MAKALAH PEMEROLEHAN DAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK Disusun Untuk Memenuhi Tugas Disusun Oleh: 1.

IKA RAMA SUHANDRA

KATA PENGANTAR Assalamu¶alaikum Wr. Wb. Segala puji dan syukur hanya diperuntukkan kepada Sang Maha Pencipta dan Pemilik jiwa dan ruh seluruh makhluk dan telah menjadikan Muhammad, Rasulullah saw sebagai teladan dan anutan bagi seluruh umat manusia di dunia dan akhirat. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi termulia, Muhammad saw, segenap keluarganya, sahabat-sahabat; dan umat yang senantiasa memegang teguh ajarannya sampai hari berbangkit. Penulis doakan semoga kita semua berada dalam rahmat dan rhido-Nya, sehingga tak sedikitpun ruang dan waktu, melainkan memberikan manfaat untuk ummat dalam keseharian kita, Amien. Dengan terselesaikannya makalah yang berjudul ³Pemerolehan dan Perkembangan Bahasa Anak´ ini, tidak lepas dari bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. 2. 3. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan penulisan laporan berikutnya. Semoga Allah SWT senantiasa membalas amal baik yang telah Bapak/Ibu/Saudara berikan, dan harapan penulis semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri dan bagi semua pihak yang telah membaca laporan ini. Wassalamu¶alaikum Wr. Wb.

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Secara khusus kita sebagai calon guru diharapkan dapat: . Karakteristik setiap anak tidak sama sehingga dengan mempelajari pemerolehan dan perkembangan bahasa anak guru dapat mengatasi perbedaan perkembangan bahasa pada siswanya. Tujuan Atas dasar latar belakang diatas tujuan dari penyusunan makalah ini adalah agar kita sebagai calon guru dapat memahami pemerolehan dan perkembangan bahasa anak sebagai dasar pembelajaran bahasa di sekolah dasar kelas rendah. PSIKOLUINGISTIK DAN TEORI PEMEROLEHAN BAHASA ANAK 2. PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA DAN KEDUA 3. 1. LATAR BELAKANG 2. Siswa sekolah dasar pada umumnya berlatar belakang dwibahasa bahkan multi bahasa.TUJUAN BAB II PEMBAHASAN 1. Latar Belakang Pemerolehan bahasa dan perkembangan bahasa anak mendasari kemampuan mengajarkan bahasa dan sastra Indonesia kepada siswa di sekolah dasar terutama siswa di kelas rendah. PERKEMBANGAN BAHASA ANAK BAB III KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1. guru dapat benarbenar memahami konteks sosial budaya lingkungan anak didiknya dan menghargai keragaman budaya tersebut. sehingga dengan mempelajari materi pemerolehan dan perkembangan bahasa anak.

y y y y menjelaskan hubungan psikologilinguistik dengan pemerolehan dan perkembangan bahasa. Pemerolehan bahasa adalah proses-proses yang berlaku di dalam otak seorang anak ketika memperoleh bahasa bahasa ibunya. memahami ragam pemerolehan bahasa dan strategi pemerolehan bahasa memahami perkembangan bahasa anak. seperti masalah metode serta kesulitan membaca dan menulis permulaan di sekolah dasar telah banyak dicoba untuk dipecahkan dalam kajian-kajian psikolinguistik. BAB II PEMBAHASAN PEMEROLEHAN DAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK 1. 1975). karena fokus atau tumpuan psikolinguistik adalah pemerolehan bahasa. Agar kita sebagai calon pendidik berhasil mempelajari bahan mandiri yang kami susun. Psikolinguistik dan pengajaran bahasa memang tidak dapat dipisahkan.Dalam produksi bahasa kegiatannya adalah berbicara (auditif) dan menulis (visual). Ada dua cara dalam persepsi dan produksi persepsi bahasa ini. di samping pembelajaran bahasa dan pengajaran bahasa. Dalam hal ini dibahas persoalan-persoalan apa yang dialami seorang anak yang harus belajar dua bahasa secara bersamaan atau bagaimana seorang anak memperoleh bahasa pertamanya. yakni: secara auditif dan visual. program membaca dan menulis permulaan dan bantuan /pengajaran bagi anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa. yaitu: Psikolinguistik umum merupakan studi tentang bagaimana pengamatan/persepsi orang dewasa terhadap bahasa dan bagaimana ia memproduksi bahasa. contoh: membahas tentang pengaruh perubahan ejaan terhadap persepsi kita mengenai ciri visual dari kata-kata. Psikolinguistik dan Teori Pemerolehan Bahasa Anak Psikolinguistik adalah suatu studi mengenai penggunaan bahasa dan pemerolehan bahasa oleh manusia (Levelt. menerangkan pemerolehan bahasa pertama dan kedua. Menurut levelt ada 3 bidang kajian utama psikolinguistik. Proses-proses ketika anak sedang memperoleh bahasa ibunya .Oleh sebab itu masalah-masalah dalam pengajaran bahasa. Psikolinguistik terapan merupakan aplikasi dari teori-teori psikolinguistik dalam kehidupan sehari-hari pada orang dewasa maupun anak-anak. Persepsi bahasa secara auditif adalah mendengarkan dan persepsi bahasa secara visual adalah membaca. baik perolehan bahasa pertama maupun bahasa kedua. Psikolinguistik perkembangan adalah studi psikologi mengenai perolehan bahasa pada anak-anak dan orang dewasa. kesukaran-kesukaran pengucapan. maka bacalah materi yang terdapat dalam makalah ini dan simak dengan baik presentasi yang akan kami sampaikan.

kedua aspek kompetensi. seperti kata. Kebebasan berbahasa dimulai sekitar satu tahun ketika anak-anak menggunakan kata-kata lepas atau terpisah dari simbol pada kebahasaan untuk mencapai aneka tujuan sosial mereka. Ada dua pandangan mengenai pemerolehan bahasa (Mc Graw dalam Krisanjaya. Berdasarkan pengamatan dan kajian para ahli bahasa dapat disimpulkan bahwa manusia telah dilengkapi sesuatu yang khusus dan secara alamiah untuk dapat berbahasa dengan cepat dan mudah. morfologi. Krisanjaya. Proses-proses pemahaman melibatkan kemampuan mengamati atau kemampuan mempersepsikan kalimat-kalimat yang didengar sedangkan proses pelahiran melibatkan kemampuan melahirkan atau mengucapkan kalimat-kalimat sendiri. Kedua kemampuan ini apabila telah betul-betul dikuasai seorang anak akan menjadi kemampuan linguistiknya. Pemerolehan Bahasa Pertama dan Kedua 1.Pada masa pemerolehan bahasa tersebut. yaitu anak akan menghadapi tugas-tugas perkembangan yang berkaitan dengan fonologi. bahasa anak lebih mengarah pada fungsi komunikasi daripada bentuk ata struktur bahasanya. ruang. Pertama pemerolehan bahasa mempunyai permulaan mendadak atau tiba-tiba. Pengertian Pemerolehan Bahasa Pertama Pemerolehan bahasa pertama (B1) sangat erat hubungannya dengan perkembangan kognitif yakni pertama. tidaklah secara otomatis mengimplikasikan bahwa anak telah menguasai bahasa yang bersangkutan dengan baik. Pemerolehan bahasa pertama terjadi bila anak pada awal kehidupannya tanpa bahasa kini telah memperoleh satu bahasa. 1998). Pandangan kedua menyatakan bahwa pemerolehan bahasa memiliki suatu permulaan yang gradual yang muncul dari prestasi-prestasi motorik. Untuk perkembangan berikutnya kemampuan anak akan bergerak ke tahap yang melebihi tahap awal tadi. memiliki suatu rangkaian kesatuan. jika anak dapat menghasilkan ucapan-ucapan yang berdasar pada tata bahasa yang teratur rapi. . 1998) mengatakan bahwa pemerolehan bahasa anak dapat dikatakan mempunyai ciri kesinambungan.Persyaratan-persyaratan kognitif terhadap penguasaan bahasa lebih banyak dituntut pada pemerolehan bahasa kedua (PB2) daripada dalam pemerolehan bahasa pertama (PB1).Miller dan Chomsky (1957) menyebutkan LAD (language acquisition device) yang intinya bahwa setiap anak telah memiliki LAD yang dibawa sejak lahir. maka ucapan kata tunggal yang biasanya sangat individual dan kadang aneh seperti: ³mamam´ atau ³maem´ untuk makan. 1. dan sebagainya. pembicara harus memperoleh µkategori-kategori kognitif¶ yang mendasari berbagai makna ekspresif bahasa-bahasa alamiah.Kalau kita beranggapan bahwa fungsi tangisan sebagai awal dari kompetensi komunikasi. kausalitas. Anak akan mengucapkan kata berikutnya untuk keperluan komunikasinya dengan orang tua atau kerabat dekatnya. modalitas.terdiri dari dua aspek: pertama aspek performance yang terdiri dari aspek-aspek pemahaman dan pelahiran. sosial dan kemampuan kognitif pralinguistik.Kedua. sintaksis dan semantik. hal ini menandai tahap pertama perkembangan bahas formal. Gracia (dalam. yang bergerak dari ucapan satu kata sederhana menuju gabungan kata yang lebih rumit (sintaksis).

Akan tetapi ada banyak pertanyaan yang harus dijawab berkenaan dengan hal ini. Lama-kelamaan pikirannya akan terbentuk dengan sempurna. Pemerolehan bahasa pertama erat kaitannya dengan perkembangan sosial anak dan karenanya erat hubungannya dengan pembentukan identitas sosial. Mungkin ada orang berkata bahwa imitasi adalah mengatakan sesuatu yang sama seperti yang dikatakan orang lain. yaitu pemahaman tentang waktu. Bahasa bersifat universal. Strategi pertama adalah meniru/imitasi. ruang. Tingkat perkembangan bahasa anak sama bagi semua anak normal. antara lain: Kemampuan berbahasa sangat erat hubungannya dengan bagian-bagian anatomi dan fisiologi manusia bagian otak tertentu yang mendasari bahasa. Apabila pikiran telah berbentuk dengan sempurna dan apabila masukan bahasa dialami secara serentak dengan benda. Menurutnya sistem pikiran yang terdapat pada anak-anak dibangun sedikit-demi sedikit apabila ada rangsangan lingkungan sekitarnya sebagai masukan atau input. sebab akibat yang merupakan bagian penting dalam perkembangan kognitif penguasaan bahasa ibu seorang anak. meskipun ia sudah dapat sempurna melafalkan bunyi. Input ini berupa apa yang didengar. . menjelaskan perihal hubungan bahasa dan pikiran. Walaupun masih terdapat perbedaan tentang teori pemerolehan bahasa anak. manusia memiliki warisan biologis yang sudah ada sejak lahir berupa kesanggupannya untuk berkomunikasi dengan bahasa khusus untuk manusia.Lenneberg seorang ahli teori belajar bahasa yang sangat terkenal (1969) mengatakan bahwa perkembangan bahasa bergantung pada pematangan otak secara biologis. Kelainan hanya sedikit berpengaruh terhadap keterlambatan perkembangan bahasa anak. semantik dan sintaksis yang universal. Bukti yang memperkuat pendapatnya itu. Strategi Pemerolehan Bahasa Pertama Anak-anak proses pemerolehan bahasa pada umumnya menggunakan 4 strategi. Strategi pertama dalam pemerolehan bahasa dengan berpedoman pada: tirulah apa yang dikatakan orang lain. setiap bahasa dilandasi unsur fonologi. Steinberg (1990) seorang ahli psikolinguistik . peristiwa. peristiwa dan keadaan sekitar anak yang mereka alami. agama. Agar anak dapat disebut menguasai bahasa pertama ada beberapa unsur penting yang berkaitan dengan perkembangan kognitif anak. Tiruan akan digunakan anak terus. dan nilai-nilai lain yang hidup di masyarakat. Terdapat banyak bukti. Pematangan otak memungkinkan ide berkembang dan selanjutnya memungkinkan pemerolehan bahasa anak berkembang. modalitas. Bahasa tidak dapat diajarkan kepada mahluk lain. tetapi kita semua meyakini bahwa bahasa merupakan media yang dapat dipergunakan anak untuk memperoleh nilai-nilai budaya. dan keadaan maka barulah bahasa mulai dipelajari. dilihat dan apa yang disentuh anak yang menggambarkan benda. moral. Ada pendapat yang mengatakan bahwa strategi tiruan atau strategi imitasi ini akan menimbulkan masalah besar.

bahasa asli atau bahasa utama. imitasi segera atau immediate imitation. 1. imitasi pemerolehan atau elicited imitation.Ada berbagai ragam peniruan atau imitasi. Strategi ketiga adalah strategi umpan balik antara strategi produksi ujaran (ucapan) dengan responsi. berwujud dalam bahasa daerah tertentu sedangkan bahasa kedua berwujud dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing. berajar menjadi belajar). istilah bahasa pertama atau bahasa ibu. Strategi keempat adalah apa yang disebut prinsip operasi. oleh karenanya bahasa kedua sangat diperlukan untuk kepentingan politik. Tujuan pengajaran bahasa asing kadang-kadang berbeda dengan pengajaran bahasa kedua. Terdapat perbedaan dalam proses belajar bahasa pertama dan bahasa kedua. Bahasa kedua biasanya merupakan bahasa resmi di negara tertentu. Pada proses belajar bahasa kedua terdapat ciri-ciri: Belajar bahasa disengaja. prinsip khusus: seperti kata. Dalam strategi ini anak dikenalkan dengan pedoman. ekonomi. Strategi kedua dalam pemerolehan bahasa adalah strategi produktivitas. Dengan satu kata seorang anak dapat ³bercerita atau mengatakan´ sebanyak mungkin hal. Pemerolehan Bahasa Kedua Pemerolehan bahasa kedua dimaknai saat seseorang memperoleh sebuah bahasa lain setelah terlebih dahulu ia menguasai sampai batas tertentu bahasa pertamanya (bahasa ibu. Khusus bagi kondisi di Indonesia. reduced imitation. Proses belajar bahasa pertama memiliki ciri-ciri: y y y y y y Belajar tidak disengaja Berlangsung sejak lahir Lingkungan keluarga sangat menentukan Motivasi ada karena kebutuhan Banyak waktu untuk mencoba bahasa Banyak kesempatan untuk berkomunikasi. Kata papa misalnya dapat mengandung berbagai makna bergantung pada situasi dan intonasi. Produktivitas berarti keefektifan dan keefisienan dalam pemerolehan bahasa yang berpegang pada pedoman buatlah sebanyak mungkin dengan bekal yang telah Anda miliki atau Anda peroleh. dan pendidikan. misalnya karena menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah Berlangsung setelah pelajar berada di sekolah . Ada juga yang menyamakan istilah bahasa kedua sebagai bahasa asing. Produktivitas adalah ciri utama bahasa. ³Gunakan beberapa prinsip operasi umum untuk memikirkan serta menggunakan bahasa´ (hindarkan kekecualian. imitasi terlambat delayed imitation dan imitasi dengan perluasan atau imitation with expansion. yaitu imitasi spontan atau spontaneous imitation.

pendekatan aktif dalam tugas belajar. permainan dapat meningkatkan keberhasilan belajar bahasa. anda sendiri harus dapat menciptakan situasi yang kondusif di kelas. siswa dapat saja memonitor sendiri dan mengkritik penggunaan bahasa yang dipakainya. Strategi eksperimental. berikan pertanyaan-pertanyaan atau PR yang memancing mereka bertanya kepada orang lain sehingga strategi ini terpakai. yakni guru dan sekolah. 1983) menyebutkan ciri-ciri pelajar yang baik ketika melakukan proses belajar bahasa: . ciptakan empatik pada waktu belajar bahasa. Strategi praktis. Strategi formal. yakni menambah kosakata siswa dengan berbagai cara. libatkan siswa anda secara aktif dalam belajar bahasa bahkan melalui pelajaran yang lain. Strategi Belajar Bahasa Kedua Dalam kaitannya dengan proses belajar bahasa kedua perlu diperhatikan beberapa strategi yang dapat diterapkan. motivasi siswa untuk menggunakan bahasa dalam kehidupan nyata meskipun tanpa pantau. perlu ditanamkan kepada siswa bahwa proses belajar ini formal/terstruktruktur sebab pendidikan yang sedang ditanamkan adalah pendidikan formal bukan alamiah. Bahasa pertama mempengaruhi proses belajar bahasa kedua Ada orang yang mengorganisasikannya. Strategi monitor. Selanjutnya Rubin (dalam Stern. pancinglah keinginan siswa untuk mempraktikan apa yang telah didapatkan dalam belajar bahasa. tidak hanya di kelas. Strategi semantik. Stern (1983) menjelaskan ada sepuluh strategi dalam proses belajar bahasa. perlu pengembangan/pembelajaran bahasa kedua yang telah dipelajari secara terus-menerus/berkesinambungan. Strategi internalisasi.Lingkungan sekolah sangat menentukan Pelajar tidak mempunyai banyak waktu untuk mempraktikan bahasa yang dipelajari. misalnya permainan (contoh teka-teki). ini demi kemajan mereka. yaitu: Strategi perencanaan dan belajar positif. Strategi empatik. tidak ada salahnya jika anda mencoba-coba sesuatu untuk peningkatan belajar siswa anda. Strategi komnikasi. Strategi aktif.

tahap-tahap perkembangan bahasa anak adalah sebagai berikut: 1. bunyi gemerutuk. 0-2 minggu: anak sudah dapat menghadapkan muka ke arah suara. Berikut adalah rincian tahapan perkembangan anak usia 0-6 bulan berdasaran hasil penelitian beberapa ahli yang dikutip oleh Clark (1977). 6 bulan: mereka mulai memperhatikan intonasi dan ritme dalam ucapan. belajar setelah berbuat salah Suka mengikuti perkembangan bahasa Praktis. tidak terlalu teoritis Mengikuti ujarannya dan membandingkan dengan ujaran yang baku. bayi-bayi menangis. Pada tahap ini mereka mulai meraban (mengoceh) dengan suara melodis. mereka bisa merespon secara berbeda terhadap kualitas emosional suara manusia. mendenguk. Mereka sudah dapat membedakan suara manusia dengan suara lainnya. 1988). Tahap Meraban (Pralinguistik) Pertama(0. dan peluit. . 3-4 bulan: mereka sudah dapat membedakan suara laki-laki dan perempuan. Tahap meraban pertama ini dialami oleh anak berusia 0-5 bulan. 1. Pada tahap ini perkembangan yang mencolok adalah perkembangan comprehension (komprehensi) artinya penggunaan bahasa secara pasif (Marat: 1983). menjerit. seperti (bu) dan (pa). seperti bel.0-0. Perkembangan Bahasa Anak Menurut Piaget dan Vygotsy (dalam Tarigan. Mereka akan berhenti menangis jika mendengar orang berbicara.Ia mau dan menjadi seorang penerka yang baik (dapat menerka bentuk yang gramatikal dan yang tidak gramatikal) Suka berkomunikasi Kadang-kadang tidak malu terhadap kesalahan dan siap memperbaikinya. mendekut. ini baik untuk pelafalan Mengikuti perubahan makna sesuai kontes sosial. selama bulan-bulan awal kehidupan. dan tertawa. 1-2 bulan: mereka dapat membedakan suku kata. Pembagian kelompok usia ini sifatnya umum dan tidak berlaku percis seperti anak.5) Pada tahap meraban pertama.

lingkungan. kita lihat apa saja yang dapat mereka lakukan pada tahap ini. artinya anak sudah bisa mengenal bunyi kata untuk obyek yang sering diajarkan dan dikenalkan oleh orang tuanya secara berulang-ulang. bahkan pengasuh anak sangat diperlukan dalam proses pengembangan bahasa secara optimal.Komprehensi merupakan elemen bahasa yang dikuasai terlebih dahulu oleh anak sebelum anak bisa memproduksi apapun yang bermakna. eluarga. konteks sosial. perintah dan ajakan. tahap kata tanpa makna. Pada saat si anak mulai aktif mengoceh orang tua juga harus rajin merespon suara dan gerak isyarat anak. kadang-kadang dengan tekanan menurun yang ada hubungannya dengan pertanyaan-pertanyaan. Hal ini menunjukkan bahwa bayi sudah dapat memahami ujaran orang dewasa. seorang bayi telah memiliki sistem pendengaran yang telah berfungsi. maksudnya adalah agar anak tetap aktif meraban.Orang dewasa biasanya mulai menggunakan gerakan-gerakan isyarat seperti menunjuk. Ciri-ciri lain yang menarik selain yang disebutkan tadi adalah: ocehan. Pada hakikatnya komprehensi adalah proses interaktif yang melibatkan berbagai koalisi antara 5 faktor. anak semakin mengerti beberapa makna kata. seringkali dihasilkan dengan intonasi.0) Tahap ini anak mulai aktif artinya tidak sepasif sewaktu ia berada pada tahap meraban pertama. Secara fisik ia sudah dapat melakukan gerakan-gerakan seperti memegang dan mengangkat benda atau menunjuk. yakni: sintetik.5-1. 1997). Tahap Meraban Kedua (0. Berkomunikasi dengan mereka mulai mengasyikan karena mereka mulai aktif memulai komunikasi. Walaupun bahasa itu tidak diturunkan manusia tetapi manusia memiliki kemampuan kognitif dan kapasitas linguistik tertentu dan juga kapasitas untuk belajar (Marat: 1983).Menurut Altmann (dalam Dardjowidjojo. konteks lingkungan. orangtua harus mengumpan balik auditori untuk memelihara vokalisasi ana. . Menurut Tarigan (1985). Disamping itu bayi sudah dapat melakukan gerakan-gerakan seperti mengangkat benda dan secara spontan memperlihatkannya kepada orang lain (Clark: 1997).Gerakan ini dilakukan untuk menarik perhatian anak. misal: nama. 2000) bahwa sejak bayi berumur 7 bulan dalam kandungan. 5-6 bulan Dari segi komprehensi kemampuan bahasa anak semakin baik dan luas. informasi leksikal dan prosodi. larangan. Menurut tarigan (1985) tahap ini disebut juga tahap kata omong kosong. 1. Sebagai langkah awal latihan ialah mengucapkan kata-kata yang bermakna. 7-8 bulan Pada tahap ini orang tua sudah bisa mengenalkan hal baru bagi anaknya. karena ibu ingin menunjukkan sesuatu dan menawarkan sesuatu yang baru dan menarik (Clark. Dalam hal ini sekali lagi peran orang tua.

Ia selalu menarik perhatian orang dewasa. 1. Karena kalau orang tua tidak memahami apa yang dimaksud anak. tahap Holofrastik (Tahap Linguistik pertama. pada akhirnya perkembangan meraban kedua telah tercapai. makanan. Artinya segala usaha orang tua ketika mengatakan sesuatu. Tahap ini adalah tahap di mana anak sudah mulai mengucapkan satu kata.Para ahli psikolinguistik membagi tahap ini ke dalam lima tahapan. tetapi ada pula yang sampai umur anak 3 tahun. misal: nama-nama keluarga. misal: melambaikan tangan ketika ayahnya pergi. menunjukkan atau memperlihatkan sesuatu pada anaknya. mendapat respon si anak karena anak paham dan perkembangan bahasanya sesuai dengan perkembangan usianya. yaitu: 1. bertepu tangan. 1. kendaraann. orang tua pun akan merasa puas dan gembira jika segala usaha untuk mengajari anaknya akan mendapat respon. anak akan kecewa dan untuk masa berikutnya anak akan pasif dalam berkomunikasi dengan lingkungannya. Faktor-faktor masukan inilah yang memungkinkan anak memperoleh semantik (makna kata) dan kemudian secara bertahap dapat mengucapkannya. dan sebagainya. Ada anak yang lebih cepat mengakhirinya. Ucapan-ucapan satu kata pada periode ini disebut holofrase/holofrastik karena anak-anak menyatakan makna keseluruhan frase atau kalimat dalam satu kata yang diucapkannya itu. Waktu berakhirnya tahap ini tidak sama pada setiap anak.0-2. Pada tahap ini peran orang tua masih sangat besar dalam pemerolehan bahasa pertama anak. binatang. Semakin pandai si ana. Dengan kata lain kepandaian anak semakin meningkat. 8 bulan s/d 1 tahun Pada tahap ini anak sudah dapat berinisiatif memulai komunikasi. Misalnya dengan cara menunjuk atau meraih benda-benda. Seperti halnya anak-anak.Anak akan mulai belajar mengucapan kata pada periode berikutnya yang disebut periode/tahap linguistik.orang tua harus lebih aktif merespon ocehan dan gerakan isyarat anak. Menurut Tarigan (1985). mainan. . Menurut Marat (1983) anak pada periode ini dapat mengucapkan beberapa suku kata yang mungkin merupakan reaksi terhadap situasi tertentu atau orang tertentu sebagai awal suatu simbolisasi karena kematangan proses mental (kognitif).Kemampuan anak untuk merespon apa yang dikenalkan secara berulang-ulang pun semakin baik. Tahap holofrase ini dialami oleh anak normal yang berusia sekitar 1-2 tahun. selain mengoceh ia pun pandai menggunakan bahasa isyarat.0) Pada usia 1-2 tahun masuan kebahasan berupa pengetahuan anak tentang kehidupan di sekitarnya semakin banyak. Tahap Linguistik Jika pada tahap pralinguistik pemerolehan bahasa anak belum menyerupai bahasa orang dewasa maka pada tahap ini anak mulai bisa mengucapkan bahasa yang menyerupai ujaran orang dewasa. Tahap I. dan sebagainya.

sini. Tahap II. 1980).0-4. Sedangkan pada tahap ini pergaulan anak makin luas yang berarti menambah pengetahuandan menambah perbendaharaan kata. Kata-kata yang digunakan untuk itu semua sama seperti perkembangan awal yaitu: sana. 1. Tahap ini pada umumnya dialami oleh anak berusia sekitar 2. .pergi. Fungsi bahasa untuk berkomunikasi betul-betul mulai berfungsi. pemberitahuan. artinya kaidahkaidah tata bahasa yang utama dari orang dewasa telah dikuasai. Dengan kata lain. mau.0) Kanak-kanak memasuki tahap ini dengan pertama sekali mengucapkan dua holofrase dalam rangakaian yang cepat (Tarigan. Seperti halnya gerak isyarat. Anak mulai sudah dapat bercakap-cakap dengan teman sebaya dan mulai aktif memulai percakapan.Keterampilan anak pada akhir tahapa ini makin luar biasa. mau. Fase sebelumnyasampai tahap perkembangan 2 kata anak lebih banyak bergaul dengan orang tuanya. Keterampilan tersebut muncul pada anak dikarenakan makin bertambahnya pembendaharaan kata yang diperoleh dari lingkungannya dan juga karena perkembangan kognitif serta fungsi biologis pada anak.0) Pada tahap ini perkembangan ana makin luar biasa. lihat. itu. mengangkat benda dikombinasikan dengan satu kata. Tahap Linguistik III: Pengembangan Tata Bahasa (3. dsb). Menurut Marat (1983) ada beberapa keterampilan mencolok yang dikuasai anak pada tahap ini: Pada akhir periode ini secara garis besar ana telah menguasai bahasa ibunya. Perbendaharaan kata berkembang. pertanyaan. Pada periode ini tampak sekali kreativitasznzk. menunjuk. dan minta. Marat (1983) menyebutkan perkembangan ini dengan kalimat lebih dari dua kata dan periode diferensiasi. Komunikasi yang ingin ia sampaikan adalah bertanya dan meminta. Fungsi gerak isyarat dan kata manfaatnya bagi ana itu sebanding. Selain keterampilan mengucapan dua kata. beberapa pengertian abstrak seperti: pengertian waktu. dan jumlah yang diinginkan mulai muncul. 1. saya) dan kata kerja bantu (tidak. kata dan gerak itu itu sama pentingnya bagi anak pada tahap holofrasa ini. Satu kata itu dapat berupa perintah. penolakan. masak. Mereka mulai dapat membedakan kata kerja (contoh: makan.0-3. kata pertama yang digunakan bertujuan untuk memberi komentar terhadap objek atau kejadian di dalam lingkungannya. ternyata pada periode ini si anak terampil melontarkan kombinasi antara informasi lama dan baru. bukan.5 tahun ± 5 tahun. kalimat Dua Kata (2.Pada tahap ini gerakan fisik sangat menyentuh. anak sudah dapat mengadakan konversasi (percakapan) dengan cara yang dapat dimengerti oleh orang dewasa. dan lain-lain. minum. mandi). sudah. ruang. kata ganti (aku. Di samping itu menurut Clark (1977) anak berumur 1 tahun menggunakan bahasa isyarat dengan komunikatif.

Gejala ini merupakan cara anak untuk mempelajari perkataan baru dengan cara bermain-main. jadwal harian dsb. dan lain-lain. Misal.Maksudnya adalah si anak mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pikirannya ke dalam kata-kata yang bermakna. misal melalui penulisan catatan harian. Tahap Linguistik IV: Tata Bahasa Menjelang Dewasa/Pradewasa (4. yakni pada usia remaja.dengan cara memberian kritik. Kemunculan kalimat-kalimat rumit di atas menandakan adnya peningkatan kemampuan kebebasan anak. menyuruh. menulis surat.0) Pada tahap ini anak sudah mulai menerapkan struktur tata bahasa dan kalimat-kalimat yang agak lebih rumit. Tahap Linguistik V : Kompetensi Penuh (5. memberi tahu.Persepsi anak dan pengalamannya tentang tentang dunia luar mulai ingin dibaginya dengan orang lain.0-) Sejak usia 5 tahun pada umumnya anak-anak yang perkembangannya normal telah menguasai elemen-elemen sintaksis bahasa ibunya dan telah memiliki kompetensi (pemahaman dan produktivitas bahasa) secara memadai. terjadi perkembangan bahasa yang penting. kosa kata dan imbuhan. Menurut Clark (1977) pada tahap ini anak masih mengalami kesulitan bagaimana memetakan ide ke dalam bahasa. Hal ini karena anak memiliki keterbatasanketerbatasan seperti: penguasaan struktur tata bahasa. Pada masa perkembangan selanjutnya. 1. Menurut Tarigan (1988) salah satu perluasan bahasa sebagai alat komunikasi yang harus mendapat perhatian khusus di sekolah dasar adalah pengembangan baca tulis (melek huruf). bertanya. Akhirnya pada usia dewasa terjadi perbedaan-perebedaan yang .0-5. sebagai bagian dari terbentuknya identitas diri. perbendaharaan katanya masih terbatas tetapi terus berkembang/bertambah dengan kecepatan yang mengagumkan. kalimat perintah dan kalimat tanya. Tumbuhnya kreativitas anak dalam pembentukan kata-kata baru. Perkembangan baca tulis anak akan memanjang serta memperluas pengungkapan maksudmaksud pribadi si anak. kalimat majemuk sederhana seperti di bawah ini: mau nonton sambil makan keripi mama beli sayur dan kerupuk ayo nyanyi dan nari Kemampuan menghasilkan kalimat-kalimatnya sudah beragam. Walau demikian. Dengan demikian perkembangan baca tulis di sekolah dasar memberikan cara-cara yang mantap menggunakan bahasa dalam komunikasi dengan orang lain dan juga dengan dirinya sendiri. 1. Remaja menggunakan gaya bahasa yang khas dalam berbahasa. ada kalimat pernyataan/kalimat berita. Hal ini terjadi karena memang daya fantasi anak pada tahap ini sedang berkembang pesat. Periode ini menurut Gielson (1985) merupakan unsur yang sensitif untuk belajar bahasa.

Kedua aspek kompetensi (kemampuan linguistik). Terdapat tiga bidang kajian utama psikologi linguistik yaitu psikolinguistik umum. . 2006 Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. BAB III KESIMPULAN Psikologi linguistik adalah ilmu yang mempelajari mengenai penggunaan bahasa dan cara pemerolehan bahasa pada manusia. Bandung: UPI Pres. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Jakarta: Pusat Penerbitan UT. Ketiga bagian ini diperoleh anaki secara serettak atau bersamaan. Psikolinguistik merupakan urat nadi pengajaran bahasa. 2005. Pemerolehan bahasa adalah proses-proses yang berlaku di dalam otak seorang anak ketika memperoleh bahasa ibunya .sangat besar antara individu yang satu dengan yang lain dalam hal perkembangan bahasanya. produktivitas. peranan dalam masyarakat dan jenis pekerjaan. Bandung: UPI Pres Santosa P dkk. Ketiga aspek tersebut berkaitan satu sama lain. Anak-anak dalam proses pemerolehan bahasa pada umumnya menggunakan 4 strategi. yaitu imitasi. semanti dan kalimat. disamping pembelajaran bahasa dan pengajaran bahasa. karena focus atau tumpuan psikolinguistik adalah pemerolehan bahasa. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD.Pemerolehan bahasa anak dimulai dari lingkungannya terutama lingkungan keluarga. Pemerolehan bahasa adalah proses yang berlaku di dalam otak seseorang anak ketika memperoleh bahasanya. Kemampuan bahasa anak terdiri dari tiga bagian yaitu: kemampuan fonologi.Psikolingusitik dan pengajaran bahasa tidak dapat dipisahkan. ini disebut pemerolehan bahasa pertama yang terjadi dalam kehidupan awal anak. pengajaran dan pembelajaran bahasa. 2006. Proses pemerolehan terjadi ketika anak sedang memperoleh bahasa terdiri dari dua aspek: pertama aspek performance yang terdiri dari aspek-aspek pemahaman dan pelahiran. Focus kajian psikolingustik yaitu pemerolehan. Sedangkan pemerolehan bahasa kedua dimaknai saat seseorang memperoleh bahasa lain setelah terlebih dahulu ia menguasai sampai batas tertentu bahasa ibu (bahasa pertama). DAFTAR PUSTAKA Hartati Tatat dkk. Hal ini bergantung pada tingkat pendidikan. Resmini N dkk. umpan balik dan prinsip oprasi. psikolingustik perkembangan dan psikolinguistik terapan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful