Keragaman Budaya Indonesia Oleh : Adi Prasetijo2009http://prasetijo.wordpress.

com/2009/07/ 24/keragaman-budaya-indonesia/
Keragaman budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang ada di bumi Indonesia. Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok sukubangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang ada didaerah tersebut. Dengan jumlah penduduk 200 juta orang dimana mereka tinggal tersebar dipulau- pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok sukubangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia sehingga menambah ragamnya jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Kemudian juga berkembang dan meluasnya agama-agama besar di Indonesia turut mendukung perkembangan kebudayaan Indonesia sehingga memcerminkan kebudayaan agama tertentu. Bisa dikatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat keaneragaman budaya atau tingkat heterogenitasnya yang tinggi. Tidak saja keanekaragaman budaya kelompok sukubangsa namun juga keanekaragaman budaya dalam konteks peradaban, tradsional hingga ke modern, dan kewilayahan. Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya. Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi. Dan tak kalah pentingnya, secara sosial budaya dan politik masyarakat Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan yang dirangkai sejak dulu. Interaksi antar kebudayaan dijalin tidak hanya meliputi antar kelompok sukubangsa yang berbeda, namun juga meliputi antar peradaban yang ada di dunia. Labuhnya kapal-kapal Portugis di Banten pada abad pertengahan misalnya telah membuka diri Indonesia pada lingkup pergaulan dunia internasional pada saat itu. Hubungan antar pedagang gujarat dan pesisir jawa juga memberikan arti yang penting dalam membangun interaksi antar peradaban yang ada di Indonesia. Singgungansinggungan peradaban ini pada dasarnya telah membangun daya elasitas bangsa Indonesia dalam berinteraksi dengan perbedaan. Disisi yang lain bangsa Indonesia juga mampu menelisik dan mengembangkan budaya lokal ditengah-tengah singgungan antar peradaban itu. Bukti Sejarah

Implikasi yang kuat dari politik kebudayaan yang dilakukan pada masa lalu (masa Orde Baru) adalah penyeragaman kebudayaan untuk menjadi “Indonesia”. Rapuh dalam artian dengan keragaman perbedaan yang dimilikinya maka potensi konflik yang dipunyainya juga akan semakin tajam. dan ataupun berjalan secara paralel. saling mengisi. Dalam artian bukan menghargai perbedaan yang tumbuh dan berkembang secara natural. Kebudayaan-kebudayaan kelompok sukubangsa minoritas tersebut telah tergantikan oleh kebudayaan daerah dominant setempat. sehingga membuat kebudayaan kelompok sukubangsa asli minoritas menjadi tersingkir. Seperti kasuskasus konflik yang muncul di Indonesia dimana dinyatakan sebagai kasus konflik agama dan sukubangsa. Hubungan-hubungan antar kebudayaan tersebut dapat berjalan terjalin dalam bingkai ”Bhinneka Tunggal Ika” . Dalam konteks kekinian dapat kita temui bagaimana kebudayaan masyarakat urban dapat berjalan paralel dengan kebudayaan rural atau pedesaan. bahkan dengan kebudayaan berburu meramu yang hidup jauh terpencil. Misalnya bagaimana pemerintah dulunya tidak memberikan ruang bagi kelompok-kelompok sukubangsa asli minoritas untuk berkembang sesuai dengan kebudayaannya. Misalnya kebudayaan kraton atau kerajaan yang berdiri sejalan secara paralel dengan kebudayaan berburu meramu kelompok masyarakat tertentu. Padahal kenyataannya konflik-konflik tersebut didominsi oleh isu-isu lain yang lebih bersifat politik dan ekonomi. Perbedaanperbedaan yang ada dalam masyarakat akan menjadi pendorong untuk memperkuat isu konflik yang muncul di tengah-tengah masyarakat dimana sebenarnya konflik itu muncul dari isu-isu lain yang tidak berkenaan dengan keragaman kebudayaan. dilain sisi ternyata tidak mampu untuk memberikan ruang yang cukup bagi semua kelompok-kelompok yang hidup di Indonesia. Didasari pula bahwa dengan jumlah kelompok sukubangsa kurang lebih 700’an sukubangsa di seluruh nusantara. Memang tidak ada penyebab yang tunggal dalam kasus konflik yang ada di Indonesia. serta keragaman agamanya.Sejarah membuktikan bahwa kebudayaan di Indonesia mampu hidup secara berdampingan. dengan berbagai tipe kelompok masyarakat yang beragam. Kebudayaan-kebudayaan yang berkembang sesuai dengan sukubangsa ternyata tidak dianggap serius oleh pemerintah. masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang sesungguhnya rapuh. Namun beberapa kasus konflik yang ada di Indonesia mulai memunculkan pertanyaan tentang keanekaragaman yang kita miliki dan bagaimana seharusnya mengelolanya dengan benar. Pemerintah menentukan baik buruknya suatu produk kebudayaan berdasarkan kepentingannya. Peran pemerintah: penjaga keanekaragaman Sesungguhnya peran pemerintah dalam konteks menjaga keanekaragaman kebudayaan adalah sangat penting. . Dalam konteks ini pemerintah berfungsi sebagai pengayom dan pelindung bagi warganya. Contoh lain yang cukup menonjol adalah bagaimana misalnya karya-karya seni hasil kebudayaan dulunya dipandang dalam prespektif kepentingan pemerintah. sekaligus sebagai penjaga tata hubungan interaksi antar kelompok-kelompok kebudayaan yang ada di Indonesia. Namun sayangnya pemerintah yang kita anggap sebagai pengayom dan pelindung. dimana bisa kita maknai bahwa konteks keanekaragamannya bukan hanya mengacu kepada keanekaragaman kelompok sukubangsa semata namun kepada konteks kebudayaan.

dimana kebudayaan-kebudayaan tersebut dianggap tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. Di dalam mosaik tercakup semua kebudayaan dari masyarakat-masyarakat yang lebih kecil yang membentuk terwujudnya masyarakat yang lebih besar. dimana ini juga berkaitan dengan arah politik kebudayaan nasional ketika itu.namun dimatikan sedemikian rupa untuk menjadi sama dengan identitas kebudayaan yang disebut sebagai ”kebudayaan nasional Indonesia”. Negara . dan militer yang dimilikinya. Yaitu kesadaran untuk membangun masyarakat Indonesia yang sifatnya multibudaya. Akan tetapi dalam perjalanannya.1999). Sebagai suatu ideologi. Dalam model multikultural ini. Model multibudayaisme ini sebenarnya telah digunakan sebagai acuan oleh para pendiri bangsa Indonesia dalam mendesain apa yang dinamakan sebagai kebudayaan bangsa. Setelah reformasi 1998. sebagaimana yang terungkap dalam penjelasan Pasal 32 UUD 1945. multikultural harus didukung dengan sistem infrastuktur demokrasi yang kuat serta didukung oleh kemampuan aparatus pemerintah yang mumpuni karena kunci multibudayaisme adalah kesamaan di depan hukum. Keadaan ini terjadi berkaitan dengan gagasan yang melihat bahwa usaha-usaha untuk membentuk suatu kebudayaan nasional adalah juga suatu upaya untuk mencari letigimasi ideologi demi memantapkan peran pemerintah dihadapan warganya. termasuk didalamnya kebudayaan kelompok sukubangsa asli dan kelompok marginal. pemerintah kemudian memperkuat batas-batas kebudayaan nasionalnya dengan menggunakan kekuatan-kekuatan politik. dimana acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multibudaya adalah multibudayaisme. ekonomi. Seperti misalnya dengan penyeragaman bentuk birokrasi yang ada ditingkat desa untuk semua daerah di Indonesia sesuai dengan bentuk desa yang ada di Jawa sehingga menyebabkan hilangnya otoritas adat yang ada dalam kebudayaan daerah. Keberadaan kebudayaan nasional sesungguhnya adalah suatu konsep yang sifatnya umum dan biasa ada dalam konteks sejarah negara modern dimana ia digunakan oleh negara untuk memperkuat rasa kebersamaan masyarakatnya yang beragam dan berasal dari latar belakang kebudayaan yang berbeda. sebuah masyarakat (termasuk juga masyarakat bangsa seperti Indonesia) dilihat sebagai mempunyai sebuah kebudayaan yang berlaku umum dalam masyarakat tersebut yang coraknya seperti sebuah mosaik. Dalam konteks ini proses penyeragaman kebudayaan kemudian menyebabkan kebudayaan yang berkembang di masyarakat. Tidak mengherankan kemudian. menjadi terbelakang dan tersudut. jika yang nampak dipermukaan adalah gejala bagaimana pemerintah menggunakan segala daya upaya kekuatan politik dan pendekatan kekuasaannya untuk ”mematikan” kebudayaan-kebudayaan local yang ada didaerah atau kelompok-kelompok pinggiran. muncul kesadaran baru tentang bagaimana menyikapi perbedaan dan keanekaragaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. yang mempunyai kebudayaan yang seperti sebuah mosaik tersebut. yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Suparlan. yang berbunyi: “kebudayaan bangsa (Indonesia) adalah puncak-puncak kebudayaan di daerah”. Tidak dipungkiri proses peminggiran kebudayaan kelompok yang terjadi diatas tidak lepas dengan konsep yang disebut sebagai kebudayaan nasional.

Jika kita merujuk kepada konvensi UNESCO 2005 (Convention on The Protection and Promotion of The Diversity of Cultural Expressions) tentang keragaman budaya atau “cultural diversity”. dimana didalamnya berisi kearifan-kearifan lokal kebudayaan lokal dan suku bangsa setempat. produk atau hasil kebudayaan dapat dilihat dalam 2 prespekif yaitu kebudayaan yang berlaku pada saat ini dan tinggalan atau produk kebudayaan pada masa lampau. produksi. Keragaman budaya adalah memotong perbedaan budaya dari kelompok-kelompok masyarakat yang hidup di Indonesia. perilaku budaya atau praktek-praktek budaya yang masih berlaku. Hal ini tidak hanya berkaitan dalam keragaman budaya yang menjadi kebudayaan latar belakangnya. Jika kita melihat penjelasan diatas maka sebenarnya . Kearifan lokal tersebut berupa nilainilai budaya lokal yang tercerminkan dalam tradisi upacara-upacara tradisional dan karya seni kelompok suku bangsa dan masyarakat adat yang ada di nusantara. Dalam artefak budaya. gaya hidup. kegiatan subsisten masyarakat. kuncinya adalah pengelolaan pemerintah pada keseimbangan antara dua titik ekstrim lokalitas dan sentralitas. namun secara ekonomi dilakukan pembagian kue ekonomi yang adil. kekayaan kebudayaan akan banyak berkaitan dengan produkproduk kebudayaan yang berkaitan 3 wujud kebudayaan yaitu pengetahuan budaya. distribusi dan penghayatannya. apapun makna dan teknologi yang digunakannya. Keragaman budaya dalam konteks studi ini lebih banyak diartikan sebagai produk atau hasil kebudayaan yang ada pada kini. keberadaan keragaman kebudayaan adalah suatu yang harus dijaga dan dihormati keberadaannya. Pengetahuan budaya biasanya akan berwujud nilai-nilai budaya suku bangsa dan nilai budaya bangsa Indonesia. Dalam konteks ini pengetahuan budaya akan berisi tentang simbol-simbol pengetahuan yang digunakan oleh masyarakat pemiliknya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungannya. dan sistem kepercayaan. Seperti misalnya kasus Papua dimana oleh pemerintah dibiarkan menjadi berkembang dengan kebudayaan Papuanya. Menjaga keanekaragaman budaya Dalam konteks masa kini. Atau diistilahkan oleh Unesco dalam dokumen konvensi UNESCO 2005 sebagai “Ekpresi budaya” (cultural expression). sistem nilai. disseminasi. dimensi artistik. Dalam konteks waktu. tradisi. cultural diversity diartikan sebagai kekayaan budaya yang dilihat sebagai cara yang ada dalam kebudayaan kelompok atau masyarakat untuk mengungkapkan ekspresinya. Dalam konteks masyarakat yang multikultur. pola interaksi. Bentuk tingkah laku budaya tersebut bisa dirupakan dalam bentuk tingkah laku sehari-hari.dalam hal ini berfungsi sebagai fasilitator sekaligus penjaga pola interaksi antar kebudayaan kelompok untuk tetap seimbang antara kepentingan pusat dan daerah. Atau bisa kita sebut sebagai aktivitas budaya. dan nilai-nilai budaya yang melatarbelakanginya. Beberapa hal yang berkaitan dengan 3 wujud kebudayaan tersebut yang dapat dilihat adalah antara lain adalah produk kesenian dan sastra. dan produk fisik kebudayaan yang berwujud artefak atau banguna. kearifan lokal bangsa Indonesia diwujudkan dalam karya-karya seni rupa atau benda budaya (cagar budaya). namun juga variasi cara dalam penciptaan artistik. Isi dari keragaman budaya tersebut akan mengacu kepada makna simbolik. dan sebagainya. Sedangkan tingkah laku budaya berkaitan dengan tingkah laku atau tindakan-tindakan yang bersumber dari nilai-nilai budaya yang ada.

dalam upaya mereka untuk dapat memahami hakekat agama dalam kehidupan manusia dan masyarakatnya. agama dilihat sebagai sebuah doktrin atau teks suci sedangkan hubungan agama dengan manusia yang meyakininya dan khususnya kegiatan-kegiatan manusia penganut agama tersebut tidak tercakup dalam definisi tersebut. Dalam definisi tersebut. Bogor. dapat didefinisikan sebagai seperangkat aturan dan peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan dunia gaib. Diantara berbagai upaya yang dilakukan oleh para ahli Antropologi untuk memahami hakekat agama bagi dan dalam kehidupan manusia. telah mencoba untuk melihat agama dari perspektif masing-masing bidang ilmu dan pendekatan-pendekatan yang mereka gunakan. yang perhatian utamanya adalah kebudayaan dan masyarakat manusia. khususnya dengan Tuhannya. adalah tulisan Clifford Geertz yang berjudul Religion as a Cultural System. Keragaman budaya adalah sesungguhnya kekayaan budaya bangsa Indonesia. mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya. saya kemukakan bahwa: “Agama. 26 November 1994 Pendahuluan Dalam salah satu tulisan saya (1988: v). yang diterbitkannya pada tahun 1966. Michael Banton telah mengedit sebuah buku yang berjudul “Anthropological Approaches to the Study of Religion. khususnya Antropologi dan Sosiologi. walaupun dalam rinciannya tidaklah sama dengan teori Geertz tersebut. Pendekatan Kebudayaan .kekayaan Indonesia mempunyai bentuk yang beragam. dan manusia dengan lingkungannya”. Tugu. secara mendasar dan umum. PENDEKATAN BUDAYA TERHADAP AGAMA May 11. Tulisan Geertz inilah yang telah menginspirasikan dan menjadi acuan bagi perkembangan teori-teori mengenai agama yang dilakukan oleh para ahli Antropologi. Tidak hanya beragam dari bentuknya namun juga menyangkut asalnya.) Disampaikan dalam Pelatihan Wawasan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Dosen Pendidikan Agama Islam Di Perguruan Tinggi Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama. Diantara tulisan-tulisan yang ada dalam buku tersebut.I. Para ahli ilmuilmu sosial. yang kemudian menjadi klasik karena sampai dengan sekarang ini masih diacu dalam berbagai tulisan mengenai agama. R. Tulisan berikut ini juga mengacu pada teori Geertz mengenai agama sebagai sistem budaya. 2009 5 Votes Oleh Parsudi Suparlan (alm.

Pendekatan sebagai sebuah konsep ilmiah tidaklah sama artinya dengan kata pendekatan nyata biasa digunakan oleh umum atau awam. antara lain (1986). konsep kebudayaan dari Profesor Koentjaraningrat amatlah populer. dan. (2) kelakuan. Kalau dalam konsep orang awam atau umum kata pendekatan diartikan sebagai suatu keadaan atau proses mendekati sesuatu. (2) Kelakuan dan hasil kelakuan adalah produk atau hasil pemikiran yang berasal dari pengetahuan manusia. Dengan demikian konsep pendekatan kebudayaan dapat diartikan sebagai metodologi atau sudut dan cara pandang yang menggunakan kebudayaan sebagai kacamatanya. kelakuan dan hasil kelakuan adalah produk dari kebudayaan. dan karena itu gagasan atau pengetahuan tidaklah dapat digolongkan sebagai sebuah golongan yang sama yang namanya kebudayaan. Dengan menggunakan definisi ini maka seseorang pengamat atau peneliti akan melihat bahwa segala sesuatu yang ada dalam pikirannya. Sehingga dalam pengertian ini. Dalam konsep ini kebudayaan diartikan sebagai wujudnya. adalah mendefinisikan konsep kebudayaan yang digunakan sebagai sudut atau cara pandang ini. Dengan demikian. kebudayaan digunakan oleh warga masyarakat tersebut untuk menginterpretasi dan memahami lingkungan hidupnya dan mendorong serta menghasilkan tindakan-tindakan untuk memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dalam lingkungan hidup tersebut untuk pemenuhan berbagai kebutuhan . dan (3) hasil-hasil kelakuan. Di Indonesia. penelitian atau kajian. dan hasil kelakuan. Dengan demikian. Karena tidak mungkin untuk menggunakan keseluruhan gagasan. yang dilakukan dan yang dihasilkan oleh kelakuan oleh manusia adalah kebudayaan. sebagai sebuah sistem yang bulat dan menyeluruh untuk dapat digunakan sebagai kecamata untuk mengkaji kelakuan atau gagasan atau hasil kelakuan manusia. Pengertian pendekatan sebagai metodologi adalah sama dengan cara atau sudut pandang dalam melihat dan memperlakukan yang dipandang atau dikaji. Jadi hubungan antara gagasan atau pengetahuan dengan kelakuan dan hasil kelakuan adalah hubungan sebab akibat. Bila kebudayaan adalah sebuah pedoman bagi kehidupan maka kebudayaan tersebut akan harus berupa pengetahuan yang keyakinan bagi masyarakat yang mempunyainya. kelakuan. Sebagai pedoman hidup sebuah masyarakat. untuk supaya dapat berhubungan atau untuk membujuk sesuatu tersebut melakukan yang diinginkan oleh yang mendekati. karena. maka kebudayaan adalah sasaran pengamatan atau penelitian. yaitu mencakup keseluruhan dari: (1) gagasan. diantara para cendekiawan dan ilmuwan sosial. Pengetahuan tidak dapat diamati sedangkan kelakuan atau hasil kelakuan dapat diamati dan/atau dapat diraba. maka dalam definisi kebudayaan tidak tercakup kelakuan dan hasil kelakuan. Permasalahannya kemudian. pendekatan bukan hanya diartikan sebagai suatu sudut atau cara pandang tetapi juga berbagai metode yang tercakup dalam sudut dan cara pandang tersebut. bukannya pendekatan atau metodologi untuk pengamatan. maka dalam konsep ilmiah kata pendekatan diartikan sama dengan metodologi atau pendekatan metodologi. telah saya kemukakan bahwa kebudayaan adalah pedoman bagi kehidupan masyarakat yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat tersebut. Ketidak mungkinan tersebut disebabkan karena: (1) Gagasan sebagai ide atau pengetahuan tidaklah sama hakekatnya dengan kelakuan dan hasil kelakuan. Dalam berbagai tulisan saya.

Sebagai sebuah pedoman bagi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kehidupan maka kebudayaan berisikan konsep-konsep. menseleksi pilihan-pilihan dan menggabungkannya untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Operasionalisasi dari kebudayaan sebagai pedoman bagi kehidupan masyarakat adalah melalui berbagai pranata-pranata yang ada dalam masyarakat tersebut. Kebudayaan sebagai pedoman bagi kehidupan masyarakat. terutama dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan bagi kehidupannya yang sumbersumber dayanya berada dalam lingkungan hidupnya tersebut. Nilai-nilai budaya ini terdiri atas dua kategori. maka kebudayaan berisikan sistem-sistem penggolongan atau pengkategorisasian yang digunakan untuk membuat penggolongan-penggolongan atau memilih-milih. tergantung pada pengalaman-pengalaman individual masing-masing dan pada kemampuan biologi atau sistem-sistem syarafnya dalam menyerap berbagai rangsangan dan masukan yang berasal dari kebudayaan masyarakatnya atau lingkungan hidupnya. dan pedoman moral. untuk dapat mengembangkan kehidupan bersama dan bagi kelangsungan masyarakatnya. yaitu nilai-nilai budayanya. menseleksi hasil-hasil pilihan dan mengabungkan pilihan-pilihan tersebut. Dengan demikian setiap kebudayaan berisikan konsep-konsep. Secara individual atau perorangan maka pengetahuan kebudayaan dan dipunyai oleh para pelaku tersebut dapat berbeda-beda atau beranekaragam. terutama keyakinan mengenai kebenaran dari pedoman hidupnya tersebut. Begitu juga dengan menggunakan simbol-simbol dan tanda-tanda yang secara bersama-sama mereka pahami maknanya maka mereka juga tidak akan saling salah paham. kebudayaan dari masyarakat tersebut menjadi pengetahuan kebudayaan dari para prilakunya. dan petunjuk-petunjuk untuk dapat digunakan bagi menghadapi dunia nyata supaya dapat hidup secara biologi. memungkinkan bagi para warga masyarakat tersebut untuk dapat saling berkomunikasi tanpa menghasilkan kesalahpahaman. maka kebudayaan cenderung untuk tidak mudah berubah. Pedoman moral. Karena dengan menggunakan kebudayaan yang sama sebagai acuan untuk bertindak maka masing-masing pelaku yang berkomunikasi tersebut dapat meramalkan apa yang diinginkan oleh pelaku yang dihadapinya. teori-teori. dan estetika yang ada dalam setiap kebudayaan merupakan inti yang hakiki yang ada dalam setiap kebudayaan. yaitu yang mendasar dan yang tidak dipengaruhi oleh kenyataan-kenyataan kehidupan sehari-hari dari para pendukung kebudayaan tersebut yang dinamakan sebagai Pandangan Hidup atau World View. resep-resep. . Tetapi sebagai sebuah keyakinan. dan estetika yang digunakan sebagai acuan bagi kegiatan mereka sehari-hari. dan metode-metode untuk memilih. dan yang kedua. Pedoman yang hakiki ini biasanya dinamakan sebagai nilai-nilai budaya. Pada tingkat perorangan atau individual. Untuk dapat digunakan sebagai acuan bagi interpretasi dan pemahaman.hidup mereka. Kebudayaan sebagai pengetahuan mengenai dunia yang ada disekelilingnya dan pengalaman-pengalamannya dengan relatif mudah dapat berubah dan berkembang sesuai dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungan hidupnya. yang mempengaruhi dan dipengaruhi coraknya oleh kegiatan-kegiatan sehari-hari dari para pendukung kebudayaan tersebut yang dinamakan etos atau ethos. etika. etika.

Pada waktu kita melihat dan memperlakukan agama sebagai kebudayaan maka yang kita lihat adalah agama sebagai keyakinan yang hidup yang ada dalam masyarakat manusia. dan bukan agama yang ada dalam teks suci. yaitu. Sebagai sebuah keyakinan yang hidup dalam masyarakat. yaitu. karena memahami bahwa bila . maka agama harus melakukan berbagai proses perjuangan dalam meniadakan nilai-nilai budaya yang bertentangan dengan keyakinan hakiki dari agama tersebut dan untuk itu juga harus dapat mensesuaikan nilai-nilai hakikinya dengan nilainilai budaya serta unsur-unsur kebudayaan yang ada. Mengapa demikian? untuk dapat menjadi pengetahuan dan keyakinan dari masyarakat yang bersangkutan. tanpa harus menimbulkan pertentangan dengan para warga masyarakat tersebut. yaitu: sebagai sebuah pedoman bagi kehidupan masyarakat yang diyakini kebenarannya oleh para warga masyarakat tersebut. Tetapi. Dengan demikian. Sebaliknya. adalah untuk dapat mengarahkan dan menambah keyakinan agama yang dipunyai oleh para warga masyarakat tersebut sesuai dengan ajaran yang benar menurut agama tersebut. maka nilai-nilai etika dan moral dari agama yang dipeluk oleh masyarakat tersebut hanya akan menjadi pemanis mulut saja atau hanya penting untuk upacara-upacara saja. maka agama menjadi bercorak lokal. sehingga agama tersebut dapat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai unsur dan nilai-nilai budaya dari kebudayaan tersebut. bila yang menjadi inti dan yang hakiki dari kebudayaan tersebut adalah nilai-nilai budaya yang lain. nilai-nilai etika dan moral agama akan terserap dan tercermin dalam berbagai pranata yang ada dalam masyrakat tersebut. seringkali sesuatu keyakinan agama yang sama dengan keyakinan yang kita punyai itu dapat berbeda dalam berbagai aspeknya yang lokal. Dengan demikian. Yang ketiga. Kegunaan kedua. maka agama diperlakukan sebagai kebudayaan. sebagai hasil lanjutan dari kegunaan utama tersebut. dengan memahami kondisi lokal tersebut maka kita dapat menjadi lebih toleran terhadap aspek-aspek lokal tersebut. Agama dilihat dan diperlakukan sebagai pengetahuan dan keyakinan yang dipunyai oleh sebuah masyarakat. pengetahuan dan keyakinan yang kudus dan sakral yang dapat dibedakan dari pengetahuan dan keyakinan sakral dan yang profan yang menjadi ciri dari kebudayaan. lokal sesuai dengan kebudayaan dari masyarakat tersebut. maka berbagai tindakan yang dilakukan oleh para warga masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kehidupan mereka dalam sehari-harinya juga akan berlandaskan pada etos agama yang diyakini. Bila agama dilihat dengan menggunakan kacamata agama. Bila agama telah menjadi bagian dari kebudayaan maka agama juga menjadi bagian dari nilai-nilai budaya dari kebudayaan tersebut. Dengan demikian maka agama akan dapat menjadi nilai-nilai budaya dari kebudayaan tersebut. Apakah gunanya menggunakan pendekatan kebudayaan terhadap agama. Yang terutama adalah kegunaannya sebagai alat metodologi untuk memahami corak keagamaan yang dipunyai oleh sebuah masyarakat dan para warganya.Pendekatan Kebudayaan dan Agama Konsep mengenai kebudayaan yang saya kemukakan seperti tersebut diatas itulah yang dapat digunakan sebagai alat atau kacamata untuk mendatang dan mengkaji serta memahami agama. yaitu dalam kitab suci Al Qur’an dan Hadits Nabi.

Ini artinya hanya energi kinetik yang dipertukarkan.wordpress. Dalam kasus demikian. 18 Agustus 2010 - Pertimbangkan sebuah gas yang energinya telah ditukarkan antar partikel lewat tumbukan elastik. Implikasi dari penggunaan pendekatan kebudayaan adalah digunakannya pendekatan kwalitatif. dan khususnya bagi para guru agama adan da’i.com/2009/05/11/pendekatan-budaya-terhadap-agama/ Rabu. menjadi amat penting bila upaya pemantapan kehidupan keagamaan dan pengembangannya ingin supaya berhasil dengan baik. seperti yang telah dilakukan oleh Max Weber dalam kajiannya untuk mengetahui sebab dari kemunculan dan berkembangnya kapitalisme. atau distribusi kecepatan Maxwellian. http://prasetijo. Penutup Sebagai akhir kata mungkin dapat dikatakan bahwa pendekatan kebudayaan dalam upaya memahami dan mengkaji agama.aspek-aspek lokal dari keyakinan agama masyarakat tersebut dirubah maka akan terjadi perubahan-perubahan dalam berbagai pranata yang ada dalam masyarakat tersebut yang akhirnya akan menghasilkan perubahan kebudayaan yang hanya akan merugikan masyarakat tersebut karena tidak sesuai dengan kondisi-kondisi lokal lingkungan hidup masyarakat tersebut. atau ionisasi atau proses lain yang terjadi antar partikel. distribusi kecepatan dibangun sedemikian hingga jumlah kepadatan partikel dalam tiap selang kecepatan dinyatakan oleh distribusi Maxwell-Boltzmann. tidak ada kehilangan energi radiatif. yang menjadi dasar dari pendekatan kwalitatif. Max Weber menggunakan istilah verstehen yang artinya sama dengan pemahaman. Bentuk fungsi dari persamaan ini disajikan dalam persamaan berikut Dan contohnya ditunjukkan dalam gambar berikut .

Ordinat menunjukkan jumlah partikel dalam selang kecepatan dan absis memberikan kecepatannya. atau laju partikel kuadrat rata-rata. dari sebuah gas. sehingga T adalah ukuran energi kinetik rata-rata partikel dalam .Gambar 1. Akar kuadrat rata-rata laju partikelnya kemudian adalah Vrms = akar < v kuadrat>. yang ditulis sebagai T tanpa indeks. Dapat ditunjukkan kalau laju yang paling mungkin sedikit lebih lambat Dan laju rata-rata lebih tinggi Ruas kiri persamaan yang memuat energi kinetik di atas merupakan energi kinetik ratarata partikel. T terkait dengan rata-rata kuadrat kecepatan partikel. Luas daerah dibawah kurva menunjukkan kepadatan total. <v kuadrat>. <Ek>. Untuk partikel bermassa m. Distribusi kecepatan Maxwellian lah yang menentukan suhu kinetik. Distribusi kecepatan Maxwell untuk atom hidrogen netral pada suhu 100 Kelvin dan kepadatan total 1 per cm kubik.

Pengali tetapan dalam persamaan adalah faktor normalisasi yang memastikan kalau kepadatan jumlah partikelnya benar. Ini artinya ada lebih banyak keadaan tersedia untuk ditempati saat kecepatan bertambah. termasuk faktor Boltzmann. mewakili energi kinetik partikel. maka pasti ada jumlah interaksi elastik yang cukup sehingga keseimbangan termal ini dapat tercapai. Hasil demikian dapat terjadi bila sebuah gas panas dan sebuah gas dingin berdampingan satu sama lain dalam kotak yang tertutup. memungkinkan lebih banyak orientasi yang mungkin tersedia pada vektor kecepatan partikel. Persamaan yang dihasilkan adalah Persamaan ini dapat dilihat tergantung pada sejumlah parameter. Pada akhirnya kedua gas akan mencapai satu suhu hangat. Faktor Boltzmann menunjukkan kalau ada kemungkinan kecil menemukan partikel dalam kondisi eksitasi tertentu saat energi eksitasi meningkat sebanding dengan energi kinetik rata-rata.sebuah gas. Skala waktu yang diperlukan untuk mencapai suhu keseimbangan. selubung kecepatan menjadi semakin besar. Dapat ditunjukkan kalau skala waktu ini cukup singkat dalam kondisi astrofisika dan tergantung pada kepadatan penyusun dominan dari gas. t therm. Saat kecepatan (atau energi kinetik) sebuah partikel meningkat. dimana nH adalah kepadatan hidrogen. Dimana X adalah energi eksitasi. Sebuah gas yang dapat dinyatakan dalam satu suhu kinetik saja dikatakan berada dalam keseimbangan termal. pertemuan partikel hampir selalu elastik dan karena akan ada banyak tumbukan elastik sebelum tumbukan tak elastik terjadi. Bila nH = 1 atom per cm kubik. dalam awan atom netral (HI) yang dingin (T = 100 Kelvin) dalam medium antar bintang. Efek ini menghasilkan distribusi Maxwellian final yang pertama meningkat saat V kuadrat mencapai puncak dan menurun secara eksponensial. Seberapa sah kah asumsi ini untuk kondisi astrofisika umum? Untuk gas dimana T kurang dari sekitar 80 ribu Kelvin. Sebagai contoh. Distribusi Maxwell-Boltzmann dapat diturunkan dari mekanika statistik yang menerapkan statistik pada gerakan sejumlah besar partikel dalam suatu gas untuk meramalkan sifat makroskopiknya. . jangka waktu untuk mencapai suhu keseimbangan lewat tumbukan H-H adalah t therm = 16/nH tahun. Bila sebuah gas dapat dijelaskan oleh distribusi kecepatan Maxwellian. Selain itu. distribusi kecepatan Maxwellian juga tergantung pada kuantitas. Dalam kasus ini X = ½ mv kuadrat. dapat ditentukan dengan mencari seberapa lama waktu yang diperlukan bagi sebuah partikel uji yang lebih cepat (partikel gas yang lebih panas) melambat saat ia berdifusi melalui gas berisi partikel lambat (dingin). 4 Pi v kuadrat yang mewakili luas permukaan sebuah cangkang di sekitar titik pusat dalam ‘ruang kecepatan’ tiga dimensi.

seperti sinar kosmik. Bahkan dalam medium antar bintang yang berkepadatan rendah. keseimbangan termal dapat tidak tercapai (misalnya. Kepadatan elektron rata-rata dalam nebula adalah 80 elektron per cm kubik. Citra ini menunjukkan kerumitan tampilan dengan warna-warna mewakili emisi dari berbagai atom (oksigen. dalam sebagian besar kasus. kepadatan yang lebih tinggi lagi memperpendek jangka waktu kesamaan suhu dan interaksi Coulomb. Nebula ini berjarak 1. khususnya dalam gas dengan kepadatan sangat rendah. dimana sebuah daerah hidrogen terionisasi (daerah HII) terlihat oleh mata tanpa alat di rasi Sagitarius. Mungkin juga ada efek fisika lainnya yang menghambat proses keseimbangan suhu. seperti atmosfer bintang (misalnya kepadatan dalam ordo 1 triliun partikel per cm kubik) Kita kemudian berasumsi. Jelas. Debu dan gas berdekatan namun suhu gas mencapai 7500 Kelvin sementara suhu debu jauh lebih rendah. Gambar ini menunjukkan sebagian besar Nebula Laguna (disebut juga Messier 8). jangka waktu keseimbangan untuk tumbukan elektron proton hanya t therm = 8200 detik. Bila gas secara fisik dicegah untuk berdifusi. tidak akan mencapai distribusi Maxwellian sama sekali. medan magnet dapat menghalangi posisi partikel bermuatan dalam gas terionisasi). karena kepadatan elektron dan proton dalam gas tersebut sama. kalau gas astrofisika berada dalam keseimbangan termal. distribusi kecepatan Maxwellian berlaku dan karenanya juga ada dalam daerah berkepadatan tinggi. Referensi . Jangka waktu tumbukan elektron-elektron sama dengan tumbukan elektron-proton.6 kiloparsek dengan diameter rata-rata 14 parsek dan nebula seluruhnya terlihat sebesar bulan purnama dalam ukuran angulernya. Partikel yang energinya diturunkan oleh proses yang secara intrinsik non termal sifatnya. silikon dan hidrogen) dan pita serta filamen gelap yang mewakili penggelapan oleh debu. Untuk gas hidrogen yang sepenuhnya terionisasi pada T = 10 ribu Kelvin. Gambar berikut menunjukkan situasi yang umum ditemukan untuk daerah HII dimana debu bercampur dengan gas terionisasi. sekitar 100 Kelvin atau kurang. namun suhu debu dapat dua ordo lebih rendah daripada suhu kinetik gas. Ketidak seimbangan mungkin ada. Tumbukan partikel gas dengan partikel debu memerlukan revisi pula dari deskripsi di atas. dan kepadatannya sama. Gambar 2. Waktu yang sangat singkat dalam standar astronomi. hanya beberapa jam saja.maka hanya perlu waktu 16 tahun saja.

Dan satu hal yang paling penting. John Wiley & Sons. Selain itu juga budaya-budaya daerah harus lebih kita perhatikan lagi terutama harus dilestarikan sehingga budaya-budaya tersebut tidak hilang begitu saja. kita jangan mudah terpengaruh oleh budaya-budaya luar yang mulai masuk ke bangsa ini. Dari berbagai bumbu racikan sampai dengan rempah-rempah yang dipergunakan. Maka dari itu. NewYork. Kita harus lebih menghargai lagi budaya-budaya kita sendiri. Oleh karena itu sangatlah penting untuk kita-kita untuk melestarikannya.ac.com/2010/08/18/suhu-kinetik-dan-distribusi-kecepatan-maxwellboltzmann.gunadarma. L. 2010 • Related • Filed Under Keanekaragaman Budaya Indonesia Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan keanekaragaman budayanya dan juga kaya akan alam hayatinya.Irwin. Padahal makanan seperti itu sangatlah tidak baik untuk kesehatan tubuh kita. Yang paling menarik dari bangsa ini adalah kuliner nusantaranya..html Keanekaragaman Budaya Indonesia April 8th. Maka. Spitzer Jr. jika kita terlalu sering mengkonsumsi makanan tersebut bisa-bisa kita terserang kolestrol dan berbagai penyakit lain. Kenyataannya pendapat tersebut sangatlah tidak benar. 1978 http://www. selain sehat tapi juga murah harganya. tak heran apabila banyak orang yang ingin mencicipi masakan kuliner nusantara kita. tapi lagi-lagi banyak yang berpendapat bahwa makanan tersebut lebih praktis dan lebih mewah. semuanya sangatlah alami yang berasal dari alam. Physical Processes in the Interstellar Medium.faktailmiah. Astrophysics: Decoding the Cosmos. Ternyata Indonesia itu sangatlah mengagumkan dan kaya akan berbagai budaya dan keanekaragamannya. oke teman-teman -^o^http://wartawarga.id/2010/04/keanekaragaman-budaya-indonesia/ . J.. kita harusnya lebih menyukai masakan nusantara kita sendiri. 2007. Kelak anak cucu kita dapat mewarisi budaya-budaya yang kita tinggalkan tersebut. John Wiley and Sons. Tapi banyak juga yang mengatakan bahwa masakan nusantara itu masih kalah dengan makanan-makanan ala barat atau yang sering kita sebut dengan makanan “junk food”. karena bangsa ini banyak memiliki berbagai cita rasa masakan yang akan menggoyang lidah semua orang yang merasakannya.