P. 1
Skripsi Prakerin

Skripsi Prakerin

|Views: 2,908|Likes:
Published by Hentje Sanger

More info:

Published by: Hentje Sanger on Nov 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2013

pdf

text

original

Sections

  • 2.2.2 Tujuan SMK Bidang Keahlian Kriya Kayu
  • 2.2.3 Kurikulum SMK Bidang Keahlian Kriya Kayu
  • 2.3 Silabus Dalam Kriya Kayu
  • 2.4 Praktik Kerja Industri (Prakerin)
  • 2.4.1 Tinjauan Tentang Prakerin
  • 2.4.1.2 Landasan Hukum Prakerin
  • 2.4.2 Kelembagaan Kerja Sama
  • 2.4.2.1 Majelis Sekolah
  • Gambar 2.1 Bagan Hubungan Majelis Sekolah Dengan Dunia Industri
  • ( Wakasek Humasind )
  • 2.4.3 Model Pelaksanaan Prakerin
  • Gambar 2.2 Gambar Model Pelaksanaan Prakerin
  • 2.4.4 Standar Profesi (Standar Keahlian Tamatan)
  • Gambar 2.3 Bagan Pembentukan Kerja Profesi
  • 2.4.5 Model Pelaksanaan Pendidikan di Sekolah
  • 2.4.6 Model Pelaksanaan Pelatihan di Industri
  • 2.4.7 Jenis Penilaian
  • 2.5 Persepsi Terhadap Kemanfaatan Pelaksanaan Prakerin
  • 3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian
  • 3.2 Lokasi Penelitian
  • 3.3 Sumber dan Informan
  • 3.4 Prosedur Pengumpulan Data
  • 3.4.3 Dokumentasi
  • 3.5 Analisis Data
  • Gambar 3.1 Teknik Analisis data
  • 3.6 Pengecekan Keabsahan Data
  • 3.7 Memperpanjang Keikutsertaan Peneliti
  • 4.1 Hasil Penelitian
  • 4.1.2 Pelaksanaan Pendidikan di Sekolah
  • Gambar 4.2 Pola Pelaksanaan Prakerin yang diterapkan SMK N 2 Jepara
  • Gambar 4.3 Siswa Kriya Kayu Saat Pelaksanaan Prakerin
  • Gambar 4.5 Ukiran Meja Bundar Hasil Karya Siswa Selama Prakerin
  • 4.1.4 Kemanfaatan Pelaksanaan Prakerin
  • Gambar 4.7 Hubungan Ngenger dengan Pelaksanaan Kurikulum 2004
  • DAFTAR PUSTAKA

MODEL PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI ( PRAKERIN ) PADA BIDANG KEAHLIAN KRIYA KAYU SMK N 2 JEPARA TAHUN AJARAN

2006 / 2007

SKRIPSI
Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Universitas Negeri Semarang

oleh PUJI ASTUTI 5101402009 PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

ABSTRAK Puji Astuti, 2007. Model Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) Pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara Tahun Ajaran 2006 /2007. Skripsi. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Kata Kunci : Model Pelaksanaan, Praktik Kerja Industri, Institusi Pasangan. Tujuan penelitian ini adalah : (1) menjelaskan persiapan pelaksanaan Prakerin baik di sekolah maupun di industri; (2) menjelaskan model pelaksanaan pendidikan pada bidang keahlian kriya kayu SMK N 2 Jepara; (3) menjelaskan model pelaksanaan pelatihan di industri pada bidang keahlian kriya kayu SMK N 2 Jepara; (4) menjelaskan bagaimana persepsi tentang kemanfaatan pelaksanaan Prakerin bagi industri, bagi sekolah dan bagi peserta didik (siswa). Proses pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Tidak ada kriteria baku mengenai berapa jumlah responden yang harus diwawancarai, sebagai aturan umum, peneliti berhenti melakukan wawancara sampai data menjadi jenuh, artinya peneliti tidak menemukan aspek baru dalam fenomena yang diteliti. Setelah data terkumpul, data tersebut disusun, dianalisis dan disimpulkan kemudian disajikan dalam bentuk laporan. Keabsahan data dalam penelitian ini diperiksa dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan perpanjangan keikut sertaan peneliti pada kegiatan Prakerin. Teknik triangulasi sumber meliputi : (1) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara; (2) membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan; (3) membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti guru dengan siswa. Persiapan yang dilaksanakan SMK N 2 Jepara dalam rangka pelaksanaan Prakerin khususnya untuk mengkoordinasikan tempat pelaksaan Prakerin dan administrasinya sudah cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya dua tahap yang terorganisir yaitu tahap perencanaan dan tahap persiapan. Industri sebagai institusi mitra dalam pelaksanaan Prakerin sudah cukup baik dalam melaksankan persiapan dengan mempersiapkan pembimbing lapangan dan sistem kerja serta pembagian kerja untuk siswa. Model pelaksanaan pendidikan pada bidang Kriya Kayu harus dibenahi terutama untuk pembelajaran pembentukan sikap dan sopan santun. Kepercayaan industri tentang keahlian siswa melalui pembelajaran disekolah dan “ngenger”sudah cukup baik. Hal ini terbukti dengan keleluasaan untuk mengerjakan suatu pekerjaan dari proses awal sampai menjadi suatu barang jadi. Manfaat yang dirasakan siswa adalah mendapatkan pengalaman baru dan mendapat pengakuan masyarakat tentang skill yang dimiliki, bagi sekolah bisa melaksankan kebijakan link and match dan sebagai tolok ukur pelaksanaan Prakerin tahun yang akan datang, sedang bagi industri selain dapat membantu sekolah mencetak lulusan yang berkualitas juga mendapatkan kemudahan untuk mencari tenaga kerja terdidik dengan skill yang bagus

ii

PENGESAHAN SKRIPSI “Model Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) Pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara Tahun Ajaran 2006/2007” oleh : Puji Astuti 5101402009 Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Fakultas Teknik UNNES pada : Hari : Senin Tanggal : 28 Mei 2007 Panitia Ujian Skripsi : Ketua Sekretaris

Drs. Lashari, MT NIP.131 471 402

Drs. Supriyono NIP. 131 571 560 Anggota Dewan Penguji,

Pembimbing I,

Penguji I

Drs. Yeri Sutopo, M.Pd, MT. NIP.131 658 244 Pembimbing II,

Drs. M. Pujo Siswoyo, M.Pd. NIP.131 931 830 Penguji II

Drs. Supriyono NIP.131 571 560

Drs. Yeri Sutopo, M.Pd, MT. NIP.131 658 244 Penguji III

Drs. Supriyono NIP. 131 571 560

iii

Kakak dan Keponakan atas semangat yang berikan. 4. iv . Ayah (Alm) dan Bunda Tercinta atas cinta dan fasilitas yang diberikan. “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak berupaya mengubahnya “ ( Q. Ar Ra’du : 11) 3. “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu pengetahuan dengan beberapa derajat “ (Q.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO 1. Al Mujadalah : 11) 2. PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk : 1.S.Sipil UNNES. Jangan pernah menunda suatu niatan yang baik dan dimulyakan Allah.S. Anak Flamboyan Kost dan teman-teman PTB . 2. Seseorang yang memberikan rasa aman. 3. kasih yang tulus dan semangat untuk maju.

Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan skripsi ini. 5. Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan skripsi ini. M. Penguji Utama yang telah memberikan arahan dalam penyusunan skripsi ini : 4. Supriyono. Peneliti berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti dan pembaca. Drs. Drs. 6. Drs.T. Dr. Penulis v Mei 2007 . Soesanto. 3.Pd. Masih disadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Drs. Kepala Sekolah SMK N 2 Jepara yang telah memberikan ijin penelitian untuk penyusunan skripsi ini. Drs. Yeri Sutopo. Semarang.Pd. Semua pihak yang telah memberikan motivasi. M. M. pada kesempatan ini penulis dengan kerendahan hati mengucapkan terima kasih kepada : 1. 2. Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.T. 7.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. oleh karena itu peneliti mengharapkan kritik dan saran membangun dari semua pihak. Ismoyo Joko Saptono. M. bantuan dan masukan dalam penyusunan skripsi yang tidak dapat penulis sebut satu persatu. M. Prof. Amin. Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin mengadakan penelitian untuk penyusunan skripsi ini. Lashari. Pujo Siswoyo.

...............1.......................................... DAFTAR ISI ..................................................... HALAMAN PENGESAHAN ........................4 1........................... DAFTAR LAMPIRAN ...........................1 1...............DAFTAR ISI halaman HALAMAN JUDUL ABSTRAK .................6 Latar Belakang ............................................................ Tujuan Penelitian ................................................................................................... 2................... 1..................................................................................1...........1 Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) ............................................................................... BAB I..........................................2 1............................................................ i ii iii iv v vi ix x xi 1 1 4 6 7 7 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA ........................... KATA PENGANTAR ......... Sistematika Skripsi ...................................................................................................................................................5 1..................................2 Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan ................... PENDAHULUAN ......1 Pengertian Pendidikan Kejuruan ............................................................................ vi ....................... Manfaat Penelitian ........................................................................................................................ DAFTAR GAMBAR .......................... Pertanyaan Penelitian ....... 10 2.... Fokus Penelitian ............................................................................... DAFTAR TABEL .........................................3 1.......................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN . 10 10 10 2.

.................. 16 2..2 Kurikulum SMK Bidang Keahlian Kriya Kayu .2 Kelembagaan Kerja Sama …………………………………..3 Struktur Kurikulum SMK .......... 12 2........4.....2...6 Standar Profesi ( Standar Keahlian Tamatan ) ……………..... 12 2...2 Landasan Hukum Prakerin ........................2.3 Tujuan Pelaksanaan Prakerin ...... Model Pelaksanaan Pendidikan di Sekolah ………………... 22 23 Model Pelaksanaan Pelatihan di Industri ………………….4.. 16 2...............4...........................4..................2.....2 Wakil Kepala Sekolah Hubungan Masyarakat dan Industri ( Wakasek Humasind ) ……………………………………. 11 2....8 Jenis Sertifikasi …………………………………………… 2.........................3 Model Pelaksanaan Prakerin ………………………………........................................... 14 Praktik Kerja Industri ( Prakerin ) ....1 Majelis Sekolah ………………………………………….................. 18 2.........1 Tinjauan Tentang Prakerin ...........2......1 Pengertian Bidang Keahlian Kriya Kayu ...2.4..4 Silabus Dalam Kriya Kayu .................... 15 2....1.. 15 2..............4.... 12 2................... 16 2....4..3 Kurikulum SMK Bidang Keahlian Kriya Kayu .....5 26 Persepsi Terhadap Kemanfaatan Pelaksanaan Prakerin ….......1....2 Tujuan SMK Bidang Keahlian Kriya Kayu ..........4...........1. 13 2...............1..........7 Jenis Penilaian ……………………………………………… 25 2..5 2....3 2........4.......... 27 vii ..... 15 2..4.........4...... 15 2........... 17 2.................4...1 Pengertian Prakerin .4.2.....4 2.. 24 2......

................1 Hasil Penelitian .............. 43 4............................6 3............................................5 3.......1 3......................................................... 32 Wawancara .....................4 3......... 80 Saran ...................................................1 5....................................... 3............................................................4.3 3..4................................................3 4...... 37 Pengecekkan Keabsahan Data ........................................................ 31 Sumber dan informan ............................. Observasi .........1......BAB III METODE PENELITIAN ........ 82 DAFTAR PUSTAKA ..1..1....................1..................................................... 36 Analisis Data ................ 55 Kemanfaatan Pelaksanaan Prakerin ......... 84 LAMPIRAN – LAMPIRAN viii ........................................................2 3.....7 Pendekatan dan Jenis Penelitian ......... 31 Prosedur Pengumpulan Data ................................. 42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .........................................2 Pelaksanaan Pendidikan di Sekolah .......................................... 63 Pembahasan ......................................................... 46 Pelaksanaan Pelatihan di Industri ................................................... 80 5...................................1 3.....................................................4 4..................................2 4................................... 43 4................................................................... 30 30 Lokasi Penelitian ....................................2 3..... 65 BAB V PENUTUP...................................................4........................................2 Simpulan . 33 35 Dokumentasi ...................... 43 Persiapan Pelaksanaan Prakerin baik di Sekolah maupun di Industri ........1 4........... 40 Memperpanjang Keikutsertaan Peneliti .................................3 3.........................

....1 Tabel 4...... 77 ix .........................DAFTAR TABEL halaman Tabel 4................ 76 Model Prakerin SMK N 2 Jepara ........2 Model 1 Menurut Konsep Prakerin ............................

.. 23 Gambar 3............... 59 Gambar 4........................6 Proses Monitoring Siswa di Industri oleh Tim Monitoring dari Sekolah........................3 Bagan Pembentukan Kerja Profesi.......5 Ukiran Meja Bundar Hasil Siswa selama Prakerin ........... 40 Gambar 3........... 54 Gambar 4...2 Model Pelaksanaan Prakerin ....1 Bagan Hubungan Majelis Sekolah dengan Dunia Industri ................................................... 21 Gambar 2...................................................................................2 Pola Pelaksanaan Prakerin yang Diterapakan SMK N 2 Jepara 57 Gambar 4.......... 17 Gambar 2...........1 Teknik Analisis Data ........ 60 Gambar 4... 41 Gambar 3......... 41 Gambar 4..DAFTAR GAMBAR halaman Gambar 2.... 62 Gambar 4......7 Hubungan Ngenger dengan Pelaksanaan Kurikulum 2004 ......1 Proses Pembelajaran di SMK N 2 Jepara.............3 Siswa Kriya Kayu Saat Pelaksanaan Prakerin ........2 Pengujian Validitas dengan Sumber Sama Teknik Beda ........4 Kegiatan Siswa Selama Pelaksanaan Prakerin di Industri ......... 59 Gambar 4........................ 73 x ...............................................3 Pengujian Validitas dengan Teknik Sama Sumber Beda .

................................................ Materi Pembekalan Prakerin ........................ 118 Lampiran 9................................................................................................................... 130 Lampiran 11........................................................... Hasil Wawancara dengan Industri ... 154 Lampiran 21........................... Tata Tertib Peserta Prakerin . Hasil Wawancara dengan Siswa ........... Daftar Perusahaan Tempat Prakerin Siswa .. 140 Lampiran 15....... Surat Undangan Tutor Prmbekalan Prakerin...... Sertifikat Akreditasi Sekolah .. 136 Lampiran 14....................................... Akta Perjanjian Kerjasama .DAFTAR LAMPIRAN halaman Lampiran 1.......... Lembar Observasi di Sekolah .. 150 Lampiran 18.................... Sertifikat Prakerin ................... 151 Lampiran 19............ Lembar Observasi di Industri ............................ Lampiran 2................ Jadual Pembekalan Prakerin ......... Hasil Wawancara dengan Guru Pengajar .................................................................. 155 xi ... 148 Lampiran 16................. Jadual Kegiatan Prakerin Siswa ......................................... Surat Perintah Perjalanan Dinas ............................................................. 152 Lampiran 20. 134 Lampiran 12...... 95 Lampiran 5..... Struktur Kurikulum SMK N 2 Jepara ........ 86 87 88 Lampiran 4.......................... 106 Lampiran 8............ 99 Lampiran 6.............. 102 Lampiran 7........ Surat Tugas Monitoring Siswa Prakerin .................. 135 Lampiran 13... 149 Lampiran 17................................. Hasil Wawancara dengan Wakasek Kurikulum .................................. Hasil Wawancara dengan Ketua Pokja Prakerin .................. Standar Kompetensi Keahlian ................... Lampiran 3...............

........ 158 xii ...............Lampiran 22......... 156 Lampiran 23............ Daftar Nilai Prakerin Siswa ....... Karya Siswa Kriya Kayu Dalam Gelar Karya Tugas Akhir Tahun Ajaran 2006/2007 ………………………....

1 Latar Belakang Pendidikan nasional berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan mendapat tugas langsung dari Menteri Pendidikan Nasional untuk mengembangkan dan melaksanakan penyelenggaraan pendidikan SMK dilaksanakan dalam 2 (dua) jalur yaitu pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah. penyusunan kurikulum. Hasil penelitian Sunaryo (1996) menunjukkan bahwa tanggapan dunia industri dalam rangka program link and match pada indikator penyusunan program. Pemerintah melalui Depdiknas menetapkan kebijaksanaan link and match yang berlaku pada semua jenis dan jenjang pendidikan di Indonesia. Pelaksanaan pendidikan yang dilaksanakan dalam 2 (dua) jalur sebagai kajian tak terpisahkan dari kebijakan link and match dijadikan pola utama dan menjadi acuan dalam penyusunan kurikulum SMK 2004 dan dalam teknis pelaksanaannya disebut dengan Praktik Kerja Industri (Prakerin). Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang diatur dengan undang-undang yaitu Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.BAB I PENDAHULUAN 1. dan pelaksanaan pendidikan adalah cukup 1 .

Meski demikian.2 positif dan cenderung bersedia terlibat langsung. Hal inilah yang memicu terjadinya ketimpangan antara dunia industri dengan dunia pendidikan. Sebagai upaya chek and balance antara dunia industri dan dunia pendidikan maka dilaksanakan praktik kerja industri (Prakerin) dengan tujuan untuk memperkenalkan siswa secara lebih mendalam tentang industri dengan tingkat kompleksitas masalah yang ada di dalamnya. . pelaksanaan Prakerin tidak luput dari masalah dan kendala yang sering didapati oleh industri di lapangan. Sementara dunia kerja atau industri kurang optimal dalam menyerap tenaga kerja tamatan SMK. sehingga tenaga kerja lulusan SMK tidak terpakai dan menganggur. yaitu : (1) ketidaksesuaian antara latar belakang disiplin ilmu siswa dengan dunia usaha tujuan bekerja. untuk itu diperlukan chek and balance. dunia industri lebih berminat mempekerjakan tenaga kerja yang sudah mempunyai pengalaman kerja yang bagus. Menyikapi perkembangan dewasa ini muncul sinyalemen terjadi ketimpangan hubungan antara dunia kerja atau industri dengan sekolah. Namun. kesediaan dunia industri dalam melakukan evaluasi dan pemasaran lulusan cenderung kurang karena mereka menganggap tidak memiliki keahlian pada bidang ini. sedangkan pemasaran lulusan merupakan suatu masalah rumit karena terjadi ketidakseimbangan antara besarnya lulusan dengan daya tampung dunia industri untuk tenaga kerja. SMK disinyalir dalam melakukan proses pendidikan terhadap peserta didik kurang maksimal sehingga menghasilkan tamatan dengan kualitas rendah. Siswa dianggap kurang memahami kompleksitas masalah yang ada di industri.

sekitar tahun 1962 di Jepara terdapat Sekolah Menengah dengan nama STM Dekorasi Ukir Jepara. model block release. (3) tektil. 1997). atau kombinasi dari ketiganya. (2) penyelenggaraan Pendidikan. yaitu : model day release. Pada tanggal 28 April 2004. (4) keramik. (2) kayu. (3) evaluasi program dan hasil. 1993). SMK N 2 Jepara merupakan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Kelompok Teknologi dan Industri dengan beberapa Bidang Keahlian yang terdapat di dalamnya. maka peran serta dunia usaha dalam program Prakerin sangat diharapkan melalui aspek : (1) perencanaan Program Penyusunan Kurikulum. :090/0/79 berdirilah SMIK ( Sekolah Menengah Industri Kerajianan ) dengan 3 (tiga) program studi yaitu ukir kayu. model hour release. salah satunya Bidang Keahlian Kriya Kayu yang telah cukup lama melaksanakan Prakerin yaitu sejak tahun pelajaran 1994 / 1995. Sesuai dengan sejarahnya. serta (4) pemasaran Lulusan (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. dan (3) monitoring dari sekolah masih relatif kurang (Surunuddin. Terhitung mulai tanggal 26 Mei 1979 dengan Surat Perintah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. batik. Untuk model penyelenggaraan Prakerin itu sendiri secara garis besar yang berhasil disepakati antara sekolah dengan industri / perusahaan. : 136/Dirpt/83 SMIK berubah menjadi Sekolah Negeri dengan nama SMK N 2 di Jepara dengan jurusan : (1) logam.3 (2) adanya proses penyesuaian diri oleh siswa pada tahap awal. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut. Pada tanggal 13 Agustus 1983 dengan Surat Perintah Menteri Pendidiakan dan Kebudaayan No. logam. dan pogram studi keramik sudah disiapkan. Ketua Badan Akreditasi Sekolah .

Adapun fokus dari penelitian ini adalah Model Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di SMK Bidang Keahlian Kriya Kayu. maka timbul keinginan peneliti untuk mengetahui lebih jauh mengenai bagaimana pelaksanaan pendidikan pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara terutama dalam pelaksanaan Prakerin pada tahun pelajaran 2006 / 2007. penetapan fokus dapat membatasi studi. Program Pendidikan dan Pelatihan Bersama. penetapan fokus ini berfungsi untuk memenuhi kriteria inklusieksklusi atau memasukkan mengeluarkan suatu informasi yang baru diperoleh (Moleong.4 Profinsi Jawa Tengah menetapkan bahwa SMK N 2 Jepara memperoleh akreditasi dengan predikat Akreditasi A ( Amat Baik ) dengan skor 86. : 306/Set/DDT/04 tanggal 13 Juli 2004. Sesuai dengan disiplin ilmu yang peneliti miliki yaitu Teknik Bangunan yang kajiannya meliputi teknik perkayuan. Pertama. jadi dalam hal ini fokus akan membatasi bidang inkuiri. 1. Seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. yaitu Institusi Pasangan. maka terhitung tanggal 1 Juli 2004 menambah Jurusan Busana dan Animasi dengan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan. . Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 2005 : 94). dan Jaminan Keberlangsungan (Sustainability).2 Fokus Penelitian Penentuan fokus suatu penelitian memiliki dua tujuan. Karakteristik praktik kerja industri sebagai sistem penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kejuruan. Nilai Tambah/ Kemanfaatan. Kedua. didukung oleh beberapa faktor yang menjadi komponen-komponennya. Kelembagaan Kerjasama.

0267a/U/1994 dan No. Dalam Keputusan Mendikbud No. Program pendidikan dan pelatihan bersama.5 Institusi pasangan. Institusi lain yang meningkatkan diri untuk bekerjasama dengan lembaga pendidikan-pelatihan kejuruan itu disebut Institusi Pasangan. Program pendidikan dan pelatihan yang harus disepakati bersama. 84/KU/X/1994 tanggal 17 Oktober 1994. Dan karena Prakerin pada dasarnya merupakan milik dan tanggung jawab bersama antara lembaga pendidikan-pelatihan kejuruan dan institusi pasangannya. maka program pendidikan yang akan digunakan harus merupakan program yang dirancang dan disepakati bersama oleh kedua belah-pihak. paling tidak meliputi : Standar Profesi (standar keahlian tamatan). waktu dan pola pelaksanaan) dan sistem penilaian dan sertifikasi (jenis penilaian dan jenis sertifikat). untuk bersama-sama menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan keahlian kejuruan. . Prakerin hanya mungkin dilaksanakan apabila terdapat kerjasama dan kesepakatan antara institusi pendidikan pelatihan kejuruan (dalam hal ini SMK Negeri 2 Jepara) dan institusi lain (industri/ perusahaan atau institusi lain yang berhubungan dengan lapangan) yang memiliki sumber daya untuk mengembangkan keahlian kejuruan. Standar Pendidikan dan Pelatihan (materi. Dengan keputusan bersama Mendikbud dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia No. Kelembagaan kerjasama.060 / U / 1993 tentang penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan dalam dua jalur yaitu pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah. Prakerin pada dasarnya merupakan program bersama antara sekolah dan institusi pasangannya (dunia usaha / industri).

6 kebersamaan tersebut diatur dalam organisasi tingkat pusat di sebut Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional. pelaksanaan Prakerin akan memberi nilai tambah bagi pihak-pihak yang bekerjasama (Industri/ Perusahaan. Sekolah dan Siswa). Berdasarkan prinsip ini. Kerjasama antara SMK dan Dunia Usaha / Industri khususnya dalam pelaksanaan Prakerin dikembangkan dengan prinsip saling membantu.3 Pertanyaan Penelitian Berdasarkan latar belakang permasalahan dan fokus penelitian maka diperoleh permasalahan sebagai berikut : . dan tingkat sekolah disebut Majelis Sekolah. karena kelembagaan tersebut yang lebih mengetahui secara detail mengenai keseluruhan pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di SMK N 2 Jepara khususnya pada Bidang Keahlian Kriya Kayu. tingkat wilayah disebut Majelis Pendidikan Kejuruan Propinsi. Pelaksaaan tersebut disepakati melalui suatu Naskah Kerjasama Penyelenggaraan Prakerin antara organisasi Depdiknas dan industri/ perusahaan atau organisasi lain yang bersedia menjadi Institusi Pasangan. Nilai tambah / kemanfaatan. saling mengisi. dan saling melengkapi untuk kepentingan bersama. Jaminan keberlangsungan. Pelaksanaan Prakerin melibatkan banyak pihakpihak yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. maka seharusnya dibuat pegangan untuk pelaksanaannya. Kelembagaan kerjasama dalam penelitian ini hanya difokuskan pada kelembagaan kerja sama yang ada didalam sekolah (SMK N 2 Jepara). 1.

1.7 1. 3. Menjelaskan bagaimana persepsi tentang kemanfaatan pelaksanaan Prakerin bagi Industri / Perusahaan. Bagaimanakah Persepsi Tentang Kemanfaatan Pelaksanaan Prakerin bagi Industri / Perusahaan. 4. bagi Sekolah dan bagi Siswa ? 1. Menjelaskan persiapan pelaksanaan Prakerin baik di sekolah maupun di industri / perusahaan. Bagaimanakah Model Pelaksanaan Pelatihan di Industri / Perusahaan pada kegiatan Prakerin Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara ? 4. bagi Sekolah dan bagi Peserta Didik (Siswa). Bagaimanakah Persiapan Pelaksanaan Prakerin baik di Sekolah maupun di Industri / Perusahaan ? 2.4 Tujuan Penelitian Dalam penelitian ini tujuan yang hendak dicapai adalah : 1. Bagaimanakah Model Pelaksanaan Pendidikan pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara? 3.5 Manfaat Penelitian Dengan penelitian ini diharapkan dapat memperoleh manfaat sebagai berikut : . 2. Menjelaskan model pelaksanaan pelatihan di Industri / Perusahaan pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara dalam pelaksanaan Prakerin. Menjelaskan model pelaksanaan pendidikan pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara dalam pelaksanaan Prakerin.

8 1. 1. Bagi Siswa Siswa jadi lebih memahami dan mengetahui hal yang harus mereka lakukan dalam pelaksanaan Prakerin tersebut serta manfaat yang akan mereka peroleh. bagian isi skripsi. dan bagian akhir skripsi. 2. . 1.5. yaitu bagian pendahuluan.2 Manfaat praktis 1. Bagi Sekolah Sebagai refleksi diri terhadap pelaksanaan Prakerin dan dijadikan sebagai acuan pelaksanaan diwaktu mendatang agar pelaksanaan yang sudah baik untuk dipertahankan dan untuk mengeliminir kemungkinan kesalahan dari pelaksanaan Prakerin yang akan datang.5. 3.1 Manfaat teoritis Penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan konsep link and match antara SMK dengan DUDI sebagai Institusi Mitra dalam pelaksanaan Prakerin. Bagi Industri Dapat dijadikan sebagai dokumentasi penting terhadap pelaksanaan Prakerin dan industri akan lebih memahami tentang manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan Prakerin tersebut.6 Sistematika Skripsi Skripsi ini berisi tiga bagian.

yang berisi tentang hasil – hasil penelitian dan pembahasan. pertanyaan penelitian. daftar gambar. prosedur pengumpulan data.2 Bagian kedua adalah bagian isi skripsi yang terdiri atas 5 bagian : BAB I : Pendahuluan. dan sistematika skripsi. tujuan penelitian. abstrak. subjek dan informan.6. . yang berisi simpulan penelitian dan saran – saran. daftar isi. BAB III : Metode penelitian. kata pengantar. yang berisi latar belakang.1 Bagian pendahuluan skripsi terdiri atas halaman judul. fokus penelitian. dalam kajian pustaka ini berisi tentang uraian teoritis atau pendapat para ahli tentang masalah yang berhubungan dengan judul skripsi.6. daftar tabel. analisis data dan pengecekan keabsahan data. BAB II : Kajian pustaka. dan daftar lampiran 1. BAB V : Penutup. BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan. yaitu hubungannya dengan Praktik Kerja Industri ( Prakerin ). lokasi penelitian.6. 1. manfaat penelitian. yang berisi : pendekatkan dan jenis penelitian.9 1. halaman pengesahan. motto dan persembahan.3 Pada bagian akhir skripsi berisi tentang daftar pustaka dan lampiranlampiran yang mendukung skripsi.

(2) meningkatkan pilihan pendidikan bagi tiap individu. Dalam konteks ini pengertian pendidikan nasional ditekankan pada lulusan yang mampu bekerja pada bidang tertentu sesuai dengan jurusannya. Masa pendidikan di SMK pada prinsipnya sama dengan masa pendidikan tingkat menengah lainnya yaitu 3 (tiga) tahun. 10 . 2. 2005). 2004).1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2. jika SKKNI menuntut masa pendidikan lebih dari tiga tahun. Dengan mempertimbangkan keluasan dan jumlah kompetensi yang harus dipelajari. SMK sebagai bentuk satuan pendidikan kejuruan sebagaimana ditegaskan dalam penjelasan pasal (15) UU Sisdiknas. maka masa pendidikan dapat diperpanjang paling banyak 2 (dua) semester atau sampai dengan 4 (empat) tahun (Dikmenjur.1.1 Pengertian Pendidikan Kejuruan Pendidikan kejuruan adalah suatu program pendidikan di berbagai jenjang yang bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan potensi awal kearah suatu pekerjaan atau karier ( Imam Budi S.. Pendidikan kejuruan juga merupakan pendidikan yang mempersiapkan siswa untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.1.2 Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan Pendidikan kejuruan bertujuan untuk : (1) memenuhi kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja.BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. (3) mendorong motifasi untuk belajar terus.

1. substansi diklat dikemas dalam berbagai mata diklat . 2. Untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh industri / dunia usaha / asosiasi profesi. Substansi atau materi yang diajarkan di SMK disajikan dalam bentuk berbagai kompetensi yang dinilai penting dan perlu bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan sesuai dengan zamannya. Program keahlian tersebut dikelompokkan menjadi bidang keahlian sesuai dengan kelompok bidang industri/usaha/profesi.3 Struktur Kurikulum SMK SMK menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) berbagai program keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja. Penamaan bidang keahlian dan program keahlian pada Kurikulum SMK 2004 dikembangkan mengacu pada nama bidang dan program keahlian yang berlaku pada Kurikulum SMK 1999. Kompetensi dimaksud meliputi kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi manusia Indonesia yang cerdas dan pekerja yang kompeten. Jenis keahlian baru diwadahi dengan jenis program keahlian baru atau spesialisasi baru pada program keahlian yang relevan. sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan oleh industri/dunia usaha/asosiasi profesi. Jenis bidang dan program keahlian ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.11 Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 1990 merumuskan bahwa pendidikan menengah kejuruan bertujuan mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional.

c. 2. dan produktif (Dikmenjur. pengolahan dan penyelesaian akhir atau finishing. .2. terampil menggunakan permesinan yang dipakai dalam membuat produk kerajinan kayu.2 Kurikulum SMK Bidang Keahlian Kriya Kayu 2.1 Pengertian Bidang Keahlian Kriya Kayu Bidang keahlian Kriya Kayu adalah bidang keahlian yang membekali peserta didiknya dengan keterampilan. Secara khusus tujuan Program Keahlian Kriya Kayu adalah membekali peserta didik dengan keterampilan. 2.2 Tujuan SMK Bidang Keahlian Kriya Kayu Tujuan Program Keahlian Kriya Kayu secara umum mengacu pada isi Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) pasal 3 mengenai Tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan pasal (15) yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. pembahanan. adaptif. 2004). mencetak perajin terampil yang berorientasi pada pemenuhan produk ekspor. b. mengolah bahan dasar atau material kayu menjadi suatu produk baru melalui proses pengerjaan. pengetahuan dan sikap agar kompeten dalam : a.12 yang dikelompokkan dan diorganisasikan menjadi program normatif.2. pengetahuan dan sikap agar berkompeten dalam bidang mengolah bahan dasar dan terampil menggunakan permesinan.

sedangkan program produktif berupa nama kompetensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja nasional (SKKNI). Kurikulum adalah segala pengalaman yang diberikan oleh sekolah kepada seluruh anak didiknya.13 2.2004:32) Kurikulum yang digunakan peseta didik kelas III SMK N 2 Jepara adalah kurikulum 2004. jam pembelajaran per minggu maksimum 50 jam @ 45 menit. Standar kompetensi yang digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum Program Keahlian Kriya Kayu adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada Bidang Kriya Kayu. Waktu pembelajaran efektif per tahun untuk tingkat I dan II minimum 40 minggu dan untuk tingkat III minimum 36 minggu. adaptif dan produktif. baik dilakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah (Suryosubroto. Untuk jam pembelajaran disini merupakan alokasi waktu untuk pelaksanaan pembelajaran termasuk eveluasi sumatif. Evaluasi sumatif yang dimaksud adalah tes uuntuk satu atau beberapa pokok bahasan dalam program normatif dan adaptif. berupa nama mata diklat. Pelaporan administratif dan akademik kemajuan program pendidikan dilakukan setiap semester atau minimal 2 kali setiap tahun pembelajaran.3 Kurikulum SMK Bidang Keahlian Kriya Kayu Kurikulum adalah substansi pembelajaran yang dirancang secara terstruktur dan dikemas dalam berbagai mata diklat yang dikelompokkan dalam program normatif.2. Alokasi waktu pembelajaran praktik dalam . dan tes untuk setiap pencapaian suatu kompetensi tertentu dalam program produktif. Pengorganisasian materi program normatif dan adaptif mengacu pada UU Sisdiknas No 20 tahun 2003 pasal 37.

Hal-hal yang harus ada dalam penyusunan silabus kriya kayu adalah : a.(1) keutuhan dan ketuntasan penguasaan kompetensi.3 Silabus Dalam Kriya Kayu Untuk siswa kelas III Kriya Kayu ada dua macam silabus. (2) kesinambungan proses pembelajaran. kode kompetensi c. durasi pembelajaran d. kondisi kerja e. dan (3) efisiensi penggunaan sumber daya pendidikan. sedangkan untuk mata program produktif berupa nama kompetensi yang mengacu pada SKKNI yang disesuaikan dengan industri tempat siswa melaksanakan Prakerin dan tempat pelaksanaan mata diklat produktif saat siswa berada di industri dengan mengunakan alokasi waktu mata pelajaran produktif.14 program produktif minimum 70 % dan untuk teorinya maksimum 30 %. 2. kriteria kinerja g. Untuk mata pelajaran normatif dan adatif mengacu pada UU Sisdiknas no 20 tahun 2003 pasal 37 berupa mata diklat. jenis kompetensi kerja. b. Struktur kurikulum yang digunakan SMK N 2 Jepara Bidang Keahlian Kriya Kayu dapat dilihat pada lampiran 8. sub kompetensi f. lingkup belajar . Untuk pengaturan waktu pembelajaran dalam bentuk jadwal mingguan dalam 1 tahun dilakukan dengan memperhatikan.

323/U/1997tentang penyelenggaraan Prakerin SMK.1 Pengertian Praktik Kerja Industri Praktik kerja industri (Prakerin) merupakan bagian dari program bersama antara SMK dan Industri yang dilaksanakan di dunia industri.29 tahun 1990 tentang pendidikan Pendidikan Menengah. Praktik Kerja Industri (Prakerin) dapat diartikan sebagai suatu saat di mana seseorang bekerja dibawah bimbingan orang yang sudah berpengalaman dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yamg diperlukan untuk memperoleh lapangan pekerjaan dalam jangka waku yang telah ditentukan.15 h. Kepmen Pendidikan dan Kebudayaan No. materi pokok pembelajaran yang di dalamnya terdiri dari sikap.1 Tinjauan Tentang Prakerin 2. 2. 2. PP No.1.4.4.1. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas. Kepmen Pendidikan dan Kebudayaan No. 080/U/1993 tentang Kurikulum SMK (UNNES. Dalam pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam UU No. Untuk menunjang tujuan dari pendidikan itu sendiri maka harus ada landasan hukum yang menjadi acuan atau patokan dalam pelaksanaan pendidikan. Silabus yang digunakan saat prakerin disesuaikan dengan jenis produksi perusahaan tempat siswa melaksanakan Prakerin.2 Landasan Hukum Prakerin Dalam pelaksanaan pendidikan yang berlaku di Indonesia harus mempertimbangkan nilai kemanfaatan bagi lingkungan pendidikan khususnya bagi peserta didik.4 Praktik Kerja Industri (Prakerin) 2. pengetahuan dan keterampilan.2006:126) .4.

4.2.1. memperoleh masukan dan umpan balik guna memperbaiki dan mengembangkan kesesuaian pendidikan kejuruan. meningkatkan. memberikan peluang masuk penempatan tamatan dan kerja sama. baik sebagai pekerja. meningkatkan pengalaman siswa pada aspek-aspek usaha yang potensial dalam lapangan kerja. manajemen usaha.4. menumbuh kembangkan dan memantapkan sikap profesional yang diperlukan siswa untuk memasuki lapangan pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. memperluas dan memantapkan proses penyerapan teknologi dari lapangan kerja ke sekolah. b. memperluas dan menetapkan keterampilan yang membentuk kemampuan siswa sebagai bekal untuk memasuki lapangan yang sesuai dengan program studi yang dipilihnya.4. f.16 2. jenjang karier. 2. memberikan kesempatan pada siswa untuk memasyarakatkan diri pada suasana lingkungan kerja yang sesungguhnya. e.3 Tujuan Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) Praktik kerja industri (Prakerin) sebagai usaha peningkatan kualitas lulusan mempunyai tujuan agar siswa dapat : a.2 Kelembagaan Kerja Sama 2. penerima upah. d. meningkatkan. c. g.1 Majelis Sekolah Praktik Kerja Industri (Prakerin) sebagai program kerja sama antara sekolah sebagai penyelenggara lembaga pendidikan kejuruan dengan dunia usaha sebagai .

17 mitra usaha dalam membentuk peserta didiknya supaya menguasai keahlian profesi. 6. 2. 5. 5. Standar Profesi / Silabus Pelaksanaan Pengawasan Mutu Uji profesi Sertifikasi Pemasaran TAMATAN BERKUALITAS PROFESIONAL Sumber : Lembaran Ilmu Kependidikan Gambar 2. Secara lebih jelas pola hubungan antara Sekolah. 4. Koperasi Pemerintah Daerah Asosiasi Profesi Organisasi Pekerja INDUSTRI PASANGAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI SMK 1.1) MAJELIS SEKOLAH 1. Majelis Sekolah dan dunia usaha (perhatikan gambar 2. 3. 8. Pendidikan Nasional Kamar Dagang Industri Dep. 2. 4. Perindustrian Dep. dengan tugas-tugas sebagai berikut. 6. Dep. Pola hubungan ini dikoordinasikan melalui Majelis Sekolah. 3.1 Bagan Hubungan Majelis Sekolah Dengan Dunia Industri 2.2 Wakil Kepala Sekolah Hubungan Masyarakat dan Industri ( Wakasek Humasind ) Wakasek Humasind bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah atas terlaksananya kerjasama dengan industri/ masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Prakerin dan unit produksi. (1) . Tenaga Kerja Dep.4. 7.2.

masyarakat ataupun instansi pemerintah sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap sekolah.4. berbentuk hour release. 5 hari di institusi pasangan dan 1 hari di sekolah. .18 menyusun program kerja hubungan masyarakat dan industri dan mengkoordinasikan pelaksanaannya. (5) mempromosikan sekolah dan lulusannya kepada industri/ masyarakat.3 Model Pelaksanaan Prakerin Model pelaksanaan Prakerin adalah pola yang menyangkut tentang tata cara pelaksanaan Prakerin mulai dari tahapan persiapan. (3) mengarahkan Pokja agar berfungsi sebagaimana mestinya. (4) mengarahkan unit produksi agar usahanya dapat berkembang. Secara garis besar model atau pola penyelenggaraan itu dapat berbentuk day release. 2. khususnya yang menyangkut tentang kapan dilaksanakan di lembaga pendidikan (di SMK) dan kapan di institusi pasangannya. atau kombinasi dari ketiganya. 1996) Dalam bentuk penyelenggaraan day release disepakati bersama dari 6 hari belajar dalam satu minggu. Model pengaturan penyelenggaraan program. dan bulan / semester mana di sekolah. (2) mengkoordinasikan kegiatan dalam menjalin dan membina kerjasama sekolah dengan industri. siswa juga masih bisa mendapatkan materi sesuai tuntutan kurikulum walaupun prosentasenya rendah. Keistimewaan model day release adalah selain melaksanakan praktik di industri. berbentuk block release. dan (6) memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. pelaksanan dan tahap penarikan siswa dari industri dengan alokasi waktu yang telah terstruktur. Dalam penyelenggaraan hour release disepakati jam-jam belajar yang harus dibagi dua antara jam belajar di sekolah dengan jam bekerja di industri. Dalam penyelenggaraan block release disepakati bersama bulan / semester mana di institusi pasangan. (Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional.

Dalam bentuk penyelenggaraan day release mempunyai kekurangan yaitu konsentrasi siswa akan terbagi antara kegiatan Prakerin di industri dengan pembelajaran di sekolah. namun jangka waktu diberikan pada siswa berada di industri untuk berkonsentrasi dalam Prakerin lebih besar. (2) sub komponen praktik dasar kejuruan. Sedangkan untuk model hour release akan konsentrasi siswa akan terbagi karena proses pembelajaran yang terbagi dengan Prakerin di industri dalam hari yang sama. sekolah harus mempertimbangkan beberapa hal. dapat dilaksanakan di sekolah. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan dan menyepakati pola penyelenggaraan ini. Dalam betuk penyelenggaraan block release siswa difokuskan melaksanakan praktik di indusri 6 hari dalam seminggu dengan waktu pelaksanaan 8 bulan. pada umumnya dapat dilaksanakan sepenuhnya di sekolah. Namun ketiga model pelaksanaan Prakerin tersebut mempunyai kelemahan.19 Model block release mempunyai keistimewaan yang hampir sama demgan day release sama-sama mempunyai waktu yang dibagi antara di sekolah dan di industri. Bentuk block release tidak cocok diterapkan karena materi yang sesuai dengan tuntutan kurikulum tidak tercapai dan pelaksanaan evaluasi secara tatap muka oleh sekolah juga sulit dilakukan. Sedangkan model hour release mempunyai kelebihan siswa tidak melupakan materi di sekolah dan tetap dapat mengikuti Prakerin di industri. komponen pendidikan adaptif. yaitu: (1) komponen pendidikan normatif . dan dapat pula dilaksanakan di institusi pasangan (industri / perusahaan) sejauh memiliki fasilitas . dan sub komponen teori kejuruan. Maka untuk menyelenggarakan Prakerin.

Model Day Release I (1) (2) (3a) (3b) II (1) (2) (3a) (3b) III (1) (2) (3c) (3c) (3c) (3c) Per Minggu Dalam Satu Bulan 1 3c 3c 3c 3c Prakerin model day release pelaksanaannya pada saat kelas III. 3c 2 3c 3c 3c 3c 3c 1 3c 3c 3c 3c 3c 2 3c 3c 3c 3c 3c Dalam penyelenggaraan day release disepakati bersama dari 6 hari dalam satu minggu.2). Pada batas-batas tertentu. hanya dapat dilaksanakan di institusi pasangan (industri / perusahaan) dimana proses bekerja yang sesungguhnya berlangsung. Model Block Release I (1) (2) (3a) (3b) II (1) (2) (3c) (3c) (3a) (3b) III (1) Dalam penyelenggaraan block release disepakati bersama bulan / semester mana di industri dan bulan / semester mana ada di sekolah pada saat kelas III. . 1 hari di sekolah dan 5 hari di industri. (3) sub komponen praktik keahlian produktif. atau di kedua tempat tersebut sesuai dengan ketersediaan sumber daya yang diperlukan di kedua-belah pihak.20 yang memungkinkan keterlaksanaannya. kegiatan ini dapat dilaksanakan di Unit Produksi SMK yang telah beroperasi secara professional (perhatikan gambar 2.

: Sekolah : Industri/ Dunia Usaha Gambar 2. Keterangan (1) Kemampuan Normatif. (3b) Praktik Dasar Kejuruan dan (3c) Praktik Keahlian Produktif. (3a) Teori Kejuruan. 3c 1 3c 1 3c 1 3c 3c 2 3c 2 3c 2 3c 2 3c 2 3c 3c 1 3c 1 3c 1 3c 1 3c 1 3c 3c 2 3c 2 3c 2 3c 2 3c 2 3c Per Hari Dalam Satu minggu 1 2 1 2 Dalam penyelenggaraan hour release disepakati dengan industri bahwa pengunaan jam pembelajaran di sekolah dibagi dengan Prakerin di industri.21 Model Hour Release I (1) (2) (3a) (3b) II (1) (2) (3a) (3b) III (1) (2) 3c (3c) (3c) 1 3c 1 Prakerin model hour release dilaksanakan pada tahun ketiga. (2) Kemampuan Adaptif.2 Gambar Model Pelaksanaan Prakerin .

dengan ketentuan sebagai berikut : 1. harus betul-betul diperkuat pada tahun I dan tahun II. Program pendidikan subkomponen (3a) dan (3b). maka sisa sebagian waktu yang lainnya harus diusahakan digunakan untuk praktik/ bekerja di industri/ perusahaan lain. Standar tersebut mengandung nilai-nilai tentang profesionalitas dengan artian bahwa program pendidiakn kejuruan harus jelas mengacu pada tercapainya keahlian peserta didik sesuai dengan bidangnya yang selaras dengan tuntutan yang diharapkan dalam dunia industri. 3b dan 3c) pada dasarnya merupakan program bersama antara SMK dan institusi pasangannya. setidak-tidaknya dalam kegiatan unit produksi di sekolah. Standar yang dimaksud mencakup 4 point dasar yaitu : (1) aspek pendidikan umum yang membentuk kemampuan peserta didik agar menjadi warga negara yang baik dan memiliki karakteristik sebagai bangsa Indonesia. 3. pada dasarnya dilaksanakan sepenuhnya di institusi pasangan sesuai dengan jumlah waktu yang ditetapkan untuk menguasai keahlian produktif.4 Standar Profesi (Standar Keahlian Tamatan) Untuk memberlakukan Prakerin dalam dunia industri juga mampunyai standar tertentu yang harus dipatuhi agar tujuan dari pelaksanaanya dapat tercapai. 1996) 2. agar pada tahun III siswa benar-benar dalam keadaan siapun untuk memasuki kegiatan produks / bekerja langsung di industri / dunia usaha. Program pendidikan komponen 1. block release. (2) aspek pendidikan dasar yang menunjang pembentukan kemampuan adaptif. dan hour release tersebut di atas dapat dikembangkan sesuai dengan kesepakatan antara SMK dengan institusi pasangannya. 2 dan 3 (3a.4. Apabila industri / perusahaan yang menjadi pasangan hanya siap menerima siswa untuk sebagian waktu yang dipersyaratkan.22 Catatan : Model day release. termasuk cara penyelenggaraannya. bagian mana yang diselenggarakan di sekolah dan bagian mana yang diselenggarakan di institusi pasangan (industri / perusahaan). (Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional. 2. isi program ketiga komponen tersebut dibahas dan disepakati bersama. yaitu memberi bekal penunjang untuk menguasai keahlian profesi dan . Program pendidikan subkomponen (3c) dalam bentuk bekerja langsung pada lini produksi. Dalam Pelaksanaan Prakerin.

. Dari keempat point dasar tersebut dapat digambarkan dalam bagan alur pembentukan kerja profesi (perhatikan gambar 2.23 bekal kemampuan untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. yatu membentuk peserta didik untuk menguasai pengetahuan dan teknik dasar keahlian profesi. yang memiliki watak dan kepribadian sebagai warga Negara dan bangsa Indonesia.3 Bagan Pembentukan Kerja Profesi 2. (4) aspek pelatihan keahlian dengan cara bekerja langsung di dunia industri secara terprogram untuk membentuk kemampuan profesi yang diminati.3) Pendidikan Umum Kemampuan Pendidikan dasar profesi : Kemampuan Teknik Dasar dan Keahlian Profesi ( di sekolah atau DUDI ) Kemampuan Profesiaonal (Keterampilan produktif) Pendidikan Dasar Penunjang Pelatihan Keahlian Kemampuan Sumber : Lembaran Ilmu Kependidikan Gambar 2. dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi warga negara yang baik.4. (3) aspek pendidikan dasar profesi. (2) komponen Pendidikan Dasar (Adaptif).5 Model Pelaksanaan Pendidikan di Sekolah Materi pendidikan yang dipelajari di sekolah meliputi: (1) komponen Pendidikan Umum (Normatif).

1996) Media dan metode yang digunakan pada tiap-tiap bentuk pembelajaran seharusnya mengikuti kebutuhan dari pembelajaran tersebut yang bertujuan untuk memberi kemudahan bagi pelaksana (guru) dalam menyampaikan materi pembelajaran pembelajaran. yaitu berupa kegiatan bekerja langsung secara maupun bagi penerima (siswa) dalam menyerap materi . Komponen Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan. dengan sub komponen yang berupa Praktik Keahlian Produktif.24 untuk memberi bekal penunjang bagi penguasaan keahlian profesi dan bekal kemampuan pengembangan diri untuk mengikuti perekembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.4. berisi materi yang berkaitan dengan pembentukan kemampuan keahlian tertentu sesuai program studi masing-masing untuk bekal memasuki dunia kerja yang sebenarnya. untuk membekali pengetahuan tentang teori kejuruan bidang keahlian yang bersangkutan.6 Model Pelaksanaan Pelatihan di Industri Materi pelatihan di industri tidak terlepas dari pertimbangan isi atau materi kurikulum yang berlaku secara utuh yang berupa . yaitu berupa latihan dasar untuk menguasai dasar-dasar teknik bekerja secara baik dan benar sesuai dengan persyaratan keahlian profesi. (3) komponen Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan. 2. berisi materi yang berkaitan dengan pembentukan kemampuan keahlian tertentu sesuai program keahlian masing-masing untuk bekal memasuki dunia kerja. dengan subkomponen : Teori Kejuruan. (Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional. dan Praktik Dasar Kejuruan.

terdapat 2 (dua) jenis penilaian yang paling dominan dan dituntut harus terjadi. adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui tingkat penguasaan seseorang terhadap kemampuan-kemampuan . mengikuti minggu dan jam kerja industri. 2. adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui tingkat pencapaian penguasaan hasil belajar siswa berdasarkan program (kurikulum) yang berlaku. atau dapat pula dilaksanakan secara menyeluruh (comprehensive) terhadap penguasaan kinerja (performance) tertentu. untuk mencapai tingkat keahlian dan sikap kerja professional (Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional. Untuk waktu praktik kerja di industri diatur sebagai berikut : (1) minimum 3 bulan kerja. (2) Penilaian Penguasaan Keahlian. yaitu : Penilaian Hasil Belajar dan Penilaian Penguasaan Keahlian. (2) boleh lebih dari 3 bulan kerja jika kegiatan bekerja di industri memberi nilai tambah yang lebih tinggi bagi industri maupun bagi siswa yang bersangkutan. (1) Penilaian Hasil Belajar. biasanya dilaksanakan pada akhir satuan waktu tertentu. 1996). Penilaian hasil belajar terutama dimaksudkan untuk mempertimbangkan dan menetapkan berhasil atau tidaknya siswa dalam menempuh mata pelajaran.25 terprogram dalam situasi sebenarnya.7 Jenis Penilaian Pada pelaksanaan Prakerin di SMK.4. (3) kegiatan di industri dapat dimulai dari tingkat I dengan catatan industri yang bersangkutan mampu memberi keterampilan dasar dan sebaiknya tidak langsung kerja di dunia produksi. Penilaian ini dapat dilaksanakan secara bertahap berdasarkan satuan-satuan (unit) materi yang dipelajari.

26 (competencies) yang dipersyaratkan untuk dinyatakan ahli dan berwenang melaksanakan tugas/ pekerjaan tertentu. berdasarkan penguasaannya terhadap standar kemampuan (competencies) yang dipersyaratkan untuk dinyatakan ahli dan berwenang (profesional) pada bidang pekerjaan tertentu. Berdasarkan standar yang digunakan dan proses pengukurannya. sesuai dengan standar resmi (baku) yang berlaku pada suatu jenis keahlian (profesi) tertentu.8 Jenis Sertifikat Sesuai dengan pengelompokkan jenis penilaian di atas maka jenis-jenis sertifikat dalam pelaksanaan prakerin pada SMK dibagi menjadi : (1) ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB). (2) sertifikat. berdasarkan ketentuan atau standar yang berlaku di lapangan kerja. (Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional. (2) uji profesi. Ijazah atau STTB ini diberikan kepada setiap siswa SMK sesuai dengan ketentuan aturan persekolahan yang berlaku. yaitu suatu proses pengukuran dan penilaian penguasaan keahlian seseorang berdasarkan penguasaannya terhadap kemampuan-kemampuan (competencies) dipersyaratkan dan berlaku di perusahaan/ industri tertentu (enterprise standard) dan atau atas dasar tuntutan kebutuhan lapangan kerja tertentu. 1996) 2.4. yaitu suatu proses pengukuran dan penilaian penguasaan keahlian seseorang. dan institusi pasangan tidak ikut terlibat. penilaian penguasaan keahlian digolongkan menjadi: (1) ujian kompetensi. oleh karena itu kewenangan untuk mengeluarkan STTB sepenuhnya berada pada pihak SMK. yaitu keterangan yang menjelaskan bahwa pemiliknya telah selesai mengikuti pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). yaitu keterangan yang menjelaskan bahwa .

27

pemiliknya telah berhasil menguasai kemampuan/ keahlian tertentu. Sertifikat ini ada dua macam, yaitu sertifikat Praktik Kerja Industri (Prakerin) dan sertifikat kompetensi. Sertifikat Prakerin diberikan kepada setiap siswa SMK sesuai dengan aturan industri/ perusahaan tertentu, oleh karena itu kewenangan untuk mengeluarkan sertifikat sepenuhnya berada pada pihak industri/ perusahaan, dan pihak SMK tidak ikut terlibat. Sertifikat kompetensi diberikan kepada setiap siswa SMK yang mengacu pada standar kompetensi nasional Indonesia dan/atau Internasional. (Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional, 1996) Sertifikat kompetensi diberikan oleh penyelenggara pendidikan dan lembaga pelatihan kepada peserta didik dan warga masyarakat sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi.(Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi). 2.5 Persepsi Terhadap Kemanfaatan Pelaksanaan Prakerin Dalam rangka mensukseskan pembangunan perlu adanya kerjasama yang erat dan permanen antara dunia pendidikan kejuruan dan dunia usaha pada umumnya dalam rangka memenuhi tenaga kerja yang cakap dan terampil bagi keperluan pembangunan di berbagai bidang tanpa merugikan dunia usaha. Bahkan dengan kerjasama ini diharapkan memiliki nilai tambah segi tiga antara dunia usaha, sekolah dan peserta didik itu sendiri. Kerjasama antara SMK dan Dunia Usaha / Industri, khususnya dalam pelaksanaan Prakerin, dikembangkan dengan prinsip saling membantu, saling mengisi, dan saling melengkapi untuk

28

keuntungan bersama. Berdasarkan prinsip ini, pelaksanaan Prakerin akan memberi nilai tambah bagi pihak-pihak yang bekerjasama. Nilai tambah bagi dunia usaha adalah, (1) institusi pasangan dapat mengetahui secara tepat kualitas peserta didik yang belajar dan bekerja di perusahaannya, bila perusahaan menilainya bisa menjadi asset, dapat direkrut menjadi tenaga kerja di perusahaan tersebut, bila tidak perusahaan dapat melepasnya, karena tidak ada keharusan bagi institusi pasangan untuk mempekerjakan peserta didik di perusahaan / industri yang bersangkutan setelah mereka tamat, (2) pada umumnya peserta didik telah aktif ikut dalam proses produksi, sehingga pada batas-batas tertentu selama masa pendidikan, peserta didik adalah tenaga kerja yang dapat memberikan keuntungan, (3) selama proses pendidikan melalui bekerja di industri, peserta didik lebih mudah diatur dalam disiplin, seperti kepatuhan terhadap aturan perusahaan, karena itu sikap dan perilaku kerja peserta didik dapat dibentuk sesuai dengan ciri khas dan tuntutan Institusi pasangan, (4) institusi pasangan dapat memberi tugas kepada peserta didik untuk mencari ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang relevan, dan (5) memberi kepuasan bagi dunia usaha karena ikut serta menentukan hari depan bangsa melalui Praktik Kerja Industri. Nilai tambah bagi sekolah adalah lebih terjaminnya pencapaian: (1) tujuan utama pendidikan kejuruan untuk memberi keahlian professional bagi peserta didik (siswa) dalam memasuki dunia kerja, (2) permasalahan biaya, sarana, dan prasarana pendidikan yang selama ini menjadi keluhan dalam upaya peningkatan mutu, dapat diatasi bersama oleh sekolah dan peranserta masyarakat, khususnya

29

Institusi Pasangan, (3) terdapat kesesuaian dan kesepadanan yang pas, antara program pendidikan dan kebutuhan lapangan kerja (sesuai dengan prinsip link and match), dan (4) memberi kepuasan bagi penyelenggara pendidikan kejuruan (SMK dan para pelaku lainnya), karena tamatannya lebih terjamin memperoleh bekal keahlian yang bermakna; baik untuk kepentingan tamatan yang bersangkutan, untuk kepentingan dunia kerja maupun untuk kepentingan pembangunan bangsa pada umumnya. Nilai tambah bagi peserta didik adalah : (1) hasil belajar akan lebih bermakna, karena setelah tamat akan betul-betul memiliki bekal keahlian professional untuk terjun ke lapangan kerja sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupannya, dan mereka memiliki keahlian sebagai bekal untuk

mengembangkan diri secara berkelanjutan, (2) rentang waktu (Lead-time) untuk mencapai keahlian professional menjadi singkat, karena setelah tamat Prakerin tidak memerlukan waktu latihan lanjutan untuk mencapai tingkat keahlian siap pakai, (3) keahlian professional yang diperoleh melalui Prakerin dapat mengangkat harga dan percaya diri tamatan, yang selanjutnya dapat mendorong mereka untuk meningkatkan keahlian profesionalnya pada tingkat yang lebih tinggi (Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional, 1996).

pendekatan kualitatif bertujuan untuk mengungkapkan gejala-gejala secara holistikkontekstual (menyeluruh dan sesuai konteks) melalui pengumpulan data dari latar alami sebagai sumber instrumen kunci peneliti itu sendiri (Suyitno. sehingga data yang diambil sesuai dengan tujuan penelitian. Hal-hal yang menyangkut penelitian kualitatif adalah sebagai berikut: (1) bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Setelah data terkumpul. mendalam dan menunjukkan ciri naturalistik yang penuh keotentikan. Nilai Tambah/ Kemanfaatan. kreatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. (2) proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Sebelum penelitian dilaksanakan terlebih dahulu ditetapkan langkahlangkah pendekatan penelitian. Kelembagaan Kerjasama. dan Jaminan Keberlangsungan (Sustainability). Program Pendidikan dan Pelatihan bersama. dari segi Persiapan Pelaksanaan di sekolah dan di Industri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. memahami. dianalisis dan disimpulkan kemudian disajikan dalam bentuk laporan. (Suyitno. dan (3) laporan berbentuk narasi. Langkah pendekatan penelitian ini ditetapkan sebagai acuan atau pedoman dalam pelaksanaan di lapangan. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana model pelaksanaan dari Prakerin pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara Tahun Ajaran 2006 / 2007. 1996 : 5). Pendekatan kualitatif diharapkan dapat mengetahui. data tersebut disusun.BAB III METODE PENELITIAN 3. 1996 : 4). menjelaskan serta dapat mendeskripsikan tentang proses 30 .

Kudus SMU N 1 JEPARA Pos Polisi Dari Semarang 3. 3.3 Sumber dan Informan Sumber adalah pelaku.31 dan hasil yang telah dicapai. . sebagai subyek dalam penelitian ini adalah sekolah (SMK) sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pendidikan di sekolah dan institusi mitra (industri / perusahaan) sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pelatihan kerja yang sesungguhnya bagi siswa dalam pelaksanaan Prakerin. Denah lokasi SMK N 2 Jepara yang digunakan sebagai objek penelitian : Jalan Jepara . 1 Jepara 59415.2 Lokasi Penelitian Penetapan lokasi penelitian sangat penting dalam rangka mempertanggungjawabkan data yang diperoleh. sehingga data yang berupa uraian dapat disajikan secara mendalam dan menyeluruh. Adapun dalam penelitian ini mengambil lokasi di SMK N 2 Jepara Jln.Bangsri Musium Jepara Radio Kartini SMK N 2 JEPARA Alun alun Kantor Bupati Masjid Jln Pemuda Jalan Jepara . Sosrokartono No. Maka lokasi penelitian perlu ditetapkan terlebih dahulu.

Petugas Monitoring. Untuk keabsahan informasi maka tidak cukup bila informasi didapat dari satu informan saja. pengumpulan data dilakukan melalui : . SPd.4 Prosedur Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting dalam rangka penelitian. relevan dan dapat dipercaya kebenarannya. untuk itu perlu diambil informasi dari beberapa informan yang memahami tentang subjek yang dimaksud. Pembimbing Lapangan siswa di lokasi pelaksanaan Prakerin serta siswa tahap satu dan tahap dua. Dalam penelitian guna mendapatkan informasi yang diharapkan. Kemudian untuk informan pendukung adalah Muh Zaidi. Orang yang dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan keterangan yang diperlukan untuk melengkapi atau memperjelas jawaban dari responden. Informan utama dalam penelitian ini yaitu Drs. Basuki sebagai Sekretaris. Sunarto sebagai Wakil Kepala Sekolah bagian Hubungan Industri (Waka Hubind) dan Drs. sebagai Bendahara Pokja Prakerin SMK N 2 Jepara. Guru-guru pengajar pembelajaran normatif. Sangat pentingnya proses pengumpulan data ini. maka diperlukan teknik yang benar untuk memperoleh data-data yang akurat. 3. Dalam penelitian ini informan yang dimaksud kadang juga bertindak sebagai responden. adaptif dan produktif pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara. Suyoto sebagai Ketua Pokja Prakerin SMK N 2 Jepara. Drs.32 Informan adalah sumber data yang berupa orang. Drs.Asy Ari sebagai Wakil Kepala Sekolah Kurikulum. Pengumpulan data akan berpengaruh pada langkah-langkah berikutnya sampai pada penarikan kesimpulan.

atau dapat pula dihentikan apabila dirasakan telah cukup informasi yang didapatkan atau diharapkan. 2001:181. yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewer) yang memberi jawaban atas pertanyaan (Moleong. Menurut Douglas dalam bukunya Mulyana. Dengan kata lain. percakapan ini dilakukan oleh dua pihak. Seperti yang dituliskan Mulyana. mereka harus aktif mencari contoh-contoh negatif. artinya peneliti tidak menemukan aspek baru dalam fenomena yang diteliti. susunan pertanyaan dan susunan katakata dalam setiap pertanyaan dapat diubah pada saat wawancara. 2005 : 186).33 3.4. yaitu wawancara dengan membuat pedoman pertanyaan yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas. peneliti berhenti mewawancarai. Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara tak terstruktur atau wawancara bebas terpimpin.1 Wawancara (interview) Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. yaitu kasus-kasus yang tidak sesuai dengan pola-pola yang anda temukan. metode ini bertujuan memperoleh bentuk-bentuk tertentu informasi dari semua responden. Wawancara tak terstruktur bersifat luwes. begitu pewawancara merasa mereka menemukan pandangan yang memadai. sebagaimana ditegaskan Mulyana. disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi saat wawancara. Wawancara ini dapat dikembangkan apabila dianggap perlu agar mendapat informasi yang lebih lengkap. Tidak ada kriteria baku mengenai berapa jumlah responden yang harus diwawancarai. tetapi susunan kata dan urutannya disesuaikan dengan ciri-ciri setiap responden. hingga mereka bertindak dan berpikir sebagai anggota-anggota dari kelompok yang sedang diteliti. sebagai aturan umum. . peneliti berhenti melakukan wawancara sampai data menjadi jenuh.

Basuki dilakukan pada tanggal 30 November 2006 dan 3 Desember 2006 mengenai Program Kerja Prakerin. kinerja Pokja Prakerin dan persiapan serta pelaksanaan Prakerin. 3 dan 5 Januari 2007 mengenai pelaksanaan pendidikan di sekolah dan proses IHT Kurikulum. bila diyakini bahwa responden akan lebih terbuka). S. dilakukan pada tanggal 30 November 2006 dan 1 Desember 2006 mengenai Program Kerja Prakerin. Wawancara dengan guru-guru pembelajaran adaptif dilakukan pada tanggal 29 Desember 2006 dan 2 Januari . Asy Ari dilakukan pada tanggal 27 Desember 2006. Wawancara dengan Ketua Pokja Prakerin SMK N 2 Jepara Drs. Wawancara dengan Bendahara Pokja Prakerin SMK N 2 Jepara Muh.Pd. Wawancara dengan Waka Kurikulum Drs. Wawancara dengan Sekretaris Pokja Prakerin Drs. “apakah”. Wawancara dengan Waka Hubin Drs. 1 Januari 2007 mengenai Kelembagaan Prakerin di sekolah dan kinerjanya.34 Dalam wawancara tak terstruktur ini dimulai dengan kata tanya bersifat terbuka. Suyoto dilakukan pada tanggal 25 November 2006. pelaksanaan pembelajran di sekolah dan persiapan Prakerin. 2 dan 7 Desember 2006 dan 2 Januari 2007 mengenai kinerja urusan Hubungan Industri. dan “mengapa” (pertanyaan bahkan dapat diajukan dalam bahasa sehari-hari. Sunarto dilakukan pada tanggal 25 dan 29 November 2006. Zaidi. proses In House Training (IHT) Kurikulum serta pelaksanaan pelatihan di Industri / Perusahaan. seperti “bagaimana”. Wawancara dengan guru-guru pembelajaran normatif dilakukan pada tanggal 29 Desember 2006 dan 2 Januari 2007 mengenai pelaksanaan pendidikan di sekolah dan proses IHT Kurikulum.

Wawancara dengan guru-guru pembelajaran produktif dilakukan pada tanggal 1 Desember 2006 dan 2 Januari 2007 mengenai palaksanaan pendidikan di sekolah dan proses IHT Kurikulum. 6. Wawancara dengan pembimbing-pembimbing lapangan dilakukan pada tanggal 4. 14 dan 15 Desember 2006 mengenai pelaksanaan pendidikan di sekolah dan pelaksanaan pelatihan di Industri/ Perusahaan (pelaksanaan Prakerin). Wawancara dengan siswa peserta Prakerin dilakukan pada tanggal 4. Melalui wawancara tersebut diharapkan mendapatkan gambaran dan pengertian yang nyata dari model pelaksanaan Prakerin pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara pada Tahun Ajaran 2006/2007. Pengamatan dilakukan sendiri secara langsung ditempat yang menjadi objek penelitian. 3. Wawancara dengan tim monitoring dilakukan pada tanggal 1 dan 4 Desember 2006 mengenai kinerja petugas monitoring. Objek . 12. Wawancara ini dapat juga berguna untuk mendeskripsikan suatu objek penelitian disamping data atau suatu informasi pendukung lain. Dalam penelitian ini menggunakan metode observasi langsung yaitu di SMK N 2 Jepara pada Bidang Keahlian Kriya Kayu dan pada Institusi Mitra yang menjadi tempat siswa melakukan praktek pelaksanaan Prakerin.2 Observasi Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling tepat adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen (Arikunto. dan 12 Desember 2006 mengenai pelaksanaan pelatihan di Industri / Perusahaan (Prakerin). 6. 2002 : 204).35 2007 mengenai pelaksanaan pendidikan di sekolah dan proses IHT Kurikulum.4.

36 yang diamati adalah model pelaksanaan prakerin dari segi pelaksanaan pendidikan di sekolah dan pelatihan di Industri / Perusahaan serta faktor-faktor yang mempengaruhi adanya kegiatan tersebut. agenda dan sebagainya. dan (4) hasil pengkajian isi akan membuka kesempatan untuk lebih memperluas ilmu pengetahuan terhadap yang diselidiki. (3) analisis program diklat normatif. surat kabar. Untuk observasi terhadap pelaksanaan pelatihan di Industri/ Perusahaan dilakukan pada tanggal 1 dan 4 Desember 2006. Data tersebut berupa . antara lain : (1) dokumen merupakan sumber yang stabil. transkrip. adaptif dan produktif. kaya dan mendorong. 3.3 Dokumentasi Metode dokumentasi adalah cara memperoleh data mengenai hal-hal yang berupa catatan. (Arikunto. lager. (2) naskah perjanjian kerja sama tentang pelaksanaan Prakerin antara Institusi Pasangan dengan SMK N 2 Jepara. Metode dokumentasi digunakan dalam penelitian karena beberapa alasan. (3) berguna dan sesuai dengan penelitian kualitatif karena sifatnya yang alamiah. Metode dokumentasi dilakukan dengan cara atau metode dimana melakukan kegiatan pengumpulan dan pencatatan terhadap data-data yang ada di SMK N 2 Jepara dan institusi mitra yang menjadi pasangannya sehubungan dengan pelaksanaan praktik kerja industri (Prakerin). prasasti. 2002 : 206). (1) kurikulum SMK untuk Bidang Keahlian Kriya Kayu. (2) berguna sebagai bukti untuk suatu pengujian. (4) daftar distribusi siswa peserta Prakerin Tahun Pelajaran . paper. notulen. buku. majalah.4. Observasi terhadap pelaksanaan pendidikan di sekolah dilakukan pada tanggal 23 dan 25 November 2006.

(7) Job sheet. dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. sedang yang ke dua menekankan maksud dan tujuan analisis data. (Moleong. adalah proses mengatur urutan data. (5) jurnal kegiatan dan laporan siswa Prakerin. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif analisis yang merupakan proses penggambaran lokasi penelitian. 2005 : 280). kategori.5 Analisis Data Analisis data menurut Patton dalam bukunya Moleong (2005 : 280). Bogdan dan Taylor dalam Moleong (2005 : 280). mengorganisasikannya ke dalam suatu pola. (6) surat tugas bagi petugas monitoring terhadap pelaksanaan Prakerin tahap satu dan dua. (10) laporan Pelaksanaan In House Training Kurikulum (IHT). (11) program pembelajaran bersama dan (12) soal evaluasi sumatif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa analisis adalah proses pengorganisasian dan mengurutkan data ke dalam pola. mendefinisikan bahwa analisis data merupakan proses merintisi usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti disarankan oleh data-data sebagai usaha untuk memberikan bantuan pada tema dan hipotesis itu. Dalam penelitian diperoleh gambaran tentang model pelaksanaan praktik kerja industri pada Bidang .37 2006/ 2007 paket keahlian Kriya Kayu pada Gtahap satu dan dua. (9) Satuan Acara Pembelajaran (SAP) untuk pembelajaran normatif dan adaptif. dan satuan uraian dasar. (8) sertifikat kompetensi dan sertifikat prakerin yang pernah diberikan. 3. Jika dikaji. Data yang didapat tersebut selanjutnya ditafsirkan dan digunakan untuk memperkuat apa yang terjadi di lapangan saat wawancara dan observasi. pada dasarnya definisi pertama lebih menitikberatkan pada pengorganisasian data.

Menurut Matte B. Reduksi data. Kelembagaan Kerjasama. dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan.38 Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara. Kelembagaan Kerjasama. yang ditinjau dari segi Institusi Pasangan. Peneliti mencatat semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan mengenai pelaksanaan prakerin pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara yang ditinjau dari segi Institusi Pasangan. Nilai Tambah/ Kemanfaatan. Nilai Tambah/ Kemanfaatan. dan Jaminan Keberlangsungan (Sustainability). reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan. 1992 : 6). pemusatan perhatian pada penyederhanaan. 1992 : 17). Program Pendidikan dan Pelatihan Bersama. dan (4) kesimpulan data (verifikasi data). Program Pendidikan dan Pelatihan Bersama. Kelembagaan Kerjasama. Dengan uraian dari masing-masing tahap tersebut adalah sebagai berikut : Pengumpulan data. dan Jaminan Keberlangsungan (Sustainability). Menurut Matte B. yaitu : (1) pengumpulan data. Program Pendidikan dan Pelatihan Bersama. Reduksi data dilakukan terhadap data kasar hasil observasi dan wawancara di lapangan mengenai pelaksanaan prakerin pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara yang ditinjau dari segi Institusi Pasangan. Adapun pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan 4 tahap. Milles (dalam Soedjadi. Milles (dalam Soedjadi. Nilai Tambah/ Kemanfaatan. (2) reduksi data. sajian data adalah sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan . dan Jaminan Keberlangsungan (Sustainability). (3) sajian data. Sajian data. pengabstrakan.

merupakan sajian data emik yang telah dianalisis berdasarkan kajian pustaka yang bersangkutan dengan data emik tersebut. Nilai Tambah/ Kemanfaatan. Program Pendidikan dan Pelatihan Bersama. Kelembagaan Kerjasama. Kesimpulan data (verifikasi data). dan Jaminan Keberlangsungan (Sustainability). Dalam penarikan kesimpulan ini. Sajian data dapat dibagi menjadi dua. Kesimpulan-kesimpulan juga diverifikasikan selama penelitian berlangsung (Matte B. 1992 : 19). dan Jaminan Keberlangsungan (Sustainability) dari pelaksanaan prakerin pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara. Nilai Tambah/ Kemanfaatan. Dari keempat tahapan analisis data tersebut dapat digambarkan dengan bentuk alur kerja seperti gambar 3. Sajian data etik. Sajian data emik merupakan sajian data berdasarkan hasil asli yang diperoleh di lapangan sesuai dengan hasil wawancara dan observasi mengenai pelaksanaan prakerin pada Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara yang ditinjau dari segi Institusi Pasangan. didasarkan pada reduksi data dan sajian data yang merupakan jawaban atas masalah yang bersangkutan dengan Institusi Pasangan.1 .39 adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.dalam Soedjadi. Kelembagaan Kerjasama. yaitu sajian data emik dan sajian data etik. Program Pendidikan dan Pelatihan Bersama. Penarikan kesimpulan hanyalah sebagian dari satu kegiatan dari konfigurasi yang utuh. Milles .

(3) membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu. Hal ini dapat dicapai dengan jalan: (1) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara.40 Pengumpulan Data Reduksi Data Sajian Data Emik dan Etik Penarikan Kesimpulan / Verifikasi Data Gambar 3. (2) membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi. orang – orang yang berpendidikan menengah atau tinggi. orang .1 Teknik Analisis data 3. (4) membandingkan keadaan perspektif seseorang dengan berbagai pandangan orang sebagai rakyat biasa. 2005 : 198). orang berada. Menurut Patton dalam bukunya Moleong. triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui alat dan waktu yang berbeda dalam metode kualitatif. Oleh sebab itu suatu teknik untuk memeriksa keabsahan data memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau perbandingan terhadap data itu (Moleong.6 Pengecekan Keabsahan Data Keabsahan data sangat mendukung dalam menentukan hasil akhir penelitian. Keabsahan data dalam penelitian ini diperiksa dengan menggunakan teknik triangulasi sumber.

2 dan gambar 3. (5) membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan (Moleong.3 Teknik sama. sumber berbeda . 2005:331).2 Sumber sama.3 Pengamatan/ Observasi Sumber Data Wawancara Dokumentasi Sumber Data Wawancara Gambar 3.41 pemerintah. Bagan triangulasi pada pengujian validitas data dapat dilihat pada gambar 3. teknik berbeda Informan A Wawancara Informan B Gambar 3.

42 3. 2005:327). keikutsertaan peneliti menjadi suatu hal yang sangat penting dan menentukan dalam pengumpulan data.7 Memperpanjang Keikutsertaan Peneliti Dalam pengumpulan data. Jika hal itu dilakukan maka akan membatasi: (1) membatasi gangguan dari dampak peneliti pada konteks. (2) membatasi kekeliruan (biases) peneliti. . Keikutsertaan peneliti membutuhkan waktu yang relatif lama dengan tujuan mendapatkan data yang diperoleh menjadi jenuh. Perpanjangan keikut-sertaan berarti peneliti tinggal dilapangan penelitian samapi kejenuhan pengumpulan data tercapai. (3) mengkonsepsikan pengaruh dari kejadian-kejadian yang tidak biasa atau pengaruh sesat (Moleong.

(3) pembuatan surat- 43 .1.1. lembar ketersediaan DU/DI. serta (5) perencanaan dan kemungkinan penempatan peserta Prakerin di masing-masing industri dipimpin oleh guru pembimbing. (3) persiapan blangko untuk mencari tempat Prakerin di DU/DI yang meliputi surat permohonan. (4) penyerahan kembali blangko-blangko tersebut yang sudah lengkap ditanda tangani oleh ketua program studi dan pimpinan / yang mewakili dari dunia industri.1 Persiapan Pelaksanaan Prakerin baik di Sekolah maupun di Industri 4. Setelah tahap perencanaan selesai maka dilanjutkan dengan tahap persiapan.1 Persiapan Pelaksanaan Prakerin di SMK N 2 Jepara Dalam persiapan pelaksanaan Prakerin SMK N 2 Jepara membuat dua tahapan yaitu tahap perencanaan dan tahap persiapan. Pada tahap perencanaan. Sebelum melaksanakan Prakerin berkas administrasi yang perlu dipersiapkan antara lain : (1) pembekalan siswa peserta Prakerin yang dipandu oleh kelompok kerja Prakerin dan penyampai materi dari perwakilan industri. SMK N 2 Jepara mengumpulkan data-data yang merupakan komponen penting dalam persiapan pelaksanaan yang meliputi : (1) data tentang tempat yang potensial untuk pelaksanaan Prakerin.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1. (2) pengadaaan buku panduan dan laporan kegiatan untuk siswa. (2) data tentang Institusi yang potensial dengan program studi yang ada di sekolah untuk pelaksanaan Prakerin. kelompok peserta Prakerin.

Drs. Sunarto menjelaskan “untuk kelancaran pelaksanaan Prakerin periode 2006/2007 pihak sekolah membuat dua tahapan yaitu tahap perencanaan dan tahap persiapan. Ditambahkan oleh Drs. konsumen / pengguna produk.44 surat pemberitahuan yang meliputi surat penitipan siswa Prakerin di industri. Adapun materi yang diberikan saat pembekalan meliputi dua hal utama yang disampaikan oleh perwakilan industri dan wali kelas masing-masing program studi kriya. pemasaran dan modal. Suyoto “rapat koordinasi pelaksanaan Prakerin dan mendata tempat Prakerin yang didapat siswa merupakan serangkaian kegiatan yang masuk dalam tahap perencanaan. Sedangkan materi yang disampaikan . (6) tata tertib . Untuk tahap perencanaan menitik beratkan pada penyiapan datadata tentang tempat Prakerin siswa . surat keterangan perjalanan dinas. (4) surat tugas untuk kepala sekolah atau tim pelaksana. dan pemberitahuan kepada guru pembimbing. bahan baku. Sedangkan untuk tahap persiapan dimulai dengan pengadaan buku panduan untuk siswa. Materi yang disampaikan oleh industri saat pembekalan Prakerin siswa antara lain : produk yang dihasilkan. Drs. (5) jurnal pelaksanaan Prakerin. untuk hal ini pihak sekolah sudah membekali dari kegiatan belajar mengajar sejak kelas satu tentunya”. sopan santun dan kecakapan serta keterampilan yang dimiliki siswa. sampai pembuatan surat tugas untuk guru yang terlibat dengan pelaksanaan Prakerin tahun 2006/2007”. surat permohonan ke DUDI. Sedangkan untuk pembekalan Prakerin dan pengadaan buku panduan dan laporan kegiatan siswa selama Prakerin menjadi bagian dari tahap persiapan”. alat dan peralatan. dan (7) format sertifikasi dan kelengkapan administrasi kegiatan Prakerin. pembekalan pra pelaksanaan Prakerin. Basuki menjelaskan “ pada dasarnya persiapan utama untuk pelaksanaan Prakerin adalah penyiapan diri peserta didik sebagai subjek dari program Prakerin ini. surat pengantar kepada institusi tempat praktik. ini berhubungan dengan sikap. Saat pembekalan siswa peserta Prakerin diberikan materi-materi yang berkaitan dengan pelaksanaan teknis Prakerin. dan lembar ketersediaan pihak industri untuk menerima siswa Prakerin.

Ditambahkan oleh Drs. Sunarto “untuk materi yang disampaikan oleh pihak industri meliputi manajemen perusahaan dan keselamatan kerja yang ada di lingkungan kerja di perusahaan. yang nantinya juga mengevaluasi kerja siswa selama pelaksanaan Prakerin”. . Drs. serta panduan pengisian jurnal atau administrasi Prakerin secara lengkap. Suyoto menambahkan “untuk materi yang disampaikan wali kelas meliputi dua hal yaitu (1) etika dan tata tertib yang meliputi ucapan dan sikap. ramburambu / hukum dan sanksi yang diberikan bila siswa melanggar. Drs.2 Persiapan Pelaksanaan Prakerin di Industri Persiapan yang dilakukan oleh pihak industri untuk pelaksanaan Prakerin dimulai dari menyiapkan pembimbing lapangan yang akan membantu siswa peserta Prakerin selama pelaksanaan Prakerin di perusahaannya. Suyoto menjelaskan “siswa saat pembekalan diberikan materi yang disampaikan oleh pihak perusahaan dan dari pihak sekolah yang diwakili oleh wali kelas”.1.Wasiun pimpinan Cipta Antiq menjelaskan “untuk tahap persiapan kami menyiapakan satu pembimbing lapangan yang bertugas untuk memebantu siswa dalam pelaksanaan Prakerin ditempat kami.45 oleh wali kelas masing-masing kriya meliputi etika dan tata tertib. sedangkan materi yang disampaikan oleh pihak sekolah melalui wali kelas sehubungan dengan etika dan tata tertib serta penjelasan tentang panduan pengisian jurnal dan laporan”. 4. kami juga sudah menetapakn jadwal kerja untuk siswa yang kami samakan dengan pegawai yang ada di perusahaan kami”. (2) panduan pengisian jurnal dan laporan siswa dengan menunjukkan format penulisan laporan dan pengisian jurnal tahun dan penjelasan pengisian”. dan persiapan untuk pembagian kerja serta sistem kerja yang akan diterapkan untuk siswa peserta Prakerin.1. Purwanto dari Oval Jati menuturkan “ untuk tahun ini kami terlibat dengan proses pembekalan siswa di SMK dan untuk kesiapan kami menyiapkan pembimbing lapangan yang bertugas untuk membimbing dan mengecek ulang pekerjaan siswa. H.

4. dan dilatihkan pada peserta didik. Selain itu. yaitu : 1. pembimbing lapangan juga berperan dalam membantu siswa saat menemui kesulitan dalam mengerjakan tugas yang diberikan. di samping kandungan .1.2 Pelaksanaan Pendidikan di Sekolah Bidang Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara dalam pelaksanan pendidikan menggunakan kurikulum tahun 2004 dengan struktur kurikulum yang terbagi menjadi 3 (tiga) mata diklat. sosial.46 Ditambahkan oleh Purwanto “saat pembekalan Prakerin di sekolah kami selaku perwakilan dari pihak industri menyampaikan tentang manajemen perusahaan yang meliputi produk yang dihasilkan. Pembimbing lapangan mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu siswa peserta Prakerin untuk mengembangkan potensi dan skill yang dimiliki siswa. sikap. Sandi dari Dian Jati Antika menjelaskan bahwa “sebelum siswa peserta Prakerin diserahkan pihak sekolah kepada kami. bahan baku dan semua hal yang menyangkut perusahaan dan keselamatan kerja yang harus diperhatikan perusahaan dan tenaga kerjanya”. dan perilaku yang harus diajarkan. kami sudah menyiapkan satu pembimbing lapangan yang akan menjelaskan sistem kerja dan pembagian kerja untuk siswa serta membantu siswa bila mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugasnya selama ia praktik di sini”. N. ditanamkan. Program Normatif Program normatif adalah kelompok mata diklat yang berfungsi membentuk peserta didik menjadi pribadi utuh. dan bernegara. yang memiliki norma-norma kehidupan sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial (anggota masyarakat) baik sebagai warga negara Indonesia maupun sebagai warga dunia. Program ini berisi mata diklat yang lebih menitikberatkan pada norma. Program normatif diberikan agar peserta didik bisa hidup dan berkembang selaras dalam kehidupan pribadi.

ruang perpustakaan. ini bertujuan agar siswa memiliki tata karma dan dan sopan santun dalam berbicara dan bertutur kata kepada siapa saja termasuk ketika ia harus berada di lingkungan industri” Media yang digunakan untuk menunjang kelancaran pembelajaran mata pelajaran Bahas Indonesia adalah buku cetak. papan tulis. CD pembelajaran.Pd. Dhian S. . dan untuk penjelasannya akan disampaikan oleh guru pengajar.47 pengetahuan dan keterampilan yang ada di dalamnya. Buku cetak adalah buku yang berisikan materi pelajaran guna menunjang proses transfer ilmu dari guru kepada siswa. bertutur bahasa yang halus serta menghargai orang lain. kapur tulis dan penghapus. Menghargai orang lain adalah sikap yang tidak menganggap diri kita paling baik dan bisa menerima masukan dari orang lain. Bersikap positif adalah bersikap yang berguna untuk kepentingan orang lain dan terbuku untuk menerima masukan / kritik yang membangun. Pada pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk mendidik siswa agar dapat bersikap positif . S. Ruang perpustakaan selain memberikan fasilitas untuk peminjaman buku-buku paket juga menyediakan satu ruangan yang dilengkapai TV yang digunakan untuk menanyangkan CD pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru. Contoh materi yang disampaikan adalah cara pembuatan surat permohonan / surat ijin melaksanakan Prakerin di industri. Mata diklat pada kelompok normatif berlaku sama untuk semua program keahlian. Bertutur bahasa yang halus adalah bertutur kata yang tidak menyinggung perasaan orang yang sedang kita ajak berbicara. CD pembelajaran untuk pelajaran Bahasa Indonesia berisi tentang materi pelajaran yang ditampilkan dalam bentuk tampilan materi-materi inti. menjelaskan bahwa “pelajaran Bahasa Indonesia memang perlu diberikan pada siswa termasuk pada siswa SMK.

“ Metode yang digunakan untuk menunjang kelancaran pembelajaran mata diklat Bahasa Indonesia adalah metode ceramah. metode tanya jawab : guru mempersilahkan siswa untuk menanyakan terhadap hal-hal yang belum paham/ belum jelas tentang materi pelajaran yang diberikan kemudian guru menjawab dan menjelaskannya atau guru yang bertanya kepada siswa tentang materi yang baru saja disampaikan kemudian siswa menjawabnya. menambahkan. dan metode tugas rumah : siswa diberi soal yang harus diselesaikan dirumah baik kelompok maupun perorangan.Pd. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia. tes lesan yaitu tanya . Penggunaan media bertujuan agar siswa dapat memahami materi secara maksimum dan menyenangkan. diskusi. Metode pemberian tugas diberikan pada siswa untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan guru. kegiatan evaluasi dilakukan pada akhir pertemuan dari tiap satu atau beberapa pokok bahasan tergantung dari banyak sedikitnya materi yang ada dan juga dilakukan di akhir semester dengan bentuk tes tertulis yang berupa essay dan atau pilihan ganda. Budi N. adapun tujuan dari penggunaan metode tersebut yaitu untuk mempermudah siswa dalam menyerap dan menguasai materi pelajaran yang diberikan”. metode tugas mandiri : guru memberikan soal kepada siswa dan harus dikerjakan sendiri. dan tugas baik bersifat tugas kelompok. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan suatu materi oleh guru kepada siswa. tanya jawab. untuk metode ceramah. Media lain adalah ruang kelas beserta kapur tulis dan penghapus. Metode tanya jawab digunakan saat materi diberikan dan ada pertanyaan dari siswa tentang materi yang diberikan guru. tugas mandiri maupun tugas rumah. “pelaksanaan metode tersebut adalah sebagai berikut. Asy Ari mengemukakan “ media yang digunakan untuk menunjang pelajaran Bahasa Indonesia adalah CD pembelajaran yang biasanya disediakan oleh guru mata diklat dan diperlihatkan pada siswa di ruang perpustakaan dan buku cetak yang dapat dipinjam dari perpustakaan saat pelajaran dan dikembalikan lagi setelah pelajaran selesai agar bisa dipinjam siswa lainnya.48 Drs. guru menjelaskan materi pelajaran di depan kelas dan siswa memperhatikan dengan baik. metode diskusi kelompok : guru memberikan suatu permasalahan kepada siswa dan harus dipecahkan secara kelompok. S.

Program adaptif berisi mata diklat yang lebih menitikberatkan pada pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk memahami dan menguasai konsep dan prinsip dasar ilmu dan teknologi yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari dan atau melandasi kompetensi untuk bekerja. lingkungan kerja. Budi N. mengemukakan bahwa “ ada kegiatan evaluasi dari pelajaran Bahasa Indonesia dengan tujuan untuk mengukur tingkat pemahaman materi oleh siswa yang dilaksanakan saat pelajaran dilaksanakan atau saat akhir semester dan ini ada nilai minimum yang harus dicapai siswa yaitu tujuh bila kurang dari tujuh maka siswa wajib mengikuti remidi atau mendapatkan tugas tambahan”.00 untuk dinyatakan lulus dalam pelajaran yang diberikan.00 maka siswa yang bersangkutan akan diberikan tugas tambahan yang bertujuan untuk memperbaiki nilai yang didapatkan sebelumnya. Bila siswa mendapatkan nilai kurang dari 7. serta mampu mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. . Penyempurnaan dilaksankan bersama DUDI melalui program In House Training (IHT) kurikulum. teknologi.Pd. dan seni. Program Adaptif Program adaptif adalah kelompok mata diklat yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki dasar pengetahuan yang luas dan kuat untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan sosial. Kurikulum yang digunakan untuk seluruh mata diklat Bahasa Indonesia pada siswa kelas III adalah kurikulum 2004 yang telah disempurnakan.49 jawab secara langsung antara guru dan siswa. Dari kegiatan evaluasi tersebut nilai minimal yang harus diperoleh siswa adalah 7. 2. S.

modul diberikan dari guru sebagai panduan saat pelaksanaan pelajaran yang berisi tentang teknik / cara pengoprasian . pembelajaran adaptif juga perlu diberikan dengan tujuan untuk memberi bekal penunjang bagi penguasaan keahlian profesi dan bekal kemampuan pengembangan diri untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. papan tulis. Selain itu. Program adaptif terdiri dari kelompok mata diklat yang berlaku sama bagi semua program keahlian dan mata diklat yang hanya berlaku bagi program keahlian tertentu sesuai dengan kebutuhan masing-masing program keahlian.50 Program adaptif diberikan agar peserta didik tidak hanya memahami dan menguasai “apa” dan “bagaimana” suatu pekerjaan dilakukan. kapur. Sunarto “pelajaran KKPI perlu sekali diberikan pada siswa SMK agar siswa mempunyai bekal penunjang untuk penguasaan keahlian tertentu yang nantinya saat ia harus bekerja “. tetapi memberi juga pemahaman dan penguasaan tentang “mengapa” hal tersebut harus dilakukan. Ditambahkan oleh Drs. Pada mata pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) bertujuan untuk membekali siswa agar bisa menggunakan teknologi komputer dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki kemampuan aplikasi Komputer sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) pada bidang Kriya Kayu. dan audio visual (berupa perangkat komputer). Media yang dipakai dalam pembelajaran ini berupa buku cetak. Suyoto mengemukakan bahwa “pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) sangat di perlukan dengan tujuan agar siswa mempunyai bekal penunjang untuk menguasai suatu keahlian tertentu yang nantinya bisa mengikuti perkembangan teknologi “. Buku cetak pinjam di perpustakaan. buku panduan / modul. Drs.

Drs. cd pembelajaran. Untuk mata diklat Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) menggunakan kurikulum 2004. Basuki mengatakan. sedangkan komputer disediakan di laboratorium komputer digunakan saat pelajaran berlangsung. Sedangkan tujuan penggunaan media. Metode ceramah digunakan saat guru menjelaskan langkah kerja sebelum pelaksanaan praktik pengoprasian komputer. Metode kerja mandiri digunakan saat siswa diberikan tugas untuk mengoprasikan komputer sesuai langkah kerja dalam buku panduan. “media yang digunakan dalam pembelajaran KKPI berupa buku cetak yang bisa siswa pinjam di perpustakaan sekolah atau buku lain yang memiliki materi yang sama lalu kapur. agar siswa mampu memehami materi yang diberikan oleh guru pengajar secara efektif”. Drs.51 komputer. buku panduan (modul) serta komputer“. tanya jawab setelah ceramah diberikan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan praktik sesuai bimbingan dan arahan dari guru pengajar atau sesuai dengan buku panduan / modul. papan tulis. Drs. dan kerja mandiri. metode tanya jawab. Sunarto menjelaskan “tujuan penggunaan media adalah agar siswa mudah memahami suatu pemahaman dan bisa menerapkan dengan benar saat mereka praktik.” Tujuan dari penggunaan media dan metode dalam pembelajaraan pelajaran KKPI adalah agar siswa mudah dalam memahami pelajaran dan dapat menerapkannya secara maksimal saat praktik. Drs. Metode yang digunakan dalam pembelajaran Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) ini yaitu metode caramah. Suyoto menambahkan “evaluasi yang diberikan pada siswa dari pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI) dilihat dari proses . Metode tanya jawab digunakan saat siswa menemukan kesulitan dalam memahami ceramah yang diberikan guru dan saat siswa menghadapi kesulitan dalam mengoprasikan komputer. Basuki menjelaskan bahwa “metode yang digunakan pada mata diklat KKPI adalah ceramah yang diberikan oleh guru untuk mengawali pelajaran dan memberikan wacana awal pada siswa.

Drs. Untuk kurikulum yang digunakan untuk kelas III kriya kayu adalah kurikulum 2004 yang telah disempurnakan bersama industri”. Sunarto menjelaskan bahwa “untuk siswa SMK harus mendapatkan teori kejuruan dan praktik ini bertujuan untuk memberikan bekal tentang teori kejuaruan dan praktik langsung untuk mengembangkan kreatifitas dan kemampuan siswa dalam merancang suatu bahan menjadi barang jadi dengan kualitas maksimal”. sedangkan praktik keahlian produktif adalah kegiatan siswa saat siswa berada di industri untuk mengembangkan bekal yang ia dapat dari sekolah di industri tempat dia praktik”. Drs. Program produktif bersifat melayani permintaan pasar kerja. Gambar kerja dapat dijiplak pada bidang kerja ataupun dipindahkan ukurannya pada bidang kerja. Sunarto menambahkan “untuk dapat melaksanakan praktik di industri siswa harus dibekali dengan praktik dasar yang di dalamnya akan membarikan teknikteknik dan metode dalam menyelesaikan suatu bahan mentah menjadi barang setengah jadi ataupun bahan jadi. Contoh pola ukiran yang akan dipindahkan pada bidang kerja berupa papan yang akan diukir. Gambar pola dibuat untuk memudahkan pemotongan bahan kayu dan pencapaian bentuk yang presisi. Program produktif diajarkan secara spesifik sesuai dengan kebutuhan tiap program keahlian. 3. Program Produktif Program produktif adalah kelompok mata diklat yang berfungsi membekali peserta didik agar memiliki kompetensi kerja sesuai standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).52 sampai hasil praktik (out put). karena itu lebih banyak ditentukan oleh dunia usaha/industri atau asosiasi profesi. Pada mata pelajaran membuat gambar pola dengan acuan gambar kerja bertujuan untuk mempersiapkan pekerjaan kerja bangku berupa kemampuan menggambar ulang pola yang bersumber dari gambar kerja. standar kompetensi dan level kualifikasi dapat dilihat pada lampiran 22. .

00 maka siswa yang bersangkutan diwajibkan membuat gambar pola lagi sebagai penambah nilai agar nilai mereka menjadi 7. bentuk-bentuk sambungan. . ukuran standar yang lazim digunakan untuk suatu produk jadi.00. “media pembelajaran praktek seperti membuat gambar pola dengan acuan gambar kerja yaitu berupa job sheet gambar kerja. buku panduan. termasuk juga pada pelajaran membuat gambar pola contohmya pada pola ukiran dengan acuan gambar kerja. Drs. Suyoto mengemukakan. dan waktu penyelesaian pekerjaan. Drs. Untuk pelajaran ini evaluasi dilakukan pada tiap jenis praktik dan unsur yang dinilai mulai dari proses pembuatan pola ukiran sampai output yang dihasilkan siswa berupa hasil ukir. Metode yang dipakai yaitu metode ceramah dan tanya jawab untuk pembelajaran teorinya dan metode praktek langsung untuk prakteknya. Dan siswa diharapkan lulus dengan nilai minimal 7 (tujuh). bila nilai yang didapat kurang dari tujuh maka siswa yang bersangkutan harus melaksanakan remidi atau tugas tambahan untuk perbaikan”.53 Media tersebut dipakai dengan tujuan untuk mempermudah siswa dalam pelaksanaan prakteknya dan membantu siswa dalam penguasaan keahlian yang diberikan. serta macam-macam jenis kerajinan”. Pada metode ceramah guru memberikan instruksi dan target pekerjaan. Pada pembuatan pola membuat ukiran ragam hias ada siswa yang mendapatkan nilai kurang dari 7. contoh kuda-kuda kayu dalam ukuran kecil serta macam-macam jenis kayu. Sunarto mengemukakan “dalam segala jenis kegiatan harus ada evaluasi dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan dari kegiatan tersebut. Metode tanya jawab digunakan saat berlangsungnya praktik dan siswa menemui kesulitan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan. Evaluasi dalam pembelajaran ini dilakukan pada tiap satu pokok bahasan atau setiap jenis pekerjaan yang diberikan selesai dikerjakan dengan tujuan untuk mengukur atau mengetahui sejauh mana siswa dalam menguasai bidang keahlian yang diajarkan dengan target kelulusan.

Kurikulum yang telah disempurnakan bersama DUDI melalui In House Training (IHT). Adapun kegiatan IHT adalah kegitan penyusunan dan standarisasi kurikulum atau analisis kurikulum.54 Untuk kurikulum yang digunakan pada siswa kelas III Kriya Kayu adalah kurikulum 2004 yang telah disempurnakan. Gambar 4.1 Proses Pelaksanaan Pendidikan di SMK N 2 Jepara .

00 dengan jam istirahat siang jam 12. dilakukan dalam dua tahap (tahap I.00 untuk makan siang dan sholat.00 dengan waktu istirahat jam 12.55 4.1. Sandi menjelaskan tentang pelaksanaan Prakerin siswa SMK N 2 Jepara di Dian Jati Antika “ jadual kerja siswa sama dengan karyawan kami lainnya agar mereka terbiasa dengan lingkungan kerja yang akan mereka hadapi saat mereka lulus dan bekerja nantinya.30-15.00-16.00-13. Pembekalan dilaksanakan di sekolah dalam dua hari dengan materi dari perwakilan industri yang ditunjuk dan guru pengajar. Juli – September 2006).00-16.00 dengan jam istirahat jam12. Purwanto mengemukakan tentang jam kerja siswa yang ada di Oval Jati “ mereka (siswa) kami samakan dengan pekerja kami di sini dengan tujuan membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab mereka dalam bekerja. Sebelum pelaksanaan Prakerin di industri. H.00-12.30 untuk sholat dan makan siang”. N.Wasiun mengemukakan tentang jam kerja siswa yang Prakerin di Cipta Antiq “ jadual libur dan kerja mengikuti jadual yang ada diperusahaan kami. Untuk hari libur hari minggu selebihnya masuk sesuai jadual jam kerja “. siswa kelas III kriya kayu memperoleh pembekalan Prakerin yang berisi tentang materi-materi dengan tujuan untuk memberikan gambaran tentang kegiatan mereka saat di industri dan juga tentang norma-norma dan aturan selama pelaksanaan serta manajen perusahaan dan keselamatan kerja.3 Pelaksanaan Pelatihan di Dunia Usaha / Industri Pelaksanaan Prakerin pada Keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara dilakukan pada semester pertama di kelas tiga selama dua bulan kerja penuh di industri / perusahaan. libur hari jumat. Kami menerapkan jam kerja mulai jam 08. Purwanto mengemukakan “meteri yang diberikan pada siswa saat pembekalan Prakerin bertujuan memberitahukan pada siswa tentang aturan dan norma yang .00-13. Untuk jam masuk dan istirahat juga kami samakan dengan tenaga kerja yang ada di perusahaan kami yaitu 07.00”. Untuk jam kerja mulai dari jam 08. Hari libur minggu selebihnya mereka masuk sesuai jam kerja. (tahap II. November – Januari 2007) untuk pengaturan hari dan jam kerja dipercayakan sepenuhnya kepada pihak industri / perusahaan yang ditempati siswa Prakerin. yatu anak masuk enam hari kerja.

Daftar industri yang bekerja sama dalam pelaksanaan Prakerin tahun ajaran 2006/2007 dapat dilihat pada lampiran. Setelah memperoleh pembekalan di sekolah siswa Kriya Kayu diberangkatkan ke industri atau perusahaan tempat mereka melaksanakan Prakerin. Oval Jati dan Cipta Antiq. Basuki menambahkan “pembekalan dilaksankan selama dua hari sebelum siswa diberangkatkan ke industri. Pada tahun ini SMK N 2 Jepara membagi siswa Prakerin dalam dua tahap pemberangkatan dengan pola pelaksanaan (perhatikan gambar 4. Drs. setelah masa tersebut selasai maka siswa dikembalikan pada pihak sekolah.56 berlaku selama mereka (siswa) melaksanakan Prakerin di industri dan mengetahui sanksi bila aturan tersebut dilanggar serta manajemen dan keselamatan kerja di industri”. Pelaksanaan Prakerin di SMK N 2 Jepara menggunakan sistem separoseparo yang diadopsi dari sistem blok release.2) . Pada tahun 2007 ada 31 DUDI yang menjalin kerja sama dengan SMK N 2 Jepara diantaranya Dhian Jati Antika. Penggunaan sistem separo-separo bertujuan untuk memperoleh tingkat ketercapain penguasaan materi yang sesuai tuntutan kurikulum. Sistem separo-separo dilaksanakan dengan mengikuti jam kerja perusahaan / industri yang mereka tempati selama Prakerin selama dua bulan penuh. pihak sekolah mendatangkan tutor dari perwakilan industri yang tahun ini diwakili oleh Oval Jati dengan materi seputar gambaran tentang pelaksanaan Prakerin di industri dan cara pengisian laporan kegiatan selama Prakerin”.

(2) kemampuan adaptif. Gambar 4. Untuk siswa tahap I diberangkatkan ke industri tanggal 24 . yang terbagi menjadi dua tahap. “ Siswa mulai melaksanakan Prakerin mulai kelas III pada semerter awal. demikian juga sebaliknya siswa tahap I kembali ke sekolah untuk mengikuti pembelajaran sedangkan siswa tahap II berangkat Prakerin di Industri.2 Pola Pelaksanaan Prakerin yang diterapkan SMK N 2 Jepara Keterangan : (1) kemampuan normatif. tahap II (2 Novemberber – 2 Januari 2007) sedang Kemampuan Dasar Kejuruan sepenuhnya dilaksanakan di sekolah. tahap I (24 juli – 23 September 2006). Sunarto menjelaskan “Prakerin dilaksanakan dengan sistem separo-separo yang mengacu pada sistem block hal ini dikarenakan siswa dibuat dari dua tahap dimana dibagi antara pelaksanaaan pembelajaran di sekolah dengan Prakerin di Industri.57 I (1) (2) (3a) II (1) (2) (3a) (3b) III (1) (2) (3a) (3b) (3c) (3c) (3b) Pembekalan Kemampuan Produktif di Dunia Usaha/ Industri dilaksanakan mulai tahun ketiga yaitu pada semester pertama. : Sekolah : Industri/ Dunia Usaha Drs. pada masing-masing tahap melaksanakan Prakerin selama 2 (dua) bulan penuh di perusahaan. (3b) praktik dasar kejuruan dan (3c) praktik keahlian produktif. (3a) teori kejuruan. Siswa tahap I diberangkatkan ke industri untuk melaksanakan Prakerin dan siswa tahap II masih di sekolah untuk mengikuti pembelajaran seperti biasa.

Purwanto mengemukakan “dalam melaksanakan tugasnya siswa di tempat kami bekerja sendiri-sendiri. untuk tahap I Oval Jati tidak membimbing siswa SMK karena tidak ada siswa yang Prakerin H. diberangkatkan ke Cipta Antiq tanggal 2 November 2007 dan ditarik kembali ke SMK tanggal 2 Januari 2007. Wasiun menjelaskan “ setelah siswa datang ditempat kami.R.58 Juli 2006 dan ditarik pada tanggal 23 September 2006. Siswa mulai bekerja sejak hari pertama mereka berada di industri dengan bimbingan dan arahan dari pembimbing lapangan yang telah disediakan pihak industri dimana siswa melaksanakan Prakerin. kami sudah siap dengan pembimbing lapangan yan professional yan bertugas untuk mengarahkan kerja siswa dan membantu mengatasi masalah dalam bekerja siswa selama siswa berada di industri melaksanakan Prakerin”. namun tidak menutup kemungkinan sekiranya siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan pekerjaannya maka ia bisa dibantu oleh temannya ataupun dari pihak pembimbing lapangan”. Pembimbing lapangan di Oval Jati adalah Purwanto yang membimbing Budi Ari dan Miftahul A. . sedangkan Ali R dan Ardiana F. pada tahap II. sedangkan untuk siswa tahap II diterjunkan tanggal 2 November 2006 dan ditarik kembali ke sekolah tanggal 2 Januari 2007. Achmad Abid dan Afif Januri diberangkatkan ke Cipta Antiq tanggal 24 Juli 2006 dan ditarik tanggal 23 September 2006.

3 Siswa Kriya Kayu Saat Pelaksanaan Prakerin Tempat pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) siswa keahlian Kriya Kayu SMK N 2 Jepara bergerak di bidang mebel dan furniture serta ukir / pahat.4 Kegiatan Siswa Selama Pelaksanaan Prakerin . Mereka diberikan kesempatan untuk mengikuti semua kegiatan selama mereka di industri jadi siswa tidak hanya melakukan pekerjaan diproses finishing kasar atau mengamplas saja. Gambar 4.59 Gambar 4.

kami berikan tugas dan keluasaan untuk mendesain ukiran sampai proses finising. namun mereka disarankan dan dibimbing oleh pembimbing lapangan untuk menyelesaikan pekerjaan yang diberikan. Kegiatan ini diwajibkan oleh SMK N 2 Jepara pada siswa sejak mereka kelas I dengan tujuan untuk mendidik dan menambah pengalaman siswa. namun tidak terlalu dirasakan oleh pihak industri maupun siswa yang sudah mengenal dunia industri dengan kegiatan ngenger. Hambatan yang terjadi selama pelaksanaan Prakerin adalah adaptasi siswa dengan lingkungan industri yang baru ditenpati. Sandi mengungkapkan “siswa yang melaksanakan Prakerin dilibatkan dalam segala kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak industri walaupun keikut sertaan mereka pada suatu proses pekerjaan terbilang kecil. Ini bertujuan agar siswa mempunyai tanggung jawab dalam bekerja dan tidak menyepelekan suatu pekerjaan yang diberikan padanya. .5 Ukiran Meja Bundar Hasil Karya Siswa Selama Prakerin N. Kami percaya karena sebelum pelaksanaan Prakerin siswa yang ada di sini sudah bekerja di sini pada kegiatan ngenger yang sifatnya sebagai ektra dari sekolah”. Dalam pelaksanaan Prakerin siswa tidak ditarjetkan harus menyelesaikan pekerjaan. namun mereka tetap dilibatkan dengan tujuan siswa mendapakan pengalaman”. Bapak Purwanto menambahkan “siswa yang berada ditempat kami.60 Gambar 4.

Purwanto mengemukakan “kami merasa tidak ada hambatan yang menggangu pelakasanaan Prakerin. N. baru kali ini ada guru yang datang untuk mengecek kondisi kami dan mengarahkan pengisian laporan kegiatan dan jurnal”. Afif mengungkapkan “sejak kami diterjunkan ke industri. . Bapak H. H. Sandi menjelaskan “selama pelaksanaan Prakerin ada guru yang memonitoring siswa. namun itu hanya satu kali pada tiap-tiap tahapnya dan biasanya di pertengahan waktu pelaksanaan Prakerin. karena siswa sudah bisa beradaptasi di industri dengan ngenger. saat siswa melaksanakan Prakerin maka hambatan yang terjadi saat pelaksanaan Prakerin tidak terlalu dirasakan oleh siswa dan pihak industri. kejadian seperti itu wajar dan tidak menjadikan hambatan yang berarti selama pelaksanaan Prakerin”. hambatan yang terbesar adalah adaptasi awal siswa di sini karena siswa yang Prakerin disini dulu tidak melaksanakan ngenger disini”. Dengan siswa mengikuti ngenger. Guru tersebut mengecek daftar hadir siswa dan kondisi siswa serta menyerahkan format sertifikasi siswa kepada kami”.Wasiun menambahkan”walau demikian hanya dalam hitungan hari saja siswa sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja disini. Disini kami membimbing dua orang siswa yang hasil ukirannya sudah terbilang bagus karena sejak kelas I mereka sudah ngenger di sini”. Kegiatan monitoring yang dilakukan oleh pihak sekolah selama pelaksanaan Prakerin hanya satu kali pada tiap tahapnya.Wasiun menjelaskan “tidak ada hambatan dalam segi kemampuan siswa mengerjakan tugas yang kami berikan.61 namun walaupun bersifat wajib ngenger tidak masuk dalam draf kurikulum SMK.

kompetensi yang dinilai antara lain adalah kerja bangku dan kerja mesin.6 Proses Monitoring Siswa di Industri oleh Tim Monitoring Sekolah Evaluasi siswa dilaksanakan oleh pembimbing lapangan di industri tempat pelaksanaan Prakerin. Kompetensi yang dinilai disesuaikan dengan proses produksi yang dijalankan oleh suatu perudahaan. Bentuk evaluasi yang dilaksanakan di industri bukan tertulis namun dalam bentuk penilaian kinerja siswa dalam mengerjakan suatu bahan menjadi produk jadi. Misal untuk perusahaan yang bergerak dibidang mebel.62 Gambar 4. Dari hasil evaluasi tersebut nantinya akan dimasukan ke dalam sertifikat dari pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin). jurnal tersebut diisi setiap harinya oleh siswa mengenai pekerjaan yang mereka kerjakan kemudian menjelang pulang dikumpulkan pada pembimbing lapangan untuk diperiksa dan dilakukan penilaian dari pekerjaan yang telah siswa lakukan kemudian dievaluasi secara keseluruhan pada waktu akan penarikan”. Budi Ari menjelaskan “evaluasi dilakukan pada setiap hasil dan sikap kerja siswa selama bekerja di industri / perusahaan yang dicantumkan pada jurnal kegiatan yang siswa miliki. .

Sunarto mengatakan. adapun maksud dari pemberian sertifikasi ini yaitu agar siswa mendapat pengakuan dari masyarakat tentang keahlian yang mereka miliki”. namun saat kami ngenger tidak ada nilai yang kami dapat karena ngenger sifatnya jam tambahan diluar sekolah. Di pelaksanaan Prakerin setelah uji kompetensi kami akan mendapakan pengakuan dari masyarakat tentang keahlian yang kami miliki dalam bentuk sertifikat yang penilainya melibatkan industri yang bonavit di masyarakat”. Tambahan pengalaman dirasakan siswa yang dulu ngenger di industri yang bergerak dibidang berbeda dengan industri yang digunakan untuk Prakerin.4 Kemanfaatan Pelaksanaan Prakerin Manfaat yang dirasakan oleh siswa selama pelaksanaan Prakerin adalah tambahan pengalaman. . Afif Januri mengungkapkan “kami merasa mendapatkan tambahan pengalaman selama kami berada di Cipta Antiq terutama mengenai meubel. “nilai yang ada disertifikat tersebut diberikan oleh industri / perusahaan yang siswa tempati dengan ditandatangani oleh Majelis Sekolah dan pihak industri / perusahaan itu sendiri. sebab dulu kami ngenger di ukir jadi ya jelas kami dapat pengalaman yang sangat berharga disini”. Budi Ari siswa yang melaksanakan Prakerin di Oval Jati mengungkapkan “selama pelaksanaaan Prakerin kami mendapatkan tambahan pengalaman ya walaupun kami sudah dapatkan saat kami ngenger disini. peningkatan kualitas karya yang dihasilkan jelas dirasakan karena sudah terlatih untuk menghasilkan suatu produk ukir yang semakin berkualitas. Uji kompetensi akan dilaksanakan setelah siswa kembali ke SMK N 2 Jepara dan harus mampu menghasilkan suatu produk jadi.1. peningkatan kualitas karya mereka dan yang paling penting pada akhirnya setelah uji kompetensi mereka mendapatkan sertifikat tentang keahlian yang mereka miliki. 4. misalnya yang terjadi pada Krisyadi yang dulu ngenger di industri ukir sekarang melaksanakan Prakerin di Cipta Antiq yang bergerak dibidang mebel dan furniture. Untuk Hanif siswa yang melaksanakan ngenger dan Prakerin di Oval Jati.63 Drs.

kami juga dapat mempersiapkan untuk pelaksanaan prakerin pada tahun-tahunyang akan dating dengan tolok ukur pelaksanaan Prakerin tahun ini”. selain itu industri bisa membantu meningkatkan SDM dengan memberikan tambahan untuk penyusunan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar industri. ini akan menjadi perhatian khusus pada tahun-tahun yang akan datang. Suyoto menuturkan “pelaksanaan Prakerin dari tahun ke tahun jelas membawa dampak yang positif untuk semua pihak. Program link and match dianjurkan oleh pemerintah untuk semua jenjang pendidikan di Indonesia denga tujuan untuk menjalin kerja sama antara dunia pendidikan dan dunia kerja yang nantinya akan menyerap lulusan dari dunia pendidikan. Dengan adanya pelaksanaan Prakerin tahun 2007 akan menjadi tolok ukur kesuksesan pelaksanaan Prakerin di tahun-tahun yang akan datang. untuk anak-anak mereka mendapatkan mengalaman secara langsung kerja di sebuah industri dengan tanggung jawab yang harus dipenuhi. Bagi pihak sekolah selain dapat melaksanakan program link and match yang dianjurkan pemerintah untuk pelaksanaan pendidikan di Indunesia juga menjadi tolak ukur untuk pelaksanaan Prakerin ditahun-tahun yang akan datang. Drs. Pada pelaksanaan Prakerin tahun 2007 untuk proses monitoring siswa yang dilakukan dari pihak sekolah hanya dilakukan satu kali pada setiap tahapnya. Sedangkan untuk pihak sekolah.64 Ardian siswa yang Prakerin di Dian Jati Antika menambahkan “selain pengalaman yang baru dengan dunia kerja yang baru kami juga akan mendapatkan sertifikat setelah pelaksanaan Prakerin dan uji kompetensi”. dan di akhir pelaksanaan Prakerin siswa akan mendapatkan sertifikat yang bertujuan untuk memberikan pengakuan hasil karya dan skill yang dimiliki siswa. Drs. Sunarto menambahkan “dengan pelaksanaan Prakerin diharapakan akan mencetak lulusan SMK yang berkualitas dan mempunyai skill yang baik”. Drs. Sunarto menjelaskan “dengan dilaksanakan Prakerin selain kami bisa mewujudkan program link and match yang dicanangkan pemerintah. Untuk industri dengan semakin banyak tenaga terdidik dengan skill yang bagus hasil dari pelatihan-pelatihan (salah satunya dengan pelaksanaan Prakerin) maka pihak industri tidak sulit mendapatkan tenaga keja yang berkualitas tinggi. dengan .

kami pihak industri pun nantinya akan diuntungkan karena mendapatkan tenaga kerja dengan kualitas pendidikan dan skill yang bagus sehingga bisa meningkatkan mutu dan kualitas dari hasil produk perusahaan”. 4. Drs. H. Wasiun “selain bisa membantu pihak SMK dalam hal mutu pendidikan. dengan pelaksanaan Prakerin pihak sekolah bisa menjadi fasilitator bagi siswa kami dalam hal berkarya dan mendapatkan pengakuan public tentang kualitas yang dimiliki oleh siswa”. Peranan dunia usaha dan industri berkaitan dengan materi / kurikulum yang diterapkan . Asy Ari menjelaskan “ selain untuk terjapainya tujuan dari link and match yang ditetapkan Diknas. N.2 PEMBAHASAN Dalam pelaksanaan pendidikan di SMK sepenuhnya menjadi kewenangan dari pihak sekolah sebagai penanggung jawab dari hasil pelaksanaan pendidikan. Ditambahkan oleh H. Wasiun dari Cipta Antiq menjelaskan “kami merasa senang bisa membantu pelaksanaan pendidikan di Indonesia khususnya SMK dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas yang siap terjun di dunia industri denagn skill yang ia miliki”.65 pelaksanaan Prakerin tahun ini akan menjadikan tolok ukur ksuksesan pelaksanaan Prakerin tahun depan”. Sandi dari Dian Jati Antika mengutarakan “kami merasa senang bisa membantu pihak SMK mencetak lulusan yang berkualitas dan punya keterampilan yang bagus”. Bagi dunia usaha / industri pelaksanaan Prakerin selain untuk membentuk lulusan yang berkualitas juga untuk mendapatkan tenaga kerja yang siap dan terampil yang bisa diperoleh dari lulusan SMK yang berpengalaman setidaknya sudah pernah bekerja dan beradaptasi dengan lingkungan kerja. namun peranan industri juga menjadi hal yang patut dipertimbangkan. Purwanto pemilik Oval Jati menjelaskan “selain ikut membantu mencetak lulusan yang berkualitas. kami juga nantinya yang akan di untungkan karena mendapatkan tenaga kerja lulusan SMK yang berpendidikan dan mempunyai keterampilan yang bagus yang nantinya membawa keuntungan dalam proses produksi”.

Pembelajaran adaptif bertujuan untuk membentuk peserta didik sebagai indifidu yang memikili dasar pengetahuan yang luas dan kuat untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan sosial. serta mampu mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam setiap jenis materi pembelajaran di dalamnya mempunyai tujuan.66 dengan tujuan akhir memberikan materi pada siswa sesuai kebutuhan tenaga kerja yang ada di industri (pasaran). yang memiliki watak dan kepribadian sebagai warga Negara dan Bangsa Indonesia. bertutur bahasa yang halus serta menghargai orang lain. untuk pembelajaran normatif bertujuan agar siswa dapat bersikap positif. produktif yang di dalamnya terdapat pelajaran praktik. dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi warga negara yang baik. lingkungan kerja. teknologi. Pada kurikulum SMK tahun 2004 yang diterapkan pada siswa kelas III keahlian Kriya Kayu SMK Negeri 2 Jepara meliputi pelajaran normatif. (2) komponen Pendidikan Dasar (Adaptif). adaptif. (1) komponen Pendidikan Umum (Normatif ). Hal tersebut sudah sesuai dengan konsep Prakerin pada SMK di Indonesia mengenai materi pembelajaran yang dipelajari di sekolah meliputi. untuk memberi bekal penunjang bagi penguasaan keahlian profesi dan bekal kemampuan pengembangan diri untuk mengikuti . dan seni. Pembelajaran produktif yang meliputi teori dasar dan praktik mempunyai tujuan membekali siswa secara teori tentang bidang keahlian yang dipelajari dan memberikan pengalaman pada siswa karena tanpa praktik siswa tidak akan pernah tahu bagaimana prases pangolahan suatu bahan menjadi barang yang berkualitas untuk menjadi bekal ketika masuk ke dunia industri nantinya.

Pembinaan dan pendidikan moral menjadi hal yang harus diperhatikan dan diberikan pada siswa disegala jenjang pendidikan di Indonesia.67 perekembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan (3) komponen Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan. banyak orang berkulitas / pandai namun tata krama dan sopan santun dalam berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya sangat rendah. dan (b) praktik dasar kejuruan. Pembinaan melalui pendidikan etika dan moral dalam lingkungan pendidikan menjadi tanggung jawab bagi semua komponen pengajar mulai dari . Jadi dalam hal ini bukan hanya proses dan hasil kerjanya yang berkualitas namun siswa juga harus pandai beradaptasi dan santun dalam tutur kata. yaitu berupa latihan dasar untuk menguasai dasar-dasar teknik bekerja secara baik dan benar sesuai dengan persyaratan keahlian profesi. Oleh karena itu faktor kesopanan dalam berbahasa memegang peranan yang sangat penting untuk pembentukan karakter dan adaptasi dengan lingkungan. Selain pembelajaran yang bersifat kejuruan yang mencetak lulusan berkualitas dan mempunyai skill yang tinggi. dengan subkomponen : (a) teori kejuruan. Ini perlu mendapatkan prioritas utama dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah yang berhubungan langsung dengan siswa. Sebagaimana kita jumpai dalam lingkungan modern sekarang ini. untuk membekali pengetahuan tentang teori kejuruan bidang keahlian yang bersangkutan. disisi lain siswa juga diharapkan mempunyai etika dan moral yang baik untuk mendukung kelancaran dalam beradaptasi dengan lingkungan. berisi materi yang berkaitan dengan pembentukan kemampuan keahlian tertentu sesuai program keahlian masing-masing untuk bekal memasuki dunia kerja.

Sekolah sebagai pihak yang bertanggung jawab akan kualitas dari lulusan. guru BP. papan tulis. tanya jawab. Dalam kurikulum 2004 untuk pendidikan moral dan etika sudah menjadi bagian dari kurikulum itu sendiri. tanya jawab. serta memakai metode ceramah.68 Kepala Sekolah. sebagai penunjang siswa harus menguasai teknik pengoprasian komputer. Untuk kriya kayu menerima pelajaran mempersiapkan suatu program untuk mendesain suatu produk dalam 2 dan 3 dimensi. kapur. guru-guru pengajar bahkan tenaga administrasi yang bertugas memberikan pelayanan bagi siswa. Media dan metode pengajaran yang digunakan dalam pembelajaran tersebut menurut hasil penelitian yaitu. penugasan mandiri dan mendengarkan suatu pembahasan tidak akan membentuk karakter sopan santun siswa dalam berkomunikasi dengan lingkungannya tanpa adanya praktik langsung yang berjalan di lingkungan . Media dan metode yang diterapkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia masih kurang efektif. namun pada prinsipnya peranan yang sangat penting adalah contoh konkret yang diberikan oleh semua komponen pengajar beserta tenaga administrasi dalam sikap dan tingkah laku serta ucapan yang santun dan baik dalam keseharian. diskusi kelompok. dalam hal ini sebagai penunjang adalah pelajaran KKPI (Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi). selain memberikan pendidikan moral dan etika juga memberikan pendidikan yang sifatnya penunjang kemampuan produktif bagi siswa. CD pembelajaran. Ketika menggunakan metode ceramah. untuk pembelajaran normatif memakai media berupa buku cetak. mendengarkan suatu pembahasan dan pekerjaan rumah. diskusi kelompok.

Pembelajaran adaptif pada pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi (KKPI). Adapun pada pembelajaran produktif mata pelajaran membuat pola dengan acuan gambar kerja memakai media job sheet. Untuk SMK N 2 Jepara berdasarkan hasil penelitian sudah menyediakan sarana untuk transfer ilmu tersebut berjalan dengan relatif mudah dan cepat walaupun . kapur. misalanya dengan pemberian tugas untuk membuat surat permohonan melaksanakan ngenger di industri dengan pertimbangan dari guru atau pembuatan karya tulis ilmiah dengan bahasa baku yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).69 pendidikan. buku cetak. buku panduan. tanya jawab. Hal ini sebenarnya bisa terbentuk jika ada penugasan mandiri yang harus dikerjakan siswa dengan menggunakan tata bahasa yang baik. Adapun tujuan dari penggunaan media dan metode dari pembelajaran-pembelajaran tersebut yaitu untuk mempermudah siswa dalam menyerap dan menguasai materi pelajaran yang diberikan. peralatan praktikum dan modul dengan metode ceramah. benar dan sopan. contoh hasil kerajinan serta macam-macam jenis kayu dengan metode pembelajaran ceramah dan tanya jawab pada teori dan praktek langsung pada praktiknya. gambar kerja. media yang digunakan hampir sama dengan pembelajaran normatif yaitu. kerja kelompok dan mandiri. Dalam pentransferan ini harus ada media dan metode dimana proses transfer ilmu tersebut dapat dijalankan secara mudah. praktikum. Tujuan utama dari proses pendidikan adalah transfer ilmu dan nilai-nilai dari guru kepada peserta didik. papan tulis. bentuk-bentuk sambungan kayu. audio visual.

Namun pada SMK N 2 Jepara belum semua guru menggunakan media dan metode tersebut. tes perbuatan (performance) dengan standar kelulusan yang telah ditetapkan. bahwa siswa tersebut dinyatakan lulus dalam menempuh pembelajaran normatif dan adaptif jika nilai yang diperoleh minimal 7.00. Bahkan siswa merasa lebih senang dan tidak membosankan karena belajar dengan sistem audiovisual lebih menarik untuk dikaji dan mudah dimengerti. Melalui tanyangan yang dipertontonkan tersebut sebuah proses belajar-mengajar menjadi lebih mudah dan efisien. untuk pembelajaran normatif dan adaptif evaluasi dilakukan pada tiap satu atau beberapa pokok bahasan tergantung banyak sedikitnya materi yang diberikan dan di akhir semester dengan berbagai model yang berupa tes tertulis dengan bentuk pilihan ganda (multiple choice) dan atau essay. kemudian di akhir semester dirata-rata untuk mendapatkan nilai akhir dengan standar minimal nilai yang harus . tes lisan. Hal ini terjadi ketika siswa diajak ke perpustakaan saat jam pelajaran berlangsung untuk memperhatikan CD pembelajaran yang dipertontonkan oleh guru tentang bahan ajar yang akan dibahas. Kegiatan evaluasi atau penilaian dari pembelajaran tersebut sesuai dengan hasil penelitian yaitu. Jika masih kurang dari nilai minimal tersebut maka siswa yang bersangkutan akan diberi remidi berupa pekerjaan rumah atau pekerjaan tambahan lainnya dengan tujuan untuk menambah nilai yang kurang dari nilai minimal. Dengan sistem ini pun guru merasa lebih ringan dalam menyampaikan suatu materi.70 belum maksimal. Evaluasi pembelajaran produktif hanya dilakukan pada tiap satu pokok bahasan dengan penilaian dilakukan terhadap proses sampai hasil kerja / praktek siswa.

dan tes untuk setiap pencapaian suatu kompetensi tertentu dalam program produktif. dan problem belajar apa yang dialami siswa. kita dapat menentukan materi apa yang telah dikuasai siswa.71 diperoleh yaitu 7.00 maka siswa yang bersangkutan diharuskan membuat tugas mandiri hingga didapat nilai minimal tersebut. evaluasi yang dimaksud adalah tes untuk satu atau beberapa pokok bahasan dalam program normatif dan adaptif. Tes pencapaian yang paling banyak digunakan adalah mengukur belajar individu siswa.00. Hal ini difokuskan pada penguasaan siswa terhadap materi tujuan khusus. kesalahan apa yang dibuat siswa. Bila ada siswa yang mendapat nilai kurang dari 7. Kurikulum yang digunakan dari keseluruhan pembelajaran di atas yaitu kurikulum SMK 2004 yang telah disempurnakan / dianalisis bersama DUDI melalui kegiatan In House Training (IHT) kurikulum. penugasan dan tes harus mengacu pada content refference / citerion refference. Tetapi untuk tujuan lain dapat juga digunakan untuk mengukur efektifitas metode pembelajaran. SMK N 2 Jepara mewajibkan siswanya khususnya Kriya . tidak membandingkan siswa dengan siswa lain. materi dan instruktur. Untuk menunjang terlaksananya pendidikan di SMK yang diharapkan mampu mencetak tenaga terdidik yang terampil maka selain pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Karena tujuan utama dari evaluasi formatif adalah mengidentifikasi problem belajar dan memodifikasi pembelajaran untuk membantu siswa belajar. Kegiatan pelaksanaan evaluasi tersebut sudah sesuai dengan konsep evaluasi pada pelaksanaan pendidikan di sekolah yaitu. Dalam evaluasi formatif.

Saat pelaksanaan ngenger siswa mendapatkan pembimbingan dari pihak industri tempat mereka melaksanakan ngenger. Ngenger sebagai ekrakurikuler wajib bagi siswa Kriya Kayu SMK N 2 Jepara mempunyai pengaruh besar dalam pelaksanaan Prakerin di industri. .72 Kayu untuk melaksanakan ngenger diluar jam pelajaran. Namun siswa yang mendapatkan pembimbingan yang kurang maksimal akan mengalami peningkatan kualitas berkarya relatif lambat dan kurang maksimal. Adapun sifat kegiatan ngenger adalah ektrakulikuler yang wajib dilaksanakan siswa. Proses pembimbingan mempunyai peranan yang besar terhadap peningkatan kualitas skill siswa. Jadi ketika siswa diberangkatkan ke industri untuk kegiatan Prakerin siswa sudah mempunyai skill yang terarah dan pengetahuan cara-cara bekerja di bawah bimbingan seorang pembimbing di industri. Walau demikian tujuan utama dari pelaksanaan ngenger untuk memperkenalkan lebih awal tentang dunia industri dan masalah yang terjadi di dalamnya kepada siswa sudah tercapai. Pada pelaksanaan ngenger siswa tidak mendapatkan nilai dari segi pendidikan di sekolah karena ngenger tidak masuk dalam kurikulum. Ketika siswa yang mendapatkan pembimbingan yang bagus dari industri tempat mereka ngenger maka tingkat kreatifitas siswa akan tercapai secara cepat dan maksimum. Namun dengan pengalaman yang didapatkan saat pelaksanaan ngenger siswa diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan yang didapat di sekolah untuk dikembangkan menjadi suatu karya kreatifitas dan mendapatkan pengalaman bekerja di suatu industri.

Produktif Ekstrakulikuler Wajib Ngenger di Industri saat kelas I dan II Prakerin di Industri saat kelas III semester I ( 3 Bulan) Tamatan SMK yang berkualitas Gambar 4. Untuk persiapan yang dilaksanakan SMK N 2 Jepara dalam pelaksanaan Prakerin khususnya untuk mengkoordinasikan tempat pelaksanaan Prakerin sudah . SMK N 2 Jepara juga mengadakan pelitihan di dunia industri yang disebut dengan pelaksanaan Prakerin (Praktik Kerja Industri) yang masuk dalam kurikulum 2004 yang dilaksanakan pada saat siswa kelas III semester 1 (satu) selama kurang lebih 2 bulan. industri sebagai institusi mitra tempat pelaksanaan kegiatan Prakerin dan siswa sebagai subjek yang melaksanakan kegiatan. Normatif 2. Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) akan berjalan lancar dengan hasil yang memuaskan membutuhkan suatu persiapan yang matang baik dari sekolah sebagai penyelenggara kegiatan.73 Pembelajaran di SMK 1. Adaptif 3.7 Hubungan Ngenger dengan Pelaksanaan Kurikulum 2004 Selain pelaksanaan ngenger yang sifatnya ektrakulikuler wajib bagi siswa saat kelas I dan II.

bentuk format sertifikasi yang pernah diberikan (dapat dilihat pada lampiran). wali kelas sebagai wakil dari SMK juga memberikan materi tentang etika dan tata tertib serta panduan pengisian jurnal dan laporan kegiatan siswa selama Prakerin (dapat dilihat pada lampiran). maka tahap selanjutnya adalah tahap persiapan. (2) lembar ketersediaan DUDI untuk bekerja sama. pihak SMK juga sudah merancang pelaksanaan uji . Selain dari perwakilan dari industri. Sekolah juga menyiapkan surat tugas dan surat perjalanan dinas untuk proses monitoring siswa oleh guru SMK (dapat dilihat pada lampiran).74 cukup baik. (3) lembar kesediaan DUDI menerima siswa peserta Prakerin. Saat pelaksanaan pembekalan perwakilan dari DUDI menyampaikan materi tentang manajemenkerja dan keselamatan kerja. Pihak SMK juga sudah menyiapkan format sertifikasi yang nantinya akan dibubuhi nilai keterampilan siswa selama pelaksanaan Prakerin di industri. SMK selaku penyelenggara kegiatan Prakerin mengumpulkan data-data : (1) data potensial untuk tempat Prakerin siswa. Pada pelaksanaan tahap perencanaan. Hal ini terbukti dengan adanya dua tahap yang terorganisir sebelum pelaksanaan Prakerin siswa SMK N 2 Jepara yaitu tahap perencanaan dan tahap persiapan yang telah terjadual ( dapat dilihat pada lampiran 9 ). Pada tahap persiapan SMK N 2 Jepara mempersiapkan jadwal untuk terlaksananya pembekalan Prakerin yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar saat siswa melaksanakan Prakerin di industri (dapat dilihat pada lampiran 16). (4) surat undangan sebagai tutor dalam pembekalan Prakerin dapat dilihat pada lampiran. Setelah data-data pada tahap perencanaan didapatkan. Selain menyiapkan format sertifikasi.

Pelaksanaan Prakerin di SMK N 2 Jepara Tahun 2006 / 2007 menggunakan sistem separo-separo yang mengadaopsi sistem block release selama waktu dua bulan penuh di industri/ perusahaan. Selain SMK N 2 Japara. Hal ini berhubungan dengan hasil kerja siswa selama Prakerin di perusahaan yang mereka kelola. . Seperti yang terdapat dalam hasil penelitian.1).75 kompetensi yang melibatkan pihak industri yang dinilai bonafite oleh masyarakat yang pelaksanaannya setelah siswa tahap I dan tahap II selesai melaksanakan Prakerin di industri. namun pihak industri tetap mempersiapkan secara optimal untuk menerima siswa yang akan praktik di perusahaannya. Walaupun hampir setiap tahunnya pihak industri sudah terlibat dalam pelaksanaan Prakerin yang diselenggarakan pihak SMK N 2 Jepara. Siswa akan berkembang kemampuanya jika diberikan fasilitas yang bagus termasuk seorang pembimbing lapangan yang baik dan berkualitas yang nantinya akan membantu mengarahkan segala aktifitas siswa selama praktik di industri dan kepercayaan untuk berkreasi sesuai arahan yang diberikan seorang pembimbing lapangan. Setelah tahap perencanaan dan persiapan selesai maka siswa peserta Prakerin akan diberangkatkan ke industri didampingi pembimbing dari sekolah. kegiatan ini dilaksanakan pada awal semester satu kelas tiga selama waktu kerja dua bulan penuh di industri/ perusahaan atau disebut juga dengan sistem block (perhatikan tabel 4. pihak industri yang sudah menjalin kerja sama dan bersedia ditempati pelaksanaan Prakerin juga melakukan persiapan.

setelah tahap pertama selesai lalu mengikuti pelajaran di sekolah. Tabel 4. Pengaturan waktu kerja. Hal tersebut sedikit berbeda dengan beberapa pola pelaksanaan yang terdapat dalam Konsep Pelaksanaan Prakerin pada SMK di Indonesia (lihat tabel 4. tahap pertama melaksanakan Prakerin di industri dan yang lainnya mengikuti pelajaran di sekolah.76 Sistem block mendekati ideal untuk diterapkan karena siswa akan lebih berkonsentrasi pada pekerjaan mereka di lokasi Prakerin dan setelah dikembalikan pada Sekolah mereka akan berkonsentrasi pada materi pembelajaran. kemudian tahap kedua melaksanakan Prakerin di industri / perusahaan ini dengan tujuan agar pencapaian materi yang termasuk dalam draf kurikum tetap bisa tersampaikan.1). I (1) (2) (3a) (3b) II (1) (2) (3a) (3b) (3c) III (1) Pembekalan Kemampuan Produktif di Dunia Usaha/ Industri dilaksanakan mulai tahun ketiga. sedang Kemampuan Dasar Kejuruan sepenuhnya dilaksanakan di sekolah. waktu libur dan waktu istirahat diserahkan sepenuhnya ke pihak industri/ perusahaan yang ditempati siswa peserta Prakerin. Pelaksanaan Prakerin tahun pelajaran 2006 / 2007 ini dibagi dalam dua tahap pemberangkatan.1 Model 1 Menurut Konsep Prakerin .

(3b)PraktikDasar Kejuruan dan (3c) Praktik Keahlian Produktif. . Hal tersebut disebabkan oleh waktu belajar mereka yang dihabiskan di industri/ perusahaan untuk menyelesaikan Prakerin. ( tahap 2. (3b) Tabel 4.2.1 merupakan model pelaksanaan menurut konsep Prakerin yang dikeluarkan oleh Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional (MPKN) yang hampir sama dengan pola pelaksanaan Prakerin SMK N 2 Jepara pada tabel 4. (2) Kemampuan Adaptif.1) pada dasarnya kurang ideal diterapkan pada SMK N 2 Jepara karena bila diterapkan maka konsentrasi siswa pada pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) akan hilang sehingga nilai hasil UAN siswa akan jelek. sehingga sebagian waktu lagi bisa digunakan mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi UAN.77 I (1) (2) (3a) II (1) (2) (3a) (3b) III (1) (2) (3a) (3b) (3c) (3c) Pembekalan Kemampuan Produktif di Dunia Usaha/ Industri dilaksanakan mulai tahun ketiga yaitu pada semester pertama. Menurut tabel 4. (3a) Teori Kejuruan.2. Pola tersebut (tabel 4. 2 November – 2 Januari 2007) sedang Kemampuan Dasar Kejuruan sepenuhnya dilaksanakan di sekolah.2 Model Prakerin SMK N 2 Jepara Tahun Ajaran 2006 / 2007 Keterangan : (1) Kemampuan Normatif. ( tahap 1. siswa melaksanakan pelatihan di industri hanya pada sebagian waktu yang ada pada tahun ketiga. : Sekolah : Industri/ Dunia Usaha Pada tabel 4. 24 Juli – 23 September 2006 ).

Hal tersebut dikarenakan pekerjaan yang diberikan menyesuaikan dengan kondisi industri tempat siswa bekerja dan bidang usaha yang dijalankan industri.78 Dalam pelaksanaan Prakerin di industri. hambatan yang dirasakan adalah proses adaptasi awal siswa dengan lingkungan industri dan proses monitoring yang dilaksanakan pihak sekolah selama pelaksanaan Prakerin. Adaptasi siswa dengan lingkungan industri tidak menggangu aktifitas produksi di industri karena hanya terjadi pada hari-hari pertama siswa datang di industri dan hal tersebut tidak menjadi kendala yang berarti dalam pelaksanaan Prakerin. 1976 : 654). siswa SMK N 2 Jepara diberikan kesempatan untuk berkreasi dan mengerjakan semua hal yang menyangkut proses produksi walaupun dalam prosentase yang kecil dengan pengawasan dari pembimbing lapangan. Saat pelaksanaan Prakerin di industri. Selama pelaksanaan Prakerin. Saat kegiatan monitoring. guru perwakilan dari sekolah melakukan pengecekan keadaan siswa dan mengecek materi kegiatan siswa serta laporan harian yang harus disusun siswa selama pelaksanaan Prakerin di industri. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa dalam pelaksanaan Prakerin di industri sudah cukup baik karena materi pelatihan yang diberikan di industri sudah sesuai dengan sebagian besar (lebih dari 75 %) dari materi pembelajaran yang diberikan di sekolah walaupun tidak secara keseluruhan. . SMK N 2 Jepara hanya melakukan satu kali kegiatan monitoring. Memonitor atau monitoring adalah mengikuti atau mengawasi suatu kegiatan yang bertujuan sebagai pengecekan (Kamus Umum Bahasa Indonesia.

karya siswa kan dipamerkan dengan adanya gelar karya yang diadakan pihak sekolah untuk semua bidang keahlian kriya yang ada di SMK N 2 Jepara. Dari pelaksanan Prakerin di industri siswa harus menyusun laporan kegiatan dan membuat suatu produk yang sifatnya tugas akhir (TA). . Dari hasil penelitian. manfaat yang dirasakan siswa setelah pelaksanaan Prakerin adalah pengalaman yang baru dan tambahan pengetahuan tentang furnitur. Pembuatan tugas akhir (TA) dikerjakan dibengkel sekolah setelah jam-jam pembelajaran melalui pengawasan guru mata diklat produktif dengan alokasi dana dari siswa yang sudah terkumpul sejak siswa kelas I. Bagi sekolah. pelaksanaan Prakerin selain menyelenggarakan kebijakan link and macth. Untuk mengetahui hasil karya siswa Program Keahlian Kriya kayu dapat diperhatikan pada lampiran. sekolah maupun industri. juga memberikan kemudahan untuk mendapatkan tenaga kerja terdidik dengan skill yang bagus. Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang dilaksanakan SMK N 2 Jepara tahun ajaran 2006 / 2007 membawa manfaat baik untuk siswa.79 Sedangkan pada saat penerjunan dan penarikan siswa guru hanya menyerahkan dan menarik kembali siswa untuk dibawa ke sekolah. juga sebagai tolak ukur untuk pelaksanaan Prakerin tahun-tahun yang akan datang. Bagi industri selain membantu SMK mencetak lulusan yang berkualitas. meubel dan seni ukir serta ilmu-ilmu lain tentang kerajinan kayu yang disesuaikan dengan bidang usaha industri tempat siswa melaksanakan Prakerin. Dalam hal ini kegiatan penerjunan dan penarikan tidak bisa dianggap sebagai suatu proses monitoring.

materi dan bahan ajar dan metode penyampaian masih harus dibenahi terutama untuk mata pelajaran pembentukan sikap dan sopan santun. SMK N 2 Jeparan mempersiapkan untuk terlaksananya pembekalan siswa yang melibatkan pihak 80 . Pada tahap perencanaan. Pada tahap persiapan. Hal ini terbukti dengan adanya dua tahap yang terorganisir yaitu tahap perencanaan dan tahap persiapan. SMK N 2 Jepara mengumpulkan data-data yang merupakan komponen penting dalam persiapan pelaksanaan Prakerin. Hanya saja. ngenger juga mempunyai peranan dalam pembentukan sikap dan sopan santun siswa khususnya saat berada di dunia industri. Demikian pula dengan kegiatan identifikasi dan sosialisasi keterampilan yang dibutuhkan kepada siswa sebelum pelaksanaan Prakerin. Bahan ajar yang berhasil adalah bahan ajar yang membuat siswa bisa menerapkan dengan sikap dan sopan santun bahan yang diajarkan. Persiapan yang dilaksanakan SMK N 2 Jepara dalam rangka pelaksanaan Prakerin khususnya untuk mengkoordinasikan tempat pelaksanaan Prakerin dan administrasinya sudah cukup baik.1 Simpulan Pembekalan kepada siswa mengenai ketrampilan praktek maupun teori sebelum pelaksanaan Prakerin dilaksanakan melalui kerja sama antara SMK N 2 Jepara dengan dunia usaha dan industri. Sikap dan sopan santun yang dimiliki siswa akan mempengaruhi tingkat kedisiplinan dan kemampuan siswa dalam berkarya.BAB V PENUTUP 5. Selain pembelajaran yang ada di sekolah.

Hal tersebut dikarenakan pekerjaan yang diberikan menyesuaikan dengan kondisi industri tempat siswa bekerja dan bidang usaha yang dijalankan industri. . hal ini terbukti dengan keleluasaan untuk mengerjakan suatu pekerjaan dari proses awal sampai bahan menjadi suatu barang jadi walaupun kesemua kegiatan yang dilaksanakan siswa masih dalam pengawasan dari pembimbing lapangan yang disediakan DUDI. namun untuk monitoring dari sekolah terhadap pelaksanaan praktik kerja siswa relatif kurang yaitu hanya dilakukan sekali saja selama pelaksanaan Prakerin. industri sebagai institusi mitra dalam pelaksanaan Prakerin juga melaksanakan persiapan. Selain SMK.81 industri dan termasuk mempersiapkan format sertifikasi yang akan diberikan kepada siswa setelah pelaksanaan Prakerin. Kepercayaan industri tentang keahlian siswa melalui kegiatan pembelajaran di sekolah dan ektrakurikuler wajib ngenger sudah cukup baik. Persiapan yang dilakukan industri cukup baik. Persiapan yang dilakukan indusri dimulai dari menyiapkan pembimbing lapangan dan pembagian kerja serta sistem kerja yang akan diterapkan untuk siswa peserta Prakerin. Pelaksanaan Prakerin di industri sudah cukup baik karena materi pelatihan yang diberikan di industri sudah sesuai dengan sebagian besar (lebih dari 75 %) dari materi pembelajaran yang diberikan di sekolah walaupun tidak sama persis. Di samping itu tidak adanya pembimbing siswa dari guru sekolah yang mengarahkan sekaligus mengevaluasi siswa dalam pelaksanaan Prakerin di institusi pasangan. Kepercayaan industri kepada siswa juga dapat dibuktikan dengan perekrutan siswa peserta Prakerin menjadi tenaga kerja di perusahaan yang mereka pimpin setelah siswa lulus. Saat pelaksanaan Prakerin di industri tidak ada kendala yang berarti.

82

Pelaksanaan Prakerin di SMK N 2 Jepara mempunyai nilai lebih bila dibandingkan dengan SMK lainnya. Pada SMK lain setelah pelaksanaan Prakerin, siswa hanya diwajibkan membuat laporan tetang kegiatan siswa selama Prakerin di industri. Sedangkan pada SMK N 2 Jepara selain penyusunan laporan kegiatan selama Prakerin, siswa juga diwajibkan menyelesaikan tugas akhir (TA) secara individu dengan membuat suatu produk yang penyelesaiaannya di bengkel sekolah setelah selesai pembelajaran. Manfaat yang dirasakan siswa setelah pelaksanaan Prakerin adalah pengalaman yang baru dan tambahan pengetahuan tentang furnitur, meubel dan seni ukir serta ilmu-ilmu lain tentang kerajinan kayu yang disesuaikan dengan bidang usaha industri tempat siswa melaksanakan Prakerin. Bagi sekolah, pelaksanaan Prakerin selain menyelenggarakan kebijakan link and macth, juga sebagai tolok ukur untuk pelaksanaan Prakerin tahun-tahun yang akan datang. Bagi industri selain membantu SMK mencetak lulusan yang berkualitas, juga memberikan kemudahan untuk mendapatkan tenaga kerja terdidik dengan skill yang bagus.

5.1 Saran Untuk pihak SMK peneliti menyarankan untuk melakukan pembenahan metode mengajar guru. Untuk metode ceramah, tanya jawab, tugas kelompok tidak akan efektif bila tidak ada penugasan dimana siswa harus mengembangkan pengetahuan yang dimiliki siswa. Selain menyangkut metode belajar juga disarankan agar frekuensi monitoring terhadap pelaksanaan Prakerin di industri/ perusahaan ditingkatkan. Di samping itu ada perlu pembimbing siswa dari SMK

83

dalam pelaksanaan Prakerin, hal ini bertujuan agar siswa lebih merasa diperhatikan oleh pihak sekolah, sehingga mereka dapat dengan mudah beradaptasi dan termotivasi untuk menguasai keterampilan sesuai dengan kebutuhan lapangan. Disarankan juga kedua belah pihak yang bekerjasama dalam pelaksanaan Prakerin (SMK N 2 Jepara dan DUDI) perlunya pembenahan kurikulum dan perangkatnya sebelum program Prakerin dan tetap menjaga keharmonisan dalam rangka melaksanakan kebijakan link and macth yang menjadi kebijakan pemerintah khususnya Dinas Pendidikan Nasional. Selain itu, disarankan agar SMK N 2 Jepara tetap menerapkan ektrakulikuler wajib ngenger pada siswa setiap angkatan. Hal ini dikarenakan ngenger mempunyai peranan yang besar untuk mendukung terlaksananya Prakerin dan pembentukan karakter serta kreatifitas siswa.

84

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2002. “ Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik “. Jakarta : Rineka Cipta. Bungin, Burhan. 2005. “ Analilisis Data Penelitian Kualitatif “. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Dikmenjur. 2004. “ Kurikulum SMK Edisi 2004 “. Jakarta : Dikmenjur, Depdiknas. Depdiknas. 2007. “ Uji Kompetensi dan Sertifikasi Siswa SMK Pada Ujian Nasional 2007 “. http://www.dikti.org. (diunduh 14 Mei 2007) Depdikbud. 1993. Link and Match. http://www.pp2004.htm.(diunduh 11 Juni 2007) Depdikbud. 1994. “ Konsep Sistem Ganda pada Pendidikan Menengah Kejuruan di Indonesia “. http://www.smkn1cm.tripod.com/psg. (diunduh 15 Juni 2007) Depdikbud. 1995. “ Pendidikan Sistem Ganda Strategi Operasional Link and match pada Sekolah Menengah Kejuruan “.http://www.smkn22-jkt-sch-id. (diunduh 16 Juni. 2007) Moleong, Lexy J. 2005. “ Metodologi Penelitian Kualitatif “. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Mulyana, Deddy. 2001. “ Metodologi Penelitian Kualitatif “. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Menteri Pendidikan Nasional. 2003. “ Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional “. Bandung : CV. Citra Umbara. Majelis Pendidikan Kejuruan Nasional. 1996. “ Konsep Pendidikan Sistem Ganda Pada Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia “. Jakarta : Depdikbud. Sudjana, D. 2000. “ Strategi Pembelajaran Dalam Pendidikan Luar Sekolah “. Bandung : Falah Production.

Skripsi. 1996. “Pedoman PPL Universitas Negeri Semarang “. Imam Budi. Team Pokja Prakerin. Semarang : Universitas Negeri Semarang. Semarang : Universitas Negeri Semarang. dan Pelaksanaan Pendidikan SMK di Semarang ”. . Sunaryo. “ Buku Panduan Prakerin SMK N 2 Jepara Tahun Pelajaran 2006/2007 “. Penyusunan kurikulum.85 Santoso. 2006. “ Panduan Penulisan Karya Ilmiah “. Semarang : Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. “ Persepsi Siswa Kelas III Terhadap Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) Pada SMK Negeri 3 Semarang Tahun Ajaran 2003/2004 “. . 2006. Tim Penyusun. Skripsi. Jepara: Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Jepara UPT Program Pengalaman Lapangan. 2006. 2004. Semarang : Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. “ Persepsi Dunia Industri Dalam Pelaksanaan Program Link And Macth Pada Indikator Penyusunan Program.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->