Artikel 1 Masalah Pengangguran dan Kemiskinan

Oleh Ragiman Selasa, 3 Agustus 2010

Pengangguran dan kemiskinan merupakan momok di banyak negara, termasuk negara maju seperti Amerika Serikat (AS) sekalipun. Ternyata tercatat 15 juta tenaga kerja atau sekitar 8 persen lebih menganggur. Apalagi, di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Pemerintah sendiri selama ini selalu memfokuskan program pembangunannya pada penanganan kedua masalah ini. Hasilnya memang belum sepenuhnya memuaskan berbagai pihak meski indikator-indikator sosial yang ada telah menunjukkan perbaikan dalam pengurangan tingkat pengangguran dan kemiskinan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk Indonesia pada Juni 2010 sebesar 234,2 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 1,33 persen per tahun. Dari jumlah itu, jumlah angkatan kerja kini mencapai 116 juta orang. Sebanyak 107,41 juta orang adalah penduduk yang bekerja. Sedangkan jumlah penganggur sebanyak 8,59 juta orang atau penganggur terbuka sebesar 7,41 persen. Memang itu mengalami penurunan apabila dibanding 2009 yang sebesar 8,14 persen. Penduduk miskin tahun 2010 berjumlah 31,02 juta orang atau sebesar 13,33 persen, mengalami penurunan 1,51 juta jiwa dibandingkan dengan tahun 2009 (sebanyak 32,53 juta) atau 14,15 persen. Banyak kalangan menginginkan percepatan dan keseriusan penanganan masalah pengangguran dan kemiskinan ini. Sebab, pada hakikatnya, hasil-hasil pembangunan diperuntukkan bagi manusia itu sendiri, termasuk rakyat miskin dan para penganggur. Tidak ada seorang pun menginginkan menjadi miskin atau menganggur. Logikanya, apabila kemiskinan dan pengangguran akan dikurangi dengan drastis, tentu anggaran untuk itu pun mesti ditambah-hubungan yang berbanding terbalik. Oleh karena itu, jika perlu, pemerintah dapat memplot anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) khusus untuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran, sebagaimana pemerintah memplot 20 persen APBN-nya untuk sektor pendidikan. Di sisi lain, pemerintah dapat juga meningkatkan stimulus fiskalnya khusus untuk mengurangi atau mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Memang, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010-2014, tersurat pemerintah akan terus melanjutkan tiga strategi pembangunan ekonomi, yaitu pro growth, pro job dan pro poor. Termasuk di dalamnya mewujudkan pertumbuhan disertai pemerataan (growth with equity). Ketiga strategi itu diharapkan sebagai pendorong percepatan laju pertumbuhan ekonomi yang dapat memberikan lebih banyak kesempatan kerja. Dengan demikian, makin banyak keluarga Indonesia dapat menikmati hasil-hasil pembangunan dan dapat keluar dari kemiskinan. Prioritas pembangunan nasional yang dijabarkan dalam RPJM 2010-2014 terdapat 11 butir, antara lain penanggulangan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan rakyat. Yang disebut terakhir menuntut tidak hanya pertumbuhan ekonomi tinggi, namun juga pertumbuhan ekonomi berkualitas (inklusif) dan berkeadilan. Tantangan utama pembangunan ke depan tentu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. Bagaimanapun, pembangunan ekonomi yang pro growth, pro job, dan pro poor perlu terus dilaksanakan. Cara yang ditempuh adalah dengan memperluas cakupan

serta meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar seperti pendidikan. PNPM Mandiri. peningkatan laju pertumbuhan ekonomi seharusnya dapat memperluas terciptanya lapangan kerja baru. penduduk miskin berkurang 0. serta penyusunan standar kompetensi. Komitmen ini hendaknya tidak sebatas rencana dan wacana. Dilanjutkannya berbagai langkah antara lain melalui pemberian subsidi. seperti perluasan kesempatan kerja. jumlah penduduk yang masuk angkatan kerja setiap tahun diperkirakan juga meningkat rata-rata sebesar 1. Berbagai program dan upaya harus terus dilaksanakan pemerintah. kondisi perekonomian dunia yang terus membaik sebagai akibat krisis finansial global mempunyai pengaruh terhadap kinerja perekonomian domestik. Penyerapan tenaga kerja ini diperkirakan makin meningkat sejalan dengan program dan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan investasi melalui perbaikan infrastruktur dan berbagai kebijakan lainnya. Jika target pertumbuhan ekonomi berkisar 5. dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak atau belum mampu dipenuhi dari kemampuan mereka sendiri. program keluarga harapan (PKH). pelaksanaan negosiasi tripartit. Tentu untuk merealisasikannya diperlukan penyempurnaan peraturan mengenai ketenagakerjaan. dan pembiayaan tenaga kerja ke luar negeri. *** Penulis adalah peneliti Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu . Di antaranya di daerah pedesaan. Demikian pula tingkat kemiskinan tahun 2010. Ini terindikasi dari meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi.000 orang.62 juta menjadi 19. perlindungan. Begitu juga untuk menciptakan pembangunan ekonomi berkualitas dan berkeadilan.3 persen tahun 2010. Program ini. agar dapat menikmati hasil-hasil pembangunan. air bersih. menengah (UMKM) dan koperasi melalui program kredit usaha rakyat (KUR).5 persen. dari 20.program pembangunan berbasis masyarakat. Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang ekspansif. dan dana penjaminan kredit/pembiayaan bagi usaha mikro. Sebenarnya. Tentu saja peningkatan lapangan kerja baru yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan angkatan kerja akan berdampak pada makin menurunnya tingkat pengangguran. Implementasi program-program ini terus dilakukan untuk memberikan akses yang lebih luas kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. kesehatan. Pada awal tahun 2010 tingkat pengangguran terbuka diperkirakan berada pada kisaran 7. Sedangkan di daerah perkotaan berkurang 0. Selama ini tingkat pengangguran menurun karena didukung makin tingginya angkatan kerja yang bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). diperkirakan pertumbuhan lapangan kerja baru akan tercapai lebih dari 2 persen. Sejak 2005.02 juta orang atau sebesar 13.93 juta.33 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Ini penting untuk menurunkan tingkat kemiskinan tahun 2010 yang berada pada kisaran 12-13. berbagai langkah perlu dilakukan untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. rata-rata setiap satu persen pertumbuhan ekonomi dapat menyerap tenaga kerja baru sekitar 400.76 persen. bantuan sosial. kecil.81 juta orang dari 11. Sementara itu. dan juga lembaga keuangan.41 persen. Tercatat jumlah penduduk miskin awal 2010 sebesar 31. apabila dilaksanakan dengan benar dan tepat sasaran. penempatan.69 juta orang. bantuan sosial dan lain-lain. namun benar-benar harus dapat direalisasikan dan diimplementasikan.91 juta menjadi 11. diharapkan terus mengalami penurunan.10 juta orang. pemberian subsidi.

Euro berpindah tangan pada 1. "Dolar AS sekali lagi dirusak oleh data pekerjaan lemah di pagi hari karena pelaku pasar menunggu data kunci upah non-pertanian pada besok. . yang sebagian besar ekonom mengatakan diperkirakan menunjukkan pengangguran sudah tinggi karena perusahaan tetap enggan untuk merekrut pekerja dalam jumlah besar.Artikel 2 Dolar Melemah Tertekan Masalah Pengangguran Jumat.6 persen.000. meningkatkan keraguan lebih lanjut tentang pemulihan ekonomi yang rapuh. Departemen Tenaga Kerja mengatakan.3190 dolar di New York pada sekitar 2100 GMT. di tengah kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja yang tetap menjadi duri dalam sisi pemulihan ekonomi terbesar di dunia. Dolar juga turun terhadap mata uang Jepang. menjadi 85.26 yen pada Rabu. Data pengangguran terbaru datang menjelang laporan utama pemerintah AS Jumat.000 dan tingkat pengangguran naik tipis menjadi 9." kata analis Samarjit Shankar dari Bank of New York Mellon. Klaim awal naik 4. menyoroti keprihatinan pengangguran bisa menggelincirkan pemulihan. lebih tinggi dari 1. Mereka percaya Juli memperlihatkan upah sektor non-pertanian turun 87.000 pada pekan yang berakhir 31 Juli.82 yen dari 86.3155 dolar pada Rabu malam.1 persen menjadi 479. Sentimen untuk dolar telah berkurang oleh data pemerintah Kamis yang menunjukkan klaim baru untuk memanfaatkan anggaran pengangguran AS minggu lalu secara tak terduga naik ke tingkat tertinggi sejak April. membingungkan banyak analis yang memperkirakan klaim turun menjadi 455.Dolar Amerika Serikat melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis. 6 Agustus 2010 08:08 WIB New York (ANTARA News) .

5878. memberikan pedagang alasan kuat untuk membuang dolar. Sebagian besar pekerjaan pemerintah yang hilang diyakini pekerjaan sementara yang dibuat untuk pelaksanaa sensus. sedangkan pound Inggris naik menjadi 1.500.0453 franc Swiss dari 1. dolar turun menjadi 1. Sentimen dolar melemah dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekhawatiran bahwa berlanjutnya melambannya pemulihan AS bisa mendorong Bank Sentral AS atau Federal Reserve untuk meningkatkan "pelonggaran kuantitatif" .000. Terhadap mata uang utama lainnya Kamis. .0530 pada Rabu. Sektor swasta diperkirakan telah menciptakan sekitar 82. "Jika tidak."Itu sekali lagi mengingatkan investor bahwa pasar tenaga kerja AS tetap seimbang dengan nyaman.500 pekerjaan pada Juli tapi pekerjaan pemerintah diyakini telah jatuh 169." kata analis Kathy Lien dari Global Forex Trading.memompa uang ke dalam ekonomi melalui pembelian aset." katanya dikutip AFP. ketakutan pasar tentang pemulihan lambat akan diverifikasi." katanya.5893 dolar dari 1. "Untuk menjadi penyelamat untuk dolar. gaji swasta perlu meningkat lebih dari 90. jelang data upah non-pertanian Jumat yang mengukur keduanya baik sektor pemerintah maupun swasta.

menunjukkan perbaikan yang konsisten.24 persen (11.66 juta jiwa (4." kata dia. "Ini dilakukan untuk mengurangijumlah penawaran dalam pasar tenaga kerja. yaitu mencapai 4. "Sektor yang diharapkan mampu menciptakan kesempatan kerja yang besar adalah industri. Tren perbaikan tersebut.35 persen)." ujar dia. Kamis (7/1).Masing-masing sektor usaha.78 persen per tahun selama periode 2005-2009. yaitu 67. Angka pengangguran yang menurun disebabkan oleh kegiatan ekonomi yang mulai pulih. memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda dalam hal menyerapan tenaga kerja.Demikian dikemukakan Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rahma Iryanti di Jakarta.6 persen dari 7. "Kondisi ketenagakerjaan pada periode 2005-2009 terus mengalami perbaikan. kata Rahma.91 juta. adalah dengan mempertahankan penduduk berusia 15. "Kasus yang memprihatinkan bagi pemerintah adalah pengangguran terbuka untuk lulusan SMA dan universitas yang masih tinggi.6 persen. penyerapan tenaga kerja masih didominasi oleh sektor informal. Selain itu. dan 17 tahun di bangku pendidikan.96 juta jiwa) pada 2009. lanjut Rahma. maka semakin tinggi tingkatan pengangguran karena lapangan kerja yang semakin sempit.Akan tetapi.Artikel 3 Pengangguran 2010 Turun Tipis Pengangguran terbuka untuk lulusan SMA dan Universitas masih tinggi karena lapangan kerja yang semakin sempit." ujar dia. Tren tersebut diperkirakan berlanjut pada 2010.4 persen). "Sasaran kami adalah meningkatkan keterampilan dan keahlian pencari kena.16. lanjut Rahma. Angka pengangguran terbuka terus menurun dari 11. tingkat pengangguran terbuka untuk lulusan SMA dan perguruan tinggi masih cukup besar." kata dia. kesempatan kerja juga meningkat rata-rata 2. Salah satu cara agar tidak terjadi ledakan angka pengangguran.Pemerintah memperkirakan angka pengangguran pada 2010 turun menjadi 7. sektor jasa kemasyarakatan memiliki angka elastisitas penciptaan lapangan kerja yang paling tinggi. Dalam periode 2005-2009." kata Rahma.Kondisi ketenagakerjaan. Dalam periode tersebut lapangan kerja bertambah 10.9 juta jiwa) pada 2005 menjadi 7. diperkirakan terus berlanjut pada 2010. dengan penurunan angka pengangguran menjadi 7.86 juta jiwa (69. JAKARTA.87 persen (8. menurut Rahma. Sampai Agustus 2009. tambah Rahma. Respons Lambat . kata Rahma. Pertumbuhan kesempatan kerja.87 persen pada 2009. Semakin tinggi pendidikan. juga diiringi oleh perbaikan penyerapan tenaga kerja di sektor formal.

selalu menjadi bantaian penyerapan tenaga kerja. "Pertanian harus menjadi basis bagi industri pengolahan. tambah Ninasapti. "Memang ada negara yang sepenuhnya bergantung kepada pertanian tradisional. sektor pertanian harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Sektor jasa membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten. maka upaya pengurangan pengangguran akan lebih berjangka panjang. tambah Ninasapti. maka tidak akan bisa.Oleh karena itu." ujar dia. pendidikan harus dibenahi. lanjut Ninasapti. Selain itu. menurut Ninasapti. terutama pada masa panen."Namun. Sektor pertanian." ujar dia. Dengan begitu. "Namun sampai saat ini. sektor pertanian harus bersentuhan dengan pendekatan industrial." ujar dia." jelas dia. Ini sering disebut sebagai non full employment" papar Ninasapti.Untuk mengembangkan sektor jasa. upaya ke arah sana belum terlihat. "Kalau hanya wajib belajar sampai SMP. Indonesia juga harus mengembangkan sektor jasa. Dengan peralihan sektor pertanian ke industri dan pengembangkan sektor jasa. Namun. kata Ninasapti. kualitas pekerjaan di sektor pertanian dapat dikatakan rendah karena hanya bekerja satu jam atau tujuh jam setiap pekan. tidak hanya lulusan SMP/" kata dia. "Negara tetangga seperti Malaysia sudah berhasil mengembangkan sektor jasa Itulah mengapa mereka saat ini mengalami kemajuan pesat.Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati mengatakan respons pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran lambat. ajl/E-S . negara tersebut cenderung miskin. terjadi penciptaan nilai tambah dan lapangan kerja. Ke depan.

19 juta orang atau 10. Tambahan lapangan kerja yang tercipta hanya 10.75 juta orang dan pengangguran terbuka mencapai 11. Selasa (9/9). Penciptaan lapangan kerja yang tak mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja baru itu menyebabkan angka pengangguran terbuka tahun 2004 meningkat menjadi 10.85 persen dari angkatan kerja).32 persen dari angkatan kerja). lapangan kerja yang tercipta hanya 1. Pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan 4. Peningkatan angka pengangguran terbuka ini diperkirakan masih akan berlanjut tahun 2005.13 juta orang (9.88 juta orang. dan Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Rekson Silaban.03 persen pada tahun 2005.49 persen pada tahun 2004 dan 5. Sebab. Jakarta. Pembicara lain dalam seminar itu antara lain Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas Bambang Widianto. Proyeksi ini dibuat dengan asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2004 dan 2005 masing-masing 4.83 juta orang.10 juta orang. Jumlah ini dua kali lipat lebih dari .45 persen dari angkatan kerja (lihat tabel).45 persen dari jumlah angkatan kerja. ekonom dari Universitas Nasional Australia (ANU) Chris Manning. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie mengatakan. Dalam kaitan itu. dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan sekolah dasar ke bawah. dari tahun sebelumnya 10.13 juta orang atau 9. dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 5.03 persen pada tahun 2005 dinilai sama sekali tidak menjamin terbukanya lapangan kerja. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Soedjai Kartasasmita.06 persen dari keseluruhan angkatan kerja. termasuk angkatan kerja baru 2. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga memperkirakan pada tahun 2004 jumlah angkatan kerja akan mencapai 102. Data tahun 2002 menunjukkan. pekerja.83 juta orang (10. Kwik mengungkapkan hal itu pada seminar “Pasar Kerja yang Ramah Pasar” di Hotel Borobudur. jumlah pengangguran terbuka mencapai 9. Menurut Kwik. negara masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern mengingat struktur angkatan kerja.49 persen dan 5.Artikel 4 Pengangguran Masih Suram hingga Tahun 2008 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memperkirakan dalam lima tahun ke depan gambaran soal angka pengangguran di Indonesia masih akan suram karena tidak tersedianya lapangan kerja. tantangan utama yang dihadapi pemerintah adalah terus membesarnya jumlah pengangguran.03 persen. di mana angka pengangguran terbuka diproyeksikan menjadi 11.19 juta orang atau 10. investasi baru cenderung menggunakan mesin modern dan canggih sehingga tidak memerlukan banyak pekerja.

000 orang dan di pedesaan berkurang 1.” ucap Kwik tegas. investasi yang diutamakan adalah sektor yang tidak terlalu modern dan tanpa menggunakan mesin canggih. tetapi kreatif dan menjadi peredam di tengah pasar global. struktur angkatan kerja. selama ini sektor informal dinilai sangat membantu menyerap orang-orang yang menganggur. pekerja. baik di pedesaan maupun di perkotaan. menurut Kwik. supaya bisa menambah lapangan kerja. karena mengandalkan investasi baru. atau setahun sebelum krisis.9 juta orang pada tahun 2002. tetapi pelakunya harus benar-benar dihukum tanpa pandang bulu.3 juta orang. Padahal. Namun. Direktur Ketenagakerjaan dan Analisis Ekonomi Bappenas Bambang Widianto memaparkan. tidak cukup dengan ngomong. untuk mencapai pertumbuhan tujuh persen sangat sulit. Sementara itu.jumlah pengangguran terbuka sebesar 4.” ujar Kwik menjelaskan. “Kalau ingin investor datang ke Indonesia. lima tahun ke depan negara ini masih harus mengembangkan industri padat pekerja dan sangat tidak mungkin beralih ke teknologi modern. “Jika hal ini benar. kolusi dan nepotisme (KKN). jumlah pekerja formal di perkotaan berkurang 469. Tahun 2002.1 juta orang.86 persen tahun 1996. Sementara itu. yakni orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu.” katanya. padahal sangat dibutuhkan menghadapi persaingan global. Menurut dia. Dikatakannya pula. Data itu belum termasuk setengah penganggur. Yang lebih memprihatinkan adalah terus menurunnya kesempatan kerja formal. akibat masih kuatnya praktik korupsi.6 persen dari angkatan kerja. . investor tidak akan memilih Indonesia sebagai tempat menanam modal karena biaya ekonomi sangat tinggi. yang berpendidikan SD ke bawah mencapai 59. ini sebagai tanda bahwa daya saing tenaga kerja Indonesia makin menurun. Untuk angkatan kerja tahun 2002. Alasannya. kesempatan kerja yang tercipta selama tahun 2001 dan 2002 memiliki kualitas rendah karena lebih banyak kesempatan kerja tercipta di sektor informal. Jumlah pekerja formal di pedesaan yang mempunyai upah tetap atau waged worker tahun 2001 berkurang sebanyak 3. pertumbuhan ekonomi harus bisa mencapai enam sampai tujuh persen. “Indikator ini menunjukkan.05 juta orang atau sekitar 58. ada kecenderungan di perusahaan besar ada peningkatan upah yang lebih tinggi dari pertumbuhan nilai tambahnya. KKN harus benar-benar diberantas.3 juta jiwa atau 4. bukan berarti sektor formal diabaikan. dan pengangguran terbuka menurut pendidikan masih didominasi oleh tamatan sekolah dasar (SD) ke bawah. yang jumlahnya mencapai 28. Peredam Dengan kondisi seperti sekarang ini.

Faktor lain adalah menurunnya produktivitas di sektor industri pengolahan serta meningkatnya pengangguran usia muda. Misalnya. dan yang berkaitan dengan upah minimum. Sumber : (Eta) Harian Kompas. ada beberapa aturan main yang berpotensi menyebabkan infleksibilitas pasar kerja. Jakarta .Perkembangan yang dinilai memprihatinkan oleh Bambang adalah kecenderungan menciutnya sektor informal periode 2001-2002. menyangkut pemutusan hubungan kerja (PHK). peraturan yang berkaitan dengan perlindungan di tempat kerja. yang dibarengi dengan perbedaan upah yang makin lebar antara pekerja di sektor formal dan informal. Sementara itu. yakni 15-19 tahun.

24 juta jiwa atau 13.5% jumlah penduduk miskin akan mencapai 28 juta atau 12. Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UEDSP) 5.34% dari total penduduk. Namun kalau hanya 4. Inpres Desa Tertinggal (IDT) 7. Semula ekspor diproyeksikan tumbuh 5% namun kini hanya diprakirakan mencapai 2. jumlah tambahan pengangguran atau pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 200 ribu orang. Akibatnya produktifitas nasional pun menurun.5% menjadi 4.5%. 2. Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Program Pengembangan Kecamatan (PPK) 9.5% saja. Proyek Peningkatan Pendapatan Petani dan Nelayan Kecil (P4K). Tempat Pelayanan Simpan Pinjam Koperasi Unit Kawasan Terpadu (TPSP-KUD) 4. Pemberdayaan Daerah Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDMDKE) 11. Pengembangan Kawasan Terpadu (KPT) 6.Artikel 5 Fenomena Kemiskinan dan pengangguran di Indonesia Rupanya fenomena pertambahan pengangguran dan kemiskinan lebih mudah terjadi ketimbang dicegah apalagi diturunkan jumlahnya. Pemerintah memperkirakan pada tahun ini. Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal (P3DT) 8. Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) 10. Proyek Pembangunan Masyarakat dan Pemerintah Daerah (P2MPD) . Program penanggulangan kemiskinan yang pernah dilaksanakan: 1. akibat krisis ekonomi global. PHK ini dipengaruhi oleh menurunnya perumbuhan ekonomi dari prakiraan sebesar 5.68% dari total penduduk. Kepekaan atau elastisitasnya terhadap pertumbuhan ekonomi relatif tinggi. 3.5% disamping timbulnya pengangguran baru maka juga diikuti dengan meningkatnya penduduk miskin menjadi 30. Akibat turunannya apabila prakiraan proyeksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5. Pelambatan pertumbuhan ekonomi ini karena pertumbuhan ekspor yang juga menurun.