Artikel 1 Masalah Pengangguran dan Kemiskinan

Oleh Ragiman Selasa, 3 Agustus 2010

Pengangguran dan kemiskinan merupakan momok di banyak negara, termasuk negara maju seperti Amerika Serikat (AS) sekalipun. Ternyata tercatat 15 juta tenaga kerja atau sekitar 8 persen lebih menganggur. Apalagi, di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Pemerintah sendiri selama ini selalu memfokuskan program pembangunannya pada penanganan kedua masalah ini. Hasilnya memang belum sepenuhnya memuaskan berbagai pihak meski indikator-indikator sosial yang ada telah menunjukkan perbaikan dalam pengurangan tingkat pengangguran dan kemiskinan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk Indonesia pada Juni 2010 sebesar 234,2 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,33 persen per tahun. Dari jumlah itu, jumlah angkatan kerja kini mencapai 116 juta orang. Sebanyak 107,41 juta orang adalah penduduk yang bekerja. Sedangkan jumlah penganggur sebanyak 8,59 juta orang atau penganggur terbuka sebesar 7,41 persen. Memang itu mengalami penurunan apabila dibanding 2009 yang sebesar 8,14 persen. Penduduk miskin tahun 2010 berjumlah 31,02 juta orang atau sebesar 13,33 persen, mengalami penurunan 1,51 juta jiwa dibandingkan dengan tahun 2009 (sebanyak 32,53 juta) atau 14,15 persen. Banyak kalangan menginginkan percepatan dan keseriusan penanganan masalah pengangguran dan kemiskinan ini. Sebab, pada hakikatnya, hasil-hasil pembangunan diperuntukkan bagi manusia itu sendiri, termasuk rakyat miskin dan para penganggur. Tidak ada seorang pun menginginkan menjadi miskin atau menganggur. Logikanya, apabila kemiskinan dan pengangguran akan dikurangi dengan drastis, tentu anggaran untuk itu pun mesti ditambah-hubungan yang berbanding terbalik. Oleh karena itu, jika perlu, pemerintah dapat memplot anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) khusus untuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran, sebagaimana pemerintah memplot 20 persen APBN-nya untuk sektor pendidikan. Di sisi lain, pemerintah dapat juga meningkatkan stimulus fiskalnya khusus untuk mengurangi atau mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Memang, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010-2014, tersurat pemerintah akan terus melanjutkan tiga strategi pembangunan ekonomi, yaitu pro growth, pro job dan pro poor. Termasuk di dalamnya mewujudkan pertumbuhan disertai pemerataan (growth with equity). Ketiga strategi itu diharapkan sebagai pendorong percepatan laju pertumbuhan ekonomi yang dapat memberikan lebih banyak kesempatan kerja. Dengan demikian, makin banyak keluarga Indonesia dapat menikmati hasil-hasil pembangunan dan dapat keluar dari kemiskinan. Prioritas pembangunan nasional yang dijabarkan dalam RPJM 2010-2014 terdapat 11 butir, antara lain penanggulangan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan rakyat. Yang disebut terakhir menuntut tidak hanya pertumbuhan ekonomi tinggi, namun juga pertumbuhan ekonomi berkualitas (inklusif) dan berkeadilan. Tantangan utama pembangunan ke depan tentu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. Bagaimanapun, pembangunan ekonomi yang pro growth, pro job, dan pro poor perlu terus dilaksanakan. Cara yang ditempuh adalah dengan memperluas cakupan

air bersih. serta meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar seperti pendidikan. PNPM Mandiri. Tentu saja peningkatan lapangan kerja baru yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan angkatan kerja akan berdampak pada makin menurunnya tingkat pengangguran. agar dapat menikmati hasil-hasil pembangunan. Sejak 2005. perlindungan. Selama ini tingkat pengangguran menurun karena didukung makin tingginya angkatan kerja yang bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang ekspansif. peningkatan laju pertumbuhan ekonomi seharusnya dapat memperluas terciptanya lapangan kerja baru. jumlah penduduk yang masuk angkatan kerja setiap tahun diperkirakan juga meningkat rata-rata sebesar 1. Sebenarnya. Program ini.91 juta menjadi 11.02 juta orang atau sebesar 13. penduduk miskin berkurang 0. Ini penting untuk menurunkan tingkat kemiskinan tahun 2010 yang berada pada kisaran 12-13. pelaksanaan negosiasi tripartit. kesehatan. kondisi perekonomian dunia yang terus membaik sebagai akibat krisis finansial global mempunyai pengaruh terhadap kinerja perekonomian domestik. seperti perluasan kesempatan kerja. Sedangkan di daerah perkotaan berkurang 0.5 persen. diperkirakan pertumbuhan lapangan kerja baru akan tercapai lebih dari 2 persen.62 juta menjadi 19. diharapkan terus mengalami penurunan.33 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Jika target pertumbuhan ekonomi berkisar 5.program pembangunan berbasis masyarakat. Berbagai program dan upaya harus terus dilaksanakan pemerintah. namun benar-benar harus dapat direalisasikan dan diimplementasikan. program keluarga harapan (PKH). dan juga lembaga keuangan.3 persen tahun 2010. bantuan sosial dan lain-lain. menengah (UMKM) dan koperasi melalui program kredit usaha rakyat (KUR). Ini terindikasi dari meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi. dan pembiayaan tenaga kerja ke luar negeri. Implementasi program-program ini terus dilakukan untuk memberikan akses yang lebih luas kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.93 juta. Demikian pula tingkat kemiskinan tahun 2010. Di antaranya di daerah pedesaan. dari 20. dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak atau belum mampu dipenuhi dari kemampuan mereka sendiri. serta penyusunan standar kompetensi. Sementara itu. Penyerapan tenaga kerja ini diperkirakan makin meningkat sejalan dengan program dan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan investasi melalui perbaikan infrastruktur dan berbagai kebijakan lainnya. rata-rata setiap satu persen pertumbuhan ekonomi dapat menyerap tenaga kerja baru sekitar 400.76 persen. Begitu juga untuk menciptakan pembangunan ekonomi berkualitas dan berkeadilan. berbagai langkah perlu dilakukan untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. penempatan. Pada awal tahun 2010 tingkat pengangguran terbuka diperkirakan berada pada kisaran 7. Tentu untuk merealisasikannya diperlukan penyempurnaan peraturan mengenai ketenagakerjaan. kecil.10 juta orang. Komitmen ini hendaknya tidak sebatas rencana dan wacana. *** Penulis adalah peneliti Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu .81 juta orang dari 11. bantuan sosial. pemberian subsidi. Tercatat jumlah penduduk miskin awal 2010 sebesar 31.41 persen. apabila dilaksanakan dengan benar dan tepat sasaran.69 juta orang.000 orang. dan dana penjaminan kredit/pembiayaan bagi usaha mikro. Dilanjutkannya berbagai langkah antara lain melalui pemberian subsidi.

Klaim awal naik 4. di tengah kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja yang tetap menjadi duri dalam sisi pemulihan ekonomi terbesar di dunia. Dolar juga turun terhadap mata uang Jepang.6 persen. yang sebagian besar ekonom mengatakan diperkirakan menunjukkan pengangguran sudah tinggi karena perusahaan tetap enggan untuk merekrut pekerja dalam jumlah besar. "Dolar AS sekali lagi dirusak oleh data pekerjaan lemah di pagi hari karena pelaku pasar menunggu data kunci upah non-pertanian pada besok.000 dan tingkat pengangguran naik tipis menjadi 9.3155 dolar pada Rabu malam." kata analis Samarjit Shankar dari Bank of New York Mellon. Data pengangguran terbaru datang menjelang laporan utama pemerintah AS Jumat.3190 dolar di New York pada sekitar 2100 GMT.000 pada pekan yang berakhir 31 Juli.000.26 yen pada Rabu. . membingungkan banyak analis yang memperkirakan klaim turun menjadi 455.Dolar Amerika Serikat melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis. meningkatkan keraguan lebih lanjut tentang pemulihan ekonomi yang rapuh.Artikel 2 Dolar Melemah Tertekan Masalah Pengangguran Jumat. menyoroti keprihatinan pengangguran bisa menggelincirkan pemulihan. Euro berpindah tangan pada 1.82 yen dari 86. Sentimen untuk dolar telah berkurang oleh data pemerintah Kamis yang menunjukkan klaim baru untuk memanfaatkan anggaran pengangguran AS minggu lalu secara tak terduga naik ke tingkat tertinggi sejak April. menjadi 85. lebih tinggi dari 1. Departemen Tenaga Kerja mengatakan.1 persen menjadi 479. 6 Agustus 2010 08:08 WIB New York (ANTARA News) . Mereka percaya Juli memperlihatkan upah sektor non-pertanian turun 87.

.0453 franc Swiss dari 1.500.5893 dolar dari 1. sedangkan pound Inggris naik menjadi 1.0530 pada Rabu. Terhadap mata uang utama lainnya Kamis. Sentimen dolar melemah dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekhawatiran bahwa berlanjutnya melambannya pemulihan AS bisa mendorong Bank Sentral AS atau Federal Reserve untuk meningkatkan "pelonggaran kuantitatif" .000. Sebagian besar pekerjaan pemerintah yang hilang diyakini pekerjaan sementara yang dibuat untuk pelaksanaa sensus.memompa uang ke dalam ekonomi melalui pembelian aset. jelang data upah non-pertanian Jumat yang mengukur keduanya baik sektor pemerintah maupun swasta." katanya.500 pekerjaan pada Juli tapi pekerjaan pemerintah diyakini telah jatuh 169." katanya dikutip AFP. ketakutan pasar tentang pemulihan lambat akan diverifikasi. memberikan pedagang alasan kuat untuk membuang dolar. "Untuk menjadi penyelamat untuk dolar.5878."Itu sekali lagi mengingatkan investor bahwa pasar tenaga kerja AS tetap seimbang dengan nyaman." kata analis Kathy Lien dari Global Forex Trading. dolar turun menjadi 1. Sektor swasta diperkirakan telah menciptakan sekitar 82. gaji swasta perlu meningkat lebih dari 90. "Jika tidak.

Akan tetapi. dan 17 tahun di bangku pendidikan." kata dia.Artikel 3 Pengangguran 2010 Turun Tipis Pengangguran terbuka untuk lulusan SMA dan Universitas masih tinggi karena lapangan kerja yang semakin sempit.Demikian dikemukakan Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rahma Iryanti di Jakarta. menurut Rahma.78 persen per tahun selama periode 2005-2009. lanjut Rahma. tingkat pengangguran terbuka untuk lulusan SMA dan perguruan tinggi masih cukup besar. yaitu mencapai 4.4 persen). "Sasaran kami adalah meningkatkan keterampilan dan keahlian pencari kena. Angka pengangguran terbuka terus menurun dari 11.16.66 juta jiwa (4. Kamis (7/1).Pemerintah memperkirakan angka pengangguran pada 2010 turun menjadi 7. "Kasus yang memprihatinkan bagi pemerintah adalah pengangguran terbuka untuk lulusan SMA dan universitas yang masih tinggi. Sampai Agustus 2009. Angka pengangguran yang menurun disebabkan oleh kegiatan ekonomi yang mulai pulih. JAKARTA.86 juta jiwa (69.6 persen." kata dia. Tren perbaikan tersebut.Kondisi ketenagakerjaan. "Kondisi ketenagakerjaan pada periode 2005-2009 terus mengalami perbaikan." ujar dia. juga diiringi oleh perbaikan penyerapan tenaga kerja di sektor formal. memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda dalam hal menyerapan tenaga kerja. kata Rahma. penyerapan tenaga kerja masih didominasi oleh sektor informal.9 juta jiwa) pada 2005 menjadi 7.91 juta. Selain itu. Semakin tinggi pendidikan. adalah dengan mempertahankan penduduk berusia 15. Dalam periode tersebut lapangan kerja bertambah 10. yaitu 67.6 persen dari 7.24 persen (11." ujar dia. diperkirakan terus berlanjut pada 2010.96 juta jiwa) pada 2009. maka semakin tinggi tingkatan pengangguran karena lapangan kerja yang semakin sempit.Masing-masing sektor usaha.87 persen (8. Pertumbuhan kesempatan kerja. dengan penurunan angka pengangguran menjadi 7. tambah Rahma. Dalam periode 2005-2009. menunjukkan perbaikan yang konsisten. kata Rahma." kata Rahma. kesempatan kerja juga meningkat rata-rata 2.87 persen pada 2009. "Sektor yang diharapkan mampu menciptakan kesempatan kerja yang besar adalah industri. lanjut Rahma. Salah satu cara agar tidak terjadi ledakan angka pengangguran.35 persen). sektor jasa kemasyarakatan memiliki angka elastisitas penciptaan lapangan kerja yang paling tinggi. "Ini dilakukan untuk mengurangijumlah penawaran dalam pasar tenaga kerja. Respons Lambat . Tren tersebut diperkirakan berlanjut pada 2010.

sektor pertanian harus bersentuhan dengan pendekatan industrial. kualitas pekerjaan di sektor pertanian dapat dikatakan rendah karena hanya bekerja satu jam atau tujuh jam setiap pekan. Sektor jasa membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten. selalu menjadi bantaian penyerapan tenaga kerja. upaya ke arah sana belum terlihat. Indonesia juga harus mengembangkan sektor jasa.Untuk mengembangkan sektor jasa. lanjut Ninasapti. Ke depan. Ini sering disebut sebagai non full employment" papar Ninasapti. tidak hanya lulusan SMP/" kata dia. terjadi penciptaan nilai tambah dan lapangan kerja. tambah Ninasapti. ajl/E-S .Oleh karena itu. Dengan begitu. Dengan peralihan sektor pertanian ke industri dan pengembangkan sektor jasa. negara tersebut cenderung miskin. Selain itu." jelas dia. pendidikan harus dibenahi." ujar dia.Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati mengatakan respons pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran lambat. sektor pertanian harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. maka tidak akan bisa. menurut Ninasapti. Namun. "Namun sampai saat ini. kata Ninasapti."Namun. maka upaya pengurangan pengangguran akan lebih berjangka panjang. Sektor pertanian. terutama pada masa panen. "Negara tetangga seperti Malaysia sudah berhasil mengembangkan sektor jasa Itulah mengapa mereka saat ini mengalami kemajuan pesat. "Kalau hanya wajib belajar sampai SMP. "Memang ada negara yang sepenuhnya bergantung kepada pertanian tradisional. "Pertanian harus menjadi basis bagi industri pengolahan." ujar dia. tambah Ninasapti." ujar dia.

pekerja. lapangan kerja yang tercipta hanya 1. dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan sekolah dasar ke bawah. Tambahan lapangan kerja yang tercipta hanya 10. investasi baru cenderung menggunakan mesin modern dan canggih sehingga tidak memerlukan banyak pekerja. di mana angka pengangguran terbuka diproyeksikan menjadi 11. dan Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Rekson Silaban.83 juta orang.75 juta orang dan pengangguran terbuka mencapai 11.03 persen. Jumlah ini dua kali lipat lebih dari . Pembicara lain dalam seminar itu antara lain Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas Bambang Widianto. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie mengatakan. Peningkatan angka pengangguran terbuka ini diperkirakan masih akan berlanjut tahun 2005.32 persen dari angkatan kerja).49 persen dan 5. dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 5.13 juta orang atau 9.06 persen dari keseluruhan angkatan kerja.03 persen pada tahun 2005.88 juta orang.49 persen pada tahun 2004 dan 5.Artikel 4 Pengangguran Masih Suram hingga Tahun 2008 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memperkirakan dalam lima tahun ke depan gambaran soal angka pengangguran di Indonesia masih akan suram karena tidak tersedianya lapangan kerja. tantangan utama yang dihadapi pemerintah adalah terus membesarnya jumlah pengangguran.83 juta orang (10.19 juta orang atau 10.13 juta orang (9.03 persen pada tahun 2005 dinilai sama sekali tidak menjamin terbukanya lapangan kerja. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Soedjai Kartasasmita. ekonom dari Universitas Nasional Australia (ANU) Chris Manning. Jakarta. Dalam kaitan itu. jumlah pengangguran terbuka mencapai 9. Penciptaan lapangan kerja yang tak mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja baru itu menyebabkan angka pengangguran terbuka tahun 2004 meningkat menjadi 10. Data tahun 2002 menunjukkan. Pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan 4.19 juta orang atau 10. Menurut Kwik.10 juta orang. dari tahun sebelumnya 10. Kwik mengungkapkan hal itu pada seminar “Pasar Kerja yang Ramah Pasar” di Hotel Borobudur. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga memperkirakan pada tahun 2004 jumlah angkatan kerja akan mencapai 102. termasuk angkatan kerja baru 2. negara masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern mengingat struktur angkatan kerja. Proyeksi ini dibuat dengan asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2004 dan 2005 masing-masing 4. Selasa (9/9).45 persen dari jumlah angkatan kerja.45 persen dari angkatan kerja (lihat tabel). Sebab.85 persen dari angkatan kerja).

Peredam Dengan kondisi seperti sekarang ini. pekerja.” katanya.3 juta jiwa atau 4. Data itu belum termasuk setengah penganggur. tidak cukup dengan ngomong. bukan berarti sektor formal diabaikan.86 persen tahun 1996. “Jika hal ini benar. yang berpendidikan SD ke bawah mencapai 59. jumlah pekerja formal di perkotaan berkurang 469. . untuk mencapai pertumbuhan tujuh persen sangat sulit. baik di pedesaan maupun di perkotaan. Sementara itu.000 orang dan di pedesaan berkurang 1. investasi yang diutamakan adalah sektor yang tidak terlalu modern dan tanpa menggunakan mesin canggih. struktur angkatan kerja.6 persen dari angkatan kerja. Dikatakannya pula. karena mengandalkan investasi baru. Menurut dia. atau setahun sebelum krisis. menurut Kwik. ada kecenderungan di perusahaan besar ada peningkatan upah yang lebih tinggi dari pertumbuhan nilai tambahnya. kesempatan kerja yang tercipta selama tahun 2001 dan 2002 memiliki kualitas rendah karena lebih banyak kesempatan kerja tercipta di sektor informal. yang jumlahnya mencapai 28. pertumbuhan ekonomi harus bisa mencapai enam sampai tujuh persen. Yang lebih memprihatinkan adalah terus menurunnya kesempatan kerja formal.9 juta orang pada tahun 2002. lima tahun ke depan negara ini masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern. investor tidak akan memilih Indonesia sebagai tempat menanam modal karena biaya ekonomi sangat tinggi. “Kalau ingin investor datang ke Indonesia. Sementara itu. dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan sekolah dasar (SD) ke bawah. Untuk angkatan kerja tahun 2002.” ucap Kwik tegas. KKN harus benar-benar diberantas. Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas Bambang Widianto memaparkan.” ujar Kwik menjelaskan. Padahal.05 juta orang atau sekitar 58. ini sebagai tanda bahwa daya saing tenaga kerja Indonesia makin menurun.3 juta orang. tetapi pelakunya harus benar-benar dihukum tanpa pandang bulu. supaya bisa menambah lapangan kerja.1 juta orang. “Indikator ini menunjukkan. Jumlah pekerja formal di pedesaan yang mempunyai upah tetap atau waged worker tahun 2001 berkurang sebanyak 3. Namun. yakni orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu.jumlah pengangguran terbuka sebesar 4. kolusi dan nepotisme (KKN). Tahun 2002. tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global. selama ini sektor informal dinilai sangat membantu menyerap orang-orang yang menganggur. akibat masih kuatnya praktik korupsi. Alasannya. padahal sangat dibutuhkan menghadapi persaingan global.

Faktor lain adalah menurunnya produktivitas di sektor industri pengolahan serta meningkatnya pengangguran usia muda. Jakarta . ada beberapa aturan main yang berpotensi menyebabkan infleksibilitas pasar kerja. dan yang berkaitan dengan upah minimum. yang dibarengi dengan perbedaan upah yang makin lebar antara pekerja di sektor formal dan informal. yakni 15-19 tahun. menyangkut pemutusan hubungan kerja (PHK). Sementara itu. Sumber : (Eta) Harian Kompas. peraturan yang berkaitan dengan perlindungan di tempat kerja.Perkembangan yang dinilai memprihatinkan oleh Bambang adalah kecenderungan menciutnya sektor informal periode 2001-2002. Misalnya.

Akibat turunannya apabila prakiraan proyeksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5. Pengembangan Kawasan Terpadu (KPT) 6. 2. Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Pemberdayaan Daerah Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDMDKE) 11. Pelambatan pertumbuhan ekonomi ini karena pertumbuhan ekspor yang juga menurun.68% dari total penduduk. akibat krisis ekonomi global.5% jumlah penduduk miskin akan mencapai 28 juta atau 12. Proyek Peningkatan Pendapatan Petani dan Nelayan Kecil (P4K).5% disamping timbulnya pengangguran baru maka juga diikuti dengan meningkatnya penduduk miskin menjadi 30. Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) 10. Pemerintah memperkirakan pada tahun ini. Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal (P3DT) 8. PHK ini dipengaruhi oleh menurunnya perumbuhan ekonomi dari prakiraan sebesar 5. Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UEDSP) 5. Tempat Pelayanan Simpan Pinjam Koperasi Unit Kawasan Terpadu (TPSP-KUD) 4.5% menjadi 4.5%. Program penanggulangan kemiskinan yang pernah dilaksanakan: 1. Proyek Pembangunan Masyarakat dan Pemerintah Daerah (P2MPD) .Artikel 5 Fenomena Kemiskinan dan pengangguran di Indonesia Rupanya fenomena pertambahan pengangguran dan kemiskinan lebih mudah terjadi ketimbang dicegah apalagi diturunkan jumlahnya.5% saja. Semula ekspor diproyeksikan tumbuh 5% namun kini hanya diprakirakan mencapai 2.34% dari total penduduk. Akibatnya produktifitas nasional pun menurun. jumlah tambahan pengangguran atau pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 200 ribu orang. Inpres Desa Tertinggal (IDT) 7. 3. Namun kalau hanya 4.24 juta jiwa atau 13. Kepekaan atau elastisitasnya terhadap pertumbuhan ekonomi relatif tinggi. Program Pengembangan Kecamatan (PPK) 9.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful