P. 1
KULTUR JARINGAN

KULTUR JARINGAN

|Views: 630|Likes:
Published by Dito Rahmat Aulia

More info:

Published by: Dito Rahmat Aulia on Nov 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2013

pdf

text

original

PENGERTIAN TENTANG KULTUR JARINGAN Menurut Suryowinoto (1991), kultur jaringan dalam baha asing disebut sebagai tissue

culture. Kultur adalah budidaya dan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. jadi, kultur jaringan berarti membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya. Kultur jaringan akan lebih besar presentase keberhasilannya bila menggunakan jaringan meristem. Jaringan meristem adalah jaringan muda, yaitu jaringan yang terdiri dari sel-sel yang selalu membelah, dinding tipis, plasmanya penuh dan vakuolanya kecil-kecil. Kebanyakan orang menggunakan jaringan ini untuk tissue culture. Sebab, jaringan meristem keadaannya selalu membelah, sehingga diperkirakan mempunyai zat hormon yang mengatur pembelahan. Teknik kultur jaringan sebenarnya sangat sederhana, yaitu suatu sel atau irisan jaringan tanaman yang sering disebut eksplan secara aseptik diletakkan dan dipelihara dalam medium pada atau cair yang cocok dan dalam keadaan steril. dengan cara demikian sebaian sel pada permukaan irisan tersebut akan mengalami proliferasi dan membentuk kalus. Apabila kalus yang terbentuk dipindahkan kedlam medium diferensiasi yang cocok, maka akan terbentuk tanaman kecil yang lengkap dan disebut planlet. Dengan teknik kultur jaringan ini hanya dari satu irisan kecil suatu jaringan tanaman dapat dihasilkan kalus yang dapat menjadi planlet dlama jumlah yang besar. Pelaksanaan teknik kultur jaringan tanaman ini berdasarkan teori sel sperti yang dikemukakan oleh Schleiden, yaitu bahwa sel mempunyai kemampuan autonom, bahkan mempunyai kemampuan totipotensi. Totipotensi adalah kemampuan setiap sel, darimana saja sel tersebut diambil, apabila diletakkan dilingkungan yangsesuai akan tumbuh menjadi tanaman yang sempurna. Teknik kultur jaringan akan berhasil dengan baik apabila syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi. Syarat-syarat tersebut meliputi pemilihan eksplan sebagai bahan dasar untuk pembentukkan kalus, penggunaan medium yang cocok, keadaan yang aseptik dan pengaturan udara yang baik terutama untuk kultur cair. Meskipun pada prinsipnya semua jenis sel dapat ditumbuhkan, tetapi sebaiknya dipilih bagian tanaman yang masih muda dan mudah tumbuh yaitu bagian meristem, seperti: daun muda, ujung akar, ujung batang, keping biji dan sebagainya. Bila menggunakan embrio bagian bji-biji yang lain sebagai eksplan, yang perlu diperhatikan adalah kemasakan embrio, waktu imbibisi, temperatur dan dormansi.

Bibit-bibit tanaman dari usaha mericlono (tanaman hasil budidaya meristem) akan berharga lebih mahal. sehingga terjadi penggabungan sifat-sifat yang baik dari kedua jenis tanaman tersebut hingga terjadi hibrid somatik. misalnya. yang mempunyai sifat fisiologi dan morfologi sama persis dengan induknya. Pada ekspor anggrek. Dengan car kultur jaringan dapat klon suatu komoditas tanaman dalam relatif cepat. Contohnya transfer khloroplas dari tanaman tembakau berwarna hijau ke dalam protoplas tanaman tembakau yang albino.MANFAAT KULTUR JARINGAN Kegunaan utama dari kultur jaringan adalah untuk mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak dalam waktu yang relatif singkat. Hala ini dapat diatasi denga usaha kloning melalui budaya jaringan. Kultur jaringan tanaman telah dikenal banyak orang sebagai usaha mendapatkan varietas baru (unggul) dari suatu jenis tanaman dalam waktu yang relatif lebih singkat dari pada dengan cara pemuliaan tanaman yang harus dilakukan penanaman secara berulang-ulang sampai beberapa generasi. Manfaat yang dapat diperoleh dari kloning ini cukup banyak. maka sudah dapat dibayangkan betapa mahalnya biayanya hanya untuk trasnportasi saja. karena induknya dipilih dari tanaman yang mempunyai sifat paling bagus (unggul). misalnya: di luar pulau Jawa akan didirikan suatu perkebunan yang membutuhkan bibit tanaman dalam jumlah ribuan. Dalam hal ini dapat dipenuhi juga dengan usaha kloning. karena hanya perlu membawa beberapa puluh botol planlet yang berisi ribuan bibit. Secara lebih rinci dan jelas berikut ini akan dibahas secara khusus kegunaan dari kultur jaringan terhadap berbagai ilmu pengetahuan. Contoh lain adalah keberhasilan mentrasnfer khloroplas dari tanaman jagung ke dalam protoplas tanaman tebu hasilnya memuaskan (Anik Herawati. Perbanyakan tanaman secara besar-besaran telah dibuktikan keberhasilannya pada perkebunan kelapa sawit dan tebu. Dari teknik kultur jaringan tanaman ini diharapkan juga memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul. hasilnya sangat memuaskan karena tanaman tembakau menjadi hijau pula. Cara yang lain adalah dengan menyuntikkan protoplas dari suatu tanaman ketanaman lain. 1991). Dengan cara ini dapat menghemat waktu dan biaya yang cukup banyak dalam persiapan pemberangkatan ataupun transportasinya. orang luar negeri menghendaki bunga anggrek yang seragam baik bentuk maupun warnanya. Untuk mendapatkan varietas baru melalui kultur jaringan dapat dilakukan dengan cara isolasi protoplas dari 2 macam varietas yang difusikan. Khloroplas yang ditransfer harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: . Atau dengan cara isolasi khloroplas suatu jenis tanaman yang dimasukkan kedalam protoplas jenis tanaman yang lain.

Beberapa jenis tanaman ada yang teramcam punah (endangered species). Contoh isolasi protoplas dalam budidaya jaringan yang sangat berguna adalah ditemukannya sunchlorella (jenis ganggang).Glycol) atau NaCL. kenanga. Pada penelitian ini menggunakan penambahan PEG (Poly Ethilen. dan terponoid. karena dari usaha ini dapat dihasilkan metabolit skunder upaya untuk pembuatan obat-obatan. Menciptakan varietas baru dapat pula dilakukan dengan menggunakan bantuan jenis bakteri seperti bakteri penyebab tumor yang disebut Agrobacterium tumifaciens. Ganggang ini secara enzimatis dijadikan protoplas (sel-selnya ditelanjangi dengan cara diinkubasikan dalam enzim medium sehingga dinding selnya larut). logam berat. populasi dari tanaman tersebut akan terselamatkan. dan kayu putih. agar tanaman sehat tersebut menjadi sakit tumor. Menciptakan tanaman baru yang toleran terhadap stress garam pernah dilakukan oleh Handa dkk. Setelah diisolasi masih mempunyai sifat atau aktivitas fotosintesa yang cukup tinggi. khloroplas harus sempurna. misalnya berbagai jenis tanaman pisang. Bakteri yang berada dalam jaringan yang menonjol karena terkena tumor tersebut kemudian diambil dan disuntikkan kedalam tanaman lain yang ukuran buahnya kecil-kecil.Sewaktu dilakukan isolasi. pestisida tertentu. Hal ini membuktikan bahwa bakteri yang dipindahkan tersebut membawa sifat keturunan yang ada pada tanaman semula. kayu jati. yaitu dengan memisahkan unsurunsur yang terdapat di dalam kalus ataupun protokormus. steroid. (Suryowinoto. tanaman melati. sekaligus sifat-sifat yang dimiliki oleh tanaman tersebut tetap terjamin. Dengan usaha kloning ini. Kultur jaringan juga mempunyai manfaat yang besar dibidang farmasi. misalnya alkoloid. 1985) yaitu terhadap tanaman tomat dan tembakau. suhu rendah atau tinggi dan sebagainya dapat dilakukan dengan cara-cara khusus. Protoplas tersebut selanjutnya dipecah hingga didapatkan khloroplas dan akhirnya dibuat pil-pil untuk pengobatan. kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari. Usaha yang paling tepat untuk melestarikan tanaman yang terancam punah adalah dengan jalan kloning. Dengan cara ini terbukti bahwa tidak lam kemudian tanaman tersebut menghasilkan buah yang ukurannya besar. bahkan dapat bertambah. Dengan ditemukannya cara mendapatkan metabolit skunderdari kalus suatu eksplan yang di tumbuhkan . Sedangkan untuk mendapatkan yang baru yang tahan terhadap stress garam. Setelah diisolasi harus mempuyai sifat yang sama dengan khloroplas yang tumbuh secara in vivo (budidaya biasa). yang biasa dipergunakan untuk mendapatkan kultivar yang toleransi terhadap garam. Bakteri ini disuntikkan pada tanaman sehat mempunyai buah ukuran besar.

baru beberapa kalangan pengusaha swasta saja yang sudah mencoba melaksanakannya. Dengan cara biasa. Dengan demikian jelas akan amat sulit untuk diterima oleh kalangan petani biasa. Metabolit yang dihasilkan dari kalus ternyata juga memiliki kadar yang lebih tinggi daripada dengan cara biasa (langsung dari tanaman). Persenyawaan yang bermanfaat yang diambil dari kalus dapat ditingkatkan kadarnya dengan cara memanipulasinya. . Dengan cara pengambilan metabolit skunder dari kalus. walaupun dapat di usahakan secara sederhana (dalam ruang yang terbatas). sebab walaupun tanamannya belum berbunga orang sudah dapat mengetahui warna bunga yang akan muncul. denagn terlaksananya ekspor tanaman anggrek ke negara lain. Mengubah salah satu kadar komponen dalam medium. mak berarti dapat menghemat waktu dan tenaga. telah berhasil diketahui bahwa jika ujung akarnya diiris melintang akan memperlihatkan warna tertentu. Di samping itu. Pada tanaman anggrek misalnya. kimia dan pertanian. Misalnya. pelaksanaan teknik kultur jaringan mutlak memerlukan laboratorium khusus. antara lain: Memakai medium lain yang sesuai. anatomi tumbuhan. namun tetap memerlukan peralatan yang memadai. Melalui perbanyakan vegetatif dengan kultur jaringan ternyata juga berpengaruh terhadap devisa negara. Sedangkan dengan teknik kultur jaringan hanya membuthkan waktu antara tiga minggu sampai satu bulan saja. karena seringkali timbul zat-zat alkaloid atau persenyawaan-persenyawaan lainnya yang sangat berguna untuk pengobatan. biasanya selalu diperoleh kandungan lain yang lebih banyak jenisnya. Karena semua pekerjaan harus dilaksanakan secara hatri-hati dan cermat serta memerlukan kesabaran yang tinggi.dalam medium kultur jaringan. Memberi zat tambahan tertentu ke dalam medium. karena pelaksanaan teknik kultur jaringan tanaman memerlukan keterampilan khusus dan harus diltar belakangi dengan ilmu pengetahuan dasar tentang fisiologi tumbuhan. biologi. Kemungkinan lain petani akan merasa enggan bekerja secara aseptik. maka akan menaikkan devisan negara dibidang pertanian. Hal ini sangat berguna dalam bidang perdangan bunga hias. untuk mendapatkannya harus menunggu lama samapai tanaman cukup umur bahkan sampai berproduksi hingga bertahun-tahun. misalnya penambahan zat pengatur tumbuh auksin ataupun sitokinin. Teknik kultur jaringan sampai saat ini memang belum biasa dilaksanakan oleh para petani. Warna tersebut nantinya akan sama dengan warna bunganya. Kultur jaringan juga memberikan masukkan atau informasi pengetahuan yang sangat bermanfaat dibidang fisiologi tanaman.

sebab medium yang sudah jadi masih harus di impor dari luar negeri. Lepas semua dari kendala-kendala tersebut diatas. Entkas Merupakan bentuk lama dari alat penabur (LAFC). terutama untuk pengembangan bioteknologi. Apalagi kita harus membeli saran untuk perlakuan isolasi dan fusi protoplas. Autoklaf Autoklaf adalah alat sterilisasi untuk alat dan medium kultur jarinang tanaman. B. alat ini digunakan sebagai tahap perlakuan penanaman. kecuali kita meramu medium sendiri.Biaya untuk mewujudkan perbanyakan tanaman cecara in vitro ini juga sangat mahal. Bila kia terpaksa harus membeli medium yang sudah jadi (dalam kemasan) jelas akan sangat mahal. yaitu ruang yang selalu harus dalam keadaan steril. Shaker (penggojok) Merupakan alat penggojok yang putarannya dapat diatur menurut kemauan kita. Laminar Air Flow Cabinet (LAFC) Alat ini letaknya diruang penabur. D. Enzim-enzim yang digunakan dalam kultur jaringan juga masih dibeli dari luar negeri sepertti Jepang. E. Timbangan Analitik . BIOTEKNOLOGI ILMU-ILMU DASAR ILMU TERAPAN MIKROBIOLOGI KULTUR JARINGAN BIO KIMIA REKAYASA BIOLOGI MOLEKULER TEKNOLOGI EMBRIO TUMBUHAN REKOMBINAN GENETIKA ALAT-ALAT LABORATORIUM KULTUR JARINGAN A. tentu biayanya akan bertambah besar. kita harus mengakui bahwa teknik kultur jaringan sangat bermanfaat bagi dunia ilmu pengetahuan. maka fungsinya pun sama seperti (LAFC) C. Penggojok ini dapat digunakan untuk keperluan menumbuhkan kalus pada eksplan anggrek atau untuk membentuk protokormusatau sering disebut plb (protocorm like bodies) dari kalus bermacam jaringan tanaman.

J. Gelas Ukur Gelas ukur digunakan untuk menakar air suling dan bahan kimia yang akan digunakan. H. G. Petridish Alat ini merupakan semacam jenis gelas piala yang mutlak dibutuhkan dalam kultur jaringan.Jenis alat ini bermacam-macam. F. Alat ini berfungsi sebagai alat untuk menimbang bahan-bahan kimia yang digunakan untuk kultur jaringan. Laboratorium kultur jaringan harus dirancang secara khusus. Dengan menggunakan listrik. Pinset dan Scalpel Pinset digunakan untuk memegang atau mengambil irisan eksplan atau untuk menanam eksplan L. I. Erlenmeyer Alat ini digunakan dalama kultur jaringan tanaman sebagai sarana mmenuangkan air suling maupun untuk tempat media dan penanaman eeksplan. Lampu Spiritus Digunakan untuk sterilisasi dissecting kit (skalpel dan pinset) di dalam laminar air flow cabinet atau di dalam enkas pada kita mengerjakan penanaman atau sub-culture. K. alat ini berfungsi sebagai kompor disamping sebagai penggojok. Karena ada bagian-bagian atau ruangan-ruanagn yang harus dalam suasana . M. Stirer Alat ini berfungsi untuk menggojok dengan pemanas. tetapi yang penting adalah timbanagn yaang dapat dipergunakan untuk menimbang sampai satuan yang sangat keil. Tabung Reaksi Alat ini digunakan pada saat mengerjakan isolasi protoplas dan isiolasi khloroplas. Gelas Piala Alat ini digunakan untuk menuangkan atau mempersiapkan bahan kimia dan air suling dalam pembuatan medium. FASILITAS LABORATORIUM KULTUR JARINGAN Fasilitas laboratorium kultur jaringan di bagi dalam beberapa bagian yang fungsinya satu sama lainnya berbeda-beda dan persyaratannya pun berbeda-beda pula.

Laboratorium kultur jaringan membutuhkan staf peneliti dalam jumlah banyak.steril atau bebas mikroba. penyimpanannya memerlukan pengaturn yang khusus supaya mudah mecarinya. pembelian media kultur jringan. yaitu sebagai berikut: A. Ruang Tempat Penyimpanan Bahan Kimia dan Alat-alat dari Gelas. karena biasanya laboratorium kultur jaringan selalu di datangi tamu baik tamu yang ingin melihat sarana dan suasana laboratorium maupun tamu ingin membeli hasil biakan kultur jaringan. maka para karyawan di dalam laboratorium kultur jaringan perlu memakai pakaian yang bersih. Dalam laborsatorium kultur jaringan sebaiknya di lengkapi dengan ruang tamu. Ruang Staf. tubuh dan pakaiannya harus bersih. . Penyimpanan yang tidak teratur akan mempelambat dalam pekerjaan. Ruang kultur jaringan harus dalam suasana bersih untuk menghindari kontaminasi oleh mikroba. Untuk inilah kamar mandi dan wc perlu diadakan. Oleh karena itu. dalam arti baru di cuci. Bila pekerja akan memasuki ruangan penabur atau ruang inkubator. Oleh karena itu dalam ruangan kultur jaringan perlu di adakan ruang ganti pakaian. misalnya dalam mencari salah sau komponen media saja membutuhkan waktu yang lama. Ruang Tidak Steril Ruang Tamu. Kamar Mandi dan WC. penjualan bibit-bibit hasil biakan kultur jaringan. Segala surat-menyurat tentang pembelian alat-alatlboratorium. Ruang Ganti Pakaian. tujuannya adalah agar dapat di adakan pembagian kerja sesuai dengan spesialisasinya masing-masing. Ruang-ruang dalam kultur jaringan di kelompokkan menurut macam kegiatan yang ada di dalamnya. Di dalam ruang staf ini dapat pula di lakasanakan diskusi antar staf pada waktu berkumpul bersama. Ruang Administrasi. tidak berkeringat dan tidak berdebu.. Untuk menghindari timbulnya kontaminasi oleh mikroba. dan transaksi-transaksi ataupun perjanjian-perjanjian kerja sama tentang penelitian dilaksanakan di dalam ruangan administrasi. Komponen bahan kimia penyusun media kultur jaringan sangat banyak macamna.

Misalnya menimbang bahan kimia makro dan mikro. Tujuan penyediaan rumah kaca adalah untuk tempat meletakkan pot-pot bibit tanaman. Alat-alat dari gelas seperti erlenmeyer. baik bibit yang akan dijadikan bahan kultur jarinang maupun bibit hasil dari kultur jaringan yang sudah siap djual atau dipelihara sendiri. Rumah Kaca (Green House) Rumah kaca adalah suatu bangunan yang atap dan sekeliling dinding bagian atasnya terbuat dari kaca. yaitu ruang inkubator. Untuk pemantauan ini perlu ruangan khusus yang keadaannya lebih steril dari ruang planlet. Di dalam ruangan ini disediakan peralatan dan tempat untuk mencuci alat-alat laboratorium yang akan digunakan. Ruang Preparasi. maka temperatur ruangan dapat mencapai sekitar 25OC sehingga ideal bagi pertumbuhan planlet. Botol-botol yang berisi planlet jumlahnya dapat mencapai ratusan. dalam ruangan ini perlu disediakan rak-rak alumuniaum yang dasrnya berlobang-lobang untuk meletakkan botol-botol tersebut secara teratur dan rapi. staf labolatorium lebih senang meramu sendiri medum tanam yang dibutuhkannya.dengan demikian dibutuhkan lat untuk menimbang semua komponen bahan kimia tersebut. Ruang Tidak Mutlak Steril Ruang Planlet. Ruang inkubator harus memiliki suhu kurang lebih 25OC dan harus dilengkapi dengan lampu-lampu . Ruang Penimbangan dan Sterilisasi. Ruangan ini menggunakan alat pendingi (AC). Eksplan yang sudah ditanam dalam media kultur jringan perlu dipantau pertumbuhannya setiap hari. Peralatan yang ada antara lain keranjang-keranjang plastik untuk tempat peralatan yang baru dicuci. Oleh karena itu.Bahan kimia yang mahal harganya seperti hormon tumbuh dan enzim untuk isolasi protoplas harus disimpan dala ruangan yang sejuk. B. Oleh sebab itu. gelas ukurdan alat gelas lainnya perlu disimpan dalam almari tersendiri. Ruang Inkubator. Bermacam-macam media kultur jaringan dijual dalam bentuk kemasan dengan harga yang relatif mahal.

yaitu untuk menabur eksplan. Sebaiknya. Bila keadaan protocormus sudah keadaan demikian maka sudah siap dipindahkan kedalam media padat untuk di tumbuhkan menjadi planlet. Hasil pertumbuhan kalus ini adalah berupa protokormus atau dalam istilah asing disebut plb (protocorm like bodies). Ruang penabur biasanya di buat dengan ukuran yang tidak terlalu besar. pada saat akan keluar lampu neon di matikan dan setelah keluar menutup daun pintu kembali lampu ultra violet dinyalakan. yaitu menumbuhkan suatu eksplan atau kalus dengan menggunakan media cair (media yang tidak menggunakan zat pemadat atau agar). 5. C. BAB V (MEDIA TANAM KULTUR JARINGAN) A. lampu ultra violet harus dimatkan terlebih dahulu kemudian menyalakan lampu neon biasa dan calon penabur diperbolehkan memasuki ruangan tersebut. Sedangkan sterilisasi lantai dengan menggunakan kain pel yang dibasahi alkohol 96%. Dinding ruang penabur dilengkapi dengan porselin.neon. Enksa juga sering di letakkan dalam satu ruang dengan shaker. Dengan demikian steril ruangan dapat dijamin. Bila kalus ini cukup umur. kemudian digojok di atas shaker. sehingga sterilisasi mudah dilakukan. kegunaan enkas ini sama dengan Laminar Air Flow Cabinet. Sterilisasi ruangan dilakukan dengan cara menyemprotkan alkohol 96% dengan hand-sprayer. Ruang Penabur. tujuannya adalah agar pelaksanaan sterilisasi ruangannya tidak membutuhkan waktu yang lama dan tidak mengalami kesulitan. Unsur-unsur yang Dibutuhkan Tanaman Sebelum menguraikan cara-cara membuat medium kultur jaringan. Sterilisasi ini mutlak harus dilakukan menjelang ruang penabur akan digunakan. yaitu 2x3 m2. Bila saat calon penabur akan memasuki ruangan. Bentuk protocormus adalah bulat-bulat padat dan berwarna hijau. Ruang Mutlak Steril. Eksplan yang baru ditanam dan diinkubasikan dalam ruang inkubator akan menghasilkan kalus. karena eksplan yang ditumbuhkan dalam ruangan inkubasi membutuhkan temperatru dan cahaya yang dapat diatur dan disesuaikan dengan jenis eksplannya. maka terlebih dahulu kita . Ruang Shaker dsn Enkas. maka dapat diperlukan suspensi sel.

karena unsur ini dapat digunakan untuk memperkuat serabut-serabut akar. Unsur Fospor (P) Dibutuhkan oleh tanaman untuk membentuk karbohidrat. 4. mio inositol. Semua unsur tersebut dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhannya. lemak dan berbagai persenyawaan organik yang lain. Ada unsur yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar yang disebut unsur makro. Tiga unsur di antaranya adalah C. Unsur Sulpur (S) Unsur ini digunakan untuk proses pembentukan anakan sehingga pertumbuhan dan ketahanan . Maka. asam amino. sedangkan 13 unsur yang lain berupa pupuk yang dapat diberikan melalui akar atau melalui daun. Unsur Nitrogen (N) Kegunaan unsur Nitrogen bagi tanaman adalah untuk menyuburkan tanaman. ekstrak ragi. maka sebelum kita menentukan unsur-unsur yang akan digunakan untuk meramu medium kultur jaringan perlu mengetahui terlebih dahulu kegunaan unsur-unsur tersebut bagi pertumbuhan tanaman atau jaringan tanaman. sebab unsur N dapat membentuk protein. Unsur-unsur yang dibuthkan tanaman dikelompokkan menjadi: 1. 2.H. Kegunaan Setiap Unsur Bagi Tanaman setelah kita mengetahui unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. dan zat pengatur tumbuh. Sedangkan sebagai tambahan biasanya diberi zat organik lain seperti air kelapa. 3. pisang. 2.harus mengetahui unsur-unsur yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Zat-zat Organik Zat-zat organik yang biasanya ditambahkan dalam medium kultur jaringan adalah sukrosa. toge dan lain-lain. 1. tomat. Unsur Kalium (K) Memperkuat untuk tubuh tanaman.O yang di ambil dari udara. ada pula yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah sedikit tetapi harus tersedia yang disebut unsur mikro. B. bunga dan buah tidak mudah gugur. Pada perbanyakan tanaman secara kultur jaringan. sehingga daun. unsur P ini dibutuhkan secara besar-besaran pada waktu pertumbuhan benih. Garam-garam Anorganik Setiap tanaman membutuhkan paling sedikit 16 unsur untuk pertumbuhannya yang normal.

Unsur Mio-inositol Penambahan unsur ini pada medium bertujuan untuk membantu diferensiasi dan pertumbuhan sejumlah jaringan. Unsur Asam Amino Unsur ini diunakan oleh tanaman untuk proses pertumbuhan dan diferensiasi sel. Unsur Kalsium (Ca) Digunakan untuk merangsang pembentukkan bulu-bulu akar. yang dalam jumlah sedikit dapat mendukung. 10. Unsur Sukrosa Unsur ini sering ditambahkan pada medium kultur jaringan sebagai sumber energi yang diperlukan untuk induksi kalus. Zat pengatur . 8. Unsur Besi (Fe) Unsur ini digunakan sebagai penyangga (chelati agint) yang sangat penting untuk menyagga kestabilan pH media selama digunakan untuk menumbuhkan jaringan tanaman. Kebutuhan unsur asam amino oleh tanaman berbeda. Unsur Zat Pengatur Tumbuh. mengeraskan batang dan merangsang pembentukkan biji. 5. 12. 9. Unsur Vitamin Vitamin-vitamin yang sering digunakan dalam mediumklutur jaringan antara lain adalah Thiamin. 7. 11. Unsur Magnesium (Mg) Digunakan tanaman sebagai bahan mentah untuk ppembentukkan sejumlah protein.tanaman terjamin. Thiamin adalah vitamin esensial yang digunakan untuk medium kultur jaringan. Unsur Glukosa atau Fruktosa Unsur ini dapat digunakan sebagai unsur pengganti sukrosa karena dapat merangsang beberapa jaringan. Zat pengatur tumbuh pada tanaman adalah senywa organik bukan hara. 6. 13. menghambat dan dapat merubah proses fisiologi tumbuhan.

Tanpa penambahan zat pengatur tumbuh dalam medium. C. Media cair berarti campurancampuran zat kimia dengan air suling. Jadi. Giberelin. Nilai di dalam pH berkisar antara 0 (sangat asam) sampai 14 (sangat basa). Faktor Lingkungan 1. sedangkan titk netral adalah pH pada 7. pertumbuhan sangat terhambat bahkan tidak akan tumbuh sama sekali. Pengukuran pH dapat dilakukan dengan menggunakan pH meter.0-6. Auksin. Bila eksplan mulai tumbuh. Bentuk Fisik Media Tanam Media tanam harus berisi semua zat yang diperlukan untuk menjamin pertumbuhan eksplan. media tanam dalam kultur jaringan adalah tempat untuk tumbuh eksplan.tumbuh dalam tanaman terdir dari lima kelompok yaitu. Bila ternyata pH medium masih kurang normal. pengaturan RH pada keadaan tertentu memerlukan suatu bentuk diferensiasi Khusus.0. D. atau bila menginginkan yang lebih praktis dan murah dapat digunakan kertas pH. 2. Sel-sel tanaman yang dikembangkan dengan teknik kultur jaringan mempunyai toleransi pH yang relatif sempit dengan titik optimal antara pH 5. 3. Etilen dan Inhibitor dengan ciri khas dan pengaruh yang berlainan terhadap proses fisiologis. Bahanbahan yang diramu berisi campuran garam mineral sumber unsur makro dan unsur mikro. protein. RH sekeliling kultur mempengaruhi pola pengembangan. Cahaya . vitamin. Zat pengatur tumbuh sangat diperlukan sebagai komponen medium bagi pertumbuhan dan diferensiasi. Keasaman (pH) Keasaman pH adalah nilai derazat keasaman atau kebasaan dari larutan dalam air. Kelembapan Kelembapan relatif (RH) lingkungan biasanya mendekati 100%. Media tanam tersebut dapat berupa larutan (cair) atau padat. pH dalam lingkungan kultur jaringan tanaman umumnya akan naik apabila nutrein habis terpakai. sedangkan media padat adalah media zat cair tesebut ditambah dengan zat pemadat agar. gula . Sitokinin. Sedangkan apabila pH melampaui batas normal dinetralkan dengan penambahan HCL. dan hormon tumbuh. maka dapat ditambah KOH 1-2 tetes. Keasaman (pH) suatu larutan menyatakan kadar dari ion H dalam larutan.

BAB VI (METODE PELAKSANAAN KULTUR JARINGAN) A. Kendala ini dapat diatasi dengan membuat larutan stoc terlebih dahulu. Untuk membuat media kultur jaringan. E.Intensitas cahaya yang rendah dapat mempertinggi embriogenesis dan organogenesis. Pembuatan Media Tanam Sebelum membuat medium. 6. Media padat adalah media yang mengandung semua komponen kimia yang dibutuhkan oleh tanaman dan kemudian dipadatkan dengan menambahkan zat pemadat. Jadi perlu membuat larutan stoc mikro. Langkah ini kurang praktis karena memakan banyak waktu dan mengurangi ketepatan. 4. Metode Kultur Jaringan. kecuali untuk unsur makronya. Misalnya media Vacin Went sangat baik untuk media tumbuh anggrek. Tetapi tidak cocok untuk media tumbuh lain. Untuk eksplan dair tanaman keras sring menggunakan medium WPM. Temperatur Temperatur yang dibutuhkan untuk dapat terjadi pertumbuhan yang optimum umumnya adalah berkisar di antara 200-300C. sedangkan untuk tanaman semusim (sayuran dan tanaman hias) sering menggunakan medium MS. timbangan yang digunakan untuk menimbang sejumlah kecil bahan kimia kadang-kadang tidak tersedia. Metode Padat (Solid Method) Metode pada dilakukan dengan tujuan mendapatkan kalus dan kemudian dengan medium diferensiasi yang berguna untuk menumbuhkan akar dan tunas sehingga kalus dapat tumbuh menjadi planlet. Dilihat dari Macam Media Tanam Teknik kultur jaringan dapat dilaksanakan dengan dua metode yaitu: a. Selain itu. Zat pemadat tersebut dapat berupa agar- . Jenis medium dengan komposisi unsur kimia yang berbeda dapat digunakan untuk media tumbuh dari jaringan tanaman yang berbeda pula. Cahaya ultra violet dapat mendorong pertumbuhan dan pembentukan tunas dari kalus tembakau pada intesitas yang rendah. Sedangkan temperatur yang optimum untuk pertumbuhan kalus endosperm adalah sekitas 250C. biasanya menimbang setiap komponen bahan kimia yang terdapat pada resep medium dasar. 1. Medium Kundson C cocok untuk menanam eksplan kelapa kopyor dan anggrek. maka terlebi dahulu kita harus menentukan medium apa yang akan kita buat.

Dari protokormus ini nantinya dapat tumbuh menjadi planlet apabila dipindahkan kedalam media padat yang sesuai. maka metode kultur jaringan yang telah dikenal sekarang antara lain adalah: 1) Kultur meristem. Dilihat dari Bahan atau Eksplan yang Dipakai Bila dilihat dari macam bahan yang digunakan. sebab akar sulit untuk menembus ke dalam media. yaitu untuk menumbuhkan plb (prtocorm like bodies). 2) Kultur antera 3) Kultru endosperma 4) Kultur suspensi sel 5) Kultur protoplas 6) Kultur embrio . agar-agar bubuk.agar batangan. untuk menumbuhkan planlet dari protokormus stelah dipindahkan dari suspensi sel. Kegagalan dapat berupa tenggelamnya eksplan yang ditanam. Media yang terlalu padat akan mengakibatkan akar sukar tumbuh. 2. dan untuk menumbuhkan planlet dari prtoplas yang sudah difusikan (digabungkan). Metode Cair(Liquid Metho) Penggunaan metode cair ini kurang praktis dibandingkan dengan metode padat. atau agar-agar kemasan kaleng yang yang memang khusus digunakan untuk media padat untuk kultur jaringan. untuk menumbuhkan protoplas stelah diisolasikan. karena kita tidak p erlu memanaskannya untuk melarutkan agar-agar. Media cair juga tidak memerlukan zat pemadat sehingga keadaannya tetap berupa larutan nutrein. penggunaan media cair lebih ditekankan untuk suspensi sel. Metode padat dapat digunakan untuk metode kloning. Sedangkan media yang terlalu lembek akan menyebabkan kegagalan dalam pekerjaan. b. Pembuatan media cair jauh lebih cepat daripada media padat. karena tempat area kalus yaitu pada irisan (jaringan yang luka) tertutup oleh medium. Eksplan yang tenggelam tidak akan dapat tumbuh menjadi kalus. Oleh karena itu. karena untuk menumbuhkan kalus langsung dari ekspaln sangat sulit sehingga keberhasilannya sangat kecil dan hana tanaman-tanaman tertentu yang dapat berhasil.

setelah dicuci dan dikeringkan kemudian dibungkus dengan kertas payung dan disterilisasi di dalam autoklaf dengan suhu 121 oC. Sterilisasi Eksplan Sterilisasi eksplan dilaksanakan dengan dua cara yaitu: a. Pelaksanaan Kultur Jaringan 1. agar dapat tumbuh menjadi kalus dan kemudian menjadi planlet. tidak boleh sampai terlambat. Botol-botol eksplan yang sudah berisi medium setelah ditutup dengan alumunium foil. Sterilisasi medium lebih sedikit waktunya dibandingkan dengan sterilisasi alat-alat. B. membutuhkan pemeliharaan yang rutin dan tepat. baru kemudian boleh digunakan. yaitu dengan membakar eksplan tersebut di atas lampu spirtus sebanyak tiga kali. Sterilisasi ini menggunakan bahan kimia. kemudian disterilisasi. Sterilisasi Eksplan secara Mekanis Cara ini digunakan untuk eksplan yang keras atau berdaging. enkas harus diterilisasi dengan menggunakan hand sprayer berisi spirtus atau campuran formalin 10% dan alkohol 70%. Bahanbahan yang digunakan untuk sterilisasi: . 3. setelah disemprot kemudian dibiarkan terlebih dahulu kurang lebih 10 menit. Sterilisasi Alat Penabur Sebelum digunakan. b. Sterilisasi Eksplan secara Kimiawi Sterilisasi ini gunakan untuk eksplan yang lunak.7) Kultur spora 8) Dan lain-lain 3. Dilihat dari Cara Pemeliharaan Eksplan yang telah ditanam. eksplan atau kalus yang sudah waktunya untuk dipindahkan ke dalam media tanam yang baru harus segera dilaksanakan. yakni 15 menit. Artinya. dengan perbandinga 1:1. tekanan 15 lb. Sterilisasi Alat dan Medium Alat-alat dissecting –set dan glass ware yang akan digunakan untuk kultur jaringan. tetapi suhu dan tekannya sama. dan lama sterilsiasi 20-30 menit. Pemindahan yang terlambat dapat menyebabkan pertumbuahn eksplan atau kalus dapat terhenti atau dapat mengalami brownig atau terkontaminasi oleh jamur atau bakteri. 2.

semua perhiasan tangan harus dilepas. kemudian alat-alat yang sudah dipakai dibersihkan. eksplan akan tumbuh menjadi kalus. 5. . sedangkan pada media cair akan tumbuh plb (protokormus) Sub-kultur adalah suatu usaha untuk mengganti media kultur jaringan dengan media yang baru. Sebelum kita bekerja di dalam laminar air flow cabinet. Kalus adalah suatu masa sel yang terbentuk pada permukaan eksplan atau irisan eksplan. Gangguan kultur secara umum dapat muncul dari bahan yang ditanam. dan tangan dibasuh terlebih dahulu dengan alkohol 70%. sehingga kebutuhan nutrisi untuk kalus atau protokormus dapat terpenuhi. Eksplan yang siap ditaman dipotng dengan menggunakan scalpel di dlam cawan petri. PEMBAHASAN Dari hasil perbandingan antara buku yang saya buat ini bila dibandingkan dengan buku kultur jaringan yang lain ternyata pada laporan buku yang saya buat ini masih banyak kekurangannya yaitu: Masalah-masalah Dalam Kultur Jaringan Dalam kegiatan kultur jaringan. Setelah semua pekerjaan menabur selesai.Sodium hipoklorit Mercuri chlorit Alkohol 70% 4. Menabur Eksplan Menabur eksplan dilakukan di dalam Laminar Air Flow Cabinet dengan kondisi aseptik. car mengatasinya tidak dapat secara preventif tetapi diselesaikan setelah kasus itu muncul. hingga permukaan yang teriris bersentuhan dengan medium. maupun dari manusianya.. tidak sedikit masalah-masalah yang muncul sebagai pengganggu dan bahkan menjadi penyebab tidak tercapainya tujuan kegiatan kultur yang dilakukan. III. Melaksanakan Sub-Kultur Dalam waktu satu sampai dua minggu. Untuk yang tidak dapat diprediksi. Potongan eksplan dimasukan kedalam erlenmeyer yang berisi media tumbuh. dari lingkungan kultur. Permasalahan dalam kultur ada yang dapat diprediksi sebelumnya dan ada pula yang sulit diprediksi kejadiannya. Kalus ini akan tumbuh pada media eksplan yang padat.

jamur.Adapun masalah-masalah yang terjadi dalam kultur jaringan yaitu: 1) Kontaminasi Kontaminasi adalah gangguan yang sangat umum terjadi dalam kegiatan kultur jaringan. 3) Vitrifikasi Vitrifikasi adalah suatu istilah problem pada kultur yang ditandai dengan: Munculnya pertumbuhan dan pertumbuhan yang tidaknormal. Pada daunnya tidak memiliki jaringan pallisade. dll). Tanaman yang dihasikan pendek-pendek atau kerdil. Upaya mencegah terjadinya kontaminsai. 4) Variabilitas Genetik Bila kultur jaringan digunakan untuk upaya perbanyakan tanaman yang seragam dalam jumlah yang banyak. Pencoklatan umumnya merupakan suatu tanda-tanda kemunduran fisiologi eksplan dan tidak jarang berakhir pada kematian eksplan. Peristiwa pencoklatan sesunggguhnya merupakan peristiwa alamiah yang biasa yang sering terjadi.. . Munculnya gangguan ini bila dipahami secara mendasar adalah merupakan sesuatu yang sangat wajar sebagai konsekuensi penggunaan yang diperkaya. Yakinkan bahwa proses sterilisasi media secara baik dan benar. Penomena kontaminasi sangat beragam. dan bukan sebagai upayapemuliaan tanaman maka variasi genetik adalah kendala. virus. Pertrumbuhan batang cenderung ke arah penambahan diameter Tanaman utuhnya menjadi sangat turgescent. Biasakan membersihkan berbagai sarana yang diperlukan dalam kultur jaringan. keragaman tersebut dapat dilihat dari jenis kontaminasinya (bakteri. Lakukan proses penanaman bahan pada keadaan anda nyaman dan cari waktu yang longgar. 2) Pencoklatan/browning Pencoklatan adalah suatu karakter munculnya warna coklat atau hitam yang sering membuat tidak terjadinya pertumbuhan dan perkembangan eksplan.

Untuk menghindari hal itu dapat dilakukan dengan preventif menghindari bahan tanam yang tidak juvenil atau tidak meristematik.Variasi genetik dapat terjadi pada kultur in vitro karena: Laju multiflikasi yang tinggi. fisik. karena dari kondisi medialah suatu sel dapat atau tidak terdorong melakukan proses pembelahan dan pembesaran dirinya. proses reaksi dan alternatif pengelolaannya. media atau hormon. Pada proses klutur jaringan yang bersifa inderict embriogenesis. Hambatan berupa bahan kimia penanganannya harus dimulai dari pengenalan senyawa aktif. Hambatan apat berupa hambatan kemikalis. Cara mengatasi problem variasi genetik tentunya tidak sederhana. 6) Praperlakuan Masalah pada kegiatan in vitro bukan hanya dari penanaman eksplan saja. Pada kasus ini masalah akan muncul bila kegiatan prapelakuaan tidak dilakukan. potensi gangguan. secara umum adalah dalam rangka menghilangkan hambatan. 7) Lingkunagn Mikro . tahapan pembentukan kalus harus dilanjutkan dengan mendorong induksi embriosomatik dari sel-sel kalus. atau dari sel-sel tua yang muda kembali. Terjadinya embrio somatik dapat secara endogen atau eksogen. variasi terjadi karena terjadinya sub kultur berulang yang tidak terkontrol Penggunaan teknik yang tidak sesuai. pertumbuahn dan perkembangannya dlama botol saja tetapi juga sangat bisa dipengaruhi oleh persyaratan kegiatan prapelakuan. Karena awal pertumbuhan eksplan akan dimulai dari sel-sel yang muda yang aktif membelah. harus memperhatikan aspek yang dikulturkan. Media juag dapat menjadi sebab terjadinya stagnasi pertumbuhan. Prapelakuan dilakukan umumnya untuk tujuan-tujuan tertentu. dari mulai tanam hingga kurun waktu tertentu tidak mati tetapi tidak tumbuh. 5) Pertumbuhan dan Perkembangan Problem utama berkaitan dengan proses pertumbuhan adalah bila eksplan yang ditanam mengalami stagnasi. biologis. hal tersebut terjadi karena munculnya sifat instabilitas kromosom mungkin akibat teknis kultur. Variasi genetik yang paling umum terjadi pada kultur kalus dan kultur suspensi sel.

suhu yang terlalu rendah aatau tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada eksplan. Kultur adalah budidaya dan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Dalam kegiatan kultur jaringan perlu memerlukan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses kegiatan kultur jaringan. jadi. ekstrak tomat. SIMPULAN Dari hasil pembuatan laporan buku ini dapat disimpulkan bahwa kultur jaringan. Bahan-bahan yang digunakan dalam kegiatan kultur jaringan diantaranya: Unsur hara makro dan mikro Zat Pengatur tumbuh Aquades Vitamin Agar Gula Ekstrak-ekstrak organik (ekstrak air kelapa. Manfaat dari teknik kultur jaringan tanaman ini diharapkan juga memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul.Masalah lingkungan inkubator juga tidak bisa diabaiakan karena ini juga sering menjadi masalah. Sehingga optimasi pertumbuhan tidak bisa diharapkan sama antara kultur yang satu dengan kultur yang lain. . kultur jaringan berarti membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat seperti induknya. Kebutuhan antara satu tananaman dengan tanaman yang lain berbeda. namunddemikian solusinya sulit dilakukan mengingat umumnya ruangan inkubator suatu ruangan laboratorium kultur jaringan tidak bisa dibuat variasi antara satu ruangan dengan bagian ruangan yang lainnya. IV. Suhu ruangan inkubator sangat menentukan optimasi pertumbuhan eksplan. dll).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->