Tugas Individu Paper Analisis Komposisi Pada Obat PARATUSIN Guna memenuhi tugas Mata kuliah Kimia Farmasi

Semester V Dosen Pengampu : Sukirno

Oleh: Artika Dharmawati 4301408033

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010

. penyekit koroner.PARATUSIN A. Kontra Indikasi Hipertiroidisme. Gliseril Guaiakolat 50 mg. penghambat mono amin oksidase (MAOI). penderita tekanan darah tinggi berat. B. dan yang mendapat terapi obat anti depresan tipe penghambat Monoamin Oksidase (MAO). hidung tersumbat. 4. dan retensi urin. seperti pada penderita berat badan berlebih (over weight) atau penderita usia lanjut. hipertensi. Indikasi Untuk meringankan gejala-gejala flu. pseudoefedrin. antihistamin. fenilefrin). hipertiroid. Perhatian dan Peringatan 1. dan dekongestan hidung. sakit kepala. nefropati (penyakit ginjal). dan Klorfeniramin Maleat 2 mg. glaucoma. hipertrofi prostat. Noskapin 10 mg. Bila dalam 3 hari gejala flu tidak berkurang segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan. 5. seperti demam. Dapat menyebabkan kantuk 2. 3. C. Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal. wanita usia subur karena mempunyai efek mutagenik. dan bersin-bersin yang disertai batuk. D. expektoran. Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan. Hati-hati penggunaan pada penderita tekanan darah atau yang mempunyai potensi tekanan darah tinggi atau stroke. Tablet ini bekerja sebagai anagesik-antipiretik. Fenilpropanolamin HCl 15 mg. Tidak boleh diberikan pada penderita yang peka terhadap obat simpatomimetik lain (missal efedrin. Golongan Tablet Paratusin merupakan obat generik yang mengandung Parasetamol 500 mg.

aritmia. 8. palpitasi. E. 7. Hentikan penggunaan obat ini jika terjadi susah tidur. Penggunaan pada penderita yang mengkonsumsi alcohol dapat meningkatkan resiko kerusakan fungsi hati. 10.6. serangan bentuk epilepsi (pada dosis besar). F. Anak – anak : 3-4 kali sehari ¼-½ tablet. Selama minum obat ini dilarang menjalankan mesin atau mengendarai kendaraan. gangguan pencernaan. retensi urin. takikardi. . wanita hamil dan menyusui. Efek Samping Mengantuk. Hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-obat lain yang menekan susunan syaraf pusat. ruam kulit Penggunaan dosis besar dan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati. jantung berdebar dan pusing. kecuali atas petunjuk dokter. gangguan psikomotor. 9. Dosis Dewasa & amak diatas 12 tahun : 3 kali sehari 1 tablet. Tidak dianjurkan penggunaan pada anak usia dibawah 6 tahun. mulut kering.

Phenylpropanolamine HCl 15 mg. dan demam. telah menggantikan penggunaan salisilat. sengal-sengal dan sakit ringan. parasetamol sebaiknya tidak digunakan terlalu lama karena dapat menimbulkan nefropati analgesik. serbuk kristal. dan Chlorpheniramine Maleate 2 mg. Paracetamol 1) Deskripsi Paracetamol asetaminofen adalah obat analgesik and antipiretik yang populer dan digunakan untuk melegakan sakit kepala. Paracetamol merupakan obat yang paling laku dan paling banyak dikonsumsi orang selain Amoxicillin. 4) Indikasi 5) Kontraindikasi 6) Efek samping Efek samping dalam dosis terapi jarang. 7) Dosis Dewasa & anak > 12 tahun : oral 650 mg atau 1 gram tiap 4-6jam bila perlu. Di Indonesia penggunaan parasetamol sebagai analgesik dan antipiretik. pankreatitis akut pernah dilaporkan setelah penggunaan jangka panjang. maksimum 4 gram perhari : Nyeri ringan sampai sedang dan demam. : Hipersensitivitas . 2) Nama Rumus Empiris Struktur Kimia : N-acetyl-para-aminophenol : C8H9NO2 : 3) Sifat Fisikokimia : Warna putih. A. Paracetamol adalah derivat para amino fenol.KOMPOSISI OBAT Tiap tablet paratusin mengandung: Paracetamol 500mg. Guaifenesin 50 mg. Sebagai analgesik. kecuali ruam kulit. agak pahit. kelainan darah. Noscapine 10mg.

Anak untuk tiap 4-6jam (maksimum 5 dosis per-24 jam) : < 4 bulan 4 . antikonvulsan.3 tahun 8) Farmakologi Memiliki aktifitas sebagai analgetik dan antipiretik. Sirup/Suspensi dan Sediaan Rektal 10) Stabilitas Penyimpanan Sediaan harus disimpan pada suhu 15-30° C.11 bulan 12 . Sediaan bentuk larutan atau suspensi tidak boleh dibekukan. 11) Interaksi dengan Obat Lain Alkohol. : Konsultasikan dengan dokter pada : Diekskresikan dalam air susu ibu dalam : Aman jika digunakan dalam dosis terapi : Fungsi Hati (2. 14) Mekanisme Aksi Bekerja langsung pada pusat pengaturan panas di hipotalamus dan menghambat sintesa prostaglandin di sistem saraf pusat. isoniazid : Meningkatkan resiko hepatotoksis Antikoagulan oral : Dapat meningkatkan efek warfarin Fenotiazin : Kemungkinan terjadi hipotermia parah 12) Parameter Monitoring 13) Pengaruh Terhadap Kehamilan selama kehamilan Terhadap Ibu Menyusui konsentrasi rendah Terhadap Anak-anak penggunaan obat > 5 hari Terhadap Hasil Laboratorium : Menyebabkan hasil positif palsu pada tes urin asam 5-hidroksiindoleasetik. 9) Bentuk sediaan Tablet.7 – 5 kg) (5 – 8 kg) (8 – 11 kg) (11 – 16 kg) : 40 mg : 80 mg : 120mg : 160 mg .23 bulan 2 .

serta sedikit larut dalam gliserol. 2) Nama Rumus Empiris Struktur Kimia : (2S)-3-(2-Hydroxyphenoxy) propane-1. Larut dalam air dengan perbandingan 1:60-70. atau penggunan obat yang kronis. dari penggunaan berulang dosis yang besar. . larut dalam alkohol.2-diol : : 3) Sifat Fisikokimia Serbuk berbentuk kristal berwarna putih atau sedikit berwarna abu-abu.15) Peringatan Hati-hati pada pasien yang sudah berkurang fungsi hati & ginjal. Guaifenesin 1) Deskripsi Guaifenesin atau Gliseril Guaiakolat (GG) merupakan obat untuk saluran pernapasan. dan ketergantungan pada alkohol. 16) Nama Dagang di Indonesia Alphamol Calapol Citamol Nalgesik Nasamol Omegrip Panadol Paracetol Progesic Pyrexin Sanmol Tempra Tropigesic Turpan Uni Cetamol Xepamol B. dan propilenglikol. Toksisitas parasetamol dapat disebabkan dari penggunaan dosis tunggal yang toksik. kloroform.

:100 . konsistensi dan volume sputum Tingkat keparahan batuk 12) Pengaruh Terhadap Kehamilan : Termasuk dalam kategori C. Terhadap Hasil Laboratorium : Kemungkinan dapat mempengaruhi warna pada determinasi 5-HIAA dan VMA. :25 . Tidak ada data mengenai penggunaan pada wanita hamil. :50 . maksimum 600 mg/hari.4) Indikasi Produksi sputum yang tidak normal dan batuk. 11) Parameter Monitoring Produktivitas batuk. maksimum 2400 mg/hari.400 mg setiap 4 jam. Terhadap Ibu Menyusui : Pengaruh terhadap bayi belum diketahui. Perlu dipertimbangkan Risk dan benefit.100 mg setiap 4 jam. T½ eliminasi ~ 1 jam 9) Bentuk sediaan Tablet. 6) Efek samping Efek samping yang sering muncul adalah mual dan muntah. maksimum 1200 mg/hari. maksimum 300 mg/hari. Belum ada data yang kuat. 5) Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap produk guaifenesin. Disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. Liquid/Sirup 10) Stabilitas Penyimpanan Serbuk Guaifenesin cenderung menggumpal pada saat penyimpanan.200 mg setiap 4 jam. . 7) Dosis > 12 tahun 6-12 tahun 2-6 tahun < 2 tahun 8) Farmakologi Adsorpsi : pada saluran cerna dengan baik Ekskresi : terjadi di ginjal dan dikeluarkan melalui urin :200 .50 mg setiap 4 jam.

13) Mekanisme Aksi GG memiliki aktivitas sebagai ekspektoran dengan meningkatkan volume dan mengurangi kekentalan sputum yang terdapat di trakhea dan bronki. 15) Nama Dagang Allerin Anakonidin Bisolvon Extra Brodrexin Collerin Expectorant Combi Flu Decolsin Dextral/Dextral Forte Intunal Konidin Lapifed Expectorant Lodecon/Lodecon Forte Mixadin Oskadryl Silabat Stop Cold Termorex Plus Triaminic Expectorant Wood's Expectorant Peppermint . Batuk kronik atau batuk yang terjadi terus menerus akibat merokok. diabetes atau peripheral vascular disease. bronkitis kronis. prostatic hypertrophy dan glaucoma. 14) Peringatan Batuk yang disertai dengan produksi sputum yang terlalu banyak. asma. atau emfisema. Akan tetapi bukti objektif masih sedikit. kelainan jantung. Dapat meningkatkan reflek batuk dan memudahkan untuk membuang sputum. Guaifenesin yang digunakan bersama dengan phenylpropanolamine sebaiknya digunakan dengan peringatan pada pasien hipertensi. Guaifenesin yang digunakan bersama dengan dextromethorphan sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang sedang mendapatkan terapi MAOI's.

5) Kontraindikasi Asma bronchial.6. depresi pernapasan. : 3-4 kali sehari 2 tetes : Tetes 10 mg/mL x 20 mL . 6) Dosis Dewasa : 3-4 kali sehari 10 tetes Anak 6-12 tahun : 3-4 kali sehari 5 tetes Bayi 7) Bentuk sediaan 8) Perhatian Penyakit ginjal atau hati. gangguan bersama MAOI (penghambat monoamine oksidase). Noscapine 1) Deskripsi Suatu alkaloida dari candu (dengan daya meredakan gatal batuk yang lebih dari kodein).7-Dimethoxy-3-[(5R)-5. dll. tetapi tanpa sifat efek samping yang ditimbulkan kodein.5-g)isoquinolin-5-yl]-1(3H)-isobenzofuranone Rumus Empiris Struktur Kimia : C22H23NO7 : 3) Sifat Fisikokimia Berwarna kristal putih dengan titik lebur 176 oC.8-tetrahydro-4-methoxy-6-methyl-1. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan toleransi & ketergantungan fisik. 2) Nama : (3S)-6. penurunan kapasitas/cadangan pernapasan atau mendapat terapi bersamaan dengan depresan susunan saraf pusat. stabil terhadap pengaruh udara dan cahaya. 4) Indikasi : Semua keadaan yang memerlukan efek antitusif (pereda batuk). 9) Nama Dagang : Mercotin. bersifat basa sangat lemah.C. tidak berbau.7.3dioxolo (4. peningkatan tekanan intracranial (dalam tengkorak).

tremor. Phenylpropanolamine HCl 1) Deskripsi Yaitu senyawa yang termasuk dalam obat simpatomimetis yang secara struktur berkaitan dengan efridin hidroklorida. 6) Efek samping Menaikkan tekanan darah terutama pembuluh darah. Fenilpropanolamin hidroklorida merupakan senyawa adrenergik yaitu adrenomimetik yang berefek campuran yang dapat menimbulkan efek melalui pengaktifan adrenoseptor dan melepaskan katekolamin dari tempat penyimpanan atau menghambat pemasukan katekolamin. 2) Nama Rumus Empiris Struktur Kimia : 1-fenil-1-amino-1-propanol hidroklorida : C9H13NO. 3-4 kali sehari 8) Mekanisme Aksi Beberapa senyawa adrenomimetik adalah pada ujung saraf simpatetik. . 5) Kontraindikasi Obat tidak boleh digunakan pada penderita insomnia (sulit tidur).HCl : 3) Sifat Fisikokimia Serbuk hablur putih.D. 4) Indikasi Melegakan hidung tersumbat (decongestan) dengan cara menciutkan pembuluh darah di sekitar mukosa hidung (vasokonstriksi perifer). mudah larut dalam air dan etanol. tidak larut dalam eter. titik leleh 191 o-196oC. 7) Dosis Dewasa : maksimal 15 mg per takaran. 3-4 kali sehari pada penderita penyakit jantung dan (mono amin Anak 6-12 tahun : maksimal 7.5 mg per takaran. aritmia dan penderita yang menggunakan MAO oksidase) inhibitor. bau aromatis lemah. pusing. dipengaruhi oleh cayaha.

2) Nama : 3-(4-chlorophenyl)-N. penderita tiroid.N-dimethyl-3-pyridin-2-yl-propan-1-amine Rumus Empiris Struktur Kimia : C6H19ClN2 : 3) Sifat Fisikokimia Berbentuk kristal putih tidak berbau. Mudah larut dalam air. 4) Indikasi Rinitis alergi dan gejala alergi lain termasuk urtikaria.9) Peringatan Hati-hati pada penderita diabet juvenil karena dapat meningkatkan kadar gula darah. . 10) Nama Dagang Congestril (Konimex) Decolgen Mixagrip Sanaflu Neozep forte Rhinegal E. CTM merupakan salah satu antihistaminika yang memiliki efek sedative (menimbulkan rasa kantuk). hipertensi. Deksklorfeniramin maleat merupakan bentuk dextro isomer. memiliki aktivitas 2X lipat dibanding klorfeniramin berbentuk rasematnya. larut dalam etanol dan dalam kloroform. sukar larut dalam eter dan dalam benzena. Chlorpheniramine Maleate 1) Deskripsi Klorfeniramin maleat adalah turunan alkilamin yang merupakan antihistamin dengan indeks terapetik (batas keamanan) cukup besar dengan efek samping dan toksisitas yang relatif rendah. gangguan jantung dan penderita yang menggunakan antidepresi.

yang diekskresikan dalam urin.5) Kontraindikasi Hipersensitif terhadap klorfeniramin maleat atau komponen lain dalam formulasi. rasa lelah. maksimal 4 mg perhari .gejala hipertrofi prostat. N-dealkilasi akan mendapatkan beberapa metabolit. ulkus peptik. pusing : mengantuk : mengentalkan sekresi bronkial Gastrointestinal : mual. maksimal 12 mg perhari Anak 2-5 tahun 8) Farmakologi Onset klorfeniramin sekitar 30-60 menit. sakit perut. dengan Cmax sekitar 2 jam dan efek terapi maksimal sekitar 6 jam. Ikatan protein mendekati 72%. Hindari penggunaan pada bayi prematur atau baru lahir karena kemungkinan mengalami SIDS. maksimal 24 mg perhari Anak 6-12 tahun : 2 mg tiap 4-6 jam. kemudian dalam hati dan dapat mengalami kejenuhan. sewaktu terjadi serangan asma akut. Durasi aksi antara 4-8 jam. sama : 1 mg tiap 4-6 jam. lemas : diplopia Ginjal : poliuria Pernapasan: faringtis 7) Dosis Dewasa : 4 mg tiap 4-6 jam. pertama dalam mukosa lambung. diarea. eksitabilitas. meningkatkan berat badan Genitourinaria : retensi urinar Otot Mata : artralgia. xerostomia. meningkatkan nafsu makan. Metabolisme klorfeniramin sangat luas dan cepat. Klorfeniramin terdistribusi luas pada jaringan dan cairan tubuh dan dapat menembus plasenta serta diekskresikan melalui ASI. glukoma sudut sempit. 6) Efek samping Lebih dari 10% Susunan saraf pusat Saluran pernapasan 1-10% Susunan saraf pusat : sakit kepala. obstruksi pyloroduodenal.

3A4 (major) . klaritromisin. Tutup wadah rapat-rapat setelah digunakan. nikardipin. dan verapamil. eritromisin. antidepresan trisiklik. meskipun data yang ada dilaporkan penggunaan pada ibu hamil terutama trimester pertama dan kedua tidak ditemukan gangguan pada janin. isoniazid. imatinib. Etanol/Nutrisi/Herbal. 11) Interaksi Dengan Obat Lain : Substrat CYP2D6 (minor). Pada pasien gagal ginjal dengan hemodialisa. tetapi T½ eliminasi bervariasi tergantung umur. 9) Bentuk sediaan 10) Stabilitas Penyimpanan Disimpan pada suhu kamar. tidak disarankan penggunaan obat ini pada 2 minggu menjelang kelahiran karena potensial terjadinya retrolental fibroplasia pada bayi prematur. T½ pada dewasa sehat dan anak-anak masing-masing adalah 20-24 jam dan 10-13 jam. Penghambat MAO. Contoh obat ini meliputi antifungi azole. seperti antagonis H1 umumnya. Etanol : Hindari penggunaan etanol (dapat meningkatkan depresi SSP). Disarankan metode non farmakologi seperti banyak minum dan istirahat bila muncul gejala flu atau alergi selama kehamilan. : Tablet Penghambat CYP2D6 (lemah). nefazodon. penghambat protease. propofol. Tidak ada penelitian terkendali pada ibu hamil. Namun. antara 15 -30°C. quinidin. jangka pendek dan benar-benar memberikan keuntungan.dengan induknya. Dengan Makanan bioavailabilitasnya. diklofenak. T½ plasma antara 2-4 jam. Kecepatan ekskresi tergantung pada pH urin dan aliran urin. doksisiklin. Meningkatkan toksisitas (depresi SSP): depresan SSP. Obat ini hanya diberikan bila perlu. Buang obat jika sudah melampaui waktu kadaluwarsa. . 12) Pengaruh Terhadap Kehamilan : Klorfeniramin diklasifikasikan dalam : Memperlambat absorpsi tetapi tidak mengurangi kategori B. fenotiasin. T½ dapat memanjang hingga 280-330 jam. Penghambat CYP3A4 : Dapat meningkatkan kadar klorfeniramin. menurun bila pH naik dan aliran urin berkurang.

Gunakan hati-hati pada pasien dengan glukoma sudut tertutup. atau rewel. Manifestasi efek samping pada bayi biasanya berupa iritabilitas. 14) Peringatan Obat ini menyebabkan kantuk. koma dan kematian pada dosis tinggi. gangguan pola tidur. mengantuk. Diperlukan penggantian ASI apabila ibu menyusui perlu penggunaan Klorfeniramin secara rutin. obstruksi saluran kemih (termasuk obstruksi leher kandung kemih dan gejala hiperplasia prostat). Juga kaji kebiasaan pasien mengkonsumsi kopi atau alkohol. suplemen. pembuluh darah dan saluran pernapasan. antihistamin dapat menstimulasi paradoksikal SSP. atau produk herbal. Pada beberapa anak. hipereksitabilitas. dan penyakit kardiovaskuler (termasuk hipertensi dan takikardi). Dosis tunggal sebelum tidur setelah menyusui terakhir. hati-hati bila digunakan pada kondisi yang memerlukan kewaspadaan penuh seperti menjalankan mesin atau mengendarai kendaraan bermotor. dapat meminimalkan pemaparan pada bayi. 13) Mekanisme Aksi Kompetisi dengan reseptor H1 pada sel efektor di saluran pencernaan. tidak disarankan penggunaan jangka waktu lama pada usila. . hipertiroidi. meliputi OTC. Antihistamin tidak direkomendasikan pada neonatus karena kemungkinan stimulasi paradoksikal SSP atau kejang. Karena berefek sedatif dan antikolinergik. obstruksi pyloroduodenal (termasuk ulkus peptik stenotik). Dapat menyebabkan eksitasi paradoksikal pada anak-anak dan dapat menyebabkan halusinasi.Terhadap Ibu Menyusui : Klorfeniramine harus digunakan hati-hati pada ibu menyusui. atau penyalahgunaan obat. peningkatan tekanan intraokuler. Terhadap Anak-Anak : Klorfeniramin disarankan pada anak-anak > 2 tahun. 15) Monitoring Penggunaan Obat Kaji kemungkinan penggunaan obat-obat lain yang mempengaruhi terapi. perokok.