Artikel 1 Masalah Pengangguran dan Kemiskinan

Oleh Ragiman Selasa, 3 Agustus 2010

Pengangguran dan kemiskinan merupakan momok di banyak negara, termasuk negara maju seperti Amerika Serikat (AS) sekalipun. Ternyata tercatat 15 juta tenaga kerja atau sekitar 8 persen lebih menganggur. Apalagi, di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Pemerintah sendiri selama ini selalu memfokuskan program pembangunannya pada penanganan kedua masalah ini. Hasilnya memang belum sepenuhnya memuaskan berbagai pihak meski indikator-indikator sosial yang ada telah menunjukkan perbaikan dalam pengurangan tingkat pengangguran dan kemiskinan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk Indonesia pada Juni 2010 sebesar 234,2 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,33 persen per tahun. Dari jumlah itu, jumlah angkatan kerja kini mencapai 116 juta orang. Sebanyak 107,41 juta orang adalah penduduk yang bekerja. Sedangkan jumlah penganggur sebanyak 8,59 juta orang atau penganggur terbuka sebesar 7,41 persen. Memang itu mengalami penurunan apabila dibanding 2009 yang sebesar 8,14 persen. Penduduk miskin tahun 2010 berjumlah 31,02 juta orang atau sebesar 13,33 persen, mengalami penurunan 1,51 juta jiwa dibandingkan dengan tahun 2009 (sebanyak 32,53 juta) atau 14,15 persen. Banyak kalangan menginginkan percepatan dan keseriusan penanganan masalah pengangguran dan kemiskinan ini. Sebab, pada hakikatnya, hasil-hasil pembangunan diperuntukkan bagi manusia itu sendiri, termasuk rakyat miskin dan para penganggur. Tidak ada seorang pun menginginkan menjadi miskin atau menganggur. Logikanya, apabila kemiskinan dan pengangguran akan dikurangi dengan drastis, tentu anggaran untuk itu pun mesti ditambah-hubungan yang berbanding terbalik. Oleh karena itu, jika perlu, pemerintah dapat memplot anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) khusus untuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran, sebagaimana pemerintah memplot 20 persen APBN-nya untuk sektor pendidikan. Di sisi lain, pemerintah dapat juga meningkatkan stimulus fiskalnya khusus untuk mengurangi atau mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Memang, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010-2014, tersurat pemerintah akan terus melanjutkan tiga strategi pembangunan ekonomi, yaitu pro growth, pro job dan pro poor. Termasuk di dalamnya mewujudkan pertumbuhan disertai pemerataan (growth with equity). Ketiga strategi itu diharapkan sebagai pendorong percepatan laju pertumbuhan ekonomi yang dapat memberikan lebih banyak kesempatan kerja. Dengan demikian, makin banyak keluarga Indonesia dapat menikmati hasil-hasil pembangunan dan dapat keluar dari kemiskinan. Prioritas pembangunan nasional yang dijabarkan dalam RPJM 2010-2014 terdapat 11 butir, antara lain penanggulangan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan rakyat. Yang disebut terakhir menuntut tidak hanya pertumbuhan ekonomi tinggi, namun juga pertumbuhan ekonomi berkualitas (inklusif) dan berkeadilan. Tantangan utama pembangunan ke depan tentu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. Bagaimanapun, pembangunan ekonomi yang pro growth, pro job, dan pro poor perlu terus dilaksanakan. Cara yang ditempuh adalah dengan memperluas cakupan

62 juta menjadi 19. bantuan sosial.41 persen. Tentu saja peningkatan lapangan kerja baru yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan angkatan kerja akan berdampak pada makin menurunnya tingkat pengangguran.10 juta orang. dari 20. serta penyusunan standar kompetensi.76 persen. air bersih. Sedangkan di daerah perkotaan berkurang 0. Ini penting untuk menurunkan tingkat kemiskinan tahun 2010 yang berada pada kisaran 12-13. Penyerapan tenaga kerja ini diperkirakan makin meningkat sejalan dengan program dan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan investasi melalui perbaikan infrastruktur dan berbagai kebijakan lainnya. seperti perluasan kesempatan kerja. Jika target pertumbuhan ekonomi berkisar 5.02 juta orang atau sebesar 13. dan juga lembaga keuangan. Sejak 2005. agar dapat menikmati hasil-hasil pembangunan. peningkatan laju pertumbuhan ekonomi seharusnya dapat memperluas terciptanya lapangan kerja baru. serta meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar seperti pendidikan.91 juta menjadi 11. Sementara itu. bantuan sosial dan lain-lain. kondisi perekonomian dunia yang terus membaik sebagai akibat krisis finansial global mempunyai pengaruh terhadap kinerja perekonomian domestik. menengah (UMKM) dan koperasi melalui program kredit usaha rakyat (KUR). Tentu untuk merealisasikannya diperlukan penyempurnaan peraturan mengenai ketenagakerjaan. Berbagai program dan upaya harus terus dilaksanakan pemerintah. rata-rata setiap satu persen pertumbuhan ekonomi dapat menyerap tenaga kerja baru sekitar 400. penempatan. penduduk miskin berkurang 0. dan dana penjaminan kredit/pembiayaan bagi usaha mikro.3 persen tahun 2010. jumlah penduduk yang masuk angkatan kerja setiap tahun diperkirakan juga meningkat rata-rata sebesar 1. Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang ekspansif. PNPM Mandiri.program pembangunan berbasis masyarakat. kecil. diharapkan terus mengalami penurunan. dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak atau belum mampu dipenuhi dari kemampuan mereka sendiri. Ini terindikasi dari meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi.000 orang. Program ini. Selama ini tingkat pengangguran menurun karena didukung makin tingginya angkatan kerja yang bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). *** Penulis adalah peneliti Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu . Begitu juga untuk menciptakan pembangunan ekonomi berkualitas dan berkeadilan. Implementasi program-program ini terus dilakukan untuk memberikan akses yang lebih luas kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. dan pembiayaan tenaga kerja ke luar negeri. Demikian pula tingkat kemiskinan tahun 2010. Komitmen ini hendaknya tidak sebatas rencana dan wacana. namun benar-benar harus dapat direalisasikan dan diimplementasikan. Sebenarnya. Di antaranya di daerah pedesaan.93 juta. Dilanjutkannya berbagai langkah antara lain melalui pemberian subsidi. pemberian subsidi. apabila dilaksanakan dengan benar dan tepat sasaran. berbagai langkah perlu dilakukan untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. Pada awal tahun 2010 tingkat pengangguran terbuka diperkirakan berada pada kisaran 7.33 persen dari jumlah penduduk Indonesia.69 juta orang. perlindungan. diperkirakan pertumbuhan lapangan kerja baru akan tercapai lebih dari 2 persen. Tercatat jumlah penduduk miskin awal 2010 sebesar 31. pelaksanaan negosiasi tripartit.81 juta orang dari 11.5 persen. kesehatan. program keluarga harapan (PKH).

menyoroti keprihatinan pengangguran bisa menggelincirkan pemulihan. lebih tinggi dari 1." kata analis Samarjit Shankar dari Bank of New York Mellon. Euro berpindah tangan pada 1. menjadi 85.3190 dolar di New York pada sekitar 2100 GMT.000.3155 dolar pada Rabu malam. membingungkan banyak analis yang memperkirakan klaim turun menjadi 455.Artikel 2 Dolar Melemah Tertekan Masalah Pengangguran Jumat.1 persen menjadi 479. Klaim awal naik 4. meningkatkan keraguan lebih lanjut tentang pemulihan ekonomi yang rapuh. 6 Agustus 2010 08:08 WIB New York (ANTARA News) .26 yen pada Rabu.82 yen dari 86. "Dolar AS sekali lagi dirusak oleh data pekerjaan lemah di pagi hari karena pelaku pasar menunggu data kunci upah non-pertanian pada besok.6 persen. Sentimen untuk dolar telah berkurang oleh data pemerintah Kamis yang menunjukkan klaim baru untuk memanfaatkan anggaran pengangguran AS minggu lalu secara tak terduga naik ke tingkat tertinggi sejak April. yang sebagian besar ekonom mengatakan diperkirakan menunjukkan pengangguran sudah tinggi karena perusahaan tetap enggan untuk merekrut pekerja dalam jumlah besar. . Data pengangguran terbaru datang menjelang laporan utama pemerintah AS Jumat. Mereka percaya Juli memperlihatkan upah sektor non-pertanian turun 87. Dolar juga turun terhadap mata uang Jepang. di tengah kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja yang tetap menjadi duri dalam sisi pemulihan ekonomi terbesar di dunia.Dolar Amerika Serikat melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis.000 pada pekan yang berakhir 31 Juli. Departemen Tenaga Kerja mengatakan.000 dan tingkat pengangguran naik tipis menjadi 9.

5878. dolar turun menjadi 1.0530 pada Rabu.500. ."Itu sekali lagi mengingatkan investor bahwa pasar tenaga kerja AS tetap seimbang dengan nyaman." katanya dikutip AFP.000. Terhadap mata uang utama lainnya Kamis. memberikan pedagang alasan kuat untuk membuang dolar.500 pekerjaan pada Juli tapi pekerjaan pemerintah diyakini telah jatuh 169. sedangkan pound Inggris naik menjadi 1." kata analis Kathy Lien dari Global Forex Trading. Sektor swasta diperkirakan telah menciptakan sekitar 82. "Jika tidak.0453 franc Swiss dari 1. Sentimen dolar melemah dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekhawatiran bahwa berlanjutnya melambannya pemulihan AS bisa mendorong Bank Sentral AS atau Federal Reserve untuk meningkatkan "pelonggaran kuantitatif" . jelang data upah non-pertanian Jumat yang mengukur keduanya baik sektor pemerintah maupun swasta.5893 dolar dari 1. gaji swasta perlu meningkat lebih dari 90. ketakutan pasar tentang pemulihan lambat akan diverifikasi.memompa uang ke dalam ekonomi melalui pembelian aset." katanya. Sebagian besar pekerjaan pemerintah yang hilang diyakini pekerjaan sementara yang dibuat untuk pelaksanaa sensus. "Untuk menjadi penyelamat untuk dolar.

9 juta jiwa) pada 2005 menjadi 7." kata Rahma.Pemerintah memperkirakan angka pengangguran pada 2010 turun menjadi 7.6 persen.35 persen). lanjut Rahma. kesempatan kerja juga meningkat rata-rata 2. "Sektor yang diharapkan mampu menciptakan kesempatan kerja yang besar adalah industri. sektor jasa kemasyarakatan memiliki angka elastisitas penciptaan lapangan kerja yang paling tinggi. Tren perbaikan tersebut. penyerapan tenaga kerja masih didominasi oleh sektor informal.Demikian dikemukakan Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rahma Iryanti di Jakarta.91 juta. menunjukkan perbaikan yang konsisten. Angka pengangguran terbuka terus menurun dari 11.Masing-masing sektor usaha. Semakin tinggi pendidikan.24 persen (11. adalah dengan mempertahankan penduduk berusia 15. yaitu mencapai 4. Kamis (7/1).4 persen). kata Rahma. diperkirakan terus berlanjut pada 2010.96 juta jiwa) pada 2009. dengan penurunan angka pengangguran menjadi 7. "Ini dilakukan untuk mengurangijumlah penawaran dalam pasar tenaga kerja. memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda dalam hal menyerapan tenaga kerja. yaitu 67.86 juta jiwa (69. tingkat pengangguran terbuka untuk lulusan SMA dan perguruan tinggi masih cukup besar." ujar dia. Dalam periode tersebut lapangan kerja bertambah 10. juga diiringi oleh perbaikan penyerapan tenaga kerja di sektor formal. Tren tersebut diperkirakan berlanjut pada 2010.Artikel 3 Pengangguran 2010 Turun Tipis Pengangguran terbuka untuk lulusan SMA dan Universitas masih tinggi karena lapangan kerja yang semakin sempit.66 juta jiwa (4.16.Kondisi ketenagakerjaan. Salah satu cara agar tidak terjadi ledakan angka pengangguran. maka semakin tinggi tingkatan pengangguran karena lapangan kerja yang semakin sempit. kata Rahma. lanjut Rahma. "Kondisi ketenagakerjaan pada periode 2005-2009 terus mengalami perbaikan. tambah Rahma.87 persen (8. "Sasaran kami adalah meningkatkan keterampilan dan keahlian pencari kena. Angka pengangguran yang menurun disebabkan oleh kegiatan ekonomi yang mulai pulih. menurut Rahma. Respons Lambat . Pertumbuhan kesempatan kerja.87 persen pada 2009. Sampai Agustus 2009." kata dia. JAKARTA." ujar dia. Dalam periode 2005-2009. "Kasus yang memprihatinkan bagi pemerintah adalah pengangguran terbuka untuk lulusan SMA dan universitas yang masih tinggi." kata dia.78 persen per tahun selama periode 2005-2009. dan 17 tahun di bangku pendidikan. Selain itu.Akan tetapi.6 persen dari 7.

Ini sering disebut sebagai non full employment" papar Ninasapti. Sektor jasa membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten. "Pertanian harus menjadi basis bagi industri pengolahan." ujar dia. negara tersebut cenderung miskin. Dengan peralihan sektor pertanian ke industri dan pengembangkan sektor jasa. Ke depan. Namun. sektor pertanian harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman.Oleh karena itu. upaya ke arah sana belum terlihat. lanjut Ninasapti. "Kalau hanya wajib belajar sampai SMP. maka tidak akan bisa. Indonesia juga harus mengembangkan sektor jasa." jelas dia." ujar dia. terjadi penciptaan nilai tambah dan lapangan kerja. tambah Ninasapti.Untuk mengembangkan sektor jasa."Namun. "Namun sampai saat ini. tidak hanya lulusan SMP/" kata dia.Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati mengatakan respons pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran lambat. Sektor pertanian. kualitas pekerjaan di sektor pertanian dapat dikatakan rendah karena hanya bekerja satu jam atau tujuh jam setiap pekan. selalu menjadi bantaian penyerapan tenaga kerja. sektor pertanian harus bersentuhan dengan pendekatan industrial. pendidikan harus dibenahi. kata Ninasapti. Selain itu. Dengan begitu. ajl/E-S . terutama pada masa panen." ujar dia. maka upaya pengurangan pengangguran akan lebih berjangka panjang. "Memang ada negara yang sepenuhnya bergantung kepada pertanian tradisional. menurut Ninasapti. "Negara tetangga seperti Malaysia sudah berhasil mengembangkan sektor jasa Itulah mengapa mereka saat ini mengalami kemajuan pesat. tambah Ninasapti.

termasuk angkatan kerja baru 2.75 juta orang dan pengangguran terbuka mencapai 11.45 persen dari angkatan kerja (lihat tabel). ekonom dari Universitas Nasional Australia (ANU) Chris Manning. lapangan kerja yang tercipta hanya 1. Data tahun 2002 menunjukkan. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga memperkirakan pada tahun 2004 jumlah angkatan kerja akan mencapai 102. dari tahun sebelumnya 10. pekerja. Tambahan lapangan kerja yang tercipta hanya 10. jumlah pengangguran terbuka mencapai 9.32 persen dari angkatan kerja).85 persen dari angkatan kerja). negara masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern mengingat struktur angkatan kerja. Penciptaan lapangan kerja yang tak mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja baru itu menyebabkan angka pengangguran terbuka tahun 2004 meningkat menjadi 10.45 persen dari jumlah angkatan kerja. Pembicara lain dalam seminar itu antara lain Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas Bambang Widianto. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Soedjai Kartasasmita. dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan sekolah dasar ke bawah. dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 5.83 juta orang.Artikel 4 Pengangguran Masih Suram hingga Tahun 2008 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memperkirakan dalam lima tahun ke depan gambaran soal angka pengangguran di Indonesia masih akan suram karena tidak tersedianya lapangan kerja. Kwik mengungkapkan hal itu pada seminar “Pasar Kerja yang Ramah Pasar” di Hotel Borobudur.03 persen pada tahun 2005.19 juta orang atau 10.03 persen. Jakarta. dan Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Rekson Silaban. Selasa (9/9).88 juta orang. investasi baru cenderung menggunakan mesin modern dan canggih sehingga tidak memerlukan banyak pekerja.49 persen pada tahun 2004 dan 5. Jumlah ini dua kali lipat lebih dari . Peningkatan angka pengangguran terbuka ini diperkirakan masih akan berlanjut tahun 2005. di mana angka pengangguran terbuka diproyeksikan menjadi 11.03 persen pada tahun 2005 dinilai sama sekali tidak menjamin terbukanya lapangan kerja.13 juta orang (9.10 juta orang. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie mengatakan. Pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan 4. tantangan utama yang dihadapi pemerintah adalah terus membesarnya jumlah pengangguran. Menurut Kwik.06 persen dari keseluruhan angkatan kerja.19 juta orang atau 10.83 juta orang (10.13 juta orang atau 9.49 persen dan 5. Dalam kaitan itu. Proyeksi ini dibuat dengan asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2004 dan 2005 masing-masing 4. Sebab.

Data itu belum termasuk setengah penganggur. kesempatan kerja yang tercipta selama tahun 2001 dan 2002 memiliki kualitas rendah karena lebih banyak kesempatan kerja tercipta di sektor informal. Jumlah pekerja formal di pedesaan yang mempunyai upah tetap atau waged worker tahun 2001 berkurang sebanyak 3.3 juta orang. selama ini sektor informal dinilai sangat membantu menyerap orang-orang yang menganggur. investor tidak akan memilih Indonesia sebagai tempat menanam modal karena biaya ekonomi sangat tinggi. dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan sekolah dasar (SD) ke bawah. yang jumlahnya mencapai 28. Peredam Dengan kondisi seperti sekarang ini. tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global.jumlah pengangguran terbuka sebesar 4. Tahun 2002. investasi yang diutamakan adalah sektor yang tidak terlalu modern dan tanpa menggunakan mesin canggih. kolusi dan nepotisme (KKN).05 juta orang atau sekitar 58.000 orang dan di pedesaan berkurang 1. struktur angkatan kerja. . Namun.6 persen dari angkatan kerja. bukan berarti sektor formal diabaikan. Dikatakannya pula. supaya bisa menambah lapangan kerja. Padahal. baik di pedesaan maupun di perkotaan.” katanya. “Indikator ini menunjukkan. “Jika hal ini benar. Yang lebih memprihatinkan adalah terus menurunnya kesempatan kerja formal. pertumbuhan ekonomi harus bisa mencapai enam sampai tujuh persen. akibat masih kuatnya praktik korupsi.86 persen tahun 1996.1 juta orang. tetapi pelakunya harus benar-benar dihukum tanpa pandang bulu.” ujar Kwik menjelaskan. yang berpendidikan SD ke bawah mencapai 59. menurut Kwik.9 juta orang pada tahun 2002. Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas Bambang Widianto memaparkan. KKN harus benar-benar diberantas. untuk mencapai pertumbuhan tujuh persen sangat sulit. Sementara itu. atau setahun sebelum krisis. jumlah pekerja formal di perkotaan berkurang 469. Menurut dia. Alasannya. karena mengandalkan investasi baru. yakni orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu. ini sebagai tanda bahwa daya saing tenaga kerja Indonesia makin menurun. Untuk angkatan kerja tahun 2002.” ucap Kwik tegas. lima tahun ke depan negara ini masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern. padahal sangat dibutuhkan menghadapi persaingan global.3 juta jiwa atau 4. “Kalau ingin investor datang ke Indonesia. Sementara itu. pekerja. tidak cukup dengan ngomong. ada kecenderungan di perusahaan besar ada peningkatan upah yang lebih tinggi dari pertumbuhan nilai tambahnya.

Sumber : (Eta) Harian Kompas. Sementara itu. dan yang berkaitan dengan upah minimum. Jakarta . peraturan yang berkaitan dengan perlindungan di tempat kerja.Perkembangan yang dinilai memprihatinkan oleh Bambang adalah kecenderungan menciutnya sektor informal periode 2001-2002. Misalnya. Faktor lain adalah menurunnya produktivitas di sektor industri pengolahan serta meningkatnya pengangguran usia muda. yakni 15-19 tahun. yang dibarengi dengan perbedaan upah yang makin lebar antara pekerja di sektor formal dan informal. menyangkut pemutusan hubungan kerja (PHK). ada beberapa aturan main yang berpotensi menyebabkan infleksibilitas pasar kerja.

5%. Semula ekspor diproyeksikan tumbuh 5% namun kini hanya diprakirakan mencapai 2. Kepekaan atau elastisitasnya terhadap pertumbuhan ekonomi relatif tinggi. Akibatnya produktifitas nasional pun menurun. Pelambatan pertumbuhan ekonomi ini karena pertumbuhan ekspor yang juga menurun. Program penanggulangan kemiskinan yang pernah dilaksanakan: 1. PHK ini dipengaruhi oleh menurunnya perumbuhan ekonomi dari prakiraan sebesar 5. Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal (P3DT) 8. 2. Pengembangan Kawasan Terpadu (KPT) 6.5% jumlah penduduk miskin akan mencapai 28 juta atau 12.Artikel 5 Fenomena Kemiskinan dan pengangguran di Indonesia Rupanya fenomena pertambahan pengangguran dan kemiskinan lebih mudah terjadi ketimbang dicegah apalagi diturunkan jumlahnya. Pemerintah memperkirakan pada tahun ini. Program Pengembangan Kecamatan (PPK) 9.5% saja. Tempat Pelayanan Simpan Pinjam Koperasi Unit Kawasan Terpadu (TPSP-KUD) 4. jumlah tambahan pengangguran atau pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 200 ribu orang. Proyek Pembangunan Masyarakat dan Pemerintah Daerah (P2MPD) . Akibat turunannya apabila prakiraan proyeksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5.34% dari total penduduk.68% dari total penduduk. akibat krisis ekonomi global.24 juta jiwa atau 13. Pemberdayaan Daerah Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDMDKE) 11. 3.5% disamping timbulnya pengangguran baru maka juga diikuti dengan meningkatnya penduduk miskin menjadi 30. Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Namun kalau hanya 4. Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) 10.5% menjadi 4. Inpres Desa Tertinggal (IDT) 7. Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UEDSP) 5. Proyek Peningkatan Pendapatan Petani dan Nelayan Kecil (P4K).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful