P. 1
Teknik Interpretasi

Teknik Interpretasi

4.82

|Views: 10,715|Likes:
Published by vrp13
It is a paper which discuss about environmental Interpretation Technique.
It is a paper which discuss about environmental Interpretation Technique.

More info:

Published by: vrp13 on Jul 24, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2014

pdf

text

original

TEKNIK INTERPRETASI1

Eva Rachmawati2

1. Definisi Interpretasi
Interpretasi adalah suatu proses untuk menyederhanakan ide-ide atau issu-issu yang rumit dan kemudian membaginya dengan masyarakat awam/umum. Suatu interpretasi yang baik adalah suatu interpretasi yang dapat membangun hubungan antara audiens dengan obyek interpretasi. Apabila dilakukan secara efektif, interpretasi dapat digunakan untuk meyakinkan orang lain, dapat mendorong orang lain untuk merubah cara berpikir dan tingkah laku mereka. Interpretasi adalah pelayanan kepada kelompok sasaran yang datang ke taman-taman, hutan, tempat-tempat yang dilindungi dan rekreasi yang lain, karena kelompok sasaran selain ingin bersantai atau mencari inspirasi juga mempunyai keinginan untuk mempelajari tentang alam, atau kebudayaan. Sumberdaya alam yang ingin dilihat dapat berupa proses geologis, satwa, tumbuhan, kominitas ekologis, atau sejarah manusia. Interpretasi adalah suatu mata rantai komunikasi antara pengunjung dan sumberdaya yang ada (Sharpe, 1982). Sedangkan Tilden (1957) yang disebut juga Bapak Interpretasi menyatakan bahwa Interpretasi lingkungan adalah suatu aktivitas pendidikan untuk mengungkapkan arti dan hubungan antara obyek alami dengan kelompok sasaran, dengan pengalaman tangan pertama, dan dengan penggambaran media (ilustrasi) secara sederhana. Harold Walin (dalam Sharpe, 1982), Kepala Taman Metropolitan Cleveland, mengatakan bahwa “Interpretasi adalah suatu cara pelayanan untuk membantu kelompok sasaran supaya tergugah rasa sensitifnya dalam merasakan keindahan alam, kekomplekannya, variasinya dan hubungan lingkungan, rasa kagum dan mempunyai keingintahuan. mengembangkan persepsinya. Kita sering mempertanyakan apa sebenarnya perbedaan antara informasi, pendidikan lingkungan dengan interpretasi. Informasi adalah sesuatu yang disampaikan kepada kelompok sasaran atau kelompok sasaran seperti keadaan aslinya yaitu misalnya suatu fakta, gambar-gambar dan tanggal-tanggal. Sebagai contoh, buku panduan satwa memberikan informasi mengenai jenis satwa, dan biasanya tidak ada interpertasinya. Interpretasi terdiri dari informasi. Interpretasi bukanlah apa yang anda sampaikan pada kelompok sasaran akan tetapi bagaimana cara anda menyampaikan informasi tersebut kepada kelompok sasaran.
1

Hal itu semua akan

membantu kelompok sasaran untuk merasakan lingkungan sebagai rumahnya dan dapat

Makalah disampaikan pada Pelatihan Fasilitator Lingkungan 2008 “Memfasilitasi Publik sebagai Agen Perubahan dalam Pengelolaan Lingkungan secara Berkelanjutan” Penguatan Kapasitas Memfasilitasi Program Pendidikan Lingkungan, yang dilaksanakan oleh RMI-The Indonesian Institute for Forest and Environment di Kampung Pendidikan Lingkungan, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor dari tanggal 11-13 Juli 2008. 2 Staff pengajar Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan-IPB 1

Pendidikan lingkungan (baik itu dalam pendidikan formal atau non formal) dapat disampaikan melalui pendekatan instruksional atau dengan menggunakan pendekatan interpretive. Suatu hal yang harus diingat bahwa interpretasi merupakan proses komunikasi. Jika proses dalam menyampaikan informasi mengenai lingkungan berjalan dengan baik sehingga berguna bagi kelompok sasaran maka “pendidikan” lingkungan akan terjadi. “pendidikan” akan terjadi apabila kelompok sasaran: 1) Menerima pesan yang disampaikan 2) Memahami pesan yang disampaikan 3) Mengingat pesan yang disampaikan 4) Ada kemungkinan untuk menggunakan informasi tersebut. Dalam interpretasi digunakan teknik pemasaran dan periklanan, strategi jurnalistik dan strategi komunikasi lainnya. Interpretasi adalah suatu komunikasi dengan menggunakan pengalaman yang menyenangkan.

2. Teknik Interpretasi Untuk melaksanakan kegiatan interpretasi tersebut bisa dilakukan dengan beberapa cara/teknik. Menurut Sharpe (1982) secara garis besar terdapat dua macam teknik interpretasi. a. Teknik secara langsung (attended service) Adalah kegiatan interpretasi yang melibatkan langsung antara interpreter (penginterpretasi), kelompok sasaran dengan obyek interpretasi yang ada sehingga

kelompok sasaran dapat secara langsung melihat, mendengar atau bila mungkin mencium, meraba dan merasakan obyek-obyek intrepretasi yang dipergunakan dan biasanya dengan tahap pelaksanaan sebagai berikut: 1) Informasi Kelompok sasaran akan mendapatkan informasi tentang obyek yang akan dikunjungi. 2) Rencana kegiatan pelaksanaan program akan dijelaskan pada suatu pusat pengunjung atau dikenal juga dengan nama pusat informasi, jadi kelompok sasaran sudah lebih dulu mengetahui program interpretasi yang dipilih dan garis besar rencana perjalanannya. 3) Penyampaian uraian-uraian Dilakukan oleh interpreter pada saat melaksanakan program interpretasinya. Dengan adanya kontak antara kelompok sasaran dengan penginterpretasi maka ada suatu komunikasi langsung, dan disini peran seorang penginterpretasi sangat besar untuk dapat mengungkapkan secara menarik semua potensi dalam suatu kawasan. Seorang penginterpretasi yang baik harus dapat membuat suasana yang santai sehingga kelompok sasaran akan dapat bebas bertanya ataupun dapat mengutarakan keluhan-keluhannya. Interpretasi secara langsung dapat berupa: a) Tamasya keliling atau berjalan-jalan dengan interpreter wisata.

2

Kelompok sasaran dalam kelompok-kelompok atau perorangan yang bergabung membentuk suatu rombongan berjalan-jalan atau dengan kendaraan mendatangi obyek-obyek interpretasi dengan dipandu oleh penginterpretasi dan mengikuti salah satu program penginterpretasi yang sudah disusun. Kegiatan ini merupakan suatu kegiatan interpretasi dengan melakukan pergerakan atau perjalanan. Terdapat 3 karakteristik dalam kegiatan ini yaitu peserta berpindah dari satu tempat ke tempat lain, terdapat beberapa tempat istirahat atau pemberhentian untuk menunjukkan suatu obyek di lokasi tersebut dan untuk kegiatan ini diperlukan komitmen lebih dari peserta karena mereka memerlukan waktu dan energi yang lebih banyak untuk berjalan dari satu tempat ke tempat lain. Ada beberapa contoh dari perjalanan ini yaitu : Berjalan menyusuri jalur untuk mengamati hewan dan tumbuhan yang terdapat di jalur tersebut serta bagaimana mereka berinteraksi. Memandu kelompok sasaran mendatangi area persemaian, kebun atau area demonstrasi lainnya. Berjalan memalui suatu kawasan dan menjelaskan mengenai sejarah atau kondisi dari kawasan tersebut. Memandu kelompok sasaran untuk melihat – lihat di wisma cinta alam atau pameran yang telah disiapkan. Agar suatu perjalanan lebih efektif maka perencana harus merencanakannya dengan seksama mulai dari awal hingga akhir. Persiapkan jalur interpretasi, tanda – tanda dan apabila memungkinkan disusun brosur yang menjelaskan mengenai kegiatan perjalanan tersebut. Untuk perjalanan di luar ruangan, interpreter atau fasilitator perlu melakukan uji coba di rute yang dipilih sebanyak beberapa kali untuk melihat kondisi dan situasi secara menyeluruh, membuat catatan mengenai hal – hal khusus yang dapat membahayakan peserta dan lain – lain. Satu hal yang harus diingat oleh interpreter atau fasilitator bahwa melakukan perjalanan dengan sekelompok orang akan memakan waktu yang lebih banyak daripada melakukan perjalanan sendiri. Dalam melakukan perjalanan interpretasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: 1) Sebelum perjalanan Interpreter atau fasilitator harus tiba di tempat lebih awal agar dapat menolong peserta untuk menemukan lokasi. Berbicara dengan peserta begitu mereka tiba sehingga peserta merasa disambut dengan tangan terbuka dan senang hati. Suatu pembicaraan informal dapat membangun hubungan dengan peserta dan memungkinkan interpreter mendapatkan pengetahuan mengenai kebutuhan dan minat, tingkat pengetahuan, dan harapan dari para peserta yang mengikuti perjalanan tersebut.

3

2) Penjelasan awal Dalam penjelasan awal, peserta diberi informasi mengenai gambaran kegiatan yang akan dilaksanakan, jarak dan kondisi jalan yang akan ditempuh, serta hal – hal yang perlu diperhatikan oleh peserta, misalnya tempat – tempat yang berbahaya. Selain itu ditanyakan pula pada peserta mengenai kesiapan mereka baik fisik, mental maupun perlengkapan yang diperlukan selama perjalanan. 3) Pada setiap pemberhentian Ada tempat – tempat pemberhentian akan membantu peserta untuk memfokuskan perhatian pada pesan yang ingin disampaikan, mempelajari hal – hal yang mereka lihat sepanjang perjalanan dan untuk memperpanjang minat mereka agar tidak cepat bosan. Di tempat pemberhentian tersebut : Tarik perhatian peserta terhadap obyek yang ingin didiskusikan dengan cara berdiri di sebelah obyek tersebut, menunjuknya atau menjelaskan lokasi keberadaan obyek tersebut dan meminta peserta untuk mencarinya. Memberikan penjelasan mengenai obyek yang dimaksud, identifikasikan dan berikan informasi menarik yang disertai dengan anekdot – anekdot yang lucu. Hubungkan diskusi tersebut dengan inti pesan yang ingin disampaikan. Setelah selesai, persiapkan peserta untuk melanjutkan perjalanan dan berikan sedikit gambaran mengenai apa yang akan mereka temukan selanjutnya. 4) Hal – hal lain yang harus diperhatikan Dalam perjalanan bisa diselingi dengan permainan, pengamatan dan lain – lain. Jika diantara peserta terdapat seseorang yang memiliki keterbatasan indra, maka aktifitas dapat dimodifikasi dengan menambah ilustrasi, deskripsi dan lain – lain. b) Percakapan atau diskusi di lokasi dengan/tanpa demonstrasi. Cara ini biasanya dilakukan pada tempat-tempat khusus, misalnya tempat-tempat yang memiliki keunikan flora dan fauna tertentu. Flora biasanya dapat ditunjukkan secara langsung, sedangkan untuk fauna dapat ditunjukkan di tempat-tempat yang menjadi tempat bermain, mencari makan, tidur, dan sebagainya. Beberapa jenis kegiatan yang termasuk interpretasi dengan teknik tersebut antara lain : Bercerita Sebuah cerita dapat menjadi bahan pendidikan sekaligus bahan hiburan yang menyenangkan. Ada beberapa cerita yang memberikan pelajaran atau pertanyaan – pertanyaan yang harus dijawab oleh pendengar. Setiap orang, masyarakat atau kebudayaan memiliki cerita sejarah dan tradisi yang berbeda – beda yang mempengaruhi cerita yang mereka sampaikan. Seperti suatu cerita rakyat, temanya akan berkaitan dengan sejarah alam dan budayanya. Contohnya saja salah satu cerita rakyat Pasundan atau Parahyangan, yaitu Sangkuriang. Tema dan latar belakang ceritanya berkisar dari pegunungan,

4

hutan, dan kerajaan.

Hal tersebut dikarenakan sebagian besar alam Bumi

Pasundan terdiri dari pegunungan dan hutan serta terdapat banyak kerajaan. Si pencerita dapat menceritakan kembali peristiwa – peristiwa yang aneh dan menakjubkan yang berkaitan dengan kehidupan sehari – hari atau memberikan penjelasan bagaimana peristiwa – peritiwa tersebut dapat terjadi. Dengan cara tersebut, interpreter dapat menangkap perhatian sasaran dengan cerita – cerita imajinatif yang memiliki pesan – pesan penting yang akan diingat oleh pendengar. Untuk sebagian pendengar, dapat juga dilaksanakan diskusi cerita tersebut dan bagaimana hal tersebut dapat mengungkapkan adanya interaksi antara manusia dengan lingkungannya dan kepercayaan yang menjadi dasar tingkah laku mereka. Pendengar (sasaran) juga dapat menjadi pencerita. Setelah interpreter menceritakan suatu cerita dan mendiskusikannya, pendengar (sasaran) tadi kemudian dirangsang untuk menulis cerita atau essay yang bertemakan lingkungan dan kemudian menceritakannya kembali kepada yang lain. Kegiatan tersebut dapat menjadi suatu kegiatan yang kreatif dan menyenangkan serta meningkatkan kemampuan dalam menggunakan bahasa yang baik dan dalam menulis. Khayalan Terpandu (Guided Imagery) Kegiatan Khayalan Terpandu akan membawa pendengar untuk melakukan perjalanan imajinatif ke suatu tempat dan waktu yang tidak dapat didatangi secara langsung. Kata – kata interpreter dan daya imajinasi peserta akan menjadi Khayalan terpandu dapat menolong orang untuk peralatan visualnya.

memfokuskan terhadap perasaan dan suara, memahami konsep atau mengulang serta mengingat kembali hal – hal yang telah mereka pelajari sebelumnya. Untuk melaksanakan kegiatan Khayalan Terpandu, ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu : Melakukan penelitian terhadap subyek yang akan dipresentasikan dengan tujuan untuk menghasilkan gambaran yang akurat. Menyusun skenario yang menceritakan kisah tersebut dengan menghubungkan beberapa gambaran yang terpisah. Mulailah kegiatan

perjalanan khayalan tersebut dengan mengundang peserta untuk duduk di tempat yang mereka anggap nyaman. Sebagai tambahan, interpreter dapat memilih setting yang alami atau menggunakan peralatan audio untuk menambah efek suasana. Interpreter harus mengusahakan agar para peserta merasa nyaman dan tidak memikirkan sesuatu hal yang dapat mengacaukan pikiran. Interpreter harus dapat memandu pendengar untuk mengikuti perjalanan khayalan tersebut dengan menghentikan ceritanya untuk beberapa lama agar peserta mempunyai kesempatan untuk memvisualisasikan hal – hal yang anda gambarkan dalam pikiran mereka.

5

Setelah selesai, peserta diajak untuk kembali dari khayalan mereka dan kemudian mengajak mereka untuk saling berbagi pengalaman dengan cara diskusi atau membuat gambar dari bagian perjalanan yang paling mereka sukai. (Regnier, Gross, and Zimmerman 1994 dalam Domroese & Sterling, 1999) Sketsa Karakter atau Uraian Singkat Karakter (Character Sketches) Dalam kegiatan Sketsa Karakter, interpreter menceritakan atau menghidupkan kembali cerita dengan menjadi salah satu karakter dalam cerita tersebut. Misalnya, interpreter dapat berperan sebagai petani, rimbawan atau karakter lain yang dapat diidentifikasi oleh peserta. Untuk karakter dalam sejarah, sangatlah penting untuk ditampilkan seakurat mungkin, apabila memungkinkan, menggunakan kostum yang sebenarnya dan mengeskpresikannya dengan benar. Kostum tersebut dapat berfungsi sebagai alat untuk menarik minat dan menegaskan keautentikan dari informasi yang diberikan. Permainan Kegiatan interpretasi juga dapat dilakukan dalam bentuk permainan. Permainan tersebut sebaiknya dibuat atau dimodifikasi dari permainan – permainan yang telah dikenal oleh para peserta. Hal ini akan merangsang partisipasi penuh dari seluruh peserta. Kegiatan permainan sebaiknya menarik, menyenangkan dan juga meningkatkan pembelajaran terhadap lingkungan yang difokuskan pada konsep dan keterampilan tertentu. b. Teknik secara tidak langsung (unattended service) Adalah kegiatan interpretasi yang dilaksanakan dengan menggunakan alat bantu dalam memperkenalkan obyek interpretasi. Interpretasi disajikan dalam suatu program slide, video, film, rangkaian gambar-gambar dan sebagainya. Program interpretasi secara tidak langsung ini juga harus dibuat menarik dan betul-betul dapat mewakili potensi alam yang ada di tempat tersebut. Kedua teknik diatas sebenarnya tidak dapat dipisahkan begitu saja karena biasanya kelompok sasaran yang datang ke suatu kawasan yang mempunyai potensi besar dan luas ingin melihat dulu secara keseluruhan potensi alam yang ada ditempat-tempat tersebut, baru setelah itu melihat salah satu atau beberapa program interpretasi yang ditawarkan. Selain sarana-sarana yang disebutkan diatas sebenarnya masih ada lagi beberapa cara interpretasi lain, yaitu: Interpretasi di luar tempat aslinya seperti misalnya Urban Interpretation yang merupakan bentuk interpreatsi yang jauh dari lokasi/kawasan yang diinterpretasikan. Interpretasi ini ditujukan kepada masyarakat yang ingin berlokasi jauh dari obyek interpretasi yang ingin kita jelaskan. Untuk melaksanakan kegiatan ini diperlukan pengalaman dalam bermain drama.

6

3. Merencanakan Interpretasi Ada beberapa langkah penting untuk membuat interpretasi yang baik, yaitu: 1) Menentukan obyek atau ide apa yang akan diinterpretasikan. Obyek atau ide tersebut sebaiknya ide yang sederhana. Selain itu harus ditentukan pula tujuan dari penyampaian interpretasi tersebut. Misalnya saja anda ingin menginterpretasikan mengenai “sampah”, sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah agar masyarakat memahami mengenai bahaya dari sampah tersebut. Masyarakat. 2) Mengidentifikasi target sasaran (kelompok masyarakat) yang dituju dan memikirkan bagaimana anda akan menyampaikan interpretasi anda pada kelompok sasaran tersebut. Cobalah untuk menggabungkan berbagai cara agar dapat mencapai tujuan yang anda harapkan. Kelompok sasaran yang anda hadapi akan sangat beragam, mulai dari latar belakang usia, pendidikan, latar belakang budaya dan sosial ekonomi. Oleh karena itu anda sedapat mungkin harus dapat menyesuaikan interpretasi anda dengan kelompok sasaran anda. Memahami latar belakang kelompok sasaran adalah kuncinya. Latar belakang sosial ekonomi merupakan suatu bahan pertimbangan yang penting karena hal tersebut akan berpengaruh pada gaya hidup dan minat mereka. Minat ini akan sangat berpengaruh terhadap bagaimana mengaitkan kelompok sasaran anda dengan interpretasi anda. Apabila memungkinkan, seluruh kegiatan interpretasi haruslah dapat menghubungkan antara obyek atau issue yang dibahas dengan kelompok sasaran yang dituju. Orang-orang pada umumnya lebih mudah memahami atau lebih menaruh perhatian pada hal-hal yang berkaitan dengan mereka. Apabila hal tersebut tidak berkaitan dengan mereka atau merupakan suatu hal yang baru maka mereka akan sedikit kesulitan untuk memahaminya dan mungkin mereka menjadi tidak ingin mengetahuinya. Ada beberapa cara untuk dapat menghubungkan antara obyek interpretasi dengan kelompok sasaran (dalam hal ini manusia) antara lain: Dengan memikirkan sesuatu hal yang familiar dengan kelompok sasaran tersebut seperti misalnya dengan hal-hal atau situasi yang dihadapi oleh mereka sehari-hari. Sebagai contoh, anda ingin menerangkan mengenai satwa liar pada saat berkembang biak maka mereka tidak boleh diganggu. Anda dapat memisalkan dengan manusia yang juga tidak ingin diganggu apabila sedang berdua dengan seseorang yang dekat. Menggunakan anthropomorphism yaitu dengan menempatkan karakteristik manusia pada benda yang bukan manusia. Misalnya saja kepemimpinan raja rimba digambarkan seperti presiden di suatu negara. Apabila anda menggunakan tanda interpretasi untuk menyampaikan ide anda maka kata-kata yang digunakan haruslah “singkat dan manis”. Jika tidak maka orang yang membacanya Obyek dan tujuan tersebut sederhana saja, akan tetapi dapat menjadi suatu bagian dari tujuan yang lebih besar, misalnya saja Pengelolaan Sampah oleh

7

akan cepat kehilangan minat untuk membacanya. Tuliskan ide yang paling penting di bagian depan atau atas dan dengan huruf yang lebih besar. Semakin sedikit tulisan yang digunakan akan semakin baik. Cobalah untuk menyampaikan pesan anda sesederhana mungkin. Sebagian besar orang hanya akan membacanya sekilas, oleh karena itu ide umum yang ingin anda sampaikan harus dapat dikomunikasikan dengan pandangan sekilas tersebut. Satu hal yang penting dalam membuat interpretasi adalah adanya topik atau tema. Tema inilah yang akan menyatukan seluruh materi interpretasi menjadi satu kesatuan. Adanya tema akan sangat membantu terutama jika anda memiliki banyak display atau obyek dalam satu wilayah. Tema akan membantu anda dalam mengurutkan informasi yang ingin disampaikan. Daftar Pustaka Domroese, M.C. & E.J. Sterling. 1999. Interpreting Biodiversity : A Manual for Environmental Educators in the Tropics. Center for Biodiversity and Conservation, American Museum of Natural History. New York, USA. Departemen Kehutanan. 1995. Buku Panduan Latihan Interpretasi Taman Nasional. Proyek Taman Nasional Ujung Kulon kerjasama Pemerintah Indonesia dan Selandia Baru Tahap II, 1993 – 1995. Direktorat Taman Nasional dan Hutan WIsata, DItjen PHPA. 1988. Pedoman Interpretasi Taman Nasional. Proyek Pembangunan Taman Nasional dan Hutan Wisata Pusat, Bogor. Grater, R.K. 1976. The Interpreter's Handbook. Southwest Parks ad Monuments Association, USA. Muntasib, E.K.S.H. 1998. Interpreteran (Interpretasi Lingkungan). JKSH FAHUTAN IPB. Sharpe, G.W. 1982. Interpreting the Environment (2nd edition). John Wiley & Sons, Inc. Tilden, F. 1957. Interpreting Our Heritage Chapel Hill. The University of North Carolina Press, New York. Kara N. Youngentob and Mark E. Hostetler. Environmental Interpretation: How to Communicate Persuasively. University of Florida, Institute of Food and Agricultural Sciences.

8

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->