MAKALAH PEMEROLEHAN DAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK Disusun Untuk Memenuhi Tugas Disusun Oleh: 1.

IKA RAMA SUHANDRA

KATA PENGANTAR Assalamu¶alaikum Wr. Wb. Segala puji dan syukur hanya diperuntukkan kepada Sang Maha Pencipta dan Pemilik jiwa dan ruh seluruh makhluk dan telah menjadikan Muhammad, Rasulullah saw sebagai teladan dan anutan bagi seluruh umat manusia di dunia dan akhirat. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi termulia, Muhammad saw, segenap keluarganya, sahabat-sahabat; dan umat yang senantiasa memegang teguh ajarannya sampai hari berbangkit. Penulis doakan semoga kita semua berada dalam rahmat dan rhido-Nya, sehingga tak sedikitpun ruang dan waktu, melainkan memberikan manfaat untuk ummat dalam keseharian kita, Amien. Dengan terselesaikannya makalah yang berjudul ³Pemerolehan dan Perkembangan Bahasa Anak´ ini, tidak lepas dari bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. 2. 3. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan penulisan laporan berikutnya. Semoga Allah SWT senantiasa membalas amal baik yang telah Bapak/Ibu/Saudara berikan, dan harapan penulis semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri dan bagi semua pihak yang telah membaca laporan ini. Wassalamu¶alaikum Wr. Wb.

TUJUAN BAB II PEMBAHASAN 1.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Secara khusus kita sebagai calon guru diharapkan dapat: . Tujuan Atas dasar latar belakang diatas tujuan dari penyusunan makalah ini adalah agar kita sebagai calon guru dapat memahami pemerolehan dan perkembangan bahasa anak sebagai dasar pembelajaran bahasa di sekolah dasar kelas rendah. PSIKOLUINGISTIK DAN TEORI PEMEROLEHAN BAHASA ANAK 2. 1. PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA DAN KEDUA 3. guru dapat benarbenar memahami konteks sosial budaya lingkungan anak didiknya dan menghargai keragaman budaya tersebut. PERKEMBANGAN BAHASA ANAK BAB III KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1. Siswa sekolah dasar pada umumnya berlatar belakang dwibahasa bahkan multi bahasa. LATAR BELAKANG 2. sehingga dengan mempelajari materi pemerolehan dan perkembangan bahasa anak. Karakteristik setiap anak tidak sama sehingga dengan mempelajari pemerolehan dan perkembangan bahasa anak guru dapat mengatasi perbedaan perkembangan bahasa pada siswanya. Latar Belakang Pemerolehan bahasa dan perkembangan bahasa anak mendasari kemampuan mengajarkan bahasa dan sastra Indonesia kepada siswa di sekolah dasar terutama siswa di kelas rendah.

Oleh sebab itu masalah-masalah dalam pengajaran bahasa. BAB II PEMBAHASAN PEMEROLEHAN DAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK 1. Ada dua cara dalam persepsi dan produksi persepsi bahasa ini. Psikolinguistik perkembangan adalah studi psikologi mengenai perolehan bahasa pada anak-anak dan orang dewasa. contoh: membahas tentang pengaruh perubahan ejaan terhadap persepsi kita mengenai ciri visual dari kata-kata. program membaca dan menulis permulaan dan bantuan /pengajaran bagi anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa. menerangkan pemerolehan bahasa pertama dan kedua.y y y y menjelaskan hubungan psikologilinguistik dengan pemerolehan dan perkembangan bahasa. 1975). yaitu: Psikolinguistik umum merupakan studi tentang bagaimana pengamatan/persepsi orang dewasa terhadap bahasa dan bagaimana ia memproduksi bahasa. Psikolinguistik dan pengajaran bahasa memang tidak dapat dipisahkan. Dalam hal ini dibahas persoalan-persoalan apa yang dialami seorang anak yang harus belajar dua bahasa secara bersamaan atau bagaimana seorang anak memperoleh bahasa pertamanya. baik perolehan bahasa pertama maupun bahasa kedua. Agar kita sebagai calon pendidik berhasil mempelajari bahan mandiri yang kami susun. Proses-proses ketika anak sedang memperoleh bahasa ibunya . Psikolinguistik terapan merupakan aplikasi dari teori-teori psikolinguistik dalam kehidupan sehari-hari pada orang dewasa maupun anak-anak. yakni: secara auditif dan visual.Dalam produksi bahasa kegiatannya adalah berbicara (auditif) dan menulis (visual). Menurut levelt ada 3 bidang kajian utama psikolinguistik. seperti masalah metode serta kesulitan membaca dan menulis permulaan di sekolah dasar telah banyak dicoba untuk dipecahkan dalam kajian-kajian psikolinguistik. kesukaran-kesukaran pengucapan. Persepsi bahasa secara auditif adalah mendengarkan dan persepsi bahasa secara visual adalah membaca. Pemerolehan bahasa adalah proses-proses yang berlaku di dalam otak seorang anak ketika memperoleh bahasa bahasa ibunya. Psikolinguistik dan Teori Pemerolehan Bahasa Anak Psikolinguistik adalah suatu studi mengenai penggunaan bahasa dan pemerolehan bahasa oleh manusia (Levelt. karena fokus atau tumpuan psikolinguistik adalah pemerolehan bahasa. maka bacalah materi yang terdapat dalam makalah ini dan simak dengan baik presentasi yang akan kami sampaikan. memahami ragam pemerolehan bahasa dan strategi pemerolehan bahasa memahami perkembangan bahasa anak. di samping pembelajaran bahasa dan pengajaran bahasa.

ruang. Proses-proses pemahaman melibatkan kemampuan mengamati atau kemampuan mempersepsikan kalimat-kalimat yang didengar sedangkan proses pelahiran melibatkan kemampuan melahirkan atau mengucapkan kalimat-kalimat sendiri.terdiri dari dua aspek: pertama aspek performance yang terdiri dari aspek-aspek pemahaman dan pelahiran. morfologi. Kebebasan berbahasa dimulai sekitar satu tahun ketika anak-anak menggunakan kata-kata lepas atau terpisah dari simbol pada kebahasaan untuk mencapai aneka tujuan sosial mereka. Ada dua pandangan mengenai pemerolehan bahasa (Mc Graw dalam Krisanjaya. memiliki suatu rangkaian kesatuan. yaitu anak akan menghadapi tugas-tugas perkembangan yang berkaitan dengan fonologi. Pengertian Pemerolehan Bahasa Pertama Pemerolehan bahasa pertama (B1) sangat erat hubungannya dengan perkembangan kognitif yakni pertama. 1. maka ucapan kata tunggal yang biasanya sangat individual dan kadang aneh seperti: ³mamam´ atau ³maem´ untuk makan.Miller dan Chomsky (1957) menyebutkan LAD (language acquisition device) yang intinya bahwa setiap anak telah memiliki LAD yang dibawa sejak lahir. sosial dan kemampuan kognitif pralinguistik. . Berdasarkan pengamatan dan kajian para ahli bahasa dapat disimpulkan bahwa manusia telah dilengkapi sesuatu yang khusus dan secara alamiah untuk dapat berbahasa dengan cepat dan mudah. kausalitas. hal ini menandai tahap pertama perkembangan bahas formal. bahasa anak lebih mengarah pada fungsi komunikasi daripada bentuk ata struktur bahasanya. dan sebagainya.Kedua. seperti kata.Kalau kita beranggapan bahwa fungsi tangisan sebagai awal dari kompetensi komunikasi. tidaklah secara otomatis mengimplikasikan bahwa anak telah menguasai bahasa yang bersangkutan dengan baik. Untuk perkembangan berikutnya kemampuan anak akan bergerak ke tahap yang melebihi tahap awal tadi. pembicara harus memperoleh µkategori-kategori kognitif¶ yang mendasari berbagai makna ekspresif bahasa-bahasa alamiah. Pandangan kedua menyatakan bahwa pemerolehan bahasa memiliki suatu permulaan yang gradual yang muncul dari prestasi-prestasi motorik. jika anak dapat menghasilkan ucapan-ucapan yang berdasar pada tata bahasa yang teratur rapi. Anak akan mengucapkan kata berikutnya untuk keperluan komunikasinya dengan orang tua atau kerabat dekatnya.Persyaratan-persyaratan kognitif terhadap penguasaan bahasa lebih banyak dituntut pada pemerolehan bahasa kedua (PB2) daripada dalam pemerolehan bahasa pertama (PB1). 1998). 1998) mengatakan bahwa pemerolehan bahasa anak dapat dikatakan mempunyai ciri kesinambungan. Gracia (dalam. Pemerolehan bahasa pertama terjadi bila anak pada awal kehidupannya tanpa bahasa kini telah memperoleh satu bahasa. yang bergerak dari ucapan satu kata sederhana menuju gabungan kata yang lebih rumit (sintaksis).Pada masa pemerolehan bahasa tersebut. Pertama pemerolehan bahasa mempunyai permulaan mendadak atau tiba-tiba. kedua aspek kompetensi. modalitas. sintaksis dan semantik. Pemerolehan Bahasa Pertama dan Kedua 1. Kedua kemampuan ini apabila telah betul-betul dikuasai seorang anak akan menjadi kemampuan linguistiknya. Krisanjaya.

Steinberg (1990) seorang ahli psikolinguistik . peristiwa. Bahasa tidak dapat diajarkan kepada mahluk lain. menjelaskan perihal hubungan bahasa dan pikiran. Bukti yang memperkuat pendapatnya itu. Tingkat perkembangan bahasa anak sama bagi semua anak normal. Mungkin ada orang berkata bahwa imitasi adalah mengatakan sesuatu yang sama seperti yang dikatakan orang lain. Terdapat banyak bukti. . tetapi kita semua meyakini bahwa bahasa merupakan media yang dapat dipergunakan anak untuk memperoleh nilai-nilai budaya. Strategi pertama adalah meniru/imitasi. Agar anak dapat disebut menguasai bahasa pertama ada beberapa unsur penting yang berkaitan dengan perkembangan kognitif anak.Lenneberg seorang ahli teori belajar bahasa yang sangat terkenal (1969) mengatakan bahwa perkembangan bahasa bergantung pada pematangan otak secara biologis. Lama-kelamaan pikirannya akan terbentuk dengan sempurna. semantik dan sintaksis yang universal. dan nilai-nilai lain yang hidup di masyarakat. Pematangan otak memungkinkan ide berkembang dan selanjutnya memungkinkan pemerolehan bahasa anak berkembang. setiap bahasa dilandasi unsur fonologi. Akan tetapi ada banyak pertanyaan yang harus dijawab berkenaan dengan hal ini. Input ini berupa apa yang didengar. agama. moral. ruang. manusia memiliki warisan biologis yang sudah ada sejak lahir berupa kesanggupannya untuk berkomunikasi dengan bahasa khusus untuk manusia. peristiwa dan keadaan sekitar anak yang mereka alami. antara lain: Kemampuan berbahasa sangat erat hubungannya dengan bagian-bagian anatomi dan fisiologi manusia bagian otak tertentu yang mendasari bahasa. Menurutnya sistem pikiran yang terdapat pada anak-anak dibangun sedikit-demi sedikit apabila ada rangsangan lingkungan sekitarnya sebagai masukan atau input. Walaupun masih terdapat perbedaan tentang teori pemerolehan bahasa anak. meskipun ia sudah dapat sempurna melafalkan bunyi. dan keadaan maka barulah bahasa mulai dipelajari. Ada pendapat yang mengatakan bahwa strategi tiruan atau strategi imitasi ini akan menimbulkan masalah besar. modalitas. Strategi Pemerolehan Bahasa Pertama Anak-anak proses pemerolehan bahasa pada umumnya menggunakan 4 strategi. Apabila pikiran telah berbentuk dengan sempurna dan apabila masukan bahasa dialami secara serentak dengan benda. Tiruan akan digunakan anak terus. Strategi pertama dalam pemerolehan bahasa dengan berpedoman pada: tirulah apa yang dikatakan orang lain. Bahasa bersifat universal. Pemerolehan bahasa pertama erat kaitannya dengan perkembangan sosial anak dan karenanya erat hubungannya dengan pembentukan identitas sosial. dilihat dan apa yang disentuh anak yang menggambarkan benda. sebab akibat yang merupakan bagian penting dalam perkembangan kognitif penguasaan bahasa ibu seorang anak. yaitu pemahaman tentang waktu. Kelainan hanya sedikit berpengaruh terhadap keterlambatan perkembangan bahasa anak.

Proses belajar bahasa pertama memiliki ciri-ciri: y y y y y y Belajar tidak disengaja Berlangsung sejak lahir Lingkungan keluarga sangat menentukan Motivasi ada karena kebutuhan Banyak waktu untuk mencoba bahasa Banyak kesempatan untuk berkomunikasi. Bahasa kedua biasanya merupakan bahasa resmi di negara tertentu. reduced imitation. Kata papa misalnya dapat mengandung berbagai makna bergantung pada situasi dan intonasi. ekonomi. 1. istilah bahasa pertama atau bahasa ibu. Khusus bagi kondisi di Indonesia. yaitu imitasi spontan atau spontaneous imitation. prinsip khusus: seperti kata. oleh karenanya bahasa kedua sangat diperlukan untuk kepentingan politik. Terdapat perbedaan dalam proses belajar bahasa pertama dan bahasa kedua.Ada berbagai ragam peniruan atau imitasi. dan pendidikan. Pada proses belajar bahasa kedua terdapat ciri-ciri: Belajar bahasa disengaja. Strategi keempat adalah apa yang disebut prinsip operasi. Produktivitas berarti keefektifan dan keefisienan dalam pemerolehan bahasa yang berpegang pada pedoman buatlah sebanyak mungkin dengan bekal yang telah Anda miliki atau Anda peroleh. Ada juga yang menyamakan istilah bahasa kedua sebagai bahasa asing. Strategi ketiga adalah strategi umpan balik antara strategi produksi ujaran (ucapan) dengan responsi. berwujud dalam bahasa daerah tertentu sedangkan bahasa kedua berwujud dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing. Produktivitas adalah ciri utama bahasa. bahasa asli atau bahasa utama. Strategi kedua dalam pemerolehan bahasa adalah strategi produktivitas. imitasi segera atau immediate imitation. Tujuan pengajaran bahasa asing kadang-kadang berbeda dengan pengajaran bahasa kedua. Dalam strategi ini anak dikenalkan dengan pedoman. misalnya karena menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah Berlangsung setelah pelajar berada di sekolah . Pemerolehan Bahasa Kedua Pemerolehan bahasa kedua dimaknai saat seseorang memperoleh sebuah bahasa lain setelah terlebih dahulu ia menguasai sampai batas tertentu bahasa pertamanya (bahasa ibu. imitasi pemerolehan atau elicited imitation. ³Gunakan beberapa prinsip operasi umum untuk memikirkan serta menggunakan bahasa´ (hindarkan kekecualian. Dengan satu kata seorang anak dapat ³bercerita atau mengatakan´ sebanyak mungkin hal. berajar menjadi belajar). imitasi terlambat delayed imitation dan imitasi dengan perluasan atau imitation with expansion.

berikan pertanyaan-pertanyaan atau PR yang memancing mereka bertanya kepada orang lain sehingga strategi ini terpakai. yaitu: Strategi perencanaan dan belajar positif. pendekatan aktif dalam tugas belajar. Strategi empatik. pancinglah keinginan siswa untuk mempraktikan apa yang telah didapatkan dalam belajar bahasa. tidak ada salahnya jika anda mencoba-coba sesuatu untuk peningkatan belajar siswa anda. anda sendiri harus dapat menciptakan situasi yang kondusif di kelas. yakni menambah kosakata siswa dengan berbagai cara. Stern (1983) menjelaskan ada sepuluh strategi dalam proses belajar bahasa. tidak hanya di kelas. libatkan siswa anda secara aktif dalam belajar bahasa bahkan melalui pelajaran yang lain. Strategi Belajar Bahasa Kedua Dalam kaitannya dengan proses belajar bahasa kedua perlu diperhatikan beberapa strategi yang dapat diterapkan. Strategi aktif. Strategi praktis. Strategi monitor. Strategi eksperimental. Bahasa pertama mempengaruhi proses belajar bahasa kedua Ada orang yang mengorganisasikannya. permainan dapat meningkatkan keberhasilan belajar bahasa. Strategi semantik. siswa dapat saja memonitor sendiri dan mengkritik penggunaan bahasa yang dipakainya. perlu pengembangan/pembelajaran bahasa kedua yang telah dipelajari secara terus-menerus/berkesinambungan. misalnya permainan (contoh teka-teki). ini demi kemajan mereka. Strategi komnikasi. motivasi siswa untuk menggunakan bahasa dalam kehidupan nyata meskipun tanpa pantau. Strategi formal.Lingkungan sekolah sangat menentukan Pelajar tidak mempunyai banyak waktu untuk mempraktikan bahasa yang dipelajari. ciptakan empatik pada waktu belajar bahasa. Strategi internalisasi. perlu ditanamkan kepada siswa bahwa proses belajar ini formal/terstruktruktur sebab pendidikan yang sedang ditanamkan adalah pendidikan formal bukan alamiah. yakni guru dan sekolah. 1983) menyebutkan ciri-ciri pelajar yang baik ketika melakukan proses belajar bahasa: . Selanjutnya Rubin (dalam Stern.

Mereka sudah dapat membedakan suara manusia dengan suara lainnya. 0-2 minggu: anak sudah dapat menghadapkan muka ke arah suara. Berikut adalah rincian tahapan perkembangan anak usia 0-6 bulan berdasaran hasil penelitian beberapa ahli yang dikutip oleh Clark (1977). selama bulan-bulan awal kehidupan.0-0.5) Pada tahap meraban pertama. Tahap meraban pertama ini dialami oleh anak berusia 0-5 bulan. Pada tahap ini mereka mulai meraban (mengoceh) dengan suara melodis. dan tertawa. Perkembangan Bahasa Anak Menurut Piaget dan Vygotsy (dalam Tarigan. Pada tahap ini perkembangan yang mencolok adalah perkembangan comprehension (komprehensi) artinya penggunaan bahasa secara pasif (Marat: 1983). 6 bulan: mereka mulai memperhatikan intonasi dan ritme dalam ucapan. menjerit. 3-4 bulan: mereka sudah dapat membedakan suara laki-laki dan perempuan. seperti bel. bunyi gemerutuk. 1-2 bulan: mereka dapat membedakan suku kata.Ia mau dan menjadi seorang penerka yang baik (dapat menerka bentuk yang gramatikal dan yang tidak gramatikal) Suka berkomunikasi Kadang-kadang tidak malu terhadap kesalahan dan siap memperbaikinya. 1988). 1. tahap-tahap perkembangan bahasa anak adalah sebagai berikut: 1. seperti (bu) dan (pa). ini baik untuk pelafalan Mengikuti perubahan makna sesuai kontes sosial. Mereka akan berhenti menangis jika mendengar orang berbicara. mendenguk. bayi-bayi menangis. mendekut. tidak terlalu teoritis Mengikuti ujarannya dan membandingkan dengan ujaran yang baku. mereka bisa merespon secara berbeda terhadap kualitas emosional suara manusia. Pembagian kelompok usia ini sifatnya umum dan tidak berlaku percis seperti anak. dan peluit. . Tahap Meraban (Pralinguistik) Pertama(0. belajar setelah berbuat salah Suka mengikuti perkembangan bahasa Praktis.

tahap kata tanpa makna. seorang bayi telah memiliki sistem pendengaran yang telah berfungsi. Walaupun bahasa itu tidak diturunkan manusia tetapi manusia memiliki kemampuan kognitif dan kapasitas linguistik tertentu dan juga kapasitas untuk belajar (Marat: 1983). Menurut Tarigan (1985). Tahap Meraban Kedua (0. artinya anak sudah bisa mengenal bunyi kata untuk obyek yang sering diajarkan dan dikenalkan oleh orang tuanya secara berulang-ulang. Dalam hal ini sekali lagi peran orang tua. konteks sosial. karena ibu ingin menunjukkan sesuatu dan menawarkan sesuatu yang baru dan menarik (Clark. Secara fisik ia sudah dapat melakukan gerakan-gerakan seperti memegang dan mengangkat benda atau menunjuk. Pada saat si anak mulai aktif mengoceh orang tua juga harus rajin merespon suara dan gerak isyarat anak.Menurut Altmann (dalam Dardjowidjojo.Komprehensi merupakan elemen bahasa yang dikuasai terlebih dahulu oleh anak sebelum anak bisa memproduksi apapun yang bermakna. bahkan pengasuh anak sangat diperlukan dalam proses pengembangan bahasa secara optimal. Hal ini menunjukkan bahwa bayi sudah dapat memahami ujaran orang dewasa. misal: nama. maksudnya adalah agar anak tetap aktif meraban.Gerakan ini dilakukan untuk menarik perhatian anak. 7-8 bulan Pada tahap ini orang tua sudah bisa mengenalkan hal baru bagi anaknya. Berkomunikasi dengan mereka mulai mengasyikan karena mereka mulai aktif memulai komunikasi. 1997). yakni: sintetik. 5-6 bulan Dari segi komprehensi kemampuan bahasa anak semakin baik dan luas. Ciri-ciri lain yang menarik selain yang disebutkan tadi adalah: ocehan. perintah dan ajakan.5-1. lingkungan. Disamping itu bayi sudah dapat melakukan gerakan-gerakan seperti mengangkat benda dan secara spontan memperlihatkannya kepada orang lain (Clark: 1997). konteks lingkungan. larangan. Menurut tarigan (1985) tahap ini disebut juga tahap kata omong kosong. eluarga. kadang-kadang dengan tekanan menurun yang ada hubungannya dengan pertanyaan-pertanyaan.Orang dewasa biasanya mulai menggunakan gerakan-gerakan isyarat seperti menunjuk. 1.0) Tahap ini anak mulai aktif artinya tidak sepasif sewaktu ia berada pada tahap meraban pertama. . Sebagai langkah awal latihan ialah mengucapkan kata-kata yang bermakna. orangtua harus mengumpan balik auditori untuk memelihara vokalisasi ana. Pada hakikatnya komprehensi adalah proses interaktif yang melibatkan berbagai koalisi antara 5 faktor. seringkali dihasilkan dengan intonasi. kita lihat apa saja yang dapat mereka lakukan pada tahap ini. anak semakin mengerti beberapa makna kata. 2000) bahwa sejak bayi berumur 7 bulan dalam kandungan. informasi leksikal dan prosodi.

misal: melambaikan tangan ketika ayahnya pergi. misal: nama-nama keluarga. Seperti halnya anak-anak. bertepu tangan.Kemampuan anak untuk merespon apa yang dikenalkan secara berulang-ulang pun semakin baik. selain mengoceh ia pun pandai menggunakan bahasa isyarat. Semakin pandai si ana. makanan. Dengan kata lain kepandaian anak semakin meningkat. Menurut Tarigan (1985). dan sebagainya. Karena kalau orang tua tidak memahami apa yang dimaksud anak. kendaraann. Tahap ini adalah tahap di mana anak sudah mulai mengucapkan satu kata. binatang. Pada tahap ini peran orang tua masih sangat besar dalam pemerolehan bahasa pertama anak. 1. Tahap I. mendapat respon si anak karena anak paham dan perkembangan bahasanya sesuai dengan perkembangan usianya. 8 bulan s/d 1 tahun Pada tahap ini anak sudah dapat berinisiatif memulai komunikasi. Faktor-faktor masukan inilah yang memungkinkan anak memperoleh semantik (makna kata) dan kemudian secara bertahap dapat mengucapkannya. yaitu: 1.orang tua harus lebih aktif merespon ocehan dan gerakan isyarat anak.Para ahli psikolinguistik membagi tahap ini ke dalam lima tahapan. Ada anak yang lebih cepat mengakhirinya. Artinya segala usaha orang tua ketika mengatakan sesuatu. menunjukkan atau memperlihatkan sesuatu pada anaknya.Anak akan mulai belajar mengucapan kata pada periode berikutnya yang disebut periode/tahap linguistik. Ucapan-ucapan satu kata pada periode ini disebut holofrase/holofrastik karena anak-anak menyatakan makna keseluruhan frase atau kalimat dalam satu kata yang diucapkannya itu. Misalnya dengan cara menunjuk atau meraih benda-benda.0-2.0) Pada usia 1-2 tahun masuan kebahasan berupa pengetahuan anak tentang kehidupan di sekitarnya semakin banyak. 1. dan sebagainya. Tahap holofrase ini dialami oleh anak normal yang berusia sekitar 1-2 tahun. tetapi ada pula yang sampai umur anak 3 tahun. Waktu berakhirnya tahap ini tidak sama pada setiap anak. orang tua pun akan merasa puas dan gembira jika segala usaha untuk mengajari anaknya akan mendapat respon. pada akhirnya perkembangan meraban kedua telah tercapai. tahap Holofrastik (Tahap Linguistik pertama. anak akan kecewa dan untuk masa berikutnya anak akan pasif dalam berkomunikasi dengan lingkungannya.Ia selalu menarik perhatian orang dewasa. . mainan. Tahap Linguistik Jika pada tahap pralinguistik pemerolehan bahasa anak belum menyerupai bahasa orang dewasa maka pada tahap ini anak mulai bisa mengucapkan bahasa yang menyerupai ujaran orang dewasa. Menurut Marat (1983) anak pada periode ini dapat mengucapkan beberapa suku kata yang mungkin merupakan reaksi terhadap situasi tertentu atau orang tertentu sebagai awal suatu simbolisasi karena kematangan proses mental (kognitif).

1. sini. Perbendaharaan kata berkembang. menunjuk.0-4. minum. Dengan kata lain. Tahap II. Tahap ini pada umumnya dialami oleh anak berusia sekitar 2. Tahap Linguistik III: Pengembangan Tata Bahasa (3. bukan. Fase sebelumnyasampai tahap perkembangan 2 kata anak lebih banyak bergaul dengan orang tuanya. ruang.pergi. mau. itu. anak sudah dapat mengadakan konversasi (percakapan) dengan cara yang dapat dimengerti oleh orang dewasa. pertanyaan. dan jumlah yang diinginkan mulai muncul.Pada tahap ini gerakan fisik sangat menyentuh. Satu kata itu dapat berupa perintah. Di samping itu menurut Clark (1977) anak berumur 1 tahun menggunakan bahasa isyarat dengan komunikatif. Pada periode ini tampak sekali kreativitasznzk. . lihat.0) Kanak-kanak memasuki tahap ini dengan pertama sekali mengucapkan dua holofrase dalam rangakaian yang cepat (Tarigan. kata pertama yang digunakan bertujuan untuk memberi komentar terhadap objek atau kejadian di dalam lingkungannya. pemberitahuan. Marat (1983) menyebutkan perkembangan ini dengan kalimat lebih dari dua kata dan periode diferensiasi. dsb). dan minta. Seperti halnya gerak isyarat. Komunikasi yang ingin ia sampaikan adalah bertanya dan meminta. saya) dan kata kerja bantu (tidak.5 tahun ± 5 tahun. kata ganti (aku.Keterampilan anak pada akhir tahapa ini makin luar biasa. ternyata pada periode ini si anak terampil melontarkan kombinasi antara informasi lama dan baru.0-3. beberapa pengertian abstrak seperti: pengertian waktu. kata dan gerak itu itu sama pentingnya bagi anak pada tahap holofrasa ini. dan lain-lain. Mereka mulai dapat membedakan kata kerja (contoh: makan. mengangkat benda dikombinasikan dengan satu kata. Anak mulai sudah dapat bercakap-cakap dengan teman sebaya dan mulai aktif memulai percakapan. Menurut Marat (1983) ada beberapa keterampilan mencolok yang dikuasai anak pada tahap ini: Pada akhir periode ini secara garis besar ana telah menguasai bahasa ibunya. penolakan. kalimat Dua Kata (2. 1980). Kata-kata yang digunakan untuk itu semua sama seperti perkembangan awal yaitu: sana. Selain keterampilan mengucapan dua kata. mandi). mau.0) Pada tahap ini perkembangan ana makin luar biasa. masak. sudah. Fungsi bahasa untuk berkomunikasi betul-betul mulai berfungsi. 1. artinya kaidahkaidah tata bahasa yang utama dari orang dewasa telah dikuasai. Keterampilan tersebut muncul pada anak dikarenakan makin bertambahnya pembendaharaan kata yang diperoleh dari lingkungannya dan juga karena perkembangan kognitif serta fungsi biologis pada anak. Sedangkan pada tahap ini pergaulan anak makin luas yang berarti menambah pengetahuandan menambah perbendaharaan kata. Fungsi gerak isyarat dan kata manfaatnya bagi ana itu sebanding.

Hal ini karena anak memiliki keterbatasanketerbatasan seperti: penguasaan struktur tata bahasa. Akhirnya pada usia dewasa terjadi perbedaan-perebedaan yang . kosa kata dan imbuhan. Tahap Linguistik IV: Tata Bahasa Menjelang Dewasa/Pradewasa (4. Walau demikian. Menurut Clark (1977) pada tahap ini anak masih mengalami kesulitan bagaimana memetakan ide ke dalam bahasa. memberi tahu.0) Pada tahap ini anak sudah mulai menerapkan struktur tata bahasa dan kalimat-kalimat yang agak lebih rumit.0-5. Tumbuhnya kreativitas anak dalam pembentukan kata-kata baru. Remaja menggunakan gaya bahasa yang khas dalam berbahasa. menulis surat. Gejala ini merupakan cara anak untuk mempelajari perkataan baru dengan cara bermain-main. bertanya. Tahap Linguistik V : Kompetensi Penuh (5. terjadi perkembangan bahasa yang penting. misal melalui penulisan catatan harian.Persepsi anak dan pengalamannya tentang tentang dunia luar mulai ingin dibaginya dengan orang lain. jadwal harian dsb. Pada masa perkembangan selanjutnya. 1.0-) Sejak usia 5 tahun pada umumnya anak-anak yang perkembangannya normal telah menguasai elemen-elemen sintaksis bahasa ibunya dan telah memiliki kompetensi (pemahaman dan produktivitas bahasa) secara memadai. yakni pada usia remaja. Hal ini terjadi karena memang daya fantasi anak pada tahap ini sedang berkembang pesat. kalimat majemuk sederhana seperti di bawah ini: mau nonton sambil makan keripi mama beli sayur dan kerupuk ayo nyanyi dan nari Kemampuan menghasilkan kalimat-kalimatnya sudah beragam. Dengan demikian perkembangan baca tulis di sekolah dasar memberikan cara-cara yang mantap menggunakan bahasa dalam komunikasi dengan orang lain dan juga dengan dirinya sendiri. ada kalimat pernyataan/kalimat berita. Perkembangan baca tulis anak akan memanjang serta memperluas pengungkapan maksudmaksud pribadi si anak. Periode ini menurut Gielson (1985) merupakan unsur yang sensitif untuk belajar bahasa. 1. dan lain-lain. Misal. Menurut Tarigan (1988) salah satu perluasan bahasa sebagai alat komunikasi yang harus mendapat perhatian khusus di sekolah dasar adalah pengembangan baca tulis (melek huruf). Kemunculan kalimat-kalimat rumit di atas menandakan adnya peningkatan kemampuan kebebasan anak. sebagai bagian dari terbentuknya identitas diri.Maksudnya adalah si anak mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pikirannya ke dalam kata-kata yang bermakna. perbendaharaan katanya masih terbatas tetapi terus berkembang/bertambah dengan kecepatan yang mengagumkan. kalimat perintah dan kalimat tanya.dengan cara memberian kritik. menyuruh.

Psikolingusitik dan pengajaran bahasa tidak dapat dipisahkan. Jakarta: Pusat Penerbitan UT. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. yaitu imitasi. Ketiga bagian ini diperoleh anaki secara serettak atau bersamaan. . Pemerolehan bahasa adalah proses yang berlaku di dalam otak seseorang anak ketika memperoleh bahasanya. pengajaran dan pembelajaran bahasa. Terdapat tiga bidang kajian utama psikologi linguistik yaitu psikolinguistik umum. DAFTAR PUSTAKA Hartati Tatat dkk.Pemerolehan bahasa anak dimulai dari lingkungannya terutama lingkungan keluarga. Kemampuan bahasa anak terdiri dari tiga bagian yaitu: kemampuan fonologi. karena focus atau tumpuan psikolinguistik adalah pemerolehan bahasa. disamping pembelajaran bahasa dan pengajaran bahasa. produktivitas.sangat besar antara individu yang satu dengan yang lain dalam hal perkembangan bahasanya. Proses pemerolehan terjadi ketika anak sedang memperoleh bahasa terdiri dari dua aspek: pertama aspek performance yang terdiri dari aspek-aspek pemahaman dan pelahiran. 2006 Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Ketiga aspek tersebut berkaitan satu sama lain. Sedangkan pemerolehan bahasa kedua dimaknai saat seseorang memperoleh bahasa lain setelah terlebih dahulu ia menguasai sampai batas tertentu bahasa ibu (bahasa pertama). Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. psikolingustik perkembangan dan psikolinguistik terapan. Psikolinguistik merupakan urat nadi pengajaran bahasa. ini disebut pemerolehan bahasa pertama yang terjadi dalam kehidupan awal anak. Kedua aspek kompetensi (kemampuan linguistik). 2005. Bandung: UPI Pres Santosa P dkk. Focus kajian psikolingustik yaitu pemerolehan. Resmini N dkk. umpan balik dan prinsip oprasi. Bandung: UPI Pres. Anak-anak dalam proses pemerolehan bahasa pada umumnya menggunakan 4 strategi. 2006. Pemerolehan bahasa adalah proses-proses yang berlaku di dalam otak seorang anak ketika memperoleh bahasa ibunya . BAB III KESIMPULAN Psikologi linguistik adalah ilmu yang mempelajari mengenai penggunaan bahasa dan cara pemerolehan bahasa pada manusia. semanti dan kalimat. peranan dalam masyarakat dan jenis pekerjaan. Hal ini bergantung pada tingkat pendidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful