J URNAL A KUNTANSI DAN K EUANGAN

Jurnal Ilmiah Berkala Enam Bulanan, ISSN 1410 – 1831 Volume 12 No. 1, Januari 2007
Evaluasi Pengungkapan Informasi Pertanggungjawaban Sosial Pada Laporan Tahunan Perusahaan Dalam Kelompok Aneka Industri Yang Go Publik di BEJ Edwin Mirfazli dan Nurdiono Analisis Pengaruh Interaksi Laba Dengan Laporan Arus Kas Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di BEJ) Kiagus Andi Penerapan PSAK Nomor 45 Pada Organisasi Pengelola Zakat Nurdiono Riset Anggaran Untuk Rakyat Studi Kasus:APBD Kota Bandar Lampung Marselina Djayasinga Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Sektor Industri Barang Konsumsi Di Bursa Efek Jakarta Yuliansyah, Yenny Megawati Auditing E-Commerce: Proses Pengumpulan Dan Validasi Bukti Audit Saring Suhendro Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness Dalam Meningkatkan Cost Effective Pada Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Yulia Saftiana, Ermadiani, R. Weddie Andriyanto Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Mengadopsi Sistem Pemotongan Pajak Pada Perusahaan-Perusahaan Foreign Exchange Berbasis Internet Agus Zahron Analisa Penerapan Sistem Just In Time Untuk Meningkatkan Efisiensi Dan Produktivitas Pada Perusahaan Industri Yenni Agustina, Dewi Sukmasari, Ermadiani

Jurnal Akuntansi Vol. 12 dan Keuangan

No.1

Hal. 01-146

Bandarlampung Januari 2007

ISSN 1410 - 1831

JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN

Penanggung Jawab Pembina

: :

Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, M.Sc. (Rektor Universitas Lampung) Prof. Dr. Ir. Tirza Hanum, M.Sc. (Pembantu Rektor I Universitas Lampung) Dr. John Hendri, M.Si. (Ketua Lembaga Penelitian Universitas Lampung) Toto Gunarto, S.E., M.Si. (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Lampung) Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc., Akt. Farid Djahidin, S.E., Akt. Edwin Mirfazli, S.E., Akt. 1. Prof. Dr. Bambang Sudibyo, M.B.A., Akt. 2. Dr. Gudono, S.E., M.B.A., Akt. 3. Nawawi Munaf, S.E., Akt. 4. Kiagus Andi, S.E., M.Si., Akt. 5. Farichah, S.E., M.Si., Akt. 6. Einde Evana, S.E., M.Si., Akt. 7. A. Zubaidi Indra, S.E., Akt. 8. R. Weddie Andriyanto, S.E., Akt. 9. Susi, S.E., M.B.A., Akt. 10. Tri Joko Prasetyo, S.E., M.Si. Nurdiono, S.E., M.M., Akt. 1. 2. 3. 4. 1. 2. Lindrianasari, S.E., M.Si., Akt. Fajar Gustiawaty Dewi, S.E., M.Si., Akt. Reni Oktavia, S.E. Ikhman Alhakki, S.E. Setteng Legino

Pimpinan Umum Dewan Editor Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota

:

: : :

Bendahara Redaktur Produksi

: :

Tata Usaha dan Kearsipan Distribusi dan Sirkulasi Alamat Redaksi

: : :

Elvi Sukendri, S.E. Gedung E Lantai 1, Fakultas Ekonomi Universitas Lampung Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro no.1 Gedungmeneng- Bandarlampung, 35145 Telp./Fax. (0721) 786749

Jurnal Akuntansi dan Keuangan merupakan media komunikasi ilmiah, diterbitkan dua kali setahun oleh Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung, berisikan ringkasan hasil penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi.

JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN

DAFTAR ISI
Evaluasi Pengungkapan Informasi Pertanggungjawaban Sosial Pada Laporan Tahunan Perusahaan Dalam Kelompok Aneka Industri Yang Go Publik di BEJ Edwin Mirfazli dan Nurdiono ……………………………………………………… Analisis Pengaruh Interaksi Laba Dengan Laporan Arus Kas Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di BEJ) Kiagus Andi …………………………………………………………………………… Penerapan PSAK Nomor 45 Pada Organisasi Pengelola Zakat Nurdiono ……………………………………………………………………………… Riset Anggaran Untuk Rakyat Studi Kasus:APBD Kota Bandar Lampung Marselina Djayasinga ………………………………………………………………… Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Sektor Industri Barang Konsumsi Di Bursa Efek Jakarta Yuliansyah, Yenny Megawati ………………………………………………………… Auditing E-Commerce: Proses Pengumpulan Dan Validasi Bukti Audit Saring Suhendro ………………………………………………………………………

01-11

13-18

20-47

49-79

81-90

91-105

Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness Dalam Meningkatkan Cost Effective Pada Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Yulia Saftiana, Ermadiani, R. Weddie Andriyanto ……………………………… 107-121 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Mengadopsi Sistem Pemotongan Pajak Pada Perusahaan-Perusahaan Foreign Exchange Berbasis Internet Agus Zahron …………………………………………………..……………………… 123-133 Analisa Penerapan Sistem Just In Time Untuk Meningkatkan Efisiensi Dan Produktivitas Pada Perusahaan Industri Yenni Agustina, Dewi Sukmasari, Ermadiani …………………………………… 135-146

partner-partner bisnis (terutama dari negara yang komuniti bisnisnya peka terhadap 1 Dosen Jurusan Akuntansi. so Ha avialable for explain for the difference which is significant ability about Multiple Industry Group Hihg-Profile and Low-Profile Keywords : corporate social responsibility. high-profile. Its use coding process to annual report with use content analysis which specially for indexing yes or no approach. evaluate and measure effect of company and communicate to the stock holder and saw how much the disclosure about social responsibility accounting in annual report. perusahaan harus secara serius dan terbuka memperhatikan Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility (CSR) ). Corporate Social Responsibility (CSR) was identify. low-profile . Salah satu patner bisnis adalah masyarakat yang berada di lokasi maupun secara keseluruhan yang secara langsung maupun tidak langsung mempunyai kepentingan dengan perusahaan (korporasi). Tekanan secara nasional dan internasional sedang dan terus akan berlanjut ikut serta mempengaruhi perilaku bisnis korporasi. Latar Belakang Dewasa ini. . The research results show the significant different between High-Profile and Lowprofile for disclosure about corporate social responsibility in annual report. FE Unila.05. menghadapi dampak globaslisasi. Kehilangan partner bisnis maupun risiko terhadap citra perusahaan (brand risk) tentu akan memberi dampak pada kelangsungan hidup usaha yang telah berjalan. Lembaga Swadaya Masayarakat (LSM). There are 16 members of JSX for Multiple Industry Group include High-Profile and Low Profile. P-Value 0. disclosure and annual report A. kemajuan informasi teknologi.035 < 0. Tekanan ini datang antara lain dari para pemegang saham (yang sadar CSR).DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi Pertanggungjawaban Sosial Pada Laporan Tahunan Perusahaan Dalam Kelompok Aneka Industri Yang Go Publik di BEJ Oleh: Edwin Mirfazli 1 dan Nurdiono ABSTRACT The paper draw disclosure corporate social responsibility from annual report company which go public at Jakarta Stock Exchange (JSX). dan ketebukaan pasar.

maka antara lain: (a) separuh responden “care about the social behaviour of companies”.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Ini di buktikan dengan begitu banyak timbul berbagai konflik dan masalah pada industrial seperti demonstrasi dan protes yang menyiratkan ketidakpuasan beberapa elemen stakeholders pada manajemen perusahaan. Dalam situasi menyebabkan perusahaan bertanggung jawab terhadap kualitas lingkungan alam dan sosial kepada pemerintah dan masyarakat.. Januari 2007 CSR) dan advokat yang memperjuangkan kepentingan publik (public interest lawyers).78% of the chief executives agreed that integrating responsible business practices makes a company more competitive”. dan menggunakan tenaga kerja. Karena itu “faktor pendukung daya saing” juga harus dilihat dari program CSR yang dijalankan oleh perusahaan. Perusahaan menarik dana dari berbagai individu dalam masyarakat umum.. dan mengusahakan mereka tidak pindah ke perusahaan lain.. mereka minta agar fokus perusahaan adalah juga bagaimana menyumbang pada tujuan-tujuan masyarakat secara lebih luas (broader societal goals). membayar pajak. dengan demikian perusahaan bertanggung jawab kepada pemerintah dan kelompok masyarakat yang mendapat manfaat dari kegiatan pemerintah. Pengakomodasian unsur tanggung jawab sosial belum di jalankan oleh perusahaan dengan baik dan wajar dalam proses penilaian dampak sosial maupun dalam pelaporan.. sebagai organisasi nir-laba yang pendukungnya menyuarakan berbagai “public issues”. Mempunyai program CSR bukanlah hanya sekedar untuk tunduk pada tekanan publik dan politik. 12 No. memotivasi kerja mereka. Vol. Tenaga ahli yang cakap sekarang juga sudah mulai memilih perusahaan yang dinilai baik dari segi kepemimpinannya dalam melaksanakan CSR (CSR leadership). Perusahaan harus menyadari bahwa suara LSM ini mempunyai pengaruh besar dan sangat diperhatikan oleh konsumen perusahaan dan karena itu tidak dapat diabaikan. yang punya dampak besar pada penyelenggaraan bisnis di indonesia. Perusahaan juga mempunyai kewajiban untuk membayar pajak sesuai dengan peraturan pemerintah. air. 1.. Seperti dikutip Wineberg(9) dari suatu survei CEO di Eropa tahun 2002: “. Kasus yang lain sering muncul adalah protes dari berbagai elemen masyarakat sekitar lokasi pabrik yang merasa terganggu akibat limbah atau polusi yang timbul sehingga memberi dampak negative terhadap lingkungan. dan udara. Peranan pengawasan publik dilakukan melalui LSM . 2004) Isu bagaimana tenaga kerja mempersepsikan suatu perusahaan juga akan berpengaruh pada rekrutmen pegawai. Para buruh juga kerap kali melakukan demo dan mogok kerja 2 . untuk itu perusahaan ikut bertanggung jawab kepada kelompok masyarakat yang terdiri atas para investor dan kreditor.. Dalam iklim reformasi dan demokrasi di Indonesia sekarang ini. Perusahaan dalam kegiatan operasi juga menggunakan sumber daya alam yang menimbulkan polusi tanah. keterbukaan dan akuntabilitas sangat dipentingkan dan diperhatikan oleh publik. Seperti terungkap dalam suatu survei di tahun 1999 terhadap ribuan responden di dunia (23 negara di 6 benua). (b) duapertiga responden ingin perusahaan meninggalkan peranan perusahaan yang hanya menekankan pada: membuat keuntungan. dan (c) perhatian masyarakat sekarang lebih pada “corporate citizenship”. ketimbang hanya pada “brand reputation” dan “financial factors”. ( Reksodiputro.

1. Pelaksanaan tanggungjawab sosial akan disosialisasikan kepada publik melalui pengungkapan soial dalam laporan tahunan. B. tanpa memasukkan tema lingkungan. Karakteristik operasi perusahaan yang menghasilkan dampak sosial yang tinggi akan menuntut pemenuhan tanggungjawab sosial yang lebih tinggi pula. Pengungkapan Social Responsibility Accounting menjadi hal yang sangat krusial dan akan memberi dampak kepada kelangsungan hidup perusahaan di masa datang. Tidak ada penambahan klasifikasi kategori pengungkapan sosial dengan alasan semua ini di dasarkan pada kelompok usaha yang termasuk dalam kategori industri yang terdaftar di BEJ. Yang menarik ada dua model dimana pada kelompok ini terdapat kelompok industri high profile dan low profile. Selanjutnya Khodijah. dan tema ketenagakerjaan. yang diterapkan Dampak sosial perusahaan tergantung pada jenis atau karakteristik operasi perusahaan.(Utomo. dimana terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah pengungkapan high profile dengan low. (Edwin Mirfazli dan Nurdiono) akibat kebijakan upah dan pemberian fasilitas kesejahteraan perusahaan tidak mencerminkan rasa keadilan. dengan pola pengungkapan sosialnya meliputi tema kemasyarakatan. Hal terakhir yang memberikan perbedaan adalah perkembangan Corporate Social Responsibility sendiri. Praktek pengungkapan sosial di BEJ dan BES. Dede (2006) meneliti perbandingan antara industri hihg. Tanggung jawab manajemen tidak hanya terbatas atas pengelolaan dana ke dalam perusahaan kepada investor dan kreditor. maka permasalahan yang akan dibahas adalah : Apakah ada perbedaan jumlah penyajian pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial antara perusahaan dalam kelompok aneka industri dasar yang tergolong industri high-profile dan low-profile ? 3 . Hal ini sedikit banyak akan memberikan perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya. Akuntansi sebagai alat pertanggungjawaban mempunyai fungsi sebagai alat kendali utama terhadap aktivitas perusahaan. Muslim 2000). Permasalahan Perumusan Masalah Berdasarkan uraian yang telah disajikan. Dan untuk pengukuran atas pengungkapan sosial tidak di bagi berdasarkan lokasi pengungkapan. tetapi juga meliputi dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan terhadap lingkungan alam dan sosial. diperoleh hasil bahwa praktek pengungkapan sosial kelompok industri high-profile lebih tinggi daripada kelompok industri lowprofile.profile dengan low-profile dengan memasukkan tema lingkungan juga memperoleh hasil yang sama.DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi ……. tema produk dan konsumen.profile terhadap keseluruhan kelompok perusahaan yang go publik di BEJ Tahun 2004. Adapun perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah pemilihan sampel dan edisi laporan tahunan yang diteliti secara spesifik yaitu perusahaan yang masuk dalam kelompok aneka industri.

1. C. Vol. 1. 12 No. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris tentang jumlah pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial yang diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan dalam kelompok Aneka Industri baik high-profile maupun low profile serta untuk mengetahui apakah perbedaan tipe kelompok perusahaan mempengaruhi jumlah pengungkapan sosial dalam laporan tahunan perusahaan. hal itu akan dilakukan oleh individu pemilik atau individu para pekerjanya. 4 . Batasan Masalah Dalam penelitian ini. menyatakan : “Ada satu dan hanya satu tanggung jawab perusahaan. Hal ini senada dengan pendapat Model Klasik yang menyatakan bahwa usaha yang dilakukan perusahaan semata-mata hanya untuk memenuhi permintaan pasar dan mencari untung yang akan dipersembahkan kepada pemilik modal (Harahap. maka apabila perusahaan akan memberikan sumbangan sosial. 2) Sebagai pertimbangan dan pendorong dalam pembuatan kebijaksanaan perusahaan untuk lebih meningkatkan tanggung jawab dan kepeduliannya pada lingkungan sosial. yaitu menggunakan kekayaan yang dimilikinya untuk meningkatkan laba sepanjang sesuai dengan aturan main yang berlaku dalam suatu sistem persaingan bebas tanpa penipuan dan kecurangan”. Kerangka Pemikiran Perusahaan dalam pandangan ini adalah alat dari para pemegang saham (pemilik perusahaan).DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. D. Seorang fundamentalis dibidang ini. bukan oleh perusahaan itu sendiri. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan akan memberikan beberapa manfaat seperti : 1) Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan motivasi tentang pentingnya pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial perusahaan. 2. Sofyan Syafri. 3) Penelitian ini dapat menambah wawasan pengetahuan mengenai jumlah pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial perusahaan. Objek penelitian ini di batasi pada laporan tahunan periode tahun 2004. penulis membatasi pada penjelasan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan jumlah dan fokus perusahaan melakukan pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial antara perusahaan dalam kelompok Aneka Industri yang tergolong high-profile dan low-profile tanpa melihat secara detail kualitas pengungkapan. Milton Friedman. 1993). Januari 2007 2.

khususnya bagi industri dimana faktor-faktor lingkungan hidup memegang peranan penting dan bagi industri yang menganggap pegawai sebagai kelompok pengguna laporan yang memegang peranan penting”. Tindakan tepat yang dilakukan oleh perusahaan akan memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadi. paragraf kesembilan : “Perusahaan dapat pula menyajikan laporan tambahan seperti laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai tambah (value added statement). Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) secara implisit menjelaskan bahwa laporan tahunan harus mengakomodasi kepentingan para pengambil keputusan. yang dapat terjadi secara langsung dalam laporan keuangan tahunan perusahaan melalui penjudulan yang tepat.DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi ……. dalam akuntansi konvensional tidak sepenuhnya mengakomodasi unsur tanggung jawab sosial perusahaan. Oleh karena itu. yang merupakan pengungkapan informasi melebihi persyaratan minimum dari peraturan yang 5 . kendati tidak ada aturan hukum atau etika masyarakat yang mengatur. sedangkan akuntansi sosial merupakan sub disiplin dari ilmu akuntansi yang melakukan proses pengukuran dan pelaporan dampak-dampak sosial perusahaan. pengungkapan/disclosure merupakan aspek pelaporan yang kualitatif. Akuntansi Sosial Ekonomi (Socio Economic Accounting) atau sering disebut dengan akuntansi sosial merupakan fenomena baru dalam ilmu akuntansi. Akuntansi sosial memiliki perbedaan dengan akuntansi konvensional. pertanggungjawaban sosial merupakan konsep yang lebih “manusiawi”. dan ada yang bersifat sukarela (voluntary). 2003). 1996. wajib menjunjung tinggi moralitas. Dalam proses pelaporan keuangan tahunan perusahaan. catatan atas laporan keuangan ataupun berbagai sisipan seperti catatan kaki. tanggung jawab sosial bisa di laksanakan dalam berbagai situasi dengan mempertimbangkan hasil terbaik atau yang paling sedikit merugikan stakeholder-nya. Dalam akuntansi konvensional yang menjadi fokus perhatian adalah pencatatan dan pengukuran terhadap kegiatan atau dampak yang timbul akibat hubungan perusahaan dengan pelanggan. 1 tahun 2004. Karena sifatnya yang kualitatif sehingga formatnya tidak terstruktur. dimana suatu organisasi dipandang sebagai agen moral. Pengungkapan didefinisikan sebagai penyediaan sejumlah informasi yang di butuhkan untuk pengoperasian secara optimal pasar modal efisien (Hendriksen. Pengungkapan ada yang bersifat wajib (mandatory). yang sangat diperlukan pemakai informasi laporan keuangan. yaitu pengungkapan informasi yang wajib dilakukan oleh perusahaan yang didasarkan pada peraturan atau standar tertentu. dengan atau tanpa aturan hukum. (Edwin Mirfazli dan Nurdiono) Sedangkan dalam pengertian luas. Seluruh pelaksanaan tanggung jawab sosial yang telah dilaksanakan oleh perusahaan akan disosialisasikan kepada publik. Dengan demikian. Penjelasan tersebut ditulis dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. sebuah organisasi – termasuk di dalamnya organisasi bisnis. salah satunya melalui pengungkapan sosial dalam laporan tahunan perusahaan. dalam Zuhroh dan I Putu Pande.

E. dalam Utomo. 1. Pemilihan Sampel 2. Vol. Informasi mengenai pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan yang di uraikan dalam laporan tahunan akan dapat dipahami dan tidak menimbulkan salah interpretasi apabila laporan tahunan tersebut dilengkapi dengan pengungkapan sosial yang memadai. Perumusan hipotesis tersebut adalah : H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan jumlah pengungkapan sosial antara perusahaan dalam kelompok Aneka Industri high-profile dan kelompok Aneka Industri low-profile Ha : Terdapat perbedaan yang signifikan jumlah pengungkapan sosial antara perusahaan dalam kelompok Aneka Industri high-profile dan kelompok Aneka Industri low-profile Metodologi Penelitian Metode Pengumpulan data F. Memberikan informasi yang memadai diharapkan akan dapat berguna bagi pengambilan keputusan oleh pihak-pihak pengguna laporan keuangan. 1. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi atau kutipan langsung dari berbagai sumber. Metode pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive judgement sampling. dalam Zuhroh dan I Putu Pande. seperti buku-buku yang terkait dengan Akuntansi Sosial. ataupun buku lain serta datadata dari penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Adapun kriteria yang digunakan dalam penentuan sampel adalah : 6 . yaitu : 1) protective disclosure yang dimaksudkan sebagai upaya perlindungan terhadap investor. yaitu tipe pemilihan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu. Bahan literatur pendukung lainnya. 12 No.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. dan 2) informative disclosure yang bertujuan memberikan informasi yang layak kepada pengguna laporan (Wolk. dan Tearney. Corporate Social Responsibility. 2003). 2000. Januari 2007 berlaku. Tujuan pengungkapan menurut Securities Exchange Comission (SEC) dikategorikan menjadi dua. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang berasal dari : 1) 2) Pusat Referensi Pasar Modal di Bursa Efek Jakarta. Francis. Hipotesis Dalam penelitian ini penulis merumuskan hipotesis untuk mendukung jawaban atas permasalahan yang ada.

a. pemberian kode berdasarkan karakteristik kejadian atau transaksi yang terdapat dalam dokumen (Nur Indriantoro dan B. sedangkan angka 0 diberikan pada sub kategori yang tidak diungkap perusahaan sampel. 2000).DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi ……. 7 . angka 1 diberikan apabila suatu sub kategori pengungkapan sosial diisi atau diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan sampel. Laporan tahunan dianalisis dengan menggunakan metode content analysis. seperti kategori isi. ketenagakerjaan. Supomo. Analisis Kuantitatif Kegiatan pengolahan data meliputi pengecekan dan perhitungan item-item pengungkapan sosial yang ada dalam laporan tahunan. (Edwin Mirfazli dan Nurdiono) 1) 2) 3) Tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2004 Perusahaan telah menyelesaikan kewajibannya dalam menyerahkan laporan tahunan periode tahun 2004 Laporan tahunan perusahaan sampel secara fisik tersedia dengan lengkap dan utuh di PRPM. Hubungan antar-variabel disebut simetris apabila variabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh variabel yang lain (Hagul Manning and Singarimbun. Operasionalisasi Variabel Penelitian 3. Proses kuantifikasi menggunakan teknik indexing yes/no approach yang merupakan bentuk paling sederhana dari metode content analysis. Masing-masing variabel tersusun atas empat kategori yang ditetapkan dalam penelitian ini yaitu menyangkut kemasyarakatan. 1999). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Pengungkapan sosial yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang terkategori dalam industri yang dalam kelompok Industri Dasar dan Kimia 2) Pengungkapan sosial yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang terkategori dalam industri yang dalam kelompok Aneka Industri Kedua variabel tersebut bersifat independen dan memiliki hubungan yang simetris. b. dan konsumen. 1989. dalam Muslim Utomo. yaitu metode pengumpulan data melalui teknik observasi dan analisis terhadap isi atau pesan dari suatu dokumen untuk menghasilkan deskripsi yang objektif dan sistematik. lingkungan. yaitu metode yang menjelaskan dan menggambarkan karakteristik data agar hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang jelas. telaah. Alat Analisis Analisis Kualitatif Dalam penyusunan skripsi ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Pada teknik ini. 4.

terdapat 356 emiten yang terdaftar.05 Jika t-hitung < t-tabel. Januari 2007 Sedangkan teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif adalah dengan uji beda rata-rata.58% TIPE PERUSAHAAN Hihg-Profile Low-Profilei Jumlah 32 16 Sumber : Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) BEJ (2006) 1.SAMPEL 5 11 % 47.POPULASI 6 16 JML. Tabel 1. Analisis Berdasarkan data yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.63636 dan memiliki standar deviasi 4. maka H0 diterima atau P-value > 0. Sedangkan perusahaan dalam kelompok aneka industri low-profile mempunyai nilai minimum 5 (lima) dan maksimum 20 (dua puluh ) dengan rata-rata 9.46771. Dasar pengambilan keputusan adalah dengan membandingkan t-tabel dan t-hitung: • • Jika t-hitung > t-tabel.1667 dan memiliki standar deviasi 7. Berdasarkan kriteria penentuan sampel.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.41% 41. Dari jumlah populasi tersebut terdapat 32 emiten yang termasuk perusahaan dalam Kelompok Aneka Industri. Jumlah pengungkapan sosialnya paling minimum yaitu INDR dan perusahaan yang pengungkapan sosialnya paling tinggi yaitu ASII Sedangkan jumlah pengungkapan sosial untuk perusahaan yang lainnya tersebar diantara 5 (lima) dan 25 (dua puluh lima). peneliti menggunakan bantuan Software ststistik MiniTab versi 13. G. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Dari hasil perhitungan pada lampiran output MiniTab (lampiran 5) dapat diketahui bahwa pengungkapan sosial perusahaan dalam kelompok aneka industri high profile mempunyai nilai minimum 6 (enam) dan maksimum 25 (dua puluh lima) dengan ratarata 16. yang memenuhi untuk dijadikan sampel yaitu sebanyak 5 emiten yang termasuk dalam hihgprofile dari populasi sejumlah 6.Sedangkan untuk kelompok aneka industri low-profile dari populasi sejumlah 16 data yang tersedia sejumlah 11 emiten. 8 .16% 35. JML.05 Dalam menguji hipotesis yang diteliti. 12 No.27253. 1. maka H0 ditolak atau P-value < 0. Vol. Jumlah Perusahaan yang dijadikan Sampel Penelitian Kelompok Aneka Industri.

< 0. Hasil Uji Normalitas Pengujian normalitas distribusi data menggunakan uji Two Sample KolmogorovSmirnov Test dengan tingkat keyakinan 95% dengan N=5 pada kelompok aneka industri hihg profile serta N=11 untuk kelompok aneka indutri low profile. maka simpulan yang dapat diambil adalah Pengujian hipotesis membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam penyajian jumlah pengungkapan sosial seluruh tema antara perusahaan dalam kelompok aneka industri hihg-profile dengan perusahaan dalam kelompok aneka industri low-profile. Hal ini menunjukkan bahwa banyaknya dampak sosial yang muncul pada sebagian perusahaan dalam dua kelompok di atas yang termasuk dalam type high-profile yang mendorong mereka untuk melakukan dan mengungkapkan pertanggungjawaban sosial perusahaan.05. TIPE PERUSAHAAN High-Profile Low-Profile MEAN 16. DEV. (Edwin Mirfazli dan Nurdiono) 2. dengan ketentuan sebagai berikut : • Apabila P_Value. Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan di atas . nilai P_Value. 0. maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam penyajian jumlah pengungkapan sosial antara perusahaan dalam kelompok aneka industri hihg profile dengan kelompok aneka industri low-profile.035 KEPUTUSAN H0 ditolak.DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi ……. Hasil Uji Hipotesis Pengujian hipotesa komparatif jumlah pengungkapan sosial antara perusahaan highprofile dan low-profile dilakukan dengan menggunakan uji-z (uji-t) untuk komparasi dua sampel independen pada tingkat keyakinan 95%.05 : H0 ditolak dan Ha diterima. Dari hasil proses pengolahan data dengan menggunakan software MiniTab ver 13. Simpulan Penelitian ini menguji 16 sampel dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Dari hasil lampiran output MiniTab (lampiran 3 ) diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 2.17 9.64 STD.27 T VALUE 2. maka di dapatkan hasil yang di gambarkan melalui grafik yang menunjukkan data berdistribusi normal (lampiran 1 dan 2). > 0. Ha diterima Berdasarkan tabel diatas.05 : H0 diterima dan Ha ditolak. H.035 < 0. 9 . • Apabila P_Value. Hasil uji-t (Seluruh Tema) dengan tingkat keyakinan 95% dengan df=25. 3.32 P VALUE 0.47 4. 7.

Martin. San Fransisco. Perbandingan yang dilakukan hanya melihat secara keseluruhan tanpa merinci terhadap masing-masing tema. Penggunaan teknik indexing yes/no approach mengakibatkan sulit membedakan kualitas pengungkapan antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain. Ini dilakukan dengan mencari referensi terkini tentang tema dan sub tema pengungkapan sosial Bagi perusahaan supaya lebih memperhatikan lingkungan sosialnya. 2. 12 No. 1993. Menyempurnakan daftar pengungkapan sosial yang dipergunakan sebagai instrumen penelitian. Harahap. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. Edisi Revisi. Raja Grafindo Persada. 2. Corporate Social Responsibility: What Does It Mean? CSR News and Resources on www. maka saransaran yang diajukan untuk penelitian selanjutnya antara lain : 1. Perilaku perusahaan yang mengabaikan pertanggungjawaban sosialnya akan merugikan perusahaan. Ikantan Akuntan Indonesia. PT. J. 2002. “Social Accounting” dalam Siegel & Ramanauskan. Ohio. 3. Penyusunan daftar pengungkapan sosial cenderung bersifat subjektif dan memungkinkan terlewatnya item-item tertentu yang seharusnya diungkap oleh perusahaan. 2002. Saran Berdasarkan simpulan dan keterbatasan yang telah dikemukakan diatas. Sofyan Syafri.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. . Edisi Pertama BPFE. Jakarta Indriantoro. Vol. Salemba Empat. Keterbatasan Penelitian ini tidak terlepas dari keterbatasan. Keterbatasan tersebut antara lain : 1. The United States of America.net. Yogyakarta Mallen Baker. 1999. Teori Akuntansi. South Western Publishing Co. dan Bambang Supomo. Behavioral Accounting. mengingat antara perusahaan dan masyrakat saling memiliki kepentingan. Januari 2007 I. 10 . 1.mallenbaker. DAFTAR PUSTAKA Freedman. Nur. Jakarta. 1989. Standar Akuntansi Keuangan.

2003. Diana dan I Putu Pande Heri S. Suwardjono. Prentice Hall Parsa. United Kingdom Santoso.2005.id 11 . 2005 Menguasai Statiska di Era Informasi dengan SPSS 12.2000.co. Muhammad Muslim. 1 No. PT.Pertamina dan PT.www. Singgih. Al. Depok Parker et. Teori Akuntansi : Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Jakrta.. Edisi Ketiga BPFE Yogyakarta. 2006. Makalah dipresentasikan dalam Simposium nasional Akuntansi VI ------. Praktik Kedermawanan Sosial BUMN: Analisis terhadap Model Kedermawanan PT. (Edwin Mirfazli dan Nurdiono) Nursahid. 2000. Telekomunikasi Indonesia. Accounting for Social Impact : Accounting for The Human Factor. Kouhy. Praktek Pengungkapan Sosial Pada Laporan Tahunan Perusahaan di Indonesia. Disclosure of Social Information by UK Companies ( A Case of Legitimacy Theory). 2 Penerbit PIRAC. Fajar. Analisis Pengaruh Pengungkapan Sosial dalam Laporan Tahunan Perusahaan terhadap Reaksi Investor. Vol. PT.jsx. 1989.DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi ……. Krakatau Steel. Utomo. Riset dipresentasikan dalam Jurnal GALANG. Makalah diprsentasikan dalam Simposium Nasional Akuntansi III Zuhroh. Internet Publications of Working Papers Series of Midlesex University Businesss School and Dundee University. Elex Media Komputindo.

Hal ini mendorong investor yang rasional untuk selalu mempertimbangkan risiko dan tingkat pengembalian yang diharapkan dari setiap sekuritas. investor dihadapkan pada keadaan ketidakpastian. laporan laba rugi. Untuk analisis investasi. 2 tahun 1994 dan berlakunya mulai tanggal 1 Januari 1995. dengan tujuan untuk mengisi kesenjangan informasi dari laporan neraca. FE Unila. Menurut Standar Akuntansi Keuangan No. para analisis keuangan lebih banyak menggunakan informasi yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas yang lebih menceriminkan likuiditas inofrmasi ini dapat ditemukan dalam laporan arus kas yang sudah menjadi bagian integral dari laporan keuangan perusahaan publik sejak dikeluarkannya pernyataan standar akuntansi keuangan No. laporan arus kas merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. dan laporan laba 2 Dosen Jurusan Akuntansi. 2 Tahun 1994.DAFTAR ISI Analisis Pengaruh Interaksi Laba Dengan Laporan Arus Kas Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di Bej) Oleh: Kiagus Andi 2 Keywords : PENDAHULUAN Pada setiap pengambilian keputusan investasi. .

12 No. Reaksi ini dapat diukur dengan menggunakan Return atau menggunakan Abnormal Return. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan laporan di atas. maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi laporan laba rugi dengan laporan arus kas terhadap return saham dan untuk mengetahui reaksi pasar dengan adanya publikasi laporan laba rugi dan laporan arus kas di BEJ. 14 . inverstasi dan pendanaan terhadap Return saham ? Apakah ada reaksi pasar dengan adanya publikiasi laporan laba rugi dan laporan arus kas ? TUJUAN PENELITIAN Berdasarkan rumusan masalah diatas. Apakah ada pengaruh interaksi laporan laba rugi dengan laporan arusk kas operasi. Januari 2007 ditahan yaitu dalam menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kebutuhan perusahaan untuk menggunakan kas. 2. Landasan Teori 1. LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS A. Studi Peristiwa (Event Studi) Studi Peristiwa (event study) merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa yang informasinya dipublikasikan sebagai pengumuman. Event Study dapat digunakan untuk menguju kandungan informasi dari suatu pengumuman dan dapat juga digunakan untuk menguju efisiensi pasar. 1. Fadjirah (2000) dan Husnan (2002) yang menyimpulkan bahwa laporan arus dari kegiatan operasi. Pertimbangan untuk mengetahui apakah informasi arus kas dapat mempengaruhi kepercayaan investor dalam pengambilan keputusan investasi didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Baridwan (1997). maka dapat dirumuskan masalah penelitian ini yaitu: 1.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya perubahan harga saham dari sekuritas tersebut dan diukur dengan mengunakan return sebagai nilai perubahaan harga atau dengan menggunakan abnormal return kepada pasar dan sebaliknya. Vol. investasi dan pendanaan memberikan informasi incremental bagi investor Guna mengetahui apakah laporan arus kas memiliki kandungan informasi bagi investor yang diinteraksikan dengan laporan laba rugi maka dapat dilihat dari reaksi pasar pada saat pengumuman atau publikasi laporan laba rugi dan Laporan arus kas jika pengumuman kedua lapoaran keuangan tersebut mengandung informasi maka diharapkan pasar akan bereaksipada waktu pengumuman.

maka hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut: H1 H2 : Secara parsial interaksi laporan laba dengan laporan arus kas dari aktivitas operasi. berarti membeli prospek perusahaan.DAFTAR ISI Analisis Pengaruh Interaksi ……. Komposisi penghitungan return saham terdiri dari capital gain (loss) dan dividen. karena return saham merupakan selisih antara harga saham sekarang dikurangi dengan harga saham sebelumnya (Husnan. Return Saham Return saham merupakan hasil atau keuntungan yang diperoleh pemegang saham sebagai hasil dari investasinya. investasi dan pendanaan berpengaruh terhadap return saham : Rata-rata Abnormal return saham 10 hari sebelum jendela peristiwa arus kas berbeda dengan rata-rata abnormal return saham 10 hari sesudah jendela peristiwa arus kas 15 . Bila prospek perusahaan membaik. 3. Capital gain (loss) merupakan selisih laba rugi yang dialami oleh pemegang saham karena harga saham relatif tinggi atau rendah dibandingkan harga saham periode sebelumnya. Dengan naiknya harga saham diharapkan return saham juga naik. Pengembangna Hipotesis Berdasarkan uraian di atas. (Kiagus Andi) 2. Penelitian yang dillakukan Fadjrih (2000) menunjukkan bahwa laporan arus kas memberikan tambahan informasi terhadap laba mendatang yang tidak diperoleh dalam rasio neraca dan laba rugi. akan tetapi rasio neraca dan laba rugi lebih tinggi daripada arus kas. Sedang dividen merupakan bagian dari laba perusahaan yang dibagikan pada periode tertentu sesuai dengan keputusan manajemen Para investor membeli saham. 2002) B. Studi Empiris Mengenai Arus Kas Studi empiris yang dilakukan mengeani kandungan informasi arus kas bagi pengguna pasar modal banyak dilakukan Baridwan (1997) menguji ada tidaknya atau kecenderungan yang sama antara informasi dalam laporan arus kas dengan informasi yang ada dalam laporan laba rugi. maka harga saham tersebut akan meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan aru kas mempunyai hubungan dengan jumlah pembayaran dividen yang terjadi dalam satu tahun setelah terbitnya laporan keuangan.

1. dan pendanaan berpengaruh terhadap return saham. Variabel Tergantung atau Dependent Variabel (Y) Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adaah: Dependent Variabel : return saham Independent variabel : Laba (X1). 12 No. investasi. Menunjukkan tanggal publikasi laporan keuangan pada tanggal 31 Desember oleh emiten di media atau tanggal penyerahan laporan keuangan di BAPEPAM 3. Analisis Data Pengujian Hipotesis I Untuk menguji hipotesis pertama secara parsial interaksi laporan laba dengan laporan arus kas dari aktivitas operasi. Mempunyai data keuangan yang lengkap C. Teknik Penarikan Sampel Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Perusahaan yang terdaftar di BEJ untuk perusahaan manufaktur selama tahun 2002 sampai 2005 2. Sampel yang diambil sebanyak 80 perusahaan manufaktur yang relatif di perdagangkan dan dikelompokkan menjadi perusahaan yang memiliki laba atau rugi dan arus kas positif dan arus kas negatif. Periode Pengamatan Event Study terhadap kegiatan perdagangan saham dilakukan pada laporan keuangan tahun 2003 sampai 2005 yang dipublikasikan pada tahun 2004 sampai 2005 dengan periode pengamatan 21 hari D. Vol. B. Januari 2007 METODOLOGI PENELITIAN A. dan arus kas pendanaan (X4) Variabel bebas diukur berdasarkan jumlah Nominal E. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di BEJ sampai dengan 2005 dari data BEJ tahun 2005 perusahaan yang terdaftar sebanyak 290 perusahaan. Arus Kas operasi (X2). arus kas Investasi (X3). Dapat dilihat pada tabel 1 16 .DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Sampel yang dipilih harus memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Saham aktif diperdagangkan di BEJ 4.

Ini dapat dilihat dari tabel 2: Variabel RAR 10 hari Sebelum Tanggal publikasi RAR 10 hari Sesudah Tanggal publikasi t-hit t-sig Arus Kas Operasi.01108 3. Laba yang berinteraksi dengan arus kas operasi juga berpengaruh signifikan dengan return saham.502 0.226 0. Investasi.050 Keterangan Ha Diterima Ha Diterima Ha Ditolak Ha Ditolak Dari tabel 1 di atas menunjukkan bahwa laba mempunyai pengaruh yang signifikan dengan return saham. Laba yang berinteraksi dengan arus kas pendanaan tidak berpengaruh terhadap return saham.000 Laba berinteraksi dengan 3. Laba yang berinteraksi dengan arus kas investasi tidak berpengaruh terhadap return saham. Husnan.003293 Pendanaan Sumber: data sekunder yang diolah (2005) 0.766 0. (Kiagus Andi) Variabel t-hit t-sig Laba 6.026 0.000 arus kas operasi Laba berinteraksi dengan 1. Penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Baridwan.DAFTAR ISI Analisis Pengaruh Interaksi …….098 0.112 -0.001 Rata-rata abnormal return 10 hari sebelum tanggal publikasi arus kas dengan rata-rata abnormal return saham 10 hari setelah tanggal publikasi arus kas terdapat perbedaan yang signifikan atau dengan kata lain terdapat publikasi arus kas memiliki kandungan informasi yang segera diikuti oleh reaksi pasar atau akan memberikan abnormal return kepada investor di BEJ PEMBAHASAN Dari hasil pengujian hipotesis pertama dapat diketahui interaksi laba dengan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan tidak berpengaruh terhadap return saham. dan Fadjrih karena laporan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan tidak berpengaruh terhadap return saham sehingga mempunyai muatan informasi bagi investor diluar informasi yang telah disajikan oleh laba akuntansi 17 .742 0. Pengujian Hipotesis II Rata-rata abnormal return saham 10 hari sebelum jendela peristiwa arus kas berbeda dengan rata-rata abnormal return saham 10 hari sesudah jendela peristiwa arus kas.445 arus kas pendanaan Sumber: Data Sekunder yang diperoleh (2005) B 0.083 arus kas investasi Laba berinteraksi dengan -0. dan 0.576 0.

Vol. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. 18 . 12 No. 1. Dengan demikian publikasi arus kasi ternyata cukup memberikan informasi yang relevan bagi investor yang memperoleh abnormal return Keterbatasan Berdasarkan hasil analisis penelitian. SIMPULAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN Simpulan Berdasarkan hasil analisis data yang telah diuraikan di atas. Januari 2007 Untuk Hipotesis II arus kas memberikan abnormal return (AR) kepada investor di BEJ yaitu baik sebelum tanggal publikasi maupun setelah tanggal publikasi. Dengan uji beda rata-rata penelitian ini menyatakan bahwa arus kas memberikan abnormal return terhadap investor di bursa saham yang ditunjkkan dengan adanya reaksi pasar pada saat informasi dipublikasikan.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. keterbatasan yang terdapat pada penelitian ini adalah: 1. Zaki (1977) “Analisis Nilai Tambah Informasi Laporan Arus Kas”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Husnan. 3. (2000) “Tambahan Kandungan Informasi Arus Kas”. Variabel interaksi laba dengan arus kas investasi tidak berpengaruh terhadap return saham. Edisi Pertama UPP-AMP YKPN. maka dapat disimpulkan sebagai berikut: variabel laba berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini hanya mendasarkan pda perusahaan manufaktur. Daftar Pustaka Asyik. Variabel interaksi laba dengan arus kas pendanaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Variabel interaksi laba dengan arus kas operasi berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Sehingga hasil penelitian ini tidak dapat digunakan sebagai dasar generalisasi. Suad (2003) “Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas”.2 Juli Baridwan. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memperhatikan spesifikasi model objek pengamatan yang lebih spesifik Bagi peneliti berikutnya perlu untuk mempertimbangkan faktor ekonomi seperti tingkat suku bunga untuk perluasan penelitian. Vol No. Nur Fadjrih. Yogyakarta Ikatan Akuntan Indonesia (2002): Standar Akuntansi Keuangan: Salemba Empat Jkt 2.

serta Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Perubahan Ketiga Undang-Undang Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. sedangkan Lembaga Amil Zakat didirikan oleh masyarakat.DAFTAR ISI Penerapan PSAK Nomor 45 Pada Organisasi Pengelola Zakat Oleh: Nurdiono 3 ABSTRACT Ones of the prime characteristic the nonprofit organization is Receipt of significant amounts of resources from providers who do not expect to receive either repayment or economic benefit proportionate to the resources provided. yaitu Badan Amil Zakat (BAZIS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZIS). Selain itu. LAZ. 45 no difference in apply with financial statement version Widodo and Kustiawan. The differences in PSAK No. A. Financial Statement. . PSAK No. FE Unila. Latar Belakang Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang yang berkaitan dengan pengelolaan zakat yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 1999. Keputusan Menteri Agama RI Nomor 581 Tahun 1999 tentang pelaksanaan Undang – Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat. Financial statement from IAI in PSAK No. Undang . 45 in financial statement from LAZ are the consolidation financial statement and net asset. Key words: non profit organization. Undang-Undang RI Nomor 38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat Bab III pasal 6 dan pasal 7 menyatakan bahwa lembaga pengelola zakat di Indonesia terdiri dari dua macam. Badan Amil Zakat dibentuk oleh pemerintah. Keputusan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji Nomor D-291 Tahun 2000 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Zakat.Undang tersebut juga menyiratkan tentang perlunya BAZIS dan LAZIS meningkatkan kinerjanya sehingga menjadi amil zakat yang 3 Dosen Jurusan Akuntansi. 45. PENDAHULUAN 1.

diharapkan laporan keuangan organisasi nirlaba dapat lebih mudah dipahami. karena sedikitnya sumber daya manusia yang menguasai secara global penerapan dari PSAK Nomor 45 ataupun standar-standar pelaporan lainnya yang berkaitan dengan organisasi nirlaba ini. Vol. Di samping itu. amanah. khususnya pada lembaga pengelola zakat menyebabkan organisasi . 2004). memiliki relevansi. masyarakat juga sangat mebutuhkan informasi akuntansi mengenai pengelolaan zakat. terutama yang berkaitan langsung dengan prakteknya pada organisasi nirlaba di Indonesia. Ikatan akuntan Indonesia (IAI) mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 45 untuk mengatur pelaporan keuangan organisasi nirlaba. dalam arti bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual. atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuidasi atau pembubaran entitas. baik dari segi akuntansi maupun manajemen keuangan. Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan. sehingga mampu mengelola zakat. terpercaya. Pada saat ini literatur-literatur yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri hanya sedikit yang membahas mengenai perlakuan akuntansi dan laporan keuangan untuk organisasi nirlaba. atau ditebus kembali. 12 No. 1.organisasi tersebut membutuhkan banyak informasi mengenai bagaimana tata cara pengelolaannya. maupun pendistribusiannya. Januari 2007 profesional.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. b. Sehingga permasalahan yang diangkat adalah bagaimana penerapan psak nomor 45 pada organisasi pengelola zakat. TINJAUAN PUSTAKA Kemudian oleh IAI di dalam PSAK Nomor 45 tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba (2004) pengertian ini diterjemahkan menjadi: a. Menghasilkan barang dan/atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba. dan memiliki daya banding yang tinggi (IAI. baik pengambilan. dan kalau suatu entitas menghasilkan laba. c. 20 . B. Sehingga dikhawatirkan kondisi ini membuat penerapan akuntansi dan pelaporan keuangan pada sebagian besar organisasi nirlaba tidak sesuai dengan PSAK Nomor 45 sebagai standar yang telah ditetapkan oleh IAI untuk mengatur pelaporan keuangan organisasi nirlaba. infak dan sedekah secara lebih sistematis dan profesional dalam rangka turut dalam upaya pengentaskan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. infak dan sedekah ini berkaitan dengan usaha untuk membangun kepercayaan mereka akan lembaga pengelola zakat yang amanah dalam pengumpulan dan pendistribusian zakat. dialihkan. memiliki program kerja yang jelas dan terencana. Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis. maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut. Dengan adanya standar pelaporan ini. Sementara itu dari sisi akuntansi. Begitu banyaknya potensi dana masyarakat yang terlibat dalam organisasi nirlaba.

misalnya. peristiwa dan situasi lainnya yang mengubah nilai dan sifat aktiva bersih. menyebabkan adanya perbedaan pada kalangan pemakai laporan keuangan dan isi dari laporan keuangan tersebut. tujuan laporan keuangan . Jumlah dan sifat aktiva. anggota organisasi. dan pihak lain yang menyediakan sumber daya bagi organisasi nirlaba. laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. dikarenakan adanya perbedaan tujuan organisasi. Ikatan Akuntan Indonesia (2004) menjelaskan bahwa tujuan umum laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan. Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba Tujuan utama laporan keuangan organisasi nirlaba pada dasarnya memiliki kesamaan dengan tujuan laporan keuangan organisasi komersial. atau laporan arus dana. b. sebagai laporan arus kas. laporan laba rugi. 2004) memberikan pengertian tujuan laporan keuangan organisasi nirlaba adalah untuk menyediakan informasi yang relevan untuk memenuhi kepentingan para penyumbang. kewajiban. dan Cara manajer melaksanakan tanggung jawabnya dan aspek kinerja manajer. 45 ……. PSAK Nomor 45 (IAI. yaitu untuk menilai : a. (Nurdiono) Laporan Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (2004) menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. b. adalah untuk menyajikan informasi mengenai: a. dan aktiva bersih suatu organisasi. Secara rinci. informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga. Namun. yaitu menyajikan informasi yang relevan atas kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh organisasi tersebut. Di samping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut. 21 . Jasa yang diberikan oleh organisasi nirlaba dan kemampuannya untuk terus memberikan jasa tersebut. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca. termasuk catatan atas laporan keuangan. Para pengguna laporan keuangan organisasi nirlaba juga memiliki kepentingan bersama yang tidak berbeda dengan organisasi bisnis. kreditur. Pengaruh transaksi. kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunanan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.

Kemampuan organisasi untuk memberikan jasa secara berkelanjutan. fleksibilitas keuangan. kemampuan untuk memenuhi kewajibannya. dan Usaha jasa suatu organisasi. dan kebutuhan pendanaan eksternal. Laporan posisi keuangan. yang digunakan bersama dengan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya. termasuk catatan atas laporan keuangan. fleksibilitas keuangan. anggota organisasi .DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. dapat membantu para penyumbang. dan pihak-pihak lain untuk menilai: a. Informasi dalam laporan aktivitas. dapat membantu para penyumbang. b. Informasi tersebut umumnya disajikan dengan pengumpulan aktiva dan kewajiban yang memiliki karakteristik serupa dalam suatu kelompok yang relatif homogen. 12 No. Laporan Posisi Keuangan Tujuan laporan posisi keuangan adalah untuk menyediakan informasi mengenai aktiva. dan hubungan antara aktiva dan kewajiban. memperoleh pinjaman dan melunasi pinjaman. dan Likuiditas. Januari 2007 c. d. Informasi dalam laporan posisi keuangan yang digunakan bersama pengungkapan dan informasi dalam laporan keuangan lainnya. anggota organisasi kreditur dan pihak lainnya untuk: 22 . Tujuan utama laporan aktivitas adalah menyediakan informasi mengenai: a. Hubungan antar transaksi. Jenis dan jumlah arus masuk dan arus keluar sumber daya dalam suatu periode dan hubungan antara keduanya. Pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat aktiva bersih. menyediakan informasi yang relevan mengenai likuiditas. e. c. dan faktor lainnya yang berpengaruh pada likuiditasnya. kreditur. Cara suatu organisasi mendapatkan dan membelanjakan kas. dan peristiwa lain. dan aktiva bersih. kewajiban. dan aktiva bersih dan informasi mengenai hubungan di antara unsur-unsur tersebut pada waktu tertentu. Vol. Laporan keuangan mencakup organisasi secara keseluruhan dan harus menyajikan total aktiva. 1. kewajiban. b. Laporan Aktivitas 2. Bagaimana penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan berbagai program atau jasa. Komponen Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba IAI (2004) di dalam PSAK Nomor 45 menjelaskan bahwa komponen laporan keuangan organisasi nirlaba meliputi : 1.

bunga. sewa. Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasi menurut aktivitas operasi. Laporan aktivitas juga menyajikan keuntungan dan kerugian yang diakui dari investasi dan aktiva lain (atau kewajiban) sebagai penambah atau pengurang aktiva bersih tidak terikat. dan pendanaan. Selain hal-hal yang tercantum dalam PSAK Nomor 2 tersebut. 3. laporan arus kas organisasi nirlaba disajikan sesuai PSAK Nomor 2 tentang Laporan Arus Kas (IAI.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. kecuali jika penggunaannya dibatasi. Aktivitas pendanaan: 23 . Dalam penyajiannya. dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan. b. laporan arus kas organisasi nirlaba mendapat tambahan sebagui berikut: a. listrik. seperti menurut kelompok program jasa utama dan aktivitas pendukung. dan tidak terikat dalam suatu periode. Menilai upaya. Metode tidak langsung: dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengkoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas. Laporan Arus Kas Tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode. 45 ……. Arus kas yang berasal dari transaksi dalam valuta asing harus dibukukan dalam mata uang yang digunakan dalam pelaporan keuangan dengan menjabarkan jumlah mata uang asing tersebut menurut kurs pada tanggal transaksi arus kas. kemampuan dan kesinambungan organisasi dan memberikan jasa Menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajer. penangguhan (deferral) atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan masa depan. 2004). investasi. Perusahaan harus melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari metode berikut ini: a. penyusutan. Mengevaluasi kinerja dalam suatu periode. organisasi nirlaba dianjurkan untuk menyajikan informasi tambahan mengenai beban menurut sifatnya. berdasarkan gaji. Laporan aktivitas menyajikan jumlah perubahan aktiva bersih terikat permanen. Metode langsung: dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto diungkapkan. Laporan aktivitas atau catatan atas laporan keuangan harus menyajikan informasi mengenai beban menurut klasifikasi fungsional. Di samping itu. Misalnya. terikat temporer. (Nurdiono) a. c. b.

2. atau peningkatan dana abadi (endowment).Informasi tambahan lainnya yang dianggap perlu.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan . laporan perubahan posisi keuangan. perhitungan laba/rugi. 2001): . 2. Catatan atas Laporan Keuangan 4. 12 No. Laporan Keuangan Organisasi Pengelola Zakat Widodo dan Kustiawan (2001) menjelaskan bahwa secara umum laporan keuangan Organisasi Pengelola Zakat (LAZ) dibuat dengan tujuan: 1.Informasi umum mengenai lembaga . Januari 2007 1. 2001): 1.Kejadian setelah tanggal neraca . 3. Bunga dan dividen yang dibatsai penggunaannya untuk jangka panjang. Biasanya Catatan atas Laporan Keuangan memuat hal-hal berikut (Widodo dan Kustiawan. Karakteristik Laporan keuangan untuk LAZ seharusnya memiliki karakteristik sebagai berikut (Widodo dan Kustiawan. Penerimaan kas dari penyumbang yang penggunaannya dibatasi untuk jangka panjang.Penjelasan dari setiap akun yang dianggap memerlukan rincian lebih lanjut . pembangunan dan pemeliharaan aktiva tetap. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Ketaatan pada prinsip-prinsip dan ketentuan syari’ah Islam Keterikatan pada Keadilan Menghasilkan pelaporan yang berkualitas 24 . 1. 3. 3. Vol. Adalah penjelasan yang dilampirkan besama-sama dengan laporan keuangan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan neraca. Untuk menilai manajeman LAZ dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya Untuk menilai pelayanan atau program yang diberikan oleh LAZ dan kemampuannya untuk terus memberikan pelayanan atau program tersebut. Pengungkapan informasi mengenai aktivitas investasi dan pendanaan nonkas: sumbangan berupa bangunan atau aktiva investasi. laporan perubahan modal. 2. Menyajikan informasi apakah LAZ dalam melakukan kegiatannya telah sesuai dengan ketentuan syari’ah Islam. Penerimaan kas dari sumbangan dan penghasilan investasi yang penggunaannya dibatasi untuk pemerolehan. b.

Penyajian yang jujur b. Besarnya nilai pos/transaksi Kesalahan. suatu informasi yang tercantum dalam laporan keuangan harus memiliki kualitas andal. infak tidak mengenal nisab.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. 45 ……. infak yang dikeluarkan orang-orang kafir untuk kepentingan agamanya. dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus dan jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan. informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus lengkap f. Suatu informasi dikatakan material atau tidak tergantung pada: a. dan ‘berkembang’ (Mu’jam Wasith dalam Hafidhuddin. Termasuk ke dalam pengertian ini. Jika zakat ada nisabnya. 2002). Netral d. 2002). (Nurdiono) Relevan. Sedangkan BAZIS DKI (1999) mendefinisikan zakat secara etimologi (lughoh) sebagai “membersihkan”. Untuk dapat dikatakan andal. Kelengkapan. b. Sedangkan menurut terminologi syariat. Infak berasal dari kata anfaqa yang berarti ‘mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu (Hafidhuddin. zakat adalah nama bagi sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula (Kifayatul Akhyar dalam Hafidhuddin. baik hasil usaha maupun pertanian dengan mengeluarkan hak orang lain yang terdapat pada harta tersebut. Infak. ‘berkah’. Infak dikeluarkan oleh setiap orang yang beriman. Sedekah dan Wakaf Hafidhuddin dalam bukunya Panduan Praktis Tentang Zakat Infak Sedekah (2004) menjelaskan bahwa zakat berasal dari bentukan kata zaka yang berarti ‘suci’. yaitu bebas dari pengertian yang menyesatkan. yakni membersihkan harta penghasilan. ‘baik’. laporan keuangan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Dapat Dibandingkan g. yang dapat terjadi karena: Kelalaian dalam mencantumkan Kesalahan dalam mencatat • Andal. infak berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasialan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam. data yang diolah dan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan hanya yang ada kaitannya dengan transaksi yang bersangkutan. ‘tumbuh’. Dapat diuji kebenarannya (Auditable) Zakat. 2002). apakah ia di saat lapang 25 . Substansi mengungguli bentuk c. Menurut terminologi syari’at (istilah). baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah. kesalahan material. Pertimbangan yang sehat e.

26 . dana zakat dikhususkan. untuk program beasiswa. Begitu pula dengan dana infak dan sedekah. jika infak berkaitan dengan materi. sedekah memiliki arti lebih luas. Definisi wakaf menurut ulama yang bernama Abu Zahrah (Widodo dan Kustiawan. Jika zakat harus diberikan pada mustahik tertentu maka infak boleh diberikan kepada siapa pun juga. dana zakat umum. pengertian sedekah sama dengan pengertian infak. baik yang ditentukan penggunaannya maupun yang tidak. termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. yaitu zakat yang diberikan oleh muzakki kepada LAZ dengan permintaan tertentu. 1. Dan kedua. Dan laporan keuangan tersebut berbeda dengan laporan keuangan untuk organisasi bisnis pada umumnya. Misalnya permintaan untuk disalurkan kepada anak yatim. Januari 2007 maupun sempit (Surat Ali Imran:134). Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. 12 No. dan lain-lain. Konsep penerimaan dan Penyaluran ZIS Berkaitan dengan masalah akuntansi. Menurut terminologi syariat. yaitu neraca. Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti ‘benar’ (Hafidhuddin. 2002). Hanya saja. dana zakat dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama. yaitu zakat yang diberikan oleh para muzakki kepada Organisasi Pengelola Zakat (LAZ) tanpa permintaan tertentu. Sedekah dianggap sama dengan infak. Vol. 2001) adalah menghalangi atau menahan tashorruf (berbuat) terhadap sesuatu yang manfaatnya diberikan kepada pihak-pihak tertentu dengan tujuan berbuat kebaikan. menyangkut hal yang bersifat non materiil. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Menurut peraturan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Sehingga dana infak dan sedekah dibagi menjadi: dana infak/sedekah umum. laporan aktivitas. dan catatan atas laporan keuangan.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. C. yaitu infak/sedekah yang diberikan para donatur kepada LAZ tanpa persyaratan tertentu dan dana infak/sedekah dikhususkan. laporan arus kas. seharusnya paling tidak ada empat macam laporan keuangan yang dibuat. yaitu infak/sedekah yang diberikan para donatur kepada LAZ dengan berbagi persyaratan tertentu.

0 Rp 6.0 4.850.0 154.175.975.0 6.0 342.0 16.0 2.0 508.0 1.750.500.200.0 13.0 3.425.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.850.575.675.070.562.0 13.0 355.750.0 3.0 730.0 158. bangunan.0 696.250.550.500.0 26.0 2.0 Rp Rp 259. (Nurdiono) Gambar 1. 45 …….0 11.0 7.500.0 730.975.550.213. dan peralatan Tanah.750.187.0 665.325.0 60.0 703.525.0 63.025.250.150.350.0 5. Contoh Laporan Posisi Keuangan Organisasi Nirlaba Laporan Posisi Keuangan 31 Desember 19X0 dan 19X1 (dalam jutaan) 19X1 Aktiva Kas dan Setara Kas Rp Piutang bunga Persediaan dan biaya dibayar dimuka Piutang lain-lain Investasi Lancar Aktiva terikat untuk investasi dalam tanah.0 Rp Rp 288.0 4.625.250.0 545.175.0 1.175.0 4.0 696.0 2.200.050.400.500.625.0 27 .0 Rp 19X0 1. bangunan dan peralatan Investasi jangka penjang Jumlah Aktiva Rp Kewajiban dan Aktiva Bersih Hutang dagang Rp Pendapatan diterima di muka yang dapat dikembalikan Hutang lain-lain Hutang wesel Kewajiban tahunan Hutang jangka panjang Jumlah Kewajiban Rp Aktiva Bersih Tidak terikat Terikat Temporer (Catatan B) Terikat Temporer (catatan C) Jumlah Aktiva Bersih Jumlah Kewajiban dan Aktiva Bersih Sumber: IAI (2004) 188.0 30.0 2.250.855.0 Rp Rp 2.

0 79. Penghasilan dan Sumbangan Lain Beban dan Kerugian Program A Program B Program C Manajemen dan Umum Pencarian Dana Jumlah Beban (Catatan F) Kerugian akibat kebakaran Jumlah Beban dan Kerugian Kenaikan Jumlah Aktiva Bersih Tidak Terikat Perubahan Aktiva Bersih Terikat Temporer Sumbangan Penghasilan investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Investasi jangka panjang (Catatan E) Kerugian actuarial untuk kewajiban tahunan Aktiva bersih terbebaskan dari pembatasan (Catatan D) Penurunan Aktiva Bersih Terikat Temporer Perubahan Dalam Aktiva Bersih Terikat Permanen Sumbangan Penghasilan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Kenaikan Aktiva Bersih Terikat Permanen Kenaikan Aktiva Bersih Aktiva Bersih Pada Awal Tahun Aktiva Bersih Pada Akhir Tahun Sumber: IAI (2004) Rp 21.750.0 703.0 Rp Rp Rp 28 .0 80.125.850.350.570.0 14.0 3.750.0 36.0) 700.0 11.0 14.850. Contoh Laporan Aktivitas Bentuk A Organisasi Nirlaba Laporan Aktivitas Untuk Tahun Berakhir pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Perubahan Aktiva Bersih Tidak Terikat: Pendapatan dan Penghasilan Sumbangan Jasa layanan Penghasilan investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan investasi lain-lain (Catatan E) Penghasilan bersih investasi jangka panjang belum direalisasi Lain-lain Jumlah Pendapatan dan Penghasilan Tidak Terikat Aktiva Bersih yang Berakhir Pembatasannya (Catatan D): Pemenuhan program pembatasan Pemenuhan pembatasan pemerolehan peralatan Berakhirnya pembatasan waktu Jumlah aktiva yang telah berakhir pembatasannya Jumlah pendapatan.0 13.0 665.0 12.0 72.350.925.125.0) (2.0 20.0 6.050.170.0 375.0 2. Januari 2007 Gambar 2.400.0 29.0 109. Vol.820.0 21.500.275.0 20.020.0 3. 12 No.0 7.0 32.895.380.0 300.550.0 6. 1.0) (36.450.0 (75.625.975.0 28.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.125.550.375.0 200.975.0 5.0 38.000.600.

050.0 (3.0 3. Bentuk B memungkinkan penyajian informasi agregat mengenai sumbangan dan penghasilan dari investasi.0 20. dan perubahan terhadap aktiva bersih tidak terikat disajikan dalam laporan perubahan aktiva bersih. Bentuk B menyajikan informasi sesuai dengan klasifikasi aktiva bersih.0 Lain-lain 375.0 14.500.550.0 2.745.500. Setiap bentuknya memiliki keunggulan.400.0 39.020.0 12. Bentuk ini sesuai untuk organisasi nirlaba yang memandang aktivitas operasi sebagai aktivitas yang terpisah dari penerimaan pendapatan terikat dari sumbangan dan investasi.0 300.0 (2.0 6.570.050.0 14. 3.750.0 (3.750.375.0 21.0 6.600.450.500. satu kolom untuk setiap klasifikasi dengan tambahan satu kolom untuk jumlah.0 13.0) Beban dan kerugian Program A Program B Program C Manajemen dan Umum Pencarian Dana 32.350.0) Jumlah pendapatan.0 Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang (Catatan E) 20. beban.0) Berakhirnya pembatasan waktu 3.450. (Nurdiono) Laporan Aktivitas Ada tiga bentuk laporan aktivitas yang disajikan sebagai contoh pada PSAK Nomor 45.0 (29. Bentuk A menyajikan informasi dalam kolom tunggal.0 29 .975. Pendekatan bentuk C ini menitikberatkan perhatian pada perubahan aktiva bersih yang tidak terikat.275.0 6. penghasilan dan sumbangan 109. sumbangan lain Rp Sumbangan Rp 21.0 Jasa layanan 13.125.0 118. Bentuk C menyajikan informasi dalam dua laporan dengan jumlah ringkasan dari laporan pendapatan.0) Pemenuhan pembatasan pemerolehan peralatan 3.000. 45 …….DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. 2.0 21.380.0 11.0 Jumlah Rp 42.0 Penghasilan investasi lain (Catatan E) 2.550.400. Bentuk B menyajikan pembuktian dampak berakhirnya pembatasan penyumbang aktiva tertentu terhadap reklasifikasi aktiva bersih.125.0 3.125.0 20. Bentuk A ini memudahkan penyusunan laporan aktivitas komparatif.750.575.350.375.975. penghasilan.0 Penghasilan investasi jangka panjang (Catatan E) 14. Gambar 3 Contoh Laporan Aktivitas Bentuk B Organisasi Nirlaba Laporan Aktivitas Untuk Tahun Berakhir pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Terikat Tidak Terikat Temporer Pendapatan.125.750.750.0 Aktiva Bersih Yang Berakhir Pembatasannya (Catatan D): Pemenuhan program pembatasan 29.0 32. 1.0 Terikat Permanen Rp 700.0 7.

125.0 28.070.0 Gambar 4 Contoh Laporan Aktivitas Bentuk C (Bagian 1 dari 2 bagian) Organisasi Nirlaba Laporan Pendapatan.0 2.500.0 29.750.750.895.175.0 Rp .925.0 109.0 12.855. dan Perubahan Aktiva Bersih Tidak Terikat Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Pendapatan dan Penghasilan Tidak Terikat: Sumbangan Rp Jasa layanan Penghasilan dari Investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan dari investasi lain-lain (Catatan E) Penghasilan bersih dari investasi jangka panjang yang telah terealisasikan dan belum terealisasikan (Catatan E) Lain-lain Jumlah Pendapatan dan Penghasilan Tidak Terikat Aktiva Bersih yang Dibebaskan dari Pembatasan Penyelesaian program pembatasan Penyelesaian pembatasan pemerolehan peralatan Berakhirnya waktu pembatasan Jumlah aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan Jumlah pendapatan.0 200.600. dan sumbangan lain yang tidak terikat Beban dan Kerugian Program A Program B Program C Manajemen dan Umum Pencarian Dana Jumlah Beban (Catatan F) Kerugian akibat kebakaran Jumlah beban dan kerugian tidak terikat Kenaikan aktiva bersih tidak terikat Sumber:IAI (2004) (Bagian 2 dari 2 bagian) 30 21.0 13.125.625.0 200.0 80.000.0 665.350.820.050.350.925.0 5.0 75.0 375.0 32.0 36.975.0 21.850.0 (2.0 60.675.020.0 79. penghasilan.0 28.895.125.925.0) 63.375.0 342.0 79.0 80.050. 12 No. Januari 2007 Jumlah Beban (Catatan F) Kerugian akibat kebakaran Kerugian aktuarial dari kewajiban tahunan Perubahan Aktiva Bersih Aktiva Bersih Awal Tahun Aktiva Bersih Akhir Tahun Sumber: IAI (2004) 79.0 3.0 14.0 80.550.0 14.0 6.0 200.570.400.0 288.0 3.125.0 75.500. Vol.0 355.0 75.0 703.0 72.975. 1.200.0 20.0 259.170.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Beban.0 38.

0 703.850.0 665.0 (80.0 6.0) 700.125.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.0) (36.0 300.380. (Nurdiono) Organisasi Nirlaba Laporan Perubahan Aktiva Bersih Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Aktiva Bersih Tidak Terikat: Jumlah pendapatan dan penghasilan tidak terikat Aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan (Catatan D) Jumlah beban dan kerugian tidak terikat Kenaikan aktiva bersih tidak terikat Rp 72.625.450.550.0 12.850.0 38.0 (75.170.0 36.350.0 11.0) (2.0) (29.550.275.0 Aktiva Bersih Terikat Temporer: Sumbangan Penghasilan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih dari investasi jangka panjang yang telah terealisasikan dan belum terealisasikan (Catatan E) Kerugian aktuarial dari kewajiban tahunan Aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan (Catatan D) Penurunan aktiva bersih terikat temporer Aktiva Bersih Terikat Permanen Sumbangan Penghasilan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih dari investasi jangka panjang yang telah terealisasikan dan belum terealisasikan (Catatan E) Kenaikan aktiva bersih terikat permanen Kenaikan Aktiva Bersih Aktiva Bersih Pada Awal Tahun Aktiva Bersih Pada Akhir Tahun Sumber: IAI (2004) Rp 31 .820.0) 20.975.0 7.895. 45 …….

0 20.020.0 (36.200.0 Rp Rp 12. dan sumbangan lain: Pendapatan.930.0 Pendapatan.170.0 panjang (Catatan E) Aktiva bersih yang dibebaskan pembatasannnya (Catatan D) 36.125. 1.125.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.0 Rp 12.0 300.850.125.0 Rp 118.0 (2. dan sumbangan Rp 109.0 75.0 Rp (2.0) 63.975.070.0) Rp Beban dan Kerugian: Beban dan kerugian tidak terikat Kerugian aktuarial dari kewajiban tahunan Jumlah beban dan kerugian Perubahan Aktiva Bersih Aktiva Bersih Awal Tahun Aktiva Bersih Akhir Tahun Rp Sumber: IAI (2004) Terikat Permanen Jumlah Rp 72.0 75.0 11.550.750. dan sumbangan lain terikat Rp 72.0) Jumlah pendapatan.0 18.850.0 80.175.0 355. dan sumbangan lain tidak terikat sumbangan Rp 20. 12 No.450.975.745.350.825.0 28.0 Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka 7.0 38.0 80.170.855.0 Rp 32 .0 75. penghasilan.625.0 6.0 80.550.0 60.0 288. penghasilan.050. penghasilan. Vol.0 665.895.500.0 342.550.0 80.0 700.0 Rp Penghasilan investasi jangka panjang (Catatan E) 6.275.820. penghasilan.675.380.0 703.0 259. Januari 2007 (Bagian 2 dari 2 bagian: Alternatif) Organisasi Nirlaba Laporan Perubahan Aktiva Bersih Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Tidak Terikat Terikat Temporer Pendapatan.

0) (2.5) (2.0) 190.062.0 (955. 45 …….0) 500.0 375.0 6.000.0 20.0 Kerugian akibat kebakaran 200. (Nurdiono) Gambar 5 Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung Organisasi Nirlaba Laporan Arus Kas Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Aliran Kas dari Aktivitas Operasi: Kas dari pendapatan jasa Kas dari penyumbang Kas dari piutang lain-lain Bunga dan deviden yang diterima Penerimaan lain-lain Bunga yang dibayarkan Kas yang dibayarkan kepada karyawan dan suplier Hutang lain-lain yang dilunasi Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas operasi Aliran Kas dari Aktivitas Investasi: Ganti rugi dari asuransi kebakaran Pembelian peralatan Penerimaan dari penjualan investasi Pembelian investasi Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas investasi Aliran Kas dari Aktivitas Pendanaan: Penerimaan dari kontribusi terbatas dari: Investasi dalam endowment Investasi dalam endowment berjangka Investasi bangunan Investasi perjanjian tahunan Aktivitas pendanaan lain: Bunga dan deviden terbatas untuk reinvestasi Pembayaran kewajiban tahunan Pembayaran hutang wesel pembayaran kewajiban jangka panjang Rp 13.962.0) (1.0) (59.050.5) (75.537.0 4200.5 21.520.075.425.0 Kas dan Setara ka pada akhir tahun 187.0) 625.0 (362.500.0 175.0 500.0 Penyesuaian untuk rekonsiliasi perubahan dalam aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi: Depresiasi 8.0 (3.5 Rekonsiliasi perubahan dalam aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perubahan dalam aktiva bersih 38.5) Kas dan setara kas pada awal tahun 1.750.025.250.0 3.0 (187.5) Kenaikan (Penurunan) bersih dalam kas dan setara kas Rp (962.5) Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas pendanaan Rp (762.0) (4.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.0) (125.0 33 .250.625.150.850.0 750.

5) (6.625.850.0) (750. Vol.800.150.0) (75.0) 34 .5) 3.0 8.0 (1.0) (39.0 200.062.0) (75.0 75.062.625. 12 No.5) 3.800.500.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.150. 1.0 (1.0) (1.0) (1.0) (39. nilai kas yang diserahkan Sumber: IAI (2004) Gambar 6 Contoh Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung Organisasi Nirlaba Laporan Arus Kas Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Aliran Kas dari Aktivitas Operasi: Rekonsiliasi perubahan dalam aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi: Perubahan dalam aktiva bersih Rp Penyesuaian untuk rekonsiliasi perubahan dalam aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi: Depresiasi Kerugian akibat kebakaran Kerugian aktuarial pada kewajiban tahunan Kenaikan piutang bunga Penurunan dalam persediaan dan biaya dibayar dimuka Kenaikan dalam piutang lain-lain Kenaikan dalam hutang dagang Penurunan dalam penerimaan dimuka yang dapat dikembalikan Penurunan dalam hutang lain-lain Sumbangan terikat untuk investasi jangka panjang Bunga dan deviden terikat untuk investasi jangka panjang Penghasilan bersih terealisasikan dari investasi jangka panjang Kas bersih diterima (digunakan) untuk aktivitas operasi 38.0 (812.0) (750.500.0) 975.000. Januari 2007 Kerugian aktuarial pada kewajiban tahunan Kenaikan piutang bunga Penurunan dalam persediaan dan biaya dibayar dimuka Kenaikan dalam piutang lain-lain Kenaikan dalam hutang dagang Penurunan dalam penerimaan dimuka yang dapat dikembalikan Penurunan dalam hutang lain-lain Sumbangan terikat untuk investasi jangka panjang Bunga dan deviden terikat untuk investasi jangka panjang Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang Kas bersih diterima (digunakan) untuk aktivitas operasi Rp 75.0) 975.850.5) (6.0 (812.0) Data tambahan untuk aktivitas investasi dan pendanaan nonkas: Peralatan yang diterima sebagai hibah Pembebasan premi asuransi kematian.625.0 (1.0 (1.

0 500.0 4.0 200.0 955. Catatan A Organisasi menyajikan hadiah atau wakaf berupa kas atau aktiva lain sebagai sumbangan terikat jika hibah atau wakaf tersebut diterima dengan persyaratan yang membatasi penggunaan aktiva tersebut.0) (4. nilai kas yang diserahkan Bunga yang dibayarkan Rp Sumber: IAI (2004) Rp 825.0) 500.963.050.0 3.0 350.0 175. Catatan D. dan F menyediakan informasi yang dianjurkan untuk diungkapkan oleh organisasi nirlaba.250.750. yaitu pada saat masa pembatasan telah berakhir atau pembatasan tujuan telah dipenuhi.0 Catatan Atas Laporan Keuangan Ilustrasi Catatan A pada PSAK Nomor 45 menguraiakn kebijakan pengungkapan yang diwajibkan yang menyebabkan Catatan B dan Catatan C wajib disajikan.0 750.0) (2. aktiva bersih terikat temporer digolongkan kembali menjadi aktiva bersih tidak terikat dan disajikan dalam laporan aktivitas sebagai aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan.0) (125.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. (Nurdiono) Aliran Kas dari Aktivitas Investasi: Ganti rugi dari asuransi kebakaran Pembelian peralatan Penerimaan dari penjualan investasi Pembelian investasi Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas investasi Aliran Kas dari Aktivitas Pendanaan: Penerimaan dari sumbangan terikat dari: Investasi dalam endowment Investasi dalam endowment berjangka Investasi dalam bangunan Investasi perjanjian tahunan Rp Aktivitas Pendanaan lain: Bunga dan dividen terikat untuk reinvestasi Pembayaran kewajiban tahunan Pembayaran hutang wesel Pembayaran kewajiban jangka panjang Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas pendanaan Penurunan bersih dalam kas dan setara kas Kas dan setara kas pada awal tahun Kas dan setara kas pada akhir tahun Data tambahan: Aktivitas investasi dan pendanaan nonkas: Peralatan yang diterima sebagai hibah Pembebasan premi asuransi kematian.0) 190.0 185.0 (363.0) (2. E.0 (3.500.850.0 (187. Jika pembatasan dari penyumbang telah kadaluwarsa.250.0) (763. 45 …….200.025. 35 .0) (963.0) 1.

0 342.050.395.650.0 5.0 5.810.050.0 34. 12 No. 1. Jika tidak ada pembatasan eksplisit dari pemberi sumbangan mengenai pembatasan jangka waktu penggunaan aktiva tetap tersebut.0 5.0 200. dan peralatan sebagai sumbangan tidak terikat kecuali jika ada pembatasan yang secara eksplisit menyatakan tujuan pemanfaatan aktiva tersebut dari penyumbang.420. Vol.0 7.0 10. 20X1 Rp 7. Januari 2007 Organisasi menyajikan hibah atau wakaf berupa tanah.155.640.800.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.125.0 204.0 36 .0 3.155.0 34. Gambar 7 Contoh Catatan B pada Catatan atas Laporan Keuangan Catatan B Aktiva bersih terikat temporer untuk periode keuangan adalah sebagai berikut: Aktivitas program A: Pembelian peralatan Penelitian Seminar dan pulikasi Aktivitas program B Perbaikan kerusakan peralatan Seminar dan publikasi Aktivitas program C Umum Bangunan dan peralatan Perjanjian perwalian tahunan Untuk periode setelah 31 Desember.500.0 60.300. penghasilannya dibelanjakan untuk mendukung: Aktivitas program A Aktivitas program B Aktivitas program C Kegiatan lain organisasi Rp Rp Dana yang penghasilannya untuk ditambahkan pada jumlah sumbangan mula-mula hingga mencapai nilai Rp 2.0 7.0 355. bangunan.855.375.0 5.850.930. Hibah atau wakaf untuk aktiva tetap dengan pembatasan eksplisit yang menyatakan tujuan pemanfaatan aktiva tersebut dan sumbangan berupa kas atau aktiva lain yang harus digunakan untuk memperoleh aktiva tetap disajikan sebagai sumbangan terikat.0 7.0 Rp Gambar 8 Contoh Catatan C pada Catatan atas Laporan Keuangan Catatan C Aktiva bersih terikat permanen dibatasi untuk: Investasi tahunan.0 7. pembebasan pembatasan dilaporkan pada saat aktiva tetap tersebut dimanfaatkan.600.500 Polis asuransi kematian yang penerimaan ganti rugi asuransi atas kematian pihak yang diasuransikan tersedia untuk mendanai aktivitas umum Tanah yang harus digunakan untuk area rekreasi Rp 68.

850. Kemudian. serta laporan konsolidasinya. 45 …….125.975. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana.975. Laporan Perubahan Dana Termanfaatkan.0 Rp 3. dan Laporan Perubahan Dana Termanfaatkan. 37 .0 Beban program C 3.750.0 Peralatan untuk program A yang dibeli dan dimanfaatkan 3.0 Pembatasan waktu yang telah terpenuhi: Jangka waktu yang telah dipenuhi Rp 2. LAZ harus membuat laporan keuangan untuk setiap dana yang dimiliki.0 Beban program B 11.0 Kematian penyumbang tahunan 1.0 Rp 29. sehingga totalnya berjumlah 24 laporan.500.0 Rp 36.125. dan Catatan atas Laporan Keuangan. (Nurdiono) Gambar 9 Contoh Catatan D pada Catatan atas Laporan Keuangan Catatan D Aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan penyumbang melalui terjadinya beban tertentu atau terjadinya kondisi yang disyaratkan oleh penyumbang Tujuan pembatasan yang tercapai Beban program A Rp 14. maka dia harus membuat 5x4 laporan atau 20 ditambah laporan konsolidasi. Jika sebuah LAZ memiliki 5 jenis dana.0 Sementara Widodo dan Kustiawan dalam bukunya Akuntansi dan Manajemen Keuangan untuk Organisasi Pengelola Zakat (2001) menyebutkan bahwa jenis-jenis laporan keuangan yang harus disusun oleh sebuah Organisasi Pengelola Zakat adalah Neraca. Laporan Arus Kas. Laporan Arus Kas. dalam buku yang banyak dijadikan acuan bagi LAZ (termasuk LAZDa Lampung Peduli) dalam membuat laporan keuangan ini menerangkan bahwa untuk Neraca.000.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.500. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana.

xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx 38 .xxx xxx. 12 No.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. Zakat Fitrah Total Sumber Dana PENGGUNAAN DANA 1. 1. Zakat Perusahaan 4.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.xxx Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini Gambar 11 Format Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat BAZ / LAZ "ABC" DANA ZAKAT LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) 1 SUMBER DANA 1. Format Neraca Dana Zakat BAZ / LAZ "ABC" DANA ZAKAT NERACA Per Tanggal 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 31Des KEWAJIBAN & SALDO 2000 1999 DANA (Rp) (Rp) KEWAJIBAN JANGKA PENDEK xxx. Zakat Profesi 2.xxx KEWAJIBAN JANGKA xxx. Zakat Maal 3.xxx 2 xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx &SALDO DANA xxx. Fakir&Miskin 2.xxx xxx.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx TOTAL KEWAJIBAN TOTAL AKTIVA xxx.xxx xxx. Riqab 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx xxx.xxx AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas Bank Total Aktiva Lancar 31 Des 2000 (Rp) xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx PANJANG xxx.xxx SALDO DANA Dana Zakat xxx. Gharimin 3.xxx xxx. Ibnu Sabil 4. Januari 2007 Gambar 10.xxx xxx. Vol.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx Dana Termanfaatkan xxx.xxx xxx.xxx Jumlah Saldo Dana xxx.xxx xxx.

DAFTAR ISI
Penerapan PSAK No. 45 ……. (Nurdiono) 5. Fi Sabilillah 6. Muallaf Total Penggunaan Dana 3 4 SURPLUS (DEFISIT) TRANSFER DANA a. Transfer Masuk Pinjaman dari Dana…… Hibah dari Dana………. b. Transfer Keluar Penyaluran kepada Dana Pengelola Pinjaman kepada Dana…….. SALDO AWAL DANA ZAKAT SALDO AKHIR DANA ZAKAT xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

5 6

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini

Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001) Gambar 12 Format Laporan Arus Kas Dana Zakat
BAZ / LAZ "ABC" DANA ZAKAT LAPORAN ARUS KAS Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan Zakat Penyaluran kepada Fakir dan Miskin Penyaluran kepada Gharimin Penyaluran kepada Dana Pengelola (Amilin) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penjualan Aktiva Tetap Pembelian Aktiva Tetap Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pinjaman Jangka Panjang Pembayaran Pinjaman Jangka Panjang Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS xxx.xxx (xxx.xxx) (xxx.xxx) (xxx.xxx) xxx.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx (xxx.xxx) (xxx.xxx) (xxx.xxx) xxx.xxx

xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx

xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx

xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx xxx.xxx

39

DAFTAR ISI
Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 12 No. 1, Januari 2007 KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE DATA TAMBAHAN UNTUK AKTIVITAS NON-KAS Zakat yang Diterima dalam Bentuk Barang Jumlah Aktivitas Non-Kas xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx xxx.xxx

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini

Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001) Gambar 13 Format Laporan Perubahan Dana Termanfatkan Dana Zakat
LAZ / LAZ "ABC" DANA ZAKAT LAPORAN PERUBAHAN DANA TERMANFAATKAN Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) xxx.xxx Pemberian Piutang kepada Fakir&Miskin Pemberian Piutang kepada Gharimin Jumlah Penambahan PENGURANGAN Penerimaan Piutang dari Fakir&Miskin Penerimaan Piutang dari Gharimin Jumlah Pengurangan xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx

SALDO AWAL PENAMBAHAN

xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

SALDO AKHIR xxx.xxx Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini

Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001)

40

DAFTAR ISI
Penerapan PSAK No. 45 ……. (Nurdiono)

Gambar 14 Format Neraca Dana Infaq / Shadaqah BAZ / LAZ "ABC" DANA INFAQ / SHADAQAH NERACA Per Tanggal 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 31Des KEWAJIBAN & SALDO 2000 1999 DANA (Rp) (Rp) KEWAJIBAN JANGKA PENDEK xxx.xxx xxx.xxx KEWAJIBAN JANGKA xxx.xxx xxx.xxx PANJANG xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas Bank Piutang Ekonomi Piutang Pendidikan Persediaan Total Aktiva Lancar

31 Des 2000 (Rp) xxx.xxx xxx.xxx

31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx xxx.xxx

SALDO DANA Dana Infaq/Shadaqah xxx.xxx xxx.xxx Dana INVESTASI xxx.xxx xxx.xxx Termanfaatkan xxx.xxx xxx.xxx Jumlah Saldo Dana xxx.xxx xxx.xxx TOTAL KEWAJIBAN &SALDO DANA TOTAL AKTIVA xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001)

41

xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx..xxx xxx. Transfer Keluar Penyaluran kepada Dana Pengelola Pinjaman kepada Dana…….xxx xxx.xxx xxx.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. Penyaluran Piutang Pendidikan 4.xxx xxx.xxx xxx.xxx 3 4 5 6 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001) 42 .xxx xxx.xxx xxx.xxx 2 xxx. Penyaluran Bantuan Sosial 3. Vol.xxx xxx.xxx xxx. Pengembalian Piutang Total Sumber Dana PENGGUNAAN DANA 1.xxx xxx.xxx xxx. Infaq/Shadaqah 2.xxx xxx. b.xxx xxx. Penyaluran Piutang Ekonomi 2. 12 No. Januari 2007 Gambar 15 Format Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Infaq / Shadaqah BAZ / LAZ "ABC" DANA INFAQ/SHADAQAH LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) 1 SUMBER DANA 1.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Penyaluran untuk Investasi Total Penggunaan Dana SURPLUS (DEFISIT) TRANSFER DANA a.xxx xxx.xxx xxx. SALDO AWAL DANA INFAQ/SHADAQAH SALDO AKHIR DANA xxx. 1.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. Transfer Masuk Pinjaman dari Dana…… Hibah dari Dana……….xxx xxx.xxx xxx.

xxx xxx.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.xxx xxx.xxx xxx.xxx (xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx) (xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx) xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx) (xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx (xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001) 43 .xxx) xxx.xxx) xxx. (Nurdiono) Gambar 16 Format Laporan Arus Kas Dana Infaq / Shadaqah BAZ / LAZ "ABC" DANA INFAQ / SHADAQAH LAPORAN ARUS KAS Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan Infaq/Shodaqoh Penyaluran Pinjaman Ekonomi Penyaluran Bantuan Sosial Penyaluran Pinjaman Pendidikan Penyaluran ke Dana Pengelola (Amilin) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan Bagi Hasil dari Investasi Penarikan Investasi Investasi Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pinjaman Jangka Panjang Pembayaran Pinjaman Jangka Panjang Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE DATA TAMBAHAN UNTUK AKTIVITAS NON-KAS Infaq/Shadaqah yang Diterima dalam Bentuk Barang Jumlah Aktivitas Non-Kas xxx.xxx) xxx.xxx) (xxx.xxx (xxx.xxx xxx.xxx) (xxx.xxx) (xxx. 45 …….xxx xxx.xxx) (xxx.xxx (xxx.xxx (xxx.xxx xxx.xxx) xxx.

xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. termasuk juga laporan konsolidasinya. Laporan keuangan modifikasi ini sudah mengakomodir hal-hal yang sudah ditentukan dalam PSAK Nomor 45. Dan untuk laporan arus kas.xxx xxx. pada laporan keuangan yang disusun oleh IAI. dengan nama Laporan Sumber dan Penggunaan Dana. laporan keuangan yang dibuat adalah laporan keuangan konsolidasi. Selain itu hal yang terlihat berbeda adalah nama dari rekening aktiva bersih. dan Laporan Perubahan Dana Termanfaatkan.xxx xxx.xxx xxx.xxx Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001) Pada dasarnya.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx xxx.xxx xxx.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.xxx xxx. Perbedaan yang terlihat adalah pada contoh laporan keuangan pada PSAK Nomor 45 yang disusun oleh IAI. dengan Laporan Keuangan modifikasi yang dibuat oleh Widodo dan Kustiawan.xxx xxx. laporan keuangan itu dibuat untuk setiap jenis dana yang ada di dalam lembaga amil zakat. 1.xxx xxx.xxx xxx. sementara dalam laporan keuangan modifikasi.xxx xxx. Vol. tidak ada perbedaan yang prinsip antara laporan keuangan yang disusun oleh IAI dalam PSAK Nomor 45. 12 No.xxx xxx. laporan keuangan yang disusun oleh Widodo dan Kustiawan mengacu pada laporan arus kas metode langsung 44 . sehingga lebih rigid. disebut sebagai aktiva bersih. Januari 2007 Gambar 17 Format Laporan Perubahan Dana Termanfaatkan Dana Infaq / Shadaqah BAZ / LAZ "ABC" DANA INFAQ / SHADAQAH LAPORAN PERUBAHAN DANA TERMANFAATKAN Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) SALDO AWAL PENAMBAHAN Pemberian Piutang Pendidikan Pemberian Piutang Ekonomi Penyaluran Investasi Jumlah Penambahan PENGURANGAN Penerimaan Piutang Pendidikan Penerimaan Piutang Ekonomi Jumlah Pengurangan SALDO AKHIR xxx. sementara pada laporan keuangan yang disusun Widodo dan Kustiawan disebut sebagai saldo dana.xxx xxx. Sementara untuk laporan aktivitas.xxx xxx. laporan keuangan yang disusun oleh Widodo dan Kustiawan menggunakan format Laporan Aktivitas Bentuk C dari IAI yang terdiri dari dua bagian.

semua transaksi relatif akan lebih mudah ditelusuri. akun-akun yang ada di laporan keuangan tersebut sudah secara otomatis dipisahkan menurut aktiva bersih tidak terikat. Dengan ini maka akan terjadi sistem kontrol yang melibatkan unsur luar. karena kedudukan LAZ sebagai sebuah lembaga publik yang banyak mengelola dana masyarakat. antara lain akuntabilitas dan transparansi lebih mudah dilakukan karena berbagai laporan keuangannya dapat lebih mudah dibuat dengan akurat dan tepat waktu. Pelatihan dan pengembangan ini bisa didapatkan dengan cara mempelajari akuntansi baik secara formal ataupun non formal. tentu saja diperlukan skill khusus. ada hubungan timbal balik antara amil zakat selaku pengelola dengan masyarakat. (Nurdiono) yang telah disusun oleh IAI. dan efisiensi dan efektivitas relatif lebih mudah dilakukan. Saran Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan untuk penelitianpenelitian selanjutnya baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif bagi Organisasi Pengelola Zakat. Dan hal ini bisa dilaksanakan bila LAZ sebagai lembaga publik yang mengelola dana masyarakat memiliki sistem akuntansi dan manajemen keuangan yang baik. atau terikat dengan dipisahkannya dana berdasarkan jenisnya. Sehingga akuntabilitas dan transparansi lebih mudah dilakukan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Mengacu pada kedudukannya sebagai lembaga publik. khususnya untuk organisasi nirlaba. keamanan dana relatif lebih terjamin karena terdapat sistem kontrol yang jelas. Agar dapat melakukan itu semua. keamanan dana relatif lebih terjamin karena terdapat sistem kontrol yang jelas. dan semua transaksi relatif akan lebih mudah 45 . SDM tersebut setidaknya harus mengikuti pelatihan dan pengetahuan. hal yang terlihat berbeda adalah pada laporan keuangan yang disusun oleh Widodo dan Kustiawan. serta memiliki pengetahuan dan keahlian yang cukup. SDM tersebut setidaknya harus berlatar belakang atau mempunyai pengalaman di bidang akuntansi dan manajemen keuangan. yaitu dana zakat. dan dana pengelola. Selain itu.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. yaitu masyarakat itu sendiri. sebaiknya mulai membuat laporan keuangan yang sudah sesuai dengan ketentuan akuntansi yang berlaku. dana infaq/shadaqah. LAZ dituntut untuk memiliki sistem akuntansi dan manajemen keuangan yang baik. sudah selayaknya jika LAZ menerapkan manajemen terbuka. D. karena berbagai laporan keuangan dapat lebih mudah dibuat dengan akurat dan tepat waktu . Sehingga SDM tersebut mempunyai pengetahuan dan keahlian yang cukup tentang hal-hal teknis yang berhubungan dengan praktek akuntansi di LAZ tersebut. 45 ……. serta pernah mendapatkan pelatihan yang cukup tentang bagaimana praktik akuntansi untuk organisasi nirlaba. Sehingga banyak hal bisa dirasakan. Maksudnya.

Panduan Praktis Tentang Zakat Infak Sedekah. Henke. aktivitas lembaga tidak akan terganggu karenanya. FE Unila. 1. Zakat dalam Perekonomoian Modern. sebuah LAZ sangat memerlukan SDM yang profesional. Jakarta.2002. Gema Insani Press. Peraturan Perundang . Jakarta. Departemen Agama RI. Upper Saddle River. 1999. Tak hanya itu. pedoman akuntansi yang sama akan melahirkan tingginya tingkat komparasi antar organisasi pengelola zakat. Cetakan Keempat. Selain itu. Selain itu. Asti. Inc. New Jersey. Jakarta. 2002. College Division South Western Publishing Co. Metodologi Polling Memberdayakan Suara Rakyat. -----------------------.. Bandung. Cetakan Pertama. Jakarta. Bagi Ikatan Akuntan Indonesia sebaiknya mulai memikirk untuk membuat pedoman akuntansi khusus untuk organisasi pengelola zakat. Skripsi. pembaca maupun auditor untuk menggunakan laporan keuangan tersebut. 1992. memudahkan para pengguna laporan keuangan baik pembuat. Jika terjadi pergantian SDM sekalipun.Undangan Pengelolaan Zakat. PT Remaja Rosdakarya. 12 No. Freeman. Prentice Hall. tetapi kepada sistem. Sixth Edition.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Governmental and NonProfit Accounting Theory and Practice. dalam artian sebuah LAZ sangat memerlukan orang-orang yang mampu bekerja full time agar semua potensi yang dimiliki SDM mampu secara total tercurah demi kepentingan pengembangan LAZ. Introduction to Nonprofit Organization Accounting. Sehingga keberlangsungan lembaga tidak bergantung kepada figur seseorang. and Shoulder. 46 . Emerson O. Januari 2007 ditelusuri sehingga efisiensi dan efektivitas relatif lebih mudah dilakukan. 2002. Fourth Edition. Craigh D. Robert J. karena perkembangan LAZ yang sudah cukup pesat di Indonesia. tidak dipublikasi. Adanya pedoman akuntansi yang khusus. Cincinnati Ohio. Vol. 1999. DAFTAR PUSTAKA Aini. Hafidhuddin. Pengelolaan Zakat dan Infak / Sedekah di DKI Jakarta. Didin. Gema Insani Press. Evaluasi Penerapan Psak Nomor 45 Pada Organisasi Pengelola Zakat (Studi Kasus pada Lazda Lampung Peduli Dan Laz Dompet Amal Insani). 2004. perlu dibuat sistem pengelolaan yang baik dengan cara melakukan pengoptimalan sumber daya manusia yang ada. 1999. Badan Amil Zakat dan Infak/Sedekah (Bazis) DKI Jakarta. Eriyanto.

Miles. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen.dompetdhuafa. Indriantoro.id 47 . Edisi 23 – 30 November 2003. Hadari. Mendayagunakan Ziswaf. 1992.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.or. 1997. Metode Penelitian Bidang Sosial. 2001. IMZ. Matthew B dan Huberman. Louis San Fransisco Auckland Bogota Caracas Lisbon London Madrid Mexico City Milan Montreal New Delhi San Juan Sydney Tokyo Toronto. International Edition Modern Advanced Accounting. Bandung. Bambang. (Nurdiono) Ikatan Akuntan Indonesia.go. A. BPFE. Larsen. Nawawi. Cetakan ke-6. UI Press. Jakarta. Penerbit Salemba Empat.id http://www. John.id http://www. Teten. Gadjah Mada University Press. 1999. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Yogyakarta. 1993. 2004. Cetakan Pertama. Jakarta. Jakarta Mursyidi. PT Remaja Rosda Karya. Nur dan Supomo.forumzakat. --------------. 45 ……. Seventh Edition. Hertanto dan Kustiawan. Edisi Pertama. 2003. Standar Akuntansi Keuangan per 1 April 2004. Cetakan Pertama. Yogyakarta. Akuntansi Zakat Kontemporer. Akuntansi dan Manajemen Keuangan untuk Organisasi Pengelola Zakat. The McGraw-Hill Companies. 2003.or. Widodo. New York St. Michael. Inc. E. http:://www. Majalah Berita Mingguan Tempo. Cetakan Pertama.bazisdki.

kesejahteraan rakyat. Hasil analisa menunjukkan bahwa.peluang untuk mewujudkan suatu system anggaran yang berpihak kepada rakyat sangat-sangat terbuka dan sangat mungkin.pengemis. mutu pelayanan yang buruk. efisien. anggaran untuk rakyat 4 Dosen jurusan Ekonomi Pembangunan FE Unila . Namun ironisnya jumlah anggaran yang dialokasikan dan diserap kota Bandar Lampung semakin besar dari tahun ke tahun . tidak hanya pengalokasian anggaran ke sector publik lebih besar namun bagaimana pengguna tersebut dapat langsung bermanfaat dan dirasakan masyarakat . Saat ini. kemauan dan keberpihakan pemerintah kota Bandar Lampung kepada masyarakatnya dalam bentuk pengalokasian APBD selama ini.meningkatnya jumlah anak jalanan.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat Studi Kasus:APBD Kota Bandar Lampung Oleh: Marselina Djayasinga4 ABSTRAK APBD adalah amanah rakyat yang harus dilaksanakan oleh pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraannya sehingga APBD harus berpihak pada rakyat Oleh karena itu pemerintah daerah harus mengupayakan agar APBD teralokasi dengan baik dan mampu dimanfaatkan seoptimal mungkin . public area yang jorok dan tidak terawat dll. baik untuk pemenuhan kebutuhan dasarnya hingga kebutuhan sekunder maupun tersier. keberpihakan pemkot berupa anggaran untuk rakyat masih rendah. Keywords: APBD.Untuk itu diperlukan perubahan paradigma pengelolaan keuangan daerah serta komitment yang kuat dari para penyelenggaran pemerintah kota bahwa amanah mengelola APBD adalah semata-mata untuk mensejahterakan masyarakat kota Bandar Lampung. Sebab di era otonomi daerah saat ini . sejak Otonomi Daerah digulirkan perubahan tingkat kesejahteraan masyarakat kota Bandar Lampung .Hal ini ditandai dengan bertambahnya jumlah penduduk miskin kota.pendpataan perkapita yang rendah. efektif dan ekonomi sehingga kesejahteraan rakyat meningkat. bila perlu bisa langsung menyentuh kepada masyarakat. Oleh karena itu .berjalan sangat lambat bahkan kesejahteraan rakyat ini semakin lama semakin menurun kuantitas maupun kualitasnya.Sehingga disyaratkan pengelolaan APBD harus dilakukan secara jujur dan tranparans. banyak bermunculan kasus gizi buruk..akuntabilitas.penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauhmana komitment. melalui partisipasi.Hal ini ditandai dari jumlah alokasi yang minim serta pengalokasian dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang tidak fokus.

rendahnya pendapatan perkapita masyarakat riil . Anggaran harus berpihak pada masyarakat. Hal ini ditandai dengan kemiskinan yang semakin meningkat . alokasi anggaran disusun kurang dan tanpa prirotas yang belum berpihak 50 . B.Namun ironisnya jumlah anggaran yang dialokasikan dan diserap semakin besar dari tahun ke tahun . baik untuk pemenuhan kebutuhan dasar hingga kebutuhan sekunder maupun tersier. Di era otonomi daerah saat ini . Semakin besar jumlah anggaran yang diserap namun keberpihakan anggaran pada masyarakat sangat rendah. Kata kuncinya hanyalah bagaimana komitmen. Lebih parah lagi bila dilihat dari mutu pelayanan pemerintah kepada masyarakat. keterbatasan ketenagalistrikan hingga bentuk pelayanan umumnya.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Dengan sistem penyusunan anggaran yang bersifat desentraliasi seperti saat ini maka usulan program-program/kegiatan pemerintah daerah sebeanrnya dapat lebih mudah diarahkan untuk kepentingan dan menyentuh langsung pada rakyat. sejak Otonomi Daerah digulirkan yang bersamaan dengan dampak krisis ekonomi dan moneter yang terus berlanjut. 1. biaya berobat yang mahal dan tidak terjangkau dengan pelayanan yang buruk. tekanan pengangguran yang semakin berat. 12 No. kekurangan pasokan air bersih. namun dilain sisi jumlah anggaran semakin meningkat. tingginya jumlah anak putus sekolah. kemauan dan kemampuan pemerintah daerah sendiri dalam hal ini pimpinan daerah hingga pimpinan /kepala satuan kerja ( dinas ) hingga staffnya untuk mulai menyadari bahwa penggunaan anggaran dalam APBD adalah amanah yang harus ditujukan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. PENDAHULUAN Peran Pemerintah di dalam masyarakat adalah berfungsi sebagai fasiltator untuk mensejahterakan masyarakat melalui pemberian pelayanan seoptimal mungkin kepada masyarakat melalui pengalokasian anggaran (APBD ) yang langsung menyentuh kepada masyarakat. munculnya kasus gizi buruk. yang dapat terindikasi dari semakin tingginya jumlah penduduk miskin. mulai dari jalan-jalan utama yang buruk dan Pedagang Kaki Lima (PKL ) yang menambah sumber kemacetan. Namun selama ini . meningkatnya jumlah anak jalanan. semakin buruk kualitasnya. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya keberpihakan pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kota kepada masyarakat terutama masyarakat miskin. Perumusan Masalah Tingkat kesejahteraan masyarakat kota Bandar Lampung yang semakin menurun yang ditandai dengan tidak terpenuhinya hak sebagian besar masyarakat untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas dan murah seperti diamanahkan dalam Undang-Undang..pengemis serta penyakit-penyakit social masyarakat lainnya. derajad kesehatan yang semakin menurun.maka peluang untuk mewujudkan suatu system anggaran yang berpihak kepada rakyat sangat-sangat terbuka dan sangat mungkin. public area yang jorok dan tidak terawat . Januari 2007 A. Vol. Saat ini. ternyata perubahan tingkat kesejahteraan masyarakat ke arah peningkatan berjalan sangat lambat bahkan semakin lama semakin menurun kuantitas maupun kualitasnya.

3. 108/2000. No. Paradigma baru anggaran daerah tersebut menuntut adanya transparansi. partisipasi dan akuntabilitas anggaran. anggaran yang ada tidak dimanfaatkan secara optimal sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. (Marselina Djayasinga) pada rakyat. kesehatan dan pemnberdayaan masyarakat. Definisi Anggaran Berbagai definisi dan pengertian anggaran dari berbagai sumber banyak bermunculan antara lain : 51 . TINJAUAN LITERATUR Hikmah dari peristiwa krisis ekonomi yang menimpa bangsa ini dipertengahan tahun 1997 adalah tuntutan reformasi di semua bidang termasuk reformasi di bidang pengelolaan anggaran. Di pihak lain . PP. Optimal. Dengan rekomendasi yang ada dapat memberikan masukan kepada Pemerintah bagaimana menyusun dan memilih program atau kegiatan yang lebih prioritas bukan hanya merupakan kegiatan rutin semata (as usual) tanpa tahu akan menuntaskan apa. No. Sesuatu yang sangat muibazir dan sia-sia. Prinsip Kehati-hatian. 3. Landasan hukum ini dalam rangka menjaga agar pengelolaan APBD lebih : 1. Hasil riset ini juga sekaligus juga dapat memberikan tekanan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung yang baru yang dipilih melalui Pilkada 2005 ini agar lebih berpihak dan peduli pada masyarakat terutama pemenuhan di bidang kebutuhan dasar yaitu pendidikan . Hasil analisa dan rekomendasi penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang posisi keberpihakan pemerintah kota Bandar Lampung saat ini terhadap masyarakat . 4. 2. Efisien.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. Mengetahui seberapa besar derajad kepedulian dan keberpihakan pemerintah kota Bandar Lampung terhadap masyarakat kota Bandar Lampung yang dibuktikan dengan berapa persen anggaran untuk rakyat (anggur) diakolasikan dari keseluruhan total APBD yang ada. 17/2003. C.Tujuan Dengan hasil analisa ini. 4. Rasionalitas Dalam Pengeluaran dan Penerimaan. Kini masyarakat semakin sadar bahwa keterlibatannya dalam pengelolaan anggaran me-rupakan suatu keharusan karena anggaran adalah hak publik. 2. Sistem anggaran yang mampu mengkover hal tersebut adalah Sistem Anggaran Berbasis Kinerja (Performanced Budgeting) yang penggunaannya dipayungi oleh UU. bertujuan untuk : 1. D. Efektif dan Ekonomis. PP No 105/2000 dan secara detil diuraikan dalam Kepmendagri No 29 Tahun 2002.

maka alokasi terbesar diperuntukkan pada sektor kesehatan. serangan hama. maka pengeluaran pemerintah akan besar di sektor pertahananan dan keamanan yang menunjukkan bahwa prioritas kegiatan yang dipilih adalah penyelamat-an negara selama perang. (2) APBD menggambarkan perkiraan dan pengeluaran daerah yang diharapkan terjadi dalam 1 tahun ke depan yang didasarkan atas realisasinya masa yang lalu. Ketika keadaan paceklik. maka sektor pendidikan akan mendapat perhatian besar dari pemerintah. per bidang atau lainnya akan dapat dilihat prioritas kegiatan pemerintah antara lain: a. Fungsi Anggaran Secara fungsional APBD merupakan kontrak sosial antara pemerintah (daerah) dengan rakyatnya tentang kewajiban untuk mensejahterakan dan memenuhi kebutuhan warganya. APBD ini merupakan terjemahan secara moneteris dari dokumen perencanaan daerah yang ada dan disepakati yang akan dilaksanakan selama setahun. Demikian pula ketika wabah penyakit terjadi. tenang untuk menuju SDM yang tangguh dan kuat. Vol. c. 12 No. 2. (3) APBD merupakan rencana kerja operasional pemerintah daerah yang akan dilaksanakan 1 tahun ke depan dalam satuan angka rupiah. mapan. Secara keseluruhan APBD menjalankan beberapa fungsi penting: 52 .DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Dalam keadaan stabil. kekeringan. Dalam keadaan perang. 1. Bentuk kepedulian dan partisipasi publik dalam pembangunan akan terlihat kearah mana pemerintah daerah akan membawa daerah tersebut. Setiap pilihan program/kegiatan yang diambil dalam APBD harus memperhatikan preferensi para pemilih (voters) yang memilih orang-orang yang duduk di pemerintahan dan parlemen. krisis ekonomi dan lain-lain maka porsi pengeluaran pemerintah terbesar akan dialokasikan untuk kesejahteraan sosial. busung lapar. Januari 2007 (1) APBD menggambarkan segala bentuk kegiatan pemerintah (daerah) dalam mencari sumber-sumber penerimaan dan kemudian bagaimana dana-dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan pemerintah. Dengan melihat porsi pengeluaran pemerintah per sektor. b. Guna Analisa Anggaran 1.

bantuan kepada UKM. ketika APBD digunakan untuk mengatur alokasi belanja untuk pengadaan barang-barang dan jasa-jasa publik (public goods and services) berdasarkan skala prioritas yang diambil pemerintah. seperti meningkatkan tarif pajak tertentu untuk golongan masyarakat kaya dan mensubsidikannya ke golongan masyarakat miskin melalui pospos subsidi didistribusikan untuk program-program sosial atau pengeluaran sektor-sektor kesejahteraan sosial. raskin. 53 . 3. (2) Fungsi Distribusi. b) Akibat fuso/kekeringan yang menyebabkan gagal. Fungsi Alokasi Fungsi Distribusi Fungsi Stabilisasi Fungsi Kebijaksanaan Fiskal 4. yaitu. (1) Fungsi Alokasi. c) Jika harga pupuk di pasar tinggi pemerintah mengalokasikan dana ke pos subsidi pupuk untuk menjaga produksi padi dan agar kesejahteraan petani tetap terjaga. Misalkan: a) Ketika suatu daerah mengalami pengangguran yang tinggi. pembukaan lapangan kerja baru dan lainlain. Di dalam prakteknya. yaitu ketika anggaran (APBD) digunakan untuk memecahkan masalah-masalah kesenjangan dan gejolak ekonomi dan sosial yang terjadi di masyarakat seperti menekan laju inflasi dan tingginya angka pengangguran. maka diselesaikan pemerintah dengan mengalokasikan sejumlah dana dalam APBD ke pemberian kredit murah. (3) Fungsi Stabilisasi. Sebagai Pedoman Kerja/ Arah Kebijakan Sebagai Alat Kontrol Masyarakat Sebagai Alat Ukur Kinerja Pemerintah Fungsi Manajemen 5. panen. pemanfaatan hasil-hasil pembangunan lebih merata dalam masyarakat berkurang.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. subsidi beras. maka pemerintah mengalokasi-kan sejumlah dana untuk mendatangkan beras impor. yaitu melalui anggaran (APBD) pemerintah (daerah) dapat mengusahakan agar kesenjangan pendapatan (ekonomi). (Marselina Djayasinga) Fungsi-fungsi APBD 1. 6. 2.

1. 2. Prinsip Value of Money. Namun metode yang sering digunakan biasanya menggunakan metode perbandingan atau komparasi. Vol. Revisi program/ proyek/kegiatan di tengah jalan tidak boleh dilakukan lagi sepanjang tidak ada kejadian yang ekstra ordinary (luar biasa) terjadi. ekonomis dan efekif. Januari 2007 Prinsip-Prinsip Penyusunan Anggaran 1. artinya RAPBN sepanjang tahun diusahakan nilainya senantiasa meningkat yang lebih banyak diakibatkan karena peningkatan penerimaan. sehingga perlu penyesuaian. Membandingkan Kinerja APBD Untuk mengetahui apakah kinerja APBD suatu tahun lebih baik dari tahun lainnya maka dapat dibandingkan dengan menggunakan beberapa ratio. transparan. Secara umum. Revisi dapat dilakukan ketika rencana penerimaan negara melampaui target atau mengalami under target. akuntabel. Oleh karena itu. antara lain: 54 . Untuk menilai secara keseluruhan apakah pengelolaan APBD dilaksanakan secara baik. membandingkan kinerja yang aktual (realisasi) tahun ini dengan realisasi tahuntahun sebelumnya. Prinsip Disiplin Anggaran. membandingkan kinerja yang aktual (realisasi) satu organisasi/unit kerja dengan unit kerja lainnya dalam satu daerah. 3. 12 No. membandingkan antara kinerja yang aktual (realisasi) belanja dengan target belanja 1 periode. Penyesuaian itupun tidak berarti dapat mengganti beberapa kegiatan atau memunculkan kegiatan yang baru yang tidak direncanakan semula dan seterusnya. partisipatif dapat digunakan metode lain yang digabungkan dengan metode komparasi. professional.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. diusahakan sedapat mungkin dilakukan intensifikasi penerimaan negara di-bandingkan usaha ekstensifikasi. strategi menilai kinerja anggaran dapat di-lakukan antara lain: membandingkan antara kinerja yang aktual (realisasi) pendapatan dengan target pendapatan 1 periode. membandingkan antara kinerja yang aktual (realisasi) indikator kinerja dengan target indikator kinerja 1 periode. Sehingga dana yang sedikit ini dapat memperoleh hasil/manfaat yang maksimal. Menilai kinerja sebuah APBD dapat dilakukan dengan berbagai cara. Prinsip dinamis. Dalam proses penyusunan RAPBN harus dilandasi semangat untuk melakukan efisiensi. artinya ketika RAPBN sudah disyahkan menjadi APBN maka seharusnya tidak ada lagi revisi yang significant. membandingkan kinerja yang aktual (realisasi) satu organisasi/unit kerja dengan unit kerja lainnya pada Kabupaten/Kota atau Propinsi lainnya.

Ratio-ratio Dalam Mengkritisi APBD Satu Tahun Anggaran: Dari sisi penerimaan 1. apakah lebih baik atau lebih buruk kualitasnya dari tahun-tahun sebelumnya. Membandingkan jumlah penerimaan APBD tahun ini serta trendnya dengan periode yang lalu atau rata-rata beberapa periode lalu. 3. (Marselina Djayasinga) 1. Membandingkan pos belanja dengan metode Ratio. Membandingkan jumlah pengeluaran dalam APBD tahun ini serta trend nya dengan periode yang lalu atau rata-rata beberapa periode lalu atau rata-rata beberapa periode lalu. Kontribusi Penerimaan Pajak Terhadap PAD = Kontribusi penerimaan pajak terhadap PAD x 100% PAD 55 . Tax Effort = Penerimaan suatu pajak misalkan pajak z x 100% PDRB 2.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. maka digunakan perbandingan dengan APBD tahun-tahun sebelumnya dengan beberapa unsur. Adapun cara mem-bandingkan nilai-nilai tersebut antara lain sebagai berikut: DAU/APBD = DAU tahun 2006/Total APBD x 100 % PAD/APBD = PAD tahun 2006 / Total APBD x 100 % Semakin banyak data APBD yang dimiliki. 2. a Kontribusi Pajak = Kontribusi suatu pajak terhadap total pajak x 100% Total Penerimaan Pajak b. maka semakin mudah mengambil kesimpulan akan APBD 2006 yang akan dinilai. Menilai APBD dengan Metode Ratio dan Cara Penyajiannya Jika ingin menilai APBD 2006. Bila perlu gunakan trend (perkembangan) untuk mengambil kesimpulan.

Vol. Januari 2007 3. Derajad Desentralisasi = Total bantuan Pusat. Ketergantungan Daerah thd Dana perimbangunan = Total DAU dan DAK x 100 % x 100% Total Penerimaan Daerah 9. a Kontribusi Jenis-Jenis Retribusi = Retribusi “X” x 100% Total Penerimaan Retribusi b. 12 No. Kontribusi penerimaan BUMD dan hasil kekayaan daerah Laba BUMD/PAD Kontribusi Penerimaan Asli Daerah lain-lain = Penerimaan Lain-lain x 100% PAD 6.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Kontribusi PAD untuk membiayai pembangunan = PAD x 100% Total Penerimaan Daerah Tingkat Kemandirian Daerah = (Sisa Lebih Anggaran + PAD + Dana Bagi Hasil x 100% Total Belanja 7. 8. Belanja Aparatur = Belanja Aparatur Total Belanja x 100 % 56 . 1. Kontribusi Penerimaan Retribusi Terhadap PAD = Penerimaan Retribusi x 100% PAD 4. non pajak SDO dan bantuan pembangunan/Total Penerimaaan x 100 % Sisi Pengeluaran 1. 5. berupa pajak.

Anggaran untuk kesehatan/Total Belanja . (Marselina Djayasinga) 2.Anggaran untuk rakyat Total Belanja . Peranan Per Sektor = Jumlah Pengeluaran Per Sektor Total Pengeluaran x 100% Indikator Keberhasilan Sebuah Anggaran. Belanja Non Pegawai = Belanja Non Pegawai x 100% Total Pengeluaran Rutin Pokok dan Cicilan Total Belanja x 100% 4.Total penerimaan APBD tahun x-1 ) x 100 % 2001 2002 Tahun Perbandingan ( %) 2003 2004 2005 2006 57 .Pendapatan Perkapita Laju Perkembangan APBD (Total penerimaan APBD tahun x .Pertumbuhan Ekonomi . Beberapa Unsur Menilai APBD Unsur-Unsur Total APBD DAU /APBD Total Pajak/PAD Total Retribusi /PAD Laba BUMD/PAD Pajak “x’ / Total Pajak Retribusi “y” / Total Retribusi Belanja Langsung/ Total Belanja Belanja Tidak Langsung/Total Belanja Belanja Publik/Total Belanja Belanja Aparatur/Total Belanja .Anggaran untuk pendidikan/Total Belanja .PDRB .Anggaran untuk kesejahteraan social/ Total Belanja Anggaran Belanja Utk Gender/Total Belanja Anggaran DPRD/Total Belanja Anggaran Sektor Prioritas/Total APBD Perekonomian Daerah : .DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. Belanja Publik = Belanja Publik Total Belanja x 100 % 3. Pengembalian Pinjaman = 5.Jumlah KK Miskin .Defiisit / PDRB .Pengangguran .

tanggal 17 Nopember Tahun 2000)? Apakah lokasi proyek atau kegiatan sudah mengandung unsur pemerataan atau prioritas? Apakah nilai proyek sudah adil dan proporsional untuk setiap wilayah? Apakah alokasi anggaran lebih banyak untuk pe-menuhan pemerintah daerah dan aparatnya atau keber-pihakan kepada rakyat (pengadaan kebutuhan dasar)? Apakah Belanja Aparatur dan Publik sudah sesuai dengan Prioritas Pembangunan? Apakah Belanja-Belanja DPRD dan Kepala Daerah dan Wakilnya sudah mengisyaratkan sense of crisis. Grafik Perkembangan Unsur APBD PERKEMBANGAN UNSUR APBD 250 200 150 100 50 0 2001 2002 2003 2004 2005 2006 APBD PAD DEFISIT Selain menghitung unsur-unsur tehnis dalam struktur atau format APBD. yaitu antara lain: 1. maka untuk me-mudahkan mengambil kesimpulan data tersebut kemudian disajikan dengan cara penampilan yang berbeda melalui diagram. subsidi alatlalat pertanian. maka perlu dilakukan juga penilaian atas beberapa faktor diluar format APBD. PMTAS. dinamis. 5. apakah sudah sesuai dengan PP no 108/109 tahun 2000 dan SK Mendagri tentang pedoman penyusunan dan pelaksana-an APBD? Bagaimana Keberpihakan Anggaran pada Masyarakat ? (a) Berapa persen Jumlah dan Alokasi anggaran untuk usaha penanggulangan kemiskinan. 3. bantuan peralatan. 58 . Total PAD dan Total Defisit Anggaran. 12 No. Misalkan disajikan data tentang Total APBD. Januari 2007 Setelah nilai ratio tersebut diperoleh. dan lain-lain? 2. 7. 1. IDT. Melalui program excel dapat dibuat diagram perkembangan unsurunsur APBD. Apakah dalam mengalokasikan anggaran telah menerap-kan prinsip-prinsip anggaran: efisien dan efektif. yaitu tentang budget policy. bantuan untuk anak terlantar. 6. Terlihat bahwa perkembangan ketiganya hampir mempunyai trend yang sama. Vol. sehingga lebih mudah bagi kita semua untuk mengambil kesimpulan dari perkembangan data yang ada. 4. transparan. keadilan anggaran dan akuntabilitas (SK Mendagri. seperti bantuan modal kepada UKM. JPS.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.

PBB. bagi hasil pajak dan bukan pajak. rehab pasar. pengeluaran sektor 59 . dengan batasan (toleransi ) +/. bantuan pembangunan. retribusi. akuntabel. pembukaan daerah terisolir. Porsi Pembangunan Non Fisik = Total Anggaran Untuk Pemb. sisa lebih pendapat-an. PAD. partisipatif. Defisit anggaran = penerimaan – pengeluaran 2. Non Fisik x 100% Total Belanja Dari sisi perekonomian daerah 1. Ditarik secara tidak langsung dari masyarakat. Berapa persen volume APBD kabupaten dibiayai oleh: a. Ditarik langsung dari masyarakat: Pajak Daerah.10 %. lain-lain. seperti Pajak. apakah target dan realisasi APBD terlampaui atau tidak. Porsi Pembangunan Fisik = Total Anggaran Untuk Pembangunan Fisik x 100% Total Belanja 2. BPHTB. money follow function dsb)? apakah APBD sesuai dengan siklus anggaran dan tepat waktu? apakah dokumen yang dibuat atau diusulkan untuk dibahas sesuai dengan ketentuan yang berlaku? apakah APBD senantiasa meningkat dan dinamis setiap tahunnya? apakah peninmgkatan pendapatan selama ini karena upaya intensifikasi atau ekstensifikasi? apakah APBD yang disusun mampu menarik investor ke dalam daerah? apakah APBD mampu memberdayakan Sumber Daya Lokal?. SDO. penerimaan dinas. wc umum dan lain-lain? Dari sisi Pembangunan Fisik dan Non Fisik 1. (Marselina Djayasinga) (b) Berapa persen jumlah dan alokasi anggaran pembangunan untuk usaha pelayanan kepada masyarakat. value of money. Dari sisi pengelolaan APBD apakah APBD disusun dengan menggunakann prinsip-prinsip anggaran yang berlaku (transparan. BUMD. retribusi daerah. Beban PDRB Mengatasi Defisit = Defisit Anggaran x 100% PDRB Dari Sisi Beban Masyarakat Dalam Partisipasi Pembangunan. dana bagi hasil. perusahaan daerah.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. seperti penyediaan sarana obat-obatan. Bandingkan antara target dan realisasi dari semua aspek baik sisi penerimaan maupun pengeluaran. pembangunan perumahan dan pemukiman penyediaan sarana dan prasarana permukiman. peningkatan jalan desa. b.

maka unsur yang akan dinilai dimasukkan dalam sebuah tabel sebagai berikut : Unsur Penilaian Perbandingan Realisasi dan Target Kegiatan (1) …….DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 7 Kantor/ Badan .Anggur akan muncul pada pos Belanja Langsung yang bersifat Pelayanan Publik di semua satker. maka analisa hanya bisa dilakukan 1 tahun anggaran yaitu tahun 2005. Walikota/Wakil. baik positif maupun negatif tidak lebih dari 10%. (3) …… (4) …… (5) …… (6) …… (7) …… Rencana Anggaran Target Anggaran Bias (%) Rencana Target Bias (%) Selain unit kerja harus mampu menjelaskan mengapa target tidak tercapai. patut dipertanyakan bagaimana perencanaan dilakukan? E. METODOLOGI PENELITIAN Data Data yang digunakan pada riset ini adalah data sekunder yaitu berupa terbitan terbitan yang dikeluarkan pemerintah kota . 12 No. (2) ……. Karena keterbatasan data yang tersedia . 13 Kecamatan serta DPRD . Jika melebihi nilai itu.Lalu dari porsi tersebut diambil suatu kesimpulan 60 . satuan kerja juga harus mampu menjelaskan mengapa realisasi tercapai demikian tinggi bahkan melebihi target secara signifikan. Untuk memudahkan penilaian. Suatu kegiatan perencanaan dianggap baik apabila batas penyimpangan-nya. 1. Vol. Alat Analisis Alat analisa yang digunakan pada riset ini adalah Analisa Deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan secara rinci tentang besarnya anggaran yang langsung bermanfaat kepada masyarakat ( anggur ) serta kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan dengan anggaran tersebut. Metode ini digunakan untuk melihat sejauhmana perencanaan di unit kerja dilakukan dengan baik untuk dasar menentukan penyusunan target APBD tahun berikutnya. Januari 2007 Perbandingan Realisasi dengan Target Cara lain pengukuran kinerja APBD adalah dengan membandingkan realisasi dengan standar (target) yang direncanakan dari suatu kegiatan. Sekretaris Kota. berupa data APBD Tahun 2005 beserta dokumen Daftar Anggaran Satuan Kerja (DASK ) per satuan kerja sebanyak 17 Dinas.

(Marselina Djayasinga) bagaimana kepedulian dan keberpihakan anggaran untuk rakyat (anggur ) baik secara sektoral (pe rdinas) maupun secara aggregate (menyeluruh ) . Dinas Perindustrian dan Perdagangan. 2. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan beberapa formulasi Rasio atau perbandingan . yaitu : 1.Kegiatan tersebut mulai dari pembangunan gedung pendidikan. 4. Untuk melihat kepedulian dan keberpihakan Pemkot terhadap pendidikan. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) . Anggaran untuk rakyat (anggur) suatu dinas dibagi dengan total anggaran di dinas tersebut. tidak hanya anggaran yang dialokasikan oleh dari Dinas Kesehatan semata. 3. Dinas Koperasi dan UKM. pembinaan missal di dinas Bina Marga . seperti 6. total anggur diperoleh tidak hanya dari Dinas Pendidikan tetapi diseleksi lagi mana yang benar-benar anggur untuk pendidikan ditambah dengan pendidikan di sector lain. Dinas Sosial. pelatihan. Total Anggur di semua dinas dibandingkan dengan total APBD Total Anggur dibagi dengan Total belanja langsung Total Anggur dibagi dengan total belanja untuk pelayan publik Rasio X = Total Anggur di dinas A x 100 % Total Anggaran di dinas A Rasio Y= Total Anggur di semua dinas x 100 % Total APBD Rasio Z = Total Anggur di semua dinas x 100 % Total Belanja Pelayanan Publik Rasio Y= Total Anggur di semua dinas x 100 % Total Belanja Langsung 5.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. Dinas Kesehatan dll Demikian juga Anggur untuk sector kesehatan. namun juga dari dinas-dinas lain yang ikut terlibat dalam upaya mendukung peningkatan derajad kesehatan. 61 . Diklat.

jujur dan focus dengan maksud untuk mensejahterakan masyarakat kota Bandar Lampung. 426. HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN Sebelum membahas hasil riset APBD Kota Bandar Lampung perlu disampaikan hal hal sebagai berikut yang merupakan kendala tehnis pada riset ini : 1. Dokumen APBD maupun Dokumen DASK sangat sukar sekali didapatkan. Prinsip Transparansi Anggaran. Banyak program atau kegiatan yang dibungkus dengan program Pelayanan Publik. namun setelah dibedah dan dianalisa lebih dalam. tidak juga didapatkan data tentang APBD itu sendiri secara total. ketrampilan kerja untuk buruh dll. F.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. pemukiman yang sehat oleh Dinas Bina Marga . 2. tidak dapat perlu diketahui oleh publik. Hingga detik-detik terakhir riset ini. Januari 2007 pembangunan gedung Puskesmas . Pelaksnaaan prinsip Transparansi Anggaran merupakan dorongan oleh untuk melaksakana pertanggung jawaban kepada publik . sekaligus sebagai kontrol social. penambahan modal untuk petani atau lekayan. APBD serta RASK danm DASK bukan merupakan konsumsi publik. Bagaimana mungkin masyarakat kota Bandar Lampung bisa berpartisipasi dalam pembangunan kotanya jika dokumen-dokumen tersebut sangat sukar didapat. 1. Anggaran memang disusun dengan wajar. Dari total anggaran APBD 2005 ternyata hanya Rp 55 .000 yang dialokasikan untuk rakyat ( anggur ) yang benar-benar sampai dan dirasakan oleh masyarakat. Hal ini terkesan bahwa sampai saat inipun masih dianggap tabu jika dokumen-dokumen tersebut ada dan dibahas oleh masyarakat. ternyata masih banyak persoalan yang dihadapi sehingga nilai anggur tersebut memang sudah kecil akan bertambah kecil dengan beberapa pelanggaran dalam menjalankan prinsip-prinsip Anggaran Untuk Rakyat Bidang Pendidikan Anggur untuk sector pendidikan harus dapat ditingkatkan dengan kegiatan yang lebih terarah bukan hanya untuk mengurangi jumlah anak putus sekolah atau wajar 9 tahun. pembanguna gedung sekolah. bila mengharapkan peran serta masyarakat dalam pembangunan. Keterbukaan bisa terwujud jika memang tidak ada yang ditutup-tutupi. seperti pemberian beasiswa pada anak sekolah. 62 . tetapi anggaran yang benar-benar ditujukan dan dimanfaat kan oleh rakyat. 3. 12 No. Anggaran Untuk Rakyat Kota Bandar Lampung Anggaran untuk rakyat yang dimaksud dalam riset ini adalah anggaran yang bukan saja ditujukan untuk rakyat dengan meletakkannya pada pos belanja pelayanan publik. mulai dari ketersediaan dokumen untuk publik hingga rincian anggaran seharusnya menjadi prinsip dalam penyusunan anggaran . Dinas Perikanan dan Kelautan dll. pembelian buku perpustakaan.411. upaya vaksinasi dari Dinas Peternakan.

melalui peninjauan buku-buku pelajaran • peninmgkatan kesejahteraan guru Pembelian barang/ bahan untuk pelatihan kerja yang benar benar dapat dimanfaatkan peserta pelatihan BLK Peningkatan kuantitas dan kulaitas Makanan Tambahan Anak Sekolah Peningkatan kualitas dan kuatitas pendidikan ketrampilan gratis untuk bekal mata pencaharian para pengangguran 4 5 6 7 8 Anggaran Untuk Rakyat Bidang Kesehatan Anggaran untuk rakyat (anggur ) inipun jauh dari harapan untuk menuntaskan persoalan yang ada ketika kegiatan yang dilakukan tidak focus pada ini persoalan. bila ada sekolah yang sudah maju dalam sarana prasarna . atau bisa dikatakan hanya basa-basi. peningkatan pendidikan dan ketrampilan pendidik. No 1 2. Misal . Dinas Kesehatan Dinas ini jelas-jelas merupakan dinas yang diharapakan mampu meningkatkan derajad kesehatan masyarakat kota Bandar Lampung. dengan system progresif.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat …….096. seperti : 1. 63 .890 .. hanya mampu mengalokasikan angaran untuk publik sebesar Rp 3.408. perpustakaan dll ) • peningkatan kualitas kurikulum. lab kimia/IPA. diberi bantuan tahap berikutnya dll Bila ada sekolah yang prasarnanya masih “minim” . laboratorium dan perpustakaan yang memadai dll. . 3 Kegiatan Alokasi anggaran sector pendidikan terutama untuk masyarakat harus ditingkatkan Pemberian beasiswa lebih banyak Alokasi anggaran pendidikan yang seimbang antara sekolah negeri dan swasta. Evaluasi kurikulum.620. Dari total anggaran yang terserap sebesar Rp 17. Pemberian buku gratis serta alat-lat sekolah lainnya Kegiatan-kegiatan di sector pendidikan lebih difocuskan untuk “mencerdaskan “ bangsa . kesejahteraan guru. komputer. seperti : • peningkatan kualitas guru-guru • peningkatan sarana dan prasarna pembelajaran ( laboratorium bahasa.248.737. (Marselina Djayasinga) tetapi lebih kepada upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. berikan prioritas sehingga prasrana memadai dst.

560.000.060.000.735.560.810.408.450.135.628.873.750 7.737.000 50.000.998. Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Persoalan sosial yang terjadi di kota Bandar Lampung sudah sangat kritis.075.000.000 26. 8 HIV 71 bidan 100 fokus 100 % 22Puskes 18 kel 1800 balita 100 % Nilai (Rp) 59. anak jalanan.000. 1.000 20.000 145. gepeng.360. jompo dll.000 72.000.096.153.620 50. Januari 2007 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Kegiatan Bulan Imunisasi Anak sekolah Imunisasi Dasar Intervensi Gizi Burruk Lomba Gerakan Sayang Ibu Lomba Balita Pelatihan Hyge Sanitasi Kemandirian Posyandu Pemeriksaan Jentik Berkala Penanganan Lumpuh Layuh Penagnggulanagn dan Pencegahan PMS.750 20.452.965.628.669. Mulai dari persoalan kemiskinan.620 ANGGUR 40.000 45.000 23.645.000 99.669.20 % 64 .732.473.000.000.960.075.000 32.000 145.000.248.000 20.750 49.000 15. Vol.045.000 32.823.783 kepada dinas ini.000 25.000 41. pemuda pengangguran serta tindak kekerasan pada perempuan hingga persoalan pemelihraan orang gila. PSK.000 48.000 90.032.000.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Pemkot telah mengalokasikan sebesar Rp 2.000.000 29.000 49. Namun dinas ini belum mampu mengoptimalkan anggaran yang ada untuk dialokasikan pada upaya penuntasan masalah social yang ada.000 2.000 2.000 75.810.000 35.000 atau hanya 12.068.000 3. Persoalan ini diharapkan sedikit banyak bisa dituntaskan oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan perempuan. HIV.452.58 %.060.000 33. anak putus sekolah.253.079.000 115.680. 12 No.Namun kegiatan yang diusulkan masih mengambang dan tidak jelas kemana tujuannya dan total anggaran yang langsung bermanfaat bagi masyarakat kota Bandar Lampung yang termarjinalkan hanya Rp 248.000 103.000 42.890 Target Kinerja 300 SD 22 PDA 50 orang 110 kader 13 kec 45 psrt 13 kec 98 kelurahan 3 Ks 25 PMS.000 29.000 Anggaran Untuk Rakyat Bidang Pemberdayaan Masyarakat 1. AIDS Pelatihan bidan utk menolong Ibu hamil Penanggulanagn DBD Pencegahan Diare (Pelatihan) Pencegahan penyakit TBC Pengadaan OBAT Pengadaan Alat di PSI Perbaikan Gizi Balita Surveilance Epidemologi Total Anggaran Dinas = Rp 17.250 2.000 21. Total anggaran untuk publik dialokasikan sebesar Rp 906.000 50.350 atau sebesar 44.

000.155.000 15. Akibatnya alokasi kepada anggur berkurang. 65 .620. Walaupun di dalam usulan program / kegiatannya jelas-jelas pos belanja publik (diletakkan dalam Pos Pelayanan Publik).045.965.732.100 74.823. honor penasehat dll yang nota bene adalah kepala dinas.000.001.250.000 Pd 3.000 98.000 38.032. Bila dirata-rata sebesar 40 % .783 Target Kinerja 95 orang 111 orang 50 orang 75 orang 16 orang -30 orang 1 paket 64 orang 60 orang 1 kali 8 kali 100 % Nilai (Rp) 14. kemiskinan. Anggaran seluruh dinas 70.595. pegawai di satkler tersebut yang sudah digaji bulanannya.700 59.965.000. Sedangkan sisa 20 % . 2. namun kegiatannya adalah pembangunan fisik untuk dinas tersebut.60 % dari total anggaran per kegiatan disimpangkan untuk hal ini. 3.000 Rp 906. 4.100.000 188. honor panitia .000 0 0 0 0 28. Nilai ini ternyata jauh lebih berkurang lagi ketika item usulan kegiatan yang ada ternyata lebih besar dialokasikan untuk honorarium petugas.291.088.000 66.663. lapangan kerja .860.2 Beberapa Penyimpangan Anggur Kota Bandar Lampung Tahun 2005 1.070.000 170.458.350 ANGGUR 0 0 65.000 0 13.820.000 70. seperti pembangunan sarana dan prasarana kantor. Total anggaran BOP per kegiatan per dinas yang digunakan untuk ATK ini ratarata sebesar 15 % – 30 % dari BOP yang ada. bantuan modal serta mendorong perekonomian dan usaha – usaha di masyarakat dengan target kinerja yang sangatsangat kecil .000 33.000 248.30 % yang disalurkan untuk kepentingan publik (belanja langsung) disalurkan ke dalam program/kegiatan yang tidak/kurang menyentuh langsung pada persoalan dan dimanfaatkan publik seperti masalah pengangguran.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat …….000 11.500 12.80 % habis untuk kegiatan rutin internal semata atau sehari-hari dinas. (Marselina Djayasinga) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kegiatan Lomba Perempuan dalam P3KSS Pelatihan Tehnis Pendataan Data Pembinaan Anak Jalanan Pembinaan Qori dan Qoriah Penaggulangan Orang Gila Penrtiban PSK Penertiban gelandangan Pengadaan Buku utk TPA. Risma Pengirimiman Kahfilah Pengiriman Tim Pembb Haji Penyelenggr MTQ PHBI Sosialisasi Tindak Kekerasan perempuan Total Anggaran Dinas = Rp 2. Demikian pula nilai ini semakin terkikis lagi ketika jelas-jelas untuk (Belanja Operasional Pemeliharaan) dari suatu kegiatan dibelanjakan untuk pembelian barang dan jasa (ATK) yang sebenarnya dalam kegiatan tersebut tidak diperlukan.500 40.874.000 60.500 93.

Tupoksi Dinas masing-masing ii. Target 20 org 30 org 8 orang 11 pasar 120 org 60 org 120 org 15 kgtn Duplikasi anggaran seperti ini sangat besar jumlahnya dan sangat tidak efisien. 66 . namun selain kegiatan tidak menyentuh target kinerja sangat kecil jumlahnya Kegiatan Kewirausahaan Penempatan TK Sistem AKL Peningkatan Kualitas TK Penelitian dan Sosisalisasi UMK Pembinaan dan Penyuluhan Syarat Kerja ke prshn Pembinaan dan Penyuluhan Keselamatan Kerja ke prshn Sosialisasi Penyuluhan Per UU Ketenagakerjaa Pengadaan Sarana dan Prasarrana Kantor Penyusunan Profil Ke TK Kota BL 5. 6. Misal : Visi Kota Bandar Lampung : “ Menjadikan Kota Bandar Lampung sebagai Pusat Perdagangan” Usulan Dinas Perindustrian dan Perdagangan .DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. yang diharapkan bisa meyelesaikan masalah lapangan kerja . Target 15 org 1000 org 16 org 50 prshn 150 orang 1 paket 1paket Bahkan untuk dinas yang memang bukan merupakan fungsi pelayanan publik . perjalanan dinas Anggur semakin jauh dari harapan ketika andaipun ada usulan yang berpihak pada rakyat . misi daerah kemungkinanannya sangat kecil bisa terwujud. terkesan boros dan mubazir. antara lain: Kegiatan Kegiatan Pelatihan Peningkatan Pengemasan dan Yodisasi IKM Garam Pelatihan Ketrampilan IK Pangan Studi Banding peningktn Mutu Ikan ke Jateng Monitoring dan Informasi Harga Pelatihan Service Elektronik/bengkel dan bantuan mesin Peralatan Pelatihan Tehnis Motif dan design kerajinan tapis Pelatihan ketrampilan Menjahit/Sablonn dan bantuan mesin Pengawasan dan Pengujian Mutu Barang 7. tidak efektif. 12 No. Januari 2007 Misal : Pada usulan dinas tenaga kerja. anggarannya 100 % untuk rutin dinas tersebut Usulan program/kegiatan setiap dinas belum mampu menterjemahkans secara baik i. Seperti 8. Visi/ Misi serta Prioritas Daerah yang akan dicapai. namun bila ditelaah lagi ternyata kegiatan yang diusulkan banyak yang tidak menyelesaikan masalah atau tidak memberikan solusi yang ada. Vol. mengingat dinas tersebut dalam Belanja Rutinnya (Belanja Tidak Langsung) sudah menganggarkan pembelian ATK. gaji/honor pegawai . Akibatnya visi . biaya makan dan minum. 1.

namun kegiatan yang diusulkan jauh dari harapan untuk terwujudnya visi kota ini . Demikian juga pda dinas social yang diharapkan dapat meningkatkan derajad social masyarakat ternyata kegiatan yang diusulkan baru sebatas Lomba peningkatan peranan perempuan Pembinaan Anak Jalanan Melalui Panti Penanggulangan Orang Gila Penertiban dan pembinaan PSK Penertiban gelandangan dan pengemis Pengadaan buku perpustakaan mesjid. travel dll ternyata hanya mengusulkan kegiatan yang kurang berdampak pada hal itu. mempromosikan dan membawa nama harum kota Bandar Lampung. pernyuluhan perselisihan kerja. rumah makan dan restoran.usulan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang sangat diharapkan sebagai suatu dinas yang mampu mewujudkan mimpi kota Bandar Lampung yaitu sebagai Kota Perdagangan seiring dengan tumbuhnya sentra-sentra industri kecil dan kerajinan yang ada.488. TPA. (Marselina Djayasinga) upaya untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya dilakukan dengan sosialisasi perundang-undangan. Demikian juga usulan.yang pada akhirnya juga diharapkan dapat menumbuhkembangkan usaha-usaha perhotelan. penyuluhan keselamatan kerja. Dengan total anggaran yang terserap sebesar Rp 1.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat …….315. hanya mampu mengusulkan sebesar Rp 579. 67 . Risma*) Sosialisasi Tindak kekerasan pd perempuan 9.867. Dinas Pariwisata yang diharapkan dapat meningkatkan.013.500 dengan kegiatan sbb : Pembinaan usaha kepariwisataan Perbaikan Taman Dipangga 1 paket Begawi Bandar lampung Partisipasi pada event Festival Krakatau Pembuatan bahan promosi cetak Pengadaan Sarana kantor dinas Penyusunan Rencana Induk Parwst Promosi di Tkt Internasional 10.

Tekanan migrasi akibat kedatangan para pemuda dari beberapa kabupaten/kecamatan di Propinsi Lampung tanpa skill yang pasti.000 ( 3.500. Anggaran yang terserap untuk dinas ini sebesar Rp Rp 1.874. 68 .850. atau sebesar 0.060.156.27.000 10.347 namun yang langsung menyentuh kepada publik hanya sebesar Rp 60. Januari 2007 Pelatihan ketrampilan IK pangan Pelatihan Ketrampilan Sablon Pelatihan Ketrampilan Pengemasan Pelatihan Service Elektronik Pelatihan teknis Motif tapis Studi banding olah ikan Monitoring dan Informasi Harga Pasar Partsispasi Pameran Penataan Sekretariat Dekranasda Pengadaan Sarana kantor Pengawasan dan Pengujian Mutu barang 2.874.698.000 12. 1.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.000 Anggur *) 0 0 0 0 4.89% ) dengan kegiatan yang kurang operasional dan sama sekali tidak menyentuh langsung masyarakat ( anggur = 0 % ) No 1 2 3 Kegiatan Pelatihan Program SIAK Pelayanan Penertiban KTP dan Akta Cat Sipil Pembinaan dan Razia KTP Total Anggaran Dinas = Rp 1.055.040 hanya mampu melakukan kegiatan langsung untuk masyarakat yaitu Penyuluhan pedagang dan pembuatan plang.564.8 % 3.564.598. Pemutusan hubungan kerja dari beberap pabrik di Jawa Barat dan Jakarta menyebabkan tekanan pengangguran sangat tinggi di kota ini. sebesar Rp. Dinas Pasar Dinas ini sangat diharapkan dapat menertibkan dan menata pasar di Kota Bandar Lampung yang semakin kumuh dan tidak beraturan. 12 No. Vol.964. Dinas Tenaga Kerja Persoalan pengangguran merupakan masalah krusial di kota ini.347 Nilai 37.055.000 60. Dinas Kependudukan Dinas Kependudukan melayani fungsi pengaturan masalah fungsi kependudukan dan ketertiban penduduk. Ternyata dari total anggaran yang diserapnya sebesar Rp 3.

Bila kondisi seperti ini.000 15.000 115.52 % . Dari porsi ini ternyata bila dibedah ke dalam kegiatan yang benar-benar benrmanfaat dan dinikmati langung oleh publik hanya sebesar Rp 39.200 21.000.463 40.331.000 PA dan 1800 PB 200 bidan 5 klpk 8300 OUS 5 kelompok 2539 orang Nilai (Rp) 13.944. jelas persoalan pengangguran. Kantor yang merupakan limpahan dari wewenang pusat ini menyerap anggaran cukup besar yaitu 3.365.479.000.000 atau sebesar 1.000 10.663 dari total angggaran disnaker Rp 1.700 14.000 Nilai ini jauh lebih kecil lagi ketika kegiatan yang diusulkan doibedah lagi ke dalam anggaran yang lansgung menyentuh publik ( anggur ) yaitu hanya sebesar Rp 336.000 5.200.612.257.000.000 0 1. Kantor Keluarga Berencana Kantor ini diharapkan mampu menjaga kestabilan jumlah penduduk serta kualitas penduduk.000.663 Anggur 65.000 65.805 ( 24.920.000 15..257.532.500. 5.849.428.428.056.000 0 4.463 40.000 5. namun belum optimal mengusulkan kegiatan yang sesuai dengan fungsi dan perannya .62 % ).264.850.800 atau sebesar 8 .41 % untuk pelayanan publik.200 21.000.025.000.612. dengan kegiatan sbb : No 1 2 3 3 4 5 6 Kegiatan Bintek Kewirausahaan Pelatihan TK Pemuda Mandiri Penyuluhan KK kerja Penyuluhan Perselisihan Krj Penempatan TK Sistem AKL Peningkatan Kualitas TK Sosialisasi Per UU Total Anggaran Disnaker = Rp 1. (Marselina Djayasinga) Anggaran yang disediakan pemerintah kota Bandar Lampung untuk sector ini hanya sebesar Rp 472.025.400 6.845.331.200.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. pekerja terampil tidak dapat terwujud.060.02 % No 1 2 3 4 5 6 Kegiatan Pembinaan KB dan Keluarga Pra sejahtera dan KS 1 Pelayanan KB melalui bakti IBI Pembentukan Bina keluarga Balita Pembinaan dan Pelayanan KB keliling Pembentukan UPPKS Peningatan kualitas IMP dan petugas KB Target Kinerja 38.917.602.805 Target Kinerja 15 orang 15 orang 30 orang 60 kali 1000 orang 16 orang 150 orang Nilai (Rp) 65.640.000 336.000 77.917.000 15.000 Anggur 69 .000 472..000 15.500 26.000 atau sebesar 17.000 115.000 65.056.422.519. Dari total anggaran yang diserap hanya sebesar Rp 324.

488.609.000 336.519.442.21 `12.060 Target Kinerja 38.773 2. 984.066. 299.944.20 1.539.248.413 60.34 24 0.000 117.573. Januari 2007 No 7 Kegiatan TNI Manunggal KB Kesehatan Total Anggaran Kantor KB = 3.184.401.512.000 485.000 Dinas /Badan/Kantor yang Mengalokasikan Untuk Anggur Dari sekian Dinas/badan/kantor yang ada di lingkungan Pemkot Bandar Lampung yang berfungsi untuk pelayanan publik .22 17 1.02 10. Namun untuk dinas atau badan/.529. tidak efektif dan tidak ekonomis pada dinas-dinas ini.849. hanya ada 15 Dinas yang mengalokasikan anggaran untuk rakyat ( anggur ) yaitu : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 DINAS/BADAN/KANTOR Dinas Kesehatan Dinas Pendidikan Dinas Sosial dan PP Dinas KB Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Koperindag Dinas Pasar Dinas Pariwisata Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Dispenda Dinas Bina Marga Dinas Perikanan dan Kelautan Dinas Perindustrian dan Perdag Dinas Tenaga Kerja Dinas Kesbang dan Linmas Rata-Rata Total Anggaran 17.810.000 PUS Nilai (Rp) 16.253.060 27. sedangkan sisanya untuk belanja keperluan rutin dinas tersebut.584 1.917.805 ANGGUR 2.698.502. 12 No.000 229. Vol.837. 527.74 Dinas terbesar mengalokasikan anggarannya untuk rakyat (anggur) adalah dinas Bina Marga yang memang secara fisik fungsi utamanya adalah pembangunan sarana dan prasarana untuk publik.612.87 5.321. Dinas ini mengalokasikan sekitar 78 %.000 2. Akibatnya banyak anggaran menjadi tidak focus..38 17.937.700 248.318.513 1.351. 023.14 1.422.422.890 169.466.598.41 14.000 261.000 1.17 78 14.433 2.050 2.80 19.449. 379 3.300 324.957 5.000 86.867 8.000. tidak efisien .040 1.kantor yang banyak mengalokasikan kegiatannya untuk publik namun lebih banyak dialokasikan untuk kegiatan Non Fisik.595.408.315.000 32. ternyata kegiatannay kurang menyentuh publik.823.783 3.000 39.. Dinas yang terkecil alokasi anggaranyya untuk publik atau dibawah 10 % . 1.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.793.300 39.032.000 47.519.800 Anggur 16. 2.805 2.324.156.34 2.849.000 396.000 % 16.475.840.000.060.512.953. sementara fungsi utamanya juga adalah pelayanan pada publik yaitu : 70 .428.346.809.045.345.

3. Dinas kependudukan Dinas Tata Kota Dinas Perhubungan Kantor Kesatuan PP Solusi Agar Anggaran Berpihak Pada Rakyat Di era Otda ini sangat dimunghkinkan untuk mengarahkan agar APBD berpihak pada rakyat.21 % ) Dinas Keluarga Berencana (1. 5.02 %) Dinas Pasar ( 0. namun teryata kegiatan yang diusulkan sama sekali tidak menyentuh kepada kepentingan publik . yaitu : 71 .74 % melalui implementasi secara sungguh-sungguh prinsip-prinsip penyusunan anggaran.17 %) Dinas Kesbang Linmas (1. 6. 3. Yang perlu dibanguna adalah seberapa besar komitmet penyelenggaran pemerintahan terhadap hal ini. Dinas – dinas ini telah menganggarkan pos untuk pelayanan publik. Anggur sangat mungkin ditingkatkan sebesar 60 % drai total APBD Kota Bandar Lampung yang saat ini baru rata-rata 14. 2. 4.41%) Dinas Pariwisata (5. mampukah tambahan anggaran tersebut dialokasikan untuk kepentingan publik secara nyata terutama untuk kegiatan yang menyentuh persoalan ? Dinas /Badan/Kantor yang Sama Sekali Tidak Mengalokasikan Untuk Anggur Terdapat 4 dinas/badan/kantor yang tidak mengalokasikan anggarannya untuk rakyat (anggur) walaupun sebenarnya peran dan fungsinya juga bersinggungan untuk memberikan pelayanan langsung publik. Dinas Pendidikan ( 1.87%) Dispenda ( 2.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. Dinas-dinas itu adalah : 1. 2. Pemahaman dan pengetahuan ini kemudian dituangkan dalam pengalokasian anggarannya yang berpihak pada rakyat. 1. Komitmet bisa dibangun sepanjang penyelenggara tersebut memahami dan mau mengetahui secara detil tentang persoalan yang ada dalam masyarakat. 4. (Marselina Djayasinga) 1.80 % ) Persoalannya adalah ketika anggaran untuk publik pada dinas-dinas ini suatu saat ditingkatkan secara significant .

No 1 2 3 4 5 Efisiensi Anggaran Kegiatan Belanja ATK pada setiap kegiatan dihapus krn sudah ada pada pos belanja tidak langsung Belanja Upah/honor panitia disusun hanya untuk panitia yang riil bekerja saja Ego dinas dihilangkan melalui koordinasi antar dinas/satker untuk menyelenggarakn kegiatan bersama Standarisasi Harga harus ditinjau ulang setiap 3 bulan oleh Tim Independen Perampingan Dinas yang kurang efektif ( SOTK ) yang terlalu gemuk menyebabkan belanja rutin (belanja tidak langsung ) satker membengkak bisa dihapuskan dan dialokasikan ke Anggur serta birokrasi lebih pendek mengurangi high cost Target 25 % APBD 15 % APBD 10 % 60 % 40 % 2.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. pembelian rumpon dll harus lebih besar dari alokasi rutinnya seperti honor panitia. 12 No. Renstra Dinas. Misi Kota.pembelian fasilitas kantor rutin dll yang banyak mengambil jatah belanja publik harus dialihkan ke ke belanja langsung kegiatan pelayanan publik SOTK yang terlalu “gemuk “ dirampingkan sesuai dengan kebutuhan dan penyusunan dan mengimplementasikan system REWARD dan PUNISHMENT kepada PNS Menyusun Kinerja yang terukur untuk setiap unit satuan kerja. Vol. uang saku panitia dll Dana untuk perbaikan kantor. bantuan modal. 1. Januari 2007 1. perbaikan gedung. No 1 Efektivitas Anggaran Usulan Kegiatan yang Llebih Focus Target 25 % 2 3 4 5 6 7 Kegiatan Kepala Dinas harus bisa menterjemahkan secara baikVisi. pimpinan. Tupoksinya terutama untuk pelayanan pubik ke dalam oparsionalisasi program/kegiatannya Kepala Dinas harus bisa mengoperasionalisasikan Visi/Misi serta Prioritas Daerah per tahun dan 5 tahun Usulan kegiatan harus focus pada tujuan /pelayanan yang akan diberikan dan menjadi tupoksinya Porsi alokasi dana per kegiatan untuk publik missal: pembelian bibit. staf dan karyawan lainnya 72 .

pajak reklame untuk semua promosi dll. e. bilyard. bahkan mungkin lebih baik. pungutan-pungutan yang secara prinsip melanggar. pungutan-pungutan baru yang nota bene malah membuat distrorsi dalam perekonomian . c. Musrenbangkel. Dinas/Kantor/badan tetap menggunakan “kegiatan” menurut versinya . petugas terdisiplin. Sebagai contoh. Pemberian sanksi bagi pengelap pajak. wajib pajak yang patuh dll Peninjauan kembali bahkan bila mungkin penghapusan bentuk-bentuk pungutan-pungutan yang tidak ada dasar hukumnya. UDKP. . d.000. bowling dsb sebesar Rp 44.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. dsb namun usulan tinggal usulan. Sementara potensi yang ada jauh lebih besar dari yang ditargetkan Bila memang pihak swasta bisa meningkatkan penerimaan daerah lebih tinggi dari target yang dibuat oleh dinas / UPTD terkait mengapa tidak diserahkan saja ke swasta untuk mengelolanya sepanjang tariff pajak /pungutan tersebut sesuai dengan aturan dengan kualitas pelayanan yang yang sama. Ada beberapa dinas yang telah bersusah payah memungut dana dari masyarakat . namun bila dibandingkanm dengan upah pungutnya jauh lebih besar upah pungutnya . Dibandingkanmenciptakan pajak-pajak baru. Saat ini diperlukan tindakan – tindakan yang praktis danb operasional sehingga kebijakan tersebut lebih realistis dan proporsional. Walaupun sudah dibentuk Forum Kota. restoran. dinas pariwisata dalam tahun 2005 hanya mentargetkan penerimaan dari pajak hotel.650. petugas parkir yang “liar”. yaitu antara lain : a. Hal ini juga bisa membuka lapangan kerja bagi para pengangguran. Optimalisasi Anggaran Anggaran yang ada terutama sisi penerimaan dioptimalkan secara penggaliannya . Seperti pungutan TPR di jalan-jalan umum untuk mobil angkot. Demikian pula masalah cost and benefit. Belum lagi ditambah dengan anggaran dinas tersebut yang sangat besar untuk membiayai kegiatan rutinnya. RM. Sehingga dana yang diperoleh itu sendiri sudah habis untuk membiayai kegiatan rutinnya bahkan kurang . Partisipasi Masyarakat Partisipasi masyarakat dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD di Kota Bandar Lampung masih belum optimal bahkan dapat dikatakan rendah. petugas yang “nakal” serta pemberian penghargaan (reward) bagi pengumpul pajak terbesar. Penghitungan secara benar dan realistis dari target penerimaan yang sesuai dengan potensi yang ada. dan pungutan-pungutan memberatkan masyarakat dan investor dan terkesan mengada-ada. Hal ini karena : 73 b. 4. (Marselina Djayasinga) 3. wajib pajak yang bandek. menambah beban pengusaha ( high cost economy membebankan masyarakat umumnya dan pengusaha khususnya serta menambah peluang korupsi dan kebocoran lainnya lebih baik meningkatkan potensi yang ada dengan mengurangi moral hazards disisi penerimaan daerah.

Adapun kegiatan yang berkaitan dengan partisipasi masyarakat antara lain : No 1 2 3 Kegiatan Menghidupkan dan memprioritaskan peran kelurahan dan kecamatan TUPOKSI Kecamatan harus bisa dioperasionalisasikan dengan kosnekuensi anggaran untuk kecamatan ditingkatkan Efektivirtas anggaran kecamatan lebih kepada peningkatan pelayanan sector publik Transparansi Anggaran Kegiatan Dokumen yang menyangkut alokasi ( APBD ) harus mudah didapat publik secara luas dan mudah ( dokumen APBD. No.. 3 Kegiatan Alokasi anggaran sector kesehatan untuk masyarakat harus ditingkatkan Peningkatan pelayanan kesehatan secara baik dan menyeluruh Alokasi anggaran pendidikan yang seimbang antara sekolah negeri dan swasta. diberi bantuan tahap berikutnya dll Bila ada sekolah yang prasarnanya masih “minim” . berikan prioritas sehingga prasrana memadai dst. Misal . d. No 1 Sektor Kesehatan Sektor kesehatan yang dimotori oleh Dinas kesehatan ternyata masih belum mampu meningkatkan derajad kesehatan masyarakat kota Bandar Lampung jika dilihat dari porsi anggurnya. dengan system progresif. e. b. kurang kreative Bappeda dan dinas terkait lainnya kurang bisa berfungsi mengkoordinasikan. c. menginformasikan dan mengoprasionaolisasikan visi . 1. 1 2. 12 No.RASK dan DASK ) Target / Ket 100 % 5. bila ada sekolah yang sudah maju dalam sarana prasarna . Januari 2007 a.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. renstrada kota serta rencana kota lainnnya. Pemberian buku gratis serta alat-lat sekolah lainnya 4 74 . Dinas terkait tidak mampu mengoperasionalisaiskan usulan-usulan masyarakat ke dalam program/kegiatannya Dinas /Badan/Kantor tidak semuanya memilki target yang akan dicapai Visi dan Misi Kota Bandar Lampung tidak dapat dan sangat sulit dioperasionalisasikan oleh Kepala Dinas/kantor/badan maupun staffnya ke dalam kegiatan langsungnya yang mensupprot visi dan misi tersebut Kegiatan yang diusulkan oleh sebagian besar dinas “ just as usual” dan tidak ada evaluasi program.

jenis dan waktu imunisasi . Rumah sakit . puskesma. • Menghidupkan kembali Posyandu dengan program-program yang menyentuh bukan ceremonial semata. investor. pendidikan untuk ibu-ibu hamil • Menghidupkan kembali BKIA serta Peningkatan kuantitas dan kulaitas Makanan dan susu bagi bayi. gereja serta sarana social lainnya untuk memberikan makanan gratis untuk kaum anjal dan kaum miskin lainnya Mengefektivkan dan mengoptimalkan kembali rumah-rumah singgah untuk anjal dan kaum papa lainnya dengan pengawasan dan pembinaan yang ketat Mengontrol fluktuasi harga secara kontinue serta mengambil langkah-langkah antisipasi untuk mempertahnakan kesejahteraan rakyat miskin Membuat Rumah-rumah susun/ rumah murah yang memang diperuntukkan untuk orang miskin dan tidak mampu Peninjauan secara kontinue UMP yang melibatkan semua stakeholders ( buruhm perusahaan. perkembangan balita. PT ) 75 . Tempat Tinggal untuk Kaum Miskin . para ibu Hamil dll Peningkatan kualitas dan kuatitas pendidikan ketrampilan gratis untuk PUS.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. perawat. (Marselina Djayasinga) No. UMP No 1 2 2 3 4 5 6 Kegiatan Mengatasi masalah rawan pangan. pemerintah. dokter. busung lapar dan gizi buruk dengan sesegera mungkin Menyusun perda atau peraturan walikota untuk menganggarkan dan menyusun juklak mengatasi busung lapar /gizi buruk Menghidupkan kembali masjid. Ibu hamil dll Sektor Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Sektor Kebutuhan Dasar Pangan .m sosialisasi gizi baik. 5 6 7 Kegiatan Kegiatan-kegiatan di sector pendidikan lebih difocuskan untuk “peningkatan pelayanan kesehatan “ seperti : • peningkatan kualitas paramedis • peningkatan pelayanan paramedis • peningkatan sarana dan prasarana kesehatan ( obat-obatan. penganjuran pemberian ASI exclusive. seperti penimbangan bayi secara teratur.

2. PTS. 1. Misal : Pendapatan dari dinas pariwisata hanya sebesar Rp 64. 4.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 6. Orpol. Kepedulian dan keberpihakan pemerintah Kota Bandar Lampung terhadap masyarakat Kota Bandar Lampung dapat dilihat dari jumlah anggaran yang dialokasikan untuk masyarakat (anggur). Efektif dan Ekonomi ( value of money) Optimalisasi a. Ormas. II. Komite-Komite. 5. Taman hiburan. Untuk itu perlu dilaksanakan prinsip-prinsip pengelolaan APBD yaitu : • • • • • Jujur dan Tranparansi Akuntabilitas Partisipasi Efisien. Organisasi Profesi . restoran. Asisiasii dll untuk menyusun konsep pengembangan kota bersama dan komprehenship 3. LSM. Pizza dll ) Padahal bila dihitung dari RM Begadang I. Swastam BUMN. III. Masyarakat kota Bandar Lampung berhak atas APBD.000 dari sector hotel. Walikota dan wakilnya harus visioner dengan konsep-konsep pengembangan kota dan perekonomian yang jitu namun bisa diwujudkan sesuai dengan kemampuan daerah Walikota dan wakil harus melakukan upaya koordinasi yang sungguh-sungguh baik secara vertical maupun horizontal secara maksimal • • • • Koordinasi dengan pemerintah pusat untuk menjaring dana-dana besar Koordinasi dengan pemerintah propinsi untuk melakukukan sharing pembiayaan dan kegiatan bersama Koordinasi pimpinan dengan seluruh satuan kerja yang ada Koordinasi dengan PTN. RM. Januari 2007 G. 12 No. Penghitungan target sumber-sumber pendapatan sesuai dengan potensi yang ada. IV sudah sangat besar jauh melebihi realisasi Rp 64 juta tersebut. dimana sumbangan terbesar memang dari masyarakat untuk pembangunan kota ini. 7. Vol. masyarakat. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI KESIMPULAN 1. Keberpihakan ini dapat ditingkatkan sepanjang ada komitment yang kuat dari penyelenggaran pemerintah kota bahwa amanah mengelola APBD adalah sematamata untuk mensejahterakan masyarakat kota Bandar LampunG Bentuk komitment ini tidak hanya berupa pengalokasian anggaran ke sector publik lebih besar namun bagaimana pengguna anggaran dalam hal ini Kepala Dinas dapat mengarahkan staff nya untuk menyusun kegiatan yang langsung bermanfaat bagi masyarakat dan mampu menuntaskan permasalahan baik secara bertahap maupu langsung. Belum dari sector lainnya ?? 76 .000.

demikian juga kurikulum yang akan dicapai untuk anak didik Sewa tempat. (Marselina Djayasinga) b. LCD dll utk penyuluhan/pelatihan sehingga tidak perlu ada biaya sewa alat setiap saa Sosialisasi. Disnaker perlu menganggarkan untuk membeli saja Laptop. OKI. andaipun harus penyuluhan dalam beberapa materri 2. penyuluhan kepada prshn sudah menajdi tugas melekat dinas ybs tidak perlu diproyekkan . sehingga ATK doubl SAB perlu ditinjau ulang sesuaikan dengan output yang akan dicapai . c. Sisingamagaraja. sewa alat tidak diperlukan lagi bila sudah ada kantor Balai Latihan Kerja. pimp kegtn dll ATK menjadi boros manakaala di unit kerja itu sendiri (Belanja ADUM ) membeli keperluan yang sama. Selama ini mereka dapatkan sangat kecil hanya Rp 35. dll) BAB III REKOMENDASI 1. selama pihak lain ( swasta ) bisa memberi sumber pendapatan lebih besar dari target yang bisa diperoleh pemda Mengatasi tingkat kebocoran pendapatan yang begitu besar Menghentikan pungutan-pungutan yang tidak jelas dasar hukumnya dan membertakan masyarakat . missal TPR di berbagai tempat ( Kemiling. • • • • • • 77 . andaipun harus penyuluhan dalam beberapa materri Setiap kegiatan msh terlalu besar honor panitia kegiatan ( honor monitoring. sehingga ATK double SAB perlu ditinjau ulang sesuaikan dengan output yang akan dicapai . Disnaker • • • • Setiap kegiatan msh terlalu besar honor panitia kegiatan ( honor monitoring. Upaya peningkatan pendapatan dapat dilakukan dengan system tender. OKI. Disnaker perlu menganggarkan untuk membeli saja Laptop. penyuluhan kepada prshn sudah menajdi tugas melekat dinas ybs tidak perlu diproyekkan . demikian juga kurikulum yang akan dicapai untuk anak didik Sewa tempat. LCD dll utk penyuluhan/pelatihan sehingga tidak perlu ada biaya sewa alat setiap saat Sosialisasi. Untuk meningkatkan agar masyarakat kecil lebih berdaya.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat …….500. bila mengingkan Anggur lebih besar maka nilai ini harus ditingkatkan dengan target sasaran yang jelas.000 . ketergantungan pada modal berkurang maka perlu suntikana wal yaitu berupa bantuan modal dan manajemen untuk petani / nelayan ditingkatkan . pimp kegtn dll ) ATK menjadi boros manakaala di unit kerja itu sendiri (Belanja ADUM ) membeli keperluan yang sama. sewa alat tidak diperlukan lagi bila sudah ada kantor Balai Latihan Kerja.

sehingga ATK double SAB perlu ditinjau ulang sesuaikan dengan output yang akan dicapai Kegiatan belum mengarah pada upaya sadar wisata ( penyuluhan.id 78 .409. Vol.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Dengan anggaran yang cukup dan besar . maka dinas kependudukan harus lebih memerinci lagi opearsionalisasi dari TUPOKSI nya yang khusu memberi pelayanan kependudukan kepada masyarakat b. h. antara lain : Belanja Prasaarna Kantor seharuysnya menjandi belanja Aparatur . Beberapa Edisi. modal . Namun kegiatan yang langsung menyentuh pada publik seperti pembinaan. d.2005. Perlu ditingkatkan alokasi untuk pengembangan sector pariwisata dengan program-program yang terarah dan fokus Pembinaan kepada usaha kepariwisataan sebanyak 150 usaha kepariwisataan ttp nilainya sangat kecil tanpa jelas pembinaan bid apa Setiap kegiatan msh terlalu besar honor panitia kegiatan ( honor monitoring. b. pelatihan .206. Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia. b. pimp kegtn dll ) ATK menjadi boros manakala di unit kerja itu sendiri (Belanja ADUM ) membeli keperluan yang sama. bukan masuk di belanja publik 4. dll sangat kurang. Pendidikan a. c. dibandingkan pendapatan yang diperolehnya Rp 1. Direktorat Pengembangan Otonomi Daerah. 5. g. sosialisasi dll ) Duplikasi Anggaran masih ada. Dinas ini terlalu banyak menghabiskan anggaran.dimana kegiatan pembinaan tidak jelas. Lampung : BPS Bank Indonesia. Statistik Keuangan Daerah Propinsi Lampung. Peta Kemampuan Keuangan Provinsi Dalam Era Otonomi Daerah : Tinjauan atas Kinerja PAD Dan Apa Yang Dilakukan Pemerintah. 1. Masih banyak kegiatan yang seharusnya diperuntukkan untuk publik dialokasikan untuk ATK . f. Pariwisata a. e. Perlu dilakukan efisiensi dan efektifitas anggaran pada dinas kependudukan ini dengan kegiatan yang focus disertai target kinerja yang terukur .go. Januari 2007 3. honor dll Setiap kegiatan mempunyai honorarium untuk tim ( PNS ) DAFTAR PUSTAKA Pemerintah Kota Bandar Lampung. c. 12 No. Jakarta:BI Deddy.200. Kependudukan a. APBD Kota Bandar Lampung TA 2005 Badan Pusat Statistik. Deddyk@Bappenas.

Jakarta Mardiasmo. Pemerintah Kota Bandar Lampung. Prosiding Workshop Internasional. Bandung. FISIP UNIKA Parahiyangan.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. 2005. Penjelasan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2001. 2002. Yogyakarta. Pramana. Andi Yogyakarta. Ricky. 2002. Bunga Rampai Kebijakan Fiskal. Otonomi & Manajemen Keuangan Daerah. 2005. Universitas Lampung. 2005. 2003. Marselina. M. Badan Analisa Fiskal Departemen Keuangan. Implementasi Desentralisasi Fiskal Sebagai Upaya Memberdayakan Daerah Dalam Membiayai Pembangunan Daerah. 2002. 2002. Bedah Anggaran Daerah. 2003. PP No 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuanganm Daerah Republik Indonesia.33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Pusat Dan Daerah Suparmoko. Permendagri No 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuanganm Daerah Republik Indonesia. Analisis Kemandirian Fiskal Kabupaten Dan Kota Di Propinsi Lampung. Universitas Lampung. A. UU No 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Republik Indonesia. Yogyakarta. 2005. 2002. Andi Yogyakarta. Skripsi. 2004. Ekonomi Publik Untuk Keuangan dan Pembangunan Daerah. Undang-Undang No. Rencana Anggaran Satuan Kerja (RASK) Dinas seluruh Kota di Bandar Lampung Republik Indonesia. 79 . (Marselina Djayasinga) Djayasinga. Republik Indonesia. Bandar Lampung Hadiyanto.

Sejumlah penelitian mengenai hal-hal seputar pengungkapan informasi. Yenny Megawati6 ABSTRACT Financial statements informations will not missinterpretation since the financial statements are completed by adequate disclose. This means that the companies’ financial statement disclosure is very few. Momentum pembangunan masyarakat yang semakin mengarah pada keterbukaan menjadikan topik mengenai pengungkapan laporan keuangan perusahaan publik semakin relevan untuk dikaji. baik di luar negeri maupun di Indonesia. FE Unsri .Latar Belakang Pengungkapan laporan keuangan (disclosure of financial statement) merupakan sarana akuntabilitas publik mengingat arah perubahan sosial di Indonesia yang mendapatkan momentum untuk bergerak menuju masyarakat yang semakin transparan dan demokratis di berbagai bidang termasuk diantaranya bidang bisnis dan ekonomi. Alumni Jurusan Akuntansi.6644. dan kepercayaan pihak luar terhadap pasar modal dan peranaannnya mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia. 5 6 Dosen Jurusan Akuntansi. The analysis used in this research is linier regression and the samples are audited financial company of manufacture companies. The result shows that the average of companies’ index disclosure is 0. solvability. khususnya yang mencatatkan diri di pasar modal telah dilakukan.DAFTAR ISI Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Sektor Industri Barang Konsumsi Di Bursa Efek Jakarta Oleh Yuliansyah . Keywords : 5 1. Topik mengenai pengungkapan laporan keuangan menjadi menarik karena praktik pengungkapan laporan keuangan berkaitan erat dengan kredibilitas. Ikhtisar beberapa hasil penelitian mengenai pengungkapan dapat dilihat pada Tabel 1. FE Unila. Based on the statement. the main topic of this research are to know corelation between company characteristic and the scope of financial disclosure by using liquidity rate. and company size and owner structure.

Ikhtisar Beberapa Hasil Penelitian Mengenai Pengungkapan No 1 Peneliti. . 82 Untuk mengetahui tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan pada sektor industri barang konsumsi yang go public di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Januari 2007 Tabel 1. Pengetahuan tentang hubungan antara karakteristik perusahaan dan keluasan pengungkapan laporan keuangan akan berguna dalam analisis laporan keuangan.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. b. 2 Permasalahan Berdasarkan latar belakang maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah karakteristik perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan pada sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ? 3. Tujuan Penelitian a. Penelitian tentang pengungkapan laporan keuangan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya merupakan hal yang penting untuk dilakukan karena akan memberikan gambaran tentang sifat perbedaan keluasan pengungkapan antar perusahaan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Tahun Djoko Susanto. 1. Vol. yaitu memberikan gambaran tentang tipe dan jumlah informasi yang disediakan perusahaan dengan karakteristik tertentu. maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengambil judul:" Pengaruh Karakteristik perusahaan terhadap Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan pada Sektor Industri Barang Konsumsi yang Go Public di Bursa Efek Jakarta (BEJ)". operasi di luar negeri. 3 Russell Craig dan Joselito Diga. tingkat leverage. 1994 Hasil Penelitian Luas ungkapan sukarela pada laporan tahunan lebih besar untuk perusahaan berbasis asing dan waktu terdaftarnya saham di BEJ. Pengungkapan secara signifikan berhubungan positif dengan besar perusahaan dan status pendaftaran. Dan tidak berkaitan dengan tingkat leverage dan rate of return. 2001). 12 No. Tingkat pengungkapan laporan tahunan di ASEAN berhubungan positif dengan ukuran perusahaan. (Marwata. 2 Wallace. Kamal Areceli Mora. 1998 Tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan adalah salah satu bentuk kualitas pengungkapan. 1994 Naser. Untuk mengetahui hubungan antara karakteristik perusahaan dengan tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. Banyak penelitian yang menggunakan indeks disclosure methodology mengemukakan bahwa kualitas pengungkapan dapat diukur dan digunakan untuk menilai manfaat potensial dari isi suatu laporan keuangan. Berdasarkan uraian di atas.

Salah satu cara bagi manajer untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan adalah melalui pengungkapan sukarela secara lebih luas. meskipun menggunakan konsep yang berbeda-beda. Kedua adalah pengungkapan sukarela (voluntary disclosure) yaitu pengungkapan butir-butir yang dilakukan secara sukarela oleh perusahaan tanpa diharuskan oleh peraturan yang berlaku. (Yuliansyah. Dalam kondisi tersebut ada kalanya ketidaktahuan pihak luar atas kondisi perusahaan akan merugikan perusahaan itu sendiri karena investor akan menganggap perusahaan buruk dan menawar lebih rendah dari harga pasar saham sehingga merupakan dorongan bagi perusahaan untuk melakukan pengungkapan yang memadai. 1976). Pengungkapan sukarela dapat membantu investor dalam memahami strategi bisnis manajemen. 83 .DAFTAR ISI Pengaruh Karakteristik Perusahaan ……. 2000). (Prihatin Assih. dalam hal ini peraturan yang dikeluarkan oleh BAPEPAM dan IAI.. Berbagai penelitian tentang topik ini pada prinsipnya kurang lebih sama. Memberikan informasi yang memadai diharapkan akan berguna bagi pembuatan keputusan oleh pihak-pihak pengguna laporan. Penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten dalam rangka keterbukaan di pasar modal sangat penting untuk membangkitkan kembali minat dan kepercayaan masyarakat internasional untuk berinvestasi di Indonesia yang beberapa tahun ini mengalami krisis ekonomi. dan tepat waktu (time lines) (Courtis. Jika perusahaan tidak bersedia untuk mengungkapkan informasi secara sukarela.al. pengungkapan wajib akan memaksa perusahaan untuk mengungkapkannya. Yenny Megawati) c. Terdapat dua jenis pengungkapan dalam hubungannya dengan persyaratan yang ditetapkan oleh standar. 1976). Kualitas ungkapan dalam laporan keuangan dikenal dengan berbagai konsep. Pihak di luar perusahaan merupakan pihak yang kurang diuntungkan berkenaan dengan akses informasi karena mereka hanya dapat mengandalkan informasi yang diumumkan secara publik oleh perusahaan. 2000). Yang pertama adalah pengungkapan wajib (mandatory disclosure) yaitu pengungkapan minimum yang diharuskan oleh standar akuntansi yang berlaku. antara lain kelengkapan (comprehensiveness) (Barret. Dalam penelitian ini kualitas ungkapan didefinisikan dalam pengertian luasnya ungkapan laporan keuangan yang dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah variasi tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan pada sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEJ berkaitan dengan perbedaan karakteristik perusahaan. informatif (informativeness) (Alford et. (Ainun Na'im dan Fu'ad Rakhman. Kerangka Pemikiran Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan akan dapat dipahami dan tidak menimbulkan salah interpretasi apabila laporan keuangan dilengkapi dengan pengungkapan (disclosure) yang memadai. 1993). Perusahaan dapat lebih menarik perhatian lebih banyak analis. meningkatkan akurasi ekspektasi pasar dan menurunkan ketidaksimetrisan informasi pasar. 4 Memenuhi salah satu persyaratan guna mencapai gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung.

maka hipotesis yang diajukan adalah: H1 = Tingkat likuiditas memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. Metode ini merupakan tipe pemilihan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu. yaitu industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta tahun 2000 yang memiliki laporan keuangan per Desember 2000 beserta catatan dan penjelasan atas laporan keuangan tersebut. misalnya pada industri keuangan tidak terdapat butir yang mengungkapkan aktiva lancar maupun hutang lancar. Metode Penelitian 6. penulis mengambil sampel laporan keuangan auditan perusahaan salah satu sektor industri manufaktur. dengan menggunakan sampel data cross-sectional yang dikumpulkan pada periode tertentu terhadap beberapa subyek yang diteliti yaitu laporan keuangan auditan tahun 2000 yang tersedia di Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) dan Indonesian Capital Market Directory 2001. Vol. (Nur Indriantoro dan B.2 Teknik Pengambilan Data Data yang digunakan dalam skripsi ini adalah jenis data sekunder. Supomo. Pertimbangan tersebut adalah ingin menghindari pengaruh perbedaan karakteristik butir-butir yang diungkapkan dalam laporan keuangan antara sektor-sektor industri yang go public di BEJ. H4 = Struktur Kepemilikan memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. H2 = Tingkat solvabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. 1999:131). H3 = Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. 6. Selain 84 . Oleh karena itu.1 Penentuan Sampel Penentuan sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode PurposiveJudgement Sampling. Januari 2007 Karakteristik Perusahaan • • • • Tingkat likuiditas Tingkat solvabilitas Ukuran Perusahaan Struktur Kepemilikan Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan 5 Hipotesis Berdasarkan uraian di atas. 12 No. dengan catatan tidak ada yang hilang. Ternyata sampel yang dapat dikumpulkan sebanyak 32 perusahan dari populasi 36 perusahaan dikarenakan tidak ditemukannya laporan keuangan auditan pada box file perusahaan.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 6. 1.

Variabel ini mengukur seberapa banyak butir laporan keuangan material yang diungkapkan oleh perusahaan meliputi yang bersifat wajib (mandatory) maupun sukarela (voluntary).4 Alat Analisis Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda.6644 dan standar deviasi 0. Hal ini sesuai dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa tingkat pengungkapan laporan keuangan perusahaan yang go public di BEJ masih relatif belum luas. 6. penulis juga melakukan riset kepustakaan dengan cara mengumpulkan beberapa literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.3 Operasional Variabel Variabel-variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Oleh karena itu Bapepam 85 . sehingga model analisis regresi linier berganda dirumuskan sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2X2 + … + b4X4 + e1 Keterangan: Y a b1-b4 X1 X2 X3 X4 ei = = = = = = = = Indeks disclosure (tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan) Konstanta Koefisien regresi Current ratio Debt to total asset ratio Total Aktiva Saham Publik error 7. (Yuliansyah.78 dengan rata-rata 0. Variabel Dependen Variabel dependen dinyatakan dengan notasi Y yaitu tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan yang ditunjukkan dengan indeks disclosure.DAFTAR ISI Pengaruh Karakteristik Perusahaan ……. Variabel Independen Variabel independen yang akan digunakan dalam penelitian ini dinyatakan dengan notasi X yaitu variabel karakteristik perusahaan.062. seperti yang telah diuraikan di atas bahwa untuk variabel dependen dinyatakan dengan notasi Y dan variabel independen dinyatakan dengan notasi X. Pembahasan 7. Yenny Megawati) itu untuk mendukung akurasi hasil penelitian ini.57 dan maksimum 0. 6.1 Statistik Deskriptif Berdasarkan hasil perhitungan yang terdapat pada lampiran 2 dapat diketahui bahwa indeks disclosure mempunyai nilai minimum 0. Variabel independen yang hendak diuji dalam penelitian ini sehubungan dengan pengaruh yang diberikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan perusahaan publik. 2.

7.05 trilyun dan 12. X3. Pengertian yang sama juga terjadi pada koefisien regresi X3 sebesar 1. Dan untuk saham publik rata-ratanya 27. X2.028 . X3. 10-4 dengan asumsi bahwa variabel X1. 1. 10-4 X4 + ei Berdasarkan persamaan tersebut. X2 (Debt to Total Asset).88%. 12 No.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. X2 . diperoleh koefisien determinasi (R2) sebesar 0. Dengan demikian berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa kontribusi bersama dari variabel X1 (Current Ratio).354 . dan X4 konstan. 10-4 menyatakan bahwa setiap penembahan variabel X2 (Debt to Total Asset) sebesar 1% maka indeks disclosure akam mengalami peningkatan sebesar 1.354 .125 . dan X4 konstan.028 .55 trilyun.364.3 Kontribusi dan Hubungan Variabel Independen terhadap Variabel Dependen Berdasarkan hasil dari analisis data yang dilakukan. nilai konstanta sebesar 0. Untuk rata-rata Debt to Total Asset sebesar 69.816 . 10-4 X2 + 1.dan X3 konstan. Vol. Rata-rata Current Ratio sebesar 1. dan X4 konstan. Demikian pula dengan koefisien b2 sebesar 1. Pada tabel 6 diperoleh r2 untuk variabel 86 .028 .41% dan 85. 10-2 menyatakan bahwa setiap penambahan variabel X1 (Current Ratio) sebesar satu kali maka indeks disclosure akan mengalami peningkatan sebesar 1.612 menyatakan bahwa indeks disclosure yang ditetapkan sebagai variabel dependen mengalami kenaikan sebesar 0.16%.4% dan sisanya sebesar 63. Koefisien regresi b1 sebesar 1.125 . 10-2 dengan asumsi bahwa variabel X2.08 kali dan 5. agar perusahaan tersebut dapat memberikan pengungkapan yang lebih luas dan para pembaca laporan keuangan tidak salah dalam pengambilan keputusan. Januari 2007 perlu mengontrol laporan keuangan yang disampaikan oleh perusahaan. dan X4 (Saham Publik) terhadap indeks disclosure sebesar 36.612.2 Makna Konstanta dan Koefisien Regresi Dari hasil perhitungan diperoleh persamaan regesi linier berganda: Y = 0. Koefisien determinasi menunjukkan besarnya pangaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen.816 . Sedangkan untuk Total Aktiva rata-ratanya 1. 10-2 dengan asumsi bahwa variabel X1. 10-2 menyatakan bahwa setiap penambahan pada variabel X3 (Total Aktiva) sebesar 1 trilyun maka indeks disclosure mengalami peningkatan sebesar 1.65% dan 319.816 . Total Aktiva dan Saham Publik tidak mengalami perubahan (konstan). dengan asumsi semua variabel independen yaitu Current Ratio.354 .9366 kali dengan nilai minimum dan maksimum masing-masing 0. 10-2 X1 + 1. 10-2 X3 + 1. 10-4 dengan asumsi bahwa variabel X1.125 . X3 (Total Aktiva).6% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. Sedangkan kontribusi masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial dapat diketahui dari r2-parsial.5338% dengan nilai minimum dan maksimum 15.6216% dan nilai minimum serta maksimum adalah 3. Hal yang sama juga terjadi untuk koefisien regresi b4 sebesar 1. 7.59 kali.612 + 1. Debt to Total Asset Ratio.10-4 menyatakan bahwa setiap penambahan pada variabel X4 (Saham Publik) sebesar 1% maka indeks disclosure akan mengalami peningkatan sebesar 1.6447 trilyun dengan nilai minimum dan maksimum yaitu 0.

Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan Berdasarkan perhitungan pengungkapan faktor keuangan dalam laporan keuangan auditan sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ dengan mengacu pada hasil penelitian Wallace. Dari empat variabel independen yang diamati dalam penelitian ini. dan Share Capital.1% dengan asumsi bahwa variabel X1. maka dapat dilihat dari 16 item yang harus diungkapkan dengan nilai interval 0 . Hasil penelitian juga menunjukkan adanya item yang paling sedikit diungkapkan dalam laporan keuangan antara lain extraordinary and exceptional item. Koefisien korelasi parsial (r) berdasarkan hasil perhitungan seperti tercantum pada tabel 6 yaitu untuk variabel X1 sebesar 0.4%. X2. diperoleh hasil bahwa sekitar 53% dari total sampel (17 perusahaan) memiliki nilai pengungkapan di bawah nilai rata-rata tingkat pengungkapan. Dilihat dari berbagai sudut item dalam pengungkapan laporan keuangan antara lain.4.004 menunjukkan bahwa variabel X4 memberikan kontribusi terhadap variabel dependen sebesar 0. dan X4 konstan.5% dengan asumsi bahwa variabel X1. 5 dari 5 subitem. X3.227. Setelah pembahasan mengenai kontribusi dari variabel independen terhadap variabel dependen maka selanjutnya akan dibahas mengenai hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun secara simultan. Begitu pula dengan Foreign Currencies. 4 dari 6 subitem.DAFTAR ISI Pengaruh Karakteristik Perusahaan …….146 dan variabel X3 sebesar 0. Selanjutnya koefisien r2 variabel X4 sebesar 0. dan 5 dari 8 subitem. 7. Depreciation and Amortization. Taxation. dan X4 konstan. dan Deffered Tax mempunyai nilai yang paling sering muncul 5 dari 5 subitem. (Yuliansyah. Turn Over. 3 dari 3 subitem. Yenny Megawati) X1 adalah 0.4% dengan asumsi bahwa variabel X1. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 7 yang menunjukkan frekuensi dari masingmasing item yang diungkapkan dalam laporan keuangan auditan.064. semua perusahaan sampel mengungkapkan seluruh subitem tersebut. X3.603. variabel X2 adalah 0. 4 dari 4 subitem. dan 4 dari 4 subitem. dan X3 konstan.315 menunjukkan bahwa kontribusi variabel X3 terhadap variabel dependen sebesar 31. Sedangkan koefisien r2 untuk variabel X3 adalah 0. Investment.79.561 serta untuk variabel X4 sebesar 0. Sedangkan pengungkapan item Current Asset.5%. Sedangkan variabel yang memberikan kontribusi yang terendah terhadap indeks disclosure adalah variabel X4 (Saham Publik) yaitu sebesar 0. dan Operating Profit nilai yang paling sering muncul 4 dari 7 subitem.021 angka tersebut berarti bahwa kontribusi X2 terhadap variabel dependen sebesar 2. 87 . Untuk koefisien korelasi ganda (R) sebesar 0. secara parsial variabel X3 yaitu Total Aktiva memberikan kontribusi yang paling besar terhadap indeks disclosure sebesar 31. Untuk variabel X2 koefisien r2 sebesar 0. dan dividen. dan X4 konstan. artinya tidak semua perusahaan sampel mengungkapkan seluruh subitem tersebut. Current Liabilities.052 ini menunjukkan bahwa kontribusi dari variabel X1 terhadap variabel dependen sebesar 5. dari sudut Fixed Asset. X2.2% dengan asumsi bahwa variabel X2. reserves.

Penelitian-penelitian sebelumnya baik penelitian Wallace et. sehingga dimungkinkan indeks disclosure yang dipakai terlalu luas untuk menangkap hubungan Current Ratio (sebagai salah satu karakteristik perusahaan). Diduga terdapat variabel lain yang lebih dominan. Besarnya kepemilikan publik tidak secara signifikan mempengaruhi luas pengungkapan mungkin karena relatif kecilnya proporsi kepemilikan publik. Sehingga hipotesis yang dikemukakan bahwa karakteristik perusahaan yaitu Ukuran Perusahaan (Total Aktiva) berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan dapat diterima. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitriany (2001). Struktur Kepemilikan (Saham Publik) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan sehingga Ha ditolak. Hal ini sesuai dengan penelitian-penelitian sebelumnya.5 Penjelasan Pengujian Hipotesis Karakteristik perusahaan yaitu Tingkat Likuiditas (Current Ratio) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan sehingga Ha ditolak karena setelah dilakukan uji-t dengan signifikansi di bawah 5% terhadap variabel X1 ternyata t~hitung lebih kecil dari t~tabel. 12 No. 88 . Hal tersebut konsisten dengan penelitian sebelumnya.08 kali sedangkan nilai maksimum 5. ini membuktikan bahwa variabel X3 berpengaruh signifikan terhadap indeks disclosure. selain itu juga kepemilikan publik tersebar kepada banyak investor. Fitriany (2001).1 dan tidak memberikan pembobotan terhadap item yang secara nyata menjelaskan tingkat likuiditas. Kemudian untuk variabel X4 berdasarkan hasil uji-t yang dilakukan diketahui bahwa t~hitung lebih kecil dari t~tabel.65% dan nilai maksimum 319.1 dan tidak memberikan pembobotan terhadap item yang secara nyata menjelaskan tingkat solvabilitas. Diduga signifikansi di atas 5% dikarenakan olah variance yang sangat tinggi yang terjadi pada keseluruhan sampel dengan nilai minimum 0. Selanjutnya berdasarkan hasil uji-t yang dilakukan terhadap variabel X3 diperoleh bahwa t~hitung lebih besar dari t~tabel. sehingga masing-masing investor menjadi sangat kecil untuk dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan (termasuk pengungkapan informasi). penelitian Yuniati Gunawan (2000). Vol.16% sedangkan indeks disclosure mempunyai interval 0 . Marwata (2001). sedangkan indeks disclosure mempunyai interval 0 . Diduga terdapat variabel lain yang lebih dominan. dan Yuniati Gunawan (2000). Marwata (2001) menemukan bahwa ukuran perusahaan merupakan variabel yang paling konsisten berhubungan positif dan signifikan dengan pengungkapan laporan keuangan. sehingga dimungkinkan indeks disclosure yang dipakai terlalu luas untuk menangkap hubungan Debt to Total Asset (sebagai salah satu karakteristik perusahaan).59 kali. Januari 2007 7. Diduga signifikansi di atas 5% dikarenakan olah variance yang sangat tinggi yang terjadi pada keseluruhan sampel dengan nilai minimum 15. yaitu penelitian Ainun Na'im (2000). Karakteristik perusahaan yaitu Tingkat Solvabilitas (Debt to Total Asset) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan sehingga Ha ditolak karena setelah dilakukan uji~t dengan signifikansi di bawah 5% terhadap variabel X2 diketahui bahwa t~hitung lebih kecil dari t~tabel. 1.al (1994). Russell Craig (1998).DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.

Ukuran Perusahaan. Diduga signifikansi ini terjadi karena masing-masing variabel independen saling menutupi satu sama lain sehingga distribusinya menjadi lebih baik. tetapi pengaruh tersebut tidak signifikan. tetapi pengaruh tersebut tidak signifikan\ Ukuran Perusahaan (Total Aktiva) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan (indeks disclosure) sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ. Tingkat Likuiditas (Current Ratio) memiliki pengaruh positif terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan (indeks disclosure) sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ. 8. 5. 8.1 Simpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh karakteristik perusahaan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ. Simpulan dan Saran 8. dan Struktur Kepemilikan berpengaruh signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan secara simultan dapat diterima. Struktur Kepemilikan (Saham Publik) memiliki pengaruh positif terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan (indeks disclosure) sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ. 2. Tingkat Solvabilitas (Debt to Total Asset) memiliki pengaruh positif terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan (indeks disclosure) sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ.2 Saran Penelitian berikutnya perlu mempertimbangkan penggunaan pembobotan dalam pengukuran tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan dengan melibatkan beberapa peneliti dalam menilai laporan keuangan suatu perusahaan sampel sehingga dapat mengurangi masalah subyektivitas dalam penilaian tingkat keluasan uangkapan yang hanya dilakukan oleh seorang peneliti. 3. Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa karakteristik perusahaan khususnya Tingkat Likuiditas. maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Solvabilitas. 89 . Tingkat Solvabilitas. tetapi pengaruh tersebut tidak signifikan. Secara simultan variabel yang diamati yaitu Tingkat Likuidatas. dan Struktur Kepemilikan berpengaruh signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ. Ukuran Perusahaan. Yenny Megawati) Secara simultan berdasarkan hasil uji-F diketahui bahwa variabel independen (karakteristik perusahaan) berpengaruh signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. 4. (Yuliansyah.DAFTAR ISI Pengaruh Karakteristik Perusahaan …….

Kamar Naser. 1998 “ Corporate Accounting Disclosure in Asean” Jurnal of International Financial Management and Accounting. 2001. Simposium Nasional Akuntani IV. Wallace. Vol. 2000 “ Analisis Pengungkapan Informasi Laporan Tahunan Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. M.O. The Relationship Between the comprehensivenees of corporate annual report and firm characteristics in spain”.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Nur dan Bambang Supomo. 2000. Ikbal Hasan. STIE YKON. 1994. Jurnal Akuntansi dan Manajemen. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi Dan Manajemen. Bandung. DAFTAR PUSTAKA Assih. Bandung. and Areceli Mora. Fitriany. Yuniati. Accounting and Business Research. Yogyakarta. “Signifikansi perbedaan tingkat kelengkapan pengungkapan wajib dan sukarela pada laporan keuangan perusahaan public yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Simposium Nasional Akuntansi IV. Bandung. 2001. Marwata. Indrianto. 1. “Pengungkapan Untuk meningkatkan Kualitas Laporan Keuangan dalam rangka memenuhi criteria Decision Usefulness”. Pokok-Pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensi). Gunawan. 1999. R.S. 90 . Jakarta. Hubungan antara karateristik di Perusahaan dan Kualitas Ungkapan Sukarela dalam Laporan tahunan perusahaan Publik di Indonesia. Craig Russel dan Joselito Diga. 12 No. Prihatin. Bumi Aksara. Januari 2007 Penggunaan sampel dapat diperbanyak sehingga diharapkan bisa memperbaiki dan menajamkan hasil penelitian ini serta mencari variabel independen lain yang secara signifikan dapat mempengaruhi tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. Simposium nasional Akuntansi III. BPFE Yogyakarta. 1999.

2000). Bagi perusahaan-perusahaan modern. The changes in business environment are a challenge for accounting profession in the information era. Auditor need sufficient skills in auditing process (computer information system auditor). Keberadaan dan peranan teknologi informasi di segala sektor kehidupan tanpa sadar telah membawa dunia memasuki era baru globalisasi lebih cepat dari yang dibayangkan semula. Ecommerce telah menjadi alat yang penting sejak perusahaan menggunakan internet 7 Dosen Jurusan Akuntansi. Teknologi electronic commerce (e-commerce) telah mengubah dengan cepat cara perusahaan menjual. PENDAHULUAN Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kemajuan teknologi komputer dan telekomunikasi telah mengubah cara hidup masyarakat di dunia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. and to invent new techniques that have ability to continuously monitor. membeli. and the auditing process in the context of the application of e-commerce are also discussed. collect. FE Unila . tetapi telah menjadi senjata utama dalam bersaing. and analyze audit evidences. tetapi lebih jauh telah memasuki aspek-aspek sosial budaya manusia. Dampaknya tidak hanya berpengaruh pada sisi makro ekonomi dan politik. This situation force auditors to update their auditing techniques. the way to control them. Key Words: e-commerce dan audit I. the change of accountant roles. sistem informasi dan teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung untuk meningkatkan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu. dan berhubungan dengan konsumen dan mitra. Rapidly emerging e-commerce technology and demands for more timely communication of information requires auditors to be able to identify the risks.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: Proses Pengumpulan Dan Validasi Bukti Audit Oleh: Saring Suhendro7 ABSTRACT The main purposes of this paper is to explain some problems in e-commerce technology. Sektor organisasi atau institusi berorientasi bisnis merupakan entitas yang paling banyak mendapatkan manfaat dengan penggunaan teknologi electronic commerce (Indrajid. to conduct internal control. Various risk in auditing.

dan menggunakan software yang dapat menurunkan. transmisi data secara digital dengan kecepatan tinggi ini. Teknologi informasi ini. dan pelaksanaan audit dalam penerapan e-commerce juga akan dibahas. menggunakan hardware yang dapat menghasilkan informasi secara cepat dan mudah. automated teller machines (ATMs).DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. juga dapat meningkatkan skala dan lingkup ekonomi dalam semua sektor bisnis (Albrecht dan Sack. dan proses pengiriman secara elektronik menembus batas 92 . Vol. E-COMMERCE E-commerce dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan transaksi antara dua pihak atau lebih dengan menggunakan komputer yang terhubung secara bersamasama dalam jaringan. dan lingkungan audit pada laporan keuangan suatu perusahaan. (f) menyediakan pesan database bagi karyawan dan staf. land-radio atau satelit radio (Kalakota. 2000). dan (g) pemrosesan order pembelian dan invoice dari pemasok (Attaway. Bagian akhir dari tulisan ini akan membahas tentang continuous auditing berkaitan dengan real-time accounting system dan paperless. dan internet secara dramatis telah mengubah praktek-praktek bisnis dan proses pencatatan. E-commerce meliputi elektronic data interchange (EDI). (d) menyajikan laporan keuangan kepada investor. Paper ini akan membahas penggunaan e-commerce yang oleh banyak pihak dipandang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. (b) mengubah kebiasaan pembelian konsumen. E-commerce. 1. electronic funds transfer (EFT). dan bisnis yang dilakukan menggunakan internet. Jaringan ini dapat dibangun dengan saluran telepon. pengendalian. Perkembangan teknologi membawa perubahan pada risikorisiko. Penerapan e-commerce dalam perusahaan memiliki beberapa keuntungan kompetitif.” II. Pelaksanaan bisnis pada the World Wide Web (WWW) telah membuat organisasi dapat berhubungan dengan dunia luar secara on-line dan meningkatkan semua aspek dari bisnis mereka. produksi. 1996). 12 No. E-commerce telah menjadi media dalam meningkatkan efisiensi berbagai bidang. Transaksi bisnis pada lingkungan teknologi tinggi sepenuhnya dilakukan dengan electronic form. meliputi (a) penjualan produk dan pemrosesan pemesanan. Januari 2007 untuk melakukan bisnisnya. yaitu (Cavusgil. Produktifitas dan pengurangan biaya E-commerce membantu perusahaan melaksanakan aktivitas value chain lebih efektif dengan membantu melibatkan perusahaan dalam integrasi penjualan keseluruhan. electronic data interchange (EDI). (c) menyajikan prospektus dan katalog-katalog produk kepada konsumen. Teknologi dengan kos yang rendah. 2000). 2002): 1. menghilangkan keterbatasan ruang dan keterbatasan lain dalam memperoleh informasi. selain dapat menurunkan kos transaksi dan masalah asymmetric information. Berbagai risiko dan cara pengendaliannya. saluran tv kabel. bahkan dalam banyak kasus dapat menghemat waktu. (e) menyediakan informasi persediaan kepada konsumen. sehingga diharapkan diperoleh pemahaman yang memadai untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam penerapan e-commerce.

Bagian ini membahas dampak e-commerce pada perubahan peran akuntan. pengendalian dan proses penguasaan. perusahaan harus mendesain sistem informasi akuntansi baru yang tidak hanya mencatat dan menelusuri informasi transaksi secara cepat. pendekatan disiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektifitas manajemen risiko. kebutuhan akan bukti fisik berupa kertas secara signifikan akan menurun. Dalam lingkungan e-commerce yang paperless. 78 selanjutnya mengindikasikan bahwa pengendalian internal merupakan suatu proses yang didesain untuk memberikan keyakinan yang layak berkenaan dengan pencapaian laporan keuangan yang dapat dipercaya. ketika banyaknya transaksitransaksi bisnis yang dilakukan dan laporan keuangan tepat waktu yang diperlukan dan disebarluaskan melalui internet. dan konstituennya. Disamping itu. Kecepatan Informasi dan pengetahuan dapat bergerak bebas dalam perusahaan dan konsumen. operasi yang efektif dan efisien. Fungsi auditor internal adalah suatu aktivitas yang independen. Manajer dapat mengimplementasikan keputusan lebih cepat. (Saring Suhendro) dan waktu. penilaian risiko-risiko audit. Masalah penting lainnya adalah perlunya mendesain prosedur pengendalian internal baru untuk memastikan bahwa integritas dan pengesahan bukti pada transaksi e-commerce untuk melindungi private key. dan database secara keseluruhan. Auditor internal membantu organisasi mencapai tujuannya dengan membawa sistematik. Konsep risiko audit harus digunakan pada tujuan perencanaan untuk menentukan seberapa banyak bukti dikumpulkan pada masing-masing siklus transaksi. Kesempatan baru dan value creation Bisnis melalui web dapat tumbuh dengan subur karena fleksibilitas. PERUBAHAN PERAN AKUNTAN Peranan auditor internal adalah memastikan bahwa fungsi kontrol internal pada pelaksanaan penerapan e-commerce berjalan dengan baik. 93 . supplier. organisasi yang mengglobal. Manfaat utama dari organisasi global adalah kemampuan untuk mengimplementasikan strategi dalam skala yang lebih luas. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Nearon (2000) dinyatakan bahwa penggunaan e-commerce mampu menghemat 20 persen biaya perusahaan. III. dan pengumpulan dan validasi bukti audit elektronik. memastikan tujuan dan mengkonsultasikan aktivitasaktivitas yang dirancang untuk menambah nilai dan memperbaiki operasi perusahaan. dan prakarsa pengusaha melalui operasi global. SAS No. pengendalian internal. 2. Perubahan-perubahan ini mengenalkan tantangan baru bagi profesi akuntansi. E-commerce juga dapat mengurangi waktu untuk memasarkan dan waktu siklus lainnya untuk merespon pelaksanaan atau mengantisipasi kebutuhan bisnis. 3. fokus. tanda tangan digital. sistem web. tetapi juga melakukan cross check dokumen internal dan eksternal secara otomatis. dan kepatuhan pada hukum dan peraturan-peraturan.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: …….

seperti akses yang benar. Secara umum. Tanggung jawab Meliputi kebutuhan untuk memelihara. Sayangnya.. 2. 2002): 1. Pengganti dalam mengevaluasi pengendalian pada sampel. kebutuhan keamanan e-commerce dapat diungkapkan dalam 4 (empat) karakteristik yang menunjukkan nilai dari suatu informasi. Burr et.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. yaitu (Burr et. 12 No. 1. al. auditor internal diperlukan oleh perusahaan untuk memberikan pengawasan dan audit berkenaan dengan penerapan e-commerce.al. Fungsi auditor internal adalah melaporkan ke manajemen puncak dan mempunyai komunikasi langsung dengan komite audit dan dewan redaksi. 94 . Januari 2007 Dalam kaitannya dengan peranan diatas. dan menyelidiki kemungkinan dan kesempatan dengan menggunakan teknologi informasi dan software analisis data. dan menjaga hak milik intelektual. Integritas Mengacu pada kebutuhan untuk memastikan keakuratan data kunci yang dikompromikan dapat menghasilkan hilangnya keuangan langsung atau kewajiban konsumen. banyak perusahaan yang tidak memberikan perhatian serius pada nilai keamanan dan banyak menghabiskan waktu selama mempertimbangkan biaya yang mencoba mengkompensasikannya setelah implementasi. Auditor internal mengevaluasi seberapa baik proses pengendalian yang dirancang oleh manajer dapat berfungsi. dan melindungi berbagai informasi yang berdampak langsung atau tidak langsung dengan pasar. Perbedaan penting antara teknik audit konvensional dengan teknik yang menggunakan software analisis data adalah kemampuan untuk mengakses dan menganalisis keseluruhan data. Vol. 3. keleluasaan pribadi atas sekitar data hubungan konsumen. 4.. Ketersediaan Meliputi proses kebutuhan bisnis dan sistem informasi yang membantu untuk memastikan loyalitas konsumen dengan memberikan informasi yang dapat diakses kapanpun apabila dibutuhkan dan melindungi dari kehilangan informasi. auditor dapat melakukan investigasi 100 persen data menggunakan pendekatan analisis data untuk melakukan audit. Auditing e-commerce mendorong internal auditor untuk mengevaluasi efektifitas prosedur audit tradisional. Kerahasiaan Meliputi berbagai sensitifitas bisnis. membantu menjaga kerahasiaan informasi konsumen. aplikasi dikembangkan dan disebarkan secara cepat. membuktikan record of action dan tanggung jawab bisnis yang dilakukan. Karena itu. (2002) menyatakan bahwa ketika bisnis telah mengadopsi teknologi ecommerce. kepastian keamanan yang memadai dapat dilekatkan pada pengembangan aplikasi dapat mengurangi kemungkinan dan biaya tambal sulam. yang dapat memberikan jaminan besarnya tingkat keyakinan yang dimiliki manajer atas sasaran bisnis yang akan direalisasikan. kadang-kadang mengabaikan ukuran keamanan yang memadai.

Tindakan ini dilakukan oleh manajemen untuk merencanakan. Perubahan lingkungan perusahaan sebagai dampak dari penerapan e-commerce menuntut perubahan peran akuntan eksternal (auditor independen) melalui proses audit tradisional dengan cara. Pada real-time accounting system. yaitu suatu tools dan techniques yang dapat digunakan oleh auditor dalam menetapkan resiko. dan diakses secara elektronik sehingga dibutuhkan seorang auditor yang dapat memberikan jaminan bahwa traksaksi yang terjadi tidak dirubah. Salah satunya adalah Continuous Audit Tools and Techniques (CATTs).. mengorganisasi. PENGENDALIAN INTERNAL Pengendalian internal merupakan bagian dari proses manajemen. 2001) IV. atau data dan transaksi yang tidak akurat. dan kinerja secara elektronik dari prosedur audit yang beragam. mungkin tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan users akan laporan keuangan organisasi. Auditor internal seharusnya memiliki pengetahuan yang memadai tentang computer information system untuk merencanakan. Keempat. menyeleksi sampel untuk pengujian pengendalian dan pengujian substantive. dan mengarahkan kinerja untuk tindakan yang memadai yang memberikan jaminan 95 . mengidentifikasi pengecualian-pengecualian dan transaksi yang tidak biasa. auditor harus mengembangkan software audit tools-nya yang mampu melakukan audit komputer atau menggunakan software yang tersedia secara komersial. mengevaluasi pengendalian internal. termasuk ekstrak data. transaksi ditransmisi. real-time accounting systems. auditor dalam menggunakan control-risk-oriented audit plan secara umum memfokuskan pada aktivitas pengendalian internal yang memadai dan efektif dari realtime accounting system ketika ada beberapa bagian yang sedikit menyolok pada pengujian substantive dari dokumen dan transaksi elektronik. memberikan jaminan validitas dan reliabilitas informasi yang lebih baik dalam paperless. dan mereview pelaksanaan tugas. Kedua. Ketiga. data dan transaksi yang tidak lengkap. Definisi berikut berasal dari Institute of Internal Auditors’ Standards for the Professional Practice of Internal Auditing dan menyediakan dasar bagi pekerjaan audit komputer sebagai auditor internal. mengawasi. diproses. yaitu pertama meningkatkan pengetahuan auditor pada keyakinan reliabilitas dan relevansi dari dokumen. penyimpanan perhitungan. (Saring Suhendro) Auditor internal harus memeriksa pengendalian otomasi yang diimplementasikan pada aplikasi untuk meminimalisir risiko yang data dan transaksi yang tidak memiliki otorisasi.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. real-time accounting system. electronic financial reports dan continuous auditing haruslah menjadi perhatian oleh komunitas akuntansi dan bisnis. AICPA (1997) menyatakan bahwa “kompetensi dari bukti secara elektronik biasanya tergantung pada efektivitas pengendalian internal yang melebihi validitas dan kompleksitasnya. download informasi untuk review analitis. dan data elektronik pada bisnis dan industri klien. footing buku besar. data dan transaksi yang tidak valid. dimana laporan tahunan tradisional dan laporan audit konvensional yang diterbitkan. Perubahan dalam lingkungan bisnis dan audit. dan konfimasi kinerja (Rezaee et al. catatan. Sehingga. auditor perlu memahami aliran transaksi dan aktivitas pengendalian yang berhubungan. mengarahkan.

Pengendalian utama pada e-commerce adalah masalah keamanan. suatu entitas bisnis harus lebih berkonsentrasi pada pemisahan tugas dan wewenang dan harus mengembangkan aplikasi komputer untuk mencatat dan menjaga jejak transaksi ini untuk mendukung penolakan dan cross check kedepan. pengesahan. dan pemisahan waktu pemrosesan. b. (d) informasi yang dapat dipercaya dan terintegritas.. sniffing. (c) mengamankan sumberdaya.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. SAS no. Pengendalian Keamanan pada Transfer Dokumen Elektronik Pengendalian keamanan memastikan integritas. dan protokol AH dan ESP bagi keamanan lapisan jaringan) dapat diadopsi. Perusahaan perlu berhati-hati dalam mempertimbangkan masalah-masalah berikut: a. Januari 2007 layak bagi pencapaian tujuan (a) pemenuhan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan bagi operasi dan program. dan bukan penolakan hutang dari informasi transaksi untuk menghindari ancaman keamanan seperti akses yang tidak resmi. Secara umum. (2000) rerangka pengendalian internal pada pemrosesan data elektronik ada tiga komponen utama yaitu pengendalian umum. eavesdropping. encryption data. Bagaimana protokol transaksi elektronik keamanannya tepat (seperti penetapan standar bagi keamanan pembayaran internet. Menggunakan total pengendalian batch ketika transaksi diaktifkan atau diterima dan mengembangkan selama pencatatan atau sistem monitoring paralel untuk memastikan kelengkapan dan keakuratan jejak transaksi. 56 dan 78 menyediakan panduan umum bagi rerangka pengendalian internal dalam lingkungan pemrosesan data elektronik (EDP). dan amplop digital) dapat diuji dan digunakan. Menurut Chien-Chih Yu et al. pengendalian aplikasi. Bagaimana otoritas sertifikat (CA) seharusnya dipilih untuk memastikan transaksi elektronik aman dan pertukaran dokumen elektronik aman. Bidang ini meliputi kebijakan dan prosedur-prosedur yang mengakses ke peralatan. Vol. dan pengendalian on-line real time. tanda tangan digital. (b) penggunaan sumber daya secara ekonomis dan efisien. Pengendalian pada e-commerce secara lengkap dijelaskan sebagai berikut: 1. 2. perencanaan. Bagaimana teknologi pengendalian keamanan yang sesuai (seperti password. prosedur. 1. 12 No. b. c. protokol S-HTTP dan S/MIME bagi sesi lapisan keamanan aplikasi. hukum dan peraturan. 96 . Menciptakan dan mendesain logs transaksi dalam format yang tepat untuk memproses catatan dan transaksi yang gagal. firewall. dan penolakan. software. pengakuan pembeli-penjual. kerahasiaan. keleluasaan pribadi. Pengendalian untuk Menjaga Jejak Transaksi Ketika jejak transaksi akan berubah dari dokumen fisik menjadi format elektronik. dan (e) ketaatan pada kebijakan. modifikasi. prosedur yang efektif pada pengendalian dan pemeliharaan jejak transaksi meliputi: a. dan data yang dibatasi hanya pada pengguna yang memiliki wewenang.

perlindungan private key harus terpisah dari proses persetujuan dan pengesahan keseluruhan karena private key seharusnya hanya digunakan untuk menandai dokumen digital atau membuka amplop digital ketika transaksi telah disetujui dan disyahkan. 4. prosedur pengendalian kunci dalam sistem pemrosesan transaksi perusahaan dan sistem informasi manajemen harus meliputi: a. dua pertimbangan yang harus diambil ke dalam akun: a. virus check Pengujian software dan aplikasi yang didistribusikan dalam internet 5. dan pengendalian akses ke database Perangkat firewall. Auditor harus mempertimbangkan menyediakan format laporan dari spesialis pihak ketiga yang memastikan kecukupan dan validitas pengendalian jaringan pada sistem ISP. berdasarkan prinsip pemisahan tugas. Secara umum. 97 b. Oleh karena itu. Pengendalian Keamanan Tandatangan Elektronik Tandatangan elektronik tidak hanya melayani yang memastikan validitas jejak transaksi. tanggung jawab manajemen kunci dapat dibagi menjadi cara-cara berikut: a. perlindungan atas data yang hilang. b. c. public dan private key untuk tandatangan elektronik harus menjaga dengan cara yang berbeda dari aset umum. Pengendalian Keamanan pada Program Aplikasi dan Software Untuk mengatasi keamanan aplikasi transaksi pada internet.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. perlindungan private key seharusnya terpisah dari pencatatan dan pelaksanaan transaksi. dan pengecekan kesalahan. perusahaan mengadopsi teknik pengendalian seperti firewall atau pengendalian end-to-end lain untuk menghindari pelaksanaan yang tidak tepat atau perusakan program dan software aplikasi ini. . pengendalian manajemen jaringan. banyak aplikasi yang providers gunakan yaitu Java applets atau program eksternal lainnya dengan common gateway interface (CGI). (Saring Suhendro) 3. Tergantung pada luasnya jasa yang disediakan oleh ISP. b. Karena pentingnya hal itu bagi transaksi bisnis. tetapi juga sebagai bukti transaksi antara penjual dan pembeli. Pengendalian software/hardware. Lebih khusus lagi. Manajer yang berwenang pada persetujuan transaksi harus bertanggung jawab untuk melindungi private key Manajer yang berwenang pada pelaksanaan transaksi harus bertanggung jawab mengamankan algoritma encryption dan decryption. Auditor harus memperhatian pada jasa keberlanjutan ISP seperti kasus bencana alam dan ketetapan kerahasiaan. Pengendalian Internet Service Providers (ISP) Kebanyakan ISP menyediakan pengendalian otomatis dalam recovery kerusakan data. Secara umum. Sedangkan untuk masalah pengendalian akses.

Dalam perusahaan perdagangan. Januari 2007 6. auditor dapat menggunakan alat bantu berupa software audit. 12 No. Auditor membandingkan perbedaan dan tingkat kompleksitas teknologi pengendalian internal yang tidak ada pada sistem manual. Standar auditing meminta ketika klien menggunakan teknologi untuk memproses data pada infrastruktur teknologinya untuk diaudit. LIBRA signature. password dan keontetikan pada gambar elektronik (Helms dan Mancino. auditor mengumpulkan bukti yang cukup untuk mendukung pendapatnya. Dalam menentukan transmisi dan keontetikan transaksi elektronik dan permintaan untuk laporan keuangan yang tepat waktu memerlukan teknik dan alat yang membantu dalam proses pelaksanaan pengumpulan bukti audit. Pada saat pelaksanaan auditing. encrypsi pada informasi yang sensitif. 1998). Perusahaan lalu membayar didasarkan pada persetujuan mitra dagang yang telah dibangun dalam aplikasi komputer yang pada gilirannya pemberian tanda ‘PAID’ secara otomatis pada voucher. Kesulitan bagi auditor untuk memahami teknologi pengendalian adalah tidak mudah karena hardware dan software berkembang dengan cepat. Jika metode tradisional dalam menguji kontrol secara terus menerus yang digunakan. EC menyebabkan poin pengendalian terjadi lebih awal dari sebelumnya. Yang lebih penting lagi. Vol. Point Pengendalian Preventive Awal Dalam lingkungan EC. pengendalian pada pembayaran akun utang harus dipenuhi dengan rekonsiliasi invoice pemasok secara otomatis dengan voucher yang dihasilkan oleh sistem acquisition perusahaan. LIBRA 98 . dan menyeleksi sangat banyak data dan kapabel mengembangkan efektifitas audit dan efisien. V. ACCPAC 2000 business works. Ketika persetujuan terjadi dengan sistem informasi lanjutan. auditor mungkin tidak bisa mengurangi risiko deteksi awal ke level yang bisa diterima untuk substantive test. menganalisa. Kondisi tersebut membuat auditor sulit dalam mengumpulkan bukti yang dapat dipercaya dari pengendalian. CYMA PAS +. pengendalian preventive seperti pada pengendalian deteksi tradisional harus melekat pada sistem pemrosesan transaksi. Pengumpulan bukti yang dapat dipercaya pada sistem komputer lebih kompleks daripada pengumpulan bukti yang dapat dipercaya pada sistem manual. sebagai contoh. Software audit mampu memeriksa. 1. auditor menghadapi masalah tentang perolehan jejak transaksi elektronik dengan tandatangan digital dari banyak sumber (misalnya remote download dalam arsitek server klien). Accounting software Meliputi ABS accounting. DAC Easy. Software audit yang dapat digunakan oleh akuntan publik adalah sebagai berikut: a. risiko signifikan mungkin tidak diketahui. Setelah menilai risiko pengendalian. PENGUMPULAN BUKTI AUDIT Selama mengaudit laporan keuangan dalam lingkungan e-commerce. Pengujian pengendalian yang mendalam meliputi firewalls.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Great plains dynamics. CYMA accounting. Jejak dalam kertas dan kontrol check point menjadi standar untuk sebuah perusahaan audit yang sekarang menggunakan formulir elektronik.

Javelin plus. (Saring Suhendro) perspektive. Macola progression series. brainmaker. OPS 5. seperti pengendalian otorisasi yang diisi dalam program komputer (contoh: pemgesahan batas kredit). Paradox. c. Personal consultant.(2000) menyebutkan bahwa penggunaan komputer akan menghasilkan rancangan sistem yang memberikan bukti yang kurang kelihatan daripada menggunakan prosedur manual. KDS. Peachtree. Expert system software Mencakup program-program EXSYS. Solomon series. SBT pro series. Spreadsheet software Mencakup program-program seperti commander prism. b. real world accounting. First class fusion. 99 . Dalam sistem manual. VALIDASI BUKTI AUDIT ELEKTRONIK Komite praktik audit internasional (1991) dalam Chien-Chih Yu et al. VI. books of account. neural works professional. word perfect. bukti tertulis dari data individual masuk dengan otorisasi (seperti persetujuan untuk entry pemesanan) mungkin diganti dengan prosedur lain. professional write plus. Improv. b. file dan laporan-laporan. dan hanya ada pada periode waktu yang terbatas. Karakteristik sistem yang merupakan hasil dari sifat pemrosesan computer information system meliputi: a. DS LAB. one-write plus. Dalam beberapa sistem transaksi on-line. SAS. Fox Pro. VP-expert. IFPS. records. Tidak adanya jejak traksaksi (transaction trail) Data tertentu dijaga hanya pada file komputer. M>A>S 90 evaluation/2. Tidak adanya dokumen masukan. Dalam lingkungan computer information system jejak transaksi terpisah dalam bentuk mesin yang dapat dibaca. autonet. Sistem ini mungkin dapat diakses oleh sejumlah orang dalam jumlah yang lebih banyak. Level-5. Excel. Neural network software Terdiri dari program-program model quest. Statistic SPSS. Express. data secara normal mengikuti transaksi melalui sistem dengan dokumen sumber. Visual expert. Data dimasukkan secara langsung kedalam sistem komputer tanpa adanya dokumen pendukung. Dbase. Platinum series accounting.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. Wordprocessing software Terdiri dari program-program MS word. Oracle. Focus. Data-Base Management system software Mencakup program-program Acces. e. f. d. ready-to-run accounting. word pro.

kelengkapan. Karena itu. Informasi elektronis sebagai bukti yang kompeten Untuk memverifikasi kompetensi bukti. kelengkapan. Auditor internal harus melakukan evaluasi atas masalah-masalah kunci berkenaan dengan hal-hal berikut. 1. dan dalam computer information system secara normal dilakukan secara visual hasil pemrosesan. 100 . akan meningkatkan potensi akses-akses yang tidak terotorisasi yang mengubah data dan program oleh seseorang yang berada di dalam maupun yang berada di luar perusahaan. Konsep audit dan pengendalian internal yang relevan adalah pemisahan tugas. 80. keamanan informasi. karena semua informasi mungkin tidak tersedia pada satu tampilan. dan teknik untuk memperbaiki kesalahan. Apabila ditemui adanya pengendalian yang lemah. dan atribut lainnya. 12 No. d. dalam lingkungan elektronik masalah dasar akuntansi dalam lingkungan elektronik adalah validitas. b. Auditing Procedure Study memberikan kepada auditor dengan non-authoritative guidance untuk menerapkan SAS No. disini auditor harus melakukan prosedur yang sesuai untuk meyakinkan konsistensi penyajian dan mempertimbangkan gambaran yang lebih luas.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. hasil pemrosesan tidak dicetak. Keberadaan bukti elektronis Penyajian informasi elektronis yang sama dapat mengambil bentuk yang berbeda. atau hanya ringkasan data yang dicetak. Dalam sistem manual. tetapi yang dibedakan adalah perlunya pengendalian internal atas validitasnya. dengan tidak adanya pengendalian yang memadai. kurangnya output yang kelihatan merupakan hasil dalam perlunya akses data dipertahankan dalam file yang dapat dibaca oleh komputer. Jadi. Kompetensi bukti elektronik biasanya tergantung pada efektivitas pengendalian internal terhadap validitas dan kelengkapannya (Nearon. Pada tabel 1 disajikan perbandingan antara bukti audit tradisional dengan bukti audit elektronis. Dalam computer information system. Masalah bukti audit. Dalam lingkungan ecommerce tujuan yang diinginkan dalam bukti audit tidak berbeda dari bentuk bukti tradisional. Auditor harus memahami bagaimana bukti elektronis diperoleh dan menguji konsistensi penyajiannya. Vol. yaitu: a. Tidak adanya keluaran yang dapat dilihat dengan mata Transaksi atau hasil pemrosesan tertentu tidak dicetak. Januari 2007 c. dan integritas catatan akuntansi. Kemudahan mengakses data dan program komputer Data dan program komputer dapat diakses dan dirubah pada komputer melalui penggunaan peralatan komputer dari jarak jauh. auditor harus mempertimbangkan untuk menggunakan pendekatan tradisional. 2000). auditor harus mempertimbangkan validitas.

d. Pengujian tradisional atau alternatif atas pengendalian dapat dilakukan untuk bukti yang tidak timbul dengan transaksi. Tabel 1. e. Teknik audit berbantuan komputer dapat memperluas kemampuan dalam menganalisis data dan mengenali pola.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. Capaian atas pengendalian yang melekat Deteksi kesalahan ditujukan pada perubahan yang diharapkan tidak yang terjadi pada data. Definisi kesalahan Bukti elektronis memungkinkan bagi perubahan yang tidak terdeteksi yang meningkatkan audit risk termasuk kesalahan pengiriman atau adanya manipulasi data yang disengaja. Oleh karena itu. Kompetensi alat yang digunakan untuk mengakses bukti elektronis Alat yang digunakan untuk mengakses bukti elektronik harus diuji dengan baik dan diperiksa kemungkinan adanya logical error. Perbandingan antara bukti tradisional dan bukti elektronis Atribut Kesulitan untuk dirubah Bukti Tradisional Sulit dirubah dan dimungkinkan untuk mendeteksi perubahan ini dalam pekerjaan audit normal Bukti elektronis Lebih mudah untuk dilakukan perubahan dan lebih sulit dideteksi. efektifitas internal control memainkan peranan yang penting dalam mendeteksi perubahan tertentu dalam bukti elektronis Kredibilitas bukti elektronis tergantung efektifitas struktur pengendalian intern Pemrosesan elektronik dapat menyembunyikan bukti-bukti dengan kode atau dengan cross refference ke data fields lainnya Pengesahan bukti elektronis mungkin tidak jelas dan dapat dilakukan dengan menekan salah satu tombol pada keyboard Bukti elektronis mungkin memerlukan pengetahuan tentang teknik data extraction untuk mengevaluasi dan memahami bukti Bukti elektronis tidak jelas dan dapat mengakibatkan kesimpulan yang berbeda oleh beberapa auditor tergantung pada prosedur yang digunakan dan pengendalian yang diimplementasikan Kekuatan kredibilitas Kelengkapan dokumen Bukti pengesahan (approval) Kemudahan untuk digunakan Kejelasan Paper document mempunyai tingkat kredibilitas yang tinggi Paper evidence memasukkan semua persyaratan transaksi penting Pengesahan pada paper evidence adalah penting dan jelas ditampilkan pada dokumen original Paper evidence tidak memerlukan alat khusus untuk digunakan dalam mengevaluasi dan memahami bukti Paper evidence biasanya jelas dan akan menghasilkan kesimpulan yang sama apabila digunakan oleh pembaca yang berbeda 101 . (Saring Suhendro) c.

” Helms dan Mancino (1996. yaitu (Rezaee et al.2 Membangun Kapabilitas Continuous auditing Secara imperative.1 Definisi Continuous Auditing Rezaee et al. transformasi data. 2001): 1. software dan tool auditing digunakan untuk perolehan data. 21) menyatakan.” 7. waktu. Tes data atau fasilitas tes yang terintegrasi (integrated test facilities –ITF) yang menentukan apakah RTA system telah melakukan proses dari transaksi yang valid dan invalid secara benar dan memverifikasi proses dengan benar dan lengkap. Setiap peningkatan teknologi informasi dan penggunaan e-commerce mengharuskan seorang auditor untuk memperoleh bukti-bukti secara elektronik dan mendorong profesi akuntan untuk membuat konsep bersama dari bukti-bukti audit menjadi standar yang profesional. “continuous auditing secara historis berarti penggunaan software untuk mendeteksi eksepsi yang spesifikasi dari seorang auditor untuk semua transaksi yang diproses secara real-time atau pada lingkungan yang realtime.. 12 No. 1. Vol. (2) memahami aturan bisnis yang tersedia untuk data.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. (2001) mendefinisikan Continuous auditing sebagai “proses yang sistematis dari pengumpulan bukti audit elektronik sebagai dasar yang reasonable untuk mengeluarkan opini tentang kewajaran pelaporan keuangan yang disiapkan dengan realtime accounting system dan paperless. CONTINUOUS AUDITING 7. Eksepsi ini mungkin diinvestigasi segera atau ditulis pada log auditor untuk pekerjaan berikutnya. Setiap meningkatnya teknologi informasi dan penggunaan electronic commerce mengharuskan seorang auditor untuk memperoleh bukti-bukti secara elektronik dan termasuk. Continuous auditing flow dimana dalam fase ini dibedakan dalam beberapa fase yang beragam dalam mengembangkan continuous auditing capability. dan pengujian audit dan pelaporan yang dapat digunakan oleh semua pihak yang membutuhkan.. dan keluasan substantive test. 2001) Auditor independen harus mempertimbangkan ketersediaan data dalam electronic form dan implikasinya untuk menentukan keluasan pengendalian pengujian dan kewajaran. yaitu: (1) menentukan tujuan audit dan deskripsi pengendalian internal. Untuk membangun continuous auditing capability maka perlu mengembangkan aplikasi yang menggunakan beberapa tipe software untuk menangani perolehan data yang beragam. Hal yang paling umum digunakan pada CATTs untuk melakukan pengujian atas efektivitas dari struktur pengendalian internal. mendorong profesi akuntan untuk membuat konsep bersama dari bukti-bukti audit menjadi standar yang profesional (3) mengidentifikasi bisnis kunci manajer data dari grup sistem (4) memperoleh definisi data/struktur file (5) mengidentifikasi elemen data yang akan diaudit (6) menetapkan akses data/otorisasi (7) mengekstrak data berdasarkan atas tujuan audit (8) menentukan audit meta data (9) loading data audit dan kos audit dan (10) eksekusi tes-tes audit/membuat pengecualian pelaporan (Rezaee et al. 102 . Januari 2007 VII.

menseleksi kolom). 1996. transformasi data (misal: appending. ditempatkan pada meta data audit. yang umum digunakan pada lingkungan audit EDP dan dapat ditemukan pada literatur teknologi audit EDP tradisional (misalnya: Warren et al. Data captured pada aplikasi continuous auditing dapat diperoleh pada audit data mart untuk menguji dan menganalisa. Pendekatan ITF mengharuskan membuat subsistem kecil dengan file sistem aplikasi klien untuk membandingkan proses audit pengujian data yang berlawanan dengan data klien sebagai maksud untuk memverifikasi proses ke-ototentikan. informasi tentang ekstrak data (misalnya: hubungan ke tabel sumber. Kanter 2001). akurasi dan kelengkapan. SCARF adalah metode yang dibangun kedalam program pemrosesan data untuk membuat prosedur pengujian yang berkelanjutan menurut kriteria audit yang diseleksi seperti batasan khusus dan kelayakan. (Saring Suhendro) 2. seperti ITF. Mereplikasi simulasi paralel dari beberapa bagian sistem aplikasi klien untuk mengakses efektivitas dari aktivitas-aktivitas pengendaliannya. Audit data mart dibuat untuk unit bisnis yang melakukan 3 fase umum yaitu: extract. the paper-based audit trail yang merupakan dokumen dari suatu peristiwa dalam suatu proses transaksi sering tidak tersedia. Concurrent audit techniques seperti the snapshot approach and systems control and audit review facilitiy (SCARF) diharapkan untuk menerima perhatian yang meningkat dan penggunaan Continuous auditing dalam melakukan pengujian atas efektifitas dari struktur pengendalian internal klien. 4. transform.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. Data mart adalah konsep yang terkenal dalam penggudangan data (data warehousing) dan data mining literature. Continuous and intermittent simulation (CIS) digunakan untuk menseleksi transaksi-transaksi selama proses untuk review audit dan menyediakan online auditing capability. Tahap terakhir dalam konstruksi automated continuous auditing capability adalah membangun pengujian audit yang terstandarisasi yang terletak dalam audit data mart. Concurrent processing audit modules dihubungkan langsung dengan aplikasi komputer yang penting untuk menyeleksi dan memonitor processing data secara berkelanjutan. bulanan) dan secara otomatis bersamaan 103 . Continuous auditing mengumpulkan bukti secara bersamaan dengan pemrosesan transaksi yang terjadi secara elektronik tersebut. mingguan. renaming. Data warehousing mengintegrasikan data dari semua sistem aplikasi yang ada pada organisasi. Tekhnik ini mengharuskan untuk membuat modul software audit terkait dengan aplikasi klien untuk menyediakan monitoring yang berkelanjutan dari sistem memrosesan transaksi. Data mart adalah subjek kecil dari data warehousing yang berfokus hanya pada satu area fungsional saja (misalnya: accounting atau marketing) dan kemudian mengintegrasi data melalui jumlah yang terbatas dari sistem aplikasi (David dan Steinbart 1999). Pada real-time accounting systems. CAATs yang dapat digunakan pada Continuous auditing. Ketika audit trail ini tidak tersedia. labeling. dan pengujian audit (misal: menerapkan skenario pengujian). sorting). Pengujian ini dilakukan secara berkelanjutan atau sesuai interval waktu (misalnya harian. Penggunaan model audit data warehousing. dan load (ETL). 3.

Richardus Eko. Indrajit.. Edisi April. Accounting Education: Charting the Course through a Perilous Future. Helms. “The Electronic Auditor. sehingga terlihat kemajuan teknologi juga diimbangi dengan monitoring yang tepat untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi pengguna laporan keuangan DAFTAR PUSTAKA Abu-Musa. Sehingga.” Strategic Finance: hal. J. Sarasota. “E-commerce: Auditing the Rage.. Glenn L. 24-29.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Elex Media Komputindo: hal. dan R. 11. 49-55. dan P. 3036. dimana laporan tahunan tradisional dan laporan audit konvensional yang biasa diterbitkan. David. S. hal. dan pelaksanaan audit pada laporan keuangan suatu perusahaan. American Accounting Association. 2002. mungkin tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan users akan laporan keuangan organisasi. Cavusgil. 1. vol. Tamer. Accounting Education Series.. 104 . 28-41. Attaway Sr. Real-time accounting systems. Burr. “What Every Auditor Needs to Know about ECommerce. Tom. 12 No. Perubahan dalam lingkungan bisnis dan audit. pengendalian internal. 2004. “Extending the Reach of E-Business. Sack. 45-48. Edisi Juni. Morris C. S. Steinbart. “Auditing E-Business: New Challenges for External Auditor. dan Jane Mancino.” The Internal Auditor: hal. Perkembangan teknologi ini membawa perubahan pada risiko-risiko audit. “Drawing in Data. J. 56-60. VIII. 2000. Januari 2007 dengan bukti audit dan melakukan laporan pengecualian untuk review auditor dan pertimbangannya. 59. Peningkatan teknologi menyarankan bahwa perubahan penyajian laporan keuangan manual menjadi real-time pada sensitifitas pada data keuangan. Perubahan-perubahan tersebut memberikan tantangan baru bagi profesi akuntan baik auditor internal maupun auditor eksternal. dan Kathy Robinson. Mar/Apr 2002.. Vol. 7-17. 2002. 1999. Michael Gandara.” Marketing Management: Chicago. 2000. Ahmad A. 2000.” Journal of Accountancy: hal.” The Journal of American Academy of Business: hal. hal.” The Internal Auditor: vol. Albrecht. 1998. FL. KESIMPULAN E-commerce telah menjadi alat yang penting sejak perusahaan menggunakan internet untuk melakukan bisnisnya. akan memberikan tekanan pada auditor untuk meng-up-date teknik auditnya dan dibutuhkan skill yang memadai bagi para auditor-auditor (computer information system auditor) dalam melakukan proses auditing. Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. electronic financial reports dan continuous auditing haruslah menjadi perhatian oleh komunitas akuntansi dan bisnis.

Cerullo. dan Bernard Wong-on-Wing. dan Chi-Chun Chou. 1996. dan Peter L. Accounting Information System: Essential Concepts and Application. Joseph W. 70.. 5. Rezaee.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. 21. 2000.. R.1 Wilkinson.. 2000. Nearon.. Finance & Management: hal. Michael J. Bruce H..” International Journal of Intelligent System in Accounting. New York.” A Journal of Practice and Theory: Vol. hal. 195-214. Defining Electronic Commerce. Zabihollah. (Saring Suhendro) Kalakota. Chien-Chih. 105 . Ahmad Sharbatoghlie. Vasant Raval. Yu.” EDICAST: periode Februari/Maret: hal. 22-26. Hung-Chao Yu. 2000. 2002 “Continuous auditing: Building Automated Auditing Capability. No. Fourth Edition. Rick Elam. McMikle. “Manager’s Guide to Electronic Commerce: Addison-Wesley. “The Impact of Electronic Commerce on Auditing Practice: An Auditing Process Model for Evidence Collection and Validation.” The CPA Journal: Vol. “Auditing E-business. John Wiley & Sons Inc.

company’s capability in doing advance improvement to create goods and services to satisfy customers will affect company’s existence. Untuk mendapatkan biaya produksi yang cost effective dan menghasilkan produk yang bermutu tinggi. user will find out the way to decrease the production cost. cost effective. the performance measurement should be changed from efficiency and productivity to cost effectiveness. So. diperlukan suatu informasi biaya yang dapat menggambarkan konsumsi sumber daya dalam proses pembuatan produk. sumber daya hanya dikonsumsi untuk menjalankan value added activities. In order to do advance improvement. Untuk mengurangi biaya. 8 PENDAHULUAN Globalisasi ekonomi menuntut setiap perusahaan untuk meningkatkan daya saingnya.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness Dalam Meningkatkan Cost Effective Pada Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Oleh : Yulia Saftiana . FE Unsri 10 Dosen Jurusan Akuntansi. Cost effectiveness is a measurement to see the effectiveness of organization’s sources that use to do value added activities that supply out put needed by the customers. FE Unsri Dosen Jurusan Akuntansi. R. Using MCE. daya saing perusahaan dapat dibangun jika perusahaan memiliki keunggulan tertentu dibandingkan dengan pesaing. in global business. Finally. Weddie Andriyanto10 ABSTRACT Nowadays. Keunggulan daya saing perusahaan dapat dibangun salah satunya melalui produksi produk dan jasa secara cost effective. MCE is a measurement that shows the percentage of value added activities in an activity that held to create a value for the customers. Pada lingkungan bisnis yang kompetitif. manajemen harus melakukan pengelolaan terhadap 8 9 Dosen Jurusan Akuntansi. Keywords : Manufacturing cycle effectiveness. Suatu proses disebut cost effective jika dalam proses produksi. Cost effectiveness is counted by using Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE). the company has to connect their activities to customers needs. Ermadiani9. FE Unila . company’s effectiveness and performance can be increased trough activity improvement to reach cost effectiveness.

dan perusahaan yang bergerak dalam bidang agroindustri pengolahan kelapa sawit yang menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) mendominasi jumlah perusahaan yang ada. di era tahun 1990 perusahaan besar yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit terus tumbuh di provinsi ini karena potensi lahan dan kesuburan tanah yang cocok untuk habitat kelapa sawit. MCE merupakan ukuran yang menunjukkan persentase value added activities yang terdapat dalam suatu aktivitas yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan value bagi customer. Di Sumatera Selatan terdapat berbagai jenis perusahaan yang menghasilkan produk. Aktivitas merupakan penyebab timbulnya biaya.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Manajemen harus melakukan penilaian seberapa besar cost effective berbagai aktivitas yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan value bagi customer. Produksi kelapa sawit di Indonesia rata-rata berkisar antara 14-16 ton TBS/ha/tahun. 12 No. Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) membutuhkan bahan baku utama yang berupa tandan buah segar yang didapat dari kebun kelapa sawit milik perusahaan sendiri (inti) dan kebun kelapa sawit rakyat binaan perusahaan (plasma) maupun kebun kelapa sawit masyarakat umum. Cost effectiveness ini dihitung dengan membandingkan processing time dengan cycle time yang dikenal dengan istilah Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE). Potensi kelapa sawit di Sumatera Selatan terus berkembang. Asal bahan baku (TBS) dan kondisi musim mempengaruhi harga tandan buah segar. Keadaan ini menyebabkan suplai bahan baku untuk pabrik bervariasi dan menyebabkan pabrik bekerja di bawah kapasitasnya dan biaya untuk memproduksi TBS pada musim kemarau menjadi lebih besar. keputusan dibuat sebagai langkah untuk menurunkan biaya produksi (cost reduction). 108 . Vol. Namun harga tandan buah segar (TBS) juga dipengaruhi oleh rendemen (kandungan minyak) hasil produksi TBS menjadi crude palm oil (CPO) di PKS tersebut. Bahan baku yang digunakan dalam menghasilkan crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) adalah tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan oleh perkebunan kelapa sawit. maka penulis tertarik untuk melakukan analisis seberapa efektif aktivitas yang digunakan dalam kegiatan proses produksi kelapa sawit sehingga dapat mencapai cost effective dengan mengangkat judul “ANALISIS MANUFACTURING CYCLE EFFECTIVENESS DALAM MENINGKATKAN COST EFFECTIVE PADA PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT”. Januari 2007 penyebab timbulnya biaya. Dengan analisis MCE. Komponen lain yang mempengaruhi adalah biaya produksi yang berupa biaya operasional dan tenaga kerja serta harga CPO di pasar. Produksi perkebunan kelapa sawit berfluktuasi karena adanya musim penghujan dan musim kemarau. Dengan analisis MCE. Lamanya waktu yang digunakan untuk memproduksi TBS akan mempengaruhi kualitas yang dihasilkan. Dalam proses produksi. kinerja perusahaan dan efektivitas ditingkatkan melalui perbaikan aktivitas yang bertujuan untuk mencapai cost effectiveness. 1. Berdasarkan uraian di atas. Dengan MCE dapat diukur seberapa besar non value added activities dikurangi dan dihilangkan dari proses pembuatan produk.

Menurut Mulyadi (1998:3) konsep tersebut adalah sebagai berikut : “Konsep cost effectiveness dilandasi oleh customer value mindset. Pengukuran kinerja dapat pula dilakukan terhadap data-data non finansial yang berhubungan dengan aktivitas-aktivitas dalam menghasilkan kuantitas. Menurut Mulyadi (2001:377). Pergeseran ukuran kinerja mengakibatkan dibutuhkannya informasi tentang aktivitas yang memampukan personel dalam melakukan pengelolaan terhadap aktivitas sehingga memberdayakan personel untuk meningkatkan cost effectiveness yang digunakan untuk melayani customer. Mendesain produk dan jasa yang menghasilkan value terbaik bagi customers. Hal ini dilakukan sebagai usaha untuk mencapai efektivitas biaya (cost effectiveness) produksi melalui manajemen aktivitas. yaitu : 1.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. untuk mewujudkan tujuan organisasi tersebut. dengan tujuan agar perusahaan dapat bertahan dalam jangka panjang”. Mindset ini memfokuskan usaha manajemen untuk menghasilkan keluaran yang mampu memuaskan kebutuhan customer. Weddie Andriyanto) TINJAUAN PUSTAKA Pergeseran ukuran kinerja ke cost effectiveness Di lingkungan bisnis global. Definisi Cost Effectiveness Menurut Mulyadi (2003:245). Untuk itu perlu dilakukan pergeseran ukuran kinerja dari efisiensi dan produktivitas ke cost effectiveness. Memasarkan produk dan jasa secara efektif kepada customers. proses. Salah satu tujuan organisasi yaitu institusi pencipta kekayaan. dan proses produksi merupakan tuntutan kondisi persaingan. kualitas produk. “Perubahan kriteria pengukuran kinerja dalam bentuk ukuran non finansial seperti kepuasan konsumen. Pengelolaan aktivitas ini telah mendorong perubahan pada alat ukur kinerja yang dibangun berdasarkan konsep efektivitas biaya (cost effectiveness) yang melibatkan pengukuran aktivitas-aktivitas manufaktur perusahaan dalam memenuhi kepuasan konsumen. sumber daya manusia. kebutuhan customer-lah yang memicu berbagai aktivitas yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan keluaran. 2. 3. ada tiga kegiatan utama yang harus ditempuh. produsen tidak lagi mengendalikan bisnis. Di 109 . Kemampuan perusahaan sekarang untuk melakukan improvement berkelanjutan terhadap proses yang digunakan untuk menghasilkan produk dan jasa bagi customer menentukan kelangsungan hidup perusahaan. R. dan keluaran. “Cost Effectiveness adalah ukuran seberapa efektif sumber daya organisasi dimanfaatkan untuk melaksanakan value added activities dalam menghasilkan keluaran yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan customer”. Menurut Mulyadi (2003:47). (Yulia Saftiana. Ermadiani. Konsep cost effectiveness memasukkan komponen customer dalam hubungan antara masukan. kualitas produk dan kepuasan konsumen. Memproduksi produk dan jasa secara cost effective. Dalam customer value mindset.

“Value added activities merupakan aktivitas yang ditinjau dari pandangan customer menambah nilai dalam proses pengolahan masukan menjadi keluaran”. Manajemen harus dapat mengidentifikasikan value added activities dan non value added activities dalam pembuatan produk. Menurut Mulyadi (2001:615). h. konsep cost effectiveness dilandasi oleh continuous improvement mindset. dan menghilangkan non value added activity yang dilakukan secara terus menerus sepanjang perusahaan masih melakukan kegiatan usaha”. 2001. Menurut Lalu Sumayang (2003:325). Menurut Mulyadi (2001:379). sehingga proses dapat dianalisis dan dilakukan improvement terhadapnya. 12 No. Suatu falsafah operasi yang berlaku di seluruh perusahaan untuk menghilangkan pemborosan adalah mengidentifikasi dan mengeliminasi aktivitas yang tidak bernilai tambah”. Sedangkan menurut Mulyadi (2001:379). Vol. “Non value added activity adalah aktivitas yang dari pandangan customer tidak menambah nilai dalam proses pengolahan masukan menjadi keluaran. Januari 2007 samping itu. sehingga memungkinkan manajemen melakukan pengelolaan aktivitas untuk menghasilkan pengurangan biaya secara signifikan bagi kepentingan customer. 1. Value added activities tidak dapat dihilangkan tanpa mengurangi kuantitas atau kualitas.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. perbaikan value added activity. “Efektifitas biaya dipandang sebagai suatu rencana jangka panjang untuk menekan biaya produksi dengan jalan melakukan analisa aktivitas.381. Sistem perencanaan & pengendalian manajemen. Aktivitas yang tidak memberi nilai tambah ini merupakan peluang bagi perusahaan untuk mengurangi biaya tanpa mengurangi kepuasan yang 110 . “Value added merupakan sebuah metode pabrikasi yang berusaha menghilangkan pemborosan pada proses”.” Gambar 1 : Konsep Cost Effectiveness Cost Effectiveness Proses Cost Effectiveness Masuk an Aktivitas Penambah Nilai Aktivitas Bukan Penambah Nilai Keluaran Customer Cost Ineffectiveness Cost Ineffectiveness Sumber : Mulyadi.

DAFTAR ISI
Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. (Yulia Saftiana, Ermadiani, R. Weddie Andriyanto)

akan diterima oleh konsumen. Biaya-biaya yang ditimbulkan oleh aktivitas yang tidak memberi nilai tambah hanya dianggap sebagai biaya yang inefektif (cost ineffectiveness) bagi produsen. Analisis Aktivitas Dalam melakukan analisis efektivitas biaya (cost effectiveness) yang menjadi pokok utama pembahasan yaitu aktivitas. Aktivitas yang efektif dalam suatu proses produksi merupakan aktivitas yang menambah nilai (value added activity). Dengan analisis aktivitas dapat diketahui apakah suatu aktivitas tergolong penambah atau bukan penambah nilai. Analisis aktivitas yaitu mengidentifikasi dan mendeskripsikan aktivitas-aktivitas dalam organisasi. Menurut Mulyadi (2001: 602) : ”Analisa aktivitas mencakup penentuan aktivitas-aktivitas apa yang dilakukan dalam suatu departemen, berapa banyak orang yang melaksanakan aktivitas, berapa banyakkah waktu yang orang tersebut gunakan untuk melaksanakan aktivitas, sumber daya apa yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas, data operasional apa yang paling baik merefleksikan kinerja dari aktivitas dan nilai apa yang dimiliki aktivitas untuk organisasi”. Identifikasi Aktivitas-Aktivitas Aktivitas dalam proses produksi manufaktur pada umumnya terdiri dari lima kelompok besar aktivitas, yaitu processing activity, inspection activity, moving activity, waiting activity, serta storage activity. Dalam proses pembuatan produk diperlukan cycle time yang merupakan keseluruhan waktu yang diperlukan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi. Cycle time ini terdiri dari : • Waktu Proses (Processing Time) Processing time merupakan seluruh waktu yang diperlukan dari setiap tahap yang ditempuh oleh bahan baku, produk dalam proses hingga menjadi barang jadi. Tidak semua waktu yang ditempuh dari bahan baku hingga ke produk jadi tersebut mutlak merupakan processing time. • Waktu Inspeksi (Inspection Time) Menurut Mulyadi (2001:624), “Inspection time merupakan keseluruhan waktu yang dikonsumsi oleh aktivitas yang bertujuan untuk menjaga seluruh produk yang diproses tersebut dapat dihasilkan sesuai dengan standar yang ditetapkan”. Aktivitas ini merupakan aktivitas pengawasan untuk menjamin bahwa proses produksi telah dilakukan dengan benar walaupun kenyataannya tidak ada nilai tambah terhadap produk yang akan diterima konsumen. • Waktu Pemindahan (Moving Time) Menurut Mulyadi (2001:624), “Waktu pemindahan adalah aktivitas yang menggunakan waktu dan sumber daya untuk memindahkan bahan baku, produk dalam proses, dan produk jadi dari satu departemen ke departemen yang lain”. Waktu pindah tertentu dalam setiap proses produksi memang diperlukan, namun pengurutan yang benar kegiatan-kegiatan dan tugas-tugas serta penerapan teknologi otomasi dapat menghilangkan waktu pemindahan secara signifikan. 111

DAFTAR ISI
Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 12 No. 1, Januari 2007

Waktu Tunggu (Waiting Time) Menurut Mulyadi (2001:624), “Waktu tunggu adalah aktivitas yang di dalamnya bahan baku dan produk dalam proses menggunakan waktu dan sumber daya dalam menanti proses berikutnya”. Apabila dalam waktu menunggu ini memerlukan sumber daya maka biaya yang ditimbulkan akibat penggunaan sumber daya tersebut merupakan biaya bukan penambah nilai karena manfaatnya tidak dirasakan oleh konsumen.

Waktu Penyimpanan (Storage Time) Menurut Mulyadi (2001:624), “Penyimpanan adalah aktivitas yang menggunakan waktu dan sumber daya, selama produk dan bahan baku disimpan sebagai sediaan”. Waktu penyimpanan ini diakibatkan proses penyimpanan baik itu bahan baku sebelum akhirnya dimulai proses produksi ataupun barang jadi yang disimpan di dalam gudang sebagai persediaan.

Definisi Manufacturing Cycle Effectiveness Ukuran efektivitas proses produksi dihitung dengan membandingkan processing time dengan cycle time yang dikenal dengan istilah Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE). Menurut Mulyadi (2003:245), Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE) adalah : “Alat analisis atas aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh perusahaan dalam melakukan proses produksi. MCE merupakan ukuran yang menunjukkan persentase value added activities yang terdapat dalam suatu aktivitas yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan value bagi customer. Dengan MCE dapat diukur seberapa besar non value added activities dikurangi dan dihilangkan dari proses pembuatan produk”. MCE merupakan alat analisis terhadap aktivitas-aktivitas produksi, misalnya berapa lama waktu yang dikonsumsi oleh suatu aktivitas mulai penanganan bahan baku, produk dalam proses hingga produk jadi (cycle time). Manufacturing Cycle Effectiveness dihitung dengan memanfaatkan data cycle time atau throughput time yang telah dikumpulkan. Pemilah-milahan cycle time dapat dilakukan dengan melakukan activity analysis. Cycle time ini terdiri dari value added activities dan non value added activity. Value added activity yaitu processing time dan non value added activities yang terdiri dari inspection time, moving time, waiting time, dan storage time. Menurut Amin Widjaja T (2000:16), formula cycle time yang digunakan untuk menghitung cycle effectiveness adalah : Cycle time = processing time + waiting time + moving time + inspection time + strorage time

Manufacturing Cycle Effectiveness = Processing Time Cycle Time

112

DAFTAR ISI
Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. (Yulia Saftiana, Ermadiani, R. Weddie Andriyanto)

Dengan analisis Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE), kinerja perusahaan dan efisiensi ditingkatkan melalui perbaikan aktivitas yang bertujuan untuk mencapai cost effectiveness. Dengan MCE, analisis dilakukan langsung terhadap aktivitas-aktivitas perusahaan yang diformulasikan dalam bentuk data waktu yang dikonsumsi oleh setiap aktivitas. Waktu aktivitas tersebut mencerminkan berapa banyak sumber daya dan biaya yang dikonsumsi oleh aktivitas tersebut dan dapat dijadikan sebagai dasar untuk menilai kinerja dan efektivitas pada perusahaan. Dengan analisis MCE, keputusan dibuat sebagai langkah untuk menurunkan biaya produksi (cost reduction). Proses produksi yang ideal akan menghasilkan cycle time sama dengan processing time. Jika proses pembuatan produk menghasilkan cycle effectiveness sebesar 100%, maka aktivitas bukan penambah nilai telah dapat dihilangkan dalam proses pengolahan produk, sehingga customer produk tersebut tidak dibebani dengan biaya-biaya untuk aktivitas bukan penambah nilai. Sebaliknya, jika proses pembuatan produk menghasilkan cycle effectiveness kurang dari 100%, berarti proses pengolahan produk masih mengandung aktivitas bukan penambah nilai bagi customer. Langkah-langkah Untuk Mewujudkan Efektifitas Biaya Langkah yang dilakukan untuk mengeliminasi aktivitas bukan penambah nilai dan memperbaiki aktivitas bukan penambah nilai ditempuh dengan konsep continuous improvement. Hal ini dilakukan dengan Total Quality Management (TQM) dan Activity Based Management (ABM). Tujuan kedua konsep ini adalah pengembangan yang berkelanjutan (continuous improvement) atas aktivitas-aktivitas baik yang merupakan penambah nilai maupun bukan penambah nilai. Tujuan ini merupakan perencanaan jangka panjang yang harus ditempuh secara bertahap. Pengelolaan Aktivitas Bukan Penambah Nilai Menurut Mulyadi (2001:625), cara yang ditempuh untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan aktivitas penambah nilai dan mengurangi serta menghilangkan aktivitas bukan penambah nilai dalam pengelolaan aktivitas adalah : 1. Pemilihan aktivitas (Activity selection) Pengurangan biaya dapat dicapai dengan melakukan pemilihan aktivitas dari serangkaian aktivitas yang diperlukan untuk melaksanakan berbagai strategi yang kompetitif. Manajemen sebaiknya memilih strategi yang memerlukan lebih sedikit aktivitas dengan biaya terendah. 2. Pembagian aktivitas (Activity sharing) Pembagian aktivitas terutama ditujukan untuk mengelola aktivitas penambah nilai. Dengan mengidentifikasi aktivitas penambah nilai yang masih belum dimanfaatkan secara penuh dan kemudian memanfaatkan aktivitas tersebut untuk menghasilkan berbagai cost object yang lain, perusahaan akan meningkatkan produktivitas pemanfaatan aktivitas tersebut dalam menghasilkan cost object.

113

Pengurangan aktivitas (Activity reduction) Pengurangan biaya dapat dicapai dengan mengurangi aktivitas bukan penambah nilaiPengurangan aktivitas merupakan strategi jangka pendek yang ditempuh dalam melakukan improvement terhadap aktivitas. maka dapat diketahui persentase dari aktivitas penambah nilai dan aktivitas bukan penambah nilai. ”Untuk mengurangi atau menghilangkan aktivitas bukan penambah nilai. berbagai perusahaan telah mengaplikasikan konsep baru yaitu Just In Time (JIT). 2001. 12 No. Moving time dikurangkan dengan mengembangkan cellular manufacturing. h.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Sistem Pengendalian dan Perencanaan Manajemen. Januari 2007 3. Penghilangan aktivitas (Activity elimination) Pengurangan biaya dapat dicapai dengan melakukan penghilangan aktivitas bukan penambah nilai. 1. Keberhasilan tersebut dapat dicerminkan pada penurunan biaya-biaya dalam suatu periode tertentu. Penghilangan aktivitas merupakan strategi jangka panjang yang ditempuh dalam melakukan improvement terhadap aktivitas. Tindak Lanjut Analisis MCE Untuk Menghilangkan Aktivitas Bukan Penambah Nilai Dengan hasil analisis MCE yang dilakukan. untuk menghilangkan aktivitas-aktivitas bukan penambah nilai (non value added activity) dalam siklus produksi suatu produk. Menurut Mulyadi (2001:623).” Gambar 2 : Konsep JIT Sebagai Tindak Lanjut Analisa MCE untuk Menghilangkan Non Value Added Activity JIT Manufacturing inventory TQC Cellular Zero Defect Manufacturing JIT Zero Cycle time = Processing time + Inspection + Moving time+ Waiting time Value added Activity Non value added activity Sumber : Mulyadi. Dalam JIT ini 114 . Menurut Mulyadi (2001:623). Vol. Waiting/storage time dikurangkan dengan mengembangkan just in time inventory system. 4. Untuk mengendalikan biaya bukan penambah nilai dan penambah nilai tersebut dapat ditempuh dengan perencanaan dan pengendalian terhadap biaya-biaya tersebut. Inspection time dapat dikurangi dengan mengembangkan total quality control dan zero defect manufacturing. 623.

Tingkat produksi suatu barang tergantung kepada jumlah modal. Dengan JIT Manufacturing merupakan usaha untuk mengurangi waktu penyimpanan (storage time) yang merupakan salah satu akibat dari aktivitas bukan penambah nilai bagi konsumen. Untuk melihat seluk beluk kegiatan perusahaan dalam memproduksi barangnya diperlukan analisa ke atas berbagai aspek kegiatan memproduksinya. seperti : Kaizen Costing.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. Menurut Lalu Sumayang (2003:257). Bagi perkebunan kelapa sawit (PKS). Weddie Andriyanto) juga dimunculkan berbagai metode baru untuk mendukung tercapainya tujuan JIT yaitu mengurangi waktu siklus proses. kebun plasma di lingkungan perusahaan atau kebun masyarakat di luar lingkungan kebun akan mempengaruhi harga tandan buah segar. hal itu dikarenakan bahan baku utama PKS adalah tandan buah segar (TBS) yang tidak memiliki substitusi dan bahan baku yang berupa tandan buah segar (TBS) tersebut telah tersedia sedangkan kapasitas terpasang pabrik telah ditentukan. jumlah kekayaan alam dan tingkat teknologi yang digunakan. Dari segi pengendalian dan perencanaan biaya. dan karyawan didorong agar berusaha menghasilkan “zero defect” (tingkat kesalahan nol). R. Komposisi faktor produksi yang bagaimana akan meminimumkan ongkos produksi yang dikeluarkan untuk mencapai satu tingkat produksi tertentu. 115 . Asal tandan buah segar (TBS) kebun inti. Product Life Cycle. Target Costing. Dalam Cellular Manufacturing. yaitu bagaimana meminimumkan ongkos produksi yang dikeluarkan yang digunakan untuk mencapai satu tingkat produksi. Total Quality Control (TQC) merupakan konsep pengendalian yang meletakkan tanggung jawab pengendalian di pundak setiap karyawan yang terlibat dalam proses pembuatan produk. jumlah tenaga kerja. kondisi alam juga memiliki kecenderungan produksi tandan buah segar. PEMBAHASAN Fungsi produksi menunjukkan sifat perkaitan di antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yang diciptakan. JIT mempunyai dampak signifikan terhadap tingkat persediaan. mesin yang memiliki fungsi yang sama ditempatkan bersama dalam suatu daerah yang disebut departemen atau proses. alternatif kedua yang akan digunakan. yaitu pada musim penghujan memiliki kecenderungan menuju puncak produksi sedangkan pada musim kemarau akan mengalami penurunan sampai pada tingkat yang menyulitkan dan itu juga tentunya akan mempengaruhi harga tandan buah segar. Artinya produksi tertingginya telah ditentukan. yaitu : • • Komposisi faktor produksi yang bagaimana perlu digunakan untuk menciptakan tingkat produksi yang tinggi. Konsep pengendalian mutu modern menekankan pada orang. Ermadiani. ada masalah pokok yang harus dipecahkan. bukan proses. untuk mendukung pengelolaan aktivitasaktivitas tersebut dapat diterapkan berbagai alternatif pengelolaan biaya. dan penyediaan jasa pendukung. Mesin-mesin ini disusun sehingga dapat digunakan untuk melaksanakan berbagai operasi yang berurutan. dalam usaha memproduksi barang. (Yulia Saftiana. tata letak pabrik (plant layout). dan Activity Based Costing. Menurut Yasin (2005:IV-28).

Begitu juga dengan aktivitas inspeksi. terdapat berbagai aktivitas baik yang menambah nilai maupun tidak menambah nilai produk. 1. Aek Tarum berkisar antara 60 ton TBS/jam sampai 120 ton TBS/jam. pengambilan inti dan penyimpanan CPO. Aktivitas yang menambah nilai pengolahan crude palm oil terdapat pada proses mulai dari stasiun perebusan sampai dengan stasiun klarifikasi. pemisahan biji dan ampas serat. Aktivitas hanya dapat dilakukan jika bahan yang diterimanya telah diproses pada stasiun sebelumnya. Begitu juga dengan aktivitas pada setiap proses yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK). Ada dua macam produk atau keluaran dari hasil pengolahan pabrik yaitu minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan inti sawit (Kernel Palm/PK). aktivitas yang tidak menambah nilai terdapat pada aktivitas di loading ramp. dan aktivitas inspeksi/pengawasan yang dilakukan pada setiap proses. Bahan baku berupa tandan buah segar kelapa sawit yang akan diolah di pabrik PKS tidak semuanya akan menjadi produk minyak sawit.200 ton TBS atau 6. aktivitas pemindahan dari loading ramp ke proses perebusan. Identifikasi dan Klasifikasi Aktivitas pengolahan Dalam proses pengolahan kelapa sawit. 116 . Dengan demikian rata-rata kebutuhan tandan buah segar untuk mencapai kapasitas pabrik 100% adalah sebanyak 20 x 60 ton TBS/hari = 1. aktivitas pengolahan dimulai dari pemasukkan tandan buah segar ke dalam loading ramp kemudian masuk ke dalam proses produksi pada setiap stasiun hingga akhirnya menjadi crude palm oil (CPO) dan Palm kernel (PK). Dalam proses memperoleh kelapa sawit ini. Aktivitas-aktivitas ini memiliki pengaruh terhadap kualitas dan kuantitas crude palm oil dan palm kernel. Sedangkan aktivitas yang menambah nilai pengolahan palm kernel terdapat pada proses mulai dari stasiun perebusan sampai dengan pengeringan kernel. Januari 2007 Bahan Baku dan Produk yang Dihasilkan oleh Pabrik Kelapa Sawit Hasil produksi kebun pengolahan kelapa sawit adalah berupa Tandan Buah Segar (Fresh Fruit Bunch/FFB).000 ton TBS/tahun.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Aktivitas yang tidak menambah nilai ini tetap diperlukan dalam proses pengolahan. aktivitas pemindahan pada proses perebusan ke proses penebahan. Dalam proses pengolahan kelapa sawit ini. Vol. Rencana operasi pabrik PKS rata-rata satu tahun adalah : 20 jam/hari x 300 hari/tahun = 6. penyulingan. penebahan. karena tanpa aktivitas ini kelancaran proses pengolahan dapat terganggu.000 x 60 ton TBS/tahun = 360. Karena aktivitasaktivitas ini tidak secara langsung mempengaruhi perubahan yang terjadi pada crude palm oil dan palm kernel yang diolah baik kuantitas maupun kualitas yang bermanfaat bagi konsumen. melainkan sebagian hilang tercecer pada saat perebusan. Aktivitas dalam pengolahan kelapa sawit ini memiliki ketergantungan pada setiap proses atau stasiun pengolahan. aktivitas ini berperan sebagai pengawasan mutu dan kelancancaran proses pengolahan.000 jam/tahun. 12 No. Kapasitas terpasang PKS perkebunan besar seperti pada PT.

Proses pengolahan kelapa sawit ini secara singkat akan digambarkan sebagai berikut : Gambar 5 : Urutan Proses Pengolahan Crude Palm Oil dan Palm Kernel Stasiun Penimbunan TBS (Loading ramp) Stasiun Perebusan TBS (Sterilizer) Stasiun Penebahan TBS (Thresher) Stasiun Pengadukan TBS (Digester) Ampas Biji Stasiun Pengepresan Bubur Buah TBS (Screw Press) • • • • Stasiun Pengolahan Biji Pemisahan Ampas & Biji Pemecahan Biji Pemisahan Inti dengan cangkang Pengeringan Inti/kernel Minyak • • • • • • Stasiun Klarifikasi Pemisahan Pasir Pemisahan Minyak Pertama Penyaringan Bahan Padat Pemisahan Minyak dengan Sludge (kotoran) Pemurnian Minyak Pengeringan Minyak Bulking Silo Penyimpanan Palm Kernel Tangki Timbun Crude Palm Oil (CPO) Sumber : Hasil Olah Data 117 . tandan buah segar akan dilumatkan pada stasiun pengadukan dan dipress pada stasiun pengepresan.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. kelapa sawit melalui beberapa stasiun pengolahan sampai akhirnya menjadi crude palm oil dan palm kernel. Dari stasiun pengepresan ini minyak akan masuk ke dalam proses klarifikasi sampai akhirnya masuk ke dalam tangki timbun CPO. Lalu dari stasiun penebahan ini. Proses dimulai saat tandan buah segar dari stasiun loading ramp dibawa ke stasiun perebusan dengan menggunakan lori. Setelah masuk ke perebusan lori-lori tersebut ditarik dengan menggunakan capstand dan dimasukkan ke stasiun penebahan dengan menggunakan hoisting crane. Ermadiani. Weddie Andriyanto) Dalam proses pengolahannya. R. sedangkan ampas dan biji akan masuk dalam stasiun pengolahan biji sampai akhirnya disimpan di dalam Bulking silo. (Yulia Saftiana.

Vol.000 ton setiap tahun. yaitu mampu mengolah 1. Mutu TBS mempengaruhi harga jual TBS tersebut dan kualitas crude palm oil yang dihasilkan. faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan adalah mutu dari tandan buah segar (TBS). mutu dan biaya dari aktivitas yang merupakan penyebab timbulnya biaya dapat dikelola dengan baik. Lancarnya proses produksi sangat tergantung pada mesin peralatan dan tenaga kerja yang beroperasi. Aktivitas-aktivitas pengolahan ini saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. konsumsi waktu yang diukur sebagai processing time merupakan konsumsi waktu yang optimal. Januari 2007 Dari skema proses pengolahan tersebut dapat dilihat bahwa proses pengolahan crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) mulai terpisah dari stasiun pengepresan. moving time. 12 No. Semakin lamanya waktu yang digunakan untuk memproduksi tandan buah segar (TBS) akan mempengaruhi rendemen atau kandungan minyak TBS tersebut. maka perhitungan manufacturing cycle effectiveness (MCE) dapat dilakukan dengan pembagian processing time dengan cycle time.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Untuk meningkatkan efektivitas biaya. Dari inspeksi proses ini. Jangka waktu maksimum tandan buah segar untuk diolah agar mendapatkan hasil yang baik adalah 8 jam setelah panen. dan storage time. Perhitungan dan Analisis Manufacturing cycle Effectiveness Setelah aktivitas-aktivitas proses pengolahan kelapa sawit diidentifikasi dan dibedakan menjadi aktivitas penambah nilai yang terukur sebagai processing time dan aktivitas tidak menambah nilai yang terukur sebagai waiting time.000 ton palm kernel (PK) per tahun. Dengan penambahan ini akan mengurangi waktu tunggu tandan buah segar (TBS) di loading ramp untuk diproses lebih lanjut.000 ton tandan buah segar (TBS) per tahun hingga menjadi 82. Untuk mencapai hal ini maka diperlukan proses produksi yang lancar dan pengawasan setiap proses secara berkesinambungan. Proses pengolahan dilakukan mengalir sesuai dengan rangkaian proses yang telah ditetapkan.200 ton crude palm oil (CPO) per tahun dan 18. Konsumsi waktu optimal ini adalah konsumsi waktu yang timbul dari kapasitas pabrik. Hal ini juga akan memaksimalkan penggunaan tenaga kerja di loading ramp. Proses produksi pabrik dilakukan secara terus menerus sesuai dengan jumlah bahan baku yang tersedia setiap harinya. Manajemen aktivitas yang dapat dilakukan contohnya : Pengurangan aktivitas dapat dilakukan pada stasiun loading ramp dengan cara menambah pemakaian unit Sterilizer. 118 . yaitu waktu yang diperlukan oleh aktivitas-aktivitas di atas untuk mengolah 360. Dengan manajemen aktivitas ini. Dalam pelaksanaan aktivitas proses pengolahan. Hal ini diakibatkan karena lamanya waktu untuk memproduksi tandan buah segar (TBS) akan mempengaruhi rendemen (kandungan minyak) TBS tersebut. 1. inspection time.200 ton setiap 20 jam atau 360. Sistem pengolahan seperti ini mengakibatkan total waktu yang dikonsumsi oleh semua stasiun mencerminkan keseluruhan waktu. biaya pengolahan dapat lebih efektif dan mencerminkan biaya pengolahan yang sebenarnya. Dari hasil perhitungan ini dapat dilakukan analisis dan langkah yang dapat diambil untuk memanajemen aktivitas. Persentase penurunan mutu buah kelapa sawit akan semakin parah jika terjadi penumpukan buah di loading ramp terutama jika buah tersebut sampai menginap.

Keadaan ini menyebabkan suplai bahan baku tandan buah segar untuk pabrik bervariasi dan menyebabkan pabrik bekerja di bawah kapasitasnya. tiap-tiap pekerja bertanggung jawab untuk mengawasi mutu produk yang dihasilkannya ataupun mutu bahan bakunya. Ermadiani. Pada batas kapasitas. (Yulia Saftiana. Menurut Lalu Sumayang (2003:118). “economic of scale adalah penghematan biaya yang disebabkan karena penggunaan sumber daya skala besar atau produksi secara massal”. Begitu juga dengan pemeliharaan mesin-mesin pabrik yang tetap harus dilakukan walaupun kapasitas produksi sedikit. alasannya karena biaya fasilitas dan biaya operasi tidak akan bertambah bila volume produksi bertambah”. Weddie Andriyanto) Aktivitas inspeksi dilakukan oleh perusahaan dengan cara menempatkan tenaga kerja operator yang sudah terlatih dalam bidang tersebut untuk mengawasi dan mengontrol proses pengolahan yang berlangsung pada setiap stasiun pengolahan. Pengaruh Fluktuasi Ketersediaan Bahan Baku Pada Efektivitas Biaya Produksi perkebunan kelapa sawit berfluktuasi karena adanya musim penghujan dan musim kemarau. 119 . Contohnya pada saat pabrik memproduksi dengan kapasitas yang tidak optimal biaya tetap seperti upah dan gaji karyawan masih harus dibayar. ”Makin besar volume kapasitas maka makin kecil biaya setiap unit (economic of scale). Dalam teori economic of scale. kuantitas produksi akan mempengaruhi biaya variabel. perbedaan produksi yang terjadi adalah 60% pada musim penghujan dan 40% pada musim kemarau. Menurut Lalu Sumayang (2003:113). R. bahan baku yang tersedia lebih sedikit akan mempengaruhi biaya rata-rata termasuk biaya bahan bakar. Di samping itu. Hal ini disebabkan karena pada musim kemarau kebun kelapa sawit menghasilkan tandan buah segar (TBS) yang digunakan untuk memproduksi crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) lebih sedikit dibandingkan pada musim penghujan. Menurut Zahri (2003). Manajemen yang telah diterapkan ini merupakan total quality control (TQC). • Sesuai dengan kondisi perusahaan. Pengujian hasil akhir crude palm oil (CPO) juga dilakukan di dalam laboratorium. Fluktuasi ketersediaan tandan buah segar (TBS) pada musim penghujan dan musim kemarau akan berpengaruh pada biaya rata-rata dalam memproduksi tandan buah segar. Dengan konsep ini. Menurut Lalu Sumayang (2003:113). supply listrik dan air.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. sedangkan karyawan tidak bekerja secara maksimal. Apabila volume produksi bertambah maka biaya per unit akan turun. Pada musim kemarau biaya rata-rata menjadi lebih besar. hal ini dapat disebabkan oleh : • Kuantitas tersedianya tandan buah segar (TBS) pada musim kemarau yang lebih sedikit. Pengurangan biaya ini terjadi bila semua faktor produksi dikembangkan secara proporsional. jadi inspeksi mutu menjadi tanggung jawab setiap personil di dalam perusahaan. “Pengurangan biaya dapat dicapai dengan menaikkan efisiensi aktivitas penambah nilai dengan meningkatkan aktivitas ke tingkat skala ekonomi (economic of scale) tanpa disertai dengan kenaikan total biaya aktivitas itu sendiri”. bila volume bertambah maka biaya tetap per unit akan turun. biaya variabel meningkat sebagai akibat penggunaan lembur dan subkontraktor.

2. 12 No. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dengan analisis manufacturing cycle effectiveness dapat diketahui persentase value added activities dalam suatu aktivitas yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk menghasilkan value bagi customers. Hal ini merupakan salah satu sumber penghematan biaya pabrik. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan membuat ikatan jual beli tandan buah segar dengan perkebunan kelapa sawit swasta skala menengah.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Biaya rata-rata perusahaan akan cenderung meningkat pada musim kemarau dibandingkan musim penghujan. supply listrik dan air menggunakan genset dan solar. Sehingga processing expenses dan general charges aktual dapat lebih kecil daripada budget perusahaan. Perusahaan juga dapat menerapkan konsep manajemen biaya yang kompetitif untuk mengelola aktivitas-aktivitas pabrik. swasta skala kecil dan perkebunan rakyat pada waktu bahan baku yang tersedia tidak memenuhi kapasitas pabrik. Aktivitas pabrik dalam mengolah kelapa sawit dan supply listrik kantor dan perumahan biasanya menggunakan bahan bakar dari stasiun boiler. Januari 2007 Pabrik menggunakan bahan bakar solar dan bahan bakar dari cangkang dan serabut yang digunakan pada stasiun boiler. 1. pengurangan aktivitas. Berdasarkan hasil analisis MCE tersebut maka usaha yang dilakukan untuk memanajemen aktivitas ditempuh dengan melibatkan semua bagian. pembagian aktivitas. Peningkatan biaya ini berdampak cukup besar pada harga per kg tandan buah segar (TBS) seperti pada stasiun penerimaan tandan buah segar dan muatan. Beberapa langkah yang dapat dipilih untuk manajemen aktivitas tersebut antara lain adalah : pemilihan aktivitas. Dengan langkah-langkah tersebut maka pihak perusahaan dapat memilih langkah yang relevan dan efektif untuk memperbaiki aktivitas. 120 . Perbedaan jumlah produksi ini akan berpengaruh terhadap efektivitas biaya perusahaan. Kinerja perusahaan dan efisiensi dapat ditingkatkan melalui perbaikan aktivitas yang bertujuan untuk mencapai cost effective dan menurunkan biaya produksi. Vol. Perusahaan sebaiknya lebih memperhatikan masalah fluktuasi ketersediaan tandan buah segar. dan penghilangan aktivitas yang dapat diterapkan terhadap aktivitas-aktivitas bukan penambah nilai. Saran-saran Beberapa saran yang dapat diberikan atas hasil analisis yang dilakukan terhadap aktivitas pabrik pengolahan kelapa sawit kepada pihak perusahaan adalah : 1. Perusahaan sebaiknya melakukan manajemen aktivitas pada proses pengolahan. Jika pabrik sedang tidak memproduksi. Perbedaan jumlah produksi kelapa sawit antara realisasi dengan kapasitas optimal pabrik salah satunya dapat disebabkan karena fluktuasi ketersediaan tandan buah segar (TBS). Hal ini membutuhkan biaya yang lebih besar untuk membeli solar.

Pergeseran Ukuran Kinerja ke Cost Effectiveness. 2002. 29/Th. Amin. Aek Tarum. Amin. Harvarindo. 2-6. Pengendalian.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. 2000. BPFE Fakultas Ekonomi UGM. Henry. Jakarta. Widjaja T. Akuntansi Manajemen. Ray H. Palembang. Management Accounting. 2003. Akuntansi Manajemen : Konsep Untuk Perencanaan. Usahawan. 1998. Banker. Atkinson. Salemba Empat. New Jersey. Salemba Empat. R. Lalu. perusahaan dapat menggunakan teknologi komputerisasi untuk menjalankan dan mengawasi proses pengolahan kelapa sawit. 2001. Jakarta. Purwoto. Ermadiani. Salemba Empat. Widjaja T. Target Costing dan Kaizen Costing. Simamora. 2002 Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. Mardiasmo. Yogyakarta. Anthony A and Rajib D. 2003. UPP AMP YKPN. 1997. Weddie Andriyanto) 3. 2005. Jakarta. 1997. ITB Bandung. Media Akuntansi. 1998. 121 . Jakarta. 26-31. Activity Based Cost System. Sumayang. Activity Based Costing : Untuk Manufakturing dan Pemasaran. DAFTAR PUSTAKA Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) Perkebunan dan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Pola PIR-Trans. Hal. 2003. 05/XXVII/Mei 1998.V/September 1998. Totok Budisantoso). No. Dasar-Dasar Manajemen Produksi & Operasi. PrenticeHall. No. Mulyadi dan Johny Setyawan. dan Pengambilan Keputusan. Untuk mengurangi waktu dan aktivitas inspeksi atau pengawasan. Harvarindo. 1998. Yogyakarta. Mencapai Pabrikan yang Efisien Sekaligus Fleksibel Dengan Cellular Manufacturing. Akuntansi Sektor Publik. (Yulia Saftiana. Andi Offset. Salemba Empat. PT. Jakarta. Mulyadi. Akuntansi Manajemen Jilid 2 (Diterjemahkan oleh A. Jakarta. Garrison dan Noreen. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen : Sistem Pelipatganda Kinerja Perusahaan. Garrison. Mulyadi. Hal. Yogyakarta. 2005. Nur dan Bambang Supomo. Lucas. Indriantoro.

Yang tergambar dalam tabel di bawah ini Tabel 1. Latar Belakang Masalah Foreign exchange adalah pertukaran satu mata uang dengan mata uang lainnya. 1 2 3 4 5 Forex Broker abwatley. social norm and the other factor influence to interest from foreign exchange company for insert tax’s software of foreign exchange transaction Keywords : framework. influence by afection social norm and the other facility.com fxpowercourse.com aforex. di mana dalam pasar ini mata uang diperdagangkan baik jual maupun beli secara bebas.the second purpose to know whether the afection .com . interest from foreign exchange.com No.com fxsol. The purpose of this research to give a knowledge of the foreign exchange company about tax income and Indonesian’s tax policy.com amazon. Selain itu juga merupakan pasar finansial terbesar dan terliquid. tax income A. 36 37 38 39 40 Forex Broker fxlinks. Pasar ini merupakan pasar persaingan sempurna. para broker company dan perusahaan yang memberikan fasilitas untuk bertransaksi (firm that conduct foreign trade transaction) dengan bebasnya bisa merambah pasar dunia secara bebas Baik langsung maupun tidak langsung pelayanan transaksi ini telah masuk ke Indonesia. dengan perputaran uang antara 1 sampai 1. daftar nama forex dealer No. Dengan berkembangnya teknologi internet.com gaincapital.com ac-markets. Saat ini Perusahaan Foreign Exchange yang websitenya ada di internet sebanyak 70 perusahaan. where in his research said that human tendency to behaviour ini this case for take the decision.com fxstreet.DAFTAR ISI Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Mengadopsi Sistem Pemotongan Pajak Pada PerusahaanPerusahaan Foreign Exchange Berbasis Internet Oleh : Agus Zahron ABSTRACT This research adapt theory framework that was told by Triandis.5 trilliun dolar perhari dalam 24 jam sehari dari senin sampai jumat.com analyticfx.

Vol.com-switzerland forex-pro.com foreign-trade.com ozforex.gov charterfx.com esignal. 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Forex Broker gcitrading. 12 No.com kshitij.Saxo Bank fortunetraders.uk forex-day-trading.com ltgFX.com traders.com refcofx.com learnforex. 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Forex Broker ApexForex.com gftforex.com forexcapital.com aspenforex.com realtimeforex.com enetspeculation.Com .com Walaupun demikian Indonesia masih belum mampu untuk mengimbangi kemajuan teknologi ini.com forex-cmc.com investormap.com forex.com fairlot.com eurosupport.com global-view.com saxobank.com foresight-investment. Dalam Undang-Undang Perpajakan di Indonesia.com commoditytrader.com fxcm.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Januari 2007 No.com investorlinks.com findbrokers.com forex-mg.com wellsfargo. dimana masih belum adanya teknik atau metode pemungutan pajak untuk laba atas transasi pertukaran mata uang asing yang dihasilkan dalam transaksi yang berbasis internet.com intellexonline.com igforex.com/global-forex.com mdicorps.htm keystone-web.com thefinancials.com refcopro.com No. sebagai contoh dalam pengaruhnya dalam kebijakan perpajakan dei Indonesia.com shieldfx.co.com cambridgefx.com fxdd.au pro-forex. 1.com hantecforex.com oanda.net DayTradeForex.com fxfirst.com forexfunds.com stockk.com cftc.com.com interbankfx.com quotewatch.ua Forextrading.com cms-forex.com pronetanalytics.com goldbergforeignexchange.com ifxmarkets.com cfoasia.com.com Forex-Millenium.com forex-ats. yang termasuk obyek Pajak Penghasilan (PPh) adalah Penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis 124 .

Tetapi kita mengasumsikan bahwa capital gains ataupun capital losses yang terjadi akibat transaksi valuta asing tersebut tetap merupakan obyek pajak. Untuk mengetahui pengetahuan perusahaan-perusahaan foreign exchange mengenai tax income dan indonesian’s tax policy. Tujuan Penelitian 1. Penelitian ini mengadopsi kerangka teori yang telah dikemukakan oleh Triandis. Untuk mengetahui apakah afeksi. pengenaan pajaknya diatur oleh Peraturan Pemerintah. pertumbuhan perdagangan elektronik pada ongkos suara dan telepon dealing (menyebabkan lebih sedikit transaksi) dan konsolidasi non bank yang sudah mengurangi keperluan untuk kurs mata uang asing. norma sosial dan faktor pendukung berpengaruh terhadap minat dari perusahaan-perusahaan foreign exchange untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange. di atas 50% di antaranya diadakan di pasar tunggal London. Kerangka Pemikiran 1. baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. Menurut survei tiga-tahunan 2001 oleh Bank of Internasional Settlement (BIS). (Agus Zahron Idris) yang diterima atau di peroleh Wajib Pajak. afeksi. D. dengan nama dan dalam bentuk apapun. Masalah Apakah norma sosial.490 billion. dan fasilitas pendukung mempengaruhi pengambilan keputusan pada perusahaan-perusahaan Foreign Exchange untuk menerapkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange? C. Transaksi Pertukaran Valuta Asing (Foreign Exchange) Pasar kurs mata uang asing (forex exchange market) memulai keberadaannya pada tahun 1971 setelah berakhirnya era perjanjian Bretton Woods. Walaupun dalam penjelasannya masih belum mencakup tentang transaksi pertukaran valuta asing yang dilakukan oleh Wajib Pajak secara mendetail. Omset global meningkat pesat di atas bilangan survai BIS 1978 sebesar $1. jumlah omset kurs mata uang asing global lebih dari $1. B. penggabungan (merger) bank. dimana dalam penelitiannya menyatakan bahwa kecenderungan manusia untuk berperilaku dalam hal ini untuk megambil keputusan. Selanjutnya salah satu penghasilan yang termasuk obyek pajak menurut pasal 4 huruf l UU no 17 tahun 2000. adalah keuntungan karena selisih kurs mata uang asing. dipengaruhi oleh afeksi. 125 . Kemudian dalam ayat 2 dijelaskan bahwa penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya di bursa efek.DAFTAR ISI Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan ……. BIS memnghubungkan hal ini dengan peluncuran euro.200 bilion per hari. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan. karena terdorong oleh tingkat fluktuasi mata uang tertentu yang tajam terhadap mata uang lainnya. 2. norma sosial dan fasilitas yang mendukung.

2. dan pasar ekuitas seperti pasar saham sebesar $ 191 billion. pasal 4.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. dengan nama dan dalam bentuk apapun. Dengaqn penjelasan nya bahwa keuntungan karena selisih kurs dapat disebabkan fluktuasi kurs mata uang asing atau adanya kebijakan pemerintah di bidang moneter. sedang pihak pertama adalah fiskus dan pihak kedua adalah Wajib Pajak . yaitu Withholdig Tax System dan Estimated System. menyatakan bahwa yang menjadi obyek pajak adalah setiap tambahan penghasilan baik yang berasal dari Indonesia maupun yang berasal dari luar Indonesia. Berbeda dengan Estimated System dimana yang melaksanakan pemenuhan kewajiban perpajakan dalam hal ini yang melaksanakan inisiatif dan sekaligus bertanggung jawab atas pembayaran pajak adalah wajib pajak sendiri. UU no 14 th 2000. tadi adalah keuntungan karena selisih kurs mata uang asing. Atas keuntungan yang di peroleh karena fluktuasi kurs mata uang asing. maka pada saat itu pula pemerintah melalui pemotong pajak (tax withholder) memotong pajak atas penghasilan yang dibayarkan kepada Wajib Pajak penerima bonus. Menurut Robert L Simon dalam tulisannya “Taxation of Day Traders”. deviden dan royalti tersebut.5 billion Pasar Forex merupakan pasar terbesar di dunia. Untuk Withholdig Tax System pemotongan atau pemungutan pajak mulai difokuskan pada sumbernya (levying tax at source). misalnya pada waktu menerima bonus. deviden dan sebagainya. Artinya setiap wajib pajak yang menerima penghasilan. 3. dibandingkan dengan pasar futures seperti pasar komoditi yaitu $437. Contoh sistem ini adalah pada PPh pasal 23. bunga.4 billion. yang dapat di pakai untuk konsumsi maupun untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan. pengenaan pajaknya dikaitkan dengan sistem pembukuan yang dianut oleh wajib pajak dengan syarat dilakukan secara taat azas. Januari 2007 Dengan jumlah transaksi hampir $1. Sistem ini disebut sebagai Self Assessment System. yaitu dengan cara menjumlahkan keuntungan dan kerugiannya dalam satu tahun. yang di Indonesia diatur dalam pasal 25 UU PPh tahun 2000. 12 No. dimana pemotong pajak yang disebut tax withholding berkedudukan sebagai pihak ketiga. Perlakuan Pajak atas Transaksi Valuta Asing Menurut bab III pasal 4. 126 . Keuntungan yang diperoleh dari hasil selisih tersebut akan dikenakan pajak dengan tarif pajak penghasilan pada umumnya. Termasuk ke dalam obyek pajak dalam huruf l. menyatakan cara untuk menghitung pajak atas transaksi pertukaran mata uang adalah melalui penghitungan netto akhir tahun. yaitu pihak yang menerima penghasilan dari pihak ketiga. Sehingga di kenal sebagai PPh pasal 25. 1. Prinsip Pemungutan Pajak di Indonesia Pada Current Payment System terdapat 2 unsur sistem pemotongan pajak. royalti. bunga. Pemotongan pajak sistem ini disebut withholding Tax System.

4.DAFTAR ISI Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan ……. Fungsi sistem informasi sendiri terbagi menjadi tiga subfungsi yaitu Analisis Sistem. Perusahaan Foreign Exchange melakukan transaksi dengan para broker dan investor melalui media internet. Investor dan Trader melakukan transaksi foreign exchange melalui internet. Pengembangan Sistem Pemotongan Pajak Atas Transaksi Forex Online. Dirjen Pajak memantau transaksi-transaksi yang telah dilakukan oleh trader dan investor. Dirjen Pajak melakukan konfirmasi atas jumlah pajak yang di transfer oleh perusahaan foreign exchange dengan hasil perhitungan pajak melalui internet. 2. 6 Dirjen Pajak 5 1 Trader dan Investor 2 Media Internet Bank 3 Perusahaan Foreign Exchange 4 Keterangan: 1. Seperti dalam skema di bawah. 3. Perancangan Sistem. 127 . (Agus Zahron Idris) 4. 5. dan implementasi (operasi). Perancangan sistem pemotongan pajak yang efisien dan efektif adalah melalui penyisipan software sistem ke dalam sistem transaksi foreign exchange dalam sistem internet yang di jalankan oleh perusahaan-perusahaan foreign exchange. Perusahaan Foreign Exchange setiap tahun memotong pajak pada para investor dan trader atas keuntungan dari jumlah hasil transaksi foreign exchange dalam setahun untuk disetorkan pada Dirjen Pajak melalui Bank yang ditunjuk.

Januari 2007 6. Trader dan Investor melakukan konfirmasi pemotongan pajaknya kepada Dirjen Pajak. 128 . yaitu instruksi pribadi untuk melakukan apa yang dianggapnya benar dan dipengaruhi oleh para anggota masyarakat yang ada dalam situasi sosial yang spesifik. Berangkat dari hasil penelitian Triandis tersebut maka dalam penelitian ini mengambil model seperti bagan di bawah ini. 12 No. kebiasaan yang berhubungan dengan penggunaan komputer. yang meneliti tentang penggunaan komputer dalam perusahaan. hasil yang diharapkan atas penggunaan komputer. Norma (norm).DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. Kultur subyektif terbagi atas : 1. Peraturan (role). Skema Sistem Pemotongan Pajak atas Transaksi Pertukaran Mata Uang Asing (Foreign Exchange Trading) 5. dan fasilitas pendukung dalam lingkungan komputerisasi. 2. Konsep model yang diajukan oleh Triandis adalah bahwa penggunaan PC di perusahaan dipengaruhi oleh perasaan individual (afeksi) terhadap pemakaian PC. 1. Penelitian Triandis Sesuai dengan hasil penelitian Triandis pada tahun 1980. masyarakat. Lingkungan internal individu dalam budaya subyektif kelompok tertentu dan hubungan interpersonal secara spesifik akan membentuk hubungan satu individu dengan individu lainnya. atau sistem sosial. Norma-norma Sosial Afeksi Kecenderungan Kondisi yang Mendukung Norma sosial adalah pesan yang diterima dari orang lain yang merefleksikan tentang apa yang akan dilakukan oleh seseorang. merupakan perilaku individu yang lebih luas lagi karena menyangkut keputusan seseorang yang berada pada suatu posisi tertentu dalam kelompok. norma-norma sosial dalam lingkungan kerja. Atau dengan kata lain adalah apa yang orang lain ingin kita lakukan.

DAFTAR ISI
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan ……. (Agus Zahron Idris)

3.

Nilai (value), merupakan suatu disposisi yang lebih luas dan sifatnya lebih mendasar. Nilai berakar lebih dalam dan karenanya lebih stabil dibandingkan sikap individu.

Dalam penelitian ini variabel norma sosial adalah pandangan individu terhadap peraturan perpajakan di Indonesia. Afeksi, komponen afektif menyangkut masalah emosional subjektif seseorang terhadap suatu obyek sikap. Secara umum, komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki terhadap sesuatu. Triandis menggunakan kata afeksi, untuk menggambarkan perasaan seseorang yang berkaitan dengan perasaan senang, nyaman, dan nikmat, atau tertekan, kesal, dan benci. Variabel dalam kontruk afeksi adalah persepsi yang dipercaya akan berpengaruh jika software sistem pemotongan pajak pada transaksi pertukaran mata uang (foreign exchange) diterapkan dalam website mereka. Fasilitas Pendukung, merupakan faktor obyektif di luar lingkungan. Menurut Triandis perilaku tidak akan terlaksana jika kondisi obyektif dalam lingkungan tersebut tidak mendukung. Bentuk variabel fasilitas pendukung adalah keyakinan akan tersedianya sofware yang simple dan pendukung sistem lainnya untuk operasionalisasi sistem.

E. Hipotesis Penelitian 1. 2. 3. 4. Afeksi perusahaan foreign exchange terhadap penerapan software berpengaruh positif terhadap minat mereka untuk menyisipkan software tersebut. Norma sosial perusahaan foreign exchange terhadap penerapan software berpengaruh positif terhadap minat mereka untuk menyisipkan software tersebut. Faktor pendukung perusahaan foreign exchange terhadap penerapan software berpengaruh positif terhadap minat mereka untuk menyisipkan software tersebut. Afeksi, norma sosial dan faktor pendukung dari perusahaan foreign exchange secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat mereka untuk menyisipkan software tersebut.

Metode pengumpulan data Penelitian ini menggunakan data primer, dimana pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner pada 70 perusahaan foreign exchange yang berbasis internet melalui e-mail. Pola penyebarannya dengan cara membuat satu jenis kuesioner online melalui website www.formsite.com dan untuk mempercepat proses pengisisn serta pengiriman kembali dari kuesioner tadi, kemudian kuesioner tadi di attach dan dikirimkan pada contact person dari tiap perusahaan dan hasil jawaban dari perusahaan tersebut secara otomatis langsung terkirim kembali ke e-mail peneliti. 129

DAFTAR ISI
Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 12 No. 1, Januari 2007

Kerangka Penelitian NORMA SOSIAL (X2) MINAT (Y)

AFEKSI (X1)

FAKTOR PENDUKUNG (X1)

ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Gambaran Umum Dari 70 perusahaan yang terpilih menjadi sampel, keseluruhan perusahaan (responden) mengetahui mengenai Income tax. Tetapi sebagian besar perusahaan yakni sebesar 62,8 persen tidak mengetahui mengenai Indonesian’s tax policy, sedangkan sisanya sebesar 37,2 persen mengetahui mengenai Indonesian’s tax policy. Persentase terbesar perusahaan yakni sebesar 42,3 persen menyatakan sangat setuju mengenai pengenaan pajak pada transaksi foreign exchange. Variabel-variabel Penelitian Persentase terbesar dari perusahaan yang memiliki minat tinggi untuk menyisipkan software tersebut terjadi pada kelompok perusahaan dengan afeksi positif yaitu sebesar 81,4 persen dan yang terkecil terjadi pada kelompok perusahaan dengan afeksi negatif yaitu sebesar 18,6 persen. Norma sosial dibedakan menjadi dua yaitu positif dan negatif. Persentase perusahaan yang memiliki minat tinggi untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange terjadi pada kelompok perusahaan dengan norma sosial positif yaitu sebesar 67,4 persen. Dan persentase ini menurun pada kelompok perusahaan dengan norma sosial negatif yaitu sebesar 32,6 persen. Berdasarkan faktor pendukung yang dibedakan menjadi positif dan negatif, persentase perusahaan yang memiliki minat tinggi untuk menyisipkan software pengenaan pajak 130

DAFTAR ISI
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan ……. (Agus Zahron Idris)

atas transaksi foreign exchange lebih banyak terjadi pada kelompok perusahaan dengan faktor pendukung positif yaitu sebesar 81,4 persen daripada kelompok perusahaan dengan faktor pendukung negatif yaitu sebesar 18,6 persen. Analisis Regresi logistik Penghitungan regresi logistik dilakukan dengan menggunakan paket program SPSS 11.5 for windows dengan menggunakan metode Backward Wald. Dengan metode ini maka setiap variabel yang tidak signifikan akan dikeluarkan dari model secara otomatis melalui beberapa iterasi. Berdasarkan hasil pengolahan dan perhitungan (Lihat output Omnibus Tests of Model Coefficients), diketahui bahwa nilai statistik uji G2 adalah sebesar 14,268 dengan signifikansi sebesar 0,001 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif yang menyatakan minimal ada satu variabel dari tiga variabel penjelas yang digunakan, berpengaruh signifikan terhadap minat perusahaan untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange dapat diterima dan digunakan untuk menjelaskan variabel respon. Nilai-nilai statistik uji yang lain dapat dilihat pada tabel berikut ini yang menyajikan nilai parameter statistik, statistik uji wald, nilai odds rasio. Tabel 2. Parameter Statistik, Uji Wald dan Odds Rasio
Variabel (1) Afeksi Positif (1) Norma Sosial Positif (1) Konstan

ˆ β
(2) 1,262 1,103 -1,195

ˆ SE ( β )
(3) 0,541 0,508 0,480

Wald (4) 5,428 4,714 6,207

Sig (5) 0,020 0,030 0,013

ˆ Exp( β )
(6) 3,531 3,014

Sumber: diolah dari data primer, 2004 Berdasarkan statistik uji wald yang di dapat, jika dilihat secara parsial dapat ditarik kesimpulan bahwa ada dua variabel yang berpengaruh nyata terhadap minat perusahaan untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange yaitu variabel afeksi dan norma sosial. Model yang di peroleh adalah sebagai berikut:

ˆ πx =

exp(-1,195 + 1,262D1 + 1,103D 2 ) 1 + exp(-1,195 + 1,262D1 + 1,103D 2 )

Model persamaan linier yang dihasilkan dari transformasi logit adalah sebagai berikut: g(x) = -1,195+1,262D1+1,103D2 , dimana: D1 = Afeksi (Positif) D2 = Norma sosial (Positif) 131

262 yang berarti bahwa ada hubungan positif antara afeksi dengan minat perusahaan untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange.014.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.531 kali daripada perusahaan dengan afeksi negatif. DAFTAR PUSTAKA __________________. Sedangkan kategori dasar untuk variabel norma social adalah norma sosial negatif. Sebagai kategori dasar (reference category) untuk variabel afeksi dalam analisis ini adalah afeksi negatif. 12 No. Formasi 2001.531. Nilai odds rasio untuk perusahaan dengan afeksi positif adalah sebesar 3. 1.103 . maka digunakan nilai odds rasio yang ditunjukkan dengan nilai eksponensial ˆ beta (exp β). Januari 2007 ˆ Berdasarkan nilai estimasi koefisien regresi ( β ) yang didapatkan pada tabel 2 di atas ˆ terlihat bahwa nilai β untuk variabel afeksi adalah 1. Nilai odds rasio untuk perusahaan dengan norma sosial positif adalah sebesar 3. Hal ini dapat diartikan bahwa kecenderungan perusahaan dengan norma sosial positif untuk memiliki minat yang tinggi untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange lebih besar dibandingkan perusahaan dengan norma sosial negatif. Variabel norma sosial juga memiliki hubungan positif dengan minat perusahaan untuk ˆ menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange dengan nilai β sebesar 1. ˆ Berdasarkan nilai exp ( β ) pada tabel 2 di atas. Untuk mengetahui tingkat kecenderungan dari variabel-variabel yang masuk ke dalam model. Indonesian Tax Laws 2000. maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Nilai ini berarti bahwa kecenderungan perusahaan dengan afeksi positif untuk memiliki minat yang tinggi untuk untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange sebesar 3. Hal ini dapat diartikan bahwa kecenderungan perusahaan dengan afeksi positif untuk memiliki minat yang tinggi untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange lebih besar dibandingkan perusahaan dengan afeksi negatif. Completed Compilation. 132 .014 kali daripada perusahaan dengan norma sosial negatif. Vol. Kategori dasar atau reference category merupakan kategori-kategori yang ada dalam variabel penjelas yang digunakan sebagai pembanding pada tahapan analisis. 2. Nilai ini berarti bahwa kecenderungan perusahaan dengan norma sosial positif untuk memiliki minat yang tinggi untuk untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange sebesar 3.

Taxation and Accounting for Financial Instruments. Rochmat. 133 . Glenlake and Amacom. Jakarta. The San Fransisco Examiner Newspaper. 2000. Musgrave. March 1991. 1993.1. Under Changing Economic Conditions. Saifuddin.DAFTAR ISI Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan ……. Azwar. Jane M. John C. Pustaka Pelajar. 2003. Penerbit Erlangga. Robert L. Prentice Hall. Taxation of Day Traders. PT Eresco Bandung. 1986. Teori dan Pengukurannya. Option. Coyle. Brian. Nurmantu Safri. Hull. Jakarta. 2001. William S Hoopwood. Musgrave. Pajak Penghasilan. Undang-Undang Pajak Tahun 2000. Futures and Other Derivative. George H. Richard A. Simon and Schuster. Higgins. Studies of Government Finance. Christopher A. Terjemahan. Thompson. Sommers. Organization Economic for Co-operation Development. Englewood Clift. Institut Fiskal Indonesia. Accounting Information Systems. Ronald L. Peggy R. Sikap Manusia. Princeton University Press. Goode Richard. 1995. Bodnar. 1999. Penerbit Salemba Empat. Inc. Howell. Hedging Currency Exposures. MIS QuarterlyVolume 15 No. New Jersey. Yogyakarta. 2002. Lindsay. Pengantar Perpajakan. 1964. Keuangan Negara dalam Teori dan Praktek. 1994. The Committee of Fiscal Affairs of OECD. April 25. Soemitro. The Individual Income Tax. Thouche Ross and Co. 1993. (Agus Zahron Idris) __________________. Personal Computing: Toward a Conceptual Model of Utilization. John and Michael Lloyd. 1997. Personal Income Tax Systems.

e-commerce. Pendahuluan Perkembangan peradaban manusia menimbulkan adanya perkembangan teknologi yang terarah kepada teknologi canggih dan peningkatan kebutuhan manusia. The Just In-Time Inventory control system was originally pioneered in Japan but has recently become a very popular control system in The United States. Key words : inventory control system. waste eliminating. Persaingan di antara perusahaan-perusahaan tersebut akan membawa keuntungan bagi konsumen karena persaingan yang semakin intensif akan mendorong perusahaan untuk menghasilkan produk dengan harga yang lebih rendah. Tentu saja produk dan jasa yang akan 11 12 Dosen Jurusan Akuntansi FE Unila Dosen Jurusan Akuntansi FE Unila 13 Dosen Jurusan Akuntansi FE Unsri .DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time Untuk Meningkatkan Efisiensi Dan Produktivitas Pada Perusahaan Industri Oleh : Yenni Agustina . incoming raw materials were ordered in very large shipments and were then stored in warehouse until they were needed for production or for providing a service. Traditionally. Peningkatan kemampuan penyediaan atau produksi barang dan jasa yang dibutuhkan manusia merupakan usaha yang harus dilakukan oleh perusahaan atau organisasi untuk dapat memenuhi permintaan akan kebutuhan-kebutuhan tersebut secara efisien dan produktif. The principle of Just In-Time (JIT) is to eliminate sources of manufacturing waste by getting right quantity of raw materials and producing the right quantity of products in the right place at the right time. 11 1. Dewi Sukmasari12. dan semakin banyak pilihan. The Just In-Time system. organizations make frequent smaller orders of raw materials. Selain itu. perkembangan teknologi informasi seperti internet. kualitas menjadi lebih tinggi. dll membuat konsumen lebih mudah melakukan akses terhadap kualitas produk dan jasa yang akan mereka beli. Perkembangan ini menimbulkan tantangan untuk memenuhinya dengan meningkatkan kemampuan menyediakan atau menghasilkan produk yang berkualitas dengan biaya yang rendah. Just In-Time system use a demand pull system because items are produced or ordered only when there are customer order. demand pull system. Ermadiani13 ABSTRACT The main purpose of this journal is to provide information to the people who is interesting in knowing Just In-Time system.

Di antaranya yaitu : a. Kankford. 2005). Schniederjans mendefinisikan Just In Time sebagai “The successful completion of a product at each stage of production activity from vendor to customer just in time for its use and at minimum cost. maka dapat disimpulkan bahwa sistem Just In Time merupakan suatu filosofi yang berusaha untuk mengeliminasi sumber-sumber pemborosan dengan memproduksi produk dengan jumlah yang tepat. d. usually in small batches” (Christine A. 2005). Perusahaan harus mampu menciptakan suatu sistem yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan dengan mengeliminasi setiap pemborosan yang ada. Stevenson dalam bukunya yang berjudul “Production/operations Management” mendefinisikan sistem Just In Time sebagai “a repetitive production system in which processing and movement of materials and goods occur just as they are needed. Kankford. Goetsch dan Davis (1998) mendefinisikan Just In Time sebagai “producing only what is needed. 2. b.Swanson dan William M. Pengertian Sistem Just In-Time Ada banyak ahli yang telah memberikan pendapatnya mengenai sistem just in time ini. Vol. dan dalam waktu yang tepat guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. Sekarang. William J. Sistem Just In-Time bukan hanya sekadar wacana saja tetapi telah dapat diimplementasikan di beberapa perusahaan baik diperusahaan luar negeri maupun perusahaan dalam negeri. c. Ptak (1997) menyatakan bahwa Just In Time merupakan suatu filosofi yang mendorong organisasi untuk meningkatkan produk dan proses produksinya dengan mengeliminasi pemborosan-pemborosan (Christine A. Just In Time can also be generally defined as a strategy or guiding philosophy whose goal it is to seek manufacturing excellence” (Bambang Tjahjadi. 2001). 1. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mewujudkan kondisi ini adalah dengan menerapkan sistem pengendalian persediaan dan produksi Just In-Time. Dengan kata lain perusahaan harus dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kegiatan-kegiatan yang tidak bernilai tambah (nonvalue added activities) dan memaksimalkan kegiatan-kegiatan yang bernilai tambah (value added activities). 136 . 12 No. Untuk menghadapi masalah tersebut. kualitas yang tepat. manajer harus mengetahui apa yang diinginkan konsumen dan kapan mereka memerlukannya. when it is needed and in the quantity that is needed” (Bambang Tjahjadi. Januari 2007 mereka beli adalah produk dengan kualitas terbaik dan harga yang relatif murah. Jadi dari definisi-definisi yang telah diberikan oleh para ahli tersebut.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 2001). Dengan demikian perusahaan yang mampu eksis didunia bisnis adalah perusahaan yang dapat menghasilkan produk-produk tersebut.Swanson dan William M.

Dalam sistem pengendalian persediaan dan produksi tradisional. Di samping perbedaan dalam hal persediaan. pekerja. Jadi. Sedangkan barang jadi adalah unit produk yang telah selesai diproses secara penuh. perbedaan lainnya yang dapat dilihat adalah sebagai berikut : 1. just in time berarti bahwa bahan baku diterima segera masuk ke proses produksi. Semua fasilitas untuk produksi baik mesin-mesin. perusahaan harus memiliki ketiga kelas persediaan tersebut dalam jumlah yang besar sebagai penyangga sehingga operasi dapat berjalan dengan mulus tanpa ada gangguan. Dewi Sukmasari.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time ……. bahan tersebut kemudian diproses. Dalam sistem tradisional. Layout produksi Layout dapat didefinisikan sebagai susunan dari mesin-mesin dan peralatan produksi di suatu pabrik. Perusahaan tidak memiliki persediaan barang dalam proses dan semua barang jadi yang telah diselesaikan langsung dikirimkan kepada konsumen. Berbeda dengan sistem tradisional. maupun fasilitas-fasilitas lainnya harus disediakan pada tempatnya masing-masing agar dapat bekerja dengan efisien dan efektif. Akibatnya 137 . persediaan barang dalam proses. yaitu persediaan bahan baku. Pendekatan ini mengharuskan pekerjaan dilaksanakan dari sekelompok mesin tertentu ke kelompok mesin yang lain. Barang dalam proses merupakan persediaan barang yang proses produksinya baru diselesaikan sebagian dan masih membutuhkan proses yang lebih lanjut sebelum siap untuk dilempar ke konsumen. Bahan baku dalam jumlah yang besar diperlukan untuk mengantisipasi jika pemasok terlambat mengantar bahan yang diminta. layout pabrik dibuat secara terspesialisasi. Sistem Just In Time akan menimbulkan dampak yang signifikan pada operasi perusahaan manufaktur yang memiliki 3 kelas persediaan. dan produk yang telah jadi segera dikirimkan kepada konsumen. Sedangkan barang jadi diperlukan untuk mengantisipasi jika ada fluktuasi permintaan.) e. dan persediaan barang jadi. meskipun terpaksa harus dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau bahkan ke gedung lain. Bahan baku adalah material atau bahan dasar yang digunakan untuk membuat suatu produk. perusahaan yang menerapkan sistem Just In Time akan membeli bahan baku hanya untuk kebutuhan saat itu saja. Garrison/Noreen (2000:10) menyatakan bahwa Pendekatan Just in time (JIT) dapat digunakan baik untuk perusahaan perdagangan maupun manufaktur. Ermadiani R. Masalah layout merupakan masalah yang tetap dihadapi oleh perusahaan baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Barang dalam proses diperlukan untuk mengantisipasi jika ada workstation yang tidak beroperasi normal. (Yenni Agustina. Perbedaan Sistem Pengendalian Persediaan dan Produksi Tradisional dengan Sistem Just In-Time. Perusahaan merancang pabrik dengan mengelompokkan mesin dan peralatan sesuai dengan tipe dan jenisnya. Maksudnya adalah semua mesin dan peralatan yang sama ditempatkan atau dikelompokkan dalam suatu area atau departemen yang sama. tetapi belum dijual kepada konsumen.

Vol. pekerjaan dalam pengurusan persediaan menjadi terlalu banyak. Rancangan alur produksi dapat berbentuk garis lurus atau dapat berbentuk U. Berbeda dengan sistem Just In Time. Pekerja diharapkan dapat mengoperasikan seluruh peralatan yang ada dalam jalur produksi. bukan hal sederhana untuk mengubah dari layout produksi untuk mengahasilkan sekrup dengan ukuran ½ inci menjadi ¾ inci. Pekerja perlu mengetahui dan bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan lain di luar pekerjaannya. set up harus sering dilakukan dalam memproduksi produk.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Dalam sistem tradisional.. Selain itu. perusahaan harus memperbaiki rancangan alur produksi dalam pabrik yang merupakan tahapan-tahapan fisik suatu produk mulai dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi. Dalam rancangan sel. Dalam sistem Just In Time. mempersiapkan peralatan. akibatnya adalah menumpuknya barang sehingga tertumpuk sampai berhari-hari atau bahkan sampai beberapa bulan sebelum masuk ke workstation berikutnya. dan penundaan-penundaan yang tidak perlu. 3. mengubah setting mesin. Pekerja memiliki peran yang sangat penting dalam proses produksi sehingga pekerja perlu untuk diberi kewenangan dalam mengambil keputusan-keputusan sesuai dengan batasan tugas dan tanggung jawabnya. pekerja atau karyawan dituntut untuk memiliki kemampuan ganda dan fleksibel. Set up harus sering dilakukan apabila akan beralih dari pemrosesan unit produksi tertentu ke jenis produk yang lain. Serangkaian langkah persiapan harus dibuat dan aktivitas ini dinilai cukup memakan waktu dan harus dihindari dan oleh karenanya setiap jenis produk harus diproduksi dalam jumlah besar. kuncinya adalah bahwa semua mesin berada dalam satu lini produksi dikelompokan menjadi satu sehingga tidak untuk produk setengah jadi yang harus dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain dalam suatu pabrik. Sebagai contoh. waktu set up dapat 138 . Seluruh mesin yang digunakan untuk memproses produk tertentu disatukan dalam suatu lokasi tertentu. Hal ini diperlukan agar pekerja dapat saling menggantikan bila ada pekerja lain yang absen sehingga tidak mengganggu proses produksi. Set up Mesin Set up berisi aktivitas menyiapkan bahan. seorang pekerja menangani beberapa mesin sehingga mulai dari bahan mentah sampai produk jadi diselesaikan olehnya. apalagi untuk mesin-mesin yang masih ditangani secara manual. 2. dan juga mampu untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan kecil alat-alat yang menjadi tanggung jawabnya. dan melakukan pengujian. partisipasi dari pekerja sangat diharapkan dalam sistem Just In Time ini. Pendekatan ini menjadikan layout pabrik menjadi pabrik mini untuk masing-masing produk sehingga biasa disebut pabrik di dalam pabrik (factory within a factory). seorang pekerja hanya melaksanakan pekerjaan tunggal dan pemeliharaan dilakukan oleh pekerja khusus. pekerja juga tidak memiliki wewenang untuk menghentikan proses produksi. Pekerja memiliki wewenang untuk menyatakan pendapatnya mengenai bagaimana pabrik sebaiknya dioperasikan dan juga untuk menghentikan proses produksi jika mereka menemukan adanya masalah. Rancangan alur produksi dapat juga berbentuk sel. 1. 12 No. Hal ini sangat berbeda dengan sistem Just In Time. Sedangkan Untuk penerapan Just In Time dengan tepat. Januari 2007 biaya penanganan bahan menjadi tinggi. Sedangkan dalam hal pemberdayaan pekerja. Pengelompokan dan Pemberdayaan Karyawan Dalam sistem tradisional.

(Yenni Agustina. (Garrison/ Berdasarkan uraian di atas. pendekatan yang digunakan adalah pull system. maka tidak diperlukan lagi set up yang berulangulang dan jumlah unit produksi dapat dipenuhi berapapun sesuai dengan yang diinginkan. Bahan baku dibeli dan disimpan kemudian di dorong masuk ke proses produksi. maka perbedaan utama antara sistem pengendalian persediaan dan produksi tradisional dengan sistem just in time dapat diringkas sebagai berikut : Perbedaan utama antara sistem pengendalian persediaan dan produksi tradisional dengan sistem just in time Sistem Just in time Sistem tarik (pull system) Persediaan dalam jumlah kecil Basis pemasok kecil Kontrak jangka panjang Struktur selular Tenaga kerja keahlian ganda Keterlibatan karyawan tinggi Manajemen mutu terpadu Pasar Pembeli Fokus rantai-nilai Sistem Tradisional Sistem dorong (push system) Persediaan dalam jumlah besar Basis pemasok besar Kontrak jangka pendek Struktur departemen Tenaga kerja terspesialisasi Keterlibatan karyawan rendah Tingkat mutu yang dapat diterima Pasar Penjual Fokus nilai tambah Sumber : Hansen & Mowen ”Manajemen Biaya” (2000:392) f. Dewi Sukmasari. Flexible Resources Karyawan dalam lingkungan Just In Time harus memiliki kemampuan ganda dan fleksibel. Ermadiani R.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time ……. Proses Produksi Dalam sistem tradisional. Karyawan diharapkan dapat mengoperasikan seluruh peralatan dan mesin 139 . dari satu proses ke proses berikutnya sampai menjadi produk jadi yang siap dipasarkan. pendekatan yang digunakan adalah push system. Jika peralatan dan mesin dirancang untuk satu jenis produk. Proses produksi akan ditentukan oleh permintaan dari konsumen. 4. Kemudian order dari konsumen ini akan menarik seberapa banyak barang yang dibutuhkan untuk diproses pada workstation sebelumnya.) dikurangi dengan memperhatikan rancangan alur produksi. Elemen-elemen tersebut adalah sebagai berikut : 1. Elemen Penting Sistem Just in Time Untuk menjamin keberhasilan dalam penerapan sistem Just In Time ini dibutuhkan adanya kerja sama dari beberapa elemen penting. Sedangkan dalam sistem Just In Time.

proses produksi akan ditentukan oleh adanya permintaan dari konsumen. 3. Setiap sel merupakan miniatur pabrik secara keseluruhan.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Ketika permintaan konsumen masuk. 2. mereka juga diharapkan mampu untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan kecil alat-alat yang menjadi tanggung jawabnya. 12 No. bagian di belakangnya akan mengirimkan tanda ke bagian yang ada di belakangnya lagi untuk mengirimkan barang setengah jadi sesuai dengan kebutuhan. Vol. mesin-mesin diatur sedemikian rupa menyerupai setengah lingkaran atau ditata dengan pola selular untuk tujuan efisiensi sehingga dapat mengurangi berbagai pemborosan. 1. bagian akhir dari perakitan akan memberikan tanda ke bagian sebelumnya untuk mengirimkan sejumlah partisi atau bahan yang dibutuhkan pada bagian tersebut. Cellular Layout Dalam sistem Just In Time. Demikian seterusnya. Setiap sel dirancang untuk memproduksi satu produk tertentu. Pendekatan Pull Just In Time Untuk Aliran Barang Workstation final mendorong terjadinya kebutuhan akan bahan dan komponen secukupnya Order JIT untuk bahan baku Order JIT untuk Order JIT untuk komponen dibagian komponen dibagian pemotongaan penggilingan Order JIT untuk barang jadi PEMASOK Cutting workstation Milling Workstation Assembly Workstation Sales Department Order konsumen dan batas waktu pengiriman customer Sumber: Garrison/Noreen “Akuntansi Manajerial” (2000:12) 140 . Produk dipindahkan dari satu mesin ke mesin lainnya dari awal hingga akhir. Selain itu. Pull System Dalam pull system. Januari 2007 dalam jalur produksi.

mengurangi biaya. dan melakukan pengujian. Bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. tetapi juga dapat diterapkan di jenis perusahaan lainnya. Produksi dalam jumlah yang kecil ini dimaksudkan untuk mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu seperti biaya gudang. tenaga kerja.) 4. Black and Decker. dan lain-lain. set up yang berulang-ulang tidak diperlukan lagi karena mesin telah dirancang untuk satu jenis produk. 6. seperti PT Astra Daihatsu Motor. dalam lingkungan Just In Time kualitas merupakan suatu elemen yang sangat penting di samping elemen yang lain.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time ……. Pemasok diharapkan mampu mengirim barang dalam frekuensi yang lebih banyak dengan jumlah yang lebih kecil. dan lain-lain. Dell Computer. biaya pemeliharaan barang. 141 . Kedua belah pihak dituntut untuk dapat bekerja sama guna mencapai keberhasilan bersama di masa mendatang. dan meningkatkan partisipasi dari pekerja-pekerjanya. 7. Mc. Jika sejumlah unit produk jadi yang dihasilkan mengandung produk cacat. Tidak seperti yang dilakukan dalam sistem tradisional yang menerapkan sistem mass production. seperti PT Astra Daihatsu Motor. Di Indonesia. perusahaan tidak dapat mengirimkan sejumlah barang yang diminta oleh konsumen dan perusahaan harus mengulang kembali proses produksi hanya untuk membuat pengganti produk yang cacat saja. Ada beberapa faktor yang menyebabkan sistem ini sulit untuk diterapkan di Indonesia. Dalam sistem Just In Time. PT Ardi Indah. seperti perusahaan dagang maupun jasa. sistem ini merupakan suatu hal yang baru karena hanya beberapa perusahaan yang mampu menerapkannya dengan baik. ada beberapa perusahaan yang telah berhasil menerapkan sistem ini. Intel. Kondisi ini akan menimbulkan adanya penundaan dalam pengiriman barang kepada konsumen dan menimbulkan kekecewaan konsumen. Quality at The Source Barang cacat dapat menimbulkan masalah besar dalam lingkungan Just In Time. (Yenni Agustina. Sistem Just In-Time telah diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di dunia. Di antara perusahaan-perusahaan tersebut. Quick Set up Set up merupakan aktivitas yang terdiri dari menyiapkan bahan. mempersiapkan peralatan. Goodyear. dan lainlain. Jadi. Supplier Networks Just In Time sangat membutuhkan hubungan khusus antara pemasok dengan perusahaan pembeli. ada beberapa perusahaan yang telah mencoba untuk menerapkan sistem Just In Time. Small-lot Production Perusahaan yang menerapkan sistem Just In Time hanya akan berproduksi sesuai dengan permintaan konsumen. PT Triangle Motor. Dewi Sukmasari. dan yang paling penting adalah masalah dana. mengubah setting mesin. Donald. Sistem ini tidak hanya bisa diterapkan di perusahaan manufaktur saja. seperti Toyota Motor Company di Jepang yang merupakan negara pencetus dari ide ini. 5. seperti ketersediaan bahan baku. perusahaan ini telah berhasil meningkatkan kualitas produknya. Ermadiani R.

Pemasok dalam sistem Just In Time dituntut untuk memiliki komitmen tinggi dalam mengirimkan barang dengan kualitas. Pembelian Just In Time dapat mengurangi waktu dan biaya yang berhubungan dengan aktivitas pembelian dengan cara sebagai berikut : a. dapat memberikan informasi bagi supplier mengenai persyaratan kualitas bahan dan saat penyerahan dengan tenggang waktu tertentu sesuai rencana produksi. yaitu kegiatan pembelian dan produksi. Dalam kontrak tersebut akan memuat beberapa hal penting seperti jumlah pesanan. 2. d. dan harga yang disepakati. Penerapan sistem Just In Time adalah sebagai berikut: 1. tingkat kualitas. Mengeliminasi dan mengurangi kegiatan dan biaya yang tidak menambah nilai bagi produk.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. yaitu pemasok. pendekatan yang digunakan dalam sistem ini adalah pull system. frekuensi pengiriman. Kontrak yang telah disepakati oleh pihak pemasok dengan perusahaan masih memiliki kemungkinan untuk direvisi tergantung dari situasi dan kondisi yang sedang dihadapi. Memiliki pembeli atau konsumen dengan program pembelian yang mapan Rencana pembelian yang mapan oleh pembeli atau konsumen. b. Penerapan sistem Just In-Time Sistem Just In Time dalam perusahaan dapat diterapkan dalam dua kegiatan. e. seperti kegiatan dan biaya penyimpanan atau biaya pemindahan bahan dari gudang ke pabrik. Oleh karena itu. Vol. Mengurangi waktu dan biaya program pemeriksaan kualitas. kuantitas. Tiap operasi hanya memproduksi apa yang diperlukan untuk memenuhi permintaan dari operasi 142 . kualitas bahan dan harga yang wajar. dalam Sistem pembelian Just In Time akan melibatkan kontrak jangka panjang yang telah dinegosiasi antara kedua belah pihak. jumlah dan kualitas barang yang dibeli dapat mengurangi waktu dan biaya pemeriksaan. Permintaan menarik produk melalui proses produksi. Dalam lingkungan Just In Time. Mengurangi jumlah supplier. Pemilihan supplier yang dapat menjamin ketepatan waktu. 1. Mengurangi atau mengeliminasi waktu dan biaya negosiasi melalui kontrak kerja jangka panjang dengan supplier. 12 No. Sistem produksi Just In Time Dalam sistem produksi Just In Time. c. Sistem pembelian Just In Time Sistem pembelian Just In Time merupakan bagian yang sangat kritis dalam keseluruhan sistem Just In Time karena melibatkan pihak luar. menyangkut persyaratan pembelian. dan waktu yang telah disepakati. Perusahaan harus mencari pemasok terpercaya yang dapat mengirimkan barang sesuai dengan kebutuhan. Januari 2007 g. sehingga perusahaan dapat mengurangi sumbersumber yang dicurahkan dalam negosiasi dengan supplier. pembelian akan dilakukan dengan sistem penjadwalan pengadaan barang sehingga penyerahan dapat dilakukan dengan segera untuk memenuhi permintaan baik dari pembeli maupun dari tahapan proses berikutnya.

sehingga nonvalueadded activity dapat dieliminasi. sehingga arus barang tetap terpelihara dan berjalan dengan baik. Lini produksi berjalan berdasarkan sistem tarik (pull system). sehingga aktivitas setiap workstation mengikuti permintaan dari workstation berikutnya.) secara berturut-turut. B.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time ……. Manfaat yang dapat diperoleh dari penerapan sistem ini adalah sebagai berikut : 1. Oleh karena itu. Barang dalam proses pada setiap workstation diharapkan dapat mencapai nol. Sistem Just In Time yang diterapkan perusahaan ternyata dapat memberikan manfaat dalam peningkatan efisiensi dan produktivitas perusahaan sehingga dapat bersaing di pasar global. b. ada lima golongan kegiatan yang sering disebut sebagai sumber pemborosan dan tidak menambah nilai yang harus dieliminasi dalam kegiatan produksi. barang dalam proses. Mengurangi lead time produksi. 143 . Dewi Sukmasari. Kelima golongan kegiatan tersebut adalah A. perusahaan yang menerapkan sistem Just In Time merestrukturisasi tata letak pabrik atau dengan memperlancar aliran bahan atau produk di antara workstation yang berurutan. Menekankan pada penyederhanaan aktivitas pada lini produksi. Dalam perusahaan manufaktur. Pengaruh Penerapan Sistem Just In Time Terhadap Efisiensi dan Produktivitas Perusahaan. Mengeliminasi pemborosan Sistem Just In Time yang diterapkan oleh perusahaan berusaha untuk menghilangkan kegiatan-kegiatan yang tidak bernilai tambah (nonvalue-added activity) bagi produk. Ermadiani R. Pemindahan bahan baku. Penyusunan skedul untuk menentukan kapan berbagai produk yang berbeda harus dimasukkan ke dalam proses produksi. Pengurangan lead time memungkinkan perusahaan dapat berproduksi dengan waktu yang efisien dan efektif. Pada level akhir perakitan. Bahan baku tiba tepat waktu untuk digunakan dalam produksi. C. Sinyal tersebut mengindikasikan sejumlah partisi dan bahan-bahan yang akan dikerjakan pada lini atau workstation tersebut. Kemudian workstation di belakangnya tersebut mengirimkan sinyal yang sama di workstation yang ada di belakangnya lagi. h. (Yenni Agustina. dan barang jadi dari satu tempat ke tempat lain. Tidak ada operasi yang dilakukan hingga adanya tanda dari proses secara berturut-turut menunjukkan kebutuhan untuk memproduksi. Elemen-elemen kunci Just In Time produksi mencakup hal-hal sebagai berikut: a. Penantian yang merupakan kegiatan menunggu bahan baku dan barang dalam proses untuk proses berikutnya. sinyal dikirim ke workstation di belakangnya.

selama bahan baku dan produk disimpan sebagai persediaan. Adanya partisipasi dari karyawan Dalam sistem Just In Time. Dengan berkurangnya kegiatan-kegiatan yang tidak menambah nilai tersebut. moving time sehingga dapat meningkatkan produktivitas akibat hilangnya aktivitas tidak bernilai tambah. Mengurangi atau bahkan menghilangkan produk cacat Produk cacat dapat menimbulkan masalah bagi perusahaan karena dapat menimbulkan penundaan dalam pengiriman barang dan memerlukan pengerjaan ulang untuk mengganti produk tersebut yang pada akhirnya akan menimbulkan kekecewaan dari konsumen. waiting time. Walaupun penerapan sistem Just In Time ini akan menimbulkan biaya-biaya baru. Vol. dan lain-lain.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 3. Penyimpanan yang menggunakan waktu dan sumber daya. 1. maka akan memberikan dampak terhadap pengurangan biaya. dikenal istilah Manufacturing Cycle Efficiency (MCE). E. Januari 2007 D. menimbulkan adanya perasaan memiliki dalam diri mereka sehingga akan mendorong mereka untuk bekerja dengan sebaik-baiknya guna mencapai tujuan perusahaan. biaya penanganan bahan. Pekerja memiliki peran yang penting dalam proses produksi sehingga memerlukan adanya kewenangan untuk mengambil keputusan-keputusan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. maka akan meningkatkan efisiensi perusahaan dengan menghasilkan produk dengan harga yang rendah. Inspeksi yang mengkonsumsi waktu dan sumber daya untuk menjamin produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi kualitas yang ditetapkan. MCE yang ideal adalah sama dengan 1 atau mendekati angka 1. Meningkatkan produktivitas Produktivitas merupakan rasio antara outputs dengan inputs. peran dari semua pihak sangat dibutuhkan baik dari manajer maupun dari karyawan atau pekerja yang bersangkutan. Produk yang dihasilkan akan semakin efisien karena tingkat kerusakan produk akan ditekan sampai sekecil-kecilnya. biaya untuk negosiasi dengan supplier. Sehingga dengan berkurangnya kegiatan nonvalue-added dan biaya secara relatif. yang berarti perusahaan dapat menghilangkan waktu dari aktivitas yang tidak bernilai tambah (nonvalue added activities) dan mengoptimalkan waktu dari aktivitas yang bernilai tambah (value added activities). seperti biaya gudang. biaya pemeliharaan persediaan. 12 No. 2. Pemberdayaan pekerja sangat diperlukan untuk mencapai tujuan dari sistem ini yaitu peningkatan efisiensi dan produktivitas perusahaan. Dengan adanya keterlibatan pekerja. 4. akan tetapi tetap akan mengurangi biaya produksi secara relatif. 144 . seperti biaya pemeliharaan jaringan dengan pemasok. Processing Time MCE = ------------------------------------------------------------------------------------Processing Time + Inspection Time + Waiting Time + Move Time Just In Time purchasing dapat mengurangi bahkan menghilangkan inspection time. Dalam suatu manufacturing cycle.

Demikian juga untuk akun tenaga kerja langsung dan biaya overhead akan digabung menjadi akun pengendali biaya konversi. kemudian setelah diproses dan menjadi barang jadi akan langsung dikirim ke konsumen. Ketelusuran langsung atas biaya produk Pada dasarnya ada 3 metode yang dapat digunakan untuk membebankan biaya pada produk. Manfaat-manfaat tersebut adalah : a. penelusuran langsung merupakan metode yang paling akurat. Akan tetapi. perusahaan akan tetap menggunakan metode alokasi. Dalam sistem tradisional. dan persediaan barang jadi dalam laporan keuangannya. biaya-biaya yang timbul adalah biaya-biaya dari produk yang bersangkutan. dan lain-lain. barang dalam proses. Dalam sistem Just In Time. penelusuran pendorong.) 5. sehingga akan lebih mudah untuk ditelusuri secara langsung. dalam perusahaan yang menerapkan sistem Just In Time. Ermadiani R. sehingga mesin dan peralatan pabrik hanya akan digunakan untuk menghasilkan satu jenis produk saja. Penyederhanaan pencatatan sistem akuntansi Penerapan Just In Time dalam perusahaan akan memberikan peluang untuk menyederhanakan akuntansi untuk arus biaya produksi yang disebut perhitungan biaya backflush (backflush accounting). tidak semua biaya dapat dibebankan secara langsung ke produk.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time ……. metode yang lebih sering digunakan adalah metode penelusuran pendorong dan alokasi. 145 . barang dalam proses. Perhitungan harga pokok produk Penerapan sistem Just In Time memang memungkinkan perusahaan untuk menggunakan metode penelusuran langsung. dan alokasi. Manfaat dari segi akuntansi Penerapan sistem Just In Time ini akan memberikan manfaat dari segi akuntansi manajemen perusahaan yang menerapkannya. c. b. Perusahaan akan menggunakan metode penelusuran pendorong atau alokasi untuk membebankan biaya umum tersebut kepada produk. dan barang jadi. Perusahaan yang menerapkan sistem Just In Time akan menggunakan metode penelusuran secara langsung yang sulit untuk dapat diterapkan dalam sistem tradisional. sehingga biaya yang timbul merupakan biaya umum dari produk-produk tersebut. yaitu penelusuran secara langsung. metode ini dipilih karena dalam lingkungan tradisional mesin dan peralatan pabrik disusun berdasarkan departemen-departemen dan digunakan untuk menghasilkan berbagai macam produk. laporan keuangannya tidak akan memuat akun persediaan bahan baku. Dalam sistem tradisional. Dewi Sukmasari. Ada beberapa biaya yang tetap merupakan biaya umum. Bahan baku yang datang akan langsung masuk ke dalam proses. biaya asuransi dan pajak. perusahaan memiliki akun persediaan bahan baku. seperti biaya penyusutan pabrik. layout pabrik akan disusun sedemikian rupa. Dengan demikian. Backflush accounting akan menghilangkan akun persediaan bahan baku dan barang dalam proses dan memunculkan akun baru yaitu raw material and in process (RIP). Di antara ketiga metode tersebut. Akan tetapi. (Yenni Agustina. Satu konsekuensi dari meningkatnya biaya yang dapat dibebankan secara langsung tersebut adalah meningkatnya keakuratan perhitungan harga pokok produk. Untuk biaya-biaya tersebut.

JIT Production System: Pengaruhnya Terhadap Kinerja Produktivitas. rancangan proses. Just In Time Manufacturing. Just In Time Purchasing.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Prentise Hall..Drs. Keberhasilan dalam penerapan sistem Just In Time ini sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. New York. Surabaya. Buku 1. Manajemen Biaya. Garisson. Managerial Accounting. Dengan adanya kerja sama dari pihak-pihak tersebut. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. 2000. dan persediaan. DAFTAR PUSTAKA: Assauri. Operation Management.dushkin.com/text-data/article/22705/22705.Msc. Russel. 20 September 2005. maka penerapan sistem Just In Time akan memberikan hasil yang maksimal dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan sehingga perusahaan dapat tetap bertahan di masa depan. Fourth Edition. Salemba Empat. http://www. Ray H. 1993. standar kualitas. Dalam sistem Just In Time. sistem pengendalian persediaan dan produksi tradisional yang dikemukakan Henry Ford seperti produksi massa tidak sesuai lagi untuk diterapkan. dan Eric W. Penafsiran Kesiapan Suatu Perusahaan Untuk Menerapkan Sistem JIT. Christine A. Manajemen Produksi dan Operasi. Januari 2007 PENUTUP Dalam situasi perekonomian saat ini. Kankford. Roberta S. Vol.Ak. Rakhmania. dan Bernard W. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Nur Indriantoro. 2005. 12 No. Buku 1. Tjahjadi.its. Jakarta. 2001. Edisi 4. Universitas Airlangga. 146 . perusahaan perlu melakukan beberapa perubahan dalam lingkungan perusahaannya diantara yaitu : perubahan dari layout pabrik.Dr. Salemba Empat. Iffah. Jakarta.Id/go.mhtml.3. Yogyakarta: BPFE. http://digilib. Jakarta. Taylor III. pekerja perusahaan. 2002. 2005. perusahaan hanya akan memproduksi produk sesuai dengan permintaan konsumen.ac. Norren. 20 September 2005. baik dari manajer. 1. (diterjemahkan oleh Totok Budisantoso). Bambang. maupun dari supplier. 2003. Swanson.Msi. 2000. Majalah Ekonomi NO. dan William M. Hansen & Mowen. Untuk itu.Ak dan Bambang Supomo. Sofjan.

rumusan masalah penelitian. seleksi data. Daftar referensi. Menjelaskan metode analisis yang digunakan sehubungan dengan masalah dan hipotesis yang diajukan. Pembahasan penelitian yang didukung hasil statistika atau hasil literatur yang cukup kuat. tujuan. Menjelaskan keterkaitan penelitian yang dilakukan dengan penelitian sebelumnya. kiri. gambar. Margin atas. 3. Merupakan uraian latar belakang atau motivasi penelitian. Untuk artikel telaah literatur. ukuran 12pt. jenis huruf Times New Roman. . bawah. Untuk artikel research based Kerangka penelitian dan pengembangan hipotesis. Gambar atau tabel sebaiknya disajikan dalam halaman yang terpisah dengan diberi nomor urut. serta pengukuran dan definisi operasional variabel. analisis. serta hasil penelitian yang berkisar antara 150-350 kata (diharapkan disajikan dalam Bahasa Inggris). di atas kertas ukuran Quarto. 4. dan instrumen penelitian. Berisikan tabel. Metode riset. Artikel diketik dengan jarak baris dua. Pendahuluan. Analisis data. Pembahasan dan kesimpulan. antara 10-20 halaman. mengemukakan keterbatasan penelitian dan bila perlu memberi saran untuk penelitian yang akan datang.DAFTAR ISI PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL Beberapa pertimbangan yang diharapkan dapat menjadi perhatian bagi penulis adalah seperti yang tercantum di bawah ini : 1. serta pernyataan tentang tujuan penelitian. dan pengambilan contoh (sample). Bagian ini memaparkan kerangka teoritis berdasarkan telaah literatur yang dapat dijadikan landasan logis untuk mengembangkan hipotesis. Memuat sumber-sumber yang dikutip langsung atau yang menjadi acuan dalam penelitian. Menyajikan dan menguraikan hasil metode analisis data dan deskripsi statistik yang diperlukan. dan kanan memakai ukuran standar satu (1) inchi. Implikasi dan keterbatasan. Sertakan pula setidaknya tiga buah kata kunci (keywords) pada bagian akhir abstrak/sinopsis. Bagian ini menyajikan ringkasan penelitian berupa masalah. 2. Sistematika penulisan Abstrak/Sinopsis. Lampiran. disajikan untuk memberikan suatu kesimpulan tentang topik dan masalah penelitian.

id .com Design & Presented by alhakki e-mail :alhakki@yahoo. b. jika menggunakan halaman (Hasan dan Anwar 1990:432) Satu sumber kutipan dengan lebih dari dua penulis. Gapenski. 1992b) Jika sumber kutipan merupakan institusi atau lembaga. (Hasan 1990. Penulis diurutkan berdasarkan : Nama penulis. c.F. Referensi yang menjadi sumber kutipan harus dicantumkan di dalam artikel dengan ketentuan sebagai berikut : a.co. Satu sumber kutipan dengan satu penulis. jika menggunakan halaman. Vol.C. Daftar referensi diurutkan berdasarkan alfabetis sesuai dengan nama penulis atau nama institusi. 1992:265) atau (Kennedy at al. (Hasan 1998). The Dryen Press. dan W. 1976. Contoh : a. Kutipan dalam teks harus menyebutkan nama akhir penulis dan tahun (tanpa koma) diantara kurung buka dan kurung tutup. Tahun publikasi. (Hasan dkk. 1996.DAFTAR ISI 5. (Hasan dkk. Sarasota. 5th edition. (Hasan 1992a. Dan nomor halaman. Kennedy 1997) Dua sumber kutipan dengan penulis sama. presented by alhakki@plasa. 1992). Journal of Financial Economics. Intermediate Financial Management. 1992) atau (Kennedy at al. (Hasan 1998:321) Satu sumber kutipan dengan lebih satu penulis.5”. e. dan I. FL:AAA. Statement on Accounting Theory Acceptence. 1997. Bringham. M. sebaiknya ditulis akronimnya. Mecking. jika tahun publikasi sama. Nama jurnal atau penerbit. 6.3. berikut satu eksemplar hardcopy. b. and Ownership Structure. atau CD. Jensen. 1998) jika menggunakan halaman. misalnya (Bappepam 2001) d. f. Theory of The Firm : Managerial Behavioral Agency Cost. 305-306 Artikel diserahkan dalam bentuk disket 3. Contoh : American Accounting Association. Judul jurnal atau buku teks. (Hasan dan Anwar 1990). New York. E. Committee on Concepts and Standars for External Financial Report. 1998:612) Dua sumber kutipan dengan penulis berbeda. (Hasan 1990.