MENIMBANG HUKUM PORNOGRAFI, PORNOAKSI DAN ABORSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

OLEH PROF.DR. HJ. ISTIBSJAROH, SH, MAg

DAFTAR ISI MENIMBANG HUKUM PORNOGRAFI, PORNOAKSI DAN ABORSI PERSPEKTIF ISLAM Kata Pengantar Paradigma Pornografi, Pornoaksi dan Aborsi di Indonesia Prof. Dr. H. Ridlwan Natsir, Mag I PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI Bagian Pertama Ruang Lingkup Pornografi dan Pornoaksi A. Hakekat Pornografi dan Ponoaksi B. Sejarah Pornografi dan Pornoaksi C. Kreteria dan Batasan Pornografi D. Media dan Akses Pornografi dan Pornoaksi Bagian Ke-Dua Pornografi dan Pornoaksi dalam Perspektif Hukum Islam A. Teks al-Qur’an B. Tinjauan dari Berbagai Tafsir al-Qur'an 1. Tafsir al-Munir 2. Tafsir al-Thabary 3. Tafsir al-Maraghi 4. Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir 5. Tafsir al-Alusi Surat al-Nur C. Tinjauan As-Sunnah dan Kaidah Ishul Fiqh. Bagian Ke-Tiga Pornografi dan Pornoaksi dalam Kehidupan Sosial Masyarakat A. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Global B. Pornografi dan pornoaksi dalam Masyarakat Lokal C. Kontraversi Undang-Undang Pornografi dan Pornoaksi Dalam Sosial Kemasyarakatan Lampiran Fatwa MUI Tentang Pornografi dan Pornoaksi II ABORSI Bagian Pertama Fenomena Aborsi Bagian Ke-Dua Desain Aborsi A. Definisi dan Hakekat Aborsi B. Macam-Macam Aborsi C. Faktisitas Aborsi di Indonesia

Bagian Ke-Tiga Aborsi Dalam Hukum Islam A. Hukum Aborsi Dalam Islam B. Akibat Hukum Aborsi C. Aborsi dalam Spektrum Hukum Positif dan Hukum Islam Bagian Ke-empat Telaah Hukum Aborsi Daftar Pustaka Biografi Penulis

Ridlwan Nasir. Dewi Rezer. H. Dr. Dan kalau ditanya pasti alasan yang disampaikan dan digulirkan oleh mereka tetap sama sebagai sebuah "prodak seni" yang harus dinikmati dan disyukuri. PORNOAKSI DAN ABORSI DI INDONESIA Prof. terutama delima antara kebebasan dan moralitas. kreatifitas dan norma. telivisi global. Ironis memang. Dan mungkin akan ditambah semarak lagi dengan munculnya majalah "Play Boy" di negeri ini yang akan menambah daftar panjang parade pornografi dan pornoaksi. peran negara tidak lagi diharapkan dalam mengatur dan mengendalikan sebagai aspek-aspek kehidupan sosial. mungkin memori di otak kita belum hilang dengan kasus-kasus pose seronoknya artis-artis kita mulai Shopia Latcuba. Anjasmara. Sebagai bahan acuan hasil survay Ely Risman [Psikolog] menunjukkan sekitar 98 persen anak-anak Indonesia terbiasa mengakses media-media yang menampilkan pornografi [Republika 8 Maret 2006]. unggah-ungguh [sopan santun] dan seterusnya. norma agama. Sementara dimasa depan. Tidak main-main kasus-kasus tersebut sempat juga sampai kemeja para anggota MPR RI sebagai materi rapat dan acuan kebijakan pemerintah dalam upaya membuat RUU anti . etika. film. pornoaksi adalah persoalan yang sangat delematis. ataupun pengintaian satelit]". ketika sebagian masyarakat Muslim menentang dan mengutuk polah aksi pornografi. Pada tataran tersebut kondisi Indonesia sudah dalam keadaan memprihatinkan dan dalam taraf membahayakan. sebagai dampaknya banyak literatur. dan nilai moral bangsa.PENGANTAR PARADIGMA PORNOGRAFI. pornoaksi dan hal sejenisnya adalah "haram". seakan menyentak kesadaran kita bahwa kebebasan pers yang telah digulirkan oleh pemerintah. dan sederet artis lainnya yang diabadikan oleh majalah RHA yang konon juga telah beredar di manca negara [prestasi atau bencana!]. justru mendapat kecaman yang luarbiasa dari masyarakat lainnya yang mendukung polah tersebut sebagai produk seni tinggi [upaya membelenggu kreatifitas]. Sekedar pengingat. Media lebih mengedepankan "profit orientied". yang konon merupakan negeri yang sangat agamis dan selalu menjunjung tinggi norma. tema dan kritik". khususnya pada anak-anak dan generasi mudanya.M. Boleh jadi ini yang merupakan salah satu bentuk penyesatan umat dan sekaligus dapat dibilang masuk dalam kategori "kekerasan informasi". termasuk media [internet. Fakta ini juga diperkuat oleh "Jejak Kaki Internet Protection" yang mencatat 97 persen anak usia 9-14 tahun ternyata pernah mengakses situs porno [Republika 8 Maret 2006]. Itulah sisi lain wajah moral yang sama-sama dapat kita saksikan setiap saat di negeri kita tercinta ini. aksi sensual. dan film-film porno di berbagai media [cetak atau elektronik]. [Yastraf Amir Peiling] Menjamurnya pose seronok. telah membawa dampak kebebasan yang lain yakni prilaku yang sangat mengabaikan budaya malu. Munculnya era reformasi. gambar atau pose yang "panas dalam adegan" tetapi "tidak panas dalam ide. Realitas tersebut berakses pada kebebasan dalam etika dan norma. ternyata sebahagian besar tidak ditanggapi dengan positif oleh banyak media. Sarah Azhari. MA "Persoalan media dan pornografi. Nafa Urbah. pertumbuhan dan tradisi. tapi justru ditanggapi dengan kebebasan tanpa batas.

Islam telah memberikan arahan untuk memecahkan masalah-masalah manusia. seperti rambutnya. Akan halnya dalam kehidupan umum. batasan mengenai pornografi dan pornoaksi di negeri Indonesia semakin tidak jelas. tidak menentu. tontonan tersebut bukan merupakan sesuatu yang merangsang akan tetapi dianggap sebagai produk "seni". pornografisasi dan pornoaksisasi telah banyak melahirkan kader-kader baru bahkan lebih panas dari sebelumnya dan ironisnya mendapatkan tempat tersendiri dalam masyarakat dan media kita. An-Nûr ayat 31]. Faktanya hingga saat ini. alAhzâb 59]. maka pose artis tersebut dianggap "masih sopan dan wajar'. dan pornoaksi tidak terkecuali kasus-kasus sejenis yang mencuat tersebut sama sekali tidak diperhatikan. Di dalam kehidupan khusus tersebut. Oleh karena itu seorang wanita yang sudah baligh manakala keluar [masuk dalam kehidupan umum] dari rumah harus mengenakan jilbab yakni pakaian luar yang menutup tubuhnya hingga sejengkal dibawah mata kaki [QS. dan mengenakan kerudung yang menutupi kepala. dapat diinformasikan kepada seorang pria yang melamarnya untuk dijadikan istrinya. politisi. Sementara itu seorang perempuan diperbolehkan memperlihatkan sebagian aurat-nya kepada para medis dalam hal ini dokter. merangsang ataupun melanggar budaya Timur--tampak kabur dan bisa berubah-ubah. Dan bagi seorang wanita bagian tubuh yang terbilang sebagai ”aurat" adalah seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. Bila pornografi dan pornoaksi diserahkan batasan dan kreterianya kepada kita terutama pada kalangan pendidik. tetapi ternyata faktanya sampai sekarang masih dalam wacana yang terus bergulir tampa adanya penyelesaian. Kreterianya pun belum jelas–apakah melanggar bartasan kesopanan. gambaran tentang sebahagian "aurat" perempuan. seorang tidak dibenarkan menampakkan auratnya. . termasuk masalah yang terkait dengan seksualitas manusia. Hal yang berkaitan dengan seksualitas. leher dan dadanya [QS. bahkan menjadi kabur disebabkan pandangan masyarakat yang dipengaruhi oleh derasnya arus sekularisasi dan globalisasi. Semuanya mengandung interpretasi yang sangat mudah diperdebatkan bahkan disangkal. dan seniman. tangannya. Sebab bagi para phothografer atau pekerja seni yang sejenis yang akrab dengan para artis dan dunia entertaiment. Dalam hal ini. Melalui muhrimnya. Mengapa Fenomena tersebut dapat berlarut-larut dan bahkan akan selalu menjadi fenomena "gunung es" di negeri ini? Bisa jadi karena selama ini. Bagi yang menganggap bikini itu sopan. budayawan. Islam membolehkan bagi wanita menampakkan anggota bagian tubuhnya dihadapan anggota keluarga [muhrim].pornografi dan pornoaksi atau yang ramai diberdebatkan RUU APP [Anti Pornografi dan Pornoaksi]. Artinya hanya kepada orang yang terikat dengan tali pernikahan yang sah saja diperkenankan melakukan aktifitas seksual. perawat dan penyelidik. dan kakinya. dan kireteria merangsang yang menjadi tolak ukur pornografi dan pornoaksi dari berbagai pendapat juga masih mengandung kontroversi. Islam membolehkannya melalui apa yang dinamakan pintu "pernikahan". AnNûr 31]. semuanya akan memberikan rumusan yang berbeda bahkan bertolak belakang. MUI [Majelis Ulama' Indonesia] sendiri sebagai kontrol masyarakat yang sudah mengelurkan fatwa "haram" terhadap hal-hal yang berbau pornografi. Dalam hal ini seorang wanita muslimah dibolehkan membuka jilbab dan kerudungnya dihadapan para muhrimnya dan orang-orang yang diberi hak oleh syariat untuk melihat aurat yang biasa terlihat manakala wanita tersebut berada dalam rumahnya [QS. Yaitu Islam memberikan syariat kehidupan khusus [kehidupan keluarga] dan kehidupan umum [kehidupan sosial].

[Jawa Pos 6 November 2006] Walaupun dalam berbagi kasus aborsi tersebut memiliki latar belakang yang berbeda. Dalam setahun saja aborsi telah menewaskan 100. dengan 100 kali pukulan atau cambukan [an-Nûr ayat 2]. Yaitu sama-sama terkait dengan seksualitas manusia dan normasusila. Dan sebagai pengantar buku "Menimbang Hukum Pornografi. Dan parahnya para korban tidak menyadari akan perbuatan dan konsekwensi hukumnya baik secara duniawi maupun akhirat. Zakiah Daradjat mengatakan pornografi termasuk pekerjaan mungkar. Sehingga dengan demikian pornografi dan pornoaksi tergolong dengan tindakan yang kriminial dan pelakukanya patut dijatuhi hukuman. adalah menggali dan memperbincangkan tentang ruang lingkup aborsi. Bisa dicatat dalam sebulan pasti ada dua sampai tiga kali dalam seminggu kasus yang muncul dan tragisnya lagi pasti akan menimbulkan korban baik dari pihak ibu maupun anak. yang kemudian diteruskan dengan hukum-hukum dan ketentuan yang terkait dengan aborsi. pornoaksi dan aborsi memiliki arti yang jauh berbeda akan tetapi jika ditelisik akan menemukan sebuah benang merah. akan tetapi yang sering mencuat adalah akibat tindakan amoral. dalam publik juga tak kalah ramai dengan kasus pornografi dan pornoaksi. "…. Secara tegas menghukum pelakunya bila masih gadis atau bujang..pornografi itu setara kejinya dengan judi.[] . Prof. Buku ini merupakan salah satu buku yang akan membongkar hal-hal yang terkait dengan aborsi yang sebelumnya didahului dengan memperbincangkan tentang pornografi dan pornokasi tentunya dalam perspektif Islam. Tidak dapat dikesampingkan juga salah satu tindakan yang terkait dengan akses pornografi dan pornoaksi terkait dengan seksualitas manusia adalah tindak aborsi. sebagai pembuka anda akan digiring pada hal-hal yang terkait dengan pornografi dan pornoakasi [sebuah disain yang lengkap] yang kemudian sebagai puncaknya masalah hukum yang terkait dengannya. Karena pornografi yang sifatnya dapat menggoda. Kasus-kasus aborsi yang mencuat. Sebaliknya Islam melarang kehidupan seksual diluar nikah dan berbagai bentuk seks bebas [free sexs] untuk menjaga kejelasan jalur keturunan manusia dan mencegah terjadinya konflik serta tindak anarki akibat hubungan lawan jenis yang tidak teratur. mendorong orang untuk mendekati zina". tidak diridhai oleh Allah SWT dan dilarang dengan sangsi dunia dan akhirat bagi pelanggarnya.. Sementara itu pada bagian kedua. lengkap dengan paparan-paparan data yang mendukung. merampok. semoga karya anda menjadi karya yang selalu bermanfaat bagi kebeningan umat. Istibsjaroh.000 ibu di seluruh dunia sebuah angka yang cukup fantastis sebagai mesin pembunuh. Pada bagian pertama. MA. Dan untuk pembaca budiman. Hubungan seks diluar nikah dalam pandangan Islam disebut dengan "zina" dan merupakan salah satu tindak kriminal [jarimah]. minuman keras. Agar lebih hidup pembaca juga akan disuguhi dengan beberapa kontroversi mengenai kententuan hukum pornografi dan pornoaksi dalam mayarakat. Untuk itulah buku ini hadir untuk anda para pembaca. dan pekerjaan mungkar lainnya. selamat membaca! semoga buku ini dapat memberi pencerahan dan inspirasi bagi anda. Terkait dengan aborsi.Dengan batasan yang jelas tersebut. Dr Hj. Pornoaksi dan Aborsi Dalam Perspektif Islam" saya ucapkan selamat kepada penulis. berdasarkan latar belakang yang terjadi dalam pandangan Islam terdapat ketentuan dan hukum tersendiri. SH. Walaupun secara makna antara pornografi. maka seorang wanita muslimah secara jelas mengetahui bahwa mengumbar aurat tubuhnya dihadapan orang yang tidak berhak dan ditempat yang tidak tepat adalah dosa yang harus dijauhi.

2007 Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof. dan . Pertama.Surabaya. 150203743 I PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI BAGIAN PERTAMA RUANG LINGKUP PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI A. Maret. khususnya ketika ia berhadapan dengan petumbuhan yang terjadi dalam bidang. sosial. Ridlwan Nasir. sesuai dengan latar belakang sosial cultural yang ada. Secara umum pengertian pornografi dan pornoaksi di Indonesia dapat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi sebagai berikut.M. Dr. MA NIP. Pembagian penduduk berdasarkan tempat tinggal perkotaan dan pedesaan. budaya. walaupun akhirnya konsep ini selalu berubah berdasarkan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. ekonomi dan politik. Pembagian penduduk berdasarkan agama yang dianut. Kedua. Dalam kondisi seperti ini batasan mengenai pornografi dan pornoaksi menjadi suatu entitas yang dapat mengalami perubahan. Hakekat Pornografi dan Pornoaksi Konsep mengenai porno pada dasarnya bersifat intra subyektif dan bahkan inter subyektif dimana subyektifitas individu satu dengan lainnya membentuk seks normatif. H. Gambaran mengenai pornografi dan pornoaksi pada masyarakat secara luas bukan merupakan sesuatu yang menetap.

Pornografi dalam Hukum Pidana. Cet ke I. Sementara itu menurut istilah beberapa para ahli pornografi dapat didefinisikan sebagai berikut. dari akar kata Yunani klasik πορνη dan γραφειν. Prenada Media. mulanya adalah sebuah eufemisme dan secara harafiah berarti 'sesuatu yang dijual. Pornografi adalah tulisan. Pornografi Pornoaksi Ditinjau Dari Hukum Islam. Pornographos. Kata ini berasal dari dari istilah Yunani untuk orang-orang yang mencatat "pornoai". istilah ini diambil oleh para ilmuwan sosial untuk menggambarkan pekerjaan orang-orang seperti Nicholas Restif dan William Acton. h. penyajian atau konsumsi bahan tersebut dimaksudkan hanya untuk membangkitkan rangsangan seksual. yang pada abad ke-18 dan 19 menerbitkan risalat-risalat yang mempelajari pelacuran dan mengajukan usul-usul untuk mengaturnya." atau "porno" adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia dengan tujuan membangkitkan rangsangan seksual. Studi Dalam Hukum Perbandingan.4 1 Neng Djubaidah. 7.Ketiga.2 Sementara itu dalam kamus Ilmu Popular pornografi diartikan sebagai bacaan atau gambar cabul. Akan tetapi. 4 3 2 Abu Al-Ghifari. meskipun kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian. dan gerakan-gerakan tubuh yang membuka tubuh tertentu secara vulgar yang semata-mata untuk menarik perghatian lawan jenis. . Bina Mulia 1987]. Hamzah. Istilah ini tetap digunakan dengan makna ini dalam "Oxford English Dictionary" hingga 1905. pornografi secara harafiah berarti "tulisan tentang pelacur". [Jakarta.  Abu Al-Ghifari. h. khususnya yang dianggap berselera rendah atau tidak bermoral. Puspa Swara. Mujahid. pembicaraan.1 Jika ditelusuri pornografi dari bahasa Yunani "πορνογραφία" pornographia — secara harafiah tulisan tentang atau gambar tentang pelacur kadang kala juga disingkat menjadi "porn. Kata "porne" yaitu "perempuan jalang" dan graphein "menulis atau ungkapan". namun berbeda dengan erotika. 2003] h. 2002]. mirip. Lih. 69. A. Pornografi Dalam Media Massa. pembagian penduduk berdasarkan masyarakat adat yang berada antara satu dan lainnya. Istilah "pornografi" seringkali mengandung konotasi negatif dan bernilai seni yang rendahan. [Jakarta. Gelombang Kejahatan Seks Remaja Modern. Istilah eufemistis seperti misalnya film dewasa dan video dewasa biasanya lebih disukai oleh kalangan yang memproduksi materi-materi ini. Sekarang istilah ini digunakan untuk merujuk secara seksual segala jenis bahan tertulis maupun grafis. belakangan istilah pornografi dan pornoaksi digunakan untuk publikasi segala sesuatu yang bersifat seksual. [Jakarta. 1995]. 1988]. Balai Pustaka. apabila pembuatan. h. gambar. 354. 30.' Kata ini berkaitan dengan kata kerja yang artinya menjual." "pron. 137 Tjipta Lesmana. Pada masa modern. [Jakarta. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tim Penyusun Kamus Besar Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa. diartikan sebagai writing abaut prostitutes tulisan atau gambaran mengenai pelacur. dibandingkan dengan erotika yang sifatnya lebih terhormat. h. lukisan. atau pelacur-pelacur terkenal atau yang mempunyai kecakapan tertentu dari Yunani kuno. [Bandung. Cet ke I. tayangan audiovisual.3 Dalam pengertian aslinya.

tulisan. Burhan Bungin. ----. dilihat dari depan. Foto-foto yang eksplisit muncul tak lama setelah ditemukannya fotografi. mengalami atau mengalami sendiri peristiwa atau hubungan seks itu. "Pornografi adalah bentuk ekspresi visual berupa gambar. h. Kaburnya Batasan Pornografi. gerakan atau bunyi suara dan/atau desah yang memberi kesan persenggamaan. "Pornografi adalah ungkapan visualisasi dan verbalisasi melalui media komunikasi massa tentang perlakuan/perbuatan laki-laki dan/atau perempuan dalam keadaan memberi kesan telanjang bulat. Hitearai berbeda 5 6 Maggie Humm. Dalam kasus tertentu semua katogori ini dapat menjadi sajian dalam satu media. Pornosuara yaitu tuturan atau kalimat-kalimat yang diucapkan seoarang yang langsung atau tidak langsung bahkan secara halus atau vulgar tentang aktivitas seksual atau obyek sekual. sehingga fantasi seksual pembaca menjadi menggebu-gebu terhadap hubungan seks yang digambarkan tersebut. atau pengalaman pribadi secara detail dan vulgar. atau belakang. sejarah munculnya pornografi da pornoaksi ini bermula dari keberadaan seorang perempuan cantik jelita. Sementara itu. lukisan.. htm. yaitu meliputi porno teks. 231. lesbian.5  Menurut RUU Anti Pornografi. 01 Mei 2003. 1998]. sehingga konsepnya menjadi pornomedia."6  MUI atau Departemen Agama. serta segala bentuk perilaku seksual dan hubungan seks manusia yang patut diduga menimbulkan rangsangan nafsu berahi pada orang lain. foto. Feminis dan Moralis Konservatif mendefinisikan pornografi sebagai "Penggambaran material seksual yang mendorong pelecehan seksual dengan kekerasan dan pemaksaan". Pornoteks yaitu karya pencabulan yang mengangkat cerita berbagai fersi hubungan seksual dalam bentuk narasi. 7 . Kamis. Beralih ke pengertian pornoaksi itu sebenarnya tidak jauh dengen pengertiannya dengan pornografi yaitu penekanannya pada pornoaksi lebih pada penggambaran aksi gerakan lenggokan dan liukan tubuh yang disengaja atau tidak sengaja untuk memancing bangkitnya nafsu seksual laki-laki. Karya seni yang secara seksual bersifat sugestif dan eksplisit sama tuanya dengan karya seni yang menampilkan gambar-gambar yang lainnya. Ensiklopedia Feminisme. Penggambaran yang detail secara narasi terhadap hubungan seks itu kemudian menimbulkan terciptanya teatre of mind pembaca. atau oral seks yang bertujuan untuk membangkitkan nafsu seksual". payudara atau pinggul. Dengan demikian secara garis besar dalam wacana pornografi atau dalam tindak pencabulan konteporer dan beberapa bentuk porno. Pornomedia Kontruksi Sosial Tehnologi Telematika dan Perayaan Seks di Media Massa. sehingga pembaca merasa ia merasa menyaksikan sendiri. Karya-karya film yang paling tuapun sudah menampilkan gambar-gambar telanjang maupun gambaran lainnya yang secara seksual bersifat eksplisit. Pikiran Rakyat Cyber Media. homo. ciuman merangsang antara pasangan sejenis ataupun berlainan jenis. testimonial. h. Sejarah Pornografi dan Pornoaksi Pornografi dan pornoaksi mempunyai sejarah yang panjang. Ia seorang hitaerai yaitu perempuan yang hidupnya hanya untuk bersenang-senang dengan laki-laki. video. terawang. Wanita tersebut bernama Phyerne dari Thespie. baik dengan atau tanpa penutup. gerakan masturbasi. film atau yang dipersamakan dengan film. 152.7 B.. Ibid. Penonjolan close up alat-alat vital. tayangan atau media komunikasi lainnya yang sengaja dibuat untuk memperlihatkan secara terang-terangan atau tersamar kepada publik alat vital dan bagian-bagian tubuh serta gerakan-gerakan erotis yang menonjolkan sensualitas dan atau seksualitas. samping. pornosuara dan pornoaksi. pornografi. [Jakarta. yang hidup di Negara Yunani yaitu sekitar abad ke-empat sebelum Masehi.

Ketika hukum hendak menjatuhkan hukuman terhadap Phryne pembela Phryne yang bernama Hyperdes mengajukan pembelaan dengan cara meminta Phryne berdiri disuatu tempat di depan sidang dengan posisi yang dapat dilihat oleh semua hadirin. h. Dan pertunjukan Phryne itulah kemudian merupakan awal dari adegan pornografi yang kemudian berkembang menjadi striptease show. Pornografi Pornoaksi Ditinjau Dari Hukum Islam. yaitu perempuan pelacur yang digunakan dan dibayar setiap hari dan berbeda pula dengan istri yang dipercayakan untuk memelihara rumah tangga dan keturunan yang dapat dipercaya. 696. adalah penilaian yang lebih menyoroti pada aspek etika.10 Meskipun rumusan strip-tease tersebut tidak disertakan tujuan tarian telanjang adalah untuk merangsang nafsu birahi seperti halnya dengan rumusan pornografi namun akibat dari stip-tease ini juga sama-sama dapat membangkitkan nafsu birahi. C. Untuk itu perlu adanya kreteria mengenai indah.. atau tampa melalui media komunikasi. Sementara itu dalam realitasnya terjadi perbedaan yang sangat mencolok antara belahan Barat dan Timur. 11 Neng Dzubaidah. Ibid. atau dapat juga berarti tarian telanjang. adat istiadat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. sudut social cultural bahwa ketika membahas mengenai pornografi maka yang harus diperhatikan adalah masalah perbedaan sosio budaya. sedangkan kata strip-tease menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pertunjukan tarian yang dilakukan oleh perempuan dengan gerakan antara lain dengan menanggalkan pakaiannya satu persatu dihadapan penonton. sementara strip-tease yang ditampilkan melalui lewat media maka dikatagorikan sebagai pornografi. 696. kurun waktu dan tahapan kedewasaan etis dari orang-orang secara individual dan seluruh masyarakat. h. Namun pada perkembangan selanjutnya seperti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia kata porne yang berasal dari kata porne yang berarti cabul. Kamus Besar Bahasa Indonesia.dengan porne. h. terutama yang diwarisi dari para leluhurnya. Berdasarkan pengertian diatas sebenarnya akibat dari striptease dan pornografi sebenarnya tidak berbeda baik yang ditampilkan secara langsung atau melalui media komunikasi yaitu sama-sama membangkitkan nafsu birahi bagi orang yang melihat atau menontonnya.11 strip-tease yang dilakkan secara langsung.. Sementara itu jika strip-tease ditampilkan melalui media dikategorikan sebagai pornografi. . saat ini bias disebut pornoaksi.. Rachim. h. Sementara Timur masyarakatnya identik dengan memegang teguh tradisi. [Jakarta. Ibid. Kedua. Dewan Pers 1987]. 140.9 Sedangkan kata pornografi menurut kamus tersebut adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dengan tujuan untuk membangkitkan nafsu birahi. 10-11. dan kultur masingmasing.8 Pheyrne pernah dituduh sebagai perempuan yang mengkorupsi para jejaka Athena. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Phryne menampakkan pakaiannya satu persatu hingga tubuh indahnya tampak oleh hakim dan seluruh yang hadir dan hasilnya Phryne dibebasakan dari tuduhan dan hukuman. Kreteria dan Batasan Pornografi dan Pornoaksi Berdasarkan kedudukannya pornografi dan pornoaksi dapat kita tinjau dari dua sudut yaitu pertama. Ibid. Dalam perkembangan selanjutnya strip-tease baik yang dilakukan secara langsung disebut dengan pornoaksi. 10 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Strip-tease show yang dilakukan oleh seorang Hetaerai tersebut tidak berkaitan dengan porne yang berarti pelacur. Pornografi Dalam Pers Sebuah Orentasi. kreteria baik 8 9 Alex A. Perbedaan yang mencolok tersebut antara Barat dan Timur dari segi kehidupan sosial adalah Barat khususnya Benua Eropa mengalami kemajuan yang sangat menonjol.

pornografi dan pornoaksi biasa dan pornografi dan pornoaksi keras sadistis. atau menirukan adegan seks. Burhan Bungin.. Ibid. tt].yang lebih mencakup pada masalah etis walaupun tekanannya bisa berbeda. Kontruksi Sosial Teknologi Telematika dan Perayaan Seks Di Media Massa. APIK. Daya-daya seksual yang menyeluruh tidak diceritakan sebagai sarana ungkapan cinta dalam perkawinan dan cara untuk melanjutkan keturunan dalam keluarga. 76.12 Secara garis besar perbedaan tersebut lebih mengacu pada pengaruh yang diakibatakan dua macam katogari pornografi tersebut.  Perangsangan nafsu birahi. Tim Kajian LBH APIK Jakarta.15 pornografi dan pornoaksi menonjolkan kelamin genital untuk merangsang nafsu birahi yang brutal dan menunjukkan kelemahlembutan 12 13 Johan Suban Tukau. dalam arti seni tekanannya pada arti yang indah estetika. hanya alat kelamin genital untuk merangsang nafsu birahi terlepas dari nilai personal seperti cinta kasih dan kemesraan. sistem sosial. kreteria benar dan indah harus diikutsertakan sebagai landasan dasar untuk menggapai suatu penilaian yang bijaksana. dan dalam bidang etis tekannanya pada yang baik. [Jakarta. Etika Seksual Dan Perkawinan . Di dalam industrinya sendiri dilakukan klasifikasi lebih jauh secara informal. 75-76. Prenada. 12. Penilaian yang bijaksana mengenai masalah seksualitas. [Jakarta. dan sistem organis. namun definisi hukum yang tidak pasti dan standar yang berbeda-beda pada penyalur-penyalur yang berbeda pula menyebabkan produser membuat pengambilan gambar dan penyuntingannya dengan cara yang berbeda-beda pula. h.13 Dengan demikian perubahan pada nilai atau sistem budaya akan berakibat pada perubahan sistem sosial. Pornografi dan pornoaksi ringan umumnya merujuk kepada bahanbahan yang menampilkan ketelanjangan. h.. sosial dan moral.14 seksualitas diciutkan pada. 14 15 Johan Suban Tukau. Tanggapan atas RUU Anti Pornografi dan Anti Pornoaksi Sebuah Draf Kajian. Etika Seksual dan Perkawinan. 2003]. 99. sementara pornografi dan pornoaksi berat mengandung gambargambar alat kelamin dalam keadaan terangsang dan kegiatan seksual termasuk penetrasi. Menurut Johan Suban sesuatu dinilai porno jika.  Isolasi seks. Sementara itu berdasarkan tingkatan elsistensi dan pengaruh yang ditimbulkannya secara umum pornografi dan pornoaksi dibedakan menjadi dua yaitu pornografi dan pornoaksi normal. Dalam kreteria pornografi dan pornoaksi ada keterkaitan dengan teori yang dikemukakan oleh Talcott Person melalui konsep sibernetik bahwa ada keterkaitan sistem budaya. adegan-adegan yang secara sugestif bersifat seksual. Pembedaanpembedaan ini mungkin tampaknya tidak berarti bagi banyak orang. ilmu pengetahuan dapat sangat membantu manusia dalam membuat penilaian etis yang bertanggung-jawab tampa terjebak membuat larangan-larangan moral yang irrasional. Pornografi dan pornoaksi keras dapat merangsang orang bersangkutan untuk sampai melampiaskan dorongan seksualnya secara brutal kepada orang lain. Perubahan pada tingkat ini akan berakibat tingkatnya sistem kepribadian dan organisme aksi masyarakat. Melihat pergeseran tersebut terjadi perbedaan yang sangat signifikan antara masyarakat Barat dan masyarkat Timur dalam memandang konsep seks dan pornografi dan pornoaksi. Ibid. h. h. sistem kepribadian. Mereka pun terlebih dulu mengkonsultasikan film-film mereka dalam versi yang berbeda-beda kepada tim hukum mereka. Seks dilepaskan dari aspek yang lain seperti aspek psikologis. Pengalaman manusia dan kebenaran agama. . Dalam ilmu penghetahuan tekanan yang benar.

sementara majalah seringkali menggabungkan foto dan teks tertulis. a. Film porno menggabungkan gambar yang bergerak. kadang-kadang dengan ilustrasi.emosional yang psikis dan seksualitas. 1. Orang lain adalah alat untuk melampiaskan nafsu birahi yang irasional. Sehingga wajar. Pornografi dan pornoaksi tidak menghargai privacy dibidang seksualitas manusiawi. kehendak dan cita-cita yang luhur. khususnya dalam perkawinan. dan suara seperti misalnya suara orang yang bernapas tersengal-sengal. Itu berarti perendahan atau pelecehan nilai suci perkawinan dan keluarga. D. Johan Suban Tukau. . Perkembangan Pornografi dan pornoaksi dalam Bentuk Media Pornografi dan pornoaksi dapat menggunakan berbagai media — teks tertulis maupun lisan. serta isi pemberitaannya yang berputar pada wilayah seksualitas. Ada sejumlah lukisan porno di tembok-tembok reruntuhan bangunan Romawi di Pompeii. ukiran. Jika media dengan tema politik. cukup mudah untuk menemukan media kategori ini. Etika Seksual Dan Perkawinan Ibid. bila dibandingkan dengan media lainnya. Relief Klasik Sementara itu pada manusia telanjang dan aktivitas-aktivitas seksual ditampilkan dalam sejumlah karya seni paleolitik misalnya pada patung Venus. di agen-agen koran. gambar-gambar itu mungkin mempunyai makna spiritual. Adegan seks dipertontonkan secara berlebihan. Media dan Akses Pornografi dan Pornoaksi Perkembangan media dalam balutan pornografi dan pornoaksi bekembang dengan pesat.. Bahwa manusia juga memiliki akal budi.17 pornografi dan pornoaksi mempertontonkan gambar telanjang bagi remaja dan kalangan lainnya dengan tujuan tidak menjelaskan secara benar fungsi alat kelamin. Novel dan cerita pendek menyajikan teks tertulis. atau tema lain sudah banyak yang gulung tikar. Tidak dilihat bahwa dorongan seksual dapat dibudidayakan dan disumblimasi. Salah satu contoh yang menonjol adalah gambar tentang sebuah bordil yang mengiklankan berbagai pelayanan seksual di dinding di atas 16 17 Johan Suban Tukau. Suatu pertunjukan hidup pun dapat disebut porno. 76. kios. manusia membutuhkan lingkungan intim. tetapi lebih untuk membuat mereka berkhayal. gambar bergerak termasuk animasi. gambar. Hubungan seksual personal yang intim antara suami istri dalam keseluruhan hidup berkeluarga disajikan secara terbuka dalam pornografi dan pornoaksi tampa hormat sama sekali. Etika Seksual Dan Perkawinan.. Daya tarik media kategori ini di mata konsumen barangkali terletak pada tampilan gambarnya yang vulgar dan memancing birahi. Media dengan tema seksualitas memang tumbuh dan berkembang luar biasa. Mencari media kategori 'X' ini bukan pekerjaan sulit. foto-foto. Hampir di setiap sudut kota. media jenis 'X' ini sangat laris manis di pasaran. h. h. atau sosial. sehingga orang akan cenderung melupakan adat mengabaikan nilai persahabatan dan pergaulan. bagi remaja akan menjerumuskan mereka ke dunia fantasi dan bukan pada dunia nyata. Ibid. namun tidak jelas apakah tujuannya adalah membangkitkan rangsangan seksual. media berlabel 'X' ini ternyata masih berjaya di pasaran. Sebaliknya.  Membangkitkan dunia khayalan. Seolah-olah pria dan wanita adalah obyek yang harus dinikmati. dan berbagai tempat lain.  Tiadanya hormat terhadap lingkungan intim16. teks erotik yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik lainnya. 76.

18 . tergantung versi yang diedarkan]. hlm.18 Sementara itu. kadang-kadang seolah-olah sedang melakukan masturbasi. Buku-buku komik porno yang dikenal sebagai kitab suci Tijuana mulai muncul di AS pada tahun 1920-an. yang kemudian membuat film porno berat (atau ringan. yang dapat diketahui tanggal pembuatannya adalah A L'Ecu d'Or ou la bonne auberge". menampilkan penetrasi seksual. dan fetishes. Sebuah film menunjukkan bagaimana konvensi-konvensi porno mula-mula ditetapkan. Di Pompeii orang pun dapat menjumpai gambaran zakar dan buah zakar yang ditoreh di sisi jalan. Jalan ceritanya menggambarkan seorang tentara yang kelelahan yang menjalin hubungan dengan seorang perempuan pelayan di sebuah penginapan. Majalah-majalah ini menampilkan perempuan yang telanjang atau setengah telanjang perempuan. meskipun alat kelamin mereka ataupun bagian-bagiannya tidak benar-benar diperlihatkan. menunjukkan jalan ke wilayah pelacuran dan hiburan.masing-masing pintu. dan pada akhirnya pada 1990-an.3. teknik ini pun digunakan untuk membuat foto-foto porno. masturbasi. El Satario dari Argentina mungkin malah lebih tua lagi. mulai menampilkan gambar-gambar yang lebih eksplisit. Namun pada akhir 1960-an. "sebuah film pendek sepuluh menit yang dimulai dengan seorang perempuan yang memuaskan dirinya sendiri di kamarnya dan kemudian beralih dengan menampilkan dirinya sedang berhubungan seks dengan seorang laki-laki. melakukan fellatio dan penetrasi anal. TV satelit dan internet.200 tahun yang melukiskan "seorang laki-laki yang sedang membungkuk di atas seorang perempuan" dalam cara yang memberikan kesan suatu hubungan seksual. Film ini kemungkinan dibuat antara 1907 dan 1912. melalui fotografi foto dan gambar hidup hingga video. Audio Visual Film Film-film porno juga hampir sama usianya dengan media itu sendiri. 66 Banyak film porno seperti itu yang dibuat dalam dasawarsa-dasawarsa berikutnya. sebuah film 59-menit 1970 umumnya diakui sebagai film porno pertama yang eksplisit dan mempunyai plot. Menurut buku Patrick Robertson. keterangan dari film-film seperti itu seringkali sulit diperoleh. Pada paruhan kedua abad ke-20. 2. Media Cetak Pornografi dan pornoaksi yang diedarkan secara massal sama tuanya dengan mesin cetak sendiri. seks kelompok. demikian tulis Robertson. Film Facts. Film ini dibintangi oleh Bill Osco dan Howard Ziehm. majalah-majalah ini. Robertson mencatat bahwa "film-film porno tertua yang masih ada tersimpan dalam Kinsey Collection di Amerika. Para arkeolog di Jerman melaporkan pada April 2005 bahwa mereka telah menemukan apa yang mereka yakini sebagai sebuah gambaran tentang adegan porno yang berusia 7. pornografi dan Mona [juga dikenal sebagai Mona the Virgin Nymph]. Hampir bersamaan dengan penemuan fotografi. pornografi dan pornoaksi di Amerika Serikat berkembang dari apa yang disebut "majalah pria" seperti Playboy dan Modern Man pada 1950-an. namun karena sifat pembuatannya dan distribusinya yang biasanya sembunyi-sembunyi. lesbianisme dan homoseksualitas. Film Jerman Am Abend sekitar 1910 adalah. "film porno yang paling awal. untuk menunjukkan jalan kepada para pengunjung. Seruanseruan untuk mengatur atau melarang teknologi-teknologi ini telah sering menyebutkan pornografi dan pornoaksi sebagai dasar keprihatinannya. Bahkan sebagian orang mengatakan bahwa pornografi dan pornoaksi telah menjadi kekuatan yang mendorong yang mendorong teknologi dari mesin cetak. yang pada masa itu juga termasuk majalah Penthouse." Robertson. yang dibuat di Prancis pada 1908. Gambaran laki-laki itu kemudian diberi nama "Adonis von Zschernitz". yang diedarkan di bioskop-bioskop di AS.

Hugh Hefner memulai majalah Playboy  1965 . Film Porno.Catatan Film Porno .Surat Kabar Gutenberg ditemukan  1928 . dll.Behind the Green Door . Siapa pula yang pertama kali membuat situs xxx dewasa? Siapa pula yang memulai membayar dan menjadikan pornografi dan pornoaksi ini ajang bisnis luar biasa.Film mainstream pertama kali menampilkan gaya Swinger pertukaran pasangan .The Mitchell Brothers Straight  1972 . pornoaksi. yg disutradarai oleh Paul Mazursky  1970 . Seperti Majalah. disutradarai oleh Mike Nichols  1972 .Deep Throat . Berikut ini adalah catatan sejarah singkat pornografi dan pornoaksi yg dimulai pada abad pertama sebelum Masehi:  Abad pertama sebelum masehi . Film ini umumnya dianggap sebagai film pertama yang menggambarkan adegan porno homoseksual.The Boys in the Sand . Film ini juga merupakan film porno pertama yang mencantumkan namanama pemain dan krunya di layar (meskipun umumnya menggunakan nama samaran).Penthouse memperkenalkan ke publik untuk pertama kali. Ruth lahir. Ini juga film porno pertama yang membuat parodi terhadap judul film biasa [judul film ini The Boys in the Band].Film Porno tercatat . Film tahun 1971 The Boys in the Sand dapat disebutkan sebagai yang "pertama" dalam sejumlah hal yang menyangkut pornografi.pornoaksi.Film Porno tercatat .Bob Guccione membuat Penthouse  1968 .Carnal Knowledge. Keterangan dan beberapa catatan berikut mungkin untuk melihat sejarah pornografi dan pornoaksi yang ada di dunia.Al Goldstein mendirikan Screw  1969. Siapakah yg mem-populerkan hal ini. Sejak jaman Video Betamax sampai Internet tanpa batas ini.Ralph Bakshi Anime dengan anggaran yang relatif tinggi.Le Salon Gay  1971 .Fritz the Cat .Bob & Carol & Ted & Alice.Wakefield Poole Gay  1971 .Gerard Damiano Straight  1972 .Kondom pertama kali muncul dalam sebuah film . Internet telah membuka mata dunia dan menjadikannya dunia tanpa batas yang bisa dijangkau dengan mudah.  1970 .Cycle Studs . meski kita semua tahu bahwa Manusia pasti tak luput dari Dunia Sex sejak jaman Adam dan Hawa.Catatan Film Porno .Film Porno tercatat . lalu siapa pula yg mulai menyebarkanya dan membuat pornografi dan pornoaksi menjadi komersil dan bahkan ditentang seperti sekarang? Ide tentang penyebaran pornografi dan pornoaksi dimulai dari banyak hal. dunia Sex telah menjadi bahan pembicaraan dan sudah ada selama bertahun-tahun lalu.Kama Sutra diciptakan  1440 . Dan ini adalah film porno kelas X pertama yang dibuat tinjauannya oleh New York Time .Dr. yaitu film Flesh Gordon.  1953 .

think.edu.com adalah domain yang pertama kali didaftarkan  1985 .Konfirmasi pertama blowjob di White House.000  1997 . Dia lalu mundur dari Miss Amerika.  2000 .Video atas permintaan  2000 .edu.Video iPod diperkenalkan .Yahoo membuang iklan pornografi dan pornoaksi dari mesin pencarinya  2003 . berkeley.Larry Flynt starts Hustler.Al Goldstein memasang “Fuck You Finger” jari tengah dihalaman belakang rumahnya di Florida.  1995 .edu.Name server Domain Host dikembangkan di University of Wisconsin  1984 .edu.Arti dari “Surfing the Internet” pertama kali kita dengar browsing  1993 . 1974 .Sex.Majalah Penthouse menampilkan gambar Vanessa Williams telanjang.Domain yang bisa didaftarkan pada mulanya .gov. ucla.com dijual seharga $15.Betamax Video diperkenalkan  1975 .Domain name business.edu.Pengacara Amerika Jendral Edwin Meese publish 1.com dijual $150.com dijual $7.000  1997 .000  2000 .com didaftarkan oleh Gary Kremen  1995 .HIV/AIDS menjadi topik hangat  1983 .World Wide Web www tercipta  1994 . rutgers. Stephen Cohen ditahan  2005 .Iklan Kondom pertama kali tampil di TV  1976 .com dicuri oleh Stephen Cohen  1996 .Sex.  1975 .  1990 . purdue.edu.AEBN meluncurkan situs VOD Video On Demand .500.Ikln komersial pertama tentang provider Internet dial-up .960 halaman reportase dan interogasi pornografi dan pornoaksi atas perintah President Ronald Reagan.Paypal menolak transaksi dewasa  2003 .Viagra diperkenalkan  1998 .com.Sex.American Express menghentikan transaksi pornografi dan pornoaksi  2001 .Domain name business.com  1992 .com.world.com dikembalikan ke Gary Kremen setelah melalui proses hukum.  1999 . css.org  1986 .Domain Name Systems DNS diperkenalkan  1985 .edu.VHS Video diperkenalkan  1981 . bbn.Pencuri Sex.com. mitre. rice.cmu.Penthouse bangkrut  2005 .DVD diperkenalkan  1997 .Pamela Anderson dan Tommy Lee video porno bocor  1998 . mit.Symbolics.std.Domain name tv.  1984 .

dan usaha yang berkecenderungan untuk diwujudkan menjadi kegiatan. Ada beberapa paham yang ikut serta dalam media-media yang ditonton oleh anakanak. setiap kali protes dilakukan. Selain penuh dengan gambar-gambar seronok dan merangsang. upaya. Bahkan. Video: Betamax. Orang kini 19 Masa Kesetrum. sedangkan dampak emosional berhubungan dengan perasaan. isi tulisannya pun jauh dari kaidah-kaidah jurnalistik. maka pada titik inilah perilaku dan moralitas permisif akan semakin meluas dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.com dijual $12. yang berkembang justru perdebatan antara moralitas. Perkembangan pesat pornografi dan pornoaksi terjadi seiring reformasi. yaitu 18 tahun. Ketika ekspose produk pers telah melampaui batas moralitas. Sejarah Pornografi Dunia. sikap. brutalisme. Namun sayang. Dampak dari kehadiran media bisa berwujud dampak kognitif dan dampak emosional. Kehadiran media-media semacam ini telah memberikan dampak destruktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. VHS. maka kita harus melakukan tindakan secara nyata untuk menggugat dan mencegahnya. dan pola pikir anak didik. 2006 . besarnya pengaruh media massa menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini. 4. pada saat membuat sebagian besar dari film-filmnya. yakni beragam bentuk media yang mempengaruhi berjalannya proses pendidikan dan perkembangan psikologis anak didik. Mereka yang bergerak dalam industri media semacam ini tampaknya kurang menyadari bahwa produk pers memiliki tangung jawab sosial.000  2006 . Karena media memiliki pengaruh secara signifikan terhadap realitas sosial. dan dengan munculnya perekam kaset video rumahan. dan Format-Format Depan Selama sejarahnya. Paham-paham tersebut secara nyata berbahaya terhadap berjalannya pendidikan dan pengajaran di sekolah.Google berurusan dengan pengadilan gara-gara hasil pencarian porno19 Oleh karena itu. merupakan pilar keempat dalam proses pendidikan. Jika pengaruh negatif berdampak pada taraf kognitif dari kesadaran masyarakat. seni. Media massa dalam berbagai bentuknya. industri film porno pun mengalami perkembangan besar-besaran dan melahirkan bintang-bintang "film dewasa" seperti Ginger Lynn. hedonisme. Protes terhadap persoalan pornografi dan pornoaksi sebenarnya sudah banyak disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat. terutama di kalangan anak-anak. yaitu paganisme. tidak banyak tindakan nyata yang dilakukan oleh pemerintah. media-media berkategori 'X' tersebut sebenarnya sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah media. dan kebebasan. Merebaknya kasus-kasus amoral sebagian besar dipengaruhi oleh media bernuansa pornografi dan pornoaksi. Kalau kita cermati. Christy Canyon.Tercatat. dan Traci Lords belakangan diketahui usianya di bawah usia legal. Dampak kognitif berhubungan dengan pemikiran. kamera film juga telah digunakan untuk membuat pornografi dan pornoaksi.000. htm . karena adanya nilai-nilai yang saling bertubrukan. Apa yang dipaparkan tidak lebih dari cerita-cerita perangsang nafsu seksual. DVD. Kehadirannya telah membentuk perilaku. dan pornografi dan pornoaksi. Dampak kognitif juga mencakup aspek niat.Sex. Inilah yang belakangan dikenal sebagai hidden curriculum kurikulum yang tersembunyi. tekad. Dari sini jelas betapa berbahayanya pornografi dan pornoaksi di tinjau dari dimensi pendidikan.

pengaruhnya kemungkinan akan berkurang. Ditambah dengan hadirnya kamera video yang murah. hingga perubahan-perubahan besar dalam bentuk membuat photomorph dari makhluk-makhluk yang tidak pernah ada seperti misalnya gadis kucing atau gambar-gambar dari para selebriti yang bahkan mungkin tidak pernah memberikan persetujuannya untuk ditampilkan menjadi film porno. Upaya-upaya inovasi lainnya muncul dalam bentuk video interaktif yang memungkinkan pengguna memilih variabelvariabel seperti sudut kamera berganda. "Devil in the Flesh". Keberadaan foto-foto porno palsu dari para selebriti memperlihatkan kemungkinan untuk menggunakan gambar-gambar palsu untuk melakukan pemerasan atau mempermalukan siapapun yang difoto atau difilmkan. Manipulasi digital membutuhkan foto-foto sumber. Para produsen film erotik diramalkan akan memainkan peranan penting dalam menentukan standar DVD yang akan dating. meskipun ketika kasus-kasus itu menjadi semakin lazim. generasi gambar-gambar yang sama sekali bersifat sintetik. Ada yang berpendapat bahwa Sony Betamax kalah dalam perang format dari VHS dalam menjadi sistem rekam/tonton video di rumah karena industri video film biru memilih VHS ketimbang sistem Sony yang secara teknis lebih unggul. dan isi DVD untuk komputer saja. seperti misalnya menyingkirkan cacat pada kulit. Akhirnya. ditambah dengan pilihan yang lebih banyak untuk memuaskan fantasi dan fetishnya. Praktik ini dilakukan dengan membuat perubahan-perubahan kecil terhadap foto-foto untuk memperbiaki penampilan para modelnya. Pembuatan gambar-gambar lewat komputer yang sangat realistik menciptakan dilemadilema etika baru. karena kemungkinan gambar-gambar itu hanyalah gambar sintetik. Sementara itu banyak juga. yang tidak merekam peristiwa-peristiwa yang sesungguhnya. tetapi sejumlah pornografi dan pornoaksi dihasilkan tanpa aktor manusia sama sekali. sementara kelengkapan yang kecil umumnya lebih mendukung HD-DVD yang tidak begitu mahal.dapat menonton film porno dengan leluasa dalam privasi rumahnya sendiri. memberikannya kekuatan yang sangat besar untuk mempengaruhi pertempuran antara kedua kelompok studio dan perusahaan teknologi yang saling bersaing untuk menetapkan standar untuk generasi berikutnya" 5. Ketika gambar-gambar khayal tentang penyiksaan atau pemerkosaan disebarkan secara luas. Kelengkapan outfit yang besar cenderung mendukung Cakram cahaya biru yang memiliki kapasitas tinggi. menantang kritik-kritik konvensional terhadap pornografi dan pornoaksi. para penegak hukum menghadapi kesulitan-kesulitan tambahan untuk menuntut gambar-gambar otentik yang menampilkan perbuatan kriminal. Menurut sebuah artikel Reuter 2004 "Industri bermilyar-milyar dolar ini menerbitkan sekitar 11. penutup berganda mis.000 judul dalam bentuk DVD setiap tahunnya. untuk dinikmati sendiri atau bahkan untuk dijual dan memperoleh keuntungan. Gagasan tentang pornografi dan pornoaksi yang sepenuhnya dihasilkan oleh komputer sudah dipikirkan sejak dini sebagai salah satu daerah aplikasi yang paling jelas untuk grafik komputer dan pembuatan gambar tiga dimensi. memperbaiki cahaya dan kontras fotonya. orang kini mempunyai sarana untuk membuat filmnya sendiri. . sejumlah pornografi dan pornoaksi dihasilkan melalui manipulasi digital dalam program-program editor gambar seperti Adobe Photoshop. 1999.

perangkat lunak yang kian berdaya dan mudah digunakan. Biaya yang murah dalam penggandaan dan penyebaran data digital meningkatkan terbentuknya kalangan pribadi orang-orang yang tukar-menukar pornografi dan pornoaksi. Pornografi dan pornoaksi gratis dalam jumlah besar di internet juga disebarkan dengan tujuan-tujuan pemasaran. Lihat pornografi dan pornoaksi internet. tukar-menukar pornografi dan pornoaksi telah mencapai rekor yang baru. internet memberikan sarana yang mudah kepada konsumen yang tinggal di negara-negara di mana keberadaan pornografi dan pornoaksi dilarang sama sekali oleh hukum. Demikian pula foto-foto konvensional ataupun video porno. "porno dari masyarakat untuk masyarakat" tampaknya telah menjadi kecenderungan baru.Hingga akhir 1990-an pornografi dan pornoaksi yang dihasilkan melalui manipulasi digital belum dapat dihasilkan dengan murah. untuk menggalakkan para pelanggan yang membeli program bayaran. Karena sifatnya internasional. Pada tahun 2004. Internet Dengan munculnya internet. Pornografi dan pornoaksi gratis tersedia secara besar-besaran dari para pengguna lainnya dan tidak lagi terbatas pada kelompok-kelompok pribadi. Pada awal 2000-an kegiatan ini semakin berkembang. serta akses yang mudah ke sumber-sumber bahan porno telah memungkinkan pribadi-pribadi untuk membuat dan menyebarkan bahan-bahan porno yang dibuat sendiri atau dimodifikasi dengan biaya yang sangat murah dan bahkan gratis. Dengan munculnya aplikasi berbagi file peer-to-peer seperti Kazaa. 5. pornografi dan pornoaksi pun semakin mudah didapat. Sejak akhir tahun 1990-an. [] . atau setidak-tidaknya mereka yang tidak perlu memperlihatkan bukti usia. Terbitan Playboy pada Oktober 2004 menampilkan foto-foto telanjang dada dari tokoh permainan video BloodRayne. Kamera digital yang murah. pornografi dan pornoaksi yang dihasilkan lewat komputer gambarnya melibatkan anakanak dan hubungan seks dengan tokoh fiksi seperti misalnya Lara Croft sudah dihasilkan pada tingkat yang terbatas. Sebagian dari pengusaha wiraswasta internet yang paling berhasil adalah mereka yang mengoperasikan situs-situs porno di internet. ketika perangkat lunak untuk pembuatan model dan animasi semakin maju dan menghasilkan kemampuan-kemampuan yang semakin tinggi pada komputer. sebagian situs hiburan permainan video "interaktif". dapat dengan mudah mendapatkan bahan-bahan seperti itu dari negara-negara lain di mana pornografi dan pornoaksi legal atau tidak mengakibatkan tuntutan hukum.

karena itu mereka tidak diganggu. ‫ك‬a‫ل‬c‫ ذ‬f‫ن‬a‫ه‬a‫يب‬a‫اب‬c‫ل‬c‫ ج‬f‫ن‬a‫ه‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ين‬a‫ ن‬c‫ين‬a‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫سال‬a‫ن‬c‫ و‬c‫ك‬a‫ات‬c‫ن‬c‫ب‬ o‫ن‬a‫ م‬c‫ ع‬o‫د‬t‫ي‬ a‫اء‬c c‫ و‬c‫ك‬a‫اج‬c‫و‬o‫ز‬c‫أ‬a‫ ل‬o‫ل‬t‫ي‚ ق‬a‫ب‬f‫ا الن‬c‫ي‚ه‬c‫اأ‬c‫ي‬ 59 ‫يم…ا‬a‫ح‬c‫ور…ا ر‬t‫ف‬c‫ غ‬t‫ه‬f‫ الل‬c‫ان‬c‫ا ك‬c‫ل‬c‫ ف‬c‫ن‬o‫ف‬c‫ر‬o‫ع‬t‫ي‬ c‫ و‬c‫ن‬o‫ي‬ c‫ذ‬o‫ؤ‬t‫ي‬ o‫ن‬c‫ى أ‬c‫ن‬o‫د‬c‫أ‬ "Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu. dan memelihara kemaluannya. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. Teks Al-Qur'an Islam memberikan definisi yang jelas dan tidak mengambang tentang pornografi dan pornoaksi. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal. 59 . kecuali yang biasa nampak daripadanya. anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang secara umum berlandasakan pada surah al-Nûr ayat 30-31 dan al-Ahzâb 59 yaitu."20 An Nûr 30-31 c‫ه‬f‫ الل‬f‫ن‬a‫ إ‬o‫م‬t‫ه‬c‫ى ل‬c‫ك‬a‫ ل‬o‫م‬t‫ه‬c‫وج‬t‫ر‬t‫وا ف‬t‫ظ‬c‫ف‬o‫ح‬c‫ي‬ c‫ك‬o‫ز‬c‫ أ‬c‫ذ‬ c‫ و‬o‫م‬a‫ه‬a‫ار‬c‫ص‬o‫ب‬c‫ أ‬o‫ن‬a‫ض‚وا م‬t‫غ‬c‫ي‬ c‫ين‬a‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫ل‬a‫ ل‬o‫ل‬t‫ق‬ ‫ت‬c‫ك‬c‫ل‬c‫ا م‬c‫ م‬o‫و‬c‫أ‬ f‫ن‬a‫ه‬a‫ائ‬c‫س‬a‫ ن‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ات‬c‫و‬c‫خ‬c‫ي أ‬a‫ن‬c‫ ب‬o‫و‬c‫أ‬ o‫و‬c‫أ‬ f‫ن‬a‫ه‬a‫ان‬c‫و‬o‫خ‬a‫ي إ‬a‫ن‬c‫ ب‬o‫و‬c‫أ‬ 30c‫ون‬t‫ع‬c‫ن‬o‫ص‬c‫ير› ي‬a‫ب‬c‫خ‬ ‫ا‬c‫م‬a‫ب‬ ‫ى‬c‫وا عل‬t‫ر‬c‫ه‬o‫ظ‬o‫م‬c‫ ل‬c‫ين‬a‫ذ‬f‫ ال‬a‫ل‬o‫ الط¡ف‬a‫و‬c‫ أ‬c‫ن‬a‫ م‬a‫ة‬c‫ب‬o‫ر‬a‫إ‬o‫ي ال‬a‫ول‬t‫ أ‬c‫ين‬a‫ع‬a‫اب‬f‫ الت‬a‫و‬c‫ أ‬f‫ن‬t‫ه‬t‫ان‬c‫م‬o‫ي‬c‫أ‬ c c‫ي‬ a‫ال‬c‫الر¡ج‬ c‫ غ‬a‫ر‬o‫ي‬ ‫ه‬f‫ى الل‬c‫ل‬a‫وا إ‬t‫وب‬t‫ت‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ ت‬o‫ن‬a‫ م‬c‫ين‬a‫ف‬o‫ خ‬c‫م‬c‫ل‬o‫ع‬t‫ي‬a‫ ل‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ل‬t‫ج‬o‫ر‬c‫أ‬a‫ب‬c‫ي‬c‫ن‬o‫ب‬a‫ر‬o‫ض‬ c‫ و‬c‫ين‬a‫ز‬ t‫ا ي‬c‫م‬ ‫ا‬c‫ل‬c‫ و‬a‫اء‬c‫ الن¡س‬a‫ات‬c‫ر‬o‫و‬c‫ع‬ 31‫ون‬t‫ح‬a‫ل‬o‫ف‬t‫ ت‬o‫م‬t‫ك‬f‫ل‬c‫ع‬c‫ ل‬c‫ا ون‬c‫ي‚ه‬c‫أ‬ t‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫يع…ا ال‬a‫م‬c‫ج‬ "Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. Berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi. laki-laki dan perempuan dalam agama Islam terdapat aturan tentang cara berpakaian dan kode tingkah laku yang Islami. Dan hendaklah mereka menutupkan kain 20 al-Ahzâb.BAGIAN KE-DUA PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI PERPEKTIF HUKUM ISLAM A.

h. privasi. Kata libâs merujuk pada fungsi pakaian sebagai penutup. atau putera-putera suami mereka. 21 22 An Nûr. 24 Fedwa El Guindi. laki-laki disebut terlebih dahulu agar mematuhi perintah-perintah ini yaitu mengendalikan tatapan mereka pada wanita dan menekan hasrat mereka pada saat berinteraksi dengan wanita yang bukan muhrimnya. 222. atau pada orang yang dilarang untuk itu famili yang telah ditentukan. Sementara itu katakata tsiyâb ide dasar adanya pakaian adalah untuk dipakai. atau budak-budak yang mereka miliki. Lihat. atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. atau ayah mereka. Kata libâs ditemukan sebanyak sepuluh kali.22 Dua poin yang dapat diambil dari teks diatas adalah: Pertama. dan janganlah menampakkan perhiasannya. 2003]. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. 23 Fedwa El Guindi. 30-1 Al-Qur'an paling tidak menggunakan tiga istilah untuk pakaian yaitu libâs.24 Aspek lainnya dalam ayat diatas adalah berkaitan dengan konteks heteroseksualitas. Dalam ayat tersebut signifikasi ajaran khusus yang disampaikan dalam teks diatas terdapat pada konteks rasionalnya yang ditunjukkan pada laki-laki dan perempuan. Selanjutnya dalam teks tersebut juga memerintahkan hal yang sama pada wanita untuk menundukkan pandangan mereka dan menyembunyikan genital mereka. Kesopanan Dan Perlawanan.23 Disitu dengan jelas tidak kontradiksi antara menjadi makhluk religius sekaligus menjadi makhluk sosial. h. "21 Dari ayat diatas terlihat dengan jelas bahwa Islam menghubungkan prilaku sosiomoral. dan sarabîl. [Jakarta.kudung ke dadanya. Mizan. 2000]. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. . Tafsir Maudhu'i atas Palbagai Persoalan Umat. Kedua. dan erotisme. 155-156.. Dimana dalam hal ini konsep seksualitas merupakan suatu aspek yang normatif baik dalam kehidupan biasa dan dalam kehidupan religius. tsiyâb ditemukan sebanyak delapan kali. kecuali kepada suami mereka. h. ruang sakral dan ajaran tentang pakaian. Quraish Shihab. hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. Dalam ayat tersebut memerintahkan agar wanita untuk tidak menampakkan kecantikan dan perhiasan mereka. atau saudara-saudara laki-laki mereka. yang terdapat dalam diri manusia yaitu tertutupnya aurata. Atau dalam pengertian lain mengakomodasi dua kualitas manusia yaitu secara seksualitas dan religius sebagai suatu yang normatif sementara disisi lain berusaha untuk memenuhi ideal tertinggi dari prilaku sesiomoral. sedangkan sarabîl ditemukan sebanyak tiga kali dalam dua ayat. atau putera-putera saudara perempuan mereka. M. 221. konsep ghadhdh al-bashâr menundukkan pandangan dan hifzh al-furûj menjaga atau menutupi organ genital merupakan sesuatu yang sentral dalam kode tersebut. Antara Kesalehan. [Bandung. Ibid. atau yang tidak mungkin untuk itu. Wawasan Al-Qur'an. Serambi Ilmu Semesta. Jilbab. kecuali dengan orang-orang yang telah sah untuk berhubungan seksual dengannya suami. atau putera-putera mereka. atau ayah suami mereka. Antara Kesalehan. Kesopanan Dan Perlawanan. atau wanitawanita Islam. atau putera-putera saudara laki-laki mereka. tsiyâb. Jilbab.

345.28 Hal yang terpenting dalam menyoroti tentang pornografi dan pornoaksi dan menjadi intinya dalam dunia Islam adalah mengenai konsep aurat. kekurangan. ‫ي‬a‫ب‬f‫الن‬t‫م‬t‫ه‬o‫ن‬a‫يق› م‬a‫ر‬c‫ ف‬o‫س‬c‫ي‬c‫وا و‬t‫ع‬a‫ج‬o‫ار‬c‫ ف‬o‫م‬t‫ك‬c‫ ل‬c‫ام‬c‫ق‬t‫ا م‬c‫ ل‬c‫ب‬a‫ر‬o‫ث‬c‫ة› ي‬c‫ف‬a‫ائ‬c‫ ط‬o‫ذ‬a‫إ‬c‫و‬ t‫ن‬a‫ذ‬o‫أ‬c‫ت‬ c‫ل‬o‫ه‬c‫ اأ‬o‫م‬t‫ه‬o‫ن‬a‫ م‬o‫ت‬c‫ال‬c‫ق‬ c‫ي‬ 13 ‫ار…ا‬c‫ر‬a‫ا ف‬f‫ل‬a‫ إ‬t‫يد‬a‫ر‬t‫ ي‬o‫ن‬a‫إ‬ c‫ة¯ ون‬c‫ر‬o‫و‬c‫ع‬a‫ ب‬c‫ي‬a‫ة› ه‬c‫ر‬o‫ا و‬c‫ن‬c‫وت‬t‫ي‬t‫ ب‬c‫ون‬t‫ول‬t‫ق‬c‫ي‬ ‫ا‬c‫م‬c‫و‬ c‫ع‬ f‫ن‬a‫إ‬ "Dan ingatlah ketika segolongan di antara mereka berkata: "Hai penduduk Yatsrib Madinah.27 Brenner menemukan bahwa "pakaian ini sudah umum diketahui sebagai corak baru pakaian Islam yang di Impor dari Timur Tengah dan dikenakan oleh wanita muda sebagai kebalikan dari pakaian tradisional sarung. kain panjang yang dipakai wanita untuk menutup kepala. bagian tutup kepala yang melingkari wajah terus sampai kebahu. Muhammad bin Abi Bakar ar-Râzi. 1994]. h. [Cet ke-3]. sesuatu yang memalukan atau sesuatu yang dipandang buruk dari anggota tubuh manusia dan yang membuat malu jika dipandang. Ketiga. Kedua. Pertama. kebaya. Kamus Indonesia Ingrris. Yaitu pakaian yang tidak menonjolkan bentuk lekuk tubuh dari si pemakai. Dan inilah yang kemudian menjadi titi sentral dalam pembahasan tentang pornografi dan pornoaksi dalam perspektif Islam. Reconstructing Self and Society. 24. 30 29 QS. Suzanne. jilbab ini kemudian memiliki posisi yang penting yaitu sebagai simbul identitas sekaligus resistensi. Brenner. kata ini digunakan untuk empat ungkapan. Cet II. an-Nûr 31 dan 58. al-Ahzâb 13. maka kembalilah kamu". 26 27 28 25 Echols dan Shadily. al-Ahzâb 13 . sebuah gorden.26 Sementara itu istilah jilbab diterjemahkan untuk wanita muslimah di Indonesia lebih umum digunakan untuk corak pakaian Islam tertentu. tidak ada tempat bagimu. Gramedia Pustaka.29 Dalam al-Qur'an lafal aurat disebut empat kali. Kamus Indonesia-Inggris. secarik testil tipis yang digantung untuk memisahkan atau menyembunyikan sesuatu yang ada di baliknya. 1996]. 636. Lih. mereka tidak lain hanyalah hendak lari. h. 692. h. [Amirican Ethnologis. walaupun maknanya tidak konsisten ada yang mengatakan sebagai tutup kepala. h. Keempat. Sebagai kata benda. Aurat berasal dari bahasa Arab yang secara literal berarti celah."30 Dan dalam bentuk jamak disebut dalam surat QS. Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka. Dan pada perkembangan selanjutnya. 1988. Al-Mu'jam al Wasith. [Homes. rajutan panjang yang ditempelkan pada topi atau tutup kepala wanita. Juz II. [Jakarta. Lihat pula Ibrahim Anis dkk. Kata "jilbab" yang secara leksikal diartikan sebagai "penutup" dalam arti menutupi" atau menyembunyikan atau menyamarkan. Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi untuk kembali pulang dengan berkata: "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka tidak ada penjaga". Muhtar ash-shilhah. bahu dan kadang-kadang muka. Bentuk tunggal disebut dalam surah QS. yang dipakai untuk memperindah atau untuk menutupi kepala. 1989].Terkait hal tersebut kata-kata jilbab25 diatas merujuk pada pakaian yang panjang dan longgar. 97. dan selendang kepala longgar yang dipakai oleh wanita tua di Indonesia". dua kali dalam bentuk tunggal mufrad dan dua kali dalam bentuk plural jama'. h. Javanese Muslim Women and "The Veil". Al-Irsyad. ed Echols dan Shadily.

‫أ‬ 030. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. atau ayah suami mereka. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". atau saudara-saudara laki-laki mereka. kecuali kepada suami mereka. dan orang-orang yang belum balig di antara kamu. 031. Nûr ayat 58. meminta izin kepada kamu tiga kali dalam satu hari yaitu: sebelum sembahyang subuh. hendaklah budak-budak lelaki dan wanita yang kamu miliki. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. atau budak-budak yang mereka miliki. dan memelihara kemaluannya. atau putera-putera mereka. dan memelihara kemaluannya. ‫م‬t‫ك‬o‫ن‬a‫ م‬c‫م‬t‫ل‬t‫ح‬o‫ال‬ ‫وا‬t‫غ‬t‫ل‬o‫ب‬c‫ ي‬o‫م‬c‫ل‬ c‫ين‬a‫ذ‬f‫ال‬c‫ و‬o‫م‬t‫ك‬t‫ان‬c‫م‬o‫ي‬c‫ أ‬c‫ين‬a‫ذ‬f‫ ال‬t‫م‬t‫ك‬o‫ن‬ o‫ت‬c‫ك‬c‫ل‬c‫ م‬a‫ذ‬o‫أ‬c‫ت‬o‫س‬c‫ي‬a‫وا ل‬t‫ن‬c‫ام‬c‫ ء‬c‫ين‬ a‫ذ‬f‫اال‬c‫ي‚ه‬c‫اأ‬c‫ي‬ ‫د‬o‫ع‬c‫ ب‬o‫ن‬a‫ م‬a‫ة‬c‫ير‬a‫ه‬f‫ الظ‬o‫م‬t‫ك‬c‫اب‬c‫ي‬a‫ث‬ c‫و‬ c‫ن‬a‫م‬ c‫ون‬t‫ع‬c‫ض‬c‫ ت‬c‫ين‬a‫ح‬ c‫ و‬a‫ر‬o‫ج‬c‫ف‬o‫ ال‬a‫اة‬c‫ل‬c‫ ص‬o‫ن‬a‫ات¯ م‬f‫ر‬c‫م‬ a‫ل‬o‫ب‬c‫ق‬ c‫اث‬c‫ل‬c‫ث‬ ‫ون‬t‫اف‬f‫و‬c‫ ط‬c‫اح› ب‬c‫ن‬t‫ ج‬o‫م‬a‫ه‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ و‬o‫م‬t‫ك‬o‫ي‬c‫ ل‬c‫س‬o‫ي‬c‫ ل‬o‫م‬t‫ك‬c‫ات¯ ل‬c‫ر‬o‫و‬c‫ ع‬t‫اث‬c‫ل‬c‫ث‬ f‫ن‬t‫ه‬c‫د‬o‫ع‬ c‫ا ع‬c‫ل‬ c‫ع‬ a‫اء‬c‫ش‬a‫ع‬o‫ال‬ a‫اة‬c‫ل‬c‫ص‬ 58‫يم‬a‫ك‬c‫يم› ح‬a‫ل‬t‫ه‬f‫ الل‬a‫ات‬c‫آي‬o‫ ال‬t‫م‬t‫ك‬c‫ ل‬t‫ه‬f‫ الل‬c‫ك‬a‫ض¯ ل‬o‫ىع‬c‫ل‬c‫ ع‬o‫م‬t‫ك‬t‫ض‬o‫ع‬c‫ب‬ c‫ ع‬c‫و‬ t‫ ي‬t‫ي¡ن‬c‫ب‬ c‫ذ‬c‫ ك‬c‫ب‬ o‫م‬t‫ك‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ع‬ "Hai orang-orang yang beriman. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya. Itulah tiga `aurat bagi . atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah menampakkan perhiasannya. hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung Surat QS. atau putera-putera saudara laki-laki mereka. atau wanita-wanita Islam. atau putera-putera saudara perempuan mereka. ketika kamu menanggalkan pakaian luar mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. atau ayah mereka. yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. atau putera-putera suami mereka.

kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak pula atas mereka selain dari tiga waktu itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu ada keperluan kepada sebahagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."31 Kata aurat dalam surah al-Ahzâb ayat 1332 diartikan oleh mayoritas ulama' tafsir dengan celah yang terbuka terhadap musuh, atau celah yang memungkinkan orang lain untuk menyerang.33 Sedangkan aurat dalam surah an-Nûr 31 dan 58 diartikan sebagai sesuatu anggota tubuh manusia yang membuat malu jika dipandang, atau dipandang buruk untuk diperlihatkan.34 Untuk itu syariat Islam mewajibkan perempuan agar menutup aurat al-sitr dan melarang al-tabarruj dan memperlihatakan perhisan didepan laki-laki yang bukan muihrim. Sebagaimana menutup aurat merupakan kuawajiban yang di khususkan bagi perempuan, maka juga dijadikan prilaku menundukkan pandangan sebagai tanggung jawab kolektif diantara perempuan dan laki-laki. Namun tanggung jawab laki-laki dalam menutup aurat lebih kecil daripada tanggung jawab perempuan. Sementara itu tanggung jawab laki-laki dalam menundukkan pandangan lebih besar daripada tanggung jawab perempuan. Manusia sebagaimana dibuktikan oleh fakta sejarah, terlebih dahulu untuk mencari pakaian untuk menutup aurat dan tubuh. Kemudian ia mengambil peralatan untuk berhias setelah melampoi masa yang panjang dalam peradabannya terutama di lingkungan masyarakat moderen-matrealistik yang mengarahkan pakaian perempuan pada tujuan lain hingga menjadikan senjata yang dapat merobohkan pagar-pagar kehidupan dan kesopanan. Berpakaian memiliki dua fungsi dalam kehidupan manusia yaitu, menutup aurat dan sebagai perhiasan. Al-Qur'an telah menunjukkan arti penting dalam berpakaian dalam mewujudkan dua fungsi tersebut. Hal itu dapat kita temukan dalam teks surah QS. Thahâ ayat 118;

‫ى‬c‫ر‬o‫ا تع‬c‫ل‬c‫ا و‬c‫يه‬a‫ ف‬c‫وع‬t‫ ج‬c‫ك‬c‫إ ل‬ c c‫ا ت‬f‫ل‬c‫ أ‬f‫ن‬a‫إ‬
"Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang".35 Menutup aurat dan memperlihatkan aurat memilki sisi psikologis yang mempengaruhi kepribadian laki-laki yang memandang dan perempuan yang dipandang. Dengan menutup aurat dapat menumbuhkan kondisi yang harmonis keselarasan diantara aspek-aspek kepribadian. Sementara itu, al-tabrruj adalah keadaan yang disertai berbagai gejala prilaku yang neurosis al-sulûk al'ishãbî.36 Sementara itu menutup tubuh perempuan Muslim bukan hanya merupakan gerakan eksoteris yang tidak bermakna. Melainkan, pada hakikatnya adalah simbul kecintaan batin
31 32

QS. Nûr ayat; 58

Ayat tersebut berbicara mengenai beberapa orang yang enggan meninggalkan tempat tinggal untuk berperang, karena merasa tempat tinggalmereka tidak aman untuk ditinggalkan. Kata mereka adalah celah [aurat] yang memungkinkan musuh untuk menyerang orang-orang yang tinggal ditempat itu, sehingga mereka untuk tinggal disitu untuk menjaga celah tersebut, sehingga mereka perlu tinggal disitu untuk menjaga celah itu dan tidak perlu pergi berperang.
33 34

Al-Quthubi, Al-Jami'li-ahkâm al-Qur'ân, [Bairut; Dar al-Kutub al-"Ilmiyah, 1993], Juz XIV, h. 97-98. Lihat, Al-Quthubi, Al-Jami'li-ahkâm al-Qur'ân, Juz XII, h. 157 dan 201. 35 QS. Thahâ ayat 118 36 Yusuf Madan, Sex Edication Teens; Pendidikan Sex Remaja Dalam Islam, [Jakarta; Hikmah, 2004], h. 103.

pada kesucian dan wujud kemampuan perempuan-perempuan Muslimah untuk mengendalikan diri dan menguasai sejumlah motif yang berkaitan dengan seks pornografi dan pornoaksi, perhatian diri sendiri, bentuk-bentuk pornografi dan pornoaksi, erotisme, pornoaksi, dan berhias secara berlebihan. Aturan ini menghasilkan dampak positif yang pada akhirnya ditujukan untuk kebaikan proses adaptasi perempuan Muslim dengan dirinya, seperti menambah keyakinan diri sendiri, berusaha mendapatkan kehormatan dari orang lain, dan menghindarkan dari pandangan lakilaki seperti pada perempuaan yang tidak menutup aurat.37 Sebuah pengendalian diri yang diperoleh dari menutup aurat dapat membuahkan kemampuan menghindar dari "pergualatan tajam" dari kelebihan sahwat yang berbahaya dan "pranata nilai" yang menata nilai kepribadian dan prilaku kaum perempuan.38 Syariat menuntut perempuan secara keseluruhan dan secara khusus perempuan muslim agar menjaga kesucian diri diatas segala-galanya. Syariat menuntut untuk mengekspresikan dalam prilaku lahir dengan menutup tubuh, cara berbicara, berjalan, dan isyarat secara umum. Apalah arti sepotong kain apabila bertentangan dengan al-Qur'an Q.S. al Ahzâb 32;

‫ي‬a‫ي ف‬a‫ذ‬f‫ ال‬c‫ع‬c‫ م‬a‫ل‬o‫و‬c‫ق‬o‫ال‬a‫ ب‬c‫ن‬o‫ع‬c‫ض‬o‫خ‬c‫ت‬ o‫ط‬c‫ي‬c‫ف‬ ‫ا‬c‫ل‬c‫ف‬f‫ن‬t‫ت‬o‫ي‬c‫ق‬f‫ ات‬a‫ن‬a‫ إ‬a‫اء‬c‫ الن¡س‬c‫ن‬a‫د¯ م‬c‫ح‬c‫أ‬c‫ ك‬c‫اء‬c‫س‬ f‫ن‬t‫ت‬o‫ي¡ س‬a‫ب‬f‫ الن‬a‫ان‬c‫ي‬ c‫ل‬ 32 ‫وف…ا‬t‫ر‬o‫ع‬c‫ م‬o‫و‬c‫ ق‬c‫ن‬o‫ل‬t‫ق‬c‫ و‬c‫ر‬c‫ م‬a‫ه‬a‫ب‬o‫ل‬c‫ق‬ ‫ل…ا‬ ›‫ض‬
"Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik."39 Menutup aurat jika diakaitkan dengan kebebasan dalam berekspresi aurat bukanlah penghalang untuk berkreatifitas, karena Islam menghargai kebebasan seseorang untuk berekspresi, namun dalam koridor syariat. Islam juga mengakui bahwa setiap manusia memiliki naluri seksual, namun mengarahkannya supaya disalurkan dalam cara-cara sesuai syariat. Islam sebagai mabda' ideologi memiliki cara-cara yang khas, untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi manusia tanpa menelantarkan kebutuhannya yang lain, dan juga tanpa mengabaikan kebutuhan manusia lainnya dalam masyarakat. Oleh karena itu, Islam tidak sekadar menetapkan agar tak ada seorang pun dalam wilayah Islam yang mengumbar aurat, kecuali dalam hal-hal yang dibenarkan syariat; namun Islam juga memberikan satu perangkat agar ekonomi berjalan dengan benar, sehingga tak perlu ada orang yang harus mencari nafkah dalam bisnis pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi. Islam juga memberikan tuntunan hidup dan aturan bermasyarakat yang akan menjaga agar setiap orang memahami tujuan hidup yang sahih serta tolok ukur kebahagiaan yang hakiki sehingga demand permintaan pada bisnis pornografi dan pornoaksi pun akan merosot tajam. Bagaimanapun, setiap bisnis hanya akan berputar kalau ada supply penawaran dan demand permintaan. Karena itu, keduanya harus dihancurkan. Untuk itu kerja dakwah dan pemerintah mendidik umat untuk berpola sikap dan perilaku Islami. Media massa akan
37 38 39

Majalah "Affaf, Edisi 32, Tahun ke-3, Bulan Mei, 1990. Q.S. al Ahzâb; 32

Majalah "Affaf, Ibid.,

diarahkan agar tidak lagi memprovokasi umat dengan stimulasi-stimulasi yang merangsang kebutuhan pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi. Demikian juga keberadaan berbagai sarana hiburan yang selama ini menjadi ajang pertemuan pelaku kemaksiatan akan dibersihkan, tanpa harus merusak fisiknya. Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, setelah negara mengatasi masalah di sisi supply penawaran dengan perbaikan pendidikan dan ekonomi, kemudian mengatasi masalah di sisi demand permintaan dengan menghilangkan "para provokator"-nya, tetap ada yang nekad melanggar hukum, maka negara tak akan ragu-ragu lagi menerapkan sanksi represif. Hukuman jilid atau rajam akan diterapkan kepada pezina. Hukuman ta'zir akan diterapkan bagi para pengelola dan pendukung bisnis ini. Secara spesifik berikut beberapa pendapat dari para mufasir mengenai aurat perempuan terkait dengan pandangan pornografi dan pornoaksi yang terkait dengan Surrat anNur 30-31; 1. Tafsir al-Munir ; Surat al-Nur 30-31 An-Nur 30 Afirmasi ayat diatas dengan kata “min” mengerucut pada fenomena ghadul bashar menundukkan pandangan dalam realita yang cakupannya cenderung lebih luas, dalam arti praktek ghadul bashar mengalami kelonggaran, karena melihat individu yang terkualifisir dengan muhrim dengan batasan tertentu yaitu selain daerah pusar hingga lutut dibolehkan, demikian halnya dengan memandang wajah seorang perempuan dan telapak tangannya, serta kedua telapak kaki dalam salah satu riwayat. Sedangkan prihal farj sangat terbatas sebagaimana yang disinyalir dalam kitab al-Kasyaf. Dengan demikian melihat sesuatu tidaklah dilarang kecuali pada hal-hal tertentu, sebaiknya jima’ dilarang dengan pengecualian, dengan bahasa lugas asal hukum prihal farj adalah haram, adapun hukum asal memandang sesuatu adalah mubah boleh. Adapun instruksi menundukkan pandangan didahulukan dari perintah menjaga farj adalah karena pandangan merupakan starting point dari penyakit zina. Islam adalah agama yang solutif yang memberikan tuntutan dalam segenap segmen kehidupan manusia. Islam menawarkan sulusi alternatif jika seseorang tidak sengaja melihat hal-hal yang diharamkan, maka ia diwajibkan menundukkan pandangan dan mengalihkan dengan cepat. Muslim meriwayatkan dalam kitab Sakhihnya, Ahmad, Abu Dawud, al-Tirmizi dan Nasa’idari Jarir bin ‘Abdillah al-Bajaly ra berkata: “Aku bertanya pada Nabi saw prihal pandangan mata yang terjadi secara spontanitas, beliau memerintahkan aku untuk mengalihkan mataku”. Abu Dawud juga meriwayatkan dari Buraidah berkata; Rasulullah saw bersabda; “Wahai Ali, jangan engkau ikuti satu pandangan dengan pandangan lain, kamu boleh memandangnya untuk kali pertama, yang kedua adalah keharaman bagimu”. Hal yang demikian dimaksudkan untuk mengijauwantahkan benih kebaikan dan meminimalisir dekadensi moral serta membentengi dari kawah kenistaan dan dosa Sebahagian orang salaf bertutur pandangan merupakan panah yang langsung menusuk kehati. Oleh karenanya Allah mensinergikan dengan dua instruksi menjaga kemaluan dan pandangan dalam satu fremewark al-Nur ayat 30. Riwayat dari Abi Ummamah ra. Dari Nabi saw juga mengafirmasikan bahwa tuntutan yang demikian menumbuh suburkan nilai-nilai kebaikan, Nabi bersabda; “Seseorang muslim ketika melihat keindahan dari kaum Hawa, dan kemudian menundukkan pandangannya, niscaya Allah akan menumbuh kembangkan prosesi ibadah yang penuh dengan kenikmatan baginya”. Surat An-Nur : 31

Menyoroti perintah hijab. disisi lain kaum lelaki tidak diperintahkan mengenakan cadar sehingga kaum perempuan tidak melihatnya. Akhirnya makna ayat---adalah bagian tubuh yang biasa nampak pada tataran realities. Hadits Mursal. dan jagalah kemaluanmu dari zina seperti sihaq”. Adapun tindakan Aiysah sebagaimana yang tergambar dalam riwayat diatas lebih digambarkan karena sifat wara’ yang terpatri dalam dirinya. Konsekuensi logisnya adalah keharaman membuka pos-pos zinah. Bertolak dari hadits di atas. sama halnya dengan Iman Syafi’i dalam suatu qaulnya bahwa wajah dan kedua telapak tangan bukan aurat. akupun bertanya.merupakan penafsiran yang lebih tepat. “Bahwasanya ia sedang berada di rumah Rasulullah saw dan maimunnah dan kemudiaan ibn Ummi Maktum juga mendatangi rumah Nabi tersebut. maka hal yang demikian menunjukkan adanya perbedaan hukum antara kaum Hawa dan Adam. Interpretasi ini dikuatkan oleh fenomena keseharian kaum Hawa yang berpergian ke pasar dan masjid serta dalam perjalanan yang mengenakan cadar sehingga kaum Adam tidak melihatnya. “Sesungguhnya seorang wanita itu mengalami masa haidh. Implikasi dari perintah tersebut adalah keharaman bagi perempuan untuk memandang laki-laki asing dibarengi getara syahwat atau tidak. Bahwasanya Asma’ binti Abi Bakar menemui Nabi saw. Dalih yang mendukung adalah ayat sesudahya yaitu----Interpretasi yang kedua penafsiran lafadz zinah dengan bagian-bagian zinahperhiasan. Sebagian ulama’ lain membolehkan kaum perempuan memandang laki-laki asing tampa syahwat kecuali daerah pusar hingga lutut dengan dasar argumentative riwayat dan sakhih Bukhari dan muslim bahwa Rasululah saw memandang orang-orang Habsy bermain pada hari raya di masjid. karena sasaran larangan tersebut terfokus pada larangan menampakkan bagian-bagian tubuh yang merupakan pos-pos bertenggernya perhiasan seperti dada. Berikut beberapa hukum-hukum tertentu bagi kaum Hawa : a. Pendapat ini lebih memberikan kemudahan dimasa kita. Zinah adalah semua entitas yang dipergunakan untuk memperindah dan mempercantik diri. Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat demikian. dikatakannya padanya “Sesungguhnya ia tidak bisa melihatmu?” Aisyah menjawab : “ akan tetapi aku bisa melihatnya”. yaitu dengan menggunakan kata zinah secara mutlak namun dengan stresing penafsiran pada ‘tempat-tempat zinah’. Kisah ini terjadi pasca perintah hijab Rasulullah saw bersabda: “Berhijablah darinya. Adapun stetemen ---terporos pada wajah.“Tunduklah pandanganmu dari selain suamimu. dan dalam saat itu Aisyah memakai pakaian yang ringan riqa’ kemudian Nabi memalingkan muka dan bersabda: “Wahai Asma’. adapun Aisyah melihat mereka dibelakang Nabi. Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya dari Aisyah ra. Tidak memperlihatkan zinah atau perhiasan diasaat ia memakai pada orang asing. . karena zinah secara literal dengan kandungan yang terangkum secara metaforis yaitu “daerah-daerah zinah” dapat didapati kerangka ayat ini. Nabi menutupinya dari mereka hingga Aisyah merasa bosan dan pulang. dua telapak tangan dan cincin sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibn Abbas dan ulama’ lain. “Wahai Rasululah bukankah ia orang tua yang tidak bisa melihat dan mengetahui kami?” Kitab alMuwatho’ meriwayatkan dari Aisyah bahwasanya ia menghijabi dirinya dari orang buta. Hal ini dilandasi dengan dalih riwayat Abu Dawud dan al-Tirmidzi dan Ummu Salamah. leher. kaum cendekiawan yang mengusung pendapat ke dua ini kebolehan perempuan melihat laki-laki lain tampa syahwat mengintepretasikan intruksi berhijab dari ibn Ummi Maktum dalam koridor nadb sah/boleh. maka tidak dibolehkan menampakkan bagian tubuhnya kecuali ini” Nabi menujuk wajah dan telapak tangan. lengan dan betis. menurut pendapat mayoritas ulama’.

“Diharamkan bagi hubungan yang dilandasi atas susuan seperti halnya yang didasari atas hubungan kekrabatan”. al-Fadhl memandangi seorang perempuan ketika ia bertanya padanya. al-Shaykhani Bukhari dan Muslim. batasan aurat dan hubungan biologis. dan pengikut yang tidak memiliki hasrat pada perempuan seperti pengikut yang tidak memiliki syahwat ketertarikan pada kaum hawa serta anak yang tidak memahami kondisi kaum perempuan. Adapun argumentasi pendapat golongan kedua seluruh badan merupakan aurat lebih dimobilisasi oleh sifat wara’ dan sifat berhati-hati dari godaan setan.Diriwayatkan dari Abu Hanifah ra bahwa kedua telapak kaki tidak terkualifisir sebagai aurat juga. mu’malah. Kendati demikian memandang orang asing dalam berbagi momen dibolehkan seperti dalam prose khitbah. karena menutupi keduanya lebih berat dari kedua telapak tangan terutama bagi orang-orang desa. Tidak memperhatiakan perhiasan yang tersembunyi kecuali pada suami mereka. Ayat diatas tidak menyebutkan saudara susuan. Sudah barang tentu. dan Ibnu Majah dari Aisyah. Menampakkan perhiasan tersebut juga diperkenalkan pada mereka yang tersurat dalam ayat yang dikenal dengan istilah muhrim. demikian halnya dengan seorang dokter lelaki diperkenankan melihat bagian-bagian tubuh yang harus diobati jika tidak terdapat dokter perempuan. c. persaksian. pengobatan dan kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hadits ini. Muhrim terbagi menjadi dua macam yaitu muhrim yang didasarkan pada hubungan nasab dan muhrim yang dijalin atas perkawinan. namun jika terciptakan kebobrokan maka menutupinya merupakan kewajiban. Menghamparkan kain kerudung ke dadanya untuk menutupi rambut kepala. namun sunnah mengambaikan status saudara susuan sebagai muhrim sebagaimana yang disinyalir dalam riwayat Ahmad. Adapun pendapat yang rajih dalam perspektif ilmu fiqih dan syariat adalah bahwa wajah dan kedua telapak tangan tangan tidak terklasifikasi dalam aurat jika tidak menimbulkan fitnah. leher dan dada. al-Nasai. namun demikian kebolehannya ini tidak boleh dijugde secara berlebihan. budak. Perintah ini merupakan tuntutan untuk menutup bagian tubuh yang tergolong perhiasan batiniyah bagi kaum hawa. yaitu mertua pihak laki-laki dan anak suami. kebolehan melihat hanya terbatas pada wajah dan kedua telapak tangan saja. intepretasi ayat adalah yang nampak dari tubuh dengan tampa sengaja. Kelanjutan dari ayat di atas merupakan dengan pengertian memperbolehkan empat golongan yang disiyalir memiliki status kesamaan status sebagai muhrim dalam hal kebolehan bagi wanita untuk memperlihatkan zinah selain daerah pusar hingga lutut. Sementara itu Ahmad Imam Syafi’i dalam salah satu qaulnya menyatakan bahwa seluruh tubuh manusia adalah aurat berdasarkan hadits “pandangan yang terjadi secara spontanitas” dan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibn ‘Abbas bahwa Nabi saw meninggalkan al-Abbas pada pada hari Nahr di belakangnya. kemudian Nabi saw memegang dagu al-Fadhl dan memalingkan wajahnya dari melihat perempuan tersebut. Bukhari menyatkan dari Aisyah ra berkata : “Allah menyayangi perempuan dari kaum Muhajirin yang awal karena ketika turun ayat dengan serta merta mereka menyobek kain sarungnya dan menutupi dengan sobekan kain tersebut”. b. Keempat golongan ini adalah wanita. Dalam kesempatan tersebut. Abu dawud. . perhiasan yang diklaim tersebut adalah perhiasan yang dimaksudkan untuk bersenang-senang.

Abi Dawud. Dengan kaitan kelompok ini terjadi silang pendapat dalam mengidentifikasi secara spesifik. : “Amma Ba’d.Kendati demikian konsep-konsep diatas menyalut friksi yang signifikan dikalangan ulama’. Ahmad. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari perempuan kafir memiliki status yang akuivelen dengan lelaki asing bagi seorang muslim. karena sesungguhnya ia adalah layaknya ayahmu dan anakmu". Dari Anas ra.  Budak Sedangkan budak yang terangkum dalam ayat tercakup kaum Adam dan Hawa sebagaimana pendapat mayoritas ulama’. karena seorang budak samahalnya dengan laki-laki asing yang merdeka dalam konsepsi keharamannya. dengan demikian penyandaran ayat yang tertulis dalam ayat ---menunjukkan musyabahah keserupaan/kemiripan yaitu perempuan yang semisalnya. dan al-Baihaqi dari Anas ra menguatkan statemen diatas. akhirnya bisa disimpulkan bahwa aurat perempuan pada sesamanya adalah antara pusar dan lutut saja. Ibn Mardawaih. dan tidak dikhawatirkan menyulut fitnah dan mentranformasi karekteristik perempuan pada orang-orang laki red asing. Said bin Mansur. sesungguhnya telah sampai kabar bahwasanya kaum muslimah memasuki kamar mandi bersamaan dengan perempuan musyrik. ketika Nabi saw melihat kejadian tersebut beliau bersabda: “Hal itu dibolehkan bagimu. Muslim. Adapun mayoritas madzhab Hambaliyah menyatakan bahwasanya wanita yang termaktub dalam ayat tersebut adalah wanita secara umum baik dari kalangan muslim dan kafir. Yaitu yang terurai dalam penjelasan:  Wanita Mayoritas ulama’ mengintepretasikan lafadz “al-nisa’ dengan kaum wanita dalam agama seagama dan bukan mereka yang tergolong sebagai ahli dzimah. adapun mereka sahabat red mengkualifisirnya bagian dari kelompok yang tidak berhasrat pada perempuan. Bahwasanya ia menulis surat pada Abi ‘Ubaidah bin al-Jarrah ra. Dalam artian lain juga ditafsirkan sebagai setiap person yang tidak memiliki kepentikan pada kaum hawa. Abu Dawud dan al-Nasa’i meriwayatkan Aisyah ra berkata: “Seorang laki-laki yang sudah impoten menemuai istri-istri Nabi saw. kemudian Nabi saw masuk ketika laki-laki tersebut sedang menyebutkan sifat-ifat perempuan jika seorang perempuan datang.  Perempuan pengikut yang tidak memiliki syahwat mereka adalah pengikut /pembantu yang bertujuan mencari sesuap nasi tampa indikator lain yaitu ketertarikan pada kaum perempuan. Ulama’ lain mengafirmasikan bahwa kebolehan tersebut dikhususkan bagi hamba sahaya perempuan. oleh karenanya seorang muslimah tidak dibolehkan menunjukkan bagian tubuhnya selain wajah dan dedua telapak tangan didepan perempuan kafir. karena tidak dihalalkan bagi seorang muslimah yang beriman kepada Allah dan hari akhir melihat auratnya kecuali yang seagama dengannya”. Riwayat Ahmad. ia datang . dan sebaliknya apabila ia mengenakan untuk menutupi kakainya. maka laranglah olehmu. kain itu tidak menutupi kakinya. Ibnu Munzir dan al-Baihaqi dalam kitab Sunan-nya dari Umar bin Khatab ra. Bahwasanya Nabi membawa seorang budak yang akan diberikan pada Fatimah memakai kain yang jika ia menutupi bagian kepalanya kain tersebut tidak menutupi kakinya. Sebagian ulama’ berpendapat bahwa mereka adalah orang yang telah mencapai usia lanjut dan mengalami masa manpouse.

serta diharuskan baginya menutup seluruh bagian tubuhnya selain wajah dan kedua telepak tangan kecuali setengah lengannya sebagaiman dalam riwayat Nabi yang membolehkan memperlihatkan sebagian lengan tangannya. dia berkata : Aahurn al-Mughairah bercerita pada kami dari al-Hajj dari Ishaq. maka bisa dipastikan bahwa bagian tubuh tersebut merupakan pemaparan diskriptif atas ayat illa ma dlhoharo minha.” 2. sehingga dapat dipahami bahwa seorang perempuan dan lelaki tidak dilarang memperlihatkan bagian tubuhnya selama tidak terkualifir sebagai aurat tidak diharamkan. dari ibnu Juraij prihal firman Allah “’aw nisa’akum” dia berkata: “Telah sampai padaku bahwa ayat ini terlokalisasi pada perempuan muslim: “Tidak dihalalkan bagi perempuan musyrik melihat aurat muslimah kecuali jika . Sedangkan anak yang terkualifisir sebagai remaja dan belum memasuki fase baligh. maka bisa dipastikan ia tidak diperkenankan memasuki kawasan perempuan. namun kandungan ayat yang lebih mengena adalah penafsiran dengan wajah dan kedua telapak tangan. Patut diketahui kebolehan disini lebih longgar dari stetemen yang dimotori oleh pihak pertama pengusung identifikasi yang pertama diatas Faktor-faktor yang melatarbelakangi tumbuh suburnya fitnah : “Perempuan dilarang menghentakkan kakinya ketika berjalan dengan harapan orang mengetahui detingan suara kaki. anting dan gelangtangan”. Ibnu Hamid bercerita kepada kami. Hajjaj bercerita kepadaku. dan membangkitkan syahwat serta menyulut praduka keterkaitan perempuan tersebut dengan kefasikan. dan seorang wanita diperkenankan membuka wajah dan telapak tangan diwaktu sholat. Dengan demikian. Al-Qasim bercerita kepada kami . menarik perhatian. dia berkata : al-Husain bercerita kepada kami . Ulama’ lain berpendapat: “Seorang wanita dibolehkan menampakkan zinah perhiasannya dihadapan anak kecil kecuali jika anak tersebut memiliki naluri sensualitas pada perempuan terlepas dari pencapaian usia remaja atau tidak pada sang anak. namun mampu bercerita hal-hal yang bermuasal dari daya penglihatan dan mampu mengidentifikasi orang buruk rupa. gelang tangan dan kutek terangkum didalamnya. Pendapat yang demikin perupakan perpaduan dari interpretasi atas ayat. memperdengarkan gemrincing zinah perhiasan sama halnya mempertontonkan zinah terseut dan bahkan menempati titik yang utama dari memperlihatkannya dari khalayak ramai. Terdapat interpretasi ayat yang sangat beragam. kami mengklaim bahwa pendapat diatas merupakan penafsiran yang utama dimaksudkan untuk mengkonvergensikan berbagai interpretasi ulama’ bahwasanya setiap individu yang melaksanakan sholat diwajibkan menutup aurat. Tafsir al-Thabary Al-Nur 30-31 Surah al-Nur 30 dan Surat al-Nur 31 19644. cantik. Anak Kecil Anak kecil yang tidak mengetahui prihal kewaniataan dan batasan aurat dengan detail. Patut diketahui. dan tidak memiliki naluri biologis seksualitas akibat usia yang masih muda. 19671. karena hal tersebut berpotensi memicu fitnah. dari Ibn Mas’ud dia berkata: “Perhiasan terbagi atas dua macam perhiasan yaitu perhiasan yang dhahir seperti pakaian dan perhiasan yang tersembunyi samar yaitu gelang kaki. cincin. Sedangkan tujuan larangan ini tak lain adalah istruksi untuk senantiasa menutupi perhiasan wanita. dia berkata. Akhirnya apabila diperhatikan bagian badan tertentu dibolehkan. kendati demikian perhiasan lain seperti celak mata.

sebagian setengah lengan tangan. Dengan demikian konsep ghadul bashar mencakup praktek memalingkan pandangan dari hal-hal yang sejatinya dibenci oleh khalayak umum karena menyalahi norma. b. kecuali ayat 31 dalam kalimat----yaitu yang sejatinya dipersiapkan menjadi pembantu. oleh karenanya kaum hawa dilarang mempertontonkan perhiasannya kecuali dalam komunitas kaum adam yang tidak mempunyai ketertarikan pada kaum hawa akibat kedekatannya sebagai muhrim karena nasab dan perkawinan. Ibnu al-Araby berkata : . kemudian aku melihat pakaian yang tergantung. Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir Surat al-Nur 30-31 a. kutek dan cincin. mak bisadiptikan bahwa konsepsi gadhul bashar terbagi atas berbagi strata yaitu ghadul bashar yang mencapai pada tingkatan wajib dan tidak wajib. yaitu perhiasan yang tidak wajib di tutupi ditempat kerja seperti celak.perempuan musryik melihat aurat muslimah kecuali jika perempuan musryik tersebut budak sahayanya yang perempuan. Kendati demikian keharaman memaperlihatkan perhiasan dihukumi secara mutlak. Kategori pertama sebagai wajah. 3. Seperti diketahui. Tafsir al-Maraghi Surat al-Nur 30-31 Surat al-Nur 30-31 Intepretasi ayat diatas memiliki kesamaan dengan penafsiran yang tertulis dalam tafsir alMunir. Hadits Umar bin Hatab memaparkan kisah seorang ---. dan bisa dipastikan akan menarik perhatian indra penglihatan. celak dan kutak dari tumbuhan inai. kedua telapak tangan. sedangkan perhiasan yang non natural ialah entitasentitas yang sejatinya ditujukan untuk mempercantik diri seperti pakaian yang glamour. Adapun tazin mempercantik diri menambah aura keelokan perempuan. surat an-Nur ayat 30 ini menyebutkan secara eksplisit penggambaran istruksi menundukkan pandangan dengan afirmasi pada kebolehan memandang obyek obyek tertentu hal ini diafirmasikan dengan penulisan huruf “min” dalam konstruksi ayat yang mengindikasikan ketidakharaman melihat dengan intensitas material tertentu. 4. permata. Perhiasan tersebut juga dimaksudkan sebagaimana firman Allah. yakni bagian-bagian yang jika diwajibkan menutupinya akan memberatkan perempuan atau bagian tersebut jika tidak ditutupi menimbulkan konsekuensi yang sulit. kareana memperindah diri merupakan suatu kondisi yang sengaja dilakukan untuk menampilkan fenomena yang lebih indah. maka aku menggerakkan mataku keatap rumah. Surat al-Nur: 30 Ayat ini mengupas tuntas kehalalan dan keharaman mata bagi komunitas kaum muslim.Nabi saw memasuki ruangan. hal ii terangkum dalam ayat ‘aw ma malakat ‘aymanukum”. yaitu kebolehan memperlihatkan perhiasan yang sejatinya terlihat. Surat an-Nur 31 Zinah bibagi menjadi dua macam yaitu khalqiyah natural sesuai dengan fenomena pembawaan asal dan muktasabah non natural. Zinah diartikan sebagai pakaian dalam surah alA’raf. seperti melihat seluruh sudut rumah beda halnya dengan melihat sesuatu yang disinyalir sebagai tindakan amoral.

Al-Qur’an mengafirmasi kategori gelang kaki ini dengan firman Allah. Sedangkan perhiasan yang khofi tersembunyi merupakan a contrario dari perhiasan yang dhahir. lengan bagian atas. pergelangan tangan. ia tidak membatasi dengan kutek tangan. adapun pendapat yang benar adalah kedua benda tersebut diidentifikasi dalam kategori perhiasan yang dhahir. Abu Hanifah berkata : “Menutup kedua kaki bukan sebuah keharusan. Adapun perhiasan mushthana’ah yang dhahir adalah perhiasan yang apabila dibiarkan terbuka berimplikasi pada titik “memberatkan” bagi perempuan terhadap suami dan pasangannya. leher dan kedua telinga. Madzhab Maliki menelorkan dua statemen dalam hal ini yaitu wajib dan tidak wajib. Selain naskah Ibnu Baskawal dalam kitab al-Muwatho’. kedua telapak tangan dan kaki. pergelangan tangan. lain halnya dengan kdua kaki tidak mencapai tingkatan ksia-siaan. paha dan rambut. punting susu. kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki”. Bertolak dari interpretasi ini--adalah perhisan yang dijadikan Allah nampak berdasarkan hukum fitrah yang jika dipaksakan menutupnya sama halnya menanam benih-benih kesia-siaan dan memberatkan bagi pemiliknya. maka yang demikian tidak terkualifisir dalam firman Allah “maa dhoharo minhaa” perhiasan yang sejatinya nampak. namun hanya sampai taraf menyulitkan karena seperti diketehaui bertelanjang kaki merupakan sesuatu yang lumrah dikalangan perempuan pedesaaan oleh karenanya para praktisi ilmu fiqih berpendapat dalam kewajiban menutupinya.“Perhiasan terbagi menjadi dua. Dengan demikian. dan betis sama halnya dengan perempuan yang memiliki bagian tubuh tertentu yang elok kendati tertutup rapat. pergelamgan tangan. Dalam kaitannya dengan hal ini. Demikian halnya dengan bagian-bagian yang tidak diperintahkan untuk di tutup seperti cincin berbeda dengan anting dan gelang. bagian atas. seperti leher. celak kutek dari tumbuhan Inay dan siwak. Ibnu’Addilbarr berkata : "Makna riwayat hadits tersebut adalah wanita yang memakai gaun transparan hingga memperlihatkan lekuk tubuh dan nyaris tidak menutupi bagian tubuhnya. makna ayat---adalah bagian tubuh yang tidak ditutupi oleh kaum perempuan seperti wajah. dan menggunakan gaun yang tidak ketat bukan merupakan hal yang susah baginya. seperti pantat dan paha. Adapun perhiasan yang tegolong dalam kholqiyah secara global adalah sebagian besar anggota badan perempuan. punting susu. permata. maka bagian tersebut juga tidak dapat dijastifikasi dalam rrangkaian firman Allah perhiasan yang sejatinya nampak. Perhiasan kholqiayah sebagai---adalah perhiasan yang berpotensi pada tumbuh suburnya titik kesulitan jika perempuan menutupinya dihukumi wajib seperti wajah. Kelompok ahli tafsir mengintepretasikan zinah dengan jast ---dengan wajah dan kedua telapak tangan dalam riwayat lain kedua kaki dan rambut. dalam arti benar mereka mengenakan kostum namun gaun tersebut tidak menutupi tubuhnya akibat transparasi bahan pakaian". lengan bagian atas. lengan. "Malik mengintepretasikan hadits diatas sesungguhnya kaum . Ibn’Arabi juga berkata kutek merupakan perhiasan batiniah yang sejatinya tidak diperlihatkan jika dilekatkan pada kaki. sedangkan prihal keidahan tubuh perempuan yang jika diperintah untuk menutupinya tidak menimbulkan kesukaran. Sedangkan bagiantubuh secara spesifik seperti wajah. khalqiyah sesuai dengan asal penciptaan dan mushtona’ah yang mengalami sebuah proses perubahan. Perhiasan tersebut adalah wajah dan kedua telapak tangan. Ibnu Arabi berkata : ibnu al-Qasim meriwayatkan dari Malik : Kutek bukan perhiasan. dan berpotensi pada strata kesulitan untuk menghilangkan perhisan tersebut disaat dia berinteraksi dengan laki-laki lain dan mengkonstruksinya seperti semula ketika ia berada di dalam rumah. seperti paha bagian atas. Adapun kategori perhiasan yang kedua musthona’ah adalah perhiasan yang lazim dipakai oleh kaum Hawa seperti pakaian yang modis warna warni. dari al-Qanaazi’i berkata. Kendati demikian ulama’ berbeda pendapat dalam hukum menampakkan gelang tangan dan kaki. Malik meriwayatkannya dalam kitab al-Muwatho’ dari Nabi saw bersabda : “Perempuan yang menenakan pakaian yang hamper tidak menutupi lekuk tubuh yang menarik perhatian tidak akan masuk surga”.

dan jika ziinah diartikan sebagai pos bertenggernya perhiasan. leher. karena perhiasan bisa dipastikan dikenakan dibagian tubuh tertentu yang sudah barang tentu tidak boleh dipandang kecuali oleh golongan yang dikemukakan dalam konstruksi ayat sesudahnya. Ayat diatas menyebutkan stetemen zinah secara eksplisit dan bukan daerah daerah yang lazimnya merupakan obyek sentral pemakaian perhiasan dimaksudkan sebagai afirmasi pada instruksi menutup bagian-bagian tersebut. namun konsekuensi logis yang demikian tidak dibenarkan karena setiap bagian tubuh merdeka adalah aurat. Seperti diketahui melihat bagian tubuh hanya dbolehkan oleh pasangan hidup suami istri kecuali dalam keadaan terpaksa seperti pengobatan dan persaksian. Tafsir al-Alusi Surat al-Nur 30-31 Surat al-Nur 30 . demikian halnya dengan statemen al-Zamakhsyari dilandaskan pada pendapat masyur dari madzhab imam Abi Hanifah bahwasanya badan yang disinyalir sebagai tempat perhiasan dhahir adalah wajah dan kedua telapak tangan. Ahli tafsir lainnya menekankan intepretasi ayat-ayat diatas sejatinya tempat bermuaranya perhiasan.perempuan memakai gaun yang tipis yang nyaris tidak menutupi bagian tubuhnya". Larangan ini mengandung konsekuwensi pada semua tindakan yang menarik perhatian laki-laki pada pemainan wanita. sedangkan kedua kaki bukan terkualifikasi sebagai aurat secara mutlak . Ayat sesudahnya mengafirmasikan bahwa memperlihatkan perhiasan merupakan tindakan yang terlarang. 5. betis. Bagian tubuh ini adalah bagian lengan bawah. bisa dipastikan memandang bagian tubuh yang dhahir nampak dan lajimnya merupakan daerah yang dikenakannya perhiasan dhahir bagi orang asing dihalalkan. Oleh akarenanya Allah melarang memperlihatkan perhiasan yang dimiliki untuk diinformasikan secara aksioma bahwa memandang perhiasan tidak diperkenalkan karena mengisyaratkan pada bagian badan perempuan dengan dalih bahwa kehalalan memperlihatkan perhiasan yang tidak menempel pada tubuh seperti gelang tangan yang diperjual belikan di pasar tidak patut didiskusikan lagi. Dalih yang membenarkan larangan tersebut terrangkum dalam firman Allah ….31 Kitab al Zawajir karangan ibn Hajar al-Makky menegaskan keharaman bagi kaum hawa memandang lelaki kendati tidak dibarengi dengan hasrat padanya dan sertai rasa takut dan fitnah seperti halnya ketidakbolehan laki-laki melihat perempuan habnya hubungan nasab atau susunan atau perkawinan membolehkan memandang sesamanya kecuali daerah antara pusar dan lutut. Dalam perspektif pendengaran Ibnu al-Qasimi dari Jami’ al-’Atabiyah Malik berkata : “Sampai padaku kabar bahwa Umar bin al-Khatab melarang perempuan mengenakan pakaian ala Qibti". Adapun pendapat Ibnu Munir al-Maliki didasarkan pada madzhab yang dianutnya. mahkota. dan kutek sehingga memperlihatkan ini pada orang asing bukan merupakan tindakan yang dikencam.. ikat pinggang dan anting. gelang kaki. lengan atas. adapun Ibnu al-Munir menyatakan bahwa makna ayat ini adalah perhiasan secara literal. namun celaan tersentralisasi pada mengumbar perhiasan khofy tersembunyi seperti gelang tangan. cincin celak. semprotan parfum yang berlebihan juga dilarang. dan yang menggerakkan ketertarikan kaum Adam pada lawan jenis baik yang berhasal dari hasil penglihatan pada obyek tertentu atau pendengaran pada hiburan yang disodorkan kaum Hawa seperti nyayian dan berbicara dengan suara yang mendayu-dayu. Perhiasan yang dhahir nampak sejatinya terapresiasikan pada entitas material seperti. Dalam ranah realitasnya layaknya tarian dan goyangan perempuan dihadapan laki-laki. dada dan telinga. Ibnu Rusyd menjelaskan bahwa pakaian yang dimaksud adalah gaun yang sempit dan melekat pada bagian tubuh hingga nyaris mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi. kepala. Hal ini merupakan langkah yang aplikatif .

dan dari riwayat al-Hasan adalah cincin dan gelang tangan dari riwayat lain menyebutkan lainnya. karena dapat memotivasi keingintahuaan yang mendasar untuk melihat bagian tubuhnya secara utuh. Namun demikian sebagian ulama’ lain tidak mengamini penafsiran zinah perhiasan dengan ciptaan Allah perhiasan yang merupakan ciptaan Allah. dan pendapat yang mengkualifikasi dua bagian badan tersebut sebagai aurat serta larangan memperlihatkan pada individu selain yang dirangkum dalam freme pengecualian pada ayat sesudahnya. bahkan ulama’ mengungkapakan ketidakbolehan memandang kuku kaum Hawa yang tidak menempel lagi ditangannya. red pehiasan. Sebahagian madzhab ini juga menginterpretasikan perhiasan yang nampak itu adalah wajah dan kedua telapak tangan setelah menelaah parameter bahwa aurat orang merdeka selain dua bagian tersebut mereka berdalih keharaman melihatnya karena berpotensi menyulut fitnah. Sehingga konsekuensi logisnya adalah tidak semua hal yang dilarang memandangnya dikualifisir sebagai aurat. Secara aksioma. Sebahagian penganut madzhab Syafi’i berpendapat keahalalanmelihat wajah dan telapak tangan jika tidak menyulut fitnah. Allah menginstruksikan perempuan mukmin menutupi leher dan dada dengan kain sehingga bagian tersebut tidak nampak. sebagian kabar dan riwayat menginterpretasikan zinah perhiasan pada makna yang terlintas dengan cepat dan lainnya di daerah daerah dikenakannya perhiasan. maka pengecualian yang tersurat dalam firman Allah bisa jadi merupakan hukum yang paten dalam perspektif metode isyarah tanda. Ibnu Abi Syaibah Abu bin Hamid dari Ibn’Abbas berkata maka firman Allah ---adalah wajah dan telapak bagian dalam. Anda mengetahui bahwa kebolehan memperlihatkan wajah dan kedua telapak tangan seperti yang disinyalir dalam ayat dan keharaman memandang dua bagian tersebut secara mutlak dalam madzhab mereka madzhab Syafi’i secara bersamaan sangat tidak masuk akal. perempuan pada masa dahulu menutup kepalanya dengan kain dan mengantungkan menurunkan kainnya dari belakang punggung seperti kebiasaan jahiliyah sehingga leher dan sebagian dadanya terlihat. ia menyatakan dalam kitab al-Bahar pendapat yang mendekati kebenaran adalah mengklasifikasinya dalam konsep zinah dan mengairmasikan dengan stetemen “Perhiasan manakah yang lebih indah dari penciptaan yang ideal” Maksud ayat ini sebagaimana riwayat Ibn Hatim dan Ibn Jubair. namun stetemen ini tidak menempati urutan pertama dalam pendapat mereka. Ibnu Aabi Syaibah dari ‘Ikrimah bahwa maksud ayat diatas adalah telapak tangan dan tengkuk. Kitab al-Zawaajir juga menyatakan keharaman melihat bagian tubuh perempuan yang terlepas. Adapun Ibnu Bahar berkata : “Perhiasan sejatinya terletak pada keindahan cipataan yang dibentuk oleh Allah dan pakaian yang berlebihan yang ditunjuk untuk mempercantik diri. yaitu mempertanggung-jawabkan dihari pembalasan. Dan ketahuilah jika maksud larangan mengumbar daerah-daerah notabene tempat bertenggernya. sedangkan makna ayat tersebut adalah larangan mengumbar dua komponen dari hasil intepretasi diatas pada bukan muhrim dan mengecualikan hal-hal yang sejatinya tidak dapat disembunyikan ditutupi dalam berbagai momentum seperti wajah ujung tangan dan kaki”. Oleh karenanya mengharamkannya adalah sikap yang tepat. . dan dikatakan secara global wajah dan dua telapak tangan. Adapun madzhab Syafi’i sebagaimana yang tersurat dalam kitab al-Zawaajir mengurai bahwa wajah dan telapak tangan baik bagian dalam maupun luar hingga siku merupakan aurat dalam paradigma “memandang perempuan” kendati ia adalah hamba sahaya perempuan dan bukan aurat bagi orang merdeka dalam shalat.sehingga tidak ada larangan melihatnya. sehingga makna yang terkandung adalah apa yang nampak tampa indikasi memperlihatkan seperti tersikap akibat hembusan angina maka kaum Hawa tidak dimintai petanggungjawaban kelak dihari pembalasan.

mengenai hukum tabarruj atau pakaian dan gerak tubuh yang menimbulkan rangsangan seksual. bersolek dan menggunakan parfum secara berlebihan ketika keluar rumah. sensual. Pernikahan Dini Dilema Generasi Ekstravaganza. Pertama. Mujtahid. Ke-empat. C. melantunkan suara-suara yang menggoda. dan sejenisnya larangan bagi laki-laki berkhalawat berdua dua-an ditempat yang sunyi tampa orang ke tiga dengan perempuan yang bukan muhrimnya40. Stetemen dalam kitab Syafi’iyah dan yang aku al-Alusi. [Jakarta. h. Ibid. h. erotis. Al-Sunnah Dan Qaidah Ushul Fiqih Pornografi dan pornoaksi yang terkait dengan aurat ada beberapa hadits Rasulullah yang melarang memakai pakaian yang tembus pandang. 29.Secara literalis. ini adalah jelas haram. memamerkan pakaian dan perhisan yang indah serta memamerkan diri didepan laki-laki yang bukan muhrimnya. menumbuhkan perasaan positif berupa persamaan perempuan ditengah masyarakat Muslim dengan corak tertentu dalam menutup aurat dan semakin dalamnya perasaan terhadap kemuliaan. red anut bahwa gemercing suara sejatinya bukan aurat. h. teks ayat menyatakan ketiadaan perbedaan gender laki-laki dan perempuan akibat keumuman huruf ---dan karena jika ayat tersentralisasikan pada kaum Hawa saja maka yang tertulis dalam konstruksi ayat seharusnya karena penegasan yang demikian lebih spesifik dan mengena pada maksud ayat. Ketiga.42 Rasulullah saw bersabda. 2002]. 69. 42 Abu al-Ghifari. h. Mujtahid. [Jakarta. 10. Lih. 2002]. ataupun antara laki-laki dengan laki-laki homoseksual. Tidak diragukan lagi secara psikologis bahwa menguatnya perasaan wanita melalui kebebasan memilih pakaian yang sesuai dengan standar syariat. Pernikahan Dini Dilema Generasi Ekstravaganza. Sebahagian khalayak umum didapat lebih banyak tergetar syahwatnya akibat gemrincing suara perhiasan daripada melihat perhiasan yang berpotensi menimbulkan suara. Sedangkan Hanafiyah seperti pernyataan Ibn al-Hamman: Beliau menyatakan secara gamblang dalam kitab al-Nawazil bahwa lantuanan suara perempuan adalah aurat. [Jakarta. Kaum perempuan sekarang mengenakan perhiasan seperti dari mutiara atau semisalnya sebagai aksesoris dirangkaian gelang kaki sehingga gemercing suara gelang tersebut terdengar meski mereka berjalan dengan pelan. Menurut Syekh Abu 'Ala Al-Maududi kata tabarruj bila dikaitkan dengan wanita memiliki arti sebagai berikut. akhirnya memperdengarkan di depan kaum Adam dianggap tindakan yang tidak bagus. 2003].. dengan demikian mendengarkan tidak dilarang jika tidak disertai ketakutan akan fitnah dan menikmatinya sebagaimana ulasan al-Zarkasy. perempuan dengan perempuan lesbian. Larangan memperdengarkan gemrincing suara tersebut pasca larangan memperlihatkan perhiasan sendiri bisa dipastikan adalah larangan memperlihatkan bagian tubuh yang lajimnya tempat obyek pemakaian perhiasan. Sementara itu. 28. Demikan halnya seperti perhiasan lain pada gelang kaki yang menimbulkan suara jika kaki melangkah terlebih jika dihentakkan. Luqman Haqani. menampakkan keelokan wajah dan bagian tubuh yang dapat membangkitkan birahi dihadapan kaum laki-laki yang bukan muhrimnya. 41 40 . Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001.41 Kedua. Mujahid. oleh karenaya Nabi saw bersabda: “Takbir bagi laki-laki dan tepuk bagi kaum perempuan”. Abu al-Ghifari. Musuh Yang Menjadi Idola.

Asy-Syaukani. Ibnu Rushd. Juz III. Rambutnya sebesar punuk unta. 49.‫صنفان من اهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس‬ ‫ونساء كاسيات عاريات مميلت مائلت رءوسهن كأسنمة البخت المائلة ليدخلن‬ ‫الجنة ول يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا. Pendapat ketiga yang dinyatakan oleh adh-Dhahiri. yang selalu maksiat. 46 Abu Muhammad Ali bin Muhammad ibn Hazm. [Bairut. selebihnya bukan aurat. 168. h. tetapi batasan mengenai aurat adalah ditentukan pertimbangan pertimbangan kemanusiaan segala aspek. Juz II. dalam menentukan batasan aurat. Mengenai batas anggota tubuh yang dianggab aurat. al-Isthakhiri. رواه مسلم‬ "Ada dua golongan dari ahli neraka yang siksanya belum pernah aku lihat sebelumnya pertama adalah kaum yang membawa ekor cambuk seperti ekor sapi yang digunakan memukul orang. tidak layak bahkan memalukan. Juz I h. Bergerak Menuju Keadilan…. tidak layak bahkan memalukan. Pada awal inilah difinisi aurat. bahkan tidak akan mencium wanginya padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan yang amat panjangnya.43 Dari dua kata kunci tentang aurat. Pendapat pertama adalah yang dinyatakan oleh Imam Asy-Syafi'I. Ibnu Rushd dan Asy-Syaukani mengatakan bahwa ulama' Fiqih berada dalam tiga pendapat. ialah pengusa yang dzalim. An-Nawawi. Dalam disiplin ilmu fiqih lafal aurat diartikan sebagai yang memiliki muatan arti dalam ayat an-Nûr ayat 31 dan 58 yaitu yang berarti sebahagian anggota tubuh manusia yang didalam pandangan umum buruk atau malu bila diperlihatkan dan bila dibiarkan terbuka mungkin bisa menimbulkan fitnah seksual. Nail al-Authar.46 Perintah menutup aurat adalah dari agama teks syara'. Muslim Dalam Fiqh pembahasan mengenai aurat didasarkan pada wacana tubuh dengan berbagai dimensi sensualnya.219 Lihat. Kemudian sesuatu yang memalukan itu justru bisa membangkitkan gairah orang lain yang melihatnya untuk melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya." HR. Orang menyebut aurat untuk hal-hal yang tidak pantas untuk diperlihatkan. Pendapat kedua menyatakan bahwa aurat laki-laki adalah alat kelamin [qubul]. kesepakatan pendapat ulama' fiqih menyatakan bahwa harus ditutup dari pandangan orang dengan pakaian yang tidak tembus pandang dan tidak membentuk lekukan tubuh.. Dar al-Afaq al-Jadidah. Untuk aurat laki-laki walaupun ada perbedaan. Memalukan dan menggairahkan adalah sesuatu yang kontekstual. juz III.44 Oleh karena itu. Al-Majmu. dan Abu Hanifah. salah satu riwayat dari Imam Malik dan Ibnu Hambal adalah bahwa aurat laki-laki hanya qubul dan dubur saja. Malik. karena itu fiqh membedakan antara aurat laki-laki dan perempuan. Mengenai batas aurat laki-laki. bahwa aurat laki-laki adalah antara pusat dan kedua lutut. Ibnu Jarir. h. 83. . mereka tidak akan masuk surga. Kedua adalah wanita yang berpakaian tapi telanjang. hal..210. tt]. yaitu 'memalukan' dan 'menggairahkan'. tetapi secara umum mayoritas ulama' berpendapat bahwa laki-laki seharusnya menutup anggota tubuh antara pusar dan kedua lutut kaki. sekitar lubang anus dan paha saja. baik laki-laki maupun perempuan dibutuhkan mekanisme yang 43 44 45 Faqihuddin Abdul Kadir. Bidâyah al-Mujtahid.45 Sementara aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Fiqh menganggap ada beberpa tubuh yang tidak pantas untuk diperlihatkan. Al-Muhalla. pandangan fiqih membedakan antara perempuan dan laki-laki. Untuk itu. Lih. fiqh memnbangun wacana tentang tubuh dan norma-norma yang terkait dengannya.

Sebagaimana disebutkan dalam QS. 4. Ibid. dan batas aurat al-Ahzâb ayat 59 yang mengatur tentang aurat kaum perempuan Mu'minah53. kecuali untuk tujuan yang dibolehkan oleh syara'. Fiqih Perempuan Refleksi Kyai Atas Wacana Agama dan Gender. Pustaka Zahra. Panduan Seks Islami. 2004]. 2. 64. Sebab.. 1990].51 Sementara itu menurut hukum Islam seperti yang telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001 tentang pornografi dan pornoaksi tanggal 22 Agustus 2001. h. dalam konteks pornografi dan pornoaksi yang mengumbar aurat. h. 2001]. h. Al-Isra' 32 Sulaiman Rasjid. sutradara. Ini akan berlaku juga pada para pembuat pornografi dan pornoaksi kamerawan. Aurat adalah bagian-bagian tubuh yang berpotensi menimbulkan rangsangan-rangsangan seksual bila terlihat. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. misalnya.akomodatif dan responsif terhadap gejala nilai yang berkembang di masyarakat sehingga dalam tingkat tertentu nilai dan batasan tersebut dapat diterima oleh masyarakat. segala sesuatu yang mengakibatkan seseorang cenderung melakukan perbuatan asusila fakhisyah adalah berdosa.50 Pornografi dan pornoaksi dianggap mendekati perbuatan zina sehingga harus dilarang. [Yokyakarta.47 Tentu saja. pornografi dan pornoaksi adalah haram. 25. Husain Muhammad. memelihara kehormatan.49 Secara fiqih. [Bandung. [Jakarta. dan jika pelakunya dalam status sudah menikah maka harus dihukum dengan dilempar batu sampai meninggal rajam. Dalam hal ini pertimbangan khsuf al-fitnsh yang sudah dikembangkan oleh ulama' fiqih juga harus menjadi salah satu penentu pertimbangan. Husain Muhamad. dan al-Maidah ayat 2 tentang kewajiban saling tolong menolong dalam mengerjakan kebaikan dan takwa dan larangan melakukan tolong menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran. agar tubuh manusia tidak dieksploitasi terutama tindak pornografi dan pornoaksi yang dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat. jelas termasuk orang yang mengumbar aurat. dan suatu jalan yang buruk". pengarah gaya. 402 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001 Tentang Pornografi dan Pornoaksi tanggal 22 Agustus 2001 atau Jumadil Akhir 1422 Hijriyah. Al-Isra' 32: ‫يل…ا‬a‫ ب‬c‫اء‬c‫ة… س‬ c‫ س‬c‫ و‬c‫ش‬a‫اح‬c‫ ف‬c‫ان‬c‫ ك‬t‫ه‬f‫ن‬a‫وا إ‬t‫ب‬c‫ر‬o‫ق‬c‫ا ت‬c‫ل‬c‫و‬ ‫ا‬c‫الز¡ن‬ "Dan janganlah kamu mendekati zina. Rahima. 53 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001. yang dimaksud adalah aurat menurut syariat Islam. 62. maka batasan pornografi dan pornoaksi menurut hukum Islam telah jelas54. h. . Ibid. yaitu berdasarkan surah Âl-Isra' kita dilarang mendekati zina dan an-Nûr 30-31 yang mengatur tentang cara bergaul52. dan lain sebagainya.. misalnya memberi pertolongan medis. Fiqih Islam. h. 48 49 50 51 52 47 Hasan Hathaut. aurat wanita dalam pandangan Islam adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan.48 Seorang wanita yang memperlihatkan sekadar rambut atau bagian bawah kakinya. h. Sinar Baru. menyaksikan secara langsung aurat seseorang yang bukan haknya pornoaksi. Sedangkan menurut definisi agama Islam. Fiqih Perempuan Refleksi Kiyai Atas Wacana Agama dan Gender. QS. dan jika dilakukan maka pelakunya harus bertobat karena dianggap berdosa. Jika pelakunya masih bujangan maka harus dicambuk sebanyak seratus kali mi'ata jaldah. Apalagi sampai berbuat zina maka dianggap telah melakukan dosa besar.

 Melakukan hubungan sksual atau adegan seksual didepan orang.  Membiarkan aurat terbuka dan atau berpakaian ketat atau tembus pandang dengan maksud untuk diambil gambarnya. 5. mengedarkan. dia dianggap telah melakukan aktivitas yang haram. baik untuk dicetak maupun divisualisasikan adalah haram.. atau gambar hubungan seksual atau adegan seksual adalah haram. h.Sementara itu. yang terbuka auratnya atau berpakaian ketat atau tembus pandang yang dapat membangkitkan nafsu birahi. alasan utama penutupan tubuh perempuan adalah untuk menghindari gangguan fitnah dan malapetaka dharar yang menempa diri perempuan.  Memperlihatkan aurat. Akan tetapi.  Melakukan pengambilan gambar sebagaimna angka 2 adalah haram.  Menperbanyak. 54 55 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001. Fiqih Islam. kemubahan ini bisa berubah menjadi haram ketika benda wasilah itu dipastikan dapat menjerumuskan pada tindakan keharaman. baik terhadap diri sendiri ataupun orang lain dan melihat hubungan seksual ataupun adegan seksual adalah haram. Kedua. Dengan demikian. sebuah benda dengan muatan pornografi dan pornoaksi dihukumi sebagai benda yaitu mubah.  Berbuat intim atau berdua-duaan khalwat antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram-nya dan perbuatan sejenis lainhya yang mendekati dan atau mendorong melakukan hubungan seksual diluar pernikahan adalah haram. menjual. suara. Ibid.. kecuali dalam keadaan diperlukan Abu Hanifah memperkenankan kedua lengan tangan dan kedua setengah betis kaki dibiarkan terbuka. berdasarkan berbagai nas dan dan kaidah ushul fiqih Secara umum Majelis Ulama indonesia MUI pada tahun 2001 mengeluarkan fatwa tentang pornografi dan pornoaksi menetapkan beberapa hal sebagai berikut. Karena itu. tingkah laku secara erotis. maupun ucapan baik melalui media cetak maupun elektronik yang dapat membangkitkan nafsu birahi adalah haram.  Menggabarkan secara langsung atau tidak langsung. memang dipandang belum melakukan aktivitas haram karena media sebagai benda adalah mubah. Seseorang yang dihadapkan pada suatu media porno. Mengenai batasan aurat menurut pandangan ulama' Fiqh dapat disimpulkan pada: Pertama. Sulaiman Rasjid. misalnya. tulisan reklame. kemubahan ini juga tidak berlaku untuk penyebarluasan dan propaganda pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi yang akan memiliki dampak serius di masyarakat. baik cetak atau visual. baik dengan lukisan gambar. melakukan gambar hubungan seksual. h. kaidah "ushul fiqih" yang mu'tabar menyebutkan: "Sarana yang menjerumuskan pada tindakan keharaman adalah haram". 404 . Bahwa perempuan hanya diperkenankan membuka wajah dan kedua pergelangan tangan. bila orang itu ikut dalam usaha membuat dan atau menyebarluaskan media porno. telapak tangan dan telapak kaki bagi perempuan adalah haram kecuali dalam hal-hal yang dibenarkan secara syar'i. Ibid. maka menurut syariat. dan alasan utama beberapa anggota tubuh dibiarkan terbuka adalah alasan keterpaksaan darurah atau keperluan hujjah. membeli dan melihat atau memperlihatkan gambar orang. yakni bagian tubuh antara pusar dan lutut bagi laki-laki dan bagian tubuh selain muka.55 Namun demikian. Sebab.

pornografi dan pornoaksi berat biasanya diatur ketat. manfaat.  Melakukan suatu perbuatan dan atau suatu ucapan yang dapat mendorong terjadinya hubungan seksual diluar pernikahan atau perbuatan sebagaimana dimaksud angka 6 adalah haram.[] BAGIAN KE-TIGA PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT GLOBAL A. Di beberapa negara. dan pada umumnya negara-negara mempunyai pembatasan menyangkut pornografi dan pornoaksi yang melibatkan kekerasan atau binatang. Sebaliknya. Kebanyakan negara berusaha membatasi akses anak-anak di bawah umur terhadap bahan-bahan porno berat. Memakai pakaian tembus pandang atau ketat yang dapat memperlihatkan lekuk tubuh adalah haram. termasuk produser pornografi dan pornoaksi Larry Flynt dan penulis Salman Rushdie. dan atau fasilitas dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan diatas adalah haram. mengatakan bahwa pornografi dan pornoaksi itu penting bagi kebebasan dan bahwa suatu masyarakat yang bebas dan beradab harus dinilai dari seberapa jauh mereka bersedia menerima pornografi dan pornoaksi. Sebagian orang. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Global Status hukum pornografi dan pornoaksi sangat berbeda-beda. lewat saluran-saluran televisi yang dapat dibatasi . pornografi dan pornoaksi ringan dianggap tidak terlalu mengganggu hingga dapat dijual di toko-toko umum atau disajikan di televisi. misalnya dengan membatasi ketersediaannya hanya pada toko buku dewasa.  Membantu dengan segala bentuknya dan atau membiarkan tampa pengingkaran perbuatan-perbuatan yang diharamkan diatas adalah haram. hanya melalui pesanan lewat pos. Pornografi dan pornoaksi anak dianggap melanggar hukum di kebanyakan negara. Kebanyakan negara mengizinkan paling kurang salah satu bentuk pornografi dan pornoaksi.  Memperoleh uang.

lihat: Pornografi dan pornoaksi internet. Namun banyak dari usaha-usaha ini ternyata tidak mampu membatasi ketersediaan pornografi dan pornoaksi karena akses yang cukup terbuka terhadap pornografi dan pornoaksi internet. Semua pemain harus berusia minimum 18 tahun. Belanda: Undang-undang yang sangat liberal. Pornografi dan pornoaksi anak yang menyajikan gambaran tentang anak-anak yang benar-benar terlibat dalam tindakan-tindakan seks atau yang berpose dalam penampilan yang porno adalah kejahatan. Brasil: Pornografi dan pornoaksi anak adalah kejahatan. namun pornografi dan pornoaksi masih cukup mudah diperoleh. Bahan-bahan porno tidak boleh diberikan kepada orang yang berusia kurang dari 18 tahun atau di beberapa daerah. Telanjang tidak dianggap termasuk bahan seperti ini. tetapi dengan catatan bahwa ada banyak toko dewasa di masing-masing negara bagian dan wilayah yang boleh menjual atau menyewakan bahan-bahan yang bersifat porno. majalah dan sampul DVD yang menampilkan alat kelamin harus disembunyikan dari pemandangan umum. Bahan-bahan porno dapat dibeli dan disewa di Northern Territory dan ACT. Materi-materi/tindakan-tindakan tertentu dikeluarkan sendiri dari bahan porno biasa. Lihat Sensor di Australia. penyebaran pornografi dan pornoaksi kepada anak-anak di bawah umur dianggap melanggar hukum. Bahan pornografi dan pornoaksi manapun hanya boleh dijual kepada orang yang berusia minimal 18 tahun. Video R18 hanya tersedia dalam toko-toko seks yang mempunyai izin • • • • • . Tuntutan terhadap pornografi dan pornoaksi maupun toleransinya sangat berbeda-beda dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya dan dari kota ke kota. Beberapa upaya untuk membatasi pornografi dan pornoaksi di internet telah dibatalkan oleh pengadilan. tetapi memilikinya tidak dianggap ilegal. Dijual secara terbuka di tempat-tempat penjualan koran dan majalah. 21 tahun. yang sangat jarang. Secara teknis menjual bahan-bahan porno illegal di Queensland. Britania Raya: Bahan-bahan porno berat dilarang hingga 1999. Yang lebih lazim lagi. Australia: Peraturan diperketat di bawah pemerintahan John Howard. Biasanya toko-toko porno membatasi usia orang-orang yang masuk ke situ. atau kadang-kadang barang-barang yang disajikan ditutupi sebagian atau sama sekali tidak terpampang. Para aktor laki-laki di film-film lokal harus mengenakan kondom dalam adegan-adegan penetrasi. Bestiality dinyatakan ilegal setelah dikeluarkannya undang-undang kesejahteraan binatang yang baru. menyalahgunakan anak atau menampilkan gambaran yang merendahkan martabat. Berikut ini status dan pemberlakuan pornografi dan pornoaksi diberbagai negaranegara dibelahan Dunia: • Amerika Serikat: Bahan-bahan porno berat legal pada tingkat Federal kecuali bila memenuhi uji Miller tentang ketidakpantasan. Pornografi dan pornoaksi biasa tidak termasuk hubungan seksual dengan binatang legal. Bila dijual di tempat-tempat umum. Berbagai negara bagian mempunyai undang-undang tentang pornografi dan pornoaksi. ketika kesulitankesulitan halangan perdagangan sehubungan dengan keanggotaan Komunitas Eropa menjamin arus yang relatif bebas dari barang-barang seperti itu untuk kebutuhan pribadi saja. Austria: Bahan-bahan yang "membahayakan remaja" atau bahan-bahan yang merendahkan martabat manusia tidak boleh dipamerkan atau dijual kepada orangorang yang berusia kurang dari 18 tahun. dll.orangtua. dan tidak boleh mengandung kekerasan.

Departemen Dalam Negeri berencana untuk memperkenalkan undang-undang yang melarang pornografi dan pornoaksi dengan kekerasan. atau bila dipamerkan kepada umum kecuali dalam tempat terbatas dan hanya terlihat di dalam "sebuah galeri seni atau museum yang bonafide". Jepang: Seperti di Eropa. Bahan porno ringan jarang disensor. Hong Kong: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan to anak-anak under 18 of umur.9 Hongaria: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan to anak-anak under 18 of umur. Denmark: Larangan terhadap literatur porno dicabut pada 1966. termasuk penggunaan pengawasan internet dan pembobolan sistem. pemilikannya diizinkan. Pada 1969 Denmark menjadi negara pertama di dunia yang melegalisasikan porno berat. Satuan polisi Israel untuk kejahatan komputer mengambil langkah-langkah ekstrem terhadap hal itu. Majalah-majalah dan koran-koran porno semakin banyak beredar sejak jatuhnya komunisme pada awal 1990-an. Karena pornografi dan pornoaksi anak hampir-hampir tidak mendapatkan perhatian masyarakat ataupun pemerintah masalah ini dapat dikatakan sebagai bentuk porno satu-satunya yang ilegal. Irlandia: Ilegal hingga pertengahan tahun 1990-an. Namun. atau bila diterbitkan tanpa sepenuhnya dibungkus tanpa peringatan yang “dengan mudah kelihatan” yang menyatakan bahwa bahan yang terkandung mungkin bisa membuat orang tersinggung dan tidak boleh diberikan kepada mereka yang di bawah umur. Gambar-gambar rambut kemaluan pada majalah-majalah • • • • • • • • . serta sejumlah perusahaan yang memproduksi porno Israel. penegakan hukum sangat lemah dan bahan-bahan porno mudah tersedia. India: Pornografi dan pornoaksi ilegal dan mendapatkan sanksi hukuman. pada akhir 1990-an hanya segelintir penerbit yang bertahan. Israel: Ilegal untuk orang-orang berusia di bawah 18 tahun. Karena ekonomi yang tidak stabil.khusus. Pornografi dan pornoaksi dalam bentuk tulisan saja tidak pernah dituntut sejak pengadilan Inside Linda Lovelace pada 1976. bahkan oleh stasiun-stasiun TV pemerintah. Pada tahun 1970-an dan 1980-an. foto telanjang biasa ditampilkan dalam media umum. Ada toko-toko Israel yang khusus menjual pornografi dan pornoaksi. Izin orangtua khusus dibutuhkan untuk memperlhiatkan materi porno berat kepada anak-anak mereka dengan tujuan pendidikan. jadi segala sesuatu yang lainnya tidak dibatasi. Jerman: Pornografi dan pornoaksi anak dilarang. Pornografi dan pornoaksi berat yang terkait dengan kekerasan dan binatang tidak boleh dibuat atau didistribusikan. Mempertontonkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. Meskipun hukum mendefinisikan anak sebagai orang yang berusia di bawah 14 tahun. tetapi majalah-majalah porno berat tersedia di penjual-penjual suratkabar dan majalah di beberapa tempat. dilarang keras memperlihatkan rambut kemaluan ataupun alat kelamin orang dewasa. meskipun hukum jarang diberlakukan. Pornografi dan pornoaksi dalam segala bentuknya dapat ditemukan di tempat-tempat penyewaan video termasuk mesin penjual video. bahannya tidak boleh dipampangkan dan hanya boleh dijual dengan diam-diam dan dengan permintaan khusus. • Bulgaria: Bahan porno berat "tidak dianjurkan" untuk diedarkan kepada orang-orang yang berusia di bawah 18 tahun. Bila sebuah toko bisa dimasuki anak kecil. Hukum mendefinisikan pornografi dan pornoaksi sebagai porno berat. bahan porno tidak boleh melibatkan orang yang berusia di bawah umur 18 tahun. Porno berat dibatasi kepada pembeli berusia 18 tahun atau lebih.

lewat internet. Pada 1999. Gambar-gambar dari jarak dekat close-up terhadap alat kelamin tetap dilarang. Prancis: Pornografi dan pornoaksi yang sangat penuh kekerasan atau sangat grafis sangat jelas diberi peringkat X. namun penegakan hukum sangat lemah. tetapi pada praktiknya legal. 50% untuk pelayanan porno online. pemerintah memberlakukan undang-undang yang melarang foto-foto dan video anak-anak yang telanjang. dan bahkan video-video yang paling eksplisit pun tidak akan memperlihatkannya. atau dengan menggunakan kekerasan tetap ilegal. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hukum. Bea cukai Kanada diberikan wewenang untuk menghentikan pemasukan bahan-bahan yang dilarang menurut undang-undang ketidakpantasan.impor biasanya akan dirobek. setelah Mahkamah Agung pada 7 Desember 2005 secara bulat membebaskan seorang bekas editor majalah karena menerbitkan porno berat yang tidak ditutupi pada 2002. saluran TV domestik dan TV kabel erotik mengaburkan organorgan seksual yang melakukan aktivitas biasanya dengan menggunakan segi empat hitam. film • • • • • . • Kanada: Undang-undang berbeda-beda dari provinsi ke provinsi. Norwegia: Bahan-bahan porno berat sudah lama secara de jure ilegal. Malaysia: Ilegal. yang sebelumnya cukup biasa ditampilkan di media umum. Kolombia: Pornografi dan pornoaksi anak dilarang di bawah konstitusi baru. namun penjualan kepada orang berusia di bawah 18 tahun batas usia berbeda-beda menurut provinsi umumya dilarang. tetapi legal untuk memilikinya. Bahan-bahan ini tidak boleh dipampangkan kepada anak-anak. ilegal untuk membuat. Pornografi dan pornoaksi dikenai pajak khusus 33% untuk film-film peringkat X. Sistem peringkatnya kontroversial. Ada juga sejumlah toko porno yang ilegal. Tetapi. nekrofilia. Pemasarannya diatur dengan ketat. khususnya kota-kota yang lebih besar. Belum jelas apakah keputusan Mahkamah Agung akan mempengaruhi film atau TV. mendistribusikan dan menjual. Beberapa stasiun TV juga telah menyiarkan film-film porno ringan setelah lewat tengah malam. meskipun tidak ada undang-undang spesifik yang mengatur distribusinya. meskipun penerbit-penerbit besar cenderung melakukan sensor diri untuk menghindari lobi kelompok-kelompok orangtua. artinya. pemerkosaan. para penerbit buku foto mulai menantang larangan ini sehingga rambut kemaluan kini cukup diterima umum. Kebanyakan bahan dijual di pasar gelap. Kebanyakan bahan dijual di toko-toko dewasa. namun penegakan hukum lemah. dipahami bahwa porno berat tercetak tidak lagi ilegal. Manga dan anime pada umumnya tetap tidak diatur. Orang dapat membelinya misalnya di luar negeri. Namun perlu dicatat bahwa menggambarkan kegiatan-kegiatan seksual yang melibatkan anak-anak. misalnya. atau melalui TV satelit. banyak toko buku homoseksual dan lesbian menuntut bahwa peraturan ini diberlakukan secara diskriminatif terhadap barangbarang porno untuk seks sejenis. binatang. Pornografi dan pornoaksi anak ilegal. para editor majalah-majalah. pada 2000. dll. Sejak sekitar 1991. Lihat pula Sensor di Kanada. dan diharapkan bahwa majalah-majalah porno akan dapat dijual secara terbuka di tokotoko umum. dan hanya boleh diperlihatkan di bioskop-bioskop tertentu. meskipun sebuah keputusan Mahkamah Agung Kanada yang kontroversial baru-baru ini tentang hak privasi sangat mempengaruhi usaha pemerintah untuk melacak dan menyitanya. Bogota mempunyai sekurang-kurangnya 300 tempat di mana pornografi dan pornoaksi porno berat dapat diperoleh secara legal. Meksiko: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak di bawah usia 18.

Taiwan: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun. Slovenia: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak yang berumur kurang dari 18 tahun. penjualan. Turki: menjual kepada anak-anak di bawah 18 tahun ilegal. Rusia: Produksi dan distribusi secara eksplisit dilarang. Vietnam: Ilegal. Swedia: Bahan yang melibatkan binatang de-facto legal tetapi dikenai undang-undang kesejahteraan binatang. Kini kebanyakan kios di Athena memampangkan majalah-majalah dan DVD porno berat. Majalahmajalah erotik dijual secara terbuka. Lihat Ayat 197 Undang-undang Pidana. nekrofilia atau pornografi dan pornoaksi anak. • • RRT: Baru-baru ini melegalkannya. Ada perkecualian untuk pornografi dan pornoaksi apabila mengandung nilai-nilai budaya atau ilmiah. Swiss: Legal. sehingga status dari kebanyakan materi tidak jelas. pengeluaran hajat atau tindakantindakan kekerasan. dan kartu permainan dijual secara terbuka di kios-kios tepi jalan dan di toko-toko wisata. 13 Yunani: Majalah-majalah ringan. Boleh ditonton oleh mereka yang berusia minimal 18 tahun. Pornografi dan pornoaksi yang ekstrem atau sangat jelas umumnya dibatasi hanya dijual di toko-toko dewasa. tetapi de facto ada sejumlah batasan tentang di mana bahan-bahan itu dapat dijual. Hukuman yang sama dapat dikenakan untuk pemilikan. • • • • • • • • B. De jure semua pornografi dan pornoaksi diizinkan termasuk porno anak-anak. tetapi klasifikasi ini dibatalkan oleh keputusan Conseil d'État Dewan Negara berdasarkan tuntutan yang diajukan oleh perhimpunan-perhimpunan yang mendukung agama Kristen dan nilai-nilai keluarga. impor. bestiality. Memampangkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. Mempertontonkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. Menurut undang-undang. Orang berusia di bawah 18 tahun dilarang berperan dalam film-film buatan Swedia. Hubungan seksual dengan binatang dan pornografi dan pornoaksi anak-anak de facto dilarang. tetapi Duma negara bagian telah berkali-kali gagal untuk mengesahkan undang-undang yang mengatur bahanbahan porno. dikenai sejumlah perkecualian: penjualan atau memperlihatkan kepada orang-orang berusia di bawah 16 tahun atau kepada penonton yang tidak menyetujuinya dapat dikenai hukuman denda atau penjara hingga tiga tahun. pornografi dan pornoaksi merusakkan nilai-nilai standar Vietnam. terhadap materi pornografi dan pornoaksi anak. Penegakan hukum ketat. dll. di sana hukum mendefinisikan pornografi dan pornoaksi sebagai materimateri termasuk pemerkosaan. biasanya tidak menampilkan puting susu dan daerah rambut kemaluan di sampulnya. tidak ada batas untuk majalah. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Lokal 1. Fenomena Pornografi dan pornoaksi .Baise-moi yang secara seksual eksplisit dan penuh kekerasan mula-mula diberi peringkat hanya "terbatas" oleh pemerintah Prancis. meskipun isi aturannya secara spesifik tidak diketahui. Kebanyakan materi difilmkan di SaintPetersburg. termasuk penerbitan ringan seperti Playboy. bestiality. sehingga semua bahan lainnya tergolong erotika legal. kalender. Singapura: Ilegal. majalah-majalah dewasa dijual kepada umum.

seperti Pejuang 1960. 1970-1980-an Pada awal 1970-an. Semangat anti nekolim pada tahun 1963-1965 diterjemahkan ke dalam gerakan anti film-film asing yang kebanyakan diimpor dari Amerika Serikat. namun semuanya lolos sensor. Tujuh Aktris tenar lainnya yang pernah menjadi korban serupa adalah Titien Sumarni dan Netty Herawati. Fenomena yang munculpun bagaiakan fenomena "gunung es". juga merajalela pada masa. Bahkan kemudian foto bugilnya tersebar luas di masyarakat. dll. Pada 1974. dll. namun penegakan hukum sangat lemah dan interpretasinya pun tidak sama dari zaman ke zaman. perfilman Indonesia berhasil untuk pertama kalinya menggunakan teknik film berwarna. adegan ciuman antara Frieda dan S. meraih penghargaan sebagai Aktris Terbaik se-Asia pada Festival Film Asia Pasifik di Seoul 1972. Oleh karenanya hampir tiap tahun dapat dipastikan akan muncul kasus-kasus pornogarafi walaupun dalam wajah yang berbeda. 1950-an Pada 1954 Nurnaningsih menimbulkan kehebohan di masyarakat umum karena berani tampil berani dalam beberapa filmnya yang antara lain disutradarai oleh Usmar Ismail Krisis dan Djadug Djayakusuma Harimau Tjampa. Satu Ranjang Dua Cinta”. seperti yang terdapat dalam film-film Warkop. Di beberapa majalah dimuat fotonya yang seronok. Resminya pornografi dan pornoaksi di Indonesia ilegal. Di pihak lain. seperti “Bernafas di Atas Ranjang. dan penegakan hukumnya pun juga boleh dibilang hanya isapan jempol. Bono dalam film Antara Bumi dengan Langit disensor karena reaksi berat dari masyarakat. Perhatikan kasus yang mencuat dari tahun-ketahun tentang kasus pornografi dan pornoaksi yang semakin beragam dan meningkat. Wanita Simpanan. pada tahun 1980-an ini juga muncul film-film yang menampilkan aktris-aktris cantik dan seksi. Nafsu Liar. Rahayu Effendy menjadi simbol seks ketika tampil bugil dengan Dicky Soeprapto dalam Tante Girang. Nafsu Birahi. Pada 1955.Di Indonesia pornografi dan pornoaksi sebagai ladang yang subur. Belakangan baru diketahui bahwa foto-foto itu adalah hasil teknik montage. Toha Pahlawan Bandung Selatan 1961. 1960-an Sesuai dengan semangat zamannya. 1929-an Pada 1929 diputar di Jakarta film Resia Boroboedoer yang menampilkan untuk pertama kalinya adegan ciuman dan kostum renang. Meskipun demikian penampilan adegan bugil dalam sebagian dari film-film yang bertema panas itu bukan sekadar eksploitasi murahan. film Indonesia pada periode ini banyak didominasi oleh film-film revolusi. misalnya. Suzanna. Suzanna tampil sebagai bintang film berani dalam adegan ranjang seperti misalnya dalam film “Bernapas Dalam Lumpur” 1970 yang diarahkan oleh Turino Djunaedy dan “Bumi Makin Panas” karya Ali Shahab. meskipun muncul berbagai protes dari masyarakat. Dunia film Indonesia bangkit dari kelesuan yang panjang. sementara Nurnaningsih sendiri tidak pernah tahu-menahu tentang pembuatannya. Anak-anak Revolusi 1964. Sejumlah film muncul dengan judul-judul yang menjurus ke pornografi dan pornoaksi. Sejumlah pemain yang muncul dalam film seperti . dengan pakaian minim.

sementara Badan Sensor Film tampak tidak berdaya.sebuah pasangan ditampilkan seolah-olah menghindari tabrakan bibir. adegan ciuman sama sekali diharamkan sehingga seringkali muncul adegan yang menggelikan. Awal April 2006 majalah Playboy edisi Indonesia beredar pertama kali dalam versi yang jauh berbeda dengan aslinya. Pandangan KUHP Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana memang tidak ditemukan pasal-pasal yang secara tegas mengatur masalah pornografi dan pornoaksi ini. baik di kota besar maupun kecil. semuanya membuat film dan gambar panas semakin mudah ditemukan. Acapkali diberitakan di surat kabar tentang masyarakat pedesaan yang menayangkan film-film biru pada acara-acara perhelatannya dengan menyewa video. Sebagian lagi merasa bahwa RUU APP ini hanya akan memasung kreativitas seni dan mengabaikan kemajemukan di dalam masyarakat.itu. Namun demikian bukan berarti sama sekali tidak ada pasal-pasal yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku pornografi dan pornoaksi ini. VCD. Pada 1996 Ayu Azhari muncul dalam adegan panas dalam sebuah film Amerika. Febby Lawrence. kehadiran teknologi video telah semakin mempermudah akses terhadap film-film asing yang tidak disensor. Terahir yang tak kalah heboh adalah kasus "Adegan Mesum anggota DPR dengan Artis dangdut". laser discs. bahkan sampai ke pedesaan sekalipun. ketika -karena gunting sensor -. The Outraged Fugitive. yang pada mulanya dimaksudkan hanya untuk koleksi pribadinya. Pada periode yang sama. antara lain Inneke Koesherawaty. Tersedianya kamera video dan videophone dengan harga relatif murah telah memungkinkan orang merekam adegan-adegan panas. Pada periode inilah muncul sejumlah kasus seperti sepasang mahasiswa dari kota Bandung. Begitu pula bus-bus malam dan hotel-hotel seringkali menyiarkan video-video panas. atau peredaran klip video yang dibuat dengan videophone oleh seorang pejabat di Kalimantan. Reynaldi. dll. Lisa Chaniago. Teguh Yulianto. meskipun rencana peredarannya jauh-jauh hari telah banyak ditentang oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintah. menampilkan sensor yang sangat ketat terhadap film-film yang disiarkannya. masyarakat dihebohkan dengan beredarnya kalender bugil dengan model Indonesia. 2. Misalnya. Sebagai contoh dapat digunakan pasal 533 KUHP yang selama ini dikenal dengan pasal pelanggaran kesopanan. Sebagian kalangan di masyarakat berusaha menangkal perubahan-perubahan dahsyat ini melalui Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan pornoaksi. Kiki Fatmala. Kehadiran parabola televisi. . Para model dan juru fotonya diajukan ke pengadilan dan dikenai tuntutan hukum. Ibra Azhari. 1990-2000-an Pada periode ini pengaruh kemajuan teknologi informasi semakin terasa dan sukar dihindari. DVD dan internet. Sementara itu. TVRI yang merupakan satu-satunya saluran televisi hingga akhir 1980-an.

Tidak hanya di masyarakat. Disamping kita harus memiliki keberanian berijtihad sebagaimana dikemukakan di atas. Tanpa adanya keberanian kita melakukan terobosan-terobosan seperti ini. semata-mata karena tidak adanya pasal-pasal yang secara tegas mengatur tentang hal itu. Sebenarnya kita tidak harus terpaku dengan bunyi suatu pasal perundangundangan yang mengakibatkan kekakuan dalam penerapan hukum. maka secara umum pornografi dan pornoaksi yang ditunjukkan di depan umum maupun pornoaksi di depan publik merupakan pelanggaran kesopanan bagi bagian terbesar masyarakat Indonesia yang religius. contoh: Menjamurnya keyboard porno. Sehingga dengan demikian meskipun pasalpasal KUHP tidak secara tegas menyebutkan kejahatan atau pelanggaran pornografi dan pornoaksi. seorang kakek mencabuli cucunya yang masih balita. Kalau ditelusuri maka faktor penyebab utamanya adalah karena sudah terlalu menjamur dan merajalela pornografi dan pornoaksi. B.000. kita juga dituntut mereformasi sanksi hukum yang terlalu ringan untuk pelanggaran kesopanan ini yakni hukuman kurungan selama-lamanya dua bulan atau denda sebanyakbanyaknya Rp. 3. atau bagaikan fatamorgana di tengahtengah kegersangan padang pasir. maka yang menjadi sasarannya adalah moral bangsa.Meskipun pada pasal tersebut yang menjadi ukurannya adalah kesopanan. Sanksi hukum yang demikian terlalu ringan bagi pelaku pornografi dan pornoaksi yang telah menghancurkan moral masyarakat dan bangsa sedemikian dahsyat. ia masih berhak untuk mendapatkan satu pahala. Masyarakat terbelah antara kubu pro dan kontra. Kita dapat merasakan akibat menjamurnya pornografi dan pornoaksi ini. Hakim secara moral diberi kewenangan untuk berijtihad mengembangkan dan menginterpertasi peraturan perundangundangan atau dalil hukum guna menegakkan keadilan. Bukankah sudah sering kita baca berita seorang ayah tega memperkosa putri kandungnya. dan lain-lain lagi. maka Indonesia baru yang kita cita-citakan bersama hanya merupakan utopia. Semetara kita tidak memiliki keberanian menjerat dan menghukum pelaku pornografi dan pornoaksi. maka pelaku pornografi dan pornoaksi ini masih dapat dijerat dengan alasan pelanggaran tentang kesopanan.-. Sayangnya belum semua Hakim memiliki keberanian moral untuk memposisikan pasal tersebut untuk menghukum pelaku pornografi dan pornoaksi sehingga mereka seolah-olah mendapat kebebasan menebar pornografi dan pornoaksi ini di tengah-tengah masyarakat. andaikata seorang hakim tersalah dalam ijtihadnya. Kontraversi RUU APP Dalam Masyarakat Sejak diluncurkan. di lembaga legislatif DPR pun terjadi pedebatan keras. Dua fraksi yang menentang RUU APP adalah FPDI Perjuangan dan Fraksi . Dalam hal ini Hakim tidak salah menempuh "contra legen" tentunya dengan pertimbangan hukum yang akurat guna menjatuhkan sanksi hukum yang benar-benar memenuhi rasa keadilan. Bahkan dalam keyakinan Islam. Rancangan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi RUU APP telah memancing polemik luas dalam masyarakat Indonesia. Tidak hanya para remaja tetapi juga para orang tua sudah banyak yang menjadi korban kerusakan moral. Atas dasar analisa yang demikian maka sebenarnya pasal 533 KUHP ini sudah dapat dijadikan jerat hukum menindak pelaku pornografi dan pornoaksi.

Bukankah konstitusi kita sangat menghormati keanekaragaman dan keunikan kultural masyarakatnya? Ketika kontroversi meluas. Di manapun. tetapi setidak-tidaknya hal itu menjadi ikhtiar untuk mengurangi gejala dekadensi moral dalam masyarakat yang sedang berubah. Sekalipun sebagaian sudah diatur dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana KUHP.Partai Damai Sejahtera. sebagaimana tadinya dimasalahkan kelompok-kelompok penentang. RUU APP bisa dinilai melanggar hak asasi manusia HAM dan UUD 1945. RUU APP sebenarnya tetap mengakomodasi pluralisme atau keanekaragaman budaya dan masyarakat Indonesia. Melihat beberapa indikator. Secara filosofis. persoalan pornografi dan pornoaksi bukanlah persoalan sederhana. . Papua. dekadensi moral dan akhlak masyarakat Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Kalau dicermati dengan seksama. politik. Harus diakui. Analoginya hampir sama dengan masalah keterkaitan antara pelacuran dan kesulitan ekonomi masyarakat. Apakah pemerintah atau negara sudah memikirkan masalah perbaikan ekonomi para perempuan dan masyarakat pada umumnya. masyarakat transisi selalu rentan terhadap pelbagai perubahan dan gejala sosial dan budaya baru. DPR yang menjadi inisiator RUU APP mengaku telah melakukan pengkajian mendalam. RUU APP merupakan kebutuhan fundamental bagi bangsa Indonesia ke depan. karena koteka adalah pakaian tradisional masyarakat lokal yang diwariskan secara temurun. Tidak sedikit pula biaya yang terpakai untuk menggodok RUU. ketika akar permasalahannya tidak dipahami dan ditanggulangi terlebih dahulu. Sesungguhnya tidak ada alasan kuat menolak RUU APP. Bertahun-tahun mereka melakukan pendalaman atas persoalan pornografi dan pornoaksi. sehingga perlu dibentengi dan dipagari dengan regulasi yang lebih kokoh. Jika dicermati pasal per pasal. termasuk pelbagai implikasi hukum. khususnya yang berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi. kecuali jika belum ada revisi. persoalan dekadensi moral tidak cukup dengan diseminasi regulasiregulasi baru. hampir tidak mungkin negara kemudian melarang masyarakat Papua mamakai koteka karena dinilai ''porno'' menurut negara. Kalau hal itu terjadi. Bali dan kelompok-kelompok ''minorias'' lainnya hanyalah ketakutan yang absurd. akan tetapi terbukti regulasi ini tidak cukup untuk mengurangi tingkat dekadensi moral yang terjadi dalam masyarakat. jika RUU yang berbiaya besar tersebut pada akhirnya hanya akan menjadi RUU yang tidak ada implikasi dan dampaknya bagi perbaikan kehidupan masyarakat dan bangsa secara keseluruhan. Banyaknya perempuan yang terjun ke dunia prostitusi umumnya karena terdesak oleh persoalan ekonomi. muncul pula gugatan dari beberapa kalangan bahwa semestinya pemerintah menanggulangi akar permasalahan maraknya pornografi dan pornoaksi di tengah masyarakat. Apa yang dikhawatirkan masyarakat Sulawesi Utara. Tentu sayang sekali. Fraksi-fraksi lain. ketika di sisi lain harus ada regulasi yang melarang prostitusi? Intinya. sosial. Fraksi partai-partai Islam tentu menjadi kelompok pendukung utama RUU APP. Alasannya. seperti Indonesia. tapi butuh pengkajian komprehensif. termasuk Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Demokrat. RUU APP merupakan "jawaban" atas kebutuhan masyarakat transisi. Sekalipun mempunyai pasal-pasal yang bagus. budaya dst yang bakal muncul ketika RUU APP kelak diundangkan. mendukung RUU ini. RUU APP belum tentu akan bisa memerangi pornografi dan pornoaksi.

56 56 Jumat 10 maret 2006 . 4. Yang dikhawatirkan masyarakat Sulawesi Utara. juga agama. Di manapun. tabloid. juga menganggap upaya untuk menyusun RUU APP sebagai langkah untuk 'mengarabkan' Indonesia. khususnya yang berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi danpornoaksi. Jangankan di Indonesia atau negara-negara Arab Timur Tengah. juga perlu diangat selain ada yang pro juga ada yang kotra dalam menaggapi tentang Rancana Saat ini. Di bidang ekonomi. Tidak ada alasan kuat menolak RUU APP. telah menjadi 'tambang uang'. Di negara Barat saja masalah pornografi dan pornoaksi diatur secara ketat. Jika dicermati pasal per pasal. Papua. Irfan Junaidi . tidak tertutup kemungkinan kepentingan bisnis ikut melatari penolakan ini. Paranonia Menolak RUU APP. RUU APP merupakan kebutuhan fundamental bagi bangsa Indonesia ke depan. westernisasi menjadi dinamika yang tak terbendung alirannya. Untuk itu ada beberapa kalangan yang menganggap bahwa sangat urgensi tentang munculnya Undang-Undang APP. 2. sehingga perlu dibentengi dan dipagari dengan regulasi yang lebih kokoh. Pornografi dan pornoaksi juga telah menjadi simbol aliran budaya Barat bisa juga dibaca liberal. di negara Barat saja masalah pornografi dan pornoaksi. masyarakat transisi selalu rentan terhadap pelbagai perubahan dan gejala sosial dan budaya baru. sekalipun mekanisme kontrol masyarakat sangat penting sebagai tindakan preemptive. yang secara filosofis merupakan ''jawaban'' atas kebutuhan masyarakat transisi. program televisi. KUHP terbukti tidak cukup untuk mengurangi tingkat dekadensi moral yang terjadi dalam masyarakat. Bali. Motif westernisasi ini juga punya peluang ikut bermain dalam aksi menolak RUU APP. seperti Indonesia. 3. dan kelompokkelompok ''minorias'' lain hanyalah ketakutan yang absurd. westernisasi terus dikampanyekan. 5. Unsur ideologi penolakan RUU APP ini bisa terlihat dengan munculnya tuduhan bahwa pembuatan RUU APP merupakan langkah awal untuk menerapkan syariat Islam. serta situs porno di internet. kehidupan sosial. Perdagangan majalah. Goenawan Mohamad. pornografi dan pornoaksi telah menjadi bisnis besar dengan keuntungan yang menggiurkan. Belakangan. dunia Arab disimbolkan sebagai Islam. kecuali jika belum ada revisi. sebagaimana tadinya dimasalahkan kelompok-kelompok penentang. vcd. Hal serupa juga terjadi pada aspek seni dan budaya. Republika. karena bisa berdampak jauh kepada moralitas generasi masa depan. Karenanya. Sementara itu. 6.Pornografi dan pornoaksi memang membutuhkan sebuah pengaturan yang tegas dari negara. Dalam artikelnya. 7. RUU APP sebenarnya tetap mengakomodasi pluralisme atau keanekaragaman budaya dan masyarakat Indonesia. Dalam banyak kasus. Persoalannya tak bisa diselesaikan di tingkat masyarakat. Diantara pentingnya undang-undang tersebut dengan berbagai alasan: 1. Tindakan berbau pornografi dan pornoaksi tak bisa dibiarkan begitu saja. Bisnis ini jelas terancam jika RUU APP disahkan.

Mereka khawatir. Padahal. dalam diskursus soal pornografi dan pornoaksi yang berjalan selama ini. ''menyebarkan''. warga di kedua wilayah tersebut bakal dijerat hukum jika RUU APP disahkan menjadi UU. memang tidak boleh dijangkau negara. tentu tidak perlu khawatir. argumentasi ini menganggap kreativitas seniman dan budayawan hanya mampu berada di area sensual. Substansi pasal-pasal itu juga tidak menunjuk kelompok gender tertentu. bertebaran dalam draf RUU tersebut. orang boleh telanjang di muka umum. hampir semuanya diawali dengan kata ''setiap orang''. Karenanya. Larangan membuka segala hal sensual. maupun warga Papua yang hanya berkoteka. Ini adalah alasan yang sangat klasik. Pertama. seolah-olah hanya disasarkan kepada perempuan. orang yang tampil tanpa busana malah dibela karena dianggap berani memperjuangkan kebebasan berekspresi. jelas sekali kata yang dipilih tidak menunjuk pada jenis kelamin tertentu. karena pakaian adatnya memang tidak menutup aurat secara sempurna. Artinya. mereka menganggap aturan tersebut sebagai alat mengekang kebebasan kaum perempuan dan menjadikan perempuan sebagai korban. Karena itu. Yang kelima adalah alasan yang sangat klasik: membuat kreasi seni dan budaya menjadi kering. Sebaliknya. Seniman dan budayawan yang menjadikan sensualitas sebagai 'tumpuan hidupnya' memang pantas risau dengan adanya RUU APP. Sebaliknya. Mulai dari Pasal 4 hingga Pasal 33. ''disiarkan/menyiarkan''. Sungguh logika ini sangat dipaksakan. Alasan kedua. Alasan keempat menuding RUU APP sebagai bentuk intervensi negara terhadap ruang privat warga negaranya. Mereka yang mempersepsi ketelanjangan itu sebagai pornografi dan pornoaksi kemudian dianggap berpikiran ngeres kotor dan disalahkan. hasil karya mereka menjadi kering ketika area itu dibatasi. Bali dan Papua kerap dijadikan modelnya. argumentasi ini sungguh merendahkan derajat para seniman dan budayawan. Dalam persepsi saya. Mengapa tiba-tiba mereka dijadikan 'tameng'? Dasar penolakan ketiga menyebutkan bahwa urusan pornografi dan pornoaksi cukup diatur Kitab Undang-Undang Hukum Pidana KUHP. Secara tidak langsung. lakilaki maupun perempuan bisa terkena implikasi. masyarakat dari kedua wilayah tersebut tidak pernah ikut dihitung. dari hasil pengamatan penulis sedikitnya ada enam jenis alasan yang kerap dikemukakan para penolak RUU APP yaitu. istilah ''dipertontonkan di muka umum''. Sensualitas yang dibatasi RUU APP adalah sensualitas yang memasuki ruang publik. mereka yang ruang kreasinya lebih luas dari sekadar sensualitas. Semoga Allah memberikan hidayah pada mereka! [] . jika diamati pasal demi pasal.Terkait dengan Undang-Undang tentang Anti pornografi dan pornoaksi tersebut. Karena itulah perlu aturan yang menyempurnakannya. Atas nama seni. Urusannya menjadi lain jika sensualitas itu memasuki ruang publik. Sensualitas yang berada di ruang privat. Lagi pula. Bukan baru kali ini pornografi dan pornoaksi dan seni dibentur-benturkan. Jika KUHP memang mencukupi. aturan itu bertentangan dengan adat istiadat di sebagian wilayah. RUU APP seolah-olah dianggap hanya mengatur masalah pakaian dan tubuh perempuan an sich. Alasan ini kerap sekali terdengar. Logika yang sangat awam pun mengetahui bahwa aturan itu disiapkan bukan untuk menjerat masyarakat adat Bali yang hanya mengenakan kemben. tentulah fenomena pornografi dan pornoaksi tidak akan marak seperti sekarang. Rancu jika aturan itu disebut merugikan perempuan.

Maraknya praktek aborsi dalam masyarakat memasukkan fenomena tersebut dalam tingkat yang lumrah.57 Secara spesifik. Namun di ujung spektrum lainnya. Selebihnya. Menakar “Harga” Perempuan. 1998]. Bali setiap hari ada 100 remaja di Denpasar dan Bandung yang ingin dipulihkan dari kehamilan yang tidak mereka inginkan [Matra. 30/11/1997] menyatakan 99. Tahun berikutnya. persoalan aborsi tidak dapat dipandang secara sederhana. Kesulitan mengestimasi angka praktek aborsi di lapangan secara akurat lebih dihadapkan pada kendala hukum dan norma-norma sosial. aborsi mendapatkan justifikasinya oleh beberapa kalangan. Bahwa aborsi dipandang sebagai salah satu bentuk otonomi perempuan atas tubuhnya. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa aborsi nyaris serupa dengan praktek pembunuhan. beban kerja berlebihan dan kondisi kesehatan mencapai angka 20%. Penelitian ini juga mengungkapkan faktor-faktor yang mendorong perempuan mengambil langkah abortus spontan ialah kelelahan. November 1995]. 50% diantaranya dilakukan oleh mereka yang belum menikah. Dari sudut pandang agama. hukum Positif Indonesia seperti KUHP juga memetakan aborsi dalam tindak pidana. Cet. pada dasarnya. 10% responden melakukan abortus provokatus terapikus [APT]. h.7% perempuan yang melakukan aborsi adalah ibu-ibu yang sudah menikah. Atas dasar itu. belum menunjukkan jumlah kejadian yang sebenarnya. banyak kalangan terutama agamawan memandang aborsi sebagai yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan keagamaan.000. hak reproduksi yang terkualifisir dalam instrumen Hak Asasi Manusia semakin memuluskan praktek aborsi dan memperuncing kompleksitas dampak-dampaknya. h. Lebih dari itu. Hak-Hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung.000 aborsi setiap tahun di Indonesia. Sementara itu. aborsi secara tegas dinyatakan sebagai praktek yang dilarang. dan 65% responden melakukan abortus provokatus kriminalis [APK].152-154 . Tidak jauh Adrina dkk. [Bandung: Mizan. Aborsi merupakan bagian dari hak reproduksi. dan hal ini berarti perempuan memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan aborsi yang aman. Tarik ulur tentang kebolehan aborsi dan tidaknya menempatkan praktek tersebut sebagai sesuatu yang sulit diketahui dan dilacak secara numerikal dengan pasti. ke-1. Ironisnya. aborsi di kalangan masyarakat benar-benar terjadi dan ada. Kendati demikian. angka-angka yang diperoleh.117-118 58 57 Syafiq Hasyim [Ed]. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.58 Akhirnya. pada tahun 1994 diperkirakan terjadi 1. Sumapraja [Kompas. penelitian lapangan yang dilakukan oleh Indraswari dari FISIP Unpad pada tahun 1997 menyimpulkan 85% pelaku aborsi berstatus menikah.II ABORSI BAGIAN PERTAMA FENOMENA ABORSI Aborsi merupakan realitas sosial yang menggejala di kalangan masyarakat. 1999]. Secara afirmatif. 3/10/1994]. dan dari jumlah ini kurang lebih 10-25% adalah remaja [Jayakarta. Sebagai ilustrasi banyaknya praktek aborsi.

maka calon ibu mencari pelaku pengguguran yang illegal dan tidak aman. Karena itu. aborsi dipandang sebagai langkah untuk menekan dan bahkan mencegah angka kematian ibu yang masih relatif tinggi terutama di Indonesia. aborsi dinilai sebagai tindak kriminal. Konsekuensi logis dari itu adalah masalah aborsi dapat dinyatakan lebih merupakan masalah kesehatan. secara psikologis. dan akhirnya menyebabkan kematian. . Lebih lanjut. Namun dari sudut hukum. amandemen Pasal 60 UU No. pengaturan abortus tidak hanya untuk melindungi jiwa dan kesehatan ibu. mengakibatkan kondisi keterpurukan dan desperate. tidak aman. Dalam konteks kasuistis seorang ibu yang tengah mengandung dan yang dalam kondisi desperate. Lalu bagaimana dengan Islam yang melarang pembunuhan nyawa tidak berdosa dan juga menuntut peningkatan kualitas generasi. dan tidak bertanggung jawab.berbeda dengan perspektif agama. Instabilitas psikologis dalam tingkat-tingkat tertentu.23/1992 harus dilakukan. Namun kenyataan banyaknya pelaku aborsi. koordinator Sub Komisi Kesehatan Komisi VII DPR-RI dr. dalam Pasal 60 ayat [1] RUU Kesehatan disebutkan bahwa pemerintah berkewajiban melindungi kaum perempuan dari praktik pengguguran kandungan yang tidak bermutu. H. RUU tersebut melegalkan praktek aborsi. Upaya percobaan penguguran janin bukan tidak mungkin melahirkan bayi yang justru mempunyai kualitas kesehatan dan intelegensia yang buruk. Dengan demikian aborsi dan pengaturannya dari sudut pandang kesehatan dimaksudkan untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi. Secara sepintas. tetapi juga kesehatan bayi yang akan dilahirkan. dampak dari aborsi yang tidak aman sangat berbahaya bagi jiwa dan kesehatan ibu. Akibat illegalitas abortus dalam hukum Indonesia dan kualifikasinya sebagai tindakan kriminal. Kehamilan yang tidak diinginkan. Dalam Lokakarya Nasional "Amandemen UU Kesehatan No. dari aspek kesehatan. Alasannya. pengaturan aborsi dilakukan dengan persyaratan tertentu. Secara khusus. melalui peraturan perundang-undangan. Lebih dari itu. mengimplikasikan tindakan yang pada mulanya tidak terpikirkan namun pada akhirnya dianggap sebagai solusi final. dan bukan masalah moral ataupun agama. aborsi dari segi moral juga dinilai sebagai tindakan asusila. Lebih lanjut.23 Tahun 1992" yang diselenggarakan oleh Komisi VII DPR dan Koalisi untuk Indonesia Sehat di Gedung DPR [hukumonline. 27 Desember 2006]. Sementara penurunan angka dan bahkan stagnasi pada titik nadir dalam fluktuatifitas kualitas intelegensia banyak diakibatkan oleh upaya pengguguran janin yang illegal dan tidak aman. RUU Kesehatan disketsakan guna melindungi kaum ibu dari kematian yang seharusnya dapat dicegah. RUU Kesehatan dimaksudkan untuk mengatur praktek-praktek aborsi illegal dan tidak aman yang justeru menimbulkan komplikasi buruk bagi ibu akibat pengguguran kandungan. Bahwa aborsi tidak dilakukan terhadap janin yang telah berusia tiga bulan. dan pencabangan [bifurcation] dari itu ialah pelaku aborsi dan penolong dari pelaku aborsi dapat dijerat hukuman. karena secara substansial aborsi tidak lebih dari bentuk pembunuhan janin yang tidak berdosa. pengguguran janin bukan tidak mungkin merupakan solusi untuk menghilangkan beban. Sementara itu. namun tidak demikian jika ditelisik secara mendalam. Sanoesi Tambunan menyatakan bahwa sekitar 30% dari kematian ibu di Indonesia terjadi akibat abortus yang tidak aman dan tidak bertanggung jawab.A. dalam perspektif hukum setidaknya menunjukkan bahwa hukum belum mampu menampakkan efekfitifitasnya dalam memberi efek jera.

1987]. Theology of The Third Millenium. C. 51 Hans Kung. R. namun hukum Islam lebih dilatarbelakangi oleh kaitannya yang amat erat dengan agama semit di samping oleh sumber-sumber hukumnya yang orisinil. Atas dasar itu.60 Kedua sikap tersebut akan mewujudkan kehidupan sosial yang tidak sekedar penuh harmonisasi. Namun dalam tataran realistisnya. Penelitian ini sangat penting dilakukan. [Edindurgh: Edinburgh University. E. sistem hukum sosialis dan common law di dunia. Major Legal Systems in The World Today. 1995]. David. Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis terj. salah satu agama dunia59 yang berkembang pesat di Indonesia. Terkait dengan aborsi. dalam menghadapi agama-agama lain dan elemen-elemen dalam kehidupan sosial seperti hukum dan kedokteran mempunyai sikap dasar ‘agree in disagrement’ dan ‘competition in good.. 19 . h. Roland Robertson. h. dipandang perlu untuk melakukan penelusuran aborsi dalam hukum Islam terkait dengan kompleksitas kasus aborsi dalam tataran praktisnya di Indonesia. Dasar Hukum Islam Hukum Islam merupakan sistem hukum yang dinilai penting di dunia selain sistem hukum Romawi Jerman. BAGIAN KEDUA ABORSI DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF A. tetapi juga kerjasama yang produktif dan dinamis. [London: 1968]. 9 60 61 62 59 W. truth claims [klaim-klaim kebenaran] seringkali dihadapkan dengan stereotpyng negatif bahwa agama tidak mencerminkan keadilan dan kurang memperhatikan asas kemanusiaan. Islamic Political Thought. 1988] Brierly J. Menurut David62 jika urgensitas ketiga sistem terakhir lebih disebabkan oleh perkembangannya yang pesat dan sekaligus pengaruhnya yang signifikan terhadap perkembangan peradaban Barat. Mongomery Watt. dari Sociology of Religion oleh Ahmad Fedyani Saifuddin. karena mengesampingkan kesehatan sang ibu dan bayi. h. yaitu sisi hukum dan kedokteran. ed. [New York: Doubleday. karena akan berpengaruh pada proses perubahan kehidupan sosial keagamaan masyarakat yang oleh Kung dilukiskan sebagai pergeseran paradigma [paradigm shift] dan atau perubahan paradigma [paradigm change] terhadap unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik61 yang sudah tentu akan memunculkan pula implikasi signifikan pada hubungan yang integral dan dinamis antara agama Islam dan pilar-pilar kehidupan sosial lain. [ Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.Islam. Islam yang tidak membolehkan penghilangan paksa nyawa dapat dianggap sebagai agama yang ahumanis.

seperti toleransi. 67 Ibid. aqidah dan kedua. Al-Qur’an melekatkan ‘lem’ terminologi iman untuk menjelaskan aqidah dan amal shalih untuk syariah. [Kairo: Dâr al-Syurûq. menurut Syalthut. samawi dan mutlak. syariah. Islam sebagai Islam sejarah yang diimplementasi dan diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat. pertama. pemikiran dan etika. Dalam suatu ceramahnya. Konsepsi al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman manusia untuk mencapai kesalehan individual dan sosial dipastikan selalu bersinergi dengan realitas sosial. sistem keyakinan. 1. namun dalam beberapa kasus justeru menghasilkan serangkaian paradoks yang pada akhirnya mengaburkan makna Islam itu sendiri. 2001]. Dari The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror. terj. [Jakarta: Penerbit PARAMADINA. sakralitas Islam tersebut tidak lantas menjadikan Islam sebagai agama yang tidak berdimensi sosial. Islam as such sebagai sistem kepercayaan. Islam sebagai konsep terwujud dalam al-Qur’an dan Sunnah. yaitu pertama. CET. pendidikan dan lain-lain. dan dalam pengertian lain Islam berarti peradaban yang tumbuh dan berkembang di bawah pengawasan agama Islam [Islam secara sejarah]. CET. Islam menunjukkan sebuah agama. Wahyu dari Allah sebagaimana yang tersurat dalam al-Qur’an dan Sunnah selalu bersinggungan dengan berbagai aspek sosial. hati dan hidup. 66 Lebih lanjut. dan secara horisontal dengan sesama manusia dan makhluk lainnya. bahwa Islam mempunyai tiga persepsi. Syariah adalah peraturan-peraturan yang dilegislasikan oleh Allah untuk diimplementasikan dalam kerangka menciptakan harmoni dalam hubungan manusia secara vertikal dengan Allah dan horizontal dengan manusia dan alam. Syalthut Bernard Lewis. Islam sebagai yang disistematisasikan melalui interpretasi oleh para ulama berdasarkan konteks sosial budaya masyarakat. Sakralitas Islam disebabkan oleh transendensitas sumber-sumber agama yang berbasis wahyu divinitas al-Qur’an dan Sunnah [revealed religion] dan yang tidak dapat diamandemen. dengan demikian. Kendati demikian. ibadah. karena itu Islam secara konsepsional dinilai sebagai yang tidak berubah.. karena Islam merupakan agama yang disampaikan oleh [Nabi] Muhammad dan untuk umat manusia. abadi. dan an-Nahl/16: 97. 2002]. kedua. Islam dalam Krisis: Antara Perang Suci dan Teror Kotor. legal rulings [hukum-hukum] menjadi pointer penting dalam konstruksi teks-teks keagamaan karena objek hukum menyambung mata rantai keterkaitan manusia secara vertikal dengan Tuhan. hukum. h. Al-Islâm: ‘Aqîdah wa Syarîah. 10 . Jawa Pos Press: 2004]. 65 66 63 Mahmud Syalthut. dan ketiga. Al-Qur’an. Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Suci. Lewis64 memaparkan lebih lanjut. 64 Dawam Rahardjo. Dalam hal ini. 2. negara dan kebudayaan. aqidah merupakan teoritasi yang menuntut individu meyakininya lebih dahulu secara holistik dan tanpa ragu. dan atas dasar itu interpretasi Islam selalu berkembang dan dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman.65 menegaskan bahwa Islam memiliki dua pilar fundamental yang harus diobyektivasi dan lantas diinternalisasi dalam akal. [Surabaya. Dalam satu pengertian.67 Bertolak dari struktur ayat qur’aniyah. Konstruksi aqidah dan amal shaleh dalam bingkai unifikasi dalam al-Qur’an dapat dilihat dalam surat alKahfi/18: 107-108. merupakan agama Tuhan yang bersifat transenden.Islam menurut Lewis63 memiliki dua pengertian yang saling berhubungan.

dengan demikian. Paradigma ini memunculkan persepsi Islam sebagai yang ditafsirkan oleh ulama namun tetap berporos pada syariah. Syariat merupakan program implementasi dari aqidah. secara umum. dari sudut historisnya. maka ramifikasi dari itu ialah syariat sebagai program pelaksanaannya juga meliputi seluruh segi kehidupan meski dalam berbagai paparan dan penyelesaian terhadap problematika kemanusiannnya tidak disebutkan dalam preseden terperinci. seperti Zahrah68 mendefinisikan hukum Islam sebagai seperangkat peraturan berbasis al-Qur’an dan Sunnah Rasul mengenai tingkah laku manusia mukallaf yang diakui dan diyakini berlaku serta mengikat semua umat yang 68 Muhammad Abu Zahrah. Ambivalensi ini terjadi apabila ditelusuri dari dan dikaitkan dengan pandangan bahwa atom dari syariah terkandung dalam al-Qur’an. Dengan demikian. fiqh yang merupakan ciptaan manusia bersifat temporal dan tunduk pada determinan sosiologis. Bahkan mayoritas cendekiawan muslim. hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam. karena syariah merupakan pelembagaan kehendak Tuhan yang belum dimasuki oleh aktivitas akal interpreter. Sedangkan fiqh merupakan keputusankeputusan-keputusan yang disimplifikasikan dari syariah oleh ulama. Sunnah. pengertian hukum Islam jika dialihbahasakan dengan menselaraskan pengalihbahasaan dari bahasa Inggris [Islam law dan Islamic yurisprudence] yang lumrah di kalangan muslim di atas menciptakan ambiguitas. implementasinya dapat berbeda-beda sepanjang sejarah kemanusiaan. sedangkan fiqh merupakan hasil analisa manusia terhadap syariah. Di Indonesia. 1958]. Konsekuensi logisnya adalah aqidah hanya satu dan seragam. mencakup konsep-konsep dasar yang transenden dan eternal karena bersumber secara ontologis dari legislator tertinggi. Islam sebagai hasil interpretasi ini disebut dengan fiqh. . Sebaliknya syariah bersifat absolut dan tidak dapat dirubah. Syariah merupakan wahyu Tuhan yang mengatur kehidupan manusia secara universal. segi peraturan-peraturan hidup dalam masyarakat yang mengatur perbuatan manusia terhadap manusia lain dalam masyarakat. Sejarah menuliskan bahwa setiap rasul membawa syariatnya masing-masing. Syariah. syariah. Salah satu di antaranya adalah segi hukum. merupakan seluruh peraturan [syara’] yang bersumber dari Allah [syâri’] dan disampaikan oleh Rasul kepada manusia. Akhirnya. Ushûl al-Fiqh. dan syariat merupakan implikasi dan konsekuensi serta pencabangan dari aqidah. [Beirut: Dâr al-Fikr. Karena aqidah menjadi sentral dari dan [serba] meliputi seluruh segi kehidupan. Banyak pakar Islam mengafirmasikan bahwa syariah ialah fiqh. Syariah menjadi sumber primer seluruh akitivitas manusia dan hanya berasal dari Tuhan. sedangkan fiqh lebih mengkristal pada hasil pemahaman manusia yang cenderung bersifat temporal sesuai dengan dan mengikuti perkembangan budaya manusia dan perubahan sosial masyarakat. Substansi al-Qur’an dan Sunnah yang ditujukan bagi manusia paripurna di seluruh alam dan merupakan reaksi aktif dari serangkaian persoalan masyarakat menuntut sistematisasi interpretasi terstruktur sebagai upaya aktualisasi teks sekaligus hukumnya dalam dialektika hubungan teks dan realitas. ijma [konsensus masyarakat Islam] dan qiyas [analogi]. dan sementara itu. Dalam hal ini. Dengan demikian. Bahwa sinonimitas terdapat pada term Islamic law dengan syariah [obyek analisa manusia] dan Islamic yurisprudence dengan fiqh [hasil analisa manusia] berdampak pada ambiguitas tentang lahan syariah dan fiqh. syariah mendahului fiqh. Atas dasar itu.menyatakan bahwa aqidah menjadi basis fundamental dan poros dari syariat. dan fiqh ialah syariah. mencakup hubungan manusia dengan Tuhan.

AlQur’an. Ambiguitas mengenai term hukum Islam ini dapat dipahami. Eksistensi hukum Islam yang pada prinsipnya mencakup dimensi sosial menjadikan pelaksanaan hukumnya selain sebagai kewajiban religius juga menjadi rujukan pengambilan kebijakan utama terhadap kepentingan umum [good public] masyarakat dan parameter etikanya. dan yang terkait dengan proses turunnya wahyu dari Tuhan. wâjib. serta yang merupakan jawaban atas persoalan yang terjadi masa [Nabi] Muhammad. Lebih lanjut. Tidak jauh berbeda dengan itu. Muhammad. ketiga. Dengan demikian. hukum Islam merupakan hukum agama dan hukum moralitas. fiqh Islam dan hukum Islam. hukum Islam menurut teori ulama muslim zaman pertengahan Islam ialah hukum yang terstruktur dari dan dibangun secara hiraerkis di atas empat komponen sumber hukum. fiqh. Akhirnya. Di kalangan masyarakat Indonesia berkembang berbagai macam istilah hukum Islam yang satu dengan yang lain mempunyai persamaan dan sekaligus juga perbedaan. Sunnah dan literatur fiqh klasik. Konsep bahwa teks ilahiyah mempunyai permanensi mutlak dan pelaksanaannya memiliki fleksibilitas sejalan dengan good public menunjukkan bahwa hukum Islam selain merupakan instrumen yang konstan juga meliputi prinsip dasar hukum yaitu kebebasan. Secara spesifik. Kendati tidak sedikit materi hukum Islam yang merupakan hasil ijtihad. dapat disebut sebagai norma hukum atau dalam bahasa Islam al-ahkâm yang pada tahap selanjutnya disebut dengan hukum Islam. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas ulama muslim berpendapat bahwa hukum Islam mencakup hukum syariah dan hukum fiqh. Hukum Islam itu juga dapat dikaitkan dengan aturan formal atau nonformal dari pemahaman berbasis sosiologis empiris dan normatif terhadap teks-teks divinitas pasca masa hayat [Nabi] Muhammad. Al-Qur’an hanya menyebutkan hukum Allah dan tidak hukum Islam. [Lahore: Islamic Publications Ltd. Menurut Muslehuddin69 sebagaimana yang dikutip dari Oxford English Dictionary bahwa hukum adalah kumpulan aturan. 17 69 . sunnah. maka hasil ijtihad tersebut juga dinilai sebagai hukum yang memiliki nilai religiusitas dan sanksi keagamaan. tetapi karena secara konseptual membentuk garis hirarki dari ideal makna hukum Islam yang pertama. Philosophy of Islamic Law and The Orientalist: A Comparative Study of Islamic Legal System. qiyas [penalaran analogis]. ijma’ [konsensus]. karena istilah hukum Islam tidak termuat dan ditemukan dalam al-Qur’an. Hal ini pada tataran implementasinya mengkonsekuensikan balasan di dunia dan di akherat. 1980]. Bahwa hukum Islam yang bersumber dari wahyu merupakan suatu sistem yang mengandung norma hukum baik yang bersifat haram. tetapi secara subtansial merujuk pada sistem hukum yang terdiri atas dan bersumber dari kaedah hukum berbasis divinitas [alQur’an dan Sunnah] dan kaedah hukum bersumber dari al-ra’yu. pertama. seperti istishlâh dengan tetap merujuk pada satu sumber primer yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Sunnah dan literatur fiqh klasik menggunakan istilah syariah. hukum Islam adalah suatu kaedah hukum yang bersifat konkrit. kedua.beragama Islam. Sunnah. dan mubâh. Kebebasan ini terartikulasikan dalam aktivitas para pakar hukum. makrûh. h. Kendati istilah-istilah tersebut memiliki pengertian beragam. akitivitas ini menampakkan adanya variasi-variasi. syariat Islam. al-Qur’an. fiqh dan derivasinya untuk menyebut hukum Islam. Istilahistilah tersebut adalah syariat. Oleh karena Muslehuddin. baik dari produk atauran formal maupun adat. dan keempat. yang diakui oleh masyarakat atau bangsa tertentu sehingga mengikat [individu]nya sebagai anggota atau subyeknya.

hukum Islam melembaga dan menginternalisasi menjadi kebiasaan dalam kehidupan setiap muslim guna meraih ketertiban. BAGIAN KE-TIGA DESAIN ABORSI A. aborsi disebut dengan al-ijhâdh atau isqâth al-haml. Lihat KH. tidak diterbitkan] . beberapa fuqaha juga membedakan kedua istilah ini.71 Adapun aborsi [isqâth al-haml] dalam pengertian terminologis sebagaimana yang didefinisikan oleh para adalah pengguguran janin yang dikandung perempuan dengan tindakan tertentu sebelum sempurna masa kehamilannya.70 Dalam bahasa Arab.itu. 44 Banyak fuqaha kontemporer yang menggunakan istilah al-ijhadh. Abortus Menurut Hukum Islam. h.Aziz Masyhuri. Oktober 1992. Dr. Namun demikian. Wahbah Zuhaili dalam al-Fiqh al-Islamy wa adillatuhu. gugur kandungan atau keguguran. Ali Hasan. 1998]. digunakan oleh dokter Arab untuk pengguguran 71 Mas’alah Tahd d an-Nasl. Wiqâyatan wa ‘Ilâjan. Pengertian Aborsi Kata aborsi berasal dari bahasa Inggris yaitu abortion dan bahasa Latin abortus.A. [Jakarta: Raja Grafindo Persada. Syaikh al-Azhar [mantan] Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq dalam Ahkâm as-Syarî’ah al-Islâmiyyah fî Mâsa’il Thibbiyyah ‘an al-Amrâdh ankandungan yang sudah tua. Sa’id Ramadhan al-Buthi dalam î Nisâ’iyyah wa Shihhah al-Injâbiyah. misalnya. kedamaian. [Makalah pada acara Bathsul Masail NU Wilayah Jawa Timur. secara etimologis berarti. Masail Fiqhiyah al-Haditsah pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akherat. Misalnya Dr. Isqâth al-Haml . baik dalam keadaan hidup atau mati 70M. sementara al-Ijhâdh digunakan untuk pengguguran kandungan yang masih muda.

tidak disengaja dan tanpa pengaruh dari luar atau tanpa tindakan. 77 76 Harkristuti Harkrisnowo. Universitas al-Azhar. Keadaan terhentinya pertumbuhan yang normal [untuk makhluk hidup].sebelum si janin bisa hidup di luar kandungan namun telah terbentuk sebagian anggota tubuhnya. Ahkâm al-Syarî’ah al-Islâmiyyah fî Masâ’il al-Thibbiyah ‘an Amrâdh alNisâiyyah wa Shihhah al-Injâbiyyah. [Makalah Seminar dan Lokakarya Aborsi Ditinjau dari Perspektif Fiqh yang diselenggarakan oleh PP Fatayat NU. Abortus spontan bisa terjadi karena kecelakaan. Sedangkan Maryono Reksodipura dari Fakultas Hukum UI mendefinisikan aborsi dengan pengeluaran hasil konsepsi dari rahim sebelum waktunya [sebelum dapat lahir secara alamiyah].76 Aborsi yang tersebut terakhir inilah yang sering disebut dengan aborsi illegal dan diancam hukuman. Macam-macam Aborsi Selaras dengan definisi yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Surabaya: Bina Ilmu. Abortus provocatus thorapeuticus. Terpancarnya embrio yang tidak mungkin lagi hidup [sebelum hasil bulan keempat dari kehamilan]. Tindakan semacam ini dibagi dua: 3. h. [Kairo. 3. 1994]. Haji Masagung.75 Dari definisi-definisi di atas. CET. 4. Abortus Spontaneous [aborsi spontan] yakni aborsi yang terjadi dengan sendirinya. yakni yang dilakukan tanpa indikasi medis apapun. dapat disimpulkan bahwa aborsi adalah tindakan yang dimaksudkan secara sengaja untuk menggugurkan kandungan yang belum cukup waktu untuk hidup B. 2000]. baik pidana maupun hukum Islam. 38-39 . 1997]. penyakit syphilis. Islam dan Keluarga Berencana di Indonesia. 135 73 Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Depdikbud RI. yakni yang dilakukan atas dasar pertimbangan medis yang sungguh-sungguh dan pada umumnya untuk menyelamatkan jiwa si ibu. Lihat juga Masyfuk Zuhdi. h. dan dianggap sebagai tindak pidana. [Jakarta: Balai Pustaka. aborsi adalah pengakhiran kehamilan sebelum masa gestasi [kehamilan] 28 minggu atau sebelum janin mencapai berat 1. Guguran [janin]. 3. 1995]. 2. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. 33 Masyfuk Zuhdi. 1986]. keguguran atau keluron. h. Kamus Besar Bahasa Indonesia.74 Sardikin Ginaputra dari Fakultas Kedokteran UI mendefinisikan aborsi sebagai pengakhiran kehamilan atau hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. h. Abortus provocatus criminalis. maka dikenal dua macam bentuk aborsi yakni: 1. 4.000 gram. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. h. Sedangkan untuk dua macam aborsi yang lain [abortus spontaneous dan abortus provocatus therapeuticus] hukum pidana dan Jaad al-Haqq ‘Ali Jaad al-Haq. Jakarta. CET.72 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia aborsi adalah: 1. yakni aborsi yang dilakukan dengan sengaja. dan sebagainya. 2 74 75 72 Ensiklopedi Islam [Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve. 1989]. [Jakarta: CV. Abortus Provocatus atau abortus arteficiallis.73 Dalam istilah kedokteran. 2. h. 2.

Responden juga kurang jujur dalam menjawab pertanyaan karena ada stigma-stigma tertentu mengenai aborsi. h. Dan bahwa angka-angka aborsi belum cukup merepresentasi angka praktek aborsi yang faktual dan karena itu. dan 65% responden melakukan abortus provokatus kriminalis [APK]. Namun demikian. Hak-hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung.3 juta. Dari alasan-alasan yang dikemukakan. [Bandung: Mizan. 3] kelompok praktisi seks komersial [14%]. 1. tampaknya sulit ditemukan datanya. dan 15-20% dilakukan remaja. H.000 aborsi setiap tahun di Indonesia. adanya paksaan dari keluarga.hukum Islam memberikan kualifikasi dan ketentuan yang berbeda-beda menurut faktor penyebabnya. dari perspektif agama. 2001]. 2] kelompok remaja [27%]. 1999]. sekali lagi belum menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. 10% responden melakukan abortus provokatus terapikus [APT]. Tahun berikutnya. C. Faktisitas Aborsi di Indonesia Sebagaimana tersebut di atas bahwa aborsi di lapangan benar-benar merupakan fakta sosial. 3/10/1994]. 117-118 78 79 77 Syafiq Hasyim. Penelitian lapangan yang dilakukan oleh Indraswari dari FISIP Unpad tahun 1997 menyimpulkan 85% pelaku aborsi berstatus menikah.7% perempuan yang melakukan aborsi adalah ibu-ibu yang sudah menikah [Kompas. incest. menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara [Majalah Gemari September 2001] Angka-angka di atas.77 Sedangkan angka yang disodorkan oleh Prof. Apalagi pada umumnya penelitian dilakukan dengan responden yang tidak banyak dan tidak luas sebaran wilayahnya. Aborsi dapat dilakukan akibat kekhawatiran dengan resiko sosial. ed. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia.. Bali setiap hari ada 100 remaja di Denpasar dan Bandung yang ingin dipulihkan dari kehamilan yang tidak mereka inginkan [Matra. Fakta-fakta Aborsi. 152-154 Attashendartini Habsjah. [Makalah Semi-Loka Aborsi Dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. Menakar “Harga” Perempuan. dan dari jumlah ini kurang lebih 10-25% adalah remaja [Jayakarta.000. Held dan Adriananz yang melakukan meta analisis tentang kelompok resiko tinggi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan mengemukakan bahwa ada 4 kelompok resiko: 1] kelompok kegagalan kontrasepsi [48%]. Lebih lanjut. data menyebutkan bahwa pada tahun 1994 diperkirakan terjadi 1. data tersebut sulit untuk dijadikan pedoman karena penelitian yang akurat terbentur kendala hukum dan norma-norma sosial. 50% diantaranya dilakukan oleh mereka yang belum menikah. 4 . Penelitian ini juga mengungkapkan abortus spontan karena kelelahan. dkk. perbudakan seksual [9%]. apakah kondisi-kondisi seperti itu bisa Adrina. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah. sebagaimana yang tersebut dalam catatannya bahwa 99. tampak bahwa sebagian besar aborsi bukan hanya disebabkan oleh kemauan murni perempuan. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. aborsi yang semata-mata dilakukan karena perempuan tidak mau punya anak. beban kerja berlebihan dan kondisi kesehatan mencapai angka 20%. 1998]. 30/11/1997]. ketakutan kepada orang lain [suami atau orang tua dan keluarga]. ringan dan beratnya serta jenis dan sifatnya. PPFNU. Sudraji Sumapraja. November 1995]. adanya kondisi keluarga yang membuatnya tidak berani mempunyai anak lagi. Selebihnya.79 Sedangkan menurut penelitian tahun 2001 jumlah aborsi sekitar 2. CET.78 Sementara itu. h. dan 4] kelompok korban perkosaan.

Persoalan kedua terkait dengan fakta bahwa aborsi bisa terjadi karena berbagai sebab. Sedangkan persoalan ketiga menyangkut ketentuan-ketentuan yang lebih rinci mengenai akibat hukum aborsi dalam berbagai bentuknya. apakah semua aborsi dilarang atau ada aborsi tertentu yang diperbolehkan. al-Hajj : 5 . serta melindungi kehidupan dan moralitas masyarakat dalam kerangka menjamin terealisasinya maqashid alsyari’ah. Terhadap aborsi yang disengaja pun perlu dilakukan pemilahan lebih lanjut. Hukum Aborsi Dalam Islam Perdebatan mengenai aborsi dalam Islam paling tidak mencakup tiga persoalan penting yakni:  Kapan seorang manusia dianggap mulai hidup. apakah sejak terjadinya konsepsi atau ketika sudah mencapai usia tertentu.S.disebut “ikrâh” yang konsekuensinya menempatkan perempuan pada posisi “ghairu mukallaf”? BAGIAN KE-EMPAT ABORSI DALAM HUKUM ISLAM A. Persoalan pertama berkaitan erat dengan pertanyaan kapan aborsi dianggap sebagai pembunuhan manusia berakibat hukum bagi pelakunya. Di sinilah para ulama merasa perlu mendiskusikan “dharurat” yang menjadi alasan kebolehan aborsi.  Bagaimana halnya dengan aborsi di luar perkawinan baik karena diperkosa maupun karena zina. secara eksplisit al-Qur’an tidak menyatakan kapan janin atau embrio disebut sebagai “manusia”.  Bagaimana hukum aborsi. apakah karena alasan medis yang serius atau karena tekanan ekonomi. ada yang disengaja dan ada yang tidak. memberikan efek jera bagi pelaku.  Apa akibat hukum aborsi dan sanksi yang dikenakan terhadap pelaku. Ayat-ayat yang menjelaskan proses perkembangan janin secara rinci adalah: 1. Namun demikian al-Qur’an banyak menjelaskan proses perkembangan janin dalam kandungan ibu baik secara sekilas maupun secara rinci. yang semuanya itu dimaksudkan untuk mencegah meluasnya aborsi. Q. tekanan sosial dan sebagainya. Terkait dengan penciptaan janin dan penyebutannya sebagai manusia.

Maha Suci Allah Pencipta Yang Paling Baik”. [Q. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang [berbentuk] lain. [13] Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah. lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging. [37] Kemudian mani itu menjadi segumpal darah.38 ]38[‫ى‬G‫و‬M‫س‬M‫ ف‬M‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ ف‬n‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫] ع‬M‫ان‬M‫ ك‬G‫م‬I‫ ث‬Ÿ‫ي‬D‫ن‬M‫ م‬Q‫ن‬D‫ م‬n‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ ن‬I‫ك‬M‫ي‬ 37[‫ى‬M‫ن‬Q‫م‬I‫ي‬ Q‫م‬M‫ل‬M‫أ‬ “Bukankan dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan [ke dalam rahim]. [38] 2. [12] Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani [yang disimpan] dalam tempat yang kokoh [rahim].S.S. [14] Di samping penjelasan secara terinci. Q. apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim. dalam beberapa ayat Allah juga menyinggung proses penciptaan manusia. al-Hajj : 5] 2. kemudian dari segumpal darah. al-Qiyamah : 37 . al-Mu’minun : 12 – 14 ‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬l‫نالن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫ خ‬I‫[31]ث‬K‫ين‬D‫ك‬M‫ م‬K‫ار‬M‫ر‬M‫ق‬D‫ ي ف‬I‫اه‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ع‬M‫ج‬I‫[21]ث‬K‫ين‬D‫ ط‬Q‫ن‬D‫ م‬K‫ة‬M‫ ال‬Q‫ن‬D‫ م‬M‫ ان‬Q‫ن‬D‫إ‬Q‫نال‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬ ‫ا‬M G‫م‬ n‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ن‬ G‫م‬ M‫سل‬ I M‫ا س‬M Q‫د‬M‫ق‬M‫ل‬M‫و‬ ‫ر‬M‫ا ءاخ‬n‫ق‬Q‫ل‬M‫خ‬I‫اه‬M‫ن‬Q‫أ‬M‫ش‬Q‫ن‬M‫ا أ‬n‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫ام‬M‫ظ‬D‫ع‬Q‫ ال‬M‫س‬M‫ك‬M‫ ف‬n‫اما‬M‫ظ‬D‫ ع‬M‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬Q‫ ا ال‬n‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬ M G‫م‬I‫ث‬ ‫ا‬M‫ن‬Q‫و‬ M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ف‬ M‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬Q‫ا ال‬ M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ ف‬n‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬ ]14[‫ين‬D‫ق‬D‫ال‬M‫خ‬Q‫ال‬ I‫ن‬M‫س‬Q‫ح‬M‫ أ‬I‫ه‬G‫ الل‬M‫ك‬ M‫ار‬M‫ب‬M‫ت‬M‫ف‬ “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati [berasal] dari tanah. jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan [dari kubur]. Q. misalnya: 1. lalu Allah menciptakannya.S. kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna. maka ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah. Q.‫ن‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ ن‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫اب‬M‫ر‬I‫ت‬Q‫ن‬D‫ م‬Q‫م‬I‫اك‬M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬D‫إ‬M‫ فا‬D‫ث‬Q‫ع‬M‫ب‬Q‫ ال‬D‫ م‬K‫ب‬Q‫ي‬M‫ في ر‬Q‫م‬I‫ت‬Q‫ن‬I‫ ك‬D‫ إ‬I‫اس‬G‫ا الن‬M‫ه‬l‫ي‬M‫اأ‬M‫ي‬ Q‫ن‬ Q‫ن‬ G‫ن‬ M‫ن‬ D Q‫ن‬ ‫ا‬n‫ل‬Q‫ف‬D‫ ط‬I‫ك‬I‫ ج‬G‫م‬I‫ى ث‬t‫ م‬I‫ م‬K‫ل‬M‫ج‬M‫ى أ‬M‫ل‬D‫ إ‬I‫اء‬M‫ش‬M‫ا ن‬ Q‫ م‬D‫ر‬Q‫خ‬I‫ن‬ M‫س‬ M‫ م‬D‫ام‬M‫ح‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ ال‬D‫يف‬l‫ر‬D‫ق‬I‫ن‬M‫و‬I‫ك‬M‫ل‬M‫ي~ن‬M‫ب‬I‫ن‬D‫ل‬ Q‫م‬ K‫ة‬M‫ق‬G‫ل‬M‫خ‬I‫م‬M‫غ‬M‫و‬K‫ة‬M‫ق‬G‫ل‬M‫خ‬I‫م‬ D‫ر‬Q‫ي‬ K‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬ ‫ا‬n‫ئ‬Q‫ي‬M‫ ش‬Q‫ل‬D‫ع‬D‫د‬Q‫ع‬M‫ ب‬D‫ م‬M‫م‬M‫ل‬Q‫ع‬M‫ا ي‬M‫ل‬Q‫ي‬M‫ك‬D‫ ل‬D‫ر‬I‫م‬I‫ع‬Q‫ ال‬D‫ل‬M‫ذ‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ن‬M‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬Q‫ن‬D‫م‬M‫ و‬G‫ف‬M‫و‬M‫ت‬I‫ ي‬M‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬Q‫ن‬D‫م‬M‫و‬I‫ك‬G‫د‬I‫ش‬M‫أ‬ K‫م‬ Q‫ن‬ ‫ى‬M‫ل‬D‫ إ‬l‫د‬M‫ر‬I‫ ى ي‬Q‫ن‬ Q‫م‬ ‫وا‬I‫غ‬I‫ل‬Q‫ب‬M‫ت‬D‫ل‬ G‫م‬I‫ث‬ ]5[‫يج‬D‫ه‬M‫ ب‬K‫ج‬Q‫و‬M‫ ز‬Q‫ ن‬Q‫ت‬M‫ت‬M‫ب‬Q‫ن‬M‫أ‬M‫ و‬Q‫ت‬M‫ب‬M‫ر‬M‫ و‬M‫اء‬M‫م‬Q‫ ال‬M‫ا ع‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ز‬Q‫ن‬M‫ا أ‬M‫ذ‬D‫إ‬M‫ف‬M‫ ه‬M‫ض‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ى ال‬M‫ر‬M‫ت‬M‫و‬ ~‫ل‬I‫ ك‬D‫م‬ Q‫ت‬G‫ز‬M‫ت‬Q‫اه‬ ‫ا‬M‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬ n‫ة‬M‫د‬D‫ام‬ “Hai manusia. lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. dan segumpal daging daging itu Kami jadikan tulang belulang.S. kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi …”. as-Sajdah : 7 -9 ‫اء‬M‫ م‬Q‫ن‬D‫ م‬K‫ة‬M‫ سال‬Q‫ن‬D‫ م‬I‫ه‬M‫ ل‬M‫ل‬M‫ع‬M‫[7 ج‬K‫ين‬D‫ ط‬Q‫ن‬D‫ م‬D‫ ان‬Q‫ن‬D‫إ‬Q‫ال‬M‫ ق‬Q‫ل‬M‫خ‬M‫أ‬M‫د‬M‫ب‬M‫و‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ خ‬K‫ء‬Q‫ي‬M‫ ش‬M‫ن‬M‫س‬Q‫ح‬M‫يأ‬D‫ذ‬G‫ال‬ M‫ل‬ I Q‫س‬M‫ن‬ G‫م‬I‫]ث‬ M‫س‬ I‫ه‬ G‫ل‬I‫ك‬ ]9[M‫ون‬I‫ر‬I‫ك‬Q‫ش‬M‫ا ت‬M‫ ا م‬M‫ة‬M‫د‬D‫ئ‬Q‫ف‬M‫أ‬Q‫ال‬M‫و‬ n‫يل‬D‫ل‬M‫ق‬ M‫ار‬M‫ص‬Q‫ب‬M‫أ‬Q‫ال‬M‫ و‬M‫ع‬Q‫م‬G‫الس‬ I‫م‬I‫ك‬M‫ل‬ M‫ل‬M‫ع‬M‫ج‬M‫ و‬I‫ ر‬Q‫ن‬D‫ م‬D‫يه‬D‫ف‬ D‫ه‬D‫وح‬ M‫خ‬M‫ف‬M‫ن‬M‫ و‬I‫اه‬G‫و‬M‫ين[ س‬D‫ه‬M‫م‬ G‫م‬I‫8ث‬ ] . kemudian dari setetes mani. dan menyempurnakannya”.

yakni emapat puluh hari lebih [bidh’un wa arba’in] 80 . secara rinci Allah SWT menjelaskan proses penciptaan manusia dan perkembangan janin. Dalam bab yang sama Muslim juga meriwayatkan 4 buah hadits dari sahabat yang sama. Redaksi di atas adalah redaksi Muslim 81 Muslim bin Hajjaj. Demikianlah.Lihat Muslim. Kitab Bad’I al-Khalqi bab Zikru al-Malaikat. Dalam salah satu riwayat dikatakan 40 atau 45 hari. hadits ke-2969. al-Qur’an menjelaskan tahapan-tahapan kejadian manusia di dalam rahim.“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Namun demikian ayat-ayat di atas tidak menyebut kapan janin mempunyai jiwa/ruh. 2. 1992]. Malaikat itu kemudian diperintahkanNya menulis empat kalimat. ia akan menjadi makhluk yang memiliki bentuk yang indah sampai dilahirkan ke dunia menjadi bayi. juz II kitab al-Qadar bab Kayfiyyah al-Khalq aladami.Lihat al-Bukhari.[8] Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam [tubuh] nya roh [ciptaan] -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran.[9]” Dalam ayat-ayat di atas. Kemudian Allah menciptakan tulang belulang dari “mudghah” itu dan membungkusnya dengan daging. penglihatan dan hati. Muslim dari Huzaifah bin Asid:81 ‫إذا مر بالنطفة ثنتان وأربعون ليلة بعث ال إليها ملكا فصورها وخلق سمعها وبصرها وجلدها‬ … ‫ولحمها وعظامها ثم قال: يا رب أذكر أم أنثى؟ فيقضى ربك ما شاء ويكتب الملك‬ Hadits ini disebut Bukhari dalam kitabnya sebanyak 4 kali. dan ada juga riwayat yang menyebut secara terssamar. kebahagiaan dan kesengsaraannya…”. yakni: 1. Kitab al-Qadar. Selanjutnya ia akan berubah menjadi “mudghah” [segumpal daging]. CD.[7] Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina [air mani]. selang beberapa waktu “nuthfah” itu berubah menjadi “’alaqah” [segumpah darah]. Ibid. lalu menjadi mudghah pada masa yang sama pula. Kitab Ahadits al-Anbiya’ bab Khalqu Adam wa Dzurriyyatuhu hadits ke-3085. Shahih Bukhari. [tetapi] kamu sedikit sekali bersyukur. khususnya dua ayat yang pertama. dalam riwayat lain disebutkan 40 hari. Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa pada awal kejadiannya manusia diciptakan dari tanah [Adam as]. HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud:80 ‫إن أحدكم يجمع خلقه فى بطن أمة أربعين يوما ثم يكون فى ذلك علقة مثل ذلك ثم يكون فى ذلك‬ ‫مضغة مثل ذلك ثم يرسل الملك فينفخ فيه الروح ويؤمر بأربع كلمات: بكتب رزقه وأجله وعمله‬ … ‫وشقي أوسعيد‬ “Sesungguhnya kamu berada di rahim ibumu selama 40 hari sebagai nuthfah. lalu malaikat itu menulis rizkinya. Sahih Muslim. Kitab al-Qadar bab Ma Jaa’a fi al-Qadar hadits ke-6105. Selang beberapa waktu. Lalu Allah mengutus seorang malaikat dan meniupkan ruh ke dalam tubuhnya. Informasi mengenai hal ini terdapat dalam hadits Nabi. HR. Setelah salah satu sel itu bertemu dengan ovum lalu menyatu dan bergantung pada dinding rahim.Muslim menyebutkan hadits ini dengan 6 sanad. Paling tidak dua hadits Nabi yang mengungkap peniupan ruh ke dalam janin. [Beirut: Dar al-Fikr. hadits ke-2644. kemudian menjadi ‘alaqah selama masa yang sama.Rom. ajalnya. amalnya. namun dengan redaksi yang sedikit berbeda dan jumlah hari yang berbeda pula.. hadits ke-2643. Kitab at-Tauhid bab Qawluhu Ta’ala Walaqad Sabaqat Kalimatuna hadits ke-6900. selanjutnya anak cucu Adam diciptakan dari “nuthfah” [air mani] yang mengandung beriburibu sperma yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

al-An’am : 151. yakni manusia yang memiliki raga dan jiwa. maka Tuhan mengutus malaikat untuk membentuk rupa. kulit. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami [nya]. lelaki atau perempuan?” Allah pun memutuskan sesuai kehendakNya dan malaikat mencatatnya…”. perkembangan terakhir menunjukkan adanya formulasi hukum tersendiri bagi aborsi yang disebabkan oleh hamil di luar nikah dengan alasan-alasan yang tidak semata-mata bersifat fiqhi. Secara garis besar pemikiran hukum yang berkembang di seputar aborsi adalah: 1. Al-An’am : 151] . melainkan juga menyertakan alasan-alasan yang sifatnya moral dan sosial. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. pendengaran. Hanya saja. [QS. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya] melainkan dengan sesuatu [sebab] yang benar". daging dan tulangnya. Riwayat lain ada yang menyebutkan 40 hari dan 45 hari. dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Sedangkan hadits kedua mengatakan ruh ditiupkan setelah embrio melewati masa 42 hari.“Jika nuthfah melewati 42 malam. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. karena pada saat itu janin telah bernyawa. seperti yang tertera dalam Q. Sebagai konsekuensi dari pemahaman ayat dan hadits sebagaimana dijelaskan di atas. Pemberian ruh kepada janin inilah yang kemudian menjadi sumber ikhtilaf mengenai hukum aborsi karena keberadaan ruh dianggap sebagian fuqaha sebagai tanda awal kehidupan manusia dalam arti yang sesungguhnya. Dari hadits-hadits di atas. Dasar dari hukum ini adalah hadits pertama sebagaimana yang telah dijelaskan. maka menggugurkannya sama dengan membunuh manusia [anak] yang secara jelas diharamkan oleh Allah SWT.S. ada dua informasi mengenai kapan ruh ditiupkan. penglihatan. para fuqaha [klasik] memberlakukan hukum ini secara umum. Hadits pertama menyatakan ruh ditiupkan setelah embrio melewati masa 120 hari yang terdiri dari tiga tahap: 40 hari menjadi nuthfah. Haram mutlak [‘ala al-ittifaq]. dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji. Malaikat bertanya. “Ya Tuhan. para fuqaha membuat formulasi hukum yang berbeda-beda mengenai aborsi. ‫ن‬D‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬M‫اد‬M‫ل‬Q‫و‬M‫أ‬ ‫وا‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫و‬M‫س‬Q‫ح‬D‫إ‬D‫ن‬Q‫ي‬M‫د‬D‫ال‬M‫و‬Q‫ال‬D‫ب‬M‫ا و‬n‫ئ‬Q‫ي‬M‫ش‬ ‫ا‬n‫ان‬ D‫ه‬D‫وا ب‬I‫ك‬D‫ر‬Q‫ش‬I‫ا ت‬G‫ل‬M‫ أ‬M‫ل‬M‫ع‬Q‫م‬I‫ك‬l‫ب‬M‫ ر‬G‫ر‬M‫ ح‬M‫ م‬I‫ل‬Q‫ت‬M‫أ‬ Q‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬ M‫م‬ ‫ا‬ ‫ا‬Q‫و‬M‫ال‬M‫ع‬M‫ ت‬Q‫ل‬I‫ق‬ ‫ي‬D‫ت‬G‫ ال‬M‫س‬Q‫ف‬G‫واالن‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫ و‬M‫م‬M‫ا و‬M‫ه‬Q‫ن‬D‫ م‬M‫ر‬M‫ه‬M‫ا ظ‬M‫ش‬D‫اح‬M‫و‬M‫ف‬Q‫ال‬ M‫ن‬M‫ط‬M‫ا ب‬ M‫م‬ ‫وا‬I‫ب‬M‫ر‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ك‬I‫زق‬Q‫ر‬M‫ ن‬Q‫ح‬M‫ن‬K‫اق‬M‫ل‬Q‫م‬D‫إ‬ Q‫م‬I‫اه‬G‫ي‬D‫إ‬M‫ و‬I I‫ن‬ ]151[ M‫ون‬I‫ل‬D‫ق‬Q‫ع‬M‫ت‬ Q‫م‬I‫ك‬G‫ل‬M‫ع‬M‫ ل‬Q‫م‬I‫اك‬G‫ص‬M‫و‬ D‫ه‬D‫ ب‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ل‬M‫ق~ ذ‬M‫ح‬Q‫ ال‬I‫ه‬G‫الل‬ D‫ا ب‬G‫ل‬D‫ إ‬M‫م‬G‫ر‬M‫ح‬ Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu. kecuali ada uzur yang bersifat “dharuri” Seluruh ulama dari semua madzhab sepakat bahwa aborsi setelah kehamilan melewati masa 120 hari adalah haram. 40 hari menjadi ‘alaqah dan 40 hari menajadi mudghah. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa. yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Perlu untuk dikemukakan di sini. Karena pada usia tersebut janin telah bernyawa. yakni mencakup aborsi di dalam dan di luar perkawinan [kehamilan karena seks di luar nikah].

Berikut ini uraiannya: 1.S.ke-2. Para fuqaha menyatakan janin setelah 120 hari memiliki ahliyyah wujub naqishah. [Syiria.85 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. tetapi juga pada internal mazhab. Maktabah al-Farabi. Keharusan menerima hak dari orang lain disebut ahliyyah al-wujub dan keharusan menjalankan kewajiban disebut ahliyyah al-ada’. maka hak-haknya pun terbatas. ia boleh menerima wasiat dan waqaf. aborsi haram mutlak.34-35 83 Definisi “dharurat” secara sederhana ialah suatu keadaan yang sampai suatu batas. [Cairo: Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar. Secara lebih khusus. Al-Mujaz fi Ushul al-Fiqh. Dalam keadaan dharurat semacam ini diperbolehkan mengerjakan yang haram. [QS.82 Aborsi pada usia di atas 120 hari hanya boleh dilakukan jika terjadi kondisi “dharurat”83 seperti ketika si ibu mengalami problem persalinan dan dokter spesialis menyatakan bahwa mempertahankan kehamilan akan membahayakan jiwa si ibu. Al-Isra’ : 33] Setelah janin memiliki ruh. friksi seputar aborsi tidak dapat dielakkan. Meski demikian.Dan Q. h. cet. Inipun dengan syarat adanya keridhaan dari suami dan istri serta adanya rekomendasi dari dua orang dokter spesialis bahwa aborsi itu tidak menyebabkan kemudharatan bagi si ibu. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh an-Nisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. berhak menerima warisan dari ahli waris jika ia lahir dan hidup. melainkan dengan suatu [alasan] yang benar. Kontroversi ulama dalam hal ini tidak hanya terjadi antar mazhab. Mazhab Syafi’i Fuqaha Syafi’iyah berpendapat aborsi pada usia kehamilan di bawah 40 hari hukumnya makruh. 2000]. Pendapat ini didasarkan pada hadits kedua sebagaimana disebutkan di atas. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.84 Dalam kondisi seperti ini menyelamatkan jiwa si ibu dinilai lebih penting daripada mempertahankan janin. h.h.148-149 85 Sa’id Ramadhan al-Buthi. al-Isra’ : 33. dikenal istilah ahliyyah [kepatutan dan keharusan seseorang untuk menerima hak dan menjalankan kewajiban]. ikhtilaf hukum terjadi untuk aborsi di bawah usia 120 hari.Dalam Ushul al-Fiqh. Konsekuensinya. 1965]. h. Wiqayatan wa ‘Ilajan. 84 Jaad al-Haq.72-73 82 .. Namun karena ia belum sempurna sebagai manusia. Lihat Abdul Jalil al-Qaransyawi. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim. maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya. dkk.148-149. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. Inilah yang disebut ahliyyah al-wujub al-qashirah atau ahliyyah al-wujub an-naqishah. bahkan bisa diwajibkan. Mas’alah Tahdid al-Nasl. serta memiliki hubungan nasab dengan kedua orang tuanya. ‫ف‬D‫ر‬Q‫س‬I‫ا ي‬M‫ل‬M‫ا ف‬n‫ان‬M‫ط‬Q‫ل‬I‫ا س‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ع‬M‫ا ج‬n‫وم‬I‫ل‬Q‫ظ‬M‫ م‬Q‫ن‬M‫م‬M‫ق~ و‬M‫ح‬Q‫ال‬D‫ا ب‬G‫ل‬D‫إ‬M‫م‬G‫ر‬M‫ ح‬D‫ ي‬M‫س‬Q‫ف‬G‫وا الن‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫و‬ D‫ي~ه‬D‫ل‬M‫و‬D‫ ل‬Q‫د‬M‫ق‬M‫ف‬ M‫ل‬D‫ت‬I‫ق‬ I‫ه‬G‫ت الل‬G‫ال‬ ]33[‫ا‬n‫ور‬I‫ص‬Q‫ن‬M‫ م‬M‫ان‬M‫ ك‬I‫ه‬G‫ن‬D‫ إ‬D‫ف‬ D‫ل‬Q‫ت‬M‫ق‬Q‫ي ال‬ Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya]. Jika masa kehamilan telah lewat 40 hari. Janin hanya mempunyai ahliyyah al-wujub. baik janin sudah bergerak maupun belum. karena ibu adalah induk dari mana janin berasal. ia menjadi “manusia” dengan hak-hak primernya [huquq al-insan ad-dharuriyah]. kalau ia tidak mengerjakan yang terlarang akan membinasakan jiwanya atau hampir binasa.

Sebagian besar berpendapat janin terbentuk setelah usia kehamilan 120 hari. Pelenyapan nuthfah yang telah bertemu dengan ovum dianalogikan dengan sebuah akad atau perjanjian yang sudah disepakati. sementara al-Ghazali justru mengharamkannya sejak terjadi konsepsi. 1983]. Juz II. Hanya saja dosanya tidak sama dengan dosa membunuh. berpendapat bahwa aborsi adalah tindakan pidana yang haram tanpa melihat apakah sudah ada ruh atau belum. dan itu hanya terjadi sesudah 120 hari kehamilan. al-Imam al-Ghazali dalam Ihya ’Ulum al-Din.th].87 Berbeda dengan ulama Syafi’iyah yang lain. Kapan janin terbentuk. Pendapat lain dikemukakan oleh Ibnu Abidin. Mas’alah Tahdid al-Nasl. yakni peniupan ruh terjadi setelah embrio berusia 40 atau 42 hari. [Beirut: Dar al-Fikr. Ibnu Hajar dalam Tuhfah al-Muhtaj juga berpendapat serupa. h. h.Mengutip pendapat Imam al-Zarkasyi al-Imam al-Ramli dalam Nihayah al-Muhtaj mengemukakan aborsi diperbolehkan pada saat janin masih berupa nuthfah atau ‘alaqah. Jika keduanya bertemu. 2. t. [Cairo: Dar al-Syuruq. Juz II.89 Demikianlah. [Beirut: Dar al-Ma’rifah. penulis kitab al-Radd al-Mukhtar. masih terjadi ikhtilaf juga. Dan jika sudah ada ruh. Al-Furati menjawab hal itu boleh selagi masih berupa nuthfah atau ‘alaqah.411 91 Ibid . al-Radd al-Mukhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar. Aborsi. Mayoritas mengharamkan aborsi pasca 40 hari usia embrio. h. maka itu merupakan tindak pidana yang sangat keji. aborsi adalah tindakan kriminal [jarimah]. lanjut al-Ghazali tidak bisa disamakan dengan ‘azl/coitus interuptus. Mulai saat inilah aborsi diharamkan. al-Ramli membuat batasan yang lebih longgar.72-73 88 Al-Imam al-Ghazali. Mazhab Hanafi Sama dengan yang terjadi dalam mazhab Syafi’i. Pendapat ini disandarkan pada pernyataan Abu Bakar bin Abu Sa’id al-Furati ketika ditanya oleh al-Karabisi tentang seorang laki-laki yang memberi minuman peluntur kepada jariyahnya.416 Sa’id Ramadhan al-Buthi.86 Seperti halnya pendapat yang berkembang di kalangan Syafi’iyah. al-Hashkafi. dalam fuqaha Syafi’iyah sendiri terjadi ikhtilaf. Menurutnya.90 Sebagian besar ulama Hanafiyah juga berpendapat demikian. 86 87 Al-Imam al-Ramli. 91 Pendapat ini mengandung pengertian haramnya aborsi secara mutlak karena istilah makruh dalam fiqh Hanafi berarti karahiyah at-tahrim [makruh yang lebih dekat kepada haram]. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Sperma laki-laki seperti ijab dan ovum perempuan seperti qabul. penulis kitab al-Durr al-Mukhtar. baik sebelum maupun sesudah terjadinya pembentukan janin. Juz VIII. 1979]. Ihya ‘Ulum al-Din. dalam mazhab Hanafi juga terdapat ikhtilaf.88 Ada yang menarik dari pendapat al-Ghazali mengenai keharaman aborsi. maka akad tidak boleh dan tidak bisa dibatalakan. setingkat di bawah pembunuhan bayi hidup-hidup. Namun jika fuqaha Syafi’iyah sebagian besar sepakat bahwa aborsi haram sebelum usia kehamilan 40 atau 42 hari. Analogi ini termasuk qiyas jali. Al-Ghazali mengatakan bahwa kehidupan telah dimulai sejak pertemuan antara air sperma dengan ovum di dalam rahim perempuan. yakni aborsi makruh mutlak.51 89 Ibid 90 Ibnu Abidin. Nihayah al-Muhtaj. semakin kuat pula makruh tahrimnya. Lebih lanjut al-Ramli menjelaskan bahwa sebelum nafhi’r ruh. h. antara lain. Jika telah ditiupkan ruh kepada janin. sebagian besar fuqaha Hanafiyah berpendapat bahwa aborsi diperbolehkan sebelum janin terbentuk. Pendapat yang demikian disampaikan oleh. aborsi boleh sepanjang belum terjadi penciptaan.

yakni bahwa aborsi diperbolehkan sebelum terjadinya penciptaan.Lihat juga al-Buthi. Pendapat yang paling ketat datang dari Ibnu al-Jauzi. c. baik sebelum maupun sesudah 40 hari. h. Pendapat ini dikemukakan sebagian kecil fuqaha Hanafiyah. Keharaman itu menjadi lebih berat jika sudah terjadi masa penciptaan [40 hari]. Namun pendapat ini tidak begitu populer dalam mazhab Hanafi. Juz XI. Wiqayatan wa ‘Ilajan. [Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah.95 Demikian pula pandangan sejumlah fuqaha Syi’ah Imamiyah dan Ibadhiyah. Wiqayatan wa ‘Ilajan. sebagian besar fuqaha Hanabilah dan sebagian kecil fuqaha Hanafiyah.93 4. yakni sebelum janin berusia 40 hari.96 Ibnu al-Jauzi dalam al-Qawanin al-Fiqhiyah mengatakan bahwa jika sperma telah bertemu ovum dan berada dalam rahim.35-40 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq.Sebagian fuqaha Hanafiyah berpendapat bahwa aborsi diperbolehkan sebelum janin melewati usia 45 hari.h.. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. t.13 97 Sa’id Ramadhan al-Buthi. h. baik sebelum maupun sesudah penciptaan [40 hari]. h. b.h.th].. Pendapat ini dinyatakan oleh Abdullah bin Mahmud al-Mushili. pengguguran tidak boleh dilakukan. karena hal itu sama dengan membunuh nyawa manusia. dalam kitab Ahkam an-Nisaa’.79 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. sedangkan perempuan boleh meminum obat peluntur untuk menggugurkan nuthfah dan mendapatkan haid. Ia mengatakan lakilaki boleh meminum obat yang mencegah terjadinya coitus.94 Pendapat mereka ini sejalan dengan Imam al-Ghazali dari mazhab Syafi’i dan Ibnu al-Jauzi dari mazhab Hambali.92 3.136. Dalam kitab al-Inshaf karya ‘Alauddin ‘Ali bin Sulaiman al-Mardayi terdapat keterangan bolehnya minum obat-obatan peluntur untuk menggugurkan nuthfah. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Ibnu an-Najjar dalam Muntaha al-Iradat. Makruh cenderung haram. Boleh sebelum 120 hari. al-Muhalla.77 Ibid. h. Mas’alah Tahdid al-Nasl. Mazhab Maliki Mayoritas fuqaha Malikiyah berpendapat keras mengenai aborsi. Mas’alah Tahdid al-Nasl. Pendapat ini sejalan dengan al-Ghazali yang mengenal tahapan-tahapan dosa dalam aborsi. Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian besar ulama Hanafiyah dan sebagian kecil ulama Syafi’iyah.80 .97 Dari ikhtilaf yang berkembang sebagaimana dijelaskan di atas. 92 93 94 Sa’id Ramadhan al-Buthi.45 hari [takhalluq]. yakni haram sejak terjadinya konsepsi. Mazhab Hambali Dalam memandang hukum aborsi. h. Boleh sebelum 40 . Pendapat ini dinyatakan oleh sebagian besar fuqaha Syafi’iyah. Ibnu Hazm dari mazhab Dhahiri juga menyetujui pendapat ini. ia menyebutkan bahwa aborsi hukumnya haram mutlak. dapat disimpulkan bahwa hukum aborsi pada janin di bawah usia 120 hari adalah sebagai berikut: a. sebagian fuqaha Hanabilah sama dengan fuqaha Syafi’iyah. dan menjadi sangat berat jika sudah diberikan nyawa. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah.80 95 96 Ibnu Hazm. Ibid.

dalam semua mazhab terdapat ulama yang mengharamkan aborsi secara mutlak. Pendapat ini dinyatakan oleh sebagian besar fuqaha Malikiyah.S. daging babi. yang ditanduk. Dan [diharamkan juga] mengundi nasib dengan anak panah.S. [mengundi nasib dengan anak panah itu] adalah kefasikan. para fuqaha memperbolehkan bahkan mewajibkan aborsi. yang jatuh. jika terjadi sebuah kondisi yang dianggap “dharurat”. darah. al-Baqarah : 173] Q. al-Baqarah : 173. Haram mutlak.[QS. al-Maidah : 3. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. maka tidak ada dosa baginya. Banyak kaedah fiqh yang menjadi sandaran hukum hal ini. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa [memakannya] sedang ia tidak menginginkannya dan tidak [pula] melampaui batas. dan yang diterkam binatang buas. Dalam ranah pengecualian. seperti Q. dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku. ‫ة‬M‫د~ي‬M‫ر‬M‫ت‬I‫م‬Q‫ال‬M‫و‬ I‫ة‬M‫وذ‬I‫ق‬Q‫و‬M‫م‬Q‫ال‬M‫و‬ I‫ة‬M‫ق‬D‫ن‬M‫خ‬Q‫ن‬I‫م‬Q‫ال‬M‫ و‬D‫ر‬Q‫ي‬M‫غ‬D‫ ل‬G‫ل‬D‫ه‬I‫ أ‬D‫ير‬D‫ز‬Q‫ن‬D‫خ‬Q‫ ال‬I G‫الد‬M‫ و‬I‫ة‬M‫ت‬Q‫ي‬M‫م‬Q‫ ال‬Q‫ت‬M‫ر~م‬I‫ح‬ D‫ه‬D‫ب‬D‫ه‬G‫الل‬ M‫م‬M‫ا و‬ I‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫و‬ ‫م‬ I I‫ك‬Q‫ي‬M‫ل‬M‫ع‬ ‫م‬ ‫ق‬Q‫س‬D‫ ف‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ل‬M‫ا ذ‬M‫ل‬Q‫ز‬M‫أ‬Q‫ال‬ D‫م‬ D‫وا ب‬I‫م‬D‫س‬Q‫ق‬M‫ت‬M‫ ت‬Q‫ن‬M‫أ‬M‫ و‬D‫ ب‬l‫ى الن‬M‫ل‬M‫ع‬M‫ح‬D‫ب‬I‫اذ‬M‫م‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ت‬Q‫ي‬G‫ك‬M‫اا ذ‬G‫ل‬D‫ إ‬I‫ع‬I‫ الب‬M‫ل‬M‫ك‬M‫أ‬M‫ام‬M‫ و‬I‫ة‬M‫يح‬D‫ط‬G‫الن‬M‫و‬ Q‫س‬ I‫ص‬ M‫م‬ G‫س‬ ‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬M‫ ل‬I‫ت‬Q‫م‬M‫م‬Q‫ت‬M‫أ‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ك‬M‫ل‬I‫ت‬Q‫ل‬M‫م‬Q‫ك‬M‫أ‬Q‫و‬M‫ي‬Q‫ ال‬Q‫و‬M‫ش‬Q‫اخ‬M‫و‬I‫ه‬Q‫و‬M‫ش‬Q‫خ‬M‫ا ت‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ين‬D‫ د‬D‫وا م‬I‫ر‬M‫ف‬M‫ي ك‬D‫ذ‬G‫ال‬M‫س‬D‫ئ‬M‫ي‬M‫م‬Q‫و‬M‫ي‬Q‫ال‬ M‫ع‬ Q‫م‬I‫ك‬M‫ين‬D‫د‬ M‫ م‬D‫ن‬ Q‫م‬ M‫ل‬M‫ف‬ Q‫ن‬ M‫ن‬ ‫ور‬I‫ ف‬M‫ه‬G‫ الل‬G‫ن‬D‫إ‬M‫ف‬K‫م‬Q‫ث‬D‫إ‬D‫فل‬D‫ان‬M‫ج‬M‫ت‬I‫ م‬M‫ غ‬K‫ة‬M‫ص‬M‫م‬Q‫خ‬M‫ ي م‬G‫ر‬I‫ط‬Q‫ناض‬M‫م‬M‫ ف‬n‫ين‬D‫ د‬M‫ام‬M‫ ل‬D‫إ‬Q‫ال‬I‫م‬I‫ك‬M‫ل‬I‫يت‬D‫ض‬M‫ر‬M‫يو‬D‫ت‬M‫م‬Q‫ع‬D‫ن‬ M‫غ‬ K M‫ر‬Q‫ي‬ D‫ف‬ D ‫ا‬ Q‫س‬ ]3[‫يم‬D‫ح‬M‫ر‬ Diharamkan bagimu [memakan] bangkai. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. [daging hewan] yang disembelih atas nama selain Allah. daging babi dan binatang yang [ketika disembelih] disebut [nama] selain Allah. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk [mengalahkan] agamamu. Dengan kata lain di luar fuqaha Malikiyah. dan Ibnu Hazm ad-Dhahiri. ‫اد‬M‫ا ع‬M‫ل‬M‫ا و‬M‫ ب‬M‫ر‬Q‫ي‬M‫ غ‬G‫ر‬I‫ط‬Q‫ اض‬D‫ه‬G‫ الل‬D‫ر‬Q‫ي‬M‫غ‬D‫ ل‬G‫ل‬D‫ه‬I‫ أ‬M‫ و‬D‫ير‬D‫ز‬Q‫ن‬D‫خ‬Q‫ ال‬M‫م‬G‫الد‬M‫و‬M‫ة‬M‫ت‬Q‫ي‬M‫م‬Q‫ ال‬M‫ل‬M‫ع‬M‫ م‬G‫ر‬M‫اح‬M‫م‬G‫ن‬D‫إ‬ K‫غ‬ D‫ن‬M‫م‬M‫ف‬ D‫ه‬D‫ب‬ M‫ا م‬ M‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫و‬ I‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬ ]173[ ¸‫يم‬D‫ح‬M‫ور¸ ر‬I‫ف‬M‫ غ‬M‫ه‬G‫ الل‬G‫ن‬D‫ إ‬D‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬M‫ ع‬M‫م‬Q‫ث‬D‫ا إ‬M‫ل‬M‫ف‬ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai.d. Imam alGhazali. Hukum aborsi yang telah diformulasikan para fuqaha di atas berlaku dalam kondisi normal. Ibnu al-Jauzi. fiqh selalu mengenal pengecualian. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. yang tercekik. dan [diharamkan bagimu] yang disembelih untuk berhala. darah. Demikian pula halnya dengan aborsi.[QS. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. yang dipukul. kecuali yang sempat kamu menyembelihnya. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa. Namun demikian. Al-Maidah : 3] .

maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu [supaya menta`ati Allah] tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. Dalam keadaan demkian ia atau suaminya tidak mampu membayar air susu yang lain. [QS. sementara janin belum. sementara ia sendiri sedang menyusui bayinya. Sementara itu. memiliki kewajiban dan hak. Dalam hal ini. Ia sudah memiliki eksistensi yang pasti. karena ibu adalah induk darimana janin berasal. Dalam pandangan fuqaha. Sa’id Ramadhan al-Buthi dengan tegas mengatakan bahwa aborsi untuk kasus yang demikian adalah haram mutlak.6-7 99 98 . PPFNU. [Jakarta: Makalah Semi-Loka Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer.S. kematian ibu lebih berat daripada janin. karena itu tidak boleh digugurkan baik sebelum maupun sesudah takhalluq. bahwa kehamilan pra nikah akibat seks bebas tampaknya tidak terlalu menarik perhatian fuqaha klasik. Namun sangat disayangkan.2001]. Al-Isra’: 16] Berdasarkan ayat ini seorang janin tidak menanggung dosa ibunya. maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan [ketentuan Kami]. Karena itu ia tidak boleh dikorbankan demi menyelamatkan janin yang eksistensinya belum pasti dan belum memiliki kewajiban.99 Adapun terkait dengan aborsi di luar nikah lazimnya mempunyai mata rantai pada seks bebas. kelahirannya dipastikan akan membahayakan jiwa ibu.Hadits Nabi “laa dharara wa laa dhiraara”. Husein Muhammad. dapat dilakukan sepanjang menurut penelitian medis yang dapat dipercaya. kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. maka yang harus dipertahankan adalah hal yang menimbulkan kerugian paling berat dengan mengorbankan kerugian yang lebih ringan”. Ia tidak bersalah. lihat al-Suyuthi dalam alAsybah wa an-Nazhair dalam pembahasan mengenai kaedah keempat “ad-Dharar Yuzal”. Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. Mengenai rincian dan contoh-contoh kasus yang masuk dalam kaedah ini. Dilema kematian antara ibu dan janin dalam pandangan fuqaha dipecahkan melalui pengorbanan janin berdasarkan kaedah: ‫اذا تعرض المفسدتان رعي أعظمهما ظررا بإرتكاب اخفف الضررين‬ “Jika terjadi pergulatan antara dua hal yang sama-sama merugikan. Q. Tidak sedikit seks bebas mengakibatkan terjadinya kehamilan di luar nikah. Alasan lain adalah ketidakmampuan ibu menanggung beban hamil. al-Isra : 16 ]16[‫ا‬n‫ير‬D‫م‬Q‫د‬M‫ا ت‬M‫ اه‬I‫ل‬Q‫و‬M‫ق‬Q‫ا ال‬M‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬ M‫ن‬Q‫ر‬G‫م‬M‫د‬M‫ف‬ M‫ ع‬G‫ق‬M‫ح‬M‫ا ف‬M‫يه‬D‫ف‬ ‫وا‬I‫ق‬M‫س‬M‫ف‬M‫ا ف‬M‫ا يه‬M‫ن‬Q‫ر‬M‫م‬M‫أ‬M‫ق‬n‫ة‬M‫ي‬Q‫ ر‬Q‫ن‬M‫ا أ‬M‫ن‬Q‫د‬M‫ر‬M‫أ‬ D‫ف‬M‫ر‬Q‫ت‬I‫م‬ M‫ك‬D‫ل‬Q‫ه‬I‫ن‬ ‫ا‬M‫ذ‬D‫إ‬M‫و‬ “ Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri. dan kaedah fiqhiyah “ad-dharurat tubihu al-mahdhuraat”. tetapi menarik perhatian tersendiri bagi fuqaha kontemporer. Dalam kasus-kasus seperti ini aborsi tanpa memandang usia kehamilan.98 Diantara alasan yang sering dikemukakan fuqaha untuk membolehkan aborsi adalah keringnya air susu ibu yang disebabkan kehamilan. h. Ia mengemukakan tiga dalil sebagai berikut: 1. karena tubuhnya yang kurus dan rapuh.

101  Bahwa hukum yang memperbolehkan aborsi di bawah 40 hari usia kehamilan berlaku untuk nikah yang sahih dan bahwa kebolehan aborsi adalah bersifat rukhsah. karena ia secara syar’i tidak berhak atas janin tersebut. hadits ke-1695 Al-Imam an-Nawawi. Juz II. [rukhsah tidak berlaku untuk perbuatan-perbuatan maksiat]. Formulasi hukum di atas mencerminkan ketegasan fiqh sekaligus elastisitasnya. Namun terhadap perempuan Ghamidiyah itu Rasul menangguhkan hukuman rajam sampai ia melahirkan anaknya dan menyapihnya. Syarah an-Nawawi ‘ala Sahih Muslim. Pengecualian hanya berlaku jika si perempuan diancam dibunuh jika tidak melakukan aborsi.hadits mengenai perempuan Ghamidiyah yang diriwayatkan Muslim dari Buraidah ra. Berdasarkan kaedah ini ibu dari si bayi tidak boleh menggugurkan kandungannya. Thabrani. Padahal ada kaedah fiqhiyah yang mengatakan “al-rukhas laa tunaathu bi al-ma’ashi”. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Abu Dawud an-Nasa’i dan al-Hakim].159-160 . Oleh karena itu aborsi tidak diperbolehkan karena akan membawa dampak negatif bagi masyarakat secara luas. Shahih Muslim.127-139 Ibid. Aborsi untuk kasus seperti ini boleh. barulah ia dirajam. sementara hakim harus mengambil tindakan yang melindungi hak janin yang ada dalam perwaliannya sekaligus hak-hak masyarakat. demikian pula lelaki yang menghamilinya. h. maka aborsi dengan sendirinya tidak diperbolehkan. yang datang kepada Rasulullah dengan membawa pengakuan ia telah berzina dengan Ma’iz bin Malik dan sedang hamil karenanya. harus ditangguhkan ketika perempuan sedang hamil demi menjaga kehidupan janin. termasuk hukuman jilid. aborsi yang disebabkan karena perkosaan diperbolehkan jika kelahiran anak tersebut dipastikan akan membawa dampak buruk bagi jiwa dan raga si ibu di kemudian hari. Dalam kasus seperti ini aborsi diperbolehkan karena untuk menyelamatkan jiwa si ibu. h.  Adanya kaedah fiqhiyah yang menyatakan “tasharruf al-imam ‘ala al-ra’iyah manuthun bi al-maslahah”. Hak perwalian ada di tangan hakim. Bahkan Imam Nawawi dalam syarah atas hadits ini menyatakan bahwa semua had. Dalam kondisi seperti ini berlaku hadits Nabi yang menyatakan: “umatku dibebaskan dari kekeliruan.143 Ibid.103 Berbeda dengan aborsi yang disebabkan oleh perzinahan. aborsi akibat perzinahan dipandang oleh fiqh kontemporer sebagai tindak kriminal yang berkaitan erat dengan moralitas sosial [jarimah ijtima’iyah]. aborsi karena perzinaan tidak demikian. kealpaan dan sesuatu yang dipaksakan kepadanya”.100 Hadits ini menunjukkan bahwa anak yang dikandung akibat zina tidak boleh digugurkan. Ahmad..201 102 103 104 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Kitab al-Hudud bab Man I’tarafa ‘ala Nafsihi bi al-Zina. karena perempuan diperkosa bukan pelaku tindak pidana sehingga rukhsah aborsi berlaku.h.  Aborsi terhadap janin hasil hubungan di luar nikah juga bertentangan dengan kaedah “sadd adz-dzari’ah”.. Ketentuan hukum yang keras namun tetap ada celah untuk menempuh apa yang aslinya 100 101 Muslim. yakni dengan munculnya sikap permisif terhadap pergaulan bebas.h. Mas’alah Tahdid al-Nasl.104 Apalagi perempuan tersebut hamil bukan atas kemauannya sendiri melainkan dipaksa.102 Demikianlah. Berbeda dengan aborsi dalam perkawinan di mana kedua orang tua punya hak atas janin. Juz XI. Ma’iz dirajam lebih dulu setelah empat kali membuat pengakuan zina dan meminta Rasulullah mensucikannya.[HR. Si ibu tidak memiliki hak syar’i atas anaknya. Setelah si anak disapih dan diserahkan kepada orang lain. Oleh karena kehamilan itu sendiri disebabkan oleh perbuatan haram.

mengejutkan. Mas’alah Tahdid al-Nasl. dan ta’zir [hukuman atas pertimbangan hakim]. Setelah itu. t. Tuhfah al-Muhtaj. Mughni al-Muhtaj. menghina.108 Diyat penuh juga berlaku jika janin yang sudah diketahui hidup di rahim ibunya terbunuh karena tindak kriminal terhadap ibunya dan bukan dimaksudkan untuk membunuh janin itu sendiri. Ada beberapa macam sanksi bagi pelaku atau penyebab aborsi sesuai dengan akibat yang ditimbulkannya: ghurrah [denda yang nilainya 5% dari diyat penuh atau senilai lima ekor unta]. Juz IX. [Beirut: Dar al-Fikr. diyat [tebusan]. menyebarkan bau busuk. berteriak keras. Juz VIII. [Beirut: Ihya al-Turast al-Arabi]. t. asalkan janin sudah melewati masa mudghah. Ini adalah pendapat jumhur. h.41 . Ghurrah berlaku jika aborsi telah memenuhi lima syarat yakni: adanya tindakan tertentu yang menyebabkan janin gugur.103. Wiqayatan wa ‘Ilajan. menakut-nakuti. h. Jika hal-hal tersebut membuat si perempuan keguguran. maka pelaku atau penyebab keguguran mesti membayar ghurrah tanpa melihat apokah tindakan itu disengaja atau tidak. membiarkan kelaparan. 312 Ibnu Qudamah. ghurrah wajib pada usia kehamilan di bawah 6 bulan. al-Mughni. Dengan demikian pemikiran yang dikembangkan oleh al-Buthi di atas sebetulnya merupakan representasi dari pendirian sebagian besar fuqaha kontemporer.180-186 Lihat Ibnu Hajar. mengancam.th]. Pada titik inilah antara lain. Orang yang terkena hukuman itu bisa ibu si janin sendiri dan bisa juga orang lain. Namun Imam Malik mewajibkan ghurrah tanpa memandang apakah janin sudah berbentuk atau belum. 391 107 108 Ibnu Rusyd. Hak ibu yang mengandung justru tidak mendapatkan tempat sama sekali. Akibat Hukum Aborsi Pelaku aborsi atau penyebab keguguran dalam fiqh Islam dikenakan hukuman. dalam kasus perzinahan. Juz IV.th]. termasuk ucapan.diharamkan ketika terjadi benturan dua kemudharatan merupakan salah satu pola pemikiran yang khas dalam fiqh. janin gugur setelah terjadinya tindakan tertentu. Ibnu Qudamah. Namun jika tindakan itu memang dimaksudkan 105 106 Sa’id Ramadhan al-Buthi. h. pelaku atau penyebab aborsi dikenakan diyat penuh. kontroversi dengan kalangan aktivis “pro-choice” terjadi. h. al-Mughni. Itu bisa dimengerti karena fiqh diformulasikan untuk menjamin tercapainya maqashid al-Syari’ah yang dalam konteks ini adalah hifdz al-nafs dan hifdz al-‘irdh. [] B. h. Misalnya.105 Yang dimaksud tindakan di sini adalah semua hal yang bisa menjadi penyebab keguguran. pendekatan hukum aborsi dalam fiqh dilakukan dengan mengedepankan hak janin dan hak masyarakat. janin keluar dalam keadaan meninggal. Juz VIII. h. kifarah [ganti rugi]. Jumhur ulama mengatakan ghurrah wajib tanpa memandang usia janin. [Riyadh: Maktabah al-Riyadh al-Haditsah. bahkan membuat si hamil terpesona. t. dan orang tua janin bukan kafir harbi kedua-duanya.39.107 Ulama Hanabilah memberikan tafshil. janin sudah melewati masa mudghah [sudah terbentuk]. [Cairo: Musthafa Muhammad.th].106 Para ulama berbeda pendapat mengenai kapan usia janin yang gugur mewajibkan ghurrah. Bidayah al-Mujtahid. Satu hal yang perlu dicatat di sini. Juz II. al-Syarbini.

Juz IV. Ford kemudian menunjukkan bahwa kehidupan dimulai setelah pembentukan primitive streak. Mughni al-Muhtaj. Namun hasil penelitian Norman F. Setelah pembuahan. Dilema bayi tabung terselesaikan. maupun empat bulan sama saja. embrio baru bisa disebut sebagai person atau makhluk insani.111 Perbedaan pandangan mengenai kapan kehidupan di mulai ini berakibat pada perbedaan tafsir mengenai ketentuan yang diatur dalam KUHP dan UU Kesehatan. Sebaliknya mengembalikan seluruh sel yang dibuahi ke rahim ibu juga tidak mungkin dan memperbesar resiko kegagalan. Ketika tekhnologi bayi tabung ditemukan tahun 1979. Ibid.ke-1. yaitu lipatan ke dalam yang terbentuk pada zygote [hasil pertautan sel telur dan sperma] saat berusia empat minggu. Ini dipengaruhi oleh pandangan Kristiani yang berkembang di Barat saat itu. maka pelakukanya wajib membayar kifarat. h. Cet. Dilema ini kemudian dipecahkan oleh sebuah keputusan di Venesia tahun 1983 yang intinya dokter menghormati kehidupan sejak kehidupan itu dimulai. Dalam lafal sumpah dokter yang disusun oleh World Medical Association tahun 1948. kontroversi mengenai hal ini telah dijelaskan. Dalam KUHP ada beberapa ketentuan yang mengatur aborsi yakni pasal 346. Dalam KUHP.109 C.5 111 Kartono Muhammad. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. pasal mengenai pengguguran kandungan dimasukkan ke dalam bab menangani “kejahatan terhadap nyawa”. Dalam dunia kedokteran hal yang sama juga terjadi. satu bulan.. Satu hari. h.130-131 . disebutkan bahwa dokter harus menghormati kehidupan insani sejak saat pembuahan sel sperma. Demikian pendapat ulama Syafi’iyah dan Hanabilah. hanya beberapa yang dikembalikan ke rahim ibunya. Dari sudut agama. 349 dan 350 109 110 Ibnu Qudamah. Aborsi dalam Spektrum Hukum Positif dann Hukum Islam Masalah aborsi dibahas dalam KUHP dan UU no. sedang yang lain disimpan atau dimusnahkan. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 347. 348. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. lihat juga al-Syarbini. maka memusnahkan sel-sel yang tersisa adalah pembunuhan. Dengan demikian secara implisit berarti tindak pidana ini dilakukan terhadap korban yang berada “in rerum natura” atau berada dalam keadaan “in being” yang berarti pula bahwa ia harus berada dalam keadaan hidup. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. h. usia kandungan tidak menjadi persoalan hukum. sumpah dokter di atas menimbulkan dilema. karena bayi tabung diproses melalui pengambilan beberapa [7-10] sel telur yang kemudian dibuahi oleh sperma suaminya di laboratorium. h.untuk mencelakai si janin itu sendiri. karena ada janin yang dikeluarkan secara paksa.403.105 Harkristuti Harkrisnowo. Persatuan Dokter Spesialis Kebidanan se-Dunia dalam perkembangannya menetapkan bahwa kehidupan dimulai sejak sel telur yang dibuahi menempel di dinding rahim. Jika kehidupan dimulai dari saat pembuahan. Jika melihat KUHP itu sendiri. Namun tidak termasuk dalam hal ini jika sang janin sudah tidak hidup ketika masih dalam rahim ibu. Pada saat itulah menurut Ford. 1998].110 Di sini persoalan menjadi terkait dengan kapan janin mulai dianggap sebagai makhluk bernyawa.

Sebaliknya apabila dokter dan sebagainya itu menggugurkan atau membunuh kandungan untuk menolong jiwa perempuan. Pasal 349 secara spesifik menentukan sanksi pidana bagi mereka yang melakukan aborsi dalam kerangka profesi mereka yakni membantu salah satu kejahatan yang tersebut dalam pasal 346. dan 348. dikenakan pasal 348. jika karena perbuatan itu perempuan mati maka dia dihukum penjara selamalamanya lima belas tahun.1-5 Dari rumusan yang ada. atau menjaga kesehatannya. tidak dihukum. sedangkan si perempuan sendiri lolos dari jeratan hukum. Pasal 347 berunsurkan: a] barang siapa b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan d] tidak diizinkan oleh perempuan itu e] dihukum penjara selama-lamanya dua belas tahun. maka dia dihukum penjara selamalamanya tujuh tahun. yang disebut tindak pidana hanyalah yang berupa “menyebabkan gugur atau mati kandungan” yang berarti: 1.1. Pasal 348 berunsurkan: a] barang siapa b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan d] dengan izin perempuan itu e] dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan. maka bagi mereka hukumannya ditambah dengan sepertiganya dan dapat dipecat dari jabatannya [pasal 349]. 4. jika karena itu perempuan mati. 2.  Jika seorang tabib.  Perempuan yang sengaja menggugurkan atau membunuh kandungannya atau suruhan orang lain untuk itu. [doodslag] pembunuhan direncanakan [moord] atau karena salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 344. Ditambahkan dalam ayat 2. 5. 347. 3. Pasal 346 KUHP berunsurkan sebagai berikut: a] perempuan b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya d] menyuruh orang lain untuk itu e] dihukum penjara selama-lamanya empat tahun. tidak dihukum.  Cara menggugurkan atau membunuh kandungan itu rupa-rupa. dikenakan pasal ini. Pasal 350: pada waktu menjatuhkan hukuman karena makar mati. bidan atau ahli obat membantu kejahatan dalam pasal 347 dan 348. Hal ini karena ketidakjelasan identitas mereka di samping para terdakwa tidak mau . Ditambahkan dalam ayat 2. maupun dengan alat-alat yang dimasukkan melalui anggota kemaluan. 347 dan 348. maka hukumannya dapat ditambah sepertiga dari yang terdapat dalam ketentuan yang dilanggar dan dapat dipecat dari jabatannya yang digunakan untuk melakukan kejahatan tersebut. Menggugurkan kandungan yang sudah mati.  Orang yang sengaja menggugurkan atau membunuh kandungan seorang perempuan dengan tidak izin perempuan itu dihukum menurut pasal 347. demikian pula tidak dihukum orang yang untuk membatasi kelahiran anak mencegah terjadinya hamil [Maltthusianisme]. tidak mempermasalahkan usia kandungan. tidak mempermasalahkan cara melakukannya Dalam praktek yang diajukan ke pengadilan pada umumnya adalah orang yang menggugurkan kandungan. baik dengan obat yang diminum. apabila dilakukan dengan izin perempuan itu. 2. dapat dijatuhkan hukuman mencabut hak yang tersabut dalam pasal 35 No.

jika itu dipandang sebagai tindakan darurat. 3. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya. 2.” Bagi beberapa orang. Menakar “Harga” Perempuan. Ini semua menyebabkan aborsi menjadi “dark number of crime” sampai sekarang. 23 tahun 1992. h. Namun UU ini juga menimbulkan kebingungan penafsiran. apalagi memberi ruang bagi ibu untuk melakukan aborsi karena mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. yakni: ”Tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun dilarang karena bertentangan dengan norma hukum. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. Pada sarana kesehatan tertentu. Alasan medis memang dikemukakan dalam konteks menjaga nilai-nilai moral.65-66 . Namun keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu. h. Apalagi kalimat terakhir menyebutkan “untuk menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin” yang sudah pasti bukan tindakan aborsi. sebab pada kalimat awal ditegaskan bahwa pengguguran kandungan atas alasan apapun dilarang. Akan tetapi penjelasan pasal ini merumuskan suatu hal yang membingungkan.memberikan kesaksian yang justru memberatkan mereka jika ia mengungkap identitas orang yang digugurkan kandungannya. ketentuan mengenai aborsi juga terdapat dalam UU Kesehatan No. Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli.6-8 Syafiq Hasyim [ed]. berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut.114 Di sini terasa ada keragu-raguan pemerintah Indonesia dalam menghadapi masalah aborsi. Yang boleh diambil adalah “tindakan medis tertentu”. tetapi di sisi lain pemerintah atau pengadilan bisa saja menafsirkannya sebagai tindakan selain aborsi. (2) Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat [1] hanya dapat dilakukan: 1. Lebih dari itu dalam perundang-undangan yang ada tidak tercantum dictum yang menyatakan persyaratan aborsi.[] 112 113 114 Harkristuti Harkrisnowo.276-277 Dr. h. karena aborsi tidak pernah menyelamatkan jiwa janin. norma kesusilaan dan norma kesopanan. 4. norma agama.112 Selain KUHP. Dalam pasal 15 dinyatakan: (1) Dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu. namun tidak jelas apakah aborsi termasuk salah satu tindakan yang diperbolehkan.113 Dari Pasal di atas seakan-akan UU ini memperbolehkan pengguguran kandungan dengan alasan tertentu. “tindakan medis tertentu” diartikan sebagai aborsi. Kartono Muhammad.

2. alasannya antara lain karena kegagalan alat kontrasepsi. takut pada orang tua. Berbagai perangkat hukum. khususnya kepada yang bernyawa.BAGIAN KE-LIMA TELA’AH TENTANG ABORSI Bertitik tolak dari data pada paparan di atas. Sekalipun secara moral-ideal dan legal-formal aborsi dilarang. berstatus janda yang hamil di luar nikah. Melihat perdebatan yang terjadi. aborsi pada dasarnya adalah tindakan yang dilarang..115 Sementara itu. alasan medis. terlalu tua untuk melahirkan. sedang dalam proses perceraian dengan suami. dari uraian di atas mendorong penulis untuk menyatakan beberapa hal berikut ini: 1. h. 5 . pacar tidak mau bertanggung jawab. tampak bahwa dasar pelarangan aborsi adalah penghormatan kepada kehidupan. baik dalam Islam maupun dalam hukum positif. Alasan tersebut ialah:  Pada perempuan yang belum atau tidak menikah. faktor sosial ekonomi [tidak sanggup lagi membiayai anak-anaknya dan khawatir masa depan anak tidak terjamin]. dapat disimpulkan bahwa banyak alasan yang mengakibatkan perempuan melakukan aborsi. baik dari kalangan agama maupun medis. dan berstatus sebagai simpanan seseorang dan dilarang hamil oleh pasangannya.  Pada perempuan yang sudah menikah. atau karena berstatus sebagai isteri kedua dan suaminya tidak menginginkan kehadiran anak dari dia. sehingga banyak variable yang dipertimbangkan dalam proses penentuan hukum aborsi. Satu hal yang penting untuk dicatat adalah bahwa nilai-nilai moral yang mendasari seluruh bangunan hukum tentang aborsi –baik hukum agama maupun hukum negaraternyata mengalami kesulitan penerapan dan perbenturan di tingkat lapangan. toh praktek aborsi 115 Ibid. jumlah anak yang terlalu banyak. alasan melakukan aborsi di antaranya karena masih berusia remaja. Dari perspektif agama-agama samawai. khususnya Islam. termasuk sanksisanksi hukum dirumuskan untuk melindungi kehidupan makhluk bernyawa yang bernama janin ini. 3. jarak kelahiran yang terlalu rapat. Namun demikian Islam mempunyai corak hukum yang lebih fleksibel. Sayangnya sampai kini persoalan kapan kehidupan dimulai masih menjadi sesuatu yang diperdebatkan oleh para ahli.

mensosialisasikan sikap bisa menerima anak yang lahir dari kehamilan yang tidak dikehendaki. Sementara itu dalam kasus yang sudah pasangan yang sudah menikah hukum yang berlaku adalah "kondisional" dalam artian tergantung situasi yang berlaku tersebut. Dari semua ketentan diatas.. Beirut: Dar al-Fikr. Brierly. 1998 al-Bukhari. menyiapkan sikap mental dan sosial masyarakat agar tidak mau melakukan aborsi. [] DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an al-Karim Abidin. C. 1983 . Juz II. Syiria. Beirut: Dar al-Ma’rifah. Ini semua menunjukkan bahwa pendekatan terhadap masalah aborsi semata-mata dari sudut moral dan hukum tidak cukup. maka Islam juga perlu mempersiapkan berbagai perangkat yang mendukung tersosialisasikannya pilihan itu di tengah masyarakat. 1994 al-Ghazali. Dalam kasus tertentu bahkan hak perempuan ini dinafikan sama sekali.Rom al-Buthi. (London: 1968). sebab ambiguitas seperti ini terbukti tidak menyelesaikan persoalan. dan membuat sistem sosial yang siap dengan segala resiko pilihan sikap “pro-life”. Ibnu. J. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Maktabah al-Farabi. Juz II. h. Misalnya. Sa’id Ramadhan. Shahih Bukhari. sudah saatnya agama Islam menyatakan pendirian yang tegas dengan segala konsekuensinya. R. Bila pilihan “pro-life” merupakan pilihan terbaik. 1979 Adrina dkk. Oleh karen itu menjadi bisa dimengerti jika suara yang menginginkan diberikannya hak ini kepada perempuan kian hari kian nyaring terdengar. bahwa aborsi yang dilakukan oleh pasangan yang diluar nikah dalam Islam menurut pendapat para Imam adalah "haram mutlak". Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. baik hukum positif maupun –terutama. Ihya ‘Ulum al-Din. al-Radd al-Mukhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar. Major Legal Systems in The World Today. E. 19 Ensiklopedi Islam. atau bahkan satusatunya. Di tengah dilema antara nilai moral dan tuntutan kebebasan perempuan untuk menjalankan hak-hak reproduksinya [pro-choice] seperti yang terjadi sekarang. 5. Agama dan hukum tidak boleh ambigu. 6. Mas’alah Tahdid al-Nasl. 2000 David. Hak-Hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung.fiqh Islam tidak memasukkan agenda hak-hak reproduksi perempuan –dalam hal ini hak untuk memutuskan hamil atau tidak dan hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi yang amandalam konsideran hukumnya. 4. Kenyataannya. Aborsi juga signifikan menyumbang angka kematian ibu akibat proses reproduksi yang tidak aman. al-Imam. CD.menunjukkan angka yang cukup tinggi. Jakarta: Ikhtiyar Baru Van Hoeve.

t. Juz XI Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Depdikbud RI. 1. Masyhuri. Ibnu. Riyadh: Maktabah al-Riyadh al-Haditsah. 1965. M. Aziz. Sahih Muslim. Theology of The Third Millenium.Hasyim. Makalah. Cairo: Musthafa Muhammad. “Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer”. 1992 Muhammad.. Makalah.Bernard. 1992 Muslim. Cet. t. 1998. CET. Juz XI. 1997 Hajar. A. Makalah. Tuhfah al-Muhtaj. 2001 Hasan. Surabaya: PWNU. “Fakta-Fakta Aborsi”. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh al-Nisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyyah.ke-1 Muhammad. Cet. al-Muhalla. Islam dalam Krisis: Antara Perang Suci dan Teror Kotor. ke-1 Habsjah. Hans. “Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum”. 2002 . 1998 al-Haq.th Kung. 1995.th Harkrisnowo. 1988 Lewis. Juz II. Cairo: Universitas alAzhar.(CET. dkk. Cet. Juz VIII. “Abortus Menurut Hukum Islam”. Makalah. Attashendartini. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Syafiq. PPFNU.ke-2 Rahardjo. terj. Bandung: Mizan. Syarah an-Nawawi ‘ala Sahih Muslim. Jakarta: Raja Grafindo Persada.Dawam. Ibnu. Cairo: Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar. (ed). al-Imam. Jaad al-Haq ‘Ali Jaad.. Abdul Jalil. Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah. Jakarta: PPFNU. al-Mughni. 1999. New York: Doubleday. Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Suci. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Dari The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror. Menakar “Harga” Perempuan. Jakarta: Balai Pustaka. Jakarta: PPFNU. Masail Fiqhiyah al-Haditsah pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. Ibnu. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. Al-Mujaz fi Ushul al-Fiqh. Husein. 2000 Hazm. Juz IX. Jawa Pos Press: 2004. ke-2 Qudamah. Jakarta:. 2.th al-Qaransyawi. . Surabaya. Beirut: Dar al-Fikr. Harkristuti. (Jakarta: Penerbit PARAMADINA. Kartono. 2001 al-Nawawi. t. Ali. Cet.

Edindurgh: Edinburgh University. Cet. W.th Syalthut. Pendidikan Dasarnya dia lalui di MI Bulurejo tamat pada tahun 1965.. Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis terj.Program doktornya ia peroleh di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2004. Cairo: Dar al-Syuruq. Dalam rentang waktu antara 1979 . Jawa Timur pada 19 September 1955. 1986 BIOGRAFI PENULIS Prof. Dr. dan MA ditempuh di sebuah Pesantren Putri “Walisongo” Cukir. LPTQ Jawa Timur dan Majlis Ulama Jawa Timur. Ibnu. MTs. dari Sociology of Religion oleh Ahmad Fedyani Saifuddin. Haji Masagung. al-Syarbini. Program doktoralnya ia selesaikan pada tahun 1979 di Fak. Di luar kegiatan akademik ia aktif di Muslimat NU Wilayah Jawa-Timur.1994 sempat menjadi guru Madrasah Aliyah di Purwoasri . Pada tahun 1971-1975 menempuh pendidikan guna memperoleh gelar sarjana muda di Universitas Hasyim Asy’ari Jombang. Surabaya: Bina Ilmu. ia juga menjadi Tenaga Edukatif di Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel Surabaya serta aktif di Pusat Studi Jender di tempat ia mengajar.th al-Ramli.Robertson. 2001).Kediri. ia juga sebagai salah satu Pengasuh Pondok Pesantren “Al. Istibsjaroh. SH. Beirut: Dar al-Fikr. Yang terakhir. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. t. Juz II. 1989. 1987. Selama dua periode ( 1992 .. Mongomery. Masyfuk. isteri dari KH.. Masyfuk. Islam dan Keluarga Berencana di Indonesia.Juli 2005 ia menjadi Guru Besar bidang ilmu Tafsir di Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya.1997 dan 1997 – 1999 ) . Juz IV. al-Imam.M. Jakarta: CV. Mahmud.. Al-Islâm: ‘Aqîdah wa Syarîah. Kediri. Gelar Magister Agama ia peroleh di Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2000. Ia juga memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Darul Ulum Jombang pada tahun 1997. Zaimuddin Badrus Sholeh ini juga pernah menjadi anggota fraksi Karya Pembangunan di DPRD II Kab. Islamic Political Thought.Hikmah” Purwoasri Kediri tempat ia dan keluarganya tinggal . ed. (Kairo: Dâr al-Syurûq. Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang. Hj. Nihayah al-Muhtaj. Beirut: Ihya al-Turast al-Arabi Watt. Jombang selama enam tahun ( 1966 – 1971 ). 1995. Juz VIII. Dr.Ag.Roland. Pendidikan menengahnya. Aktivitas kesehariannya sekarang selain kepala lembaga Penelitian. Bidayah al-Mujtahid. Prof. Rusyd. ke-3 Zuhdi. Ibu dari enam orang anak ( lima putri dan satu putra ) ini dilahirkan di Jombang. t. Mughni al-Muhtaj. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Dra. Zuhdi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful