Artikel 1 Masalah Pengangguran dan Kemiskinan

Oleh Ragiman Selasa, 3 Agustus 2010

Pengangguran dan kemiskinan merupakan momok di banyak negara, termasuk negara maju seperti Amerika Serikat (AS) sekalipun. Ternyata tercatat 15 juta tenaga kerja atau sekitar 8 persen lebih menganggur. Apalagi, di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Pemerintah sendiri selama ini selalu memfokuskan program pembangunannya pada penanganan kedua masalah ini. Hasilnya memang belum sepenuhnya memuaskan berbagai pihak meski indikator-indikator sosial yang ada telah menunjukkan perbaikan dalam pengurangan tingkat pengangguran dan kemiskinan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk Indonesia pada Juni 2010 sebesar 234,2 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,33 persen per tahun. Dari jumlah itu, jumlah angkatan kerja kini mencapai 116 juta orang. Sebanyak 107,41 juta orang adalah penduduk yang bekerja. Sedangkan jumlah penganggur sebanyak 8,59 juta orang atau penganggur terbuka sebesar 7,41 persen. Memang itu mengalami penurunan apabila dibanding 2009 yang sebesar 8,14 persen. Penduduk miskin tahun 2010 berjumlah 31,02 juta orang atau sebesar 13,33 persen, mengalami penurunan 1,51 juta jiwa dibandingkan dengan tahun 2009 (sebanyak 32,53 juta) atau 14,15 persen. Banyak kalangan menginginkan percepatan dan keseriusan penanganan masalah pengangguran dan kemiskinan ini. Sebab, pada hakikatnya, hasil-hasil pembangunan diperuntukkan bagi manusia itu sendiri, termasuk rakyat miskin dan para penganggur. Tidak ada seorang pun menginginkan menjadi miskin atau menganggur. Logikanya, apabila kemiskinan dan pengangguran akan dikurangi dengan drastis, tentu anggaran untuk itu pun mesti ditambah-hubungan yang berbanding terbalik. Oleh karena itu, jika perlu, pemerintah dapat memplot anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) khusus untuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran, sebagaimana pemerintah memplot 20 persen APBN-nya untuk sektor pendidikan. Di sisi lain, pemerintah dapat juga meningkatkan stimulus fiskalnya khusus untuk mengurangi atau mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Memang, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010-2014, tersurat pemerintah akan terus melanjutkan tiga strategi pembangunan ekonomi, yaitu pro growth, pro job dan pro poor. Termasuk di dalamnya mewujudkan pertumbuhan disertai pemerataan (growth with equity). Ketiga strategi itu diharapkan sebagai pendorong percepatan laju pertumbuhan ekonomi yang dapat memberikan lebih banyak kesempatan kerja. Dengan demikian, makin banyak keluarga Indonesia dapat menikmati hasil-hasil pembangunan dan dapat keluar dari kemiskinan. Prioritas pembangunan nasional yang dijabarkan dalam RPJM 2010-2014 terdapat 11 butir, antara lain penanggulangan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan rakyat. Yang disebut terakhir menuntut tidak hanya pertumbuhan ekonomi tinggi, namun juga pertumbuhan ekonomi berkualitas (inklusif) dan berkeadilan. Tantangan utama pembangunan ke depan tentu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. Bagaimanapun, pembangunan ekonomi yang pro growth, pro job, dan pro poor perlu terus dilaksanakan. Cara yang ditempuh adalah dengan memperluas cakupan

kesehatan. Sementara itu.69 juta orang. *** Penulis adalah peneliti Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu . Sebenarnya. Jika target pertumbuhan ekonomi berkisar 5.10 juta orang. Selama ini tingkat pengangguran menurun karena didukung makin tingginya angkatan kerja yang bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI).91 juta menjadi 11. Begitu juga untuk menciptakan pembangunan ekonomi berkualitas dan berkeadilan. pelaksanaan negosiasi tripartit.41 persen. PNPM Mandiri. Demikian pula tingkat kemiskinan tahun 2010. pemberian subsidi. Tercatat jumlah penduduk miskin awal 2010 sebesar 31. jumlah penduduk yang masuk angkatan kerja setiap tahun diperkirakan juga meningkat rata-rata sebesar 1. bantuan sosial. menengah (UMKM) dan koperasi melalui program kredit usaha rakyat (KUR). Penyerapan tenaga kerja ini diperkirakan makin meningkat sejalan dengan program dan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan investasi melalui perbaikan infrastruktur dan berbagai kebijakan lainnya. Komitmen ini hendaknya tidak sebatas rencana dan wacana. peningkatan laju pertumbuhan ekonomi seharusnya dapat memperluas terciptanya lapangan kerja baru. Dilanjutkannya berbagai langkah antara lain melalui pemberian subsidi. air bersih. agar dapat menikmati hasil-hasil pembangunan. dan juga lembaga keuangan.000 orang. dan dana penjaminan kredit/pembiayaan bagi usaha mikro.93 juta. seperti perluasan kesempatan kerja.3 persen tahun 2010. Ini penting untuk menurunkan tingkat kemiskinan tahun 2010 yang berada pada kisaran 12-13. namun benar-benar harus dapat direalisasikan dan diimplementasikan. kecil. bantuan sosial dan lain-lain. Di antaranya di daerah pedesaan. Tentu saja peningkatan lapangan kerja baru yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan angkatan kerja akan berdampak pada makin menurunnya tingkat pengangguran. perlindungan. berbagai langkah perlu dilakukan untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. penduduk miskin berkurang 0.02 juta orang atau sebesar 13. kondisi perekonomian dunia yang terus membaik sebagai akibat krisis finansial global mempunyai pengaruh terhadap kinerja perekonomian domestik.81 juta orang dari 11. diperkirakan pertumbuhan lapangan kerja baru akan tercapai lebih dari 2 persen. Ini terindikasi dari meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi. Tentu untuk merealisasikannya diperlukan penyempurnaan peraturan mengenai ketenagakerjaan.62 juta menjadi 19. apabila dilaksanakan dengan benar dan tepat sasaran. dan pembiayaan tenaga kerja ke luar negeri. Sedangkan di daerah perkotaan berkurang 0. dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak atau belum mampu dipenuhi dari kemampuan mereka sendiri. Program ini. program keluarga harapan (PKH). Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang ekspansif. dari 20. Berbagai program dan upaya harus terus dilaksanakan pemerintah. serta meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar seperti pendidikan.5 persen. rata-rata setiap satu persen pertumbuhan ekonomi dapat menyerap tenaga kerja baru sekitar 400.76 persen.program pembangunan berbasis masyarakat. Sejak 2005.33 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Implementasi program-program ini terus dilakukan untuk memberikan akses yang lebih luas kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. serta penyusunan standar kompetensi. Pada awal tahun 2010 tingkat pengangguran terbuka diperkirakan berada pada kisaran 7. penempatan. diharapkan terus mengalami penurunan.

meningkatkan keraguan lebih lanjut tentang pemulihan ekonomi yang rapuh. membingungkan banyak analis yang memperkirakan klaim turun menjadi 455. lebih tinggi dari 1. Klaim awal naik 4. Departemen Tenaga Kerja mengatakan. menyoroti keprihatinan pengangguran bisa menggelincirkan pemulihan.Artikel 2 Dolar Melemah Tertekan Masalah Pengangguran Jumat. "Dolar AS sekali lagi dirusak oleh data pekerjaan lemah di pagi hari karena pelaku pasar menunggu data kunci upah non-pertanian pada besok. Dolar juga turun terhadap mata uang Jepang. Data pengangguran terbaru datang menjelang laporan utama pemerintah AS Jumat.6 persen.Dolar Amerika Serikat melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis. Sentimen untuk dolar telah berkurang oleh data pemerintah Kamis yang menunjukkan klaim baru untuk memanfaatkan anggaran pengangguran AS minggu lalu secara tak terduga naik ke tingkat tertinggi sejak April.1 persen menjadi 479.3190 dolar di New York pada sekitar 2100 GMT.82 yen dari 86.3155 dolar pada Rabu malam.000.26 yen pada Rabu.000 pada pekan yang berakhir 31 Juli. ." kata analis Samarjit Shankar dari Bank of New York Mellon. yang sebagian besar ekonom mengatakan diperkirakan menunjukkan pengangguran sudah tinggi karena perusahaan tetap enggan untuk merekrut pekerja dalam jumlah besar. Euro berpindah tangan pada 1.000 dan tingkat pengangguran naik tipis menjadi 9. di tengah kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja yang tetap menjadi duri dalam sisi pemulihan ekonomi terbesar di dunia. 6 Agustus 2010 08:08 WIB New York (ANTARA News) . Mereka percaya Juli memperlihatkan upah sektor non-pertanian turun 87. menjadi 85.

memberikan pedagang alasan kuat untuk membuang dolar." katanya dikutip AFP. ketakutan pasar tentang pemulihan lambat akan diverifikasi." katanya.500 pekerjaan pada Juli tapi pekerjaan pemerintah diyakini telah jatuh 169. Sentimen dolar melemah dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekhawatiran bahwa berlanjutnya melambannya pemulihan AS bisa mendorong Bank Sentral AS atau Federal Reserve untuk meningkatkan "pelonggaran kuantitatif" .memompa uang ke dalam ekonomi melalui pembelian aset. Sebagian besar pekerjaan pemerintah yang hilang diyakini pekerjaan sementara yang dibuat untuk pelaksanaa sensus." kata analis Kathy Lien dari Global Forex Trading.000. jelang data upah non-pertanian Jumat yang mengukur keduanya baik sektor pemerintah maupun swasta. . dolar turun menjadi 1. Terhadap mata uang utama lainnya Kamis."Itu sekali lagi mengingatkan investor bahwa pasar tenaga kerja AS tetap seimbang dengan nyaman. "Untuk menjadi penyelamat untuk dolar.0453 franc Swiss dari 1.5878.0530 pada Rabu.500. gaji swasta perlu meningkat lebih dari 90. sedangkan pound Inggris naik menjadi 1. "Jika tidak. Sektor swasta diperkirakan telah menciptakan sekitar 82.5893 dolar dari 1.

91 juta. dan 17 tahun di bangku pendidikan. Dalam periode 2005-2009. diperkirakan terus berlanjut pada 2010. Semakin tinggi pendidikan. penyerapan tenaga kerja masih didominasi oleh sektor informal. kata Rahma.Pemerintah memperkirakan angka pengangguran pada 2010 turun menjadi 7.Akan tetapi. kata Rahma. sektor jasa kemasyarakatan memiliki angka elastisitas penciptaan lapangan kerja yang paling tinggi.96 juta jiwa) pada 2009.Kondisi ketenagakerjaan.24 persen (11. lanjut Rahma. Respons Lambat .16. Pertumbuhan kesempatan kerja." ujar dia. Selain itu. Salah satu cara agar tidak terjadi ledakan angka pengangguran. JAKARTA. "Sasaran kami adalah meningkatkan keterampilan dan keahlian pencari kena. tambah Rahma. lanjut Rahma.87 persen (8." kata dia.Masing-masing sektor usaha." kata dia. Dalam periode tersebut lapangan kerja bertambah 10." kata Rahma. menunjukkan perbaikan yang konsisten." ujar dia.87 persen pada 2009.9 juta jiwa) pada 2005 menjadi 7. dengan penurunan angka pengangguran menjadi 7.66 juta jiwa (4. Tren tersebut diperkirakan berlanjut pada 2010. adalah dengan mempertahankan penduduk berusia 15. memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda dalam hal menyerapan tenaga kerja.35 persen). yaitu mencapai 4.6 persen dari 7. menurut Rahma.4 persen).Demikian dikemukakan Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rahma Iryanti di Jakarta. Tren perbaikan tersebut. tingkat pengangguran terbuka untuk lulusan SMA dan perguruan tinggi masih cukup besar. Angka pengangguran terbuka terus menurun dari 11. "Kondisi ketenagakerjaan pada periode 2005-2009 terus mengalami perbaikan. "Sektor yang diharapkan mampu menciptakan kesempatan kerja yang besar adalah industri. "Kasus yang memprihatinkan bagi pemerintah adalah pengangguran terbuka untuk lulusan SMA dan universitas yang masih tinggi.78 persen per tahun selama periode 2005-2009. juga diiringi oleh perbaikan penyerapan tenaga kerja di sektor formal.Artikel 3 Pengangguran 2010 Turun Tipis Pengangguran terbuka untuk lulusan SMA dan Universitas masih tinggi karena lapangan kerja yang semakin sempit. Kamis (7/1). kesempatan kerja juga meningkat rata-rata 2. maka semakin tinggi tingkatan pengangguran karena lapangan kerja yang semakin sempit. Angka pengangguran yang menurun disebabkan oleh kegiatan ekonomi yang mulai pulih. Sampai Agustus 2009. yaitu 67.86 juta jiwa (69.6 persen. "Ini dilakukan untuk mengurangijumlah penawaran dalam pasar tenaga kerja.

upaya ke arah sana belum terlihat. Dengan peralihan sektor pertanian ke industri dan pengembangkan sektor jasa. maka upaya pengurangan pengangguran akan lebih berjangka panjang. "Namun sampai saat ini."Namun. tambah Ninasapti. Sektor jasa membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten." ujar dia. selalu menjadi bantaian penyerapan tenaga kerja." ujar dia. menurut Ninasapti.Untuk mengembangkan sektor jasa. "Kalau hanya wajib belajar sampai SMP. tidak hanya lulusan SMP/" kata dia. terutama pada masa panen. lanjut Ninasapti. pendidikan harus dibenahi.Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati mengatakan respons pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran lambat. Indonesia juga harus mengembangkan sektor jasa. Ini sering disebut sebagai non full employment" papar Ninasapti. Selain itu. Sektor pertanian." jelas dia. sektor pertanian harus bersentuhan dengan pendekatan industrial. "Negara tetangga seperti Malaysia sudah berhasil mengembangkan sektor jasa Itulah mengapa mereka saat ini mengalami kemajuan pesat. tambah Ninasapti. "Memang ada negara yang sepenuhnya bergantung kepada pertanian tradisional. maka tidak akan bisa. "Pertanian harus menjadi basis bagi industri pengolahan. ajl/E-S . Ke depan. kualitas pekerjaan di sektor pertanian dapat dikatakan rendah karena hanya bekerja satu jam atau tujuh jam setiap pekan. Namun." ujar dia. kata Ninasapti. Dengan begitu. sektor pertanian harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. terjadi penciptaan nilai tambah dan lapangan kerja. negara tersebut cenderung miskin.Oleh karena itu.

13 juta orang atau 9. dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan sekolah dasar ke bawah. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga memperkirakan pada tahun 2004 jumlah angkatan kerja akan mencapai 102.03 persen pada tahun 2005 dinilai sama sekali tidak menjamin terbukanya lapangan kerja. Tambahan lapangan kerja yang tercipta hanya 10. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie mengatakan. dan Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Rekson Silaban. Dalam kaitan itu. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Soedjai Kartasasmita. jumlah pengangguran terbuka mencapai 9. Jakarta. dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 5.Artikel 4 Pengangguran Masih Suram hingga Tahun 2008 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memperkirakan dalam lima tahun ke depan gambaran soal angka pengangguran di Indonesia masih akan suram karena tidak tersedianya lapangan kerja. termasuk angkatan kerja baru 2.83 juta orang. Jumlah ini dua kali lipat lebih dari .10 juta orang. investasi baru cenderung menggunakan mesin modern dan canggih sehingga tidak memerlukan banyak pekerja. Penciptaan lapangan kerja yang tak mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja baru itu menyebabkan angka pengangguran terbuka tahun 2004 meningkat menjadi 10. Kwik mengungkapkan hal itu pada seminar “Pasar Kerja yang Ramah Pasar” di Hotel Borobudur. tantangan utama yang dihadapi pemerintah adalah terus membesarnya jumlah pengangguran.03 persen.45 persen dari angkatan kerja (lihat tabel). Menurut Kwik. Sebab.85 persen dari angkatan kerja). Data tahun 2002 menunjukkan.45 persen dari jumlah angkatan kerja. Pembicara lain dalam seminar itu antara lain Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas Bambang Widianto.49 persen dan 5.19 juta orang atau 10. lapangan kerja yang tercipta hanya 1.32 persen dari angkatan kerja).75 juta orang dan pengangguran terbuka mencapai 11.88 juta orang. pekerja. Proyeksi ini dibuat dengan asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2004 dan 2005 masing-masing 4.03 persen pada tahun 2005. Pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan 4. Peningkatan angka pengangguran terbuka ini diperkirakan masih akan berlanjut tahun 2005. di mana angka pengangguran terbuka diproyeksikan menjadi 11.06 persen dari keseluruhan angkatan kerja.13 juta orang (9. dari tahun sebelumnya 10.19 juta orang atau 10. Selasa (9/9).83 juta orang (10.49 persen pada tahun 2004 dan 5. ekonom dari Universitas Nasional Australia (ANU) Chris Manning. negara masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern mengingat struktur angkatan kerja.

9 juta orang pada tahun 2002. bukan berarti sektor formal diabaikan. Data itu belum termasuk setengah penganggur. Peredam Dengan kondisi seperti sekarang ini. yakni orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu. kesempatan kerja yang tercipta selama tahun 2001 dan 2002 memiliki kualitas rendah karena lebih banyak kesempatan kerja tercipta di sektor informal. investasi yang diutamakan adalah sektor yang tidak terlalu modern dan tanpa menggunakan mesin canggih. selama ini sektor informal dinilai sangat membantu menyerap orang-orang yang menganggur. akibat masih kuatnya praktik korupsi. baik di pedesaan maupun di perkotaan. struktur angkatan kerja.” ujar Kwik menjelaskan. pekerja. supaya bisa menambah lapangan kerja. pertumbuhan ekonomi harus bisa mencapai enam sampai tujuh persen. Untuk angkatan kerja tahun 2002. untuk mencapai pertumbuhan tujuh persen sangat sulit. “Kalau ingin investor datang ke Indonesia. Alasannya. Sementara itu. yang berpendidikan SD ke bawah mencapai 59. tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global. Sementara itu. “Jika hal ini benar. Jumlah pekerja formal di pedesaan yang mempunyai upah tetap atau waged worker tahun 2001 berkurang sebanyak 3. atau setahun sebelum krisis. Padahal. Namun.3 juta orang. tetapi pelakunya harus benar-benar dihukum tanpa pandang bulu. jumlah pekerja formal di perkotaan berkurang 469. ada kecenderungan di perusahaan besar ada peningkatan upah yang lebih tinggi dari pertumbuhan nilai tambahnya. dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan sekolah dasar (SD) ke bawah.05 juta orang atau sekitar 58. ini sebagai tanda bahwa daya saing tenaga kerja Indonesia makin menurun. tidak cukup dengan ngomong. . lima tahun ke depan negara ini masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern. “Indikator ini menunjukkan. investor tidak akan memilih Indonesia sebagai tempat menanam modal karena biaya ekonomi sangat tinggi. Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas Bambang Widianto memaparkan. KKN harus benar-benar diberantas.000 orang dan di pedesaan berkurang 1. yang jumlahnya mencapai 28. karena mengandalkan investasi baru. kolusi dan nepotisme (KKN).86 persen tahun 1996.” katanya. Menurut dia. Dikatakannya pula. Yang lebih memprihatinkan adalah terus menurunnya kesempatan kerja formal.6 persen dari angkatan kerja.jumlah pengangguran terbuka sebesar 4. menurut Kwik. Tahun 2002.1 juta orang.” ucap Kwik tegas.3 juta jiwa atau 4. padahal sangat dibutuhkan menghadapi persaingan global.

Perkembangan yang dinilai memprihatinkan oleh Bambang adalah kecenderungan menciutnya sektor informal periode 2001-2002. peraturan yang berkaitan dengan perlindungan di tempat kerja. Misalnya. Faktor lain adalah menurunnya produktivitas di sektor industri pengolahan serta meningkatnya pengangguran usia muda. dan yang berkaitan dengan upah minimum. Jakarta . ada beberapa aturan main yang berpotensi menyebabkan infleksibilitas pasar kerja. Sementara itu. menyangkut pemutusan hubungan kerja (PHK). yang dibarengi dengan perbedaan upah yang makin lebar antara pekerja di sektor formal dan informal. Sumber : (Eta) Harian Kompas. yakni 15-19 tahun.

Pemberdayaan Daerah Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDMDKE) 11. 3. Program Pengembangan Kecamatan (PPK) 9.5% jumlah penduduk miskin akan mencapai 28 juta atau 12. Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) 10. Akibat turunannya apabila prakiraan proyeksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5. Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Kepekaan atau elastisitasnya terhadap pertumbuhan ekonomi relatif tinggi.68% dari total penduduk. Pelambatan pertumbuhan ekonomi ini karena pertumbuhan ekspor yang juga menurun.5% disamping timbulnya pengangguran baru maka juga diikuti dengan meningkatnya penduduk miskin menjadi 30. Inpres Desa Tertinggal (IDT) 7. Namun kalau hanya 4. Proyek Peningkatan Pendapatan Petani dan Nelayan Kecil (P4K). akibat krisis ekonomi global. Pengembangan Kawasan Terpadu (KPT) 6.Artikel 5 Fenomena Kemiskinan dan pengangguran di Indonesia Rupanya fenomena pertambahan pengangguran dan kemiskinan lebih mudah terjadi ketimbang dicegah apalagi diturunkan jumlahnya. Semula ekspor diproyeksikan tumbuh 5% namun kini hanya diprakirakan mencapai 2.24 juta jiwa atau 13. Tempat Pelayanan Simpan Pinjam Koperasi Unit Kawasan Terpadu (TPSP-KUD) 4.5%. Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UEDSP) 5. 2. Program penanggulangan kemiskinan yang pernah dilaksanakan: 1. PHK ini dipengaruhi oleh menurunnya perumbuhan ekonomi dari prakiraan sebesar 5. jumlah tambahan pengangguran atau pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 200 ribu orang. Akibatnya produktifitas nasional pun menurun. Proyek Pembangunan Masyarakat dan Pemerintah Daerah (P2MPD) . Pemerintah memperkirakan pada tahun ini.34% dari total penduduk.5% menjadi 4. Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal (P3DT) 8.5% saja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful