P. 1
Ali Sina ali sina

Ali Sina ali sina

|Views: 79,006|Likes:
Published by rahmanhadiq
bahasan rahmanhadiq untuk ali sina
bahasan rahmanhadiq untuk ali sina

More info:

Published by: rahmanhadiq on Nov 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2015

pdf

text

original

Sections

(Dr. Naik) :

Pertama kita lihat bidang Astronomy. Bible berbicara tentang penciptaan jagat raya. Pada
awalnya, kitab pertama, Kitab Kejadian, Bab 1, disebutkan : Tuhan menciptakan langit dan
bumi, dalam enam hari dan berkata sesuatu tentang siang dan malam, mengacu pada 24 jam
perhari. Ilmuwan saat ini mengatakan bahwa jagat raya tidak mungkin diciptakan dalam
perioda 24 jam dalam enam hari. Quran juga menyebut‐nyebut tentang enam ‘ayyams’. Kata
dalam bahasa arab yg mirip adalah ‘yaum’ jamaknya adalah ‘ayyam’. Ini bisa berarti sehari 24
jam atau satu perioda yg lama sekali, sebuah ‘yaum’, adalah sebuah jangka waktu. Para
ilmuwan tidak keberatan dan setuju bahwa jagat raya – bisa saja diciptakan dalam enam
perioda waktu yg panjang.

(Ali Sina) :

Disini Dr. Naik secara samar mengungkapkan kemunafikan dan standar ganda yg menjadi ciri
khas dari pikiran orang muslim. Kisah penciptaan yg dinyatakan dalam Quran adalah jiplakan
dari Bible. Jadi, logikanya, apa yg benar dalam versi aslinya adalah benar juga dalam
jiplakannya. Apa yg baik bagi seekor angsa adalah baik juga bagi bebek. Tapi Dr. Naik bilang
bahwa hari yg dinyatakan dalam Bible harus ditafsirkan sebagai 24 jam sementara hari dalam
Quran harus ditafsirkan sebagai perioda waktu tak tentu. Kenapa ada standar ganda? Ini
karena pikiran orang muslim adalah pikiran orang sakit jiwa, kehilangan rasa keadilan dan akal
sehat. Kisah ini yg diulang dalam Quran adalah dongeng. Tidak ada ilmuwan yg pernah bilang
jagat
 raya diciptakan dalam enam fase. Para geolog telah membagi sejarah bumi dalam
beberapa masa, yg tidak ada hubungannya dg versi Bible ataupun Quran tentang Penciptaan,
tapi sejarah jagat raya tidak ditandai oleh fase‐fase. Ini jelas‐jelas sebuah kesalahan. Terlebih
lagi Quran saling bertentangan dg dirinya sendiri mengenai penciptaan jagat raya ini.

Rahmanhadiq;

Ternyata murid Ali Sina ini tidak mampu membantah keterangan guru besarnya Dr. Naik.
Dia hanya menyampaikan uneg-uneg kekesalannya saja. Kembali dia hanya mampu
memuntahkan isi perutnya yang busuk, mengumpat dan mencaci maki. Tidak ada hal yang
baru yang bersifat bantahan ilmiah yang dapat disampaikannya. Tidak ada argumentasi
apapun yang dapat menyanggah keterangan Gurunya itu. Dia hanya mampu ngerocos
tanpa mengerti dengan topic yang disampaikan oleh Gurunya, lalu menyampaikan uneg-
unegnya dengan masalah yang berbeda dengan topik bahasan. Ali Sina yang Sombong ini
berlagak pintar ingin mengajari guru besarnya dengan mantra-mantranya yang sudah kuno.
Bahkan dia menuduh Al Qur’an mengcopi keterangan Bible. Sebuah tuduhan tanpa alasan
yang tidak pantas disampaikan di dalam sebuah diskusi yang bersifat ilmiah. Jelas bahwa
Ali Sina tidak menggunakan pikiran sehat, di dalam otaknya hanya ada kotorannya sendiri

sebagainmana halnya dengan seekor Udang, dia hanya mampu menyampaikan rasa
kebencian dan hasutan saja.
Begitulah kalau orang sombong berbicara, tong kosong nyaring bunyinya, padi hampa akan
lebih tinggi berdiri dari pada yang berisi. Dia hanya percaya kepada referensi penemuan sain
manusia, karena sampai saat ini manusia belum berhasil mengetahui berapa lama alam ini
diciptakan, maka dia mendustakan keterangan Bible maupun Al Qur’an. Tetapi dia tidak
mempuyai pendapat lain sama sekali, bahkan mantra-mantranya seperti tidak berguna
didalam bukunya ini. Kemudian Ali Sina hanya mampu membandingkan penemuan para
ahli geology terhadap pembentukan bumi, bukan Jagad raya, yang katanya terbagi atas
berbagai fase yang bukan 6 tahap. Begitu dangkalnya pemikiran RSD ini.
Selanjutnya dia mengalihkan topik pembicaran ke persoalan lain , yaitu menyampaikan
ayat-ayat Al qur’an yang lainnya , yang menurutnya bertentangan dengan penemuan sain ,
dibawah ini. Padahal ayat-ayat itu sudah dibahas oleh Dosennya pada semester yang lalu,
tetapi dia tetap saja tidak lulus-lulus, maka terpaksalah dia mengulang semester ini. Untuk
itu rahmanhadiq sebagai asisten dari guru besarnya Dr Naik, akan memberikan asistensi
atau priveat tambahan untuk membantu si murid memprihatinkan ini, agar semester depan,
dia dapat lulus dengan nilai pas-pasan.

Enam Atau Delapan Hari Penciptaan?
Surat 7:54, 10:3, 11:7, dan 25:59 berkata bahwa Tuhan menciptakan langit dan bumi dalam
enam hari.

Rahmanhadiq; kombinasi dua kata “langit dan bumi” pada ayat tersebut , menerangkan
bahwa dan langit dan bumi merupakan jagat raya itu sendiri. Kata langit dan Bumi ,
menunjukan satu kesatuan dari alam semesta. Artinya Bumi merupakan bagian dari alam
semesta. Disini yang dimaksud langit, bukanlah lapisan atmosfir , yang selama ini dilihat
oleh Ali Sina, tetapi lebih jauh daripada jangkau penglihatannya.
Secara total atau keseluruhan alam semesta ini diciptakan selama 6 masa. Kata masa
mempunyai makna yang luas. Bisa sebagai periode, bisa tahap-tahap, bisa juga sebagai
jangka waktu dan bisa juga prosesnya. Hal ini tergantung kepada pemahaman dan pengerti
dari para cendikiawan yang membahasnya. Sebab kata-kata itu bukan sebuah kata benda ,
bukan kata yang dihasilkan dari penemuan teknologi manusia, tetapi lebih bersifat Petunjuk
atau pertanda atau bisa juga perumpamaan.

Tapi ini bertentangan dg Surat 41.9‐12.

[41.9] Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam
dua masa dan kamu adakan sekutu‐sekutu bagi‐Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan
semesta alam". ‐‐ > 2 hari

Rahmanhadiq; Di dalam hal ini, tentu saja RSD mengira bahwa ayat ini menerangkan
hanya bumi saja yang diciptakan 2 masa, sedangkan bintang atau planet lainnya, tentu akan

lain lagi waktunya. Padahal kalau bumi ini termasuk bagian dari jagad raya, maka berarti
bahwa bukan hanya bumi saja yang terbentuk dalam 2 masa. Tentu saja termasuk planet,
matahari dan bintang-bintang lainnya, yang juga tercipta dalam 2 masa. Lagipula ayat ini
tidak menjelaskan proses apapun dan apa yang telah terbentuk selama 2 masa itu? Apakah
baru pada tahap permulaan atau sudah lengkap atau sudah sempurna, sebagaimana yang kita
saksikan sekarang ini.
Tetapi kalau dihubungan dengan ayat  Surat 7:54, 10:3, 11:7, dan 25:59 diatas, maka tentu
saja ayat ini menyatakan bahwa pembentukan bumi pada 2 masa ini, baru pada tahap
penciptaan awal, karena penciptaan total belangsung selama 6 masa. Di dalam pikiran
murid paling rendah prestasi belajarnya ini, dia membayangkan kalau bumi yang diciptakan 2
masa, lalu setelah itu Allah akan menciptakan benda-benada langit lainnya, seperti orang
sedang merajut tenunan atau seperti burung yang terbang kesana-kesini untuk membuat
sarangnya. Padahal ayat tersebut tidak menerangkan dan memberikan penjelasan seperti
yang ada di dalam pikirannya. Maka pantas saja , selama ini dia tidak lulus-lulus dari mata
kuliah yang pernah diberikan oleh Gurunya DR Naik.

[41.10] Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung‐gunung yang kokoh di atasnya. Dia
memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan‐makanan (penghuni) nya dalam
empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang‐orang yang bertanya. ‐‐ > 4 hari

Rahmanhadiq; Ternyata ayat ini berhubungan erat dengan Surat 41:9, sebagaimana yang
telah dipaparkan oleh si Murid menyedihkan dari DR Naik yang bernama Ali Sina di atas
tadi. Artinya ayat ini menjelaskan tentang kelanjutan dari proses tahap 2 masa penciptaan
berikutnya. Ayat ini menerangkan tentang proses atau tahap penciptaan berikutnya yaitu
tahap penyempurnaan ekosistim yang dapat mendukung kehidupan makhluk hidup di
atasnya.
Masa atau tahap pembentukan ini lebih lama dari pada tahap permulaan 2 masa sebelumnya.
Pada tahap penyempurnaan ini , di kuatkanlah kedudukan gunung-gunung untuk system
peredam getaran atau berfungsi juga sebagai pori-porinya bumi, begitu juga dengan sistim
pertahanan bumi yang lainnya seperti atmosir yang berfungsi sebagai atap dari bumi,
selanjutnya setelah itu disiapkan lagi aneka macam bahan makanan, yaitu bermacam-macam
tumbuh-tumbuhan yang lengkap dan seimbang untuk mempersiapkan kedatangan makhluk
hidup.
Ayat ini memberikan sedikit petunjuk bahwa , tumbuh-tumbahan lebih dahulu diciptakan
daripada hewan atau mungkin juga bertahap, karena tumbuhan-tumbuhan tidak tegantung
kepada hewan, justru sebaliknya hewan sangat membutuhkan tanaman sebagai bahan
makanan pokoknya. Jadi kalau kedua ayat ini digabung maka penciptaan bumi adalah dua
tahap. Yaitu; 2 periode pada tahap permulaan, lalu dilanjutkan 4 periode lagi pada periode
setelah itu. Jadi Totalnya adalah 6 periode, atau 6 masa.
Pertanyaannya yang sebaiknya diajukan adalah; apa yang terjadi selama 2 periode pertama
pencipaan langit dan Bumi (alam semesta) ini? Apakah RSD ini mempunyai jawabanya?
Pasti tidak! Karena sampai sekarang belum ada penjelasan dari dewa-dewa yang menjadi
pujaannya. Dewa yang disembah oleh Ali Sina ini adalah para pakar Sain dan teknologi,

yang ternyata sampai saat ini tidak mempunyai petunjuk apa-apa tentang periode
pembentukan jagad raya. Bahkan tentang berapa ukuran atau luasnya alam sementa ini,
tidak satupun dari tuhan–tuhan si ali Sina mampu menjawabnya. Jadi Ali Sina ini akan
bungkam kalau ditanya masaalah tersebut. Dasar Ali Sina si Raja Setan Dunia, makanya
jangan berlagak sombong dan sok tahu !!.

[41.11] Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata
kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah‐Ku dengan suka
hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".

Rahmanhadiq; Ayat ini memberikan petunjukan bahwa sebelum terciptanya bumi dan
benda-benda angkasa lainnya di langit seperti yang ada sekarang ini, pada awalnya, langit
dan bumi itu berasal dari kesatuan berupa asap. Asap atau gas inilah yang merupakan
unsur-unsur pembentuk benda-benda langit termasuk di dalamnya adalah bumi ini.
Jadi ayat ini menceritakan asal-usul pembentukan alam semesta ini yaitu besasal dari asap
atau kumpulan gas, atau gas yang sangat padat. Setelah itu barulah, asap, atau gas, atau
gas yang padat ini, mengalami pemisahan atau ledakan atau pengembangan (teori big bang),
sebagaimana yang sudah dijelaskan oleh Guru DR Naik diatas. Hal ini tidak perlu diulang
lagi karena sudah diterangkan sebelumnya, kecuali untuk Ali Sina yang tidak pernah mau
mengerti ini.
Sebagaimana yang pernah disingung sebelumnya, bahwa ayat al qur’an bukan sebuah buku
sain, tetapi buku yang berisi petunjuk atau pertanda, yang harus di sikapi dengan pemikiran
yang jernih dan bersih. Ayat-ayat al qur’an banyak mengandung hikmah dengan
penyampaian berupa perumpamaan atau berupa kiasan, sehinga diperlukan kearifan dalam
menyingkapinya. Hal ini perlu si jelaskan kepada Ali Sina, yang otaknya masih kosong itu,
karena dia tidak mengerti sama sekali dengan makna sebuah perumpaman atau kata kiasan.
Kata-kata di dalam kalimat “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka
hati atau terpaksa", merupakan sebuah ungkapan perumpamaan atau kata kiasan yang
mengandung makna yang sangat mendalam dan luas. Tentu saja orang seperti Ali sina tidak
akan sanggup memahami perumpamaan itu , kerena dia tidak mempunyai cara berpikir yang
baik dan benar. Paling-paling dia akan meracau lagi dengan menyampaikan cacimakinya.
Adapun kalimat dari ayat tersebut dapat dimaknai secara ilmiah bahwa ; Allah telah
menciptakan sistim kendali sedemikian rupa, sehingga seluruh alam ciptaanNya tersebut
berada dibawah sistim kendali tersebut. Tidak satupun dari benda-benda langit itu yang
luput dari sistim control yang telah dirampungkan oleh ALLah SWT. Misalnya; bumi
berotasi pada sumbunya sambil mengorbit matahari, matahari bercahaya, begitu juga dengan
planet lainnya di dalam sistim Tatasurya matahari, adanya komet-komet yang melintasi
sistim tatasurya secara acak, adanya galaxy atau gugusan bintang-bintang yang sistim
kendalinya masih belum dimengerti dan masih dalam pengamatan para ahli Astronomi.
Artinya setelah tahap pemisahan atau tahap pengembangan dari pusat asap tersebut selesai,
maka Allah menciptakan sistim kendali yang sesuai dengan sifat dan karakter dari masing-
masing benda langit tersebut. Hal ini merupakan tahap awal atau periode permulaan dari
total 6 masa, seperti yang dimaksud oleh ayat-ayat yang sebelumnya. Artinya; tahap awal

ini berlangsung selama 2 masa, sebagaimana yang dimaksud dalam Surat 41.9-12 tersebut
diatas. Maka setelah tahap 2 masa ini, akan dilanjutkan lagi dengan 4 massa berikutnya
yang merupakan tahap penyempurnaan ekosistim atas kondisi dari masing-masing benda
langit tersebut, seperti; apakah planet ini dipersiapkan untuk mendukung sistim kehidupan (
seperti bumi ini) atau tidak , atau kondisi lainnya untuk penyempurnaan benda langit
tersebut. Jadi penciptaan alam semesta ini tidak terjadi begitu saja , tanpa proses , tanpa
kehendak, tanpa rencana dan tanpa tujuan yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

[41.12] Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap‐
tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang‐bintang yang cemerlang
dan Kami memeliharanya dengan sebaik‐baiknya. ‐‐ > 2 hari

Rahmanhadiq; ayat ini ternyata menyempurnakan Surat 41-9 sebelumnya. Kalau pada Surat
41-9 ini dijelaskan bahwa terbentuknya bumi dan langit dalam 2 masa atau 2 periode, maka
pada surat 41-12 ini dijelaskan bahwa ketujuh langit itupun diciptakan dalam 2 masa atau 2
periode. Jadi jelaslah bahwa langit yang tujuh itu berserta bumi , merupakan benda-benda
langit yang disebut dengan alam semesta ini, sesuai dengan pengertian kedua ayat tersebut.
Sekali lagi perlu dijelaskan kepada Ali Sina yang sedang memandang langi biru, bahwa yang
dilihatnya itu bukan langit yang sebenarnya tetapi lapisan Atmosfir Bumi saja, sedangkan
langit yang sebenarnya lebih jauh lagi dan tidak akan tembus dipandang dengan matanya
yang melek itu.
Sedangkan pengertian 7 langit masih belum dapat dipecahkan oleh para ahli astronomi,
bukan berarti al qur’an berkata bohong , tetapi ilmu manusia belum sanggup menyentuhnya.
Bahkan luasnya alam semesta ini belum dapat diperkirakan oleh ahli ruang angkasa.
Kemudian kedua surat diatas berkaitan erat lagi dengan surat [41.10]. Apabila ke 3 ayat
tersebut digabung atau dikombinasikan, akan menghasilkan sebuah petunjuk yang lebih
lengkap bahwa tahap periode awal yang dimaksud dengan 2 masa itu adalah sampai
terciptanya keseimbangan sistim orbit atau sistim kendali lainnya yang telah ditentukan oleh
sang Pencipta, sehingga seluruhnya tunduk dan patuh.. Dalam hal ini seluruh benda-benda
langit telah berfungsi sebagaimana mestinya, tetapi masih belum siap untuk menampung
sistim kehidupan karena masih labil (seperti; masih panas bergejolak, atmosfirnya belum
sempurna, tanahnya belum terbentuk atau masih labil). Namun pada periode awal 2 masa
ini, sudah terjadi sistim rotasi dan orbit yang seimbang dan stabil . Misalnya; matahari
sudah bercahaya sedangkan planet-planetnya tidak, ada planet yang mempuyai bulan dan
ada juga yang tidak, sudah terbentuknya galaxy dan gugus bintang-bintang lainnya, sudah
terjadi sistim orbit yang seimbang. Jadi seluruh sistim kendali itu telah ditetapkan dan
terkontrol terhadap benda langit sesuai dengan sifat , kondisi dan karakteristiknya masing-
masingnya. Tidak ada lagi sistim itu yang berada diluar control dan seluruhnya tunduk
kepada sistim kendali yang berada dibawah kekuasaan Allah sang Pencipta alam semesta
itu.
Kemudian setelah itu, dilanjutkan lagi kepada tahap berikutnya yaitu 4 masa berikutnya.
Pada tahap ini adalah menyempurnakan kondisi di masing-masing planet atau benda langit
lainnya. Hal ini dinyatakan pada surat [41.10] yang berbunyi ;

“Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia
memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)
nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang
bertanya. (QS Al Fushshilat 41:10)”.

Kemudian keterangan ayat diatas diperjelas lagi dalam keterangan surat An Nazi’aat ayat
27 sampai 33 yang berbunyi;

“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah
membangunnya27, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya28, dan Dia
menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang29. Dan
bumi sesudah itu dihamparkan-Nya30. Ia memancarkan daripadanya mata airnya dan
(menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya31. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya
dengan teguh32, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang
ternakmu (QS An Nazi‟aat79:27-33)”.

Ayat ini menyempurnakan dan melengkapi keterangan ayat-ayat sebelumnya. Ayat ini
menjelaskan dan memberi petunjuk bahwa memang Allah telah meninggikan alam semesta
ini. Meninggikan sama artinya dengan meluaskan , karena manusia memandangnya keatas
langit bukan ke bawah tanah. Jadi benarlah penjelasan dari Guru Besar Dr Naik, bahwa
langit itu diluaskan atau ditinggikan, sesuai dengan pengamatan ahli astronomi abad
melinium ini.
Kemudian setelah tercapai keseimbangan yang sempurna, maka selanjutnya Allah
memberikan penjelasan dengan sebuah kalimat perumpamaan lagi yang berbunyi “Dia
menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang”
.

Kalimat ini harus disingkapi dengan pengertian yang luas dan dalam. Artinya; pada tahap ini
akan terbentuk sistim orbit yang seimbang dan berfunginya masing-masing benda langit ,
sehingga terbentulah rotasi dan orbit dari masing-masing benda langit tersebut. Bagi
manusia di bumi, yang dimaksud dengan siang dan malam tentulah akibat rotasi bumi
sehingga ada bagian permukaan bumi yang kena cahaya matahari ( siang ) dan ada yang
tertutup (malam). Tahap inilah yang dimaksud dengan penyempurnaan dari tahap 2 masa.
Kemudian dilanjutkan lagi dengan sebuah kalimat perumpamaan atau kiasan lagi “Dan bumi
sesudah itu dihamparkan-Nya”. Kalimat inipun harus disikapi dengan sebuah pemikiran
yang jernih dan analisis, karena kalimat inipun merupakan perumpamaan dan sekaligus
sebagai pertunjuk yang sangat berharga bagi orang yang mendapat hikmah. Dimana kalimat
ini menunjukan bahwa setelah 2 masa itu, bumipun dipersiapkan untuk disempurnakan lebih
lanjut yang nantinya siap untuk dihamparkan bagi makhluk hidup. Kata dihamparkan pun
bisa dimaknai sebagai perumpamaan, yaitu mempersilahkan atau memberikan kemudahan
bagi makhluk hidup tinggal diatasnya.

Kalau surat An Naazi’aat 30 dan surat Al Fushshilat 41:10 digabung maka akan muncul
penjalasan yang lebih lengkap bagaimana proses atau tahap-tahap bumi itu dihamparkan.
Pada surat Al Fushshilat 41:10 menujukan bahwa penghamparan bumi ini dimaksud adalah
dalam proses menstabilkan fisik bumi seperti mengokohkan tanahnya dengan gunung-
gunung yang berfungsi untuk meredam getaran dan juga menumbuhkan segala macam
tanam-tanaman sebagai bahan makanan bagi hewan yang akan mendiaminya, begitu juga
dengan atmosfir bumi yang difungsikan bukan hanya sebagai atap (pelindung) tetapi juga
sebagai tempat berlabuhnya awan untuk mengembalikan air kembali kepermukaan bumi
sehingga mengalirlah berbagai sumber mata air dari sela-sela tanah.
Hal ini diperkuat dengan bunyi kalimat “(semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk
binatang-binatang ternakmu”. Kalimat ini mempunyai makna yang mendalam dan sekaligus
sebuah petunjuk yang tersembunyi, bahwa setelah terbentuknya sistim dan kondisi alamnya
bumi yang stabil, lalu tersedianya berbagai tumbuh-tumbuhan yang seimbang dan sempurna,
maka selanjutnya segala macam hewanpun disebarkan di datas bumi ini. Kemudian tumbuh-
tumbuhan dan segala macam hewan zaman kuno ini, saling mengolah permukaan tanah
bumi yang menjadi semakin subur seperti; misalnya terbentuknya kandungan bahan bakar
dalam tanah sebagai minyak bumi, atau batu bara, maka selanjutnya Allah pun
mempersiapkan makhluk yang lebih cerdas yaitu yang dikenal dengan nama manusia.
Manusia inilah nantinya yang telah ditakdirkan dan direncanakan oleh sang Pencipta untuk
mememelihara, merawat , mengolah dan mengelola keseimbangan alam dan biota di atas
bumi ini. Untuk itu Allah telah melengkapi manusia dengan kecerdasan yang sempurna
untuk dapat melaksanakan tugas-tugas itu.
Namun manusia juga dilengkapi dengan nafsu dan keinginan untuk memperoleh keuntungan
dari hasil pengolahan bumi ini. Sehingga apabila manusia tersebut hanya mementingkan diri
pribadi dan memperturutkan hawa nafsunya, maka rusak binasalah bumi ini dan akan
terjadilah pertumpahdarahan diantara sesama manusia untuk saling berebut kepentingan.
Untuk itulah Allah yang maha pengasih memberikan pedoman yang baik bagaimana
memperbaiki hatinurani dan jalan pikiran manusia agar tetap menjaga keseimbangan dan
kebaikan hidup antar sesama mereka. Baik antara manusia dengan alam ini, maupun antara
manusia dengan sesama manusia.
Aturan dan pedoman itu tercantum di dalam ajaran masing-masing agama yang
mengandung banyak pelajaran, hikmah dan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh sang
pencipta kepada seluruh umat manusia tanpa kecuali.
Pada mulanya agama itu adalah satu , bersumber dari Allah, tetapi selama perjalanan waktu,
ajaran dari masing-masing agama tersebut mengalami perubahan sesuai dengan keinginan
dan hasrat manusia untuk memeperoleh kemajuan, kebaikan dan keuntungan hidup di bumi.
Perubahan yang benar akan menjadikannya lebih baik, tetapi perubahan yang hanya mencari
keuntungan sesaat akan menimbulkan bencana dikemudian hari.
Selama perjalan waktu, perubahan agama kejalan yang tidak benar akan mengakibatkan
bencana bagi umat manusia, sehingga kembali Allah mengirimkan seorang nabi (manusia
berhati luhur) yang telah memperolah hikmah dan kebenaran untuk memperbaiki hal-hal
yang rusak tersebut. Banyak sekali para nabi diturunkan selama perjalanan kehidupan
manusia di bumi ini, semua nabi itu mengajarkan tentang nilai kebaikan dan kebenaran.

Sebaliknya ada pula makhluk yang diberi nama dengan Ali Sina yang selalu menghasut,
menanamkan nilai kebencian, mengadu domba, merusak nilai-nilai kebaikan, sehingga
beberapa manusia kembali terperdaya untuk melakukan pernbuatan tercela lagi.
Ali Sina ini, merupakan contoh yang paling nyata dan tepat, untuk melihat dan
menjadikannya sebagai sampel tentang adanya setan yang berujud manusia. Setan itu
bukanlah khayalan atau informasi yang mengada-ada dari setiap konsep ajaran agama, tetapi
hal yang nyata, sebagaimana yang telah diperlihatkan oleh Ali Sina ini.

Total hari penciptaan : 8 hari

Rahmanhadiq; ternyata si Otak Udang ini menghitungnya salah lagi. Entah bagaimana
caranya dia menghitung, tahu-tahu menjadi 8. Ini membuktikan bahwa ucapannya tidak bisa
dipercaya. Dia ingin merusak dan mendustakan keterangan ayat AL Qur’an. Ternyata
wangsit yang dia peroleh dari leluhurnya hanyalah mantra-mantra kosong yang tidak bernilai
sama sekali.
Ali Sina tentu bukan sosok seorang manusia, karena dia tidak dapat berhitung dan hanya
mencari-cari kesalahan ajaran agama islam, tanpa mendalami dan mempelajarinya lebih
dahulu. Artinya; mantra-mantara yang dibacakannya selama ini hanya berupa akal-akalan
nya saja untuk menebar kebencian, menghasut, memfitmah dan mengadu domba antara
sesama umat beragama. Maka lebih baik dia dikembalikan lagi ke dalam kepundan gunung
berapi untuk bertapa lagi, atau dia dibakar saja sebagai latihan untuk menghadapi panasnya
api neraka kelak di akhirat.

Ini jelas‐jelas sebuah kontradiksi. Terlebih lagi ayat 7.54 berkata

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam
masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy (singgasana). Dia menutupkan malam kepada siang
yang mengikutinya dengan cepat,”

Rahmanhadiq; Ayat ini sudah dibahas oleh asistennya DR Naik , jadi tidak perlu di uraikan
lagi. Karena, kalau diulangpun, dia tidak akan mengerti, bahkan berapa kalipun diulang, dia
tidak pernah mengerti sebab yang ada di dalam otaknya hanyalah kotorannya sendiri yang
berbau busuk dan menyebar kemana-mana.

Pernyataan ini dapat diterima sebagai puisi tapi tidak sebagai sains: Kegelapan adalah ketiadaan
terang, dg begitu tidak dapat dibandingkan sebagai ‘penutup’ yg menutupkan siang.

(rahmanhadiq; ini buktinya bahwa Ali Sina ini tidak mampu memahami makna gayabahasa
di dalam sebuah perumpaman, bahkan dia membuat pribahasa lain dengan tutur kata
menggunakan mantra-mantranya yang aneh di dengar telinga manusia.)

Juga dalam cerita ini terjadi hal yg menyalahi jaman. Bumi adalah bagian dari jagat raya. Hanya
“setitik debu” yg mengapung dalam samudra luas angkasa raya. Tidak bisa diciptakan terlebih

dulu sebelum angkasa. Bahkan jika semua yg lain dalam Quran itu benar, maka satu kesalahan
ini saja sudah cukup utk menolaknya sebagai buku dari Tuhan. (Rahmanhadiq ; ternyata Ali
Sina ini tidak mengerti dengan apa yang diucapkannya. Dia bagaikan seorang yang sedang
membacakan jampi-jampi dengan bahasa ngawurnya. Dia memahami bahasa ayat suci
dengan pikirannya yang sangat sempit dan kotor, sehingga dia tidak mau peduli apapun yang
disampaikan dalam kalimat ayat itu. RSD ini hanya mampu mengumpulkan bahan-bahan
gossip yang diajukan oleh tim suksesnya yaitu berita-berita negative tentang islam,
kemudian menyebarkan berita itu tanpa dibahasnya lagi. RSD ini setiap harinya
mengkonsumsi berita dan gosip-gosip negative, kemudian melahap dengan sangat rakusnya,
setelah itu meramunya menjadi fitnah yang lebih keji, lalu dimuntahkannya kepada siapa
saja yang mau menelan ludahnya itu. Dia tidak pernah mau mengerti dengan fitnah yang
dilontarkannya, apakah gosip itu benar atau salah, yang penting baginya langsung
menyebarkan gossip yang tidak dimengertinya sama sekali.
Makanan sehari-harinya adalah semua gossip jelek tentang islam, kemudian dengan bangga
dan pongahnya setan ini menggodoknya lalu menyebarkannya di dalam situs
kebanggaannya. Sebenarnya dia tidak mempunyai kemampuan berpikir apa-apa, dia hanya
berlagak sok pintar. Isi kepalanya hanya kotoran yang berbau busuk dan sangat menyengat
hidung, persis seperti Ekor Udang. Begitulah prilaku si RSD Narchis ini.

(Dr. Naik) :

Poin No.2 ‐ Bible berkata dalam Kejadian 1.3‐5 … ‘terang diciptakan dihari pertama.’ Kejadian
1:14‐19 … ‘benda‐benda penerang – bintang dan matahari, dll diciptakan dihari keempat.’
Bagaimana bisa benda‐benda penerang diciptakan dihari ke‐4 – belakangan dibanding terang
yg telah ada dihari pertama? – ini tidak sains.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->