ASUHAN IBU POSTPARTUM DI RUMAH A.

Jadwal Kunjungan di Rumah Ibu nifas sebaiknya paling sedikit melakukan 4 kali kunjungan masa nifas dilakukan untuk menilai keadaan ibu dan bayi baru lahir dan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah – masalah yang terjadi. Dimana hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologik,melaksanakan skirining yang komperhensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya, memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat, serta memberikan pelayanan keluarga berencana. (Prawirohardjo,2002) Namun dalam pelaksanaan kunjungan masa nifas sangat jarang terwujud dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu keadaan ini disebabkan karena faktor fisik dan lingkungan ibu yang biasanya ibu mengalami keletihan setelah proses persalinan dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk beristirahat, sehingga mereka enggan untuk melakukan kunjungan nifas kecuali bila tenaga kesehatan dalam hal ini bidan yang melakukan pertolongan persalinan datang melakukan kunjungan ke rumah ibu. Dilihat dari faktor lingkungan dan keluarga juga berpengaruh dimana biasanya ibu setelah melahirkan tidak dianjurkan untuk berpergian sendiri tanpa ada yang menemani sehingga ibu memiliki kesulitan untuk menyesuaikan waktu dengan anggota keluarga yang bersedia untuk mengantar ibu melakukan kunjungan nifas . Kesehatan Ibu merupakan komponen yang sangat penting dalam kesehatan reproduksi karena seluruh komponen yang lain sangat dipengaruhi oleh kesehatan ibu. Apabila Ibu sehat maka akan menghasilkan bayi yang sehat yang akan menjadi generasi kuat. Ibu yang sehat juga menciptakan keluarga sehat dan bahagia.

Jadwal kunjungan rumah paling sedikit dilakukan 4x, yaitu diantaranya : 1. Kunjungan 1 (6-8 jam setelah persalinan) Kunjungan pertama dilakukan setelah 6-8 jam setelah persalinan, jika memang ibu melahirkan dirumahnya. Kunjungan dilakukan karena untuk jam-jam pertama pasca salin keadaan ibu masih rawan dan perlu mendapatkan perawatan serta perhatian ekstra dari bidan, karena 60% ibu meninggal pada saat masa nifas dan 50% meniinggal pada saat 24 jam passca salin. Adapun Tujuan dari dilakukan kunjungan tersebut ialah : a. Mencegah perdarahan masa nifas karena anatomi uteri b. Mendeteksi dan merewat penyebab lain pendarahan c. Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atomi uteri. d. Pemberi ASI awal. e. Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir atau kontak langsung antara ibu dengan bayi.. f. Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi. 2. Kunjungan 2 (6 hari setelah persalinan) Kunjungan kedua dilakukan setelah enam hari pasca salin dimana ibu sudah bisa melakukan aktivitasnya sehari-hari seperti sedia kala. Tujuan dari dilakukannya kunjungan yang kedua yaitu : a. Memastikan involusi uterus berjalan normal, uterus berkontraksi, fundus dibawah umbikalis, tidak ada perdarahan abnormal, tida ada bau. b. Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal. c. Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan dan istirahat.

Memberikan konseling pada ibu mengenai seluruh asuhan pada bayi. Menanyakan pada ibu tentang penyulit-penyulit yang ia atau ibu hadapi b. d. 4. . Kunjungan ke tiga dilakukan setelah 2 minggu pasca dimana untuk teknis pemeriksaannya sama percis dengan pemeriksaan pada kunjungan yang kedua. Kunjungan 3 ( 2 minggu setelah persalinan). Lebih jelasnya tujuan dari kunjungan ke empat yaitu : a. dan merawat bayi sehari-hari. 3. e. menjaga bayi tetap hangat. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit. c. Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan. Untuk lebih jelasnya tujuan daripada kunjungan yang ketiga yaitu : a.d. cairan dan istirahat. dan merawat bayi sehari-hari. tali pusat. Kunjungan 4 (6 minggu setelah persalinan) Untuk kunjungan yang ke empat lebih difokuskan pada penyulit dann juga keadaan laktasinya. Memberikan konseling pada ibu mengenai seluruh asuhan pada bayi. b. menjaga bayi tetap hangat. tali pusat. infeksi atau perdarahan abnormal. Memberikan konseling untuk KB secara dini. Menilai adanya tanda-tanda demam.

b.Tindakan yang baik untuk asuhan masa nifas normal pada ibu di rumah yaitu: 1. c. b. Mennjelaskan kepada ibu bahwa kurang istirahat akan mempengaruhi ibu dalam berbagai hal : 1) Mengurangi jumlah ASI yang diproduksi 2) Memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan 3) Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri. Nasehatkan ibu untuk membersihkan diri setiap kali selesai buang air kecil atau besar. Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi. dan dikeringkan di bawah matahari atau disetrika. Pastikan bahwa ia mengerti untuk membersihkan daerah di sekitar vulva terlebih dahulu dari depan ke belakang baru kemudian membersihkan daerah sekitar anus. Kebersihan Diri a. Menyarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua kali sehari. Menganjurkan kebersihan seluruh tubuh. Menyarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya. Menyarankan ibu untuk kembali ke kegiatan-kagiatan rumah tangga biasa secara perlahan-lahan. 2. e. Kain dapat digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik. serta untuk tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur. Istirahat a. . d. Mengajarkan ibu bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air. Menganjurkan ibu untuk istirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan. c. sarankan kepada ibu untuk menghindari menyentuh daerah luka.

Makan dengan diet berimbang untuk mendapatkan protein. Tablet zat besi harus diminum untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari pasca bersalin.000 unit) agar bisa memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASInya. berdiri dengan tungkai dirapatkan. . Kendurkan dan ulangi latihan sebsnyak 5 kali. tahan nafas ke dalam dan angkat dagu ke dada. Rileks dan ulangi 10 kali. tahan satu hitungan sampai lima. Gizi Pendidikan untuk Ibu menyusui harus: a. Minum kapsul vit. e. menarik otot perut selagi menarik nafas. Minum sedikitnya 3 liter air setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui) d. 2) Untuk memperkuat otot vagina. Latihan a. Ibu akan merasakan lebih kuat dan ini menyebabkan otot perutnya menjadi kuat sehingga mengurangi rasa sakit pada punggung. Setiap minggu naikkan jumlah latihan 5 kali lebih banyak. c. b.3. Pada minggu ke-6 setelah persalinan ibu harus mengerjakan latihan sebanyak 30 kali. seperti: 1) Tidur telentang dengan lengan di samping. mineral dan vitamin yang cukup. A (200. Kencangkan otot-otot pantat dan dan panggul tahan sampai 5 kali hitungan. 4. Menjelaskan bahwa latihan-latihan tertentu beberapa menit setiap hari dapat membantu mempercepat mengembalikan otot-otot perut dan panggul kembali normal. 3) Mulai dengan mengerjakan 5 kali latihan untuk setiap gerakan. Mengkonsumsi tambahan 500 kalori setiap hari b. Mendiskusikan pentingnya mengembalikan otot-otot perut dan panggul kembali normal.

Apabila payudara bengkak akibat bendungan ASI. Hubungan Perkawinan atau Rumah Tangga Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya ke dalam vagina tanpa rasa nyeri. Apabila putting susu lecet oleskan colostrum atau ASI yang keluar pada sekitar putting susu setiap kali selesai menyusui. ASI dikeluarkan dan diminumkan dengan sendok. 3) Keluarkan ASI sebagian dari nagian depan payudara sehingga putting susu menjadi lunak. d. 6) Payudara dikeringkan. Menjaga payudara tetap bersih dan kering. 4) Susukan bayi setiap 2-3 jam sekali. 5) Letakkan kain dingin pada payudara setelah menyusui. 2) Urut payudara dari arah pangkal menuju putting atau gunakan sisir untuk mengurut payudara dengan arah “Z” menuju putting. misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu . e. lakukan: 1) Pengompresan payudara dengan menggunakan kain basah dan hanagat selama 5 menit. b. Mengenakan BH yang menyokong payudara. Banyak budaya mempunyai tradisi menunda hubungan suami istri sampai masa waktu tertentu. aman untuk memulai melakukan hubungan suami istri kapan saja ibu siap. Begitu darah merah berhenti dan tidak merasakan ketidaknyamanan. Menyusui tetap dilakukan dari putting susu yang tidak lecet. Perawatan Payudara Perawatan payudara untuk ibu postpartum dirumah yaitu : a. c. 6.5. Apabila lecet sangat berat dapat diistirahatkan selama 24 jam. Apabila tidak dapat menghisap seluruh ASI keluakan dengan tangan.

metode amenore kehamilan. terutama apabila ibu telah haid lagi. Keluarga Berencana Idealnya pasangan harus menunggu sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum ibu hamil kembali. Meskipun beberapa metode KB mengandung resiko.setelah persalinan. Oleh karena itu. Setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan bagaimana mereka ingin merencanakan tentang keluarganya. Keputusan tergantung pada pasangan yang bersangkutan. menggunakan kontrasepsi tetap lebih aman. laktasi dapat dipakai sebelum haid pertamakembali untukmencegah terjadinya kehamilan baru. Biasanya wanita tidak menghasilkan telur (ovulasi) sebelum ia mendapatkan lagi haidnya selama menyusui. petugas kesehatan dapat membantu merencanakan keluarganya dengan mengajarkan kepada mereka cara mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Namun. Resiko cara ini adalah 2 % . 7.

b.Adapun tujuannya yaitu untuk memberikan asuhan yang adekuat & terstandar pada ibu segera setelah melahirkan dengan memperhatikan riwayat selama kehamilan dalam persalinan dan keadaan segera setelah melahirkan agar terlaksananya asuhan segera/rutin pada ibu post partum termasuk melakukan pengkajian. c. seperti : 1) Catatan perkembangan antepartum dan intra partum 2) Berapa lama (jam/hari) pasien post partum 3) Keadaan suhu. mengidentifikasi diagnosa & masalah potensial. a.MANAJEMEN POST PARTUM Asuhan ibu post partum adalah asuhan yang diberikan pada ibu segera setelah kelahiran sampai 6 minggu setelah kelahiran. Melakukan pengkajian dgn mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk mengevaluasi keadaan ibu. tindakan segera serta merencanakan asuhan. Bidan dalam melakukan asuhan kepada ibu postpartum harus berdasarkan pada alur fikir yang jelas berupa proses manajemenn kebidanan pada ibu post partum yaitu tujuh langkah varney dan pendokumentasiannya. membuat diagnosa. Pengkajian/ Pengumpulan data didasarkan pada data subjektif daan juga Objektif . Melakukan pemeriksaan awal post partum. mengidentifikasi masalah dan kebutuhan ibu. Manajemen ibu postpartum antara lain : 1. respirasi dan Tekanan Darah postpartum 4) Pemeriksaan laboratorium & laporan pemeriksaan tambahan 5) Catatan obat-obat 6) Catatan bidan/perawat . nadi. Data subjektif yaitu data yang didapatkan langsung daari pasien atau Pasien atau keluarganya langsung yang berbicara. Sedangkan data Objektif adalah data yang dihasilkan dari hasil pemeriksaan bidan atau tenaga kesehatan. Meninjau catatan/record pasien.

Tekanan Darah. Ekstremitas : varises. jumlah dan bau Perineum : edema. jahitan. Melakukan identifikasi yang benar terhadap masalah adalah diagnosa berdasarkan interpretasi yangg benar atas data yg telah dikumpulkan. bekas luka episiotomi/robek. mulut dan Tenggorokan. nadi b.edema. jika diperlukan c. masalah dan kebutuhan ibu postpartum tergantung dari hasil pengkajian terhadap ibu. jika diperlukan e. yang di lihat adalah kandung kencing. Lochea g. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Menanyakan riwayat kesehatan & keluhan ibu. 2. Payudara & putting susu d. MENGINTERPRETASIKAN DATA. Abdomen f. hematoma. wajah. Kepala. Diagnosa. h. betis apakah lemah&panas. Suhu. inflamasi.seperti : Mobilisasi BAK dan BAB Keadaan Nafsu makan Ketidaknyamana/rasa sakit Kekhawatiran Makanan bayi Reaksi pada bayi PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik meliputi : a.hemorrhoid (wasir/ambeien). Auskultasi paru2.reflek. pus. memar. keadaan uterus (perkembangannya) yang dilihat adalah warna. .d.

. Contoh : a. Ibu kejang. MENETAPKAN TINDAKAN SEGERA : Mengidentifikasi dan menetapkan perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan atau untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi pasien. MEMBUAT RENCANA ASUHAN Yaitu dengan Merencanakan asuhan menyeluruh yang rasional sesuai dengan temuan dari langkah sebelumnya. Bila teridentifikasi adanya tanda2 sisa plasenta. b. Gizi/diet d. misalnya : bila kontraksi uterus kurang baik segera berikan uterotonika.3. segera lakukan tindakan segera untuk mengatasi kejang & segera berkolaborasi merujuk ibu untuk perawatan selanjutnya. Contoh : Diagnosa Masalah potensial Antisipasi Tindakan : Bendungan Payudara : Mastitis : kompres hangat payudara IV. IDENTIFIKASI DIAGNOSA & MASALAH POTENSIAL Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial yang mungkin akan terjadi berdasarkan masalah atau diagnosa yang sudah diidentifikasi & merencanakan antisipasi tindakan.lakukan tindakan segera sesuai dengan keadaan pasien. kontak dini dan sesering mungkin dengan bayi. b. segera kolaborasi dgn dokter utk tindakan curetage V. Ibu tiba2 mengalami perdarahan. Mobilisasi/istirahat baring di tempat tidur c. Perawatan perineum. Contoh : Manajemen asuhan awal postpartum : a.

IMPLEMENTASI ASUHAN : Mengarahkan atau melaksanakan rencana asuhan secara efisien dan aman daripada rencana asuhan tadi. Perawatan payudara c. Kebiasaan rutin yang tidak bermanfaat bahkan membahayakan VI. ulangi kembali proses manajemen dengan benar terhadap setiap aspek asuhan yang sudah dilaksanakan tetapi belum efektif atau merencanakan kembali asuhan yang belum terlaksana jika masih ada. . Pemeriksaan lab terhadap komplikasi jika diperlukan d. VII. Rencana KB e.Asuhan lanjutan : a. Tambahan vit atau zat besi atau keduanya jika diperlukan b. EVALUASI Mengevaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan.

Bila memang diperlukan dapat diperlukan dorongan dan pertolongan dari para ahli.POST PARTUM GROUP Kadang-kadang ibu yang baru menjalani masa menjadi seorang ibu yang ingin mencari kelompok khusus dari orang-orang yang sudah berpengalaman. atau mungkin menghilangkan beberapa kegiatan disesuaikan dengan konsep mereka tentang keibuan dan perawatan bayi. Dengan bantuan dan dukungan teman ataupun keluarga. ternyata kelompok pendukung merupakan kelompok yang sangat penting dalam membantu seorang wanita yang mengalami transisinya dalam siklus kehidupan. salah satunya yaitu diberikan dukungan dari kelompok pendukung seperti ddukungan psikologis dan juga dukungan fisik yang harus juga dipenuhi. Para ibu yang mengalami post partum membutuhkan pengalaman yang sesungguhnya. Mereka membutuhkan kesempatan untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka dari situasi yang menakutkan. Mungkin juga mereka membutuhkan pengobatan atau istirahat. mereka mungkin perlu mengatur atau menata kembali kegiatan rutin sehari-hari. . berinteraksi dengan menghargai tujuan bersama serta untuk mengalami kenikmatan suatu hubungan yang interdipenden. Melihat hal tersebut. Kelompok pendukung post partum atau yang disebut dengan postpartum group adalah kumpulan pribadi yang sedang menjalani masa post partum yang mencoba untuk memuaskan kebutuhan personal. Kadangkala ibu postpartum yang sudah pernah bertemu dalam kelas prenatal mulai bergabung untuk membentuk kelompok pendukung yang saling membantu. misalnya dari seorang psikologi atau konselor yang berpengalaman dalam bidang tersebut. atau seringkali merasa gembira mendapatkan pertolongan yang praktis dan dukungan dari kelompok dukungan postpartum.

intelektual. dan juga teman dekatnya. Dapat mendukung tindakan konstruktif. Cara pendekatan komunikasi terapeutik yang tujuannya untuk menciptakan hubungan baik antara bidan dan jugapasien dalam rangka kesembuhannya dengan cara : a. dari kelompok .. Kelompok pendukung yang memadai dari para petugas obstetrik yaitu dokter dan bidan atau perawat sangat diperlukan. menyiapkan susu. Mendorong pasien mampu meredakan segala ketegangan emosi b. Cara peningkatan support mental post partum dapat dilakukan keluarga misalnya : a. memasak. Cara dukungan untuk mengatasi postpartum pendukung postpartum : 1. konseling. Pengobatan medis. keluarga. dll. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa dapat dibutuhkan penanganan ditingkat prilaku. emosional. termasuk penyulit-penyulit yang mungkin timbul dalam masa-masa tersebut serta penanganannya. Sekali-kali ibu meminta suami untuk ikut membantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah seperti membantu mengurus bayinya. bahkan merujuk para ahli psikologi atau konsseling bila memang diperlukan. Dapat memahami dirinya c. dan bantuan-bantuan praktis dan pemahaman secara intelektual tentang pengalaman dann harapan-harapan pada saat tertentu. Dibutuhkan penanganan menyeluruh atau holistik dan dukungan dari kelompok pendukung dari penanganan para ibu yang mengalami post partum. emosional.Para ahli obstetrik memegang peranan penting untuk mempersiapkan para wanita kemungkinann terjadinya gangguan mental post partum dan segera memberikan penanganan yang tepat bila terjadi gangguan tersebut. misalnya dengan cara memberikan informasi yang memadai atau adekuat tentang proses persalinan dan kehamilan. 2. social dan psicologis serta bersama-sama dengan melibatkan lingkungannya yaitu suami.

Ibu dianjurkan untuk sering sharing dengan teman-temannya yang baru saja melahirkan. b. e. Ikhlas dan tulus dengan peran baru ssebagai ibu. g.b. Suami seharusnya tahu permasalahan yang dihadapi istrinya dan lebih perhatian terhadap istrinya. j. Memanggil orang tua ibu bayi agar bisa menemani ibu dala. Suami menggantikan peran istri saat istri kelelahan. 3. c. f. g. Bicarakan rasa cemas dan komunikasikan. Bersikap fleksibel. Selain hal diatas dukungan post partum dari dirinya sendiri diantaranya dengan cara : a. Kesempatan merawat bayinya hanya datang satu kali. Baeolahraga ringan. Tidurlah ketika bayi tidur. f. Tidak perfectsionis dalam hal mengurus bayi. h. d. Suami sering menemani istri dalam mengurus bayinya. d. Mengganti suasana dengan bersosialisasi. Bayi memakai pammpers untuk meringankan kerja ibu. menghadapi kesibukan merawat bayinya. . c. Menyiapkan mental dalam menghadapi anak pertam yang akan lahir. i. i. e. Belajar tenang dengan menarik nafas panjang dan meditasi. h. Memperbanyak dukungan dari suami. Bergabung dengan kelompok ibu.

Kartu anak harus diisi lengkap dan kelahiran bayi harus di daftar sebagai lahir atau dibawa ke puskesmas. Bandingkan berat badan dengan berat badan lahir dan berat badan pada saat pulang. Catat penurunan dan penambahan ulang BB bayi. 4 minggu setelah kelahiran 1) Ukur tinggi dan berat badan bayi dan bandingkan dengan pengukuran pada kelahiran dan pada usia 6 minggu. . b. 3) Perhatikan nutrisi bayi 4) Perhatikan keadaan penyakit pada bayi. 24 jam setelah pulang awal 1) Timbang berat badan bayi. bila mungkin selama satu minggu pertama sesudah lahir. Jadwal Kunjungan Jadwal kunjungan bayi bbaru lahir dan neonatus yaitu : a. Bandingkan dengan berat badan saat ini dengan berat badan saat bayi lahir. b. 1 minggu setelah pulang 1) Timbang berat badabn bayi.ASUHAN BAYI BARU LAHIR DAN NEONATUS 1. Petugas pusskesmas hendaknya menjalankan kunjungan rumah tiap hari bagi tiap bayi yang dilahirkan dirumah. 2) Jaga selalu kehangatan bayi 3) Komunikasikan kepada orangtua bayi bagaimana caranya merawat tali pusat. 2) Perhatikan intake dan output bayi baru lahir. 3) Lihat keadaan suhu tubuh bayi 4) Kaji keadekuaatan suplai ASI c. 2) Perhatikan intake dan output bayi baru lahir. Kunjungan pertama oleh petugas kesehatan diantaranya : a.

Suatu bentuk kepedulian tenaga kesehatan Untuk pemeliharaan bayi selama 10 hari pertama dalam kehidupan yaitu : a. tonus otot & intabilitas reflek. Apgar score ditemukan oleh virginia apgar (1950). warna kulit. 2) Periksa tali pusat 3) Bla kain kasa melekat. Bidan hendaknya meneliti apakah petugas yang melayani persalinan sudah memberikan perhatian terhadap semua hal. 2. pucat/biru? Apgar score merupakan alat untuk mengkaji bayi sesaat setelah lahir meliputi 5 variabel yaitu pernapasan. 4) Bersihkan pusat dengan alkohol 5) Berilah perban kering 6) Periksalah alat kelaamin dengan keberssihannya 7) Amatilah bahwa tinja normal. Bila bayi dilahirkan dirumah. hendaknya sedapat mungkin bidan mengadakan kunjungan kerumah setiap hari sampai tali pusat lepas. Pada tiap kunjungan rumah : 1) Periksalah kemungkinan infeksi mata. Manajemen Pada Bayi Baru Lahir dan Neonatus Manajemen Pada Bayi Baru Lahir dan Neonatus antara lain : Pengkajian segera BBL 1) Pemeriksaan Awal a) Nilai kondisi bayi : • Apakah bayi menangis kuat/bernafas tanpa kesulitan? • Apakah bayi bergerak dengan aktif/lemas? • Apakah warna merah muda. kemudian tiap dua hari hingga hari ke sepuluh. b. rendamlah dengan larutan antiseptik dan lepaskan dengan hati-hati. b) Jenis kelamin . a.c. frekuensi jantung.

Spina bifida merupakan kelainan tulang belakang pada bayi. la menangis. d) e) Anus. • Rabalah fontanela anterior – seharusnya tidak menonjol (membengkak). • Lihatlah adanya celah bibir (seperti bibir kelinci) atau celah palatum. Ukuran kepala yang tidak normal besarnya disebut hidrosefalus. Sebagian besar BBL akan menunjukkan usaha pernafasan spontan dengan sedikit bantuan/gangguan. Tidak didapatkan tulang dan kadang-kadang tidak ada kulit yang menutupi sumsum tulang belakang bayi. la memberikan respon terkejut yang normal jika tiba-tiba diberi sentakan (ia akan melemparkan tangannya ke arah depan luar seperti hendak meraih seseorang). Periksalah apakah anus terbuka dan mekonium dapat keluar. . setelah membiarkan bayi beberapa waktu untuk pulih karena kelahiran. c) Punggung. Ini disebut refleks Moro. Pernapasannya teratur. Warnanya merah muda. Bayi normal berbaring dengan posisi fleksi (menekuk). b) Kepala • Ukurlah lingkar kepala. Lingkar kepala rata-rata adalah 33 cm. Ukuran kepala yang terlalu kecil disebut mikrosefalus. la mungkin meregang atau menguap. Anggota tubuh Asuhan bayi baru lahir adalah asuhan yang diberikan pada bayi baru lahir selama satu jam pertama setelah kelahiran.c) Kelainan kongentital d) Tali pusat 2) Pemeriksaan lengkap beberapa jam kemudian a) Semua bayi harus diperiksa lengkap beberapa jam kemudian. Ini untuk meyakinkan tidak adanya anus imper-forata.Bayi secara keseluruhan.

Jika tidak dapat menangis spontan dilakukan : 1) Letakkkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat. 2) Gulung sepotong kain dan letakkan di bawah bahu sehingga leher bayi ekstensi.oleh karena itu penting diperhatikan dalam memberikan asuhan SEGERA. 4) Tepuk telapak kaki by sebanyak 2-3x / gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. kotak antara kulit bayi dengan kulit ibu sesegera mungkin. dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus kassa steril. Lakukan simpul kunci/ jepitkan Celupkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam bilas tangan dengan air matang /DTT keringkan tangan (bersarung tangan) letakkan bayi yang terbungkus diatas permukaan yang bersih dan klorin 0. 5) Ikat ujung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat dengan menggunakan benang DTT. rongga mulut. a. ikat atau jepit tali pusat. yaitu jaga bayi tetap kering & hangat. 3) Bersihkan hidung. Membersihkan jalan nafas 1) Sambil menilai pernafasan secara cepat. b.5% untuk membersihkan darah & sekresi tubuh lainnya. letakkan bayi dengan handuk di atas perut ibu 2) Bersihkan darah/lendir dari wajah bayi dengan kain bersih dan kering/ kassa 3) Periksa ulang pernafasan 4) Bayi akan segera menagis dalam waktu 30 detik pertama setelah lahir. .Caranya : 1) 2) 3) 4) hangat. Perawatan tali pusat Setelah plasenta lahir dan kondisi ibu stabil.

BBL sangat rentan terjadi infeksi.6) Jika menggunakan benang tali pusat.5%/ tetrasiklin 1%. . sehingga perlu diperhatikan hal-hal dalam perawatannya. stetoskop 8 benda2 lainnya akan bersentuhan dengan bayi dalam keadaan bersih (dekontaminasi setelah digunakan). handuk. pipa pengukur. Pencegahan infeksi 1) Memberikan obat tetes mata/salep 2) diberikan 1 jam pertama bayi lahir ryaitu . 3) Yang biasa dipakai adalah larutan perak nitrat/ neosporin 8 langsung diteteskan pd mata bayi segera setelah bayi lahir. pastikan dalam keadaan bersih 4) Pastikan semua pakaian. Dengan cara : o Keringkan bayi secara seksama o Selimuti bayi dengan selimut/kain bersih.5% Mempertahankan suhu tubuh. termometer. lingkarkan benang sekeliling ujung tali pusat & lakukan pengikatan kedua dengan simpul kunci dibagian TP pd sisi yang berlawanan. 7) 8) Lepaskan klem penjepit & letakkan di dalam larutan klorin 0. kering 8 hangat o Tutup bagian kepala bayi o Anjurkan ibu untuk memeluk 8 menyusukan bayinya o Lakukan penimbangan setelah bayi mengenakan pakaian o Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat d. selimut serta kain yang digunakan untuk bayi dalam keadaan bersih 5) Pastikan timbangan. 1) Cuci tangan sebelum 8 setelah kontak dengan bayi 2) Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang blm dimandikan 3) Pastikan semua peralatan (gunting. eritromysin 0. benang tali pusat) telah di DTT. jika menggunakan bola karet penghisap.

Lanjutkan pengamatan pernafasan.5 C 2) Bungkus bayi dengan kain yang kering & hangat. warna 8 aktivitasnya b. gunakan sarung tangan 8 bertindak lembut 3) LIHAT. harus melakukan pemeriksaan 8 penilaian ada tidaknya masalah kesehatan terutama pada : • Bayi kecil masa kehamilan/KB • Gangguan pernafasan • Hipotermia • Infeksi • Cacat bawaan/trauma tahir Jika tidak ada masalah. DENGAR. Lakukan pemeriksaan fisik 1) Gunakan tempat yang hangat 8 bersih 2) Cuci tangan sebelum 8 sesudah pemeriksaan. a. 6 jam/min suhu 36. kepala bayi harus tertutup c.Asuhan bayi baru lahir 1-24 jam pertama kelahiran Tujuan : Mengetahui aktivitas bayi normal/tidak dan identifikasi masalah kesehatan BBL yang memerlukan perhatian keluarga 8 penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan. Pertahankan suhu tubuh bayi dengan cara : 1) Hindari memandikan min. Pemantauan 2 jam pertama meliputi : • Kemampuan menghisap (kuat/lemah) • Bayi tampak aktif/lunglai • Bayi kemerahan /biru Sebelum penolong meninggalkan ibu. dan RASAkan 4) Rekam /catat hasil pengamatan 5) jika ditemukan faktor risiko/masalah segera Cari bantuan lebih lanjut .

. harus didekap erat ke tubuh ibu • Jangan menggunakan alat penghangat buatan di tempat tidur (misalnya botol berisi air panas) c) Mencegah infeksi • Cuci tangan sebelum memegang bayi dan setelah menggunakan toilet untuk BAK/BAB • Jaga tali pusat bayi dalam keadaan bersih. Colostrum memberikan zat perlindungan terhadap infeksi dan membantu pengeluaran mekonium. Pemberian vitamin K 1) Untuk mencegah terjadinya perdarahan karena defisiensi vit. pantat. Jika tali pusat kotor cuci dengan air bersih dan sabun. K 2) Bayi cukup bulan/normal 1 mg/hari peroral selama 3 hari 3) Bayi berisiko 0. pembengkakan. • Ibu menjaga kebersihan bayi dan dirinya terutama payudara dengan mandi setiap hari • Muka.d. dan sabun setiap hari. dan tali pusat dibersihkan dengan air bersih. selalu dan letakkan popok di bawah tali pusat. tampak merah atau bau busuk. meliputi : a) Pemberian nutrisi • Berikan asi sesering keinginan bayi atau kebutuhan ibu (jika payudara ibu penuh) • Frekuensi menyusui setiap 2-3 jam • Pastikan bayi mendapat cukup colostrum seiama 24 jam. keluar cairan. hangat. b) Mempertahankan kehangatan tubuh bayi • Suhu ruangan setidaknya 18-21°C • Jika bayi kedinginan. • Berikan ASI saja sampai umur 6 bulan. Laporkan segera ke bidan jika timbul perdarahan.5mg – 1mg perperenteral/ IM 4) Ajarkan pada orang tua cara merawat bayi.

• Jaga bayi dari orang-orang yang menderita infeksi dan pastikan setiap orang yang memegang bayi selalu cuci tangan tertebih dahulu Asuhan segera pada bayi baru lahir adalah asuhan yang diberikan kepada bayi tersebut selama jam pertama seetelah persalinan. bicara serta dengarkan musik. dekap bayi agar kulit bayi menempel pada dada ibu (metode kanguru ) c. . a. berikan langsung kepada bayi jangan dibuang. Jaga bayi tetap hangat 1) Tunda memandikan bayi sekurang-kurangnya 6 jam setelah lahir 2) Bungkus bayi dengan kain yang kering. Aspek-aspek penting ynag harus dilakukan bayi baru lahir . 4) Jika berat lahir bayi kurang dari 2500 gram. d. 2) Gantung bendaa bergerak warna cerah agar bayi dapat melihat benda tersebut. Beri ASI. 3) Jangan bubuhkan ramuan atau bahan lain pada tali pusat. Ganti kain atau handuk yang basah. jangan beri makanan lain 1) Segera teteki / susui bayi dalam 30 menit setelah bersalin untuk merangsang ASI cepat keluar 2) ASI yang pertama keluar mengandung zat kekebalan tubuh. 3) Jangan meletakan bayi ditempat yang dingin. Cegah infeksi pada bayi baru lahir 1) Minta salep antibiotik untuk mata segera setelah lahir 2) Jaga agar tali pusat selalu bersih dan selalu dalam keadaan kering. 3) Ajak bayi tersenyum. b. Beri rangsangan perkembangan 1) Peluk dan timang bayi dengan penuh kasih sayang sesering mungkin.

.lusa.html Tembolok – Mirip1990.id/konsep-dasar-masa-nifas/ http://www.. Jakarta.blogspot.. Modul Asuhan Bayi Baru Lahir.DAFTAR PUSTAKA http://www. Jakarta : Depkes RI 2003. .docstoc.com/.com/docs/7771936/askeb-neo/ Pedoman Kerja Puskesmas jilid II. Pusdiknakes thejulianalubis.web.com/doc/22525183/Manajemen-Kebidanan-Pada-Post-Partum http://www.scribd./asuhan-kebidanan-pada-ibu-post-partum.

ASUHAN IBU POST PARTUM. BAYI BARU LAHIR SERTA NEONATUS DI RUMAH. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata kuliah Asuhan Kebidanan Komunitas. Oleh : Fani Rosalita Hana Hoerun Nisa .

Melia Nur Endah Neri Dameisa Astuti Ulfah Khoerul Mawadah PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN RESPATI TASIKMALAYA 2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful