Kasus malpraktik merupakan tindak pidana yang sangat sering terjadi di Indonesia.

Hampir semua media belakangan ini baik lokal maupun nasional memberitakan tentang kasus yang menimpa Prita vs Rumah sakit OMNI International. Kasus semacam ini tentu akan semakin sering terjadi nanti kalau tidak ada penanganan hukum yang cepat terhadap pelaku, terutama pihak Rumah sakit OMNI maupun dokter sebagai pelaku profesi. Dalam etika profesi yang disahkan oleh setiap lembaga mempunyai fungsi pengawasan yang kuat dan nyata terhadap pelaku dan benar-benar harus dipatuhi sebagai seorang dokter. Jejak rekam medik yang akurat merupakan keinginan setiap pasien untuk mengetahui apa penyakit yang dideritanya. Ketidakpastian jejak rekam medik tersebut tentu saja menambah kontroversi kasus dugaan malpraktik, karena dapat dikategorikan sebagai euthanasia (tindakan medik untuk mengakhiri hidup orang).Euthanasia di Indonesia merupakan tindakan yang melanggar hukum karena identik dengan upaya pembunuhan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Soal Definisi Hingga saat ini belum ada definisi yang resmi dan disepakati oleh kalangan profesi dan undangundang mengenai apa yang dimaksud dengan malpraktik. Akan tetapi, dari berbagai referensi dapat dibaca dan diketahui bahwa malpraktik pada dasarnya adalah tindakan tenaga profesional (profesi) yang bertentangan dengan standard operating procedure (SOP), kode etik profesi, serta undang-undang yang berlaku²baik disengaja maupun akibat kelalaian²yang mengakibatkan kerugian dan kematian terhadap orang lain. Batasan pengertian tersebut dapat diketahui bahwa malpraktik sebenarnya tidak hanya terjadi pada kelompok profesi dokter saja.Tetapi juga dapat terjadi pada kelompok profesi lainnya seperti advokat (pengacara), notaris, akuntan, dan profesi lainnya. Namun, bila dibandingkan dengan kelompok profesi lainnya, malpraktik yang dilakukan oleh dokter²disebut juga dengan malpraktik medik²ternyata menimbulkan akibat lebih ³dramatis´ bila dibandingkan dengan malpraktik yang dilakukan oleh advokat, notaris, maupun akuntan. Dari kasus Prita, misalnya, dapat dicermati bahwa tudingan dokter yang melakukan malpraktik dapat ditujukan terhadap suatu tindakan kesengajaan (dolus) ataupun kelalaian (culpa) seorang dokter dalam menggunakan keahlian dan profesinya secara bertentangan dengan SOP yang lazim dipakai di lingkungan kedokteran yaitu Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki) dan Undang Undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Sanksi Hukum Jika perbuatan malpraktik yang dilakukan dokter sebagaimana contoh kasus Prita terbukti dilakukan dengan unsur kesengajaan (dolus) dan ataupun kelalaian (culpa), maka adalah hal yang sangat pantas jika dokter yang bersangkutan dikenakan sanksi pidana karena dengan unsur kesengajaan ataupun kelalaian telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu menghilangkan nyawa seseorang, serta tidak menutup kemungkinan juga dapat mengancam dan membahayakan keselamatan jiwa ibu yang melakukan aborsi. Perbuatan tersebut telah nyata-nyata mencoreng kehormatan dokter sebagai suatu profesi yang mulia. Pekerjaan profesi bagi setiap kalangan terutama dokter tampaknya harus sangat berhati-hati untuk mengambil tindakan dan keputusan dalam menjalankan tugas-tugasnya karena sebagaimana yang telah diuraikan di atas. Tuduhan malpraktik bukan hanya ditujukan terhadap

tindakan kesengajaan (dolus) saja.Tetapi juga akibat kelalaian (culpa) dalam menggunakan keahlian, sehingga mengakibatkan kerugian, mencelakakan, atau bahkan hilangnya nyawa orang lain. Selanjutnya, jika kelalaian dokter tersebut terbukti merupakan tindakan medik yang tidak memenuhi SOP yang lazim dipakai, melanggar Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki), serta Undang-undang No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, maka dokter tersebut dapat terjerat tuduhan malpraktik dengan sanksi pidana. Dalam Kitab-Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) kelalaian yang mengakibatkan celaka atau bahkan hilangnya nyawa orang lain. Pasal 359, misalnya menyebutkan, ³Barangsiapa karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun´. Sedangkan kelalaian yang mengakibatkan terancamnya keselamatan jiwa seseorang dapat diancam dengan sanksi pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360 Kitab-Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), (1) µBarang siapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun¶. (2) Barangsiapa karena kealpaannya menyebabkan orang lain luka-luka sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan atau pencaharian selama waktu tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau kurungan paling lama enam bulan atau denda paling tinggi tiga ratus rupiah. Pemberatan sanksi pidana juga dapat diberikan terhadap dokter yang terbukti melakukan malpraktik, sebagaimana Pasal 361 Kitab-Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), ³Jika kejahatan yang diterangkan dalam bab ini dilakukan dalam menjalankan suatu jabatan atau pencarian, maka pidana ditambah dengan sepertiga dan yang bersalah dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana dilakukan kejahatan dan hakim dapat memerintahkan supaya putusannya diumumkan.´ Namun, apabila kelalaian dokter tersebut terbukti merupakan malpraktik yang mengakibatkan terancamnya keselamatan jiwa dan atau hilangnya nyawa orang lain maka pencabutan hak menjalankan pencaharian (pencabutan izin praktik) dapat dilakukan. Berdasarkan Pasal 361 Kitab-Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan aturan kode etik profesi praktik dokter. Tindakan malpraktik juga dapat berimplikasi pada gugatan perdata oleh seseorang (pasien) terhadap dokter yang dengan sengaja (dolus) telah menimbulkan kerugian kepada pihak korban, sehingga mewajibkan pihak yang menimbulkan kerugian (dokter) untuk mengganti kerugian yang dialami kepada korban, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1365 Kitab-Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), ³Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian pada seorang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut.´ Sedangkan kerugian yang diakibatkan oleh kelalaian (culpa) diatur oleh Pasal 1366 yang berbunyi: ³Setiap orang bertanggung jawab tidak saja untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya, tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan kelalaian atau kurang hati-hatinya.´ Kepastian Hukum Melihat berbagai sanksi pidana dan tuntutan perdata yang tersebut di atas dapat dipastikan bahwa bukan hanya pasien yang akan dibayangi ketakutan. Tetapi, juga para dokter akan dibayangi kecemasan diseret ke pengadilan karena telah melakukan malpraktik dan bahkan juga tidak tertutup kemungkinan hilangnya profesi pencaharian akibat dicabutnya izin praktik. Dalam

situasi seperti ini azas kepastian hukum sangatlah penting untuk dikedepankan dalam kasus malpraktik demi terciptanya supremasi hukum. Apalagi, azas kepastian hukum merupakan hak setiap warga negara untuk diperlakukan sama di depan hukum (equality before the law) dengan azas praduga tak bersalah (presumptions of innocence) sehingga jaminan kepastian hukum dapat terlaksana dengan baik dengan tanpa memihak-mihak siapa pun. Hubungan kausalitas (sebab-akibat) yang dapat dikategorikan seorang dokter telah melakukan malpraktik, apabila (1) Bahwa dalam melaksanakan kewajiban tersebut, dokter telah melanggar standar pelayanan medik yang lazim dipakai. (2) Pelanggaran terhadap standar pelayanan medik yang dilakukan merupakan pelanggaran terhadap Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki). (3) Melanggar UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Peran pengawasan terhadap pelanggaran kode etik (Kodeki) sangatlah perlu ditingkatkan untuk menghindari terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang mungkin sering terjadi yang dilakukan oleh setiap kalangan profesi-profesi lainnya seperti halnya advokat/pengacara, notaris, akuntan, dll.Pengawasan biasanya dilakukan oleh lembaga yang berwenang untuk memeriksa dan memutus sanksi terhadap kasus tersebut seperti Majelis Kode Etik.Dalam hal ini Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK). Jika ternyata terbukti melanggar kode etik maka dokter yang bersangkutan akan dikenakan sanksi sebagaimana yang diatur dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia. Namun, jika kesalahan tersebut ternyata tidak sekedar pelanggaran kode etik tetapi juga dapat dikategorikan malpraktik maka MKEK tidak diberikan kewenangan oleh undang-undang untuk memeriksa dan memutus kasus tersebut.Lembaga yang berwenang memeriksa dan memutus kasus pelanggaran hukum hanyalah lembaga yudikatif.Dalam hal ini lembaga peradilan.Jika ternyata terbukti melanggar hukum maka dokter yang bersangkutan dapat dimintakan pertanggungjawabannya.Baik secara pidana maupun perdata.Sudah saatnya pihak berwenang mengambil sikap proaktif dalam menyikapi fenomena maraknya gugatan malpraktik.Dengan demikian kepastian hukum dan keadilan dapat tercipta bagi masyarakat umum dan komunitas profesi. Dengan adanya kepastian hukum dan keadilan pada penyelesaian kasus malpraktik ini maka diharapkan agar para dokter tidak lagi menghindar dari tanggung jawab hukum profesinya.n

Dengan demikian pelanggaran standar profesi dapat dinilai sebagai pelanggaran etik dan juga sekaligus pelanggaran hukum. Sumpah tersebut berisikan kewajiban-kewajiban dokter dalam berperilaku dan bersikap. tetapi yang paling banyak dikenal adalah sumpah Hippocrates yang hidup sekitar 460-370 tahun SM. wajib simpan rahasia kedokteran. Keadaan menjadi semakin sulit sejak para ahli hukum menganggap bahwa standar prosedur dan standar pelayanan medis dianggap sebagai domain hukum. Etik Profesi Kedokteran Etik profesi kedokteran mulai dikenal sejak 1800 tahun sebelum Masehi dalam bentuk Code of Hammurabi dan Code of Hittites. seperti pada informed consent. Bahkan di dalam praktek kedokteran. atau sebaliknya norma hukum yang mengandung nilai-nilai etika. yang penegakannya dilaksanakan oleh penguasa pada waktu itu.freewebs.http://www. padahal selama ini profesi menganggap bahwa memenuhi standar profesi adalah bagian dari sikap etis dan sikap profesional. oleh karena banyaknya norma etik yang telah diangkat menjadi norma hukum. kewajiban terhadap pasien. World Medical Association dalam Deklarasi Geneva pada tahun 1968 menelorkan sumpah dokter (dunia) dan Kode Etik Kedokteran Internasional. dll. dan (d) provokasi oleh ahli hukum dan oleh tenaga kesehatan sendiri. yang sering tumpang-tindih pada suatu issue tertentu. Aspek etik kedokteran yang mencantumkan juga kewajiban memenuhi standar profesi mengakibatkan penilaian perilaku etik seseorang dokter yang diadukan tidak dapat dipisahkan dengan penilaian perilaku profesinya. Kemungkinan terjadinya peningkatan ketidakpuasan pasien terhadap layanan dokter atau rumah sakit atau tenaga kesehatan lainnya dapat terjadi sebagai akibat dari (a) semakin tinggi pendidikan rata-rata masyarakat sehingga membuat mereka lebih tahu tentang haknya dan lebih asertif. Selanjutnya etik kedokteran muncul dalam bentuk lain. aspek etik seringkali tidak dapat dipisahkan dari aspek hukumnya. yaitu dalam bentuk sumpah dokter yang bunyinya bermacam-macam. kewajiban . profesionalisme. (b) semakin tingginya harapan masyarakat kepada layanan kedokteran sebagai hasil dari luasnya arus informasi. Kode Etik Kedokteran Internasional berisikan tentang kewajiban umum. (c) komersialisasi dan tingginya biaya layanan kedokteran dan kesehatan sehingga masyarakat semakin tidak toleran terhadap layanan yang tidak sempurna.com/etikakedokteranindonesia/ Etika Kedokteran Indonesia dan Penanganan Pelanggaran Etika di Indonesia Budi Sampurna Di dalam praktek kedokteran terdapat aspek etik dan aspek hukum yang sangat luas. atau semacam code of conduct bagi dokter. Etik yang memiliki sanksi moral dipaksa berbaur dengan keprofesian yang memiliki sanksi disiplin profesi yang bersifat administratif.

lembaga yang dimandatkan untuk didirikan oleh UU No 29 / 2004. dan lebih banyak dipaparkan dalam berbagai situasi-kondisi etik-klinik tertentu (clinical ethics). memberikan banyak latihan. dianjurkan dimulai dini sejak tahun pertama pendidikan kedokteran. Pada dasarnya. Selain itu. sehingga cara berpikir etis tersebut diharapkan menjadi bagian pertimbangan dari pembuatan keputusan medis sehari-hari. dalam bentuk peringatan hingga ke bentuk yang lebih berat seperti kewajiban menjalani pendidikan / pelatihan tertentu (bila akibat kurang kompeten) dan pencabutan haknya berpraktik profesi. yang akan mengawasi pelaksanaan etik dan standar profesi di rumah sakit. praktek kedokteran juga berpegang kepada prinsipprinsip moral kedokteran. akan menjadi majelis yang menyidangkan dugaan pelanggaran disiplin profesi kedokteran. Di kemudian hari Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). yang mengajarkan tentang etik profesi dan prinsip moral kedokteran. Namun suatu pelanggaran etik profesi dapat dikenai sanksi disiplin profesi. prinsip-prinsip moral yang dijadikan arahan dalam membuat keputusan dan bertindak.[1] Selain Kode Etik Profesi di atas. wilayah dan cabang. terutama apabila teladan yang diberikan para seniornya bertolak belakang dengan situasi ideal dalam pendidikan. non maleficence (tidak melakukan perbuatan yang memperburuk pasien) dan justice (bersikap adil dan jujur). arahan dalam menilai baik-buruknya atau benar-salahnya suatu keputusan atau tindakan medis dilihat dari segi moral.terhadap sesama dan kewajiban terhadap diri sendiri. yaitu melalui lembaga kepengurusan pusat. serta lembaga MKEK (Majelis Kehormatan Etik Kedokteran) di tingkat pusat. Pengetahuan etika ini dalam perkembangannya kemudian disebut sebagai etika biomedis. Etika biomedis memberi pedoman bagi para tenaga medis dalam membuat keputusan klinis yang etis (clinical ethics) dan pedoman dalam melakukan penelitian di bidang medis. dengan memberikan lebih ke arah tools dalam membuat keputusan etik. profesionalisme dan keluhuran profesi. IDI (Ikatan Dokter Indonesia) memiliki sistem pengawasan dan penilaian pelaksanaan etik profesi. terutama hak dalam memperoleh informasi dan hak membuat keputusan tentang apa yang akan dilakukan terhadap dirinya). Tentu saja kita pahami bahwa pendidikan etik belum tentu dapat mengubah perilaku etis seseorang. . serta sikap altruisme (pengabdian profesi). maka ia akan dipanggil dan disidang oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI untuk dimintai pertanggung-jawaban (etik dan disiplin profesi)nya. suatu norma etik adalah norma yang apabila dilanggar ³hanya´ akan membawa akibat sanksi moral bagi pelanggarnya. seperti autonomy (menghormati hak pasien. di tingkat sarana kesehatan (rumah sakit) didirikan Komite Medis dengan Panitia Etik di dalamnya. Selanjutnya. Persidangan MKEK bertujuan untuk mempertahankan akuntabilitas. Nilai-nilai materialisme yang dianut masyarakat harus dapat dibendung dengan memberikan latihan dan teladan yang menunjukkan sikap etis dan profesional dokter. beneficence (melakukan tindakan untuk kebaikan pasien). Sanksi tersebut diberikan oleh MKEK setelah dalam rapat/sidangnya dibuktikan bahwa dokter tersebut melanggar etik (profesi) kedokteran. Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Dalam hal seorang dokter diduga melakukan pelanggaran etika kedokteran (tanpa melanggar norma hukum). Bahkan di tingkat perhimpunan rumah sakit didirikan pula Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (Makersi). wilayah dan cabang. Kode Etik Kedokteran Indonesia dibuat dengan mengacu kepada Kode Etik Kedokteran Internasional. Saat ini MKEK menjadi satu-satunya majelis profesi yang menyidangkan kasus dugaan pelanggaran etik dan/atau disiplin profesi di kalangan kedokteran. Pendidikan etik kedokteran.

Dokter tersangka pelaku pelanggaran standar profesi (kasus kelalaian medik) dapat diperiksa oleh MKEK. membolehkan adanya bukti yang bersifat hearsay dan bukti tentang perilaku teradu di masa lampau. saksi tidak perlu disumpah pada informal hearing. yaitu Majelis (ketua dan anggota) bersikap aktif melakukan pemeriksaan. Banyak ahli menyatakan bahwa tingkat kepastian pada perkara etik dan disiplin bergantung kepada sifat masalah yang diajukan. 2. bukti kewenangan berupa Surat Ijin Praktek Tenaga Medis. SOP dan SPM setempat. Pada beyond reasonable doubt tingkat kepastiannya dianggap melebihi 90%. Cara pemberian keterangan juga ada yang mengharuskan didahului dengan pengangkatan sumpah. bukti keanggotaan profesi. namun demikian tetap berupaya melakukan pembuktian mendekati ketentuan-ketentuan pembuktian yang lazim. dan pada bukti keterangan diakhiri dengan pernyataan kebenaran keterangan dan tandatangan (affidavit). dapat pula diperiksa di pengadilan ± tanpa adanya keharusan saling berhubungan di antara keduanya. Dalam persidangan majelis etik dan disiplin. dan suratsurat lain yang berkaitan dengan kasusnya. Persidangan MKEK bersifat inkuisitorial khas profesi. Semakin serius dugaan pelanggaran yang dilakukan semakin tinggi tingkat kepastian yang dibutuhkan. Bar¶s Disciplinary Tribunal Regulation. Majelis berwenang memperoleh : 1. namun juga tidak serendah pada hukum acara perdata. hospital bylaws. seperti bukti kompetensi dalam bentuk berbagai ijasah/ brevet dan pengalaman.MKDKI bertujuan menegakkan disiplin dokter / dokter gigi dalam penyelenggaraan praktik kedokteran. langsung dari pihak-pihak terkait (pengadu.[2] Sedangkan bukti berupa dokumen umumnya di´sah´kan dengan tandatangan dan/atau stempel institusi terkait. yang menyimpangi apa yang diharapkan akan dilakukan oleh orang (profesional) dengan pengetahuan dan ketrampilan yang rata-rata. baik lisan maupun tertulis (affidavit). tetapi ada pula yang tidak mengharuskannya. Dalam melakukan pemeriksaannya. Keterangan. Proses persidangan etik dan disiplin profesi dilakukan terpisah dari proses persidangan gugatan perdata atau tuntutan pidana oleh karena domain dan jurisdiksinya berbeda. Seseorang yang telah diputus melanggar etik oleh MKEK belum tentu dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Majelis etik ataupun disiplin umumnya tidak memiliki syarat-syarat bukti seketat pada hukum pidana ataupun perdata. yaitu permasalahan yang timbul sebagai akibat dari pelanggaran seorang profesional atas peraturan internal profesinya. bukti hubungan dokter dengan rumah sakit. Perijinan rumah sakit tempat kejadian. sedangkan pada preponderance of evidence dianggap cukup bila telah 51% ke atas. yaitu preponderance of evidence. misalnya. Persidangan etik dan disiplin profesi dilakukan oleh MKEK IDI.5 . demikian pula sebaliknya. yaitu setinggi beyond reasonable doubt. Domain atau yurisdiksi MKDKI adalah ³disiplin profesi´. teradu. rekam medis. Memang bukti-bukti tersebut tidak harus memiliki standard of proof seperti pada hukum acara pidana. Persidangan MKEK secara formiel tidak menggunakan sistem pembuktian sebagaimana lazimnya di dalam hukum acara pidana ataupun perdata. Di Australia. pihak lain yang terkait) dan peer-group / para ahli di bidangnya yang dibutuhkan Dokumen yang terkait. tetapi harus disumpah pada formal hearing (jenis persidangan yang lebih tinggi daripada yang informal). sedangkan gugatan perdata dan tuntutan pidana dilaksanakan di lembaga pengadilan di lingkungan peradilan umum. maka MKDKI akan meneruskan kasus tersebut kepada MKEK. tanpa adanya badan atau perorangan sebagai penuntut. Dalam hal MKDKI dalam sidangnya menemukan adanya pelanggaran etika. putusan diambil berdasarkan bukti-bukti yang dianggap cukup kuat.

Pasal lain dari Kodeki yang dilanggar adalah pasal 4 yang berbunyi ³Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri´. yang disusun dalam beberapa tingkat berdasarkan derajat pelanggarannya. dan mungkin masih banyak pula kasus pelanggaran etik dan profesi yang tidak diadukan pasien (fenomena gunung es).Perkara yang dapat diputuskan di majelis ini sangat bervariasi jenisnya. Namun perlu diingat bahwa pada kasus-kasus yang dicabut atau ditolak oleh MKEK terdapat pula kasus-kasus pelanggaran etik. Di Australia digunakan berbagai istilah seperti unacceptable conduct. dll).4 % dari kasus yang eligible atau 24 % dari seluruh kasus pengaduan) memang telah terjadi pelanggaran etik dan atau pelanggaran disiplin profesi. 13 kasus (13 %) tidak jadi dilanjutkan karena berbagai hal ± sebagian karena telah tercapai kesepakatan antara pengadu dengan teradu untuk menyelesaikan masalahnya di luar institusi. Dari 74 kasus yang eligible tersebut ternyata sidang MKEK menyimpulkan bahwa pada 24 kasus diantaranya (32. unsatisfactory professional conduct. Selain itu MKEK juga menolak 14 kasus (14 %). kejaksaan ataupun di persidangan. kecuali atas perintah pengadilan dalam bentuk permintaan keterangan ahli. dan pasal 12 yang berbunyi ³Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien. juga karena beberapa hal. Pengalaman MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta 1997-2004 (8 tahun) Dari 99 kasus yang diajukan ke MKEK. bukan wilayah DKI Jakarta. etik RS. Dari 24 kasus yang dinyatakan melanggar etik kedokteran. Namun demikian tidak ada penjelasan yang mantap tentang istilah-istilah tersebut. sudah menjadi sengketa hukum sehingga sidang MKEK dihentikan. unprofessional conduct. Sekali lagi. Di MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta diputus perkara-perkara pelanggaran etik dan pelanggaran disiplin profesi. menjelaskan tentang jalannya persidangan dan putusan MKEK. bukan yurisdiksi MKEK (bukan etik-disiplin. eksekusinya diserahkan kepada Dinas Kesehatan setempat. hakim pengadilan tidak terikat untuk sepaham dengan putusan MKEK. bahkan juga setelah pasien itu meninggal´. Tahun Jumlah Pengaduan Dicabut Ditolak Tidak terdapat Terjadi pelanggaran pelanggaran etik etik / profesi / profesi . Dengan demikian hanya 74 kasus (75 %) yang eligible sebagai kasus MKEK IDI Wilayah DKI Jakarta. sebagian besar diputus telah melanggar pasal 2 yang berbunyi ³Seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi´. seperti : pengadu tidak jelas (surat kaleng). meskipun umumnya memasukkan dua istilah terakhir sebagai pelanggaran yang serius hingga dapat dikenai sanksi skorsing ataupun pencabutan ijin praktik. pasal 7 yang berbunyi ³Seorang dokter hanya memberi surat keterangan dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya´. [3] Putusan MKEK tidak ditujukan untuk kepentingan peradilan. Khusus untuk SIP. Eksekusi Putusan MKEK Wilayah dilaksanakan oleh Pengurus IDI Wilayah dan/atau Pengurus Cabang Perhimpunan Profesi yang bersangkutan. Apabila eksekusi telah dijalankan maka dokter teradu menerima keterangan telah menjalankan putusan. oleh karenanya tidak dapat dipergunakan sebagai bukti di pengadilan. Salah seorang anggota MKEK dapat memberikan kesaksian ahli di pemeriksaan penyidik. professional misconduct dan infamous conduct in professional respect.

sedangkan mereka yang mencabut kasusnya umumnya tidak diketahui alasannya. Ditinjau dari sisi sanksi yang diberikan dapat dikemukakan bahwa pada umumnya diberikan sanksi berupa teguran lisan atau teguran tertulis. Dari sekian banyak yang ditolak oleh MKEK terdapat kasus-kasus sengketa antar dokter. DU (14). SpPD (10). maka terlihat bahwa pada umumnya pengadu adalah pasien atau keluarganya. SpB (17). SpA (4). komunikasi antara staf rumah sakit dengan pasien. dapat dikemukakan bahwa menduduki tempat teratas adalah komunikasi yang tidak memadai antara dokter dengan pasien dan keluarganya. Terdapat dua kasus diberi sanksi reschooling. SpF. SpBP. Kelemahan komunikasi tersebut muncul dalam bentuk : kurangnya penjelasan dokter kepada pasien ± baik pada waktu sebelum peristiwa maupun sesudah peristiwa. SpP (2). tetapi terdapat pula kasus-kasus yang diajukan oleh rumah sakit tempat dokter bekerja dan oleh masyarakat (termasuk media masa). SpRM. SpBS. .1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 10 11 18 14 10 13 14 9* 3 2 2 2 3 1 - 2 3 5 1 1 1 1 4 3 7 8 5 6 10 1 1 3 4 3 1 5 3 4 24 Jumlah 99 * 13 14 44 * sisanya (4 kasus) belum selesai diproses Apabila dilihat dari cabang keahlian apa yang paling sering diadukan oleh pasiennya adalah : SpOG (24). SpM (2). Dari sisi issue yang dijadikan pokok pengaduan. SpKK. baik dalam bentuk komunikasi sehari-hari yang diharapkan mempererat hubungan antar manusia maupun dalam bentuk pemberian informasi sebelum dilakukannya tindakan dan sesudah terjadinya risiko atau komplikasi. Tidak ada yang memperoleh sanksi skorsing ataupun pencabutan ijin praktek. sengketa dokter dengan rumah sakit. SpTHT (4). atau setidaknya terungkap di dalam persidangan. hanya sebagian yang menyatakan sebagai akibat dari upaya damai. SpR (2) kemudian masing-masing satu kasus adalah SpBO. SpKJ (3). SpS dan SpU. bukan di tempat praktek pribadi. dan surat kaleng. kurangnya waktu yang disediakan dokter untuk dipakai berkomunikasi dengan pasien. SpAn (7). Kesimpulan Pelajaran yang dapat dipetik adalah bahwa masalah yang paling sering menjadi pokok sengketa adalah kelemahan komunikasi antara dokter dengan pasien atau antara rumah sakit dengan pasien. Mereka pada umumnya bekerja di rumah sakit atau klinik ( 90 % ). Dan apabila dilihat dari sisi pengadunya. SpJP (2).

Nicholson K. WMA. San Fransisco: JosseyBass. Preventing Medical Malpractice Suits. Tjiong R. Pustaka lanjutan Beauchamp TL and Childress JF. September 1992 . Hickey J. Risk Management Handbook for health care organizations. McNair T. termasuk kode etik profesi yang harus dijadikan pedoman berperilaku profesi (professional code of conduct). A Primer for Health Care Ethics. 4 ed. Breen K. Marbella. Medical Negligence. building a safer health system. 1993 Mann A. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Kode Etik Kedokteran Indonesia Kohn LT. Ethics. Schutte JE. pemberian mata ajaran etik dan hukum kedokteran bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran sejak dini dan bersifat student-active. 27-28 October 2001. St Leonard NSW: Allen & Unwin. New York: Oxford University Press. Cordner SM. Worldwide trends of medical negligence claims and implications for Singapore from UMP perspective. LeBlang TR. Modern Tort Law. Undang-Undang No 23 tahun 1992 tentang Kesehatan Undang-Undang No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. BBC Health. The Medical Malpractice Epidemic in Singapore: Thoughts From Across the Sea. Washington DC: Gergetown University Press. 2000. 1999. 3rd ed. 1991 Jones MA. Legal Medicine. 1996. Melbourne : Melbourne University Press. Errington M. Medical Negligence. Gaithersburg: An Aspen Publication. kepada para dokter yang bekerja di Indonesia belumlah cukup memadai. Harpwood V. Singapore: Medico-legal Annual Seminar. 28 January 2002. Gevers S. 1997 Carroll R (ed). Principles of Biomedical Ethics. 2002 th Sanbar SS. sehingga diperlukan crash-program berupa pendidikan kedokteran berkelanjutan yang agresif di bidang etik dan hukum kedokteran. Gibofsky A. Pinet G. O¶Rourke K. adopted by the 4th World Medical Assembly. 1991. 2001 Dix A. Law and Medical Practice. serta pemberian bekal buku Kodeki bagi setiap dokter lulusan Indonesia (termasuk adaptasi). 1989. Second ed. Australia: Butterworth-Heinemann. 1996 Elliot C and Quinn F. Plueckhahn V. Pozgar GD.Pelajaran lain adalah bahwa sosialisasi nilai-nilai etika kedokteran. The Medical Protection Society Experience Worldwide. 1995 Tan SY. Ethics. Powe R. Plueckhahn VD and Cordner SM. London: Cavendish Publ Ltd. London: Springer-Verlag. Legal Medicine & Forensic Pathology. 1999. Leenen H. 2003. Medical Negligence Litigation. Second edition. Singapore: Medico-legal Annual Seminar. St Louis : American College of Legal Medicine. Donaldson MS (eds). 1998. Seattle: Hogrefe & Huber Publ. Singapore: Medico-legal Annual Seminar. Bioethics on Anthology. Oxford: Blackwell Publ. Spain. Jackson JP (ed). Tort Law. The Rights of Patients in Europe. Firestone MH. 2000 Kuhse H and Singer P. London: Sweet & Maxwell. 8th ed. To Err is Human. Redfern: International Business Communications Pty Ltd. Washington: National Academy Press. Deventer : Kluwer Law and Taxation Publ. Statement on Medical Malpractice. 5th ed. 27-28 October 2001. 2nd ed. Corrigan JM. Essex: Pearson Education Limited. Legal Aspects of Health Care Administration. Medical Assessment of Claims. Law for the medical profession in Australia. 27-28 October 2001. 1989. A Practical Guide to Medicine and the Law.

Australia: ButterworthHeinemann. 1997 [3] Dix A. Errington M. Cordner SM. Plueckhahn V. Second ed. y Setiap pasien memperoleh jaminan praktik kedokteran yang aman.or. dan Strategi Konsil Kedokteran VISI Terwujudnya dokter dan dokter gigi profesional yang melindungi pasien Meningkatkan kualitas hidup manusia melalui dokter dan dokter gigi yang profesional Konsil Kedokteran Indonesia menjunjung tinggi nilai integritas. Memastikan standar nasional pendidikan profesi dokter dan dokter gigi.profesionalisme kemitraan dan respek pada kemanusiaan Menerapkan sistem registrasi & monitoring dokter dan dokter gigi secara online diseluruh Indonesia.[1] Lebih lanjut agar dibaca buku ³Kode Etik Kedokteran Indonesia´ [2] Breen K. Powe R. Sasaran : y Setiap dokter dan dokter gigi menerapkan profesionalisme dalam praktik kedokteran. Law and Medical Practice. Nicholson K.id/?open=visimisi Visi. Ethics. y Sistim monitoring dokter gigi berfungsi secara aktif dan online diseluruh indonesia. St Leonard NSW: Allen & Unwin. Sasaran : y Setiap dokter dan dokter gigi yang melaksanakan praktik kedokteran telah teregistrasi dan terjamin kompetensinya. Sasaran : MISI TATA NILAI STRATEGI UTAMA 1 STRATEGI UTAMA 2 STRATEGI UTAMA 3 . Misi. Menegakkan profesionalisme dokter dan dokter gigi dalam praktik kedokteran. Law for the medical profession in Australia. 1996 http://inamc.

y Setiap dokter dan dokter gigi memperoleh kepastian hukum dalam menjalankan praktik kedokteran. dibentuklah MAJELIS KEHORMATAN DISIPLIN KEDOKTERAN INDONESIA (MKDKI) MKDKI adalah lembaga yang berwenang untuk : 1. y Setiap organisasi profesi.y Setiap institusi pendidikan dokter dan dokter gigi telah menerapkan standar nasional pendidikan. memperoleh perlindungan hukum dalam praktik kedokteran. instansi pemerintah dan non pemerintah menjalankan perannya dalam melaksanakan UU Praktik Kedokteran. y Setiap perkembangan cabang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi di Indonesia memenuhi rambu dan aturan yang jelas. y Setiap dokter dan dokter gigi yang melaksanakan praktik kedokteran mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Berkelanjutan(Continuing Professional Development). Meningkatkan kemitraan dengan organisasi profesi. instansi pemerintah dan non pemerintah untuk menerapkan praktik kedokteran yang melindungi masyarakat. STRATEGI UTAMA 4 PROFIL MKDKI Untuk menegakkan disiplin dokter dan dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran. Menentukan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan dokter dan dokter gigi dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran dan kedokteran gigi. MKDKI merupakan lembaga otonom dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang dalam menjalankan tugasnya bersifat independen . Menetapkan sanksi disiplin. Sasaran : y Seluruh masyarakat menyadari hak dan kewajibannya. 2.

Fax. Mgs. MH 11. . Merdias Almatsier. Johan T Saleh. Otto Hasibuan. Tenaga Kesehatan. Memberikan perlindungan kepada pasien. SpOG 5. Prof. SpS(K) (Ketua MKDKI) 2. SH. dr. SH. Muryono Subyakto. Dinas Kesehatan. SH. dsb Apakah MKDKI itu? Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) adalah lembaga Negara yang berwenang untuk 1) menentukan ada atau tidaknya kesalahan yang dilakukan dokter/dokter gigi dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran/kedokteran gigi.or. Edi Sumarwanto. MH (Wakil Ketua MKDKI) 3. (021) 72800743 E-mail :mkdki@inamc. Hargianti Dini Iswandari. SpF. MM Sekretariat MKDKI Jalan Hang Jebat III Blok. Dr. MARS 10. Suyaka Suganda. Menjaga kehormatan profesi kedokteran / kedokteran gigi. Organisasi Profesi. Budi Sampurna. dr. dan sarjana hukum Susunan anggota MKDKI periode 2006 . Dr. drg. Prof.2011 : 1. MSc 7. drg. Rumah Sakit. dr. Ahmad Husni. MM (Sekretaris MKDKI) 4. drg. Dr.Termasuk dalam pengertian orang adalah korporasi (badan) yang dirugikan kepentingannya. Anggota MKDKI terdiri dari dokter. dokter gigi. Dr. F3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12120 Telp. SH 6.drg. Sabir Alwy. 2. Institusi seperti Departemen Kesehatan. 3. SH 9. MKDKI menerima pengaduan dari masyarakat termasuk LSM. (021) 72800920. dr.Tujuan penegakan disiplinadalah : 1. Menjaga mutu dokter / dokter gigi.id TANYA JAWAB Apa yang dapat saya lakukan jika saya mengetahui atau merasa dirugikan atas tindakan dokter dalam menjalankan praktik kedokteran? Anda dapat mengadu ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) Siapa saja yang dapat mengadu ke MKDKI? Setiap orang yang mengetahui secara langsung atau kepentingannya dirugikan atas tindakan dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran. Indriyanto Seno Adji. MM 8. dan 2) menetapkan sanksi bagi dokter/dokter gigi yang dinyatakan bersalah.

Dasar pembentukan dan kewenangan MKDKI adalah Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Apa yang dimaksud dengan pelanggaran disiplin kedokteran? Pelanggaran disiplin kedokteran adalah pelanggaran terhadap aturan-aturan dan/atau ketentuan dalam penerapan disiplin ilmu kedokteran/kedokteran gigi. Buatlah pengaduan secara tertulis dengan mengisi formulir yang dapat didownload di www. 4. mengistruksikan atau melakukan pemeriksaan tambahan/pengobatan yang berlebihan. dsb Bagaimana cara mengadukan dokter/dokter gigi ke MKDKI? 1. Pengaduan tersebut ditujukan kepada Ketua MKDKI. Jakarta Selatan 12120 5. terdapat beberapa informasi yang harus diberikan. 5. 2. . 3. memberikan "jaminan kesembuhan" kepada pasien. Kebayoran Baru.or. Tidak melakukan tugas dan tanggung jawab profesionalnya dengan baik (dalam hal ini tidak mencapai standar-standar dalam praktik kedokteran) 3. Anda dapat mendatangi kantor MKDKI. menolak menangani pasien tanpa alasan yang layak.id (Format Pengaduan) atau Anda dapat memperoleh formulir tersebut dengan menghubungi petugas kami di (021) 72800920 2. memberikan tindakan medis tanpa persetujuan pasien/keluarga. Anda dapat menanyakannya kepada petugas kami 4. Identitas pengadu/pelapor. antara lain : 1. membuat laporan medis yang tidak benar. Nama dan tempat praktik dokter/dokter gigi yang diadukan. Jl. Melakukan praktik dengan tidak kompeten 2. menelantarkan pasien pada saat membutuhkan penanganan segera. Berperilaku tercela yang merusak martabat dan kehormatan profesinya Apa saja yang termasuk pelanggaran disiplin kedokteran/ kedokteran gigi? Yang termasuk pelanggaran disiplin kedokteran/kedokteran gigi antara lain ketidakjujuran dalam berpraktik. F3. Dokter/dokter gigi dianggap melanggar disiplin kedokteran bila : 1. berpraktik dengan ketidakmampuan fisik dan mental. bekerja tidak sesuai standar asuhan medis. Bila Anda tidak dapat membuat pengaduan secara tertulis. Identitas pasien (jika pengadu bukan pasien). melakukan pelecehan seksual. Jika menemukan kesulitan dalam mengisi form tersebut. Alasan pengaduan dan kronologis. Waktu tindakan dilakukan. dimana petugas kami akan membantu Anda membuat pengaduan secara tertulis 3. Pengaduan tersebut harus dibubuhi tandatangan Pengadu/Pelapor diatas meterai yang cukup Informasi apa yang harus dimuat dalam pengaduan tersebut? Dalam formulir pengaduan yang kami sediakan.inamc. Hang Jebat III Blok.

Sidang tertutup dengan agenda mendengarkan keterangan pengadu sebagai saksi (jika diminta oleh Majelis) 2. untuk melakukan investigasi.id (Proses Penanganan Pengaduan di MKDKI) Apa tujuan pemeriksaan awal oleh Majelis Pemeriksa Awal? Pemeriksaan awal oleh Majelis Pemeriksa Awal (MPA) untuk menentukan kewenangan MKDKI terhadap pengaduan tersebut Apa batasan kewenangan MKDKI terhadap suatu pengaduan? Suatu pengaduan diputuskan menjadi kewenangan MKDKI apabila : 1. dan untuk melakukan pemeriksaan oleh Majelis. Alur proses penanganan pengaduan dugaan pelanggaran disiplin oleh MKDKI dapat dilihat pada www. Terdapat dugaan kuat adanya pelanggaran disiplin kedokteran/kedokteran gigi Jika keempat kriteria tersebut terpenuhi. dapatkah MKDKI menangani pengaduan tersebut? MKDKI membutuhkan identitas pengadu/pelapor untuk mendapatkan informasi yang cukup.or. dsb Jika pengadu/pelapor tidak mencantumkan identitasnya dalam formulir pengaduan. Terdapat hubungan profesional dokter-pasien dalam kejadian tersebut 4. Sidang terbuka dengan agenda pembacaan keputusan Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut : 1. Penegakan disiplin oleh MKDKI pada hakikatnya dilakukan dalam rangka membina dan meningkatkan kinerja dokter dan dokter gigi .inamc. Tanpa identitas yang jelas dari pengadu/pelapor akan menyulitkan kami dalam melaksanakan hal-hal tersebut Apa yang terjadi setelah pengaduan diterima MKDKI? Setelah semua kelengkapan data pengaduan diterima. Pernyataan tentang kebenaran pengaduan. Tindakan medis yang dilakukan oleh dokter/dokter gigi yang diadukan terjadi setelah tanggal 6 Oktober 2004 (setelah diundangkannya UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran) 3. Anda akan mendapatkan tanda terima pengaduan (berisi nomor register pengaduan). akan dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh Majelis Pemeriksa Disiplin (MPD) Apakah saya bisa mendapatkan informasi tentang proses penanganan pengaduan saya di MKDKI? Anda dapat mengetahui proses penanganan pengaduan Saudara melalui telepon kepada petugas MKDKI di nomor (021) 72800920 Dapatkah pengadu menghadiri setiap persidangan di MKDKI? Pengadu hanya dapat menghadiri : 1. 2. Persidangan oleh MKDKI mengutamakan prinsip menjaga rahasia kedokteran 2. Setelah dilakukan verifikasi. pengaduan akan ditangani oleh Majelis Pemeriksa Awal ataupun Majelis Pemeriksa Disiplin. Dokter/dokter gigi yang diadukan telah terregistrasi di Konsil Kedokteran Indonesia.6.

dokter gigi. tergantung pada kompleksitas kasus dan banyaknya informasi yang diperlukan dalam pemeriksaan oleh majelis Apakah MKDKI dapat memberikan nasihat atau pendapat kepada pengadu atau dokter/dokter gigi teradu? . MKDKI tidak menangani permasalahan ganti rugi yang diajukan pasien/keluarganya Bagaimana saya dapat mengetahui hasil keputusan MKDKI terhadap pengaduan saya? Anda dapat mengetahui hasil keputusan MKDKI dengan menghadiri dan mendengarkan pembacaan keputusan yang dilaksanakan secara terbuka. MKDKI berwenang menetapkan sanksi disiplin kepada dokter/dokter gigi yang dinyatakan melanggar disiplin kedokteran/kedokteran gigi 3. Departemen Kesehatan. dan sarjana hukum yang bukan dokter/dokter gigi. dan/atau 3. MKDKI tidak menangani sengketa antara dokter dan pasien/keluarganya 4. sanksi disiplin dalam keputusan MKDKI dapat berupa: 1. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Pengaduan dokter/dokter gigi kepada MKDKI ditujukan untuk meningkatkan kinerja dokter/dokter gigi yang bersangkutan. Keputusan MKDKI akan diserahkan kepada Konsil Kedokteran Indonesia untuk pelaksanaan sanksi disiplin jika dokter/dokter gigi yang diadukan terbukti bersalah. Apakah terhadap Keputusan MKDKI dapat diajukan banding? Keputusan MKDKI bersifat final dan mengikat dokter/dokter gigi yang diadukan. Pemberian peringatan tertulis 2.Sanksi apa yang diberikan kepada dokter/dokter gigi yang dinyatakan melanggar disiplin kedokteran/ kedokteran gigi? Sesuai UU Praktik Kedokteran. KKI. Kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di institusi pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi Apakah MKDKI dapat menangani permintaan ganti rugi/kompensasi yang diajukan terhadap dokter teradu? 1. diharapkan dapat mencapai objektifitas yang dapat dipertanggungjawabkan Berapa lama MKDKI menangani pengaduan saya? Lama penanganan pengaduan dugaan pelanggaran disiplin kedokteran/kedokteran gigi oleh MKDKI tidak dapat ditentukan. Dengan hadirnya anggota majelis bukan dari profesi kedokteran/kedokteran gigi. Rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi (STR) atau Surat Izin Praktik (SIP). serta instansi terkait. MKDKI berwenang untuk menentukan ada tidaknya pelanggaran disiplin oleh dokter/dokter gigi 2. Dokter/dokter gigi yang diadukan dapat mengajukan keberatan terhadap keputusan MKDKI kepada Ketua MKDKI dalam waktu selambat-lambatnya 30 hari sejak dibacakan atau diterimanya keputusan tersebut dengan mengajukan bukti baru yang mendukung keberatannya Apakah pemeriksaan MKDKI berjalan secara objektif? Majelis Pemeriksa Disiplin terdiri dari dokter.

tetapi tidak dapat memberi nasihat tentang masalah hukum maupun masalah teknis medis. Salah satunya adalah dengan mencatat segala hal tentang riwayat penyakit pasien. Tetapi. Salah satunya adalah dengan cara berobat pada sarana-sarana pelayanan kesehatan yang tersedia. dimulai ketika pasien datang.Dengan kesehatan orang dapat berpikir dengan baik dan dapat melakukan aktivitas secara optimal. catatan-catatan tersebut dikenal dengan istilah rekam medis. upaya penyembuhan tersebut tidak akan terwujud jika tidak didukung dengan pelayanan yang baik pula dari suatu sarana pelayanan kesehatan. mereka akan melakukan berbagai cara untuk sesegera mungkin dapat sehat kembali. dan kriteria pelayanan kesehatan yang baik. melainkan harus didasari dengan suatu sistem pelayanan medis yang baik pula dari sarana pelayanan kesehatan tersebut.php?option=com_content&view=article&id=26&Itemid=26 KEDUDUKAN REKAM MEDIS DALAM PEMBUKTIAN PERKARA MALPRAKTEK DI BIDANG KEDOKTERAN A.Dalam dunia kesehatan. tidak cukup ditandai denganterlibatnya banyak tenaga ahli atau yang hanya memungut biaya murah.com/index. sehingga dapat pula menghasilkan karya-karya yang diinginkan. Oleh karena itu setiap orang akan selalu berusaha dalam kondisi yang sehat. Latar Belakang Kesehatan memiliki arti yang sangat penting bagi setiap orang. Ketika kesehatan seseorang terganggu. Untuk permasalahan hukum Anda dapat menghubungi penasihat hukum Anda http://www. .MKDKI dapat memberikan informasi tentang ketentuan-ketentuan yang berlaku di MKDKI.lawskripsi. hingga akhir tahap pengobatan di suatu sarana pelayanan kesehatan. proses dan bentuk sanksi disiplin yang dapat diputuskan oleh MKDKI.

dan tahapan lain yang diperlukan oleh pasien. karena inti yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah mengenai kedudukan rekam medis dalam pembuktian perkara pidana. tetapi juga bagidokteragar dapat menyusun dan menyampaikan informasi kedokteran yang benar kepada pasien demi kepentingan pasien itu sendiri.Informasi tidak hanya penting bagi pasien. untuk referensi masa datang.Hanya saja istilah malpraktek pada umumnya lebih sering digunakan di kalangan profesi di bidang kesehatan/ kedokteran. maka diperlukan informasi yang benar dari pasien tersebut agar dapat memudahkan bagi dokter dalam diagnosis. Malpraktek tidak hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan saja. Agar pelayanan medis dapat diberikan secara optimal. melainkan kaum profesional dalam bidang lainnya yang menjalankan prakteknya secara buruk. terapi. rekam medis harus ada untuk mempertahankan kualitas pelayanan profesional yang tinggi. misalnya profesi pengacara. untuk kepentingan dokter pengganti yang meneruskan perawatan pasien. di samping dalam hubungannya dengan kewajiban dokter selaku profesional di bidang kesehatan. Begitu pula dengan istilah malpraktek yang digunakan dalam skripsi ini juga dititikberatkan pada malpraktek bidang kedokteran. untuk melengkapi kebutuhan informasi sebagai pendahuluan mengenai ³informed concent locum tenens´. penyampaian informasi dari pasien tentang penyakitnya dapat mempengaruhi perawatan pasien.Rekam medis berisi antara lain tentang identitas pasien. pengobatan serta tindakan dan pelayanan lain yang diberikan oleh dokter kepada seorang pasien selama menjalani perawatan di suatu sarana pelayanan kesehatan. Di setiap sarana pelayanan kesehatan. profesi notaris. maka .Peranan informasi dalam hubungan pelayanan kesehatan mengandung arti bahwa pentingnya peranan informasi harus dilihat dalamhubungannya dengan kewajiban pasien selaku individu yang membutuhkan pertolongan untuk mengatasi keluhan mengenai kesehatannya. Dalam pelaksanaan pelayanan medis kepada pasien. informasi memegang peranan yang sangat penting. serta diperlukan karena adanya hak untuk melihat dari pasien. Agar lebih terfokus serta tetap memiliki keterkaitan dengan rekam medis. Dengan kata lain. pemeriksaan.

Untuk membuktikan kesalahan (kesengajaan/ kealpaan) tenaga kesehatan ataupun sarana pelayanan kesehatan tempat mereka bekerja dalam dugaan kasus malpraktek kedokteran ini. serta pemeriksaan di sidang pengadilan untuk membuktikan ada/ tidaknya kesalahan (kesengajaan/ kealpaan) tenaga kesehatan maupun sarana pelayanan kesehatan tempat mereka bekerja.Kes/Per/IX/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medis Pasal 4 ayat 2 menyebutkan dalam memberikan informasi kepada pasien / keluarganya.Rumusan Masalah Beranjak dari uraian dalam latar belakang di atas. B. serta kepastian hukum bagi semua pihak. Tentunya proses ini tidak mutlak menjamin akan mengabulkantuntutan dari pihak pasien atau keluarganya secara penuh. Persetujuan yang ditanda tangani oleh pasien atau keluarga terdekatnya tersebut. Bagaimanakah hak pasien atas rekam medis ? 2. saat ini masyarakat telah memenuhi pengetahuan serta kesadaran yang cukup terhadap hukum yang berlaku. dapat digolongkan sebagai tindakan melakukan penganiayaan berdasarkan KUHP Pasal 351. . dari segala tuntutan hukum. maka Informed Consent adalah persetujuan tindakan kedokteran yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekatnya setelah mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut. memberikan perlindungan.htm INFORMED CONSENT Menurut PerMenKes no 290/MenKes/Per/III/2008 dan UU no 29 th 2004 Pasal 45 serta Manual Persetujuan Tindakan Kedokteran KKI tahun 2008. Menurut Lampiran SKB IDI No. Bagaimanakah kekuatan hukum rekam medis dalam pembuktian perkara malpraktek di bidang kedokteran berdasarkan KUHAP ? http://www. 319/P/BA. masyarakat akan melakukan gugatan baik kepada sarana pelayanan kesehatan maupun kepada tenaga kesehatan yang bekerja di dalamnya atas kerugian yang mereka derita. yaitu malpraktek di dalam bidang kedokteran./88 dan Permenkes no 585/Men. sehingga ketika pelayanan kesehatan yang mereka terima dirasa kurang optimal bahkan menimbulkan kondisi yang tidak diinginkan atau dianggap telah terjadi malpraktek kedokteran. penyidikan. Pemeriksaan terhadap dugaan kasus malpraktek kedokteran ini harus dilakukan melalui tahapan-tahapan penyelidikan. kehadiran seorang perawat / paramedik lainnya sebagai saksi adalah penting. Demi mewujudkan keadilan. penuntutan.com/peraturan-dan-perijinan-f16/informed-consent-t143.dilakukan pengkhususan terhadap jenis perbuatan pidana yang dimaksud dalam tema skripsi ini. dirumuskan permasalahan-permasalahan sebagai berikut : 1. Berkenaan dengan kerugian yang sering diderita pasien akibat kesalahan (kesengajaan/ kealpaan) para tenaga kesehatan karena tidak menjalankan praktek sesuai dengan standar profesinya. hakim di pengadilan dapat menjadikan rekam medis pasien sebagai salah satu sumber atau bukti yang dapat diteliti. dugaan kasus malpraktek kedokteran ini harus diproses secara hukum. tidak membebaskan dokter dari tuntutan jika dokter melakukan kelalaian. Tindakan medis yang dilakukan tanpa persetujuan pasien atau keluarga terdekatnya.ilunifk83. atau sebaliknya membebaskan pihak tenaga kesehatan maupun sarana pelayanan kesehatan yang dalam hal ini sebagai pihak tergugat.

3. dapat digolongkan sebagai tindakan melakukan penganiayaan berdasarkan KUHP Pasal 351 ( trespass. Konsekwensinya bila tidak dilakukan tindakan tersebut dan adakah alternatif cara pengobatan yang lain. Diagnosa yang telah ditegakkan. Manfaat dan urgensinya dilakukan tindakan tersebut. Memberikan perlindungan kepada pasien terhadap tindakan dokter yang sebenarnya tidak diperlukan dan secara medik tidak ada dasar pembenarannya yang dilakukan tanpa sepengetahuan pasiennya. Memberi perlindungan hukum kepada dokter terhadap suatu kegagalan dan bersifat negatif. Resiko resiko yang harus diinformasikan kepada pasien yang dimintakan persetujuan tindakan kedokteran : a. Sifat dan luasnya tindakan yang akan dilakukan. dokter yang akan melakukan tindakan juga harus memberikan penjelasan ( Pasal 11 Ayat 1 Permenkes No 290 / Menkes / PER / III / 2008 ). 6. bodily assault ). 5. 2. persetujuan tindakan kedokteran dapat dibatalkan atau ditarik kembali oleh yang memberi persetujuan. dan pada setiap tindakan medik ada melekat suatu resiko ( Permenkes No. karena prosedur medik modern bukan tanpa resiko. Kadangkala biaya yang menyangkut tindakan kedokteran tersebut. Ini tercantum dalam PerMenKes no 290/Menkes/Per/III/2008. Pengecualian terhadap keharusan pemberian informasi sebelum dimintakan persetujuan tindakan kedokteran adalah: 1. b. Tujuan Informed Consent: a. Sumber: Buku Penyelenggaraan Praktik Kedokteran Yang Baik di Indonesia _________________ . Dalam keadaan gawat darurat ( emergensi ). Dalam hal terdapat indikasi kemungkinan perluasan tindakan kedokteran. dimana dokter harus segera bertindak untuk menyelamatkan jiwa. b. sebelum dimulainya tindakan ( Ayat 1 ). Resiko resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi daripada tindakan kedokteran tersebut.Informasi/keterangan yang wajib diberikan sebelum suatu tindakan kedokteran dilaksanakan adalah: 1. battery. 290/Menkes/Per/III/2008 Pasal 3 ) Tindakan medis yang dilakukan tanpa izin pasien. Penjelasan kemungkinan perluasan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud dalam Ayat 1 merupakan dasar daripada persetujuan ( Ayat 2 ). 4. 2. Resiko yang melekat pada tindakan kedokteran tersebut. Resiko yang tidak bisa diperkirakan sebelumnya. Pembatalan persetujuan tindakan kedokteran harus dilakukan secara tertulis oleh yang memberi persetujuan ( Ayat 2 ). Menurut Pasal 5 Permenkes No 290 / Menkes / PER / III / 2008. Keadaan emosi pasien yang sangat labil sehingga ia tidak bisa menghadapi situasi dirinya.

2010 9:20 pm MALPRAKTEK? Banyak kasus yang dilaporkan sebagai 'malpraktek' sebenarnya bukan benar benar malpraktek. 2010 5:50 am. kepatuhan dalam penatalaksanaan regiment therapeutic. Kecenderungan masyarakat lebih melihat hasil pengobatan dan perawatan. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! Last edited by gitahafas on Thu Jun 03. Kesalahpahaman semacam ini seringkali berujung pada gugatan mal praktek. . Dokter perlu menjelaskan kemungkinan kemungkinan yang bisa terjadi dan rencana pemeriksaan pemeriksaan berikutnya. disatu sisi sering mengabaikan empati. salah satunya akibat komunikasi yang tidak berjalan seperti yang diharapkan adalah salah satu faktor pemicunya. masyarakat awam sulit membedakan antara risiko medik dengan malpraktek. Petugas kesehatan dalam praktiknya hanya memberi jaminan proses yang sebaik mungkin. Pasien juga perlu untuk menanyakan ke dokter. bukan hanya memeriksa pasien dan memberi obat saja. daya tahan tubuh yang tidak sama. edited 6 times in total gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Fri Mar 12. namun juga dipengaruhi faktor faktor lain seperti kemungkinan adanya komplikasi. Hal ini berdasarkan bahwa suatu kesembuhan penyakit tidak semata berdasarkan tindakan petugas kesehatan.Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. minta dijelaskan kemungkinan kemungkinan penyakitnya. Sebagian besar keluhan ketidak puasan pasien disebabkan komunikasi yang kurang terjalin baik antara dokter dengan pasien dan keluarga pasien. padahal hasil dari pengobatan dan perawatan tidak dapat diprediksi secara pasti. Hubungan yang tidak harmonis antara dokter dan pasien. Perhatian terhadap pasien tidak hanya dalam bentuk memeriksa dan memberi obat saja. Dengan pemahaman yang relatif minimal. tetapi juga harus membina komunikasi yang baik dengan pasien dan keluarga pasien. sama sekali tidak menjanjikan hasil. yang sebenarnya justru paling diharapkan pasien. Dokter.

Sumber: Penyelesaian Hukum dalam Malapraktik Kedokteran. karena merupakan suatu praduga bersalah terhadap profesi kedokteran. maka pasien tidak bisa menuntut. Oleh karena itu. edited 2 times in total gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 . sebab tidak semua adverse event identik dengan malpraktik kedokteran. Apabila dalam suatu kasus ditemukan unsur kelalaian dari pihak dokter. Nusye K I Jayanti. untuk memperoleh persetujuan dari pasien dan untuk menghindari adanya salah satu pihak yang dirugikan. Begitu pula dari pihak pasien. Istilah malpraktek adalah istilah yang kurang tepat.Hum. 2010 2:40 pm.H. S. Praduga bersalah ini dapat disalahgunakan oleh pihak pihak tertentu untuk kepentingan sesaat yang akan merusak semua tatanan dan sistem pelayanan kesehatan.Kep. dokter wajib memberi penjelasan yang sejelas jelasnya agar pasien dapat mempertimbangkan apa yang akan terjadi terhadap dirinya. baru dapat diketahui apakah masuk katagori pidana atau kecelakaan ( misadventure ). M. Dalam hal ini harus dibedakan antara kelalaian dan kegagalan. Ns. M. sehingga yang tepat adalah istilah "Sengketa Medik". Setelah dianalisis. Apabila hal tersebut merupakan risiko dari tindakan yang telah disebutkan dalam persetujuan tertulis ( Informed Consent ).Sc Hukum Kesehatan Pengantar Menuju Perawat Profesional. pada umumnya merupakan masalah miskomunikasi antara pasien dan dokter. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! Last edited by gitahafas on Tue Mar 30. M. Masalah ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan oleh dokter atau RS yang ada. maka dokter tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. S.Ta'adi. Sengketa Medik yang ada harus diselesaikan melalui peradilan profesi terlebih dahulu. Harus dianalisis terlebih dahulu setiap peristiwa buruk ( adverse event ) yang terjadi. mereka tidak bisa langsung menuntut apabila terjadi hal hal diluar dugaan karena harus ada bukti bukti yang menunjukkan adanya kelalaian.Secara etik dokter diharapkan untuk memberikan yang terbaik untuk pasien.HKes Farmacia vol VIII no !2 Juli 2009 _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.

benar dan lengkap c. Taat dan Patuh pada Hukum. Koperasi / Asuransi Anggota Profesi Langkah mana yang akan menempati urutan awal dalam pencegahan resiko ini. ditambah adanya aktor aktor intelektual yang sering kurang bertanggung jawab. antara lain dengan: 1. Disamping kita juga tidak boleh menutup mata. Rekam Medis yang baik. mencegah atau paling sedikit mengurangi jumlah kejadian tuntutan kepada para dokter dan dokter gigi. Sumber: Buku Quo Vadis Kliniko Mediko Legal Indonesia . Pintar berkomunikasi dan berempati dengan pasien dan keluarganya. Jika hubungan dokter-pasien sudah erat. Etika Profesi. 2010 9:28 pm PENCEGAHAN MASALAH HUKUM DALAM PRAKTIK KEDOKTERAN Masyarakat yang mulai sadar hukum namun belum memahami bagaimana hukum itu. Diantara upaya yang sangat mungkin dilakukan oleh dokter dan manajemen RS dalam usaha pencegahan maraknya tuntutan hukum tersebut. STR dan SIP yang valid dan relevan b. yang ditujukan untuk melindungi. Akhir akhir ini makin sering terjadi tuntutan dan gugatan hukum terhadap para dokter dan RS di Indonesia. Susila. tidak berempati kepada penderita dan keluarganya.Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Sat Mar 13. Risk Management e. maka seorang pasien tidak akan begitu mudah menuntut dokternya. Upaya Pencegahan Resiko. menyebabkan masyarakat mudah terprovokasi. tergantung kepada pribadi para dokter dan kebijaksanaan RS masing masing. a. Untuk itu sudah selayaknya masyarakat kedokteran Indonesia dan RS melakukan usaha bersama secara proaktif. Norma. bahwa ternyata banyak masalah ketidak puasan pasien yang berasal dari pribadi pribadi dokter yang tidak mampu berkomunikasi dengan baik. dll g. Menyiapkan Legal Defence a. Product Liability Prevention b. Peningkatan Pengetahuan Hukum ( Kliniko Mediko Legal ) f. Advokasi bagi Dokter Terlapor dari Organisasi Profesinya / Legal Aid / Penasehat Hukum. Peraturan. Kepekaan sosial 2. Quality Assurance c. jika timbul sesuatu yang tidak diharapkannya. h. Namun yang penting adalah ada kemauan dan usaha untuk mencegah terjadinya tuntutan hukum. SOP d. 4. Informed Consent 3.

b. penderita penyakit yang penyakitnya dapat secara cepat menular ke dalam masyarakat yang lebih luas. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator . (2) Hak menerima atau menolak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku pada: a. (3) Ketentuan mengenai hak menerima atau menolak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. keadaan seseorang yang tidak sadarkan diri._________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. 2010 10:18 pm UU NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN Perlindungan Pasien Pasal 56 (1) Setiap orang berhak menerima atau menolak sebagian atau seluruh tindakan pertolongan yang akan diberikan kepadanya setelah menerima dan memahami informasi mengenai tindakan tersebut secara lengkap. atau c. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Fri Mar 26. gangguan mental berat.

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3495). Mengingat : 1. Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Pasal 45 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1295/Menkes/Per/XII/2007 tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan. 2010 8:18 am PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 290/MENKES/PER/III/2008 TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4431). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 920/Menkes/Per/XII/1986 tentang Upaya Pelayanan Kesehatan Swasta Di Bidang Medik. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 100. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 159b/Menkes/Per/II/1988 tentang Rumah Sakit sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Nomor 191/Menkes-Kesos/SK/II/2001 tentang Perubahan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 157/Menkes/SK/III/1999 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 159b/Menkes/Per/II/1988 tentang Rumah Sakit. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 39 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637). 7.Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Sun Mar 28. 5. 4. perlu mengatur kembali Persetujuan Tindakan Medik dengan Peraturan Menteri Kesehatan. 2. . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2803). 3. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1966 tentang Wajib Simpan Rahasia Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1966 Nomor 21.

4. tidak mengalami kemunduran perkembangan (retardasi) mental dan tidak mengalami penyakit mental sehingga mampu membuat keputusan secara bebas. tidak terganggu kesadaran fisiknya. diagnostik.MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN. mampu berkomunikasi secara wajar. anak-anak kandung. (3) Persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat dalam bentuk pernyataan . Pasal 3 (1) Setiap tindakan kedokteran yang mengandung risiko tinggi harus memperoleh persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yang berhak memberikan persetujuan. Tindakan Invasif adalah suatu tindakan medis yang langsung dapat mempengaruhi keutuhan jaringan tubuh pasien. 7. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan : 1. Dokter dan dokter gigi adalah dokter. dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan. dokter gigi dan dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Persetujuan tindakan kedokteran adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah mendapat penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan terhadap pasien. Tindakan kedokteran yang mengandung risiko tinggi adalah tindakan medis yang berdasarkan tingkat probabilitas tertentu. ayah atau ibu kandung. Pasien yang kompeten adalah pasien dewasa atau bukan anak menurut peraturan perundangundangan atau telah/pernah menikah. (3) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah pasien mendapat penjelasan yang diperlukan tentang perlunya tindakan kedokteran dilakukan. dokter spesialis. (2) Tindakan kedokteran yang tidak termasuk dalam ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan dengan persetujuan lisan. saudara-saudara kandung atau pengampunya. Tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang selanjutnya disebut tindakan kedokteran adalah suatu tindakan medis berupa preventif. 3. terapeutik atau rehabilitatif yang dilakukan oleh dokter atau dokter gigi terhadap pasien. Keluarga terdekat adalah suami atau istri. 5. (2) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan secara tertulis maupun lisan. 2. BAB II PERSETUJUAN DAN PENJELASAN Bagian Kesatu Persetujuan Pasal 2 (1) Semua tindakan kedokteran yang akan dilakukan terhadap pasien harus mendapat persetujuan. 6.

Tujuan tindakan kedokteran yang dilakukan. Pasal 5 (1) Persetujuan tindakan kedokteran dapat dibatalkan atau ditarik kembali oleh yang memberi persetujuan sebelum dimulainya tindakan. Diagnosis dan tata cara tindakan kedokteran. untuk menyelamatkan jiwa pasien dan/atau mencegah kecacatan tidak diperlukan persetujuan tindakan kedokteran. Indikasi atau keadaan klinis pasien yang membutuhkan dilakukannya tindakan kedokteran. c. Temuan klinis dari hasil pemeriksaan medis hingga saat tersebut. (5) Dalam hal persetujuan lisan yang diberikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dianggap meragukan. (2) Dalam hal pasien adalah anak-anak atau orang yang tidak sadar. Pasal 4 (1) Dalam keadaan gawat darurat. Diagnosis penyakit. (4) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diberikan dalam bentuk ucapan setuju atau bentuk gerakan menganggukkan kepala yang dapat diartikan sebagai ucapan setuju. (3) Dalam hal dilakukannya tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan e. Pasal 6 Pemberian persetujuan tindakan kedokteran tidak menghapuskan tanggung gugat hukum dalam hal terbukti adanya kelalaian dalam melakukan tindakan kedokteran yang mengakibatkan kerugian pada pasien Bagian Kedua Penjelasan Pasal 7 (1) Penjelasan tentang tindakan kedokteran harus diberikan langsung kepada pasien dan/atau keluarga terdekat. . Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan. (3) Segala akibat yang timbul dari pembatalan persetujuan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) menjadi tanggung jawab yang membatalkan persetujuan. (3) Penjelasan tentang tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurangkurangnya mencakup: a. baik diminta maupun tidak diminta. Altematif tindakan lain. Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. d.yang tertuang dalam formulir khusus yang dibuat untuk itu. c. maka dapat dimintakan persetujuan tertulis. dokter atau dokter gigi wajib memberikan penjelasan sesegera mungkin kepada pasien setelah pasien sadar atau kepada keluarga terdekat. maka sekurang-kurangnya diagnosis kerja dan diagnosis banding. (2) Keputusan untuk melakukan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diputuskan oleh dokter atau dokter gigi dan dicatat di dalam rekam medik. f. (2) Pembatalan persetujuan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan secara tertulis oleh yang memberi persetujuan. dan risikonya. penjelasan diberikan kepada keluarganya atau yang mengantar. Perkiraan pembiayaan. Pasal 8 (1) Penjelasan tentang diagnosis dan keadaan kesehatan pasien dapat meliputi : a. b. atau dalam hal belum dapat ditegakkan. b.

waktu. serta efek samping atau ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. diagnostik. risiko dan komplikasi yang sudah menjadi pengetahuan umum b. risiko dan komplikasi yang tidak dapat dibayangkan sebelumnya (unforeseeable) (4) Penjelasan tentang prognosis meliputi: a. Pasal 11 (1) Dalam hal terdapat indikasi kemungkinan perluasan tindakan kedokteran. maka pemberian penjelasan harus didelegasikan kepada dokter atau dokter gigi lain yang kompeten. Pasal 9 (1) Penjelasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 harus diberikan secara lengkap dengan bahasa yang mudah dimengerti atau cara lain yang bertujuan untuk mempermudah pemahaman. (3) Dalam hal dokter atau dokter gigi menilai bahwa penjelasan tersebut dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien atau pasien menolak diberikan penjelasan. dokter yang akan melakukan tindakan juga harus memberikan penjelasan. ataupun rehabilitatif. Prognosis tentang hidup-matinya (ad vitam). Tujuan tindakan kedokteran yang dapat berupa tujuan preventif.d. (3) Penjelasan tentang risiko dan komplikasi tindakan kedokteran adalah semua risiko dan komplikasi yang dapat terjadi mengikuti tindakan kedokteran yang dilakukan. Alternatif tindakan lain berikut kelebihan dan kekurangannya dibandingkan dengan tindakan yang direncanakan. (3) Tenaga kesehatan tertentu dapat membantu memberikan penjelasan sesuai dengan kewenangannya. Perluasan tindakan yang mungkin dilakukan untuk mengatasi keadaan darurat akibat risiko dan komplikasi tersebut atau keadaan tak terduga lainnya. maka dokter atau dokter gigi dapat memberikan penjelasan tersebut kepada keluarga terdekat dengan didampingi oleh seorang tenaga kesehatan lain sebagai saksi. (2) Penjelasan kemungkinan perluasan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan dasar daripada persetujuan. b. Prognosis apabila dilakukan tindakan dan apabila tidak dilakukan tindakan. (2) Dalam hal dokter atau dokter gigi yang merawatnya berhalangan untuk memberikan penjelasan secara langsung. c. nama. c. (2) Penjelasan tentang tindakan kedokteran yang dilakukan meliputi : a. kecuali: a. b. Prognosis tentang fungsinya (ad functionam). (2) Penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dicatat dan didokumentasikan dalam berkas rekam medis oleh dokter atau dokter gigi yang memberikan penjelasan dengan mencantumkan tanggal. d. dan tanda tangan pemberi penjelasan dan penerima penjelasan. e. Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi pada masing-masing alternatif tindakan. Pasal 10 (1) Penjelasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 diberikan oleh dokter atau dokter gigi yang merawat pasien atau salah satu dokter atau dokter gigi dari tim dokter yang merawatnya. terapeutik. Prognosis tentang kesembuhan (ad sanationam). risiko dan komplikasi yang sangat jarang terjadi atau yang dampaknya sangat ringan c. Pasal 12 . Tata cara pelaksanaan tindakan apa yang akan dialami pasien selama dan sesudah tindakan. (4) Tenaga kesehatan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah tenaga kesehatan yang ikut memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada pasien.

maka persetujuan tindakan kedokteran tidak diperlukan. BAB V PENOLAKAN TINDAKAN KEDOKTERAN Pasal 16 (1) Penolakan tindakan kedokteran dapat dilakukan oleh pasien dan/atau keluarga terdekatnya setelah menerima penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan. (4) Penolakan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak memutuskan hubungan dokter dan pasien. dokter atau dokter gigi harus memberikan penjelasan kepada pasien atau keluarga terdekat. (2) Penilaian terhadap kompetensi pasien sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh dokter pada saat diperlukan persetujuan BAB IV KETENTUAN PADA SITUASI KHUSUS Pasal 14 (1) Tindakan penghentian/penundaan bantuan hidup (withdrawing/withholding life support) pada seorang pasien harus mendapat persetujuan keluarga terdekat pasien. (3) Akibat penolakan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menjadi tanggung jawab pasien. . BAB VI TANGGUNG JAWAB Pasal 17 (1) Pelaksanaan tindakan kedokteran yang telah mendapat persetujuan menjadi tanggung jawab dokter atau dokter gigi yang melakukan tindakan kedokteran. Pasal 15 Dalam hal tindakan kedokteran harus dilaksanakan sesuai dengan program pemerintah dimana tindakan medik tersebut untuk kepentingan masyarakat banyak. hanya dapat dilakukan untuk menyelamatkan jiwa pasien. BAB III YANG BERHAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN Pasal 13 (1) Persetujuan diberikan oleh pasien yang kompeten atau keluarga terdekat. (2) Sarana pelayanan kesehatan bertanggung jawab atas pelaksanaan persetujuan tindakan kedokteran. (2) Setelah perluasan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan. (2) Penolakan tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud kedokteran pada ayat (1) harus dilakukan secara tertulis. (3) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diberikan secara tertulis. (2) Persetujuan penghentian/penundaan bantuan hidup oleh keluarga terdekat pasien sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah keluarga mendapat penjelasan dari tim dokter yang bersangkutan.(1) Perluasan tindakan kedokteran yang tidak terdapat indikasi sebelumnya.

Pasal 21 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Siti Fadilah Supari. Sp. dr. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Maret 2008 Menteri Kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat mengambil tindakan administratif sesuai dengan kewenangannya masing-masing (2) Tindakan administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa teguran lisan. rnemerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penernpatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. teguran tertulis sampai dengan pencabutan Surat Ijin Praktik BAB IX KETENTUAN PENUTUP Pasal 20 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku.JP (K) _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator . Menteri. maka Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 585/MENKES/PER/IX/1989 tentang Persetujuan Tindakan Medik dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.BAB VII PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 18 (1) Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan pembinaan dan pengawasan dengan melibatkan organisasi profesi terkait sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Pasal 19 (1) Dalam rangka pembinaan dan pengawasan. Agar setiap orang rnengetahuinya. (2) Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dr.

boleh dilaksanakan tanpa informasi sebelumnya bila . hanya dibutuhkan persetujuan lisan atau sikap diam. Dalam hal ini dokter dapat memberikan informasi yang benar itu kepada keluarga terdekat pasien. Untuk tindakan yang bukan bedah ( operasi ) dan tindakan invasif. informasi harus diberikan oleh dokter yang bersangkutan sendiri. Dalam memberikan informasi kepada keluarga terdekat pasien. Dalam hal tindakan bedah ( operasi ) dan tindakan invasif lainnya. Informasi tentang tindakan medis harus diberikan kepada pasien. Informasi harus diberikan secara jujur dan benar. Perluasan yang tidak dapat diduga sebelum tindakan dilakukan.Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Sun Mar 28. 2010 7:00 pm PERNYATAAN IDI TENTANG INFORMED CONSENT 1. Informasi biasanya diberikan secara lisan. Untuk tindakan yang tidak termasuk dalam butir 3. kehadiran seorang perawat / paramedik lain sebagai saksi adalah penting. 5. Setiap tindakan medis yang mengandung risiko cukup besar. 4. setelah sebelumnya pasien itu memperoleh informasi yang adekuat tentang perlunya tindakan medis yang bersangkutan serta risiko yang berkaitan dengannya ( "Informed Consent" ). terapeutik maupun paliatif ) memerlukan "Informed Consent" secara lisan maupun tertulis. tetapi dapat pula secara tertulis ( berkaitan dengan informasi "Informed Consent" ). terkecuali bila dokter menilai bahwa hal ini dapat merugikan kepentingan pasien. informasi dapat diberikan oleh perawat atau dokter lain. baik diagnostik. Dokter tidak berhak melakukan tindakan medis yang bertentangan dengan kemauan pasien. Oleh karena itu. Menahan informasi tidak boleh. Manusia dewasa dan sehat rohaniah berhak sepenuhnya menentukan apa yang hendak dilakukan terhadap tubuhnya. Isi informasi mencakup keuntungan dan kerugian tindakan medis yang direncanakan. 8. mengharuskan adanya persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh pasien. walaupun untuk kepentingan pasien itu sendiri. baik diminta oleh pasien maupun tidak. kecuali bila dokter menilai bahwa informasi tersebut dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien. Perluasan operasi yang dapat diduga sebelum tindakan dilakukan. Dalam hal ini dokter dapat memberikan informasi itu kepada keluarga terdekat. tidak boleh dilakukan tanpa informasi sebelumnya kepada keluarga yang terdekat atau yang menunggu. sepengetahuan atau dengan petunjuk dokter yang merawat. terapeutik maupun paliatif. 6. 7. semua tindakan medis ( diagnostik.

Dalam pemberian persetujuan berdasarkan informasi untuk tindakan medis di RS / Klinik. . misalnya kesediaan untuk dilakukan suntikan. dan yang dinyatakan secara medis berada dalam keadaan gawat dan / atau darurat. Sumber: Lampiran SKB IDI No. pasien yang datang untuk berobat ke tempat praktik dianggap telah memberikan persetujuannya untuk dilakukan tindakan tindakan rutin seperti pemeriksaan fisik./88 _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. "Informed Consent" diberikan oleh keluarga terdekat / induk semang ( guardian ). Dalam hal pasien tidak sadar / pingsan. Untuk yang dibawah umur dan tidak mempunyai orangtua / wali. Untuk orang dewasa yang berada dibawah pengampuan. 2010 8:22 am ASPEK HUKUM INFORMED CONSENT Pada dasarnya dalam praktik sehari hari. 11. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Tue Mar 30. "Informed Consent" diberikan oleh orangtua / kurator / wali. yang memerlukan tindakan medis segera untuk kepentingan pasien. tidak diperlukan "Informed Consent" dari siapapun dan ini menjadi tanggung jawab dokter. serta tidak didampingi oleh yang tersebut dalam butir 10.319/P/BA. untuk tindakan yang lebih kompleks biasanya dokter akan memberikan penjelasan terlebih dahulu untuk mendapatkan kesediaan dari pasien. Akan tetapi.perluasan operasi tersebut perlu untuk menyelamatkan nyawa pasien pada waktu itu. 10. "Informed Consent" diberikan oleh pasien dewasa yang berada dalam keadaan sehat rohaniah. 9. 12. maka RS / Klinik yang bersangkutan ikut bertanggung jawab.

Ns Ta'adi. dan tidak dilarang oleh peraturan perundang undangan serta merupakan sebab yang masuk akal untuk dipenuhi. agar pasien bisa mengerti dan memahami isi pembicaraan. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator . Nusye K I Jayanti S. kepatuhan pasien dalam mengikuti prosedur dan nasihat dokter. Selain itu dokter juga harus dapat menyesuaikan diri dengan tingkat pendidikan pasien.Kep. kualitas obat. Adanya kesepakatan antar pihak. pikiran pasien mudah terpengaruh. seperti virulensi penyakit. respon individual. M. Informed Consent hakikatnya adalah hukum perikatan. stadium penyakit. Sumber: 1. Tidak berupaya menekan ( Force ). Selain itu tindakan medik mengandung risiko. adalah karena tindakan medik hasilnya penuh ketidakpastian. diantaranya adalah: 1. 2. Penyelesaian Hukum dalam Malapraktik Kedokteran. Dari pihak petugas harus mendapat informasi keluhan pasien sejujurnya. 2.H. kecuali pasien dalam kondisi emergensi. Tidak menciptakan ketakutan ( Fear ).Sc 2. yang dibenarkan. 3. Para pihak cakap untuk membuat perikatan. bebas dari paksaan. Risiko baik maupun buruk yang menanggung adalah pasien. kekeliruan dan penipuan. maka berarti harus ada informasi keluhan pasien yang cukup dari kedua belah pihak tersebut. demikian pula dari pihak pasien harus memperoleh diagnosis dan terapi yang akan dilakukan. Ada beberapa kaidah yang harus diperhatikan dalam menyusun dan memberikan Informed Consent agar hukum perikatan ini tidak cacat hukum. Atas dasar itulah maka persetujuan pasien bagi setiap tindakan medik mutlak diperlukan. tidak dapat diperhitungkan secara matematik. faktor genetik.Ikhwal diperlukannya izin pasien. karena dipengaruhi faktor faktor lain diluar kekuasaan dokter. S. daya tahan tubuh pasien. Persetujuan tersebut disebut dengan Informed Consent. Adanya suatu sebab yang halal. Tidak bersifat memperdaya ( Fraud ). Dari syarat pertama yaitu adanya kesepakatan antara kedua pihak ( antara petugas kesehatan dan pasien ). Aspek perdata Informed Consent bila dikaitkan dengan Hukum Perikatan yang di dalam KUH Perdata BW Pasal 1320 memuat 4 syarat sahnya suatu perjanjjian yaitu: 1.Hum. diharapkan dokter tidak memberikan informasi yang dapat mempengaruhi keputusan pasien. M. ketentuan perdata akan berlaku dan ini sangat berhubungan dengan tanggung jawab profesional menyangkut perjanjian perawatan dan perjanjian terapeutik. Hukum Kesehatan Pengantar Menuju Perawat Profesional. Mengingat pasien biasanya datang dalam keadaan yang tidak sehat. atau bahkan tindakan medik tertentu selalu diikuti oleh akibat yang tidak menyenangkan.HKes _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. dll. M. 3. karena dalam keadaan tersebut.

3. Tenaga kesehatan harus selalu siap setiap saat mengantisipasi terjadinya risiko. Biasa disebut dengan doktrin keseriusan. Informed Consent. Standard Profession of Care ( Doctrine of Necessity ). Medical Risk. berapa lama. Second Opinion. doktrin ini menggunakan doktrin necessity. Social Insurance of Health Care. 5. 4. Tenaga kesehatan harus menginformasikan semua langkah atau tindakan yang akan dikerjakan beserta risiko risiko medis yang kemungkinan terjadi. Adequate Information. Apabila dalam memberi pelayanan kesehatan kepada pasien. 7. Kesehatan menurut masyarakat internasional atau PBB harus dibantu oleh asuransi sosial. . 2. bagaimana. Tenaga kesehatan harus aktif menanyakan sakit apa. risiko menjadi nomor dua. mengingat pekerjaan medis adalah pekerjaan yang uncertain ( tidak pasti ). 2010 4:52 pm PERLIDUNGAN HUKUM TERHADAP TENAGA PROFESI KESEHATAN Tenaga profesi kesehatan harus mengembangkan dan mengetahui 16 Wajib Hukum Profesi Kesehatan dalam setiap tindakannya. 6. pelayanan kesehatan harus cepat dan tepat. Medical Emergency Care. dimana. Semakin lengkap suatu Rekam Medis semakin baik itikad seorang tenaga kesehatan dalam merawat pasien dan semakin kuat dalam kedudukan hukum. Medical Record ( Rekam Medis ). maka tenaga kesehatan wajib melakukan second opinion. lebih dari 2 atau 3 kali tidak ada kemajuan.Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Tue Mar 30. Artinya dalam keadaan darurat atau emergency. Ke 16 Wajib Hukum Profesi Kesehatan tersebut adalah: 1. dst. supaya terhindar dari perkara sengketa medik. 8. kapan. sebab pelayanan kesehatan adalah wajib hukumnya.

Medical program harus selalu selaras dengan medicare program. pelayan kesehatan lainnya ). Assumption of Risk ( Volenti non fit injura ). Tenaga kesehatan akan lebih tenang dalam melaksanakan pekejaannya karena sudah dibatasi dengan hal hal yang tercantum dalam Management Medical Liability. Dalam setiap pemeliharaan kesehatan harus selalu memikirkan biaya kesehatan.9. 13. Badan akreditasi pelayanan kesehatan terdiri dari asosiasi medis ( kumpulan dokter. Nusye K I Jayanti. .Hum. Kesalahan tidak boleh lebih dari 2x. bukan memerintah atau menilai. RS. bukan dari pemerintah. 10. 11.H. M. misalnya kesalahan karena kurang pengalaman. Kesalahan dalam pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan haruslah wajar. Sumber: Penyelesaian Hukum dalam Malapraktik Kedokteran. Acreditation of Health Care ( Joint Commission ). Tugasnya membimbing. Medical Intervention. 16. Medicare Medicaid Program. Dalam pembagian jenis tanggung jawab akan diketahui tugas.Sc _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. misalnya tidak ada keluhan terhadap jantung maka tidak perlu dilakukan rekam jantung. Tetap berpedoman pada SOP. Medical Liability. 12. 15. Contributory Negligence. Dalam pelayanan kesehatan harus ada badan komite medis yang menyusuri setiap kesalahan medis yang terjadi. Medical Committee ( Intern Justice of Medical Profession ). 14. Semua risiko medis yang akan terjadi sudah di asumsikan terlebih dahulu. Negligent Medical Care ( Culpa Levisimma / Lichte Sculd ). karena kurang pengetahuan sehingga menyebabkan kurang hati hati. S. Terhadap kesalahan yang terjadi diteliti darimana asalnya ( dari pasien / teknologi / tenaga medis / tenaga non medis ). M. Pembagian tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan akan memudahkan dalam pemecahan suatu masalah bila terjadi suatu sengketa medik. Pelayanan kesehatan harus selalu mengintervensi pelaksanaan wajib hukum Informed Consent dan Medical Record / Rekam Medis dalam setiap pelayanan kesehatan sebagai perlindungan hukum tenaga kesehatan. kewajiban dan tanggung jawab dari masing masing tenaga kesehatan.

5. 3. 4. ayat (3). 6. risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. Setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang mengandung risiko tinggi harus diberikan dengan persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yang berhak memberikan persetujuan. diagnosis dan tata cara tindakan medis. dan ayat (5) diatur dengan Peraturan Menteri. ayat (4). Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diberikan baik secara tertulis maupun lisan. dan 5. 4. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekurang-kurangnya mencakup: 1. 3. Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah pasien mendapat penjelasan secara lengkap. Ketentuan mengenai tata cara persetujuan tindakan kedokteran atau kedokteran gigi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! . 2010 6:33 am Paragraf 2 UU RI NO 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTIK KEDOKTERAN Persetujuan Tindakan Kedokteran atau Kedokteran Gigi Pasal 45 1. prognosis terhadap tindakan yang dilakukan. alternative tindakan laindari risikonya. Setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan oleh dokter atau dokter gigi terhadap pasien harus mendapat persetujuan. ayat (2). 2. tujuan tindakan medis yang dilakukan.Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Fri Apr 02. 2.

Penjelasan dan Pedoman Pelaksanaan Segala perbuatan dokter terhadap pasien bertujuan untuk memelihara kesehatan dan kebahagiannya. Sebelum operasi dimulai. Semua usaha tersebut merupakan tugas seorang dokter. Kadang-kadang dokter terpaksa harus melakukan operasi atau cara pengobatan tertentu yang membahayakan. termasuk manusia ialah mempertahankan hidupnya. sehingga dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan usaha untuk menghindarkan diri dari bahaya maut. Tuhan Yang Maha Esa menciptakan seseorang yang pada suatu waktu akan menemui ajalnya. 2010 6:22 am Pasal 7d Kode Etik Kedokteran Indonesia Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makluk insani. ia harus berusaha memelihara dan mempertahankan hidup makhluk insani. perlu dibuat persetujuan tertulis lebih dahulu atau dan keluarga (Informed Consent). kemampuan berpikir dan mengumpulkan pengalamannya. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! . betapapun pintarnya akan dapat mencegahnya. Hal ini dapat dilakukan asal tindakan ini diambil setelah mempertimbangkan masak-masak bahwa tidak ada jalan/cara lain untuk menyelamatkan jiwa selain pembedahan. batas umur yang dapat memberi informed consent adalah 18 tahun. Naluri yang terkuat pada setiap makhluk bernyawa. Sesuai peratunan Menteri Kesehatan tentang informed consent. Tidak seorang dokterpun. Dengan sendirinya ia harus mempertahankan dan memelihara kehidupan manusia. Untuk itu manusia diberi akal. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Sat Apr 03.

Hal-hal yang harus dibicarakan1: 1. Risiko dan manfaat dari pengobatan atau tindakan yang direncanakan. dokter sebagai orang yang memberi terapi atau melakukan tindakan mediklah yang harus menjelaskan dan mendiskusikan bersama pasien hal-hal di bawah ini. 3. Dalam proses komunikasi ini. 2010 6:24 am INFORMED CONSENT Dr. Sastrowardoyo SpOG Informed consent adalah lebih daripada hanya sekedar mendapatkan tanda tangan seorang pasien pada suatu formulir persetujuan. Diagnosis pada pasien. Proses komunikasi ini tidak bisa diwakilkan kepada orang lain. pasien atau klien harus mempunyai kesempatan untuk bertanya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai suatu pengobatan atau tindakan. Informed consent baru dianggap sah kalau diberikan oleh seorang pasien/klien yang kompeten dan diberikan secara sukarela2 INFORMED CONSENT. 2.gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Wed Apr 21. 5. kalau sudah diketahui. Sebaliknya. Dengan demikian dia akan dapat membuat keputusan yang berdasarkan pemahaman yang baik mengenai suatu intervensi medik. Informed consent adalah suatu proses komunikasi antara pasien dan dokter yang menghasilkan pemberian izin oleh pasien untuk menjalankan suatu intervensi medik tertentu1. HUKUM. Risiko dan manfaat dari pilihan pengobatan atau tindakan lain yang tersedia. 4. dan 6. DAN ETIKA3 . Pilihan pengobatan atau tindakan yang lain yang tersedia (tanpa melihat biayanya maupun apakah termasuk di dalam pembiayaan yang dicakup oleh asuransi). Sifat dan manfaat dari pengobatan atau tindakan yang direncanakan. Aswin W. Keputusan yang dia ambil bisa berupa persetujuan maupun penolakan akan intervensi tersebut. Risiko dan manfaat yang dihadapi apabila suatu pengobatan atau tindakan tidak dilakukan.

aturan. yang mempunyai hak untuk membuat pilihan secara otonomi. Tidak menyebabkan yang buruk (non-maleficence) 3. Pasien mempunyai hak untuk memberi izin atau menolak.Dalam sejarahnya. selain 4 prinsip ini. Terdapat banyak sekali beda pendapat mengenai hal ini. Hukum memfokuskan diri terutama pada konteks klinis. maka pasien dapat menerima kompensasi finansial dari si dokter karena telah menyebabkan cedera tersebut. keduanya dengan metoda dan objektifnya tersendiri. Belakangan ini. sering juga ditambahkan5: . ilmu perilaku sosial. Kedua disiplin ilmu ini. mempunyai fungsi sosial dan intelektual yang berbeda. kedua kerangka berfikir ini sangatlah sederhana. Dalam kacamata hukum. informed consent berakar pada banyak disiplin ilmu pengetahuan. Ross. yang mempunyai kewajiban dan mempunyai risiko membayar ganti rugi apabila tidak melaksanakan kewajibannya.4 Pemikiran etika mendasari diri pada prinsip. Dengan demikian. tidak pada riset. Ada empat prinsip etika di dalam informed consent. Dari segi filsafat etika. Apabila terdapat konflik.: 1. Visi legal ini lebih berfokus pada kompensasi finansial daripada pada pemberian informasi dan izin yang diberikan pasien secara umum. Selanjutnya dibahas mengenai dasar-dasar etika dalam informed consent. akan tetapi fokusnya adalah pada dokter. ilmu hukum. Secara sederhana kita bisa menyingkat kedua pendekatan ini sebagai berikut: Pendekatan hukum datang dari teori pragmatis. Apabila seorang pasien cedera akibat dokter lalai dengan tidak memberikan informasi yang lengkap mengenai suatu pengobatan atau tindakan.D. suatu istilah yang diperkenalkan filosof Inggris. Kemaslahatan (beneficence) 4. W. dan ilmu filsafat moral/etika. informed consent terutama menyangkut pilihan secara otonomi dari pasien dan subyek penelitian. intisari dari pendekatan secara hukum. Keadilan (justice) Keempat prinsip ini bersifat ³prima facie´. Selain itu. kita harus memilih di antara keduanya. termasuk dalam ilmu kesehatan/kedokteran. dan hak. Walaupun pendekatan kedua bidang ilmu ini terhadap informed consent rumit dan kontroversial. dan fokusnya adalah pada pasien atau subyek. yang berarti: Suatu prinsip adalah memikat. kecuali apabila prinsip tersebut mempunyai konflik dengan prinsip lain. Pendekatan filsafat moral/etika datang dari prinsip menghargai otonomi. bidang ilmu yang sangat berpengaruh dalam hal informed consent adalah ilmu hukum dan ilmu filsafat moral atau filsafat etika. Respek/menghargai terhadap otonomi (respect for autonomy) 2. dokter mempunyai kewajiban untuk pertama memberi informasi kepada pasiennya dan kedua untuk mendapatkan izinnya. akan tetapi ternyata sulit untuk diinterpretasikan dan diperbandingkan. dan pendekatan secara etika mudah dimengerti. INFORMED CONSENT DAN ETIKA3.

5. Harga diri (dignity) 6. Kebenaran dan kejujuran (truthfulness and honesty) Penjelasan keenam hal di atas: 1. Menghargai Otonomi (Voluntas aegroti suprema lex). Dalam semua proses pengambilan keputusan, dianggap bahwa keputusan yang dibuat setelah mendapatkan penjelasan itu dibuat secara sukarela dan berdasarkan pemikiran rasional. Di dalam dunia kedokteran, dokter menghargai otonomi pasien berarti bahwa si pasien/klien mempunyai kemampuan untuk berlaku atau bertindak secara sadar dan intensional, dengan pengertian penuh, dan tanpa pengaruhpengaruh yang bisa menghilangkan kebebasannya3,4. 2. Tidak menyebabkan yang buruk (non-maleficence / primum non nocere). Di dalam prinsip ini, doktertidak boleh secara sengaja menyebabkan perburukan atau cedera pada pasien, baik akibat tindakan (commission) atau tidak dilakukannya tindakan (omission). Dalam bahasa sehari-hari: Akan dianggap lalai apabila seseorang memaparkan risiko atau cedera yang tidak layak (unreasonable) kepada orang lain. Standar perawatan yang meminimalkan risiko cedera atau perburukan merupakan hal yang diinginkan masyarakat secara common sense3,4. 3. Kemaslahatan (Salus aegroti suprema lex). Adalah kewajiban petugas kesehatan untuk memberikan kemaslahatan, kebaikan, kegunaan, benefit bagi pasien, dan juga untuk mengambil langkah positip mencegah dan menghilangkan kecederaan dari pasien3,4. Dalam hal informed consent untuk ad. 2 dan ad. 3: adalah kewajiban dokter untuk memberi penjelasan mengenai pengobatan atau tindakan, baik manfaat maupun kekurangannya. 4. Keadilan. Keadilan di dalam pelayanan dan riset kesehatan digambarkan sebagai kesamaan hak bagi pasien-pasien dengan kondisi yang sama. Di dalam informed consent, penjelasan bagi pasien harus diberikan sampai dengan pengobatan yang mungkin saja tidak terjangkau atau tidak dilindungi pihak asuransinya3,4. 5. Harga Diri. Pasien, dan dokter mempunyai hak atas harga dirinya5. 6. Kebenaran dan Kejujuran. Kebenaran dan kejujuran adalah suatu keharusan di dalam hubungan dokter pasien / subyek. Informed consent diberikan oleh pasien / subyek berdasarkan informasi yang benar dan jujur5.

TOPIK INFORMED CONSENT DALAM PENGAJARAN6 James Sabin melakukan pengajaran topik Medical Ethics (Informed Consent) dalam bentuk seminar. Setelah peserta didik membaca buku pegangan ³Principles of Biomedical Ethics´ (Beauchamp and Childress) dan ³The Learning Curve´ (Atul Gawande) di majalah New Yorker, peserta didik diminta membuat tulisan mengenai topik ini. Selanjutnya dilakukan diskusi dengan topik kasus-kasus khusus. Salah satu kasus yang dibicarakan adalah kasus dengan mahasiswa kedokteran yang diminta oleh chief residence untuk mengambil darah arteri dari lengan seorang pasien. Tindakan ini akan menimbulkan rasa sakit. Si mahasiswa mempunya hubungan yang beik dengan pasien yang berusia 64 tahun ini. Pertanyaannya adalah ± apa yang wajib disampaikan kepada pasien dalam hubungannya dengan informed consent tindakan ini?

Informasi agar pasien mengerti tindakan yang akan diambil, dasar-dasar ilmiah di belakang tindakan itu, risiko dan manfaatnya dibicarakan. Apakah pasien harus tahu bahwa yang akan mengambil darah adalah seorang mahasiswa? Jawabannya: iya. Pertanyaan selanjutnya adalah: apakah pasien harus diberitahu bahwa ³ini adalah kali pertama saya akan melakukan tindakan ini´? pengajaran dilakukan dengan role-playing, dengan si pengajar sebagai obyek pemeriksaan. Seminar dan role-playing adalah cara yang baik untuk memperkenalkan berbagai aspek dari bioetika, termasuk di dalamnya informed consent. Dalam hal masalah di atas, para peserta didik akhirnya mengemukakan beberapa ide yang baik. Rumah sakit tempat mereka bekerja harus mempunyai kebijakan yang jelas dalam melatih mahasiswa melakukan tindakan. Pada saat akan melakukan tindakan, si mahasiswa akan menyatakan:´Saya seorang mahasiswa, bekerja dengan dokter X. Saya belum pernah melakukan tindakan ini, tetapi saya sudah dilatih untuk melakukannya. Dokter X akan berada disini juga untuk meyakinkan bahwa segalanya berjalan sesuai rencana. Apakah Bapak setuju?" Menarik sekali cara interaksi dosen-mahasiswa ini dalam mengungkap berbagai segi informed consent. 1. 1. Patient Physician Relationship Topics: Informed Consent. AMA web-site: http://www.amaassn.org/ama/pub/physician-resources/legal-topics/patient-physician-relationshiptopics/informed-consent.shtm 2. 2. Cherry K. What is Informed Consent? http://psychology.about.com/od/iindex/g/def_informedcon.htm 3. 3. Faden, RR, Beauchamp, TL. Foundations in Moral Theory p.3-14. In: A History and Theory of Informed Consent. Oxford University Press. 1986. 4. 4. Principles of Bioethics. In the website: Ethics in Medicine. University of Washington School of Medicine. http://depts.washington.edu/bioethx/tools/princpl.html 5. 5. Walter, Klein eds. The Story of Bioethics: From seminal works to contemporary explorations. Cited by Medical Ethics http://en.wikipedia.org/wiki/Medical_ethics 6. 6. Sabin J. Teaching Medical Ethics (Informed Consent). Health Care Organizational Ethics. 2008 http://healthcareorganizationalethics.blogspot.com/2008/02/teaching-medical-ethicsinformed.html

Aswin W. Sastrowardoyo _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !

gitahafas Moderator

Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30

Subject: Re: Informed Consent Mon May 03, 2010 6:32 am Powered by Blogger 25 January 2007 INFORMED CONSENT Hak-Hak Pasien dalam Menyatakan Persetujuan Rencana Tindakan Medis dr. Rano Indradi S, M.Kes (Health Information Management Consultant) Seorang pasien memiliki hak dan kewajiban yang layak untuk dipahaminya selama dalam proses pelayanan kesehatan. Ada 3 hal yang menjadi hak mendasar dalam hal ini yaitu hal untuk mendapatkan pelayanan kesehatan (the right to health care), hak untuk mendapatkan informasi (the right to information), dan hak untuk ikut menentukan (the right to determination). Dalam artikel ini akan dipaparkan pelaksanaan dari 3 hak mendasar tersebut berkaitan dengan proses pengisian formulir pernyataan menyetujui terhadap suatu rencana tindakan medis. Proses untuk menyatakan setuju ini disebut dengan Informed Consent. Hak dan kewajiban yang lain dari seorang pasien akan dipaparkan dalam artikel yang lain. Seorang pasien yang sedang dalam pengobatan atau perawatan disuatu sarana pelayanan kesehatan (saryankes) seringkali harus menjalani suatu tindakan medis baik untuk menyembuhan (terapeutik) maupun untuk menunjang proses pencarian penyebab penyakitnya (diagnostik). Pasien yang mengalami radang dan infeksi pada usus buntunya sehingga perlu dipotong melalui operasi, maka operasi ini termasuk tindakan medis terapeutik. Pada kasus penyakit lain, kadangkadang dokter yang merawat perlu melakukan tindakan medis diagnostik, misalnya biopsi, pemeriksaan radiologi khusus, atau pengambilan cairan tubuh untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memperjelas penyebab penyakit. Hak atas informasi Sebelum melakukan tindakan medis tersebut, dokter seharusnya akan meminta persetujuan dari pasien. Untuk jenis tindakan medis ringan, persetujuan dari pasien dapat diwujudkan secara lisan atau bahkan hanya dengan gerakan tubuh yang menunjukkan bahwa pasien setuju, misalnya mengangguk. Untuk tindakan medis yang lebih besar atau beresiko, persetujuan ini diwujudkan dengan menandatangani formulir persetujuan tindakan medis. Dalam proses ini, pasien

baik setuju maupun tidak setuju. tekanan kejiwaan. Pasien yang masih dibawah batas umur ini tapi sudah menikah termasuk kriteria pasien sudah dewasa. atau paman/bibinya. atau terganggu kesadarannya karena pengaruh obat. tapi dalam keadaan tidak sadar atau kehilangan akal sehat. Namun apabila pasien tersebut tidak memenuhi 3 kriteria tersebut diatas maka dia tidak berhak untuk menentukan dan menyatakan persetujuannya terhadap rencana tindakan medis yang akan dilakukan kepada dirinya. Pasien berhak meminta pendapat atau penjelasan dari dokter lain untuk memperjelas atau membandingkan informasi tentang rencana tindakan medis yang akan dialaminya. dan tanpa tekanan. atau orang lainnya. yaitu : Pasien berhak mendapat informasi yang cukup mengenai rencana tindakan medis yang akan dialaminya. anaknya. Berarti. Jadi yang paling berhak untuk menentukan dan memberikan pernyataan persetujuan terhadap rencana tindakan medis adalah pasien itu sendiri. tidak memihak. pasien harus bisa diajak berkomunikasi secara wajar dan lancar. termasuk keuntungan dan kerugian dari masing-masing alternatif tersebut Pasien berhak bertanya tentang hal-hal seputar rencana tindakan medis yang akan diterimanya tersebut apabila informasi yang diberikan dirasakan masih belum jelas.sebenarnya memiliki beberapa hak sebelum menyatakan persetujuannya. atau hal lain. Kriteria pasien yang berhak Tidak semua pasien boleh memberikan pernyataan. apabila dia memenuhi 3 kriteria diatas. maka suami/istrinya merupakan yang paling berhak untuk menyatakan persetujuan bila memang dia . namun secara umum bisa digunakan batas 21 tahun. Pasien berhak menolak rencana tindakan medis tersebut Semua informasi diatas sudah harus diterima pasien SEBELUM rencana tindakan medis dilaksanakan. koma. Misalnya pasien masih anak-anak. Setelah menerima semua informasi tersebut. Masih terdapat perbedaan pendapat pakar tentang batas usia dewasa. Pemberian informasi ini selayaknya bersifat obyektif. Informasi ini akan diberikan oleh dokter yang akan melakukan tindakan atau petugas medis lain yang diberi wewenang. Bila pasien sudah menikah. pasien seharusnya diberi waktu untuk berfikir dan mempertimbangkan keputusannya. Hal ini mengandung pengertian bahwa pasien tidak sedang pingsan. maka yang berhak memberikan persetujuan adalah orang tuanya. yaitu : Pasien tersebut sudah dewasa. maka hak pasien akan diwakili oleh wali keluarga atau wali hukumnya. Dalam hal seperti ini. suami/istrinya. Pasien dalam keadaan sadar. bukan orang tuanya. atau urutan wali lainnya yang sah. Syarat seorang pasien yang boleh memberikan pernyatan. Pasien dalam keadaan sehat akal. Informasi ini meliputi : * Bentuk tindakan medis * Prosedur pelaksanaannya * Tujuan dan keuntungan dari pelaksanaannya * Resiko dan efek samping dari pelaksanaannya * Resiko / kerugian apabila rencana tindakan medis itu tidak dilakukan * Alternatif lain sebagai pengganti rencana tindakan medis itu.

atau bentuk kesalahan lain yang timbul dalam pelaksanaan tindakan medis itu tetap bisa menyebabkan pasien merasa tidak puas dan berpotensi untuk mengajukan tuntutan hukum. Setiap kelalaian. Setelah masa kritis terlewati dan pasien sudah bisa berkomunikasi.setuju.o0o ----posted by RanoCenter | 12:30 PM _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. maka pernyataan persetujuan terhadap rencana tindakan medisnya harus melibatkan persetujuan suami/istri pasien tersebut apabila suami/istrinya ada atau bisa dihubungi untuk keperluan ini. Dalam hal ini. Beberapa jenis tindakan medis tersebut misalnya tindakan terhadap organ reproduksi. Hak suami/istri pasien Untuk beberapa jenis tindakan medis yang berkaitan dengan kehidupan berpasangan sebagai suami-istri. Dalam keadaan gawat darurat Proses pemberian informasi dan permintaan persetujuan rencana tindakan medis ini bisa saja tidak dilaksanakan oleh dokter apabila situasi pasien tersebut dalam kondisi gawat darurat. maka pasien berhak untuk mendapat informasi lengkap tentang tindakan medis yang sudah dialaminya tersebut. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator . Dalam kondisi ini. tentu saja suami/istrinya tersebut harus juga memenuhi kriteria ³dalam keadaan sadar dan sehat akal´. KB. dan tindakan medis yang bisa berpengaruh terhadap kemampuan seksual atau reproduksi dari pasien tersebut. Prosedur penyelamatan nyawa ini tetap harus dilakukan sesuai dengan standar pelayanan / prosedur medis yang berlaku disertai profesionalisme yang dijunjung tinggi. ----. apalagi menyatakan bahwa pasien TIDAK AKAN menuntut apapun kerugian yang timbul. dokter akan mendahulukan tindakan untuk penyelamatan nyawa pasien. Pelaksanaan tindakan medis itu sendiri tetap harus sesuai dengan standar proferi kedokteran. Tidak berarti kebal hukum Pelaksanaan informed consent ini semata-mata menyatakan bahwa pasien (dan/atau walinya yang sah) telah menyetujui rencana tindakan medis yang akan dilakukan. Namun tidak berarti bahwa pasien bersedia menerima APAPUN resiko dan kerugian yang akan timbul. Informed consent tidak menjadikan dokter kebal terhadap hukum atas kejadian yang disebabkan karena kelalaiannya dalam melaksanakan tindakan medis. kecelakaan. Informed consent memang menyatakan bahwa pasien sudah paham dan siap menerima resiko sesuai dengan yang telah diinformasikan sebelumnya.

This procedure.. Next. The flap then is opened like the page of a book to expose tissue just below the cornea's surface. like all surgery. tanpa jahitan. which may become known later. You could continue wearing contact lenses or glasses and have adequate visual acuity. flap dikembalikan ke posisi semula. the excimer laser is used to remove ultra-thin layers from the cornea to reshape it to reduce nearsightedness. the microkeratome is used to shave the cornea to create a flap. without sutures. In LASIK. Informasi ini disediakan untuk Anda sehingga Anda dapat membuat keputusan informasi tentang penggunaan perangkat yang dikenal sebagai sebuah microkeratome. to perform LASIK. Dalam LASIK.. should this happen in your case. complications and side effects may occur. Finally. menyajikan beberapa risiko. many of which are listed below. Anda bisa melanjutkan memakai lensa kontak atau kacamata dan memiliki ketajaman visual yang memadai. LASIK merupakan salah satu dari sejumlah alternatif untuk mengoreksi rabun jauh. flap kemudian dibuka seperti halaman buku untuk mengekspos jaringan hanya kornea yang di bawah ini. dikombinasikan dengan penggunaan perangkat yang dikenal sebagai laser excimer. Prosedur ini. . harus Anda juga memahami bahwa mungkin ada risiko lain yang tidak diketahui akan ke dokter. 2010 6:47 am CONTOH INFORMED CONSENT FOR LASER IN-SITU KERATOMILEUSIS (LASIK) Informed consent UNTUK LASER IN-SITU Keratomileusis (LASIK) INTRODUCTION PENDAHULUAN This information is being provided to you so that you can make an informed decision about the use of a device known as a microkeratome. the result might be affected even to the extent of making your vision worse. Akhirnya. microkeratome digunakan untuk mencukur kornea untuk membuat penutup permukaan tersebut. LASIK merupakan prosedur elektif: Tidak ada kondisi darurat atau alasan lain yang memerlukan atau tuntutan bahwa Anda telah itu dilakukan. LASIK is one of a number of alternatives for correcting nearsightedness. farsightedness and astigmatism. You should also understand that there may be other risks not known to your doctor. seperti operasi semua. the flap is returned to its original position. rabun dekat dan Silindris. combined with the use of a device known as an excimer laser. presents some risks. untuk melakukan LASIK. Despite the best of care. Berikutnya laser excimer digunakan untuk menghapus-lapisan ultra tipis dari kornea untuk membentuk kembali itu untuk mengurangi rabun. yang bisa menjadi dikenal kemudian Meskipun yang terbaik dari perawatan.Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Mon May 03. banyak yang tercantum di bawah ini. LASIK is an elective procedure: There is no emergency condition or other reason that requires or demands that you have it performed.

Saya memahami bahwa penyembuhan tidak teratur flap . and very rarely could be lost. sebuah bagian seluruh kornea pusat dapat dipotong. PATIENT CONSENT PASIEN Consent In giving my permission for LASIK. ada metode lain untuk mengoreksi rabun jauh Anda. I understand that the microkeratome or the excimer laser could malfunction. requiring the procedure to be stopped before completion. dan lain prosedur bedah refraksi. sesuai dengan metode prosedur Alk. It is also possible that the flap incision could result in an incomplete flap. kacamata lensa kontak. saya mengerti hal berikut:-risiko jangka panjang dan dampak LASIK tidak diketahui. instead of making a flap. This would mean that glasses or contact lenses may not correct my vision to the level possible before undergoing LASIK. alih-alih membuat flap. there are other methods of correcting your nearsightedness. dan sangat jarang bisa hilang. Alternatif-alternatif ini. Hal ini juga kemungkinan bahwa insisi flap bisa mengakibatkan flap tidak lengkap. hasilnya mungkin akan terpengaruh bahkan sampai membuat visi Anda lebih parah. Jika diawetkan. I understand that irregular healing of the flap could result in a distorted cornea.komplikasi dan efek samping mungkin terjadi. contact lenses and other refractive surgical procedures. If this happens. a partial or complete corneal transplant might be necessary to repair the cornea. this may or may not be accompanied by visual loss. Jika Anda memutuskan untuk tidak memiliki LASIK. I understand that. hal ini mungkin atau mungkin tidak disertai dengan kehilangan penglihatan. using sutures. Dalam memberikan izin saya untuk LASIK. Jika hal ini terjadi. I understand that the following risks are associated with the procedure: Saya memahami bahwa risiko berikut terkait dengan prosedur: VISION THREATENING COMPLICATIONS VISI mengancam KOMPLIKASI 1. farsightedness or astigmatism. membutuhkan prosedur harus dihentikan sebelum selesai. Saya mengerti bahwa. an entire portion of the central cornea could be cut off. If preserved. I understand the following: The long-term risks and effects of LASIK are unknown. among others. menggunakan jahitan. eyeglasses. Saya mengerti bahwa microkeratome atau laser excimer bisa kerusakan. 2. antara lain. kemungkinan bahwa bagian laser prosedur ini harus ditunda sampai kornea memiliki kesempatan untuk menyembuhkan cukup untuk mencoba membuat tutup lagi. dalam menggunakan microkeratome itu. harus ini terjadi dalam kasus Anda. in using the microkeratome. I have received no guarantee as to the success of my particular case. atau flap yang terlalu tipis. saya memahami bahwa dokter akan menempatkan jaringan ini kembali pada mata setelah perawatan laser. or a flap that is too thin. These alternatives include. Saya telah menerima jaminan untuk keberhasilan kasus tertentu saya. Depending on the type of malfunction. I understand that my doctor would put this tissue back on the eye after the laser treatment. rabun dekat atau astigmatisme. it is likely that the laser part of the procedure will have to be postponed until the cornea has a chance to heal sufficiently to try to create the flap again. ALTERNATIVES TO LASIK ALTERNATIVES UNTUK LASIK If you decide not to have LASIK. Tergantung pada jenis kerusakan. according to the ALK procedure method. 3. If this distortion in vision is severe.

Saya memahami bahwa adalah mungkin suatu perforasi kornea yang dapat terjadi. Ini bisa juga disebabkan oleh infeksi mata eksternal atau internal yang tidak dapat dikontrol dengan antibiotik atau sarana lainnya . this condition can develop in patients who have normal preoperative topography (a map of the cornea obtained before surgery) and pachymetry (corneal thickness measurement) . corneal thinning (ectasia). appearance of ³floaters´ and retinal detachment. including loss of some or all of my vision. keratoconus berat mungkin perlu diobati dengan transplantasi kornea sementara keratoconus ringan dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. Severe keratoconus may need to be treated with a corneal transplant while mild keratoconus can be corrected by glasses or contact lenses. causing devastating complications. 6. Severe infection. Ini berarti bahwa kacamata lensa kontak atau mungkin saya tidak benar visi ke tingkat mungkin sebelum menjalani LASIK Jika ini distorsi dalam visi parah. . could lead to permanent scarring and loss of vision that may require corrective laser surgery or. Keratoconus adalah penyakit degeneratif yang mempengaruhi kornea visi yang terjadi pada sekitar 1 / 2000 pada populasi umum. even if successfully treated with antibiotics. kondisi ini dapat berkembang pada pasien yang memiliki topografi pra operasi normal (peta kornea diperoleh sebelum operasi) dan pachymetry (pengukuran ketebalan kornea). 5. Meskipun ada beberapa tes yang menyarankan pasien yang mungkin berisiko. jika sangat parah. Sejak keratoconus dapat terjadi dengan sendirinya.. I understand that I could develop keratoconus. if very severe. Saya mengerti ringan atau berat bahwa infeksi adalah ringan. Mild infection can usually be treated with antibiotics and usually does not lead to permanent visual loss. Saya memahami bahwa saya bisa mengembangkan keratoconus. This could also be caused by an internal or external eye infection that could not be controlled with antibiotics or other means. corneal swelling. 7. Rugi infeksi. 6. Mungkin bisa infeksi biasanya diobati dengan antibiotik dan biasanya tidak mengarah ke parah visual permanen. While there are several tests that suggest which patients might be at risk.bisa mengakibatkan kornea terdistorsi. I understand that it is possible a perforation of the cornea could occur. but are not limited to. 5. tidak ada tes mutlak yang akan memastikan pasien tidak akan mengembangkan visi keratoconus berikut koreksi laser. transplantasi kornea lengkap atau parsial mungkin diperlukan untuk memperbaiki kornea. I understand that other very rare complications threatening vision include. Keratoconus is a degenerative corneal disease affecting vision that occurs in approximately 1/2000 in the general population. corneal transplantation or even loss of the eye. 4. transplantasi kornea atau bahkan kehilangan mata.. bahkan jika berhasil diobati dengan antibiotik bisa menimbulkan jaringan parut permanen dan kehilangan visi bahwa mungkin memerlukan pembedahan laser perbaikan atau. menyebabkan komplikasi yang merusak. Since keratoconus may occur on its own. there is no absolute test that will ensure a patient will not develop keratoconus following laser vision correction. termasuk kehilangan sebagian atau semua visi saya. I understand that mild or severe infection is possible.

7. Gejala ini mungkin sementara atau. Aku mengerti sangat langka lainnya yang mengancam visi komplikasi termasuk tetapi tidak terbatas pada. 3. glare. total blindness. The exact cause of these visual problems is not currently known. 4. These symptoms may be temporary or. membuat saya menjadi rabun dekat atau rabun jauh atau meningkatkan Silindris saya dan bahwa ini bisa menjadi baik permanen atau bisa diobati. penampilan dari "floaters" dan ablasi retina. I understand that an overcorrection or undercorrection could occur. tetapi mereka mungkin juga permanen. Saya mengerti bahwa ada peningkatan risiko iritasi mata terkait dengan pengeringan permukaan kornea setelah prosedur LASIK. cahaya silau. however.hemorrhage. dan mungkin memerlukan aplikasi yang sering air mata buatan dan / atau penutupan bukaan saluran air mata di kelopak mata. permanen. kornea bengkak. venous and arterial blockage. After refractive surgery. I understand that there is an increased risk of eye irritation related to drying of the corneal surface following the LASIK procedure. dan penyumbatan arteri vena. For most patients. and may require frequent application of artificial tears and/or closure of the tear duct openings in the eyelid. Saya mengerti bahwa ada peningkatan sensitivitas terhadap cahaya. I understand that my vision may not seem as sharp at night as during the day and that I may need to wear glasses at night or take eye drops. a ³starbursting´ or halo effect around lights. cataract formation. pada kesempatan langka. I understand that it is not possible to predict whether I will experience these night vision or low light problems. kebutaan total. Saya memahami bahwa overcorrection atau undercorrection dapat terjadi.. and even loss of my eye. For some patients. permanent. and fluctuations in the sharpness of vision. Saya memahami sebuah overcorrection atau undercorrection lebih mungkin pada orang berusia lebih dari 40 tahun dan dapat memerlukan penggunaan kacamata untuk membaca visi atau untuk jarak beberapa atau semua waktu. NON-VISION THREATENING SIDE EFFECTS VISI NON-EFEK SAMPING mengancam 1. dan bahkan hilangnya mata saya. 2. but they may also be permanent. penipisan kornea (ektasia). on rare occasions. and that I may permanently lose the ability to drive at night or function in dim . Saya memahami kondisi ini biasanya terjadi selama periode stabilisasi normal dari satu sampai tiga bulan. causing me to become farsighted or nearsighted or increase my astigmatism and that this could be either permanent or treatable. dan fluktuasi ketajaman penglihatan. I understand that there may be increased sensitivity to light. a certain number of patients experience glare. some ophthalmologists theorize that the risk may be increased in patients with large pupils or high degrees of correction. I understand an overcorrection or undercorrection is more likely in people over the age of 40 years and may require the use of glasses for reading or for distance vision some or all of the time. or other low-light vision problems that may interfere with the ability to drive at night or see well in dim light. this is a temporary condition that diminishes with time or is correctable by wearing glasses at night or taking eye drops. pembentukan katarak. these visual problems are permanent. perdarahan. I understand these conditions usually occur during the normal stabilization period of from one to three months.

mata mungkin lebih rapuh terhadap trauma dari dampak. Saya memahami bahwa diperlakukan mata. I understand that there may be a ³balance´ problem between my two eyes after LASIK has been performed on one eye. This phenomenon is called anisometropia. sejumlah pasien mengalami silau. Saya memahami bahwa mata pertama saya mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh daripada biasanya. such as more laser treatment or the use of glasses or contact lenses. I understand that. Saya memahami bahwa saya tidak harus drive kecuali visi saya adalah memadai. Saya memahami bahwa. I understand it would be advisable for me to wear protective eyewear when engaging in sports or other activities in which the possibility of a ball. atau masalah visi-cahaya rendah lain yang dapat mengganggu kemampuan untuk mengemudi pada malam hari atau melihat dengan baik dalam cahaya redup. seperti laser lebih atau penggunaan kacamata atau lensa kontak. visual masalah ini tetap saya memahami bahwa visi saya mungkin tidak setajam pada malam hari saat siang hari dan bahwa saya mungkin harus memakai kacamata pada malam hari atau mengambil tetes mata. tetapi tidak yang lain. beberapa dokter mata berteori bahwa risiko dapat ditingkatkan pada pasien dengan pupil besar atau derajat yang tinggi koreksi. 7. but not the other. Untuk beberapa pasien. the eye may be more fragile to trauma from impact. 6. seperti bekas luka. ini adalah kondisi sementara yang berkurang dengan waktu atau diperbaiki dengan memakai kacamata pada malam hari atau mengambil tetes mata. 5. Saya memahami bahwa tidak mungkin untuk memprediksi apakah saya akan mengalami visi ini malam atau masalah cahaya rendah. fist. setelah LASIK. memperpanjang waktu saya dapat pengalaman anisometropia. or other traumatizing object contacting the eye may be high.light because of them. Fenomena ini disebut anisometropia. agak lebih rentan terhadap semua varietas dari cedera. at least for the first year following LASIK. projectile. I understand that the treated eye. as with any scar. I understand that I should not drive unless my vision is adequate. Saya mengerti bahwa saya tidak mungkin mendapatkan koreksi penuh dari prosedur LASIK saya dan ini mungkin memerlukan prosedur tambahan di masa depan. dan bahwa aku secara permanen mungkin kehilangan kemampuan mengemudi di malam hari atau fungsi di lampu redup karena mereka. Penyebab tepat masalah-masalah visual saat ini tidak diketahui. Evidence has shown that. Bukti menunjukkan bahwa. sebuah "starbursting" atau efek halo sekitar lampu. after LASIK. is somewhat more vulnerable to all varieties of injuries. Bagi sebagian besar pasien. Aku mengerti ini akan menyebabkan kelelahan mata dan membuat jarak atau kedalaman menilai persepsi lebih sulit .. prolonging the time I could experience anisometropia. therefore. I understand this would cause eyestrain and make judging distance or depth perception more difficult. I understand that my first eye may take longer to heal than is usual. Setelah operasi bias. karena itu. I understand that I may not get a full correction from my LASIK procedure and this may require future enhancement procedures. the corneal incision will not be as strong as the cornea originally was at that site. setidaknya untuk tahun . namun. irisan kornea tidak akan sekuat kornea awalnya ada di situs tersebut. elbow. Saya memahami bahwa mungkin ada saldo "" masalah antara dua mata setelah LASIK telah dilakukan pada satu mata.

Aku mengerti itu akan dianjurkan bagi saya untuk memakai pelindung mata ketika melakukan olahraga atau kegiatan lain yang kemungkinan bola. I understand that there is a natural tendency of the eyelids to droop with age and that eye surgery may hasten this process. 13. 10. I understand that the correction that I can expect to gain from LASIK may not be perfect. I understand that temporary glasses either for distance or reading may be necessary while healing occurs and that more than one pair of glasses may be needed. and that my vision may go partially back to a level that may require glasses or contact lens use to see clearly. Saya memahami bahwa ada kecenderungan alamiah dari kelopak mata untuk menunduk dengan usia dan bahwa operasi mata dapat segera proses ini. Saya memahami bahwa ketajaman visual pada awalnya saya peroleh dari LASIK bisa regresi. dalam semua keadaan. setiap saat. 12. . I understand that there may be pain or a foreign body sensation. Saya memahami bahwa gelas sementara baik untuk jarak jauh atau mungkin perlu membaca sementara penyembuhan terjadi dan lebih dari satu kacamata mungkin diperlukan. particularly during the first 48 hours after surgery. atau benda lainnya menghubungi trauma mata mungkin tinggi. tangan. siku. Saya mengerti bahwa koreksi yang dapat saya harapkan untuk memperoleh dari LASIK mungkin tidak sempurna. I understand I may need glasses to refine my vision for some purposes requiring fine detailed vision after some point in my life. dan bahwa visi saya mungkin pergi sebagian kembali ke tingkat yang mungkin memerlukan kacamata atau lensa kontak digunakan untuk melihat dengan jelas. Aku mengerti bahwa tidak realistis untuk mengharapkan bahwa prosedur ini akan menghasilkan visi yang sempurna. I understand that it is not realistic to expect that this procedure will result in perfect vision. selama sisa hidupku . dan bahwa hal ini mungkin terjadi segera setelah operasi atau tahun kemudian. 9. under all circumstances. 11. 8. terutama selama 48 jam pertama setelah operasi. Saya mengerti bahwa efek jangka panjang LASIK tidak diketahui dan yang tak terduga komplikasi atau efek samping yang mungkin terjadi. for the rest of my life.pertama setelah LASIK. Saya mengerti bahwa mungkin ada rasa sakit atau sensasi benda asing. proyektil. at all times. Saya mengerti saya mungkin perlu kacamata untuk memperbaiki visi saya untuk beberapa tujuan yang membutuhkan visi rinci baikbaik saja setelah beberapa titik dalam hidup saya. I understand that the long-term effects of LASIK are unknown and that unforeseen complications or side effects could possibly occur. I understand that visual acuity I initially gain from LASIK could regress. and that this might occur soon after surgery or years later.

daftar komplikasi dalam bentuk ini tidak mungkin lengkap. incurring greater risk. Sebuah penilaian dan konsultasi akan diadakan dengan dokter bedah di mana waktu manfaat dan risiko dari operasi perangkat tambahan akan dibahas. obat reaksi. atau faktor lainnya yang mungkin melibatkan bagian lain dari tubuh saya. ada umumnya tidak perlu membuat lagi dipotong dengan microkeratome itu. I understand that. ada kemungkinan komplikasi karena anestesi. Karena itu. 16. 17. Saya memahami bahwa saya dapat diberikan obat-obatan dalam hubungannya dengan prosedur dan bahwa mata saya mungkin ditambal sesudahnya. I therefore. After 6 months of healing. If there is inadequate tissue. there must be adequate tissue remaining. there is a possibility of complications due to anesthesia. a new LASIK incision may be required. Bahkan 90% kejelasan visi masih sedikit buram operasi. In order to perform an enhancement surgery. It is possible that dependence on reading glasses may increase or that reading glasses may be required at an earlier age if I have this surgery. the list of complications in this form may not be complete. The original flap can usually be lifted with specialized techniques. there generally is no need to make another cut with the microkeratome. I understand that I may be given medication in conjunction with the procedure and that my eye may be patched afterward.14. An assessment and consultation will be held with the surgeon at which time the benefits and risks of an enhancement surgery will be discussed. Enhancement surgeries can be performed when vision is stable UNLESS it is unwise or unsafe. Hal ini dimungkinkan bahwa ketergantungan pada kacamata baca dapat meningkat atau kacamata baca yang mungkin diperlukan pada usia lebih dini jika saya menjalani operasi ini. understand that I must not drive the day of surgery and not until I am certain that my vision is adequate for driving. sayatan LASIK baru mungkin diperlukan yang lebih besar menimbulkan risiko. drug reactions. since it is impossible to state every complication that may occur as a result of any surgery. I understand that if I currently need reading glasses. 15. saya masih akan mungkin perlu kacamata baca setelah perawatan ini. Saya memahami bahwa. Jika perangkat tambahan tersebut dilakukan dalam enam bulan pertama setelah operasi. or other factors that may involve other parts of my body. tidak mungkin untuk melakukan perangkat tambahan. I understand that. Jika ada jaringan yang tidak memadai. Peningkatan dapat dilakukan ketika visi KECUALI stabil itu tidak bijaksana atau tidak aman. seperti halnya dengan semua jenis operasi. Saya memahami bahwa. . Saya memahami bahwa jika saya saat ini membutuhkan kacamata baca.. mengerti bahwa saya tidak harus drive hari operasi dan tidak sampai saya yakin bahwa visi saya adalah cukup untuk berkendara. harus ada sisa jaringan yang cukup. Asli dapat flap biasanya diangkat khusus dengan teknik Setelah 6 bulan penyembuhan. If the enhancement is performed within the first six months following surgery. as with all types of surgery. it may not be possible to perform an enhancement. Dalam rangka untuk melakukan operasi tambahan. I will still likely need reading glasses after this treatment. Even 90% clarity of vision is still slightly blurry. karena tidak mungkin untuk menyatakan setiap komplikasi yang mungkin terjadi sebagai hasil dari operasi apapun.

My ophthalmologist has answered all my questions to my satisfaction. kecuali aku memberi izin tertulis selanjutnya agar bisa diungkapkan di luar kantor saya yang dokter mata atau pusat di mana prosedur LASIK saya akan dilakukan. penelitian. or training of other health care professionals. unless I give subsequent written permission for it to be disclosed outside my ophthalmologist's office or the center where my LASIK procedure will be performed. Saya memberi izin untuk dokter mata saya untuk merekam video atau peralatan fotografi prosedur saya. PATIENT'S STATEMENT OF ACCEPTANCE AND UNDERSTANDING PASIEN'S LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGERTIAN The details of the procedure known as LASIK have been presented to me in detail in this document and explained to me by my ophthalmologist. Saya. research. untuk tujuan pendidikan. I also give my permission for my ophthalmologist to use data about my procedure and subsequent treatment to further understand LASIK. atau pelatihan dari para profesional perawatan kesehatan lainnya untuk. for purposes of education. Dokter mata telah menjawab semua pertanyaan saya saya untuk kepuasan Karena itu saya setuju untuk operasi LASIK pada: _________ Right eye ___________ Left eye _________ Both eyes _________ ___________ Mata kanan mata Waktu _________ Kedua mata I give permission for my ophthalmologist to record on video or photographic equipment my procedure.FOR PRESBYOPIC PATIENTS (those requiring a separate prescription for reading): The option of monovision has been discussed with my ophthalmologist. . gambargambar Patient Name Date Witness Name Date Nama Pasien Tanggal Tanggal Nama Saksi I have been offered a copy of this consent form (please initial) _____ Saya telah menawarkan salinan formulir persetujuan (mohon awal) _____ _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. I therefore consent to LASIK surgery on: Rincian prosedur yang dikenal sebagai LASIK telah disajikan kepada saya secara rinci dalam dokumen ini dan menjelaskan kepada saya oleh dokter mata saya. I understand that my name will remain confidential. UNTUK PASIEN PRESBYOPIC (yang memerlukan resep terpisah untuk membaca): Opsi dari monovision telah didiskusikan dengan dokter mata saya. Saya memahami bahwa nama saya akan tetap rahasia. Saya juga memberikan saya izin untuk dokter mata untuk menggunakan data saya tentang prosedur selanjutnya dan perawatan lebih lanjut LASIK mengerti.

If the cataract changes vision so much that it interferes with your daily life. kerugian Anda visi dari katarak akan terus memburuk. Cataracts may cause blurred vision. dulled vision. atau jika Anda telah mengambil obat yang dikenal sebagai steroid Katarak dapat menyebabkan penglihatan kabur.Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Mon May 03. and/or ghost images. katarak mungkin perlu dihapus. Most people .. the cataract may need to be removed. from an eye injury. sensitivitas terhadap cahaya dan silau. You can decide not to have the cataract removed. Surgery is the only way to remove a cataract. During the surgery. such as glaucoma. tumpul visi. your vision loss from the cataract will continue to get worse. kondisi yang dikenal sebagai katarak. sensitivity to light and glare. dari mata luka. Anda dapat memutuskan untuk tidak memiliki katarak dihapus. Cataracts can develop from normal aging. the ophthalmologist (eye surgeon) removes the cataract and puts in a new artificial lens called an intraocular lens or IOL. diabetes. Jika perubahan katarak visi begitu banyak sehingga mengganggu sehari-hari Anda dengan kehidupan. dan / atau gambar hantu untuk. 2010 6:51 am CONTOH Informed consent UNTUK operasi katarak WHAT IS A CATARACT AND HOW IS IT TREATED? APA DAN BAGAIMANA katarak DIKERJAKAN IS IT? The lens in the eye can become cloudy and hard. Jika Anda tidak memiliki operasi. Pembedahan merupakan satu-satunya cara untuk menghilangkan katarak. Cataract surgery will not correct other causes of decreased vision. a condition known as a cataract. Lensa mata dapat menjadi mendung dan keras. If you don't have the surgery. or if you have taken medications known as steroids. Katarak dapat mengembangkan normal dari penuaan. or age-related macular degeneration. HOW WILL REMOVING THE CATARACT AFFECT MY VISION? CARA MENGHILANGKAN AKAN katarak mempengaruhi VISI SAYA? The goal of cataract surgery is to correct the decreased vision that was caused by the cataract.

. Ada IOLs tersedia untuk mengobati rabun jauh (miopia). atau sebagai prosedur terpisah ). which can be done at the same time as the cataract operation. dan operasi refraksi (LASIK atau PRK). You can also have one eye corrected for near vision. and the other for distance vision. sebuah monovision disebut pilihan.. Ada juga sebuah prosedur yang disebut irisan santai limbal (LRI).dapat Anda juga memiliki satu mata dikoreksi dekat untuk visi dan lain untuk visi jarak. A limbal relaxing incision (LRI) is a small cut or incision the ophthalmologist makes into your cornea to make its shape rounder. Silindris dapat dikurangi dengan kacamata. lensa kontak. Hal ini dapat membuat kabur visi Anda. dokter mata Anda akan membantu Anda memutuskan jenis IOL yang akan menggantikan lensa berawan Anda. intermediate. There are IOLs available to treat nearsightedness (myopia). rabun dekat (hyperopia) dan astigmatisme.or under-correction. instead of being round like a basketball. Some newer IOLs can provide for near. diabetes. Selain IOLs toric. or as a separate procedure. Silindris disebabkan oleh tidak teratur berbentuk sebuah kornea bukannya bulat seperti bola basket. This can make your vision blurry. Setiap upaya pengurangan Silindris bisa mengakibatkan over-atau-koreksi di bawah. An. IOLs yang memperlakukan Silindris disebut IOLs toric. farsightedness (hyperopia). in which case glasses. WHAT TYPES OF IOLs ARE AVAILABLE? JENIS APA YANG TERSEDIA IOLs? Your ophthalmologist will help you decide on the type of IOL that will replace your cloudy lens. Pasien dengan rabun jauh dan rabun dekat sering juga memiliki Silindris. the cornea is shaped like a football. contact lenses. and distance vision: these multiple focus lenses are called multifocal IOLs. There is also a procedure called a limbal relaxing incision (LRI). a choice called monovision. IOLs biasanya memberikan jarak dekat atau visi baik: ini fokus lensa tunggal disebut IOLs monofocal. WHAT IS ASTIGMATISM? ARE THERE OTHER TREATMENTS FOR IT? APAKAH Silindris? ADA YANG LAIN UNTUK PENGOBATAN TI? Patients with nearsightedness and farsightedness often also have astigmatism. and refractive surgery (LASIK or PRK). An astigmatism is caused by an irregularly shaped cornea. yang dapat dilakukan pada waktu yang sama dengan operasi katarak. Katarak tidak akan benar penyebab lain dari visi menurun. contact lenses. and astigmatism. astigmatism can be reduced by glasses. menengah dan jarak visi: beberapa fokus lensa ini disebut IOLs multifocal. seperti glaukoma. dalam hal ini kacamata. In addition to toric IOLs. IOLs usually provide either near or distance vision: these single focus lenses are called monofocal IOLs.still need to wear glasses or contact lens after cataract surgery for either near and/or distance vision and astigmatism. dokter mata (ahli bedah mata) menghilangkan katarak dan menempatkan di lensa buatan baru yang disebut lensa intraokuler atau IOL operasi..baru Beberapa IOLs dapat menyediakan untuk dekat. santai limbal Sebuah insisi (LRI adalah irisan dipotong kecil atau dokter mata ke kornea membuat Anda untuk membuat bentuknya bulat. kornea berbentuk seperti bola. lensa kontak.. Kebanyakan orang masih harus memakai kacamata atau lensa kontak setelah operasi katarak baik untuk dekat dan / atau visi jarak dan Silindris. IOLs that treat astigmatism are called toric IOLs. atau degenerasi makula terkait usia. Selama operasi. Any attempt at astigmatism reduction could result in over. or another procedure may be needed. atau prosedur lain mungkin diperlukan. Tujuan dari operasi katarak adalah untuk memperbaiki visi mengalami penurunan yang disebabkan oleh katarak.

damage to the cornea. or pieces of the lens that cannot be removed. dan kelopak mata droopy.. gambar hantu. cedera. The major risks of a limbal relaxing incision are similar to those for cataract surgery. Depending upon your eye and the type of IOL. including cardiac and respiratory problems. you may have increased night glare or halos. under. or even loss of the eye in rare situations. Sebagai hasil dari operasi dan / atau anestesi. As a result of the surgery and/or anesthesia.WHAT ARE THE MAJOR RISKS OF CATARACT SURGERY? APA SAJA RISIKO MAYOR OF operasi katarak? All operations and procedures are risky and can result in unsuccessful results. Risiko utama dari sayatan santai limbal adalah sama dengan yang untuk operasi katarak . Anda mungkin telah meningkatkan silau malam atau halos. risiko lainnya yang mungkin. komplikasi dapat terjadi minggu. bawah atau over-koreksi dapat terjadi. blurry vision. mungkin Anda bahwa visi bisa dibuat lebih buruk Dalam beberapa kasus. high eye pressure. other risks are possible. komplikasi. complications. Anda mungkin perlu tambahan perawatan atau operasi untuk mengobati komplikasi pengobatan tambahan ini tidak termasuk dalam biaya untuk ini prosedur. There is no guarantee that cataract surgery or astigmatism reduction will improve your vision. a detached retina. Dokter mata tidak mungkin bisa diletakkan di IOL Anda memilih. and trouble driving at night. injury to parts of the eye and nearby structures from the anesthesia. cedera pada bagian mata dan struktur di dekatnya dari anestesi. in rare cases. operasi itu sendiri. but are not limited to bleeding. atau bahkan kematian. from both known and unknown causes. dan. months or even years later. complications may occur weeks. penglihatan ganda. and. Tidak ada jaminan bahwa pengurangan atau operasi katarak astigmatisme akan meningkatkan visi Anda. The ophthalmologist might not be able to put in the IOL you choose. Semua operasi dan prosedur yang berisiko dan dapat menyebabkan hasil tidak berhasil. and a droopy eyelid. dari kedua dikenal dan tidak diketahui penyebab. the operation itself. injury. Di samping itu. but also include loss of vision.or over-correction could occur. ini dan komplikasi lain dapat menyebabkan visi miskin. You may need additional treatment or surgery to treat these complications. or even death. impaired depth perception. sebuah retina terlepas. Utama Risiko operasi katarak termasuk tetapi tidak terbatas pada perdarahan. and scarring. termasuk masalah jantung dan pernafasan. atau bahkan hilangnya mata dalam situasi langka. IOL nanti mungkin perlu posisinya atau diganti. the IOL may later need to be repositioned or replaced.. dan jaringan parut. These and other complications may result in poor vision. ghost images. infection. In some cases. kehilangan penglihatan total. total loss of vision. tekanan mata tinggi. pandangan kabur. dalam kasus yang jarang terjadi. kematian. In addition. tetapi juga termasuk kehilangan penglihatan.. kerusakan kornea. Tergantung pada mata Anda dan jenis IOL. infeksi. dan kesulitan mengemudi di malam hari. it is possible that your vision could be made worse. bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian. atau potongan lensa yang tidak dapat dihapus. gangguan persepsi kedalaman. death. Depending upon the type of anesthesia. The major risks of cataract surgery include. double vision. This additional treatment is not included in the fee for this procedure. Tergantung pada jenis anestesi. .

and alternatives of cataract surgery.. Saya ingin memiliki operasi katarak dengan dua-powered IOLs implan yang berbeda untuk mencapai monovision. __________ Monofocal IOL/Glasses Option __________ IOL Monofocal / Glasses Opsi I wish to have a cataract operation with a monofocal IOL on my _______________ (state "right" or "left" eye) and wear glasses for _____________________ (state "near" or "distance") vision. that I have been offered a copy of this consent form. __________ Monovision with 2 IOLs Option (may still need glasses) __________ Monovision dengan 2 Opsi IOLs (masih mungkin perlu kacamata) I wish to have a cataract operation with two different-powered IOLs implanted to achieve monovision. bahwa saya telah menawarkan salinan formulir persetujuan. manfaat. dan bahwa Saya mengerti dan menerima risiko. I agree that my doctor has answered all of my questions. I have checked my choice for astigmatism correction and type of IOL. Dengan menandatangani di bawah ini. By signing below. Saya telah memeriksa pilihan saya untuk koreksi astigmatisme dan jenis IOL. Saya ingin saya memiliki ______________ (negara bagian "kanan" atau "kiri") mata mengoreksi jarak untuk visi saya ingin memiliki ___________ saya (negara bagian "kanan "atau" kiri ") mata dikoreksi untuk visi dekat. Saya memahami bahwa tidak mungkin bagi dokter untuk memberitahukan setiap komplikasi yang mungkin terjadi. I wish to have my ___________ (state "right" or "left") eye corrected for near vision. benefits. __________ Toric monofocal IOL/Glasses Option for Astigmatism Reduction __________ Toric IOL monofocal / Glasses Opsi untuk Astigmatisma Pengurangan I wish to have a cataract operation with a toric monofocal IOL on my _______________ (state . Saya ingin memiliki operasi katarak dengan IOL monofocal di _______________ saya (negara bagian "kanan" atau "kiri" mata) dan memakai kacamata untuk _____________________ (negara bagian "dekat" atau "jarak") visi. __________ Multifocal IOL Option (may still need glasses) __________ Multifocal IOL Opsi (masih mungkin perlu kacamata) I wish to have a cataract operation with a _____________________ multifocal IOL implant (state name of implant) on my _______________ (state "right" or "left") eye. dan alternatif tindakan operasi katarak. and that I understand and accept the risks. Saya ingin memiliki operasi katarak dengan implan IOL multifocal _____________________ (nama negara bagian implan) di _______________ saya (negara bagian "kanan" atau "kiri") mata.PATIENT'S ACCEPTANCE OF RISKS PASIEN'S PENERIMAAN RISIKO I understand that it is impossible for the doctor to inform me of every possible complication that may occur. I wish to have my ______________ (state "right" or "left") eye corrected for distance vision. saya setuju bahwa dokter telah menjawab semua pertanyaan saya.

Spencer B MD Gay. Wei-Shin Lai MD. Saya ingin memiliki operasi katarak dengan IOL monofocal _______________ toric pada saya (negara bagian "kanan" atau "kiri" mata) dan memakai kacamata untuk _____________________ (negara bagian "dekat" atau "jarak") visi. Program ini dimaksudkan sebagai tutorial diri bagi penduduk dan mahasiswa kedokteran untuk mempelajari unsur-unsur medis informed consent. 2010 8:05 am INFORMED CONSENT Kevin E MD Snyder. Department of Radiology Universitas Virginia Pusat Ilmu Kesehatan. Rebecca W JD Barat. Departemen Radiologi This program is intended as a self tutorial for residents and medical students to learn the elements of medical informed consent. University of Virginia Health Sciences Center. Ask what you can do for Iluni-FK'83 ! gitahafas Moderator Number of posts: 6209 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30 Subject: Re: Informed Consent Mon May 03. Patient (or person authorized to sign for patient) Date Pasien (atau orang yang berwenang untuk menandatangani untuk pasien) Tanggal _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you."right" or "left" eye) and wear glasses for _____________________ (state "near" or "distance") vision. Saya ingin memiliki prosedur ini dilakukan selain operasi katarak. __________ Limbal Relaxing Incision for Astigmatism Reduction (may still need glasses) __________ Limbal Relaxing Insisi untuk Astigmatisma Pengurangan (masih mungkin perlu kacamata) I wish to have a this procedure done in addition to the cataract operation. .

These parts include Express consent and Implied consent. In cases where treatments are planned in advance. Informed consent must be obtained by a health care provider who is reasonably involved with the patient's care. Written consent is also required for cases to be performed in the operating room by hospital policy that is mandated for JCAHO accreditation. Informed consent is necessary any time the physician is going to either touch the patient or perform an invasive procedure. The attending physician may delegate his or her responsibility to obtain informed consent to another health care provider. it is a good idea to have a second person on the telephone. or when the patient consents by direct words. Telephone consent is also acceptable. informed consent is valid for a reasonable period of time. if necessary. written or oral. the patient has the right to sue for medical malpractice. Their reasons may include religious grounds as well as any other personal grounds they choose. In other cases. however. The legal requirement to obtain informed consent rests with the attending physician. A medical student therefore may not obtain consent. this reasonable period of time consists of 30 days. In order for the patient to be presented with sufficient information to make an informed decision. in vitro fertilization or HIV testing. as they are not allowed to be responsible for patient care. Per JCAHO.nformed consent is a patient's right to be presented with sufficient information. These include discussion of the following: Implied consent is consent arising by inference from the patient's behavior. but written consent is suggested for the purpose of proof. In these cases. again for the purpose of proof. by either the physician or their representative. Informed consent may further be divided into two parts. such as chemotherapy. several elements must be included. even if you as physician consider their grounds to be frivolous or in poor judgment. If informed consent is not obtExpress consent is what is normally thought of by consent. Patients generally are recognized as having the right to refuse medical care for any reason. consent may be obtained for the treatments to be provided up to 6 months in advance. © 2001 by the Rector & Visitors of the University of Virginia . the law simply requires consent. ained. Legally. he or she remains responsible and liable if appropriate consent is not obtained. Virginia law requires written consent only in cases of breast biopsy. to allow the patient to make an informed decision regarding whether or not to consent to a treatment or procedure. This would include the act of the patient standing in line to receive a vaccination.

Latar belakang setiap orang berbeda. namun dokter atau dokter gigi tetap memberi kesempatan bila suatu saat pasien berubah pendapat. ternyata sangat penting. Dunia kedokteran tidak 2+2=4. atau bisa diberi penjelasan tambahan oleh asisten atau perawat dokter dan dokter gigi. kerugian maupun keuntungan dari alternatif perawatan dan pengobatan yang akan diberikan. akurat dan lengkap tahap demi tahap perawatan. atau µterlantar¶nya dokter atau dokter gigi karena harus menghadapi tuntutan hanya karena tidak mengkomunikasikan kemungkinan penyakit maka dibuatlah suatu surat perjanjian hitam di atas putih.bravehost. Oleh karena itu selain untuk menjaga kemungkinan µterlantar¶nya pasien oleh dokter atau dokter gigi yang mempunyai pasien banyak. langsung dari dokternya atau dari brosur yang dokter dan dokter gigi berikan. reaksi tubuh terhadap sesuatu berbeda. Kenapa hal ini begitu penting? Sebab tidak semua kejadian dalam pengobatan berlangsung exactly just the way we want to.Meski tidak semua pasien menghendaki penjelasan yang sejelas-jelasnya. Jadi manalah mungkin seorang dokter dan dokter gigi yang juga manusia dapat memenuhi dengan sempurna seluruh kriteria kasus yang ada. Seperti apakah surat inform consent itu? Intinya inform consent merupakan surat yang menyatakan bahwa pasien diberitahu perihal penyakit yang dideritanya. tapi langkah penjelasan untuk era saat ini justru diharuskan. sedangkan setiap orang sudah pasti having their own limit. penjelasan mengenai biaya yang harus dibayar dan pilihanpilihan lain yang memungkinkan untuk mengatasi penyakitnya. Ini yang disebut sebagai inform consent.Pertanyaan bisa diajukan untuk melengkapi hal-hal yang belum jelas. Jadi pada dasarnya semua pasien berhak mendapatkan penjelasan sejelas-jelasnya dari dokter dan dokter gigi yang merawat. Perawatan apa saja yang butuh inform consent? .Tidak ada kepastian dan garansi dalam dunia kedokteran karena setiap kasus bagaikan teori permutasi kombinasi.htm INFORMED CONSENT Informasi dalam lingkup medis. Bagi pasien yang menolak penjelasan bisa diminta untuk menandatangani surat penolakan penjelasan perawatan.http://dention. derajat pengobatan yang diberikan berbeda.com/INFORMED%20CONSENT. latar belakang kesehatan berbeda.

Kemudian ditanya. Contohnya dalam kedokteran gigi Perawatan Saluran Akar atau Pencabutan Gigi. biasanya melindungi seseorang dari sebuah tuntutan.Ada cerita. Kata pasien. Contoh untuk mendapatkan sterilisasi yang sempurna. Jadi apakah kita benar-benar perlu menandatangani surat inform consent sebelum merawat gigi? Ya.Setidaknya dokter Anda pasti punya waktu untuk bertanya. supaya Anda terlindungi. misalnya mencabut gigi yang sedang dalam keadaan sakit dan terinfeksi. kan beliau yang sejak awal mempunyai diagnosa salah. Dokter saya sibuk sekali. Namun dalam hal-hal tertentu hal tersebut bisa menaikkan cost total dari biaya perawatan pasien. seorang pasien mendapatkan hasil perawatan yang tidak diinginkan dan menuntut seorang spesialis. sehingga tidak sempat menjelaskan apa-apa. dokter dan dokter gigi akan bertindak lebih hati-hati untuk menghindari tuntutan malpraktek. yang menandatangani surat persetujuan adalah orang tua atau wali. Dan inform consent merupakan salah satu pencegahan diri dari tindakan malpraktek dan tuntutan malpraktek. saya tidak akan menuntut dokter yang saya sukai.Semua perawatan yang membutuhkan tindakan.Surat yang ditandatangani dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan dari pihak manapun bisa dijadikan bukti. dan tetap harus disampaikan kepada pasien untuk dibaca dan dimengerti sebelum perawatan dilaksanakan.Kehati-hatian ini juga membuat dokter dan dokter gigi enggan menempuh resiko yang dapat berakibat fatal. Dalam perawatan gigi anak. kenapa tidak menuntut dokter umum yang merawat. hubungan yang baik. Namun sebagai manusia sosial.´ Apakah sudah mengerti penjelasan tertulis yang diberikan? Apakah ada pertanyaan lain yang berkaitan dengan hal tersebut?´ Apakah inform consent mempunyai kekuatan hukum? Ya. bisa dimintakan inform consent. Dokter gigi pun akan terlindungi. bisa membuat keterangan tentang suatu perawatan dalam bentuk tertulis. Apakah inform consent mempunyai efek dari segi medis dan dari segi pasien? Ya. harus dipakai beberapa alas yang disposable dan pembelian bahan ini tentunya harus ditanggung pasien demi keselamatan pasien sendiri. dengan komunikasi yang baik.Bagaimana ini? Dokter yang sangat sibuk karena pasiennya banyak. Nah lo« .

20«« Dokter/Pelaksana. telah saya mengerti segala hal yang berhubungan dengan penyakit tersebut. . Jakarta. Dari penjelasan yang diberikan. Yang membuat pernyataan.Contoh Inform Consent: SURAT PERSETUJUAN/PENOLAKAN MEDIS KHUSUS Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Umur/Tgl Lahir : Alamat : Telp : (L/P) Menyatakan dengan sesungguhnya dari saya sendiri/*sebagai orang tua/*suami/*istri/*anak/*wali dari : Nama : Umur/Tgl Lahir (L/P) Dengan ini menyatakan SETUJU/MENOLAK untuk dilakukan Tindakan Medis berupa«««««««««««««««««««««««««««««.«««««««. serta tindakan medis yang akan dilakukan dan kemungkinana pasca tindakan yang dapat terjadi sesuai penjelasan yang diberikan.

) CM©030606 .Ttd ttd (««««««««) *Coret yang tidak perlu (««««««««««..