita harus menerima adanya keperluan untuk meninjau kembali pemahaman keagamaan kita. (2) Problema teologis Kristen dan (3) problema Teks Bibel. Karena itu. in varyi ng degrees. pada umumnya dipandang sebagai sisasisa paganisme. “the Real” yang merupakan “the final object of religious concern”. ‘’kita semua telah menyadari bahwa – dalam berbagai tingkatan – sejarah kekristenan kita adalah salah satu dari berbagai arus kehidupa keagamaan. however. John Hick mengajak kaum Kristen untuk meninj au kembali pandangan mereka terhadap agama lain. that our Christian history is one of a number of variant streams of religious life. menurut Hick. we have all become conscious. belum lam a sadar tentang ‘kondisi plural’. 331. bukan sebagai satusatunya (agama). tetapi sebagai salah satu dari sekian banyak agama. Judaisme. 12. Tapi.

Nurcholish Madjid. Prof. Lalu. 332. tokoh pembaruan Islam di Indonesia. Jalaluddin alRumi. tetapi merupakan Kebenarankebenaran yang sama sah”. Ketua Departement of Comparative Religion di International Islamic University Malaysia. Ketiga. di Majalah Islamia edisi 4.’’ 7 The Encyclopedia of Religion. pada dasarnya Islam bersifat inklusif dan merentangkan tafsirannya ke arah yang semakin pluralis. (Penjelasan ini dikutip dari artikel Dr. 12. Anis Malik Toha.com 5 6. Bhagavad Gita. atau “Setiap agama mengekspresikan bagian penting sebuah Kebenaran”. tulis Nurcholish lagi. banyak yang kemudian menjiplak begitu saja. pertama. yang berbunyi: “Whatever Path Men Choose is Mine” (Jalan apapun yang dipilih manusia adalah milikKu). cara pandang kaum Iklusifis dan Pluralis Kristen dalam memandang agamaagama lain. Sebagai contoh. Begitu juga ia mendapatakan penggalan ayat dalam salah satu kitab suci Hindu. Vol. tapi Cahaya tetap sama) untuk menegaskan hipotesisnya. Filsafat perenial juga membagi agama pada level esoterik (batin) . peradaban Baratlah maka kaum Muslim akan maju. “Menuju Teologi Global”. and spirituality. dan jarijari itu adalah jalan dari berbagai Agama.A. tahun 2004) . Kedua. menyatakan. we have come to ac cept the need to reunderstand our own faith. sikap inklusif (A gamaagama lain adalah bentuk implisit agama kita). Yaitu. sikap pluralis – yang bisa terekspresi dalam macammacam rumusan. Ibarat roda. yang berkata dalam salah satu bait dari syi’irnya yang ditulis dalam Al Matsnawi – menurut terjemahan R. Dr. Tinjauan kritis terhadap kutipan John Hick ini diberikan oleh Dr. baik dalam tataran wacana p ublik maupun bukubuku di perguruan tinggi. 8 Sebagai contoh. Kemudian bait ini diadopsi oleh Hick secara bebas dan out of context menjadi: “The lamps are different. misalnya: “Agamaagama lain adalah jalan yang sama sama sah untuk mencapai Kebenaran yang Sama”. Termasuk dalam hal c ara pandang terhadap agamaagama lain. “Sebagai sebuah pandangan keagamaan. penyebaran paham ini sudah sangat meluas. “agamaagama lain berbicara secara berbeda. not as the one and only. yang menyesatkan bagi pengikutnya). h t t p : / / w w w .experience. filsafat perenial yang belakangan banyak dibicarakan dalam dialog antar agama di Indonesia merentangkan pandangan pluralis dengan mengatakan bahwa setiap agama sebenarnya merupakan ekspresi keimanan terhadap Tuhan yang sama. dianggap mung kin bisa menyokong hipotesisnya ini. Nicholson yang juga dirujuk oleh Hic k: “The light is not different. dan dijadikan salah satu slogan untuk mengawali salah satu fasal yang secara khusus membentangkan teori pluralisme dalam bukunya An Interpretation of Religion. thought. D i Indonesia. yang kemudian ia angkat menjadi judul salah satu makalahnya. but the Light is the same” (Lampu adalah berbedabeda. pusat roda itu adalah Tuhan. but as one of several. a d i a nhusaini. sikap eksklusif dalam melihat agama lain (Agamaagama lain adalah jalan yang salah. meskipun lampunya berbeda). bahwa ada tiga sikap dialog agama yang dapat diambil. 1 (though) the lamp has become different” (Cahaya tidaklah berbeda. hal. And accordingly. Anis Malik Toha.

9 Lihat.dan eksoterik (lahir). "Sunnatullah") yang tidak akan berubah. Semuanya menuju jalan kebenaran. hal. we must borrow western civilization with both its rose and its thorn). soal ‘cara’. hal. dosen Universitas Paramadina. yang sama: yaitu keluarga pencinta jalan menuju kebenaran yang tak per nah ada ujungnya. sekedar teknis/cara menuju Tuhan (aspek eksoteris). (Jakarta:GIP. Islam bukan yang paling benar. Islam Doktrin dan Peradaban. Syariat dipanda ng sebagai hal yang tidak penting. Dalam katakata Abdullah Cevdet. Contoh pandangan yang memuja Barat dan menganggap Barat sebagai sumber dan kiblat bagi kemajuan Islam dikemukakan oleh sejumlah tokoh sekular Turki yang memelopori Gerakan Turki Muda. xix.” (There is only one civilization. jalan panjang menuju Yang Mahabenar. seorang tokoh Gerakan Turki Muda: “Yang ada hanya satu peradaban. Dr.” Nurcholish Madjid juga menulis: "Jadi Pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan Tuhan (Sunnat Allah. and that is European civilization. mantan Koordinator Jaringan Islam Liberal. Tinjauan Historis Konflik YahudiKristenIslam. tingkat dan kadar kedalaman yan g berbedabeda dalam menghayati jalan religiusitas itu. cara ibadah kepada Tuh an dianggap sebagai masalah ‘teknis’." 9 Ulil Abshar Abdalla. dengan variasi.” (Kompas. Semua agama ada dalam satu kel uarga besar 8 Lebih jauh tentang perkembangan peradaban Barat dan Pluralisme Agama lihat Adian Husaini. Therefore. menulis di Harian Kompas: “Seorang fideis Muslim. 2005). sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari. Ia juga menulis: “Dengan tanpa rasa sungkan dan kikuk. apa pun nama dan sifatNya – maka muncullah pemikiran bahwa untuk menuju Tuhan bisa dilakukan dengan cara apa saja. buku Tiga Agama Satu Tuhan. baik bunga mawarnya mau pun durinya sekaligus.com 6 7. tetapi substansinya dianggap sama. 1995). da n Nurcholish Madjid. lxxvii.. dan itu adalah peradaban Eropa. Karena itu. Karena itu. (Jakarta: Paramadina. (Bandung: Mizan. 21 Desember 2002). (Jakarta:GIP. adalah benar. Satu agama berbeda dengan agama lain dalam level eksoterik. misalnya. Luthfi Assyaukanie. (Lebih jauh te ntang Gerakan Turki Muda dan ideologinya. kita harus meminjam peradaban Barat. d engan demikian. tetapi relatif sama dalam level esoteriknya. saya mengatakan. Oleh karena itu ada istilah "Satu Tuhan Banyak Jalan". Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi SekularLiberal. bisa merasa dekat kepada Allah tanpa melewati jalur shalat karena ia bisa melakukannya lewat meditasi atau rit . lihat Adian Husaini. yang secara eksoterik memang berb edabeda. juga menyatakan: “Semua agama sama.adianhusaini. 1999). Ja di. semua agama adalah te pat berada pada jalan seperti itu.” (Majalah GATRA. 2004). 18112002) Ketika semua agama dipandang sebagai jalan yang samasama sah untuk menuju Tuhan – siapa pun Dia. S edangkan yang penting adalah aspek batin (esoteris). h t t p : / / www. Semua agama.

Melalui standar ganda inilah. Luther. pengalaman keagamaan hampir sepenuhnya independen dari aturanaturan formal agama. Berbagai buku. c o m 7 8.” (Kompas. LSMLSM Barat itu secara sistematis menyusup masuk ke lembagalembaga atau organisasi Islam dengan menawarkan proyekproyek penyebaran paham Pluralisme Agama. Ba harudin Lopa. kepercayaan. (hal. malaikat. seorang dosen Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung menulis: “Setiap agama sudah pasti memiliki dan mengajarkan kebenaran. terjadi perang dan klaimklaim kebenaran dari satu agama atas agama lain. Jesus. antara lain. Udin. nabi. 20). Romo Mangun. Tidak heran. adalah merekamereka yang bergerak dalam penyebaran paham Pluralisme Agama. standar ganda ini biasanya dipakai h t t p : / / w w w .usritus lain yang biasa dilakukan dalam persemedian spiritual. tahun 2005. Sambil menunjukkan surgaNya yang mahaluas. Adapun keberagamaan. dan sebagainya t elah diterbitkan dengan sokongan dana besarbesaran. yang tentu saja menjadi bersifat relatif. ji ka penyebaran paham ini menjadi perhatian negaranegara Barat dan LSMLSM global. khususnya kalangan lembaga pendidikan Islam. di sana ternyata telah menunggu banyak orang. mungkin Dia hanya tersenyum simpul. atau sekumpulan norma dan ajaran Tuhan yang bersifat universal dan mutlak kebenarannya. seperti The Asia Founda tion. dan Munir!” (Lubang Hitam Agama. Karena itulah. Abu Nawas. dan sejenisnya. juga menuli s dalam bukunya yang berjudul: Lubang Hitam Agama: “Jika kelak di akhirat. 24) … Agama adalah seperangkat doktrin. Bunda Teresa. a d i a n h u s a i n i . artikel. atau ajaranajaran Tuhan itu. bisa . 3/9/2005) Sumanto AlQurtuby. adalah bahwa penyebaran paham Pluralisme merupaka n proyek global yang melibatkan kepentingan dan dana yang sangat besar. dalam derajat keabsahan teologis di bawa h agamanya sendiri. Hampir seluruh LSM dan proyek yang dibiayai oleh LSMLSM Barat.” (hal. Keyakin an tentang yang benar itu didasarkan kepada Tuhan sebagai satusatunya sumber kebenaran. Sebagai contoh. Yang perlu diperhatikan oleh umat Islam. alumnus Fakultas Syariah IAIN Semarang. kaum Pluralis Agama sangat terpukul dengan keluarnya fat wa MUI.” (hal. untuk menghakimi agama lain. hal. kepercayaan. dan lainlain tak terlalu penting lagi karena yang lebih penting adalah bagaimana seseorang bisa menikmati spiritualitas dan mentransendenkan dirinya dalam lompatan iman yang tanpa batas itu. Ford Foundation. Paham ini bahkan sudah menyusup di bukubuku yang diajarkan kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Islam. pertanyaan di atas diajukan kepada Tuhan. 17)…“Keyakinan bahwa agama sendiri yang paling benar karena berasal dari Tuhan. Pada gilirannya. Dengan demikian. Muhammad. Karena itu. adalah penyikapan atau pemahaman para penganut agama terhadap doktrin. Ghandi. dan sudah pasti kebenarannya menjadi 10 bernilai relatif. Dalam sejarah. jurnal. merupakan contoh penggunaan standar ganda itu. 45). sedangkan agama lain hanyalah konstruksi manusia. perangkat dan konsepkonsep agama seperti kitab suci. yang mengharamkan paham Pluralisme Agama. S ahabat Umar.

2005) . dan melalui Program Pertukaran dan Stud i Pemuda (YES). memuat laporan utama berjudul ”Majelis Ulama Indonesia Bukan Wakil Tuhan.” Ada baiknya disimak laporan yang ditulis dalam website Kedubes AS di Jakarta yang berkaitan dengan Islam dan plu ralisme agama berikut ini: ”Dalam usaha menjangkau masyarakat Muslim. pluralisme agama.html) pada 4 Mei 2007. Di tingkat universitas. MUI dikatakan tolol. pendidikan kewarganegaraan dan pembangunan pendidikan. kedutaan juga mengirim 38 sis wa dan enam guru ke Amerika Serikat selama 4 minggu untuk mengikuti suatu Pr ogram Kepemimpinan Pemuda Muslim. (Bandung: Pustaka Setia. Jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN Semarang edisi 28 Th XIII/2005. Dalam situsnya.” Dalam jurn al ini. Di samping itu. Amerika Serikat menspon sori para pembicara dari lusinan pesantren.” Berikutnya. misalnya. Wartawan dari kirakira 10 agen media Islam berkunjung ke Amerika Serikat untuk melakukan perj alanan pelaporan. Kalau persoalan agama. lebih dari 60 siswa Muslim mengikuti program satutahun di sekolahsekolah menengah di seluruh Amerika Serikat. ”MU I kan hanya semacam menjual nama Tuhan saja. dan liberalisme. tol eransi dan penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia.com 8 . MUI menjadi bah an cacimaki. sesuatu ini sesat.org/bhs/Laporan/indonesia_Laporan_depluAS. menyusul keluarnya fatwa tentang sekularisme. dan sebagainya. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta (http://www. memuat halaman muka berjudul ”Dukungan terhadap Hak As asi Manusia dan Demokrasi: Catatan A.adianhusaini. dengan judul ”MUI bisa Dijerat KUHP Provokator”. diturunkan wawancara dengan seorang staf Perhimpunan Bantu an Hukum Indonesia (PBHI).” Kita juga masih ingat. Ilmu Studi Agama. 2004 – 2005. jel as hukumannya sampai 5 tahun. suatu hibah multitahun membantu untuk melakukan suatu program pendidikan kewarganegaraan di seluruh sistem 10 Adeng Muchtar Ghazali. staf PBHI itu menyatakan. Dia seakanakan mendapatkan legitimasi Tuhan untuk menyatakan sesuatu ini mudharat.dipahami. madrasah serta lembagalembaga pendidikan tinggi Islam. Ia me mbuat usulan untuk MUI: ”Jebloskan penjara saja dengan jeratan pasal 55 provokator. biarkan Tuha n yang menentukan. Padahal dia se ndiri tidak mempunyai kewenangan seperti itu. Kedutaan mengirimkan sej umlah pemimpin dari 80 pesantren ke Amerika Serikat untuk mengikuti suatu pro gram tigaminggu tentang pluralisme agama. jika dalam berbagai seminar dan kesempatan.usembassyjakarta.S. untuk bertukar pandangan tentang pluralisme.http://www.

Itu misalnya bisa dilihat dalam artikel artikel yang diterbitkan oleh Jurnal Tashwirul Afkar (Diterbitkan oleh Lakpesdam NU dan The Asia Foundation). Amerika Serikat j uga memberikan pendanaan kepada berbagai organisasi Muslim dan pesantre n untuk mengangkat persamaan jender dan anak perempuan dengan memperkuat pengertian tentang nilainilai tersebut di antara para pemimpin perempua n masyarakat dan membantu demokratisasi serta kesadaran jender di pesa ntren melalui pemberdayaan pemimpin pesantren lakilaki dan perempuan. Jika cara pan dangnya bersifat eksklusif dan intoleran. Di tulis dalam J urnal ini: “Filosofi pendidikan Islam yang hanya membenarkan agamanya sendiri. dan baikbenar (truth claim). Mengembangkan suatu lingkungan dimana orang Indonesia dapat secara bebas menggunakan hakhak sipil dan politik mereka adalah kritis bagi tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam memelihara pluralisme dan toleransi untuk menghadapi ekstrimisme.” Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah menjadi incaran utama dari infiltrasi paham ini. Dalam membantu jangkauan jangka panjang. maka teologi yang diterima adalah teologi eksklusif dan intoleran. Sebagai contoh. tetapi memiliki program yang sistematis untuk mengubah kurikulum pendidikan Islam yang saat ini masih mereka anggap belum inkl usifpluralis. Universitas Muhammadiyah. lima American Corners dibu ka di lembagalembaga pendidikan tinggi Muslim di seluruh Indonesia. mesti dibongkar agar umat Islam tidak lagi menganggap agama lain sebagai agama yang salah dan tidak ada jalan keselamatan. Bantuan lain yang terpisah membantu suatu lembaga studi Islam di Yogyakarta untuk melakukan pelatihan tentang Ha k Asasi Manusia dan menyelenggarakan kursuskursus yang meningkatkan toleransi. yang sangat berpengaruh terhadap cara pandang Islam terhadap agama lain. Konsep imankafir. tanpa mau menerima kebenaran agama lain mesti mendapat kritik untuk selanjutnya dilakukan reorientasi. dan Jurnal Tanwir (diterbitkan oleh Pusat Studi Agama dan Peradaban Muhammadiyah dan The Asia Foundation).9. menampilkan laporan utama berjudul “Menuju Pendidikan Islam Pluralis”. Jurnal Tashwirul Afkar edisi No 11 tahun 2001. muslimnonmuslim. dan untuk mendirikan lima pusat med iasi di lembagalembaga Muslim. Amerika Serikat juga mendanai The Asia Foundation untuk mendirikan suatu pusat internasional dalam memajukan hubungan regional dan internasional di a ntara para intelektual dan aktivis Muslim progresif dalam mengangkat suatu wa cana tingkat internasional tentang penafsiran Islam progresif. Bantuan juga diberikan kepada dua universitas Amerika Serikat untuk pela tihan dan pertukaran penanganan konflik. Mereka bukan saja menyebarkan paham ini secara asongan. yang pada gilirannya akan .

8283. ketuhanan dan kemanusiaan. Kegagalan dalam mengembangkan semangat toleransi dan pluralisme agama dalam pendidikan Islam akan membangkitkan sayap radikal Islam. Sementara di balik perbedaan itu. Kristen. misalnya.” 12 Ada yang berkampanye bahwa “Pluralisme agama” adalah paham yang tidak boleh ditinggalkan dan wajib diikuti oleh semua umat beragama. kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan.” Di Jurnal ini dikutip juga ungkapan seorang dosen agama di Universitas Muhammadiyah Malang: “Perbedaan yang dimiliki oleh masingmasing agama pada dasarnya bersifat instrumental. Seorang aktivis JIMM mengusulkan agar definisi kafir sebagaimana dipahami kaum Muslim selama ini diubah. sedangkan hakikat ritual adalah ‘penghormatan’ atas apa yang dianggap suci. mencatat: “Perbedaan ‘jalan’ maupun cara dalam praktik ritual tidaklah menjadi sebab ditolak atau tercelanya seseorang melakukan ‘penghormatan’ total kepada apa yang diyakini. Juli 2003. Berbagai organisasi dan tokoh agama aktif membentuk semacam “centre of religious pluralism”. hal. luhur. yang memun gkinkan masingmasing agama dapat melakukan perjumpaan sejati. h t t p : / / w w w. dan sebagainya. Salah satu sebabnya. Muhammadiyah pun juga kesus upan. Hindu. Budha dan lain sebagainya tampaknya ‘berbeda’ dalam ‘mencapai’ Tuhan. maka tidak perlu lagi mempersoalkan mengapa antara orang Islam.adianhusaini. Perbedaan ritual hanyalah perbedaan lahiriah ya ng bisa ditangkap oleh kasat mata. mustahil pula kita melawan dan menghindari. Juli 2003.Bukan hanya NU yang disusupi paham ini. Vol 1. Jurnal Tashwirul Afkar. karena itu. edisi No 11 tahun 2001. 8283. Membebaskan Pendidikan Islam:Dari Eksklusivisme menuju Inklusivisme dan Pluralisme.merusak harmonisasi agama agama. Vol 1.” 13 12 Jurnal TANWIR edisi 2. terbitan Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah dan The Asia Foundation. 13 Jawa Pos. dan sikap tidak menghargai kebenaran agama lain. mari kita memproklamasikan kembali bahwa pluralisme agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah. S ebagai muslim. Jurnal ini. terbitan Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah dan The Asia Foundation. Ritualritual hanyalah simbol manusia beragama karena mengikuti rangkaian sistematika tadi. 11 Januari 2004. agung. Dan. Kelompok JIMM memang sangat aktif dalam me ngembangkan paham Pluralisme. Ia menulis dalam sebuah buku: ”Jadi tidak semua non- . Perbedaan jalan dan cara merupakan kekayaan bahasa Tuh an yang memang tidak bisa secara pasti dipahami oleh bahasabahasa manusia… Memperhatikan hal ini.com 9 10. hal. Seorang aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) menulis di media massa: “Karena itu.” 11 11 Khamami Zada. te rkandung pesan dasar yang sama yakni. juga secara sengaja menyebarkan paham ini. program ini memang mudah menyerap dana besar dari para donatur Barat (“laku dijual”). Jurnal TANWIR edisi 2.

. a d i a n h u s a i n i . yakni menutup diri dari kebenaran dari pihak lain. dengan menghalalkan perkawinan wanita Muslimah dengan lelaki nonMuslim: “Soal pernikahan lakilaki nonMuslim dengan wanita Muslim merupakan wilayah ijtihadi dan terikat dengan konteks tertentu. buku ini kemudian juga merombak hukum Islam dalam bidang perkawinan. s ehingga pernikahan antar agama merupakan sesuatu yang terlarang.. dan mukmin (orang beriman) a dalah pejuang pembebasan dari penindasan. bahwa wanita Muslim boleh menikah dengan la kilaki nonMuslim.Muslim adalah kafir. atau pernikahan beda agama secara lebih luas amat diperbolehkan. . Tetapi.) 14 A. NonMuslim di Mekkah punya kriteria kafir seperti yang disebut alQuran. maka amat dimungkinkan bila dicetuskan pendapat baru. Akan lebih tepat jika term kafir dimaknai sebagai penindas. apapun agama dan aliran kepercayaannya. hal. Karena kedu dukannya sebagai hukum yang lahir atas proses ijtihad.” 14 (2) Buku “Nilainilai Pluralisme dalam Islam”. Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) sempat ‘kecolongan’ menerbitkan sebuah Majalah bernama AlWASATHIYYAH. Menafsir Makna Zaman: Suarasuara kaum Muda h t t p : / / w w w . 2004).” (Kembali keAlQur’an. Berikut ini sebagian contoh buku Pluralisme Agama yang dibiayai oleh LSM LSM asing seperti The Asia Foundation dan Ford Foundation: (1) Buku Fiqih Lintas Agama yang diterbitkan oleh Paramadina dan The Asia Foundation. Mereka penindas HAM dan tidak mau membuka diri untuk mendialogkan kebenaran. mereka mengancam akan membunuh Muhammad dan para pengikutnya. Mun’im Sirry (ed). Dengan berdasarkan pada Pluralisme Agama. kafir tidak identik den gan nonMuslim. Alihalih berdialog untuk memperbaiki sistem yang tidak adil.. Muslim yang melakukan penganiayaan dan penindasan dan penindasan pun dapat dikatakan sebagai kafir. melainkan siapa pun dan beragama apa pun ketika tidak adil dan menindas maka ia disebut kafir.Paham Pluralisme Agama ini pun sudah sempat disusupkan ke lingkungan Pondok Pesantren. Jadi.. hasil kerjasama BKSPPI dan International Center for Islam and Pluralism (ICIP) – sebuah lembaga yang getol menyebarkan paham Pluralisme Agama. pimpinan BKSPPI segera mengambil sikap tegas : menghentikan penerbitan Majalah ALWASATHIYAH dan memutus hubungan dengan ICIP. 164. Inilah su bstansi kafir . diantaranya konteks dakwah Islam pada saat itu. Fiqih Lintas Agama (Jakarta: Paramadina. c o m 10 11. mereka adalah musuh semua agama dan kemanusiaan. (Kerjasama Fatayat Nahdhatul Ulama dan dengan Ford Foundation): Muhammadiyah”. editor: Pradana Boy ZTF dan M. Hilmi Faiq. Yang mana jumlah umat Islam tidak sebesar saat ini. pengantar oleh Moeslim Abdurrahman. 2004. Dalam buku ini juga disebutkan tentang persamaan semua agama: “Segi persamaan yang san gat asasi antara semua kitab suci . Dengan kata lain. setelah menyadari bahaya paham Pluralisme Agama dan liberalisasi Islam pada umumnya.

Sedangkan esensinya sama.Diantara isi buku ialah menyatakan bahwa semua agama adalah sama da n benar; Islam bukanlah satusatunya jalan kebenaran; dan agama dipandang sama dengan budaya (Pluralisme Agama): “Dalam konteks ini. c o m 11 12. jika Surat alKafirun hanya ditujukan untuk kaum musyrik Arab saja. Frans Magnis Suseno. “aku tidak menyembah yang kamu sembah. karena kaum musyrik Arab sudah tidak ada lagi. logika buku Fiqih Lintas Agama itu jelas sangat keliru. Paus Yohannes Paulus II. tentang Pluralisme Agama.adalah ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa. Pandangan Katolik Menghadapi serbuan paham Pluralisme Agama ini. yang berbeda antara satu dengan lainnya.” Logikanya. yang unik dan khas. Maka. “Katakan (Muhammad). mengeluarkan Dekrit ‘Dominus Jesus’. Protestan. (Surah alKafirun). Ji ka mereka mempunyai konsep ketuhanan yang sama dengan Islam. yakni me nuju kebenaran transendental. Tauhid dan syirik tak dapat dipertemukan.” (hal. Sebab. II. Tidak ada perbedaan yang signifi kan kecuali hanya ritualistik simbolistik. bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah kaum kafir. mengapa mereka dikatakan kafir? D alam Tafsir alAzhar. Hal ini berbeda dengan persoala n kaum musyrik yang pada zaman Nabi tinggal di kota Makkah. dan kamu pu n tidak menyhembah yang aku sembah… bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. karena larangan itu hanya untuk musyrik Arab. h t t p : / / w w w . tahun 2000. maka para tokoh agama agama tidak tinggal diam. maka Islam tak lain adalah satu jalan kebenaran diant ara jalanjalan kebenaran yang lain… artinya jalan menuju kebenaran tidak selamanya dan musti harus melalui jalan ‘agama’.” 15 Ternyata. Ayat yang san gat menegaskan perbedaan konsep ‘sesembahan’ in ditujukan kepada kaum musyrik Qurai sy dan bukan kepada Ahli Kitab. a d i a n h u s a i n i . Semua agama direpotkan oleh paham ini. Kepada mereka inilah dialamatkan fir man Allah. bukan hanya Islam yang direpotkan oleh paham Pluralisme Agama. Dalam paparan berikutnya. Prof. Padahal. Menjadi Saksi . setiap agama memang mempunyai ajaran dan klaim kebenaran masingmasing. bagaimana sikap dari Katolik. bahwa kaum Muslim di Jawa boleh saling bergantiganti melakukan semba han dengan kaum musyrik Jawa. Karena sifatnya yang demikian maka Islam kemudian b erdiri sejajar dengan praktik budaya yang ada. Berikut ini kita kutipkan pendapat tokoh Katolik Prof. Hindu. 5556). dan Islam terhadap paham yang pada intinya ‘menyamakan semua agama’ ini. begitu banyak ayat alQuran yang menyebutkan. de ngan menyatakan. sebagaimana ditulis dalam bukunya. Hamka menulis: “Surat ini memberi pedoman yang tegas bagi kita pengikut Nabi Muhammad bahwasanya akidah tidaklah dapat diperdamaikan. tapi juga bisa memakai medium yang lain. maka ini sama halnya. Atau. bisa juga dimengerti. bahwa ayat itu sudah tidak berlaku lagi. Pernyataan dalam buku Fiqih Lintas Agama ini jelas sangat keliru. akan terlihat.

Ia merupakan warisan filsafat Pencerahan 30 0 tahun lalu dan pada hakikatnya kembali ke pandangan Kant tentang agama sebagai lembaga moral. Para pendiri agama. dan menyatakan. Di kalangan Katolik sendiri. Vatikan menerbitkan penjelasan ‘Dominus Jesus’. yang termasuk “budaya hati” individual. Yesus. “kosmis”. mereka menghayati dimensi religius secara mendalam. dan dengan rincian berbeda. bahwa ‘Dominus Jesus’ itu sudah perlu dan tepat waktu. anggapan bahwa agama agama merupakan ekspresi religiositas umat manusia. hal. c o m 12 13. kata Frans Magnis Suseno. dan Muhammad merupakan geniusgenius religius. 138141. sangat terbuka terhadap segala macam dimensi “metafisik”. berakar dalam sungai keilahian mendalam yang mengalir di baw ah permukaan dan dari padanya segala ungkapan religiositas manusia hidup. berlainan dengan Pencerahan. Menjadi Saksi Kristus Di Tengah Masyarakat Majemu k. Kata “dogma” menjadi kata negatif. dsb. Frans Magnis sendiri mendukung ‘Domin us Jesus’ itu. a d i a n h u s a i n i . Mereka. Pluralisme sangat sesuai dengan anggapan yang sudah sangat meluas dalam masyarakat sekuler bahwa agama adalah masalah selera. 2004). Paul F. dan bukan masalah kebenaran. ‘Dominus Jesus’ menimbulkan reaksi keras. mirip misalnya dengan dimensi estetik. bisa juga dengan mempertahankan paham Allah personal. tidak menganggap lebih benar daripada yang lainlain. jelasjelas ditolak oleh Gereja Katolik. Menurutnya. Pluralisme Agama hanya di permukaan saja kelihatan lebih rendah hati dan toleran dariupada sikap inklusif yang tetap meyakini imannya. Bukan namanya tol eransi apabila untuk mau saling menerima dituntut agar masingmasing melepaskan apa yang mereka yakini. hanya dalam bahasa diperkaya oleh aliranaliran New Age yang. menurut Frans Magnis. adalah paham yang menolak eksklusivisme kebenaran. 16 Pluralisme agama. 2005). buku “Nilainilai Pluralisme dalam Islam” (Jakarta: Fatayat Nahdhatul Ulama dan Ford Foundation. “holistik”. yang sebenarnya diakui adalah dimensi transenden dan metafisik alam semesta manusia. hal. Knitter (Protestan) dan Raimundo Panikkar (Katolik). Pada tahun 2000. Bagi mereka. selain menolak paham Pluralisme Agama. “mistik”. 59. pluralisme agama itu sesuai dengan “semangat zaman”.Masih menurut penjelasan Frans Magnis Suseno. 17 Penjelasan ini. seperti Buddha. (Jakarta: Penerbit Obor. Agamaagama hendaknya pertamapertama memperlihatkan kerendahan hati. h t t p : / / w w w . 15 Lihat. 16 Frans Magnis Suseno. sebagaimana diperjuangkan di kalangan Kristen oleh teologteolog seperti John Hick. Mengkliam kebenaran hanya bagi diri sendiri dianggap tidak toleran. Ambil saja sebagai . juga menegaskan kembali bahwa Yesus Kristus adalah satusatunya pengantara keselamatan Ilahi dan tidak ada orang yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus.Kristus Di Tengah Masyarakat Majemuk. mirip dengan orang yang bisa menemukan air di tanah. Paham Pluralisme agama. anggapan bahwa hanya agamanya sendiri yang benar merupakan kesombongan. Teologi yang mendasari anggapan itu adalah. Namun. Posisi ini bisa sekaligus berarti melepaskan adanya Allah personal. kurang lebih. Jadi. Masih berpegang pada dogmadogma dianggap ketinggalan zaman.

Dokumen ini telah menimbulkan perdebatan sengit di kalangan Kristen. must go out to meet their desire. Dokumen ini di keluarkan menyusul kehebohan di kalangan petinggi Katolik akibat keluarnya buku Toward a Christian Theology of Religious Pluralism karya Prof. a d i a n h u s a i n i . so as to bring them the truth. Dalam bukunya ini. tentu saja mengklaim kepenuhan k ebenaran tidak masuk akal.vatican. Dupuis menyatakan. mengakui dan menghormati keberadaan mereka dalam kebe . Semua agama disatukan dalam kerendahan hati karena kekurangan bersama dalam meraih kebenaran penuh tersebut. to whom this truth has been entrusted. dan kalau begitu. Because she believes in God's universal plan of salvation. semua agama terus berjalan– sebagaimana Kristen – menuju kebenaran penuh tersebut.html. dalam John Cornwell. Terhadap paham semacam itu. The Pope in Winter. Jacques Dupuis SJ. jadi melepaskan keyakinan lama yang mengatakan bahwa hanya melalui Putera manusia bisa sampai ke Bapa. 5 Maret 2005) h t t p : / / w w w . mari kita bersedia saling meneri ma. Ini sikap menghina kalau pun bermaksud baik. But the Church. 2005). Namun yang nyatanyata dituntut kaum pluralis adalah agar Islam melepaskan klaimnya bahwa Allah dalam alQuran memberi petunjuk definitif. Frans Magnis menegaskan: “Menurut saya ini tidak lucu dan tidak serius. Those who obey the promptings of the Spiri t of truth are already on the way of salvation. menjadi salah satu jalan. (London: Penguin Books.va/roman_curia/congregations/cfaith/documents/rc_co n_cfaith_doc_20000806_domin usiesus_en. kaum pluralis menuntut untuk mengesampingkan bahwa Yesus itu ‘Sang Jalan’. bahwa ‘kebenaran penuh’ (fullnes of thruth) tidak akan terla hir sampai datangnya kiamat atau kedatangan Yesus Kedua. Pluralisme mengusulkan agar masingmasing saling menerima karena masingmasing tidak lebih dari ungkapan religiositas manusia. God wills the salvation of everyone throug h the knowledge of the truth. misalnya. hal. dengan sekaligus membatalkan petunjukpetunjuk sebelumnya. the Church must be missionary. Dalam Dominus Jesus disebutkan: “Indeed.contoh Islam dan kristianitas. termasuk intern Katolik sendiri. Toleransi yang sebenarnya berarti menerima orang lain. keberadaan agama lain. Jadi. dengan baik.” (http://www. Salvation is found in the truth. kelompok lain. salah satu sumber kehidupan dan salah satu kebenaran. Dari kaum Kristiani. (Perdebatan tentang Dominus Je sus bisa dilihat. 192199. akhir dan benar tentang bagaimana manusia harus hidup agar ia selamat. ‘Sang K ehidupan’ dan 17 Dominus Jesus dikonsep dan semula ditandantangani oleh Kardinal Ratzinger – sekarang Paus Benediktus XVI – dan dikeluarkan pada 28 Agustus 2000. Toleransi tidak menuntut agar kita semua menjadi sama. c o m 13 14. God ‘desires all men to be sav ed and come to the knowledge of the truth' (1 Tim 2:4); that is.‘Sang Kebenaran’. katanya. dosen di Gregorian University Roma.

rlainan mereka! Toleransi justru bukan asimilasi, melainkan hormat penuh identitas masin gmasing yang tidak sama.” 18 III. Pandangan Protestan Berbeda dengan agama Katolik yang memiliki pemimpin tertinggi dalam hi rarkis Gereja (Paus), dalam kalangan Protestan tidak bisa ditemukan satu sikap yang sama terhadap paham Pluralisme Agama. Teologteolog Protestan banyak yang menjadi polopor paham ini. Meskipun demikian, dari kalangan Protestan, juga mun cul tantangan keras terhadap paham Pluralisme Agama.Berikut ini sejumlah buku di Indonesia yang menyinggung masalah ini: Poltak YP Sibarani&Bernard Jody A. Siregar, dalam buku Beriman dan Beril mu: Panduan Pendidikan Agama Kristen untuk Mahasiswa, menjelaskan: “Pluralisme bukan sekedar menghargai pluralitas agama tetapi sekaligus menganggap (penganut) agama lain setara dengan agamanya. Ini adalah sikap yang mampu menerima dan menghargai dan memandang agama lain sebagai agama yang baik dan benar, serta mengakui adanya jalan keselamatan di dalamnya. Di satu pihak, jika tidak berhatihati, sikap ketiga ini dapat berb ahaya dan menciptakan polarisasi iman. Artinya, keimanannya atas agama yang diyakininya pada akhirnya bisa memudar dengan sendirinya, tanpa intervensi pihak lain.” 19 18 Sikap Katolik yang menolak paham Pluralisme Agama sangatlah logis, seb ab – meskipun dalam Konsili Vatikan II, Gereja Katolik telah mengubah sikapnya terhadap agamaagama lain, tetapi Konsili juga menetapkan Dekrit Ad Gentes (kepada bangsabangsa) yang mewajibkan seluruh Gereja untuk menjalankan kerja misionaris. Dalam pidatonya pada 7 Desember 1990, y ang bertajuk Redemptoris Missio (Tugas Perutusan Sang Penebus), yang diterbitan Konferensi Waligereja In donesia (KWI) tahun 2003, Paus Yohanes Paulus II mengatakan: “Tugas perutusan Kristus Sang Penebus, yang dipercayakan kepada Gereja, masih sangat jauh dari penyelesaian. Tatkala Masa Seribu Tahun K edua sesudah kedatangan Kristus hampir berakhir, satu pandangan menyeluruh atas umat manusia memperlihatkan bahwa tugas perutusan ini masih saja di tahap awal, dan bahwa kita harus melibatkan d iri kita sendiri dengan sepenuh hati… Kegiatan misioner yang secara khusus ditujukan “kepada para bangsa” (a d gentes) tampak sedang menyurut, dan kecenderungan ini tentu saja tidak sejalan dengan petunju kpetunjuk Konsili dan dengan pernyataanpernyataan Magisterium sesudahnya. Kesulitankesulitan baik yang datang dari dalam maupun yang datang dari luar, telah memperlemah daya dorong karya misioner G ereja kepada orangorang non Kristen, suatu kenyataan yang mestinya membangkitkan kepedulian di an tara semua orang yang percaya kepada Kristus. Sebab dalam sejarah Gereja, gerakan misioner selalu suda h merupakan tanda kehidupan, persis sebagaimana juga kemerosotannya merupakan tanda krisis iman.” 19 Poltak YP Sibarani&Bernard Jody A. Siregar, Beriman dan Berilmu: Panduan Pendidikan Agama Kristen untuk Mahasiswa, (Jakarta: Ramos Gospel Publishing House, 2005), hal. 126. h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 14

15.Sebuah kajian dan kritik yang serius terhadap paham Pluralisme Agama dilakukan oleh Pendeta Dr. Stevri I. Lumintang, seorang pendeta di Gereja Keesaan I njil Indonesia. Kajian Stevri Lumintang dituangkan dalam sebuah buku setebal lebih dari 700 halaman, berjudul Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004). Dicatat dalam ilustrasi sampul buku ini, bahwa Teologi AbuAbu adalah posisi teologi kaum pluralis. Karena teologi yang mereka bangun merupakan integrasi dari pelbagai warna kebenaran dari semua agama, filsafat dan budaya yang ada di dunia. Alkitab dipakai hanya sebagai salah satu sumber, itu pun dianggap sebagai mitos. Dan perpaduan multi kebenaran ini, lahirlah teologi abuabu, yaitu teologi buka n hitam, bukan juga putih, bukan teologi Kristen, bukan juga teologi salah satu agama yan g ada di dunia ini…. Namun teologi ini sedang meracuni, baik agama Kristen, maupun semua agama, dengan cara mencabut dan membuang semua unsurunsur absolut yang diklaim oleh masingmasing agama. Juga dikatakan dalam buku ini: ‘’Inti Teologi AbuAbu (Pluralisme) merupakan penyangkalan terhadap intisari atau jatidiri semua agama yang ada. Karena, perjuangan mereka membangun Teologi AbuAbu atau teologi agamaagama, harus dimulai dari usaha untuk menghancurkan batu sandungan yang menghalangi perwujudan teologi mereka. Batu sandungan utama yang harus mereka hancurkan atau paling tidak ya ng harus digulingkan ialah klaim kabsolutan dan kefinalitas(an) kebenaran yang ada di masingmasing agama. Di dalam konteks kekristenan, mereka harus menghancurkan keyakinan dan pengajaran tentang Yesus Kristus sebagai pernyataan Allah yang final.’’ 20 ‘’...Theologia abuabu (Pluralisme) yang kehadirannya seperti serigala berbulu domba, seolaholah menawarkan teologi yang sempurna, karena itu teologi tersebut mempersalahkan semua rumusan Teologi Tradisional yang selama ini dianut dan sudah berakar dalam gereja. Namun sesungguhnya Pluralisme sedang menawarkan agama baru...’’ 21 Menurut Stevri Lumintang: ‘’Pluralisme adalah suatu tantangan sekaligus bahaya yang sangat serius bagi kekristenan. Karena pluralisme bukanlah sekedar konsep sosiologis, anthropologis, melainkan konsep filsafat agama yang bertolak bukan dari Alkitab, melainkan bertolak dari fakta kemajemukan yang diikuti oleh tuntutan toleransi, dan diilhami oleh keadaan sosialpolitik yang didukung oleh kemajemukan etnis, budaya dan agama ; serta disponsori oleh semangat globalisasi dan filsafat relativisme yang mengiringinya. Pluralisme secara terangterangan menolak 20 Stevri I. Lumintang, Theologia AbuAbu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004), hal. 235236. 21 Ibid, hal. 1819. h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 15 16.konsep kefinalitasan, eksklusivisme yang normatif, dan keunikan Yesus Kristus. Kristus bukan lagi satusatunya penyelamat, melainkan salah satu penyelamat. Inilah pluralisme, dan disinilah letaknya kehancuran kekristenan masa kini, sekalipun pada hakikatnya kekristenan tidak akan pernah hancur. Penyangkalan terhadap

semua intisari kekristenan ini, pada hekikatnya adalah upaya untuk membangun jalan raya bagi lalu lintas teologi agamaagama atau Theologi a Abu abu (Pluralisme). Oleh karena itu, semua disiplin ilmu teologi diupayakan untuk dikaji ulang (rekonstruksi) untuk membersihkan teologi Kristen dari rumusan rumusan tradisional atau ortodoks, yang pada hakikatnya merupakan batu sandungan terciptanya Theologia AbuAbu atau teologi agamaagama (Theo logia Religionum). 22 Dalam ‘Dokumen Keesaan GerejaPersekutuan Gerejagereja di Indonesia (DKGPGI) yang diputuskan dalam Sidang Raya XIV PGI di Wisma Kinasih, 29 November5 Desember 2004, masalah Pluralisme Agama tidak dibahas secara eksplisit. Tetapi, dokumen ini menunjukkan sikap eksklusivitas teologis kaum Protes tan. Misalnya, bisa dilihat dalam ‘’Bab IV : Bersaksi dan Memberitakan Injil Kepada Segala Makhluk’’, yang menegaskan: “Gereja Harus Memberitakan Injil Kepada Segala Makhluk”. Disebutkan dalam bagian ini : ‘’Gerejagereja di Indonesia menegaskan bahwa Injil adalah Berita Kesukaan yang utuh dan menyeluruh, untuk segala makhluk , manusia dan alam lingkungan hidupnya serta keutuhannya : bahwa Injil yang seutuhnya diberitakan kepada manusia yang seutuhnya... ‘’ Dalam Tata dasar Persekutuan GerejaGereja di Indonesia pasal 3 (Pengakuan) disebutkan : ‘’Persekutuan Gerejagereja di Indonesia mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia serta Kepala Gereja, sumber kebenaran dan hidup, yang menghimpun dan menumbuhkan gereja, sesuai dengan Firman Allah dalam Alkitab, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (1 Kor. 3 :11) : ‘’Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan yaitu Yesus Kristus.’’ (bnd. Mat. 16 : 16 ; ef. 4 :15 dan Ul. 7 :6). 23 Di dalam acara kebaktian Minggu, kaum Kristen biasanya mengucapkan a pa yang mereka sebut sebagai ‘sahadat rasuli’ atau ‘pengakuan iman rasuli’, yang juga disebut ‘dua belas pengakuan iman’, yang bunyinya : (1). Aku percaya kepada Alla h Bapa, yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.(2) Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal, Tuhan kita, (3) yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari an ak dara Maria, (4) yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut. (5) pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, (6) naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, (7) dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati, (8) Aku percaya kepada Roh Kudus; (9) gereja yang kudus dan am; persekutuan 22 Ibid, hal. 15. 23 Weinata Sairin (ed), ‘Dokumen Keesaan GerejaPersekutuan Gerejagereja di Indonesia (DKGPGI), (Jakarta: BPK, 2006). h t t p : / / w w w . a d i a n h u s a i n i . c o m 16 17.orang kudus; (10) pengampunan dosa; (11) kebangkitan daging; (12) dan hidup yang kekal. 24 IV. Pandangan Hindu Kaum Pluralis Agama dari berbagai penganut agama sering mengutip ucapan tokohtokoh Hindu untuk mendukung pendapat mereka. Sukidi, seorang propagandis Pluralisme Agama dari kalangan liberal di Muhammadiyah, misalnya, menulis dalam satu artikel di media massa :

Islam. The World’s Religions. Tanya Jawab Syahadat Iman Katolik. yaitu 24 Dr. Sebagai muslim. Kebenaran mema ng satu; orangorang bijak menyebutnya dengan nama yang berbedabeda). 25 Huston Smith. Prof. Putra Allah yang Tunggal Yang pertama lahir dari semua ciptaan. ada banyak kebenaran (many truths) dalam tradisi dan agamaagama. kebenaran ada dan ditemukan pada semua agama. Terang dari Ter ang. Aga maagama itu diibaratkan. Yahudi. “ (Alex I. a d i a n h u s a i n i . Dilahirkan dari Bapa. Akar yang sa tu itulah yang menjadi asal dan orientasi agamaagama. 1991).“Dan. konsekuensinya.. seperti pohon yang memiliki banyak cabang (many). 1992). Zoroaster. 2001). h t t p : / / w w w . kita tidak punya jalan lain kecuali bersikap positif dan optimistis dalam menerima pluralisme agama sebagai hukum Tuhan. Bapa yang Mahakuasa. tapi berasal dari satu akar (the One). dalam nalar pluralisme Gandhi. (Jakarta: BPK. hal. Suwandi PR. Nietzsche menegasikan adanya Kebenaran Tunggal dan justru bersikap afirmatif terhadap banyak kebenaran. Inilah Sahadatku. Dalam paparannya tentang Hinduism dari bukunya. 25 Untuk memperkuat penjelasannya tentang sikap ‘Pluralistik’ agama Hindu.” (Terjemahan bebasnya: Sejak dulu. Sebelum segala abad . bahwa agama agama yang berbeda hanyalah merupakan bahasa yang berbedabeda yang digunakan Tuhan untuk berbicara kepada hati manusia. Harun Hadiwijono. 910. karena itu. “Truth is one; sages call it by different names. Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus. (Yogyakarta: Kan isius. Sang Sabda dari Allah. (New York: Harper CollinsPubliser. the Vedas announced Hinduism’s classic contention that the various religions are but different languages through which God speaks to the human heart. Karena itu. mari kita memproklamasikan kembali bahwa pluralisme agama sudah menjadi hukum Tuhan (sunnatullâh) yang tidak mungkin berubah. (Jawa Pos. Huston Smith juga menulis satu subbab berjudul “Many Paths to the Same Summit”. konsekuensinya. hal. 73. kitabkitab Veda menyatakan pandangan Hindu klasik. 11. Dan. Kristen.. The World’s Religions. Huston Smith menulis: “Early on. maupun lainnya adalah benar. Buddhisme. Kau m Katolik di Indonesia juga menggunakan istilah sahadat untuk menyebut ‘Nicene Creed’ yang salah satu versi redaksinya berbunyi: “Kami percaya akan satu Allah. c o m 17 Peranan Gereja Yang Diakonal Dan Penanganan HIV/ Aids Diakoni FM . Hidup dari Hidup. Dan. hal. mustah il pula kita melawan dan menghindari. Huston Smith juga mengutip ungkapan ‘orang suci Hindu’ abad ke19. Pencipta halhal ya ng kelihatan dan tak kelihatan. Mahatma Gandhi pun seirama dengan mendeklarasikan bahwa semua agama entah Hinduisme. 11 Januari 2004).

Di samping itu. . Semoga ke depan. Koinonia sebagai persekutuan akan hidup survive. Hal ini dapat dikatakan karena diakonia sendiri adalah pelayanan. juga tidak dapat dipungkiri banyak pelayan junior yang menghormati seniornya justru mendapat perlakuan kurang wajar. jubilaris tidak jarang melakukan pendekatan kultural kepada rekan sekerjanya yakni sistim kekerabatan ‘dalihan na tolu’. Penulis turut merasakan kebahagiaan jubilaris dan mensyukuri segala berkat Tuhan yang beliau terima selama kurun waktu 25 tahun silam dalam proses pelayanan Gereja Tuhan. walau dalam waktu yang sangat singkat. Penulis mengenal jubilaris sebagai sosok pelayan yang memiliki pola pikir produktip dan progressif. Akan tetapi. Pendahuluan Koinonia. ketika para pelayan senior mau mendekatkan diri bahkan menyesuaikan diri kepada pelayan muda saat itu para pelayan muda semakin kurang menghargai seniornya sebagaimana layaknya. W. Namun. Ketiga tugas ini punya korelasi interdependensi antara yang satu dengan yang lain. kiranya jubilaris tetap teguh dan kokoh serta lebih energik untuk menunaikan tugas dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan. Secara jujur harus diakui. “ molo hupasobok diringku tu hamu unang ma nian rajumi hamu sarupa hamu dohot ahu”. Dalam rangka memeriahkan 25 tahun kependetaan sang Jubilaris. sosial politik. Dan diakonia itu menjdai tindakan nyata sebagai pengimplementasian dari pewartaan Injil melalui berbagai aksi sosial. ekonomi dan budaya. penulis selalu ingat dengan kalimat singkat yang pernah beliau utarakan dalam bahasa Batak kepada penulis dan rekan pelayan muda lainnya. 1. dalam usia yang lebih lanjut. marturia dan diakonia merupakan tri tugas panggilan gereja yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. pelayanan diakonia sebenarnya sangatlah luas dan didalamnya terdapat beberapa metode pelayanan diakonia yang bervariasi.Pengantar Selamat ulang tahun ke 25 kependetaan bapak Pdt. Sth. merupakan pelayanan pewartaan kerajaan Allah melalui Injil sebagai khabar keselamatan yang diberitakan ke dalam persekutuan secara sentripetal maupun ke luar persekutuan itu secara sentripugal.P. Dalam hal ini. jubilaris menurut penulis punya kemampuan membangun hubungan kerja sama yang leih harmonis dengan juniornya karena keakraban dan komunikasi beliau tidak terlalu formal. Tampubolon. Demikian juga halnya marturia. Beliau memiliki pengalaman pelayanan yang matang baik di dalam maupun di luar negeri yang turut memampukan beliau dalam pelayanan masa kini sekaligus juga mempersiapkan pelayanan untuk kepentingan masa depan. Dari keramahan dan keluwesan beliau bergaul dengan para pelayan muda maka tidak salah apabila dikatakan bahwa beliau sangat konsisten untuk membangun kerjasama yang baik dengan para pelayan yang lebih muda. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi pembaca. dengan senang hati dan rasa syukur kepad Tuhan.jika terjadi saling melayani di tengahtengah persekutuan itu. Oleh karena itu. penulis menyumbangkan tulisan ini. Kiranya tidak berlebihan apabila penulis juga telah menyaksian bahwa jubilaris adalah salah satu pendeta senior yang selalu punya keinginan untuk menghancurkan tembok pemisah yang sering membatasi komunikasi antara pelayan senior dan junior.

reformatif dan transformatif). Dari berbagai bentuk pelayanan diakonia saat ini dikenal (karitatif. melainkan telah jadi masalah kemanusiaan di seluruh dunia. Lebih berbahaya lagi perkembangannya ibarat belut dalam lumpur. pada akhirnya mampu melayani orang lain. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan saja. Memberdayakan orang yang dilayani bukan saja untuk mampu melepaskan diri dari permasalahan yang ia hadapi tetapi lebih dari itu. Gereja dirasa perlu bahkan sudah mendesak untuk segera memberdayakan warga dan pelayan untuk peka dan proaktip menangani masalah kemanusiaan tersebut. Demikianlah ODHA/OHIDA (Orang Dengan HIV/AIDS atau Orang Dengan AIDS) pada akhirnya mampu melayani bersama gereja atau di dalam gereja untuk melakukan pelayanan preventif maupun protektif kepada yang belum terinfeksi virus HIV maupun yang sudah. 2. sermon dan lain-lain. Di samping lembaga pemerintah maupun rumah sakit. Oleh karena itu. sudah waktunya Gereja membuka mata dan secara aktip membangun pelayanan diakonal dalam penanganan HIV/AIDS. Untuk itu. Namun kita masih merasakan adanya sikap kekakuan bahkan kepasifan daripada Gereja untuk terlibat langsung dalam penanganan HIV/AIDS. Bentuk pelayanan transformatif merupakan bentuk pelayanan jangka panjang dengan mengesampingkan sikap ketergantungan dari orang yang dilayani kepada pelayan sekaligus konsisten dengan pemandirian orang yang dilayani. Istilah diakonia adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang diterima dan diakui sebagai bahasa asli kitab Perjanjian Baru. Namun sebagaimana telah ditegaskan bahwa HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama dari setiap lapisan warga gereja maupun masyarakat. Bentuk pelayanan seperti ini juga tidak menempatkan orang yang dilayani sebagai objek melainkan memposisikannya sebagai mitra kerja. semua pihak sangat diharapkan turut berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengatasinya. namun barangkali masih pada tingkat kognitif atau mungkin afektif. Untuk itu. Penulis membahas peranan gereja yang diakonal dengan bentuk pelayanan transformatif dengan tindakan preventif dan protektif baik melalui pelayanan pastoral maupun juru kampanye. bahkan sudah jadi sebuah epidemi yang pertumbuhannya sangat pesat ibarat sarang labalaba. selama ini berbagai LSM sudah berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS. Gereja telah menyuarakan bahaya HIV/AIDS. Namun sebelumnya perlu dipahami dasar-dasar teologi diakonia yang menjadi landasan pelayanan gereja terhadap ODHA dan OHIDA. PA. Diakonia dalam Perjanjian Baru Ada dua kata yang perlu dibahas dalam Kitab Perjanjian Baru berkaitan dengan istilah ‘diakonia’ yakni: Pelayan.Melihat betapa luasnya cakupan pelayanan diakonia. dalam hal ini melalui khotbah. Komite HIV/AIDS yang telah dibentuk HKBP merupakan langkah positip dan konstruktip untuk melakukan penanganan terhadap HIV/AIDS. Gereja cenderung menyuarakan penanganan HIV/AIDS dalam tingkat oral pada berbagai seminar maupun rapat yang diadakan namun belum sampai kepada aksi nyata. sangat sulit dideteksi. Itu sebabnya penulis membatasi pembahasan landasan teologia diakonia hanya pada kitab Perjanjian Baru. penulis membatasi tulisan ini khusus melihat PERANAN GEREJA YANG DIAKONAL DALAM PENANGANAN HIV/AIDS dengan mengingat HIV/AIDS sudah merupakan permasalahan dunia dan butuh penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. belum sampai pada tingkat psikomotoris. walaupun harus diakui ada .

Membangun Gereja yang Diakonal). Disamping itu pelayanan bukan hanya karena jabatan tetapi karena karunia Roh (Rom 12:7). Itu artinya bahwa segala tugas pelayanan para diaken tidak boleh dilakukan tanpa iman yang benar. Bahkan sebelum zaman Perjanjian Baru juga dalam dunia Hellenistik tahun 330-37 BC. Pelayanan yang lebih agung dan mulia mengacu kepada pelayanan Kristus (Ibr 8:6). Melakukan pelayanan terhadap orang lain itu berarti melakukan pelayanan kepada Kriatus sendiri (Mat 25:44). Dengan demikian diakonia juta merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari koinonia. Pelayanan Yesus sekaligus menyempurnakan pelayanan para nabi dimana pelayanan itu adalah penyangkalan diri sehingga pelayanan itu adalah untuk orang lain. istilah hamba sudah dikenal sebagai pelayan dalam kegiatan kultus di tempat ibadah orang-orang Yunani. penting dan punya makna khusus dalam karya penyelamatan Yesus sendiri. ‘deacon’ itu merupakan hamba. Pelayanan para rasul dan para pelayan lainnya merupakan pelayanan yang diterima dari Tuhan maupun yang diterima melalui gereja sehingga ‘harus dijalankan sepenuhnya’ (Kol 4:17. Dari kata ‘deacon’ kita mengenal istilah ‘diaconos’ yakni pelayan. Dalam pemahaman seperti itulah Yesus berkata. 1Tim 3:8ff). Pelayanan. Pada dasarnya. Lebih luas lagi bahwa pelayanan itu merupakan tugas dan danggungjawab imamat am orang-orang percaya (1Pet 2:9) sehingga dalam implementasinya perlu pemberdayaan warga jemaat untuk saling melayani dan untuk melayani orang lain di . Hal ini dikatakan oleh Yesus dalam konteks makan bersama yang didasari oleh persekutuan atau koinonia yang di dalamnya terjadi proses saling melayani. Demikian juga halnya ketika Yesus makan bersama dengan para muridNya. Secara etimologi. “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani. hamba.23. Rom 12:7. pelayanan dan melayani. Itu makanya Kristus menekankan pelayanan kepada orang lain terutama kepada orang-orang yang paling hina karena pelayanan seperti itu adalah pelayanan kapada Dia.beberapa kata dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani diterjemahkan dengan istilahistilah yang berhubungan dengan diakonia sebagaimana ditemukan dalam kitab Septuaginta (Alf Obtestadt. Paulus sebagai pemberita Injil juga menyebut diri dan rekannya Epafras sebagai pelayan (Kol 1:7. Itu berarti bahwa pemberitaan injil oleh Paulus yang dapat dikategorikan ke dalam istilah ‘marturia’ merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari diakonia karena orang yang memberitakan Injil juga adalah pelayan. Yesus selanjutnya menyebutkan bahwa diriNya sendirilah pelayan itu (Luk 22:26f). Selanjutnya Rasul Paulus memberikan persyaratan untuk menjadi diaken (1 Tim 3:8ff) yang intinya bahwa rahasia iman harus tetap tersimpan dan terpelihara di dalam hati. Kata ’deacon’ ditemukan sebanyak seratus kali dalm kitab Perjanjian Baru. melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45). diakonia berasal dari kata ‘deacon’ yang diterjemahkan menjadi pelayan. Yesus justru menegaskan bahwa yang terbesar adalah pelayan. Walaupun demikian istilah ‘diaconos’ juga dipergunakan untuk suatu jabatan gerejawi (Flp 1:1) dimana selain penilik jemaat juga ada diaken.25). Pelayanan itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri maupun keluarga sebagai lembaga terkecil di tengahtengah masyarakat. Hal ini menunjukkan kata ‘deacon’ itu merupakan kata yang sangat populer. dimana pada saat itu ada dari antara muridNya bertengkar memperdebatkan siapa dari antara mereka yang terbesar.

Hal ini ia katakan dimana orangorang Yahudi secara khusus kaum elitis di dalamnya mengklaim dirinya sebagai orang orang yang benar karena melaksanakan hukum taurat disisi lain menghakimi para pemungut cukai sebagai orang-orang berdosa. Sering mnurut mereka bahwa orang sakit adalah orang berdosa. 3. Itu makanya tidak jarang mereka justru mengucilkan orang sakit terutama orang yang berpenyakit kusta. memang tidak dapat disangkal bahwa banyak gejala penyakit tersebut diperoleh akibat kesalahan sendiri atau karena kebejatan moral. Hal ini diakibatkan oleh rasa keputusasaan para ODHA/OHIDA yang semakin tertutup dan tidak turut membantu penanganan HIV/AIDS. Dalam hal ini Yesus berkata. Disamping itu. Human Immunodeficiency Syndrome (HIV) merupakan virus yang yang melemahkan bahkan menghilangkan sistim kekebalan tubuh manusia. 3. Oleh karena itu. bnd Mrk 2:1-12. Sikap seperti ini bukannya mampu meselesaikan permasalahan yang sedang mengglobal ini malah justru turut mempercepat merebaknya HIV/AIDS ke manamana. Inilah yang menjadi dasar masyarakat umum untuk cenderung mmbenci dan mendiskreditkan ODHA/OHIDA itu sehingga terjadi stigmatisasi dan diskriminasi. Disamping itu. sementara itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya sistim kekebalan tubuh. Yesus dan Orang sakit dalam Perjanjian Baru. Itu makanya Rasul Paulus menekankan pentingnya pelayanan yang berkualitas di dalam kasih kepada sesama seiman (Gal 6:10). Yesus tidak mengadakan stigmatisasi dan diskriminasi walaupun hal itu bisa terjadi di tengahtengah masyarakat Yahudi pada waktu itu. Barulah ketika HIV sampai kepada AIDS maka virus dapat terdeteksi. mengasihi bahkan menjadikan mereka sebagai mitra kerja? Alkitab adalah landasan pemahaman teologis dan pelayanan diakonal. Padahal HIV itu adalah virus yang sangat sulit dideteksi karena belum menunjukkan geala penyakit.luar jemaat itu sendiri karena sasaran pelayanan itu adalah masyarakat universal (Roma 15:16). ODHA/OHIDA Istilah ODHA/OHIDA ini disosialisasikan sebagai pengganti istilah diskriminatif yang selama ini dipergunakan yakni penderita HIV/AIDS.1. Kumpulan gejala penyakit tersebut bukanlah yang diturunkan atau penyakit keturunan melainkan diperoleh. Untuk itu. yaitu penyembuhan orang sakit karena dosanya (Yoh 5:14. apakah ODHA dan OHIDA itu masih harus dibenci karena ada anggapan bahwa penyakit yang diderita adalah akibat tindakan amoral? Ataukah satusatunya jalan adalah merangkul.2. Mzm 103:3) dan penyembuhan orang sakit bukan karena dosanya maupun orang tuanya (Yoh 9:2-3). istilah yang lama itu juga sangat menakutkan ODHA dan OHIDA sekaligus mendukung mereka pada sikap pesimistik dan keputusasaan. Dimana menurut pemahaman Yudaisme penyakit adalah salah satu konsekwensi logis dari pada dosa. Bagi Yesus. tidak ada orang yang tidak berdosa. ada dua hal yang menarik ditelusuri berkaitan dengan topik ini. banyak orang yang tidak bersedia memeriksakan diri karena takut apabila terdeteksi mereka akan didiskriminasi dan distigmatisasi. Melayani sesama orang-orang percaya merupakan titik berangkat untuk melayani masyarakat yang lebih luas. Pernyataan Yesus ini perlu direvitalisasi dalam kehidupan gereja sekaligus ditransformasikan dalam kehidupan masa kini terutama . Dari sekian banyak pelayanan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. Dasar pemahaman pelaksanaan pelayanan Gereja terhadap ODHA/OHIDA 3. melainkan untuk orang berdosa” (Mrk 2:17). Sangat menarik bahwa Yesus bersedia menyembuhkan orang sakit walaupun penyakit itu adalah akibat dosa yang diperbuat. “Aku datang bukan untuk orang benar.

Lambang-lambang HIV/AIDS seperti tengkorak yang sangat menakutkan dan menggambarkan maut sangatlah kurang baik karena berpengaruh negatip terhadap kejiwaan si pederita. Dalam wadah tersebut. idealnya setiap anggota tubuh harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang latarbelakang denominasi maupun organisasi demi keutuhan tubuh yang satu itu yakni gereja yang esa sebagai tubuh Kristus. ODHA/OHIDA hendaknya menjadi bagian yang integral dari keseluruhan pelayanan diakonal gereja pada masa kini dn yang akan datang.3. Kemajemukan orang-orang percaya justru diikat oleh satu iman. Fungsi protektip dan preventip gereja Fungsi protektip dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah terlanjur ODHA/OHIDA. Dengan demiikian. secara organisma adalah tubuh Kristus (I Kor 12:27). Kasih merupakan satusatunya bukti nyata dari realisasi iman dan pengharapan. Gereja sebagai tubuh Kristus telah hadir di tengahtengah dunia ini untuk melaksanakan tri tugas panggilannya yaitu koinonia. Gereja diharapkan untuk melaksanakan ketiga tugas ini dalam penanganan HIV/AIDS. Untuk itu. Mereka harus dilindungi dari serangan dan hujatan masyarakat. Untuk itu. Oleh karena itu. dan diakonia. Disanalah mereka akan dilayani secara pastoral konseling untuk memulihkan mental dan spiritual yang lebih kuat. 3. namun yang paling besar di antaranya ialah kasih. Di samping itu. Gereja adalah tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang percaya Rasul Paulus telah menggambarkan orang-orang percaya dengan adanya satu tubuh sebagai wadah persekutuan para anggota dengan fungsi yang berbedabeda (I Kor 12:12-26.4. Untuk itu Gereja punya posisi dan peranan yang sangat strategis untuk turut ambil bagian dalam penanganan masalah HIV/AIDS. pola pikir dan pergumulan yang berbeda. Rasa saling percaya akan memotivasi para penderita untuk lebih terbuka dan jujur dan pada akhirnya melalui pastoral konseling. Rasa kebersamaan atau “partnership” akan memperkuat rasa saling mempercayai antara kedua belah pihak. Untuk itu. Rom 12:4 —8). ODHA/OHIDA merupakan mitra kerja gereja yang sangat efektip untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus HIv. Setiap orang percaya yang mempunyai latarbelakang. mewartakan kasih dan melayankan kasih kepada ODHA/OHIDA. satu pengharapan dan satu kasih (I Kor 13:13). dimana gereja harus membangun suatu prsekutuan kasih.dalam pelayanan ODHA/OHIDA yang selama ini sering didiskriminasikan. 3. Melalui sosialisasi itu diharapkan kesediaan masyarakat dapat menerima ODHA/OHIDA sebagaimana para penderita penyakit lainnya. ODHA/OHIDA perlu diberdayakan menjadi juru kampanye. Sementara fungsi preventip akan lebih diarahkan kepada masyarakat yang belum terinfeksi virus HIV terutama bagi mereka yang berpeluang besar akan terserang dilihat dari segi tingkahlakunya misalnya para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dan para pelaku seks bebas. pemahaman bahwa konselor adalah setara dengan ODHA/OHIDA amatlah penting. efektif dan efisien. perlu disosialisasikan seluasluasnya kepada masyarakat bahwa ODHA/OHIDA adalah sesama manusia yan membutuhkan perlakuan yang wajar sebagaimana masyarakat lainnya. Gereja juga perlu mendirikan semacam wadah dimana ODHA/OHIDA dapat dilayani lebih intensif. para penderita akan menjadi mitra gereja dalam penanganan HIV/AIDS. marturia. mereka benarbenar dapat merasakan kedamaian sampai pada akhirnya mereka terlepas dari belenggu rasa malu dan minder. bahkan sebagai tenaga konselor yang didampingi oleh . gereja maupun para konselor akan mampu membangun “sharing” dan berdiskusi secara “konfidensial” artinya konselor tidak memberitahukan rahasia pembicaraan tanpa seizin ODHA/OHIDA.

ODHA/OHIDA tidak boleh dipisahkan atau dibedabedakan hanya karena latarbelakang bangsa. murah hati. Gereja sedapat mungkin harus membenci bahkan menghempang penularan HIV/AIDS namun tidak boleh membenci ODHA/OHIDA. Semua bangsa. Mereka merupakan korban pertama dari kejahatan dan virus HIV. dimana ODHA/OHIDA turut di dalamnya pada akhirnya menjadi landasan pendaratan Firman Tuhan. Yesus berkata. khotbah. Seorang konselor yang benarbenar dilandasi oleh kasih harus menunjukkan sikap sabar. seorang dokter mutlak mengasihi orang sakit sekigus membenci penyakit yang mengakibatkan penderitaan itu sendiri. karena penderita harus diyakinkan terlebih dahullu sehingga ia tidak merasa malu untuk mengungkapkannya. Perlunya sikap inklusivisme dan universalisme Yesus pernah berkata. Kasih sebagai landasan pastoral Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa yang paling besar dari ketiga hal utama-iman. Mereka berhak memperoleh perlakuan secara manusiawi. Dengan jelas Yesus mau menghancurkan tembok pemisah antara kaum elitis Yahudi yang cenderung membenarkan diri dengan masyarakat jelata yang sering disalahkan dan dihakimi. Sebagaimana seorang dokter harus mampu memisahkan penyakit dari orang sakit. tidak memegahkan diri. Demikian juga ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahi Taurat datang kepada Yesus sambil membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib. budaya bahkan agama yang berbeda.adalah kasih. seluruh dunia. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). kasih. Murah hati merupakan penampakan kasih dari konselor yang bersedia memberikan pelayanan . Namun Gereja harus mampu membedakan dan memisahkan kejahatan dari orang jahat. selebaran dll. Hal ini dikatakan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat dan golongan Farisi yang eksklusive melihat Yesus sedang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar. kaum ibu dll) melalui ibadah. sangatlah penting dihayati bahwa kasih itu sabar. Tentu saja butuh waktu yang relatif lama. Kita tahu bahwa HIV/AIDS lebih banyak ditimbulkan oleh tindakan kejahatan seperti kejahatan seksual dan penggunaan narkoba melalui jaruum suntik. 3.pelayan gereja dalam rangka tindakan preventip maupun protektip. kasih itu tidak berkesudahan. 3. kaum bapa. sikap primordialisme dan nepotisme tidak dibutuhkan dalam proses pelayanan pastoral terhadap ODHA/OHIDA. pengharapan. melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17). “Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa. mereka memperdebatkan hukum Musa kepada Yesus bahwa orang yang demikian harus dilempari dengan batu. tetapi orang sakit. tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Sebagai landasan pastoral gereja.5. tidak mudah putus asa. Karena itu. Seorang dokter tidak pernah berniat membunuh orang sakit tetapi justru ingin mematikan penyakit agar si penderita memperoleh kesembuhan. Tindakan preventip dapat dilakukan selualuasnya baik melalui pembinaan terhadap warga gereja (pemuda. etnis.6. Untuk itu. Demikian juga ODHA/OHIDA harus diperlakukan setara dengan manusia yang lain. Rasul Paulus telah menjabarkan buah-buah kasih itu secara panjang lebar dalam 1 Kor 13:4-8a. Dia harus dengan sabar membongkar latarbelakang penularan virus HIV kepada para korban. dimana orang jahat sebenarnya tidak identik dengan kejahatan.

Sebaliknya justru harus merendahkan diri dan menghayati bahwa setiap manusia mempunyai standard yang sama di hadapan Tuhan sebagaimana dalam teologia penciptaan dimana bahwa manusia itu ialah “imago dei”. Dimana kesalahan mereka tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyalahkan dan menghakimi. Tetapi mereka harus diberdayakan untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik bahkan menjadi mitra gereja untuk menghempang penyebaran virus HIV/AIDS. semua manusia telah berdosa dan harus diselamatkan. tetapi selalu segar dalam pelayanan pastoral kepada ODHA/OHIDA sekalipun pelayanan tersebut bukan tanpa masalah. Oleh karena itu. Pihak Gereja atau konselor tidak berhak membenarkan diri sebagai orang kudus sekaligus menghakimi penderita HIV/AIDS sebagai orang-orang berdosa dan jahat.Penutup Reposisi dan revitalisasi peranan gereja adalah hal yang sangat mendesak melihat permasalahan sosil disekitarnya yang semakin rumit yang disadari atau tidak asti punya dampak destruktif kepada kehidupan gereja itu sendiri.dengan segenap hati dan hidupnya. Sikap marah terhadap ODHA/OHIDA karena perbuatannya tidak akan menolong mereka. Gereja dan konselor harus merevitalisasi peranan kasih sehingga gereja dan konselor tidak akan pernah merasa jenuh dan bosan. Selain itu pelayananan sebagaimana telah diuraikan di atas juga adalah pelayanan yang diterima dari Tuhan Raja Gereja yang tidak hanya mementingkan bentuk-bentuk pelayanan formal dan rutin. semua manusia telah jatuh ke dalam dosa tanpa terkecuali. Inklusivitas pelayanan gereja seperti ini merupakan suatu rekonstruksi pelayanan Yesus pada dunia masa kini sebagai salah satu bagian kecil dari perwujudan visi sang Raja Gereja yakni keselamatan dunia. (Penulis:Pdt. Namun karena kelemahan manusia itu atas godaan sang iblis. ODHA/OHIDA.Th. Kasih itu tidak berkesudahan adalah dasar yang paling utama sebagaimana kasih Allah juga tidak pernah berkesudahan. 4. tetapi justru akan menjerumuskan mereka kepada kehidupan yang lebih isolatif (lebih suka mengurung dirisendiri). Tidak memegahkan diri berarti gereja maupun konselor tidak menempatkan diri lebih tinggi dari para penderita HIV/AIDS. Untuk itu Gereja harus berusaha menumbuhkan sikap percaya diri bahwa mereka dapat diterima di tengahtengah gereja dan masyarakat sebagai orang yang patut dilayani secara wajar. E. Kiranya gereja juga memberdayakan para pelayannya maupun warganya untuk tidak hanya menjalankan pelayanan internal tetapi juga menjalankan pelayanan kepada yang lain (Paul Knitter. Sikap tidak menyimpan kesalahan orang lain amatlah penting dalam pelayanan pastoral konseling ini. Satu Bumi Banyak Agama) yakni yang lain yang religius dan yang lain yang menderita khususnya saudara-saudara kita yang kekasih.R. S. Kemudian sikap tidak pemarah tidak terpisahkan dari tidak memegahkan diri. Siahaan. Dpk Rakom Diakoni FM) • • • • • • • • • • Artikel dibaca 514x [0] komentar 1 2 3 4 5 . waktu dan pikiran untuk selalu setia mendampingi penderita di dalam pergumulan hidupnya. Tentu saja murah hati tidak boleh diukur dari pemberian material tetapi diukur dari kerelaan untuk mengorbankan tenaga.

intimidasi. Pengelola berhak mengubah/menghapus katakata yang berbau pelecehan. .• • • • • • Formulir Komentar Tulisan Terkait Artikel: 31 May 10 22:00 WIB Bandung \ Roni Vikers Ketika Mereka Menentukan Antara Sekolah. tidak mewakili kebijakan Suara Komunitas. Bermain atau Ngamen… ? Artikel: 24 May 10 15:07 WIB Yogyakarta \ Indie Radio Dunia Broadcast Rakom Perlu Mempertimbangkan Sound Card yang Berkualitas Bagus tapi Ekonomis Artikel: 5 May 10 11:41 WIB Aceh \ Genta FM Derita Lumpuh Nuraini Nama þÿ Asal Kota þÿ Email þÿ Komentar Kode Keamanan* þÿ Kirim Wajib di isi [may not leaved blank] Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi.

bertendensi suku. Suara Komunitas .Guna memberikan pemahaman kepada stake holder Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 06:2 Keakraban Tim Jalin Merapi Magelang 7 K FM Magelang – Dinginnya pagi suasana di gunung merapi Magelang sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat sini.Kesehatan dan Infrastruktur jadi 3 Prioritas Lombok Utara. Boyolali. belum menunjukkan . ras. dan antar golongan • • Terbaru Terpopuler 19:0 Bertani Melon Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi 9 Oleh: Adam Gita Swara Mungkin sebagian besar masyarakat menilai kalau bertani melon adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu yang banyak dan rentan dengan penyakit. KLU Tetapakan UI sebagai Penyelengara 5 Lombok Utara. agama. Suara Komunitas – Unit Pelaksana Tehnis Dinas Pendidikan kebudayaan Pemuda dan Olah raga KLU. Tetapi Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 Rekrutmen CPNS. Jalin Merapi Informasikan Kondisi 9 Pengungsi MAGELANG. akan tetapi bagaimana para relawan JMM? Keaktifan gunung Artikel > Magelang > K FM 00:1 Manfaatkan Situs Jejaring Sosial. Tim Jaringan Informasi Lintas Merapi (Jalin Merapi) yang tersebar di beberapa titik di Magelang. megusulkan sebanyak 4 unit SD Filial yang ada di kecamatan bayan untuk dirubah Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 RPJMD KLU 2010-2015. Suara Komunitas – Setelah beberapa waktu lalu pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum memastikan penyelenggra atau pelaksana rekrutmen penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Liputan Khusus > Nusa Tenggara Barat > Gita Swara FM 17:4 UPTD Dikbudpora KLU Usulkan 4 SD Filial Difinitif 3 Lombok Utara. Sektor pendidikan. Klaten dan Yogyakarta memanfaatkan fasilitas grup di situs jejaring Berita > Magelang > Muhammad A. Aktifitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).Rofiq 22:1 Jalin Merapi Swadaya Mendirikan Posko 5 MAGELANG.

Hal ini ditandai dengan masih terjadinya Berita > Magelang > Muhammad A. bukan saja berguna untuk agamanya. Suara Komunitas – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas nasional terhadap korban jiwa akibat meletusnya gunung merapi.Guna memberikan pemahaman kepada stake holder dan masyarakat. Suara Komunitas . dan bencana gempa bumi yang Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM 19:1 Pendidikan Anak Harus Dilakukan Sejak Dini 0 Lombok Utara. Kesehatan dan Infrastruktur Jadi Prioritas 4 Lombok Utara. Suara Komunitas . karenanya perlu diberikan pendidikan sejak dini.Rofiq 19:2 Sholat Ghaib dan Doa Bersama untuk Korban Bencana 1 Lombok Utara. sekaligus sebagai upaya konsolidasi dan integrasi perencanaan pembamgunan daerah Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM Berita Foto . sehingga menjadi anak.penurunnya. tapi juga Berita > Nusa Tenggara Barat > Primadona FM 19:0 Sektor Pendidikan.Anak merupakan amanah dari Allah. jawa tengah.

[+-->] • • • • • • • • • • • 10 Komentar Terbaru cut feby berkata : ass mav pak saya ingin . Rahmad suryadi berkata : saya pernah punya teman .. Kiranya tidak berlebihan apabila penulis juga telah menyaksian bahwa jubilaris adalah salah satu pendeta senior yang selalu punya keinginan untuk menghancurkan tembok pemisah yang sering membatasi komunikasi . rokhim berkata : saya sangat setuju adanya . rifson berkata : mudahan jaringan ini . Prie berkata : Keinginan tak selamanya . Beliau memiliki pengalaman pelayanan yang matang baik di dalam maupun di luar negeri yang turut memampukan beliau dalam pelayanan masa kini sekaligus juga mempersiapkan pelayanan untuk kepentingan masa depan.... suswono berkata : Direktur Manajemen Tangkolo . Peranan Gereja Yang Diakonal Dan Penanganan HIV/ Aids Diakoni FM Pengantar Selamat ulang tahun ke 25 kependetaan bapak Pdt. hary gatho berkata : ingin gabung ma pemuda . Mujibur rahman berkata : Semoga bermanfaat. cah ncomal berkata : disidokare emangnya ada . Tampubolon.Rekrutmen CPNS..P.... ali erfan berkata : selain pisang mang ga . Penulis turut merasakan kebahagiaan jubilaris dan mensyukuri segala berkat Tuhan yang beliau terima selama kurun waktu 25 tahun silam dalam proses pelayanan Gereja Tuhan...189820 seconds.. • • • • • Siapa Kami Peta Umpan Balik Tanya-Jawab © SuaraKomunitas 2010 Statistik pengunjung: online 6 Script timer: 0..dan ... Sth... KLU Tetapakan UI sebagai Penyelengara oleh: Gita Swara FM.. W.. Penulis mengenal jubilaris sebagai sosok pelayan yang memiliki pola pikir produktip dan progressif...

jubilaris tidak jarang melakukan pendekatan kultural kepada rekan sekerjanya yakni sistim kekerabatan ‘dalihan na tolu’. Pendahuluan Koinonia. Dan diakonia itu menjdai tindakan nyata sebagai pengimplementasian dari pewartaan Injil melalui berbagai aksi sosial. jubilaris menurut penulis punya kemampuan membangun hubungan kerja sama yang leih harmonis dengan juniornya karena keakraban dan komunikasi beliau tidak terlalu formal. Demikian juga halnya marturia. 1.antara pelayan senior dan junior. kiranya jubilaris tetap teguh dan kokoh serta lebih energik untuk menunaikan tugas dan pelayanannya sebagai hamba Tuhan. Ketiga tugas ini punya korelasi interdependensi antara yang satu dengan yang lain. ekonomi dan budaya. walau dalam waktu yang sangat singkat.jika terjadi saling melayani di tengahtengah persekutuan itu. PA. sosial politik. Oleh karena itu. Secara jujur harus diakui. Di samping itu. “ molo hupasobok diringku tu hamu unang ma nian rajumi hamu sarupa hamu dohot ahu”. Penulis membahas peranan gereja yang diakonal dengan bentuk pelayanan transformatif dengan tindakan preventif dan protektif baik melalui pelayanan pastoral maupun juru kampanye. Akan tetapi. penulis membatasi tulisan ini khusus melihat PERANAN GEREJA YANG DIAKONAL DALAM PENANGANAN HIV/AIDS dengan mengingat HIV/AIDS sudah merupakan permasalahan dunia dan butuh penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. dengan senang hati dan rasa syukur kepad Tuhan. Koinonia sebagai persekutuan akan hidup survive. penulis selalu ingat dengan kalimat singkat yang pernah beliau utarakan dalam bahasa Batak kepada penulis dan rekan pelayan muda lainnya. merupakan pelayanan pewartaan kerajaan Allah melalui Injil sebagai khabar keselamatan yang diberitakan ke dalam persekutuan secara sentripetal maupun ke luar persekutuan itu secara sentripugal. Namun. Dari keramahan dan keluwesan beliau bergaul dengan para pelayan muda maka tidak salah apabila dikatakan bahwa beliau sangat konsisten untuk membangun kerjasama yang baik dengan para pelayan yang lebih muda. Melihat betapa luasnya cakupan pelayanan diakonia. sermon dan lain-lain. Semoga ke depan. ketika para pelayan senior mau mendekatkan diri bahkan menyesuaikan diri kepada pelayan muda saat itu para pelayan muda semakin kurang menghargai seniornya sebagaimana layaknya. reformatif dan transformatif). marturia dan diakonia merupakan tri tugas panggilan gereja yang tidak terpisahkan satu dengan yang lain. juga tidak dapat dipungkiri banyak pelayan junior yang menghormati seniornya justru mendapat perlakuan kurang wajar. pelayanan diakonia sebenarnya sangatlah luas dan didalamnya terdapat beberapa metode pelayanan diakonia yang bervariasi. Dalam hal ini. dalam usia yang lebih lanjut. Dari berbagai bentuk pelayanan diakonia saat ini dikenal (karitatif. Bentuk pelayanan transformatif merupakan bentuk pelayanan jangka panjang dengan mengesampingkan sikap ketergantungan dari orang yang dilayani kepada pelayan sekaligus konsisten dengan pemandirian orang yang dilayani. dalam hal ini melalui khotbah. . Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi pembaca. Dalam rangka memeriahkan 25 tahun kependetaan sang Jubilaris. Hal ini dapat dikatakan karena diakonia sendiri adalah pelayanan. penulis menyumbangkan tulisan ini.

walaupun harus diakui ada beberapa kata dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani diterjemahkan dengan istilahistilah yang berhubungan dengan diakonia sebagaimana ditemukan dalam kitab Septuaginta (Alf Obtestadt. Di samping lembaga pemerintah maupun rumah sakit. Membangun Gereja yang Diakonal). Komite HIV/AIDS yang telah dibentuk HKBP merupakan langkah positip dan konstruktip untuk melakukan penanganan terhadap HIV/AIDS. pelayanan dan melayani. Namun sebagaimana telah ditegaskan bahwa HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama dari setiap lapisan warga gereja maupun masyarakat. Istilah diakonia adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang diterima dan diakui sebagai bahasa asli kitab Perjanjian Baru. penting dan punya makna khusus dalam karya penyelamatan Yesus sendiri. Namun sebelumnya perlu dipahami dasar-dasar teologi diakonia yang menjadi landasan pelayanan gereja terhadap ODHA dan OHIDA. Gereja cenderung menyuarakan penanganan HIV/AIDS dalam tingkat oral pada berbagai seminar maupun rapat yang diadakan namun belum sampai kepada aksi nyata. Diakonia dalam Perjanjian Baru Ada dua kata yang perlu dibahas dalam Kitab Perjanjian Baru berkaitan dengan istilah ‘diakonia’ yakni: Pelayan. Memberdayakan orang yang dilayani bukan saja untuk mampu melepaskan diri dari permasalahan yang ia hadapi tetapi lebih dari itu. Untuk itu. diakonia berasal dari kata ‘deacon’ yang diterjemahkan menjadi pelayan. Demikianlah ODHA/OHIDA (Orang Dengan HIV/AIDS atau Orang Dengan AIDS) pada akhirnya mampu melayani bersama gereja atau di dalam gereja untuk melakukan pelayanan preventif maupun protektif kepada yang belum terinfeksi virus HIV maupun yang sudah. pada akhirnya mampu melayani orang lain. Oleh karena itu. Untuk itu. Secara etimologi. sudah waktunya Gereja membuka mata dan secara aktip membangun pelayanan diakonal dalam penanganan HIV/AIDS. Bahkan sebelum zaman Perjanjian Baru juga dalam dunia Hellenistik tahun 330-37 BC. bahkan sudah jadi sebuah epidemi yang pertumbuhannya sangat pesat ibarat sarang labalaba. Gereja dirasa perlu bahkan sudah mendesak untuk segera memberdayakan warga dan pelayan untuk peka dan proaktip menangani masalah kemanusiaan tersebut. . namun barangkali masih pada tingkat kognitif atau mungkin afektif. Kata ’deacon’ ditemukan sebanyak seratus kali dalm kitab Perjanjian Baru. semua pihak sangat diharapkan turut berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obat yang ampuh untuk mengatasinya. Hal ini menunjukkan kata ‘deacon’ itu merupakan kata yang sangat populer. 2. Gereja telah menyuarakan bahaya HIV/AIDS. Itu sebabnya penulis membatasi pembahasan landasan teologia diakonia hanya pada kitab Perjanjian Baru. istilah hamba sudah dikenal sebagai pelayan dalam kegiatan kultus di tempat ibadah orang-orang Yunani.Bentuk pelayanan seperti ini juga tidak menempatkan orang yang dilayani sebagai objek melainkan memposisikannya sebagai mitra kerja. HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan saja. belum sampai pada tingkat psikomotoris. sangat sulit dideteksi. Lebih berbahaya lagi perkembangannya ibarat belut dalam lumpur. Pada dasarnya. hamba. selama ini berbagai LSM sudah berpartisipasi aktip dalam penanganan HIV/AIDS. Namun kita masih merasakan adanya sikap kekakuan bahkan kepasifan daripada Gereja untuk terlibat langsung dalam penanganan HIV/AIDS. ‘deacon’ itu merupakan hamba. melainkan telah jadi masalah kemanusiaan di seluruh dunia.

Dalam pemahaman seperti itulah Yesus berkata.25). Pelayanan itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri maupun keluarga sebagai lembaga terkecil di tengahtengah masyarakat. dimana pada saat itu ada dari antara muridNya bertengkar memperdebatkan siapa dari antara mereka yang terbesar. Dasar pemahaman pelaksanaan pelayanan Gereja terhadap ODHA/OHIDA 3. Paulus sebagai pemberita Injil juga menyebut diri dan rekannya Epafras sebagai pelayan (Kol 1:7. Yesus selanjutnya menyebutkan bahwa diriNya sendirilah pelayan itu (Luk 22:26f). . Pelayanan Yesus sekaligus menyempurnakan pelayanan para nabi dimana pelayanan itu adalah penyangkalan diri sehingga pelayanan itu adalah untuk orang lain. Walaupun demikian istilah ‘diaconos’ juga dipergunakan untuk suatu jabatan gerejawi (Flp 1:1) dimana selain penilik jemaat juga ada diaken.23. Selanjutnya Rasul Paulus memberikan persyaratan untuk menjadi diaken (1 Tim 3:8ff) yang intinya bahwa rahasia iman harus tetap tersimpan dan terpelihara di dalam hati. Melayani sesama orang-orang percaya merupakan titik berangkat untuk melayani masyarakat yang lebih luas. Disamping itu pelayanan bukan hanya karena jabatan tetapi karena karunia Roh (Rom 12:7).1. Itu berarti bahwa pemberitaan injil oleh Paulus yang dapat dikategorikan ke dalam istilah ‘marturia’ merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari diakonia karena orang yang memberitakan Injil juga adalah pelayan. Demikian juga halnya ketika Yesus makan bersama dengan para muridNya. Itu makanya Kristus menekankan pelayanan kepada orang lain terutama kepada orang-orang yang paling hina karena pelayanan seperti itu adalah pelayanan kapada Dia.Dari kata ‘deacon’ kita mengenal istilah ‘diaconos’ yakni pelayan. Dengan demikian diakonia juta merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari koinonia. Disamping itu. Lebih luas lagi bahwa pelayanan itu merupakan tugas dan danggungjawab imamat am orang-orang percaya (1Pet 2:9) sehingga dalam implementasinya perlu pemberdayaan warga jemaat untuk saling melayani dan untuk melayani orang lain di luar jemaat itu sendiri karena sasaran pelayanan itu adalah masyarakat universal (Roma 15:16). istilah yang lama itu juga sangat menakutkan ODHA dan OHIDA sekaligus mendukung mereka pada sikap pesimistik dan keputusasaan. Hal ini dikatakan oleh Yesus dalam konteks makan bersama yang didasari oleh persekutuan atau koinonia yang di dalamnya terjadi proses saling melayani. Pelayanan para rasul dan para pelayan lainnya merupakan pelayanan yang diterima dari Tuhan maupun yang diterima melalui gereja sehingga ‘harus dijalankan sepenuhnya’ (Kol 4:17. Pelayanan. Itu artinya bahwa segala tugas pelayanan para diaken tidak boleh dilakukan tanpa iman yang benar. Itu makanya Rasul Paulus menekankan pentingnya pelayanan yang berkualitas di dalam kasih kepada sesama seiman (Gal 6:10). ODHA/OHIDA Istilah ODHA/OHIDA ini disosialisasikan sebagai pengganti istilah diskriminatif yang selama ini dipergunakan yakni penderita HIV/AIDS. melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mrk 10:45). Melakukan pelayanan terhadap orang lain itu berarti melakukan pelayanan kepada Kriatus sendiri (Mat 25:44). Yesus justru menegaskan bahwa yang terbesar adalah pelayan. Rom 12:7. 1Tim 3:8ff). “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani. 3. Pelayanan yang lebih agung dan mulia mengacu kepada pelayanan Kristus (Ibr 8:6).

satu pengharapan dan satu kasih (I Kor 13:13). Inilah yang menjadi dasar masyarakat umum untuk cenderung mmbenci dan mendiskreditkan ODHA/OHIDA itu sehingga terjadi stigmatisasi dan diskriminasi. Mzm 103:3) dan penyembuhan orang sakit bukan karena dosanya maupun orang tuanya (Yoh 9:2-3). tidak ada orang yang tidak berdosa. yaitu penyembuhan orang sakit karena dosanya (Yoh 5:14. Bagi Yesus. memang tidak dapat disangkal bahwa banyak gejala penyakit tersebut diperoleh akibat kesalahan sendiri atau karena kebejatan moral. namun yang paling besar di antaranya ialah kasih. Hal ini diakibatkan oleh rasa keputusasaan para ODHA/OHIDA yang semakin tertutup dan tidak turut membantu penanganan HIV/AIDS. Sikap seperti ini bukannya mampu meselesaikan permasalahan yang sedang mengglobal ini malah justru turut mempercepat merebaknya HIV/AIDS ke manamana. Setiap orang percaya yang mempunyai latarbelakang. Yesus tidak mengadakan stigmatisasi dan diskriminasi walaupun hal itu bisa terjadi di tengahtengah masyarakat Yahudi pada waktu itu. pola pikir dan pergumulan yang berbeda. apakah ODHA dan OHIDA itu masih harus dibenci karena ada anggapan bahwa penyakit yang diderita adalah akibat tindakan amoral? Ataukah satusatunya jalan adalah merangkul.2. Kumpulan gejala penyakit tersebut bukanlah yang diturunkan atau penyakit keturunan melainkan diperoleh. Disamping itu. mengasihi bahkan menjadikan mereka sebagai mitra kerja? Alkitab adalah landasan pemahaman teologis dan pelayanan diakonal. “Aku datang bukan untuk orang benar. Yesus dan Orang sakit dalam Perjanjian Baru. secara organisma adalah tubuh Kristus (I Kor 12:27). Dimana menurut pemahaman Yudaisme penyakit adalah salah satu konsekwensi logis dari pada dosa. 3. Pernyataan Yesus ini perlu direvitalisasi dalam kehidupan gereja sekaligus ditransformasikan dalam kehidupan masa kini terutama dalam pelayanan ODHA/OHIDA yang selama ini sering didiskriminasikan. Kemajemukan orang-orang percaya justru diikat oleh satu iman. Dari sekian banyak pelayanan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. Gereja adalah tubuh Kristus dan persekutuan orang-orang percaya Rasul Paulus telah menggambarkan orang-orang percaya dengan adanya satu tubuh sebagai wadah persekutuan para anggota dengan fungsi yang berbedabeda (I Kor 12:12-26. Rom 12:4 —8). melainkan untuk orang berdosa” (Mrk 2:17). Hal ini ia katakan dimana orangorang Yahudi secara khusus kaum elitis di dalamnya mengklaim dirinya sebagai orang orang yang benar karena melaksanakan hukum taurat disisi lain menghakimi para pemungut cukai sebagai orang-orang berdosa. Sering mnurut mereka bahwa orang sakit adalah orang berdosa. Itu makanya tidak jarang mereka justru mengucilkan orang sakit terutama orang yang berpenyakit kusta. ada dua hal yang menarik ditelusuri berkaitan dengan topik ini. bnd Mrk 2:1-12. Sangat menarik bahwa Yesus bersedia menyembuhkan orang sakit walaupun penyakit itu adalah akibat dosa yang diperbuat. ODHA/OHIDA hendaknya menjadi bagian yang integral dari keseluruhan pelayanan diakonal gereja pada masa kini dn yang akan datang. 3. sementara itu Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit akibat hilangnya sistim kekebalan tubuh. Kasih merupakan satusatunya bukti nyata dari . banyak orang yang tidak bersedia memeriksakan diri karena takut apabila terdeteksi mereka akan didiskriminasi dan distigmatisasi. Oleh karena itu.3. Barulah ketika HIV sampai kepada AIDS maka virus dapat terdeteksi. Padahal HIV itu adalah virus yang sangat sulit dideteksi karena belum menunjukkan geala penyakit. Dalam hal ini Yesus berkata. Untuk itu.Human Immunodeficiency Syndrome (HIV) merupakan virus yang yang melemahkan bahkan menghilangkan sistim kekebalan tubuh manusia.

mereka memperdebatkan hukum Musa kepada . Gereja diharapkan untuk melaksanakan ketiga tugas ini dalam penanganan HIV/AIDS. marturia. efektif dan efisien. bahkan sebagai tenaga konselor yang didampingi oleh pelayan gereja dalam rangka tindakan preventip maupun protektip. Gereja sebagai tubuh Kristus telah hadir di tengahtengah dunia ini untuk melaksanakan tri tugas panggilannya yaitu koinonia. 3.realisasi iman dan pengharapan. Gereja juga perlu mendirikan semacam wadah dimana ODHA/OHIDA dapat dilayani lebih intensif.4. 3. kaum ibu dll) melalui ibadah. mewartakan kasih dan melayankan kasih kepada ODHA/OHIDA. Dalam wadah tersebut. idealnya setiap anggota tubuh harus saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain tanpa memandang latarbelakang denominasi maupun organisasi demi keutuhan tubuh yang satu itu yakni gereja yang esa sebagai tubuh Kristus. khotbah. para penderita akan menjadi mitra gereja dalam penanganan HIV/AIDS. Hal ini dikatakan oleh Yesus karena ahli-ahli Taurat dan golongan Farisi yang eksklusive melihat Yesus sedang makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Mereka harus dilindungi dari serangan dan hujatan masyarakat. ODHA/OHIDA merupakan mitra kerja gereja yang sangat efektip untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus HIv. perlu disosialisasikan seluasluasnya kepada masyarakat bahwa ODHA/OHIDA adalah sesama manusia yan membutuhkan perlakuan yang wajar sebagaimana masyarakat lainnya. Rasa saling percaya akan memotivasi para penderita untuk lebih terbuka dan jujur dan pada akhirnya melalui pastoral konseling. dan diakonia. tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar. Disanalah mereka akan dilayani secara pastoral konseling untuk memulihkan mental dan spiritual yang lebih kuat. pemahaman bahwa konselor adalah setara dengan ODHA/OHIDA amatlah penting. Perlunya sikap inklusivisme dan universalisme Yesus pernah berkata. Melalui sosialisasi itu diharapkan kesediaan masyarakat dapat menerima ODHA/OHIDA sebagaimana para penderita penyakit lainnya. Fungsi protektip dan preventip gereja Fungsi protektip dibutuhkan terutama bagi mereka yang sudah terlanjur ODHA/OHIDA. selebaran dll. gereja maupun para konselor akan mampu membangun “sharing” dan berdiskusi secara “konfidensial” artinya konselor tidak memberitahukan rahasia pembicaraan tanpa seizin ODHA/OHIDA. Untuk itu. Tindakan preventip dapat dilakukan selualuasnya baik melalui pembinaan terhadap warga gereja (pemuda. Oleh karena itu. Demikian juga ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahi Taurat datang kepada Yesus sambil membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah. ODHA/OHIDA perlu diberdayakan menjadi juru kampanye. Dengan demiikian. kaum bapa. Untuk itu Gereja punya posisi dan peranan yang sangat strategis untuk turut ambil bagian dalam penanganan masalah HIV/AIDS. melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17). Untuk itu. dimana gereja harus membangun suatu prsekutuan kasih. Di samping itu. Rasa kebersamaan atau “partnership” akan memperkuat rasa saling mempercayai antara kedua belah pihak.5. Untuk itu. Lambang-lambang HIV/AIDS seperti tengkorak yang sangat menakutkan dan menggambarkan maut sangatlah kurang baik karena berpengaruh negatip terhadap kejiwaan si pederita. mereka benarbenar dapat merasakan kedamaian sampai pada akhirnya mereka terlepas dari belenggu rasa malu dan minder. Sementara fungsi preventip akan lebih diarahkan kepada masyarakat yang belum terinfeksi virus HIV terutama bagi mereka yang berpeluang besar akan terserang dilihat dari segi tingkahlakunya misalnya para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik dan para pelaku seks bebas. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib.

Kasih sebagai landasan pastoral Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa yang paling besar dari ketiga hal utama-iman. kasih. kasih itu tidak berkesudahan. seorang dokter mutlak mengasihi orang sakit sekigus membenci penyakit yang mengakibatkan penderitaan itu sendiri. Untuk itu. hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7). Tentu saja butuh waktu yang relatif lama. tidak mudah putus asa. Dia harus dengan sabar membongkar latarbelakang penularan virus HIV kepada para korban. Namun karena kelemahan manusia itu atas godaan sang iblis. semua manusia telah jatuh ke dalam dosa tanpa terkecuali. Sebagaimana seorang dokter harus mampu memisahkan penyakit dari orang sakit. Seorang dokter tidak pernah berniat membunuh orang sakit tetapi justru ingin mematikan penyakit agar si penderita memperoleh kesembuhan. Kemudian sikap tidak pemarah tidak . tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. karena penderita harus diyakinkan terlebih dahullu sehingga ia tidak merasa malu untuk mengungkapkannya. Yesus berkata. Dengan jelas Yesus mau menghancurkan tembok pemisah antara kaum elitis Yahudi yang cenderung membenarkan diri dengan masyarakat jelata yang sering disalahkan dan dihakimi.Yesus bahwa orang yang demikian harus dilempari dengan batu. Mereka merupakan korban pertama dari kejahatan dan virus HIV. Sebagai landasan pastoral gereja. dimana ODHA/OHIDA turut di dalamnya pada akhirnya menjadi landasan pendaratan Firman Tuhan.adalah kasih. murah hati. “Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa. 3. sikap primordialisme dan nepotisme tidak dibutuhkan dalam proses pelayanan pastoral terhadap ODHA/OHIDA. etnis. sangatlah penting dihayati bahwa kasih itu sabar. Gereja sedapat mungkin harus membenci bahkan menghempang penularan HIV/AIDS namun tidak boleh membenci ODHA/OHIDA. Kita tahu bahwa HIV/AIDS lebih banyak ditimbulkan oleh tindakan kejahatan seperti kejahatan seksual dan penggunaan narkoba melalui jaruum suntik. budaya bahkan agama yang berbeda. Sebaliknya justru harus merendahkan diri dan menghayati bahwa setiap manusia mempunyai standard yang sama di hadapan Tuhan sebagaimana dalam teologia penciptaan dimana bahwa manusia itu ialah “imago dei”. Seorang konselor yang benarbenar dilandasi oleh kasih harus menunjukkan sikap sabar. Oleh karena itu. Semua bangsa. Mereka berhak memperoleh perlakuan secara manusiawi. seluruh dunia. Demikian juga ODHA/OHIDA harus diperlakukan setara dengan manusia yang lain.6. Karena itu. Tentu saja murah hati tidak boleh diukur dari pemberian material tetapi diukur dari kerelaan untuk mengorbankan tenaga. tidak memegahkan diri. Tidak memegahkan diri berarti gereja maupun konselor tidak menempatkan diri lebih tinggi dari para penderita HIV/AIDS. pengharapan. Pihak Gereja atau konselor tidak berhak membenarkan diri sebagai orang kudus sekaligus menghakimi penderita HIV/AIDS sebagai orang-orang berdosa dan jahat. Namun Gereja harus mampu membedakan dan memisahkan kejahatan dari orang jahat. Murah hati merupakan penampakan kasih dari konselor yang bersedia memberikan pelayanan dengan segenap hati dan hidupnya. Rasul Paulus telah menjabarkan buah-buah kasih itu secara panjang lebar dalam 1 Kor 13:4-8a. waktu dan pikiran untuk selalu setia mendampingi penderita di dalam pergumulan hidupnya. semua manusia telah berdosa dan harus diselamatkan. ODHA/OHIDA tidak boleh dipisahkan atau dibedabedakan hanya karena latarbelakang bangsa. dimana orang jahat sebenarnya tidak identik dengan kejahatan.

This also implies in the negative sense that if the Bible and the Quran have differing views of God. Kiranya gereja juga memberdayakan para pelayannya maupun warganya untuk tidak hanya menjalankan pelayanan internal tetapi juga menjalankan pelayanan kepada yang lain (Paul Knitter. 4. Definisi Morey ini memiliki kelemahan dasar berfikir yang fatal yang menganggap masalahmasalah teologi (ilmu sosial) bersifat eksakta dan mencampur adukkan pengertian soal 'identitas' dan 'opini' (meta basis).terpisahkan dari tidak memegahkan diri. Dari dasar berfikir atau asumsi ini. E. then Islam's claim is false. S. Inklusivitas pelayanan gereja seperti ini merupakan suatu rekonstruksi pelayanan Yesus pada dunia masa kini sebagai salah satu bagian kecil dari perwujudan visi sang Raja Gereja yakni keselamatan dunia. Pandangan ini tercermin dalam buku Dr. Satu Bumi Banyak Agama) yakni yang lain yang religius dan yang lain yang menderita khususnya saudara-saudara kita yang kekasih. tetapi selalu segar dalam pelayanan pastoral kepada ODHA/OHIDA sekalipun pelayanan tersebut bukan tanpa masalah. Gereja dan konselor harus merevitalisasi peranan kasih sehingga gereja dan konselor tidak akan pernah merasa jenuh dan bosan. (Penulis:Pdt. Sikap tidak menyimpan kesalahan orang lain amatlah penting dalam pelayanan pastoral konseling ini. Harvest House Publishers." (Islamic Invasion. Dpk Rakom Diakoni FM) Allah islam = Allah kristen ? Saudara/i ykk. Tetapi mereka harus diberdayakan untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik bahkan menjadi mitra gereja untuk menghempang penyebaran virus HIV/AIDS.R. Selain itu pelayananan sebagaimana telah diuraikan di atas juga adalah pelayanan yang diterima dari Tuhan Raja Gereja yang tidak hanya mementingkan bentuk-bentuk pelayanan formal dan rutin.Th. Dimana kesalahan mereka tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menyalahkan dan menghakimi. maka dihasilkan . Untuk itu Gereja harus berusaha menumbuhkan sikap percaya diri bahwa mereka dapat diterima di tengahtengah gereja dan masyarakat sebagai orang yang patut dilayani secara wajar. Robert Morey yang beredar bahkan dianut belakangan ini di kalangan tertentu di Indonesia: "Islam claims that Allah is the same God who was revealed in the Bible. h. This logically implies in the positive sense that the concept of God set forth in the Quran will correspond in all points to the concept of God found in the Bible.57). Sikap marah terhadap ODHA/OHIDA karena perbuatannya tidak akan menolong mereka.Penutup Reposisi dan revitalisasi peranan gereja adalah hal yang sangat mendesak melihat permasalahan sosil disekitarnya yang semakin rumit yang disadari atau tidak asti punya dampak destruktif kepada kehidupan gereja itu sendiri. 1992. ODHA/OHIDA. Siahaan. Kasih itu tidak berkesudahan adalah dasar yang paling utama sebagaimana kasih Allah juga tidak pernah berkesudahan. tetapi justru akan menjerumuskan mereka kepada kehidupan yang lebih isolatif (lebih suka mengurung dirisendiri). Banyak pertanyaan diajukan mengenai 'Apakah Allah Islam sama dengan Allah Kristen?' dan argumentasi yang banyak dikemukakan adalah bahwa 'Allah Islam tidak sama dengan Allah Kristen' alasannya 'Karena ajaran keduanya berbeda!'.

Isma'il. kita dapat melihat bahwa ada butir-butir yang sama. Bila kita melihat Alkitab PL. sebaliknya secara negatif disebut bahwa (2) Bila Al-Quran dan Alkitab memiliki pandangan berbeda mengenai Tuhan. namun banyak butir-butir lainnya yang tidak sama (jadi bukan semua sama atau semua tidak sama). Faktanya sekalipun Suhartonya sama konsep keduanya berbeda. Mahmud Yunus. Soal yang sama terjadi dalam hubungan dengan pertanyaan mengenai apakah 'Allah Islam sama dengan Tuhan Kristen?'. Agama Yahudi mempercayai wahyu yang dibukukan menjadi Alkitab Perjanjian Lama.kesimpulan bahwa (1) Bila Allah Islam adalah Tuhan Kristen. Kristen (Alkitab Perjanjian Lama dan Baru). (begitu juga kepada kitab) yang diturunkan kepada Musa dan 'Isa. Nuh. "Katakanlah: Kami telah beriman kepada Allah dan (kitab) yang diturunkan kepada kami dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrahim. Mengapa berbeda? Dan kalau berbeda apakah klaim mahasiswa mengenai Suharto salah? Di sini kita berhubungan dengan dua soal yang tidak bisa dicampur adukkan satu dengan lainnya. maka konsep keduanya mengenai Suharto akan sama dalam setiap butirnya. namun sekalipun agama Kristen menerima hal ini. Suharto adalah bapak pembangunan yang membawa kesejahteraan dan mendatangkan kesatuan dan keamanan regional. Abraham. Ishak. Dan ia juga Tuhan yang menyatakan dirinya kepada Adam. dan Islam (Al-Quran). Y'qub dan anak-anaknya. Tafsir Quran Karim). kita dapat mengetahui bahwa nama Tuhan 'El/Elohim' adalah pencipta langit dan bumi. dan juga sejarah bangsa dan bahasa Semit. maka klaim Islam adalah salah. Al-Baqarah. yaitu bahwa Suharto sebagai pribadi (oknum) dengan namanya dan konsep orang (ajaran atau aqidah) mengenai oknum yang sama itu. Ishaq. dan apa-apa yang diturunkan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. 2:136. tiadalah kami perbedakan seorang juga di antara mereka itu dan kami patuh kepada Allah" (Al-Quran. . bila kita membandingkan agama Yahudi (Alkitab Perjanjian Lama). padahal Suharto yang sama itu oleh para mahasiswa dianggap sebagai bapak pembangkrutan yang membawa kemiskinan karena KKN dan tiran yang membawa bangsa Indonesia kepada disintegrasi bangsa. Pandangan yang terlalu sederhana ini dengan mudah bisa digugurkan bila kita mengambil contoh soal 'Suharto' mantan presiden ORBA. Agama Yahudi. agama Kristen juga mengakui penggenapan dalam Tuhan Yesus Kristus yang wahyunya dibukukan dalam Perjanjian Baru padahal Yahudi menolak. manusia dan segala isinya. maka secara positif konsep keduanya mengenai Tuhan harusnya sama dalam setiap butirnya. namun mereka berbeda dalam kepercayaan akan wahyu mana yang dari El yang sama itu yang dipercayai. dan Yakub. Menurut definisi Morley. Bagi para pengikut ORBA. EL SEMIT Faktanya. bila Suharto yang dimaksudkan oleh para pengikut ORBA sama dengan Suharto yang di demo mahasiswa. Jawabannya perlu kita lihat dari Kitab Suci Islam (Al-Quran) maupun Kristen (Al-Kitab). Kristen dan Islam mempercayai itu semua.

dan umum di dialek-dialek Arab Selatan kuno.I. "'Ilu. di Ibrani. Anak Lembu Emas disebut 'Elohim' dan 'Yahweh') maupun jalur Ismael (masa . Jadi. El juga digunakan sebagai Nama Diri (proper name)." (G. 'Ilu. Istilah 'il mempunyai arti sebutan umum (generic appelative) untuk menunjuk pada 'tuhan' atau 'ketuhanan' pada tahap awal semua cabang utama rumpun bahasa Semit. di Ugarit. kepercayaannya hanya bergantung kepada Perjanjian Lama. dengan sendirinya banyak pengajaran (aqidah)nya yang berbeda. 242-244). Johanes Botterwech. El' sebagai sebutan untuk ketuhanan. Yoktan (keturunan Eber). Ishak. dari terang Alkitab (PL+PB) dan Al-Quran jelas terlihat bahwa sebagai oknum dengan namanya. ini dijelaskan dalam buku-buku teologi Kristen maupun Ensiklopedia Islam bahwa setidaknya bangsa Arab mewarisi tiga jalur nenek moyang yang semuanya mengenal 'El Abraham' yaitu sebagai keturunan Sem. 'ila).Agama Islam. dan sekalipun menerima kitab-kitab Yahudi dan Kristen. Theological Dictionary of the Old Testament. 'ilum. Vol. Ishak. di Amrit ('ilu. namun agama Kristen berbeda dan menerima kenyataan bahwa El Abraham itu juga telah menyatakan diri dalam oknum Yesus dalam ke-Tritunggalannya. namun karena dianggap telah dipalsukan. … Di Semit Timur ada bukti kuno yang menunjukkan bahwa 'Il' adalah nama diri tuhan … tuhan Il (kemudian El Semit) adalah kepala ketuhanan pada rumpun Semit Mesopotamia pada masa Pra-Sargon. Bahwa ajaran/konsep mengenai 'Allah' (El) itu kemudian merosot dan makin tidak mendekati hakekat yang di'nama'kan dan ditujukan kepada pribadi lain seperti yang terjadi pada jalur Ishak (Kel. Akadian kuno (ilu) dan dialekdialek sesaudara dimulai zaman pra-Sargon (sebelum 2360 BC) dan berlanjut sampai akhir masa Babil. dan menerima kitab-kitab Ibrahim. Agama Yahudi. di Arab Utara digantikan dengan nama 'ilah. namun lebih menerima kitab wahyu yang diterima Muhammad dari jalur Ismael. namun 'El/Il' juga digunakan untuk menyebut 'nama diri' Tuhan. sekalipun menerima kitab yang diterima Ibrahim. maka kepercayaan kepada berita Al-Kitab terbatas hanya bila hal itu dikuatkan dalam Al-Quran. Dalam bahasa Ibrani kata sandang 'the' ('al' dalam dialek Arab dan 'ha' dalam dialek Aram-Siria namun diletakkan di belakang menjadi 'alaha') tidak digunakan bila menyebut Tuhan. dan Adnan (keturunan Ismael anak Abraham). Dari sejarah ini kita dapat melihat bahwa 'Allah' di kalangan bangsa dan bahasa Arab tidak lain menunjuk pada 'El' Semit' yang sama. Yakub dan Isa sejauh diterima oleh Muhammad yang dipercayai sebagai nabi. Islam mengikuti jalur Abraham mempercayai Tuhan 'El' itu yang dalam dialek Arab disebut 'Allah' (dari al-ilah). akibatnya mereka memandang Tuhan 'El' (yang sejak Musa diberi nama juga sebagai 'Yahweh' (Kel. Yakub dan Isa. Namun karena wahyu yang dipercayai berbeda. Penggunaan sebagai sebutan juga muncul di Semit Barat Laut.6:1-2)) sebagai Tuhan monotheisme yang transenden dengan hukum Taurat sebagai pedoman. Allah Islam adalah Tuhan Yahudi dan Kristen.32. Ini terlihat jelas di Semit Timur. Dari sejarah kita mengetahui bahwa sejak awalnya 'El' bisa memiliki arti umum sebagai sebutan untuk 'Tuhan/Ketuhanan' dan 'Elohim' sering digunakan dalam arti kata jamak (politheistik) dan dipakai oleh suku-suku keturunan Sem (menjadi rumpun Semit) dan karena perkembangan zaman sering merosot sehingga dimengerti dalam berbagai-bagai ajaran aqidah. dan hukum kasih/Injil menjadi pedomannya.

sedang Tuhan Theisme." Definisi yang benar ini juga disebutkan dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia dimana disebutkan bahwa: "ALLAH adalah Tuhan. Kita harus menyadari bahwa setidaknya ada 4 golongan agama. Islam). Dalam pengertian 'Universalisme' (pluralisme agama) disebutkan bahwa semua agama itu menyembah Tuhan yang sama (universal) namun melalui jalan-jalan yang berbeda (partikular). yang sekalipun mengakui ke-khasan nama Allah dalam penggunaannya di kalangan agama Islam sebagai salah satu artinya. Etymologically. Namun.Tuhan yang 'non-exist' (Buddhisme). Kita dapat membandingkan hal ini dengan definisi yang disebutkan dalam Enyclopaedia Britannica.l. dan Demonisme jelas berbeda baik sebagai nama oknum maupun ajaran/aqidahnya. (Vol.I. Allah is the standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well as by Muslims. tentu tidak mengurangi hakekat nama itu sendiri sebagai menunjuk kepada 'El' semitik dan monotheisme Abraham. pencipta alam raya termasuk segala isinya". Islam) adalah Tuhan Semitik agama samawi yang berpribadi.Tuhan Okultis (satanisme). namun banyak pula literatur Barat yang lebih bersifat netral dan ilmiah seperti Ensyclopaedia Britannica dan umumnya kamus-kamus teologia yang menyebut bahwa nama 'Allah' adalah nama dalam dialek/bahasa Arab untuk menunjuk pada 'El' Semitik. Kristen dan Islam sama. Kristen.Tuhan kekuatan semesta (Hindu-Upanishad. jadi sekalipun kita menyebut Tuhan Theisme Yahudi. Sudah jelas ke-empat (atau ke-lima) bentuk Tuhan itu tidak sama. dan juga digunakan oleh orang Arab pra-Islam (terutama kaum Hanif yang tetap mempertahankan Allah monotheisme Abraham) maupun bangsa Arab yang menganut agama Yahudi dan Kristen: . Oxford Dictionary & Grollier Ensyclopedia). the latter being an Old Testament synonim for Yahweh. Tao dan Kebatinan)." The name's origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El. Kristen dan Islam menunjuk pada oknum yang sama namun sekalipun ada yang sama juga ada yang berbeda ajaran/aqidahnya.jahiliah. tentu tidak disimpulkan bahwa Tuhan Semua Agama sama.Tuhan yang berpribadi (Yahudi. berfirman dan menurunkan wahyu kepada umatnya. yaitu : (1) 'Theisme' . namun harus diakui bahwa Tuhan 'Theisme' (Yahudi. Monisme. Tetapi bagaimana dengan definisi yang dicantumkan dalam kamus-kamus dalam bahasa Inggeris? Disana disebutkan bahwa "Allah … Muslim's name for God" (a. h. ada sentimen kuat anti Arab/Islam sehingga sering timbul ungkapan-ungkapan memojokkan yang tidak ilmiah seperti ucapan Morley di atas yang memberi stigmata seakan-akan nama 'Allah' itu nama dewa/i masa jahiliah Arab seperti Dewa Pengairan atau Dewa Bulan. (3) Non-Theis . Memang dalam literatur Barat termasuk dalam beberapa kamus. sekalipun diyakini bahwa 'Allah' Yahudi. dewa berhala disebut 'Allah'). Non-Theisme. Kristen. Bisa juga dimasukkan 'politheisme' (HinduVeda) sebagai golongan ke-5.270). dalam arti yang lain jelas memberikan pengertian yang lebih ilmiah dan lebih mengandung kebenaran: "Allah (Arabic:"God"). dan (4) Demonisme . "the God. (2) 'Monisme' . the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah. the one and only God in the religion of Islam.

mereka itu dinamakan 'hunafa' (tgl. Pada zaman ini ajaran monotheisme Ibrahim telah musnah berganti dengan sitem paganisme. dalam arti kata penerjemahan nama Tuhan ke dalam bahasa-bahasa lokal didorong oleh Roh Tuhan/Kudus sendiri. para Rasul. inilah yang digunakan Yesus.280). (Cyrill Glasse. ini berarti sudah tiga abad lebih dimana agama Islam dan bahasa Arab sudah merakyat di Indonesia. yaitu . Kristen Katolik baru masuk abad keXVI dan Protestan pada abad ke-XVII. kalau 'El' (Ibrani) sama dengan 'Alaha' (Aram-Siria) dan 'Allah' (Arab)."Karena Islam memperbaiki agama yang dibawa Ibrahim. mengapa tidak memilih saja 'El/Elohim' yang merupakan bahasa aslinya? Tuhan dalam menyebarkan firmannya menggunakan kendaraan bahasa-bahasa. Roh Kudus sendiri mengilhami para Rasul untuk mengkotbahkan firman (termasuk nama El/Theos) ke bahasa-bahasa pendengar.190. Demikian juga di hari Pentakosta. melainkan terdapat beberapa suku Arab memeluk agama Kristen dan Yahudi. Namun. Alaha dalam bahasa Aram-Siria). Bahkan terdapat sejumlah pribadi yang menekuni dunia spiritual. Sejumlah berhala sesembahan didatangkan ke Makkah dari berbagai negeri di Timur Tengah. Ensiklopedia Islam. dalam bahasa Indonesia. Alkitab PL diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani (Septuaginta/LXX). dibawah kata al-Jahiliah). Alkitab Ibrani sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Aram. atas perintah imam besar di Yerusalem. ada banyak kosa-kata yang berasal dari bahasa asing. karena kata itu bukan saja dekat tetapi termasuk keluarga serumpun Semit dengan bahasa Ibrani. maka adalah tepat bila kata yang sekarang menjadi kosa-kata Indonesia itu dipakai untuk menyebut El/Elohim Perjanjian Lama dan Theos Perjanjian Baru dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia. maka jahiliyah dipandang sebagai sebuah zaman sebelum kedatangan Islam. Dieu'. Ketika bahasa Yunani menguasai kawasan sekitar Laut Tengah. dan Belanda (3. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. dan kemudian nama 'Allah' masuk menjadi kosa-kata bahasa Indonesia.610). yakni agama fitrah. Islam sudah masuk ke Indonesia sejak abad ke-XIII. Suatu pengingkaran sejarah yang dihasilkan semangat Arab/Islam fobia. Gott. termasuk kata 'Allah'). h. hanif) yang mana mereka tidak memihak kepada satu di antara kedua agama tersebut. melainkan mereka bertahan pada ajaran monotheisme Ibrahim". Kenyataan ini juga diperkuat dengan ditemukannya peninggalan arkeologis beberapa abad sebelum masa Islam abad-VII (yang secara keliru disebut dalam buku Morley bahwa Alkitab dalam bahasa Arab baru ada pada abad-IX dan menggunakan nama Allah karena dipaksa orang Islam dan bandingkan dengan buku-buku yang bertema 'Asal bukan Allah' yang menganggap orang Islam tidak menyukai orang Kristen menggunakan nama 'Allah'). Eliezer. maka nama 'Allah' (Arab) sebenarnya bukan terjemahan melainkan perkembangan dialek dalam rumpun Semit sendiri untuk menyebut El (di samping a. Inggeris (1. yaitu bahasa Arab (1. Pada zaman Ezra. ibarat kegelapan sebelum terbit fajar. dan sejak itu sampai abad ke-XIX bahasa Ibrani hanya digunakan dalam penulisan/penyalinan Kitab Suci saja. Kristen Arab dan bangsa Arab pra-Islam. Namun tidak semua warga Arab pada saat itu menganut sistem keyakinan pagan. Dari pembahasan di atas dapatlah disimpulkan jawab atas pertanyaan judul artikel ini. dan diwarnai dekadensi moral. Berbeda dengan 'El' yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai 'Theos' dan bahasa Barat sebagai 'God.495. sebab jauh sebelum ada agama Islam nama Allah sudah digunakan bersama-sama oleh umat Yahudi Arab.l. umat Kristen dan dipakai juga di sinagoga-sinagoga.

bahwa sebagai oknum dengan namanya "Allah Islam adalah Tuhan Kristen" atau "Allah Islam adalah Allah Kristen" pula.25:1-4) dan dari Hagar (Kej. Untuk memperjelas mengenai nama 'Allah' yang menuju oknum yang sama (sekalipun ajaran/aqidahnya beda). Artikel berjudul 'Allah Islam = Allah Kristen?' ternyata mendapat sambutan luas. politheistis.32) pada bangsa Israel dan 'masa Jahiliah' pada bangsa Arab. Kristen & Islam) tidak dimaksudkan sebagai sama dengan agama-agama lain yang 'tuhan'nya bersifat monistis. silahkan membuka http://www. dan (2) Kesalah pahaman yang menjurus pada anggapan seakan-akan dengan menyebut 'Allah Islam = Allah Kristen' (dalam nama itu) sebagai pandangan Universalisme yang merelatifkan semua agama yang menuju 'Yang SATU'. ------------------- Allah Bangsa Arab Saudara/i ykk. ada dua kesalah pahaman sebagai penyebabnya. namun perlu disadari bahwa karena Kitab Suci yang dipercayai keduanya berbeda. hlm. namun ada juga beberapa yang masih mempertanyakan beberapa bagian dari artikel tersebut. namun pengertian ini jelas bisa merosot seperti dalam kasus 'Lembu Muda Emas' (Kel. "Berita Alkitab yang pertama yang memberikan penjelasan mengenai penduduk Arabia adalah Daftar Bangsa-Bangsa dalam kitab Kejadian 10. maka jelas pula bahwa sekalipun ada samanya.org dan bacalah YBA-maya bulan Mei 2000 tentang 'Pluralisme Agama & Dialog'.10:26-29). Keturunan Joktan (anak Eber) mencakup beberapa suku Arab (Kej. Dari pertanyaan yang masuk.. dan (2) Sekalipun ada kesamaaan 'Allah' ketiga agama Semitik dan Samawi (Yahudi. (vol-I).25:13-16) . yang mencantumkan sejumlah orang- . Dalam artikel tersebut sebenarnya sudah jelas bahwa (1) yang dimaksudkan sebagai sama adalah bahwa nama 'Allah' dalam Islam dan Kristen menunjuk pada 'El' Abraham. keduanya memiliki banyak perbedaan dalam hal konsep/ajaran/aqidah. Banyak yang bersyukur atas informasi yang diperoleh yang dapat menghilangkan prasangkaprasangka sebelumnya.182). Abraham dari Keturah (Kej.10:22). kita dapat melihat sejarah bangsa Arab dan hubungannya dengan nama 'El' dari beberapa kutipan dari sumber Krtisten maupun Islam: "orang Arab mencakup keturunan Aram (Kej.yabina. Eber (Kej. yaitu: (1) Kesalah pahaman yang masih mencampur adukkan pengertian 'Allah' sebagai nama dan ajaran/aqidah/konsep yang berbeda dalam Islam dan Kristen. non-theistis maupun demonistis yang oleh penganut universalisme dianggap sebagai 'Yang SATU' (Untuk pembahasan ini.10:24-29).." ('Arabians' dalam The Interpreter's Dictionary of the Bible.

. ('Adnan' dalam Glasse. kemudian hari sejumlah suku-suku dari Arab Utara disebut sebagai keturunan Abraham melalui Keturah dan Hagar (Kej.37:25-36)" ('Arabia' dalam The New Bible Dictionary. melainkan ia juga merupakan nama yang. "Etymologically.. yang melalui kata tersebut dapat memanggil-Nya secara langsung. sementara bangsa Arab keturunan Quathan yang tinggal di wilayah selatan menamakan dirinya sebagai Arab Muta'arribah. yang berada di balik kata tersebut bahkan yang tersembunyi di balik dunia ini. Kata "Allah" merupakan sebuah nama yang hanya pantas dan tepat untuk Tuhan. .orang Arab-Selatan sebagai keturunan Yoktan dan Kusy.." The name's origin can be traced back to the earliest Semitic writings in which the word for god was Il or El.36) sejumlah orang Arab disebut. lagi di antara keturunan Esau (Kej. Jadi bangsa Arab merupakan setidaknya keturunan dari tiga jalur semitik. yakni keturunan Aram putra Shem putra nabi Nuh" ('Bangsa Arab' dalam Cyril Glasse. Nama "Allah" telah dikenal dan dipakai sebelum al-Qur'an diwahyukan. jadi orang Arab pada jalur ini bisa juga dibilang sebagai keturunan Ibrani). the name Allah is probably a contraction of the Arabic al-Ilah. . Masyarakat yang berdarah Arab asli dan berbahasa Arab tersebar di sepanjang jazirah Arabia. hlm. atau suku-suku hasil percampuran dengan Arab al-'Aribah (Arab Asli) . Tradisi Arabia Selatan yang diyakini bahwa mereka merupakan keturunan dari seorang nabi bernama Qahthan. Istilah Arab berarti "Nomads". 'El' Eber (yang dari nama ini lahir bangsa Ibrani. digunakan untuk memanggil Tuhan. yang di dalam Bibel disebut Joktan. Di masda Yakub. Bangsa Arab Utara dipandang sebagai Arab al-Musta'ribah (Arab yang di Arabkan). dan darinya terbentuk keturunan Isma'il. hlm. . "Kata "Allah" merupakan pengkhususan dari kata al-ilah (ketuhanan) .25). Anak turunan Nabi Isma'il yang menjadi nenek moyang suku-suku Arabia Utara . "the God. hlm. the latter being an Old Testament synonim for Yahweh." (Encyclopaedia Britannica) . Jadi jelas bahwa bangsa Arab sejak awalnya juga mengenal 'El' Nuh. Kristen maupun yang Islam sama-sama menyebut nama 'Allah' untuk menyebut 'El' Abraham. Kata ini tidak hanya khusus bagi Islam saja.54).12-13). dan dari Adnan (keturunan Ismael anak Abraham). nama Ayah Nabi Muhammad. Ia merupakan kata pembuka menuju Esensi (hakikat) ketuhanan. Kelompok Arab yang asli ini.. Allah is the standard Arabic word for "God" and is used by Arab Christians as well as by Muslims. putra Ibrahim ." (Glasse. terbentang dari Yaman dan pantai Afrika dekat Yaman sampai kepada gurun pasir Syria dan Irak Selatan .. dan Tradisi Arabia Utara yang diyakini sebagai keturunan nabi Adnan. "Adnan. hlm.. yang dalam Bibel disebut Joktan".4950). . Ensiklopedia Islam... misalnya nama Abd al-Allah (hamba Allah). Yoktan (anak Eber cicit Sem). oleh ummat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur. "Masyarakat Semit yang merupakan penduduk asli gurun pasir Arabia . dan 'El' Abraham yang juga dikenal Ismael... dua kelompok keturunan Abraham yaitu orang-orang Ismaili dan medianit dijumpais ebagai pedagang-pedagang caravan (Kej. yaitu dari Aram (anak Sem anak Nuh). nenek moyang suku Arabia Selatan adalah Quahthan.23)... Itulah sebabnya bangsa Arab yang mengikuti agama Yahudi.

org/layout2. Menjelang abad ke-7.sarapanpagi. sudah dikenal oleh Bangsa Arab kuno . (Glasse. Agama Kristen mempercayai Wahyu PL yang digenapi dalam Yesus yang menjadi Tuhan dan Kristus sebagai Perjanjian Baru. (Glasse.hanif). dalam waktu 20 tahun seluruh tradisi Jahiliyyah tersebut terhapus oleh ajaran Tuhan yang terakhir. hlm. Salam kasih dari Herlianto/YBA.yabina.'. Mereka yang tergolong hunafa antara Nabi Ibrahim dengan Nabi Muhammad terdapat sejumlah generasi Ibrahimiyyah dan Isma'illiyyah"..ALLAH IS GOD. Sama halnya peristiwa kasus 'Lembu Muda Emas' di Israel. Sebuah kata sifat yang ditujukan oleh al-Qur'an terhadap nabi Ibrahim dan terhadap mereka yang sebelum masa Islam menjaga kemurnian dan kelurusan naluri-naluri keagamaan mereka dan sama sekali tidak terlibat dalam tradisi paganisme (keberhalaan) dan politheisme. Kelompok keagamaan lainnya sebelum Islam adalah hunafa' (tngl. . yakni Risalah Islam". di http://www. Agama Islam sekalipun menerima kitab-kitab PL + PB namun tidak mempercayainya karena dianggap sudah dipalsukan dan menerima Wahyu yang dipercayai diterima oleh Muhammad.org/allah-is-god ... Disalindari : http://www. "Gagasan tentang Tuhan Yang Esa yang disebut dengan Nama Allah.50-51) "Hanif. Dalam bahasa Ibrani. bangsa Arab juga mengenal kemerosototan ini pada masa 'Jahiliah' sebelum kehadiran Islam. kata sandang 'ha' (dalam Arab 'al') tidak umum dipakai apalagi untuk menyebut 'El'. Kiranya uraian ini memperjelas.htm Artikel terkait : . sedangkan dalam bahasa AramSiria diletakkan di belakang menjadi 'alaha'.124) Dari beberapa fakta sejarah ini kita dapat mengetahui bahwa memang 'Allah Islam' sebagai oknum sama dengan 'Allah Kristen'.Perlu diketahui bahwa nama 'Allah' adalah perkembangan ke dalam dialek 'Arab' dari nama 'El' menjadi 'Al-Ilah' (jadi bukan terjemahan)... namun nama 'Allah' itu dilestarikan oleh kaum 'Hanif' (Hunafa) yang tetap menyembah 'Allah Monotheisme Ibrahim. kesadaran agama Ibrahim di kalangan bangsa Arab ini telah menghilang.. Khunafa).html#p3568 . dan kedudukannya digantikan oleh pemujaan sejumlah berhala . Dalam kekristenan sendiri ada perbedaan-perbedaan ajaran yang dihasilkan iman akan wahyu yang berbeda. sebuah kata yang pada asalnya ditujukan pada keyakinan monotheisme zaman kuno yang berpangkal pada ajaran Ibrahim dan Ismail. namun harus diketahui bahwa ajarannya berbeda karena mempercayai wahyu yang berbeda. Agama Yahudi mempercayai Wahyu dan Perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham Ishak dan Yakub yang tertuang dalam Alkitab Perjanjian Lama. namun ia digunakan dalam pernyataan alQur'an dengan pengertian "orang yang mengikuti keyakinan (kepercayaan) monotheisme (jamk. hlm. Asal kata ini tidak diketahui secara pasti.

PEMBAHASAN • • • • • Pertanyaan: Jawaban: 1.Buku : THE ISLAMIC INVASION. . di http://www. Kesimpulan . di http://www. Keselamatan universal bagi seluruh bangsa III..org/buku-the-isl ..html#p3571 • • • • • • • • • • Home Pertumbuhan Dialog Tanya-Jawab Renungan Galeri Kesaksian Artikel doa | SUMBANGAN | Apakah agama Kristen bersifat eksklusif atau inklusif? hide Google Search Results You arrived here after searching for the following phrases: • • • teologia kristen nubuat Click a phrase to jump to the first occurrence.org/allah-moon-g .. Kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan dan pengajaran Tuhan yang bertahap II. .sarapanpagi.ALLAH = Moon God?.html#p3569 . or return to the search results.sarapanpagi...

. maka konsep kemanusiaan dalam Kristen lebih universal dibanding dengan Yahudi. …dan Kami tanamkan ke dalam hati mereka yang menjadi pengikutnya rasa cinta (santun-NM) dan kasih sayang (Q. Akibatnya. Agama Kristen. dan sebagainya). Dengan adanya unsur kasih. yakni hendak penguniversalkan ajaran Tuhan. Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan. bahwa mereka sombong sekali dan mengklaim diri sebagai the choosen people. mungkin sudah sejak Nabi isa. karena ingin menguniversalkan ajaran Tuhan. Menurut saya. oleh Paulus diuniversalkan sehingga bisa menjadi agamanya kaum Gentiles (orang Yunani. Dengan demikian. bahkan tribal (kesukuan). Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan. Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q. sedangkan kemanusiaannya banyak mendapat pujian. dalam artikel tersebut disebutkan dua hal yang saling bertentangan (eksklusif dan inklusif) dan keduanya dipandang salah oleh penulis. apakah ajaran Kristen adalah eksklusif (menjangkau umat Yahudi saja) atau inklusif (menjangkau seluruh bangsa). . Namun.57:27).3:50). Klaim seperti ini kemudian mengakibatkan universalisme ajaran Tuhan dikebiri untuk hanya menjadi suatu ajaran nasional. agama yang semula diperuntukkan intern Yahudi. kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat. Untuk mendukung ini. Pada saat konsep keselamatan dalam Perjanjian Lama dipandang sebagai sesuatu yang ekslusif. Romawi. saya pikir. maka hal ini juga dipandang sebagai kesalahan serius. Misalnya. umat pilihan Tuhan. sebuah pesimisme kepada kemanusiaan. Pada perkembangan lebih lanjut. pada saat keselamatan diberikan secara eksplisit untuk menjangkau seluruh bangsa (inklusif). maka seseorang harus mengambil sikap.Ndro Jawaban: Shalom Ndro. Polemik Alquran terhadap Kristen yang utama adalah mengenai teologinya. Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya. Hanya dengan datangnya Islam. Dalam skema Alquran.” Sumber: Ensiklopedi Nurcholish Madjid ini saya dapatkan dari salah satu website berita online. maka mereka (orang Yahudi) dicap sombong dan universalisme ajaran dipandang telah dikebiri. Terima kasih atas pertanyaannya. dengan sedikit ekses melalui Paulus membuat penyimpangan yang sangat serius.Pertanyaan: “Polemik Alquran terhadap orang Yahudi sebetulnya bukan menyangkut ketuhanan tetapi manusia. Menurut Russell. . Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat.. pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih. M0hon penjelasan dari tim katolisitas.

maka seluruh dunia dapat mengerti rencana keselamatan Allah. namun juga diperuntukkan untuk semua bangsa. dan menjauhkan mereka dari hadapanNya. Oleh karena itu. terpilihnya bangsa pilihan ini bukan karena kehebatan bangsa Israel. Nubuat ini diberikan dari generasi-generasi. namun mereka juga mendapatkan didikan dari Tuhan. karena tidak ada yang perlu disombongkan dari diri mereka. Dari pemaparan ini. sampai habis mereka dibuangNya dari hadapan-Nya. –” (2Raj 17:18-20). — 19 Juga Yehuda tidak berpegang pada perintah TUHAN. sehingga melalui bangsa tersebut. 2. namun karena Tuhan yang memilihnya. Kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan dan pengajaran Tuhan yang bertahap 1. walaupun Israel adalah bangsa pilihan. maka terlihat bahwa tidak ada yang perlu disombongkan dari umat Israel dan keselamatan bagi seluruh bangsa bukanlah diperuntukkan bagi umat Israel semata. kalau Allah memilih satu bangsa.” (Kej 26:4) 4. terlihat adanya nubuat yang diberikan dalam Perjanjian Lama. Dari sisi yang lain. Allah mereka. karena terpilihnya bangsa ini sebagai bangsa pilihan adalah bukan karena kebesaran bangsa ini. Kalau dikatakan bahwa umat Yahudi adalah sombong.1. . tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja. Oleh karena itu. Silakan melihat nubuat-nubuat ini secara lebih mendetail di artikel ini – silakan klik. karena engkau mendengarkan firman-Ku. Dengan demikian. karena menganggap diri mereka sebagai bangsa pilihan. 20 jadi TUHAN menolak segenap keturunan Israel: Ia menindas mereka dan menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok-perampok. namun karena kebijaksanaan Tuhan. yang menuliskan “Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga. Jadi. “18 Sebab itu TUHAN sangat murka kepada Israel. namun kita dapat melihat adanya konsep keselamatan yang bersifat universal. adalah hal yang wajar. maka keselamatan dapat datang ke seluruh dunia.” (Kej 22:18) Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit. Walaupun kita melihat bagaimana Allah membela bangsa pilihan dan juga membiarkan bangsa Israel menderita karena kesalahan mereka sendiri atau bahkan menghukum bangsa Israel karena dosa-dosa mereka. maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu–bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? –” Lebih lanjut. 3. bahkan di Alkitab dikatakan bahwa mereka adalah bangsa yang keras hatinya. dengan demikian tidak ada yang perlu disombongkan dari bangsa Israel. dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. Hal ini terlihat dari beberapa ayat berikut ini: Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat. maka ini sebenarnya tidak benar. Jadi. kita dapat melihat adanya prinsip mediasi – yaitu melalui seseorang atau bangsa. yang kemudian ditegaskan di dalam Perjanjian Baru. sehingga mereka sering mendapatkan pengajaran dari Allah. akan adanya Mesias (yang terpenuhi dalam diri Yesus). Hal ini ditegaskan di dalam kitab Ulangan 7:7. Dalam hal ini. yang akan memberikan berkat kepada seluruh bangsa. maka terpilihnya bangsa Israel sebagai bangsa pilihan adalah merupakan cara Allah untuk mendidik umat manusia secara bertahap. tetapi mereka hidup menurut ketetapan yang telah dibuat Israel. Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini.

sehingga dia mengatakan bahwa Yesus telah mengalami maut untuk keselamatan umat manusia (lih. 1Tim 2:6). yaitu “19 Karena itu pergilah. Adalah menjadi hal yang wajar jika kita mempunyai perbedaan teologis. karena Yesus adalah juru selamat seluruh umat manusia (lih. Dan memang dikatakan bahwa polemik utama antara agama Kristen dan Islam adalah mengenai teologi. Dikatakan “Maka maksud kedatangan Nabi Isa dilambangkan dalam firman-Nya. kita melihat bahwa Paulus konsisten dalam memberikan pesan Kristus. Dan ketahuilah. Nabi Isa tampil untuk menetralisasi kekakuan orientasi hukum pada agama Yahudi yang sudah pada tingkat menjadi eksesif sehingga mengancam orientasi kemanusiaan” Dalam Kitab Suci dikatakan bahwa Yesus Kristus datang bukan untuk menetralisir orientasi hukum agama Yahudi. Untuk lebih lengkapnya. karena Yesus adalah Tuhan.II. dan kemudian dikompensasi dengan ajaran kasih” Untuk mengatakan bahwa Yesus Kristus dilambangkan dengan Firman sebenarnya tidaklah tepat. Hal ini disebabkan karena teologi Kristen berpusat pada Kristus yang telah membuktikan Diri-Nya sebagai Tuhan. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. maka sebenarnya pernyataan ini telah mempunyai asumsi yang perlu dibuktikan kebenaran terlebih dahulu – yaitu asumsi bahwa agama Kristen hanya diperuntukkan untuk kaum Yahudi. Ibr 2:9. Keselamatan universal bagi seluruh bangsa 1. Dari kutipan ini. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. b. kedatangan-Nya adalah untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia. yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya. Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. 1Tim 4:10). yang menyebabkan agama yang sebenarnya hanya diperuntukkan oleh kaum Yahudi kemudian menjadi agama untuk segala bangsa. Mari kita melihat beberapa perbedaan yang disorot dalam artikel tersebut: a.3:50). seperti yang dituliskan di dalam Yoh 1:1 “Pada mulanya adalah Firman. karena Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia. Dan yang paling penting. Kritus datang ke dunia ini sebagai penggenapan dari nubuat-nubuat yang diberikan dari generasi-generasi di dalam Perjanjian Lama. kalau Wahyu Allah yang dipercayai sebagai pilar kebenaran adalah berbeda. 2. namun juga KasihNya yang menyertai kita.. Kalau di artikel tersebut dikatakan bahwa terjadi kesalahan yang serius dari rasul Paulus. silakan membaca beberapa artikel Kristologi berikut ini: Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus. silakan membaca beberapa link Kristologi di atas. Tit 2:11. Allah menjadi manusia. 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Untuk menunjukkan bahwa rasul Paulus hanya mengajarkan apa yang telah diperintahkan oleh Kristus. namun lebih daripada itu. adalah perbuatan Tuhan yang terbesar. Inkarnasi. Untuk itu. karena Yesus Kristus adalah Firman itu sendiri.” (Mt 28:19-20) Silakan melihat diskusi tentang keaslian dari ayat ini di sini – silakan klik. jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah . Dan untuk menghalalkan bagi kamu apa yang sebagian diharamkan kepada kamu (Q. Dikatakan “Dalam skema Alquran. maka kita sebenarnya dapat melihat pesan Yesus sebelum Dia naik ke Sorga.

dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mz 51:7). karena Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8). “Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorangpun tidak!” (Ay 14:4). karena kalau kita benar-benar membaca Alkitab secara keseluruhan. sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. “Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia. Rm 5:12. Dikatakan “Pada perkembangan lebih lanjut. manusia pertama yang jatuh ke dalam dosa kesombongan. c. “From the woman came the beginning of sin.” Untuk menjawab hal ini. Dosa manusia pertama adalah dosa kesombongan (lih. Rm 5:19. Tidak terlalu jelas bagi saya tentang apa yang dimaksud dengan “sebagian diharamkan” dalam tulisan tersebut. 1 Kor 15:21.” (2 Kor 11:3. maka sebenarnya ini adalah pernyataan yang salah. Sir 10:14-15). “Tetapi aku takut. dan Ef 2:1-3). and by her we all die.yang telah dibuktikan-Nya dengan pengorbanan Kristus di kayu salib. dan yang menjadi milik setan mencari maut itu. maka inti pengajaran dari kekristenan adalah kasih. yang dapat dilihat keberadaannya di dalam Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru: Manusia pertama telah berbuat dosa: Dalam kitab Kejadian dinyatakan bahwa Adam dan Hawa telah berdosa dan oleh karena itu.” (Keb 2:24). dalam kesalahan aku diperanakkan. kita dapat melihat analisa dosa asal. maka Adam dan Hawa dan seluruh keturunannya harus menanggung dosa. Tob 4:14. “Tetapi karena dengki setan maka maut masuk ke dunia. yang kemudian dikompensasi dengan kasih.“(Keb 2:24). 1 Tim 2:14. Yoh 8:44). . lihat juga Rom 5:12-19. Dosa asal ini diturunkan kepada semua manusia: “Sesungguhnya.” (LXX/ Septuagint – Sir 25:33). dan Kristus yang membebaskan manusia dari dosa dengan ketaatan kepada Allah (Rom 5:12-21. Dan kemudian rasul Paulus memberikan penegasan dengan memberikan perbandingan antara Adam. dan yang menjadi milik setan mencari maut itu. kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus. Kalau kasih dikatakan hanya sekedar kompensasi.” Untuk mengatakan bahwa agama Kristen mengajarkan hal-hal yang diharamkan.Allah. Paulus memperkenalkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. Inilah bukti kasih yang terbesar dalam sejarah umat manusia. perlu dianalisa lebih lanjut. (lih Kej 2).

yang disebut dosa asal. Namun. Dan dengan penebusan-Nya di kayu salib. yang disebabkan oleh dosa Adam. Penggenapan nubuat ini adalah pada diri Yesus. memilih untuk berbuat dosa. dalam kondisi yang sulit ini. karena Yesus Kristus sendiri memberikan pengharapan. Allah memberikan Putera-Nya yang tunggal untuk menebus dosa dunia. maka ini berlawanan dengan hakekat Allah yang maha kasih. sebuah pesimisme kepada kemanusiaan. Kemudian dilanjutkan “Pada perkembangan lebih lanjut. dan engkau akan meremukkan tumitnya. yang seolah-olah dipandang bahwa manusia pada dasarnya jahat. bahwa doktrin ini bukanlah sesuatu yang terjadi kemudian. yaitu apa yang dilakukan oleh manusia.” Mungkin kalimat di atas ingin menyentuh doktrin dosa asal. kemudian ditekankan konsep manusia sebagai makhluk yang pada dasarnya jahat. Kenyataan bahwa manusia mempunyai kecenderungan berbuat dosa adalah sesuatu yang nyata. Silakan melihat artikel kesempurnaan rancangan keselamatan Allah (silakan klik). yaitu dengan pembaptisan. yaitu rahmat yang mengalir dari pengorbanan Kristus. seseorang yang tidak setuju dengan dosa asal. Gereja Katolik justru melihat bahwa meskipun manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang diciptakan baik adanya. karena secara terus menerus dia bekerja sama dengan rahmat Allah dalam kehidupannya. namun manusia tetap dicintai oleh Allah. Dengan demikian. Dengan demikian. karena Tuhan telah memberikan solusinya. Diskusi panjang tentang dosa asal dapat dilihat di sini – silakan klik. Namun. bukan dimulai dari rasul Paulus. yang memungkinkan manusia untuk hidup dalam kekudusan. Oleh karena itu. manusia diciptakan baik adanya. . antara keturunanmu dan keturunannya. terlihat jelas. Namun. Kejatuhan Adam telah ditulis di dalam Kitab Kejadian. harus menyetujui bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan tidak sempurna adanya. e. ini adalah suatu kesimpulan yang keliru. Dikatakan “Untuk mendukung ini.” Pernyataan ini perlu ditelaah lebih jauh. Dan pembaptisan yang menghantar manusia dalam kekudusan ini telah dibuktikan oleh para kudus dalam sejarah Gereja Katolik.Dengan demikian. yang memungkinkan manusia dibebaskan dari dosa asal. yang telah menginjak setan dengan mematahkan kuasa dosa dengan pengorbanan. maka rahmat Allah terus mengalir. yang ditulis sekitar 1500 SM.” (Kej 3:15). Bagaimana mungkin Tuhan sengaja menciptakan manusia yang mempunyai kecenderungan berbuat dosa? Suatu kebenaran dapat dilihat dari efeknya. Dan kalaupun kejatuhan Adam ini dihubungkan dengan Kristus. umat Kristen justru melihat kehidupan dan manusia secara lebih optimis. yang membuat manusia terpisah dari Tuhan adalah karena manusia pertama telah berbuat dosa. keturunannya akan meremukkan kepalamu. Kita melihat bagaimana yang terberkati Bunda Teresa dari Kalkuta membuktikan dirinya sebagai orang kudus.Nya di kayu salib. namun juga telah terlihat di dalam Perjanjian Lama. Paulus memperkenallkan doktrin kejatuhan Adam dan konsep tentang Isa sebagai juru selamat. dan dosa inilah yang diturunkan kepada semua keturunannya. namun suatu kebenaran yang saling berhubungan. yang menyambung kembali hubungan yang terputus antara manusia dan Allah. Justru pemenuhan apa yang telah dijanjikan oleh Allah dalam diri Yesus. sebenarnya menjadi salah satu alasan. bahwa doktrin dosa asal. Alkitab mengatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambaran Allah. karena memang Kristus adalah Adam ke-dua. d. Sebagai buktinya. Kita melihat Allah berkata “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini. Kita juga dapat melihat kebenaran dosa asal ini dari efeknya. kalau demikian. Dosa asal bukanlah pandangan yang pesimis. Dengan demikian.

cara hidup. Perbenturan peradaban inilah . Lain halnya dengan ‘Pluralisme. Sampai di sini. ordo Benediktus membentuk Eropa menjadi begitu maju. jaman kegelapan sering dipakai dalam konteks yang salah.’ Dalam hal agama. membuat umat Kristen memandang hidup dengan lebih optimis.f. agama Kristen secara hakiki adalah agama yang inklusif.” Menurut saya. atau yang dikenal sebagai salah satu cabang reaksi ‘posmo. stef – katolisitas. Dikatakan “Menurut Russell. Kondisi ini dalam abad kolonialisme menempatkan kekristenan sebagai agama mayoritas dan eksklusif di tengahtengah bangsa dan agama ditempat jajahan yang semula dianggap inferior. maka terlihat bahwa sebenarnya Perjanjian Lama juga mempunyai konsep keselamatan yang diperuntukkan bagi semua bangsa. karena Allah menginginkan segala bangsa memperoleh keselamatan. kesimpulan ini tidaklah benar dalam dua hal. dan cara beragama. Dan pengajaran ini dipertegas oleh para penulis Alkitab Perjanjian Baru. Eropa muncul kembali melalui zaman pencerahan. namun eksklusivisme itu menjadi tiran ketika bergabung dengan kekuatan politik kolonial dan menjadi mayoritas sehingga menganggap yang lain yang mayoritas itu sebagai lebih inferior dan harus ditobatkan (proselitasi). yang dipenuhi oleh Yesus Kristus dan diperintahkan sendiri oleh Kristus untuk menyebarkan kabar gembira ke segala bangsa. eksklusivisme ditujukan pada kenyataan bahwa setiap agama cenderung mengklaim sebagai satusatunya agama dimana terdapat jalan keselamatan dan diluar itu tidak ada jalan lain. Pluralitas hanya menyadari adanya kepelbagaian di dunia. Pendidikan juga mengalami perkembangan luar biasa. pesimisme itulah yang menyebabkan Eropa mengalami zaman kegelapan luar biasa. Dengan latar belakang demikianlah. Kedua. telah dibuktikan di atas. Kesimpulan Dari pemaparan di atas. Salam kasih dalam Kristus Tuhan.’ istilah ini berkembang ditengah-tengah ‘eksklusivisme agama’ yang makin berkembang pada era reformasi sebagai akibat reaksi terhadap fundamentalisme dan modernisme. Dengan demikian. PLURALISME Istilah ‘Plural’ sudah jelas kita mengerti sebagai ‘jamak’. Dengan demikian. dan ‘Pluralitas’ adalah kenyataan yang harus diterima bahwa kita berada dalam kondisi di Indonesia dan dunia masakini dimana kita menghadapi kejamakan cara berfikir. karena asumsiasumsi awal belum dapat dibuktikan kebenarannya. Sejak dulu eksklusivisme tidak menjadi masalah. III. bahwa doktrin dosa asal yang dibarengi dengan penebusan Kristus. keseimbangan menjadi berubah dimana bangsa-bangsa jajahan mendirikan negara sendiri dan menentukan identitas sendiri (termasuk tradisi budaya agama) yang juga di klaim sebagai eksklusif. Pertama. kesimpulan bahwa hanya dengan datangnya Islam maka Eropa dapat kembali kepada zaman pencerahan tidaklah berhubungan.org PLURALISME DAN PLURALITAS Penutupan mesjid dan gedung pertemuan Ahmadyah belum lama ini ditengah-tengah ditutupnya puluhan gereja khususnya gereja-gereja rumah tangga menyusul Fatwa MUI yang mengharamkan Pluralisme agama mencuatkan kembali pemikiran kearah toleransi beragama dan diskusi Pluralisme agama-agama. Semoga jawaban singkat ini dapat membantu. ketika pada akhir abad-XIX dan awal abad-XX terjadi gerakan nasionalisme dan kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah. Kita dapat melihat pada abad pertengahan. Hanya dengan datangnya Islam.

INKLUSIVISME Reaksi keempat berjalan lebih jauh dari Sinkretisme dan dikenal sebagai ‘Inklusivisme’ yang berusaha untuk menggapai kesatuan agama-agama. Gereja Katolik Roma membuka peluang kearah itu.yang melahirkan usaha-usaha yang mengarah pada penerimaan kejamakan dalam beragama atau dikenal sebagai ‘Pluralisme’ yaitu ‘suatu situasi di mana berbagai agama berinteraksi dalam suasana saling menghargai dan dilandasi rasa kesatuan sekalipun berbeda faham. Dari kubu pluralisme dan inklusivisme inilah kemudian dipopulerkan dialog antar agama sebagai pengganti misi penobatan.’ . bahwa: ‘kebenaran yang dikemukakan agama adalah universal dan dianggap sebagai pendirian yang partikular dan terbatas. di sini ada usaha untuk ‘menjadikan agama-agama yang banyak itu sebagai salah satu facet dari agama yang satu.’ Tidak semua sepakat dengan Hick.’ Wilfred Cantwell Smith mengungkapkan bahwa manusia sekarang memasuki tahapan baru pluralisme agama dimana agama-agama perlu merumuskan kembali dan menguji teori-teori agamanya sendiri dan mengembangkan teori-teori agama yang bisa diterima oleh agama-agama lain.’ dan berbeda dengan sinkretisme yang mencampur-adukkan agama-agama. Kristen Stendahl dari Harvard menafsirkan PL & PB sebagai suatu kesaksian tentang ‘partikularisme dalam kerangka universalisme. reaksi eksklusif lainnya adalah ‘Proselitisme’ ynag menolak kebenaran agama lain dan menjadikan pengikut agama lain menjadi pengikut agama sendiri dengan berbagai cara. namun sejauh agama Kristen melalui rahmat hidup karena rahmat ia menjadi tempat agama yang benar. disini agamaagama diperas menjadi satu. dan di awal tahun 1970-an menyusul Dewan Gereja Dunia (WCC) juga membuka diri akan dialog antar agama. Pada awal tahun 1960-an sebagai hasil Konsili Vatikan-II. Stanley Samartha mengemukakan bahwa umat Kristen harus mendekati dialog antar-agama atas dasar teosentris dan bukan kristosentris. Karl Rahner. Ini bisa dijadikan dasar bagi umat Kristen untuk bersikap toleran. namun berbeda dengan eksklusivisme. Barth berpendapat bahwa agama Kristen itu yang benar. John Hick menafsirkan kembali Kristologi tradisional dengan mengemukakan bahwa istilah ‘Allah’ bukanlah seperti yang dikemukakan sebagai pribadi dalam agama teistik melainkan sebenarnya merupakan ‘realitas tak terbatas yang dipahami dengan berbagai cara melalui berbagai bentuk pengalaman beragama’ yang disebutnya sebagai ‘Yang Nyata. Sikap Troeltsch ditolak Karl Barth yang mengajukan pandangan eksklusif dan tidak mengenal kompromi mengenai pewahyuan diri Allah dalam Yesus Kristus. teolog Roma Katolik. Smith menolak kristologi yang eksklusif. Sikap demikian tentu berdampak pagi pandangan ‘Fundamentalisme’ dalam agamaagama yang cenderung mengklaim agamanya sendiri sebagai jalan kebenaran satu-satunya.’ Raimundo Panikkar yang beribu Kristen RK dan berayah Hindu meneruskan. yang universal sifatnya. sedangkan sebetulnya masing-masing merupakan perumusan yang memang dibatasi oleh faktor budaya mengenai suatu kebenaran yang lebih universal.’ Rahner berusaha mendamaikan rahmat Allah yang menyelamatkan. dan berbeda dengan eksklusivisme. ada juga reaksi ‘Sinkretisme’ yang bersifat kompromistis dengan cara mencampuradukkan keyakinan agama-agama yang bertemu itu. berusaha secara sistematis untuk menegaskan keeksklusifan dan universalitas Kristus dan sekaligus menghormati kehendak Allah untuk menyelamatkan yang sifatnya universal. dengan keeksklusivan Kristus sebagai kriteria yang nyata dan sempurna untuk rahmat itu. Pada abad-XX relativisme agama dikaitkan dengan kemajuan evolusioner dipopulerkan oleh Ernst Troeltsch yang menolak absolutisme agama dan menjadikan ‘Yang Mutlak’ menjadi tujuan bersama dalam proses evolusioner dalam semua agama. Sebaliknya.’ Jadi kalau eksklusivisme menganggap agama sendiri benar yang lain tidak maka pluralisme menganggap semua agama itu benar jadi harus diterima dengan terbuka sekalipun berbeda dengan agama sendiri. Dalam pandangannya yang kelihatannya seperti mendua. Samartha mendefinisikan dialog sebagai ‘upaya untuk memahami dan menyatakan partikularitas kita bukan hanya dalam kaitan dengan warisan kita sendiri tetapi juga dalam hubungan dengan warisan rohani tetangga-tetangga. tetapi secara universal agama-agama lain menghadirkan ‘kristen anonim. Rahner tetap menganggap Kristus secara eksklusif. namun tegas terhadap semua orang non-Kristen. rendah hati. Selain fundamentalisme.

Dari berbagai pandangan di atas. Kristus tidak lebih hanya sekedar ‘avatar’ yang sama dengan tokoh-tokoh agama lain. Memang pluralisme kelihatan seakan-akan merupakan jalan kompromi yang terbaik untuk menyatukan perbedaan faham agama-agama yang acapkali menimbulkan pertikaian dan perang. Agama-agama tidak lain adalah jalan partikularis menuju yang universalis. Ini mendorong kearah pandangan mengenai kesatuan agama yang disebut ‘universalisme. ESENSI INKLUSIVISME Apakah Sebenarnya esensi Inklusivisme itu? Sebenarnya esensi inklusivisme adalah ‘Relativisme’ yang dilandaskan kepercayaan bahwa agama-agama pada hakekatnya sama dan dianggap sebagai sesuatu yang relatif sesuai dengan tahap perkembangannya dalam evolusi agama. namun penerimaan ini tidak harus menuju sikap yang menganggap semua jalan itu sama atau menganggap bahwa penganut agama lain sebagai ‘kristen anonim’ tetapi kita dapat menganggap . dan bahwa agama itu hanya merupakan jalan partikular untuk mencapai kebenaran yang universal yang menyembah Tuhan ‘Yang SATU’ itu. oleh teolog tertentu dianggap sebagai cara yang paling memuaskan untuk menjelaskan fakta pluralisme keagamaan. ini bisa disebut pendekatan yang ‘theosentris. ketiga esensi ini berkembang lebih jauh menuju ‘de-kristosentrisme. Dalam mistik Hinduisme. tetapi menganggap semua agama sebagai sama dan menuju ‘Yang SATU’ rasanya terlalu meremehkan sejarah agama yang sudah ribuan tahun dengan keunikannya masing-masing. sebab sejarah agama Kristen yang dikandung Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru cukup meyakinkan untuk menerima keunikan Kristus. Umat kristen memang seharusnya tidak bersifat eksklusif dalam segala hal tetapi bersikap eksklusif dalam kredo (pengakuan percaya) adalah perlu.’ dari kristosentris menuju ‘theosentris’ namun yang dimaksud adalah ‘theos yang tidak berpribadi’ yang merupakan esensi mistik universal. Pandangan theolog liberal yang menganut inklusivisme cenderung untuk ‘memikirkan kembali Kristologi’ yang ujung-ujungnya menjadikan Kristus bukan sebagai jalan yang unik tetapi sekedar sebagai salah satu dari jalan yang banyak itu. khususnya keunikan Kristus yang cenderung di ‘de-kristosentris’kan. Kita dapat menerima kehadiran agama-agama lain dengan sikap terbuka yang inklusif bahwa semua adalah umat manusia yang dikasihi oleh Tuhan yang berpribadi yang menyatakan diri dalam Kristus. namun pluralisme kurang menghargai keunikan agama-agama. namun Pluralisme ujung-ujungnya bukannya suatu keterbukaan terhadap pluralitas (keperlbagaian) tetapi berujung kepada penyamaan semua agama bahkan kemudian cenderung menjurus pada ‘inklusivisme’ yang ingin memeras agama menjadi satu agama universalis yang menuju ‘Yang SATU’ yang tidak berpribadi itu.’ Dari perspektif filsafat dan teologi.’ Pandangan ini disebut sebagai ‘Monisme’ yang beranggapan adanya satu keberadaan tunggal ‘Yang Satu’ yang tidak berpribadi (berbeda dengan theisme yang mempercayai Tuhan yang berpribadi). Pandangan Relativisme dan Universalisme tidak beda dengan faham ‘Mistisisme’ mengenai keyakinan ‘kesatuan manusia yang sezat dengan sumbernya. logika bahwa suatu sumber realitas dialami dalam pluralitas cara tampaknya. Jadi eksklusivisme dalam iman perlu namun ini jangan menjadikan kita eksklusif dalam sikap.’ Sebenarnya pandangan demikian didasarkan gagasan ‘Veda’ Hinduisme mengenai hakekat ‘Yang SATU’ yang disebut dengan ‘banyak nama. Di satu sisi memang kita harus berfikir terbuka bahwa kita hidup di bumi tidak sendirian tetapi berada di tengah-tengah agama lain jadi kita harus menerima kenyataan adanya agama-agama yang berbeda. inklusivisme kemudian dimengerti sebagai sikap yang menerima kebenaran semua agama. SIKAP MENGHADAPI PLURALISME Pluralisme berkembang sebagai reaksi ‘eksklusivisme’ dan ‘fundamentalisme’ agama yang sering membuat manusia terpecah-pecah.’ (Yaitu Yang SATU itu).’ ‘Universalisme’ berlandaskan logika bersama mengenai ‘Yang Satu dan Yang Banyak. penyatuan itu dianggap sebagai penyatuan ‘atman dengan brahman’ atau dalam mistik Buddhisme ‘atman dengan an-atman.’ Di kalangan kristen.

karena itulah iman eksklusifnya menghasilkan suatu kesaksian bahwa ‘Yang Tidak Dikenal’ itu diperjelasnya dengan memperkenalkan keunikan Allah yang menjadikan langit dan bumi. maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang- . Tuhan atas langit dan bumi yang memberikan hidup dan nafas kepada semua orang. jalan ‘Kasih’ adalah jalan terbaik untuk bersaksi. Ia mempelajari kitab suci dan tulisan para pujangga mereka. tetapi sikap eksklusivis harus disertai dengan sikap yang terbuka dan toleran. Haleluyah! Salam kasih dari Redaksi www. Sekarang. dan kita jangan berspekulasi mengenai ‘semua jalan ke Roma’ melainkan kita perlu untuk bersaksi mengenai ‘via dolorosa’ jalan menuju ke Golgota. Asumsi 2: Yesus adalah nabi/rasul (bahkan Tuhan) yang diutus oleh Allah untuk seluruh alam. tetapi menerima perbedaan itu seakan-akan tidak berbeda jelas keliru. Rasul Paulus menunjukkan sikap yang inklusif sekaligus beriman eksklusif ketika ia berbicara di Athena (Kisah 17:16-34). bukan dengan sikap memaksa dan menganggap rendah orang lain. yakni penyerahan diri secara total. dan Alkitab adalah satu-satunya kitab suci yang benar-benar merupakan wahyu dari Allah melalui kuasa Roh Kudus-Nya untuk seluruh alam. marilah kita selidiki. Eksklusivisme dan fundamentalisme agama perlu dibuka agar kita tidak menjadi penganut Kristus yang sempit yang tidak toleran dan bersifat menghakimi agama lain. namun karunia keselamatan yang kita peroleh. Menghargai perbedaan-perbedaan itu penting. Untuk mencapai ini.3:19). (QS. tetapi dengan sikap kasih kepada sesama karena untuk itulah Kristus telah mati bagi kita. Ia tidak menolak kerinduan orang-orang dalam menyembah ‘Allah Yang Tidak Dikenal’ tetapi Paulus sedih hatinya melihat banyaknya berhala dan kuil-kuil di kota itu. Alhasil ada juga yang percaya dengan kesungguhan hati tanpa dipaksa atau terpaksa.yabina. dan Injil tentang Yesus yang telah bangkit. ditinjau dari catatan kitab suci masing-masing. dan Al-Qur’an adalah satusatunya kitab suci yang benar-benar merupakan wahyu dari Allah melalui perantaraan Jibril/Roh Kudus untuk seluruh alam. kita perlu mempelajari kitab suci dan pendapat-pendapat dari kalangan agama-agama lain. karena kedengkian (yang ada) di antara mereka.mereka sebagai umat manusia yang tetap membutuhkan karunia keselamatan dari Tuhan. Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. Universalkah Islam? Al-Qur’an menegaskan kepada manusia bahwa agama di sisi Allah hanyalah Islam.org Untuk menguji klaim universalisme masing-masing agama baik Islam maupun Kristen. ibarat ‘mutiara yang sudah ditemukan’ perlu kita bagikan sebagai kesaksian kepada mereka yang belum mengenal keindahan mutiara tersebut. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam). Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka. kita harus melakukan asumsi terlebih dahulu terhadap kitab suci dan tokoh sumber religius kedua agama tersebut secara seimbang: Asumsi 1: Muhammad adalah nabi/rasul yang diutus oleh Allah untuk seluruh alam. Ia menunjukkan sikap inklusif dengan bertukar pikiran dengan orangorang Yahudi dan para filsuf Epikuri dan Stoa. Ia tidak memaksa orang lain mengikut Kristus (proselitisme) melainkan ia men’share’kan imannya dan biarlah orang lain yang menentukan iman mereka sendiri. Umat kristen diharapkan dapat terbuka menghadapi kehadiran agama-agama. apakah kedua agama tersebut benar-benar universal. Al-Qur’an juga menjelaskan definisi dari Islam itu sendiri.

Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa nabi/rasul itu tidak hanya berjumlah 25 orang saja sebagaimana tersebut namanya di dalam Al-Qur’an. Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu. (QS. Jelasnya. serta orang-orang yang beriman (kepada Nabi Muhammad). Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. (QS. sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk. (QS. Inilah inti dari agama Islam. melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku.21:25). maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.20:115). Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim.40:78). maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).2:132). diputuskan (semua perkara) dengan adil. Agama Islam dalam pandangan Al-Qur’an tidak diciptakan pada masa Nabi Muhammad SAW. (QS.16:36) dan senantiasa memerintahkan makhluk-Nya untuk hanya menyembah kepada-Nya. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Seseungguhnya Allah telah memilih agama ini (Islam) bagimu. maka ia lupa (akan perintah itu).40:78). dan jika mereka berpaling. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mu’jizat. melainkan dengan seizin Allah.16:36). dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. Jika mereka masuk Islam.21:107). tetapi sudah hadir semenjak manusia pertama. Allah telah mengutus nabi/rasul kepada tiap-tiap umat di muka bumi ini (QS. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya. maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani. karena tidak ada tuhan selain Allah (QS. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. dan jauhilah Thaghut itu”. Nabi Adam AS.3:67-68). demikian pula Yakub. tetapi melebihi jumlah itu (QS. . Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. (QS. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim adalah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad).42:13). Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya. (QS. (QS. akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah). Al-Qur’an menegaskan bahwa diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk seluruh alam dan sekaligus menjadi penutup para nabi/rasul. maka apabila telah datang perintah Allah.21:25) Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja). Berbeda dengan umat-umat sebelumnya dimana masing-masing umat memiliki nabi/rasul.” (QS. namun Al-Qur’an tidak menjelaskan angka pastinya.orang yang mengikutiku”. Amat berat bagi orangorang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Beberapa ayat Al-Qur’an di atas dengan jelas menegaskan bahwa Islam sudah hadir semenjak zaman Adam. (QS. dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman. Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu. Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad).3:20).

bangsa Edom. Alkitab secara khusus mencatat keberadaan umat lain selain Israel. sebagaimana dilansir dalam pernyataan Paulus Tarsus berikut ini: GALATIA: 2:16 Kamu tahu. tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.33:40). bukan hanya di israel. dan lain sebagainya. melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa barita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Al Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.38:86-87). Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. Namun demikian. India. yang konon diridlai oleh Tuhan menurut Alkitab.(QS. Paulus Tarsus juga menyatakan bahwa ia mendapat amanat dari Yesus untuk menyebarkan agama Kristen kepada bangsa-bangsa non-Yahudi. supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi. yakni umat Israel (baca: Perjanjian Lama). Lebih jauh. (QS. Sebut saja. dapatkah Kristen dipandang sebagai agama universal yang berdiri di atas kebenaran wahyu Allah? Alkitab sama sekali menolak keberadaan agama Kristen sebelum. adalah agama Yahudi (baca: Perjanjian Lama). tampak jelas bahwa Islam adalah agama untuk seluruh alam.000 tahun yang lalu ketika Yesus konon mengajarkan Kristen . Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Universalkah Kristen? Alkitab secara tegas menyatakan bahwa Kristen lahir setelah penyaliban Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus.Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad). pada masa itu. supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. (baca: Kitab Ayub). maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia. Dari uraian singkat di atas. Perjanjian Lama sama sekali tidak menjelaskannya. Islam layak mendapat predikat agama universal. agama Yahudi merupakan agama untuk golongan tertentu saja. Dengan demikian. yang lahir kira-kira 2. Arab. yakni umat Nabi Ayub AS. Mesir. bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat. tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. Cina. sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Pada bagian lain. tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. bahkan hingga masa Yesus.34:28) Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. (QS. Al-Qur’an juga menegaskan bahwa dirinya adalah satu-satunya kitab yang menjadi peringatan bagi seluruh alam. Bahwa agama sebelum Yesus. Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas da’wahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. manusia sudah menyebar ke seluruh pelosok bumi. Sebagaimana pernyataan Paulus Tarsus di dalam Alkitab berikut ini: GALATIA: 1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku. Namun demikian. setidaknya kepada siapa umat-umat tersebut harus mengabdi. 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita. bangsa Romawi. tampak jelas bahwa Kristen adalah agama baru. Terhadap umat-umat lain. Yunani. Padahal. karenanya. dari uraian singkat diatas. bahkan terkesan tidak mau tahu. yaitu ketika para nabi/rasul diutus untuk umat Israel.

ia hidup dalam hubungan yang hancur dengan Allah. agama dsb. karena "dunia hidup sepenuhnya dalam kehadiran Allah dan di bahwa kekuasaan Allah"1. Ia mencari identitas melalui supremasi ras. bagaimana mungkin agama universal harus datang kemudian? MENEMPA PEDANG-PEDANG MENJADI MATA BAJAK: Misi Rekonsiliasi dalam Alkitab oleh: Markus Hildebrandt Rambe.3 Dengan demikian. Krisis identitas ini mengakibatkan rasa malu (Kej 3:10) dan kecemburuan yang berakhir dengan penyangkalan dan pembunuhan saudaranya (seperti Kain dan Habel Kej. dan ini menjadi dasar bahwa manusia harus mengasihi dan menghormati kehidupan yang suci itu. Lalu.yaitu kesatuan dengan penciptanya . politik. Rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama 1. Keseberagaman dan pluralitas ciptaan selaku kekayaan dan karunia baik dari pencipta dijadikan dasar untuk kehancuran kesatuan dan komunikasi . Dalam kisah tentang kejatuhan manusia ke dalam dosa. tanggung jawab dan berkat. Akan tetapi. Bukan jasa atau kwalitas moral. tetapi pertama-tama adalah "kerusakan relasional (hubungan)": Karena manusia mau menjadi pencipta dirinya sendiri yang tidak membutuhkan Allah lagi. Tentu saja. etnis. baik dalam arti rohani maupun dalam sifatnya sebagai makhluk sosial. kebebasan. Hubungan yang universal antara Allah dan manusia Bukan tidak sengaja semua pernyataan alkitabiah dirangkaikan dengan refleksi tentang hubungan Allah dengan semua manusia dan seluruh ciptaan. ini akan sulit dimengerti. Dosen Misiologi STT Intim Makassar (Bagian dari Bahan Kuliah "Misi Rekonsiliasi".ia kehilangan identitas dirinya. sesama manusia dan ciptaan dan bahkan dengan dirinya sendiri.menurut Paulus Tarsus.bekan secara dualistis). Tanpa kecuali manusia diciptakan untuk hidup dalam relasi yang utuh dengan Allah.com/misirekonsiliasi) A. permusuhan antarmanusia dan ketidakselarasan antara manusia dengan alam semesta terletak pada keinginan manusia untuk "menjadi seperti Allah" (Kej 3:5)2. penyebab keterpisahan manusia dari Allah. Alkitab tidak punya ilusi tentang watak manusia. Karena manusia telah kehilangan sifatnya sebagai ciptaan . Hubungan dan perjanjian penciptaan inilah yang mejadi titik tolak untuk kerukunan dan perdamaian antara Allah dan manusia dan antara manusia dengan sesamanya. Allah yang memberi martabat kepada manusia dan mengakisi kehidupannya (baik dalam aspek rohani maupun jasmani. Pengakuan bahwa "Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya" (Kej 1:27) dalam kisah penciptaan melampaui semua batasan manusiawi seperti seks. rekonsiliasi menjadi kebutuhan dasar manusia yang mencakup seluruh aspek kemanusiaan. ekologi. dapatkah Kristen dipandang sebagai agama yang layak mendapat predikat universal dalam pengertian agama wahyu? Jawabannya terletak pada hati nurani masing-masing pembacanya. Dari-Nya ia mendapat martabat.geocities. Dosa asal dalam pemahaman Alkitab ini tidak terfokus kepada kecenderungan manusia untuk melanggar hukum-hukum moral. ras. 4). Dosa asal manusia adalah ketidakmampuannya untuk mendamaikan hubunganhubungan tersebut melalui usaha sendiri. Bahan lengkap dapat diakses lewat http://www. bangsa atau agama. Tetapi yang terpenting harus diingat adalah bahwa agama Kristen sama sekali belum eksis di dunia ini pada era sebelum Yesus. tetapi relasi inilah yang membuat setiap ciptaan dinyatakan "baik".

Allah sendiri menjembatani jarak relasi dengan membangun kembali hubungan perjanjian dengan manusia dan terus-menerus hadir dan terlibat dalam sejarah manusia. Yang terjadi adalah dehumanisasi. Yosua (Yos 24).) atau antara suami dan isteri (Hos 2). di mana Taurat Allah akan ditaruh dalam batin dan ditulis dalam hati mereka (Yer 31:31-34) dan yang akan menjadi "perjanjian bagi umat manusia dan terang untuk bangsa-bangsa" (Yes 42:6). Dari situ jelas. "Kasihilah Tuhan. maupun tuntutan sosial (perintah-perintah Allah. Hanya karena inisiatif dan anugerah Allah maka kejahatan manusia (Kej 3. dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. membebaskan dari utang. karena "mencari nama". Musa (Kel 19. 34. dari diri sendiri (terlepas kesatuan antara tubuh dan roh) dan dari sesamanya4. kemarau dan hujan. bahwa pemulihan kembali dan pemeliharaan hubungan manusia dengan Allah hanya dimungkinkan oleh kesabaran dan pengampunan Allah.. Hubungan antara Israel dan Allah6 akan pulih kembali seperti hubungan antara ayah dan anaknya (2 Sam 7:14. Manusia dibebaskan dari ancaman maut dan penghukuman yang seharusnya ia terima. Perdamaian taman Eden dan kerukunan alam semesta dan keadilan untuk mereka yang tertindas akan diadakan kembali (bdk. Perjanjian berhubungan baik dengan tuntutan kultis-religius (dasarnya: "jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku". Yosia (2 Raj 23). Namun. Daud (2 Sam 7)." (Kej 8:21-22). 6. mewujudkan keadilan. Ul 5:7.antarmanusia. Ul 6:4). dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu"."5 Perjanjian (tyrb) Allah dengan Nuh (Kej 8:21 . Yes 11:1-9 dll.mata ganti mata. Allahmu. siang dan malam.): "Serigala akan tinggal bersama domba.9:17) adalah perjanjian pertama yang memperbaruhi "perjanjian penciptaan": "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia. 8:21) tidak berakhir dengan pembinasaan manusia. seperti dalam kisah tentang menara Babel (Kej 11:19). Selama bumi masih ada. di sisi lain rekonsiliasi dan perjanjian ini selalu dikaitkan dengan kewajiban manusia terhadap Allah dan sesama manusia/ciptaan dan tidak bebas dari pengadilan Allah dan tuntutan untuk bertobat. Kel 20:3. Perjanjian ini menjadi dasar untuk semua perjanjian yang berikutnya dan bermaksud untuk memulihkan dan mempertahankan hubungan antara Allah dan manusia dan antarmanusia (karena menang sering sekali manusia/Israel menolak dan melanggar perjanjiannya dengan Allah dan implikasinya): Perjanjian dengan Abraham (Kej 15). gigi . diterima kembali ke dalam hubungan dengan Allah. dingin dan panas. sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya. yaitu keterasingan manusia dari dasar keberadaannya. di mana "tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang" (Yes 65:17+19). 24. dengan semua keturunannya. dan mancan tutul akan berbaring di samping kambing" (Yes 11:6)7. sampai janji bahwa Allah akan mengadakan perjanjian baru. tidak membalas berlebihan: ".. Hanya perjanjian Allah memungkinkan rekonsiliasi yang membebaskan manusia baik dari dosa sendiri maupun dari penderitaan karena dosa-dosa orang lain. Ul 26). Pengharapan atas "Perjanjian damai" (Hes 27:26) untuk bangsa Israel itu bermuara ke dalam pengharapan dan janji dalam perspektif yang universal. takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai. Dengan berkat Allah (Kej 9:1) Nuh sebagai nenek moyang seluruh umat manusia. yaitu penciptaan "langit yang baru dan bumi yang baru". "Pendamaian adalah manifestasi daripada kepedulian Allah terhadap ciptaan-Nya. Maz 89:27 dll. 4.

Sekali lagi. dan orang Aram dari Kir?" (Am 9:7) Di satu pihak bangsa lain adalah "lawan-lawan politik atau paling tidak saingan Israel.).... dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. rekonsiliasi antarmanusia mencerminkan rekonsiliasi yang telah diberi Allah. partikularisme . Yes 19." Abraham harus menjadi berkat untuk orang yang tidak sebangsa dan seagama dengan dia. memberkati engkau . Ul 32:8-9) dan menerima penghakiman dan belas kasihan dari Allah (bdk. dan engkau akan menjadi berkat. dan janganlah menaruh dendam . hai orang Israel? .."10 Di satu sisi. Partikularisme adalah partikularisme fungsional. Hubungan yang khusus antara Allah dan bangsa Israel Dalam Perjanjian Lama ditemukan suatu ketegangan yang konstruktif antara universalisme dan partikularisme. Tetapi pilihan khusus dan partikuler oleh Allah itu hanya punya makna dalam kerangka hubungan universal antara Allah dan dunia. bdk Bileam dalam Bilangan 22 atau Korsey dalamYes 44:28 yang menjadi saluran berkat Allah untuk bangsa Israel). 40-55.Yusuf dengan saudara-saudaranya Kej 45 atau Daud dengan Saul 1 Sam 27. atas dasar tersebut. dan dia pun akan diberkati oleh orang-orang beragama lain (misalnya oleh Melchisedek. sikap itu selalu dan langsung dikritik misalnya oleh para nabi seperti Amos: "Bukankah kamu sama seperti orang Etiopia bagi-Ku. Namun Israel bisa juga melihat dan mengakui bahwa Allah telah bekerja di tengah-tengah bangsa dan agama lain. melainkan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri" Im 19). Yun dll. Yeh. Dalam Perjanjian Lama9 ditemukan banyak contoh yang konkrit bagaimana. "janganlah engkau menuntut balas.. Pemilihan dan pengistimewaan bangsa Israel bukan karena jasanya atau karena ia lebih layak dari pada bangsa lain. Kristen dan Islam perjanjian Allah mencakup hubungan khusus. 2. Kej 14:19. Tujuan perjanjian khusus ini menjadi jelas dalam Kej 12:3 kepada Abraham: "Aku. pada pihak lain Allah sendiri telah membawa mereka ke lingkungan visi Israel. Dari situ tampak bahwa rekonsiliasi antara Allah dan manusia dan rekonsiliasi antarmanusia saling terkait.dan tidak ada yang satu tanpa yang lain. tetapi tidak eksklusif antara Allah dan keturunan-keturunan Abraham. Yang menarik adalah bahwa yang berinisiatif untuk pengampunan dan rekonsiliasi dan membuka jalan untuk pertobatan sering adalah pihak yang diperlakukan tidak adil. Ia bahkan dapat menerima pengaruh dan belajar dari agama lain11.... Bukankah Aku telah menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir. rekonsiliasi antarmanusia atau antarbangsa bisa berhasil: misalnya rekonsiliasi Esau dengan Yakub Kej 33. orang Filistin dari Kaftor. Israel hanyalah salah satu bangsa yang punya hubungan langsung dengan Allah (bdk. Meskipun sering kita temukan eksklusivisme dan etnosentrisme Israel dalam Perjanjian Lama. dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau. bangsa Israel memisahkan diri dari agama-agama sekeliling dan menolak secara tegas pemujaan berhala. Mulai dengan pemilihan Abraham ." (Kel 21:24)8.bapak leluhur bersama orang Yahudi..ganti gigi. Yang sering dijadikan pusat perhatian adalah bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah dan sejarah Allah dengan bangsa-Nya..

apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu. Tidak ada hak istimewa bangsa ini di hadapan Allah. Ritus rekonsiliasi tersebut tidak akan meniadakan kesalahan atau tanggung jawab si pedosa. Yes 1:10-17. Ul 15:1-18.atau lebih tepat: peranan dalam misi rekonsiliasi Allah . Bangsa Allah dipanggil terus-menerus untuk bertobat kepada Allah. Bil 29 . dan kalau berada di tengah-tengah bangsa dan orang beragama lain. namun ia punya misi .terhadap bangsa lain (yaitu menjadi berkat. bdk. Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu." (Amos 5:21-24. Persyaratannya adalah penyesalan yang jujur dan pengakuan kesalahan yang terbuka serta kesediaan untuk bertobat dan hidup kembali sesuai dengan kehendak Allah. Sebaliknya. melainkan menghalangi akibat atau efek yang membawa murka untuk si individual atau kolektif."kambing jantang dosa" atau "kambing hitam"). yuridis dan moralis. ia punya kewajiban khusus dalam hubungannya dengan Allah dan membutuhkan rekonsiliasi lebih dari bangsa-bangsa lain karena ketidaktaatannya kepada Tuhannya. Im 27:16-25) yang . juga ditekankan bahwa pengampunan baru berlaku. Ia harus menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain (Yes 49:6). kalau . lagu gambusmu tidak mau aku dengar. Kebutuhan rekonsiliasi mencakup baik aspek individual maupun aspek kolektif (yang tidak dapat dipisahkan). ia harus mengusahakan "kesejahteraan kota" itu dan berdoa untuk mereka (Yer 29:7 syalom untuk bangsa yang berkuasa atas mereka!). Para nabi dengan tegas mengritik praktek kultus yang hanya bersifat munafik dan tidak berhubungan dengan keadilan dan perdamaian antarmanusia: "Aku membenci. Dengan menjalankan aturan-aturan ritual hubungan antara seorang secara individual atau sekolompok secara kolektif dengan Allah bisa dipulihkan kembali. keadilan-Nya dan tindakan-tindakan pembebasanNya). Salah satunya adalah ritus penebusan melalui korban. Beban dosa ditebus (di samping syafaat. tahun sabat dan tahun yobel (Im 25.7)16. Ia tidak punya panggilan untuk "mengyahudikan" bangsa-bangsa lain. dan menjadi saksi yang setia tentang keesaan Allah. doa. puasa dll. Namun pelaksanaan ritus tidaklah otomatis menjamin rekonsiliasi dan penghapusan dosa. Korban tersebut menjadi wakil untuk menerima murkah dan hukuman yang terkait dengan dosa atau pelanggaran yang telah dilakukan. Kel 34:67). Sungguh. religius. Keadilan dan kebenaran (bdk Mzm 98:9) menjadi ukuran untuk keabsahan rekonsiliasi. Yes 58:6-8. dan berhubungan dengan kesalahan atau pelanggaran kultis. Bil 36:4. Darah yang ditumpuhkan berarti pendamaian untuk kehidupan bagi yang mempersembahkan korban itu14. Aku tidak suka . Yom Kippur (Yom hak-Kippurim) atau "Hari Rekonsiliasi" (bdk "liturgi rekonsiliasi Im 16).17 Aspek rekonsiliasi ini juga nampak dalam aturan-aturan sabat..15 Berhubungan dengan hari raya orang Yahudi yang besar. Kel 23:10-11.dalam hal pelanggaran dalam hubungan antarmanusia kerugian digantidan rekonsiliasi dengan orang yang dirugikan telah dicapai (bdk Bil 5. Mi 6:6-8). Hos 6:6. bdk. melainkan ini merupakan tindakan Allah yang bebas (bdk Im 4. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu.untuk universalisme. seperti dalam pembuangan di Babel. perintah-Nya.. Rekonsiliasi punya peranan yang sangat besar dalam kultus12.13 Korban memberikan penggantian.)misalnya lewat korban bakaran (binatang) atau seekor kambing jantang yang secara simbolis dibebankan dengan dosa-dosa manusia dan diusir ke padang gurun (bdk Paskah Im 16.

."agar keselamatan Allah sampai ke ujung bumi. ke rumah Allah Yakub. Misi Israel dalam Yes 52:13 -53:12 terutama dipahami dalam rangka solidaritas dengan penderitaan dunia di sekelilingnya. Syalom sebagai pengalaman iman. tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku (berit syalom -~wlv (Yes 54:10. 37:26).. di mana Israel sendiri mengharapkan pembebasan dan menjadi penerima "ganti rugi" melalui "korban penebus salah (asham)"20) menjadi berkat untuk bangsa lain bukan dari posisi yang kuat. Itu dicerminkan dalam Deuteroyesaya dan Tritoyesaya tentang "hamba Tuhan yang menderita".dia tertikam oleh karena pemberontakan kita. dan juga bukan sebagai "korban yang tidak bersalah" dalam arti wacana korban21. dan supaya kita berjalan menempuhnya.. sehingga ia dapat menjadi "perjanjian bagi umat manusia dan terang bagi bangsa-bangsa" (Yes 42:6)18.dalam kidung kedua .biarpun gununggunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang. superior. Hamba Tuhan dalam kidung pertama digambarkan sebagai orang pilihan yang dipanggil untuk menjadi model perjanjian Allah dengan dunia. syalom adalah kata ucapan selamat sehari-hari. Israel (disini dalam konteks pembuangan di Babel. Melayani untuk rekonsiliasi bahkan bisa berarti bersedia untuk menderita." Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. Memang tidak dapat disangkal bahwa perhatian masih dipusatkan kepada peranan sentral bangsa Israel dalam sejarah keselamatan Allah. bdk Yeh 34:25. ganjaran yang mendatangkan keselamatan (perdamaian) bagi kita.. ditimpakan kepadanya. di sisi lain punya arti religius yang sangat mendalam.). Di satu sisi. segala bangsa akan berduyunduyun ke sana. eksklusif dan triumfalistik. dan . tidak memisahkan perdamaian rohani dengan perdamaian jasmani dan sosial. Misi rekonsiliasi Allah juga menuntut sikap kerendahan hati dari bangsa Israel. panggilan etis dan harapan untuk masa depan melampaui tradisi-tradisi kaku dan permusuhan terhadap bangsa lain dalam Perjanjian Lama23. menghapuskan utang-utang. Ia hidup dan mati bahkan bagi mereka di luar lingkup batasan ras dan bangsanya sendiri.dihubungkan dengan aspek pembebasan untuk semua ciptaan (membiarkan tanah dan binatang-binatang. melainkan dalam "solidaritas sesama korban". Dalam Yes 50 dan Yes 52/53 hamba itu digambarkan sebagai murid atau tokoh yang menderita karena kesetiaannya dan bahkan "mati bagi kepentingan orang banyak": ". Tetapi simbol-simbol identitas yang eksklusiv telah dibuka seperti dalam visi tentang ziarah bangsa-bangsa ke bukit Sion: "Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. tetapi model untuk misi rekonsiliasi Israel." (Yes 49:6). dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari kita naik ke gunung Tuhan... supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya. membebaskan hamba-hamba. sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem.22 Syalom adalah anugerah Allah dan sekaligus tanggung jawab manusia. Tujuan dan visi rekonsiliasi adalah "perjanjian abadi" (Yes 55:3): ". dan oleh bilur-bilurnya kita akan sembuh" (Yes 53:5)19. maka mereka akan menempa pedang-pedang menjadi mata bajak dan . Hamba Tuhan menjadi gambaran bukan hanya untuk misi seorang nabi atau untuk mesias yang akan datang. dan melalui itu menjadi "penyembuh yang terluka". tyrb) tidak akan bergoyang" Konsep Perjanjian Lama tentang ~wlvsyalom adalah konsep perdamaian yang sangat holistik. dia diremukkan oleh karena kejahatan kita. Syalom tidak memisahkan perdamaian dengan Allah (tidak ada "individualisasi" dan spiritualisasi") dari perdamaian dengan manusia.

realitas yang tidak terbatas itu adalah Allah. semuanya bertujuan agar manusia sampai kepada pemahaman yang akurat tentang Yang Absolut itu sendiri. Segala harta dunia ini. belakangan ini penggunaan kata Allah di kalangan Kristen menuai kritik yang tajam dari umat Islam. artinya Yang Mahakuasa.mari kita berjalan dalam terang Tuhan" .".tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. segala silau teknologinya yang canggih. 1. Muncul pertanyaan: apakah kata ‘Allah’ milik ekslusif orang Islam? Ataukah ada kata lain yang lebih orisinil untuk mengetahui identitas sang causa prima non causata itu? Untuk menjawab pertanyaan itu. Kristen. Kalimat terakhir itu . Pengantar Sebagai makhluk yang diciptakan untuk sesuatu yang tidak terbatas.24 Saya mau menyimpulkan "misi rekonsiliasi dalam Perjanjian Lama" dengan sebuah simbol untuk perjanjian (tyrb berit) Allah sebai dasar rekonsiliasi dan syalom (~wlv) Allah sebagai visi dan misi rekonsiliasi. yang terlalu jauh atau tinggi untuk disembah . Kata Semit ilah sama arti dan akarnya dengan kata Ibrani el yang berarti yang kuat. akan dibicarakan dulu asal-usul kata Allah. yang berkuasa. Akan tetapi.dan ilah. Allah Tertinggi.membuat visi syalom yang universal itu menjadi misi rekonsiliasi untuk damai sejahtera untuk seluruh dunia dan alam semesta. Kata ‘Allah’ sudah dikenal oleh masyarakat Arab sebelum Islam untuk menunjuk Pencipta alam semesta. maka satu ilah disebut sebagai El-Elyon. kata ‘Allah’ merupakan perpaduan dua kata Arab: al. yang diakui sebagai Pencipta langit dan bumi. dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Di antara kedua kata tersebut. kata ‘Allah’ merupakan kata yang paling populer dan digunakan bersama-sama oleh penganut agama Yahudi. segala kepuasan yang ditawarkannya. Bagi orang Arab. sedangkan orang Yahudi menyebutnya Yahwe. manusia tidak pernah dapat puas dengan dunia yang terbatas ini. Ada banyak interpretasi tentang realitas yang tidak terbatas itu. mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!" (Yes 2:1-5). dan antara manusia yang begitu beranekaragam.. pada hakikatnya tidak pernah dapat memuaskan hati manusia yang selalu merindukan sesuatu yang mengatasi dunia ini. yaitu pelangi dan burung merpati yang membawa sehelai daun zaitun (dari kisah tentang air bah dan perjanjian dengan Nuh Kej 5-9): Pelangi sebagai tanda rekonsiliasi antara Allah dan manusia.. bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa. dan Islam. dan menjadi sebutan untuk Tuhan. Karena dikira ada banyak el atau ilah (politeisme). Mengapa Nama ‘Yahwe’ Diganti dengan ’Allah?’ (Kajian tentang Asal-usul dan Tradisi Teologis) OPINI Jufri Kano | 24 Oktober 2010 | 16:52 64 4 1 dari 1 Kompasianer menilai Bermanfaat. Asal-usul Kata ‘Allah’ Secara etimologis. kata Allah merupakan trade mark umat Islam saja. Merpati sebagai duta perdamaian yang membuka kemungkinan untuk kehidupan baru di tengah keadaan yang tanpa harapan. Hai kaum keturunan Yakub. Menurut umat Islam.

terdapat pandangan di kalangan orang banyak.[3] Oleh karenanya. Nama Yahwe amat sering digunakan dalam Alkitab Ibrani. bangsa Israel masih mencari Dia. Sudah di masa sebelum Islam. Nama ini membedakan sesembahan bangsa Israel dengan ilah-ilah bangsa lain (Ul 7:25).’ Pandangan seperti itu jelas tidak didasarkan pada kenyataan tetapi hanya didasarkan pada kesan semata. al-ilah disambung menjadi Allah. Dengan nama Yahwe. orang-orang Israel zaman dulu mengganti nama Yahwe dengan istilah Adonai. atau bahwa kata ‘Allah’ itu sendiri adalah milik ekslusif orang Islam. Meskipun bangsa Israel mengenal Yahwe. Yahwe seakan-akan merebut. Muncul pertanyaan: apakah sama antara Yahwe dengan sembahan bangsa-bangsa pengembara itu? Jauh dari menyamakan diri dengan sembahan-sembahan itu. Bangsa Israel sudah mengenal Yahwe. Yahwe berkenan mempergunakan ciri-ciri keagamaan sekedar untuk menyatakan diri-Nya yang sebenarnya. kata Allah bukan ciptaan orang Islam. seperti Yahudi dan Kristen. tetapi nama yang kudus ini tidak boleh disebut dengan sia-sia mengingat arti penting sebuah nama dalam Perjanjian Lama. Kebiasaan bangsa Israel untuk menggantikan kata ‘Yahwe’ dengan kata ’Adonai‘ diikuti oleh Yesus dan para rasul-Nya. Nama mewakili pribadi dan mengetahui nama seseorang kadang-kadang menguasai orang itu (bdk. memanggil Dia dengan nama-nama ilahi yang berasal dari dunia keagamaan bangsa-bangsa di daerah pengembaraan mereka sebab Yahwe sendiri berkenan memperkenalkan diri-Nya di bawah nama-nama itu. bahasa Arab bukanlah bahasa khusus orang-orang Muslim dan agama Islam. Namun demikian. dan mengambil alih namanama mereka. 3. tentang adanya kesejajaran antara ‘ke-Islam-an’ dan ke-Arab-an. Padahal dalam kenyataannya. melainkan ia merupakan kata biasa dalam bahasa Arab lepas dari ikatan dengan salah satu agama tertentu. menyita. Sejumlah Kitab Perjanjian Lama menyebutkan bahwa nama pribadi sesembahan bangsa Israel adalah Yahwe.” hadir dan bertindak bagi mereka.[4] . menyertai mereka dalam perjalanan keluar dari perbudakan. Tradisi Teologis Perubahan Nama Bangsa Israel lahir dan berkembang di dalam suasana keagamaan yang serba ragam dengan nama sesembahan mereka masing-masing.” dalam arti “ada untuk umat-Nya. melampaui batas bangsa.[1] 2. banyak orang mengira bahwa hanya orang Islam yang percaya kepada Allah. Nama Yahwe diartikan sebagai “Dia ada. Penggunaan Kata “Allah” dalam Tradisi Arab Kristen Secara historis. kita sebagai umat Kristen jelas tidak rela disuruh untuk melepaskan sebutan ‘Allah’ itu. Allah telah menyatakan diri dalam sejarah bangsa Israel. Kej 32:30). sebab Yahwe sendiri telah menyatakan diri-Nya kepada mereka: “Aku ini Yahwe.[2] Latar belakang kafir dari nama-nama itu tidak dapat menghalangi penggunaannya sebagai alat pernyataan diri Yahwe kepada para bapa leluhur Israel. baik yang Muslim maupun yang bukan Muslim. Akibatnya. Dengan demikian. Oleh karenanya.atau dimintai perhatian.’ Terjemahan ini tepat mengingat sebutan ‘Allah’ itu memiliki jangkauan luas dan universal. Lembaga Alkitab Indonesia kiranya juga mengikuti kebiasaan ini dalam menerjemahkan Yahwe dengan kata ‘Allah. melainkan juga bahasa kaum non-Muslim dan agama bukan Islam sebab di kalangan bangsa Arab terdapat kelompok-kelompok bukan Islam. itulah nama-Ku” (Yes 42:8).

masyarakat bukan Arab tersebut menggunakan bahasa Arab setelah wilayah mereka dikuasai oleh orang-orang Arab sehingga mereka pun memakai kata ‘Allah. demikian pula oleh orang Islam. Penggunaan kata ‘Allah’ di kalangan Kristen merupakan wujud khusus yang menandakan bahwa Allah hadir dan berbicara dengan bahasa orang setempat.[5] Dengan kata lain. Dengan demikian. di suatu tempat tertentu. namun kehadiran-Nya lepas dari semua bahasa yang digunakan oleh manusia manapun. kata ‘Allah’ bukan kepunyaan orang Islam saja melainkan kepunyaan semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu. Warta universal dari Allah yang dimaklumkan dalam diri Yesus Kristus dialamatkan kepada manusia dari suatu kebudayaan tertentu pula. dan orang-orang Yahudi dan Kristen Arab memakai kata ‘Allah’ yang sama itu pula untuk menyebut sesembahan mereka. Ia sudah digunakan oleh orang Arab pada zaman sebelum Islam. Arab. dipahami. yaitu bahasa mereka sendiri.Sebagai orang yang berkebangsaan Arab. yang lebih penting bagi kita ialah . Hal ini tampak jelas dalam diri Yesus Kristus yang lahir pada suatu waktu tertentu. atau Allah dalam bahasa Arab. 4. bukan realitas in se-Nya. “dewa itu” yang sama artinya dengan haeloah dalam bahasa Ibrani. latar belakang permasalahan perbedaan penggunaan kata untuk menyebut realitas yang tidak terbatas itu bagi umat Kristiani tidak terlalu dipersoalkan. mereka membawa agama Islam kepada masyarakat bukan Arab. Allah menggunakan medium bahasa setempat untuk mengungkapkan siapa diri-Nya. Ketika orang-orang Muslim Arab melakukan ekspansi militer dan politik keluar Jazirah Arabia. Dalam terjemahan Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Suci Perjanjian Baru ke dalam bahasa Siryani yang digunakan di Siria sebelum kedatangan agama Islam. Inti yang mau diambil oleh umat Kristiani adalah bahwa dengan penggunaan kata tertentu misalnya kata ‘Allah’ untuk menyebut Yang Absolut itu. Tanggapan Kritis Agama Kristen mengakui bahwa Allah memperlihatkan diri-Nya lewat suatu kebudayaan yang konkret dan definitif. Dengan demikian. yaitu masyarakat yang menjadi pendengar-Nya. Jadi. kata yang digunakan untuk menyebut Allah adalah kata yang biasa digunakan dalam bahasa-bahasa Semit (Ibrani. dan lain-lain). dan berintegrasi dalam suatu kebudayaan tertentu yaitu kebudayaan Yahudi Palestina. kehadiran Dia yang disebutkan itu dapat ditangkap.‘ Kata tersebut dalam bahasa Siryani diucapkan alaha. semuanya berdasarkan latar belakang etimologis kata itu sendiri dan tradisi teologis agama-agama mereka yang berakar dalam Perjanjian Lama. yakni kata yang memiliki akar kata’l. Dengan demikian. mereka juga menggunakan kata ‘Allah’ dan percaya kepada Allah. Pewartaan tersebut bisa ditanggapi lewat unsur budaya setempat. Pengakuan inilah yang merupakan salah satu pendorong bagi umat Kristiani untuk menghormati bahasa setempat dalam usaha mencapai pemahaman yang akurat tentang Yang Absolut itu sendiri.’ Jadi. kehadiran Allah melampaui setiap kata yang kita pakai untuk menyebut-Nya. dan diterima oleh orang-orang yang dalam kenyataannya terikat dalam konteks bahasa tertentu. sangat masuk akal kalau orang-orang Islam menggunakan kata ‘Allah’ untuk menunjuk kepada sesembahan mereka. Kata ‘Allah’ dipakai untuk merumuskan penghayatan atau penangkapan kita tentang realitas tertinggi. Arami. Kata ‘Allah’ ini kemudian dipegang bersama-sama oleh orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan bahasa Arab.

Jadi. maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa perubahan nama untuk menyebut realitas tertinggi sudah dimulai sejak zaman bangsa Israel Kuno. Mula-mula bangsa Israel mengenal sesembahan mereka sebagai Yahwe. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas.’ Kata ini merupakan kata universal yang dipakai bersama-sama oleh orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan bahasa Arab. 5. Bagi orang-orang yang berlatar belakang Arab. Pendekatan yang mengadakan hubungan langsung dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pendengar-Nya membuka kemungkinan untuk diterima oleh setiap orang di mana Allah menyatakan diri-Nya sehingga mereka menemukan kehadiran Allah di tengah-tengah mereka. Daftar Pustaka . Latar belakang kafir dari nama-nama itu diberi arti secara baru dan diyakini sebagai alat pernyataan diri Yahwe kepada para bapa leluhur Israel. Ia berkenan menggunakan bahasa tertentu untuk memperkenalkan diri-Nya kepada semua orang. Hal tersebut dilakukan karena mereka yakin bahwa Yahwe sendiri berkenan memperkenalkan diri-Nya di bawah namanama itu. Untuk menggantikan sebutan Yahwe. mereka memilih sebuah kata baru yaitu Adonai.menyadari arti pernyataan diri Allah ini. Kebiasaan bangsa Israel untuk menggantikan kata ‘Yahwe’ dengan kata yang lain diwariskan secara turun-temurun. Akibatnya. namun selanjutnya mereka merasa bahwa nama itu sungguh kudus sehingga tidak pantas untuk diucapkan sembarangan. demikian pula oleh orang Islam. orang Israel tidah hanya menyebut Yahwe dengan kata Adonai. kata ‘Allah’ bukan kepunyaan orang Islam saja melainkan kepunyaan semua orang yang menggunakan bahasa Arab itu. kata yang mereka pakai adalah kata ‘Allah. tetapi juga memanggil Dia dengan nama-nama ilahi yang berasal dari dunia keagamaan bangsa-bangsa di daerah pengembaraan mereka. namun tetap mengungkapkan realitas tertinggi itu. setiap bangsa mempunyai kata sendiri untuk menyebut sesembahan mereka. Dalam perkembangan selanjutnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful