P. 1
Dari Meja Operasi Ke Meja Hijau

Dari Meja Operasi Ke Meja Hijau

|Views: 841|Likes:
Published by nurvalindaas

More info:

Published by: nurvalindaas on Nov 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2013

pdf

text

original

Kasus malpraktik merupakan tindak pidana yang sangat sering terjadi di Indonesia.

Hampir semua media belakangan ini baik lokal maupun nasional memberitakan tentang kasus yang menimpa Prita vs Rumah sakit OMNI International. Kasus semacam ini tentu akan semakin sering terjadi nanti kalau tidak ada penanganan hukum yang cepat terhadap pelaku, terutama pihak Rumah sakit OMNI maupun dokter sebagai pelaku profesi. Dalam etika profesi yang disahkan oleh setiap lembaga mempunyai fungsi pengawasan yang kuat dan nyata terhadap pelaku dan benar-benar harus dipatuhi sebagai seorang dokter. Jejak rekam medik yang akurat merupakan keinginan setiap pasien untuk mengetahui apa penyakit yang dideritanya. Ketidakpastian jejak rekam medik tersebut tentu saja menambah kontroversi kasus dugaan malpraktik, karena dapat dikategorikan sebagai euthanasia (tindakan medik untuk mengakhiri hidup orang).Euthanasia di Indonesia merupakan tindakan yang melanggar hukum karena identik dengan upaya pembunuhan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Soal Definisi Hingga saat ini belum ada definisi yang resmi dan disepakati oleh kalangan profesi dan undangundang mengenai apa yang dimaksud dengan malpraktik. Akan tetapi, dari berbagai referensi dapat dibaca dan diketahui bahwa malpraktik pada dasarnya adalah tindakan tenaga profesional (profesi) yang bertentangan dengan standard operating procedure (SOP), kode etik profesi, serta undang-undang yang berlaku²baik disengaja maupun akibat kelalaian²yang mengakibatkan kerugian dan kematian terhadap orang lain. Batasan pengertian tersebut dapat diketahui bahwa malpraktik sebenarnya tidak hanya terjadi pada kelompok profesi dokter saja.Tetapi juga dapat terjadi pada kelompok profesi lainnya seperti advokat (pengacara), notaris, akuntan, dan profesi lainnya. Namun, bila dibandingkan dengan kelompok profesi lainnya, malpraktik yang dilakukan oleh dokter²disebut juga dengan malpraktik medik²ternyata menimbulkan akibat lebih ³dramatis´ bila dibandingkan dengan malpraktik yang dilakukan oleh advokat, notaris, maupun akuntan. Dari kasus Prita, misalnya, dapat dicermati bahwa tudingan dokter yang melakukan malpraktik dapat ditujukan terhadap suatu tindakan kesengajaan (dolus) ataupun kelalaian (culpa) seorang dokter dalam menggunakan keahlian dan profesinya secara bertentangan dengan SOP yang lazim dipakai di lingkungan kedokteran yaitu Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki) dan Undang Undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Sanksi Hukum Jika perbuatan malpraktik yang dilakukan dokter sebagaimana contoh kasus Prita terbukti dilakukan dengan unsur kesengajaan (dolus) dan ataupun kelalaian (culpa), maka adalah hal yang sangat pantas jika dokter yang bersangkutan dikenakan sanksi pidana karena dengan unsur kesengajaan ataupun kelalaian telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu menghilangkan nyawa seseorang, serta tidak menutup kemungkinan juga dapat mengancam dan membahayakan keselamatan jiwa ibu yang melakukan aborsi. Perbuatan tersebut telah nyata-nyata mencoreng kehormatan dokter sebagai suatu profesi yang mulia. Pekerjaan profesi bagi setiap kalangan terutama dokter tampaknya harus sangat berhati-hati untuk mengambil tindakan dan keputusan dalam menjalankan tugas-tugasnya karena sebagaimana yang telah diuraikan di atas. Tuduhan malpraktik bukan hanya ditujukan terhadap

tindakan kesengajaan (dolus) saja.Tetapi juga akibat kelalaian (culpa) dalam menggunakan keahlian, sehingga mengakibatkan kerugian, mencelakakan, atau bahkan hilangnya nyawa orang lain. Selanjutnya, jika kelalaian dokter tersebut terbukti merupakan tindakan medik yang tidak memenuhi SOP yang lazim dipakai, melanggar Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki), serta Undang-undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, maka dokter tersebut dapat terjerat tuduhan malpraktik dengan sanksi pidana. Dalam Kitab-Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) kelalaian yang mengakibatkan celaka atau bahkan hilangnya nyawa orang lain. Pasal 359, misalnya menyebutkan, ³Barangsiapa karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun´. Sedangkan kelalaian yang mengakibatkan terancamnya keselamatan jiwa seseorang dapat diancam dengan sanksi pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360 Kitab-Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), (1) µBarang siapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun¶. (2) Barangsiapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain luka-luka sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan atau pencaharian selama waktu tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau kurungan paling lama enam bulan atau denda paling tinggi tiga ratus rupiah. Pemberatan sanksi pidana juga dapat diberikan terhadap dokter yang terbukti melakukan malpraktik, sebagaimana Pasal 361 Kitab-Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), ³Jika kejahatan yang diterangkan dalam bab ini dilakukan dalam menjalankan suatu jabatan atau pencarian, maka pidana ditambah dengan sepertiga dan yang bersalah dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana dilakukan kejahatan dan hakim dapat memerintahkan supaya putusannya diumumkan.´ Namun, apabila kelalaian dokter tersebut terbukti merupakan malpraktik yang mengakibatkan terancamnya keselamatan jiwa dan atau hilangnya nyawa orang lain maka pencabutan hak menjalankan pencaharian (pencabutan izin praktik) dapat dilakukan. Berdasarkan Pasal 361 Kitab-Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan aturan kode etik profesi praktik dokter. Tindakan malpraktik juga dapat berimplikasi pada gugatan perdata oleh seseorang (pasien) terhadap dokter yang dengan sengaja (dolus) telah menimbulkan kerugian kepada pihak korban, sehingga mewajibkan pihak yang menimbulkan kerugian (dokter) untuk mengganti kerugian yang dialami kepada korban, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1365 Kitab-Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), ³Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian pada seorang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut.´ Sedangkan kerugian yang diakibatkan oleh kelalaian (culpa) diatur oleh Pasal 1366 yang berbunyi: ³Setiap orang bertanggung jawab tidak saja untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya, tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan kelalaian atau kurang hati-hatinya.´ Kepastian Hukum Melihat berbagai sanksi pidana dan tuntutan perdata yang tersebut di atas dapat dipastikan bahwa bukan hanya pasien yang akan dibayangi ketakutan. Tetapi, juga para dokter akan dibayangi kecemasan diseret ke pengadilan karena telah melakukan malpraktik dan bahkan juga tidak tertutup kemungkinan hilangnya profesi pencaharian akibat dicabutnya izin praktik. Dalam

situasi seperti ini azas kepastian hukum sangatlah penting untuk dikedepankan dalam kasus malpraktik demi terciptanya supremasi hukum. Apalagi, azas kepastian hukum merupakan hak setiap warga negara untuk diperlakukan sama di depan hukum (equality before the law) dengan azas praduga tak bersalah (presumptions of innocence) sehingga jaminan kepastian hukum dapat terlaksana dengan baik dengan tanpa memihak-mihak siapa pun. Hubungan kausalitas (sebab-akibat) yang dapat dikategorikan seorang dokter telah melakukan malpraktik, apabila (1) Bahwa dalam melaksanakan kewajiban tersebut, dokter telah melanggar standar pelayanan medik yang lazim dipakai. (2) Pelanggaran terhadap standar pelayanan medik yang dilakukan merupakan pelanggaran terhadap Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki). (3) Melanggar UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Peran pengawasan terhadap pelanggaran kode etik (Kodeki) sangatlah perlu ditingkatkan untuk menghindari terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang mungkin sering terjadi yang dilakukan oleh setiap kalangan profesi-profesi lainnya seperti halnya advokat/pengacara, notaris, akuntan, dll.Pengawasan biasanya dilakukan oleh lembaga yang berwenang untuk memeriksa dan memutus sanksi terhadap kasus tersebut seperti Majelis Kode Etik.Dalam hal ini Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK). Jika ternyata terbukti melanggar kode etik maka dokter yang bersangkutan akan dikenakan sanksi sebagaimana yang diatur dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia. Namun, jika kesalahan tersebut ternyata tidak sekedar pelanggaran kode etik tetapi juga dapat dikategorikan malpraktik maka MKEK tidak diberikan kewenangan oleh undang-undang untuk memeriksa dan memutus kasus tersebut.Lembaga yang berwenang memeriksa dan memutus kasus pelanggaran hukum hanyalah lembaga yudikatif.Dalam hal ini lembaga peradilan.Jika ternyata terbukti melanggar hukum maka dokter yang bersangkutan dapat dimintakan pertanggungjawabannya.Baik secara pidana maupun perdata.Sudah saatnya pihak berwenang mengambil sikap proaktif dalam menyikapi fenomena maraknya gugatan malpraktik.Dengan demikian kepastian hukum dan keadilan dapat tercipta bagi masyarakat umum dan komunitas profesi. Dengan adanya kepastian hukum dan keadilan pada penyelesaian kasus malpraktik ini maka diharapkan agar para dokter tidak lagi menghindar dari tanggung jawab hukum profesinya.n

Dengan demikian pelanggaran standar profesi dapat dinilai sebagai pelanggaran etik dan juga sekaligus pelanggaran hukum. yang sering tumpang-tindih pada suatu issue tertentu. dll. atau sebaliknya norma hukum yang mengandung nilai-nilai etika. Etik yang memiliki sanksi moral dipaksa berbaur dengan keprofesian yang memiliki sanksi disiplin profesi yang bersifat administratif. Aspek etik kedokteran yang mencantumkan juga kewajiban memenuhi standar profesi mengakibatkan penilaian perilaku etik seseorang dokter yang diadukan tidak dapat dipisahkan dengan penilaian perilaku profesinya. Keadaan menjadi semakin sulit sejak para ahli hukum menganggap bahwa standar prosedur dan standar pelayanan medis dianggap sebagai domain hukum. Bahkan di dalam praktek kedokteran. Etik Profesi Kedokteran Etik profesi kedokteran mulai dikenal sejak 1800 tahun sebelum Masehi dalam bentuk Code of Hammurabi dan Code of Hittites. Sumpah tersebut berisikan kewajiban-kewajiban dokter dalam berperilaku dan bersikap. dan (d) provokasi oleh ahli hukum dan oleh tenaga kesehatan sendiri. padahal selama ini profesi menganggap bahwa memenuhi standar profesi adalah bagian dari sikap etis dan sikap profesional. kewajiban terhadap pasien. kewajiban . yaitu dalam bentuk sumpah dokter yang bunyinya bermacam-macam. yang penegakannya dilaksanakan oleh penguasa pada waktu itu. (b) semakin tingginya harapan masyarakat kepada layanan kedokteran sebagai hasil dari luasnya arus informasi.com/etikakedokteranindonesia/ Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etika di Indonesia Budi Sampurna Di dalam praktek kedokteran terdapat aspek etik dan aspek hukum yang sangat luas. atau semacam code of conduct bagi dokter. tetapi yang paling banyak dikenal adalah sumpah Hippocrates yang hidup sekitar 460-370 tahun SM. wajib simpan rahasia kedokteran. profesionalisme.freewebs. oleh karena banyaknya norma etik yang telah diangkat menjadi norma hukum. Kemungkinan terjadinya peningkatan ketidakpuasan pasien terhadap layanan dokter atau rumah sakit atau tenaga kesehatan lainnya dapat terjadi sebagai akibat dari (a) semakin tinggi pendidikan rata-rata masyarakat sehingga membuat mereka lebih tahu tentang haknya dan lebih asertif. aspek etik seringkali tidak dapat dipisahkan dari aspek hukumnya. (c) komersialisasi dan tingginya biaya layanan kedokteran dan kesehatan sehingga masyarakat semakin tidak toleran terhadap layanan yang tidak sempurna. Selanjutnya etik kedokteran muncul dalam bentuk lain. Kode Etik Kedokteran Internasional berisikan tentang kewajiban umum. seperti pada informed consent. World Medical Association dalam Deklarasi Geneva pada tahun 1968 menelorkan sumpah dokter (dunia) dan Kode Etik Kedokteran Internasional.http://www.

Saat ini MKEK menjadi satu-satunya majelis profesi yang menyidangkan kasus dugaan pelanggaran etik dan/atau disiplin profesi di kalangan kedokteran. suatu norma etik adalah norma yang apabila dilanggar ³hanya´ akan membawa akibat sanksi moral bagi pelanggarnya. Pengetahuan etika ini dalam perkembangannya kemudian disebut sebagai etika biomedis. serta sikap altruisme (pengabdian profesi). sehingga cara berpikir etis tersebut diharapkan menjadi bagian pertimbangan dari pembuatan keputusan medis sehari-hari. Kode Etik Kedokteran Indonesia dibuat dengan mengacu kepada Kode Etik Kedokteran Internasional. Pendidikan etik kedokteran. Etika biomedis memberi pedoman bagi para tenaga medis dalam membuat keputusan klinis yang etis (clinical ethics) dan pedoman dalam melakukan penelitian di bidang medis. non maleficence (tidak melakukan perbuatan yang memperburuk pasien) dan justice (bersikap adil dan jujur). akan menjadi majelis yang menyidangkan dugaan pelanggaran disiplin profesi kedokteran. Selain itu. praktek kedokteran juga berpegang kepada prinsipprinsip moral kedokteran. . Nilai-nilai materialisme yang dianut masyarakat harus dapat dibendung dengan memberikan latihan dan teladan yang menunjukkan sikap etis dan profesional dokter. IDI (Ikatan Dokter Indonesia) memiliki sistem pengawasan dan penilaian pelaksanaan etik profesi. seperti autonomy (menghormati hak pasien. wilayah dan cabang.[1] Selain Kode Etik Profesi di atas. yang mengajarkan tentang etik profesi dan prinsip moral kedokteran. terutama apabila teladan yang diberikan para seniornya bertolak belakang dengan situasi ideal dalam pendidikan. dalam bentuk peringatan hingga ke bentuk yang lebih berat seperti kewajiban menjalani pendidikan / pelatihan tertentu (bila akibat kurang kompeten) dan pencabutan haknya berpraktik profesi. memberikan banyak latihan. Sanksi tersebut diberikan oleh MKEK setelah dalam rapat/sidangnya dibuktikan bahwa dokter tersebut melanggar etik (profesi) kedokteran. beneficence (melakukan tindakan untuk kebaikan pasien). profesionalisme dan keluhuran profesi. yang akan mengawasi pelaksanaan etik dan standar profesi di rumah sakit. prinsip-prinsip moral yang dijadikan arahan dalam membuat keputusan dan bertindak.terhadap sesama dan kewajiban terhadap diri sendiri. serta lembaga MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) di tingkat pusat. Bahkan di tingkat perhimpunan rumah sakit didirikan pula Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (Makersi). yaitu melalui lembaga kepengurusan pusat. Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Dalam hal seorang dokter diduga melakukan pelanggaran etika kedokteran (tanpa melanggar norma hukum). dianjurkan dimulai dini sejak tahun pertama pendidikan kedokteran. wilayah dan cabang. Tentu saja kita pahami bahwa pendidikan etik belum tentu dapat mengubah perilaku etis seseorang. maka ia akan dipanggil dan disidang oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI untuk dimintai pertanggung-jawaban (etik dan disiplin profesi)nya. terutama hak dalam memperoleh informasi dan hak membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan terhadap dirinya). dan lebih banyak dipaparkan dalam berbagai situasi-kondisi etik-klinik tertentu (clinical ethics). Namun suatu pelanggaran etik profesi dapat dikenai sanksi disiplin profesi. Selanjutnya. Persidangan MKEK bertujuan untuk mempertahankan akuntabilitas. dengan memberikan lebih ke arah tools dalam membuat keputusan etik. Di kemudian hari Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). di tingkat sarana kesehatan (rumah sakit) didirikan Komite Medis dengan Panitia Etik di dalamnya. Pada dasarnya. lembaga yang dimandatkan untuk didirikan oleh UU No 29 / 2004. arahan dalam menilai baik-buruknya atau benar-salahnya suatu keputusan atau tindakan medis dilihat dari segi moral.

Di Australia. pihak lain yang terkait) dan peer-group / para ahli di bidangnya yang dibutuhkan Dokumen yang terkait. tetapi harus disumpah pada formal hearing (jenis persidangan yang lebih tinggi daripada yang informal). bukti kewenangan berupa Surat Ijin Praktek Tenaga Medis.[2] Sedangkan bukti berupa dokumen umumnya di´sah´kan dengan tandatangan dan/atau stempel institusi terkait. baik lisan maupun tertulis (affidavit).MKDKI bertujuan menegakkan disiplin dokter / dokter gigi dalam penyelenggaraan praktik kedokteran. dapat pula diperiksa di pengadilan ± tanpa adanya keharusan saling berhubungan di antara keduanya. saksi tidak perlu disumpah pada informal hearing. yaitu permasalahan yang timbul sebagai akibat dari pelanggaran seorang profesional atas peraturan internal profesinya. Dalam hal MKDKI dalam sidangnya menemukan adanya pelanggaran etika. Persidangan MKEK secara formiel tidak menggunakan sistem pembuktian sebagaimana lazimnya di dalam hukum acara pidana ataupun perdata. tetapi ada pula yang tidak mengharuskannya. rekam medis. Dalam persidangan majelis etik dan disiplin. Persidangan etik dan disiplin profesi dilakukan oleh MKEK IDI. sedangkan pada preponderance of evidence dianggap cukup bila telah 51% ke atas. yaitu preponderance of evidence. dan suratsurat lain yang berkaitan dengan kasusnya. Majelis berwenang memperoleh : 1. Majelis etik ataupun disiplin umumnya tidak memiliki syarat-syarat bukti seketat pada hukum pidana ataupun perdata. Perijinan rumah sakit tempat kejadian. Persidangan MKEK bersifat inkuisitorial khas profesi. membolehkan adanya bukti yang bersifat hearsay dan bukti tentang perilaku teradu di masa lampau. dan pada bukti keterangan diakhiri dengan pernyataan kebenaran keterangan dan tandatangan (affidavit). maka MKDKI akan meneruskan kasus tersebut kepada MKEK. sedangkan gugatan perdata dan tuntutan pidana dilaksanakan di lembaga pengadilan di lingkungan peradilan umum. bukti hubungan dokter dengan rumah sakit. yaitu setinggi beyond reasonable doubt. tanpa adanya badan atau perorangan sebagai penuntut. Dokter tersangka pelaku pelanggaran standar profesi (kasus kelalaian medik) dapat diperiksa oleh MKEK. Proses persidangan etik dan disiplin profesi dilakukan terpisah dari proses persidangan gugatan perdata atau tuntutan pidana oleh karena domain dan jurisdiksinya berbeda. Semakin serius dugaan pelanggaran yang dilakukan semakin tinggi tingkat kepastian yang dibutuhkan. Seseorang yang telah diputus melanggar etik oleh MKEK belum tentu dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Pada beyond reasonable doubt tingkat kepastiannya dianggap melebihi 90%. namun juga tidak serendah pada hukum acara perdata. teradu. Dalam melakukan pemeriksaannya. yang menyimpangi apa yang diharapkan akan dilakukan oleh orang (profesional) dengan pengetahuan dan ketrampilan yang rata-rata. Cara pemberian keterangan juga ada yang mengharuskan didahului dengan pengangkatan sumpah. SOP dan SPM setempat. misalnya. Bar¶s Disciplinary Tribunal Regulation. langsung dari pihak-pihak terkait (pengadu. Domain atau yurisdiksi MKDKI adalah ³disiplin profesi´. namun demikian tetap berupaya melakukan pembuktian mendekati ketentuan-ketentuan pembuktian yang lazim. Banyak ahli menyatakan bahwa tingkat kepastian pada perkara etik dan disiplin bergantung kepada sifat masalah yang diajukan.5 . demikian pula sebaliknya. 2. seperti bukti kompetensi dalam bentuk berbagai ijasah/ brevet dan pengalaman. putusan diambil berdasarkan bukti-bukti yang dianggap cukup kuat. bukti keanggotaan profesi. yaitu Majelis (ketua dan anggota) bersikap aktif melakukan pemeriksaan. Keterangan. Memang bukti-bukti tersebut tidak harus memiliki standard of proof seperti pada hukum acara pidana. hospital bylaws.

oleh karenanya tidak dapat dipergunakan sebagai bukti di pengadilan. Tahun Jumlah Pengaduan Dicabut Ditolak Tidak terdapat Terjadi pelanggaran pelanggaran etik etik / profesi / profesi . professional misconduct dan infamous conduct in professional respect. Sekali lagi. seperti : pengadu tidak jelas (surat kaleng). unsatisfactory professional conduct. dll). Dengan demikian hanya 74 kasus (75 %) yang eligible sebagai kasus MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta. sudah menjadi sengketa hukum sehingga sidang MKEK dihentikan. Namun demikian tidak ada penjelasan yang mantap tentang istilah-istilah tersebut. bahkan juga setelah pasien itu meninggal´. Salah seorang anggota MKEK dapat memberikan kesaksian ahli di pemeriksaan penyidik. unprofessional conduct. pasal 7 yang berbunyi ³Seorang dokter hanya memberi surat keterangan dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya´. meskipun umumnya memasukkan dua istilah terakhir sebagai pelanggaran yang serius hingga dapat dikenai sanksi skorsing ataupun pencabutan ijin praktik. menjelaskan tentang jalannya persidangan dan putusan MKEK. Dari 24 kasus yang dinyatakan melanggar etik kedokteran. juga karena beberapa hal. etik RS. Namun perlu diingat bahwa pada kasus-kasus yang dicabut atau ditolak oleh MKEK terdapat pula kasus-kasus pelanggaran etik. Di Australia digunakan berbagai istilah seperti unacceptable conduct. Apabila eksekusi telah dijalankan maka dokter teradu menerima keterangan telah menjalankan putusan. hakim pengadilan tidak terikat untuk sepaham dengan putusan MKEK. Eksekusi Putusan MKEK Wilayah dilaksanakan oleh Pengurus IDI Wilayah dan/atau Pengurus Cabang Perhimpunan Profesi yang bersangkutan. Dari 74 kasus yang eligible tersebut ternyata sidang MKEK menyimpulkan bahwa pada 24 kasus diantaranya (32. dan mungkin masih banyak pula kasus pelanggaran etik dan profesi yang tidak diadukan pasien (fenomena gunung es).4 % dari kasus yang eligible atau 24 % dari seluruh kasus pengaduan) memang telah terjadi pelanggaran etik dan atau pelanggaran disiplin profesi. Selain itu MKEK juga menolak 14 kasus (14 %). 13 kasus (13 %) tidak jadi dilanjutkan karena berbagai hal ± sebagian karena telah tercapai kesepakatan antara pengadu dengan teradu untuk menyelesaikan masalahnya di luar institusi. Khusus untuk SIP.Perkara yang dapat diputuskan di majelis ini sangat bervariasi jenisnya. Pengalaman MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta 1997-2004 (8 tahun) Dari 99 kasus yang diajukan ke MKEK. eksekusinya diserahkan kepada Dinas Kesehatan setempat. kecuali atas perintah pengadilan dalam bentuk permintaan keterangan ahli. yang disusun dalam beberapa tingkat berdasarkan derajat pelanggarannya. kejaksaan ataupun di persidangan. bukan wilayah DKI Jakarta. [3] Putusan MKEK tidak ditujukan untuk kepentingan peradilan. sebagian besar diputus telah melanggar pasal 2 yang berbunyi ³Seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi´. Pasal lain dari Kodeki yang dilanggar adalah pasal 4 yang berbunyi ³Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri´. bukan yurisdiksi MKEK (bukan etik-disiplin. Di MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta diputus perkara-perkara pelanggaran etik dan pelanggaran disiplin profesi. dan pasal 12 yang berbunyi ³Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien.

SpBP. Dan apabila dilihat dari sisi pengadunya. tetapi terdapat pula kasus-kasus yang diajukan oleh rumah sakit tempat dokter bekerja dan oleh masyarakat (termasuk media masa). SpA (4). kurangnya waktu yang disediakan dokter untuk dipakai berkomunikasi dengan pasien. SpJP (2). hanya sebagian yang menyatakan sebagai akibat dari upaya damai. komunikasi antara staf rumah sakit dengan pasien. baik dalam bentuk komunikasi sehari-hari yang diharapkan mempererat hubungan antar manusia maupun dalam bentuk pemberian informasi sebelum dilakukannya tindakan dan sesudah terjadinya risiko atau komplikasi. SpRM. SpAn (7). atau setidaknya terungkap di dalam persidangan. sengketa dokter dengan rumah sakit. SpR (2) kemudian masing-masing satu kasus adalah SpBO. dan surat kaleng. Terdapat dua kasus diberi sanksi reschooling. SpS dan SpU. DU (14). SpTHT (4). Dari sekian banyak yang ditolak oleh MKEK terdapat kasus-kasus sengketa antar dokter. Ditinjau dari sisi sanksi yang diberikan dapat dikemukakan bahwa pada umumnya diberikan sanksi berupa teguran lisan atau teguran tertulis. . Mereka pada umumnya bekerja di rumah sakit atau klinik ( 90 % ). SpPD (10). Dari sisi issue yang dijadikan pokok pengaduan. Kelemahan komunikasi tersebut muncul dalam bentuk : kurangnya penjelasan dokter kepada pasien ± baik pada waktu sebelum peristiwa maupun sesudah peristiwa. SpKK. dapat dikemukakan bahwa menduduki tempat teratas adalah komunikasi yang tidak memadai antara dokter dengan pasien dan keluarganya. SpB (17). SpM (2). sedangkan mereka yang mencabut kasusnya umumnya tidak diketahui alasannya. maka terlihat bahwa pada umumnya pengadu adalah pasien atau keluarganya. Tidak ada yang memperoleh sanksi skorsing ataupun pencabutan ijin praktek. SpP (2).1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 10 11 18 14 10 13 14 9* 3 2 2 2 3 1 - 2 3 5 1 1 1 1 4 3 7 8 5 6 10 1 1 3 4 3 1 5 3 4 24 Jumlah 99 * 13 14 44 * sisanya (4 kasus) belum selesai diproses Apabila dilihat dari cabang keahlian apa yang paling sering diadukan oleh pasiennya adalah : SpOG (24). SpF. SpKJ (3). bukan di tempat praktek pribadi. Kesimpulan Pelajaran yang dapat dipetik adalah bahwa masalah yang paling sering menjadi pokok sengketa adalah kelemahan komunikasi antara dokter dengan pasien atau antara rumah sakit dengan pasien. SpBS.

Gibofsky A. St Louis : American College of Legal Medicine. Spain. The Medical Malpractice Epidemic in Singapore: Thoughts From Across the Sea. Corrigan JM. Law and Medical Practice. St Leonard NSW: Allen & Unwin. 27-28 October 2001. San Fransisco: JosseyBass. 1991. Powe R. Ethics. Washington: National Academy Press. 1998. London: Cavendish Publ Ltd. kepada para dokter yang bekerja di Indonesia belumlah cukup memadai. serta pemberian bekal buku Kodeki bagi setiap dokter lulusan Indonesia (termasuk adaptasi). adopted by the 4th World Medical Assembly. Leenen H. 2000 Kuhse H and Singer P. Tort Law. Errington M. To Err is Human. Pozgar GD. Hickey J. 1991 Jones MA. Australia: Butterworth-Heinemann. Pustaka lanjutan Beauchamp TL and Childress JF. Law for the medical profession in Australia. pemberian mata ajaran etik dan hukum kedokteran bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran sejak dini dan bersifat student-active. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Kode Etik Kedokteran Indonesia Kohn LT. Gevers S. Legal Aspects of Health Care Administration. sehingga diperlukan crash-program berupa pendidikan kedokteran berkelanjutan yang agresif di bidang etik dan hukum kedokteran. 1999. Singapore: Medico-legal Annual Seminar. Essex: Pearson Education Limited. Legal Medicine. 1989. Undang-Undang No 23 tahun 1992 tentang Kesehatan Undang-Undang No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Singapore: Medico-legal Annual Seminar. Medical Negligence. Firestone MH. A Practical Guide to Medicine and the Law. 1993 Mann A. 1999. Risk Management Handbook for health care organizations. Seattle: Hogrefe & Huber Publ. Plueckhahn VD and Cordner SM. WMA.Pelajaran lain adalah bahwa sosialisasi nilai-nilai etika kedokteran. Schutte JE. 1996. Second edition. Donaldson MS (eds). 8th ed. Cordner SM. Bioethics on Anthology. Preventing Medical Malpractice Suits. 2001 Dix A. Legal Medicine & Forensic Pathology. 5th ed. Second ed. Deventer : Kluwer Law and Taxation Publ. 2nd ed. O¶Rourke K. Harpwood V. The Medical Protection Society Experience Worldwide. New York: Oxford University Press. Medical Negligence. Oxford: Blackwell Publ. 1996 Elliot C and Quinn F. Melbourne : Melbourne University Press. Washington DC: Gergetown University Press. Jackson JP (ed). 27-28 October 2001. London: Sweet & Maxwell. building a safer health system. Statement on Medical Malpractice. Breen K. Plueckhahn V. 1997 Carroll R (ed). A Primer for Health Care Ethics. 27-28 October 2001. LeBlang TR. Pinet G. 2000. Principles of Biomedical Ethics. 3rd ed. 1989. termasuk kode etik profesi yang harus dijadikan pedoman berperilaku profesi (professional code of conduct). 4 ed. Gaithersburg: An Aspen Publication. Modern Tort Law. Redfern: International Business Communications Pty Ltd. Medical Assessment of Claims. McNair T. 2003. Singapore: Medico-legal Annual Seminar. Nicholson K. Tjiong R. 2002 th Sanbar SS. Medical Negligence Litigation. Ethics. London: Springer-Verlag. 1995 Tan SY. 28 January 2002. Marbella. Worldwide trends of medical negligence claims and implications for Singapore from UMP perspective. The Rights of Patients in Europe. BBC Health. September 1992 .

St Leonard NSW: Allen & Unwin. 1997 [3] Dix A. Errington M. Second ed. Law for the medical profession in Australia. Sasaran : y Setiap dokter dan dokter gigi menerapkan profesionalisme dalam praktik kedokteran.[1] Lebih lanjut agar dibaca buku ³Kode Etik Kedokteran Indonesia´ [2] Breen K. Ethics. Nicholson K. Law and Medical Practice.profesionalisme kemitraan dan respek pada kemanusiaan Menerapkan sistem registrasi & monitoring dokter dan dokter gigi secara online diseluruh Indonesia. Memastikan standar nasional pendidikan profesi dokter dan dokter gigi. y Setiap pasien memperoleh jaminan praktik kedokteran yang aman. 1996 http://inamc. Powe R. Sasaran : MISI TATA NILAI STRATEGI UTAMA 1 STRATEGI UTAMA 2 STRATEGI UTAMA 3 . dan Strategi Konsil Kedokteran VISI Terwujudnya dokter dan dokter gigi profesional yang melindungi pasien Meningkatkan kualitas hidup manusia melalui dokter dan dokter gigi yang profesional Konsil Kedokteran Indonesia menjunjung tinggi nilai integritas. y Sistim monitoring dokter gigi berfungsi secara aktif dan online diseluruh indonesia. Cordner SM. Misi.id/?open=visimisi Visi. Australia: ButterworthHeinemann.or. Plueckhahn V. Sasaran : y Setiap dokter dan dokter gigi yang melaksanakan praktik kedokteran telah teregistrasi dan terjamin kompetensinya. Menegakkan profesionalisme dokter dan dokter gigi dalam praktik kedokteran.

MKDKI merupakan lembaga otonom dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang dalam menjalankan tugasnya bersifat independen . Menentukan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan dokter dan dokter gigi dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran dan kedokteran gigi. instansi pemerintah dan non pemerintah untuk menerapkan praktik kedokteran yang melindungi masyarakat. Menetapkan sanksi disiplin. instansi pemerintah dan non pemerintah menjalankan perannya dalam melaksanakan UU Praktik Kedokteran. dibentuklah MAJELIS KEHORMATAN DISIPLIN KEDOKTERAN INDONESIA (MKDKI) MKDKI adalah lembaga yang berwenang untuk : 1. y Setiap dokter dan dokter gigi yang melaksanakan praktik kedokteran mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Berkelanjutan(Continuing Professional Development). y Setiap dokter dan dokter gigi memperoleh kepastian hukum dalam menjalankan praktik kedokteran. y Setiap organisasi profesi. 2. STRATEGI UTAMA 4 PROFIL MKDKI Untuk menegakkan disiplin dokter dan dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran. memperoleh perlindungan hukum dalam praktik kedokteran.y Setiap institusi pendidikan dokter dan dokter gigi telah menerapkan standar nasional pendidikan. Meningkatkan kemitraan dengan organisasi profesi. Sasaran : y Seluruh masyarakat menyadari hak dan kewajibannya. y Setiap perkembangan cabang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi di Indonesia memenuhi rambu dan aturan yang jelas.

2. drg. (021) 72800743 E-mail :mkdki@inamc. Menjaga mutu dokter / dokter gigi. dr. Indriyanto Seno Adji. SpF. Prof. drg. Tenaga Kesehatan. Hargianti Dini Iswandari. Memberikan perlindungan kepada pasien. Merdias Almatsier. MM (Sekretaris MKDKI) 4. dr.id TANYA JAWAB Apa yang dapat saya lakukan jika saya mengetahui atau merasa dirugikan atas tindakan dokter dalam menjalankan praktik kedokteran? Anda dapat mengadu ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) Siapa saja yang dapat mengadu ke MKDKI? Setiap orang yang mengetahui secara langsung atau kepentingannya dirugikan atas tindakan dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran. Dinas Kesehatan. dr. dan sarjana hukum Susunan anggota MKDKI periode 2006 . MM 8. dsb Apakah MKDKI itu? Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) adalah lembaga Negara yang berwenang untuk 1) menentukan ada atau tidaknya kesalahan yang dilakukan dokter/dokter gigi dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran/kedokteran gigi. Johan T Saleh. Otto Hasibuan. MARS 10. MKDKI menerima pengaduan dari masyarakat termasuk LSM.drg. Menjaga kehormatan profesi kedokteran / kedokteran gigi. Dr. Mgs. Suyaka Suganda. MSc 7. MH 11. SpS(K) (Ketua MKDKI) 2. Muryono Subyakto. . dokter gigi. Prof. Dr. SH. dr.Termasuk dalam pengertian orang adalah korporasi (badan) yang dirugikan kepentingannya. SH. Dr. drg. SH 9. (021) 72800920. Budi Sampurna. Fax. Anggota MKDKI terdiri dari dokter. SpOG 5. 3. MM Sekretariat MKDKI Jalan Hang Jebat III Blok.Tujuan penegakan disiplinadalah : 1. Edi Sumarwanto.or.2011 : 1. dan 2) menetapkan sanksi bagi dokter/dokter gigi yang dinyatakan bersalah. Organisasi Profesi. Dr. MH (Wakil Ketua MKDKI) 3. Sabir Alwy. SH. F3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12120 Telp. Institusi seperti Departemen Kesehatan. SH 6. Ahmad Husni. Rumah Sakit.

Dokter/dokter gigi dianggap melanggar disiplin kedokteran bila : 1. Buatlah pengaduan secara tertulis dengan mengisi formulir yang dapat didownload di www. menolak menangani pasien tanpa alasan yang layak. Jika menemukan kesulitan dalam mengisi form tersebut.inamc. berpraktik dengan ketidakmampuan fisik dan mental. Anda dapat menanyakannya kepada petugas kami 4. Melakukan praktik dengan tidak kompeten 2. Alasan pengaduan dan kronologis. dimana petugas kami akan membantu Anda membuat pengaduan secara tertulis 3. 4. Kebayoran Baru. Jakarta Selatan 12120 5. terdapat beberapa informasi yang harus diberikan. melakukan pelecehan seksual. Anda dapat mendatangi kantor MKDKI. Jl. membuat laporan medis yang tidak benar. Waktu tindakan dilakukan. Hang Jebat III Blok.id (Format Pengaduan) atau Anda dapat memperoleh formulir tersebut dengan menghubungi petugas kami di (021) 72800920 2.Dasar pembentukan dan kewenangan MKDKI adalah Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Apa yang dimaksud dengan pelanggaran disiplin kedokteran? Pelanggaran disiplin kedokteran adalah pelanggaran terhadap aturan-aturan dan/atau ketentuan dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran/kedokteran gigi. Pengaduan tersebut ditujukan kepada Ketua MKDKI. Identitas pengadu/pelapor.or. bekerja tidak sesuai standar asuhan medis. F3. 5. . Pengaduan tersebut harus dibubuhi tandatangan Pengadu/Pelapor diatas meterai yang cukup Informasi apa yang harus dimuat dalam pengaduan tersebut? Dalam formulir pengaduan yang kami sediakan. menelantarkan pasien pada saat membutuhkan penanganan segera. Bila Anda tidak dapat membuat pengaduan secara tertulis. antara lain : 1. mengistruksikan atau melakukan pemeriksaan tambahan/pengobatan yang berlebihan. 2. memberikan tindakan medis tanpa persetujuan pasien/keluarga. memberikan "jaminan kesembuhan" kepada pasien. Tidak melakukan tugas dan tanggung jawab profesionalnya dengan baik (dalam hal ini tidak mencapai standar-standar dalam praktik kedokteran) 3. Identitas pasien (jika pengadu bukan pasien). Berperilaku tercela yang merusak martabat dan kehormatan profesinya Apa saja yang termasuk pelanggaran disiplin kedokteran/ kedokteran gigi? Yang termasuk pelanggaran disiplin kedokteran/kedokteran gigi antara lain ketidakjujuran dalam berpraktik. 3. dsb Bagaimana cara mengadukan dokter/dokter gigi ke MKDKI? 1. Nama dan tempat praktik dokter/dokter gigi yang diadukan.

Setelah dilakukan verifikasi. 2.6. Tindakan medis yang dilakukan oleh dokter/dokter gigi yang diadukan terjadi setelah tanggal 6 Oktober 2004 (setelah diundangkannya UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran) 3. Dokter/dokter gigi yang diadukan telah terregistrasi di Konsil Kedokteran Indonesia. dan untuk melakukan pemeriksaan oleh Majelis. Anda akan mendapatkan tanda terima pengaduan (berisi nomor register pengaduan). Penegakan disiplin oleh MKDKI pada hakikatnya dilakukan dalam rangka membina dan meningkatkan kinerja dokter dan dokter gigi . Sidang terbuka dengan agenda pembacaan keputusan Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut : 1. Terdapat dugaan kuat adanya pelanggaran disiplin kedokteran/kedokteran gigi Jika keempat kriteria tersebut terpenuhi. Terdapat hubungan profesional dokter-pasien dalam kejadian tersebut 4. Sidang tertutup dengan agenda mendengarkan keterangan pengadu sebagai saksi (jika diminta oleh Majelis) 2. Alur proses penanganan pengaduan dugaan pelanggaran disiplin oleh MKDKI dapat dilihat pada www. pengaduan akan ditangani oleh Majelis Pemeriksa Awal ataupun Majelis Pemeriksa Disiplin. akan dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh Majelis Pemeriksa Disiplin (MPD) Apakah saya bisa mendapatkan informasi tentang proses penanganan pengaduan saya di MKDKI? Anda dapat mengetahui proses penanganan pengaduan Saudara melalui telepon kepada petugas MKDKI di nomor (021) 72800920 Dapatkah pengadu menghadiri setiap persidangan di MKDKI? Pengadu hanya dapat menghadiri : 1.inamc. Persidangan oleh MKDKI mengutamakan prinsip menjaga rahasia kedokteran 2.id (Proses Penanganan Pengaduan di MKDKI) Apa tujuan pemeriksaan awal oleh Majelis Pemeriksa Awal? Pemeriksaan awal oleh Majelis Pemeriksa Awal (MPA) untuk menentukan kewenangan MKDKI terhadap pengaduan tersebut Apa batasan kewenangan MKDKI terhadap suatu pengaduan? Suatu pengaduan diputuskan menjadi kewenangan MKDKI apabila : 1. Tanpa identitas yang jelas dari pengadu/pelapor akan menyulitkan kami dalam melaksanakan hal-hal tersebut Apa yang terjadi setelah pengaduan diterima MKDKI? Setelah semua kelengkapan data pengaduan diterima. untuk melakukan investigasi. dapatkah MKDKI menangani pengaduan tersebut? MKDKI membutuhkan identitas pengadu/pelapor untuk mendapatkan informasi yang cukup.or. Pernyataan tentang kebenaran pengaduan. dsb Jika pengadu/pelapor tidak mencantumkan identitasnya dalam formulir pengaduan.

tergantung pada kompleksitas kasus dan banyaknya informasi yang diperlukan dalam pemeriksaan oleh majelis Apakah MKDKI dapat memberikan nasihat atau pendapat kepada pengadu atau dokter/dokter gigi teradu? . Kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di institusi pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi Apakah MKDKI dapat menangani permintaan ganti rugi/kompensasi yang diajukan terhadap dokter teradu? 1. Departemen Kesehatan. dokter gigi. MKDKI tidak menangani sengketa antara dokter dan pasien/keluarganya 4. Rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi (STR) atau Surat Izin Praktik (SIP). Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.Sanksi apa yang diberikan kepada dokter/dokter gigi yang dinyatakan melanggar disiplin kedokteran/ kedokteran gigi? Sesuai UU Praktik Kedokteran. MKDKI tidak menangani permasalahan ganti rugi yang diajukan pasien/keluarganya Bagaimana saya dapat mengetahui hasil keputusan MKDKI terhadap pengaduan saya? Anda dapat mengetahui hasil keputusan MKDKI dengan menghadiri dan mendengarkan pembacaan keputusan yang dilaksanakan secara terbuka. MKDKI berwenang menetapkan sanksi disiplin kepada dokter/dokter gigi yang dinyatakan melanggar disiplin kedokteran/kedokteran gigi 3. Pemberian peringatan tertulis 2. dan/atau 3. Dengan hadirnya anggota majelis bukan dari profesi kedokteran/kedokteran gigi. Apakah terhadap Keputusan MKDKI dapat diajukan banding? Keputusan MKDKI bersifat final dan mengikat dokter/dokter gigi yang diadukan. KKI. Pengaduan dokter/dokter gigi kepada MKDKI ditujukan untuk meningkatkan kinerja dokter/dokter gigi yang bersangkutan. Keputusan MKDKI akan diserahkan kepada Konsil Kedokteran Indonesia untuk pelaksanaan sanksi disiplin jika dokter/dokter gigi yang diadukan terbukti bersalah. serta instansi terkait. dan sarjana hukum yang bukan dokter/dokter gigi. Dokter/dokter gigi yang diadukan dapat mengajukan keberatan terhadap keputusan MKDKI kepada Ketua MKDKI dalam waktu selambat-lambatnya 30 hari sejak dibacakan atau diterimanya keputusan tersebut dengan mengajukan bukti baru yang mendukung keberatannya Apakah pemeriksaan MKDKI berjalan secara objektif? Majelis Pemeriksa Disiplin terdiri dari dokter. diharapkan dapat mencapai objektifitas yang dapat dipertanggungjawabkan Berapa lama MKDKI menangani pengaduan saya? Lama penanganan pengaduan dugaan pelanggaran disiplin kedokteran/kedokteran gigi oleh MKDKI tidak dapat ditentukan. sanksi disiplin dalam keputusan MKDKI dapat berupa: 1. MKDKI berwenang untuk menentukan ada tidaknya pelanggaran disiplin oleh dokter/dokter gigi 2.

lawskripsi. Oleh karena itu setiap orang akan selalu berusaha dalam kondisi yang sehat. tetapi tidak dapat memberi nasihat tentang masalah hukum maupun masalah teknis medis. proses dan bentuk sanksi disiplin yang dapat diputuskan oleh MKDKI. upaya penyembuhan tersebut tidak akan terwujud jika tidak didukung dengan pelayanan yang baik pula dari suatu sarana pelayanan kesehatan.php?option=com_content&view=article&id=26&Itemid=26 KEDUDUKAN REKAM MEDIS DALAM PEMBUKTIAN PERKARA MALPRAKTEK DI BIDANG KEDOKTERAN A. hingga akhir tahap pengobatan di suatu sarana pelayanan kesehatan. Untuk permasalahan hukum Anda dapat menghubungi penasihat hukum Anda http://www.Dengan kesehatan orang dapat berpikir dengan baik dan dapat melakukan aktivitas secara optimal. Tetapi. .MKDKI dapat memberikan informasi tentang ketentuan-ketentuan yang berlaku di MKDKI. dan kriteria pelayanan kesehatan yang baik. tidak cukup ditandai denganterlibatnya banyak tenaga ahli atau yang hanya memungut biaya murah. catatan-catatan tersebut dikenal dengan istilah rekam medis. sehingga dapat pula menghasilkan karya-karya yang diinginkan. Ketika kesehatan seseorang terganggu. Latar Belakang Kesehatan memiliki arti yang sangat penting bagi setiap orang. melainkan harus didasari dengan suatu sistem pelayanan medis yang baik pula dari sarana pelayanan kesehatan tersebut.com/index.Dalam dunia kesehatan. Salah satunya adalah dengan mencatat segala hal tentang riwayat penyakit pasien. dimulai ketika pasien datang. mereka akan melakukan berbagai cara untuk sesegera mungkin dapat sehat kembali. Salah satunya adalah dengan cara berobat pada sarana-sarana pelayanan kesehatan yang tersedia.

misalnya profesi pengacara. untuk melengkapi kebutuhan informasi sebagai pendahuluan mengenai ³informed concent locum tenens´. Malpraktek tidak hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan saja. untuk kepentingan dokter pengganti yang meneruskan perawatan pasien. pengobatan serta tindakan dan pelayanan lain yang diberikan oleh dokter kepada seorang pasien selama menjalani perawatan di suatu sarana pelayanan kesehatan. untuk referensi masa datang. melainkan kaum profesional dalam bidang lainnya yang menjalankan prakteknya secara buruk. Dengan kata lain.Peranan informasi dalam hubungan pelayanan kesehatan mengandung arti bahwa pentingnya peranan informasi harus dilihat dalamhubungannya dengan kewajiban pasien selaku individu yang membutuhkan pertolongan untuk mengatasi keluhan mengenai kesehatannya. Agar pelayanan medis dapat diberikan secara optimal. Begitu pula dengan istilah malpraktek yang digunakan dalam skripsi ini juga dititikberatkan pada malpraktek bidang kedokteran. pemeriksaan. maka .Hanya saja istilah malpraktek pada umumnya lebih sering digunakan di kalangan profesi di bidang kesehatan/ kedokteran. tetapi juga bagidokteragar dapat menyusun dan menyampaikan informasi kedokteran yang benar kepada pasien demi kepentingan pasien itu sendiri. penyampaian informasi dari pasien tentang penyakitnya dapat mempengaruhi perawatan pasien. serta diperlukan karena adanya hak untuk melihat dari pasien. terapi. rekam medis harus ada untuk mempertahankan kualitas pelayanan profesional yang tinggi. karena inti yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah mengenai kedudukan rekam medis dalam pembuktian perkara pidana. Agar lebih terfokus serta tetap memiliki keterkaitan dengan rekam medis. Dalam pelaksanaan pelayanan medis kepada pasien. maka diperlukan informasi yang benar dari pasien tersebut agar dapat memudahkan bagi dokter dalam diagnosis. dan tahapan lain yang diperlukan oleh pasien. profesi notaris.Rekam medis berisi antara lain tentang identitas pasien. informasi memegang peranan yang sangat penting.Informasi tidak hanya penting bagi pasien. di samping dalam hubungannya dengan kewajiban dokter selaku profesional di bidang kesehatan. Di setiap sarana pelayanan kesehatan.

Bagaimanakah kekuatan hukum rekam medis dalam pembuktian perkara malpraktek di bidang kedokteran berdasarkan KUHAP ? http://www. dapat digolongkan sebagai tindakan melakukan penganiayaan berdasarkan KUHP Pasal 351. Bagaimanakah hak pasien atas rekam medis ? 2.htm INFORMED CONSENT Menurut PerMenKes no 290/MenKes/Per/III/2008 dan UU no 29 th 2004 Pasal 45 serta Manual Persetujuan Tindakan Kedokteran KKI tahun 2008. .ilunifk83./88 dan Permenkes no 585/Men. dirumuskan permasalahan-permasalahan sebagai berikut : 1. serta pemeriksaan di sidang pengadilan untuk membuktikan ada/ tidaknya kesalahan (kesengajaan/ kealpaan) tenaga kesehatan maupun sarana pelayanan kesehatan tempat mereka bekerja. Demi mewujudkan keadilan. memberikan perlindungan. dari segala tuntutan hukum. saat ini masyarakat telah memenuhi pengetahuan serta kesadaran yang cukup terhadap hukum yang berlaku. Persetujuan yang ditanda tangani oleh pasien atau keluarga terdekatnya tersebut. 319/P/BA. tidak membebaskan dokter dari tuntutan jika dokter melakukan kelalaian. sehingga ketika pelayanan kesehatan yang mereka terima dirasa kurang optimal bahkan menimbulkan kondisi yang tidak diinginkan atau dianggap telah terjadi malpraktek kedokteran. Berkenaan dengan kerugian yang sering diderita pasien akibat kesalahan (kesengajaan/ kealpaan) para tenaga kesehatan karena tidak menjalankan praktek sesuai dengan standar profesinya. Menurut Lampiran SKB IDI No. penyidikan. kehadiran seorang perawat / paramedik lainnya sebagai saksi adalah penting. penuntutan. Tentunya proses ini tidak mutlak menjamin akan mengabulkantuntutan dari pihak pasien atau keluarganya secara penuh. Untuk membuktikan kesalahan (kesengajaan/ kealpaan) tenaga kesehatan ataupun sarana pelayanan kesehatan tempat mereka bekerja dalam dugaan kasus malpraktek kedokteran ini.Rumusan Masalah Beranjak dari uraian dalam latar belakang di atas.dilakukan pengkhususan terhadap jenis perbuatan pidana yang dimaksud dalam tema skripsi ini. maka Informed Consent adalah persetujuan tindakan kedokteran yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekatnya setelah mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut. atau sebaliknya membebaskan pihak tenaga kesehatan maupun sarana pelayanan kesehatan yang dalam hal ini sebagai pihak tergugat.Kes/Per/IX/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medis Pasal 4 ayat 2 menyebutkan dalam memberikan informasi kepada pasien / keluarganya. Tindakan medis yang dilakukan tanpa persetujuan pasien atau keluarga terdekatnya. yaitu malpraktek di dalam bidang kedokteran. serta kepastian hukum bagi semua pihak. B. Pemeriksaan terhadap dugaan kasus malpraktek kedokteran ini harus dilakukan melalui tahapan-tahapan penyelidikan. masyarakat akan melakukan gugatan baik kepada sarana pelayanan kesehatan maupun kepada tenaga kesehatan yang bekerja di dalamnya atas kerugian yang mereka derita. hakim di pengadilan dapat menjadikan rekam medis pasien sebagai salah satu sumber atau bukti yang dapat diteliti. dugaan kasus malpraktek kedokteran ini harus diproses secara hukum.com/peraturan-dan-perijinan-f16/informed-consent-t143.

Diagnosa yang telah ditegakkan. b. b. Menurut Pasal 5 Permenkes No 290 / Menkes / PER / III / 2008. Ini tercantum dalam PerMenKes no 290/Menkes/Per/III/2008. Dalam hal terdapat indikasi kemungkinan perluasan tindakan kedokteran. 2. Penjelasan kemungkinan perluasan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud dalam Ayat 1 merupakan dasar daripada persetujuan ( Ayat 2 ). 5. dokter yang akan melakukan tindakan juga harus memberikan penjelasan ( Pasal 11 Ayat 1 Permenkes No 290 / Menkes / PER / III / 2008 ). Keadaan emosi pasien yang sangat labil sehingga ia tidak bisa menghadapi situasi dirinya.Informasi/keterangan yang wajib diberikan sebelum suatu tindakan kedokteran dilaksanakan adalah: 1. 2. sebelum dimulainya tindakan ( Ayat 1 ). 290/Menkes/Per/III/2008 Pasal 3 ) Tindakan medis yang dilakukan tanpa izin pasien. dan pada setiap tindakan medik ada melekat suatu resiko ( Permenkes No. Dalam keadaan gawat darurat ( emergensi ). Manfaat dan urgensinya dilakukan tindakan tersebut. dimana dokter harus segera bertindak untuk menyelamatkan jiwa. Konsekwensinya bila tidak dilakukan tindakan tersebut dan adakah alternatif cara pengobatan yang lain. Resiko resiko yang harus diinformasikan kepada pasien yang dimintakan persetujuan tindakan kedokteran : a. Resiko yang melekat pada tindakan kedokteran tersebut. persetujuan tindakan kedokteran dapat dibatalkan atau ditarik kembali oleh yang memberi persetujuan. Sifat dan luasnya tindakan yang akan dilakukan. Tujuan Informed Consent: a. Pembatalan persetujuan tindakan kedokteran harus dilakukan secara tertulis oleh yang memberi persetujuan ( Ayat 2 ). Pengecualian terhadap keharusan pemberian informasi sebelum dimintakan persetujuan tindakan kedokteran adalah: 1. Memberikan perlindungan kepada pasien terhadap tindakan dokter yang sebenarnya tidak diperlukan dan secara medik tidak ada dasar pembenarannya yang dilakukan tanpa sepengetahuan pasiennya. Memberi perlindungan hukum kepada dokter terhadap suatu kegagalan dan bersifat negatif. 4. 6. dapat digolongkan sebagai tindakan melakukan penganiayaan berdasarkan KUHP Pasal 351 ( trespass. Kadangkala biaya yang menyangkut tindakan kedokteran tersebut. Sumber: Buku Penyelenggaraan Praktik Kedokteran Yang Baik di Indonesia _________________ . bodily assault ). karena prosedur medik modern bukan tanpa resiko. 3. Resiko yang tidak bisa diperkirakan sebelumnya. battery. Resiko resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi daripada tindakan kedokteran tersebut.

Perhatian terhadap pasien tidak hanya dalam bentuk memeriksa dan memberi obat saja. tetapi juga harus membina komunikasi yang baik dengan pasien dan keluarga pasien. bukan hanya memeriksa pasien dan memberi obat saja. Kesalahpahaman semacam ini seringkali berujung pada gugatan mal praktek. daya tahan tubuh yang tidak sama. edited 6 times in total gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Fri Mar 12. Hubungan yang tidak harmonis antara dokter dan pasien.Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Kecenderungan masyarakat lebih melihat hasil pengobatan dan perawatan. yang sebenarnya justru paling diharapkan pasien. masyarakat awam sulit membedakan antara risiko medik dengan malpraktek. Sebagian besar keluhan ketidak puasan pasien disebabkan komunikasi yang kurang terjalin baik antara dokter dengan pasien dan keluarga pasien. sama sekali tidak menjanjikan hasil. 2010 5:50 am. namun juga dipengaruhi faktor faktor lain seperti kemungkinan adanya komplikasi. Pasien juga perlu untuk menanyakan ke dokter. Hal ini berdasarkan bahwa suatu kesembuhan penyakit tidak semata berdasarkan tindakan petugas kesehatan. minta dijelaskan kemungkinan kemungkinan penyakitnya. Dokter. salah satunya akibat komunikasi yang tidak berjalan seperti yang diharapkan adalah salah satu faktor pemicunya. Dengan pemahaman yang relatif minimal. padahal hasil dari pengobatan dan perawatan tidak dapat diprediksi secara pasti. Petugas kesehatan dalam praktiknya hanya memberi jaminan proses yang sebaik mungkin. kepatuhan dalam penatalaksanaan regiment therapeutic. . Dokter perlu menjelaskan kemungkinan kemungkinan yang bisa terjadi dan rencana pemeriksaan pemeriksaan berikutnya. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! Last edited by gitahafas on Thu Jun 03. disatu sisi sering mengabaikan empati. 2010 9:20 pm MALPRAKTEK? Banyak kasus yang dilaporkan sebagai 'malpraktek' sebenarnya bukan benar benar malpraktek.

Kep. S.HKes Farmacia vol VIII no !2 Juli 2009 _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.Secara etik dokter diharapkan untuk memberikan yang terbaik untuk pasien. Oleh karena itu. untuk memperoleh persetujuan dari pasien dan untuk menghindari adanya salah satu pihak yang dirugikan. karena merupakan suatu praduga bersalah terhadap profesi kedokteran. M. Dalam hal ini harus dibedakan antara kelalaian dan kegagalan. S. M. maka pasien tidak bisa menuntut. Nusye K I Jayanti. sebab tidak semua adverse event identik dengan malpraktik kedokteran. 2010 2:40 pm. edited 2 times in total gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 . Praduga bersalah ini dapat disalahgunakan oleh pihak pihak tertentu untuk kepentingan sesaat yang akan merusak semua tatanan dan sistem pelayanan kesehatan. Begitu pula dari pihak pasien. Istilah malpraktek adalah istilah yang kurang tepat. Apabila dalam suatu kasus ditemukan unsur kelalaian dari pihak dokter.Sc Hukum Kesehatan Pengantar Menuju Perawat Profesional. dokter wajib memberi penjelasan yang sejelas jelasnya agar pasien dapat mempertimbangkan apa yang akan terjadi terhadap dirinya. Masalah ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan oleh dokter atau RS yang ada. maka dokter tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. baru dapat diketahui apakah masuk katagori pidana atau kecelakaan ( misadventure ).H. Sumber: Penyelesaian Hukum dalam Malapraktik Kedokteran.Ta'adi. Sengketa Medik yang ada harus diselesaikan melalui peradilan profesi terlebih dahulu. M. Apabila hal tersebut merupakan risiko dari tindakan yang telah disebutkan dalam persetujuan tertulis ( Informed Consent ). sehingga yang tepat adalah istilah "Sengketa Medik". pada umumnya merupakan masalah miskomunikasi antara pasien dan dokter.Hum. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! Last edited by gitahafas on Tue Mar 30. Harus dianalisis terlebih dahulu setiap peristiwa buruk ( adverse event ) yang terjadi. Ns. mereka tidak bisa langsung menuntut apabila terjadi hal hal diluar dugaan karena harus ada bukti bukti yang menunjukkan adanya kelalaian. Setelah dianalisis.

ditambah adanya aktor aktor intelektual yang sering kurang bertanggung jawab. Advokasi bagi Dokter Terlapor dari Organisasi Profesinya / Legal Aid / Penasehat Hukum. Peraturan. SOP d. Sumber: Buku Quo Vadis Kliniko Mediko Legal Indonesia . Informed Consent 3. a. Norma. benar dan lengkap c. Susila. maka seorang pasien tidak akan begitu mudah menuntut dokternya. Quality Assurance c. Disamping kita juga tidak boleh menutup mata. Koperasi / Asuransi Anggota Profesi Langkah mana yang akan menempati urutan awal dalam pencegahan resiko ini. Pintar berkomunikasi dan berempati dengan pasien dan keluarganya. tergantung kepada pribadi para dokter dan kebijaksanaan RS masing masing. Risk Management e. Kepekaan sosial 2. Diantara upaya yang sangat mungkin dilakukan oleh dokter dan manajemen RS dalam usaha pencegahan maraknya tuntutan hukum tersebut. Product Liability Prevention b. Upaya Pencegahan Resiko. STR dan SIP yang valid dan relevan b. bahwa ternyata banyak masalah ketidak puasan pasien yang berasal dari pribadi pribadi dokter yang tidak mampu berkomunikasi dengan baik. yang ditujukan untuk melindungi. mencegah atau paling sedikit mengurangi jumlah kejadian tuntutan kepada para dokter dan dokter gigi. Peningkatan Pengetahuan Hukum ( Kliniko Mediko Legal ) f. Etika Profesi. Akhir akhir ini makin sering terjadi tuntutan dan gugatan hukum terhadap para dokter dan RS di Indonesia. tidak berempati kepada penderita dan keluarganya. Rekam Medis yang baik. antara lain dengan: 1. dll g. jika timbul sesuatu yang tidak diharapkannya. 4. 2010 9:28 pm PENCEGAHAN MASALAH HUKUM DALAM PRAKTIK KEDOKTERAN Masyarakat yang mulai sadar hukum namun belum memahami bagaimana hukum itu. Taat dan Patuh pada Hukum. Untuk itu sudah selayaknya masyarakat kedokteran Indonesia dan RS melakukan usaha bersama secara proaktif. menyebabkan masyarakat mudah terprovokasi. Namun yang penting adalah ada kemauan dan usaha untuk mencegah terjadinya tuntutan hukum. h.Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Sat Mar 13. Jika hubungan dokter-pasien sudah erat. Menyiapkan Legal Defence a.

gangguan mental berat. (3) Ketentuan mengenai hak menerima atau menolak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2010 10:18 pm UU NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN Perlindungan Pasien Pasal 56 (1) Setiap orang berhak menerima atau menolak sebagian atau seluruh tindakan pertolongan yang akan diberikan kepadanya setelah menerima dan memahami informasi mengenai tindakan tersebut secara lengkap. atau c. penderita penyakit yang penyakitnya dapat secara cepat menular ke dalam masyarakat yang lebih luas. keadaan seseorang yang tidak sadarkan diri. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Fri Mar 26. (2) Hak menerima atau menolak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku pada: a. b. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator . _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you._________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4431).Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Sun Mar 28. 3. 7. 5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 159b/Menkes/Per/II/1988 tentang Rumah Sakit sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Nomor 191/Menkes-Kesos/SK/II/2001 tentang Perubahan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 157/Menkes/SK/III/1999 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 159b/Menkes/Per/II/1988 tentang Rumah Sakit. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3495). Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1966 tentang Wajib Simpan Rahasia Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1966 Nomor 21. . Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 920/Menkes/Per/XII/1986 tentang Upaya Pelayanan Kesehatan Swasta Di Bidang Medik. Mengingat : 1. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2803). perlu mengatur kembali Persetujuan Tindakan Medik dengan Peraturan Menteri Kesehatan. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 39 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 45 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. 2. 2010 8:18 am PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 290/MENKES/PER/III/2008 TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1295/Menkes/Per/XII/2007 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 100.

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN. dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan. diagnostik. Keluarga terdekat adalah suami atau istri. tidak terganggu kesadaran fisiknya. Persetujuan tindakan kedokteran adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah mendapat penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan terhadap pasien. Tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang selanjutnya disebut tindakan kedokteran adalah suatu tindakan medis berupa preventif. dokter gigi dan dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan secara tertulis maupun lisan. 4. ayah atau ibu kandung. Pasien yang kompeten adalah pasien dewasa atau bukan anak menurut peraturan perundangundangan atau telah/pernah menikah. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : 1. terapeutik atau rehabilitatif yang dilakukan oleh dokter atau dokter gigi terhadap pasien. dokter spesialis. Tindakan Invasif adalah suatu tindakan medis yang langsung dapat mempengaruhi keutuhan jaringan tubuh pasien. 2. mampu berkomunikasi secara wajar. Pasal 3 (1) Setiap tindakan kedokteran yang mengandung risiko tinggi harus memperoleh persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yang berhak memberikan persetujuan. saudara-saudara kandung atau pengampunya. 5. BAB II PERSETUJUAN DAN PENJELASAN Bagian Kesatu Persetujuan Pasal 2 (1) Semua tindakan kedokteran yang akan dilakukan terhadap pasien harus mendapat persetujuan. (3) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah pasien mendapat penjelasan yang diperlukan tentang perlunya tindakan kedokteran dilakukan. (3) Persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat dalam bentuk pernyataan . 6. Dokter dan dokter gigi adalah dokter. (2) Tindakan kedokteran yang tidak termasuk dalam ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan dengan persetujuan lisan. anak-anak kandung. tidak mengalami kemunduran perkembangan (retardasi) mental dan tidak mengalami penyakit mental sehingga mampu membuat keputusan secara bebas. Tindakan kedokteran yang mengandung risiko tinggi adalah tindakan medis yang berdasarkan tingkat probabilitas tertentu. 3. 7.

maka sekurang-kurangnya diagnosis kerja dan diagnosis banding. Perkiraan pembiayaan. Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan. (3) Penjelasan tentang tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurangkurangnya mencakup: a. (4) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diberikan dalam bentuk ucapan setuju atau bentuk gerakan menganggukkan kepala yang dapat diartikan sebagai ucapan setuju. dan risikonya. Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. dan e. (2) Keputusan untuk melakukan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diputuskan oleh dokter atau dokter gigi dan dicatat di dalam rekam medik. untuk menyelamatkan jiwa pasien dan/atau mencegah kecacatan tidak diperlukan persetujuan tindakan kedokteran. atau dalam hal belum dapat ditegakkan. Pasal 5 (1) Persetujuan tindakan kedokteran dapat dibatalkan atau ditarik kembali oleh yang memberi persetujuan sebelum dimulainya tindakan. Pasal 4 (1) Dalam keadaan gawat darurat. Diagnosis dan tata cara tindakan kedokteran. Indikasi atau keadaan klinis pasien yang membutuhkan dilakukannya tindakan kedokteran. b. (3) Segala akibat yang timbul dari pembatalan persetujuan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) menjadi tanggung jawab yang membatalkan persetujuan. Pasal 6 Pemberian persetujuan tindakan kedokteran tidak menghapuskan tanggung gugat hukum dalam hal terbukti adanya kelalaian dalam melakukan tindakan kedokteran yang mengakibatkan kerugian pada pasien Bagian Kedua Penjelasan Pasal 7 (1) Penjelasan tentang tindakan kedokteran harus diberikan langsung kepada pasien dan/atau keluarga terdekat. Temuan klinis dari hasil pemeriksaan medis hingga saat tersebut. Altematif tindakan lain. Diagnosis penyakit. (3) Dalam hal dilakukannya tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (5) Dalam hal persetujuan lisan yang diberikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dianggap meragukan. c. Tujuan tindakan kedokteran yang dilakukan. maka dapat dimintakan persetujuan tertulis. Pasal 8 (1) Penjelasan tentang diagnosis dan keadaan kesehatan pasien dapat meliputi : a. penjelasan diberikan kepada keluarganya atau yang mengantar. f. b. (2) Pembatalan persetujuan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan secara tertulis oleh yang memberi persetujuan. . (2) Dalam hal pasien adalah anak-anak atau orang yang tidak sadar. d. baik diminta maupun tidak diminta.yang tertuang dalam formulir khusus yang dibuat untuk itu. c. dokter atau dokter gigi wajib memberikan penjelasan sesegera mungkin kepada pasien setelah pasien sadar atau kepada keluarga terdekat.

b. serta efek samping atau ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. Alternatif tindakan lain berikut kelebihan dan kekurangannya dibandingkan dengan tindakan yang direncanakan. risiko dan komplikasi yang sangat jarang terjadi atau yang dampaknya sangat ringan c. Prognosis apabila dilakukan tindakan dan apabila tidak dilakukan tindakan. ataupun rehabilitatif. Pasal 10 (1) Penjelasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 diberikan oleh dokter atau dokter gigi yang merawat pasien atau salah satu dokter atau dokter gigi dari tim dokter yang merawatnya. Perluasan tindakan yang mungkin dilakukan untuk mengatasi keadaan darurat akibat risiko dan komplikasi tersebut atau keadaan tak terduga lainnya. (4) Tenaga kesehatan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah tenaga kesehatan yang ikut memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada pasien. (2) Penjelasan tentang tindakan kedokteran yang dilakukan meliputi : a. dokter yang akan melakukan tindakan juga harus memberikan penjelasan. e. waktu. (2) Penjelasan kemungkinan perluasan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan dasar daripada persetujuan. b. Pasal 9 (1) Penjelasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 harus diberikan secara lengkap dengan bahasa yang mudah dimengerti atau cara lain yang bertujuan untuk mempermudah pemahaman. (2) Penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dicatat dan didokumentasikan dalam berkas rekam medis oleh dokter atau dokter gigi yang memberikan penjelasan dengan mencantumkan tanggal.d. (3) Dalam hal dokter atau dokter gigi menilai bahwa penjelasan tersebut dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien atau pasien menolak diberikan penjelasan. maka dokter atau dokter gigi dapat memberikan penjelasan tersebut kepada keluarga terdekat dengan didampingi oleh seorang tenaga kesehatan lain sebagai saksi. Pasal 12 . (3) Penjelasan tentang risiko dan komplikasi tindakan kedokteran adalah semua risiko dan komplikasi yang dapat terjadi mengikuti tindakan kedokteran yang dilakukan. risiko dan komplikasi yang tidak dapat dibayangkan sebelumnya (unforeseeable) (4) Penjelasan tentang prognosis meliputi: a. Pasal 11 (1) Dalam hal terdapat indikasi kemungkinan perluasan tindakan kedokteran. Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi pada masing-masing alternatif tindakan. c. (2) Dalam hal dokter atau dokter gigi yang merawatnya berhalangan untuk memberikan penjelasan secara langsung. dan tanda tangan pemberi penjelasan dan penerima penjelasan. maka pemberian penjelasan harus didelegasikan kepada dokter atau dokter gigi lain yang kompeten. c. (3) Tenaga kesehatan tertentu dapat membantu memberikan penjelasan sesuai dengan kewenangannya. risiko dan komplikasi yang sudah menjadi pengetahuan umum b. Prognosis tentang hidup-matinya (ad vitam). nama. Tujuan tindakan kedokteran yang dapat berupa tujuan preventif. terapeutik. Prognosis tentang fungsinya (ad functionam). Tata cara pelaksanaan tindakan apa yang akan dialami pasien selama dan sesudah tindakan. kecuali: a. diagnostik. Prognosis tentang kesembuhan (ad sanationam). d.

hanya dapat dilakukan untuk menyelamatkan jiwa pasien.(1) Perluasan tindakan kedokteran yang tidak terdapat indikasi sebelumnya. (3) Akibat penolakan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menjadi tanggung jawab pasien. (2) Persetujuan penghentian/penundaan bantuan hidup oleh keluarga terdekat pasien sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah keluarga mendapat penjelasan dari tim dokter yang bersangkutan. maka persetujuan tindakan kedokteran tidak diperlukan. (2) Sarana pelayanan kesehatan bertanggung jawab atas pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran. Pasal 15 Dalam hal tindakan kedokteran harus dilaksanakan sesuai dengan program pemerintah dimana tindakan medik tersebut untuk kepentingan masyarakat banyak. BAB III YANG BERHAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN Pasal 13 (1) Persetujuan diberikan oleh pasien yang kompeten atau keluarga terdekat. (2) Penolakan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud kedokteran pada ayat (1) harus dilakukan secara tertulis. (3) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diberikan secara tertulis. (4) Penolakan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak memutuskan hubungan dokter dan pasien. (2) Penilaian terhadap kompetensi pasien sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh dokter pada saat diperlukan persetujuan BAB IV KETENTUAN PADA SITUASI KHUSUS Pasal 14 (1) Tindakan penghentian/penundaan bantuan hidup (withdrawing/withholding life support) pada seorang pasien harus mendapat persetujuan keluarga terdekat pasien. (2) Setelah perluasan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan. BAB VI TANGGUNG JAWAB Pasal 17 (1) Pelaksanaan tindakan kedokteran yang telah mendapat persetujuan menjadi tanggung jawab dokter atau dokter gigi yang melakukan tindakan kedokteran. dokter atau dokter gigi harus memberikan penjelasan kepada pasien atau keluarga terdekat. . BAB V PENOLAKAN TINDAKAN KEDOKTERAN Pasal 16 (1) Penolakan tindakan kedokteran dapat dilakukan oleh pasien dan/atau keluarga terdekatnya setelah menerima penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat mengambil tindakan administratif sesuai dengan kewenangannya masing-masing (2) Tindakan administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa teguran lisan. (2) Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Menteri. Pasal 19 (1) Dalam rangka pembinaan dan pengawasan. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. dr. maka Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 585/MENKES/PER/IX/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medik dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.BAB VII PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 18 (1) Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan pembinaan dan pengawasan dengan melibatkan organisasi profesi terkait sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Maret 2008 Menteri Kesehatan. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator . Siti Fadilah Supari. Pasal 21 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Sp. Dr. teguran tertulis sampai dengan pencabutan Surat Ijin Praktik BAB IX KETENTUAN PENUTUP Pasal 20 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku.JP (K) _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. rnemerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penernpatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Agar setiap orang rnengetahuinya.

Dokter tidak berhak melakukan tindakan medis yang bertentangan dengan kemauan pasien. Untuk tindakan yang bukan bedah ( operasi ) dan tindakan invasif. 7. mengharuskan adanya persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh pasien. walaupun untuk kepentingan pasien itu sendiri. kehadiran seorang perawat / paramedik lain sebagai saksi adalah penting. 5. Menahan informasi tidak boleh. Manusia dewasa dan sehat rohaniah berhak sepenuhnya menentukan apa yang hendak dilakukan terhadap tubuhnya. baik diagnostik.Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Sun Mar 28. Perluasan yang tidak dapat diduga sebelum tindakan dilakukan. baik diminta oleh pasien maupun tidak. boleh dilaksanakan tanpa informasi sebelumnya bila . Informasi tentang tindakan medis harus diberikan kepada pasien. informasi harus diberikan oleh dokter yang bersangkutan sendiri. terapeutik maupun paliatif ) memerlukan "Informed Consent" secara lisan maupun tertulis. tetapi dapat pula secara tertulis ( berkaitan dengan informasi "Informed Consent" ). tidak boleh dilakukan tanpa informasi sebelumnya kepada keluarga yang terdekat atau yang menunggu. terapeutik maupun paliatif. Dalam hal ini dokter dapat memberikan informasi yang benar itu kepada keluarga terdekat pasien. Untuk tindakan yang tidak termasuk dalam butir 3. hanya dibutuhkan persetujuan lisan atau sikap diam. kecuali bila dokter menilai bahwa informasi tersebut dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien. informasi dapat diberikan oleh perawat atau dokter lain. Informasi harus diberikan secara jujur dan benar. terkecuali bila dokter menilai bahwa hal ini dapat merugikan kepentingan pasien. sepengetahuan atau dengan petunjuk dokter yang merawat. 4. Dalam hal ini dokter dapat memberikan informasi itu kepada keluarga terdekat. Setiap tindakan medis yang mengandung risiko cukup besar. Dalam hal tindakan bedah ( operasi ) dan tindakan invasif lainnya. semua tindakan medis ( diagnostik. Perluasan operasi yang dapat diduga sebelum tindakan dilakukan. 2010 7:00 pm PERNYATAAN IDI TENTANG INFORMED CONSENT 1. 8. Isi informasi mencakup keuntungan dan kerugian tindakan medis yang direncanakan. setelah sebelumnya pasien itu memperoleh informasi yang adekuat tentang perlunya tindakan medis yang bersangkutan serta risiko yang berkaitan dengannya ( "Informed Consent" ). Oleh karena itu. Informasi biasanya diberikan secara lisan. 6. Dalam memberikan informasi kepada keluarga terdekat pasien.

Sumber: Lampiran SKB IDI No. Dalam hal pasien tidak sadar / pingsan./88 _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. yang memerlukan tindakan medis segera untuk kepentingan pasien. 9. 10. untuk tindakan yang lebih kompleks biasanya dokter akan memberikan penjelasan terlebih dahulu untuk mendapatkan kesediaan dari pasien. Akan tetapi.319/P/BA. "Informed Consent" diberikan oleh orangtua / kurator / wali. "Informed Consent" diberikan oleh keluarga terdekat / induk semang ( guardian ). Untuk yang dibawah umur dan tidak mempunyai orangtua / wali. dan yang dinyatakan secara medis berada dalam keadaan gawat dan / atau darurat. 2010 8:22 am ASPEK HUKUM INFORMED CONSENT Pada dasarnya dalam praktik sehari hari. "Informed Consent" diberikan oleh pasien dewasa yang berada dalam keadaan sehat rohaniah. 12. 11.perluasan operasi tersebut perlu untuk menyelamatkan nyawa pasien pada waktu itu. tidak diperlukan "Informed Consent" dari siapapun dan ini menjadi tanggung jawab dokter. maka RS / Klinik yang bersangkutan ikut bertanggung jawab. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Tue Mar 30. pasien yang datang untuk berobat ke tempat praktik dianggap telah memberikan persetujuannya untuk dilakukan tindakan tindakan rutin seperti pemeriksaan fisik. . serta tidak didampingi oleh yang tersebut dalam butir 10. Untuk orang dewasa yang berada dibawah pengampuan. misalnya kesediaan untuk dilakukan suntikan. Dalam pemberian persetujuan berdasarkan informasi untuk tindakan medis di RS / Klinik.

Sc 2. Atas dasar itulah maka persetujuan pasien bagi setiap tindakan medik mutlak diperlukan.Ikhwal diperlukannya izin pasien. 2. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator . Adanya suatu sebab yang halal. Tidak bersifat memperdaya ( Fraud ). Ada beberapa kaidah yang harus diperhatikan dalam menyusun dan memberikan Informed Consent agar hukum perikatan ini tidak cacat hukum. 3.Hum. 2. seperti virulensi penyakit. Selain itu tindakan medik mengandung risiko.H. kualitas obat. yang dibenarkan. stadium penyakit. M. 3. pikiran pasien mudah terpengaruh. Dari syarat pertama yaitu adanya kesepakatan antara kedua pihak ( antara petugas kesehatan dan pasien ). Ns Ta'adi. adalah karena tindakan medik hasilnya penuh ketidakpastian.Kep. kecuali pasien dalam kondisi emergensi. karena dalam keadaan tersebut. Persetujuan tersebut disebut dengan Informed Consent. agar pasien bisa mengerti dan memahami isi pembicaraan. karena dipengaruhi faktor faktor lain diluar kekuasaan dokter. Penyelesaian Hukum dalam Malapraktik Kedokteran. Selain itu dokter juga harus dapat menyesuaikan diri dengan tingkat pendidikan pasien. diharapkan dokter tidak memberikan informasi yang dapat mempengaruhi keputusan pasien. Nusye K I Jayanti S. Mengingat pasien biasanya datang dalam keadaan yang tidak sehat. Informed Consent hakikatnya adalah hukum perikatan. diantaranya adalah: 1. M. Dari pihak petugas harus mendapat informasi keluhan pasien sejujurnya. kekeliruan dan penipuan. Adanya kesepakatan antar pihak. S. faktor genetik. Aspek perdata Informed Consent bila dikaitkan dengan Hukum Perikatan yang di dalam KUH Perdata BW Pasal 1320 memuat 4 syarat sahnya suatu perjanjjian yaitu: 1. Para pihak cakap untuk membuat perikatan. dan tidak dilarang oleh peraturan perundang undangan serta merupakan sebab yang masuk akal untuk dipenuhi. bebas dari paksaan. daya tahan tubuh pasien. respon individual. kepatuhan pasien dalam mengikuti prosedur dan nasihat dokter. demikian pula dari pihak pasien harus memperoleh diagnosis dan terapi yang akan dilakukan. maka berarti harus ada informasi keluhan pasien yang cukup dari kedua belah pihak tersebut. Hukum Kesehatan Pengantar Menuju Perawat Profesional. Sumber: 1. ketentuan perdata akan berlaku dan ini sangat berhubungan dengan tanggung jawab profesional menyangkut perjanjian perawatan dan perjanjian terapeutik. dll. Tidak menciptakan ketakutan ( Fear ). Tidak berupaya menekan ( Force ). tidak dapat diperhitungkan secara matematik. atau bahkan tindakan medik tertentu selalu diikuti oleh akibat yang tidak menyenangkan. Risiko baik maupun buruk yang menanggung adalah pasien. M.HKes _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.

2010 4:52 pm PERLIDUNGAN HUKUM TERHADAP TENAGA PROFESI KESEHATAN Tenaga profesi kesehatan harus mengembangkan dan mengetahui 16 Wajib Hukum Profesi Kesehatan dalam setiap tindakannya. 2. pelayanan kesehatan harus cepat dan tepat. 5. dst. Apabila dalam memberi pelayanan kesehatan kepada pasien. Artinya dalam keadaan darurat atau emergency. sebab pelayanan kesehatan adalah wajib hukumnya. . bagaimana. Semakin lengkap suatu Rekam Medis semakin baik itikad seorang tenaga kesehatan dalam merawat pasien dan semakin kuat dalam kedudukan hukum. Tenaga kesehatan harus menginformasikan semua langkah atau tindakan yang akan dikerjakan beserta risiko risiko medis yang kemungkinan terjadi. 7. Kesehatan menurut masyarakat internasional atau PBB harus dibantu oleh asuransi sosial. kapan. mengingat pekerjaan medis adalah pekerjaan yang uncertain ( tidak pasti ). Social Insurance of Health Care. Ke 16 Wajib Hukum Profesi Kesehatan tersebut adalah: 1. Adequate Information. Tenaga kesehatan harus aktif menanyakan sakit apa. Standard Profession of Care ( Doctrine of Necessity ). Medical Record ( Rekam Medis ). 3. maka tenaga kesehatan wajib melakukan second opinion. 4. Informed Consent. doktrin ini menggunakan doktrin necessity. 6. Medical Risk. dimana. berapa lama. Medical Emergency Care. Biasa disebut dengan doktrin keseriusan. risiko menjadi nomor dua. Second Opinion. Tenaga kesehatan harus selalu siap setiap saat mengantisipasi terjadinya risiko.Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Tue Mar 30. lebih dari 2 atau 3 kali tidak ada kemajuan. supaya terhindar dari perkara sengketa medik. 8.

10. Medical Intervention. 11. kewajiban dan tanggung jawab dari masing masing tenaga kesehatan. Dalam setiap pemeliharaan kesehatan harus selalu memikirkan biaya kesehatan. Tenaga kesehatan akan lebih tenang dalam melaksanakan pekejaannya karena sudah dibatasi dengan hal hal yang tercantum dalam Management Medical Liability. Acreditation of Health Care ( Joint Commission ). bukan memerintah atau menilai. 16. M. Badan akreditasi pelayanan kesehatan terdiri dari asosiasi medis ( kumpulan dokter. Medical program harus selalu selaras dengan medicare program. karena kurang pengetahuan sehingga menyebabkan kurang hati hati. RS. Dalam pembagian jenis tanggung jawab akan diketahui tugas. Negligent Medical Care ( Culpa Levisimma / Lichte Sculd ). Tugasnya membimbing. Contributory Negligence.9. Assumption of Risk ( Volenti non fit injura ).Sc _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. 15. Terhadap kesalahan yang terjadi diteliti darimana asalnya ( dari pasien / teknologi / tenaga medis / tenaga non medis ). 13. S. misalnya kesalahan karena kurang pengalaman. Kesalahan tidak boleh lebih dari 2x. Tetap berpedoman pada SOP. Pelayanan kesehatan harus selalu mengintervensi pelaksanaan wajib hukum Informed Consent dan Medical Record / Rekam Medis dalam setiap pelayanan kesehatan sebagai perlindungan hukum tenaga kesehatan.H. M. Pembagian tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan akan memudahkan dalam pemecahan suatu masalah bila terjadi suatu sengketa medik. bukan dari pemerintah. 12. Medical Liability. Semua risiko medis yang akan terjadi sudah di asumsikan terlebih dahulu. Medicare Medicaid Program. Kesalahan dalam pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan haruslah wajar. Sumber: Penyelesaian Hukum dalam Malapraktik Kedokteran. Dalam pelayanan kesehatan harus ada badan komite medis yang menyusuri setiap kesalahan medis yang terjadi. pelayan kesehatan lainnya ). Medical Committee ( Intern Justice of Medical Profession ).Hum. misalnya tidak ada keluhan terhadap jantung maka tidak perlu dilakukan rekam jantung. Nusye K I Jayanti. . 14.

Setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang mengandung risiko tinggi harus diberikan dengan persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yang berhak memberikan persetujuan. 2. diagnosis dan tata cara tindakan medis. 2010 6:33 am Paragraf 2 UU RI NO 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN Persetujuan Tindakan Kedokteran atau Kedokteran Gigi Pasal 45 1. prognosis terhadap tindakan yang dilakukan. Penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekurang-kurangnya mencakup: 1. 5. 3. 3. Setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan oleh dokter atau dokter gigi terhadap pasien harus mendapat persetujuan. risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. dan 5. dan ayat (5) diatur dengan Peraturan Menteri. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. 4. 6. Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah pasien mendapat penjelasan secara lengkap. ayat (2). 2. tujuan tindakan medis yang dilakukan. 4. Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diberikan baik secara tertulis maupun lisan. Ketentuan mengenai tata cara persetujuan tindakan kedokteran atau kedokteran gigi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ayat (3). Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! . alternative tindakan laindari risikonya.Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Fri Apr 02. ayat (4).

gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Sat Apr 03. Tidak seorang dokterpun. Hal ini dapat dilakukan asal tindakan ini diambil setelah mempertimbangkan masak-masak bahwa tidak ada jalan/cara lain untuk menyelamatkan jiwa selain pembedahan. Penjelasan dan Pedoman Pelaksanaan Segala perbuatan dokter terhadap pasien bertujuan untuk memelihara kesehatan dan kebahagiannya. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Dengan sendirinya ia harus mempertahankan dan memelihara kehidupan manusia. sehingga dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan usaha untuk menghindarkan diri dari bahaya maut. Tuhan Yang Maha Esa menciptakan seseorang yang pada suatu waktu akan menemui ajalnya. perlu dibuat persetujuan tertulis lebih dahulu atau dan keluarga (Informed Consent). Untuk itu manusia diberi akal. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! . kemampuan berpikir dan mengumpulkan pengalamannya. Kadang-kadang dokter terpaksa harus melakukan operasi atau cara pengobatan tertentu yang membahayakan. ia harus berusaha memelihara dan mempertahankan hidup makhluk insani. Sebelum operasi dimulai. betapapun pintarnya akan dapat mencegahnya. batas umur yang dapat memberi informed consent adalah 18 tahun. 2010 6:22 am Pasal 7d Kode Etik Kedokteran Indonesia Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makluk insani. Semua usaha tersebut merupakan tugas seorang dokter. Naluri yang terkuat pada setiap makhluk bernyawa. Sesuai peratunan Menteri Kesehatan tentang informed consent. termasuk manusia ialah mempertahankan hidupnya.

2010 6:24 am INFORMED CONSENT Dr. Informed consent adalah suatu proses komunikasi antara pasien dan dokter yang menghasilkan pemberian izin oleh pasien untuk menjalankan suatu intervensi medik tertentu1. Sastrowardoyo SpOG Informed consent adalah lebih daripada hanya sekedar mendapatkan tanda tangan seorang pasien pada suatu formulir persetujuan. pasien atau klien harus mempunyai kesempatan untuk bertanya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai suatu pengobatan atau tindakan. Dengan demikian dia akan dapat membuat keputusan yang berdasarkan pemahaman yang baik mengenai suatu intervensi medik. 5. kalau sudah diketahui. dokter sebagai orang yang memberi terapi atau melakukan tindakan mediklah yang harus menjelaskan dan mendiskusikan bersama pasien hal-hal di bawah ini. Risiko dan manfaat yang dihadapi apabila suatu pengobatan atau tindakan tidak dilakukan. Informed consent baru dianggap sah kalau diberikan oleh seorang pasien/klien yang kompeten dan diberikan secara sukarela2 INFORMED CONSENT. Diagnosis pada pasien. DAN ETIKA3 . Dalam proses komunikasi ini. 2. 3. Sebaliknya. Hal-hal yang harus dibicarakan1: 1. Risiko dan manfaat dari pengobatan atau tindakan yang direncanakan.gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Wed Apr 21. 4. Proses komunikasi ini tidak bisa diwakilkan kepada orang lain. Aswin W. HUKUM. Pilihan pengobatan atau tindakan yang lain yang tersedia (tanpa melihat biayanya maupun apakah termasuk di dalam pembiayaan yang dicakup oleh asuransi). Keputusan yang dia ambil bisa berupa persetujuan maupun penolakan akan intervensi tersebut. Sifat dan manfaat dari pengobatan atau tindakan yang direncanakan. Risiko dan manfaat dari pilihan pengobatan atau tindakan lain yang tersedia. dan 6.

Pendekatan filsafat moral/etika datang dari prinsip menghargai otonomi. Selain itu. aturan. W. Belakangan ini. selain 4 prinsip ini. akan tetapi ternyata sulit untuk diinterpretasikan dan diperbandingkan. Pasien mempunyai hak untuk memberi izin atau menolak. yang berarti: Suatu prinsip adalah memikat.: 1. yang mempunyai hak untuk membuat pilihan secara otonomi. Respek/menghargai terhadap otonomi (respect for autonomy) 2. Kemaslahatan (beneficence) 4. kita harus memilih di antara keduanya. informed consent terutama menyangkut pilihan secara otonomi dari pasien dan subyek penelitian. Walaupun pendekatan kedua bidang ilmu ini terhadap informed consent rumit dan kontroversial.Dalam sejarahnya. dan pendekatan secara etika mudah dimengerti. Kedua disiplin ilmu ini. Dari segi filsafat etika. akan tetapi fokusnya adalah pada dokter. keduanya dengan metoda dan objektifnya tersendiri. informed consent berakar pada banyak disiplin ilmu pengetahuan. suatu istilah yang diperkenalkan filosof Inggris. dan ilmu filsafat moral/etika. Selanjutnya dibahas mengenai dasar-dasar etika dalam informed consent. ilmu perilaku sosial. Dalam kacamata hukum. intisari dari pendekatan secara hukum. maka pasien dapat menerima kompensasi finansial dari si dokter karena telah menyebabkan cedera tersebut. yang mempunyai kewajiban dan mempunyai risiko membayar ganti rugi apabila tidak melaksanakan kewajibannya. Tidak menyebabkan yang buruk (non-maleficence) 3. Keadilan (justice) Keempat prinsip ini bersifat ³prima facie´. INFORMED CONSENT DAN ETIKA3. dan hak. Dengan demikian. dokter mempunyai kewajiban untuk pertama memberi informasi kepada pasiennya dan kedua untuk mendapatkan izinnya. Terdapat banyak sekali beda pendapat mengenai hal ini.D. sering juga ditambahkan5: . kecuali apabila prinsip tersebut mempunyai konflik dengan prinsip lain. tidak pada riset. Ross. Apabila seorang pasien cedera akibat dokter lalai dengan tidak memberikan informasi yang lengkap mengenai suatu pengobatan atau tindakan. ilmu hukum. bidang ilmu yang sangat berpengaruh dalam hal informed consent adalah ilmu hukum dan ilmu filsafat moral atau filsafat etika. dan fokusnya adalah pada pasien atau subyek. termasuk dalam ilmu kesehatan/kedokteran. Ada empat prinsip etika di dalam informed consent. Apabila terdapat konflik.4 Pemikiran etika mendasari diri pada prinsip. Hukum memfokuskan diri terutama pada konteks klinis. kedua kerangka berfikir ini sangatlah sederhana. mempunyai fungsi sosial dan intelektual yang berbeda. Visi legal ini lebih berfokus pada kompensasi finansial daripada pada pemberian informasi dan izin yang diberikan pasien secara umum. Secara sederhana kita bisa menyingkat kedua pendekatan ini sebagai berikut: Pendekatan hukum datang dari teori pragmatis.

5. Harga diri (dignity) 6. Kebenaran dan kejujuran (truthfulness and honesty) Penjelasan keenam hal di atas: 1. Menghargai Otonomi (Voluntas aegroti suprema lex). Dalam semua proses pengambilan keputusan, dianggap bahwa keputusan yang dibuat setelah mendapatkan penjelasan itu dibuat secara sukarela dan berdasarkan pemikiran rasional. Di dalam dunia kedokteran, dokter menghargai otonomi pasien berarti bahwa si pasien/klien mempunyai kemampuan untuk berlaku atau bertindak secara sadar dan intensional, dengan pengertian penuh, dan tanpa pengaruhpengaruh yang bisa menghilangkan kebebasannya3,4. 2. Tidak menyebabkan yang buruk (non-maleficence / primum non nocere). Di dalam prinsip ini, doktertidak boleh secara sengaja menyebabkan perburukan atau cedera pada pasien, baik akibat tindakan (commission) atau tidak dilakukannya tindakan (omission). Dalam bahasa sehari-hari: Akan dianggap lalai apabila seseorang memaparkan risiko atau cedera yang tidak layak (unreasonable) kepada orang lain. Standar perawatan yang meminimalkan risiko cedera atau perburukan merupakan hal yang diinginkan masyarakat secara common sense3,4. 3. Kemaslahatan (Salus aegroti suprema lex). Adalah kewajiban petugas kesehatan untuk memberikan kemaslahatan, kebaikan, kegunaan, benefit bagi pasien, dan juga untuk mengambil langkah positip mencegah dan menghilangkan kecederaan dari pasien3,4. Dalam hal informed consent untuk ad. 2 dan ad. 3: adalah kewajiban dokter untuk memberi penjelasan mengenai pengobatan atau tindakan, baik manfaat maupun kekurangannya. 4. Keadilan. Keadilan di dalam pelayanan dan riset kesehatan digambarkan sebagai kesamaan hak bagi pasien-pasien dengan kondisi yang sama. Di dalam informed consent, penjelasan bagi pasien harus diberikan sampai dengan pengobatan yang mungkin saja tidak terjangkau atau tidak dilindungi pihak asuransinya3,4. 5. Harga Diri. Pasien, dan dokter mempunyai hak atas harga dirinya5. 6. Kebenaran dan Kejujuran. Kebenaran dan kejujuran adalah suatu keharusan di dalam hubungan dokter pasien / subyek. Informed consent diberikan oleh pasien / subyek berdasarkan informasi yang benar dan jujur5.

TOPIK INFORMED CONSENT DALAM PENGAJARAN6 James Sabin melakukan pengajaran topik Medical Ethics (Informed Consent) dalam bentuk seminar. Setelah peserta didik membaca buku pegangan ³Principles of Biomedical Ethics´ (Beauchamp and Childress) dan ³The Learning Curve´ (Atul Gawande) di majalah New Yorker, peserta didik diminta membuat tulisan mengenai topik ini. Selanjutnya dilakukan diskusi dengan topik kasus-kasus khusus. Salah satu kasus yang dibicarakan adalah kasus dengan mahasiswa kedokteran yang diminta oleh chief residence untuk mengambil darah arteri dari lengan seorang pasien. Tindakan ini akan menimbulkan rasa sakit. Si mahasiswa mempunya hubungan yang beik dengan pasien yang berusia 64 tahun ini. Pertanyaannya adalah ± apa yang wajib disampaikan kepada pasien dalam hubungannya dengan informed consent tindakan ini?

Informasi agar pasien mengerti tindakan yang akan diambil, dasar-dasar ilmiah di belakang tindakan itu, risiko dan manfaatnya dibicarakan. Apakah pasien harus tahu bahwa yang akan mengambil darah adalah seorang mahasiswa? Jawabannya: iya. Pertanyaan selanjutnya adalah: apakah pasien harus diberitahu bahwa ³ini adalah kali pertama saya akan melakukan tindakan ini´? pengajaran dilakukan dengan role-playing, dengan si pengajar sebagai obyek pemeriksaan. Seminar dan role-playing adalah cara yang baik untuk memperkenalkan berbagai aspek dari bioetika, termasuk di dalamnya informed consent. Dalam hal masalah di atas, para peserta didik akhirnya mengemukakan beberapa ide yang baik. Rumah sakit tempat mereka bekerja harus mempunyai kebijakan yang jelas dalam melatih mahasiswa melakukan tindakan. Pada saat akan melakukan tindakan, si mahasiswa akan menyatakan:´Saya seorang mahasiswa, bekerja dengan dokter X. Saya belum pernah melakukan tindakan ini, tetapi saya sudah dilatih untuk melakukannya. Dokter X akan berada disini juga untuk meyakinkan bahwa segalanya berjalan sesuai rencana. Apakah Bapak setuju?" Menarik sekali cara interaksi dosen-mahasiswa ini dalam mengungkap berbagai segi informed consent. 1. 1. Patient Physician Relationship Topics: Informed Consent. AMA web-site: http://www.amaassn.org/ama/pub/physician-resources/legal-topics/patient-physician-relationshiptopics/informed-consent.shtm 2. 2. Cherry K. What is Informed Consent? http://psychology.about.com/od/iindex/g/def_informedcon.htm 3. 3. Faden, RR, Beauchamp, TL. Foundations in Moral Theory p.3-14. In: A History and Theory of Informed Consent. Oxford University Press. 1986. 4. 4. Principles of Bioethics. In the website: Ethics in Medicine. University of Washington School of Medicine. http://depts.washington.edu/bioethx/tools/princpl.html 5. 5. Walter, Klein eds. The Story of Bioethics: From seminal works to contemporary explorations. Cited by Medical Ethics http://en.wikipedia.org/wiki/Medical_ethics 6. 6. Sabin J. Teaching Medical Ethics (Informed Consent). Health Care Organizational Ethics. 2008 http://healthcareorganizationalethics.blogspot.com/2008/02/teaching-medical-ethicsinformed.html

Aswin W. Sastrowardoyo _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !

gitahafas Moderator

Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30

Subject: Re: Informed Consent Mon May 03, 2010 6:32 am Powered by Blogger 25 January 2007 INFORMED CONSENT Hak-Hak Pasien dalam Menyatakan Persetujuan Rencana Tindakan Medis dr. Rano Indradi S, M.Kes (Health Information Management Consultant) Seorang pasien memiliki hak dan kewajiban yang layak untuk dipahaminya selama dalam proses pelayanan kesehatan. Ada 3 hal yang menjadi hak mendasar dalam hal ini yaitu hal untuk mendapatkan pelayanan kesehatan (the right to health care), hak untuk mendapatkan informasi (the right to information), dan hak untuk ikut menentukan (the right to determination). Dalam artikel ini akan dipaparkan pelaksanaan dari 3 hak mendasar tersebut berkaitan dengan proses pengisian formulir pernyataan menyetujui terhadap suatu rencana tindakan medis. Proses untuk menyatakan setuju ini disebut dengan Informed Consent. Hak dan kewajiban yang lain dari seorang pasien akan dipaparkan dalam artikel yang lain. Seorang pasien yang sedang dalam pengobatan atau perawatan disuatu sarana pelayanan kesehatan (saryankes) seringkali harus menjalani suatu tindakan medis baik untuk menyembuhan (terapeutik) maupun untuk menunjang proses pencarian penyebab penyakitnya (diagnostik). Pasien yang mengalami radang dan infeksi pada usus buntunya sehingga perlu dipotong melalui operasi, maka operasi ini termasuk tindakan medis terapeutik. Pada kasus penyakit lain, kadangkadang dokter yang merawat perlu melakukan tindakan medis diagnostik, misalnya biopsi, pemeriksaan radiologi khusus, atau pengambilan cairan tubuh untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memperjelas penyebab penyakit. Hak atas informasi Sebelum melakukan tindakan medis tersebut, dokter seharusnya akan meminta persetujuan dari pasien. Untuk jenis tindakan medis ringan, persetujuan dari pasien dapat diwujudkan secara lisan atau bahkan hanya dengan gerakan tubuh yang menunjukkan bahwa pasien setuju, misalnya mengangguk. Untuk tindakan medis yang lebih besar atau beresiko, persetujuan ini diwujudkan dengan menandatangani formulir persetujuan tindakan medis. Dalam proses ini, pasien

pasien seharusnya diberi waktu untuk berfikir dan mempertimbangkan keputusannya. apabila dia memenuhi 3 kriteria diatas. Informasi ini akan diberikan oleh dokter yang akan melakukan tindakan atau petugas medis lain yang diberi wewenang. suami/istrinya. Pasien dalam keadaan sadar. Dalam hal seperti ini. pasien harus bisa diajak berkomunikasi secara wajar dan lancar. Jadi yang paling berhak untuk menentukan dan memberikan pernyataan persetujuan terhadap rencana tindakan medis adalah pasien itu sendiri. dan tanpa tekanan. Pemberian informasi ini selayaknya bersifat obyektif. Namun apabila pasien tersebut tidak memenuhi 3 kriteria tersebut diatas maka dia tidak berhak untuk menentukan dan menyatakan persetujuannya terhadap rencana tindakan medis yang akan dilakukan kepada dirinya. Pasien dalam keadaan sehat akal. tekanan kejiwaan. atau orang lainnya. Masih terdapat perbedaan pendapat pakar tentang batas usia dewasa. koma. Berarti. Syarat seorang pasien yang boleh memberikan pernyatan. atau urutan wali lainnya yang sah. Kriteria pasien yang berhak Tidak semua pasien boleh memberikan pernyataan. Setelah menerima semua informasi tersebut. yaitu : Pasien berhak mendapat informasi yang cukup mengenai rencana tindakan medis yang akan dialaminya. termasuk keuntungan dan kerugian dari masing-masing alternatif tersebut Pasien berhak bertanya tentang hal-hal seputar rencana tindakan medis yang akan diterimanya tersebut apabila informasi yang diberikan dirasakan masih belum jelas. anaknya. atau terganggu kesadarannya karena pengaruh obat. Informasi ini meliputi : * Bentuk tindakan medis * Prosedur pelaksanaannya * Tujuan dan keuntungan dari pelaksanaannya * Resiko dan efek samping dari pelaksanaannya * Resiko / kerugian apabila rencana tindakan medis itu tidak dilakukan * Alternatif lain sebagai pengganti rencana tindakan medis itu. maka hak pasien akan diwakili oleh wali keluarga atau wali hukumnya. Hal ini mengandung pengertian bahwa pasien tidak sedang pingsan. atau paman/bibinya. maka suami/istrinya merupakan yang paling berhak untuk menyatakan persetujuan bila memang dia . tapi dalam keadaan tidak sadar atau kehilangan akal sehat. maka yang berhak memberikan persetujuan adalah orang tuanya. Pasien berhak menolak rencana tindakan medis tersebut Semua informasi diatas sudah harus diterima pasien SEBELUM rencana tindakan medis dilaksanakan.sebenarnya memiliki beberapa hak sebelum menyatakan persetujuannya. namun secara umum bisa digunakan batas 21 tahun. yaitu : Pasien tersebut sudah dewasa. Pasien yang masih dibawah batas umur ini tapi sudah menikah termasuk kriteria pasien sudah dewasa. Pasien berhak meminta pendapat atau penjelasan dari dokter lain untuk memperjelas atau membandingkan informasi tentang rencana tindakan medis yang akan dialaminya. Bila pasien sudah menikah. bukan orang tuanya. baik setuju maupun tidak setuju. Misalnya pasien masih anak-anak. atau hal lain. tidak memihak.

Pelaksanaan tindakan medis itu sendiri tetap harus sesuai dengan standar proferi kedokteran. ----. Namun tidak berarti bahwa pasien bersedia menerima APAPUN resiko dan kerugian yang akan timbul. maka pernyataan persetujuan terhadap rencana tindakan medisnya harus melibatkan persetujuan suami/istri pasien tersebut apabila suami/istrinya ada atau bisa dihubungi untuk keperluan ini. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator . atau bentuk kesalahan lain yang timbul dalam pelaksanaan tindakan medis itu tetap bisa menyebabkan pasien merasa tidak puas dan berpotensi untuk mengajukan tuntutan hukum. Dalam kondisi ini. Dalam keadaan gawat darurat Proses pemberian informasi dan permintaan persetujuan rencana tindakan medis ini bisa saja tidak dilaksanakan oleh dokter apabila situasi pasien tersebut dalam kondisi gawat darurat.setuju. dan tindakan medis yang bisa berpengaruh terhadap kemampuan seksual atau reproduksi dari pasien tersebut. Informed consent memang menyatakan bahwa pasien sudah paham dan siap menerima resiko sesuai dengan yang telah diinformasikan sebelumnya. tentu saja suami/istrinya tersebut harus juga memenuhi kriteria ³dalam keadaan sadar dan sehat akal´. dokter akan mendahulukan tindakan untuk penyelamatan nyawa pasien. maka pasien berhak untuk mendapat informasi lengkap tentang tindakan medis yang sudah dialaminya tersebut. Setiap kelalaian. Informed consent tidak menjadikan dokter kebal terhadap hukum atas kejadian yang disebabkan karena kelalaiannya dalam melaksanakan tindakan medis.o0o ----posted by RanoCenter | 12:30 PM _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Beberapa jenis tindakan medis tersebut misalnya tindakan terhadap organ reproduksi. Setelah masa kritis terlewati dan pasien sudah bisa berkomunikasi. Dalam hal ini. apalagi menyatakan bahwa pasien TIDAK AKAN menuntut apapun kerugian yang timbul. kecelakaan. KB. Prosedur penyelamatan nyawa ini tetap harus dilakukan sesuai dengan standar pelayanan / prosedur medis yang berlaku disertai profesionalisme yang dijunjung tinggi. Tidak berarti kebal hukum Pelaksanaan informed consent ini semata-mata menyatakan bahwa pasien (dan/atau walinya yang sah) telah menyetujui rencana tindakan medis yang akan dilakukan. Hak suami/istri pasien Untuk beberapa jenis tindakan medis yang berkaitan dengan kehidupan berpasangan sebagai suami-istri.

microkeratome digunakan untuk mencukur kornea untuk membuat penutup permukaan tersebut. tanpa jahitan. Next. without sutures. dikombinasikan dengan penggunaan perangkat yang dikenal sebagai laser excimer. Dalam LASIK. the flap is returned to its original position. flap dikembalikan ke posisi semula.. seperti operasi semua. Akhirnya. harus Anda juga memahami bahwa mungkin ada risiko lain yang tidak diketahui akan ke dokter. like all surgery. flap kemudian dibuka seperti halaman buku untuk mengekspos jaringan hanya kornea yang di bawah ini. LASIK merupakan prosedur elektif: Tidak ada kondisi darurat atau alasan lain yang memerlukan atau tuntutan bahwa Anda telah itu dilakukan. Despite the best of care. LASIK merupakan salah satu dari sejumlah alternatif untuk mengoreksi rabun jauh. 2010 6:47 am CONTOH INFORMED CONSENT FOR LASER IN-SITU KERATOMILEUSIS (LASIK) Informed consent UNTUK LASER IN-SITU Keratomileusis (LASIK) INTRODUCTION PENDAHULUAN This information is being provided to you so that you can make an informed decision about the use of a device known as a microkeratome. This procedure. the microkeratome is used to shave the cornea to create a flap. Prosedur ini. many of which are listed below. . rabun dekat dan Silindris. the excimer laser is used to remove ultra-thin layers from the cornea to reshape it to reduce nearsightedness. farsightedness and astigmatism. Anda bisa melanjutkan memakai lensa kontak atau kacamata dan memiliki ketajaman visual yang memadai.. presents some risks. banyak yang tercantum di bawah ini. should this happen in your case.Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Mon May 03. LASIK is one of a number of alternatives for correcting nearsightedness. the result might be affected even to the extent of making your vision worse. You should also understand that there may be other risks not known to your doctor. You could continue wearing contact lenses or glasses and have adequate visual acuity. The flap then is opened like the page of a book to expose tissue just below the cornea's surface. complications and side effects may occur. In LASIK. LASIK is an elective procedure: There is no emergency condition or other reason that requires or demands that you have it performed. Informasi ini disediakan untuk Anda sehingga Anda dapat membuat keputusan informasi tentang penggunaan perangkat yang dikenal sebagai sebuah microkeratome. menyajikan beberapa risiko. yang bisa menjadi dikenal kemudian Meskipun yang terbaik dari perawatan. Finally. combined with the use of a device known as an excimer laser. untuk melakukan LASIK. Berikutnya laser excimer digunakan untuk menghapus-lapisan ultra tipis dari kornea untuk membentuk kembali itu untuk mengurangi rabun. to perform LASIK. which may become known later.

hasilnya mungkin akan terpengaruh bahkan sampai membuat visi Anda lebih parah. Jika hal ini terjadi. and very rarely could be lost. membutuhkan prosedur harus dihentikan sebelum selesai. I understand that irregular healing of the flap could result in a distorted cornea. I understand that the following risks are associated with the procedure: Saya memahami bahwa risiko berikut terkait dengan prosedur: VISION THREATENING COMPLICATIONS VISI mengancam KOMPLIKASI 1. sebuah bagian seluruh kornea pusat dapat dipotong. farsightedness or astigmatism. Hal ini juga kemungkinan bahwa insisi flap bisa mengakibatkan flap tidak lengkap. I understand that. Alternatif-alternatif ini. a partial or complete corneal transplant might be necessary to repair the cornea. Saya mengerti bahwa microkeratome atau laser excimer bisa kerusakan. according to the ALK procedure method. Dalam memberikan izin saya untuk LASIK. this may or may not be accompanied by visual loss. Saya mengerti bahwa. it is likely that the laser part of the procedure will have to be postponed until the cornea has a chance to heal sufficiently to try to create the flap again. These alternatives include. an entire portion of the central cornea could be cut off. dan sangat jarang bisa hilang.komplikasi dan efek samping mungkin terjadi. Saya memahami bahwa penyembuhan tidak teratur flap . I understand the following: The long-term risks and effects of LASIK are unknown. eyeglasses. 2. Jika diawetkan. dan lain prosedur bedah refraksi. rabun dekat atau astigmatisme. If this distortion in vision is severe. in using the microkeratome. kemungkinan bahwa bagian laser prosedur ini harus ditunda sampai kornea memiliki kesempatan untuk menyembuhkan cukup untuk mencoba membuat tutup lagi. instead of making a flap. alih-alih membuat flap. saya mengerti hal berikut:-risiko jangka panjang dan dampak LASIK tidak diketahui. there are other methods of correcting your nearsightedness. Jika Anda memutuskan untuk tidak memiliki LASIK. dalam menggunakan microkeratome itu. atau flap yang terlalu tipis. requiring the procedure to be stopped before completion. kacamata lensa kontak. It is also possible that the flap incision could result in an incomplete flap. saya memahami bahwa dokter akan menempatkan jaringan ini kembali pada mata setelah perawatan laser. among others. contact lenses and other refractive surgical procedures. using sutures. ada metode lain untuk mengoreksi rabun jauh Anda. PATIENT CONSENT PASIEN Consent In giving my permission for LASIK. I understand that my doctor would put this tissue back on the eye after the laser treatment. menggunakan jahitan. I have received no guarantee as to the success of my particular case. antara lain. sesuai dengan metode prosedur Alk. or a flap that is too thin. Tergantung pada jenis kerusakan. If this happens. ALTERNATIVES TO LASIK ALTERNATIVES UNTUK LASIK If you decide not to have LASIK. If preserved. Depending on the type of malfunction. I understand that the microkeratome or the excimer laser could malfunction. hal ini mungkin atau mungkin tidak disertai dengan kehilangan penglihatan. harus ini terjadi dalam kasus Anda. This would mean that glasses or contact lenses may not correct my vision to the level possible before undergoing LASIK. Saya telah menerima jaminan untuk keberhasilan kasus tertentu saya. 3.

I understand that other very rare complications threatening vision include. Ini bisa juga disebabkan oleh infeksi mata eksternal atau internal yang tidak dapat dikontrol dengan antibiotik atau sarana lainnya . bahkan jika berhasil diobati dengan antibiotik bisa menimbulkan jaringan parut permanen dan kehilangan visi bahwa mungkin memerlukan pembedahan laser perbaikan atau. even if successfully treated with antibiotics. keratoconus berat mungkin perlu diobati dengan transplantasi kornea sementara keratoconus ringan dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. Since keratoconus may occur on its own. I understand that it is possible a perforation of the cornea could occur. appearance of ³floaters´ and retinal detachment. causing devastating complications. 4. there is no absolute test that will ensure a patient will not develop keratoconus following laser vision correction.. I understand that mild or severe infection is possible.. Meskipun ada beberapa tes yang menyarankan pasien yang mungkin berisiko. I understand that I could develop keratoconus. transplantasi kornea atau bahkan kehilangan mata. corneal swelling. Keratoconus adalah penyakit degeneratif yang mempengaruhi kornea visi yang terjadi pada sekitar 1 / 2000 pada populasi umum. kondisi ini dapat berkembang pada pasien yang memiliki topografi pra operasi normal (peta kornea diperoleh sebelum operasi) dan pachymetry (pengukuran ketebalan kornea).bisa mengakibatkan kornea terdistorsi. tidak ada tes mutlak yang akan memastikan pasien tidak akan mengembangkan visi keratoconus berikut koreksi laser. Ini berarti bahwa kacamata lensa kontak atau mungkin saya tidak benar visi ke tingkat mungkin sebelum menjalani LASIK Jika ini distorsi dalam visi parah. Saya memahami bahwa saya bisa mengembangkan keratoconus. but are not limited to. 7. 6. termasuk kehilangan sebagian atau semua visi saya. corneal transplantation or even loss of the eye. jika sangat parah. Saya mengerti ringan atau berat bahwa infeksi adalah ringan. While there are several tests that suggest which patients might be at risk. this condition can develop in patients who have normal preoperative topography (a map of the cornea obtained before surgery) and pachymetry (corneal thickness measurement) . . Rugi infeksi. Severe infection. 6. could lead to permanent scarring and loss of vision that may require corrective laser surgery or. corneal thinning (ectasia). if very severe. Sejak keratoconus dapat terjadi dengan sendirinya. 5. Mild infection can usually be treated with antibiotics and usually does not lead to permanent visual loss. 5. This could also be caused by an internal or external eye infection that could not be controlled with antibiotics or other means. Saya memahami bahwa adalah mungkin suatu perforasi kornea yang dapat terjadi. Keratoconus is a degenerative corneal disease affecting vision that occurs in approximately 1/2000 in the general population. Mungkin bisa infeksi biasanya diobati dengan antibiotik dan biasanya tidak mengarah ke parah visual permanen. menyebabkan komplikasi yang merusak. transplantasi kornea lengkap atau parsial mungkin diperlukan untuk memperbaiki kornea. including loss of some or all of my vision. Severe keratoconus may need to be treated with a corneal transplant while mild keratoconus can be corrected by glasses or contact lenses.

pembentukan katarak. 3. but they may also be permanent. membuat saya menjadi rabun dekat atau rabun jauh atau meningkatkan Silindris saya dan bahwa ini bisa menjadi baik permanen atau bisa diobati. perdarahan. cahaya silau. Saya mengerti bahwa ada peningkatan risiko iritasi mata terkait dengan pengeringan permukaan kornea setelah prosedur LASIK. permanen. penipisan kornea (ektasia). and even loss of my eye. Gejala ini mungkin sementara atau. a certain number of patients experience glare. Saya mengerti bahwa ada peningkatan sensitivitas terhadap cahaya. I understand that an overcorrection or undercorrection could occur. dan mungkin memerlukan aplikasi yang sering air mata buatan dan / atau penutupan bukaan saluran air mata di kelopak mata. Saya memahami bahwa overcorrection atau undercorrection dapat terjadi. and fluctuations in the sharpness of vision. or other low-light vision problems that may interfere with the ability to drive at night or see well in dim light. I understand an overcorrection or undercorrection is more likely in people over the age of 40 years and may require the use of glasses for reading or for distance vision some or all of the time. These symptoms may be temporary or. dan bahkan hilangnya mata saya. permanent. some ophthalmologists theorize that the risk may be increased in patients with large pupils or high degrees of correction. on rare occasions. For most patients. Saya memahami sebuah overcorrection atau undercorrection lebih mungkin pada orang berusia lebih dari 40 tahun dan dapat memerlukan penggunaan kacamata untuk membaca visi atau untuk jarak beberapa atau semua waktu. I understand that there may be increased sensitivity to light. 2. Aku mengerti sangat langka lainnya yang mengancam visi komplikasi termasuk tetapi tidak terbatas pada. I understand that my vision may not seem as sharp at night as during the day and that I may need to wear glasses at night or take eye drops. Saya memahami kondisi ini biasanya terjadi selama periode stabilisasi normal dari satu sampai tiga bulan. I understand that it is not possible to predict whether I will experience these night vision or low light problems. a ³starbursting´ or halo effect around lights. 4. kornea bengkak. kebutaan total. and may require frequent application of artificial tears and/or closure of the tear duct openings in the eyelid. venous and arterial blockage. pada kesempatan langka. these visual problems are permanent. causing me to become farsighted or nearsighted or increase my astigmatism and that this could be either permanent or treatable.. penampilan dari "floaters" dan ablasi retina. and that I may permanently lose the ability to drive at night or function in dim . dan fluktuasi ketajaman penglihatan. I understand that there is an increased risk of eye irritation related to drying of the corneal surface following the LASIK procedure.hemorrhage. tetapi mereka mungkin juga permanen. total blindness. glare. I understand these conditions usually occur during the normal stabilization period of from one to three months. however. dan penyumbatan arteri vena. For some patients. this is a temporary condition that diminishes with time or is correctable by wearing glasses at night or taking eye drops. After refractive surgery. The exact cause of these visual problems is not currently known. cataract formation. NON-VISION THREATENING SIDE EFFECTS VISI NON-EFEK SAMPING mengancam 1. 7.

I understand that the treated eye. Saya mengerti bahwa saya tidak mungkin mendapatkan koreksi penuh dari prosedur LASIK saya dan ini mungkin memerlukan prosedur tambahan di masa depan. as with any scar. Saya memahami bahwa mata pertama saya mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh daripada biasanya. ini adalah kondisi sementara yang berkurang dengan waktu atau diperbaiki dengan memakai kacamata pada malam hari atau mengambil tetes mata. I understand this would cause eyestrain and make judging distance or depth perception more difficult. such as more laser treatment or the use of glasses or contact lenses. 5. beberapa dokter mata berteori bahwa risiko dapat ditingkatkan pada pasien dengan pupil besar atau derajat yang tinggi koreksi. after LASIK. setelah LASIK. Bukti menunjukkan bahwa. therefore. Evidence has shown that. I understand that I may not get a full correction from my LASIK procedure and this may require future enhancement procedures. Setelah operasi bias. dan bahwa aku secara permanen mungkin kehilangan kemampuan mengemudi di malam hari atau fungsi di lampu redup karena mereka. seperti laser lebih atau penggunaan kacamata atau lensa kontak. karena itu. Fenomena ini disebut anisometropia. setidaknya untuk tahun . the corneal incision will not be as strong as the cornea originally was at that site. irisan kornea tidak akan sekuat kornea awalnya ada di situs tersebut. I understand that there may be a ³balance´ problem between my two eyes after LASIK has been performed on one eye. Bagi sebagian besar pasien. Saya memahami bahwa saya tidak harus drive kecuali visi saya adalah memadai. Saya memahami bahwa. elbow. at least for the first year following LASIK. I understand that my first eye may take longer to heal than is usual. memperpanjang waktu saya dapat pengalaman anisometropia. the eye may be more fragile to trauma from impact. visual masalah ini tetap saya memahami bahwa visi saya mungkin tidak setajam pada malam hari saat siang hari dan bahwa saya mungkin harus memakai kacamata pada malam hari atau mengambil tetes mata.light because of them. 7. or other traumatizing object contacting the eye may be high. Saya memahami bahwa mungkin ada saldo "" masalah antara dua mata setelah LASIK telah dilakukan pada satu mata. Aku mengerti ini akan menyebabkan kelelahan mata dan membuat jarak atau kedalaman menilai persepsi lebih sulit . Penyebab tepat masalah-masalah visual saat ini tidak diketahui. prolonging the time I could experience anisometropia. This phenomenon is called anisometropia. Saya memahami bahwa tidak mungkin untuk memprediksi apakah saya akan mengalami visi ini malam atau masalah cahaya rendah. is somewhat more vulnerable to all varieties of injuries. I understand that. mata mungkin lebih rapuh terhadap trauma dari dampak. seperti bekas luka. agak lebih rentan terhadap semua varietas dari cedera. sejumlah pasien mengalami silau. Untuk beberapa pasien. 6. Saya memahami bahwa diperlakukan mata.. I understand that I should not drive unless my vision is adequate. I understand it would be advisable for me to wear protective eyewear when engaging in sports or other activities in which the possibility of a ball. atau masalah visi-cahaya rendah lain yang dapat mengganggu kemampuan untuk mengemudi pada malam hari atau melihat dengan baik dalam cahaya redup. sebuah "starbursting" atau efek halo sekitar lampu. namun. but not the other. fist. projectile. tetapi tidak yang lain.

setiap saat. Aku mengerti bahwa tidak realistis untuk mengharapkan bahwa prosedur ini akan menghasilkan visi yang sempurna. terutama selama 48 jam pertama setelah operasi. and that my vision may go partially back to a level that may require glasses or contact lens use to see clearly. Saya memahami bahwa ada kecenderungan alamiah dari kelopak mata untuk menunduk dengan usia dan bahwa operasi mata dapat segera proses ini. at all times. 12. atau benda lainnya menghubungi trauma mata mungkin tinggi. proyektil. Aku mengerti itu akan dianjurkan bagi saya untuk memakai pelindung mata ketika melakukan olahraga atau kegiatan lain yang kemungkinan bola. 11. I understand that it is not realistic to expect that this procedure will result in perfect vision. 8. dan bahwa visi saya mungkin pergi sebagian kembali ke tingkat yang mungkin memerlukan kacamata atau lensa kontak digunakan untuk melihat dengan jelas. Saya mengerti bahwa mungkin ada rasa sakit atau sensasi benda asing. I understand that there is a natural tendency of the eyelids to droop with age and that eye surgery may hasten this process. I understand that visual acuity I initially gain from LASIK could regress. I understand that there may be pain or a foreign body sensation. particularly during the first 48 hours after surgery. 10. Saya mengerti bahwa efek jangka panjang LASIK tidak diketahui dan yang tak terduga komplikasi atau efek samping yang mungkin terjadi.pertama setelah LASIK. selama sisa hidupku . I understand that temporary glasses either for distance or reading may be necessary while healing occurs and that more than one pair of glasses may be needed. Saya memahami bahwa gelas sementara baik untuk jarak jauh atau mungkin perlu membaca sementara penyembuhan terjadi dan lebih dari satu kacamata mungkin diperlukan. dan bahwa hal ini mungkin terjadi segera setelah operasi atau tahun kemudian. Saya memahami bahwa ketajaman visual pada awalnya saya peroleh dari LASIK bisa regresi. Saya mengerti bahwa koreksi yang dapat saya harapkan untuk memperoleh dari LASIK mungkin tidak sempurna. under all circumstances. I understand that the long-term effects of LASIK are unknown and that unforeseen complications or side effects could possibly occur. I understand I may need glasses to refine my vision for some purposes requiring fine detailed vision after some point in my life. dalam semua keadaan. 13. tangan. 9. . for the rest of my life. and that this might occur soon after surgery or years later. I understand that the correction that I can expect to gain from LASIK may not be perfect. siku. Saya mengerti saya mungkin perlu kacamata untuk memperbaiki visi saya untuk beberapa tujuan yang membutuhkan visi rinci baikbaik saja setelah beberapa titik dalam hidup saya.

Saya memahami bahwa. Jika ada jaringan yang tidak memadai. mengerti bahwa saya tidak harus drive hari operasi dan tidak sampai saya yakin bahwa visi saya adalah cukup untuk berkendara. The original flap can usually be lifted with specialized techniques. a new LASIK incision may be required. Dalam rangka untuk melakukan operasi tambahan. there must be adequate tissue remaining. there generally is no need to make another cut with the microkeratome. or other factors that may involve other parts of my body. karena tidak mungkin untuk menyatakan setiap komplikasi yang mungkin terjadi sebagai hasil dari operasi apapun. understand that I must not drive the day of surgery and not until I am certain that my vision is adequate for driving. Saya memahami bahwa.14. tidak mungkin untuk melakukan perangkat tambahan. Asli dapat flap biasanya diangkat khusus dengan teknik Setelah 6 bulan penyembuhan. I understand that if I currently need reading glasses. Saya memahami bahwa jika saya saat ini membutuhkan kacamata baca. atau faktor lainnya yang mungkin melibatkan bagian lain dari tubuh saya. 17. there is a possibility of complications due to anesthesia. In order to perform an enhancement surgery. I understand that I may be given medication in conjunction with the procedure and that my eye may be patched afterward. Sebuah penilaian dan konsultasi akan diadakan dengan dokter bedah di mana waktu manfaat dan risiko dari operasi perangkat tambahan akan dibahas. It is possible that dependence on reading glasses may increase or that reading glasses may be required at an earlier age if I have this surgery. I will still likely need reading glasses after this treatment. Jika perangkat tambahan tersebut dilakukan dalam enam bulan pertama setelah operasi. Peningkatan dapat dilakukan ketika visi KECUALI stabil itu tidak bijaksana atau tidak aman. 16. saya masih akan mungkin perlu kacamata baca setelah perawatan ini. I understand that. the list of complications in this form may not be complete. 15. After 6 months of healing. Saya memahami bahwa saya dapat diberikan obat-obatan dalam hubungannya dengan prosedur dan bahwa mata saya mungkin ditambal sesudahnya. If there is inadequate tissue. Bahkan 90% kejelasan visi masih sedikit buram operasi. as with all types of surgery. Hal ini dimungkinkan bahwa ketergantungan pada kacamata baca dapat meningkat atau kacamata baca yang mungkin diperlukan pada usia lebih dini jika saya menjalani operasi ini. Enhancement surgeries can be performed when vision is stable UNLESS it is unwise or unsafe. obat reaksi. since it is impossible to state every complication that may occur as a result of any surgery. it may not be possible to perform an enhancement. sayatan LASIK baru mungkin diperlukan yang lebih besar menimbulkan risiko. Karena itu. ada kemungkinan komplikasi karena anestesi. I therefore. daftar komplikasi dalam bentuk ini tidak mungkin lengkap. . incurring greater risk. ada umumnya tidak perlu membuat lagi dipotong dengan microkeratome itu. I understand that. seperti halnya dengan semua jenis operasi. Even 90% clarity of vision is still slightly blurry. drug reactions. harus ada sisa jaringan yang cukup.. If the enhancement is performed within the first six months following surgery. An assessment and consultation will be held with the surgeon at which time the benefits and risks of an enhancement surgery will be discussed.

unless I give subsequent written permission for it to be disclosed outside my ophthalmologist's office or the center where my LASIK procedure will be performed. gambargambar Patient Name Date Witness Name Date Nama Pasien Tanggal Tanggal Nama Saksi I have been offered a copy of this consent form (please initial) _____ Saya telah menawarkan salinan formulir persetujuan (mohon awal) _____ _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. untuk tujuan pendidikan. or training of other health care professionals. for purposes of education. research. Saya. I understand that my name will remain confidential. . PATIENT'S STATEMENT OF ACCEPTANCE AND UNDERSTANDING PASIEN'S LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGERTIAN The details of the procedure known as LASIK have been presented to me in detail in this document and explained to me by my ophthalmologist. Saya juga memberikan saya izin untuk dokter mata untuk menggunakan data saya tentang prosedur selanjutnya dan perawatan lebih lanjut LASIK mengerti. Dokter mata telah menjawab semua pertanyaan saya saya untuk kepuasan Karena itu saya setuju untuk operasi LASIK pada: _________ Right eye ___________ Left eye _________ Both eyes _________ ___________ Mata kanan mata Waktu _________ Kedua mata I give permission for my ophthalmologist to record on video or photographic equipment my procedure.FOR PRESBYOPIC PATIENTS (those requiring a separate prescription for reading): The option of monovision has been discussed with my ophthalmologist. atau pelatihan dari para profesional perawatan kesehatan lainnya untuk. Saya memahami bahwa nama saya akan tetap rahasia. penelitian. Saya memberi izin untuk dokter mata saya untuk merekam video atau peralatan fotografi prosedur saya. My ophthalmologist has answered all my questions to my satisfaction. I also give my permission for my ophthalmologist to use data about my procedure and subsequent treatment to further understand LASIK. I therefore consent to LASIK surgery on: Rincian prosedur yang dikenal sebagai LASIK telah disajikan kepada saya secara rinci dalam dokumen ini dan menjelaskan kepada saya oleh dokter mata saya. UNTUK PASIEN PRESBYOPIC (yang memerlukan resep terpisah untuk membaca): Opsi dari monovision telah didiskusikan dengan dokter mata saya. kecuali aku memberi izin tertulis selanjutnya agar bisa diungkapkan di luar kantor saya yang dokter mata atau pusat di mana prosedur LASIK saya akan dilakukan.

katarak mungkin perlu dihapus. kondisi yang dikenal sebagai katarak. Cataract surgery will not correct other causes of decreased vision. atau jika Anda telah mengambil obat yang dikenal sebagai steroid Katarak dapat menyebabkan penglihatan kabur. Cataracts can develop from normal aging. sensitivity to light and glare. kerugian Anda visi dari katarak akan terus memburuk. During the surgery.Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Mon May 03. 2010 6:51 am CONTOH Informed consent UNTUK operasi katarak WHAT IS A CATARACT AND HOW IS IT TREATED? APA DAN BAGAIMANA katarak DIKERJAKAN IS IT? The lens in the eye can become cloudy and hard. sensitivitas terhadap cahaya dan silau. HOW WILL REMOVING THE CATARACT AFFECT MY VISION? CARA MENGHILANGKAN AKAN katarak mempengaruhi VISI SAYA? The goal of cataract surgery is to correct the decreased vision that was caused by the cataract. You can decide not to have the cataract removed. dan / atau gambar hantu untuk. from an eye injury. the cataract may need to be removed. and/or ghost images. Most people . your vision loss from the cataract will continue to get worse. Pembedahan merupakan satu-satunya cara untuk menghilangkan katarak. dari mata luka. dulled vision.. If the cataract changes vision so much that it interferes with your daily life. Anda dapat memutuskan untuk tidak memiliki katarak dihapus. Jika Anda tidak memiliki operasi. or if you have taken medications known as steroids. Jika perubahan katarak visi begitu banyak sehingga mengganggu sehari-hari Anda dengan kehidupan. If you don't have the surgery. Katarak dapat mengembangkan normal dari penuaan. tumpul visi. Surgery is the only way to remove a cataract. a condition known as a cataract. such as glaucoma. or age-related macular degeneration. Cataracts may cause blurred vision. diabetes. Lensa mata dapat menjadi mendung dan keras. the ophthalmologist (eye surgeon) removes the cataract and puts in a new artificial lens called an intraocular lens or IOL.

atau prosedur lain mungkin diperlukan. dokter mata (ahli bedah mata) menghilangkan katarak dan menempatkan di lensa buatan baru yang disebut lensa intraokuler atau IOL operasi. There is also a procedure called a limbal relaxing incision (LRI)... a choice called monovision. A limbal relaxing incision (LRI) is a small cut or incision the ophthalmologist makes into your cornea to make its shape rounder. santai limbal Sebuah insisi (LRI adalah irisan dipotong kecil atau dokter mata ke kornea membuat Anda untuk membuat bentuknya bulat. Hal ini dapat membuat kabur visi Anda. lensa kontak. dalam hal ini kacamata. Selama operasi. dokter mata Anda akan membantu Anda memutuskan jenis IOL yang akan menggantikan lensa berawan Anda. IOLs that treat astigmatism are called toric IOLs. intermediate. IOLs biasanya memberikan jarak dekat atau visi baik: ini fokus lensa tunggal disebut IOLs monofocal. atau degenerasi makula terkait usia. astigmatism can be reduced by glasses. This can make your vision blurry. Ada IOLs tersedia untuk mengobati rabun jauh (miopia). contact lenses. sebuah monovision disebut pilihan. Selain IOLs toric. instead of being round like a basketball. Katarak tidak akan benar penyebab lain dari visi menurun. seperti glaukoma. Setiap upaya pengurangan Silindris bisa mengakibatkan over-atau-koreksi di bawah. menengah dan jarak visi: beberapa fokus lensa ini disebut IOLs multifocal. and the other for distance vision. rabun dekat (hyperopia) dan astigmatisme. Any attempt at astigmatism reduction could result in over.or under-correction. contact lenses. Silindris disebabkan oleh tidak teratur berbentuk sebuah kornea bukannya bulat seperti bola basket. kornea berbentuk seperti bola. lensa kontak. Kebanyakan orang masih harus memakai kacamata atau lensa kontak setelah operasi katarak baik untuk dekat dan / atau visi jarak dan Silindris. You can also have one eye corrected for near vision. Ada juga sebuah prosedur yang disebut irisan santai limbal (LRI). and distance vision: these multiple focus lenses are called multifocal IOLs. .baru Beberapa IOLs dapat menyediakan untuk dekat. or as a separate procedure. IOLs yang memperlakukan Silindris disebut IOLs toric. Tujuan dari operasi katarak adalah untuk memperbaiki visi mengalami penurunan yang disebabkan oleh katarak. WHAT TYPES OF IOLs ARE AVAILABLE? JENIS APA YANG TERSEDIA IOLs? Your ophthalmologist will help you decide on the type of IOL that will replace your cloudy lens. the cornea is shaped like a football. and astigmatism.. An. and refractive surgery (LASIK or PRK). atau sebagai prosedur terpisah ). or another procedure may be needed. which can be done at the same time as the cataract operation. diabetes. WHAT IS ASTIGMATISM? ARE THERE OTHER TREATMENTS FOR IT? APAKAH Silindris? ADA YANG LAIN UNTUK PENGOBATAN TI? Patients with nearsightedness and farsightedness often also have astigmatism. dan operasi refraksi (LASIK atau PRK). in which case glasses. Pasien dengan rabun jauh dan rabun dekat sering juga memiliki Silindris. IOLs usually provide either near or distance vision: these single focus lenses are called monofocal IOLs. yang dapat dilakukan pada waktu yang sama dengan operasi katarak. An astigmatism is caused by an irregularly shaped cornea. In addition to toric IOLs. There are IOLs available to treat nearsightedness (myopia). farsightedness (hyperopia). Some newer IOLs can provide for near. Silindris dapat dikurangi dengan kacamata.dapat Anda juga memiliki satu mata dikoreksi dekat untuk visi dan lain untuk visi jarak.still need to wear glasses or contact lens after cataract surgery for either near and/or distance vision and astigmatism.

Tergantung pada mata Anda dan jenis IOL. Sebagai hasil dari operasi dan / atau anestesi. Depending upon your eye and the type of IOL. complications may occur weeks. kehilangan penglihatan total. but are not limited to bleeding. and a droopy eyelid. total loss of vision. risiko lainnya yang mungkin. dan kelopak mata droopy. There is no guarantee that cataract surgery or astigmatism reduction will improve your vision. dan kesulitan mengemudi di malam hari. ghost images. sebuah retina terlepas. months or even years later. under. The major risks of cataract surgery include. . gambar hantu. and scarring. damage to the cornea. blurry vision. Anda mungkin perlu tambahan perawatan atau operasi untuk mengobati komplikasi pengobatan tambahan ini tidak termasuk dalam biaya untuk ini prosedur. Tergantung pada jenis anestesi. bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian.. the IOL may later need to be repositioned or replaced. In addition. Depending upon the type of anesthesia. tetapi juga termasuk kehilangan penglihatan. from both known and unknown causes. Di samping itu. atau bahkan kematian. pandangan kabur. the operation itself.. tekanan mata tinggi. atau bahkan hilangnya mata dalam situasi langka. injury. As a result of the surgery and/or anesthesia. termasuk masalah jantung dan pernafasan.or over-correction could occur.WHAT ARE THE MAJOR RISKS OF CATARACT SURGERY? APA SAJA RISIKO MAYOR OF operasi katarak? All operations and procedures are risky and can result in unsuccessful results. atau potongan lensa yang tidak dapat dihapus. gangguan persepsi kedalaman. and trouble driving at night. dan jaringan parut. In some cases. kerusakan kornea. other risks are possible. ini dan komplikasi lain dapat menyebabkan visi miskin. it is possible that your vision could be made worse. This additional treatment is not included in the fee for this procedure. and. operasi itu sendiri. Utama Risiko operasi katarak termasuk tetapi tidak terbatas pada perdarahan. cedera. complications. a detached retina. but also include loss of vision. dari kedua dikenal dan tidak diketahui penyebab. dalam kasus yang jarang terjadi. or even loss of the eye in rare situations. The ophthalmologist might not be able to put in the IOL you choose. high eye pressure. The major risks of a limbal relaxing incision are similar to those for cataract surgery. or pieces of the lens that cannot be removed. komplikasi. cedera pada bagian mata dan struktur di dekatnya dari anestesi. impaired depth perception. you may have increased night glare or halos. penglihatan ganda. Tidak ada jaminan bahwa pengurangan atau operasi katarak astigmatisme akan meningkatkan visi Anda. in rare cases. Risiko utama dari sayatan santai limbal adalah sama dengan yang untuk operasi katarak .. including cardiac and respiratory problems. You may need additional treatment or surgery to treat these complications. dan. or even death. Anda mungkin telah meningkatkan silau malam atau halos. bawah atau over-koreksi dapat terjadi. These and other complications may result in poor vision. Dokter mata tidak mungkin bisa diletakkan di IOL Anda memilih. infection. infeksi. mungkin Anda bahwa visi bisa dibuat lebih buruk Dalam beberapa kasus. IOL nanti mungkin perlu posisinya atau diganti. double vision. kematian. death. injury to parts of the eye and nearby structures from the anesthesia. komplikasi dapat terjadi minggu. Semua operasi dan prosedur yang berisiko dan dapat menyebabkan hasil tidak berhasil.

Saya ingin memiliki operasi katarak dengan implan IOL multifocal _____________________ (nama negara bagian implan) di _______________ saya (negara bagian "kanan" atau "kiri") mata. By signing below. dan bahwa Saya mengerti dan menerima risiko. __________ Toric monofocal IOL/Glasses Option for Astigmatism Reduction __________ Toric IOL monofocal / Glasses Opsi untuk Astigmatisma Pengurangan I wish to have a cataract operation with a toric monofocal IOL on my _______________ (state . __________ Multifocal IOL Option (may still need glasses) __________ Multifocal IOL Opsi (masih mungkin perlu kacamata) I wish to have a cataract operation with a _____________________ multifocal IOL implant (state name of implant) on my _______________ (state "right" or "left") eye. __________ Monovision with 2 IOLs Option (may still need glasses) __________ Monovision dengan 2 Opsi IOLs (masih mungkin perlu kacamata) I wish to have a cataract operation with two different-powered IOLs implanted to achieve monovision. Saya ingin saya memiliki ______________ (negara bagian "kanan" atau "kiri") mata mengoreksi jarak untuk visi saya ingin memiliki ___________ saya (negara bagian "kanan "atau" kiri ") mata dikoreksi untuk visi dekat..PATIENT'S ACCEPTANCE OF RISKS PASIEN'S PENERIMAAN RISIKO I understand that it is impossible for the doctor to inform me of every possible complication that may occur. Saya ingin memiliki operasi katarak dengan dua-powered IOLs implan yang berbeda untuk mencapai monovision. Saya memahami bahwa tidak mungkin bagi dokter untuk memberitahukan setiap komplikasi yang mungkin terjadi. __________ Monofocal IOL/Glasses Option __________ IOL Monofocal / Glasses Opsi I wish to have a cataract operation with a monofocal IOL on my _______________ (state "right" or "left" eye) and wear glasses for _____________________ (state "near" or "distance") vision. manfaat. bahwa saya telah menawarkan salinan formulir persetujuan. dan alternatif tindakan operasi katarak. and that I understand and accept the risks. I wish to have my ______________ (state "right" or "left") eye corrected for distance vision. benefits. I agree that my doctor has answered all of my questions. and alternatives of cataract surgery. Saya telah memeriksa pilihan saya untuk koreksi astigmatisme dan jenis IOL. Dengan menandatangani di bawah ini. saya setuju bahwa dokter telah menjawab semua pertanyaan saya. I have checked my choice for astigmatism correction and type of IOL. Saya ingin memiliki operasi katarak dengan IOL monofocal di _______________ saya (negara bagian "kanan" atau "kiri" mata) dan memakai kacamata untuk _____________________ (negara bagian "dekat" atau "jarak") visi. I wish to have my ___________ (state "right" or "left") eye corrected for near vision. that I have been offered a copy of this consent form.

University of Virginia Health Sciences Center. Patient (or person authorized to sign for patient) Date Pasien (atau orang yang berwenang untuk menandatangani untuk pasien) Tanggal _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Department of Radiology Universitas Virginia Pusat Ilmu Kesehatan. Departemen Radiologi This program is intended as a self tutorial for residents and medical students to learn the elements of medical informed consent."right" or "left" eye) and wear glasses for _____________________ (state "near" or "distance") vision. Wei-Shin Lai MD. __________ Limbal Relaxing Incision for Astigmatism Reduction (may still need glasses) __________ Limbal Relaxing Insisi untuk Astigmatisma Pengurangan (masih mungkin perlu kacamata) I wish to have a this procedure done in addition to the cataract operation. Saya ingin memiliki operasi katarak dengan IOL monofocal _______________ toric pada saya (negara bagian "kanan" atau "kiri" mata) dan memakai kacamata untuk _____________________ (negara bagian "dekat" atau "jarak") visi. Rebecca W JD Barat. Spencer B MD Gay. . Program ini dimaksudkan sebagai tutorial diri bagi penduduk dan mahasiswa kedokteran untuk mempelajari unsur-unsur medis informed consent. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Mon May 03. 2010 8:05 am INFORMED CONSENT Kevin E MD Snyder. Saya ingin memiliki prosedur ini dilakukan selain operasi katarak.

The attending physician may delegate his or her responsibility to obtain informed consent to another health care provider. Informed consent is necessary any time the physician is going to either touch the patient or perform an invasive procedure. written or oral. this reasonable period of time consists of 30 days. to allow the patient to make an informed decision regarding whether or not to consent to a treatment or procedure. Patients generally are recognized as having the right to refuse medical care for any reason. If informed consent is not obtExpress consent is what is normally thought of by consent. Informed consent must be obtained by a health care provider who is reasonably involved with the patient's care. or when the patient consents by direct words. Per JCAHO.nformed consent is a patient's right to be presented with sufficient information. Telephone consent is also acceptable. the patient has the right to sue for medical malpractice. Their reasons may include religious grounds as well as any other personal grounds they choose. informed consent is valid for a reasonable period of time. such as chemotherapy. This would include the act of the patient standing in line to receive a vaccination. © 2001 by the Rector & Visitors of the University of Virginia . consent may be obtained for the treatments to be provided up to 6 months in advance. In these cases. he or she remains responsible and liable if appropriate consent is not obtained. Legally. The legal requirement to obtain informed consent rests with the attending physician. In other cases. again for the purpose of proof. Virginia law requires written consent only in cases of breast biopsy. the law simply requires consent. These parts include Express consent and Implied consent. in vitro fertilization or HIV testing. even if you as physician consider their grounds to be frivolous or in poor judgment. it is a good idea to have a second person on the telephone. if necessary. Informed consent may further be divided into two parts. Written consent is also required for cases to be performed in the operating room by hospital policy that is mandated for JCAHO accreditation. but written consent is suggested for the purpose of proof. several elements must be included. In cases where treatments are planned in advance. In order for the patient to be presented with sufficient information to make an informed decision. by either the physician or their representative. as they are not allowed to be responsible for patient care. ained. however. These include discussion of the following: Implied consent is consent arising by inference from the patient's behavior. A medical student therefore may not obtain consent.

com/INFORMED%20CONSENT. sedangkan setiap orang sudah pasti having their own limit.Meski tidak semua pasien menghendaki penjelasan yang sejelas-jelasnya.http://dention. Dunia kedokteran tidak 2+2=4. Perawatan apa saja yang butuh inform consent? . Oleh karena itu selain untuk menjaga kemungkinan µterlantar¶nya pasien oleh dokter atau dokter gigi yang mempunyai pasien banyak. penjelasan mengenai biaya yang harus dibayar dan pilihanpilihan lain yang memungkinkan untuk mengatasi penyakitnya. namun dokter atau dokter gigi tetap memberi kesempatan bila suatu saat pasien berubah pendapat. latar belakang kesehatan berbeda. Ini yang disebut sebagai inform consent. atau bisa diberi penjelasan tambahan oleh asisten atau perawat dokter dan dokter gigi. derajat pengobatan yang diberikan berbeda. ternyata sangat penting. Bagi pasien yang menolak penjelasan bisa diminta untuk menandatangani surat penolakan penjelasan perawatan.Latar belakang setiap orang berbeda. kerugian maupun keuntungan dari alternatif perawatan dan pengobatan yang akan diberikan. akurat dan lengkap tahap demi tahap perawatan.bravehost. langsung dari dokternya atau dari brosur yang dokter dan dokter gigi berikan. Jadi pada dasarnya semua pasien berhak mendapatkan penjelasan sejelas-jelasnya dari dokter dan dokter gigi yang merawat. atau µterlantar¶nya dokter atau dokter gigi karena harus menghadapi tuntutan hanya karena tidak mengkomunikasikan kemungkinan penyakit maka dibuatlah suatu surat perjanjian hitam di atas putih.htm INFORMED CONSENT Informasi dalam lingkup medis. Seperti apakah surat inform consent itu? Intinya inform consent merupakan surat yang menyatakan bahwa pasien diberitahu perihal penyakit yang dideritanya. Kenapa hal ini begitu penting? Sebab tidak semua kejadian dalam pengobatan berlangsung exactly just the way we want to.Tidak ada kepastian dan garansi dalam dunia kedokteran karena setiap kasus bagaikan teori permutasi kombinasi.Pertanyaan bisa diajukan untuk melengkapi hal-hal yang belum jelas. tapi langkah penjelasan untuk era saat ini justru diharuskan. Jadi manalah mungkin seorang dokter dan dokter gigi yang juga manusia dapat memenuhi dengan sempurna seluruh kriteria kasus yang ada. reaksi tubuh terhadap sesuatu berbeda.

bisa dimintakan inform consent. biasanya melindungi seseorang dari sebuah tuntutan. Dalam perawatan gigi anak. hubungan yang baik. Namun sebagai manusia sosial.Bagaimana ini? Dokter yang sangat sibuk karena pasiennya banyak. Dokter saya sibuk sekali.´ Apakah sudah mengerti penjelasan tertulis yang diberikan? Apakah ada pertanyaan lain yang berkaitan dengan hal tersebut?´ Apakah inform consent mempunyai kekuatan hukum? Ya. harus dipakai beberapa alas yang disposable dan pembelian bahan ini tentunya harus ditanggung pasien demi keselamatan pasien sendiri. supaya Anda terlindungi. Nah lo« . seorang pasien mendapatkan hasil perawatan yang tidak diinginkan dan menuntut seorang spesialis.Surat yang ditandatangani dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan dari pihak manapun bisa dijadikan bukti. Kata pasien.Setidaknya dokter Anda pasti punya waktu untuk bertanya.Kehati-hatian ini juga membuat dokter dan dokter gigi enggan menempuh resiko yang dapat berakibat fatal. dengan komunikasi yang baik. kenapa tidak menuntut dokter umum yang merawat. Apakah inform consent mempunyai efek dari segi medis dan dari segi pasien? Ya.Ada cerita. dokter dan dokter gigi akan bertindak lebih hati-hati untuk menghindari tuntutan malpraktek. sehingga tidak sempat menjelaskan apa-apa. Kemudian ditanya. Namun dalam hal-hal tertentu hal tersebut bisa menaikkan cost total dari biaya perawatan pasien. Contohnya dalam kedokteran gigi Perawatan Saluran Akar atau Pencabutan Gigi. saya tidak akan menuntut dokter yang saya sukai. Dokter gigi pun akan terlindungi. bisa membuat keterangan tentang suatu perawatan dalam bentuk tertulis. yang menandatangani surat persetujuan adalah orang tua atau wali. Contoh untuk mendapatkan sterilisasi yang sempurna. dan tetap harus disampaikan kepada pasien untuk dibaca dan dimengerti sebelum perawatan dilaksanakan. Jadi apakah kita benar-benar perlu menandatangani surat inform consent sebelum merawat gigi? Ya.Semua perawatan yang membutuhkan tindakan. kan beliau yang sejak awal mempunyai diagnosa salah. Dan inform consent merupakan salah satu pencegahan diri dari tindakan malpraktek dan tuntutan malpraktek. misalnya mencabut gigi yang sedang dalam keadaan sakit dan terinfeksi.

. Yang membuat pernyataan.Contoh Inform Consent: SURAT PERSETUJUAN/PENOLAKAN MEDIS KHUSUS Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Umur/Tgl Lahir : Alamat : Telp : (L/P) Menyatakan dengan sesungguhnya dari saya sendiri/*sebagai orang tua/*suami/*istri/*anak/*wali dari : Nama : Umur/Tgl Lahir (L/P) Dengan ini menyatakan SETUJU/MENOLAK untuk dilakukan Tindakan Medis berupa«««««««««««««««««««««««««««««. Dari penjelasan yang diberikan. serta tindakan medis yang akan dilakukan dan kemungkinana pasca tindakan yang dapat terjadi sesuai penjelasan yang diberikan.20«« Dokter/Pelaksana. telah saya mengerti segala hal yang berhubungan dengan penyakit tersebut. Jakarta.«««««««.

Ttd ttd (««««««««) *Coret yang tidak perlu (««««««««««.) CM©030606 ..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->