J URNAL A KUNTANSI DAN K EUANGAN

Jurnal Ilmiah Berkala Enam Bulanan, ISSN 1410 – 1831 Volume 12 No. 1, Januari 2007
Evaluasi Pengungkapan Informasi Pertanggungjawaban Sosial Pada Laporan Tahunan Perusahaan Dalam Kelompok Aneka Industri Yang Go Publik di BEJ Edwin Mirfazli dan Nurdiono Analisis Pengaruh Interaksi Laba Dengan Laporan Arus Kas Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di BEJ) Kiagus Andi Penerapan PSAK Nomor 45 Pada Organisasi Pengelola Zakat Nurdiono Riset Anggaran Untuk Rakyat Studi Kasus:APBD Kota Bandar Lampung Marselina Djayasinga Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Sektor Industri Barang Konsumsi Di Bursa Efek Jakarta Yuliansyah, Yenny Megawati Auditing E-Commerce: Proses Pengumpulan Dan Validasi Bukti Audit Saring Suhendro Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness Dalam Meningkatkan Cost Effective Pada Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Yulia Saftiana, Ermadiani, R. Weddie Andriyanto Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Mengadopsi Sistem Pemotongan Pajak Pada Perusahaan-Perusahaan Foreign Exchange Berbasis Internet Agus Zahron Analisa Penerapan Sistem Just In Time Untuk Meningkatkan Efisiensi Dan Produktivitas Pada Perusahaan Industri Yenni Agustina, Dewi Sukmasari, Ermadiani

Jurnal Akuntansi Vol. 12 dan Keuangan

No.1

Hal. 01-146

Bandarlampung Januari 2007

ISSN 1410 - 1831

JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN

Penanggung Jawab Pembina

: :

Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, M.Sc. (Rektor Universitas Lampung) Prof. Dr. Ir. Tirza Hanum, M.Sc. (Pembantu Rektor I Universitas Lampung) Dr. John Hendri, M.Si. (Ketua Lembaga Penelitian Universitas Lampung) Toto Gunarto, S.E., M.Si. (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Lampung) Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc., Akt. Farid Djahidin, S.E., Akt. Edwin Mirfazli, S.E., Akt. 1. Prof. Dr. Bambang Sudibyo, M.B.A., Akt. 2. Dr. Gudono, S.E., M.B.A., Akt. 3. Nawawi Munaf, S.E., Akt. 4. Kiagus Andi, S.E., M.Si., Akt. 5. Farichah, S.E., M.Si., Akt. 6. Einde Evana, S.E., M.Si., Akt. 7. A. Zubaidi Indra, S.E., Akt. 8. R. Weddie Andriyanto, S.E., Akt. 9. Susi, S.E., M.B.A., Akt. 10. Tri Joko Prasetyo, S.E., M.Si. Nurdiono, S.E., M.M., Akt. 1. 2. 3. 4. 1. 2. Lindrianasari, S.E., M.Si., Akt. Fajar Gustiawaty Dewi, S.E., M.Si., Akt. Reni Oktavia, S.E. Ikhman Alhakki, S.E. Setteng Legino

Pimpinan Umum Dewan Editor Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota

:

: : :

Bendahara Redaktur Produksi

: :

Tata Usaha dan Kearsipan Distribusi dan Sirkulasi Alamat Redaksi

: : :

Elvi Sukendri, S.E. Gedung E Lantai 1, Fakultas Ekonomi Universitas Lampung Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro no.1 Gedungmeneng- Bandarlampung, 35145 Telp./Fax. (0721) 786749

Jurnal Akuntansi dan Keuangan merupakan media komunikasi ilmiah, diterbitkan dua kali setahun oleh Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung, berisikan ringkasan hasil penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi.

JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN

DAFTAR ISI
Evaluasi Pengungkapan Informasi Pertanggungjawaban Sosial Pada Laporan Tahunan Perusahaan Dalam Kelompok Aneka Industri Yang Go Publik di BEJ Edwin Mirfazli dan Nurdiono ……………………………………………………… Analisis Pengaruh Interaksi Laba Dengan Laporan Arus Kas Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di BEJ) Kiagus Andi …………………………………………………………………………… Penerapan PSAK Nomor 45 Pada Organisasi Pengelola Zakat Nurdiono ……………………………………………………………………………… Riset Anggaran Untuk Rakyat Studi Kasus:APBD Kota Bandar Lampung Marselina Djayasinga ………………………………………………………………… Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Sektor Industri Barang Konsumsi Di Bursa Efek Jakarta Yuliansyah, Yenny Megawati ………………………………………………………… Auditing E-Commerce: Proses Pengumpulan Dan Validasi Bukti Audit Saring Suhendro ………………………………………………………………………

01-11

13-18

20-47

49-79

81-90

91-105

Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness Dalam Meningkatkan Cost Effective Pada Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Yulia Saftiana, Ermadiani, R. Weddie Andriyanto ……………………………… 107-121 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Mengadopsi Sistem Pemotongan Pajak Pada Perusahaan-Perusahaan Foreign Exchange Berbasis Internet Agus Zahron …………………………………………………..……………………… 123-133 Analisa Penerapan Sistem Just In Time Untuk Meningkatkan Efisiensi Dan Produktivitas Pada Perusahaan Industri Yenni Agustina, Dewi Sukmasari, Ermadiani …………………………………… 135-146

Salah satu patner bisnis adalah masyarakat yang berada di lokasi maupun secara keseluruhan yang secara langsung maupun tidak langsung mempunyai kepentingan dengan perusahaan (korporasi). . The research results show the significant different between High-Profile and Lowprofile for disclosure about corporate social responsibility in annual report. Latar Belakang Dewasa ini. Corporate Social Responsibility (CSR) was identify. evaluate and measure effect of company and communicate to the stock holder and saw how much the disclosure about social responsibility accounting in annual report. Tekanan secara nasional dan internasional sedang dan terus akan berlanjut ikut serta mempengaruhi perilaku bisnis korporasi. P-Value 0. partner-partner bisnis (terutama dari negara yang komuniti bisnisnya peka terhadap 1 Dosen Jurusan Akuntansi. menghadapi dampak globaslisasi. Lembaga Swadaya Masayarakat (LSM). high-profile. Its use coding process to annual report with use content analysis which specially for indexing yes or no approach.035 < 0. disclosure and annual report A.DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi Pertanggungjawaban Sosial Pada Laporan Tahunan Perusahaan Dalam Kelompok Aneka Industri Yang Go Publik di BEJ Oleh: Edwin Mirfazli 1 dan Nurdiono ABSTRACT The paper draw disclosure corporate social responsibility from annual report company which go public at Jakarta Stock Exchange (JSX). FE Unila. kemajuan informasi teknologi. Tekanan ini datang antara lain dari para pemegang saham (yang sadar CSR). so Ha avialable for explain for the difference which is significant ability about Multiple Industry Group Hihg-Profile and Low-Profile Keywords : corporate social responsibility. Kehilangan partner bisnis maupun risiko terhadap citra perusahaan (brand risk) tentu akan memberi dampak pada kelangsungan hidup usaha yang telah berjalan. dan ketebukaan pasar. There are 16 members of JSX for Multiple Industry Group include High-Profile and Low Profile.05. perusahaan harus secara serius dan terbuka memperhatikan Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility (CSR) ). low-profile .

12 No. Dalam iklim reformasi dan demokrasi di Indonesia sekarang ini. Karena itu “faktor pendukung daya saing” juga harus dilihat dari program CSR yang dijalankan oleh perusahaan. Perusahaan menarik dana dari berbagai individu dalam masyarakat umum.. air. dan udara. (b) duapertiga responden ingin perusahaan meninggalkan peranan perusahaan yang hanya menekankan pada: membuat keuntungan.78% of the chief executives agreed that integrating responsible business practices makes a company more competitive”. Perusahaan juga mempunyai kewajiban untuk membayar pajak sesuai dengan peraturan pemerintah. Pengakomodasian unsur tanggung jawab sosial belum di jalankan oleh perusahaan dengan baik dan wajar dalam proses penilaian dampak sosial maupun dalam pelaporan. Januari 2007 CSR) dan advokat yang memperjuangkan kepentingan publik (public interest lawyers). mereka minta agar fokus perusahaan adalah juga bagaimana menyumbang pada tujuan-tujuan masyarakat secara lebih luas (broader societal goals).. membayar pajak.. Ini di buktikan dengan begitu banyak timbul berbagai konflik dan masalah pada industrial seperti demonstrasi dan protes yang menyiratkan ketidakpuasan beberapa elemen stakeholders pada manajemen perusahaan. maka antara lain: (a) separuh responden “care about the social behaviour of companies”. yang punya dampak besar pada penyelenggaraan bisnis di indonesia. dan mengusahakan mereka tidak pindah ke perusahaan lain. Seperti terungkap dalam suatu survei di tahun 1999 terhadap ribuan responden di dunia (23 negara di 6 benua). ( Reksodiputro. Kasus yang lain sering muncul adalah protes dari berbagai elemen masyarakat sekitar lokasi pabrik yang merasa terganggu akibat limbah atau polusi yang timbul sehingga memberi dampak negative terhadap lingkungan. Mempunyai program CSR bukanlah hanya sekedar untuk tunduk pada tekanan publik dan politik.. 2004) Isu bagaimana tenaga kerja mempersepsikan suatu perusahaan juga akan berpengaruh pada rekrutmen pegawai. dan menggunakan tenaga kerja. Vol. ketimbang hanya pada “brand reputation” dan “financial factors”. Tenaga ahli yang cakap sekarang juga sudah mulai memilih perusahaan yang dinilai baik dari segi kepemimpinannya dalam melaksanakan CSR (CSR leadership). untuk itu perusahaan ikut bertanggung jawab kepada kelompok masyarakat yang terdiri atas para investor dan kreditor. sebagai organisasi nir-laba yang pendukungnya menyuarakan berbagai “public issues”. 1. keterbukaan dan akuntabilitas sangat dipentingkan dan diperhatikan oleh publik. Perusahaan dalam kegiatan operasi juga menggunakan sumber daya alam yang menimbulkan polusi tanah.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Para buruh juga kerap kali melakukan demo dan mogok kerja 2 .. dan (c) perhatian masyarakat sekarang lebih pada “corporate citizenship”. Dalam situasi menyebabkan perusahaan bertanggung jawab terhadap kualitas lingkungan alam dan sosial kepada pemerintah dan masyarakat. memotivasi kerja mereka. Perusahaan harus menyadari bahwa suara LSM ini mempunyai pengaruh besar dan sangat diperhatikan oleh konsumen perusahaan dan karena itu tidak dapat diabaikan. dengan demikian perusahaan bertanggung jawab kepada pemerintah dan kelompok masyarakat yang mendapat manfaat dari kegiatan pemerintah. Peranan pengawasan publik dilakukan melalui LSM . Seperti dikutip Wineberg(9) dari suatu survei CEO di Eropa tahun 2002: “..

DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi ……. maka permasalahan yang akan dibahas adalah : Apakah ada perbedaan jumlah penyajian pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial antara perusahaan dalam kelompok aneka industri dasar yang tergolong industri high-profile dan low-profile ? 3 . Akuntansi sebagai alat pertanggungjawaban mempunyai fungsi sebagai alat kendali utama terhadap aktivitas perusahaan.(Utomo. yang diterapkan Dampak sosial perusahaan tergantung pada jenis atau karakteristik operasi perusahaan. Hal ini sedikit banyak akan memberikan perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya. Hal terakhir yang memberikan perbedaan adalah perkembangan Corporate Social Responsibility sendiri. Selanjutnya Khodijah. Muslim 2000). Tidak ada penambahan klasifikasi kategori pengungkapan sosial dengan alasan semua ini di dasarkan pada kelompok usaha yang termasuk dalam kategori industri yang terdaftar di BEJ. Pengungkapan Social Responsibility Accounting menjadi hal yang sangat krusial dan akan memberi dampak kepada kelangsungan hidup perusahaan di masa datang. 1. tanpa memasukkan tema lingkungan. tetapi juga meliputi dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan terhadap lingkungan alam dan sosial. (Edwin Mirfazli dan Nurdiono) akibat kebijakan upah dan pemberian fasilitas kesejahteraan perusahaan tidak mencerminkan rasa keadilan. Praktek pengungkapan sosial di BEJ dan BES. Adapun perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah pemilihan sampel dan edisi laporan tahunan yang diteliti secara spesifik yaitu perusahaan yang masuk dalam kelompok aneka industri.profile dengan low-profile dengan memasukkan tema lingkungan juga memperoleh hasil yang sama. Dede (2006) meneliti perbandingan antara industri hihg. B. dengan pola pengungkapan sosialnya meliputi tema kemasyarakatan. Permasalahan Perumusan Masalah Berdasarkan uraian yang telah disajikan. Karakteristik operasi perusahaan yang menghasilkan dampak sosial yang tinggi akan menuntut pemenuhan tanggungjawab sosial yang lebih tinggi pula. Pelaksanaan tanggungjawab sosial akan disosialisasikan kepada publik melalui pengungkapan soial dalam laporan tahunan. dimana terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah pengungkapan high profile dengan low. Yang menarik ada dua model dimana pada kelompok ini terdapat kelompok industri high profile dan low profile. dan tema ketenagakerjaan. Tanggung jawab manajemen tidak hanya terbatas atas pengelolaan dana ke dalam perusahaan kepada investor dan kreditor.profile terhadap keseluruhan kelompok perusahaan yang go publik di BEJ Tahun 2004. diperoleh hasil bahwa praktek pengungkapan sosial kelompok industri high-profile lebih tinggi daripada kelompok industri lowprofile. Dan untuk pengukuran atas pengungkapan sosial tidak di bagi berdasarkan lokasi pengungkapan. tema produk dan konsumen.

2) Sebagai pertimbangan dan pendorong dalam pembuatan kebijaksanaan perusahaan untuk lebih meningkatkan tanggung jawab dan kepeduliannya pada lingkungan sosial. Milton Friedman. 2. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris tentang jumlah pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial yang diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan dalam kelompok Aneka Industri baik high-profile maupun low profile serta untuk mengetahui apakah perbedaan tipe kelompok perusahaan mempengaruhi jumlah pengungkapan sosial dalam laporan tahunan perusahaan. Hal ini senada dengan pendapat Model Klasik yang menyatakan bahwa usaha yang dilakukan perusahaan semata-mata hanya untuk memenuhi permintaan pasar dan mencari untung yang akan dipersembahkan kepada pemilik modal (Harahap. Seorang fundamentalis dibidang ini. Kerangka Pemikiran Perusahaan dalam pandangan ini adalah alat dari para pemegang saham (pemilik perusahaan). Vol. D. maka apabila perusahaan akan memberikan sumbangan sosial. Sofyan Syafri. 1993). bukan oleh perusahaan itu sendiri. menyatakan : “Ada satu dan hanya satu tanggung jawab perusahaan. 12 No. C. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan akan memberikan beberapa manfaat seperti : 1) Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan motivasi tentang pentingnya pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial perusahaan. yaitu menggunakan kekayaan yang dimilikinya untuk meningkatkan laba sepanjang sesuai dengan aturan main yang berlaku dalam suatu sistem persaingan bebas tanpa penipuan dan kecurangan”. 4 . penulis membatasi pada penjelasan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan jumlah dan fokus perusahaan melakukan pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial antara perusahaan dalam kelompok Aneka Industri yang tergolong high-profile dan low-profile tanpa melihat secara detail kualitas pengungkapan.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 1. hal itu akan dilakukan oleh individu pemilik atau individu para pekerjanya. Objek penelitian ini di batasi pada laporan tahunan periode tahun 2004. 3) Penelitian ini dapat menambah wawasan pengetahuan mengenai jumlah pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial perusahaan. 1. Januari 2007 2. Batasan Masalah Dalam penelitian ini.

2003). sebuah organisasi – termasuk di dalamnya organisasi bisnis. 1 tahun 2004. tanggung jawab sosial bisa di laksanakan dalam berbagai situasi dengan mempertimbangkan hasil terbaik atau yang paling sedikit merugikan stakeholder-nya. Karena sifatnya yang kualitatif sehingga formatnya tidak terstruktur. yang merupakan pengungkapan informasi melebihi persyaratan minimum dari peraturan yang 5 . dengan atau tanpa aturan hukum. yaitu pengungkapan informasi yang wajib dilakukan oleh perusahaan yang didasarkan pada peraturan atau standar tertentu. Penjelasan tersebut ditulis dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. Pengungkapan ada yang bersifat wajib (mandatory). Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) secara implisit menjelaskan bahwa laporan tahunan harus mengakomodasi kepentingan para pengambil keputusan. wajib menjunjung tinggi moralitas. dimana suatu organisasi dipandang sebagai agen moral. catatan atas laporan keuangan ataupun berbagai sisipan seperti catatan kaki. yang dapat terjadi secara langsung dalam laporan keuangan tahunan perusahaan melalui penjudulan yang tepat. Dalam akuntansi konvensional yang menjadi fokus perhatian adalah pencatatan dan pengukuran terhadap kegiatan atau dampak yang timbul akibat hubungan perusahaan dengan pelanggan. salah satunya melalui pengungkapan sosial dalam laporan tahunan perusahaan. Tindakan tepat yang dilakukan oleh perusahaan akan memberikan manfaat bagi masyarakat.DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi ……. Oleh karena itu. (Edwin Mirfazli dan Nurdiono) Sedangkan dalam pengertian luas. yang sangat diperlukan pemakai informasi laporan keuangan. Dengan demikian. dan ada yang bersifat sukarela (voluntary). khususnya bagi industri dimana faktor-faktor lingkungan hidup memegang peranan penting dan bagi industri yang menganggap pegawai sebagai kelompok pengguna laporan yang memegang peranan penting”. pengungkapan/disclosure merupakan aspek pelaporan yang kualitatif. kendati tidak ada aturan hukum atau etika masyarakat yang mengatur. Jadi. Seluruh pelaksanaan tanggung jawab sosial yang telah dilaksanakan oleh perusahaan akan disosialisasikan kepada publik. pertanggungjawaban sosial merupakan konsep yang lebih “manusiawi”. Akuntansi sosial memiliki perbedaan dengan akuntansi konvensional. dalam akuntansi konvensional tidak sepenuhnya mengakomodasi unsur tanggung jawab sosial perusahaan. Dalam proses pelaporan keuangan tahunan perusahaan. dalam Zuhroh dan I Putu Pande. Akuntansi Sosial Ekonomi (Socio Economic Accounting) atau sering disebut dengan akuntansi sosial merupakan fenomena baru dalam ilmu akuntansi. paragraf kesembilan : “Perusahaan dapat pula menyajikan laporan tambahan seperti laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai tambah (value added statement). 1996. sedangkan akuntansi sosial merupakan sub disiplin dari ilmu akuntansi yang melakukan proses pengukuran dan pelaporan dampak-dampak sosial perusahaan. Pengungkapan didefinisikan sebagai penyediaan sejumlah informasi yang di butuhkan untuk pengoperasian secara optimal pasar modal efisien (Hendriksen.

2003). dalam Zuhroh dan I Putu Pande. seperti buku-buku yang terkait dengan Akuntansi Sosial. E. dan 2) informative disclosure yang bertujuan memberikan informasi yang layak kepada pengguna laporan (Wolk. Memberikan informasi yang memadai diharapkan akan dapat berguna bagi pengambilan keputusan oleh pihak-pihak pengguna laporan keuangan. dan Tearney. Metode pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive judgement sampling. 1. Tujuan pengungkapan menurut Securities Exchange Comission (SEC) dikategorikan menjadi dua. Corporate Social Responsibility.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. yaitu : 1) protective disclosure yang dimaksudkan sebagai upaya perlindungan terhadap investor. Januari 2007 berlaku. Bahan literatur pendukung lainnya. Pemilihan Sampel 2. 1. Informasi mengenai pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan yang di uraikan dalam laporan tahunan akan dapat dipahami dan tidak menimbulkan salah interpretasi apabila laporan tahunan tersebut dilengkapi dengan pengungkapan sosial yang memadai. Perumusan hipotesis tersebut adalah : H0 : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan jumlah pengungkapan sosial antara perusahaan dalam kelompok Aneka Industri high-profile dan kelompok Aneka Industri low-profile Ha : Terdapat perbedaan yang signifikan jumlah pengungkapan sosial antara perusahaan dalam kelompok Aneka Industri high-profile dan kelompok Aneka Industri low-profile Metodologi Penelitian Metode Pengumpulan data F. dalam Utomo. Adapun kriteria yang digunakan dalam penentuan sampel adalah : 6 . Hipotesis Dalam penelitian ini penulis merumuskan hipotesis untuk mendukung jawaban atas permasalahan yang ada. Francis. 2000. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi atau kutipan langsung dari berbagai sumber. yaitu tipe pemilihan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu. ataupun buku lain serta datadata dari penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Vol. 12 No. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang berasal dari : 1) 2) Pusat Referensi Pasar Modal di Bursa Efek Jakarta.

dan konsumen. Masing-masing variabel tersusun atas empat kategori yang ditetapkan dalam penelitian ini yaitu menyangkut kemasyarakatan. b. Analisis Kuantitatif Kegiatan pengolahan data meliputi pengecekan dan perhitungan item-item pengungkapan sosial yang ada dalam laporan tahunan. yaitu metode yang menjelaskan dan menggambarkan karakteristik data agar hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang jelas. 4. Supomo. 7 . Proses kuantifikasi menggunakan teknik indexing yes/no approach yang merupakan bentuk paling sederhana dari metode content analysis. dalam Muslim Utomo. a. Alat Analisis Analisis Kualitatif Dalam penyusunan skripsi ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif. 1989. (Edwin Mirfazli dan Nurdiono) 1) 2) 3) Tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2004 Perusahaan telah menyelesaikan kewajibannya dalam menyerahkan laporan tahunan periode tahun 2004 Laporan tahunan perusahaan sampel secara fisik tersedia dengan lengkap dan utuh di PRPM. 2000).DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi ……. ketenagakerjaan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Pengungkapan sosial yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang terkategori dalam industri yang dalam kelompok Industri Dasar dan Kimia 2) Pengungkapan sosial yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang terkategori dalam industri yang dalam kelompok Aneka Industri Kedua variabel tersebut bersifat independen dan memiliki hubungan yang simetris. seperti kategori isi. sedangkan angka 0 diberikan pada sub kategori yang tidak diungkap perusahaan sampel. telaah. 1999). lingkungan. Operasionalisasi Variabel Penelitian 3. Hubungan antar-variabel disebut simetris apabila variabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh variabel yang lain (Hagul Manning and Singarimbun. pemberian kode berdasarkan karakteristik kejadian atau transaksi yang terdapat dalam dokumen (Nur Indriantoro dan B. Pada teknik ini. Laporan tahunan dianalisis dengan menggunakan metode content analysis. yaitu metode pengumpulan data melalui teknik observasi dan analisis terhadap isi atau pesan dari suatu dokumen untuk menghasilkan deskripsi yang objektif dan sistematik. angka 1 diberikan apabila suatu sub kategori pengungkapan sosial diisi atau diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan sampel.

yang memenuhi untuk dijadikan sampel yaitu sebanyak 5 emiten yang termasuk dalam hihgprofile dari populasi sejumlah 6.58% TIPE PERUSAHAAN Hihg-Profile Low-Profilei Jumlah 32 16 Sumber : Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) BEJ (2006) 1. peneliti menggunakan bantuan Software ststistik MiniTab versi 13. Sedangkan perusahaan dalam kelompok aneka industri low-profile mempunyai nilai minimum 5 (lima) dan maksimum 20 (dua puluh ) dengan rata-rata 9. Analisis Berdasarkan data yang tercatat di Bursa Efek Jakarta.41% 41. Januari 2007 Sedangkan teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif adalah dengan uji beda rata-rata. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Dari hasil perhitungan pada lampiran output MiniTab (lampiran 5) dapat diketahui bahwa pengungkapan sosial perusahaan dalam kelompok aneka industri high profile mempunyai nilai minimum 6 (enam) dan maksimum 25 (dua puluh lima) dengan ratarata 16. Tabel 1. Dasar pengambilan keputusan adalah dengan membandingkan t-tabel dan t-hitung: • • Jika t-hitung > t-tabel. G.05 Dalam menguji hipotesis yang diteliti.63636 dan memiliki standar deviasi 4.16% 35.27253. Berdasarkan kriteria penentuan sampel.05 Jika t-hitung < t-tabel.1667 dan memiliki standar deviasi 7. 1. JML. maka H0 ditolak atau P-value < 0.46771. Jumlah pengungkapan sosialnya paling minimum yaitu INDR dan perusahaan yang pengungkapan sosialnya paling tinggi yaitu ASII Sedangkan jumlah pengungkapan sosial untuk perusahaan yang lainnya tersebar diantara 5 (lima) dan 25 (dua puluh lima). maka H0 diterima atau P-value > 0. terdapat 356 emiten yang terdaftar.Sedangkan untuk kelompok aneka industri low-profile dari populasi sejumlah 16 data yang tersedia sejumlah 11 emiten.SAMPEL 5 11 % 47. 12 No. Dari jumlah populasi tersebut terdapat 32 emiten yang termasuk perusahaan dalam Kelompok Aneka Industri.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Jumlah Perusahaan yang dijadikan Sampel Penelitian Kelompok Aneka Industri. 8 . Vol.POPULASI 6 16 JML.

TIPE PERUSAHAAN High-Profile Low-Profile MEAN 16.17 9.47 4. Hasil Uji Normalitas Pengujian normalitas distribusi data menggunakan uji Two Sample KolmogorovSmirnov Test dengan tingkat keyakinan 95% dengan N=5 pada kelompok aneka industri hihg profile serta N=11 untuk kelompok aneka indutri low profile. H. maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam penyajian jumlah pengungkapan sosial antara perusahaan dalam kelompok aneka industri hihg profile dengan kelompok aneka industri low-profile. < 0. DEV. Dari hasil proses pengolahan data dengan menggunakan software MiniTab ver 13. Hal ini menunjukkan bahwa banyaknya dampak sosial yang muncul pada sebagian perusahaan dalam dua kelompok di atas yang termasuk dalam type high-profile yang mendorong mereka untuk melakukan dan mengungkapkan pertanggungjawaban sosial perusahaan. Ha diterima Berdasarkan tabel diatas. > 0. • Apabila P_Value. Simpulan Penelitian ini menguji 16 sampel dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. dengan ketentuan sebagai berikut : • Apabila P_Value. 0. maka di dapatkan hasil yang di gambarkan melalui grafik yang menunjukkan data berdistribusi normal (lampiran 1 dan 2). Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan di atas . (Edwin Mirfazli dan Nurdiono) 2.035 < 0. 9 .27 T VALUE 2.64 STD.DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi …….035 KEPUTUSAN H0 ditolak.05 : H0 diterima dan Ha ditolak.05. Hasil Uji Hipotesis Pengujian hipotesa komparatif jumlah pengungkapan sosial antara perusahaan highprofile dan low-profile dilakukan dengan menggunakan uji-z (uji-t) untuk komparasi dua sampel independen pada tingkat keyakinan 95%. Hasil uji-t (Seluruh Tema) dengan tingkat keyakinan 95% dengan df=25. nilai P_Value. Dari hasil lampiran output MiniTab (lampiran 3 ) diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 2. 7.32 P VALUE 0. 3.05 : H0 ditolak dan Ha diterima. maka simpulan yang dapat diambil adalah Pengujian hipotesis membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam penyajian jumlah pengungkapan sosial seluruh tema antara perusahaan dalam kelompok aneka industri hihg-profile dengan perusahaan dalam kelompok aneka industri low-profile.

mallenbaker. Ikantan Akuntan Indonesia. mengingat antara perusahaan dan masyrakat saling memiliki kepentingan. . Penyusunan daftar pengungkapan sosial cenderung bersifat subjektif dan memungkinkan terlewatnya item-item tertentu yang seharusnya diungkap oleh perusahaan. Ini dilakukan dengan mencari referensi terkini tentang tema dan sub tema pengungkapan sosial Bagi perusahaan supaya lebih memperhatikan lingkungan sosialnya. Jakarta. 2002. Keterbatasan Penelitian ini tidak terlepas dari keterbatasan. 12 No. Penggunaan teknik indexing yes/no approach mengakibatkan sulit membedakan kualitas pengungkapan antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain. Standar Akuntansi Keuangan. Edisi Revisi. Perilaku perusahaan yang mengabaikan pertanggungjawaban sosialnya akan merugikan perusahaan. DAFTAR PUSTAKA Freedman. Raja Grafindo Persada. dan Bambang Supomo. Salemba Empat. 1989. 10 . 1993.net. Ohio. South Western Publishing Co. Teori Akuntansi. Menyempurnakan daftar pengungkapan sosial yang dipergunakan sebagai instrumen penelitian. 2. Edisi Pertama BPFE. Nur.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. “Social Accounting” dalam Siegel & Ramanauskan. 1. San Fransisco. Sofyan Syafri. maka saransaran yang diajukan untuk penelitian selanjutnya antara lain : 1. Yogyakarta Mallen Baker. Harahap. Saran Berdasarkan simpulan dan keterbatasan yang telah dikemukakan diatas. J. Behavioral Accounting. The United States of America. Januari 2007 I. 3. Martin. Perbandingan yang dilakukan hanya melihat secara keseluruhan tanpa merinci terhadap masing-masing tema. Keterbatasan tersebut antara lain : 1. Vol. 1999. Corporate Social Responsibility: What Does It Mean? CSR News and Resources on www. PT. Jakarta Indriantoro. 2.

Makalah dipresentasikan dalam Simposium nasional Akuntansi VI ------. Riset dipresentasikan dalam Jurnal GALANG. Krakatau Steel. Disclosure of Social Information by UK Companies ( A Case of Legitimacy Theory). Prentice Hall Parsa. Suwardjono. PT. 2003. PT. Praktek Pengungkapan Sosial Pada Laporan Tahunan Perusahaan di Indonesia. Singgih. Depok Parker et.2005. Elex Media Komputindo.. Vol. Al. Makalah diprsentasikan dalam Simposium Nasional Akuntansi III Zuhroh. Telekomunikasi Indonesia. Fajar. 2006. Muhammad Muslim. Internet Publications of Working Papers Series of Midlesex University Businesss School and Dundee University. 2000.id 11 . Teori Akuntansi : Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Praktik Kedermawanan Sosial BUMN: Analisis terhadap Model Kedermawanan PT. Accounting for Social Impact : Accounting for The Human Factor. (Edwin Mirfazli dan Nurdiono) Nursahid. 2005 Menguasai Statiska di Era Informasi dengan SPSS 12. 1989.co.DAFTAR ISI Evaluasi Pengungkapan Informasi ……. Jakrta. Diana dan I Putu Pande Heri S.www. Utomo. Kouhy. Edisi Ketiga BPFE Yogyakarta.2000. 1 No. Analisis Pengaruh Pengungkapan Sosial dalam Laporan Tahunan Perusahaan terhadap Reaksi Investor. United Kingdom Santoso. 2 Penerbit PIRAC.jsx.Pertamina dan PT.

laporan arus kas merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.DAFTAR ISI Analisis Pengaruh Interaksi Laba Dengan Laporan Arus Kas Terhadap Return Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di Bej) Oleh: Kiagus Andi 2 Keywords : PENDAHULUAN Pada setiap pengambilian keputusan investasi. dan laporan laba 2 Dosen Jurusan Akuntansi. investor dihadapkan pada keadaan ketidakpastian. dengan tujuan untuk mengisi kesenjangan informasi dari laporan neraca. Hal ini mendorong investor yang rasional untuk selalu mempertimbangkan risiko dan tingkat pengembalian yang diharapkan dari setiap sekuritas. 2 Tahun 1994. Menurut Standar Akuntansi Keuangan No. 2 tahun 1994 dan berlakunya mulai tanggal 1 Januari 1995. . laporan laba rugi. para analisis keuangan lebih banyak menggunakan informasi yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas yang lebih menceriminkan likuiditas inofrmasi ini dapat ditemukan dalam laporan arus kas yang sudah menjadi bagian integral dari laporan keuangan perusahaan publik sejak dikeluarkannya pernyataan standar akuntansi keuangan No. FE Unila. Untuk analisis investasi.

inverstasi dan pendanaan terhadap Return saham ? Apakah ada reaksi pasar dengan adanya publikiasi laporan laba rugi dan laporan arus kas ? TUJUAN PENELITIAN Berdasarkan rumusan masalah diatas. maka dapat dirumuskan masalah penelitian ini yaitu: 1. Reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya perubahan harga saham dari sekuritas tersebut dan diukur dengan mengunakan return sebagai nilai perubahaan harga atau dengan menggunakan abnormal return kepada pasar dan sebaliknya. 1. Apakah ada pengaruh interaksi laporan laba rugi dengan laporan arusk kas operasi. Studi Peristiwa (Event Studi) Studi Peristiwa (event study) merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa yang informasinya dipublikasikan sebagai pengumuman. Landasan Teori 1. 2. Event Study dapat digunakan untuk menguju kandungan informasi dari suatu pengumuman dan dapat juga digunakan untuk menguju efisiensi pasar.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 12 No. Reaksi ini dapat diukur dengan menggunakan Return atau menggunakan Abnormal Return. Pertimbangan untuk mengetahui apakah informasi arus kas dapat mempengaruhi kepercayaan investor dalam pengambilan keputusan investasi didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh Baridwan (1997). investasi dan pendanaan memberikan informasi incremental bagi investor Guna mengetahui apakah laporan arus kas memiliki kandungan informasi bagi investor yang diinteraksikan dengan laporan laba rugi maka dapat dilihat dari reaksi pasar pada saat pengumuman atau publikasi laporan laba rugi dan Laporan arus kas jika pengumuman kedua lapoaran keuangan tersebut mengandung informasi maka diharapkan pasar akan bereaksipada waktu pengumuman. 14 . Fadjirah (2000) dan Husnan (2002) yang menyimpulkan bahwa laporan arus dari kegiatan operasi. Januari 2007 ditahan yaitu dalam menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kebutuhan perusahaan untuk menggunakan kas. maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi laporan laba rugi dengan laporan arus kas terhadap return saham dan untuk mengetahui reaksi pasar dengan adanya publikasi laporan laba rugi dan laporan arus kas di BEJ. LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS A. Vol. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan laporan di atas.

Dengan naiknya harga saham diharapkan return saham juga naik. maka hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut: H1 H2 : Secara parsial interaksi laporan laba dengan laporan arus kas dari aktivitas operasi. Capital gain (loss) merupakan selisih laba rugi yang dialami oleh pemegang saham karena harga saham relatif tinggi atau rendah dibandingkan harga saham periode sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan aru kas mempunyai hubungan dengan jumlah pembayaran dividen yang terjadi dalam satu tahun setelah terbitnya laporan keuangan. akan tetapi rasio neraca dan laba rugi lebih tinggi daripada arus kas. (Kiagus Andi) 2. 3. 2002) B. Bila prospek perusahaan membaik. Pengembangna Hipotesis Berdasarkan uraian di atas. berarti membeli prospek perusahaan. Sedang dividen merupakan bagian dari laba perusahaan yang dibagikan pada periode tertentu sesuai dengan keputusan manajemen Para investor membeli saham. investasi dan pendanaan berpengaruh terhadap return saham : Rata-rata Abnormal return saham 10 hari sebelum jendela peristiwa arus kas berbeda dengan rata-rata abnormal return saham 10 hari sesudah jendela peristiwa arus kas 15 . Penelitian yang dillakukan Fadjrih (2000) menunjukkan bahwa laporan arus kas memberikan tambahan informasi terhadap laba mendatang yang tidak diperoleh dalam rasio neraca dan laba rugi. Komposisi penghitungan return saham terdiri dari capital gain (loss) dan dividen.DAFTAR ISI Analisis Pengaruh Interaksi ……. Return Saham Return saham merupakan hasil atau keuntungan yang diperoleh pemegang saham sebagai hasil dari investasinya. karena return saham merupakan selisih antara harga saham sekarang dikurangi dengan harga saham sebelumnya (Husnan. Studi Empiris Mengenai Arus Kas Studi empiris yang dilakukan mengeani kandungan informasi arus kas bagi pengguna pasar modal banyak dilakukan Baridwan (1997) menguji ada tidaknya atau kecenderungan yang sama antara informasi dalam laporan arus kas dengan informasi yang ada dalam laporan laba rugi. maka harga saham tersebut akan meningkat.

Analisis Data Pengujian Hipotesis I Untuk menguji hipotesis pertama secara parsial interaksi laporan laba dengan laporan arus kas dari aktivitas operasi. investasi. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di BEJ sampai dengan 2005 dari data BEJ tahun 2005 perusahaan yang terdaftar sebanyak 290 perusahaan. Menunjukkan tanggal publikasi laporan keuangan pada tanggal 31 Desember oleh emiten di media atau tanggal penyerahan laporan keuangan di BAPEPAM 3. B. dan pendanaan berpengaruh terhadap return saham. Dapat dilihat pada tabel 1 16 . Variabel Tergantung atau Dependent Variabel (Y) Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adaah: Dependent Variabel : return saham Independent variabel : Laba (X1). 12 No. Saham aktif diperdagangkan di BEJ 4. Periode Pengamatan Event Study terhadap kegiatan perdagangan saham dilakukan pada laporan keuangan tahun 2003 sampai 2005 yang dipublikasikan pada tahun 2004 sampai 2005 dengan periode pengamatan 21 hari D. Perusahaan yang terdaftar di BEJ untuk perusahaan manufaktur selama tahun 2002 sampai 2005 2. arus kas Investasi (X3). Teknik Penarikan Sampel Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang dipilih harus memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Januari 2007 METODOLOGI PENELITIAN A. 1.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. dan arus kas pendanaan (X4) Variabel bebas diukur berdasarkan jumlah Nominal E. Sampel yang diambil sebanyak 80 perusahaan manufaktur yang relatif di perdagangkan dan dikelompokkan menjadi perusahaan yang memiliki laba atau rugi dan arus kas positif dan arus kas negatif. Arus Kas operasi (X2). Mempunyai data keuangan yang lengkap C.

445 arus kas pendanaan Sumber: Data Sekunder yang diperoleh (2005) B 0. Penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Baridwan.050 Keterangan Ha Diterima Ha Diterima Ha Ditolak Ha Ditolak Dari tabel 1 di atas menunjukkan bahwa laba mempunyai pengaruh yang signifikan dengan return saham. Investasi. Ini dapat dilihat dari tabel 2: Variabel RAR 10 hari Sebelum Tanggal publikasi RAR 10 hari Sesudah Tanggal publikasi t-hit t-sig Arus Kas Operasi. Laba yang berinteraksi dengan arus kas pendanaan tidak berpengaruh terhadap return saham.502 0.026 0.003293 Pendanaan Sumber: data sekunder yang diolah (2005) 0.083 arus kas investasi Laba berinteraksi dengan -0.576 0.098 0. Husnan. Laba yang berinteraksi dengan arus kas operasi juga berpengaruh signifikan dengan return saham. (Kiagus Andi) Variabel t-hit t-sig Laba 6. dan Fadjrih karena laporan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan tidak berpengaruh terhadap return saham sehingga mempunyai muatan informasi bagi investor diluar informasi yang telah disajikan oleh laba akuntansi 17 .01108 3.766 0.001 Rata-rata abnormal return 10 hari sebelum tanggal publikasi arus kas dengan rata-rata abnormal return saham 10 hari setelah tanggal publikasi arus kas terdapat perbedaan yang signifikan atau dengan kata lain terdapat publikasi arus kas memiliki kandungan informasi yang segera diikuti oleh reaksi pasar atau akan memberikan abnormal return kepada investor di BEJ PEMBAHASAN Dari hasil pengujian hipotesis pertama dapat diketahui interaksi laba dengan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan tidak berpengaruh terhadap return saham.000 Laba berinteraksi dengan 3. Pengujian Hipotesis II Rata-rata abnormal return saham 10 hari sebelum jendela peristiwa arus kas berbeda dengan rata-rata abnormal return saham 10 hari sesudah jendela peristiwa arus kas.112 -0.226 0.DAFTAR ISI Analisis Pengaruh Interaksi …….742 0.000 arus kas operasi Laba berinteraksi dengan 1. dan 0. Laba yang berinteraksi dengan arus kas investasi tidak berpengaruh terhadap return saham.

3. maka dapat disimpulkan sebagai berikut: variabel laba berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. SIMPULAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN Simpulan Berdasarkan hasil analisis data yang telah diuraikan di atas. Variabel interaksi laba dengan arus kas investasi tidak berpengaruh terhadap return saham. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini hanya mendasarkan pda perusahaan manufaktur. Dengan uji beda rata-rata penelitian ini menyatakan bahwa arus kas memberikan abnormal return terhadap investor di bursa saham yang ditunjkkan dengan adanya reaksi pasar pada saat informasi dipublikasikan. Nur Fadjrih. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Husnan. Variabel interaksi laba dengan arus kas operasi berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Vol No. Yogyakarta Ikatan Akuntan Indonesia (2002): Standar Akuntansi Keuangan: Salemba Empat Jkt 2. 12 No. Januari 2007 Untuk Hipotesis II arus kas memberikan abnormal return (AR) kepada investor di BEJ yaitu baik sebelum tanggal publikasi maupun setelah tanggal publikasi. Daftar Pustaka Asyik. Dengan demikian publikasi arus kasi ternyata cukup memberikan informasi yang relevan bagi investor yang memperoleh abnormal return Keterbatasan Berdasarkan hasil analisis penelitian. Variabel interaksi laba dengan arus kas pendanaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Sehingga hasil penelitian ini tidak dapat digunakan sebagai dasar generalisasi. 1. keterbatasan yang terdapat pada penelitian ini adalah: 1. Edisi Pertama UPP-AMP YKPN.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol. (2000) “Tambahan Kandungan Informasi Arus Kas”. 18 . Suad (2003) “Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas”. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memperhatikan spesifikasi model objek pengamatan yang lebih spesifik Bagi peneliti berikutnya perlu untuk mempertimbangkan faktor ekonomi seperti tingkat suku bunga untuk perluasan penelitian. Zaki (1977) “Analisis Nilai Tambah Informasi Laporan Arus Kas”. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia.2 Juli Baridwan.

LAZ. Badan Amil Zakat dibentuk oleh pemerintah. Keputusan Menteri Agama RI Nomor 581 Tahun 1999 tentang pelaksanaan Undang – Undang Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat. Selain itu. PENDAHULUAN 1. yaitu Badan Amil Zakat (BAZIS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZIS). Undang .DAFTAR ISI Penerapan PSAK Nomor 45 Pada Organisasi Pengelola Zakat Oleh: Nurdiono 3 ABSTRACT Ones of the prime characteristic the nonprofit organization is Receipt of significant amounts of resources from providers who do not expect to receive either repayment or economic benefit proportionate to the resources provided. FE Unila. Key words: non profit organization. 45 in financial statement from LAZ are the consolidation financial statement and net asset. 45. Keputusan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji Nomor D-291 Tahun 2000 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Zakat. A.Undang tersebut juga menyiratkan tentang perlunya BAZIS dan LAZIS meningkatkan kinerjanya sehingga menjadi amil zakat yang 3 Dosen Jurusan Akuntansi. Latar Belakang Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang yang berkaitan dengan pengelolaan zakat yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 1999. Financial Statement. . serta Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Perubahan Ketiga Undang-Undang Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. 45 no difference in apply with financial statement version Widodo and Kustiawan. sedangkan Lembaga Amil Zakat didirikan oleh masyarakat. Undang-Undang RI Nomor 38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat Bab III pasal 6 dan pasal 7 menyatakan bahwa lembaga pengelola zakat di Indonesia terdiri dari dua macam. The differences in PSAK No. Financial statement from IAI in PSAK No. PSAK No.

baik dari segi akuntansi maupun manajemen keuangan. 20 . memiliki program kerja yang jelas dan terencana.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. amanah. Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan. baik pengambilan. terpercaya. dan kalau suatu entitas menghasilkan laba. maupun pendistribusiannya. Ikatan akuntan Indonesia (IAI) mengeluarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 45 untuk mengatur pelaporan keuangan organisasi nirlaba. Begitu banyaknya potensi dana masyarakat yang terlibat dalam organisasi nirlaba. sehingga mampu mengelola zakat. Dengan adanya standar pelaporan ini. atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuidasi atau pembubaran entitas. B. Vol. infak dan sedekah ini berkaitan dengan usaha untuk membangun kepercayaan mereka akan lembaga pengelola zakat yang amanah dalam pengumpulan dan pendistribusian zakat. dialihkan. Menghasilkan barang dan/atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba. c. diharapkan laporan keuangan organisasi nirlaba dapat lebih mudah dipahami. b. infak dan sedekah secara lebih sistematis dan profesional dalam rangka turut dalam upaya pengentaskan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. dan memiliki daya banding yang tinggi (IAI. Sementara itu dari sisi akuntansi. Januari 2007 profesional.organisasi tersebut membutuhkan banyak informasi mengenai bagaimana tata cara pengelolaannya. maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut. Di samping itu. Sehingga dikhawatirkan kondisi ini membuat penerapan akuntansi dan pelaporan keuangan pada sebagian besar organisasi nirlaba tidak sesuai dengan PSAK Nomor 45 sebagai standar yang telah ditetapkan oleh IAI untuk mengatur pelaporan keuangan organisasi nirlaba. Sehingga permasalahan yang diangkat adalah bagaimana penerapan psak nomor 45 pada organisasi pengelola zakat. terutama yang berkaitan langsung dengan prakteknya pada organisasi nirlaba di Indonesia. Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis. 1. khususnya pada lembaga pengelola zakat menyebabkan organisasi . Pada saat ini literatur-literatur yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri hanya sedikit yang membahas mengenai perlakuan akuntansi dan laporan keuangan untuk organisasi nirlaba. 2004). 12 No. dalam arti bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual. TINJAUAN PUSTAKA Kemudian oleh IAI di dalam PSAK Nomor 45 tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba (2004) pengertian ini diterjemahkan menjadi: a. atau ditebus kembali. memiliki relevansi. karena sedikitnya sumber daya manusia yang menguasai secara global penerapan dari PSAK Nomor 45 ataupun standar-standar pelaporan lainnya yang berkaitan dengan organisasi nirlaba ini. masyarakat juga sangat mebutuhkan informasi akuntansi mengenai pengelolaan zakat.

misalnya.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. sebagai laporan arus kas. Ikatan Akuntan Indonesia (2004) menjelaskan bahwa tujuan umum laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan. b. PSAK Nomor 45 (IAI. anggota organisasi. (Nurdiono) Laporan Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (2004) menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Namun. Secara rinci. 45 ……. Jasa yang diberikan oleh organisasi nirlaba dan kemampuannya untuk terus memberikan jasa tersebut. dan Cara manajer melaksanakan tanggung jawabnya dan aspek kinerja manajer. adalah untuk menyajikan informasi mengenai: a. peristiwa dan situasi lainnya yang mengubah nilai dan sifat aktiva bersih. Pengaruh transaksi. yaitu untuk menilai : a. yaitu menyajikan informasi yang relevan atas kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh organisasi tersebut. informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga. Jumlah dan sifat aktiva. Di samping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut. laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya. 21 . atau laporan arus dana. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca. dikarenakan adanya perbedaan tujuan organisasi. Para pengguna laporan keuangan organisasi nirlaba juga memiliki kepentingan bersama yang tidak berbeda dengan organisasi bisnis. dan aktiva bersih suatu organisasi. Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba Tujuan utama laporan keuangan organisasi nirlaba pada dasarnya memiliki kesamaan dengan tujuan laporan keuangan organisasi komersial. b. menyebabkan adanya perbedaan pada kalangan pemakai laporan keuangan dan isi dari laporan keuangan tersebut. kewajiban. termasuk catatan atas laporan keuangan. 2004) memberikan pengertian tujuan laporan keuangan organisasi nirlaba adalah untuk menyediakan informasi yang relevan untuk memenuhi kepentingan para penyumbang. laporan laba rugi. kreditur. tujuan laporan keuangan . catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunanan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. dan pihak lain yang menyediakan sumber daya bagi organisasi nirlaba.

Laporan keuangan mencakup organisasi secara keseluruhan dan harus menyajikan total aktiva. dapat membantu para penyumbang. memperoleh pinjaman dan melunasi pinjaman. Pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat aktiva bersih. Januari 2007 c. Tujuan utama laporan aktivitas adalah menyediakan informasi mengenai: a. 12 No. Informasi dalam laporan posisi keuangan yang digunakan bersama pengungkapan dan informasi dalam laporan keuangan lainnya. fleksibilitas keuangan. kemampuan untuk memenuhi kewajibannya. e. anggota organisasi kreditur dan pihak lainnya untuk: 22 . Cara suatu organisasi mendapatkan dan membelanjakan kas. Laporan Aktivitas 2. anggota organisasi . Kemampuan organisasi untuk memberikan jasa secara berkelanjutan. dan kebutuhan pendanaan eksternal. Informasi dalam laporan aktivitas. dan pihak-pihak lain untuk menilai: a. fleksibilitas keuangan. kewajiban. menyediakan informasi yang relevan mengenai likuiditas. dan faktor lainnya yang berpengaruh pada likuiditasnya. b. dan Usaha jasa suatu organisasi. Jenis dan jumlah arus masuk dan arus keluar sumber daya dalam suatu periode dan hubungan antara keduanya. termasuk catatan atas laporan keuangan. dan aktiva bersih dan informasi mengenai hubungan di antara unsur-unsur tersebut pada waktu tertentu. Laporan Posisi Keuangan Tujuan laporan posisi keuangan adalah untuk menyediakan informasi mengenai aktiva. dan aktiva bersih. b. dan hubungan antara aktiva dan kewajiban. yang digunakan bersama dengan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. dan Likuiditas. dan peristiwa lain. Hubungan antar transaksi. 1. Laporan posisi keuangan. dapat membantu para penyumbang. Vol. kreditur. kewajiban. Komponen Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba IAI (2004) di dalam PSAK Nomor 45 menjelaskan bahwa komponen laporan keuangan organisasi nirlaba meliputi : 1. Bagaimana penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan berbagai program atau jasa. c. d. Informasi tersebut umumnya disajikan dengan pengumpulan aktiva dan kewajiban yang memiliki karakteristik serupa dalam suatu kelompok yang relatif homogen.

Perusahaan harus melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari metode berikut ini: a. Laporan aktivitas menyajikan jumlah perubahan aktiva bersih terikat permanen. Arus kas yang berasal dari transaksi dalam valuta asing harus dibukukan dalam mata uang yang digunakan dalam pelaporan keuangan dengan menjabarkan jumlah mata uang asing tersebut menurut kurs pada tanggal transaksi arus kas. 45 ……. Menilai upaya. organisasi nirlaba dianjurkan untuk menyajikan informasi tambahan mengenai beban menurut sifatnya. Aktivitas pendanaan: 23 . Metode langsung: dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto diungkapkan. 3. Laporan aktivitas atau catatan atas laporan keuangan harus menyajikan informasi mengenai beban menurut klasifikasi fungsional. kecuali jika penggunaannya dibatasi. dan pendanaan. berdasarkan gaji. Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasi menurut aktivitas operasi. Metode tidak langsung: dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengkoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas. listrik. Di samping itu. seperti menurut kelompok program jasa utama dan aktivitas pendukung. Dalam penyajiannya. investasi. Misalnya. b. Laporan Arus Kas Tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. bunga. kemampuan dan kesinambungan organisasi dan memberikan jasa Menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajer. dan tidak terikat dalam suatu periode. Laporan aktivitas juga menyajikan keuntungan dan kerugian yang diakui dari investasi dan aktiva lain (atau kewajiban) sebagai penambah atau pengurang aktiva bersih tidak terikat. sewa. penyusutan. (Nurdiono) a. 2004). c. Selain hal-hal yang tercantum dalam PSAK Nomor 2 tersebut. b. Mengevaluasi kinerja dalam suatu periode. terikat temporer. laporan arus kas organisasi nirlaba disajikan sesuai PSAK Nomor 2 tentang Laporan Arus Kas (IAI. laporan arus kas organisasi nirlaba mendapat tambahan sebagui berikut: a. penangguhan (deferral) atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan masa depan. dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.

perhitungan laba/rugi. 1. Ketaatan pada prinsip-prinsip dan ketentuan syari’ah Islam Keterikatan pada Keadilan Menghasilkan pelaporan yang berkualitas 24 .Kejadian setelah tanggal neraca . Adalah penjelasan yang dilampirkan besama-sama dengan laporan keuangan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan neraca. Menyajikan informasi apakah LAZ dalam melakukan kegiatannya telah sesuai dengan ketentuan syari’ah Islam. Pengungkapan informasi mengenai aktivitas investasi dan pendanaan nonkas: sumbangan berupa bangunan atau aktiva investasi.Penjelasan dari setiap akun yang dianggap memerlukan rincian lebih lanjut .Informasi umum mengenai lembaga . 3. 3. pembangunan dan pemeliharaan aktiva tetap. Biasanya Catatan atas Laporan Keuangan memuat hal-hal berikut (Widodo dan Kustiawan. Untuk menilai manajeman LAZ dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya Untuk menilai pelayanan atau program yang diberikan oleh LAZ dan kemampuannya untuk terus memberikan pelayanan atau program tersebut. Penerimaan kas dari penyumbang yang penggunaannya dibatasi untuk jangka panjang. 12 No. b. 2001): 1. Penerimaan kas dari sumbangan dan penghasilan investasi yang penggunaannya dibatasi untuk pemerolehan. atau peningkatan dana abadi (endowment). Bunga dan dividen yang dibatsai penggunaannya untuk jangka panjang. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif.Informasi tambahan lainnya yang dianggap perlu. Laporan Keuangan Organisasi Pengelola Zakat Widodo dan Kustiawan (2001) menjelaskan bahwa secara umum laporan keuangan Organisasi Pengelola Zakat (LAZ) dibuat dengan tujuan: 1. 2. 3. laporan perubahan modal. Januari 2007 1. 2001): . 2. Catatan atas Laporan Keuangan 4. laporan perubahan posisi keuangan. 2. Karakteristik Laporan keuangan untuk LAZ seharusnya memiliki karakteristik sebagai berikut (Widodo dan Kustiawan. Vol.Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan .DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.

(Nurdiono) Relevan. ‘baik’. 2002). Dapat Dibandingkan g.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. infak yang dikeluarkan orang-orang kafir untuk kepentingan agamanya. Infak dikeluarkan oleh setiap orang yang beriman. infak berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasialan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam. zakat adalah nama bagi sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula (Kifayatul Akhyar dalam Hafidhuddin. apakah ia di saat lapang 25 . baik hasil usaha maupun pertanian dengan mengeluarkan hak orang lain yang terdapat pada harta tersebut. Netral d. Sedangkan menurut terminologi syariat. infak tidak mengenal nisab. Menurut terminologi syari’at (istilah). Penyajian yang jujur b. baik yang berpenghasilan tinggi maupun rendah. 2002). 45 ……. Dapat diuji kebenarannya (Auditable) Zakat. Substansi mengungguli bentuk c. Kelengkapan. Jika zakat ada nisabnya. data yang diolah dan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan hanya yang ada kaitannya dengan transaksi yang bersangkutan. kesalahan material. Infak berasal dari kata anfaqa yang berarti ‘mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingan sesuatu (Hafidhuddin. yakni membersihkan harta penghasilan. suatu informasi yang tercantum dalam laporan keuangan harus memiliki kualitas andal. Pertimbangan yang sehat e. 2002). dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus dan jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan. Sedekah dan Wakaf Hafidhuddin dalam bukunya Panduan Praktis Tentang Zakat Infak Sedekah (2004) menjelaskan bahwa zakat berasal dari bentukan kata zaka yang berarti ‘suci’. yaitu bebas dari pengertian yang menyesatkan. Besarnya nilai pos/transaksi Kesalahan. Suatu informasi dikatakan material atau tidak tergantung pada: a. Untuk dapat dikatakan andal. Sedangkan BAZIS DKI (1999) mendefinisikan zakat secara etimologi (lughoh) sebagai “membersihkan”. dan ‘berkembang’ (Mu’jam Wasith dalam Hafidhuddin. laporan keuangan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. b. ‘tumbuh’. Infak. informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus lengkap f. ‘berkah’. yang dapat terjadi karena: Kelalaian dalam mencantumkan Kesalahan dalam mencatat • Andal. Termasuk ke dalam pengertian ini.

yaitu zakat yang diberikan oleh para muzakki kepada Organisasi Pengelola Zakat (LAZ) tanpa permintaan tertentu. 12 No. Dan laporan keuangan tersebut berbeda dengan laporan keuangan untuk organisasi bisnis pada umumnya. baik yang ditentukan penggunaannya maupun yang tidak. laporan arus kas. termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. dana zakat umum. Misalnya permintaan untuk disalurkan kepada anak yatim. untuk program beasiswa. 2002). seharusnya paling tidak ada empat macam laporan keuangan yang dibuat. 26 . ANALISIS DAN PEMBAHASAN Menurut peraturan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. dan catatan atas laporan keuangan. yaitu infak/sedekah yang diberikan para donatur kepada LAZ dengan berbagi persyaratan tertentu. Menurut terminologi syariat. dana zakat dikhususkan. Konsep penerimaan dan Penyaluran ZIS Berkaitan dengan masalah akuntansi. 2001) adalah menghalangi atau menahan tashorruf (berbuat) terhadap sesuatu yang manfaatnya diberikan kepada pihak-pihak tertentu dengan tujuan berbuat kebaikan. sedekah memiliki arti lebih luas. Dan kedua. Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti ‘benar’ (Hafidhuddin. Sehingga dana infak dan sedekah dibagi menjadi: dana infak/sedekah umum. yaitu infak/sedekah yang diberikan para donatur kepada LAZ tanpa persyaratan tertentu dan dana infak/sedekah dikhususkan. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. menyangkut hal yang bersifat non materiil. yaitu zakat yang diberikan oleh muzakki kepada LAZ dengan permintaan tertentu. Begitu pula dengan dana infak dan sedekah. jika infak berkaitan dengan materi. Definisi wakaf menurut ulama yang bernama Abu Zahrah (Widodo dan Kustiawan. yaitu neraca. pengertian sedekah sama dengan pengertian infak. Hanya saja. 1. Sedekah dianggap sama dengan infak. dana zakat dapat dibagi menjadi dua bagian. Jika zakat harus diberikan pada mustahik tertentu maka infak boleh diberikan kepada siapa pun juga. Januari 2007 maupun sempit (Surat Ali Imran:134). Vol. Pertama. dan lain-lain. laporan aktivitas. C.

500.250.0 Rp Rp 259.0 4.400.0 30. 45 …….575.500.625.562.0 7.0 342.0 2.0 154.850.250.0 730.0 2.0 60.350.0 3.250.0 26.0 5.500.525.0 4.070.050.750.855.0 16.213.500.0 696.750.0 508.0 2.0 665. bangunan. Contoh Laporan Posisi Keuangan Organisasi Nirlaba Laporan Posisi Keuangan 31 Desember 19X0 dan 19X1 (dalam jutaan) 19X1 Aktiva Kas dan Setara Kas Rp Piutang bunga Persediaan dan biaya dibayar dimuka Piutang lain-lain Investasi Lancar Aktiva terikat untuk investasi dalam tanah.325.675.0 27 .0 696.025.0 703.0 11.850.0 Rp 19X0 1.0 355.0 158.175.175.187.200.0 Rp Rp 288.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.0 545. (Nurdiono) Gambar 1.750.0 3.0 Rp 6. dan peralatan Tanah.0 1.200.0 1.975.0 13.0 Rp Rp 2.0 63. bangunan dan peralatan Investasi jangka penjang Jumlah Aktiva Rp Kewajiban dan Aktiva Bersih Hutang dagang Rp Pendapatan diterima di muka yang dapat dikembalikan Hutang lain-lain Hutang wesel Kewajiban tahunan Hutang jangka panjang Jumlah Kewajiban Rp Aktiva Bersih Tidak terikat Terikat Temporer (Catatan B) Terikat Temporer (catatan C) Jumlah Aktiva Bersih Jumlah Kewajiban dan Aktiva Bersih Sumber: IAI (2004) 188.0 2.0 6.0 13.250.175.975.0 4.550.150.0 730.550.625.425.

850.0 5.0 14. Vol.0 11. Contoh Laporan Aktivitas Bentuk A Organisasi Nirlaba Laporan Aktivitas Untuk Tahun Berakhir pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Perubahan Aktiva Bersih Tidak Terikat: Pendapatan dan Penghasilan Sumbangan Jasa layanan Penghasilan investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan investasi lain-lain (Catatan E) Penghasilan bersih investasi jangka panjang belum direalisasi Lain-lain Jumlah Pendapatan dan Penghasilan Tidak Terikat Aktiva Bersih yang Berakhir Pembatasannya (Catatan D): Pemenuhan program pembatasan Pemenuhan pembatasan pemerolehan peralatan Berakhirnya pembatasan waktu Jumlah aktiva yang telah berakhir pembatasannya Jumlah pendapatan.0 109.925.450.050. Penghasilan dan Sumbangan Lain Beban dan Kerugian Program A Program B Program C Manajemen dan Umum Pencarian Dana Jumlah Beban (Catatan F) Kerugian akibat kebakaran Jumlah Beban dan Kerugian Kenaikan Jumlah Aktiva Bersih Tidak Terikat Perubahan Aktiva Bersih Terikat Temporer Sumbangan Penghasilan investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Investasi jangka panjang (Catatan E) Kerugian actuarial untuk kewajiban tahunan Aktiva bersih terbebaskan dari pembatasan (Catatan D) Penurunan Aktiva Bersih Terikat Temporer Perubahan Dalam Aktiva Bersih Terikat Permanen Sumbangan Penghasilan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Kenaikan Aktiva Bersih Terikat Permanen Kenaikan Aktiva Bersih Aktiva Bersih Pada Awal Tahun Aktiva Bersih Pada Akhir Tahun Sumber: IAI (2004) Rp 21.820.0 200.0 72.350.400.0 3.0 80.600.0) (36.0 32.750.170.0 13.125.0 14.125.0 36.750.975.380.0 6.500. 12 No.570.0 20.375.0 29.0 7.0) (2. 1.895.0 (75.0 665.125.275.0 28.0 703.0 2.625.0) 700.550.0 Rp Rp Rp 28 .DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.0 12. Januari 2007 Gambar 2.850.0 21.0 3.0 375.000.0 6.0 79.975.020.350.0 300.0 20.0 38.550.

(Nurdiono) Laporan Aktivitas Ada tiga bentuk laporan aktivitas yang disajikan sebagai contoh pada PSAK Nomor 45.750. Bentuk A ini memudahkan penyusunan laporan aktivitas komparatif. 2. satu kolom untuk setiap klasifikasi dengan tambahan satu kolom untuk jumlah.0 29 . beban.0 (3.125. Bentuk ini sesuai untuk organisasi nirlaba yang memandang aktivitas operasi sebagai aktivitas yang terpisah dari penerimaan pendapatan terikat dari sumbangan dan investasi.0 3.400.400.0 2. 3.750. penghasilan.0 Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang (Catatan E) 20.500.0 20. sumbangan lain Rp Sumbangan Rp 21.125.000.350.575.0 (3.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.0 Penghasilan investasi lain (Catatan E) 2.0 21.0 Jasa layanan 13.0 7.0) Pemenuhan pembatasan pemerolehan peralatan 3.0) Jumlah pendapatan.975.0 14.0 300. 45 …….050.0 14. Bentuk A menyajikan informasi dalam kolom tunggal. Bentuk B memungkinkan penyajian informasi agregat mengenai sumbangan dan penghasilan dari investasi.0 20.125.550.0 118.0 Aktiva Bersih Yang Berakhir Pembatasannya (Catatan D): Pemenuhan program pembatasan 29.500.500.745.0 6.570.375. Bentuk B menyajikan pembuktian dampak berakhirnya pembatasan penyumbang aktiva tertentu terhadap reklasifikasi aktiva bersih.450. Bentuk B menyajikan informasi sesuai dengan klasifikasi aktiva bersih.0 Lain-lain 375.0 39.975.550.125.0 Terikat Permanen Rp 700.750.0 6.0 32.0) Berakhirnya pembatasan waktu 3. Setiap bentuknya memiliki keunggulan.600.380.350.0 Jumlah Rp 42.0 11. Bentuk C menyajikan informasi dalam dua laporan dengan jumlah ringkasan dari laporan pendapatan.750.020.0 Penghasilan investasi jangka panjang (Catatan E) 14.275.0) Beban dan kerugian Program A Program B Program C Manajemen dan Umum Pencarian Dana 32.375. Gambar 3 Contoh Laporan Aktivitas Bentuk B Organisasi Nirlaba Laporan Aktivitas Untuk Tahun Berakhir pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Terikat Tidak Terikat Temporer Pendapatan.0 21.0 13.450.0 3. dan perubahan terhadap aktiva bersih tidak terikat disajikan dalam laporan perubahan aktiva bersih. Pendekatan bentuk C ini menitikberatkan perhatian pada perubahan aktiva bersih yang tidak terikat. 1.0 12.050.750.0 6.0 (29.0 (2. penghasilan dan sumbangan 109.

0 6.0 72.550. Vol.0 20.0 (2.0 Gambar 4 Contoh Laporan Aktivitas Bentuk C (Bagian 1 dari 2 bagian) Organisasi Nirlaba Laporan Pendapatan.400.0 14.000.0 29.0 60. dan Perubahan Aktiva Bersih Tidak Terikat Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Pendapatan dan Penghasilan Tidak Terikat: Sumbangan Rp Jasa layanan Penghasilan dari Investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan dari investasi lain-lain (Catatan E) Penghasilan bersih dari investasi jangka panjang yang telah terealisasikan dan belum terealisasikan (Catatan E) Lain-lain Jumlah Pendapatan dan Penghasilan Tidak Terikat Aktiva Bersih yang Dibebaskan dari Pembatasan Penyelesaian program pembatasan Penyelesaian pembatasan pemerolehan peralatan Berakhirnya waktu pembatasan Jumlah aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan Jumlah pendapatan.0 32.0 12.0 200.0 703.0 342.0 36.170.0 2.750.0 375.820.350.125.975.0 75.975. Januari 2007 Jumlah Beban (Catatan F) Kerugian akibat kebakaran Kerugian aktuarial dari kewajiban tahunan Perubahan Aktiva Bersih Aktiva Bersih Awal Tahun Aktiva Bersih Akhir Tahun Sumber: IAI (2004) 79.0 13.0 75.0 14.0 259.350.0 665. 12 No.050.925.0 288.0 200.600.0 109.0 38.500.500.0 80.125.0 28.070. 1.0 79.0 3.0 28.125.850.570. Beban.125.0 80.0 21.200.855.175.0 5.0 79.0 Rp .020.895.625.895.925.0 75.750.375.0 355.0 80. penghasilan.0 3. dan sumbangan lain yang tidak terikat Beban dan Kerugian Program A Program B Program C Manajemen dan Umum Pencarian Dana Jumlah Beban (Catatan F) Kerugian akibat kebakaran Jumlah beban dan kerugian tidak terikat Kenaikan aktiva bersih tidak terikat Sumber:IAI (2004) (Bagian 2 dari 2 bagian) 30 21.050.925.0) 63.675.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.0 200.

0 300.625.170.0 665.0 7.550.850.0 6.0) (36.0 (75.0 11.550.895.0 Aktiva Bersih Terikat Temporer: Sumbangan Penghasilan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih dari investasi jangka panjang yang telah terealisasikan dan belum terealisasikan (Catatan E) Kerugian aktuarial dari kewajiban tahunan Aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan (Catatan D) Penurunan aktiva bersih terikat temporer Aktiva Bersih Terikat Permanen Sumbangan Penghasilan dari investasi jangka panjang (Catatan E) Penghasilan bersih dari investasi jangka panjang yang telah terealisasikan dan belum terealisasikan (Catatan E) Kenaikan aktiva bersih terikat permanen Kenaikan Aktiva Bersih Aktiva Bersih Pada Awal Tahun Aktiva Bersih Pada Akhir Tahun Sumber: IAI (2004) Rp 31 .820.850.0 12.275.0 36. 45 …….350. (Nurdiono) Organisasi Nirlaba Laporan Perubahan Aktiva Bersih Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Aktiva Bersih Tidak Terikat: Jumlah pendapatan dan penghasilan tidak terikat Aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan (Catatan D) Jumlah beban dan kerugian tidak terikat Kenaikan aktiva bersih tidak terikat Rp 72.450.0 703.0) 20.0 38.975.0) (2.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.0 (80.380.0) 700.125.0) (29.

750. dan sumbangan Rp 109.125. 12 No.550.850.0 38. dan sumbangan lain terikat Rp 72.125.0) Rp Beban dan Kerugian: Beban dan kerugian tidak terikat Kerugian aktuarial dari kewajiban tahunan Jumlah beban dan kerugian Perubahan Aktiva Bersih Aktiva Bersih Awal Tahun Aktiva Bersih Akhir Tahun Rp Sumber: IAI (2004) Terikat Permanen Jumlah Rp 72.175.0 20.0 80.0 342.0 Pendapatan.200.675.0 665.550.550. penghasilan.745.0 6.0 60.0 Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka 7.0 75.0 (36.975.0 Rp Rp 12.070. dan sumbangan lain: Pendapatan.275. penghasilan. penghasilan.0 Rp 32 .0 Rp (2. penghasilan.0 703.930.0 259. 1.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. dan sumbangan lain tidak terikat sumbangan Rp 20.0 panjang (Catatan E) Aktiva bersih yang dibebaskan pembatasannnya (Catatan D) 36.0 (2.975.0 80.050.0 700.450.125.0 Rp Penghasilan investasi jangka panjang (Catatan E) 6.895.0 18.0 75.0 288. Vol.0 28.170.170.825.855.500.0 80.0 300.0 11.380.0 Rp 12.625. Januari 2007 (Bagian 2 dari 2 bagian: Alternatif) Organisasi Nirlaba Laporan Perubahan Aktiva Bersih Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Tidak Terikat Terikat Temporer Pendapatan.020.0) 63.0 Rp 118.0 75.0 80.850.0 355.0) Jumlah pendapatan.350.820.

0 Penyesuaian untuk rekonsiliasi perubahan dalam aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi: Depresiasi 8.0 (3.0 3.050.0) (4.537.0) (2.0 (362.0) 190.5) (75.962.750.250.0 4200.0 500.5) Kas dan setara kas pada awal tahun 1.0 (187.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.520.0) (125.0 33 .025.0 20.0 Kas dan Setara ka pada akhir tahun 187.0 750.062.150.0 Kerugian akibat kebakaran 200.0) 625.0) (59.5 Rekonsiliasi perubahan dalam aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perubahan dalam aktiva bersih 38.0 (955.625.850.0) 500.5) Kenaikan (Penurunan) bersih dalam kas dan setara kas Rp (962.0 175.0 6.5) Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas pendanaan Rp (762. 45 ……. (Nurdiono) Gambar 5 Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung Organisasi Nirlaba Laporan Arus Kas Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Aliran Kas dari Aktivitas Operasi: Kas dari pendapatan jasa Kas dari penyumbang Kas dari piutang lain-lain Bunga dan deviden yang diterima Penerimaan lain-lain Bunga yang dibayarkan Kas yang dibayarkan kepada karyawan dan suplier Hutang lain-lain yang dilunasi Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas operasi Aliran Kas dari Aktivitas Investasi: Ganti rugi dari asuransi kebakaran Pembelian peralatan Penerimaan dari penjualan investasi Pembelian investasi Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas investasi Aliran Kas dari Aktivitas Pendanaan: Penerimaan dari kontribusi terbatas dari: Investasi dalam endowment Investasi dalam endowment berjangka Investasi bangunan Investasi perjanjian tahunan Aktivitas pendanaan lain: Bunga dan deviden terbatas untuk reinvestasi Pembayaran kewajiban tahunan Pembayaran hutang wesel pembayaran kewajiban jangka panjang Rp 13.5 21.0) (1.425.000.0 375.5) (2.075.250.500.

000.0) (1.0) (39. 12 No.0 (1.062.0) 975.0) (1.0 200.625.0) (75.500.0) (750. 1.5) 3.0) (750.0 (1.500. nilai kas yang diserahkan Sumber: IAI (2004) Gambar 6 Contoh Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung Organisasi Nirlaba Laporan Arus Kas Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 19X1 (dalam jutaan rupiah) Aliran Kas dari Aktivitas Operasi: Rekonsiliasi perubahan dalam aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi: Perubahan dalam aktiva bersih Rp Penyesuaian untuk rekonsiliasi perubahan dalam aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi: Depresiasi Kerugian akibat kebakaran Kerugian aktuarial pada kewajiban tahunan Kenaikan piutang bunga Penurunan dalam persediaan dan biaya dibayar dimuka Kenaikan dalam piutang lain-lain Kenaikan dalam hutang dagang Penurunan dalam penerimaan dimuka yang dapat dikembalikan Penurunan dalam hutang lain-lain Sumbangan terikat untuk investasi jangka panjang Bunga dan deviden terikat untuk investasi jangka panjang Penghasilan bersih terealisasikan dari investasi jangka panjang Kas bersih diterima (digunakan) untuk aktivitas operasi 38. Januari 2007 Kerugian aktuarial pada kewajiban tahunan Kenaikan piutang bunga Penurunan dalam persediaan dan biaya dibayar dimuka Kenaikan dalam piutang lain-lain Kenaikan dalam hutang dagang Penurunan dalam penerimaan dimuka yang dapat dikembalikan Penurunan dalam hutang lain-lain Sumbangan terikat untuk investasi jangka panjang Bunga dan deviden terikat untuk investasi jangka panjang Penghasilan bersih terealisasikan dan belum terealisasikan dari investasi jangka panjang Kas bersih diterima (digunakan) untuk aktivitas operasi Rp 75.0 75.5) (6.150.0 8. Vol.5) 3.800.0) (75.0) (39.0) 34 .0 (812.625.625.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.5) (6.850.0 (812.0) 975.850.0 (1.800.150.0 (1.0) Data tambahan untuk aktivitas investasi dan pendanaan nonkas: Peralatan yang diterima sebagai hibah Pembebasan premi asuransi kematian.062.

500.0 4.0 200. 35 .0) (125. (Nurdiono) Aliran Kas dari Aktivitas Investasi: Ganti rugi dari asuransi kebakaran Pembelian peralatan Penerimaan dari penjualan investasi Pembelian investasi Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas investasi Aliran Kas dari Aktivitas Pendanaan: Penerimaan dari sumbangan terikat dari: Investasi dalam endowment Investasi dalam endowment berjangka Investasi dalam bangunan Investasi perjanjian tahunan Rp Aktivitas Pendanaan lain: Bunga dan dividen terikat untuk reinvestasi Pembayaran kewajiban tahunan Pembayaran hutang wesel Pembayaran kewajiban jangka panjang Kas bersih yang diterima (digunakan) untuk aktivitas pendanaan Penurunan bersih dalam kas dan setara kas Kas dan setara kas pada awal tahun Kas dan setara kas pada akhir tahun Data tambahan: Aktivitas investasi dan pendanaan nonkas: Peralatan yang diterima sebagai hibah Pembebasan premi asuransi kematian.0) 190.250.0 500.050.0) (4.0) 1.0) (963.0 3.0) (2.0 955.0 (363.025.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.750.0) (763.0 185.0 350. 45 ……. E. Catatan D.0 (3. yaitu pada saat masa pembatasan telah berakhir atau pembatasan tujuan telah dipenuhi.850.0 (187.200.250.0) 500.0) (2. dan F menyediakan informasi yang dianjurkan untuk diungkapkan oleh organisasi nirlaba.0 Catatan Atas Laporan Keuangan Ilustrasi Catatan A pada PSAK Nomor 45 menguraiakn kebijakan pengungkapan yang diwajibkan yang menyebabkan Catatan B dan Catatan C wajib disajikan. Catatan A Organisasi menyajikan hadiah atau wakaf berupa kas atau aktiva lain sebagai sumbangan terikat jika hibah atau wakaf tersebut diterima dengan persyaratan yang membatasi penggunaan aktiva tersebut.0 750. nilai kas yang diserahkan Bunga yang dibayarkan Rp Sumber: IAI (2004) Rp 825.0 175. aktiva bersih terikat temporer digolongkan kembali menjadi aktiva bersih tidak terikat dan disajikan dalam laporan aktivitas sebagai aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan.963. Jika pembatasan dari penyumbang telah kadaluwarsa.

375.0 342.0 5. Hibah atau wakaf untuk aktiva tetap dengan pembatasan eksplisit yang menyatakan tujuan pemanfaatan aktiva tersebut dan sumbangan berupa kas atau aktiva lain yang harus digunakan untuk memperoleh aktiva tetap disajikan sebagai sumbangan terikat.0 10. Gambar 7 Contoh Catatan B pada Catatan atas Laporan Keuangan Catatan B Aktiva bersih terikat temporer untuk periode keuangan adalah sebagai berikut: Aktivitas program A: Pembelian peralatan Penelitian Seminar dan pulikasi Aktivitas program B Perbaikan kerusakan peralatan Seminar dan publikasi Aktivitas program C Umum Bangunan dan peralatan Perjanjian perwalian tahunan Untuk periode setelah 31 Desember.850.0 7.0 355.0 Rp Gambar 8 Contoh Catatan C pada Catatan atas Laporan Keuangan Catatan C Aktiva bersih terikat permanen dibatasi untuk: Investasi tahunan.810. Vol.855.395. penghasilannya dibelanjakan untuk mendukung: Aktivitas program A Aktivitas program B Aktivitas program C Kegiatan lain organisasi Rp Rp Dana yang penghasilannya untuk ditambahkan pada jumlah sumbangan mula-mula hingga mencapai nilai Rp 2.0 5.125.0 34. 20X1 Rp 7. 12 No.0 5.300. 1.420.155.640. dan peralatan sebagai sumbangan tidak terikat kecuali jika ada pembatasan yang secara eksplisit menyatakan tujuan pemanfaatan aktiva tersebut dari penyumbang.0 7.930.0 60.500 Polis asuransi kematian yang penerimaan ganti rugi asuransi atas kematian pihak yang diasuransikan tersedia untuk mendanai aktivitas umum Tanah yang harus digunakan untuk area rekreasi Rp 68.0 5.0 200. pembebasan pembatasan dilaporkan pada saat aktiva tetap tersebut dimanfaatkan. bangunan. Januari 2007 Organisasi menyajikan hibah atau wakaf berupa tanah.0 7.0 204.0 34.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.600.050.0 36 .050.500.0 7.650.800.155.0 3. Jika tidak ada pembatasan eksplisit dari pemberi sumbangan mengenai pembatasan jangka waktu penggunaan aktiva tetap tersebut.

850. dalam buku yang banyak dijadikan acuan bagi LAZ (termasuk LAZDa Lampung Peduli) dalam membuat laporan keuangan ini menerangkan bahwa untuk Neraca.0 Kematian penyumbang tahunan 1. Laporan Arus Kas. maka dia harus membuat 5x4 laporan atau 20 ditambah laporan konsolidasi.0 Peralatan untuk program A yang dibeli dan dimanfaatkan 3.125.500. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana. sehingga totalnya berjumlah 24 laporan.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. 45 …….0 Rp 29.0 Sementara Widodo dan Kustiawan dalam bukunya Akuntansi dan Manajemen Keuangan untuk Organisasi Pengelola Zakat (2001) menyebutkan bahwa jenis-jenis laporan keuangan yang harus disusun oleh sebuah Organisasi Pengelola Zakat adalah Neraca. Kemudian.0 Rp 3.0 Beban program C 3. 37 .000. LAZ harus membuat laporan keuangan untuk setiap dana yang dimiliki. (Nurdiono) Gambar 9 Contoh Catatan D pada Catatan atas Laporan Keuangan Catatan D Aktiva bersih yang dibebaskan dari pembatasan penyumbang melalui terjadinya beban tertentu atau terjadinya kondisi yang disyaratkan oleh penyumbang Tujuan pembatasan yang tercapai Beban program A Rp 14.0 Rp 36.750.975. Laporan Arus Kas. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana.975.125.500.0 Beban program B 11. serta laporan konsolidasinya. Laporan Perubahan Dana Termanfaatkan. dan Laporan Perubahan Dana Termanfaatkan.0 Pembatasan waktu yang telah terpenuhi: Jangka waktu yang telah dipenuhi Rp 2. Jika sebuah LAZ memiliki 5 jenis dana. dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Zakat Maal 3.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx. Format Neraca Dana Zakat BAZ / LAZ "ABC" DANA ZAKAT NERACA Per Tanggal 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 31Des KEWAJIBAN & SALDO 2000 1999 DANA (Rp) (Rp) KEWAJIBAN JANGKA PENDEK xxx.xxx Jumlah Saldo Dana xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. Gharimin 3.xxx Dana Termanfaatkan xxx.xxx xxx.xxx KEWAJIBAN JANGKA xxx. Zakat Fitrah Total Sumber Dana PENGGUNAAN DANA 1.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. Januari 2007 Gambar 10. 1.xxx xxx. Vol.xxx Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini Gambar 11 Format Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat BAZ / LAZ "ABC" DANA ZAKAT LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) 1 SUMBER DANA 1.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas Bank Total Aktiva Lancar 31 Des 2000 (Rp) xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx PANJANG xxx. Riqab 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx &SALDO DANA xxx.xxx 38 .xxx TOTAL KEWAJIBAN TOTAL AKTIVA xxx. Ibnu Sabil 4.xxx 2 xxx. Zakat Profesi 2.xxx xxx.xxx SALDO DANA Dana Zakat xxx. 12 No.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. Zakat Perusahaan 4.xxx xxx.xxx xxx. Fakir&Miskin 2.

DAFTAR ISI
Penerapan PSAK No. 45 ……. (Nurdiono) 5. Fi Sabilillah 6. Muallaf Total Penggunaan Dana 3 4 SURPLUS (DEFISIT) TRANSFER DANA a. Transfer Masuk Pinjaman dari Dana…… Hibah dari Dana………. b. Transfer Keluar Penyaluran kepada Dana Pengelola Pinjaman kepada Dana…….. SALDO AWAL DANA ZAKAT SALDO AKHIR DANA ZAKAT xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

5 6

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini

Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001) Gambar 12 Format Laporan Arus Kas Dana Zakat
BAZ / LAZ "ABC" DANA ZAKAT LAPORAN ARUS KAS Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan Zakat Penyaluran kepada Fakir dan Miskin Penyaluran kepada Gharimin Penyaluran kepada Dana Pengelola (Amilin) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penjualan Aktiva Tetap Pembelian Aktiva Tetap Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pinjaman Jangka Panjang Pembayaran Pinjaman Jangka Panjang Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS xxx.xxx (xxx.xxx) (xxx.xxx) (xxx.xxx) xxx.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx (xxx.xxx) (xxx.xxx) (xxx.xxx) xxx.xxx

xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx

xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx

xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx xxx.xxx

39

DAFTAR ISI
Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 12 No. 1, Januari 2007 KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE DATA TAMBAHAN UNTUK AKTIVITAS NON-KAS Zakat yang Diterima dalam Bentuk Barang Jumlah Aktivitas Non-Kas xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx xxx.xxx

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini

Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001) Gambar 13 Format Laporan Perubahan Dana Termanfatkan Dana Zakat
LAZ / LAZ "ABC" DANA ZAKAT LAPORAN PERUBAHAN DANA TERMANFAATKAN Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) xxx.xxx Pemberian Piutang kepada Fakir&Miskin Pemberian Piutang kepada Gharimin Jumlah Penambahan PENGURANGAN Penerimaan Piutang dari Fakir&Miskin Penerimaan Piutang dari Gharimin Jumlah Pengurangan xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx

SALDO AWAL PENAMBAHAN

xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

SALDO AKHIR xxx.xxx Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini

Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001)

40

DAFTAR ISI
Penerapan PSAK No. 45 ……. (Nurdiono)

Gambar 14 Format Neraca Dana Infaq / Shadaqah BAZ / LAZ "ABC" DANA INFAQ / SHADAQAH NERACA Per Tanggal 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 31Des KEWAJIBAN & SALDO 2000 1999 DANA (Rp) (Rp) KEWAJIBAN JANGKA PENDEK xxx.xxx xxx.xxx KEWAJIBAN JANGKA xxx.xxx xxx.xxx PANJANG xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx

AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas Bank Piutang Ekonomi Piutang Pendidikan Persediaan Total Aktiva Lancar

31 Des 2000 (Rp) xxx.xxx xxx.xxx

31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx xxx.xxx

SALDO DANA Dana Infaq/Shadaqah xxx.xxx xxx.xxx Dana INVESTASI xxx.xxx xxx.xxx Termanfaatkan xxx.xxx xxx.xxx Jumlah Saldo Dana xxx.xxx xxx.xxx TOTAL KEWAJIBAN &SALDO DANA TOTAL AKTIVA xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001)

41

xxx xxx.xxx xxx. Penyaluran Piutang Ekonomi 2.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. Pengembalian Piutang Total Sumber Dana PENGGUNAAN DANA 1.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. SALDO AWAL DANA INFAQ/SHADAQAH SALDO AKHIR DANA xxx. Transfer Keluar Penyaluran kepada Dana Pengelola Pinjaman kepada Dana…….xxx xxx.xxx xxx. b.xxx xxx.xxx xxx. Januari 2007 Gambar 15 Format Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Infaq / Shadaqah BAZ / LAZ "ABC" DANA INFAQ/SHADAQAH LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) 1 SUMBER DANA 1.xxx 3 4 5 6 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001) 42 .xxx xxx.xxx xxx.xxx 2 xxx.xxx xxx.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx xxx. Infaq/Shadaqah 2.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.xxx xxx. Transfer Masuk Pinjaman dari Dana…… Hibah dari Dana………. 1.xxx xxx. 12 No. Penyaluran Bantuan Sosial 3.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx. Penyaluran Piutang Pendidikan 4.xxx xxx. Vol.xxx xxx.. Penyaluran untuk Investasi Total Penggunaan Dana SURPLUS (DEFISIT) TRANSFER DANA a.xxx xxx.xxx xxx.

xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx) (xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx) (xxx.xxx) xxx.xxx xxx.xxx) xxx.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx.xxx xxx.xxx) xxx.xxx Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001) 43 .xxx xxx.xxx) (xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx (xxx.xxx xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx xxx.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No.xxx xxx.xxx (xxx.xxx) (xxx.xxx xxx.xxx) xxx. (Nurdiono) Gambar 16 Format Laporan Arus Kas Dana Infaq / Shadaqah BAZ / LAZ "ABC" DANA INFAQ / SHADAQAH LAPORAN ARUS KAS Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan Infaq/Shodaqoh Penyaluran Pinjaman Ekonomi Penyaluran Bantuan Sosial Penyaluran Pinjaman Pendidikan Penyaluran ke Dana Pengelola (Amilin) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan Bagi Hasil dari Investasi Penarikan Investasi Investasi Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pinjaman Jangka Panjang Pembayaran Pinjaman Jangka Panjang Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE DATA TAMBAHAN UNTUK AKTIVITAS NON-KAS Infaq/Shadaqah yang Diterima dalam Bentuk Barang Jumlah Aktivitas Non-Kas xxx.xxx (xxx.xxx (xxx.xxx (xxx.xxx) xxx.xxx) (xxx.xxx) (xxx. 45 …….xxx xxx.xxx xxx.

xxx xxx. laporan keuangan yang disusun oleh Widodo dan Kustiawan mengacu pada laporan arus kas metode langsung 44 .xxx xxx.xxx 31 Des 1999 (Rp) xxx. Sementara untuk laporan aktivitas.xxx xxx. tidak ada perbedaan yang prinsip antara laporan keuangan yang disusun oleh IAI dalam PSAK Nomor 45. dengan nama Laporan Sumber dan Penggunaan Dana. Vol. Laporan keuangan modifikasi ini sudah mengakomodir hal-hal yang sudah ditentukan dalam PSAK Nomor 45. laporan keuangan yang dibuat adalah laporan keuangan konsolidasi.xxx xxx. 1. dengan Laporan Keuangan modifikasi yang dibuat oleh Widodo dan Kustiawan. disebut sebagai aktiva bersih.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx xxx.xxx Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini Sumber: Widodo dan Kustiawan (2001) Pada dasarnya.xxx xxx. pada laporan keuangan yang disusun oleh IAI. Dan untuk laporan arus kas.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. termasuk juga laporan konsolidasinya. laporan keuangan itu dibuat untuk setiap jenis dana yang ada di dalam lembaga amil zakat. 12 No. dan Laporan Perubahan Dana Termanfaatkan.xxx xxx. Perbedaan yang terlihat adalah pada contoh laporan keuangan pada PSAK Nomor 45 yang disusun oleh IAI. Selain itu hal yang terlihat berbeda adalah nama dari rekening aktiva bersih.xxx xxx. Januari 2007 Gambar 17 Format Laporan Perubahan Dana Termanfaatkan Dana Infaq / Shadaqah BAZ / LAZ "ABC" DANA INFAQ / SHADAQAH LAPORAN PERUBAHAN DANA TERMANFAATKAN Tahun yang Berakhir 31 Desember 2000 dan 1999 31 Des 2000 (Rp) SALDO AWAL PENAMBAHAN Pemberian Piutang Pendidikan Pemberian Piutang Ekonomi Penyaluran Investasi Jumlah Penambahan PENGURANGAN Penerimaan Piutang Pendidikan Penerimaan Piutang Ekonomi Jumlah Pengurangan SALDO AKHIR xxx.xxx xxx.xxx xxx. sementara dalam laporan keuangan modifikasi. sehingga lebih rigid. laporan keuangan yang disusun oleh Widodo dan Kustiawan menggunakan format Laporan Aktivitas Bentuk C dari IAI yang terdiri dari dua bagian.xxx xxx. sementara pada laporan keuangan yang disusun Widodo dan Kustiawan disebut sebagai saldo dana.xxx xxx.

dan dana pengelola. D. akun-akun yang ada di laporan keuangan tersebut sudah secara otomatis dipisahkan menurut aktiva bersih tidak terikat. Pelatihan dan pengembangan ini bisa didapatkan dengan cara mempelajari akuntansi baik secara formal ataupun non formal. dana infaq/shadaqah. serta pernah mendapatkan pelatihan yang cukup tentang bagaimana praktik akuntansi untuk organisasi nirlaba. karena kedudukan LAZ sebagai sebuah lembaga publik yang banyak mengelola dana masyarakat. 45 ……. dan semua transaksi relatif akan lebih mudah 45 . atau terikat dengan dipisahkannya dana berdasarkan jenisnya. sebaiknya mulai membuat laporan keuangan yang sudah sesuai dengan ketentuan akuntansi yang berlaku. Dan hal ini bisa dilaksanakan bila LAZ sebagai lembaga publik yang mengelola dana masyarakat memiliki sistem akuntansi dan manajemen keuangan yang baik. yaitu masyarakat itu sendiri. Sehingga SDM tersebut mempunyai pengetahuan dan keahlian yang cukup tentang hal-hal teknis yang berhubungan dengan praktek akuntansi di LAZ tersebut. Saran Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan untuk penelitianpenelitian selanjutnya baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif bagi Organisasi Pengelola Zakat. Selain itu. Maksudnya. Agar dapat melakukan itu semua. yaitu dana zakat. ada hubungan timbal balik antara amil zakat selaku pengelola dengan masyarakat. SDM tersebut setidaknya harus berlatar belakang atau mempunyai pengalaman di bidang akuntansi dan manajemen keuangan. Sehingga banyak hal bisa dirasakan. dan efisiensi dan efektivitas relatif lebih mudah dilakukan. hal yang terlihat berbeda adalah pada laporan keuangan yang disusun oleh Widodo dan Kustiawan. SDM tersebut setidaknya harus mengikuti pelatihan dan pengetahuan. karena berbagai laporan keuangan dapat lebih mudah dibuat dengan akurat dan tepat waktu . LAZ dituntut untuk memiliki sistem akuntansi dan manajemen keuangan yang baik. antara lain akuntabilitas dan transparansi lebih mudah dilakukan karena berbagai laporan keuangannya dapat lebih mudah dibuat dengan akurat dan tepat waktu. Sehingga akuntabilitas dan transparansi lebih mudah dilakukan. tentu saja diperlukan skill khusus.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. semua transaksi relatif akan lebih mudah ditelusuri. keamanan dana relatif lebih terjamin karena terdapat sistem kontrol yang jelas. khususnya untuk organisasi nirlaba. keamanan dana relatif lebih terjamin karena terdapat sistem kontrol yang jelas. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Mengacu pada kedudukannya sebagai lembaga publik. Dengan ini maka akan terjadi sistem kontrol yang melibatkan unsur luar. serta memiliki pengetahuan dan keahlian yang cukup. (Nurdiono) yang telah disusun oleh IAI. sudah selayaknya jika LAZ menerapkan manajemen terbuka.

karena perkembangan LAZ yang sudah cukup pesat di Indonesia. Didin. Badan Amil Zakat dan Infak/Sedekah (Bazis) DKI Jakarta.Undangan Pengelolaan Zakat. 1. Departemen Agama RI. 46 . Freeman. Evaluasi Penerapan Psak Nomor 45 Pada Organisasi Pengelola Zakat (Studi Kasus pada Lazda Lampung Peduli Dan Laz Dompet Amal Insani). 2004. perlu dibuat sistem pengelolaan yang baik dengan cara melakukan pengoptimalan sumber daya manusia yang ada. 2002. Cetakan Pertama. Prentice Hall. Henke. Inc. tetapi kepada sistem. memudahkan para pengguna laporan keuangan baik pembuat. Governmental and NonProfit Accounting Theory and Practice. FE Unila. Upper Saddle River. Jika terjadi pergantian SDM sekalipun. Jakarta. Eriyanto. Cincinnati Ohio. Vol. Sixth Edition.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Sehingga keberlangsungan lembaga tidak bergantung kepada figur seseorang. Januari 2007 ditelusuri sehingga efisiensi dan efektivitas relatif lebih mudah dilakukan. and Shoulder. Jakarta. aktivitas lembaga tidak akan terganggu karenanya. Adanya pedoman akuntansi yang khusus. 1999. Introduction to Nonprofit Organization Accounting. 1999. Panduan Praktis Tentang Zakat Infak Sedekah. pembaca maupun auditor untuk menggunakan laporan keuangan tersebut. 1992. pedoman akuntansi yang sama akan melahirkan tingginya tingkat komparasi antar organisasi pengelola zakat. dalam artian sebuah LAZ sangat memerlukan orang-orang yang mampu bekerja full time agar semua potensi yang dimiliki SDM mampu secara total tercurah demi kepentingan pengembangan LAZ. Cetakan Keempat. College Division South Western Publishing Co. New Jersey. Pengelolaan Zakat dan Infak / Sedekah di DKI Jakarta. sebuah LAZ sangat memerlukan SDM yang profesional. Jakarta. Metodologi Polling Memberdayakan Suara Rakyat. PT Remaja Rosdakarya. Craigh D.. Gema Insani Press. Jakarta.2002. Gema Insani Press. Emerson O. Zakat dalam Perekonomoian Modern. Selain itu. -----------------------. tidak dipublikasi. Tak hanya itu. 12 No. Fourth Edition. Asti. DAFTAR PUSTAKA Aini. Hafidhuddin. Robert J. Skripsi. Bagi Ikatan Akuntan Indonesia sebaiknya mulai memikirk untuk membuat pedoman akuntansi khusus untuk organisasi pengelola zakat. Peraturan Perundang . 2002. 1999. Selain itu. Bandung.

or. Nawawi. --------------. Yogyakarta. Standar Akuntansi Keuangan per 1 April 2004. 1993. 2001. 2004. IMZ. Akuntansi Zakat Kontemporer. Cetakan Pertama. http:://www. Edisi Pertama.id http://www. Indriantoro. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Jakarta. Mendayagunakan Ziswaf. Inc. International Edition Modern Advanced Accounting. A.go. Jakarta. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta. Hadari. Nur dan Supomo. Gadjah Mada University Press. 2003. Bambang. 1999. E. Edisi 23 – 30 November 2003. Cetakan Pertama. New York St. PT Remaja Rosda Karya. Akuntansi dan Manajemen Keuangan untuk Organisasi Pengelola Zakat.bazisdki. Cetakan ke-6. UI Press. Teten. Jakarta Mursyidi.DAFTAR ISI Penerapan PSAK No. Hertanto dan Kustiawan. Michael. Penerbit Salemba Empat. Miles. Louis San Fransisco Auckland Bogota Caracas Lisbon London Madrid Mexico City Milan Montreal New Delhi San Juan Sydney Tokyo Toronto. 2003. Seventh Edition. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. Bandung. Matthew B dan Huberman. 45 ……. 1997. Cetakan Pertama. Larsen.forumzakat.id 47 . Majalah Berita Mingguan Tempo. (Nurdiono) Ikatan Akuntan Indonesia. 1992. Widodo. John.dompetdhuafa.or. The McGraw-Hill Companies. BPFE.id http://www.

Keywords: APBD.akuntabilitas.berjalan sangat lambat bahkan kesejahteraan rakyat ini semakin lama semakin menurun kuantitas maupun kualitasnya.meningkatnya jumlah anak jalanan. sejak Otonomi Daerah digulirkan perubahan tingkat kesejahteraan masyarakat kota Bandar Lampung . anggaran untuk rakyat 4 Dosen jurusan Ekonomi Pembangunan FE Unila . Oleh karena itu .DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat Studi Kasus:APBD Kota Bandar Lampung Oleh: Marselina Djayasinga4 ABSTRAK APBD adalah amanah rakyat yang harus dilaksanakan oleh pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraannya sehingga APBD harus berpihak pada rakyat Oleh karena itu pemerintah daerah harus mengupayakan agar APBD teralokasi dengan baik dan mampu dimanfaatkan seoptimal mungkin . Namun ironisnya jumlah anggaran yang dialokasikan dan diserap kota Bandar Lampung semakin besar dari tahun ke tahun . keberpihakan pemkot berupa anggaran untuk rakyat masih rendah. efektif dan ekonomi sehingga kesejahteraan rakyat meningkat. banyak bermunculan kasus gizi buruk.Sehingga disyaratkan pengelolaan APBD harus dilakukan secara jujur dan tranparans.Untuk itu diperlukan perubahan paradigma pengelolaan keuangan daerah serta komitment yang kuat dari para penyelenggaran pemerintah kota bahwa amanah mengelola APBD adalah semata-mata untuk mensejahterakan masyarakat kota Bandar Lampung. public area yang jorok dan tidak terawat dll. Hasil analisa menunjukkan bahwa. Saat ini. kemauan dan keberpihakan pemerintah kota Bandar Lampung kepada masyarakatnya dalam bentuk pengalokasian APBD selama ini. kesejahteraan rakyat.penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauhmana komitment.Hal ini ditandai dengan bertambahnya jumlah penduduk miskin kota. efisien.Hal ini ditandai dari jumlah alokasi yang minim serta pengalokasian dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang tidak fokus. baik untuk pemenuhan kebutuhan dasarnya hingga kebutuhan sekunder maupun tersier. melalui partisipasi.pendpataan perkapita yang rendah. bila perlu bisa langsung menyentuh kepada masyarakat. mutu pelayanan yang buruk.peluang untuk mewujudkan suatu system anggaran yang berpihak kepada rakyat sangat-sangat terbuka dan sangat mungkin.. Sebab di era otonomi daerah saat ini .pengemis. tidak hanya pengalokasian anggaran ke sector publik lebih besar namun bagaimana pengguna tersebut dapat langsung bermanfaat dan dirasakan masyarakat .

maka peluang untuk mewujudkan suatu system anggaran yang berpihak kepada rakyat sangat-sangat terbuka dan sangat mungkin. 12 No. Namun selama ini . baik untuk pemenuhan kebutuhan dasar hingga kebutuhan sekunder maupun tersier. Semakin besar jumlah anggaran yang diserap namun keberpihakan anggaran pada masyarakat sangat rendah.pengemis serta penyakit-penyakit social masyarakat lainnya.. Saat ini. rendahnya pendapatan perkapita masyarakat riil . Perumusan Masalah Tingkat kesejahteraan masyarakat kota Bandar Lampung yang semakin menurun yang ditandai dengan tidak terpenuhinya hak sebagian besar masyarakat untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas dan murah seperti diamanahkan dalam Undang-Undang. kemauan dan kemampuan pemerintah daerah sendiri dalam hal ini pimpinan daerah hingga pimpinan /kepala satuan kerja ( dinas ) hingga staffnya untuk mulai menyadari bahwa penggunaan anggaran dalam APBD adalah amanah yang harus ditujukan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.Namun ironisnya jumlah anggaran yang dialokasikan dan diserap semakin besar dari tahun ke tahun . keterbatasan ketenagalistrikan hingga bentuk pelayanan umumnya. biaya berobat yang mahal dan tidak terjangkau dengan pelayanan yang buruk. Lebih parah lagi bila dilihat dari mutu pelayanan pemerintah kepada masyarakat. alokasi anggaran disusun kurang dan tanpa prirotas yang belum berpihak 50 . B. tingginya jumlah anak putus sekolah. kekurangan pasokan air bersih. 1. namun dilain sisi jumlah anggaran semakin meningkat. Dengan sistem penyusunan anggaran yang bersifat desentraliasi seperti saat ini maka usulan program-program/kegiatan pemerintah daerah sebeanrnya dapat lebih mudah diarahkan untuk kepentingan dan menyentuh langsung pada rakyat. tekanan pengangguran yang semakin berat. Di era otonomi daerah saat ini . Hal ini ditandai dengan kemiskinan yang semakin meningkat . derajad kesehatan yang semakin menurun.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Kata kuncinya hanyalah bagaimana komitmen. semakin buruk kualitasnya. meningkatnya jumlah anak jalanan. PENDAHULUAN Peran Pemerintah di dalam masyarakat adalah berfungsi sebagai fasiltator untuk mensejahterakan masyarakat melalui pemberian pelayanan seoptimal mungkin kepada masyarakat melalui pengalokasian anggaran (APBD ) yang langsung menyentuh kepada masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya keberpihakan pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kota kepada masyarakat terutama masyarakat miskin. Anggaran harus berpihak pada masyarakat. Vol. ternyata perubahan tingkat kesejahteraan masyarakat ke arah peningkatan berjalan sangat lambat bahkan semakin lama semakin menurun kuantitas maupun kualitasnya. Januari 2007 A. public area yang jorok dan tidak terawat . munculnya kasus gizi buruk. mulai dari jalan-jalan utama yang buruk dan Pedagang Kaki Lima (PKL ) yang menambah sumber kemacetan. sejak Otonomi Daerah digulirkan yang bersamaan dengan dampak krisis ekonomi dan moneter yang terus berlanjut. yang dapat terindikasi dari semakin tingginya jumlah penduduk miskin.

DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. Hasil analisa dan rekomendasi penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang posisi keberpihakan pemerintah kota Bandar Lampung saat ini terhadap masyarakat . No.Tujuan Dengan hasil analisa ini. (Marselina Djayasinga) pada rakyat. 108/2000. TINJAUAN LITERATUR Hikmah dari peristiwa krisis ekonomi yang menimpa bangsa ini dipertengahan tahun 1997 adalah tuntutan reformasi di semua bidang termasuk reformasi di bidang pengelolaan anggaran. Efektif dan Ekonomis. partisipasi dan akuntabilitas anggaran. 17/2003. Optimal. anggaran yang ada tidak dimanfaatkan secara optimal sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Kini masyarakat semakin sadar bahwa keterlibatannya dalam pengelolaan anggaran me-rupakan suatu keharusan karena anggaran adalah hak publik. bertujuan untuk : 1. 3. C. Prinsip Kehati-hatian. Sistem anggaran yang mampu mengkover hal tersebut adalah Sistem Anggaran Berbasis Kinerja (Performanced Budgeting) yang penggunaannya dipayungi oleh UU. PP. 2. 4. Mengetahui seberapa besar derajad kepedulian dan keberpihakan pemerintah kota Bandar Lampung terhadap masyarakat kota Bandar Lampung yang dibuktikan dengan berapa persen anggaran untuk rakyat (anggur) diakolasikan dari keseluruhan total APBD yang ada. 2. Definisi Anggaran Berbagai definisi dan pengertian anggaran dari berbagai sumber banyak bermunculan antara lain : 51 . Di pihak lain . Paradigma baru anggaran daerah tersebut menuntut adanya transparansi. Rasionalitas Dalam Pengeluaran dan Penerimaan. 4. Landasan hukum ini dalam rangka menjaga agar pengelolaan APBD lebih : 1. PP No 105/2000 dan secara detil diuraikan dalam Kepmendagri No 29 Tahun 2002. kesehatan dan pemnberdayaan masyarakat. No. D. Dengan rekomendasi yang ada dapat memberikan masukan kepada Pemerintah bagaimana menyusun dan memilih program atau kegiatan yang lebih prioritas bukan hanya merupakan kegiatan rutin semata (as usual) tanpa tahu akan menuntaskan apa. Efisien. 3. Hasil riset ini juga sekaligus juga dapat memberikan tekanan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung yang baru yang dipilih melalui Pilkada 2005 ini agar lebih berpihak dan peduli pada masyarakat terutama pemenuhan di bidang kebutuhan dasar yaitu pendidikan . Sesuatu yang sangat muibazir dan sia-sia.

maka sektor pendidikan akan mendapat perhatian besar dari pemerintah. Secara keseluruhan APBD menjalankan beberapa fungsi penting: 52 . krisis ekonomi dan lain-lain maka porsi pengeluaran pemerintah terbesar akan dialokasikan untuk kesejahteraan sosial. Ketika keadaan paceklik. 2. Dengan melihat porsi pengeluaran pemerintah per sektor. tenang untuk menuju SDM yang tangguh dan kuat. c. busung lapar. Vol. (3) APBD merupakan rencana kerja operasional pemerintah daerah yang akan dilaksanakan 1 tahun ke depan dalam satuan angka rupiah. 12 No. 1. Fungsi Anggaran Secara fungsional APBD merupakan kontrak sosial antara pemerintah (daerah) dengan rakyatnya tentang kewajiban untuk mensejahterakan dan memenuhi kebutuhan warganya. maka pengeluaran pemerintah akan besar di sektor pertahananan dan keamanan yang menunjukkan bahwa prioritas kegiatan yang dipilih adalah penyelamat-an negara selama perang. Guna Analisa Anggaran 1. Bentuk kepedulian dan partisipasi publik dalam pembangunan akan terlihat kearah mana pemerintah daerah akan membawa daerah tersebut. Dalam keadaan perang. Demikian pula ketika wabah penyakit terjadi. mapan. kekeringan. Setiap pilihan program/kegiatan yang diambil dalam APBD harus memperhatikan preferensi para pemilih (voters) yang memilih orang-orang yang duduk di pemerintahan dan parlemen. (2) APBD menggambarkan perkiraan dan pengeluaran daerah yang diharapkan terjadi dalam 1 tahun ke depan yang didasarkan atas realisasinya masa yang lalu. Januari 2007 (1) APBD menggambarkan segala bentuk kegiatan pemerintah (daerah) dalam mencari sumber-sumber penerimaan dan kemudian bagaimana dana-dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan pemerintah.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. b. maka alokasi terbesar diperuntukkan pada sektor kesehatan. APBD ini merupakan terjemahan secara moneteris dari dokumen perencanaan daerah yang ada dan disepakati yang akan dilaksanakan selama setahun. serangan hama. per bidang atau lainnya akan dapat dilihat prioritas kegiatan pemerintah antara lain: a. Dalam keadaan stabil.

bantuan kepada UKM. c) Jika harga pupuk di pasar tinggi pemerintah mengalokasikan dana ke pos subsidi pupuk untuk menjaga produksi padi dan agar kesejahteraan petani tetap terjaga. ketika APBD digunakan untuk mengatur alokasi belanja untuk pengadaan barang-barang dan jasa-jasa publik (public goods and services) berdasarkan skala prioritas yang diambil pemerintah. panen. (Marselina Djayasinga) Fungsi-fungsi APBD 1. Misalkan: a) Ketika suatu daerah mengalami pengangguran yang tinggi. pemanfaatan hasil-hasil pembangunan lebih merata dalam masyarakat berkurang. (1) Fungsi Alokasi. yaitu ketika anggaran (APBD) digunakan untuk memecahkan masalah-masalah kesenjangan dan gejolak ekonomi dan sosial yang terjadi di masyarakat seperti menekan laju inflasi dan tingginya angka pengangguran. maka diselesaikan pemerintah dengan mengalokasikan sejumlah dana dalam APBD ke pemberian kredit murah. seperti meningkatkan tarif pajak tertentu untuk golongan masyarakat kaya dan mensubsidikannya ke golongan masyarakat miskin melalui pospos subsidi didistribusikan untuk program-program sosial atau pengeluaran sektor-sektor kesejahteraan sosial. b) Akibat fuso/kekeringan yang menyebabkan gagal. 3. (2) Fungsi Distribusi. Di dalam prakteknya. raskin. Sebagai Pedoman Kerja/ Arah Kebijakan Sebagai Alat Kontrol Masyarakat Sebagai Alat Ukur Kinerja Pemerintah Fungsi Manajemen 5. 2. subsidi beras. Fungsi Alokasi Fungsi Distribusi Fungsi Stabilisasi Fungsi Kebijaksanaan Fiskal 4. yaitu. 53 . pembukaan lapangan kerja baru dan lainlain. maka pemerintah mengalokasi-kan sejumlah dana untuk mendatangkan beras impor. 6. (3) Fungsi Stabilisasi. yaitu melalui anggaran (APBD) pemerintah (daerah) dapat mengusahakan agar kesenjangan pendapatan (ekonomi).DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat …….

membandingkan kinerja yang aktual (realisasi) satu organisasi/unit kerja dengan unit kerja lainnya dalam satu daerah. partisipatif dapat digunakan metode lain yang digabungkan dengan metode komparasi. Menilai kinerja sebuah APBD dapat dilakukan dengan berbagai cara. ekonomis dan efekif. 12 No. professional. Oleh karena itu. Membandingkan Kinerja APBD Untuk mengetahui apakah kinerja APBD suatu tahun lebih baik dari tahun lainnya maka dapat dibandingkan dengan menggunakan beberapa ratio. artinya RAPBN sepanjang tahun diusahakan nilainya senantiasa meningkat yang lebih banyak diakibatkan karena peningkatan penerimaan. antara lain: 54 . membandingkan antara kinerja yang aktual (realisasi) indikator kinerja dengan target indikator kinerja 1 periode. diusahakan sedapat mungkin dilakukan intensifikasi penerimaan negara di-bandingkan usaha ekstensifikasi. Untuk menilai secara keseluruhan apakah pengelolaan APBD dilaksanakan secara baik. Vol.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. strategi menilai kinerja anggaran dapat di-lakukan antara lain: membandingkan antara kinerja yang aktual (realisasi) pendapatan dengan target pendapatan 1 periode. Secara umum. membandingkan kinerja yang aktual (realisasi) tahun ini dengan realisasi tahuntahun sebelumnya. Sehingga dana yang sedikit ini dapat memperoleh hasil/manfaat yang maksimal. Penyesuaian itupun tidak berarti dapat mengganti beberapa kegiatan atau memunculkan kegiatan yang baru yang tidak direncanakan semula dan seterusnya. Januari 2007 Prinsip-Prinsip Penyusunan Anggaran 1. Dalam proses penyusunan RAPBN harus dilandasi semangat untuk melakukan efisiensi. Prinsip dinamis. Revisi dapat dilakukan ketika rencana penerimaan negara melampaui target atau mengalami under target. Prinsip Value of Money. membandingkan kinerja yang aktual (realisasi) satu organisasi/unit kerja dengan unit kerja lainnya pada Kabupaten/Kota atau Propinsi lainnya. membandingkan antara kinerja yang aktual (realisasi) belanja dengan target belanja 1 periode. Revisi program/ proyek/kegiatan di tengah jalan tidak boleh dilakukan lagi sepanjang tidak ada kejadian yang ekstra ordinary (luar biasa) terjadi. 2. Prinsip Disiplin Anggaran. Namun metode yang sering digunakan biasanya menggunakan metode perbandingan atau komparasi. artinya ketika RAPBN sudah disyahkan menjadi APBN maka seharusnya tidak ada lagi revisi yang significant. transparan. 3. sehingga perlu penyesuaian. 1. akuntabel.

Ratio-ratio Dalam Mengkritisi APBD Satu Tahun Anggaran: Dari sisi penerimaan 1. maka semakin mudah mengambil kesimpulan akan APBD 2006 yang akan dinilai. a Kontribusi Pajak = Kontribusi suatu pajak terhadap total pajak x 100% Total Penerimaan Pajak b. Membandingkan pos belanja dengan metode Ratio. Membandingkan jumlah penerimaan APBD tahun ini serta trendnya dengan periode yang lalu atau rata-rata beberapa periode lalu. apakah lebih baik atau lebih buruk kualitasnya dari tahun-tahun sebelumnya. Bila perlu gunakan trend (perkembangan) untuk mengambil kesimpulan. Tax Effort = Penerimaan suatu pajak misalkan pajak z x 100% PDRB 2. 2. Adapun cara mem-bandingkan nilai-nilai tersebut antara lain sebagai berikut: DAU/APBD = DAU tahun 2006/Total APBD x 100 % PAD/APBD = PAD tahun 2006 / Total APBD x 100 % Semakin banyak data APBD yang dimiliki. (Marselina Djayasinga) 1. Membandingkan jumlah pengeluaran dalam APBD tahun ini serta trend nya dengan periode yang lalu atau rata-rata beberapa periode lalu atau rata-rata beberapa periode lalu.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. Kontribusi Penerimaan Pajak Terhadap PAD = Kontribusi penerimaan pajak terhadap PAD x 100% PAD 55 . 3. Menilai APBD dengan Metode Ratio dan Cara Penyajiannya Jika ingin menilai APBD 2006. maka digunakan perbandingan dengan APBD tahun-tahun sebelumnya dengan beberapa unsur.

5. 1. Derajad Desentralisasi = Total bantuan Pusat. 8. non pajak SDO dan bantuan pembangunan/Total Penerimaaan x 100 % Sisi Pengeluaran 1. Kontribusi PAD untuk membiayai pembangunan = PAD x 100% Total Penerimaan Daerah Tingkat Kemandirian Daerah = (Sisa Lebih Anggaran + PAD + Dana Bagi Hasil x 100% Total Belanja 7. 12 No. Kontribusi penerimaan BUMD dan hasil kekayaan daerah Laba BUMD/PAD Kontribusi Penerimaan Asli Daerah lain-lain = Penerimaan Lain-lain x 100% PAD 6.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Belanja Aparatur = Belanja Aparatur Total Belanja x 100 % 56 . a Kontribusi Jenis-Jenis Retribusi = Retribusi “X” x 100% Total Penerimaan Retribusi b. berupa pajak. Ketergantungan Daerah thd Dana perimbangunan = Total DAU dan DAK x 100 % x 100% Total Penerimaan Daerah 9. Vol. Kontribusi Penerimaan Retribusi Terhadap PAD = Penerimaan Retribusi x 100% PAD 4. Januari 2007 3.

Belanja Publik = Belanja Publik Total Belanja x 100 % 3.Anggaran untuk kesehatan/Total Belanja .DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat …….Total penerimaan APBD tahun x-1 ) x 100 % 2001 2002 Tahun Perbandingan ( %) 2003 2004 2005 2006 57 .Jumlah KK Miskin .Anggaran untuk rakyat Total Belanja . Peranan Per Sektor = Jumlah Pengeluaran Per Sektor Total Pengeluaran x 100% Indikator Keberhasilan Sebuah Anggaran. Belanja Non Pegawai = Belanja Non Pegawai x 100% Total Pengeluaran Rutin Pokok dan Cicilan Total Belanja x 100% 4. Beberapa Unsur Menilai APBD Unsur-Unsur Total APBD DAU /APBD Total Pajak/PAD Total Retribusi /PAD Laba BUMD/PAD Pajak “x’ / Total Pajak Retribusi “y” / Total Retribusi Belanja Langsung/ Total Belanja Belanja Tidak Langsung/Total Belanja Belanja Publik/Total Belanja Belanja Aparatur/Total Belanja .Anggaran untuk pendidikan/Total Belanja .Pertumbuhan Ekonomi .PDRB .Pendapatan Perkapita Laju Perkembangan APBD (Total penerimaan APBD tahun x . Pengembalian Pinjaman = 5. (Marselina Djayasinga) 2.Defiisit / PDRB .Anggaran untuk kesejahteraan social/ Total Belanja Anggaran Belanja Utk Gender/Total Belanja Anggaran DPRD/Total Belanja Anggaran Sektor Prioritas/Total APBD Perekonomian Daerah : .Pengangguran .

58 .DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. yaitu antara lain: 1. Apakah dalam mengalokasikan anggaran telah menerap-kan prinsip-prinsip anggaran: efisien dan efektif. 12 No. Grafik Perkembangan Unsur APBD PERKEMBANGAN UNSUR APBD 250 200 150 100 50 0 2001 2002 2003 2004 2005 2006 APBD PAD DEFISIT Selain menghitung unsur-unsur tehnis dalam struktur atau format APBD. transparan. Terlihat bahwa perkembangan ketiganya hampir mempunyai trend yang sama. tanggal 17 Nopember Tahun 2000)? Apakah lokasi proyek atau kegiatan sudah mengandung unsur pemerataan atau prioritas? Apakah nilai proyek sudah adil dan proporsional untuk setiap wilayah? Apakah alokasi anggaran lebih banyak untuk pe-menuhan pemerintah daerah dan aparatnya atau keber-pihakan kepada rakyat (pengadaan kebutuhan dasar)? Apakah Belanja Aparatur dan Publik sudah sesuai dengan Prioritas Pembangunan? Apakah Belanja-Belanja DPRD dan Kepala Daerah dan Wakilnya sudah mengisyaratkan sense of crisis. maka untuk me-mudahkan mengambil kesimpulan data tersebut kemudian disajikan dengan cara penampilan yang berbeda melalui diagram. JPS. Total PAD dan Total Defisit Anggaran. Misalkan disajikan data tentang Total APBD. maka perlu dilakukan juga penilaian atas beberapa faktor diluar format APBD. bantuan untuk anak terlantar. Januari 2007 Setelah nilai ratio tersebut diperoleh. 7. PMTAS. Vol. 5. subsidi alatlalat pertanian. 6. sehingga lebih mudah bagi kita semua untuk mengambil kesimpulan dari perkembangan data yang ada. keadilan anggaran dan akuntabilitas (SK Mendagri. IDT. 1. apakah sudah sesuai dengan PP no 108/109 tahun 2000 dan SK Mendagri tentang pedoman penyusunan dan pelaksana-an APBD? Bagaimana Keberpihakan Anggaran pada Masyarakat ? (a) Berapa persen Jumlah dan Alokasi anggaran untuk usaha penanggulangan kemiskinan. dinamis. seperti bantuan modal kepada UKM. 3. bantuan peralatan. dan lain-lain? 2. Melalui program excel dapat dibuat diagram perkembangan unsurunsur APBD. 4. yaitu tentang budget policy.

10 %.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. Porsi Pembangunan Non Fisik = Total Anggaran Untuk Pemb. retribusi daerah. peningkatan jalan desa. b. bagi hasil pajak dan bukan pajak. seperti penyediaan sarana obat-obatan. (Marselina Djayasinga) (b) Berapa persen jumlah dan alokasi anggaran pembangunan untuk usaha pelayanan kepada masyarakat. seperti Pajak. Beban PDRB Mengatasi Defisit = Defisit Anggaran x 100% PDRB Dari Sisi Beban Masyarakat Dalam Partisipasi Pembangunan. BUMD. sisa lebih pendapat-an. partisipatif. retribusi. BPHTB. Non Fisik x 100% Total Belanja Dari sisi perekonomian daerah 1. dana bagi hasil. apakah target dan realisasi APBD terlampaui atau tidak. pengeluaran sektor 59 . perusahaan daerah. akuntabel. Defisit anggaran = penerimaan – pengeluaran 2. pembangunan perumahan dan pemukiman penyediaan sarana dan prasarana permukiman. Dari sisi pengelolaan APBD apakah APBD disusun dengan menggunakann prinsip-prinsip anggaran yang berlaku (transparan. penerimaan dinas. rehab pasar. pembukaan daerah terisolir. Bandingkan antara target dan realisasi dari semua aspek baik sisi penerimaan maupun pengeluaran. SDO. lain-lain. value of money. PBB. wc umum dan lain-lain? Dari sisi Pembangunan Fisik dan Non Fisik 1. money follow function dsb)? apakah APBD sesuai dengan siklus anggaran dan tepat waktu? apakah dokumen yang dibuat atau diusulkan untuk dibahas sesuai dengan ketentuan yang berlaku? apakah APBD senantiasa meningkat dan dinamis setiap tahunnya? apakah peninmgkatan pendapatan selama ini karena upaya intensifikasi atau ekstensifikasi? apakah APBD yang disusun mampu menarik investor ke dalam daerah? apakah APBD mampu memberdayakan Sumber Daya Lokal?. Ditarik secara tidak langsung dari masyarakat. Berapa persen volume APBD kabupaten dibiayai oleh: a. Ditarik langsung dari masyarakat: Pajak Daerah. bantuan pembangunan. PAD. dengan batasan (toleransi ) +/. Porsi Pembangunan Fisik = Total Anggaran Untuk Pembangunan Fisik x 100% Total Belanja 2.

berupa data APBD Tahun 2005 beserta dokumen Daftar Anggaran Satuan Kerja (DASK ) per satuan kerja sebanyak 17 Dinas. METODOLOGI PENELITIAN Data Data yang digunakan pada riset ini adalah data sekunder yaitu berupa terbitan terbitan yang dikeluarkan pemerintah kota .Anggur akan muncul pada pos Belanja Langsung yang bersifat Pelayanan Publik di semua satker. maka unsur yang akan dinilai dimasukkan dalam sebuah tabel sebagai berikut : Unsur Penilaian Perbandingan Realisasi dan Target Kegiatan (1) ……. Januari 2007 Perbandingan Realisasi dengan Target Cara lain pengukuran kinerja APBD adalah dengan membandingkan realisasi dengan standar (target) yang direncanakan dari suatu kegiatan.Lalu dari porsi tersebut diambil suatu kesimpulan 60 . Vol. Suatu kegiatan perencanaan dianggap baik apabila batas penyimpangan-nya. Walikota/Wakil. Karena keterbatasan data yang tersedia . patut dipertanyakan bagaimana perencanaan dilakukan? E. Jika melebihi nilai itu. Untuk memudahkan penilaian. Alat Analisis Alat analisa yang digunakan pada riset ini adalah Analisa Deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan secara rinci tentang besarnya anggaran yang langsung bermanfaat kepada masyarakat ( anggur ) serta kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan dengan anggaran tersebut. Sekretaris Kota. 12 No. (2) …….DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 7 Kantor/ Badan . 1. (3) …… (4) …… (5) …… (6) …… (7) …… Rencana Anggaran Target Anggaran Bias (%) Rencana Target Bias (%) Selain unit kerja harus mampu menjelaskan mengapa target tidak tercapai. baik positif maupun negatif tidak lebih dari 10%. satuan kerja juga harus mampu menjelaskan mengapa realisasi tercapai demikian tinggi bahkan melebihi target secara signifikan. 13 Kecamatan serta DPRD . Metode ini digunakan untuk melihat sejauhmana perencanaan di unit kerja dilakukan dengan baik untuk dasar menentukan penyusunan target APBD tahun berikutnya. maka analisa hanya bisa dilakukan 1 tahun anggaran yaitu tahun 2005.

total anggur diperoleh tidak hanya dari Dinas Pendidikan tetapi diseleksi lagi mana yang benar-benar anggur untuk pendidikan ditambah dengan pendidikan di sector lain. seperti 6. pembinaan missal di dinas Bina Marga . 61 . Diklat. Anggaran untuk rakyat (anggur) suatu dinas dibagi dengan total anggaran di dinas tersebut. pelatihan. (Marselina Djayasinga) bagaimana kepedulian dan keberpihakan anggaran untuk rakyat (anggur ) baik secara sektoral (pe rdinas) maupun secara aggregate (menyeluruh ) . Total Anggur di semua dinas dibandingkan dengan total APBD Total Anggur dibagi dengan Total belanja langsung Total Anggur dibagi dengan total belanja untuk pelayan publik Rasio X = Total Anggur di dinas A x 100 % Total Anggaran di dinas A Rasio Y= Total Anggur di semua dinas x 100 % Total APBD Rasio Z = Total Anggur di semua dinas x 100 % Total Belanja Pelayanan Publik Rasio Y= Total Anggur di semua dinas x 100 % Total Belanja Langsung 5.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. 3. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan beberapa formulasi Rasio atau perbandingan . namun juga dari dinas-dinas lain yang ikut terlibat dalam upaya mendukung peningkatan derajad kesehatan. yaitu : 1. tidak hanya anggaran yang dialokasikan oleh dari Dinas Kesehatan semata. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) . 2. Untuk melihat kepedulian dan keberpihakan Pemkot terhadap pendidikan. 4. Dinas Koperasi dan UKM. Dinas Sosial.Kegiatan tersebut mulai dari pembangunan gedung pendidikan. Dinas Kesehatan dll Demikian juga Anggur untuk sector kesehatan.

DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. seperti pemberian beasiswa pada anak sekolah. 62 . ketrampilan kerja untuk buruh dll. sekaligus sebagai kontrol social. Banyak program atau kegiatan yang dibungkus dengan program Pelayanan Publik. ternyata masih banyak persoalan yang dihadapi sehingga nilai anggur tersebut memang sudah kecil akan bertambah kecil dengan beberapa pelanggaran dalam menjalankan prinsip-prinsip Anggaran Untuk Rakyat Bidang Pendidikan Anggur untuk sector pendidikan harus dapat ditingkatkan dengan kegiatan yang lebih terarah bukan hanya untuk mengurangi jumlah anak putus sekolah atau wajar 9 tahun. namun setelah dibedah dan dianalisa lebih dalam. 12 No. Anggaran Untuk Rakyat Kota Bandar Lampung Anggaran untuk rakyat yang dimaksud dalam riset ini adalah anggaran yang bukan saja ditujukan untuk rakyat dengan meletakkannya pada pos belanja pelayanan publik. Dokumen APBD maupun Dokumen DASK sangat sukar sekali didapatkan. Pelaksnaaan prinsip Transparansi Anggaran merupakan dorongan oleh untuk melaksakana pertanggung jawaban kepada publik . pembanguna gedung sekolah. tidak juga didapatkan data tentang APBD itu sendiri secara total. 426. Vol.000 yang dialokasikan untuk rakyat ( anggur ) yang benar-benar sampai dan dirasakan oleh masyarakat. Keterbukaan bisa terwujud jika memang tidak ada yang ditutup-tutupi. APBD serta RASK danm DASK bukan merupakan konsumsi publik. tetapi anggaran yang benar-benar ditujukan dan dimanfaat kan oleh rakyat. penambahan modal untuk petani atau lekayan. pemukiman yang sehat oleh Dinas Bina Marga . Prinsip Transparansi Anggaran. tidak dapat perlu diketahui oleh publik. Anggaran memang disusun dengan wajar. Hingga detik-detik terakhir riset ini. Januari 2007 pembangunan gedung Puskesmas . jujur dan focus dengan maksud untuk mensejahterakan masyarakat kota Bandar Lampung.411. Bagaimana mungkin masyarakat kota Bandar Lampung bisa berpartisipasi dalam pembangunan kotanya jika dokumen-dokumen tersebut sangat sukar didapat. F. upaya vaksinasi dari Dinas Peternakan. 2. 3. 1. pembelian buku perpustakaan. Hal ini terkesan bahwa sampai saat inipun masih dianggap tabu jika dokumen-dokumen tersebut ada dan dibahas oleh masyarakat. Dari total anggaran APBD 2005 ternyata hanya Rp 55 . mulai dari ketersediaan dokumen untuk publik hingga rincian anggaran seharusnya menjadi prinsip dalam penyusunan anggaran . bila mengharapkan peran serta masyarakat dalam pembangunan. HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN Sebelum membahas hasil riset APBD Kota Bandar Lampung perlu disampaikan hal hal sebagai berikut yang merupakan kendala tehnis pada riset ini : 1. Dinas Perikanan dan Kelautan dll.

komputer. atau bisa dikatakan hanya basa-basi. perpustakaan dll ) • peningkatan kualitas kurikulum. seperti : 1. berikan prioritas sehingga prasrana memadai dst. Dinas Kesehatan Dinas ini jelas-jelas merupakan dinas yang diharapakan mampu meningkatkan derajad kesehatan masyarakat kota Bandar Lampung.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. Misal . laboratorium dan perpustakaan yang memadai dll.737. (Marselina Djayasinga) tetapi lebih kepada upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.248. dengan system progresif. peningkatan pendidikan dan ketrampilan pendidik.096. kesejahteraan guru. No 1 2. Pemberian buku gratis serta alat-lat sekolah lainnya Kegiatan-kegiatan di sector pendidikan lebih difocuskan untuk “mencerdaskan “ bangsa . bila ada sekolah yang sudah maju dalam sarana prasarna . melalui peninjauan buku-buku pelajaran • peninmgkatan kesejahteraan guru Pembelian barang/ bahan untuk pelatihan kerja yang benar benar dapat dimanfaatkan peserta pelatihan BLK Peningkatan kuantitas dan kulaitas Makanan Tambahan Anak Sekolah Peningkatan kualitas dan kuatitas pendidikan ketrampilan gratis untuk bekal mata pencaharian para pengangguran 4 5 6 7 8 Anggaran Untuk Rakyat Bidang Kesehatan Anggaran untuk rakyat (anggur ) inipun jauh dari harapan untuk menuntaskan persoalan yang ada ketika kegiatan yang dilakukan tidak focus pada ini persoalan. seperti : • peningkatan kualitas guru-guru • peningkatan sarana dan prasarna pembelajaran ( laboratorium bahasa. 3 Kegiatan Alokasi anggaran sector pendidikan terutama untuk masyarakat harus ditingkatkan Pemberian beasiswa lebih banyak Alokasi anggaran pendidikan yang seimbang antara sekolah negeri dan swasta. . hanya mampu mengalokasikan angaran untuk publik sebesar Rp 3. diberi bantuan tahap berikutnya dll Bila ada sekolah yang prasarnanya masih “minim” . 63 . Evaluasi kurikulum.620.408.890 .. lab kimia/IPA. Dari total anggaran yang terserap sebesar Rp 17.

000 15.960.000 145.669.810.253.068.000 20.000.000 145.58 %.000.000 115.965. Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Persoalan sosial yang terjadi di kota Bandar Lampung sudah sangat kritis. jompo dll.732. Mulai dari persoalan kemiskinan.248.060. PSK.560.135.628.153.000 2.250 2.075.737.060.000 25.750 49. anak putus sekolah.452.873.680. gepeng.473. Pemkot telah mengalokasikan sebesar Rp 2.560.000 32.645.000 42. Total anggaran untuk publik dialokasikan sebesar Rp 906.823. pemuda pengangguran serta tindak kekerasan pada perempuan hingga persoalan pemelihraan orang gila. Persoalan ini diharapkan sedikit banyak bisa dituntaskan oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan perempuan. 8 HIV 71 bidan 100 fokus 100 % 22Puskes 18 kel 1800 balita 100 % Nilai (Rp) 59.000 90.000 33.Namun kegiatan yang diusulkan masih mengambang dan tidak jelas kemana tujuannya dan total anggaran yang langsung bermanfaat bagi masyarakat kota Bandar Lampung yang termarjinalkan hanya Rp 248.000. HIV.000.000 48. Vol.032.000.20 % 64 .000 50.000 29.000 49.000.452.000 20.360.783 kepada dinas ini.000.000 23.735.620 ANGGUR 40.079.000 41. 12 No.075.000 atau hanya 12.998. Januari 2007 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Kegiatan Bulan Imunisasi Anak sekolah Imunisasi Dasar Intervensi Gizi Burruk Lomba Gerakan Sayang Ibu Lomba Balita Pelatihan Hyge Sanitasi Kemandirian Posyandu Pemeriksaan Jentik Berkala Penanganan Lumpuh Layuh Penagnggulanagn dan Pencegahan PMS.750 7.000.000.408.000 50.000.450.669.000 103.000 72.000 3.750 20.045.620 50.000 35.000 Anggaran Untuk Rakyat Bidang Pemberdayaan Masyarakat 1.096. Namun dinas ini belum mampu mengoptimalkan anggaran yang ada untuk dialokasikan pada upaya penuntasan masalah social yang ada. anak jalanan.000.000 29.890 Target Kinerja 300 SD 22 PDA 50 orang 110 kader 13 kec 45 psrt 13 kec 98 kelurahan 3 Ks 25 PMS.000 32.000 45.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.000 75. AIDS Pelatihan bidan utk menolong Ibu hamil Penanggulanagn DBD Pencegahan Diare (Pelatihan) Pencegahan penyakit TBC Pengadaan OBAT Pengadaan Alat di PSI Perbaikan Gizi Balita Surveilance Epidemologi Total Anggaran Dinas = Rp 17.000 26. 1.000 21.350 atau sebesar 44.810.000 2.628.000 99.

000 Rp 906.000 188.088.000.000.874.60 % dari total anggaran per kegiatan disimpangkan untuk hal ini. 3. Risma Pengirimiman Kahfilah Pengiriman Tim Pembb Haji Penyelenggr MTQ PHBI Sosialisasi Tindak Kekerasan perempuan Total Anggaran Dinas = Rp 2.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. 65 . kemiskinan.965.2 Beberapa Penyimpangan Anggur Kota Bandar Lampung Tahun 2005 1. (Marselina Djayasinga) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Kegiatan Lomba Perempuan dalam P3KSS Pelatihan Tehnis Pendataan Data Pembinaan Anak Jalanan Pembinaan Qori dan Qoriah Penaggulangan Orang Gila Penrtiban PSK Penertiban gelandangan Pengadaan Buku utk TPA. honor panitia . pegawai di satkler tersebut yang sudah digaji bulanannya.032.250. Anggaran seluruh dinas 70. lapangan kerja . 4. honor penasehat dll yang nota bene adalah kepala dinas.500 12. Bila dirata-rata sebesar 40 % . namun kegiatannya adalah pembangunan fisik untuk dinas tersebut.965.000 170.000 38. Demikian pula nilai ini semakin terkikis lagi ketika jelas-jelas untuk (Belanja Operasional Pemeliharaan) dari suatu kegiatan dibelanjakan untuk pembelian barang dan jasa (ATK) yang sebenarnya dalam kegiatan tersebut tidak diperlukan.000 Pd 3.500 40. Total anggaran BOP per kegiatan per dinas yang digunakan untuk ATK ini ratarata sebesar 15 % – 30 % dari BOP yang ada.820. Sedangkan sisa 20 % .80 % habis untuk kegiatan rutin internal semata atau sehari-hari dinas.000 66.155.823.732.001.458. Walaupun di dalam usulan program / kegiatannya jelas-jelas pos belanja publik (diletakkan dalam Pos Pelayanan Publik). 2. Akibatnya alokasi kepada anggur berkurang.30 % yang disalurkan untuk kepentingan publik (belanja langsung) disalurkan ke dalam program/kegiatan yang tidak/kurang menyentuh langsung pada persoalan dan dimanfaatkan publik seperti masalah pengangguran.000. seperti pembangunan sarana dan prasarana kantor.100 74.000 98.000 70.663.860.070.000 0 0 0 0 28.783 Target Kinerja 95 orang 111 orang 50 orang 75 orang 16 orang -30 orang 1 paket 64 orang 60 orang 1 kali 8 kali 100 % Nilai (Rp) 14.000 60. Nilai ini ternyata jauh lebih berkurang lagi ketika item usulan kegiatan yang ada ternyata lebih besar dialokasikan untuk honorarium petugas.000 248.700 59.000 11.500 93.000 0 13.620.000 33.100.045.000 15. bantuan modal serta mendorong perekonomian dan usaha – usaha di masyarakat dengan target kinerja yang sangatsangat kecil .595.291.350 ANGGUR 0 0 65.

tidak efektif. terkesan boros dan mubazir. yang diharapkan bisa meyelesaikan masalah lapangan kerja .DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. biaya makan dan minum. Target 20 org 30 org 8 orang 11 pasar 120 org 60 org 120 org 15 kgtn Duplikasi anggaran seperti ini sangat besar jumlahnya dan sangat tidak efisien. gaji/honor pegawai . Akibatnya visi . namun selain kegiatan tidak menyentuh target kinerja sangat kecil jumlahnya Kegiatan Kewirausahaan Penempatan TK Sistem AKL Peningkatan Kualitas TK Penelitian dan Sosisalisasi UMK Pembinaan dan Penyuluhan Syarat Kerja ke prshn Pembinaan dan Penyuluhan Keselamatan Kerja ke prshn Sosialisasi Penyuluhan Per UU Ketenagakerjaa Pengadaan Sarana dan Prasarrana Kantor Penyusunan Profil Ke TK Kota BL 5. Tupoksi Dinas masing-masing ii. perjalanan dinas Anggur semakin jauh dari harapan ketika andaipun ada usulan yang berpihak pada rakyat . Misal : Visi Kota Bandar Lampung : “ Menjadikan Kota Bandar Lampung sebagai Pusat Perdagangan” Usulan Dinas Perindustrian dan Perdagangan . namun bila ditelaah lagi ternyata kegiatan yang diusulkan banyak yang tidak menyelesaikan masalah atau tidak memberikan solusi yang ada. mengingat dinas tersebut dalam Belanja Rutinnya (Belanja Tidak Langsung) sudah menganggarkan pembelian ATK. misi daerah kemungkinanannya sangat kecil bisa terwujud. Vol. 1. 6. anggarannya 100 % untuk rutin dinas tersebut Usulan program/kegiatan setiap dinas belum mampu menterjemahkans secara baik i. antara lain: Kegiatan Kegiatan Pelatihan Peningkatan Pengemasan dan Yodisasi IKM Garam Pelatihan Ketrampilan IK Pangan Studi Banding peningktn Mutu Ikan ke Jateng Monitoring dan Informasi Harga Pelatihan Service Elektronik/bengkel dan bantuan mesin Peralatan Pelatihan Tehnis Motif dan design kerajinan tapis Pelatihan ketrampilan Menjahit/Sablonn dan bantuan mesin Pengawasan dan Pengujian Mutu Barang 7. Januari 2007 Misal : Pada usulan dinas tenaga kerja. Target 15 org 1000 org 16 org 50 prshn 150 orang 1 paket 1paket Bahkan untuk dinas yang memang bukan merupakan fungsi pelayanan publik . Seperti 8. 12 No. Visi/ Misi serta Prioritas Daerah yang akan dicapai. 66 .

pernyuluhan perselisihan kerja.500 dengan kegiatan sbb : Pembinaan usaha kepariwisataan Perbaikan Taman Dipangga 1 paket Begawi Bandar lampung Partisipasi pada event Festival Krakatau Pembuatan bahan promosi cetak Pengadaan Sarana kantor dinas Penyusunan Rencana Induk Parwst Promosi di Tkt Internasional 10. Demikian juga pda dinas social yang diharapkan dapat meningkatkan derajad social masyarakat ternyata kegiatan yang diusulkan baru sebatas Lomba peningkatan peranan perempuan Pembinaan Anak Jalanan Melalui Panti Penanggulangan Orang Gila Penertiban dan pembinaan PSK Penertiban gelandangan dan pengemis Pengadaan buku perpustakaan mesjid. namun kegiatan yang diusulkan jauh dari harapan untuk terwujudnya visi kota ini . Dengan total anggaran yang terserap sebesar Rp 1. Risma*) Sosialisasi Tindak kekerasan pd perempuan 9.yang pada akhirnya juga diharapkan dapat menumbuhkembangkan usaha-usaha perhotelan.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. Dinas Pariwisata yang diharapkan dapat meningkatkan.488.usulan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang sangat diharapkan sebagai suatu dinas yang mampu mewujudkan mimpi kota Bandar Lampung yaitu sebagai Kota Perdagangan seiring dengan tumbuhnya sentra-sentra industri kecil dan kerajinan yang ada. (Marselina Djayasinga) upaya untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya dilakukan dengan sosialisasi perundang-undangan. hanya mampu mengusulkan sebesar Rp 579. TPA. 67 . travel dll ternyata hanya mengusulkan kegiatan yang kurang berdampak pada hal itu.315.013. rumah makan dan restoran.867. Demikian juga usulan. mempromosikan dan membawa nama harum kota Bandar Lampung. penyuluhan keselamatan kerja.

156.000 Anggur *) 0 0 0 0 4.8 % 3. Dinas Pasar Dinas ini sangat diharapkan dapat menertibkan dan menata pasar di Kota Bandar Lampung yang semakin kumuh dan tidak beraturan.564. Pemutusan hubungan kerja dari beberap pabrik di Jawa Barat dan Jakarta menyebabkan tekanan pengangguran sangat tinggi di kota ini.874. Januari 2007 Pelatihan ketrampilan IK pangan Pelatihan Ketrampilan Sablon Pelatihan Ketrampilan Pengemasan Pelatihan Service Elektronik Pelatihan teknis Motif tapis Studi banding olah ikan Monitoring dan Informasi Harga Pasar Partsispasi Pameran Penataan Sekretariat Dekranasda Pengadaan Sarana kantor Pengawasan dan Pengujian Mutu barang 2.000 60.964.347 Nilai 37.000 ( 3.850. Anggaran yang terserap untuk dinas ini sebesar Rp Rp 1. sebesar Rp.000 10.698. Dinas Kependudukan Dinas Kependudukan melayani fungsi pengaturan masalah fungsi kependudukan dan ketertiban penduduk. Tekanan migrasi akibat kedatangan para pemuda dari beberapa kabupaten/kecamatan di Propinsi Lampung tanpa skill yang pasti. Dinas Tenaga Kerja Persoalan pengangguran merupakan masalah krusial di kota ini. Ternyata dari total anggaran yang diserapnya sebesar Rp 3. atau sebesar 0.055.347 namun yang langsung menyentuh kepada publik hanya sebesar Rp 60.500.874. 12 No.060. 68 .598. Vol.040 hanya mampu melakukan kegiatan langsung untuk masyarakat yaitu Penyuluhan pedagang dan pembuatan plang.27.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.000 12.89% ) dengan kegiatan yang kurang operasional dan sama sekali tidak menyentuh langsung masyarakat ( anggur = 0 % ) No 1 2 3 Kegiatan Pelatihan Program SIAK Pelayanan Penertiban KTP dan Akta Cat Sipil Pembinaan dan Razia KTP Total Anggaran Dinas = Rp 1.564.055. 1.

917.000 15.479.532. jelas persoalan pengangguran.000 65.000 115. Kantor yang merupakan limpahan dari wewenang pusat ini menyerap anggaran cukup besar yaitu 3.800 atau sebesar 8 .000.640. Bila kondisi seperti ini. Dari total anggaran yang diserap hanya sebesar Rp 324.428.463 40.000 15.200 21.805 ( 24.200.663 dari total angggaran disnaker Rp 1.519. Kantor Keluarga Berencana Kantor ini diharapkan mampu menjaga kestabilan jumlah penduduk serta kualitas penduduk. namun belum optimal mengusulkan kegiatan yang sesuai dengan fungsi dan perannya .056.000.365.428.000 atau sebesar 1.000 5.700 14.000 15.849.025. dengan kegiatan sbb : No 1 2 3 3 4 5 6 Kegiatan Bintek Kewirausahaan Pelatihan TK Pemuda Mandiri Penyuluhan KK kerja Penyuluhan Perselisihan Krj Penempatan TK Sistem AKL Peningkatan Kualitas TK Sosialisasi Per UU Total Anggaran Disnaker = Rp 1. pekerja terampil tidak dapat terwujud. (Marselina Djayasinga) Anggaran yang disediakan pemerintah kota Bandar Lampung untuk sector ini hanya sebesar Rp 472.000 77.000 15.000 10.264.257.000 472.400 6.602.000.920.463 40.663 Anggur 65.917.850.52 % .02 % No 1 2 3 4 5 6 Kegiatan Pembinaan KB dan Keluarga Pra sejahtera dan KS 1 Pelayanan KB melalui bakti IBI Pembentukan Bina keluarga Balita Pembinaan dan Pelayanan KB keliling Pembentukan UPPKS Peningatan kualitas IMP dan petugas KB Target Kinerja 38.056..000 65.500.612.612. 5.000 336.000 5.845.331.805 Target Kinerja 15 orang 15 orang 30 orang 60 kali 1000 orang 16 orang 150 orang Nilai (Rp) 65.200 21.000 PA dan 1800 PB 200 bidan 5 klpk 8300 OUS 5 kelompok 2539 orang Nilai (Rp) 13.000 Anggur 69 ..500 26. Dari porsi ini ternyata bila dibedah ke dalam kegiatan yang benar-benar benrmanfaat dan dinikmati langung oleh publik hanya sebesar Rp 39.000.000.000.000 0 1.41 % untuk pelayanan publik.944.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat …….000 Nilai ini jauh lebih kecil lagi ketika kegiatan yang diusulkan doibedah lagi ke dalam anggaran yang lansgung menyentuh publik ( anggur ) yaitu hanya sebesar Rp 336.000 0 4.025.422.000 115.060.331.200.257.62 % ).000 atau sebesar 17.

000 485.840. 2. Januari 2007 No 7 Kegiatan TNI Manunggal KB Kesehatan Total Anggaran Kantor KB = 3. Dinas ini mengalokasikan sekitar 78 %. 984.34 2. 527.060. Akibatnya banyak anggaran menjadi tidak focus.422.529.000.74 Dinas terbesar mengalokasikan anggarannya untuk rakyat (anggur) adalah dinas Bina Marga yang memang secara fisik fungsi utamanya adalah pembangunan sarana dan prasarana untuk publik..21 `12.000 39.539. tidak efektif dan tidak ekonomis pada dinas-dinas ini.612.321.584 1. tidak efisien .000 1.000 229.800 Anggur 16. 023.917.000 86.573.253.000 PUS Nilai (Rp) 16.80 19.512.890 169.41 14.449.783 3.17 78 14.413 60.442.519.87 5.000 % 16.000 396.14 1. 12 No.318.kantor yang banyak mengalokasikan kegiatannya untuk publik namun lebih banyak dialokasikan untuk kegiatan Non Fisik.050 2.040 1.000 32.849.045.346.428.300 324.248.324. Vol.793.867 8.156.513 1.809. 1.937.609. ternyata kegiatannay kurang menyentuh publik.. sementara fungsi utamanya juga adalah pelayanan pada publik yaitu : 70 . Namun untuk dinas atau badan/.957 5.184.315.401.488.351.02 10.849.345.066.000 261.408.953.805 2.519. 379 3.000 336.810.805 ANGGUR 2.837. Dinas yang terkecil alokasi anggaranyya untuk publik atau dibawah 10 % .060 27.34 24 0.466.22 17 1.512.000 47.773 2.422. sedangkan sisanya untuk belanja keperluan rutin dinas tersebut.000.433 2.698.502.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.000 Dinas /Badan/Kantor yang Mengalokasikan Untuk Anggur Dari sekian Dinas/badan/kantor yang ada di lingkungan Pemkot Bandar Lampung yang berfungsi untuk pelayanan publik .032.700 248.38 17.20 1.598.300 39.475.000 117.060 Target Kinerja 38.823. hanya ada 15 Dinas yang mengalokasikan anggaran untuk rakyat ( anggur ) yaitu : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 DINAS/BADAN/KANTOR Dinas Kesehatan Dinas Pendidikan Dinas Sosial dan PP Dinas KB Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Koperindag Dinas Pasar Dinas Pariwisata Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Dispenda Dinas Bina Marga Dinas Perikanan dan Kelautan Dinas Perindustrian dan Perdag Dinas Tenaga Kerja Dinas Kesbang dan Linmas Rata-Rata Total Anggaran 17.595. 299.000 2.944.

Yang perlu dibanguna adalah seberapa besar komitmet penyelenggaran pemerintahan terhadap hal ini. Dinas – dinas ini telah menganggarkan pos untuk pelayanan publik.17 %) Dinas Kesbang Linmas (1. 4. Pemahaman dan pengetahuan ini kemudian dituangkan dalam pengalokasian anggarannya yang berpihak pada rakyat. 3.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat …….80 % ) Persoalannya adalah ketika anggaran untuk publik pada dinas-dinas ini suatu saat ditingkatkan secara significant . 1. Komitmet bisa dibangun sepanjang penyelenggara tersebut memahami dan mau mengetahui secara detil tentang persoalan yang ada dalam masyarakat.87%) Dispenda ( 2. Dinas Pendidikan ( 1. Dinas kependudukan Dinas Tata Kota Dinas Perhubungan Kantor Kesatuan PP Solusi Agar Anggaran Berpihak Pada Rakyat Di era Otda ini sangat dimunghkinkan untuk mengarahkan agar APBD berpihak pada rakyat. (Marselina Djayasinga) 1.41%) Dinas Pariwisata (5.74 % melalui implementasi secara sungguh-sungguh prinsip-prinsip penyusunan anggaran. yaitu : 71 . 5. Dinas-dinas itu adalah : 1. 2.02 %) Dinas Pasar ( 0. 2. 4.21 % ) Dinas Keluarga Berencana (1. mampukah tambahan anggaran tersebut dialokasikan untuk kepentingan publik secara nyata terutama untuk kegiatan yang menyentuh persoalan ? Dinas /Badan/Kantor yang Sama Sekali Tidak Mengalokasikan Untuk Anggur Terdapat 4 dinas/badan/kantor yang tidak mengalokasikan anggarannya untuk rakyat (anggur) walaupun sebenarnya peran dan fungsinya juga bersinggungan untuk memberikan pelayanan langsung publik. Anggur sangat mungkin ditingkatkan sebesar 60 % drai total APBD Kota Bandar Lampung yang saat ini baru rata-rata 14. 6. namun teryata kegiatan yang diusulkan sama sekali tidak menyentuh kepada kepentingan publik . 3.

pembelian rumpon dll harus lebih besar dari alokasi rutinnya seperti honor panitia. perbaikan gedung. 1. Vol. pimpinan. No 1 Efektivitas Anggaran Usulan Kegiatan yang Llebih Focus Target 25 % 2 3 4 5 6 7 Kegiatan Kepala Dinas harus bisa menterjemahkan secara baikVisi.pembelian fasilitas kantor rutin dll yang banyak mengambil jatah belanja publik harus dialihkan ke ke belanja langsung kegiatan pelayanan publik SOTK yang terlalu “gemuk “ dirampingkan sesuai dengan kebutuhan dan penyusunan dan mengimplementasikan system REWARD dan PUNISHMENT kepada PNS Menyusun Kinerja yang terukur untuk setiap unit satuan kerja. uang saku panitia dll Dana untuk perbaikan kantor. Renstra Dinas. Tupoksinya terutama untuk pelayanan pubik ke dalam oparsionalisasi program/kegiatannya Kepala Dinas harus bisa mengoperasionalisasikan Visi/Misi serta Prioritas Daerah per tahun dan 5 tahun Usulan kegiatan harus focus pada tujuan /pelayanan yang akan diberikan dan menjadi tupoksinya Porsi alokasi dana per kegiatan untuk publik missal: pembelian bibit. 12 No.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. staf dan karyawan lainnya 72 . No 1 2 3 4 5 Efisiensi Anggaran Kegiatan Belanja ATK pada setiap kegiatan dihapus krn sudah ada pada pos belanja tidak langsung Belanja Upah/honor panitia disusun hanya untuk panitia yang riil bekerja saja Ego dinas dihilangkan melalui koordinasi antar dinas/satker untuk menyelenggarakn kegiatan bersama Standarisasi Harga harus ditinjau ulang setiap 3 bulan oleh Tim Independen Perampingan Dinas yang kurang efektif ( SOTK ) yang terlalu gemuk menyebabkan belanja rutin (belanja tidak langsung ) satker membengkak bisa dihapuskan dan dialokasikan ke Anggur serta birokrasi lebih pendek mengurangi high cost Target 25 % APBD 15 % APBD 10 % 60 % 40 % 2. Januari 2007 1. Misi Kota. bantuan modal.

Sehingga dana yang diperoleh itu sendiri sudah habis untuk membiayai kegiatan rutinnya bahkan kurang . bahkan mungkin lebih baik. RM. Pemberian sanksi bagi pengelap pajak. petugas terdisiplin. d. Sementara potensi yang ada jauh lebih besar dari yang ditargetkan Bila memang pihak swasta bisa meningkatkan penerimaan daerah lebih tinggi dari target yang dibuat oleh dinas / UPTD terkait mengapa tidak diserahkan saja ke swasta untuk mengelolanya sepanjang tariff pajak /pungutan tersebut sesuai dengan aturan dengan kualitas pelayanan yang yang sama. e. Hal ini juga bisa membuka lapangan kerja bagi para pengangguran. pajak reklame untuk semua promosi dll. menambah beban pengusaha ( high cost economy membebankan masyarakat umumnya dan pengusaha khususnya serta menambah peluang korupsi dan kebocoran lainnya lebih baik meningkatkan potensi yang ada dengan mengurangi moral hazards disisi penerimaan daerah. namun bila dibandingkanm dengan upah pungutnya jauh lebih besar upah pungutnya . Belum lagi ditambah dengan anggaran dinas tersebut yang sangat besar untuk membiayai kegiatan rutinnya.650. Ada beberapa dinas yang telah bersusah payah memungut dana dari masyarakat .000. dinas pariwisata dalam tahun 2005 hanya mentargetkan penerimaan dari pajak hotel. dan pungutan-pungutan memberatkan masyarakat dan investor dan terkesan mengada-ada. wajib pajak yang patuh dll Peninjauan kembali bahkan bila mungkin penghapusan bentuk-bentuk pungutan-pungutan yang tidak ada dasar hukumnya. (Marselina Djayasinga) 3. Saat ini diperlukan tindakan – tindakan yang praktis danb operasional sehingga kebijakan tersebut lebih realistis dan proporsional.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. dsb namun usulan tinggal usulan. UDKP. petugas yang “nakal” serta pemberian penghargaan (reward) bagi pengumpul pajak terbesar. c. Walaupun sudah dibentuk Forum Kota. Partisipasi Masyarakat Partisipasi masyarakat dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD di Kota Bandar Lampung masih belum optimal bahkan dapat dikatakan rendah. Musrenbangkel. Seperti pungutan TPR di jalan-jalan umum untuk mobil angkot. Sebagai contoh. pungutan-pungutan yang secara prinsip melanggar. bilyard. Optimalisasi Anggaran Anggaran yang ada terutama sisi penerimaan dioptimalkan secara penggaliannya . petugas parkir yang “liar”. 4. pungutan-pungutan baru yang nota bene malah membuat distrorsi dalam perekonomian . Dibandingkanmenciptakan pajak-pajak baru. Penghitungan secara benar dan realistis dari target penerimaan yang sesuai dengan potensi yang ada. bowling dsb sebesar Rp 44. Hal ini karena : 73 b. yaitu antara lain : a. wajib pajak yang bandek. Dinas/Kantor/badan tetap menggunakan “kegiatan” menurut versinya . Demikian pula masalah cost and benefit. restoran. .

diberi bantuan tahap berikutnya dll Bila ada sekolah yang prasarnanya masih “minim” . d. Misal . No 1 Sektor Kesehatan Sektor kesehatan yang dimotori oleh Dinas kesehatan ternyata masih belum mampu meningkatkan derajad kesehatan masyarakat kota Bandar Lampung jika dilihat dari porsi anggurnya. c. 12 No. Dinas terkait tidak mampu mengoperasionalisaiskan usulan-usulan masyarakat ke dalam program/kegiatannya Dinas /Badan/Kantor tidak semuanya memilki target yang akan dicapai Visi dan Misi Kota Bandar Lampung tidak dapat dan sangat sulit dioperasionalisasikan oleh Kepala Dinas/kantor/badan maupun staffnya ke dalam kegiatan langsungnya yang mensupprot visi dan misi tersebut Kegiatan yang diusulkan oleh sebagian besar dinas “ just as usual” dan tidak ada evaluasi program. dengan system progresif. Vol. Pemberian buku gratis serta alat-lat sekolah lainnya 4 74 . berikan prioritas sehingga prasrana memadai dst.RASK dan DASK ) Target / Ket 100 % 5. No. renstrada kota serta rencana kota lainnnya. Adapun kegiatan yang berkaitan dengan partisipasi masyarakat antara lain : No 1 2 3 Kegiatan Menghidupkan dan memprioritaskan peran kelurahan dan kecamatan TUPOKSI Kecamatan harus bisa dioperasionalisasikan dengan kosnekuensi anggaran untuk kecamatan ditingkatkan Efektivirtas anggaran kecamatan lebih kepada peningkatan pelayanan sector publik Transparansi Anggaran Kegiatan Dokumen yang menyangkut alokasi ( APBD ) harus mudah didapat publik secara luas dan mudah ( dokumen APBD. 3 Kegiatan Alokasi anggaran sector kesehatan untuk masyarakat harus ditingkatkan Peningkatan pelayanan kesehatan secara baik dan menyeluruh Alokasi anggaran pendidikan yang seimbang antara sekolah negeri dan swasta. kurang kreative Bappeda dan dinas terkait lainnya kurang bisa berfungsi mengkoordinasikan.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Januari 2007 a. bila ada sekolah yang sudah maju dalam sarana prasarna . 1. e. b. 1 2. menginformasikan dan mengoprasionaolisasikan visi ..

Rumah sakit . dokter. Ibu hamil dll Sektor Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Sektor Kebutuhan Dasar Pangan . • Menghidupkan kembali Posyandu dengan program-program yang menyentuh bukan ceremonial semata. gereja serta sarana social lainnya untuk memberikan makanan gratis untuk kaum anjal dan kaum miskin lainnya Mengefektivkan dan mengoptimalkan kembali rumah-rumah singgah untuk anjal dan kaum papa lainnya dengan pengawasan dan pembinaan yang ketat Mengontrol fluktuasi harga secara kontinue serta mengambil langkah-langkah antisipasi untuk mempertahnakan kesejahteraan rakyat miskin Membuat Rumah-rumah susun/ rumah murah yang memang diperuntukkan untuk orang miskin dan tidak mampu Peninjauan secara kontinue UMP yang melibatkan semua stakeholders ( buruhm perusahaan. PT ) 75 . Tempat Tinggal untuk Kaum Miskin . pendidikan untuk ibu-ibu hamil • Menghidupkan kembali BKIA serta Peningkatan kuantitas dan kulaitas Makanan dan susu bagi bayi. 5 6 7 Kegiatan Kegiatan-kegiatan di sector pendidikan lebih difocuskan untuk “peningkatan pelayanan kesehatan “ seperti : • peningkatan kualitas paramedis • peningkatan pelayanan paramedis • peningkatan sarana dan prasarana kesehatan ( obat-obatan. UMP No 1 2 2 3 4 5 6 Kegiatan Mengatasi masalah rawan pangan.m sosialisasi gizi baik. (Marselina Djayasinga) No. perkembangan balita. pemerintah. investor. para ibu Hamil dll Peningkatan kualitas dan kuatitas pendidikan ketrampilan gratis untuk PUS. busung lapar dan gizi buruk dengan sesegera mungkin Menyusun perda atau peraturan walikota untuk menganggarkan dan menyusun juklak mengatasi busung lapar /gizi buruk Menghidupkan kembali masjid. jenis dan waktu imunisasi . puskesma. seperti penimbangan bayi secara teratur.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. penganjuran pemberian ASI exclusive. perawat.

6. Vol. Orpol. IV sudah sangat besar jauh melebihi realisasi Rp 64 juta tersebut. Kepedulian dan keberpihakan pemerintah Kota Bandar Lampung terhadap masyarakat Kota Bandar Lampung dapat dilihat dari jumlah anggaran yang dialokasikan untuk masyarakat (anggur). LSM. Masyarakat kota Bandar Lampung berhak atas APBD. 5. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI KESIMPULAN 1. Swastam BUMN. 12 No.000. dimana sumbangan terbesar memang dari masyarakat untuk pembangunan kota ini. 7. restoran. 4. RM. Untuk itu perlu dilaksanakan prinsip-prinsip pengelolaan APBD yaitu : • • • • • Jujur dan Tranparansi Akuntabilitas Partisipasi Efisien. masyarakat. Keberpihakan ini dapat ditingkatkan sepanjang ada komitment yang kuat dari penyelenggaran pemerintah kota bahwa amanah mengelola APBD adalah sematamata untuk mensejahterakan masyarakat kota Bandar LampunG Bentuk komitment ini tidak hanya berupa pengalokasian anggaran ke sector publik lebih besar namun bagaimana pengguna anggaran dalam hal ini Kepala Dinas dapat mengarahkan staff nya untuk menyusun kegiatan yang langsung bermanfaat bagi masyarakat dan mampu menuntaskan permasalahan baik secara bertahap maupu langsung. Pizza dll ) Padahal bila dihitung dari RM Begadang I. Komite-Komite. Organisasi Profesi . 2. Taman hiburan. Walikota dan wakilnya harus visioner dengan konsep-konsep pengembangan kota dan perekonomian yang jitu namun bisa diwujudkan sesuai dengan kemampuan daerah Walikota dan wakil harus melakukan upaya koordinasi yang sungguh-sungguh baik secara vertical maupun horizontal secara maksimal • • • • Koordinasi dengan pemerintah pusat untuk menjaring dana-dana besar Koordinasi dengan pemerintah propinsi untuk melakukukan sharing pembiayaan dan kegiatan bersama Koordinasi pimpinan dengan seluruh satuan kerja yang ada Koordinasi dengan PTN.000 dari sector hotel. Misal : Pendapatan dari dinas pariwisata hanya sebesar Rp 64.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Belum dari sector lainnya ?? 76 . PTS. Asisiasii dll untuk menyusun konsep pengembangan kota bersama dan komprehenship 3. Penghitungan target sumber-sumber pendapatan sesuai dengan potensi yang ada. II. 1. Efektif dan Ekonomi ( value of money) Optimalisasi a. Ormas. III. Januari 2007 G.

ketergantungan pada modal berkurang maka perlu suntikana wal yaitu berupa bantuan modal dan manajemen untuk petani / nelayan ditingkatkan . Disnaker perlu menganggarkan untuk membeli saja Laptop. LCD dll utk penyuluhan/pelatihan sehingga tidak perlu ada biaya sewa alat setiap saa Sosialisasi. missal TPR di berbagai tempat ( Kemiling. sewa alat tidak diperlukan lagi bila sudah ada kantor Balai Latihan Kerja. Selama ini mereka dapatkan sangat kecil hanya Rp 35. Disnaker • • • • Setiap kegiatan msh terlalu besar honor panitia kegiatan ( honor monitoring. sewa alat tidak diperlukan lagi bila sudah ada kantor Balai Latihan Kerja. sehingga ATK doubl SAB perlu ditinjau ulang sesuaikan dengan output yang akan dicapai . OKI. penyuluhan kepada prshn sudah menajdi tugas melekat dinas ybs tidak perlu diproyekkan . andaipun harus penyuluhan dalam beberapa materri Setiap kegiatan msh terlalu besar honor panitia kegiatan ( honor monitoring. Disnaker perlu menganggarkan untuk membeli saja Laptop. Upaya peningkatan pendapatan dapat dilakukan dengan system tender. demikian juga kurikulum yang akan dicapai untuk anak didik Sewa tempat. bila mengingkan Anggur lebih besar maka nilai ini harus ditingkatkan dengan target sasaran yang jelas. selama pihak lain ( swasta ) bisa memberi sumber pendapatan lebih besar dari target yang bisa diperoleh pemda Mengatasi tingkat kebocoran pendapatan yang begitu besar Menghentikan pungutan-pungutan yang tidak jelas dasar hukumnya dan membertakan masyarakat . dll) BAB III REKOMENDASI 1. c.000 . OKI. (Marselina Djayasinga) b. Untuk meningkatkan agar masyarakat kecil lebih berdaya.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat ……. penyuluhan kepada prshn sudah menajdi tugas melekat dinas ybs tidak perlu diproyekkan . sehingga ATK double SAB perlu ditinjau ulang sesuaikan dengan output yang akan dicapai . andaipun harus penyuluhan dalam beberapa materri 2. pimp kegtn dll ATK menjadi boros manakaala di unit kerja itu sendiri (Belanja ADUM ) membeli keperluan yang sama. demikian juga kurikulum yang akan dicapai untuk anak didik Sewa tempat. Sisingamagaraja. pimp kegtn dll ) ATK menjadi boros manakaala di unit kerja itu sendiri (Belanja ADUM ) membeli keperluan yang sama. LCD dll utk penyuluhan/pelatihan sehingga tidak perlu ada biaya sewa alat setiap saat Sosialisasi.500. • • • • • • 77 .

1. pimp kegtn dll ) ATK menjadi boros manakala di unit kerja itu sendiri (Belanja ADUM ) membeli keperluan yang sama. modal . f. Pariwisata a. Dinas ini terlalu banyak menghabiskan anggaran. sehingga ATK double SAB perlu ditinjau ulang sesuaikan dengan output yang akan dicapai Kegiatan belum mengarah pada upaya sadar wisata ( penyuluhan.go. d.dimana kegiatan pembinaan tidak jelas. Statistik Keuangan Daerah Propinsi Lampung. Kependudukan a.206. c. h. Perlu ditingkatkan alokasi untuk pengembangan sector pariwisata dengan program-program yang terarah dan fokus Pembinaan kepada usaha kepariwisataan sebanyak 150 usaha kepariwisataan ttp nilainya sangat kecil tanpa jelas pembinaan bid apa Setiap kegiatan msh terlalu besar honor panitia kegiatan ( honor monitoring. Januari 2007 3. dibandingkan pendapatan yang diperolehnya Rp 1. Direktorat Pengembangan Otonomi Daerah. Namun kegiatan yang langsung menyentuh pada publik seperti pembinaan. b. APBD Kota Bandar Lampung TA 2005 Badan Pusat Statistik.id 78 . Perlu dilakukan efisiensi dan efektifitas anggaran pada dinas kependudukan ini dengan kegiatan yang focus disertai target kinerja yang terukur . Vol. pelatihan .200. Pendidikan a. Lampung : BPS Bank Indonesia.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia. honor dll Setiap kegiatan mempunyai honorarium untuk tim ( PNS ) DAFTAR PUSTAKA Pemerintah Kota Bandar Lampung. c. b. Beberapa Edisi. antara lain : Belanja Prasaarna Kantor seharuysnya menjandi belanja Aparatur . Dengan anggaran yang cukup dan besar . maka dinas kependudukan harus lebih memerinci lagi opearsionalisasi dari TUPOKSI nya yang khusu memberi pelayanan kependudukan kepada masyarakat b. dll sangat kurang.2005. Deddyk@Bappenas. bukan masuk di belanja publik 4. Jakarta:BI Deddy. sosialisasi dll ) Duplikasi Anggaran masih ada. Peta Kemampuan Keuangan Provinsi Dalam Era Otonomi Daerah : Tinjauan atas Kinerja PAD Dan Apa Yang Dilakukan Pemerintah. 5. e. 12 No. g.409. Masih banyak kegiatan yang seharusnya diperuntukkan untuk publik dialokasikan untuk ATK .

2002. 2005. Bedah Anggaran Daerah. Jakarta Mardiasmo. Bunga Rampai Kebijakan Fiskal. Yogyakarta. (Marselina Djayasinga) Djayasinga. Badan Analisa Fiskal Departemen Keuangan. 2002. 2002. Rencana Anggaran Satuan Kerja (RASK) Dinas seluruh Kota di Bandar Lampung Republik Indonesia. Universitas Lampung. Universitas Lampung. Pramana. PP No 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuanganm Daerah Republik Indonesia. Andi Yogyakarta. Bandar Lampung Hadiyanto. 2003. 79 . FISIP UNIKA Parahiyangan. Pemerintah Kota Bandar Lampung. Marselina. 2002. Permendagri No 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuanganm Daerah Republik Indonesia. Republik Indonesia. Skripsi. 2005. Yogyakarta. Andi Yogyakarta. 2005. 2003. Prosiding Workshop Internasional. Implementasi Desentralisasi Fiskal Sebagai Upaya Memberdayakan Daerah Dalam Membiayai Pembangunan Daerah. A. Ricky. UU No 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Republik Indonesia. Otonomi & Manajemen Keuangan Daerah.DAFTAR ISI Riset Anggaran Untuk Rakyat …….33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Pusat Dan Daerah Suparmoko. Ekonomi Publik Untuk Keuangan dan Pembangunan Daerah. Penjelasan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2001. Bandung. M. Undang-Undang No. 2005. Analisis Kemandirian Fiskal Kabupaten Dan Kota Di Propinsi Lampung. 2002. 2004.

Momentum pembangunan masyarakat yang semakin mengarah pada keterbukaan menjadikan topik mengenai pengungkapan laporan keuangan perusahaan publik semakin relevan untuk dikaji.Latar Belakang Pengungkapan laporan keuangan (disclosure of financial statement) merupakan sarana akuntabilitas publik mengingat arah perubahan sosial di Indonesia yang mendapatkan momentum untuk bergerak menuju masyarakat yang semakin transparan dan demokratis di berbagai bidang termasuk diantaranya bidang bisnis dan ekonomi.6644. Keywords : 5 1. FE Unsri . khususnya yang mencatatkan diri di pasar modal telah dilakukan. Sejumlah penelitian mengenai hal-hal seputar pengungkapan informasi. solvability. Based on the statement. 5 6 Dosen Jurusan Akuntansi.DAFTAR ISI Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Sektor Industri Barang Konsumsi Di Bursa Efek Jakarta Oleh Yuliansyah . Ikhtisar beberapa hasil penelitian mengenai pengungkapan dapat dilihat pada Tabel 1. FE Unila. This means that the companies’ financial statement disclosure is very few. The result shows that the average of companies’ index disclosure is 0. dan kepercayaan pihak luar terhadap pasar modal dan peranaannnya mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia. and company size and owner structure. baik di luar negeri maupun di Indonesia. The analysis used in this research is linier regression and the samples are audited financial company of manufacture companies. Topik mengenai pengungkapan laporan keuangan menjadi menarik karena praktik pengungkapan laporan keuangan berkaitan erat dengan kredibilitas. the main topic of this research are to know corelation between company characteristic and the scope of financial disclosure by using liquidity rate. Yenny Megawati6 ABSTRACT Financial statements informations will not missinterpretation since the financial statements are completed by adequate disclose. Alumni Jurusan Akuntansi.

1994 Hasil Penelitian Luas ungkapan sukarela pada laporan tahunan lebih besar untuk perusahaan berbasis asing dan waktu terdaftarnya saham di BEJ. Berdasarkan uraian di atas. maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengambil judul:" Pengaruh Karakteristik perusahaan terhadap Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan pada Sektor Industri Barang Konsumsi yang Go Public di Bursa Efek Jakarta (BEJ)". 2001). Pengungkapan secara signifikan berhubungan positif dengan besar perusahaan dan status pendaftaran. 1994 Naser. Januari 2007 Tabel 1. (Marwata. 3 Russell Craig dan Joselito Diga. . tingkat leverage. operasi di luar negeri. Untuk mengetahui hubungan antara karakteristik perusahaan dengan tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. Kamal Areceli Mora. Tujuan Penelitian a. 82 Untuk mengetahui tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan pada sektor industri barang konsumsi yang go public di Bursa Efek Jakarta (BEJ). 2 Wallace. yaitu memberikan gambaran tentang tipe dan jumlah informasi yang disediakan perusahaan dengan karakteristik tertentu. 12 No. Ikhtisar Beberapa Hasil Penelitian Mengenai Pengungkapan No 1 Peneliti. Pengetahuan tentang hubungan antara karakteristik perusahaan dan keluasan pengungkapan laporan keuangan akan berguna dalam analisis laporan keuangan. Penelitian tentang pengungkapan laporan keuangan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya merupakan hal yang penting untuk dilakukan karena akan memberikan gambaran tentang sifat perbedaan keluasan pengungkapan antar perusahaan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. b. Banyak penelitian yang menggunakan indeks disclosure methodology mengemukakan bahwa kualitas pengungkapan dapat diukur dan digunakan untuk menilai manfaat potensial dari isi suatu laporan keuangan. Tahun Djoko Susanto.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 2 Permasalahan Berdasarkan latar belakang maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah karakteristik perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan pada sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ? 3. 1. Dan tidak berkaitan dengan tingkat leverage dan rate of return. Tingkat pengungkapan laporan tahunan di ASEAN berhubungan positif dengan ukuran perusahaan. Vol. 1998 Tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan adalah salah satu bentuk kualitas pengungkapan.

Kualitas ungkapan dalam laporan keuangan dikenal dengan berbagai konsep.. Perusahaan dapat lebih menarik perhatian lebih banyak analis. meskipun menggunakan konsep yang berbeda-beda. Memberikan informasi yang memadai diharapkan akan berguna bagi pembuatan keputusan oleh pihak-pihak pengguna laporan. Yenny Megawati) c. Pengungkapan sukarela dapat membantu investor dalam memahami strategi bisnis manajemen. 1993). Berbagai penelitian tentang topik ini pada prinsipnya kurang lebih sama. dalam hal ini peraturan yang dikeluarkan oleh BAPEPAM dan IAI. Dalam kondisi tersebut ada kalanya ketidaktahuan pihak luar atas kondisi perusahaan akan merugikan perusahaan itu sendiri karena investor akan menganggap perusahaan buruk dan menawar lebih rendah dari harga pasar saham sehingga merupakan dorongan bagi perusahaan untuk melakukan pengungkapan yang memadai. antara lain kelengkapan (comprehensiveness) (Barret. Dalam penelitian ini kualitas ungkapan didefinisikan dalam pengertian luasnya ungkapan laporan keuangan yang dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah variasi tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan pada sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEJ berkaitan dengan perbedaan karakteristik perusahaan. (Prihatin Assih. dan tepat waktu (time lines) (Courtis. (Ainun Na'im dan Fu'ad Rakhman. 4 Memenuhi salah satu persyaratan guna mencapai gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung. Salah satu cara bagi manajer untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan adalah melalui pengungkapan sukarela secara lebih luas. Kedua adalah pengungkapan sukarela (voluntary disclosure) yaitu pengungkapan butir-butir yang dilakukan secara sukarela oleh perusahaan tanpa diharuskan oleh peraturan yang berlaku. meningkatkan akurasi ekspektasi pasar dan menurunkan ketidaksimetrisan informasi pasar. Pihak di luar perusahaan merupakan pihak yang kurang diuntungkan berkenaan dengan akses informasi karena mereka hanya dapat mengandalkan informasi yang diumumkan secara publik oleh perusahaan. Penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten dalam rangka keterbukaan di pasar modal sangat penting untuk membangkitkan kembali minat dan kepercayaan masyarakat internasional untuk berinvestasi di Indonesia yang beberapa tahun ini mengalami krisis ekonomi.DAFTAR ISI Pengaruh Karakteristik Perusahaan ……. 2000). informatif (informativeness) (Alford et. Jika perusahaan tidak bersedia untuk mengungkapkan informasi secara sukarela. Terdapat dua jenis pengungkapan dalam hubungannya dengan persyaratan yang ditetapkan oleh standar. pengungkapan wajib akan memaksa perusahaan untuk mengungkapkannya.al. Yang pertama adalah pengungkapan wajib (mandatory disclosure) yaitu pengungkapan minimum yang diharuskan oleh standar akuntansi yang berlaku. 83 . 1976). (Yuliansyah. 2000). 1976). Kerangka Pemikiran Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan akan dapat dipahami dan tidak menimbulkan salah interpretasi apabila laporan keuangan dilengkapi dengan pengungkapan (disclosure) yang memadai.

dengan menggunakan sampel data cross-sectional yang dikumpulkan pada periode tertentu terhadap beberapa subyek yang diteliti yaitu laporan keuangan auditan tahun 2000 yang tersedia di Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) dan Indonesian Capital Market Directory 2001. 1999:131). yaitu industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta tahun 2000 yang memiliki laporan keuangan per Desember 2000 beserta catatan dan penjelasan atas laporan keuangan tersebut. H3 = Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. maka hipotesis yang diajukan adalah: H1 = Tingkat likuiditas memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. H4 = Struktur Kepemilikan memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. Metode ini merupakan tipe pemilihan sampel secara tidak acak yang informasinya diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu. 12 No. 6. H2 = Tingkat solvabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. Selain 84 . Oleh karena itu. 6. misalnya pada industri keuangan tidak terdapat butir yang mengungkapkan aktiva lancar maupun hutang lancar. dengan catatan tidak ada yang hilang. Pertimbangan tersebut adalah ingin menghindari pengaruh perbedaan karakteristik butir-butir yang diungkapkan dalam laporan keuangan antara sektor-sektor industri yang go public di BEJ. 1. penulis mengambil sampel laporan keuangan auditan perusahaan salah satu sektor industri manufaktur. Supomo. Ternyata sampel yang dapat dikumpulkan sebanyak 32 perusahan dari populasi 36 perusahaan dikarenakan tidak ditemukannya laporan keuangan auditan pada box file perusahaan. (Nur Indriantoro dan B. Metode Penelitian 6.1 Penentuan Sampel Penentuan sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode PurposiveJudgement Sampling.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Januari 2007 Karakteristik Perusahaan • • • • Tingkat likuiditas Tingkat solvabilitas Ukuran Perusahaan Struktur Kepemilikan Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan 5 Hipotesis Berdasarkan uraian di atas. Vol.2 Teknik Pengambilan Data Data yang digunakan dalam skripsi ini adalah jenis data sekunder.

Oleh karena itu Bapepam 85 . Hal ini sesuai dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa tingkat pengungkapan laporan keuangan perusahaan yang go public di BEJ masih relatif belum luas. 6. 2. sehingga model analisis regresi linier berganda dirumuskan sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2X2 + … + b4X4 + e1 Keterangan: Y a b1-b4 X1 X2 X3 X4 ei = = = = = = = = Indeks disclosure (tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan) Konstanta Koefisien regresi Current ratio Debt to total asset ratio Total Aktiva Saham Publik error 7.DAFTAR ISI Pengaruh Karakteristik Perusahaan ……. Variabel Independen Variabel independen yang akan digunakan dalam penelitian ini dinyatakan dengan notasi X yaitu variabel karakteristik perusahaan. Variabel independen yang hendak diuji dalam penelitian ini sehubungan dengan pengaruh yang diberikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan perusahaan publik.3 Operasional Variabel Variabel-variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah: 1.1 Statistik Deskriptif Berdasarkan hasil perhitungan yang terdapat pada lampiran 2 dapat diketahui bahwa indeks disclosure mempunyai nilai minimum 0.4 Alat Analisis Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda.57 dan maksimum 0.062. Variabel Dependen Variabel dependen dinyatakan dengan notasi Y yaitu tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan yang ditunjukkan dengan indeks disclosure. Yenny Megawati) itu untuk mendukung akurasi hasil penelitian ini. 6. penulis juga melakukan riset kepustakaan dengan cara mengumpulkan beberapa literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Pembahasan 7. seperti yang telah diuraikan di atas bahwa untuk variabel dependen dinyatakan dengan notasi Y dan variabel independen dinyatakan dengan notasi X.6644 dan standar deviasi 0. (Yuliansyah.78 dengan rata-rata 0. Variabel ini mengukur seberapa banyak butir laporan keuangan material yang diungkapkan oleh perusahaan meliputi yang bersifat wajib (mandatory) maupun sukarela (voluntary).

88%.08 kali dan 5. Koefisien determinasi menunjukkan besarnya pangaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. diperoleh koefisien determinasi (R2) sebesar 0. X3. Hal yang sama juga terjadi untuk koefisien regresi b4 sebesar 1. Demikian pula dengan koefisien b2 sebesar 1.2 Makna Konstanta dan Koefisien Regresi Dari hasil perhitungan diperoleh persamaan regesi linier berganda: Y = 0. 10-2 X3 + 1. Rata-rata Current Ratio sebesar 1.612 menyatakan bahwa indeks disclosure yang ditetapkan sebagai variabel dependen mengalami kenaikan sebesar 0. 7.dan X3 konstan. dan X4 (Saham Publik) terhadap indeks disclosure sebesar 36. 7.41% dan 85. Koefisien regresi b1 sebesar 1.125 . Januari 2007 perlu mengontrol laporan keuangan yang disampaikan oleh perusahaan.125 . X2 . dan X4 konstan. 1.4% dan sisanya sebesar 63.364.816 . dan X4 konstan. 12 No. Dan untuk saham publik rata-ratanya 27.816 . 10-4 dengan asumsi bahwa variabel X1.05 trilyun dan 12. 10-4 X4 + ei Berdasarkan persamaan tersebut.55 trilyun. Pada tabel 6 diperoleh r2 untuk variabel 86 . 10-4 menyatakan bahwa setiap penembahan variabel X2 (Debt to Total Asset) sebesar 1% maka indeks disclosure akam mengalami peningkatan sebesar 1.6% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini.6447 trilyun dengan nilai minimum dan maksimum yaitu 0.028 . Total Aktiva dan Saham Publik tidak mengalami perubahan (konstan). X2. 10-2 dengan asumsi bahwa variabel X2. Sedangkan kontribusi masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial dapat diketahui dari r2-parsial. 10-2 X1 + 1.59 kali. dengan asumsi semua variabel independen yaitu Current Ratio.028 .612 + 1. 10-2 menyatakan bahwa setiap penambahan pada variabel X3 (Total Aktiva) sebesar 1 trilyun maka indeks disclosure mengalami peningkatan sebesar 1.65% dan 319.125 .816 . nilai konstanta sebesar 0. 10-4 dengan asumsi bahwa variabel X1.354 . Pengertian yang sama juga terjadi pada koefisien regresi X3 sebesar 1. X3. Untuk rata-rata Debt to Total Asset sebesar 69.028 .16%.6216% dan nilai minimum serta maksimum adalah 3.5338% dengan nilai minimum dan maksimum 15. 10-2 dengan asumsi bahwa variabel X1.354 . X3 (Total Aktiva).3 Kontribusi dan Hubungan Variabel Independen terhadap Variabel Dependen Berdasarkan hasil dari analisis data yang dilakukan. Vol.10-4 menyatakan bahwa setiap penambahan pada variabel X4 (Saham Publik) sebesar 1% maka indeks disclosure akan mengalami peningkatan sebesar 1.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Dengan demikian berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa kontribusi bersama dari variabel X1 (Current Ratio). Debt to Total Asset Ratio.354 . X2 (Debt to Total Asset). 10-2 menyatakan bahwa setiap penambahan variabel X1 (Current Ratio) sebesar satu kali maka indeks disclosure akan mengalami peningkatan sebesar 1. agar perusahaan tersebut dapat memberikan pengungkapan yang lebih luas dan para pembaca laporan keuangan tidak salah dalam pengambilan keputusan.612. 10-4 X2 + 1. Sedangkan untuk Total Aktiva rata-ratanya 1. dan X4 konstan.9366 kali dengan nilai minimum dan maksimum masing-masing 0.

Tingkat Keluasan Pengungkapan Laporan Keuangan Berdasarkan perhitungan pengungkapan faktor keuangan dalam laporan keuangan auditan sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ dengan mengacu pada hasil penelitian Wallace.064. dan Operating Profit nilai yang paling sering muncul 4 dari 7 subitem. dan X4 konstan. dan X4 konstan. Current Liabilities. variabel X2 adalah 0.4%. maka dapat dilihat dari 16 item yang harus diungkapkan dengan nilai interval 0 . 4 dari 4 subitem.146 dan variabel X3 sebesar 0. diperoleh hasil bahwa sekitar 53% dari total sampel (17 perusahaan) memiliki nilai pengungkapan di bawah nilai rata-rata tingkat pengungkapan. Setelah pembahasan mengenai kontribusi dari variabel independen terhadap variabel dependen maka selanjutnya akan dibahas mengenai hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun secara simultan. Sedangkan variabel yang memberikan kontribusi yang terendah terhadap indeks disclosure adalah variabel X4 (Saham Publik) yaitu sebesar 0. Dari empat variabel independen yang diamati dalam penelitian ini.227. dan Deffered Tax mempunyai nilai yang paling sering muncul 5 dari 5 subitem. dan Share Capital. dan 4 dari 4 subitem. 3 dari 3 subitem.DAFTAR ISI Pengaruh Karakteristik Perusahaan ……. (Yuliansyah. dari sudut Fixed Asset.021 angka tersebut berarti bahwa kontribusi X2 terhadap variabel dependen sebesar 2.5%. Sedangkan pengungkapan item Current Asset. artinya tidak semua perusahaan sampel mengungkapkan seluruh subitem tersebut. 5 dari 5 subitem. dan 5 dari 8 subitem.1% dengan asumsi bahwa variabel X1. dan X4 konstan.603. semua perusahaan sampel mengungkapkan seluruh subitem tersebut. Sedangkan koefisien r2 untuk variabel X3 adalah 0. Selanjutnya koefisien r2 variabel X4 sebesar 0. Koefisien korelasi parsial (r) berdasarkan hasil perhitungan seperti tercantum pada tabel 6 yaitu untuk variabel X1 sebesar 0.561 serta untuk variabel X4 sebesar 0. reserves.79. X3. 87 .4% dengan asumsi bahwa variabel X1.315 menunjukkan bahwa kontribusi variabel X3 terhadap variabel dependen sebesar 31. X2. Taxation.4.2% dengan asumsi bahwa variabel X2. Dilihat dari berbagai sudut item dalam pengungkapan laporan keuangan antara lain. X2. dan X3 konstan.5% dengan asumsi bahwa variabel X1. Yenny Megawati) X1 adalah 0. Turn Over. Investment. Untuk variabel X2 koefisien r2 sebesar 0. Untuk koefisien korelasi ganda (R) sebesar 0. 7. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 7 yang menunjukkan frekuensi dari masingmasing item yang diungkapkan dalam laporan keuangan auditan. 4 dari 6 subitem.052 ini menunjukkan bahwa kontribusi dari variabel X1 terhadap variabel dependen sebesar 5. dan dividen. Begitu pula dengan Foreign Currencies. secara parsial variabel X3 yaitu Total Aktiva memberikan kontribusi yang paling besar terhadap indeks disclosure sebesar 31. Depreciation and Amortization.004 menunjukkan bahwa variabel X4 memberikan kontribusi terhadap variabel dependen sebesar 0. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya item yang paling sedikit diungkapkan dalam laporan keuangan antara lain extraordinary and exceptional item. X3.

Diduga signifikansi di atas 5% dikarenakan olah variance yang sangat tinggi yang terjadi pada keseluruhan sampel dengan nilai minimum 0.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Besarnya kepemilikan publik tidak secara signifikan mempengaruhi luas pengungkapan mungkin karena relatif kecilnya proporsi kepemilikan publik. Karakteristik perusahaan yaitu Tingkat Solvabilitas (Debt to Total Asset) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan sehingga Ha ditolak karena setelah dilakukan uji~t dengan signifikansi di bawah 5% terhadap variabel X2 diketahui bahwa t~hitung lebih kecil dari t~tabel. Russell Craig (1998). sedangkan indeks disclosure mempunyai interval 0 . Struktur Kepemilikan (Saham Publik) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan sehingga Ha ditolak.65% dan nilai maksimum 319.16% sedangkan indeks disclosure mempunyai interval 0 . Diduga terdapat variabel lain yang lebih dominan. Marwata (2001) menemukan bahwa ukuran perusahaan merupakan variabel yang paling konsisten berhubungan positif dan signifikan dengan pengungkapan laporan keuangan. sehingga dimungkinkan indeks disclosure yang dipakai terlalu luas untuk menangkap hubungan Debt to Total Asset (sebagai salah satu karakteristik perusahaan). Sehingga hipotesis yang dikemukakan bahwa karakteristik perusahaan yaitu Ukuran Perusahaan (Total Aktiva) berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan dapat diterima. Fitriany (2001).1 dan tidak memberikan pembobotan terhadap item yang secara nyata menjelaskan tingkat solvabilitas.08 kali sedangkan nilai maksimum 5. Diduga signifikansi di atas 5% dikarenakan olah variance yang sangat tinggi yang terjadi pada keseluruhan sampel dengan nilai minimum 15. Diduga terdapat variabel lain yang lebih dominan. penelitian Yuniati Gunawan (2000).5 Penjelasan Pengujian Hipotesis Karakteristik perusahaan yaitu Tingkat Likuiditas (Current Ratio) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan sehingga Ha ditolak karena setelah dilakukan uji-t dengan signifikansi di bawah 5% terhadap variabel X1 ternyata t~hitung lebih kecil dari t~tabel. Selanjutnya berdasarkan hasil uji-t yang dilakukan terhadap variabel X3 diperoleh bahwa t~hitung lebih besar dari t~tabel. Vol. Hal tersebut konsisten dengan penelitian sebelumnya. 88 .al (1994). Penelitian-penelitian sebelumnya baik penelitian Wallace et. ini membuktikan bahwa variabel X3 berpengaruh signifikan terhadap indeks disclosure. Kemudian untuk variabel X4 berdasarkan hasil uji-t yang dilakukan diketahui bahwa t~hitung lebih kecil dari t~tabel. selain itu juga kepemilikan publik tersebar kepada banyak investor. Januari 2007 7. sehingga masing-masing investor menjadi sangat kecil untuk dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan (termasuk pengungkapan informasi). dan Yuniati Gunawan (2000). yaitu penelitian Ainun Na'im (2000). 12 No.59 kali. sehingga dimungkinkan indeks disclosure yang dipakai terlalu luas untuk menangkap hubungan Current Ratio (sebagai salah satu karakteristik perusahaan).1 dan tidak memberikan pembobotan terhadap item yang secara nyata menjelaskan tingkat likuiditas. Marwata (2001). Hal ini sesuai dengan penelitian-penelitian sebelumnya. 1. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitriany (2001).

2 Saran Penelitian berikutnya perlu mempertimbangkan penggunaan pembobotan dalam pengukuran tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan dengan melibatkan beberapa peneliti dalam menilai laporan keuangan suatu perusahaan sampel sehingga dapat mengurangi masalah subyektivitas dalam penilaian tingkat keluasan uangkapan yang hanya dilakukan oleh seorang peneliti. 5. 4. Tingkat Solvabilitas. (Yuliansyah. Tingkat Solvabilitas (Debt to Total Asset) memiliki pengaruh positif terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan (indeks disclosure) sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ. 3. Struktur Kepemilikan (Saham Publik) memiliki pengaruh positif terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan (indeks disclosure) sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ. tetapi pengaruh tersebut tidak signifikan\ Ukuran Perusahaan (Total Aktiva) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan (indeks disclosure) sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ. 2. Ukuran Perusahaan. Tingkat Likuiditas (Current Ratio) memiliki pengaruh positif terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan (indeks disclosure) sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ. Simpulan dan Saran 8.1 Simpulan Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh karakteristik perusahaan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ. Solvabilitas. Secara simultan variabel yang diamati yaitu Tingkat Likuidatas. tetapi pengaruh tersebut tidak signifikan. Diduga signifikansi ini terjadi karena masing-masing variabel independen saling menutupi satu sama lain sehingga distribusinya menjadi lebih baik. Yenny Megawati) Secara simultan berdasarkan hasil uji-F diketahui bahwa variabel independen (karakteristik perusahaan) berpengaruh signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan.DAFTAR ISI Pengaruh Karakteristik Perusahaan ……. dan Struktur Kepemilikan berpengaruh signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan secara simultan dapat diterima. Ukuran Perusahaan. maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. 89 . 8. tetapi pengaruh tersebut tidak signifikan. Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa karakteristik perusahaan khususnya Tingkat Likuiditas. dan Struktur Kepemilikan berpengaruh signifikan terhadap tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan sektor industri barang konsumsi yang go public di BEJ. 8.

12 No. 1. The Relationship Between the comprehensivenees of corporate annual report and firm characteristics in spain”. 1998 “ Corporate Accounting Disclosure in Asean” Jurnal of International Financial Management and Accounting. 90 . Prihatin. Gunawan. Januari 2007 Penggunaan sampel dapat diperbanyak sehingga diharapkan bisa memperbaiki dan menajamkan hasil penelitian ini serta mencari variabel independen lain yang secara signifikan dapat mempengaruhi tingkat keluasan pengungkapan laporan keuangan. 2000 “ Analisis Pengungkapan Informasi Laporan Tahunan Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. Marwata. “Pengungkapan Untuk meningkatkan Kualitas Laporan Keuangan dalam rangka memenuhi criteria Decision Usefulness”.O. Bandung. 1994. Indrianto. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi Dan Manajemen.S. Bandung. 2001. M. Jakarta. Vol. DAFTAR PUSTAKA Assih.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Bumi Aksara. Fitriany. and Areceli Mora. Craig Russel dan Joselito Diga. Pokok-Pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensi). Simposium Nasional Akuntani IV. Simposium nasional Akuntansi III. R. Accounting and Business Research. 2000. Hubungan antara karateristik di Perusahaan dan Kualitas Ungkapan Sukarela dalam Laporan tahunan perusahaan Publik di Indonesia. 1999. Jurnal Akuntansi dan Manajemen. STIE YKON. “Signifikansi perbedaan tingkat kelengkapan pengungkapan wajib dan sukarela pada laporan keuangan perusahaan public yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Bandung. 2001. Yogyakarta. Ikbal Hasan. Yuniati. Wallace. Nur dan Bambang Supomo. BPFE Yogyakarta. Kamar Naser. 1999. Simposium Nasional Akuntansi IV.

Key Words: e-commerce dan audit I. membeli. This situation force auditors to update their auditing techniques. and to invent new techniques that have ability to continuously monitor. Ecommerce telah menjadi alat yang penting sejak perusahaan menggunakan internet 7 Dosen Jurusan Akuntansi. Bagi perusahaan-perusahaan modern. Teknologi electronic commerce (e-commerce) telah mengubah dengan cepat cara perusahaan menjual. collect. PENDAHULUAN Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kemajuan teknologi komputer dan telekomunikasi telah mengubah cara hidup masyarakat di dunia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Keberadaan dan peranan teknologi informasi di segala sektor kehidupan tanpa sadar telah membawa dunia memasuki era baru globalisasi lebih cepat dari yang dibayangkan semula. Sektor organisasi atau institusi berorientasi bisnis merupakan entitas yang paling banyak mendapatkan manfaat dengan penggunaan teknologi electronic commerce (Indrajid. the change of accountant roles. The changes in business environment are a challenge for accounting profession in the information era. to conduct internal control. tetapi lebih jauh telah memasuki aspek-aspek sosial budaya manusia. Various risk in auditing.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: Proses Pengumpulan Dan Validasi Bukti Audit Oleh: Saring Suhendro7 ABSTRACT The main purposes of this paper is to explain some problems in e-commerce technology. sistem informasi dan teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung untuk meningkatkan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu. Rapidly emerging e-commerce technology and demands for more timely communication of information requires auditors to be able to identify the risks. 2000). Auditor need sufficient skills in auditing process (computer information system auditor). tetapi telah menjadi senjata utama dalam bersaing. and the auditing process in the context of the application of e-commerce are also discussed. the way to control them. dan berhubungan dengan konsumen dan mitra. FE Unila . and analyze audit evidences. Dampaknya tidak hanya berpengaruh pada sisi makro ekonomi dan politik.

Paper ini akan membahas penggunaan e-commerce yang oleh banyak pihak dipandang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. dan internet secara dramatis telah mengubah praktek-praktek bisnis dan proses pencatatan. saluran tv kabel. transmisi data secara digital dengan kecepatan tinggi ini. land-radio atau satelit radio (Kalakota. Perkembangan teknologi membawa perubahan pada risikorisiko. Bagian akhir dari tulisan ini akan membahas tentang continuous auditing berkaitan dengan real-time accounting system dan paperless. (c) menyajikan prospektus dan katalog-katalog produk kepada konsumen. Jaringan ini dapat dibangun dengan saluran telepon. E-COMMERCE E-commerce dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan transaksi antara dua pihak atau lebih dengan menggunakan komputer yang terhubung secara bersamasama dalam jaringan. E-commerce meliputi elektronic data interchange (EDI). dan lingkungan audit pada laporan keuangan suatu perusahaan. 2002): 1. 1996). 12 No. Teknologi informasi ini. Transaksi bisnis pada lingkungan teknologi tinggi sepenuhnya dilakukan dengan electronic form. (b) mengubah kebiasaan pembelian konsumen. dan bisnis yang dilakukan menggunakan internet. (f) menyediakan pesan database bagi karyawan dan staf. 2000). Teknologi dengan kos yang rendah. E-commerce telah menjadi media dalam meningkatkan efisiensi berbagai bidang. electronic funds transfer (EFT). yaitu (Cavusgil. sehingga diharapkan diperoleh pemahaman yang memadai untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam penerapan e-commerce. (e) menyediakan informasi persediaan kepada konsumen. menggunakan hardware yang dapat menghasilkan informasi secara cepat dan mudah. Penerapan e-commerce dalam perusahaan memiliki beberapa keuntungan kompetitif. meliputi (a) penjualan produk dan pemrosesan pemesanan. automated teller machines (ATMs). bahkan dalam banyak kasus dapat menghemat waktu. dan (g) pemrosesan order pembelian dan invoice dari pemasok (Attaway. produksi. electronic data interchange (EDI). selain dapat menurunkan kos transaksi dan masalah asymmetric information. E-commerce. dan pelaksanaan audit dalam penerapan e-commerce juga akan dibahas. (d) menyajikan laporan keuangan kepada investor.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. menghilangkan keterbatasan ruang dan keterbatasan lain dalam memperoleh informasi. 1. dan proses pengiriman secara elektronik menembus batas 92 . Berbagai risiko dan cara pengendaliannya. juga dapat meningkatkan skala dan lingkup ekonomi dalam semua sektor bisnis (Albrecht dan Sack. Vol. pengendalian. Produktifitas dan pengurangan biaya E-commerce membantu perusahaan melaksanakan aktivitas value chain lebih efektif dengan membantu melibatkan perusahaan dalam integrasi penjualan keseluruhan. Januari 2007 untuk melakukan bisnisnya. Pelaksanaan bisnis pada the World Wide Web (WWW) telah membuat organisasi dapat berhubungan dengan dunia luar secara on-line dan meningkatkan semua aspek dari bisnis mereka. 2000). dan menggunakan software yang dapat menurunkan.” II.

Disamping itu. PERUBAHAN PERAN AKUNTAN Peranan auditor internal adalah memastikan bahwa fungsi kontrol internal pada pelaksanaan penerapan e-commerce berjalan dengan baik. Konsep risiko audit harus digunakan pada tujuan perencanaan untuk menentukan seberapa banyak bukti dikumpulkan pada masing-masing siklus transaksi.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. dan kepatuhan pada hukum dan peraturan-peraturan. memastikan tujuan dan mengkonsultasikan aktivitasaktivitas yang dirancang untuk menambah nilai dan memperbaiki operasi perusahaan. organisasi yang mengglobal. tetapi juga melakukan cross check dokumen internal dan eksternal secara otomatis. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Nearon (2000) dinyatakan bahwa penggunaan e-commerce mampu menghemat 20 persen biaya perusahaan. 93 . E-commerce juga dapat mengurangi waktu untuk memasarkan dan waktu siklus lainnya untuk merespon pelaksanaan atau mengantisipasi kebutuhan bisnis. pengendalian dan proses penguasaan. Auditor internal membantu organisasi mencapai tujuannya dengan membawa sistematik. operasi yang efektif dan efisien. kebutuhan akan bukti fisik berupa kertas secara signifikan akan menurun. pendekatan disiplin untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektifitas manajemen risiko. dan database secara keseluruhan. Bagian ini membahas dampak e-commerce pada perubahan peran akuntan. supplier. Masalah penting lainnya adalah perlunya mendesain prosedur pengendalian internal baru untuk memastikan bahwa integritas dan pengesahan bukti pada transaksi e-commerce untuk melindungi private key. Manfaat utama dari organisasi global adalah kemampuan untuk mengimplementasikan strategi dalam skala yang lebih luas. dan pengumpulan dan validasi bukti audit elektronik. Manajer dapat mengimplementasikan keputusan lebih cepat. perusahaan harus mendesain sistem informasi akuntansi baru yang tidak hanya mencatat dan menelusuri informasi transaksi secara cepat. Dalam lingkungan e-commerce yang paperless. pengendalian internal. sistem web. 2. tanda tangan digital. Kecepatan Informasi dan pengetahuan dapat bergerak bebas dalam perusahaan dan konsumen. SAS No. Perubahan-perubahan ini mengenalkan tantangan baru bagi profesi akuntansi. ketika banyaknya transaksitransaksi bisnis yang dilakukan dan laporan keuangan tepat waktu yang diperlukan dan disebarluaskan melalui internet. dan konstituennya. dan prakarsa pengusaha melalui operasi global. penilaian risiko-risiko audit. Kesempatan baru dan value creation Bisnis melalui web dapat tumbuh dengan subur karena fleksibilitas. III. Fungsi auditor internal adalah suatu aktivitas yang independen. (Saring Suhendro) dan waktu. fokus. 3. 78 selanjutnya mengindikasikan bahwa pengendalian internal merupakan suatu proses yang didesain untuk memberikan keyakinan yang layak berkenaan dengan pencapaian laporan keuangan yang dapat dipercaya.

Burr et. yang dapat memberikan jaminan besarnya tingkat keyakinan yang dimiliki manajer atas sasaran bisnis yang akan direalisasikan. Tanggung jawab Meliputi kebutuhan untuk memelihara. Kerahasiaan Meliputi berbagai sensitifitas bisnis. 3. al. dan melindungi berbagai informasi yang berdampak langsung atau tidak langsung dengan pasar. kebutuhan keamanan e-commerce dapat diungkapkan dalam 4 (empat) karakteristik yang menunjukkan nilai dari suatu informasi.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Pengganti dalam mengevaluasi pengendalian pada sampel. Integritas Mengacu pada kebutuhan untuk memastikan keakuratan data kunci yang dikompromikan dapat menghasilkan hilangnya keuangan langsung atau kewajiban konsumen. Fungsi auditor internal adalah melaporkan ke manajemen puncak dan mempunyai komunikasi langsung dengan komite audit dan dewan redaksi. dan menyelidiki kemungkinan dan kesempatan dengan menggunakan teknologi informasi dan software analisis data. kadang-kadang mengabaikan ukuran keamanan yang memadai. auditor internal diperlukan oleh perusahaan untuk memberikan pengawasan dan audit berkenaan dengan penerapan e-commerce. Auditor internal mengevaluasi seberapa baik proses pengendalian yang dirancang oleh manajer dapat berfungsi. kepastian keamanan yang memadai dapat dilekatkan pada pengembangan aplikasi dapat mengurangi kemungkinan dan biaya tambal sulam.. Januari 2007 Dalam kaitannya dengan peranan diatas. Ketersediaan Meliputi proses kebutuhan bisnis dan sistem informasi yang membantu untuk memastikan loyalitas konsumen dengan memberikan informasi yang dapat diakses kapanpun apabila dibutuhkan dan melindungi dari kehilangan informasi. Auditing e-commerce mendorong internal auditor untuk mengevaluasi efektifitas prosedur audit tradisional.. keleluasaan pribadi atas sekitar data hubungan konsumen. membuktikan record of action dan tanggung jawab bisnis yang dilakukan. banyak perusahaan yang tidak memberikan perhatian serius pada nilai keamanan dan banyak menghabiskan waktu selama mempertimbangkan biaya yang mencoba mengkompensasikannya setelah implementasi. 2. seperti akses yang benar. Sayangnya. 94 . aplikasi dikembangkan dan disebarkan secara cepat. 12 No. 2002): 1. Vol. membantu menjaga kerahasiaan informasi konsumen. 1. 4. yaitu (Burr et.al. Perbedaan penting antara teknik audit konvensional dengan teknik yang menggunakan software analisis data adalah kemampuan untuk mengakses dan menganalisis keseluruhan data. Karena itu. (2002) menyatakan bahwa ketika bisnis telah mengadopsi teknologi ecommerce. auditor dapat melakukan investigasi 100 persen data menggunakan pendekatan analisis data untuk melakukan audit. dan menjaga hak milik intelektual. Secara umum.

auditor perlu memahami aliran transaksi dan aktivitas pengendalian yang berhubungan. PENGENDALIAN INTERNAL Pengendalian internal merupakan bagian dari proses manajemen. termasuk ekstrak data. Keempat. mengidentifikasi pengecualian-pengecualian dan transaksi yang tidak biasa. real-time accounting systems. penyimpanan perhitungan. dan diakses secara elektronik sehingga dibutuhkan seorang auditor yang dapat memberikan jaminan bahwa traksaksi yang terjadi tidak dirubah. data dan transaksi yang tidak valid. Auditor internal seharusnya memiliki pengetahuan yang memadai tentang computer information system untuk merencanakan. dan konfimasi kinerja (Rezaee et al. mengarahkan. atau data dan transaksi yang tidak akurat. download informasi untuk review analitis. Ketiga.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. Sehingga. yaitu suatu tools dan techniques yang dapat digunakan oleh auditor dalam menetapkan resiko. Salah satunya adalah Continuous Audit Tools and Techniques (CATTs). yaitu pertama meningkatkan pengetahuan auditor pada keyakinan reliabilitas dan relevansi dari dokumen. mengorganisasi. dan data elektronik pada bisnis dan industri klien. mengawasi. dimana laporan tahunan tradisional dan laporan audit konvensional yang diterbitkan. menyeleksi sampel untuk pengujian pengendalian dan pengujian substantive. electronic financial reports dan continuous auditing haruslah menjadi perhatian oleh komunitas akuntansi dan bisnis. memberikan jaminan validitas dan reliabilitas informasi yang lebih baik dalam paperless. dan mengarahkan kinerja untuk tindakan yang memadai yang memberikan jaminan 95 . catatan. Kedua. footing buku besar. data dan transaksi yang tidak lengkap. Pada real-time accounting system. dan kinerja secara elektronik dari prosedur audit yang beragam. diproses. 2001) IV. Perubahan lingkungan perusahaan sebagai dampak dari penerapan e-commerce menuntut perubahan peran akuntan eksternal (auditor independen) melalui proses audit tradisional dengan cara. Tindakan ini dilakukan oleh manajemen untuk merencanakan. Perubahan dalam lingkungan bisnis dan audit. (Saring Suhendro) Auditor internal harus memeriksa pengendalian otomasi yang diimplementasikan pada aplikasi untuk meminimalisir risiko yang data dan transaksi yang tidak memiliki otorisasi.. mengevaluasi pengendalian internal. dan mereview pelaksanaan tugas. real-time accounting system. auditor dalam menggunakan control-risk-oriented audit plan secara umum memfokuskan pada aktivitas pengendalian internal yang memadai dan efektif dari realtime accounting system ketika ada beberapa bagian yang sedikit menyolok pada pengujian substantive dari dokumen dan transaksi elektronik. AICPA (1997) menyatakan bahwa “kompetensi dari bukti secara elektronik biasanya tergantung pada efektivitas pengendalian internal yang melebihi validitas dan kompleksitasnya. transaksi ditransmisi. mungkin tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan users akan laporan keuangan organisasi. auditor harus mengembangkan software audit tools-nya yang mampu melakukan audit komputer atau menggunakan software yang tersedia secara komersial. Definisi berikut berasal dari Institute of Internal Auditors’ Standards for the Professional Practice of Internal Auditing dan menyediakan dasar bagi pekerjaan audit komputer sebagai auditor internal.

firewall. Menggunakan total pengendalian batch ketika transaksi diaktifkan atau diterima dan mengembangkan selama pencatatan atau sistem monitoring paralel untuk memastikan kelengkapan dan keakuratan jejak transaksi. SAS no. modifikasi. pengakuan pembeli-penjual. 12 No. pengendalian aplikasi. Bagaimana protokol transaksi elektronik keamanannya tepat (seperti penetapan standar bagi keamanan pembayaran internet. dan pengendalian on-line real time. dan (e) ketaatan pada kebijakan. Bagaimana otoritas sertifikat (CA) seharusnya dipilih untuk memastikan transaksi elektronik aman dan pertukaran dokumen elektronik aman. keleluasaan pribadi. dan pemisahan waktu pemrosesan. (d) informasi yang dapat dipercaya dan terintegritas. Pengendalian pada e-commerce secara lengkap dijelaskan sebagai berikut: 1. eavesdropping. Menurut Chien-Chih Yu et al. perencanaan. kerahasiaan. dan amplop digital) dapat diuji dan digunakan. Perusahaan perlu berhati-hati dalam mempertimbangkan masalah-masalah berikut: a. Januari 2007 layak bagi pencapaian tujuan (a) pemenuhan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan bagi operasi dan program. b. (b) penggunaan sumber daya secara ekonomis dan efisien. (2000) rerangka pengendalian internal pada pemrosesan data elektronik ada tiga komponen utama yaitu pengendalian umum. suatu entitas bisnis harus lebih berkonsentrasi pada pemisahan tugas dan wewenang dan harus mengembangkan aplikasi komputer untuk mencatat dan menjaga jejak transaksi ini untuk mendukung penolakan dan cross check kedepan. sniffing. protokol S-HTTP dan S/MIME bagi sesi lapisan keamanan aplikasi. tanda tangan digital. 1. b. pengesahan. 56 dan 78 menyediakan panduan umum bagi rerangka pengendalian internal dalam lingkungan pemrosesan data elektronik (EDP). 2.. (c) mengamankan sumberdaya. software. Bidang ini meliputi kebijakan dan prosedur-prosedur yang mengakses ke peralatan. Pengendalian utama pada e-commerce adalah masalah keamanan. dan protokol AH dan ESP bagi keamanan lapisan jaringan) dapat diadopsi. dan penolakan. dan data yang dibatasi hanya pada pengguna yang memiliki wewenang. Secara umum. dan bukan penolakan hutang dari informasi transaksi untuk menghindari ancaman keamanan seperti akses yang tidak resmi. hukum dan peraturan. Bagaimana teknologi pengendalian keamanan yang sesuai (seperti password. Menciptakan dan mendesain logs transaksi dalam format yang tepat untuk memproses catatan dan transaksi yang gagal.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Pengendalian Keamanan pada Transfer Dokumen Elektronik Pengendalian keamanan memastikan integritas. prosedur. Vol. 96 . c. prosedur yang efektif pada pengendalian dan pemeliharaan jejak transaksi meliputi: a. encryption data. Pengendalian untuk Menjaga Jejak Transaksi Ketika jejak transaksi akan berubah dari dokumen fisik menjadi format elektronik.

Secara umum. tetapi juga sebagai bukti transaksi antara penjual dan pembeli. . perlindungan atas data yang hilang. pengendalian manajemen jaringan. Secara umum. b. Oleh karena itu. 97 b. Auditor harus memperhatian pada jasa keberlanjutan ISP seperti kasus bencana alam dan ketetapan kerahasiaan. banyak aplikasi yang providers gunakan yaitu Java applets atau program eksternal lainnya dengan common gateway interface (CGI). c. prosedur pengendalian kunci dalam sistem pemrosesan transaksi perusahaan dan sistem informasi manajemen harus meliputi: a. Pengendalian Internet Service Providers (ISP) Kebanyakan ISP menyediakan pengendalian otomatis dalam recovery kerusakan data. 4. dan pengendalian akses ke database Perangkat firewall. Karena pentingnya hal itu bagi transaksi bisnis. virus check Pengujian software dan aplikasi yang didistribusikan dalam internet 5. b. Pengendalian Keamanan pada Program Aplikasi dan Software Untuk mengatasi keamanan aplikasi transaksi pada internet. Tergantung pada luasnya jasa yang disediakan oleh ISP. perlindungan private key seharusnya terpisah dari pencatatan dan pelaksanaan transaksi. Manajer yang berwenang pada persetujuan transaksi harus bertanggung jawab untuk melindungi private key Manajer yang berwenang pada pelaksanaan transaksi harus bertanggung jawab mengamankan algoritma encryption dan decryption. (Saring Suhendro) 3. Sedangkan untuk masalah pengendalian akses. tanggung jawab manajemen kunci dapat dibagi menjadi cara-cara berikut: a. dua pertimbangan yang harus diambil ke dalam akun: a. perlindungan private key harus terpisah dari proses persetujuan dan pengesahan keseluruhan karena private key seharusnya hanya digunakan untuk menandai dokumen digital atau membuka amplop digital ketika transaksi telah disetujui dan disyahkan. Lebih khusus lagi. berdasarkan prinsip pemisahan tugas. perusahaan mengadopsi teknik pengendalian seperti firewall atau pengendalian end-to-end lain untuk menghindari pelaksanaan yang tidak tepat atau perusakan program dan software aplikasi ini. Auditor harus mempertimbangkan menyediakan format laporan dari spesialis pihak ketiga yang memastikan kecukupan dan validitas pengendalian jaringan pada sistem ISP. dan pengecekan kesalahan. Pengendalian Keamanan Tandatangan Elektronik Tandatangan elektronik tidak hanya melayani yang memastikan validitas jejak transaksi.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. Pengendalian software/hardware. public dan private key untuk tandatangan elektronik harus menjaga dengan cara yang berbeda dari aset umum.

LIBRA 98 . Standar auditing meminta ketika klien menggunakan teknologi untuk memproses data pada infrastruktur teknologinya untuk diaudit. 1998). Ketika persetujuan terjadi dengan sistem informasi lanjutan. Software audit yang dapat digunakan oleh akuntan publik adalah sebagai berikut: a. Pengujian pengendalian yang mendalam meliputi firewalls. ACCPAC 2000 business works. CYMA accounting. Kondisi tersebut membuat auditor sulit dalam mengumpulkan bukti yang dapat dipercaya dari pengendalian. dan menyeleksi sangat banyak data dan kapabel mengembangkan efektifitas audit dan efisien. sebagai contoh. pengendalian preventive seperti pada pengendalian deteksi tradisional harus melekat pada sistem pemrosesan transaksi.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Software audit mampu memeriksa. Auditor membandingkan perbedaan dan tingkat kompleksitas teknologi pengendalian internal yang tidak ada pada sistem manual. Dalam menentukan transmisi dan keontetikan transaksi elektronik dan permintaan untuk laporan keuangan yang tepat waktu memerlukan teknik dan alat yang membantu dalam proses pelaksanaan pengumpulan bukti audit. Point Pengendalian Preventive Awal Dalam lingkungan EC. CYMA PAS +. Great plains dynamics. auditor dapat menggunakan alat bantu berupa software audit. 1. Vol. Januari 2007 6. auditor mengumpulkan bukti yang cukup untuk mendukung pendapatnya. Kesulitan bagi auditor untuk memahami teknologi pengendalian adalah tidak mudah karena hardware dan software berkembang dengan cepat. encrypsi pada informasi yang sensitif. password dan keontetikan pada gambar elektronik (Helms dan Mancino. V. Pada saat pelaksanaan auditing. LIBRA signature. EC menyebabkan poin pengendalian terjadi lebih awal dari sebelumnya. menganalisa. risiko signifikan mungkin tidak diketahui. 12 No. Setelah menilai risiko pengendalian. Jejak dalam kertas dan kontrol check point menjadi standar untuk sebuah perusahaan audit yang sekarang menggunakan formulir elektronik. auditor mungkin tidak bisa mengurangi risiko deteksi awal ke level yang bisa diterima untuk substantive test. Jika metode tradisional dalam menguji kontrol secara terus menerus yang digunakan. DAC Easy. PENGUMPULAN BUKTI AUDIT Selama mengaudit laporan keuangan dalam lingkungan e-commerce. Accounting software Meliputi ABS accounting. Dalam perusahaan perdagangan. Perusahaan lalu membayar didasarkan pada persetujuan mitra dagang yang telah dibangun dalam aplikasi komputer yang pada gilirannya pemberian tanda ‘PAID’ secara otomatis pada voucher. pengendalian pada pembayaran akun utang harus dipenuhi dengan rekonsiliasi invoice pemasok secara otomatis dengan voucher yang dihasilkan oleh sistem acquisition perusahaan. Pengumpulan bukti yang dapat dipercaya pada sistem komputer lebih kompleks daripada pengumpulan bukti yang dapat dipercaya pada sistem manual. Yang lebih penting lagi. auditor menghadapi masalah tentang perolehan jejak transaksi elektronik dengan tandatangan digital dari banyak sumber (misalnya remote download dalam arsitek server klien).

Fox Pro. Personal consultant. b. Dalam lingkungan computer information system jejak transaksi terpisah dalam bentuk mesin yang dapat dibaca. neural works professional. Peachtree. e. SAS. VI. Javelin plus. autonet. dan hanya ada pada periode waktu yang terbatas. one-write plus. Excel. Oracle. Focus. Spreadsheet software Mencakup program-program seperti commander prism. Dalam sistem manual. real world accounting. bukti tertulis dari data individual masuk dengan otorisasi (seperti persetujuan untuk entry pemesanan) mungkin diganti dengan prosedur lain. Platinum series accounting. VALIDASI BUKTI AUDIT ELEKTRONIK Komite praktik audit internasional (1991) dalam Chien-Chih Yu et al. Statistic SPSS. d. Dalam beberapa sistem transaksi on-line. Macola progression series. Visual expert. KDS. DS LAB. M>A>S 90 evaluation/2. ready-to-run accounting. Express. 99 . Dbase. brainmaker. Expert system software Mencakup program-program EXSYS. (Saring Suhendro) perspektive. word perfect. records. Level-5. data secara normal mengikuti transaksi melalui sistem dengan dokumen sumber. file dan laporan-laporan. Sistem ini mungkin dapat diakses oleh sejumlah orang dalam jumlah yang lebih banyak.(2000) menyebutkan bahwa penggunaan komputer akan menghasilkan rancangan sistem yang memberikan bukti yang kurang kelihatan daripada menggunakan prosedur manual. Wordprocessing software Terdiri dari program-program MS word. Data-Base Management system software Mencakup program-program Acces. Tidak adanya dokumen masukan. c. Data dimasukkan secara langsung kedalam sistem komputer tanpa adanya dokumen pendukung. f. Paradox. IFPS. First class fusion. Neural network software Terdiri dari program-program model quest. OPS 5. word pro.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. professional write plus. Solomon series. Tidak adanya jejak traksaksi (transaction trail) Data tertentu dijaga hanya pada file komputer. SBT pro series. Improv. Karakteristik sistem yang merupakan hasil dari sifat pemrosesan computer information system meliputi: a. b. VP-expert. books of account. seperti pengendalian otorisasi yang diisi dalam program komputer (contoh: pemgesahan batas kredit).

Keberadaan bukti elektronis Penyajian informasi elektronis yang sama dapat mengambil bentuk yang berbeda. auditor harus mempertimbangkan validitas. Auditor internal harus melakukan evaluasi atas masalah-masalah kunci berkenaan dengan hal-hal berikut. tetapi yang dibedakan adalah perlunya pengendalian internal atas validitasnya. d. 100 . Auditing Procedure Study memberikan kepada auditor dengan non-authoritative guidance untuk menerapkan SAS No. Vol.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. auditor harus mempertimbangkan untuk menggunakan pendekatan tradisional. Masalah bukti audit. karena semua informasi mungkin tidak tersedia pada satu tampilan. 12 No. Dalam lingkungan ecommerce tujuan yang diinginkan dalam bukti audit tidak berbeda dari bentuk bukti tradisional. Konsep audit dan pengendalian internal yang relevan adalah pemisahan tugas. Jadi. Kemudahan mengakses data dan program komputer Data dan program komputer dapat diakses dan dirubah pada komputer melalui penggunaan peralatan komputer dari jarak jauh. yaitu: a. Karena itu. dan atribut lainnya. dengan tidak adanya pengendalian yang memadai. dan dalam computer information system secara normal dilakukan secara visual hasil pemrosesan. kelengkapan. akan meningkatkan potensi akses-akses yang tidak terotorisasi yang mengubah data dan program oleh seseorang yang berada di dalam maupun yang berada di luar perusahaan. Dalam sistem manual. Apabila ditemui adanya pengendalian yang lemah. Tidak adanya keluaran yang dapat dilihat dengan mata Transaksi atau hasil pemrosesan tertentu tidak dicetak. Januari 2007 c. keamanan informasi. Pada tabel 1 disajikan perbandingan antara bukti audit tradisional dengan bukti audit elektronis. Dalam computer information system. hasil pemrosesan tidak dicetak. 80. b. disini auditor harus melakukan prosedur yang sesuai untuk meyakinkan konsistensi penyajian dan mempertimbangkan gambaran yang lebih luas. 2000). 1. dan teknik untuk memperbaiki kesalahan. dalam lingkungan elektronik masalah dasar akuntansi dalam lingkungan elektronik adalah validitas. atau hanya ringkasan data yang dicetak. kelengkapan. Kompetensi bukti elektronik biasanya tergantung pada efektivitas pengendalian internal terhadap validitas dan kelengkapannya (Nearon. kurangnya output yang kelihatan merupakan hasil dalam perlunya akses data dipertahankan dalam file yang dapat dibaca oleh komputer. dan integritas catatan akuntansi. Auditor harus memahami bagaimana bukti elektronis diperoleh dan menguji konsistensi penyajiannya. Informasi elektronis sebagai bukti yang kompeten Untuk memverifikasi kompetensi bukti.

d. Capaian atas pengendalian yang melekat Deteksi kesalahan ditujukan pada perubahan yang diharapkan tidak yang terjadi pada data. Kompetensi alat yang digunakan untuk mengakses bukti elektronis Alat yang digunakan untuk mengakses bukti elektronik harus diuji dengan baik dan diperiksa kemungkinan adanya logical error. Teknik audit berbantuan komputer dapat memperluas kemampuan dalam menganalisis data dan mengenali pola. Perbandingan antara bukti tradisional dan bukti elektronis Atribut Kesulitan untuk dirubah Bukti Tradisional Sulit dirubah dan dimungkinkan untuk mendeteksi perubahan ini dalam pekerjaan audit normal Bukti elektronis Lebih mudah untuk dilakukan perubahan dan lebih sulit dideteksi.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. (Saring Suhendro) c. efektifitas internal control memainkan peranan yang penting dalam mendeteksi perubahan tertentu dalam bukti elektronis Kredibilitas bukti elektronis tergantung efektifitas struktur pengendalian intern Pemrosesan elektronik dapat menyembunyikan bukti-bukti dengan kode atau dengan cross refference ke data fields lainnya Pengesahan bukti elektronis mungkin tidak jelas dan dapat dilakukan dengan menekan salah satu tombol pada keyboard Bukti elektronis mungkin memerlukan pengetahuan tentang teknik data extraction untuk mengevaluasi dan memahami bukti Bukti elektronis tidak jelas dan dapat mengakibatkan kesimpulan yang berbeda oleh beberapa auditor tergantung pada prosedur yang digunakan dan pengendalian yang diimplementasikan Kekuatan kredibilitas Kelengkapan dokumen Bukti pengesahan (approval) Kemudahan untuk digunakan Kejelasan Paper document mempunyai tingkat kredibilitas yang tinggi Paper evidence memasukkan semua persyaratan transaksi penting Pengesahan pada paper evidence adalah penting dan jelas ditampilkan pada dokumen original Paper evidence tidak memerlukan alat khusus untuk digunakan dalam mengevaluasi dan memahami bukti Paper evidence biasanya jelas dan akan menghasilkan kesimpulan yang sama apabila digunakan oleh pembaca yang berbeda 101 . Tabel 1. Oleh karena itu. e. Definisi kesalahan Bukti elektronis memungkinkan bagi perubahan yang tidak terdeteksi yang meningkatkan audit risk termasuk kesalahan pengiriman atau adanya manipulasi data yang disengaja. Pengujian tradisional atau alternatif atas pengendalian dapat dilakukan untuk bukti yang tidak timbul dengan transaksi.

1 Definisi Continuous Auditing Rezaee et al. Setiap meningkatnya teknologi informasi dan penggunaan electronic commerce mengharuskan seorang auditor untuk memperoleh bukti-bukti secara elektronik dan termasuk. 21) menyatakan. Vol. Tes data atau fasilitas tes yang terintegrasi (integrated test facilities –ITF) yang menentukan apakah RTA system telah melakukan proses dari transaksi yang valid dan invalid secara benar dan memverifikasi proses dengan benar dan lengkap. yaitu (Rezaee et al. “continuous auditing secara historis berarti penggunaan software untuk mendeteksi eksepsi yang spesifikasi dari seorang auditor untuk semua transaksi yang diproses secara real-time atau pada lingkungan yang realtime. yaitu: (1) menentukan tujuan audit dan deskripsi pengendalian internal. software dan tool auditing digunakan untuk perolehan data. Setiap peningkatan teknologi informasi dan penggunaan e-commerce mengharuskan seorang auditor untuk memperoleh bukti-bukti secara elektronik dan mendorong profesi akuntan untuk membuat konsep bersama dari bukti-bukti audit menjadi standar yang profesional. CONTINUOUS AUDITING 7. waktu. 2001) Auditor independen harus mempertimbangkan ketersediaan data dalam electronic form dan implikasinya untuk menentukan keluasan pengendalian pengujian dan kewajaran. Eksepsi ini mungkin diinvestigasi segera atau ditulis pada log auditor untuk pekerjaan berikutnya. (2001) mendefinisikan Continuous auditing sebagai “proses yang sistematis dari pengumpulan bukti audit elektronik sebagai dasar yang reasonable untuk mengeluarkan opini tentang kewajaran pelaporan keuangan yang disiapkan dengan realtime accounting system dan paperless. mendorong profesi akuntan untuk membuat konsep bersama dari bukti-bukti audit menjadi standar yang profesional (3) mengidentifikasi bisnis kunci manajer data dari grup sistem (4) memperoleh definisi data/struktur file (5) mengidentifikasi elemen data yang akan diaudit (6) menetapkan akses data/otorisasi (7) mengekstrak data berdasarkan atas tujuan audit (8) menentukan audit meta data (9) loading data audit dan kos audit dan (10) eksekusi tes-tes audit/membuat pengecualian pelaporan (Rezaee et al. 102 . Januari 2007 VII. Hal yang paling umum digunakan pada CATTs untuk melakukan pengujian atas efektivitas dari struktur pengendalian internal.” Helms dan Mancino (1996.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.. 12 No. dan keluasan substantive test. transformasi data.” 7.. 2001): 1. Untuk membangun continuous auditing capability maka perlu mengembangkan aplikasi yang menggunakan beberapa tipe software untuk menangani perolehan data yang beragam. 1. Continuous auditing flow dimana dalam fase ini dibedakan dalam beberapa fase yang beragam dalam mengembangkan continuous auditing capability. dan pengujian audit dan pelaporan yang dapat digunakan oleh semua pihak yang membutuhkan. (2) memahami aturan bisnis yang tersedia untuk data.2 Membangun Kapabilitas Continuous auditing Secara imperative.

Tahap terakhir dalam konstruksi automated continuous auditing capability adalah membangun pengujian audit yang terstandarisasi yang terletak dalam audit data mart. labeling. Concurrent processing audit modules dihubungkan langsung dengan aplikasi komputer yang penting untuk menyeleksi dan memonitor processing data secara berkelanjutan. Pada real-time accounting systems. Data mart adalah konsep yang terkenal dalam penggudangan data (data warehousing) dan data mining literature. sorting). mingguan. SCARF adalah metode yang dibangun kedalam program pemrosesan data untuk membuat prosedur pengujian yang berkelanjutan menurut kriteria audit yang diseleksi seperti batasan khusus dan kelayakan. Kanter 2001). the paper-based audit trail yang merupakan dokumen dari suatu peristiwa dalam suatu proses transaksi sering tidak tersedia. renaming. Data mart adalah subjek kecil dari data warehousing yang berfokus hanya pada satu area fungsional saja (misalnya: accounting atau marketing) dan kemudian mengintegrasi data melalui jumlah yang terbatas dari sistem aplikasi (David dan Steinbart 1999). Concurrent audit techniques seperti the snapshot approach and systems control and audit review facilitiy (SCARF) diharapkan untuk menerima perhatian yang meningkat dan penggunaan Continuous auditing dalam melakukan pengujian atas efektifitas dari struktur pengendalian internal klien. Ketika audit trail ini tidak tersedia. CAATs yang dapat digunakan pada Continuous auditing. informasi tentang ekstrak data (misalnya: hubungan ke tabel sumber. 1996. Pengujian ini dilakukan secara berkelanjutan atau sesuai interval waktu (misalnya harian. Mereplikasi simulasi paralel dari beberapa bagian sistem aplikasi klien untuk mengakses efektivitas dari aktivitas-aktivitas pengendaliannya. bulanan) dan secara otomatis bersamaan 103 . Continuous auditing mengumpulkan bukti secara bersamaan dengan pemrosesan transaksi yang terjadi secara elektronik tersebut. transformasi data (misal: appending. dan load (ETL). seperti ITF. Audit data mart dibuat untuk unit bisnis yang melakukan 3 fase umum yaitu: extract. Penggunaan model audit data warehousing. Pendekatan ITF mengharuskan membuat subsistem kecil dengan file sistem aplikasi klien untuk membandingkan proses audit pengujian data yang berlawanan dengan data klien sebagai maksud untuk memverifikasi proses ke-ototentikan. Data warehousing mengintegrasikan data dari semua sistem aplikasi yang ada pada organisasi. (Saring Suhendro) 2. Continuous and intermittent simulation (CIS) digunakan untuk menseleksi transaksi-transaksi selama proses untuk review audit dan menyediakan online auditing capability. dan pengujian audit (misal: menerapkan skenario pengujian). yang umum digunakan pada lingkungan audit EDP dan dapat ditemukan pada literatur teknologi audit EDP tradisional (misalnya: Warren et al. Data captured pada aplikasi continuous auditing dapat diperoleh pada audit data mart untuk menguji dan menganalisa. transform. ditempatkan pada meta data audit. 4. 3. menseleksi kolom). Tekhnik ini mengharuskan untuk membuat modul software audit terkait dengan aplikasi klien untuk menyediakan monitoring yang berkelanjutan dari sistem memrosesan transaksi. akurasi dan kelengkapan.DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: …….

” The Internal Auditor: vol. “What Every Auditor Needs to Know about ECommerce. 56-60. Tamer. S. Sack. 3036. “Extending the Reach of E-Business. FL.. dimana laporan tahunan tradisional dan laporan audit konvensional yang biasa diterbitkan. vol. J. mungkin tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan users akan laporan keuangan organisasi. 2002. David. hal. Attaway Sr. Perubahan dalam lingkungan bisnis dan audit. electronic financial reports dan continuous auditing haruslah menjadi perhatian oleh komunitas akuntansi dan bisnis. Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Edisi Juni. Michael Gandara. Elex Media Komputindo: hal.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. J. 2004. Burr. 45-48. Real-time accounting systems. dan R. akan memberikan tekanan pada auditor untuk meng-up-date teknik auditnya dan dibutuhkan skill yang memadai bagi para auditor-auditor (computer information system auditor) dalam melakukan proses auditing. dan Jane Mancino. Edisi April. 1999. VIII. Indrajit. 1. 2002. 2000.. American Accounting Association. Perubahan-perubahan tersebut memberikan tantangan baru bagi profesi akuntan baik auditor internal maupun auditor eksternal. 59. “The Electronic Auditor. Richardus Eko. Accounting Education Series. Mar/Apr 2002.” Strategic Finance: hal. Glenn L. 28-41. Helms. 12 No. 24-29.” The Internal Auditor: hal. 11. dan pelaksanaan audit pada laporan keuangan suatu perusahaan.” The Journal of American Academy of Business: hal. hal. dan P. 1998. 104 . Ahmad A. “Auditing E-Business: New Challenges for External Auditor.” Journal of Accountancy: hal. 2000. dan Kathy Robinson. sehingga terlihat kemajuan teknologi juga diimbangi dengan monitoring yang tepat untuk memberikan keyakinan yang memadai bagi pengguna laporan keuangan DAFTAR PUSTAKA Abu-Musa. “Drawing in Data. Sehingga.. Sarasota. “E-commerce: Auditing the Rage.. Tom. Cavusgil. 2000.” Marketing Management: Chicago. Januari 2007 dengan bukti audit dan melakukan laporan pengecualian untuk review auditor dan pertimbangannya. 49-55. Perkembangan teknologi ini membawa perubahan pada risiko-risiko audit. Albrecht. pengendalian internal. Peningkatan teknologi menyarankan bahwa perubahan penyajian laporan keuangan manual menjadi real-time pada sensitifitas pada data keuangan. Accounting Education: Charting the Course through a Perilous Future. Steinbart. S. Vol. KESIMPULAN E-commerce telah menjadi alat yang penting sejak perusahaan menggunakan internet untuk melakukan bisnisnya. Morris C. 7-17.

70. 2000.” A Journal of Practice and Theory: Vol. Joseph W. “The Impact of Electronic Commerce on Auditing Practice: An Auditing Process Model for Evidence Collection and Validation. John Wiley & Sons Inc. Vasant Raval.” EDICAST: periode Februari/Maret: hal. Yu. Nearon. 1996. Fourth Edition. No. R.1 Wilkinson. 21. Hung-Chao Yu.. Bruce H. 5..DAFTAR ISI Auditing E-Commerce: ……. “Auditing E-business. New York. (Saring Suhendro) Kalakota. 2000. 22-26. Defining Electronic Commerce. dan Peter L. Michael J. Zabihollah.. Rezaee. Rick Elam. Chien-Chih. Cerullo.” International Journal of Intelligent System in Accounting. 195-214..” The CPA Journal: Vol.. McMikle. dan Chi-Chun Chou. dan Bernard Wong-on-Wing. Accounting Information System: Essential Concepts and Application. hal. “Manager’s Guide to Electronic Commerce: Addison-Wesley. 105 . 2002 “Continuous auditing: Building Automated Auditing Capability. Ahmad Sharbatoghlie. 2000. Finance & Management: hal.

daya saing perusahaan dapat dibangun jika perusahaan memiliki keunggulan tertentu dibandingkan dengan pesaing. Pada lingkungan bisnis yang kompetitif. diperlukan suatu informasi biaya yang dapat menggambarkan konsumsi sumber daya dalam proses pembuatan produk. the performance measurement should be changed from efficiency and productivity to cost effectiveness. Using MCE. Untuk mendapatkan biaya produksi yang cost effective dan menghasilkan produk yang bermutu tinggi. Suatu proses disebut cost effective jika dalam proses produksi. Ermadiani9. FE Unsri Dosen Jurusan Akuntansi.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness Dalam Meningkatkan Cost Effective Pada Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Oleh : Yulia Saftiana . Finally. Cost effectiveness is a measurement to see the effectiveness of organization’s sources that use to do value added activities that supply out put needed by the customers. sumber daya hanya dikonsumsi untuk menjalankan value added activities. R. user will find out the way to decrease the production cost. FE Unsri 10 Dosen Jurusan Akuntansi. cost effective. company’s effectiveness and performance can be increased trough activity improvement to reach cost effectiveness. Weddie Andriyanto10 ABSTRACT Nowadays. Cost effectiveness is counted by using Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE). Keywords : Manufacturing cycle effectiveness. manajemen harus melakukan pengelolaan terhadap 8 9 Dosen Jurusan Akuntansi. the company has to connect their activities to customers needs. 8 PENDAHULUAN Globalisasi ekonomi menuntut setiap perusahaan untuk meningkatkan daya saingnya. In order to do advance improvement. Keunggulan daya saing perusahaan dapat dibangun salah satunya melalui produksi produk dan jasa secara cost effective. Untuk mengurangi biaya. in global business. FE Unila . company’s capability in doing advance improvement to create goods and services to satisfy customers will affect company’s existence. MCE is a measurement that shows the percentage of value added activities in an activity that held to create a value for the customers. So.

di era tahun 1990 perusahaan besar yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit terus tumbuh di provinsi ini karena potensi lahan dan kesuburan tanah yang cocok untuk habitat kelapa sawit. Vol. 108 . Di Sumatera Selatan terdapat berbagai jenis perusahaan yang menghasilkan produk. Berdasarkan uraian di atas. Lamanya waktu yang digunakan untuk memproduksi TBS akan mempengaruhi kualitas yang dihasilkan.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Asal bahan baku (TBS) dan kondisi musim mempengaruhi harga tandan buah segar. Keadaan ini menyebabkan suplai bahan baku untuk pabrik bervariasi dan menyebabkan pabrik bekerja di bawah kapasitasnya dan biaya untuk memproduksi TBS pada musim kemarau menjadi lebih besar. Manajemen harus melakukan penilaian seberapa besar cost effective berbagai aktivitas yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan value bagi customer. Januari 2007 penyebab timbulnya biaya. Dalam proses produksi. Dengan MCE dapat diukur seberapa besar non value added activities dikurangi dan dihilangkan dari proses pembuatan produk. Produksi perkebunan kelapa sawit berfluktuasi karena adanya musim penghujan dan musim kemarau. MCE merupakan ukuran yang menunjukkan persentase value added activities yang terdapat dalam suatu aktivitas yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan value bagi customer. keputusan dibuat sebagai langkah untuk menurunkan biaya produksi (cost reduction). Dengan analisis MCE. Cost effectiveness ini dihitung dengan membandingkan processing time dengan cycle time yang dikenal dengan istilah Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE). Produksi kelapa sawit di Indonesia rata-rata berkisar antara 14-16 ton TBS/ha/tahun. Aktivitas merupakan penyebab timbulnya biaya. Bahan baku yang digunakan dalam menghasilkan crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) adalah tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan oleh perkebunan kelapa sawit. Komponen lain yang mempengaruhi adalah biaya produksi yang berupa biaya operasional dan tenaga kerja serta harga CPO di pasar. 12 No. Potensi kelapa sawit di Sumatera Selatan terus berkembang. 1. dan perusahaan yang bergerak dalam bidang agroindustri pengolahan kelapa sawit yang menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) mendominasi jumlah perusahaan yang ada. kinerja perusahaan dan efektivitas ditingkatkan melalui perbaikan aktivitas yang bertujuan untuk mencapai cost effectiveness. Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) membutuhkan bahan baku utama yang berupa tandan buah segar yang didapat dari kebun kelapa sawit milik perusahaan sendiri (inti) dan kebun kelapa sawit rakyat binaan perusahaan (plasma) maupun kebun kelapa sawit masyarakat umum. Namun harga tandan buah segar (TBS) juga dipengaruhi oleh rendemen (kandungan minyak) hasil produksi TBS menjadi crude palm oil (CPO) di PKS tersebut. maka penulis tertarik untuk melakukan analisis seberapa efektif aktivitas yang digunakan dalam kegiatan proses produksi kelapa sawit sehingga dapat mencapai cost effective dengan mengangkat judul “ANALISIS MANUFACTURING CYCLE EFFECTIVENESS DALAM MENINGKATKAN COST EFFECTIVE PADA PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT”. Dengan analisis MCE.

Memproduksi produk dan jasa secara cost effective. Untuk itu perlu dilakukan pergeseran ukuran kinerja dari efisiensi dan produktivitas ke cost effectiveness. Konsep cost effectiveness memasukkan komponen customer dalam hubungan antara masukan. dan keluaran. proses. Pengukuran kinerja dapat pula dilakukan terhadap data-data non finansial yang berhubungan dengan aktivitas-aktivitas dalam menghasilkan kuantitas. Kemampuan perusahaan sekarang untuk melakukan improvement berkelanjutan terhadap proses yang digunakan untuk menghasilkan produk dan jasa bagi customer menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Di 109 . ada tiga kegiatan utama yang harus ditempuh. kualitas produk dan kepuasan konsumen. Definisi Cost Effectiveness Menurut Mulyadi (2003:245). Mendesain produk dan jasa yang menghasilkan value terbaik bagi customers. Dalam customer value mindset. produsen tidak lagi mengendalikan bisnis. Hal ini dilakukan sebagai usaha untuk mencapai efektivitas biaya (cost effectiveness) produksi melalui manajemen aktivitas. Weddie Andriyanto) TINJAUAN PUSTAKA Pergeseran ukuran kinerja ke cost effectiveness Di lingkungan bisnis global. Salah satu tujuan organisasi yaitu institusi pencipta kekayaan. R. “Perubahan kriteria pengukuran kinerja dalam bentuk ukuran non finansial seperti kepuasan konsumen. Menurut Mulyadi (2003:47). Memasarkan produk dan jasa secara efektif kepada customers.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. Menurut Mulyadi (1998:3) konsep tersebut adalah sebagai berikut : “Konsep cost effectiveness dilandasi oleh customer value mindset. untuk mewujudkan tujuan organisasi tersebut. Mindset ini memfokuskan usaha manajemen untuk menghasilkan keluaran yang mampu memuaskan kebutuhan customer. 2. Pergeseran ukuran kinerja mengakibatkan dibutuhkannya informasi tentang aktivitas yang memampukan personel dalam melakukan pengelolaan terhadap aktivitas sehingga memberdayakan personel untuk meningkatkan cost effectiveness yang digunakan untuk melayani customer. sumber daya manusia. dengan tujuan agar perusahaan dapat bertahan dalam jangka panjang”. 3. yaitu : 1. (Yulia Saftiana. Menurut Mulyadi (2001:377). Ermadiani. “Cost Effectiveness adalah ukuran seberapa efektif sumber daya organisasi dimanfaatkan untuk melaksanakan value added activities dalam menghasilkan keluaran yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan customer”. kebutuhan customer-lah yang memicu berbagai aktivitas yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan keluaran. dan proses produksi merupakan tuntutan kondisi persaingan. Pengelolaan aktivitas ini telah mendorong perubahan pada alat ukur kinerja yang dibangun berdasarkan konsep efektivitas biaya (cost effectiveness) yang melibatkan pengukuran aktivitas-aktivitas manufaktur perusahaan dalam memenuhi kepuasan konsumen. kualitas produk.

sehingga memungkinkan manajemen melakukan pengelolaan aktivitas untuk menghasilkan pengurangan biaya secara signifikan bagi kepentingan customer. Menurut Mulyadi (2001:615). “Value added merupakan sebuah metode pabrikasi yang berusaha menghilangkan pemborosan pada proses”. 2001. sehingga proses dapat dianalisis dan dilakukan improvement terhadapnya. Vol. Value added activities tidak dapat dihilangkan tanpa mengurangi kuantitas atau kualitas.” Gambar 1 : Konsep Cost Effectiveness Cost Effectiveness Proses Cost Effectiveness Masuk an Aktivitas Penambah Nilai Aktivitas Bukan Penambah Nilai Keluaran Customer Cost Ineffectiveness Cost Ineffectiveness Sumber : Mulyadi. “Efektifitas biaya dipandang sebagai suatu rencana jangka panjang untuk menekan biaya produksi dengan jalan melakukan analisa aktivitas.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. “Value added activities merupakan aktivitas yang ditinjau dari pandangan customer menambah nilai dalam proses pengolahan masukan menjadi keluaran”. 12 No. Menurut Lalu Sumayang (2003:325). Sistem perencanaan & pengendalian manajemen. “Non value added activity adalah aktivitas yang dari pandangan customer tidak menambah nilai dalam proses pengolahan masukan menjadi keluaran. Suatu falsafah operasi yang berlaku di seluruh perusahaan untuk menghilangkan pemborosan adalah mengidentifikasi dan mengeliminasi aktivitas yang tidak bernilai tambah”. Aktivitas yang tidak memberi nilai tambah ini merupakan peluang bagi perusahaan untuk mengurangi biaya tanpa mengurangi kepuasan yang 110 . Januari 2007 samping itu.381. dan menghilangkan non value added activity yang dilakukan secara terus menerus sepanjang perusahaan masih melakukan kegiatan usaha”. Manajemen harus dapat mengidentifikasikan value added activities dan non value added activities dalam pembuatan produk. konsep cost effectiveness dilandasi oleh continuous improvement mindset. Menurut Mulyadi (2001:379). 1. h. perbaikan value added activity. Sedangkan menurut Mulyadi (2001:379).

DAFTAR ISI
Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. (Yulia Saftiana, Ermadiani, R. Weddie Andriyanto)

akan diterima oleh konsumen. Biaya-biaya yang ditimbulkan oleh aktivitas yang tidak memberi nilai tambah hanya dianggap sebagai biaya yang inefektif (cost ineffectiveness) bagi produsen. Analisis Aktivitas Dalam melakukan analisis efektivitas biaya (cost effectiveness) yang menjadi pokok utama pembahasan yaitu aktivitas. Aktivitas yang efektif dalam suatu proses produksi merupakan aktivitas yang menambah nilai (value added activity). Dengan analisis aktivitas dapat diketahui apakah suatu aktivitas tergolong penambah atau bukan penambah nilai. Analisis aktivitas yaitu mengidentifikasi dan mendeskripsikan aktivitas-aktivitas dalam organisasi. Menurut Mulyadi (2001: 602) : ”Analisa aktivitas mencakup penentuan aktivitas-aktivitas apa yang dilakukan dalam suatu departemen, berapa banyak orang yang melaksanakan aktivitas, berapa banyakkah waktu yang orang tersebut gunakan untuk melaksanakan aktivitas, sumber daya apa yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas, data operasional apa yang paling baik merefleksikan kinerja dari aktivitas dan nilai apa yang dimiliki aktivitas untuk organisasi”. Identifikasi Aktivitas-Aktivitas Aktivitas dalam proses produksi manufaktur pada umumnya terdiri dari lima kelompok besar aktivitas, yaitu processing activity, inspection activity, moving activity, waiting activity, serta storage activity. Dalam proses pembuatan produk diperlukan cycle time yang merupakan keseluruhan waktu yang diperlukan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi. Cycle time ini terdiri dari : • Waktu Proses (Processing Time) Processing time merupakan seluruh waktu yang diperlukan dari setiap tahap yang ditempuh oleh bahan baku, produk dalam proses hingga menjadi barang jadi. Tidak semua waktu yang ditempuh dari bahan baku hingga ke produk jadi tersebut mutlak merupakan processing time. • Waktu Inspeksi (Inspection Time) Menurut Mulyadi (2001:624), “Inspection time merupakan keseluruhan waktu yang dikonsumsi oleh aktivitas yang bertujuan untuk menjaga seluruh produk yang diproses tersebut dapat dihasilkan sesuai dengan standar yang ditetapkan”. Aktivitas ini merupakan aktivitas pengawasan untuk menjamin bahwa proses produksi telah dilakukan dengan benar walaupun kenyataannya tidak ada nilai tambah terhadap produk yang akan diterima konsumen. • Waktu Pemindahan (Moving Time) Menurut Mulyadi (2001:624), “Waktu pemindahan adalah aktivitas yang menggunakan waktu dan sumber daya untuk memindahkan bahan baku, produk dalam proses, dan produk jadi dari satu departemen ke departemen yang lain”. Waktu pindah tertentu dalam setiap proses produksi memang diperlukan, namun pengurutan yang benar kegiatan-kegiatan dan tugas-tugas serta penerapan teknologi otomasi dapat menghilangkan waktu pemindahan secara signifikan. 111

DAFTAR ISI
Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 12 No. 1, Januari 2007

Waktu Tunggu (Waiting Time) Menurut Mulyadi (2001:624), “Waktu tunggu adalah aktivitas yang di dalamnya bahan baku dan produk dalam proses menggunakan waktu dan sumber daya dalam menanti proses berikutnya”. Apabila dalam waktu menunggu ini memerlukan sumber daya maka biaya yang ditimbulkan akibat penggunaan sumber daya tersebut merupakan biaya bukan penambah nilai karena manfaatnya tidak dirasakan oleh konsumen.

Waktu Penyimpanan (Storage Time) Menurut Mulyadi (2001:624), “Penyimpanan adalah aktivitas yang menggunakan waktu dan sumber daya, selama produk dan bahan baku disimpan sebagai sediaan”. Waktu penyimpanan ini diakibatkan proses penyimpanan baik itu bahan baku sebelum akhirnya dimulai proses produksi ataupun barang jadi yang disimpan di dalam gudang sebagai persediaan.

Definisi Manufacturing Cycle Effectiveness Ukuran efektivitas proses produksi dihitung dengan membandingkan processing time dengan cycle time yang dikenal dengan istilah Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE). Menurut Mulyadi (2003:245), Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE) adalah : “Alat analisis atas aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh perusahaan dalam melakukan proses produksi. MCE merupakan ukuran yang menunjukkan persentase value added activities yang terdapat dalam suatu aktivitas yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan value bagi customer. Dengan MCE dapat diukur seberapa besar non value added activities dikurangi dan dihilangkan dari proses pembuatan produk”. MCE merupakan alat analisis terhadap aktivitas-aktivitas produksi, misalnya berapa lama waktu yang dikonsumsi oleh suatu aktivitas mulai penanganan bahan baku, produk dalam proses hingga produk jadi (cycle time). Manufacturing Cycle Effectiveness dihitung dengan memanfaatkan data cycle time atau throughput time yang telah dikumpulkan. Pemilah-milahan cycle time dapat dilakukan dengan melakukan activity analysis. Cycle time ini terdiri dari value added activities dan non value added activity. Value added activity yaitu processing time dan non value added activities yang terdiri dari inspection time, moving time, waiting time, dan storage time. Menurut Amin Widjaja T (2000:16), formula cycle time yang digunakan untuk menghitung cycle effectiveness adalah : Cycle time = processing time + waiting time + moving time + inspection time + strorage time

Manufacturing Cycle Effectiveness = Processing Time Cycle Time

112

DAFTAR ISI
Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. (Yulia Saftiana, Ermadiani, R. Weddie Andriyanto)

Dengan analisis Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE), kinerja perusahaan dan efisiensi ditingkatkan melalui perbaikan aktivitas yang bertujuan untuk mencapai cost effectiveness. Dengan MCE, analisis dilakukan langsung terhadap aktivitas-aktivitas perusahaan yang diformulasikan dalam bentuk data waktu yang dikonsumsi oleh setiap aktivitas. Waktu aktivitas tersebut mencerminkan berapa banyak sumber daya dan biaya yang dikonsumsi oleh aktivitas tersebut dan dapat dijadikan sebagai dasar untuk menilai kinerja dan efektivitas pada perusahaan. Dengan analisis MCE, keputusan dibuat sebagai langkah untuk menurunkan biaya produksi (cost reduction). Proses produksi yang ideal akan menghasilkan cycle time sama dengan processing time. Jika proses pembuatan produk menghasilkan cycle effectiveness sebesar 100%, maka aktivitas bukan penambah nilai telah dapat dihilangkan dalam proses pengolahan produk, sehingga customer produk tersebut tidak dibebani dengan biaya-biaya untuk aktivitas bukan penambah nilai. Sebaliknya, jika proses pembuatan produk menghasilkan cycle effectiveness kurang dari 100%, berarti proses pengolahan produk masih mengandung aktivitas bukan penambah nilai bagi customer. Langkah-langkah Untuk Mewujudkan Efektifitas Biaya Langkah yang dilakukan untuk mengeliminasi aktivitas bukan penambah nilai dan memperbaiki aktivitas bukan penambah nilai ditempuh dengan konsep continuous improvement. Hal ini dilakukan dengan Total Quality Management (TQM) dan Activity Based Management (ABM). Tujuan kedua konsep ini adalah pengembangan yang berkelanjutan (continuous improvement) atas aktivitas-aktivitas baik yang merupakan penambah nilai maupun bukan penambah nilai. Tujuan ini merupakan perencanaan jangka panjang yang harus ditempuh secara bertahap. Pengelolaan Aktivitas Bukan Penambah Nilai Menurut Mulyadi (2001:625), cara yang ditempuh untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan aktivitas penambah nilai dan mengurangi serta menghilangkan aktivitas bukan penambah nilai dalam pengelolaan aktivitas adalah : 1. Pemilihan aktivitas (Activity selection) Pengurangan biaya dapat dicapai dengan melakukan pemilihan aktivitas dari serangkaian aktivitas yang diperlukan untuk melaksanakan berbagai strategi yang kompetitif. Manajemen sebaiknya memilih strategi yang memerlukan lebih sedikit aktivitas dengan biaya terendah. 2. Pembagian aktivitas (Activity sharing) Pembagian aktivitas terutama ditujukan untuk mengelola aktivitas penambah nilai. Dengan mengidentifikasi aktivitas penambah nilai yang masih belum dimanfaatkan secara penuh dan kemudian memanfaatkan aktivitas tersebut untuk menghasilkan berbagai cost object yang lain, perusahaan akan meningkatkan produktivitas pemanfaatan aktivitas tersebut dalam menghasilkan cost object.

113

Moving time dikurangkan dengan mengembangkan cellular manufacturing. h. Pengurangan aktivitas (Activity reduction) Pengurangan biaya dapat dicapai dengan mengurangi aktivitas bukan penambah nilaiPengurangan aktivitas merupakan strategi jangka pendek yang ditempuh dalam melakukan improvement terhadap aktivitas. Vol. berbagai perusahaan telah mengaplikasikan konsep baru yaitu Just In Time (JIT). Tindak Lanjut Analisis MCE Untuk Menghilangkan Aktivitas Bukan Penambah Nilai Dengan hasil analisis MCE yang dilakukan. Penghilangan aktivitas (Activity elimination) Pengurangan biaya dapat dicapai dengan melakukan penghilangan aktivitas bukan penambah nilai. Inspection time dapat dikurangi dengan mengembangkan total quality control dan zero defect manufacturing. ”Untuk mengurangi atau menghilangkan aktivitas bukan penambah nilai. Waiting/storage time dikurangkan dengan mengembangkan just in time inventory system. 1. Penghilangan aktivitas merupakan strategi jangka panjang yang ditempuh dalam melakukan improvement terhadap aktivitas.” Gambar 2 : Konsep JIT Sebagai Tindak Lanjut Analisa MCE untuk Menghilangkan Non Value Added Activity JIT Manufacturing inventory TQC Cellular Zero Defect Manufacturing JIT Zero Cycle time = Processing time + Inspection + Moving time+ Waiting time Value added Activity Non value added activity Sumber : Mulyadi. 2001. Sistem Pengendalian dan Perencanaan Manajemen. Menurut Mulyadi (2001:623). Untuk mengendalikan biaya bukan penambah nilai dan penambah nilai tersebut dapat ditempuh dengan perencanaan dan pengendalian terhadap biaya-biaya tersebut. Dalam JIT ini 114 .DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. maka dapat diketahui persentase dari aktivitas penambah nilai dan aktivitas bukan penambah nilai. 623. untuk menghilangkan aktivitas-aktivitas bukan penambah nilai (non value added activity) dalam siklus produksi suatu produk. Menurut Mulyadi (2001:623). Januari 2007 3. 4. Keberhasilan tersebut dapat dicerminkan pada penurunan biaya-biaya dalam suatu periode tertentu. 12 No.

untuk mendukung pengelolaan aktivitasaktivitas tersebut dapat diterapkan berbagai alternatif pengelolaan biaya. R. Target Costing. dan penyediaan jasa pendukung. ada masalah pokok yang harus dipecahkan. Komposisi faktor produksi yang bagaimana akan meminimumkan ongkos produksi yang dikeluarkan untuk mencapai satu tingkat produksi tertentu. jumlah tenaga kerja. jumlah kekayaan alam dan tingkat teknologi yang digunakan. yaitu bagaimana meminimumkan ongkos produksi yang dikeluarkan yang digunakan untuk mencapai satu tingkat produksi. Mesin-mesin ini disusun sehingga dapat digunakan untuk melaksanakan berbagai operasi yang berurutan. Weddie Andriyanto) juga dimunculkan berbagai metode baru untuk mendukung tercapainya tujuan JIT yaitu mengurangi waktu siklus proses. alternatif kedua yang akan digunakan. Untuk melihat seluk beluk kegiatan perusahaan dalam memproduksi barangnya diperlukan analisa ke atas berbagai aspek kegiatan memproduksinya. Menurut Yasin (2005:IV-28). seperti : Kaizen Costing. mesin yang memiliki fungsi yang sama ditempatkan bersama dalam suatu daerah yang disebut departemen atau proses. Konsep pengendalian mutu modern menekankan pada orang. (Yulia Saftiana. Dengan JIT Manufacturing merupakan usaha untuk mengurangi waktu penyimpanan (storage time) yang merupakan salah satu akibat dari aktivitas bukan penambah nilai bagi konsumen. Artinya produksi tertingginya telah ditentukan. yaitu : • • Komposisi faktor produksi yang bagaimana perlu digunakan untuk menciptakan tingkat produksi yang tinggi. kebun plasma di lingkungan perusahaan atau kebun masyarakat di luar lingkungan kebun akan mempengaruhi harga tandan buah segar. Ermadiani. tata letak pabrik (plant layout). hal itu dikarenakan bahan baku utama PKS adalah tandan buah segar (TBS) yang tidak memiliki substitusi dan bahan baku yang berupa tandan buah segar (TBS) tersebut telah tersedia sedangkan kapasitas terpasang pabrik telah ditentukan. Asal tandan buah segar (TBS) kebun inti. Total Quality Control (TQC) merupakan konsep pengendalian yang meletakkan tanggung jawab pengendalian di pundak setiap karyawan yang terlibat dalam proses pembuatan produk.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. yaitu pada musim penghujan memiliki kecenderungan menuju puncak produksi sedangkan pada musim kemarau akan mengalami penurunan sampai pada tingkat yang menyulitkan dan itu juga tentunya akan mempengaruhi harga tandan buah segar. PEMBAHASAN Fungsi produksi menunjukkan sifat perkaitan di antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yang diciptakan. Menurut Lalu Sumayang (2003:257). dan Activity Based Costing. Tingkat produksi suatu barang tergantung kepada jumlah modal. dan karyawan didorong agar berusaha menghasilkan “zero defect” (tingkat kesalahan nol). Product Life Cycle. dalam usaha memproduksi barang. Dalam Cellular Manufacturing. 115 . JIT mempunyai dampak signifikan terhadap tingkat persediaan. Dari segi pengendalian dan perencanaan biaya. kondisi alam juga memiliki kecenderungan produksi tandan buah segar. Bagi perkebunan kelapa sawit (PKS). bukan proses.

terdapat berbagai aktivitas baik yang menambah nilai maupun tidak menambah nilai produk. Aktivitas yang tidak menambah nilai ini tetap diperlukan dalam proses pengolahan. Dalam proses pengolahan kelapa sawit ini. Aktivitas dalam pengolahan kelapa sawit ini memiliki ketergantungan pada setiap proses atau stasiun pengolahan. pemisahan biji dan ampas serat. Aktivitas hanya dapat dilakukan jika bahan yang diterimanya telah diproses pada stasiun sebelumnya. Ada dua macam produk atau keluaran dari hasil pengolahan pabrik yaitu minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan inti sawit (Kernel Palm/PK).000 x 60 ton TBS/tahun = 360. Dengan demikian rata-rata kebutuhan tandan buah segar untuk mencapai kapasitas pabrik 100% adalah sebanyak 20 x 60 ton TBS/hari = 1.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. penyulingan. pengambilan inti dan penyimpanan CPO. Begitu juga dengan aktivitas inspeksi. Aek Tarum berkisar antara 60 ton TBS/jam sampai 120 ton TBS/jam. aktivitas yang tidak menambah nilai terdapat pada aktivitas di loading ramp.000 jam/tahun. aktivitas ini berperan sebagai pengawasan mutu dan kelancancaran proses pengolahan. Kapasitas terpasang PKS perkebunan besar seperti pada PT. Sedangkan aktivitas yang menambah nilai pengolahan palm kernel terdapat pada proses mulai dari stasiun perebusan sampai dengan pengeringan kernel. melainkan sebagian hilang tercecer pada saat perebusan. 116 . aktivitas pemindahan dari loading ramp ke proses perebusan. Vol. Januari 2007 Bahan Baku dan Produk yang Dihasilkan oleh Pabrik Kelapa Sawit Hasil produksi kebun pengolahan kelapa sawit adalah berupa Tandan Buah Segar (Fresh Fruit Bunch/FFB). 1.200 ton TBS atau 6. Aktivitas-aktivitas ini memiliki pengaruh terhadap kualitas dan kuantitas crude palm oil dan palm kernel. penebahan. Identifikasi dan Klasifikasi Aktivitas pengolahan Dalam proses pengolahan kelapa sawit. Karena aktivitasaktivitas ini tidak secara langsung mempengaruhi perubahan yang terjadi pada crude palm oil dan palm kernel yang diolah baik kuantitas maupun kualitas yang bermanfaat bagi konsumen. Bahan baku berupa tandan buah segar kelapa sawit yang akan diolah di pabrik PKS tidak semuanya akan menjadi produk minyak sawit. aktivitas pengolahan dimulai dari pemasukkan tandan buah segar ke dalam loading ramp kemudian masuk ke dalam proses produksi pada setiap stasiun hingga akhirnya menjadi crude palm oil (CPO) dan Palm kernel (PK). 12 No. Begitu juga dengan aktivitas pada setiap proses yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK). Dalam proses memperoleh kelapa sawit ini. Aktivitas yang menambah nilai pengolahan crude palm oil terdapat pada proses mulai dari stasiun perebusan sampai dengan stasiun klarifikasi. Rencana operasi pabrik PKS rata-rata satu tahun adalah : 20 jam/hari x 300 hari/tahun = 6.000 ton TBS/tahun. aktivitas pemindahan pada proses perebusan ke proses penebahan. karena tanpa aktivitas ini kelancaran proses pengolahan dapat terganggu. dan aktivitas inspeksi/pengawasan yang dilakukan pada setiap proses.

Lalu dari stasiun penebahan ini. R. Ermadiani. Setelah masuk ke perebusan lori-lori tersebut ditarik dengan menggunakan capstand dan dimasukkan ke stasiun penebahan dengan menggunakan hoisting crane. Weddie Andriyanto) Dalam proses pengolahannya.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. Dari stasiun pengepresan ini minyak akan masuk ke dalam proses klarifikasi sampai akhirnya masuk ke dalam tangki timbun CPO. sedangkan ampas dan biji akan masuk dalam stasiun pengolahan biji sampai akhirnya disimpan di dalam Bulking silo. (Yulia Saftiana. kelapa sawit melalui beberapa stasiun pengolahan sampai akhirnya menjadi crude palm oil dan palm kernel. Proses dimulai saat tandan buah segar dari stasiun loading ramp dibawa ke stasiun perebusan dengan menggunakan lori. Proses pengolahan kelapa sawit ini secara singkat akan digambarkan sebagai berikut : Gambar 5 : Urutan Proses Pengolahan Crude Palm Oil dan Palm Kernel Stasiun Penimbunan TBS (Loading ramp) Stasiun Perebusan TBS (Sterilizer) Stasiun Penebahan TBS (Thresher) Stasiun Pengadukan TBS (Digester) Ampas Biji Stasiun Pengepresan Bubur Buah TBS (Screw Press) • • • • Stasiun Pengolahan Biji Pemisahan Ampas & Biji Pemecahan Biji Pemisahan Inti dengan cangkang Pengeringan Inti/kernel Minyak • • • • • • Stasiun Klarifikasi Pemisahan Pasir Pemisahan Minyak Pertama Penyaringan Bahan Padat Pemisahan Minyak dengan Sludge (kotoran) Pemurnian Minyak Pengeringan Minyak Bulking Silo Penyimpanan Palm Kernel Tangki Timbun Crude Palm Oil (CPO) Sumber : Hasil Olah Data 117 . tandan buah segar akan dilumatkan pada stasiun pengadukan dan dipress pada stasiun pengepresan.

mutu dan biaya dari aktivitas yang merupakan penyebab timbulnya biaya dapat dikelola dengan baik. Hal ini diakibatkan karena lamanya waktu untuk memproduksi tandan buah segar (TBS) akan mempengaruhi rendemen (kandungan minyak) TBS tersebut. Sistem pengolahan seperti ini mengakibatkan total waktu yang dikonsumsi oleh semua stasiun mencerminkan keseluruhan waktu.200 ton crude palm oil (CPO) per tahun dan 18.000 ton palm kernel (PK) per tahun. Dari hasil perhitungan ini dapat dilakukan analisis dan langkah yang dapat diambil untuk memanajemen aktivitas. yaitu mampu mengolah 1. dan storage time. yaitu waktu yang diperlukan oleh aktivitas-aktivitas di atas untuk mengolah 360. moving time. Manajemen aktivitas yang dapat dilakukan contohnya : Pengurangan aktivitas dapat dilakukan pada stasiun loading ramp dengan cara menambah pemakaian unit Sterilizer.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Hal ini juga akan memaksimalkan penggunaan tenaga kerja di loading ramp. Proses produksi pabrik dilakukan secara terus menerus sesuai dengan jumlah bahan baku yang tersedia setiap harinya. biaya pengolahan dapat lebih efektif dan mencerminkan biaya pengolahan yang sebenarnya.000 ton tandan buah segar (TBS) per tahun hingga menjadi 82. Untuk mencapai hal ini maka diperlukan proses produksi yang lancar dan pengawasan setiap proses secara berkesinambungan. Perhitungan dan Analisis Manufacturing cycle Effectiveness Setelah aktivitas-aktivitas proses pengolahan kelapa sawit diidentifikasi dan dibedakan menjadi aktivitas penambah nilai yang terukur sebagai processing time dan aktivitas tidak menambah nilai yang terukur sebagai waiting time. Jangka waktu maksimum tandan buah segar untuk diolah agar mendapatkan hasil yang baik adalah 8 jam setelah panen. Mutu TBS mempengaruhi harga jual TBS tersebut dan kualitas crude palm oil yang dihasilkan. 1.200 ton setiap 20 jam atau 360. Januari 2007 Dari skema proses pengolahan tersebut dapat dilihat bahwa proses pengolahan crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) mulai terpisah dari stasiun pengepresan. 118 .000 ton setiap tahun. Dari inspeksi proses ini. Lancarnya proses produksi sangat tergantung pada mesin peralatan dan tenaga kerja yang beroperasi. Untuk meningkatkan efektivitas biaya. 12 No. faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan adalah mutu dari tandan buah segar (TBS). Aktivitas-aktivitas pengolahan ini saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Dengan penambahan ini akan mengurangi waktu tunggu tandan buah segar (TBS) di loading ramp untuk diproses lebih lanjut. inspection time. Konsumsi waktu optimal ini adalah konsumsi waktu yang timbul dari kapasitas pabrik. Proses pengolahan dilakukan mengalir sesuai dengan rangkaian proses yang telah ditetapkan. Semakin lamanya waktu yang digunakan untuk memproduksi tandan buah segar (TBS) akan mempengaruhi rendemen atau kandungan minyak TBS tersebut. Dalam pelaksanaan aktivitas proses pengolahan. Vol. maka perhitungan manufacturing cycle effectiveness (MCE) dapat dilakukan dengan pembagian processing time dengan cycle time. Dengan manajemen aktivitas ini. konsumsi waktu yang diukur sebagai processing time merupakan konsumsi waktu yang optimal. Persentase penurunan mutu buah kelapa sawit akan semakin parah jika terjadi penumpukan buah di loading ramp terutama jika buah tersebut sampai menginap.

hal ini dapat disebabkan oleh : • Kuantitas tersedianya tandan buah segar (TBS) pada musim kemarau yang lebih sedikit. sedangkan karyawan tidak bekerja secara maksimal. Menurut Lalu Sumayang (2003:113). tiap-tiap pekerja bertanggung jawab untuk mengawasi mutu produk yang dihasilkannya ataupun mutu bahan bakunya. Di samping itu. Menurut Lalu Sumayang (2003:113). ”Makin besar volume kapasitas maka makin kecil biaya setiap unit (economic of scale). (Yulia Saftiana.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. Manajemen yang telah diterapkan ini merupakan total quality control (TQC). bila volume bertambah maka biaya tetap per unit akan turun. alasannya karena biaya fasilitas dan biaya operasi tidak akan bertambah bila volume produksi bertambah”. Menurut Lalu Sumayang (2003:118). Pengurangan biaya ini terjadi bila semua faktor produksi dikembangkan secara proporsional. kuantitas produksi akan mempengaruhi biaya variabel. Ermadiani. • Sesuai dengan kondisi perusahaan. “economic of scale adalah penghematan biaya yang disebabkan karena penggunaan sumber daya skala besar atau produksi secara massal”. supply listrik dan air. Keadaan ini menyebabkan suplai bahan baku tandan buah segar untuk pabrik bervariasi dan menyebabkan pabrik bekerja di bawah kapasitasnya. R. Contohnya pada saat pabrik memproduksi dengan kapasitas yang tidak optimal biaya tetap seperti upah dan gaji karyawan masih harus dibayar. Hal ini disebabkan karena pada musim kemarau kebun kelapa sawit menghasilkan tandan buah segar (TBS) yang digunakan untuk memproduksi crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) lebih sedikit dibandingkan pada musim penghujan. Dalam teori economic of scale. 119 . Menurut Zahri (2003). bahan baku yang tersedia lebih sedikit akan mempengaruhi biaya rata-rata termasuk biaya bahan bakar. Pada batas kapasitas. Weddie Andriyanto) Aktivitas inspeksi dilakukan oleh perusahaan dengan cara menempatkan tenaga kerja operator yang sudah terlatih dalam bidang tersebut untuk mengawasi dan mengontrol proses pengolahan yang berlangsung pada setiap stasiun pengolahan. jadi inspeksi mutu menjadi tanggung jawab setiap personil di dalam perusahaan. Begitu juga dengan pemeliharaan mesin-mesin pabrik yang tetap harus dilakukan walaupun kapasitas produksi sedikit. biaya variabel meningkat sebagai akibat penggunaan lembur dan subkontraktor. perbedaan produksi yang terjadi adalah 60% pada musim penghujan dan 40% pada musim kemarau. Apabila volume produksi bertambah maka biaya per unit akan turun. “Pengurangan biaya dapat dicapai dengan menaikkan efisiensi aktivitas penambah nilai dengan meningkatkan aktivitas ke tingkat skala ekonomi (economic of scale) tanpa disertai dengan kenaikan total biaya aktivitas itu sendiri”. Pengujian hasil akhir crude palm oil (CPO) juga dilakukan di dalam laboratorium. Fluktuasi ketersediaan tandan buah segar (TBS) pada musim penghujan dan musim kemarau akan berpengaruh pada biaya rata-rata dalam memproduksi tandan buah segar. Dengan konsep ini. Pengaruh Fluktuasi Ketersediaan Bahan Baku Pada Efektivitas Biaya Produksi perkebunan kelapa sawit berfluktuasi karena adanya musim penghujan dan musim kemarau. Pada musim kemarau biaya rata-rata menjadi lebih besar.

dan penghilangan aktivitas yang dapat diterapkan terhadap aktivitas-aktivitas bukan penambah nilai. Sehingga processing expenses dan general charges aktual dapat lebih kecil daripada budget perusahaan. Perusahaan sebaiknya lebih memperhatikan masalah fluktuasi ketersediaan tandan buah segar. 120 . Januari 2007 Pabrik menggunakan bahan bakar solar dan bahan bakar dari cangkang dan serabut yang digunakan pada stasiun boiler. 1. supply listrik dan air menggunakan genset dan solar. Perbedaan jumlah produksi kelapa sawit antara realisasi dengan kapasitas optimal pabrik salah satunya dapat disebabkan karena fluktuasi ketersediaan tandan buah segar (TBS). Peningkatan biaya ini berdampak cukup besar pada harga per kg tandan buah segar (TBS) seperti pada stasiun penerimaan tandan buah segar dan muatan.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Hal ini merupakan salah satu sumber penghematan biaya pabrik. Biaya rata-rata perusahaan akan cenderung meningkat pada musim kemarau dibandingkan musim penghujan. 12 No. Perusahaan sebaiknya melakukan manajemen aktivitas pada proses pengolahan. Perusahaan juga dapat menerapkan konsep manajemen biaya yang kompetitif untuk mengelola aktivitas-aktivitas pabrik. Saran-saran Beberapa saran yang dapat diberikan atas hasil analisis yang dilakukan terhadap aktivitas pabrik pengolahan kelapa sawit kepada pihak perusahaan adalah : 1. Beberapa langkah yang dapat dipilih untuk manajemen aktivitas tersebut antara lain adalah : pemilihan aktivitas. swasta skala kecil dan perkebunan rakyat pada waktu bahan baku yang tersedia tidak memenuhi kapasitas pabrik. pengurangan aktivitas. Hal ini membutuhkan biaya yang lebih besar untuk membeli solar. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan membuat ikatan jual beli tandan buah segar dengan perkebunan kelapa sawit swasta skala menengah. Kinerja perusahaan dan efisiensi dapat ditingkatkan melalui perbaikan aktivitas yang bertujuan untuk mencapai cost effective dan menurunkan biaya produksi. 2. Vol. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dengan analisis manufacturing cycle effectiveness dapat diketahui persentase value added activities dalam suatu aktivitas yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk menghasilkan value bagi customers. Dengan langkah-langkah tersebut maka pihak perusahaan dapat memilih langkah yang relevan dan efektif untuk memperbaiki aktivitas. Berdasarkan hasil analisis MCE tersebut maka usaha yang dilakukan untuk memanajemen aktivitas ditempuh dengan melibatkan semua bagian. Aktivitas pabrik dalam mengolah kelapa sawit dan supply listrik kantor dan perumahan biasanya menggunakan bahan bakar dari stasiun boiler. pembagian aktivitas. Perbedaan jumlah produksi ini akan berpengaruh terhadap efektivitas biaya perusahaan. Jika pabrik sedang tidak memproduksi.

Jakarta. Palembang. (Yulia Saftiana. Yogyakarta. No. 1998. PrenticeHall. Lalu. UPP AMP YKPN. 05/XXVII/Mei 1998. ITB Bandung. 2-6. Mulyadi dan Johny Setyawan. 2003. Sumayang. Andi Offset. Atkinson. Untuk mengurangi waktu dan aktivitas inspeksi atau pengawasan. Yogyakarta. Akuntansi Manajemen. Dasar-Dasar Manajemen Produksi & Operasi. Jakarta. 2002 Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. Jakarta. Target Costing dan Kaizen Costing. Indriantoro. Mulyadi. Ermadiani. Widjaja T. 1998. Widjaja T. 2002. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen : Sistem Pelipatganda Kinerja Perusahaan. Ray H. Salemba Empat. Jakarta. Garrison. 2005. Akuntansi Manajemen : Konsep Untuk Perencanaan. Mardiasmo.DAFTAR ISI Analisis Manufacturing Cycle Effectiveness ……. Amin. 2001. 1998. Pergeseran Ukuran Kinerja ke Cost Effectiveness. Hal. BPFE Fakultas Ekonomi UGM. Weddie Andriyanto) 3. Hal. New Jersey. Anthony A and Rajib D. Jakarta. Banker. Amin. Henry. Activity Based Cost System. No. Salemba Empat. Totok Budisantoso). R. Media Akuntansi. Mencapai Pabrikan yang Efisien Sekaligus Fleksibel Dengan Cellular Manufacturing. Pengendalian. DAFTAR PUSTAKA Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) Perkebunan dan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Pola PIR-Trans. Nur dan Bambang Supomo. Lucas. Usahawan. perusahaan dapat menggunakan teknologi komputerisasi untuk menjalankan dan mengawasi proses pengolahan kelapa sawit. Harvarindo. Mulyadi. Akuntansi Sektor Publik. Activity Based Costing : Untuk Manufakturing dan Pemasaran. 1997. 2003. 2003. 26-31. Harvarindo. dan Pengambilan Keputusan. Simamora. 2000. Salemba Empat. Salemba Empat. Purwoto. PT. Management Accounting. 2005. Aek Tarum. Akuntansi Manajemen Jilid 2 (Diterjemahkan oleh A. Yogyakarta. 1997. 29/Th. Jakarta.V/September 1998. 121 . Garrison dan Noreen.

com aforex.com fxsol. Dengan berkembangnya teknologi internet. Selain itu juga merupakan pasar finansial terbesar dan terliquid. dengan perputaran uang antara 1 sampai 1.com amazon.com fxstreet.com gaincapital.the second purpose to know whether the afection . where in his research said that human tendency to behaviour ini this case for take the decision. Latar Belakang Masalah Foreign exchange adalah pertukaran satu mata uang dengan mata uang lainnya. para broker company dan perusahaan yang memberikan fasilitas untuk bertransaksi (firm that conduct foreign trade transaction) dengan bebasnya bisa merambah pasar dunia secara bebas Baik langsung maupun tidak langsung pelayanan transaksi ini telah masuk ke Indonesia. 1 2 3 4 5 Forex Broker abwatley. social norm and the other factor influence to interest from foreign exchange company for insert tax’s software of foreign exchange transaction Keywords : framework. Saat ini Perusahaan Foreign Exchange yang websitenya ada di internet sebanyak 70 perusahaan.DAFTAR ISI Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Mengadopsi Sistem Pemotongan Pajak Pada PerusahaanPerusahaan Foreign Exchange Berbasis Internet Oleh : Agus Zahron ABSTRACT This research adapt theory framework that was told by Triandis.5 trilliun dolar perhari dalam 24 jam sehari dari senin sampai jumat.com analyticfx. tax income A.com ac-markets. influence by afection social norm and the other facility. Pasar ini merupakan pasar persaingan sempurna. di mana dalam pasar ini mata uang diperdagangkan baik jual maupun beli secara bebas. 36 37 38 39 40 Forex Broker fxlinks.com fxpowercourse.com . daftar nama forex dealer No. The purpose of this research to give a knowledge of the foreign exchange company about tax income and Indonesian’s tax policy. interest from foreign exchange. Yang tergambar dalam tabel di bawah ini Tabel 1.com No.

com Forex-Millenium.ua Forextrading.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.com stockk.com traders.com enetspeculation.com fairlot.com shieldfx.com pronetanalytics.com wellsfargo. 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Forex Broker gcitrading.com No.com oanda.co.com forexcapital.com cftc. Dalam Undang-Undang Perpajakan di Indonesia.com cfoasia.com-switzerland forex-pro.com foresight-investment.com thefinancials.com investormap.com global-view. Januari 2007 No.com fxdd.com hantecforex.com cambridgefx.com fxfirst.com refcofx.com investorlinks. 1.gov charterfx.com Walaupun demikian Indonesia masih belum mampu untuk mengimbangi kemajuan teknologi ini. dimana masih belum adanya teknik atau metode pemungutan pajak untuk laba atas transasi pertukaran mata uang asing yang dihasilkan dalam transaksi yang berbasis internet.com ltgFX.com interbankfx.htm keystone-web.net DayTradeForex.com learnforex.com forex.Com .com forexfunds.com/global-forex.com.com esignal.com kshitij.com findbrokers.com refcopro.com quotewatch.com cms-forex.com ifxmarkets. 12 No.com aspenforex.au pro-forex.com mdicorps.com commoditytrader.com eurosupport.Saxo Bank fortunetraders.uk forex-day-trading.com.com goldbergforeignexchange.com forex-mg. Vol.com igforex. sebagai contoh dalam pengaruhnya dalam kebijakan perpajakan dei Indonesia.com saxobank.com ozforex. yang termasuk obyek Pajak Penghasilan (PPh) adalah Penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis 124 . 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Forex Broker ApexForex.com fxcm.com foreign-trade.com intellexonline.com forex-ats.com forex-cmc.com realtimeforex.com gftforex.

125 . dimana dalam penelitiannya menyatakan bahwa kecenderungan manusia untuk berperilaku dalam hal ini untuk megambil keputusan. jumlah omset kurs mata uang asing global lebih dari $1. di atas 50% di antaranya diadakan di pasar tunggal London. Masalah Apakah norma sosial. Penelitian ini mengadopsi kerangka teori yang telah dikemukakan oleh Triandis. norma sosial dan faktor pendukung berpengaruh terhadap minat dari perusahaan-perusahaan foreign exchange untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange.DAFTAR ISI Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan ……. adalah keuntungan karena selisih kurs mata uang asing. dipengaruhi oleh afeksi. dengan nama dan dalam bentuk apapun. Untuk mengetahui pengetahuan perusahaan-perusahaan foreign exchange mengenai tax income dan indonesian’s tax policy. pertumbuhan perdagangan elektronik pada ongkos suara dan telepon dealing (menyebabkan lebih sedikit transaksi) dan konsolidasi non bank yang sudah mengurangi keperluan untuk kurs mata uang asing. Walaupun dalam penjelasannya masih belum mencakup tentang transaksi pertukaran valuta asing yang dilakukan oleh Wajib Pajak secara mendetail. yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan. Selanjutnya salah satu penghasilan yang termasuk obyek pajak menurut pasal 4 huruf l UU no 17 tahun 2000. Tetapi kita mengasumsikan bahwa capital gains ataupun capital losses yang terjadi akibat transaksi valuta asing tersebut tetap merupakan obyek pajak. 2. Tujuan Penelitian 1. Kemudian dalam ayat 2 dijelaskan bahwa penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya di bursa efek.490 billion. penggabungan (merger) bank. BIS memnghubungkan hal ini dengan peluncuran euro. (Agus Zahron Idris) yang diterima atau di peroleh Wajib Pajak. Untuk mengetahui apakah afeksi. Omset global meningkat pesat di atas bilangan survai BIS 1978 sebesar $1. dan fasilitas pendukung mempengaruhi pengambilan keputusan pada perusahaan-perusahaan Foreign Exchange untuk menerapkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange? C.200 bilion per hari. D. afeksi. B. karena terdorong oleh tingkat fluktuasi mata uang tertentu yang tajam terhadap mata uang lainnya. pengenaan pajaknya diatur oleh Peraturan Pemerintah. baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia. Menurut survei tiga-tahunan 2001 oleh Bank of Internasional Settlement (BIS). norma sosial dan fasilitas yang mendukung. Transaksi Pertukaran Valuta Asing (Foreign Exchange) Pasar kurs mata uang asing (forex exchange market) memulai keberadaannya pada tahun 1971 setelah berakhirnya era perjanjian Bretton Woods. Kerangka Pemikiran 1.

Perlakuan Pajak atas Transaksi Valuta Asing Menurut bab III pasal 4. deviden dan sebagainya. pengenaan pajaknya dikaitkan dengan sistem pembukuan yang dianut oleh wajib pajak dengan syarat dilakukan secara taat azas.5 billion Pasar Forex merupakan pasar terbesar di dunia. Januari 2007 Dengan jumlah transaksi hampir $1. Atas keuntungan yang di peroleh karena fluktuasi kurs mata uang asing. royalti. UU no 14 th 2000. dan pasar ekuitas seperti pasar saham sebesar $ 191 billion. Prinsip Pemungutan Pajak di Indonesia Pada Current Payment System terdapat 2 unsur sistem pemotongan pajak. sedang pihak pertama adalah fiskus dan pihak kedua adalah Wajib Pajak . Sistem ini disebut sebagai Self Assessment System. misalnya pada waktu menerima bonus. bunga. pasal 4. Untuk Withholdig Tax System pemotongan atau pemungutan pajak mulai difokuskan pada sumbernya (levying tax at source). Berbeda dengan Estimated System dimana yang melaksanakan pemenuhan kewajiban perpajakan dalam hal ini yang melaksanakan inisiatif dan sekaligus bertanggung jawab atas pembayaran pajak adalah wajib pajak sendiri. Keuntungan yang diperoleh dari hasil selisih tersebut akan dikenakan pajak dengan tarif pajak penghasilan pada umumnya. menyatakan cara untuk menghitung pajak atas transaksi pertukaran mata uang adalah melalui penghitungan netto akhir tahun. yaitu Withholdig Tax System dan Estimated System. 2. Termasuk ke dalam obyek pajak dalam huruf l. deviden dan royalti tersebut. Contoh sistem ini adalah pada PPh pasal 23. bunga. yaitu dengan cara menjumlahkan keuntungan dan kerugiannya dalam satu tahun. Artinya setiap wajib pajak yang menerima penghasilan. yaitu pihak yang menerima penghasilan dari pihak ketiga. tadi adalah keuntungan karena selisih kurs mata uang asing. dibandingkan dengan pasar futures seperti pasar komoditi yaitu $437. 3. 126 . 1. Menurut Robert L Simon dalam tulisannya “Taxation of Day Traders”. menyatakan bahwa yang menjadi obyek pajak adalah setiap tambahan penghasilan baik yang berasal dari Indonesia maupun yang berasal dari luar Indonesia. dengan nama dan dalam bentuk apapun. yang di Indonesia diatur dalam pasal 25 UU PPh tahun 2000. Sehingga di kenal sebagai PPh pasal 25.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. maka pada saat itu pula pemerintah melalui pemotong pajak (tax withholder) memotong pajak atas penghasilan yang dibayarkan kepada Wajib Pajak penerima bonus. yang dapat di pakai untuk konsumsi maupun untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan. Pemotongan pajak sistem ini disebut withholding Tax System.4 billion. 12 No. dimana pemotong pajak yang disebut tax withholding berkedudukan sebagai pihak ketiga. Vol. Dengaqn penjelasan nya bahwa keuntungan karena selisih kurs dapat disebabkan fluktuasi kurs mata uang asing atau adanya kebijakan pemerintah di bidang moneter.

5. 3. Perusahaan Foreign Exchange melakukan transaksi dengan para broker dan investor melalui media internet. Dirjen Pajak melakukan konfirmasi atas jumlah pajak yang di transfer oleh perusahaan foreign exchange dengan hasil perhitungan pajak melalui internet. 6 Dirjen Pajak 5 1 Trader dan Investor 2 Media Internet Bank 3 Perusahaan Foreign Exchange 4 Keterangan: 1. Investor dan Trader melakukan transaksi foreign exchange melalui internet. dan implementasi (operasi). Seperti dalam skema di bawah. Pengembangan Sistem Pemotongan Pajak Atas Transaksi Forex Online. (Agus Zahron Idris) 4. Perancangan Sistem. 2. Dirjen Pajak memantau transaksi-transaksi yang telah dilakukan oleh trader dan investor. Perusahaan Foreign Exchange setiap tahun memotong pajak pada para investor dan trader atas keuntungan dari jumlah hasil transaksi foreign exchange dalam setahun untuk disetorkan pada Dirjen Pajak melalui Bank yang ditunjuk.DAFTAR ISI Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan ……. 4. Fungsi sistem informasi sendiri terbagi menjadi tiga subfungsi yaitu Analisis Sistem. Perancangan sistem pemotongan pajak yang efisien dan efektif adalah melalui penyisipan software sistem ke dalam sistem transaksi foreign exchange dalam sistem internet yang di jalankan oleh perusahaan-perusahaan foreign exchange. 127 .

hasil yang diharapkan atas penggunaan komputer. Konsep model yang diajukan oleh Triandis adalah bahwa penggunaan PC di perusahaan dipengaruhi oleh perasaan individual (afeksi) terhadap pemakaian PC. Norma-norma Sosial Afeksi Kecenderungan Kondisi yang Mendukung Norma sosial adalah pesan yang diterima dari orang lain yang merefleksikan tentang apa yang akan dilakukan oleh seseorang. merupakan perilaku individu yang lebih luas lagi karena menyangkut keputusan seseorang yang berada pada suatu posisi tertentu dalam kelompok. Penelitian Triandis Sesuai dengan hasil penelitian Triandis pada tahun 1980. Lingkungan internal individu dalam budaya subyektif kelompok tertentu dan hubungan interpersonal secara spesifik akan membentuk hubungan satu individu dengan individu lainnya. Januari 2007 6. norma-norma sosial dalam lingkungan kerja. yaitu instruksi pribadi untuk melakukan apa yang dianggapnya benar dan dipengaruhi oleh para anggota masyarakat yang ada dalam situasi sosial yang spesifik. kebiasaan yang berhubungan dengan penggunaan komputer. 12 No. 2. Vol. 1. Skema Sistem Pemotongan Pajak atas Transaksi Pertukaran Mata Uang Asing (Foreign Exchange Trading) 5. yang meneliti tentang penggunaan komputer dalam perusahaan. atau sistem sosial. masyarakat. Trader dan Investor melakukan konfirmasi pemotongan pajaknya kepada Dirjen Pajak. Kultur subyektif terbagi atas : 1. Norma (norm). dan fasilitas pendukung dalam lingkungan komputerisasi.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Atau dengan kata lain adalah apa yang orang lain ingin kita lakukan. Berangkat dari hasil penelitian Triandis tersebut maka dalam penelitian ini mengambil model seperti bagan di bawah ini. 128 . Peraturan (role).

DAFTAR ISI
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan ……. (Agus Zahron Idris)

3.

Nilai (value), merupakan suatu disposisi yang lebih luas dan sifatnya lebih mendasar. Nilai berakar lebih dalam dan karenanya lebih stabil dibandingkan sikap individu.

Dalam penelitian ini variabel norma sosial adalah pandangan individu terhadap peraturan perpajakan di Indonesia. Afeksi, komponen afektif menyangkut masalah emosional subjektif seseorang terhadap suatu obyek sikap. Secara umum, komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki terhadap sesuatu. Triandis menggunakan kata afeksi, untuk menggambarkan perasaan seseorang yang berkaitan dengan perasaan senang, nyaman, dan nikmat, atau tertekan, kesal, dan benci. Variabel dalam kontruk afeksi adalah persepsi yang dipercaya akan berpengaruh jika software sistem pemotongan pajak pada transaksi pertukaran mata uang (foreign exchange) diterapkan dalam website mereka. Fasilitas Pendukung, merupakan faktor obyektif di luar lingkungan. Menurut Triandis perilaku tidak akan terlaksana jika kondisi obyektif dalam lingkungan tersebut tidak mendukung. Bentuk variabel fasilitas pendukung adalah keyakinan akan tersedianya sofware yang simple dan pendukung sistem lainnya untuk operasionalisasi sistem.

E. Hipotesis Penelitian 1. 2. 3. 4. Afeksi perusahaan foreign exchange terhadap penerapan software berpengaruh positif terhadap minat mereka untuk menyisipkan software tersebut. Norma sosial perusahaan foreign exchange terhadap penerapan software berpengaruh positif terhadap minat mereka untuk menyisipkan software tersebut. Faktor pendukung perusahaan foreign exchange terhadap penerapan software berpengaruh positif terhadap minat mereka untuk menyisipkan software tersebut. Afeksi, norma sosial dan faktor pendukung dari perusahaan foreign exchange secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat mereka untuk menyisipkan software tersebut.

Metode pengumpulan data Penelitian ini menggunakan data primer, dimana pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner pada 70 perusahaan foreign exchange yang berbasis internet melalui e-mail. Pola penyebarannya dengan cara membuat satu jenis kuesioner online melalui website www.formsite.com dan untuk mempercepat proses pengisisn serta pengiriman kembali dari kuesioner tadi, kemudian kuesioner tadi di attach dan dikirimkan pada contact person dari tiap perusahaan dan hasil jawaban dari perusahaan tersebut secara otomatis langsung terkirim kembali ke e-mail peneliti. 129

DAFTAR ISI
Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 12 No. 1, Januari 2007

Kerangka Penelitian NORMA SOSIAL (X2) MINAT (Y)

AFEKSI (X1)

FAKTOR PENDUKUNG (X1)

ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Gambaran Umum Dari 70 perusahaan yang terpilih menjadi sampel, keseluruhan perusahaan (responden) mengetahui mengenai Income tax. Tetapi sebagian besar perusahaan yakni sebesar 62,8 persen tidak mengetahui mengenai Indonesian’s tax policy, sedangkan sisanya sebesar 37,2 persen mengetahui mengenai Indonesian’s tax policy. Persentase terbesar perusahaan yakni sebesar 42,3 persen menyatakan sangat setuju mengenai pengenaan pajak pada transaksi foreign exchange. Variabel-variabel Penelitian Persentase terbesar dari perusahaan yang memiliki minat tinggi untuk menyisipkan software tersebut terjadi pada kelompok perusahaan dengan afeksi positif yaitu sebesar 81,4 persen dan yang terkecil terjadi pada kelompok perusahaan dengan afeksi negatif yaitu sebesar 18,6 persen. Norma sosial dibedakan menjadi dua yaitu positif dan negatif. Persentase perusahaan yang memiliki minat tinggi untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange terjadi pada kelompok perusahaan dengan norma sosial positif yaitu sebesar 67,4 persen. Dan persentase ini menurun pada kelompok perusahaan dengan norma sosial negatif yaitu sebesar 32,6 persen. Berdasarkan faktor pendukung yang dibedakan menjadi positif dan negatif, persentase perusahaan yang memiliki minat tinggi untuk menyisipkan software pengenaan pajak 130

DAFTAR ISI
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan ……. (Agus Zahron Idris)

atas transaksi foreign exchange lebih banyak terjadi pada kelompok perusahaan dengan faktor pendukung positif yaitu sebesar 81,4 persen daripada kelompok perusahaan dengan faktor pendukung negatif yaitu sebesar 18,6 persen. Analisis Regresi logistik Penghitungan regresi logistik dilakukan dengan menggunakan paket program SPSS 11.5 for windows dengan menggunakan metode Backward Wald. Dengan metode ini maka setiap variabel yang tidak signifikan akan dikeluarkan dari model secara otomatis melalui beberapa iterasi. Berdasarkan hasil pengolahan dan perhitungan (Lihat output Omnibus Tests of Model Coefficients), diketahui bahwa nilai statistik uji G2 adalah sebesar 14,268 dengan signifikansi sebesar 0,001 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif yang menyatakan minimal ada satu variabel dari tiga variabel penjelas yang digunakan, berpengaruh signifikan terhadap minat perusahaan untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange dapat diterima dan digunakan untuk menjelaskan variabel respon. Nilai-nilai statistik uji yang lain dapat dilihat pada tabel berikut ini yang menyajikan nilai parameter statistik, statistik uji wald, nilai odds rasio. Tabel 2. Parameter Statistik, Uji Wald dan Odds Rasio
Variabel (1) Afeksi Positif (1) Norma Sosial Positif (1) Konstan

ˆ β
(2) 1,262 1,103 -1,195

ˆ SE ( β )
(3) 0,541 0,508 0,480

Wald (4) 5,428 4,714 6,207

Sig (5) 0,020 0,030 0,013

ˆ Exp( β )
(6) 3,531 3,014

Sumber: diolah dari data primer, 2004 Berdasarkan statistik uji wald yang di dapat, jika dilihat secara parsial dapat ditarik kesimpulan bahwa ada dua variabel yang berpengaruh nyata terhadap minat perusahaan untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange yaitu variabel afeksi dan norma sosial. Model yang di peroleh adalah sebagai berikut:

ˆ πx =

exp(-1,195 + 1,262D1 + 1,103D 2 ) 1 + exp(-1,195 + 1,262D1 + 1,103D 2 )

Model persamaan linier yang dihasilkan dari transformasi logit adalah sebagai berikut: g(x) = -1,195+1,262D1+1,103D2 , dimana: D1 = Afeksi (Positif) D2 = Norma sosial (Positif) 131

Untuk mengetahui tingkat kecenderungan dari variabel-variabel yang masuk ke dalam model. DAFTAR PUSTAKA __________________. Januari 2007 ˆ Berdasarkan nilai estimasi koefisien regresi ( β ) yang didapatkan pada tabel 2 di atas ˆ terlihat bahwa nilai β untuk variabel afeksi adalah 1. 132 .531 kali daripada perusahaan dengan afeksi negatif. ˆ Berdasarkan nilai exp ( β ) pada tabel 2 di atas. Nilai odds rasio untuk perusahaan dengan afeksi positif adalah sebesar 3. 12 No. Variabel norma sosial juga memiliki hubungan positif dengan minat perusahaan untuk ˆ menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange dengan nilai β sebesar 1. Nilai ini berarti bahwa kecenderungan perusahaan dengan afeksi positif untuk memiliki minat yang tinggi untuk untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange sebesar 3. Nilai ini berarti bahwa kecenderungan perusahaan dengan norma sosial positif untuk memiliki minat yang tinggi untuk untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange sebesar 3.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.014. Hal ini dapat diartikan bahwa kecenderungan perusahaan dengan afeksi positif untuk memiliki minat yang tinggi untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange lebih besar dibandingkan perusahaan dengan afeksi negatif. Indonesian Tax Laws 2000.262 yang berarti bahwa ada hubungan positif antara afeksi dengan minat perusahaan untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange. Kategori dasar atau reference category merupakan kategori-kategori yang ada dalam variabel penjelas yang digunakan sebagai pembanding pada tahapan analisis. Sedangkan kategori dasar untuk variabel norma social adalah norma sosial negatif. Completed Compilation. Sebagai kategori dasar (reference category) untuk variabel afeksi dalam analisis ini adalah afeksi negatif.531. 1.014 kali daripada perusahaan dengan norma sosial negatif. Vol.103 . Hal ini dapat diartikan bahwa kecenderungan perusahaan dengan norma sosial positif untuk memiliki minat yang tinggi untuk menyisipkan software pengenaan pajak atas transaksi foreign exchange lebih besar dibandingkan perusahaan dengan norma sosial negatif. maka dapat disimpulkan bahwa: 1. maka digunakan nilai odds rasio yang ditunjukkan dengan nilai eksponensial ˆ beta (exp β). Formasi 2001. 2. Nilai odds rasio untuk perusahaan dengan norma sosial positif adalah sebesar 3.

March 1991. Personal Income Tax Systems. William S Hoopwood. Musgrave. The Committee of Fiscal Affairs of OECD. Sommers. The Individual Income Tax. PT Eresco Bandung. John and Michael Lloyd. 133 . Hull. 2001. Thouche Ross and Co. Teori dan Pengukurannya. Richard A. Brian. Futures and Other Derivative. Organization Economic for Co-operation Development. Rochmat. Glenlake and Amacom. John C. 1994. Higgins. 2002. MIS QuarterlyVolume 15 No. Thompson.DAFTAR ISI Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan ……. George H. The San Fransisco Examiner Newspaper. Inc. Yogyakarta. (Agus Zahron Idris) __________________. 1995. Taxation of Day Traders. 2003. Saifuddin. 1986. Peggy R. Penerbit Salemba Empat.1. Hedging Currency Exposures. Simon and Schuster. Princeton University Press. Undang-Undang Pajak Tahun 2000. Englewood Clift. Pustaka Pelajar. Soemitro. Sikap Manusia. Penerbit Erlangga. Nurmantu Safri. April 25. Personal Computing: Toward a Conceptual Model of Utilization. Jakarta. Prentice Hall. Goode Richard. 1997. Keuangan Negara dalam Teori dan Praktek. 1964. 1993. Lindsay. 1999. New Jersey. Coyle. 2000. Bodnar. Option. Terjemahan. Pengantar Perpajakan. Taxation and Accounting for Financial Instruments. Ronald L. Christopher A. 1993. Robert L. Accounting Information Systems. Under Changing Economic Conditions. Institut Fiskal Indonesia. Howell. Musgrave. Jakarta. Pajak Penghasilan. Azwar. Studies of Government Finance. Jane M.

Dewi Sukmasari12. incoming raw materials were ordered in very large shipments and were then stored in warehouse until they were needed for production or for providing a service. dll membuat konsumen lebih mudah melakukan akses terhadap kualitas produk dan jasa yang akan mereka beli. dan semakin banyak pilihan. Persaingan di antara perusahaan-perusahaan tersebut akan membawa keuntungan bagi konsumen karena persaingan yang semakin intensif akan mendorong perusahaan untuk menghasilkan produk dengan harga yang lebih rendah.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time Untuk Meningkatkan Efisiensi Dan Produktivitas Pada Perusahaan Industri Oleh : Yenni Agustina . Key words : inventory control system. organizations make frequent smaller orders of raw materials. kualitas menjadi lebih tinggi. Just In-Time system use a demand pull system because items are produced or ordered only when there are customer order. e-commerce. waste eliminating. demand pull system. 11 1. Pendahuluan Perkembangan peradaban manusia menimbulkan adanya perkembangan teknologi yang terarah kepada teknologi canggih dan peningkatan kebutuhan manusia. Selain itu. The principle of Just In-Time (JIT) is to eliminate sources of manufacturing waste by getting right quantity of raw materials and producing the right quantity of products in the right place at the right time. Ermadiani13 ABSTRACT The main purpose of this journal is to provide information to the people who is interesting in knowing Just In-Time system. Traditionally. Peningkatan kemampuan penyediaan atau produksi barang dan jasa yang dibutuhkan manusia merupakan usaha yang harus dilakukan oleh perusahaan atau organisasi untuk dapat memenuhi permintaan akan kebutuhan-kebutuhan tersebut secara efisien dan produktif. The Just In-Time Inventory control system was originally pioneered in Japan but has recently become a very popular control system in The United States. Perkembangan ini menimbulkan tantangan untuk memenuhinya dengan meningkatkan kemampuan menyediakan atau menghasilkan produk yang berkualitas dengan biaya yang rendah. Tentu saja produk dan jasa yang akan 11 12 Dosen Jurusan Akuntansi FE Unila Dosen Jurusan Akuntansi FE Unila 13 Dosen Jurusan Akuntansi FE Unsri . The Just In-Time system. perkembangan teknologi informasi seperti internet.

Dengan demikian perusahaan yang mampu eksis didunia bisnis adalah perusahaan yang dapat menghasilkan produk-produk tersebut. maka dapat disimpulkan bahwa sistem Just In Time merupakan suatu filosofi yang berusaha untuk mengeliminasi sumber-sumber pemborosan dengan memproduksi produk dengan jumlah yang tepat. 2. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mewujudkan kondisi ini adalah dengan menerapkan sistem pengendalian persediaan dan produksi Just In-Time. Januari 2007 mereka beli adalah produk dengan kualitas terbaik dan harga yang relatif murah. Just In Time can also be generally defined as a strategy or guiding philosophy whose goal it is to seek manufacturing excellence” (Bambang Tjahjadi. Untuk menghadapi masalah tersebut.Swanson dan William M. Perusahaan harus mampu menciptakan suatu sistem yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan dengan mengeliminasi setiap pemborosan yang ada. Goetsch dan Davis (1998) mendefinisikan Just In Time sebagai “producing only what is needed. kualitas yang tepat. Ptak (1997) menyatakan bahwa Just In Time merupakan suatu filosofi yang mendorong organisasi untuk meningkatkan produk dan proses produksinya dengan mengeliminasi pemborosan-pemborosan (Christine A. Vol. Sistem Just In-Time bukan hanya sekadar wacana saja tetapi telah dapat diimplementasikan di beberapa perusahaan baik diperusahaan luar negeri maupun perusahaan dalam negeri. Sekarang.Swanson dan William M. manajer harus mengetahui apa yang diinginkan konsumen dan kapan mereka memerlukannya. c. Jadi dari definisi-definisi yang telah diberikan oleh para ahli tersebut. b. 2001). when it is needed and in the quantity that is needed” (Bambang Tjahjadi. 2001). 2005). Schniederjans mendefinisikan Just In Time sebagai “The successful completion of a product at each stage of production activity from vendor to customer just in time for its use and at minimum cost. 12 No. Di antaranya yaitu : a. William J. Kankford. Kankford. Pengertian Sistem Just In-Time Ada banyak ahli yang telah memberikan pendapatnya mengenai sistem just in time ini.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 1. Dengan kata lain perusahaan harus dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kegiatan-kegiatan yang tidak bernilai tambah (nonvalue added activities) dan memaksimalkan kegiatan-kegiatan yang bernilai tambah (value added activities). 136 . d. dan dalam waktu yang tepat guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. usually in small batches” (Christine A. Stevenson dalam bukunya yang berjudul “Production/operations Management” mendefinisikan sistem Just In Time sebagai “a repetitive production system in which processing and movement of materials and goods occur just as they are needed. 2005).

Di samping perbedaan dalam hal persediaan. Garrison/Noreen (2000:10) menyatakan bahwa Pendekatan Just in time (JIT) dapat digunakan baik untuk perusahaan perdagangan maupun manufaktur. dan persediaan barang jadi. Barang dalam proses diperlukan untuk mengantisipasi jika ada workstation yang tidak beroperasi normal. Layout produksi Layout dapat didefinisikan sebagai susunan dari mesin-mesin dan peralatan produksi di suatu pabrik. Bahan baku adalah material atau bahan dasar yang digunakan untuk membuat suatu produk. Dewi Sukmasari. perusahaan harus memiliki ketiga kelas persediaan tersebut dalam jumlah yang besar sebagai penyangga sehingga operasi dapat berjalan dengan mulus tanpa ada gangguan. Perbedaan Sistem Pengendalian Persediaan dan Produksi Tradisional dengan Sistem Just In-Time. Jadi. Akibatnya 137 . Sedangkan barang jadi adalah unit produk yang telah selesai diproses secara penuh. perbedaan lainnya yang dapat dilihat adalah sebagai berikut : 1. dan produk yang telah jadi segera dikirimkan kepada konsumen. Perusahaan merancang pabrik dengan mengelompokkan mesin dan peralatan sesuai dengan tipe dan jenisnya.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time ……. Ermadiani R.) e. Barang dalam proses merupakan persediaan barang yang proses produksinya baru diselesaikan sebagian dan masih membutuhkan proses yang lebih lanjut sebelum siap untuk dilempar ke konsumen. just in time berarti bahwa bahan baku diterima segera masuk ke proses produksi. Berbeda dengan sistem tradisional. perusahaan yang menerapkan sistem Just In Time akan membeli bahan baku hanya untuk kebutuhan saat itu saja. Sedangkan barang jadi diperlukan untuk mengantisipasi jika ada fluktuasi permintaan. meskipun terpaksa harus dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau bahkan ke gedung lain. Dalam sistem pengendalian persediaan dan produksi tradisional. pekerja. yaitu persediaan bahan baku. Maksudnya adalah semua mesin dan peralatan yang sama ditempatkan atau dikelompokkan dalam suatu area atau departemen yang sama. persediaan barang dalam proses. tetapi belum dijual kepada konsumen. Bahan baku dalam jumlah yang besar diperlukan untuk mengantisipasi jika pemasok terlambat mengantar bahan yang diminta. Dalam sistem tradisional. (Yenni Agustina. Semua fasilitas untuk produksi baik mesin-mesin. Masalah layout merupakan masalah yang tetap dihadapi oleh perusahaan baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Perusahaan tidak memiliki persediaan barang dalam proses dan semua barang jadi yang telah diselesaikan langsung dikirimkan kepada konsumen. maupun fasilitas-fasilitas lainnya harus disediakan pada tempatnya masing-masing agar dapat bekerja dengan efisien dan efektif. Pendekatan ini mengharuskan pekerjaan dilaksanakan dari sekelompok mesin tertentu ke kelompok mesin yang lain. bahan tersebut kemudian diproses. layout pabrik dibuat secara terspesialisasi. Sistem Just In Time akan menimbulkan dampak yang signifikan pada operasi perusahaan manufaktur yang memiliki 3 kelas persediaan.

2. kuncinya adalah bahwa semua mesin berada dalam satu lini produksi dikelompokan menjadi satu sehingga tidak untuk produk setengah jadi yang harus dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain dalam suatu pabrik. pekerjaan dalam pengurusan persediaan menjadi terlalu banyak. Dalam sistem Just In Time. partisipasi dari pekerja sangat diharapkan dalam sistem Just In Time ini. dan juga mampu untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan kecil alat-alat yang menjadi tanggung jawabnya. apalagi untuk mesin-mesin yang masih ditangani secara manual. 3. akibatnya adalah menumpuknya barang sehingga tertumpuk sampai berhari-hari atau bahkan sampai beberapa bulan sebelum masuk ke workstation berikutnya. dan penundaan-penundaan yang tidak perlu. Pendekatan ini menjadikan layout pabrik menjadi pabrik mini untuk masing-masing produk sehingga biasa disebut pabrik di dalam pabrik (factory within a factory). Set up harus sering dilakukan apabila akan beralih dari pemrosesan unit produksi tertentu ke jenis produk yang lain. Set up Mesin Set up berisi aktivitas menyiapkan bahan. Pekerja diharapkan dapat mengoperasikan seluruh peralatan yang ada dalam jalur produksi. Vol. Rancangan alur produksi dapat juga berbentuk sel. Selain itu. Sedangkan dalam hal pemberdayaan pekerja. dan melakukan pengujian. set up harus sering dilakukan dalam memproduksi produk. pekerja atau karyawan dituntut untuk memiliki kemampuan ganda dan fleksibel. 1. Pekerja memiliki peran yang sangat penting dalam proses produksi sehingga pekerja perlu untuk diberi kewenangan dalam mengambil keputusan-keputusan sesuai dengan batasan tugas dan tanggung jawabnya. 12 No. seorang pekerja hanya melaksanakan pekerjaan tunggal dan pemeliharaan dilakukan oleh pekerja khusus. Dalam rancangan sel. waktu set up dapat 138 . Berbeda dengan sistem Just In Time. mempersiapkan peralatan. mengubah setting mesin. Pekerja perlu mengetahui dan bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan lain di luar pekerjaannya. bukan hal sederhana untuk mengubah dari layout produksi untuk mengahasilkan sekrup dengan ukuran ½ inci menjadi ¾ inci. Hal ini sangat berbeda dengan sistem Just In Time. Pekerja memiliki wewenang untuk menyatakan pendapatnya mengenai bagaimana pabrik sebaiknya dioperasikan dan juga untuk menghentikan proses produksi jika mereka menemukan adanya masalah. Dalam sistem tradisional..DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Sebagai contoh. Serangkaian langkah persiapan harus dibuat dan aktivitas ini dinilai cukup memakan waktu dan harus dihindari dan oleh karenanya setiap jenis produk harus diproduksi dalam jumlah besar. Hal ini diperlukan agar pekerja dapat saling menggantikan bila ada pekerja lain yang absen sehingga tidak mengganggu proses produksi. Rancangan alur produksi dapat berbentuk garis lurus atau dapat berbentuk U. seorang pekerja menangani beberapa mesin sehingga mulai dari bahan mentah sampai produk jadi diselesaikan olehnya. perusahaan harus memperbaiki rancangan alur produksi dalam pabrik yang merupakan tahapan-tahapan fisik suatu produk mulai dari bahan mentah sampai menjadi barang jadi. pekerja juga tidak memiliki wewenang untuk menghentikan proses produksi. Pengelompokan dan Pemberdayaan Karyawan Dalam sistem tradisional. Sedangkan Untuk penerapan Just In Time dengan tepat. Januari 2007 biaya penanganan bahan menjadi tinggi. Seluruh mesin yang digunakan untuk memproses produk tertentu disatukan dalam suatu lokasi tertentu.

Ermadiani R. Elemen-elemen tersebut adalah sebagai berikut : 1. Dewi Sukmasari.) dikurangi dengan memperhatikan rancangan alur produksi. Karyawan diharapkan dapat mengoperasikan seluruh peralatan dan mesin 139 . Sedangkan dalam sistem Just In Time. Elemen Penting Sistem Just in Time Untuk menjamin keberhasilan dalam penerapan sistem Just In Time ini dibutuhkan adanya kerja sama dari beberapa elemen penting. Jika peralatan dan mesin dirancang untuk satu jenis produk. Flexible Resources Karyawan dalam lingkungan Just In Time harus memiliki kemampuan ganda dan fleksibel. Proses produksi akan ditentukan oleh permintaan dari konsumen. (Garrison/ Berdasarkan uraian di atas. dari satu proses ke proses berikutnya sampai menjadi produk jadi yang siap dipasarkan. Kemudian order dari konsumen ini akan menarik seberapa banyak barang yang dibutuhkan untuk diproses pada workstation sebelumnya. pendekatan yang digunakan adalah pull system.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time ……. pendekatan yang digunakan adalah push system. Bahan baku dibeli dan disimpan kemudian di dorong masuk ke proses produksi. 4. (Yenni Agustina. maka perbedaan utama antara sistem pengendalian persediaan dan produksi tradisional dengan sistem just in time dapat diringkas sebagai berikut : Perbedaan utama antara sistem pengendalian persediaan dan produksi tradisional dengan sistem just in time Sistem Just in time Sistem tarik (pull system) Persediaan dalam jumlah kecil Basis pemasok kecil Kontrak jangka panjang Struktur selular Tenaga kerja keahlian ganda Keterlibatan karyawan tinggi Manajemen mutu terpadu Pasar Pembeli Fokus rantai-nilai Sistem Tradisional Sistem dorong (push system) Persediaan dalam jumlah besar Basis pemasok besar Kontrak jangka pendek Struktur departemen Tenaga kerja terspesialisasi Keterlibatan karyawan rendah Tingkat mutu yang dapat diterima Pasar Penjual Fokus nilai tambah Sumber : Hansen & Mowen ”Manajemen Biaya” (2000:392) f. maka tidak diperlukan lagi set up yang berulangulang dan jumlah unit produksi dapat dipenuhi berapapun sesuai dengan yang diinginkan. Proses Produksi Dalam sistem tradisional.

Setiap sel dirancang untuk memproduksi satu produk tertentu. mereka juga diharapkan mampu untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan kecil alat-alat yang menjadi tanggung jawabnya. Vol. Ketika permintaan konsumen masuk. 1. Produk dipindahkan dari satu mesin ke mesin lainnya dari awal hingga akhir. Demikian seterusnya. Setiap sel merupakan miniatur pabrik secara keseluruhan. bagian akhir dari perakitan akan memberikan tanda ke bagian sebelumnya untuk mengirimkan sejumlah partisi atau bahan yang dibutuhkan pada bagian tersebut. Januari 2007 dalam jalur produksi. Cellular Layout Dalam sistem Just In Time. proses produksi akan ditentukan oleh adanya permintaan dari konsumen. 2. bagian di belakangnya akan mengirimkan tanda ke bagian yang ada di belakangnya lagi untuk mengirimkan barang setengah jadi sesuai dengan kebutuhan. 12 No. mesin-mesin diatur sedemikian rupa menyerupai setengah lingkaran atau ditata dengan pola selular untuk tujuan efisiensi sehingga dapat mengurangi berbagai pemborosan. Pull System Dalam pull system. Selain itu. Pendekatan Pull Just In Time Untuk Aliran Barang Workstation final mendorong terjadinya kebutuhan akan bahan dan komponen secukupnya Order JIT untuk bahan baku Order JIT untuk Order JIT untuk komponen dibagian komponen dibagian pemotongaan penggilingan Order JIT untuk barang jadi PEMASOK Cutting workstation Milling Workstation Assembly Workstation Sales Department Order konsumen dan batas waktu pengiriman customer Sumber: Garrison/Noreen “Akuntansi Manajerial” (2000:12) 140 . 3.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan.

dan melakukan pengujian. mengurangi biaya. Dalam sistem Just In Time. Kedua belah pihak dituntut untuk dapat bekerja sama guna mencapai keberhasilan bersama di masa mendatang. set up yang berulang-ulang tidak diperlukan lagi karena mesin telah dirancang untuk satu jenis produk. dan lainlain. Sistem ini tidak hanya bisa diterapkan di perusahaan manufaktur saja. seperti Toyota Motor Company di Jepang yang merupakan negara pencetus dari ide ini. Quality at The Source Barang cacat dapat menimbulkan masalah besar dalam lingkungan Just In Time. mengubah setting mesin. dan meningkatkan partisipasi dari pekerja-pekerjanya. dan lain-lain. 6. 5. seperti perusahaan dagang maupun jasa. Dewi Sukmasari. seperti ketersediaan bahan baku. Pemasok diharapkan mampu mengirim barang dalam frekuensi yang lebih banyak dengan jumlah yang lebih kecil. seperti PT Astra Daihatsu Motor.) 4. Di Indonesia. Produksi dalam jumlah yang kecil ini dimaksudkan untuk mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu seperti biaya gudang. Di antara perusahaan-perusahaan tersebut. dan lain-lain. 141 . Mc. Goodyear. mempersiapkan peralatan. biaya pemeliharaan barang. Small-lot Production Perusahaan yang menerapkan sistem Just In Time hanya akan berproduksi sesuai dengan permintaan konsumen.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time ……. PT Ardi Indah. Supplier Networks Just In Time sangat membutuhkan hubungan khusus antara pemasok dengan perusahaan pembeli. Ada beberapa faktor yang menyebabkan sistem ini sulit untuk diterapkan di Indonesia. Jadi. dalam lingkungan Just In Time kualitas merupakan suatu elemen yang sangat penting di samping elemen yang lain. Donald. seperti PT Astra Daihatsu Motor. Tidak seperti yang dilakukan dalam sistem tradisional yang menerapkan sistem mass production. Sistem Just In-Time telah diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di dunia. perusahaan tidak dapat mengirimkan sejumlah barang yang diminta oleh konsumen dan perusahaan harus mengulang kembali proses produksi hanya untuk membuat pengganti produk yang cacat saja. perusahaan ini telah berhasil meningkatkan kualitas produknya. Quick Set up Set up merupakan aktivitas yang terdiri dari menyiapkan bahan. Ermadiani R. Bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. Intel. ada beberapa perusahaan yang telah mencoba untuk menerapkan sistem Just In Time. Kondisi ini akan menimbulkan adanya penundaan dalam pengiriman barang kepada konsumen dan menimbulkan kekecewaan konsumen. tenaga kerja. Dell Computer. PT Triangle Motor. (Yenni Agustina. Black and Decker. Jika sejumlah unit produk jadi yang dihasilkan mengandung produk cacat. tetapi juga dapat diterapkan di jenis perusahaan lainnya. sistem ini merupakan suatu hal yang baru karena hanya beberapa perusahaan yang mampu menerapkannya dengan baik. ada beberapa perusahaan yang telah berhasil menerapkan sistem ini. 7. dan yang paling penting adalah masalah dana.

e. Mengurangi waktu dan biaya program pemeriksaan kualitas. tingkat kualitas. dan harga yang disepakati. 1. Mengurangi atau mengeliminasi waktu dan biaya negosiasi melalui kontrak kerja jangka panjang dengan supplier.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Kontrak yang telah disepakati oleh pihak pemasok dengan perusahaan masih memiliki kemungkinan untuk direvisi tergantung dari situasi dan kondisi yang sedang dihadapi. Januari 2007 g. yaitu pemasok. Permintaan menarik produk melalui proses produksi. Penerapan sistem Just In Time adalah sebagai berikut: 1. frekuensi pengiriman. Oleh karena itu. Dalam kontrak tersebut akan memuat beberapa hal penting seperti jumlah pesanan. seperti kegiatan dan biaya penyimpanan atau biaya pemindahan bahan dari gudang ke pabrik. pendekatan yang digunakan dalam sistem ini adalah pull system. Pemilihan supplier yang dapat menjamin ketepatan waktu. d. Perusahaan harus mencari pemasok terpercaya yang dapat mengirimkan barang sesuai dengan kebutuhan. Memiliki pembeli atau konsumen dengan program pembelian yang mapan Rencana pembelian yang mapan oleh pembeli atau konsumen. dalam Sistem pembelian Just In Time akan melibatkan kontrak jangka panjang yang telah dinegosiasi antara kedua belah pihak. Dalam lingkungan Just In Time. Mengurangi jumlah supplier. kuantitas. menyangkut persyaratan pembelian. kualitas bahan dan harga yang wajar. Sistem pembelian Just In Time Sistem pembelian Just In Time merupakan bagian yang sangat kritis dalam keseluruhan sistem Just In Time karena melibatkan pihak luar. dan waktu yang telah disepakati. Tiap operasi hanya memproduksi apa yang diperlukan untuk memenuhi permintaan dari operasi 142 . Mengeliminasi dan mengurangi kegiatan dan biaya yang tidak menambah nilai bagi produk. Vol. Pemasok dalam sistem Just In Time dituntut untuk memiliki komitmen tinggi dalam mengirimkan barang dengan kualitas. 12 No. pembelian akan dilakukan dengan sistem penjadwalan pengadaan barang sehingga penyerahan dapat dilakukan dengan segera untuk memenuhi permintaan baik dari pembeli maupun dari tahapan proses berikutnya. Pembelian Just In Time dapat mengurangi waktu dan biaya yang berhubungan dengan aktivitas pembelian dengan cara sebagai berikut : a. 2. Penerapan sistem Just In-Time Sistem Just In Time dalam perusahaan dapat diterapkan dalam dua kegiatan. dapat memberikan informasi bagi supplier mengenai persyaratan kualitas bahan dan saat penyerahan dengan tenggang waktu tertentu sesuai rencana produksi. jumlah dan kualitas barang yang dibeli dapat mengurangi waktu dan biaya pemeriksaan. sehingga perusahaan dapat mengurangi sumbersumber yang dicurahkan dalam negosiasi dengan supplier. b. yaitu kegiatan pembelian dan produksi. Sistem produksi Just In Time Dalam sistem produksi Just In Time. c.

perusahaan yang menerapkan sistem Just In Time merestrukturisasi tata letak pabrik atau dengan memperlancar aliran bahan atau produk di antara workstation yang berurutan. Tidak ada operasi yang dilakukan hingga adanya tanda dari proses secara berturut-turut menunjukkan kebutuhan untuk memproduksi. b. 143 . Pemindahan bahan baku. Mengurangi lead time produksi. Ermadiani R. (Yenni Agustina. Elemen-elemen kunci Just In Time produksi mencakup hal-hal sebagai berikut: a. Manfaat yang dapat diperoleh dari penerapan sistem ini adalah sebagai berikut : 1. Menekankan pada penyederhanaan aktivitas pada lini produksi. Pengurangan lead time memungkinkan perusahaan dapat berproduksi dengan waktu yang efisien dan efektif. B. sehingga arus barang tetap terpelihara dan berjalan dengan baik. Kemudian workstation di belakangnya tersebut mengirimkan sinyal yang sama di workstation yang ada di belakangnya lagi. Sistem Just In Time yang diterapkan perusahaan ternyata dapat memberikan manfaat dalam peningkatan efisiensi dan produktivitas perusahaan sehingga dapat bersaing di pasar global.) secara berturut-turut. sehingga aktivitas setiap workstation mengikuti permintaan dari workstation berikutnya. Bahan baku tiba tepat waktu untuk digunakan dalam produksi. h. Penantian yang merupakan kegiatan menunggu bahan baku dan barang dalam proses untuk proses berikutnya. C. ada lima golongan kegiatan yang sering disebut sebagai sumber pemborosan dan tidak menambah nilai yang harus dieliminasi dalam kegiatan produksi. dan barang jadi dari satu tempat ke tempat lain. Dalam perusahaan manufaktur. Barang dalam proses pada setiap workstation diharapkan dapat mencapai nol. Oleh karena itu. Penyusunan skedul untuk menentukan kapan berbagai produk yang berbeda harus dimasukkan ke dalam proses produksi. Kelima golongan kegiatan tersebut adalah A. barang dalam proses. sehingga nonvalueadded activity dapat dieliminasi.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time ……. Pengaruh Penerapan Sistem Just In Time Terhadap Efisiensi dan Produktivitas Perusahaan. Lini produksi berjalan berdasarkan sistem tarik (pull system). Pada level akhir perakitan. Mengeliminasi pemborosan Sistem Just In Time yang diterapkan oleh perusahaan berusaha untuk menghilangkan kegiatan-kegiatan yang tidak bernilai tambah (nonvalue-added activity) bagi produk. Sinyal tersebut mengindikasikan sejumlah partisi dan bahan-bahan yang akan dikerjakan pada lini atau workstation tersebut. sinyal dikirim ke workstation di belakangnya. Dewi Sukmasari.

peran dari semua pihak sangat dibutuhkan baik dari manajer maupun dari karyawan atau pekerja yang bersangkutan. Dengan adanya keterlibatan pekerja. dikenal istilah Manufacturing Cycle Efficiency (MCE). seperti biaya pemeliharaan jaringan dengan pemasok. 3. Penyimpanan yang menggunakan waktu dan sumber daya. maka akan memberikan dampak terhadap pengurangan biaya. 12 No. Sehingga dengan berkurangnya kegiatan nonvalue-added dan biaya secara relatif. Dengan berkurangnya kegiatan-kegiatan yang tidak menambah nilai tersebut. selama bahan baku dan produk disimpan sebagai persediaan. moving time sehingga dapat meningkatkan produktivitas akibat hilangnya aktivitas tidak bernilai tambah. Pemberdayaan pekerja sangat diperlukan untuk mencapai tujuan dari sistem ini yaitu peningkatan efisiensi dan produktivitas perusahaan. 4. biaya pemeliharaan persediaan. Adanya partisipasi dari karyawan Dalam sistem Just In Time. Vol. Meningkatkan produktivitas Produktivitas merupakan rasio antara outputs dengan inputs. Produk yang dihasilkan akan semakin efisien karena tingkat kerusakan produk akan ditekan sampai sekecil-kecilnya. Processing Time MCE = ------------------------------------------------------------------------------------Processing Time + Inspection Time + Waiting Time + Move Time Just In Time purchasing dapat mengurangi bahkan menghilangkan inspection time. E. dan lain-lain. seperti biaya gudang. Dalam suatu manufacturing cycle. biaya untuk negosiasi dengan supplier. 144 . akan tetapi tetap akan mengurangi biaya produksi secara relatif. yang berarti perusahaan dapat menghilangkan waktu dari aktivitas yang tidak bernilai tambah (nonvalue added activities) dan mengoptimalkan waktu dari aktivitas yang bernilai tambah (value added activities).DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. maka akan meningkatkan efisiensi perusahaan dengan menghasilkan produk dengan harga yang rendah. Mengurangi atau bahkan menghilangkan produk cacat Produk cacat dapat menimbulkan masalah bagi perusahaan karena dapat menimbulkan penundaan dalam pengiriman barang dan memerlukan pengerjaan ulang untuk mengganti produk tersebut yang pada akhirnya akan menimbulkan kekecewaan dari konsumen. biaya penanganan bahan. Januari 2007 D. Walaupun penerapan sistem Just In Time ini akan menimbulkan biaya-biaya baru. menimbulkan adanya perasaan memiliki dalam diri mereka sehingga akan mendorong mereka untuk bekerja dengan sebaik-baiknya guna mencapai tujuan perusahaan. MCE yang ideal adalah sama dengan 1 atau mendekati angka 1. waiting time. Pekerja memiliki peran yang penting dalam proses produksi sehingga memerlukan adanya kewenangan untuk mengambil keputusan-keputusan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Inspeksi yang mengkonsumsi waktu dan sumber daya untuk menjamin produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi kualitas yang ditetapkan. 1. 2.

Di antara ketiga metode tersebut. penelusuran langsung merupakan metode yang paling akurat. Satu konsekuensi dari meningkatnya biaya yang dapat dibebankan secara langsung tersebut adalah meningkatnya keakuratan perhitungan harga pokok produk. Dengan demikian. seperti biaya penyusutan pabrik. Ketelusuran langsung atas biaya produk Pada dasarnya ada 3 metode yang dapat digunakan untuk membebankan biaya pada produk. barang dalam proses. Manfaat-manfaat tersebut adalah : a. Manfaat dari segi akuntansi Penerapan sistem Just In Time ini akan memberikan manfaat dari segi akuntansi manajemen perusahaan yang menerapkannya. dalam perusahaan yang menerapkan sistem Just In Time. metode ini dipilih karena dalam lingkungan tradisional mesin dan peralatan pabrik disusun berdasarkan departemen-departemen dan digunakan untuk menghasilkan berbagai macam produk. Demikian juga untuk akun tenaga kerja langsung dan biaya overhead akan digabung menjadi akun pengendali biaya konversi. metode yang lebih sering digunakan adalah metode penelusuran pendorong dan alokasi. Dewi Sukmasari. Dalam sistem Just In Time. layout pabrik akan disusun sedemikian rupa. barang dalam proses. Perusahaan akan menggunakan metode penelusuran pendorong atau alokasi untuk membebankan biaya umum tersebut kepada produk. Perhitungan harga pokok produk Penerapan sistem Just In Time memang memungkinkan perusahaan untuk menggunakan metode penelusuran langsung. Dalam sistem tradisional. laporan keuangannya tidak akan memuat akun persediaan bahan baku. (Yenni Agustina. perusahaan memiliki akun persediaan bahan baku. tidak semua biaya dapat dibebankan secara langsung ke produk.DAFTAR ISI Analisa Penerapan Sistem Just In Time ……. b. biaya-biaya yang timbul adalah biaya-biaya dari produk yang bersangkutan. sehingga mesin dan peralatan pabrik hanya akan digunakan untuk menghasilkan satu jenis produk saja. Akan tetapi. sehingga akan lebih mudah untuk ditelusuri secara langsung. Backflush accounting akan menghilangkan akun persediaan bahan baku dan barang dalam proses dan memunculkan akun baru yaitu raw material and in process (RIP). dan alokasi.) 5. Penyederhanaan pencatatan sistem akuntansi Penerapan Just In Time dalam perusahaan akan memberikan peluang untuk menyederhanakan akuntansi untuk arus biaya produksi yang disebut perhitungan biaya backflush (backflush accounting). dan lain-lain. Akan tetapi. Ermadiani R. perusahaan akan tetap menggunakan metode alokasi. kemudian setelah diproses dan menjadi barang jadi akan langsung dikirim ke konsumen. Dalam sistem tradisional. Bahan baku yang datang akan langsung masuk ke dalam proses. 145 . yaitu penelusuran secara langsung. dan barang jadi. Perusahaan yang menerapkan sistem Just In Time akan menggunakan metode penelusuran secara langsung yang sulit untuk dapat diterapkan dalam sistem tradisional. c. Ada beberapa biaya yang tetap merupakan biaya umum. dan persediaan barang jadi dalam laporan keuangannya. Untuk biaya-biaya tersebut. penelusuran pendorong. sehingga biaya yang timbul merupakan biaya umum dari produk-produk tersebut. biaya asuransi dan pajak.

Jakarta.Ak.. New York. pekerja perusahaan. perusahaan perlu melakukan beberapa perubahan dalam lingkungan perusahaannya diantara yaitu : perubahan dari layout pabrik. Just In Time Manufacturing. Manajemen Biaya. Salemba Empat. 2000. 2005. 2005. Bambang. Kankford. Edisi 4.3. Jakarta. baik dari manajer. dan persediaan. Managerial Accounting. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen.mhtml. Hansen & Mowen.Drs. Operation Management. Iffah. Nur Indriantoro. Roberta S. Swanson. Russel. http://www. 2000. rancangan proses. Yogyakarta: BPFE. Salemba Empat. maka penerapan sistem Just In Time akan memberikan hasil yang maksimal dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan sehingga perusahaan dapat tetap bertahan di masa depan. 2001.com/text-data/article/22705/22705. Vol. 1. dan Bernard W. 2002.Dr. Manajemen Produksi dan Operasi.Msi. Tjahjadi. Sofjan. Dengan adanya kerja sama dari pihak-pihak tersebut. sistem pengendalian persediaan dan produksi tradisional yang dikemukakan Henry Ford seperti produksi massa tidak sesuai lagi untuk diterapkan. maupun dari supplier.ac. DAFTAR PUSTAKA: Assauri. Taylor III.Id/go. Garisson. Keberhasilan dalam penerapan sistem Just In Time ini sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. dan Eric W. 146 . Buku 1.Msc.Ak dan Bambang Supomo. JIT Production System: Pengaruhnya Terhadap Kinerja Produktivitas. Rakhmania. 2003.dushkin. Januari 2007 PENUTUP Dalam situasi perekonomian saat ini. perusahaan hanya akan memproduksi produk sesuai dengan permintaan konsumen. Ray H. dan William M. Christine A. 20 September 2005. Buku 1. (diterjemahkan oleh Totok Budisantoso). http://digilib. Jakarta. Untuk itu. Surabaya. Majalah Ekonomi NO. Just In Time Purchasing. Prentise Hall. Universitas Airlangga.its. Penafsiran Kesiapan Suatu Perusahaan Untuk Menerapkan Sistem JIT. Dalam sistem Just In Time. Fourth Edition. 20 September 2005.DAFTAR ISI Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 12 No. standar kualitas. 1993. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Norren.

Bagian ini memaparkan kerangka teoritis berdasarkan telaah literatur yang dapat dijadikan landasan logis untuk mengembangkan hipotesis. Menyajikan dan menguraikan hasil metode analisis data dan deskripsi statistik yang diperlukan. Sertakan pula setidaknya tiga buah kata kunci (keywords) pada bagian akhir abstrak/sinopsis. ukuran 12pt. Metode riset. Lampiran. Bagian ini menyajikan ringkasan penelitian berupa masalah. Merupakan uraian latar belakang atau motivasi penelitian. di atas kertas ukuran Quarto. Memuat sumber-sumber yang dikutip langsung atau yang menjadi acuan dalam penelitian. seleksi data. gambar. antara 10-20 halaman. serta hasil penelitian yang berkisar antara 150-350 kata (diharapkan disajikan dalam Bahasa Inggris). tujuan. dan instrumen penelitian. Gambar atau tabel sebaiknya disajikan dalam halaman yang terpisah dengan diberi nomor urut. Berisikan tabel. Pendahuluan. serta pernyataan tentang tujuan penelitian. Pembahasan dan kesimpulan. rumusan masalah penelitian. Analisis data. bawah. Artikel diketik dengan jarak baris dua. Implikasi dan keterbatasan. mengemukakan keterbatasan penelitian dan bila perlu memberi saran untuk penelitian yang akan datang. Menjelaskan metode analisis yang digunakan sehubungan dengan masalah dan hipotesis yang diajukan. Menjelaskan keterkaitan penelitian yang dilakukan dengan penelitian sebelumnya. Untuk artikel telaah literatur. Margin atas. dan pengambilan contoh (sample). Pembahasan penelitian yang didukung hasil statistika atau hasil literatur yang cukup kuat. 4. Sistematika penulisan Abstrak/Sinopsis. disajikan untuk memberikan suatu kesimpulan tentang topik dan masalah penelitian. . jenis huruf Times New Roman. serta pengukuran dan definisi operasional variabel. 3. analisis. 2. Daftar referensi. Untuk artikel research based Kerangka penelitian dan pengembangan hipotesis. dan kanan memakai ukuran standar satu (1) inchi. kiri.DAFTAR ISI PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL Beberapa pertimbangan yang diharapkan dapat menjadi perhatian bagi penulis adalah seperti yang tercantum di bawah ini : 1.

e.DAFTAR ISI 5. f. 1998:612) Dua sumber kutipan dengan penulis berbeda. Jensen. 1992). (Hasan 1992a. Theory of The Firm : Managerial Behavioral Agency Cost. c. 1976. dan W. Kutipan dalam teks harus menyebutkan nama akhir penulis dan tahun (tanpa koma) diantara kurung buka dan kurung tutup. Bringham. 1992:265) atau (Kennedy at al. 1996. Gapenski.id . Journal of Financial Economics. E. sebaiknya ditulis akronimnya.co. (Hasan dkk. Statement on Accounting Theory Acceptence. 1992b) Jika sumber kutipan merupakan institusi atau lembaga. Contoh : a. 1998) jika menggunakan halaman.com Design & Presented by alhakki e-mail :alhakki@yahoo. (Hasan 1998:321) Satu sumber kutipan dengan lebih satu penulis.5”. atau CD. 1997. Judul jurnal atau buku teks. Mecking. presented by alhakki@plasa. Penulis diurutkan berdasarkan : Nama penulis. Sarasota. (Hasan dkk. jika menggunakan halaman. dan I. 305-306 Artikel diserahkan dalam bentuk disket 3.3. The Dryen Press.F. Dan nomor halaman. (Hasan 1990.C. b. jika menggunakan halaman (Hasan dan Anwar 1990:432) Satu sumber kutipan dengan lebih dari dua penulis. (Hasan 1990. and Ownership Structure. Vol. 1992) atau (Kennedy at al. Tahun publikasi. FL:AAA. berikut satu eksemplar hardcopy. M. 5th edition. Daftar referensi diurutkan berdasarkan alfabetis sesuai dengan nama penulis atau nama institusi. Contoh : American Accounting Association. (Hasan dan Anwar 1990). 6. Nama jurnal atau penerbit. Satu sumber kutipan dengan satu penulis. misalnya (Bappepam 2001) d. (Hasan 1998). New York. b. Committee on Concepts and Standars for External Financial Report. jika tahun publikasi sama. Kennedy 1997) Dua sumber kutipan dengan penulis sama. Intermediate Financial Management. Referensi yang menjadi sumber kutipan harus dicantumkan di dalam artikel dengan ketentuan sebagai berikut : a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful