BAB I PENDAHULUAN Pada prinsipnya suatu kasus pidana yang terjadi dalam lingkungan masyarakat harus dipidana sesuai

dengan tipe kasus tersebut. Sama halnya dengan kasus Pembunuhan menurut Pasal 338 dalam KUHP Indonesia dimana seseorang yang terindikasi melakukaan Pembunuhan akan dikenakan pidana penjara paling lama lima belas tahun. Namun bagaimana jika

pembunuhan tersebut dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah tindak pidana yang lain, atau jika tertangkap basah, untuk melepaskan dirinya sendiri atau pesertanya dari hukuman atau supaya barang yang didapatnya dengan melanggar hukum tetap ada dalam tangannya? Hal yang demikian diatur dalam pasal 339 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimum hukuman penjara seumur hidup atau selama dua puluh tahun. Untuk lebih jelasnya, akan penulis uraikan sebuah kasus mengenai tindak pidana tersebut berikut analisisnya

1

pelaku lantas mengeluarkan sebilah pisau panjang dan memberikan ancaman kepada korban. Sehingga korban menyerahkan dompet dan handphonennya kepada pelaku ( Hal ini memenuhi unsur Pemerasan yang terdapat dalam Pasal 368 ayat 1 KUHP ) bahwa: ³Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum. korban bersimbah darah dan akhirnya nyawa korban tidak tertolong. Perbuatan yang dilakukan oleh pelaku semula hanya bertujuan untuk memeras korban. Korban diminta untuk menyerahkan dompet dan handphone.Sesaat setelah ancaman itu dilontarkan kepada korban. B. Hakikat dan Analisa Hukum Dari fakta hukum diatas bisa difahami. Akibatnya. pelaku menusukkan pisau tersebut ke bagian perut korban. Namun harus dilihat mengapa kasus tersebut terjadi? Apakah memang betul bahwa tindakan yang dilakukan oleh terdakwa memang ada niat untuk melakukan hal tersebut atau sebagai upaya pembelaan diri? Dalam kasus ini perbuatan yang dilakukan oleh Pelaku adalah Kejahatan terhadap Nyawa dan masuk dalam ruang lingkup Pidana Umum.BAB II PEMBAHASAN A. Setelah berhasil menguasai barang. yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau 2 . Kronologi Kasus Pada tanggal 24 Mei 2008 salah seorang ABG di Kediri menjadi korban pemerasan. memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan. untuk memberikan barang sesuatu. Pelakunya 2 orang dengan mengendarai sepeda motor. bahwa sudah sepantasnya tindakan Pidana yang dilakukan oleh seseorang itu harus dipidana jikalau dalam proses pembuktian di Pengadilan dapat membuktikan bahwa terdakwa merupakan pelaku atas pembunuhan tersebut berdasarkan pada hukum acara pidana yang berlaku. kedua pelaku melarikan diri. Oleh karena korban masih mempertahankan handphonenya.

pelaku menusukkan pisau ke perut korban. disertai .orang lain. besar kemungkinan tidak akan terjadi penusukan terhadap korban. Karena. korban masih bertahan untuk mengambil kembali barangnya. diancam. disertai atau didahului oleh sesuatu perbuatan pidana yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiap atau mempermudah pelaksanaannya.´ 1 Seandainya korban tidak melakukan perlawanan. Diikuti. setelah barang sudah dikuasai oleh pelaku. perbuatan pelaku dapat dimasukkan ke dalam pasal 339 KUHP. Penusukan tersebut dilakukan oleh pelaku dalam rangka untuk mempertahankan (memantapkan) barang yang sudah dikuasai dan untuk mempermudah bagi pelaku untuk melarikan diri. atau didahului dengan tindak pidana lain ( dalm kasus ini tindak pidana lain yang dimaksud adalah Pemerasan ) Unsur Subyektif Dilakukan dengan maksud untuk: 1 Moeljatno. Berdasar analisis di atas. Kemudian. paling lama dua puluh tahun. dengan pidana penjara paling lama Sembilan tahun. diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu. Pembunuhan b. Alasannya : Bahwa di dalam perut ada pembuluh darah yang merupakan pembuluh darah besar dan berhubungan langsung dengan organ jantung. Dikarenakan memenuhi unsur-unsur Pasal 339 KUHP. Pasal 339 KUHP berbunyi ³pembunuhan yang diikuti. atau supaya member hutang maupun menghapuskan piutang. Bumi Aksara 3 . karena pemerasan. Sehingga jika terjadi luka goresan pada bagian tersebut darah akan mengucur banyak dan besar kemungkinan korban akan kehabisan darah dan berujung kematian. atau pun untuk memastikan penguasaan barang yang diperolehnya secara melawan hukum.´ Unsur-unsur Pasal 339 KUHP adalah: Unsur obyektif a. KUHP. Pelaku pastilah sudah mengerti jika ia menusukkan pisau ke bagian perut dapat menimbulkan luka bahkan berujung kematian. atau untuk melepaskan diri sendiri maupun peserta lainnya dari pidana dalam hal tertangkap tangan.

4 . selain pelaku melakukan pembunuhan tetapi juga melakukan perbuatan pidana lain. apabila dikaitkan dengan kasus diatas. Sehingga ancamana pidananya dikurangi 1/3 dari ancaman pidana pokok. Dalam hal ini lebih tepatnya di kenakan pasal 56 KUHP tentang pembantuan tindak pidana.1. dipidana sebagai pelaku tindak pidana  Mereka yang melakukan perbuatan pidana. Mempersiapkan 2. untuk melepaskan diri sendiri atau peserta lain dari perbuatan itu dari hukuman. karena Kejahatan tersebut dilakukan lebih dari seorang.´ Jadi. Karena perbuatan pembunuhan ini tidak direncanakan terlebih dahulu dan tidak atas inisiatif pelaku kedua. Kemudian berdasarkan Pasal 55 KUHP. atau untuk menjamin kepemilikan barang yang diperoleh dengan melawan hukum Kejahatan yang dimaksud dalam Pasal 339 KUHP. Sehingga unsur yang terkandung dalam pasal 55 ayat 1 tentang turut serta tidak terpenuhi.  Mereka yang membujuk supaya dilakukan perbuatan pidana. Jika terpergok.  Mereka yang menyuruh melakukan perbuatan pidana  Mereka yang turut serta melakukan perbuatan pidana. Mempermudah 3. Turut serta melakukan artinya : bersepakat dengan orang lain membuat rencana untuk melakukan suatu perbuatan pidana dan secara bersama-sama melaksanakannya ( kerjasama ). pelaku yang menusuk korban dapat dikenakan Pasal 55 ayat 1 KUHP. Dalam kasus ini. perbuatan Pelaku kedua tidak dapat dikenakan Pasal 55 ayat 1 angka 1( Turut serta ) KUHP. Beberapa Ahli hukum berpendapat bahwa.

2 Namun dalam kasus ini berubah menjadi pasal 339 KUHP. setelah dipaksa dengan kekerasan. 2008. Oleh karena memenuhi unsur. 5 . si pelaku sendiri mengambil barang yang dicuri. Bedanya adalah bahwa dalam hal pencurian. si korban. maka dapat ditarik kesimpulan : 1) Perbuatan pelaku untuk menusuk korban hanya bertujuan untuk memantapkan barang yang sudah dikuasainya serta untuk mempermudah untuk melarikan diri. Bandung.BAB III KESIMPULAN Dari analisis diatas. yakni. sehingga masing-masing perbuatan itu merupakan kejahatan yang diancam dengan pemidanaan. perbedaan dari 2 Wiryono Prodjodikoro. sedangkan dalam hal pemerasan. yaitu perbarengan atau penggabungan beberapa perbuatan yang dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri. PT Refika Aditama . Dalam perbarengan yang demikian hanya satu saja pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa. Cara pemidanaannya diatur dalam pasal 65 ayat 2 berupa absorpsi yang dipertajam. 3) Tindak pidan ini bisa diklasifikasikan sebagai concursus realis. Tindak-Tindak Pidana Tertentu Di Indonesia. Tindak pidana ini sangat mirip dengan pencurian dengan kekerasan dari pasal 365 KUHP. menyerahkan barangnya kepada si pemeras. Tetapi jumlahnya tidak boleh lebih dari maksimum pidana yang terberat ditambah 1/3 (sepertiga). 2) Pelaku yang mengendarai sepeda motor tidak dapat dikenakan Pasal 55 KUHP melainkan Pasal 56 KUHP. 4) Tindak pidana ini dinamakan (kualifikasi) pemerasan (afpersing) dan diancam dengan hukuman penjara selama-lamanya Sembilan tahun. maka pelaku dapat dikenakan ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 339 KUHP. hal 27.unsur pasal 339 KUHP. Pidana maksimum yang dijatuhkan adalah jumlah maksimum yang diancam terdakwa.

dilakukan untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian. jadi tidak hanya suatu penyerangan dengan kekerasan saja. tindak pidana pokok dari pasal 365 adalah pencurian. yang juga ditambah hukumannya karena adanya maksud lebih daripada pembunuhan itu. yang ditambah hukumannya karena telah dilakukan kekerasan. yaitu untuk mempersiapkan atau memudahkan suatu tindak pidana lain. tidak hanya suatu pencurian. maka dalam pasal 339 suatu pembunuhan.pasal 365 adalah . kalau dalam pasal 365 perbuatan kekerasan yang mungkin meningkat sehingga mengakibatkan matinya seseorang. Perlu penulis garis bawahi bahwasanya kedua pelaku telah tertangkap. Jadi. sedangkan tindak pidana pokok dari pasal 339 adalah suatu pembunuhan. Jadi. tegas dilakukan untuk mempersiapkan atau memudahkan sembarang tindak pidana lain. dan melalui proses hukum acara yang berlaku. 6 . mulai dari penyelidikan sampai proses pembuktian di pengadilan terungkap bahwa kedua pelaku membenarkan hal tersebut. apa yang menjadi dakwaan jaksa penuntut benar adanya sesuai dengan UndangUndang yang berlaku.

com - 7 . Bumi Aksara Wiryono Prodjodikoro. KUHP.DAFTAR PUSTAKA - Moeljatno. 2008 www.succes person. PT Refika Aditama . Tindak-Tindak Pidana Tertentu Di Indonesia. Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful