MENIMBANG HUKUM PORNOGRAFI, PORNOAKSI DAN ABORSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

OLEH PROF.DR. HJ. ISTIBSJAROH, SH, MAg

DAFTAR ISI MENIMBANG HUKUM PORNOGRAFI, PORNOAKSI DAN ABORSI PERSPEKTIF ISLAM Kata Pengantar Paradigma Pornografi, Pornoaksi dan Aborsi di Indonesia Prof. Dr. H. Ridlwan Natsir, Mag I PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI Bagian Pertama Ruang Lingkup Pornografi dan Pornoaksi A. Hakekat Pornografi dan Ponoaksi B. Sejarah Pornografi dan Pornoaksi C. Kreteria dan Batasan Pornografi D. Media dan Akses Pornografi dan Pornoaksi Bagian Ke-Dua Pornografi dan Pornoaksi dalam Perspektif Hukum Islam A. Teks al-Qur’an B. Tinjauan dari Berbagai Tafsir al-Qur'an 1. Tafsir al-Munir 2. Tafsir al-Thabary 3. Tafsir al-Maraghi 4. Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir 5. Tafsir al-Alusi Surat al-Nur C. Tinjauan As-Sunnah dan Kaidah Ishul Fiqh. Bagian Ke-Tiga Pornografi dan Pornoaksi dalam Kehidupan Sosial Masyarakat A. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Global B. Pornografi dan pornoaksi dalam Masyarakat Lokal C. Kontraversi Undang-Undang Pornografi dan Pornoaksi Dalam Sosial Kemasyarakatan Lampiran Fatwa MUI Tentang Pornografi dan Pornoaksi II ABORSI Bagian Pertama Fenomena Aborsi Bagian Ke-Dua Desain Aborsi A. Definisi dan Hakekat Aborsi B. Macam-Macam Aborsi C. Faktisitas Aborsi di Indonesia

Bagian Ke-Tiga Aborsi Dalam Hukum Islam A. Hukum Aborsi Dalam Islam B. Akibat Hukum Aborsi C. Aborsi dalam Spektrum Hukum Positif dan Hukum Islam Bagian Ke-empat Telaah Hukum Aborsi Daftar Pustaka Biografi Penulis

telah membawa dampak kebebasan yang lain yakni prilaku yang sangat mengabaikan budaya malu. ataupun pengintaian satelit]". gambar atau pose yang "panas dalam adegan" tetapi "tidak panas dalam ide. film. H. mungkin memori di otak kita belum hilang dengan kasus-kasus pose seronoknya artis-artis kita mulai Shopia Latcuba. Dan kalau ditanya pasti alasan yang disampaikan dan digulirkan oleh mereka tetap sama sebagai sebuah "prodak seni" yang harus dinikmati dan disyukuri. ketika sebagian masyarakat Muslim menentang dan mengutuk polah aksi pornografi. tapi justru ditanggapi dengan kebebasan tanpa batas. PORNOAKSI DAN ABORSI DI INDONESIA Prof. [Yastraf Amir Peiling] Menjamurnya pose seronok. termasuk media [internet. dan sederet artis lainnya yang diabadikan oleh majalah RHA yang konon juga telah beredar di manca negara [prestasi atau bencana!]. Anjasmara. telivisi global. aksi sensual. Ironis memang. pornoaksi dan hal sejenisnya adalah "haram". Sebagai bahan acuan hasil survay Ely Risman [Psikolog] menunjukkan sekitar 98 persen anak-anak Indonesia terbiasa mengakses media-media yang menampilkan pornografi [Republika 8 Maret 2006]. Munculnya era reformasi. pornoaksi adalah persoalan yang sangat delematis. Dan mungkin akan ditambah semarak lagi dengan munculnya majalah "Play Boy" di negeri ini yang akan menambah daftar panjang parade pornografi dan pornoaksi. Boleh jadi ini yang merupakan salah satu bentuk penyesatan umat dan sekaligus dapat dibilang masuk dalam kategori "kekerasan informasi".M. Fakta ini juga diperkuat oleh "Jejak Kaki Internet Protection" yang mencatat 97 persen anak usia 9-14 tahun ternyata pernah mengakses situs porno [Republika 8 Maret 2006]. terutama delima antara kebebasan dan moralitas. dan nilai moral bangsa. etika. Sarah Azhari. tema dan kritik". Sementara dimasa depan. dan film-film porno di berbagai media [cetak atau elektronik]. Sekedar pengingat. kreatifitas dan norma. Media lebih mengedepankan "profit orientied". Dewi Rezer. Pada tataran tersebut kondisi Indonesia sudah dalam keadaan memprihatinkan dan dalam taraf membahayakan. Ridlwan Nasir. seakan menyentak kesadaran kita bahwa kebebasan pers yang telah digulirkan oleh pemerintah. justru mendapat kecaman yang luarbiasa dari masyarakat lainnya yang mendukung polah tersebut sebagai produk seni tinggi [upaya membelenggu kreatifitas]. pertumbuhan dan tradisi. norma agama. Tidak main-main kasus-kasus tersebut sempat juga sampai kemeja para anggota MPR RI sebagai materi rapat dan acuan kebijakan pemerintah dalam upaya membuat RUU anti . Realitas tersebut berakses pada kebebasan dalam etika dan norma. yang konon merupakan negeri yang sangat agamis dan selalu menjunjung tinggi norma. sebagai dampaknya banyak literatur.PENGANTAR PARADIGMA PORNOGRAFI. Nafa Urbah. ternyata sebahagian besar tidak ditanggapi dengan positif oleh banyak media. Itulah sisi lain wajah moral yang sama-sama dapat kita saksikan setiap saat di negeri kita tercinta ini. Dr. khususnya pada anak-anak dan generasi mudanya. peran negara tidak lagi diharapkan dalam mengatur dan mengendalikan sebagai aspek-aspek kehidupan sosial. unggah-ungguh [sopan santun] dan seterusnya. MA "Persoalan media dan pornografi.

termasuk masalah yang terkait dengan seksualitas manusia. Sementara itu seorang perempuan diperbolehkan memperlihatkan sebagian aurat-nya kepada para medis dalam hal ini dokter. alAhzâb 59]. Akan halnya dalam kehidupan umum. Islam telah memberikan arahan untuk memecahkan masalah-masalah manusia. dapat diinformasikan kepada seorang pria yang melamarnya untuk dijadikan istrinya. Islam membolehkan bagi wanita menampakkan anggota bagian tubuhnya dihadapan anggota keluarga [muhrim]. Islam membolehkannya melalui apa yang dinamakan pintu "pernikahan". budayawan. dan kireteria merangsang yang menjadi tolak ukur pornografi dan pornoaksi dari berbagai pendapat juga masih mengandung kontroversi. tangannya. Yaitu Islam memberikan syariat kehidupan khusus [kehidupan keluarga] dan kehidupan umum [kehidupan sosial]. Bila pornografi dan pornoaksi diserahkan batasan dan kreterianya kepada kita terutama pada kalangan pendidik. merangsang ataupun melanggar budaya Timur--tampak kabur dan bisa berubah-ubah. tidak menentu. Semuanya mengandung interpretasi yang sangat mudah diperdebatkan bahkan disangkal. batasan mengenai pornografi dan pornoaksi di negeri Indonesia semakin tidak jelas. tetapi ternyata faktanya sampai sekarang masih dalam wacana yang terus bergulir tampa adanya penyelesaian. dan pornoaksi tidak terkecuali kasus-kasus sejenis yang mencuat tersebut sama sekali tidak diperhatikan. semuanya akan memberikan rumusan yang berbeda bahkan bertolak belakang. perawat dan penyelidik. pornografisasi dan pornoaksisasi telah banyak melahirkan kader-kader baru bahkan lebih panas dari sebelumnya dan ironisnya mendapatkan tempat tersendiri dalam masyarakat dan media kita. . Sebab bagi para phothografer atau pekerja seni yang sejenis yang akrab dengan para artis dan dunia entertaiment. Melalui muhrimnya. Hal yang berkaitan dengan seksualitas. Di dalam kehidupan khusus tersebut. gambaran tentang sebahagian "aurat" perempuan. politisi. Faktanya hingga saat ini. Artinya hanya kepada orang yang terikat dengan tali pernikahan yang sah saja diperkenankan melakukan aktifitas seksual. MUI [Majelis Ulama' Indonesia] sendiri sebagai kontrol masyarakat yang sudah mengelurkan fatwa "haram" terhadap hal-hal yang berbau pornografi. Bagi yang menganggap bikini itu sopan. maka pose artis tersebut dianggap "masih sopan dan wajar'. Dan bagi seorang wanita bagian tubuh yang terbilang sebagai ”aurat" adalah seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. Dalam hal ini seorang wanita muslimah dibolehkan membuka jilbab dan kerudungnya dihadapan para muhrimnya dan orang-orang yang diberi hak oleh syariat untuk melihat aurat yang biasa terlihat manakala wanita tersebut berada dalam rumahnya [QS. bahkan menjadi kabur disebabkan pandangan masyarakat yang dipengaruhi oleh derasnya arus sekularisasi dan globalisasi. Dalam hal ini. Oleh karena itu seorang wanita yang sudah baligh manakala keluar [masuk dalam kehidupan umum] dari rumah harus mengenakan jilbab yakni pakaian luar yang menutup tubuhnya hingga sejengkal dibawah mata kaki [QS. tontonan tersebut bukan merupakan sesuatu yang merangsang akan tetapi dianggap sebagai produk "seni". leher dan dadanya [QS. Kreterianya pun belum jelas–apakah melanggar bartasan kesopanan. AnNûr 31].pornografi dan pornoaksi atau yang ramai diberdebatkan RUU APP [Anti Pornografi dan Pornoaksi]. dan kakinya. seperti rambutnya. Mengapa Fenomena tersebut dapat berlarut-larut dan bahkan akan selalu menjadi fenomena "gunung es" di negeri ini? Bisa jadi karena selama ini. seorang tidak dibenarkan menampakkan auratnya. dan mengenakan kerudung yang menutupi kepala. An-Nûr ayat 31]. dan seniman.

. Dr Hj. Sebaliknya Islam melarang kehidupan seksual diluar nikah dan berbagai bentuk seks bebas [free sexs] untuk menjaga kejelasan jalur keturunan manusia dan mencegah terjadinya konflik serta tindak anarki akibat hubungan lawan jenis yang tidak teratur. Sementara itu pada bagian kedua. yang kemudian diteruskan dengan hukum-hukum dan ketentuan yang terkait dengan aborsi.. lengkap dengan paparan-paparan data yang mendukung. Walaupun secara makna antara pornografi. Karena pornografi yang sifatnya dapat menggoda. Pada bagian pertama. pornoaksi dan aborsi memiliki arti yang jauh berbeda akan tetapi jika ditelisik akan menemukan sebuah benang merah. merampok. minuman keras. Prof. Dan sebagai pengantar buku "Menimbang Hukum Pornografi.pornografi itu setara kejinya dengan judi. semoga karya anda menjadi karya yang selalu bermanfaat bagi kebeningan umat. Dan parahnya para korban tidak menyadari akan perbuatan dan konsekwensi hukumnya baik secara duniawi maupun akhirat. Bisa dicatat dalam sebulan pasti ada dua sampai tiga kali dalam seminggu kasus yang muncul dan tragisnya lagi pasti akan menimbulkan korban baik dari pihak ibu maupun anak. MA. [Jawa Pos 6 November 2006] Walaupun dalam berbagi kasus aborsi tersebut memiliki latar belakang yang berbeda.[] . dalam publik juga tak kalah ramai dengan kasus pornografi dan pornoaksi. Kasus-kasus aborsi yang mencuat. Secara tegas menghukum pelakunya bila masih gadis atau bujang. tidak diridhai oleh Allah SWT dan dilarang dengan sangsi dunia dan akhirat bagi pelanggarnya.000 ibu di seluruh dunia sebuah angka yang cukup fantastis sebagai mesin pembunuh. selamat membaca! semoga buku ini dapat memberi pencerahan dan inspirasi bagi anda. sebagai pembuka anda akan digiring pada hal-hal yang terkait dengan pornografi dan pornoakasi [sebuah disain yang lengkap] yang kemudian sebagai puncaknya masalah hukum yang terkait dengannya.Dengan batasan yang jelas tersebut. maka seorang wanita muslimah secara jelas mengetahui bahwa mengumbar aurat tubuhnya dihadapan orang yang tidak berhak dan ditempat yang tidak tepat adalah dosa yang harus dijauhi. dan pekerjaan mungkar lainnya. Yaitu sama-sama terkait dengan seksualitas manusia dan normasusila. Agar lebih hidup pembaca juga akan disuguhi dengan beberapa kontroversi mengenai kententuan hukum pornografi dan pornoaksi dalam mayarakat. akan tetapi yang sering mencuat adalah akibat tindakan amoral. Buku ini merupakan salah satu buku yang akan membongkar hal-hal yang terkait dengan aborsi yang sebelumnya didahului dengan memperbincangkan tentang pornografi dan pornokasi tentunya dalam perspektif Islam. Untuk itulah buku ini hadir untuk anda para pembaca. SH. Sehingga dengan demikian pornografi dan pornoaksi tergolong dengan tindakan yang kriminial dan pelakukanya patut dijatuhi hukuman. "…. Pornoaksi dan Aborsi Dalam Perspektif Islam" saya ucapkan selamat kepada penulis. mendorong orang untuk mendekati zina". Terkait dengan aborsi. berdasarkan latar belakang yang terjadi dalam pandangan Islam terdapat ketentuan dan hukum tersendiri. Hubungan seks diluar nikah dalam pandangan Islam disebut dengan "zina" dan merupakan salah satu tindak kriminal [jarimah]. Dan untuk pembaca budiman. adalah menggali dan memperbincangkan tentang ruang lingkup aborsi. Tidak dapat dikesampingkan juga salah satu tindakan yang terkait dengan akses pornografi dan pornoaksi terkait dengan seksualitas manusia adalah tindak aborsi. Zakiah Daradjat mengatakan pornografi termasuk pekerjaan mungkar. Dalam setahun saja aborsi telah menewaskan 100. Istibsjaroh. dengan 100 kali pukulan atau cambukan [an-Nûr ayat 2].

Ridlwan Nasir. sesuai dengan latar belakang sosial cultural yang ada. Dr. Pertama. Kedua. 2007 Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Maret. Dalam kondisi seperti ini batasan mengenai pornografi dan pornoaksi menjadi suatu entitas yang dapat mengalami perubahan. Pembagian penduduk berdasarkan agama yang dianut. 150203743 I PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI BAGIAN PERTAMA RUANG LINGKUP PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI A. walaupun akhirnya konsep ini selalu berubah berdasarkan perubahan yang terjadi dalam masyarakat.Surabaya. Pembagian penduduk berdasarkan tempat tinggal perkotaan dan pedesaan.M. ekonomi dan politik. budaya. dan . Hakekat Pornografi dan Pornoaksi Konsep mengenai porno pada dasarnya bersifat intra subyektif dan bahkan inter subyektif dimana subyektifitas individu satu dengan lainnya membentuk seks normatif. MA NIP. khususnya ketika ia berhadapan dengan petumbuhan yang terjadi dalam bidang. Secara umum pengertian pornografi dan pornoaksi di Indonesia dapat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi sebagai berikut. Gambaran mengenai pornografi dan pornoaksi pada masyarakat secara luas bukan merupakan sesuatu yang menetap. H. sosial.

. apabila pembuatan. pembicaraan. belakangan istilah pornografi dan pornoaksi digunakan untuk publikasi segala sesuatu yang bersifat seksual. Pornographos. gambar. istilah ini diambil oleh para ilmuwan sosial untuk menggambarkan pekerjaan orang-orang seperti Nicholas Restif dan William Acton. dari akar kata Yunani klasik πορνη dan γραφειν. h.1 Jika ditelusuri pornografi dari bahasa Yunani "πορνογραφία" pornographia — secara harafiah tulisan tentang atau gambar tentang pelacur kadang kala juga disingkat menjadi "porn. Istilah ini tetap digunakan dengan makna ini dalam "Oxford English Dictionary" hingga 1905. 7. atau pelacur-pelacur terkenal atau yang mempunyai kecakapan tertentu dari Yunani kuno. Istilah "pornografi" seringkali mengandung konotasi negatif dan bernilai seni yang rendahan. 137 Tjipta Lesmana. Kata ini berasal dari dari istilah Yunani untuk orang-orang yang mencatat "pornoai". Pornografi adalah tulisan. [Jakarta. pembagian penduduk berdasarkan masyarakat adat yang berada antara satu dan lainnya.3 Dalam pengertian aslinya. Cet ke I. Istilah eufemistis seperti misalnya film dewasa dan video dewasa biasanya lebih disukai oleh kalangan yang memproduksi materi-materi ini. 4 3 2 Abu Al-Ghifari. penyajian atau konsumsi bahan tersebut dimaksudkan hanya untuk membangkitkan rangsangan seksual. yang pada abad ke-18 dan 19 menerbitkan risalat-risalat yang mempelajari pelacuran dan mengajukan usul-usul untuk mengaturnya. Sementara itu menurut istilah beberapa para ahli pornografi dapat didefinisikan sebagai berikut.  Abu Al-Ghifari. [Bandung. 2002]. Bina Mulia 1987]. 354. Hamzah. Gelombang Kejahatan Seks Remaja Modern. [Jakarta. h. mirip. Akan tetapi. Mujahid. Pornografi Dalam Media Massa. h. 30. Pornografi Pornoaksi Ditinjau Dari Hukum Islam. lukisan. Pornografi dalam Hukum Pidana. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1988]. Sekarang istilah ini digunakan untuk merujuk secara seksual segala jenis bahan tertulis maupun grafis. dan gerakan-gerakan tubuh yang membuka tubuh tertentu secara vulgar yang semata-mata untuk menarik perghatian lawan jenis.4 1 Neng Djubaidah. Pada masa modern. dibandingkan dengan erotika yang sifatnya lebih terhormat. Balai Pustaka. khususnya yang dianggap berselera rendah atau tidak bermoral. Prenada Media." atau "porno" adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia dengan tujuan membangkitkan rangsangan seksual. meskipun kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian.Ketiga." "pron. Lih. A. mulanya adalah sebuah eufemisme dan secara harafiah berarti 'sesuatu yang dijual. 1995]. [Jakarta. pornografi secara harafiah berarti "tulisan tentang pelacur".2 Sementara itu dalam kamus Ilmu Popular pornografi diartikan sebagai bacaan atau gambar cabul. Kata "porne" yaitu "perempuan jalang" dan graphein "menulis atau ungkapan".' Kata ini berkaitan dengan kata kerja yang artinya menjual. 2003] h. tayangan audiovisual. 69. h. Tim Penyusun Kamus Besar Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa. Puspa Swara. diartikan sebagai writing abaut prostitutes tulisan atau gambaran mengenai pelacur. Studi Dalam Hukum Perbandingan. Cet ke I. [Jakarta. namun berbeda dengan erotika.

foto. Ibid. pornografi. lukisan. sehingga fantasi seksual pembaca menjadi menggebu-gebu terhadap hubungan seks yang digambarkan tersebut. Hitearai berbeda 5 6 Maggie Humm. serta segala bentuk perilaku seksual dan hubungan seks manusia yang patut diduga menimbulkan rangsangan nafsu berahi pada orang lain. samping.. 01 Mei 2003. Pornoteks yaitu karya pencabulan yang mengangkat cerita berbagai fersi hubungan seksual dalam bentuk narasi. Dengan demikian secara garis besar dalam wacana pornografi atau dalam tindak pencabulan konteporer dan beberapa bentuk porno.. Karya seni yang secara seksual bersifat sugestif dan eksplisit sama tuanya dengan karya seni yang menampilkan gambar-gambar yang lainnya.7 B. sehingga konsepnya menjadi pornomedia. yaitu meliputi porno teks. dilihat dari depan. sehingga pembaca merasa ia merasa menyaksikan sendiri. Wanita tersebut bernama Phyerne dari Thespie. lesbian. Kamis. tulisan. Ensiklopedia Feminisme."6  MUI atau Departemen Agama. 231. h. 1998]. Pornomedia Kontruksi Sosial Tehnologi Telematika dan Perayaan Seks di Media Massa. atau pengalaman pribadi secara detail dan vulgar. sejarah munculnya pornografi da pornoaksi ini bermula dari keberadaan seorang perempuan cantik jelita. film atau yang dipersamakan dengan film. [Jakarta. h. Sementara itu. gerakan masturbasi. Foto-foto yang eksplisit muncul tak lama setelah ditemukannya fotografi. payudara atau pinggul. homo. ----. gerakan atau bunyi suara dan/atau desah yang memberi kesan persenggamaan. Sejarah Pornografi dan Pornoaksi Pornografi dan pornoaksi mempunyai sejarah yang panjang. Pornosuara yaitu tuturan atau kalimat-kalimat yang diucapkan seoarang yang langsung atau tidak langsung bahkan secara halus atau vulgar tentang aktivitas seksual atau obyek sekual. Penggambaran yang detail secara narasi terhadap hubungan seks itu kemudian menimbulkan terciptanya teatre of mind pembaca. baik dengan atau tanpa penutup. Kaburnya Batasan Pornografi. Dalam kasus tertentu semua katogori ini dapat menjadi sajian dalam satu media. "Pornografi adalah bentuk ekspresi visual berupa gambar. atau belakang. pornosuara dan pornoaksi. Karya-karya film yang paling tuapun sudah menampilkan gambar-gambar telanjang maupun gambaran lainnya yang secara seksual bersifat eksplisit. 7 . Beralih ke pengertian pornoaksi itu sebenarnya tidak jauh dengen pengertiannya dengan pornografi yaitu penekanannya pada pornoaksi lebih pada penggambaran aksi gerakan lenggokan dan liukan tubuh yang disengaja atau tidak sengaja untuk memancing bangkitnya nafsu seksual laki-laki. atau oral seks yang bertujuan untuk membangkitkan nafsu seksual". ciuman merangsang antara pasangan sejenis ataupun berlainan jenis. 152. mengalami atau mengalami sendiri peristiwa atau hubungan seks itu. htm. Feminis dan Moralis Konservatif mendefinisikan pornografi sebagai "Penggambaran material seksual yang mendorong pelecehan seksual dengan kekerasan dan pemaksaan". Penonjolan close up alat-alat vital. "Pornografi adalah ungkapan visualisasi dan verbalisasi melalui media komunikasi massa tentang perlakuan/perbuatan laki-laki dan/atau perempuan dalam keadaan memberi kesan telanjang bulat.5  Menurut RUU Anti Pornografi. Ia seorang hitaerai yaitu perempuan yang hidupnya hanya untuk bersenang-senang dengan laki-laki. Pikiran Rakyat Cyber Media. Burhan Bungin. video. terawang. yang hidup di Negara Yunani yaitu sekitar abad ke-empat sebelum Masehi. testimonial. tayangan atau media komunikasi lainnya yang sengaja dibuat untuk memperlihatkan secara terang-terangan atau tersamar kepada publik alat vital dan bagian-bagian tubuh serta gerakan-gerakan erotis yang menonjolkan sensualitas dan atau seksualitas.

9 Sedangkan kata pornografi menurut kamus tersebut adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dengan tujuan untuk membangkitkan nafsu birahi. dan kultur masingmasing. sementara strip-tease yang ditampilkan melalui lewat media maka dikatagorikan sebagai pornografi. Sementara Timur masyarakatnya identik dengan memegang teguh tradisi. Pornografi Pornoaksi Ditinjau Dari Hukum Islam. atau dapat juga berarti tarian telanjang. Kedua. yaitu perempuan pelacur yang digunakan dan dibayar setiap hari dan berbeda pula dengan istri yang dipercayakan untuk memelihara rumah tangga dan keturunan yang dapat dipercaya. C.10 Meskipun rumusan strip-tease tersebut tidak disertakan tujuan tarian telanjang adalah untuk merangsang nafsu birahi seperti halnya dengan rumusan pornografi namun akibat dari stip-tease ini juga sama-sama dapat membangkitkan nafsu birahi. Namun pada perkembangan selanjutnya seperti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia kata porne yang berasal dari kata porne yang berarti cabul. kreteria baik 8 9 Alex A. Sementara itu dalam realitasnya terjadi perbedaan yang sangat mencolok antara belahan Barat dan Timur. h. Ketika hukum hendak menjatuhkan hukuman terhadap Phryne pembela Phryne yang bernama Hyperdes mengajukan pembelaan dengan cara meminta Phryne berdiri disuatu tempat di depan sidang dengan posisi yang dapat dilihat oleh semua hadirin. terutama yang diwarisi dari para leluhurnya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 11 Neng Dzubaidah. Perbedaan yang mencolok tersebut antara Barat dan Timur dari segi kehidupan sosial adalah Barat khususnya Benua Eropa mengalami kemajuan yang sangat menonjol. . [Jakarta.. Ibid. 10-11. sudut social cultural bahwa ketika membahas mengenai pornografi maka yang harus diperhatikan adalah masalah perbedaan sosio budaya. Kamus Besar Bahasa Indonesia. atau tampa melalui media komunikasi. 696. kurun waktu dan tahapan kedewasaan etis dari orang-orang secara individual dan seluruh masyarakat. h. Dan pertunjukan Phryne itulah kemudian merupakan awal dari adegan pornografi yang kemudian berkembang menjadi striptease show. Dewan Pers 1987]...8 Pheyrne pernah dituduh sebagai perempuan yang mengkorupsi para jejaka Athena. adat istiadat.dengan porne. Untuk itu perlu adanya kreteria mengenai indah. Phryne menampakkan pakaiannya satu persatu hingga tubuh indahnya tampak oleh hakim dan seluruh yang hadir dan hasilnya Phryne dibebasakan dari tuduhan dan hukuman. adalah penilaian yang lebih menyoroti pada aspek etika. Kreteria dan Batasan Pornografi dan Pornoaksi Berdasarkan kedudukannya pornografi dan pornoaksi dapat kita tinjau dari dua sudut yaitu pertama. 10 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. saat ini bias disebut pornoaksi. Ibid. Sementara itu jika strip-tease ditampilkan melalui media dikategorikan sebagai pornografi. 140. h. Rachim. Pornografi Dalam Pers Sebuah Orentasi.11 strip-tease yang dilakkan secara langsung. 696. Strip-tease show yang dilakukan oleh seorang Hetaerai tersebut tidak berkaitan dengan porne yang berarti pelacur. h. Dalam perkembangan selanjutnya strip-tease baik yang dilakukan secara langsung disebut dengan pornoaksi. Ibid. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Berdasarkan pengertian diatas sebenarnya akibat dari striptease dan pornografi sebenarnya tidak berbeda baik yang ditampilkan secara langsung atau melalui media komunikasi yaitu sama-sama membangkitkan nafsu birahi bagi orang yang melihat atau menontonnya. sedangkan kata strip-tease menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pertunjukan tarian yang dilakukan oleh perempuan dengan gerakan antara lain dengan menanggalkan pakaiannya satu persatu dihadapan penonton.

Melihat pergeseran tersebut terjadi perbedaan yang sangat signifikan antara masyarakat Barat dan masyarkat Timur dalam memandang konsep seks dan pornografi dan pornoaksi. 14 15 Johan Suban Tukau. [Jakarta. APIK. Tanggapan atas RUU Anti Pornografi dan Anti Pornoaksi Sebuah Draf Kajian.14 seksualitas diciutkan pada.. tt]. Menurut Johan Suban sesuatu dinilai porno jika. Etika Seksual Dan Perkawinan .15 pornografi dan pornoaksi menonjolkan kelamin genital untuk merangsang nafsu birahi yang brutal dan menunjukkan kelemahlembutan 12 13 Johan Suban Tukau. Kontruksi Sosial Teknologi Telematika dan Perayaan Seks Di Media Massa. adegan-adegan yang secara sugestif bersifat seksual. . Pornografi dan pornoaksi ringan umumnya merujuk kepada bahanbahan yang menampilkan ketelanjangan. kreteria benar dan indah harus diikutsertakan sebagai landasan dasar untuk menggapai suatu penilaian yang bijaksana. sistem kepribadian.12 Secara garis besar perbedaan tersebut lebih mengacu pada pengaruh yang diakibatakan dua macam katogari pornografi tersebut. Daya-daya seksual yang menyeluruh tidak diceritakan sebagai sarana ungkapan cinta dalam perkawinan dan cara untuk melanjutkan keturunan dalam keluarga. Seks dilepaskan dari aspek yang lain seperti aspek psikologis. Pornografi dan pornoaksi keras dapat merangsang orang bersangkutan untuk sampai melampiaskan dorongan seksualnya secara brutal kepada orang lain. sosial dan moral. atau menirukan adegan seks. h.13 Dengan demikian perubahan pada nilai atau sistem budaya akan berakibat pada perubahan sistem sosial. Burhan Bungin. Pembedaanpembedaan ini mungkin tampaknya tidak berarti bagi banyak orang.  Perangsangan nafsu birahi. Dalam ilmu penghetahuan tekanan yang benar. Prenada. pornografi dan pornoaksi biasa dan pornografi dan pornoaksi keras sadistis. Dalam kreteria pornografi dan pornoaksi ada keterkaitan dengan teori yang dikemukakan oleh Talcott Person melalui konsep sibernetik bahwa ada keterkaitan sistem budaya. 76. Di dalam industrinya sendiri dilakukan klasifikasi lebih jauh secara informal. Perubahan pada tingkat ini akan berakibat tingkatnya sistem kepribadian dan organisme aksi masyarakat. namun definisi hukum yang tidak pasti dan standar yang berbeda-beda pada penyalur-penyalur yang berbeda pula menyebabkan produser membuat pengambilan gambar dan penyuntingannya dengan cara yang berbeda-beda pula. ilmu pengetahuan dapat sangat membantu manusia dalam membuat penilaian etis yang bertanggung-jawab tampa terjebak membuat larangan-larangan moral yang irrasional. sistem sosial. Mereka pun terlebih dulu mengkonsultasikan film-film mereka dalam versi yang berbeda-beda kepada tim hukum mereka. Pengalaman manusia dan kebenaran agama. Penilaian yang bijaksana mengenai masalah seksualitas. Etika Seksual dan Perkawinan. hanya alat kelamin genital untuk merangsang nafsu birahi terlepas dari nilai personal seperti cinta kasih dan kemesraan. h.. 99. Tim Kajian LBH APIK Jakarta.  Isolasi seks. Ibid. dan sistem organis. 2003]. sementara pornografi dan pornoaksi berat mengandung gambargambar alat kelamin dalam keadaan terangsang dan kegiatan seksual termasuk penetrasi.yang lebih mencakup pada masalah etis walaupun tekanannya bisa berbeda. [Jakarta. Ibid. dalam arti seni tekanannya pada arti yang indah estetika. 75-76. 12. h. Sementara itu berdasarkan tingkatan elsistensi dan pengaruh yang ditimbulkannya secara umum pornografi dan pornoaksi dibedakan menjadi dua yaitu pornografi dan pornoaksi normal. h. dan dalam bidang etis tekannanya pada yang baik.

Film porno menggabungkan gambar yang bergerak. di agen-agen koran. D. namun tidak jelas apakah tujuannya adalah membangkitkan rangsangan seksual. Pornografi dan pornoaksi tidak menghargai privacy dibidang seksualitas manusiawi. sehingga orang akan cenderung melupakan adat mengabaikan nilai persahabatan dan pergaulan. atau sosial. kadang-kadang dengan ilustrasi. 76. h. manusia membutuhkan lingkungan intim. gambar bergerak termasuk animasi. serta isi pemberitaannya yang berputar pada wilayah seksualitas. Orang lain adalah alat untuk melampiaskan nafsu birahi yang irasional. Hubungan seksual personal yang intim antara suami istri dalam keseluruhan hidup berkeluarga disajikan secara terbuka dalam pornografi dan pornoaksi tampa hormat sama sekali. bila dibandingkan dengan media lainnya. gambar. sementara majalah seringkali menggabungkan foto dan teks tertulis. Jika media dengan tema politik.. Perkembangan Pornografi dan pornoaksi dalam Bentuk Media Pornografi dan pornoaksi dapat menggunakan berbagai media — teks tertulis maupun lisan. Bahwa manusia juga memiliki akal budi. Sebaliknya. Media dan Akses Pornografi dan Pornoaksi Perkembangan media dalam balutan pornografi dan pornoaksi bekembang dengan pesat. foto-foto. atau tema lain sudah banyak yang gulung tikar. Etika Seksual Dan Perkawinan. kios. h. a. Salah satu contoh yang menonjol adalah gambar tentang sebuah bordil yang mengiklankan berbagai pelayanan seksual di dinding di atas 16 17 Johan Suban Tukau. ukiran. tetapi lebih untuk membuat mereka berkhayal. Relief Klasik Sementara itu pada manusia telanjang dan aktivitas-aktivitas seksual ditampilkan dalam sejumlah karya seni paleolitik misalnya pada patung Venus. Tidak dilihat bahwa dorongan seksual dapat dibudidayakan dan disumblimasi. Mencari media kategori 'X' ini bukan pekerjaan sulit.. kehendak dan cita-cita yang luhur. dan berbagai tempat lain. media berlabel 'X' ini ternyata masih berjaya di pasaran.17 pornografi dan pornoaksi mempertontonkan gambar telanjang bagi remaja dan kalangan lainnya dengan tujuan tidak menjelaskan secara benar fungsi alat kelamin. Ibid. Itu berarti perendahan atau pelecehan nilai suci perkawinan dan keluarga. Johan Suban Tukau. Ada sejumlah lukisan porno di tembok-tembok reruntuhan bangunan Romawi di Pompeii. Seolah-olah pria dan wanita adalah obyek yang harus dinikmati. cukup mudah untuk menemukan media kategori ini. Adegan seks dipertontonkan secara berlebihan. Daya tarik media kategori ini di mata konsumen barangkali terletak pada tampilan gambarnya yang vulgar dan memancing birahi.emosional yang psikis dan seksualitas. gambar-gambar itu mungkin mempunyai makna spiritual. khususnya dalam perkawinan. 1. Etika Seksual Dan Perkawinan Ibid. Hampir di setiap sudut kota. Sehingga wajar. 76. dan suara seperti misalnya suara orang yang bernapas tersengal-sengal. .  Membangkitkan dunia khayalan. bagi remaja akan menjerumuskan mereka ke dunia fantasi dan bukan pada dunia nyata.  Tiadanya hormat terhadap lingkungan intim16. teks erotik yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik lainnya. Suatu pertunjukan hidup pun dapat disebut porno. Novel dan cerita pendek menyajikan teks tertulis. Media dengan tema seksualitas memang tumbuh dan berkembang luar biasa. media jenis 'X' ini sangat laris manis di pasaran.

Buku-buku komik porno yang dikenal sebagai kitab suci Tijuana mulai muncul di AS pada tahun 1920-an. Film Facts. hlm. menunjukkan jalan ke wilayah pelacuran dan hiburan.200 tahun yang melukiskan "seorang laki-laki yang sedang membungkuk di atas seorang perempuan" dalam cara yang memberikan kesan suatu hubungan seksual. Hampir bersamaan dengan penemuan fotografi. TV satelit dan internet. Pada paruhan kedua abad ke-20. untuk menunjukkan jalan kepada para pengunjung.3. Gambaran laki-laki itu kemudian diberi nama "Adonis von Zschernitz". Media Cetak Pornografi dan pornoaksi yang diedarkan secara massal sama tuanya dengan mesin cetak sendiri. "film porno yang paling awal. Jalan ceritanya menggambarkan seorang tentara yang kelelahan yang menjalin hubungan dengan seorang perempuan pelayan di sebuah penginapan. dan pada akhirnya pada 1990-an. Film Jerman Am Abend sekitar 1910 adalah. yang pada masa itu juga termasuk majalah Penthouse. yang dapat diketahui tanggal pembuatannya adalah A L'Ecu d'Or ou la bonne auberge". melakukan fellatio dan penetrasi anal. demikian tulis Robertson. yang dibuat di Prancis pada 1908. "sebuah film pendek sepuluh menit yang dimulai dengan seorang perempuan yang memuaskan dirinya sendiri di kamarnya dan kemudian beralih dengan menampilkan dirinya sedang berhubungan seks dengan seorang laki-laki. pornografi dan Mona [juga dikenal sebagai Mona the Virgin Nymph].18 Sementara itu.masing-masing pintu. melalui fotografi foto dan gambar hidup hingga video. pornografi dan pornoaksi di Amerika Serikat berkembang dari apa yang disebut "majalah pria" seperti Playboy dan Modern Man pada 1950-an. lesbianisme dan homoseksualitas. keterangan dari film-film seperti itu seringkali sulit diperoleh. Di Pompeii orang pun dapat menjumpai gambaran zakar dan buah zakar yang ditoreh di sisi jalan. menampilkan penetrasi seksual." Robertson. kadang-kadang seolah-olah sedang melakukan masturbasi. Robertson mencatat bahwa "film-film porno tertua yang masih ada tersimpan dalam Kinsey Collection di Amerika. 66 Banyak film porno seperti itu yang dibuat dalam dasawarsa-dasawarsa berikutnya. yang diedarkan di bioskop-bioskop di AS. dan fetishes. Majalah-majalah ini menampilkan perempuan yang telanjang atau setengah telanjang perempuan. 18 . El Satario dari Argentina mungkin malah lebih tua lagi. Namun pada akhir 1960-an. sebuah film 59-menit 1970 umumnya diakui sebagai film porno pertama yang eksplisit dan mempunyai plot. Para arkeolog di Jerman melaporkan pada April 2005 bahwa mereka telah menemukan apa yang mereka yakini sebagai sebuah gambaran tentang adegan porno yang berusia 7. meskipun alat kelamin mereka ataupun bagian-bagiannya tidak benar-benar diperlihatkan. mulai menampilkan gambar-gambar yang lebih eksplisit. Film ini dibintangi oleh Bill Osco dan Howard Ziehm. 2. seks kelompok. Audio Visual Film Film-film porno juga hampir sama usianya dengan media itu sendiri. Sebuah film menunjukkan bagaimana konvensi-konvensi porno mula-mula ditetapkan. majalah-majalah ini. teknik ini pun digunakan untuk membuat foto-foto porno. masturbasi. Menurut buku Patrick Robertson. Film ini kemungkinan dibuat antara 1907 dan 1912. yang kemudian membuat film porno berat (atau ringan. Seruanseruan untuk mengatur atau melarang teknologi-teknologi ini telah sering menyebutkan pornografi dan pornoaksi sebagai dasar keprihatinannya. Bahkan sebagian orang mengatakan bahwa pornografi dan pornoaksi telah menjadi kekuatan yang mendorong yang mendorong teknologi dari mesin cetak. namun karena sifat pembuatannya dan distribusinya yang biasanya sembunyi-sembunyi. tergantung versi yang diedarkan].

Keterangan dan beberapa catatan berikut mungkin untuk melihat sejarah pornografi dan pornoaksi yang ada di dunia. yg disutradarai oleh Paul Mazursky  1970 .Film Porno tercatat .Dr. Internet telah membuka mata dunia dan menjadikannya dunia tanpa batas yang bisa dijangkau dengan mudah.  1970 . yaitu film Flesh Gordon. Film Porno.Bob & Carol & Ted & Alice.  1953 . meski kita semua tahu bahwa Manusia pasti tak luput dari Dunia Sex sejak jaman Adam dan Hawa.pornoaksi. Film ini juga merupakan film porno pertama yang mencantumkan namanama pemain dan krunya di layar (meskipun umumnya menggunakan nama samaran). Berikut ini adalah catatan sejarah singkat pornografi dan pornoaksi yg dimulai pada abad pertama sebelum Masehi:  Abad pertama sebelum masehi .Carnal Knowledge. dunia Sex telah menjadi bahan pembicaraan dan sudah ada selama bertahun-tahun lalu.Film Porno tercatat . Ini juga film porno pertama yang membuat parodi terhadap judul film biasa [judul film ini The Boys in the Band]. pornoaksi.Film Porno tercatat . disutradarai oleh Mike Nichols  1972 .Deep Throat .Al Goldstein mendirikan Screw  1969.Catatan Film Porno .Wakefield Poole Gay  1971 .Surat Kabar Gutenberg ditemukan  1928 . Seperti Majalah.Ralph Bakshi Anime dengan anggaran yang relatif tinggi. lalu siapa pula yg mulai menyebarkanya dan membuat pornografi dan pornoaksi menjadi komersil dan bahkan ditentang seperti sekarang? Ide tentang penyebaran pornografi dan pornoaksi dimulai dari banyak hal.Film mainstream pertama kali menampilkan gaya Swinger pertukaran pasangan .Kondom pertama kali muncul dalam sebuah film . Ruth lahir.Penthouse memperkenalkan ke publik untuk pertama kali.Hugh Hefner memulai majalah Playboy  1965 . Sejak jaman Video Betamax sampai Internet tanpa batas ini.Catatan Film Porno .The Boys in the Sand . Siapa pula yang pertama kali membuat situs xxx dewasa? Siapa pula yang memulai membayar dan menjadikan pornografi dan pornoaksi ini ajang bisnis luar biasa.Cycle Studs .Gerard Damiano Straight  1972 .Behind the Green Door . dll.Kama Sutra diciptakan  1440 .The Mitchell Brothers Straight  1972 .Bob Guccione membuat Penthouse  1968 .Le Salon Gay  1971 . Film tahun 1971 The Boys in the Sand dapat disebutkan sebagai yang "pertama" dalam sejumlah hal yang menyangkut pornografi.Fritz the Cat . Siapakah yg mem-populerkan hal ini. Dan ini adalah film porno kelas X pertama yang dibuat tinjauannya oleh New York Time . Film ini umumnya dianggap sebagai film pertama yang menggambarkan adegan porno homoseksual.

American Express menghentikan transaksi pornografi dan pornoaksi  2001 .Konfirmasi pertama blowjob di White House.com didaftarkan oleh Gary Kremen  1995 . think. mitre.Domain yang bisa didaftarkan pada mulanya .Video iPod diperkenalkan .HIV/AIDS menjadi topik hangat  1983 . mit.000  1997 .edu.Domain name business.com.Pamela Anderson dan Tommy Lee video porno bocor  1998 .Iklan Kondom pertama kali tampil di TV  1976 .Arti dari “Surfing the Internet” pertama kali kita dengar browsing  1993 .  1984 .  1999 .DVD diperkenalkan  1997 .Pencuri Sex.edu. bbn.world.cmu.  1990 . css.edu. Dia lalu mundur dari Miss Amerika.000  2000 .com  1992 . Stephen Cohen ditahan  2005 .std.Name server Domain Host dikembangkan di University of Wisconsin  1984 .edu.Betamax Video diperkenalkan  1975 .Symbolics.edu. rice. purdue.com dicuri oleh Stephen Cohen  1996 .AEBN meluncurkan situs VOD Video On Demand .  1975 .Sex.com dijual $7.Sex.  1995 .org  1986 .Al Goldstein memasang “Fuck You Finger” jari tengah dihalaman belakang rumahnya di Florida.Majalah Penthouse menampilkan gambar Vanessa Williams telanjang.VHS Video diperkenalkan  1981 .Pengacara Amerika Jendral Edwin Meese publish 1.com dikembalikan ke Gary Kremen setelah melalui proses hukum.960 halaman reportase dan interogasi pornografi dan pornoaksi atas perintah President Ronald Reagan.edu. rutgers. berkeley.gov. 1974 .Video atas permintaan  2000 .Penthouse bangkrut  2005 .Larry Flynt starts Hustler.  2000 .Paypal menolak transaksi dewasa  2003 .Sex.Yahoo membuang iklan pornografi dan pornoaksi dari mesin pencarinya  2003 .com dijual $150.Ikln komersial pertama tentang provider Internet dial-up .World Wide Web www tercipta  1994 .edu. ucla.com.com dijual seharga $15.Domain name business.Domain Name Systems DNS diperkenalkan  1985 .500.Domain name tv.com.000  1997 .Viagra diperkenalkan  1998 .com adalah domain yang pertama kali didaftarkan  1985 .

Mereka yang bergerak dalam industri media semacam ini tampaknya kurang menyadari bahwa produk pers memiliki tangung jawab sosial. dan pornografi dan pornoaksi. industri film porno pun mengalami perkembangan besar-besaran dan melahirkan bintang-bintang "film dewasa" seperti Ginger Lynn. Inilah yang belakangan dikenal sebagai hidden curriculum kurikulum yang tersembunyi. tekad. Apa yang dipaparkan tidak lebih dari cerita-cerita perangsang nafsu seksual. Bahkan. kamera film juga telah digunakan untuk membuat pornografi dan pornoaksi. yang berkembang justru perdebatan antara moralitas. Dari sini jelas betapa berbahayanya pornografi dan pornoaksi di tinjau dari dimensi pendidikan. merupakan pilar keempat dalam proses pendidikan. Namun sayang. maka kita harus melakukan tindakan secara nyata untuk menggugat dan mencegahnya. htm . dan usaha yang berkecenderungan untuk diwujudkan menjadi kegiatan.000  2006 . brutalisme. seni. Dampak kognitif berhubungan dengan pemikiran. Sejarah Pornografi Dunia. hedonisme. dan Format-Format Depan Selama sejarahnya.com dijual $12. Jika pengaruh negatif berdampak pada taraf kognitif dari kesadaran masyarakat. isi tulisannya pun jauh dari kaidah-kaidah jurnalistik. Dampak kognitif juga mencakup aspek niat. upaya. Paham-paham tersebut secara nyata berbahaya terhadap berjalannya pendidikan dan pengajaran di sekolah. Kehadiran media-media semacam ini telah memberikan dampak destruktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Ketika ekspose produk pers telah melampaui batas moralitas. dan dengan munculnya perekam kaset video rumahan. yaitu paganisme. Media massa dalam berbagai bentuknya. tidak banyak tindakan nyata yang dilakukan oleh pemerintah. dan pola pikir anak didik. Dampak dari kehadiran media bisa berwujud dampak kognitif dan dampak emosional. VHS. sedangkan dampak emosional berhubungan dengan perasaan. yaitu 18 tahun. Selain penuh dengan gambar-gambar seronok dan merangsang. setiap kali protes dilakukan.Sex. Protes terhadap persoalan pornografi dan pornoaksi sebenarnya sudah banyak disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat. dan Traci Lords belakangan diketahui usianya di bawah usia legal.000. Kalau kita cermati. maka pada titik inilah perilaku dan moralitas permisif akan semakin meluas dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Merebaknya kasus-kasus amoral sebagian besar dipengaruhi oleh media bernuansa pornografi dan pornoaksi. terutama di kalangan anak-anak. Ada beberapa paham yang ikut serta dalam media-media yang ditonton oleh anakanak. 2006 . besarnya pengaruh media massa menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini. pada saat membuat sebagian besar dari film-filmnya. Perkembangan pesat pornografi dan pornoaksi terjadi seiring reformasi. Orang kini 19 Masa Kesetrum. DVD. karena adanya nilai-nilai yang saling bertubrukan. media-media berkategori 'X' tersebut sebenarnya sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah media. Video: Betamax. dan kebebasan. Karena media memiliki pengaruh secara signifikan terhadap realitas sosial. sikap. Kehadirannya telah membentuk perilaku.Google berurusan dengan pengadilan gara-gara hasil pencarian porno19 Oleh karena itu. Christy Canyon. yakni beragam bentuk media yang mempengaruhi berjalannya proses pendidikan dan perkembangan psikologis anak didik. 4.Tercatat.

Gagasan tentang pornografi dan pornoaksi yang sepenuhnya dihasilkan oleh komputer sudah dipikirkan sejak dini sebagai salah satu daerah aplikasi yang paling jelas untuk grafik komputer dan pembuatan gambar tiga dimensi. Ditambah dengan hadirnya kamera video yang murah. Menurut sebuah artikel Reuter 2004 "Industri bermilyar-milyar dolar ini menerbitkan sekitar 11. Ketika gambar-gambar khayal tentang penyiksaan atau pemerkosaan disebarkan secara luas. seperti misalnya menyingkirkan cacat pada kulit. karena kemungkinan gambar-gambar itu hanyalah gambar sintetik. dan isi DVD untuk komputer saja. yang tidak merekam peristiwa-peristiwa yang sesungguhnya. Para produsen film erotik diramalkan akan memainkan peranan penting dalam menentukan standar DVD yang akan dating. orang kini mempunyai sarana untuk membuat filmnya sendiri. Manipulasi digital membutuhkan foto-foto sumber. generasi gambar-gambar yang sama sekali bersifat sintetik. "Devil in the Flesh". memperbaiki cahaya dan kontras fotonya. pengaruhnya kemungkinan akan berkurang. Kelengkapan outfit yang besar cenderung mendukung Cakram cahaya biru yang memiliki kapasitas tinggi. 1999. Pembuatan gambar-gambar lewat komputer yang sangat realistik menciptakan dilemadilema etika baru. Akhirnya. sejumlah pornografi dan pornoaksi dihasilkan melalui manipulasi digital dalam program-program editor gambar seperti Adobe Photoshop. untuk dinikmati sendiri atau bahkan untuk dijual dan memperoleh keuntungan. para penegak hukum menghadapi kesulitan-kesulitan tambahan untuk menuntut gambar-gambar otentik yang menampilkan perbuatan kriminal. tetapi sejumlah pornografi dan pornoaksi dihasilkan tanpa aktor manusia sama sekali. Upaya-upaya inovasi lainnya muncul dalam bentuk video interaktif yang memungkinkan pengguna memilih variabelvariabel seperti sudut kamera berganda. memberikannya kekuatan yang sangat besar untuk mempengaruhi pertempuran antara kedua kelompok studio dan perusahaan teknologi yang saling bersaing untuk menetapkan standar untuk generasi berikutnya" 5.dapat menonton film porno dengan leluasa dalam privasi rumahnya sendiri. sementara kelengkapan yang kecil umumnya lebih mendukung HD-DVD yang tidak begitu mahal. meskipun ketika kasus-kasus itu menjadi semakin lazim. . ditambah dengan pilihan yang lebih banyak untuk memuaskan fantasi dan fetishnya. Ada yang berpendapat bahwa Sony Betamax kalah dalam perang format dari VHS dalam menjadi sistem rekam/tonton video di rumah karena industri video film biru memilih VHS ketimbang sistem Sony yang secara teknis lebih unggul. hingga perubahan-perubahan besar dalam bentuk membuat photomorph dari makhluk-makhluk yang tidak pernah ada seperti misalnya gadis kucing atau gambar-gambar dari para selebriti yang bahkan mungkin tidak pernah memberikan persetujuannya untuk ditampilkan menjadi film porno.000 judul dalam bentuk DVD setiap tahunnya. Keberadaan foto-foto porno palsu dari para selebriti memperlihatkan kemungkinan untuk menggunakan gambar-gambar palsu untuk melakukan pemerasan atau mempermalukan siapapun yang difoto atau difilmkan. menantang kritik-kritik konvensional terhadap pornografi dan pornoaksi. Praktik ini dilakukan dengan membuat perubahan-perubahan kecil terhadap foto-foto untuk memperbiaki penampilan para modelnya. Sementara itu banyak juga. penutup berganda mis.

Terbitan Playboy pada Oktober 2004 menampilkan foto-foto telanjang dada dari tokoh permainan video BloodRayne. "porno dari masyarakat untuk masyarakat" tampaknya telah menjadi kecenderungan baru. Biaya yang murah dalam penggandaan dan penyebaran data digital meningkatkan terbentuknya kalangan pribadi orang-orang yang tukar-menukar pornografi dan pornoaksi. pornografi dan pornoaksi pun semakin mudah didapat.Hingga akhir 1990-an pornografi dan pornoaksi yang dihasilkan melalui manipulasi digital belum dapat dihasilkan dengan murah. Pada awal 2000-an kegiatan ini semakin berkembang. 5. sebagian situs hiburan permainan video "interaktif". ketika perangkat lunak untuk pembuatan model dan animasi semakin maju dan menghasilkan kemampuan-kemampuan yang semakin tinggi pada komputer. Sebagian dari pengusaha wiraswasta internet yang paling berhasil adalah mereka yang mengoperasikan situs-situs porno di internet. untuk menggalakkan para pelanggan yang membeli program bayaran. Pornografi dan pornoaksi gratis dalam jumlah besar di internet juga disebarkan dengan tujuan-tujuan pemasaran. pornografi dan pornoaksi yang dihasilkan lewat komputer gambarnya melibatkan anakanak dan hubungan seks dengan tokoh fiksi seperti misalnya Lara Croft sudah dihasilkan pada tingkat yang terbatas. Dengan munculnya aplikasi berbagi file peer-to-peer seperti Kazaa. dapat dengan mudah mendapatkan bahan-bahan seperti itu dari negara-negara lain di mana pornografi dan pornoaksi legal atau tidak mengakibatkan tuntutan hukum. internet memberikan sarana yang mudah kepada konsumen yang tinggal di negara-negara di mana keberadaan pornografi dan pornoaksi dilarang sama sekali oleh hukum. Pada tahun 2004. serta akses yang mudah ke sumber-sumber bahan porno telah memungkinkan pribadi-pribadi untuk membuat dan menyebarkan bahan-bahan porno yang dibuat sendiri atau dimodifikasi dengan biaya yang sangat murah dan bahkan gratis. atau setidak-tidaknya mereka yang tidak perlu memperlihatkan bukti usia. Internet Dengan munculnya internet. Kamera digital yang murah. Pornografi dan pornoaksi gratis tersedia secara besar-besaran dari para pengguna lainnya dan tidak lagi terbatas pada kelompok-kelompok pribadi. Lihat pornografi dan pornoaksi internet. perangkat lunak yang kian berdaya dan mudah digunakan. tukar-menukar pornografi dan pornoaksi telah mencapai rekor yang baru. Sejak akhir tahun 1990-an. Karena sifatnya internasional. Demikian pula foto-foto konvensional ataupun video porno. [] .

"20 An Nûr 30-31 c‫ه‬f‫ الل‬f‫ن‬a‫ إ‬o‫م‬t‫ه‬c‫ى ل‬c‫ك‬a‫ ل‬o‫م‬t‫ه‬c‫وج‬t‫ر‬t‫وا ف‬t‫ظ‬c‫ف‬o‫ح‬c‫ي‬ c‫ك‬o‫ز‬c‫ أ‬c‫ذ‬ c‫ و‬o‫م‬a‫ه‬a‫ار‬c‫ص‬o‫ب‬c‫ أ‬o‫ن‬a‫ض‚وا م‬t‫غ‬c‫ي‬ c‫ين‬a‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫ل‬a‫ ل‬o‫ل‬t‫ق‬ ‫ت‬c‫ك‬c‫ل‬c‫ا م‬c‫ م‬o‫و‬c‫أ‬ f‫ن‬a‫ه‬a‫ائ‬c‫س‬a‫ ن‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ات‬c‫و‬c‫خ‬c‫ي أ‬a‫ن‬c‫ ب‬o‫و‬c‫أ‬ o‫و‬c‫أ‬ f‫ن‬a‫ه‬a‫ان‬c‫و‬o‫خ‬a‫ي إ‬a‫ن‬c‫ ب‬o‫و‬c‫أ‬ 30c‫ون‬t‫ع‬c‫ن‬o‫ص‬c‫ير› ي‬a‫ب‬c‫خ‬ ‫ا‬c‫م‬a‫ب‬ ‫ى‬c‫وا عل‬t‫ر‬c‫ه‬o‫ظ‬o‫م‬c‫ ل‬c‫ين‬a‫ذ‬f‫ ال‬a‫ل‬o‫ الط¡ف‬a‫و‬c‫ أ‬c‫ن‬a‫ م‬a‫ة‬c‫ب‬o‫ر‬a‫إ‬o‫ي ال‬a‫ول‬t‫ أ‬c‫ين‬a‫ع‬a‫اب‬f‫ الت‬a‫و‬c‫ أ‬f‫ن‬t‫ه‬t‫ان‬c‫م‬o‫ي‬c‫أ‬ c c‫ي‬ a‫ال‬c‫الر¡ج‬ c‫ غ‬a‫ر‬o‫ي‬ ‫ه‬f‫ى الل‬c‫ل‬a‫وا إ‬t‫وب‬t‫ت‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ ت‬o‫ن‬a‫ م‬c‫ين‬a‫ف‬o‫ خ‬c‫م‬c‫ل‬o‫ع‬t‫ي‬a‫ ل‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ل‬t‫ج‬o‫ر‬c‫أ‬a‫ب‬c‫ي‬c‫ن‬o‫ب‬a‫ر‬o‫ض‬ c‫ و‬c‫ين‬a‫ز‬ t‫ا ي‬c‫م‬ ‫ا‬c‫ل‬c‫ و‬a‫اء‬c‫ الن¡س‬a‫ات‬c‫ر‬o‫و‬c‫ع‬ 31‫ون‬t‫ح‬a‫ل‬o‫ف‬t‫ ت‬o‫م‬t‫ك‬f‫ل‬c‫ع‬c‫ ل‬c‫ا ون‬c‫ي‚ه‬c‫أ‬ t‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫يع…ا ال‬a‫م‬c‫ج‬ "Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya.BAGIAN KE-DUA PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI PERPEKTIF HUKUM ISLAM A. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. Dan hendaklah mereka menutupkan kain 20 al-Ahzâb. 59 . ‫ك‬a‫ل‬c‫ ذ‬f‫ن‬a‫ه‬a‫يب‬a‫اب‬c‫ل‬c‫ ج‬f‫ن‬a‫ه‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ين‬a‫ ن‬c‫ين‬a‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫سال‬a‫ن‬c‫ و‬c‫ك‬a‫ات‬c‫ن‬c‫ب‬ o‫ن‬a‫ م‬c‫ ع‬o‫د‬t‫ي‬ a‫اء‬c c‫ و‬c‫ك‬a‫اج‬c‫و‬o‫ز‬c‫أ‬a‫ ل‬o‫ل‬t‫ي‚ ق‬a‫ب‬f‫ا الن‬c‫ي‚ه‬c‫اأ‬c‫ي‬ 59 ‫يم…ا‬a‫ح‬c‫ور…ا ر‬t‫ف‬c‫ غ‬t‫ه‬f‫ الل‬c‫ان‬c‫ا ك‬c‫ل‬c‫ ف‬c‫ن‬o‫ف‬c‫ر‬o‫ع‬t‫ي‬ c‫ و‬c‫ن‬o‫ي‬ c‫ذ‬o‫ؤ‬t‫ي‬ o‫ن‬c‫ى أ‬c‫ن‬o‫د‬c‫أ‬ "Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu. karena itu mereka tidak diganggu. kecuali yang biasa nampak daripadanya. dan memelihara kemaluannya. yang secara umum berlandasakan pada surah al-Nûr ayat 30-31 dan al-Ahzâb 59 yaitu. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. laki-laki dan perempuan dalam agama Islam terdapat aturan tentang cara berpakaian dan kode tingkah laku yang Islami. anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi. Teks Al-Qur'an Islam memberikan definisi yang jelas dan tidak mengambang tentang pornografi dan pornoaksi. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal.

yang terdapat dalam diri manusia yaitu tertutupnya aurata. Kedua. Jilbab. Lihat. "21 Dari ayat diatas terlihat dengan jelas bahwa Islam menghubungkan prilaku sosiomoral. atau wanitawanita Islam. Dalam ayat tersebut memerintahkan agar wanita untuk tidak menampakkan kecantikan dan perhiasan mereka. atau putera-putera mereka. Antara Kesalehan. Selanjutnya dalam teks tersebut juga memerintahkan hal yang sama pada wanita untuk menundukkan pandangan mereka dan menyembunyikan genital mereka. 222. [Bandung. laki-laki disebut terlebih dahulu agar mematuhi perintah-perintah ini yaitu mengendalikan tatapan mereka pada wanita dan menekan hasrat mereka pada saat berinteraksi dengan wanita yang bukan muhrimnya. 2003]. atau pada orang yang dilarang untuk itu famili yang telah ditentukan. dan sarabîl. . Serambi Ilmu Semesta. ruang sakral dan ajaran tentang pakaian. 221. Kesopanan Dan Perlawanan. atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dalam ayat tersebut signifikasi ajaran khusus yang disampaikan dalam teks diatas terdapat pada konteks rasionalnya yang ditunjukkan pada laki-laki dan perempuan. dan janganlah menampakkan perhiasannya. Sementara itu katakata tsiyâb ide dasar adanya pakaian adalah untuk dipakai. Kata libâs ditemukan sebanyak sepuluh kali. 2000]. tsiyâb ditemukan sebanyak delapan kali. Ibid. 155-156. Antara Kesalehan. tsiyâb. 21 22 An Nûr. Kesopanan Dan Perlawanan. 24 Fedwa El Guindi.22 Dua poin yang dapat diambil dari teks diatas adalah: Pertama. 23 Fedwa El Guindi. atau putera-putera suami mereka. atau ayah suami mereka. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. [Jakarta. atau yang tidak mungkin untuk itu. konsep ghadhdh al-bashâr menundukkan pandangan dan hifzh al-furûj menjaga atau menutupi organ genital merupakan sesuatu yang sentral dalam kode tersebut. privasi.kudung ke dadanya. h. 30-1 Al-Qur'an paling tidak menggunakan tiga istilah untuk pakaian yaitu libâs. Wawasan Al-Qur'an.24 Aspek lainnya dalam ayat diatas adalah berkaitan dengan konteks heteroseksualitas. kecuali kepada suami mereka. atau ayah mereka. atau saudara-saudara laki-laki mereka. atau budak-budak yang mereka miliki. Tafsir Maudhu'i atas Palbagai Persoalan Umat. Quraish Shihab. kecuali dengan orang-orang yang telah sah untuk berhubungan seksual dengannya suami.. Mizan. Atau dalam pengertian lain mengakomodasi dua kualitas manusia yaitu secara seksualitas dan religius sebagai suatu yang normatif sementara disisi lain berusaha untuk memenuhi ideal tertinggi dari prilaku sesiomoral.23 Disitu dengan jelas tidak kontradiksi antara menjadi makhluk religius sekaligus menjadi makhluk sosial. Dimana dalam hal ini konsep seksualitas merupakan suatu aspek yang normatif baik dalam kehidupan biasa dan dalam kehidupan religius. dan erotisme. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. h. Kata libâs merujuk pada fungsi pakaian sebagai penutup. hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. Jilbab. M. atau putera-putera saudara perempuan mereka. atau putera-putera saudara laki-laki mereka. h. sedangkan sarabîl ditemukan sebanyak tiga kali dalam dua ayat.

Dan inilah yang kemudian menjadi titi sentral dalam pembahasan tentang pornografi dan pornoaksi dalam perspektif Islam. Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka. al-Ahzâb 13. h. Lih. Kamus Indonesia Ingrris. dua kali dalam bentuk tunggal mufrad dan dua kali dalam bentuk plural jama'. al-Ahzâb 13 . kain panjang yang dipakai wanita untuk menutup kepala. Juz II. 26 27 28 25 Echols dan Shadily.Terkait hal tersebut kata-kata jilbab25 diatas merujuk pada pakaian yang panjang dan longgar. [Cet ke-3]. kebaya. secarik testil tipis yang digantung untuk memisahkan atau menyembunyikan sesuatu yang ada di baliknya. Kata "jilbab" yang secara leksikal diartikan sebagai "penutup" dalam arti menutupi" atau menyembunyikan atau menyamarkan. 1988. Muhammad bin Abi Bakar ar-Râzi. Keempat. sebuah gorden. Dan pada perkembangan selanjutnya.26 Sementara itu istilah jilbab diterjemahkan untuk wanita muslimah di Indonesia lebih umum digunakan untuk corak pakaian Islam tertentu. Sebagai kata benda. walaupun maknanya tidak konsisten ada yang mengatakan sebagai tutup kepala. h. ed Echols dan Shadily. Reconstructing Self and Society. bagian tutup kepala yang melingkari wajah terus sampai kebahu. Javanese Muslim Women and "The Veil".29 Dalam al-Qur'an lafal aurat disebut empat kali. Yaitu pakaian yang tidak menonjolkan bentuk lekuk tubuh dari si pemakai. 1994]. [Jakarta. h. 1996]. Kedua. Pertama. Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi untuk kembali pulang dengan berkata: "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka tidak ada penjaga". rajutan panjang yang ditempelkan pada topi atau tutup kepala wanita. Brenner.27 Brenner menemukan bahwa "pakaian ini sudah umum diketahui sebagai corak baru pakaian Islam yang di Impor dari Timur Tengah dan dikenakan oleh wanita muda sebagai kebalikan dari pakaian tradisional sarung. Al-Mu'jam al Wasith. yang dipakai untuk memperindah atau untuk menutupi kepala. Gramedia Pustaka. tidak ada tempat bagimu. jilbab ini kemudian memiliki posisi yang penting yaitu sebagai simbul identitas sekaligus resistensi. 692. Lihat pula Ibrahim Anis dkk. maka kembalilah kamu". bahu dan kadang-kadang muka. 1989]. 97. 345. 30 29 QS.28 Hal yang terpenting dalam menyoroti tentang pornografi dan pornoaksi dan menjadi intinya dalam dunia Islam adalah mengenai konsep aurat. Ketiga. h. mereka tidak lain hanyalah hendak lari. Aurat berasal dari bahasa Arab yang secara literal berarti celah. an-Nûr 31 dan 58. [Amirican Ethnologis. 24."30 Dan dalam bentuk jamak disebut dalam surat QS. [Homes. kata ini digunakan untuk empat ungkapan. kekurangan. Kamus Indonesia-Inggris. 636. sesuatu yang memalukan atau sesuatu yang dipandang buruk dari anggota tubuh manusia dan yang membuat malu jika dipandang. ‫ي‬a‫ب‬f‫الن‬t‫م‬t‫ه‬o‫ن‬a‫يق› م‬a‫ر‬c‫ ف‬o‫س‬c‫ي‬c‫وا و‬t‫ع‬a‫ج‬o‫ار‬c‫ ف‬o‫م‬t‫ك‬c‫ ل‬c‫ام‬c‫ق‬t‫ا م‬c‫ ل‬c‫ب‬a‫ر‬o‫ث‬c‫ة› ي‬c‫ف‬a‫ائ‬c‫ ط‬o‫ذ‬a‫إ‬c‫و‬ t‫ن‬a‫ذ‬o‫أ‬c‫ت‬ c‫ل‬o‫ه‬c‫ اأ‬o‫م‬t‫ه‬o‫ن‬a‫ م‬o‫ت‬c‫ال‬c‫ق‬ c‫ي‬ 13 ‫ار…ا‬c‫ر‬a‫ا ف‬f‫ل‬a‫ إ‬t‫يد‬a‫ر‬t‫ ي‬o‫ن‬a‫إ‬ c‫ة¯ ون‬c‫ر‬o‫و‬c‫ع‬a‫ ب‬c‫ي‬a‫ة› ه‬c‫ر‬o‫ا و‬c‫ن‬c‫وت‬t‫ي‬t‫ ب‬c‫ون‬t‫ول‬t‫ق‬c‫ي‬ ‫ا‬c‫م‬c‫و‬ c‫ع‬ f‫ن‬a‫إ‬ "Dan ingatlah ketika segolongan di antara mereka berkata: "Hai penduduk Yatsrib Madinah. h. dan selendang kepala longgar yang dipakai oleh wanita tua di Indonesia". Al-Irsyad. Bentuk tunggal disebut dalam surah QS. Cet II. Suzanne. Muhtar ash-shilhah.

hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung Surat QS. atau ayah mereka. atau budak-budak yang mereka miliki. dan janganlah menampakkan perhiasannya. atau wanita-wanita Islam. ‫م‬t‫ك‬o‫ن‬a‫ م‬c‫م‬t‫ل‬t‫ح‬o‫ال‬ ‫وا‬t‫غ‬t‫ل‬o‫ب‬c‫ ي‬o‫م‬c‫ل‬ c‫ين‬a‫ذ‬f‫ال‬c‫ و‬o‫م‬t‫ك‬t‫ان‬c‫م‬o‫ي‬c‫ أ‬c‫ين‬a‫ذ‬f‫ ال‬t‫م‬t‫ك‬o‫ن‬ o‫ت‬c‫ك‬c‫ل‬c‫ م‬a‫ذ‬o‫أ‬c‫ت‬o‫س‬c‫ي‬a‫وا ل‬t‫ن‬c‫ام‬c‫ ء‬c‫ين‬ a‫ذ‬f‫اال‬c‫ي‚ه‬c‫اأ‬c‫ي‬ ‫د‬o‫ع‬c‫ ب‬o‫ن‬a‫ م‬a‫ة‬c‫ير‬a‫ه‬f‫ الظ‬o‫م‬t‫ك‬c‫اب‬c‫ي‬a‫ث‬ c‫و‬ c‫ن‬a‫م‬ c‫ون‬t‫ع‬c‫ض‬c‫ ت‬c‫ين‬a‫ح‬ c‫ و‬a‫ر‬o‫ج‬c‫ف‬o‫ ال‬a‫اة‬c‫ل‬c‫ ص‬o‫ن‬a‫ات¯ م‬f‫ر‬c‫م‬ a‫ل‬o‫ب‬c‫ق‬ c‫اث‬c‫ل‬c‫ث‬ ‫ون‬t‫اف‬f‫و‬c‫ ط‬c‫اح› ب‬c‫ن‬t‫ ج‬o‫م‬a‫ه‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ و‬o‫م‬t‫ك‬o‫ي‬c‫ ل‬c‫س‬o‫ي‬c‫ ل‬o‫م‬t‫ك‬c‫ات¯ ل‬c‫ر‬o‫و‬c‫ ع‬t‫اث‬c‫ل‬c‫ث‬ f‫ن‬t‫ه‬c‫د‬o‫ع‬ c‫ا ع‬c‫ل‬ c‫ع‬ a‫اء‬c‫ش‬a‫ع‬o‫ال‬ a‫اة‬c‫ل‬c‫ص‬ 58‫يم‬a‫ك‬c‫يم› ح‬a‫ل‬t‫ه‬f‫ الل‬a‫ات‬c‫آي‬o‫ ال‬t‫م‬t‫ك‬c‫ ل‬t‫ه‬f‫ الل‬c‫ك‬a‫ض¯ ل‬o‫ىع‬c‫ل‬c‫ ع‬o‫م‬t‫ك‬t‫ض‬o‫ع‬c‫ب‬ c‫ ع‬c‫و‬ t‫ ي‬t‫ي¡ن‬c‫ب‬ c‫ذ‬c‫ ك‬c‫ب‬ o‫م‬t‫ك‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ع‬ "Hai orang-orang yang beriman. dan orang-orang yang belum balig di antara kamu. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Itulah tiga `aurat bagi . Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. dan memelihara kemaluannya. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. atau saudara-saudara laki-laki mereka. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya. kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. Nûr ayat 58. dan memelihara kemaluannya. ketika kamu menanggalkan pakaian luar mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. atau putera-putera saudara laki-laki mereka. atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. atau putera-putera suami mereka. atau ayah suami mereka. atau putera-putera saudara perempuan mereka. atau putera-putera mereka. kecuali kepada suami mereka. yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". 031.‫أ‬ 030. hendaklah budak-budak lelaki dan wanita yang kamu miliki. meminta izin kepada kamu tiga kali dalam satu hari yaitu: sebelum sembahyang subuh.

kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak pula atas mereka selain dari tiga waktu itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu ada keperluan kepada sebahagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."31 Kata aurat dalam surah al-Ahzâb ayat 1332 diartikan oleh mayoritas ulama' tafsir dengan celah yang terbuka terhadap musuh, atau celah yang memungkinkan orang lain untuk menyerang.33 Sedangkan aurat dalam surah an-Nûr 31 dan 58 diartikan sebagai sesuatu anggota tubuh manusia yang membuat malu jika dipandang, atau dipandang buruk untuk diperlihatkan.34 Untuk itu syariat Islam mewajibkan perempuan agar menutup aurat al-sitr dan melarang al-tabarruj dan memperlihatakan perhisan didepan laki-laki yang bukan muihrim. Sebagaimana menutup aurat merupakan kuawajiban yang di khususkan bagi perempuan, maka juga dijadikan prilaku menundukkan pandangan sebagai tanggung jawab kolektif diantara perempuan dan laki-laki. Namun tanggung jawab laki-laki dalam menutup aurat lebih kecil daripada tanggung jawab perempuan. Sementara itu tanggung jawab laki-laki dalam menundukkan pandangan lebih besar daripada tanggung jawab perempuan. Manusia sebagaimana dibuktikan oleh fakta sejarah, terlebih dahulu untuk mencari pakaian untuk menutup aurat dan tubuh. Kemudian ia mengambil peralatan untuk berhias setelah melampoi masa yang panjang dalam peradabannya terutama di lingkungan masyarakat moderen-matrealistik yang mengarahkan pakaian perempuan pada tujuan lain hingga menjadikan senjata yang dapat merobohkan pagar-pagar kehidupan dan kesopanan. Berpakaian memiliki dua fungsi dalam kehidupan manusia yaitu, menutup aurat dan sebagai perhiasan. Al-Qur'an telah menunjukkan arti penting dalam berpakaian dalam mewujudkan dua fungsi tersebut. Hal itu dapat kita temukan dalam teks surah QS. Thahâ ayat 118;

‫ى‬c‫ر‬o‫ا تع‬c‫ل‬c‫ا و‬c‫يه‬a‫ ف‬c‫وع‬t‫ ج‬c‫ك‬c‫إ ل‬ c c‫ا ت‬f‫ل‬c‫ أ‬f‫ن‬a‫إ‬
"Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang".35 Menutup aurat dan memperlihatkan aurat memilki sisi psikologis yang mempengaruhi kepribadian laki-laki yang memandang dan perempuan yang dipandang. Dengan menutup aurat dapat menumbuhkan kondisi yang harmonis keselarasan diantara aspek-aspek kepribadian. Sementara itu, al-tabrruj adalah keadaan yang disertai berbagai gejala prilaku yang neurosis al-sulûk al'ishãbî.36 Sementara itu menutup tubuh perempuan Muslim bukan hanya merupakan gerakan eksoteris yang tidak bermakna. Melainkan, pada hakikatnya adalah simbul kecintaan batin
31 32

QS. Nûr ayat; 58

Ayat tersebut berbicara mengenai beberapa orang yang enggan meninggalkan tempat tinggal untuk berperang, karena merasa tempat tinggalmereka tidak aman untuk ditinggalkan. Kata mereka adalah celah [aurat] yang memungkinkan musuh untuk menyerang orang-orang yang tinggal ditempat itu, sehingga mereka untuk tinggal disitu untuk menjaga celah tersebut, sehingga mereka perlu tinggal disitu untuk menjaga celah itu dan tidak perlu pergi berperang.
33 34

Al-Quthubi, Al-Jami'li-ahkâm al-Qur'ân, [Bairut; Dar al-Kutub al-"Ilmiyah, 1993], Juz XIV, h. 97-98. Lihat, Al-Quthubi, Al-Jami'li-ahkâm al-Qur'ân, Juz XII, h. 157 dan 201. 35 QS. Thahâ ayat 118 36 Yusuf Madan, Sex Edication Teens; Pendidikan Sex Remaja Dalam Islam, [Jakarta; Hikmah, 2004], h. 103.

pada kesucian dan wujud kemampuan perempuan-perempuan Muslimah untuk mengendalikan diri dan menguasai sejumlah motif yang berkaitan dengan seks pornografi dan pornoaksi, perhatian diri sendiri, bentuk-bentuk pornografi dan pornoaksi, erotisme, pornoaksi, dan berhias secara berlebihan. Aturan ini menghasilkan dampak positif yang pada akhirnya ditujukan untuk kebaikan proses adaptasi perempuan Muslim dengan dirinya, seperti menambah keyakinan diri sendiri, berusaha mendapatkan kehormatan dari orang lain, dan menghindarkan dari pandangan lakilaki seperti pada perempuaan yang tidak menutup aurat.37 Sebuah pengendalian diri yang diperoleh dari menutup aurat dapat membuahkan kemampuan menghindar dari "pergualatan tajam" dari kelebihan sahwat yang berbahaya dan "pranata nilai" yang menata nilai kepribadian dan prilaku kaum perempuan.38 Syariat menuntut perempuan secara keseluruhan dan secara khusus perempuan muslim agar menjaga kesucian diri diatas segala-galanya. Syariat menuntut untuk mengekspresikan dalam prilaku lahir dengan menutup tubuh, cara berbicara, berjalan, dan isyarat secara umum. Apalah arti sepotong kain apabila bertentangan dengan al-Qur'an Q.S. al Ahzâb 32;

‫ي‬a‫ي ف‬a‫ذ‬f‫ ال‬c‫ع‬c‫ م‬a‫ل‬o‫و‬c‫ق‬o‫ال‬a‫ ب‬c‫ن‬o‫ع‬c‫ض‬o‫خ‬c‫ت‬ o‫ط‬c‫ي‬c‫ف‬ ‫ا‬c‫ل‬c‫ف‬f‫ن‬t‫ت‬o‫ي‬c‫ق‬f‫ ات‬a‫ن‬a‫ إ‬a‫اء‬c‫ الن¡س‬c‫ن‬a‫د¯ م‬c‫ح‬c‫أ‬c‫ ك‬c‫اء‬c‫س‬ f‫ن‬t‫ت‬o‫ي¡ س‬a‫ب‬f‫ الن‬a‫ان‬c‫ي‬ c‫ل‬ 32 ‫وف…ا‬t‫ر‬o‫ع‬c‫ م‬o‫و‬c‫ ق‬c‫ن‬o‫ل‬t‫ق‬c‫ و‬c‫ر‬c‫ م‬a‫ه‬a‫ب‬o‫ل‬c‫ق‬ ‫ل…ا‬ ›‫ض‬
"Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik."39 Menutup aurat jika diakaitkan dengan kebebasan dalam berekspresi aurat bukanlah penghalang untuk berkreatifitas, karena Islam menghargai kebebasan seseorang untuk berekspresi, namun dalam koridor syariat. Islam juga mengakui bahwa setiap manusia memiliki naluri seksual, namun mengarahkannya supaya disalurkan dalam cara-cara sesuai syariat. Islam sebagai mabda' ideologi memiliki cara-cara yang khas, untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi manusia tanpa menelantarkan kebutuhannya yang lain, dan juga tanpa mengabaikan kebutuhan manusia lainnya dalam masyarakat. Oleh karena itu, Islam tidak sekadar menetapkan agar tak ada seorang pun dalam wilayah Islam yang mengumbar aurat, kecuali dalam hal-hal yang dibenarkan syariat; namun Islam juga memberikan satu perangkat agar ekonomi berjalan dengan benar, sehingga tak perlu ada orang yang harus mencari nafkah dalam bisnis pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi. Islam juga memberikan tuntunan hidup dan aturan bermasyarakat yang akan menjaga agar setiap orang memahami tujuan hidup yang sahih serta tolok ukur kebahagiaan yang hakiki sehingga demand permintaan pada bisnis pornografi dan pornoaksi pun akan merosot tajam. Bagaimanapun, setiap bisnis hanya akan berputar kalau ada supply penawaran dan demand permintaan. Karena itu, keduanya harus dihancurkan. Untuk itu kerja dakwah dan pemerintah mendidik umat untuk berpola sikap dan perilaku Islami. Media massa akan
37 38 39

Majalah "Affaf, Edisi 32, Tahun ke-3, Bulan Mei, 1990. Q.S. al Ahzâb; 32

Majalah "Affaf, Ibid.,

diarahkan agar tidak lagi memprovokasi umat dengan stimulasi-stimulasi yang merangsang kebutuhan pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi. Demikian juga keberadaan berbagai sarana hiburan yang selama ini menjadi ajang pertemuan pelaku kemaksiatan akan dibersihkan, tanpa harus merusak fisiknya. Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, setelah negara mengatasi masalah di sisi supply penawaran dengan perbaikan pendidikan dan ekonomi, kemudian mengatasi masalah di sisi demand permintaan dengan menghilangkan "para provokator"-nya, tetap ada yang nekad melanggar hukum, maka negara tak akan ragu-ragu lagi menerapkan sanksi represif. Hukuman jilid atau rajam akan diterapkan kepada pezina. Hukuman ta'zir akan diterapkan bagi para pengelola dan pendukung bisnis ini. Secara spesifik berikut beberapa pendapat dari para mufasir mengenai aurat perempuan terkait dengan pandangan pornografi dan pornoaksi yang terkait dengan Surrat anNur 30-31; 1. Tafsir al-Munir ; Surat al-Nur 30-31 An-Nur 30 Afirmasi ayat diatas dengan kata “min” mengerucut pada fenomena ghadul bashar menundukkan pandangan dalam realita yang cakupannya cenderung lebih luas, dalam arti praktek ghadul bashar mengalami kelonggaran, karena melihat individu yang terkualifisir dengan muhrim dengan batasan tertentu yaitu selain daerah pusar hingga lutut dibolehkan, demikian halnya dengan memandang wajah seorang perempuan dan telapak tangannya, serta kedua telapak kaki dalam salah satu riwayat. Sedangkan prihal farj sangat terbatas sebagaimana yang disinyalir dalam kitab al-Kasyaf. Dengan demikian melihat sesuatu tidaklah dilarang kecuali pada hal-hal tertentu, sebaiknya jima’ dilarang dengan pengecualian, dengan bahasa lugas asal hukum prihal farj adalah haram, adapun hukum asal memandang sesuatu adalah mubah boleh. Adapun instruksi menundukkan pandangan didahulukan dari perintah menjaga farj adalah karena pandangan merupakan starting point dari penyakit zina. Islam adalah agama yang solutif yang memberikan tuntutan dalam segenap segmen kehidupan manusia. Islam menawarkan sulusi alternatif jika seseorang tidak sengaja melihat hal-hal yang diharamkan, maka ia diwajibkan menundukkan pandangan dan mengalihkan dengan cepat. Muslim meriwayatkan dalam kitab Sakhihnya, Ahmad, Abu Dawud, al-Tirmizi dan Nasa’idari Jarir bin ‘Abdillah al-Bajaly ra berkata: “Aku bertanya pada Nabi saw prihal pandangan mata yang terjadi secara spontanitas, beliau memerintahkan aku untuk mengalihkan mataku”. Abu Dawud juga meriwayatkan dari Buraidah berkata; Rasulullah saw bersabda; “Wahai Ali, jangan engkau ikuti satu pandangan dengan pandangan lain, kamu boleh memandangnya untuk kali pertama, yang kedua adalah keharaman bagimu”. Hal yang demikian dimaksudkan untuk mengijauwantahkan benih kebaikan dan meminimalisir dekadensi moral serta membentengi dari kawah kenistaan dan dosa Sebahagian orang salaf bertutur pandangan merupakan panah yang langsung menusuk kehati. Oleh karenanya Allah mensinergikan dengan dua instruksi menjaga kemaluan dan pandangan dalam satu fremewark al-Nur ayat 30. Riwayat dari Abi Ummamah ra. Dari Nabi saw juga mengafirmasikan bahwa tuntutan yang demikian menumbuh suburkan nilai-nilai kebaikan, Nabi bersabda; “Seseorang muslim ketika melihat keindahan dari kaum Hawa, dan kemudian menundukkan pandangannya, niscaya Allah akan menumbuh kembangkan prosesi ibadah yang penuh dengan kenikmatan baginya”. Surat An-Nur : 31

maka tidak dibolehkan menampakkan bagian tubuhnya kecuali ini” Nabi menujuk wajah dan telapak tangan. Konsekuensi logisnya adalah keharaman membuka pos-pos zinah. menurut pendapat mayoritas ulama’. Adapun tindakan Aiysah sebagaimana yang tergambar dalam riwayat diatas lebih digambarkan karena sifat wara’ yang terpatri dalam dirinya.“Tunduklah pandanganmu dari selain suamimu. dua telapak tangan dan cincin sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibn Abbas dan ulama’ lain. Hal ini dilandasi dengan dalih riwayat Abu Dawud dan al-Tirmidzi dan Ummu Salamah. Kisah ini terjadi pasca perintah hijab Rasulullah saw bersabda: “Berhijablah darinya. Bertolak dari hadits di atas. dan dalam saat itu Aisyah memakai pakaian yang ringan riqa’ kemudian Nabi memalingkan muka dan bersabda: “Wahai Asma’. sama halnya dengan Iman Syafi’i dalam suatu qaulnya bahwa wajah dan kedua telapak tangan bukan aurat. “Bahwasanya ia sedang berada di rumah Rasulullah saw dan maimunnah dan kemudiaan ibn Ummi Maktum juga mendatangi rumah Nabi tersebut. Adapun stetemen ---terporos pada wajah. yaitu dengan menggunakan kata zinah secara mutlak namun dengan stresing penafsiran pada ‘tempat-tempat zinah’. Dalih yang mendukung adalah ayat sesudahya yaitu----Interpretasi yang kedua penafsiran lafadz zinah dengan bagian-bagian zinahperhiasan. Sebagian ulama’ lain membolehkan kaum perempuan memandang laki-laki asing tampa syahwat kecuali daerah pusar hingga lutut dengan dasar argumentative riwayat dan sakhih Bukhari dan muslim bahwa Rasululah saw memandang orang-orang Habsy bermain pada hari raya di masjid. disisi lain kaum lelaki tidak diperintahkan mengenakan cadar sehingga kaum perempuan tidak melihatnya. Hadits Mursal.merupakan penafsiran yang lebih tepat. dikatakannya padanya “Sesungguhnya ia tidak bisa melihatmu?” Aisyah menjawab : “ akan tetapi aku bisa melihatnya”. Bahwasanya Asma’ binti Abi Bakar menemui Nabi saw. Interpretasi ini dikuatkan oleh fenomena keseharian kaum Hawa yang berpergian ke pasar dan masjid serta dalam perjalanan yang mengenakan cadar sehingga kaum Adam tidak melihatnya. adapun Aisyah melihat mereka dibelakang Nabi. Tidak memperlihatkan zinah atau perhiasan diasaat ia memakai pada orang asing. Menyoroti perintah hijab. Zinah adalah semua entitas yang dipergunakan untuk memperindah dan mempercantik diri. maka hal yang demikian menunjukkan adanya perbedaan hukum antara kaum Hawa dan Adam. kaum cendekiawan yang mengusung pendapat ke dua ini kebolehan perempuan melihat laki-laki lain tampa syahwat mengintepretasikan intruksi berhijab dari ibn Ummi Maktum dalam koridor nadb sah/boleh. “Sesungguhnya seorang wanita itu mengalami masa haidh. karena sasaran larangan tersebut terfokus pada larangan menampakkan bagian-bagian tubuh yang merupakan pos-pos bertenggernya perhiasan seperti dada. “Wahai Rasululah bukankah ia orang tua yang tidak bisa melihat dan mengetahui kami?” Kitab alMuwatho’ meriwayatkan dari Aisyah bahwasanya ia menghijabi dirinya dari orang buta. Berikut beberapa hukum-hukum tertentu bagi kaum Hawa : a. Akhirnya makna ayat---adalah bagian tubuh yang biasa nampak pada tataran realities. Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat demikian. dan jagalah kemaluanmu dari zina seperti sihaq”. Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya dari Aisyah ra. Implikasi dari perintah tersebut adalah keharaman bagi perempuan untuk memandang laki-laki asing dibarengi getara syahwat atau tidak. . karena zinah secara literal dengan kandungan yang terangkum secara metaforis yaitu “daerah-daerah zinah” dapat didapati kerangka ayat ini. lengan dan betis. leher. akupun bertanya. Pendapat ini lebih memberikan kemudahan dimasa kita. Nabi menutupinya dari mereka hingga Aisyah merasa bosan dan pulang.

Berdasarkan hadits ini. b. Ayat diatas tidak menyebutkan saudara susuan. leher dan dada. namun demikian kebolehannya ini tidak boleh dijugde secara berlebihan. pengobatan dan kegiatan belajar mengajar. dan Ibnu Majah dari Aisyah. Adapun argumentasi pendapat golongan kedua seluruh badan merupakan aurat lebih dimobilisasi oleh sifat wara’ dan sifat berhati-hati dari godaan setan. Sudah barang tentu. mu’malah. Dalam kesempatan tersebut. Kendati demikian memandang orang asing dalam berbagi momen dibolehkan seperti dalam prose khitbah. c. budak. al-Shaykhani Bukhari dan Muslim. Perintah ini merupakan tuntutan untuk menutup bagian tubuh yang tergolong perhiasan batiniyah bagi kaum hawa. Menampakkan perhiasan tersebut juga diperkenalkan pada mereka yang tersurat dalam ayat yang dikenal dengan istilah muhrim. dan pengikut yang tidak memiliki hasrat pada perempuan seperti pengikut yang tidak memiliki syahwat ketertarikan pada kaum hawa serta anak yang tidak memahami kondisi kaum perempuan. namun sunnah mengambaikan status saudara susuan sebagai muhrim sebagaimana yang disinyalir dalam riwayat Ahmad. perhiasan yang diklaim tersebut adalah perhiasan yang dimaksudkan untuk bersenang-senang. kemudian Nabi saw memegang dagu al-Fadhl dan memalingkan wajahnya dari melihat perempuan tersebut. Kelanjutan dari ayat di atas merupakan dengan pengertian memperbolehkan empat golongan yang disiyalir memiliki status kesamaan status sebagai muhrim dalam hal kebolehan bagi wanita untuk memperlihatkan zinah selain daerah pusar hingga lutut. al-Nasai. Adapun pendapat yang rajih dalam perspektif ilmu fiqih dan syariat adalah bahwa wajah dan kedua telapak tangan tangan tidak terklasifikasi dalam aurat jika tidak menimbulkan fitnah. al-Fadhl memandangi seorang perempuan ketika ia bertanya padanya. Muhrim terbagi menjadi dua macam yaitu muhrim yang didasarkan pada hubungan nasab dan muhrim yang dijalin atas perkawinan. batasan aurat dan hubungan biologis. Sementara itu Ahmad Imam Syafi’i dalam salah satu qaulnya menyatakan bahwa seluruh tubuh manusia adalah aurat berdasarkan hadits “pandangan yang terjadi secara spontanitas” dan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibn ‘Abbas bahwa Nabi saw meninggalkan al-Abbas pada pada hari Nahr di belakangnya. Menghamparkan kain kerudung ke dadanya untuk menutupi rambut kepala. yaitu mertua pihak laki-laki dan anak suami. intepretasi ayat adalah yang nampak dari tubuh dengan tampa sengaja. kebolehan melihat hanya terbatas pada wajah dan kedua telapak tangan saja. karena menutupi keduanya lebih berat dari kedua telapak tangan terutama bagi orang-orang desa. Bukhari menyatkan dari Aisyah ra berkata : “Allah menyayangi perempuan dari kaum Muhajirin yang awal karena ketika turun ayat dengan serta merta mereka menyobek kain sarungnya dan menutupi dengan sobekan kain tersebut”. . demikian halnya dengan seorang dokter lelaki diperkenankan melihat bagian-bagian tubuh yang harus diobati jika tidak terdapat dokter perempuan. namun jika terciptakan kebobrokan maka menutupinya merupakan kewajiban. persaksian. Abu dawud. Tidak memperhatiakan perhiasan yang tersembunyi kecuali pada suami mereka. “Diharamkan bagi hubungan yang dilandasi atas susuan seperti halnya yang didasari atas hubungan kekrabatan”.Diriwayatkan dari Abu Hanifah ra bahwa kedua telapak kaki tidak terkualifisir sebagai aurat juga. Keempat golongan ini adalah wanita.

karena seorang budak samahalnya dengan laki-laki asing yang merdeka dalam konsepsi keharamannya. Adapun mayoritas madzhab Hambaliyah menyatakan bahwasanya wanita yang termaktub dalam ayat tersebut adalah wanita secara umum baik dari kalangan muslim dan kafir. Bahwasanya Nabi membawa seorang budak yang akan diberikan pada Fatimah memakai kain yang jika ia menutupi bagian kepalanya kain tersebut tidak menutupi kakinya. ketika Nabi saw melihat kejadian tersebut beliau bersabda: “Hal itu dibolehkan bagimu. dan al-Baihaqi dari Anas ra menguatkan statemen diatas. Ibn Mardawaih.  Perempuan pengikut yang tidak memiliki syahwat mereka adalah pengikut /pembantu yang bertujuan mencari sesuap nasi tampa indikator lain yaitu ketertarikan pada kaum perempuan. Bahwasanya ia menulis surat pada Abi ‘Ubaidah bin al-Jarrah ra. sesungguhnya telah sampai kabar bahwasanya kaum muslimah memasuki kamar mandi bersamaan dengan perempuan musyrik.Kendati demikian konsep-konsep diatas menyalut friksi yang signifikan dikalangan ulama’. kemudian Nabi saw masuk ketika laki-laki tersebut sedang menyebutkan sifat-ifat perempuan jika seorang perempuan datang. Abi Dawud. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari perempuan kafir memiliki status yang akuivelen dengan lelaki asing bagi seorang muslim. Muslim. oleh karenanya seorang muslimah tidak dibolehkan menunjukkan bagian tubuhnya selain wajah dan dedua telapak tangan didepan perempuan kafir. adapun mereka sahabat red mengkualifisirnya bagian dari kelompok yang tidak berhasrat pada perempuan. : “Amma Ba’d. Sebagian ulama’ berpendapat bahwa mereka adalah orang yang telah mencapai usia lanjut dan mengalami masa manpouse. Dari Anas ra. dan sebaliknya apabila ia mengenakan untuk menutupi kakainya. Ibnu Munzir dan al-Baihaqi dalam kitab Sunan-nya dari Umar bin Khatab ra. maka laranglah olehmu. Yaitu yang terurai dalam penjelasan:  Wanita Mayoritas ulama’ mengintepretasikan lafadz “al-nisa’ dengan kaum wanita dalam agama seagama dan bukan mereka yang tergolong sebagai ahli dzimah. ia datang . karena tidak dihalalkan bagi seorang muslimah yang beriman kepada Allah dan hari akhir melihat auratnya kecuali yang seagama dengannya”.  Budak Sedangkan budak yang terangkum dalam ayat tercakup kaum Adam dan Hawa sebagaimana pendapat mayoritas ulama’. akhirnya bisa disimpulkan bahwa aurat perempuan pada sesamanya adalah antara pusar dan lutut saja. dan tidak dikhawatirkan menyulut fitnah dan mentranformasi karekteristik perempuan pada orang-orang laki red asing. Ulama’ lain mengafirmasikan bahwa kebolehan tersebut dikhususkan bagi hamba sahaya perempuan. Said bin Mansur. Ahmad. dengan demikian penyandaran ayat yang tertulis dalam ayat ---menunjukkan musyabahah keserupaan/kemiripan yaitu perempuan yang semisalnya. kain itu tidak menutupi kakinya. Riwayat Ahmad. Dengan kaitan kelompok ini terjadi silang pendapat dalam mengidentifikasi secara spesifik. karena sesungguhnya ia adalah layaknya ayahmu dan anakmu". Abu Dawud dan al-Nasa’i meriwayatkan Aisyah ra berkata: “Seorang laki-laki yang sudah impoten menemuai istri-istri Nabi saw. Dalam artian lain juga ditafsirkan sebagai setiap person yang tidak memiliki kepentikan pada kaum hawa.

Ibnu Hamid bercerita kepada kami. dan tidak memiliki naluri biologis seksualitas akibat usia yang masih muda. menarik perhatian. serta diharuskan baginya menutup seluruh bagian tubuhnya selain wajah dan kedua telepak tangan kecuali setengah lengannya sebagaiman dalam riwayat Nabi yang membolehkan memperlihatkan sebagian lengan tangannya. Tafsir al-Thabary Al-Nur 30-31 Surah al-Nur 30 dan Surat al-Nur 31 19644. dari Ibn Mas’ud dia berkata: “Perhiasan terbagi atas dua macam perhiasan yaitu perhiasan yang dhahir seperti pakaian dan perhiasan yang tersembunyi samar yaitu gelang kaki. Pendapat yang demikin perupakan perpaduan dari interpretasi atas ayat. kami mengklaim bahwa pendapat diatas merupakan penafsiran yang utama dimaksudkan untuk mengkonvergensikan berbagai interpretasi ulama’ bahwasanya setiap individu yang melaksanakan sholat diwajibkan menutup aurat. Patut diketahui kebolehan disini lebih longgar dari stetemen yang dimotori oleh pihak pertama pengusung identifikasi yang pertama diatas Faktor-faktor yang melatarbelakangi tumbuh suburnya fitnah : “Perempuan dilarang menghentakkan kakinya ketika berjalan dengan harapan orang mengetahui detingan suara kaki. kendati demikian perhiasan lain seperti celak mata. dan membangkitkan syahwat serta menyulut praduka keterkaitan perempuan tersebut dengan kefasikan. Akhirnya apabila diperhatikan bagian badan tertentu dibolehkan. anting dan gelangtangan”. Ulama’ lain berpendapat: “Seorang wanita dibolehkan menampakkan zinah perhiasannya dihadapan anak kecil kecuali jika anak tersebut memiliki naluri sensualitas pada perempuan terlepas dari pencapaian usia remaja atau tidak pada sang anak. dari ibnu Juraij prihal firman Allah “’aw nisa’akum” dia berkata: “Telah sampai padaku bahwa ayat ini terlokalisasi pada perempuan muslim: “Tidak dihalalkan bagi perempuan musyrik melihat aurat muslimah kecuali jika . Sedangkan anak yang terkualifisir sebagai remaja dan belum memasuki fase baligh. Terdapat interpretasi ayat yang sangat beragam. dia berkata : al-Husain bercerita kepada kami . cantik. Anak Kecil Anak kecil yang tidak mengetahui prihal kewaniataan dan batasan aurat dengan detail. Dengan demikian. dan seorang wanita diperkenankan membuka wajah dan telapak tangan diwaktu sholat. Sedangkan tujuan larangan ini tak lain adalah istruksi untuk senantiasa menutupi perhiasan wanita. maka bisa dipastikan bahwa bagian tubuh tersebut merupakan pemaparan diskriptif atas ayat illa ma dlhoharo minha. Al-Qasim bercerita kepada kami . karena hal tersebut berpotensi memicu fitnah. memperdengarkan gemrincing zinah perhiasan sama halnya mempertontonkan zinah terseut dan bahkan menempati titik yang utama dari memperlihatkannya dari khalayak ramai. Hajjaj bercerita kepadaku. Patut diketahui. dia berkata : Aahurn al-Mughairah bercerita pada kami dari al-Hajj dari Ishaq. namun kandungan ayat yang lebih mengena adalah penafsiran dengan wajah dan kedua telapak tangan. maka bisa dipastikan ia tidak diperkenankan memasuki kawasan perempuan. namun mampu bercerita hal-hal yang bermuasal dari daya penglihatan dan mampu mengidentifikasi orang buruk rupa. gelang tangan dan kutek terangkum didalamnya. cincin. sehingga dapat dipahami bahwa seorang perempuan dan lelaki tidak dilarang memperlihatkan bagian tubuhnya selama tidak terkualifir sebagai aurat tidak diharamkan. dia berkata. 19671.” 2.

b. maka aku menggerakkan mataku keatap rumah. Seperti diketahui.Nabi saw memasuki ruangan. kemudian aku melihat pakaian yang tergantung. Zinah diartikan sebagai pakaian dalam surah alA’raf. hal ii terangkum dalam ayat ‘aw ma malakat ‘aymanukum”. seperti melihat seluruh sudut rumah beda halnya dengan melihat sesuatu yang disinyalir sebagai tindakan amoral. kedua telapak tangan. dan bisa dipastikan akan menarik perhatian indra penglihatan. yaitu kebolehan memperlihatkan perhiasan yang sejatinya terlihat. 3. yaitu perhiasan yang tidak wajib di tutupi ditempat kerja seperti celak. Surat an-Nur 31 Zinah bibagi menjadi dua macam yaitu khalqiyah natural sesuai dengan fenomena pembawaan asal dan muktasabah non natural. Kendati demikian keharaman memaperlihatkan perhiasan dihukumi secara mutlak. Tafsir al-Maraghi Surat al-Nur 30-31 Surat al-Nur 30-31 Intepretasi ayat diatas memiliki kesamaan dengan penafsiran yang tertulis dalam tafsir alMunir. Adapun tazin mempercantik diri menambah aura keelokan perempuan.perempuan musryik melihat aurat muslimah kecuali jika perempuan musryik tersebut budak sahayanya yang perempuan. kareana memperindah diri merupakan suatu kondisi yang sengaja dilakukan untuk menampilkan fenomena yang lebih indah. permata. Perhiasan tersebut juga dimaksudkan sebagaimana firman Allah. Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir Surat al-Nur 30-31 a. 4. oleh karenanya kaum hawa dilarang mempertontonkan perhiasannya kecuali dalam komunitas kaum adam yang tidak mempunyai ketertarikan pada kaum hawa akibat kedekatannya sebagai muhrim karena nasab dan perkawinan. kutek dan cincin. celak dan kutak dari tumbuhan inai. surat an-Nur ayat 30 ini menyebutkan secara eksplisit penggambaran istruksi menundukkan pandangan dengan afirmasi pada kebolehan memandang obyek obyek tertentu hal ini diafirmasikan dengan penulisan huruf “min” dalam konstruksi ayat yang mengindikasikan ketidakharaman melihat dengan intensitas material tertentu. yakni bagian-bagian yang jika diwajibkan menutupinya akan memberatkan perempuan atau bagian tersebut jika tidak ditutupi menimbulkan konsekuensi yang sulit. Hadits Umar bin Hatab memaparkan kisah seorang ---. Dengan demikian konsep ghadul bashar mencakup praktek memalingkan pandangan dari hal-hal yang sejatinya dibenci oleh khalayak umum karena menyalahi norma. kecuali ayat 31 dalam kalimat----yaitu yang sejatinya dipersiapkan menjadi pembantu. sedangkan perhiasan yang non natural ialah entitasentitas yang sejatinya ditujukan untuk mempercantik diri seperti pakaian yang glamour. Ibnu al-Araby berkata : . Surat al-Nur: 30 Ayat ini mengupas tuntas kehalalan dan keharaman mata bagi komunitas kaum muslim. Kategori pertama sebagai wajah. mak bisadiptikan bahwa konsepsi gadhul bashar terbagi atas berbagi strata yaitu ghadul bashar yang mencapai pada tingkatan wajib dan tidak wajib. sebagian setengah lengan tangan.

Sedangkan bagiantubuh secara spesifik seperti wajah. Perhiasan tersebut adalah wajah dan kedua telapak tangan. permata. lengan bagian atas. Demikian halnya dengan bagian-bagian yang tidak diperintahkan untuk di tutup seperti cincin berbeda dengan anting dan gelang. Kendati demikian ulama’ berbeda pendapat dalam hukum menampakkan gelang tangan dan kaki. khalqiyah sesuai dengan asal penciptaan dan mushtona’ah yang mengalami sebuah proses perubahan. Adapun perhiasan mushthana’ah yang dhahir adalah perhiasan yang apabila dibiarkan terbuka berimplikasi pada titik “memberatkan” bagi perempuan terhadap suami dan pasangannya. Madzhab Maliki menelorkan dua statemen dalam hal ini yaitu wajib dan tidak wajib. namun hanya sampai taraf menyulitkan karena seperti diketehaui bertelanjang kaki merupakan sesuatu yang lumrah dikalangan perempuan pedesaaan oleh karenanya para praktisi ilmu fiqih berpendapat dalam kewajiban menutupinya. Ibnu Arabi berkata : ibnu al-Qasim meriwayatkan dari Malik : Kutek bukan perhiasan. Abu Hanifah berkata : “Menutup kedua kaki bukan sebuah keharusan. punting susu. pergelangan tangan. Adapun kategori perhiasan yang kedua musthona’ah adalah perhiasan yang lazim dipakai oleh kaum Hawa seperti pakaian yang modis warna warni. lengan bagian atas. Adapun perhiasan yang tegolong dalam kholqiyah secara global adalah sebagian besar anggota badan perempuan. seperti pantat dan paha. bagian atas. Sedangkan perhiasan yang khofi tersembunyi merupakan a contrario dari perhiasan yang dhahir. maka bagian tersebut juga tidak dapat dijastifikasi dalam rrangkaian firman Allah perhiasan yang sejatinya nampak. seperti leher. "Malik mengintepretasikan hadits diatas sesungguhnya kaum . lain halnya dengan kdua kaki tidak mencapai tingkatan ksia-siaan. punting susu. celak kutek dari tumbuhan Inay dan siwak. sedangkan prihal keidahan tubuh perempuan yang jika diperintah untuk menutupinya tidak menimbulkan kesukaran. Ibn’Arabi juga berkata kutek merupakan perhiasan batiniah yang sejatinya tidak diperlihatkan jika dilekatkan pada kaki. seperti paha bagian atas. Selain naskah Ibnu Baskawal dalam kitab al-Muwatho’. lengan. Malik meriwayatkannya dalam kitab al-Muwatho’ dari Nabi saw bersabda : “Perempuan yang menenakan pakaian yang hamper tidak menutupi lekuk tubuh yang menarik perhatian tidak akan masuk surga”. dalam arti benar mereka mengenakan kostum namun gaun tersebut tidak menutupi tubuhnya akibat transparasi bahan pakaian". ia tidak membatasi dengan kutek tangan. pergelamgan tangan. Perhiasan kholqiayah sebagai---adalah perhiasan yang berpotensi pada tumbuh suburnya titik kesulitan jika perempuan menutupinya dihukumi wajib seperti wajah. pergelangan tangan. makna ayat---adalah bagian tubuh yang tidak ditutupi oleh kaum perempuan seperti wajah. leher dan kedua telinga. dari al-Qanaazi’i berkata. Ibnu’Addilbarr berkata : "Makna riwayat hadits tersebut adalah wanita yang memakai gaun transparan hingga memperlihatkan lekuk tubuh dan nyaris tidak menutupi bagian tubuhnya. Dengan demikian. dan betis sama halnya dengan perempuan yang memiliki bagian tubuh tertentu yang elok kendati tertutup rapat. Dalam kaitannya dengan hal ini. maka yang demikian tidak terkualifisir dalam firman Allah “maa dhoharo minhaa” perhiasan yang sejatinya nampak. dan berpotensi pada strata kesulitan untuk menghilangkan perhisan tersebut disaat dia berinteraksi dengan laki-laki lain dan mengkonstruksinya seperti semula ketika ia berada di dalam rumah. kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki”. Bertolak dari interpretasi ini--adalah perhisan yang dijadikan Allah nampak berdasarkan hukum fitrah yang jika dipaksakan menutupnya sama halnya menanam benih-benih kesia-siaan dan memberatkan bagi pemiliknya. Kelompok ahli tafsir mengintepretasikan zinah dengan jast ---dengan wajah dan kedua telapak tangan dalam riwayat lain kedua kaki dan rambut. kedua telapak tangan dan kaki.“Perhiasan terbagi menjadi dua. paha dan rambut. adapun pendapat yang benar adalah kedua benda tersebut diidentifikasi dalam kategori perhiasan yang dhahir. dan menggunakan gaun yang tidak ketat bukan merupakan hal yang susah baginya. Al-Qur’an mengafirmasi kategori gelang kaki ini dengan firman Allah.

perempuan memakai gaun yang tipis yang nyaris tidak menutupi bagian tubuhnya". Larangan ini mengandung konsekuwensi pada semua tindakan yang menarik perhatian laki-laki pada pemainan wanita. demikian halnya dengan statemen al-Zamakhsyari dilandaskan pada pendapat masyur dari madzhab imam Abi Hanifah bahwasanya badan yang disinyalir sebagai tempat perhiasan dhahir adalah wajah dan kedua telapak tangan. sedangkan kedua kaki bukan terkualifikasi sebagai aurat secara mutlak . Bagian tubuh ini adalah bagian lengan bawah. Ahli tafsir lainnya menekankan intepretasi ayat-ayat diatas sejatinya tempat bermuaranya perhiasan. gelang kaki. cincin celak. adapun Ibnu al-Munir menyatakan bahwa makna ayat ini adalah perhiasan secara literal. semprotan parfum yang berlebihan juga dilarang. Ayat diatas menyebutkan stetemen zinah secara eksplisit dan bukan daerah daerah yang lazimnya merupakan obyek sentral pemakaian perhiasan dimaksudkan sebagai afirmasi pada instruksi menutup bagian-bagian tersebut. Perhiasan yang dhahir nampak sejatinya terapresiasikan pada entitas material seperti. Dalih yang membenarkan larangan tersebut terrangkum dalam firman Allah …. Oleh akarenanya Allah melarang memperlihatkan perhiasan yang dimiliki untuk diinformasikan secara aksioma bahwa memandang perhiasan tidak diperkenalkan karena mengisyaratkan pada bagian badan perempuan dengan dalih bahwa kehalalan memperlihatkan perhiasan yang tidak menempel pada tubuh seperti gelang tangan yang diperjual belikan di pasar tidak patut didiskusikan lagi. betis. mahkota. dan kutek sehingga memperlihatkan ini pada orang asing bukan merupakan tindakan yang dikencam.. namun celaan tersentralisasi pada mengumbar perhiasan khofy tersembunyi seperti gelang tangan. Ibnu Rusyd menjelaskan bahwa pakaian yang dimaksud adalah gaun yang sempit dan melekat pada bagian tubuh hingga nyaris mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi. Hal ini merupakan langkah yang aplikatif . lengan atas. leher. Seperti diketahui melihat bagian tubuh hanya dbolehkan oleh pasangan hidup suami istri kecuali dalam keadaan terpaksa seperti pengobatan dan persaksian. dan jika ziinah diartikan sebagai pos bertenggernya perhiasan. Adapun pendapat Ibnu Munir al-Maliki didasarkan pada madzhab yang dianutnya. namun konsekuensi logis yang demikian tidak dibenarkan karena setiap bagian tubuh merdeka adalah aurat. dada dan telinga. Dalam perspektif pendengaran Ibnu al-Qasimi dari Jami’ al-’Atabiyah Malik berkata : “Sampai padaku kabar bahwa Umar bin al-Khatab melarang perempuan mengenakan pakaian ala Qibti". Ayat sesudahnya mengafirmasikan bahwa memperlihatkan perhiasan merupakan tindakan yang terlarang.31 Kitab al Zawajir karangan ibn Hajar al-Makky menegaskan keharaman bagi kaum hawa memandang lelaki kendati tidak dibarengi dengan hasrat padanya dan sertai rasa takut dan fitnah seperti halnya ketidakbolehan laki-laki melihat perempuan habnya hubungan nasab atau susunan atau perkawinan membolehkan memandang sesamanya kecuali daerah antara pusar dan lutut. ikat pinggang dan anting. dan yang menggerakkan ketertarikan kaum Adam pada lawan jenis baik yang berhasal dari hasil penglihatan pada obyek tertentu atau pendengaran pada hiburan yang disodorkan kaum Hawa seperti nyayian dan berbicara dengan suara yang mendayu-dayu. Tafsir al-Alusi Surat al-Nur 30-31 Surat al-Nur 30 . Dalam ranah realitasnya layaknya tarian dan goyangan perempuan dihadapan laki-laki. karena perhiasan bisa dipastikan dikenakan dibagian tubuh tertentu yang sudah barang tentu tidak boleh dipandang kecuali oleh golongan yang dikemukakan dalam konstruksi ayat sesudahnya. bisa dipastikan memandang bagian tubuh yang dhahir nampak dan lajimnya merupakan daerah yang dikenakannya perhiasan dhahir bagi orang asing dihalalkan. 5. kepala.

Sebahagian penganut madzhab Syafi’i berpendapat keahalalanmelihat wajah dan telapak tangan jika tidak menyulut fitnah. Dan ketahuilah jika maksud larangan mengumbar daerah-daerah notabene tempat bertenggernya. Oleh karenanya mengharamkannya adalah sikap yang tepat. Adapun madzhab Syafi’i sebagaimana yang tersurat dalam kitab al-Zawaajir mengurai bahwa wajah dan telapak tangan baik bagian dalam maupun luar hingga siku merupakan aurat dalam paradigma “memandang perempuan” kendati ia adalah hamba sahaya perempuan dan bukan aurat bagi orang merdeka dalam shalat. Ibnu Abi Syaibah Abu bin Hamid dari Ibn’Abbas berkata maka firman Allah ---adalah wajah dan telapak bagian dalam. sehingga makna yang terkandung adalah apa yang nampak tampa indikasi memperlihatkan seperti tersikap akibat hembusan angina maka kaum Hawa tidak dimintai petanggungjawaban kelak dihari pembalasan. Secara aksioma. . Sehingga konsekuensi logisnya adalah tidak semua hal yang dilarang memandangnya dikualifisir sebagai aurat. Sebahagian madzhab ini juga menginterpretasikan perhiasan yang nampak itu adalah wajah dan kedua telapak tangan setelah menelaah parameter bahwa aurat orang merdeka selain dua bagian tersebut mereka berdalih keharaman melihatnya karena berpotensi menyulut fitnah. Adapun Ibnu Bahar berkata : “Perhiasan sejatinya terletak pada keindahan cipataan yang dibentuk oleh Allah dan pakaian yang berlebihan yang ditunjuk untuk mempercantik diri. Namun demikian sebagian ulama’ lain tidak mengamini penafsiran zinah perhiasan dengan ciptaan Allah perhiasan yang merupakan ciptaan Allah. Anda mengetahui bahwa kebolehan memperlihatkan wajah dan kedua telapak tangan seperti yang disinyalir dalam ayat dan keharaman memandang dua bagian tersebut secara mutlak dalam madzhab mereka madzhab Syafi’i secara bersamaan sangat tidak masuk akal. sebagian kabar dan riwayat menginterpretasikan zinah perhiasan pada makna yang terlintas dengan cepat dan lainnya di daerah daerah dikenakannya perhiasan. red pehiasan. ia menyatakan dalam kitab al-Bahar pendapat yang mendekati kebenaran adalah mengklasifikasinya dalam konsep zinah dan mengairmasikan dengan stetemen “Perhiasan manakah yang lebih indah dari penciptaan yang ideal” Maksud ayat ini sebagaimana riwayat Ibn Hatim dan Ibn Jubair. Kitab al-Zawaajir juga menyatakan keharaman melihat bagian tubuh perempuan yang terlepas. dan dari riwayat al-Hasan adalah cincin dan gelang tangan dari riwayat lain menyebutkan lainnya. perempuan pada masa dahulu menutup kepalanya dengan kain dan mengantungkan menurunkan kainnya dari belakang punggung seperti kebiasaan jahiliyah sehingga leher dan sebagian dadanya terlihat.sehingga tidak ada larangan melihatnya. Ibnu Aabi Syaibah dari ‘Ikrimah bahwa maksud ayat diatas adalah telapak tangan dan tengkuk. yaitu mempertanggung-jawabkan dihari pembalasan. Allah menginstruksikan perempuan mukmin menutupi leher dan dada dengan kain sehingga bagian tersebut tidak nampak. maka pengecualian yang tersurat dalam firman Allah bisa jadi merupakan hukum yang paten dalam perspektif metode isyarah tanda. namun stetemen ini tidak menempati urutan pertama dalam pendapat mereka. karena dapat memotivasi keingintahuaan yang mendasar untuk melihat bagian tubuhnya secara utuh. dan dikatakan secara global wajah dan dua telapak tangan. bahkan ulama’ mengungkapakan ketidakbolehan memandang kuku kaum Hawa yang tidak menempel lagi ditangannya. dan pendapat yang mengkualifikasi dua bagian badan tersebut sebagai aurat serta larangan memperlihatkan pada individu selain yang dirangkum dalam freme pengecualian pada ayat sesudahnya. sedangkan makna ayat tersebut adalah larangan mengumbar dua komponen dari hasil intepretasi diatas pada bukan muhrim dan mengecualikan hal-hal yang sejatinya tidak dapat disembunyikan ditutupi dalam berbagai momentum seperti wajah ujung tangan dan kaki”.

Luqman Haqani. h. ini adalah jelas haram. Al-Sunnah Dan Qaidah Ushul Fiqih Pornografi dan pornoaksi yang terkait dengan aurat ada beberapa hadits Rasulullah yang melarang memakai pakaian yang tembus pandang. Ibid. Kaum perempuan sekarang mengenakan perhiasan seperti dari mutiara atau semisalnya sebagai aksesoris dirangkaian gelang kaki sehingga gemercing suara gelang tersebut terdengar meski mereka berjalan dengan pelan. perempuan dengan perempuan lesbian. menampakkan keelokan wajah dan bagian tubuh yang dapat membangkitkan birahi dihadapan kaum laki-laki yang bukan muhrimnya. 2002]. 42 Abu al-Ghifari. Mujtahid. Menurut Syekh Abu 'Ala Al-Maududi kata tabarruj bila dikaitkan dengan wanita memiliki arti sebagai berikut. h.42 Rasulullah saw bersabda. melantunkan suara-suara yang menggoda. Sedangkan Hanafiyah seperti pernyataan Ibn al-Hamman: Beliau menyatakan secara gamblang dalam kitab al-Nawazil bahwa lantuanan suara perempuan adalah aurat. ataupun antara laki-laki dengan laki-laki homoseksual. Musuh Yang Menjadi Idola. Sementara itu. 28. dan sejenisnya larangan bagi laki-laki berkhalawat berdua dua-an ditempat yang sunyi tampa orang ke tiga dengan perempuan yang bukan muhrimnya40. 29.. akhirnya memperdengarkan di depan kaum Adam dianggap tindakan yang tidak bagus. oleh karenaya Nabi saw bersabda: “Takbir bagi laki-laki dan tepuk bagi kaum perempuan”. Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001. h. [Jakarta. erotis. bersolek dan menggunakan parfum secara berlebihan ketika keluar rumah. 2002]. Lih. Abu al-Ghifari. sensual. 10. Tidak diragukan lagi secara psikologis bahwa menguatnya perasaan wanita melalui kebebasan memilih pakaian yang sesuai dengan standar syariat. red anut bahwa gemercing suara sejatinya bukan aurat. memamerkan pakaian dan perhisan yang indah serta memamerkan diri didepan laki-laki yang bukan muhrimnya. [Jakarta. [Jakarta. mengenai hukum tabarruj atau pakaian dan gerak tubuh yang menimbulkan rangsangan seksual. 2003]. h. 69. dengan demikian mendengarkan tidak dilarang jika tidak disertai ketakutan akan fitnah dan menikmatinya sebagaimana ulasan al-Zarkasy. Ke-empat. menumbuhkan perasaan positif berupa persamaan perempuan ditengah masyarakat Muslim dengan corak tertentu dalam menutup aurat dan semakin dalamnya perasaan terhadap kemuliaan. Mujtahid. C. Demikan halnya seperti perhiasan lain pada gelang kaki yang menimbulkan suara jika kaki melangkah terlebih jika dihentakkan. Stetemen dalam kitab Syafi’iyah dan yang aku al-Alusi. Pertama.Secara literalis. Pernikahan Dini Dilema Generasi Ekstravaganza. Larangan memperdengarkan gemrincing suara tersebut pasca larangan memperlihatkan perhiasan sendiri bisa dipastikan adalah larangan memperlihatkan bagian tubuh yang lajimnya tempat obyek pemakaian perhiasan. Mujahid. Pernikahan Dini Dilema Generasi Ekstravaganza. 41 40 . teks ayat menyatakan ketiadaan perbedaan gender laki-laki dan perempuan akibat keumuman huruf ---dan karena jika ayat tersentralisasikan pada kaum Hawa saja maka yang tertulis dalam konstruksi ayat seharusnya karena penegasan yang demikian lebih spesifik dan mengena pada maksud ayat.41 Kedua. Ketiga. Sebahagian khalayak umum didapat lebih banyak tergetar syahwatnya akibat gemrincing suara perhiasan daripada melihat perhiasan yang berpotensi menimbulkan suara.

Lih. tidak layak bahkan memalukan. kesepakatan pendapat ulama' fiqih menyatakan bahwa harus ditutup dari pandangan orang dengan pakaian yang tidak tembus pandang dan tidak membentuk lekukan tubuh. Juz II. tt]. Bergerak Menuju Keadilan….‫صنفان من اهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس‬ ‫ونساء كاسيات عاريات مميلت مائلت رءوسهن كأسنمة البخت المائلة ليدخلن‬ ‫الجنة ول يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا. Dalam disiplin ilmu fiqih lafal aurat diartikan sebagai yang memiliki muatan arti dalam ayat an-Nûr ayat 31 dan 58 yaitu yang berarti sebahagian anggota tubuh manusia yang didalam pandangan umum buruk atau malu bila diperlihatkan dan bila dibiarkan terbuka mungkin bisa menimbulkan fitnah seksual. dalam menentukan batasan aurat. 168. 83. Pendapat kedua menyatakan bahwa aurat laki-laki adalah alat kelamin [qubul]. Rambutnya sebesar punuk unta. Untuk aurat laki-laki walaupun ada perbedaan. fiqh memnbangun wacana tentang tubuh dan norma-norma yang terkait dengannya. An-Nawawi.43 Dari dua kata kunci tentang aurat. tetapi batasan mengenai aurat adalah ditentukan pertimbangan pertimbangan kemanusiaan segala aspek. Asy-Syaukani. pandangan fiqih membedakan antara perempuan dan laki-laki.46 Perintah menutup aurat adalah dari agama teks syara'. Al-Muhalla. selebihnya bukan aurat. Pendapat ketiga yang dinyatakan oleh adh-Dhahiri. baik laki-laki maupun perempuan dibutuhkan mekanisme yang 43 44 45 Faqihuddin Abdul Kadir. 49. dan Abu Hanifah. Bidâyah al-Mujtahid. Ibnu Rushd dan Asy-Syaukani mengatakan bahwa ulama' Fiqih berada dalam tiga pendapat." HR.45 Sementara aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Nail al-Authar. Pada awal inilah difinisi aurat. al-Isthakhiri. Dar al-Afaq al-Jadidah. yaitu 'memalukan' dan 'menggairahkan'.44 Oleh karena itu. tetapi secara umum mayoritas ulama' berpendapat bahwa laki-laki seharusnya menutup anggota tubuh antara pusar dan kedua lutut kaki.210. Muslim Dalam Fiqh pembahasan mengenai aurat didasarkan pada wacana tubuh dengan berbagai dimensi sensualnya.. yang selalu maksiat. Mengenai batas anggota tubuh yang dianggab aurat. رواه مسلم‬ "Ada dua golongan dari ahli neraka yang siksanya belum pernah aku lihat sebelumnya pertama adalah kaum yang membawa ekor cambuk seperti ekor sapi yang digunakan memukul orang. bahwa aurat laki-laki adalah antara pusat dan kedua lutut. ialah pengusa yang dzalim. karena itu fiqh membedakan antara aurat laki-laki dan perempuan. sekitar lubang anus dan paha saja. mereka tidak akan masuk surga.219 Lihat. [Bairut. Malik. Kemudian sesuatu yang memalukan itu justru bisa membangkitkan gairah orang lain yang melihatnya untuk melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya.. Untuk itu. tidak layak bahkan memalukan. Orang menyebut aurat untuk hal-hal yang tidak pantas untuk diperlihatkan. salah satu riwayat dari Imam Malik dan Ibnu Hambal adalah bahwa aurat laki-laki hanya qubul dan dubur saja. Fiqh menganggap ada beberpa tubuh yang tidak pantas untuk diperlihatkan. 46 Abu Muhammad Ali bin Muhammad ibn Hazm. Juz III. h. hal. h. Memalukan dan menggairahkan adalah sesuatu yang kontekstual. . juz III. Mengenai batas aurat laki-laki. Ibnu Jarir. Ibnu Rushd. Kedua adalah wanita yang berpakaian tapi telanjang. bahkan tidak akan mencium wanginya padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan yang amat panjangnya. Juz I h. Al-Majmu. Pendapat pertama adalah yang dinyatakan oleh Imam Asy-Syafi'I.

h. Fiqih Perempuan Refleksi Kyai Atas Wacana Agama dan Gender. memelihara kehormatan. pengarah gaya. Dalam hal ini pertimbangan khsuf al-fitnsh yang sudah dikembangkan oleh ulama' fiqih juga harus menjadi salah satu penentu pertimbangan. dan jika pelakunya dalam status sudah menikah maka harus dihukum dengan dilempar batu sampai meninggal rajam.50 Pornografi dan pornoaksi dianggap mendekati perbuatan zina sehingga harus dilarang. dalam konteks pornografi dan pornoaksi yang mengumbar aurat. pornografi dan pornoaksi adalah haram. misalnya memberi pertolongan medis. Ibid. Fiqih Perempuan Refleksi Kiyai Atas Wacana Agama dan Gender.49 Secara fiqih. QS.akomodatif dan responsif terhadap gejala nilai yang berkembang di masyarakat sehingga dalam tingkat tertentu nilai dan batasan tersebut dapat diterima oleh masyarakat. dan batas aurat al-Ahzâb ayat 59 yang mengatur tentang aurat kaum perempuan Mu'minah53. dan lain sebagainya. Jika pelakunya masih bujangan maka harus dicambuk sebanyak seratus kali mi'ata jaldah.47 Tentu saja. 48 49 50 51 52 47 Hasan Hathaut. dan jika dilakukan maka pelakunya harus bertobat karena dianggap berdosa. 2001]. Pustaka Zahra. yang dimaksud adalah aurat menurut syariat Islam. agar tubuh manusia tidak dieksploitasi terutama tindak pornografi dan pornoaksi yang dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat. Panduan Seks Islami. Fiqih Islam. kecuali untuk tujuan yang dibolehkan oleh syara'. Husain Muhammad. 2.. Ibid. h. [Yokyakarta. jelas termasuk orang yang mengumbar aurat. misalnya. Sebagaimana disebutkan dalam QS. 62. Sinar Baru. 402 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001 Tentang Pornografi dan Pornoaksi tanggal 22 Agustus 2001 atau Jumadil Akhir 1422 Hijriyah. dan suatu jalan yang buruk".51 Sementara itu menurut hukum Islam seperti yang telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001 tentang pornografi dan pornoaksi tanggal 22 Agustus 2001. h. h. 4. segala sesuatu yang mengakibatkan seseorang cenderung melakukan perbuatan asusila fakhisyah adalah berdosa. Apalagi sampai berbuat zina maka dianggap telah melakukan dosa besar. h. 1990]. 25. Al-Isra' 32 Sulaiman Rasjid. Al-Isra' 32: ‫يل…ا‬a‫ ب‬c‫اء‬c‫ة… س‬ c‫ س‬c‫ و‬c‫ش‬a‫اح‬c‫ ف‬c‫ان‬c‫ ك‬t‫ه‬f‫ن‬a‫وا إ‬t‫ب‬c‫ر‬o‫ق‬c‫ا ت‬c‫ل‬c‫و‬ ‫ا‬c‫الز¡ن‬ "Dan janganlah kamu mendekati zina. Sedangkan menurut definisi agama Islam. menyaksikan secara langsung aurat seseorang yang bukan haknya pornoaksi. yaitu berdasarkan surah Âl-Isra' kita dilarang mendekati zina dan an-Nûr 30-31 yang mengatur tentang cara bergaul52. dan al-Maidah ayat 2 tentang kewajiban saling tolong menolong dalam mengerjakan kebaikan dan takwa dan larangan melakukan tolong menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran. Husain Muhamad. Sebab. . Rahima. 53 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001. [Bandung. aurat wanita dalam pandangan Islam adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. maka batasan pornografi dan pornoaksi menurut hukum Islam telah jelas54.. 64. 2004]. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. h.48 Seorang wanita yang memperlihatkan sekadar rambut atau bagian bawah kakinya. Ini akan berlaku juga pada para pembuat pornografi dan pornoaksi kamerawan. [Jakarta. sutradara. Aurat adalah bagian-bagian tubuh yang berpotensi menimbulkan rangsangan-rangsangan seksual bila terlihat.

 Melakukan pengambilan gambar sebagaimna angka 2 adalah haram. Akan tetapi.. tingkah laku secara erotis. mengedarkan. memang dipandang belum melakukan aktivitas haram karena media sebagai benda adalah mubah. maka menurut syariat. dan alasan utama beberapa anggota tubuh dibiarkan terbuka adalah alasan keterpaksaan darurah atau keperluan hujjah. bila orang itu ikut dalam usaha membuat dan atau menyebarluaskan media porno.55 Namun demikian.Sementara itu.  Membiarkan aurat terbuka dan atau berpakaian ketat atau tembus pandang dengan maksud untuk diambil gambarnya. h.  Menperbanyak. alasan utama penutupan tubuh perempuan adalah untuk menghindari gangguan fitnah dan malapetaka dharar yang menempa diri perempuan. Ibid. Fiqih Islam.  Melakukan hubungan sksual atau adegan seksual didepan orang. tulisan reklame. melakukan gambar hubungan seksual. baik cetak atau visual. suara.  Menggabarkan secara langsung atau tidak langsung. Ibid.  Memperlihatkan aurat. yang terbuka auratnya atau berpakaian ketat atau tembus pandang yang dapat membangkitkan nafsu birahi. kecuali dalam keadaan diperlukan Abu Hanifah memperkenankan kedua lengan tangan dan kedua setengah betis kaki dibiarkan terbuka. atau gambar hubungan seksual atau adegan seksual adalah haram. baik dengan lukisan gambar. telapak tangan dan telapak kaki bagi perempuan adalah haram kecuali dalam hal-hal yang dibenarkan secara syar'i. 404 .. kaidah "ushul fiqih" yang mu'tabar menyebutkan: "Sarana yang menjerumuskan pada tindakan keharaman adalah haram". Kedua. sebuah benda dengan muatan pornografi dan pornoaksi dihukumi sebagai benda yaitu mubah. berdasarkan berbagai nas dan dan kaidah ushul fiqih Secara umum Majelis Ulama indonesia MUI pada tahun 2001 mengeluarkan fatwa tentang pornografi dan pornoaksi menetapkan beberapa hal sebagai berikut. Sebab. kemubahan ini juga tidak berlaku untuk penyebarluasan dan propaganda pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi yang akan memiliki dampak serius di masyarakat. h. 54 55 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001. 5. dia dianggap telah melakukan aktivitas yang haram. membeli dan melihat atau memperlihatkan gambar orang. Bahwa perempuan hanya diperkenankan membuka wajah dan kedua pergelangan tangan. Karena itu. maupun ucapan baik melalui media cetak maupun elektronik yang dapat membangkitkan nafsu birahi adalah haram. Sulaiman Rasjid. Seseorang yang dihadapkan pada suatu media porno. misalnya. yakni bagian tubuh antara pusar dan lutut bagi laki-laki dan bagian tubuh selain muka. Mengenai batasan aurat menurut pandangan ulama' Fiqh dapat disimpulkan pada: Pertama. baik terhadap diri sendiri ataupun orang lain dan melihat hubungan seksual ataupun adegan seksual adalah haram.  Berbuat intim atau berdua-duaan khalwat antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram-nya dan perbuatan sejenis lainhya yang mendekati dan atau mendorong melakukan hubungan seksual diluar pernikahan adalah haram. kemubahan ini bisa berubah menjadi haram ketika benda wasilah itu dipastikan dapat menjerumuskan pada tindakan keharaman. baik untuk dicetak maupun divisualisasikan adalah haram. Dengan demikian. menjual.

 Memperoleh uang.  Melakukan suatu perbuatan dan atau suatu ucapan yang dapat mendorong terjadinya hubungan seksual diluar pernikahan atau perbuatan sebagaimana dimaksud angka 6 adalah haram. pornografi dan pornoaksi ringan dianggap tidak terlalu mengganggu hingga dapat dijual di toko-toko umum atau disajikan di televisi. misalnya dengan membatasi ketersediaannya hanya pada toko buku dewasa. dan atau fasilitas dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan diatas adalah haram. hanya melalui pesanan lewat pos.  Membantu dengan segala bentuknya dan atau membiarkan tampa pengingkaran perbuatan-perbuatan yang diharamkan diatas adalah haram.[] BAGIAN KE-TIGA PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT GLOBAL A. Di beberapa negara. Sebaliknya. termasuk produser pornografi dan pornoaksi Larry Flynt dan penulis Salman Rushdie. Sebagian orang. Memakai pakaian tembus pandang atau ketat yang dapat memperlihatkan lekuk tubuh adalah haram. Kebanyakan negara berusaha membatasi akses anak-anak di bawah umur terhadap bahan-bahan porno berat. Kebanyakan negara mengizinkan paling kurang salah satu bentuk pornografi dan pornoaksi. Pornografi dan pornoaksi anak dianggap melanggar hukum di kebanyakan negara. lewat saluran-saluran televisi yang dapat dibatasi . dan pada umumnya negara-negara mempunyai pembatasan menyangkut pornografi dan pornoaksi yang melibatkan kekerasan atau binatang. pornografi dan pornoaksi berat biasanya diatur ketat. mengatakan bahwa pornografi dan pornoaksi itu penting bagi kebebasan dan bahwa suatu masyarakat yang bebas dan beradab harus dinilai dari seberapa jauh mereka bersedia menerima pornografi dan pornoaksi. manfaat. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Global Status hukum pornografi dan pornoaksi sangat berbeda-beda.

Materi-materi/tindakan-tindakan tertentu dikeluarkan sendiri dari bahan porno biasa. Tuntutan terhadap pornografi dan pornoaksi maupun toleransinya sangat berbeda-beda dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya dan dari kota ke kota. Belanda: Undang-undang yang sangat liberal. Bestiality dinyatakan ilegal setelah dikeluarkannya undang-undang kesejahteraan binatang yang baru. Semua pemain harus berusia minimum 18 tahun. Berbagai negara bagian mempunyai undang-undang tentang pornografi dan pornoaksi. tetapi memilikinya tidak dianggap ilegal. majalah dan sampul DVD yang menampilkan alat kelamin harus disembunyikan dari pemandangan umum. yang sangat jarang. Berikut ini status dan pemberlakuan pornografi dan pornoaksi diberbagai negaranegara dibelahan Dunia: • Amerika Serikat: Bahan-bahan porno berat legal pada tingkat Federal kecuali bila memenuhi uji Miller tentang ketidakpantasan.orangtua. menyalahgunakan anak atau menampilkan gambaran yang merendahkan martabat. Pornografi dan pornoaksi anak yang menyajikan gambaran tentang anak-anak yang benar-benar terlibat dalam tindakan-tindakan seks atau yang berpose dalam penampilan yang porno adalah kejahatan. atau kadang-kadang barang-barang yang disajikan ditutupi sebagian atau sama sekali tidak terpampang. Britania Raya: Bahan-bahan porno berat dilarang hingga 1999. Yang lebih lazim lagi. Pornografi dan pornoaksi biasa tidak termasuk hubungan seksual dengan binatang legal. penyebaran pornografi dan pornoaksi kepada anak-anak di bawah umur dianggap melanggar hukum. Biasanya toko-toko porno membatasi usia orang-orang yang masuk ke situ. 21 tahun. Para aktor laki-laki di film-film lokal harus mengenakan kondom dalam adegan-adegan penetrasi. Telanjang tidak dianggap termasuk bahan seperti ini. Bila dijual di tempat-tempat umum. lihat: Pornografi dan pornoaksi internet. Dijual secara terbuka di tempat-tempat penjualan koran dan majalah. Video R18 hanya tersedia dalam toko-toko seks yang mempunyai izin • • • • • . ketika kesulitankesulitan halangan perdagangan sehubungan dengan keanggotaan Komunitas Eropa menjamin arus yang relatif bebas dari barang-barang seperti itu untuk kebutuhan pribadi saja. Brasil: Pornografi dan pornoaksi anak adalah kejahatan. Beberapa upaya untuk membatasi pornografi dan pornoaksi di internet telah dibatalkan oleh pengadilan. dan tidak boleh mengandung kekerasan. dll. Austria: Bahan-bahan yang "membahayakan remaja" atau bahan-bahan yang merendahkan martabat manusia tidak boleh dipamerkan atau dijual kepada orangorang yang berusia kurang dari 18 tahun. namun pornografi dan pornoaksi masih cukup mudah diperoleh. Bahan-bahan porno tidak boleh diberikan kepada orang yang berusia kurang dari 18 tahun atau di beberapa daerah. Bahan-bahan porno dapat dibeli dan disewa di Northern Territory dan ACT. Namun banyak dari usaha-usaha ini ternyata tidak mampu membatasi ketersediaan pornografi dan pornoaksi karena akses yang cukup terbuka terhadap pornografi dan pornoaksi internet. Secara teknis menjual bahan-bahan porno illegal di Queensland. tetapi dengan catatan bahwa ada banyak toko dewasa di masing-masing negara bagian dan wilayah yang boleh menjual atau menyewakan bahan-bahan yang bersifat porno. Australia: Peraturan diperketat di bawah pemerintahan John Howard. Bahan pornografi dan pornoaksi manapun hanya boleh dijual kepada orang yang berusia minimal 18 tahun. Lihat Sensor di Australia.

• Bulgaria: Bahan porno berat "tidak dianjurkan" untuk diedarkan kepada orang-orang yang berusia di bawah 18 tahun. Ada toko-toko Israel yang khusus menjual pornografi dan pornoaksi. jadi segala sesuatu yang lainnya tidak dibatasi. Pornografi dan pornoaksi berat yang terkait dengan kekerasan dan binatang tidak boleh dibuat atau didistribusikan. bahan porno tidak boleh melibatkan orang yang berusia di bawah umur 18 tahun. Porno berat dibatasi kepada pembeli berusia 18 tahun atau lebih. Departemen Dalam Negeri berencana untuk memperkenalkan undang-undang yang melarang pornografi dan pornoaksi dengan kekerasan. Israel: Ilegal untuk orang-orang berusia di bawah 18 tahun. Hukum mendefinisikan pornografi dan pornoaksi sebagai porno berat. atau bila diterbitkan tanpa sepenuhnya dibungkus tanpa peringatan yang “dengan mudah kelihatan” yang menyatakan bahwa bahan yang terkandung mungkin bisa membuat orang tersinggung dan tidak boleh diberikan kepada mereka yang di bawah umur. penegakan hukum sangat lemah dan bahan-bahan porno mudah tersedia. Jepang: Seperti di Eropa. Bahan porno ringan jarang disensor. Karena ekonomi yang tidak stabil. tetapi majalah-majalah porno berat tersedia di penjual-penjual suratkabar dan majalah di beberapa tempat. foto telanjang biasa ditampilkan dalam media umum. Pada 1969 Denmark menjadi negara pertama di dunia yang melegalisasikan porno berat. Bila sebuah toko bisa dimasuki anak kecil.9 Hongaria: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan to anak-anak under 18 of umur. bahkan oleh stasiun-stasiun TV pemerintah. termasuk penggunaan pengawasan internet dan pembobolan sistem. Pornografi dan pornoaksi dalam segala bentuknya dapat ditemukan di tempat-tempat penyewaan video termasuk mesin penjual video. bahannya tidak boleh dipampangkan dan hanya boleh dijual dengan diam-diam dan dengan permintaan khusus. atau bila dipamerkan kepada umum kecuali dalam tempat terbatas dan hanya terlihat di dalam "sebuah galeri seni atau museum yang bonafide". meskipun hukum jarang diberlakukan. dilarang keras memperlihatkan rambut kemaluan ataupun alat kelamin orang dewasa. Karena pornografi dan pornoaksi anak hampir-hampir tidak mendapatkan perhatian masyarakat ataupun pemerintah masalah ini dapat dikatakan sebagai bentuk porno satu-satunya yang ilegal. Pornografi dan pornoaksi dalam bentuk tulisan saja tidak pernah dituntut sejak pengadilan Inside Linda Lovelace pada 1976. Jerman: Pornografi dan pornoaksi anak dilarang. Pada tahun 1970-an dan 1980-an. Izin orangtua khusus dibutuhkan untuk memperlhiatkan materi porno berat kepada anak-anak mereka dengan tujuan pendidikan. Hong Kong: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan to anak-anak under 18 of umur. Denmark: Larangan terhadap literatur porno dicabut pada 1966. serta sejumlah perusahaan yang memproduksi porno Israel. pemilikannya diizinkan. Irlandia: Ilegal hingga pertengahan tahun 1990-an. Mempertontonkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. Majalah-majalah dan koran-koran porno semakin banyak beredar sejak jatuhnya komunisme pada awal 1990-an. pada akhir 1990-an hanya segelintir penerbit yang bertahan. India: Pornografi dan pornoaksi ilegal dan mendapatkan sanksi hukuman. Namun. Satuan polisi Israel untuk kejahatan komputer mengambil langkah-langkah ekstrem terhadap hal itu.khusus. Gambar-gambar rambut kemaluan pada majalah-majalah • • • • • • • • . Meskipun hukum mendefinisikan anak sebagai orang yang berusia di bawah 14 tahun.

Meksiko: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak di bawah usia 18. para editor majalah-majalah. Pornografi dan pornoaksi anak ilegal. dan diharapkan bahwa majalah-majalah porno akan dapat dijual secara terbuka di tokotoko umum. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hukum. Bogota mempunyai sekurang-kurangnya 300 tempat di mana pornografi dan pornoaksi porno berat dapat diperoleh secara legal. Bahan-bahan ini tidak boleh dipampangkan kepada anak-anak. Pada 1999. pada 2000. Norwegia: Bahan-bahan porno berat sudah lama secara de jure ilegal. atau dengan menggunakan kekerasan tetap ilegal. binatang. Gambar-gambar dari jarak dekat close-up terhadap alat kelamin tetap dilarang. lewat internet. film • • • • • . khususnya kota-kota yang lebih besar. ilegal untuk membuat. Prancis: Pornografi dan pornoaksi yang sangat penuh kekerasan atau sangat grafis sangat jelas diberi peringkat X. namun penjualan kepada orang berusia di bawah 18 tahun batas usia berbeda-beda menurut provinsi umumya dilarang. misalnya. atau melalui TV satelit. dan hanya boleh diperlihatkan di bioskop-bioskop tertentu. Namun perlu dicatat bahwa menggambarkan kegiatan-kegiatan seksual yang melibatkan anak-anak. banyak toko buku homoseksual dan lesbian menuntut bahwa peraturan ini diberlakukan secara diskriminatif terhadap barangbarang porno untuk seks sejenis. Manga dan anime pada umumnya tetap tidak diatur. Kolombia: Pornografi dan pornoaksi anak dilarang di bawah konstitusi baru. Bea cukai Kanada diberikan wewenang untuk menghentikan pemasukan bahan-bahan yang dilarang menurut undang-undang ketidakpantasan. Tetapi.impor biasanya akan dirobek. Belum jelas apakah keputusan Mahkamah Agung akan mempengaruhi film atau TV. pemerkosaan. meskipun tidak ada undang-undang spesifik yang mengatur distribusinya. Beberapa stasiun TV juga telah menyiarkan film-film porno ringan setelah lewat tengah malam. 50% untuk pelayanan porno online. mendistribusikan dan menjual. namun penegakan hukum sangat lemah. Malaysia: Ilegal. Kebanyakan bahan dijual di pasar gelap. Lihat pula Sensor di Kanada. Ada juga sejumlah toko porno yang ilegal. meskipun sebuah keputusan Mahkamah Agung Kanada yang kontroversial baru-baru ini tentang hak privasi sangat mempengaruhi usaha pemerintah untuk melacak dan menyitanya. nekrofilia. Sistem peringkatnya kontroversial. • Kanada: Undang-undang berbeda-beda dari provinsi ke provinsi. Sejak sekitar 1991. dipahami bahwa porno berat tercetak tidak lagi ilegal. artinya. Kebanyakan bahan dijual di toko-toko dewasa. dll. Pornografi dan pornoaksi dikenai pajak khusus 33% untuk film-film peringkat X. setelah Mahkamah Agung pada 7 Desember 2005 secara bulat membebaskan seorang bekas editor majalah karena menerbitkan porno berat yang tidak ditutupi pada 2002. Orang dapat membelinya misalnya di luar negeri. para penerbit buku foto mulai menantang larangan ini sehingga rambut kemaluan kini cukup diterima umum. Pemasarannya diatur dengan ketat. tetapi legal untuk memilikinya. pemerintah memberlakukan undang-undang yang melarang foto-foto dan video anak-anak yang telanjang. tetapi pada praktiknya legal. meskipun penerbit-penerbit besar cenderung melakukan sensor diri untuk menghindari lobi kelompok-kelompok orangtua. namun penegakan hukum lemah. yang sebelumnya cukup biasa ditampilkan di media umum. saluran TV domestik dan TV kabel erotik mengaburkan organorgan seksual yang melakukan aktivitas biasanya dengan menggunakan segi empat hitam. dan bahkan video-video yang paling eksplisit pun tidak akan memperlihatkannya.

Hubungan seksual dengan binatang dan pornografi dan pornoaksi anak-anak de facto dilarang. Boleh ditonton oleh mereka yang berusia minimal 18 tahun. Menurut undang-undang. • • • • • • • • B.Baise-moi yang secara seksual eksplisit dan penuh kekerasan mula-mula diberi peringkat hanya "terbatas" oleh pemerintah Prancis. tetapi de facto ada sejumlah batasan tentang di mana bahan-bahan itu dapat dijual. termasuk penerbitan ringan seperti Playboy. impor. kalender. penjualan. Kini kebanyakan kios di Athena memampangkan majalah-majalah dan DVD porno berat. sehingga semua bahan lainnya tergolong erotika legal. tidak ada batas untuk majalah. Mempertontonkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. Swedia: Bahan yang melibatkan binatang de-facto legal tetapi dikenai undang-undang kesejahteraan binatang. tetapi klasifikasi ini dibatalkan oleh keputusan Conseil d'État Dewan Negara berdasarkan tuntutan yang diajukan oleh perhimpunan-perhimpunan yang mendukung agama Kristen dan nilai-nilai keluarga. Rusia: Produksi dan distribusi secara eksplisit dilarang. Taiwan: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun. Penegakan hukum ketat. terhadap materi pornografi dan pornoaksi anak. majalah-majalah dewasa dijual kepada umum. Ada perkecualian untuk pornografi dan pornoaksi apabila mengandung nilai-nilai budaya atau ilmiah. Vietnam: Ilegal. pornografi dan pornoaksi merusakkan nilai-nilai standar Vietnam. Singapura: Ilegal. Swiss: Legal. sehingga status dari kebanyakan materi tidak jelas. Orang berusia di bawah 18 tahun dilarang berperan dalam film-film buatan Swedia. biasanya tidak menampilkan puting susu dan daerah rambut kemaluan di sampulnya. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Lokal 1. tetapi Duma negara bagian telah berkali-kali gagal untuk mengesahkan undang-undang yang mengatur bahanbahan porno. bestiality. Kebanyakan materi difilmkan di SaintPetersburg. Slovenia: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak yang berumur kurang dari 18 tahun. Turki: menjual kepada anak-anak di bawah 18 tahun ilegal. Majalahmajalah erotik dijual secara terbuka. pengeluaran hajat atau tindakantindakan kekerasan. 13 Yunani: Majalah-majalah ringan. Hukuman yang sama dapat dikenakan untuk pemilikan. nekrofilia atau pornografi dan pornoaksi anak. • • RRT: Baru-baru ini melegalkannya. De jure semua pornografi dan pornoaksi diizinkan termasuk porno anak-anak. dikenai sejumlah perkecualian: penjualan atau memperlihatkan kepada orang-orang berusia di bawah 16 tahun atau kepada penonton yang tidak menyetujuinya dapat dikenai hukuman denda atau penjara hingga tiga tahun. di sana hukum mendefinisikan pornografi dan pornoaksi sebagai materimateri termasuk pemerkosaan. Memampangkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. Fenomena Pornografi dan pornoaksi . dan kartu permainan dijual secara terbuka di kios-kios tepi jalan dan di toko-toko wisata. bestiality. meskipun isi aturannya secara spesifik tidak diketahui. dll. Lihat Ayat 197 Undang-undang Pidana. Pornografi dan pornoaksi yang ekstrem atau sangat jelas umumnya dibatasi hanya dijual di toko-toko dewasa.

Wanita Simpanan. Nafsu Birahi. namun penegakan hukum sangat lemah dan interpretasinya pun tidak sama dari zaman ke zaman. 1950-an Pada 1954 Nurnaningsih menimbulkan kehebohan di masyarakat umum karena berani tampil berani dalam beberapa filmnya yang antara lain disutradarai oleh Usmar Ismail Krisis dan Djadug Djayakusuma Harimau Tjampa. Satu Ranjang Dua Cinta”. Tujuh Aktris tenar lainnya yang pernah menjadi korban serupa adalah Titien Sumarni dan Netty Herawati. Fenomena yang munculpun bagaiakan fenomena "gunung es". meraih penghargaan sebagai Aktris Terbaik se-Asia pada Festival Film Asia Pasifik di Seoul 1972. misalnya. meskipun muncul berbagai protes dari masyarakat. Toha Pahlawan Bandung Selatan 1961. dan penegakan hukumnya pun juga boleh dibilang hanya isapan jempol. pada tahun 1980-an ini juga muncul film-film yang menampilkan aktris-aktris cantik dan seksi. Oleh karenanya hampir tiap tahun dapat dipastikan akan muncul kasus-kasus pornogarafi walaupun dalam wajah yang berbeda. Di beberapa majalah dimuat fotonya yang seronok. Rahayu Effendy menjadi simbol seks ketika tampil bugil dengan Dicky Soeprapto dalam Tante Girang. Meskipun demikian penampilan adegan bugil dalam sebagian dari film-film yang bertema panas itu bukan sekadar eksploitasi murahan. seperti yang terdapat dalam film-film Warkop. Suzanna tampil sebagai bintang film berani dalam adegan ranjang seperti misalnya dalam film “Bernapas Dalam Lumpur” 1970 yang diarahkan oleh Turino Djunaedy dan “Bumi Makin Panas” karya Ali Shahab. dengan pakaian minim. Bono dalam film Antara Bumi dengan Langit disensor karena reaksi berat dari masyarakat. Pada 1955. perfilman Indonesia berhasil untuk pertama kalinya menggunakan teknik film berwarna. Di pihak lain. seperti Pejuang 1960. Perhatikan kasus yang mencuat dari tahun-ketahun tentang kasus pornografi dan pornoaksi yang semakin beragam dan meningkat. Sejumlah pemain yang muncul dalam film seperti . Sejumlah film muncul dengan judul-judul yang menjurus ke pornografi dan pornoaksi. dll. Dunia film Indonesia bangkit dari kelesuan yang panjang. 1970-1980-an Pada awal 1970-an. juga merajalela pada masa. 1960-an Sesuai dengan semangat zamannya. sementara Nurnaningsih sendiri tidak pernah tahu-menahu tentang pembuatannya. film Indonesia pada periode ini banyak didominasi oleh film-film revolusi. seperti “Bernafas di Atas Ranjang. 1929-an Pada 1929 diputar di Jakarta film Resia Boroboedoer yang menampilkan untuk pertama kalinya adegan ciuman dan kostum renang. Pada 1974. Nafsu Liar. Resminya pornografi dan pornoaksi di Indonesia ilegal. Anak-anak Revolusi 1964. adegan ciuman antara Frieda dan S. namun semuanya lolos sensor. Bahkan kemudian foto bugilnya tersebar luas di masyarakat. dll. Semangat anti nekolim pada tahun 1963-1965 diterjemahkan ke dalam gerakan anti film-film asing yang kebanyakan diimpor dari Amerika Serikat. Suzanna.Di Indonesia pornografi dan pornoaksi sebagai ladang yang subur. Belakangan baru diketahui bahwa foto-foto itu adalah hasil teknik montage.

Pada periode inilah muncul sejumlah kasus seperti sepasang mahasiswa dari kota Bandung. Sebagian kalangan di masyarakat berusaha menangkal perubahan-perubahan dahsyat ini melalui Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan pornoaksi. Awal April 2006 majalah Playboy edisi Indonesia beredar pertama kali dalam versi yang jauh berbeda dengan aslinya. Teguh Yulianto. Kiki Fatmala. The Outraged Fugitive. Sebagai contoh dapat digunakan pasal 533 KUHP yang selama ini dikenal dengan pasal pelanggaran kesopanan. antara lain Inneke Koesherawaty. laser discs. sementara Badan Sensor Film tampak tidak berdaya. Ibra Azhari. . meskipun rencana peredarannya jauh-jauh hari telah banyak ditentang oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintah. ketika -karena gunting sensor -. kehadiran teknologi video telah semakin mempermudah akses terhadap film-film asing yang tidak disensor. dll. baik di kota besar maupun kecil. semuanya membuat film dan gambar panas semakin mudah ditemukan. VCD. Lisa Chaniago. Kehadiran parabola televisi. 1990-2000-an Pada periode ini pengaruh kemajuan teknologi informasi semakin terasa dan sukar dihindari.sebuah pasangan ditampilkan seolah-olah menghindari tabrakan bibir. masyarakat dihebohkan dengan beredarnya kalender bugil dengan model Indonesia. Febby Lawrence. Tersedianya kamera video dan videophone dengan harga relatif murah telah memungkinkan orang merekam adegan-adegan panas. Misalnya. Pada periode yang sama. Pada 1996 Ayu Azhari muncul dalam adegan panas dalam sebuah film Amerika. bahkan sampai ke pedesaan sekalipun. Para model dan juru fotonya diajukan ke pengadilan dan dikenai tuntutan hukum. Acapkali diberitakan di surat kabar tentang masyarakat pedesaan yang menayangkan film-film biru pada acara-acara perhelatannya dengan menyewa video. Reynaldi. Pandangan KUHP Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana memang tidak ditemukan pasal-pasal yang secara tegas mengatur masalah pornografi dan pornoaksi ini. TVRI yang merupakan satu-satunya saluran televisi hingga akhir 1980-an. Terahir yang tak kalah heboh adalah kasus "Adegan Mesum anggota DPR dengan Artis dangdut". Sementara itu. Namun demikian bukan berarti sama sekali tidak ada pasal-pasal yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku pornografi dan pornoaksi ini. 2. Sebagian lagi merasa bahwa RUU APP ini hanya akan memasung kreativitas seni dan mengabaikan kemajemukan di dalam masyarakat.itu. Begitu pula bus-bus malam dan hotel-hotel seringkali menyiarkan video-video panas. DVD dan internet. adegan ciuman sama sekali diharamkan sehingga seringkali muncul adegan yang menggelikan. yang pada mulanya dimaksudkan hanya untuk koleksi pribadinya. menampilkan sensor yang sangat ketat terhadap film-film yang disiarkannya. atau peredaran klip video yang dibuat dengan videophone oleh seorang pejabat di Kalimantan.

ia masih berhak untuk mendapatkan satu pahala. B. maka Indonesia baru yang kita cita-citakan bersama hanya merupakan utopia. andaikata seorang hakim tersalah dalam ijtihadnya. Tidak hanya di masyarakat. Tidak hanya para remaja tetapi juga para orang tua sudah banyak yang menjadi korban kerusakan moral. Kita dapat merasakan akibat menjamurnya pornografi dan pornoaksi ini. atau bagaikan fatamorgana di tengahtengah kegersangan padang pasir. Sebenarnya kita tidak harus terpaku dengan bunyi suatu pasal perundangundangan yang mengakibatkan kekakuan dalam penerapan hukum. di lembaga legislatif DPR pun terjadi pedebatan keras. Sehingga dengan demikian meskipun pasalpasal KUHP tidak secara tegas menyebutkan kejahatan atau pelanggaran pornografi dan pornoaksi. Kalau ditelusuri maka faktor penyebab utamanya adalah karena sudah terlalu menjamur dan merajalela pornografi dan pornoaksi. Bukankah sudah sering kita baca berita seorang ayah tega memperkosa putri kandungnya. Sayangnya belum semua Hakim memiliki keberanian moral untuk memposisikan pasal tersebut untuk menghukum pelaku pornografi dan pornoaksi sehingga mereka seolah-olah mendapat kebebasan menebar pornografi dan pornoaksi ini di tengah-tengah masyarakat. maka pelaku pornografi dan pornoaksi ini masih dapat dijerat dengan alasan pelanggaran tentang kesopanan. maka yang menjadi sasarannya adalah moral bangsa.Meskipun pada pasal tersebut yang menjadi ukurannya adalah kesopanan. Disamping kita harus memiliki keberanian berijtihad sebagaimana dikemukakan di atas. Sanksi hukum yang demikian terlalu ringan bagi pelaku pornografi dan pornoaksi yang telah menghancurkan moral masyarakat dan bangsa sedemikian dahsyat. Hakim secara moral diberi kewenangan untuk berijtihad mengembangkan dan menginterpertasi peraturan perundangundangan atau dalil hukum guna menegakkan keadilan. contoh: Menjamurnya keyboard porno. semata-mata karena tidak adanya pasal-pasal yang secara tegas mengatur tentang hal itu.000. Kontraversi RUU APP Dalam Masyarakat Sejak diluncurkan. Bahkan dalam keyakinan Islam. seorang kakek mencabuli cucunya yang masih balita. Dua fraksi yang menentang RUU APP adalah FPDI Perjuangan dan Fraksi . Tanpa adanya keberanian kita melakukan terobosan-terobosan seperti ini. dan lain-lain lagi. Rancangan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi RUU APP telah memancing polemik luas dalam masyarakat Indonesia. kita juga dituntut mereformasi sanksi hukum yang terlalu ringan untuk pelanggaran kesopanan ini yakni hukuman kurungan selama-lamanya dua bulan atau denda sebanyakbanyaknya Rp. Semetara kita tidak memiliki keberanian menjerat dan menghukum pelaku pornografi dan pornoaksi. 3.-. Dalam hal ini Hakim tidak salah menempuh "contra legen" tentunya dengan pertimbangan hukum yang akurat guna menjatuhkan sanksi hukum yang benar-benar memenuhi rasa keadilan. Masyarakat terbelah antara kubu pro dan kontra. Atas dasar analisa yang demikian maka sebenarnya pasal 533 KUHP ini sudah dapat dijadikan jerat hukum menindak pelaku pornografi dan pornoaksi. maka secara umum pornografi dan pornoaksi yang ditunjukkan di depan umum maupun pornoaksi di depan publik merupakan pelanggaran kesopanan bagi bagian terbesar masyarakat Indonesia yang religius.

dekadensi moral dan akhlak masyarakat Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Bukankah konstitusi kita sangat menghormati keanekaragaman dan keunikan kultural masyarakatnya? Ketika kontroversi meluas. persoalan dekadensi moral tidak cukup dengan diseminasi regulasiregulasi baru. tetapi setidak-tidaknya hal itu menjadi ikhtiar untuk mengurangi gejala dekadensi moral dalam masyarakat yang sedang berubah. Tidak sedikit pula biaya yang terpakai untuk menggodok RUU. RUU APP belum tentu akan bisa memerangi pornografi dan pornoaksi. Fraksi-fraksi lain. Di manapun. tapi butuh pengkajian komprehensif. ketika akar permasalahannya tidak dipahami dan ditanggulangi terlebih dahulu. masyarakat transisi selalu rentan terhadap pelbagai perubahan dan gejala sosial dan budaya baru. Bertahun-tahun mereka melakukan pendalaman atas persoalan pornografi dan pornoaksi. ketika di sisi lain harus ada regulasi yang melarang prostitusi? Intinya. Apa yang dikhawatirkan masyarakat Sulawesi Utara. Sekalipun mempunyai pasal-pasal yang bagus. Papua. mendukung RUU ini. Kalau dicermati dengan seksama. RUU APP bisa dinilai melanggar hak asasi manusia HAM dan UUD 1945. Jika dicermati pasal per pasal. kecuali jika belum ada revisi. sosial. persoalan pornografi dan pornoaksi bukanlah persoalan sederhana. hampir tidak mungkin negara kemudian melarang masyarakat Papua mamakai koteka karena dinilai ''porno'' menurut negara. Bali dan kelompok-kelompok ''minorias'' lainnya hanyalah ketakutan yang absurd. Apakah pemerintah atau negara sudah memikirkan masalah perbaikan ekonomi para perempuan dan masyarakat pada umumnya. muncul pula gugatan dari beberapa kalangan bahwa semestinya pemerintah menanggulangi akar permasalahan maraknya pornografi dan pornoaksi di tengah masyarakat. sebagaimana tadinya dimasalahkan kelompok-kelompok penentang. akan tetapi terbukti regulasi ini tidak cukup untuk mengurangi tingkat dekadensi moral yang terjadi dalam masyarakat. RUU APP merupakan "jawaban" atas kebutuhan masyarakat transisi. Alasannya. RUU APP sebenarnya tetap mengakomodasi pluralisme atau keanekaragaman budaya dan masyarakat Indonesia. jika RUU yang berbiaya besar tersebut pada akhirnya hanya akan menjadi RUU yang tidak ada implikasi dan dampaknya bagi perbaikan kehidupan masyarakat dan bangsa secara keseluruhan. Secara filosofis. khususnya yang berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi. RUU APP merupakan kebutuhan fundamental bagi bangsa Indonesia ke depan. Banyaknya perempuan yang terjun ke dunia prostitusi umumnya karena terdesak oleh persoalan ekonomi. karena koteka adalah pakaian tradisional masyarakat lokal yang diwariskan secara temurun. Fraksi partai-partai Islam tentu menjadi kelompok pendukung utama RUU APP. . sehingga perlu dibentengi dan dipagari dengan regulasi yang lebih kokoh. Harus diakui. budaya dst yang bakal muncul ketika RUU APP kelak diundangkan. termasuk pelbagai implikasi hukum.Partai Damai Sejahtera. Kalau hal itu terjadi. DPR yang menjadi inisiator RUU APP mengaku telah melakukan pengkajian mendalam. Melihat beberapa indikator. seperti Indonesia. Sekalipun sebagaian sudah diatur dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana KUHP. politik. termasuk Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Demokrat. Tentu sayang sekali. Sesungguhnya tidak ada alasan kuat menolak RUU APP. Analoginya hampir sama dengan masalah keterkaitan antara pelacuran dan kesulitan ekonomi masyarakat.

tidak tertutup kemungkinan kepentingan bisnis ikut melatari penolakan ini. Goenawan Mohamad. Paranonia Menolak RUU APP. di negara Barat saja masalah pornografi dan pornoaksi. Sementara itu. Hal serupa juga terjadi pada aspek seni dan budaya. Unsur ideologi penolakan RUU APP ini bisa terlihat dengan munculnya tuduhan bahwa pembuatan RUU APP merupakan langkah awal untuk menerapkan syariat Islam. sehingga perlu dibentengi dan dipagari dengan regulasi yang lebih kokoh. vcd. Pornografi dan pornoaksi juga telah menjadi simbol aliran budaya Barat bisa juga dibaca liberal. Persoalannya tak bisa diselesaikan di tingkat masyarakat. masyarakat transisi selalu rentan terhadap pelbagai perubahan dan gejala sosial dan budaya baru. Karenanya. Di manapun. Motif westernisasi ini juga punya peluang ikut bermain dalam aksi menolak RUU APP. Diantara pentingnya undang-undang tersebut dengan berbagai alasan: 1. westernisasi terus dikampanyekan. 6. yang secara filosofis merupakan ''jawaban'' atas kebutuhan masyarakat transisi. juga perlu diangat selain ada yang pro juga ada yang kotra dalam menaggapi tentang Rancana Saat ini. tabloid. sebagaimana tadinya dimasalahkan kelompok-kelompok penentang. 2. dan kelompokkelompok ''minorias'' lain hanyalah ketakutan yang absurd. RUU APP sebenarnya tetap mengakomodasi pluralisme atau keanekaragaman budaya dan masyarakat Indonesia. Dalam banyak kasus. sekalipun mekanisme kontrol masyarakat sangat penting sebagai tindakan preemptive. Perdagangan majalah. pornografi dan pornoaksi telah menjadi bisnis besar dengan keuntungan yang menggiurkan. Di negara Barat saja masalah pornografi dan pornoaksi diatur secara ketat. telah menjadi 'tambang uang'. Bisnis ini jelas terancam jika RUU APP disahkan. Yang dikhawatirkan masyarakat Sulawesi Utara. Di bidang ekonomi. juga agama. RUU APP merupakan kebutuhan fundamental bagi bangsa Indonesia ke depan. Tidak ada alasan kuat menolak RUU APP. 4. dunia Arab disimbolkan sebagai Islam. Republika. Irfan Junaidi . KUHP terbukti tidak cukup untuk mengurangi tingkat dekadensi moral yang terjadi dalam masyarakat. seperti Indonesia. 5. 3. Bali. serta situs porno di internet. kecuali jika belum ada revisi. program televisi. westernisasi menjadi dinamika yang tak terbendung alirannya. Belakangan. Dalam artikelnya. Papua. khususnya yang berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi danpornoaksi. Tindakan berbau pornografi dan pornoaksi tak bisa dibiarkan begitu saja. 7. juga menganggap upaya untuk menyusun RUU APP sebagai langkah untuk 'mengarabkan' Indonesia.Pornografi dan pornoaksi memang membutuhkan sebuah pengaturan yang tegas dari negara. Jika dicermati pasal per pasal. kehidupan sosial. Untuk itu ada beberapa kalangan yang menganggap bahwa sangat urgensi tentang munculnya Undang-Undang APP.56 56 Jumat 10 maret 2006 . Jangankan di Indonesia atau negara-negara Arab Timur Tengah. karena bisa berdampak jauh kepada moralitas generasi masa depan.

tentu tidak perlu khawatir. warga di kedua wilayah tersebut bakal dijerat hukum jika RUU APP disahkan menjadi UU. Karena itu. argumentasi ini menganggap kreativitas seniman dan budayawan hanya mampu berada di area sensual. seolah-olah hanya disasarkan kepada perempuan. Mengapa tiba-tiba mereka dijadikan 'tameng'? Dasar penolakan ketiga menyebutkan bahwa urusan pornografi dan pornoaksi cukup diatur Kitab Undang-Undang Hukum Pidana KUHP. Secara tidak langsung. Karenanya. masyarakat dari kedua wilayah tersebut tidak pernah ikut dihitung. Urusannya menjadi lain jika sensualitas itu memasuki ruang publik. Sensualitas yang dibatasi RUU APP adalah sensualitas yang memasuki ruang publik. Sensualitas yang berada di ruang privat. Atas nama seni. Sebaliknya. Alasan keempat menuding RUU APP sebagai bentuk intervensi negara terhadap ruang privat warga negaranya. hasil karya mereka menjadi kering ketika area itu dibatasi. orang yang tampil tanpa busana malah dibela karena dianggap berani memperjuangkan kebebasan berekspresi. istilah ''dipertontonkan di muka umum''. Dalam persepsi saya. Ini adalah alasan yang sangat klasik. Jika KUHP memang mencukupi. orang boleh telanjang di muka umum. ''disiarkan/menyiarkan''. jika diamati pasal demi pasal. Larangan membuka segala hal sensual. ''menyebarkan''. Pertama. Mulai dari Pasal 4 hingga Pasal 33.Terkait dengan Undang-Undang tentang Anti pornografi dan pornoaksi tersebut. tentulah fenomena pornografi dan pornoaksi tidak akan marak seperti sekarang. hampir semuanya diawali dengan kata ''setiap orang''. Lagi pula. Semoga Allah memberikan hidayah pada mereka! [] . bertebaran dalam draf RUU tersebut. Mereka yang mempersepsi ketelanjangan itu sebagai pornografi dan pornoaksi kemudian dianggap berpikiran ngeres kotor dan disalahkan. Sebaliknya. dari hasil pengamatan penulis sedikitnya ada enam jenis alasan yang kerap dikemukakan para penolak RUU APP yaitu. karena pakaian adatnya memang tidak menutup aurat secara sempurna. mereka yang ruang kreasinya lebih luas dari sekadar sensualitas. maupun warga Papua yang hanya berkoteka. Karena itulah perlu aturan yang menyempurnakannya. Bukan baru kali ini pornografi dan pornoaksi dan seni dibentur-benturkan. Padahal. Rancu jika aturan itu disebut merugikan perempuan. Mereka khawatir. jelas sekali kata yang dipilih tidak menunjuk pada jenis kelamin tertentu. argumentasi ini sungguh merendahkan derajat para seniman dan budayawan. Logika yang sangat awam pun mengetahui bahwa aturan itu disiapkan bukan untuk menjerat masyarakat adat Bali yang hanya mengenakan kemben. lakilaki maupun perempuan bisa terkena implikasi. Yang kelima adalah alasan yang sangat klasik: membuat kreasi seni dan budaya menjadi kering. memang tidak boleh dijangkau negara. dalam diskursus soal pornografi dan pornoaksi yang berjalan selama ini. mereka menganggap aturan tersebut sebagai alat mengekang kebebasan kaum perempuan dan menjadikan perempuan sebagai korban. Sungguh logika ini sangat dipaksakan. Alasan ini kerap sekali terdengar. Bali dan Papua kerap dijadikan modelnya. aturan itu bertentangan dengan adat istiadat di sebagian wilayah. Alasan kedua. Substansi pasal-pasal itu juga tidak menunjuk kelompok gender tertentu. Artinya. Seniman dan budayawan yang menjadikan sensualitas sebagai 'tumpuan hidupnya' memang pantas risau dengan adanya RUU APP. RUU APP seolah-olah dianggap hanya mengatur masalah pakaian dan tubuh perempuan an sich.

Ironisnya. dan 65% responden melakukan abortus provokatus kriminalis [APK]. Maraknya praktek aborsi dalam masyarakat memasukkan fenomena tersebut dalam tingkat yang lumrah. Cet. penelitian lapangan yang dilakukan oleh Indraswari dari FISIP Unpad pada tahun 1997 menyimpulkan 85% pelaku aborsi berstatus menikah.58 Akhirnya. ke-1.117-118 58 57 Syafiq Hasyim [Ed]. Dari sudut pandang agama. hukum Positif Indonesia seperti KUHP juga memetakan aborsi dalam tindak pidana. 1999]. dan hal ini berarti perempuan memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan aborsi yang aman. 50% diantaranya dilakukan oleh mereka yang belum menikah. Menakar “Harga” Perempuan.57 Secara spesifik. 1998]. Bahwa aborsi dipandang sebagai salah satu bentuk otonomi perempuan atas tubuhnya. Bali setiap hari ada 100 remaja di Denpasar dan Bandung yang ingin dipulihkan dari kehamilan yang tidak mereka inginkan [Matra. [Bandung: Mizan. beban kerja berlebihan dan kondisi kesehatan mencapai angka 20%. Sementara itu. persoalan aborsi tidak dapat dipandang secara sederhana. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. aborsi mendapatkan justifikasinya oleh beberapa kalangan. Sebagai ilustrasi banyaknya praktek aborsi. dan dari jumlah ini kurang lebih 10-25% adalah remaja [Jayakarta. h. h. Tahun berikutnya. November 1995]. pada dasarnya. Sumapraja [Kompas.000 aborsi setiap tahun di Indonesia. angka-angka yang diperoleh. Hak-Hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung. Atas dasar itu. aborsi secara tegas dinyatakan sebagai praktek yang dilarang. Lebih dari itu. Aborsi merupakan bagian dari hak reproduksi. Secara afirmatif.II ABORSI BAGIAN PERTAMA FENOMENA ABORSI Aborsi merupakan realitas sosial yang menggejala di kalangan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa aborsi nyaris serupa dengan praktek pembunuhan. Namun di ujung spektrum lainnya.152-154 . Tarik ulur tentang kebolehan aborsi dan tidaknya menempatkan praktek tersebut sebagai sesuatu yang sulit diketahui dan dilacak secara numerikal dengan pasti. banyak kalangan terutama agamawan memandang aborsi sebagai yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan keagamaan. 10% responden melakukan abortus provokatus terapikus [APT]. 30/11/1997] menyatakan 99. hak reproduksi yang terkualifisir dalam instrumen Hak Asasi Manusia semakin memuluskan praktek aborsi dan memperuncing kompleksitas dampak-dampaknya. Kesulitan mengestimasi angka praktek aborsi di lapangan secara akurat lebih dihadapkan pada kendala hukum dan norma-norma sosial. pada tahun 1994 diperkirakan terjadi 1. Penelitian ini juga mengungkapkan faktor-faktor yang mendorong perempuan mengambil langkah abortus spontan ialah kelelahan. 3/10/1994]. Tidak jauh Adrina dkk. Selebihnya. belum menunjukkan jumlah kejadian yang sebenarnya.000. Kendati demikian. aborsi di kalangan masyarakat benar-benar terjadi dan ada.7% perempuan yang melakukan aborsi adalah ibu-ibu yang sudah menikah.

tidak aman. secara psikologis. amandemen Pasal 60 UU No. dan pencabangan [bifurcation] dari itu ialah pelaku aborsi dan penolong dari pelaku aborsi dapat dijerat hukuman. aborsi dari segi moral juga dinilai sebagai tindakan asusila. dan tidak bertanggung jawab. maka calon ibu mencari pelaku pengguguran yang illegal dan tidak aman. dampak dari aborsi yang tidak aman sangat berbahaya bagi jiwa dan kesehatan ibu. H. Lebih dari itu. melalui peraturan perundang-undangan. dalam perspektif hukum setidaknya menunjukkan bahwa hukum belum mampu menampakkan efekfitifitasnya dalam memberi efek jera. tetapi juga kesehatan bayi yang akan dilahirkan. RUU Kesehatan disketsakan guna melindungi kaum ibu dari kematian yang seharusnya dapat dicegah. dari aspek kesehatan. aborsi dinilai sebagai tindak kriminal. pengaturan abortus tidak hanya untuk melindungi jiwa dan kesehatan ibu. Alasannya. RUU Kesehatan dimaksudkan untuk mengatur praktek-praktek aborsi illegal dan tidak aman yang justeru menimbulkan komplikasi buruk bagi ibu akibat pengguguran kandungan. mengakibatkan kondisi keterpurukan dan desperate. Namun dari sudut hukum. aborsi dipandang sebagai langkah untuk menekan dan bahkan mencegah angka kematian ibu yang masih relatif tinggi terutama di Indonesia. namun tidak demikian jika ditelisik secara mendalam. Sanoesi Tambunan menyatakan bahwa sekitar 30% dari kematian ibu di Indonesia terjadi akibat abortus yang tidak aman dan tidak bertanggung jawab. Dalam konteks kasuistis seorang ibu yang tengah mengandung dan yang dalam kondisi desperate.23/1992 harus dilakukan. Kehamilan yang tidak diinginkan. Upaya percobaan penguguran janin bukan tidak mungkin melahirkan bayi yang justru mempunyai kualitas kesehatan dan intelegensia yang buruk. Instabilitas psikologis dalam tingkat-tingkat tertentu. Namun kenyataan banyaknya pelaku aborsi. Lebih lanjut. Dengan demikian aborsi dan pengaturannya dari sudut pandang kesehatan dimaksudkan untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi. mengimplikasikan tindakan yang pada mulanya tidak terpikirkan namun pada akhirnya dianggap sebagai solusi final. . pengaturan aborsi dilakukan dengan persyaratan tertentu. Lalu bagaimana dengan Islam yang melarang pembunuhan nyawa tidak berdosa dan juga menuntut peningkatan kualitas generasi. Akibat illegalitas abortus dalam hukum Indonesia dan kualifikasinya sebagai tindakan kriminal. Karena itu. RUU tersebut melegalkan praktek aborsi. Bahwa aborsi tidak dilakukan terhadap janin yang telah berusia tiga bulan. dalam Pasal 60 ayat [1] RUU Kesehatan disebutkan bahwa pemerintah berkewajiban melindungi kaum perempuan dari praktik pengguguran kandungan yang tidak bermutu. Konsekuensi logis dari itu adalah masalah aborsi dapat dinyatakan lebih merupakan masalah kesehatan. pengguguran janin bukan tidak mungkin merupakan solusi untuk menghilangkan beban. dan akhirnya menyebabkan kematian. Sementara itu. dan bukan masalah moral ataupun agama. 27 Desember 2006]. Sementara penurunan angka dan bahkan stagnasi pada titik nadir dalam fluktuatifitas kualitas intelegensia banyak diakibatkan oleh upaya pengguguran janin yang illegal dan tidak aman. Dalam Lokakarya Nasional "Amandemen UU Kesehatan No. Secara khusus.23 Tahun 1992" yang diselenggarakan oleh Komisi VII DPR dan Koalisi untuk Indonesia Sehat di Gedung DPR [hukumonline.A. karena secara substansial aborsi tidak lebih dari bentuk pembunuhan janin yang tidak berdosa. koordinator Sub Komisi Kesehatan Komisi VII DPR-RI dr. Lebih lanjut.berbeda dengan perspektif agama. Secara sepintas.

[Edindurgh: Edinburgh University. E. Menurut David62 jika urgensitas ketiga sistem terakhir lebih disebabkan oleh perkembangannya yang pesat dan sekaligus pengaruhnya yang signifikan terhadap perkembangan peradaban Barat. 1987]. C. ed. Penelitian ini sangat penting dilakukan. Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis terj.Islam. Theology of The Third Millenium. 9 60 61 62 59 W. truth claims [klaim-klaim kebenaran] seringkali dihadapkan dengan stereotpyng negatif bahwa agama tidak mencerminkan keadilan dan kurang memperhatikan asas kemanusiaan. h. Islamic Political Thought. karena akan berpengaruh pada proses perubahan kehidupan sosial keagamaan masyarakat yang oleh Kung dilukiskan sebagai pergeseran paradigma [paradigm shift] dan atau perubahan paradigma [paradigm change] terhadap unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik61 yang sudah tentu akan memunculkan pula implikasi signifikan pada hubungan yang integral dan dinamis antara agama Islam dan pilar-pilar kehidupan sosial lain. tetapi juga kerjasama yang produktif dan dinamis. Dasar Hukum Islam Hukum Islam merupakan sistem hukum yang dinilai penting di dunia selain sistem hukum Romawi Jerman. Islam yang tidak membolehkan penghilangan paksa nyawa dapat dianggap sebagai agama yang ahumanis. 1995].60 Kedua sikap tersebut akan mewujudkan kehidupan sosial yang tidak sekedar penuh harmonisasi. 19 . R. BAGIAN KEDUA ABORSI DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF A. Mongomery Watt.. 1988] Brierly J. dalam menghadapi agama-agama lain dan elemen-elemen dalam kehidupan sosial seperti hukum dan kedokteran mempunyai sikap dasar ‘agree in disagrement’ dan ‘competition in good. karena mengesampingkan kesehatan sang ibu dan bayi. dipandang perlu untuk melakukan penelusuran aborsi dalam hukum Islam terkait dengan kompleksitas kasus aborsi dalam tataran praktisnya di Indonesia. salah satu agama dunia59 yang berkembang pesat di Indonesia. Namun dalam tataran realistisnya. h. Atas dasar itu. [London: 1968]. namun hukum Islam lebih dilatarbelakangi oleh kaitannya yang amat erat dengan agama semit di samping oleh sumber-sumber hukumnya yang orisinil. Roland Robertson. [New York: Doubleday. Terkait dengan aborsi. 51 Hans Kung. Major Legal Systems in The World Today. [ Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. David. dari Sociology of Religion oleh Ahmad Fedyani Saifuddin. sistem hukum sosialis dan common law di dunia. yaitu sisi hukum dan kedokteran. h.

CET. Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Suci. aqidah merupakan teoritasi yang menuntut individu meyakininya lebih dahulu secara holistik dan tanpa ragu. sakralitas Islam tersebut tidak lantas menjadikan Islam sebagai agama yang tidak berdimensi sosial. karena Islam merupakan agama yang disampaikan oleh [Nabi] Muhammad dan untuk umat manusia. pendidikan dan lain-lain. yaitu pertama. CET. Dalam hal ini. dan an-Nahl/16: 97. Syariah adalah peraturan-peraturan yang dilegislasikan oleh Allah untuk diimplementasikan dalam kerangka menciptakan harmoni dalam hubungan manusia secara vertikal dengan Allah dan horizontal dengan manusia dan alam. 64 Dawam Rahardjo. namun dalam beberapa kasus justeru menghasilkan serangkaian paradoks yang pada akhirnya mengaburkan makna Islam itu sendiri. Sakralitas Islam disebabkan oleh transendensitas sumber-sumber agama yang berbasis wahyu divinitas al-Qur’an dan Sunnah [revealed religion] dan yang tidak dapat diamandemen. Islam menunjukkan sebuah agama. [Surabaya. dan ketiga. Dari The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror. Islam dalam Krisis: Antara Perang Suci dan Teror Kotor.. Al-Qur’an. Islam sebagai yang disistematisasikan melalui interpretasi oleh para ulama berdasarkan konteks sosial budaya masyarakat. negara dan kebudayaan. merupakan agama Tuhan yang bersifat transenden. Al-Islâm: ‘Aqîdah wa Syarîah. Wahyu dari Allah sebagaimana yang tersurat dalam al-Qur’an dan Sunnah selalu bersinggungan dengan berbagai aspek sosial.65 menegaskan bahwa Islam memiliki dua pilar fundamental yang harus diobyektivasi dan lantas diinternalisasi dalam akal. bahwa Islam mempunyai tiga persepsi. pertama. dan dalam pengertian lain Islam berarti peradaban yang tumbuh dan berkembang di bawah pengawasan agama Islam [Islam secara sejarah]. [Jakarta: Penerbit PARAMADINA. Konstruksi aqidah dan amal shaleh dalam bingkai unifikasi dalam al-Qur’an dapat dilihat dalam surat alKahfi/18: 107-108. aqidah dan kedua. Islam sebagai konsep terwujud dalam al-Qur’an dan Sunnah. [Kairo: Dâr al-Syurûq. samawi dan mutlak.Islam menurut Lewis63 memiliki dua pengertian yang saling berhubungan. Dalam suatu ceramahnya. terj. Al-Qur’an melekatkan ‘lem’ terminologi iman untuk menjelaskan aqidah dan amal shalih untuk syariah. pemikiran dan etika. dan secara horisontal dengan sesama manusia dan makhluk lainnya. sistem keyakinan. 67 Ibid.67 Bertolak dari struktur ayat qur’aniyah. dan atas dasar itu interpretasi Islam selalu berkembang dan dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman. h. 2002]. 1. Lewis64 memaparkan lebih lanjut. Kendati demikian. abadi. Syalthut Bernard Lewis. 2. Islam as such sebagai sistem kepercayaan. 66 Lebih lanjut. dengan demikian. 2001]. hati dan hidup. karena itu Islam secara konsepsional dinilai sebagai yang tidak berubah. ibadah. syariah. legal rulings [hukum-hukum] menjadi pointer penting dalam konstruksi teks-teks keagamaan karena objek hukum menyambung mata rantai keterkaitan manusia secara vertikal dengan Tuhan. 10 . menurut Syalthut. Jawa Pos Press: 2004]. Konsepsi al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman manusia untuk mencapai kesalehan individual dan sosial dipastikan selalu bersinergi dengan realitas sosial. hukum. 65 66 63 Mahmud Syalthut. Dalam satu pengertian. seperti toleransi. kedua. Islam sebagai Islam sejarah yang diimplementasi dan diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat.

Ushûl al-Fiqh. dan sementara itu. Dalam hal ini. [Beirut: Dâr al-Fikr. Akhirnya. dari sudut historisnya. fiqh yang merupakan ciptaan manusia bersifat temporal dan tunduk pada determinan sosiologis. Bahwa sinonimitas terdapat pada term Islamic law dengan syariah [obyek analisa manusia] dan Islamic yurisprudence dengan fiqh [hasil analisa manusia] berdampak pada ambiguitas tentang lahan syariah dan fiqh. Dengan demikian. mencakup konsep-konsep dasar yang transenden dan eternal karena bersumber secara ontologis dari legislator tertinggi. sedangkan fiqh merupakan hasil analisa manusia terhadap syariah. Sejarah menuliskan bahwa setiap rasul membawa syariatnya masing-masing. Syariat merupakan program implementasi dari aqidah. Ambivalensi ini terjadi apabila ditelusuri dari dan dikaitkan dengan pandangan bahwa atom dari syariah terkandung dalam al-Qur’an. Substansi al-Qur’an dan Sunnah yang ditujukan bagi manusia paripurna di seluruh alam dan merupakan reaksi aktif dari serangkaian persoalan masyarakat menuntut sistematisasi interpretasi terstruktur sebagai upaya aktualisasi teks sekaligus hukumnya dalam dialektika hubungan teks dan realitas. Islam sebagai hasil interpretasi ini disebut dengan fiqh. Sunnah.menyatakan bahwa aqidah menjadi basis fundamental dan poros dari syariat. merupakan seluruh peraturan [syara’] yang bersumber dari Allah [syâri’] dan disampaikan oleh Rasul kepada manusia. dan fiqh ialah syariah. secara umum. Banyak pakar Islam mengafirmasikan bahwa syariah ialah fiqh. ijma [konsensus masyarakat Islam] dan qiyas [analogi]. implementasinya dapat berbeda-beda sepanjang sejarah kemanusiaan. Karena aqidah menjadi sentral dari dan [serba] meliputi seluruh segi kehidupan. sedangkan fiqh lebih mengkristal pada hasil pemahaman manusia yang cenderung bersifat temporal sesuai dengan dan mengikuti perkembangan budaya manusia dan perubahan sosial masyarakat. Syariah. Di Indonesia. Atas dasar itu. Paradigma ini memunculkan persepsi Islam sebagai yang ditafsirkan oleh ulama namun tetap berporos pada syariah. Syariah menjadi sumber primer seluruh akitivitas manusia dan hanya berasal dari Tuhan. dengan demikian. seperti Zahrah68 mendefinisikan hukum Islam sebagai seperangkat peraturan berbasis al-Qur’an dan Sunnah Rasul mengenai tingkah laku manusia mukallaf yang diakui dan diyakini berlaku serta mengikat semua umat yang 68 Muhammad Abu Zahrah. Sebaliknya syariah bersifat absolut dan tidak dapat dirubah. hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam. Salah satu di antaranya adalah segi hukum. Syariah merupakan wahyu Tuhan yang mengatur kehidupan manusia secara universal. dan syariat merupakan implikasi dan konsekuensi serta pencabangan dari aqidah. Sedangkan fiqh merupakan keputusankeputusan-keputusan yang disimplifikasikan dari syariah oleh ulama. maka ramifikasi dari itu ialah syariat sebagai program pelaksanaannya juga meliputi seluruh segi kehidupan meski dalam berbagai paparan dan penyelesaian terhadap problematika kemanusiannnya tidak disebutkan dalam preseden terperinci. Bahkan mayoritas cendekiawan muslim. mencakup hubungan manusia dengan Tuhan. segi peraturan-peraturan hidup dalam masyarakat yang mengatur perbuatan manusia terhadap manusia lain dalam masyarakat. Dengan demikian. syariah mendahului fiqh. syariah. . karena syariah merupakan pelembagaan kehendak Tuhan yang belum dimasuki oleh aktivitas akal interpreter. pengertian hukum Islam jika dialihbahasakan dengan menselaraskan pengalihbahasaan dari bahasa Inggris [Islam law dan Islamic yurisprudence] yang lumrah di kalangan muslim di atas menciptakan ambiguitas. 1958]. Konsekuensi logisnya adalah aqidah hanya satu dan seragam.

tetapi karena secara konseptual membentuk garis hirarki dari ideal makna hukum Islam yang pertama. 17 69 . qiyas [penalaran analogis]. dan keempat. Menurut Muslehuddin69 sebagaimana yang dikutip dari Oxford English Dictionary bahwa hukum adalah kumpulan aturan. dapat disebut sebagai norma hukum atau dalam bahasa Islam al-ahkâm yang pada tahap selanjutnya disebut dengan hukum Islam. 1980]. serta yang merupakan jawaban atas persoalan yang terjadi masa [Nabi] Muhammad. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas ulama muslim berpendapat bahwa hukum Islam mencakup hukum syariah dan hukum fiqh. Akhirnya. hukum Islam menurut teori ulama muslim zaman pertengahan Islam ialah hukum yang terstruktur dari dan dibangun secara hiraerkis di atas empat komponen sumber hukum. makrûh. Kendati istilah-istilah tersebut memiliki pengertian beragam. [Lahore: Islamic Publications Ltd. Istilahistilah tersebut adalah syariat. baik dari produk atauran formal maupun adat. yang diakui oleh masyarakat atau bangsa tertentu sehingga mengikat [individu]nya sebagai anggota atau subyeknya. Oleh karena Muslehuddin. Al-Qur’an hanya menyebutkan hukum Allah dan tidak hukum Islam. ketiga. Sunnah dan literatur fiqh klasik menggunakan istilah syariah. al-Qur’an. hukum Islam adalah suatu kaedah hukum yang bersifat konkrit. h. hukum Islam merupakan hukum agama dan hukum moralitas. Sunnah dan literatur fiqh klasik. Ambiguitas mengenai term hukum Islam ini dapat dipahami. fiqh. wâjib. sunnah. Kebebasan ini terartikulasikan dalam aktivitas para pakar hukum. dan yang terkait dengan proses turunnya wahyu dari Tuhan. Konsep bahwa teks ilahiyah mempunyai permanensi mutlak dan pelaksanaannya memiliki fleksibilitas sejalan dengan good public menunjukkan bahwa hukum Islam selain merupakan instrumen yang konstan juga meliputi prinsip dasar hukum yaitu kebebasan. Kendati tidak sedikit materi hukum Islam yang merupakan hasil ijtihad. Tidak jauh berbeda dengan itu. Muhammad. akitivitas ini menampakkan adanya variasi-variasi. fiqh dan derivasinya untuk menyebut hukum Islam. pertama. Eksistensi hukum Islam yang pada prinsipnya mencakup dimensi sosial menjadikan pelaksanaan hukumnya selain sebagai kewajiban religius juga menjadi rujukan pengambilan kebijakan utama terhadap kepentingan umum [good public] masyarakat dan parameter etikanya. ijma’ [konsensus]. Lebih lanjut.beragama Islam. Dengan demikian. dan mubâh. Philosophy of Islamic Law and The Orientalist: A Comparative Study of Islamic Legal System. Secara spesifik. seperti istishlâh dengan tetap merujuk pada satu sumber primer yaitu al-Qur’an dan Sunnah. fiqh Islam dan hukum Islam. Hal ini pada tataran implementasinya mengkonsekuensikan balasan di dunia dan di akherat. syariat Islam. Di kalangan masyarakat Indonesia berkembang berbagai macam istilah hukum Islam yang satu dengan yang lain mempunyai persamaan dan sekaligus juga perbedaan. Sunnah. kedua. AlQur’an. Hukum Islam itu juga dapat dikaitkan dengan aturan formal atau nonformal dari pemahaman berbasis sosiologis empiris dan normatif terhadap teks-teks divinitas pasca masa hayat [Nabi] Muhammad. tetapi secara subtansial merujuk pada sistem hukum yang terdiri atas dan bersumber dari kaedah hukum berbasis divinitas [alQur’an dan Sunnah] dan kaedah hukum bersumber dari al-ra’yu. karena istilah hukum Islam tidak termuat dan ditemukan dalam al-Qur’an. maka hasil ijtihad tersebut juga dinilai sebagai hukum yang memiliki nilai religiusitas dan sanksi keagamaan. Bahwa hukum Islam yang bersumber dari wahyu merupakan suatu sistem yang mengandung norma hukum baik yang bersifat haram.

Wahbah Zuhaili dalam al-Fiqh al-Islamy wa adillatuhu.A. hukum Islam melembaga dan menginternalisasi menjadi kebiasaan dalam kehidupan setiap muslim guna meraih ketertiban.70 Dalam bahasa Arab. Ali Hasan. 1998].itu. BAGIAN KE-TIGA DESAIN ABORSI A. [Makalah pada acara Bathsul Masail NU Wilayah Jawa Timur. tidak diterbitkan] . misalnya. beberapa fuqaha juga membedakan kedua istilah ini. Dr. Oktober 1992. digunakan oleh dokter Arab untuk pengguguran 71 Mas’alah Tahd d an-Nasl. [Jakarta: Raja Grafindo Persada. Pengertian Aborsi Kata aborsi berasal dari bahasa Inggris yaitu abortion dan bahasa Latin abortus. Masail Fiqhiyah al-Haditsah pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. baik dalam keadaan hidup atau mati 70M. Misalnya Dr. h. gugur kandungan atau keguguran. secara etimologis berarti. Sa’id Ramadhan al-Buthi dalam î Nisâ’iyyah wa Shihhah al-Injâbiyah.Aziz Masyhuri.71 Adapun aborsi [isqâth al-haml] dalam pengertian terminologis sebagaimana yang didefinisikan oleh para adalah pengguguran janin yang dikandung perempuan dengan tindakan tertentu sebelum sempurna masa kehamilannya. Wiqâyatan wa ‘Ilâjan. Lihat KH. aborsi disebut dengan al-ijhâdh atau isqâth al-haml. Isqâth al-Haml . Abortus Menurut Hukum Islam. sementara al-Ijhâdh digunakan untuk pengguguran kandungan yang masih muda. kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akherat. 44 Banyak fuqaha kontemporer yang menggunakan istilah al-ijhadh. kedamaian. Namun demikian. Syaikh al-Azhar [mantan] Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq dalam Ahkâm as-Syarî’ah al-Islâmiyyah fî Mâsa’il Thibbiyyah ‘an al-Amrâdh ankandungan yang sudah tua.

Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. 1994]. dan dianggap sebagai tindak pidana. 135 73 Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Depdikbud RI. CET. Sedangkan Maryono Reksodipura dari Fakultas Hukum UI mendefinisikan aborsi dengan pengeluaran hasil konsepsi dari rahim sebelum waktunya [sebelum dapat lahir secara alamiyah]. CET. 4. Terpancarnya embrio yang tidak mungkin lagi hidup [sebelum hasil bulan keempat dari kehamilan]. 3.73 Dalam istilah kedokteran. 2. dapat disimpulkan bahwa aborsi adalah tindakan yang dimaksudkan secara sengaja untuk menggugurkan kandungan yang belum cukup waktu untuk hidup B. 4. h. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. [Kairo.72 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia aborsi adalah: 1. Macam-macam Aborsi Selaras dengan definisi yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. penyakit syphilis. Guguran [janin]. [Makalah Seminar dan Lokakarya Aborsi Ditinjau dari Perspektif Fiqh yang diselenggarakan oleh PP Fatayat NU. 1986]. 3. 1995]. h. Islam dan Keluarga Berencana di Indonesia. Universitas al-Azhar. baik pidana maupun hukum Islam. h. yakni aborsi yang dilakukan dengan sengaja. Abortus Spontaneous [aborsi spontan] yakni aborsi yang terjadi dengan sendirinya. Abortus provocatus thorapeuticus. 1989]. Jakarta. [Jakarta: CV. 2. keguguran atau keluron. Lihat juga Masyfuk Zuhdi.74 Sardikin Ginaputra dari Fakultas Kedokteran UI mendefinisikan aborsi sebagai pengakhiran kehamilan atau hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Ahkâm al-Syarî’ah al-Islâmiyyah fî Masâ’il al-Thibbiyah ‘an Amrâdh alNisâiyyah wa Shihhah al-Injâbiyyah. Abortus Provocatus atau abortus arteficiallis. h. Sedangkan untuk dua macam aborsi yang lain [abortus spontaneous dan abortus provocatus therapeuticus] hukum pidana dan Jaad al-Haqq ‘Ali Jaad al-Haq. [Jakarta: Balai Pustaka. 2000]. [Surabaya: Bina Ilmu. maka dikenal dua macam bentuk aborsi yakni: 1. 1997]. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Abortus spontan bisa terjadi karena kecelakaan. h.sebelum si janin bisa hidup di luar kandungan namun telah terbentuk sebagian anggota tubuhnya. dan sebagainya. yakni yang dilakukan tanpa indikasi medis apapun. Tindakan semacam ini dibagi dua: 3.000 gram. Keadaan terhentinya pertumbuhan yang normal [untuk makhluk hidup]. Abortus provocatus criminalis.76 Aborsi yang tersebut terakhir inilah yang sering disebut dengan aborsi illegal dan diancam hukuman. 77 76 Harkristuti Harkrisnowo. tidak disengaja dan tanpa pengaruh dari luar atau tanpa tindakan. 2. 38-39 . 33 Masyfuk Zuhdi. h. 2 74 75 72 Ensiklopedi Islam [Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve.75 Dari definisi-definisi di atas. Haji Masagung. aborsi adalah pengakhiran kehamilan sebelum masa gestasi [kehamilan] 28 minggu atau sebelum janin mencapai berat 1. yakni yang dilakukan atas dasar pertimbangan medis yang sungguh-sungguh dan pada umumnya untuk menyelamatkan jiwa si ibu.

hukum Islam memberikan kualifikasi dan ketentuan yang berbeda-beda menurut faktor penyebabnya. Dan bahwa angka-angka aborsi belum cukup merepresentasi angka praktek aborsi yang faktual dan karena itu. 30/11/1997]. incest. beban kerja berlebihan dan kondisi kesehatan mencapai angka 20%. [Makalah Semi-Loka Aborsi Dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. Penelitian lapangan yang dilakukan oleh Indraswari dari FISIP Unpad tahun 1997 menyimpulkan 85% pelaku aborsi berstatus menikah. 1998]. Fakta-fakta Aborsi.78 Sementara itu. h. 3] kelompok praktisi seks komersial [14%]. Sudraji Sumapraja.79 Sedangkan menurut penelitian tahun 2001 jumlah aborsi sekitar 2. 2001]. adanya paksaan dari keluarga. tampaknya sulit ditemukan datanya. Responden juga kurang jujur dalam menjawab pertanyaan karena ada stigma-stigma tertentu mengenai aborsi. ed. apakah kondisi-kondisi seperti itu bisa Adrina. Tahun berikutnya. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah.000. dan 4] kelompok korban perkosaan. data menyebutkan bahwa pada tahun 1994 diperkirakan terjadi 1. [Bandung: Mizan. Menakar “Harga” Perempuan. Selebihnya. ringan dan beratnya serta jenis dan sifatnya. Bali setiap hari ada 100 remaja di Denpasar dan Bandung yang ingin dipulihkan dari kehamilan yang tidak mereka inginkan [Matra.7% perempuan yang melakukan aborsi adalah ibu-ibu yang sudah menikah [Kompas. November 1995]. 117-118 78 79 77 Syafiq Hasyim. Faktisitas Aborsi di Indonesia Sebagaimana tersebut di atas bahwa aborsi di lapangan benar-benar merupakan fakta sosial. 1. dan dari jumlah ini kurang lebih 10-25% adalah remaja [Jayakarta. C.3 juta. ketakutan kepada orang lain [suami atau orang tua dan keluarga]. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Apalagi pada umumnya penelitian dilakukan dengan responden yang tidak banyak dan tidak luas sebaran wilayahnya. CET. h. 4 . 10% responden melakukan abortus provokatus terapikus [APT]. aborsi yang semata-mata dilakukan karena perempuan tidak mau punya anak. adanya kondisi keluarga yang membuatnya tidak berani mempunyai anak lagi. Hak-hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung. 152-154 Attashendartini Habsjah. H. 2] kelompok remaja [27%]. data tersebut sulit untuk dijadikan pedoman karena penelitian yang akurat terbentur kendala hukum dan norma-norma sosial. tampak bahwa sebagian besar aborsi bukan hanya disebabkan oleh kemauan murni perempuan. Penelitian ini juga mengungkapkan abortus spontan karena kelelahan. 50% diantaranya dilakukan oleh mereka yang belum menikah. PPFNU. perbudakan seksual [9%]. Dari alasan-alasan yang dikemukakan. Aborsi dapat dilakukan akibat kekhawatiran dengan resiko sosial. dkk. sekali lagi belum menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. dari perspektif agama. Held dan Adriananz yang melakukan meta analisis tentang kelompok resiko tinggi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan mengemukakan bahwa ada 4 kelompok resiko: 1] kelompok kegagalan kontrasepsi [48%]. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia. sebagaimana yang tersebut dalam catatannya bahwa 99. 1999]. dan 65% responden melakukan abortus provokatus kriminalis [APK].77 Sedangkan angka yang disodorkan oleh Prof. dan 15-20% dilakukan remaja. Namun demikian. menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara [Majalah Gemari September 2001] Angka-angka di atas.. Lebih lanjut. 3/10/1994].000 aborsi setiap tahun di Indonesia.

apakah semua aborsi dilarang atau ada aborsi tertentu yang diperbolehkan. tekanan sosial dan sebagainya. Sedangkan persoalan ketiga menyangkut ketentuan-ketentuan yang lebih rinci mengenai akibat hukum aborsi dalam berbagai bentuknya.disebut “ikrâh” yang konsekuensinya menempatkan perempuan pada posisi “ghairu mukallaf”? BAGIAN KE-EMPAT ABORSI DALAM HUKUM ISLAM A. memberikan efek jera bagi pelaku. serta melindungi kehidupan dan moralitas masyarakat dalam kerangka menjamin terealisasinya maqashid alsyari’ah. apakah karena alasan medis yang serius atau karena tekanan ekonomi. apakah sejak terjadinya konsepsi atau ketika sudah mencapai usia tertentu. Hukum Aborsi Dalam Islam Perdebatan mengenai aborsi dalam Islam paling tidak mencakup tiga persoalan penting yakni:  Kapan seorang manusia dianggap mulai hidup. secara eksplisit al-Qur’an tidak menyatakan kapan janin atau embrio disebut sebagai “manusia”. yang semuanya itu dimaksudkan untuk mencegah meluasnya aborsi. Di sinilah para ulama merasa perlu mendiskusikan “dharurat” yang menjadi alasan kebolehan aborsi. Q. Persoalan pertama berkaitan erat dengan pertanyaan kapan aborsi dianggap sebagai pembunuhan manusia berakibat hukum bagi pelakunya.  Bagaimana hukum aborsi. Persoalan kedua terkait dengan fakta bahwa aborsi bisa terjadi karena berbagai sebab. Ayat-ayat yang menjelaskan proses perkembangan janin secara rinci adalah: 1. al-Hajj : 5 . ada yang disengaja dan ada yang tidak. Namun demikian al-Qur’an banyak menjelaskan proses perkembangan janin dalam kandungan ibu baik secara sekilas maupun secara rinci. Terkait dengan penciptaan janin dan penyebutannya sebagai manusia.S. Terhadap aborsi yang disengaja pun perlu dilakukan pemilahan lebih lanjut.  Apa akibat hukum aborsi dan sanksi yang dikenakan terhadap pelaku.  Bagaimana halnya dengan aborsi di luar perkawinan baik karena diperkosa maupun karena zina.

[Q. [14] Di samping penjelasan secara terinci. apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. Q. kemudian dari setetes mani. [37] Kemudian mani itu menjadi segumpal darah. [13] Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah.S. al-Qiyamah : 37 . [38] 2.S. kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna. dan menyempurnakannya”. lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. misalnya: 1. Q. kemudian dari segumpal darah. Maha Suci Allah Pencipta Yang Paling Baik”. as-Sajdah : 7 -9 ‫اء‬M‫ م‬Q‫ن‬D‫ م‬K‫ة‬M‫ سال‬Q‫ن‬D‫ م‬I‫ه‬M‫ ل‬M‫ل‬M‫ع‬M‫[7 ج‬K‫ين‬D‫ ط‬Q‫ن‬D‫ م‬D‫ ان‬Q‫ن‬D‫إ‬Q‫ال‬M‫ ق‬Q‫ل‬M‫خ‬M‫أ‬M‫د‬M‫ب‬M‫و‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ خ‬K‫ء‬Q‫ي‬M‫ ش‬M‫ن‬M‫س‬Q‫ح‬M‫يأ‬D‫ذ‬G‫ال‬ M‫ل‬ I Q‫س‬M‫ن‬ G‫م‬I‫]ث‬ M‫س‬ I‫ه‬ G‫ل‬I‫ك‬ ]9[M‫ون‬I‫ر‬I‫ك‬Q‫ش‬M‫ا ت‬M‫ ا م‬M‫ة‬M‫د‬D‫ئ‬Q‫ف‬M‫أ‬Q‫ال‬M‫و‬ n‫يل‬D‫ل‬M‫ق‬ M‫ار‬M‫ص‬Q‫ب‬M‫أ‬Q‫ال‬M‫ و‬M‫ع‬Q‫م‬G‫الس‬ I‫م‬I‫ك‬M‫ل‬ M‫ل‬M‫ع‬M‫ج‬M‫ و‬I‫ ر‬Q‫ن‬D‫ م‬D‫يه‬D‫ف‬ D‫ه‬D‫وح‬ M‫خ‬M‫ف‬M‫ن‬M‫ و‬I‫اه‬G‫و‬M‫ين[ س‬D‫ه‬M‫م‬ G‫م‬I‫8ث‬ ] .‫ن‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ ن‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫اب‬M‫ر‬I‫ت‬Q‫ن‬D‫ م‬Q‫م‬I‫اك‬M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬D‫إ‬M‫ فا‬D‫ث‬Q‫ع‬M‫ب‬Q‫ ال‬D‫ م‬K‫ب‬Q‫ي‬M‫ في ر‬Q‫م‬I‫ت‬Q‫ن‬I‫ ك‬D‫ إ‬I‫اس‬G‫ا الن‬M‫ه‬l‫ي‬M‫اأ‬M‫ي‬ Q‫ن‬ Q‫ن‬ G‫ن‬ M‫ن‬ D Q‫ن‬ ‫ا‬n‫ل‬Q‫ف‬D‫ ط‬I‫ك‬I‫ ج‬G‫م‬I‫ى ث‬t‫ م‬I‫ م‬K‫ل‬M‫ج‬M‫ى أ‬M‫ل‬D‫ إ‬I‫اء‬M‫ش‬M‫ا ن‬ Q‫ م‬D‫ر‬Q‫خ‬I‫ن‬ M‫س‬ M‫ م‬D‫ام‬M‫ح‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ ال‬D‫يف‬l‫ر‬D‫ق‬I‫ن‬M‫و‬I‫ك‬M‫ل‬M‫ي~ن‬M‫ب‬I‫ن‬D‫ل‬ Q‫م‬ K‫ة‬M‫ق‬G‫ل‬M‫خ‬I‫م‬M‫غ‬M‫و‬K‫ة‬M‫ق‬G‫ل‬M‫خ‬I‫م‬ D‫ر‬Q‫ي‬ K‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬ ‫ا‬n‫ئ‬Q‫ي‬M‫ ش‬Q‫ل‬D‫ع‬D‫د‬Q‫ع‬M‫ ب‬D‫ م‬M‫م‬M‫ل‬Q‫ع‬M‫ا ي‬M‫ل‬Q‫ي‬M‫ك‬D‫ ل‬D‫ر‬I‫م‬I‫ع‬Q‫ ال‬D‫ل‬M‫ذ‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ن‬M‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬Q‫ن‬D‫م‬M‫ و‬G‫ف‬M‫و‬M‫ت‬I‫ ي‬M‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬Q‫ن‬D‫م‬M‫و‬I‫ك‬G‫د‬I‫ش‬M‫أ‬ K‫م‬ Q‫ن‬ ‫ى‬M‫ل‬D‫ إ‬l‫د‬M‫ر‬I‫ ى ي‬Q‫ن‬ Q‫م‬ ‫وا‬I‫غ‬I‫ل‬Q‫ب‬M‫ت‬D‫ل‬ G‫م‬I‫ث‬ ]5[‫يج‬D‫ه‬M‫ ب‬K‫ج‬Q‫و‬M‫ ز‬Q‫ ن‬Q‫ت‬M‫ت‬M‫ب‬Q‫ن‬M‫أ‬M‫ و‬Q‫ت‬M‫ب‬M‫ر‬M‫ و‬M‫اء‬M‫م‬Q‫ ال‬M‫ا ع‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ز‬Q‫ن‬M‫ا أ‬M‫ذ‬D‫إ‬M‫ف‬M‫ ه‬M‫ض‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ى ال‬M‫ر‬M‫ت‬M‫و‬ ~‫ل‬I‫ ك‬D‫م‬ Q‫ت‬G‫ز‬M‫ت‬Q‫اه‬ ‫ا‬M‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬ n‫ة‬M‫د‬D‫ام‬ “Hai manusia. kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi …”. maka ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah. al-Hajj : 5] 2. jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan [dari kubur]. lalu Allah menciptakannya. lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging. agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim.38 ]38[‫ى‬G‫و‬M‫س‬M‫ ف‬M‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ ف‬n‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫] ع‬M‫ان‬M‫ ك‬G‫م‬I‫ ث‬Ÿ‫ي‬D‫ن‬M‫ م‬Q‫ن‬D‫ م‬n‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ ن‬I‫ك‬M‫ي‬ 37[‫ى‬M‫ن‬Q‫م‬I‫ي‬ Q‫م‬M‫ل‬M‫أ‬ “Bukankan dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan [ke dalam rahim].S. [12] Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani [yang disimpan] dalam tempat yang kokoh [rahim]. al-Mu’minun : 12 – 14 ‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬l‫نالن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫ خ‬I‫[31]ث‬K‫ين‬D‫ك‬M‫ م‬K‫ار‬M‫ر‬M‫ق‬D‫ ي ف‬I‫اه‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ع‬M‫ج‬I‫[21]ث‬K‫ين‬D‫ ط‬Q‫ن‬D‫ م‬K‫ة‬M‫ ال‬Q‫ن‬D‫ م‬M‫ ان‬Q‫ن‬D‫إ‬Q‫نال‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬ ‫ا‬M G‫م‬ n‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ن‬ G‫م‬ M‫سل‬ I M‫ا س‬M Q‫د‬M‫ق‬M‫ل‬M‫و‬ ‫ر‬M‫ا ءاخ‬n‫ق‬Q‫ل‬M‫خ‬I‫اه‬M‫ن‬Q‫أ‬M‫ش‬Q‫ن‬M‫ا أ‬n‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫ام‬M‫ظ‬D‫ع‬Q‫ ال‬M‫س‬M‫ك‬M‫ ف‬n‫اما‬M‫ظ‬D‫ ع‬M‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬Q‫ ا ال‬n‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬ M G‫م‬I‫ث‬ ‫ا‬M‫ن‬Q‫و‬ M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ف‬ M‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬Q‫ا ال‬ M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ ف‬n‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬ ]14[‫ين‬D‫ق‬D‫ال‬M‫خ‬Q‫ال‬ I‫ن‬M‫س‬Q‫ح‬M‫ أ‬I‫ه‬G‫ الل‬M‫ك‬ M‫ار‬M‫ب‬M‫ت‬M‫ف‬ “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati [berasal] dari tanah. dalam beberapa ayat Allah juga menyinggung proses penciptaan manusia.S. Q. dan segumpal daging daging itu Kami jadikan tulang belulang. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang [berbentuk] lain.

Shahih Bukhari. selang beberapa waktu “nuthfah” itu berubah menjadi “’alaqah” [segumpah darah]. Selanjutnya ia akan berubah menjadi “mudghah” [segumpal daging]. Muslim dari Huzaifah bin Asid:81 ‫إذا مر بالنطفة ثنتان وأربعون ليلة بعث ال إليها ملكا فصورها وخلق سمعها وبصرها وجلدها‬ … ‫ولحمها وعظامها ثم قال: يا رب أذكر أم أنثى؟ فيقضى ربك ما شاء ويكتب الملك‬ Hadits ini disebut Bukhari dalam kitabnya sebanyak 4 kali.[9]” Dalam ayat-ayat di atas. Dalam bab yang sama Muslim juga meriwayatkan 4 buah hadits dari sahabat yang sama. Selang beberapa waktu. CD. Kitab al-Qadar.Lihat Muslim.Lihat al-Bukhari. yakni: 1. juz II kitab al-Qadar bab Kayfiyyah al-Khalq aladami. kebahagiaan dan kesengsaraannya…”.[8] Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam [tubuh] nya roh [ciptaan] -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. Dalam salah satu riwayat dikatakan 40 atau 45 hari. hadits ke-2969. Informasi mengenai hal ini terdapat dalam hadits Nabi. ajalnya. selanjutnya anak cucu Adam diciptakan dari “nuthfah” [air mani] yang mengandung beriburibu sperma yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Kitab Ahadits al-Anbiya’ bab Khalqu Adam wa Dzurriyyatuhu hadits ke-3085. Sahih Muslim. Kitab Bad’I al-Khalqi bab Zikru al-Malaikat. 2.[7] Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina [air mani].Muslim menyebutkan hadits ini dengan 6 sanad. Lalu Allah mengutus seorang malaikat dan meniupkan ruh ke dalam tubuhnya. [Beirut: Dar al-Fikr. al-Qur’an menjelaskan tahapan-tahapan kejadian manusia di dalam rahim. Paling tidak dua hadits Nabi yang mengungkap peniupan ruh ke dalam janin. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud:80 ‫إن أحدكم يجمع خلقه فى بطن أمة أربعين يوما ثم يكون فى ذلك علقة مثل ذلك ثم يكون فى ذلك‬ ‫مضغة مثل ذلك ثم يرسل الملك فينفخ فيه الروح ويؤمر بأربع كلمات: بكتب رزقه وأجله وعمله‬ … ‫وشقي أوسعيد‬ “Sesungguhnya kamu berada di rahim ibumu selama 40 hari sebagai nuthfah. Ibid.Rom. Kitab al-Qadar bab Ma Jaa’a fi al-Qadar hadits ke-6105. Redaksi di atas adalah redaksi Muslim 81 Muslim bin Hajjaj.. Setelah salah satu sel itu bertemu dengan ovum lalu menyatu dan bergantung pada dinding rahim. 1992]. amalnya. lalu malaikat itu menulis rizkinya. khususnya dua ayat yang pertama. Malaikat itu kemudian diperintahkanNya menulis empat kalimat. penglihatan dan hati. kemudian menjadi ‘alaqah selama masa yang sama. dalam riwayat lain disebutkan 40 hari. Kemudian Allah menciptakan tulang belulang dari “mudghah” itu dan membungkusnya dengan daging. yakni emapat puluh hari lebih [bidh’un wa arba’in] 80 . Kitab at-Tauhid bab Qawluhu Ta’ala Walaqad Sabaqat Kalimatuna hadits ke-6900. hadits ke-2643. secara rinci Allah SWT menjelaskan proses penciptaan manusia dan perkembangan janin. HR. [tetapi] kamu sedikit sekali bersyukur. Namun demikian ayat-ayat di atas tidak menyebut kapan janin mempunyai jiwa/ruh. dan ada juga riwayat yang menyebut secara terssamar. ia akan menjadi makhluk yang memiliki bentuk yang indah sampai dilahirkan ke dunia menjadi bayi. lalu menjadi mudghah pada masa yang sama pula.“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Demikianlah. namun dengan redaksi yang sedikit berbeda dan jumlah hari yang berbeda pula. HR. Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa pada awal kejadiannya manusia diciptakan dari tanah [Adam as]. hadits ke-2644.

“Jika nuthfah melewati 42 malam. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa. Sedangkan hadits kedua mengatakan ruh ditiupkan setelah embrio melewati masa 42 hari. [QS. “Ya Tuhan. Haram mutlak [‘ala al-ittifaq]. maka Tuhan mengutus malaikat untuk membentuk rupa. Dari hadits-hadits di atas. Sebagai konsekuensi dari pemahaman ayat dan hadits sebagaimana dijelaskan di atas. Pemberian ruh kepada janin inilah yang kemudian menjadi sumber ikhtilaf mengenai hukum aborsi karena keberadaan ruh dianggap sebagian fuqaha sebagai tanda awal kehidupan manusia dalam arti yang sesungguhnya. Malaikat bertanya. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami [nya]. Secara garis besar pemikiran hukum yang berkembang di seputar aborsi adalah: 1. yakni manusia yang memiliki raga dan jiwa. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya] melainkan dengan sesuatu [sebab] yang benar". al-An’am : 151. para fuqaha membuat formulasi hukum yang berbeda-beda mengenai aborsi. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. lelaki atau perempuan?” Allah pun memutuskan sesuai kehendakNya dan malaikat mencatatnya…”.S. ‫ن‬D‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬M‫اد‬M‫ل‬Q‫و‬M‫أ‬ ‫وا‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫و‬M‫س‬Q‫ح‬D‫إ‬D‫ن‬Q‫ي‬M‫د‬D‫ال‬M‫و‬Q‫ال‬D‫ب‬M‫ا و‬n‫ئ‬Q‫ي‬M‫ش‬ ‫ا‬n‫ان‬ D‫ه‬D‫وا ب‬I‫ك‬D‫ر‬Q‫ش‬I‫ا ت‬G‫ل‬M‫ أ‬M‫ل‬M‫ع‬Q‫م‬I‫ك‬l‫ب‬M‫ ر‬G‫ر‬M‫ ح‬M‫ م‬I‫ل‬Q‫ت‬M‫أ‬ Q‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬ M‫م‬ ‫ا‬ ‫ا‬Q‫و‬M‫ال‬M‫ع‬M‫ ت‬Q‫ل‬I‫ق‬ ‫ي‬D‫ت‬G‫ ال‬M‫س‬Q‫ف‬G‫واالن‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫ و‬M‫م‬M‫ا و‬M‫ه‬Q‫ن‬D‫ م‬M‫ر‬M‫ه‬M‫ا ظ‬M‫ش‬D‫اح‬M‫و‬M‫ف‬Q‫ال‬ M‫ن‬M‫ط‬M‫ا ب‬ M‫م‬ ‫وا‬I‫ب‬M‫ر‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ك‬I‫زق‬Q‫ر‬M‫ ن‬Q‫ح‬M‫ن‬K‫اق‬M‫ل‬Q‫م‬D‫إ‬ Q‫م‬I‫اه‬G‫ي‬D‫إ‬M‫ و‬I I‫ن‬ ]151[ M‫ون‬I‫ل‬D‫ق‬Q‫ع‬M‫ت‬ Q‫م‬I‫ك‬G‫ل‬M‫ع‬M‫ ل‬Q‫م‬I‫اك‬G‫ص‬M‫و‬ D‫ه‬D‫ ب‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ل‬M‫ق~ ذ‬M‫ح‬Q‫ ال‬I‫ه‬G‫الل‬ D‫ا ب‬G‫ل‬D‫ إ‬M‫م‬G‫ر‬M‫ح‬ Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu. Dasar dari hukum ini adalah hadits pertama sebagaimana yang telah dijelaskan. Al-An’am : 151] . kecuali ada uzur yang bersifat “dharuri” Seluruh ulama dari semua madzhab sepakat bahwa aborsi setelah kehamilan melewati masa 120 hari adalah haram. daging dan tulangnya. Hanya saja. para fuqaha [klasik] memberlakukan hukum ini secara umum. kulit. Karena pada usia tersebut janin telah bernyawa. yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. 40 hari menjadi ‘alaqah dan 40 hari menajadi mudghah. dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Hadits pertama menyatakan ruh ditiupkan setelah embrio melewati masa 120 hari yang terdiri dari tiga tahap: 40 hari menjadi nuthfah. Perlu untuk dikemukakan di sini. seperti yang tertera dalam Q. dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji. maka menggugurkannya sama dengan membunuh manusia [anak] yang secara jelas diharamkan oleh Allah SWT. melainkan juga menyertakan alasan-alasan yang sifatnya moral dan sosial. perkembangan terakhir menunjukkan adanya formulasi hukum tersendiri bagi aborsi yang disebabkan oleh hamil di luar nikah dengan alasan-alasan yang tidak semata-mata bersifat fiqhi. karena pada saat itu janin telah bernyawa. ada dua informasi mengenai kapan ruh ditiupkan. penglihatan. Riwayat lain ada yang menyebutkan 40 hari dan 45 hari. yakni mencakup aborsi di dalam dan di luar perkawinan [kehamilan karena seks di luar nikah]. pendengaran.

148-149. Keharusan menerima hak dari orang lain disebut ahliyyah al-wujub dan keharusan menjalankan kewajiban disebut ahliyyah al-ada’. dikenal istilah ahliyyah [kepatutan dan keharusan seseorang untuk menerima hak dan menjalankan kewajiban]. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. friksi seputar aborsi tidak dapat dielakkan.34-35 83 Definisi “dharurat” secara sederhana ialah suatu keadaan yang sampai suatu batas.84 Dalam kondisi seperti ini menyelamatkan jiwa si ibu dinilai lebih penting daripada mempertahankan janin. Namun karena ia belum sempurna sebagai manusia.h.ke-2. maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya.82 Aborsi pada usia di atas 120 hari hanya boleh dilakukan jika terjadi kondisi “dharurat”83 seperti ketika si ibu mengalami problem persalinan dan dokter spesialis menyatakan bahwa mempertahankan kehamilan akan membahayakan jiwa si ibu. aborsi haram mutlak. Mas’alah Tahdid al-Nasl. ia menjadi “manusia” dengan hak-hak primernya [huquq al-insan ad-dharuriyah]. Berikut ini uraiannya: 1. Inipun dengan syarat adanya keridhaan dari suami dan istri serta adanya rekomendasi dari dua orang dokter spesialis bahwa aborsi itu tidak menyebabkan kemudharatan bagi si ibu.Dan Q. Meski demikian. Al-Isra’ : 33] Setelah janin memiliki ruh. kalau ia tidak mengerjakan yang terlarang akan membinasakan jiwanya atau hampir binasa.85 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. Wiqayatan wa ‘Ilajan. dkk. melainkan dengan suatu [alasan] yang benar. Dalam keadaan dharurat semacam ini diperbolehkan mengerjakan yang haram. 2000]. Pendapat ini didasarkan pada hadits kedua sebagaimana disebutkan di atas.148-149 85 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Lihat Abdul Jalil al-Qaransyawi. [Cairo: Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar. ‫ف‬D‫ر‬Q‫س‬I‫ا ي‬M‫ل‬M‫ا ف‬n‫ان‬M‫ط‬Q‫ل‬I‫ا س‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ع‬M‫ا ج‬n‫وم‬I‫ل‬Q‫ظ‬M‫ م‬Q‫ن‬M‫م‬M‫ق~ و‬M‫ح‬Q‫ال‬D‫ا ب‬G‫ل‬D‫إ‬M‫م‬G‫ر‬M‫ ح‬D‫ ي‬M‫س‬Q‫ف‬G‫وا الن‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫و‬ D‫ي~ه‬D‫ل‬M‫و‬D‫ ل‬Q‫د‬M‫ق‬M‫ف‬ M‫ل‬D‫ت‬I‫ق‬ I‫ه‬G‫ت الل‬G‫ال‬ ]33[‫ا‬n‫ور‬I‫ص‬Q‫ن‬M‫ م‬M‫ان‬M‫ ك‬I‫ه‬G‫ن‬D‫ إ‬D‫ف‬ D‫ل‬Q‫ت‬M‫ق‬Q‫ي ال‬ Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya].Dalam Ushul al-Fiqh. ikhtilaf hukum terjadi untuk aborsi di bawah usia 120 hari. Kontroversi ulama dalam hal ini tidak hanya terjadi antar mazhab. Maktabah al-Farabi. Jika masa kehamilan telah lewat 40 hari. karena ibu adalah induk dari mana janin berasal. Konsekuensinya. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim. Al-Mujaz fi Ushul al-Fiqh. berhak menerima warisan dari ahli waris jika ia lahir dan hidup. [Syiria. Mazhab Syafi’i Fuqaha Syafi’iyah berpendapat aborsi pada usia kehamilan di bawah 40 hari hukumnya makruh. Secara lebih khusus. serta memiliki hubungan nasab dengan kedua orang tuanya. 84 Jaad al-Haq. tetapi juga pada internal mazhab. Inilah yang disebut ahliyyah al-wujub al-qashirah atau ahliyyah al-wujub an-naqishah.. al-Isra’ : 33. h. [QS. Janin hanya mempunyai ahliyyah al-wujub. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. h. bahkan bisa diwajibkan. 1965]. h.S. cet. Para fuqaha menyatakan janin setelah 120 hari memiliki ahliyyah wujub naqishah.72-73 82 . ia boleh menerima wasiat dan waqaf. baik janin sudah bergerak maupun belum. tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh an-Nisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. maka hak-haknya pun terbatas.

dalam fuqaha Syafi’iyah sendiri terjadi ikhtilaf. yakni aborsi makruh mutlak. masih terjadi ikhtilaf juga. penulis kitab al-Durr al-Mukhtar. Dan jika sudah ada ruh. [Cairo: Dar al-Syuruq. al-Imam al-Ghazali dalam Ihya ’Ulum al-Din. baik sebelum maupun sesudah terjadinya pembentukan janin. Mas’alah Tahdid al-Nasl. Al-Ghazali mengatakan bahwa kehidupan telah dimulai sejak pertemuan antara air sperma dengan ovum di dalam rahim perempuan. dalam mazhab Hanafi juga terdapat ikhtilaf. Aborsi. Nihayah al-Muhtaj. Lebih lanjut al-Ramli menjelaskan bahwa sebelum nafhi’r ruh. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Mulai saat inilah aborsi diharamkan. lanjut al-Ghazali tidak bisa disamakan dengan ‘azl/coitus interuptus. Sebagian besar berpendapat janin terbentuk setelah usia kehamilan 120 hari. maka itu merupakan tindak pidana yang sangat keji. Mazhab Hanafi Sama dengan yang terjadi dalam mazhab Syafi’i. al-Ramli membuat batasan yang lebih longgar.416 Sa’id Ramadhan al-Buthi. sebagian besar fuqaha Hanafiyah berpendapat bahwa aborsi diperbolehkan sebelum janin terbentuk. Ihya ‘Ulum al-Din.89 Demikianlah. Kapan janin terbentuk. h.Mengutip pendapat Imam al-Zarkasyi al-Imam al-Ramli dalam Nihayah al-Muhtaj mengemukakan aborsi diperbolehkan pada saat janin masih berupa nuthfah atau ‘alaqah. Juz II. Ibnu Hajar dalam Tuhfah al-Muhtaj juga berpendapat serupa. maka akad tidak boleh dan tidak bisa dibatalakan. aborsi adalah tindakan kriminal [jarimah]. yakni peniupan ruh terjadi setelah embrio berusia 40 atau 42 hari. Al-Furati menjawab hal itu boleh selagi masih berupa nuthfah atau ‘alaqah. Analogi ini termasuk qiyas jali. 91 Pendapat ini mengandung pengertian haramnya aborsi secara mutlak karena istilah makruh dalam fiqh Hanafi berarti karahiyah at-tahrim [makruh yang lebih dekat kepada haram]. Juz II. Pendapat lain dikemukakan oleh Ibnu Abidin. antara lain. Sperma laki-laki seperti ijab dan ovum perempuan seperti qabul. Namun jika fuqaha Syafi’iyah sebagian besar sepakat bahwa aborsi haram sebelum usia kehamilan 40 atau 42 hari. t. 1983]. al-Hashkafi. Hanya saja dosanya tidak sama dengan dosa membunuh. 86 87 Al-Imam al-Ramli. berpendapat bahwa aborsi adalah tindakan pidana yang haram tanpa melihat apakah sudah ada ruh atau belum.90 Sebagian besar ulama Hanafiyah juga berpendapat demikian. dan itu hanya terjadi sesudah 120 hari kehamilan. Pelenyapan nuthfah yang telah bertemu dengan ovum dianalogikan dengan sebuah akad atau perjanjian yang sudah disepakati.51 89 Ibid 90 Ibnu Abidin. h.86 Seperti halnya pendapat yang berkembang di kalangan Syafi’iyah. semakin kuat pula makruh tahrimnya. Mayoritas mengharamkan aborsi pasca 40 hari usia embrio. [Beirut: Dar al-Ma’rifah. al-Radd al-Mukhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar. Jika keduanya bertemu. [Beirut: Dar al-Fikr. h. 2. Pendapat ini disandarkan pada pernyataan Abu Bakar bin Abu Sa’id al-Furati ketika ditanya oleh al-Karabisi tentang seorang laki-laki yang memberi minuman peluntur kepada jariyahnya.411 91 Ibid .72-73 88 Al-Imam al-Ghazali. sementara al-Ghazali justru mengharamkannya sejak terjadi konsepsi. Pendapat yang demikian disampaikan oleh. penulis kitab al-Radd al-Mukhtar.88 Ada yang menarik dari pendapat al-Ghazali mengenai keharaman aborsi. Jika telah ditiupkan ruh kepada janin. setingkat di bawah pembunuhan bayi hidup-hidup. aborsi boleh sepanjang belum terjadi penciptaan. Juz VIII. Menurutnya.th]. h.87 Berbeda dengan ulama Syafi’iyah yang lain. 1979].

Keharaman itu menjadi lebih berat jika sudah terjadi masa penciptaan [40 hari].94 Pendapat mereka ini sejalan dengan Imam al-Ghazali dari mazhab Syafi’i dan Ibnu al-Jauzi dari mazhab Hambali. [Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah. h. Juz XI. Boleh sebelum 40 .79 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. Ibnu Hazm dari mazhab Dhahiri juga menyetujui pendapat ini.45 hari [takhalluq]. pengguguran tidak boleh dilakukan. Pendapat ini dinyatakan oleh Abdullah bin Mahmud al-Mushili. Mas’alah Tahdid al-Nasl. dapat disimpulkan bahwa hukum aborsi pada janin di bawah usia 120 hari adalah sebagai berikut: a. Mas’alah Tahdid al-Nasl. Mazhab Maliki Mayoritas fuqaha Malikiyah berpendapat keras mengenai aborsi. Mazhab Hambali Dalam memandang hukum aborsi. Pendapat ini dikemukakan sebagian kecil fuqaha Hanafiyah. Ia mengatakan lakilaki boleh meminum obat yang mencegah terjadinya coitus.. h. h. yakni haram sejak terjadinya konsepsi. Namun pendapat ini tidak begitu populer dalam mazhab Hanafi. c. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. t. karena hal itu sama dengan membunuh nyawa manusia.96 Ibnu al-Jauzi dalam al-Qawanin al-Fiqhiyah mengatakan bahwa jika sperma telah bertemu ovum dan berada dalam rahim. 92 93 94 Sa’id Ramadhan al-Buthi. yakni sebelum janin berusia 40 hari.Lihat juga al-Buthi.h.77 Ibid.. Makruh cenderung haram. h. Ibid. b. yakni bahwa aborsi diperbolehkan sebelum terjadinya penciptaan.13 97 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Boleh sebelum 120 hari.80 95 96 Ibnu Hazm. Pendapat ini sejalan dengan al-Ghazali yang mengenal tahapan-tahapan dosa dalam aborsi. Wiqayatan wa ‘Ilajan. dalam kitab Ahkam an-Nisaa’. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. baik sebelum maupun sesudah 40 hari. h.35-40 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. sedangkan perempuan boleh meminum obat peluntur untuk menggugurkan nuthfah dan mendapatkan haid.80 . Dalam kitab al-Inshaf karya ‘Alauddin ‘Ali bin Sulaiman al-Mardayi terdapat keterangan bolehnya minum obat-obatan peluntur untuk menggugurkan nuthfah. Pendapat yang paling ketat datang dari Ibnu al-Jauzi. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Ibnu an-Najjar dalam Muntaha al-Iradat. ia menyebutkan bahwa aborsi hukumnya haram mutlak. Pendapat ini dinyatakan oleh sebagian besar fuqaha Syafi’iyah.95 Demikian pula pandangan sejumlah fuqaha Syi’ah Imamiyah dan Ibadhiyah.97 Dari ikhtilaf yang berkembang sebagaimana dijelaskan di atas. baik sebelum maupun sesudah penciptaan [40 hari].92 3.Sebagian fuqaha Hanafiyah berpendapat bahwa aborsi diperbolehkan sebelum janin melewati usia 45 hari. al-Muhalla. dan menjadi sangat berat jika sudah diberikan nyawa. Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian besar ulama Hanafiyah dan sebagian kecil ulama Syafi’iyah. sebagian besar fuqaha Hanabilah dan sebagian kecil fuqaha Hanafiyah. sebagian fuqaha Hanabilah sama dengan fuqaha Syafi’iyah.93 4. Wiqayatan wa ‘Ilajan.th].136.h.

[QS. al-Maidah : 3. al-Baqarah : 173. seperti Q.S. [mengundi nasib dengan anak panah itu] adalah kefasikan. Namun demikian. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. kecuali yang sempat kamu menyembelihnya.S. yang jatuh. fiqh selalu mengenal pengecualian. darah. Ibnu al-Jauzi. dan Ibnu Hazm ad-Dhahiri. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. dan yang diterkam binatang buas. Dengan kata lain di luar fuqaha Malikiyah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa [memakannya] sedang ia tidak menginginkannya dan tidak [pula] melampaui batas.[QS. Pendapat ini dinyatakan oleh sebagian besar fuqaha Malikiyah. Dalam ranah pengecualian. [daging hewan] yang disembelih atas nama selain Allah. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. yang ditanduk. daging babi. Hukum aborsi yang telah diformulasikan para fuqaha di atas berlaku dalam kondisi normal. dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku. al-Baqarah : 173] Q. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk [mengalahkan] agamamu. dan [diharamkan bagimu] yang disembelih untuk berhala.d. Al-Maidah : 3] . yang tercekik. Demikian pula halnya dengan aborsi. maka tidak ada dosa baginya. yang dipukul. Haram mutlak. Banyak kaedah fiqh yang menjadi sandaran hukum hal ini. Dan [diharamkan juga] mengundi nasib dengan anak panah. ‫ة‬M‫د~ي‬M‫ر‬M‫ت‬I‫م‬Q‫ال‬M‫و‬ I‫ة‬M‫وذ‬I‫ق‬Q‫و‬M‫م‬Q‫ال‬M‫و‬ I‫ة‬M‫ق‬D‫ن‬M‫خ‬Q‫ن‬I‫م‬Q‫ال‬M‫ و‬D‫ر‬Q‫ي‬M‫غ‬D‫ ل‬G‫ل‬D‫ه‬I‫ أ‬D‫ير‬D‫ز‬Q‫ن‬D‫خ‬Q‫ ال‬I G‫الد‬M‫ و‬I‫ة‬M‫ت‬Q‫ي‬M‫م‬Q‫ ال‬Q‫ت‬M‫ر~م‬I‫ح‬ D‫ه‬D‫ب‬D‫ه‬G‫الل‬ M‫م‬M‫ا و‬ I‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫و‬ ‫م‬ I I‫ك‬Q‫ي‬M‫ل‬M‫ع‬ ‫م‬ ‫ق‬Q‫س‬D‫ ف‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ل‬M‫ا ذ‬M‫ل‬Q‫ز‬M‫أ‬Q‫ال‬ D‫م‬ D‫وا ب‬I‫م‬D‫س‬Q‫ق‬M‫ت‬M‫ ت‬Q‫ن‬M‫أ‬M‫ و‬D‫ ب‬l‫ى الن‬M‫ل‬M‫ع‬M‫ح‬D‫ب‬I‫اذ‬M‫م‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ت‬Q‫ي‬G‫ك‬M‫اا ذ‬G‫ل‬D‫ إ‬I‫ع‬I‫ الب‬M‫ل‬M‫ك‬M‫أ‬M‫ام‬M‫ و‬I‫ة‬M‫يح‬D‫ط‬G‫الن‬M‫و‬ Q‫س‬ I‫ص‬ M‫م‬ G‫س‬ ‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬M‫ ل‬I‫ت‬Q‫م‬M‫م‬Q‫ت‬M‫أ‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ك‬M‫ل‬I‫ت‬Q‫ل‬M‫م‬Q‫ك‬M‫أ‬Q‫و‬M‫ي‬Q‫ ال‬Q‫و‬M‫ش‬Q‫اخ‬M‫و‬I‫ه‬Q‫و‬M‫ش‬Q‫خ‬M‫ا ت‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ين‬D‫ د‬D‫وا م‬I‫ر‬M‫ف‬M‫ي ك‬D‫ذ‬G‫ال‬M‫س‬D‫ئ‬M‫ي‬M‫م‬Q‫و‬M‫ي‬Q‫ال‬ M‫ع‬ Q‫م‬I‫ك‬M‫ين‬D‫د‬ M‫ م‬D‫ن‬ Q‫م‬ M‫ل‬M‫ف‬ Q‫ن‬ M‫ن‬ ‫ور‬I‫ ف‬M‫ه‬G‫ الل‬G‫ن‬D‫إ‬M‫ف‬K‫م‬Q‫ث‬D‫إ‬D‫فل‬D‫ان‬M‫ج‬M‫ت‬I‫ م‬M‫ غ‬K‫ة‬M‫ص‬M‫م‬Q‫خ‬M‫ ي م‬G‫ر‬I‫ط‬Q‫ناض‬M‫م‬M‫ ف‬n‫ين‬D‫ د‬M‫ام‬M‫ ل‬D‫إ‬Q‫ال‬I‫م‬I‫ك‬M‫ل‬I‫يت‬D‫ض‬M‫ر‬M‫يو‬D‫ت‬M‫م‬Q‫ع‬D‫ن‬ M‫غ‬ K M‫ر‬Q‫ي‬ D‫ف‬ D ‫ا‬ Q‫س‬ ]3[‫يم‬D‫ح‬M‫ر‬ Diharamkan bagimu [memakan] bangkai. jika terjadi sebuah kondisi yang dianggap “dharurat”. Imam alGhazali. darah. ‫اد‬M‫ا ع‬M‫ل‬M‫ا و‬M‫ ب‬M‫ر‬Q‫ي‬M‫ غ‬G‫ر‬I‫ط‬Q‫ اض‬D‫ه‬G‫ الل‬D‫ر‬Q‫ي‬M‫غ‬D‫ ل‬G‫ل‬D‫ه‬I‫ أ‬M‫ و‬D‫ير‬D‫ز‬Q‫ن‬D‫خ‬Q‫ ال‬M‫م‬G‫الد‬M‫و‬M‫ة‬M‫ت‬Q‫ي‬M‫م‬Q‫ ال‬M‫ل‬M‫ع‬M‫ م‬G‫ر‬M‫اح‬M‫م‬G‫ن‬D‫إ‬ K‫غ‬ D‫ن‬M‫م‬M‫ف‬ D‫ه‬D‫ب‬ M‫ا م‬ M‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫و‬ I‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬ ]173[ ¸‫يم‬D‫ح‬M‫ور¸ ر‬I‫ف‬M‫ غ‬M‫ه‬G‫ الل‬G‫ن‬D‫ إ‬D‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬M‫ ع‬M‫م‬Q‫ث‬D‫ا إ‬M‫ل‬M‫ف‬ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. para fuqaha memperbolehkan bahkan mewajibkan aborsi. daging babi dan binatang yang [ketika disembelih] disebut [nama] selain Allah. dalam semua mazhab terdapat ulama yang mengharamkan aborsi secara mutlak.

Ia tidak bersalah. Ia sudah memiliki eksistensi yang pasti.Hadits Nabi “laa dharara wa laa dhiraara”. Dalam pandangan fuqaha. Ia mengemukakan tiga dalil sebagai berikut: 1. Dalam hal ini. bahwa kehamilan pra nikah akibat seks bebas tampaknya tidak terlalu menarik perhatian fuqaha klasik. karena itu tidak boleh digugurkan baik sebelum maupun sesudah takhalluq. maka yang harus dipertahankan adalah hal yang menimbulkan kerugian paling berat dengan mengorbankan kerugian yang lebih ringan”. Mengenai rincian dan contoh-contoh kasus yang masuk dalam kaedah ini. Karena itu ia tidak boleh dikorbankan demi menyelamatkan janin yang eksistensinya belum pasti dan belum memiliki kewajiban. PPFNU.98 Diantara alasan yang sering dikemukakan fuqaha untuk membolehkan aborsi adalah keringnya air susu ibu yang disebabkan kehamilan. Al-Isra’: 16] Berdasarkan ayat ini seorang janin tidak menanggung dosa ibunya. sementara ia sendiri sedang menyusui bayinya. [Jakarta: Makalah Semi-Loka Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. karena tubuhnya yang kurus dan rapuh. Husein Muhammad. maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu [supaya menta`ati Allah] tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. Dilema kematian antara ibu dan janin dalam pandangan fuqaha dipecahkan melalui pengorbanan janin berdasarkan kaedah: ‫اذا تعرض المفسدتان رعي أعظمهما ظررا بإرتكاب اخفف الضررين‬ “Jika terjadi pergulatan antara dua hal yang sama-sama merugikan. Sa’id Ramadhan al-Buthi dengan tegas mengatakan bahwa aborsi untuk kasus yang demikian adalah haram mutlak. lihat al-Suyuthi dalam alAsybah wa an-Nazhair dalam pembahasan mengenai kaedah keempat “ad-Dharar Yuzal”. Sementara itu. Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. kematian ibu lebih berat daripada janin. kelahirannya dipastikan akan membahayakan jiwa ibu. Dalam kasus-kasus seperti ini aborsi tanpa memandang usia kehamilan. h. Q.99 Adapun terkait dengan aborsi di luar nikah lazimnya mempunyai mata rantai pada seks bebas. tetapi menarik perhatian tersendiri bagi fuqaha kontemporer. [QS. dan kaedah fiqhiyah “ad-dharurat tubihu al-mahdhuraat”. maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan [ketentuan Kami].S. karena ibu adalah induk darimana janin berasal.6-7 99 98 . sementara janin belum. Alasan lain adalah ketidakmampuan ibu menanggung beban hamil. memiliki kewajiban dan hak. Dalam keadaan demkian ia atau suaminya tidak mampu membayar air susu yang lain. Namun sangat disayangkan. Tidak sedikit seks bebas mengakibatkan terjadinya kehamilan di luar nikah. al-Isra : 16 ]16[‫ا‬n‫ير‬D‫م‬Q‫د‬M‫ا ت‬M‫ اه‬I‫ل‬Q‫و‬M‫ق‬Q‫ا ال‬M‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬ M‫ن‬Q‫ر‬G‫م‬M‫د‬M‫ف‬ M‫ ع‬G‫ق‬M‫ح‬M‫ا ف‬M‫يه‬D‫ف‬ ‫وا‬I‫ق‬M‫س‬M‫ف‬M‫ا ف‬M‫ا يه‬M‫ن‬Q‫ر‬M‫م‬M‫أ‬M‫ق‬n‫ة‬M‫ي‬Q‫ ر‬Q‫ن‬M‫ا أ‬M‫ن‬Q‫د‬M‫ر‬M‫أ‬ D‫ف‬M‫ر‬Q‫ت‬I‫م‬ M‫ك‬D‫ل‬Q‫ه‬I‫ن‬ ‫ا‬M‫ذ‬D‫إ‬M‫و‬ “ Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri.2001]. dapat dilakukan sepanjang menurut penelitian medis yang dapat dipercaya.

100 Hadits ini menunjukkan bahwa anak yang dikandung akibat zina tidak boleh digugurkan. Ma’iz dirajam lebih dulu setelah empat kali membuat pengakuan zina dan meminta Rasulullah mensucikannya. Thabrani.h. Dalam kasus seperti ini aborsi diperbolehkan karena untuk menyelamatkan jiwa si ibu. Mas’alah Tahdid al-Nasl. aborsi yang disebabkan karena perkosaan diperbolehkan jika kelahiran anak tersebut dipastikan akan membawa dampak buruk bagi jiwa dan raga si ibu di kemudian hari. Ahmad. Hak perwalian ada di tangan hakim. karena perempuan diperkosa bukan pelaku tindak pidana sehingga rukhsah aborsi berlaku.. Syarah an-Nawawi ‘ala Sahih Muslim. Shahih Muslim. maka aborsi dengan sendirinya tidak diperbolehkan. karena ia secara syar’i tidak berhak atas janin tersebut.127-139 Ibid. sementara hakim harus mengambil tindakan yang melindungi hak janin yang ada dalam perwaliannya sekaligus hak-hak masyarakat. Kitab al-Hudud bab Man I’tarafa ‘ala Nafsihi bi al-Zina. Si ibu tidak memiliki hak syar’i atas anaknya. barulah ia dirajam. aborsi akibat perzinahan dipandang oleh fiqh kontemporer sebagai tindak kriminal yang berkaitan erat dengan moralitas sosial [jarimah ijtima’iyah]. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Dalam kondisi seperti ini berlaku hadits Nabi yang menyatakan: “umatku dibebaskan dari kekeliruan.  Aborsi terhadap janin hasil hubungan di luar nikah juga bertentangan dengan kaedah “sadd adz-dzari’ah”.104 Apalagi perempuan tersebut hamil bukan atas kemauannya sendiri melainkan dipaksa. termasuk hukuman jilid. yakni dengan munculnya sikap permisif terhadap pergaulan bebas.102 Demikianlah.. Setelah si anak disapih dan diserahkan kepada orang lain. hadits ke-1695 Al-Imam an-Nawawi.h. Berdasarkan kaedah ini ibu dari si bayi tidak boleh menggugurkan kandungannya. Formulasi hukum di atas mencerminkan ketegasan fiqh sekaligus elastisitasnya.  Adanya kaedah fiqhiyah yang menyatakan “tasharruf al-imam ‘ala al-ra’iyah manuthun bi al-maslahah”. Juz XI. Abu Dawud an-Nasa’i dan al-Hakim]. Oleh karena itu aborsi tidak diperbolehkan karena akan membawa dampak negatif bagi masyarakat secara luas. demikian pula lelaki yang menghamilinya. Pengecualian hanya berlaku jika si perempuan diancam dibunuh jika tidak melakukan aborsi. Juz II. aborsi karena perzinaan tidak demikian. harus ditangguhkan ketika perempuan sedang hamil demi menjaga kehidupan janin.201 102 103 104 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Oleh karena kehamilan itu sendiri disebabkan oleh perbuatan haram. h. Bahkan Imam Nawawi dalam syarah atas hadits ini menyatakan bahwa semua had. Namun terhadap perempuan Ghamidiyah itu Rasul menangguhkan hukuman rajam sampai ia melahirkan anaknya dan menyapihnya. [rukhsah tidak berlaku untuk perbuatan-perbuatan maksiat].159-160 .101  Bahwa hukum yang memperbolehkan aborsi di bawah 40 hari usia kehamilan berlaku untuk nikah yang sahih dan bahwa kebolehan aborsi adalah bersifat rukhsah. h. Berbeda dengan aborsi dalam perkawinan di mana kedua orang tua punya hak atas janin. yang datang kepada Rasulullah dengan membawa pengakuan ia telah berzina dengan Ma’iz bin Malik dan sedang hamil karenanya.143 Ibid.[HR. Ketentuan hukum yang keras namun tetap ada celah untuk menempuh apa yang aslinya 100 101 Muslim.hadits mengenai perempuan Ghamidiyah yang diriwayatkan Muslim dari Buraidah ra. Aborsi untuk kasus seperti ini boleh. kealpaan dan sesuatu yang dipaksakan kepadanya”.103 Berbeda dengan aborsi yang disebabkan oleh perzinahan. Padahal ada kaedah fiqhiyah yang mengatakan “al-rukhas laa tunaathu bi al-ma’ashi”.

Juz VIII. Jumhur ulama mengatakan ghurrah wajib tanpa memandang usia janin.180-186 Lihat Ibnu Hajar. Ini adalah pendapat jumhur. menakut-nakuti.diharamkan ketika terjadi benturan dua kemudharatan merupakan salah satu pola pemikiran yang khas dalam fiqh. h. dan ta’zir [hukuman atas pertimbangan hakim]. pelaku atau penyebab aborsi dikenakan diyat penuh. dan orang tua janin bukan kafir harbi kedua-duanya. h. t. [] B. h. Ada beberapa macam sanksi bagi pelaku atau penyebab aborsi sesuai dengan akibat yang ditimbulkannya: ghurrah [denda yang nilainya 5% dari diyat penuh atau senilai lima ekor unta]. diyat [tebusan]. dalam kasus perzinahan.108 Diyat penuh juga berlaku jika janin yang sudah diketahui hidup di rahim ibunya terbunuh karena tindak kriminal terhadap ibunya dan bukan dimaksudkan untuk membunuh janin itu sendiri. 391 107 108 Ibnu Rusyd. Hak ibu yang mengandung justru tidak mendapatkan tempat sama sekali. Juz IX. al-Mughni. al-Mughni. Namun Imam Malik mewajibkan ghurrah tanpa memandang apakah janin sudah berbentuk atau belum.th]. al-Syarbini. asalkan janin sudah melewati masa mudghah. Itu bisa dimengerti karena fiqh diformulasikan untuk menjamin tercapainya maqashid al-Syari’ah yang dalam konteks ini adalah hifdz al-nafs dan hifdz al-‘irdh. Ibnu Qudamah. [Cairo: Musthafa Muhammad. Orang yang terkena hukuman itu bisa ibu si janin sendiri dan bisa juga orang lain. Juz VIII. Mughni al-Muhtaj. Misalnya. Juz IV. Ghurrah berlaku jika aborsi telah memenuhi lima syarat yakni: adanya tindakan tertentu yang menyebabkan janin gugur. [Beirut: Dar al-Fikr. ghurrah wajib pada usia kehamilan di bawah 6 bulan. Satu hal yang perlu dicatat di sini. Namun jika tindakan itu memang dimaksudkan 105 106 Sa’id Ramadhan al-Buthi. menyebarkan bau busuk. Mas’alah Tahdid al-Nasl. 312 Ibnu Qudamah. t. mengancam.41 . t. Juz II. janin sudah melewati masa mudghah [sudah terbentuk]. h. Setelah itu. janin gugur setelah terjadinya tindakan tertentu. membiarkan kelaparan.105 Yang dimaksud tindakan di sini adalah semua hal yang bisa menjadi penyebab keguguran. menghina.103. kifarah [ganti rugi]. bahkan membuat si hamil terpesona. termasuk ucapan. Akibat Hukum Aborsi Pelaku aborsi atau penyebab keguguran dalam fiqh Islam dikenakan hukuman. kontroversi dengan kalangan aktivis “pro-choice” terjadi. berteriak keras. maka pelaku atau penyebab keguguran mesti membayar ghurrah tanpa melihat apokah tindakan itu disengaja atau tidak. Tuhfah al-Muhtaj. janin keluar dalam keadaan meninggal. Wiqayatan wa ‘Ilajan.th]. Dengan demikian pemikiran yang dikembangkan oleh al-Buthi di atas sebetulnya merupakan representasi dari pendirian sebagian besar fuqaha kontemporer.107 Ulama Hanabilah memberikan tafshil. mengejutkan. [Beirut: Ihya al-Turast al-Arabi].39. h. [Riyadh: Maktabah al-Riyadh al-Haditsah.106 Para ulama berbeda pendapat mengenai kapan usia janin yang gugur mewajibkan ghurrah. h. Jika hal-hal tersebut membuat si perempuan keguguran. Bidayah al-Mujtahid. pendekatan hukum aborsi dalam fiqh dilakukan dengan mengedepankan hak janin dan hak masyarakat. Pada titik inilah antara lain.th].

maupun empat bulan sama saja. Namun tidak termasuk dalam hal ini jika sang janin sudah tidak hidup ketika masih dalam rahim ibu. Jika kehidupan dimulai dari saat pembuahan. h. maka pelakukanya wajib membayar kifarat.ke-1. Setelah pembuahan. Ini dipengaruhi oleh pandangan Kristiani yang berkembang di Barat saat itu.109 C.105 Harkristuti Harkrisnowo. Dari sudut agama.130-131 . h. sedang yang lain disimpan atau dimusnahkan. Ketika tekhnologi bayi tabung ditemukan tahun 1979. Aborsi dalam Spektrum Hukum Positif dann Hukum Islam Masalah aborsi dibahas dalam KUHP dan UU no. maka memusnahkan sel-sel yang tersisa adalah pembunuhan. Dalam lafal sumpah dokter yang disusun oleh World Medical Association tahun 1948. Ibid. Mughni al-Muhtaj. Dilema ini kemudian dipecahkan oleh sebuah keputusan di Venesia tahun 1983 yang intinya dokter menghormati kehidupan sejak kehidupan itu dimulai. sumpah dokter di atas menimbulkan dilema.110 Di sini persoalan menjadi terkait dengan kapan janin mulai dianggap sebagai makhluk bernyawa. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.untuk mencelakai si janin itu sendiri. Dalam dunia kedokteran hal yang sama juga terjadi. Pada saat itulah menurut Ford. Cet. Dilema bayi tabung terselesaikan. usia kandungan tidak menjadi persoalan hukum. Juz IV. disebutkan bahwa dokter harus menghormati kehidupan insani sejak saat pembuahan sel sperma. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi.111 Perbedaan pandangan mengenai kapan kehidupan di mulai ini berakibat pada perbedaan tafsir mengenai ketentuan yang diatur dalam KUHP dan UU Kesehatan. Dalam KUHP ada beberapa ketentuan yang mengatur aborsi yakni pasal 346. pasal mengenai pengguguran kandungan dimasukkan ke dalam bab menangani “kejahatan terhadap nyawa”.5 111 Kartono Muhammad. karena bayi tabung diproses melalui pengambilan beberapa [7-10] sel telur yang kemudian dibuahi oleh sperma suaminya di laboratorium. yaitu lipatan ke dalam yang terbentuk pada zygote [hasil pertautan sel telur dan sperma] saat berusia empat minggu. kontroversi mengenai hal ini telah dijelaskan. satu bulan. hanya beberapa yang dikembalikan ke rahim ibunya. h. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. Ford kemudian menunjukkan bahwa kehidupan dimulai setelah pembentukan primitive streak. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. 347. lihat juga al-Syarbini.. Jika melihat KUHP itu sendiri. Persatuan Dokter Spesialis Kebidanan se-Dunia dalam perkembangannya menetapkan bahwa kehidupan dimulai sejak sel telur yang dibuahi menempel di dinding rahim. Dengan demikian secara implisit berarti tindak pidana ini dilakukan terhadap korban yang berada “in rerum natura” atau berada dalam keadaan “in being” yang berarti pula bahwa ia harus berada dalam keadaan hidup. Dalam KUHP. h. Demikian pendapat ulama Syafi’iyah dan Hanabilah. Sebaliknya mengembalikan seluruh sel yang dibuahi ke rahim ibu juga tidak mungkin dan memperbesar resiko kegagalan. 1998]. Namun hasil penelitian Norman F. karena ada janin yang dikeluarkan secara paksa. 349 dan 350 109 110 Ibnu Qudamah. 348. embrio baru bisa disebut sebagai person atau makhluk insani. Satu hari.403.

dan 348.  Cara menggugurkan atau membunuh kandungan itu rupa-rupa. baik dengan obat yang diminum. dikenakan pasal ini. 3. atau menjaga kesehatannya. 2.  Orang yang sengaja menggugurkan atau membunuh kandungan seorang perempuan dengan tidak izin perempuan itu dihukum menurut pasal 347. maka bagi mereka hukumannya ditambah dengan sepertiganya dan dapat dipecat dari jabatannya [pasal 349]. Menggugurkan kandungan yang sudah mati. dikenakan pasal 348. tidak dihukum. Pasal 350: pada waktu menjatuhkan hukuman karena makar mati. maupun dengan alat-alat yang dimasukkan melalui anggota kemaluan. 5.1-5 Dari rumusan yang ada. tidak mempermasalahkan cara melakukannya Dalam praktek yang diajukan ke pengadilan pada umumnya adalah orang yang menggugurkan kandungan. tidak dihukum. apabila dilakukan dengan izin perempuan itu. tidak mempermasalahkan usia kandungan. Pasal 349 secara spesifik menentukan sanksi pidana bagi mereka yang melakukan aborsi dalam kerangka profesi mereka yakni membantu salah satu kejahatan yang tersebut dalam pasal 346. Ditambahkan dalam ayat 2. yang disebut tindak pidana hanyalah yang berupa “menyebabkan gugur atau mati kandungan” yang berarti: 1. Ditambahkan dalam ayat 2. maka dia dihukum penjara selamalamanya tujuh tahun. [doodslag] pembunuhan direncanakan [moord] atau karena salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 344. 2. jika karena itu perempuan mati. Sebaliknya apabila dokter dan sebagainya itu menggugurkan atau membunuh kandungan untuk menolong jiwa perempuan. bidan atau ahli obat membantu kejahatan dalam pasal 347 dan 348.  Perempuan yang sengaja menggugurkan atau membunuh kandungannya atau suruhan orang lain untuk itu. 347. dapat dijatuhkan hukuman mencabut hak yang tersabut dalam pasal 35 No. jika karena perbuatan itu perempuan mati maka dia dihukum penjara selamalamanya lima belas tahun. demikian pula tidak dihukum orang yang untuk membatasi kelahiran anak mencegah terjadinya hamil [Maltthusianisme]. Pasal 347 berunsurkan: a] barang siapa b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan d] tidak diizinkan oleh perempuan itu e] dihukum penjara selama-lamanya dua belas tahun.1. 347 dan 348. 4. Hal ini karena ketidakjelasan identitas mereka di samping para terdakwa tidak mau . Pasal 346 KUHP berunsurkan sebagai berikut: a] perempuan b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya d] menyuruh orang lain untuk itu e] dihukum penjara selama-lamanya empat tahun.  Jika seorang tabib. sedangkan si perempuan sendiri lolos dari jeratan hukum. maka hukumannya dapat ditambah sepertiga dari yang terdapat dalam ketentuan yang dilanggar dan dapat dipecat dari jabatannya yang digunakan untuk melakukan kejahatan tersebut. Pasal 348 berunsurkan: a] barang siapa b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan d] dengan izin perempuan itu e] dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan.

Namun keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu. Ini semua menyebabkan aborsi menjadi “dark number of crime” sampai sekarang. Menakar “Harga” Perempuan. h. 3. apalagi memberi ruang bagi ibu untuk melakukan aborsi karena mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. norma kesusilaan dan norma kesopanan. yakni: ”Tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun dilarang karena bertentangan dengan norma hukum. Alasan medis memang dikemukakan dalam konteks menjaga nilai-nilai moral.memberikan kesaksian yang justru memberatkan mereka jika ia mengungkap identitas orang yang digugurkan kandungannya. ketentuan mengenai aborsi juga terdapat dalam UU Kesehatan No. norma agama. 2. (2) Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat [1] hanya dapat dilakukan: 1. 23 tahun 1992. Apalagi kalimat terakhir menyebutkan “untuk menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin” yang sudah pasti bukan tindakan aborsi. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi.113 Dari Pasal di atas seakan-akan UU ini memperbolehkan pengguguran kandungan dengan alasan tertentu. namun tidak jelas apakah aborsi termasuk salah satu tindakan yang diperbolehkan. Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli. Lebih dari itu dalam perundang-undangan yang ada tidak tercantum dictum yang menyatakan persyaratan aborsi. h. karena aborsi tidak pernah menyelamatkan jiwa janin. Kartono Muhammad. Yang boleh diambil adalah “tindakan medis tertentu”. Pada sarana kesehatan tertentu. tetapi di sisi lain pemerintah atau pengadilan bisa saja menafsirkannya sebagai tindakan selain aborsi. Akan tetapi penjelasan pasal ini merumuskan suatu hal yang membingungkan. 4.65-66 .276-277 Dr.112 Selain KUHP. sebab pada kalimat awal ditegaskan bahwa pengguguran kandungan atas alasan apapun dilarang.114 Di sini terasa ada keragu-raguan pemerintah Indonesia dalam menghadapi masalah aborsi.6-8 Syafiq Hasyim [ed]. jika itu dipandang sebagai tindakan darurat.” Bagi beberapa orang. Namun UU ini juga menimbulkan kebingungan penafsiran.[] 112 113 114 Harkristuti Harkrisnowo. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. h. “tindakan medis tertentu” diartikan sebagai aborsi. Dalam pasal 15 dinyatakan: (1) Dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu. berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut.

sehingga banyak variable yang dipertimbangkan dalam proses penentuan hukum aborsi.  Pada perempuan yang sudah menikah. pacar tidak mau bertanggung jawab. Alasan tersebut ialah:  Pada perempuan yang belum atau tidak menikah. berstatus janda yang hamil di luar nikah. Sayangnya sampai kini persoalan kapan kehidupan dimulai masih menjadi sesuatu yang diperdebatkan oleh para ahli. jumlah anak yang terlalu banyak. 5 . alasannya antara lain karena kegagalan alat kontrasepsi. atau karena berstatus sebagai isteri kedua dan suaminya tidak menginginkan kehadiran anak dari dia. 2. Sekalipun secara moral-ideal dan legal-formal aborsi dilarang. Namun demikian Islam mempunyai corak hukum yang lebih fleksibel. h. alasan melakukan aborsi di antaranya karena masih berusia remaja. Satu hal yang penting untuk dicatat adalah bahwa nilai-nilai moral yang mendasari seluruh bangunan hukum tentang aborsi –baik hukum agama maupun hukum negaraternyata mengalami kesulitan penerapan dan perbenturan di tingkat lapangan. aborsi pada dasarnya adalah tindakan yang dilarang. tampak bahwa dasar pelarangan aborsi adalah penghormatan kepada kehidupan. sedang dalam proses perceraian dengan suami. Melihat perdebatan yang terjadi. baik dalam Islam maupun dalam hukum positif.BAGIAN KE-LIMA TELA’AH TENTANG ABORSI Bertitik tolak dari data pada paparan di atas. termasuk sanksisanksi hukum dirumuskan untuk melindungi kehidupan makhluk bernyawa yang bernama janin ini. Dari perspektif agama-agama samawai. toh praktek aborsi 115 Ibid.. khususnya Islam. jarak kelahiran yang terlalu rapat.115 Sementara itu. baik dari kalangan agama maupun medis. takut pada orang tua. terlalu tua untuk melahirkan. khususnya kepada yang bernyawa. faktor sosial ekonomi [tidak sanggup lagi membiayai anak-anaknya dan khawatir masa depan anak tidak terjamin]. dan berstatus sebagai simpanan seseorang dan dilarang hamil oleh pasangannya. 3. dapat disimpulkan bahwa banyak alasan yang mengakibatkan perempuan melakukan aborsi. dari uraian di atas mendorong penulis untuk menyatakan beberapa hal berikut ini: 1. Berbagai perangkat hukum. alasan medis.

al-Radd al-Mukhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar. atau bahkan satusatunya. Ibnu. 6. sudah saatnya agama Islam menyatakan pendirian yang tegas dengan segala konsekuensinya. Major Legal Systems in The World Today. Di tengah dilema antara nilai moral dan tuntutan kebebasan perempuan untuk menjalankan hak-hak reproduksinya [pro-choice] seperti yang terjadi sekarang. Sa’id Ramadhan.menunjukkan angka yang cukup tinggi. E. Dari semua ketentan diatas. Oleh karen itu menjadi bisa dimengerti jika suara yang menginginkan diberikannya hak ini kepada perempuan kian hari kian nyaring terdengar. 4. Syiria. dan membuat sistem sosial yang siap dengan segala resiko pilihan sikap “pro-life”. bahwa aborsi yang dilakukan oleh pasangan yang diluar nikah dalam Islam menurut pendapat para Imam adalah "haram mutlak". Wiqayatan wa ‘Ilajan. Agama dan hukum tidak boleh ambigu. Bila pilihan “pro-life” merupakan pilihan terbaik. Dalam kasus tertentu bahkan hak perempuan ini dinafikan sama sekali. R. Shahih Bukhari. Ihya ‘Ulum al-Din. h. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. mensosialisasikan sikap bisa menerima anak yang lahir dari kehamilan yang tidak dikehendaki. C. Ini semua menunjukkan bahwa pendekatan terhadap masalah aborsi semata-mata dari sudut moral dan hukum tidak cukup. Sementara itu dalam kasus yang sudah pasangan yang sudah menikah hukum yang berlaku adalah "kondisional" dalam artian tergantung situasi yang berlaku tersebut. Aborsi juga signifikan menyumbang angka kematian ibu akibat proses reproduksi yang tidak aman. CD. sebab ambiguitas seperti ini terbukti tidak menyelesaikan persoalan. 1998 al-Bukhari..Rom al-Buthi. (London: 1968). baik hukum positif maupun –terutama. Misalnya. Mas’alah Tahdid al-Nasl. al-Imam. 2000 David. Kenyataannya. menyiapkan sikap mental dan sosial masyarakat agar tidak mau melakukan aborsi. maka Islam juga perlu mempersiapkan berbagai perangkat yang mendukung tersosialisasikannya pilihan itu di tengah masyarakat. Juz II. 1983 . Beirut: Dar al-Ma’rifah. Jakarta: Ikhtiyar Baru Van Hoeve. [] DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an al-Karim Abidin. 19 Ensiklopedi Islam. J. 1979 Adrina dkk. 5. 1994 al-Ghazali.fiqh Islam tidak memasukkan agenda hak-hak reproduksi perempuan –dalam hal ini hak untuk memutuskan hamil atau tidak dan hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi yang amandalam konsideran hukumnya. Brierly. Beirut: Dar al-Fikr. Hak-Hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung. Juz II. Maktabah al-Farabi.

. 1992 Muslim. Makalah. PPFNU.th Kung. terj. Surabaya: PWNU. t. t. 1965. 1997 Hajar. Makalah. M. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1998. Theology of The Third Millenium. 1999. Makalah. Cet. 2001 al-Nawawi. Syafiq. Attashendartini. Cet.ke-2 Rahardjo. Ibnu. Islam dalam Krisis: Antara Perang Suci dan Teror Kotor. 1995.ke-1 Muhammad.Dawam. Jakarta: PPFNU. ke-2 Qudamah. al-Mughni. “Abortus Menurut Hukum Islam”. Makalah. Beirut: Dar al-Fikr. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. al-Muhalla. Menakar “Harga” Perempuan. Ibnu. New York: Doubleday. . A. Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah. Jakarta:. 2. Dari The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror. “Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum”. Juz VIII. Juz II. Cairo: Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar. Kartono. Jakarta: Balai Pustaka.. Juz IX. Hans. Masyhuri. Juz XI. Jawa Pos Press: 2004.Bernard. 2001 Hasan. Cairo: Musthafa Muhammad. Syarah an-Nawawi ‘ala Sahih Muslim. dkk. (ed). 2000 Hazm. “Fakta-Fakta Aborsi”.(CET. al-Imam. Al-Mujaz fi Ushul al-Fiqh. (Jakarta: Penerbit PARAMADINA. Cet.Hasyim. Jakarta: PPFNU. t. Cet. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Suci. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Juz XI Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Depdikbud RI. Riyadh: Maktabah al-Riyadh al-Haditsah. Bandung: Mizan. Ali. Sahih Muslim. Ibnu.th al-Qaransyawi. Surabaya. 2002 . Tuhfah al-Muhtaj. 1992 Muhammad.th Harkrisnowo. Abdul Jalil. Husein. 1988 Lewis. 1. CET. Cairo: Universitas alAzhar. ke-1 Habsjah. “Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer”. Masail Fiqhiyah al-Haditsah pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. Aziz. 1998 al-Haq. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh al-Nisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyyah. Jaad al-Haq ‘Ali Jaad. Harkristuti.

Edindurgh: Edinburgh University. Mughni al-Muhtaj. Yang terakhir.Kediri. Hj. Dr. (Kairo: Dâr al-Syurûq. Jombang selama enam tahun ( 1966 – 1971 ). 1995. Haji Masagung. Beirut: Ihya al-Turast al-Arabi Watt.. Prof.Juli 2005 ia menjadi Guru Besar bidang ilmu Tafsir di Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya.M. Di luar kegiatan akademik ia aktif di Muslimat NU Wilayah Jawa-Timur. Rusyd. 1989. Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis terj.th Syalthut. Gelar Magister Agama ia peroleh di Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2000. Islamic Political Thought. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. ed. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. Beirut: Dar al-Fikr. Kediri. dari Sociology of Religion oleh Ahmad Fedyani Saifuddin. 1986 BIOGRAFI PENULIS Prof. ke-3 Zuhdi.. SH. Istibsjaroh. Masyfuk. Ia juga memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Darul Ulum Jombang pada tahun 1997. LPTQ Jawa Timur dan Majlis Ulama Jawa Timur. 1987.Program doktornya ia peroleh di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2004. 2001). Cet. Dalam rentang waktu antara 1979 .1994 sempat menjadi guru Madrasah Aliyah di Purwoasri . Program doktoralnya ia selesaikan pada tahun 1979 di Fak. Juz II. Nihayah al-Muhtaj. Surabaya: Bina Ilmu. Zuhdi.Robertson. Ibu dari enam orang anak ( lima putri dan satu putra ) ini dilahirkan di Jombang. isteri dari KH. Jakarta: CV. Zaimuddin Badrus Sholeh ini juga pernah menjadi anggota fraksi Karya Pembangunan di DPRD II Kab. Dra. Islam dan Keluarga Berencana di Indonesia. Dr.th al-Ramli. Juz IV. Masyfuk. Juz VIII. Selama dua periode ( 1992 . Jawa Timur pada 19 September 1955. Mongomery. Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang. t. W. al-Syarbini. t.Ag. Mahmud. Pendidikan menengahnya..1997 dan 1997 – 1999 ) . Bidayah al-Mujtahid. ia juga sebagai salah satu Pengasuh Pondok Pesantren “Al. Pada tahun 1971-1975 menempuh pendidikan guna memperoleh gelar sarjana muda di Universitas Hasyim Asy’ari Jombang. Pendidikan Dasarnya dia lalui di MI Bulurejo tamat pada tahun 1965. Ibnu. Aktivitas kesehariannya sekarang selain kepala lembaga Penelitian.Hikmah” Purwoasri Kediri tempat ia dan keluarganya tinggal . al-Imam. MTs. dan MA ditempuh di sebuah Pesantren Putri “Walisongo” Cukir.. ia juga menjadi Tenaga Edukatif di Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel Surabaya serta aktif di Pusat Studi Jender di tempat ia mengajar.Roland. Al-Islâm: ‘Aqîdah wa Syarîah. Cairo: Dar al-Syuruq.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful