Kasus malpraktik merupakan tindak pidana yang sangat sering terjadi di Indonesia.

Hampir semua media belakangan ini baik lokal maupun nasional memberitakan tentang kasus yang menimpa Prita vs Rumah sakit OMNI International. Kasus semacam ini tentu akan semakin sering terjadi nanti kalau tidak ada penanganan hukum yang cepat terhadap pelaku, terutama pihak Rumah sakit OMNI maupun dokter sebagai pelaku profesi. Dalam etika profesi yang disahkan oleh setiap lembaga mempunyai fungsi pengawasan yang kuat dan nyata terhadap pelaku dan benar-benar harus dipatuhi sebagai seorang dokter. Jejak rekam medik yang akurat merupakan keinginan setiap pasien untuk mengetahui apa penyakit yang dideritanya. Ketidakpastian jejak rekam medik tersebut tentu saja menambah kontroversi kasus dugaan malpraktik, karena dapat dikategorikan sebagai euthanasia (tindakan medik untuk mengakhiri hidup orang).Euthanasia di Indonesia merupakan tindakan yang melanggar hukum karena identik dengan upaya pembunuhan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Soal Definisi Hingga saat ini belum ada definisi yang resmi dan disepakati oleh kalangan profesi dan undangundang mengenai apa yang dimaksud dengan malpraktik. Akan tetapi, dari berbagai referensi dapat dibaca dan diketahui bahwa malpraktik pada dasarnya adalah tindakan tenaga profesional (profesi) yang bertentangan dengan standard operating procedure (SOP), kode etik profesi, serta undang-undang yang berlaku²baik disengaja maupun akibat kelalaian²yang mengakibatkan kerugian dan kematian terhadap orang lain. Batasan pengertian tersebut dapat diketahui bahwa malpraktik sebenarnya tidak hanya terjadi pada kelompok profesi dokter saja.Tetapi juga dapat terjadi pada kelompok profesi lainnya seperti advokat (pengacara), notaris, akuntan, dan profesi lainnya. Namun, bila dibandingkan dengan kelompok profesi lainnya, malpraktik yang dilakukan oleh dokter²disebut juga dengan malpraktik medik²ternyata menimbulkan akibat lebih ³dramatis´ bila dibandingkan dengan malpraktik yang dilakukan oleh advokat, notaris, maupun akuntan. Dari kasus Prita, misalnya, dapat dicermati bahwa tudingan dokter yang melakukan malpraktik dapat ditujukan terhadap suatu tindakan kesengajaan (dolus) ataupun kelalaian (culpa) seorang dokter dalam menggunakan keahlian dan profesinya secara bertentangan dengan SOP yang lazim dipakai di lingkungan kedokteran yaitu Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki) dan Undang Undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Sanksi Hukum Jika perbuatan malpraktik yang dilakukan dokter sebagaimana contoh kasus Prita terbukti dilakukan dengan unsur kesengajaan (dolus) dan ataupun kelalaian (culpa), maka adalah hal yang sangat pantas jika dokter yang bersangkutan dikenakan sanksi pidana karena dengan unsur kesengajaan ataupun kelalaian telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu menghilangkan nyawa seseorang, serta tidak menutup kemungkinan juga dapat mengancam dan membahayakan keselamatan jiwa ibu yang melakukan aborsi. Perbuatan tersebut telah nyata-nyata mencoreng kehormatan dokter sebagai suatu profesi yang mulia. Pekerjaan profesi bagi setiap kalangan terutama dokter tampaknya harus sangat berhati-hati untuk mengambil tindakan dan keputusan dalam menjalankan tugas-tugasnya karena sebagaimana yang telah diuraikan di atas. Tuduhan malpraktik bukan hanya ditujukan terhadap

tindakan kesengajaan (dolus) saja.Tetapi juga akibat kelalaian (culpa) dalam menggunakan keahlian, sehingga mengakibatkan kerugian, mencelakakan, atau bahkan hilangnya nyawa orang lain. Selanjutnya, jika kelalaian dokter tersebut terbukti merupakan tindakan medik yang tidak memenuhi SOP yang lazim dipakai, melanggar Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki), serta Undang-undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, maka dokter tersebut dapat terjerat tuduhan malpraktik dengan sanksi pidana. Dalam Kitab-Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) kelalaian yang mengakibatkan celaka atau bahkan hilangnya nyawa orang lain. Pasal 359, misalnya menyebutkan, ³Barangsiapa karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun´. Sedangkan kelalaian yang mengakibatkan terancamnya keselamatan jiwa seseorang dapat diancam dengan sanksi pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360 Kitab-Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), (1) µBarang siapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun¶. (2) Barangsiapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain luka-luka sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan atau pencaharian selama waktu tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau kurungan paling lama enam bulan atau denda paling tinggi tiga ratus rupiah. Pemberatan sanksi pidana juga dapat diberikan terhadap dokter yang terbukti melakukan malpraktik, sebagaimana Pasal 361 Kitab-Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), ³Jika kejahatan yang diterangkan dalam bab ini dilakukan dalam menjalankan suatu jabatan atau pencarian, maka pidana ditambah dengan sepertiga dan yang bersalah dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana dilakukan kejahatan dan hakim dapat memerintahkan supaya putusannya diumumkan.´ Namun, apabila kelalaian dokter tersebut terbukti merupakan malpraktik yang mengakibatkan terancamnya keselamatan jiwa dan atau hilangnya nyawa orang lain maka pencabutan hak menjalankan pencaharian (pencabutan izin praktik) dapat dilakukan. Berdasarkan Pasal 361 Kitab-Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan aturan kode etik profesi praktik dokter. Tindakan malpraktik juga dapat berimplikasi pada gugatan perdata oleh seseorang (pasien) terhadap dokter yang dengan sengaja (dolus) telah menimbulkan kerugian kepada pihak korban, sehingga mewajibkan pihak yang menimbulkan kerugian (dokter) untuk mengganti kerugian yang dialami kepada korban, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1365 Kitab-Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), ³Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian pada seorang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut.´ Sedangkan kerugian yang diakibatkan oleh kelalaian (culpa) diatur oleh Pasal 1366 yang berbunyi: ³Setiap orang bertanggung jawab tidak saja untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya, tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan kelalaian atau kurang hati-hatinya.´ Kepastian Hukum Melihat berbagai sanksi pidana dan tuntutan perdata yang tersebut di atas dapat dipastikan bahwa bukan hanya pasien yang akan dibayangi ketakutan. Tetapi, juga para dokter akan dibayangi kecemasan diseret ke pengadilan karena telah melakukan malpraktik dan bahkan juga tidak tertutup kemungkinan hilangnya profesi pencaharian akibat dicabutnya izin praktik. Dalam

situasi seperti ini azas kepastian hukum sangatlah penting untuk dikedepankan dalam kasus malpraktik demi terciptanya supremasi hukum. Apalagi, azas kepastian hukum merupakan hak setiap warga negara untuk diperlakukan sama di depan hukum (equality before the law) dengan azas praduga tak bersalah (presumptions of innocence) sehingga jaminan kepastian hukum dapat terlaksana dengan baik dengan tanpa memihak-mihak siapa pun. Hubungan kausalitas (sebab-akibat) yang dapat dikategorikan seorang dokter telah melakukan malpraktik, apabila (1) Bahwa dalam melaksanakan kewajiban tersebut, dokter telah melanggar standar pelayanan medik yang lazim dipakai. (2) Pelanggaran terhadap standar pelayanan medik yang dilakukan merupakan pelanggaran terhadap Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki). (3) Melanggar UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Peran pengawasan terhadap pelanggaran kode etik (Kodeki) sangatlah perlu ditingkatkan untuk menghindari terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang mungkin sering terjadi yang dilakukan oleh setiap kalangan profesi-profesi lainnya seperti halnya advokat/pengacara, notaris, akuntan, dll.Pengawasan biasanya dilakukan oleh lembaga yang berwenang untuk memeriksa dan memutus sanksi terhadap kasus tersebut seperti Majelis Kode Etik.Dalam hal ini Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK). Jika ternyata terbukti melanggar kode etik maka dokter yang bersangkutan akan dikenakan sanksi sebagaimana yang diatur dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia. Namun, jika kesalahan tersebut ternyata tidak sekedar pelanggaran kode etik tetapi juga dapat dikategorikan malpraktik maka MKEK tidak diberikan kewenangan oleh undang-undang untuk memeriksa dan memutus kasus tersebut.Lembaga yang berwenang memeriksa dan memutus kasus pelanggaran hukum hanyalah lembaga yudikatif.Dalam hal ini lembaga peradilan.Jika ternyata terbukti melanggar hukum maka dokter yang bersangkutan dapat dimintakan pertanggungjawabannya.Baik secara pidana maupun perdata.Sudah saatnya pihak berwenang mengambil sikap proaktif dalam menyikapi fenomena maraknya gugatan malpraktik.Dengan demikian kepastian hukum dan keadilan dapat tercipta bagi masyarakat umum dan komunitas profesi. Dengan adanya kepastian hukum dan keadilan pada penyelesaian kasus malpraktik ini maka diharapkan agar para dokter tidak lagi menghindar dari tanggung jawab hukum profesinya.n

com/etikakedokteranindonesia/ Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etika di Indonesia Budi Sampurna Di dalam praktek kedokteran terdapat aspek etik dan aspek hukum yang sangat luas. Sumpah tersebut berisikan kewajiban-kewajiban dokter dalam berperilaku dan bersikap. (b) semakin tingginya harapan masyarakat kepada layanan kedokteran sebagai hasil dari luasnya arus informasi. profesionalisme. (c) komersialisasi dan tingginya biaya layanan kedokteran dan kesehatan sehingga masyarakat semakin tidak toleran terhadap layanan yang tidak sempurna.freewebs. tetapi yang paling banyak dikenal adalah sumpah Hippocrates yang hidup sekitar 460-370 tahun SM. Aspek etik kedokteran yang mencantumkan juga kewajiban memenuhi standar profesi mengakibatkan penilaian perilaku etik seseorang dokter yang diadukan tidak dapat dipisahkan dengan penilaian perilaku profesinya. atau sebaliknya norma hukum yang mengandung nilai-nilai etika. seperti pada informed consent. Etik Profesi Kedokteran Etik profesi kedokteran mulai dikenal sejak 1800 tahun sebelum Masehi dalam bentuk Code of Hammurabi dan Code of Hittites. Kemungkinan terjadinya peningkatan ketidakpuasan pasien terhadap layanan dokter atau rumah sakit atau tenaga kesehatan lainnya dapat terjadi sebagai akibat dari (a) semakin tinggi pendidikan rata-rata masyarakat sehingga membuat mereka lebih tahu tentang haknya dan lebih asertif. padahal selama ini profesi menganggap bahwa memenuhi standar profesi adalah bagian dari sikap etis dan sikap profesional. Selanjutnya etik kedokteran muncul dalam bentuk lain. dll. Bahkan di dalam praktek kedokteran. Dengan demikian pelanggaran standar profesi dapat dinilai sebagai pelanggaran etik dan juga sekaligus pelanggaran hukum.http://www. Kode Etik Kedokteran Internasional berisikan tentang kewajiban umum. dan (d) provokasi oleh ahli hukum dan oleh tenaga kesehatan sendiri. atau semacam code of conduct bagi dokter. Keadaan menjadi semakin sulit sejak para ahli hukum menganggap bahwa standar prosedur dan standar pelayanan medis dianggap sebagai domain hukum. yang penegakannya dilaksanakan oleh penguasa pada waktu itu. kewajiban . World Medical Association dalam Deklarasi Geneva pada tahun 1968 menelorkan sumpah dokter (dunia) dan Kode Etik Kedokteran Internasional. oleh karena banyaknya norma etik yang telah diangkat menjadi norma hukum. wajib simpan rahasia kedokteran. Etik yang memiliki sanksi moral dipaksa berbaur dengan keprofesian yang memiliki sanksi disiplin profesi yang bersifat administratif. yang sering tumpang-tindih pada suatu issue tertentu. yaitu dalam bentuk sumpah dokter yang bunyinya bermacam-macam. kewajiban terhadap pasien. aspek etik seringkali tidak dapat dipisahkan dari aspek hukumnya.

profesionalisme dan keluhuran profesi. Selain itu. Pada dasarnya. terutama hak dalam memperoleh informasi dan hak membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan terhadap dirinya). Kode Etik Kedokteran Indonesia dibuat dengan mengacu kepada Kode Etik Kedokteran Internasional. dalam bentuk peringatan hingga ke bentuk yang lebih berat seperti kewajiban menjalani pendidikan / pelatihan tertentu (bila akibat kurang kompeten) dan pencabutan haknya berpraktik profesi. Selanjutnya. yaitu melalui lembaga kepengurusan pusat. non maleficence (tidak melakukan perbuatan yang memperburuk pasien) dan justice (bersikap adil dan jujur). Saat ini MKEK menjadi satu-satunya majelis profesi yang menyidangkan kasus dugaan pelanggaran etik dan/atau disiplin profesi di kalangan kedokteran. memberikan banyak latihan. IDI (Ikatan Dokter Indonesia) memiliki sistem pengawasan dan penilaian pelaksanaan etik profesi. yang akan mengawasi pelaksanaan etik dan standar profesi di rumah sakit. dan lebih banyak dipaparkan dalam berbagai situasi-kondisi etik-klinik tertentu (clinical ethics). sehingga cara berpikir etis tersebut diharapkan menjadi bagian pertimbangan dari pembuatan keputusan medis sehari-hari. lembaga yang dimandatkan untuk didirikan oleh UU No 29 / 2004. Tentu saja kita pahami bahwa pendidikan etik belum tentu dapat mengubah perilaku etis seseorang. di tingkat sarana kesehatan (rumah sakit) didirikan Komite Medis dengan Panitia Etik di dalamnya. yang mengajarkan tentang etik profesi dan prinsip moral kedokteran. akan menjadi majelis yang menyidangkan dugaan pelanggaran disiplin profesi kedokteran. seperti autonomy (menghormati hak pasien. Nilai-nilai materialisme yang dianut masyarakat harus dapat dibendung dengan memberikan latihan dan teladan yang menunjukkan sikap etis dan profesional dokter.terhadap sesama dan kewajiban terhadap diri sendiri. Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Dalam hal seorang dokter diduga melakukan pelanggaran etika kedokteran (tanpa melanggar norma hukum). beneficence (melakukan tindakan untuk kebaikan pasien).[1] Selain Kode Etik Profesi di atas. serta sikap altruisme (pengabdian profesi). . Bahkan di tingkat perhimpunan rumah sakit didirikan pula Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (Makersi). serta lembaga MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) di tingkat pusat. wilayah dan cabang. arahan dalam menilai baik-buruknya atau benar-salahnya suatu keputusan atau tindakan medis dilihat dari segi moral. Persidangan MKEK bertujuan untuk mempertahankan akuntabilitas. Etika biomedis memberi pedoman bagi para tenaga medis dalam membuat keputusan klinis yang etis (clinical ethics) dan pedoman dalam melakukan penelitian di bidang medis. Pendidikan etik kedokteran. Namun suatu pelanggaran etik profesi dapat dikenai sanksi disiplin profesi. maka ia akan dipanggil dan disidang oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI untuk dimintai pertanggung-jawaban (etik dan disiplin profesi)nya. dianjurkan dimulai dini sejak tahun pertama pendidikan kedokteran. suatu norma etik adalah norma yang apabila dilanggar ³hanya´ akan membawa akibat sanksi moral bagi pelanggarnya. wilayah dan cabang. Sanksi tersebut diberikan oleh MKEK setelah dalam rapat/sidangnya dibuktikan bahwa dokter tersebut melanggar etik (profesi) kedokteran. Di kemudian hari Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). dengan memberikan lebih ke arah tools dalam membuat keputusan etik. Pengetahuan etika ini dalam perkembangannya kemudian disebut sebagai etika biomedis. terutama apabila teladan yang diberikan para seniornya bertolak belakang dengan situasi ideal dalam pendidikan. prinsip-prinsip moral yang dijadikan arahan dalam membuat keputusan dan bertindak. praktek kedokteran juga berpegang kepada prinsipprinsip moral kedokteran.

hospital bylaws. namun juga tidak serendah pada hukum acara perdata. yaitu permasalahan yang timbul sebagai akibat dari pelanggaran seorang profesional atas peraturan internal profesinya. Majelis etik ataupun disiplin umumnya tidak memiliki syarat-syarat bukti seketat pada hukum pidana ataupun perdata. demikian pula sebaliknya. 2. yaitu setinggi beyond reasonable doubt. yang menyimpangi apa yang diharapkan akan dilakukan oleh orang (profesional) dengan pengetahuan dan ketrampilan yang rata-rata. seperti bukti kompetensi dalam bentuk berbagai ijasah/ brevet dan pengalaman. teradu. misalnya. Dalam melakukan pemeriksaannya. langsung dari pihak-pihak terkait (pengadu. rekam medis. Semakin serius dugaan pelanggaran yang dilakukan semakin tinggi tingkat kepastian yang dibutuhkan. Persidangan MKEK bersifat inkuisitorial khas profesi. tetapi ada pula yang tidak mengharuskannya. Majelis berwenang memperoleh : 1.[2] Sedangkan bukti berupa dokumen umumnya di´sah´kan dengan tandatangan dan/atau stempel institusi terkait. sedangkan pada preponderance of evidence dianggap cukup bila telah 51% ke atas. yaitu Majelis (ketua dan anggota) bersikap aktif melakukan pemeriksaan. Perijinan rumah sakit tempat kejadian. saksi tidak perlu disumpah pada informal hearing. bukti hubungan dokter dengan rumah sakit. Banyak ahli menyatakan bahwa tingkat kepastian pada perkara etik dan disiplin bergantung kepada sifat masalah yang diajukan. dapat pula diperiksa di pengadilan ± tanpa adanya keharusan saling berhubungan di antara keduanya. Pada beyond reasonable doubt tingkat kepastiannya dianggap melebihi 90%. tanpa adanya badan atau perorangan sebagai penuntut. Domain atau yurisdiksi MKDKI adalah ³disiplin profesi´. dan suratsurat lain yang berkaitan dengan kasusnya. bukti kewenangan berupa Surat Ijin Praktek Tenaga Medis. Keterangan. Seseorang yang telah diputus melanggar etik oleh MKEK belum tentu dinyatakan bersalah oleh pengadilan. membolehkan adanya bukti yang bersifat hearsay dan bukti tentang perilaku teradu di masa lampau. sedangkan gugatan perdata dan tuntutan pidana dilaksanakan di lembaga pengadilan di lingkungan peradilan umum. Dalam hal MKDKI dalam sidangnya menemukan adanya pelanggaran etika. tetapi harus disumpah pada formal hearing (jenis persidangan yang lebih tinggi daripada yang informal).5 . Persidangan MKEK secara formiel tidak menggunakan sistem pembuktian sebagaimana lazimnya di dalam hukum acara pidana ataupun perdata. Memang bukti-bukti tersebut tidak harus memiliki standard of proof seperti pada hukum acara pidana. Dalam persidangan majelis etik dan disiplin. Di Australia.MKDKI bertujuan menegakkan disiplin dokter / dokter gigi dalam penyelenggaraan praktik kedokteran. namun demikian tetap berupaya melakukan pembuktian mendekati ketentuan-ketentuan pembuktian yang lazim. SOP dan SPM setempat. Bar¶s Disciplinary Tribunal Regulation. Persidangan etik dan disiplin profesi dilakukan oleh MKEK IDI. Proses persidangan etik dan disiplin profesi dilakukan terpisah dari proses persidangan gugatan perdata atau tuntutan pidana oleh karena domain dan jurisdiksinya berbeda. Dokter tersangka pelaku pelanggaran standar profesi (kasus kelalaian medik) dapat diperiksa oleh MKEK. maka MKDKI akan meneruskan kasus tersebut kepada MKEK. bukti keanggotaan profesi. pihak lain yang terkait) dan peer-group / para ahli di bidangnya yang dibutuhkan Dokumen yang terkait. putusan diambil berdasarkan bukti-bukti yang dianggap cukup kuat. dan pada bukti keterangan diakhiri dengan pernyataan kebenaran keterangan dan tandatangan (affidavit). yaitu preponderance of evidence. baik lisan maupun tertulis (affidavit). Cara pemberian keterangan juga ada yang mengharuskan didahului dengan pengangkatan sumpah.

Di MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta diputus perkara-perkara pelanggaran etik dan pelanggaran disiplin profesi. Salah seorang anggota MKEK dapat memberikan kesaksian ahli di pemeriksaan penyidik. Apabila eksekusi telah dijalankan maka dokter teradu menerima keterangan telah menjalankan putusan. Dari 74 kasus yang eligible tersebut ternyata sidang MKEK menyimpulkan bahwa pada 24 kasus diantaranya (32. Dengan demikian hanya 74 kasus (75 %) yang eligible sebagai kasus MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta.4 % dari kasus yang eligible atau 24 % dari seluruh kasus pengaduan) memang telah terjadi pelanggaran etik dan atau pelanggaran disiplin profesi. Sekali lagi. eksekusinya diserahkan kepada Dinas Kesehatan setempat. Namun perlu diingat bahwa pada kasus-kasus yang dicabut atau ditolak oleh MKEK terdapat pula kasus-kasus pelanggaran etik. Eksekusi Putusan MKEK Wilayah dilaksanakan oleh Pengurus IDI Wilayah dan/atau Pengurus Cabang Perhimpunan Profesi yang bersangkutan. Namun demikian tidak ada penjelasan yang mantap tentang istilah-istilah tersebut. dll). Dari 24 kasus yang dinyatakan melanggar etik kedokteran. bukan wilayah DKI Jakarta. unprofessional conduct. dan pasal 12 yang berbunyi ³Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien. bahkan juga setelah pasien itu meninggal´. Khusus untuk SIP. [3] Putusan MKEK tidak ditujukan untuk kepentingan peradilan. meskipun umumnya memasukkan dua istilah terakhir sebagai pelanggaran yang serius hingga dapat dikenai sanksi skorsing ataupun pencabutan ijin praktik. kejaksaan ataupun di persidangan. unsatisfactory professional conduct. hakim pengadilan tidak terikat untuk sepaham dengan putusan MKEK. professional misconduct dan infamous conduct in professional respect. bukan yurisdiksi MKEK (bukan etik-disiplin. sebagian besar diputus telah melanggar pasal 2 yang berbunyi ³Seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi´. juga karena beberapa hal. menjelaskan tentang jalannya persidangan dan putusan MKEK. yang disusun dalam beberapa tingkat berdasarkan derajat pelanggarannya. Tahun Jumlah Pengaduan Dicabut Ditolak Tidak terdapat Terjadi pelanggaran pelanggaran etik etik / profesi / profesi . kecuali atas perintah pengadilan dalam bentuk permintaan keterangan ahli. sudah menjadi sengketa hukum sehingga sidang MKEK dihentikan. seperti : pengadu tidak jelas (surat kaleng). Pengalaman MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta 1997-2004 (8 tahun) Dari 99 kasus yang diajukan ke MKEK. Selain itu MKEK juga menolak 14 kasus (14 %). 13 kasus (13 %) tidak jadi dilanjutkan karena berbagai hal ± sebagian karena telah tercapai kesepakatan antara pengadu dengan teradu untuk menyelesaikan masalahnya di luar institusi. Di Australia digunakan berbagai istilah seperti unacceptable conduct. etik RS.Perkara yang dapat diputuskan di majelis ini sangat bervariasi jenisnya. dan mungkin masih banyak pula kasus pelanggaran etik dan profesi yang tidak diadukan pasien (fenomena gunung es). Pasal lain dari Kodeki yang dilanggar adalah pasal 4 yang berbunyi ³Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri´. pasal 7 yang berbunyi ³Seorang dokter hanya memberi surat keterangan dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya´. oleh karenanya tidak dapat dipergunakan sebagai bukti di pengadilan.

Kelemahan komunikasi tersebut muncul dalam bentuk : kurangnya penjelasan dokter kepada pasien ± baik pada waktu sebelum peristiwa maupun sesudah peristiwa. SpP (2). tetapi terdapat pula kasus-kasus yang diajukan oleh rumah sakit tempat dokter bekerja dan oleh masyarakat (termasuk media masa). SpJP (2). sedangkan mereka yang mencabut kasusnya umumnya tidak diketahui alasannya. Ditinjau dari sisi sanksi yang diberikan dapat dikemukakan bahwa pada umumnya diberikan sanksi berupa teguran lisan atau teguran tertulis. atau setidaknya terungkap di dalam persidangan. komunikasi antara staf rumah sakit dengan pasien. SpKJ (3). . SpM (2). DU (14). Dari sekian banyak yang ditolak oleh MKEK terdapat kasus-kasus sengketa antar dokter. dan surat kaleng.1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 10 11 18 14 10 13 14 9* 3 2 2 2 3 1 - 2 3 5 1 1 1 1 4 3 7 8 5 6 10 1 1 3 4 3 1 5 3 4 24 Jumlah 99 * 13 14 44 * sisanya (4 kasus) belum selesai diproses Apabila dilihat dari cabang keahlian apa yang paling sering diadukan oleh pasiennya adalah : SpOG (24). Dari sisi issue yang dijadikan pokok pengaduan. SpBS. Terdapat dua kasus diberi sanksi reschooling. SpAn (7). SpA (4). SpTHT (4). SpPD (10). baik dalam bentuk komunikasi sehari-hari yang diharapkan mempererat hubungan antar manusia maupun dalam bentuk pemberian informasi sebelum dilakukannya tindakan dan sesudah terjadinya risiko atau komplikasi. Tidak ada yang memperoleh sanksi skorsing ataupun pencabutan ijin praktek. SpBP. bukan di tempat praktek pribadi. kurangnya waktu yang disediakan dokter untuk dipakai berkomunikasi dengan pasien. maka terlihat bahwa pada umumnya pengadu adalah pasien atau keluarganya. SpKK. Kesimpulan Pelajaran yang dapat dipetik adalah bahwa masalah yang paling sering menjadi pokok sengketa adalah kelemahan komunikasi antara dokter dengan pasien atau antara rumah sakit dengan pasien. Mereka pada umumnya bekerja di rumah sakit atau klinik ( 90 % ). SpRM. hanya sebagian yang menyatakan sebagai akibat dari upaya damai. sengketa dokter dengan rumah sakit. SpS dan SpU. Dan apabila dilihat dari sisi pengadunya. SpR (2) kemudian masing-masing satu kasus adalah SpBO. SpF. dapat dikemukakan bahwa menduduki tempat teratas adalah komunikasi yang tidak memadai antara dokter dengan pasien dan keluarganya. SpB (17).

pemberian mata ajaran etik dan hukum kedokteran bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran sejak dini dan bersifat student-active. Harpwood V. Cordner SM. WMA. adopted by the 4th World Medical Assembly. 3rd ed. building a safer health system. Legal Aspects of Health Care Administration. LeBlang TR. Oxford: Blackwell Publ. 2003. London: Cavendish Publ Ltd. Marbella. Firestone MH. Law and Medical Practice. termasuk kode etik profesi yang harus dijadikan pedoman berperilaku profesi (professional code of conduct). 2nd ed. The Medical Protection Society Experience Worldwide. Legal Medicine & Forensic Pathology. 1991 Jones MA. Principles of Biomedical Ethics. Deventer : Kluwer Law and Taxation Publ. 1993 Mann A. Medical Negligence Litigation. Nicholson K. 1999. St Leonard NSW: Allen & Unwin. 1997 Carroll R (ed). kepada para dokter yang bekerja di Indonesia belumlah cukup memadai. Singapore: Medico-legal Annual Seminar. Pozgar GD. Singapore: Medico-legal Annual Seminar. Ethics. 1996. 1999. London: Sweet & Maxwell. Melbourne : Melbourne University Press. Essex: Pearson Education Limited. Second ed. The Rights of Patients in Europe. Australia: Butterworth-Heinemann. Plueckhahn V. O¶Rourke K. Risk Management Handbook for health care organizations. Seattle: Hogrefe & Huber Publ. San Fransisco: JosseyBass. Modern Tort Law. Law for the medical profession in Australia. A Primer for Health Care Ethics. Leenen H. New York: Oxford University Press. 27-28 October 2001. Plueckhahn VD and Cordner SM. 2002 th Sanbar SS. McNair T. Preventing Medical Malpractice Suits. Pinet G. Donaldson MS (eds). Schutte JE. Legal Medicine. Washington DC: Gergetown University Press. Gevers S. The Medical Malpractice Epidemic in Singapore: Thoughts From Across the Sea. Medical Assessment of Claims. 4 ed. St Louis : American College of Legal Medicine. Spain. Washington: National Academy Press. To Err is Human. 27-28 October 2001. Statement on Medical Malpractice. Tort Law. Second edition. Pustaka lanjutan Beauchamp TL and Childress JF. 5th ed. Ethics. Bioethics on Anthology. 1989. Medical Negligence. 1998. Errington M. September 1992 . Hickey J. Corrigan JM. Redfern: International Business Communications Pty Ltd. A Practical Guide to Medicine and the Law. 1991. Gibofsky A. 1989. Jackson JP (ed). Tjiong R. 1996 Elliot C and Quinn F. Medical Negligence. 1995 Tan SY. 8th ed. 2001 Dix A. Singapore: Medico-legal Annual Seminar. Powe R. sehingga diperlukan crash-program berupa pendidikan kedokteran berkelanjutan yang agresif di bidang etik dan hukum kedokteran. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Kode Etik Kedokteran Indonesia Kohn LT. Worldwide trends of medical negligence claims and implications for Singapore from UMP perspective. London: Springer-Verlag. 28 January 2002. BBC Health.Pelajaran lain adalah bahwa sosialisasi nilai-nilai etika kedokteran. Breen K. Gaithersburg: An Aspen Publication. 27-28 October 2001. 2000. 2000 Kuhse H and Singer P. serta pemberian bekal buku Kodeki bagi setiap dokter lulusan Indonesia (termasuk adaptasi). Undang-Undang No 23 tahun 1992 tentang Kesehatan Undang-Undang No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

Nicholson K. Errington M. dan Strategi Konsil Kedokteran VISI Terwujudnya dokter dan dokter gigi profesional yang melindungi pasien Meningkatkan kualitas hidup manusia melalui dokter dan dokter gigi yang profesional Konsil Kedokteran Indonesia menjunjung tinggi nilai integritas. Memastikan standar nasional pendidikan profesi dokter dan dokter gigi. Second ed. Ethics.id/?open=visimisi Visi. Menegakkan profesionalisme dokter dan dokter gigi dalam praktik kedokteran. Sasaran : y Setiap dokter dan dokter gigi menerapkan profesionalisme dalam praktik kedokteran. Law and Medical Practice. y Setiap pasien memperoleh jaminan praktik kedokteran yang aman. Law for the medical profession in Australia. 1997 [3] Dix A. Plueckhahn V. 1996 http://inamc. Sasaran : MISI TATA NILAI STRATEGI UTAMA 1 STRATEGI UTAMA 2 STRATEGI UTAMA 3 . St Leonard NSW: Allen & Unwin. y Sistim monitoring dokter gigi berfungsi secara aktif dan online diseluruh indonesia. Sasaran : y Setiap dokter dan dokter gigi yang melaksanakan praktik kedokteran telah teregistrasi dan terjamin kompetensinya. Powe R.or. Misi. Australia: ButterworthHeinemann.profesionalisme kemitraan dan respek pada kemanusiaan Menerapkan sistem registrasi & monitoring dokter dan dokter gigi secara online diseluruh Indonesia. Cordner SM.[1] Lebih lanjut agar dibaca buku ³Kode Etik Kedokteran Indonesia´ [2] Breen K.

memperoleh perlindungan hukum dalam praktik kedokteran. 2. MKDKI merupakan lembaga otonom dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang dalam menjalankan tugasnya bersifat independen .y Setiap institusi pendidikan dokter dan dokter gigi telah menerapkan standar nasional pendidikan. dibentuklah MAJELIS KEHORMATAN DISIPLIN KEDOKTERAN INDONESIA (MKDKI) MKDKI adalah lembaga yang berwenang untuk : 1. y Setiap perkembangan cabang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi di Indonesia memenuhi rambu dan aturan yang jelas. y Setiap dokter dan dokter gigi yang melaksanakan praktik kedokteran mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Berkelanjutan(Continuing Professional Development). Menetapkan sanksi disiplin. Sasaran : y Seluruh masyarakat menyadari hak dan kewajibannya. y Setiap organisasi profesi. Meningkatkan kemitraan dengan organisasi profesi. y Setiap dokter dan dokter gigi memperoleh kepastian hukum dalam menjalankan praktik kedokteran. STRATEGI UTAMA 4 PROFIL MKDKI Untuk menegakkan disiplin dokter dan dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran. instansi pemerintah dan non pemerintah untuk menerapkan praktik kedokteran yang melindungi masyarakat. instansi pemerintah dan non pemerintah menjalankan perannya dalam melaksanakan UU Praktik Kedokteran. Menentukan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan dokter dan dokter gigi dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran dan kedokteran gigi.

dsb Apakah MKDKI itu? Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) adalah lembaga Negara yang berwenang untuk 1) menentukan ada atau tidaknya kesalahan yang dilakukan dokter/dokter gigi dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran/kedokteran gigi. dr. MM (Sekretaris MKDKI) 4. SpOG 5.2011 : 1. Tenaga Kesehatan. dan sarjana hukum Susunan anggota MKDKI periode 2006 .or. dan 2) menetapkan sanksi bagi dokter/dokter gigi yang dinyatakan bersalah. Dr. Anggota MKDKI terdiri dari dokter. Mgs. Prof. Muryono Subyakto. Suyaka Suganda. Rumah Sakit. drg. SpS(K) (Ketua MKDKI) 2. Menjaga mutu dokter / dokter gigi. dokter gigi. Sabir Alwy. drg. 3. Indriyanto Seno Adji. Dr. Dr. Fax.id TANYA JAWAB Apa yang dapat saya lakukan jika saya mengetahui atau merasa dirugikan atas tindakan dokter dalam menjalankan praktik kedokteran? Anda dapat mengadu ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) Siapa saja yang dapat mengadu ke MKDKI? Setiap orang yang mengetahui secara langsung atau kepentingannya dirugikan atas tindakan dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran. Dr.drg. Organisasi Profesi. MKDKI menerima pengaduan dari masyarakat termasuk LSM. SH. Hargianti Dini Iswandari. dr. . dr. Institusi seperti Departemen Kesehatan. MM 8. F3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12120 Telp. Menjaga kehormatan profesi kedokteran / kedokteran gigi. Dinas Kesehatan. SH. MARS 10. dr. MH 11. 2. Prof.Tujuan penegakan disiplinadalah : 1. Budi Sampurna. Edi Sumarwanto. SH. SH 9. Ahmad Husni. drg. SpF.Termasuk dalam pengertian orang adalah korporasi (badan) yang dirugikan kepentingannya. MSc 7. Johan T Saleh. Merdias Almatsier. (021) 72800920. Memberikan perlindungan kepada pasien. Otto Hasibuan. MH (Wakil Ketua MKDKI) 3. SH 6. (021) 72800743 E-mail :mkdki@inamc. MM Sekretariat MKDKI Jalan Hang Jebat III Blok.

Dokter/dokter gigi dianggap melanggar disiplin kedokteran bila : 1.id (Format Pengaduan) atau Anda dapat memperoleh formulir tersebut dengan menghubungi petugas kami di (021) 72800920 2.Dasar pembentukan dan kewenangan MKDKI adalah Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Apa yang dimaksud dengan pelanggaran disiplin kedokteran? Pelanggaran disiplin kedokteran adalah pelanggaran terhadap aturan-aturan dan/atau ketentuan dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran/kedokteran gigi. 2. 3. Kebayoran Baru. melakukan pelecehan seksual. bekerja tidak sesuai standar asuhan medis. Berperilaku tercela yang merusak martabat dan kehormatan profesinya Apa saja yang termasuk pelanggaran disiplin kedokteran/ kedokteran gigi? Yang termasuk pelanggaran disiplin kedokteran/kedokteran gigi antara lain ketidakjujuran dalam berpraktik. Hang Jebat III Blok. Melakukan praktik dengan tidak kompeten 2. Jika menemukan kesulitan dalam mengisi form tersebut. dsb Bagaimana cara mengadukan dokter/dokter gigi ke MKDKI? 1. terdapat beberapa informasi yang harus diberikan. 4. 5. Tidak melakukan tugas dan tanggung jawab profesionalnya dengan baik (dalam hal ini tidak mencapai standar-standar dalam praktik kedokteran) 3. Jakarta Selatan 12120 5.inamc. dimana petugas kami akan membantu Anda membuat pengaduan secara tertulis 3. Pengaduan tersebut ditujukan kepada Ketua MKDKI. mengistruksikan atau melakukan pemeriksaan tambahan/pengobatan yang berlebihan. F3. memberikan "jaminan kesembuhan" kepada pasien. Bila Anda tidak dapat membuat pengaduan secara tertulis. Waktu tindakan dilakukan. antara lain : 1. Pengaduan tersebut harus dibubuhi tandatangan Pengadu/Pelapor diatas meterai yang cukup Informasi apa yang harus dimuat dalam pengaduan tersebut? Dalam formulir pengaduan yang kami sediakan. menelantarkan pasien pada saat membutuhkan penanganan segera. Identitas pasien (jika pengadu bukan pasien). berpraktik dengan ketidakmampuan fisik dan mental. memberikan tindakan medis tanpa persetujuan pasien/keluarga. Buatlah pengaduan secara tertulis dengan mengisi formulir yang dapat didownload di www. Identitas pengadu/pelapor.or. . Jl. membuat laporan medis yang tidak benar. Nama dan tempat praktik dokter/dokter gigi yang diadukan. Anda dapat mendatangi kantor MKDKI. Alasan pengaduan dan kronologis. menolak menangani pasien tanpa alasan yang layak. Anda dapat menanyakannya kepada petugas kami 4.

pengaduan akan ditangani oleh Majelis Pemeriksa Awal ataupun Majelis Pemeriksa Disiplin.inamc. Dokter/dokter gigi yang diadukan telah terregistrasi di Konsil Kedokteran Indonesia. Sidang tertutup dengan agenda mendengarkan keterangan pengadu sebagai saksi (jika diminta oleh Majelis) 2.6. dapatkah MKDKI menangani pengaduan tersebut? MKDKI membutuhkan identitas pengadu/pelapor untuk mendapatkan informasi yang cukup. Penegakan disiplin oleh MKDKI pada hakikatnya dilakukan dalam rangka membina dan meningkatkan kinerja dokter dan dokter gigi . Pernyataan tentang kebenaran pengaduan. Tanpa identitas yang jelas dari pengadu/pelapor akan menyulitkan kami dalam melaksanakan hal-hal tersebut Apa yang terjadi setelah pengaduan diterima MKDKI? Setelah semua kelengkapan data pengaduan diterima. Tindakan medis yang dilakukan oleh dokter/dokter gigi yang diadukan terjadi setelah tanggal 6 Oktober 2004 (setelah diundangkannya UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran) 3. Terdapat hubungan profesional dokter-pasien dalam kejadian tersebut 4. Terdapat dugaan kuat adanya pelanggaran disiplin kedokteran/kedokteran gigi Jika keempat kriteria tersebut terpenuhi. untuk melakukan investigasi. akan dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh Majelis Pemeriksa Disiplin (MPD) Apakah saya bisa mendapatkan informasi tentang proses penanganan pengaduan saya di MKDKI? Anda dapat mengetahui proses penanganan pengaduan Saudara melalui telepon kepada petugas MKDKI di nomor (021) 72800920 Dapatkah pengadu menghadiri setiap persidangan di MKDKI? Pengadu hanya dapat menghadiri : 1. Persidangan oleh MKDKI mengutamakan prinsip menjaga rahasia kedokteran 2.id (Proses Penanganan Pengaduan di MKDKI) Apa tujuan pemeriksaan awal oleh Majelis Pemeriksa Awal? Pemeriksaan awal oleh Majelis Pemeriksa Awal (MPA) untuk menentukan kewenangan MKDKI terhadap pengaduan tersebut Apa batasan kewenangan MKDKI terhadap suatu pengaduan? Suatu pengaduan diputuskan menjadi kewenangan MKDKI apabila : 1. Sidang terbuka dengan agenda pembacaan keputusan Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut : 1. Anda akan mendapatkan tanda terima pengaduan (berisi nomor register pengaduan).or. Alur proses penanganan pengaduan dugaan pelanggaran disiplin oleh MKDKI dapat dilihat pada www. dan untuk melakukan pemeriksaan oleh Majelis. dsb Jika pengadu/pelapor tidak mencantumkan identitasnya dalam formulir pengaduan. 2. Setelah dilakukan verifikasi.

Apakah terhadap Keputusan MKDKI dapat diajukan banding? Keputusan MKDKI bersifat final dan mengikat dokter/dokter gigi yang diadukan. sanksi disiplin dalam keputusan MKDKI dapat berupa: 1. Dengan hadirnya anggota majelis bukan dari profesi kedokteran/kedokteran gigi. Dokter/dokter gigi yang diadukan dapat mengajukan keberatan terhadap keputusan MKDKI kepada Ketua MKDKI dalam waktu selambat-lambatnya 30 hari sejak dibacakan atau diterimanya keputusan tersebut dengan mengajukan bukti baru yang mendukung keberatannya Apakah pemeriksaan MKDKI berjalan secara objektif? Majelis Pemeriksa Disiplin terdiri dari dokter. diharapkan dapat mencapai objektifitas yang dapat dipertanggungjawabkan Berapa lama MKDKI menangani pengaduan saya? Lama penanganan pengaduan dugaan pelanggaran disiplin kedokteran/kedokteran gigi oleh MKDKI tidak dapat ditentukan. KKI. dan/atau 3. dokter gigi. Keputusan MKDKI akan diserahkan kepada Konsil Kedokteran Indonesia untuk pelaksanaan sanksi disiplin jika dokter/dokter gigi yang diadukan terbukti bersalah. tergantung pada kompleksitas kasus dan banyaknya informasi yang diperlukan dalam pemeriksaan oleh majelis Apakah MKDKI dapat memberikan nasihat atau pendapat kepada pengadu atau dokter/dokter gigi teradu? . Rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi (STR) atau Surat Izin Praktik (SIP). serta instansi terkait. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. MKDKI berwenang menetapkan sanksi disiplin kepada dokter/dokter gigi yang dinyatakan melanggar disiplin kedokteran/kedokteran gigi 3. MKDKI berwenang untuk menentukan ada tidaknya pelanggaran disiplin oleh dokter/dokter gigi 2.Sanksi apa yang diberikan kepada dokter/dokter gigi yang dinyatakan melanggar disiplin kedokteran/ kedokteran gigi? Sesuai UU Praktik Kedokteran. Pemberian peringatan tertulis 2. Pengaduan dokter/dokter gigi kepada MKDKI ditujukan untuk meningkatkan kinerja dokter/dokter gigi yang bersangkutan. Kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di institusi pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi Apakah MKDKI dapat menangani permintaan ganti rugi/kompensasi yang diajukan terhadap dokter teradu? 1. MKDKI tidak menangani sengketa antara dokter dan pasien/keluarganya 4. dan sarjana hukum yang bukan dokter/dokter gigi. Departemen Kesehatan. MKDKI tidak menangani permasalahan ganti rugi yang diajukan pasien/keluarganya Bagaimana saya dapat mengetahui hasil keputusan MKDKI terhadap pengaduan saya? Anda dapat mengetahui hasil keputusan MKDKI dengan menghadiri dan mendengarkan pembacaan keputusan yang dilaksanakan secara terbuka.

Oleh karena itu setiap orang akan selalu berusaha dalam kondisi yang sehat. .Dengan kesehatan orang dapat berpikir dengan baik dan dapat melakukan aktivitas secara optimal. Salah satunya adalah dengan cara berobat pada sarana-sarana pelayanan kesehatan yang tersedia. dan kriteria pelayanan kesehatan yang baik. Untuk permasalahan hukum Anda dapat menghubungi penasihat hukum Anda http://www.lawskripsi. catatan-catatan tersebut dikenal dengan istilah rekam medis. proses dan bentuk sanksi disiplin yang dapat diputuskan oleh MKDKI. upaya penyembuhan tersebut tidak akan terwujud jika tidak didukung dengan pelayanan yang baik pula dari suatu sarana pelayanan kesehatan. sehingga dapat pula menghasilkan karya-karya yang diinginkan.com/index.Dalam dunia kesehatan. Salah satunya adalah dengan mencatat segala hal tentang riwayat penyakit pasien. Tetapi. tidak cukup ditandai denganterlibatnya banyak tenaga ahli atau yang hanya memungut biaya murah. Ketika kesehatan seseorang terganggu. Latar Belakang Kesehatan memiliki arti yang sangat penting bagi setiap orang. melainkan harus didasari dengan suatu sistem pelayanan medis yang baik pula dari sarana pelayanan kesehatan tersebut.php?option=com_content&view=article&id=26&Itemid=26 KEDUDUKAN REKAM MEDIS DALAM PEMBUKTIAN PERKARA MALPRAKTEK DI BIDANG KEDOKTERAN A. mereka akan melakukan berbagai cara untuk sesegera mungkin dapat sehat kembali. tetapi tidak dapat memberi nasihat tentang masalah hukum maupun masalah teknis medis.MKDKI dapat memberikan informasi tentang ketentuan-ketentuan yang berlaku di MKDKI. hingga akhir tahap pengobatan di suatu sarana pelayanan kesehatan. dimulai ketika pasien datang.

serta diperlukan karena adanya hak untuk melihat dari pasien.Rekam medis berisi antara lain tentang identitas pasien. Dengan kata lain. Begitu pula dengan istilah malpraktek yang digunakan dalam skripsi ini juga dititikberatkan pada malpraktek bidang kedokteran. tetapi juga bagidokteragar dapat menyusun dan menyampaikan informasi kedokteran yang benar kepada pasien demi kepentingan pasien itu sendiri. dan tahapan lain yang diperlukan oleh pasien. untuk kepentingan dokter pengganti yang meneruskan perawatan pasien.Informasi tidak hanya penting bagi pasien. misalnya profesi pengacara. karena inti yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah mengenai kedudukan rekam medis dalam pembuktian perkara pidana. melainkan kaum profesional dalam bidang lainnya yang menjalankan prakteknya secara buruk. terapi. rekam medis harus ada untuk mempertahankan kualitas pelayanan profesional yang tinggi. pengobatan serta tindakan dan pelayanan lain yang diberikan oleh dokter kepada seorang pasien selama menjalani perawatan di suatu sarana pelayanan kesehatan. untuk referensi masa datang. informasi memegang peranan yang sangat penting. Agar lebih terfokus serta tetap memiliki keterkaitan dengan rekam medis. maka diperlukan informasi yang benar dari pasien tersebut agar dapat memudahkan bagi dokter dalam diagnosis. pemeriksaan.Peranan informasi dalam hubungan pelayanan kesehatan mengandung arti bahwa pentingnya peranan informasi harus dilihat dalamhubungannya dengan kewajiban pasien selaku individu yang membutuhkan pertolongan untuk mengatasi keluhan mengenai kesehatannya. di samping dalam hubungannya dengan kewajiban dokter selaku profesional di bidang kesehatan. Dalam pelaksanaan pelayanan medis kepada pasien. maka . Malpraktek tidak hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan saja. untuk melengkapi kebutuhan informasi sebagai pendahuluan mengenai ³informed concent locum tenens´. penyampaian informasi dari pasien tentang penyakitnya dapat mempengaruhi perawatan pasien. Di setiap sarana pelayanan kesehatan. Agar pelayanan medis dapat diberikan secara optimal. profesi notaris.Hanya saja istilah malpraktek pada umumnya lebih sering digunakan di kalangan profesi di bidang kesehatan/ kedokteran.

saat ini masyarakat telah memenuhi pengetahuan serta kesadaran yang cukup terhadap hukum yang berlaku. tidak membebaskan dokter dari tuntutan jika dokter melakukan kelalaian. dapat digolongkan sebagai tindakan melakukan penganiayaan berdasarkan KUHP Pasal 351. serta kepastian hukum bagi semua pihak. memberikan perlindungan. Untuk membuktikan kesalahan (kesengajaan/ kealpaan) tenaga kesehatan ataupun sarana pelayanan kesehatan tempat mereka bekerja dalam dugaan kasus malpraktek kedokteran ini. maka Informed Consent adalah persetujuan tindakan kedokteran yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekatnya setelah mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut. penyidikan. hakim di pengadilan dapat menjadikan rekam medis pasien sebagai salah satu sumber atau bukti yang dapat diteliti. Tindakan medis yang dilakukan tanpa persetujuan pasien atau keluarga terdekatnya.ilunifk83. dirumuskan permasalahan-permasalahan sebagai berikut : 1. penuntutan./88 dan Permenkes no 585/Men. Pemeriksaan terhadap dugaan kasus malpraktek kedokteran ini harus dilakukan melalui tahapan-tahapan penyelidikan.Rumusan Masalah Beranjak dari uraian dalam latar belakang di atas. masyarakat akan melakukan gugatan baik kepada sarana pelayanan kesehatan maupun kepada tenaga kesehatan yang bekerja di dalamnya atas kerugian yang mereka derita. Persetujuan yang ditanda tangani oleh pasien atau keluarga terdekatnya tersebut. dari segala tuntutan hukum. dugaan kasus malpraktek kedokteran ini harus diproses secara hukum. Menurut Lampiran SKB IDI No. sehingga ketika pelayanan kesehatan yang mereka terima dirasa kurang optimal bahkan menimbulkan kondisi yang tidak diinginkan atau dianggap telah terjadi malpraktek kedokteran. Berkenaan dengan kerugian yang sering diderita pasien akibat kesalahan (kesengajaan/ kealpaan) para tenaga kesehatan karena tidak menjalankan praktek sesuai dengan standar profesinya.dilakukan pengkhususan terhadap jenis perbuatan pidana yang dimaksud dalam tema skripsi ini. Bagaimanakah kekuatan hukum rekam medis dalam pembuktian perkara malpraktek di bidang kedokteran berdasarkan KUHAP ? http://www. . 319/P/BA. yaitu malpraktek di dalam bidang kedokteran.Kes/Per/IX/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medis Pasal 4 ayat 2 menyebutkan dalam memberikan informasi kepada pasien / keluarganya. Demi mewujudkan keadilan.htm INFORMED CONSENT Menurut PerMenKes no 290/MenKes/Per/III/2008 dan UU no 29 th 2004 Pasal 45 serta Manual Persetujuan Tindakan Kedokteran KKI tahun 2008.com/peraturan-dan-perijinan-f16/informed-consent-t143. serta pemeriksaan di sidang pengadilan untuk membuktikan ada/ tidaknya kesalahan (kesengajaan/ kealpaan) tenaga kesehatan maupun sarana pelayanan kesehatan tempat mereka bekerja. atau sebaliknya membebaskan pihak tenaga kesehatan maupun sarana pelayanan kesehatan yang dalam hal ini sebagai pihak tergugat. Bagaimanakah hak pasien atas rekam medis ? 2. kehadiran seorang perawat / paramedik lainnya sebagai saksi adalah penting. B. Tentunya proses ini tidak mutlak menjamin akan mengabulkantuntutan dari pihak pasien atau keluarganya secara penuh.

Pengecualian terhadap keharusan pemberian informasi sebelum dimintakan persetujuan tindakan kedokteran adalah: 1. 6. Resiko yang tidak bisa diperkirakan sebelumnya. Pembatalan persetujuan tindakan kedokteran harus dilakukan secara tertulis oleh yang memberi persetujuan ( Ayat 2 ). karena prosedur medik modern bukan tanpa resiko. dapat digolongkan sebagai tindakan melakukan penganiayaan berdasarkan KUHP Pasal 351 ( trespass.Informasi/keterangan yang wajib diberikan sebelum suatu tindakan kedokteran dilaksanakan adalah: 1. Penjelasan kemungkinan perluasan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud dalam Ayat 1 merupakan dasar daripada persetujuan ( Ayat 2 ). Memberi perlindungan hukum kepada dokter terhadap suatu kegagalan dan bersifat negatif. 5. b. 4. Manfaat dan urgensinya dilakukan tindakan tersebut. 290/Menkes/Per/III/2008 Pasal 3 ) Tindakan medis yang dilakukan tanpa izin pasien. persetujuan tindakan kedokteran dapat dibatalkan atau ditarik kembali oleh yang memberi persetujuan. battery. 2. Tujuan Informed Consent: a. Kadangkala biaya yang menyangkut tindakan kedokteran tersebut. Resiko yang melekat pada tindakan kedokteran tersebut. Sifat dan luasnya tindakan yang akan dilakukan. bodily assault ). 3. b. Ini tercantum dalam PerMenKes no 290/Menkes/Per/III/2008. Konsekwensinya bila tidak dilakukan tindakan tersebut dan adakah alternatif cara pengobatan yang lain. Keadaan emosi pasien yang sangat labil sehingga ia tidak bisa menghadapi situasi dirinya. Menurut Pasal 5 Permenkes No 290 / Menkes / PER / III / 2008. Resiko resiko yang harus diinformasikan kepada pasien yang dimintakan persetujuan tindakan kedokteran : a. Dalam hal terdapat indikasi kemungkinan perluasan tindakan kedokteran. sebelum dimulainya tindakan ( Ayat 1 ). Memberikan perlindungan kepada pasien terhadap tindakan dokter yang sebenarnya tidak diperlukan dan secara medik tidak ada dasar pembenarannya yang dilakukan tanpa sepengetahuan pasiennya. Sumber: Buku Penyelenggaraan Praktik Kedokteran Yang Baik di Indonesia _________________ . 2. Diagnosa yang telah ditegakkan. dimana dokter harus segera bertindak untuk menyelamatkan jiwa. dokter yang akan melakukan tindakan juga harus memberikan penjelasan ( Pasal 11 Ayat 1 Permenkes No 290 / Menkes / PER / III / 2008 ). dan pada setiap tindakan medik ada melekat suatu resiko ( Permenkes No. Dalam keadaan gawat darurat ( emergensi ). Resiko resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi daripada tindakan kedokteran tersebut.

Sebagian besar keluhan ketidak puasan pasien disebabkan komunikasi yang kurang terjalin baik antara dokter dengan pasien dan keluarga pasien. namun juga dipengaruhi faktor faktor lain seperti kemungkinan adanya komplikasi. Kesalahpahaman semacam ini seringkali berujung pada gugatan mal praktek. daya tahan tubuh yang tidak sama. sama sekali tidak menjanjikan hasil. Dokter. padahal hasil dari pengobatan dan perawatan tidak dapat diprediksi secara pasti. Perhatian terhadap pasien tidak hanya dalam bentuk memeriksa dan memberi obat saja. edited 6 times in total gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Fri Mar 12. minta dijelaskan kemungkinan kemungkinan penyakitnya. . Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! Last edited by gitahafas on Thu Jun 03. salah satunya akibat komunikasi yang tidak berjalan seperti yang diharapkan adalah salah satu faktor pemicunya. tetapi juga harus membina komunikasi yang baik dengan pasien dan keluarga pasien. disatu sisi sering mengabaikan empati. Petugas kesehatan dalam praktiknya hanya memberi jaminan proses yang sebaik mungkin. Kecenderungan masyarakat lebih melihat hasil pengobatan dan perawatan. yang sebenarnya justru paling diharapkan pasien. Hal ini berdasarkan bahwa suatu kesembuhan penyakit tidak semata berdasarkan tindakan petugas kesehatan.Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Dengan pemahaman yang relatif minimal. 2010 5:50 am. bukan hanya memeriksa pasien dan memberi obat saja. Pasien juga perlu untuk menanyakan ke dokter. kepatuhan dalam penatalaksanaan regiment therapeutic. masyarakat awam sulit membedakan antara risiko medik dengan malpraktek. Dokter perlu menjelaskan kemungkinan kemungkinan yang bisa terjadi dan rencana pemeriksaan pemeriksaan berikutnya. Hubungan yang tidak harmonis antara dokter dan pasien. 2010 9:20 pm MALPRAKTEK? Banyak kasus yang dilaporkan sebagai 'malpraktek' sebenarnya bukan benar benar malpraktek.

Harus dianalisis terlebih dahulu setiap peristiwa buruk ( adverse event ) yang terjadi. baru dapat diketahui apakah masuk katagori pidana atau kecelakaan ( misadventure ). 2010 2:40 pm. Praduga bersalah ini dapat disalahgunakan oleh pihak pihak tertentu untuk kepentingan sesaat yang akan merusak semua tatanan dan sistem pelayanan kesehatan. Setelah dianalisis. Dalam hal ini harus dibedakan antara kelalaian dan kegagalan. Sengketa Medik yang ada harus diselesaikan melalui peradilan profesi terlebih dahulu. pada umumnya merupakan masalah miskomunikasi antara pasien dan dokter. S. maka pasien tidak bisa menuntut.Ta'adi. karena merupakan suatu praduga bersalah terhadap profesi kedokteran. Ns. Sumber: Penyelesaian Hukum dalam Malapraktik Kedokteran.Sc Hukum Kesehatan Pengantar Menuju Perawat Profesional. maka dokter tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. M. M.Hum. Nusye K I Jayanti. M. sebab tidak semua adverse event identik dengan malpraktik kedokteran. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! Last edited by gitahafas on Tue Mar 30. mereka tidak bisa langsung menuntut apabila terjadi hal hal diluar dugaan karena harus ada bukti bukti yang menunjukkan adanya kelalaian. Masalah ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan oleh dokter atau RS yang ada.HKes Farmacia vol VIII no !2 Juli 2009 _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. untuk memperoleh persetujuan dari pasien dan untuk menghindari adanya salah satu pihak yang dirugikan. Oleh karena itu. sehingga yang tepat adalah istilah "Sengketa Medik". S. Apabila dalam suatu kasus ditemukan unsur kelalaian dari pihak dokter.H.Secara etik dokter diharapkan untuk memberikan yang terbaik untuk pasien. Apabila hal tersebut merupakan risiko dari tindakan yang telah disebutkan dalam persetujuan tertulis ( Informed Consent ). edited 2 times in total gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 . Begitu pula dari pihak pasien. dokter wajib memberi penjelasan yang sejelas jelasnya agar pasien dapat mempertimbangkan apa yang akan terjadi terhadap dirinya.Kep. Istilah malpraktek adalah istilah yang kurang tepat.

antara lain dengan: 1. h. bahwa ternyata banyak masalah ketidak puasan pasien yang berasal dari pribadi pribadi dokter yang tidak mampu berkomunikasi dengan baik. tidak berempati kepada penderita dan keluarganya. Peningkatan Pengetahuan Hukum ( Kliniko Mediko Legal ) f. ditambah adanya aktor aktor intelektual yang sering kurang bertanggung jawab. Taat dan Patuh pada Hukum. Upaya Pencegahan Resiko. Peraturan. benar dan lengkap c. Risk Management e.Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Sat Mar 13. Menyiapkan Legal Defence a. Quality Assurance c. 4. Akhir akhir ini makin sering terjadi tuntutan dan gugatan hukum terhadap para dokter dan RS di Indonesia. jika timbul sesuatu yang tidak diharapkannya. Etika Profesi. Advokasi bagi Dokter Terlapor dari Organisasi Profesinya / Legal Aid / Penasehat Hukum. Diantara upaya yang sangat mungkin dilakukan oleh dokter dan manajemen RS dalam usaha pencegahan maraknya tuntutan hukum tersebut. dll g. tergantung kepada pribadi para dokter dan kebijaksanaan RS masing masing. Sumber: Buku Quo Vadis Kliniko Mediko Legal Indonesia . Informed Consent 3. Koperasi / Asuransi Anggota Profesi Langkah mana yang akan menempati urutan awal dalam pencegahan resiko ini. SOP d. Pintar berkomunikasi dan berempati dengan pasien dan keluarganya. STR dan SIP yang valid dan relevan b. Untuk itu sudah selayaknya masyarakat kedokteran Indonesia dan RS melakukan usaha bersama secara proaktif. maka seorang pasien tidak akan begitu mudah menuntut dokternya. Disamping kita juga tidak boleh menutup mata. mencegah atau paling sedikit mengurangi jumlah kejadian tuntutan kepada para dokter dan dokter gigi. Product Liability Prevention b. Namun yang penting adalah ada kemauan dan usaha untuk mencegah terjadinya tuntutan hukum. Jika hubungan dokter-pasien sudah erat. 2010 9:28 pm PENCEGAHAN MASALAH HUKUM DALAM PRAKTIK KEDOKTERAN Masyarakat yang mulai sadar hukum namun belum memahami bagaimana hukum itu. Susila. menyebabkan masyarakat mudah terprovokasi. Kepekaan sosial 2. Norma. Rekam Medis yang baik. a. yang ditujukan untuk melindungi.

(2) Hak menerima atau menolak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku pada: a. gangguan mental berat. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Fri Mar 26. 2010 10:18 pm UU NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN Perlindungan Pasien Pasal 56 (1) Setiap orang berhak menerima atau menolak sebagian atau seluruh tindakan pertolongan yang akan diberikan kepadanya setelah menerima dan memahami informasi mengenai tindakan tersebut secara lengkap. b. keadaan seseorang yang tidak sadarkan diri. penderita penyakit yang penyakitnya dapat secara cepat menular ke dalam masyarakat yang lebih luas. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you._________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator . (3) Ketentuan mengenai hak menerima atau menolak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. atau c.

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 100. 7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 920/Menkes/Per/XII/1986 tentang Upaya Pelayanan Kesehatan Swasta Di Bidang Medik. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 39 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). 4. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116. 3. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4431). perlu mengatur kembali Persetujuan Tindakan Medik dengan Peraturan Menteri Kesehatan. Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 45 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Sun Mar 28. Mengingat : 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2803). 2010 8:18 am PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 290/MENKES/PER/III/2008 TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 159b/Menkes/Per/II/1988 tentang Rumah Sakit sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Nomor 191/Menkes-Kesos/SK/II/2001 tentang Perubahan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 157/Menkes/SK/III/1999 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 159b/Menkes/Per/II/1988 tentang Rumah Sakit. 2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1295/Menkes/Per/XII/2007 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1966 tentang Wajib Simpan Rahasia Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1966 Nomor 21. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3495). .

2. dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan. saudara-saudara kandung atau pengampunya. Pasien yang kompeten adalah pasien dewasa atau bukan anak menurut peraturan perundangundangan atau telah/pernah menikah. dokter spesialis. 5. terapeutik atau rehabilitatif yang dilakukan oleh dokter atau dokter gigi terhadap pasien. 6. ayah atau ibu kandung. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : 1. tidak mengalami kemunduran perkembangan (retardasi) mental dan tidak mengalami penyakit mental sehingga mampu membuat keputusan secara bebas. (2) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan secara tertulis maupun lisan. 4. anak-anak kandung. diagnostik. mampu berkomunikasi secara wajar. Tindakan Invasif adalah suatu tindakan medis yang langsung dapat mempengaruhi keutuhan jaringan tubuh pasien. Tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang selanjutnya disebut tindakan kedokteran adalah suatu tindakan medis berupa preventif. (2) Tindakan kedokteran yang tidak termasuk dalam ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan dengan persetujuan lisan. (3) Persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat dalam bentuk pernyataan . dokter gigi dan dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Keluarga terdekat adalah suami atau istri. BAB II PERSETUJUAN DAN PENJELASAN Bagian Kesatu Persetujuan Pasal 2 (1) Semua tindakan kedokteran yang akan dilakukan terhadap pasien harus mendapat persetujuan. tidak terganggu kesadaran fisiknya. (3) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah pasien mendapat penjelasan yang diperlukan tentang perlunya tindakan kedokteran dilakukan. Tindakan kedokteran yang mengandung risiko tinggi adalah tindakan medis yang berdasarkan tingkat probabilitas tertentu. Persetujuan tindakan kedokteran adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah mendapat penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan terhadap pasien. Pasal 3 (1) Setiap tindakan kedokteran yang mengandung risiko tinggi harus memperoleh persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yang berhak memberikan persetujuan. Dokter dan dokter gigi adalah dokter.MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN. 7. 3.

Perkiraan pembiayaan. Pasal 8 (1) Penjelasan tentang diagnosis dan keadaan kesehatan pasien dapat meliputi : a. Diagnosis dan tata cara tindakan kedokteran. (2) Dalam hal pasien adalah anak-anak atau orang yang tidak sadar. dan e. atau dalam hal belum dapat ditegakkan. b. (3) Penjelasan tentang tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurangkurangnya mencakup: a. (3) Segala akibat yang timbul dari pembatalan persetujuan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) menjadi tanggung jawab yang membatalkan persetujuan. Pasal 5 (1) Persetujuan tindakan kedokteran dapat dibatalkan atau ditarik kembali oleh yang memberi persetujuan sebelum dimulainya tindakan. untuk menyelamatkan jiwa pasien dan/atau mencegah kecacatan tidak diperlukan persetujuan tindakan kedokteran. (2) Pembatalan persetujuan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan secara tertulis oleh yang memberi persetujuan. baik diminta maupun tidak diminta.yang tertuang dalam formulir khusus yang dibuat untuk itu. Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan. maka dapat dimintakan persetujuan tertulis. Pasal 6 Pemberian persetujuan tindakan kedokteran tidak menghapuskan tanggung gugat hukum dalam hal terbukti adanya kelalaian dalam melakukan tindakan kedokteran yang mengakibatkan kerugian pada pasien Bagian Kedua Penjelasan Pasal 7 (1) Penjelasan tentang tindakan kedokteran harus diberikan langsung kepada pasien dan/atau keluarga terdekat. Diagnosis penyakit. (5) Dalam hal persetujuan lisan yang diberikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dianggap meragukan. Tujuan tindakan kedokteran yang dilakukan. c. f. (4) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diberikan dalam bentuk ucapan setuju atau bentuk gerakan menganggukkan kepala yang dapat diartikan sebagai ucapan setuju. Indikasi atau keadaan klinis pasien yang membutuhkan dilakukannya tindakan kedokteran. Pasal 4 (1) Dalam keadaan gawat darurat. Temuan klinis dari hasil pemeriksaan medis hingga saat tersebut. (3) Dalam hal dilakukannya tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1). . (2) Keputusan untuk melakukan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diputuskan oleh dokter atau dokter gigi dan dicatat di dalam rekam medik. Altematif tindakan lain. dan risikonya. c. maka sekurang-kurangnya diagnosis kerja dan diagnosis banding. penjelasan diberikan kepada keluarganya atau yang mengantar. dokter atau dokter gigi wajib memberikan penjelasan sesegera mungkin kepada pasien setelah pasien sadar atau kepada keluarga terdekat. d. Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. b.

kecuali: a. Tata cara pelaksanaan tindakan apa yang akan dialami pasien selama dan sesudah tindakan. c. (3) Tenaga kesehatan tertentu dapat membantu memberikan penjelasan sesuai dengan kewenangannya. waktu. b. Pasal 11 (1) Dalam hal terdapat indikasi kemungkinan perluasan tindakan kedokteran. (3) Penjelasan tentang risiko dan komplikasi tindakan kedokteran adalah semua risiko dan komplikasi yang dapat terjadi mengikuti tindakan kedokteran yang dilakukan. (2) Penjelasan tentang tindakan kedokteran yang dilakukan meliputi : a. e. ataupun rehabilitatif. c. d. Perluasan tindakan yang mungkin dilakukan untuk mengatasi keadaan darurat akibat risiko dan komplikasi tersebut atau keadaan tak terduga lainnya. b.d. risiko dan komplikasi yang sangat jarang terjadi atau yang dampaknya sangat ringan c. Pasal 12 . (2) Penjelasan kemungkinan perluasan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan dasar daripada persetujuan. Prognosis tentang fungsinya (ad functionam). Alternatif tindakan lain berikut kelebihan dan kekurangannya dibandingkan dengan tindakan yang direncanakan. dan tanda tangan pemberi penjelasan dan penerima penjelasan. Prognosis apabila dilakukan tindakan dan apabila tidak dilakukan tindakan. Tujuan tindakan kedokteran yang dapat berupa tujuan preventif. Pasal 10 (1) Penjelasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 diberikan oleh dokter atau dokter gigi yang merawat pasien atau salah satu dokter atau dokter gigi dari tim dokter yang merawatnya. (2) Dalam hal dokter atau dokter gigi yang merawatnya berhalangan untuk memberikan penjelasan secara langsung. Pasal 9 (1) Penjelasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 harus diberikan secara lengkap dengan bahasa yang mudah dimengerti atau cara lain yang bertujuan untuk mempermudah pemahaman. (2) Penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dicatat dan didokumentasikan dalam berkas rekam medis oleh dokter atau dokter gigi yang memberikan penjelasan dengan mencantumkan tanggal. terapeutik. risiko dan komplikasi yang sudah menjadi pengetahuan umum b. (3) Dalam hal dokter atau dokter gigi menilai bahwa penjelasan tersebut dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien atau pasien menolak diberikan penjelasan. maka dokter atau dokter gigi dapat memberikan penjelasan tersebut kepada keluarga terdekat dengan didampingi oleh seorang tenaga kesehatan lain sebagai saksi. serta efek samping atau ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. diagnostik. Prognosis tentang kesembuhan (ad sanationam). maka pemberian penjelasan harus didelegasikan kepada dokter atau dokter gigi lain yang kompeten. Prognosis tentang hidup-matinya (ad vitam). (4) Tenaga kesehatan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah tenaga kesehatan yang ikut memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada pasien. risiko dan komplikasi yang tidak dapat dibayangkan sebelumnya (unforeseeable) (4) Penjelasan tentang prognosis meliputi: a. nama. Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi pada masing-masing alternatif tindakan. dokter yang akan melakukan tindakan juga harus memberikan penjelasan.

(1) Perluasan tindakan kedokteran yang tidak terdapat indikasi sebelumnya. BAB V PENOLAKAN TINDAKAN KEDOKTERAN Pasal 16 (1) Penolakan tindakan kedokteran dapat dilakukan oleh pasien dan/atau keluarga terdekatnya setelah menerima penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan. (2) Setelah perluasan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan. (4) Penolakan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak memutuskan hubungan dokter dan pasien. . (3) Akibat penolakan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menjadi tanggung jawab pasien. BAB VI TANGGUNG JAWAB Pasal 17 (1) Pelaksanaan tindakan kedokteran yang telah mendapat persetujuan menjadi tanggung jawab dokter atau dokter gigi yang melakukan tindakan kedokteran. Pasal 15 Dalam hal tindakan kedokteran harus dilaksanakan sesuai dengan program pemerintah dimana tindakan medik tersebut untuk kepentingan masyarakat banyak. (3) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diberikan secara tertulis. (2) Penolakan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud kedokteran pada ayat (1) harus dilakukan secara tertulis. (2) Persetujuan penghentian/penundaan bantuan hidup oleh keluarga terdekat pasien sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah keluarga mendapat penjelasan dari tim dokter yang bersangkutan. hanya dapat dilakukan untuk menyelamatkan jiwa pasien. maka persetujuan tindakan kedokteran tidak diperlukan. (2) Penilaian terhadap kompetensi pasien sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh dokter pada saat diperlukan persetujuan BAB IV KETENTUAN PADA SITUASI KHUSUS Pasal 14 (1) Tindakan penghentian/penundaan bantuan hidup (withdrawing/withholding life support) pada seorang pasien harus mendapat persetujuan keluarga terdekat pasien. BAB III YANG BERHAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN Pasal 13 (1) Persetujuan diberikan oleh pasien yang kompeten atau keluarga terdekat. (2) Sarana pelayanan kesehatan bertanggung jawab atas pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran. dokter atau dokter gigi harus memberikan penjelasan kepada pasien atau keluarga terdekat.

Pasal 19 (1) Dalam rangka pembinaan dan pengawasan. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. Agar setiap orang rnengetahuinya. maka Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 585/MENKES/PER/IX/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medik dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat mengambil tindakan administratif sesuai dengan kewenangannya masing-masing (2) Tindakan administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa teguran lisan. Dr. teguran tertulis sampai dengan pencabutan Surat Ijin Praktik BAB IX KETENTUAN PENUTUP Pasal 20 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku. Siti Fadilah Supari. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Maret 2008 Menteri Kesehatan. rnemerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penernpatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator . dr. Sp.JP (K) _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. (2) Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.BAB VII PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 18 (1) Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan pembinaan dan pengawasan dengan melibatkan organisasi profesi terkait sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Pasal 21 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Menteri.

terkecuali bila dokter menilai bahwa hal ini dapat merugikan kepentingan pasien. Isi informasi mencakup keuntungan dan kerugian tindakan medis yang direncanakan. 6. terapeutik maupun paliatif ) memerlukan "Informed Consent" secara lisan maupun tertulis. baik diagnostik. Perluasan yang tidak dapat diduga sebelum tindakan dilakukan. tidak boleh dilakukan tanpa informasi sebelumnya kepada keluarga yang terdekat atau yang menunggu. hanya dibutuhkan persetujuan lisan atau sikap diam. 4. sepengetahuan atau dengan petunjuk dokter yang merawat. terapeutik maupun paliatif. Perluasan operasi yang dapat diduga sebelum tindakan dilakukan. 2010 7:00 pm PERNYATAAN IDI TENTANG INFORMED CONSENT 1. Manusia dewasa dan sehat rohaniah berhak sepenuhnya menentukan apa yang hendak dilakukan terhadap tubuhnya. Untuk tindakan yang tidak termasuk dalam butir 3. Informasi tentang tindakan medis harus diberikan kepada pasien. Dokter tidak berhak melakukan tindakan medis yang bertentangan dengan kemauan pasien. Informasi biasanya diberikan secara lisan. boleh dilaksanakan tanpa informasi sebelumnya bila . kecuali bila dokter menilai bahwa informasi tersebut dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien. tetapi dapat pula secara tertulis ( berkaitan dengan informasi "Informed Consent" ). Untuk tindakan yang bukan bedah ( operasi ) dan tindakan invasif. Menahan informasi tidak boleh. Dalam hal ini dokter dapat memberikan informasi yang benar itu kepada keluarga terdekat pasien. Dalam memberikan informasi kepada keluarga terdekat pasien. 8. informasi harus diberikan oleh dokter yang bersangkutan sendiri. Informasi harus diberikan secara jujur dan benar. Dalam hal ini dokter dapat memberikan informasi itu kepada keluarga terdekat. Setiap tindakan medis yang mengandung risiko cukup besar. Dalam hal tindakan bedah ( operasi ) dan tindakan invasif lainnya. setelah sebelumnya pasien itu memperoleh informasi yang adekuat tentang perlunya tindakan medis yang bersangkutan serta risiko yang berkaitan dengannya ( "Informed Consent" ). walaupun untuk kepentingan pasien itu sendiri. 5.Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Sun Mar 28. baik diminta oleh pasien maupun tidak. informasi dapat diberikan oleh perawat atau dokter lain. mengharuskan adanya persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh pasien. kehadiran seorang perawat / paramedik lain sebagai saksi adalah penting. Oleh karena itu. semua tindakan medis ( diagnostik. 7.

Sumber: Lampiran SKB IDI No. "Informed Consent" diberikan oleh pasien dewasa yang berada dalam keadaan sehat rohaniah. Akan tetapi.perluasan operasi tersebut perlu untuk menyelamatkan nyawa pasien pada waktu itu. 10. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Tue Mar 30. 2010 8:22 am ASPEK HUKUM INFORMED CONSENT Pada dasarnya dalam praktik sehari hari. yang memerlukan tindakan medis segera untuk kepentingan pasien. "Informed Consent" diberikan oleh keluarga terdekat / induk semang ( guardian ). "Informed Consent" diberikan oleh orangtua / kurator / wali. untuk tindakan yang lebih kompleks biasanya dokter akan memberikan penjelasan terlebih dahulu untuk mendapatkan kesediaan dari pasien. maka RS / Klinik yang bersangkutan ikut bertanggung jawab. Untuk orang dewasa yang berada dibawah pengampuan. tidak diperlukan "Informed Consent" dari siapapun dan ini menjadi tanggung jawab dokter. Dalam hal pasien tidak sadar / pingsan. Dalam pemberian persetujuan berdasarkan informasi untuk tindakan medis di RS / Klinik. 11.319/P/BA. 9. Untuk yang dibawah umur dan tidak mempunyai orangtua / wali. 12. pasien yang datang untuk berobat ke tempat praktik dianggap telah memberikan persetujuannya untuk dilakukan tindakan tindakan rutin seperti pemeriksaan fisik. . misalnya kesediaan untuk dilakukan suntikan./88 _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. serta tidak didampingi oleh yang tersebut dalam butir 10. dan yang dinyatakan secara medis berada dalam keadaan gawat dan / atau darurat.

atau bahkan tindakan medik tertentu selalu diikuti oleh akibat yang tidak menyenangkan. respon individual. 3. kekeliruan dan penipuan. yang dibenarkan. Tidak menciptakan ketakutan ( Fear ). dan tidak dilarang oleh peraturan perundang undangan serta merupakan sebab yang masuk akal untuk dipenuhi. Dari syarat pertama yaitu adanya kesepakatan antara kedua pihak ( antara petugas kesehatan dan pasien ). Tidak bersifat memperdaya ( Fraud ).HKes _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Atas dasar itulah maka persetujuan pasien bagi setiap tindakan medik mutlak diperlukan. Mengingat pasien biasanya datang dalam keadaan yang tidak sehat. kualitas obat. Penyelesaian Hukum dalam Malapraktik Kedokteran.H. ketentuan perdata akan berlaku dan ini sangat berhubungan dengan tanggung jawab profesional menyangkut perjanjian perawatan dan perjanjian terapeutik. karena dipengaruhi faktor faktor lain diluar kekuasaan dokter. pikiran pasien mudah terpengaruh. demikian pula dari pihak pasien harus memperoleh diagnosis dan terapi yang akan dilakukan. agar pasien bisa mengerti dan memahami isi pembicaraan. maka berarti harus ada informasi keluhan pasien yang cukup dari kedua belah pihak tersebut. 3. kecuali pasien dalam kondisi emergensi. bebas dari paksaan. Ns Ta'adi.Hum. Adanya suatu sebab yang halal.Kep. kepatuhan pasien dalam mengikuti prosedur dan nasihat dokter. M. Sumber: 1. Hukum Kesehatan Pengantar Menuju Perawat Profesional. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator . Adanya kesepakatan antar pihak. Nusye K I Jayanti S. Risiko baik maupun buruk yang menanggung adalah pasien.Sc 2. dll. tidak dapat diperhitungkan secara matematik. Ada beberapa kaidah yang harus diperhatikan dalam menyusun dan memberikan Informed Consent agar hukum perikatan ini tidak cacat hukum.Ikhwal diperlukannya izin pasien. 2. seperti virulensi penyakit. Dari pihak petugas harus mendapat informasi keluhan pasien sejujurnya. Selain itu tindakan medik mengandung risiko. Selain itu dokter juga harus dapat menyesuaikan diri dengan tingkat pendidikan pasien. diantaranya adalah: 1. Persetujuan tersebut disebut dengan Informed Consent. Aspek perdata Informed Consent bila dikaitkan dengan Hukum Perikatan yang di dalam KUH Perdata BW Pasal 1320 memuat 4 syarat sahnya suatu perjanjjian yaitu: 1. S. Para pihak cakap untuk membuat perikatan. M. Tidak berupaya menekan ( Force ). stadium penyakit. 2. adalah karena tindakan medik hasilnya penuh ketidakpastian. daya tahan tubuh pasien. karena dalam keadaan tersebut. diharapkan dokter tidak memberikan informasi yang dapat mempengaruhi keputusan pasien. M. Informed Consent hakikatnya adalah hukum perikatan. faktor genetik.

Second Opinion. 4. 2010 4:52 pm PERLIDUNGAN HUKUM TERHADAP TENAGA PROFESI KESEHATAN Tenaga profesi kesehatan harus mengembangkan dan mengetahui 16 Wajib Hukum Profesi Kesehatan dalam setiap tindakannya. Artinya dalam keadaan darurat atau emergency. Medical Record ( Rekam Medis ). maka tenaga kesehatan wajib melakukan second opinion. berapa lama. Tenaga kesehatan harus menginformasikan semua langkah atau tindakan yang akan dikerjakan beserta risiko risiko medis yang kemungkinan terjadi. pelayanan kesehatan harus cepat dan tepat. lebih dari 2 atau 3 kali tidak ada kemajuan. Biasa disebut dengan doktrin keseriusan. Social Insurance of Health Care. Informed Consent. 2. Apabila dalam memberi pelayanan kesehatan kepada pasien. mengingat pekerjaan medis adalah pekerjaan yang uncertain ( tidak pasti ). doktrin ini menggunakan doktrin necessity. 5. dimana. 3. sebab pelayanan kesehatan adalah wajib hukumnya.Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Tue Mar 30. Medical Emergency Care. Kesehatan menurut masyarakat internasional atau PBB harus dibantu oleh asuransi sosial. Tenaga kesehatan harus aktif menanyakan sakit apa. Tenaga kesehatan harus selalu siap setiap saat mengantisipasi terjadinya risiko. Ke 16 Wajib Hukum Profesi Kesehatan tersebut adalah: 1. 8. supaya terhindar dari perkara sengketa medik. . kapan. 6. Medical Risk. Semakin lengkap suatu Rekam Medis semakin baik itikad seorang tenaga kesehatan dalam merawat pasien dan semakin kuat dalam kedudukan hukum. risiko menjadi nomor dua. 7. Adequate Information. Standard Profession of Care ( Doctrine of Necessity ). dst. bagaimana.

Sumber: Penyelesaian Hukum dalam Malapraktik Kedokteran. Tetap berpedoman pada SOP.Sc _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. bukan memerintah atau menilai. Medical Liability. misalnya kesalahan karena kurang pengalaman. Dalam pembagian jenis tanggung jawab akan diketahui tugas. Kesalahan tidak boleh lebih dari 2x. RS. 15. Pelayanan kesehatan harus selalu mengintervensi pelaksanaan wajib hukum Informed Consent dan Medical Record / Rekam Medis dalam setiap pelayanan kesehatan sebagai perlindungan hukum tenaga kesehatan. 12. Badan akreditasi pelayanan kesehatan terdiri dari asosiasi medis ( kumpulan dokter. S. M. M. Negligent Medical Care ( Culpa Levisimma / Lichte Sculd ). Semua risiko medis yang akan terjadi sudah di asumsikan terlebih dahulu. Kesalahan dalam pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan haruslah wajar. Medicare Medicaid Program. Dalam setiap pemeliharaan kesehatan harus selalu memikirkan biaya kesehatan. Terhadap kesalahan yang terjadi diteliti darimana asalnya ( dari pasien / teknologi / tenaga medis / tenaga non medis ). Pembagian tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan akan memudahkan dalam pemecahan suatu masalah bila terjadi suatu sengketa medik. 16. Assumption of Risk ( Volenti non fit injura ).Hum. karena kurang pengetahuan sehingga menyebabkan kurang hati hati. 10. Dalam pelayanan kesehatan harus ada badan komite medis yang menyusuri setiap kesalahan medis yang terjadi. Acreditation of Health Care ( Joint Commission ). Nusye K I Jayanti. Tugasnya membimbing.9. kewajiban dan tanggung jawab dari masing masing tenaga kesehatan. 13. pelayan kesehatan lainnya ). Tenaga kesehatan akan lebih tenang dalam melaksanakan pekejaannya karena sudah dibatasi dengan hal hal yang tercantum dalam Management Medical Liability. Medical Committee ( Intern Justice of Medical Profession ). 14. . Contributory Negligence.H. Medical program harus selalu selaras dengan medicare program. misalnya tidak ada keluhan terhadap jantung maka tidak perlu dilakukan rekam jantung. Medical Intervention. 11. bukan dari pemerintah.

ayat (2). Ketentuan mengenai tata cara persetujuan tindakan kedokteran atau kedokteran gigi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan 5. 6. Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah pasien mendapat penjelasan secara lengkap. diagnosis dan tata cara tindakan medis. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. 2. 2010 6:33 am Paragraf 2 UU RI NO 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN Persetujuan Tindakan Kedokteran atau Kedokteran Gigi Pasal 45 1. 4. dan ayat (5) diatur dengan Peraturan Menteri. tujuan tindakan medis yang dilakukan. 4. Penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekurang-kurangnya mencakup: 1. Setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan oleh dokter atau dokter gigi terhadap pasien harus mendapat persetujuan. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! . 3. Setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang mengandung risiko tinggi harus diberikan dengan persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yang berhak memberikan persetujuan. risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. alternative tindakan laindari risikonya. ayat (4). ayat (3). Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diberikan baik secara tertulis maupun lisan. 5. prognosis terhadap tindakan yang dilakukan. 3.Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Fri Apr 02. 2.

2010 6:22 am Pasal 7d Kode Etik Kedokteran Indonesia Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makluk insani. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! . ia harus berusaha memelihara dan mempertahankan hidup makhluk insani. betapapun pintarnya akan dapat mencegahnya. kemampuan berpikir dan mengumpulkan pengalamannya. perlu dibuat persetujuan tertulis lebih dahulu atau dan keluarga (Informed Consent). Penjelasan dan Pedoman Pelaksanaan Segala perbuatan dokter terhadap pasien bertujuan untuk memelihara kesehatan dan kebahagiannya.gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Sat Apr 03. Tidak seorang dokterpun. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. termasuk manusia ialah mempertahankan hidupnya. Naluri yang terkuat pada setiap makhluk bernyawa. sehingga dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan usaha untuk menghindarkan diri dari bahaya maut. Sesuai peratunan Menteri Kesehatan tentang informed consent. Semua usaha tersebut merupakan tugas seorang dokter. batas umur yang dapat memberi informed consent adalah 18 tahun. Untuk itu manusia diberi akal. Dengan sendirinya ia harus mempertahankan dan memelihara kehidupan manusia. Kadang-kadang dokter terpaksa harus melakukan operasi atau cara pengobatan tertentu yang membahayakan. Tuhan Yang Maha Esa menciptakan seseorang yang pada suatu waktu akan menemui ajalnya. Hal ini dapat dilakukan asal tindakan ini diambil setelah mempertimbangkan masak-masak bahwa tidak ada jalan/cara lain untuk menyelamatkan jiwa selain pembedahan. Sebelum operasi dimulai.

2010 6:24 am INFORMED CONSENT Dr. HUKUM. Hal-hal yang harus dibicarakan1: 1. 2. Risiko dan manfaat dari pilihan pengobatan atau tindakan lain yang tersedia. 5. kalau sudah diketahui. Dengan demikian dia akan dapat membuat keputusan yang berdasarkan pemahaman yang baik mengenai suatu intervensi medik. 4. 3. Sifat dan manfaat dari pengobatan atau tindakan yang direncanakan. dan 6. Risiko dan manfaat yang dihadapi apabila suatu pengobatan atau tindakan tidak dilakukan. Sastrowardoyo SpOG Informed consent adalah lebih daripada hanya sekedar mendapatkan tanda tangan seorang pasien pada suatu formulir persetujuan. pasien atau klien harus mempunyai kesempatan untuk bertanya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai suatu pengobatan atau tindakan. Aswin W.gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Wed Apr 21. Informed consent baru dianggap sah kalau diberikan oleh seorang pasien/klien yang kompeten dan diberikan secara sukarela2 INFORMED CONSENT. Diagnosis pada pasien. Dalam proses komunikasi ini. Informed consent adalah suatu proses komunikasi antara pasien dan dokter yang menghasilkan pemberian izin oleh pasien untuk menjalankan suatu intervensi medik tertentu1. Sebaliknya. dokter sebagai orang yang memberi terapi atau melakukan tindakan mediklah yang harus menjelaskan dan mendiskusikan bersama pasien hal-hal di bawah ini. Risiko dan manfaat dari pengobatan atau tindakan yang direncanakan. DAN ETIKA3 . Keputusan yang dia ambil bisa berupa persetujuan maupun penolakan akan intervensi tersebut. Proses komunikasi ini tidak bisa diwakilkan kepada orang lain. Pilihan pengobatan atau tindakan yang lain yang tersedia (tanpa melihat biayanya maupun apakah termasuk di dalam pembiayaan yang dicakup oleh asuransi).

sering juga ditambahkan5: . Ross. dan hak. Selanjutnya dibahas mengenai dasar-dasar etika dalam informed consent. Apabila seorang pasien cedera akibat dokter lalai dengan tidak memberikan informasi yang lengkap mengenai suatu pengobatan atau tindakan. selain 4 prinsip ini. aturan. Respek/menghargai terhadap otonomi (respect for autonomy) 2. dan fokusnya adalah pada pasien atau subyek. informed consent berakar pada banyak disiplin ilmu pengetahuan. mempunyai fungsi sosial dan intelektual yang berbeda. tidak pada riset. Dalam kacamata hukum. kita harus memilih di antara keduanya. Keadilan (justice) Keempat prinsip ini bersifat ³prima facie´.Dalam sejarahnya. bidang ilmu yang sangat berpengaruh dalam hal informed consent adalah ilmu hukum dan ilmu filsafat moral atau filsafat etika. Selain itu. Visi legal ini lebih berfokus pada kompensasi finansial daripada pada pemberian informasi dan izin yang diberikan pasien secara umum. keduanya dengan metoda dan objektifnya tersendiri. Terdapat banyak sekali beda pendapat mengenai hal ini. yang mempunyai kewajiban dan mempunyai risiko membayar ganti rugi apabila tidak melaksanakan kewajibannya. yang mempunyai hak untuk membuat pilihan secara otonomi. yang berarti: Suatu prinsip adalah memikat. dan pendekatan secara etika mudah dimengerti. Pendekatan filsafat moral/etika datang dari prinsip menghargai otonomi. Dengan demikian. Hukum memfokuskan diri terutama pada konteks klinis. ilmu perilaku sosial. Belakangan ini. Pasien mempunyai hak untuk memberi izin atau menolak. Tidak menyebabkan yang buruk (non-maleficence) 3. termasuk dalam ilmu kesehatan/kedokteran. dokter mempunyai kewajiban untuk pertama memberi informasi kepada pasiennya dan kedua untuk mendapatkan izinnya. maka pasien dapat menerima kompensasi finansial dari si dokter karena telah menyebabkan cedera tersebut. Dari segi filsafat etika. akan tetapi fokusnya adalah pada dokter.4 Pemikiran etika mendasari diri pada prinsip.: 1. Secara sederhana kita bisa menyingkat kedua pendekatan ini sebagai berikut: Pendekatan hukum datang dari teori pragmatis. dan ilmu filsafat moral/etika. W. Ada empat prinsip etika di dalam informed consent. akan tetapi ternyata sulit untuk diinterpretasikan dan diperbandingkan. Kemaslahatan (beneficence) 4. INFORMED CONSENT DAN ETIKA3. Kedua disiplin ilmu ini. intisari dari pendekatan secara hukum. ilmu hukum. kecuali apabila prinsip tersebut mempunyai konflik dengan prinsip lain. suatu istilah yang diperkenalkan filosof Inggris.D. kedua kerangka berfikir ini sangatlah sederhana. informed consent terutama menyangkut pilihan secara otonomi dari pasien dan subyek penelitian. Apabila terdapat konflik. Walaupun pendekatan kedua bidang ilmu ini terhadap informed consent rumit dan kontroversial.

5. Harga diri (dignity) 6. Kebenaran dan kejujuran (truthfulness and honesty) Penjelasan keenam hal di atas: 1. Menghargai Otonomi (Voluntas aegroti suprema lex). Dalam semua proses pengambilan keputusan, dianggap bahwa keputusan yang dibuat setelah mendapatkan penjelasan itu dibuat secara sukarela dan berdasarkan pemikiran rasional. Di dalam dunia kedokteran, dokter menghargai otonomi pasien berarti bahwa si pasien/klien mempunyai kemampuan untuk berlaku atau bertindak secara sadar dan intensional, dengan pengertian penuh, dan tanpa pengaruhpengaruh yang bisa menghilangkan kebebasannya3,4. 2. Tidak menyebabkan yang buruk (non-maleficence / primum non nocere). Di dalam prinsip ini, doktertidak boleh secara sengaja menyebabkan perburukan atau cedera pada pasien, baik akibat tindakan (commission) atau tidak dilakukannya tindakan (omission). Dalam bahasa sehari-hari: Akan dianggap lalai apabila seseorang memaparkan risiko atau cedera yang tidak layak (unreasonable) kepada orang lain. Standar perawatan yang meminimalkan risiko cedera atau perburukan merupakan hal yang diinginkan masyarakat secara common sense3,4. 3. Kemaslahatan (Salus aegroti suprema lex). Adalah kewajiban petugas kesehatan untuk memberikan kemaslahatan, kebaikan, kegunaan, benefit bagi pasien, dan juga untuk mengambil langkah positip mencegah dan menghilangkan kecederaan dari pasien3,4. Dalam hal informed consent untuk ad. 2 dan ad. 3: adalah kewajiban dokter untuk memberi penjelasan mengenai pengobatan atau tindakan, baik manfaat maupun kekurangannya. 4. Keadilan. Keadilan di dalam pelayanan dan riset kesehatan digambarkan sebagai kesamaan hak bagi pasien-pasien dengan kondisi yang sama. Di dalam informed consent, penjelasan bagi pasien harus diberikan sampai dengan pengobatan yang mungkin saja tidak terjangkau atau tidak dilindungi pihak asuransinya3,4. 5. Harga Diri. Pasien, dan dokter mempunyai hak atas harga dirinya5. 6. Kebenaran dan Kejujuran. Kebenaran dan kejujuran adalah suatu keharusan di dalam hubungan dokter pasien / subyek. Informed consent diberikan oleh pasien / subyek berdasarkan informasi yang benar dan jujur5.

TOPIK INFORMED CONSENT DALAM PENGAJARAN6 James Sabin melakukan pengajaran topik Medical Ethics (Informed Consent) dalam bentuk seminar. Setelah peserta didik membaca buku pegangan ³Principles of Biomedical Ethics´ (Beauchamp and Childress) dan ³The Learning Curve´ (Atul Gawande) di majalah New Yorker, peserta didik diminta membuat tulisan mengenai topik ini. Selanjutnya dilakukan diskusi dengan topik kasus-kasus khusus. Salah satu kasus yang dibicarakan adalah kasus dengan mahasiswa kedokteran yang diminta oleh chief residence untuk mengambil darah arteri dari lengan seorang pasien. Tindakan ini akan menimbulkan rasa sakit. Si mahasiswa mempunya hubungan yang beik dengan pasien yang berusia 64 tahun ini. Pertanyaannya adalah ± apa yang wajib disampaikan kepada pasien dalam hubungannya dengan informed consent tindakan ini?

Informasi agar pasien mengerti tindakan yang akan diambil, dasar-dasar ilmiah di belakang tindakan itu, risiko dan manfaatnya dibicarakan. Apakah pasien harus tahu bahwa yang akan mengambil darah adalah seorang mahasiswa? Jawabannya: iya. Pertanyaan selanjutnya adalah: apakah pasien harus diberitahu bahwa ³ini adalah kali pertama saya akan melakukan tindakan ini´? pengajaran dilakukan dengan role-playing, dengan si pengajar sebagai obyek pemeriksaan. Seminar dan role-playing adalah cara yang baik untuk memperkenalkan berbagai aspek dari bioetika, termasuk di dalamnya informed consent. Dalam hal masalah di atas, para peserta didik akhirnya mengemukakan beberapa ide yang baik. Rumah sakit tempat mereka bekerja harus mempunyai kebijakan yang jelas dalam melatih mahasiswa melakukan tindakan. Pada saat akan melakukan tindakan, si mahasiswa akan menyatakan:´Saya seorang mahasiswa, bekerja dengan dokter X. Saya belum pernah melakukan tindakan ini, tetapi saya sudah dilatih untuk melakukannya. Dokter X akan berada disini juga untuk meyakinkan bahwa segalanya berjalan sesuai rencana. Apakah Bapak setuju?" Menarik sekali cara interaksi dosen-mahasiswa ini dalam mengungkap berbagai segi informed consent. 1. 1. Patient Physician Relationship Topics: Informed Consent. AMA web-site: http://www.amaassn.org/ama/pub/physician-resources/legal-topics/patient-physician-relationshiptopics/informed-consent.shtm 2. 2. Cherry K. What is Informed Consent? http://psychology.about.com/od/iindex/g/def_informedcon.htm 3. 3. Faden, RR, Beauchamp, TL. Foundations in Moral Theory p.3-14. In: A History and Theory of Informed Consent. Oxford University Press. 1986. 4. 4. Principles of Bioethics. In the website: Ethics in Medicine. University of Washington School of Medicine. http://depts.washington.edu/bioethx/tools/princpl.html 5. 5. Walter, Klein eds. The Story of Bioethics: From seminal works to contemporary explorations. Cited by Medical Ethics http://en.wikipedia.org/wiki/Medical_ethics 6. 6. Sabin J. Teaching Medical Ethics (Informed Consent). Health Care Organizational Ethics. 2008 http://healthcareorganizationalethics.blogspot.com/2008/02/teaching-medical-ethicsinformed.html

Aswin W. Sastrowardoyo _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !

gitahafas Moderator

Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30

Subject: Re: Informed Consent Mon May 03, 2010 6:32 am Powered by Blogger 25 January 2007 INFORMED CONSENT Hak-Hak Pasien dalam Menyatakan Persetujuan Rencana Tindakan Medis dr. Rano Indradi S, M.Kes (Health Information Management Consultant) Seorang pasien memiliki hak dan kewajiban yang layak untuk dipahaminya selama dalam proses pelayanan kesehatan. Ada 3 hal yang menjadi hak mendasar dalam hal ini yaitu hal untuk mendapatkan pelayanan kesehatan (the right to health care), hak untuk mendapatkan informasi (the right to information), dan hak untuk ikut menentukan (the right to determination). Dalam artikel ini akan dipaparkan pelaksanaan dari 3 hak mendasar tersebut berkaitan dengan proses pengisian formulir pernyataan menyetujui terhadap suatu rencana tindakan medis. Proses untuk menyatakan setuju ini disebut dengan Informed Consent. Hak dan kewajiban yang lain dari seorang pasien akan dipaparkan dalam artikel yang lain. Seorang pasien yang sedang dalam pengobatan atau perawatan disuatu sarana pelayanan kesehatan (saryankes) seringkali harus menjalani suatu tindakan medis baik untuk menyembuhan (terapeutik) maupun untuk menunjang proses pencarian penyebab penyakitnya (diagnostik). Pasien yang mengalami radang dan infeksi pada usus buntunya sehingga perlu dipotong melalui operasi, maka operasi ini termasuk tindakan medis terapeutik. Pada kasus penyakit lain, kadangkadang dokter yang merawat perlu melakukan tindakan medis diagnostik, misalnya biopsi, pemeriksaan radiologi khusus, atau pengambilan cairan tubuh untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memperjelas penyebab penyakit. Hak atas informasi Sebelum melakukan tindakan medis tersebut, dokter seharusnya akan meminta persetujuan dari pasien. Untuk jenis tindakan medis ringan, persetujuan dari pasien dapat diwujudkan secara lisan atau bahkan hanya dengan gerakan tubuh yang menunjukkan bahwa pasien setuju, misalnya mengangguk. Untuk tindakan medis yang lebih besar atau beresiko, persetujuan ini diwujudkan dengan menandatangani formulir persetujuan tindakan medis. Dalam proses ini, pasien

tekanan kejiwaan. termasuk keuntungan dan kerugian dari masing-masing alternatif tersebut Pasien berhak bertanya tentang hal-hal seputar rencana tindakan medis yang akan diterimanya tersebut apabila informasi yang diberikan dirasakan masih belum jelas. bukan orang tuanya. Masih terdapat perbedaan pendapat pakar tentang batas usia dewasa. Pasien dalam keadaan sadar. yaitu : Pasien berhak mendapat informasi yang cukup mengenai rencana tindakan medis yang akan dialaminya. atau paman/bibinya. anaknya. Pasien dalam keadaan sehat akal. tidak memihak. Informasi ini akan diberikan oleh dokter yang akan melakukan tindakan atau petugas medis lain yang diberi wewenang. namun secara umum bisa digunakan batas 21 tahun. Berarti. Misalnya pasien masih anak-anak. dan tanpa tekanan. suami/istrinya. Bila pasien sudah menikah. Pasien berhak meminta pendapat atau penjelasan dari dokter lain untuk memperjelas atau membandingkan informasi tentang rencana tindakan medis yang akan dialaminya. Pemberian informasi ini selayaknya bersifat obyektif. Kriteria pasien yang berhak Tidak semua pasien boleh memberikan pernyataan. Setelah menerima semua informasi tersebut. atau orang lainnya. Syarat seorang pasien yang boleh memberikan pernyatan. atau hal lain. Dalam hal seperti ini. pasien seharusnya diberi waktu untuk berfikir dan mempertimbangkan keputusannya. atau terganggu kesadarannya karena pengaruh obat. Informasi ini meliputi : * Bentuk tindakan medis * Prosedur pelaksanaannya * Tujuan dan keuntungan dari pelaksanaannya * Resiko dan efek samping dari pelaksanaannya * Resiko / kerugian apabila rencana tindakan medis itu tidak dilakukan * Alternatif lain sebagai pengganti rencana tindakan medis itu. atau urutan wali lainnya yang sah. koma. Pasien berhak menolak rencana tindakan medis tersebut Semua informasi diatas sudah harus diterima pasien SEBELUM rencana tindakan medis dilaksanakan. baik setuju maupun tidak setuju. maka suami/istrinya merupakan yang paling berhak untuk menyatakan persetujuan bila memang dia . yaitu : Pasien tersebut sudah dewasa. tapi dalam keadaan tidak sadar atau kehilangan akal sehat.sebenarnya memiliki beberapa hak sebelum menyatakan persetujuannya. Hal ini mengandung pengertian bahwa pasien tidak sedang pingsan. pasien harus bisa diajak berkomunikasi secara wajar dan lancar. apabila dia memenuhi 3 kriteria diatas. Jadi yang paling berhak untuk menentukan dan memberikan pernyataan persetujuan terhadap rencana tindakan medis adalah pasien itu sendiri. maka yang berhak memberikan persetujuan adalah orang tuanya. maka hak pasien akan diwakili oleh wali keluarga atau wali hukumnya. Pasien yang masih dibawah batas umur ini tapi sudah menikah termasuk kriteria pasien sudah dewasa. Namun apabila pasien tersebut tidak memenuhi 3 kriteria tersebut diatas maka dia tidak berhak untuk menentukan dan menyatakan persetujuannya terhadap rencana tindakan medis yang akan dilakukan kepada dirinya.

kecelakaan. Pelaksanaan tindakan medis itu sendiri tetap harus sesuai dengan standar proferi kedokteran. Namun tidak berarti bahwa pasien bersedia menerima APAPUN resiko dan kerugian yang akan timbul. Dalam hal ini.setuju. tentu saja suami/istrinya tersebut harus juga memenuhi kriteria ³dalam keadaan sadar dan sehat akal´. ----. Hak suami/istri pasien Untuk beberapa jenis tindakan medis yang berkaitan dengan kehidupan berpasangan sebagai suami-istri. maka pasien berhak untuk mendapat informasi lengkap tentang tindakan medis yang sudah dialaminya tersebut. Dalam kondisi ini. Dalam keadaan gawat darurat Proses pemberian informasi dan permintaan persetujuan rencana tindakan medis ini bisa saja tidak dilaksanakan oleh dokter apabila situasi pasien tersebut dalam kondisi gawat darurat. Setelah masa kritis terlewati dan pasien sudah bisa berkomunikasi. Prosedur penyelamatan nyawa ini tetap harus dilakukan sesuai dengan standar pelayanan / prosedur medis yang berlaku disertai profesionalisme yang dijunjung tinggi. Informed consent memang menyatakan bahwa pasien sudah paham dan siap menerima resiko sesuai dengan yang telah diinformasikan sebelumnya. dan tindakan medis yang bisa berpengaruh terhadap kemampuan seksual atau reproduksi dari pasien tersebut. dokter akan mendahulukan tindakan untuk penyelamatan nyawa pasien. Informed consent tidak menjadikan dokter kebal terhadap hukum atas kejadian yang disebabkan karena kelalaiannya dalam melaksanakan tindakan medis. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator . KB.o0o ----posted by RanoCenter | 12:30 PM _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. maka pernyataan persetujuan terhadap rencana tindakan medisnya harus melibatkan persetujuan suami/istri pasien tersebut apabila suami/istrinya ada atau bisa dihubungi untuk keperluan ini. Setiap kelalaian. atau bentuk kesalahan lain yang timbul dalam pelaksanaan tindakan medis itu tetap bisa menyebabkan pasien merasa tidak puas dan berpotensi untuk mengajukan tuntutan hukum. Beberapa jenis tindakan medis tersebut misalnya tindakan terhadap organ reproduksi. Tidak berarti kebal hukum Pelaksanaan informed consent ini semata-mata menyatakan bahwa pasien (dan/atau walinya yang sah) telah menyetujui rencana tindakan medis yang akan dilakukan. apalagi menyatakan bahwa pasien TIDAK AKAN menuntut apapun kerugian yang timbul.

which may become known later. Berikutnya laser excimer digunakan untuk menghapus-lapisan ultra tipis dari kornea untuk membentuk kembali itu untuk mengurangi rabun. You could continue wearing contact lenses or glasses and have adequate visual acuity. Akhirnya. flap dikembalikan ke posisi semula. the result might be affected even to the extent of making your vision worse. Informasi ini disediakan untuk Anda sehingga Anda dapat membuat keputusan informasi tentang penggunaan perangkat yang dikenal sebagai sebuah microkeratome. harus Anda juga memahami bahwa mungkin ada risiko lain yang tidak diketahui akan ke dokter. seperti operasi semua. presents some risks. Prosedur ini.. menyajikan beberapa risiko. the microkeratome is used to shave the cornea to create a flap. should this happen in your case. untuk melakukan LASIK. This procedure. yang bisa menjadi dikenal kemudian Meskipun yang terbaik dari perawatan. the flap is returned to its original position. . Dalam LASIK. microkeratome digunakan untuk mencukur kornea untuk membuat penutup permukaan tersebut. LASIK is an elective procedure: There is no emergency condition or other reason that requires or demands that you have it performed. 2010 6:47 am CONTOH INFORMED CONSENT FOR LASER IN-SITU KERATOMILEUSIS (LASIK) Informed consent UNTUK LASER IN-SITU Keratomileusis (LASIK) INTRODUCTION PENDAHULUAN This information is being provided to you so that you can make an informed decision about the use of a device known as a microkeratome. many of which are listed below. LASIK is one of a number of alternatives for correcting nearsightedness. Anda bisa melanjutkan memakai lensa kontak atau kacamata dan memiliki ketajaman visual yang memadai. like all surgery. LASIK merupakan salah satu dari sejumlah alternatif untuk mengoreksi rabun jauh. to perform LASIK. flap kemudian dibuka seperti halaman buku untuk mengekspos jaringan hanya kornea yang di bawah ini. combined with the use of a device known as an excimer laser. tanpa jahitan. LASIK merupakan prosedur elektif: Tidak ada kondisi darurat atau alasan lain yang memerlukan atau tuntutan bahwa Anda telah itu dilakukan. Finally. complications and side effects may occur. without sutures.. Next. Despite the best of care. banyak yang tercantum di bawah ini. the excimer laser is used to remove ultra-thin layers from the cornea to reshape it to reduce nearsightedness. You should also understand that there may be other risks not known to your doctor. In LASIK. farsightedness and astigmatism. rabun dekat dan Silindris. The flap then is opened like the page of a book to expose tissue just below the cornea's surface. dikombinasikan dengan penggunaan perangkat yang dikenal sebagai laser excimer.Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Mon May 03.

Saya mengerti bahwa microkeratome atau laser excimer bisa kerusakan. 3. menggunakan jahitan. saya mengerti hal berikut:-risiko jangka panjang dan dampak LASIK tidak diketahui. ALTERNATIVES TO LASIK ALTERNATIVES UNTUK LASIK If you decide not to have LASIK. contact lenses and other refractive surgical procedures. according to the ALK procedure method. an entire portion of the central cornea could be cut off. This would mean that glasses or contact lenses may not correct my vision to the level possible before undergoing LASIK. Jika hal ini terjadi. Saya telah menerima jaminan untuk keberhasilan kasus tertentu saya. Saya memahami bahwa penyembuhan tidak teratur flap . It is also possible that the flap incision could result in an incomplete flap. Jika Anda memutuskan untuk tidak memiliki LASIK. harus ini terjadi dalam kasus Anda. hal ini mungkin atau mungkin tidak disertai dengan kehilangan penglihatan. Jika diawetkan. I understand that the following risks are associated with the procedure: Saya memahami bahwa risiko berikut terkait dengan prosedur: VISION THREATENING COMPLICATIONS VISI mengancam KOMPLIKASI 1. PATIENT CONSENT PASIEN Consent In giving my permission for LASIK. If preserved. dalam menggunakan microkeratome itu. it is likely that the laser part of the procedure will have to be postponed until the cornea has a chance to heal sufficiently to try to create the flap again. dan lain prosedur bedah refraksi. ada metode lain untuk mengoreksi rabun jauh Anda. These alternatives include. kacamata lensa kontak.komplikasi dan efek samping mungkin terjadi. hasilnya mungkin akan terpengaruh bahkan sampai membuat visi Anda lebih parah. sesuai dengan metode prosedur Alk. farsightedness or astigmatism. antara lain. I understand that irregular healing of the flap could result in a distorted cornea. a partial or complete corneal transplant might be necessary to repair the cornea. rabun dekat atau astigmatisme. I understand that my doctor would put this tissue back on the eye after the laser treatment. requiring the procedure to be stopped before completion. instead of making a flap. eyeglasses. sebuah bagian seluruh kornea pusat dapat dipotong. dan sangat jarang bisa hilang. Saya mengerti bahwa. Depending on the type of malfunction. Alternatif-alternatif ini. Hal ini juga kemungkinan bahwa insisi flap bisa mengakibatkan flap tidak lengkap. membutuhkan prosedur harus dihentikan sebelum selesai. I understand that. alih-alih membuat flap. this may or may not be accompanied by visual loss. Dalam memberikan izin saya untuk LASIK. I understand the following: The long-term risks and effects of LASIK are unknown. 2. among others. there are other methods of correcting your nearsightedness. If this distortion in vision is severe. Tergantung pada jenis kerusakan. kemungkinan bahwa bagian laser prosedur ini harus ditunda sampai kornea memiliki kesempatan untuk menyembuhkan cukup untuk mencoba membuat tutup lagi. I have received no guarantee as to the success of my particular case. and very rarely could be lost. saya memahami bahwa dokter akan menempatkan jaringan ini kembali pada mata setelah perawatan laser. atau flap yang terlalu tipis. using sutures. If this happens. or a flap that is too thin. in using the microkeratome. I understand that the microkeratome or the excimer laser could malfunction.

could lead to permanent scarring and loss of vision that may require corrective laser surgery or. This could also be caused by an internal or external eye infection that could not be controlled with antibiotics or other means. keratoconus berat mungkin perlu diobati dengan transplantasi kornea sementara keratoconus ringan dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. menyebabkan komplikasi yang merusak. transplantasi kornea atau bahkan kehilangan mata. transplantasi kornea lengkap atau parsial mungkin diperlukan untuk memperbaiki kornea. even if successfully treated with antibiotics. Keratoconus is a degenerative corneal disease affecting vision that occurs in approximately 1/2000 in the general population. Meskipun ada beberapa tes yang menyarankan pasien yang mungkin berisiko. appearance of ³floaters´ and retinal detachment. bahkan jika berhasil diobati dengan antibiotik bisa menimbulkan jaringan parut permanen dan kehilangan visi bahwa mungkin memerlukan pembedahan laser perbaikan atau.. Saya mengerti ringan atau berat bahwa infeksi adalah ringan. Mungkin bisa infeksi biasanya diobati dengan antibiotik dan biasanya tidak mengarah ke parah visual permanen. there is no absolute test that will ensure a patient will not develop keratoconus following laser vision correction. tidak ada tes mutlak yang akan memastikan pasien tidak akan mengembangkan visi keratoconus berikut koreksi laser. jika sangat parah. Saya memahami bahwa saya bisa mengembangkan keratoconus. Ini berarti bahwa kacamata lensa kontak atau mungkin saya tidak benar visi ke tingkat mungkin sebelum menjalani LASIK Jika ini distorsi dalam visi parah. . I understand that I could develop keratoconus. 7. corneal thinning (ectasia). Mild infection can usually be treated with antibiotics and usually does not lead to permanent visual loss. While there are several tests that suggest which patients might be at risk. Saya memahami bahwa adalah mungkin suatu perforasi kornea yang dapat terjadi. if very severe. corneal transplantation or even loss of the eye. I understand that other very rare complications threatening vision include. Severe infection. Keratoconus adalah penyakit degeneratif yang mempengaruhi kornea visi yang terjadi pada sekitar 1 / 2000 pada populasi umum. Ini bisa juga disebabkan oleh infeksi mata eksternal atau internal yang tidak dapat dikontrol dengan antibiotik atau sarana lainnya . 5. 6.bisa mengakibatkan kornea terdistorsi. termasuk kehilangan sebagian atau semua visi saya. Rugi infeksi. but are not limited to. this condition can develop in patients who have normal preoperative topography (a map of the cornea obtained before surgery) and pachymetry (corneal thickness measurement) . 5. Since keratoconus may occur on its own. I understand that it is possible a perforation of the cornea could occur. Severe keratoconus may need to be treated with a corneal transplant while mild keratoconus can be corrected by glasses or contact lenses. I understand that mild or severe infection is possible. causing devastating complications. Sejak keratoconus dapat terjadi dengan sendirinya. 6. including loss of some or all of my vision.. kondisi ini dapat berkembang pada pasien yang memiliki topografi pra operasi normal (peta kornea diperoleh sebelum operasi) dan pachymetry (pengukuran ketebalan kornea). 4. corneal swelling.

2. After refractive surgery. kornea bengkak. dan penyumbatan arteri vena. total blindness. These symptoms may be temporary or. however. venous and arterial blockage. glare. dan fluktuasi ketajaman penglihatan. I understand that there may be increased sensitivity to light. penampilan dari "floaters" dan ablasi retina. For most patients. some ophthalmologists theorize that the risk may be increased in patients with large pupils or high degrees of correction. a certain number of patients experience glare. Saya mengerti bahwa ada peningkatan sensitivitas terhadap cahaya. and may require frequent application of artificial tears and/or closure of the tear duct openings in the eyelid. pada kesempatan langka. dan bahkan hilangnya mata saya. I understand that it is not possible to predict whether I will experience these night vision or low light problems. Gejala ini mungkin sementara atau. I understand that my vision may not seem as sharp at night as during the day and that I may need to wear glasses at night or take eye drops. The exact cause of these visual problems is not currently known. Saya memahami bahwa overcorrection atau undercorrection dapat terjadi. and fluctuations in the sharpness of vision. 7. Aku mengerti sangat langka lainnya yang mengancam visi komplikasi termasuk tetapi tidak terbatas pada. Saya memahami kondisi ini biasanya terjadi selama periode stabilisasi normal dari satu sampai tiga bulan. kebutaan total. cahaya silau. cataract formation. these visual problems are permanent. pembentukan katarak. tetapi mereka mungkin juga permanen. Saya mengerti bahwa ada peningkatan risiko iritasi mata terkait dengan pengeringan permukaan kornea setelah prosedur LASIK. causing me to become farsighted or nearsighted or increase my astigmatism and that this could be either permanent or treatable. permanent. but they may also be permanent. and even loss of my eye. 3. I understand an overcorrection or undercorrection is more likely in people over the age of 40 years and may require the use of glasses for reading or for distance vision some or all of the time. dan mungkin memerlukan aplikasi yang sering air mata buatan dan / atau penutupan bukaan saluran air mata di kelopak mata. on rare occasions. a ³starbursting´ or halo effect around lights. perdarahan. I understand these conditions usually occur during the normal stabilization period of from one to three months. permanen. For some patients.. 4. or other low-light vision problems that may interfere with the ability to drive at night or see well in dim light. NON-VISION THREATENING SIDE EFFECTS VISI NON-EFEK SAMPING mengancam 1. Saya memahami sebuah overcorrection atau undercorrection lebih mungkin pada orang berusia lebih dari 40 tahun dan dapat memerlukan penggunaan kacamata untuk membaca visi atau untuk jarak beberapa atau semua waktu. membuat saya menjadi rabun dekat atau rabun jauh atau meningkatkan Silindris saya dan bahwa ini bisa menjadi baik permanen atau bisa diobati. I understand that an overcorrection or undercorrection could occur. and that I may permanently lose the ability to drive at night or function in dim . this is a temporary condition that diminishes with time or is correctable by wearing glasses at night or taking eye drops. I understand that there is an increased risk of eye irritation related to drying of the corneal surface following the LASIK procedure. penipisan kornea (ektasia).hemorrhage.

therefore. Setelah operasi bias. Aku mengerti ini akan menyebabkan kelelahan mata dan membuat jarak atau kedalaman menilai persepsi lebih sulit . dan bahwa aku secara permanen mungkin kehilangan kemampuan mengemudi di malam hari atau fungsi di lampu redup karena mereka. I understand that my first eye may take longer to heal than is usual. 5. ini adalah kondisi sementara yang berkurang dengan waktu atau diperbaiki dengan memakai kacamata pada malam hari atau mengambil tetes mata. or other traumatizing object contacting the eye may be high. is somewhat more vulnerable to all varieties of injuries. after LASIK. 7. memperpanjang waktu saya dapat pengalaman anisometropia. sejumlah pasien mengalami silau. such as more laser treatment or the use of glasses or contact lenses.light because of them. beberapa dokter mata berteori bahwa risiko dapat ditingkatkan pada pasien dengan pupil besar atau derajat yang tinggi koreksi. prolonging the time I could experience anisometropia. mata mungkin lebih rapuh terhadap trauma dari dampak. Fenomena ini disebut anisometropia. setidaknya untuk tahun . Bukti menunjukkan bahwa. seperti laser lebih atau penggunaan kacamata atau lensa kontak. the eye may be more fragile to trauma from impact. atau masalah visi-cahaya rendah lain yang dapat mengganggu kemampuan untuk mengemudi pada malam hari atau melihat dengan baik dalam cahaya redup. karena itu. tetapi tidak yang lain. Untuk beberapa pasien. irisan kornea tidak akan sekuat kornea awalnya ada di situs tersebut. Saya memahami bahwa. the corneal incision will not be as strong as the cornea originally was at that site. at least for the first year following LASIK. seperti bekas luka. agak lebih rentan terhadap semua varietas dari cedera. 6. sebuah "starbursting" atau efek halo sekitar lampu. fist. as with any scar. Penyebab tepat masalah-masalah visual saat ini tidak diketahui. visual masalah ini tetap saya memahami bahwa visi saya mungkin tidak setajam pada malam hari saat siang hari dan bahwa saya mungkin harus memakai kacamata pada malam hari atau mengambil tetes mata. Saya memahami bahwa mata pertama saya mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh daripada biasanya. Saya memahami bahwa tidak mungkin untuk memprediksi apakah saya akan mengalami visi ini malam atau masalah cahaya rendah. This phenomenon is called anisometropia. setelah LASIK. projectile.. I understand it would be advisable for me to wear protective eyewear when engaging in sports or other activities in which the possibility of a ball. I understand that I should not drive unless my vision is adequate. Bagi sebagian besar pasien. namun. but not the other. I understand that I may not get a full correction from my LASIK procedure and this may require future enhancement procedures. I understand that there may be a ³balance´ problem between my two eyes after LASIK has been performed on one eye. Evidence has shown that. I understand that the treated eye. Saya memahami bahwa mungkin ada saldo "" masalah antara dua mata setelah LASIK telah dilakukan pada satu mata. I understand that. Saya mengerti bahwa saya tidak mungkin mendapatkan koreksi penuh dari prosedur LASIK saya dan ini mungkin memerlukan prosedur tambahan di masa depan. Saya memahami bahwa diperlakukan mata. Saya memahami bahwa saya tidak harus drive kecuali visi saya adalah memadai. I understand this would cause eyestrain and make judging distance or depth perception more difficult. elbow.

siku. I understand that it is not realistic to expect that this procedure will result in perfect vision. Saya mengerti bahwa mungkin ada rasa sakit atau sensasi benda asing. and that my vision may go partially back to a level that may require glasses or contact lens use to see clearly. 8. Saya mengerti saya mungkin perlu kacamata untuk memperbaiki visi saya untuk beberapa tujuan yang membutuhkan visi rinci baikbaik saja setelah beberapa titik dalam hidup saya. for the rest of my life. terutama selama 48 jam pertama setelah operasi. Saya mengerti bahwa koreksi yang dapat saya harapkan untuk memperoleh dari LASIK mungkin tidak sempurna. dalam semua keadaan. 10. Saya mengerti bahwa efek jangka panjang LASIK tidak diketahui dan yang tak terduga komplikasi atau efek samping yang mungkin terjadi. I understand that the correction that I can expect to gain from LASIK may not be perfect. selama sisa hidupku . 11. I understand that visual acuity I initially gain from LASIK could regress. Aku mengerti itu akan dianjurkan bagi saya untuk memakai pelindung mata ketika melakukan olahraga atau kegiatan lain yang kemungkinan bola. at all times. particularly during the first 48 hours after surgery. proyektil. 13. . Saya memahami bahwa gelas sementara baik untuk jarak jauh atau mungkin perlu membaca sementara penyembuhan terjadi dan lebih dari satu kacamata mungkin diperlukan. I understand that temporary glasses either for distance or reading may be necessary while healing occurs and that more than one pair of glasses may be needed. I understand that there is a natural tendency of the eyelids to droop with age and that eye surgery may hasten this process.pertama setelah LASIK. atau benda lainnya menghubungi trauma mata mungkin tinggi. under all circumstances. I understand that the long-term effects of LASIK are unknown and that unforeseen complications or side effects could possibly occur. Aku mengerti bahwa tidak realistis untuk mengharapkan bahwa prosedur ini akan menghasilkan visi yang sempurna. setiap saat. dan bahwa hal ini mungkin terjadi segera setelah operasi atau tahun kemudian. tangan. I understand I may need glasses to refine my vision for some purposes requiring fine detailed vision after some point in my life. Saya memahami bahwa ketajaman visual pada awalnya saya peroleh dari LASIK bisa regresi. 9. Saya memahami bahwa ada kecenderungan alamiah dari kelopak mata untuk menunduk dengan usia dan bahwa operasi mata dapat segera proses ini. dan bahwa visi saya mungkin pergi sebagian kembali ke tingkat yang mungkin memerlukan kacamata atau lensa kontak digunakan untuk melihat dengan jelas. 12. and that this might occur soon after surgery or years later. I understand that there may be pain or a foreign body sensation.

saya masih akan mungkin perlu kacamata baca setelah perawatan ini. karena tidak mungkin untuk menyatakan setiap komplikasi yang mungkin terjadi sebagai hasil dari operasi apapun. I will still likely need reading glasses after this treatment. Peningkatan dapat dilakukan ketika visi KECUALI stabil itu tidak bijaksana atau tidak aman. After 6 months of healing. Jika perangkat tambahan tersebut dilakukan dalam enam bulan pertama setelah operasi. Bahkan 90% kejelasan visi masih sedikit buram operasi. Karena itu. I understand that.. mengerti bahwa saya tidak harus drive hari operasi dan tidak sampai saya yakin bahwa visi saya adalah cukup untuk berkendara. Dalam rangka untuk melakukan operasi tambahan. The original flap can usually be lifted with specialized techniques. It is possible that dependence on reading glasses may increase or that reading glasses may be required at an earlier age if I have this surgery. sayatan LASIK baru mungkin diperlukan yang lebih besar menimbulkan risiko. If the enhancement is performed within the first six months following surgery. Asli dapat flap biasanya diangkat khusus dengan teknik Setelah 6 bulan penyembuhan. drug reactions. the list of complications in this form may not be complete. incurring greater risk. I understand that. there is a possibility of complications due to anesthesia. Jika ada jaringan yang tidak memadai. In order to perform an enhancement surgery. ada kemungkinan komplikasi karena anestesi. daftar komplikasi dalam bentuk ini tidak mungkin lengkap. Even 90% clarity of vision is still slightly blurry. it may not be possible to perform an enhancement. or other factors that may involve other parts of my body. Saya memahami bahwa jika saya saat ini membutuhkan kacamata baca. ada umumnya tidak perlu membuat lagi dipotong dengan microkeratome itu. atau faktor lainnya yang mungkin melibatkan bagian lain dari tubuh saya. harus ada sisa jaringan yang cukup. Saya memahami bahwa. there must be adequate tissue remaining. . seperti halnya dengan semua jenis operasi. Hal ini dimungkinkan bahwa ketergantungan pada kacamata baca dapat meningkat atau kacamata baca yang mungkin diperlukan pada usia lebih dini jika saya menjalani operasi ini. tidak mungkin untuk melakukan perangkat tambahan. Saya memahami bahwa saya dapat diberikan obat-obatan dalam hubungannya dengan prosedur dan bahwa mata saya mungkin ditambal sesudahnya. I therefore. Sebuah penilaian dan konsultasi akan diadakan dengan dokter bedah di mana waktu manfaat dan risiko dari operasi perangkat tambahan akan dibahas. obat reaksi. since it is impossible to state every complication that may occur as a result of any surgery. Enhancement surgeries can be performed when vision is stable UNLESS it is unwise or unsafe. I understand that if I currently need reading glasses. 16. there generally is no need to make another cut with the microkeratome. 17. Saya memahami bahwa. An assessment and consultation will be held with the surgeon at which time the benefits and risks of an enhancement surgery will be discussed. 15. understand that I must not drive the day of surgery and not until I am certain that my vision is adequate for driving. If there is inadequate tissue. a new LASIK incision may be required. I understand that I may be given medication in conjunction with the procedure and that my eye may be patched afterward. as with all types of surgery.14.

unless I give subsequent written permission for it to be disclosed outside my ophthalmologist's office or the center where my LASIK procedure will be performed. Saya memberi izin untuk dokter mata saya untuk merekam video atau peralatan fotografi prosedur saya. untuk tujuan pendidikan. I therefore consent to LASIK surgery on: Rincian prosedur yang dikenal sebagai LASIK telah disajikan kepada saya secara rinci dalam dokumen ini dan menjelaskan kepada saya oleh dokter mata saya. I also give my permission for my ophthalmologist to use data about my procedure and subsequent treatment to further understand LASIK.FOR PRESBYOPIC PATIENTS (those requiring a separate prescription for reading): The option of monovision has been discussed with my ophthalmologist. Dokter mata telah menjawab semua pertanyaan saya saya untuk kepuasan Karena itu saya setuju untuk operasi LASIK pada: _________ Right eye ___________ Left eye _________ Both eyes _________ ___________ Mata kanan mata Waktu _________ Kedua mata I give permission for my ophthalmologist to record on video or photographic equipment my procedure. . gambargambar Patient Name Date Witness Name Date Nama Pasien Tanggal Tanggal Nama Saksi I have been offered a copy of this consent form (please initial) _____ Saya telah menawarkan salinan formulir persetujuan (mohon awal) _____ _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. My ophthalmologist has answered all my questions to my satisfaction. Saya juga memberikan saya izin untuk dokter mata untuk menggunakan data saya tentang prosedur selanjutnya dan perawatan lebih lanjut LASIK mengerti. atau pelatihan dari para profesional perawatan kesehatan lainnya untuk. or training of other health care professionals. Saya. Saya memahami bahwa nama saya akan tetap rahasia. I understand that my name will remain confidential. research. for purposes of education. UNTUK PASIEN PRESBYOPIC (yang memerlukan resep terpisah untuk membaca): Opsi dari monovision telah didiskusikan dengan dokter mata saya. kecuali aku memberi izin tertulis selanjutnya agar bisa diungkapkan di luar kantor saya yang dokter mata atau pusat di mana prosedur LASIK saya akan dilakukan. PATIENT'S STATEMENT OF ACCEPTANCE AND UNDERSTANDING PASIEN'S LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGERTIAN The details of the procedure known as LASIK have been presented to me in detail in this document and explained to me by my ophthalmologist. penelitian.

dulled vision. Katarak dapat mengembangkan normal dari penuaan. such as glaucoma. kerugian Anda visi dari katarak akan terus memburuk. Jika Anda tidak memiliki operasi. kondisi yang dikenal sebagai katarak..Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Mon May 03. Cataract surgery will not correct other causes of decreased vision. Surgery is the only way to remove a cataract. tumpul visi. If you don't have the surgery. Cataracts may cause blurred vision. sensitivitas terhadap cahaya dan silau. atau jika Anda telah mengambil obat yang dikenal sebagai steroid Katarak dapat menyebabkan penglihatan kabur. dan / atau gambar hantu untuk. a condition known as a cataract. sensitivity to light and glare. katarak mungkin perlu dihapus. the ophthalmologist (eye surgeon) removes the cataract and puts in a new artificial lens called an intraocular lens or IOL. Pembedahan merupakan satu-satunya cara untuk menghilangkan katarak. During the surgery. dari mata luka. Jika perubahan katarak visi begitu banyak sehingga mengganggu sehari-hari Anda dengan kehidupan. Cataracts can develop from normal aging. or age-related macular degeneration. You can decide not to have the cataract removed. Anda dapat memutuskan untuk tidak memiliki katarak dihapus. HOW WILL REMOVING THE CATARACT AFFECT MY VISION? CARA MENGHILANGKAN AKAN katarak mempengaruhi VISI SAYA? The goal of cataract surgery is to correct the decreased vision that was caused by the cataract. from an eye injury. Lensa mata dapat menjadi mendung dan keras. your vision loss from the cataract will continue to get worse. and/or ghost images. 2010 6:51 am CONTOH Informed consent UNTUK operasi katarak WHAT IS A CATARACT AND HOW IS IT TREATED? APA DAN BAGAIMANA katarak DIKERJAKAN IS IT? The lens in the eye can become cloudy and hard. If the cataract changes vision so much that it interferes with your daily life. or if you have taken medications known as steroids. Most people . diabetes. the cataract may need to be removed.

and refractive surgery (LASIK or PRK). atau prosedur lain mungkin diperlukan. Katarak tidak akan benar penyebab lain dari visi menurun. IOLs biasanya memberikan jarak dekat atau visi baik: ini fokus lensa tunggal disebut IOLs monofocal. An astigmatism is caused by an irregularly shaped cornea. Any attempt at astigmatism reduction could result in over. IOLs yang memperlakukan Silindris disebut IOLs toric. instead of being round like a basketball. kornea berbentuk seperti bola. Kebanyakan orang masih harus memakai kacamata atau lensa kontak setelah operasi katarak baik untuk dekat dan / atau visi jarak dan Silindris.. dokter mata (ahli bedah mata) menghilangkan katarak dan menempatkan di lensa buatan baru yang disebut lensa intraokuler atau IOL operasi.still need to wear glasses or contact lens after cataract surgery for either near and/or distance vision and astigmatism. intermediate. or as a separate procedure. astigmatism can be reduced by glasses. dokter mata Anda akan membantu Anda memutuskan jenis IOL yang akan menggantikan lensa berawan Anda. which can be done at the same time as the cataract operation. and distance vision: these multiple focus lenses are called multifocal IOLs. An. Some newer IOLs can provide for near.. Tujuan dari operasi katarak adalah untuk memperbaiki visi mengalami penurunan yang disebabkan oleh katarak. Selama operasi. the cornea is shaped like a football. A limbal relaxing incision (LRI) is a small cut or incision the ophthalmologist makes into your cornea to make its shape rounder. atau sebagai prosedur terpisah ). dan operasi refraksi (LASIK atau PRK). atau degenerasi makula terkait usia. There is also a procedure called a limbal relaxing incision (LRI).dapat Anda juga memiliki satu mata dikoreksi dekat untuk visi dan lain untuk visi jarak. a choice called monovision. There are IOLs available to treat nearsightedness (myopia). You can also have one eye corrected for near vision.baru Beberapa IOLs dapat menyediakan untuk dekat. diabetes. IOLs that treat astigmatism are called toric IOLs. IOLs usually provide either near or distance vision: these single focus lenses are called monofocal IOLs. rabun dekat (hyperopia) dan astigmatisme.or under-correction. Hal ini dapat membuat kabur visi Anda. Setiap upaya pengurangan Silindris bisa mengakibatkan over-atau-koreksi di bawah. yang dapat dilakukan pada waktu yang sama dengan operasi katarak. menengah dan jarak visi: beberapa fokus lensa ini disebut IOLs multifocal. and the other for distance vision.. Pasien dengan rabun jauh dan rabun dekat sering juga memiliki Silindris. Ada juga sebuah prosedur yang disebut irisan santai limbal (LRI). seperti glaukoma. or another procedure may be needed. in which case glasses. farsightedness (hyperopia). Selain IOLs toric. WHAT IS ASTIGMATISM? ARE THERE OTHER TREATMENTS FOR IT? APAKAH Silindris? ADA YANG LAIN UNTUK PENGOBATAN TI? Patients with nearsightedness and farsightedness often also have astigmatism. In addition to toric IOLs. lensa kontak. WHAT TYPES OF IOLs ARE AVAILABLE? JENIS APA YANG TERSEDIA IOLs? Your ophthalmologist will help you decide on the type of IOL that will replace your cloudy lens. contact lenses. contact lenses. santai limbal Sebuah insisi (LRI adalah irisan dipotong kecil atau dokter mata ke kornea membuat Anda untuk membuat bentuknya bulat. This can make your vision blurry. Ada IOLs tersedia untuk mengobati rabun jauh (miopia). sebuah monovision disebut pilihan. . dalam hal ini kacamata. Silindris disebabkan oleh tidak teratur berbentuk sebuah kornea bukannya bulat seperti bola basket. and astigmatism. lensa kontak. Silindris dapat dikurangi dengan kacamata.

In some cases. operasi itu sendiri. risiko lainnya yang mungkin. Anda mungkin perlu tambahan perawatan atau operasi untuk mengobati komplikasi pengobatan tambahan ini tidak termasuk dalam biaya untuk ini prosedur. The major risks of a limbal relaxing incision are similar to those for cataract surgery. injury to parts of the eye and nearby structures from the anesthesia. kematian. a detached retina. Anda mungkin telah meningkatkan silau malam atau halos. death. the operation itself.or over-correction could occur. and. Tergantung pada jenis anestesi. Tidak ada jaminan bahwa pengurangan atau operasi katarak astigmatisme akan meningkatkan visi Anda. gangguan persepsi kedalaman. or even death. double vision. atau bahkan hilangnya mata dalam situasi langka. in rare cases. Depending upon the type of anesthesia. blurry vision. and trouble driving at night. Semua operasi dan prosedur yang berisiko dan dapat menyebabkan hasil tidak berhasil. kerusakan kornea. total loss of vision. you may have increased night glare or halos. These and other complications may result in poor vision. but also include loss of vision. komplikasi dapat terjadi minggu. ghost images. pandangan kabur. Tergantung pada mata Anda dan jenis IOL. dalam kasus yang jarang terjadi. dan. atau potongan lensa yang tidak dapat dihapus. mungkin Anda bahwa visi bisa dibuat lebih buruk Dalam beberapa kasus. dan kelopak mata droopy. tetapi juga termasuk kehilangan penglihatan. cedera pada bagian mata dan struktur di dekatnya dari anestesi.. tekanan mata tinggi. The ophthalmologist might not be able to put in the IOL you choose. bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian. high eye pressure. from both known and unknown causes. injury. Utama Risiko operasi katarak termasuk tetapi tidak terbatas pada perdarahan. penglihatan ganda. bawah atau over-koreksi dapat terjadi. infection.. komplikasi. or pieces of the lens that cannot be removed. Risiko utama dari sayatan santai limbal adalah sama dengan yang untuk operasi katarak . dan jaringan parut. it is possible that your vision could be made worse. termasuk masalah jantung dan pernafasan. months or even years later. other risks are possible. Di samping itu. IOL nanti mungkin perlu posisinya atau diganti. You may need additional treatment or surgery to treat these complications. infeksi. including cardiac and respiratory problems. Dokter mata tidak mungkin bisa diletakkan di IOL Anda memilih. . The major risks of cataract surgery include.WHAT ARE THE MAJOR RISKS OF CATARACT SURGERY? APA SAJA RISIKO MAYOR OF operasi katarak? All operations and procedures are risky and can result in unsuccessful results. In addition. complications. kehilangan penglihatan total. and scarring. As a result of the surgery and/or anesthesia. but are not limited to bleeding. gambar hantu. dari kedua dikenal dan tidak diketahui penyebab.. dan kesulitan mengemudi di malam hari. impaired depth perception. under. Sebagai hasil dari operasi dan / atau anestesi. ini dan komplikasi lain dapat menyebabkan visi miskin. cedera. sebuah retina terlepas. and a droopy eyelid. atau bahkan kematian. damage to the cornea. This additional treatment is not included in the fee for this procedure. the IOL may later need to be repositioned or replaced. There is no guarantee that cataract surgery or astigmatism reduction will improve your vision. complications may occur weeks. Depending upon your eye and the type of IOL. or even loss of the eye in rare situations.

__________ Toric monofocal IOL/Glasses Option for Astigmatism Reduction __________ Toric IOL monofocal / Glasses Opsi untuk Astigmatisma Pengurangan I wish to have a cataract operation with a toric monofocal IOL on my _______________ (state . dan alternatif tindakan operasi katarak. Saya telah memeriksa pilihan saya untuk koreksi astigmatisme dan jenis IOL. By signing below. __________ Monofocal IOL/Glasses Option __________ IOL Monofocal / Glasses Opsi I wish to have a cataract operation with a monofocal IOL on my _______________ (state "right" or "left" eye) and wear glasses for _____________________ (state "near" or "distance") vision. Saya ingin memiliki operasi katarak dengan implan IOL multifocal _____________________ (nama negara bagian implan) di _______________ saya (negara bagian "kanan" atau "kiri") mata. manfaat.PATIENT'S ACCEPTANCE OF RISKS PASIEN'S PENERIMAAN RISIKO I understand that it is impossible for the doctor to inform me of every possible complication that may occur. I wish to have my ______________ (state "right" or "left") eye corrected for distance vision. I have checked my choice for astigmatism correction and type of IOL. benefits. dan bahwa Saya mengerti dan menerima risiko. Dengan menandatangani di bawah ini. saya setuju bahwa dokter telah menjawab semua pertanyaan saya. __________ Multifocal IOL Option (may still need glasses) __________ Multifocal IOL Opsi (masih mungkin perlu kacamata) I wish to have a cataract operation with a _____________________ multifocal IOL implant (state name of implant) on my _______________ (state "right" or "left") eye. __________ Monovision with 2 IOLs Option (may still need glasses) __________ Monovision dengan 2 Opsi IOLs (masih mungkin perlu kacamata) I wish to have a cataract operation with two different-powered IOLs implanted to achieve monovision. that I have been offered a copy of this consent form. and alternatives of cataract surgery. Saya ingin saya memiliki ______________ (negara bagian "kanan" atau "kiri") mata mengoreksi jarak untuk visi saya ingin memiliki ___________ saya (negara bagian "kanan "atau" kiri ") mata dikoreksi untuk visi dekat. Saya ingin memiliki operasi katarak dengan dua-powered IOLs implan yang berbeda untuk mencapai monovision. bahwa saya telah menawarkan salinan formulir persetujuan. Saya ingin memiliki operasi katarak dengan IOL monofocal di _______________ saya (negara bagian "kanan" atau "kiri" mata) dan memakai kacamata untuk _____________________ (negara bagian "dekat" atau "jarak") visi. I agree that my doctor has answered all of my questions. and that I understand and accept the risks. I wish to have my ___________ (state "right" or "left") eye corrected for near vision. Saya memahami bahwa tidak mungkin bagi dokter untuk memberitahukan setiap komplikasi yang mungkin terjadi..

Spencer B MD Gay. 2010 8:05 am INFORMED CONSENT Kevin E MD Snyder. . University of Virginia Health Sciences Center. Department of Radiology Universitas Virginia Pusat Ilmu Kesehatan. Program ini dimaksudkan sebagai tutorial diri bagi penduduk dan mahasiswa kedokteran untuk mempelajari unsur-unsur medis informed consent. Saya ingin memiliki prosedur ini dilakukan selain operasi katarak. Wei-Shin Lai MD. Saya ingin memiliki operasi katarak dengan IOL monofocal _______________ toric pada saya (negara bagian "kanan" atau "kiri" mata) dan memakai kacamata untuk _____________________ (negara bagian "dekat" atau "jarak") visi. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Mon May 03. Rebecca W JD Barat. __________ Limbal Relaxing Incision for Astigmatism Reduction (may still need glasses) __________ Limbal Relaxing Insisi untuk Astigmatisma Pengurangan (masih mungkin perlu kacamata) I wish to have a this procedure done in addition to the cataract operation."right" or "left" eye) and wear glasses for _____________________ (state "near" or "distance") vision. Patient (or person authorized to sign for patient) Date Pasien (atau orang yang berwenang untuk menandatangani untuk pasien) Tanggal _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Departemen Radiologi This program is intended as a self tutorial for residents and medical students to learn the elements of medical informed consent.

by either the physician or their representative. If informed consent is not obtExpress consent is what is normally thought of by consent. however. In order for the patient to be presented with sufficient information to make an informed decision. Informed consent must be obtained by a health care provider who is reasonably involved with the patient's care. Informed consent is necessary any time the physician is going to either touch the patient or perform an invasive procedure. © 2001 by the Rector & Visitors of the University of Virginia . Legally. this reasonable period of time consists of 30 days. to allow the patient to make an informed decision regarding whether or not to consent to a treatment or procedure. This would include the act of the patient standing in line to receive a vaccination. Informed consent may further be divided into two parts. Telephone consent is also acceptable. Their reasons may include religious grounds as well as any other personal grounds they choose. if necessary. These include discussion of the following: Implied consent is consent arising by inference from the patient's behavior.nformed consent is a patient's right to be presented with sufficient information. In other cases. even if you as physician consider their grounds to be frivolous or in poor judgment. he or she remains responsible and liable if appropriate consent is not obtained. but written consent is suggested for the purpose of proof. A medical student therefore may not obtain consent. the law simply requires consent. The attending physician may delegate his or her responsibility to obtain informed consent to another health care provider. or when the patient consents by direct words. consent may be obtained for the treatments to be provided up to 6 months in advance. ained. such as chemotherapy. In cases where treatments are planned in advance. several elements must be included. The legal requirement to obtain informed consent rests with the attending physician. it is a good idea to have a second person on the telephone. Per JCAHO. again for the purpose of proof. as they are not allowed to be responsible for patient care. In these cases. These parts include Express consent and Implied consent. written or oral. the patient has the right to sue for medical malpractice. Written consent is also required for cases to be performed in the operating room by hospital policy that is mandated for JCAHO accreditation. Patients generally are recognized as having the right to refuse medical care for any reason. in vitro fertilization or HIV testing. informed consent is valid for a reasonable period of time. Virginia law requires written consent only in cases of breast biopsy.

Oleh karena itu selain untuk menjaga kemungkinan µterlantar¶nya pasien oleh dokter atau dokter gigi yang mempunyai pasien banyak. Bagi pasien yang menolak penjelasan bisa diminta untuk menandatangani surat penolakan penjelasan perawatan. kerugian maupun keuntungan dari alternatif perawatan dan pengobatan yang akan diberikan.bravehost. Ini yang disebut sebagai inform consent.Latar belakang setiap orang berbeda.http://dention.Pertanyaan bisa diajukan untuk melengkapi hal-hal yang belum jelas. atau µterlantar¶nya dokter atau dokter gigi karena harus menghadapi tuntutan hanya karena tidak mengkomunikasikan kemungkinan penyakit maka dibuatlah suatu surat perjanjian hitam di atas putih. Dunia kedokteran tidak 2+2=4.htm INFORMED CONSENT Informasi dalam lingkup medis.com/INFORMED%20CONSENT. ternyata sangat penting. langsung dari dokternya atau dari brosur yang dokter dan dokter gigi berikan. reaksi tubuh terhadap sesuatu berbeda. Jadi pada dasarnya semua pasien berhak mendapatkan penjelasan sejelas-jelasnya dari dokter dan dokter gigi yang merawat.Tidak ada kepastian dan garansi dalam dunia kedokteran karena setiap kasus bagaikan teori permutasi kombinasi. atau bisa diberi penjelasan tambahan oleh asisten atau perawat dokter dan dokter gigi. Jadi manalah mungkin seorang dokter dan dokter gigi yang juga manusia dapat memenuhi dengan sempurna seluruh kriteria kasus yang ada. tapi langkah penjelasan untuk era saat ini justru diharuskan. penjelasan mengenai biaya yang harus dibayar dan pilihanpilihan lain yang memungkinkan untuk mengatasi penyakitnya. derajat pengobatan yang diberikan berbeda. sedangkan setiap orang sudah pasti having their own limit. namun dokter atau dokter gigi tetap memberi kesempatan bila suatu saat pasien berubah pendapat. Kenapa hal ini begitu penting? Sebab tidak semua kejadian dalam pengobatan berlangsung exactly just the way we want to. akurat dan lengkap tahap demi tahap perawatan.Meski tidak semua pasien menghendaki penjelasan yang sejelas-jelasnya. latar belakang kesehatan berbeda. Seperti apakah surat inform consent itu? Intinya inform consent merupakan surat yang menyatakan bahwa pasien diberitahu perihal penyakit yang dideritanya. Perawatan apa saja yang butuh inform consent? .

yang menandatangani surat persetujuan adalah orang tua atau wali. Dalam perawatan gigi anak. Dokter gigi pun akan terlindungi. Namun dalam hal-hal tertentu hal tersebut bisa menaikkan cost total dari biaya perawatan pasien. Dan inform consent merupakan salah satu pencegahan diri dari tindakan malpraktek dan tuntutan malpraktek. bisa dimintakan inform consent. biasanya melindungi seseorang dari sebuah tuntutan.´ Apakah sudah mengerti penjelasan tertulis yang diberikan? Apakah ada pertanyaan lain yang berkaitan dengan hal tersebut?´ Apakah inform consent mempunyai kekuatan hukum? Ya. Jadi apakah kita benar-benar perlu menandatangani surat inform consent sebelum merawat gigi? Ya. Apakah inform consent mempunyai efek dari segi medis dan dari segi pasien? Ya. Namun sebagai manusia sosial. kenapa tidak menuntut dokter umum yang merawat. Dokter saya sibuk sekali. dokter dan dokter gigi akan bertindak lebih hati-hati untuk menghindari tuntutan malpraktek. seorang pasien mendapatkan hasil perawatan yang tidak diinginkan dan menuntut seorang spesialis.Setidaknya dokter Anda pasti punya waktu untuk bertanya. Contohnya dalam kedokteran gigi Perawatan Saluran Akar atau Pencabutan Gigi. Nah lo« . supaya Anda terlindungi. sehingga tidak sempat menjelaskan apa-apa. bisa membuat keterangan tentang suatu perawatan dalam bentuk tertulis.Kehati-hatian ini juga membuat dokter dan dokter gigi enggan menempuh resiko yang dapat berakibat fatal.Semua perawatan yang membutuhkan tindakan. Kata pasien. Kemudian ditanya. misalnya mencabut gigi yang sedang dalam keadaan sakit dan terinfeksi.Bagaimana ini? Dokter yang sangat sibuk karena pasiennya banyak. dengan komunikasi yang baik. dan tetap harus disampaikan kepada pasien untuk dibaca dan dimengerti sebelum perawatan dilaksanakan.Ada cerita. hubungan yang baik. kan beliau yang sejak awal mempunyai diagnosa salah. Contoh untuk mendapatkan sterilisasi yang sempurna. saya tidak akan menuntut dokter yang saya sukai. harus dipakai beberapa alas yang disposable dan pembelian bahan ini tentunya harus ditanggung pasien demi keselamatan pasien sendiri.Surat yang ditandatangani dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan dari pihak manapun bisa dijadikan bukti.

Contoh Inform Consent: SURAT PERSETUJUAN/PENOLAKAN MEDIS KHUSUS Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Umur/Tgl Lahir : Alamat : Telp : (L/P) Menyatakan dengan sesungguhnya dari saya sendiri/*sebagai orang tua/*suami/*istri/*anak/*wali dari : Nama : Umur/Tgl Lahir (L/P) Dengan ini menyatakan SETUJU/MENOLAK untuk dilakukan Tindakan Medis berupa«««««««««««««««««««««««««««««. Dari penjelasan yang diberikan. telah saya mengerti segala hal yang berhubungan dengan penyakit tersebut.«««««««. .20«« Dokter/Pelaksana. Yang membuat pernyataan. Jakarta. serta tindakan medis yang akan dilakukan dan kemungkinana pasca tindakan yang dapat terjadi sesuai penjelasan yang diberikan.

.Ttd ttd (««««««««) *Coret yang tidak perlu (««««««««««.) CM©030606 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful