P. 1
JAK Januari 2007-1-1

JAK Januari 2007-1-1

|Views: 418|Likes:
Published by LyDia IT

More info:

Published by: LyDia IT on Nov 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

J URNAL A KUNTANSI DAN K EUANGAN

Jurnal Ilmiah Berkala Enam Bulanan, ISSN 1410 – 1831 Volume 12 No. 1, Januari 2007
Evaluasi Pengungkapan Informasi Pertanggungjawaban Sosial Pada Laporan Tahunan Perusahaan Dalam Kelompok Aneka Industri Yang Go Publik di BEJ Edwin Mirfazli dan Nurdiono Analisis Pengaruh Interaksi Laba Dengan Laporan Arus Kas Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di BEJ) Kiagus Andi Penerapan PSAK Nomor 45 Pada Organisasi Pengelola Zakat Nurdiono Riset Anggaran Untuk Rakyat Studi Kasus:APBD Kota Bandar Lampung Marselina Djayasinga Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Sektor Industri Barang Konsumsi Di Bursa Efek Jakarta Yuliansyah, Yenny Megawati Auditing E-Commerce: Proses Pengumpulan Dan Validasi Bukti Audit Saring Suhendro Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness Dalam Meningkatkan Cost Effective Pada Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Yulia Saftiana, Ermadiani, R. Weddie Andriyanto Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Mengadopsi Sistem Pemotongan Pajak Pada Perusahaan-Perusahaan Foreign Exchange Berbasis Internet Agus Zahron Analisa Penerapan Sistem Just In Time Untuk Meningkatkan Efisiensi Dan Produktivitas Pada Perusahaan Industri Yenni Agustina, Dewi Sukmasari, Ermadiani

Jurnal Akuntansi Vol. 12 dan Keuangan

No.1

Hal. 01-146

Bandarlampung Januari 2007

ISSN 1410 - 1831

JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN

Penanggung Jawab Pembina

: :

Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, M.Sc. (Rektor Universitas Lampung) Prof. Dr. Ir. Tirza Hanum, M.Sc. (Pembantu Rektor I Universitas Lampung) Dr. John Hendri, M.Si. (Ketua Lembaga Penelitian Universitas Lampung) Toto Gunarto, S.E., M.Si. (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Lampung) Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc., Akt. Farid Djahidin, S.E., Akt. Edwin Mirfazli, S.E., Akt. 1. Prof. Dr. Bambang Sudibyo, M.B.A., Akt. 2. Dr. Gudono, S.E., M.B.A., Akt. 3. Nawawi Munaf, S.E., Akt. 4. Kiagus Andi, S.E., M.Si., Akt. 5. Farichah, S.E., M.Si., Akt. 6. Einde Evana, S.E., M.Si., Akt. 7. A. Zubaidi Indra, S.E., Akt. 8. R. Weddie Andriyanto, S.E., Akt. 9. Susi, S.E., M.B.A., Akt. 10. Tri Joko Prasetyo, S.E., M.Si. Nurdiono, S.E., M.M., Akt. 1. 2. 3. 4. 1. 2. Lindrianasari, S.E., M.Si., Akt. Fajar Gustiawaty Dewi, S.E., M.Si., Akt. Reni Oktavia, S.E. Ikhman Alhakki, S.E. Setteng Legino

Pimpinan Umum Dewan Editor Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota

:

: : :

Bendahara Redaktur Produksi

: :

Tata Usaha dan Kearsipan Distribusi dan Sirkulasi Alamat Redaksi

: : :

Elvi Sukendri, S.E. Gedung E Lantai 1, Fakultas Ekonomi Universitas Lampung Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro no.1 Gedungmeneng- Bandarlampung, 35145 Telp./Fax. (0721) 786749

Jurnal Akuntansi dan Keuangan merupakan media komunikasi ilmiah, diterbitkan dua kali setahun oleh Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung, berisikan ringkasan hasil penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi.

JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN

DAFTAR ISI
Evaluasi Pengungkapan Informasi Pertanggungjawaban Sosial Pada Laporan Tahunan Perusahaan Dalam Kelompok Aneka Industri Yang Go Publik di BEJ Edwin Mirfazli dan Nurdiono ……………………………………………………… Analisis Pengaruh Interaksi Laba Dengan Laporan Arus Kas Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di BEJ) Kiagus Andi …………………………………………………………………………… Penerapan PSAK Nomor 45 Pada Organisasi Pengelola Zakat Nurdiono ……………………………………………………………………………… Riset Anggaran Untuk Rakyat Studi Kasus:APBD Kota Bandar Lampung Marselina Djayasinga ………………………………………………………………… Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Sektor Industri Barang Konsumsi Di Bursa Efek Jakarta Yuliansyah, Yenny Megawati ………………………………………………………… Auditing E-Commerce: Proses Pengumpulan Dan Validasi Bukti Audit Saring Suhendro ………………………………………………………………………

01-11

13-18

20-47

49-79

81-90

91-105

Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness Dalam Meningkatkan Cost Effective Pada Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Yulia Saftiana, Ermadiani, R. Weddie Andriyanto ……………………………… 107-121 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Mengadopsi Sistem Pemotongan Pajak Pada Perusahaan-Perusahaan Foreign Exchange Berbasis Internet Agus Zahron …………………………………………………..……………………… 123-133 Analisa Penerapan Sistem Just In Time Untuk Meningkatkan Efisiensi Dan Produktivitas Pada Perusahaan Industri Yenni Agustina, Dewi Sukmasari, Ermadiani …………………………………… 135-146

FE Unila. partner-partner bisnis (terutama dari negara yang komuniti bisnisnya peka terhadap 1 Dosen Jurusan Akuntansi. high-profile. disclosure and annual report A. Its use coding process to annual report with use content analysis which specially for indexing yes or no approach. kemajuan informasi teknologi. low-profile . perusahaan harus secara serius dan terbuka memperhatikan Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility (CSR) ). . P-Value 0. Lembaga Swadaya Masayarakat (LSM). Salah satu patner bisnis adalah masyarakat yang berada di lokasi maupun secara keseluruhan yang secara langsung maupun tidak langsung mempunyai kepentingan dengan perusahaan (korporasi). evaluate and measure effect of company and communicate to the stock holder and saw how much the disclosure about social responsibility accounting in annual report. so Ha avialable for explain for the difference which is significant ability about Multiple Industry Group Hihg-Profile and Low-Profile Keywords : corporate social responsibility. There are 16 members of JSX for Multiple Industry Group include High-Profile and Low Profile. The research results show the significant different between High-Profile and Lowprofile for disclosure about corporate social responsibility in annual report. Tekanan ini datang antara lain dari para pemegang saham (yang sadar CSR). Corporate Social Responsibility (CSR) was identify. menghadapi dampak globaslisasi. Latar Belakang Dewasa ini.DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi Pertanggungjawaban Sosial Pada Laporan Tahunan Perusahaan Dalam Kelompok Aneka Industri Yang Go Publik di BEJ Oleh: Edwin Mirfazli 1 dan Nurdiono ABSTRACT The paper draw disclosure corporate social responsibility from annual report company which go public at Jakarta Stock Exchange (JSX).035 < 0. Tekanan secara nasional dan internasional sedang dan terus akan berlanjut ikut serta mempengaruhi perilaku bisnis korporasi. dan ketebukaan pasar. Kehilangan partner bisnis maupun risiko terhadap citra perusahaan (brand risk) tentu akan memberi dampak pada kelangsungan hidup usaha yang telah berjalan.05.

Perusahaan dalam kegiatan operasi juga menggunakan sumber daya alam yang menimbulkan polusi tanah. Seperti dikutip Wineberg(9) dari suatu survei CEO di Eropa tahun 2002: “. Dalam situasi menyebabkan perusahaan bertanggung jawab terhadap kualitas lingkungan alam dan sosial kepada pemerintah dan masyarakat.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. dan udara. 2004) Isu bagaimana tenaga kerja mempersepsikan suatu perusahaan juga akan berpengaruh pada rekrutmen pegawai. Kasus yang lain sering muncul adalah protes dari berbagai elemen masyarakat sekitar lokasi pabrik yang merasa terganggu akibat limbah atau polusi yang timbul sehingga memberi dampak negative terhadap lingkungan. Vol. dengan demikian perusahaan bertanggung jawab kepada pemerintah dan kelompok masyarakat yang mendapat manfaat dari kegiatan pemerintah. Karena itu “faktor pendukung daya saing” juga harus dilihat dari program CSR yang dijalankan oleh perusahaan. membayar pajak. Tenaga ahli yang cakap sekarang juga sudah mulai memilih perusahaan yang dinilai baik dari segi kepemimpinannya dalam melaksanakan CSR (CSR leadership). Ini di buktikan dengan begitu banyak timbul berbagai konflik dan masalah pada industrial seperti demonstrasi dan protes yang menyiratkan ketidakpuasan beberapa elemen stakeholders pada manajemen perusahaan. dan menggunakan tenaga kerja. Mempunyai program CSR bukanlah hanya sekedar untuk tunduk pada tekanan publik dan politik. 1. ketimbang hanya pada “brand reputation” dan “financial factors”. untuk itu perusahaan ikut bertanggung jawab kepada kelompok masyarakat yang terdiri atas para investor dan kreditor. yang punya dampak besar pada penyelenggaraan bisnis di indonesia... maka antara lain: (a) separuh responden “care about the social behaviour of companies”.... Para buruh juga kerap kali melakukan demo dan mogok kerja 2 . air. Pengakomodasian unsur tanggung jawab sosial belum di jalankan oleh perusahaan dengan baik dan wajar dalam proses penilaian dampak sosial maupun dalam pelaporan. dan mengusahakan mereka tidak pindah ke perusahaan lain. mereka minta agar fokus perusahaan adalah juga bagaimana menyumbang pada tujuan-tujuan masyarakat secara lebih luas (broader societal goals). dan (c) perhatian masyarakat sekarang lebih pada “corporate citizenship”. sebagai organisasi nir-laba yang pendukungnya menyuarakan berbagai “public issues”. Seperti terungkap dalam suatu survei di tahun 1999 terhadap ribuan responden di dunia (23 negara di 6 benua). Dalam iklim reformasi dan demokrasi di Indonesia sekarang ini. Januari 2007 CSR) dan advokat yang memperjuangkan kepentingan publik (public interest lawyers). Perusahaan menarik dana dari berbagai individu dalam masyarakat umum. memotivasi kerja mereka. (b) duapertiga responden ingin perusahaan meninggalkan peranan perusahaan yang hanya menekankan pada: membuat keuntungan. Perusahaan juga mempunyai kewajiban untuk membayar pajak sesuai dengan peraturan pemerintah.78% of the chief executives agreed that integrating responsible business practices makes a company more competitive”. Peranan pengawasan publik dilakukan melalui LSM . 12 No.. ( Reksodiputro. keterbukaan dan akuntabilitas sangat dipentingkan dan diperhatikan oleh publik. Perusahaan harus menyadari bahwa suara LSM ini mempunyai pengaruh besar dan sangat diperhatikan oleh konsumen perusahaan dan karena itu tidak dapat diabaikan.

Pelaksanaan tanggungjawab sosial akan disosialisasikan kepada publik melalui pengungkapan soial dalam laporan tahunan. Pengungkapan Social Responsibility Accounting menjadi hal yang sangat krusial dan akan memberi dampak kepada kelangsungan hidup perusahaan di masa datang. B. Dan untuk pengukuran atas pengungkapan sosial tidak di bagi berdasarkan lokasi pengungkapan. Permasalahan Perumusan Masalah Berdasarkan uraian yang telah disajikan. Hal ini sedikit banyak akan memberikan perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya. maka permasalahan yang akan dibahas adalah : Apakah ada perbedaan jumlah penyajian pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial antara perusahaan dalam kelompok aneka industri dasar yang tergolong industri high-profile dan low-profile ? 3 . Tanggung jawab manajemen tidak hanya terbatas atas pengelolaan dana ke dalam perusahaan kepada investor dan kreditor. yang diterapkan Dampak sosial perusahaan tergantung pada jenis atau karakteristik operasi perusahaan. dengan pola pengungkapan sosialnya meliputi tema kemasyarakatan. diperoleh hasil bahwa praktek pengungkapan sosial kelompok industri high-profile lebih tinggi daripada kelompok industri lowprofile. dimana terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah pengungkapan high profile dengan low. Muslim 2000). (Edwin Mirfazli dan Nurdiono) akibat kebijakan upah dan pemberian fasilitas kesejahteraan perusahaan tidak mencerminkan rasa keadilan. tetapi juga meliputi dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan terhadap lingkungan alam dan sosial. tema produk dan konsumen. tanpa memasukkan tema lingkungan.profile dengan low-profile dengan memasukkan tema lingkungan juga memperoleh hasil yang sama. Praktek pengungkapan sosial di BEJ dan BES. Hal terakhir yang memberikan perbedaan adalah perkembangan Corporate Social Responsibility sendiri. Akuntansi sebagai alat pertanggungjawaban mempunyai fungsi sebagai alat kendali utama terhadap aktivitas perusahaan. dan tema ketenagakerjaan. Yang menarik ada dua model dimana pada kelompok ini terdapat kelompok industri high profile dan low profile. Selanjutnya Khodijah. Karakteristik operasi perusahaan yang menghasilkan dampak sosial yang tinggi akan menuntut pemenuhan tanggungjawab sosial yang lebih tinggi pula. 1.profile terhadap keseluruhan kelompok perusahaan yang go publik di BEJ Tahun 2004.DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi …….(Utomo. Dede (2006) meneliti perbandingan antara industri hihg. Adapun perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah pemilihan sampel dan edisi laporan tahunan yang diteliti secara spesifik yaitu perusahaan yang masuk dalam kelompok aneka industri. Tidak ada penambahan klasifikasi kategori pengungkapan sosial dengan alasan semua ini di dasarkan pada kelompok usaha yang termasuk dalam kategori industri yang terdaftar di BEJ.

D. 12 No. 1993). menyatakan : “Ada satu dan hanya satu tanggung jawab perusahaan. 1. Januari 2007 2.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. yaitu menggunakan kekayaan yang dimilikinya untuk meningkatkan laba sepanjang sesuai dengan aturan main yang berlaku dalam suatu sistem persaingan bebas tanpa penipuan dan kecurangan”. Milton Friedman. 3) Penelitian ini dapat menambah wawasan pengetahuan mengenai jumlah pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial perusahaan. penulis membatasi pada penjelasan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan jumlah dan fokus perusahaan melakukan pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial antara perusahaan dalam kelompok Aneka Industri yang tergolong high-profile dan low-profile tanpa melihat secara detail kualitas pengungkapan. Objek penelitian ini di batasi pada laporan tahunan periode tahun 2004. maka apabila perusahaan akan memberikan sumbangan sosial. C. hal itu akan dilakukan oleh individu pemilik atau individu para pekerjanya. Seorang fundamentalis dibidang ini. 1. Vol. Batasan Masalah Dalam penelitian ini. bukan oleh perusahaan itu sendiri. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris tentang jumlah pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial yang diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan dalam kelompok Aneka Industri baik high-profile maupun low profile serta untuk mengetahui apakah perbedaan tipe kelompok perusahaan mempengaruhi jumlah pengungkapan sosial dalam laporan tahunan perusahaan. Sofyan Syafri. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan akan memberikan beberapa manfaat seperti : 1) Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan motivasi tentang pentingnya pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial perusahaan. 2) Sebagai pertimbangan dan pendorong dalam pembuatan kebijaksanaan perusahaan untuk lebih meningkatkan tanggung jawab dan kepeduliannya pada lingkungan sosial. 2. Kerangka Pemikiran Perusahaan dalam pandangan ini adalah alat dari para pemegang saham (pemilik perusahaan). Hal ini senada dengan pendapat Model Klasik yang menyatakan bahwa usaha yang dilakukan perusahaan semata-mata hanya untuk memenuhi permintaan pasar dan mencari untung yang akan dipersembahkan kepada pemilik modal (Harahap. 4 .

Dalam akuntansi konvensional yang menjadi fokus perhatian adalah pencatatan dan pengukuran terhadap kegiatan atau dampak yang timbul akibat hubungan perusahaan dengan pelanggan. yang merupakan pengungkapan informasi melebihi persyaratan minimum dari peraturan yang 5 . pertanggungjawaban sosial merupakan konsep yang lebih “manusiawi”. (Edwin Mirfazli dan Nurdiono) Sedangkan dalam pengertian luas. dalam Zuhroh dan I Putu Pande. yang dapat terjadi secara langsung dalam laporan keuangan tahunan perusahaan melalui penjudulan yang tepat. dan ada yang bersifat sukarela (voluntary). 1996. sebuah organisasi – termasuk di dalamnya organisasi bisnis.DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi ……. dimana suatu organisasi dipandang sebagai agen moral. 2003). yang sangat diperlukan pemakai informasi laporan keuangan. kendati tidak ada aturan hukum atau etika masyarakat yang mengatur. salah satunya melalui pengungkapan sosial dalam laporan tahunan perusahaan. dalam akuntansi konvensional tidak sepenuhnya mengakomodasi unsur tanggung jawab sosial perusahaan. Karena sifatnya yang kualitatif sehingga formatnya tidak terstruktur. pengungkapan/disclosure merupakan aspek pelaporan yang kualitatif. Akuntansi sosial memiliki perbedaan dengan akuntansi konvensional. 1 tahun 2004. yaitu pengungkapan informasi yang wajib dilakukan oleh perusahaan yang didasarkan pada peraturan atau standar tertentu. sedangkan akuntansi sosial merupakan sub disiplin dari ilmu akuntansi yang melakukan proses pengukuran dan pelaporan dampak-dampak sosial perusahaan. catatan atas laporan keuangan ataupun berbagai sisipan seperti catatan kaki. Pengungkapan didefinisikan sebagai penyediaan sejumlah informasi yang di butuhkan untuk pengoperasian secara optimal pasar modal efisien (Hendriksen. Tindakan tepat yang dilakukan oleh perusahaan akan memberikan manfaat bagi masyarakat. Akuntansi Sosial Ekonomi (Socio Economic Accounting) atau sering disebut dengan akuntansi sosial merupakan fenomena baru dalam ilmu akuntansi. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) secara implisit menjelaskan bahwa laporan tahunan harus mengakomodasi kepentingan para pengambil keputusan. Pengungkapan ada yang bersifat wajib (mandatory). Dalam proses pelaporan keuangan tahunan perusahaan. dengan atau tanpa aturan hukum. wajib menjunjung tinggi moralitas. Oleh karena itu. tanggung jawab sosial bisa di laksanakan dalam berbagai situasi dengan mempertimbangkan hasil terbaik atau yang paling sedikit merugikan stakeholder-nya. Dengan demikian. paragraf kesembilan : “Perusahaan dapat pula menyajikan laporan tambahan seperti laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai tambah (value added statement). Jadi. khususnya bagi industri dimana faktor-faktor lingkungan hidup memegang peranan penting dan bagi industri yang menganggap pegawai sebagai kelompok pengguna laporan yang memegang peranan penting”. Seluruh pelaksanaan tanggung jawab sosial yang telah dilaksanakan oleh perusahaan akan disosialisasikan kepada publik. Penjelasan tersebut ditulis dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.

Memberikan informasi yang memadai diharapkan akan dapat berguna bagi pengambilan keputusan oleh pihak-pihak pengguna laporan keuangan. Bahan literatur pendukung lainnya. Vol. yaitu tipe pemilihan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu. dan 2) informative disclosure yang bertujuan memberikan informasi yang layak kepada pengguna laporan (Wolk. 2000. dalam Zuhroh dan I Putu Pande. 1. Perumusan hipotesis tersebut adalah : H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan jumlah pengungkapan sosial antara perusahaan dalam kelompok Aneka Industri high-profile dan kelompok Aneka Industri low-profile Ha : Terdapat perbedaan yang signifikan jumlah pengungkapan sosial antara perusahaan dalam kelompok Aneka Industri high-profile dan kelompok Aneka Industri low-profile Metodologi Penelitian Metode Pengumpulan data F. Pemilihan Sampel 2. Hipotesis Dalam penelitian ini penulis merumuskan hipotesis untuk mendukung jawaban atas permasalahan yang ada. ataupun buku lain serta datadata dari penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Adapun kriteria yang digunakan dalam penentuan sampel adalah : 6 . yaitu : 1) protective disclosure yang dimaksudkan sebagai upaya perlindungan terhadap investor. seperti buku-buku yang terkait dengan Akuntansi Sosial. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang berasal dari : 1) 2) Pusat Referensi Pasar Modal di Bursa Efek Jakarta. dan Tearney. 2003). 12 No.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Informasi mengenai pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan yang di uraikan dalam laporan tahunan akan dapat dipahami dan tidak menimbulkan salah interpretasi apabila laporan tahunan tersebut dilengkapi dengan pengungkapan sosial yang memadai. Tujuan pengungkapan menurut Securities Exchange Comission (SEC) dikategorikan menjadi dua. Francis. dalam Utomo. Januari 2007 berlaku. 1. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi atau kutipan langsung dari berbagai sumber. Corporate Social Responsibility. E. Metode pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive judgement sampling.

Alat Analisis Analisis Kualitatif Dalam penyusunan skripsi ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Pengungkapan sosial yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang terkategori dalam industri yang dalam kelompok Industri Dasar dan Kimia 2) Pengungkapan sosial yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang terkategori dalam industri yang dalam kelompok Aneka Industri Kedua variabel tersebut bersifat independen dan memiliki hubungan yang simetris. 2000). pemberian kode berdasarkan karakteristik kejadian atau transaksi yang terdapat dalam dokumen (Nur Indriantoro dan B. Proses kuantifikasi menggunakan teknik indexing yes/no approach yang merupakan bentuk paling sederhana dari metode content analysis. dalam Muslim Utomo. Operasionalisasi Variabel Penelitian 3. 7 . yaitu metode pengumpulan data melalui teknik observasi dan analisis terhadap isi atau pesan dari suatu dokumen untuk menghasilkan deskripsi yang objektif dan sistematik. 1989. sedangkan angka 0 diberikan pada sub kategori yang tidak diungkap perusahaan sampel. Masing-masing variabel tersusun atas empat kategori yang ditetapkan dalam penelitian ini yaitu menyangkut kemasyarakatan. telaah. seperti kategori isi. dan konsumen. (Edwin Mirfazli dan Nurdiono) 1) 2) 3) Tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2004 Perusahaan telah menyelesaikan kewajibannya dalam menyerahkan laporan tahunan periode tahun 2004 Laporan tahunan perusahaan sampel secara fisik tersedia dengan lengkap dan utuh di PRPM. 4. angka 1 diberikan apabila suatu sub kategori pengungkapan sosial diisi atau diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan sampel. ketenagakerjaan. lingkungan. Supomo. Analisis Kuantitatif Kegiatan pengolahan data meliputi pengecekan dan perhitungan item-item pengungkapan sosial yang ada dalam laporan tahunan. Hubungan antar-variabel disebut simetris apabila variabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh variabel yang lain (Hagul Manning and Singarimbun. 1999).DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi ……. b. a. Pada teknik ini. yaitu metode yang menjelaskan dan menggambarkan karakteristik data agar hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang jelas. Laporan tahunan dianalisis dengan menggunakan metode content analysis.

peneliti menggunakan bantuan Software ststistik MiniTab versi 13.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 8 .POPULASI 6 16 JML. Dari jumlah populasi tersebut terdapat 32 emiten yang termasuk perusahaan dalam Kelompok Aneka Industri. Vol. 1. maka H0 diterima atau P-value > 0.41% 41.63636 dan memiliki standar deviasi 4.Sedangkan untuk kelompok aneka industri low-profile dari populasi sejumlah 16 data yang tersedia sejumlah 11 emiten.58% TIPE PERUSAHAAN Hihg-Profile Low-Profilei Jumlah 32 16 Sumber : Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) BEJ (2006) 1.05 Jika t-hitung < t-tabel. Sedangkan perusahaan dalam kelompok aneka industri low-profile mempunyai nilai minimum 5 (lima) dan maksimum 20 (dua puluh ) dengan rata-rata 9. Jumlah pengungkapan sosialnya paling minimum yaitu INDR dan perusahaan yang pengungkapan sosialnya paling tinggi yaitu ASII Sedangkan jumlah pengungkapan sosial untuk perusahaan yang lainnya tersebar diantara 5 (lima) dan 25 (dua puluh lima). JML. Tabel 1. Januari 2007 Sedangkan teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif adalah dengan uji beda rata-rata. maka H0 ditolak atau P-value < 0.46771.SAMPEL 5 11 % 47. Dasar pengambilan keputusan adalah dengan membandingkan t-tabel dan t-hitung: • • Jika t-hitung > t-tabel. 12 No. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Dari hasil perhitungan pada lampiran output MiniTab (lampiran 5) dapat diketahui bahwa pengungkapan sosial perusahaan dalam kelompok aneka industri high profile mempunyai nilai minimum 6 (enam) dan maksimum 25 (dua puluh lima) dengan ratarata 16. G. terdapat 356 emiten yang terdaftar.05 Dalam menguji hipotesis yang diteliti. Berdasarkan kriteria penentuan sampel. Jumlah Perusahaan yang dijadikan Sampel Penelitian Kelompok Aneka Industri. Analisis Berdasarkan data yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.27253.1667 dan memiliki standar deviasi 7. yang memenuhi untuk dijadikan sampel yaitu sebanyak 5 emiten yang termasuk dalam hihgprofile dari populasi sejumlah 6.16% 35.

(Edwin Mirfazli dan Nurdiono) 2.035 KEPUTUSAN H0 ditolak.64 STD. 7. maka simpulan yang dapat diambil adalah Pengujian hipotesis membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam penyajian jumlah pengungkapan sosial seluruh tema antara perusahaan dalam kelompok aneka industri hihg-profile dengan perusahaan dalam kelompok aneka industri low-profile. < 0. 9 . > 0. Simpulan Penelitian ini menguji 16 sampel dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. H. maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam penyajian jumlah pengungkapan sosial antara perusahaan dalam kelompok aneka industri hihg profile dengan kelompok aneka industri low-profile. maka di dapatkan hasil yang di gambarkan melalui grafik yang menunjukkan data berdistribusi normal (lampiran 1 dan 2).05 : H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan di atas . Dari hasil proses pengolahan data dengan menggunakan software MiniTab ver 13. TIPE PERUSAHAAN High-Profile Low-Profile MEAN 16.32 P VALUE 0.DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi …….17 9. dengan ketentuan sebagai berikut : • Apabila P_Value.05 : H0 diterima dan Ha ditolak. nilai P_Value.27 T VALUE 2. Ha diterima Berdasarkan tabel diatas. 0. Hasil Uji Hipotesis Pengujian hipotesa komparatif jumlah pengungkapan sosial antara perusahaan highprofile dan low-profile dilakukan dengan menggunakan uji-z (uji-t) untuk komparasi dua sampel independen pada tingkat keyakinan 95%. Hasil uji-t (Seluruh Tema) dengan tingkat keyakinan 95% dengan df=25. Hasil Uji Normalitas Pengujian normalitas distribusi data menggunakan uji Two Sample KolmogorovSmirnov Test dengan tingkat keyakinan 95% dengan N=5 pada kelompok aneka industri hihg profile serta N=11 untuk kelompok aneka indutri low profile. Hal ini menunjukkan bahwa banyaknya dampak sosial yang muncul pada sebagian perusahaan dalam dua kelompok di atas yang termasuk dalam type high-profile yang mendorong mereka untuk melakukan dan mengungkapkan pertanggungjawaban sosial perusahaan. DEV.035 < 0.05. Dari hasil lampiran output MiniTab (lampiran 3 ) diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 2.47 4. • Apabila P_Value. 3.

Ini dilakukan dengan mencari referensi terkini tentang tema dan sub tema pengungkapan sosial Bagi perusahaan supaya lebih memperhatikan lingkungan sosialnya. Penyusunan daftar pengungkapan sosial cenderung bersifat subjektif dan memungkinkan terlewatnya item-item tertentu yang seharusnya diungkap oleh perusahaan. Vol. Edisi Revisi. 3. Keterbatasan Penelitian ini tidak terlepas dari keterbatasan. Jakarta. Teori Akuntansi. J. Sofyan Syafri.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Nur. Januari 2007 I. Saran Berdasarkan simpulan dan keterbatasan yang telah dikemukakan diatas. Standar Akuntansi Keuangan. Ohio. . PT. Keterbatasan tersebut antara lain : 1. Salemba Empat. Raja Grafindo Persada.mallenbaker. 1989. 2. Yogyakarta Mallen Baker. Jakarta Indriantoro. Perbandingan yang dilakukan hanya melihat secara keseluruhan tanpa merinci terhadap masing-masing tema. 12 No. 2. 1999. Harahap. mengingat antara perusahaan dan masyrakat saling memiliki kepentingan. South Western Publishing Co. Corporate Social Responsibility: What Does It Mean? CSR News and Resources on www. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. San Fransisco. maka saransaran yang diajukan untuk penelitian selanjutnya antara lain : 1. Behavioral Accounting. DAFTAR PUSTAKA Freedman. Ikantan Akuntan Indonesia. Edisi Pertama BPFE. Martin. 2002. 10 . Menyempurnakan daftar pengungkapan sosial yang dipergunakan sebagai instrumen penelitian.net. Penggunaan teknik indexing yes/no approach mengakibatkan sulit membedakan kualitas pengungkapan antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain. 2002. Perilaku perusahaan yang mengabaikan pertanggungjawaban sosialnya akan merugikan perusahaan. “Social Accounting” dalam Siegel & Ramanauskan. dan Bambang Supomo. The United States of America. 1. 1993.

Suwardjono. Edisi Ketiga BPFE Yogyakarta. Jakrta.id 11 . 2005 Menguasai Statiska di Era Informasi dengan SPSS 12.2000.Pertamina dan PT.co. 2003. Vol. United Kingdom Santoso.www. Analisis Pengaruh Pengungkapan Sosial dalam Laporan Tahunan Perusahaan terhadap Reaksi Investor. Makalah dipresentasikan dalam Simposium nasional Akuntansi VI ------. Accounting for Social Impact : Accounting for The Human Factor. Singgih. 1989. Al. Riset dipresentasikan dalam Jurnal GALANG. Utomo. 1 No. Diana dan I Putu Pande Heri S. PT. 2 Penerbit PIRAC. Kouhy. PT.2005.. (Edwin Mirfazli dan Nurdiono) Nursahid.jsx. Prentice Hall Parsa. Praktik Kedermawanan Sosial BUMN: Analisis terhadap Model Kedermawanan PT. Praktek Pengungkapan Sosial Pada Laporan Tahunan Perusahaan di Indonesia. 2006. Elex Media Komputindo. Muhammad Muslim. Depok Parker et. Disclosure of Social Information by UK Companies ( A Case of Legitimacy Theory). Makalah diprsentasikan dalam Simposium Nasional Akuntansi III Zuhroh. Teori Akuntansi : Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Krakatau Steel. Fajar.DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi ……. Telekomunikasi Indonesia. 2000. Internet Publications of Working Papers Series of Midlesex University Businesss School and Dundee University.

2 Tahun 1994. investor dihadapkan pada keadaan ketidakpastian. dan laporan laba 2 Dosen Jurusan Akuntansi. Menurut Standar Akuntansi Keuangan No. dengan tujuan untuk mengisi kesenjangan informasi dari laporan neraca. para analisis keuangan lebih banyak menggunakan informasi yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas yang lebih menceriminkan likuiditas inofrmasi ini dapat ditemukan dalam laporan arus kas yang sudah menjadi bagian integral dari laporan keuangan perusahaan publik sejak dikeluarkannya pernyataan standar akuntansi keuangan No. .DAFTAR ISI Analisis Pengaruh Interaksi Laba Dengan Laporan Arus Kas Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di Bej) Oleh: Kiagus Andi 2 Keywords : PENDAHULUAN Pada setiap pengambilian keputusan investasi. FE Unila. laporan laba rugi. Untuk analisis investasi. Hal ini mendorong investor yang rasional untuk selalu mempertimbangkan risiko dan tingkat pengembalian yang diharapkan dari setiap sekuritas. 2 tahun 1994 dan berlakunya mulai tanggal 1 Januari 1995. laporan arus kas merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

Event Study dapat digunakan untuk menguju kandungan informasi dari suatu pengumuman dan dapat juga digunakan untuk menguju efisiensi pasar. maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi laporan laba rugi dengan laporan arus kas terhadap return saham dan untuk mengetahui reaksi pasar dengan adanya publikasi laporan laba rugi dan laporan arus kas di BEJ. Pertimbangan untuk mengetahui apakah informasi arus kas dapat mempengaruhi kepercayaan investor dalam pengambilan keputusan investasi didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Baridwan (1997). 2. Fadjirah (2000) dan Husnan (2002) yang menyimpulkan bahwa laporan arus dari kegiatan operasi. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan laporan di atas. Reaksi ini dapat diukur dengan menggunakan Return atau menggunakan Abnormal Return. Januari 2007 ditahan yaitu dalam menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kebutuhan perusahaan untuk menggunakan kas. Reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya perubahan harga saham dari sekuritas tersebut dan diukur dengan mengunakan return sebagai nilai perubahaan harga atau dengan menggunakan abnormal return kepada pasar dan sebaliknya. Apakah ada pengaruh interaksi laporan laba rugi dengan laporan arusk kas operasi. maka dapat dirumuskan masalah penelitian ini yaitu: 1. investasi dan pendanaan memberikan informasi incremental bagi investor Guna mengetahui apakah laporan arus kas memiliki kandungan informasi bagi investor yang diinteraksikan dengan laporan laba rugi maka dapat dilihat dari reaksi pasar pada saat pengumuman atau publikasi laporan laba rugi dan Laporan arus kas jika pengumuman kedua lapoaran keuangan tersebut mengandung informasi maka diharapkan pasar akan bereaksipada waktu pengumuman. Vol. LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS A.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 14 . Studi Peristiwa (Event Studi) Studi Peristiwa (event study) merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa yang informasinya dipublikasikan sebagai pengumuman. 1. Landasan Teori 1. inverstasi dan pendanaan terhadap Return saham ? Apakah ada reaksi pasar dengan adanya publikiasi laporan laba rugi dan laporan arus kas ? TUJUAN PENELITIAN Berdasarkan rumusan masalah diatas. 12 No.

Sedang dividen merupakan bagian dari laba perusahaan yang dibagikan pada periode tertentu sesuai dengan keputusan manajemen Para investor membeli saham. Penelitian yang dillakukan Fadjrih (2000) menunjukkan bahwa laporan arus kas memberikan tambahan informasi terhadap laba mendatang yang tidak diperoleh dalam rasio neraca dan laba rugi. 3. berarti membeli prospek perusahaan. Bila prospek perusahaan membaik. investasi dan pendanaan berpengaruh terhadap return saham : Rata-rata Abnormal return saham 10 hari sebelum jendela peristiwa arus kas berbeda dengan rata-rata abnormal return saham 10 hari sesudah jendela peristiwa arus kas 15 .DAFTAR ISI Analisis Pengaruh Interaksi ……. akan tetapi rasio neraca dan laba rugi lebih tinggi daripada arus kas. Capital gain (loss) merupakan selisih laba rugi yang dialami oleh pemegang saham karena harga saham relatif tinggi atau rendah dibandingkan harga saham periode sebelumnya. 2002) B. maka hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut: H1 H2 : Secara parsial interaksi laporan laba dengan laporan arus kas dari aktivitas operasi. (Kiagus Andi) 2. Return Saham Return saham merupakan hasil atau keuntungan yang diperoleh pemegang saham sebagai hasil dari investasinya. Studi Empiris Mengenai Arus Kas Studi empiris yang dilakukan mengeani kandungan informasi arus kas bagi pengguna pasar modal banyak dilakukan Baridwan (1997) menguji ada tidaknya atau kecenderungan yang sama antara informasi dalam laporan arus kas dengan informasi yang ada dalam laporan laba rugi. karena return saham merupakan selisih antara harga saham sekarang dikurangi dengan harga saham sebelumnya (Husnan. Pengembangna Hipotesis Berdasarkan uraian di atas. Dengan naiknya harga saham diharapkan return saham juga naik. maka harga saham tersebut akan meningkat. Komposisi penghitungan return saham terdiri dari capital gain (loss) dan dividen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan aru kas mempunyai hubungan dengan jumlah pembayaran dividen yang terjadi dalam satu tahun setelah terbitnya laporan keuangan.

arus kas Investasi (X3). Menunjukkan tanggal publikasi laporan keuangan pada tanggal 31 Desember oleh emiten di media atau tanggal penyerahan laporan keuangan di BAPEPAM 3. Perusahaan yang terdaftar di BEJ untuk perusahaan manufaktur selama tahun 2002 sampai 2005 2. Sampel yang diambil sebanyak 80 perusahaan manufaktur yang relatif di perdagangkan dan dikelompokkan menjadi perusahaan yang memiliki laba atau rugi dan arus kas positif dan arus kas negatif. Mempunyai data keuangan yang lengkap C. Variabel Tergantung atau Dependent Variabel (Y) Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adaah: Dependent Variabel : return saham Independent variabel : Laba (X1). investasi. Vol. 1. Periode Pengamatan Event Study terhadap kegiatan perdagangan saham dilakukan pada laporan keuangan tahun 2003 sampai 2005 yang dipublikasikan pada tahun 2004 sampai 2005 dengan periode pengamatan 21 hari D.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Januari 2007 METODOLOGI PENELITIAN A. Dapat dilihat pada tabel 1 16 . Arus Kas operasi (X2). Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di BEJ sampai dengan 2005 dari data BEJ tahun 2005 perusahaan yang terdaftar sebanyak 290 perusahaan. Teknik Penarikan Sampel Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. 12 No. Analisis Data Pengujian Hipotesis I Untuk menguji hipotesis pertama secara parsial interaksi laporan laba dengan laporan arus kas dari aktivitas operasi. dan arus kas pendanaan (X4) Variabel bebas diukur berdasarkan jumlah Nominal E. Sampel yang dipilih harus memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Saham aktif diperdagangkan di BEJ 4. dan pendanaan berpengaruh terhadap return saham. B.

000 arus kas operasi Laba berinteraksi dengan 1.01108 3.576 0. Investasi.DAFTAR ISI Analisis Pengaruh Interaksi ……. Ini dapat dilihat dari tabel 2: Variabel RAR 10 hari Sebelum Tanggal publikasi RAR 10 hari Sesudah Tanggal publikasi t-hit t-sig Arus Kas Operasi.226 0.000 Laba berinteraksi dengan 3.742 0.502 0. dan Fadjrih karena laporan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan tidak berpengaruh terhadap return saham sehingga mempunyai muatan informasi bagi investor diluar informasi yang telah disajikan oleh laba akuntansi 17 . (Kiagus Andi) Variabel t-hit t-sig Laba 6.083 arus kas investasi Laba berinteraksi dengan -0. Laba yang berinteraksi dengan arus kas pendanaan tidak berpengaruh terhadap return saham. dan 0. Laba yang berinteraksi dengan arus kas operasi juga berpengaruh signifikan dengan return saham. Penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Baridwan.766 0. Husnan.050 Keterangan Ha Diterima Ha Diterima Ha Ditolak Ha Ditolak Dari tabel 1 di atas menunjukkan bahwa laba mempunyai pengaruh yang signifikan dengan return saham.003293 Pendanaan Sumber: data sekunder yang diolah (2005) 0.001 Rata-rata abnormal return 10 hari sebelum tanggal publikasi arus kas dengan rata-rata abnormal return saham 10 hari setelah tanggal publikasi arus kas terdapat perbedaan yang signifikan atau dengan kata lain terdapat publikasi arus kas memiliki kandungan informasi yang segera diikuti oleh reaksi pasar atau akan memberikan abnormal return kepada investor di BEJ PEMBAHASAN Dari hasil pengujian hipotesis pertama dapat diketahui interaksi laba dengan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan tidak berpengaruh terhadap return saham.112 -0.098 0. Laba yang berinteraksi dengan arus kas investasi tidak berpengaruh terhadap return saham. Pengujian Hipotesis II Rata-rata abnormal return saham 10 hari sebelum jendela peristiwa arus kas berbeda dengan rata-rata abnormal return saham 10 hari sesudah jendela peristiwa arus kas.445 arus kas pendanaan Sumber: Data Sekunder yang diperoleh (2005) B 0.026 0.

2 Juli Baridwan. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. 3. Yogyakarta Ikatan Akuntan Indonesia (2002): Standar Akuntansi Keuangan: Salemba Empat Jkt 2. Variabel interaksi laba dengan arus kas pendanaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Januari 2007 Untuk Hipotesis II arus kas memberikan abnormal return (AR) kepada investor di BEJ yaitu baik sebelum tanggal publikasi maupun setelah tanggal publikasi. Dengan uji beda rata-rata penelitian ini menyatakan bahwa arus kas memberikan abnormal return terhadap investor di bursa saham yang ditunjkkan dengan adanya reaksi pasar pada saat informasi dipublikasikan. Sehingga hasil penelitian ini tidak dapat digunakan sebagai dasar generalisasi. 18 . Daftar Pustaka Asyik. Vol. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Husnan. Dengan demikian publikasi arus kasi ternyata cukup memberikan informasi yang relevan bagi investor yang memperoleh abnormal return Keterbatasan Berdasarkan hasil analisis penelitian. 12 No. Zaki (1977) “Analisis Nilai Tambah Informasi Laporan Arus Kas”. Edisi Pertama UPP-AMP YKPN. SIMPULAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN Simpulan Berdasarkan hasil analisis data yang telah diuraikan di atas. Variabel interaksi laba dengan arus kas operasi berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memperhatikan spesifikasi model objek pengamatan yang lebih spesifik Bagi peneliti berikutnya perlu untuk mempertimbangkan faktor ekonomi seperti tingkat suku bunga untuk perluasan penelitian. maka dapat disimpulkan sebagai berikut: variabel laba berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Vol No. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini hanya mendasarkan pda perusahaan manufaktur. (2000) “Tambahan Kandungan Informasi Arus Kas”. Suad (2003) “Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas”.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 1. Nur Fadjrih. Variabel interaksi laba dengan arus kas investasi tidak berpengaruh terhadap return saham. keterbatasan yang terdapat pada penelitian ini adalah: 1.

serta Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Perubahan Ketiga Undang-Undang Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. Selain itu. PSAK No. Financial statement from IAI in PSAK No. A. sedangkan Lembaga Amil Zakat didirikan oleh masyarakat. Financial Statement. . Keputusan Menteri Agama RI Nomor 581 Tahun 1999 tentang pelaksanaan Undang – Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat. 45 in financial statement from LAZ are the consolidation financial statement and net asset. Badan Amil Zakat dibentuk oleh pemerintah. FE Unila. 45. Latar Belakang Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang yang berkaitan dengan pengelolaan zakat yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 1999. LAZ. yaitu Badan Amil Zakat (BAZIS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZIS).DAFTAR ISI Penerapan PSAK Nomor 45 Pada Organisasi Pengelola Zakat Oleh: Nurdiono 3 ABSTRACT Ones of the prime characteristic the nonprofit organization is Receipt of significant amounts of resources from providers who do not expect to receive either repayment or economic benefit proportionate to the resources provided. The differences in PSAK No. 45 no difference in apply with financial statement version Widodo and Kustiawan.Undang tersebut juga menyiratkan tentang perlunya BAZIS dan LAZIS meningkatkan kinerjanya sehingga menjadi amil zakat yang 3 Dosen Jurusan Akuntansi. Undang-Undang RI Nomor 38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat Bab III pasal 6 dan pasal 7 menyatakan bahwa lembaga pengelola zakat di Indonesia terdiri dari dua macam. Keputusan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji Nomor D-291 Tahun 2000 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Zakat. Key words: non profit organization. Undang . PENDAHULUAN 1.

2004). dan memiliki daya banding yang tinggi (IAI. Sementara itu dari sisi akuntansi. 1. Sehingga dikhawatirkan kondisi ini membuat penerapan akuntansi dan pelaporan keuangan pada sebagian besar organisasi nirlaba tidak sesuai dengan PSAK Nomor 45 sebagai standar yang telah ditetapkan oleh IAI untuk mengatur pelaporan keuangan organisasi nirlaba. dan kalau suatu entitas menghasilkan laba. Begitu banyaknya potensi dana masyarakat yang terlibat dalam organisasi nirlaba. Ikatan akuntan Indonesia (IAI) mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 45 untuk mengatur pelaporan keuangan organisasi nirlaba. Januari 2007 profesional. Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. maupun pendistribusiannya. masyarakat juga sangat mebutuhkan informasi akuntansi mengenai pengelolaan zakat.organisasi tersebut membutuhkan banyak informasi mengenai bagaimana tata cara pengelolaannya. sehingga mampu mengelola zakat. Vol. B. terutama yang berkaitan langsung dengan prakteknya pada organisasi nirlaba di Indonesia. c. 20 . Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis. memiliki program kerja yang jelas dan terencana. Menghasilkan barang dan/atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba. amanah. Di samping itu. 12 No. baik dari segi akuntansi maupun manajemen keuangan. atau ditebus kembali. infak dan sedekah ini berkaitan dengan usaha untuk membangun kepercayaan mereka akan lembaga pengelola zakat yang amanah dalam pengumpulan dan pendistribusian zakat. dalam arti bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual. Pada saat ini literatur-literatur yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri hanya sedikit yang membahas mengenai perlakuan akuntansi dan laporan keuangan untuk organisasi nirlaba. diharapkan laporan keuangan organisasi nirlaba dapat lebih mudah dipahami. infak dan sedekah secara lebih sistematis dan profesional dalam rangka turut dalam upaya pengentaskan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. b. TINJAUAN PUSTAKA Kemudian oleh IAI di dalam PSAK Nomor 45 tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba (2004) pengertian ini diterjemahkan menjadi: a. Dengan adanya standar pelaporan ini. baik pengambilan. karena sedikitnya sumber daya manusia yang menguasai secara global penerapan dari PSAK Nomor 45 ataupun standar-standar pelaporan lainnya yang berkaitan dengan organisasi nirlaba ini. maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut. terpercaya. dialihkan. khususnya pada lembaga pengelola zakat menyebabkan organisasi . memiliki relevansi. atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuidasi atau pembubaran entitas. Sehingga permasalahan yang diangkat adalah bagaimana penerapan psak nomor 45 pada organisasi pengelola zakat.

sebagai laporan arus kas. Di samping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut. termasuk catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca. misalnya. menyebabkan adanya perbedaan pada kalangan pemakai laporan keuangan dan isi dari laporan keuangan tersebut. Jasa yang diberikan oleh organisasi nirlaba dan kemampuannya untuk terus memberikan jasa tersebut. Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba Tujuan utama laporan keuangan organisasi nirlaba pada dasarnya memiliki kesamaan dengan tujuan laporan keuangan organisasi komersial. (Nurdiono) Laporan Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (2004) menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. adalah untuk menyajikan informasi mengenai: a. kreditur. 21 . laporan laba rugi. Secara rinci. catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. dikarenakan adanya perbedaan tujuan organisasi. 45 ……. Pengaruh transaksi. yaitu menyajikan informasi yang relevan atas kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh organisasi tersebut. kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunanan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. atau laporan arus dana. Para pengguna laporan keuangan organisasi nirlaba juga memiliki kepentingan bersama yang tidak berbeda dengan organisasi bisnis. anggota organisasi. yaitu untuk menilai : a. Namun. b. tujuan laporan keuangan . PSAK Nomor 45 (IAI. 2004) memberikan pengertian tujuan laporan keuangan organisasi nirlaba adalah untuk menyediakan informasi yang relevan untuk memenuhi kepentingan para penyumbang. dan Cara manajer melaksanakan tanggung jawabnya dan aspek kinerja manajer. Jumlah dan sifat aktiva. b.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. Ikatan Akuntan Indonesia (2004) menjelaskan bahwa tujuan umum laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan. kewajiban. dan pihak lain yang menyediakan sumber daya bagi organisasi nirlaba. dan aktiva bersih suatu organisasi. informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga. peristiwa dan situasi lainnya yang mengubah nilai dan sifat aktiva bersih. laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya.

dan peristiwa lain. Informasi tersebut umumnya disajikan dengan pengumpulan aktiva dan kewajiban yang memiliki karakteristik serupa dalam suatu kelompok yang relatif homogen. Laporan posisi keuangan. d. Laporan keuangan mencakup organisasi secara keseluruhan dan harus menyajikan total aktiva. memperoleh pinjaman dan melunasi pinjaman. anggota organisasi kreditur dan pihak lainnya untuk: 22 . Komponen Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba IAI (2004) di dalam PSAK Nomor 45 menjelaskan bahwa komponen laporan keuangan organisasi nirlaba meliputi : 1. dan hubungan antara aktiva dan kewajiban. dan pihak-pihak lain untuk menilai: a. dapat membantu para penyumbang. Hubungan antar transaksi. dan Likuiditas. fleksibilitas keuangan. Laporan Posisi Keuangan Tujuan laporan posisi keuangan adalah untuk menyediakan informasi mengenai aktiva. dan aktiva bersih. dan kebutuhan pendanaan eksternal. dapat membantu para penyumbang. Bagaimana penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan berbagai program atau jasa. kemampuan untuk memenuhi kewajibannya. kewajiban. fleksibilitas keuangan. menyediakan informasi yang relevan mengenai likuiditas.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. dan aktiva bersih dan informasi mengenai hubungan di antara unsur-unsur tersebut pada waktu tertentu. Pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat aktiva bersih. yang digunakan bersama dengan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya. e. Tujuan utama laporan aktivitas adalah menyediakan informasi mengenai: a. dan faktor lainnya yang berpengaruh pada likuiditasnya. anggota organisasi . b. Januari 2007 c. Jenis dan jumlah arus masuk dan arus keluar sumber daya dalam suatu periode dan hubungan antara keduanya. b. kewajiban. 1. Laporan Aktivitas 2. kreditur. Vol. Informasi dalam laporan aktivitas. c. Informasi dalam laporan posisi keuangan yang digunakan bersama pengungkapan dan informasi dalam laporan keuangan lainnya. Kemampuan organisasi untuk memberikan jasa secara berkelanjutan. 12 No. dan Usaha jasa suatu organisasi. Cara suatu organisasi mendapatkan dan membelanjakan kas. termasuk catatan atas laporan keuangan.

Di samping itu. Metode langsung: dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto diungkapkan. investasi. dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan. 45 ……. Laporan Arus Kas Tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode. penangguhan (deferral) atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan masa depan. dan pendanaan. Metode tidak langsung: dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengkoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas. kemampuan dan kesinambungan organisasi dan memberikan jasa Menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajer. berdasarkan gaji. Laporan aktivitas atau catatan atas laporan keuangan harus menyajikan informasi mengenai beban menurut klasifikasi fungsional. b. organisasi nirlaba dianjurkan untuk menyajikan informasi tambahan mengenai beban menurut sifatnya. bunga. Misalnya. laporan arus kas organisasi nirlaba disajikan sesuai PSAK Nomor 2 tentang Laporan Arus Kas (IAI. dan tidak terikat dalam suatu periode. Arus kas yang berasal dari transaksi dalam valuta asing harus dibukukan dalam mata uang yang digunakan dalam pelaporan keuangan dengan menjabarkan jumlah mata uang asing tersebut menurut kurs pada tanggal transaksi arus kas. sewa. Selain hal-hal yang tercantum dalam PSAK Nomor 2 tersebut. Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasi menurut aktivitas operasi. laporan arus kas organisasi nirlaba mendapat tambahan sebagui berikut: a. c. penyusutan. Aktivitas pendanaan: 23 .DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. b. (Nurdiono) a. Dalam penyajiannya. Mengevaluasi kinerja dalam suatu periode. terikat temporer. 2004). 3. kecuali jika penggunaannya dibatasi. Laporan aktivitas menyajikan jumlah perubahan aktiva bersih terikat permanen. Laporan aktivitas juga menyajikan keuntungan dan kerugian yang diakui dari investasi dan aktiva lain (atau kewajiban) sebagai penambah atau pengurang aktiva bersih tidak terikat. seperti menurut kelompok program jasa utama dan aktivitas pendukung. listrik. Menilai upaya. Perusahaan harus melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari metode berikut ini: a.

pembangunan dan pemeliharaan aktiva tetap. 3. Penerimaan kas dari penyumbang yang penggunaannya dibatasi untuk jangka panjang.Penjelasan dari setiap akun yang dianggap memerlukan rincian lebih lanjut . Penerimaan kas dari sumbangan dan penghasilan investasi yang penggunaannya dibatasi untuk pemerolehan. 2001): 1. 2. b. 3. 3. Vol.Informasi tambahan lainnya yang dianggap perlu. Menyajikan informasi apakah LAZ dalam melakukan kegiatannya telah sesuai dengan ketentuan syari’ah Islam. Biasanya Catatan atas Laporan Keuangan memuat hal-hal berikut (Widodo dan Kustiawan. 1. 2001): .DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Laporan Keuangan Organisasi Pengelola Zakat Widodo dan Kustiawan (2001) menjelaskan bahwa secara umum laporan keuangan Organisasi Pengelola Zakat (LAZ) dibuat dengan tujuan: 1. laporan perubahan modal. Ketaatan pada prinsip-prinsip dan ketentuan syari’ah Islam Keterikatan pada Keadilan Menghasilkan pelaporan yang berkualitas 24 . 2. perhitungan laba/rugi. Catatan atas Laporan Keuangan 4. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif.Kejadian setelah tanggal neraca . 2. 12 No. Bunga dan dividen yang dibatsai penggunaannya untuk jangka panjang. Untuk menilai manajeman LAZ dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya Untuk menilai pelayanan atau program yang diberikan oleh LAZ dan kemampuannya untuk terus memberikan pelayanan atau program tersebut.Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan . laporan perubahan posisi keuangan.Informasi umum mengenai lembaga . Adalah penjelasan yang dilampirkan besama-sama dengan laporan keuangan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan neraca. Januari 2007 1. Pengungkapan informasi mengenai aktivitas investasi dan pendanaan nonkas: sumbangan berupa bangunan atau aktiva investasi. atau peningkatan dana abadi (endowment). Karakteristik Laporan keuangan untuk LAZ seharusnya memiliki karakteristik sebagai berikut (Widodo dan Kustiawan.

Netral d. informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus lengkap f. 2002). Suatu informasi dikatakan material atau tidak tergantung pada: a. infak tidak mengenal nisab. Jika zakat ada nisabnya. infak berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasialan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam. Sedangkan menurut terminologi syariat. Sedekah dan Wakaf Hafidhuddin dalam bukunya Panduan Praktis Tentang Zakat Infak Sedekah (2004) menjelaskan bahwa zakat berasal dari bentukan kata zaka yang berarti ‘suci’. ‘baik’. Menurut terminologi syari’at (istilah). yang dapat terjadi karena: Kelalaian dalam mencantumkan Kesalahan dalam mencatat • Andal. infak yang dikeluarkan orang-orang kafir untuk kepentingan agamanya. Infak berasal dari kata anfaqa yang berarti ‘mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu (Hafidhuddin. Substansi mengungguli bentuk c. apakah ia di saat lapang 25 . yakni membersihkan harta penghasilan. Besarnya nilai pos/transaksi Kesalahan.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. laporan keuangan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. data yang diolah dan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan hanya yang ada kaitannya dengan transaksi yang bersangkutan. Dapat diuji kebenarannya (Auditable) Zakat. Termasuk ke dalam pengertian ini. ‘tumbuh’. ‘berkah’. Penyajian yang jujur b. suatu informasi yang tercantum dalam laporan keuangan harus memiliki kualitas andal. dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus dan jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan. yaitu bebas dari pengertian yang menyesatkan. kesalahan material. 45 ……. Pertimbangan yang sehat e. (Nurdiono) Relevan. baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah. 2002). dan ‘berkembang’ (Mu’jam Wasith dalam Hafidhuddin. zakat adalah nama bagi sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula (Kifayatul Akhyar dalam Hafidhuddin. Sedangkan BAZIS DKI (1999) mendefinisikan zakat secara etimologi (lughoh) sebagai “membersihkan”. Untuk dapat dikatakan andal. Kelengkapan. Dapat Dibandingkan g. Infak dikeluarkan oleh setiap orang yang beriman. baik hasil usaha maupun pertanian dengan mengeluarkan hak orang lain yang terdapat pada harta tersebut. 2002). Infak. b.

Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. 26 . Sedekah dianggap sama dengan infak. pengertian sedekah sama dengan pengertian infak. Januari 2007 maupun sempit (Surat Ali Imran:134). laporan aktivitas. Jika zakat harus diberikan pada mustahik tertentu maka infak boleh diberikan kepada siapa pun juga. dana zakat dikhususkan. yaitu neraca. Vol. menyangkut hal yang bersifat non materiil. dana zakat dapat dibagi menjadi dua bagian. seharusnya paling tidak ada empat macam laporan keuangan yang dibuat. C. 1. dana zakat umum. Konsep penerimaan dan Penyaluran ZIS Berkaitan dengan masalah akuntansi. jika infak berkaitan dengan materi. Misalnya permintaan untuk disalurkan kepada anak yatim. 2001) adalah menghalangi atau menahan tashorruf (berbuat) terhadap sesuatu yang manfaatnya diberikan kepada pihak-pihak tertentu dengan tujuan berbuat kebaikan. Menurut terminologi syariat. yaitu infak/sedekah yang diberikan para donatur kepada LAZ tanpa persyaratan tertentu dan dana infak/sedekah dikhususkan. yaitu zakat yang diberikan oleh muzakki kepada LAZ dengan permintaan tertentu. yaitu infak/sedekah yang diberikan para donatur kepada LAZ dengan berbagi persyaratan tertentu. sedekah memiliki arti lebih luas. 2002). termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. laporan arus kas. Definisi wakaf menurut ulama yang bernama Abu Zahrah (Widodo dan Kustiawan. Dan laporan keuangan tersebut berbeda dengan laporan keuangan untuk organisasi bisnis pada umumnya. Pertama. Hanya saja. Begitu pula dengan dana infak dan sedekah. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Menurut peraturan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 12 No. yaitu zakat yang diberikan oleh para muzakki kepada Organisasi Pengelola Zakat (LAZ) tanpa permintaan tertentu. Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti ‘benar’ (Hafidhuddin. Sehingga dana infak dan sedekah dibagi menjadi: dana infak/sedekah umum. Dan kedua. baik yang ditentukan penggunaannya maupun yang tidak. dan lain-lain. dan catatan atas laporan keuangan. untuk program beasiswa.

0 4.0 30.025.500.0 Rp 19X0 1.0 7.0 665.0 1.0 545. bangunan dan peralatan Investasi jangka penjang Jumlah Aktiva Rp Kewajiban dan Aktiva Bersih Hutang dagang Rp Pendapatan diterima di muka yang dapat dikembalikan Hutang lain-lain Hutang wesel Kewajiban tahunan Hutang jangka panjang Jumlah Kewajiban Rp Aktiva Bersih Tidak terikat Terikat Temporer (Catatan B) Terikat Temporer (catatan C) Jumlah Aktiva Bersih Jumlah Kewajiban dan Aktiva Bersih Sumber: IAI (2004) 188.0 60. bangunan.0 Rp Rp 2.850.150.0 63.0 Rp 6.0 730.750.325.250.050.0 4.200.675.175.0 3.0 4.975.0 11.425.250.0 342.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.750.0 696.0 1.975.250.0 16.400.0 154.500.625.0 13.350. (Nurdiono) Gambar 1.0 703. dan peralatan Tanah.525.0 158.200.187.213.855.0 730.625.070.0 2.0 27 .0 355.0 Rp Rp 259.0 26. Contoh Laporan Posisi Keuangan Organisasi Nirlaba Laporan Posisi Keuangan 31 Desember 19X0 dan 19X1 (dalam jutaan) 19X1 Aktiva Kas dan Setara Kas Rp Piutang bunga Persediaan dan biaya dibayar dimuka Piutang lain-lain Investasi Lancar Aktiva terikat untuk investasi dalam tanah. 45 …….0 2.562.0 5.0 2.0 508.0 6.175.0 13.0 Rp Rp 288.250.550.0 2.500.750.850.500.575.175.550.0 696.0 3.

975.0 32.750.170.0) (36. Contoh Laporan Aktivitas Bentuk A Organisasi Nirlaba Laporan Aktivitas Untuk Tahun Berakhir pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Perubahan Aktiva Bersih Tidak Terikat: Pendapatan dan Penghasilan Sumbangan Jasa layanan Penghasilan investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan investasi lain-lain (Catatan E) Penghasilan bersih investasi jangka panjang belum direalisasi Lain-lain Jumlah Pendapatan dan Penghasilan Tidak Terikat Aktiva Bersih yang Berakhir Pembatasannya (Catatan D): Pemenuhan program pembatasan Pemenuhan pembatasan pemerolehan peralatan Berakhirnya pembatasan waktu Jumlah aktiva yang telah berakhir pembatasannya Jumlah pendapatan.0 79.0 14.000.975.0 38.050.0 12.0 Rp Rp Rp 28 .0 20.350.895.925.0 36.0 375.0 14.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.0 6.275.600.0 7.550.125.0) 700.500. Vol.0 200.0 11.0 3.0 3.020.0 21.0 703.625.0 109.0 2.0 72.0 6.0 28.0 300.350.0 665.125.125.850.400.0) (2. Penghasilan dan Sumbangan Lain Beban dan Kerugian Program A Program B Program C Manajemen dan Umum Pencarian Dana Jumlah Beban (Catatan F) Kerugian akibat kebakaran Jumlah Beban dan Kerugian Kenaikan Jumlah Aktiva Bersih Tidak Terikat Perubahan Aktiva Bersih Terikat Temporer Sumbangan Penghasilan investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Investasi jangka panjang (Catatan E) Kerugian actuarial untuk kewajiban tahunan Aktiva bersih terbebaskan dari pembatasan (Catatan D) Penurunan Aktiva Bersih Terikat Temporer Perubahan Dalam Aktiva Bersih Terikat Permanen Sumbangan Penghasilan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Kenaikan Aktiva Bersih Terikat Permanen Kenaikan Aktiva Bersih Aktiva Bersih Pada Awal Tahun Aktiva Bersih Pada Akhir Tahun Sumber: IAI (2004) Rp 21.450.0 13.750. Januari 2007 Gambar 2. 1.0 80.0 5.375.570. 12 No.0 (75.380.0 29.820.550.0 20.850.

450.0 Lain-lain 375. satu kolom untuk setiap klasifikasi dengan tambahan satu kolom untuk jumlah.550.0 (3.275.975. Bentuk C menyajikan informasi dalam dua laporan dengan jumlah ringkasan dari laporan pendapatan.0 29 .450. Bentuk ini sesuai untuk organisasi nirlaba yang memandang aktivitas operasi sebagai aktivitas yang terpisah dari penerimaan pendapatan terikat dari sumbangan dan investasi.0 14.0) Pemenuhan pembatasan pemerolehan peralatan 3. sumbangan lain Rp Sumbangan Rp 21. 1.0 20. Gambar 3 Contoh Laporan Aktivitas Bentuk B Organisasi Nirlaba Laporan Aktivitas Untuk Tahun Berakhir pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Terikat Tidak Terikat Temporer Pendapatan.0) Jumlah pendapatan.570.0 Penghasilan investasi jangka panjang (Catatan E) 14.550.0 20.575.0) Beban dan kerugian Program A Program B Program C Manajemen dan Umum Pencarian Dana 32.750.0 Terikat Permanen Rp 700.0 6.0 13.400.500. Bentuk B menyajikan informasi sesuai dengan klasifikasi aktiva bersih.0 6.500.050.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.0 12.0 21.125.400. Bentuk A ini memudahkan penyusunan laporan aktivitas komparatif.750.0 Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang (Catatan E) 20.000. 45 …….0 300.0) Berakhirnya pembatasan waktu 3.0 (29.375. Bentuk B memungkinkan penyajian informasi agregat mengenai sumbangan dan penghasilan dari investasi.0 (2. 3.750.125.750.0 7.020.375.0 Jumlah Rp 42.0 3. Bentuk B menyajikan pembuktian dampak berakhirnya pembatasan penyumbang aktiva tertentu terhadap reklasifikasi aktiva bersih. dan perubahan terhadap aktiva bersih tidak terikat disajikan dalam laporan perubahan aktiva bersih. penghasilan dan sumbangan 109.125.500.0 Penghasilan investasi lain (Catatan E) 2.380.750. beban.0 14. 2.0 2.350.050.0 Aktiva Bersih Yang Berakhir Pembatasannya (Catatan D): Pemenuhan program pembatasan 29. Bentuk A menyajikan informasi dalam kolom tunggal. Setiap bentuknya memiliki keunggulan.0 (3.0 21.600.975.0 32.0 39.125.0 11.350.745. penghasilan. Pendekatan bentuk C ini menitikberatkan perhatian pada perubahan aktiva bersih yang tidak terikat.0 6. (Nurdiono) Laporan Aktivitas Ada tiga bentuk laporan aktivitas yang disajikan sebagai contoh pada PSAK Nomor 45.0 118.0 3.0 Jasa layanan 13.

0 72. Beban.0 75.125.0 665.925.0 703.000.0 32. Vol.020.0 355.925.0 3. dan Perubahan Aktiva Bersih Tidak Terikat Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Pendapatan dan Penghasilan Tidak Terikat: Sumbangan Rp Jasa layanan Penghasilan dari Investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan dari investasi lain-lain (Catatan E) Penghasilan bersih dari investasi jangka panjang yang telah terealisasikan dan belum terealisasikan (Catatan E) Lain-lain Jumlah Pendapatan dan Penghasilan Tidak Terikat Aktiva Bersih yang Dibebaskan dari Pembatasan Penyelesaian program pembatasan Penyelesaian pembatasan pemerolehan peralatan Berakhirnya waktu pembatasan Jumlah aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan Jumlah pendapatan.0 79.750.0 21.0 36. dan sumbangan lain yang tidak terikat Beban dan Kerugian Program A Program B Program C Manajemen dan Umum Pencarian Dana Jumlah Beban (Catatan F) Kerugian akibat kebakaran Jumlah beban dan kerugian tidak terikat Kenaikan aktiva bersih tidak terikat Sumber:IAI (2004) (Bagian 2 dari 2 bagian) 30 21.0 13.975.550.170.0 259.895.050.600. 12 No.0 5.125.625.0 29.0 200.175.375.050.895.0 28.0 200.0 Gambar 4 Contoh Laporan Aktivitas Bentuk C (Bagian 1 dari 2 bagian) Organisasi Nirlaba Laporan Pendapatan.850.855. Januari 2007 Jumlah Beban (Catatan F) Kerugian akibat kebakaran Kerugian aktuarial dari kewajiban tahunan Perubahan Aktiva Bersih Aktiva Bersih Awal Tahun Aktiva Bersih Akhir Tahun Sumber: IAI (2004) 79.0 2.0 12.0 80.125.125.975.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.0) 63.0 Rp .0 38.0 14.0 80.925.500.0 375.750.500.570.0 20.0 28.350.820.0 14.400.0 75.0 109.200. 1.350. penghasilan.0 75.0 288.0 80.0 60.0 342.070.0 200.675.0 79.0 3.0 (2.0 6.

0) (2.550.820.0 665.275.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.0) (36.0) 700.0 (75.0 38. 45 …….380.170.350.0) 20.0 12.550.0 Aktiva Bersih Terikat Temporer: Sumbangan Penghasilan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih dari investasi jangka panjang yang telah terealisasikan dan belum terealisasikan (Catatan E) Kerugian aktuarial dari kewajiban tahunan Aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan (Catatan D) Penurunan aktiva bersih terikat temporer Aktiva Bersih Terikat Permanen Sumbangan Penghasilan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih dari investasi jangka panjang yang telah terealisasikan dan belum terealisasikan (Catatan E) Kenaikan aktiva bersih terikat permanen Kenaikan Aktiva Bersih Aktiva Bersih Pada Awal Tahun Aktiva Bersih Pada Akhir Tahun Sumber: IAI (2004) Rp 31 .0 7.0) (29.0 6.895.0 36. (Nurdiono) Organisasi Nirlaba Laporan Perubahan Aktiva Bersih Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Aktiva Bersih Tidak Terikat: Jumlah pendapatan dan penghasilan tidak terikat Aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan (Catatan D) Jumlah beban dan kerugian tidak terikat Kenaikan aktiva bersih tidak terikat Rp 72.450.850.0 703.0 11.625.0 (80.975.850.125.0 300.

0 80.0 Rp Rp 12.0 (36.0 700.0 20. Vol. penghasilan.855. dan sumbangan lain: Pendapatan.125.0 Rp 12.550.020. dan sumbangan lain tidak terikat sumbangan Rp 20.125.750.175.0 Rp Penghasilan investasi jangka panjang (Catatan E) 6.975.0 75. penghasilan.450.550.350.0 28.170.0 Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka 7.930.200.0 342.275.0 80.895.745.500.0) Rp Beban dan Kerugian: Beban dan kerugian tidak terikat Kerugian aktuarial dari kewajiban tahunan Jumlah beban dan kerugian Perubahan Aktiva Bersih Aktiva Bersih Awal Tahun Aktiva Bersih Akhir Tahun Rp Sumber: IAI (2004) Terikat Permanen Jumlah Rp 72. penghasilan.850. Januari 2007 (Bagian 2 dari 2 bagian: Alternatif) Organisasi Nirlaba Laporan Perubahan Aktiva Bersih Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Tidak Terikat Terikat Temporer Pendapatan.0 Pendapatan.380.0 75.0 (2.0 6.170.0 60.0 80.0 Rp 32 .0) Jumlah pendapatan.0 Rp (2.550.675.070.0) 63. penghasilan.0 11.125.975.0 259.0 288.0 703.0 38.0 300.0 355.0 panjang (Catatan E) Aktiva bersih yang dibebaskan pembatasannnya (Catatan D) 36. dan sumbangan Rp 109. dan sumbangan lain terikat Rp 72. 1.0 Rp 118.0 18.0 80.850.0 665.825.0 75.820.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 12 No.625.050.

0 Penyesuaian untuk rekonsiliasi perubahan dalam aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi: Depresiasi 8.537.0 Kas dan Setara ka pada akhir tahun 187.0 6.520.062.075.0) 190.0 3.0 (362.5) (2.5 21.0) 500.0 500.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.5) Kas dan setara kas pada awal tahun 1. 45 …….0 4200.750.0) (4.0 (3.0 Kerugian akibat kebakaran 200.250.0) (2.025.0 750.850.0) 625.0 375.050.625.5) (75.0) (1.0) (125.425.500.0 33 .0 175.250.0 (187.5 Rekonsiliasi perubahan dalam aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perubahan dalam aktiva bersih 38.0) (59.150.0 (955.962.0 20. (Nurdiono) Gambar 5 Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung Organisasi Nirlaba Laporan Arus Kas Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Aliran Kas dari Aktivitas Operasi: Kas dari pendapatan jasa Kas dari penyumbang Kas dari piutang lain-lain Bunga dan deviden yang diterima Penerimaan lain-lain Bunga yang dibayarkan Kas yang dibayarkan kepada karyawan dan suplier Hutang lain-lain yang dilunasi Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas operasi Aliran Kas dari Aktivitas Investasi: Ganti rugi dari asuransi kebakaran Pembelian peralatan Penerimaan dari penjualan investasi Pembelian investasi Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas investasi Aliran Kas dari Aktivitas Pendanaan: Penerimaan dari kontribusi terbatas dari: Investasi dalam endowment Investasi dalam endowment berjangka Investasi bangunan Investasi perjanjian tahunan Aktivitas pendanaan lain: Bunga dan deviden terbatas untuk reinvestasi Pembayaran kewajiban tahunan Pembayaran hutang wesel pembayaran kewajiban jangka panjang Rp 13.5) Kenaikan (Penurunan) bersih dalam kas dan setara kas Rp (962.5) Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas pendanaan Rp (762.000.

000.850.0 8.0) 975.0 (1.062.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.0 (1.625.625.850.0) (39.500.0 (1.0) (75. 1.5) (6. Januari 2007 Kerugian aktuarial pada kewajiban tahunan Kenaikan piutang bunga Penurunan dalam persediaan dan biaya dibayar dimuka Kenaikan dalam piutang lain-lain Kenaikan dalam hutang dagang Penurunan dalam penerimaan dimuka yang dapat dikembalikan Penurunan dalam hutang lain-lain Sumbangan terikat untuk investasi jangka panjang Bunga dan deviden terikat untuk investasi jangka panjang Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang Kas bersih diterima (digunakan) untuk aktivitas operasi Rp 75.625.0 (812.0) (750.0) (750.0) (39. 12 No.0) (1.800.5) (6.0) 34 .5) 3.0) (75. Vol.500.0 75.0 200.062.800.0) (1.150.0 (1.0) 975.5) 3.150.0 (812. nilai kas yang diserahkan Sumber: IAI (2004) Gambar 6 Contoh Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung Organisasi Nirlaba Laporan Arus Kas Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Aliran Kas dari Aktivitas Operasi: Rekonsiliasi perubahan dalam aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi: Perubahan dalam aktiva bersih Rp Penyesuaian untuk rekonsiliasi perubahan dalam aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi: Depresiasi Kerugian akibat kebakaran Kerugian aktuarial pada kewajiban tahunan Kenaikan piutang bunga Penurunan dalam persediaan dan biaya dibayar dimuka Kenaikan dalam piutang lain-lain Kenaikan dalam hutang dagang Penurunan dalam penerimaan dimuka yang dapat dikembalikan Penurunan dalam hutang lain-lain Sumbangan terikat untuk investasi jangka panjang Bunga dan deviden terikat untuk investasi jangka panjang Penghasilan bersih terealisasikan dari investasi jangka panjang Kas bersih diterima (digunakan) untuk aktivitas operasi 38.0) Data tambahan untuk aktivitas investasi dan pendanaan nonkas: Peralatan yang diterima sebagai hibah Pembebasan premi asuransi kematian.

dan F menyediakan informasi yang dianjurkan untuk diungkapkan oleh organisasi nirlaba. Jika pembatasan dari penyumbang telah kadaluwarsa. yaitu pada saat masa pembatasan telah berakhir atau pembatasan tujuan telah dipenuhi.0) (963. (Nurdiono) Aliran Kas dari Aktivitas Investasi: Ganti rugi dari asuransi kebakaran Pembelian peralatan Penerimaan dari penjualan investasi Pembelian investasi Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas investasi Aliran Kas dari Aktivitas Pendanaan: Penerimaan dari sumbangan terikat dari: Investasi dalam endowment Investasi dalam endowment berjangka Investasi dalam bangunan Investasi perjanjian tahunan Rp Aktivitas Pendanaan lain: Bunga dan dividen terikat untuk reinvestasi Pembayaran kewajiban tahunan Pembayaran hutang wesel Pembayaran kewajiban jangka panjang Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas pendanaan Penurunan bersih dalam kas dan setara kas Kas dan setara kas pada awal tahun Kas dan setara kas pada akhir tahun Data tambahan: Aktivitas investasi dan pendanaan nonkas: Peralatan yang diterima sebagai hibah Pembebasan premi asuransi kematian. Catatan A Organisasi menyajikan hadiah atau wakaf berupa kas atau aktiva lain sebagai sumbangan terikat jika hibah atau wakaf tersebut diterima dengan persyaratan yang membatasi penggunaan aktiva tersebut.050.0) 500.250.0 (3.0 Catatan Atas Laporan Keuangan Ilustrasi Catatan A pada PSAK Nomor 45 menguraiakn kebijakan pengungkapan yang diwajibkan yang menyebabkan Catatan B dan Catatan C wajib disajikan.200.850.0 200.0) 1.0 (187.0) (763.963.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.0 500. aktiva bersih terikat temporer digolongkan kembali menjadi aktiva bersih tidak terikat dan disajikan dalam laporan aktivitas sebagai aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan. nilai kas yang diserahkan Bunga yang dibayarkan Rp Sumber: IAI (2004) Rp 825.750.0) (2.0) (4.250.0 350.0) (2.0 750.0 4.0 185.0) 190. E.500.0 955.0 3. 35 . 45 …….0) (125. Catatan D.025.0 (363.0 175.

300.0 Rp Gambar 8 Contoh Catatan C pada Catatan atas Laporan Keuangan Catatan C Aktiva bersih terikat permanen dibatasi untuk: Investasi tahunan. Jika tidak ada pembatasan eksplisit dari pemberi sumbangan mengenai pembatasan jangka waktu penggunaan aktiva tetap tersebut.420.810.125.0 5.0 5. 20X1 Rp 7.500 Polis asuransi kematian yang penerimaan ganti rugi asuransi atas kematian pihak yang diasuransikan tersedia untuk mendanai aktivitas umum Tanah yang harus digunakan untuk area rekreasi Rp 68.0 36 .855.0 7.155.930.0 355.0 34. Januari 2007 Organisasi menyajikan hibah atau wakaf berupa tanah. penghasilannya dibelanjakan untuk mendukung: Aktivitas program A Aktivitas program B Aktivitas program C Kegiatan lain organisasi Rp Rp Dana yang penghasilannya untuk ditambahkan pada jumlah sumbangan mula-mula hingga mencapai nilai Rp 2.0 3.650. Hibah atau wakaf untuk aktiva tetap dengan pembatasan eksplisit yang menyatakan tujuan pemanfaatan aktiva tersebut dan sumbangan berupa kas atau aktiva lain yang harus digunakan untuk memperoleh aktiva tetap disajikan sebagai sumbangan terikat.0 342.0 7.0 7.600.0 34.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. dan peralatan sebagai sumbangan tidak terikat kecuali jika ada pembatasan yang secara eksplisit menyatakan tujuan pemanfaatan aktiva tersebut dari penyumbang. Gambar 7 Contoh Catatan B pada Catatan atas Laporan Keuangan Catatan B Aktiva bersih terikat temporer untuk periode keuangan adalah sebagai berikut: Aktivitas program A: Pembelian peralatan Penelitian Seminar dan pulikasi Aktivitas program B Perbaikan kerusakan peralatan Seminar dan publikasi Aktivitas program C Umum Bangunan dan peralatan Perjanjian perwalian tahunan Untuk periode setelah 31 Desember.0 5.800.0 7.050.375.0 204.050.500. 1.0 60. 12 No.0 5.850. bangunan.0 200.155.0 10.640. Vol.395. pembebasan pembatasan dilaporkan pada saat aktiva tetap tersebut dimanfaatkan.

Laporan Sumber dan Penggunaan Dana.0 Rp 3. dan Laporan Perubahan Dana Termanfaatkan. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana.500. 37 .0 Rp 36.125. (Nurdiono) Gambar 9 Contoh Catatan D pada Catatan atas Laporan Keuangan Catatan D Aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan penyumbang melalui terjadinya beban tertentu atau terjadinya kondisi yang disyaratkan oleh penyumbang Tujuan pembatasan yang tercapai Beban program A Rp 14.850.0 Kematian penyumbang tahunan 1.0 Beban program B 11.500.000. maka dia harus membuat 5x4 laporan atau 20 ditambah laporan konsolidasi. Jika sebuah LAZ memiliki 5 jenis dana. Laporan Perubahan Dana Termanfaatkan.975.125.0 Beban program C 3. dalam buku yang banyak dijadikan acuan bagi LAZ (termasuk LAZDa Lampung Peduli) dalam membuat laporan keuangan ini menerangkan bahwa untuk Neraca. Kemudian.0 Sementara Widodo dan Kustiawan dalam bukunya Akuntansi dan Manajemen Keuangan untuk Organisasi Pengelola Zakat (2001) menyebutkan bahwa jenis-jenis laporan keuangan yang harus disusun oleh sebuah Organisasi Pengelola Zakat adalah Neraca.0 Peralatan untuk program A yang dibeli dan dimanfaatkan 3.975. serta laporan konsolidasinya. LAZ harus membuat laporan keuangan untuk setiap dana yang dimiliki.0 Rp 29.750. 45 ……. Laporan Arus Kas. Laporan Arus Kas. sehingga totalnya berjumlah 24 laporan.0 Pembatasan waktu yang telah terpenuhi: Jangka waktu yang telah dipenuhi Rp 2. dan Catatan atas Laporan Keuangan.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.

xxx xxx.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini Gambar 11 Format Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat BAZ / LAZ "ABC" DANA ZAKAT LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) 1 SUMBER DANA 1.xxx xxx.xxx AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas Bank Total Aktiva Lancar 31 Des 2000 (Rp) xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. Zakat Perusahaan 4.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx TOTAL KEWAJIBAN TOTAL AKTIVA xxx. 1.xxx xxx. Riqab 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx 38 .xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx 2 xxx.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.xxx xxx. Gharimin 3.xxx SALDO DANA Dana Zakat xxx.xxx xxx. Zakat Maal 3.xxx Jumlah Saldo Dana xxx.xxx xxx. 12 No. Ibnu Sabil 4.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. Januari 2007 Gambar 10.xxx xxx.xxx PANJANG xxx.xxx &SALDO DANA xxx. Vol.xxx xxx. Zakat Fitrah Total Sumber Dana PENGGUNAAN DANA 1.xxx xxx. Fakir&Miskin 2. Zakat Profesi 2.xxx xxx.xxx xxx.xxx Dana Termanfaatkan xxx. Format Neraca Dana Zakat BAZ / LAZ "ABC" DANA ZAKAT NERACA Per Tanggal 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 31Des KEWAJIBAN & SALDO 2000 1999 DANA (Rp) (Rp) KEWAJIBAN JANGKA PENDEK xxx.xxx KEWAJIBAN JANGKA xxx.xxx xxx.xxx xxx.

DAFTAR ISI
Penerapan PSAK No. 45 ……. (Nurdiono) 5. Fi Sabilillah 6. Muallaf Total Penggunaan Dana 3 4 SURPLUS (DEFISIT) TRANSFER DANA a. Transfer Masuk Pinjaman dari Dana…… Hibah dari Dana………. b. Transfer Keluar Penyaluran kepada Dana Pengelola Pinjaman kepada Dana…….. SALDO AWAL DANA ZAKAT SALDO AKHIR DANA ZAKAT xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

5 6

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini

Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001) Gambar 12 Format Laporan Arus Kas Dana Zakat
BAZ / LAZ "ABC" DANA ZAKAT LAPORAN ARUS KAS Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan Zakat Penyaluran kepada Fakir dan Miskin Penyaluran kepada Gharimin Penyaluran kepada Dana Pengelola (Amilin) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penjualan Aktiva Tetap Pembelian Aktiva Tetap Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pinjaman Jangka Panjang Pembayaran Pinjaman Jangka Panjang Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS xxx.xxx (xxx.xxx) (xxx.xxx) (xxx.xxx) xxx.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx (xxx.xxx) (xxx.xxx) (xxx.xxx) xxx.xxx

xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx

xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx

xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx xxx.xxx

39

DAFTAR ISI
Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 12 No. 1, Januari 2007 KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE DATA TAMBAHAN UNTUK AKTIVITAS NON-KAS Zakat yang Diterima dalam Bentuk Barang Jumlah Aktivitas Non-Kas xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx xxx.xxx

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini

Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001) Gambar 13 Format Laporan Perubahan Dana Termanfatkan Dana Zakat
LAZ / LAZ "ABC" DANA ZAKAT LAPORAN PERUBAHAN DANA TERMANFAATKAN Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) xxx.xxx Pemberian Piutang kepada Fakir&Miskin Pemberian Piutang kepada Gharimin Jumlah Penambahan PENGURANGAN Penerimaan Piutang dari Fakir&Miskin Penerimaan Piutang dari Gharimin Jumlah Pengurangan xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx

SALDO AWAL PENAMBAHAN

xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

SALDO AKHIR xxx.xxx Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini

Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001)

40

DAFTAR ISI
Penerapan PSAK No. 45 ……. (Nurdiono)

Gambar 14 Format Neraca Dana Infaq / Shadaqah BAZ / LAZ "ABC" DANA INFAQ / SHADAQAH NERACA Per Tanggal 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 31Des KEWAJIBAN & SALDO 2000 1999 DANA (Rp) (Rp) KEWAJIBAN JANGKA PENDEK xxx.xxx xxx.xxx KEWAJIBAN JANGKA xxx.xxx xxx.xxx PANJANG xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas Bank Piutang Ekonomi Piutang Pendidikan Persediaan Total Aktiva Lancar

31 Des 2000 (Rp) xxx.xxx xxx.xxx

31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx xxx.xxx

SALDO DANA Dana Infaq/Shadaqah xxx.xxx xxx.xxx Dana INVESTASI xxx.xxx xxx.xxx Termanfaatkan xxx.xxx xxx.xxx Jumlah Saldo Dana xxx.xxx xxx.xxx TOTAL KEWAJIBAN &SALDO DANA TOTAL AKTIVA xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001)

41

xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. Infaq/Shadaqah 2.xxx xxx. Penyaluran Piutang Ekonomi 2.xxx xxx. Transfer Keluar Penyaluran kepada Dana Pengelola Pinjaman kepada Dana……. b.xxx xxx. Penyaluran untuk Investasi Total Penggunaan Dana SURPLUS (DEFISIT) TRANSFER DANA a. 12 No.xxx xxx. Penyaluran Piutang Pendidikan 4.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. Januari 2007 Gambar 15 Format Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Infaq / Shadaqah BAZ / LAZ "ABC" DANA INFAQ/SHADAQAH LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) 1 SUMBER DANA 1.xxx xxx. Vol.. SALDO AWAL DANA INFAQ/SHADAQAH SALDO AKHIR DANA xxx. Penyaluran Bantuan Sosial 3.xxx xxx. 1.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx xxx.xxx xxx. Transfer Masuk Pinjaman dari Dana…… Hibah dari Dana……….xxx xxx.xxx xxx.xxx 3 4 5 6 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001) 42 .xxx xxx.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.xxx 2 xxx.xxx xxx.xxx xxx. Pengembalian Piutang Total Sumber Dana PENGGUNAAN DANA 1.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.

xxx xxx.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx) (xxx.xxx Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001) 43 .xxx) xxx.xxx xxx.xxx) xxx.xxx (xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx xxx. 45 …….xxx) (xxx.xxx) (xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx) (xxx. (Nurdiono) Gambar 16 Format Laporan Arus Kas Dana Infaq / Shadaqah BAZ / LAZ "ABC" DANA INFAQ / SHADAQAH LAPORAN ARUS KAS Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan Infaq/Shodaqoh Penyaluran Pinjaman Ekonomi Penyaluran Bantuan Sosial Penyaluran Pinjaman Pendidikan Penyaluran ke Dana Pengelola (Amilin) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan Bagi Hasil dari Investasi Penarikan Investasi Investasi Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pinjaman Jangka Panjang Pembayaran Pinjaman Jangka Panjang Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE DATA TAMBAHAN UNTUK AKTIVITAS NON-KAS Infaq/Shadaqah yang Diterima dalam Bentuk Barang Jumlah Aktivitas Non-Kas xxx.xxx) xxx.xxx) (xxx.xxx) xxx.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.xxx (xxx.xxx xxx.xxx (xxx.xxx) (xxx.xxx (xxx.

dengan Laporan Keuangan modifikasi yang dibuat oleh Widodo dan Kustiawan. 1.xxx xxx.xxx xxx. sementara dalam laporan keuangan modifikasi. termasuk juga laporan konsolidasinya.xxx xxx. sementara pada laporan keuangan yang disusun Widodo dan Kustiawan disebut sebagai saldo dana. dan Laporan Perubahan Dana Termanfaatkan. tidak ada perbedaan yang prinsip antara laporan keuangan yang disusun oleh IAI dalam PSAK Nomor 45. Laporan keuangan modifikasi ini sudah mengakomodir hal-hal yang sudah ditentukan dalam PSAK Nomor 45.xxx xxx.xxx xxx.xxx Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001) Pada dasarnya.xxx xxx. laporan keuangan yang disusun oleh Widodo dan Kustiawan mengacu pada laporan arus kas metode langsung 44 . Januari 2007 Gambar 17 Format Laporan Perubahan Dana Termanfaatkan Dana Infaq / Shadaqah BAZ / LAZ "ABC" DANA INFAQ / SHADAQAH LAPORAN PERUBAHAN DANA TERMANFAATKAN Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) SALDO AWAL PENAMBAHAN Pemberian Piutang Pendidikan Pemberian Piutang Ekonomi Penyaluran Investasi Jumlah Penambahan PENGURANGAN Penerimaan Piutang Pendidikan Penerimaan Piutang Ekonomi Jumlah Pengurangan SALDO AKHIR xxx.xxx xxx.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Perbedaan yang terlihat adalah pada contoh laporan keuangan pada PSAK Nomor 45 yang disusun oleh IAI. Dan untuk laporan arus kas.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx. Selain itu hal yang terlihat berbeda adalah nama dari rekening aktiva bersih. sehingga lebih rigid.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. Sementara untuk laporan aktivitas. disebut sebagai aktiva bersih.xxx xxx.xxx xxx. laporan keuangan itu dibuat untuk setiap jenis dana yang ada di dalam lembaga amil zakat. pada laporan keuangan yang disusun oleh IAI. Vol.xxx xxx. 12 No. laporan keuangan yang dibuat adalah laporan keuangan konsolidasi. dengan nama Laporan Sumber dan Penggunaan Dana.xxx xxx. laporan keuangan yang disusun oleh Widodo dan Kustiawan menggunakan format Laporan Aktivitas Bentuk C dari IAI yang terdiri dari dua bagian.xxx xxx.

Selain itu. akun-akun yang ada di laporan keuangan tersebut sudah secara otomatis dipisahkan menurut aktiva bersih tidak terikat. karena kedudukan LAZ sebagai sebuah lembaga publik yang banyak mengelola dana masyarakat. Sehingga banyak hal bisa dirasakan. SDM tersebut setidaknya harus mengikuti pelatihan dan pengetahuan. keamanan dana relatif lebih terjamin karena terdapat sistem kontrol yang jelas. SDM tersebut setidaknya harus berlatar belakang atau mempunyai pengalaman di bidang akuntansi dan manajemen keuangan. LAZ dituntut untuk memiliki sistem akuntansi dan manajemen keuangan yang baik. ada hubungan timbal balik antara amil zakat selaku pengelola dengan masyarakat. semua transaksi relatif akan lebih mudah ditelusuri. hal yang terlihat berbeda adalah pada laporan keuangan yang disusun oleh Widodo dan Kustiawan. yaitu masyarakat itu sendiri.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. Dan hal ini bisa dilaksanakan bila LAZ sebagai lembaga publik yang mengelola dana masyarakat memiliki sistem akuntansi dan manajemen keuangan yang baik. dana infaq/shadaqah. antara lain akuntabilitas dan transparansi lebih mudah dilakukan karena berbagai laporan keuangannya dapat lebih mudah dibuat dengan akurat dan tepat waktu. tentu saja diperlukan skill khusus. Maksudnya. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Mengacu pada kedudukannya sebagai lembaga publik. D. serta memiliki pengetahuan dan keahlian yang cukup. khususnya untuk organisasi nirlaba. yaitu dana zakat. Saran Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan untuk penelitianpenelitian selanjutnya baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif bagi Organisasi Pengelola Zakat. keamanan dana relatif lebih terjamin karena terdapat sistem kontrol yang jelas. Agar dapat melakukan itu semua. sebaiknya mulai membuat laporan keuangan yang sudah sesuai dengan ketentuan akuntansi yang berlaku. atau terikat dengan dipisahkannya dana berdasarkan jenisnya. dan efisiensi dan efektivitas relatif lebih mudah dilakukan. (Nurdiono) yang telah disusun oleh IAI. Sehingga akuntabilitas dan transparansi lebih mudah dilakukan. dan semua transaksi relatif akan lebih mudah 45 . serta pernah mendapatkan pelatihan yang cukup tentang bagaimana praktik akuntansi untuk organisasi nirlaba. karena berbagai laporan keuangan dapat lebih mudah dibuat dengan akurat dan tepat waktu . sudah selayaknya jika LAZ menerapkan manajemen terbuka. Sehingga SDM tersebut mempunyai pengetahuan dan keahlian yang cukup tentang hal-hal teknis yang berhubungan dengan praktek akuntansi di LAZ tersebut. Pelatihan dan pengembangan ini bisa didapatkan dengan cara mempelajari akuntansi baik secara formal ataupun non formal. dan dana pengelola. Dengan ini maka akan terjadi sistem kontrol yang melibatkan unsur luar. 45 …….

dalam artian sebuah LAZ sangat memerlukan orang-orang yang mampu bekerja full time agar semua potensi yang dimiliki SDM mampu secara total tercurah demi kepentingan pengembangan LAZ. Pengelolaan Zakat dan Infak / Sedekah di DKI Jakarta. Selain itu. Metodologi Polling Memberdayakan Suara Rakyat. FE Unila. Peraturan Perundang . Gema Insani Press. 2004. Sixth Edition. and Shoulder. Freeman. aktivitas lembaga tidak akan terganggu karenanya. Fourth Edition. Jakarta. Gema Insani Press. Jika terjadi pergantian SDM sekalipun. perlu dibuat sistem pengelolaan yang baik dengan cara melakukan pengoptimalan sumber daya manusia yang ada. karena perkembangan LAZ yang sudah cukup pesat di Indonesia. Bandung. 1999. 12 No. Panduan Praktis Tentang Zakat Infak Sedekah. Januari 2007 ditelusuri sehingga efisiensi dan efektivitas relatif lebih mudah dilakukan. pedoman akuntansi yang sama akan melahirkan tingginya tingkat komparasi antar organisasi pengelola zakat. Zakat dalam Perekonomoian Modern. Cincinnati Ohio. tidak dipublikasi. Upper Saddle River. Introduction to Nonprofit Organization Accounting. Cetakan Pertama. Hafidhuddin. Jakarta. 2002. Henke. memudahkan para pengguna laporan keuangan baik pembuat. -----------------------. Skripsi. DAFTAR PUSTAKA Aini. Inc. Emerson O. 1999. Jakarta. Tak hanya itu. Departemen Agama RI. 2002. Cetakan Keempat. Bagi Ikatan Akuntan Indonesia sebaiknya mulai memikirk untuk membuat pedoman akuntansi khusus untuk organisasi pengelola zakat. tetapi kepada sistem. Selain itu.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Robert J. Governmental and NonProfit Accounting Theory and Practice.Undangan Pengelolaan Zakat. Asti. Didin. Prentice Hall. Vol. Sehingga keberlangsungan lembaga tidak bergantung kepada figur seseorang. pembaca maupun auditor untuk menggunakan laporan keuangan tersebut. New Jersey.2002. Craigh D.. sebuah LAZ sangat memerlukan SDM yang profesional. Jakarta. 46 . Badan Amil Zakat dan Infak/Sedekah (Bazis) DKI Jakarta. 1999. Adanya pedoman akuntansi yang khusus. Eriyanto. College Division South Western Publishing Co. PT Remaja Rosdakarya. 1992. Evaluasi Penerapan Psak Nomor 45 Pada Organisasi Pengelola Zakat (Studi Kasus pada Lazda Lampung Peduli Dan Laz Dompet Amal Insani). 1.

forumzakat. Michael. Cetakan Pertama. Bambang. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. BPFE. 1997. UI Press. The McGraw-Hill Companies. A. John. Jakarta. Jakarta. Penerbit Salemba Empat. Akuntansi dan Manajemen Keuangan untuk Organisasi Pengelola Zakat. Larsen. Bandung. Majalah Berita Mingguan Tempo. Hadari. Cetakan Pertama. Akuntansi Zakat Kontemporer. Matthew B dan Huberman.bazisdki.id http://www. Teten. (Nurdiono) Ikatan Akuntan Indonesia. 2004.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. E. Seventh Edition. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. International Edition Modern Advanced Accounting.or. Nawawi. Gadjah Mada University Press.go.or. 2001. Metode Penelitian Bidang Sosial. Edisi 23 – 30 November 2003. Yogyakarta.id http://www. Louis San Fransisco Auckland Bogota Caracas Lisbon London Madrid Mexico City Milan Montreal New Delhi San Juan Sydney Tokyo Toronto. Edisi Pertama. 45 ……. 1999. Cetakan Pertama.id 47 . http:://www. PT Remaja Rosda Karya. 1992. Yogyakarta. 2003. Widodo. Mendayagunakan Ziswaf. Nur dan Supomo. Cetakan ke-6. Hertanto dan Kustiawan. Indriantoro. Miles. New York St.dompetdhuafa. Standar Akuntansi Keuangan per 1 April 2004. Jakarta Mursyidi. --------------. IMZ. 2003. 1993. Inc.

efisien. efektif dan ekonomi sehingga kesejahteraan rakyat meningkat. public area yang jorok dan tidak terawat dll. Hasil analisa menunjukkan bahwa. sejak Otonomi Daerah digulirkan perubahan tingkat kesejahteraan masyarakat kota Bandar Lampung .penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauhmana komitment. kesejahteraan rakyat.akuntabilitas.Sehingga disyaratkan pengelolaan APBD harus dilakukan secara jujur dan tranparans.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat Studi Kasus:APBD Kota Bandar Lampung Oleh: Marselina Djayasinga4 ABSTRAK APBD adalah amanah rakyat yang harus dilaksanakan oleh pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraannya sehingga APBD harus berpihak pada rakyat Oleh karena itu pemerintah daerah harus mengupayakan agar APBD teralokasi dengan baik dan mampu dimanfaatkan seoptimal mungkin ..berjalan sangat lambat bahkan kesejahteraan rakyat ini semakin lama semakin menurun kuantitas maupun kualitasnya. anggaran untuk rakyat 4 Dosen jurusan Ekonomi Pembangunan FE Unila . baik untuk pemenuhan kebutuhan dasarnya hingga kebutuhan sekunder maupun tersier. bila perlu bisa langsung menyentuh kepada masyarakat. keberpihakan pemkot berupa anggaran untuk rakyat masih rendah. kemauan dan keberpihakan pemerintah kota Bandar Lampung kepada masyarakatnya dalam bentuk pengalokasian APBD selama ini. mutu pelayanan yang buruk.Untuk itu diperlukan perubahan paradigma pengelolaan keuangan daerah serta komitment yang kuat dari para penyelenggaran pemerintah kota bahwa amanah mengelola APBD adalah semata-mata untuk mensejahterakan masyarakat kota Bandar Lampung. Saat ini.Hal ini ditandai dengan bertambahnya jumlah penduduk miskin kota. Keywords: APBD. Sebab di era otonomi daerah saat ini .pengemis. banyak bermunculan kasus gizi buruk.Hal ini ditandai dari jumlah alokasi yang minim serta pengalokasian dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang tidak fokus.peluang untuk mewujudkan suatu system anggaran yang berpihak kepada rakyat sangat-sangat terbuka dan sangat mungkin. Namun ironisnya jumlah anggaran yang dialokasikan dan diserap kota Bandar Lampung semakin besar dari tahun ke tahun . tidak hanya pengalokasian anggaran ke sector publik lebih besar namun bagaimana pengguna tersebut dapat langsung bermanfaat dan dirasakan masyarakat . melalui partisipasi.pendpataan perkapita yang rendah.meningkatnya jumlah anak jalanan. Oleh karena itu .

Semakin besar jumlah anggaran yang diserap namun keberpihakan anggaran pada masyarakat sangat rendah.. Namun selama ini . keterbatasan ketenagalistrikan hingga bentuk pelayanan umumnya. public area yang jorok dan tidak terawat . Lebih parah lagi bila dilihat dari mutu pelayanan pemerintah kepada masyarakat.maka peluang untuk mewujudkan suatu system anggaran yang berpihak kepada rakyat sangat-sangat terbuka dan sangat mungkin. Dengan sistem penyusunan anggaran yang bersifat desentraliasi seperti saat ini maka usulan program-program/kegiatan pemerintah daerah sebeanrnya dapat lebih mudah diarahkan untuk kepentingan dan menyentuh langsung pada rakyat. Saat ini. tingginya jumlah anak putus sekolah. yang dapat terindikasi dari semakin tingginya jumlah penduduk miskin. tekanan pengangguran yang semakin berat. munculnya kasus gizi buruk.pengemis serta penyakit-penyakit social masyarakat lainnya. baik untuk pemenuhan kebutuhan dasar hingga kebutuhan sekunder maupun tersier. Anggaran harus berpihak pada masyarakat. ternyata perubahan tingkat kesejahteraan masyarakat ke arah peningkatan berjalan sangat lambat bahkan semakin lama semakin menurun kuantitas maupun kualitasnya. Vol. namun dilain sisi jumlah anggaran semakin meningkat. B. meningkatnya jumlah anak jalanan. semakin buruk kualitasnya. rendahnya pendapatan perkapita masyarakat riil . sejak Otonomi Daerah digulirkan yang bersamaan dengan dampak krisis ekonomi dan moneter yang terus berlanjut. Perumusan Masalah Tingkat kesejahteraan masyarakat kota Bandar Lampung yang semakin menurun yang ditandai dengan tidak terpenuhinya hak sebagian besar masyarakat untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas dan murah seperti diamanahkan dalam Undang-Undang. derajad kesehatan yang semakin menurun. 1. Di era otonomi daerah saat ini . kekurangan pasokan air bersih. Januari 2007 A. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya keberpihakan pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kota kepada masyarakat terutama masyarakat miskin. alokasi anggaran disusun kurang dan tanpa prirotas yang belum berpihak 50 .Namun ironisnya jumlah anggaran yang dialokasikan dan diserap semakin besar dari tahun ke tahun . 12 No. Kata kuncinya hanyalah bagaimana komitmen. mulai dari jalan-jalan utama yang buruk dan Pedagang Kaki Lima (PKL ) yang menambah sumber kemacetan. Hal ini ditandai dengan kemiskinan yang semakin meningkat . biaya berobat yang mahal dan tidak terjangkau dengan pelayanan yang buruk. kemauan dan kemampuan pemerintah daerah sendiri dalam hal ini pimpinan daerah hingga pimpinan /kepala satuan kerja ( dinas ) hingga staffnya untuk mulai menyadari bahwa penggunaan anggaran dalam APBD adalah amanah yang harus ditujukan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. PENDAHULUAN Peran Pemerintah di dalam masyarakat adalah berfungsi sebagai fasiltator untuk mensejahterakan masyarakat melalui pemberian pelayanan seoptimal mungkin kepada masyarakat melalui pengalokasian anggaran (APBD ) yang langsung menyentuh kepada masyarakat.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.

kesehatan dan pemnberdayaan masyarakat. partisipasi dan akuntabilitas anggaran. Mengetahui seberapa besar derajad kepedulian dan keberpihakan pemerintah kota Bandar Lampung terhadap masyarakat kota Bandar Lampung yang dibuktikan dengan berapa persen anggaran untuk rakyat (anggur) diakolasikan dari keseluruhan total APBD yang ada. 108/2000. Di pihak lain . Landasan hukum ini dalam rangka menjaga agar pengelolaan APBD lebih : 1. TINJAUAN LITERATUR Hikmah dari peristiwa krisis ekonomi yang menimpa bangsa ini dipertengahan tahun 1997 adalah tuntutan reformasi di semua bidang termasuk reformasi di bidang pengelolaan anggaran. Hasil riset ini juga sekaligus juga dapat memberikan tekanan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung yang baru yang dipilih melalui Pilkada 2005 ini agar lebih berpihak dan peduli pada masyarakat terutama pemenuhan di bidang kebutuhan dasar yaitu pendidikan . 4.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. D. 3. (Marselina Djayasinga) pada rakyat. Efisien. 2. Sesuatu yang sangat muibazir dan sia-sia. Prinsip Kehati-hatian. Hasil analisa dan rekomendasi penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang posisi keberpihakan pemerintah kota Bandar Lampung saat ini terhadap masyarakat . 3. Dengan rekomendasi yang ada dapat memberikan masukan kepada Pemerintah bagaimana menyusun dan memilih program atau kegiatan yang lebih prioritas bukan hanya merupakan kegiatan rutin semata (as usual) tanpa tahu akan menuntaskan apa. No. C. 4. Paradigma baru anggaran daerah tersebut menuntut adanya transparansi. Efektif dan Ekonomis. Optimal. PP. No. Definisi Anggaran Berbagai definisi dan pengertian anggaran dari berbagai sumber banyak bermunculan antara lain : 51 . Rasionalitas Dalam Pengeluaran dan Penerimaan. bertujuan untuk : 1. 17/2003. anggaran yang ada tidak dimanfaatkan secara optimal sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. PP No 105/2000 dan secara detil diuraikan dalam Kepmendagri No 29 Tahun 2002.Tujuan Dengan hasil analisa ini. Kini masyarakat semakin sadar bahwa keterlibatannya dalam pengelolaan anggaran me-rupakan suatu keharusan karena anggaran adalah hak publik. Sistem anggaran yang mampu mengkover hal tersebut adalah Sistem Anggaran Berbasis Kinerja (Performanced Budgeting) yang penggunaannya dipayungi oleh UU. 2.

Demikian pula ketika wabah penyakit terjadi. Fungsi Anggaran Secara fungsional APBD merupakan kontrak sosial antara pemerintah (daerah) dengan rakyatnya tentang kewajiban untuk mensejahterakan dan memenuhi kebutuhan warganya. maka alokasi terbesar diperuntukkan pada sektor kesehatan. 12 No. mapan. Guna Analisa Anggaran 1. Dalam keadaan stabil. Ketika keadaan paceklik. c. Dengan melihat porsi pengeluaran pemerintah per sektor. (3) APBD merupakan rencana kerja operasional pemerintah daerah yang akan dilaksanakan 1 tahun ke depan dalam satuan angka rupiah. Dalam keadaan perang. maka pengeluaran pemerintah akan besar di sektor pertahananan dan keamanan yang menunjukkan bahwa prioritas kegiatan yang dipilih adalah penyelamat-an negara selama perang. Secara keseluruhan APBD menjalankan beberapa fungsi penting: 52 . Setiap pilihan program/kegiatan yang diambil dalam APBD harus memperhatikan preferensi para pemilih (voters) yang memilih orang-orang yang duduk di pemerintahan dan parlemen. APBD ini merupakan terjemahan secara moneteris dari dokumen perencanaan daerah yang ada dan disepakati yang akan dilaksanakan selama setahun. b.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. maka sektor pendidikan akan mendapat perhatian besar dari pemerintah. krisis ekonomi dan lain-lain maka porsi pengeluaran pemerintah terbesar akan dialokasikan untuk kesejahteraan sosial. 1. Vol. Bentuk kepedulian dan partisipasi publik dalam pembangunan akan terlihat kearah mana pemerintah daerah akan membawa daerah tersebut. (2) APBD menggambarkan perkiraan dan pengeluaran daerah yang diharapkan terjadi dalam 1 tahun ke depan yang didasarkan atas realisasinya masa yang lalu. tenang untuk menuju SDM yang tangguh dan kuat. busung lapar. serangan hama. 2. Januari 2007 (1) APBD menggambarkan segala bentuk kegiatan pemerintah (daerah) dalam mencari sumber-sumber penerimaan dan kemudian bagaimana dana-dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan pemerintah. per bidang atau lainnya akan dapat dilihat prioritas kegiatan pemerintah antara lain: a. kekeringan.

(2) Fungsi Distribusi. raskin. 3. yaitu. yaitu ketika anggaran (APBD) digunakan untuk memecahkan masalah-masalah kesenjangan dan gejolak ekonomi dan sosial yang terjadi di masyarakat seperti menekan laju inflasi dan tingginya angka pengangguran. Fungsi Alokasi Fungsi Distribusi Fungsi Stabilisasi Fungsi Kebijaksanaan Fiskal 4. seperti meningkatkan tarif pajak tertentu untuk golongan masyarakat kaya dan mensubsidikannya ke golongan masyarakat miskin melalui pospos subsidi didistribusikan untuk program-program sosial atau pengeluaran sektor-sektor kesejahteraan sosial. 2. yaitu melalui anggaran (APBD) pemerintah (daerah) dapat mengusahakan agar kesenjangan pendapatan (ekonomi). c) Jika harga pupuk di pasar tinggi pemerintah mengalokasikan dana ke pos subsidi pupuk untuk menjaga produksi padi dan agar kesejahteraan petani tetap terjaga. maka pemerintah mengalokasi-kan sejumlah dana untuk mendatangkan beras impor. (Marselina Djayasinga) Fungsi-fungsi APBD 1. ketika APBD digunakan untuk mengatur alokasi belanja untuk pengadaan barang-barang dan jasa-jasa publik (public goods and services) berdasarkan skala prioritas yang diambil pemerintah. Di dalam prakteknya. bantuan kepada UKM. panen. 6. subsidi beras. pembukaan lapangan kerja baru dan lainlain. Sebagai Pedoman Kerja/ Arah Kebijakan Sebagai Alat Kontrol Masyarakat Sebagai Alat Ukur Kinerja Pemerintah Fungsi Manajemen 5.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. pemanfaatan hasil-hasil pembangunan lebih merata dalam masyarakat berkurang. (3) Fungsi Stabilisasi. b) Akibat fuso/kekeringan yang menyebabkan gagal. (1) Fungsi Alokasi. Misalkan: a) Ketika suatu daerah mengalami pengangguran yang tinggi. maka diselesaikan pemerintah dengan mengalokasikan sejumlah dana dalam APBD ke pemberian kredit murah. 53 .

Oleh karena itu. membandingkan antara kinerja yang aktual (realisasi) belanja dengan target belanja 1 periode. membandingkan kinerja yang aktual (realisasi) tahun ini dengan realisasi tahuntahun sebelumnya. Secara umum. membandingkan kinerja yang aktual (realisasi) satu organisasi/unit kerja dengan unit kerja lainnya dalam satu daerah. sehingga perlu penyesuaian. Namun metode yang sering digunakan biasanya menggunakan metode perbandingan atau komparasi. Menilai kinerja sebuah APBD dapat dilakukan dengan berbagai cara. diusahakan sedapat mungkin dilakukan intensifikasi penerimaan negara di-bandingkan usaha ekstensifikasi. artinya RAPBN sepanjang tahun diusahakan nilainya senantiasa meningkat yang lebih banyak diakibatkan karena peningkatan penerimaan. partisipatif dapat digunakan metode lain yang digabungkan dengan metode komparasi. artinya ketika RAPBN sudah disyahkan menjadi APBN maka seharusnya tidak ada lagi revisi yang significant. Membandingkan Kinerja APBD Untuk mengetahui apakah kinerja APBD suatu tahun lebih baik dari tahun lainnya maka dapat dibandingkan dengan menggunakan beberapa ratio. 3. ekonomis dan efekif. akuntabel.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 2. Januari 2007 Prinsip-Prinsip Penyusunan Anggaran 1. Prinsip Value of Money. Revisi program/ proyek/kegiatan di tengah jalan tidak boleh dilakukan lagi sepanjang tidak ada kejadian yang ekstra ordinary (luar biasa) terjadi. Prinsip dinamis. Penyesuaian itupun tidak berarti dapat mengganti beberapa kegiatan atau memunculkan kegiatan yang baru yang tidak direncanakan semula dan seterusnya. professional. Sehingga dana yang sedikit ini dapat memperoleh hasil/manfaat yang maksimal. membandingkan antara kinerja yang aktual (realisasi) indikator kinerja dengan target indikator kinerja 1 periode. Dalam proses penyusunan RAPBN harus dilandasi semangat untuk melakukan efisiensi. membandingkan kinerja yang aktual (realisasi) satu organisasi/unit kerja dengan unit kerja lainnya pada Kabupaten/Kota atau Propinsi lainnya. Prinsip Disiplin Anggaran. 1. Revisi dapat dilakukan ketika rencana penerimaan negara melampaui target atau mengalami under target. Untuk menilai secara keseluruhan apakah pengelolaan APBD dilaksanakan secara baik. strategi menilai kinerja anggaran dapat di-lakukan antara lain: membandingkan antara kinerja yang aktual (realisasi) pendapatan dengan target pendapatan 1 periode. transparan. antara lain: 54 . Vol. 12 No.

2. maka semakin mudah mengambil kesimpulan akan APBD 2006 yang akan dinilai. (Marselina Djayasinga) 1. Membandingkan jumlah pengeluaran dalam APBD tahun ini serta trend nya dengan periode yang lalu atau rata-rata beberapa periode lalu atau rata-rata beberapa periode lalu. apakah lebih baik atau lebih buruk kualitasnya dari tahun-tahun sebelumnya. 3. Adapun cara mem-bandingkan nilai-nilai tersebut antara lain sebagai berikut: DAU/APBD = DAU tahun 2006/Total APBD x 100 % PAD/APBD = PAD tahun 2006 / Total APBD x 100 % Semakin banyak data APBD yang dimiliki. Bila perlu gunakan trend (perkembangan) untuk mengambil kesimpulan. Tax Effort = Penerimaan suatu pajak misalkan pajak z x 100% PDRB 2. a Kontribusi Pajak = Kontribusi suatu pajak terhadap total pajak x 100% Total Penerimaan Pajak b. Kontribusi Penerimaan Pajak Terhadap PAD = Kontribusi penerimaan pajak terhadap PAD x 100% PAD 55 . Ratio-ratio Dalam Mengkritisi APBD Satu Tahun Anggaran: Dari sisi penerimaan 1.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. Membandingkan pos belanja dengan metode Ratio. Menilai APBD dengan Metode Ratio dan Cara Penyajiannya Jika ingin menilai APBD 2006. maka digunakan perbandingan dengan APBD tahun-tahun sebelumnya dengan beberapa unsur. Membandingkan jumlah penerimaan APBD tahun ini serta trendnya dengan periode yang lalu atau rata-rata beberapa periode lalu.

Ketergantungan Daerah thd Dana perimbangunan = Total DAU dan DAK x 100 % x 100% Total Penerimaan Daerah 9. Kontribusi penerimaan BUMD dan hasil kekayaan daerah Laba BUMD/PAD Kontribusi Penerimaan Asli Daerah lain-lain = Penerimaan Lain-lain x 100% PAD 6. Kontribusi PAD untuk membiayai pembangunan = PAD x 100% Total Penerimaan Daerah Tingkat Kemandirian Daerah = (Sisa Lebih Anggaran + PAD + Dana Bagi Hasil x 100% Total Belanja 7. Januari 2007 3. Vol. non pajak SDO dan bantuan pembangunan/Total Penerimaaan x 100 % Sisi Pengeluaran 1. 12 No. 5. a Kontribusi Jenis-Jenis Retribusi = Retribusi “X” x 100% Total Penerimaan Retribusi b. Belanja Aparatur = Belanja Aparatur Total Belanja x 100 % 56 . 8. berupa pajak. Derajad Desentralisasi = Total bantuan Pusat.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Kontribusi Penerimaan Retribusi Terhadap PAD = Penerimaan Retribusi x 100% PAD 4. 1.

Anggaran untuk kesejahteraan social/ Total Belanja Anggaran Belanja Utk Gender/Total Belanja Anggaran DPRD/Total Belanja Anggaran Sektor Prioritas/Total APBD Perekonomian Daerah : .Anggaran untuk kesehatan/Total Belanja .DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. Beberapa Unsur Menilai APBD Unsur-Unsur Total APBD DAU /APBD Total Pajak/PAD Total Retribusi /PAD Laba BUMD/PAD Pajak “x’ / Total Pajak Retribusi “y” / Total Retribusi Belanja Langsung/ Total Belanja Belanja Tidak Langsung/Total Belanja Belanja Publik/Total Belanja Belanja Aparatur/Total Belanja .Jumlah KK Miskin .PDRB . Pengembalian Pinjaman = 5.Defiisit / PDRB . Belanja Non Pegawai = Belanja Non Pegawai x 100% Total Pengeluaran Rutin Pokok dan Cicilan Total Belanja x 100% 4. (Marselina Djayasinga) 2.Total penerimaan APBD tahun x-1 ) x 100 % 2001 2002 Tahun Perbandingan ( %) 2003 2004 2005 2006 57 . Belanja Publik = Belanja Publik Total Belanja x 100 % 3.Pendapatan Perkapita Laju Perkembangan APBD (Total penerimaan APBD tahun x . Peranan Per Sektor = Jumlah Pengeluaran Per Sektor Total Pengeluaran x 100% Indikator Keberhasilan Sebuah Anggaran.Anggaran untuk rakyat Total Belanja .Pengangguran .Pertumbuhan Ekonomi .Anggaran untuk pendidikan/Total Belanja .

Total PAD dan Total Defisit Anggaran.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. bantuan untuk anak terlantar. Vol. bantuan peralatan. 3. Apakah dalam mengalokasikan anggaran telah menerap-kan prinsip-prinsip anggaran: efisien dan efektif. 7. JPS. 12 No. Grafik Perkembangan Unsur APBD PERKEMBANGAN UNSUR APBD 250 200 150 100 50 0 2001 2002 2003 2004 2005 2006 APBD PAD DEFISIT Selain menghitung unsur-unsur tehnis dalam struktur atau format APBD. subsidi alatlalat pertanian. 1. 58 . apakah sudah sesuai dengan PP no 108/109 tahun 2000 dan SK Mendagri tentang pedoman penyusunan dan pelaksana-an APBD? Bagaimana Keberpihakan Anggaran pada Masyarakat ? (a) Berapa persen Jumlah dan Alokasi anggaran untuk usaha penanggulangan kemiskinan. IDT. dan lain-lain? 2. yaitu tentang budget policy. maka perlu dilakukan juga penilaian atas beberapa faktor diluar format APBD. maka untuk me-mudahkan mengambil kesimpulan data tersebut kemudian disajikan dengan cara penampilan yang berbeda melalui diagram. Melalui program excel dapat dibuat diagram perkembangan unsurunsur APBD. keadilan anggaran dan akuntabilitas (SK Mendagri. dinamis. PMTAS. Januari 2007 Setelah nilai ratio tersebut diperoleh. 5. tanggal 17 Nopember Tahun 2000)? Apakah lokasi proyek atau kegiatan sudah mengandung unsur pemerataan atau prioritas? Apakah nilai proyek sudah adil dan proporsional untuk setiap wilayah? Apakah alokasi anggaran lebih banyak untuk pe-menuhan pemerintah daerah dan aparatnya atau keber-pihakan kepada rakyat (pengadaan kebutuhan dasar)? Apakah Belanja Aparatur dan Publik sudah sesuai dengan Prioritas Pembangunan? Apakah Belanja-Belanja DPRD dan Kepala Daerah dan Wakilnya sudah mengisyaratkan sense of crisis. yaitu antara lain: 1. transparan. Terlihat bahwa perkembangan ketiganya hampir mempunyai trend yang sama. sehingga lebih mudah bagi kita semua untuk mengambil kesimpulan dari perkembangan data yang ada. seperti bantuan modal kepada UKM. 4. 6. Misalkan disajikan data tentang Total APBD.

Non Fisik x 100% Total Belanja Dari sisi perekonomian daerah 1. money follow function dsb)? apakah APBD sesuai dengan siklus anggaran dan tepat waktu? apakah dokumen yang dibuat atau diusulkan untuk dibahas sesuai dengan ketentuan yang berlaku? apakah APBD senantiasa meningkat dan dinamis setiap tahunnya? apakah peninmgkatan pendapatan selama ini karena upaya intensifikasi atau ekstensifikasi? apakah APBD yang disusun mampu menarik investor ke dalam daerah? apakah APBD mampu memberdayakan Sumber Daya Lokal?. retribusi daerah. partisipatif. pengeluaran sektor 59 . SDO. rehab pasar. seperti Pajak. peningkatan jalan desa. (Marselina Djayasinga) (b) Berapa persen jumlah dan alokasi anggaran pembangunan untuk usaha pelayanan kepada masyarakat. value of money. wc umum dan lain-lain? Dari sisi Pembangunan Fisik dan Non Fisik 1. bantuan pembangunan. sisa lebih pendapat-an. seperti penyediaan sarana obat-obatan. Beban PDRB Mengatasi Defisit = Defisit Anggaran x 100% PDRB Dari Sisi Beban Masyarakat Dalam Partisipasi Pembangunan. retribusi. BUMD. Ditarik langsung dari masyarakat: Pajak Daerah. pembangunan perumahan dan pemukiman penyediaan sarana dan prasarana permukiman. Berapa persen volume APBD kabupaten dibiayai oleh: a. PBB. lain-lain. b. Porsi Pembangunan Fisik = Total Anggaran Untuk Pembangunan Fisik x 100% Total Belanja 2. Ditarik secara tidak langsung dari masyarakat. Porsi Pembangunan Non Fisik = Total Anggaran Untuk Pemb. BPHTB. dana bagi hasil. PAD. dengan batasan (toleransi ) +/. akuntabel. Dari sisi pengelolaan APBD apakah APBD disusun dengan menggunakann prinsip-prinsip anggaran yang berlaku (transparan.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. bagi hasil pajak dan bukan pajak. perusahaan daerah. penerimaan dinas. Bandingkan antara target dan realisasi dari semua aspek baik sisi penerimaan maupun pengeluaran. pembukaan daerah terisolir. apakah target dan realisasi APBD terlampaui atau tidak. Defisit anggaran = penerimaan – pengeluaran 2.10 %.

METODOLOGI PENELITIAN Data Data yang digunakan pada riset ini adalah data sekunder yaitu berupa terbitan terbitan yang dikeluarkan pemerintah kota . 13 Kecamatan serta DPRD . Karena keterbatasan data yang tersedia . (2) ……. baik positif maupun negatif tidak lebih dari 10%. Jika melebihi nilai itu. Walikota/Wakil. patut dipertanyakan bagaimana perencanaan dilakukan? E. satuan kerja juga harus mampu menjelaskan mengapa realisasi tercapai demikian tinggi bahkan melebihi target secara signifikan. (3) …… (4) …… (5) …… (6) …… (7) …… Rencana Anggaran Target Anggaran Bias (%) Rencana Target Bias (%) Selain unit kerja harus mampu menjelaskan mengapa target tidak tercapai.Anggur akan muncul pada pos Belanja Langsung yang bersifat Pelayanan Publik di semua satker. maka analisa hanya bisa dilakukan 1 tahun anggaran yaitu tahun 2005. maka unsur yang akan dinilai dimasukkan dalam sebuah tabel sebagai berikut : Unsur Penilaian Perbandingan Realisasi dan Target Kegiatan (1) ……. Januari 2007 Perbandingan Realisasi dengan Target Cara lain pengukuran kinerja APBD adalah dengan membandingkan realisasi dengan standar (target) yang direncanakan dari suatu kegiatan. Suatu kegiatan perencanaan dianggap baik apabila batas penyimpangan-nya. Alat Analisis Alat analisa yang digunakan pada riset ini adalah Analisa Deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan secara rinci tentang besarnya anggaran yang langsung bermanfaat kepada masyarakat ( anggur ) serta kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan dengan anggaran tersebut. Vol. Untuk memudahkan penilaian. 1.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.Lalu dari porsi tersebut diambil suatu kesimpulan 60 . berupa data APBD Tahun 2005 beserta dokumen Daftar Anggaran Satuan Kerja (DASK ) per satuan kerja sebanyak 17 Dinas. 7 Kantor/ Badan . 12 No. Metode ini digunakan untuk melihat sejauhmana perencanaan di unit kerja dilakukan dengan baik untuk dasar menentukan penyusunan target APBD tahun berikutnya. Sekretaris Kota.

DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. total anggur diperoleh tidak hanya dari Dinas Pendidikan tetapi diseleksi lagi mana yang benar-benar anggur untuk pendidikan ditambah dengan pendidikan di sector lain. Total Anggur di semua dinas dibandingkan dengan total APBD Total Anggur dibagi dengan Total belanja langsung Total Anggur dibagi dengan total belanja untuk pelayan publik Rasio X = Total Anggur di dinas A x 100 % Total Anggaran di dinas A Rasio Y= Total Anggur di semua dinas x 100 % Total APBD Rasio Z = Total Anggur di semua dinas x 100 % Total Belanja Pelayanan Publik Rasio Y= Total Anggur di semua dinas x 100 % Total Belanja Langsung 5. 4. Anggaran untuk rakyat (anggur) suatu dinas dibagi dengan total anggaran di dinas tersebut. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Diklat. namun juga dari dinas-dinas lain yang ikut terlibat dalam upaya mendukung peningkatan derajad kesehatan. tidak hanya anggaran yang dialokasikan oleh dari Dinas Kesehatan semata. pembinaan missal di dinas Bina Marga . Dinas Kesehatan dll Demikian juga Anggur untuk sector kesehatan. 3. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) . yaitu : 1. pelatihan. 61 . Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan beberapa formulasi Rasio atau perbandingan . 2. Untuk melihat kepedulian dan keberpihakan Pemkot terhadap pendidikan. (Marselina Djayasinga) bagaimana kepedulian dan keberpihakan anggaran untuk rakyat (anggur ) baik secara sektoral (pe rdinas) maupun secara aggregate (menyeluruh ) .Kegiatan tersebut mulai dari pembangunan gedung pendidikan. Dinas Koperasi dan UKM. seperti 6. Dinas Sosial.

APBD serta RASK danm DASK bukan merupakan konsumsi publik. Dokumen APBD maupun Dokumen DASK sangat sukar sekali didapatkan. Bagaimana mungkin masyarakat kota Bandar Lampung bisa berpartisipasi dalam pembangunan kotanya jika dokumen-dokumen tersebut sangat sukar didapat. Hal ini terkesan bahwa sampai saat inipun masih dianggap tabu jika dokumen-dokumen tersebut ada dan dibahas oleh masyarakat. penambahan modal untuk petani atau lekayan. tetapi anggaran yang benar-benar ditujukan dan dimanfaat kan oleh rakyat. pembelian buku perpustakaan. 62 . Anggaran Untuk Rakyat Kota Bandar Lampung Anggaran untuk rakyat yang dimaksud dalam riset ini adalah anggaran yang bukan saja ditujukan untuk rakyat dengan meletakkannya pada pos belanja pelayanan publik. mulai dari ketersediaan dokumen untuk publik hingga rincian anggaran seharusnya menjadi prinsip dalam penyusunan anggaran . Januari 2007 pembangunan gedung Puskesmas . tidak juga didapatkan data tentang APBD itu sendiri secara total. sekaligus sebagai kontrol social.000 yang dialokasikan untuk rakyat ( anggur ) yang benar-benar sampai dan dirasakan oleh masyarakat. ketrampilan kerja untuk buruh dll. HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN Sebelum membahas hasil riset APBD Kota Bandar Lampung perlu disampaikan hal hal sebagai berikut yang merupakan kendala tehnis pada riset ini : 1. pembanguna gedung sekolah. seperti pemberian beasiswa pada anak sekolah. Vol. 3. pemukiman yang sehat oleh Dinas Bina Marga . ternyata masih banyak persoalan yang dihadapi sehingga nilai anggur tersebut memang sudah kecil akan bertambah kecil dengan beberapa pelanggaran dalam menjalankan prinsip-prinsip Anggaran Untuk Rakyat Bidang Pendidikan Anggur untuk sector pendidikan harus dapat ditingkatkan dengan kegiatan yang lebih terarah bukan hanya untuk mengurangi jumlah anak putus sekolah atau wajar 9 tahun. 426. Dinas Perikanan dan Kelautan dll. Banyak program atau kegiatan yang dibungkus dengan program Pelayanan Publik. 1. Prinsip Transparansi Anggaran. jujur dan focus dengan maksud untuk mensejahterakan masyarakat kota Bandar Lampung. Anggaran memang disusun dengan wajar. Keterbukaan bisa terwujud jika memang tidak ada yang ditutup-tutupi. Dari total anggaran APBD 2005 ternyata hanya Rp 55 . upaya vaksinasi dari Dinas Peternakan.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. bila mengharapkan peran serta masyarakat dalam pembangunan. namun setelah dibedah dan dianalisa lebih dalam. Pelaksnaaan prinsip Transparansi Anggaran merupakan dorongan oleh untuk melaksakana pertanggung jawaban kepada publik .411. 2. Hingga detik-detik terakhir riset ini. 12 No. tidak dapat perlu diketahui oleh publik. F.

komputer. Dinas Kesehatan Dinas ini jelas-jelas merupakan dinas yang diharapakan mampu meningkatkan derajad kesehatan masyarakat kota Bandar Lampung. . Pemberian buku gratis serta alat-lat sekolah lainnya Kegiatan-kegiatan di sector pendidikan lebih difocuskan untuk “mencerdaskan “ bangsa .408.096.737. hanya mampu mengalokasikan angaran untuk publik sebesar Rp 3. perpustakaan dll ) • peningkatan kualitas kurikulum. seperti : 1. peningkatan pendidikan dan ketrampilan pendidik. seperti : • peningkatan kualitas guru-guru • peningkatan sarana dan prasarna pembelajaran ( laboratorium bahasa.890 . lab kimia/IPA.620. Misal . diberi bantuan tahap berikutnya dll Bila ada sekolah yang prasarnanya masih “minim” . No 1 2. 3 Kegiatan Alokasi anggaran sector pendidikan terutama untuk masyarakat harus ditingkatkan Pemberian beasiswa lebih banyak Alokasi anggaran pendidikan yang seimbang antara sekolah negeri dan swasta. berikan prioritas sehingga prasrana memadai dst. 63 . Evaluasi kurikulum. dengan system progresif. bila ada sekolah yang sudah maju dalam sarana prasarna . atau bisa dikatakan hanya basa-basi.248. kesejahteraan guru. Dari total anggaran yang terserap sebesar Rp 17. laboratorium dan perpustakaan yang memadai dll. melalui peninjauan buku-buku pelajaran • peninmgkatan kesejahteraan guru Pembelian barang/ bahan untuk pelatihan kerja yang benar benar dapat dimanfaatkan peserta pelatihan BLK Peningkatan kuantitas dan kulaitas Makanan Tambahan Anak Sekolah Peningkatan kualitas dan kuatitas pendidikan ketrampilan gratis untuk bekal mata pencaharian para pengangguran 4 5 6 7 8 Anggaran Untuk Rakyat Bidang Kesehatan Anggaran untuk rakyat (anggur ) inipun jauh dari harapan untuk menuntaskan persoalan yang ada ketika kegiatan yang dilakukan tidak focus pada ini persoalan. (Marselina Djayasinga) tetapi lebih kepada upaya mencerdaskan kehidupan bangsa..DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat …….

000 41.000. Persoalan ini diharapkan sedikit banyak bisa dituntaskan oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan perempuan.473.000 50.250 2.000 32.000 48. Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Persoalan sosial yang terjadi di kota Bandar Lampung sudah sangat kritis.000 29.153.890 Target Kinerja 300 SD 22 PDA 50 orang 110 kader 13 kec 45 psrt 13 kec 98 kelurahan 3 Ks 25 PMS.000 25.000.58 %.000 21.750 20.732.20 % 64 .360.032.873.000.823.000.669.000 2.135.750 7.680. Januari 2007 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Kegiatan Bulan Imunisasi Anak sekolah Imunisasi Dasar Intervensi Gizi Burruk Lomba Gerakan Sayang Ibu Lomba Balita Pelatihan Hyge Sanitasi Kemandirian Posyandu Pemeriksaan Jentik Berkala Penanganan Lumpuh Layuh Penagnggulanagn dan Pencegahan PMS.645.000 90.000 45.000 145. gepeng.452.079.000 42. anak putus sekolah.000.350 atau sebesar 44.000. 8 HIV 71 bidan 100 fokus 100 % 22Puskes 18 kel 1800 balita 100 % Nilai (Rp) 59.000 75.737. jompo dll.750 49.060.810.452.960.000 35. HIV. 12 No.000 145.000.000 103.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.000 20. Vol.253.000. AIDS Pelatihan bidan utk menolong Ibu hamil Penanggulanagn DBD Pencegahan Diare (Pelatihan) Pencegahan penyakit TBC Pengadaan OBAT Pengadaan Alat di PSI Perbaikan Gizi Balita Surveilance Epidemologi Total Anggaran Dinas = Rp 17.000 3.000.000.620 ANGGUR 40.000 2.096.045.060.628.000 Anggaran Untuk Rakyat Bidang Pemberdayaan Masyarakat 1. Namun dinas ini belum mampu mengoptimalkan anggaran yang ada untuk dialokasikan pada upaya penuntasan masalah social yang ada.000 26.075.735.000 atau hanya 12.450.560.669.075.000. 1.248.000 33.000 32.000 23.628.000 50.965. PSK.068.000 29. anak jalanan.000 72.000 115.408.000 15. Pemkot telah mengalokasikan sebesar Rp 2.000 49.560.Namun kegiatan yang diusulkan masih mengambang dan tidak jelas kemana tujuannya dan total anggaran yang langsung bermanfaat bagi masyarakat kota Bandar Lampung yang termarjinalkan hanya Rp 248. Mulai dari persoalan kemiskinan.810. pemuda pengangguran serta tindak kekerasan pada perempuan hingga persoalan pemelihraan orang gila.000 99.783 kepada dinas ini.620 50. Total anggaran untuk publik dialokasikan sebesar Rp 906.000 20.998.

823.000 Rp 906.100 74. (Marselina Djayasinga) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kegiatan Lomba Perempuan dalam P3KSS Pelatihan Tehnis Pendataan Data Pembinaan Anak Jalanan Pembinaan Qori dan Qoriah Penaggulangan Orang Gila Penrtiban PSK Penertiban gelandangan Pengadaan Buku utk TPA.000 Pd 3.000 60. bantuan modal serta mendorong perekonomian dan usaha – usaha di masyarakat dengan target kinerja yang sangatsangat kecil .783 Target Kinerja 95 orang 111 orang 50 orang 75 orang 16 orang -30 orang 1 paket 64 orang 60 orang 1 kali 8 kali 100 % Nilai (Rp) 14.291. seperti pembangunan sarana dan prasarana kantor.80 % habis untuk kegiatan rutin internal semata atau sehari-hari dinas. lapangan kerja .000 11.000 170. 3.500 12.000. Bila dirata-rata sebesar 40 % . honor penasehat dll yang nota bene adalah kepala dinas.000 188.30 % yang disalurkan untuk kepentingan publik (belanja langsung) disalurkan ke dalam program/kegiatan yang tidak/kurang menyentuh langsung pada persoalan dan dimanfaatkan publik seperti masalah pengangguran. Akibatnya alokasi kepada anggur berkurang.088.620.000 0 0 0 0 28.000 38. Anggaran seluruh dinas 70. pegawai di satkler tersebut yang sudah digaji bulanannya.100.000 70. 2.250.965.820.458. Demikian pula nilai ini semakin terkikis lagi ketika jelas-jelas untuk (Belanja Operasional Pemeliharaan) dari suatu kegiatan dibelanjakan untuk pembelian barang dan jasa (ATK) yang sebenarnya dalam kegiatan tersebut tidak diperlukan.350 ANGGUR 0 0 65.155.874. Nilai ini ternyata jauh lebih berkurang lagi ketika item usulan kegiatan yang ada ternyata lebih besar dialokasikan untuk honorarium petugas.732.2 Beberapa Penyimpangan Anggur Kota Bandar Lampung Tahun 2005 1.032. 65 .60 % dari total anggaran per kegiatan disimpangkan untuk hal ini.000 15.045.595.000.000 66.001.663. honor panitia .000.000 248. 4. kemiskinan.860.000 0 13. Sedangkan sisa 20 % . Total anggaran BOP per kegiatan per dinas yang digunakan untuk ATK ini ratarata sebesar 15 % – 30 % dari BOP yang ada.070. Walaupun di dalam usulan program / kegiatannya jelas-jelas pos belanja publik (diletakkan dalam Pos Pelayanan Publik).000 98. Risma Pengirimiman Kahfilah Pengiriman Tim Pembb Haji Penyelenggr MTQ PHBI Sosialisasi Tindak Kekerasan perempuan Total Anggaran Dinas = Rp 2.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat …….500 40.000 33. namun kegiatannya adalah pembangunan fisik untuk dinas tersebut.700 59.965.500 93.

Visi/ Misi serta Prioritas Daerah yang akan dicapai. yang diharapkan bisa meyelesaikan masalah lapangan kerja . 1. Target 20 org 30 org 8 orang 11 pasar 120 org 60 org 120 org 15 kgtn Duplikasi anggaran seperti ini sangat besar jumlahnya dan sangat tidak efisien. anggarannya 100 % untuk rutin dinas tersebut Usulan program/kegiatan setiap dinas belum mampu menterjemahkans secara baik i. antara lain: Kegiatan Kegiatan Pelatihan Peningkatan Pengemasan dan Yodisasi IKM Garam Pelatihan Ketrampilan IK Pangan Studi Banding peningktn Mutu Ikan ke Jateng Monitoring dan Informasi Harga Pelatihan Service Elektronik/bengkel dan bantuan mesin Peralatan Pelatihan Tehnis Motif dan design kerajinan tapis Pelatihan ketrampilan Menjahit/Sablonn dan bantuan mesin Pengawasan dan Pengujian Mutu Barang 7. perjalanan dinas Anggur semakin jauh dari harapan ketika andaipun ada usulan yang berpihak pada rakyat . namun bila ditelaah lagi ternyata kegiatan yang diusulkan banyak yang tidak menyelesaikan masalah atau tidak memberikan solusi yang ada. tidak efektif. mengingat dinas tersebut dalam Belanja Rutinnya (Belanja Tidak Langsung) sudah menganggarkan pembelian ATK.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Januari 2007 Misal : Pada usulan dinas tenaga kerja. Vol. gaji/honor pegawai . misi daerah kemungkinanannya sangat kecil bisa terwujud. biaya makan dan minum. 6. Seperti 8. namun selain kegiatan tidak menyentuh target kinerja sangat kecil jumlahnya Kegiatan Kewirausahaan Penempatan TK Sistem AKL Peningkatan Kualitas TK Penelitian dan Sosisalisasi UMK Pembinaan dan Penyuluhan Syarat Kerja ke prshn Pembinaan dan Penyuluhan Keselamatan Kerja ke prshn Sosialisasi Penyuluhan Per UU Ketenagakerjaa Pengadaan Sarana dan Prasarrana Kantor Penyusunan Profil Ke TK Kota BL 5. 12 No. Target 15 org 1000 org 16 org 50 prshn 150 orang 1 paket 1paket Bahkan untuk dinas yang memang bukan merupakan fungsi pelayanan publik . Tupoksi Dinas masing-masing ii. Akibatnya visi . 66 . Misal : Visi Kota Bandar Lampung : “ Menjadikan Kota Bandar Lampung sebagai Pusat Perdagangan” Usulan Dinas Perindustrian dan Perdagangan . terkesan boros dan mubazir.

Dinas Pariwisata yang diharapkan dapat meningkatkan. penyuluhan keselamatan kerja. travel dll ternyata hanya mengusulkan kegiatan yang kurang berdampak pada hal itu. namun kegiatan yang diusulkan jauh dari harapan untuk terwujudnya visi kota ini . hanya mampu mengusulkan sebesar Rp 579. Dengan total anggaran yang terserap sebesar Rp 1.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat …….488. Risma*) Sosialisasi Tindak kekerasan pd perempuan 9. 67 .500 dengan kegiatan sbb : Pembinaan usaha kepariwisataan Perbaikan Taman Dipangga 1 paket Begawi Bandar lampung Partisipasi pada event Festival Krakatau Pembuatan bahan promosi cetak Pengadaan Sarana kantor dinas Penyusunan Rencana Induk Parwst Promosi di Tkt Internasional 10. Demikian juga pda dinas social yang diharapkan dapat meningkatkan derajad social masyarakat ternyata kegiatan yang diusulkan baru sebatas Lomba peningkatan peranan perempuan Pembinaan Anak Jalanan Melalui Panti Penanggulangan Orang Gila Penertiban dan pembinaan PSK Penertiban gelandangan dan pengemis Pengadaan buku perpustakaan mesjid. pernyuluhan perselisihan kerja.013.315.867. (Marselina Djayasinga) upaya untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya dilakukan dengan sosialisasi perundang-undangan. rumah makan dan restoran.usulan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang sangat diharapkan sebagai suatu dinas yang mampu mewujudkan mimpi kota Bandar Lampung yaitu sebagai Kota Perdagangan seiring dengan tumbuhnya sentra-sentra industri kecil dan kerajinan yang ada. mempromosikan dan membawa nama harum kota Bandar Lampung.yang pada akhirnya juga diharapkan dapat menumbuhkembangkan usaha-usaha perhotelan. Demikian juga usulan. TPA.

Pemutusan hubungan kerja dari beberap pabrik di Jawa Barat dan Jakarta menyebabkan tekanan pengangguran sangat tinggi di kota ini. Dinas Pasar Dinas ini sangat diharapkan dapat menertibkan dan menata pasar di Kota Bandar Lampung yang semakin kumuh dan tidak beraturan.060. 12 No. atau sebesar 0.347 Nilai 37. Dinas Kependudukan Dinas Kependudukan melayani fungsi pengaturan masalah fungsi kependudukan dan ketertiban penduduk. 68 .598.874.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.874.040 hanya mampu melakukan kegiatan langsung untuk masyarakat yaitu Penyuluhan pedagang dan pembuatan plang.27.000 12.564.500. sebesar Rp. Anggaran yang terserap untuk dinas ini sebesar Rp Rp 1. Tekanan migrasi akibat kedatangan para pemuda dari beberapa kabupaten/kecamatan di Propinsi Lampung tanpa skill yang pasti.156.964.055.564. Dinas Tenaga Kerja Persoalan pengangguran merupakan masalah krusial di kota ini. Ternyata dari total anggaran yang diserapnya sebesar Rp 3. Januari 2007 Pelatihan ketrampilan IK pangan Pelatihan Ketrampilan Sablon Pelatihan Ketrampilan Pengemasan Pelatihan Service Elektronik Pelatihan teknis Motif tapis Studi banding olah ikan Monitoring dan Informasi Harga Pasar Partsispasi Pameran Penataan Sekretariat Dekranasda Pengadaan Sarana kantor Pengawasan dan Pengujian Mutu barang 2.8 % 3.000 60.055. 1.850.347 namun yang langsung menyentuh kepada publik hanya sebesar Rp 60.000 10.89% ) dengan kegiatan yang kurang operasional dan sama sekali tidak menyentuh langsung masyarakat ( anggur = 0 % ) No 1 2 3 Kegiatan Pelatihan Program SIAK Pelayanan Penertiban KTP dan Akta Cat Sipil Pembinaan dan Razia KTP Total Anggaran Dinas = Rp 1.000 Anggur *) 0 0 0 0 4.698. Vol.000 ( 3.

056.025.000 5.000.200.920.805 Target Kinerja 15 orang 15 orang 30 orang 60 kali 1000 orang 16 orang 150 orang Nilai (Rp) 65.000 0 4.056.000.264. (Marselina Djayasinga) Anggaran yang disediakan pemerintah kota Bandar Lampung untuk sector ini hanya sebesar Rp 472.845.000 65.000 472.000 0 1.500.463 40.52 % .000 10.331.428.400 6.02 % No 1 2 3 4 5 6 Kegiatan Pembinaan KB dan Keluarga Pra sejahtera dan KS 1 Pelayanan KB melalui bakti IBI Pembentukan Bina keluarga Balita Pembinaan dan Pelayanan KB keliling Pembentukan UPPKS Peningatan kualitas IMP dan petugas KB Target Kinerja 38.422.849.800 atau sebesar 8 . Dari total anggaran yang diserap hanya sebesar Rp 324.612.200 21.000 Anggur 69 .700 14.000 15.917.463 40.000.944.917.025. Bila kondisi seperti ini.000 atau sebesar 1.62 % ).850.000 15. jelas persoalan pengangguran.500 26. 5.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat …….000.200.000.000 15.663 Anggur 65..663 dari total angggaran disnaker Rp 1.000 atau sebesar 17. pekerja terampil tidak dapat terwujud.602.000.612.257. Kantor yang merupakan limpahan dari wewenang pusat ini menyerap anggaran cukup besar yaitu 3.805 ( 24.41 % untuk pelayanan publik.000 336..428.257.640.365. Kantor Keluarga Berencana Kantor ini diharapkan mampu menjaga kestabilan jumlah penduduk serta kualitas penduduk.000 115. Dari porsi ini ternyata bila dibedah ke dalam kegiatan yang benar-benar benrmanfaat dan dinikmati langung oleh publik hanya sebesar Rp 39. namun belum optimal mengusulkan kegiatan yang sesuai dengan fungsi dan perannya .000 PA dan 1800 PB 200 bidan 5 klpk 8300 OUS 5 kelompok 2539 orang Nilai (Rp) 13.000 115.000 5.532.000 Nilai ini jauh lebih kecil lagi ketika kegiatan yang diusulkan doibedah lagi ke dalam anggaran yang lansgung menyentuh publik ( anggur ) yaitu hanya sebesar Rp 336.000 15.519.000 77.060. dengan kegiatan sbb : No 1 2 3 3 4 5 6 Kegiatan Bintek Kewirausahaan Pelatihan TK Pemuda Mandiri Penyuluhan KK kerja Penyuluhan Perselisihan Krj Penempatan TK Sistem AKL Peningkatan Kualitas TK Sosialisasi Per UU Total Anggaran Disnaker = Rp 1.000 65.200 21.331.479.

000 485.315.422.346.34 24 0.248.793.321. 379 3.000 1.595.810.kantor yang banyak mengalokasikan kegiatannya untuk publik namun lebih banyak dialokasikan untuk kegiatan Non Fisik.413 60.045. Akibatnya banyak anggaran menjadi tidak focus.529.773 2.449.80 19.502.937. hanya ada 15 Dinas yang mengalokasikan anggaran untuk rakyat ( anggur ) yaitu : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 DINAS/BADAN/KANTOR Dinas Kesehatan Dinas Pendidikan Dinas Sosial dan PP Dinas KB Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Koperindag Dinas Pasar Dinas Pariwisata Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Dispenda Dinas Bina Marga Dinas Perikanan dan Kelautan Dinas Perindustrian dan Perdag Dinas Tenaga Kerja Dinas Kesbang dan Linmas Rata-Rata Total Anggaran 17.944.34 2.040 1.060 27.428.598.000 PUS Nilai (Rp) 16.02 10. tidak efisien .867 8.800 Anggur 16.000 Dinas /Badan/Kantor yang Mengalokasikan Untuk Anggur Dari sekian Dinas/badan/kantor yang ada di lingkungan Pemkot Bandar Lampung yang berfungsi untuk pelayanan publik .324.20 1.184.512.849. 2.519.433 2.000 86. Dinas ini mengalokasikan sekitar 78 %.000 39.060.783 3.890 169.38 17.000 229.917.066.060 Target Kinerja 38.14 1.953.. 1.000.584 1.351. sementara fungsi utamanya juga adalah pelayanan pada publik yaitu : 70 . 12 No.512. Namun untuk dinas atau badan/. 299.519.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.. 984.612. 023.513 1.000 336.000 396.87 5.17 78 14. 527.000 117.957 5.823.300 324.22 17 1.000 47.805 ANGGUR 2.318.488.050 2.466. Dinas yang terkecil alokasi anggaranyya untuk publik atau dibawah 10 % .475.345.609.573. sedangkan sisanya untuk belanja keperluan rutin dinas tersebut.805 2.032.539.401. Januari 2007 No 7 Kegiatan TNI Manunggal KB Kesehatan Total Anggaran Kantor KB = 3.408.809. tidak efektif dan tidak ekonomis pada dinas-dinas ini.000 261.156.253.698. ternyata kegiatannay kurang menyentuh publik.422.000 % 16.442.74 Dinas terbesar mengalokasikan anggarannya untuk rakyat (anggur) adalah dinas Bina Marga yang memang secara fisik fungsi utamanya adalah pembangunan sarana dan prasarana untuk publik.000.849.840.41 14.837. Vol.700 248.21 `12.300 39.000 2.000 32.

Dinas-dinas itu adalah : 1.80 % ) Persoalannya adalah ketika anggaran untuk publik pada dinas-dinas ini suatu saat ditingkatkan secara significant . 1.74 % melalui implementasi secara sungguh-sungguh prinsip-prinsip penyusunan anggaran. yaitu : 71 .87%) Dispenda ( 2. 3.41%) Dinas Pariwisata (5. 2. Dinas kependudukan Dinas Tata Kota Dinas Perhubungan Kantor Kesatuan PP Solusi Agar Anggaran Berpihak Pada Rakyat Di era Otda ini sangat dimunghkinkan untuk mengarahkan agar APBD berpihak pada rakyat. Pemahaman dan pengetahuan ini kemudian dituangkan dalam pengalokasian anggarannya yang berpihak pada rakyat. 3.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. Komitmet bisa dibangun sepanjang penyelenggara tersebut memahami dan mau mengetahui secara detil tentang persoalan yang ada dalam masyarakat. Dinas Pendidikan ( 1. namun teryata kegiatan yang diusulkan sama sekali tidak menyentuh kepada kepentingan publik .21 % ) Dinas Keluarga Berencana (1. Dinas – dinas ini telah menganggarkan pos untuk pelayanan publik. 6.17 %) Dinas Kesbang Linmas (1. Anggur sangat mungkin ditingkatkan sebesar 60 % drai total APBD Kota Bandar Lampung yang saat ini baru rata-rata 14. 5. (Marselina Djayasinga) 1. 2. 4. Yang perlu dibanguna adalah seberapa besar komitmet penyelenggaran pemerintahan terhadap hal ini.02 %) Dinas Pasar ( 0. 4. mampukah tambahan anggaran tersebut dialokasikan untuk kepentingan publik secara nyata terutama untuk kegiatan yang menyentuh persoalan ? Dinas /Badan/Kantor yang Sama Sekali Tidak Mengalokasikan Untuk Anggur Terdapat 4 dinas/badan/kantor yang tidak mengalokasikan anggarannya untuk rakyat (anggur) walaupun sebenarnya peran dan fungsinya juga bersinggungan untuk memberikan pelayanan langsung publik.

DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. pembelian rumpon dll harus lebih besar dari alokasi rutinnya seperti honor panitia. perbaikan gedung. staf dan karyawan lainnya 72 . 12 No. 1. Januari 2007 1. Tupoksinya terutama untuk pelayanan pubik ke dalam oparsionalisasi program/kegiatannya Kepala Dinas harus bisa mengoperasionalisasikan Visi/Misi serta Prioritas Daerah per tahun dan 5 tahun Usulan kegiatan harus focus pada tujuan /pelayanan yang akan diberikan dan menjadi tupoksinya Porsi alokasi dana per kegiatan untuk publik missal: pembelian bibit. Misi Kota. No 1 Efektivitas Anggaran Usulan Kegiatan yang Llebih Focus Target 25 % 2 3 4 5 6 7 Kegiatan Kepala Dinas harus bisa menterjemahkan secara baikVisi. No 1 2 3 4 5 Efisiensi Anggaran Kegiatan Belanja ATK pada setiap kegiatan dihapus krn sudah ada pada pos belanja tidak langsung Belanja Upah/honor panitia disusun hanya untuk panitia yang riil bekerja saja Ego dinas dihilangkan melalui koordinasi antar dinas/satker untuk menyelenggarakn kegiatan bersama Standarisasi Harga harus ditinjau ulang setiap 3 bulan oleh Tim Independen Perampingan Dinas yang kurang efektif ( SOTK ) yang terlalu gemuk menyebabkan belanja rutin (belanja tidak langsung ) satker membengkak bisa dihapuskan dan dialokasikan ke Anggur serta birokrasi lebih pendek mengurangi high cost Target 25 % APBD 15 % APBD 10 % 60 % 40 % 2. Renstra Dinas.pembelian fasilitas kantor rutin dll yang banyak mengambil jatah belanja publik harus dialihkan ke ke belanja langsung kegiatan pelayanan publik SOTK yang terlalu “gemuk “ dirampingkan sesuai dengan kebutuhan dan penyusunan dan mengimplementasikan system REWARD dan PUNISHMENT kepada PNS Menyusun Kinerja yang terukur untuk setiap unit satuan kerja. uang saku panitia dll Dana untuk perbaikan kantor. Vol. pimpinan. bantuan modal.

Seperti pungutan TPR di jalan-jalan umum untuk mobil angkot. d. pajak reklame untuk semua promosi dll. petugas terdisiplin. pungutan-pungutan yang secara prinsip melanggar. Saat ini diperlukan tindakan – tindakan yang praktis danb operasional sehingga kebijakan tersebut lebih realistis dan proporsional. Sebagai contoh. Belum lagi ditambah dengan anggaran dinas tersebut yang sangat besar untuk membiayai kegiatan rutinnya. pungutan-pungutan baru yang nota bene malah membuat distrorsi dalam perekonomian . Dinas/Kantor/badan tetap menggunakan “kegiatan” menurut versinya .650. yaitu antara lain : a. Hal ini karena : 73 b. Musrenbangkel. Partisipasi Masyarakat Partisipasi masyarakat dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD di Kota Bandar Lampung masih belum optimal bahkan dapat dikatakan rendah. dinas pariwisata dalam tahun 2005 hanya mentargetkan penerimaan dari pajak hotel. petugas parkir yang “liar”. Optimalisasi Anggaran Anggaran yang ada terutama sisi penerimaan dioptimalkan secara penggaliannya . RM. 4. e. dsb namun usulan tinggal usulan. bahkan mungkin lebih baik. bilyard. dan pungutan-pungutan memberatkan masyarakat dan investor dan terkesan mengada-ada. wajib pajak yang bandek. c. petugas yang “nakal” serta pemberian penghargaan (reward) bagi pengumpul pajak terbesar. Ada beberapa dinas yang telah bersusah payah memungut dana dari masyarakat . Walaupun sudah dibentuk Forum Kota. restoran. UDKP. Pemberian sanksi bagi pengelap pajak. namun bila dibandingkanm dengan upah pungutnya jauh lebih besar upah pungutnya . . (Marselina Djayasinga) 3.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. Demikian pula masalah cost and benefit. Hal ini juga bisa membuka lapangan kerja bagi para pengangguran. Sehingga dana yang diperoleh itu sendiri sudah habis untuk membiayai kegiatan rutinnya bahkan kurang . Sementara potensi yang ada jauh lebih besar dari yang ditargetkan Bila memang pihak swasta bisa meningkatkan penerimaan daerah lebih tinggi dari target yang dibuat oleh dinas / UPTD terkait mengapa tidak diserahkan saja ke swasta untuk mengelolanya sepanjang tariff pajak /pungutan tersebut sesuai dengan aturan dengan kualitas pelayanan yang yang sama. bowling dsb sebesar Rp 44. Penghitungan secara benar dan realistis dari target penerimaan yang sesuai dengan potensi yang ada. Dibandingkanmenciptakan pajak-pajak baru. wajib pajak yang patuh dll Peninjauan kembali bahkan bila mungkin penghapusan bentuk-bentuk pungutan-pungutan yang tidak ada dasar hukumnya.000. menambah beban pengusaha ( high cost economy membebankan masyarakat umumnya dan pengusaha khususnya serta menambah peluang korupsi dan kebocoran lainnya lebih baik meningkatkan potensi yang ada dengan mengurangi moral hazards disisi penerimaan daerah.

No.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Misal . menginformasikan dan mengoprasionaolisasikan visi . kurang kreative Bappeda dan dinas terkait lainnya kurang bisa berfungsi mengkoordinasikan.. Dinas terkait tidak mampu mengoperasionalisaiskan usulan-usulan masyarakat ke dalam program/kegiatannya Dinas /Badan/Kantor tidak semuanya memilki target yang akan dicapai Visi dan Misi Kota Bandar Lampung tidak dapat dan sangat sulit dioperasionalisasikan oleh Kepala Dinas/kantor/badan maupun staffnya ke dalam kegiatan langsungnya yang mensupprot visi dan misi tersebut Kegiatan yang diusulkan oleh sebagian besar dinas “ just as usual” dan tidak ada evaluasi program. 12 No. No 1 Sektor Kesehatan Sektor kesehatan yang dimotori oleh Dinas kesehatan ternyata masih belum mampu meningkatkan derajad kesehatan masyarakat kota Bandar Lampung jika dilihat dari porsi anggurnya. Januari 2007 a.RASK dan DASK ) Target / Ket 100 % 5. 1 2. d. c. 3 Kegiatan Alokasi anggaran sector kesehatan untuk masyarakat harus ditingkatkan Peningkatan pelayanan kesehatan secara baik dan menyeluruh Alokasi anggaran pendidikan yang seimbang antara sekolah negeri dan swasta. e. 1. bila ada sekolah yang sudah maju dalam sarana prasarna . diberi bantuan tahap berikutnya dll Bila ada sekolah yang prasarnanya masih “minim” . Pemberian buku gratis serta alat-lat sekolah lainnya 4 74 . Vol. Adapun kegiatan yang berkaitan dengan partisipasi masyarakat antara lain : No 1 2 3 Kegiatan Menghidupkan dan memprioritaskan peran kelurahan dan kecamatan TUPOKSI Kecamatan harus bisa dioperasionalisasikan dengan kosnekuensi anggaran untuk kecamatan ditingkatkan Efektivirtas anggaran kecamatan lebih kepada peningkatan pelayanan sector publik Transparansi Anggaran Kegiatan Dokumen yang menyangkut alokasi ( APBD ) harus mudah didapat publik secara luas dan mudah ( dokumen APBD. b. dengan system progresif. berikan prioritas sehingga prasrana memadai dst. renstrada kota serta rencana kota lainnnya.

(Marselina Djayasinga) No.m sosialisasi gizi baik. busung lapar dan gizi buruk dengan sesegera mungkin Menyusun perda atau peraturan walikota untuk menganggarkan dan menyusun juklak mengatasi busung lapar /gizi buruk Menghidupkan kembali masjid. UMP No 1 2 2 3 4 5 6 Kegiatan Mengatasi masalah rawan pangan. PT ) 75 . perkembangan balita. penganjuran pemberian ASI exclusive. jenis dan waktu imunisasi . pendidikan untuk ibu-ibu hamil • Menghidupkan kembali BKIA serta Peningkatan kuantitas dan kulaitas Makanan dan susu bagi bayi.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. investor. 5 6 7 Kegiatan Kegiatan-kegiatan di sector pendidikan lebih difocuskan untuk “peningkatan pelayanan kesehatan “ seperti : • peningkatan kualitas paramedis • peningkatan pelayanan paramedis • peningkatan sarana dan prasarana kesehatan ( obat-obatan. pemerintah. puskesma. Rumah sakit . Tempat Tinggal untuk Kaum Miskin . • Menghidupkan kembali Posyandu dengan program-program yang menyentuh bukan ceremonial semata. dokter. gereja serta sarana social lainnya untuk memberikan makanan gratis untuk kaum anjal dan kaum miskin lainnya Mengefektivkan dan mengoptimalkan kembali rumah-rumah singgah untuk anjal dan kaum papa lainnya dengan pengawasan dan pembinaan yang ketat Mengontrol fluktuasi harga secara kontinue serta mengambil langkah-langkah antisipasi untuk mempertahnakan kesejahteraan rakyat miskin Membuat Rumah-rumah susun/ rumah murah yang memang diperuntukkan untuk orang miskin dan tidak mampu Peninjauan secara kontinue UMP yang melibatkan semua stakeholders ( buruhm perusahaan. para ibu Hamil dll Peningkatan kualitas dan kuatitas pendidikan ketrampilan gratis untuk PUS. Ibu hamil dll Sektor Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Sektor Kebutuhan Dasar Pangan . perawat. seperti penimbangan bayi secara teratur.

Organisasi Profesi . masyarakat. IV sudah sangat besar jauh melebihi realisasi Rp 64 juta tersebut. Keberpihakan ini dapat ditingkatkan sepanjang ada komitment yang kuat dari penyelenggaran pemerintah kota bahwa amanah mengelola APBD adalah sematamata untuk mensejahterakan masyarakat kota Bandar LampunG Bentuk komitment ini tidak hanya berupa pengalokasian anggaran ke sector publik lebih besar namun bagaimana pengguna anggaran dalam hal ini Kepala Dinas dapat mengarahkan staff nya untuk menyusun kegiatan yang langsung bermanfaat bagi masyarakat dan mampu menuntaskan permasalahan baik secara bertahap maupu langsung. Ormas. III. LSM. Taman hiburan. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI KESIMPULAN 1. 4. Efektif dan Ekonomi ( value of money) Optimalisasi a. 1. Pizza dll ) Padahal bila dihitung dari RM Begadang I. Masyarakat kota Bandar Lampung berhak atas APBD. RM. Asisiasii dll untuk menyusun konsep pengembangan kota bersama dan komprehenship 3. Penghitungan target sumber-sumber pendapatan sesuai dengan potensi yang ada. 5. Swastam BUMN. dimana sumbangan terbesar memang dari masyarakat untuk pembangunan kota ini.000 dari sector hotel. 2. 6. 7. 12 No. Untuk itu perlu dilaksanakan prinsip-prinsip pengelolaan APBD yaitu : • • • • • Jujur dan Tranparansi Akuntabilitas Partisipasi Efisien. Vol. Belum dari sector lainnya ?? 76 . Komite-Komite. Kepedulian dan keberpihakan pemerintah Kota Bandar Lampung terhadap masyarakat Kota Bandar Lampung dapat dilihat dari jumlah anggaran yang dialokasikan untuk masyarakat (anggur). PTS. Januari 2007 G. Misal : Pendapatan dari dinas pariwisata hanya sebesar Rp 64. restoran.000. Orpol. II.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Walikota dan wakilnya harus visioner dengan konsep-konsep pengembangan kota dan perekonomian yang jitu namun bisa diwujudkan sesuai dengan kemampuan daerah Walikota dan wakil harus melakukan upaya koordinasi yang sungguh-sungguh baik secara vertical maupun horizontal secara maksimal • • • • Koordinasi dengan pemerintah pusat untuk menjaring dana-dana besar Koordinasi dengan pemerintah propinsi untuk melakukukan sharing pembiayaan dan kegiatan bersama Koordinasi pimpinan dengan seluruh satuan kerja yang ada Koordinasi dengan PTN.

000 . andaipun harus penyuluhan dalam beberapa materri 2.500. sehingga ATK doubl SAB perlu ditinjau ulang sesuaikan dengan output yang akan dicapai . Disnaker perlu menganggarkan untuk membeli saja Laptop. Disnaker • • • • Setiap kegiatan msh terlalu besar honor panitia kegiatan ( honor monitoring. Disnaker perlu menganggarkan untuk membeli saja Laptop. selama pihak lain ( swasta ) bisa memberi sumber pendapatan lebih besar dari target yang bisa diperoleh pemda Mengatasi tingkat kebocoran pendapatan yang begitu besar Menghentikan pungutan-pungutan yang tidak jelas dasar hukumnya dan membertakan masyarakat . penyuluhan kepada prshn sudah menajdi tugas melekat dinas ybs tidak perlu diproyekkan . OKI. dll) BAB III REKOMENDASI 1. missal TPR di berbagai tempat ( Kemiling. OKI. Sisingamagaraja.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. ketergantungan pada modal berkurang maka perlu suntikana wal yaitu berupa bantuan modal dan manajemen untuk petani / nelayan ditingkatkan . c. penyuluhan kepada prshn sudah menajdi tugas melekat dinas ybs tidak perlu diproyekkan . demikian juga kurikulum yang akan dicapai untuk anak didik Sewa tempat. LCD dll utk penyuluhan/pelatihan sehingga tidak perlu ada biaya sewa alat setiap saat Sosialisasi. andaipun harus penyuluhan dalam beberapa materri Setiap kegiatan msh terlalu besar honor panitia kegiatan ( honor monitoring. Upaya peningkatan pendapatan dapat dilakukan dengan system tender. sehingga ATK double SAB perlu ditinjau ulang sesuaikan dengan output yang akan dicapai . bila mengingkan Anggur lebih besar maka nilai ini harus ditingkatkan dengan target sasaran yang jelas. Selama ini mereka dapatkan sangat kecil hanya Rp 35. (Marselina Djayasinga) b. sewa alat tidak diperlukan lagi bila sudah ada kantor Balai Latihan Kerja. • • • • • • 77 . LCD dll utk penyuluhan/pelatihan sehingga tidak perlu ada biaya sewa alat setiap saa Sosialisasi. demikian juga kurikulum yang akan dicapai untuk anak didik Sewa tempat. sewa alat tidak diperlukan lagi bila sudah ada kantor Balai Latihan Kerja. Untuk meningkatkan agar masyarakat kecil lebih berdaya. pimp kegtn dll ) ATK menjadi boros manakaala di unit kerja itu sendiri (Belanja ADUM ) membeli keperluan yang sama. pimp kegtn dll ATK menjadi boros manakaala di unit kerja itu sendiri (Belanja ADUM ) membeli keperluan yang sama.

DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Kependudukan a. e. sehingga ATK double SAB perlu ditinjau ulang sesuaikan dengan output yang akan dicapai Kegiatan belum mengarah pada upaya sadar wisata ( penyuluhan. pimp kegtn dll ) ATK menjadi boros manakala di unit kerja itu sendiri (Belanja ADUM ) membeli keperluan yang sama. Peta Kemampuan Keuangan Provinsi Dalam Era Otonomi Daerah : Tinjauan atas Kinerja PAD Dan Apa Yang Dilakukan Pemerintah. Namun kegiatan yang langsung menyentuh pada publik seperti pembinaan. Pendidikan a. Masih banyak kegiatan yang seharusnya diperuntukkan untuk publik dialokasikan untuk ATK .409.id 78 . b. 1. d. Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia.dimana kegiatan pembinaan tidak jelas. g. Perlu ditingkatkan alokasi untuk pengembangan sector pariwisata dengan program-program yang terarah dan fokus Pembinaan kepada usaha kepariwisataan sebanyak 150 usaha kepariwisataan ttp nilainya sangat kecil tanpa jelas pembinaan bid apa Setiap kegiatan msh terlalu besar honor panitia kegiatan ( honor monitoring. bukan masuk di belanja publik 4. Dinas ini terlalu banyak menghabiskan anggaran. honor dll Setiap kegiatan mempunyai honorarium untuk tim ( PNS ) DAFTAR PUSTAKA Pemerintah Kota Bandar Lampung. c. pelatihan . Direktorat Pengembangan Otonomi Daerah. Pariwisata a. antara lain : Belanja Prasaarna Kantor seharuysnya menjandi belanja Aparatur . f.go.200. Januari 2007 3. Statistik Keuangan Daerah Propinsi Lampung. APBD Kota Bandar Lampung TA 2005 Badan Pusat Statistik. 12 No. maka dinas kependudukan harus lebih memerinci lagi opearsionalisasi dari TUPOKSI nya yang khusu memberi pelayanan kependudukan kepada masyarakat b. modal . Jakarta:BI Deddy. Dengan anggaran yang cukup dan besar . sosialisasi dll ) Duplikasi Anggaran masih ada. Perlu dilakukan efisiensi dan efektifitas anggaran pada dinas kependudukan ini dengan kegiatan yang focus disertai target kinerja yang terukur . Beberapa Edisi. Lampung : BPS Bank Indonesia. 5.2005. Deddyk@Bappenas.206. c. Vol. h. dll sangat kurang. b. dibandingkan pendapatan yang diperolehnya Rp 1.

FISIP UNIKA Parahiyangan. M. 79 . Penjelasan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2001. Universitas Lampung. Ekonomi Publik Untuk Keuangan dan Pembangunan Daerah. 2002. Ricky. Implementasi Desentralisasi Fiskal Sebagai Upaya Memberdayakan Daerah Dalam Membiayai Pembangunan Daerah.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. Republik Indonesia.33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Pusat Dan Daerah Suparmoko. Rencana Anggaran Satuan Kerja (RASK) Dinas seluruh Kota di Bandar Lampung Republik Indonesia. Yogyakarta. Bandar Lampung Hadiyanto. 2005. 2005. 2002. UU No 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Republik Indonesia. Pemerintah Kota Bandar Lampung. Otonomi & Manajemen Keuangan Daerah. Jakarta Mardiasmo. Andi Yogyakarta. 2003. Andi Yogyakarta. Universitas Lampung. Skripsi. Bandung. Yogyakarta. Prosiding Workshop Internasional. Badan Analisa Fiskal Departemen Keuangan. 2005. 2004. Bedah Anggaran Daerah. Bunga Rampai Kebijakan Fiskal. 2002. PP No 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuanganm Daerah Republik Indonesia. 2002. Permendagri No 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuanganm Daerah Republik Indonesia. Marselina. Pramana. A. (Marselina Djayasinga) Djayasinga. 2003. Analisis Kemandirian Fiskal Kabupaten Dan Kota Di Propinsi Lampung. 2005. Undang-Undang No. 2002.

dan kepercayaan pihak luar terhadap pasar modal dan peranaannnya mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia. The result shows that the average of companies’ index disclosure is 0. baik di luar negeri maupun di Indonesia.6644. Based on the statement. Keywords : 5 1. Yenny Megawati6 ABSTRACT Financial statements informations will not missinterpretation since the financial statements are completed by adequate disclose. Sejumlah penelitian mengenai hal-hal seputar pengungkapan informasi. solvability. and company size and owner structure. FE Unsri . khususnya yang mencatatkan diri di pasar modal telah dilakukan. This means that the companies’ financial statement disclosure is very few. 5 6 Dosen Jurusan Akuntansi. Topik mengenai pengungkapan laporan keuangan menjadi menarik karena praktik pengungkapan laporan keuangan berkaitan erat dengan kredibilitas. Ikhtisar beberapa hasil penelitian mengenai pengungkapan dapat dilihat pada Tabel 1. Momentum pembangunan masyarakat yang semakin mengarah pada keterbukaan menjadikan topik mengenai pengungkapan laporan keuangan perusahaan publik semakin relevan untuk dikaji. Alumni Jurusan Akuntansi. The analysis used in this research is linier regression and the samples are audited financial company of manufacture companies. FE Unila.Latar Belakang Pengungkapan laporan keuangan (disclosure of financial statement) merupakan sarana akuntabilitas publik mengingat arah perubahan sosial di Indonesia yang mendapatkan momentum untuk bergerak menuju masyarakat yang semakin transparan dan demokratis di berbagai bidang termasuk diantaranya bidang bisnis dan ekonomi.DAFTAR ISI Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Sektor Industri Barang Konsumsi Di Bursa Efek Jakarta Oleh Yuliansyah . the main topic of this research are to know corelation between company characteristic and the scope of financial disclosure by using liquidity rate.

Pengetahuan tentang hubungan antara karakteristik perusahaan dan keluasan pengungkapan laporan keuangan akan berguna dalam analisis laporan keuangan. 1994 Hasil Penelitian Luas ungkapan sukarela pada laporan tahunan lebih besar untuk perusahaan berbasis asing dan waktu terdaftarnya saham di BEJ. 2 Wallace. 82 Untuk mengetahui tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan pada sektor industri barang konsumsi yang go public di Bursa Efek Jakarta (BEJ). 3 Russell Craig dan Joselito Diga. 1. Ikhtisar Beberapa Hasil Penelitian Mengenai Pengungkapan No 1 Peneliti.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 2 Permasalahan Berdasarkan latar belakang maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah karakteristik perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan pada sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ? 3. Berdasarkan uraian di atas. 12 No. Tujuan Penelitian a. . Tahun Djoko Susanto. Dan tidak berkaitan dengan tingkat leverage dan rate of return. tingkat leverage. yaitu memberikan gambaran tentang tipe dan jumlah informasi yang disediakan perusahaan dengan karakteristik tertentu. 2001). 1994 Naser. maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengambil judul:" Pengaruh Karakteristik perusahaan terhadap Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan pada Sektor Industri Barang Konsumsi yang Go Public di Bursa Efek Jakarta (BEJ)". (Marwata. Untuk mengetahui hubungan antara karakteristik perusahaan dengan tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. b. Tingkat pengungkapan laporan tahunan di ASEAN berhubungan positif dengan ukuran perusahaan. operasi di luar negeri. Vol. Pengungkapan secara signifikan berhubungan positif dengan besar perusahaan dan status pendaftaran. 1998 Tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan adalah salah satu bentuk kualitas pengungkapan. Banyak penelitian yang menggunakan indeks disclosure methodology mengemukakan bahwa kualitas pengungkapan dapat diukur dan digunakan untuk menilai manfaat potensial dari isi suatu laporan keuangan. Penelitian tentang pengungkapan laporan keuangan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya merupakan hal yang penting untuk dilakukan karena akan memberikan gambaran tentang sifat perbedaan keluasan pengungkapan antar perusahaan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Kamal Areceli Mora. Januari 2007 Tabel 1.

DAFTAR ISI Pengaruh Karakteristik Perusahaan ……. (Prihatin Assih. Kedua adalah pengungkapan sukarela (voluntary disclosure) yaitu pengungkapan butir-butir yang dilakukan secara sukarela oleh perusahaan tanpa diharuskan oleh peraturan yang berlaku. Dalam kondisi tersebut ada kalanya ketidaktahuan pihak luar atas kondisi perusahaan akan merugikan perusahaan itu sendiri karena investor akan menganggap perusahaan buruk dan menawar lebih rendah dari harga pasar saham sehingga merupakan dorongan bagi perusahaan untuk melakukan pengungkapan yang memadai. 2000). dalam hal ini peraturan yang dikeluarkan oleh BAPEPAM dan IAI. Kualitas ungkapan dalam laporan keuangan dikenal dengan berbagai konsep. (Yuliansyah. Pihak di luar perusahaan merupakan pihak yang kurang diuntungkan berkenaan dengan akses informasi karena mereka hanya dapat mengandalkan informasi yang diumumkan secara publik oleh perusahaan. dan tepat waktu (time lines) (Courtis. meskipun menggunakan konsep yang berbeda-beda. Kerangka Pemikiran Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan akan dapat dipahami dan tidak menimbulkan salah interpretasi apabila laporan keuangan dilengkapi dengan pengungkapan (disclosure) yang memadai. 4 Memenuhi salah satu persyaratan guna mencapai gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung. 1976). Berbagai penelitian tentang topik ini pada prinsipnya kurang lebih sama. Memberikan informasi yang memadai diharapkan akan berguna bagi pembuatan keputusan oleh pihak-pihak pengguna laporan. informatif (informativeness) (Alford et. Pengungkapan sukarela dapat membantu investor dalam memahami strategi bisnis manajemen. Jika perusahaan tidak bersedia untuk mengungkapkan informasi secara sukarela. 83 . Salah satu cara bagi manajer untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan adalah melalui pengungkapan sukarela secara lebih luas. Perusahaan dapat lebih menarik perhatian lebih banyak analis.al. 1993). Dalam penelitian ini kualitas ungkapan didefinisikan dalam pengertian luasnya ungkapan laporan keuangan yang dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah variasi tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan pada sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEJ berkaitan dengan perbedaan karakteristik perusahaan. pengungkapan wajib akan memaksa perusahaan untuk mengungkapkannya. antara lain kelengkapan (comprehensiveness) (Barret. Terdapat dua jenis pengungkapan dalam hubungannya dengan persyaratan yang ditetapkan oleh standar. Yenny Megawati) c. 1976). (Ainun Na'im dan Fu'ad Rakhman. Penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten dalam rangka keterbukaan di pasar modal sangat penting untuk membangkitkan kembali minat dan kepercayaan masyarakat internasional untuk berinvestasi di Indonesia yang beberapa tahun ini mengalami krisis ekonomi. 2000). meningkatkan akurasi ekspektasi pasar dan menurunkan ketidaksimetrisan informasi pasar.. Yang pertama adalah pengungkapan wajib (mandatory disclosure) yaitu pengungkapan minimum yang diharuskan oleh standar akuntansi yang berlaku.

6. dengan catatan tidak ada yang hilang. Pertimbangan tersebut adalah ingin menghindari pengaruh perbedaan karakteristik butir-butir yang diungkapkan dalam laporan keuangan antara sektor-sektor industri yang go public di BEJ. Selain 84 . Oleh karena itu. 1999:131). H3 = Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. maka hipotesis yang diajukan adalah: H1 = Tingkat likuiditas memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. Metode Penelitian 6. Metode ini merupakan tipe pemilihan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu. dengan menggunakan sampel data cross-sectional yang dikumpulkan pada periode tertentu terhadap beberapa subyek yang diteliti yaitu laporan keuangan auditan tahun 2000 yang tersedia di Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) dan Indonesian Capital Market Directory 2001.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 12 No. 1. Vol. H2 = Tingkat solvabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. Supomo. H4 = Struktur Kepemilikan memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. yaitu industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta tahun 2000 yang memiliki laporan keuangan per Desember 2000 beserta catatan dan penjelasan atas laporan keuangan tersebut. (Nur Indriantoro dan B. Ternyata sampel yang dapat dikumpulkan sebanyak 32 perusahan dari populasi 36 perusahaan dikarenakan tidak ditemukannya laporan keuangan auditan pada box file perusahaan. 6. Januari 2007 Karakteristik Perusahaan • • • • Tingkat likuiditas Tingkat solvabilitas Ukuran Perusahaan Struktur Kepemilikan Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan 5 Hipotesis Berdasarkan uraian di atas.2 Teknik Pengambilan Data Data yang digunakan dalam skripsi ini adalah jenis data sekunder. penulis mengambil sampel laporan keuangan auditan perusahaan salah satu sektor industri manufaktur.1 Penentuan Sampel Penentuan sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode PurposiveJudgement Sampling. misalnya pada industri keuangan tidak terdapat butir yang mengungkapkan aktiva lancar maupun hutang lancar.

Pembahasan 7. Variabel ini mengukur seberapa banyak butir laporan keuangan material yang diungkapkan oleh perusahaan meliputi yang bersifat wajib (mandatory) maupun sukarela (voluntary). 6. Variabel independen yang hendak diuji dalam penelitian ini sehubungan dengan pengaruh yang diberikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan perusahaan publik. (Yuliansyah.1 Statistik Deskriptif Berdasarkan hasil perhitungan yang terdapat pada lampiran 2 dapat diketahui bahwa indeks disclosure mempunyai nilai minimum 0.DAFTAR ISI Pengaruh Karakteristik Perusahaan ……. sehingga model analisis regresi linier berganda dirumuskan sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2X2 + … + b4X4 + e1 Keterangan: Y a b1-b4 X1 X2 X3 X4 ei = = = = = = = = Indeks disclosure (tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan) Konstanta Koefisien regresi Current ratio Debt to total asset ratio Total Aktiva Saham Publik error 7.4 Alat Analisis Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Variabel Dependen Variabel dependen dinyatakan dengan notasi Y yaitu tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan yang ditunjukkan dengan indeks disclosure. seperti yang telah diuraikan di atas bahwa untuk variabel dependen dinyatakan dengan notasi Y dan variabel independen dinyatakan dengan notasi X.3 Operasional Variabel Variabel-variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah: 1.57 dan maksimum 0. 6. penulis juga melakukan riset kepustakaan dengan cara mengumpulkan beberapa literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.062.6644 dan standar deviasi 0. Oleh karena itu Bapepam 85 . Hal ini sesuai dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa tingkat pengungkapan laporan keuangan perusahaan yang go public di BEJ masih relatif belum luas.78 dengan rata-rata 0. 2. Yenny Megawati) itu untuk mendukung akurasi hasil penelitian ini. Variabel Independen Variabel independen yang akan digunakan dalam penelitian ini dinyatakan dengan notasi X yaitu variabel karakteristik perusahaan.

Pada tabel 6 diperoleh r2 untuk variabel 86 .364. Pengertian yang sama juga terjadi pada koefisien regresi X3 sebesar 1. Sedangkan kontribusi masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial dapat diketahui dari r2-parsial.3 Kontribusi dan Hubungan Variabel Independen terhadap Variabel Dependen Berdasarkan hasil dari analisis data yang dilakukan. dengan asumsi semua variabel independen yaitu Current Ratio.55 trilyun. 10-2 dengan asumsi bahwa variabel X2.65% dan 319.354 . 10-2 menyatakan bahwa setiap penambahan variabel X1 (Current Ratio) sebesar satu kali maka indeks disclosure akan mengalami peningkatan sebesar 1.08 kali dan 5. X3 (Total Aktiva).028 .6216% dan nilai minimum serta maksimum adalah 3.816 . 10-2 menyatakan bahwa setiap penambahan pada variabel X3 (Total Aktiva) sebesar 1 trilyun maka indeks disclosure mengalami peningkatan sebesar 1. Sedangkan untuk Total Aktiva rata-ratanya 1. Koefisien regresi b1 sebesar 1.816 . Debt to Total Asset Ratio. X2 (Debt to Total Asset). 1.6% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini.816 .6447 trilyun dengan nilai minimum dan maksimum yaitu 0. Rata-rata Current Ratio sebesar 1. 10-2 X3 + 1.9366 kali dengan nilai minimum dan maksimum masing-masing 0. dan X4 (Saham Publik) terhadap indeks disclosure sebesar 36. 10-2 X1 + 1. dan X4 konstan. Dengan demikian berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa kontribusi bersama dari variabel X1 (Current Ratio).16%. 10-4 X4 + ei Berdasarkan persamaan tersebut.dan X3 konstan. Untuk rata-rata Debt to Total Asset sebesar 69. 7.354 . Vol.028 . X3.612 menyatakan bahwa indeks disclosure yang ditetapkan sebagai variabel dependen mengalami kenaikan sebesar 0.5338% dengan nilai minimum dan maksimum 15. Koefisien determinasi menunjukkan besarnya pangaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.88%. Dan untuk saham publik rata-ratanya 27.612 + 1. nilai konstanta sebesar 0. 7.41% dan 85.125 . Demikian pula dengan koefisien b2 sebesar 1. X2 . agar perusahaan tersebut dapat memberikan pengungkapan yang lebih luas dan para pembaca laporan keuangan tidak salah dalam pengambilan keputusan. Hal yang sama juga terjadi untuk koefisien regresi b4 sebesar 1.05 trilyun dan 12.4% dan sisanya sebesar 63.028 . X2.354 .125 .2 Makna Konstanta dan Koefisien Regresi Dari hasil perhitungan diperoleh persamaan regesi linier berganda: Y = 0. 10-4 dengan asumsi bahwa variabel X1.612. 10-4 menyatakan bahwa setiap penembahan variabel X2 (Debt to Total Asset) sebesar 1% maka indeks disclosure akam mengalami peningkatan sebesar 1. 12 No. 10-2 dengan asumsi bahwa variabel X1.125 . 10-4 dengan asumsi bahwa variabel X1. X3. Total Aktiva dan Saham Publik tidak mengalami perubahan (konstan). diperoleh koefisien determinasi (R2) sebesar 0.59 kali. Januari 2007 perlu mengontrol laporan keuangan yang disampaikan oleh perusahaan. dan X4 konstan. dan X4 konstan.10-4 menyatakan bahwa setiap penambahan pada variabel X4 (Saham Publik) sebesar 1% maka indeks disclosure akan mengalami peningkatan sebesar 1. 10-4 X2 + 1.

561 serta untuk variabel X4 sebesar 0. Setelah pembahasan mengenai kontribusi dari variabel independen terhadap variabel dependen maka selanjutnya akan dibahas mengenai hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun secara simultan.4%.021 angka tersebut berarti bahwa kontribusi X2 terhadap variabel dependen sebesar 2. 87 . Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 7 yang menunjukkan frekuensi dari masingmasing item yang diungkapkan dalam laporan keuangan auditan. dan dividen. 3 dari 3 subitem. secara parsial variabel X3 yaitu Total Aktiva memberikan kontribusi yang paling besar terhadap indeks disclosure sebesar 31. Dilihat dari berbagai sudut item dalam pengungkapan laporan keuangan antara lain.004 menunjukkan bahwa variabel X4 memberikan kontribusi terhadap variabel dependen sebesar 0.5%. Investment. dan 4 dari 4 subitem. X3. Sedangkan pengungkapan item Current Asset. X2. diperoleh hasil bahwa sekitar 53% dari total sampel (17 perusahaan) memiliki nilai pengungkapan di bawah nilai rata-rata tingkat pengungkapan. dan Operating Profit nilai yang paling sering muncul 4 dari 7 subitem.064. Sedangkan koefisien r2 untuk variabel X3 adalah 0. 4 dari 6 subitem. Sedangkan variabel yang memberikan kontribusi yang terendah terhadap indeks disclosure adalah variabel X4 (Saham Publik) yaitu sebesar 0. Dari empat variabel independen yang diamati dalam penelitian ini. Depreciation and Amortization. Begitu pula dengan Foreign Currencies. dan X4 konstan. reserves.4% dengan asumsi bahwa variabel X1. Turn Over.1% dengan asumsi bahwa variabel X1. X2. Current Liabilities. 7. variabel X2 adalah 0.603. Selanjutnya koefisien r2 variabel X4 sebesar 0. X3.79. 5 dari 5 subitem.4. dan X4 konstan. dan 5 dari 8 subitem.Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan Berdasarkan perhitungan pengungkapan faktor keuangan dalam laporan keuangan auditan sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ dengan mengacu pada hasil penelitian Wallace. Yenny Megawati) X1 adalah 0. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya item yang paling sedikit diungkapkan dalam laporan keuangan antara lain extraordinary and exceptional item.052 ini menunjukkan bahwa kontribusi dari variabel X1 terhadap variabel dependen sebesar 5. (Yuliansyah.146 dan variabel X3 sebesar 0. Untuk koefisien korelasi ganda (R) sebesar 0. dan X3 konstan. semua perusahaan sampel mengungkapkan seluruh subitem tersebut. dan X4 konstan. 4 dari 4 subitem.315 menunjukkan bahwa kontribusi variabel X3 terhadap variabel dependen sebesar 31. Koefisien korelasi parsial (r) berdasarkan hasil perhitungan seperti tercantum pada tabel 6 yaitu untuk variabel X1 sebesar 0.DAFTAR ISI Pengaruh Karakteristik Perusahaan ……. maka dapat dilihat dari 16 item yang harus diungkapkan dengan nilai interval 0 .2% dengan asumsi bahwa variabel X2.227.5% dengan asumsi bahwa variabel X1. Untuk variabel X2 koefisien r2 sebesar 0. artinya tidak semua perusahaan sampel mengungkapkan seluruh subitem tersebut. Taxation. dan Share Capital. dan Deffered Tax mempunyai nilai yang paling sering muncul 5 dari 5 subitem. dari sudut Fixed Asset.

Hal tersebut konsisten dengan penelitian sebelumnya. Penelitian-penelitian sebelumnya baik penelitian Wallace et. Selanjutnya berdasarkan hasil uji-t yang dilakukan terhadap variabel X3 diperoleh bahwa t~hitung lebih besar dari t~tabel. Marwata (2001).al (1994). Besarnya kepemilikan publik tidak secara signifikan mempengaruhi luas pengungkapan mungkin karena relatif kecilnya proporsi kepemilikan publik. selain itu juga kepemilikan publik tersebar kepada banyak investor.1 dan tidak memberikan pembobotan terhadap item yang secara nyata menjelaskan tingkat likuiditas. Diduga terdapat variabel lain yang lebih dominan.5 Penjelasan Pengujian Hipotesis Karakteristik perusahaan yaitu Tingkat Likuiditas (Current Ratio) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan sehingga Ha ditolak karena setelah dilakukan uji-t dengan signifikansi di bawah 5% terhadap variabel X1 ternyata t~hitung lebih kecil dari t~tabel. 88 . sehingga dimungkinkan indeks disclosure yang dipakai terlalu luas untuk menangkap hubungan Debt to Total Asset (sebagai salah satu karakteristik perusahaan).1 dan tidak memberikan pembobotan terhadap item yang secara nyata menjelaskan tingkat solvabilitas. Karakteristik perusahaan yaitu Tingkat Solvabilitas (Debt to Total Asset) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan sehingga Ha ditolak karena setelah dilakukan uji~t dengan signifikansi di bawah 5% terhadap variabel X2 diketahui bahwa t~hitung lebih kecil dari t~tabel. sehingga masing-masing investor menjadi sangat kecil untuk dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan (termasuk pengungkapan informasi). Diduga signifikansi di atas 5% dikarenakan olah variance yang sangat tinggi yang terjadi pada keseluruhan sampel dengan nilai minimum 0. sedangkan indeks disclosure mempunyai interval 0 . Januari 2007 7. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitriany (2001). sehingga dimungkinkan indeks disclosure yang dipakai terlalu luas untuk menangkap hubungan Current Ratio (sebagai salah satu karakteristik perusahaan). 1. Kemudian untuk variabel X4 berdasarkan hasil uji-t yang dilakukan diketahui bahwa t~hitung lebih kecil dari t~tabel. Marwata (2001) menemukan bahwa ukuran perusahaan merupakan variabel yang paling konsisten berhubungan positif dan signifikan dengan pengungkapan laporan keuangan. ini membuktikan bahwa variabel X3 berpengaruh signifikan terhadap indeks disclosure. dan Yuniati Gunawan (2000). Struktur Kepemilikan (Saham Publik) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan sehingga Ha ditolak. Fitriany (2001).16% sedangkan indeks disclosure mempunyai interval 0 . penelitian Yuniati Gunawan (2000).65% dan nilai maksimum 319. Diduga signifikansi di atas 5% dikarenakan olah variance yang sangat tinggi yang terjadi pada keseluruhan sampel dengan nilai minimum 15. Vol. 12 No.08 kali sedangkan nilai maksimum 5.59 kali. Hal ini sesuai dengan penelitian-penelitian sebelumnya. yaitu penelitian Ainun Na'im (2000).DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Sehingga hipotesis yang dikemukakan bahwa karakteristik perusahaan yaitu Ukuran Perusahaan (Total Aktiva) berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan dapat diterima. Diduga terdapat variabel lain yang lebih dominan. Russell Craig (1998).

8. Diduga signifikansi ini terjadi karena masing-masing variabel independen saling menutupi satu sama lain sehingga distribusinya menjadi lebih baik. Yenny Megawati) Secara simultan berdasarkan hasil uji-F diketahui bahwa variabel independen (karakteristik perusahaan) berpengaruh signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. tetapi pengaruh tersebut tidak signifikan. Solvabilitas. tetapi pengaruh tersebut tidak signifikan. maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1.2 Saran Penelitian berikutnya perlu mempertimbangkan penggunaan pembobotan dalam pengukuran tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan dengan melibatkan beberapa peneliti dalam menilai laporan keuangan suatu perusahaan sampel sehingga dapat mengurangi masalah subyektivitas dalam penilaian tingkat keluasan uangkapan yang hanya dilakukan oleh seorang peneliti. Tingkat Solvabilitas (Debt to Total Asset) memiliki pengaruh positif terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan (indeks disclosure) sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ. 8. 5. Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa karakteristik perusahaan khususnya Tingkat Likuiditas.DAFTAR ISI Pengaruh Karakteristik Perusahaan ……. 4. 89 . Simpulan dan Saran 8. 2. dan Struktur Kepemilikan berpengaruh signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan secara simultan dapat diterima. Ukuran Perusahaan. Tingkat Solvabilitas. dan Struktur Kepemilikan berpengaruh signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ. Tingkat Likuiditas (Current Ratio) memiliki pengaruh positif terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan (indeks disclosure) sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ.1 Simpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh karakteristik perusahaan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ. tetapi pengaruh tersebut tidak signifikan\ Ukuran Perusahaan (Total Aktiva) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan (indeks disclosure) sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ. Secara simultan variabel yang diamati yaitu Tingkat Likuidatas. Ukuran Perusahaan. Struktur Kepemilikan (Saham Publik) memiliki pengaruh positif terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan (indeks disclosure) sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ. (Yuliansyah. 3.

Januari 2007 Penggunaan sampel dapat diperbanyak sehingga diharapkan bisa memperbaiki dan menajamkan hasil penelitian ini serta mencari variabel independen lain yang secara signifikan dapat mempengaruhi tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. Indrianto. 2001. BPFE Yogyakarta. 90 . Bandung. 1. 1994. Jurnal Akuntansi dan Manajemen. Vol. STIE YKON. M. 2000. “Signifikansi perbedaan tingkat kelengkapan pengungkapan wajib dan sukarela pada laporan keuangan perusahaan public yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Jakarta. Bumi Aksara. 2000 “ Analisis Pengungkapan Informasi Laporan Tahunan Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. Wallace. “Pengungkapan Untuk meningkatkan Kualitas Laporan Keuangan dalam rangka memenuhi criteria Decision Usefulness”. Craig Russel dan Joselito Diga. Accounting and Business Research. Pokok-Pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensi). Yuniati. Fitriany. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi Dan Manajemen. Bandung. DAFTAR PUSTAKA Assih. Simposium nasional Akuntansi III.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. R. The Relationship Between the comprehensivenees of corporate annual report and firm characteristics in spain”. Hubungan antara karateristik di Perusahaan dan Kualitas Ungkapan Sukarela dalam Laporan tahunan perusahaan Publik di Indonesia.S. Nur dan Bambang Supomo.O. Bandung. 2001. Kamar Naser. 1998 “ Corporate Accounting Disclosure in Asean” Jurnal of International Financial Management and Accounting. 1999. and Areceli Mora. Simposium Nasional Akuntansi IV. 12 No. Marwata. Prihatin. Gunawan. Ikbal Hasan. 1999. Simposium Nasional Akuntani IV. Yogyakarta.

Ecommerce telah menjadi alat yang penting sejak perusahaan menggunakan internet 7 Dosen Jurusan Akuntansi. Sektor organisasi atau institusi berorientasi bisnis merupakan entitas yang paling banyak mendapatkan manfaat dengan penggunaan teknologi electronic commerce (Indrajid. the way to control them. Keberadaan dan peranan teknologi informasi di segala sektor kehidupan tanpa sadar telah membawa dunia memasuki era baru globalisasi lebih cepat dari yang dibayangkan semula. Various risk in auditing. This situation force auditors to update their auditing techniques. PENDAHULUAN Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kemajuan teknologi komputer dan telekomunikasi telah mengubah cara hidup masyarakat di dunia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. FE Unila . Teknologi electronic commerce (e-commerce) telah mengubah dengan cepat cara perusahaan menjual. sistem informasi dan teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung untuk meningkatkan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu. Auditor need sufficient skills in auditing process (computer information system auditor). collect. 2000).DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: Proses Pengumpulan Dan Validasi Bukti Audit Oleh: Saring Suhendro7 ABSTRACT The main purposes of this paper is to explain some problems in e-commerce technology. Dampaknya tidak hanya berpengaruh pada sisi makro ekonomi dan politik. dan berhubungan dengan konsumen dan mitra. and the auditing process in the context of the application of e-commerce are also discussed. Rapidly emerging e-commerce technology and demands for more timely communication of information requires auditors to be able to identify the risks. to conduct internal control. tetapi telah menjadi senjata utama dalam bersaing. and to invent new techniques that have ability to continuously monitor. and analyze audit evidences. The changes in business environment are a challenge for accounting profession in the information era. membeli. tetapi lebih jauh telah memasuki aspek-aspek sosial budaya manusia. Bagi perusahaan-perusahaan modern. Key Words: e-commerce dan audit I. the change of accountant roles.

(e) menyediakan informasi persediaan kepada konsumen. meliputi (a) penjualan produk dan pemrosesan pemesanan. electronic funds transfer (EFT). Paper ini akan membahas penggunaan e-commerce yang oleh banyak pihak dipandang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. dan bisnis yang dilakukan menggunakan internet. selain dapat menurunkan kos transaksi dan masalah asymmetric information. Januari 2007 untuk melakukan bisnisnya. 1996). dan lingkungan audit pada laporan keuangan suatu perusahaan. menggunakan hardware yang dapat menghasilkan informasi secara cepat dan mudah. sehingga diharapkan diperoleh pemahaman yang memadai untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam penerapan e-commerce. 2000). dan menggunakan software yang dapat menurunkan. bahkan dalam banyak kasus dapat menghemat waktu. E-commerce telah menjadi media dalam meningkatkan efisiensi berbagai bidang.” II. E-COMMERCE E-commerce dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan transaksi antara dua pihak atau lebih dengan menggunakan komputer yang terhubung secara bersamasama dalam jaringan. Produktifitas dan pengurangan biaya E-commerce membantu perusahaan melaksanakan aktivitas value chain lebih efektif dengan membantu melibatkan perusahaan dalam integrasi penjualan keseluruhan. dan (g) pemrosesan order pembelian dan invoice dari pemasok (Attaway. juga dapat meningkatkan skala dan lingkup ekonomi dalam semua sektor bisnis (Albrecht dan Sack. Bagian akhir dari tulisan ini akan membahas tentang continuous auditing berkaitan dengan real-time accounting system dan paperless. Vol. (d) menyajikan laporan keuangan kepada investor. 2000). (f) menyediakan pesan database bagi karyawan dan staf. pengendalian. saluran tv kabel. 2002): 1. automated teller machines (ATMs). dan internet secara dramatis telah mengubah praktek-praktek bisnis dan proses pencatatan. menghilangkan keterbatasan ruang dan keterbatasan lain dalam memperoleh informasi. Perkembangan teknologi membawa perubahan pada risikorisiko. yaitu (Cavusgil. Teknologi informasi ini. transmisi data secara digital dengan kecepatan tinggi ini. electronic data interchange (EDI). land-radio atau satelit radio (Kalakota. dan proses pengiriman secara elektronik menembus batas 92 . Penerapan e-commerce dalam perusahaan memiliki beberapa keuntungan kompetitif. Teknologi dengan kos yang rendah. E-commerce. Transaksi bisnis pada lingkungan teknologi tinggi sepenuhnya dilakukan dengan electronic form. 12 No. Pelaksanaan bisnis pada the World Wide Web (WWW) telah membuat organisasi dapat berhubungan dengan dunia luar secara on-line dan meningkatkan semua aspek dari bisnis mereka. 1. (b) mengubah kebiasaan pembelian konsumen. (c) menyajikan prospektus dan katalog-katalog produk kepada konsumen. dan pelaksanaan audit dalam penerapan e-commerce juga akan dibahas.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. E-commerce meliputi elektronic data interchange (EDI). Jaringan ini dapat dibangun dengan saluran telepon. produksi. Berbagai risiko dan cara pengendaliannya.

Disamping itu. tanda tangan digital. pendekatan disiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektifitas manajemen risiko. Konsep risiko audit harus digunakan pada tujuan perencanaan untuk menentukan seberapa banyak bukti dikumpulkan pada masing-masing siklus transaksi. organisasi yang mengglobal. Dalam lingkungan e-commerce yang paperless. dan prakarsa pengusaha melalui operasi global. pengendalian dan proses penguasaan. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Nearon (2000) dinyatakan bahwa penggunaan e-commerce mampu menghemat 20 persen biaya perusahaan. 93 . Masalah penting lainnya adalah perlunya mendesain prosedur pengendalian internal baru untuk memastikan bahwa integritas dan pengesahan bukti pada transaksi e-commerce untuk melindungi private key. Kesempatan baru dan value creation Bisnis melalui web dapat tumbuh dengan subur karena fleksibilitas. dan database secara keseluruhan. pengendalian internal. fokus. sistem web. Kecepatan Informasi dan pengetahuan dapat bergerak bebas dalam perusahaan dan konsumen. tetapi juga melakukan cross check dokumen internal dan eksternal secara otomatis. dan konstituennya. memastikan tujuan dan mengkonsultasikan aktivitasaktivitas yang dirancang untuk menambah nilai dan memperbaiki operasi perusahaan.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. E-commerce juga dapat mengurangi waktu untuk memasarkan dan waktu siklus lainnya untuk merespon pelaksanaan atau mengantisipasi kebutuhan bisnis. operasi yang efektif dan efisien. Fungsi auditor internal adalah suatu aktivitas yang independen. Bagian ini membahas dampak e-commerce pada perubahan peran akuntan. SAS No. perusahaan harus mendesain sistem informasi akuntansi baru yang tidak hanya mencatat dan menelusuri informasi transaksi secara cepat. supplier. III. 3. Manajer dapat mengimplementasikan keputusan lebih cepat. Auditor internal membantu organisasi mencapai tujuannya dengan membawa sistematik. dan pengumpulan dan validasi bukti audit elektronik. PERUBAHAN PERAN AKUNTAN Peranan auditor internal adalah memastikan bahwa fungsi kontrol internal pada pelaksanaan penerapan e-commerce berjalan dengan baik. 2. Manfaat utama dari organisasi global adalah kemampuan untuk mengimplementasikan strategi dalam skala yang lebih luas. dan kepatuhan pada hukum dan peraturan-peraturan. 78 selanjutnya mengindikasikan bahwa pengendalian internal merupakan suatu proses yang didesain untuk memberikan keyakinan yang layak berkenaan dengan pencapaian laporan keuangan yang dapat dipercaya. ketika banyaknya transaksitransaksi bisnis yang dilakukan dan laporan keuangan tepat waktu yang diperlukan dan disebarluaskan melalui internet. penilaian risiko-risiko audit. (Saring Suhendro) dan waktu. Perubahan-perubahan ini mengenalkan tantangan baru bagi profesi akuntansi. kebutuhan akan bukti fisik berupa kertas secara signifikan akan menurun.

al.al. dan menyelidiki kemungkinan dan kesempatan dengan menggunakan teknologi informasi dan software analisis data. 4. dan menjaga hak milik intelektual. Kerahasiaan Meliputi berbagai sensitifitas bisnis. Vol. 12 No. kepastian keamanan yang memadai dapat dilekatkan pada pengembangan aplikasi dapat mengurangi kemungkinan dan biaya tambal sulam. 2002): 1. yang dapat memberikan jaminan besarnya tingkat keyakinan yang dimiliki manajer atas sasaran bisnis yang akan direalisasikan. aplikasi dikembangkan dan disebarkan secara cepat. Januari 2007 Dalam kaitannya dengan peranan diatas. yaitu (Burr et. dan melindungi berbagai informasi yang berdampak langsung atau tidak langsung dengan pasar. 3. auditor internal diperlukan oleh perusahaan untuk memberikan pengawasan dan audit berkenaan dengan penerapan e-commerce. seperti akses yang benar.. Fungsi auditor internal adalah melaporkan ke manajemen puncak dan mempunyai komunikasi langsung dengan komite audit dan dewan redaksi. Pengganti dalam mengevaluasi pengendalian pada sampel. banyak perusahaan yang tidak memberikan perhatian serius pada nilai keamanan dan banyak menghabiskan waktu selama mempertimbangkan biaya yang mencoba mengkompensasikannya setelah implementasi.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. kadang-kadang mengabaikan ukuran keamanan yang memadai. 1. membuktikan record of action dan tanggung jawab bisnis yang dilakukan. kebutuhan keamanan e-commerce dapat diungkapkan dalam 4 (empat) karakteristik yang menunjukkan nilai dari suatu informasi. keleluasaan pribadi atas sekitar data hubungan konsumen. 2. Ketersediaan Meliputi proses kebutuhan bisnis dan sistem informasi yang membantu untuk memastikan loyalitas konsumen dengan memberikan informasi yang dapat diakses kapanpun apabila dibutuhkan dan melindungi dari kehilangan informasi. membantu menjaga kerahasiaan informasi konsumen.. Burr et. 94 . Tanggung jawab Meliputi kebutuhan untuk memelihara. auditor dapat melakukan investigasi 100 persen data menggunakan pendekatan analisis data untuk melakukan audit. Auditing e-commerce mendorong internal auditor untuk mengevaluasi efektifitas prosedur audit tradisional. Perbedaan penting antara teknik audit konvensional dengan teknik yang menggunakan software analisis data adalah kemampuan untuk mengakses dan menganalisis keseluruhan data. Sayangnya. Integritas Mengacu pada kebutuhan untuk memastikan keakuratan data kunci yang dikompromikan dapat menghasilkan hilangnya keuangan langsung atau kewajiban konsumen. Karena itu. Auditor internal mengevaluasi seberapa baik proses pengendalian yang dirancang oleh manajer dapat berfungsi. Secara umum. (2002) menyatakan bahwa ketika bisnis telah mengadopsi teknologi ecommerce.

footing buku besar. mungkin tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan users akan laporan keuangan organisasi. atau data dan transaksi yang tidak akurat. Perubahan dalam lingkungan bisnis dan audit. mengevaluasi pengendalian internal. transaksi ditransmisi. dan mereview pelaksanaan tugas. auditor harus mengembangkan software audit tools-nya yang mampu melakukan audit komputer atau menggunakan software yang tersedia secara komersial. dan diakses secara elektronik sehingga dibutuhkan seorang auditor yang dapat memberikan jaminan bahwa traksaksi yang terjadi tidak dirubah. Auditor internal seharusnya memiliki pengetahuan yang memadai tentang computer information system untuk merencanakan.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. auditor dalam menggunakan control-risk-oriented audit plan secara umum memfokuskan pada aktivitas pengendalian internal yang memadai dan efektif dari realtime accounting system ketika ada beberapa bagian yang sedikit menyolok pada pengujian substantive dari dokumen dan transaksi elektronik. Keempat. Kedua. mengidentifikasi pengecualian-pengecualian dan transaksi yang tidak biasa. dan mengarahkan kinerja untuk tindakan yang memadai yang memberikan jaminan 95 . yaitu pertama meningkatkan pengetahuan auditor pada keyakinan reliabilitas dan relevansi dari dokumen. mengorganisasi. (Saring Suhendro) Auditor internal harus memeriksa pengendalian otomasi yang diimplementasikan pada aplikasi untuk meminimalisir risiko yang data dan transaksi yang tidak memiliki otorisasi. mengarahkan. catatan. termasuk ekstrak data. electronic financial reports dan continuous auditing haruslah menjadi perhatian oleh komunitas akuntansi dan bisnis. AICPA (1997) menyatakan bahwa “kompetensi dari bukti secara elektronik biasanya tergantung pada efektivitas pengendalian internal yang melebihi validitas dan kompleksitasnya. Ketiga. dan kinerja secara elektronik dari prosedur audit yang beragam. real-time accounting systems. Salah satunya adalah Continuous Audit Tools and Techniques (CATTs). real-time accounting system. Sehingga. memberikan jaminan validitas dan reliabilitas informasi yang lebih baik dalam paperless. menyeleksi sampel untuk pengujian pengendalian dan pengujian substantive. 2001) IV. PENGENDALIAN INTERNAL Pengendalian internal merupakan bagian dari proses manajemen. diproses. penyimpanan perhitungan. Definisi berikut berasal dari Institute of Internal Auditors’ Standards for the Professional Practice of Internal Auditing dan menyediakan dasar bagi pekerjaan audit komputer sebagai auditor internal. Perubahan lingkungan perusahaan sebagai dampak dari penerapan e-commerce menuntut perubahan peran akuntan eksternal (auditor independen) melalui proses audit tradisional dengan cara. data dan transaksi yang tidak valid. dan data elektronik pada bisnis dan industri klien. Pada real-time accounting system. data dan transaksi yang tidak lengkap.. download informasi untuk review analitis. yaitu suatu tools dan techniques yang dapat digunakan oleh auditor dalam menetapkan resiko. Tindakan ini dilakukan oleh manajemen untuk merencanakan. dimana laporan tahunan tradisional dan laporan audit konvensional yang diterbitkan. mengawasi. auditor perlu memahami aliran transaksi dan aktivitas pengendalian yang berhubungan. dan konfimasi kinerja (Rezaee et al.

prosedur. dan bukan penolakan hutang dari informasi transaksi untuk menghindari ancaman keamanan seperti akses yang tidak resmi. 2. Bagaimana protokol transaksi elektronik keamanannya tepat (seperti penetapan standar bagi keamanan pembayaran internet. pengendalian aplikasi. dan (e) ketaatan pada kebijakan. suatu entitas bisnis harus lebih berkonsentrasi pada pemisahan tugas dan wewenang dan harus mengembangkan aplikasi komputer untuk mencatat dan menjaga jejak transaksi ini untuk mendukung penolakan dan cross check kedepan. Perusahaan perlu berhati-hati dalam mempertimbangkan masalah-masalah berikut: a. Bidang ini meliputi kebijakan dan prosedur-prosedur yang mengakses ke peralatan. Secara umum. (b) penggunaan sumber daya secara ekonomis dan efisien. dan pemisahan waktu pemrosesan. Pengendalian pada e-commerce secara lengkap dijelaskan sebagai berikut: 1. SAS no. protokol S-HTTP dan S/MIME bagi sesi lapisan keamanan aplikasi. Pengendalian Keamanan pada Transfer Dokumen Elektronik Pengendalian keamanan memastikan integritas. Bagaimana otoritas sertifikat (CA) seharusnya dipilih untuk memastikan transaksi elektronik aman dan pertukaran dokumen elektronik aman. dan amplop digital) dapat diuji dan digunakan. Menurut Chien-Chih Yu et al. pengesahan. firewall. tanda tangan digital. Menciptakan dan mendesain logs transaksi dalam format yang tepat untuk memproses catatan dan transaksi yang gagal. prosedur yang efektif pada pengendalian dan pemeliharaan jejak transaksi meliputi: a. Pengendalian untuk Menjaga Jejak Transaksi Ketika jejak transaksi akan berubah dari dokumen fisik menjadi format elektronik. eavesdropping. perencanaan. dan protokol AH dan ESP bagi keamanan lapisan jaringan) dapat diadopsi. kerahasiaan. b. Vol. c. 96 . modifikasi. Menggunakan total pengendalian batch ketika transaksi diaktifkan atau diterima dan mengembangkan selama pencatatan atau sistem monitoring paralel untuk memastikan kelengkapan dan keakuratan jejak transaksi. Pengendalian utama pada e-commerce adalah masalah keamanan. (c) mengamankan sumberdaya. dan penolakan. encryption data. hukum dan peraturan. software. (2000) rerangka pengendalian internal pada pemrosesan data elektronik ada tiga komponen utama yaitu pengendalian umum. 56 dan 78 menyediakan panduan umum bagi rerangka pengendalian internal dalam lingkungan pemrosesan data elektronik (EDP). Bagaimana teknologi pengendalian keamanan yang sesuai (seperti password. pengakuan pembeli-penjual. Januari 2007 layak bagi pencapaian tujuan (a) pemenuhan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan bagi operasi dan program. keleluasaan pribadi. (d) informasi yang dapat dipercaya dan terintegritas. 1. 12 No. dan pengendalian on-line real time.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. dan data yang dibatasi hanya pada pengguna yang memiliki wewenang. sniffing.. b.

Sedangkan untuk masalah pengendalian akses. berdasarkan prinsip pemisahan tugas. Auditor harus memperhatian pada jasa keberlanjutan ISP seperti kasus bencana alam dan ketetapan kerahasiaan. prosedur pengendalian kunci dalam sistem pemrosesan transaksi perusahaan dan sistem informasi manajemen harus meliputi: a. Lebih khusus lagi. 4. b. perlindungan private key seharusnya terpisah dari pencatatan dan pelaksanaan transaksi. dan pengendalian akses ke database Perangkat firewall. tanggung jawab manajemen kunci dapat dibagi menjadi cara-cara berikut: a. Pengendalian Keamanan Tandatangan Elektronik Tandatangan elektronik tidak hanya melayani yang memastikan validitas jejak transaksi. Pengendalian Keamanan pada Program Aplikasi dan Software Untuk mengatasi keamanan aplikasi transaksi pada internet. perlindungan private key harus terpisah dari proses persetujuan dan pengesahan keseluruhan karena private key seharusnya hanya digunakan untuk menandai dokumen digital atau membuka amplop digital ketika transaksi telah disetujui dan disyahkan. perusahaan mengadopsi teknik pengendalian seperti firewall atau pengendalian end-to-end lain untuk menghindari pelaksanaan yang tidak tepat atau perusakan program dan software aplikasi ini. dua pertimbangan yang harus diambil ke dalam akun: a. 97 b. banyak aplikasi yang providers gunakan yaitu Java applets atau program eksternal lainnya dengan common gateway interface (CGI). dan pengecekan kesalahan. perlindungan atas data yang hilang. b. Tergantung pada luasnya jasa yang disediakan oleh ISP. virus check Pengujian software dan aplikasi yang didistribusikan dalam internet 5. Pengendalian software/hardware. Karena pentingnya hal itu bagi transaksi bisnis. (Saring Suhendro) 3. .DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. tetapi juga sebagai bukti transaksi antara penjual dan pembeli. public dan private key untuk tandatangan elektronik harus menjaga dengan cara yang berbeda dari aset umum. pengendalian manajemen jaringan. Secara umum. Auditor harus mempertimbangkan menyediakan format laporan dari spesialis pihak ketiga yang memastikan kecukupan dan validitas pengendalian jaringan pada sistem ISP. Secara umum. Manajer yang berwenang pada persetujuan transaksi harus bertanggung jawab untuk melindungi private key Manajer yang berwenang pada pelaksanaan transaksi harus bertanggung jawab mengamankan algoritma encryption dan decryption. Oleh karena itu. c. Pengendalian Internet Service Providers (ISP) Kebanyakan ISP menyediakan pengendalian otomatis dalam recovery kerusakan data.

auditor menghadapi masalah tentang perolehan jejak transaksi elektronik dengan tandatangan digital dari banyak sumber (misalnya remote download dalam arsitek server klien). Perusahaan lalu membayar didasarkan pada persetujuan mitra dagang yang telah dibangun dalam aplikasi komputer yang pada gilirannya pemberian tanda ‘PAID’ secara otomatis pada voucher. Januari 2007 6.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 1. LIBRA 98 . DAC Easy. Yang lebih penting lagi. Auditor membandingkan perbedaan dan tingkat kompleksitas teknologi pengendalian internal yang tidak ada pada sistem manual. Kesulitan bagi auditor untuk memahami teknologi pengendalian adalah tidak mudah karena hardware dan software berkembang dengan cepat. Pengujian pengendalian yang mendalam meliputi firewalls. auditor dapat menggunakan alat bantu berupa software audit. Ketika persetujuan terjadi dengan sistem informasi lanjutan. pengendalian preventive seperti pada pengendalian deteksi tradisional harus melekat pada sistem pemrosesan transaksi. Accounting software Meliputi ABS accounting. Software audit mampu memeriksa. Vol. LIBRA signature. auditor mungkin tidak bisa mengurangi risiko deteksi awal ke level yang bisa diterima untuk substantive test. V. Setelah menilai risiko pengendalian. 12 No. ACCPAC 2000 business works. pengendalian pada pembayaran akun utang harus dipenuhi dengan rekonsiliasi invoice pemasok secara otomatis dengan voucher yang dihasilkan oleh sistem acquisition perusahaan. Point Pengendalian Preventive Awal Dalam lingkungan EC. risiko signifikan mungkin tidak diketahui. Dalam perusahaan perdagangan. CYMA PAS +. Great plains dynamics. auditor mengumpulkan bukti yang cukup untuk mendukung pendapatnya. 1998). encrypsi pada informasi yang sensitif. PENGUMPULAN BUKTI AUDIT Selama mengaudit laporan keuangan dalam lingkungan e-commerce. EC menyebabkan poin pengendalian terjadi lebih awal dari sebelumnya. password dan keontetikan pada gambar elektronik (Helms dan Mancino. Kondisi tersebut membuat auditor sulit dalam mengumpulkan bukti yang dapat dipercaya dari pengendalian. CYMA accounting. dan menyeleksi sangat banyak data dan kapabel mengembangkan efektifitas audit dan efisien. Jika metode tradisional dalam menguji kontrol secara terus menerus yang digunakan. Software audit yang dapat digunakan oleh akuntan publik adalah sebagai berikut: a. Jejak dalam kertas dan kontrol check point menjadi standar untuk sebuah perusahaan audit yang sekarang menggunakan formulir elektronik. sebagai contoh. Standar auditing meminta ketika klien menggunakan teknologi untuk memproses data pada infrastruktur teknologinya untuk diaudit. menganalisa. Pada saat pelaksanaan auditing. Dalam menentukan transmisi dan keontetikan transaksi elektronik dan permintaan untuk laporan keuangan yang tepat waktu memerlukan teknik dan alat yang membantu dalam proses pelaksanaan pengumpulan bukti audit. Pengumpulan bukti yang dapat dipercaya pada sistem komputer lebih kompleks daripada pengumpulan bukti yang dapat dipercaya pada sistem manual.

VP-expert. Peachtree. Oracle. VALIDASI BUKTI AUDIT ELEKTRONIK Komite praktik audit internasional (1991) dalam Chien-Chih Yu et al. Neural network software Terdiri dari program-program model quest. word pro. f. neural works professional. Macola progression series. Paradox. KDS. Fox Pro. Solomon series. records. Wordprocessing software Terdiri dari program-program MS word. one-write plus. Tidak adanya jejak traksaksi (transaction trail) Data tertentu dijaga hanya pada file komputer. real world accounting. Focus. Statistic SPSS. Sistem ini mungkin dapat diakses oleh sejumlah orang dalam jumlah yang lebih banyak. Personal consultant. Expert system software Mencakup program-program EXSYS. file dan laporan-laporan. professional write plus. IFPS.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. VI. Data dimasukkan secara langsung kedalam sistem komputer tanpa adanya dokumen pendukung. Dalam sistem manual. dan hanya ada pada periode waktu yang terbatas. d. seperti pengendalian otorisasi yang diisi dalam program komputer (contoh: pemgesahan batas kredit). 99 . Improv. Tidak adanya dokumen masukan. Data-Base Management system software Mencakup program-program Acces. Level-5. c. Platinum series accounting. b. autonet. b. data secara normal mengikuti transaksi melalui sistem dengan dokumen sumber. (Saring Suhendro) perspektive. Spreadsheet software Mencakup program-program seperti commander prism. Javelin plus. e. First class fusion. Dbase. SAS. M>A>S 90 evaluation/2. books of account. bukti tertulis dari data individual masuk dengan otorisasi (seperti persetujuan untuk entry pemesanan) mungkin diganti dengan prosedur lain. Express. Dalam lingkungan computer information system jejak transaksi terpisah dalam bentuk mesin yang dapat dibaca. DS LAB. Dalam beberapa sistem transaksi on-line. Karakteristik sistem yang merupakan hasil dari sifat pemrosesan computer information system meliputi: a. OPS 5. word perfect. Visual expert. Excel.(2000) menyebutkan bahwa penggunaan komputer akan menghasilkan rancangan sistem yang memberikan bukti yang kurang kelihatan daripada menggunakan prosedur manual. ready-to-run accounting. SBT pro series. brainmaker.

kurangnya output yang kelihatan merupakan hasil dalam perlunya akses data dipertahankan dalam file yang dapat dibaca oleh komputer. atau hanya ringkasan data yang dicetak. dan dalam computer information system secara normal dilakukan secara visual hasil pemrosesan. Kompetensi bukti elektronik biasanya tergantung pada efektivitas pengendalian internal terhadap validitas dan kelengkapannya (Nearon. karena semua informasi mungkin tidak tersedia pada satu tampilan. Dalam lingkungan ecommerce tujuan yang diinginkan dalam bukti audit tidak berbeda dari bentuk bukti tradisional. dengan tidak adanya pengendalian yang memadai. auditor harus mempertimbangkan untuk menggunakan pendekatan tradisional. 1. akan meningkatkan potensi akses-akses yang tidak terotorisasi yang mengubah data dan program oleh seseorang yang berada di dalam maupun yang berada di luar perusahaan. Tidak adanya keluaran yang dapat dilihat dengan mata Transaksi atau hasil pemrosesan tertentu tidak dicetak. d. keamanan informasi. Dalam computer information system. Konsep audit dan pengendalian internal yang relevan adalah pemisahan tugas.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 100 . Informasi elektronis sebagai bukti yang kompeten Untuk memverifikasi kompetensi bukti. auditor harus mempertimbangkan validitas. Vol. kelengkapan. hasil pemrosesan tidak dicetak. dan atribut lainnya. Kemudahan mengakses data dan program komputer Data dan program komputer dapat diakses dan dirubah pada komputer melalui penggunaan peralatan komputer dari jarak jauh. 12 No. disini auditor harus melakukan prosedur yang sesuai untuk meyakinkan konsistensi penyajian dan mempertimbangkan gambaran yang lebih luas. 2000). Keberadaan bukti elektronis Penyajian informasi elektronis yang sama dapat mengambil bentuk yang berbeda. Auditor internal harus melakukan evaluasi atas masalah-masalah kunci berkenaan dengan hal-hal berikut. Dalam sistem manual. kelengkapan. dan integritas catatan akuntansi. dan teknik untuk memperbaiki kesalahan. Januari 2007 c. 80. Masalah bukti audit. tetapi yang dibedakan adalah perlunya pengendalian internal atas validitasnya. Jadi. Karena itu. Apabila ditemui adanya pengendalian yang lemah. Pada tabel 1 disajikan perbandingan antara bukti audit tradisional dengan bukti audit elektronis. b. Auditing Procedure Study memberikan kepada auditor dengan non-authoritative guidance untuk menerapkan SAS No. yaitu: a. Auditor harus memahami bagaimana bukti elektronis diperoleh dan menguji konsistensi penyajiannya. dalam lingkungan elektronik masalah dasar akuntansi dalam lingkungan elektronik adalah validitas.

Definisi kesalahan Bukti elektronis memungkinkan bagi perubahan yang tidak terdeteksi yang meningkatkan audit risk termasuk kesalahan pengiriman atau adanya manipulasi data yang disengaja. Capaian atas pengendalian yang melekat Deteksi kesalahan ditujukan pada perubahan yang diharapkan tidak yang terjadi pada data. Pengujian tradisional atau alternatif atas pengendalian dapat dilakukan untuk bukti yang tidak timbul dengan transaksi. Perbandingan antara bukti tradisional dan bukti elektronis Atribut Kesulitan untuk dirubah Bukti Tradisional Sulit dirubah dan dimungkinkan untuk mendeteksi perubahan ini dalam pekerjaan audit normal Bukti elektronis Lebih mudah untuk dilakukan perubahan dan lebih sulit dideteksi. Teknik audit berbantuan komputer dapat memperluas kemampuan dalam menganalisis data dan mengenali pola. d.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. e. Oleh karena itu. efektifitas internal control memainkan peranan yang penting dalam mendeteksi perubahan tertentu dalam bukti elektronis Kredibilitas bukti elektronis tergantung efektifitas struktur pengendalian intern Pemrosesan elektronik dapat menyembunyikan bukti-bukti dengan kode atau dengan cross refference ke data fields lainnya Pengesahan bukti elektronis mungkin tidak jelas dan dapat dilakukan dengan menekan salah satu tombol pada keyboard Bukti elektronis mungkin memerlukan pengetahuan tentang teknik data extraction untuk mengevaluasi dan memahami bukti Bukti elektronis tidak jelas dan dapat mengakibatkan kesimpulan yang berbeda oleh beberapa auditor tergantung pada prosedur yang digunakan dan pengendalian yang diimplementasikan Kekuatan kredibilitas Kelengkapan dokumen Bukti pengesahan (approval) Kemudahan untuk digunakan Kejelasan Paper document mempunyai tingkat kredibilitas yang tinggi Paper evidence memasukkan semua persyaratan transaksi penting Pengesahan pada paper evidence adalah penting dan jelas ditampilkan pada dokumen original Paper evidence tidak memerlukan alat khusus untuk digunakan dalam mengevaluasi dan memahami bukti Paper evidence biasanya jelas dan akan menghasilkan kesimpulan yang sama apabila digunakan oleh pembaca yang berbeda 101 . Kompetensi alat yang digunakan untuk mengakses bukti elektronis Alat yang digunakan untuk mengakses bukti elektronik harus diuji dengan baik dan diperiksa kemungkinan adanya logical error. Tabel 1. (Saring Suhendro) c.

Eksepsi ini mungkin diinvestigasi segera atau ditulis pada log auditor untuk pekerjaan berikutnya. (2) memahami aturan bisnis yang tersedia untuk data. dan pengujian audit dan pelaporan yang dapat digunakan oleh semua pihak yang membutuhkan. “continuous auditing secara historis berarti penggunaan software untuk mendeteksi eksepsi yang spesifikasi dari seorang auditor untuk semua transaksi yang diproses secara real-time atau pada lingkungan yang realtime.” 7.” Helms dan Mancino (1996. Januari 2007 VII. 21) menyatakan. 2001): 1. Setiap peningkatan teknologi informasi dan penggunaan e-commerce mengharuskan seorang auditor untuk memperoleh bukti-bukti secara elektronik dan mendorong profesi akuntan untuk membuat konsep bersama dari bukti-bukti audit menjadi standar yang profesional. 102 . mendorong profesi akuntan untuk membuat konsep bersama dari bukti-bukti audit menjadi standar yang profesional (3) mengidentifikasi bisnis kunci manajer data dari grup sistem (4) memperoleh definisi data/struktur file (5) mengidentifikasi elemen data yang akan diaudit (6) menetapkan akses data/otorisasi (7) mengekstrak data berdasarkan atas tujuan audit (8) menentukan audit meta data (9) loading data audit dan kos audit dan (10) eksekusi tes-tes audit/membuat pengecualian pelaporan (Rezaee et al. transformasi data. Continuous auditing flow dimana dalam fase ini dibedakan dalam beberapa fase yang beragam dalam mengembangkan continuous auditing capability. yaitu (Rezaee et al. Tes data atau fasilitas tes yang terintegrasi (integrated test facilities –ITF) yang menentukan apakah RTA system telah melakukan proses dari transaksi yang valid dan invalid secara benar dan memverifikasi proses dengan benar dan lengkap. 1. software dan tool auditing digunakan untuk perolehan data. 2001) Auditor independen harus mempertimbangkan ketersediaan data dalam electronic form dan implikasinya untuk menentukan keluasan pengendalian pengujian dan kewajaran. yaitu: (1) menentukan tujuan audit dan deskripsi pengendalian internal. Hal yang paling umum digunakan pada CATTs untuk melakukan pengujian atas efektivitas dari struktur pengendalian internal. CONTINUOUS AUDITING 7... 12 No.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Setiap meningkatnya teknologi informasi dan penggunaan electronic commerce mengharuskan seorang auditor untuk memperoleh bukti-bukti secara elektronik dan termasuk. dan keluasan substantive test. (2001) mendefinisikan Continuous auditing sebagai “proses yang sistematis dari pengumpulan bukti audit elektronik sebagai dasar yang reasonable untuk mengeluarkan opini tentang kewajaran pelaporan keuangan yang disiapkan dengan realtime accounting system dan paperless. Vol.2 Membangun Kapabilitas Continuous auditing Secara imperative.1 Definisi Continuous Auditing Rezaee et al. waktu. Untuk membangun continuous auditing capability maka perlu mengembangkan aplikasi yang menggunakan beberapa tipe software untuk menangani perolehan data yang beragam.

Data mart adalah konsep yang terkenal dalam penggudangan data (data warehousing) dan data mining literature. Data warehousing mengintegrasikan data dari semua sistem aplikasi yang ada pada organisasi. dan load (ETL). Continuous auditing mengumpulkan bukti secara bersamaan dengan pemrosesan transaksi yang terjadi secara elektronik tersebut. menseleksi kolom). informasi tentang ekstrak data (misalnya: hubungan ke tabel sumber. Pada real-time accounting systems. SCARF adalah metode yang dibangun kedalam program pemrosesan data untuk membuat prosedur pengujian yang berkelanjutan menurut kriteria audit yang diseleksi seperti batasan khusus dan kelayakan. ditempatkan pada meta data audit. akurasi dan kelengkapan. Data captured pada aplikasi continuous auditing dapat diperoleh pada audit data mart untuk menguji dan menganalisa. Tahap terakhir dalam konstruksi automated continuous auditing capability adalah membangun pengujian audit yang terstandarisasi yang terletak dalam audit data mart. Pengujian ini dilakukan secara berkelanjutan atau sesuai interval waktu (misalnya harian. seperti ITF. 1996. Tekhnik ini mengharuskan untuk membuat modul software audit terkait dengan aplikasi klien untuk menyediakan monitoring yang berkelanjutan dari sistem memrosesan transaksi. CAATs yang dapat digunakan pada Continuous auditing. Audit data mart dibuat untuk unit bisnis yang melakukan 3 fase umum yaitu: extract.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. mingguan. Continuous and intermittent simulation (CIS) digunakan untuk menseleksi transaksi-transaksi selama proses untuk review audit dan menyediakan online auditing capability. dan pengujian audit (misal: menerapkan skenario pengujian). transformasi data (misal: appending. Pendekatan ITF mengharuskan membuat subsistem kecil dengan file sistem aplikasi klien untuk membandingkan proses audit pengujian data yang berlawanan dengan data klien sebagai maksud untuk memverifikasi proses ke-ototentikan. Kanter 2001). 3. Ketika audit trail ini tidak tersedia. Penggunaan model audit data warehousing. labeling. Mereplikasi simulasi paralel dari beberapa bagian sistem aplikasi klien untuk mengakses efektivitas dari aktivitas-aktivitas pengendaliannya. 4. (Saring Suhendro) 2. bulanan) dan secara otomatis bersamaan 103 . sorting). Data mart adalah subjek kecil dari data warehousing yang berfokus hanya pada satu area fungsional saja (misalnya: accounting atau marketing) dan kemudian mengintegrasi data melalui jumlah yang terbatas dari sistem aplikasi (David dan Steinbart 1999). Concurrent audit techniques seperti the snapshot approach and systems control and audit review facilitiy (SCARF) diharapkan untuk menerima perhatian yang meningkat dan penggunaan Continuous auditing dalam melakukan pengujian atas efektifitas dari struktur pengendalian internal klien. the paper-based audit trail yang merupakan dokumen dari suatu peristiwa dalam suatu proses transaksi sering tidak tersedia. Concurrent processing audit modules dihubungkan langsung dengan aplikasi komputer yang penting untuk menyeleksi dan memonitor processing data secara berkelanjutan. renaming. transform. yang umum digunakan pada lingkungan audit EDP dan dapat ditemukan pada literatur teknologi audit EDP tradisional (misalnya: Warren et al.

Accounting Education Series. dan pelaksanaan audit pada laporan keuangan suatu perusahaan. Indrajit. 7-17. hal. Perubahan dalam lingkungan bisnis dan audit. Sarasota. vol. Cavusgil. 3036. Tamer. 2000. Steinbart. Michael Gandara. “Drawing in Data. “Auditing E-Business: New Challenges for External Auditor. Vol.” Journal of Accountancy: hal. Ahmad A. 45-48. KESIMPULAN E-commerce telah menjadi alat yang penting sejak perusahaan menggunakan internet untuk melakukan bisnisnya. 2002. hal. VIII. dan Jane Mancino.” The Internal Auditor: vol. “The Electronic Auditor. Tom. 2000.” Strategic Finance: hal. Elex Media Komputindo: hal. 2002.. 49-55. Edisi Juni. Albrecht. dimana laporan tahunan tradisional dan laporan audit konvensional yang biasa diterbitkan. Sehingga. J. 59. Mar/Apr 2002. Glenn L. David. Accounting Education: Charting the Course through a Perilous Future. J. 1. akan memberikan tekanan pada auditor untuk meng-up-date teknik auditnya dan dibutuhkan skill yang memadai bagi para auditor-auditor (computer information system auditor) dalam melakukan proses auditing.” The Journal of American Academy of Business: hal. 28-41. 24-29. sehingga terlihat kemajuan teknologi juga diimbangi dengan monitoring yang tepat untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi pengguna laporan keuangan DAFTAR PUSTAKA Abu-Musa.” The Internal Auditor: hal. Morris C. 2004. Richardus Eko. 11. dan Kathy Robinson. Helms.” Marketing Management: Chicago. 1998.. mungkin tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan users akan laporan keuangan organisasi. Real-time accounting systems. American Accounting Association. Perubahan-perubahan tersebut memberikan tantangan baru bagi profesi akuntan baik auditor internal maupun auditor eksternal.. 2000. pengendalian internal. FL. 12 No. “E-commerce: Auditing the Rage.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. electronic financial reports dan continuous auditing haruslah menjadi perhatian oleh komunitas akuntansi dan bisnis. 1999. Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. “What Every Auditor Needs to Know about ECommerce. Sack. Edisi April. S. Attaway Sr. dan P. 104 . Perkembangan teknologi ini membawa perubahan pada risiko-risiko audit. Januari 2007 dengan bukti audit dan melakukan laporan pengecualian untuk review auditor dan pertimbangannya. dan R. “Extending the Reach of E-Business. Burr. S. Peningkatan teknologi menyarankan bahwa perubahan penyajian laporan keuangan manual menjadi real-time pada sensitifitas pada data keuangan. 56-60..

Finance & Management: hal. New York. dan Bernard Wong-on-Wing. 105 .” A Journal of Practice and Theory: Vol. “The Impact of Electronic Commerce on Auditing Practice: An Auditing Process Model for Evidence Collection and Validation. Chien-Chih. 21. 70. 1996.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. Fourth Edition. Yu. dan Peter L. McMikle. Michael J. R. 22-26. 2000. Bruce H. hal. “Auditing E-business.1 Wilkinson. 5. Hung-Chao Yu. Nearon.” International Journal of Intelligent System in Accounting. 2002 “Continuous auditing: Building Automated Auditing Capability. Rick Elam. Joseph W. John Wiley & Sons Inc. (Saring Suhendro) Kalakota. Vasant Raval. “Manager’s Guide to Electronic Commerce: Addison-Wesley.. Ahmad Sharbatoghlie.” EDICAST: periode Februari/Maret: hal. Defining Electronic Commerce... 195-214. dan Chi-Chun Chou. 2000.. Rezaee.. 2000. No. Accounting Information System: Essential Concepts and Application.” The CPA Journal: Vol. Zabihollah. Cerullo.

Ermadiani9. Untuk mendapatkan biaya produksi yang cost effective dan menghasilkan produk yang bermutu tinggi. Keunggulan daya saing perusahaan dapat dibangun salah satunya melalui produksi produk dan jasa secara cost effective. Using MCE. manajemen harus melakukan pengelolaan terhadap 8 9 Dosen Jurusan Akuntansi. Keywords : Manufacturing cycle effectiveness. Finally. sumber daya hanya dikonsumsi untuk menjalankan value added activities. daya saing perusahaan dapat dibangun jika perusahaan memiliki keunggulan tertentu dibandingkan dengan pesaing. In order to do advance improvement. Cost effectiveness is a measurement to see the effectiveness of organization’s sources that use to do value added activities that supply out put needed by the customers. R. company’s capability in doing advance improvement to create goods and services to satisfy customers will affect company’s existence. FE Unsri 10 Dosen Jurusan Akuntansi. So. Weddie Andriyanto10 ABSTRACT Nowadays. FE Unila . FE Unsri Dosen Jurusan Akuntansi. 8 PENDAHULUAN Globalisasi ekonomi menuntut setiap perusahaan untuk meningkatkan daya saingnya. MCE is a measurement that shows the percentage of value added activities in an activity that held to create a value for the customers. company’s effectiveness and performance can be increased trough activity improvement to reach cost effectiveness. cost effective. Pada lingkungan bisnis yang kompetitif. the company has to connect their activities to customers needs. in global business. user will find out the way to decrease the production cost. Cost effectiveness is counted by using Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE). Suatu proses disebut cost effective jika dalam proses produksi. Untuk mengurangi biaya. diperlukan suatu informasi biaya yang dapat menggambarkan konsumsi sumber daya dalam proses pembuatan produk.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness Dalam Meningkatkan Cost Effective Pada Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Oleh : Yulia Saftiana . the performance measurement should be changed from efficiency and productivity to cost effectiveness.

Dengan MCE dapat diukur seberapa besar non value added activities dikurangi dan dihilangkan dari proses pembuatan produk. kinerja perusahaan dan efektivitas ditingkatkan melalui perbaikan aktivitas yang bertujuan untuk mencapai cost effectiveness. Produksi kelapa sawit di Indonesia rata-rata berkisar antara 14-16 ton TBS/ha/tahun. Manajemen harus melakukan penilaian seberapa besar cost effective berbagai aktivitas yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan value bagi customer. Dalam proses produksi. Januari 2007 penyebab timbulnya biaya. Komponen lain yang mempengaruhi adalah biaya produksi yang berupa biaya operasional dan tenaga kerja serta harga CPO di pasar. Potensi kelapa sawit di Sumatera Selatan terus berkembang. dan perusahaan yang bergerak dalam bidang agroindustri pengolahan kelapa sawit yang menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) mendominasi jumlah perusahaan yang ada. Produksi perkebunan kelapa sawit berfluktuasi karena adanya musim penghujan dan musim kemarau. di era tahun 1990 perusahaan besar yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit terus tumbuh di provinsi ini karena potensi lahan dan kesuburan tanah yang cocok untuk habitat kelapa sawit. Vol. Asal bahan baku (TBS) dan kondisi musim mempengaruhi harga tandan buah segar. 108 . Dengan analisis MCE.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Berdasarkan uraian di atas. Di Sumatera Selatan terdapat berbagai jenis perusahaan yang menghasilkan produk. Dengan analisis MCE. Aktivitas merupakan penyebab timbulnya biaya. 12 No. 1. Cost effectiveness ini dihitung dengan membandingkan processing time dengan cycle time yang dikenal dengan istilah Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE). Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) membutuhkan bahan baku utama yang berupa tandan buah segar yang didapat dari kebun kelapa sawit milik perusahaan sendiri (inti) dan kebun kelapa sawit rakyat binaan perusahaan (plasma) maupun kebun kelapa sawit masyarakat umum. Bahan baku yang digunakan dalam menghasilkan crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) adalah tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan oleh perkebunan kelapa sawit. Lamanya waktu yang digunakan untuk memproduksi TBS akan mempengaruhi kualitas yang dihasilkan. maka penulis tertarik untuk melakukan analisis seberapa efektif aktivitas yang digunakan dalam kegiatan proses produksi kelapa sawit sehingga dapat mencapai cost effective dengan mengangkat judul “ANALISIS MANUFACTURING CYCLE EFFECTIVENESS DALAM MENINGKATKAN COST EFFECTIVE PADA PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT”. Namun harga tandan buah segar (TBS) juga dipengaruhi oleh rendemen (kandungan minyak) hasil produksi TBS menjadi crude palm oil (CPO) di PKS tersebut. MCE merupakan ukuran yang menunjukkan persentase value added activities yang terdapat dalam suatu aktivitas yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan value bagi customer. Keadaan ini menyebabkan suplai bahan baku untuk pabrik bervariasi dan menyebabkan pabrik bekerja di bawah kapasitasnya dan biaya untuk memproduksi TBS pada musim kemarau menjadi lebih besar. keputusan dibuat sebagai langkah untuk menurunkan biaya produksi (cost reduction).

dan keluaran. Salah satu tujuan organisasi yaitu institusi pencipta kekayaan. kebutuhan customer-lah yang memicu berbagai aktivitas yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan keluaran. Definisi Cost Effectiveness Menurut Mulyadi (2003:245). “Perubahan kriteria pengukuran kinerja dalam bentuk ukuran non finansial seperti kepuasan konsumen. sumber daya manusia. ada tiga kegiatan utama yang harus ditempuh. kualitas produk. Menurut Mulyadi (1998:3) konsep tersebut adalah sebagai berikut : “Konsep cost effectiveness dilandasi oleh customer value mindset.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. Pengelolaan aktivitas ini telah mendorong perubahan pada alat ukur kinerja yang dibangun berdasarkan konsep efektivitas biaya (cost effectiveness) yang melibatkan pengukuran aktivitas-aktivitas manufaktur perusahaan dalam memenuhi kepuasan konsumen. proses. Pergeseran ukuran kinerja mengakibatkan dibutuhkannya informasi tentang aktivitas yang memampukan personel dalam melakukan pengelolaan terhadap aktivitas sehingga memberdayakan personel untuk meningkatkan cost effectiveness yang digunakan untuk melayani customer. Dalam customer value mindset. Hal ini dilakukan sebagai usaha untuk mencapai efektivitas biaya (cost effectiveness) produksi melalui manajemen aktivitas. Menurut Mulyadi (2001:377). untuk mewujudkan tujuan organisasi tersebut. Kemampuan perusahaan sekarang untuk melakukan improvement berkelanjutan terhadap proses yang digunakan untuk menghasilkan produk dan jasa bagi customer menentukan kelangsungan hidup perusahaan. kualitas produk dan kepuasan konsumen. Konsep cost effectiveness memasukkan komponen customer dalam hubungan antara masukan. (Yulia Saftiana. “Cost Effectiveness adalah ukuran seberapa efektif sumber daya organisasi dimanfaatkan untuk melaksanakan value added activities dalam menghasilkan keluaran yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan customer”. 3. Memasarkan produk dan jasa secara efektif kepada customers. R. produsen tidak lagi mengendalikan bisnis. Untuk itu perlu dilakukan pergeseran ukuran kinerja dari efisiensi dan produktivitas ke cost effectiveness. Di 109 . Menurut Mulyadi (2003:47). Mindset ini memfokuskan usaha manajemen untuk menghasilkan keluaran yang mampu memuaskan kebutuhan customer. Ermadiani. yaitu : 1. Weddie Andriyanto) TINJAUAN PUSTAKA Pergeseran ukuran kinerja ke cost effectiveness Di lingkungan bisnis global. Memproduksi produk dan jasa secara cost effective. Mendesain produk dan jasa yang menghasilkan value terbaik bagi customers. dan proses produksi merupakan tuntutan kondisi persaingan. Pengukuran kinerja dapat pula dilakukan terhadap data-data non finansial yang berhubungan dengan aktivitas-aktivitas dalam menghasilkan kuantitas. dengan tujuan agar perusahaan dapat bertahan dalam jangka panjang”. 2.

Manajemen harus dapat mengidentifikasikan value added activities dan non value added activities dalam pembuatan produk. “Value added merupakan sebuah metode pabrikasi yang berusaha menghilangkan pemborosan pada proses”. 1.” Gambar 1 : Konsep Cost Effectiveness Cost Effectiveness Proses Cost Effectiveness Masuk an Aktivitas Penambah Nilai Aktivitas Bukan Penambah Nilai Keluaran Customer Cost Ineffectiveness Cost Ineffectiveness Sumber : Mulyadi. Value added activities tidak dapat dihilangkan tanpa mengurangi kuantitas atau kualitas. “Efektifitas biaya dipandang sebagai suatu rencana jangka panjang untuk menekan biaya produksi dengan jalan melakukan analisa aktivitas. 2001. Aktivitas yang tidak memberi nilai tambah ini merupakan peluang bagi perusahaan untuk mengurangi biaya tanpa mengurangi kepuasan yang 110 . Sistem perencanaan & pengendalian manajemen.381. Januari 2007 samping itu. Menurut Mulyadi (2001:615). h. dan menghilangkan non value added activity yang dilakukan secara terus menerus sepanjang perusahaan masih melakukan kegiatan usaha”. Suatu falsafah operasi yang berlaku di seluruh perusahaan untuk menghilangkan pemborosan adalah mengidentifikasi dan mengeliminasi aktivitas yang tidak bernilai tambah”. “Non value added activity adalah aktivitas yang dari pandangan customer tidak menambah nilai dalam proses pengolahan masukan menjadi keluaran. Vol. “Value added activities merupakan aktivitas yang ditinjau dari pandangan customer menambah nilai dalam proses pengolahan masukan menjadi keluaran”. sehingga memungkinkan manajemen melakukan pengelolaan aktivitas untuk menghasilkan pengurangan biaya secara signifikan bagi kepentingan customer. Menurut Lalu Sumayang (2003:325). 12 No.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. perbaikan value added activity. Sedangkan menurut Mulyadi (2001:379). Menurut Mulyadi (2001:379). konsep cost effectiveness dilandasi oleh continuous improvement mindset. sehingga proses dapat dianalisis dan dilakukan improvement terhadapnya.

DAFTAR ISI
Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. (Yulia Saftiana, Ermadiani, R. Weddie Andriyanto)

akan diterima oleh konsumen. Biaya-biaya yang ditimbulkan oleh aktivitas yang tidak memberi nilai tambah hanya dianggap sebagai biaya yang inefektif (cost ineffectiveness) bagi produsen. Analisis Aktivitas Dalam melakukan analisis efektivitas biaya (cost effectiveness) yang menjadi pokok utama pembahasan yaitu aktivitas. Aktivitas yang efektif dalam suatu proses produksi merupakan aktivitas yang menambah nilai (value added activity). Dengan analisis aktivitas dapat diketahui apakah suatu aktivitas tergolong penambah atau bukan penambah nilai. Analisis aktivitas yaitu mengidentifikasi dan mendeskripsikan aktivitas-aktivitas dalam organisasi. Menurut Mulyadi (2001: 602) : ”Analisa aktivitas mencakup penentuan aktivitas-aktivitas apa yang dilakukan dalam suatu departemen, berapa banyak orang yang melaksanakan aktivitas, berapa banyakkah waktu yang orang tersebut gunakan untuk melaksanakan aktivitas, sumber daya apa yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas, data operasional apa yang paling baik merefleksikan kinerja dari aktivitas dan nilai apa yang dimiliki aktivitas untuk organisasi”. Identifikasi Aktivitas-Aktivitas Aktivitas dalam proses produksi manufaktur pada umumnya terdiri dari lima kelompok besar aktivitas, yaitu processing activity, inspection activity, moving activity, waiting activity, serta storage activity. Dalam proses pembuatan produk diperlukan cycle time yang merupakan keseluruhan waktu yang diperlukan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi. Cycle time ini terdiri dari : • Waktu Proses (Processing Time) Processing time merupakan seluruh waktu yang diperlukan dari setiap tahap yang ditempuh oleh bahan baku, produk dalam proses hingga menjadi barang jadi. Tidak semua waktu yang ditempuh dari bahan baku hingga ke produk jadi tersebut mutlak merupakan processing time. • Waktu Inspeksi (Inspection Time) Menurut Mulyadi (2001:624), “Inspection time merupakan keseluruhan waktu yang dikonsumsi oleh aktivitas yang bertujuan untuk menjaga seluruh produk yang diproses tersebut dapat dihasilkan sesuai dengan standar yang ditetapkan”. Aktivitas ini merupakan aktivitas pengawasan untuk menjamin bahwa proses produksi telah dilakukan dengan benar walaupun kenyataannya tidak ada nilai tambah terhadap produk yang akan diterima konsumen. • Waktu Pemindahan (Moving Time) Menurut Mulyadi (2001:624), “Waktu pemindahan adalah aktivitas yang menggunakan waktu dan sumber daya untuk memindahkan bahan baku, produk dalam proses, dan produk jadi dari satu departemen ke departemen yang lain”. Waktu pindah tertentu dalam setiap proses produksi memang diperlukan, namun pengurutan yang benar kegiatan-kegiatan dan tugas-tugas serta penerapan teknologi otomasi dapat menghilangkan waktu pemindahan secara signifikan. 111

DAFTAR ISI
Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 12 No. 1, Januari 2007

Waktu Tunggu (Waiting Time) Menurut Mulyadi (2001:624), “Waktu tunggu adalah aktivitas yang di dalamnya bahan baku dan produk dalam proses menggunakan waktu dan sumber daya dalam menanti proses berikutnya”. Apabila dalam waktu menunggu ini memerlukan sumber daya maka biaya yang ditimbulkan akibat penggunaan sumber daya tersebut merupakan biaya bukan penambah nilai karena manfaatnya tidak dirasakan oleh konsumen.

Waktu Penyimpanan (Storage Time) Menurut Mulyadi (2001:624), “Penyimpanan adalah aktivitas yang menggunakan waktu dan sumber daya, selama produk dan bahan baku disimpan sebagai sediaan”. Waktu penyimpanan ini diakibatkan proses penyimpanan baik itu bahan baku sebelum akhirnya dimulai proses produksi ataupun barang jadi yang disimpan di dalam gudang sebagai persediaan.

Definisi Manufacturing Cycle Effectiveness Ukuran efektivitas proses produksi dihitung dengan membandingkan processing time dengan cycle time yang dikenal dengan istilah Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE). Menurut Mulyadi (2003:245), Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE) adalah : “Alat analisis atas aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh perusahaan dalam melakukan proses produksi. MCE merupakan ukuran yang menunjukkan persentase value added activities yang terdapat dalam suatu aktivitas yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan value bagi customer. Dengan MCE dapat diukur seberapa besar non value added activities dikurangi dan dihilangkan dari proses pembuatan produk”. MCE merupakan alat analisis terhadap aktivitas-aktivitas produksi, misalnya berapa lama waktu yang dikonsumsi oleh suatu aktivitas mulai penanganan bahan baku, produk dalam proses hingga produk jadi (cycle time). Manufacturing Cycle Effectiveness dihitung dengan memanfaatkan data cycle time atau throughput time yang telah dikumpulkan. Pemilah-milahan cycle time dapat dilakukan dengan melakukan activity analysis. Cycle time ini terdiri dari value added activities dan non value added activity. Value added activity yaitu processing time dan non value added activities yang terdiri dari inspection time, moving time, waiting time, dan storage time. Menurut Amin Widjaja T (2000:16), formula cycle time yang digunakan untuk menghitung cycle effectiveness adalah : Cycle time = processing time + waiting time + moving time + inspection time + strorage time

Manufacturing Cycle Effectiveness = Processing Time Cycle Time

112

DAFTAR ISI
Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. (Yulia Saftiana, Ermadiani, R. Weddie Andriyanto)

Dengan analisis Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE), kinerja perusahaan dan efisiensi ditingkatkan melalui perbaikan aktivitas yang bertujuan untuk mencapai cost effectiveness. Dengan MCE, analisis dilakukan langsung terhadap aktivitas-aktivitas perusahaan yang diformulasikan dalam bentuk data waktu yang dikonsumsi oleh setiap aktivitas. Waktu aktivitas tersebut mencerminkan berapa banyak sumber daya dan biaya yang dikonsumsi oleh aktivitas tersebut dan dapat dijadikan sebagai dasar untuk menilai kinerja dan efektivitas pada perusahaan. Dengan analisis MCE, keputusan dibuat sebagai langkah untuk menurunkan biaya produksi (cost reduction). Proses produksi yang ideal akan menghasilkan cycle time sama dengan processing time. Jika proses pembuatan produk menghasilkan cycle effectiveness sebesar 100%, maka aktivitas bukan penambah nilai telah dapat dihilangkan dalam proses pengolahan produk, sehingga customer produk tersebut tidak dibebani dengan biaya-biaya untuk aktivitas bukan penambah nilai. Sebaliknya, jika proses pembuatan produk menghasilkan cycle effectiveness kurang dari 100%, berarti proses pengolahan produk masih mengandung aktivitas bukan penambah nilai bagi customer. Langkah-langkah Untuk Mewujudkan Efektifitas Biaya Langkah yang dilakukan untuk mengeliminasi aktivitas bukan penambah nilai dan memperbaiki aktivitas bukan penambah nilai ditempuh dengan konsep continuous improvement. Hal ini dilakukan dengan Total Quality Management (TQM) dan Activity Based Management (ABM). Tujuan kedua konsep ini adalah pengembangan yang berkelanjutan (continuous improvement) atas aktivitas-aktivitas baik yang merupakan penambah nilai maupun bukan penambah nilai. Tujuan ini merupakan perencanaan jangka panjang yang harus ditempuh secara bertahap. Pengelolaan Aktivitas Bukan Penambah Nilai Menurut Mulyadi (2001:625), cara yang ditempuh untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan aktivitas penambah nilai dan mengurangi serta menghilangkan aktivitas bukan penambah nilai dalam pengelolaan aktivitas adalah : 1. Pemilihan aktivitas (Activity selection) Pengurangan biaya dapat dicapai dengan melakukan pemilihan aktivitas dari serangkaian aktivitas yang diperlukan untuk melaksanakan berbagai strategi yang kompetitif. Manajemen sebaiknya memilih strategi yang memerlukan lebih sedikit aktivitas dengan biaya terendah. 2. Pembagian aktivitas (Activity sharing) Pembagian aktivitas terutama ditujukan untuk mengelola aktivitas penambah nilai. Dengan mengidentifikasi aktivitas penambah nilai yang masih belum dimanfaatkan secara penuh dan kemudian memanfaatkan aktivitas tersebut untuk menghasilkan berbagai cost object yang lain, perusahaan akan meningkatkan produktivitas pemanfaatan aktivitas tersebut dalam menghasilkan cost object.

113

12 No. berbagai perusahaan telah mengaplikasikan konsep baru yaitu Just In Time (JIT). Penghilangan aktivitas merupakan strategi jangka panjang yang ditempuh dalam melakukan improvement terhadap aktivitas. untuk menghilangkan aktivitas-aktivitas bukan penambah nilai (non value added activity) dalam siklus produksi suatu produk. 1. Inspection time dapat dikurangi dengan mengembangkan total quality control dan zero defect manufacturing. ”Untuk mengurangi atau menghilangkan aktivitas bukan penambah nilai. Menurut Mulyadi (2001:623). Keberhasilan tersebut dapat dicerminkan pada penurunan biaya-biaya dalam suatu periode tertentu. Waiting/storage time dikurangkan dengan mengembangkan just in time inventory system. 2001.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Sistem Pengendalian dan Perencanaan Manajemen. maka dapat diketahui persentase dari aktivitas penambah nilai dan aktivitas bukan penambah nilai. Moving time dikurangkan dengan mengembangkan cellular manufacturing. Tindak Lanjut Analisis MCE Untuk Menghilangkan Aktivitas Bukan Penambah Nilai Dengan hasil analisis MCE yang dilakukan. Januari 2007 3. Pengurangan aktivitas (Activity reduction) Pengurangan biaya dapat dicapai dengan mengurangi aktivitas bukan penambah nilaiPengurangan aktivitas merupakan strategi jangka pendek yang ditempuh dalam melakukan improvement terhadap aktivitas. Dalam JIT ini 114 . Untuk mengendalikan biaya bukan penambah nilai dan penambah nilai tersebut dapat ditempuh dengan perencanaan dan pengendalian terhadap biaya-biaya tersebut.” Gambar 2 : Konsep JIT Sebagai Tindak Lanjut Analisa MCE untuk Menghilangkan Non Value Added Activity JIT Manufacturing inventory TQC Cellular Zero Defect Manufacturing JIT Zero Cycle time = Processing time + Inspection + Moving time+ Waiting time Value added Activity Non value added activity Sumber : Mulyadi. 623. 4. Penghilangan aktivitas (Activity elimination) Pengurangan biaya dapat dicapai dengan melakukan penghilangan aktivitas bukan penambah nilai. Menurut Mulyadi (2001:623). Vol. h.

jumlah kekayaan alam dan tingkat teknologi yang digunakan. Total Quality Control (TQC) merupakan konsep pengendalian yang meletakkan tanggung jawab pengendalian di pundak setiap karyawan yang terlibat dalam proses pembuatan produk. Dari segi pengendalian dan perencanaan biaya. Ermadiani. Dengan JIT Manufacturing merupakan usaha untuk mengurangi waktu penyimpanan (storage time) yang merupakan salah satu akibat dari aktivitas bukan penambah nilai bagi konsumen. Artinya produksi tertingginya telah ditentukan. ada masalah pokok yang harus dipecahkan. Menurut Yasin (2005:IV-28). JIT mempunyai dampak signifikan terhadap tingkat persediaan. 115 . Asal tandan buah segar (TBS) kebun inti. kondisi alam juga memiliki kecenderungan produksi tandan buah segar. Untuk melihat seluk beluk kegiatan perusahaan dalam memproduksi barangnya diperlukan analisa ke atas berbagai aspek kegiatan memproduksinya. dan karyawan didorong agar berusaha menghasilkan “zero defect” (tingkat kesalahan nol). kebun plasma di lingkungan perusahaan atau kebun masyarakat di luar lingkungan kebun akan mempengaruhi harga tandan buah segar. (Yulia Saftiana. Target Costing. yaitu bagaimana meminimumkan ongkos produksi yang dikeluarkan yang digunakan untuk mencapai satu tingkat produksi. Weddie Andriyanto) juga dimunculkan berbagai metode baru untuk mendukung tercapainya tujuan JIT yaitu mengurangi waktu siklus proses. R. seperti : Kaizen Costing. Bagi perkebunan kelapa sawit (PKS). mesin yang memiliki fungsi yang sama ditempatkan bersama dalam suatu daerah yang disebut departemen atau proses. dalam usaha memproduksi barang. Dalam Cellular Manufacturing. PEMBAHASAN Fungsi produksi menunjukkan sifat perkaitan di antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yang diciptakan. alternatif kedua yang akan digunakan. Komposisi faktor produksi yang bagaimana akan meminimumkan ongkos produksi yang dikeluarkan untuk mencapai satu tingkat produksi tertentu. tata letak pabrik (plant layout). Mesin-mesin ini disusun sehingga dapat digunakan untuk melaksanakan berbagai operasi yang berurutan. dan penyediaan jasa pendukung. Konsep pengendalian mutu modern menekankan pada orang. hal itu dikarenakan bahan baku utama PKS adalah tandan buah segar (TBS) yang tidak memiliki substitusi dan bahan baku yang berupa tandan buah segar (TBS) tersebut telah tersedia sedangkan kapasitas terpasang pabrik telah ditentukan. jumlah tenaga kerja. Product Life Cycle. yaitu pada musim penghujan memiliki kecenderungan menuju puncak produksi sedangkan pada musim kemarau akan mengalami penurunan sampai pada tingkat yang menyulitkan dan itu juga tentunya akan mempengaruhi harga tandan buah segar. yaitu : • • Komposisi faktor produksi yang bagaimana perlu digunakan untuk menciptakan tingkat produksi yang tinggi. dan Activity Based Costing. Menurut Lalu Sumayang (2003:257). untuk mendukung pengelolaan aktivitasaktivitas tersebut dapat diterapkan berbagai alternatif pengelolaan biaya. Tingkat produksi suatu barang tergantung kepada jumlah modal. bukan proses.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness …….

000 jam/tahun. Bahan baku berupa tandan buah segar kelapa sawit yang akan diolah di pabrik PKS tidak semuanya akan menjadi produk minyak sawit. Kapasitas terpasang PKS perkebunan besar seperti pada PT. Begitu juga dengan aktivitas pada setiap proses yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK). aktivitas yang tidak menambah nilai terdapat pada aktivitas di loading ramp.200 ton TBS atau 6. karena tanpa aktivitas ini kelancaran proses pengolahan dapat terganggu. aktivitas pengolahan dimulai dari pemasukkan tandan buah segar ke dalam loading ramp kemudian masuk ke dalam proses produksi pada setiap stasiun hingga akhirnya menjadi crude palm oil (CPO) dan Palm kernel (PK). Aktivitas yang tidak menambah nilai ini tetap diperlukan dalam proses pengolahan. Januari 2007 Bahan Baku dan Produk yang Dihasilkan oleh Pabrik Kelapa Sawit Hasil produksi kebun pengolahan kelapa sawit adalah berupa Tandan Buah Segar (Fresh Fruit Bunch/FFB). penyulingan. Dalam proses memperoleh kelapa sawit ini. Vol. Aktivitas yang menambah nilai pengolahan crude palm oil terdapat pada proses mulai dari stasiun perebusan sampai dengan stasiun klarifikasi. aktivitas ini berperan sebagai pengawasan mutu dan kelancancaran proses pengolahan. Dengan demikian rata-rata kebutuhan tandan buah segar untuk mencapai kapasitas pabrik 100% adalah sebanyak 20 x 60 ton TBS/hari = 1. melainkan sebagian hilang tercecer pada saat perebusan. pengambilan inti dan penyimpanan CPO. Sedangkan aktivitas yang menambah nilai pengolahan palm kernel terdapat pada proses mulai dari stasiun perebusan sampai dengan pengeringan kernel. dan aktivitas inspeksi/pengawasan yang dilakukan pada setiap proses.000 x 60 ton TBS/tahun = 360. terdapat berbagai aktivitas baik yang menambah nilai maupun tidak menambah nilai produk.000 ton TBS/tahun. Aktivitas dalam pengolahan kelapa sawit ini memiliki ketergantungan pada setiap proses atau stasiun pengolahan. Karena aktivitasaktivitas ini tidak secara langsung mempengaruhi perubahan yang terjadi pada crude palm oil dan palm kernel yang diolah baik kuantitas maupun kualitas yang bermanfaat bagi konsumen. Aek Tarum berkisar antara 60 ton TBS/jam sampai 120 ton TBS/jam. 116 . aktivitas pemindahan dari loading ramp ke proses perebusan. Aktivitas-aktivitas ini memiliki pengaruh terhadap kualitas dan kuantitas crude palm oil dan palm kernel. Aktivitas hanya dapat dilakukan jika bahan yang diterimanya telah diproses pada stasiun sebelumnya.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 1. Dalam proses pengolahan kelapa sawit ini. penebahan. Identifikasi dan Klasifikasi Aktivitas pengolahan Dalam proses pengolahan kelapa sawit. Begitu juga dengan aktivitas inspeksi. 12 No. Rencana operasi pabrik PKS rata-rata satu tahun adalah : 20 jam/hari x 300 hari/tahun = 6. pemisahan biji dan ampas serat. aktivitas pemindahan pada proses perebusan ke proses penebahan. Ada dua macam produk atau keluaran dari hasil pengolahan pabrik yaitu minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan inti sawit (Kernel Palm/PK).

Weddie Andriyanto) Dalam proses pengolahannya. Proses pengolahan kelapa sawit ini secara singkat akan digambarkan sebagai berikut : Gambar 5 : Urutan Proses Pengolahan Crude Palm Oil dan Palm Kernel Stasiun Penimbunan TBS (Loading ramp) Stasiun Perebusan TBS (Sterilizer) Stasiun Penebahan TBS (Thresher) Stasiun Pengadukan TBS (Digester) Ampas Biji Stasiun Pengepresan Bubur Buah TBS (Screw Press) • • • • Stasiun Pengolahan Biji Pemisahan Ampas & Biji Pemecahan Biji Pemisahan Inti dengan cangkang Pengeringan Inti/kernel Minyak • • • • • • Stasiun Klarifikasi Pemisahan Pasir Pemisahan Minyak Pertama Penyaringan Bahan Padat Pemisahan Minyak dengan Sludge (kotoran) Pemurnian Minyak Pengeringan Minyak Bulking Silo Penyimpanan Palm Kernel Tangki Timbun Crude Palm Oil (CPO) Sumber : Hasil Olah Data 117 . Dari stasiun pengepresan ini minyak akan masuk ke dalam proses klarifikasi sampai akhirnya masuk ke dalam tangki timbun CPO. Ermadiani. (Yulia Saftiana. sedangkan ampas dan biji akan masuk dalam stasiun pengolahan biji sampai akhirnya disimpan di dalam Bulking silo.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. tandan buah segar akan dilumatkan pada stasiun pengadukan dan dipress pada stasiun pengepresan. kelapa sawit melalui beberapa stasiun pengolahan sampai akhirnya menjadi crude palm oil dan palm kernel. Proses dimulai saat tandan buah segar dari stasiun loading ramp dibawa ke stasiun perebusan dengan menggunakan lori. Setelah masuk ke perebusan lori-lori tersebut ditarik dengan menggunakan capstand dan dimasukkan ke stasiun penebahan dengan menggunakan hoisting crane. Lalu dari stasiun penebahan ini. R.

000 ton tandan buah segar (TBS) per tahun hingga menjadi 82.200 ton setiap 20 jam atau 360. Proses produksi pabrik dilakukan secara terus menerus sesuai dengan jumlah bahan baku yang tersedia setiap harinya. Dengan penambahan ini akan mengurangi waktu tunggu tandan buah segar (TBS) di loading ramp untuk diproses lebih lanjut. Sistem pengolahan seperti ini mengakibatkan total waktu yang dikonsumsi oleh semua stasiun mencerminkan keseluruhan waktu. Manajemen aktivitas yang dapat dilakukan contohnya : Pengurangan aktivitas dapat dilakukan pada stasiun loading ramp dengan cara menambah pemakaian unit Sterilizer. Proses pengolahan dilakukan mengalir sesuai dengan rangkaian proses yang telah ditetapkan. faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan adalah mutu dari tandan buah segar (TBS). Semakin lamanya waktu yang digunakan untuk memproduksi tandan buah segar (TBS) akan mempengaruhi rendemen atau kandungan minyak TBS tersebut. Untuk mencapai hal ini maka diperlukan proses produksi yang lancar dan pengawasan setiap proses secara berkesinambungan. mutu dan biaya dari aktivitas yang merupakan penyebab timbulnya biaya dapat dikelola dengan baik. Jangka waktu maksimum tandan buah segar untuk diolah agar mendapatkan hasil yang baik adalah 8 jam setelah panen. Dengan manajemen aktivitas ini. Dalam pelaksanaan aktivitas proses pengolahan. yaitu waktu yang diperlukan oleh aktivitas-aktivitas di atas untuk mengolah 360. 1. Aktivitas-aktivitas pengolahan ini saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Dari inspeksi proses ini. Untuk meningkatkan efektivitas biaya.200 ton crude palm oil (CPO) per tahun dan 18.000 ton setiap tahun. Januari 2007 Dari skema proses pengolahan tersebut dapat dilihat bahwa proses pengolahan crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) mulai terpisah dari stasiun pengepresan. maka perhitungan manufacturing cycle effectiveness (MCE) dapat dilakukan dengan pembagian processing time dengan cycle time. konsumsi waktu yang diukur sebagai processing time merupakan konsumsi waktu yang optimal. Mutu TBS mempengaruhi harga jual TBS tersebut dan kualitas crude palm oil yang dihasilkan. 118 . Konsumsi waktu optimal ini adalah konsumsi waktu yang timbul dari kapasitas pabrik. Persentase penurunan mutu buah kelapa sawit akan semakin parah jika terjadi penumpukan buah di loading ramp terutama jika buah tersebut sampai menginap.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. biaya pengolahan dapat lebih efektif dan mencerminkan biaya pengolahan yang sebenarnya. Hal ini diakibatkan karena lamanya waktu untuk memproduksi tandan buah segar (TBS) akan mempengaruhi rendemen (kandungan minyak) TBS tersebut. inspection time. Dari hasil perhitungan ini dapat dilakukan analisis dan langkah yang dapat diambil untuk memanajemen aktivitas. dan storage time. Lancarnya proses produksi sangat tergantung pada mesin peralatan dan tenaga kerja yang beroperasi. 12 No. moving time. Hal ini juga akan memaksimalkan penggunaan tenaga kerja di loading ramp. Perhitungan dan Analisis Manufacturing cycle Effectiveness Setelah aktivitas-aktivitas proses pengolahan kelapa sawit diidentifikasi dan dibedakan menjadi aktivitas penambah nilai yang terukur sebagai processing time dan aktivitas tidak menambah nilai yang terukur sebagai waiting time.000 ton palm kernel (PK) per tahun. yaitu mampu mengolah 1. Vol.

Hal ini disebabkan karena pada musim kemarau kebun kelapa sawit menghasilkan tandan buah segar (TBS) yang digunakan untuk memproduksi crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) lebih sedikit dibandingkan pada musim penghujan. Dengan konsep ini. Di samping itu. Manajemen yang telah diterapkan ini merupakan total quality control (TQC). R. ”Makin besar volume kapasitas maka makin kecil biaya setiap unit (economic of scale). bahan baku yang tersedia lebih sedikit akan mempengaruhi biaya rata-rata termasuk biaya bahan bakar. Pengaruh Fluktuasi Ketersediaan Bahan Baku Pada Efektivitas Biaya Produksi perkebunan kelapa sawit berfluktuasi karena adanya musim penghujan dan musim kemarau. alasannya karena biaya fasilitas dan biaya operasi tidak akan bertambah bila volume produksi bertambah”. bila volume bertambah maka biaya tetap per unit akan turun. Pada musim kemarau biaya rata-rata menjadi lebih besar. supply listrik dan air. Pengujian hasil akhir crude palm oil (CPO) juga dilakukan di dalam laboratorium. 119 . Menurut Lalu Sumayang (2003:113). Menurut Lalu Sumayang (2003:113). hal ini dapat disebabkan oleh : • Kuantitas tersedianya tandan buah segar (TBS) pada musim kemarau yang lebih sedikit. biaya variabel meningkat sebagai akibat penggunaan lembur dan subkontraktor. Menurut Lalu Sumayang (2003:118). Fluktuasi ketersediaan tandan buah segar (TBS) pada musim penghujan dan musim kemarau akan berpengaruh pada biaya rata-rata dalam memproduksi tandan buah segar. “economic of scale adalah penghematan biaya yang disebabkan karena penggunaan sumber daya skala besar atau produksi secara massal”. perbedaan produksi yang terjadi adalah 60% pada musim penghujan dan 40% pada musim kemarau. Dalam teori economic of scale. Menurut Zahri (2003). Contohnya pada saat pabrik memproduksi dengan kapasitas yang tidak optimal biaya tetap seperti upah dan gaji karyawan masih harus dibayar. Ermadiani. Weddie Andriyanto) Aktivitas inspeksi dilakukan oleh perusahaan dengan cara menempatkan tenaga kerja operator yang sudah terlatih dalam bidang tersebut untuk mengawasi dan mengontrol proses pengolahan yang berlangsung pada setiap stasiun pengolahan. kuantitas produksi akan mempengaruhi biaya variabel. (Yulia Saftiana. Apabila volume produksi bertambah maka biaya per unit akan turun. jadi inspeksi mutu menjadi tanggung jawab setiap personil di dalam perusahaan. Pada batas kapasitas. • Sesuai dengan kondisi perusahaan. sedangkan karyawan tidak bekerja secara maksimal. Keadaan ini menyebabkan suplai bahan baku tandan buah segar untuk pabrik bervariasi dan menyebabkan pabrik bekerja di bawah kapasitasnya. tiap-tiap pekerja bertanggung jawab untuk mengawasi mutu produk yang dihasilkannya ataupun mutu bahan bakunya. “Pengurangan biaya dapat dicapai dengan menaikkan efisiensi aktivitas penambah nilai dengan meningkatkan aktivitas ke tingkat skala ekonomi (economic of scale) tanpa disertai dengan kenaikan total biaya aktivitas itu sendiri”. Pengurangan biaya ini terjadi bila semua faktor produksi dikembangkan secara proporsional.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. Begitu juga dengan pemeliharaan mesin-mesin pabrik yang tetap harus dilakukan walaupun kapasitas produksi sedikit.

Perusahaan sebaiknya lebih memperhatikan masalah fluktuasi ketersediaan tandan buah segar. Jika pabrik sedang tidak memproduksi. Kinerja perusahaan dan efisiensi dapat ditingkatkan melalui perbaikan aktivitas yang bertujuan untuk mencapai cost effective dan menurunkan biaya produksi. 1. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan membuat ikatan jual beli tandan buah segar dengan perkebunan kelapa sawit swasta skala menengah. pengurangan aktivitas. pembagian aktivitas. 12 No. dan penghilangan aktivitas yang dapat diterapkan terhadap aktivitas-aktivitas bukan penambah nilai. Beberapa langkah yang dapat dipilih untuk manajemen aktivitas tersebut antara lain adalah : pemilihan aktivitas. supply listrik dan air menggunakan genset dan solar. Peningkatan biaya ini berdampak cukup besar pada harga per kg tandan buah segar (TBS) seperti pada stasiun penerimaan tandan buah segar dan muatan. 2. Vol. Saran-saran Beberapa saran yang dapat diberikan atas hasil analisis yang dilakukan terhadap aktivitas pabrik pengolahan kelapa sawit kepada pihak perusahaan adalah : 1. Sehingga processing expenses dan general charges aktual dapat lebih kecil daripada budget perusahaan. Perbedaan jumlah produksi kelapa sawit antara realisasi dengan kapasitas optimal pabrik salah satunya dapat disebabkan karena fluktuasi ketersediaan tandan buah segar (TBS). Perusahaan sebaiknya melakukan manajemen aktivitas pada proses pengolahan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dengan analisis manufacturing cycle effectiveness dapat diketahui persentase value added activities dalam suatu aktivitas yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk menghasilkan value bagi customers. Berdasarkan hasil analisis MCE tersebut maka usaha yang dilakukan untuk memanajemen aktivitas ditempuh dengan melibatkan semua bagian. Aktivitas pabrik dalam mengolah kelapa sawit dan supply listrik kantor dan perumahan biasanya menggunakan bahan bakar dari stasiun boiler. Dengan langkah-langkah tersebut maka pihak perusahaan dapat memilih langkah yang relevan dan efektif untuk memperbaiki aktivitas. swasta skala kecil dan perkebunan rakyat pada waktu bahan baku yang tersedia tidak memenuhi kapasitas pabrik. 120 . Perbedaan jumlah produksi ini akan berpengaruh terhadap efektivitas biaya perusahaan. Perusahaan juga dapat menerapkan konsep manajemen biaya yang kompetitif untuk mengelola aktivitas-aktivitas pabrik.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Januari 2007 Pabrik menggunakan bahan bakar solar dan bahan bakar dari cangkang dan serabut yang digunakan pada stasiun boiler. Hal ini merupakan salah satu sumber penghematan biaya pabrik. Hal ini membutuhkan biaya yang lebih besar untuk membeli solar. Biaya rata-rata perusahaan akan cenderung meningkat pada musim kemarau dibandingkan musim penghujan.

Salemba Empat. Jakarta. Salemba Empat. DAFTAR PUSTAKA Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) Perkebunan dan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Pola PIR-Trans. Dasar-Dasar Manajemen Produksi & Operasi. Palembang. Mulyadi. Ermadiani. UPP AMP YKPN. Yogyakarta. Widjaja T. Yogyakarta. No. Garrison dan Noreen. Mulyadi. Mencapai Pabrikan yang Efisien Sekaligus Fleksibel Dengan Cellular Manufacturing. 2003. Amin. Yogyakarta. Untuk mengurangi waktu dan aktivitas inspeksi atau pengawasan. Amin. Hal. 2003. (Yulia Saftiana. perusahaan dapat menggunakan teknologi komputerisasi untuk menjalankan dan mengawasi proses pengolahan kelapa sawit. Usahawan. ITB Bandung. 29/Th. 1998. Hal. Widjaja T. Jakarta. Weddie Andriyanto) 3. R. Jakarta. Simamora. 121 . Totok Budisantoso). 2001.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. 1997. Akuntansi Manajemen : Konsep Untuk Perencanaan. Indriantoro. Henry. Harvarindo. New Jersey. 2002. Akuntansi Manajemen Jilid 2 (Diterjemahkan oleh A. Harvarindo. 2000. Management Accounting. Activity Based Cost System. 1998. Salemba Empat. dan Pengambilan Keputusan. 2003. Akuntansi Sektor Publik. 1997. Mardiasmo. Pengendalian. Purwoto. Banker. 2005. Media Akuntansi. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen : Sistem Pelipatganda Kinerja Perusahaan. Atkinson. Activity Based Costing : Untuk Manufakturing dan Pemasaran. Akuntansi Manajemen. 26-31. Garrison. Anthony A and Rajib D. Lalu. Mulyadi dan Johny Setyawan. 2-6. Lucas. 2005. Aek Tarum. PrenticeHall. No. 2002 Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen.V/September 1998. 1998. Jakarta. 05/XXVII/Mei 1998. BPFE Fakultas Ekonomi UGM. Target Costing dan Kaizen Costing. Nur dan Bambang Supomo. Andi Offset. PT. Sumayang. Ray H. Pergeseran Ukuran Kinerja ke Cost Effectiveness. Jakarta. Jakarta. Salemba Empat.

com fxsol.com amazon. Latar Belakang Masalah Foreign exchange adalah pertukaran satu mata uang dengan mata uang lainnya. where in his research said that human tendency to behaviour ini this case for take the decision.com gaincapital. influence by afection social norm and the other facility. para broker company dan perusahaan yang memberikan fasilitas untuk bertransaksi (firm that conduct foreign trade transaction) dengan bebasnya bisa merambah pasar dunia secara bebas Baik langsung maupun tidak langsung pelayanan transaksi ini telah masuk ke Indonesia. Dengan berkembangnya teknologi internet. di mana dalam pasar ini mata uang diperdagangkan baik jual maupun beli secara bebas.the second purpose to know whether the afection .com aforex.com .com fxpowercourse.com No. tax income A. Pasar ini merupakan pasar persaingan sempurna.com ac-markets. daftar nama forex dealer No.5 trilliun dolar perhari dalam 24 jam sehari dari senin sampai jumat. dengan perputaran uang antara 1 sampai 1.DAFTAR ISI Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Mengadopsi Sistem Pemotongan Pajak Pada PerusahaanPerusahaan Foreign Exchange Berbasis Internet Oleh : Agus Zahron ABSTRACT This research adapt theory framework that was told by Triandis. social norm and the other factor influence to interest from foreign exchange company for insert tax’s software of foreign exchange transaction Keywords : framework. The purpose of this research to give a knowledge of the foreign exchange company about tax income and Indonesian’s tax policy. 36 37 38 39 40 Forex Broker fxlinks.com analyticfx. interest from foreign exchange. Selain itu juga merupakan pasar finansial terbesar dan terliquid.com fxstreet. 1 2 3 4 5 Forex Broker abwatley. Saat ini Perusahaan Foreign Exchange yang websitenya ada di internet sebanyak 70 perusahaan. Yang tergambar dalam tabel di bawah ini Tabel 1.

com investormap.com saxobank.com. 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Forex Broker ApexForex.com fxdd.com kshitij.com quotewatch. 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Forex Broker gcitrading.com esignal.com Walaupun demikian Indonesia masih belum mampu untuk mengimbangi kemajuan teknologi ini.com refcopro.com goldbergforeignexchange.ua Forextrading. 1. sebagai contoh dalam pengaruhnya dalam kebijakan perpajakan dei Indonesia.com igforex. yang termasuk obyek Pajak Penghasilan (PPh) adalah Penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis 124 .com cfoasia.com forex-cmc.com forex-ats.com shieldfx.com thefinancials.com foresight-investment.com cftc.com mdicorps.Saxo Bank fortunetraders. 12 No. Januari 2007 No.com ltgFX.com/global-forex.com pronetanalytics.com enetspeculation.com wellsfargo.com forex.uk forex-day-trading.au pro-forex.com fairlot.com forexcapital.com global-view.com realtimeforex.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. dimana masih belum adanya teknik atau metode pemungutan pajak untuk laba atas transasi pertukaran mata uang asing yang dihasilkan dalam transaksi yang berbasis internet.com fxcm.com stockk.com foreign-trade.com-switzerland forex-pro.com ifxmarkets.com commoditytrader.com forex-mg.com oanda.com traders.com findbrokers.com intellexonline.com hantecforex.com refcofx.com aspenforex.com.com eurosupport. Dalam Undang-Undang Perpajakan di Indonesia.com learnforex.com cambridgefx.net DayTradeForex.com interbankfx.com investorlinks.htm keystone-web.com Forex-Millenium.Com .com gftforex.com forexfunds.com fxfirst.com ozforex.gov charterfx.co.com cms-forex.com No. Vol.

dimana dalam penelitiannya menyatakan bahwa kecenderungan manusia untuk berperilaku dalam hal ini untuk megambil keputusan. Menurut survei tiga-tahunan 2001 oleh Bank of Internasional Settlement (BIS). Penelitian ini mengadopsi kerangka teori yang telah dikemukakan oleh Triandis. adalah keuntungan karena selisih kurs mata uang asing. Kerangka Pemikiran 1. Tetapi kita mengasumsikan bahwa capital gains ataupun capital losses yang terjadi akibat transaksi valuta asing tersebut tetap merupakan obyek pajak. Selanjutnya salah satu penghasilan yang termasuk obyek pajak menurut pasal 4 huruf l UU no 17 tahun 2000. karena terdorong oleh tingkat fluktuasi mata uang tertentu yang tajam terhadap mata uang lainnya. penggabungan (merger) bank. pengenaan pajaknya diatur oleh Peraturan Pemerintah. dipengaruhi oleh afeksi. Kemudian dalam ayat 2 dijelaskan bahwa penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya di bursa efek. Untuk mengetahui pengetahuan perusahaan-perusahaan foreign exchange mengenai tax income dan indonesian’s tax policy. 125 . Walaupun dalam penjelasannya masih belum mencakup tentang transaksi pertukaran valuta asing yang dilakukan oleh Wajib Pajak secara mendetail. 2. baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. di atas 50% di antaranya diadakan di pasar tunggal London.DAFTAR ISI Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan ……. (Agus Zahron Idris) yang diterima atau di peroleh Wajib Pajak. B. D. Transaksi Pertukaran Valuta Asing (Foreign Exchange) Pasar kurs mata uang asing (forex exchange market) memulai keberadaannya pada tahun 1971 setelah berakhirnya era perjanjian Bretton Woods. Omset global meningkat pesat di atas bilangan survai BIS 1978 sebesar $1. Untuk mengetahui apakah afeksi. dengan nama dan dalam bentuk apapun. pertumbuhan perdagangan elektronik pada ongkos suara dan telepon dealing (menyebabkan lebih sedikit transaksi) dan konsolidasi non bank yang sudah mengurangi keperluan untuk kurs mata uang asing. jumlah omset kurs mata uang asing global lebih dari $1. norma sosial dan faktor pendukung berpengaruh terhadap minat dari perusahaan-perusahaan foreign exchange untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange.490 billion. dan fasilitas pendukung mempengaruhi pengambilan keputusan pada perusahaan-perusahaan Foreign Exchange untuk menerapkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange? C. norma sosial dan fasilitas yang mendukung. Masalah Apakah norma sosial. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan. Tujuan Penelitian 1. afeksi.200 bilion per hari. BIS memnghubungkan hal ini dengan peluncuran euro.

dengan nama dan dalam bentuk apapun. dibandingkan dengan pasar futures seperti pasar komoditi yaitu $437. yang di Indonesia diatur dalam pasal 25 UU PPh tahun 2000. yaitu pihak yang menerima penghasilan dari pihak ketiga. Artinya setiap wajib pajak yang menerima penghasilan. Untuk Withholdig Tax System pemotongan atau pemungutan pajak mulai difokuskan pada sumbernya (levying tax at source). Berbeda dengan Estimated System dimana yang melaksanakan pemenuhan kewajiban perpajakan dalam hal ini yang melaksanakan inisiatif dan sekaligus bertanggung jawab atas pembayaran pajak adalah wajib pajak sendiri. yaitu Withholdig Tax System dan Estimated System. Dengaqn penjelasan nya bahwa keuntungan karena selisih kurs dapat disebabkan fluktuasi kurs mata uang asing atau adanya kebijakan pemerintah di bidang moneter. Termasuk ke dalam obyek pajak dalam huruf l. deviden dan royalti tersebut. Sehingga di kenal sebagai PPh pasal 25. Atas keuntungan yang di peroleh karena fluktuasi kurs mata uang asing. 12 No. deviden dan sebagainya. UU no 14 th 2000. Sistem ini disebut sebagai Self Assessment System.4 billion. Perlakuan Pajak atas Transaksi Valuta Asing Menurut bab III pasal 4.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. dan pasar ekuitas seperti pasar saham sebesar $ 191 billion. 2. sedang pihak pertama adalah fiskus dan pihak kedua adalah Wajib Pajak . Menurut Robert L Simon dalam tulisannya “Taxation of Day Traders”. pasal 4. bunga. yang dapat di pakai untuk konsumsi maupun untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan. tadi adalah keuntungan karena selisih kurs mata uang asing. Vol. Pemotongan pajak sistem ini disebut withholding Tax System. bunga.5 billion Pasar Forex merupakan pasar terbesar di dunia. royalti. Prinsip Pemungutan Pajak di Indonesia Pada Current Payment System terdapat 2 unsur sistem pemotongan pajak. yaitu dengan cara menjumlahkan keuntungan dan kerugiannya dalam satu tahun. 126 . maka pada saat itu pula pemerintah melalui pemotong pajak (tax withholder) memotong pajak atas penghasilan yang dibayarkan kepada Wajib Pajak penerima bonus. 1. menyatakan bahwa yang menjadi obyek pajak adalah setiap tambahan penghasilan baik yang berasal dari Indonesia maupun yang berasal dari luar Indonesia. dimana pemotong pajak yang disebut tax withholding berkedudukan sebagai pihak ketiga. menyatakan cara untuk menghitung pajak atas transaksi pertukaran mata uang adalah melalui penghitungan netto akhir tahun. Januari 2007 Dengan jumlah transaksi hampir $1. Keuntungan yang diperoleh dari hasil selisih tersebut akan dikenakan pajak dengan tarif pajak penghasilan pada umumnya. misalnya pada waktu menerima bonus. 3. pengenaan pajaknya dikaitkan dengan sistem pembukuan yang dianut oleh wajib pajak dengan syarat dilakukan secara taat azas. Contoh sistem ini adalah pada PPh pasal 23.

Dirjen Pajak memantau transaksi-transaksi yang telah dilakukan oleh trader dan investor. 4. Dirjen Pajak melakukan konfirmasi atas jumlah pajak yang di transfer oleh perusahaan foreign exchange dengan hasil perhitungan pajak melalui internet. 2. Seperti dalam skema di bawah. Fungsi sistem informasi sendiri terbagi menjadi tiga subfungsi yaitu Analisis Sistem. 3. Investor dan Trader melakukan transaksi foreign exchange melalui internet. Perancangan sistem pemotongan pajak yang efisien dan efektif adalah melalui penyisipan software sistem ke dalam sistem transaksi foreign exchange dalam sistem internet yang di jalankan oleh perusahaan-perusahaan foreign exchange. (Agus Zahron Idris) 4. Pengembangan Sistem Pemotongan Pajak Atas Transaksi Forex Online. Perusahaan Foreign Exchange setiap tahun memotong pajak pada para investor dan trader atas keuntungan dari jumlah hasil transaksi foreign exchange dalam setahun untuk disetorkan pada Dirjen Pajak melalui Bank yang ditunjuk.DAFTAR ISI Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan ……. dan implementasi (operasi). 127 . 5. Perusahaan Foreign Exchange melakukan transaksi dengan para broker dan investor melalui media internet. Perancangan Sistem. 6 Dirjen Pajak 5 1 Trader dan Investor 2 Media Internet Bank 3 Perusahaan Foreign Exchange 4 Keterangan: 1.

Trader dan Investor melakukan konfirmasi pemotongan pajaknya kepada Dirjen Pajak. 128 . Atau dengan kata lain adalah apa yang orang lain ingin kita lakukan. merupakan perilaku individu yang lebih luas lagi karena menyangkut keputusan seseorang yang berada pada suatu posisi tertentu dalam kelompok. Skema Sistem Pemotongan Pajak atas Transaksi Pertukaran Mata Uang Asing (Foreign Exchange Trading) 5. Penelitian Triandis Sesuai dengan hasil penelitian Triandis pada tahun 1980. norma-norma sosial dalam lingkungan kerja. 2. Peraturan (role). 1. yang meneliti tentang penggunaan komputer dalam perusahaan. Norma-norma Sosial Afeksi Kecenderungan Kondisi yang Mendukung Norma sosial adalah pesan yang diterima dari orang lain yang merefleksikan tentang apa yang akan dilakukan oleh seseorang.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Kultur subyektif terbagi atas : 1. Norma (norm). Januari 2007 6. masyarakat. kebiasaan yang berhubungan dengan penggunaan komputer. Berangkat dari hasil penelitian Triandis tersebut maka dalam penelitian ini mengambil model seperti bagan di bawah ini. Vol. yaitu instruksi pribadi untuk melakukan apa yang dianggapnya benar dan dipengaruhi oleh para anggota masyarakat yang ada dalam situasi sosial yang spesifik. Konsep model yang diajukan oleh Triandis adalah bahwa penggunaan PC di perusahaan dipengaruhi oleh perasaan individual (afeksi) terhadap pemakaian PC. hasil yang diharapkan atas penggunaan komputer. 12 No. atau sistem sosial. Lingkungan internal individu dalam budaya subyektif kelompok tertentu dan hubungan interpersonal secara spesifik akan membentuk hubungan satu individu dengan individu lainnya. dan fasilitas pendukung dalam lingkungan komputerisasi.

DAFTAR ISI
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan ……. (Agus Zahron Idris)

3.

Nilai (value), merupakan suatu disposisi yang lebih luas dan sifatnya lebih mendasar. Nilai berakar lebih dalam dan karenanya lebih stabil dibandingkan sikap individu.

Dalam penelitian ini variabel norma sosial adalah pandangan individu terhadap peraturan perpajakan di Indonesia. Afeksi, komponen afektif menyangkut masalah emosional subjektif seseorang terhadap suatu obyek sikap. Secara umum, komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki terhadap sesuatu. Triandis menggunakan kata afeksi, untuk menggambarkan perasaan seseorang yang berkaitan dengan perasaan senang, nyaman, dan nikmat, atau tertekan, kesal, dan benci. Variabel dalam kontruk afeksi adalah persepsi yang dipercaya akan berpengaruh jika software sistem pemotongan pajak pada transaksi pertukaran mata uang (foreign exchange) diterapkan dalam website mereka. Fasilitas Pendukung, merupakan faktor obyektif di luar lingkungan. Menurut Triandis perilaku tidak akan terlaksana jika kondisi obyektif dalam lingkungan tersebut tidak mendukung. Bentuk variabel fasilitas pendukung adalah keyakinan akan tersedianya sofware yang simple dan pendukung sistem lainnya untuk operasionalisasi sistem.

E. Hipotesis Penelitian 1. 2. 3. 4. Afeksi perusahaan foreign exchange terhadap penerapan software berpengaruh positif terhadap minat mereka untuk menyisipkan software tersebut. Norma sosial perusahaan foreign exchange terhadap penerapan software berpengaruh positif terhadap minat mereka untuk menyisipkan software tersebut. Faktor pendukung perusahaan foreign exchange terhadap penerapan software berpengaruh positif terhadap minat mereka untuk menyisipkan software tersebut. Afeksi, norma sosial dan faktor pendukung dari perusahaan foreign exchange secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat mereka untuk menyisipkan software tersebut.

Metode pengumpulan data Penelitian ini menggunakan data primer, dimana pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner pada 70 perusahaan foreign exchange yang berbasis internet melalui e-mail. Pola penyebarannya dengan cara membuat satu jenis kuesioner online melalui website www.formsite.com dan untuk mempercepat proses pengisisn serta pengiriman kembali dari kuesioner tadi, kemudian kuesioner tadi di attach dan dikirimkan pada contact person dari tiap perusahaan dan hasil jawaban dari perusahaan tersebut secara otomatis langsung terkirim kembali ke e-mail peneliti. 129

DAFTAR ISI
Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 12 No. 1, Januari 2007

Kerangka Penelitian NORMA SOSIAL (X2) MINAT (Y)

AFEKSI (X1)

FAKTOR PENDUKUNG (X1)

ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Gambaran Umum Dari 70 perusahaan yang terpilih menjadi sampel, keseluruhan perusahaan (responden) mengetahui mengenai Income tax. Tetapi sebagian besar perusahaan yakni sebesar 62,8 persen tidak mengetahui mengenai Indonesian’s tax policy, sedangkan sisanya sebesar 37,2 persen mengetahui mengenai Indonesian’s tax policy. Persentase terbesar perusahaan yakni sebesar 42,3 persen menyatakan sangat setuju mengenai pengenaan pajak pada transaksi foreign exchange. Variabel-variabel Penelitian Persentase terbesar dari perusahaan yang memiliki minat tinggi untuk menyisipkan software tersebut terjadi pada kelompok perusahaan dengan afeksi positif yaitu sebesar 81,4 persen dan yang terkecil terjadi pada kelompok perusahaan dengan afeksi negatif yaitu sebesar 18,6 persen. Norma sosial dibedakan menjadi dua yaitu positif dan negatif. Persentase perusahaan yang memiliki minat tinggi untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange terjadi pada kelompok perusahaan dengan norma sosial positif yaitu sebesar 67,4 persen. Dan persentase ini menurun pada kelompok perusahaan dengan norma sosial negatif yaitu sebesar 32,6 persen. Berdasarkan faktor pendukung yang dibedakan menjadi positif dan negatif, persentase perusahaan yang memiliki minat tinggi untuk menyisipkan software pengenaan pajak 130

DAFTAR ISI
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan ……. (Agus Zahron Idris)

atas transaksi foreign exchange lebih banyak terjadi pada kelompok perusahaan dengan faktor pendukung positif yaitu sebesar 81,4 persen daripada kelompok perusahaan dengan faktor pendukung negatif yaitu sebesar 18,6 persen. Analisis Regresi logistik Penghitungan regresi logistik dilakukan dengan menggunakan paket program SPSS 11.5 for windows dengan menggunakan metode Backward Wald. Dengan metode ini maka setiap variabel yang tidak signifikan akan dikeluarkan dari model secara otomatis melalui beberapa iterasi. Berdasarkan hasil pengolahan dan perhitungan (Lihat output Omnibus Tests of Model Coefficients), diketahui bahwa nilai statistik uji G2 adalah sebesar 14,268 dengan signifikansi sebesar 0,001 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif yang menyatakan minimal ada satu variabel dari tiga variabel penjelas yang digunakan, berpengaruh signifikan terhadap minat perusahaan untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange dapat diterima dan digunakan untuk menjelaskan variabel respon. Nilai-nilai statistik uji yang lain dapat dilihat pada tabel berikut ini yang menyajikan nilai parameter statistik, statistik uji wald, nilai odds rasio. Tabel 2. Parameter Statistik, Uji Wald dan Odds Rasio
Variabel (1) Afeksi Positif (1) Norma Sosial Positif (1) Konstan

ˆ β
(2) 1,262 1,103 -1,195

ˆ SE ( β )
(3) 0,541 0,508 0,480

Wald (4) 5,428 4,714 6,207

Sig (5) 0,020 0,030 0,013

ˆ Exp( β )
(6) 3,531 3,014

Sumber: diolah dari data primer, 2004 Berdasarkan statistik uji wald yang di dapat, jika dilihat secara parsial dapat ditarik kesimpulan bahwa ada dua variabel yang berpengaruh nyata terhadap minat perusahaan untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange yaitu variabel afeksi dan norma sosial. Model yang di peroleh adalah sebagai berikut:

ˆ πx =

exp(-1,195 + 1,262D1 + 1,103D 2 ) 1 + exp(-1,195 + 1,262D1 + 1,103D 2 )

Model persamaan linier yang dihasilkan dari transformasi logit adalah sebagai berikut: g(x) = -1,195+1,262D1+1,103D2 , dimana: D1 = Afeksi (Positif) D2 = Norma sosial (Positif) 131

Sedangkan kategori dasar untuk variabel norma social adalah norma sosial negatif. 2. maka dapat disimpulkan bahwa: 1.014 kali daripada perusahaan dengan norma sosial negatif. Nilai ini berarti bahwa kecenderungan perusahaan dengan norma sosial positif untuk memiliki minat yang tinggi untuk untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange sebesar 3. Nilai odds rasio untuk perusahaan dengan norma sosial positif adalah sebesar 3. Nilai odds rasio untuk perusahaan dengan afeksi positif adalah sebesar 3. Indonesian Tax Laws 2000. Nilai ini berarti bahwa kecenderungan perusahaan dengan afeksi positif untuk memiliki minat yang tinggi untuk untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange sebesar 3. maka digunakan nilai odds rasio yang ditunjukkan dengan nilai eksponensial ˆ beta (exp β). Kategori dasar atau reference category merupakan kategori-kategori yang ada dalam variabel penjelas yang digunakan sebagai pembanding pada tahapan analisis. Vol. Untuk mengetahui tingkat kecenderungan dari variabel-variabel yang masuk ke dalam model. 12 No.531 kali daripada perusahaan dengan afeksi negatif. Januari 2007 ˆ Berdasarkan nilai estimasi koefisien regresi ( β ) yang didapatkan pada tabel 2 di atas ˆ terlihat bahwa nilai β untuk variabel afeksi adalah 1.262 yang berarti bahwa ada hubungan positif antara afeksi dengan minat perusahaan untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange. 132 .103 . DAFTAR PUSTAKA __________________.014.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 1. Sebagai kategori dasar (reference category) untuk variabel afeksi dalam analisis ini adalah afeksi negatif. Completed Compilation. Variabel norma sosial juga memiliki hubungan positif dengan minat perusahaan untuk ˆ menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange dengan nilai β sebesar 1.531. Hal ini dapat diartikan bahwa kecenderungan perusahaan dengan afeksi positif untuk memiliki minat yang tinggi untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange lebih besar dibandingkan perusahaan dengan afeksi negatif. Formasi 2001. ˆ Berdasarkan nilai exp ( β ) pada tabel 2 di atas. Hal ini dapat diartikan bahwa kecenderungan perusahaan dengan norma sosial positif untuk memiliki minat yang tinggi untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange lebih besar dibandingkan perusahaan dengan norma sosial negatif.

133 . Under Changing Economic Conditions. Penerbit Erlangga. The Committee of Fiscal Affairs of OECD. Taxation and Accounting for Financial Instruments. Hedging Currency Exposures. Prentice Hall. 2001. April 25. Inc.DAFTAR ISI Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan ……. Jakarta. Sommers. Keuangan Negara dalam Teori dan Praktek. Howell. Musgrave. MIS QuarterlyVolume 15 No. Simon and Schuster. Organization Economic for Co-operation Development. The Individual Income Tax. Penerbit Salemba Empat. Undang-Undang Pajak Tahun 2000. Ronald L. Teori dan Pengukurannya. Lindsay. Glenlake and Amacom. Saifuddin. Studies of Government Finance. The San Fransisco Examiner Newspaper. (Agus Zahron Idris) __________________. 1995. William S Hoopwood. Christopher A. Pengantar Perpajakan.1. 2000. Goode Richard. 1964. Soemitro. Sikap Manusia. PT Eresco Bandung. Thouche Ross and Co. Taxation of Day Traders. 1993. Pajak Penghasilan. Peggy R. 1986. March 1991. New Jersey. Higgins. George H. Jakarta. Personal Income Tax Systems. Accounting Information Systems. 1994. Azwar. Yogyakarta. Hull. Bodnar. Englewood Clift. Nurmantu Safri. 2002. Rochmat. John C. Musgrave. 1997. Brian. Robert L. Thompson. 1999. Richard A. Personal Computing: Toward a Conceptual Model of Utilization. Option. Jane M. Institut Fiskal Indonesia. Futures and Other Derivative. 1993. 2003. Coyle. Pustaka Pelajar. John and Michael Lloyd. Princeton University Press. Terjemahan.

Tentu saja produk dan jasa yang akan 11 12 Dosen Jurusan Akuntansi FE Unila Dosen Jurusan Akuntansi FE Unila 13 Dosen Jurusan Akuntansi FE Unsri . Selain itu. Ermadiani13 ABSTRACT The main purpose of this journal is to provide information to the people who is interesting in knowing Just In-Time system.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time Untuk Meningkatkan Efisiensi Dan Produktivitas Pada Perusahaan Industri Oleh : Yenni Agustina . Key words : inventory control system. The Just In-Time system. Peningkatan kemampuan penyediaan atau produksi barang dan jasa yang dibutuhkan manusia merupakan usaha yang harus dilakukan oleh perusahaan atau organisasi untuk dapat memenuhi permintaan akan kebutuhan-kebutuhan tersebut secara efisien dan produktif. Traditionally. Persaingan di antara perusahaan-perusahaan tersebut akan membawa keuntungan bagi konsumen karena persaingan yang semakin intensif akan mendorong perusahaan untuk menghasilkan produk dengan harga yang lebih rendah. kualitas menjadi lebih tinggi. perkembangan teknologi informasi seperti internet. dll membuat konsumen lebih mudah melakukan akses terhadap kualitas produk dan jasa yang akan mereka beli. demand pull system. 11 1. e-commerce. incoming raw materials were ordered in very large shipments and were then stored in warehouse until they were needed for production or for providing a service. waste eliminating. Perkembangan ini menimbulkan tantangan untuk memenuhinya dengan meningkatkan kemampuan menyediakan atau menghasilkan produk yang berkualitas dengan biaya yang rendah. Dewi Sukmasari12. The principle of Just In-Time (JIT) is to eliminate sources of manufacturing waste by getting right quantity of raw materials and producing the right quantity of products in the right place at the right time. The Just In-Time Inventory control system was originally pioneered in Japan but has recently become a very popular control system in The United States. dan semakin banyak pilihan. Just In-Time system use a demand pull system because items are produced or ordered only when there are customer order. Pendahuluan Perkembangan peradaban manusia menimbulkan adanya perkembangan teknologi yang terarah kepada teknologi canggih dan peningkatan kebutuhan manusia. organizations make frequent smaller orders of raw materials.

2. Sekarang. d. manajer harus mengetahui apa yang diinginkan konsumen dan kapan mereka memerlukannya. Untuk menghadapi masalah tersebut. 12 No. Just In Time can also be generally defined as a strategy or guiding philosophy whose goal it is to seek manufacturing excellence” (Bambang Tjahjadi. Sistem Just In-Time bukan hanya sekadar wacana saja tetapi telah dapat diimplementasikan di beberapa perusahaan baik diperusahaan luar negeri maupun perusahaan dalam negeri. Dengan kata lain perusahaan harus dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kegiatan-kegiatan yang tidak bernilai tambah (nonvalue added activities) dan memaksimalkan kegiatan-kegiatan yang bernilai tambah (value added activities). Schniederjans mendefinisikan Just In Time sebagai “The successful completion of a product at each stage of production activity from vendor to customer just in time for its use and at minimum cost. kualitas yang tepat.Swanson dan William M. when it is needed and in the quantity that is needed” (Bambang Tjahjadi. Jadi dari definisi-definisi yang telah diberikan oleh para ahli tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mewujudkan kondisi ini adalah dengan menerapkan sistem pengendalian persediaan dan produksi Just In-Time. Ptak (1997) menyatakan bahwa Just In Time merupakan suatu filosofi yang mendorong organisasi untuk meningkatkan produk dan proses produksinya dengan mengeliminasi pemborosan-pemborosan (Christine A. Kankford. 2001). 136 . Dengan demikian perusahaan yang mampu eksis didunia bisnis adalah perusahaan yang dapat menghasilkan produk-produk tersebut. Stevenson dalam bukunya yang berjudul “Production/operations Management” mendefinisikan sistem Just In Time sebagai “a repetitive production system in which processing and movement of materials and goods occur just as they are needed. Kankford. 2005). Perusahaan harus mampu menciptakan suatu sistem yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan dengan mengeliminasi setiap pemborosan yang ada. 1.Swanson dan William M. Januari 2007 mereka beli adalah produk dengan kualitas terbaik dan harga yang relatif murah. usually in small batches” (Christine A. William J. c. Vol. Di antaranya yaitu : a. 2001). Pengertian Sistem Just In-Time Ada banyak ahli yang telah memberikan pendapatnya mengenai sistem just in time ini. Goetsch dan Davis (1998) mendefinisikan Just In Time sebagai “producing only what is needed. maka dapat disimpulkan bahwa sistem Just In Time merupakan suatu filosofi yang berusaha untuk mengeliminasi sumber-sumber pemborosan dengan memproduksi produk dengan jumlah yang tepat. dan dalam waktu yang tepat guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 2005). b.

Akibatnya 137 . Perusahaan tidak memiliki persediaan barang dalam proses dan semua barang jadi yang telah diselesaikan langsung dikirimkan kepada konsumen. Layout produksi Layout dapat didefinisikan sebagai susunan dari mesin-mesin dan peralatan produksi di suatu pabrik. Sistem Just In Time akan menimbulkan dampak yang signifikan pada operasi perusahaan manufaktur yang memiliki 3 kelas persediaan. Masalah layout merupakan masalah yang tetap dihadapi oleh perusahaan baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Maksudnya adalah semua mesin dan peralatan yang sama ditempatkan atau dikelompokkan dalam suatu area atau departemen yang sama. perusahaan harus memiliki ketiga kelas persediaan tersebut dalam jumlah yang besar sebagai penyangga sehingga operasi dapat berjalan dengan mulus tanpa ada gangguan. Barang dalam proses merupakan persediaan barang yang proses produksinya baru diselesaikan sebagian dan masih membutuhkan proses yang lebih lanjut sebelum siap untuk dilempar ke konsumen. Semua fasilitas untuk produksi baik mesin-mesin. (Yenni Agustina. Barang dalam proses diperlukan untuk mengantisipasi jika ada workstation yang tidak beroperasi normal. bahan tersebut kemudian diproses. Berbeda dengan sistem tradisional. Di samping perbedaan dalam hal persediaan. Ermadiani R. dan produk yang telah jadi segera dikirimkan kepada konsumen. Dalam sistem pengendalian persediaan dan produksi tradisional. Pendekatan ini mengharuskan pekerjaan dilaksanakan dari sekelompok mesin tertentu ke kelompok mesin yang lain. Dalam sistem tradisional. yaitu persediaan bahan baku.) e.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time ……. perusahaan yang menerapkan sistem Just In Time akan membeli bahan baku hanya untuk kebutuhan saat itu saja. Dewi Sukmasari. maupun fasilitas-fasilitas lainnya harus disediakan pada tempatnya masing-masing agar dapat bekerja dengan efisien dan efektif. meskipun terpaksa harus dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau bahkan ke gedung lain. Bahan baku dalam jumlah yang besar diperlukan untuk mengantisipasi jika pemasok terlambat mengantar bahan yang diminta. Jadi. tetapi belum dijual kepada konsumen. dan persediaan barang jadi. layout pabrik dibuat secara terspesialisasi. Sedangkan barang jadi diperlukan untuk mengantisipasi jika ada fluktuasi permintaan. Bahan baku adalah material atau bahan dasar yang digunakan untuk membuat suatu produk. Sedangkan barang jadi adalah unit produk yang telah selesai diproses secara penuh. perbedaan lainnya yang dapat dilihat adalah sebagai berikut : 1. Perusahaan merancang pabrik dengan mengelompokkan mesin dan peralatan sesuai dengan tipe dan jenisnya. Perbedaan Sistem Pengendalian Persediaan dan Produksi Tradisional dengan Sistem Just In-Time. pekerja. Garrison/Noreen (2000:10) menyatakan bahwa Pendekatan Just in time (JIT) dapat digunakan baik untuk perusahaan perdagangan maupun manufaktur. just in time berarti bahwa bahan baku diterima segera masuk ke proses produksi. persediaan barang dalam proses.

Set up harus sering dilakukan apabila akan beralih dari pemrosesan unit produksi tertentu ke jenis produk yang lain. Sedangkan dalam hal pemberdayaan pekerja. Pekerja diharapkan dapat mengoperasikan seluruh peralatan yang ada dalam jalur produksi. Vol. dan juga mampu untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan kecil alat-alat yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini sangat berbeda dengan sistem Just In Time. Januari 2007 biaya penanganan bahan menjadi tinggi. 12 No. 1. set up harus sering dilakukan dalam memproduksi produk. Seluruh mesin yang digunakan untuk memproses produk tertentu disatukan dalam suatu lokasi tertentu. Dalam sistem Just In Time.. Dalam sistem tradisional. Rancangan alur produksi dapat berbentuk garis lurus atau dapat berbentuk U. Dalam rancangan sel. dan penundaan-penundaan yang tidak perlu.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Sedangkan Untuk penerapan Just In Time dengan tepat. Set up Mesin Set up berisi aktivitas menyiapkan bahan. 2. 3. Pekerja memiliki wewenang untuk menyatakan pendapatnya mengenai bagaimana pabrik sebaiknya dioperasikan dan juga untuk menghentikan proses produksi jika mereka menemukan adanya masalah. Pendekatan ini menjadikan layout pabrik menjadi pabrik mini untuk masing-masing produk sehingga biasa disebut pabrik di dalam pabrik (factory within a factory). Hal ini diperlukan agar pekerja dapat saling menggantikan bila ada pekerja lain yang absen sehingga tidak mengganggu proses produksi. mempersiapkan peralatan. seorang pekerja menangani beberapa mesin sehingga mulai dari bahan mentah sampai produk jadi diselesaikan olehnya. Selain itu. kuncinya adalah bahwa semua mesin berada dalam satu lini produksi dikelompokan menjadi satu sehingga tidak untuk produk setengah jadi yang harus dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain dalam suatu pabrik. Rancangan alur produksi dapat juga berbentuk sel. bukan hal sederhana untuk mengubah dari layout produksi untuk mengahasilkan sekrup dengan ukuran ½ inci menjadi ¾ inci. apalagi untuk mesin-mesin yang masih ditangani secara manual. Sebagai contoh. Serangkaian langkah persiapan harus dibuat dan aktivitas ini dinilai cukup memakan waktu dan harus dihindari dan oleh karenanya setiap jenis produk harus diproduksi dalam jumlah besar. Pengelompokan dan Pemberdayaan Karyawan Dalam sistem tradisional. Pekerja memiliki peran yang sangat penting dalam proses produksi sehingga pekerja perlu untuk diberi kewenangan dalam mengambil keputusan-keputusan sesuai dengan batasan tugas dan tanggung jawabnya. mengubah setting mesin. perusahaan harus memperbaiki rancangan alur produksi dalam pabrik yang merupakan tahapan-tahapan fisik suatu produk mulai dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi. partisipasi dari pekerja sangat diharapkan dalam sistem Just In Time ini. seorang pekerja hanya melaksanakan pekerjaan tunggal dan pemeliharaan dilakukan oleh pekerja khusus. waktu set up dapat 138 . dan melakukan pengujian. Berbeda dengan sistem Just In Time. Pekerja perlu mengetahui dan bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan lain di luar pekerjaannya. pekerja juga tidak memiliki wewenang untuk menghentikan proses produksi. pekerja atau karyawan dituntut untuk memiliki kemampuan ganda dan fleksibel. pekerjaan dalam pengurusan persediaan menjadi terlalu banyak. akibatnya adalah menumpuknya barang sehingga tertumpuk sampai berhari-hari atau bahkan sampai beberapa bulan sebelum masuk ke workstation berikutnya.

Dewi Sukmasari. maka perbedaan utama antara sistem pengendalian persediaan dan produksi tradisional dengan sistem just in time dapat diringkas sebagai berikut : Perbedaan utama antara sistem pengendalian persediaan dan produksi tradisional dengan sistem just in time Sistem Just in time Sistem tarik (pull system) Persediaan dalam jumlah kecil Basis pemasok kecil Kontrak jangka panjang Struktur selular Tenaga kerja keahlian ganda Keterlibatan karyawan tinggi Manajemen mutu terpadu Pasar Pembeli Fokus rantai-nilai Sistem Tradisional Sistem dorong (push system) Persediaan dalam jumlah besar Basis pemasok besar Kontrak jangka pendek Struktur departemen Tenaga kerja terspesialisasi Keterlibatan karyawan rendah Tingkat mutu yang dapat diterima Pasar Penjual Fokus nilai tambah Sumber : Hansen & Mowen ”Manajemen Biaya” (2000:392) f. pendekatan yang digunakan adalah push system. dari satu proses ke proses berikutnya sampai menjadi produk jadi yang siap dipasarkan.) dikurangi dengan memperhatikan rancangan alur produksi. Bahan baku dibeli dan disimpan kemudian di dorong masuk ke proses produksi. Proses produksi akan ditentukan oleh permintaan dari konsumen. Elemen-elemen tersebut adalah sebagai berikut : 1. Flexible Resources Karyawan dalam lingkungan Just In Time harus memiliki kemampuan ganda dan fleksibel. (Yenni Agustina. Karyawan diharapkan dapat mengoperasikan seluruh peralatan dan mesin 139 . Kemudian order dari konsumen ini akan menarik seberapa banyak barang yang dibutuhkan untuk diproses pada workstation sebelumnya. 4.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time ……. (Garrison/ Berdasarkan uraian di atas. Proses Produksi Dalam sistem tradisional. Sedangkan dalam sistem Just In Time. Elemen Penting Sistem Just in Time Untuk menjamin keberhasilan dalam penerapan sistem Just In Time ini dibutuhkan adanya kerja sama dari beberapa elemen penting. Ermadiani R. maka tidak diperlukan lagi set up yang berulangulang dan jumlah unit produksi dapat dipenuhi berapapun sesuai dengan yang diinginkan. Jika peralatan dan mesin dirancang untuk satu jenis produk. pendekatan yang digunakan adalah pull system.

Vol. 12 No. Selain itu.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 3. Pendekatan Pull Just In Time Untuk Aliran Barang Workstation final mendorong terjadinya kebutuhan akan bahan dan komponen secukupnya Order JIT untuk bahan baku Order JIT untuk Order JIT untuk komponen dibagian komponen dibagian pemotongaan penggilingan Order JIT untuk barang jadi PEMASOK Cutting workstation Milling Workstation Assembly Workstation Sales Department Order konsumen dan batas waktu pengiriman customer Sumber: Garrison/Noreen “Akuntansi Manajerial” (2000:12) 140 . Januari 2007 dalam jalur produksi. bagian akhir dari perakitan akan memberikan tanda ke bagian sebelumnya untuk mengirimkan sejumlah partisi atau bahan yang dibutuhkan pada bagian tersebut. Cellular Layout Dalam sistem Just In Time. 2. mesin-mesin diatur sedemikian rupa menyerupai setengah lingkaran atau ditata dengan pola selular untuk tujuan efisiensi sehingga dapat mengurangi berbagai pemborosan. Ketika permintaan konsumen masuk. Produk dipindahkan dari satu mesin ke mesin lainnya dari awal hingga akhir. Pull System Dalam pull system. Demikian seterusnya. bagian di belakangnya akan mengirimkan tanda ke bagian yang ada di belakangnya lagi untuk mengirimkan barang setengah jadi sesuai dengan kebutuhan. Setiap sel merupakan miniatur pabrik secara keseluruhan. 1. mereka juga diharapkan mampu untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan kecil alat-alat yang menjadi tanggung jawabnya. proses produksi akan ditentukan oleh adanya permintaan dari konsumen. Setiap sel dirancang untuk memproduksi satu produk tertentu.

seperti ketersediaan bahan baku. 6. 7. Tidak seperti yang dilakukan dalam sistem tradisional yang menerapkan sistem mass production. dan lainlain. Ermadiani R. dan meningkatkan partisipasi dari pekerja-pekerjanya. Small-lot Production Perusahaan yang menerapkan sistem Just In Time hanya akan berproduksi sesuai dengan permintaan konsumen. tenaga kerja. tetapi juga dapat diterapkan di jenis perusahaan lainnya. dan melakukan pengujian. Di antara perusahaan-perusahaan tersebut.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time ……. Jadi. PT Triangle Motor. Ada beberapa faktor yang menyebabkan sistem ini sulit untuk diterapkan di Indonesia. seperti Toyota Motor Company di Jepang yang merupakan negara pencetus dari ide ini. sistem ini merupakan suatu hal yang baru karena hanya beberapa perusahaan yang mampu menerapkannya dengan baik. ada beberapa perusahaan yang telah berhasil menerapkan sistem ini. set up yang berulang-ulang tidak diperlukan lagi karena mesin telah dirancang untuk satu jenis produk. dalam lingkungan Just In Time kualitas merupakan suatu elemen yang sangat penting di samping elemen yang lain. Dewi Sukmasari. dan lain-lain. Bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. mempersiapkan peralatan. mengurangi biaya. Donald. Intel. Goodyear. Kondisi ini akan menimbulkan adanya penundaan dalam pengiriman barang kepada konsumen dan menimbulkan kekecewaan konsumen. Jika sejumlah unit produk jadi yang dihasilkan mengandung produk cacat. seperti PT Astra Daihatsu Motor. 5. mengubah setting mesin. PT Ardi Indah. Di Indonesia. 141 . Quick Set up Set up merupakan aktivitas yang terdiri dari menyiapkan bahan. perusahaan tidak dapat mengirimkan sejumlah barang yang diminta oleh konsumen dan perusahaan harus mengulang kembali proses produksi hanya untuk membuat pengganti produk yang cacat saja. seperti PT Astra Daihatsu Motor. Black and Decker. Mc. Produksi dalam jumlah yang kecil ini dimaksudkan untuk mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu seperti biaya gudang. seperti perusahaan dagang maupun jasa. ada beberapa perusahaan yang telah mencoba untuk menerapkan sistem Just In Time. perusahaan ini telah berhasil meningkatkan kualitas produknya. biaya pemeliharaan barang. (Yenni Agustina. Sistem Just In-Time telah diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di dunia. Quality at The Source Barang cacat dapat menimbulkan masalah besar dalam lingkungan Just In Time. dan lain-lain. Kedua belah pihak dituntut untuk dapat bekerja sama guna mencapai keberhasilan bersama di masa mendatang. Supplier Networks Just In Time sangat membutuhkan hubungan khusus antara pemasok dengan perusahaan pembeli.) 4. dan yang paling penting adalah masalah dana. Dalam sistem Just In Time. Sistem ini tidak hanya bisa diterapkan di perusahaan manufaktur saja. Dell Computer. Pemasok diharapkan mampu mengirim barang dalam frekuensi yang lebih banyak dengan jumlah yang lebih kecil.

2. Mengurangi atau mengeliminasi waktu dan biaya negosiasi melalui kontrak kerja jangka panjang dengan supplier. Memiliki pembeli atau konsumen dengan program pembelian yang mapan Rencana pembelian yang mapan oleh pembeli atau konsumen. dan harga yang disepakati. Perusahaan harus mencari pemasok terpercaya yang dapat mengirimkan barang sesuai dengan kebutuhan. Januari 2007 g. Permintaan menarik produk melalui proses produksi. kualitas bahan dan harga yang wajar. tingkat kualitas. Pembelian Just In Time dapat mengurangi waktu dan biaya yang berhubungan dengan aktivitas pembelian dengan cara sebagai berikut : a. 12 No. Mengeliminasi dan mengurangi kegiatan dan biaya yang tidak menambah nilai bagi produk. Penerapan sistem Just In Time adalah sebagai berikut: 1. Penerapan sistem Just In-Time Sistem Just In Time dalam perusahaan dapat diterapkan dalam dua kegiatan. yaitu pemasok. jumlah dan kualitas barang yang dibeli dapat mengurangi waktu dan biaya pemeriksaan. Kontrak yang telah disepakati oleh pihak pemasok dengan perusahaan masih memiliki kemungkinan untuk direvisi tergantung dari situasi dan kondisi yang sedang dihadapi. sehingga perusahaan dapat mengurangi sumbersumber yang dicurahkan dalam negosiasi dengan supplier. Tiap operasi hanya memproduksi apa yang diperlukan untuk memenuhi permintaan dari operasi 142 . Sistem produksi Just In Time Dalam sistem produksi Just In Time. Mengurangi jumlah supplier. kuantitas. dan waktu yang telah disepakati.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. pembelian akan dilakukan dengan sistem penjadwalan pengadaan barang sehingga penyerahan dapat dilakukan dengan segera untuk memenuhi permintaan baik dari pembeli maupun dari tahapan proses berikutnya. Vol. Dalam lingkungan Just In Time. yaitu kegiatan pembelian dan produksi. Oleh karena itu. c. Mengurangi waktu dan biaya program pemeriksaan kualitas. dapat memberikan informasi bagi supplier mengenai persyaratan kualitas bahan dan saat penyerahan dengan tenggang waktu tertentu sesuai rencana produksi. Dalam kontrak tersebut akan memuat beberapa hal penting seperti jumlah pesanan. Pemilihan supplier yang dapat menjamin ketepatan waktu. pendekatan yang digunakan dalam sistem ini adalah pull system. e. menyangkut persyaratan pembelian. Sistem pembelian Just In Time Sistem pembelian Just In Time merupakan bagian yang sangat kritis dalam keseluruhan sistem Just In Time karena melibatkan pihak luar. dalam Sistem pembelian Just In Time akan melibatkan kontrak jangka panjang yang telah dinegosiasi antara kedua belah pihak. b. seperti kegiatan dan biaya penyimpanan atau biaya pemindahan bahan dari gudang ke pabrik. 1. Pemasok dalam sistem Just In Time dituntut untuk memiliki komitmen tinggi dalam mengirimkan barang dengan kualitas. d. frekuensi pengiriman.

Dalam perusahaan manufaktur. C. Pemindahan bahan baku. sehingga nonvalueadded activity dapat dieliminasi. (Yenni Agustina. sehingga aktivitas setiap workstation mengikuti permintaan dari workstation berikutnya. B. barang dalam proses. Kelima golongan kegiatan tersebut adalah A. Sinyal tersebut mengindikasikan sejumlah partisi dan bahan-bahan yang akan dikerjakan pada lini atau workstation tersebut.) secara berturut-turut.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time ……. Oleh karena itu. Pengaruh Penerapan Sistem Just In Time Terhadap Efisiensi dan Produktivitas Perusahaan. Pengurangan lead time memungkinkan perusahaan dapat berproduksi dengan waktu yang efisien dan efektif. Penyusunan skedul untuk menentukan kapan berbagai produk yang berbeda harus dimasukkan ke dalam proses produksi. Ermadiani R. Pada level akhir perakitan. Tidak ada operasi yang dilakukan hingga adanya tanda dari proses secara berturut-turut menunjukkan kebutuhan untuk memproduksi. Bahan baku tiba tepat waktu untuk digunakan dalam produksi. ada lima golongan kegiatan yang sering disebut sebagai sumber pemborosan dan tidak menambah nilai yang harus dieliminasi dalam kegiatan produksi. perusahaan yang menerapkan sistem Just In Time merestrukturisasi tata letak pabrik atau dengan memperlancar aliran bahan atau produk di antara workstation yang berurutan. Kemudian workstation di belakangnya tersebut mengirimkan sinyal yang sama di workstation yang ada di belakangnya lagi. 143 . h. Dewi Sukmasari. Elemen-elemen kunci Just In Time produksi mencakup hal-hal sebagai berikut: a. b. sinyal dikirim ke workstation di belakangnya. Barang dalam proses pada setiap workstation diharapkan dapat mencapai nol. Mengeliminasi pemborosan Sistem Just In Time yang diterapkan oleh perusahaan berusaha untuk menghilangkan kegiatan-kegiatan yang tidak bernilai tambah (nonvalue-added activity) bagi produk. Menekankan pada penyederhanaan aktivitas pada lini produksi. Mengurangi lead time produksi. Sistem Just In Time yang diterapkan perusahaan ternyata dapat memberikan manfaat dalam peningkatan efisiensi dan produktivitas perusahaan sehingga dapat bersaing di pasar global. dan barang jadi dari satu tempat ke tempat lain. Lini produksi berjalan berdasarkan sistem tarik (pull system). Penantian yang merupakan kegiatan menunggu bahan baku dan barang dalam proses untuk proses berikutnya. sehingga arus barang tetap terpelihara dan berjalan dengan baik. Manfaat yang dapat diperoleh dari penerapan sistem ini adalah sebagai berikut : 1.

dikenal istilah Manufacturing Cycle Efficiency (MCE). MCE yang ideal adalah sama dengan 1 atau mendekati angka 1. 1. Dalam suatu manufacturing cycle. Vol. peran dari semua pihak sangat dibutuhkan baik dari manajer maupun dari karyawan atau pekerja yang bersangkutan. Sehingga dengan berkurangnya kegiatan nonvalue-added dan biaya secara relatif. yang berarti perusahaan dapat menghilangkan waktu dari aktivitas yang tidak bernilai tambah (nonvalue added activities) dan mengoptimalkan waktu dari aktivitas yang bernilai tambah (value added activities). maka akan meningkatkan efisiensi perusahaan dengan menghasilkan produk dengan harga yang rendah. Inspeksi yang mengkonsumsi waktu dan sumber daya untuk menjamin produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi kualitas yang ditetapkan. 144 . Januari 2007 D. seperti biaya pemeliharaan jaringan dengan pemasok. Processing Time MCE = ------------------------------------------------------------------------------------Processing Time + Inspection Time + Waiting Time + Move Time Just In Time purchasing dapat mengurangi bahkan menghilangkan inspection time. E. selama bahan baku dan produk disimpan sebagai persediaan. menimbulkan adanya perasaan memiliki dalam diri mereka sehingga akan mendorong mereka untuk bekerja dengan sebaik-baiknya guna mencapai tujuan perusahaan. Adanya partisipasi dari karyawan Dalam sistem Just In Time. Penyimpanan yang menggunakan waktu dan sumber daya. Mengurangi atau bahkan menghilangkan produk cacat Produk cacat dapat menimbulkan masalah bagi perusahaan karena dapat menimbulkan penundaan dalam pengiriman barang dan memerlukan pengerjaan ulang untuk mengganti produk tersebut yang pada akhirnya akan menimbulkan kekecewaan dari konsumen. biaya untuk negosiasi dengan supplier. biaya penanganan bahan. moving time sehingga dapat meningkatkan produktivitas akibat hilangnya aktivitas tidak bernilai tambah. Dengan adanya keterlibatan pekerja. waiting time. 12 No. Dengan berkurangnya kegiatan-kegiatan yang tidak menambah nilai tersebut. biaya pemeliharaan persediaan. Pekerja memiliki peran yang penting dalam proses produksi sehingga memerlukan adanya kewenangan untuk mengambil keputusan-keputusan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. 2. 3. seperti biaya gudang. Walaupun penerapan sistem Just In Time ini akan menimbulkan biaya-biaya baru. Produk yang dihasilkan akan semakin efisien karena tingkat kerusakan produk akan ditekan sampai sekecil-kecilnya. Meningkatkan produktivitas Produktivitas merupakan rasio antara outputs dengan inputs.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. akan tetapi tetap akan mengurangi biaya produksi secara relatif. Pemberdayaan pekerja sangat diperlukan untuk mencapai tujuan dari sistem ini yaitu peningkatan efisiensi dan produktivitas perusahaan. 4. dan lain-lain. maka akan memberikan dampak terhadap pengurangan biaya.

Dalam sistem tradisional. Ermadiani R. sehingga biaya yang timbul merupakan biaya umum dari produk-produk tersebut. dan alokasi. Bahan baku yang datang akan langsung masuk ke dalam proses. perusahaan akan tetap menggunakan metode alokasi. laporan keuangannya tidak akan memuat akun persediaan bahan baku. perusahaan memiliki akun persediaan bahan baku. Perhitungan harga pokok produk Penerapan sistem Just In Time memang memungkinkan perusahaan untuk menggunakan metode penelusuran langsung. barang dalam proses. Penyederhanaan pencatatan sistem akuntansi Penerapan Just In Time dalam perusahaan akan memberikan peluang untuk menyederhanakan akuntansi untuk arus biaya produksi yang disebut perhitungan biaya backflush (backflush accounting). Dalam sistem tradisional. Dewi Sukmasari. yaitu penelusuran secara langsung. Akan tetapi. Demikian juga untuk akun tenaga kerja langsung dan biaya overhead akan digabung menjadi akun pengendali biaya konversi. layout pabrik akan disusun sedemikian rupa. Di antara ketiga metode tersebut. kemudian setelah diproses dan menjadi barang jadi akan langsung dikirim ke konsumen. Ada beberapa biaya yang tetap merupakan biaya umum. Untuk biaya-biaya tersebut. dan lain-lain. c.) 5. barang dalam proses. dalam perusahaan yang menerapkan sistem Just In Time. Perusahaan akan menggunakan metode penelusuran pendorong atau alokasi untuk membebankan biaya umum tersebut kepada produk. metode yang lebih sering digunakan adalah metode penelusuran pendorong dan alokasi. Manfaat dari segi akuntansi Penerapan sistem Just In Time ini akan memberikan manfaat dari segi akuntansi manajemen perusahaan yang menerapkannya. seperti biaya penyusutan pabrik. 145 . biaya asuransi dan pajak. (Yenni Agustina.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time ……. sehingga mesin dan peralatan pabrik hanya akan digunakan untuk menghasilkan satu jenis produk saja. metode ini dipilih karena dalam lingkungan tradisional mesin dan peralatan pabrik disusun berdasarkan departemen-departemen dan digunakan untuk menghasilkan berbagai macam produk. b. Akan tetapi. Manfaat-manfaat tersebut adalah : a. penelusuran pendorong. Ketelusuran langsung atas biaya produk Pada dasarnya ada 3 metode yang dapat digunakan untuk membebankan biaya pada produk. penelusuran langsung merupakan metode yang paling akurat. Backflush accounting akan menghilangkan akun persediaan bahan baku dan barang dalam proses dan memunculkan akun baru yaitu raw material and in process (RIP). Dengan demikian. dan barang jadi. Satu konsekuensi dari meningkatnya biaya yang dapat dibebankan secara langsung tersebut adalah meningkatnya keakuratan perhitungan harga pokok produk. tidak semua biaya dapat dibebankan secara langsung ke produk. biaya-biaya yang timbul adalah biaya-biaya dari produk yang bersangkutan. sehingga akan lebih mudah untuk ditelusuri secara langsung. dan persediaan barang jadi dalam laporan keuangannya. Perusahaan yang menerapkan sistem Just In Time akan menggunakan metode penelusuran secara langsung yang sulit untuk dapat diterapkan dalam sistem tradisional. Dalam sistem Just In Time.

Drs.mhtml. baik dari manajer. 1. Untuk itu. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Fourth Edition. dan Eric W. Vol. maka penerapan sistem Just In Time akan memberikan hasil yang maksimal dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan sehingga perusahaan dapat tetap bertahan di masa depan. Majalah Ekonomi NO. Universitas Airlangga. Prentise Hall. 2000. dan Bernard W. Jakarta. 2005. Swanson. 2005. Sofjan. dan persediaan.com/text-data/article/22705/22705. pekerja perusahaan.ac. 2002. 1993. 20 September 2005.Ak. maupun dari supplier. Manajemen Biaya. Jakarta. Surabaya. 2001. Just In Time Manufacturing. Manajemen Produksi dan Operasi. Garisson.Ak dan Bambang Supomo. Christine A.Dr. sistem pengendalian persediaan dan produksi tradisional yang dikemukakan Henry Ford seperti produksi massa tidak sesuai lagi untuk diterapkan.Id/go. Norren. Roberta S. Salemba Empat. Buku 1. Buku 1. Rakhmania. 2003. 2000. http://digilib. Dengan adanya kerja sama dari pihak-pihak tersebut.. 20 September 2005. Januari 2007 PENUTUP Dalam situasi perekonomian saat ini. JIT Production System: Pengaruhnya Terhadap Kinerja Produktivitas. Bambang.its. Russel. Iffah. Taylor III. 12 No. Jakarta. Tjahjadi. (diterjemahkan oleh Totok Budisantoso). Kankford. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. Just In Time Purchasing. Managerial Accounting.Msc.Msi. perusahaan perlu melakukan beberapa perubahan dalam lingkungan perusahaannya diantara yaitu : perubahan dari layout pabrik. Operation Management.dushkin. Ray H. Penafsiran Kesiapan Suatu Perusahaan Untuk Menerapkan Sistem JIT. 146 . rancangan proses. perusahaan hanya akan memproduksi produk sesuai dengan permintaan konsumen. Salemba Empat. dan William M. standar kualitas. Nur Indriantoro. DAFTAR PUSTAKA: Assauri. Edisi 4. Keberhasilan dalam penerapan sistem Just In Time ini sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.3. Hansen & Mowen. Yogyakarta: BPFE. Dalam sistem Just In Time. http://www. New York.

. dan pengambilan contoh (sample). kiri. ukuran 12pt. Menjelaskan metode analisis yang digunakan sehubungan dengan masalah dan hipotesis yang diajukan. Merupakan uraian latar belakang atau motivasi penelitian. analisis. Sistematika penulisan Abstrak/Sinopsis. mengemukakan keterbatasan penelitian dan bila perlu memberi saran untuk penelitian yang akan datang. Daftar referensi. Pembahasan penelitian yang didukung hasil statistika atau hasil literatur yang cukup kuat. rumusan masalah penelitian. serta pernyataan tentang tujuan penelitian. serta hasil penelitian yang berkisar antara 150-350 kata (diharapkan disajikan dalam Bahasa Inggris). Bagian ini memaparkan kerangka teoritis berdasarkan telaah literatur yang dapat dijadikan landasan logis untuk mengembangkan hipotesis. Pembahasan dan kesimpulan. dan kanan memakai ukuran standar satu (1) inchi. Pendahuluan. Berisikan tabel. tujuan. di atas kertas ukuran Quarto. dan instrumen penelitian. seleksi data. gambar. disajikan untuk memberikan suatu kesimpulan tentang topik dan masalah penelitian. Analisis data. Bagian ini menyajikan ringkasan penelitian berupa masalah. Margin atas. Implikasi dan keterbatasan. Menyajikan dan menguraikan hasil metode analisis data dan deskripsi statistik yang diperlukan. 2. bawah. 3. jenis huruf Times New Roman. antara 10-20 halaman. Metode riset. Artikel diketik dengan jarak baris dua. 4. Memuat sumber-sumber yang dikutip langsung atau yang menjadi acuan dalam penelitian. Menjelaskan keterkaitan penelitian yang dilakukan dengan penelitian sebelumnya. Untuk artikel telaah literatur. Sertakan pula setidaknya tiga buah kata kunci (keywords) pada bagian akhir abstrak/sinopsis. serta pengukuran dan definisi operasional variabel. Untuk artikel research based Kerangka penelitian dan pengembangan hipotesis.DAFTAR ISI PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL Beberapa pertimbangan yang diharapkan dapat menjadi perhatian bagi penulis adalah seperti yang tercantum di bawah ini : 1. Gambar atau tabel sebaiknya disajikan dalam halaman yang terpisah dengan diberi nomor urut. Lampiran.

E. jika menggunakan halaman. presented by alhakki@plasa. b. M. Committee on Concepts and Standars for External Financial Report. 1996. Tahun publikasi. Penulis diurutkan berdasarkan : Nama penulis. Kennedy 1997) Dua sumber kutipan dengan penulis sama. Statement on Accounting Theory Acceptence. 6. e. 1992). Daftar referensi diurutkan berdasarkan alfabetis sesuai dengan nama penulis atau nama institusi. Kutipan dalam teks harus menyebutkan nama akhir penulis dan tahun (tanpa koma) diantara kurung buka dan kurung tutup.id . (Hasan dkk. Gapenski. Nama jurnal atau penerbit. jika tahun publikasi sama. 1992b) Jika sumber kutipan merupakan institusi atau lembaga. Referensi yang menjadi sumber kutipan harus dicantumkan di dalam artikel dengan ketentuan sebagai berikut : a. 1992:265) atau (Kennedy at al. Journal of Financial Economics. dan W. (Hasan 1998). (Hasan 1990. (Hasan dan Anwar 1990). Satu sumber kutipan dengan satu penulis.com Design & Presented by alhakki e-mail :alhakki@yahoo. atau CD. b. Theory of The Firm : Managerial Behavioral Agency Cost.3. misalnya (Bappepam 2001) d.DAFTAR ISI 5.F. (Hasan 1990. Contoh : a.co. jika menggunakan halaman (Hasan dan Anwar 1990:432) Satu sumber kutipan dengan lebih dari dua penulis. Jensen. and Ownership Structure. (Hasan dkk. c. sebaiknya ditulis akronimnya. Intermediate Financial Management. dan I. Vol. Bringham. Dan nomor halaman. Judul jurnal atau buku teks. FL:AAA. 1976. Contoh : American Accounting Association. Sarasota. (Hasan 1992a. 1997. 1998:612) Dua sumber kutipan dengan penulis berbeda. New York. (Hasan 1998:321) Satu sumber kutipan dengan lebih satu penulis. 1992) atau (Kennedy at al. Mecking. 305-306 Artikel diserahkan dalam bentuk disket 3. 5th edition.C. berikut satu eksemplar hardcopy. f. 1998) jika menggunakan halaman.5”. The Dryen Press.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->