P. 1
buku-pornografi

buku-pornografi

|Views: 765|Likes:
Published by Al_Mahdie

More info:

Published by: Al_Mahdie on Nov 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2012

pdf

text

original

MENIMBANG HUKUM PORNOGRAFI, PORNOAKSI DAN ABORSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

OLEH PROF.DR. HJ. ISTIBSJAROH, SH, MAg

DAFTAR ISI MENIMBANG HUKUM PORNOGRAFI, PORNOAKSI DAN ABORSI PERSPEKTIF ISLAM Kata Pengantar Paradigma Pornografi, Pornoaksi dan Aborsi di Indonesia Prof. Dr. H. Ridlwan Natsir, Mag I PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI Bagian Pertama Ruang Lingkup Pornografi dan Pornoaksi A. Hakekat Pornografi dan Ponoaksi B. Sejarah Pornografi dan Pornoaksi C. Kreteria dan Batasan Pornografi D. Media dan Akses Pornografi dan Pornoaksi Bagian Ke-Dua Pornografi dan Pornoaksi dalam Perspektif Hukum Islam A. Teks al-Qur’an B. Tinjauan dari Berbagai Tafsir al-Qur'an 1. Tafsir al-Munir 2. Tafsir al-Thabary 3. Tafsir al-Maraghi 4. Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir 5. Tafsir al-Alusi Surat al-Nur C. Tinjauan As-Sunnah dan Kaidah Ishul Fiqh. Bagian Ke-Tiga Pornografi dan Pornoaksi dalam Kehidupan Sosial Masyarakat A. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Global B. Pornografi dan pornoaksi dalam Masyarakat Lokal C. Kontraversi Undang-Undang Pornografi dan Pornoaksi Dalam Sosial Kemasyarakatan Lampiran Fatwa MUI Tentang Pornografi dan Pornoaksi II ABORSI Bagian Pertama Fenomena Aborsi Bagian Ke-Dua Desain Aborsi A. Definisi dan Hakekat Aborsi B. Macam-Macam Aborsi C. Faktisitas Aborsi di Indonesia

Bagian Ke-Tiga Aborsi Dalam Hukum Islam A. Hukum Aborsi Dalam Islam B. Akibat Hukum Aborsi C. Aborsi dalam Spektrum Hukum Positif dan Hukum Islam Bagian Ke-empat Telaah Hukum Aborsi Daftar Pustaka Biografi Penulis

pertumbuhan dan tradisi. Sementara dimasa depan. ataupun pengintaian satelit]". yang konon merupakan negeri yang sangat agamis dan selalu menjunjung tinggi norma. Munculnya era reformasi. film. gambar atau pose yang "panas dalam adegan" tetapi "tidak panas dalam ide. terutama delima antara kebebasan dan moralitas. Itulah sisi lain wajah moral yang sama-sama dapat kita saksikan setiap saat di negeri kita tercinta ini. Tidak main-main kasus-kasus tersebut sempat juga sampai kemeja para anggota MPR RI sebagai materi rapat dan acuan kebijakan pemerintah dalam upaya membuat RUU anti . aksi sensual. justru mendapat kecaman yang luarbiasa dari masyarakat lainnya yang mendukung polah tersebut sebagai produk seni tinggi [upaya membelenggu kreatifitas]. seakan menyentak kesadaran kita bahwa kebebasan pers yang telah digulirkan oleh pemerintah. Nafa Urbah. PORNOAKSI DAN ABORSI DI INDONESIA Prof. Sekedar pengingat. Boleh jadi ini yang merupakan salah satu bentuk penyesatan umat dan sekaligus dapat dibilang masuk dalam kategori "kekerasan informasi". Anjasmara. [Yastraf Amir Peiling] Menjamurnya pose seronok. Dan mungkin akan ditambah semarak lagi dengan munculnya majalah "Play Boy" di negeri ini yang akan menambah daftar panjang parade pornografi dan pornoaksi. sebagai dampaknya banyak literatur. Sebagai bahan acuan hasil survay Ely Risman [Psikolog] menunjukkan sekitar 98 persen anak-anak Indonesia terbiasa mengakses media-media yang menampilkan pornografi [Republika 8 Maret 2006]. norma agama. Dr. Dan kalau ditanya pasti alasan yang disampaikan dan digulirkan oleh mereka tetap sama sebagai sebuah "prodak seni" yang harus dinikmati dan disyukuri. telivisi global. peran negara tidak lagi diharapkan dalam mengatur dan mengendalikan sebagai aspek-aspek kehidupan sosial. Ridlwan Nasir. ternyata sebahagian besar tidak ditanggapi dengan positif oleh banyak media. Realitas tersebut berakses pada kebebasan dalam etika dan norma.PENGANTAR PARADIGMA PORNOGRAFI. khususnya pada anak-anak dan generasi mudanya. tema dan kritik". dan nilai moral bangsa. Fakta ini juga diperkuat oleh "Jejak Kaki Internet Protection" yang mencatat 97 persen anak usia 9-14 tahun ternyata pernah mengakses situs porno [Republika 8 Maret 2006]. Dewi Rezer. Pada tataran tersebut kondisi Indonesia sudah dalam keadaan memprihatinkan dan dalam taraf membahayakan. telah membawa dampak kebebasan yang lain yakni prilaku yang sangat mengabaikan budaya malu.M. etika. dan film-film porno di berbagai media [cetak atau elektronik]. H. MA "Persoalan media dan pornografi. Sarah Azhari. mungkin memori di otak kita belum hilang dengan kasus-kasus pose seronoknya artis-artis kita mulai Shopia Latcuba. unggah-ungguh [sopan santun] dan seterusnya. ketika sebagian masyarakat Muslim menentang dan mengutuk polah aksi pornografi. Media lebih mengedepankan "profit orientied". termasuk media [internet. pornoaksi adalah persoalan yang sangat delematis. pornoaksi dan hal sejenisnya adalah "haram". kreatifitas dan norma. tapi justru ditanggapi dengan kebebasan tanpa batas. dan sederet artis lainnya yang diabadikan oleh majalah RHA yang konon juga telah beredar di manca negara [prestasi atau bencana!]. Ironis memang.

Hal yang berkaitan dengan seksualitas. Dan bagi seorang wanita bagian tubuh yang terbilang sebagai ”aurat" adalah seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. merangsang ataupun melanggar budaya Timur--tampak kabur dan bisa berubah-ubah. An-Nûr ayat 31]. Kreterianya pun belum jelas–apakah melanggar bartasan kesopanan. seorang tidak dibenarkan menampakkan auratnya. gambaran tentang sebahagian "aurat" perempuan. leher dan dadanya [QS. budayawan. dan kireteria merangsang yang menjadi tolak ukur pornografi dan pornoaksi dari berbagai pendapat juga masih mengandung kontroversi. tetapi ternyata faktanya sampai sekarang masih dalam wacana yang terus bergulir tampa adanya penyelesaian. Oleh karena itu seorang wanita yang sudah baligh manakala keluar [masuk dalam kehidupan umum] dari rumah harus mengenakan jilbab yakni pakaian luar yang menutup tubuhnya hingga sejengkal dibawah mata kaki [QS. Semuanya mengandung interpretasi yang sangat mudah diperdebatkan bahkan disangkal. seperti rambutnya. semuanya akan memberikan rumusan yang berbeda bahkan bertolak belakang. Artinya hanya kepada orang yang terikat dengan tali pernikahan yang sah saja diperkenankan melakukan aktifitas seksual. bahkan menjadi kabur disebabkan pandangan masyarakat yang dipengaruhi oleh derasnya arus sekularisasi dan globalisasi.pornografi dan pornoaksi atau yang ramai diberdebatkan RUU APP [Anti Pornografi dan Pornoaksi]. Melalui muhrimnya. tangannya. Akan halnya dalam kehidupan umum. perawat dan penyelidik. Bila pornografi dan pornoaksi diserahkan batasan dan kreterianya kepada kita terutama pada kalangan pendidik. MUI [Majelis Ulama' Indonesia] sendiri sebagai kontrol masyarakat yang sudah mengelurkan fatwa "haram" terhadap hal-hal yang berbau pornografi. Sebab bagi para phothografer atau pekerja seni yang sejenis yang akrab dengan para artis dan dunia entertaiment. pornografisasi dan pornoaksisasi telah banyak melahirkan kader-kader baru bahkan lebih panas dari sebelumnya dan ironisnya mendapatkan tempat tersendiri dalam masyarakat dan media kita. Mengapa Fenomena tersebut dapat berlarut-larut dan bahkan akan selalu menjadi fenomena "gunung es" di negeri ini? Bisa jadi karena selama ini. politisi. dan pornoaksi tidak terkecuali kasus-kasus sejenis yang mencuat tersebut sama sekali tidak diperhatikan. batasan mengenai pornografi dan pornoaksi di negeri Indonesia semakin tidak jelas. Faktanya hingga saat ini. maka pose artis tersebut dianggap "masih sopan dan wajar'. dan seniman. . dan mengenakan kerudung yang menutupi kepala. Yaitu Islam memberikan syariat kehidupan khusus [kehidupan keluarga] dan kehidupan umum [kehidupan sosial]. dan kakinya. Sementara itu seorang perempuan diperbolehkan memperlihatkan sebagian aurat-nya kepada para medis dalam hal ini dokter. AnNûr 31]. dapat diinformasikan kepada seorang pria yang melamarnya untuk dijadikan istrinya. Bagi yang menganggap bikini itu sopan. Dalam hal ini seorang wanita muslimah dibolehkan membuka jilbab dan kerudungnya dihadapan para muhrimnya dan orang-orang yang diberi hak oleh syariat untuk melihat aurat yang biasa terlihat manakala wanita tersebut berada dalam rumahnya [QS. Islam telah memberikan arahan untuk memecahkan masalah-masalah manusia. tidak menentu. Di dalam kehidupan khusus tersebut. Dalam hal ini. Islam membolehkannya melalui apa yang dinamakan pintu "pernikahan". termasuk masalah yang terkait dengan seksualitas manusia. Islam membolehkan bagi wanita menampakkan anggota bagian tubuhnya dihadapan anggota keluarga [muhrim]. tontonan tersebut bukan merupakan sesuatu yang merangsang akan tetapi dianggap sebagai produk "seni". alAhzâb 59].

MA. tidak diridhai oleh Allah SWT dan dilarang dengan sangsi dunia dan akhirat bagi pelanggarnya.000 ibu di seluruh dunia sebuah angka yang cukup fantastis sebagai mesin pembunuh. SH. maka seorang wanita muslimah secara jelas mengetahui bahwa mengumbar aurat tubuhnya dihadapan orang yang tidak berhak dan ditempat yang tidak tepat adalah dosa yang harus dijauhi. sebagai pembuka anda akan digiring pada hal-hal yang terkait dengan pornografi dan pornoakasi [sebuah disain yang lengkap] yang kemudian sebagai puncaknya masalah hukum yang terkait dengannya. Bisa dicatat dalam sebulan pasti ada dua sampai tiga kali dalam seminggu kasus yang muncul dan tragisnya lagi pasti akan menimbulkan korban baik dari pihak ibu maupun anak. berdasarkan latar belakang yang terjadi dalam pandangan Islam terdapat ketentuan dan hukum tersendiri. mendorong orang untuk mendekati zina". minuman keras. selamat membaca! semoga buku ini dapat memberi pencerahan dan inspirasi bagi anda. Istibsjaroh. pornoaksi dan aborsi memiliki arti yang jauh berbeda akan tetapi jika ditelisik akan menemukan sebuah benang merah. dalam publik juga tak kalah ramai dengan kasus pornografi dan pornoaksi. Agar lebih hidup pembaca juga akan disuguhi dengan beberapa kontroversi mengenai kententuan hukum pornografi dan pornoaksi dalam mayarakat. yang kemudian diteruskan dengan hukum-hukum dan ketentuan yang terkait dengan aborsi. Karena pornografi yang sifatnya dapat menggoda. Dalam setahun saja aborsi telah menewaskan 100. Buku ini merupakan salah satu buku yang akan membongkar hal-hal yang terkait dengan aborsi yang sebelumnya didahului dengan memperbincangkan tentang pornografi dan pornokasi tentunya dalam perspektif Islam. adalah menggali dan memperbincangkan tentang ruang lingkup aborsi. semoga karya anda menjadi karya yang selalu bermanfaat bagi kebeningan umat. Zakiah Daradjat mengatakan pornografi termasuk pekerjaan mungkar. akan tetapi yang sering mencuat adalah akibat tindakan amoral. Dr Hj. Tidak dapat dikesampingkan juga salah satu tindakan yang terkait dengan akses pornografi dan pornoaksi terkait dengan seksualitas manusia adalah tindak aborsi. Kasus-kasus aborsi yang mencuat. Walaupun secara makna antara pornografi. Dan untuk pembaca budiman. dengan 100 kali pukulan atau cambukan [an-Nûr ayat 2]. Dan sebagai pengantar buku "Menimbang Hukum Pornografi. Sementara itu pada bagian kedua. Prof. Pornoaksi dan Aborsi Dalam Perspektif Islam" saya ucapkan selamat kepada penulis. merampok. dan pekerjaan mungkar lainnya.pornografi itu setara kejinya dengan judi. Untuk itulah buku ini hadir untuk anda para pembaca. Sehingga dengan demikian pornografi dan pornoaksi tergolong dengan tindakan yang kriminial dan pelakukanya patut dijatuhi hukuman. Sebaliknya Islam melarang kehidupan seksual diluar nikah dan berbagai bentuk seks bebas [free sexs] untuk menjaga kejelasan jalur keturunan manusia dan mencegah terjadinya konflik serta tindak anarki akibat hubungan lawan jenis yang tidak teratur. Secara tegas menghukum pelakunya bila masih gadis atau bujang.. "…. [Jawa Pos 6 November 2006] Walaupun dalam berbagi kasus aborsi tersebut memiliki latar belakang yang berbeda.[] . Pada bagian pertama. Hubungan seks diluar nikah dalam pandangan Islam disebut dengan "zina" dan merupakan salah satu tindak kriminal [jarimah]. Yaitu sama-sama terkait dengan seksualitas manusia dan normasusila.. Terkait dengan aborsi. lengkap dengan paparan-paparan data yang mendukung. Dan parahnya para korban tidak menyadari akan perbuatan dan konsekwensi hukumnya baik secara duniawi maupun akhirat.Dengan batasan yang jelas tersebut.

Ridlwan Nasir. MA NIP. Kedua. dan .Surabaya. Maret. ekonomi dan politik. 150203743 I PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI BAGIAN PERTAMA RUANG LINGKUP PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI A.M. H. Hakekat Pornografi dan Pornoaksi Konsep mengenai porno pada dasarnya bersifat intra subyektif dan bahkan inter subyektif dimana subyektifitas individu satu dengan lainnya membentuk seks normatif. Pembagian penduduk berdasarkan agama yang dianut. khususnya ketika ia berhadapan dengan petumbuhan yang terjadi dalam bidang. Pembagian penduduk berdasarkan tempat tinggal perkotaan dan pedesaan. Gambaran mengenai pornografi dan pornoaksi pada masyarakat secara luas bukan merupakan sesuatu yang menetap. Dalam kondisi seperti ini batasan mengenai pornografi dan pornoaksi menjadi suatu entitas yang dapat mengalami perubahan. walaupun akhirnya konsep ini selalu berubah berdasarkan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. sosial. 2007 Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Secara umum pengertian pornografi dan pornoaksi di Indonesia dapat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi sebagai berikut. Pertama. budaya. Dr. sesuai dengan latar belakang sosial cultural yang ada.

[Jakarta. h. Akan tetapi. 137 Tjipta Lesmana. h. . atau pelacur-pelacur terkenal atau yang mempunyai kecakapan tertentu dari Yunani kuno. 30.3 Dalam pengertian aslinya. dari akar kata Yunani klasik πορνη dan γραφειν. Studi Dalam Hukum Perbandingan." "pron. Pada masa modern. Pornografi Dalam Media Massa. [Jakarta. lukisan. penyajian atau konsumsi bahan tersebut dimaksudkan hanya untuk membangkitkan rangsangan seksual. meskipun kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian. pembagian penduduk berdasarkan masyarakat adat yang berada antara satu dan lainnya. Pornografi dalam Hukum Pidana. belakangan istilah pornografi dan pornoaksi digunakan untuk publikasi segala sesuatu yang bersifat seksual. Cet ke I. Puspa Swara. dan gerakan-gerakan tubuh yang membuka tubuh tertentu secara vulgar yang semata-mata untuk menarik perghatian lawan jenis. Sementara itu menurut istilah beberapa para ahli pornografi dapat didefinisikan sebagai berikut. mirip.1 Jika ditelusuri pornografi dari bahasa Yunani "πορνογραφία" pornographia — secara harafiah tulisan tentang atau gambar tentang pelacur kadang kala juga disingkat menjadi "porn. Balai Pustaka. 1988]. 2003] h. Bina Mulia 1987]. 354. [Jakarta.Ketiga. tayangan audiovisual. khususnya yang dianggap berselera rendah atau tidak bermoral. 69. Istilah "pornografi" seringkali mengandung konotasi negatif dan bernilai seni yang rendahan.' Kata ini berkaitan dengan kata kerja yang artinya menjual. Pornographos. Istilah eufemistis seperti misalnya film dewasa dan video dewasa biasanya lebih disukai oleh kalangan yang memproduksi materi-materi ini. Cet ke I. Kata "porne" yaitu "perempuan jalang" dan graphein "menulis atau ungkapan". pembicaraan. Mujahid.4 1 Neng Djubaidah.2 Sementara itu dalam kamus Ilmu Popular pornografi diartikan sebagai bacaan atau gambar cabul. pornografi secara harafiah berarti "tulisan tentang pelacur". Lih. [Jakarta. apabila pembuatan. Prenada Media. Pornografi Pornoaksi Ditinjau Dari Hukum Islam. Tim Penyusun Kamus Besar Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa. [Bandung. 1995]. Pornografi adalah tulisan. 2002]. dibandingkan dengan erotika yang sifatnya lebih terhormat. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Hamzah.  Abu Al-Ghifari. yang pada abad ke-18 dan 19 menerbitkan risalat-risalat yang mempelajari pelacuran dan mengajukan usul-usul untuk mengaturnya. h. mulanya adalah sebuah eufemisme dan secara harafiah berarti 'sesuatu yang dijual. 4 3 2 Abu Al-Ghifari." atau "porno" adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia dengan tujuan membangkitkan rangsangan seksual. Istilah ini tetap digunakan dengan makna ini dalam "Oxford English Dictionary" hingga 1905. Gelombang Kejahatan Seks Remaja Modern. gambar. Kata ini berasal dari dari istilah Yunani untuk orang-orang yang mencatat "pornoai". 7. h. diartikan sebagai writing abaut prostitutes tulisan atau gambaran mengenai pelacur. A. istilah ini diambil oleh para ilmuwan sosial untuk menggambarkan pekerjaan orang-orang seperti Nicholas Restif dan William Acton. namun berbeda dengan erotika. Sekarang istilah ini digunakan untuk merujuk secara seksual segala jenis bahan tertulis maupun grafis.

Beralih ke pengertian pornoaksi itu sebenarnya tidak jauh dengen pengertiannya dengan pornografi yaitu penekanannya pada pornoaksi lebih pada penggambaran aksi gerakan lenggokan dan liukan tubuh yang disengaja atau tidak sengaja untuk memancing bangkitnya nafsu seksual laki-laki. Kamis."6  MUI atau Departemen Agama. 7 . Kaburnya Batasan Pornografi. 231. payudara atau pinggul. dilihat dari depan. Ia seorang hitaerai yaitu perempuan yang hidupnya hanya untuk bersenang-senang dengan laki-laki. yaitu meliputi porno teks. Burhan Bungin. gerakan atau bunyi suara dan/atau desah yang memberi kesan persenggamaan. Dalam kasus tertentu semua katogori ini dapat menjadi sajian dalam satu media. htm. homo. h. sejarah munculnya pornografi da pornoaksi ini bermula dari keberadaan seorang perempuan cantik jelita. atau oral seks yang bertujuan untuk membangkitkan nafsu seksual".. atau pengalaman pribadi secara detail dan vulgar. Karya-karya film yang paling tuapun sudah menampilkan gambar-gambar telanjang maupun gambaran lainnya yang secara seksual bersifat eksplisit. "Pornografi adalah ungkapan visualisasi dan verbalisasi melalui media komunikasi massa tentang perlakuan/perbuatan laki-laki dan/atau perempuan dalam keadaan memberi kesan telanjang bulat. 1998]. Feminis dan Moralis Konservatif mendefinisikan pornografi sebagai "Penggambaran material seksual yang mendorong pelecehan seksual dengan kekerasan dan pemaksaan". Sementara itu. Ensiklopedia Feminisme. lesbian. sehingga pembaca merasa ia merasa menyaksikan sendiri. "Pornografi adalah bentuk ekspresi visual berupa gambar. gerakan masturbasi.5  Menurut RUU Anti Pornografi.7 B. sehingga fantasi seksual pembaca menjadi menggebu-gebu terhadap hubungan seks yang digambarkan tersebut. testimonial. ----. film atau yang dipersamakan dengan film. Ibid. Pornoteks yaitu karya pencabulan yang mengangkat cerita berbagai fersi hubungan seksual dalam bentuk narasi. 01 Mei 2003. lukisan. Pornosuara yaitu tuturan atau kalimat-kalimat yang diucapkan seoarang yang langsung atau tidak langsung bahkan secara halus atau vulgar tentang aktivitas seksual atau obyek sekual. baik dengan atau tanpa penutup. tayangan atau media komunikasi lainnya yang sengaja dibuat untuk memperlihatkan secara terang-terangan atau tersamar kepada publik alat vital dan bagian-bagian tubuh serta gerakan-gerakan erotis yang menonjolkan sensualitas dan atau seksualitas. Penonjolan close up alat-alat vital. Pikiran Rakyat Cyber Media. Foto-foto yang eksplisit muncul tak lama setelah ditemukannya fotografi. h. Wanita tersebut bernama Phyerne dari Thespie. ciuman merangsang antara pasangan sejenis ataupun berlainan jenis. terawang. Penggambaran yang detail secara narasi terhadap hubungan seks itu kemudian menimbulkan terciptanya teatre of mind pembaca. mengalami atau mengalami sendiri peristiwa atau hubungan seks itu. 152. Hitearai berbeda 5 6 Maggie Humm. video.. Karya seni yang secara seksual bersifat sugestif dan eksplisit sama tuanya dengan karya seni yang menampilkan gambar-gambar yang lainnya. [Jakarta. serta segala bentuk perilaku seksual dan hubungan seks manusia yang patut diduga menimbulkan rangsangan nafsu berahi pada orang lain. Dengan demikian secara garis besar dalam wacana pornografi atau dalam tindak pencabulan konteporer dan beberapa bentuk porno. pornosuara dan pornoaksi. pornografi. Pornomedia Kontruksi Sosial Tehnologi Telematika dan Perayaan Seks di Media Massa. foto. samping. tulisan. Sejarah Pornografi dan Pornoaksi Pornografi dan pornoaksi mempunyai sejarah yang panjang. atau belakang. yang hidup di Negara Yunani yaitu sekitar abad ke-empat sebelum Masehi. sehingga konsepnya menjadi pornomedia.

. C.dengan porne. Pornografi Pornoaksi Ditinjau Dari Hukum Islam. terutama yang diwarisi dari para leluhurnya. kreteria baik 8 9 Alex A. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. sementara strip-tease yang ditampilkan melalui lewat media maka dikatagorikan sebagai pornografi. Kreteria dan Batasan Pornografi dan Pornoaksi Berdasarkan kedudukannya pornografi dan pornoaksi dapat kita tinjau dari dua sudut yaitu pertama.8 Pheyrne pernah dituduh sebagai perempuan yang mengkorupsi para jejaka Athena. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kedua. Namun pada perkembangan selanjutnya seperti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia kata porne yang berasal dari kata porne yang berarti cabul. h. atau dapat juga berarti tarian telanjang. Strip-tease show yang dilakukan oleh seorang Hetaerai tersebut tidak berkaitan dengan porne yang berarti pelacur. dan kultur masingmasing. Rachim.. Ibid. kurun waktu dan tahapan kedewasaan etis dari orang-orang secara individual dan seluruh masyarakat. Dan pertunjukan Phryne itulah kemudian merupakan awal dari adegan pornografi yang kemudian berkembang menjadi striptease show. Dewan Pers 1987]. Phryne menampakkan pakaiannya satu persatu hingga tubuh indahnya tampak oleh hakim dan seluruh yang hadir dan hasilnya Phryne dibebasakan dari tuduhan dan hukuman. sudut social cultural bahwa ketika membahas mengenai pornografi maka yang harus diperhatikan adalah masalah perbedaan sosio budaya..10 Meskipun rumusan strip-tease tersebut tidak disertakan tujuan tarian telanjang adalah untuk merangsang nafsu birahi seperti halnya dengan rumusan pornografi namun akibat dari stip-tease ini juga sama-sama dapat membangkitkan nafsu birahi. saat ini bias disebut pornoaksi. 10-11. 10 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Perbedaan yang mencolok tersebut antara Barat dan Timur dari segi kehidupan sosial adalah Barat khususnya Benua Eropa mengalami kemajuan yang sangat menonjol. 696. Sementara itu jika strip-tease ditampilkan melalui media dikategorikan sebagai pornografi. atau tampa melalui media komunikasi. Pornografi Dalam Pers Sebuah Orentasi. . Dalam perkembangan selanjutnya strip-tease baik yang dilakukan secara langsung disebut dengan pornoaksi. Untuk itu perlu adanya kreteria mengenai indah. yaitu perempuan pelacur yang digunakan dan dibayar setiap hari dan berbeda pula dengan istri yang dipercayakan untuk memelihara rumah tangga dan keturunan yang dapat dipercaya. h. sedangkan kata strip-tease menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pertunjukan tarian yang dilakukan oleh perempuan dengan gerakan antara lain dengan menanggalkan pakaiannya satu persatu dihadapan penonton. h. Sementara itu dalam realitasnya terjadi perbedaan yang sangat mencolok antara belahan Barat dan Timur. Ibid. 696. h. Kamus Besar Bahasa Indonesia. adat istiadat. 11 Neng Dzubaidah. Berdasarkan pengertian diatas sebenarnya akibat dari striptease dan pornografi sebenarnya tidak berbeda baik yang ditampilkan secara langsung atau melalui media komunikasi yaitu sama-sama membangkitkan nafsu birahi bagi orang yang melihat atau menontonnya. adalah penilaian yang lebih menyoroti pada aspek etika. 140. Sementara Timur masyarakatnya identik dengan memegang teguh tradisi. Ketika hukum hendak menjatuhkan hukuman terhadap Phryne pembela Phryne yang bernama Hyperdes mengajukan pembelaan dengan cara meminta Phryne berdiri disuatu tempat di depan sidang dengan posisi yang dapat dilihat oleh semua hadirin.9 Sedangkan kata pornografi menurut kamus tersebut adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dengan tujuan untuk membangkitkan nafsu birahi. Ibid. [Jakarta.11 strip-tease yang dilakkan secara langsung.

hanya alat kelamin genital untuk merangsang nafsu birahi terlepas dari nilai personal seperti cinta kasih dan kemesraan. tt].15 pornografi dan pornoaksi menonjolkan kelamin genital untuk merangsang nafsu birahi yang brutal dan menunjukkan kelemahlembutan 12 13 Johan Suban Tukau. Penilaian yang bijaksana mengenai masalah seksualitas. Pembedaanpembedaan ini mungkin tampaknya tidak berarti bagi banyak orang. Burhan Bungin. Prenada. Mereka pun terlebih dulu mengkonsultasikan film-film mereka dalam versi yang berbeda-beda kepada tim hukum mereka. sistem sosial. pornografi dan pornoaksi biasa dan pornografi dan pornoaksi keras sadistis. 75-76. dan sistem organis.  Perangsangan nafsu birahi. Dalam ilmu penghetahuan tekanan yang benar. .13 Dengan demikian perubahan pada nilai atau sistem budaya akan berakibat pada perubahan sistem sosial. Etika Seksual dan Perkawinan. h.12 Secara garis besar perbedaan tersebut lebih mengacu pada pengaruh yang diakibatakan dua macam katogari pornografi tersebut.14 seksualitas diciutkan pada.. Dalam kreteria pornografi dan pornoaksi ada keterkaitan dengan teori yang dikemukakan oleh Talcott Person melalui konsep sibernetik bahwa ada keterkaitan sistem budaya. [Jakarta. adegan-adegan yang secara sugestif bersifat seksual. [Jakarta. Ibid. dan dalam bidang etis tekannanya pada yang baik. Perubahan pada tingkat ini akan berakibat tingkatnya sistem kepribadian dan organisme aksi masyarakat. Ibid. sistem kepribadian. 76. Daya-daya seksual yang menyeluruh tidak diceritakan sebagai sarana ungkapan cinta dalam perkawinan dan cara untuk melanjutkan keturunan dalam keluarga. Kontruksi Sosial Teknologi Telematika dan Perayaan Seks Di Media Massa. 14 15 Johan Suban Tukau. h. atau menirukan adegan seks. Seks dilepaskan dari aspek yang lain seperti aspek psikologis. kreteria benar dan indah harus diikutsertakan sebagai landasan dasar untuk menggapai suatu penilaian yang bijaksana. Menurut Johan Suban sesuatu dinilai porno jika. h..  Isolasi seks. Tanggapan atas RUU Anti Pornografi dan Anti Pornoaksi Sebuah Draf Kajian.yang lebih mencakup pada masalah etis walaupun tekanannya bisa berbeda. 99. Pornografi dan pornoaksi ringan umumnya merujuk kepada bahanbahan yang menampilkan ketelanjangan. h. Sementara itu berdasarkan tingkatan elsistensi dan pengaruh yang ditimbulkannya secara umum pornografi dan pornoaksi dibedakan menjadi dua yaitu pornografi dan pornoaksi normal. Tim Kajian LBH APIK Jakarta. 2003]. sosial dan moral. Di dalam industrinya sendiri dilakukan klasifikasi lebih jauh secara informal. Pornografi dan pornoaksi keras dapat merangsang orang bersangkutan untuk sampai melampiaskan dorongan seksualnya secara brutal kepada orang lain. APIK. ilmu pengetahuan dapat sangat membantu manusia dalam membuat penilaian etis yang bertanggung-jawab tampa terjebak membuat larangan-larangan moral yang irrasional. dalam arti seni tekanannya pada arti yang indah estetika. Etika Seksual Dan Perkawinan . 12. namun definisi hukum yang tidak pasti dan standar yang berbeda-beda pada penyalur-penyalur yang berbeda pula menyebabkan produser membuat pengambilan gambar dan penyuntingannya dengan cara yang berbeda-beda pula. sementara pornografi dan pornoaksi berat mengandung gambargambar alat kelamin dalam keadaan terangsang dan kegiatan seksual termasuk penetrasi. Melihat pergeseran tersebut terjadi perbedaan yang sangat signifikan antara masyarakat Barat dan masyarkat Timur dalam memandang konsep seks dan pornografi dan pornoaksi. Pengalaman manusia dan kebenaran agama.

. h. Sebaliknya. 76. Johan Suban Tukau. Orang lain adalah alat untuk melampiaskan nafsu birahi yang irasional. kehendak dan cita-cita yang luhur.  Membangkitkan dunia khayalan. namun tidak jelas apakah tujuannya adalah membangkitkan rangsangan seksual. media jenis 'X' ini sangat laris manis di pasaran. Jika media dengan tema politik. foto-foto. cukup mudah untuk menemukan media kategori ini. a. Hampir di setiap sudut kota.. Ada sejumlah lukisan porno di tembok-tembok reruntuhan bangunan Romawi di Pompeii. Sehingga wajar. di agen-agen koran.  Tiadanya hormat terhadap lingkungan intim16. dan berbagai tempat lain.. D. Salah satu contoh yang menonjol adalah gambar tentang sebuah bordil yang mengiklankan berbagai pelayanan seksual di dinding di atas 16 17 Johan Suban Tukau. dan suara seperti misalnya suara orang yang bernapas tersengal-sengal. Tidak dilihat bahwa dorongan seksual dapat dibudidayakan dan disumblimasi. ukiran. Bahwa manusia juga memiliki akal budi. Hubungan seksual personal yang intim antara suami istri dalam keseluruhan hidup berkeluarga disajikan secara terbuka dalam pornografi dan pornoaksi tampa hormat sama sekali. Film porno menggabungkan gambar yang bergerak. Adegan seks dipertontonkan secara berlebihan. kadang-kadang dengan ilustrasi. Etika Seksual Dan Perkawinan. gambar-gambar itu mungkin mempunyai makna spiritual. tetapi lebih untuk membuat mereka berkhayal. Daya tarik media kategori ini di mata konsumen barangkali terletak pada tampilan gambarnya yang vulgar dan memancing birahi. Mencari media kategori 'X' ini bukan pekerjaan sulit. media berlabel 'X' ini ternyata masih berjaya di pasaran. Pornografi dan pornoaksi tidak menghargai privacy dibidang seksualitas manusiawi. gambar bergerak termasuk animasi. gambar. Media dan Akses Pornografi dan Pornoaksi Perkembangan media dalam balutan pornografi dan pornoaksi bekembang dengan pesat. Ibid. Novel dan cerita pendek menyajikan teks tertulis. bagi remaja akan menjerumuskan mereka ke dunia fantasi dan bukan pada dunia nyata. atau sosial. h. sehingga orang akan cenderung melupakan adat mengabaikan nilai persahabatan dan pergaulan. 1. sementara majalah seringkali menggabungkan foto dan teks tertulis.17 pornografi dan pornoaksi mempertontonkan gambar telanjang bagi remaja dan kalangan lainnya dengan tujuan tidak menjelaskan secara benar fungsi alat kelamin. kios. Itu berarti perendahan atau pelecehan nilai suci perkawinan dan keluarga. bila dibandingkan dengan media lainnya. teks erotik yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik lainnya. serta isi pemberitaannya yang berputar pada wilayah seksualitas. manusia membutuhkan lingkungan intim. Suatu pertunjukan hidup pun dapat disebut porno. atau tema lain sudah banyak yang gulung tikar. khususnya dalam perkawinan. Etika Seksual Dan Perkawinan Ibid.emosional yang psikis dan seksualitas. 76. Relief Klasik Sementara itu pada manusia telanjang dan aktivitas-aktivitas seksual ditampilkan dalam sejumlah karya seni paleolitik misalnya pada patung Venus. Perkembangan Pornografi dan pornoaksi dalam Bentuk Media Pornografi dan pornoaksi dapat menggunakan berbagai media — teks tertulis maupun lisan. Seolah-olah pria dan wanita adalah obyek yang harus dinikmati. Media dengan tema seksualitas memang tumbuh dan berkembang luar biasa.

2. teknik ini pun digunakan untuk membuat foto-foto porno. Di Pompeii orang pun dapat menjumpai gambaran zakar dan buah zakar yang ditoreh di sisi jalan. pornografi dan Mona [juga dikenal sebagai Mona the Virgin Nymph]. 66 Banyak film porno seperti itu yang dibuat dalam dasawarsa-dasawarsa berikutnya. Menurut buku Patrick Robertson. "sebuah film pendek sepuluh menit yang dimulai dengan seorang perempuan yang memuaskan dirinya sendiri di kamarnya dan kemudian beralih dengan menampilkan dirinya sedang berhubungan seks dengan seorang laki-laki. yang kemudian membuat film porno berat (atau ringan. keterangan dari film-film seperti itu seringkali sulit diperoleh. El Satario dari Argentina mungkin malah lebih tua lagi. namun karena sifat pembuatannya dan distribusinya yang biasanya sembunyi-sembunyi. Media Cetak Pornografi dan pornoaksi yang diedarkan secara massal sama tuanya dengan mesin cetak sendiri. masturbasi. mulai menampilkan gambar-gambar yang lebih eksplisit. yang diedarkan di bioskop-bioskop di AS. menunjukkan jalan ke wilayah pelacuran dan hiburan. yang dapat diketahui tanggal pembuatannya adalah A L'Ecu d'Or ou la bonne auberge". dan pada akhirnya pada 1990-an. kadang-kadang seolah-olah sedang melakukan masturbasi. melalui fotografi foto dan gambar hidup hingga video. 18 . untuk menunjukkan jalan kepada para pengunjung. Buku-buku komik porno yang dikenal sebagai kitab suci Tijuana mulai muncul di AS pada tahun 1920-an. Gambaran laki-laki itu kemudian diberi nama "Adonis von Zschernitz". TV satelit dan internet. hlm.3." Robertson. Film ini dibintangi oleh Bill Osco dan Howard Ziehm.masing-masing pintu. Hampir bersamaan dengan penemuan fotografi. Para arkeolog di Jerman melaporkan pada April 2005 bahwa mereka telah menemukan apa yang mereka yakini sebagai sebuah gambaran tentang adegan porno yang berusia 7. Audio Visual Film Film-film porno juga hampir sama usianya dengan media itu sendiri. yang dibuat di Prancis pada 1908. yang pada masa itu juga termasuk majalah Penthouse. Jalan ceritanya menggambarkan seorang tentara yang kelelahan yang menjalin hubungan dengan seorang perempuan pelayan di sebuah penginapan. Bahkan sebagian orang mengatakan bahwa pornografi dan pornoaksi telah menjadi kekuatan yang mendorong yang mendorong teknologi dari mesin cetak. pornografi dan pornoaksi di Amerika Serikat berkembang dari apa yang disebut "majalah pria" seperti Playboy dan Modern Man pada 1950-an. Sebuah film menunjukkan bagaimana konvensi-konvensi porno mula-mula ditetapkan.200 tahun yang melukiskan "seorang laki-laki yang sedang membungkuk di atas seorang perempuan" dalam cara yang memberikan kesan suatu hubungan seksual. dan fetishes. melakukan fellatio dan penetrasi anal. Robertson mencatat bahwa "film-film porno tertua yang masih ada tersimpan dalam Kinsey Collection di Amerika. lesbianisme dan homoseksualitas. Film Facts.18 Sementara itu. Pada paruhan kedua abad ke-20. Majalah-majalah ini menampilkan perempuan yang telanjang atau setengah telanjang perempuan. "film porno yang paling awal. Film Jerman Am Abend sekitar 1910 adalah. majalah-majalah ini. sebuah film 59-menit 1970 umumnya diakui sebagai film porno pertama yang eksplisit dan mempunyai plot. demikian tulis Robertson. Namun pada akhir 1960-an. Seruanseruan untuk mengatur atau melarang teknologi-teknologi ini telah sering menyebutkan pornografi dan pornoaksi sebagai dasar keprihatinannya. Film ini kemungkinan dibuat antara 1907 dan 1912. meskipun alat kelamin mereka ataupun bagian-bagiannya tidak benar-benar diperlihatkan. menampilkan penetrasi seksual. seks kelompok. tergantung versi yang diedarkan].

Catatan Film Porno .Film Porno tercatat .Cycle Studs . yaitu film Flesh Gordon.Behind the Green Door .Film mainstream pertama kali menampilkan gaya Swinger pertukaran pasangan .Catatan Film Porno . meski kita semua tahu bahwa Manusia pasti tak luput dari Dunia Sex sejak jaman Adam dan Hawa.  1953 . lalu siapa pula yg mulai menyebarkanya dan membuat pornografi dan pornoaksi menjadi komersil dan bahkan ditentang seperti sekarang? Ide tentang penyebaran pornografi dan pornoaksi dimulai dari banyak hal. Sejak jaman Video Betamax sampai Internet tanpa batas ini. Keterangan dan beberapa catatan berikut mungkin untuk melihat sejarah pornografi dan pornoaksi yang ada di dunia. Siapakah yg mem-populerkan hal ini.The Mitchell Brothers Straight  1972 .Hugh Hefner memulai majalah Playboy  1965 . yg disutradarai oleh Paul Mazursky  1970 . Internet telah membuka mata dunia dan menjadikannya dunia tanpa batas yang bisa dijangkau dengan mudah.Wakefield Poole Gay  1971 . Berikut ini adalah catatan sejarah singkat pornografi dan pornoaksi yg dimulai pada abad pertama sebelum Masehi:  Abad pertama sebelum masehi .The Boys in the Sand .Bob Guccione membuat Penthouse  1968 . Ruth lahir. Film Porno.Surat Kabar Gutenberg ditemukan  1928 .Carnal Knowledge.Film Porno tercatat .Gerard Damiano Straight  1972 .Kondom pertama kali muncul dalam sebuah film . Ini juga film porno pertama yang membuat parodi terhadap judul film biasa [judul film ini The Boys in the Band]. pornoaksi.Le Salon Gay  1971 . Film ini juga merupakan film porno pertama yang mencantumkan namanama pemain dan krunya di layar (meskipun umumnya menggunakan nama samaran).Kama Sutra diciptakan  1440 . Film ini umumnya dianggap sebagai film pertama yang menggambarkan adegan porno homoseksual.Dr. dunia Sex telah menjadi bahan pembicaraan dan sudah ada selama bertahun-tahun lalu. Seperti Majalah.Fritz the Cat .  1970 .Film Porno tercatat . Siapa pula yang pertama kali membuat situs xxx dewasa? Siapa pula yang memulai membayar dan menjadikan pornografi dan pornoaksi ini ajang bisnis luar biasa.Ralph Bakshi Anime dengan anggaran yang relatif tinggi.pornoaksi. Film tahun 1971 The Boys in the Sand dapat disebutkan sebagai yang "pertama" dalam sejumlah hal yang menyangkut pornografi.Al Goldstein mendirikan Screw  1969.Bob & Carol & Ted & Alice. Dan ini adalah film porno kelas X pertama yang dibuat tinjauannya oleh New York Time . dll.Deep Throat .Penthouse memperkenalkan ke publik untuk pertama kali. disutradarai oleh Mike Nichols  1972 .

Stephen Cohen ditahan  2005 .HIV/AIDS menjadi topik hangat  1983 .500.Pengacara Amerika Jendral Edwin Meese publish 1. rice.000  1997 . ucla.Yahoo membuang iklan pornografi dan pornoaksi dari mesin pencarinya  2003 .  1990 . mit.AEBN meluncurkan situs VOD Video On Demand .Arti dari “Surfing the Internet” pertama kali kita dengar browsing  1993 .Konfirmasi pertama blowjob di White House. mitre. purdue.American Express menghentikan transaksi pornografi dan pornoaksi  2001 .com.com.  1999 .Domain name business.World Wide Web www tercipta  1994 .Iklan Kondom pertama kali tampil di TV  1976 .edu.Domain yang bisa didaftarkan pada mulanya .  1984 .Penthouse bangkrut  2005 .com dikembalikan ke Gary Kremen setelah melalui proses hukum.Ikln komersial pertama tentang provider Internet dial-up .com dijual $150.  1975 .Pamela Anderson dan Tommy Lee video porno bocor  1998 .Paypal menolak transaksi dewasa  2003 . bbn.com.world. Dia lalu mundur dari Miss Amerika.Domain Name Systems DNS diperkenalkan  1985 .cmu.960 halaman reportase dan interogasi pornografi dan pornoaksi atas perintah President Ronald Reagan.Pencuri Sex.Betamax Video diperkenalkan  1975 .com dijual $7.Sex.Al Goldstein memasang “Fuck You Finger” jari tengah dihalaman belakang rumahnya di Florida.edu.VHS Video diperkenalkan  1981 .Sex.Majalah Penthouse menampilkan gambar Vanessa Williams telanjang.000  1997 .000  2000 .Domain name tv. think.com didaftarkan oleh Gary Kremen  1995 .  2000 .DVD diperkenalkan  1997 .gov.Video atas permintaan  2000 .Domain name business.Larry Flynt starts Hustler.edu. 1974 . berkeley.com dicuri oleh Stephen Cohen  1996 .edu.Video iPod diperkenalkan .org  1986 . rutgers.com adalah domain yang pertama kali didaftarkan  1985 .edu. css.Name server Domain Host dikembangkan di University of Wisconsin  1984 .com dijual seharga $15.Symbolics.com  1992 .std.Sex.  1995 .Viagra diperkenalkan  1998 .edu.edu.

Media massa dalam berbagai bentuknya. 4. isi tulisannya pun jauh dari kaidah-kaidah jurnalistik. karena adanya nilai-nilai yang saling bertubrukan. Bahkan. pada saat membuat sebagian besar dari film-filmnya. yang berkembang justru perdebatan antara moralitas.Tercatat. Namun sayang. upaya. kamera film juga telah digunakan untuk membuat pornografi dan pornoaksi. dan dengan munculnya perekam kaset video rumahan. Selain penuh dengan gambar-gambar seronok dan merangsang. Apa yang dipaparkan tidak lebih dari cerita-cerita perangsang nafsu seksual. dan Format-Format Depan Selama sejarahnya. Dari sini jelas betapa berbahayanya pornografi dan pornoaksi di tinjau dari dimensi pendidikan. tekad. Dampak kognitif berhubungan dengan pemikiran. Perkembangan pesat pornografi dan pornoaksi terjadi seiring reformasi. Kehadiran media-media semacam ini telah memberikan dampak destruktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Jika pengaruh negatif berdampak pada taraf kognitif dari kesadaran masyarakat. DVD. yaitu 18 tahun. dan pornografi dan pornoaksi. Christy Canyon.000. dan usaha yang berkecenderungan untuk diwujudkan menjadi kegiatan. setiap kali protes dilakukan. Merebaknya kasus-kasus amoral sebagian besar dipengaruhi oleh media bernuansa pornografi dan pornoaksi. htm . Paham-paham tersebut secara nyata berbahaya terhadap berjalannya pendidikan dan pengajaran di sekolah.Google berurusan dengan pengadilan gara-gara hasil pencarian porno19 Oleh karena itu. Kehadirannya telah membentuk perilaku. yaitu paganisme.com dijual $12. hedonisme.Sex. tidak banyak tindakan nyata yang dilakukan oleh pemerintah. seni. Dampak dari kehadiran media bisa berwujud dampak kognitif dan dampak emosional. Sejarah Pornografi Dunia. dan Traci Lords belakangan diketahui usianya di bawah usia legal. Protes terhadap persoalan pornografi dan pornoaksi sebenarnya sudah banyak disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat.000  2006 . industri film porno pun mengalami perkembangan besar-besaran dan melahirkan bintang-bintang "film dewasa" seperti Ginger Lynn. terutama di kalangan anak-anak. Inilah yang belakangan dikenal sebagai hidden curriculum kurikulum yang tersembunyi. 2006 . sedangkan dampak emosional berhubungan dengan perasaan. Ada beberapa paham yang ikut serta dalam media-media yang ditonton oleh anakanak. Karena media memiliki pengaruh secara signifikan terhadap realitas sosial. dan pola pikir anak didik. Orang kini 19 Masa Kesetrum. brutalisme. media-media berkategori 'X' tersebut sebenarnya sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah media. yakni beragam bentuk media yang mempengaruhi berjalannya proses pendidikan dan perkembangan psikologis anak didik. VHS. maka kita harus melakukan tindakan secara nyata untuk menggugat dan mencegahnya. besarnya pengaruh media massa menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini. maka pada titik inilah perilaku dan moralitas permisif akan semakin meluas dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Video: Betamax. Kalau kita cermati. Ketika ekspose produk pers telah melampaui batas moralitas. dan kebebasan. Mereka yang bergerak dalam industri media semacam ini tampaknya kurang menyadari bahwa produk pers memiliki tangung jawab sosial. merupakan pilar keempat dalam proses pendidikan. sikap. Dampak kognitif juga mencakup aspek niat.

Akhirnya. Sementara itu banyak juga. seperti misalnya menyingkirkan cacat pada kulit. generasi gambar-gambar yang sama sekali bersifat sintetik. para penegak hukum menghadapi kesulitan-kesulitan tambahan untuk menuntut gambar-gambar otentik yang menampilkan perbuatan kriminal. meskipun ketika kasus-kasus itu menjadi semakin lazim. Ada yang berpendapat bahwa Sony Betamax kalah dalam perang format dari VHS dalam menjadi sistem rekam/tonton video di rumah karena industri video film biru memilih VHS ketimbang sistem Sony yang secara teknis lebih unggul. sejumlah pornografi dan pornoaksi dihasilkan melalui manipulasi digital dalam program-program editor gambar seperti Adobe Photoshop. ditambah dengan pilihan yang lebih banyak untuk memuaskan fantasi dan fetishnya. memberikannya kekuatan yang sangat besar untuk mempengaruhi pertempuran antara kedua kelompok studio dan perusahaan teknologi yang saling bersaing untuk menetapkan standar untuk generasi berikutnya" 5. pengaruhnya kemungkinan akan berkurang. karena kemungkinan gambar-gambar itu hanyalah gambar sintetik. penutup berganda mis. Ketika gambar-gambar khayal tentang penyiksaan atau pemerkosaan disebarkan secara luas. orang kini mempunyai sarana untuk membuat filmnya sendiri. hingga perubahan-perubahan besar dalam bentuk membuat photomorph dari makhluk-makhluk yang tidak pernah ada seperti misalnya gadis kucing atau gambar-gambar dari para selebriti yang bahkan mungkin tidak pernah memberikan persetujuannya untuk ditampilkan menjadi film porno. sementara kelengkapan yang kecil umumnya lebih mendukung HD-DVD yang tidak begitu mahal. Para produsen film erotik diramalkan akan memainkan peranan penting dalam menentukan standar DVD yang akan dating. Gagasan tentang pornografi dan pornoaksi yang sepenuhnya dihasilkan oleh komputer sudah dipikirkan sejak dini sebagai salah satu daerah aplikasi yang paling jelas untuk grafik komputer dan pembuatan gambar tiga dimensi. Upaya-upaya inovasi lainnya muncul dalam bentuk video interaktif yang memungkinkan pengguna memilih variabelvariabel seperti sudut kamera berganda.dapat menonton film porno dengan leluasa dalam privasi rumahnya sendiri. memperbaiki cahaya dan kontras fotonya. menantang kritik-kritik konvensional terhadap pornografi dan pornoaksi. untuk dinikmati sendiri atau bahkan untuk dijual dan memperoleh keuntungan. Menurut sebuah artikel Reuter 2004 "Industri bermilyar-milyar dolar ini menerbitkan sekitar 11. Keberadaan foto-foto porno palsu dari para selebriti memperlihatkan kemungkinan untuk menggunakan gambar-gambar palsu untuk melakukan pemerasan atau mempermalukan siapapun yang difoto atau difilmkan. dan isi DVD untuk komputer saja. Kelengkapan outfit yang besar cenderung mendukung Cakram cahaya biru yang memiliki kapasitas tinggi. Ditambah dengan hadirnya kamera video yang murah. yang tidak merekam peristiwa-peristiwa yang sesungguhnya. . Manipulasi digital membutuhkan foto-foto sumber. tetapi sejumlah pornografi dan pornoaksi dihasilkan tanpa aktor manusia sama sekali. "Devil in the Flesh".000 judul dalam bentuk DVD setiap tahunnya. Pembuatan gambar-gambar lewat komputer yang sangat realistik menciptakan dilemadilema etika baru. Praktik ini dilakukan dengan membuat perubahan-perubahan kecil terhadap foto-foto untuk memperbiaki penampilan para modelnya. 1999.

Pornografi dan pornoaksi gratis tersedia secara besar-besaran dari para pengguna lainnya dan tidak lagi terbatas pada kelompok-kelompok pribadi. tukar-menukar pornografi dan pornoaksi telah mencapai rekor yang baru. Lihat pornografi dan pornoaksi internet. pornografi dan pornoaksi yang dihasilkan lewat komputer gambarnya melibatkan anakanak dan hubungan seks dengan tokoh fiksi seperti misalnya Lara Croft sudah dihasilkan pada tingkat yang terbatas. untuk menggalakkan para pelanggan yang membeli program bayaran. Biaya yang murah dalam penggandaan dan penyebaran data digital meningkatkan terbentuknya kalangan pribadi orang-orang yang tukar-menukar pornografi dan pornoaksi. Pada tahun 2004. sebagian situs hiburan permainan video "interaktif". Sebagian dari pengusaha wiraswasta internet yang paling berhasil adalah mereka yang mengoperasikan situs-situs porno di internet. 5. Dengan munculnya aplikasi berbagi file peer-to-peer seperti Kazaa. Pada awal 2000-an kegiatan ini semakin berkembang. Sejak akhir tahun 1990-an. [] . perangkat lunak yang kian berdaya dan mudah digunakan. Karena sifatnya internasional. serta akses yang mudah ke sumber-sumber bahan porno telah memungkinkan pribadi-pribadi untuk membuat dan menyebarkan bahan-bahan porno yang dibuat sendiri atau dimodifikasi dengan biaya yang sangat murah dan bahkan gratis. Internet Dengan munculnya internet. ketika perangkat lunak untuk pembuatan model dan animasi semakin maju dan menghasilkan kemampuan-kemampuan yang semakin tinggi pada komputer.Hingga akhir 1990-an pornografi dan pornoaksi yang dihasilkan melalui manipulasi digital belum dapat dihasilkan dengan murah. Terbitan Playboy pada Oktober 2004 menampilkan foto-foto telanjang dada dari tokoh permainan video BloodRayne. pornografi dan pornoaksi pun semakin mudah didapat. Kamera digital yang murah. dapat dengan mudah mendapatkan bahan-bahan seperti itu dari negara-negara lain di mana pornografi dan pornoaksi legal atau tidak mengakibatkan tuntutan hukum. internet memberikan sarana yang mudah kepada konsumen yang tinggal di negara-negara di mana keberadaan pornografi dan pornoaksi dilarang sama sekali oleh hukum. Pornografi dan pornoaksi gratis dalam jumlah besar di internet juga disebarkan dengan tujuan-tujuan pemasaran. atau setidak-tidaknya mereka yang tidak perlu memperlihatkan bukti usia. "porno dari masyarakat untuk masyarakat" tampaknya telah menjadi kecenderungan baru. Demikian pula foto-foto konvensional ataupun video porno.

dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. Berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi. Dan hendaklah mereka menutupkan kain 20 al-Ahzâb."20 An Nûr 30-31 c‫ه‬f‫ الل‬f‫ن‬a‫ إ‬o‫م‬t‫ه‬c‫ى ل‬c‫ك‬a‫ ل‬o‫م‬t‫ه‬c‫وج‬t‫ر‬t‫وا ف‬t‫ظ‬c‫ف‬o‫ح‬c‫ي‬ c‫ك‬o‫ز‬c‫ أ‬c‫ذ‬ c‫ و‬o‫م‬a‫ه‬a‫ار‬c‫ص‬o‫ب‬c‫ أ‬o‫ن‬a‫ض‚وا م‬t‫غ‬c‫ي‬ c‫ين‬a‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫ل‬a‫ ل‬o‫ل‬t‫ق‬ ‫ت‬c‫ك‬c‫ل‬c‫ا م‬c‫ م‬o‫و‬c‫أ‬ f‫ن‬a‫ه‬a‫ائ‬c‫س‬a‫ ن‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ات‬c‫و‬c‫خ‬c‫ي أ‬a‫ن‬c‫ ب‬o‫و‬c‫أ‬ o‫و‬c‫أ‬ f‫ن‬a‫ه‬a‫ان‬c‫و‬o‫خ‬a‫ي إ‬a‫ن‬c‫ ب‬o‫و‬c‫أ‬ 30c‫ون‬t‫ع‬c‫ن‬o‫ص‬c‫ير› ي‬a‫ب‬c‫خ‬ ‫ا‬c‫م‬a‫ب‬ ‫ى‬c‫وا عل‬t‫ر‬c‫ه‬o‫ظ‬o‫م‬c‫ ل‬c‫ين‬a‫ذ‬f‫ ال‬a‫ل‬o‫ الط¡ف‬a‫و‬c‫ أ‬c‫ن‬a‫ م‬a‫ة‬c‫ب‬o‫ر‬a‫إ‬o‫ي ال‬a‫ول‬t‫ أ‬c‫ين‬a‫ع‬a‫اب‬f‫ الت‬a‫و‬c‫ أ‬f‫ن‬t‫ه‬t‫ان‬c‫م‬o‫ي‬c‫أ‬ c c‫ي‬ a‫ال‬c‫الر¡ج‬ c‫ غ‬a‫ر‬o‫ي‬ ‫ه‬f‫ى الل‬c‫ل‬a‫وا إ‬t‫وب‬t‫ت‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ ت‬o‫ن‬a‫ م‬c‫ين‬a‫ف‬o‫ خ‬c‫م‬c‫ل‬o‫ع‬t‫ي‬a‫ ل‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ل‬t‫ج‬o‫ر‬c‫أ‬a‫ب‬c‫ي‬c‫ن‬o‫ب‬a‫ر‬o‫ض‬ c‫ و‬c‫ين‬a‫ز‬ t‫ا ي‬c‫م‬ ‫ا‬c‫ل‬c‫ و‬a‫اء‬c‫ الن¡س‬a‫ات‬c‫ر‬o‫و‬c‫ع‬ 31‫ون‬t‫ح‬a‫ل‬o‫ف‬t‫ ت‬o‫م‬t‫ك‬f‫ل‬c‫ع‬c‫ ل‬c‫ا ون‬c‫ي‚ه‬c‫أ‬ t‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫يع…ا ال‬a‫م‬c‫ج‬ "Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. yang secara umum berlandasakan pada surah al-Nûr ayat 30-31 dan al-Ahzâb 59 yaitu. 59 . dan memelihara kemaluannya. Teks Al-Qur'an Islam memberikan definisi yang jelas dan tidak mengambang tentang pornografi dan pornoaksi.BAGIAN KE-DUA PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI PERPEKTIF HUKUM ISLAM A. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. laki-laki dan perempuan dalam agama Islam terdapat aturan tentang cara berpakaian dan kode tingkah laku yang Islami. ‫ك‬a‫ل‬c‫ ذ‬f‫ن‬a‫ه‬a‫يب‬a‫اب‬c‫ل‬c‫ ج‬f‫ن‬a‫ه‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ين‬a‫ ن‬c‫ين‬a‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫سال‬a‫ن‬c‫ و‬c‫ك‬a‫ات‬c‫ن‬c‫ب‬ o‫ن‬a‫ م‬c‫ ع‬o‫د‬t‫ي‬ a‫اء‬c c‫ و‬c‫ك‬a‫اج‬c‫و‬o‫ز‬c‫أ‬a‫ ل‬o‫ل‬t‫ي‚ ق‬a‫ب‬f‫ا الن‬c‫ي‚ه‬c‫اأ‬c‫ي‬ 59 ‫يم…ا‬a‫ح‬c‫ور…ا ر‬t‫ف‬c‫ غ‬t‫ه‬f‫ الل‬c‫ان‬c‫ا ك‬c‫ل‬c‫ ف‬c‫ن‬o‫ف‬c‫ر‬o‫ع‬t‫ي‬ c‫ و‬c‫ن‬o‫ي‬ c‫ذ‬o‫ؤ‬t‫ي‬ o‫ن‬c‫ى أ‬c‫ن‬o‫د‬c‫أ‬ "Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal. karena itu mereka tidak diganggu. anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". kecuali yang biasa nampak daripadanya.

ruang sakral dan ajaran tentang pakaian. "21 Dari ayat diatas terlihat dengan jelas bahwa Islam menghubungkan prilaku sosiomoral. Dalam ayat tersebut signifikasi ajaran khusus yang disampaikan dalam teks diatas terdapat pada konteks rasionalnya yang ditunjukkan pada laki-laki dan perempuan. atau saudara-saudara laki-laki mereka. Tafsir Maudhu'i atas Palbagai Persoalan Umat. atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. 222. Serambi Ilmu Semesta.24 Aspek lainnya dalam ayat diatas adalah berkaitan dengan konteks heteroseksualitas. h.23 Disitu dengan jelas tidak kontradiksi antara menjadi makhluk religius sekaligus menjadi makhluk sosial. tsiyâb.. Jilbab. atau budak-budak yang mereka miliki. konsep ghadhdh al-bashâr menundukkan pandangan dan hifzh al-furûj menjaga atau menutupi organ genital merupakan sesuatu yang sentral dalam kode tersebut. Kesopanan Dan Perlawanan. 21 22 An Nûr. kecuali kepada suami mereka. Lihat. . [Jakarta. Wawasan Al-Qur'an. Mizan. Sementara itu katakata tsiyâb ide dasar adanya pakaian adalah untuk dipakai. dan sarabîl. Antara Kesalehan. M. atau wanitawanita Islam. Kesopanan Dan Perlawanan. Atau dalam pengertian lain mengakomodasi dua kualitas manusia yaitu secara seksualitas dan religius sebagai suatu yang normatif sementara disisi lain berusaha untuk memenuhi ideal tertinggi dari prilaku sesiomoral. sedangkan sarabîl ditemukan sebanyak tiga kali dalam dua ayat. atau putera-putera saudara laki-laki mereka. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. 24 Fedwa El Guindi. Jilbab. 30-1 Al-Qur'an paling tidak menggunakan tiga istilah untuk pakaian yaitu libâs. kecuali dengan orang-orang yang telah sah untuk berhubungan seksual dengannya suami. atau yang tidak mungkin untuk itu. h. Kata libâs ditemukan sebanyak sepuluh kali.kudung ke dadanya. Selanjutnya dalam teks tersebut juga memerintahkan hal yang sama pada wanita untuk menundukkan pandangan mereka dan menyembunyikan genital mereka. Antara Kesalehan. Kedua. atau putera-putera suami mereka. atau ayah mereka. dan erotisme. atau putera-putera saudara perempuan mereka. tsiyâb ditemukan sebanyak delapan kali. privasi. atau pada orang yang dilarang untuk itu famili yang telah ditentukan. 23 Fedwa El Guindi. h. yang terdapat dalam diri manusia yaitu tertutupnya aurata. laki-laki disebut terlebih dahulu agar mematuhi perintah-perintah ini yaitu mengendalikan tatapan mereka pada wanita dan menekan hasrat mereka pada saat berinteraksi dengan wanita yang bukan muhrimnya. [Bandung. dan janganlah menampakkan perhiasannya. 2000]. Dalam ayat tersebut memerintahkan agar wanita untuk tidak menampakkan kecantikan dan perhiasan mereka. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Quraish Shihab. Dimana dalam hal ini konsep seksualitas merupakan suatu aspek yang normatif baik dalam kehidupan biasa dan dalam kehidupan religius. 155-156. hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. 2003]. Ibid. atau putera-putera mereka. Kata libâs merujuk pada fungsi pakaian sebagai penutup. atau ayah suami mereka. 221.22 Dua poin yang dapat diambil dari teks diatas adalah: Pertama.

Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka. tidak ada tempat bagimu.29 Dalam al-Qur'an lafal aurat disebut empat kali. sebuah gorden. h. al-Ahzâb 13. mereka tidak lain hanyalah hendak lari. dan selendang kepala longgar yang dipakai oleh wanita tua di Indonesia". 1988. Kedua. h. h. 26 27 28 25 Echols dan Shadily. kain panjang yang dipakai wanita untuk menutup kepala. Dan inilah yang kemudian menjadi titi sentral dalam pembahasan tentang pornografi dan pornoaksi dalam perspektif Islam. yang dipakai untuk memperindah atau untuk menutupi kepala. h. maka kembalilah kamu". 97. walaupun maknanya tidak konsisten ada yang mengatakan sebagai tutup kepala.26 Sementara itu istilah jilbab diterjemahkan untuk wanita muslimah di Indonesia lebih umum digunakan untuk corak pakaian Islam tertentu. Bentuk tunggal disebut dalam surah QS.27 Brenner menemukan bahwa "pakaian ini sudah umum diketahui sebagai corak baru pakaian Islam yang di Impor dari Timur Tengah dan dikenakan oleh wanita muda sebagai kebalikan dari pakaian tradisional sarung. kekurangan. h. Keempat. 692. kata ini digunakan untuk empat ungkapan. Kamus Indonesia-Inggris. Aurat berasal dari bahasa Arab yang secara literal berarti celah. kebaya. Sebagai kata benda. Cet II. dua kali dalam bentuk tunggal mufrad dan dua kali dalam bentuk plural jama'. Lihat pula Ibrahim Anis dkk. bahu dan kadang-kadang muka. jilbab ini kemudian memiliki posisi yang penting yaitu sebagai simbul identitas sekaligus resistensi. 636. Suzanne. 1994]. Dan pada perkembangan selanjutnya. an-Nûr 31 dan 58. Javanese Muslim Women and "The Veil". 1989]. [Amirican Ethnologis. Al-Mu'jam al Wasith. Muhtar ash-shilhah. Al-Irsyad. sesuatu yang memalukan atau sesuatu yang dipandang buruk dari anggota tubuh manusia dan yang membuat malu jika dipandang. ed Echols dan Shadily. [Jakarta. Ketiga. 1996].28 Hal yang terpenting dalam menyoroti tentang pornografi dan pornoaksi dan menjadi intinya dalam dunia Islam adalah mengenai konsep aurat. Kamus Indonesia Ingrris. 24. Juz II. 345.Terkait hal tersebut kata-kata jilbab25 diatas merujuk pada pakaian yang panjang dan longgar. al-Ahzâb 13 ."30 Dan dalam bentuk jamak disebut dalam surat QS. Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi untuk kembali pulang dengan berkata: "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka tidak ada penjaga". [Cet ke-3]. Lih. Brenner. 30 29 QS. Yaitu pakaian yang tidak menonjolkan bentuk lekuk tubuh dari si pemakai. secarik testil tipis yang digantung untuk memisahkan atau menyembunyikan sesuatu yang ada di baliknya. Muhammad bin Abi Bakar ar-Râzi. bagian tutup kepala yang melingkari wajah terus sampai kebahu. Reconstructing Self and Society. Pertama. Kata "jilbab" yang secara leksikal diartikan sebagai "penutup" dalam arti menutupi" atau menyembunyikan atau menyamarkan. rajutan panjang yang ditempelkan pada topi atau tutup kepala wanita. Gramedia Pustaka. [Homes. ‫ي‬a‫ب‬f‫الن‬t‫م‬t‫ه‬o‫ن‬a‫يق› م‬a‫ر‬c‫ ف‬o‫س‬c‫ي‬c‫وا و‬t‫ع‬a‫ج‬o‫ار‬c‫ ف‬o‫م‬t‫ك‬c‫ ل‬c‫ام‬c‫ق‬t‫ا م‬c‫ ل‬c‫ب‬a‫ر‬o‫ث‬c‫ة› ي‬c‫ف‬a‫ائ‬c‫ ط‬o‫ذ‬a‫إ‬c‫و‬ t‫ن‬a‫ذ‬o‫أ‬c‫ت‬ c‫ل‬o‫ه‬c‫ اأ‬o‫م‬t‫ه‬o‫ن‬a‫ م‬o‫ت‬c‫ال‬c‫ق‬ c‫ي‬ 13 ‫ار…ا‬c‫ر‬a‫ا ف‬f‫ل‬a‫ إ‬t‫يد‬a‫ر‬t‫ ي‬o‫ن‬a‫إ‬ c‫ة¯ ون‬c‫ر‬o‫و‬c‫ع‬a‫ ب‬c‫ي‬a‫ة› ه‬c‫ر‬o‫ا و‬c‫ن‬c‫وت‬t‫ي‬t‫ ب‬c‫ون‬t‫ول‬t‫ق‬c‫ي‬ ‫ا‬c‫م‬c‫و‬ c‫ع‬ f‫ن‬a‫إ‬ "Dan ingatlah ketika segolongan di antara mereka berkata: "Hai penduduk Yatsrib Madinah.

atau putera-putera saudara laki-laki mereka. atau putera-putera saudara perempuan mereka. 031. dan orang-orang yang belum balig di antara kamu. atau saudara-saudara laki-laki mereka. atau putera-putera mereka. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. kecuali kepada suami mereka. atau ayah mereka. kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Itulah tiga `aurat bagi . dan janganlah menampakkan perhiasannya. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. dan memelihara kemaluannya. atau budak-budak yang mereka miliki. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya. meminta izin kepada kamu tiga kali dalam satu hari yaitu: sebelum sembahyang subuh. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. atau putera-putera suami mereka. hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung Surat QS. atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". Nûr ayat 58. atau wanita-wanita Islam. dan memelihara kemaluannya. ‫م‬t‫ك‬o‫ن‬a‫ م‬c‫م‬t‫ل‬t‫ح‬o‫ال‬ ‫وا‬t‫غ‬t‫ل‬o‫ب‬c‫ ي‬o‫م‬c‫ل‬ c‫ين‬a‫ذ‬f‫ال‬c‫ و‬o‫م‬t‫ك‬t‫ان‬c‫م‬o‫ي‬c‫ أ‬c‫ين‬a‫ذ‬f‫ ال‬t‫م‬t‫ك‬o‫ن‬ o‫ت‬c‫ك‬c‫ل‬c‫ م‬a‫ذ‬o‫أ‬c‫ت‬o‫س‬c‫ي‬a‫وا ل‬t‫ن‬c‫ام‬c‫ ء‬c‫ين‬ a‫ذ‬f‫اال‬c‫ي‚ه‬c‫اأ‬c‫ي‬ ‫د‬o‫ع‬c‫ ب‬o‫ن‬a‫ م‬a‫ة‬c‫ير‬a‫ه‬f‫ الظ‬o‫م‬t‫ك‬c‫اب‬c‫ي‬a‫ث‬ c‫و‬ c‫ن‬a‫م‬ c‫ون‬t‫ع‬c‫ض‬c‫ ت‬c‫ين‬a‫ح‬ c‫ و‬a‫ر‬o‫ج‬c‫ف‬o‫ ال‬a‫اة‬c‫ل‬c‫ ص‬o‫ن‬a‫ات¯ م‬f‫ر‬c‫م‬ a‫ل‬o‫ب‬c‫ق‬ c‫اث‬c‫ل‬c‫ث‬ ‫ون‬t‫اف‬f‫و‬c‫ ط‬c‫اح› ب‬c‫ن‬t‫ ج‬o‫م‬a‫ه‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ و‬o‫م‬t‫ك‬o‫ي‬c‫ ل‬c‫س‬o‫ي‬c‫ ل‬o‫م‬t‫ك‬c‫ات¯ ل‬c‫ر‬o‫و‬c‫ ع‬t‫اث‬c‫ل‬c‫ث‬ f‫ن‬t‫ه‬c‫د‬o‫ع‬ c‫ا ع‬c‫ل‬ c‫ع‬ a‫اء‬c‫ش‬a‫ع‬o‫ال‬ a‫اة‬c‫ل‬c‫ص‬ 58‫يم‬a‫ك‬c‫يم› ح‬a‫ل‬t‫ه‬f‫ الل‬a‫ات‬c‫آي‬o‫ ال‬t‫م‬t‫ك‬c‫ ل‬t‫ه‬f‫ الل‬c‫ك‬a‫ض¯ ل‬o‫ىع‬c‫ل‬c‫ ع‬o‫م‬t‫ك‬t‫ض‬o‫ع‬c‫ب‬ c‫ ع‬c‫و‬ t‫ ي‬t‫ي¡ن‬c‫ب‬ c‫ذ‬c‫ ك‬c‫ب‬ o‫م‬t‫ك‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ع‬ "Hai orang-orang yang beriman. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. ketika kamu menanggalkan pakaian luar mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. atau ayah suami mereka. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. hendaklah budak-budak lelaki dan wanita yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.‫أ‬ 030.

kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak pula atas mereka selain dari tiga waktu itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu ada keperluan kepada sebahagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."31 Kata aurat dalam surah al-Ahzâb ayat 1332 diartikan oleh mayoritas ulama' tafsir dengan celah yang terbuka terhadap musuh, atau celah yang memungkinkan orang lain untuk menyerang.33 Sedangkan aurat dalam surah an-Nûr 31 dan 58 diartikan sebagai sesuatu anggota tubuh manusia yang membuat malu jika dipandang, atau dipandang buruk untuk diperlihatkan.34 Untuk itu syariat Islam mewajibkan perempuan agar menutup aurat al-sitr dan melarang al-tabarruj dan memperlihatakan perhisan didepan laki-laki yang bukan muihrim. Sebagaimana menutup aurat merupakan kuawajiban yang di khususkan bagi perempuan, maka juga dijadikan prilaku menundukkan pandangan sebagai tanggung jawab kolektif diantara perempuan dan laki-laki. Namun tanggung jawab laki-laki dalam menutup aurat lebih kecil daripada tanggung jawab perempuan. Sementara itu tanggung jawab laki-laki dalam menundukkan pandangan lebih besar daripada tanggung jawab perempuan. Manusia sebagaimana dibuktikan oleh fakta sejarah, terlebih dahulu untuk mencari pakaian untuk menutup aurat dan tubuh. Kemudian ia mengambil peralatan untuk berhias setelah melampoi masa yang panjang dalam peradabannya terutama di lingkungan masyarakat moderen-matrealistik yang mengarahkan pakaian perempuan pada tujuan lain hingga menjadikan senjata yang dapat merobohkan pagar-pagar kehidupan dan kesopanan. Berpakaian memiliki dua fungsi dalam kehidupan manusia yaitu, menutup aurat dan sebagai perhiasan. Al-Qur'an telah menunjukkan arti penting dalam berpakaian dalam mewujudkan dua fungsi tersebut. Hal itu dapat kita temukan dalam teks surah QS. Thahâ ayat 118;

‫ى‬c‫ر‬o‫ا تع‬c‫ل‬c‫ا و‬c‫يه‬a‫ ف‬c‫وع‬t‫ ج‬c‫ك‬c‫إ ل‬ c c‫ا ت‬f‫ل‬c‫ أ‬f‫ن‬a‫إ‬
"Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang".35 Menutup aurat dan memperlihatkan aurat memilki sisi psikologis yang mempengaruhi kepribadian laki-laki yang memandang dan perempuan yang dipandang. Dengan menutup aurat dapat menumbuhkan kondisi yang harmonis keselarasan diantara aspek-aspek kepribadian. Sementara itu, al-tabrruj adalah keadaan yang disertai berbagai gejala prilaku yang neurosis al-sulûk al'ishãbî.36 Sementara itu menutup tubuh perempuan Muslim bukan hanya merupakan gerakan eksoteris yang tidak bermakna. Melainkan, pada hakikatnya adalah simbul kecintaan batin
31 32

QS. Nûr ayat; 58

Ayat tersebut berbicara mengenai beberapa orang yang enggan meninggalkan tempat tinggal untuk berperang, karena merasa tempat tinggalmereka tidak aman untuk ditinggalkan. Kata mereka adalah celah [aurat] yang memungkinkan musuh untuk menyerang orang-orang yang tinggal ditempat itu, sehingga mereka untuk tinggal disitu untuk menjaga celah tersebut, sehingga mereka perlu tinggal disitu untuk menjaga celah itu dan tidak perlu pergi berperang.
33 34

Al-Quthubi, Al-Jami'li-ahkâm al-Qur'ân, [Bairut; Dar al-Kutub al-"Ilmiyah, 1993], Juz XIV, h. 97-98. Lihat, Al-Quthubi, Al-Jami'li-ahkâm al-Qur'ân, Juz XII, h. 157 dan 201. 35 QS. Thahâ ayat 118 36 Yusuf Madan, Sex Edication Teens; Pendidikan Sex Remaja Dalam Islam, [Jakarta; Hikmah, 2004], h. 103.

pada kesucian dan wujud kemampuan perempuan-perempuan Muslimah untuk mengendalikan diri dan menguasai sejumlah motif yang berkaitan dengan seks pornografi dan pornoaksi, perhatian diri sendiri, bentuk-bentuk pornografi dan pornoaksi, erotisme, pornoaksi, dan berhias secara berlebihan. Aturan ini menghasilkan dampak positif yang pada akhirnya ditujukan untuk kebaikan proses adaptasi perempuan Muslim dengan dirinya, seperti menambah keyakinan diri sendiri, berusaha mendapatkan kehormatan dari orang lain, dan menghindarkan dari pandangan lakilaki seperti pada perempuaan yang tidak menutup aurat.37 Sebuah pengendalian diri yang diperoleh dari menutup aurat dapat membuahkan kemampuan menghindar dari "pergualatan tajam" dari kelebihan sahwat yang berbahaya dan "pranata nilai" yang menata nilai kepribadian dan prilaku kaum perempuan.38 Syariat menuntut perempuan secara keseluruhan dan secara khusus perempuan muslim agar menjaga kesucian diri diatas segala-galanya. Syariat menuntut untuk mengekspresikan dalam prilaku lahir dengan menutup tubuh, cara berbicara, berjalan, dan isyarat secara umum. Apalah arti sepotong kain apabila bertentangan dengan al-Qur'an Q.S. al Ahzâb 32;

‫ي‬a‫ي ف‬a‫ذ‬f‫ ال‬c‫ع‬c‫ م‬a‫ل‬o‫و‬c‫ق‬o‫ال‬a‫ ب‬c‫ن‬o‫ع‬c‫ض‬o‫خ‬c‫ت‬ o‫ط‬c‫ي‬c‫ف‬ ‫ا‬c‫ل‬c‫ف‬f‫ن‬t‫ت‬o‫ي‬c‫ق‬f‫ ات‬a‫ن‬a‫ إ‬a‫اء‬c‫ الن¡س‬c‫ن‬a‫د¯ م‬c‫ح‬c‫أ‬c‫ ك‬c‫اء‬c‫س‬ f‫ن‬t‫ت‬o‫ي¡ س‬a‫ب‬f‫ الن‬a‫ان‬c‫ي‬ c‫ل‬ 32 ‫وف…ا‬t‫ر‬o‫ع‬c‫ م‬o‫و‬c‫ ق‬c‫ن‬o‫ل‬t‫ق‬c‫ و‬c‫ر‬c‫ م‬a‫ه‬a‫ب‬o‫ل‬c‫ق‬ ‫ل…ا‬ ›‫ض‬
"Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik."39 Menutup aurat jika diakaitkan dengan kebebasan dalam berekspresi aurat bukanlah penghalang untuk berkreatifitas, karena Islam menghargai kebebasan seseorang untuk berekspresi, namun dalam koridor syariat. Islam juga mengakui bahwa setiap manusia memiliki naluri seksual, namun mengarahkannya supaya disalurkan dalam cara-cara sesuai syariat. Islam sebagai mabda' ideologi memiliki cara-cara yang khas, untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi manusia tanpa menelantarkan kebutuhannya yang lain, dan juga tanpa mengabaikan kebutuhan manusia lainnya dalam masyarakat. Oleh karena itu, Islam tidak sekadar menetapkan agar tak ada seorang pun dalam wilayah Islam yang mengumbar aurat, kecuali dalam hal-hal yang dibenarkan syariat; namun Islam juga memberikan satu perangkat agar ekonomi berjalan dengan benar, sehingga tak perlu ada orang yang harus mencari nafkah dalam bisnis pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi. Islam juga memberikan tuntunan hidup dan aturan bermasyarakat yang akan menjaga agar setiap orang memahami tujuan hidup yang sahih serta tolok ukur kebahagiaan yang hakiki sehingga demand permintaan pada bisnis pornografi dan pornoaksi pun akan merosot tajam. Bagaimanapun, setiap bisnis hanya akan berputar kalau ada supply penawaran dan demand permintaan. Karena itu, keduanya harus dihancurkan. Untuk itu kerja dakwah dan pemerintah mendidik umat untuk berpola sikap dan perilaku Islami. Media massa akan
37 38 39

Majalah "Affaf, Edisi 32, Tahun ke-3, Bulan Mei, 1990. Q.S. al Ahzâb; 32

Majalah "Affaf, Ibid.,

diarahkan agar tidak lagi memprovokasi umat dengan stimulasi-stimulasi yang merangsang kebutuhan pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi. Demikian juga keberadaan berbagai sarana hiburan yang selama ini menjadi ajang pertemuan pelaku kemaksiatan akan dibersihkan, tanpa harus merusak fisiknya. Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, setelah negara mengatasi masalah di sisi supply penawaran dengan perbaikan pendidikan dan ekonomi, kemudian mengatasi masalah di sisi demand permintaan dengan menghilangkan "para provokator"-nya, tetap ada yang nekad melanggar hukum, maka negara tak akan ragu-ragu lagi menerapkan sanksi represif. Hukuman jilid atau rajam akan diterapkan kepada pezina. Hukuman ta'zir akan diterapkan bagi para pengelola dan pendukung bisnis ini. Secara spesifik berikut beberapa pendapat dari para mufasir mengenai aurat perempuan terkait dengan pandangan pornografi dan pornoaksi yang terkait dengan Surrat anNur 30-31; 1. Tafsir al-Munir ; Surat al-Nur 30-31 An-Nur 30 Afirmasi ayat diatas dengan kata “min” mengerucut pada fenomena ghadul bashar menundukkan pandangan dalam realita yang cakupannya cenderung lebih luas, dalam arti praktek ghadul bashar mengalami kelonggaran, karena melihat individu yang terkualifisir dengan muhrim dengan batasan tertentu yaitu selain daerah pusar hingga lutut dibolehkan, demikian halnya dengan memandang wajah seorang perempuan dan telapak tangannya, serta kedua telapak kaki dalam salah satu riwayat. Sedangkan prihal farj sangat terbatas sebagaimana yang disinyalir dalam kitab al-Kasyaf. Dengan demikian melihat sesuatu tidaklah dilarang kecuali pada hal-hal tertentu, sebaiknya jima’ dilarang dengan pengecualian, dengan bahasa lugas asal hukum prihal farj adalah haram, adapun hukum asal memandang sesuatu adalah mubah boleh. Adapun instruksi menundukkan pandangan didahulukan dari perintah menjaga farj adalah karena pandangan merupakan starting point dari penyakit zina. Islam adalah agama yang solutif yang memberikan tuntutan dalam segenap segmen kehidupan manusia. Islam menawarkan sulusi alternatif jika seseorang tidak sengaja melihat hal-hal yang diharamkan, maka ia diwajibkan menundukkan pandangan dan mengalihkan dengan cepat. Muslim meriwayatkan dalam kitab Sakhihnya, Ahmad, Abu Dawud, al-Tirmizi dan Nasa’idari Jarir bin ‘Abdillah al-Bajaly ra berkata: “Aku bertanya pada Nabi saw prihal pandangan mata yang terjadi secara spontanitas, beliau memerintahkan aku untuk mengalihkan mataku”. Abu Dawud juga meriwayatkan dari Buraidah berkata; Rasulullah saw bersabda; “Wahai Ali, jangan engkau ikuti satu pandangan dengan pandangan lain, kamu boleh memandangnya untuk kali pertama, yang kedua adalah keharaman bagimu”. Hal yang demikian dimaksudkan untuk mengijauwantahkan benih kebaikan dan meminimalisir dekadensi moral serta membentengi dari kawah kenistaan dan dosa Sebahagian orang salaf bertutur pandangan merupakan panah yang langsung menusuk kehati. Oleh karenanya Allah mensinergikan dengan dua instruksi menjaga kemaluan dan pandangan dalam satu fremewark al-Nur ayat 30. Riwayat dari Abi Ummamah ra. Dari Nabi saw juga mengafirmasikan bahwa tuntutan yang demikian menumbuh suburkan nilai-nilai kebaikan, Nabi bersabda; “Seseorang muslim ketika melihat keindahan dari kaum Hawa, dan kemudian menundukkan pandangannya, niscaya Allah akan menumbuh kembangkan prosesi ibadah yang penuh dengan kenikmatan baginya”. Surat An-Nur : 31

maka hal yang demikian menunjukkan adanya perbedaan hukum antara kaum Hawa dan Adam. lengan dan betis. Tidak memperlihatkan zinah atau perhiasan diasaat ia memakai pada orang asing. Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat demikian. Interpretasi ini dikuatkan oleh fenomena keseharian kaum Hawa yang berpergian ke pasar dan masjid serta dalam perjalanan yang mengenakan cadar sehingga kaum Adam tidak melihatnya. Akhirnya makna ayat---adalah bagian tubuh yang biasa nampak pada tataran realities. Pendapat ini lebih memberikan kemudahan dimasa kita. Kisah ini terjadi pasca perintah hijab Rasulullah saw bersabda: “Berhijablah darinya. Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya dari Aisyah ra. Hadits Mursal. Hal ini dilandasi dengan dalih riwayat Abu Dawud dan al-Tirmidzi dan Ummu Salamah. Adapun stetemen ---terporos pada wajah. Bahwasanya Asma’ binti Abi Bakar menemui Nabi saw. disisi lain kaum lelaki tidak diperintahkan mengenakan cadar sehingga kaum perempuan tidak melihatnya. sama halnya dengan Iman Syafi’i dalam suatu qaulnya bahwa wajah dan kedua telapak tangan bukan aurat.merupakan penafsiran yang lebih tepat. Dalih yang mendukung adalah ayat sesudahya yaitu----Interpretasi yang kedua penafsiran lafadz zinah dengan bagian-bagian zinahperhiasan. “Bahwasanya ia sedang berada di rumah Rasulullah saw dan maimunnah dan kemudiaan ibn Ummi Maktum juga mendatangi rumah Nabi tersebut. Menyoroti perintah hijab. Bertolak dari hadits di atas. karena zinah secara literal dengan kandungan yang terangkum secara metaforis yaitu “daerah-daerah zinah” dapat didapati kerangka ayat ini. “Sesungguhnya seorang wanita itu mengalami masa haidh. Konsekuensi logisnya adalah keharaman membuka pos-pos zinah. yaitu dengan menggunakan kata zinah secara mutlak namun dengan stresing penafsiran pada ‘tempat-tempat zinah’. karena sasaran larangan tersebut terfokus pada larangan menampakkan bagian-bagian tubuh yang merupakan pos-pos bertenggernya perhiasan seperti dada. Zinah adalah semua entitas yang dipergunakan untuk memperindah dan mempercantik diri. kaum cendekiawan yang mengusung pendapat ke dua ini kebolehan perempuan melihat laki-laki lain tampa syahwat mengintepretasikan intruksi berhijab dari ibn Ummi Maktum dalam koridor nadb sah/boleh. Berikut beberapa hukum-hukum tertentu bagi kaum Hawa : a. Implikasi dari perintah tersebut adalah keharaman bagi perempuan untuk memandang laki-laki asing dibarengi getara syahwat atau tidak. “Wahai Rasululah bukankah ia orang tua yang tidak bisa melihat dan mengetahui kami?” Kitab alMuwatho’ meriwayatkan dari Aisyah bahwasanya ia menghijabi dirinya dari orang buta.“Tunduklah pandanganmu dari selain suamimu. Adapun tindakan Aiysah sebagaimana yang tergambar dalam riwayat diatas lebih digambarkan karena sifat wara’ yang terpatri dalam dirinya. adapun Aisyah melihat mereka dibelakang Nabi. menurut pendapat mayoritas ulama’. dan jagalah kemaluanmu dari zina seperti sihaq”. Nabi menutupinya dari mereka hingga Aisyah merasa bosan dan pulang. dua telapak tangan dan cincin sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibn Abbas dan ulama’ lain. dikatakannya padanya “Sesungguhnya ia tidak bisa melihatmu?” Aisyah menjawab : “ akan tetapi aku bisa melihatnya”. akupun bertanya. Sebagian ulama’ lain membolehkan kaum perempuan memandang laki-laki asing tampa syahwat kecuali daerah pusar hingga lutut dengan dasar argumentative riwayat dan sakhih Bukhari dan muslim bahwa Rasululah saw memandang orang-orang Habsy bermain pada hari raya di masjid. maka tidak dibolehkan menampakkan bagian tubuhnya kecuali ini” Nabi menujuk wajah dan telapak tangan. leher. dan dalam saat itu Aisyah memakai pakaian yang ringan riqa’ kemudian Nabi memalingkan muka dan bersabda: “Wahai Asma’. .

Kendati demikian memandang orang asing dalam berbagi momen dibolehkan seperti dalam prose khitbah. al-Shaykhani Bukhari dan Muslim. Abu dawud. b. Keempat golongan ini adalah wanita. Dalam kesempatan tersebut. Sudah barang tentu. Perintah ini merupakan tuntutan untuk menutup bagian tubuh yang tergolong perhiasan batiniyah bagi kaum hawa. dan pengikut yang tidak memiliki hasrat pada perempuan seperti pengikut yang tidak memiliki syahwat ketertarikan pada kaum hawa serta anak yang tidak memahami kondisi kaum perempuan. Sementara itu Ahmad Imam Syafi’i dalam salah satu qaulnya menyatakan bahwa seluruh tubuh manusia adalah aurat berdasarkan hadits “pandangan yang terjadi secara spontanitas” dan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibn ‘Abbas bahwa Nabi saw meninggalkan al-Abbas pada pada hari Nahr di belakangnya. Berdasarkan hadits ini. budak.Diriwayatkan dari Abu Hanifah ra bahwa kedua telapak kaki tidak terkualifisir sebagai aurat juga. Kelanjutan dari ayat di atas merupakan dengan pengertian memperbolehkan empat golongan yang disiyalir memiliki status kesamaan status sebagai muhrim dalam hal kebolehan bagi wanita untuk memperlihatkan zinah selain daerah pusar hingga lutut. Menampakkan perhiasan tersebut juga diperkenalkan pada mereka yang tersurat dalam ayat yang dikenal dengan istilah muhrim. mu’malah. . Adapun pendapat yang rajih dalam perspektif ilmu fiqih dan syariat adalah bahwa wajah dan kedua telapak tangan tangan tidak terklasifikasi dalam aurat jika tidak menimbulkan fitnah. pengobatan dan kegiatan belajar mengajar. Muhrim terbagi menjadi dua macam yaitu muhrim yang didasarkan pada hubungan nasab dan muhrim yang dijalin atas perkawinan. namun jika terciptakan kebobrokan maka menutupinya merupakan kewajiban. Menghamparkan kain kerudung ke dadanya untuk menutupi rambut kepala. dan Ibnu Majah dari Aisyah. kebolehan melihat hanya terbatas pada wajah dan kedua telapak tangan saja. Ayat diatas tidak menyebutkan saudara susuan. batasan aurat dan hubungan biologis. Bukhari menyatkan dari Aisyah ra berkata : “Allah menyayangi perempuan dari kaum Muhajirin yang awal karena ketika turun ayat dengan serta merta mereka menyobek kain sarungnya dan menutupi dengan sobekan kain tersebut”. yaitu mertua pihak laki-laki dan anak suami. persaksian. al-Fadhl memandangi seorang perempuan ketika ia bertanya padanya. namun demikian kebolehannya ini tidak boleh dijugde secara berlebihan. al-Nasai. c. kemudian Nabi saw memegang dagu al-Fadhl dan memalingkan wajahnya dari melihat perempuan tersebut. Tidak memperhatiakan perhiasan yang tersembunyi kecuali pada suami mereka. demikian halnya dengan seorang dokter lelaki diperkenankan melihat bagian-bagian tubuh yang harus diobati jika tidak terdapat dokter perempuan. namun sunnah mengambaikan status saudara susuan sebagai muhrim sebagaimana yang disinyalir dalam riwayat Ahmad. perhiasan yang diklaim tersebut adalah perhiasan yang dimaksudkan untuk bersenang-senang. leher dan dada. Adapun argumentasi pendapat golongan kedua seluruh badan merupakan aurat lebih dimobilisasi oleh sifat wara’ dan sifat berhati-hati dari godaan setan. karena menutupi keduanya lebih berat dari kedua telapak tangan terutama bagi orang-orang desa. intepretasi ayat adalah yang nampak dari tubuh dengan tampa sengaja. “Diharamkan bagi hubungan yang dilandasi atas susuan seperti halnya yang didasari atas hubungan kekrabatan”.

Dengan kaitan kelompok ini terjadi silang pendapat dalam mengidentifikasi secara spesifik. Muslim. dan al-Baihaqi dari Anas ra menguatkan statemen diatas. Ulama’ lain mengafirmasikan bahwa kebolehan tersebut dikhususkan bagi hamba sahaya perempuan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari perempuan kafir memiliki status yang akuivelen dengan lelaki asing bagi seorang muslim. Sebagian ulama’ berpendapat bahwa mereka adalah orang yang telah mencapai usia lanjut dan mengalami masa manpouse. dengan demikian penyandaran ayat yang tertulis dalam ayat ---menunjukkan musyabahah keserupaan/kemiripan yaitu perempuan yang semisalnya. sesungguhnya telah sampai kabar bahwasanya kaum muslimah memasuki kamar mandi bersamaan dengan perempuan musyrik. Dalam artian lain juga ditafsirkan sebagai setiap person yang tidak memiliki kepentikan pada kaum hawa. Yaitu yang terurai dalam penjelasan:  Wanita Mayoritas ulama’ mengintepretasikan lafadz “al-nisa’ dengan kaum wanita dalam agama seagama dan bukan mereka yang tergolong sebagai ahli dzimah. Abu Dawud dan al-Nasa’i meriwayatkan Aisyah ra berkata: “Seorang laki-laki yang sudah impoten menemuai istri-istri Nabi saw. : “Amma Ba’d. Riwayat Ahmad. Ibn Mardawaih. ia datang . adapun mereka sahabat red mengkualifisirnya bagian dari kelompok yang tidak berhasrat pada perempuan.Kendati demikian konsep-konsep diatas menyalut friksi yang signifikan dikalangan ulama’.  Budak Sedangkan budak yang terangkum dalam ayat tercakup kaum Adam dan Hawa sebagaimana pendapat mayoritas ulama’. Dari Anas ra. Ahmad. oleh karenanya seorang muslimah tidak dibolehkan menunjukkan bagian tubuhnya selain wajah dan dedua telapak tangan didepan perempuan kafir. ketika Nabi saw melihat kejadian tersebut beliau bersabda: “Hal itu dibolehkan bagimu. Bahwasanya Nabi membawa seorang budak yang akan diberikan pada Fatimah memakai kain yang jika ia menutupi bagian kepalanya kain tersebut tidak menutupi kakinya.  Perempuan pengikut yang tidak memiliki syahwat mereka adalah pengikut /pembantu yang bertujuan mencari sesuap nasi tampa indikator lain yaitu ketertarikan pada kaum perempuan. akhirnya bisa disimpulkan bahwa aurat perempuan pada sesamanya adalah antara pusar dan lutut saja. Abi Dawud. Adapun mayoritas madzhab Hambaliyah menyatakan bahwasanya wanita yang termaktub dalam ayat tersebut adalah wanita secara umum baik dari kalangan muslim dan kafir. dan tidak dikhawatirkan menyulut fitnah dan mentranformasi karekteristik perempuan pada orang-orang laki red asing. Ibnu Munzir dan al-Baihaqi dalam kitab Sunan-nya dari Umar bin Khatab ra. Bahwasanya ia menulis surat pada Abi ‘Ubaidah bin al-Jarrah ra. Said bin Mansur. kemudian Nabi saw masuk ketika laki-laki tersebut sedang menyebutkan sifat-ifat perempuan jika seorang perempuan datang. karena sesungguhnya ia adalah layaknya ayahmu dan anakmu". karena seorang budak samahalnya dengan laki-laki asing yang merdeka dalam konsepsi keharamannya. kain itu tidak menutupi kakinya. dan sebaliknya apabila ia mengenakan untuk menutupi kakainya. maka laranglah olehmu. karena tidak dihalalkan bagi seorang muslimah yang beriman kepada Allah dan hari akhir melihat auratnya kecuali yang seagama dengannya”.

” 2. anting dan gelangtangan”. dan membangkitkan syahwat serta menyulut praduka keterkaitan perempuan tersebut dengan kefasikan. dan seorang wanita diperkenankan membuka wajah dan telapak tangan diwaktu sholat. memperdengarkan gemrincing zinah perhiasan sama halnya mempertontonkan zinah terseut dan bahkan menempati titik yang utama dari memperlihatkannya dari khalayak ramai. maka bisa dipastikan bahwa bagian tubuh tersebut merupakan pemaparan diskriptif atas ayat illa ma dlhoharo minha. Patut diketahui kebolehan disini lebih longgar dari stetemen yang dimotori oleh pihak pertama pengusung identifikasi yang pertama diatas Faktor-faktor yang melatarbelakangi tumbuh suburnya fitnah : “Perempuan dilarang menghentakkan kakinya ketika berjalan dengan harapan orang mengetahui detingan suara kaki. kendati demikian perhiasan lain seperti celak mata. Pendapat yang demikin perupakan perpaduan dari interpretasi atas ayat. dan tidak memiliki naluri biologis seksualitas akibat usia yang masih muda. gelang tangan dan kutek terangkum didalamnya. Hajjaj bercerita kepadaku. cantik. Tafsir al-Thabary Al-Nur 30-31 Surah al-Nur 30 dan Surat al-Nur 31 19644. cincin. Dengan demikian. dari ibnu Juraij prihal firman Allah “’aw nisa’akum” dia berkata: “Telah sampai padaku bahwa ayat ini terlokalisasi pada perempuan muslim: “Tidak dihalalkan bagi perempuan musyrik melihat aurat muslimah kecuali jika . Akhirnya apabila diperhatikan bagian badan tertentu dibolehkan. Sedangkan anak yang terkualifisir sebagai remaja dan belum memasuki fase baligh. maka bisa dipastikan ia tidak diperkenankan memasuki kawasan perempuan. dia berkata : Aahurn al-Mughairah bercerita pada kami dari al-Hajj dari Ishaq. 19671. dia berkata. Sedangkan tujuan larangan ini tak lain adalah istruksi untuk senantiasa menutupi perhiasan wanita. Terdapat interpretasi ayat yang sangat beragam. Al-Qasim bercerita kepada kami . Anak Kecil Anak kecil yang tidak mengetahui prihal kewaniataan dan batasan aurat dengan detail. menarik perhatian. karena hal tersebut berpotensi memicu fitnah. namun kandungan ayat yang lebih mengena adalah penafsiran dengan wajah dan kedua telapak tangan. serta diharuskan baginya menutup seluruh bagian tubuhnya selain wajah dan kedua telepak tangan kecuali setengah lengannya sebagaiman dalam riwayat Nabi yang membolehkan memperlihatkan sebagian lengan tangannya. kami mengklaim bahwa pendapat diatas merupakan penafsiran yang utama dimaksudkan untuk mengkonvergensikan berbagai interpretasi ulama’ bahwasanya setiap individu yang melaksanakan sholat diwajibkan menutup aurat. Patut diketahui. sehingga dapat dipahami bahwa seorang perempuan dan lelaki tidak dilarang memperlihatkan bagian tubuhnya selama tidak terkualifir sebagai aurat tidak diharamkan. dari Ibn Mas’ud dia berkata: “Perhiasan terbagi atas dua macam perhiasan yaitu perhiasan yang dhahir seperti pakaian dan perhiasan yang tersembunyi samar yaitu gelang kaki. Ulama’ lain berpendapat: “Seorang wanita dibolehkan menampakkan zinah perhiasannya dihadapan anak kecil kecuali jika anak tersebut memiliki naluri sensualitas pada perempuan terlepas dari pencapaian usia remaja atau tidak pada sang anak. namun mampu bercerita hal-hal yang bermuasal dari daya penglihatan dan mampu mengidentifikasi orang buruk rupa. dia berkata : al-Husain bercerita kepada kami . Ibnu Hamid bercerita kepada kami.

kedua telapak tangan. seperti melihat seluruh sudut rumah beda halnya dengan melihat sesuatu yang disinyalir sebagai tindakan amoral. kareana memperindah diri merupakan suatu kondisi yang sengaja dilakukan untuk menampilkan fenomena yang lebih indah. Adapun tazin mempercantik diri menambah aura keelokan perempuan. Ibnu al-Araby berkata : . Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir Surat al-Nur 30-31 a. sebagian setengah lengan tangan. Surat al-Nur: 30 Ayat ini mengupas tuntas kehalalan dan keharaman mata bagi komunitas kaum muslim. celak dan kutak dari tumbuhan inai. yakni bagian-bagian yang jika diwajibkan menutupinya akan memberatkan perempuan atau bagian tersebut jika tidak ditutupi menimbulkan konsekuensi yang sulit. kutek dan cincin. b.Nabi saw memasuki ruangan. Seperti diketahui. permata.perempuan musryik melihat aurat muslimah kecuali jika perempuan musryik tersebut budak sahayanya yang perempuan. Tafsir al-Maraghi Surat al-Nur 30-31 Surat al-Nur 30-31 Intepretasi ayat diatas memiliki kesamaan dengan penafsiran yang tertulis dalam tafsir alMunir. maka aku menggerakkan mataku keatap rumah. 3. dan bisa dipastikan akan menarik perhatian indra penglihatan. Kategori pertama sebagai wajah. 4. Hadits Umar bin Hatab memaparkan kisah seorang ---. oleh karenanya kaum hawa dilarang mempertontonkan perhiasannya kecuali dalam komunitas kaum adam yang tidak mempunyai ketertarikan pada kaum hawa akibat kedekatannya sebagai muhrim karena nasab dan perkawinan. sedangkan perhiasan yang non natural ialah entitasentitas yang sejatinya ditujukan untuk mempercantik diri seperti pakaian yang glamour. surat an-Nur ayat 30 ini menyebutkan secara eksplisit penggambaran istruksi menundukkan pandangan dengan afirmasi pada kebolehan memandang obyek obyek tertentu hal ini diafirmasikan dengan penulisan huruf “min” dalam konstruksi ayat yang mengindikasikan ketidakharaman melihat dengan intensitas material tertentu. Kendati demikian keharaman memaperlihatkan perhiasan dihukumi secara mutlak. hal ii terangkum dalam ayat ‘aw ma malakat ‘aymanukum”. mak bisadiptikan bahwa konsepsi gadhul bashar terbagi atas berbagi strata yaitu ghadul bashar yang mencapai pada tingkatan wajib dan tidak wajib. kemudian aku melihat pakaian yang tergantung. yaitu kebolehan memperlihatkan perhiasan yang sejatinya terlihat. yaitu perhiasan yang tidak wajib di tutupi ditempat kerja seperti celak. Perhiasan tersebut juga dimaksudkan sebagaimana firman Allah. Surat an-Nur 31 Zinah bibagi menjadi dua macam yaitu khalqiyah natural sesuai dengan fenomena pembawaan asal dan muktasabah non natural. kecuali ayat 31 dalam kalimat----yaitu yang sejatinya dipersiapkan menjadi pembantu. Zinah diartikan sebagai pakaian dalam surah alA’raf. Dengan demikian konsep ghadul bashar mencakup praktek memalingkan pandangan dari hal-hal yang sejatinya dibenci oleh khalayak umum karena menyalahi norma.

Bertolak dari interpretasi ini--adalah perhisan yang dijadikan Allah nampak berdasarkan hukum fitrah yang jika dipaksakan menutupnya sama halnya menanam benih-benih kesia-siaan dan memberatkan bagi pemiliknya. seperti paha bagian atas. ia tidak membatasi dengan kutek tangan. pergelangan tangan. Adapun perhiasan mushthana’ah yang dhahir adalah perhiasan yang apabila dibiarkan terbuka berimplikasi pada titik “memberatkan” bagi perempuan terhadap suami dan pasangannya. Abu Hanifah berkata : “Menutup kedua kaki bukan sebuah keharusan. permata. seperti leher. kedua telapak tangan dan kaki. celak kutek dari tumbuhan Inay dan siwak. Perhiasan tersebut adalah wajah dan kedua telapak tangan. lengan. lengan bagian atas. Ibnu Arabi berkata : ibnu al-Qasim meriwayatkan dari Malik : Kutek bukan perhiasan. Ibnu’Addilbarr berkata : "Makna riwayat hadits tersebut adalah wanita yang memakai gaun transparan hingga memperlihatkan lekuk tubuh dan nyaris tidak menutupi bagian tubuhnya. dan menggunakan gaun yang tidak ketat bukan merupakan hal yang susah baginya. pergelamgan tangan. Sedangkan perhiasan yang khofi tersembunyi merupakan a contrario dari perhiasan yang dhahir. dari al-Qanaazi’i berkata. maka bagian tersebut juga tidak dapat dijastifikasi dalam rrangkaian firman Allah perhiasan yang sejatinya nampak. Malik meriwayatkannya dalam kitab al-Muwatho’ dari Nabi saw bersabda : “Perempuan yang menenakan pakaian yang hamper tidak menutupi lekuk tubuh yang menarik perhatian tidak akan masuk surga”. Al-Qur’an mengafirmasi kategori gelang kaki ini dengan firman Allah. Kelompok ahli tafsir mengintepretasikan zinah dengan jast ---dengan wajah dan kedua telapak tangan dalam riwayat lain kedua kaki dan rambut. namun hanya sampai taraf menyulitkan karena seperti diketehaui bertelanjang kaki merupakan sesuatu yang lumrah dikalangan perempuan pedesaaan oleh karenanya para praktisi ilmu fiqih berpendapat dalam kewajiban menutupinya. leher dan kedua telinga. seperti pantat dan paha.“Perhiasan terbagi menjadi dua. punting susu. Kendati demikian ulama’ berbeda pendapat dalam hukum menampakkan gelang tangan dan kaki. Demikian halnya dengan bagian-bagian yang tidak diperintahkan untuk di tutup seperti cincin berbeda dengan anting dan gelang. dalam arti benar mereka mengenakan kostum namun gaun tersebut tidak menutupi tubuhnya akibat transparasi bahan pakaian". Sedangkan bagiantubuh secara spesifik seperti wajah. Madzhab Maliki menelorkan dua statemen dalam hal ini yaitu wajib dan tidak wajib. maka yang demikian tidak terkualifisir dalam firman Allah “maa dhoharo minhaa” perhiasan yang sejatinya nampak. "Malik mengintepretasikan hadits diatas sesungguhnya kaum . paha dan rambut. adapun pendapat yang benar adalah kedua benda tersebut diidentifikasi dalam kategori perhiasan yang dhahir. Dengan demikian. sedangkan prihal keidahan tubuh perempuan yang jika diperintah untuk menutupinya tidak menimbulkan kesukaran. makna ayat---adalah bagian tubuh yang tidak ditutupi oleh kaum perempuan seperti wajah. Ibn’Arabi juga berkata kutek merupakan perhiasan batiniah yang sejatinya tidak diperlihatkan jika dilekatkan pada kaki. dan berpotensi pada strata kesulitan untuk menghilangkan perhisan tersebut disaat dia berinteraksi dengan laki-laki lain dan mengkonstruksinya seperti semula ketika ia berada di dalam rumah. Dalam kaitannya dengan hal ini. dan betis sama halnya dengan perempuan yang memiliki bagian tubuh tertentu yang elok kendati tertutup rapat. punting susu. lain halnya dengan kdua kaki tidak mencapai tingkatan ksia-siaan. Selain naskah Ibnu Baskawal dalam kitab al-Muwatho’. khalqiyah sesuai dengan asal penciptaan dan mushtona’ah yang mengalami sebuah proses perubahan. kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki”. Perhiasan kholqiayah sebagai---adalah perhiasan yang berpotensi pada tumbuh suburnya titik kesulitan jika perempuan menutupinya dihukumi wajib seperti wajah. pergelangan tangan. Adapun perhiasan yang tegolong dalam kholqiyah secara global adalah sebagian besar anggota badan perempuan. Adapun kategori perhiasan yang kedua musthona’ah adalah perhiasan yang lazim dipakai oleh kaum Hawa seperti pakaian yang modis warna warni. lengan bagian atas. bagian atas.

Ayat sesudahnya mengafirmasikan bahwa memperlihatkan perhiasan merupakan tindakan yang terlarang. Larangan ini mengandung konsekuwensi pada semua tindakan yang menarik perhatian laki-laki pada pemainan wanita. Adapun pendapat Ibnu Munir al-Maliki didasarkan pada madzhab yang dianutnya. betis. demikian halnya dengan statemen al-Zamakhsyari dilandaskan pada pendapat masyur dari madzhab imam Abi Hanifah bahwasanya badan yang disinyalir sebagai tempat perhiasan dhahir adalah wajah dan kedua telapak tangan. sedangkan kedua kaki bukan terkualifikasi sebagai aurat secara mutlak . Dalih yang membenarkan larangan tersebut terrangkum dalam firman Allah …. Dalam ranah realitasnya layaknya tarian dan goyangan perempuan dihadapan laki-laki. Ibnu Rusyd menjelaskan bahwa pakaian yang dimaksud adalah gaun yang sempit dan melekat pada bagian tubuh hingga nyaris mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi. cincin celak. bisa dipastikan memandang bagian tubuh yang dhahir nampak dan lajimnya merupakan daerah yang dikenakannya perhiasan dhahir bagi orang asing dihalalkan. dan kutek sehingga memperlihatkan ini pada orang asing bukan merupakan tindakan yang dikencam. Oleh akarenanya Allah melarang memperlihatkan perhiasan yang dimiliki untuk diinformasikan secara aksioma bahwa memandang perhiasan tidak diperkenalkan karena mengisyaratkan pada bagian badan perempuan dengan dalih bahwa kehalalan memperlihatkan perhiasan yang tidak menempel pada tubuh seperti gelang tangan yang diperjual belikan di pasar tidak patut didiskusikan lagi. Seperti diketahui melihat bagian tubuh hanya dbolehkan oleh pasangan hidup suami istri kecuali dalam keadaan terpaksa seperti pengobatan dan persaksian. ikat pinggang dan anting. lengan atas. dan jika ziinah diartikan sebagai pos bertenggernya perhiasan. semprotan parfum yang berlebihan juga dilarang. Ayat diatas menyebutkan stetemen zinah secara eksplisit dan bukan daerah daerah yang lazimnya merupakan obyek sentral pemakaian perhiasan dimaksudkan sebagai afirmasi pada instruksi menutup bagian-bagian tersebut. gelang kaki. dada dan telinga. leher. namun konsekuensi logis yang demikian tidak dibenarkan karena setiap bagian tubuh merdeka adalah aurat. Tafsir al-Alusi Surat al-Nur 30-31 Surat al-Nur 30 . namun celaan tersentralisasi pada mengumbar perhiasan khofy tersembunyi seperti gelang tangan..31 Kitab al Zawajir karangan ibn Hajar al-Makky menegaskan keharaman bagi kaum hawa memandang lelaki kendati tidak dibarengi dengan hasrat padanya dan sertai rasa takut dan fitnah seperti halnya ketidakbolehan laki-laki melihat perempuan habnya hubungan nasab atau susunan atau perkawinan membolehkan memandang sesamanya kecuali daerah antara pusar dan lutut. mahkota. 5. kepala.perempuan memakai gaun yang tipis yang nyaris tidak menutupi bagian tubuhnya". dan yang menggerakkan ketertarikan kaum Adam pada lawan jenis baik yang berhasal dari hasil penglihatan pada obyek tertentu atau pendengaran pada hiburan yang disodorkan kaum Hawa seperti nyayian dan berbicara dengan suara yang mendayu-dayu. Bagian tubuh ini adalah bagian lengan bawah. Ahli tafsir lainnya menekankan intepretasi ayat-ayat diatas sejatinya tempat bermuaranya perhiasan. Perhiasan yang dhahir nampak sejatinya terapresiasikan pada entitas material seperti. adapun Ibnu al-Munir menyatakan bahwa makna ayat ini adalah perhiasan secara literal. Hal ini merupakan langkah yang aplikatif . karena perhiasan bisa dipastikan dikenakan dibagian tubuh tertentu yang sudah barang tentu tidak boleh dipandang kecuali oleh golongan yang dikemukakan dalam konstruksi ayat sesudahnya. Dalam perspektif pendengaran Ibnu al-Qasimi dari Jami’ al-’Atabiyah Malik berkata : “Sampai padaku kabar bahwa Umar bin al-Khatab melarang perempuan mengenakan pakaian ala Qibti".

. Anda mengetahui bahwa kebolehan memperlihatkan wajah dan kedua telapak tangan seperti yang disinyalir dalam ayat dan keharaman memandang dua bagian tersebut secara mutlak dalam madzhab mereka madzhab Syafi’i secara bersamaan sangat tidak masuk akal. Sebahagian madzhab ini juga menginterpretasikan perhiasan yang nampak itu adalah wajah dan kedua telapak tangan setelah menelaah parameter bahwa aurat orang merdeka selain dua bagian tersebut mereka berdalih keharaman melihatnya karena berpotensi menyulut fitnah. Sebahagian penganut madzhab Syafi’i berpendapat keahalalanmelihat wajah dan telapak tangan jika tidak menyulut fitnah. Oleh karenanya mengharamkannya adalah sikap yang tepat. ia menyatakan dalam kitab al-Bahar pendapat yang mendekati kebenaran adalah mengklasifikasinya dalam konsep zinah dan mengairmasikan dengan stetemen “Perhiasan manakah yang lebih indah dari penciptaan yang ideal” Maksud ayat ini sebagaimana riwayat Ibn Hatim dan Ibn Jubair. namun stetemen ini tidak menempati urutan pertama dalam pendapat mereka. sehingga makna yang terkandung adalah apa yang nampak tampa indikasi memperlihatkan seperti tersikap akibat hembusan angina maka kaum Hawa tidak dimintai petanggungjawaban kelak dihari pembalasan. maka pengecualian yang tersurat dalam firman Allah bisa jadi merupakan hukum yang paten dalam perspektif metode isyarah tanda. sedangkan makna ayat tersebut adalah larangan mengumbar dua komponen dari hasil intepretasi diatas pada bukan muhrim dan mengecualikan hal-hal yang sejatinya tidak dapat disembunyikan ditutupi dalam berbagai momentum seperti wajah ujung tangan dan kaki”. dan dari riwayat al-Hasan adalah cincin dan gelang tangan dari riwayat lain menyebutkan lainnya. Sehingga konsekuensi logisnya adalah tidak semua hal yang dilarang memandangnya dikualifisir sebagai aurat. Allah menginstruksikan perempuan mukmin menutupi leher dan dada dengan kain sehingga bagian tersebut tidak nampak. Dan ketahuilah jika maksud larangan mengumbar daerah-daerah notabene tempat bertenggernya.sehingga tidak ada larangan melihatnya. Namun demikian sebagian ulama’ lain tidak mengamini penafsiran zinah perhiasan dengan ciptaan Allah perhiasan yang merupakan ciptaan Allah. Adapun Ibnu Bahar berkata : “Perhiasan sejatinya terletak pada keindahan cipataan yang dibentuk oleh Allah dan pakaian yang berlebihan yang ditunjuk untuk mempercantik diri. karena dapat memotivasi keingintahuaan yang mendasar untuk melihat bagian tubuhnya secara utuh. dan dikatakan secara global wajah dan dua telapak tangan. bahkan ulama’ mengungkapakan ketidakbolehan memandang kuku kaum Hawa yang tidak menempel lagi ditangannya. Kitab al-Zawaajir juga menyatakan keharaman melihat bagian tubuh perempuan yang terlepas. yaitu mempertanggung-jawabkan dihari pembalasan. Ibnu Aabi Syaibah dari ‘Ikrimah bahwa maksud ayat diatas adalah telapak tangan dan tengkuk. Secara aksioma. Ibnu Abi Syaibah Abu bin Hamid dari Ibn’Abbas berkata maka firman Allah ---adalah wajah dan telapak bagian dalam. sebagian kabar dan riwayat menginterpretasikan zinah perhiasan pada makna yang terlintas dengan cepat dan lainnya di daerah daerah dikenakannya perhiasan. perempuan pada masa dahulu menutup kepalanya dengan kain dan mengantungkan menurunkan kainnya dari belakang punggung seperti kebiasaan jahiliyah sehingga leher dan sebagian dadanya terlihat. red pehiasan. dan pendapat yang mengkualifikasi dua bagian badan tersebut sebagai aurat serta larangan memperlihatkan pada individu selain yang dirangkum dalam freme pengecualian pada ayat sesudahnya. Adapun madzhab Syafi’i sebagaimana yang tersurat dalam kitab al-Zawaajir mengurai bahwa wajah dan telapak tangan baik bagian dalam maupun luar hingga siku merupakan aurat dalam paradigma “memandang perempuan” kendati ia adalah hamba sahaya perempuan dan bukan aurat bagi orang merdeka dalam shalat.

mengenai hukum tabarruj atau pakaian dan gerak tubuh yang menimbulkan rangsangan seksual. Stetemen dalam kitab Syafi’iyah dan yang aku al-Alusi. dengan demikian mendengarkan tidak dilarang jika tidak disertai ketakutan akan fitnah dan menikmatinya sebagaimana ulasan al-Zarkasy. memamerkan pakaian dan perhisan yang indah serta memamerkan diri didepan laki-laki yang bukan muhrimnya. Abu al-Ghifari. Luqman Haqani. Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001. oleh karenaya Nabi saw bersabda: “Takbir bagi laki-laki dan tepuk bagi kaum perempuan”. h. erotis. Sementara itu. 2002]. perempuan dengan perempuan lesbian. 41 40 . Pernikahan Dini Dilema Generasi Ekstravaganza. 29. melantunkan suara-suara yang menggoda. h. Pertama. sensual. Tidak diragukan lagi secara psikologis bahwa menguatnya perasaan wanita melalui kebebasan memilih pakaian yang sesuai dengan standar syariat. [Jakarta. akhirnya memperdengarkan di depan kaum Adam dianggap tindakan yang tidak bagus. 28. Larangan memperdengarkan gemrincing suara tersebut pasca larangan memperlihatkan perhiasan sendiri bisa dipastikan adalah larangan memperlihatkan bagian tubuh yang lajimnya tempat obyek pemakaian perhiasan. Ibid. Lih. 2002]. C. Mujahid.41 Kedua. 42 Abu al-Ghifari. Ketiga. 10. red anut bahwa gemercing suara sejatinya bukan aurat. Ke-empat. Sebahagian khalayak umum didapat lebih banyak tergetar syahwatnya akibat gemrincing suara perhiasan daripada melihat perhiasan yang berpotensi menimbulkan suara.. menumbuhkan perasaan positif berupa persamaan perempuan ditengah masyarakat Muslim dengan corak tertentu dalam menutup aurat dan semakin dalamnya perasaan terhadap kemuliaan. Menurut Syekh Abu 'Ala Al-Maududi kata tabarruj bila dikaitkan dengan wanita memiliki arti sebagai berikut. h. Mujtahid. menampakkan keelokan wajah dan bagian tubuh yang dapat membangkitkan birahi dihadapan kaum laki-laki yang bukan muhrimnya.42 Rasulullah saw bersabda. Demikan halnya seperti perhiasan lain pada gelang kaki yang menimbulkan suara jika kaki melangkah terlebih jika dihentakkan. h. [Jakarta. bersolek dan menggunakan parfum secara berlebihan ketika keluar rumah. Pernikahan Dini Dilema Generasi Ekstravaganza. Mujtahid. 2003]. Sedangkan Hanafiyah seperti pernyataan Ibn al-Hamman: Beliau menyatakan secara gamblang dalam kitab al-Nawazil bahwa lantuanan suara perempuan adalah aurat. 69. dan sejenisnya larangan bagi laki-laki berkhalawat berdua dua-an ditempat yang sunyi tampa orang ke tiga dengan perempuan yang bukan muhrimnya40. Kaum perempuan sekarang mengenakan perhiasan seperti dari mutiara atau semisalnya sebagai aksesoris dirangkaian gelang kaki sehingga gemercing suara gelang tersebut terdengar meski mereka berjalan dengan pelan.Secara literalis. [Jakarta. ataupun antara laki-laki dengan laki-laki homoseksual. teks ayat menyatakan ketiadaan perbedaan gender laki-laki dan perempuan akibat keumuman huruf ---dan karena jika ayat tersentralisasikan pada kaum Hawa saja maka yang tertulis dalam konstruksi ayat seharusnya karena penegasan yang demikian lebih spesifik dan mengena pada maksud ayat. Musuh Yang Menjadi Idola. ini adalah jelas haram. Al-Sunnah Dan Qaidah Ushul Fiqih Pornografi dan pornoaksi yang terkait dengan aurat ada beberapa hadits Rasulullah yang melarang memakai pakaian yang tembus pandang.

tetapi batasan mengenai aurat adalah ditentukan pertimbangan pertimbangan kemanusiaan segala aspek. Ibnu Rushd.46 Perintah menutup aurat adalah dari agama teks syara'. yaitu 'memalukan' dan 'menggairahkan'. mereka tidak akan masuk surga. 49. dalam menentukan batasan aurat. ialah pengusa yang dzalim. Nail al-Authar. fiqh memnbangun wacana tentang tubuh dan norma-norma yang terkait dengannya. Lih. 168. Fiqh menganggap ada beberpa tubuh yang tidak pantas untuk diperlihatkan. Pendapat pertama adalah yang dinyatakan oleh Imam Asy-Syafi'I.. Pada awal inilah difinisi aurat.. Juz III. Memalukan dan menggairahkan adalah sesuatu yang kontekstual. Rambutnya sebesar punuk unta. 46 Abu Muhammad Ali bin Muhammad ibn Hazm. tidak layak bahkan memalukan. h. bahwa aurat laki-laki adalah antara pusat dan kedua lutut. juz III. Dar al-Afaq al-Jadidah. An-Nawawi. bahkan tidak akan mencium wanginya padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan yang amat panjangnya.210. Juz I h. tt]. Bidâyah al-Mujtahid. Dalam disiplin ilmu fiqih lafal aurat diartikan sebagai yang memiliki muatan arti dalam ayat an-Nûr ayat 31 dan 58 yaitu yang berarti sebahagian anggota tubuh manusia yang didalam pandangan umum buruk atau malu bila diperlihatkan dan bila dibiarkan terbuka mungkin bisa menimbulkan fitnah seksual. Mengenai batas aurat laki-laki." HR. Kemudian sesuatu yang memalukan itu justru bisa membangkitkan gairah orang lain yang melihatnya untuk melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya. yang selalu maksiat. [Bairut. al-Isthakhiri. kesepakatan pendapat ulama' fiqih menyatakan bahwa harus ditutup dari pandangan orang dengan pakaian yang tidak tembus pandang dan tidak membentuk lekukan tubuh. Asy-Syaukani. dan Abu Hanifah. Ibnu Rushd dan Asy-Syaukani mengatakan bahwa ulama' Fiqih berada dalam tiga pendapat. Pendapat ketiga yang dinyatakan oleh adh-Dhahiri. karena itu fiqh membedakan antara aurat laki-laki dan perempuan. Juz II.43 Dari dua kata kunci tentang aurat. Al-Muhalla. Ibnu Jarir. pandangan fiqih membedakan antara perempuan dan laki-laki. Bergerak Menuju Keadilan…. sekitar lubang anus dan paha saja. baik laki-laki maupun perempuan dibutuhkan mekanisme yang 43 44 45 Faqihuddin Abdul Kadir. Kedua adalah wanita yang berpakaian tapi telanjang. Pendapat kedua menyatakan bahwa aurat laki-laki adalah alat kelamin [qubul]. Mengenai batas anggota tubuh yang dianggab aurat. hal. Untuk aurat laki-laki walaupun ada perbedaan. tetapi secara umum mayoritas ulama' berpendapat bahwa laki-laki seharusnya menutup anggota tubuh antara pusar dan kedua lutut kaki. tidak layak bahkan memalukan. Muslim Dalam Fiqh pembahasan mengenai aurat didasarkan pada wacana tubuh dengan berbagai dimensi sensualnya. selebihnya bukan aurat. . h. Orang menyebut aurat untuk hal-hal yang tidak pantas untuk diperlihatkan. رواه مسلم‬ "Ada dua golongan dari ahli neraka yang siksanya belum pernah aku lihat sebelumnya pertama adalah kaum yang membawa ekor cambuk seperti ekor sapi yang digunakan memukul orang. Al-Majmu.44 Oleh karena itu. salah satu riwayat dari Imam Malik dan Ibnu Hambal adalah bahwa aurat laki-laki hanya qubul dan dubur saja.45 Sementara aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Untuk itu. Malik.‫صنفان من اهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس‬ ‫ونساء كاسيات عاريات مميلت مائلت رءوسهن كأسنمة البخت المائلة ليدخلن‬ ‫الجنة ول يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا.219 Lihat. 83.

Al-Isra' 32 Sulaiman Rasjid. segala sesuatu yang mengakibatkan seseorang cenderung melakukan perbuatan asusila fakhisyah adalah berdosa. 2004]. yaitu berdasarkan surah Âl-Isra' kita dilarang mendekati zina dan an-Nûr 30-31 yang mengatur tentang cara bergaul52. dan jika pelakunya dalam status sudah menikah maka harus dihukum dengan dilempar batu sampai meninggal rajam. maka batasan pornografi dan pornoaksi menurut hukum Islam telah jelas54.. memelihara kehormatan. [Yokyakarta. h. Sinar Baru. 2001]. Aurat adalah bagian-bagian tubuh yang berpotensi menimbulkan rangsangan-rangsangan seksual bila terlihat. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Ibid. misalnya. Sedangkan menurut definisi agama Islam. Fiqih Perempuan Refleksi Kyai Atas Wacana Agama dan Gender.51 Sementara itu menurut hukum Islam seperti yang telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001 tentang pornografi dan pornoaksi tanggal 22 Agustus 2001. Fiqih Islam. QS.48 Seorang wanita yang memperlihatkan sekadar rambut atau bagian bawah kakinya. dan batas aurat al-Ahzâb ayat 59 yang mengatur tentang aurat kaum perempuan Mu'minah53. agar tubuh manusia tidak dieksploitasi terutama tindak pornografi dan pornoaksi yang dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat. Jika pelakunya masih bujangan maka harus dicambuk sebanyak seratus kali mi'ata jaldah. 53 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001. Rahima. Apalagi sampai berbuat zina maka dianggap telah melakukan dosa besar. Husain Muhamad.akomodatif dan responsif terhadap gejala nilai yang berkembang di masyarakat sehingga dalam tingkat tertentu nilai dan batasan tersebut dapat diterima oleh masyarakat. pornografi dan pornoaksi adalah haram. dalam konteks pornografi dan pornoaksi yang mengumbar aurat. Sebab. Dalam hal ini pertimbangan khsuf al-fitnsh yang sudah dikembangkan oleh ulama' fiqih juga harus menjadi salah satu penentu pertimbangan. [Jakarta. . yang dimaksud adalah aurat menurut syariat Islam. 4. Sebagaimana disebutkan dalam QS. 1990]. Pustaka Zahra. sutradara. dan al-Maidah ayat 2 tentang kewajiban saling tolong menolong dalam mengerjakan kebaikan dan takwa dan larangan melakukan tolong menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran. menyaksikan secara langsung aurat seseorang yang bukan haknya pornoaksi. Husain Muhammad. pengarah gaya. kecuali untuk tujuan yang dibolehkan oleh syara'. Ibid. Ini akan berlaku juga pada para pembuat pornografi dan pornoaksi kamerawan. Al-Isra' 32: ‫يل…ا‬a‫ ب‬c‫اء‬c‫ة… س‬ c‫ س‬c‫ و‬c‫ش‬a‫اح‬c‫ ف‬c‫ان‬c‫ ك‬t‫ه‬f‫ن‬a‫وا إ‬t‫ب‬c‫ر‬o‫ق‬c‫ا ت‬c‫ل‬c‫و‬ ‫ا‬c‫الز¡ن‬ "Dan janganlah kamu mendekati zina. 2. 62. dan suatu jalan yang buruk".47 Tentu saja. 25. h.49 Secara fiqih. h. h. 64. Panduan Seks Islami. Fiqih Perempuan Refleksi Kiyai Atas Wacana Agama dan Gender. h. 48 49 50 51 52 47 Hasan Hathaut. misalnya memberi pertolongan medis. 402 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001 Tentang Pornografi dan Pornoaksi tanggal 22 Agustus 2001 atau Jumadil Akhir 1422 Hijriyah. dan lain sebagainya. dan jika dilakukan maka pelakunya harus bertobat karena dianggap berdosa. aurat wanita dalam pandangan Islam adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. h.50 Pornografi dan pornoaksi dianggap mendekati perbuatan zina sehingga harus dilarang. jelas termasuk orang yang mengumbar aurat.. [Bandung.

404 . yakni bagian tubuh antara pusar dan lutut bagi laki-laki dan bagian tubuh selain muka. h. Kedua. dia dianggap telah melakukan aktivitas yang haram. alasan utama penutupan tubuh perempuan adalah untuk menghindari gangguan fitnah dan malapetaka dharar yang menempa diri perempuan. Ibid. atau gambar hubungan seksual atau adegan seksual adalah haram.  Membiarkan aurat terbuka dan atau berpakaian ketat atau tembus pandang dengan maksud untuk diambil gambarnya. melakukan gambar hubungan seksual. misalnya. baik untuk dicetak maupun divisualisasikan adalah haram. baik dengan lukisan gambar. baik cetak atau visual. dan alasan utama beberapa anggota tubuh dibiarkan terbuka adalah alasan keterpaksaan darurah atau keperluan hujjah. Karena itu. h. menjual. bila orang itu ikut dalam usaha membuat dan atau menyebarluaskan media porno. memang dipandang belum melakukan aktivitas haram karena media sebagai benda adalah mubah.  Memperlihatkan aurat. mengedarkan. sebuah benda dengan muatan pornografi dan pornoaksi dihukumi sebagai benda yaitu mubah. berdasarkan berbagai nas dan dan kaidah ushul fiqih Secara umum Majelis Ulama indonesia MUI pada tahun 2001 mengeluarkan fatwa tentang pornografi dan pornoaksi menetapkan beberapa hal sebagai berikut.  Menggabarkan secara langsung atau tidak langsung. tulisan reklame. tingkah laku secara erotis. kecuali dalam keadaan diperlukan Abu Hanifah memperkenankan kedua lengan tangan dan kedua setengah betis kaki dibiarkan terbuka.  Melakukan hubungan sksual atau adegan seksual didepan orang. Akan tetapi.  Menperbanyak. telapak tangan dan telapak kaki bagi perempuan adalah haram kecuali dalam hal-hal yang dibenarkan secara syar'i. maupun ucapan baik melalui media cetak maupun elektronik yang dapat membangkitkan nafsu birahi adalah haram.55 Namun demikian. Seseorang yang dihadapkan pada suatu media porno.Sementara itu.  Melakukan pengambilan gambar sebagaimna angka 2 adalah haram.. membeli dan melihat atau memperlihatkan gambar orang. baik terhadap diri sendiri ataupun orang lain dan melihat hubungan seksual ataupun adegan seksual adalah haram. 54 55 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001.  Berbuat intim atau berdua-duaan khalwat antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram-nya dan perbuatan sejenis lainhya yang mendekati dan atau mendorong melakukan hubungan seksual diluar pernikahan adalah haram. Bahwa perempuan hanya diperkenankan membuka wajah dan kedua pergelangan tangan. yang terbuka auratnya atau berpakaian ketat atau tembus pandang yang dapat membangkitkan nafsu birahi. Sulaiman Rasjid. Ibid. Sebab. Dengan demikian.. Mengenai batasan aurat menurut pandangan ulama' Fiqh dapat disimpulkan pada: Pertama. kaidah "ushul fiqih" yang mu'tabar menyebutkan: "Sarana yang menjerumuskan pada tindakan keharaman adalah haram". suara. maka menurut syariat. 5. kemubahan ini bisa berubah menjadi haram ketika benda wasilah itu dipastikan dapat menjerumuskan pada tindakan keharaman. kemubahan ini juga tidak berlaku untuk penyebarluasan dan propaganda pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi yang akan memiliki dampak serius di masyarakat. Fiqih Islam.

 Membantu dengan segala bentuknya dan atau membiarkan tampa pengingkaran perbuatan-perbuatan yang diharamkan diatas adalah haram. hanya melalui pesanan lewat pos. lewat saluran-saluran televisi yang dapat dibatasi . Kebanyakan negara mengizinkan paling kurang salah satu bentuk pornografi dan pornoaksi. manfaat. mengatakan bahwa pornografi dan pornoaksi itu penting bagi kebebasan dan bahwa suatu masyarakat yang bebas dan beradab harus dinilai dari seberapa jauh mereka bersedia menerima pornografi dan pornoaksi. Sebaliknya. Sebagian orang. dan pada umumnya negara-negara mempunyai pembatasan menyangkut pornografi dan pornoaksi yang melibatkan kekerasan atau binatang. Di beberapa negara. pornografi dan pornoaksi ringan dianggap tidak terlalu mengganggu hingga dapat dijual di toko-toko umum atau disajikan di televisi.  Melakukan suatu perbuatan dan atau suatu ucapan yang dapat mendorong terjadinya hubungan seksual diluar pernikahan atau perbuatan sebagaimana dimaksud angka 6 adalah haram. termasuk produser pornografi dan pornoaksi Larry Flynt dan penulis Salman Rushdie.[] BAGIAN KE-TIGA PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT GLOBAL A.  Memperoleh uang. dan atau fasilitas dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan diatas adalah haram. misalnya dengan membatasi ketersediaannya hanya pada toko buku dewasa. Pornografi dan pornoaksi anak dianggap melanggar hukum di kebanyakan negara. Memakai pakaian tembus pandang atau ketat yang dapat memperlihatkan lekuk tubuh adalah haram. Kebanyakan negara berusaha membatasi akses anak-anak di bawah umur terhadap bahan-bahan porno berat. pornografi dan pornoaksi berat biasanya diatur ketat. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Global Status hukum pornografi dan pornoaksi sangat berbeda-beda.

Tuntutan terhadap pornografi dan pornoaksi maupun toleransinya sangat berbeda-beda dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya dan dari kota ke kota. Berikut ini status dan pemberlakuan pornografi dan pornoaksi diberbagai negaranegara dibelahan Dunia: • Amerika Serikat: Bahan-bahan porno berat legal pada tingkat Federal kecuali bila memenuhi uji Miller tentang ketidakpantasan. Biasanya toko-toko porno membatasi usia orang-orang yang masuk ke situ. majalah dan sampul DVD yang menampilkan alat kelamin harus disembunyikan dari pemandangan umum. tetapi memilikinya tidak dianggap ilegal. Belanda: Undang-undang yang sangat liberal. dll. Beberapa upaya untuk membatasi pornografi dan pornoaksi di internet telah dibatalkan oleh pengadilan. namun pornografi dan pornoaksi masih cukup mudah diperoleh. Bila dijual di tempat-tempat umum. tetapi dengan catatan bahwa ada banyak toko dewasa di masing-masing negara bagian dan wilayah yang boleh menjual atau menyewakan bahan-bahan yang bersifat porno. Pornografi dan pornoaksi biasa tidak termasuk hubungan seksual dengan binatang legal. atau kadang-kadang barang-barang yang disajikan ditutupi sebagian atau sama sekali tidak terpampang. Bahan-bahan porno dapat dibeli dan disewa di Northern Territory dan ACT. Brasil: Pornografi dan pornoaksi anak adalah kejahatan. 21 tahun. Bahan-bahan porno tidak boleh diberikan kepada orang yang berusia kurang dari 18 tahun atau di beberapa daerah. Para aktor laki-laki di film-film lokal harus mengenakan kondom dalam adegan-adegan penetrasi. dan tidak boleh mengandung kekerasan. Lihat Sensor di Australia. Pornografi dan pornoaksi anak yang menyajikan gambaran tentang anak-anak yang benar-benar terlibat dalam tindakan-tindakan seks atau yang berpose dalam penampilan yang porno adalah kejahatan.orangtua. Dijual secara terbuka di tempat-tempat penjualan koran dan majalah. Berbagai negara bagian mempunyai undang-undang tentang pornografi dan pornoaksi. Materi-materi/tindakan-tindakan tertentu dikeluarkan sendiri dari bahan porno biasa. Austria: Bahan-bahan yang "membahayakan remaja" atau bahan-bahan yang merendahkan martabat manusia tidak boleh dipamerkan atau dijual kepada orangorang yang berusia kurang dari 18 tahun. Semua pemain harus berusia minimum 18 tahun. Bahan pornografi dan pornoaksi manapun hanya boleh dijual kepada orang yang berusia minimal 18 tahun. yang sangat jarang. Telanjang tidak dianggap termasuk bahan seperti ini. Video R18 hanya tersedia dalam toko-toko seks yang mempunyai izin • • • • • . ketika kesulitankesulitan halangan perdagangan sehubungan dengan keanggotaan Komunitas Eropa menjamin arus yang relatif bebas dari barang-barang seperti itu untuk kebutuhan pribadi saja. lihat: Pornografi dan pornoaksi internet. Bestiality dinyatakan ilegal setelah dikeluarkannya undang-undang kesejahteraan binatang yang baru. penyebaran pornografi dan pornoaksi kepada anak-anak di bawah umur dianggap melanggar hukum. menyalahgunakan anak atau menampilkan gambaran yang merendahkan martabat. Australia: Peraturan diperketat di bawah pemerintahan John Howard. Namun banyak dari usaha-usaha ini ternyata tidak mampu membatasi ketersediaan pornografi dan pornoaksi karena akses yang cukup terbuka terhadap pornografi dan pornoaksi internet. Britania Raya: Bahan-bahan porno berat dilarang hingga 1999. Yang lebih lazim lagi. Secara teknis menjual bahan-bahan porno illegal di Queensland.

Pada tahun 1970-an dan 1980-an. bahkan oleh stasiun-stasiun TV pemerintah. pada akhir 1990-an hanya segelintir penerbit yang bertahan. Jerman: Pornografi dan pornoaksi anak dilarang. termasuk penggunaan pengawasan internet dan pembobolan sistem.khusus. Meskipun hukum mendefinisikan anak sebagai orang yang berusia di bawah 14 tahun. tetapi majalah-majalah porno berat tersedia di penjual-penjual suratkabar dan majalah di beberapa tempat. Israel: Ilegal untuk orang-orang berusia di bawah 18 tahun. Hukum mendefinisikan pornografi dan pornoaksi sebagai porno berat. meskipun hukum jarang diberlakukan. Ada toko-toko Israel yang khusus menjual pornografi dan pornoaksi. foto telanjang biasa ditampilkan dalam media umum. Namun. India: Pornografi dan pornoaksi ilegal dan mendapatkan sanksi hukuman. • Bulgaria: Bahan porno berat "tidak dianjurkan" untuk diedarkan kepada orang-orang yang berusia di bawah 18 tahun. Pada 1969 Denmark menjadi negara pertama di dunia yang melegalisasikan porno berat. Hong Kong: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan to anak-anak under 18 of umur. Mempertontonkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. bahannya tidak boleh dipampangkan dan hanya boleh dijual dengan diam-diam dan dengan permintaan khusus. Jepang: Seperti di Eropa. Izin orangtua khusus dibutuhkan untuk memperlhiatkan materi porno berat kepada anak-anak mereka dengan tujuan pendidikan. Irlandia: Ilegal hingga pertengahan tahun 1990-an. Satuan polisi Israel untuk kejahatan komputer mengambil langkah-langkah ekstrem terhadap hal itu. Denmark: Larangan terhadap literatur porno dicabut pada 1966.9 Hongaria: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan to anak-anak under 18 of umur. serta sejumlah perusahaan yang memproduksi porno Israel. Departemen Dalam Negeri berencana untuk memperkenalkan undang-undang yang melarang pornografi dan pornoaksi dengan kekerasan. Porno berat dibatasi kepada pembeli berusia 18 tahun atau lebih. jadi segala sesuatu yang lainnya tidak dibatasi. dilarang keras memperlihatkan rambut kemaluan ataupun alat kelamin orang dewasa. Bahan porno ringan jarang disensor. Pornografi dan pornoaksi dalam bentuk tulisan saja tidak pernah dituntut sejak pengadilan Inside Linda Lovelace pada 1976. Majalah-majalah dan koran-koran porno semakin banyak beredar sejak jatuhnya komunisme pada awal 1990-an. Bila sebuah toko bisa dimasuki anak kecil. Karena pornografi dan pornoaksi anak hampir-hampir tidak mendapatkan perhatian masyarakat ataupun pemerintah masalah ini dapat dikatakan sebagai bentuk porno satu-satunya yang ilegal. atau bila dipamerkan kepada umum kecuali dalam tempat terbatas dan hanya terlihat di dalam "sebuah galeri seni atau museum yang bonafide". Pornografi dan pornoaksi dalam segala bentuknya dapat ditemukan di tempat-tempat penyewaan video termasuk mesin penjual video. bahan porno tidak boleh melibatkan orang yang berusia di bawah umur 18 tahun. Karena ekonomi yang tidak stabil. Gambar-gambar rambut kemaluan pada majalah-majalah • • • • • • • • . pemilikannya diizinkan. Pornografi dan pornoaksi berat yang terkait dengan kekerasan dan binatang tidak boleh dibuat atau didistribusikan. atau bila diterbitkan tanpa sepenuhnya dibungkus tanpa peringatan yang “dengan mudah kelihatan” yang menyatakan bahwa bahan yang terkandung mungkin bisa membuat orang tersinggung dan tidak boleh diberikan kepada mereka yang di bawah umur. penegakan hukum sangat lemah dan bahan-bahan porno mudah tersedia.

mendistribusikan dan menjual. namun penegakan hukum lemah. pada 2000. nekrofilia. artinya. Bea cukai Kanada diberikan wewenang untuk menghentikan pemasukan bahan-bahan yang dilarang menurut undang-undang ketidakpantasan. dan diharapkan bahwa majalah-majalah porno akan dapat dijual secara terbuka di tokotoko umum. Meksiko: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak di bawah usia 18. Gambar-gambar dari jarak dekat close-up terhadap alat kelamin tetap dilarang. meskipun sebuah keputusan Mahkamah Agung Kanada yang kontroversial baru-baru ini tentang hak privasi sangat mempengaruhi usaha pemerintah untuk melacak dan menyitanya. atau dengan menggunakan kekerasan tetap ilegal. meskipun penerbit-penerbit besar cenderung melakukan sensor diri untuk menghindari lobi kelompok-kelompok orangtua. Prancis: Pornografi dan pornoaksi yang sangat penuh kekerasan atau sangat grafis sangat jelas diberi peringkat X. para editor majalah-majalah. Norwegia: Bahan-bahan porno berat sudah lama secara de jure ilegal. meskipun tidak ada undang-undang spesifik yang mengatur distribusinya. Pada 1999. tetapi legal untuk memilikinya. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hukum. dan hanya boleh diperlihatkan di bioskop-bioskop tertentu. film • • • • • . Tetapi. Orang dapat membelinya misalnya di luar negeri. Pemasarannya diatur dengan ketat. 50% untuk pelayanan porno online. banyak toko buku homoseksual dan lesbian menuntut bahwa peraturan ini diberlakukan secara diskriminatif terhadap barangbarang porno untuk seks sejenis. dan bahkan video-video yang paling eksplisit pun tidak akan memperlihatkannya. Namun perlu dicatat bahwa menggambarkan kegiatan-kegiatan seksual yang melibatkan anak-anak. pemerkosaan. ilegal untuk membuat. misalnya. yang sebelumnya cukup biasa ditampilkan di media umum. Bogota mempunyai sekurang-kurangnya 300 tempat di mana pornografi dan pornoaksi porno berat dapat diperoleh secara legal. setelah Mahkamah Agung pada 7 Desember 2005 secara bulat membebaskan seorang bekas editor majalah karena menerbitkan porno berat yang tidak ditutupi pada 2002. Beberapa stasiun TV juga telah menyiarkan film-film porno ringan setelah lewat tengah malam. binatang. Sistem peringkatnya kontroversial. • Kanada: Undang-undang berbeda-beda dari provinsi ke provinsi. Lihat pula Sensor di Kanada. Manga dan anime pada umumnya tetap tidak diatur.impor biasanya akan dirobek. lewat internet. khususnya kota-kota yang lebih besar. Kolombia: Pornografi dan pornoaksi anak dilarang di bawah konstitusi baru. namun penjualan kepada orang berusia di bawah 18 tahun batas usia berbeda-beda menurut provinsi umumya dilarang. Bahan-bahan ini tidak boleh dipampangkan kepada anak-anak. Kebanyakan bahan dijual di toko-toko dewasa. saluran TV domestik dan TV kabel erotik mengaburkan organorgan seksual yang melakukan aktivitas biasanya dengan menggunakan segi empat hitam. Sejak sekitar 1991. pemerintah memberlakukan undang-undang yang melarang foto-foto dan video anak-anak yang telanjang. dipahami bahwa porno berat tercetak tidak lagi ilegal. Ada juga sejumlah toko porno yang ilegal. namun penegakan hukum sangat lemah. Kebanyakan bahan dijual di pasar gelap. Belum jelas apakah keputusan Mahkamah Agung akan mempengaruhi film atau TV. dll. para penerbit buku foto mulai menantang larangan ini sehingga rambut kemaluan kini cukup diterima umum. Pornografi dan pornoaksi dikenai pajak khusus 33% untuk film-film peringkat X. atau melalui TV satelit. tetapi pada praktiknya legal. Malaysia: Ilegal. Pornografi dan pornoaksi anak ilegal.

bestiality. Rusia: Produksi dan distribusi secara eksplisit dilarang. dll. kalender. Hubungan seksual dengan binatang dan pornografi dan pornoaksi anak-anak de facto dilarang. tetapi de facto ada sejumlah batasan tentang di mana bahan-bahan itu dapat dijual. pornografi dan pornoaksi merusakkan nilai-nilai standar Vietnam.Baise-moi yang secara seksual eksplisit dan penuh kekerasan mula-mula diberi peringkat hanya "terbatas" oleh pemerintah Prancis. penjualan. dikenai sejumlah perkecualian: penjualan atau memperlihatkan kepada orang-orang berusia di bawah 16 tahun atau kepada penonton yang tidak menyetujuinya dapat dikenai hukuman denda atau penjara hingga tiga tahun. Boleh ditonton oleh mereka yang berusia minimal 18 tahun. Penegakan hukum ketat. dan kartu permainan dijual secara terbuka di kios-kios tepi jalan dan di toko-toko wisata. Kini kebanyakan kios di Athena memampangkan majalah-majalah dan DVD porno berat. Kebanyakan materi difilmkan di SaintPetersburg. Swiss: Legal. Ada perkecualian untuk pornografi dan pornoaksi apabila mengandung nilai-nilai budaya atau ilmiah. • • RRT: Baru-baru ini melegalkannya. Swedia: Bahan yang melibatkan binatang de-facto legal tetapi dikenai undang-undang kesejahteraan binatang. Menurut undang-undang. nekrofilia atau pornografi dan pornoaksi anak. pengeluaran hajat atau tindakantindakan kekerasan. biasanya tidak menampilkan puting susu dan daerah rambut kemaluan di sampulnya. sehingga status dari kebanyakan materi tidak jelas. tetapi klasifikasi ini dibatalkan oleh keputusan Conseil d'État Dewan Negara berdasarkan tuntutan yang diajukan oleh perhimpunan-perhimpunan yang mendukung agama Kristen dan nilai-nilai keluarga. Singapura: Ilegal. Taiwan: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun. Slovenia: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak yang berumur kurang dari 18 tahun. De jure semua pornografi dan pornoaksi diizinkan termasuk porno anak-anak. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Lokal 1. termasuk penerbitan ringan seperti Playboy. Majalahmajalah erotik dijual secara terbuka. Lihat Ayat 197 Undang-undang Pidana. meskipun isi aturannya secara spesifik tidak diketahui. sehingga semua bahan lainnya tergolong erotika legal. 13 Yunani: Majalah-majalah ringan. Fenomena Pornografi dan pornoaksi . Orang berusia di bawah 18 tahun dilarang berperan dalam film-film buatan Swedia. • • • • • • • • B. di sana hukum mendefinisikan pornografi dan pornoaksi sebagai materimateri termasuk pemerkosaan. tetapi Duma negara bagian telah berkali-kali gagal untuk mengesahkan undang-undang yang mengatur bahanbahan porno. terhadap materi pornografi dan pornoaksi anak. Turki: menjual kepada anak-anak di bawah 18 tahun ilegal. tidak ada batas untuk majalah. Hukuman yang sama dapat dikenakan untuk pemilikan. Pornografi dan pornoaksi yang ekstrem atau sangat jelas umumnya dibatasi hanya dijual di toko-toko dewasa. Vietnam: Ilegal. majalah-majalah dewasa dijual kepada umum. impor. bestiality. Mempertontonkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. Memampangkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan.

meskipun muncul berbagai protes dari masyarakat. pada tahun 1980-an ini juga muncul film-film yang menampilkan aktris-aktris cantik dan seksi. Wanita Simpanan. Nafsu Birahi. dll. Anak-anak Revolusi 1964. namun semuanya lolos sensor. Satu Ranjang Dua Cinta”. Di beberapa majalah dimuat fotonya yang seronok.Di Indonesia pornografi dan pornoaksi sebagai ladang yang subur. namun penegakan hukum sangat lemah dan interpretasinya pun tidak sama dari zaman ke zaman. Bahkan kemudian foto bugilnya tersebar luas di masyarakat. adegan ciuman antara Frieda dan S. Bono dalam film Antara Bumi dengan Langit disensor karena reaksi berat dari masyarakat. sementara Nurnaningsih sendiri tidak pernah tahu-menahu tentang pembuatannya. film Indonesia pada periode ini banyak didominasi oleh film-film revolusi. Belakangan baru diketahui bahwa foto-foto itu adalah hasil teknik montage. misalnya. Pada 1955. Toha Pahlawan Bandung Selatan 1961. 1929-an Pada 1929 diputar di Jakarta film Resia Boroboedoer yang menampilkan untuk pertama kalinya adegan ciuman dan kostum renang. Resminya pornografi dan pornoaksi di Indonesia ilegal. Di pihak lain. Perhatikan kasus yang mencuat dari tahun-ketahun tentang kasus pornografi dan pornoaksi yang semakin beragam dan meningkat. Sejumlah pemain yang muncul dalam film seperti . perfilman Indonesia berhasil untuk pertama kalinya menggunakan teknik film berwarna. meraih penghargaan sebagai Aktris Terbaik se-Asia pada Festival Film Asia Pasifik di Seoul 1972. Meskipun demikian penampilan adegan bugil dalam sebagian dari film-film yang bertema panas itu bukan sekadar eksploitasi murahan. 1950-an Pada 1954 Nurnaningsih menimbulkan kehebohan di masyarakat umum karena berani tampil berani dalam beberapa filmnya yang antara lain disutradarai oleh Usmar Ismail Krisis dan Djadug Djayakusuma Harimau Tjampa. Tujuh Aktris tenar lainnya yang pernah menjadi korban serupa adalah Titien Sumarni dan Netty Herawati. seperti Pejuang 1960. Oleh karenanya hampir tiap tahun dapat dipastikan akan muncul kasus-kasus pornogarafi walaupun dalam wajah yang berbeda. 1970-1980-an Pada awal 1970-an. Dunia film Indonesia bangkit dari kelesuan yang panjang. seperti yang terdapat dalam film-film Warkop. juga merajalela pada masa. dengan pakaian minim. Rahayu Effendy menjadi simbol seks ketika tampil bugil dengan Dicky Soeprapto dalam Tante Girang. dan penegakan hukumnya pun juga boleh dibilang hanya isapan jempol. Sejumlah film muncul dengan judul-judul yang menjurus ke pornografi dan pornoaksi. dll. Pada 1974. 1960-an Sesuai dengan semangat zamannya. Fenomena yang munculpun bagaiakan fenomena "gunung es". Suzanna. Suzanna tampil sebagai bintang film berani dalam adegan ranjang seperti misalnya dalam film “Bernapas Dalam Lumpur” 1970 yang diarahkan oleh Turino Djunaedy dan “Bumi Makin Panas” karya Ali Shahab. Nafsu Liar. seperti “Bernafas di Atas Ranjang. Semangat anti nekolim pada tahun 1963-1965 diterjemahkan ke dalam gerakan anti film-film asing yang kebanyakan diimpor dari Amerika Serikat.

baik di kota besar maupun kecil. Lisa Chaniago. Terahir yang tak kalah heboh adalah kasus "Adegan Mesum anggota DPR dengan Artis dangdut". masyarakat dihebohkan dengan beredarnya kalender bugil dengan model Indonesia. Reynaldi. adegan ciuman sama sekali diharamkan sehingga seringkali muncul adegan yang menggelikan. semuanya membuat film dan gambar panas semakin mudah ditemukan. bahkan sampai ke pedesaan sekalipun. Sebagian lagi merasa bahwa RUU APP ini hanya akan memasung kreativitas seni dan mengabaikan kemajemukan di dalam masyarakat. laser discs. dll. atau peredaran klip video yang dibuat dengan videophone oleh seorang pejabat di Kalimantan. Sebagai contoh dapat digunakan pasal 533 KUHP yang selama ini dikenal dengan pasal pelanggaran kesopanan. Sementara itu.sebuah pasangan ditampilkan seolah-olah menghindari tabrakan bibir. . Pada 1996 Ayu Azhari muncul dalam adegan panas dalam sebuah film Amerika. Misalnya. Para model dan juru fotonya diajukan ke pengadilan dan dikenai tuntutan hukum. kehadiran teknologi video telah semakin mempermudah akses terhadap film-film asing yang tidak disensor. TVRI yang merupakan satu-satunya saluran televisi hingga akhir 1980-an. 1990-2000-an Pada periode ini pengaruh kemajuan teknologi informasi semakin terasa dan sukar dihindari. Tersedianya kamera video dan videophone dengan harga relatif murah telah memungkinkan orang merekam adegan-adegan panas. menampilkan sensor yang sangat ketat terhadap film-film yang disiarkannya. meskipun rencana peredarannya jauh-jauh hari telah banyak ditentang oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintah. 2. Kiki Fatmala. Namun demikian bukan berarti sama sekali tidak ada pasal-pasal yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku pornografi dan pornoaksi ini. DVD dan internet. Ibra Azhari. Begitu pula bus-bus malam dan hotel-hotel seringkali menyiarkan video-video panas. VCD. Pada periode inilah muncul sejumlah kasus seperti sepasang mahasiswa dari kota Bandung. Kehadiran parabola televisi. yang pada mulanya dimaksudkan hanya untuk koleksi pribadinya. Pandangan KUHP Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana memang tidak ditemukan pasal-pasal yang secara tegas mengatur masalah pornografi dan pornoaksi ini. sementara Badan Sensor Film tampak tidak berdaya. The Outraged Fugitive.itu. antara lain Inneke Koesherawaty. Sebagian kalangan di masyarakat berusaha menangkal perubahan-perubahan dahsyat ini melalui Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan pornoaksi. Teguh Yulianto. Awal April 2006 majalah Playboy edisi Indonesia beredar pertama kali dalam versi yang jauh berbeda dengan aslinya. Acapkali diberitakan di surat kabar tentang masyarakat pedesaan yang menayangkan film-film biru pada acara-acara perhelatannya dengan menyewa video. ketika -karena gunting sensor -. Febby Lawrence. Pada periode yang sama.

Kalau ditelusuri maka faktor penyebab utamanya adalah karena sudah terlalu menjamur dan merajalela pornografi dan pornoaksi. contoh: Menjamurnya keyboard porno. Bukankah sudah sering kita baca berita seorang ayah tega memperkosa putri kandungnya. atau bagaikan fatamorgana di tengahtengah kegersangan padang pasir. 3. semata-mata karena tidak adanya pasal-pasal yang secara tegas mengatur tentang hal itu.-. dan lain-lain lagi. ia masih berhak untuk mendapatkan satu pahala. B. kita juga dituntut mereformasi sanksi hukum yang terlalu ringan untuk pelanggaran kesopanan ini yakni hukuman kurungan selama-lamanya dua bulan atau denda sebanyakbanyaknya Rp. Sayangnya belum semua Hakim memiliki keberanian moral untuk memposisikan pasal tersebut untuk menghukum pelaku pornografi dan pornoaksi sehingga mereka seolah-olah mendapat kebebasan menebar pornografi dan pornoaksi ini di tengah-tengah masyarakat. Rancangan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi RUU APP telah memancing polemik luas dalam masyarakat Indonesia. Tidak hanya di masyarakat. Bahkan dalam keyakinan Islam. Dalam hal ini Hakim tidak salah menempuh "contra legen" tentunya dengan pertimbangan hukum yang akurat guna menjatuhkan sanksi hukum yang benar-benar memenuhi rasa keadilan. Sebenarnya kita tidak harus terpaku dengan bunyi suatu pasal perundangundangan yang mengakibatkan kekakuan dalam penerapan hukum. Kontraversi RUU APP Dalam Masyarakat Sejak diluncurkan.000. Sanksi hukum yang demikian terlalu ringan bagi pelaku pornografi dan pornoaksi yang telah menghancurkan moral masyarakat dan bangsa sedemikian dahsyat. maka pelaku pornografi dan pornoaksi ini masih dapat dijerat dengan alasan pelanggaran tentang kesopanan. maka secara umum pornografi dan pornoaksi yang ditunjukkan di depan umum maupun pornoaksi di depan publik merupakan pelanggaran kesopanan bagi bagian terbesar masyarakat Indonesia yang religius. maka Indonesia baru yang kita cita-citakan bersama hanya merupakan utopia. seorang kakek mencabuli cucunya yang masih balita. Tidak hanya para remaja tetapi juga para orang tua sudah banyak yang menjadi korban kerusakan moral. Atas dasar analisa yang demikian maka sebenarnya pasal 533 KUHP ini sudah dapat dijadikan jerat hukum menindak pelaku pornografi dan pornoaksi. Hakim secara moral diberi kewenangan untuk berijtihad mengembangkan dan menginterpertasi peraturan perundangundangan atau dalil hukum guna menegakkan keadilan. Disamping kita harus memiliki keberanian berijtihad sebagaimana dikemukakan di atas.Meskipun pada pasal tersebut yang menjadi ukurannya adalah kesopanan. andaikata seorang hakim tersalah dalam ijtihadnya. Kita dapat merasakan akibat menjamurnya pornografi dan pornoaksi ini. Dua fraksi yang menentang RUU APP adalah FPDI Perjuangan dan Fraksi . Masyarakat terbelah antara kubu pro dan kontra. di lembaga legislatif DPR pun terjadi pedebatan keras. maka yang menjadi sasarannya adalah moral bangsa. Semetara kita tidak memiliki keberanian menjerat dan menghukum pelaku pornografi dan pornoaksi. Tanpa adanya keberanian kita melakukan terobosan-terobosan seperti ini. Sehingga dengan demikian meskipun pasalpasal KUHP tidak secara tegas menyebutkan kejahatan atau pelanggaran pornografi dan pornoaksi.

DPR yang menjadi inisiator RUU APP mengaku telah melakukan pengkajian mendalam. Jika dicermati pasal per pasal. jika RUU yang berbiaya besar tersebut pada akhirnya hanya akan menjadi RUU yang tidak ada implikasi dan dampaknya bagi perbaikan kehidupan masyarakat dan bangsa secara keseluruhan. dekadensi moral dan akhlak masyarakat Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Papua. Bertahun-tahun mereka melakukan pendalaman atas persoalan pornografi dan pornoaksi. Alasannya. politik. Kalau hal itu terjadi. kecuali jika belum ada revisi. Apa yang dikhawatirkan masyarakat Sulawesi Utara. akan tetapi terbukti regulasi ini tidak cukup untuk mengurangi tingkat dekadensi moral yang terjadi dalam masyarakat. Fraksi-fraksi lain.Partai Damai Sejahtera. Tidak sedikit pula biaya yang terpakai untuk menggodok RUU. tetapi setidak-tidaknya hal itu menjadi ikhtiar untuk mengurangi gejala dekadensi moral dalam masyarakat yang sedang berubah. persoalan pornografi dan pornoaksi bukanlah persoalan sederhana. RUU APP merupakan "jawaban" atas kebutuhan masyarakat transisi. tapi butuh pengkajian komprehensif. karena koteka adalah pakaian tradisional masyarakat lokal yang diwariskan secara temurun. Sekalipun sebagaian sudah diatur dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana KUHP. Sesungguhnya tidak ada alasan kuat menolak RUU APP. sebagaimana tadinya dimasalahkan kelompok-kelompok penentang. ketika akar permasalahannya tidak dipahami dan ditanggulangi terlebih dahulu. Bali dan kelompok-kelompok ''minorias'' lainnya hanyalah ketakutan yang absurd. termasuk Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Demokrat. ketika di sisi lain harus ada regulasi yang melarang prostitusi? Intinya. Secara filosofis. RUU APP belum tentu akan bisa memerangi pornografi dan pornoaksi. . Sekalipun mempunyai pasal-pasal yang bagus. Fraksi partai-partai Islam tentu menjadi kelompok pendukung utama RUU APP. Apakah pemerintah atau negara sudah memikirkan masalah perbaikan ekonomi para perempuan dan masyarakat pada umumnya. RUU APP sebenarnya tetap mengakomodasi pluralisme atau keanekaragaman budaya dan masyarakat Indonesia. Banyaknya perempuan yang terjun ke dunia prostitusi umumnya karena terdesak oleh persoalan ekonomi. sehingga perlu dibentengi dan dipagari dengan regulasi yang lebih kokoh. Tentu sayang sekali. Bukankah konstitusi kita sangat menghormati keanekaragaman dan keunikan kultural masyarakatnya? Ketika kontroversi meluas. Analoginya hampir sama dengan masalah keterkaitan antara pelacuran dan kesulitan ekonomi masyarakat. termasuk pelbagai implikasi hukum. mendukung RUU ini. muncul pula gugatan dari beberapa kalangan bahwa semestinya pemerintah menanggulangi akar permasalahan maraknya pornografi dan pornoaksi di tengah masyarakat. budaya dst yang bakal muncul ketika RUU APP kelak diundangkan. sosial. persoalan dekadensi moral tidak cukup dengan diseminasi regulasiregulasi baru. Harus diakui. RUU APP bisa dinilai melanggar hak asasi manusia HAM dan UUD 1945. RUU APP merupakan kebutuhan fundamental bagi bangsa Indonesia ke depan. khususnya yang berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi. masyarakat transisi selalu rentan terhadap pelbagai perubahan dan gejala sosial dan budaya baru. Di manapun. Melihat beberapa indikator. Kalau dicermati dengan seksama. hampir tidak mungkin negara kemudian melarang masyarakat Papua mamakai koteka karena dinilai ''porno'' menurut negara. seperti Indonesia.

westernisasi menjadi dinamika yang tak terbendung alirannya.Pornografi dan pornoaksi memang membutuhkan sebuah pengaturan yang tegas dari negara. telah menjadi 'tambang uang'. juga menganggap upaya untuk menyusun RUU APP sebagai langkah untuk 'mengarabkan' Indonesia. karena bisa berdampak jauh kepada moralitas generasi masa depan. sekalipun mekanisme kontrol masyarakat sangat penting sebagai tindakan preemptive. kehidupan sosial. Di negara Barat saja masalah pornografi dan pornoaksi diatur secara ketat. sebagaimana tadinya dimasalahkan kelompok-kelompok penentang. program televisi. tidak tertutup kemungkinan kepentingan bisnis ikut melatari penolakan ini. kecuali jika belum ada revisi. seperti Indonesia. Tindakan berbau pornografi dan pornoaksi tak bisa dibiarkan begitu saja. 3. Untuk itu ada beberapa kalangan yang menganggap bahwa sangat urgensi tentang munculnya Undang-Undang APP. Yang dikhawatirkan masyarakat Sulawesi Utara. Perdagangan majalah. Jangankan di Indonesia atau negara-negara Arab Timur Tengah. khususnya yang berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi danpornoaksi. di negara Barat saja masalah pornografi dan pornoaksi. Diantara pentingnya undang-undang tersebut dengan berbagai alasan: 1. 5. 2. Sementara itu. RUU APP sebenarnya tetap mengakomodasi pluralisme atau keanekaragaman budaya dan masyarakat Indonesia. serta situs porno di internet. 6. Jika dicermati pasal per pasal. vcd. Dalam banyak kasus. Karenanya. Di bidang ekonomi. 4.56 56 Jumat 10 maret 2006 . Di manapun. yang secara filosofis merupakan ''jawaban'' atas kebutuhan masyarakat transisi. tabloid. Pornografi dan pornoaksi juga telah menjadi simbol aliran budaya Barat bisa juga dibaca liberal. Bali. juga agama. Papua. Goenawan Mohamad. Irfan Junaidi . Hal serupa juga terjadi pada aspek seni dan budaya. RUU APP merupakan kebutuhan fundamental bagi bangsa Indonesia ke depan. Dalam artikelnya. Unsur ideologi penolakan RUU APP ini bisa terlihat dengan munculnya tuduhan bahwa pembuatan RUU APP merupakan langkah awal untuk menerapkan syariat Islam. juga perlu diangat selain ada yang pro juga ada yang kotra dalam menaggapi tentang Rancana Saat ini. Paranonia Menolak RUU APP. Motif westernisasi ini juga punya peluang ikut bermain dalam aksi menolak RUU APP. Persoalannya tak bisa diselesaikan di tingkat masyarakat. dan kelompokkelompok ''minorias'' lain hanyalah ketakutan yang absurd. Belakangan. dunia Arab disimbolkan sebagai Islam. 7. Republika. KUHP terbukti tidak cukup untuk mengurangi tingkat dekadensi moral yang terjadi dalam masyarakat. pornografi dan pornoaksi telah menjadi bisnis besar dengan keuntungan yang menggiurkan. sehingga perlu dibentengi dan dipagari dengan regulasi yang lebih kokoh. Tidak ada alasan kuat menolak RUU APP. Bisnis ini jelas terancam jika RUU APP disahkan. westernisasi terus dikampanyekan. masyarakat transisi selalu rentan terhadap pelbagai perubahan dan gejala sosial dan budaya baru.

aturan itu bertentangan dengan adat istiadat di sebagian wilayah. Atas nama seni. argumentasi ini sungguh merendahkan derajat para seniman dan budayawan. Bukan baru kali ini pornografi dan pornoaksi dan seni dibentur-benturkan. Mereka yang mempersepsi ketelanjangan itu sebagai pornografi dan pornoaksi kemudian dianggap berpikiran ngeres kotor dan disalahkan. Mulai dari Pasal 4 hingga Pasal 33. Substansi pasal-pasal itu juga tidak menunjuk kelompok gender tertentu. hasil karya mereka menjadi kering ketika area itu dibatasi. Bali dan Papua kerap dijadikan modelnya. Sensualitas yang berada di ruang privat. seolah-olah hanya disasarkan kepada perempuan. Sebaliknya. mereka menganggap aturan tersebut sebagai alat mengekang kebebasan kaum perempuan dan menjadikan perempuan sebagai korban. ''menyebarkan''. Lagi pula. Secara tidak langsung. istilah ''dipertontonkan di muka umum''. tentu tidak perlu khawatir. Jika KUHP memang mencukupi. jika diamati pasal demi pasal. Karena itu. Padahal. Alasan ini kerap sekali terdengar. mereka yang ruang kreasinya lebih luas dari sekadar sensualitas.Terkait dengan Undang-Undang tentang Anti pornografi dan pornoaksi tersebut. Urusannya menjadi lain jika sensualitas itu memasuki ruang publik. Pertama. warga di kedua wilayah tersebut bakal dijerat hukum jika RUU APP disahkan menjadi UU. tentulah fenomena pornografi dan pornoaksi tidak akan marak seperti sekarang. Karenanya. Sensualitas yang dibatasi RUU APP adalah sensualitas yang memasuki ruang publik. Alasan keempat menuding RUU APP sebagai bentuk intervensi negara terhadap ruang privat warga negaranya. Sungguh logika ini sangat dipaksakan. Mengapa tiba-tiba mereka dijadikan 'tameng'? Dasar penolakan ketiga menyebutkan bahwa urusan pornografi dan pornoaksi cukup diatur Kitab Undang-Undang Hukum Pidana KUHP. Yang kelima adalah alasan yang sangat klasik: membuat kreasi seni dan budaya menjadi kering. Dalam persepsi saya. Alasan kedua. Semoga Allah memberikan hidayah pada mereka! [] . lakilaki maupun perempuan bisa terkena implikasi. Rancu jika aturan itu disebut merugikan perempuan. Sebaliknya. Mereka khawatir. orang boleh telanjang di muka umum. Artinya. dalam diskursus soal pornografi dan pornoaksi yang berjalan selama ini. Logika yang sangat awam pun mengetahui bahwa aturan itu disiapkan bukan untuk menjerat masyarakat adat Bali yang hanya mengenakan kemben. Seniman dan budayawan yang menjadikan sensualitas sebagai 'tumpuan hidupnya' memang pantas risau dengan adanya RUU APP. Ini adalah alasan yang sangat klasik. RUU APP seolah-olah dianggap hanya mengatur masalah pakaian dan tubuh perempuan an sich. Larangan membuka segala hal sensual. masyarakat dari kedua wilayah tersebut tidak pernah ikut dihitung. maupun warga Papua yang hanya berkoteka. hampir semuanya diawali dengan kata ''setiap orang''. memang tidak boleh dijangkau negara. karena pakaian adatnya memang tidak menutup aurat secara sempurna. orang yang tampil tanpa busana malah dibela karena dianggap berani memperjuangkan kebebasan berekspresi. argumentasi ini menganggap kreativitas seniman dan budayawan hanya mampu berada di area sensual. ''disiarkan/menyiarkan''. jelas sekali kata yang dipilih tidak menunjuk pada jenis kelamin tertentu. Karena itulah perlu aturan yang menyempurnakannya. dari hasil pengamatan penulis sedikitnya ada enam jenis alasan yang kerap dikemukakan para penolak RUU APP yaitu. bertebaran dalam draf RUU tersebut.

aborsi mendapatkan justifikasinya oleh beberapa kalangan. aborsi secara tegas dinyatakan sebagai praktek yang dilarang.II ABORSI BAGIAN PERTAMA FENOMENA ABORSI Aborsi merupakan realitas sosial yang menggejala di kalangan masyarakat. pada tahun 1994 diperkirakan terjadi 1. Lebih dari itu. dan 65% responden melakukan abortus provokatus kriminalis [APK]. pada dasarnya. Sementara itu. penelitian lapangan yang dilakukan oleh Indraswari dari FISIP Unpad pada tahun 1997 menyimpulkan 85% pelaku aborsi berstatus menikah. Kendati demikian. belum menunjukkan jumlah kejadian yang sebenarnya. Tidak jauh Adrina dkk. Secara afirmatif. Atas dasar itu. ke-1. hukum Positif Indonesia seperti KUHP juga memetakan aborsi dalam tindak pidana. h. Aborsi merupakan bagian dari hak reproduksi. Dari sudut pandang agama.000. 10% responden melakukan abortus provokatus terapikus [APT]. Tahun berikutnya. Hak-Hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung.57 Secara spesifik. h. 30/11/1997] menyatakan 99.152-154 . hak reproduksi yang terkualifisir dalam instrumen Hak Asasi Manusia semakin memuluskan praktek aborsi dan memperuncing kompleksitas dampak-dampaknya. angka-angka yang diperoleh. 1998]. Selebihnya. Kesulitan mengestimasi angka praktek aborsi di lapangan secara akurat lebih dihadapkan pada kendala hukum dan norma-norma sosial. 1999]. dan dari jumlah ini kurang lebih 10-25% adalah remaja [Jayakarta. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.117-118 58 57 Syafiq Hasyim [Ed]. persoalan aborsi tidak dapat dipandang secara sederhana. beban kerja berlebihan dan kondisi kesehatan mencapai angka 20%. 50% diantaranya dilakukan oleh mereka yang belum menikah.7% perempuan yang melakukan aborsi adalah ibu-ibu yang sudah menikah. Namun di ujung spektrum lainnya. Maraknya praktek aborsi dalam masyarakat memasukkan fenomena tersebut dalam tingkat yang lumrah. November 1995]. Menakar “Harga” Perempuan. Sumapraja [Kompas. Tarik ulur tentang kebolehan aborsi dan tidaknya menempatkan praktek tersebut sebagai sesuatu yang sulit diketahui dan dilacak secara numerikal dengan pasti. Cet. 3/10/1994]. dan hal ini berarti perempuan memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan aborsi yang aman. [Bandung: Mizan. banyak kalangan terutama agamawan memandang aborsi sebagai yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan keagamaan.58 Akhirnya.000 aborsi setiap tahun di Indonesia. aborsi di kalangan masyarakat benar-benar terjadi dan ada. Penelitian ini juga mengungkapkan faktor-faktor yang mendorong perempuan mengambil langkah abortus spontan ialah kelelahan. Bali setiap hari ada 100 remaja di Denpasar dan Bandung yang ingin dipulihkan dari kehamilan yang tidak mereka inginkan [Matra. Bahwa aborsi dipandang sebagai salah satu bentuk otonomi perempuan atas tubuhnya. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa aborsi nyaris serupa dengan praktek pembunuhan. Ironisnya. Sebagai ilustrasi banyaknya praktek aborsi.

aborsi dinilai sebagai tindak kriminal. karena secara substansial aborsi tidak lebih dari bentuk pembunuhan janin yang tidak berdosa. dan pencabangan [bifurcation] dari itu ialah pelaku aborsi dan penolong dari pelaku aborsi dapat dijerat hukuman. H. Upaya percobaan penguguran janin bukan tidak mungkin melahirkan bayi yang justru mempunyai kualitas kesehatan dan intelegensia yang buruk. Lalu bagaimana dengan Islam yang melarang pembunuhan nyawa tidak berdosa dan juga menuntut peningkatan kualitas generasi. pengguguran janin bukan tidak mungkin merupakan solusi untuk menghilangkan beban. melalui peraturan perundang-undangan. koordinator Sub Komisi Kesehatan Komisi VII DPR-RI dr. dan akhirnya menyebabkan kematian. Sementara itu. dan bukan masalah moral ataupun agama. Lebih lanjut. namun tidak demikian jika ditelisik secara mendalam. 27 Desember 2006].berbeda dengan perspektif agama. Kehamilan yang tidak diinginkan. dalam perspektif hukum setidaknya menunjukkan bahwa hukum belum mampu menampakkan efekfitifitasnya dalam memberi efek jera. Sanoesi Tambunan menyatakan bahwa sekitar 30% dari kematian ibu di Indonesia terjadi akibat abortus yang tidak aman dan tidak bertanggung jawab. Sementara penurunan angka dan bahkan stagnasi pada titik nadir dalam fluktuatifitas kualitas intelegensia banyak diakibatkan oleh upaya pengguguran janin yang illegal dan tidak aman. Dalam konteks kasuistis seorang ibu yang tengah mengandung dan yang dalam kondisi desperate. RUU Kesehatan disketsakan guna melindungi kaum ibu dari kematian yang seharusnya dapat dicegah. aborsi dipandang sebagai langkah untuk menekan dan bahkan mencegah angka kematian ibu yang masih relatif tinggi terutama di Indonesia. mengimplikasikan tindakan yang pada mulanya tidak terpikirkan namun pada akhirnya dianggap sebagai solusi final.23/1992 harus dilakukan. RUU tersebut melegalkan praktek aborsi. secara psikologis. mengakibatkan kondisi keterpurukan dan desperate. RUU Kesehatan dimaksudkan untuk mengatur praktek-praktek aborsi illegal dan tidak aman yang justeru menimbulkan komplikasi buruk bagi ibu akibat pengguguran kandungan.A. Secara khusus. Lebih dari itu. Dengan demikian aborsi dan pengaturannya dari sudut pandang kesehatan dimaksudkan untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi. pengaturan aborsi dilakukan dengan persyaratan tertentu. Namun kenyataan banyaknya pelaku aborsi. Instabilitas psikologis dalam tingkat-tingkat tertentu. pengaturan abortus tidak hanya untuk melindungi jiwa dan kesehatan ibu. amandemen Pasal 60 UU No. dan tidak bertanggung jawab. dampak dari aborsi yang tidak aman sangat berbahaya bagi jiwa dan kesehatan ibu. maka calon ibu mencari pelaku pengguguran yang illegal dan tidak aman. Akibat illegalitas abortus dalam hukum Indonesia dan kualifikasinya sebagai tindakan kriminal. Secara sepintas. Alasannya. Bahwa aborsi tidak dilakukan terhadap janin yang telah berusia tiga bulan. Lebih lanjut. tidak aman. Dalam Lokakarya Nasional "Amandemen UU Kesehatan No. . dalam Pasal 60 ayat [1] RUU Kesehatan disebutkan bahwa pemerintah berkewajiban melindungi kaum perempuan dari praktik pengguguran kandungan yang tidak bermutu. Namun dari sudut hukum. tetapi juga kesehatan bayi yang akan dilahirkan. aborsi dari segi moral juga dinilai sebagai tindakan asusila. Konsekuensi logis dari itu adalah masalah aborsi dapat dinyatakan lebih merupakan masalah kesehatan. Karena itu. dari aspek kesehatan.23 Tahun 1992" yang diselenggarakan oleh Komisi VII DPR dan Koalisi untuk Indonesia Sehat di Gedung DPR [hukumonline.

Namun dalam tataran realistisnya. dipandang perlu untuk melakukan penelusuran aborsi dalam hukum Islam terkait dengan kompleksitas kasus aborsi dalam tataran praktisnya di Indonesia. R. Theology of The Third Millenium. 1995]. namun hukum Islam lebih dilatarbelakangi oleh kaitannya yang amat erat dengan agama semit di samping oleh sumber-sumber hukumnya yang orisinil. Mongomery Watt. h. Islamic Political Thought. h. Roland Robertson. Atas dasar itu.. 1988] Brierly J. Terkait dengan aborsi. yaitu sisi hukum dan kedokteran. Major Legal Systems in The World Today. karena akan berpengaruh pada proses perubahan kehidupan sosial keagamaan masyarakat yang oleh Kung dilukiskan sebagai pergeseran paradigma [paradigm shift] dan atau perubahan paradigma [paradigm change] terhadap unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik61 yang sudah tentu akan memunculkan pula implikasi signifikan pada hubungan yang integral dan dinamis antara agama Islam dan pilar-pilar kehidupan sosial lain. BAGIAN KEDUA ABORSI DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF A. h. 51 Hans Kung. Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis terj. 9 60 61 62 59 W. [Edindurgh: Edinburgh University. karena mengesampingkan kesehatan sang ibu dan bayi. C. dalam menghadapi agama-agama lain dan elemen-elemen dalam kehidupan sosial seperti hukum dan kedokteran mempunyai sikap dasar ‘agree in disagrement’ dan ‘competition in good. truth claims [klaim-klaim kebenaran] seringkali dihadapkan dengan stereotpyng negatif bahwa agama tidak mencerminkan keadilan dan kurang memperhatikan asas kemanusiaan. David. [New York: Doubleday.Islam. ed. Penelitian ini sangat penting dilakukan.60 Kedua sikap tersebut akan mewujudkan kehidupan sosial yang tidak sekedar penuh harmonisasi. dari Sociology of Religion oleh Ahmad Fedyani Saifuddin. 19 . E. Islam yang tidak membolehkan penghilangan paksa nyawa dapat dianggap sebagai agama yang ahumanis. [London: 1968]. Menurut David62 jika urgensitas ketiga sistem terakhir lebih disebabkan oleh perkembangannya yang pesat dan sekaligus pengaruhnya yang signifikan terhadap perkembangan peradaban Barat. Dasar Hukum Islam Hukum Islam merupakan sistem hukum yang dinilai penting di dunia selain sistem hukum Romawi Jerman. salah satu agama dunia59 yang berkembang pesat di Indonesia. tetapi juga kerjasama yang produktif dan dinamis. [ Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 1987]. sistem hukum sosialis dan common law di dunia.

h. dan dalam pengertian lain Islam berarti peradaban yang tumbuh dan berkembang di bawah pengawasan agama Islam [Islam secara sejarah]. pemikiran dan etika. sistem keyakinan. dengan demikian. pendidikan dan lain-lain. Dalam suatu ceramahnya. [Jakarta: Penerbit PARAMADINA. hukum. 2001]. 66 Lebih lanjut. sakralitas Islam tersebut tidak lantas menjadikan Islam sebagai agama yang tidak berdimensi sosial. legal rulings [hukum-hukum] menjadi pointer penting dalam konstruksi teks-teks keagamaan karena objek hukum menyambung mata rantai keterkaitan manusia secara vertikal dengan Tuhan. 65 66 63 Mahmud Syalthut. 2. aqidah dan kedua. Konsepsi al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman manusia untuk mencapai kesalehan individual dan sosial dipastikan selalu bersinergi dengan realitas sosial. menurut Syalthut. CET. abadi. Lewis64 memaparkan lebih lanjut. Islam as such sebagai sistem kepercayaan. Al-Qur’an melekatkan ‘lem’ terminologi iman untuk menjelaskan aqidah dan amal shalih untuk syariah. namun dalam beberapa kasus justeru menghasilkan serangkaian paradoks yang pada akhirnya mengaburkan makna Islam itu sendiri. Islam menunjukkan sebuah agama. Wahyu dari Allah sebagaimana yang tersurat dalam al-Qur’an dan Sunnah selalu bersinggungan dengan berbagai aspek sosial. Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Suci. Kendati demikian. dan an-Nahl/16: 97. 64 Dawam Rahardjo. Dalam hal ini. Islam sebagai Islam sejarah yang diimplementasi dan diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat. Syariah adalah peraturan-peraturan yang dilegislasikan oleh Allah untuk diimplementasikan dalam kerangka menciptakan harmoni dalam hubungan manusia secara vertikal dengan Allah dan horizontal dengan manusia dan alam. Islam dalam Krisis: Antara Perang Suci dan Teror Kotor. Konstruksi aqidah dan amal shaleh dalam bingkai unifikasi dalam al-Qur’an dapat dilihat dalam surat alKahfi/18: 107-108. dan atas dasar itu interpretasi Islam selalu berkembang dan dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman. 10 .67 Bertolak dari struktur ayat qur’aniyah. CET. dan secara horisontal dengan sesama manusia dan makhluk lainnya. hati dan hidup. Syalthut Bernard Lewis. bahwa Islam mempunyai tiga persepsi. Dalam satu pengertian. aqidah merupakan teoritasi yang menuntut individu meyakininya lebih dahulu secara holistik dan tanpa ragu. Al-Qur’an. seperti toleransi. Islam sebagai yang disistematisasikan melalui interpretasi oleh para ulama berdasarkan konteks sosial budaya masyarakat. 2002]. [Kairo: Dâr al-Syurûq. Al-Islâm: ‘Aqîdah wa Syarîah.. merupakan agama Tuhan yang bersifat transenden. samawi dan mutlak.Islam menurut Lewis63 memiliki dua pengertian yang saling berhubungan. negara dan kebudayaan. yaitu pertama. 67 Ibid. Dari The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror. Jawa Pos Press: 2004]. kedua. Sakralitas Islam disebabkan oleh transendensitas sumber-sumber agama yang berbasis wahyu divinitas al-Qur’an dan Sunnah [revealed religion] dan yang tidak dapat diamandemen. karena itu Islam secara konsepsional dinilai sebagai yang tidak berubah. [Surabaya. Islam sebagai konsep terwujud dalam al-Qur’an dan Sunnah. 1. syariah. karena Islam merupakan agama yang disampaikan oleh [Nabi] Muhammad dan untuk umat manusia. ibadah. dan ketiga. pertama. terj.65 menegaskan bahwa Islam memiliki dua pilar fundamental yang harus diobyektivasi dan lantas diinternalisasi dalam akal.

segi peraturan-peraturan hidup dalam masyarakat yang mengatur perbuatan manusia terhadap manusia lain dalam masyarakat. Atas dasar itu. [Beirut: Dâr al-Fikr. Sejarah menuliskan bahwa setiap rasul membawa syariatnya masing-masing. Sunnah. maka ramifikasi dari itu ialah syariat sebagai program pelaksanaannya juga meliputi seluruh segi kehidupan meski dalam berbagai paparan dan penyelesaian terhadap problematika kemanusiannnya tidak disebutkan dalam preseden terperinci. sedangkan fiqh merupakan hasil analisa manusia terhadap syariah. secara umum. Substansi al-Qur’an dan Sunnah yang ditujukan bagi manusia paripurna di seluruh alam dan merupakan reaksi aktif dari serangkaian persoalan masyarakat menuntut sistematisasi interpretasi terstruktur sebagai upaya aktualisasi teks sekaligus hukumnya dalam dialektika hubungan teks dan realitas. implementasinya dapat berbeda-beda sepanjang sejarah kemanusiaan. dari sudut historisnya. Dengan demikian. ijma [konsensus masyarakat Islam] dan qiyas [analogi]. Banyak pakar Islam mengafirmasikan bahwa syariah ialah fiqh. Sebaliknya syariah bersifat absolut dan tidak dapat dirubah. dan fiqh ialah syariah. 1958]. Syariah merupakan wahyu Tuhan yang mengatur kehidupan manusia secara universal. dan sementara itu. Karena aqidah menjadi sentral dari dan [serba] meliputi seluruh segi kehidupan. Sedangkan fiqh merupakan keputusankeputusan-keputusan yang disimplifikasikan dari syariah oleh ulama. seperti Zahrah68 mendefinisikan hukum Islam sebagai seperangkat peraturan berbasis al-Qur’an dan Sunnah Rasul mengenai tingkah laku manusia mukallaf yang diakui dan diyakini berlaku serta mengikat semua umat yang 68 Muhammad Abu Zahrah. syariah. . dan syariat merupakan implikasi dan konsekuensi serta pencabangan dari aqidah. Paradigma ini memunculkan persepsi Islam sebagai yang ditafsirkan oleh ulama namun tetap berporos pada syariah. mencakup konsep-konsep dasar yang transenden dan eternal karena bersumber secara ontologis dari legislator tertinggi. pengertian hukum Islam jika dialihbahasakan dengan menselaraskan pengalihbahasaan dari bahasa Inggris [Islam law dan Islamic yurisprudence] yang lumrah di kalangan muslim di atas menciptakan ambiguitas. Syariat merupakan program implementasi dari aqidah. sedangkan fiqh lebih mengkristal pada hasil pemahaman manusia yang cenderung bersifat temporal sesuai dengan dan mengikuti perkembangan budaya manusia dan perubahan sosial masyarakat. syariah mendahului fiqh. Ambivalensi ini terjadi apabila ditelusuri dari dan dikaitkan dengan pandangan bahwa atom dari syariah terkandung dalam al-Qur’an.menyatakan bahwa aqidah menjadi basis fundamental dan poros dari syariat. Di Indonesia. hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam. Bahwa sinonimitas terdapat pada term Islamic law dengan syariah [obyek analisa manusia] dan Islamic yurisprudence dengan fiqh [hasil analisa manusia] berdampak pada ambiguitas tentang lahan syariah dan fiqh. Dengan demikian. dengan demikian. Syariah menjadi sumber primer seluruh akitivitas manusia dan hanya berasal dari Tuhan. Dalam hal ini. karena syariah merupakan pelembagaan kehendak Tuhan yang belum dimasuki oleh aktivitas akal interpreter. Konsekuensi logisnya adalah aqidah hanya satu dan seragam. Bahkan mayoritas cendekiawan muslim. Islam sebagai hasil interpretasi ini disebut dengan fiqh. merupakan seluruh peraturan [syara’] yang bersumber dari Allah [syâri’] dan disampaikan oleh Rasul kepada manusia. mencakup hubungan manusia dengan Tuhan. Syariah. Ushûl al-Fiqh. Akhirnya. Salah satu di antaranya adalah segi hukum. fiqh yang merupakan ciptaan manusia bersifat temporal dan tunduk pada determinan sosiologis.

ijma’ [konsensus]. [Lahore: Islamic Publications Ltd. dapat disebut sebagai norma hukum atau dalam bahasa Islam al-ahkâm yang pada tahap selanjutnya disebut dengan hukum Islam. maka hasil ijtihad tersebut juga dinilai sebagai hukum yang memiliki nilai religiusitas dan sanksi keagamaan. hukum Islam adalah suatu kaedah hukum yang bersifat konkrit. pertama. Muhammad. akitivitas ini menampakkan adanya variasi-variasi. Oleh karena Muslehuddin. Akhirnya. Secara spesifik. Konsep bahwa teks ilahiyah mempunyai permanensi mutlak dan pelaksanaannya memiliki fleksibilitas sejalan dengan good public menunjukkan bahwa hukum Islam selain merupakan instrumen yang konstan juga meliputi prinsip dasar hukum yaitu kebebasan. Philosophy of Islamic Law and The Orientalist: A Comparative Study of Islamic Legal System. makrûh. Sunnah. qiyas [penalaran analogis]. Kebebasan ini terartikulasikan dalam aktivitas para pakar hukum.beragama Islam. dan mubâh. fiqh Islam dan hukum Islam. h. baik dari produk atauran formal maupun adat. seperti istishlâh dengan tetap merujuk pada satu sumber primer yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Kendati tidak sedikit materi hukum Islam yang merupakan hasil ijtihad. Di kalangan masyarakat Indonesia berkembang berbagai macam istilah hukum Islam yang satu dengan yang lain mempunyai persamaan dan sekaligus juga perbedaan. karena istilah hukum Islam tidak termuat dan ditemukan dalam al-Qur’an. Sunnah dan literatur fiqh klasik menggunakan istilah syariah. hukum Islam merupakan hukum agama dan hukum moralitas. Bahwa hukum Islam yang bersumber dari wahyu merupakan suatu sistem yang mengandung norma hukum baik yang bersifat haram. tetapi secara subtansial merujuk pada sistem hukum yang terdiri atas dan bersumber dari kaedah hukum berbasis divinitas [alQur’an dan Sunnah] dan kaedah hukum bersumber dari al-ra’yu. 1980]. fiqh. Lebih lanjut. sunnah. yang diakui oleh masyarakat atau bangsa tertentu sehingga mengikat [individu]nya sebagai anggota atau subyeknya. ketiga. al-Qur’an. hukum Islam menurut teori ulama muslim zaman pertengahan Islam ialah hukum yang terstruktur dari dan dibangun secara hiraerkis di atas empat komponen sumber hukum. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas ulama muslim berpendapat bahwa hukum Islam mencakup hukum syariah dan hukum fiqh. fiqh dan derivasinya untuk menyebut hukum Islam. dan yang terkait dengan proses turunnya wahyu dari Tuhan. Al-Qur’an hanya menyebutkan hukum Allah dan tidak hukum Islam. Kendati istilah-istilah tersebut memiliki pengertian beragam. syariat Islam. dan keempat. Istilahistilah tersebut adalah syariat. tetapi karena secara konseptual membentuk garis hirarki dari ideal makna hukum Islam yang pertama. serta yang merupakan jawaban atas persoalan yang terjadi masa [Nabi] Muhammad. Hukum Islam itu juga dapat dikaitkan dengan aturan formal atau nonformal dari pemahaman berbasis sosiologis empiris dan normatif terhadap teks-teks divinitas pasca masa hayat [Nabi] Muhammad. Eksistensi hukum Islam yang pada prinsipnya mencakup dimensi sosial menjadikan pelaksanaan hukumnya selain sebagai kewajiban religius juga menjadi rujukan pengambilan kebijakan utama terhadap kepentingan umum [good public] masyarakat dan parameter etikanya. AlQur’an. Menurut Muslehuddin69 sebagaimana yang dikutip dari Oxford English Dictionary bahwa hukum adalah kumpulan aturan. Tidak jauh berbeda dengan itu. Dengan demikian. 17 69 . Sunnah dan literatur fiqh klasik. wâjib. kedua. Hal ini pada tataran implementasinya mengkonsekuensikan balasan di dunia dan di akherat. Ambiguitas mengenai term hukum Islam ini dapat dipahami.

itu. [Jakarta: Raja Grafindo Persada. Wahbah Zuhaili dalam al-Fiqh al-Islamy wa adillatuhu. Abortus Menurut Hukum Islam. beberapa fuqaha juga membedakan kedua istilah ini. Pengertian Aborsi Kata aborsi berasal dari bahasa Inggris yaitu abortion dan bahasa Latin abortus.Aziz Masyhuri. digunakan oleh dokter Arab untuk pengguguran 71 Mas’alah Tahd d an-Nasl. BAGIAN KE-TIGA DESAIN ABORSI A. misalnya. kedamaian. [Makalah pada acara Bathsul Masail NU Wilayah Jawa Timur. Ali Hasan.70 Dalam bahasa Arab. sementara al-Ijhâdh digunakan untuk pengguguran kandungan yang masih muda.A. Sa’id Ramadhan al-Buthi dalam î Nisâ’iyyah wa Shihhah al-Injâbiyah. Oktober 1992. gugur kandungan atau keguguran. Lihat KH. 44 Banyak fuqaha kontemporer yang menggunakan istilah al-ijhadh. 1998]. Isqâth al-Haml . tidak diterbitkan] . Namun demikian. secara etimologis berarti. Dr. Misalnya Dr. h. Wiqâyatan wa ‘Ilâjan. kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akherat. aborsi disebut dengan al-ijhâdh atau isqâth al-haml. hukum Islam melembaga dan menginternalisasi menjadi kebiasaan dalam kehidupan setiap muslim guna meraih ketertiban. baik dalam keadaan hidup atau mati 70M. Masail Fiqhiyah al-Haditsah pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam.71 Adapun aborsi [isqâth al-haml] dalam pengertian terminologis sebagaimana yang didefinisikan oleh para adalah pengguguran janin yang dikandung perempuan dengan tindakan tertentu sebelum sempurna masa kehamilannya. Syaikh al-Azhar [mantan] Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq dalam Ahkâm as-Syarî’ah al-Islâmiyyah fî Mâsa’il Thibbiyyah ‘an al-Amrâdh ankandungan yang sudah tua.

Abortus Spontaneous [aborsi spontan] yakni aborsi yang terjadi dengan sendirinya. Lihat juga Masyfuk Zuhdi. Guguran [janin]. Keadaan terhentinya pertumbuhan yang normal [untuk makhluk hidup].76 Aborsi yang tersebut terakhir inilah yang sering disebut dengan aborsi illegal dan diancam hukuman. Abortus spontan bisa terjadi karena kecelakaan. Macam-macam Aborsi Selaras dengan definisi yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. h. Jakarta. dan dianggap sebagai tindak pidana. [Kairo. 77 76 Harkristuti Harkrisnowo.000 gram. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. yakni yang dilakukan tanpa indikasi medis apapun. 2. Sedangkan untuk dua macam aborsi yang lain [abortus spontaneous dan abortus provocatus therapeuticus] hukum pidana dan Jaad al-Haqq ‘Ali Jaad al-Haq. 38-39 . Abortus provocatus thorapeuticus. 1995]. 4.72 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia aborsi adalah: 1. penyakit syphilis. maka dikenal dua macam bentuk aborsi yakni: 1. h. Kamus Besar Bahasa Indonesia. h. 1997]. h. 4. 2. tidak disengaja dan tanpa pengaruh dari luar atau tanpa tindakan. 1994]. Ahkâm al-Syarî’ah al-Islâmiyyah fî Masâ’il al-Thibbiyah ‘an Amrâdh alNisâiyyah wa Shihhah al-Injâbiyyah. Islam dan Keluarga Berencana di Indonesia. Haji Masagung. 1986]. h. yakni yang dilakukan atas dasar pertimbangan medis yang sungguh-sungguh dan pada umumnya untuk menyelamatkan jiwa si ibu. 2. Sedangkan Maryono Reksodipura dari Fakultas Hukum UI mendefinisikan aborsi dengan pengeluaran hasil konsepsi dari rahim sebelum waktunya [sebelum dapat lahir secara alamiyah].sebelum si janin bisa hidup di luar kandungan namun telah terbentuk sebagian anggota tubuhnya. [Jakarta: Balai Pustaka. CET. CET. Universitas al-Azhar. aborsi adalah pengakhiran kehamilan sebelum masa gestasi [kehamilan] 28 minggu atau sebelum janin mencapai berat 1. dapat disimpulkan bahwa aborsi adalah tindakan yang dimaksudkan secara sengaja untuk menggugurkan kandungan yang belum cukup waktu untuk hidup B. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. 2000]. h. 2 74 75 72 Ensiklopedi Islam [Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve. yakni aborsi yang dilakukan dengan sengaja. [Surabaya: Bina Ilmu. Abortus provocatus criminalis.74 Sardikin Ginaputra dari Fakultas Kedokteran UI mendefinisikan aborsi sebagai pengakhiran kehamilan atau hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. baik pidana maupun hukum Islam. 3. 1989]. dan sebagainya. [Makalah Seminar dan Lokakarya Aborsi Ditinjau dari Perspektif Fiqh yang diselenggarakan oleh PP Fatayat NU. Abortus Provocatus atau abortus arteficiallis. keguguran atau keluron. [Jakarta: CV.73 Dalam istilah kedokteran.75 Dari definisi-definisi di atas. Tindakan semacam ini dibagi dua: 3. 3. Terpancarnya embrio yang tidak mungkin lagi hidup [sebelum hasil bulan keempat dari kehamilan]. 33 Masyfuk Zuhdi. 135 73 Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Depdikbud RI.

4 . Lebih lanjut.77 Sedangkan angka yang disodorkan oleh Prof. Dari alasan-alasan yang dikemukakan. 117-118 78 79 77 Syafiq Hasyim. data tersebut sulit untuk dijadikan pedoman karena penelitian yang akurat terbentur kendala hukum dan norma-norma sosial. Fakta-fakta Aborsi. 3/10/1994]. Sudraji Sumapraja. beban kerja berlebihan dan kondisi kesehatan mencapai angka 20%.7% perempuan yang melakukan aborsi adalah ibu-ibu yang sudah menikah [Kompas. 1. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. dan 15-20% dilakukan remaja. 152-154 Attashendartini Habsjah.000 aborsi setiap tahun di Indonesia. tampaknya sulit ditemukan datanya. apakah kondisi-kondisi seperti itu bisa Adrina. 1999]. dan 65% responden melakukan abortus provokatus kriminalis [APK]. dari perspektif agama. Bali setiap hari ada 100 remaja di Denpasar dan Bandung yang ingin dipulihkan dari kehamilan yang tidak mereka inginkan [Matra. adanya kondisi keluarga yang membuatnya tidak berani mempunyai anak lagi. Menakar “Harga” Perempuan. sekali lagi belum menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. 2001].. dkk. Hak-hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung. dan dari jumlah ini kurang lebih 10-25% adalah remaja [Jayakarta. November 1995]. Faktisitas Aborsi di Indonesia Sebagaimana tersebut di atas bahwa aborsi di lapangan benar-benar merupakan fakta sosial. 30/11/1997]. 10% responden melakukan abortus provokatus terapikus [APT]. sebagaimana yang tersebut dalam catatannya bahwa 99. tampak bahwa sebagian besar aborsi bukan hanya disebabkan oleh kemauan murni perempuan. Penelitian ini juga mengungkapkan abortus spontan karena kelelahan. 1998]. h. Dan bahwa angka-angka aborsi belum cukup merepresentasi angka praktek aborsi yang faktual dan karena itu. h. aborsi yang semata-mata dilakukan karena perempuan tidak mau punya anak. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah. Penelitian lapangan yang dilakukan oleh Indraswari dari FISIP Unpad tahun 1997 menyimpulkan 85% pelaku aborsi berstatus menikah. ed.78 Sementara itu. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia. dan 4] kelompok korban perkosaan. Apalagi pada umumnya penelitian dilakukan dengan responden yang tidak banyak dan tidak luas sebaran wilayahnya. menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara [Majalah Gemari September 2001] Angka-angka di atas.hukum Islam memberikan kualifikasi dan ketentuan yang berbeda-beda menurut faktor penyebabnya.79 Sedangkan menurut penelitian tahun 2001 jumlah aborsi sekitar 2. C. PPFNU. ringan dan beratnya serta jenis dan sifatnya. 3] kelompok praktisi seks komersial [14%]. data menyebutkan bahwa pada tahun 1994 diperkirakan terjadi 1.3 juta. perbudakan seksual [9%]. Aborsi dapat dilakukan akibat kekhawatiran dengan resiko sosial.000. Namun demikian. CET. Selebihnya. Responden juga kurang jujur dalam menjawab pertanyaan karena ada stigma-stigma tertentu mengenai aborsi. adanya paksaan dari keluarga. Held dan Adriananz yang melakukan meta analisis tentang kelompok resiko tinggi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan mengemukakan bahwa ada 4 kelompok resiko: 1] kelompok kegagalan kontrasepsi [48%]. [Makalah Semi-Loka Aborsi Dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. incest. [Bandung: Mizan. ketakutan kepada orang lain [suami atau orang tua dan keluarga]. Tahun berikutnya. H. 50% diantaranya dilakukan oleh mereka yang belum menikah. 2] kelompok remaja [27%].

Hukum Aborsi Dalam Islam Perdebatan mengenai aborsi dalam Islam paling tidak mencakup tiga persoalan penting yakni:  Kapan seorang manusia dianggap mulai hidup.disebut “ikrâh” yang konsekuensinya menempatkan perempuan pada posisi “ghairu mukallaf”? BAGIAN KE-EMPAT ABORSI DALAM HUKUM ISLAM A.  Bagaimana hukum aborsi. Di sinilah para ulama merasa perlu mendiskusikan “dharurat” yang menjadi alasan kebolehan aborsi. tekanan sosial dan sebagainya. Persoalan pertama berkaitan erat dengan pertanyaan kapan aborsi dianggap sebagai pembunuhan manusia berakibat hukum bagi pelakunya. Q. Terkait dengan penciptaan janin dan penyebutannya sebagai manusia. Sedangkan persoalan ketiga menyangkut ketentuan-ketentuan yang lebih rinci mengenai akibat hukum aborsi dalam berbagai bentuknya.  Apa akibat hukum aborsi dan sanksi yang dikenakan terhadap pelaku. apakah semua aborsi dilarang atau ada aborsi tertentu yang diperbolehkan. Namun demikian al-Qur’an banyak menjelaskan proses perkembangan janin dalam kandungan ibu baik secara sekilas maupun secara rinci. ada yang disengaja dan ada yang tidak. Terhadap aborsi yang disengaja pun perlu dilakukan pemilahan lebih lanjut. yang semuanya itu dimaksudkan untuk mencegah meluasnya aborsi. apakah sejak terjadinya konsepsi atau ketika sudah mencapai usia tertentu. al-Hajj : 5 . Persoalan kedua terkait dengan fakta bahwa aborsi bisa terjadi karena berbagai sebab.S.  Bagaimana halnya dengan aborsi di luar perkawinan baik karena diperkosa maupun karena zina. secara eksplisit al-Qur’an tidak menyatakan kapan janin atau embrio disebut sebagai “manusia”. Ayat-ayat yang menjelaskan proses perkembangan janin secara rinci adalah: 1. serta melindungi kehidupan dan moralitas masyarakat dalam kerangka menjamin terealisasinya maqashid alsyari’ah. apakah karena alasan medis yang serius atau karena tekanan ekonomi. memberikan efek jera bagi pelaku.

[Q. al-Qiyamah : 37 .S.S. al-Hajj : 5] 2. kemudian dari segumpal darah. al-Mu’minun : 12 – 14 ‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬l‫نالن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫ خ‬I‫[31]ث‬K‫ين‬D‫ك‬M‫ م‬K‫ار‬M‫ر‬M‫ق‬D‫ ي ف‬I‫اه‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ع‬M‫ج‬I‫[21]ث‬K‫ين‬D‫ ط‬Q‫ن‬D‫ م‬K‫ة‬M‫ ال‬Q‫ن‬D‫ م‬M‫ ان‬Q‫ن‬D‫إ‬Q‫نال‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬ ‫ا‬M G‫م‬ n‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ن‬ G‫م‬ M‫سل‬ I M‫ا س‬M Q‫د‬M‫ق‬M‫ل‬M‫و‬ ‫ر‬M‫ا ءاخ‬n‫ق‬Q‫ل‬M‫خ‬I‫اه‬M‫ن‬Q‫أ‬M‫ش‬Q‫ن‬M‫ا أ‬n‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫ام‬M‫ظ‬D‫ع‬Q‫ ال‬M‫س‬M‫ك‬M‫ ف‬n‫اما‬M‫ظ‬D‫ ع‬M‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬Q‫ ا ال‬n‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬ M G‫م‬I‫ث‬ ‫ا‬M‫ن‬Q‫و‬ M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ف‬ M‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬Q‫ا ال‬ M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ ف‬n‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬ ]14[‫ين‬D‫ق‬D‫ال‬M‫خ‬Q‫ال‬ I‫ن‬M‫س‬Q‫ح‬M‫ أ‬I‫ه‬G‫ الل‬M‫ك‬ M‫ار‬M‫ب‬M‫ت‬M‫ف‬ “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati [berasal] dari tanah. Q. lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. [38] 2. dan menyempurnakannya”. Maha Suci Allah Pencipta Yang Paling Baik”. dan segumpal daging daging itu Kami jadikan tulang belulang. [14] Di samping penjelasan secara terinci. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang [berbentuk] lain. agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim.38 ]38[‫ى‬G‫و‬M‫س‬M‫ ف‬M‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ ف‬n‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫] ع‬M‫ان‬M‫ ك‬G‫م‬I‫ ث‬Ÿ‫ي‬D‫ن‬M‫ م‬Q‫ن‬D‫ م‬n‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ ن‬I‫ك‬M‫ي‬ 37[‫ى‬M‫ن‬Q‫م‬I‫ي‬ Q‫م‬M‫ل‬M‫أ‬ “Bukankan dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan [ke dalam rahim]. [37] Kemudian mani itu menjadi segumpal darah.S. kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi …”.‫ن‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ ن‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫اب‬M‫ر‬I‫ت‬Q‫ن‬D‫ م‬Q‫م‬I‫اك‬M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬D‫إ‬M‫ فا‬D‫ث‬Q‫ع‬M‫ب‬Q‫ ال‬D‫ م‬K‫ب‬Q‫ي‬M‫ في ر‬Q‫م‬I‫ت‬Q‫ن‬I‫ ك‬D‫ إ‬I‫اس‬G‫ا الن‬M‫ه‬l‫ي‬M‫اأ‬M‫ي‬ Q‫ن‬ Q‫ن‬ G‫ن‬ M‫ن‬ D Q‫ن‬ ‫ا‬n‫ل‬Q‫ف‬D‫ ط‬I‫ك‬I‫ ج‬G‫م‬I‫ى ث‬t‫ م‬I‫ م‬K‫ل‬M‫ج‬M‫ى أ‬M‫ل‬D‫ إ‬I‫اء‬M‫ش‬M‫ا ن‬ Q‫ م‬D‫ر‬Q‫خ‬I‫ن‬ M‫س‬ M‫ م‬D‫ام‬M‫ح‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ ال‬D‫يف‬l‫ر‬D‫ق‬I‫ن‬M‫و‬I‫ك‬M‫ل‬M‫ي~ن‬M‫ب‬I‫ن‬D‫ل‬ Q‫م‬ K‫ة‬M‫ق‬G‫ل‬M‫خ‬I‫م‬M‫غ‬M‫و‬K‫ة‬M‫ق‬G‫ل‬M‫خ‬I‫م‬ D‫ر‬Q‫ي‬ K‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬ ‫ا‬n‫ئ‬Q‫ي‬M‫ ش‬Q‫ل‬D‫ع‬D‫د‬Q‫ع‬M‫ ب‬D‫ م‬M‫م‬M‫ل‬Q‫ع‬M‫ا ي‬M‫ل‬Q‫ي‬M‫ك‬D‫ ل‬D‫ر‬I‫م‬I‫ع‬Q‫ ال‬D‫ل‬M‫ذ‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ن‬M‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬Q‫ن‬D‫م‬M‫ و‬G‫ف‬M‫و‬M‫ت‬I‫ ي‬M‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬Q‫ن‬D‫م‬M‫و‬I‫ك‬G‫د‬I‫ش‬M‫أ‬ K‫م‬ Q‫ن‬ ‫ى‬M‫ل‬D‫ إ‬l‫د‬M‫ر‬I‫ ى ي‬Q‫ن‬ Q‫م‬ ‫وا‬I‫غ‬I‫ل‬Q‫ب‬M‫ت‬D‫ل‬ G‫م‬I‫ث‬ ]5[‫يج‬D‫ه‬M‫ ب‬K‫ج‬Q‫و‬M‫ ز‬Q‫ ن‬Q‫ت‬M‫ت‬M‫ب‬Q‫ن‬M‫أ‬M‫ و‬Q‫ت‬M‫ب‬M‫ر‬M‫ و‬M‫اء‬M‫م‬Q‫ ال‬M‫ا ع‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ز‬Q‫ن‬M‫ا أ‬M‫ذ‬D‫إ‬M‫ف‬M‫ ه‬M‫ض‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ى ال‬M‫ر‬M‫ت‬M‫و‬ ~‫ل‬I‫ ك‬D‫م‬ Q‫ت‬G‫ز‬M‫ت‬Q‫اه‬ ‫ا‬M‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬ n‫ة‬M‫د‬D‫ام‬ “Hai manusia. misalnya: 1.S. jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan [dari kubur]. kemudian dari setetes mani. kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna. maka ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah. lalu Allah menciptakannya. [13] Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah. apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. Q. dalam beberapa ayat Allah juga menyinggung proses penciptaan manusia. [12] Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani [yang disimpan] dalam tempat yang kokoh [rahim]. as-Sajdah : 7 -9 ‫اء‬M‫ م‬Q‫ن‬D‫ م‬K‫ة‬M‫ سال‬Q‫ن‬D‫ م‬I‫ه‬M‫ ل‬M‫ل‬M‫ع‬M‫[7 ج‬K‫ين‬D‫ ط‬Q‫ن‬D‫ م‬D‫ ان‬Q‫ن‬D‫إ‬Q‫ال‬M‫ ق‬Q‫ل‬M‫خ‬M‫أ‬M‫د‬M‫ب‬M‫و‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ خ‬K‫ء‬Q‫ي‬M‫ ش‬M‫ن‬M‫س‬Q‫ح‬M‫يأ‬D‫ذ‬G‫ال‬ M‫ل‬ I Q‫س‬M‫ن‬ G‫م‬I‫]ث‬ M‫س‬ I‫ه‬ G‫ل‬I‫ك‬ ]9[M‫ون‬I‫ر‬I‫ك‬Q‫ش‬M‫ا ت‬M‫ ا م‬M‫ة‬M‫د‬D‫ئ‬Q‫ف‬M‫أ‬Q‫ال‬M‫و‬ n‫يل‬D‫ل‬M‫ق‬ M‫ار‬M‫ص‬Q‫ب‬M‫أ‬Q‫ال‬M‫ و‬M‫ع‬Q‫م‬G‫الس‬ I‫م‬I‫ك‬M‫ل‬ M‫ل‬M‫ع‬M‫ج‬M‫ و‬I‫ ر‬Q‫ن‬D‫ م‬D‫يه‬D‫ف‬ D‫ه‬D‫وح‬ M‫خ‬M‫ف‬M‫ن‬M‫ و‬I‫اه‬G‫و‬M‫ين[ س‬D‫ه‬M‫م‬ G‫م‬I‫8ث‬ ] . lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging. Q.

1992]. Kitab al-Qadar bab Ma Jaa’a fi al-Qadar hadits ke-6105. Demikianlah. kebahagiaan dan kesengsaraannya…”. hadits ke-2644. penglihatan dan hati. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud:80 ‫إن أحدكم يجمع خلقه فى بطن أمة أربعين يوما ثم يكون فى ذلك علقة مثل ذلك ثم يكون فى ذلك‬ ‫مضغة مثل ذلك ثم يرسل الملك فينفخ فيه الروح ويؤمر بأربع كلمات: بكتب رزقه وأجله وعمله‬ … ‫وشقي أوسعيد‬ “Sesungguhnya kamu berada di rahim ibumu selama 40 hari sebagai nuthfah. lalu malaikat itu menulis rizkinya.Muslim menyebutkan hadits ini dengan 6 sanad.Rom. hadits ke-2643. CD. Selang beberapa waktu. Sahih Muslim. Kemudian Allah menciptakan tulang belulang dari “mudghah” itu dan membungkusnya dengan daging. dalam riwayat lain disebutkan 40 hari. Kitab Bad’I al-Khalqi bab Zikru al-Malaikat. Lalu Allah mengutus seorang malaikat dan meniupkan ruh ke dalam tubuhnya. lalu menjadi mudghah pada masa yang sama pula. Namun demikian ayat-ayat di atas tidak menyebut kapan janin mempunyai jiwa/ruh. Shahih Bukhari. dan ada juga riwayat yang menyebut secara terssamar. Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa pada awal kejadiannya manusia diciptakan dari tanah [Adam as]. khususnya dua ayat yang pertama. secara rinci Allah SWT menjelaskan proses penciptaan manusia dan perkembangan janin. Kitab at-Tauhid bab Qawluhu Ta’ala Walaqad Sabaqat Kalimatuna hadits ke-6900. Dalam bab yang sama Muslim juga meriwayatkan 4 buah hadits dari sahabat yang sama. ajalnya.“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kitab Ahadits al-Anbiya’ bab Khalqu Adam wa Dzurriyyatuhu hadits ke-3085. Muslim dari Huzaifah bin Asid:81 ‫إذا مر بالنطفة ثنتان وأربعون ليلة بعث ال إليها ملكا فصورها وخلق سمعها وبصرها وجلدها‬ … ‫ولحمها وعظامها ثم قال: يا رب أذكر أم أنثى؟ فيقضى ربك ما شاء ويكتب الملك‬ Hadits ini disebut Bukhari dalam kitabnya sebanyak 4 kali. [tetapi] kamu sedikit sekali bersyukur. yakni: 1. [Beirut: Dar al-Fikr. Ibid. HR. ia akan menjadi makhluk yang memiliki bentuk yang indah sampai dilahirkan ke dunia menjadi bayi. Dalam salah satu riwayat dikatakan 40 atau 45 hari. al-Qur’an menjelaskan tahapan-tahapan kejadian manusia di dalam rahim.Lihat al-Bukhari. Selanjutnya ia akan berubah menjadi “mudghah” [segumpal daging]. Malaikat itu kemudian diperintahkanNya menulis empat kalimat. yakni emapat puluh hari lebih [bidh’un wa arba’in] 80 . juz II kitab al-Qadar bab Kayfiyyah al-Khalq aladami. amalnya. selang beberapa waktu “nuthfah” itu berubah menjadi “’alaqah” [segumpah darah]. Informasi mengenai hal ini terdapat dalam hadits Nabi. Paling tidak dua hadits Nabi yang mengungkap peniupan ruh ke dalam janin. Setelah salah satu sel itu bertemu dengan ovum lalu menyatu dan bergantung pada dinding rahim. 2. HR.[9]” Dalam ayat-ayat di atas. hadits ke-2969.. Kitab al-Qadar.[7] Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina [air mani]. namun dengan redaksi yang sedikit berbeda dan jumlah hari yang berbeda pula. selanjutnya anak cucu Adam diciptakan dari “nuthfah” [air mani] yang mengandung beriburibu sperma yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.[8] Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam [tubuh] nya roh [ciptaan] -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. Redaksi di atas adalah redaksi Muslim 81 Muslim bin Hajjaj. kemudian menjadi ‘alaqah selama masa yang sama.Lihat Muslim.

lelaki atau perempuan?” Allah pun memutuskan sesuai kehendakNya dan malaikat mencatatnya…”. Perlu untuk dikemukakan di sini. Karena pada usia tersebut janin telah bernyawa. Dasar dari hukum ini adalah hadits pertama sebagaimana yang telah dijelaskan. Sedangkan hadits kedua mengatakan ruh ditiupkan setelah embrio melewati masa 42 hari. “Ya Tuhan. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. para fuqaha [klasik] memberlakukan hukum ini secara umum. para fuqaha membuat formulasi hukum yang berbeda-beda mengenai aborsi. Pemberian ruh kepada janin inilah yang kemudian menjadi sumber ikhtilaf mengenai hukum aborsi karena keberadaan ruh dianggap sebagian fuqaha sebagai tanda awal kehidupan manusia dalam arti yang sesungguhnya. maka Tuhan mengutus malaikat untuk membentuk rupa. Riwayat lain ada yang menyebutkan 40 hari dan 45 hari.“Jika nuthfah melewati 42 malam. Haram mutlak [‘ala al-ittifaq]. al-An’am : 151. ‫ن‬D‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬M‫اد‬M‫ل‬Q‫و‬M‫أ‬ ‫وا‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫و‬M‫س‬Q‫ح‬D‫إ‬D‫ن‬Q‫ي‬M‫د‬D‫ال‬M‫و‬Q‫ال‬D‫ب‬M‫ا و‬n‫ئ‬Q‫ي‬M‫ش‬ ‫ا‬n‫ان‬ D‫ه‬D‫وا ب‬I‫ك‬D‫ر‬Q‫ش‬I‫ا ت‬G‫ل‬M‫ أ‬M‫ل‬M‫ع‬Q‫م‬I‫ك‬l‫ب‬M‫ ر‬G‫ر‬M‫ ح‬M‫ م‬I‫ل‬Q‫ت‬M‫أ‬ Q‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬ M‫م‬ ‫ا‬ ‫ا‬Q‫و‬M‫ال‬M‫ع‬M‫ ت‬Q‫ل‬I‫ق‬ ‫ي‬D‫ت‬G‫ ال‬M‫س‬Q‫ف‬G‫واالن‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫ و‬M‫م‬M‫ا و‬M‫ه‬Q‫ن‬D‫ م‬M‫ر‬M‫ه‬M‫ا ظ‬M‫ش‬D‫اح‬M‫و‬M‫ف‬Q‫ال‬ M‫ن‬M‫ط‬M‫ا ب‬ M‫م‬ ‫وا‬I‫ب‬M‫ر‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ك‬I‫زق‬Q‫ر‬M‫ ن‬Q‫ح‬M‫ن‬K‫اق‬M‫ل‬Q‫م‬D‫إ‬ Q‫م‬I‫اه‬G‫ي‬D‫إ‬M‫ و‬I I‫ن‬ ]151[ M‫ون‬I‫ل‬D‫ق‬Q‫ع‬M‫ت‬ Q‫م‬I‫ك‬G‫ل‬M‫ع‬M‫ ل‬Q‫م‬I‫اك‬G‫ص‬M‫و‬ D‫ه‬D‫ ب‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ل‬M‫ق~ ذ‬M‫ح‬Q‫ ال‬I‫ه‬G‫الل‬ D‫ا ب‬G‫ل‬D‫ إ‬M‫م‬G‫ر‬M‫ح‬ Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu. Hanya saja. daging dan tulangnya. Al-An’am : 151] . yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. kecuali ada uzur yang bersifat “dharuri” Seluruh ulama dari semua madzhab sepakat bahwa aborsi setelah kehamilan melewati masa 120 hari adalah haram. penglihatan. perkembangan terakhir menunjukkan adanya formulasi hukum tersendiri bagi aborsi yang disebabkan oleh hamil di luar nikah dengan alasan-alasan yang tidak semata-mata bersifat fiqhi. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya] melainkan dengan sesuatu [sebab] yang benar". seperti yang tertera dalam Q. dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji. Secara garis besar pemikiran hukum yang berkembang di seputar aborsi adalah: 1. kulit. maka menggugurkannya sama dengan membunuh manusia [anak] yang secara jelas diharamkan oleh Allah SWT. yakni manusia yang memiliki raga dan jiwa. Malaikat bertanya.S. 40 hari menjadi ‘alaqah dan 40 hari menajadi mudghah. Hadits pertama menyatakan ruh ditiupkan setelah embrio melewati masa 120 hari yang terdiri dari tiga tahap: 40 hari menjadi nuthfah. Dari hadits-hadits di atas. Sebagai konsekuensi dari pemahaman ayat dan hadits sebagaimana dijelaskan di atas. pendengaran. [QS. yakni mencakup aborsi di dalam dan di luar perkawinan [kehamilan karena seks di luar nikah]. karena pada saat itu janin telah bernyawa. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami [nya]. melainkan juga menyertakan alasan-alasan yang sifatnya moral dan sosial. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa. ada dua informasi mengenai kapan ruh ditiupkan.

Inilah yang disebut ahliyyah al-wujub al-qashirah atau ahliyyah al-wujub an-naqishah. Lihat Abdul Jalil al-Qaransyawi. Kontroversi ulama dalam hal ini tidak hanya terjadi antar mazhab. Mazhab Syafi’i Fuqaha Syafi’iyah berpendapat aborsi pada usia kehamilan di bawah 40 hari hukumnya makruh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. Jika masa kehamilan telah lewat 40 hari. [QS. dkk.72-73 82 . friksi seputar aborsi tidak dapat dielakkan. cet. 2000]. Para fuqaha menyatakan janin setelah 120 hari memiliki ahliyyah wujub naqishah. 84 Jaad al-Haq. maka hak-haknya pun terbatas. Janin hanya mempunyai ahliyyah al-wujub.Dan Q. tetapi juga pada internal mazhab. Berikut ini uraiannya: 1. kalau ia tidak mengerjakan yang terlarang akan membinasakan jiwanya atau hampir binasa.S.85 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. 1965]. ikhtilaf hukum terjadi untuk aborsi di bawah usia 120 hari. Secara lebih khusus. Namun karena ia belum sempurna sebagai manusia.h. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim. aborsi haram mutlak. Meski demikian. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. melainkan dengan suatu [alasan] yang benar. bahkan bisa diwajibkan.ke-2. maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya.Dalam Ushul al-Fiqh. serta memiliki hubungan nasab dengan kedua orang tuanya. h. baik janin sudah bergerak maupun belum. karena ibu adalah induk dari mana janin berasal. Wiqayatan wa ‘Ilajan. ‫ف‬D‫ر‬Q‫س‬I‫ا ي‬M‫ل‬M‫ا ف‬n‫ان‬M‫ط‬Q‫ل‬I‫ا س‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ع‬M‫ا ج‬n‫وم‬I‫ل‬Q‫ظ‬M‫ م‬Q‫ن‬M‫م‬M‫ق~ و‬M‫ح‬Q‫ال‬D‫ا ب‬G‫ل‬D‫إ‬M‫م‬G‫ر‬M‫ ح‬D‫ ي‬M‫س‬Q‫ف‬G‫وا الن‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫و‬ D‫ي~ه‬D‫ل‬M‫و‬D‫ ل‬Q‫د‬M‫ق‬M‫ف‬ M‫ل‬D‫ت‬I‫ق‬ I‫ه‬G‫ت الل‬G‫ال‬ ]33[‫ا‬n‫ور‬I‫ص‬Q‫ن‬M‫ م‬M‫ان‬M‫ ك‬I‫ه‬G‫ن‬D‫ إ‬D‫ف‬ D‫ل‬Q‫ت‬M‫ق‬Q‫ي ال‬ Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya].148-149 85 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh an-Nisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. berhak menerima warisan dari ahli waris jika ia lahir dan hidup. ia menjadi “manusia” dengan hak-hak primernya [huquq al-insan ad-dharuriyah]. [Cairo: Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar. Inipun dengan syarat adanya keridhaan dari suami dan istri serta adanya rekomendasi dari dua orang dokter spesialis bahwa aborsi itu tidak menyebabkan kemudharatan bagi si ibu. h. Maktabah al-Farabi. Keharusan menerima hak dari orang lain disebut ahliyyah al-wujub dan keharusan menjalankan kewajiban disebut ahliyyah al-ada’. h. dikenal istilah ahliyyah [kepatutan dan keharusan seseorang untuk menerima hak dan menjalankan kewajiban].82 Aborsi pada usia di atas 120 hari hanya boleh dilakukan jika terjadi kondisi “dharurat”83 seperti ketika si ibu mengalami problem persalinan dan dokter spesialis menyatakan bahwa mempertahankan kehamilan akan membahayakan jiwa si ibu. [Syiria. tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. ia boleh menerima wasiat dan waqaf. Al-Isra’ : 33] Setelah janin memiliki ruh.84 Dalam kondisi seperti ini menyelamatkan jiwa si ibu dinilai lebih penting daripada mempertahankan janin. Dalam keadaan dharurat semacam ini diperbolehkan mengerjakan yang haram.148-149. al-Isra’ : 33.. Al-Mujaz fi Ushul al-Fiqh. Mas’alah Tahdid al-Nasl.34-35 83 Definisi “dharurat” secara sederhana ialah suatu keadaan yang sampai suatu batas. Konsekuensinya. Pendapat ini didasarkan pada hadits kedua sebagaimana disebutkan di atas.

lanjut al-Ghazali tidak bisa disamakan dengan ‘azl/coitus interuptus. Pendapat lain dikemukakan oleh Ibnu Abidin. al-Ramli membuat batasan yang lebih longgar. maka akad tidak boleh dan tidak bisa dibatalakan. Mas’alah Tahdid al-Nasl. antara lain. maka itu merupakan tindak pidana yang sangat keji.411 91 Ibid . sementara al-Ghazali justru mengharamkannya sejak terjadi konsepsi. [Beirut: Dar al-Fikr. Aborsi.89 Demikianlah. h. 2. [Cairo: Dar al-Syuruq. Al-Ghazali mengatakan bahwa kehidupan telah dimulai sejak pertemuan antara air sperma dengan ovum di dalam rahim perempuan.th].416 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Jika telah ditiupkan ruh kepada janin. h. Juz II. yakni aborsi makruh mutlak. aborsi adalah tindakan kriminal [jarimah]. Ihya ‘Ulum al-Din. Dan jika sudah ada ruh. dalam mazhab Hanafi juga terdapat ikhtilaf. setingkat di bawah pembunuhan bayi hidup-hidup. Juz II. Nihayah al-Muhtaj.51 89 Ibid 90 Ibnu Abidin.72-73 88 Al-Imam al-Ghazali. al-Imam al-Ghazali dalam Ihya ’Ulum al-Din. t. penulis kitab al-Radd al-Mukhtar. Juz VIII. Pendapat ini disandarkan pada pernyataan Abu Bakar bin Abu Sa’id al-Furati ketika ditanya oleh al-Karabisi tentang seorang laki-laki yang memberi minuman peluntur kepada jariyahnya. Pelenyapan nuthfah yang telah bertemu dengan ovum dianalogikan dengan sebuah akad atau perjanjian yang sudah disepakati. Namun jika fuqaha Syafi’iyah sebagian besar sepakat bahwa aborsi haram sebelum usia kehamilan 40 atau 42 hari. penulis kitab al-Durr al-Mukhtar.90 Sebagian besar ulama Hanafiyah juga berpendapat demikian. Ibnu Hajar dalam Tuhfah al-Muhtaj juga berpendapat serupa.Mengutip pendapat Imam al-Zarkasyi al-Imam al-Ramli dalam Nihayah al-Muhtaj mengemukakan aborsi diperbolehkan pada saat janin masih berupa nuthfah atau ‘alaqah. yakni peniupan ruh terjadi setelah embrio berusia 40 atau 42 hari. dalam fuqaha Syafi’iyah sendiri terjadi ikhtilaf. masih terjadi ikhtilaf juga. [Beirut: Dar al-Ma’rifah.88 Ada yang menarik dari pendapat al-Ghazali mengenai keharaman aborsi. Sebagian besar berpendapat janin terbentuk setelah usia kehamilan 120 hari. al-Radd al-Mukhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar. semakin kuat pula makruh tahrimnya. aborsi boleh sepanjang belum terjadi penciptaan. Analogi ini termasuk qiyas jali. h. Sperma laki-laki seperti ijab dan ovum perempuan seperti qabul. 1983]. 86 87 Al-Imam al-Ramli. berpendapat bahwa aborsi adalah tindakan pidana yang haram tanpa melihat apakah sudah ada ruh atau belum. Kapan janin terbentuk. 1979]. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Mazhab Hanafi Sama dengan yang terjadi dalam mazhab Syafi’i. 91 Pendapat ini mengandung pengertian haramnya aborsi secara mutlak karena istilah makruh dalam fiqh Hanafi berarti karahiyah at-tahrim [makruh yang lebih dekat kepada haram].86 Seperti halnya pendapat yang berkembang di kalangan Syafi’iyah. baik sebelum maupun sesudah terjadinya pembentukan janin. Mulai saat inilah aborsi diharamkan. Menurutnya. al-Hashkafi. Pendapat yang demikian disampaikan oleh. dan itu hanya terjadi sesudah 120 hari kehamilan. Mayoritas mengharamkan aborsi pasca 40 hari usia embrio. Al-Furati menjawab hal itu boleh selagi masih berupa nuthfah atau ‘alaqah. sebagian besar fuqaha Hanafiyah berpendapat bahwa aborsi diperbolehkan sebelum janin terbentuk. Lebih lanjut al-Ramli menjelaskan bahwa sebelum nafhi’r ruh.87 Berbeda dengan ulama Syafi’iyah yang lain. h. Hanya saja dosanya tidak sama dengan dosa membunuh. Jika keduanya bertemu.

97 Dari ikhtilaf yang berkembang sebagaimana dijelaskan di atas. 92 93 94 Sa’id Ramadhan al-Buthi.35-40 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. al-Muhalla.h. Mas’alah Tahdid al-Nasl. Ibid. Dalam kitab al-Inshaf karya ‘Alauddin ‘Ali bin Sulaiman al-Mardayi terdapat keterangan bolehnya minum obat-obatan peluntur untuk menggugurkan nuthfah. Pendapat ini dinyatakan oleh sebagian besar fuqaha Syafi’iyah.h. karena hal itu sama dengan membunuh nyawa manusia. yakni haram sejak terjadinya konsepsi. ia menyebutkan bahwa aborsi hukumnya haram mutlak. Ia mengatakan lakilaki boleh meminum obat yang mencegah terjadinya coitus. Ibnu Hazm dari mazhab Dhahiri juga menyetujui pendapat ini.136. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Ibnu an-Najjar dalam Muntaha al-Iradat. c.92 3. dalam kitab Ahkam an-Nisaa’. Namun pendapat ini tidak begitu populer dalam mazhab Hanafi. pengguguran tidak boleh dilakukan. Makruh cenderung haram. Pendapat ini sejalan dengan al-Ghazali yang mengenal tahapan-tahapan dosa dalam aborsi.93 4.80 . Mas’alah Tahdid al-Nasl.Sebagian fuqaha Hanafiyah berpendapat bahwa aborsi diperbolehkan sebelum janin melewati usia 45 hari. h. t.45 hari [takhalluq]. yakni bahwa aborsi diperbolehkan sebelum terjadinya penciptaan. sebagian fuqaha Hanabilah sama dengan fuqaha Syafi’iyah. h. Keharaman itu menjadi lebih berat jika sudah terjadi masa penciptaan [40 hari].94 Pendapat mereka ini sejalan dengan Imam al-Ghazali dari mazhab Syafi’i dan Ibnu al-Jauzi dari mazhab Hambali.th]. Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian besar ulama Hanafiyah dan sebagian kecil ulama Syafi’iyah. baik sebelum maupun sesudah penciptaan [40 hari].79 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. Pendapat yang paling ketat datang dari Ibnu al-Jauzi. sebagian besar fuqaha Hanabilah dan sebagian kecil fuqaha Hanafiyah.77 Ibid. Mazhab Hambali Dalam memandang hukum aborsi. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. yakni sebelum janin berusia 40 hari. sedangkan perempuan boleh meminum obat peluntur untuk menggugurkan nuthfah dan mendapatkan haid.13 97 Sa’id Ramadhan al-Buthi.80 95 96 Ibnu Hazm.Lihat juga al-Buthi. Pendapat ini dinyatakan oleh Abdullah bin Mahmud al-Mushili.. Boleh sebelum 120 hari. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Pendapat ini dikemukakan sebagian kecil fuqaha Hanafiyah.95 Demikian pula pandangan sejumlah fuqaha Syi’ah Imamiyah dan Ibadhiyah. baik sebelum maupun sesudah 40 hari..96 Ibnu al-Jauzi dalam al-Qawanin al-Fiqhiyah mengatakan bahwa jika sperma telah bertemu ovum dan berada dalam rahim. h. h. b. [Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah. Boleh sebelum 40 . Mazhab Maliki Mayoritas fuqaha Malikiyah berpendapat keras mengenai aborsi. dapat disimpulkan bahwa hukum aborsi pada janin di bawah usia 120 hari adalah sebagai berikut: a. dan menjadi sangat berat jika sudah diberikan nyawa. h. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Juz XI.

Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa [memakannya] sedang ia tidak menginginkannya dan tidak [pula] melampaui batas. dan yang diterkam binatang buas. para fuqaha memperbolehkan bahkan mewajibkan aborsi. Hukum aborsi yang telah diformulasikan para fuqaha di atas berlaku dalam kondisi normal.S. jika terjadi sebuah kondisi yang dianggap “dharurat”. daging babi.S. ‫اد‬M‫ا ع‬M‫ل‬M‫ا و‬M‫ ب‬M‫ر‬Q‫ي‬M‫ غ‬G‫ر‬I‫ط‬Q‫ اض‬D‫ه‬G‫ الل‬D‫ر‬Q‫ي‬M‫غ‬D‫ ل‬G‫ل‬D‫ه‬I‫ أ‬M‫ و‬D‫ير‬D‫ز‬Q‫ن‬D‫خ‬Q‫ ال‬M‫م‬G‫الد‬M‫و‬M‫ة‬M‫ت‬Q‫ي‬M‫م‬Q‫ ال‬M‫ل‬M‫ع‬M‫ م‬G‫ر‬M‫اح‬M‫م‬G‫ن‬D‫إ‬ K‫غ‬ D‫ن‬M‫م‬M‫ف‬ D‫ه‬D‫ب‬ M‫ا م‬ M‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫و‬ I‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬ ]173[ ¸‫يم‬D‫ح‬M‫ور¸ ر‬I‫ف‬M‫ غ‬M‫ه‬G‫ الل‬G‫ن‬D‫ إ‬D‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬M‫ ع‬M‫م‬Q‫ث‬D‫ا إ‬M‫ل‬M‫ف‬ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. al-Baqarah : 173] Q. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Demikian pula halnya dengan aborsi. Pendapat ini dinyatakan oleh sebagian besar fuqaha Malikiyah. yang jatuh. Al-Maidah : 3] . Dengan kata lain di luar fuqaha Malikiyah. dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku. fiqh selalu mengenal pengecualian.d. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa. Dan [diharamkan juga] mengundi nasib dengan anak panah.[QS. daging babi dan binatang yang [ketika disembelih] disebut [nama] selain Allah. ‫ة‬M‫د~ي‬M‫ر‬M‫ت‬I‫م‬Q‫ال‬M‫و‬ I‫ة‬M‫وذ‬I‫ق‬Q‫و‬M‫م‬Q‫ال‬M‫و‬ I‫ة‬M‫ق‬D‫ن‬M‫خ‬Q‫ن‬I‫م‬Q‫ال‬M‫ و‬D‫ر‬Q‫ي‬M‫غ‬D‫ ل‬G‫ل‬D‫ه‬I‫ أ‬D‫ير‬D‫ز‬Q‫ن‬D‫خ‬Q‫ ال‬I G‫الد‬M‫ و‬I‫ة‬M‫ت‬Q‫ي‬M‫م‬Q‫ ال‬Q‫ت‬M‫ر~م‬I‫ح‬ D‫ه‬D‫ب‬D‫ه‬G‫الل‬ M‫م‬M‫ا و‬ I‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫و‬ ‫م‬ I I‫ك‬Q‫ي‬M‫ل‬M‫ع‬ ‫م‬ ‫ق‬Q‫س‬D‫ ف‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ل‬M‫ا ذ‬M‫ل‬Q‫ز‬M‫أ‬Q‫ال‬ D‫م‬ D‫وا ب‬I‫م‬D‫س‬Q‫ق‬M‫ت‬M‫ ت‬Q‫ن‬M‫أ‬M‫ و‬D‫ ب‬l‫ى الن‬M‫ل‬M‫ع‬M‫ح‬D‫ب‬I‫اذ‬M‫م‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ت‬Q‫ي‬G‫ك‬M‫اا ذ‬G‫ل‬D‫ إ‬I‫ع‬I‫ الب‬M‫ل‬M‫ك‬M‫أ‬M‫ام‬M‫ و‬I‫ة‬M‫يح‬D‫ط‬G‫الن‬M‫و‬ Q‫س‬ I‫ص‬ M‫م‬ G‫س‬ ‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬M‫ ل‬I‫ت‬Q‫م‬M‫م‬Q‫ت‬M‫أ‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ك‬M‫ل‬I‫ت‬Q‫ل‬M‫م‬Q‫ك‬M‫أ‬Q‫و‬M‫ي‬Q‫ ال‬Q‫و‬M‫ش‬Q‫اخ‬M‫و‬I‫ه‬Q‫و‬M‫ش‬Q‫خ‬M‫ا ت‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ين‬D‫ د‬D‫وا م‬I‫ر‬M‫ف‬M‫ي ك‬D‫ذ‬G‫ال‬M‫س‬D‫ئ‬M‫ي‬M‫م‬Q‫و‬M‫ي‬Q‫ال‬ M‫ع‬ Q‫م‬I‫ك‬M‫ين‬D‫د‬ M‫ م‬D‫ن‬ Q‫م‬ M‫ل‬M‫ف‬ Q‫ن‬ M‫ن‬ ‫ور‬I‫ ف‬M‫ه‬G‫ الل‬G‫ن‬D‫إ‬M‫ف‬K‫م‬Q‫ث‬D‫إ‬D‫فل‬D‫ان‬M‫ج‬M‫ت‬I‫ م‬M‫ غ‬K‫ة‬M‫ص‬M‫م‬Q‫خ‬M‫ ي م‬G‫ر‬I‫ط‬Q‫ناض‬M‫م‬M‫ ف‬n‫ين‬D‫ د‬M‫ام‬M‫ ل‬D‫إ‬Q‫ال‬I‫م‬I‫ك‬M‫ل‬I‫يت‬D‫ض‬M‫ر‬M‫يو‬D‫ت‬M‫م‬Q‫ع‬D‫ن‬ M‫غ‬ K M‫ر‬Q‫ي‬ D‫ف‬ D ‫ا‬ Q‫س‬ ]3[‫يم‬D‫ح‬M‫ر‬ Diharamkan bagimu [memakan] bangkai.[QS. [mengundi nasib dengan anak panah itu] adalah kefasikan. Ibnu al-Jauzi. maka tidak ada dosa baginya. dalam semua mazhab terdapat ulama yang mengharamkan aborsi secara mutlak. Haram mutlak. dan Ibnu Hazm ad-Dhahiri. seperti Q. darah. dan [diharamkan bagimu] yang disembelih untuk berhala. yang dipukul. yang ditanduk. Namun demikian. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. al-Baqarah : 173. Banyak kaedah fiqh yang menjadi sandaran hukum hal ini. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. darah. al-Maidah : 3. [daging hewan] yang disembelih atas nama selain Allah. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. kecuali yang sempat kamu menyembelihnya. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk [mengalahkan] agamamu. Dalam ranah pengecualian. yang tercekik. Imam alGhazali.

karena tubuhnya yang kurus dan rapuh. maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu [supaya menta`ati Allah] tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan [ketentuan Kami]. Ia tidak bersalah. Mengenai rincian dan contoh-contoh kasus yang masuk dalam kaedah ini. al-Isra : 16 ]16[‫ا‬n‫ير‬D‫م‬Q‫د‬M‫ا ت‬M‫ اه‬I‫ل‬Q‫و‬M‫ق‬Q‫ا ال‬M‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬ M‫ن‬Q‫ر‬G‫م‬M‫د‬M‫ف‬ M‫ ع‬G‫ق‬M‫ح‬M‫ا ف‬M‫يه‬D‫ف‬ ‫وا‬I‫ق‬M‫س‬M‫ف‬M‫ا ف‬M‫ا يه‬M‫ن‬Q‫ر‬M‫م‬M‫أ‬M‫ق‬n‫ة‬M‫ي‬Q‫ ر‬Q‫ن‬M‫ا أ‬M‫ن‬Q‫د‬M‫ر‬M‫أ‬ D‫ف‬M‫ر‬Q‫ت‬I‫م‬ M‫ك‬D‫ل‬Q‫ه‬I‫ن‬ ‫ا‬M‫ذ‬D‫إ‬M‫و‬ “ Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri.99 Adapun terkait dengan aborsi di luar nikah lazimnya mempunyai mata rantai pada seks bebas. Dalam kasus-kasus seperti ini aborsi tanpa memandang usia kehamilan. sementara ia sendiri sedang menyusui bayinya. Sementara itu. Tidak sedikit seks bebas mengakibatkan terjadinya kehamilan di luar nikah. Sa’id Ramadhan al-Buthi dengan tegas mengatakan bahwa aborsi untuk kasus yang demikian adalah haram mutlak. Ia sudah memiliki eksistensi yang pasti. tetapi menarik perhatian tersendiri bagi fuqaha kontemporer. Al-Isra’: 16] Berdasarkan ayat ini seorang janin tidak menanggung dosa ibunya. Dalam pandangan fuqaha. maka yang harus dipertahankan adalah hal yang menimbulkan kerugian paling berat dengan mengorbankan kerugian yang lebih ringan”. lihat al-Suyuthi dalam alAsybah wa an-Nazhair dalam pembahasan mengenai kaedah keempat “ad-Dharar Yuzal”. PPFNU. bahwa kehamilan pra nikah akibat seks bebas tampaknya tidak terlalu menarik perhatian fuqaha klasik. karena ibu adalah induk darimana janin berasal.98 Diantara alasan yang sering dikemukakan fuqaha untuk membolehkan aborsi adalah keringnya air susu ibu yang disebabkan kehamilan. Dilema kematian antara ibu dan janin dalam pandangan fuqaha dipecahkan melalui pengorbanan janin berdasarkan kaedah: ‫اذا تعرض المفسدتان رعي أعظمهما ظررا بإرتكاب اخفف الضررين‬ “Jika terjadi pergulatan antara dua hal yang sama-sama merugikan. Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. Namun sangat disayangkan. dapat dilakukan sepanjang menurut penelitian medis yang dapat dipercaya.6-7 99 98 . Q. Dalam keadaan demkian ia atau suaminya tidak mampu membayar air susu yang lain. karena itu tidak boleh digugurkan baik sebelum maupun sesudah takhalluq. dan kaedah fiqhiyah “ad-dharurat tubihu al-mahdhuraat”. [Jakarta: Makalah Semi-Loka Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer.S. Husein Muhammad.2001]. kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”.Hadits Nabi “laa dharara wa laa dhiraara”. Dalam hal ini. Karena itu ia tidak boleh dikorbankan demi menyelamatkan janin yang eksistensinya belum pasti dan belum memiliki kewajiban. kematian ibu lebih berat daripada janin. Alasan lain adalah ketidakmampuan ibu menanggung beban hamil. h. kelahirannya dipastikan akan membahayakan jiwa ibu. Ia mengemukakan tiga dalil sebagai berikut: 1. [QS. sementara janin belum. memiliki kewajiban dan hak.

aborsi yang disebabkan karena perkosaan diperbolehkan jika kelahiran anak tersebut dipastikan akan membawa dampak buruk bagi jiwa dan raga si ibu di kemudian hari.127-139 Ibid. Abu Dawud an-Nasa’i dan al-Hakim]. Oleh karena itu aborsi tidak diperbolehkan karena akan membawa dampak negatif bagi masyarakat secara luas. kealpaan dan sesuatu yang dipaksakan kepadanya”. Aborsi untuk kasus seperti ini boleh.102 Demikianlah.  Adanya kaedah fiqhiyah yang menyatakan “tasharruf al-imam ‘ala al-ra’iyah manuthun bi al-maslahah”. harus ditangguhkan ketika perempuan sedang hamil demi menjaga kehidupan janin.  Aborsi terhadap janin hasil hubungan di luar nikah juga bertentangan dengan kaedah “sadd adz-dzari’ah”. [rukhsah tidak berlaku untuk perbuatan-perbuatan maksiat]. Wiqayatan wa ‘Ilajan.143 Ibid. h. Oleh karena kehamilan itu sendiri disebabkan oleh perbuatan haram. Namun terhadap perempuan Ghamidiyah itu Rasul menangguhkan hukuman rajam sampai ia melahirkan anaknya dan menyapihnya.h.. Hak perwalian ada di tangan hakim. yang datang kepada Rasulullah dengan membawa pengakuan ia telah berzina dengan Ma’iz bin Malik dan sedang hamil karenanya. karena ia secara syar’i tidak berhak atas janin tersebut. sementara hakim harus mengambil tindakan yang melindungi hak janin yang ada dalam perwaliannya sekaligus hak-hak masyarakat. Shahih Muslim. Berdasarkan kaedah ini ibu dari si bayi tidak boleh menggugurkan kandungannya. aborsi karena perzinaan tidak demikian. Dalam kasus seperti ini aborsi diperbolehkan karena untuk menyelamatkan jiwa si ibu. yakni dengan munculnya sikap permisif terhadap pergaulan bebas. termasuk hukuman jilid. Padahal ada kaedah fiqhiyah yang mengatakan “al-rukhas laa tunaathu bi al-ma’ashi”. Juz II. hadits ke-1695 Al-Imam an-Nawawi. aborsi akibat perzinahan dipandang oleh fiqh kontemporer sebagai tindak kriminal yang berkaitan erat dengan moralitas sosial [jarimah ijtima’iyah]. karena perempuan diperkosa bukan pelaku tindak pidana sehingga rukhsah aborsi berlaku. demikian pula lelaki yang menghamilinya. Kitab al-Hudud bab Man I’tarafa ‘ala Nafsihi bi al-Zina. Setelah si anak disapih dan diserahkan kepada orang lain. Syarah an-Nawawi ‘ala Sahih Muslim.[HR. Bahkan Imam Nawawi dalam syarah atas hadits ini menyatakan bahwa semua had.h. Ketentuan hukum yang keras namun tetap ada celah untuk menempuh apa yang aslinya 100 101 Muslim. Berbeda dengan aborsi dalam perkawinan di mana kedua orang tua punya hak atas janin. maka aborsi dengan sendirinya tidak diperbolehkan.201 102 103 104 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Thabrani.159-160 . h. barulah ia dirajam. Dalam kondisi seperti ini berlaku hadits Nabi yang menyatakan: “umatku dibebaskan dari kekeliruan. Mas’alah Tahdid al-Nasl. Juz XI. Pengecualian hanya berlaku jika si perempuan diancam dibunuh jika tidak melakukan aborsi.hadits mengenai perempuan Ghamidiyah yang diriwayatkan Muslim dari Buraidah ra. Formulasi hukum di atas mencerminkan ketegasan fiqh sekaligus elastisitasnya.100 Hadits ini menunjukkan bahwa anak yang dikandung akibat zina tidak boleh digugurkan..101  Bahwa hukum yang memperbolehkan aborsi di bawah 40 hari usia kehamilan berlaku untuk nikah yang sahih dan bahwa kebolehan aborsi adalah bersifat rukhsah. Si ibu tidak memiliki hak syar’i atas anaknya. Ma’iz dirajam lebih dulu setelah empat kali membuat pengakuan zina dan meminta Rasulullah mensucikannya.104 Apalagi perempuan tersebut hamil bukan atas kemauannya sendiri melainkan dipaksa. Ahmad.103 Berbeda dengan aborsi yang disebabkan oleh perzinahan.

dan orang tua janin bukan kafir harbi kedua-duanya. ghurrah wajib pada usia kehamilan di bawah 6 bulan. h. membiarkan kelaparan. Jika hal-hal tersebut membuat si perempuan keguguran. Itu bisa dimengerti karena fiqh diformulasikan untuk menjamin tercapainya maqashid al-Syari’ah yang dalam konteks ini adalah hifdz al-nafs dan hifdz al-‘irdh. Satu hal yang perlu dicatat di sini. Ghurrah berlaku jika aborsi telah memenuhi lima syarat yakni: adanya tindakan tertentu yang menyebabkan janin gugur.108 Diyat penuh juga berlaku jika janin yang sudah diketahui hidup di rahim ibunya terbunuh karena tindak kriminal terhadap ibunya dan bukan dimaksudkan untuk membunuh janin itu sendiri. Ada beberapa macam sanksi bagi pelaku atau penyebab aborsi sesuai dengan akibat yang ditimbulkannya: ghurrah [denda yang nilainya 5% dari diyat penuh atau senilai lima ekor unta]. berteriak keras. janin keluar dalam keadaan meninggal. [Cairo: Musthafa Muhammad. al-Syarbini. Pada titik inilah antara lain. mengancam. Jumhur ulama mengatakan ghurrah wajib tanpa memandang usia janin. pendekatan hukum aborsi dalam fiqh dilakukan dengan mengedepankan hak janin dan hak masyarakat.105 Yang dimaksud tindakan di sini adalah semua hal yang bisa menjadi penyebab keguguran. mengejutkan. maka pelaku atau penyebab keguguran mesti membayar ghurrah tanpa melihat apokah tindakan itu disengaja atau tidak. dan ta’zir [hukuman atas pertimbangan hakim].th]. bahkan membuat si hamil terpesona. t. Namun Imam Malik mewajibkan ghurrah tanpa memandang apakah janin sudah berbentuk atau belum.106 Para ulama berbeda pendapat mengenai kapan usia janin yang gugur mewajibkan ghurrah. menghina.103. Ibnu Qudamah. diyat [tebusan]. [Beirut: Dar al-Fikr. h. h. h. Hak ibu yang mengandung justru tidak mendapatkan tempat sama sekali. h. Juz IX. al-Mughni. Juz VIII. Juz VIII. Orang yang terkena hukuman itu bisa ibu si janin sendiri dan bisa juga orang lain. t.th]. asalkan janin sudah melewati masa mudghah. Dengan demikian pemikiran yang dikembangkan oleh al-Buthi di atas sebetulnya merupakan representasi dari pendirian sebagian besar fuqaha kontemporer. pelaku atau penyebab aborsi dikenakan diyat penuh.39. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Misalnya. menakut-nakuti. kifarah [ganti rugi]. Juz II. termasuk ucapan. Namun jika tindakan itu memang dimaksudkan 105 106 Sa’id Ramadhan al-Buthi. kontroversi dengan kalangan aktivis “pro-choice” terjadi. h. Ini adalah pendapat jumhur. t. Juz IV. Tuhfah al-Muhtaj. Mughni al-Muhtaj. 391 107 108 Ibnu Rusyd.th]. 312 Ibnu Qudamah. janin sudah melewati masa mudghah [sudah terbentuk]. dalam kasus perzinahan.41 . [Riyadh: Maktabah al-Riyadh al-Haditsah. [Beirut: Ihya al-Turast al-Arabi]. [] B. Bidayah al-Mujtahid. Setelah itu. janin gugur setelah terjadinya tindakan tertentu. Mas’alah Tahdid al-Nasl.180-186 Lihat Ibnu Hajar.107 Ulama Hanabilah memberikan tafshil. menyebarkan bau busuk. Akibat Hukum Aborsi Pelaku aborsi atau penyebab keguguran dalam fiqh Islam dikenakan hukuman.diharamkan ketika terjadi benturan dua kemudharatan merupakan salah satu pola pemikiran yang khas dalam fiqh. al-Mughni.

Ibid. sumpah dokter di atas menimbulkan dilema. Satu hari. h.110 Di sini persoalan menjadi terkait dengan kapan janin mulai dianggap sebagai makhluk bernyawa. Aborsi dalam Spektrum Hukum Positif dann Hukum Islam Masalah aborsi dibahas dalam KUHP dan UU no. sedang yang lain disimpan atau dimusnahkan.105 Harkristuti Harkrisnowo. Ini dipengaruhi oleh pandangan Kristiani yang berkembang di Barat saat itu.5 111 Kartono Muhammad. Dalam lafal sumpah dokter yang disusun oleh World Medical Association tahun 1948. Dilema ini kemudian dipecahkan oleh sebuah keputusan di Venesia tahun 1983 yang intinya dokter menghormati kehidupan sejak kehidupan itu dimulai.403. 348. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. satu bulan. Persatuan Dokter Spesialis Kebidanan se-Dunia dalam perkembangannya menetapkan bahwa kehidupan dimulai sejak sel telur yang dibuahi menempel di dinding rahim.ke-1. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. Sebaliknya mengembalikan seluruh sel yang dibuahi ke rahim ibu juga tidak mungkin dan memperbesar resiko kegagalan. 347. 349 dan 350 109 110 Ibnu Qudamah. h. Ford kemudian menunjukkan bahwa kehidupan dimulai setelah pembentukan primitive streak. yaitu lipatan ke dalam yang terbentuk pada zygote [hasil pertautan sel telur dan sperma] saat berusia empat minggu. Dari sudut agama. Namun hasil penelitian Norman F. maka memusnahkan sel-sel yang tersisa adalah pembunuhan. embrio baru bisa disebut sebagai person atau makhluk insani. pasal mengenai pengguguran kandungan dimasukkan ke dalam bab menangani “kejahatan terhadap nyawa”. h. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. Ketika tekhnologi bayi tabung ditemukan tahun 1979. Namun tidak termasuk dalam hal ini jika sang janin sudah tidak hidup ketika masih dalam rahim ibu. usia kandungan tidak menjadi persoalan hukum. Pada saat itulah menurut Ford. Demikian pendapat ulama Syafi’iyah dan Hanabilah.109 C. 1998]. maka pelakukanya wajib membayar kifarat. Setelah pembuahan. Dalam KUHP ada beberapa ketentuan yang mengatur aborsi yakni pasal 346.130-131 . Cet. h. maupun empat bulan sama saja. Dilema bayi tabung terselesaikan. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. Mughni al-Muhtaj. karena bayi tabung diproses melalui pengambilan beberapa [7-10] sel telur yang kemudian dibuahi oleh sperma suaminya di laboratorium.untuk mencelakai si janin itu sendiri. Juz IV. Jika kehidupan dimulai dari saat pembuahan. lihat juga al-Syarbini. disebutkan bahwa dokter harus menghormati kehidupan insani sejak saat pembuahan sel sperma. karena ada janin yang dikeluarkan secara paksa. Dalam dunia kedokteran hal yang sama juga terjadi. kontroversi mengenai hal ini telah dijelaskan. Jika melihat KUHP itu sendiri. Dalam KUHP.. Dengan demikian secara implisit berarti tindak pidana ini dilakukan terhadap korban yang berada “in rerum natura” atau berada dalam keadaan “in being” yang berarti pula bahwa ia harus berada dalam keadaan hidup.111 Perbedaan pandangan mengenai kapan kehidupan di mulai ini berakibat pada perbedaan tafsir mengenai ketentuan yang diatur dalam KUHP dan UU Kesehatan. hanya beberapa yang dikembalikan ke rahim ibunya.

Pasal 346 KUHP berunsurkan sebagai berikut: a] perempuan b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya d] menyuruh orang lain untuk itu e] dihukum penjara selama-lamanya empat tahun. maka dia dihukum penjara selamalamanya tujuh tahun. Pasal 348 berunsurkan: a] barang siapa b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan d] dengan izin perempuan itu e] dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan.1-5 Dari rumusan yang ada. 347 dan 348. dikenakan pasal 348. Pasal 350: pada waktu menjatuhkan hukuman karena makar mati. atau menjaga kesehatannya. maka bagi mereka hukumannya ditambah dengan sepertiganya dan dapat dipecat dari jabatannya [pasal 349]. [doodslag] pembunuhan direncanakan [moord] atau karena salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 344. 2. 5. 347. tidak mempermasalahkan cara melakukannya Dalam praktek yang diajukan ke pengadilan pada umumnya adalah orang yang menggugurkan kandungan. Menggugurkan kandungan yang sudah mati. sedangkan si perempuan sendiri lolos dari jeratan hukum.  Perempuan yang sengaja menggugurkan atau membunuh kandungannya atau suruhan orang lain untuk itu.  Orang yang sengaja menggugurkan atau membunuh kandungan seorang perempuan dengan tidak izin perempuan itu dihukum menurut pasal 347. Sebaliknya apabila dokter dan sebagainya itu menggugurkan atau membunuh kandungan untuk menolong jiwa perempuan. apabila dilakukan dengan izin perempuan itu.  Jika seorang tabib. 3. demikian pula tidak dihukum orang yang untuk membatasi kelahiran anak mencegah terjadinya hamil [Maltthusianisme]. Hal ini karena ketidakjelasan identitas mereka di samping para terdakwa tidak mau . Ditambahkan dalam ayat 2.  Cara menggugurkan atau membunuh kandungan itu rupa-rupa. dan 348.1. dapat dijatuhkan hukuman mencabut hak yang tersabut dalam pasal 35 No. Pasal 347 berunsurkan: a] barang siapa b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan d] tidak diizinkan oleh perempuan itu e] dihukum penjara selama-lamanya dua belas tahun. Pasal 349 secara spesifik menentukan sanksi pidana bagi mereka yang melakukan aborsi dalam kerangka profesi mereka yakni membantu salah satu kejahatan yang tersebut dalam pasal 346. tidak dihukum. jika karena perbuatan itu perempuan mati maka dia dihukum penjara selamalamanya lima belas tahun. 4. tidak dihukum. tidak mempermasalahkan usia kandungan. 2. dikenakan pasal ini. yang disebut tindak pidana hanyalah yang berupa “menyebabkan gugur atau mati kandungan” yang berarti: 1. maupun dengan alat-alat yang dimasukkan melalui anggota kemaluan. jika karena itu perempuan mati. bidan atau ahli obat membantu kejahatan dalam pasal 347 dan 348. maka hukumannya dapat ditambah sepertiga dari yang terdapat dalam ketentuan yang dilanggar dan dapat dipecat dari jabatannya yang digunakan untuk melakukan kejahatan tersebut. baik dengan obat yang diminum. Ditambahkan dalam ayat 2.

norma agama. karena aborsi tidak pernah menyelamatkan jiwa janin. tetapi di sisi lain pemerintah atau pengadilan bisa saja menafsirkannya sebagai tindakan selain aborsi. 4. (2) Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat [1] hanya dapat dilakukan: 1.65-66 . Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. “tindakan medis tertentu” diartikan sebagai aborsi. 2. Namun UU ini juga menimbulkan kebingungan penafsiran. jika itu dipandang sebagai tindakan darurat.113 Dari Pasal di atas seakan-akan UU ini memperbolehkan pengguguran kandungan dengan alasan tertentu. Lebih dari itu dalam perundang-undangan yang ada tidak tercantum dictum yang menyatakan persyaratan aborsi.” Bagi beberapa orang. h. 3. Dalam pasal 15 dinyatakan: (1) Dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu. berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut. Apalagi kalimat terakhir menyebutkan “untuk menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin” yang sudah pasti bukan tindakan aborsi. Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli. ketentuan mengenai aborsi juga terdapat dalam UU Kesehatan No. Akan tetapi penjelasan pasal ini merumuskan suatu hal yang membingungkan. Kartono Muhammad. yakni: ”Tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun dilarang karena bertentangan dengan norma hukum.276-277 Dr.112 Selain KUHP. sebab pada kalimat awal ditegaskan bahwa pengguguran kandungan atas alasan apapun dilarang. Ini semua menyebabkan aborsi menjadi “dark number of crime” sampai sekarang. namun tidak jelas apakah aborsi termasuk salah satu tindakan yang diperbolehkan. Namun keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu. Pada sarana kesehatan tertentu.[] 112 113 114 Harkristuti Harkrisnowo.6-8 Syafiq Hasyim [ed].114 Di sini terasa ada keragu-raguan pemerintah Indonesia dalam menghadapi masalah aborsi. Menakar “Harga” Perempuan. norma kesusilaan dan norma kesopanan. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya. Alasan medis memang dikemukakan dalam konteks menjaga nilai-nilai moral. apalagi memberi ruang bagi ibu untuk melakukan aborsi karena mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. h.memberikan kesaksian yang justru memberatkan mereka jika ia mengungkap identitas orang yang digugurkan kandungannya. Yang boleh diambil adalah “tindakan medis tertentu”. 23 tahun 1992. h.

berstatus janda yang hamil di luar nikah. sehingga banyak variable yang dipertimbangkan dalam proses penentuan hukum aborsi. dari uraian di atas mendorong penulis untuk menyatakan beberapa hal berikut ini: 1. dan berstatus sebagai simpanan seseorang dan dilarang hamil oleh pasangannya. Namun demikian Islam mempunyai corak hukum yang lebih fleksibel. aborsi pada dasarnya adalah tindakan yang dilarang. atau karena berstatus sebagai isteri kedua dan suaminya tidak menginginkan kehadiran anak dari dia. faktor sosial ekonomi [tidak sanggup lagi membiayai anak-anaknya dan khawatir masa depan anak tidak terjamin]. alasan melakukan aborsi di antaranya karena masih berusia remaja. dapat disimpulkan bahwa banyak alasan yang mengakibatkan perempuan melakukan aborsi. Dari perspektif agama-agama samawai. 5 . khususnya Islam. jumlah anak yang terlalu banyak.115 Sementara itu. terlalu tua untuk melahirkan. 3.BAGIAN KE-LIMA TELA’AH TENTANG ABORSI Bertitik tolak dari data pada paparan di atas. toh praktek aborsi 115 Ibid. baik dalam Islam maupun dalam hukum positif. termasuk sanksisanksi hukum dirumuskan untuk melindungi kehidupan makhluk bernyawa yang bernama janin ini. h. jarak kelahiran yang terlalu rapat. baik dari kalangan agama maupun medis. takut pada orang tua. Alasan tersebut ialah:  Pada perempuan yang belum atau tidak menikah. Sekalipun secara moral-ideal dan legal-formal aborsi dilarang. Berbagai perangkat hukum. tampak bahwa dasar pelarangan aborsi adalah penghormatan kepada kehidupan. sedang dalam proses perceraian dengan suami. Sayangnya sampai kini persoalan kapan kehidupan dimulai masih menjadi sesuatu yang diperdebatkan oleh para ahli..  Pada perempuan yang sudah menikah. 2. alasannya antara lain karena kegagalan alat kontrasepsi. khususnya kepada yang bernyawa. pacar tidak mau bertanggung jawab. Satu hal yang penting untuk dicatat adalah bahwa nilai-nilai moral yang mendasari seluruh bangunan hukum tentang aborsi –baik hukum agama maupun hukum negaraternyata mengalami kesulitan penerapan dan perbenturan di tingkat lapangan. Melihat perdebatan yang terjadi. alasan medis.

Wiqayatan wa ‘Ilajan. Bila pilihan “pro-life” merupakan pilihan terbaik. Dalam kasus tertentu bahkan hak perempuan ini dinafikan sama sekali..menunjukkan angka yang cukup tinggi.Rom al-Buthi. Mas’alah Tahdid al-Nasl. al-Imam. al-Radd al-Mukhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar. Major Legal Systems in The World Today. Aborsi juga signifikan menyumbang angka kematian ibu akibat proses reproduksi yang tidak aman. h. Maktabah al-Farabi. Beirut: Dar al-Fikr. (London: 1968). Agama dan hukum tidak boleh ambigu. sudah saatnya agama Islam menyatakan pendirian yang tegas dengan segala konsekuensinya. bahwa aborsi yang dilakukan oleh pasangan yang diluar nikah dalam Islam menurut pendapat para Imam adalah "haram mutlak". 19 Ensiklopedi Islam. menyiapkan sikap mental dan sosial masyarakat agar tidak mau melakukan aborsi. baik hukum positif maupun –terutama. Dari semua ketentan diatas. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 1998 al-Bukhari. atau bahkan satusatunya. 1979 Adrina dkk. Beirut: Dar al-Ma’rifah. E. CD. Misalnya. Kenyataannya. mensosialisasikan sikap bisa menerima anak yang lahir dari kehamilan yang tidak dikehendaki. dan membuat sistem sosial yang siap dengan segala resiko pilihan sikap “pro-life”. Sa’id Ramadhan. 4. 1983 . 1994 al-Ghazali. Oleh karen itu menjadi bisa dimengerti jika suara yang menginginkan diberikannya hak ini kepada perempuan kian hari kian nyaring terdengar. C. Ini semua menunjukkan bahwa pendekatan terhadap masalah aborsi semata-mata dari sudut moral dan hukum tidak cukup. Sementara itu dalam kasus yang sudah pasangan yang sudah menikah hukum yang berlaku adalah "kondisional" dalam artian tergantung situasi yang berlaku tersebut. Brierly. Di tengah dilema antara nilai moral dan tuntutan kebebasan perempuan untuk menjalankan hak-hak reproduksinya [pro-choice] seperti yang terjadi sekarang. sebab ambiguitas seperti ini terbukti tidak menyelesaikan persoalan. Juz II. Ibnu. [] DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an al-Karim Abidin. Shahih Bukhari. Syiria. Ihya ‘Ulum al-Din.fiqh Islam tidak memasukkan agenda hak-hak reproduksi perempuan –dalam hal ini hak untuk memutuskan hamil atau tidak dan hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi yang amandalam konsideran hukumnya. 5. Juz II. J. 6. 2000 David. Jakarta: Ikhtiyar Baru Van Hoeve. maka Islam juga perlu mempersiapkan berbagai perangkat yang mendukung tersosialisasikannya pilihan itu di tengah masyarakat. Hak-Hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung. R.

1. 2. Ibnu. Makalah. M. Cet. “Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum”. t.th Harkrisnowo. ke-1 Habsjah. . 2000 Hazm. Surabaya: PWNU. 1997 Hajar. Masail Fiqhiyah al-Haditsah pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. Syarah an-Nawawi ‘ala Sahih Muslim. Beirut: Dar al-Fikr. al-Muhalla. New York: Doubleday. t. Juz VIII. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Dawam. Kartono. Syafiq. (ed). CET. 1998. 1965. Makalah. Menakar “Harga” Perempuan. 2001 al-Nawawi. Cet. 1999. Dari The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror. Jakarta: PPFNU. Jakarta:.. Juz IX. al-Imam.Bernard. Aziz. Harkristuti. Cairo: Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar. Tuhfah al-Muhtaj. “Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer”. al-Mughni. Ibnu. 2001 Hasan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Abdul Jalil. 1988 Lewis.th Kung. A. Al-Mujaz fi Ushul al-Fiqh. “Fakta-Fakta Aborsi”. Islam dalam Krisis: Antara Perang Suci dan Teror Kotor. Masyhuri. Jaad al-Haq ‘Ali Jaad. 1992 Muhammad. ke-2 Qudamah. dkk. Juz II. 2002 . PPFNU. Riyadh: Maktabah al-Riyadh al-Haditsah. Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Suci. Cairo: Musthafa Muhammad. Jakarta: Balai Pustaka. Jakarta: PPFNU.ke-1 Muhammad. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Ibnu. Hans. terj.th al-Qaransyawi. t. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. Juz XI Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Depdikbud RI. Makalah. Ali. Cairo: Universitas alAzhar. Husein. Makalah. (Jakarta: Penerbit PARAMADINA. Theology of The Third Millenium. 1992 Muslim. Surabaya.(CET. Cet.Hasyim. Attashendartini. 1995. Sahih Muslim. Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah. “Abortus Menurut Hukum Islam”. Jawa Pos Press: 2004. Juz XI. 1998 al-Haq.. Bandung: Mizan.ke-2 Rahardjo. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh al-Nisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyyah. Cet.

M. al-Syarbini. Zaimuddin Badrus Sholeh ini juga pernah menjadi anggota fraksi Karya Pembangunan di DPRD II Kab. Dr. Pada tahun 1971-1975 menempuh pendidikan guna memperoleh gelar sarjana muda di Universitas Hasyim Asy’ari Jombang.th Syalthut. Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang. Beirut: Ihya al-Turast al-Arabi Watt. Beirut: Dar al-Fikr. Aktivitas kesehariannya sekarang selain kepala lembaga Penelitian. Ia juga memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Darul Ulum Jombang pada tahun 1997. Hj. Mughni al-Muhtaj.. Nihayah al-Muhtaj. Jawa Timur pada 19 September 1955. Masyfuk. Dr. MTs. Program doktoralnya ia selesaikan pada tahun 1979 di Fak. Mahmud. 1995. Yang terakhir. Dalam rentang waktu antara 1979 . t. Istibsjaroh. 1986 BIOGRAFI PENULIS Prof. Ibnu. Surabaya: Bina Ilmu. Masyfuk. Haji Masagung. Bidayah al-Mujtahid.th al-Ramli. isteri dari KH. LPTQ Jawa Timur dan Majlis Ulama Jawa Timur.Program doktornya ia peroleh di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2004. Cet. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. ia juga menjadi Tenaga Edukatif di Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel Surabaya serta aktif di Pusat Studi Jender di tempat ia mengajar..Kediri. t. Jombang selama enam tahun ( 1966 – 1971 ). SH. Pendidikan menengahnya. Islamic Political Thought. Dra. Juz IV. Di luar kegiatan akademik ia aktif di Muslimat NU Wilayah Jawa-Timur. Juz VIII. ia juga sebagai salah satu Pengasuh Pondok Pesantren “Al. ke-3 Zuhdi.Ag. Ibu dari enam orang anak ( lima putri dan satu putra ) ini dilahirkan di Jombang. ed. Edindurgh: Edinburgh University. Kediri. Juz II.1994 sempat menjadi guru Madrasah Aliyah di Purwoasri .Roland. 1989. W.Juli 2005 ia menjadi Guru Besar bidang ilmu Tafsir di Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya. Jakarta: CV. Islam dan Keluarga Berencana di Indonesia. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. Mongomery. Rusyd. Zuhdi.1997 dan 1997 – 1999 ) . 2001). Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis terj. dari Sociology of Religion oleh Ahmad Fedyani Saifuddin. Al-Islâm: ‘Aqîdah wa Syarîah.. 1987. (Kairo: Dâr al-Syurûq. al-Imam. dan MA ditempuh di sebuah Pesantren Putri “Walisongo” Cukir. Selama dua periode ( 1992 . Gelar Magister Agama ia peroleh di Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2000.Hikmah” Purwoasri Kediri tempat ia dan keluarganya tinggal . Cairo: Dar al-Syuruq. Prof. Pendidikan Dasarnya dia lalui di MI Bulurejo tamat pada tahun 1965..Robertson.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->