PEMAHAMAN PENDIDIKAN AGAMA DENGAN PENDEKATAN MULTIKULTURAL PLURALISME

Nama : LOURENSIA NIM : 31080225 Kelas : D

INSTITUT BISNIS DAN INFORMATIKA INDONESIA Jl. Yos Sudarso Kav. 87 Sunter Jakarta Utara - 14350

secara filosofis. dimana pendidikan agama secara sosiologi perlu dipahami dan disesuaikan dengan keadaan sosial di Indonesia . animisme dan dinamisme pun bergeser menjadi agama. Di Indonesia yang merupakan Negara yang memiliki berbagai warna latar belakang masyarakat. berbeda-beda namun tetap satu. Hal ini membuktikan manusia selalu memerlukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan rohani mereka. agama adalah salah satu hal yang tak akan bisa lepas dan selalu berakar dalam setiap kehidupan manusia di Indonesia. latar belakang daripada pembuatan makalah ini adalah untuk memahami pendidikan agama yang dilakukan melewati pendekatan secara multikulturalisme dan pluralisme dimana terbagi menjadi 3 poin latar belakang mencakup secara filosofis. perlunya pendidikan agama dikarena semboyan Negara Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika. nenek moyang bangsa Indonesia telah menganut berbagai kepercayaan seperti animism atau dinamisme. Sebelum manusia mengenal Agama. Poin Kedua yaitu secara sosiologis. dimana sebagai individu. Poin pertama. kita perlu memahami hal tersebut secara baik dan benar sehingga dapat memahami pendidikan agama ini dengan baik. Seiring perkembangan zaman. sosiologis. dan yuridis. Oleh karena itu. tapi berbagai agama dan kepercayaan. manusia memenuhi kebutuhan rohaninya lewat agama dan kepercayaan akan agama di Indonesia tidak hanya satu.BAB I Latar Belakang Agama di Indonesia merupakan suatu hal yang melekat erat dalam kehidupan setiap individu di Indonesia. Adanya perbedaan ini patut untuk dipahami sehingga kita bisa menjalani hidup sebagai bangsa yang memiliki kekayaan karena perbedaan secara lebih baik.

agama dapat menjadi sarana peluang bisnis yang baik dan membantu mahasiswa untuk bertindak secara baik dan benar dalam berbisnis. Demikianlah latar belakang dari makalah ini. .yang masyarakatnya mendiami pulau – pulau yang berbeda dengan budaya dan adat istiadat yang berbeda. Sekian dan terimakasih. sebagai mahasiswa. Poin ketiga adalah secara yuridis atau secara hukum. Tujuan pembelajaran pendidikan agama adalah membentuk pribadi warna Negara Indonesia yang paham mengenai perbedaan agama dan dapat mengamalkannya secara tepat. baik. Selain itu. dan benar. Terakhir. kita dapat mengamalkan agama secara baik sesuai dengan maksud Pancasila dan juga Undang – Undang Dasar1945. Kita harus memahami hal tersebut dengan baik dimana agama di Indonesia tentunya juga melebur dengan adat dan budaya yang bermacam – macam disetiap pelosok Indonesia. semoga dapat membantu pembaca untuk memahami sekilas mengenai tujuan dan latar belakang mengenai penulisan makalah ini. dimana kita harus memahami mengenai agama yang tercantum pada hukum Negara Indonesia yaitu terdapat pada Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945 sehingga kita sebagai bangsa Indonesia. untuk mempersiapkan pribadi – pribadi Indonesia untuk siap menghadapi era globalisasi dimana akan semakin banyak nilai – nilai budaya luar yang akan mempengaruhi perkembangan agama di Indonesia.

dan kedamaian bagi semua orang walau mereka berbeda suku. Oleh karena itu. Victor I. ataupun budaya.Tanja. Agama adalah hal yang menjadi bagian dari bentuk kemajemukan bangsa Indonesia yang dimaksudkan dalam Pancasila dan merupakan dari bagian corak hakiki kehidupan bangsa Indonesia yang memiliki kemajemukan dalam budaya.BAB II PENDAPAT PAKAR I. agama. Usaha memuliakan Tuhan adalah sekaligus memberikan yang terbaik daripada hidup kita demi mencapai keadilan. . Indonesia juga perlu teman untuk membantu mendorong maju kehidupan bangsa Indonesia menjadi lebih baik di masa depan. kesejahteraan. politik. Berdasarkan Literatur Pluralisme Kehidupan Bangsa Indonesia A. MTh. PhD Dalam makalahnya yaitu ‘Agama Dalam Masyarakat Bangsa Yang Pluralistik’ ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh Pendeta Victor I. Dari hal diatas. Oleh karena hal itu pula. sikap absolutisme atau pemutlakan adalah hal yang sia-sia untuk dilakukan dan hanya menjerumuskan manusia pada sikap egoisme dan fanatisme terhadap kelompok sendiri yang akan membawa hidup pada kejahatan dan kematian. Agama menjadi salah satu bagian dari kandungan ungkapan dari semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang menyatakan berbeda – beda tetapi satu (unity in diversity = kesatuan dalam kepelbagaian). Indonesia justru tetap perlu adanya hubungan kerjasama dengan bangsa lain dengan menyadari bahwa kita tidak dapat hidup sendiri di dunia ini. Dapat dikatakan pula bahwa dalam hidup ini memerlukan keterhubungan dengan orang lain sehingga hidup pun mencapai makna terdalam yaitu dapat berguna bagi semua orang. asal – usul. ajaran agama ada dan diberikan bukan untuk pembenaran diri atau kelompok lain namun agar kita sebagai individu dapat mengelola hidup secara lebih baik untuk memuliakan Tuhan. Indonesia adalah bangsa yang mandiri dan menyadari semakin kokoh semangat kemandirian tersebut maka sumbangan yang bermutu yang dapat diberikan dalam menjalin kerjasama dengan bangsa lain akan semakin lebih baik. agama / kepercayaan. serta kepercayaan. Poin penting berikutnya adalah bahwa kepelbagaian agama telah berhasil diatasi oleh bangsa ini dan membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri secara independen dan berdaulat tanpa perlu ada campur tangan pihak luar namun bukan berarti Indonesia tidak memerlukan bangsa lain. sosial.Tanja. Pdt.

Agama di Indonesia dalam konteks berbangsa. Sikap seperti ini menyatakan sesuai dengan semboyan Indonesia atau Bhinneka Tunggal Ika dimana ketunggalan yang berakar pada kepelbagaian bukan sebaliknya. Ali Yafie Menurut KH. konstitusi dan realita kehidupan sehari . Yang dimaksudkan dalam Pancasila adalah agama yang berbeda – beda tapi kita sama –sama mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa sesuai menurut kepercayaan masing – masing. Oleh karena itu. dan bernegara terdapat 5 agama yang diterima oleh Departemen Agama. sikap hidup keagamaan yang baik adalah mengakui perbedaan dalam hidup beragama yang merupakan jalan pemecahan dari segala kemelut perpecahan dan pertengkaran antara agama sehingga dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sehingga bangsa Indonesia dapat hidup bersama secara lebih baik. Indonesia adalah bangsa yang religious yang mana percaya pada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan kepercayaan masing – masing. 5 agama yang resmi di Indonesia serta kepercayaan – kepercayaan lainnya adalah cerminan dari kepelbagaian agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia sebagai bangsa yang satu. seperti kesenjangan sosial yang semakin lebar. Agama –agama suku tidak masuk dalam pengaturan Departemen Agama tapi masuk dalam pengaturan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Poin lainnya adalah bahwa agama berperan penting sebagai motivator serta meletakkan landasan etik moral dan spiritual untuk mendorong pembangunan. Tanpa peranan agama. dikhawatirkan bahwa hal negatif akibat pembangunan akan semakin meningkat. Sehingga dengan adanya naungan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. bermasyarakat. Ajaran Agama adalah ajaran yang bersifat nisbi dan universal. sehingga mengakui perbedaan itulah membuat kebersamaan dapat berlangsung dengan baik. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang religius dapat dibuktikan dari sejarah. rakyat Indonesia telah memiliki sejarah yang panjang mengenai pluralisme. Dan hal ini bukan berarti karena berdasarkan Pancasila semua agama itu adalah sama dan sederajat sehingga menyembah Tuhan yang sama. bukan agama. kedudukan agama – agama di Indonesia adalah sama dan sederajat didepan hukum tanpa memandang mayoritas ataupun minoritas. KH. Ali Yafie. Pada akhirnya. dalam pelaksanaanya atau penerapannya harus berfikir secara global tapi bertindak sesuai dengan situasi disekitar sehingga agama dapat memberikan sumbangan demi mencapai persatuan dan kesatuan bangsa. Dan tentunya hal ini dapat membawa dampak negatif pula yang dapat mengancam kesatuan dan persatuan bangsa. dimana dianggap sebagai budaya spiritual bangsa. B. Intinya dalam Pancasila tidak memberikan pengertian bahwa setiap agama menyembah Tuhan yang sama tetapi adanya pengakuan Tuhan yang Maha Esa menurut kepercayaan dan pengertian masing – masing agama.

Menurutnya. Indonesia dianggap sudah cukup berpengalaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara selama ini sehingga Indonesia telah menampilkan suatu pola kehidupan beragama yang telah dituangkan pada konstitusi hukum Indonesia. II. Iman dan takwa perlu untuk berfungsi dengan baik sehingga jikalau iman dan takwa berfungsi dengan baik dalam kehidupan bermasyarakat. Konstitusi Republik Indonesia sekarang ini cukup mencerminkan peta keagamaan di Indonesia yang sejarahnya sudah berabad-abad dan semenjak berpuluh-puluh tahun kemerdekaan Indonesia. Hasil Pengembangan Literatur Pendidikan Berbasis Pluralisme Oleh: Moh Shofan (dikutip dari Koran Sindo 31 Agustus 2007) Perspektif Tentang Pendidikan Multikultural . berbangsa. dan bernegara tentunya tidak aka nada lagi pikiran bahwa apakah agama itu pembawa petaka atau pembawa rahmat.– hari bangsa ini. peta keagamaan kita semakin beragam warnanya.

itu. Pendapat Klaus ini saya setujui sepenuhnya. Pendidikan multikultural mencerminkan keseimbangan antara pemahaman persamaan dan perbedaan budaya mendorong individu untuk mempertahankan dan memperluas wawasan budaya dan kebudayaan mereka sendiri. Namun. budaya dan agama. Dan sadar betul bahwa keberagamaan orang lain itu bagian yang sangat fundamental dan inheren dengan hak asasi manusia. Pluralisme. Beberapa aspek yang menjadi kunci dalam melaksanakan pendidikan multikultural dalam struktur sekolah adalah tidak adanya kebijakan yang menghambat toleransi. Syafi'i Anwar mengkhawatirkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan pluralisme bisa ditafsirkan lain di masyarakat bawah. etnis dan jenis kelamin.com Wacana pluralisme kini kembali memperoleh relevansinya dengan terjadinya berbagai peristiwa yang mengganggu hubungan antarpenganut agama-agama di Indonesia. salah seorang tokoh Partai CDU (Christian Democratic Union) Jerman Barat yang juga mantan Wakil Menteri Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan.  Kurikulum dicapai sesuai dengan penekanan analisis komparatif dengan sudut pandang kebudayaan yang berbeda-beda. Islam sendiri sebetulnya juga mengajarkan pluralisme.tokohindonesia. Hal ini pada gilirannya akan mengganggu hubungan antar penganut agama-agama. Selain itu. kata M Syafi'i Anwar (52). seorang intelektual Muslim yang sejak lama bergelut dengan pluralisme. harus menumbuhkan kepekaan terhadap perbedaan budaya. Akan tetapi. musik dan makanan kesukaan. melainkan menghormati ajaran agama orang lain. ujar pria kelahiran Kudus. 27 Desember 1953. Bukan Sekadar Toleran M Syafi’I Anwar Dikutip dari : www. di antaranya mencakup pakaian. Itu salah besar. Selain itu. tanpa harus setuju. juga memberikan kebebasan bagi anak dalam merayakan hari-hari besar umat beragama serta memperkokoh sikap anak agar merasa butuh terlibat dalam pengambilan keputusan secara demokratis. Pendidikan multikultural harus mendukung prinsip-prinisip pokok dalam memberantas pandangan klise tentang ras. yang terpenting. tetapi lebih menuju kepada penghormatan (respect) kepada yang lain (the others). Konsep pluralisme yang tidak sekadar toleransi. Jawa Tengah. Namun. Juga. diakui Syafi'i misalnya dikemukakan Klaus-Jurgen Hedrich. bukan sekadar menjadi toleran. kegiatan untuk memperjuangkan pluralisme tersebut bukannya tanpa . pluralisme sering dipahami secara salah dengan menganggap menyamakan semua pandangan agama-agama yang berbeda. termasuk tidak adanya penghinaan terhadap ras. Pluralisme itu mengakui keberagamaan orang lain.

yakni progresif-liberal. Ketika memimpin jurnal Ulumul Quran darah saya pernah dihalalkan oleh sekelompok radikal yang meminta mencabut tulisan Cak Nur (Nurcholish Madjid). serta sikap standar ganda AS. khususnya krisis Israel dan Palestina. Namun. Ciri yang paling menyedihkan adalah dipakainya cara kekerasan. pada saat yang sama juga . Disertasi itu berfokus pada berbagai perilaku politik para pemimpin Muslim modernis dalam merespons kebijakan negara di bawah rezim Orde Baru. hak asasi manusia. jelas akan membentuk sikap garis keras apalagi jika ini kemudian menjadi pola pikir (mindset). Sikap seperti ini tidak hanya bertentangan dengan hukum nasional. Apakah juga karena faktor paradoks globalisasi? Ya. dalam kelompok garis keras itu masih percaya orang Yahudi atau Nasrani itu tidak akan berhenti sebelum kamu masuk agamanya mereka. Padahal. Di tengah kesibukannya memimpin ICIP. toleransi. dan ketidakpastian politik sehingga kelompok garis keras melihat hukum yang tak berjalan ini perlu diganti dengan syariah sebagai alternatif. tuturnya kepada Kompas pekan ini. Ia menulis disertasi berjudul Negara dan Islam Politik di Indonesia: Sebuah Studi Politik Negara dan Perilaku Politik Pemimpin Muslim Modernis di Bawah Rezim Orde Baru Soeharto 1966-1998. dalam satu segi positif. Syafi'i An`war menyelesaikan studi S-3 di Universitas Melbourne. Australia. Faktor kedua yang juga mendorong munculnya kelompok ini adalah masyarakat yang tanpa hukum. Contohnya. kalau tafsirnya literal tekstual. Warga Muhammadiyah ini sekarang menjadi Direktur Eksekutif International Centre for Islam and Pluralism (ICIP). Globalisasi. tetapi juga bertentangan dengan hak asasi manusia. dan puritanisme-konservatif. Kelompok garis keras ini dicirikan dengan sikap yang menafsirkan segalanya dengan literal tekstual. Nah. lembaga yang mendorong dan mempromosikan pluralisme. Bagaimana pendapat Anda? Munculnya kelompok liberal ini sebagai reaksi dari keberadaan kelompok Islam garis keras. krisis ekonomi yang berkepanjangan. Ada dua kelompok Islam yang bisa bertolak belakang satu sama lainnya. dan demokrasi. Ini dilihat mereka sebagai obat mujarab yang bisa dipakai untuk menyelesaikan semua masalah. terutama di Timur Tengah. dan lulus tahun 2005. secara struktural adanya ketakadilan politik global.hambatan. muncul dari paradigma berpikir yang dibentuk oleh tafsir yang literal. Akar masalahnya apa? Pertama. dalam agama Islam sendiri dilarang. sejak tahun 1999. baik secara simbolik maupun fisik.

tetapi tidak diiringi dengan rekonstruksi. Pendidikan pluralisme Syafi'i Anwar percaya. pendapatan. yang dimaksudkan untuk menumbuhkan pemahaman dan saling menghormati antarpemeluk agama yang berbeda-beda. dan sebagainya. Ada Syiah. Dalam Islam sendiri. Di antaranya. solusinya adalah pendidikan pluralisme dan multikulturalisme di sekolah-sekolah. Persoalannya. untuk membicarakan level teologi akan lebih baik jika sudah masuk SMA atau perguruan tinggi. Pada saat yang sama agama tidak muncul sebagai solusi. kontribusi dalam diskursus. Terlebih lagi ide tersebut sejalan dengan Deklarasi Bali tentang Membangun Kerukunan Antar-agama dalam Komunitas Internasional dari 174 tokoh Asia-Eropa yang mengikuti dialog antar-agama 21 Juli 2005. adalah dalam melakukan dekonstruksi kurang diimbangi oleh metodologi yang kuat. Kelompok garis keras ini ingin segera keluar dari masalah dan mencari jawaban di agama dan membentuk resistensi diri yang memperkuat identitas diri yang hanya memperkuat keakuannya dan menghilangkan keberagaman. Dalam deklarasi itu diusulkan antara lain membuat kurikulum di sekolah lanjutan mengenai studi antar-agama. Yang terutama diajarkan adalah sejarah agama- . untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang keragaman keberagamaan. solusi yang paling jitu adalah melalui pendidikan pluralisme dan multikulturalisme. yang kemudian menimbulkan resistensi yang tinggi. karena melihat cara-cara garis keras tidak benar. sebagai sesama pendukung Islam progresif-liberal.menyebabkan hal yang negatif. Namun. pluralisme diberikan tempat. Kritik saya. dekonstruksi terhadap teks. Usulan pendidikan pluralisme itu berasal dari sambutannya di Regional Conference yang diselenggarakan ICIP bekerja sama dengan Uni Eropa pada 25-28 November 2004. Hanya melalui pendidikanlah orang bisa mengubah mindset-nya. apa yang dilakukan teman-teman di JIL ini memang mendekonstruksikan semua hal dalam Islam. tetapi pada level di masyarakat bawah menjadi shock. Terutama karena kita melihat adanya ketidakadilan global. tetapi menjadi sarana pelarian dari persoalan. seperti Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah. Bagaimana menyatukan di dalam semangat pluralisme jika di masingmasing kelompok itu saling melecehkan? Menurut saya. Bagaimana cara menjembatani dua kelompok itu? Munculnya kelompok-kelompok progresif-liberal. Jaringan Islam Liberal (JIL). pada beberapa aspek memang menghasilkan hal yang positif karena mengembangkan diskursus. saya lebih senang menggunakan istilah pluralisme. Saya percaya betul dengan pendidikan pluralisme. Yang dilakukan hanyalah dekonstruksi. karena psikologi masyarakat Indonesia. Sunni. Dekonstruksi terhadap syariat. terjadinya alienasi terhadap masyarakat. Makanya.

kepercayaan dan kebijaksanaan lokal (local wisdom) lainnya. bisa diajak dialog. serta punya modal dan keinginan untuk maju. Tentu itu harus bisa dijadikan pengalaman berharga dalam melakukan dakwah. mereka menonjol di tengah partai sekuler yang banyak korup. mampukah PKS tidak memperjuangkan syariah? Kalau itu diperjuangkan. Kecuali Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang naik. Ketika masuk pemerintahan. Saya khawatir PKS akan seperti PAS (Partai Islam Semalaysia) di Malaysia. mereka akan kehilangan dukungan lagi. Masyarakat Indonesia itu sangat plural. di Pemilu 2004 juga menurun. unsur sufisme. di Indonesia yang menjadi negara dengan mayoritas Muslim tidak selayaknya menekan minoritas. Saya mengharapkan partai Islam itu inklusif. Juga pendidikan jurnalistik pluralisme. Bagaimana prospek politik Islam Indonesia ke depan? Dari Pemilu 1999. terbuka. pluralis. PKS menggunakan semboyan kampanye bersih dan peduli. ternyata mereka yang menggaungkan partai Islam terpuruk. BAB III KRITIK DAN KESIMPULAN . Karena itulah. Saya kira orang yang tahu sejarah agama-agama tidak akan pernah menjadi radikal. tetapi tidak membawa isu Islam secara spesifik. Harus beradaptasi dengan kepercayaan. selain pengurusnya banyak menjunjung moral. Masa depan pluralisme dan multikulturalisme di Indonesia seperti apa? Tidak selayaknya orang Islam mengklaim mayoritas karena sejak awalnya. Karena itulah. tak melakukan pendekatan yang mengutamakan syariah. seperti membuat program di televisi tentang dialog antar-agama. harus dicatat. kalau kemudian Islam menjadi mayoritas. tasawuf. Tidak menerima sogokan. dakwah Wali Songo yang terbukti dalam sejarah berhasil menyebarkan Islam melalui kultural harusnya menjadi contoh. Bagaimana Sunan Kalijaga memasukkan unsur Islam dalam cerita pewayangan. mereka berpendidikan. Kalau memaksakan kehendak. mereka akan akomodatif. PKS itu punya potensi untuk inklusif. Itulah yang sedang dikerjakan oleh ICIP.agama. PKS bagus organisasinya. tidak selayaknya mereka menilai rendah kepada minoritas. Nah. Fundamentalisme itu dalam istilah adalah ideologi luar pagar. Bahkan. masuknya Islam ke Indonesia melalui dakwah kultural. itu yang harus disadari.Namun. Sayangnya. sangat besar dalam mengembangkan Islam di Indonesia karena Islam harus beradaptasi dengan kultur lokal. akan menghancurkan dan menimbulkan konflik yang luar biasa.

Permasalahan lainnya adalah penafsiran terhadap konsep multikulturalisme dan pluralism yang masih dijelaskan secara sepihak sehingga menimbulkan salah tafsir oleh beberapa kelompok agama tertentu.A. Dan Indonesia tidak terjebak dalam konsep multikulturalisme yang dipahami salah oleh masyarakatnya. . pengajar. ada beberapa hal yang perlu disinggung mengenai penerapan multikulturalisme dan pluralism di Indonesia. Umat beragama Indonesia masih banyak mengenal fanatisme terhadap agamanya atau sikap menyatakan kelompoknya yang paling benar masih merupakan masalah besar di Indonesia ini. Pendapat dari berbagai tokoh. akademisi. Penerapan konsep multikulturalisme secara nyata masih belum terjadi secara benar di Indonesia. atau pemikir lainnya banyak yang menyatakan kesetujuannya terhadap konsep dari multikulturalisme dan pluralism untuk diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia dan terutama yang berkaitan dengan tema makalah ini yaitu mengenai Pendidikan agama. Pertanyaannya sekarang adalah : 1. Karena dari hal – hal yang nyata terjadi adalah masih banyaknya penolakan terhadap konsep multikulturalisme dan pluralism ini seperti contohnya Fatwa MUI yang dikeluarkan mengenai konsep tersebut.Yang saya tekankan adalah pelaksanaannya yang secara nyata konsep tersebut secara tepat dan baik sehingga akan lebih baik jika direalisasikan secara cepat tanpa ditunda – tunda namun dengan rencana yang matang pula. Bagaimana peran dari para agamawan. Sejauh mana penerapan konsep multikulturalisme dan pluralism dalam pendidikan agama di Indonesia ini secara nyata di Indonesia? 2. banyak hal yang dapat diambil dan disimpulkan. Kritik Setelah melihat berbagai pendapat yang dituturkan oleh para tokoh melalui makalah. dan pemerintah. Demikian kritik yang ingin saya sampaikan. Permasalahan mengenai pemahaman multikulturalisme dan pluralism masih menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia untuk mampu memahaminya. Namun masalah yang ada disini adalah apakah multikulturalisme dan pluralism agama ini telah berhasil dilakukan dan diterapkan di NKRI ini. blog dan media lainnya. serta masyarakat untuk mampu memahami secara benar dari pada multikulturalisme dan pluralisme dan mampu untuk menerapkan konsep itu secara tepat sehingga dapat berjalan dengan baik sejalan dengan keadaan masyarakat Indonesia? Terutama di bidang agama. Apa langkah – langkah yang harus diambil oleh Indonesia untuk menghadapi tantangan globalisasi yang begitu multikulturalis dan pluralis dan hubungannya dengan pendidikan agama? Para tokoh sudah menekankan pada titik-titik vital permasalahan daripada konsep multikulturalisme dan pluralisme pada pendapat mereka dalam tulisan-tulisannya dan hal ini dapat menjadi ukuran bagi masyarakat untuk bagaimana mengilhami dan memahami maksud yang telah disampaikan para tokoh tersebut. masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki dari segi informasi dan pengetahuan mengenai konsep dan penanaman konsep secara tepat kepada setiap pribadi sehingga bisa mendukung upaya transformasi multikulturalisme dan pluralism agama di Indonesia ini. buku. akademisi. 3. Namun sebelum mencapai kesimpulan. artikel.

Indonesia bukanlah Negara dengan satu kepercayaan saja namun memiliki penduduk yang menganut berbeda-beda agama serta kepercayaan. Kesalahan tafsir pada makna konsep tersebut yang menyatakan bahwa konsep tersebut hendak menyama-ratakan semua dengan satu Tuhan masih disebabkan adanya fanatisme dan pikiran sempit atau ketidakpahaman dari seseorang. Hal ini berbeda dengan Sinkretisme dan dimaksudkan disini adalah bahwa kita perlu memahami agama dengan konsep multikulturalisme dan pluralism adalah dengan saling menghormati dan memahami perbedaan yang ada. pluralisme agama bukanlah sinkretisme. kita juga harus mengerti mengenai sejarah dari setiap agama sehingga kita juga mengerti apa maksud dari ajaran setiap agama lain sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman dan pemberian stereotype yang sebenarnya dianggap tidak tepat bahkan salah. Untuk paham mengenai agama tersebut.A. tapi juga terlibat dalam usaha memahami perbedaan dan persamaan guna tercapainya kerukunan dalam kebhinnekaan. Kesimpulan Indonesia begitu plural dan kaya dengan budaya sehingga dapat menimbulkan berbagai perbedaan pendapat yang dapat menyebabkan berbagai hal negatif dan tidak jarang juga harmoni kebersamaan yang indah dan menyenangkan yang begitu positif. Konsep multikulturalisme dan pluralisme adalah hal yang melekat pula pada unsur keberadaan agama di Indonesia ini. yakni menciptakan suatu agama baru dengan memadukan unsur tertentu atau sebagian komponen ajaran dari beberapa agama untuk dijadikan bagian integral dari agama baru tersebut. Konsep multikulturalisme dan pluralisme merupakan hal yang sebenarnya sederhana tapi juga begitu rumit karena menyangkut perbedaan pendapat setiap manusia. Agama di . Begitu banyak perbedaan yang ada di Indonesia yang mencakup SARA dan salah satu hal yang menjadi banyak argument sampai saat ini adalah konsep multikulturalisme dan pluralism pada pendidikan agama dan dimana keberadaan konsep tersebut sejalan dengan agama yang ada di Indonesia. Jadi dapat dikatakan bahwa pengertian pluralisme agama adalah bahwa tiap pemeluk agama dituntut bukan saja untuk mengakui keberadaan dan hak agama lain. tepat dikatakan bahwa pemahaman mengenai konsep lebih tepat diberikan kepada seseorang yang sudah cukup memiliki pendidikan dan kemampuan untuk paham secara lebih karena tanpa pengetahuan yang cukup pemaknaan suatu konsep dapat menjadi keliru. Indonesia sebagai Negara yang penuh dengan kepelbagaian sebenarnya tanpa disadari sudah menerapkan konsep ini walau pada kenyataannya masih banyak benturan yang terjadi. Kedua. Oleh karena itu. Kesimpulan yang dapat diambil dari berbagai pendapat pakar / tokoh agama ataupun akademisi adalah bahwa Agama di Indonesia dinaungi oleh Pancasila dimana sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa serta juga mendukung semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang erat kaitannya dengan konsep Multikulturalisme dan Pluralisme dimana bahwa Indonesia mengakui bahwa Negara kita sebagai Negara yang beragama memercayai adanya Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan kepercayaan agama masing-masing dimana bukan berarti bahwa menyama-ratakan bahwa semua agama memiliki Tuhan yang sama.

Pendidikan multikultural harus mendukung prinsip-prinisip pokok dalam memberantas pandangan klise tentang ras. yang terpenting. Dan sadar betul bahwa keberagamaan orang lain itu bagian yang sangat fundamental dan inheren dengan hak asasi manusia. tanpa harus setuju. musik dan makanan kesukaan. melainkan menghormati ajaran agama orang lain. Pluralisme agama itu mengakui keberagamaan orang lain. Selain itu. Faktor paradoks globalisasi juga mungkin salah satu penyebab daripada pemaknaan konsep multikulturalisme dan pluralism yang tidak tepat. Oleh karena itu pendidikan merupakan jalan yang harus ditempuh untuk dapat menyelesaikan masalah pemahaman konsep ini. bukan sekadar menjadi toleran. harus menumbuhkan kepekaan terhadap perbedaan budaya. Sehingga kita tidak boleh melupakan hal penting tersebut demi tercapainya pemahaman tepat mengenai konsep ini. Beberapa aspek yang menjadi kunci dalam melaksanakan pendidikan multikultural dalam struktur sekolah adalah tidak adanya kebijakan yang menghambat toleransi. Poin kesimpulan mengenai pentingnya pendidikan multikulturalisme dapat dilihat seperti yang dituturkan dalam tulisan Bapak Akhmad Sudrajat dalam blognya bahwa: Dalam implementasinya.Indonesia berkembang menjadi begitu plural karena sejarah yang begitu panjang semenjak jaman menganut animisme dan dinamisme di masa lalu hingga sekarang ini dan tentunya kita tidak lupa bahwa agama di Indonesia juga sudah bercampur dan menyesuaikan dengan adat dan budaya di Indonesia yang sudah menjadi khasanah yang indah dan kekayaan berharga bangsa ini yang tidak dimiliki bangsa lain. di antaranya mencakup pakaian. juga memberikan kebebasan bagi anak dalam merayakan hari-hari besar umat beragama serta memperkokoh sikap anak agar merasa butuh terlibat dalam pengambilan keputusan secara demokratis. termasuk tidak adanya penghinaan terhadap ras. Kurikulum dicapai sesuai dengan penekanan analisis komparatif dengan sudut pandang kebudayaan yang berbeda-beda. Selain itu. budaya dan agama. Pendidikan multikultural harus didasarkan pada asumsi bahwa tidak ada penafsiran tunggal terhadap kebenaran sejarah. Globalisasi memang memiliki sisi positif tapi juga tidak lupa adanya sisi negative yang justru efeknya mungkin menjadi faktor kesalahpahaman konsep.     . etnis dan jenis kelamin. paradigma pendidikan multikultural dituntut untuk berpegang pada prinsip-prinsip berikut ini: Pendidikan multikultural harus menawarkan beragam kurikulum yang merepresentasikan pandangan dan perspektif banyak orang. Juga. Kematangan pemahaman hanya dapat dicapai dari bertambahnya pengetahuan lewat pendidikan sehingga pendidikan merupakan sarana penting untuk mengajarkan mengenai makna multikulturalisme dan pluralisme.

Semoga kesimpulan ini dapat diterima oleh pembacanya.Pada akhirnya. . dan bernegara serta dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa apabila dilaksanakan dengan baik dan tepat. Sekian dan terimakasih. sikap mengakui. dan menghormati keberagaman beragama perlu sekali untuk dicapai atau mengakui unsur dari konsep multikulturalisme dan pluralisme sangat diperlukan demi mencapai kedamaian dan keselarasan dalam bermasyarakat. berbangsa. paham. Oleh karena itu. pendidikan memegang peranan penting dalam hal ini sehingga peran pengajar menjadi semakin penting dalam menyampaikan pendidikan multikulturalisme dan pluralisme secara tepat pada anak didiknya sehingga dituntut untuk selalu belajar dan memahami informasi lebih baik. Demikianlah beberapa poin kesimpulan penting yang telah disampaikan.

serta masyarakat untuk mampu memahami secara benar dari pada multikulturalisme dan pluralisme dan mampu untuk menerapkan konsep itu secara tepat sehingga dapat berjalan dengan baik sejalan dengan keadaan masyarakat Indonesia? Terutama di bidang agama. Namun masalah yang ada disini adalah apakah multikulturalisme dan pluralism agama ini telah berhasil dilakukan dan diterapkan di NKRI ini. 3. Karena dari hal hal yang nyata terjadi adalah masih banyaknya penolakan terhadap konsep multikulturalisme dan pluralism ini seperti contohnya Fatwa MUI yang dikeluarkan mengenai konsep tersebut. Bagaimana peran dari para agamawan.Yang saya tekankan adalah pelaksanaannya yang secara nyata konsep tersebut secara tepat dan baik sehingga akan lebih baik jika direalisasikan secara cepat tanpa ditunda tunda namun dengan rencana yang matang pula. Apa langkah langkah yang harus diambil oleh Indonesia untuk menghadapi tantangan globalisasi yang begitu multikulturalis dan pluralis dan hubungannya dengan pendidikan agama? Para tokoh sudah menekankan pada titik-titik vital permasalahan daripada konsep multikulturalisme dan pluralisme pada pendapat mereka dalam tulisan-tulisannya dan hal ini dapat menjadi ukuran bagi masyarakat untuk bagaimana mengilhami dan memahami maksud yang telah disampaikan para tokoh tersebut. Permasalahan mengenai pemahaman multikulturalisme dan pluralism masih menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia untuk mampu memahaminya. dan pemerintah. Demikian kritik yang ingin saya sampaikan. Umat beragama Indonesia masih banyak mengenal fanatisme terhadap agamanya atau sikap menyatakan kelompoknya yang paling benar masih merupakan masalah besar di Indonesia ini. banyak hal yang dapat diambil dan disimpulkan. . akademisi. Pendapat dari berbagai tokoh. atau pemikir lainnya banyak yang menyatakan kesetujuannya terhadap konsep dari multikulturalisme dan pluralism untuk diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia dan terutama yang berkaitan dengan tema makalah ini yaitu mengenai Pendidikan agama. akademisi. Kritik Setelah melihat berbagai pendapat yang dituturkan oleh para tokoh melalui makalah. Namun sebelum mencapai kesimpulan. pengajar. ada beberapa hal yang perlu disinggung mengenai penerapan multikulturalisme dan pluralism di Indonesia. Pertanyaannya sekarang adalah : 1. Dan Indonesia tidak terjebak dalam konsep multikulturalisme yang dipahami salah oleh masyarakatnya. Penerapan konsep multikulturalisme secara nyata masih belum terjadi secara benar di Indonesia. blog dan media lainnya. buku.BAB III KRITIK DAN KESIMPULAN A. Sejauh mana penerapan konsep multikulturalisme dan pluralism dalam pendidikan agama di Indonesia ini secara nyata di Indonesia? 2. masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki dari segi informasi dan pengetahuan mengenai konsep dan penanaman konsep secara tepat kepada setiap pribadi sehingga bisa mendukung upaya transformasi multikulturalisme dan pluralism agama di Indonesia ini. Permasalahan lainnya adalah penafsiran terhadap konsep multikulturalisme dan pluralism yang masih dijelaskan secara sepihak sehingga menimbulkan salah tafsir oleh beberapa kelompok agama tertentu. artikel.

Indonesia bukanlah Negara dengan satu kepercayaan saja namun memiliki penduduk yang menganut berbedabeda agama serta kepercayaan. yakni menciptakan suatu agama baru dengan memadukan unsur tertentu atau sebagian komponen ajaran dari beberapa agama untuk dijadikan bagian integral dari agama baru tersebut. Indonesia sebagai Negara yang penuh dengan kepelbagaian sebenarnya tanpa disadari sudah menerapkan konsep ini walau pada kenyataannya masih banyak benturan yang terjadi. Kesimpulan yang dapat diambil dari berbagai pendapat pakar / tokoh agama ataupun akademisi adalah bahwa Agama di Indonesia dinaungi oleh Pancasila dimana sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa serta juga mendukung semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang erat kaitannya dengan konsep Multikulturalisme dan Pluralisme dimana bahwa Indonesia mengakui bahwa Negara kita sebagai Negara yang beragama memercayai adanya Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan kepercayaan agama masingmasing dimana bukan berarti bahwa menyama-ratakan bahwa semua agama memiliki Tuhan yang sama. tepat dikatakan bahwa pemahaman mengenai konsep lebih tepat diberikan kepada seseorang yang sudah cukup memiliki pendidikan dan kemampuan untuk paham secara lebih karena tanpa pengetahuan yang cukup pemaknaan suatu konsep dapat menjadi keliru. Oleh karena itu. tapi juga terlibat dalam usaha memahami perbedaan dan persamaan guna tercapainya kerukunan dalam kebhinnekaan. Hal ini berbeda dengan Sinkretisme dan dimaksudkan disini adalah bahwa kita perlu memahami agama dengan konsep multikulturalisme dan pluralism adalah dengan saling menghormati dan memahami perbedaan yang ada. Agama di Indonesia berkembang menjadi begitu plural karena sejarah yang begitu panjang semenjak jaman menganut animisme dan dinamisme di masa lalu hingga sekarang ini dan tentunya kita tidak lupa bahwa agama di Indonesia juga sudah bercampur dan menyesuaikan dengan adat dan budaya di Indonesia yang sudah menjadi khasanah yang indah dan kekayaan berharga bangsa ini yang tidak dimiliki bangsa . Konsep multikulturalisme dan pluralisme adalah hal yang melekat pula pada unsur keberadaan agama di Indonesia ini. Untuk paham mengenai agama tersebut. Kesimpulan Indonesia begitu plural dan kaya dengan budaya sehingga dapat menimbulkan berbagai perbedaan pendapat yang dapat menyebabkan berbagai hal negatif dan tidak jarang juga harmoni kebersamaan yang indah dan menyenangkan yang begitu positif. pluralisme agama bukanlah sinkretisme.B. kita juga harus mengerti mengenai sejarah dari setiap agama sehingga kita juga mengerti apa maksud dari ajaran setiap agama lain sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman dan pemberian stereotype yang sebenarnya dianggap tidak tepat bahkan salah. Begitu banyak perbedaan yang ada di Indonesia yang mencakup SARA dan salah satu hal yang menjadi banyak argument sampai saat ini adalah konsep multikulturalisme dan pluralism pada pendidikan agama dan dimana keberadaan konsep tersebut sejalan dengan agama yang ada di Indonesia. Kedua. Konsep multikulturalisme dan pluralisme merupakan hal yang sebenarnya sederhana tapi juga begitu rumit karena menyangkut perbedaan pendapat setiap manusia. Jadi dapat dikatakan bahwa pengertian pluralisme agama adalah bahwa tiap pemeluk agama dituntut bukan saja untuk mengakui keberadaan dan hak agama lain. Kesalahan tafsir pada makna konsep tersebut yang menyatakan bahwa konsep tersebut hendak menyama-ratakan semua dengan satu Tuhan masih disebabkan adanya fanatisme dan pikiran sempit atau ketidakpahaman dari seseorang.

Pluralisme agama itu mengakui keberagamaan orang lain. musik dan makanan kesukaan. bukan sekadar menjadi toleran. budaya dan agama. Kematangan pemahaman hanya dapat dicapai dari bertambahnya pengetahuan lewat pendidikan sehingga pendidikan merupakan sarana penting untuk mengajarkan mengenai makna multikulturalisme dan pluralisme. Oleh karena itu pendidikan merupakan jalan yang harus ditempuh untuk dapat menyelesaikan masalah pemahaman konsep ini. Selain itu. Oleh karena itu. Globalisasi memang memiliki sisi positif tapi juga tidak lupa adanya sisi negative yang justru efeknya mungkin menjadi faktor kesalahpahaman konsep. Juga. yang terpenting. Selain itu. paham. etnis dan jenis kelamin. juga memberikan kebebasan bagi anak dalam merayakan hari-hari besar umat beragama serta memperkokoh sikap anak agar merasa butuh terlibat dalam pengambilan keputusan secara demokratis. berbangsa. Faktor paradoks globalisasi juga mungkin salah satu penyebab daripada pemaknaan konsep multikulturalisme dan pluralism yang tidak tepat. dan bernegara serta dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa apabila dilaksanakan dengan baik dan tepat. paradigma pendidikan multikultural dituntut untuk berpegang pada prinsip-prinsip berikut ini: Pendidikan multikultural harus menawarkan beragam kurikulum yang merepresentasikan pandangan dan perspektif banyak orang. Pendidikan multikultural harus mendukung prinsip-prinisip pokok dalam memberantas pandangan klise tentang ras. Poin kesimpulan mengenai pentingnya pendidikan multikulturalisme dapat dilihat seperti yang dituturkan dalam tulisan Bapak Akhmad Sudrajat dalam blognya bahwa: Dalam implementasinya. Sehingga kita tidak boleh melupakan hal penting tersebut demi tercapainya pemahaman tepat mengenai konsep ini. Beberapa aspek yang menjadi kunci dalam melaksanakan pendidikan multikultural dalam struktur sekolah adalah tidak adanya kebijakan yang menghambat toleransi. pendidikan memegang peranan penting dalam hal ini sehingga peran pengajar menjadi semakin penting dalam menyampaikan pendidikan multikulturalisme dan pluralisme secara tepat pada anak didiknya sehingga dituntut untuk selalu belajar dan memahami informasi lebih baik. dan menghormati keberagaman beragama perlu sekali untuk dicapai atau mengakui unsur dari konsep multikulturalisme dan pluralisme sangat diperlukan demi mencapai kedamaian dan keselarasan dalam bermasyarakat. tanpa harus setuju. termasuk tidak adanya penghinaan terhadap ras. Demikianlah beberapa poin kesimpulan penting yang telah disampaikan. Semoga kesimpulan ini dapat diterima oleh pembacanya. sikap mengakui. Pendidikan multikultural harus didasarkan pada asumsi bahwa tidak ada penafsiran tunggal terhadap kebenaran sejarah.lain. Dan sadar betul bahwa keberagamaan orang lain itu bagian yang sangat fundamental dan inheren dengan hak asasi manusia. Pada akhirnya. di antaranya mencakup pakaian. Sekian dan terimakasih. harus menumbuhkan kepekaan terhadap perbedaan budaya. melainkan menghormati ajaran agama orang lain. Kurikulum dicapai sesuai dengan penekanan analisis komparatif dengan sudut pandang kebudayaan yang berbeda-beda.     .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful