P. 1
Makalah Pancasila Dan Agama

Makalah Pancasila Dan Agama

|Views: 237|Likes:
Published by asasmadi599253

More info:

Published by: asasmadi599253 on Nov 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2015

pdf

text

original

Makalah Pancasila : Pancasila vs Agama

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Siapa yang tidak kenal dengan Pancasila dan Soekarno sebagai penggalinya? Pada tanggal 1 Juni 1945 untuk pertama kalinya Bung Karno mengucapkan pidatonya di depan sidang rapat Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan. Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk. Mengapa begitu besar pengaruh Pancasila terhadap bangsa dan negara Indonesia? Kondisi ini dapat terjadi karena perjalanan sejarah dan kompleksitas keberadaan bangsa Indonesia seperti keragaman suku, agama, bahasa daerah, pulau, adat istiadat, kebiasaan budaya, serta warna kulit jauh berbeda satu sama lain tetapi mutlak harus dipersatukan. Sejarah Pancasila adalah bagian dari sejarah inti negara Indonesia. Sehingga tidak heran bagi sebagian rakyat Indonesia, Pancasila dianggap sebagai sesuatu yang sakral yang harus kita hafalkan dan mematuhi apa yang diatur di dalamnya. Ada pula sebagian pihak yang sudah hampir tidak mempedulikan lagi semua aturan-aturan yang dimiliki oleh Pancasila. Namun, di lain pihak muncul orang-orang yang tidak sepihak atau menolak akan adanya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Mungkin kita masih ingat dengan kasus kudeta Partai Komunis Indonesia yang menginginkan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi Komunis. Juga kasus kudeta DI/TII yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan mendirikan sebuah negara Islam. Atau kasus yang masih hangat di telinga kita masalah pemberontakan tentara GAM.

dan kesatuan bulatnya juga demikian. c. dapat menuju negara yang aman dan stabil. Kelengkapannya bergantung pada pemikiran lain yang dijabarkan ke dalam Pancasila. juga tidak merupakan kesatuan yang bulat. Masalah pokok yang hendak dikemukakan di sini adalah kenyataan bahwa Pancasila tidak merupakan paham yang lengkap. Berdasarkan Latar Belakang permasalahan tersebut. Tujuan dan Kegunaan Penulisan Makalah 1. C. maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: 1. 2. Untuk mengetahui arti penting dari adanya Pancasila di negara Indonesia. . kejadian-kejadian itu bersumber pada perbedaan dan ketidakcocokan ideologi Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia dengan ideologi yang mereka anut. Apakah dengan terus menjadikan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Dalam rangka ini. Tujuan Penulisan Makalah a. penulis tertarik untuk menulis makalah yang berjudul “PANCASILA VS AGAMA”. B. Apakah Pancasila masih cocok menjadi ideologi yang dianut oleh bangsa Indonesia yang terdapat beragam kepercayaan (agama). Untuk mengetahui bagaimana seharusnya negara yang memiliki masyarakat yang beragam agama. Untuk mengetahui sejauh mana Pancasila cocok dengan agama.Jika kita melihat semua kejadian di atas. Dengan kata lain mereka yang melakukan kudeta atas dasar keyakinan akan prinsip yang mereka anut adalah yang paling baik. paham agama bisa pula masuk. b. khususnya bagi orangorang yang berlatar belakang prinsip agama. Perumusan Masalah Dari latar belakang di atas.

D. OBJEK PENULISAN Objek penulisan makalah ini adalah mengenai Pancasila dan hubungannya dengan gama-agama yang ada di Indonesia. BAB II METODE PENULISAN A. 2. Bagi pihak lain Makalah ini diharapkan dapat menambah referensi pustaka yang berhubungan antara Pancasila dengan Agama. Kegunaan Penulisan Makalah a. b. dll). Penulisan makalah ini dibatasi pemasalahannya yaitu hanya membahas sangkut paut agama dengan Pancasila. B. Dalam makalah ini juga dibahas mengenai kontroversi penerapan ideologi pancasila di Indonesia. Bagi Penulis Penulisan makalah ini disusun sebagai salah satu pemenuhan tugas terstruktur dari mata kuliah Pancasila.2. memilih objek Pancasila dengan Agama karena kedua hal ini adalah dua komponen negara Indonesia yang masing-masing mempunyai . Pembatasan Masalah 1. DASAR PEMILIHAN OBJEK Kami sebagai penyusun makalah ini. Agama yang menjadi objek utama dalam penulisan makalah ini adalah Agama yang ada di Indonesia (Islam.

metode pengumpulan data yang digunakan adalah kaji pustaka terhadap bahan-bahan kepustakaan yang sesuai dengan permasalahan yang diangkat dalam makalah ini yaitu mengenai hubungan Pancasila dengan agama. C. yaitu mengidentifikasi permasalahan berdasarkan fakta dan data yanag ada. Sebagai referensi juga diperoleh dari situs web internet yang membahas mengenai falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia. menganalisis permasalahan berdasarkan pustaka dan data pendukung lainnya. Menggugat Pancasila hanya akan membawa ketidakpastian baru. penulis juga mendapatkan data dari hasil wawancara dengan orang-orang yang berkompeten di bidang pancasila dan agama. Bukan tidak mungkin akan timbul chaos (kesalahan) yang memecah-belah eksistensi negara kesatuan. serta mencari alternatif pemecahan masalah BAB III KEBERADAAN PANCASILA DAN SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA A. Disamping itu.pengaruh yang sangat kuat bagi para penganutnya. Jika terjadi ketidakserasian antara dua komponen ini. Untuk menghindarinya maka penerapan hukum-hukum agama (juga hukum-hukum adat) dalam sistem hukum negara menjadi urgen untuk diterapkan. ARTI PENTING KEBERADAAN PANCASILA Pancasila sebagai dasar negara memang sudah final. Sejarah Indonesia yang awalnya merupakan kumpulan Kerajaan yang . D. METODE PENGUMPULAN DATA Dalam pembuatan makalah ini. maka akan terjadi suatu yang sulit untuk diselesaikan. METODE ANALISIS Penyusunan makalah ini berdasarkan metode deskriptif analistis. Akhirnya Indonesia akan tercecer menjadi negara-negara kecil yang berbasis agama dan suku.

Pancasila sendiri yang sebagai dasar negara Indonesia tidak bisa lepas dari pengaruh agama yang tertuang dalam sila pertama yang berbunyi sila “Ketuhanan yang Maha Esa”. Searah dengan perkembangan. Katolik. B. sila Ketuhanan yang Maha Esa dapat dijabarkan dalam beberapa point penting atau biasa disebut dengan butir-butir Pancasila. Yang lebih buruk lagi adalah dapat memicu disintegrasi bangsa terutama bagi provinsi yang mayoritas beragama nonislam. Karena itulah sampai detik ini bunyi sila pertama adalah “ketuhanan yang maha esa” yang berarti bahwa Pancasila mengakui dan menyakralkan keberadaan Agama. Pancasila yang diperjuangkan untuk mengikat agama-agama dan suku-suku itu harus tetap mengakui jati diri dan ciri khas yang dimiliki setiap agama dan suku. Namun dua ormas Islam terbesar saat itu dan masih bertahan sampai sekarang yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menentang penerapan Piagam Jakarta tersebut. Budha dan Hindu sebagai agama resmi negara pada saat itu. karena dua ormas Islam tersebut menyadari bahwa jika penerapan syariat Islam diterapkan secara tidak langsung namun pasti akan menjadikan Indonesia sebagai negara Islam dan secara “fair” hal tersebut dapat memojokkan umat beragama lain. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA Sebagai negara yang bermayoritas penduduk agama islam.berbasis agama dan suku memperkuat kebutuhan akan hal ini. C. Diantaranya: − Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. . yang pada awalnya berbunyi “… dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya” yang sejak saat itu dikenal sebagai Piagam Jakarta. tidak hanya Islam namun termasuk juga Kristen. BUTIR-BUTIR PANCASILA SILA PERTAMA Atas perubahan bunyi sila pertama menjadi Ketuhanan yang Maha Esa membuat para pemeluk agama lain di luar islam merasa puas dan merasa dihargai.

Tidak ada pemaksaan dan saling toleransi antara agama yang satu dengan agama yang lain. . sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. − Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing − Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain. − Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa − Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. BAB IV BENTUK KOLABORASI PANCASILA DENGAN AGAMA · IDEOLOGI PANCASILA SEBAGAI PILIHAN Keberagaman agama dan pemeluk agama di Indonesia menjadi sebuah kenyataan yang tak terbantahkan.− Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dari butir-butir tersebut dapat dipahami bahwa setiap rakyat Indonesia wajib memeluk satu agama yang diyakini. − Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antra pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kenyataan ini menuntut adanya kesadaran dari setiap pemeluk agama untuk menjaga keharmonisan hubungan di antara mereka.

Akibat maraknya parpol dan ormas Islam yang tidak mengakui keberadaan Pancasila dengan menjual nama Syariat islam dapat mengakibatkan disintegrasi bangsa. Tak ada lagi asumsi mayoritas – minoritas. Yang harus disadari adalah bahwa mereka hidup dalam sebuah masyarakat dengan keyakinan agama yang beragam. penuh dan sempurna. tidak pula memperkenankan pemisahan negara dari agama. Seperti yang telah kita ketahui bahwa di Indonesia terdapat berbagai macam suku bangsa. Karena itu dipilihlah Pancasila sebagai dasar negara. Konsep negara yang menjamin setiap pemeluk agama untuk menjalankan agamanya secara utuh. Sedangkan sejauh ini tidak ada pihak manapun yang secara terang-terangan menentang bunyi dan butir pada sila kedua hingga ke lima. Penerapan konsep negara agama-agama akan menghapus superioritas satu agama atas agama lainnya. atau Islam Nasionalis. Sebuah negara yang tidak tunduk pada salah satu agama. Bahkan pemeluk agama dapat hidup berdampingan secara . Dengan kondisi sosiokultur yang begitu heterogen dibutuhkan sebuah ideologi yang netral namun dapat mengayomi berbagai keragaman yang ada di Indonesia. karena hukum-hukum agama hanya berlaku pada pemeluknya. Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia yang cinta atas keutuhan NKRI maka banyak dari mereka yang mengatasnamakan diri mereka Islam Pancasilais. Namun ada ormas-ormas yang terang-terangan menolak isi dari Pancasila tersebut. Tak perlu ada ketakutan ataupun kecemburuan apapun. Semangat pluralisme dan ketuhanan yang dikandung Pancasila telah siap mengadopsi kemungkinan itu. bukan pula negara sekuler apalagi negara atheis. Namun saat ini yang menjadi permasalahan adalah bunyi dan butir pada sila pertama. apalagi sampai mengakui tidak tunduk pada agama manapun. Dengan demikian. semestinya tak ada satu kelompok pemeluk agama yang mau menang sendiri. Negara Pancasila mendorong dan memfasilitasi semua penduduk untuk tunduk pada agamanya.Semua pemeluk agama memang harus mawas diri. Konsep negara Pancasila adalah konsep negara agama-agama. adat istiadat hingga berbagai macam agama dan aliran kepercayaan. Negara Pancasila bukanlah negara agama. Penerapan hukum-hukum agama secara utuh dalam negara Pancasila adalah dimungkinkan.

Sebagai contoh. dengan alasan moral dan budaya maka diterapkanlah aturan tersebut. Sedangkan ketika anda terlibat didalamnya anda adalah seseorang yang memeluk agama diluar Islam! Apakah yang anda pikirkan dan bagai mana perasaan di hati anda ketika sebuah kebenaran dan moralitas pada hati nurani anda ditentukan oleh agama lain yang bukan anda anut? Sekarang di beberapa provinsi telah terjadi. tetapi ada Kristen Protestan dan Katolik. Adopsi hukum-hukum agama dalam negara Pancasila akan menjamin kelestarian dasar negara Pancasila. tidak ada kesetaraan gender dan lihat betapa tersisihnya kaum wanita dan penganut agama minoritas di sana. Jika anda masih ragu. prinsip Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Humanisme (Kemanusiaan yang adil dan beradab). Selain alasan di atas. Bukankah ini merupakan pengkhianatan terhadap kebinekaan bangsa Indonesia yang begitu heterogen. Budaya dan Toleransi umat beragama di Indonesia dukung dan jagalah kesucian Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa. · KONTROVERSI PANCASILA Sebagai dasar negara RI. Nasionalisme (Kebangsaan). Budha. kini di sebuah provinsi semua wanita harus menggunakan jilbab. sama persis dengan asas Zionisme dan Freemasonry. dan Soepomo mengadopsi (baca: memaksakan) asas Zionis dan Freemasonry untuk diterapkan di Indonesia. Kesemua agama . Jika memang anda cinta dengan Adat. Demokrasi (Musyawarah). Mungkin bagi sebagian kecil orang yang tinggal di Indonesia merupakan keindahan namun bagai mana dengan budaya yang selama ini telah ada? Jangankan di tanah Papua. pakaian Kebaya pun artinya dilarang dipakai olah putri daerah. Karena ternyata. kesalahan maupun etika moral ditentukan oleh sebuah definisi sebuah agama dalam hal ini agama Islam. Bung Karno. Tegasnya. sila-sila dalam Pancasila.damai dan sederajat. Tidak ada pemilu. Pikirkan jika suatu kebenaran. Yamin. silakan lihat apa yang terjadi di Saudi Arabia dengan aliran Salafy Wahabinya. dan Sosialisme (Keadilan Sosial). agama-agama yang berlaku di Indonesia tidak hanya Islam. Hindu. bahkan Konghucu. Seperti Monoteisme (Ketuhanan YME). Pancasila juga bukanlah perahan murni dari nilai-nilai yang berkembang di masyarakat Indonesia.

Pancasila agaknya tidak dimaksudkan sebagai alat pemersatu. hingga kini menjadikan Pancasila sebagai senjata ampuh untuk menjegal Syariat Islam. Bagaimana toleransi bisa dibangun di atas konstruksi filsafat yang menghasilkan anarkisme ideologi seperti ini? Pancasila. tidak ada persatuan. karena kedudukan raja diwarisi turun temurun. begitu pun negara jiran Malaysia. sebagaimana sila kedua Pancasila. Rakyat harus tunduk dan patuh pada titah sang raja tanpa reserve. bahkan pengikut animisme. menganut paham atau konsep bertuhan banyak. mereka justru lebih maju dari Indonesia. selalu mengundang pertumpahan darah. Padahal. Nyatanya. meski konsep Ketuhanan yang terdapat dalam Pancasila berbeda dengan konsep bertuhan banyak yang mereka anut. kebanyakan terdiri dari Kerajaan-kerajaan Hindu. . Tetapi untuk menjegal peluang berlakunya Syari’at Islam. betapapun pahitnya haruslah diakui secara jujur. namun mengatasnamakan ke-Bhinekaan. Sedang sejarah membuktikan. Mereka lebih sibuk menyerimpung orang Islam yang mau menjalankan Syariat agamanya. terutama Non Muslim. Dari sistem monarkis seperti ini. minus demokrasi. Kala itu. sejumlah pejabat dan mantan pejabat di negeri ini. belum juga siuman dari mimpinya tentang kemanusiaan yang adil dan beradab. apalagi untuk mengakomodir ke-Bhinekaan yang menjadi ciri bangsa Indonesia. Pada masa pra kemerdekaan tatanan sosial masyarakat di Nusantara. Kenyataan ini. untuk mempertahankan ke-Bhinekaannya mereka tidak perlu Pancasila. bukan hanya Indonesia yang masyarakatnya multietnis. multi kultural. dan multi agama. perebutan kekuasaan dan wilayah. tetapi yang berlaku adalah sabda pandita ratu. Di Amerika Serikat. justru penindasan terhadap kemanusiaan. Para nasionalis sekuler. ketimbang dengan gigih memperjuangkan haknya dalam menjalankan ibadah dan menerapkan ketentuan agamanya. Hanya agama Islam saja yang memiliki konsep Berketuhanan YME (Allahu Ahad). Sejak awal.itu. apa yang dilakukan rezim penguasa selama 60 tahun Indonesia merdeka. cuma sekadar alat politisi busuk yang anti Islam. Sayangnya. Sekaligus. belum dikenal konsep musyawarah untuk mufakat. sudah kian terbukti. Perpecahan.

adalah kekuatan-kekuatan yang ingin menyeragamkan. Demikian pula. yang daerahnya paling banyak korban gempa bumi berasal dari PDIP. menyebabkan parameter kebenaran porak-poranda. di Bandung. Sementara yang berjiwa keagamaan dinyatakan sebagai musuh revolusi. dan komunis) dipaksakan berlaku secara despotis. dan seni. Masyarakat Indonesia beraneka ragam. kehancuran. Dengan memaksakan kehendak. Bupati Bantul. Majelis Mujahidin. seni yang boleh dipertunjukkan hanya seni gaya Lekra.”Bencana gempa di Jogjakarta. pada gilirannya. muncul sejumlah tokoh nasional berupaya memperalat isu Pancasila untuk kepentingan zionisme. Apakah bukan tindakan anarkis? Jangan lupa. kemungkaran akhlak merajalela. Dengan berlandaskan asas Bhineka Tunggal Ika. justru Bung Karno pula orang pertama yang mengkhianati Pancasila. sehingga tindakan menyeragamkan budaya itu tidak dibenarkan. cap jempol atau silang darah di Jatim. Upaya penyeragaman budaya. Anehnya. pembakaran kantor Bupati Tuban. dan Hizbut Tahrir. mereka menggunakan cara yang tidak cerdas dan manipulatif. dan perilaku menyesatkan membawa epidemi kerusakan dan juga bencana. Penyeragaman yang dimaksud. budaya. juga dikritik pedas. Seorang paranormal mengatakan. Ideologi NASAKOM (Nasionalisme. ia berusaha menyeragamkan ideologi. mereka memosisikan agama seolah-olah perampas hak dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Hasilnya. 4 Juni 2006. Segala hal yang berkaitan dengan agama dianggap membelenggu kebebasan. Tidak itu saja. Idham Samawi. yang dilakukan anggota PKB dan PDIP. Kebencian pada agama. terjadi akibat pendukung RUU APP yang kian anarkis. Pihak yang merongrong Bhineka. sebagaimana dikatakan Akbar Tanjung. maupun moral atas nama agama. 27 Mei 2006. malah yang disalahkan Islam dan umat Islam. Kesyirikan. aliran sesat. peristiwa bencana gempa bumi yang menewaskan lebih dari 6000 jiwa di Jogjakata.” Padahal. “Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan awal bangsa Indonesia harus dipertahankan. · PEMAHAMAN DAN PELANGGARAN TERHADAP PANCASILA SAAT INI . Celakanya.” kata Megawati.Dalam memperingati hari lahir Pancasila.”Keberagaman itu tidak dirusak dengan memaksakan kehendak. dan menyatroni aktivis FPI.” Lalu. berusaha menyeragamkan ideologi melalui asas tunggal Pancasila. agama. Begitu pun Soeharto.

Sesungguhnya tidak ada agama yang salah dan mengajarkan permusuhan. Kristen. berbeda keyakinan maupun berbeda adat istiadat. kalaupun penggunaan dasar agama haruslah mengakomodir standar dari Islam. yaitu Islam. Sebuah kesalahan fatal bila menjadikan salah satu agama sebagai standar tolak ukur benar salah dan moralitas bangsa. IMPLIKASI DAN SARAN · KESIMPULAN . Ideologi Pancasila adalah ideologi beragama. Budha dan Hindu bukan berdasarkan salah satu agama entah agama mayoritas ataupun minoritas. Sesama umat beragama seharusnya kita saling tolong menolong. Tidak perlu berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi berbasis agama dengan alasan bahwa ideologi Pancasila bukan ideologi beragama.Ideologi Pancasila merupakan dasar negara yang mengakui dan mengagungkan keberadaan agama dalam pemerintahan. Budha dan Hindu. Agama yang diakui di Indonesia ada 5. Hendaknya kita tidak menggunakan standar sebuah agama tertentu untuk dijadikan tolak ukur nilai moralitas bangsa Indonesia. Tidak perlu melakukan permusuhan ataupun diskriminasi terhadap umat yang berbeda agama. Katolik. Katolik. Karena akan terjadi chaos dan timbul gesekan antar agama. BAB V KESIMPULAN. Hanya karena merasa berasal dari agama mayoritas tidak seharusnya kita merendahkan umat yang berbeda agama ataupun membuat aturan yang secara langsung dan tidak langsung memaksakan aturan agama yang dianut atau standar agama tertentu kepada pemeluk agama lainya dengan dalih moralitas. Sehingga kita sebagai warga negara Indonesia tidak perlu meragukan konsistensi atas Ideologi Pancasila terhadap agama. Kristen.

Untuk menjadi sebuah negara Pancasila yang nyaman bagi rakyatnya.Berdasarkan latar belakang. Selain itu. kita juga harus mempunyai kemauan yang keras guna mewujudkan negara Indonesia yang aman. maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Pancasila adalah ideologi yang sangat baik untuk diterapkan di negara Indonesia yang terdiri dari berbagai macam agama. akan terjadi ketidaknyamanan bagi rakyat yang memeluk agama di luar agama yang dijadikan ideologi negara tersebut. Gramedia. ras dan bahasa. diperlukan usaha yang cukup keras. . maka perlu adanya peningkatan pengamalan butir-butir Pancasila khususnya sila ke-1. makmur dan nyaman bagi setiap orang yang berada di dalamnya. 1980. Sehingga jika ideologi Pancasila diganti oleh ideologi yang berlatar belakang agama. suku. Dengan mempertahankan ideologi Pancasila sebagai dasar negara. jika melaksanakannya dengan baik. DAFTAR PUSTAKA Koentjaraningrat. maka perwujudan untuk menuju negara yang aman dan sejahtera pasti akan terwujud. Khususnya jaminan keamanan dalam melaksanakan kegiatan beribadah. Jakarta: PT. · SARAN Untuk mengembangkan nilai-nilai Pancasila dan memadukannya dengan agama. · IMPLIKASI Untuk semakin memperkokoh rasa bangga terhadap Pancasila. Salah satunya kita harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. diperlukan adanya jaminan keamanan dan kesejahteraan setiap masyarakat yang ada di dalamnya. pembahasan di atas. Salah satunya dengan saling menghargai antar umat beragama. Manusia dan Agama.

Cet. Jakarta: Pancoran Tujuh. 1980. Filsafat Pancasilaisme. Salam. Jakarta: Rineka Cipt . Beberapa Hal Mengenai Falsafah Pancasila dengan Kelangsungan Agama. H. Jakarta: Pantjoran Tujuh. Cet. 1980. Burhanuddin. Beberapa Hal Mengenai Falsafah Pancasila. 8. 9. 1998. Notonagoro.Nopirin.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->