P. 1
Aspirin

Aspirin

|Views: 3,816|Likes:

More info:

Published by: Udjank 'adja-unk' Wahyoeddin on Nov 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

Abstrak Aspirin bersifat antipiretik dan analgesik karena merupakan kelompok senyawa glikosida, aspirin yang merupakan nama

lain dari asam asetil salisilat dapat disintesis dari asam salisilat, yaitu dengan mereaksikannya dengan anhidrida asetat, hal ini dilakukan pertama kali oleh Felix Hofmann dari perusahaan Bayer, Jerman. Karena saat itu antipiretik dan analgesik yang ada sangat keras terhadap sistem pencernaan. Pada percobaan ini diperoleh persen rendemen . Dalam tablet aspirin komersil sering kali masih terdapat asam salisilat didalamnya, juga ada tablet yang kadar aspirinnya tidak memenuhi standar, karena itu perlu diuji kandungannya dengan uji FeCl3 dan diuji kadarnya dengan titrasi asam basa. Pada percobaan ini aspirin komersil masih mengadung asam salisilat sedangkan kandungannya adalah 66,15 % yang berarti telah memenuhi kadar kelayakan aspirin dalam sediaan farmasi oral menurut standar FDA.

Pendahuluan Latar Belakang Sifat antipiretik dan analgesik yang ditemukan berasal dari senyawa salicin. salicin merupakan kelompok glikosida. Glikosida adalah senyawa yang memiliki bagian gula terikat pada non-glikosa L. Aglikon dalam salian adalah salial alkohol dan tereduksi sempurna menjadi asam salisilat. Asam salisilat sangat keras terhadap bibir kerongkongan dan perut, sehingga kimiawan felix Hoffmann yang awalnya terinspirasi oleh sakit artritis yang

diderita ayahnya, mensintesis asam asetil salisilat yang dinamakan aspirin yang ringan terhadap perut. Dengan senyawa ini Hoffmann dapat mengobati ayahnya tanpa mengakibatkan iritasi perut yang parah seperti efek samping obat artritis pada masa itu. Itulah salah satu fungsi aspirin yang dicobakan pada praktikum. indikasi aspirin adalah untuk meringankan rasa sakit, terutama sakit kepala dan pusing, sakit gigi, dan nyeri otot serta menurunkan demam. Tujuan Praktikum Praktikum ini bertujuan untuk : 1. Mensintesis aspirin dari asam salisilat. 2. menentukan persen rendemen hasil sintesis 3. Menguji keberadaan asam salisilat 4. menentukan kadar aspirin dalam suatu senyawa menggunakan metode asam basa 5. Menentukan titik leleh asam salisilat 6. Menentukan titik leleh kristal aspirin dari hasil praktikum.

Cara Kerja Sintesis Aspirin Sebanyak 1. bunsen.4 g asam asetil salisilat. anhidrida asetat. erlenmeyer 125 ml. Ditambahkan juga H3PO4 85% sebanyak 5 tetes. etanol. Sedangkan reaksi dengan methanol akan menghasilkan metil salisilat Uji terhadap asam salisilat. aqua dm. karena asam salisilat mempunyai gugus fenol. fenolftalein. corong buchner. Kemurnian aspirin bisa diuiji dengan menggunakan besi(III) klorida. tabung kapiler. batang pengaduk. Ditambahkan 50 . Dibiarkan hingga mengkristal. Reaksi dengan anhidrida asam asetat akan menghasilkan aspirin. ´my aspirin´. tablet aspirin. klem. Besi(III) klorida bereaksi dengan gugus fenol membentuk kompleks ungu. termometer. Karenanya asam salisilat ini dapat mengalami dua jenis reaksi yang berbeda yaitu reaksi asam dan basa. dan aspirin komersil digunakan untuk menguji kemurnian aspirin. Ditunggu selama 3 menit. tabung reaksi. Setelah 5 menit diangkat dan ditambahkan 2 ml aqua dm. buret.4 g asam salisilat dimasukan kedalam erlenmeyer 125 ml. melting blok. Asam salisilat (murni) akan berubah menjadi ungu jika FeCl3 ditambahkan. Persen rendemen dapat dihitung dengan : Sedangkan untuk kandungan analisis aspirin dapat digunakan titrasi asam basa menggunakan NaOH setelah Kristal aspirin dilarutkan dalam etanol (pelarut organik) Metodologi Alat Penangas air. setelah itu dipanaskan.Teori Dasar Aspirin dibuat dengan mereaksikan asam salisilat dengan anhidrida asam asetat menggunakan katalis 85% H3PO4 sebagai zat penghidrasi. FeCl3. setelah itu ditambah lagi 20 ml aqua dm. khususnya mendeteksi apakah masih terdapat asam salisilat dalam sampel. seperti terlihat pada gambar. dimana seharusnya titik leleh aspirin murni adalah 136 oC . Asam salisilat adalah asam bifungsional yang mengandung dua gugus ±OH dan ±COOH. Lalu ditambahkan 4 ml anhidrida asetat sambil dibilas.1 M. asam phosphat 85%. Selain itu kemurnian aspirin juga dapat ditentukan dengan uji titik leleh. NaOH 0. Bahan 1. bila tidak mengkristal dapat dilakukan penggoresan dinding dengan batang pengaduk.

Ditambah 5 ml etanol dan 20 ml air hangat. Dicatat volumenya lalu dihitung berapa masa asetil salisilat. dititrasi dengan NaOH 0. Setelah itu ditambah 10 tetes FeCl3 10%.ml aqua dm dingin. Dipasang melting blok dan termometer distatif. lalu di issi dengan sampel aspirin dan hasil sintesis.1 ml hingga berubah warna. Uji terhadap aspirin . Kristal aspirin Didapat kristal berwarna putih berbentuk jarum yang bermassa 0. Kemudian ditambahkan air ke dalam larutan sehingga larutan menjadi keruh kembali. Setelah itu dilakukan rekristalisasi. Larutan yang dibentuk dari asam salisilat dengan anhidrida asam asetat dan 5 tetes larutan 85% H3PO4 keruh. Dimasukkan 10 ml etanol dan 3 tetes fenolftalein.0648 g). Setelah 5 menit dipanaskan. diamati perubahan warna yang terjadi. sebelumnya dihancurkan hingga terlihat seperti bubuk terlebih dahulu. Setelah itu ditambah 20 tetes aqua dm sanbil digoyang. Diamati trayek titik lelehnya.8225 gram. menurut literatur kekuatan asam asetil salisilat minimal 5 grains (1 grains = 0. Dimasukkan juga pipa kapiler yang sudah diisi ke melting blok. Data Pengamatan Sintesis Aspirin Kristal asam salisilat berwarna putih. serta aqua dm hingga 50 ml. Setelah didapat kristal lalu ditimbang dan dihitung rendemen. Dipanaskan dan ditunggu hingga semua larut lalu dsaring dengan corong buchneer. Penentuan titik leleh Disiapkan 2 tabung kapiler. my aspirin. Dipanaskan dengan bunsen. Ditunggu hingga terbentuk kristal bila sudah terbentuk dimasukkan ke corong buchner lalu dipisahkan. Dimasukkan masing ± masing zat seperti yang sudah ada label. Kristal ini dilarutkan dengan etanol dan direkristalisasi. namun setelah beberapa lama. Uji terhadap aspirin Disiapkan 3 tabung reaksi yang sudah diberi anama asam salisilat. dan komersial aspirin. terbentuk kristal putih. larutan berubah menjadi bening. Analisis kandungan aspirin Dimasukkan 2 tablet aspirin ke erlenmeyer 125 ml.

NaOH yang digunakan adalah 7.010145 mol vJadi massa aspirin = mol aspirin = 1.098 N sebagai peniter.735 mmol 0. dan NaOH 0.098 M x 7. Perhitungan Sintesis Aspirin Massa asam salisilat : 1. Penentuan titik leleh C. Maka. tabung aspirin komersil memberikan warna orange keunguan. sedangkan asam salisilat memberikan warna ungu.8261 gram Persen rendemen dapat dihitung dengan menggunakan persamaan: Jumlah mol NaOH yang bereaksi = 0.735 mmol Persamaan reaksi : 0.5 ml.735 mmol .rC dan titik leleh ³my aspirin´ adalah 120-124 rTitik leleh asam salisilat adalah 150-156 Analisis kandungan aspirin Pada analisis kadar aspirin menggunakan tritasi asam basa dengan sampel larutan tablet aspirin 0.4 gram.5 mL = 0.³my aspirin´ aspirin komersil asam salisilat setelah ditetesi FeCl3 larutan memberikan warna yang berbeda-beda pada tabung.2 gram. Tabung ³my aspirin´ memberikan warna orange muda. mol asam salisilat = Persamaan reaksi : Mol aspirin sama dengan mol asam salisilat 180v Mr aspirin = 0.

digunakan sebagai katalis. reaksi ini juga dilakukan pada air yang dipanaskan agar mempercepat tercapainya energi aktivasi. Reaksi antara aspirin komersil dengan FeCl3 memberikan warna orange gelap dengan sedikit keunguan.Massa aspirin dalam sampel 180 = 132. hal ini terjadi karena banyaknya Kristal yang menempel di alat-alat sintesis seperti corong Buchner. sedikit berbeda dengan . titik leleh asam salisilat adalah 159 oC. dari C. hasilrhasil percobaan diperoleh titik leleh asam salisilat 150-156 ini tergolong sesuai. terbukti bahwa asam salisilat mengandung fenol Dari literatur dapat dilihat bahwa asam salisilat memang mempunyai gugus fenol Reaksi antara ´my aspirin´ dengan FeCl3 memberikan warna orange muda. molekul-molekul aspirin dalam larutan akan bergerak melambat dan pada akhirnya terkumpul membentuk endapan melalui proses nukleasi (induced nucleation) dan pertumbuhan partikel mekanismenya adalah sebagai berikut : Anhidrida asetat menyerang H+ Anhidrida asam asetat mengalami resonansi anhidrida asam asetat menyerang gugus fenol dari asam salisilat H+ terlepas dari ±OH dan berikatan dengan atom O pada anhidrida asam asetat anhidrida asam asetat terputus menjadi asam asetat dan asam asetilsalisilat (aspirin) H+ akan lepas dari aspirin Rendemen hasil praktikum ini . berarti dalam aspirin tidak lagi mengandung asam salisilat. berarti hanya mengandung sedikit sekali asam salisilat. Uji Terhadap Aspirin Fenol yang bereaksi dengan FeCl3 akan memberikan warna ungu. gelas kimia dan sebagainya. Dari percobaan diproleh bahwa Asam salisilat + FeCl3 berwarna ungu. karena ketika suhu dingin.15 % Pembahasan Sintesis Aspirin Pada pembuatan aspirin terjadi reaksi sebagai berikut : H3PO4 yang ditambahkan. Penentuan Titik Leleh Asam Salisilat dan Aspirin Berdasarkan literatur. karena asam salisilat adalah senyawa yang mengandung Fenol maka reaksi FeCl3 dengan asam salisilat juga akan memberikan warna ungu. Sedangkan pendinginan dimaksudkan untuk membentuk kristal. maka kadar aspirin dalam tablet = (132.3 mgv= 0.735 Massa tablet yang digunakan adalah 0.2 gram.3 mg)/(200 mg) x 100 %=66.

Aspirin yang terkandung dalam 0. Vogel¶s Textbook of Practical Organic Chemistry 5th EditionRevised. et al.pdf (diakses tanggal 16 Desember 2008) Dr. dapat disimpulkan : Persentase rendemen hasil sintesis aspirin adalah 66. Standar kelayakan berdasarkan FDA adalah minimal 5 grains asam asetil salisilat dalam 1 tablet (1 grains = 0. Gusdinar. Simpulan Berdasarkan pemaparan di atas. Berbeda dengan literatur karena masih adanya sedikit pengotor pada kristal aspirin. BerdasarkanrTitik leleh ´my aspirin´ hasil percobaan 120-124 literatur. Jogjakarta (halaman : 6 . Bandung (page 20-21) http://farmasi. kandungan aspirin dalam tablet memenuhi standar FDA. Ritmaleni. Essex. Fakultas Farmasi UGM. Brian S. slide kuliah analisis gravimetri. sedangkan dalam aspirin komersil masih terdapat sedikit asam salisilat Aspirin adalah kristal putih berbentuk jarum dengan trayek titik leleh 120-124 CrAsam salisilat berbentuk kristal putih serbuk dengan trayek titik leleh 150-156 kadar aspirin dalam tablet = 66. Analisis Kandungan Aspirin dalam Tablet Aspirin Komersial kadar aspirin dalam tablet = 66. England.15 % ´my aspirin´ tidak mengandung asam salisilat.15 % terdapat reaksi sabagai berikut.id/pendidikan/GBPP/Kimia%20organik%202%20GBPP. (page 135 -151. titik leleh aspirin adalah 136 oC. Tutus. 236-240).2008. kadar ini memenuhi standar FDA Daftar Pustaka Furniss. sampai pada akhirnya semua aspirin telah bereaksi dan terdapat NaOH yang memberikan warna merah muda ketika bereaksi dengan indikator fenolftalein.15 %. 1989. Longman Scientific & Technical. Jadi berdasarkan uji ini. Dr.2008.3 mg. C.0648 g).literatur karena ketidaktelitian pengukuran titik leleh. Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung.324 g asam asetil alisilat dalam 1 tablet.2 g sample adalah 132. berarti minimal harus terdapat 0. mengenal lebih dekat prekursor narkoba.5 g (standard satu tablet) akan didapatkan massa aspirin sebesar 330 mg.unlam.. Jika dikonversikan ke dalam 0..ac.

antipiretik (terhadap demam). Pada tahun 1763. merupakan orang pertama yang mempublikasikan penggunaan medis dari aspirin. seorang ahli farmasi Jerman. peneliti berkebangsaan Italia. ia telah berhasil melakukan pengobatan terhadap berbagai jenis penyakit dengan menggunakan senyawa tersebut. Barulah pada tahun 400 SM. [sunting] Sejarah penemuan Senyawa alami dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat telah ada sejak awal mula peradaban manusia. obat diperdagangkan dalam bentuk bubuk (puyer). Hal ini tercatat dalam ukiran-ukiran pada bebatuan di daerah tersebut. pada tahun 1828. negeri berbagai ide").Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah sejenis obat turunan dari salisilat yang sering digunakan sebagai senyawa analgesik (penahan rasa sakit atau nyeri minor).[2] [sunting] Zaman modern Reverend Edward Stone dari Chipping Norton. bangsa Sumeria juga telah menggunakan senyawa yang serupa untuk mengatasi berbagai jenis penyakit. Kemudian senyawa ini dikembangkan oleh perusahaan Bayer menjadi senyawa asam asetilsalisilat yang dikenal saat ini. filsafat Hippocrates menggunakannya sebagai tanaman obat yang kemudian segera tersebar luas.[1] Awal mula penggunaan aspirin sebagai obat diprakarsai oleh Hippocrates yang menggunakan ekstrak tumbuhan willow untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Pada era yang sama. Buchner. Brugnatelli dan Fontana. melakukan uji coba terhadap penggunaan suatu senyawa dari daun willow sebagai agen medis. Inggris. replika tablet aspirin raksasa dipajang di Berlin sebagai bagian dari pameran terbuka Deutschland. Di mulai pada peradaban Mesir kuno.[4] Dua tahun berselang. Aspirin juga memiliki efek antikoagulan dan dapat digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lam untuk mencegah serangan a jantung. Sebelumnya. Aspirin adalah obat pertama yang dipasarkan dalam bentuk tablet. Land der Ideen ("Jerman. Kepopuleran penggunaan aspirin sebagai obat dimulai pada tahun 1918 ketika terjadi pandemik flu di berbagai wilayah dunia. berhasil mengisolasi senyawa tersebut dan diberi nama salicin yang berasal dari bahasa latin .[3] Pada tahun 1826. dan anti-inflamasi (peradangan). bangsa tersebut telah menggunakan suatu senyawa yang berasal dari daun willow untuk menekan rasa sakit. Dalam menyambut Piala Dunia FIFA 2006 di Jerman.

[5] Senyawa asam salisilat sendiri baru ditemukan pada tahun 1839 oleh Raffaele Piria dengan rumus empiris C7H6O3. Sterling gagal untuk menghalangi "Aspirin" dari penggunaan sebagai kata generik.[6] Pada tahun 1897. 1949. Sebelumnya pada tahun [[1853]].]]. pada [[1918]]. Pada tahun [[1945]]. Leipzig: Verlag Otto Wigand. Arthur Eichengrun dari perusahaan Bayer mengemukakan idenya untuk menambahkan gugus asetil dari senyawa asam salisilat untuk mengurangi efek negatif sekaligus meningkatkan efisiensi dan toleransinya. Felix Hoffmann bukanlah orang pertama yang berusaha untuk menciptakan senyawa aspirin ini. Aspirin merupakan akronim dari: . Ide untuk memodifikasi senyawa asam salisilat dilatarbelakangi oleh banyaknya efek negatif dari senyawa ini. Akibatnya. Bayer tidak berhasil menghalangi saingannya dari peniruan [[rumus kimia]] dan menggunakan nama aspirin. seorang ilmuwan Perancis bernama Frederick Gerhardt telah mencoba untuk menciptakan suatu senyawa baru dari gabungan [[asetil klorida]] dan [[sodium salisilat]]. Di [[Amerika Serikat]] (AS). yaitu salix. 50 Jahre Aspirin. Felix Hoffman berhasil melanjutkan gagasan tersebut dan menciptakan senyawa asam asetilsalisilat yang kemudian umum dikenal dengan istilah aspirin. Penelitian mengenai senyawa ini berlanjut hingga pada tahun 1830 ketika seorang ilmuwan Perancis bernama Leroux berhasil mengkristalkan salicin. Arthur Eichengrun dari perusahaan Bayer mengemukakan idenya untuk menambahkan gugus [[asetil]] dari senyawa asam salisilat untuk mengurangi efek negatif sekaligus meningkatkan efisiensi dan toleransinya.<ref name=ref6>Gerhardt CF.</ref> Bayer kehilangan hak merek dagang setelah [[pasukan sekutu]] merampas dan menjual aset luar perusahaan tersebut setelah [[Perang Dunia I|Perang Dunia Pertama]]. ia berhasil mendapatkan kristal senyawa salicin dalam kondisi yang sangat murni.willow. ''Lehrbuch der Organischen Chemie''. ''Die Pharmazie'' 4:582 584. hak penggunaan nama aspirin telah dibeli oleh AS melalui [[Sterling Drug Inc. Sebagai hasil penelitiannya. Penelitian ini kemudian dilanjutkan oleh ahli farmasi Jerman bernama Merck pada tahun 1833. Pada tahun 1945. Bayer mendaftarkan aspirin sebagai [[merek dagang]] pada [[6 Maret]] [[1899]]. Walaupun masa [[paten]]nya belum berakhir. Bayer meupakan perusahaan pertama yang berhasil menciptakan senyawa aspirin (asam asetilsalisilat). Senyawa ini memiliki aktivitas antipiretik yang mampu menyembuhkan demam. [[Felix Hoffman]] berhasil melanjutkan gagasan tersebut dan menciptakan senyawa asam asetilsalisilat yang kemudian umum dikenal dengan istilah ''aspirin''. "Aspirin" masih dianggap merek dagang yang dilindungi. 1855. Ide untuk memodifikasi senyawa asam salisilat dilatarbelakangi oleh banyaknya efek negatif dari senyawa ini. == Bayer == Bayer meupakan perusahaan pertama yang berhasil menciptakan senyawa aspirin (asam asetilsalisilat).</ref> Pada tahun [[1897]].<ref name=ref5>Eichengruun A. Di negara lain seperti [[Kanada]]. Aspirin adalah [[zat sintetik]] pertama di dunia dan penyebab utama perkembangan [[industri farmateutikal]].

Siklooksigenase. Di Amerika Serikat (AS). seorang ilmuwan Perancis bernama Frederick Gerhardt telah mencoba untuk menciptakan suatu senyawa baru dari gabunganasetil klorida dan sodium salisilat. Walaupun masa patennya belum berakhir. Oleh itu.. Di negara lain sepertiKanada.spiraea : suku kata tambahan yang se ing kali digunakan £ in : untuk zat pada masa te sebut. £ £ spir : nama bunga te sebut dalam bahasa Latin ¢¡ A : Gugus ase   . [sunting] Kerja Aspirin Coated 325 mg aspirin tablets Menurut kajian John Vane. Akibatnya. Serangan jantung disebabkan oleh penggumpalan darah dan rangsangan sakit menuju ke otak. pengurangan gumpalan darah dan rangsangan sakit ini disebabkan konsumsi aspirin pada kadar yang sedikit dianggap baik dari segi pengobatan. Sterling gagal untuk menghalangi "Aspirin" dari penggunaan sebagai kata generik. Tromboksan pula bertanggungjawab dalam pengagregatan platlet. Prostaglandins ialah hormon yang dihasilkan di dalam tubuh dan mempunyai efek pelbagai di dalam tubuh termasuk proses penghanta rangsangan sakit ke otak dan pemodulatan ran termostat hipotalamus. pada 1918. Aspi i l t si t ti pert i i penyebab utama perkembanganindustri farmateutikal Bayer mendaftarkan aspirin sebagai merek dagang pada 6 Maret 1899. hak penggunaan nama aspirin telah dibeli oleh AS melalui Sterling Drug Inc. Bayer tidak berhasil menghalangi saingannya dari peniruan rumus kimia dan menggunakan nama aspirin. sejenis enzim yang terlibat dalam pembentukan prostaglandins dan tromboksan. terhenti tak berbalik apabila aspirin mengasetil enzim tersebut. Feli Hoffmann bukanlah orang pertama yang berusaha untuk menciptakan sen yawa aspirin ini. aspirin menghambat pembentukan hormon dalam tubuh yang dikenal sebagai prostaglandins.[7] Bayer kehilangan hak merek dagang setelah pasukan sekutu merampas dan menjual aset luar perusahaan tersebut setelah Perang Dunia Pertama. Sebelumnya pada tahun 1853. "Aspirin" masih dianggap merek dagang yang dilindungi.

mereka yang akan menjalani pembedahan atau mempunyai masalah pendarahan tidak diperbolahkan mengonsumsi aspirin. Oleh itu.Namun. . efeknya darah lambat membeku menyebabkan pendarahan berlebihan bisa Terjadi.

DNA genom mitokondria (mitochondrial DNA genome) berasal dari mitokondria. sehingga yang tinggal adalah DNA. Isolasi DNA kromosom. Isolasi RNA RNA. hewan dan tumbuhan terdapat di dalam inti sel. dan beberapa organ lain di dalam sel seperti mitokondria dan kloroplast. Plasmid merupakan mulekul DNA sirkular dengan ukuran yang jauh lebih kecil dibanding kromosom. maka memerlukan perlakuan yang sedikit berbeda dengan prosedur di a tas. Selanjutnya ekstrak tersebut dipanaskan sampai suhu 90 oC untuk menginaktifasi enzim yang mendegradasi DNA (DNase). DNA genom kloroplast berasal dari kloroplast. Proses ini membebaskan DNA kromosom. Sumber DNA bisa dari tanaman. kultur mikroorganise. membran sel dilisis dengan penambahan detergen. RNA dan protein yang tersisa dipisahkan. DNA penyusun kromosom dan plasmid dibungkus oleh dinding sel (pada bakteri) atau dibungkus oleh protein tertentu (pada virus). Pertama. DNA kromosom dan protein diendapkan dengan penambahan potasium. kemudian pada ekstrak sel tersebut ditambahkan protease (yang berfungsi mendegradasi protein) dan RNase (yang berfungsi untuk mendegradasi RNA). Selain itu prokariot juga mengandung satu atau lebih plasmid. terutama mRNA merupakan materi genetik yang mengkode suatu protein. Penyebutan nama DNA juga didasarkan pada lokasi asalnya. Supernatan yang mengandung DNA plasmid. Prinsipnya adalah memisahkan DNA kromosom atau DNA genom dari komponen komponen sel lain. DNA plasmid. Kemudian ditambahkan RNase dan protese untuk mendegradasi RNA dan protein. atau sel manusia. Untuk memisahkan DNA plasmid. Kromosom eukariot berbentuk linear sedangkan kromosom prokariot berbentuk sirkular. RNA. DNA genome inti (nuclear DNA genome) berasal dari inti sel. Isolasi DNA plasmid DNA plasmid merupakan wadah yang di gunakan untuk kloning gen.isolasi Dasar Teori DNA pada organisme tingkat tinggi seperti manusia. Jumlah . Akhirnya DNA plasmid dapat dipresipitasi menggunakan etanol. sehingga DNA plasmid harus di pisahkan dari DNA kromosom. Pada organisme tingkat rendah. protein dan komponen lain. DNA plasmid mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil daripada DNA kromosom. DNA + protein + potasium yang mengendap dipisahk an dengan cara sentrifugasi. Membran sel dilisis dengan menambahkan detergen untuk membebaskan isinya. Larutan DNA kemudian di presipitasi dengan etanol dan bisa dilarutkan lagi dengan air.

Kemudian molekul nuleotida (DNA dan RNA) yang telah dipisahkan dibersihkan dari protein yang masih ada dengan menggunakan phenol. Proses sentrifugasi dengan kecepatan tinggi akan mengendapkan tepung berwarna putih (DNA) dan menempel di dasar tabung ependorf. penghilangan protein dan RNA (cell digestion) dan pengendapan DNA (precipitation of DNA) dan pemanenan. Atau RNA total juga dapat di isolasi dari sel dengan menambahkan enzim DNase yang berfungsi untuk mendegradasi DNA Ekstraksi DNA dari organisme eukaryote (manusia.populasi mRNA akan lebih banyak dibanding dengan DNA. Lapisan kedua yang merupakan sel darah putih diambil dengan klinipette. EDTA berfungsi sebagai perusak sel dengan cara mengikat ion magnesium (ion ini berfungsi untuk mempertahankan integritas s el maupun mempertahankan aktivitas enzim nuclease yang merusak asam nukleat). dan SDS (Sodium Dodecyl Sulfate). Berbagai teknik ekstraksi DNA telah dikembangkan dari prinsip dasar tersebut. Pemurnian atau purifikasi DNA dapat dilakukan dengan mencampur larutan DNA tersebut dengan NaCl yang berfungsi memekatk an. hanya sel darah putih yang mempunyai inti dan mengandung DNA. SDS merupakan sejenis deterjen yang berfungsi merusak membrane sel. yaitu lapisan paling atas merupakan serum. . Kotoran akibat lisis sel dipisahkan dengan car a sentrifugasi. isolasi DNA dilakukan hanya terhadap sel darah putih. lapisan tengah berwarna putih tipis adalah sel darah putih (buffy coat) dan lapisan bawah adal ah sel darah merah. dan mengendapkan DNA sewaktu dicampur dengan ethanol. Oleh sebab itu sampel darah total (whole blood) yang masih segar langsung dipisahkan menjadi serum. memisahkan DNA dari larutan. sampel darah total akan terbagi menjadi tiga lapisan. Oleh sebab itu dalam pelaksanaannya harus dilakukan dengan baik dan bebas kontaminasi. hewan dan tumbuhan) dilakukan melalui proses penghancuran dinding sel (lysis of cell walls). Agar lebih efisien. Enzim RNAase digunakan untuk menghancurkan RNA sehingga DNA dapat diisolasi secara utuh. Secara kimiawi pengha ncuran sel dilakukan dengan memanfaatkan senyawa kimia seperti EDTA (ethyllenediamine tetraacetic). Setelah disentrifugasi. sehingga saat ini muncul berbagai teknik ekstraksi dan purifikasi DNA. Prinsip dasar ekstraksi DNA adalah serangkaian proses untuk memisahkan DNA dari komponen -komponen sel lainnya. Sedangkan choloform digunakan untuk membersihkan s isa-sisa protein dan polisakarida dari larutan. mRNA eukariot dapat dipisahkan dari DNA dengan menggunakan oligonukleotida dT. Dalam proses ini sebagian kecil RNA juga dapat dibersihkan. Pada manusia. Enzim proteinase K dapat digunakan untuk menghancurkan protein. sel darah merah dan sel darah putih (dilapisan buffy coat) dengan teknik sentrifugasi. Hasil ekstraksi tersebut merupakan tahapan penting untuk langkah berikutnya.

yaitu kloroplas dan mitokondria. karena memiliki gugus hidroksil yang terbuka. Berkat adanya kloroplas maka tumbuhan hijau dapat mengubah energi yang terkandung dalam cahaya matahari menjadi energi potensial. Glikogen memiliki struktur yang sama dengan amilopektin.Glikogen mempunyai lebih banyak cabang daripada amilopektin. menyebabkan terlemparnya elektron ke luar. Panjang dari rantai cabang lebih kurang 8 sampai 10 unit glukosa. sedangkan mitokondria terdapat baik pada sel tumbuhan maupun sel hewan.000 sampai 100. Kedua pati dan glikogen terdapat di dalam sel dalam bentuk gumpalan besar atau granula.Isol si Glikogen Ditulis pada 29 January 2009 pukul 1:43 am oleh 71mm0 | | 1 Komentar y y y make money from your make money from your website make money from Karbohidrat sebagai zat gizi merupakan nama kelompok zat -zat organik yang mempunyai struktur molekul yang berbeda -beda. yang khas bagi sel tanaman dan glikogen pada sel hewan. terlempar. Cabang terjadi pada setiap 8 sampai 12 unit glukosa pada rantai utama. Salah satu penyusun karbohidrat ialah polisakharida ( polimer yang terbentuk dari pengulangan unit monosakharida terikat bersama ikatan glikosidik). klorofil-1. Ada dua organel yang bertugas sebagai pembangkit energi. dan membentur koenzim sitokrom. dan klorofil-2. H+ bereaksi . sehingga menjadi bentuk ion NADP-. Glikogen adalah polimer dari glukosa mata rantai ?. 1 ? 4¶ dengan cabang ?. Molekul glikogen mempunyai berat formula yang sangat berbeda. Klorofil ada dua macam dan bekerja sama untuk meresap energi cahaya matahari. Klorofil-2 juga mengalami kenaikan orbit elektron. Air diisap akar dari tanah lalu dialirkan ke sel -sel daging daun. dalam selnya juga ada pembangkit energi.000. Kloroplas hanya ada pada sel tumbuhan. Kloroplas terdapat dalam sel daging daun (mesofil). Jika sel daun kena sinar matahari orbit elektron molekul klorofil -1 meningkat. Polisakarida penyimpanan yang paling penting di alam adalah pati. yang juga terdapat dalam sel daun. mula i dari 270. Oleh sinar matahari air ini mengalami disosiasi menjadi ion H+ dan OH -. Pada tumbuhan. meski terdapat persamaan-persamaan dari sudut kimia dan fungsinya. 1 ? 6¶. lebih pendek dari amolipektin. Molekul pati dan glikogen terhidrasi pada tingkat cukup tinggi. Ini mendorong terbentuknya simpanan energi kimia ATP dari ADP dan P. Elektron itu diterima oleh koenzim NADP (nikotinamaida adenin dinukleotida posfat). dan mengandung pigmen klorofil.000.

Tanpa perlu cahaya matahari glukosa akan diubah jadi pati. Glukosa tidak bisa dibikin sel sendiri. protein. buah.dengan NADP. ATP jika terurai menjadi ADP dan P akan menghasilkan energi kinetis. Lalu hewan memakan tubuh tumbuhan berupa pucuk. Bagi hewan. dan vitamin. Hasil tambahan fotosintesa itu ialah oksigen (O2). biji. Maka dalam sel daun terbentuklah glukosa atau C 6H12O6. yang dilepaskan ke udara juga lewat mulut daun: 1) H2O + CO2 2) ATP C6H12O6 + O2 ADP + P Dalam hal ini O 2 produk tambahan fotosintesa adalah sumber oksigen bagi hewan. Begitu pula dengan protein. CO2 datang dari udara lewat mulut daun (stoma). umbi. . dan empulur yang mengandung bahan makanan itu.membentuk NADPH2. Glikogen dalam sel disintesa dari monomernya glukosa.Meskipun ketiga bahan itu dapat diproduksi oleh sel. Sel selalu aktif mensintesa protein. namun molekul sederhana atau monomernya didapat dari makanan juga. Oleh karena itu tumbuhan hijau perlu ada di sekitar lingkungan manusia dan hewan. Itu karena tumbuhan tidak membutuhkan banyak energi kinetik berupa pergerakan. yang kita sebut bahan makanan. Tetapi monomernya berupa asam amino harus didapat dari makanan. Bagi tumbuhan sendiri O2 digunakan sedikit sekali. lemak. Energi ini dipakai untuk mereaksikan NADPH2 dengan CO 2. O 2 perlu untuk oksidasi bahan makanan untuk menghasilkan energi berupa ATP.

pasien saling berdesakan sehingga infeksi mudah menjalar dari satu pasien ke pasien yang lain. infeksi P. Ternyata. Yang termasuk dalam genus tersebut adalah bakteri gram negatif. pasien dalam menjalani perawatan di rumah sakit dapat terinfeksi oleh mikroorganisme yang bersifat patogen. pencegahan tersebarnya penyakit dalam masyarakat.BAKTERI Pseudomonas aeruginosa by Ion Perak on Sunday. P. Angka fatalitas pasien-pasien tersebut mencapai 50 %. fibrosis kistik dan luka bakar. infeksi nosokomial adalah infeksi yang diperoleh selama dalam perawatan di rumah sakit. yaitu memanfaatkan kerusakan pada mekanisme pertahanan inang untuk memulai suatu infeksi. Bakteri ini dapat juga tinggal pada manusia yang normal dan berlaku sebagai saprofit pada usus normal dan pada kulit manusia. Rumah sakit ini merupakan bangsal yang luas dan penuh sesak. aeruginosa termasuk dalam genus Pseudomonas. berpasangan. polar da berflagel. Pada tahun 2000 spesies Pseudomonas spesies dideterminasikan meliputi Pseudomonas aeruginosa strain PA01. Nosokomial berasal dari kata Yunani berarti di rumah sakit .aeruginosa menjadi problema serius pada pasien rumah sakit yang menderita kanker.18. Bakteri ini bersifat aerob. rumah sakit cacar. aeruginosa termasuk bakteri gram negatif. Pseudomonas aeruginosa merupakan patogen utama bagi manusia. Pada abad ke. kata Florence Nightingale. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi nosokomial yaitu Pseudomonas aeruginosa.aeruginosa disebut patogen oportunistik. sanatorium tuberkulosis. Pseudomonas aeruginosa berbentuk batang dengan ukuran sekitar 0. Tetapi.6 x 2 µm. 2010 at 10:03pm Persyaratan utama setiap rumah sakit ialah tidak membahayakan pasien . atau rumah hama . berbentuk tangkai. Bakteri ini kadangkadang mengkoloni pada manusia dan menimbulkan infeksi apabila fungsi pertahanan inang abnormal. Istilah bagi infeksi ini yaitu penyakit nosokomial yang telah dikenal sekitar tahun 1960-an. dan terkadang membentuk rantai yang pendek. tidak mempunyai selubung (sheat) dan mempunyai flagel monotrika (flagel tunggal pada kutub) sehingga selalu bergerak. yang ditentukan oleh Migula pada tahun 1984. Sir James Y. Oleh karena itu. April 11. oksidase positif. Simpson mengatakan bahwa di dalam mengobati si sakit. Pelopor perbaikan rumah sakit. P. Bakteri ini dapat tumbuh di air suling dan akan tumbuh dengan baik dengan adanya unsur N . Bakteri ini terlihat sebagai bakteri tunggal. Jadi. Hal ini disebabkan adanya infeksi nosokomial. si sakit akan dikucilkan di rumah sakit demam. tidak berspora. tidak mampu memfermentasi tetapi dapat mengoksidasi glukosa/karbohidrat lain. P. katalase positif. maka akan berbahaya bila mereka dikumpulkan dan keselamatan hanya dapat tercapai bila mereka saling dipisahkan.

desinfektan.dan C. makanan. Alignat ini memungkinkan bakteri untuk membentuk biofilm. Di laboratorium. saluran pembuangan air dan kain pel. Koloni besar dan halus dengan permukaan rata dan meninggi. aeruginosa mudah tumbuh pada berbagai media pembiakan karena kebutuhan nutrisinya sangat sederhana. dan komplemen. medium paling sederhana untuk pertumbuhannya digunakan asetat (untuk karbon) dan ammonium sulfat (untuk nitrogen). 2. fagosit. .Otitis eksterna ringan pada perenang .Infeksi saluran kemih. alat bantu pernafasan. Tipe ini sering didapat dari sekresi saluran pernafasan dan saluran kemih. Alignat dapat melindungi bakteri dari pertahanan tubuh inang.Infeksi mata Penyebaran Pseudomonas aeruginosa dapat dijumpai di banyak tempat di rumah sakit. P. seperti limfosit. di saluran pernafasan. Alignat merupakan suatu eksopolisakarida yang merupakan polimer dari glucoronic acid dan mannuronic acid. Pembiakan dari spesimen klinik biasanya menghasilkan satu atau dua tipe koloni yang halus : 1. P. antibodi. aeruginosa adalah 42o C. Suhu optimum untuk pertumbuhan P. berbentuk gel kental disekeliling bakteri. . yaitu kumpulan koloni sel-sel mikroba yang menempel pada suatu permukaan misalnya kateter intravena atau jaringan paru. .Infeksi pada saluran napas mengakibatkan pneumonia yang disertai nekrosis.Infeksi pada luka dan luka bakar menimbulkan nanah hijau kebiruan . PENYAKIT YANG DITIMBULKAN Pseudomonas aeruginosa menimbulkan berbagai penyakit diantaranya yaitu : . aeruginosa membentuk biofilm untuk membantu kelangsungan hidupnya saat membentuk koloni pada paru-paru manusia. silia. Koloni halus dan mukoid sebagai hasil produksi berbahan dari alignat.

. tetapi infeksi ini cenderung berat: . -Infeksi saluran kemih. aeruginosa menyebabkan kontaminasi pada perlengkapan anestesi dan terapi pernafasan. Gejala Gejalanya tergantung bagian tubuh yang terkena. Inang rentan ini biasanya pasien bedah. pada fibrosis kistik mungkin terjadi kolonisasi kuman strain yang berlendir pada paru-paru. dengan koreng di tengahnya yang dikelilingi daerah kemerahan dan pembengkakan. ditandai dengan nanah biru-hijau dan bau manis seperti anggur.Infeksi mata. renjatan septik gram negatif dan sianosis yang semakin berat. bahkan air hasil proses penyulingan.Pneumonia.Infeksi pada luka atau luka bakar. biasanya kronis dan terjadi pada orang tua. mengalami penyebaran dan mempunyai gerbang masuk bagi inang yang rentan. Sering menyebabkan gangguan mental. -Otitis eksterna maligna. suatu infeksi telinga. Penularan Pseudomonas aeruginosa akan keluar dari sumbernya. Apabila menginfeksi pada saluran pernapasan maka akan meninggalkan saluran tersebut dan berpindah pada inang rentan yang lain. dapat juga lewat hewan (lalat. Infeksi paru-paru pada penderita bila menghirup Pseudomonas aeruginosa dalam jumlah besar pada alat bantu pernafasan yang tercemar. tangan tercemar. penanganan dan alat-alat yang tidak steril di rumah sakit. Mengingat Pseudomonas aeruginosa merupakan patogen nosokomial. Ruam ini sering timbul di ketiak dan lipat paha. mencemari lensa mata dan cairan lensa. pasien yang terluka atau luka bakar. P. dsb) yang telah tercemar. Infeksi ini sering menyebabkan daerah ruam berwarna hitam keunguan dengan diameter sekitar 1 cm. Pseudomonas bisa menyebabkan koreng pada mata. Kemudian akan menginfeksi inang lain yang rentan pada bagian tertentu misalnya saluran kencing. cairan intravena. Selain itu. Hal ini dapat juga dialami oleh penderita kanker. pasien yang menjalani pengobatan radiasi.Penyebaran Pseudomonas aeruginosa melalui aliran udara. nyamuk. juga pasien dengan peralatan yang menembus tubuh. . . cara pemindahsebarannya dapat melalui penanganan dan penggunaan alat yang tidak steril. bisa menyebabkan nyeri telinga hebat dan kerusakan saraf dan sering terjadi pada penderita kencing manis. Pseudomonas aeruginosa akan keluar dari saluran yang telah diinfeksinya. Pseudomonas aeruginosa sering kali merupakan flora normal yang melekat pada tubuh kita dan tidak akan menimbulkan penyakit selama pertahanan tubuh normal. air.

.Karena itu. Upaya pencegahan penularan penyakit pada pasien yang dirawat di rumah sakit dilakukan dengan cara kerja steril/ aseptis yang dilakukan oleh setiap personil rumah sakit (medis dan paramedis) dengan penuh rasa tanggung jawab. upaya pencegahan yang paling baik adalah dengan menjaga daya tahan tubuh agar tetap tinggi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->