Dari Meja Operasi Ke Meja Hijau

Kasus malpraktik merupakan tindak pidana yang sangat sering terjadi di Indonesia.

Hampir semua media belakangan ini baik lokal maupun nasional memberitakan tentang kasus yang menimpa Prita vs Rumah sakit OMNI International. Kasus semacam ini tentu akan semakin sering terjadi nanti kalau tidak ada penanganan hukum yang cepat terhadap pelaku, terutama pihak Rumah sakit OMNI maupun dokter sebagai pelaku profesi. Dalam etika profesi yang disahkan oleh setiap lembaga mempunyai fungsi pengawasan yang kuat dan nyata terhadap pelaku dan benar-benar harus dipatuhi sebagai seorang dokter. Jejak rekam medik yang akurat merupakan keinginan setiap pasien untuk mengetahui apa penyakit yang dideritanya. Ketidakpastian jejak rekam medik tersebut tentu saja menambah kontroversi kasus dugaan malpraktik, karena dapat dikategorikan sebagai euthanasia (tindakan medik untuk mengakhiri hidup orang).Euthanasia di Indonesia merupakan tindakan yang melanggar hukum karena identik dengan upaya pembunuhan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Soal Definisi Hingga saat ini belum ada definisi yang resmi dan disepakati oleh kalangan profesi dan undangundang mengenai apa yang dimaksud dengan malpraktik. Akan tetapi, dari berbagai referensi dapat dibaca dan diketahui bahwa malpraktik pada dasarnya adalah tindakan tenaga profesional (profesi) yang bertentangan dengan standard operating procedure (SOP), kode etik profesi, serta undang-undang yang berlaku²baik disengaja maupun akibat kelalaian²yang mengakibatkan kerugian dan kematian terhadap orang lain. Batasan pengertian tersebut dapat diketahui bahwa malpraktik sebenarnya tidak hanya terjadi pada kelompok profesi dokter saja.Tetapi juga dapat terjadi pada kelompok profesi lainnya seperti advokat (pengacara), notaris, akuntan, dan profesi lainnya. Namun, bila dibandingkan dengan kelompok profesi lainnya, malpraktik yang dilakukan oleh dokter²disebut juga dengan malpraktik medik²ternyata menimbulkan akibat lebih ³dramatis´ bila dibandingkan dengan malpraktik yang dilakukan oleh advokat, notaris, maupun akuntan. Dari kasus Prita, misalnya, dapat dicermati bahwa tudingan dokter yang melakukan malpraktik dapat ditujukan terhadap suatu tindakan kesengajaan (dolus) ataupun kelalaian (culpa) seorang dokter dalam menggunakan keahlian dan profesinya secara bertentangan dengan SOP yang lazim dipakai di lingkungan kedokteran yaitu Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki) dan Undang Undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Sanksi Hukum Jika perbuatan malpraktik yang dilakukan dokter sebagaimana contoh kasus Prita terbukti dilakukan dengan unsur kesengajaan (dolus) dan ataupun kelalaian (culpa), maka adalah hal yang sangat pantas jika dokter yang bersangkutan dikenakan sanksi pidana karena dengan unsur kesengajaan ataupun kelalaian telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu menghilangkan nyawa seseorang, serta tidak menutup kemungkinan juga dapat mengancam dan membahayakan keselamatan jiwa ibu yang melakukan aborsi. Perbuatan tersebut telah nyata-nyata mencoreng kehormatan dokter sebagai suatu profesi yang mulia. Pekerjaan profesi bagi setiap kalangan terutama dokter tampaknya harus sangat berhati-hati untuk mengambil tindakan dan keputusan dalam menjalankan tugas-tugasnya karena sebagaimana yang telah diuraikan di atas. Tuduhan malpraktik bukan hanya ditujukan terhadap

tindakan kesengajaan (dolus) saja.Tetapi juga akibat kelalaian (culpa) dalam menggunakan keahlian, sehingga mengakibatkan kerugian, mencelakakan, atau bahkan hilangnya nyawa orang lain. Selanjutnya, jika kelalaian dokter tersebut terbukti merupakan tindakan medik yang tidak memenuhi SOP yang lazim dipakai, melanggar Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki), serta Undang-undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, maka dokter tersebut dapat terjerat tuduhan malpraktik dengan sanksi pidana. Dalam Kitab-Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) kelalaian yang mengakibatkan celaka atau bahkan hilangnya nyawa orang lain. Pasal 359, misalnya menyebutkan, ³Barangsiapa karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun´. Sedangkan kelalaian yang mengakibatkan terancamnya keselamatan jiwa seseorang dapat diancam dengan sanksi pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360 Kitab-Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), (1) µBarang siapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun¶. (2) Barangsiapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain luka-luka sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan atau pencaharian selama waktu tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau kurungan paling lama enam bulan atau denda paling tinggi tiga ratus rupiah. Pemberatan sanksi pidana juga dapat diberikan terhadap dokter yang terbukti melakukan malpraktik, sebagaimana Pasal 361 Kitab-Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), ³Jika kejahatan yang diterangkan dalam bab ini dilakukan dalam menjalankan suatu jabatan atau pencarian, maka pidana ditambah dengan sepertiga dan yang bersalah dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana dilakukan kejahatan dan hakim dapat memerintahkan supaya putusannya diumumkan.´ Namun, apabila kelalaian dokter tersebut terbukti merupakan malpraktik yang mengakibatkan terancamnya keselamatan jiwa dan atau hilangnya nyawa orang lain maka pencabutan hak menjalankan pencaharian (pencabutan izin praktik) dapat dilakukan. Berdasarkan Pasal 361 Kitab-Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan aturan kode etik profesi praktik dokter. Tindakan malpraktik juga dapat berimplikasi pada gugatan perdata oleh seseorang (pasien) terhadap dokter yang dengan sengaja (dolus) telah menimbulkan kerugian kepada pihak korban, sehingga mewajibkan pihak yang menimbulkan kerugian (dokter) untuk mengganti kerugian yang dialami kepada korban, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1365 Kitab-Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), ³Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian pada seorang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut.´ Sedangkan kerugian yang diakibatkan oleh kelalaian (culpa) diatur oleh Pasal 1366 yang berbunyi: ³Setiap orang bertanggung jawab tidak saja untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya, tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan kelalaian atau kurang hati-hatinya.´ Kepastian Hukum Melihat berbagai sanksi pidana dan tuntutan perdata yang tersebut di atas dapat dipastikan bahwa bukan hanya pasien yang akan dibayangi ketakutan. Tetapi, juga para dokter akan dibayangi kecemasan diseret ke pengadilan karena telah melakukan malpraktik dan bahkan juga tidak tertutup kemungkinan hilangnya profesi pencaharian akibat dicabutnya izin praktik. Dalam

situasi seperti ini azas kepastian hukum sangatlah penting untuk dikedepankan dalam kasus malpraktik demi terciptanya supremasi hukum. Apalagi, azas kepastian hukum merupakan hak setiap warga negara untuk diperlakukan sama di depan hukum (equality before the law) dengan azas praduga tak bersalah (presumptions of innocence) sehingga jaminan kepastian hukum dapat terlaksana dengan baik dengan tanpa memihak-mihak siapa pun. Hubungan kausalitas (sebab-akibat) yang dapat dikategorikan seorang dokter telah melakukan malpraktik, apabila (1) Bahwa dalam melaksanakan kewajiban tersebut, dokter telah melanggar standar pelayanan medik yang lazim dipakai. (2) Pelanggaran terhadap standar pelayanan medik yang dilakukan merupakan pelanggaran terhadap Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki). (3) Melanggar UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Peran pengawasan terhadap pelanggaran kode etik (Kodeki) sangatlah perlu ditingkatkan untuk menghindari terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang mungkin sering terjadi yang dilakukan oleh setiap kalangan profesi-profesi lainnya seperti halnya advokat/pengacara, notaris, akuntan, dll.Pengawasan biasanya dilakukan oleh lembaga yang berwenang untuk memeriksa dan memutus sanksi terhadap kasus tersebut seperti Majelis Kode Etik.Dalam hal ini Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK). Jika ternyata terbukti melanggar kode etik maka dokter yang bersangkutan akan dikenakan sanksi sebagaimana yang diatur dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia. Namun, jika kesalahan tersebut ternyata tidak sekedar pelanggaran kode etik tetapi juga dapat dikategorikan malpraktik maka MKEK tidak diberikan kewenangan oleh undang-undang untuk memeriksa dan memutus kasus tersebut.Lembaga yang berwenang memeriksa dan memutus kasus pelanggaran hukum hanyalah lembaga yudikatif.Dalam hal ini lembaga peradilan.Jika ternyata terbukti melanggar hukum maka dokter yang bersangkutan dapat dimintakan pertanggungjawabannya.Baik secara pidana maupun perdata.Sudah saatnya pihak berwenang mengambil sikap proaktif dalam menyikapi fenomena maraknya gugatan malpraktik.Dengan demikian kepastian hukum dan keadilan dapat tercipta bagi masyarakat umum dan komunitas profesi. Dengan adanya kepastian hukum dan keadilan pada penyelesaian kasus malpraktik ini maka diharapkan agar para dokter tidak lagi menghindar dari tanggung jawab hukum profesinya.n

com/etikakedokteranindonesia/ Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etika di Indonesia Budi Sampurna Di dalam praktek kedokteran terdapat aspek etik dan aspek hukum yang sangat luas. Dengan demikian pelanggaran standar profesi dapat dinilai sebagai pelanggaran etik dan juga sekaligus pelanggaran hukum. Etik Profesi Kedokteran Etik profesi kedokteran mulai dikenal sejak 1800 tahun sebelum Masehi dalam bentuk Code of Hammurabi dan Code of Hittites. kewajiban . (b) semakin tingginya harapan masyarakat kepada layanan kedokteran sebagai hasil dari luasnya arus informasi. Kode Etik Kedokteran Internasional berisikan tentang kewajiban umum. Selanjutnya etik kedokteran muncul dalam bentuk lain. profesionalisme. Keadaan menjadi semakin sulit sejak para ahli hukum menganggap bahwa standar prosedur dan standar pelayanan medis dianggap sebagai domain hukum. seperti pada informed consent. World Medical Association dalam Deklarasi Geneva pada tahun 1968 menelorkan sumpah dokter (dunia) dan Kode Etik Kedokteran Internasional. (c) komersialisasi dan tingginya biaya layanan kedokteran dan kesehatan sehingga masyarakat semakin tidak toleran terhadap layanan yang tidak sempurna. padahal selama ini profesi menganggap bahwa memenuhi standar profesi adalah bagian dari sikap etis dan sikap profesional. atau semacam code of conduct bagi dokter. wajib simpan rahasia kedokteran.freewebs. aspek etik seringkali tidak dapat dipisahkan dari aspek hukumnya. dan (d) provokasi oleh ahli hukum dan oleh tenaga kesehatan sendiri.http://www. yang penegakannya dilaksanakan oleh penguasa pada waktu itu. Etik yang memiliki sanksi moral dipaksa berbaur dengan keprofesian yang memiliki sanksi disiplin profesi yang bersifat administratif. tetapi yang paling banyak dikenal adalah sumpah Hippocrates yang hidup sekitar 460-370 tahun SM. Bahkan di dalam praktek kedokteran. Aspek etik kedokteran yang mencantumkan juga kewajiban memenuhi standar profesi mengakibatkan penilaian perilaku etik seseorang dokter yang diadukan tidak dapat dipisahkan dengan penilaian perilaku profesinya. kewajiban terhadap pasien. dll. Sumpah tersebut berisikan kewajiban-kewajiban dokter dalam berperilaku dan bersikap. yang sering tumpang-tindih pada suatu issue tertentu. atau sebaliknya norma hukum yang mengandung nilai-nilai etika. Kemungkinan terjadinya peningkatan ketidakpuasan pasien terhadap layanan dokter atau rumah sakit atau tenaga kesehatan lainnya dapat terjadi sebagai akibat dari (a) semakin tinggi pendidikan rata-rata masyarakat sehingga membuat mereka lebih tahu tentang haknya dan lebih asertif. yaitu dalam bentuk sumpah dokter yang bunyinya bermacam-macam. oleh karena banyaknya norma etik yang telah diangkat menjadi norma hukum.

non maleficence (tidak melakukan perbuatan yang memperburuk pasien) dan justice (bersikap adil dan jujur). praktek kedokteran juga berpegang kepada prinsipprinsip moral kedokteran. terutama apabila teladan yang diberikan para seniornya bertolak belakang dengan situasi ideal dalam pendidikan. akan menjadi majelis yang menyidangkan dugaan pelanggaran disiplin profesi kedokteran. prinsip-prinsip moral yang dijadikan arahan dalam membuat keputusan dan bertindak. maka ia akan dipanggil dan disidang oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI untuk dimintai pertanggung-jawaban (etik dan disiplin profesi)nya. memberikan banyak latihan. Etika biomedis memberi pedoman bagi para tenaga medis dalam membuat keputusan klinis yang etis (clinical ethics) dan pedoman dalam melakukan penelitian di bidang medis. Di kemudian hari Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). seperti autonomy (menghormati hak pasien. serta lembaga MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) di tingkat pusat. serta sikap altruisme (pengabdian profesi). IDI (Ikatan Dokter Indonesia) memiliki sistem pengawasan dan penilaian pelaksanaan etik profesi. sehingga cara berpikir etis tersebut diharapkan menjadi bagian pertimbangan dari pembuatan keputusan medis sehari-hari. . lembaga yang dimandatkan untuk didirikan oleh UU No 29 / 2004. Persidangan MKEK bertujuan untuk mempertahankan akuntabilitas. Namun suatu pelanggaran etik profesi dapat dikenai sanksi disiplin profesi. Saat ini MKEK menjadi satu-satunya majelis profesi yang menyidangkan kasus dugaan pelanggaran etik dan/atau disiplin profesi di kalangan kedokteran.terhadap sesama dan kewajiban terhadap diri sendiri. profesionalisme dan keluhuran profesi. Bahkan di tingkat perhimpunan rumah sakit didirikan pula Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (Makersi). Nilai-nilai materialisme yang dianut masyarakat harus dapat dibendung dengan memberikan latihan dan teladan yang menunjukkan sikap etis dan profesional dokter. yaitu melalui lembaga kepengurusan pusat. Selanjutnya. Kode Etik Kedokteran Indonesia dibuat dengan mengacu kepada Kode Etik Kedokteran Internasional. beneficence (melakukan tindakan untuk kebaikan pasien). Pendidikan etik kedokteran. Pada dasarnya. dan lebih banyak dipaparkan dalam berbagai situasi-kondisi etik-klinik tertentu (clinical ethics). yang akan mengawasi pelaksanaan etik dan standar profesi di rumah sakit. Tentu saja kita pahami bahwa pendidikan etik belum tentu dapat mengubah perilaku etis seseorang. arahan dalam menilai baik-buruknya atau benar-salahnya suatu keputusan atau tindakan medis dilihat dari segi moral.[1] Selain Kode Etik Profesi di atas. di tingkat sarana kesehatan (rumah sakit) didirikan Komite Medis dengan Panitia Etik di dalamnya. dalam bentuk peringatan hingga ke bentuk yang lebih berat seperti kewajiban menjalani pendidikan / pelatihan tertentu (bila akibat kurang kompeten) dan pencabutan haknya berpraktik profesi. Selain itu. terutama hak dalam memperoleh informasi dan hak membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan terhadap dirinya). Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Dalam hal seorang dokter diduga melakukan pelanggaran etika kedokteran (tanpa melanggar norma hukum). suatu norma etik adalah norma yang apabila dilanggar ³hanya´ akan membawa akibat sanksi moral bagi pelanggarnya. dengan memberikan lebih ke arah tools dalam membuat keputusan etik. wilayah dan cabang. dianjurkan dimulai dini sejak tahun pertama pendidikan kedokteran. yang mengajarkan tentang etik profesi dan prinsip moral kedokteran. wilayah dan cabang. Sanksi tersebut diberikan oleh MKEK setelah dalam rapat/sidangnya dibuktikan bahwa dokter tersebut melanggar etik (profesi) kedokteran. Pengetahuan etika ini dalam perkembangannya kemudian disebut sebagai etika biomedis.

sedangkan gugatan perdata dan tuntutan pidana dilaksanakan di lembaga pengadilan di lingkungan peradilan umum. bukti kewenangan berupa Surat Ijin Praktek Tenaga Medis. baik lisan maupun tertulis (affidavit). Proses persidangan etik dan disiplin profesi dilakukan terpisah dari proses persidangan gugatan perdata atau tuntutan pidana oleh karena domain dan jurisdiksinya berbeda. teradu. Banyak ahli menyatakan bahwa tingkat kepastian pada perkara etik dan disiplin bergantung kepada sifat masalah yang diajukan. SOP dan SPM setempat. Pada beyond reasonable doubt tingkat kepastiannya dianggap melebihi 90%. putusan diambil berdasarkan bukti-bukti yang dianggap cukup kuat. yaitu Majelis (ketua dan anggota) bersikap aktif melakukan pemeriksaan. dan suratsurat lain yang berkaitan dengan kasusnya. yaitu permasalahan yang timbul sebagai akibat dari pelanggaran seorang profesional atas peraturan internal profesinya. Majelis etik ataupun disiplin umumnya tidak memiliki syarat-syarat bukti seketat pada hukum pidana ataupun perdata. Di Australia. seperti bukti kompetensi dalam bentuk berbagai ijasah/ brevet dan pengalaman. bukti keanggotaan profesi. rekam medis. namun demikian tetap berupaya melakukan pembuktian mendekati ketentuan-ketentuan pembuktian yang lazim. sedangkan pada preponderance of evidence dianggap cukup bila telah 51% ke atas. Dalam hal MKDKI dalam sidangnya menemukan adanya pelanggaran etika. pihak lain yang terkait) dan peer-group / para ahli di bidangnya yang dibutuhkan Dokumen yang terkait. tanpa adanya badan atau perorangan sebagai penuntut. dapat pula diperiksa di pengadilan ± tanpa adanya keharusan saling berhubungan di antara keduanya. Dalam persidangan majelis etik dan disiplin. yaitu setinggi beyond reasonable doubt. Persidangan MKEK secara formiel tidak menggunakan sistem pembuktian sebagaimana lazimnya di dalam hukum acara pidana ataupun perdata. Domain atau yurisdiksi MKDKI adalah ³disiplin profesi´. demikian pula sebaliknya.[2] Sedangkan bukti berupa dokumen umumnya di´sah´kan dengan tandatangan dan/atau stempel institusi terkait. misalnya. yaitu preponderance of evidence. Bar¶s Disciplinary Tribunal Regulation. yang menyimpangi apa yang diharapkan akan dilakukan oleh orang (profesional) dengan pengetahuan dan ketrampilan yang rata-rata. Dokter tersangka pelaku pelanggaran standar profesi (kasus kelalaian medik) dapat diperiksa oleh MKEK. Dalam melakukan pemeriksaannya. 2.MKDKI bertujuan menegakkan disiplin dokter / dokter gigi dalam penyelenggaraan praktik kedokteran. Perijinan rumah sakit tempat kejadian. tetapi ada pula yang tidak mengharuskannya. maka MKDKI akan meneruskan kasus tersebut kepada MKEK. tetapi harus disumpah pada formal hearing (jenis persidangan yang lebih tinggi daripada yang informal). Keterangan. langsung dari pihak-pihak terkait (pengadu. Persidangan etik dan disiplin profesi dilakukan oleh MKEK IDI. Seseorang yang telah diputus melanggar etik oleh MKEK belum tentu dinyatakan bersalah oleh pengadilan. hospital bylaws. bukti hubungan dokter dengan rumah sakit. saksi tidak perlu disumpah pada informal hearing. Majelis berwenang memperoleh : 1. namun juga tidak serendah pada hukum acara perdata. Persidangan MKEK bersifat inkuisitorial khas profesi. Cara pemberian keterangan juga ada yang mengharuskan didahului dengan pengangkatan sumpah. Memang bukti-bukti tersebut tidak harus memiliki standard of proof seperti pada hukum acara pidana. Semakin serius dugaan pelanggaran yang dilakukan semakin tinggi tingkat kepastian yang dibutuhkan. dan pada bukti keterangan diakhiri dengan pernyataan kebenaran keterangan dan tandatangan (affidavit). membolehkan adanya bukti yang bersifat hearsay dan bukti tentang perilaku teradu di masa lampau.5 .

sebagian besar diputus telah melanggar pasal 2 yang berbunyi ³Seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi´. juga karena beberapa hal. Di Australia digunakan berbagai istilah seperti unacceptable conduct. Pengalaman MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta 1997-2004 (8 tahun) Dari 99 kasus yang diajukan ke MKEK. oleh karenanya tidak dapat dipergunakan sebagai bukti di pengadilan. Apabila eksekusi telah dijalankan maka dokter teradu menerima keterangan telah menjalankan putusan. etik RS. professional misconduct dan infamous conduct in professional respect. meskipun umumnya memasukkan dua istilah terakhir sebagai pelanggaran yang serius hingga dapat dikenai sanksi skorsing ataupun pencabutan ijin praktik. menjelaskan tentang jalannya persidangan dan putusan MKEK. Eksekusi Putusan MKEK Wilayah dilaksanakan oleh Pengurus IDI Wilayah dan/atau Pengurus Cabang Perhimpunan Profesi yang bersangkutan. kecuali atas perintah pengadilan dalam bentuk permintaan keterangan ahli. Namun demikian tidak ada penjelasan yang mantap tentang istilah-istilah tersebut.Perkara yang dapat diputuskan di majelis ini sangat bervariasi jenisnya. dll). [3] Putusan MKEK tidak ditujukan untuk kepentingan peradilan. Dengan demikian hanya 74 kasus (75 %) yang eligible sebagai kasus MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta. eksekusinya diserahkan kepada Dinas Kesehatan setempat. dan mungkin masih banyak pula kasus pelanggaran etik dan profesi yang tidak diadukan pasien (fenomena gunung es). Dari 74 kasus yang eligible tersebut ternyata sidang MKEK menyimpulkan bahwa pada 24 kasus diantaranya (32. Di MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta diputus perkara-perkara pelanggaran etik dan pelanggaran disiplin profesi. kejaksaan ataupun di persidangan. bahkan juga setelah pasien itu meninggal´.4 % dari kasus yang eligible atau 24 % dari seluruh kasus pengaduan) memang telah terjadi pelanggaran etik dan atau pelanggaran disiplin profesi. Sekali lagi. dan pasal 12 yang berbunyi ³Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien. Khusus untuk SIP. Salah seorang anggota MKEK dapat memberikan kesaksian ahli di pemeriksaan penyidik. Dari 24 kasus yang dinyatakan melanggar etik kedokteran. bukan wilayah DKI Jakarta. 13 kasus (13 %) tidak jadi dilanjutkan karena berbagai hal ± sebagian karena telah tercapai kesepakatan antara pengadu dengan teradu untuk menyelesaikan masalahnya di luar institusi. sudah menjadi sengketa hukum sehingga sidang MKEK dihentikan. pasal 7 yang berbunyi ³Seorang dokter hanya memberi surat keterangan dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya´. unprofessional conduct. hakim pengadilan tidak terikat untuk sepaham dengan putusan MKEK. Pasal lain dari Kodeki yang dilanggar adalah pasal 4 yang berbunyi ³Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri´. unsatisfactory professional conduct. seperti : pengadu tidak jelas (surat kaleng). Tahun Jumlah Pengaduan Dicabut Ditolak Tidak terdapat Terjadi pelanggaran pelanggaran etik etik / profesi / profesi . yang disusun dalam beberapa tingkat berdasarkan derajat pelanggarannya. bukan yurisdiksi MKEK (bukan etik-disiplin. Namun perlu diingat bahwa pada kasus-kasus yang dicabut atau ditolak oleh MKEK terdapat pula kasus-kasus pelanggaran etik. Selain itu MKEK juga menolak 14 kasus (14 %).

SpRM. SpM (2). Mereka pada umumnya bekerja di rumah sakit atau klinik ( 90 % ). hanya sebagian yang menyatakan sebagai akibat dari upaya damai. sengketa dokter dengan rumah sakit. Dari sisi issue yang dijadikan pokok pengaduan. SpPD (10). SpAn (7). SpTHT (4). SpJP (2). SpR (2) kemudian masing-masing satu kasus adalah SpBO. tetapi terdapat pula kasus-kasus yang diajukan oleh rumah sakit tempat dokter bekerja dan oleh masyarakat (termasuk media masa). SpKJ (3). atau setidaknya terungkap di dalam persidangan. SpA (4). Dan apabila dilihat dari sisi pengadunya. Terdapat dua kasus diberi sanksi reschooling. SpF. SpBP. SpBS. dapat dikemukakan bahwa menduduki tempat teratas adalah komunikasi yang tidak memadai antara dokter dengan pasien dan keluarganya. Tidak ada yang memperoleh sanksi skorsing ataupun pencabutan ijin praktek. maka terlihat bahwa pada umumnya pengadu adalah pasien atau keluarganya. baik dalam bentuk komunikasi sehari-hari yang diharapkan mempererat hubungan antar manusia maupun dalam bentuk pemberian informasi sebelum dilakukannya tindakan dan sesudah terjadinya risiko atau komplikasi.1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 10 11 18 14 10 13 14 9* 3 2 2 2 3 1 - 2 3 5 1 1 1 1 4 3 7 8 5 6 10 1 1 3 4 3 1 5 3 4 24 Jumlah 99 * 13 14 44 * sisanya (4 kasus) belum selesai diproses Apabila dilihat dari cabang keahlian apa yang paling sering diadukan oleh pasiennya adalah : SpOG (24). komunikasi antara staf rumah sakit dengan pasien. SpS dan SpU. kurangnya waktu yang disediakan dokter untuk dipakai berkomunikasi dengan pasien. bukan di tempat praktek pribadi. SpKK. dan surat kaleng. Kesimpulan Pelajaran yang dapat dipetik adalah bahwa masalah yang paling sering menjadi pokok sengketa adalah kelemahan komunikasi antara dokter dengan pasien atau antara rumah sakit dengan pasien. Dari sekian banyak yang ditolak oleh MKEK terdapat kasus-kasus sengketa antar dokter. Kelemahan komunikasi tersebut muncul dalam bentuk : kurangnya penjelasan dokter kepada pasien ± baik pada waktu sebelum peristiwa maupun sesudah peristiwa. DU (14). Ditinjau dari sisi sanksi yang diberikan dapat dikemukakan bahwa pada umumnya diberikan sanksi berupa teguran lisan atau teguran tertulis. SpP (2). . SpB (17). sedangkan mereka yang mencabut kasusnya umumnya tidak diketahui alasannya.

Worldwide trends of medical negligence claims and implications for Singapore from UMP perspective. Pinet G. Legal Medicine. 2nd ed. Legal Aspects of Health Care Administration. 1998. Singapore: Medico-legal Annual Seminar. 27-28 October 2001. Medical Assessment of Claims. The Medical Protection Society Experience Worldwide. September 1992 . Essex: Pearson Education Limited. Ethics. serta pemberian bekal buku Kodeki bagi setiap dokter lulusan Indonesia (termasuk adaptasi). BBC Health. 1989. Spain. Statement on Medical Malpractice. Nicholson K. Hickey J. Preventing Medical Malpractice Suits. pemberian mata ajaran etik dan hukum kedokteran bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran sejak dini dan bersifat student-active. Redfern: International Business Communications Pty Ltd. 2003. London: Springer-Verlag. Plueckhahn VD and Cordner SM. The Rights of Patients in Europe. San Fransisco: JosseyBass. Firestone MH. 1999. Washington: National Academy Press. 2001 Dix A. LeBlang TR. London: Sweet & Maxwell. To Err is Human. sehingga diperlukan crash-program berupa pendidikan kedokteran berkelanjutan yang agresif di bidang etik dan hukum kedokteran. Marbella. Breen K. 27-28 October 2001. Gaithersburg: An Aspen Publication. adopted by the 4th World Medical Assembly. Second ed. 2000. 1993 Mann A. WMA. Medical Negligence. Second edition. Undang-Undang No 23 tahun 1992 tentang Kesehatan Undang-Undang No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Singapore: Medico-legal Annual Seminar. Modern Tort Law. 1989. Tort Law. Gevers S. termasuk kode etik profesi yang harus dijadikan pedoman berperilaku profesi (professional code of conduct). Plueckhahn V. New York: Oxford University Press. 4 ed. Leenen H. Legal Medicine & Forensic Pathology. Powe R. Bioethics on Anthology. Pozgar GD. 3rd ed. Medical Negligence. 27-28 October 2001. 1991 Jones MA. Deventer : Kluwer Law and Taxation Publ. Oxford: Blackwell Publ. Schutte JE. 1995 Tan SY. 28 January 2002. Singapore: Medico-legal Annual Seminar. Seattle: Hogrefe & Huber Publ. A Primer for Health Care Ethics. 1991. A Practical Guide to Medicine and the Law. St Louis : American College of Legal Medicine. 8th ed. Errington M.Pelajaran lain adalah bahwa sosialisasi nilai-nilai etika kedokteran. 1996 Elliot C and Quinn F. Jackson JP (ed). St Leonard NSW: Allen & Unwin. London: Cavendish Publ Ltd. Corrigan JM. Australia: Butterworth-Heinemann. 1996. 2002 th Sanbar SS. The Medical Malpractice Epidemic in Singapore: Thoughts From Across the Sea. Donaldson MS (eds). 1999. Law and Medical Practice. 1997 Carroll R (ed). O¶Rourke K. Harpwood V. Law for the medical profession in Australia. 5th ed. Tjiong R. Principles of Biomedical Ethics. Risk Management Handbook for health care organizations. 2000 Kuhse H and Singer P. Medical Negligence Litigation. Pustaka lanjutan Beauchamp TL and Childress JF. building a safer health system. Ethics. Washington DC: Gergetown University Press. kepada para dokter yang bekerja di Indonesia belumlah cukup memadai. Cordner SM. Gibofsky A. McNair T. Melbourne : Melbourne University Press. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Kode Etik Kedokteran Indonesia Kohn LT.

Powe R. Law and Medical Practice. Australia: ButterworthHeinemann.[1] Lebih lanjut agar dibaca buku ³Kode Etik Kedokteran Indonesia´ [2] Breen K. Law for the medical profession in Australia. y Sistim monitoring dokter gigi berfungsi secara aktif dan online diseluruh indonesia. Nicholson K. Memastikan standar nasional pendidikan profesi dokter dan dokter gigi. Misi.profesionalisme kemitraan dan respek pada kemanusiaan Menerapkan sistem registrasi & monitoring dokter dan dokter gigi secara online diseluruh Indonesia. y Setiap pasien memperoleh jaminan praktik kedokteran yang aman. Menegakkan profesionalisme dokter dan dokter gigi dalam praktik kedokteran. dan Strategi Konsil Kedokteran VISI Terwujudnya dokter dan dokter gigi profesional yang melindungi pasien Meningkatkan kualitas hidup manusia melalui dokter dan dokter gigi yang profesional Konsil Kedokteran Indonesia menjunjung tinggi nilai integritas.id/?open=visimisi Visi. Plueckhahn V. Ethics. Sasaran : MISI TATA NILAI STRATEGI UTAMA 1 STRATEGI UTAMA 2 STRATEGI UTAMA 3 . Sasaran : y Setiap dokter dan dokter gigi menerapkan profesionalisme dalam praktik kedokteran. Cordner SM. Second ed.or. St Leonard NSW: Allen & Unwin. Errington M. 1997 [3] Dix A. Sasaran : y Setiap dokter dan dokter gigi yang melaksanakan praktik kedokteran telah teregistrasi dan terjamin kompetensinya. 1996 http://inamc.

y Setiap dokter dan dokter gigi yang melaksanakan praktik kedokteran mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Berkelanjutan(Continuing Professional Development). Menetapkan sanksi disiplin. dibentuklah MAJELIS KEHORMATAN DISIPLIN KEDOKTERAN INDONESIA (MKDKI) MKDKI adalah lembaga yang berwenang untuk : 1. Sasaran : y Seluruh masyarakat menyadari hak dan kewajibannya. Meningkatkan kemitraan dengan organisasi profesi. STRATEGI UTAMA 4 PROFIL MKDKI Untuk menegakkan disiplin dokter dan dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran. Menentukan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan dokter dan dokter gigi dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran dan kedokteran gigi. 2. instansi pemerintah dan non pemerintah untuk menerapkan praktik kedokteran yang melindungi masyarakat. MKDKI merupakan lembaga otonom dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang dalam menjalankan tugasnya bersifat independen . y Setiap dokter dan dokter gigi memperoleh kepastian hukum dalam menjalankan praktik kedokteran. y Setiap organisasi profesi. y Setiap perkembangan cabang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi di Indonesia memenuhi rambu dan aturan yang jelas.y Setiap institusi pendidikan dokter dan dokter gigi telah menerapkan standar nasional pendidikan. memperoleh perlindungan hukum dalam praktik kedokteran. instansi pemerintah dan non pemerintah menjalankan perannya dalam melaksanakan UU Praktik Kedokteran.

drg. MM 8. Merdias Almatsier. dr.Termasuk dalam pengertian orang adalah korporasi (badan) yang dirugikan kepentingannya. F3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12120 Telp. Dr. Dr. SH. Budi Sampurna. MM Sekretariat MKDKI Jalan Hang Jebat III Blok. dokter gigi. Ahmad Husni. dsb Apakah MKDKI itu? Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) adalah lembaga Negara yang berwenang untuk 1) menentukan ada atau tidaknya kesalahan yang dilakukan dokter/dokter gigi dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran/kedokteran gigi. dan sarjana hukum Susunan anggota MKDKI periode 2006 . Menjaga mutu dokter / dokter gigi. MH (Wakil Ketua MKDKI) 3. MM (Sekretaris MKDKI) 4. drg. Institusi seperti Departemen Kesehatan. Anggota MKDKI terdiri dari dokter. Prof. Mgs. 2.Tujuan penegakan disiplinadalah : 1. SH.2011 : 1. SpOG 5. SpF. Hargianti Dini Iswandari. Sabir Alwy. dr. Memberikan perlindungan kepada pasien. SH 9. MKDKI menerima pengaduan dari masyarakat termasuk LSM. drg. Johan T Saleh. Dinas Kesehatan. Fax. drg. MSc 7. dr. Otto Hasibuan. SpS(K) (Ketua MKDKI) 2. Suyaka Suganda. MH 11. MARS 10. Organisasi Profesi. 3. Menjaga kehormatan profesi kedokteran / kedokteran gigi. Dr. Muryono Subyakto. Tenaga Kesehatan. dr. (021) 72800920. dan 2) menetapkan sanksi bagi dokter/dokter gigi yang dinyatakan bersalah. .or. Prof. Edi Sumarwanto. (021) 72800743 E-mail :mkdki@inamc. SH. Rumah Sakit. Dr. Indriyanto Seno Adji.id TANYA JAWAB Apa yang dapat saya lakukan jika saya mengetahui atau merasa dirugikan atas tindakan dokter dalam menjalankan praktik kedokteran? Anda dapat mengadu ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) Siapa saja yang dapat mengadu ke MKDKI? Setiap orang yang mengetahui secara langsung atau kepentingannya dirugikan atas tindakan dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran. SH 6.

. antara lain : 1. Nama dan tempat praktik dokter/dokter gigi yang diadukan. Berperilaku tercela yang merusak martabat dan kehormatan profesinya Apa saja yang termasuk pelanggaran disiplin kedokteran/ kedokteran gigi? Yang termasuk pelanggaran disiplin kedokteran/kedokteran gigi antara lain ketidakjujuran dalam berpraktik. Identitas pasien (jika pengadu bukan pasien). Jl. 3. Alasan pengaduan dan kronologis. 4. Waktu tindakan dilakukan. berpraktik dengan ketidakmampuan fisik dan mental. Hang Jebat III Blok. menelantarkan pasien pada saat membutuhkan penanganan segera. 5. Anda dapat menanyakannya kepada petugas kami 4. Dokter/dokter gigi dianggap melanggar disiplin kedokteran bila : 1. Buatlah pengaduan secara tertulis dengan mengisi formulir yang dapat didownload di www. membuat laporan medis yang tidak benar. Melakukan praktik dengan tidak kompeten 2. memberikan tindakan medis tanpa persetujuan pasien/keluarga. Kebayoran Baru. Jakarta Selatan 12120 5. dimana petugas kami akan membantu Anda membuat pengaduan secara tertulis 3. Identitas pengadu/pelapor. Pengaduan tersebut harus dibubuhi tandatangan Pengadu/Pelapor diatas meterai yang cukup Informasi apa yang harus dimuat dalam pengaduan tersebut? Dalam formulir pengaduan yang kami sediakan. memberikan "jaminan kesembuhan" kepada pasien.Dasar pembentukan dan kewenangan MKDKI adalah Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Apa yang dimaksud dengan pelanggaran disiplin kedokteran? Pelanggaran disiplin kedokteran adalah pelanggaran terhadap aturan-aturan dan/atau ketentuan dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran/kedokteran gigi. Bila Anda tidak dapat membuat pengaduan secara tertulis.inamc.or. Pengaduan tersebut ditujukan kepada Ketua MKDKI. 2. bekerja tidak sesuai standar asuhan medis. dsb Bagaimana cara mengadukan dokter/dokter gigi ke MKDKI? 1. melakukan pelecehan seksual. mengistruksikan atau melakukan pemeriksaan tambahan/pengobatan yang berlebihan. Anda dapat mendatangi kantor MKDKI. Jika menemukan kesulitan dalam mengisi form tersebut.id (Format Pengaduan) atau Anda dapat memperoleh formulir tersebut dengan menghubungi petugas kami di (021) 72800920 2. menolak menangani pasien tanpa alasan yang layak. F3. Tidak melakukan tugas dan tanggung jawab profesionalnya dengan baik (dalam hal ini tidak mencapai standar-standar dalam praktik kedokteran) 3. terdapat beberapa informasi yang harus diberikan.

akan dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh Majelis Pemeriksa Disiplin (MPD) Apakah saya bisa mendapatkan informasi tentang proses penanganan pengaduan saya di MKDKI? Anda dapat mengetahui proses penanganan pengaduan Saudara melalui telepon kepada petugas MKDKI di nomor (021) 72800920 Dapatkah pengadu menghadiri setiap persidangan di MKDKI? Pengadu hanya dapat menghadiri : 1. Dokter/dokter gigi yang diadukan telah terregistrasi di Konsil Kedokteran Indonesia. Sidang terbuka dengan agenda pembacaan keputusan Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut : 1.id (Proses Penanganan Pengaduan di MKDKI) Apa tujuan pemeriksaan awal oleh Majelis Pemeriksa Awal? Pemeriksaan awal oleh Majelis Pemeriksa Awal (MPA) untuk menentukan kewenangan MKDKI terhadap pengaduan tersebut Apa batasan kewenangan MKDKI terhadap suatu pengaduan? Suatu pengaduan diputuskan menjadi kewenangan MKDKI apabila : 1. Tanpa identitas yang jelas dari pengadu/pelapor akan menyulitkan kami dalam melaksanakan hal-hal tersebut Apa yang terjadi setelah pengaduan diterima MKDKI? Setelah semua kelengkapan data pengaduan diterima.6. Persidangan oleh MKDKI mengutamakan prinsip menjaga rahasia kedokteran 2. pengaduan akan ditangani oleh Majelis Pemeriksa Awal ataupun Majelis Pemeriksa Disiplin. dapatkah MKDKI menangani pengaduan tersebut? MKDKI membutuhkan identitas pengadu/pelapor untuk mendapatkan informasi yang cukup. Alur proses penanganan pengaduan dugaan pelanggaran disiplin oleh MKDKI dapat dilihat pada www. dan untuk melakukan pemeriksaan oleh Majelis. Penegakan disiplin oleh MKDKI pada hakikatnya dilakukan dalam rangka membina dan meningkatkan kinerja dokter dan dokter gigi . untuk melakukan investigasi. Tindakan medis yang dilakukan oleh dokter/dokter gigi yang diadukan terjadi setelah tanggal 6 Oktober 2004 (setelah diundangkannya UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran) 3.inamc. Terdapat dugaan kuat adanya pelanggaran disiplin kedokteran/kedokteran gigi Jika keempat kriteria tersebut terpenuhi.or. 2. Pernyataan tentang kebenaran pengaduan. Sidang tertutup dengan agenda mendengarkan keterangan pengadu sebagai saksi (jika diminta oleh Majelis) 2. Terdapat hubungan profesional dokter-pasien dalam kejadian tersebut 4. Setelah dilakukan verifikasi. Anda akan mendapatkan tanda terima pengaduan (berisi nomor register pengaduan). dsb Jika pengadu/pelapor tidak mencantumkan identitasnya dalam formulir pengaduan.

diharapkan dapat mencapai objektifitas yang dapat dipertanggungjawabkan Berapa lama MKDKI menangani pengaduan saya? Lama penanganan pengaduan dugaan pelanggaran disiplin kedokteran/kedokteran gigi oleh MKDKI tidak dapat ditentukan. MKDKI berwenang untuk menentukan ada tidaknya pelanggaran disiplin oleh dokter/dokter gigi 2. MKDKI tidak menangani sengketa antara dokter dan pasien/keluarganya 4. sanksi disiplin dalam keputusan MKDKI dapat berupa: 1. Keputusan MKDKI akan diserahkan kepada Konsil Kedokteran Indonesia untuk pelaksanaan sanksi disiplin jika dokter/dokter gigi yang diadukan terbukti bersalah. KKI. MKDKI tidak menangani permasalahan ganti rugi yang diajukan pasien/keluarganya Bagaimana saya dapat mengetahui hasil keputusan MKDKI terhadap pengaduan saya? Anda dapat mengetahui hasil keputusan MKDKI dengan menghadiri dan mendengarkan pembacaan keputusan yang dilaksanakan secara terbuka. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Departemen Kesehatan. tergantung pada kompleksitas kasus dan banyaknya informasi yang diperlukan dalam pemeriksaan oleh majelis Apakah MKDKI dapat memberikan nasihat atau pendapat kepada pengadu atau dokter/dokter gigi teradu? . serta instansi terkait. Pengaduan dokter/dokter gigi kepada MKDKI ditujukan untuk meningkatkan kinerja dokter/dokter gigi yang bersangkutan. Kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di institusi pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi Apakah MKDKI dapat menangani permintaan ganti rugi/kompensasi yang diajukan terhadap dokter teradu? 1. dan/atau 3. Pemberian peringatan tertulis 2. dan sarjana hukum yang bukan dokter/dokter gigi. Dokter/dokter gigi yang diadukan dapat mengajukan keberatan terhadap keputusan MKDKI kepada Ketua MKDKI dalam waktu selambat-lambatnya 30 hari sejak dibacakan atau diterimanya keputusan tersebut dengan mengajukan bukti baru yang mendukung keberatannya Apakah pemeriksaan MKDKI berjalan secara objektif? Majelis Pemeriksa Disiplin terdiri dari dokter. Rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi (STR) atau Surat Izin Praktik (SIP). MKDKI berwenang menetapkan sanksi disiplin kepada dokter/dokter gigi yang dinyatakan melanggar disiplin kedokteran/kedokteran gigi 3. Dengan hadirnya anggota majelis bukan dari profesi kedokteran/kedokteran gigi. dokter gigi.Sanksi apa yang diberikan kepada dokter/dokter gigi yang dinyatakan melanggar disiplin kedokteran/ kedokteran gigi? Sesuai UU Praktik Kedokteran. Apakah terhadap Keputusan MKDKI dapat diajukan banding? Keputusan MKDKI bersifat final dan mengikat dokter/dokter gigi yang diadukan.

MKDKI dapat memberikan informasi tentang ketentuan-ketentuan yang berlaku di MKDKI. Salah satunya adalah dengan mencatat segala hal tentang riwayat penyakit pasien. Tetapi.com/index. dan kriteria pelayanan kesehatan yang baik.lawskripsi. Untuk permasalahan hukum Anda dapat menghubungi penasihat hukum Anda http://www. Latar Belakang Kesehatan memiliki arti yang sangat penting bagi setiap orang.Dengan kesehatan orang dapat berpikir dengan baik dan dapat melakukan aktivitas secara optimal.Dalam dunia kesehatan. hingga akhir tahap pengobatan di suatu sarana pelayanan kesehatan. mereka akan melakukan berbagai cara untuk sesegera mungkin dapat sehat kembali. sehingga dapat pula menghasilkan karya-karya yang diinginkan. . upaya penyembuhan tersebut tidak akan terwujud jika tidak didukung dengan pelayanan yang baik pula dari suatu sarana pelayanan kesehatan. melainkan harus didasari dengan suatu sistem pelayanan medis yang baik pula dari sarana pelayanan kesehatan tersebut. tidak cukup ditandai denganterlibatnya banyak tenaga ahli atau yang hanya memungut biaya murah. Salah satunya adalah dengan cara berobat pada sarana-sarana pelayanan kesehatan yang tersedia. catatan-catatan tersebut dikenal dengan istilah rekam medis. proses dan bentuk sanksi disiplin yang dapat diputuskan oleh MKDKI.php?option=com_content&view=article&id=26&Itemid=26 KEDUDUKAN REKAM MEDIS DALAM PEMBUKTIAN PERKARA MALPRAKTEK DI BIDANG KEDOKTERAN A. Oleh karena itu setiap orang akan selalu berusaha dalam kondisi yang sehat. dimulai ketika pasien datang. tetapi tidak dapat memberi nasihat tentang masalah hukum maupun masalah teknis medis. Ketika kesehatan seseorang terganggu.

informasi memegang peranan yang sangat penting. Begitu pula dengan istilah malpraktek yang digunakan dalam skripsi ini juga dititikberatkan pada malpraktek bidang kedokteran. untuk referensi masa datang. Di setiap sarana pelayanan kesehatan. Malpraktek tidak hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan saja.Peranan informasi dalam hubungan pelayanan kesehatan mengandung arti bahwa pentingnya peranan informasi harus dilihat dalamhubungannya dengan kewajiban pasien selaku individu yang membutuhkan pertolongan untuk mengatasi keluhan mengenai kesehatannya. Dalam pelaksanaan pelayanan medis kepada pasien. karena inti yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah mengenai kedudukan rekam medis dalam pembuktian perkara pidana. Dengan kata lain. di samping dalam hubungannya dengan kewajiban dokter selaku profesional di bidang kesehatan. profesi notaris.Rekam medis berisi antara lain tentang identitas pasien. serta diperlukan karena adanya hak untuk melihat dari pasien. dan tahapan lain yang diperlukan oleh pasien. maka diperlukan informasi yang benar dari pasien tersebut agar dapat memudahkan bagi dokter dalam diagnosis.Hanya saja istilah malpraktek pada umumnya lebih sering digunakan di kalangan profesi di bidang kesehatan/ kedokteran. maka . penyampaian informasi dari pasien tentang penyakitnya dapat mempengaruhi perawatan pasien. melainkan kaum profesional dalam bidang lainnya yang menjalankan prakteknya secara buruk. rekam medis harus ada untuk mempertahankan kualitas pelayanan profesional yang tinggi. tetapi juga bagidokteragar dapat menyusun dan menyampaikan informasi kedokteran yang benar kepada pasien demi kepentingan pasien itu sendiri. pemeriksaan. terapi. pengobatan serta tindakan dan pelayanan lain yang diberikan oleh dokter kepada seorang pasien selama menjalani perawatan di suatu sarana pelayanan kesehatan. Agar pelayanan medis dapat diberikan secara optimal. untuk melengkapi kebutuhan informasi sebagai pendahuluan mengenai ³informed concent locum tenens´.Informasi tidak hanya penting bagi pasien. untuk kepentingan dokter pengganti yang meneruskan perawatan pasien. misalnya profesi pengacara. Agar lebih terfokus serta tetap memiliki keterkaitan dengan rekam medis.

Pemeriksaan terhadap dugaan kasus malpraktek kedokteran ini harus dilakukan melalui tahapan-tahapan penyelidikan. Bagaimanakah kekuatan hukum rekam medis dalam pembuktian perkara malpraktek di bidang kedokteran berdasarkan KUHAP ? http://www.com/peraturan-dan-perijinan-f16/informed-consent-t143. Demi mewujudkan keadilan. Berkenaan dengan kerugian yang sering diderita pasien akibat kesalahan (kesengajaan/ kealpaan) para tenaga kesehatan karena tidak menjalankan praktek sesuai dengan standar profesinya. dugaan kasus malpraktek kedokteran ini harus diproses secara hukum. serta kepastian hukum bagi semua pihak. atau sebaliknya membebaskan pihak tenaga kesehatan maupun sarana pelayanan kesehatan yang dalam hal ini sebagai pihak tergugat. Tentunya proses ini tidak mutlak menjamin akan mengabulkantuntutan dari pihak pasien atau keluarganya secara penuh. penyidikan. 319/P/BA. Untuk membuktikan kesalahan (kesengajaan/ kealpaan) tenaga kesehatan ataupun sarana pelayanan kesehatan tempat mereka bekerja dalam dugaan kasus malpraktek kedokteran ini. Bagaimanakah hak pasien atas rekam medis ? 2. Persetujuan yang ditanda tangani oleh pasien atau keluarga terdekatnya tersebut.Kes/Per/IX/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medis Pasal 4 ayat 2 menyebutkan dalam memberikan informasi kepada pasien / keluarganya. dapat digolongkan sebagai tindakan melakukan penganiayaan berdasarkan KUHP Pasal 351. serta pemeriksaan di sidang pengadilan untuk membuktikan ada/ tidaknya kesalahan (kesengajaan/ kealpaan) tenaga kesehatan maupun sarana pelayanan kesehatan tempat mereka bekerja. dari segala tuntutan hukum. hakim di pengadilan dapat menjadikan rekam medis pasien sebagai salah satu sumber atau bukti yang dapat diteliti.dilakukan pengkhususan terhadap jenis perbuatan pidana yang dimaksud dalam tema skripsi ini. kehadiran seorang perawat / paramedik lainnya sebagai saksi adalah penting. memberikan perlindungan. dirumuskan permasalahan-permasalahan sebagai berikut : 1.Rumusan Masalah Beranjak dari uraian dalam latar belakang di atas. sehingga ketika pelayanan kesehatan yang mereka terima dirasa kurang optimal bahkan menimbulkan kondisi yang tidak diinginkan atau dianggap telah terjadi malpraktek kedokteran. masyarakat akan melakukan gugatan baik kepada sarana pelayanan kesehatan maupun kepada tenaga kesehatan yang bekerja di dalamnya atas kerugian yang mereka derita. . Tindakan medis yang dilakukan tanpa persetujuan pasien atau keluarga terdekatnya.htm INFORMED CONSENT Menurut PerMenKes no 290/MenKes/Per/III/2008 dan UU no 29 th 2004 Pasal 45 serta Manual Persetujuan Tindakan Kedokteran KKI tahun 2008. B. penuntutan. maka Informed Consent adalah persetujuan tindakan kedokteran yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekatnya setelah mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut.ilunifk83. tidak membebaskan dokter dari tuntutan jika dokter melakukan kelalaian. saat ini masyarakat telah memenuhi pengetahuan serta kesadaran yang cukup terhadap hukum yang berlaku. Menurut Lampiran SKB IDI No./88 dan Permenkes no 585/Men. yaitu malpraktek di dalam bidang kedokteran.

Manfaat dan urgensinya dilakukan tindakan tersebut. Resiko yang melekat pada tindakan kedokteran tersebut. Memberi perlindungan hukum kepada dokter terhadap suatu kegagalan dan bersifat negatif. karena prosedur medik modern bukan tanpa resiko. Menurut Pasal 5 Permenkes No 290 / Menkes / PER / III / 2008. 290/Menkes/Per/III/2008 Pasal 3 ) Tindakan medis yang dilakukan tanpa izin pasien. battery. Sumber: Buku Penyelenggaraan Praktik Kedokteran Yang Baik di Indonesia _________________ . Diagnosa yang telah ditegakkan. 4. b. bodily assault ). 5. Pengecualian terhadap keharusan pemberian informasi sebelum dimintakan persetujuan tindakan kedokteran adalah: 1. Resiko yang tidak bisa diperkirakan sebelumnya. Resiko resiko yang harus diinformasikan kepada pasien yang dimintakan persetujuan tindakan kedokteran : a. Ini tercantum dalam PerMenKes no 290/Menkes/Per/III/2008. Konsekwensinya bila tidak dilakukan tindakan tersebut dan adakah alternatif cara pengobatan yang lain. Tujuan Informed Consent: a. b. Keadaan emosi pasien yang sangat labil sehingga ia tidak bisa menghadapi situasi dirinya. Dalam hal terdapat indikasi kemungkinan perluasan tindakan kedokteran. dimana dokter harus segera bertindak untuk menyelamatkan jiwa. sebelum dimulainya tindakan ( Ayat 1 ). 3. Sifat dan luasnya tindakan yang akan dilakukan. Resiko resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi daripada tindakan kedokteran tersebut. dapat digolongkan sebagai tindakan melakukan penganiayaan berdasarkan KUHP Pasal 351 ( trespass. Penjelasan kemungkinan perluasan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud dalam Ayat 1 merupakan dasar daripada persetujuan ( Ayat 2 ). Dalam keadaan gawat darurat ( emergensi ). Memberikan perlindungan kepada pasien terhadap tindakan dokter yang sebenarnya tidak diperlukan dan secara medik tidak ada dasar pembenarannya yang dilakukan tanpa sepengetahuan pasiennya. persetujuan tindakan kedokteran dapat dibatalkan atau ditarik kembali oleh yang memberi persetujuan. Kadangkala biaya yang menyangkut tindakan kedokteran tersebut. 2. dan pada setiap tindakan medik ada melekat suatu resiko ( Permenkes No. 6. dokter yang akan melakukan tindakan juga harus memberikan penjelasan ( Pasal 11 Ayat 1 Permenkes No 290 / Menkes / PER / III / 2008 ).Informasi/keterangan yang wajib diberikan sebelum suatu tindakan kedokteran dilaksanakan adalah: 1. 2. Pembatalan persetujuan tindakan kedokteran harus dilakukan secara tertulis oleh yang memberi persetujuan ( Ayat 2 ).

Kecenderungan masyarakat lebih melihat hasil pengobatan dan perawatan. . namun juga dipengaruhi faktor faktor lain seperti kemungkinan adanya komplikasi. Sebagian besar keluhan ketidak puasan pasien disebabkan komunikasi yang kurang terjalin baik antara dokter dengan pasien dan keluarga pasien. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! Last edited by gitahafas on Thu Jun 03. Hubungan yang tidak harmonis antara dokter dan pasien. minta dijelaskan kemungkinan kemungkinan penyakitnya. daya tahan tubuh yang tidak sama. edited 6 times in total gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Fri Mar 12. padahal hasil dari pengobatan dan perawatan tidak dapat diprediksi secara pasti. Dokter. 2010 5:50 am. masyarakat awam sulit membedakan antara risiko medik dengan malpraktek. tetapi juga harus membina komunikasi yang baik dengan pasien dan keluarga pasien. disatu sisi sering mengabaikan empati. Dengan pemahaman yang relatif minimal. bukan hanya memeriksa pasien dan memberi obat saja. Kesalahpahaman semacam ini seringkali berujung pada gugatan mal praktek. kepatuhan dalam penatalaksanaan regiment therapeutic. Perhatian terhadap pasien tidak hanya dalam bentuk memeriksa dan memberi obat saja. sama sekali tidak menjanjikan hasil. salah satunya akibat komunikasi yang tidak berjalan seperti yang diharapkan adalah salah satu faktor pemicunya. Petugas kesehatan dalam praktiknya hanya memberi jaminan proses yang sebaik mungkin. 2010 9:20 pm MALPRAKTEK? Banyak kasus yang dilaporkan sebagai 'malpraktek' sebenarnya bukan benar benar malpraktek.Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Dokter perlu menjelaskan kemungkinan kemungkinan yang bisa terjadi dan rencana pemeriksaan pemeriksaan berikutnya. Hal ini berdasarkan bahwa suatu kesembuhan penyakit tidak semata berdasarkan tindakan petugas kesehatan. yang sebenarnya justru paling diharapkan pasien. Pasien juga perlu untuk menanyakan ke dokter.

Sc Hukum Kesehatan Pengantar Menuju Perawat Profesional. M. Apabila dalam suatu kasus ditemukan unsur kelalaian dari pihak dokter. Praduga bersalah ini dapat disalahgunakan oleh pihak pihak tertentu untuk kepentingan sesaat yang akan merusak semua tatanan dan sistem pelayanan kesehatan. Begitu pula dari pihak pasien. Masalah ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan oleh dokter atau RS yang ada. Ns. Oleh karena itu. untuk memperoleh persetujuan dari pasien dan untuk menghindari adanya salah satu pihak yang dirugikan. S. M. 2010 2:40 pm.HKes Farmacia vol VIII no !2 Juli 2009 _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Nusye K I Jayanti. sehingga yang tepat adalah istilah "Sengketa Medik". M. baru dapat diketahui apakah masuk katagori pidana atau kecelakaan ( misadventure ). Sengketa Medik yang ada harus diselesaikan melalui peradilan profesi terlebih dahulu. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! Last edited by gitahafas on Tue Mar 30. maka dokter tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Apabila hal tersebut merupakan risiko dari tindakan yang telah disebutkan dalam persetujuan tertulis ( Informed Consent ). Harus dianalisis terlebih dahulu setiap peristiwa buruk ( adverse event ) yang terjadi. pada umumnya merupakan masalah miskomunikasi antara pasien dan dokter.Hum. Setelah dianalisis.Secara etik dokter diharapkan untuk memberikan yang terbaik untuk pasien. maka pasien tidak bisa menuntut. Sumber: Penyelesaian Hukum dalam Malapraktik Kedokteran. dokter wajib memberi penjelasan yang sejelas jelasnya agar pasien dapat mempertimbangkan apa yang akan terjadi terhadap dirinya. Istilah malpraktek adalah istilah yang kurang tepat.Ta'adi. mereka tidak bisa langsung menuntut apabila terjadi hal hal diluar dugaan karena harus ada bukti bukti yang menunjukkan adanya kelalaian. Dalam hal ini harus dibedakan antara kelalaian dan kegagalan. S. karena merupakan suatu praduga bersalah terhadap profesi kedokteran.H. edited 2 times in total gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 . sebab tidak semua adverse event identik dengan malpraktik kedokteran.Kep.

Norma. h. Advokasi bagi Dokter Terlapor dari Organisasi Profesinya / Legal Aid / Penasehat Hukum. Kepekaan sosial 2. Jika hubungan dokter-pasien sudah erat. SOP d. 2010 9:28 pm PENCEGAHAN MASALAH HUKUM DALAM PRAKTIK KEDOKTERAN Masyarakat yang mulai sadar hukum namun belum memahami bagaimana hukum itu. Rekam Medis yang baik. bahwa ternyata banyak masalah ketidak puasan pasien yang berasal dari pribadi pribadi dokter yang tidak mampu berkomunikasi dengan baik. antara lain dengan: 1. STR dan SIP yang valid dan relevan b. tergantung kepada pribadi para dokter dan kebijaksanaan RS masing masing. Namun yang penting adalah ada kemauan dan usaha untuk mencegah terjadinya tuntutan hukum. maka seorang pasien tidak akan begitu mudah menuntut dokternya. menyebabkan masyarakat mudah terprovokasi. dll g. Menyiapkan Legal Defence a. Informed Consent 3. Pintar berkomunikasi dan berempati dengan pasien dan keluarganya. Peraturan. 4. Susila. jika timbul sesuatu yang tidak diharapkannya. Risk Management e. ditambah adanya aktor aktor intelektual yang sering kurang bertanggung jawab. Diantara upaya yang sangat mungkin dilakukan oleh dokter dan manajemen RS dalam usaha pencegahan maraknya tuntutan hukum tersebut. yang ditujukan untuk melindungi.Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Sat Mar 13. Koperasi / Asuransi Anggota Profesi Langkah mana yang akan menempati urutan awal dalam pencegahan resiko ini. Akhir akhir ini makin sering terjadi tuntutan dan gugatan hukum terhadap para dokter dan RS di Indonesia. Quality Assurance c. benar dan lengkap c. Peningkatan Pengetahuan Hukum ( Kliniko Mediko Legal ) f. Taat dan Patuh pada Hukum. Etika Profesi. tidak berempati kepada penderita dan keluarganya. a. Upaya Pencegahan Resiko. Sumber: Buku Quo Vadis Kliniko Mediko Legal Indonesia . Disamping kita juga tidak boleh menutup mata. Product Liability Prevention b. Untuk itu sudah selayaknya masyarakat kedokteran Indonesia dan RS melakukan usaha bersama secara proaktif. mencegah atau paling sedikit mengurangi jumlah kejadian tuntutan kepada para dokter dan dokter gigi.

Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Fri Mar 26. (2) Hak menerima atau menolak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku pada: a. atau c. gangguan mental berat. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. keadaan seseorang yang tidak sadarkan diri. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator . (3) Ketentuan mengenai hak menerima atau menolak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. b. penderita penyakit yang penyakitnya dapat secara cepat menular ke dalam masyarakat yang lebih luas._________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. 2010 10:18 pm UU NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN Perlindungan Pasien Pasal 56 (1) Setiap orang berhak menerima atau menolak sebagian atau seluruh tindakan pertolongan yang akan diberikan kepadanya setelah menerima dan memahami informasi mengenai tindakan tersebut secara lengkap.

Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1966 tentang Wajib Simpan Rahasia Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1966 Nomor 21. 2010 8:18 am PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 290/MENKES/PER/III/2008 TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. . 3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 39 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3495). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1295/Menkes/Per/XII/2007 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan. Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 45 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 100. 4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 159b/Menkes/Per/II/1988 tentang Rumah Sakit sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Nomor 191/Menkes-Kesos/SK/II/2001 tentang Perubahan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 157/Menkes/SK/III/1999 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 159b/Menkes/Per/II/1988 tentang Rumah Sakit. 7. 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4431). Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 920/Menkes/Per/XII/1986 tentang Upaya Pelayanan Kesehatan Swasta Di Bidang Medik. perlu mengatur kembali Persetujuan Tindakan Medik dengan Peraturan Menteri Kesehatan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2803). 2.Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Sun Mar 28.

(3) Persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat dalam bentuk pernyataan . Tindakan Invasif adalah suatu tindakan medis yang langsung dapat mempengaruhi keutuhan jaringan tubuh pasien. Tindakan kedokteran yang mengandung risiko tinggi adalah tindakan medis yang berdasarkan tingkat probabilitas tertentu. 5. diagnostik. terapeutik atau rehabilitatif yang dilakukan oleh dokter atau dokter gigi terhadap pasien. tidak mengalami kemunduran perkembangan (retardasi) mental dan tidak mengalami penyakit mental sehingga mampu membuat keputusan secara bebas. dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan. mampu berkomunikasi secara wajar. dokter spesialis. 4. tidak terganggu kesadaran fisiknya. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : 1. (2) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan secara tertulis maupun lisan.MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN. Keluarga terdekat adalah suami atau istri. Persetujuan tindakan kedokteran adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah mendapat penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan terhadap pasien. BAB II PERSETUJUAN DAN PENJELASAN Bagian Kesatu Persetujuan Pasal 2 (1) Semua tindakan kedokteran yang akan dilakukan terhadap pasien harus mendapat persetujuan. Pasien yang kompeten adalah pasien dewasa atau bukan anak menurut peraturan perundangundangan atau telah/pernah menikah. dokter gigi dan dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (3) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah pasien mendapat penjelasan yang diperlukan tentang perlunya tindakan kedokteran dilakukan. Dokter dan dokter gigi adalah dokter. 7. anak-anak kandung. ayah atau ibu kandung. (2) Tindakan kedokteran yang tidak termasuk dalam ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan dengan persetujuan lisan. 3. Pasal 3 (1) Setiap tindakan kedokteran yang mengandung risiko tinggi harus memperoleh persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yang berhak memberikan persetujuan. Tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang selanjutnya disebut tindakan kedokteran adalah suatu tindakan medis berupa preventif. saudara-saudara kandung atau pengampunya. 6. 2.

(3) Segala akibat yang timbul dari pembatalan persetujuan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) menjadi tanggung jawab yang membatalkan persetujuan. f. Pasal 4 (1) Dalam keadaan gawat darurat. (2) Dalam hal pasien adalah anak-anak atau orang yang tidak sadar. Indikasi atau keadaan klinis pasien yang membutuhkan dilakukannya tindakan kedokteran. Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan. atau dalam hal belum dapat ditegakkan. Pasal 5 (1) Persetujuan tindakan kedokteran dapat dibatalkan atau ditarik kembali oleh yang memberi persetujuan sebelum dimulainya tindakan. (3) Penjelasan tentang tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurangkurangnya mencakup: a. b. untuk menyelamatkan jiwa pasien dan/atau mencegah kecacatan tidak diperlukan persetujuan tindakan kedokteran. c. Pasal 6 Pemberian persetujuan tindakan kedokteran tidak menghapuskan tanggung gugat hukum dalam hal terbukti adanya kelalaian dalam melakukan tindakan kedokteran yang mengakibatkan kerugian pada pasien Bagian Kedua Penjelasan Pasal 7 (1) Penjelasan tentang tindakan kedokteran harus diberikan langsung kepada pasien dan/atau keluarga terdekat. (2) Pembatalan persetujuan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan secara tertulis oleh yang memberi persetujuan. Perkiraan pembiayaan. (4) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diberikan dalam bentuk ucapan setuju atau bentuk gerakan menganggukkan kepala yang dapat diartikan sebagai ucapan setuju. b. Temuan klinis dari hasil pemeriksaan medis hingga saat tersebut. Tujuan tindakan kedokteran yang dilakukan. (3) Dalam hal dilakukannya tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Keputusan untuk melakukan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diputuskan oleh dokter atau dokter gigi dan dicatat di dalam rekam medik. . Pasal 8 (1) Penjelasan tentang diagnosis dan keadaan kesehatan pasien dapat meliputi : a. Diagnosis dan tata cara tindakan kedokteran. baik diminta maupun tidak diminta. maka sekurang-kurangnya diagnosis kerja dan diagnosis banding. Altematif tindakan lain. dan e. Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi.yang tertuang dalam formulir khusus yang dibuat untuk itu. d. dan risikonya. dokter atau dokter gigi wajib memberikan penjelasan sesegera mungkin kepada pasien setelah pasien sadar atau kepada keluarga terdekat. Diagnosis penyakit. c. maka dapat dimintakan persetujuan tertulis. penjelasan diberikan kepada keluarganya atau yang mengantar. (5) Dalam hal persetujuan lisan yang diberikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dianggap meragukan.

(2) Dalam hal dokter atau dokter gigi yang merawatnya berhalangan untuk memberikan penjelasan secara langsung. Tujuan tindakan kedokteran yang dapat berupa tujuan preventif. (3) Penjelasan tentang risiko dan komplikasi tindakan kedokteran adalah semua risiko dan komplikasi yang dapat terjadi mengikuti tindakan kedokteran yang dilakukan. Pasal 11 (1) Dalam hal terdapat indikasi kemungkinan perluasan tindakan kedokteran. (2) Penjelasan tentang tindakan kedokteran yang dilakukan meliputi : a. nama. waktu. dan tanda tangan pemberi penjelasan dan penerima penjelasan. Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi pada masing-masing alternatif tindakan. serta efek samping atau ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. (3) Dalam hal dokter atau dokter gigi menilai bahwa penjelasan tersebut dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien atau pasien menolak diberikan penjelasan. c. (4) Tenaga kesehatan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah tenaga kesehatan yang ikut memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada pasien. Perluasan tindakan yang mungkin dilakukan untuk mengatasi keadaan darurat akibat risiko dan komplikasi tersebut atau keadaan tak terduga lainnya. Prognosis tentang kesembuhan (ad sanationam). (3) Tenaga kesehatan tertentu dapat membantu memberikan penjelasan sesuai dengan kewenangannya.d. c. Alternatif tindakan lain berikut kelebihan dan kekurangannya dibandingkan dengan tindakan yang direncanakan. Pasal 9 (1) Penjelasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 harus diberikan secara lengkap dengan bahasa yang mudah dimengerti atau cara lain yang bertujuan untuk mempermudah pemahaman. risiko dan komplikasi yang sangat jarang terjadi atau yang dampaknya sangat ringan c. Prognosis tentang hidup-matinya (ad vitam). (2) Penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dicatat dan didokumentasikan dalam berkas rekam medis oleh dokter atau dokter gigi yang memberikan penjelasan dengan mencantumkan tanggal. b. dokter yang akan melakukan tindakan juga harus memberikan penjelasan. maka pemberian penjelasan harus didelegasikan kepada dokter atau dokter gigi lain yang kompeten. maka dokter atau dokter gigi dapat memberikan penjelasan tersebut kepada keluarga terdekat dengan didampingi oleh seorang tenaga kesehatan lain sebagai saksi. (2) Penjelasan kemungkinan perluasan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan dasar daripada persetujuan. e. ataupun rehabilitatif. risiko dan komplikasi yang tidak dapat dibayangkan sebelumnya (unforeseeable) (4) Penjelasan tentang prognosis meliputi: a. Prognosis tentang fungsinya (ad functionam). Pasal 10 (1) Penjelasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 diberikan oleh dokter atau dokter gigi yang merawat pasien atau salah satu dokter atau dokter gigi dari tim dokter yang merawatnya. b. Prognosis apabila dilakukan tindakan dan apabila tidak dilakukan tindakan. terapeutik. diagnostik. Pasal 12 . kecuali: a. d. risiko dan komplikasi yang sudah menjadi pengetahuan umum b. Tata cara pelaksanaan tindakan apa yang akan dialami pasien selama dan sesudah tindakan.

(3) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diberikan secara tertulis. BAB VI TANGGUNG JAWAB Pasal 17 (1) Pelaksanaan tindakan kedokteran yang telah mendapat persetujuan menjadi tanggung jawab dokter atau dokter gigi yang melakukan tindakan kedokteran. BAB V PENOLAKAN TINDAKAN KEDOKTERAN Pasal 16 (1) Penolakan tindakan kedokteran dapat dilakukan oleh pasien dan/atau keluarga terdekatnya setelah menerima penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan. (2) Persetujuan penghentian/penundaan bantuan hidup oleh keluarga terdekat pasien sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah keluarga mendapat penjelasan dari tim dokter yang bersangkutan.(1) Perluasan tindakan kedokteran yang tidak terdapat indikasi sebelumnya. Pasal 15 Dalam hal tindakan kedokteran harus dilaksanakan sesuai dengan program pemerintah dimana tindakan medik tersebut untuk kepentingan masyarakat banyak. (3) Akibat penolakan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menjadi tanggung jawab pasien. (2) Setelah perluasan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan. . hanya dapat dilakukan untuk menyelamatkan jiwa pasien. maka persetujuan tindakan kedokteran tidak diperlukan. (2) Penolakan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud kedokteran pada ayat (1) harus dilakukan secara tertulis. dokter atau dokter gigi harus memberikan penjelasan kepada pasien atau keluarga terdekat. (2) Penilaian terhadap kompetensi pasien sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh dokter pada saat diperlukan persetujuan BAB IV KETENTUAN PADA SITUASI KHUSUS Pasal 14 (1) Tindakan penghentian/penundaan bantuan hidup (withdrawing/withholding life support) pada seorang pasien harus mendapat persetujuan keluarga terdekat pasien. (4) Penolakan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak memutuskan hubungan dokter dan pasien. (2) Sarana pelayanan kesehatan bertanggung jawab atas pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran. BAB III YANG BERHAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN Pasal 13 (1) Persetujuan diberikan oleh pasien yang kompeten atau keluarga terdekat.

maka Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 585/MENKES/PER/IX/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medik dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. Sp. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Maret 2008 Menteri Kesehatan. Menteri. Siti Fadilah Supari. teguran tertulis sampai dengan pencabutan Surat Ijin Praktik BAB IX KETENTUAN PENUTUP Pasal 20 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku. (2) Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat mengambil tindakan administratif sesuai dengan kewenangannya masing-masing (2) Tindakan administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa teguran lisan. Pasal 19 (1) Dalam rangka pembinaan dan pengawasan. rnemerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penernpatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Pasal 21 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator . Dr.BAB VII PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 18 (1) Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan pembinaan dan pengawasan dengan melibatkan organisasi profesi terkait sesuai tugas dan fungsi masing-masing.JP (K) _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Agar setiap orang rnengetahuinya. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. dr.

boleh dilaksanakan tanpa informasi sebelumnya bila . Informasi harus diberikan secara jujur dan benar. Perluasan yang tidak dapat diduga sebelum tindakan dilakukan. tidak boleh dilakukan tanpa informasi sebelumnya kepada keluarga yang terdekat atau yang menunggu.Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Sun Mar 28. terkecuali bila dokter menilai bahwa hal ini dapat merugikan kepentingan pasien. semua tindakan medis ( diagnostik. Informasi biasanya diberikan secara lisan. Isi informasi mencakup keuntungan dan kerugian tindakan medis yang direncanakan. Dalam hal ini dokter dapat memberikan informasi yang benar itu kepada keluarga terdekat pasien. 4. setelah sebelumnya pasien itu memperoleh informasi yang adekuat tentang perlunya tindakan medis yang bersangkutan serta risiko yang berkaitan dengannya ( "Informed Consent" ). 5. tetapi dapat pula secara tertulis ( berkaitan dengan informasi "Informed Consent" ). Perluasan operasi yang dapat diduga sebelum tindakan dilakukan. Dalam memberikan informasi kepada keluarga terdekat pasien. Setiap tindakan medis yang mengandung risiko cukup besar. 6. baik diagnostik. 2010 7:00 pm PERNYATAAN IDI TENTANG INFORMED CONSENT 1. Dalam hal ini dokter dapat memberikan informasi itu kepada keluarga terdekat. Dokter tidak berhak melakukan tindakan medis yang bertentangan dengan kemauan pasien. Menahan informasi tidak boleh. sepengetahuan atau dengan petunjuk dokter yang merawat. terapeutik maupun paliatif ) memerlukan "Informed Consent" secara lisan maupun tertulis. kehadiran seorang perawat / paramedik lain sebagai saksi adalah penting. baik diminta oleh pasien maupun tidak. Manusia dewasa dan sehat rohaniah berhak sepenuhnya menentukan apa yang hendak dilakukan terhadap tubuhnya. hanya dibutuhkan persetujuan lisan atau sikap diam. terapeutik maupun paliatif. 8. Untuk tindakan yang tidak termasuk dalam butir 3. mengharuskan adanya persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh pasien. walaupun untuk kepentingan pasien itu sendiri. Oleh karena itu. informasi harus diberikan oleh dokter yang bersangkutan sendiri. Untuk tindakan yang bukan bedah ( operasi ) dan tindakan invasif. kecuali bila dokter menilai bahwa informasi tersebut dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien. informasi dapat diberikan oleh perawat atau dokter lain. Dalam hal tindakan bedah ( operasi ) dan tindakan invasif lainnya. 7. Informasi tentang tindakan medis harus diberikan kepada pasien.

"Informed Consent" diberikan oleh pasien dewasa yang berada dalam keadaan sehat rohaniah./88 _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Akan tetapi. Dalam pemberian persetujuan berdasarkan informasi untuk tindakan medis di RS / Klinik. Sumber: Lampiran SKB IDI No. serta tidak didampingi oleh yang tersebut dalam butir 10. 12. "Informed Consent" diberikan oleh keluarga terdekat / induk semang ( guardian ). 10.perluasan operasi tersebut perlu untuk menyelamatkan nyawa pasien pada waktu itu. untuk tindakan yang lebih kompleks biasanya dokter akan memberikan penjelasan terlebih dahulu untuk mendapatkan kesediaan dari pasien. . yang memerlukan tindakan medis segera untuk kepentingan pasien. maka RS / Klinik yang bersangkutan ikut bertanggung jawab. dan yang dinyatakan secara medis berada dalam keadaan gawat dan / atau darurat. pasien yang datang untuk berobat ke tempat praktik dianggap telah memberikan persetujuannya untuk dilakukan tindakan tindakan rutin seperti pemeriksaan fisik. 9. 11. misalnya kesediaan untuk dilakukan suntikan. Dalam hal pasien tidak sadar / pingsan.319/P/BA. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Tue Mar 30. "Informed Consent" diberikan oleh orangtua / kurator / wali. Untuk yang dibawah umur dan tidak mempunyai orangtua / wali. tidak diperlukan "Informed Consent" dari siapapun dan ini menjadi tanggung jawab dokter. 2010 8:22 am ASPEK HUKUM INFORMED CONSENT Pada dasarnya dalam praktik sehari hari. Untuk orang dewasa yang berada dibawah pengampuan.

Kep. M. dan tidak dilarang oleh peraturan perundang undangan serta merupakan sebab yang masuk akal untuk dipenuhi. Para pihak cakap untuk membuat perikatan. Tidak menciptakan ketakutan ( Fear ). bebas dari paksaan. Selain itu dokter juga harus dapat menyesuaikan diri dengan tingkat pendidikan pasien. Dari syarat pertama yaitu adanya kesepakatan antara kedua pihak ( antara petugas kesehatan dan pasien ). Ns Ta'adi. kecuali pasien dalam kondisi emergensi. Tidak bersifat memperdaya ( Fraud ). maka berarti harus ada informasi keluhan pasien yang cukup dari kedua belah pihak tersebut. Aspek perdata Informed Consent bila dikaitkan dengan Hukum Perikatan yang di dalam KUH Perdata BW Pasal 1320 memuat 4 syarat sahnya suatu perjanjjian yaitu: 1. daya tahan tubuh pasien.Ikhwal diperlukannya izin pasien. faktor genetik. Ada beberapa kaidah yang harus diperhatikan dalam menyusun dan memberikan Informed Consent agar hukum perikatan ini tidak cacat hukum. M. demikian pula dari pihak pasien harus memperoleh diagnosis dan terapi yang akan dilakukan. Adanya kesepakatan antar pihak. pikiran pasien mudah terpengaruh. tidak dapat diperhitungkan secara matematik. 3. adalah karena tindakan medik hasilnya penuh ketidakpastian. Informed Consent hakikatnya adalah hukum perikatan. seperti virulensi penyakit. kualitas obat. Adanya suatu sebab yang halal. Nusye K I Jayanti S. Persetujuan tersebut disebut dengan Informed Consent. karena dipengaruhi faktor faktor lain diluar kekuasaan dokter. diantaranya adalah: 1. 3. Sumber: 1. kekeliruan dan penipuan. Selain itu tindakan medik mengandung risiko.H.Sc 2. stadium penyakit.HKes _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.Hum. Dari pihak petugas harus mendapat informasi keluhan pasien sejujurnya. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator . Atas dasar itulah maka persetujuan pasien bagi setiap tindakan medik mutlak diperlukan. M. dll. Tidak berupaya menekan ( Force ). diharapkan dokter tidak memberikan informasi yang dapat mempengaruhi keputusan pasien. respon individual. Hukum Kesehatan Pengantar Menuju Perawat Profesional. 2. S. 2. Risiko baik maupun buruk yang menanggung adalah pasien. ketentuan perdata akan berlaku dan ini sangat berhubungan dengan tanggung jawab profesional menyangkut perjanjian perawatan dan perjanjian terapeutik. karena dalam keadaan tersebut. kepatuhan pasien dalam mengikuti prosedur dan nasihat dokter. agar pasien bisa mengerti dan memahami isi pembicaraan. yang dibenarkan. Penyelesaian Hukum dalam Malapraktik Kedokteran. atau bahkan tindakan medik tertentu selalu diikuti oleh akibat yang tidak menyenangkan. Mengingat pasien biasanya datang dalam keadaan yang tidak sehat.

Medical Emergency Care. Medical Record ( Rekam Medis ). pelayanan kesehatan harus cepat dan tepat. Standard Profession of Care ( Doctrine of Necessity ). sebab pelayanan kesehatan adalah wajib hukumnya. 8. 5. Medical Risk. Apabila dalam memberi pelayanan kesehatan kepada pasien.Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Tue Mar 30. Biasa disebut dengan doktrin keseriusan. Artinya dalam keadaan darurat atau emergency. dst. Social Insurance of Health Care. 6. maka tenaga kesehatan wajib melakukan second opinion. Kesehatan menurut masyarakat internasional atau PBB harus dibantu oleh asuransi sosial. bagaimana. dimana. 4. doktrin ini menggunakan doktrin necessity. Semakin lengkap suatu Rekam Medis semakin baik itikad seorang tenaga kesehatan dalam merawat pasien dan semakin kuat dalam kedudukan hukum. Tenaga kesehatan harus menginformasikan semua langkah atau tindakan yang akan dikerjakan beserta risiko risiko medis yang kemungkinan terjadi. Adequate Information. Second Opinion. 7. kapan. Tenaga kesehatan harus selalu siap setiap saat mengantisipasi terjadinya risiko. mengingat pekerjaan medis adalah pekerjaan yang uncertain ( tidak pasti ). Informed Consent. 2. 3. Tenaga kesehatan harus aktif menanyakan sakit apa. supaya terhindar dari perkara sengketa medik. . Ke 16 Wajib Hukum Profesi Kesehatan tersebut adalah: 1. lebih dari 2 atau 3 kali tidak ada kemajuan. berapa lama. 2010 4:52 pm PERLIDUNGAN HUKUM TERHADAP TENAGA PROFESI KESEHATAN Tenaga profesi kesehatan harus mengembangkan dan mengetahui 16 Wajib Hukum Profesi Kesehatan dalam setiap tindakannya. risiko menjadi nomor dua.

16.H. Tenaga kesehatan akan lebih tenang dalam melaksanakan pekejaannya karena sudah dibatasi dengan hal hal yang tercantum dalam Management Medical Liability. 13. Negligent Medical Care ( Culpa Levisimma / Lichte Sculd ). Acreditation of Health Care ( Joint Commission ). Semua risiko medis yang akan terjadi sudah di asumsikan terlebih dahulu. Medicare Medicaid Program. kewajiban dan tanggung jawab dari masing masing tenaga kesehatan. 11. S. Badan akreditasi pelayanan kesehatan terdiri dari asosiasi medis ( kumpulan dokter. 14.Sc _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Tetap berpedoman pada SOP.Hum. Dalam pembagian jenis tanggung jawab akan diketahui tugas. Medical Committee ( Intern Justice of Medical Profession ). Contributory Negligence. misalnya tidak ada keluhan terhadap jantung maka tidak perlu dilakukan rekam jantung. Medical program harus selalu selaras dengan medicare program. . M. Sumber: Penyelesaian Hukum dalam Malapraktik Kedokteran. Kesalahan tidak boleh lebih dari 2x. bukan dari pemerintah. Pelayanan kesehatan harus selalu mengintervensi pelaksanaan wajib hukum Informed Consent dan Medical Record / Rekam Medis dalam setiap pelayanan kesehatan sebagai perlindungan hukum tenaga kesehatan. 15. M. pelayan kesehatan lainnya ). Pembagian tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan akan memudahkan dalam pemecahan suatu masalah bila terjadi suatu sengketa medik. Medical Intervention. Dalam pelayanan kesehatan harus ada badan komite medis yang menyusuri setiap kesalahan medis yang terjadi. 12. Assumption of Risk ( Volenti non fit injura ). Kesalahan dalam pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan haruslah wajar. Terhadap kesalahan yang terjadi diteliti darimana asalnya ( dari pasien / teknologi / tenaga medis / tenaga non medis ). karena kurang pengetahuan sehingga menyebabkan kurang hati hati.9. RS. Medical Liability. bukan memerintah atau menilai. Dalam setiap pemeliharaan kesehatan harus selalu memikirkan biaya kesehatan. 10. misalnya kesalahan karena kurang pengalaman. Tugasnya membimbing. Nusye K I Jayanti.

2. Ketentuan mengenai tata cara persetujuan tindakan kedokteran atau kedokteran gigi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 4. alternative tindakan laindari risikonya. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! . Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah pasien mendapat penjelasan secara lengkap. ayat (3). 2. tujuan tindakan medis yang dilakukan.Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Fri Apr 02. Setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan oleh dokter atau dokter gigi terhadap pasien harus mendapat persetujuan. 6. 2010 6:33 am Paragraf 2 UU RI NO 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN Persetujuan Tindakan Kedokteran atau Kedokteran Gigi Pasal 45 1. ayat (2). Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diberikan baik secara tertulis maupun lisan. diagnosis dan tata cara tindakan medis. ayat (4). _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. prognosis terhadap tindakan yang dilakukan. dan ayat (5) diatur dengan Peraturan Menteri. Penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekurang-kurangnya mencakup: 1. 4. 5. 3. Setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang mengandung risiko tinggi harus diberikan dengan persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yang berhak memberikan persetujuan. 3. dan 5. risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi.

batas umur yang dapat memberi informed consent adalah 18 tahun. Dengan sendirinya ia harus mempertahankan dan memelihara kehidupan manusia. termasuk manusia ialah mempertahankan hidupnya. ia harus berusaha memelihara dan mempertahankan hidup makhluk insani. Tidak seorang dokterpun. Untuk itu manusia diberi akal. Naluri yang terkuat pada setiap makhluk bernyawa. Sebelum operasi dimulai. Penjelasan dan Pedoman Pelaksanaan Segala perbuatan dokter terhadap pasien bertujuan untuk memelihara kesehatan dan kebahagiannya. betapapun pintarnya akan dapat mencegahnya.gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Sat Apr 03. Kadang-kadang dokter terpaksa harus melakukan operasi atau cara pengobatan tertentu yang membahayakan. Tuhan Yang Maha Esa menciptakan seseorang yang pada suatu waktu akan menemui ajalnya. sehingga dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan usaha untuk menghindarkan diri dari bahaya maut. 2010 6:22 am Pasal 7d Kode Etik Kedokteran Indonesia Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makluk insani. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! . Sesuai peratunan Menteri Kesehatan tentang informed consent. kemampuan berpikir dan mengumpulkan pengalamannya. perlu dibuat persetujuan tertulis lebih dahulu atau dan keluarga (Informed Consent). Semua usaha tersebut merupakan tugas seorang dokter. Hal ini dapat dilakukan asal tindakan ini diambil setelah mempertimbangkan masak-masak bahwa tidak ada jalan/cara lain untuk menyelamatkan jiwa selain pembedahan.

Proses komunikasi ini tidak bisa diwakilkan kepada orang lain. pasien atau klien harus mempunyai kesempatan untuk bertanya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai suatu pengobatan atau tindakan. DAN ETIKA3 . Risiko dan manfaat yang dihadapi apabila suatu pengobatan atau tindakan tidak dilakukan. 4. Hal-hal yang harus dibicarakan1: 1. 5. 2010 6:24 am INFORMED CONSENT Dr. 2. Risiko dan manfaat dari pengobatan atau tindakan yang direncanakan. Dengan demikian dia akan dapat membuat keputusan yang berdasarkan pemahaman yang baik mengenai suatu intervensi medik. HUKUM. Sastrowardoyo SpOG Informed consent adalah lebih daripada hanya sekedar mendapatkan tanda tangan seorang pasien pada suatu formulir persetujuan. 3. Sifat dan manfaat dari pengobatan atau tindakan yang direncanakan. Aswin W. Pilihan pengobatan atau tindakan yang lain yang tersedia (tanpa melihat biayanya maupun apakah termasuk di dalam pembiayaan yang dicakup oleh asuransi). Informed consent baru dianggap sah kalau diberikan oleh seorang pasien/klien yang kompeten dan diberikan secara sukarela2 INFORMED CONSENT. Keputusan yang dia ambil bisa berupa persetujuan maupun penolakan akan intervensi tersebut. Risiko dan manfaat dari pilihan pengobatan atau tindakan lain yang tersedia. dan 6. kalau sudah diketahui. dokter sebagai orang yang memberi terapi atau melakukan tindakan mediklah yang harus menjelaskan dan mendiskusikan bersama pasien hal-hal di bawah ini.gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Wed Apr 21. Diagnosis pada pasien. Dalam proses komunikasi ini. Sebaliknya. Informed consent adalah suatu proses komunikasi antara pasien dan dokter yang menghasilkan pemberian izin oleh pasien untuk menjalankan suatu intervensi medik tertentu1.

Pendekatan filsafat moral/etika datang dari prinsip menghargai otonomi. Keadilan (justice) Keempat prinsip ini bersifat ³prima facie´. INFORMED CONSENT DAN ETIKA3. Dengan demikian. termasuk dalam ilmu kesehatan/kedokteran. Terdapat banyak sekali beda pendapat mengenai hal ini. Walaupun pendekatan kedua bidang ilmu ini terhadap informed consent rumit dan kontroversial. dokter mempunyai kewajiban untuk pertama memberi informasi kepada pasiennya dan kedua untuk mendapatkan izinnya. suatu istilah yang diperkenalkan filosof Inggris. informed consent terutama menyangkut pilihan secara otonomi dari pasien dan subyek penelitian. keduanya dengan metoda dan objektifnya tersendiri. mempunyai fungsi sosial dan intelektual yang berbeda. maka pasien dapat menerima kompensasi finansial dari si dokter karena telah menyebabkan cedera tersebut. sering juga ditambahkan5: . Secara sederhana kita bisa menyingkat kedua pendekatan ini sebagai berikut: Pendekatan hukum datang dari teori pragmatis. kecuali apabila prinsip tersebut mempunyai konflik dengan prinsip lain.4 Pemikiran etika mendasari diri pada prinsip. Kedua disiplin ilmu ini. Pasien mempunyai hak untuk memberi izin atau menolak. kita harus memilih di antara keduanya. akan tetapi ternyata sulit untuk diinterpretasikan dan diperbandingkan. bidang ilmu yang sangat berpengaruh dalam hal informed consent adalah ilmu hukum dan ilmu filsafat moral atau filsafat etika. W. ilmu perilaku sosial. Dalam kacamata hukum. Selain itu. Apabila seorang pasien cedera akibat dokter lalai dengan tidak memberikan informasi yang lengkap mengenai suatu pengobatan atau tindakan. akan tetapi fokusnya adalah pada dokter.: 1. intisari dari pendekatan secara hukum. Dari segi filsafat etika. yang berarti: Suatu prinsip adalah memikat. Selanjutnya dibahas mengenai dasar-dasar etika dalam informed consent. yang mempunyai hak untuk membuat pilihan secara otonomi. dan fokusnya adalah pada pasien atau subyek.D. selain 4 prinsip ini. Hukum memfokuskan diri terutama pada konteks klinis. Tidak menyebabkan yang buruk (non-maleficence) 3. tidak pada riset. dan hak. yang mempunyai kewajiban dan mempunyai risiko membayar ganti rugi apabila tidak melaksanakan kewajibannya. aturan. dan ilmu filsafat moral/etika. Belakangan ini. informed consent berakar pada banyak disiplin ilmu pengetahuan.Dalam sejarahnya. Ada empat prinsip etika di dalam informed consent. Respek/menghargai terhadap otonomi (respect for autonomy) 2. Ross. dan pendekatan secara etika mudah dimengerti. Visi legal ini lebih berfokus pada kompensasi finansial daripada pada pemberian informasi dan izin yang diberikan pasien secara umum. kedua kerangka berfikir ini sangatlah sederhana. ilmu hukum. Kemaslahatan (beneficence) 4. Apabila terdapat konflik.

5. Harga diri (dignity) 6. Kebenaran dan kejujuran (truthfulness and honesty) Penjelasan keenam hal di atas: 1. Menghargai Otonomi (Voluntas aegroti suprema lex). Dalam semua proses pengambilan keputusan, dianggap bahwa keputusan yang dibuat setelah mendapatkan penjelasan itu dibuat secara sukarela dan berdasarkan pemikiran rasional. Di dalam dunia kedokteran, dokter menghargai otonomi pasien berarti bahwa si pasien/klien mempunyai kemampuan untuk berlaku atau bertindak secara sadar dan intensional, dengan pengertian penuh, dan tanpa pengaruhpengaruh yang bisa menghilangkan kebebasannya3,4. 2. Tidak menyebabkan yang buruk (non-maleficence / primum non nocere). Di dalam prinsip ini, doktertidak boleh secara sengaja menyebabkan perburukan atau cedera pada pasien, baik akibat tindakan (commission) atau tidak dilakukannya tindakan (omission). Dalam bahasa sehari-hari: Akan dianggap lalai apabila seseorang memaparkan risiko atau cedera yang tidak layak (unreasonable) kepada orang lain. Standar perawatan yang meminimalkan risiko cedera atau perburukan merupakan hal yang diinginkan masyarakat secara common sense3,4. 3. Kemaslahatan (Salus aegroti suprema lex). Adalah kewajiban petugas kesehatan untuk memberikan kemaslahatan, kebaikan, kegunaan, benefit bagi pasien, dan juga untuk mengambil langkah positip mencegah dan menghilangkan kecederaan dari pasien3,4. Dalam hal informed consent untuk ad. 2 dan ad. 3: adalah kewajiban dokter untuk memberi penjelasan mengenai pengobatan atau tindakan, baik manfaat maupun kekurangannya. 4. Keadilan. Keadilan di dalam pelayanan dan riset kesehatan digambarkan sebagai kesamaan hak bagi pasien-pasien dengan kondisi yang sama. Di dalam informed consent, penjelasan bagi pasien harus diberikan sampai dengan pengobatan yang mungkin saja tidak terjangkau atau tidak dilindungi pihak asuransinya3,4. 5. Harga Diri. Pasien, dan dokter mempunyai hak atas harga dirinya5. 6. Kebenaran dan Kejujuran. Kebenaran dan kejujuran adalah suatu keharusan di dalam hubungan dokter pasien / subyek. Informed consent diberikan oleh pasien / subyek berdasarkan informasi yang benar dan jujur5.

TOPIK INFORMED CONSENT DALAM PENGAJARAN6 James Sabin melakukan pengajaran topik Medical Ethics (Informed Consent) dalam bentuk seminar. Setelah peserta didik membaca buku pegangan ³Principles of Biomedical Ethics´ (Beauchamp and Childress) dan ³The Learning Curve´ (Atul Gawande) di majalah New Yorker, peserta didik diminta membuat tulisan mengenai topik ini. Selanjutnya dilakukan diskusi dengan topik kasus-kasus khusus. Salah satu kasus yang dibicarakan adalah kasus dengan mahasiswa kedokteran yang diminta oleh chief residence untuk mengambil darah arteri dari lengan seorang pasien. Tindakan ini akan menimbulkan rasa sakit. Si mahasiswa mempunya hubungan yang beik dengan pasien yang berusia 64 tahun ini. Pertanyaannya adalah ± apa yang wajib disampaikan kepada pasien dalam hubungannya dengan informed consent tindakan ini?

Informasi agar pasien mengerti tindakan yang akan diambil, dasar-dasar ilmiah di belakang tindakan itu, risiko dan manfaatnya dibicarakan. Apakah pasien harus tahu bahwa yang akan mengambil darah adalah seorang mahasiswa? Jawabannya: iya. Pertanyaan selanjutnya adalah: apakah pasien harus diberitahu bahwa ³ini adalah kali pertama saya akan melakukan tindakan ini´? pengajaran dilakukan dengan role-playing, dengan si pengajar sebagai obyek pemeriksaan. Seminar dan role-playing adalah cara yang baik untuk memperkenalkan berbagai aspek dari bioetika, termasuk di dalamnya informed consent. Dalam hal masalah di atas, para peserta didik akhirnya mengemukakan beberapa ide yang baik. Rumah sakit tempat mereka bekerja harus mempunyai kebijakan yang jelas dalam melatih mahasiswa melakukan tindakan. Pada saat akan melakukan tindakan, si mahasiswa akan menyatakan:´Saya seorang mahasiswa, bekerja dengan dokter X. Saya belum pernah melakukan tindakan ini, tetapi saya sudah dilatih untuk melakukannya. Dokter X akan berada disini juga untuk meyakinkan bahwa segalanya berjalan sesuai rencana. Apakah Bapak setuju?" Menarik sekali cara interaksi dosen-mahasiswa ini dalam mengungkap berbagai segi informed consent. 1. 1. Patient Physician Relationship Topics: Informed Consent. AMA web-site: http://www.amaassn.org/ama/pub/physician-resources/legal-topics/patient-physician-relationshiptopics/informed-consent.shtm 2. 2. Cherry K. What is Informed Consent? http://psychology.about.com/od/iindex/g/def_informedcon.htm 3. 3. Faden, RR, Beauchamp, TL. Foundations in Moral Theory p.3-14. In: A History and Theory of Informed Consent. Oxford University Press. 1986. 4. 4. Principles of Bioethics. In the website: Ethics in Medicine. University of Washington School of Medicine. http://depts.washington.edu/bioethx/tools/princpl.html 5. 5. Walter, Klein eds. The Story of Bioethics: From seminal works to contemporary explorations. Cited by Medical Ethics http://en.wikipedia.org/wiki/Medical_ethics 6. 6. Sabin J. Teaching Medical Ethics (Informed Consent). Health Care Organizational Ethics. 2008 http://healthcareorganizationalethics.blogspot.com/2008/02/teaching-medical-ethicsinformed.html

Aswin W. Sastrowardoyo _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !

gitahafas Moderator

Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30

Subject: Re: Informed Consent Mon May 03, 2010 6:32 am Powered by Blogger 25 January 2007 INFORMED CONSENT Hak-Hak Pasien dalam Menyatakan Persetujuan Rencana Tindakan Medis dr. Rano Indradi S, M.Kes (Health Information Management Consultant) Seorang pasien memiliki hak dan kewajiban yang layak untuk dipahaminya selama dalam proses pelayanan kesehatan. Ada 3 hal yang menjadi hak mendasar dalam hal ini yaitu hal untuk mendapatkan pelayanan kesehatan (the right to health care), hak untuk mendapatkan informasi (the right to information), dan hak untuk ikut menentukan (the right to determination). Dalam artikel ini akan dipaparkan pelaksanaan dari 3 hak mendasar tersebut berkaitan dengan proses pengisian formulir pernyataan menyetujui terhadap suatu rencana tindakan medis. Proses untuk menyatakan setuju ini disebut dengan Informed Consent. Hak dan kewajiban yang lain dari seorang pasien akan dipaparkan dalam artikel yang lain. Seorang pasien yang sedang dalam pengobatan atau perawatan disuatu sarana pelayanan kesehatan (saryankes) seringkali harus menjalani suatu tindakan medis baik untuk menyembuhan (terapeutik) maupun untuk menunjang proses pencarian penyebab penyakitnya (diagnostik). Pasien yang mengalami radang dan infeksi pada usus buntunya sehingga perlu dipotong melalui operasi, maka operasi ini termasuk tindakan medis terapeutik. Pada kasus penyakit lain, kadangkadang dokter yang merawat perlu melakukan tindakan medis diagnostik, misalnya biopsi, pemeriksaan radiologi khusus, atau pengambilan cairan tubuh untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memperjelas penyebab penyakit. Hak atas informasi Sebelum melakukan tindakan medis tersebut, dokter seharusnya akan meminta persetujuan dari pasien. Untuk jenis tindakan medis ringan, persetujuan dari pasien dapat diwujudkan secara lisan atau bahkan hanya dengan gerakan tubuh yang menunjukkan bahwa pasien setuju, misalnya mengangguk. Untuk tindakan medis yang lebih besar atau beresiko, persetujuan ini diwujudkan dengan menandatangani formulir persetujuan tindakan medis. Dalam proses ini, pasien

Pasien berhak menolak rencana tindakan medis tersebut Semua informasi diatas sudah harus diterima pasien SEBELUM rencana tindakan medis dilaksanakan. tekanan kejiwaan. Pasien dalam keadaan sadar. pasien harus bisa diajak berkomunikasi secara wajar dan lancar. Berarti. Informasi ini akan diberikan oleh dokter yang akan melakukan tindakan atau petugas medis lain yang diberi wewenang. maka suami/istrinya merupakan yang paling berhak untuk menyatakan persetujuan bila memang dia . Setelah menerima semua informasi tersebut. atau urutan wali lainnya yang sah. Kriteria pasien yang berhak Tidak semua pasien boleh memberikan pernyataan. Bila pasien sudah menikah. Syarat seorang pasien yang boleh memberikan pernyatan. namun secara umum bisa digunakan batas 21 tahun. pasien seharusnya diberi waktu untuk berfikir dan mempertimbangkan keputusannya. Pemberian informasi ini selayaknya bersifat obyektif. apabila dia memenuhi 3 kriteria diatas. atau paman/bibinya. Pasien dalam keadaan sehat akal. Informasi ini meliputi : * Bentuk tindakan medis * Prosedur pelaksanaannya * Tujuan dan keuntungan dari pelaksanaannya * Resiko dan efek samping dari pelaksanaannya * Resiko / kerugian apabila rencana tindakan medis itu tidak dilakukan * Alternatif lain sebagai pengganti rencana tindakan medis itu. Hal ini mengandung pengertian bahwa pasien tidak sedang pingsan. termasuk keuntungan dan kerugian dari masing-masing alternatif tersebut Pasien berhak bertanya tentang hal-hal seputar rencana tindakan medis yang akan diterimanya tersebut apabila informasi yang diberikan dirasakan masih belum jelas. Masih terdapat perbedaan pendapat pakar tentang batas usia dewasa. suami/istrinya. Misalnya pasien masih anak-anak. koma. tidak memihak. Pasien yang masih dibawah batas umur ini tapi sudah menikah termasuk kriteria pasien sudah dewasa. maka hak pasien akan diwakili oleh wali keluarga atau wali hukumnya. Jadi yang paling berhak untuk menentukan dan memberikan pernyataan persetujuan terhadap rencana tindakan medis adalah pasien itu sendiri.sebenarnya memiliki beberapa hak sebelum menyatakan persetujuannya. atau terganggu kesadarannya karena pengaruh obat. anaknya. maka yang berhak memberikan persetujuan adalah orang tuanya. bukan orang tuanya. dan tanpa tekanan. tapi dalam keadaan tidak sadar atau kehilangan akal sehat. yaitu : Pasien berhak mendapat informasi yang cukup mengenai rencana tindakan medis yang akan dialaminya. Dalam hal seperti ini. Pasien berhak meminta pendapat atau penjelasan dari dokter lain untuk memperjelas atau membandingkan informasi tentang rencana tindakan medis yang akan dialaminya. yaitu : Pasien tersebut sudah dewasa. Namun apabila pasien tersebut tidak memenuhi 3 kriteria tersebut diatas maka dia tidak berhak untuk menentukan dan menyatakan persetujuannya terhadap rencana tindakan medis yang akan dilakukan kepada dirinya. baik setuju maupun tidak setuju. atau hal lain. atau orang lainnya.

setuju. dan tindakan medis yang bisa berpengaruh terhadap kemampuan seksual atau reproduksi dari pasien tersebut.o0o ----posted by RanoCenter | 12:30 PM _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Informed consent memang menyatakan bahwa pasien sudah paham dan siap menerima resiko sesuai dengan yang telah diinformasikan sebelumnya. ----. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator . tentu saja suami/istrinya tersebut harus juga memenuhi kriteria ³dalam keadaan sadar dan sehat akal´. Namun tidak berarti bahwa pasien bersedia menerima APAPUN resiko dan kerugian yang akan timbul. Beberapa jenis tindakan medis tersebut misalnya tindakan terhadap organ reproduksi. Prosedur penyelamatan nyawa ini tetap harus dilakukan sesuai dengan standar pelayanan / prosedur medis yang berlaku disertai profesionalisme yang dijunjung tinggi. Hak suami/istri pasien Untuk beberapa jenis tindakan medis yang berkaitan dengan kehidupan berpasangan sebagai suami-istri. Pelaksanaan tindakan medis itu sendiri tetap harus sesuai dengan standar proferi kedokteran. maka pernyataan persetujuan terhadap rencana tindakan medisnya harus melibatkan persetujuan suami/istri pasien tersebut apabila suami/istrinya ada atau bisa dihubungi untuk keperluan ini. Dalam hal ini. kecelakaan. KB. Dalam keadaan gawat darurat Proses pemberian informasi dan permintaan persetujuan rencana tindakan medis ini bisa saja tidak dilaksanakan oleh dokter apabila situasi pasien tersebut dalam kondisi gawat darurat. Tidak berarti kebal hukum Pelaksanaan informed consent ini semata-mata menyatakan bahwa pasien (dan/atau walinya yang sah) telah menyetujui rencana tindakan medis yang akan dilakukan. apalagi menyatakan bahwa pasien TIDAK AKAN menuntut apapun kerugian yang timbul. Setiap kelalaian. maka pasien berhak untuk mendapat informasi lengkap tentang tindakan medis yang sudah dialaminya tersebut. Setelah masa kritis terlewati dan pasien sudah bisa berkomunikasi. Informed consent tidak menjadikan dokter kebal terhadap hukum atas kejadian yang disebabkan karena kelalaiannya dalam melaksanakan tindakan medis. dokter akan mendahulukan tindakan untuk penyelamatan nyawa pasien. atau bentuk kesalahan lain yang timbul dalam pelaksanaan tindakan medis itu tetap bisa menyebabkan pasien merasa tidak puas dan berpotensi untuk mengajukan tuntutan hukum. Dalam kondisi ini.

LASIK is one of a number of alternatives for correcting nearsightedness. untuk melakukan LASIK. the flap is returned to its original position.Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Mon May 03. flap dikembalikan ke posisi semula. banyak yang tercantum di bawah ini. which may become known later. Berikutnya laser excimer digunakan untuk menghapus-lapisan ultra tipis dari kornea untuk membentuk kembali itu untuk mengurangi rabun. The flap then is opened like the page of a book to expose tissue just below the cornea's surface. microkeratome digunakan untuk mencukur kornea untuk membuat penutup permukaan tersebut. the microkeratome is used to shave the cornea to create a flap. Akhirnya. the result might be affected even to the extent of making your vision worse. Next. You should also understand that there may be other risks not known to your doctor. dikombinasikan dengan penggunaan perangkat yang dikenal sebagai laser excimer. harus Anda juga memahami bahwa mungkin ada risiko lain yang tidak diketahui akan ke dokter. menyajikan beberapa risiko. Prosedur ini. Informasi ini disediakan untuk Anda sehingga Anda dapat membuat keputusan informasi tentang penggunaan perangkat yang dikenal sebagai sebuah microkeratome. tanpa jahitan. to perform LASIK. You could continue wearing contact lenses or glasses and have adequate visual acuity. many of which are listed below.. combined with the use of a device known as an excimer laser. 2010 6:47 am CONTOH INFORMED CONSENT FOR LASER IN-SITU KERATOMILEUSIS (LASIK) Informed consent UNTUK LASER IN-SITU Keratomileusis (LASIK) INTRODUCTION PENDAHULUAN This information is being provided to you so that you can make an informed decision about the use of a device known as a microkeratome. Dalam LASIK. like all surgery. presents some risks. In LASIK. flap kemudian dibuka seperti halaman buku untuk mengekspos jaringan hanya kornea yang di bawah ini. . farsightedness and astigmatism. Despite the best of care. This procedure. yang bisa menjadi dikenal kemudian Meskipun yang terbaik dari perawatan. rabun dekat dan Silindris. Finally.. LASIK merupakan prosedur elektif: Tidak ada kondisi darurat atau alasan lain yang memerlukan atau tuntutan bahwa Anda telah itu dilakukan. LASIK is an elective procedure: There is no emergency condition or other reason that requires or demands that you have it performed. LASIK merupakan salah satu dari sejumlah alternatif untuk mengoreksi rabun jauh. seperti operasi semua. complications and side effects may occur. Anda bisa melanjutkan memakai lensa kontak atau kacamata dan memiliki ketajaman visual yang memadai. without sutures. the excimer laser is used to remove ultra-thin layers from the cornea to reshape it to reduce nearsightedness. should this happen in your case.

contact lenses and other refractive surgical procedures. Saya mengerti bahwa microkeratome atau laser excimer bisa kerusakan. If this distortion in vision is severe. 2. I understand that the microkeratome or the excimer laser could malfunction. sesuai dengan metode prosedur Alk. it is likely that the laser part of the procedure will have to be postponed until the cornea has a chance to heal sufficiently to try to create the flap again. I understand the following: The long-term risks and effects of LASIK are unknown. ALTERNATIVES TO LASIK ALTERNATIVES UNTUK LASIK If you decide not to have LASIK. Dalam memberikan izin saya untuk LASIK. Saya telah menerima jaminan untuk keberhasilan kasus tertentu saya. among others. this may or may not be accompanied by visual loss. instead of making a flap. These alternatives include. a partial or complete corneal transplant might be necessary to repair the cornea. dalam menggunakan microkeratome itu. Depending on the type of malfunction. sebuah bagian seluruh kornea pusat dapat dipotong. Saya mengerti bahwa. 3. an entire portion of the central cornea could be cut off. ada metode lain untuk mengoreksi rabun jauh Anda. If this happens. atau flap yang terlalu tipis. menggunakan jahitan. there are other methods of correcting your nearsightedness. hal ini mungkin atau mungkin tidak disertai dengan kehilangan penglihatan. antara lain. It is also possible that the flap incision could result in an incomplete flap. PATIENT CONSENT PASIEN Consent In giving my permission for LASIK. Saya memahami bahwa penyembuhan tidak teratur flap . dan sangat jarang bisa hilang. Alternatif-alternatif ini. requiring the procedure to be stopped before completion. rabun dekat atau astigmatisme. I understand that my doctor would put this tissue back on the eye after the laser treatment.komplikasi dan efek samping mungkin terjadi. harus ini terjadi dalam kasus Anda. Tergantung pada jenis kerusakan. farsightedness or astigmatism. kacamata lensa kontak. I understand that the following risks are associated with the procedure: Saya memahami bahwa risiko berikut terkait dengan prosedur: VISION THREATENING COMPLICATIONS VISI mengancam KOMPLIKASI 1. eyeglasses. dan lain prosedur bedah refraksi. kemungkinan bahwa bagian laser prosedur ini harus ditunda sampai kornea memiliki kesempatan untuk menyembuhkan cukup untuk mencoba membuat tutup lagi. hasilnya mungkin akan terpengaruh bahkan sampai membuat visi Anda lebih parah. I have received no guarantee as to the success of my particular case. If preserved. using sutures. Jika diawetkan. This would mean that glasses or contact lenses may not correct my vision to the level possible before undergoing LASIK. saya memahami bahwa dokter akan menempatkan jaringan ini kembali pada mata setelah perawatan laser. or a flap that is too thin. according to the ALK procedure method. I understand that. membutuhkan prosedur harus dihentikan sebelum selesai. Hal ini juga kemungkinan bahwa insisi flap bisa mengakibatkan flap tidak lengkap. Jika Anda memutuskan untuk tidak memiliki LASIK. alih-alih membuat flap. in using the microkeratome. and very rarely could be lost. saya mengerti hal berikut:-risiko jangka panjang dan dampak LASIK tidak diketahui. I understand that irregular healing of the flap could result in a distorted cornea. Jika hal ini terjadi.

Since keratoconus may occur on its own. 6. 7. corneal transplantation or even loss of the eye. Saya memahami bahwa adalah mungkin suatu perforasi kornea yang dapat terjadi. I understand that mild or severe infection is possible. Keratoconus adalah penyakit degeneratif yang mempengaruhi kornea visi yang terjadi pada sekitar 1 / 2000 pada populasi umum. I understand that it is possible a perforation of the cornea could occur. appearance of ³floaters´ and retinal detachment. corneal thinning (ectasia). menyebabkan komplikasi yang merusak. This could also be caused by an internal or external eye infection that could not be controlled with antibiotics or other means. Meskipun ada beberapa tes yang menyarankan pasien yang mungkin berisiko. kondisi ini dapat berkembang pada pasien yang memiliki topografi pra operasi normal (peta kornea diperoleh sebelum operasi) dan pachymetry (pengukuran ketebalan kornea). Mild infection can usually be treated with antibiotics and usually does not lead to permanent visual loss. 5. 5. Ini berarti bahwa kacamata lensa kontak atau mungkin saya tidak benar visi ke tingkat mungkin sebelum menjalani LASIK Jika ini distorsi dalam visi parah. keratoconus berat mungkin perlu diobati dengan transplantasi kornea sementara keratoconus ringan dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. While there are several tests that suggest which patients might be at risk. even if successfully treated with antibiotics. 4. bahkan jika berhasil diobati dengan antibiotik bisa menimbulkan jaringan parut permanen dan kehilangan visi bahwa mungkin memerlukan pembedahan laser perbaikan atau. Saya memahami bahwa saya bisa mengembangkan keratoconus. . I understand that other very rare complications threatening vision include.bisa mengakibatkan kornea terdistorsi. Sejak keratoconus dapat terjadi dengan sendirinya. could lead to permanent scarring and loss of vision that may require corrective laser surgery or. Severe infection.. but are not limited to. Severe keratoconus may need to be treated with a corneal transplant while mild keratoconus can be corrected by glasses or contact lenses. Keratoconus is a degenerative corneal disease affecting vision that occurs in approximately 1/2000 in the general population. termasuk kehilangan sebagian atau semua visi saya. if very severe. transplantasi kornea atau bahkan kehilangan mata. there is no absolute test that will ensure a patient will not develop keratoconus following laser vision correction.. corneal swelling. transplantasi kornea lengkap atau parsial mungkin diperlukan untuk memperbaiki kornea. Ini bisa juga disebabkan oleh infeksi mata eksternal atau internal yang tidak dapat dikontrol dengan antibiotik atau sarana lainnya . Rugi infeksi. causing devastating complications. Mungkin bisa infeksi biasanya diobati dengan antibiotik dan biasanya tidak mengarah ke parah visual permanen. I understand that I could develop keratoconus. Saya mengerti ringan atau berat bahwa infeksi adalah ringan. 6. tidak ada tes mutlak yang akan memastikan pasien tidak akan mengembangkan visi keratoconus berikut koreksi laser. including loss of some or all of my vision. jika sangat parah. this condition can develop in patients who have normal preoperative topography (a map of the cornea obtained before surgery) and pachymetry (corneal thickness measurement) .

pada kesempatan langka. venous and arterial blockage. a certain number of patients experience glare. on rare occasions. These symptoms may be temporary or. or other low-light vision problems that may interfere with the ability to drive at night or see well in dim light. 7. causing me to become farsighted or nearsighted or increase my astigmatism and that this could be either permanent or treatable. permanen. NON-VISION THREATENING SIDE EFFECTS VISI NON-EFEK SAMPING mengancam 1. perdarahan. I understand that my vision may not seem as sharp at night as during the day and that I may need to wear glasses at night or take eye drops. pembentukan katarak. penampilan dari "floaters" dan ablasi retina. Saya mengerti bahwa ada peningkatan sensitivitas terhadap cahaya. For most patients. membuat saya menjadi rabun dekat atau rabun jauh atau meningkatkan Silindris saya dan bahwa ini bisa menjadi baik permanen atau bisa diobati. dan bahkan hilangnya mata saya. permanent. cataract formation. and that I may permanently lose the ability to drive at night or function in dim . kornea bengkak. these visual problems are permanent. dan fluktuasi ketajaman penglihatan. I understand that there is an increased risk of eye irritation related to drying of the corneal surface following the LASIK procedure. cahaya silau. I understand that an overcorrection or undercorrection could occur. and fluctuations in the sharpness of vision. 3. tetapi mereka mungkin juga permanen. glare. Saya mengerti bahwa ada peningkatan risiko iritasi mata terkait dengan pengeringan permukaan kornea setelah prosedur LASIK. Saya memahami kondisi ini biasanya terjadi selama periode stabilisasi normal dari satu sampai tiga bulan. dan penyumbatan arteri vena. I understand that there may be increased sensitivity to light. 2. The exact cause of these visual problems is not currently known.hemorrhage. Saya memahami bahwa overcorrection atau undercorrection dapat terjadi. total blindness. I understand that it is not possible to predict whether I will experience these night vision or low light problems. Aku mengerti sangat langka lainnya yang mengancam visi komplikasi termasuk tetapi tidak terbatas pada. For some patients. Saya memahami sebuah overcorrection atau undercorrection lebih mungkin pada orang berusia lebih dari 40 tahun dan dapat memerlukan penggunaan kacamata untuk membaca visi atau untuk jarak beberapa atau semua waktu. Gejala ini mungkin sementara atau. this is a temporary condition that diminishes with time or is correctable by wearing glasses at night or taking eye drops. however. kebutaan total. but they may also be permanent. I understand an overcorrection or undercorrection is more likely in people over the age of 40 years and may require the use of glasses for reading or for distance vision some or all of the time. dan mungkin memerlukan aplikasi yang sering air mata buatan dan / atau penutupan bukaan saluran air mata di kelopak mata. and may require frequent application of artificial tears and/or closure of the tear duct openings in the eyelid. a ³starbursting´ or halo effect around lights. penipisan kornea (ektasia). 4. After refractive surgery. some ophthalmologists theorize that the risk may be increased in patients with large pupils or high degrees of correction. I understand these conditions usually occur during the normal stabilization period of from one to three months.. and even loss of my eye.

such as more laser treatment or the use of glasses or contact lenses. beberapa dokter mata berteori bahwa risiko dapat ditingkatkan pada pasien dengan pupil besar atau derajat yang tinggi koreksi. Aku mengerti ini akan menyebabkan kelelahan mata dan membuat jarak atau kedalaman menilai persepsi lebih sulit . I understand that. I understand that the treated eye. Bagi sebagian besar pasien. I understand that I may not get a full correction from my LASIK procedure and this may require future enhancement procedures. I understand this would cause eyestrain and make judging distance or depth perception more difficult. the eye may be more fragile to trauma from impact. sejumlah pasien mengalami silau. setelah LASIK. Evidence has shown that. irisan kornea tidak akan sekuat kornea awalnya ada di situs tersebut. visual masalah ini tetap saya memahami bahwa visi saya mungkin tidak setajam pada malam hari saat siang hari dan bahwa saya mungkin harus memakai kacamata pada malam hari atau mengambil tetes mata. mata mungkin lebih rapuh terhadap trauma dari dampak. tetapi tidak yang lain. prolonging the time I could experience anisometropia. ini adalah kondisi sementara yang berkurang dengan waktu atau diperbaiki dengan memakai kacamata pada malam hari atau mengambil tetes mata. Bukti menunjukkan bahwa. atau masalah visi-cahaya rendah lain yang dapat mengganggu kemampuan untuk mengemudi pada malam hari atau melihat dengan baik dalam cahaya redup. I understand that I should not drive unless my vision is adequate. Saya mengerti bahwa saya tidak mungkin mendapatkan koreksi penuh dari prosedur LASIK saya dan ini mungkin memerlukan prosedur tambahan di masa depan. at least for the first year following LASIK. karena itu. I understand that there may be a ³balance´ problem between my two eyes after LASIK has been performed on one eye. elbow. Saya memahami bahwa tidak mungkin untuk memprediksi apakah saya akan mengalami visi ini malam atau masalah cahaya rendah. the corneal incision will not be as strong as the cornea originally was at that site. Saya memahami bahwa mata pertama saya mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh daripada biasanya. Setelah operasi bias. after LASIK. Saya memahami bahwa mungkin ada saldo "" masalah antara dua mata setelah LASIK telah dilakukan pada satu mata. Untuk beberapa pasien. therefore. fist. or other traumatizing object contacting the eye may be high. I understand it would be advisable for me to wear protective eyewear when engaging in sports or other activities in which the possibility of a ball. agak lebih rentan terhadap semua varietas dari cedera. seperti laser lebih atau penggunaan kacamata atau lensa kontak. Fenomena ini disebut anisometropia. Saya memahami bahwa diperlakukan mata. Saya memahami bahwa saya tidak harus drive kecuali visi saya adalah memadai. 6. 5.light because of them. as with any scar. namun. 7. is somewhat more vulnerable to all varieties of injuries. Saya memahami bahwa. Penyebab tepat masalah-masalah visual saat ini tidak diketahui. I understand that my first eye may take longer to heal than is usual. dan bahwa aku secara permanen mungkin kehilangan kemampuan mengemudi di malam hari atau fungsi di lampu redup karena mereka. but not the other. memperpanjang waktu saya dapat pengalaman anisometropia. setidaknya untuk tahun .. This phenomenon is called anisometropia. projectile. seperti bekas luka. sebuah "starbursting" atau efek halo sekitar lampu.

selama sisa hidupku . Aku mengerti bahwa tidak realistis untuk mengharapkan bahwa prosedur ini akan menghasilkan visi yang sempurna. dan bahwa visi saya mungkin pergi sebagian kembali ke tingkat yang mungkin memerlukan kacamata atau lensa kontak digunakan untuk melihat dengan jelas. setiap saat. particularly during the first 48 hours after surgery. under all circumstances. Saya memahami bahwa gelas sementara baik untuk jarak jauh atau mungkin perlu membaca sementara penyembuhan terjadi dan lebih dari satu kacamata mungkin diperlukan. Saya memahami bahwa ketajaman visual pada awalnya saya peroleh dari LASIK bisa regresi. proyektil. I understand that temporary glasses either for distance or reading may be necessary while healing occurs and that more than one pair of glasses may be needed. atau benda lainnya menghubungi trauma mata mungkin tinggi. 10. I understand that there is a natural tendency of the eyelids to droop with age and that eye surgery may hasten this process. 12. tangan. Saya mengerti bahwa efek jangka panjang LASIK tidak diketahui dan yang tak terduga komplikasi atau efek samping yang mungkin terjadi. terutama selama 48 jam pertama setelah operasi. siku. 8. I understand that the correction that I can expect to gain from LASIK may not be perfect. Saya memahami bahwa ada kecenderungan alamiah dari kelopak mata untuk menunduk dengan usia dan bahwa operasi mata dapat segera proses ini. Aku mengerti itu akan dianjurkan bagi saya untuk memakai pelindung mata ketika melakukan olahraga atau kegiatan lain yang kemungkinan bola. I understand that visual acuity I initially gain from LASIK could regress. I understand I may need glasses to refine my vision for some purposes requiring fine detailed vision after some point in my life. Saya mengerti bahwa koreksi yang dapat saya harapkan untuk memperoleh dari LASIK mungkin tidak sempurna. dalam semua keadaan. and that this might occur soon after surgery or years later. I understand that the long-term effects of LASIK are unknown and that unforeseen complications or side effects could possibly occur. 9. dan bahwa hal ini mungkin terjadi segera setelah operasi atau tahun kemudian. Saya mengerti bahwa mungkin ada rasa sakit atau sensasi benda asing. 11. and that my vision may go partially back to a level that may require glasses or contact lens use to see clearly. at all times. Saya mengerti saya mungkin perlu kacamata untuk memperbaiki visi saya untuk beberapa tujuan yang membutuhkan visi rinci baikbaik saja setelah beberapa titik dalam hidup saya. I understand that it is not realistic to expect that this procedure will result in perfect vision. I understand that there may be pain or a foreign body sensation.pertama setelah LASIK. 13. . for the rest of my life.

tidak mungkin untuk melakukan perangkat tambahan.. The original flap can usually be lifted with specialized techniques. Jika perangkat tambahan tersebut dilakukan dalam enam bulan pertama setelah operasi. as with all types of surgery. Saya memahami bahwa saya dapat diberikan obat-obatan dalam hubungannya dengan prosedur dan bahwa mata saya mungkin ditambal sesudahnya. there must be adequate tissue remaining. drug reactions. It is possible that dependence on reading glasses may increase or that reading glasses may be required at an earlier age if I have this surgery. Hal ini dimungkinkan bahwa ketergantungan pada kacamata baca dapat meningkat atau kacamata baca yang mungkin diperlukan pada usia lebih dini jika saya menjalani operasi ini. If the enhancement is performed within the first six months following surgery. If there is inadequate tissue. mengerti bahwa saya tidak harus drive hari operasi dan tidak sampai saya yakin bahwa visi saya adalah cukup untuk berkendara. I understand that. understand that I must not drive the day of surgery and not until I am certain that my vision is adequate for driving. Asli dapat flap biasanya diangkat khusus dengan teknik Setelah 6 bulan penyembuhan. the list of complications in this form may not be complete. or other factors that may involve other parts of my body.14. a new LASIK incision may be required. 16. After 6 months of healing. In order to perform an enhancement surgery. Karena itu. saya masih akan mungkin perlu kacamata baca setelah perawatan ini. there generally is no need to make another cut with the microkeratome. Saya memahami bahwa jika saya saat ini membutuhkan kacamata baca. daftar komplikasi dalam bentuk ini tidak mungkin lengkap. Dalam rangka untuk melakukan operasi tambahan. ada umumnya tidak perlu membuat lagi dipotong dengan microkeratome itu. sayatan LASIK baru mungkin diperlukan yang lebih besar menimbulkan risiko. 17. Even 90% clarity of vision is still slightly blurry. I understand that I may be given medication in conjunction with the procedure and that my eye may be patched afterward. I therefore. since it is impossible to state every complication that may occur as a result of any surgery. it may not be possible to perform an enhancement. Enhancement surgeries can be performed when vision is stable UNLESS it is unwise or unsafe. . atau faktor lainnya yang mungkin melibatkan bagian lain dari tubuh saya. seperti halnya dengan semua jenis operasi. incurring greater risk. I will still likely need reading glasses after this treatment. I understand that. I understand that if I currently need reading glasses. karena tidak mungkin untuk menyatakan setiap komplikasi yang mungkin terjadi sebagai hasil dari operasi apapun. An assessment and consultation will be held with the surgeon at which time the benefits and risks of an enhancement surgery will be discussed. 15. ada kemungkinan komplikasi karena anestesi. harus ada sisa jaringan yang cukup. Saya memahami bahwa. Saya memahami bahwa. Sebuah penilaian dan konsultasi akan diadakan dengan dokter bedah di mana waktu manfaat dan risiko dari operasi perangkat tambahan akan dibahas. there is a possibility of complications due to anesthesia. Bahkan 90% kejelasan visi masih sedikit buram operasi. Peningkatan dapat dilakukan ketika visi KECUALI stabil itu tidak bijaksana atau tidak aman. obat reaksi. Jika ada jaringan yang tidak memadai.

Saya memahami bahwa nama saya akan tetap rahasia. Dokter mata telah menjawab semua pertanyaan saya saya untuk kepuasan Karena itu saya setuju untuk operasi LASIK pada: _________ Right eye ___________ Left eye _________ Both eyes _________ ___________ Mata kanan mata Waktu _________ Kedua mata I give permission for my ophthalmologist to record on video or photographic equipment my procedure.FOR PRESBYOPIC PATIENTS (those requiring a separate prescription for reading): The option of monovision has been discussed with my ophthalmologist. unless I give subsequent written permission for it to be disclosed outside my ophthalmologist's office or the center where my LASIK procedure will be performed. kecuali aku memberi izin tertulis selanjutnya agar bisa diungkapkan di luar kantor saya yang dokter mata atau pusat di mana prosedur LASIK saya akan dilakukan. Saya juga memberikan saya izin untuk dokter mata untuk menggunakan data saya tentang prosedur selanjutnya dan perawatan lebih lanjut LASIK mengerti. or training of other health care professionals. I also give my permission for my ophthalmologist to use data about my procedure and subsequent treatment to further understand LASIK. atau pelatihan dari para profesional perawatan kesehatan lainnya untuk. UNTUK PASIEN PRESBYOPIC (yang memerlukan resep terpisah untuk membaca): Opsi dari monovision telah didiskusikan dengan dokter mata saya. I therefore consent to LASIK surgery on: Rincian prosedur yang dikenal sebagai LASIK telah disajikan kepada saya secara rinci dalam dokumen ini dan menjelaskan kepada saya oleh dokter mata saya. PATIENT'S STATEMENT OF ACCEPTANCE AND UNDERSTANDING PASIEN'S LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGERTIAN The details of the procedure known as LASIK have been presented to me in detail in this document and explained to me by my ophthalmologist. I understand that my name will remain confidential. for purposes of education. untuk tujuan pendidikan. gambargambar Patient Name Date Witness Name Date Nama Pasien Tanggal Tanggal Nama Saksi I have been offered a copy of this consent form (please initial) _____ Saya telah menawarkan salinan formulir persetujuan (mohon awal) _____ _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Saya. . Saya memberi izin untuk dokter mata saya untuk merekam video atau peralatan fotografi prosedur saya. research. My ophthalmologist has answered all my questions to my satisfaction. penelitian.

dan / atau gambar hantu untuk. the cataract may need to be removed. HOW WILL REMOVING THE CATARACT AFFECT MY VISION? CARA MENGHILANGKAN AKAN katarak mempengaruhi VISI SAYA? The goal of cataract surgery is to correct the decreased vision that was caused by the cataract. kerugian Anda visi dari katarak akan terus memburuk. Jika perubahan katarak visi begitu banyak sehingga mengganggu sehari-hari Anda dengan kehidupan. sensitivity to light and glare. Cataract surgery will not correct other causes of decreased vision. tumpul visi. and/or ghost images. kondisi yang dikenal sebagai katarak. from an eye injury.Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Mon May 03. Cataracts can develop from normal aging. Jika Anda tidak memiliki operasi. the ophthalmologist (eye surgeon) removes the cataract and puts in a new artificial lens called an intraocular lens or IOL. a condition known as a cataract. Lensa mata dapat menjadi mendung dan keras. Pembedahan merupakan satu-satunya cara untuk menghilangkan katarak. or if you have taken medications known as steroids. such as glaucoma. You can decide not to have the cataract removed. During the surgery.. katarak mungkin perlu dihapus. dulled vision. sensitivitas terhadap cahaya dan silau. Katarak dapat mengembangkan normal dari penuaan. your vision loss from the cataract will continue to get worse. Most people . Anda dapat memutuskan untuk tidak memiliki katarak dihapus. Cataracts may cause blurred vision. If you don't have the surgery. If the cataract changes vision so much that it interferes with your daily life. Surgery is the only way to remove a cataract. dari mata luka. atau jika Anda telah mengambil obat yang dikenal sebagai steroid Katarak dapat menyebabkan penglihatan kabur. 2010 6:51 am CONTOH Informed consent UNTUK operasi katarak WHAT IS A CATARACT AND HOW IS IT TREATED? APA DAN BAGAIMANA katarak DIKERJAKAN IS IT? The lens in the eye can become cloudy and hard. diabetes. or age-related macular degeneration.

or another procedure may be needed. IOLs biasanya memberikan jarak dekat atau visi baik: ini fokus lensa tunggal disebut IOLs monofocal. Selama operasi. IOLs usually provide either near or distance vision: these single focus lenses are called monofocal IOLs. dokter mata (ahli bedah mata) menghilangkan katarak dan menempatkan di lensa buatan baru yang disebut lensa intraokuler atau IOL operasi. Ada juga sebuah prosedur yang disebut irisan santai limbal (LRI). dalam hal ini kacamata. dan operasi refraksi (LASIK atau PRK). Ada IOLs tersedia untuk mengobati rabun jauh (miopia). Silindris disebabkan oleh tidak teratur berbentuk sebuah kornea bukannya bulat seperti bola basket.. the cornea is shaped like a football. and the other for distance vision. Tujuan dari operasi katarak adalah untuk memperbaiki visi mengalami penurunan yang disebabkan oleh katarak. a choice called monovision. in which case glasses. atau sebagai prosedur terpisah ). IOLs yang memperlakukan Silindris disebut IOLs toric. seperti glaukoma. atau degenerasi makula terkait usia. and astigmatism.. which can be done at the same time as the cataract operation. There are IOLs available to treat nearsightedness (myopia).baru Beberapa IOLs dapat menyediakan untuk dekat. contact lenses. WHAT IS ASTIGMATISM? ARE THERE OTHER TREATMENTS FOR IT? APAKAH Silindris? ADA YANG LAIN UNTUK PENGOBATAN TI? Patients with nearsightedness and farsightedness often also have astigmatism. sebuah monovision disebut pilihan. rabun dekat (hyperopia) dan astigmatisme. Selain IOLs toric. diabetes. santai limbal Sebuah insisi (LRI adalah irisan dipotong kecil atau dokter mata ke kornea membuat Anda untuk membuat bentuknya bulat. instead of being round like a basketball. In addition to toric IOLs. You can also have one eye corrected for near vision.dapat Anda juga memiliki satu mata dikoreksi dekat untuk visi dan lain untuk visi jarak. Some newer IOLs can provide for near. kornea berbentuk seperti bola.. IOLs that treat astigmatism are called toric IOLs.or under-correction. and refractive surgery (LASIK or PRK). or as a separate procedure. yang dapat dilakukan pada waktu yang sama dengan operasi katarak. menengah dan jarak visi: beberapa fokus lensa ini disebut IOLs multifocal. Kebanyakan orang masih harus memakai kacamata atau lensa kontak setelah operasi katarak baik untuk dekat dan / atau visi jarak dan Silindris. lensa kontak. Katarak tidak akan benar penyebab lain dari visi menurun. lensa kontak. A limbal relaxing incision (LRI) is a small cut or incision the ophthalmologist makes into your cornea to make its shape rounder. Setiap upaya pengurangan Silindris bisa mengakibatkan over-atau-koreksi di bawah. This can make your vision blurry. astigmatism can be reduced by glasses. Silindris dapat dikurangi dengan kacamata. An.still need to wear glasses or contact lens after cataract surgery for either near and/or distance vision and astigmatism. WHAT TYPES OF IOLs ARE AVAILABLE? JENIS APA YANG TERSEDIA IOLs? Your ophthalmologist will help you decide on the type of IOL that will replace your cloudy lens. farsightedness (hyperopia). contact lenses. Hal ini dapat membuat kabur visi Anda. dokter mata Anda akan membantu Anda memutuskan jenis IOL yang akan menggantikan lensa berawan Anda. Pasien dengan rabun jauh dan rabun dekat sering juga memiliki Silindris. intermediate. There is also a procedure called a limbal relaxing incision (LRI). atau prosedur lain mungkin diperlukan. . and distance vision: these multiple focus lenses are called multifocal IOLs. Any attempt at astigmatism reduction could result in over. An astigmatism is caused by an irregularly shaped cornea.

ghost images. it is possible that your vision could be made worse. double vision. impaired depth perception. you may have increased night glare or halos.WHAT ARE THE MAJOR RISKS OF CATARACT SURGERY? APA SAJA RISIKO MAYOR OF operasi katarak? All operations and procedures are risky and can result in unsuccessful results. tekanan mata tinggi. termasuk masalah jantung dan pernafasan. risiko lainnya yang mungkin. operasi itu sendiri. Sebagai hasil dari operasi dan / atau anestesi. These and other complications may result in poor vision. or even loss of the eye in rare situations. penglihatan ganda. The major risks of a limbal relaxing incision are similar to those for cataract surgery. dan kelopak mata droopy. blurry vision. Risiko utama dari sayatan santai limbal adalah sama dengan yang untuk operasi katarak . cedera. injury to parts of the eye and nearby structures from the anesthesia. The major risks of cataract surgery include. This additional treatment is not included in the fee for this procedure. In some cases. high eye pressure. IOL nanti mungkin perlu posisinya atau diganti. ini dan komplikasi lain dapat menyebabkan visi miskin. and a droopy eyelid. but are not limited to bleeding. and scarring. Anda mungkin telah meningkatkan silau malam atau halos. atau potongan lensa yang tidak dapat dihapus. As a result of the surgery and/or anesthesia. kehilangan penglihatan total. Tidak ada jaminan bahwa pengurangan atau operasi katarak astigmatisme akan meningkatkan visi Anda. Di samping itu. There is no guarantee that cataract surgery or astigmatism reduction will improve your vision. Semua operasi dan prosedur yang berisiko dan dapat menyebabkan hasil tidak berhasil. and. . the operation itself.. a detached retina. komplikasi dapat terjadi minggu. death.. complications. infection. mungkin Anda bahwa visi bisa dibuat lebih buruk Dalam beberapa kasus. bawah atau over-koreksi dapat terjadi. and trouble driving at night. Dokter mata tidak mungkin bisa diletakkan di IOL Anda memilih. the IOL may later need to be repositioned or replaced.. Tergantung pada jenis anestesi. You may need additional treatment or surgery to treat these complications. tetapi juga termasuk kehilangan penglihatan. total loss of vision. injury. including cardiac and respiratory problems. atau bahkan kematian. but also include loss of vision. dari kedua dikenal dan tidak diketahui penyebab. infeksi. bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian. dan kesulitan mengemudi di malam hari. other risks are possible. atau bahkan hilangnya mata dalam situasi langka. from both known and unknown causes. dan jaringan parut. pandangan kabur. cedera pada bagian mata dan struktur di dekatnya dari anestesi. gangguan persepsi kedalaman. In addition. sebuah retina terlepas. dalam kasus yang jarang terjadi. under. komplikasi. or pieces of the lens that cannot be removed. kerusakan kornea. complications may occur weeks. Utama Risiko operasi katarak termasuk tetapi tidak terbatas pada perdarahan. gambar hantu. Depending upon the type of anesthesia. damage to the cornea. The ophthalmologist might not be able to put in the IOL you choose. months or even years later. Depending upon your eye and the type of IOL. dan. Tergantung pada mata Anda dan jenis IOL. kematian. or even death. Anda mungkin perlu tambahan perawatan atau operasi untuk mengobati komplikasi pengobatan tambahan ini tidak termasuk dalam biaya untuk ini prosedur.or over-correction could occur. in rare cases.

__________ Monofocal IOL/Glasses Option __________ IOL Monofocal / Glasses Opsi I wish to have a cataract operation with a monofocal IOL on my _______________ (state "right" or "left" eye) and wear glasses for _____________________ (state "near" or "distance") vision. I agree that my doctor has answered all of my questions. Saya ingin memiliki operasi katarak dengan IOL monofocal di _______________ saya (negara bagian "kanan" atau "kiri" mata) dan memakai kacamata untuk _____________________ (negara bagian "dekat" atau "jarak") visi. Saya telah memeriksa pilihan saya untuk koreksi astigmatisme dan jenis IOL. benefits. __________ Multifocal IOL Option (may still need glasses) __________ Multifocal IOL Opsi (masih mungkin perlu kacamata) I wish to have a cataract operation with a _____________________ multifocal IOL implant (state name of implant) on my _______________ (state "right" or "left") eye. dan alternatif tindakan operasi katarak. manfaat. Saya memahami bahwa tidak mungkin bagi dokter untuk memberitahukan setiap komplikasi yang mungkin terjadi. __________ Monovision with 2 IOLs Option (may still need glasses) __________ Monovision dengan 2 Opsi IOLs (masih mungkin perlu kacamata) I wish to have a cataract operation with two different-powered IOLs implanted to achieve monovision.PATIENT'S ACCEPTANCE OF RISKS PASIEN'S PENERIMAAN RISIKO I understand that it is impossible for the doctor to inform me of every possible complication that may occur. Dengan menandatangani di bawah ini. I have checked my choice for astigmatism correction and type of IOL. I wish to have my ______________ (state "right" or "left") eye corrected for distance vision. Saya ingin saya memiliki ______________ (negara bagian "kanan" atau "kiri") mata mengoreksi jarak untuk visi saya ingin memiliki ___________ saya (negara bagian "kanan "atau" kiri ") mata dikoreksi untuk visi dekat. and that I understand and accept the risks. Saya ingin memiliki operasi katarak dengan dua-powered IOLs implan yang berbeda untuk mencapai monovision. __________ Toric monofocal IOL/Glasses Option for Astigmatism Reduction __________ Toric IOL monofocal / Glasses Opsi untuk Astigmatisma Pengurangan I wish to have a cataract operation with a toric monofocal IOL on my _______________ (state . and alternatives of cataract surgery. Saya ingin memiliki operasi katarak dengan implan IOL multifocal _____________________ (nama negara bagian implan) di _______________ saya (negara bagian "kanan" atau "kiri") mata.. By signing below. that I have been offered a copy of this consent form. bahwa saya telah menawarkan salinan formulir persetujuan. dan bahwa Saya mengerti dan menerima risiko. saya setuju bahwa dokter telah menjawab semua pertanyaan saya. I wish to have my ___________ (state "right" or "left") eye corrected for near vision.

__________ Limbal Relaxing Incision for Astigmatism Reduction (may still need glasses) __________ Limbal Relaxing Insisi untuk Astigmatisma Pengurangan (masih mungkin perlu kacamata) I wish to have a this procedure done in addition to the cataract operation. Program ini dimaksudkan sebagai tutorial diri bagi penduduk dan mahasiswa kedokteran untuk mempelajari unsur-unsur medis informed consent. Department of Radiology Universitas Virginia Pusat Ilmu Kesehatan."right" or "left" eye) and wear glasses for _____________________ (state "near" or "distance") vision. . Spencer B MD Gay. Wei-Shin Lai MD. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Mon May 03. University of Virginia Health Sciences Center. Patient (or person authorized to sign for patient) Date Pasien (atau orang yang berwenang untuk menandatangani untuk pasien) Tanggal _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Rebecca W JD Barat. Departemen Radiologi This program is intended as a self tutorial for residents and medical students to learn the elements of medical informed consent. Saya ingin memiliki prosedur ini dilakukan selain operasi katarak. 2010 8:05 am INFORMED CONSENT Kevin E MD Snyder. Saya ingin memiliki operasi katarak dengan IOL monofocal _______________ toric pada saya (negara bagian "kanan" atau "kiri" mata) dan memakai kacamata untuk _____________________ (negara bagian "dekat" atau "jarak") visi.

however. again for the purpose of proof. Informed consent is necessary any time the physician is going to either touch the patient or perform an invasive procedure. in vitro fertilization or HIV testing. Telephone consent is also acceptable. written or oral. consent may be obtained for the treatments to be provided up to 6 months in advance. even if you as physician consider their grounds to be frivolous or in poor judgment. These include discussion of the following: Implied consent is consent arising by inference from the patient's behavior. Written consent is also required for cases to be performed in the operating room by hospital policy that is mandated for JCAHO accreditation. A medical student therefore may not obtain consent.nformed consent is a patient's right to be presented with sufficient information. Legally. If informed consent is not obtExpress consent is what is normally thought of by consent. such as chemotherapy. © 2001 by the Rector & Visitors of the University of Virginia . In order for the patient to be presented with sufficient information to make an informed decision. but written consent is suggested for the purpose of proof. Informed consent must be obtained by a health care provider who is reasonably involved with the patient's care. This would include the act of the patient standing in line to receive a vaccination. Informed consent may further be divided into two parts. this reasonable period of time consists of 30 days. The attending physician may delegate his or her responsibility to obtain informed consent to another health care provider. as they are not allowed to be responsible for patient care. In other cases. several elements must be included. the patient has the right to sue for medical malpractice. informed consent is valid for a reasonable period of time. The legal requirement to obtain informed consent rests with the attending physician. Patients generally are recognized as having the right to refuse medical care for any reason. Their reasons may include religious grounds as well as any other personal grounds they choose. In cases where treatments are planned in advance. Virginia law requires written consent only in cases of breast biopsy. Per JCAHO. if necessary. by either the physician or their representative. ained. the law simply requires consent. it is a good idea to have a second person on the telephone. In these cases. to allow the patient to make an informed decision regarding whether or not to consent to a treatment or procedure. These parts include Express consent and Implied consent. he or she remains responsible and liable if appropriate consent is not obtained. or when the patient consents by direct words.

Kenapa hal ini begitu penting? Sebab tidak semua kejadian dalam pengobatan berlangsung exactly just the way we want to. ternyata sangat penting. namun dokter atau dokter gigi tetap memberi kesempatan bila suatu saat pasien berubah pendapat. tapi langkah penjelasan untuk era saat ini justru diharuskan.htm INFORMED CONSENT Informasi dalam lingkup medis. Perawatan apa saja yang butuh inform consent? . Ini yang disebut sebagai inform consent. Seperti apakah surat inform consent itu? Intinya inform consent merupakan surat yang menyatakan bahwa pasien diberitahu perihal penyakit yang dideritanya. penjelasan mengenai biaya yang harus dibayar dan pilihanpilihan lain yang memungkinkan untuk mengatasi penyakitnya.Tidak ada kepastian dan garansi dalam dunia kedokteran karena setiap kasus bagaikan teori permutasi kombinasi. Jadi pada dasarnya semua pasien berhak mendapatkan penjelasan sejelas-jelasnya dari dokter dan dokter gigi yang merawat.bravehost. Bagi pasien yang menolak penjelasan bisa diminta untuk menandatangani surat penolakan penjelasan perawatan. Jadi manalah mungkin seorang dokter dan dokter gigi yang juga manusia dapat memenuhi dengan sempurna seluruh kriteria kasus yang ada. atau µterlantar¶nya dokter atau dokter gigi karena harus menghadapi tuntutan hanya karena tidak mengkomunikasikan kemungkinan penyakit maka dibuatlah suatu surat perjanjian hitam di atas putih.com/INFORMED%20CONSENT.Latar belakang setiap orang berbeda. Oleh karena itu selain untuk menjaga kemungkinan µterlantar¶nya pasien oleh dokter atau dokter gigi yang mempunyai pasien banyak. derajat pengobatan yang diberikan berbeda.Meski tidak semua pasien menghendaki penjelasan yang sejelas-jelasnya. sedangkan setiap orang sudah pasti having their own limit. reaksi tubuh terhadap sesuatu berbeda. atau bisa diberi penjelasan tambahan oleh asisten atau perawat dokter dan dokter gigi. kerugian maupun keuntungan dari alternatif perawatan dan pengobatan yang akan diberikan. Dunia kedokteran tidak 2+2=4. latar belakang kesehatan berbeda. akurat dan lengkap tahap demi tahap perawatan.http://dention.Pertanyaan bisa diajukan untuk melengkapi hal-hal yang belum jelas. langsung dari dokternya atau dari brosur yang dokter dan dokter gigi berikan.

Kata pasien. supaya Anda terlindungi. Namun dalam hal-hal tertentu hal tersebut bisa menaikkan cost total dari biaya perawatan pasien.Setidaknya dokter Anda pasti punya waktu untuk bertanya. Dalam perawatan gigi anak.Kehati-hatian ini juga membuat dokter dan dokter gigi enggan menempuh resiko yang dapat berakibat fatal. Namun sebagai manusia sosial. misalnya mencabut gigi yang sedang dalam keadaan sakit dan terinfeksi. Jadi apakah kita benar-benar perlu menandatangani surat inform consent sebelum merawat gigi? Ya. dan tetap harus disampaikan kepada pasien untuk dibaca dan dimengerti sebelum perawatan dilaksanakan. bisa membuat keterangan tentang suatu perawatan dalam bentuk tertulis. biasanya melindungi seseorang dari sebuah tuntutan.Semua perawatan yang membutuhkan tindakan. Dokter saya sibuk sekali. bisa dimintakan inform consent. seorang pasien mendapatkan hasil perawatan yang tidak diinginkan dan menuntut seorang spesialis. Contoh untuk mendapatkan sterilisasi yang sempurna.Surat yang ditandatangani dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan dari pihak manapun bisa dijadikan bukti. hubungan yang baik. dokter dan dokter gigi akan bertindak lebih hati-hati untuk menghindari tuntutan malpraktek. Contohnya dalam kedokteran gigi Perawatan Saluran Akar atau Pencabutan Gigi. Kemudian ditanya. sehingga tidak sempat menjelaskan apa-apa. kenapa tidak menuntut dokter umum yang merawat. dengan komunikasi yang baik.´ Apakah sudah mengerti penjelasan tertulis yang diberikan? Apakah ada pertanyaan lain yang berkaitan dengan hal tersebut?´ Apakah inform consent mempunyai kekuatan hukum? Ya. Dokter gigi pun akan terlindungi. saya tidak akan menuntut dokter yang saya sukai. Nah lo« .Bagaimana ini? Dokter yang sangat sibuk karena pasiennya banyak. Apakah inform consent mempunyai efek dari segi medis dan dari segi pasien? Ya.Ada cerita. Dan inform consent merupakan salah satu pencegahan diri dari tindakan malpraktek dan tuntutan malpraktek. kan beliau yang sejak awal mempunyai diagnosa salah. harus dipakai beberapa alas yang disposable dan pembelian bahan ini tentunya harus ditanggung pasien demi keselamatan pasien sendiri. yang menandatangani surat persetujuan adalah orang tua atau wali.

Dari penjelasan yang diberikan.«««««««. serta tindakan medis yang akan dilakukan dan kemungkinana pasca tindakan yang dapat terjadi sesuai penjelasan yang diberikan. Yang membuat pernyataan. . telah saya mengerti segala hal yang berhubungan dengan penyakit tersebut.20«« Dokter/Pelaksana.Contoh Inform Consent: SURAT PERSETUJUAN/PENOLAKAN MEDIS KHUSUS Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Umur/Tgl Lahir : Alamat : Telp : (L/P) Menyatakan dengan sesungguhnya dari saya sendiri/*sebagai orang tua/*suami/*istri/*anak/*wali dari : Nama : Umur/Tgl Lahir (L/P) Dengan ini menyatakan SETUJU/MENOLAK untuk dilakukan Tindakan Medis berupa«««««««««««««««««««««««««««««. Jakarta.

) CM©030606 .Ttd ttd (««««««««) *Coret yang tidak perlu (««««««««««..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful