MAKALAH PEMEROLEHAN DAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK Disusun Untuk Memenuhi Tugas Disusun Oleh: 1.

IKA RAMA SUHANDRA

KATA PENGANTAR Assalamu¶alaikum Wr. Wb. Segala puji dan syukur hanya diperuntukkan kepada Sang Maha Pencipta dan Pemilik jiwa dan ruh seluruh makhluk dan telah menjadikan Muhammad, Rasulullah saw sebagai teladan dan anutan bagi seluruh umat manusia di dunia dan akhirat. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi termulia, Muhammad saw, segenap keluarganya, sahabat-sahabat; dan umat yang senantiasa memegang teguh ajarannya sampai hari berbangkit. Penulis doakan semoga kita semua berada dalam rahmat dan rhido-Nya, sehingga tak sedikitpun ruang dan waktu, melainkan memberikan manfaat untuk ummat dalam keseharian kita, Amien. Dengan terselesaikannya makalah yang berjudul ³Pemerolehan dan Perkembangan Bahasa Anak´ ini, tidak lepas dari bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. 2. 3. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan penulisan laporan berikutnya. Semoga Allah SWT senantiasa membalas amal baik yang telah Bapak/Ibu/Saudara berikan, dan harapan penulis semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri dan bagi semua pihak yang telah membaca laporan ini. Wassalamu¶alaikum Wr. Wb.

LATAR BELAKANG 2.TUJUAN BAB II PEMBAHASAN 1. Latar Belakang Pemerolehan bahasa dan perkembangan bahasa anak mendasari kemampuan mengajarkan bahasa dan sastra Indonesia kepada siswa di sekolah dasar terutama siswa di kelas rendah.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Tujuan Atas dasar latar belakang diatas tujuan dari penyusunan makalah ini adalah agar kita sebagai calon guru dapat memahami pemerolehan dan perkembangan bahasa anak sebagai dasar pembelajaran bahasa di sekolah dasar kelas rendah. Secara khusus kita sebagai calon guru diharapkan dapat: . PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA DAN KEDUA 3. guru dapat benarbenar memahami konteks sosial budaya lingkungan anak didiknya dan menghargai keragaman budaya tersebut. 1. sehingga dengan mempelajari materi pemerolehan dan perkembangan bahasa anak. Siswa sekolah dasar pada umumnya berlatar belakang dwibahasa bahkan multi bahasa. Karakteristik setiap anak tidak sama sehingga dengan mempelajari pemerolehan dan perkembangan bahasa anak guru dapat mengatasi perbedaan perkembangan bahasa pada siswanya. PSIKOLUINGISTIK DAN TEORI PEMEROLEHAN BAHASA ANAK 2. PERKEMBANGAN BAHASA ANAK BAB III KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1.

Proses-proses ketika anak sedang memperoleh bahasa ibunya . baik perolehan bahasa pertama maupun bahasa kedua. BAB II PEMBAHASAN PEMEROLEHAN DAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK 1. seperti masalah metode serta kesulitan membaca dan menulis permulaan di sekolah dasar telah banyak dicoba untuk dipecahkan dalam kajian-kajian psikolinguistik.y y y y menjelaskan hubungan psikologilinguistik dengan pemerolehan dan perkembangan bahasa. Psikolinguistik dan Teori Pemerolehan Bahasa Anak Psikolinguistik adalah suatu studi mengenai penggunaan bahasa dan pemerolehan bahasa oleh manusia (Levelt. Menurut levelt ada 3 bidang kajian utama psikolinguistik. Persepsi bahasa secara auditif adalah mendengarkan dan persepsi bahasa secara visual adalah membaca.Dalam produksi bahasa kegiatannya adalah berbicara (auditif) dan menulis (visual). kesukaran-kesukaran pengucapan. Pemerolehan bahasa adalah proses-proses yang berlaku di dalam otak seorang anak ketika memperoleh bahasa bahasa ibunya. Psikolinguistik perkembangan adalah studi psikologi mengenai perolehan bahasa pada anak-anak dan orang dewasa.Oleh sebab itu masalah-masalah dalam pengajaran bahasa. Ada dua cara dalam persepsi dan produksi persepsi bahasa ini. 1975). contoh: membahas tentang pengaruh perubahan ejaan terhadap persepsi kita mengenai ciri visual dari kata-kata. Agar kita sebagai calon pendidik berhasil mempelajari bahan mandiri yang kami susun. Psikolinguistik dan pengajaran bahasa memang tidak dapat dipisahkan. program membaca dan menulis permulaan dan bantuan /pengajaran bagi anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa. Psikolinguistik terapan merupakan aplikasi dari teori-teori psikolinguistik dalam kehidupan sehari-hari pada orang dewasa maupun anak-anak. di samping pembelajaran bahasa dan pengajaran bahasa. menerangkan pemerolehan bahasa pertama dan kedua. yakni: secara auditif dan visual. yaitu: Psikolinguistik umum merupakan studi tentang bagaimana pengamatan/persepsi orang dewasa terhadap bahasa dan bagaimana ia memproduksi bahasa. karena fokus atau tumpuan psikolinguistik adalah pemerolehan bahasa. Dalam hal ini dibahas persoalan-persoalan apa yang dialami seorang anak yang harus belajar dua bahasa secara bersamaan atau bagaimana seorang anak memperoleh bahasa pertamanya. memahami ragam pemerolehan bahasa dan strategi pemerolehan bahasa memahami perkembangan bahasa anak. maka bacalah materi yang terdapat dalam makalah ini dan simak dengan baik presentasi yang akan kami sampaikan.

Miller dan Chomsky (1957) menyebutkan LAD (language acquisition device) yang intinya bahwa setiap anak telah memiliki LAD yang dibawa sejak lahir. . Pemerolehan bahasa pertama terjadi bila anak pada awal kehidupannya tanpa bahasa kini telah memperoleh satu bahasa. Kedua kemampuan ini apabila telah betul-betul dikuasai seorang anak akan menjadi kemampuan linguistiknya. ruang. Proses-proses pemahaman melibatkan kemampuan mengamati atau kemampuan mempersepsikan kalimat-kalimat yang didengar sedangkan proses pelahiran melibatkan kemampuan melahirkan atau mengucapkan kalimat-kalimat sendiri.Kedua. 1998). sosial dan kemampuan kognitif pralinguistik. 1998) mengatakan bahwa pemerolehan bahasa anak dapat dikatakan mempunyai ciri kesinambungan. Pandangan kedua menyatakan bahwa pemerolehan bahasa memiliki suatu permulaan yang gradual yang muncul dari prestasi-prestasi motorik.terdiri dari dua aspek: pertama aspek performance yang terdiri dari aspek-aspek pemahaman dan pelahiran. kausalitas. morfologi. maka ucapan kata tunggal yang biasanya sangat individual dan kadang aneh seperti: ³mamam´ atau ³maem´ untuk makan. Pertama pemerolehan bahasa mempunyai permulaan mendadak atau tiba-tiba. Krisanjaya. seperti kata. jika anak dapat menghasilkan ucapan-ucapan yang berdasar pada tata bahasa yang teratur rapi. sintaksis dan semantik. Ada dua pandangan mengenai pemerolehan bahasa (Mc Graw dalam Krisanjaya.Pada masa pemerolehan bahasa tersebut.Kalau kita beranggapan bahwa fungsi tangisan sebagai awal dari kompetensi komunikasi. Anak akan mengucapkan kata berikutnya untuk keperluan komunikasinya dengan orang tua atau kerabat dekatnya. Kebebasan berbahasa dimulai sekitar satu tahun ketika anak-anak menggunakan kata-kata lepas atau terpisah dari simbol pada kebahasaan untuk mencapai aneka tujuan sosial mereka. Gracia (dalam. Untuk perkembangan berikutnya kemampuan anak akan bergerak ke tahap yang melebihi tahap awal tadi. hal ini menandai tahap pertama perkembangan bahas formal. memiliki suatu rangkaian kesatuan. yang bergerak dari ucapan satu kata sederhana menuju gabungan kata yang lebih rumit (sintaksis). dan sebagainya. tidaklah secara otomatis mengimplikasikan bahwa anak telah menguasai bahasa yang bersangkutan dengan baik. Pengertian Pemerolehan Bahasa Pertama Pemerolehan bahasa pertama (B1) sangat erat hubungannya dengan perkembangan kognitif yakni pertama.Persyaratan-persyaratan kognitif terhadap penguasaan bahasa lebih banyak dituntut pada pemerolehan bahasa kedua (PB2) daripada dalam pemerolehan bahasa pertama (PB1). Berdasarkan pengamatan dan kajian para ahli bahasa dapat disimpulkan bahwa manusia telah dilengkapi sesuatu yang khusus dan secara alamiah untuk dapat berbahasa dengan cepat dan mudah. kedua aspek kompetensi. pembicara harus memperoleh µkategori-kategori kognitif¶ yang mendasari berbagai makna ekspresif bahasa-bahasa alamiah. 1. bahasa anak lebih mengarah pada fungsi komunikasi daripada bentuk ata struktur bahasanya. Pemerolehan Bahasa Pertama dan Kedua 1. modalitas. yaitu anak akan menghadapi tugas-tugas perkembangan yang berkaitan dengan fonologi.

ruang. antara lain: Kemampuan berbahasa sangat erat hubungannya dengan bagian-bagian anatomi dan fisiologi manusia bagian otak tertentu yang mendasari bahasa. agama. peristiwa. Agar anak dapat disebut menguasai bahasa pertama ada beberapa unsur penting yang berkaitan dengan perkembangan kognitif anak. tetapi kita semua meyakini bahwa bahasa merupakan media yang dapat dipergunakan anak untuk memperoleh nilai-nilai budaya. Strategi pertama dalam pemerolehan bahasa dengan berpedoman pada: tirulah apa yang dikatakan orang lain. Menurutnya sistem pikiran yang terdapat pada anak-anak dibangun sedikit-demi sedikit apabila ada rangsangan lingkungan sekitarnya sebagai masukan atau input. Bukti yang memperkuat pendapatnya itu. Akan tetapi ada banyak pertanyaan yang harus dijawab berkenaan dengan hal ini. Strategi pertama adalah meniru/imitasi. Tiruan akan digunakan anak terus. Strategi Pemerolehan Bahasa Pertama Anak-anak proses pemerolehan bahasa pada umumnya menggunakan 4 strategi. Ada pendapat yang mengatakan bahwa strategi tiruan atau strategi imitasi ini akan menimbulkan masalah besar. peristiwa dan keadaan sekitar anak yang mereka alami. sebab akibat yang merupakan bagian penting dalam perkembangan kognitif penguasaan bahasa ibu seorang anak. Pemerolehan bahasa pertama erat kaitannya dengan perkembangan sosial anak dan karenanya erat hubungannya dengan pembentukan identitas sosial. moral. setiap bahasa dilandasi unsur fonologi. meskipun ia sudah dapat sempurna melafalkan bunyi. Input ini berupa apa yang didengar. Lama-kelamaan pikirannya akan terbentuk dengan sempurna. menjelaskan perihal hubungan bahasa dan pikiran. Bahasa tidak dapat diajarkan kepada mahluk lain. yaitu pemahaman tentang waktu. manusia memiliki warisan biologis yang sudah ada sejak lahir berupa kesanggupannya untuk berkomunikasi dengan bahasa khusus untuk manusia. dan nilai-nilai lain yang hidup di masyarakat. Steinberg (1990) seorang ahli psikolinguistik . Terdapat banyak bukti. Kelainan hanya sedikit berpengaruh terhadap keterlambatan perkembangan bahasa anak. Tingkat perkembangan bahasa anak sama bagi semua anak normal. Bahasa bersifat universal. Mungkin ada orang berkata bahwa imitasi adalah mengatakan sesuatu yang sama seperti yang dikatakan orang lain.Lenneberg seorang ahli teori belajar bahasa yang sangat terkenal (1969) mengatakan bahwa perkembangan bahasa bergantung pada pematangan otak secara biologis. modalitas. dilihat dan apa yang disentuh anak yang menggambarkan benda. . Apabila pikiran telah berbentuk dengan sempurna dan apabila masukan bahasa dialami secara serentak dengan benda. semantik dan sintaksis yang universal. Walaupun masih terdapat perbedaan tentang teori pemerolehan bahasa anak. Pematangan otak memungkinkan ide berkembang dan selanjutnya memungkinkan pemerolehan bahasa anak berkembang. dan keadaan maka barulah bahasa mulai dipelajari.

Dengan satu kata seorang anak dapat ³bercerita atau mengatakan´ sebanyak mungkin hal. imitasi pemerolehan atau elicited imitation. 1. Dalam strategi ini anak dikenalkan dengan pedoman. Produktivitas berarti keefektifan dan keefisienan dalam pemerolehan bahasa yang berpegang pada pedoman buatlah sebanyak mungkin dengan bekal yang telah Anda miliki atau Anda peroleh. berwujud dalam bahasa daerah tertentu sedangkan bahasa kedua berwujud dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing. imitasi terlambat delayed imitation dan imitasi dengan perluasan atau imitation with expansion. Strategi ketiga adalah strategi umpan balik antara strategi produksi ujaran (ucapan) dengan responsi. Strategi kedua dalam pemerolehan bahasa adalah strategi produktivitas. Bahasa kedua biasanya merupakan bahasa resmi di negara tertentu. Pemerolehan Bahasa Kedua Pemerolehan bahasa kedua dimaknai saat seseorang memperoleh sebuah bahasa lain setelah terlebih dahulu ia menguasai sampai batas tertentu bahasa pertamanya (bahasa ibu. Strategi keempat adalah apa yang disebut prinsip operasi.Ada berbagai ragam peniruan atau imitasi. berajar menjadi belajar). bahasa asli atau bahasa utama. oleh karenanya bahasa kedua sangat diperlukan untuk kepentingan politik. Pada proses belajar bahasa kedua terdapat ciri-ciri: Belajar bahasa disengaja. Terdapat perbedaan dalam proses belajar bahasa pertama dan bahasa kedua. imitasi segera atau immediate imitation. Produktivitas adalah ciri utama bahasa. istilah bahasa pertama atau bahasa ibu. Tujuan pengajaran bahasa asing kadang-kadang berbeda dengan pengajaran bahasa kedua. ekonomi. Kata papa misalnya dapat mengandung berbagai makna bergantung pada situasi dan intonasi. Proses belajar bahasa pertama memiliki ciri-ciri: y y y y y y Belajar tidak disengaja Berlangsung sejak lahir Lingkungan keluarga sangat menentukan Motivasi ada karena kebutuhan Banyak waktu untuk mencoba bahasa Banyak kesempatan untuk berkomunikasi. prinsip khusus: seperti kata. Khusus bagi kondisi di Indonesia. ³Gunakan beberapa prinsip operasi umum untuk memikirkan serta menggunakan bahasa´ (hindarkan kekecualian. Ada juga yang menyamakan istilah bahasa kedua sebagai bahasa asing. dan pendidikan. reduced imitation. misalnya karena menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah Berlangsung setelah pelajar berada di sekolah . yaitu imitasi spontan atau spontaneous imitation.

perlu ditanamkan kepada siswa bahwa proses belajar ini formal/terstruktruktur sebab pendidikan yang sedang ditanamkan adalah pendidikan formal bukan alamiah. Strategi praktis. pendekatan aktif dalam tugas belajar. yaitu: Strategi perencanaan dan belajar positif. siswa dapat saja memonitor sendiri dan mengkritik penggunaan bahasa yang dipakainya. Strategi aktif. Strategi internalisasi. ini demi kemajan mereka. Bahasa pertama mempengaruhi proses belajar bahasa kedua Ada orang yang mengorganisasikannya.Lingkungan sekolah sangat menentukan Pelajar tidak mempunyai banyak waktu untuk mempraktikan bahasa yang dipelajari. Strategi empatik. perlu pengembangan/pembelajaran bahasa kedua yang telah dipelajari secara terus-menerus/berkesinambungan. tidak ada salahnya jika anda mencoba-coba sesuatu untuk peningkatan belajar siswa anda. yakni guru dan sekolah. Strategi semantik. Stern (1983) menjelaskan ada sepuluh strategi dalam proses belajar bahasa. Strategi formal. berikan pertanyaan-pertanyaan atau PR yang memancing mereka bertanya kepada orang lain sehingga strategi ini terpakai. libatkan siswa anda secara aktif dalam belajar bahasa bahkan melalui pelajaran yang lain. pancinglah keinginan siswa untuk mempraktikan apa yang telah didapatkan dalam belajar bahasa. Selanjutnya Rubin (dalam Stern. anda sendiri harus dapat menciptakan situasi yang kondusif di kelas. ciptakan empatik pada waktu belajar bahasa. motivasi siswa untuk menggunakan bahasa dalam kehidupan nyata meskipun tanpa pantau. Strategi eksperimental. Strategi komnikasi. Strategi monitor. 1983) menyebutkan ciri-ciri pelajar yang baik ketika melakukan proses belajar bahasa: . tidak hanya di kelas. misalnya permainan (contoh teka-teki). permainan dapat meningkatkan keberhasilan belajar bahasa. yakni menambah kosakata siswa dengan berbagai cara. Strategi Belajar Bahasa Kedua Dalam kaitannya dengan proses belajar bahasa kedua perlu diperhatikan beberapa strategi yang dapat diterapkan.

Pada tahap ini mereka mulai meraban (mengoceh) dengan suara melodis. tidak terlalu teoritis Mengikuti ujarannya dan membandingkan dengan ujaran yang baku. 6 bulan: mereka mulai memperhatikan intonasi dan ritme dalam ucapan. menjerit. dan tertawa. Berikut adalah rincian tahapan perkembangan anak usia 0-6 bulan berdasaran hasil penelitian beberapa ahli yang dikutip oleh Clark (1977). . 0-2 minggu: anak sudah dapat menghadapkan muka ke arah suara. bayi-bayi menangis. Perkembangan Bahasa Anak Menurut Piaget dan Vygotsy (dalam Tarigan. Tahap meraban pertama ini dialami oleh anak berusia 0-5 bulan. belajar setelah berbuat salah Suka mengikuti perkembangan bahasa Praktis. dan peluit. Pada tahap ini perkembangan yang mencolok adalah perkembangan comprehension (komprehensi) artinya penggunaan bahasa secara pasif (Marat: 1983). tahap-tahap perkembangan bahasa anak adalah sebagai berikut: 1.Ia mau dan menjadi seorang penerka yang baik (dapat menerka bentuk yang gramatikal dan yang tidak gramatikal) Suka berkomunikasi Kadang-kadang tidak malu terhadap kesalahan dan siap memperbaikinya. 1988). 1.0-0. 1-2 bulan: mereka dapat membedakan suku kata. ini baik untuk pelafalan Mengikuti perubahan makna sesuai kontes sosial. seperti bel. bunyi gemerutuk. Mereka akan berhenti menangis jika mendengar orang berbicara. mendenguk. seperti (bu) dan (pa). selama bulan-bulan awal kehidupan. mendekut. mereka bisa merespon secara berbeda terhadap kualitas emosional suara manusia. Mereka sudah dapat membedakan suara manusia dengan suara lainnya. 3-4 bulan: mereka sudah dapat membedakan suara laki-laki dan perempuan. Pembagian kelompok usia ini sifatnya umum dan tidak berlaku percis seperti anak. Tahap Meraban (Pralinguistik) Pertama(0.5) Pada tahap meraban pertama.

Ciri-ciri lain yang menarik selain yang disebutkan tadi adalah: ocehan. . Dalam hal ini sekali lagi peran orang tua. perintah dan ajakan. anak semakin mengerti beberapa makna kata. kadang-kadang dengan tekanan menurun yang ada hubungannya dengan pertanyaan-pertanyaan. 1. 7-8 bulan Pada tahap ini orang tua sudah bisa mengenalkan hal baru bagi anaknya. Hal ini menunjukkan bahwa bayi sudah dapat memahami ujaran orang dewasa. yakni: sintetik. konteks sosial. Menurut Tarigan (1985).Menurut Altmann (dalam Dardjowidjojo. Disamping itu bayi sudah dapat melakukan gerakan-gerakan seperti mengangkat benda dan secara spontan memperlihatkannya kepada orang lain (Clark: 1997). kita lihat apa saja yang dapat mereka lakukan pada tahap ini. tahap kata tanpa makna. maksudnya adalah agar anak tetap aktif meraban. Secara fisik ia sudah dapat melakukan gerakan-gerakan seperti memegang dan mengangkat benda atau menunjuk. seorang bayi telah memiliki sistem pendengaran yang telah berfungsi. lingkungan.Gerakan ini dilakukan untuk menarik perhatian anak. misal: nama. larangan. karena ibu ingin menunjukkan sesuatu dan menawarkan sesuatu yang baru dan menarik (Clark. Menurut tarigan (1985) tahap ini disebut juga tahap kata omong kosong. informasi leksikal dan prosodi. Pada hakikatnya komprehensi adalah proses interaktif yang melibatkan berbagai koalisi antara 5 faktor. artinya anak sudah bisa mengenal bunyi kata untuk obyek yang sering diajarkan dan dikenalkan oleh orang tuanya secara berulang-ulang.5-1.Orang dewasa biasanya mulai menggunakan gerakan-gerakan isyarat seperti menunjuk. Pada saat si anak mulai aktif mengoceh orang tua juga harus rajin merespon suara dan gerak isyarat anak. Walaupun bahasa itu tidak diturunkan manusia tetapi manusia memiliki kemampuan kognitif dan kapasitas linguistik tertentu dan juga kapasitas untuk belajar (Marat: 1983). 5-6 bulan Dari segi komprehensi kemampuan bahasa anak semakin baik dan luas. bahkan pengasuh anak sangat diperlukan dalam proses pengembangan bahasa secara optimal. 1997).0) Tahap ini anak mulai aktif artinya tidak sepasif sewaktu ia berada pada tahap meraban pertama. konteks lingkungan. eluarga. Sebagai langkah awal latihan ialah mengucapkan kata-kata yang bermakna. orangtua harus mengumpan balik auditori untuk memelihara vokalisasi ana. Tahap Meraban Kedua (0. 2000) bahwa sejak bayi berumur 7 bulan dalam kandungan. seringkali dihasilkan dengan intonasi. Berkomunikasi dengan mereka mulai mengasyikan karena mereka mulai aktif memulai komunikasi.Komprehensi merupakan elemen bahasa yang dikuasai terlebih dahulu oleh anak sebelum anak bisa memproduksi apapun yang bermakna.

. Tahap Linguistik Jika pada tahap pralinguistik pemerolehan bahasa anak belum menyerupai bahasa orang dewasa maka pada tahap ini anak mulai bisa mengucapkan bahasa yang menyerupai ujaran orang dewasa. misal: nama-nama keluarga.0-2. Tahap ini adalah tahap di mana anak sudah mulai mengucapkan satu kata. orang tua pun akan merasa puas dan gembira jika segala usaha untuk mengajari anaknya akan mendapat respon.Kemampuan anak untuk merespon apa yang dikenalkan secara berulang-ulang pun semakin baik. makanan. Dengan kata lain kepandaian anak semakin meningkat. Seperti halnya anak-anak. pada akhirnya perkembangan meraban kedua telah tercapai. Menurut Marat (1983) anak pada periode ini dapat mengucapkan beberapa suku kata yang mungkin merupakan reaksi terhadap situasi tertentu atau orang tertentu sebagai awal suatu simbolisasi karena kematangan proses mental (kognitif). Tahap I. Karena kalau orang tua tidak memahami apa yang dimaksud anak. Artinya segala usaha orang tua ketika mengatakan sesuatu. binatang. tetapi ada pula yang sampai umur anak 3 tahun. tahap Holofrastik (Tahap Linguistik pertama. misal: melambaikan tangan ketika ayahnya pergi. Faktor-faktor masukan inilah yang memungkinkan anak memperoleh semantik (makna kata) dan kemudian secara bertahap dapat mengucapkannya. Ada anak yang lebih cepat mengakhirinya. dan sebagainya. mendapat respon si anak karena anak paham dan perkembangan bahasanya sesuai dengan perkembangan usianya.Para ahli psikolinguistik membagi tahap ini ke dalam lima tahapan. 1. Tahap holofrase ini dialami oleh anak normal yang berusia sekitar 1-2 tahun. dan sebagainya. anak akan kecewa dan untuk masa berikutnya anak akan pasif dalam berkomunikasi dengan lingkungannya. 8 bulan s/d 1 tahun Pada tahap ini anak sudah dapat berinisiatif memulai komunikasi. Ucapan-ucapan satu kata pada periode ini disebut holofrase/holofrastik karena anak-anak menyatakan makna keseluruhan frase atau kalimat dalam satu kata yang diucapkannya itu. Waktu berakhirnya tahap ini tidak sama pada setiap anak.Ia selalu menarik perhatian orang dewasa.0) Pada usia 1-2 tahun masuan kebahasan berupa pengetahuan anak tentang kehidupan di sekitarnya semakin banyak. Menurut Tarigan (1985). 1. menunjukkan atau memperlihatkan sesuatu pada anaknya. bertepu tangan. yaitu: 1.Anak akan mulai belajar mengucapan kata pada periode berikutnya yang disebut periode/tahap linguistik.orang tua harus lebih aktif merespon ocehan dan gerakan isyarat anak. Pada tahap ini peran orang tua masih sangat besar dalam pemerolehan bahasa pertama anak. selain mengoceh ia pun pandai menggunakan bahasa isyarat. mainan. Semakin pandai si ana. Misalnya dengan cara menunjuk atau meraih benda-benda. kendaraann.

mengangkat benda dikombinasikan dengan satu kata. kata pertama yang digunakan bertujuan untuk memberi komentar terhadap objek atau kejadian di dalam lingkungannya. kata ganti (aku. Perbendaharaan kata berkembang. sudah. anak sudah dapat mengadakan konversasi (percakapan) dengan cara yang dapat dimengerti oleh orang dewasa. mandi). Tahap ini pada umumnya dialami oleh anak berusia sekitar 2. masak. Kata-kata yang digunakan untuk itu semua sama seperti perkembangan awal yaitu: sana.5 tahun ± 5 tahun. pertanyaan. kalimat Dua Kata (2. Selain keterampilan mengucapan dua kata. Satu kata itu dapat berupa perintah. artinya kaidahkaidah tata bahasa yang utama dari orang dewasa telah dikuasai. mau. Fungsi gerak isyarat dan kata manfaatnya bagi ana itu sebanding. pemberitahuan. Tahap Linguistik III: Pengembangan Tata Bahasa (3. Komunikasi yang ingin ia sampaikan adalah bertanya dan meminta.0-4. sini.0-3. penolakan.0) Kanak-kanak memasuki tahap ini dengan pertama sekali mengucapkan dua holofrase dalam rangakaian yang cepat (Tarigan. 1. 1.Keterampilan anak pada akhir tahapa ini makin luar biasa.pergi. Keterampilan tersebut muncul pada anak dikarenakan makin bertambahnya pembendaharaan kata yang diperoleh dari lingkungannya dan juga karena perkembangan kognitif serta fungsi biologis pada anak.Pada tahap ini gerakan fisik sangat menyentuh. ternyata pada periode ini si anak terampil melontarkan kombinasi antara informasi lama dan baru. Seperti halnya gerak isyarat. Fungsi bahasa untuk berkomunikasi betul-betul mulai berfungsi. Dengan kata lain. Marat (1983) menyebutkan perkembangan ini dengan kalimat lebih dari dua kata dan periode diferensiasi. Sedangkan pada tahap ini pergaulan anak makin luas yang berarti menambah pengetahuandan menambah perbendaharaan kata. beberapa pengertian abstrak seperti: pengertian waktu. lihat. Menurut Marat (1983) ada beberapa keterampilan mencolok yang dikuasai anak pada tahap ini: Pada akhir periode ini secara garis besar ana telah menguasai bahasa ibunya. dsb). minum.0) Pada tahap ini perkembangan ana makin luar biasa. Anak mulai sudah dapat bercakap-cakap dengan teman sebaya dan mulai aktif memulai percakapan. saya) dan kata kerja bantu (tidak. Di samping itu menurut Clark (1977) anak berumur 1 tahun menggunakan bahasa isyarat dengan komunikatif. dan minta. dan jumlah yang diinginkan mulai muncul. dan lain-lain. ruang. Tahap II. mau. Mereka mulai dapat membedakan kata kerja (contoh: makan. Fase sebelumnyasampai tahap perkembangan 2 kata anak lebih banyak bergaul dengan orang tuanya. menunjuk. itu. . Pada periode ini tampak sekali kreativitasznzk. 1980). bukan. kata dan gerak itu itu sama pentingnya bagi anak pada tahap holofrasa ini.

Perkembangan baca tulis anak akan memanjang serta memperluas pengungkapan maksudmaksud pribadi si anak.Persepsi anak dan pengalamannya tentang tentang dunia luar mulai ingin dibaginya dengan orang lain.dengan cara memberian kritik. dan lain-lain. terjadi perkembangan bahasa yang penting. perbendaharaan katanya masih terbatas tetapi terus berkembang/bertambah dengan kecepatan yang mengagumkan. bertanya. Hal ini karena anak memiliki keterbatasanketerbatasan seperti: penguasaan struktur tata bahasa. Hal ini terjadi karena memang daya fantasi anak pada tahap ini sedang berkembang pesat.0) Pada tahap ini anak sudah mulai menerapkan struktur tata bahasa dan kalimat-kalimat yang agak lebih rumit. menyuruh. jadwal harian dsb. Akhirnya pada usia dewasa terjadi perbedaan-perebedaan yang . 1. kosa kata dan imbuhan.0-5. 1. Gejala ini merupakan cara anak untuk mempelajari perkataan baru dengan cara bermain-main. Dengan demikian perkembangan baca tulis di sekolah dasar memberikan cara-cara yang mantap menggunakan bahasa dalam komunikasi dengan orang lain dan juga dengan dirinya sendiri. Kemunculan kalimat-kalimat rumit di atas menandakan adnya peningkatan kemampuan kebebasan anak. Remaja menggunakan gaya bahasa yang khas dalam berbahasa.0-) Sejak usia 5 tahun pada umumnya anak-anak yang perkembangannya normal telah menguasai elemen-elemen sintaksis bahasa ibunya dan telah memiliki kompetensi (pemahaman dan produktivitas bahasa) secara memadai. Walau demikian. ada kalimat pernyataan/kalimat berita. yakni pada usia remaja. misal melalui penulisan catatan harian. Menurut Tarigan (1988) salah satu perluasan bahasa sebagai alat komunikasi yang harus mendapat perhatian khusus di sekolah dasar adalah pengembangan baca tulis (melek huruf). Menurut Clark (1977) pada tahap ini anak masih mengalami kesulitan bagaimana memetakan ide ke dalam bahasa. Tumbuhnya kreativitas anak dalam pembentukan kata-kata baru. menulis surat. kalimat majemuk sederhana seperti di bawah ini: mau nonton sambil makan keripi mama beli sayur dan kerupuk ayo nyanyi dan nari Kemampuan menghasilkan kalimat-kalimatnya sudah beragam. Periode ini menurut Gielson (1985) merupakan unsur yang sensitif untuk belajar bahasa. Misal. Tahap Linguistik V : Kompetensi Penuh (5. kalimat perintah dan kalimat tanya. Pada masa perkembangan selanjutnya. sebagai bagian dari terbentuknya identitas diri.Maksudnya adalah si anak mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pikirannya ke dalam kata-kata yang bermakna. Tahap Linguistik IV: Tata Bahasa Menjelang Dewasa/Pradewasa (4. memberi tahu.

Sedangkan pemerolehan bahasa kedua dimaknai saat seseorang memperoleh bahasa lain setelah terlebih dahulu ia menguasai sampai batas tertentu bahasa ibu (bahasa pertama). Pemerolehan bahasa adalah proses yang berlaku di dalam otak seseorang anak ketika memperoleh bahasanya. 2006. pengajaran dan pembelajaran bahasa. Kemampuan bahasa anak terdiri dari tiga bagian yaitu: kemampuan fonologi. Resmini N dkk.Pemerolehan bahasa anak dimulai dari lingkungannya terutama lingkungan keluarga. semanti dan kalimat. Psikolinguistik merupakan urat nadi pengajaran bahasa. Ketiga bagian ini diperoleh anaki secara serettak atau bersamaan. Hal ini bergantung pada tingkat pendidikan. ini disebut pemerolehan bahasa pertama yang terjadi dalam kehidupan awal anak. DAFTAR PUSTAKA Hartati Tatat dkk. disamping pembelajaran bahasa dan pengajaran bahasa. 2005. Focus kajian psikolingustik yaitu pemerolehan.sangat besar antara individu yang satu dengan yang lain dalam hal perkembangan bahasanya. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Pemerolehan bahasa adalah proses-proses yang berlaku di dalam otak seorang anak ketika memperoleh bahasa ibunya . Ketiga aspek tersebut berkaitan satu sama lain. . Terdapat tiga bidang kajian utama psikologi linguistik yaitu psikolinguistik umum. 2006 Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. BAB III KESIMPULAN Psikologi linguistik adalah ilmu yang mempelajari mengenai penggunaan bahasa dan cara pemerolehan bahasa pada manusia. produktivitas. Bandung: UPI Pres. psikolingustik perkembangan dan psikolinguistik terapan.Psikolingusitik dan pengajaran bahasa tidak dapat dipisahkan. Bandung: UPI Pres Santosa P dkk. Anak-anak dalam proses pemerolehan bahasa pada umumnya menggunakan 4 strategi. yaitu imitasi. Kedua aspek kompetensi (kemampuan linguistik). umpan balik dan prinsip oprasi. Proses pemerolehan terjadi ketika anak sedang memperoleh bahasa terdiri dari dua aspek: pertama aspek performance yang terdiri dari aspek-aspek pemahaman dan pelahiran. Jakarta: Pusat Penerbitan UT. peranan dalam masyarakat dan jenis pekerjaan. karena focus atau tumpuan psikolinguistik adalah pemerolehan bahasa. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD.