buku-pornografi

MENIMBANG HUKUM PORNOGRAFI, PORNOAKSI DAN ABORSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

OLEH PROF.DR. HJ. ISTIBSJAROH, SH, MAg

DAFTAR ISI MENIMBANG HUKUM PORNOGRAFI, PORNOAKSI DAN ABORSI PERSPEKTIF ISLAM Kata Pengantar Paradigma Pornografi, Pornoaksi dan Aborsi di Indonesia Prof. Dr. H. Ridlwan Natsir, Mag I PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI Bagian Pertama Ruang Lingkup Pornografi dan Pornoaksi A. Hakekat Pornografi dan Ponoaksi B. Sejarah Pornografi dan Pornoaksi C. Kreteria dan Batasan Pornografi D. Media dan Akses Pornografi dan Pornoaksi Bagian Ke-Dua Pornografi dan Pornoaksi dalam Perspektif Hukum Islam A. Teks al-Qur’an B. Tinjauan dari Berbagai Tafsir al-Qur'an 1. Tafsir al-Munir 2. Tafsir al-Thabary 3. Tafsir al-Maraghi 4. Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir 5. Tafsir al-Alusi Surat al-Nur C. Tinjauan As-Sunnah dan Kaidah Ishul Fiqh. Bagian Ke-Tiga Pornografi dan Pornoaksi dalam Kehidupan Sosial Masyarakat A. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Global B. Pornografi dan pornoaksi dalam Masyarakat Lokal C. Kontraversi Undang-Undang Pornografi dan Pornoaksi Dalam Sosial Kemasyarakatan Lampiran Fatwa MUI Tentang Pornografi dan Pornoaksi II ABORSI Bagian Pertama Fenomena Aborsi Bagian Ke-Dua Desain Aborsi A. Definisi dan Hakekat Aborsi B. Macam-Macam Aborsi C. Faktisitas Aborsi di Indonesia

Bagian Ke-Tiga Aborsi Dalam Hukum Islam A. Hukum Aborsi Dalam Islam B. Akibat Hukum Aborsi C. Aborsi dalam Spektrum Hukum Positif dan Hukum Islam Bagian Ke-empat Telaah Hukum Aborsi Daftar Pustaka Biografi Penulis

peran negara tidak lagi diharapkan dalam mengatur dan mengendalikan sebagai aspek-aspek kehidupan sosial. telivisi global. unggah-ungguh [sopan santun] dan seterusnya. yang konon merupakan negeri yang sangat agamis dan selalu menjunjung tinggi norma. tapi justru ditanggapi dengan kebebasan tanpa batas. sebagai dampaknya banyak literatur. terutama delima antara kebebasan dan moralitas. Dan kalau ditanya pasti alasan yang disampaikan dan digulirkan oleh mereka tetap sama sebagai sebuah "prodak seni" yang harus dinikmati dan disyukuri. mungkin memori di otak kita belum hilang dengan kasus-kasus pose seronoknya artis-artis kita mulai Shopia Latcuba. Fakta ini juga diperkuat oleh "Jejak Kaki Internet Protection" yang mencatat 97 persen anak usia 9-14 tahun ternyata pernah mengakses situs porno [Republika 8 Maret 2006]. Sementara dimasa depan. Anjasmara. telah membawa dampak kebebasan yang lain yakni prilaku yang sangat mengabaikan budaya malu. Ironis memang. Dan mungkin akan ditambah semarak lagi dengan munculnya majalah "Play Boy" di negeri ini yang akan menambah daftar panjang parade pornografi dan pornoaksi. MA "Persoalan media dan pornografi. Tidak main-main kasus-kasus tersebut sempat juga sampai kemeja para anggota MPR RI sebagai materi rapat dan acuan kebijakan pemerintah dalam upaya membuat RUU anti . Boleh jadi ini yang merupakan salah satu bentuk penyesatan umat dan sekaligus dapat dibilang masuk dalam kategori "kekerasan informasi". Ridlwan Nasir. pertumbuhan dan tradisi. ternyata sebahagian besar tidak ditanggapi dengan positif oleh banyak media. Itulah sisi lain wajah moral yang sama-sama dapat kita saksikan setiap saat di negeri kita tercinta ini. tema dan kritik". Dewi Rezer. kreatifitas dan norma.PENGANTAR PARADIGMA PORNOGRAFI. pornoaksi dan hal sejenisnya adalah "haram". film. pornoaksi adalah persoalan yang sangat delematis. Nafa Urbah. seakan menyentak kesadaran kita bahwa kebebasan pers yang telah digulirkan oleh pemerintah. Sekedar pengingat. Pada tataran tersebut kondisi Indonesia sudah dalam keadaan memprihatinkan dan dalam taraf membahayakan. Media lebih mengedepankan "profit orientied". dan film-film porno di berbagai media [cetak atau elektronik]. [Yastraf Amir Peiling] Menjamurnya pose seronok. PORNOAKSI DAN ABORSI DI INDONESIA Prof. norma agama. etika. gambar atau pose yang "panas dalam adegan" tetapi "tidak panas dalam ide. Sarah Azhari. aksi sensual. dan sederet artis lainnya yang diabadikan oleh majalah RHA yang konon juga telah beredar di manca negara [prestasi atau bencana!]. H. khususnya pada anak-anak dan generasi mudanya. Munculnya era reformasi. Sebagai bahan acuan hasil survay Ely Risman [Psikolog] menunjukkan sekitar 98 persen anak-anak Indonesia terbiasa mengakses media-media yang menampilkan pornografi [Republika 8 Maret 2006]. justru mendapat kecaman yang luarbiasa dari masyarakat lainnya yang mendukung polah tersebut sebagai produk seni tinggi [upaya membelenggu kreatifitas]. ketika sebagian masyarakat Muslim menentang dan mengutuk polah aksi pornografi. ataupun pengintaian satelit]". Dr. Realitas tersebut berakses pada kebebasan dalam etika dan norma.M. termasuk media [internet. dan nilai moral bangsa.

maka pose artis tersebut dianggap "masih sopan dan wajar'. Mengapa Fenomena tersebut dapat berlarut-larut dan bahkan akan selalu menjadi fenomena "gunung es" di negeri ini? Bisa jadi karena selama ini. dan pornoaksi tidak terkecuali kasus-kasus sejenis yang mencuat tersebut sama sekali tidak diperhatikan. termasuk masalah yang terkait dengan seksualitas manusia. An-Nûr ayat 31]. dan seniman. Oleh karena itu seorang wanita yang sudah baligh manakala keluar [masuk dalam kehidupan umum] dari rumah harus mengenakan jilbab yakni pakaian luar yang menutup tubuhnya hingga sejengkal dibawah mata kaki [QS. AnNûr 31]. dan mengenakan kerudung yang menutupi kepala. Melalui muhrimnya. perawat dan penyelidik. alAhzâb 59]. Bila pornografi dan pornoaksi diserahkan batasan dan kreterianya kepada kita terutama pada kalangan pendidik. budayawan. Akan halnya dalam kehidupan umum. Islam membolehkan bagi wanita menampakkan anggota bagian tubuhnya dihadapan anggota keluarga [muhrim]. Sebab bagi para phothografer atau pekerja seni yang sejenis yang akrab dengan para artis dan dunia entertaiment. dan kakinya. Dan bagi seorang wanita bagian tubuh yang terbilang sebagai ”aurat" adalah seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. semuanya akan memberikan rumusan yang berbeda bahkan bertolak belakang. Yaitu Islam memberikan syariat kehidupan khusus [kehidupan keluarga] dan kehidupan umum [kehidupan sosial]. dan kireteria merangsang yang menjadi tolak ukur pornografi dan pornoaksi dari berbagai pendapat juga masih mengandung kontroversi. tetapi ternyata faktanya sampai sekarang masih dalam wacana yang terus bergulir tampa adanya penyelesaian. seorang tidak dibenarkan menampakkan auratnya. Di dalam kehidupan khusus tersebut. Bagi yang menganggap bikini itu sopan.pornografi dan pornoaksi atau yang ramai diberdebatkan RUU APP [Anti Pornografi dan Pornoaksi]. Faktanya hingga saat ini. leher dan dadanya [QS. Dalam hal ini. tangannya. batasan mengenai pornografi dan pornoaksi di negeri Indonesia semakin tidak jelas. politisi. merangsang ataupun melanggar budaya Timur--tampak kabur dan bisa berubah-ubah. . Sementara itu seorang perempuan diperbolehkan memperlihatkan sebagian aurat-nya kepada para medis dalam hal ini dokter. tontonan tersebut bukan merupakan sesuatu yang merangsang akan tetapi dianggap sebagai produk "seni". seperti rambutnya. tidak menentu. Islam membolehkannya melalui apa yang dinamakan pintu "pernikahan". dapat diinformasikan kepada seorang pria yang melamarnya untuk dijadikan istrinya. Semuanya mengandung interpretasi yang sangat mudah diperdebatkan bahkan disangkal. MUI [Majelis Ulama' Indonesia] sendiri sebagai kontrol masyarakat yang sudah mengelurkan fatwa "haram" terhadap hal-hal yang berbau pornografi. bahkan menjadi kabur disebabkan pandangan masyarakat yang dipengaruhi oleh derasnya arus sekularisasi dan globalisasi. Dalam hal ini seorang wanita muslimah dibolehkan membuka jilbab dan kerudungnya dihadapan para muhrimnya dan orang-orang yang diberi hak oleh syariat untuk melihat aurat yang biasa terlihat manakala wanita tersebut berada dalam rumahnya [QS. Hal yang berkaitan dengan seksualitas. Islam telah memberikan arahan untuk memecahkan masalah-masalah manusia. Kreterianya pun belum jelas–apakah melanggar bartasan kesopanan. gambaran tentang sebahagian "aurat" perempuan. pornografisasi dan pornoaksisasi telah banyak melahirkan kader-kader baru bahkan lebih panas dari sebelumnya dan ironisnya mendapatkan tempat tersendiri dalam masyarakat dan media kita. Artinya hanya kepada orang yang terikat dengan tali pernikahan yang sah saja diperkenankan melakukan aktifitas seksual.

Sebaliknya Islam melarang kehidupan seksual diluar nikah dan berbagai bentuk seks bebas [free sexs] untuk menjaga kejelasan jalur keturunan manusia dan mencegah terjadinya konflik serta tindak anarki akibat hubungan lawan jenis yang tidak teratur. Secara tegas menghukum pelakunya bila masih gadis atau bujang. dan pekerjaan mungkar lainnya. Yaitu sama-sama terkait dengan seksualitas manusia dan normasusila.Dengan batasan yang jelas tersebut.000 ibu di seluruh dunia sebuah angka yang cukup fantastis sebagai mesin pembunuh. Istibsjaroh. Prof. lengkap dengan paparan-paparan data yang mendukung. Walaupun secara makna antara pornografi. dalam publik juga tak kalah ramai dengan kasus pornografi dan pornoaksi. selamat membaca! semoga buku ini dapat memberi pencerahan dan inspirasi bagi anda. sebagai pembuka anda akan digiring pada hal-hal yang terkait dengan pornografi dan pornoakasi [sebuah disain yang lengkap] yang kemudian sebagai puncaknya masalah hukum yang terkait dengannya. Zakiah Daradjat mengatakan pornografi termasuk pekerjaan mungkar. [Jawa Pos 6 November 2006] Walaupun dalam berbagi kasus aborsi tersebut memiliki latar belakang yang berbeda.[] . SH.. Kasus-kasus aborsi yang mencuat. semoga karya anda menjadi karya yang selalu bermanfaat bagi kebeningan umat. Dan parahnya para korban tidak menyadari akan perbuatan dan konsekwensi hukumnya baik secara duniawi maupun akhirat. yang kemudian diteruskan dengan hukum-hukum dan ketentuan yang terkait dengan aborsi. Dan untuk pembaca budiman. MA. merampok. Sementara itu pada bagian kedua. maka seorang wanita muslimah secara jelas mengetahui bahwa mengumbar aurat tubuhnya dihadapan orang yang tidak berhak dan ditempat yang tidak tepat adalah dosa yang harus dijauhi. pornoaksi dan aborsi memiliki arti yang jauh berbeda akan tetapi jika ditelisik akan menemukan sebuah benang merah. Sehingga dengan demikian pornografi dan pornoaksi tergolong dengan tindakan yang kriminial dan pelakukanya patut dijatuhi hukuman.. Karena pornografi yang sifatnya dapat menggoda. Untuk itulah buku ini hadir untuk anda para pembaca. Dr Hj. berdasarkan latar belakang yang terjadi dalam pandangan Islam terdapat ketentuan dan hukum tersendiri. Pada bagian pertama. mendorong orang untuk mendekati zina". tidak diridhai oleh Allah SWT dan dilarang dengan sangsi dunia dan akhirat bagi pelanggarnya. akan tetapi yang sering mencuat adalah akibat tindakan amoral.pornografi itu setara kejinya dengan judi. Pornoaksi dan Aborsi Dalam Perspektif Islam" saya ucapkan selamat kepada penulis. dengan 100 kali pukulan atau cambukan [an-Nûr ayat 2]. "…. Hubungan seks diluar nikah dalam pandangan Islam disebut dengan "zina" dan merupakan salah satu tindak kriminal [jarimah]. Agar lebih hidup pembaca juga akan disuguhi dengan beberapa kontroversi mengenai kententuan hukum pornografi dan pornoaksi dalam mayarakat. Tidak dapat dikesampingkan juga salah satu tindakan yang terkait dengan akses pornografi dan pornoaksi terkait dengan seksualitas manusia adalah tindak aborsi. Terkait dengan aborsi. Dalam setahun saja aborsi telah menewaskan 100. minuman keras. Bisa dicatat dalam sebulan pasti ada dua sampai tiga kali dalam seminggu kasus yang muncul dan tragisnya lagi pasti akan menimbulkan korban baik dari pihak ibu maupun anak. Dan sebagai pengantar buku "Menimbang Hukum Pornografi. Buku ini merupakan salah satu buku yang akan membongkar hal-hal yang terkait dengan aborsi yang sebelumnya didahului dengan memperbincangkan tentang pornografi dan pornokasi tentunya dalam perspektif Islam. adalah menggali dan memperbincangkan tentang ruang lingkup aborsi.

Pertama. 2007 Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Ridlwan Nasir. dan . Pembagian penduduk berdasarkan tempat tinggal perkotaan dan pedesaan. budaya. Kedua. Dalam kondisi seperti ini batasan mengenai pornografi dan pornoaksi menjadi suatu entitas yang dapat mengalami perubahan. walaupun akhirnya konsep ini selalu berubah berdasarkan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. MA NIP. 150203743 I PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI BAGIAN PERTAMA RUANG LINGKUP PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI A. ekonomi dan politik. Secara umum pengertian pornografi dan pornoaksi di Indonesia dapat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi sebagai berikut. Pembagian penduduk berdasarkan agama yang dianut. sosial. Gambaran mengenai pornografi dan pornoaksi pada masyarakat secara luas bukan merupakan sesuatu yang menetap. sesuai dengan latar belakang sosial cultural yang ada. Dr.M. Hakekat Pornografi dan Pornoaksi Konsep mengenai porno pada dasarnya bersifat intra subyektif dan bahkan inter subyektif dimana subyektifitas individu satu dengan lainnya membentuk seks normatif. khususnya ketika ia berhadapan dengan petumbuhan yang terjadi dalam bidang. H. Maret.Surabaya.

" "pron. [Jakarta. Istilah "pornografi" seringkali mengandung konotasi negatif dan bernilai seni yang rendahan. Balai Pustaka. apabila pembuatan. dari akar kata Yunani klasik πορνη dan γραφειν.  Abu Al-Ghifari. khususnya yang dianggap berselera rendah atau tidak bermoral. 1988]. Cet ke I. meskipun kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian. Kata ini berasal dari dari istilah Yunani untuk orang-orang yang mencatat "pornoai". Pornographos. Prenada Media. 2003] h. h. 69. Kata "porne" yaitu "perempuan jalang" dan graphein "menulis atau ungkapan".Ketiga. Gelombang Kejahatan Seks Remaja Modern. Studi Dalam Hukum Perbandingan. 354. dibandingkan dengan erotika yang sifatnya lebih terhormat. gambar. Sekarang istilah ini digunakan untuk merujuk secara seksual segala jenis bahan tertulis maupun grafis. Bina Mulia 1987].4 1 Neng Djubaidah. Puspa Swara. Pornografi adalah tulisan. istilah ini diambil oleh para ilmuwan sosial untuk menggambarkan pekerjaan orang-orang seperti Nicholas Restif dan William Acton. [Jakarta. 2002]. atau pelacur-pelacur terkenal atau yang mempunyai kecakapan tertentu dari Yunani kuno. namun berbeda dengan erotika. Sementara itu menurut istilah beberapa para ahli pornografi dapat didefinisikan sebagai berikut.2 Sementara itu dalam kamus Ilmu Popular pornografi diartikan sebagai bacaan atau gambar cabul. 137 Tjipta Lesmana. pembicaraan." atau "porno" adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia dengan tujuan membangkitkan rangsangan seksual. Cet ke I. mirip. penyajian atau konsumsi bahan tersebut dimaksudkan hanya untuk membangkitkan rangsangan seksual. mulanya adalah sebuah eufemisme dan secara harafiah berarti 'sesuatu yang dijual. [Bandung. h. Pornografi dalam Hukum Pidana. Istilah ini tetap digunakan dengan makna ini dalam "Oxford English Dictionary" hingga 1905.3 Dalam pengertian aslinya. Tim Penyusun Kamus Besar Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa. pornografi secara harafiah berarti "tulisan tentang pelacur". [Jakarta. . Pada masa modern. h.' Kata ini berkaitan dengan kata kerja yang artinya menjual. pembagian penduduk berdasarkan masyarakat adat yang berada antara satu dan lainnya. 7. yang pada abad ke-18 dan 19 menerbitkan risalat-risalat yang mempelajari pelacuran dan mengajukan usul-usul untuk mengaturnya. Mujahid. 4 3 2 Abu Al-Ghifari. lukisan. h. A.1 Jika ditelusuri pornografi dari bahasa Yunani "πορνογραφία" pornographia — secara harafiah tulisan tentang atau gambar tentang pelacur kadang kala juga disingkat menjadi "porn. Istilah eufemistis seperti misalnya film dewasa dan video dewasa biasanya lebih disukai oleh kalangan yang memproduksi materi-materi ini. diartikan sebagai writing abaut prostitutes tulisan atau gambaran mengenai pelacur. 1995]. Hamzah. dan gerakan-gerakan tubuh yang membuka tubuh tertentu secara vulgar yang semata-mata untuk menarik perghatian lawan jenis. [Jakarta. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pornografi Pornoaksi Ditinjau Dari Hukum Islam. tayangan audiovisual. Lih. Akan tetapi. belakangan istilah pornografi dan pornoaksi digunakan untuk publikasi segala sesuatu yang bersifat seksual. Pornografi Dalam Media Massa. 30.

yaitu meliputi porno teks. Dengan demikian secara garis besar dalam wacana pornografi atau dalam tindak pencabulan konteporer dan beberapa bentuk porno.. Kamis. Pornomedia Kontruksi Sosial Tehnologi Telematika dan Perayaan Seks di Media Massa. mengalami atau mengalami sendiri peristiwa atau hubungan seks itu. sehingga fantasi seksual pembaca menjadi menggebu-gebu terhadap hubungan seks yang digambarkan tersebut. htm. Kaburnya Batasan Pornografi. Pornoteks yaitu karya pencabulan yang mengangkat cerita berbagai fersi hubungan seksual dalam bentuk narasi. Karya seni yang secara seksual bersifat sugestif dan eksplisit sama tuanya dengan karya seni yang menampilkan gambar-gambar yang lainnya. Penggambaran yang detail secara narasi terhadap hubungan seks itu kemudian menimbulkan terciptanya teatre of mind pembaca. Dalam kasus tertentu semua katogori ini dapat menjadi sajian dalam satu media. 01 Mei 2003. ciuman merangsang antara pasangan sejenis ataupun berlainan jenis. serta segala bentuk perilaku seksual dan hubungan seks manusia yang patut diduga menimbulkan rangsangan nafsu berahi pada orang lain.7 B. sehingga konsepnya menjadi pornomedia. baik dengan atau tanpa penutup. sehingga pembaca merasa ia merasa menyaksikan sendiri. terawang. tayangan atau media komunikasi lainnya yang sengaja dibuat untuk memperlihatkan secara terang-terangan atau tersamar kepada publik alat vital dan bagian-bagian tubuh serta gerakan-gerakan erotis yang menonjolkan sensualitas dan atau seksualitas. pornografi. payudara atau pinggul. ----.5  Menurut RUU Anti Pornografi. 231. Foto-foto yang eksplisit muncul tak lama setelah ditemukannya fotografi. Ensiklopedia Feminisme. 1998]. 152. Pornosuara yaitu tuturan atau kalimat-kalimat yang diucapkan seoarang yang langsung atau tidak langsung bahkan secara halus atau vulgar tentang aktivitas seksual atau obyek sekual. Ia seorang hitaerai yaitu perempuan yang hidupnya hanya untuk bersenang-senang dengan laki-laki. video. film atau yang dipersamakan dengan film. Sementara itu. lukisan. Karya-karya film yang paling tuapun sudah menampilkan gambar-gambar telanjang maupun gambaran lainnya yang secara seksual bersifat eksplisit. Sejarah Pornografi dan Pornoaksi Pornografi dan pornoaksi mempunyai sejarah yang panjang. lesbian. dilihat dari depan. foto. Pikiran Rakyat Cyber Media. "Pornografi adalah bentuk ekspresi visual berupa gambar. 7 . Wanita tersebut bernama Phyerne dari Thespie. Feminis dan Moralis Konservatif mendefinisikan pornografi sebagai "Penggambaran material seksual yang mendorong pelecehan seksual dengan kekerasan dan pemaksaan". samping. gerakan masturbasi. tulisan. sejarah munculnya pornografi da pornoaksi ini bermula dari keberadaan seorang perempuan cantik jelita. Ibid. yang hidup di Negara Yunani yaitu sekitar abad ke-empat sebelum Masehi. [Jakarta. testimonial. Beralih ke pengertian pornoaksi itu sebenarnya tidak jauh dengen pengertiannya dengan pornografi yaitu penekanannya pada pornoaksi lebih pada penggambaran aksi gerakan lenggokan dan liukan tubuh yang disengaja atau tidak sengaja untuk memancing bangkitnya nafsu seksual laki-laki. Penonjolan close up alat-alat vital. homo. atau belakang. Burhan Bungin. "Pornografi adalah ungkapan visualisasi dan verbalisasi melalui media komunikasi massa tentang perlakuan/perbuatan laki-laki dan/atau perempuan dalam keadaan memberi kesan telanjang bulat. Hitearai berbeda 5 6 Maggie Humm. gerakan atau bunyi suara dan/atau desah yang memberi kesan persenggamaan. h.."6  MUI atau Departemen Agama. h. atau oral seks yang bertujuan untuk membangkitkan nafsu seksual". pornosuara dan pornoaksi. atau pengalaman pribadi secara detail dan vulgar.

dan kultur masingmasing.. adat istiadat. 10-11. Dan pertunjukan Phryne itulah kemudian merupakan awal dari adegan pornografi yang kemudian berkembang menjadi striptease show. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Untuk itu perlu adanya kreteria mengenai indah. . h.10 Meskipun rumusan strip-tease tersebut tidak disertakan tujuan tarian telanjang adalah untuk merangsang nafsu birahi seperti halnya dengan rumusan pornografi namun akibat dari stip-tease ini juga sama-sama dapat membangkitkan nafsu birahi. saat ini bias disebut pornoaksi.. Kamus Besar Bahasa Indonesia.. h. Ibid. Namun pada perkembangan selanjutnya seperti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia kata porne yang berasal dari kata porne yang berarti cabul. 696. terutama yang diwarisi dari para leluhurnya. h. Sementara itu jika strip-tease ditampilkan melalui media dikategorikan sebagai pornografi. Perbedaan yang mencolok tersebut antara Barat dan Timur dari segi kehidupan sosial adalah Barat khususnya Benua Eropa mengalami kemajuan yang sangat menonjol. yaitu perempuan pelacur yang digunakan dan dibayar setiap hari dan berbeda pula dengan istri yang dipercayakan untuk memelihara rumah tangga dan keturunan yang dapat dipercaya. 696. Kamus Besar Bahasa Indonesia. atau dapat juga berarti tarian telanjang. sementara strip-tease yang ditampilkan melalui lewat media maka dikatagorikan sebagai pornografi. Ketika hukum hendak menjatuhkan hukuman terhadap Phryne pembela Phryne yang bernama Hyperdes mengajukan pembelaan dengan cara meminta Phryne berdiri disuatu tempat di depan sidang dengan posisi yang dapat dilihat oleh semua hadirin. Kreteria dan Batasan Pornografi dan Pornoaksi Berdasarkan kedudukannya pornografi dan pornoaksi dapat kita tinjau dari dua sudut yaitu pertama.11 strip-tease yang dilakkan secara langsung. 11 Neng Dzubaidah. [Jakarta. Phryne menampakkan pakaiannya satu persatu hingga tubuh indahnya tampak oleh hakim dan seluruh yang hadir dan hasilnya Phryne dibebasakan dari tuduhan dan hukuman. C. Sementara itu dalam realitasnya terjadi perbedaan yang sangat mencolok antara belahan Barat dan Timur.dengan porne. adalah penilaian yang lebih menyoroti pada aspek etika. Sementara Timur masyarakatnya identik dengan memegang teguh tradisi. sedangkan kata strip-tease menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pertunjukan tarian yang dilakukan oleh perempuan dengan gerakan antara lain dengan menanggalkan pakaiannya satu persatu dihadapan penonton. h. Berdasarkan pengertian diatas sebenarnya akibat dari striptease dan pornografi sebenarnya tidak berbeda baik yang ditampilkan secara langsung atau melalui media komunikasi yaitu sama-sama membangkitkan nafsu birahi bagi orang yang melihat atau menontonnya. Rachim.9 Sedangkan kata pornografi menurut kamus tersebut adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dengan tujuan untuk membangkitkan nafsu birahi. 140. Pornografi Dalam Pers Sebuah Orentasi. Kedua. Pornografi Pornoaksi Ditinjau Dari Hukum Islam.8 Pheyrne pernah dituduh sebagai perempuan yang mengkorupsi para jejaka Athena. Dalam perkembangan selanjutnya strip-tease baik yang dilakukan secara langsung disebut dengan pornoaksi. 10 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Strip-tease show yang dilakukan oleh seorang Hetaerai tersebut tidak berkaitan dengan porne yang berarti pelacur. atau tampa melalui media komunikasi. kreteria baik 8 9 Alex A. sudut social cultural bahwa ketika membahas mengenai pornografi maka yang harus diperhatikan adalah masalah perbedaan sosio budaya. Ibid. kurun waktu dan tahapan kedewasaan etis dari orang-orang secara individual dan seluruh masyarakat. Ibid. Dewan Pers 1987].

APIK. Pembedaanpembedaan ini mungkin tampaknya tidak berarti bagi banyak orang. Sementara itu berdasarkan tingkatan elsistensi dan pengaruh yang ditimbulkannya secara umum pornografi dan pornoaksi dibedakan menjadi dua yaitu pornografi dan pornoaksi normal. namun definisi hukum yang tidak pasti dan standar yang berbeda-beda pada penyalur-penyalur yang berbeda pula menyebabkan produser membuat pengambilan gambar dan penyuntingannya dengan cara yang berbeda-beda pula. dan dalam bidang etis tekannanya pada yang baik.13 Dengan demikian perubahan pada nilai atau sistem budaya akan berakibat pada perubahan sistem sosial. h. Di dalam industrinya sendiri dilakukan klasifikasi lebih jauh secara informal. Kontruksi Sosial Teknologi Telematika dan Perayaan Seks Di Media Massa. [Jakarta. ilmu pengetahuan dapat sangat membantu manusia dalam membuat penilaian etis yang bertanggung-jawab tampa terjebak membuat larangan-larangan moral yang irrasional. atau menirukan adegan seks. dan sistem organis. Daya-daya seksual yang menyeluruh tidak diceritakan sebagai sarana ungkapan cinta dalam perkawinan dan cara untuk melanjutkan keturunan dalam keluarga. Burhan Bungin. sistem sosial. 2003].yang lebih mencakup pada masalah etis walaupun tekanannya bisa berbeda. Seks dilepaskan dari aspek yang lain seperti aspek psikologis. [Jakarta. Melihat pergeseran tersebut terjadi perbedaan yang sangat signifikan antara masyarakat Barat dan masyarkat Timur dalam memandang konsep seks dan pornografi dan pornoaksi. . hanya alat kelamin genital untuk merangsang nafsu birahi terlepas dari nilai personal seperti cinta kasih dan kemesraan. Perubahan pada tingkat ini akan berakibat tingkatnya sistem kepribadian dan organisme aksi masyarakat. Tanggapan atas RUU Anti Pornografi dan Anti Pornoaksi Sebuah Draf Kajian.  Perangsangan nafsu birahi.. tt]. Etika Seksual Dan Perkawinan . Tim Kajian LBH APIK Jakarta. Penilaian yang bijaksana mengenai masalah seksualitas. 14 15 Johan Suban Tukau.14 seksualitas diciutkan pada. Ibid. Dalam kreteria pornografi dan pornoaksi ada keterkaitan dengan teori yang dikemukakan oleh Talcott Person melalui konsep sibernetik bahwa ada keterkaitan sistem budaya. Ibid. h. sosial dan moral. sementara pornografi dan pornoaksi berat mengandung gambargambar alat kelamin dalam keadaan terangsang dan kegiatan seksual termasuk penetrasi. 99.15 pornografi dan pornoaksi menonjolkan kelamin genital untuk merangsang nafsu birahi yang brutal dan menunjukkan kelemahlembutan 12 13 Johan Suban Tukau. h. Dalam ilmu penghetahuan tekanan yang benar.. Pornografi dan pornoaksi keras dapat merangsang orang bersangkutan untuk sampai melampiaskan dorongan seksualnya secara brutal kepada orang lain. Etika Seksual dan Perkawinan. Menurut Johan Suban sesuatu dinilai porno jika. adegan-adegan yang secara sugestif bersifat seksual. sistem kepribadian. pornografi dan pornoaksi biasa dan pornografi dan pornoaksi keras sadistis. Pengalaman manusia dan kebenaran agama. dalam arti seni tekanannya pada arti yang indah estetika.12 Secara garis besar perbedaan tersebut lebih mengacu pada pengaruh yang diakibatakan dua macam katogari pornografi tersebut. Pornografi dan pornoaksi ringan umumnya merujuk kepada bahanbahan yang menampilkan ketelanjangan. 75-76. Mereka pun terlebih dulu mengkonsultasikan film-film mereka dalam versi yang berbeda-beda kepada tim hukum mereka. h.  Isolasi seks. kreteria benar dan indah harus diikutsertakan sebagai landasan dasar untuk menggapai suatu penilaian yang bijaksana. 12. Prenada. 76.

Itu berarti perendahan atau pelecehan nilai suci perkawinan dan keluarga. Adegan seks dipertontonkan secara berlebihan. Seolah-olah pria dan wanita adalah obyek yang harus dinikmati. Relief Klasik Sementara itu pada manusia telanjang dan aktivitas-aktivitas seksual ditampilkan dalam sejumlah karya seni paleolitik misalnya pada patung Venus. media jenis 'X' ini sangat laris manis di pasaran. . h. serta isi pemberitaannya yang berputar pada wilayah seksualitas. Bahwa manusia juga memiliki akal budi. bila dibandingkan dengan media lainnya. Media dan Akses Pornografi dan Pornoaksi Perkembangan media dalam balutan pornografi dan pornoaksi bekembang dengan pesat. namun tidak jelas apakah tujuannya adalah membangkitkan rangsangan seksual. D. Johan Suban Tukau. sementara majalah seringkali menggabungkan foto dan teks tertulis. cukup mudah untuk menemukan media kategori ini.17 pornografi dan pornoaksi mempertontonkan gambar telanjang bagi remaja dan kalangan lainnya dengan tujuan tidak menjelaskan secara benar fungsi alat kelamin. Sebaliknya. Tidak dilihat bahwa dorongan seksual dapat dibudidayakan dan disumblimasi. Hampir di setiap sudut kota. gambar-gambar itu mungkin mempunyai makna spiritual. bagi remaja akan menjerumuskan mereka ke dunia fantasi dan bukan pada dunia nyata. Pornografi dan pornoaksi tidak menghargai privacy dibidang seksualitas manusiawi. Media dengan tema seksualitas memang tumbuh dan berkembang luar biasa. Mencari media kategori 'X' ini bukan pekerjaan sulit.. di agen-agen koran. tetapi lebih untuk membuat mereka berkhayal. teks erotik yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik lainnya. Suatu pertunjukan hidup pun dapat disebut porno.. atau sosial. khususnya dalam perkawinan. Novel dan cerita pendek menyajikan teks tertulis. sehingga orang akan cenderung melupakan adat mengabaikan nilai persahabatan dan pergaulan. manusia membutuhkan lingkungan intim. Hubungan seksual personal yang intim antara suami istri dalam keseluruhan hidup berkeluarga disajikan secara terbuka dalam pornografi dan pornoaksi tampa hormat sama sekali. Film porno menggabungkan gambar yang bergerak. Ibid.  Tiadanya hormat terhadap lingkungan intim16. dan suara seperti misalnya suara orang yang bernapas tersengal-sengal. gambar. foto-foto. 1. 76. media berlabel 'X' ini ternyata masih berjaya di pasaran. 76. Salah satu contoh yang menonjol adalah gambar tentang sebuah bordil yang mengiklankan berbagai pelayanan seksual di dinding di atas 16 17 Johan Suban Tukau.  Membangkitkan dunia khayalan. Etika Seksual Dan Perkawinan Ibid. a.emosional yang psikis dan seksualitas. Perkembangan Pornografi dan pornoaksi dalam Bentuk Media Pornografi dan pornoaksi dapat menggunakan berbagai media — teks tertulis maupun lisan. dan berbagai tempat lain. h. Orang lain adalah alat untuk melampiaskan nafsu birahi yang irasional. kehendak dan cita-cita yang luhur. Sehingga wajar. Ada sejumlah lukisan porno di tembok-tembok reruntuhan bangunan Romawi di Pompeii. ukiran. Daya tarik media kategori ini di mata konsumen barangkali terletak pada tampilan gambarnya yang vulgar dan memancing birahi. Jika media dengan tema politik. kios. Etika Seksual Dan Perkawinan. atau tema lain sudah banyak yang gulung tikar. kadang-kadang dengan ilustrasi. gambar bergerak termasuk animasi.

pornografi dan Mona [juga dikenal sebagai Mona the Virgin Nymph]. tergantung versi yang diedarkan]. lesbianisme dan homoseksualitas.18 Sementara itu. Pada paruhan kedua abad ke-20. kadang-kadang seolah-olah sedang melakukan masturbasi. seks kelompok. Namun pada akhir 1960-an. melakukan fellatio dan penetrasi anal. 18 .masing-masing pintu. majalah-majalah ini. yang dibuat di Prancis pada 1908. Menurut buku Patrick Robertson. Jalan ceritanya menggambarkan seorang tentara yang kelelahan yang menjalin hubungan dengan seorang perempuan pelayan di sebuah penginapan. 66 Banyak film porno seperti itu yang dibuat dalam dasawarsa-dasawarsa berikutnya. pornografi dan pornoaksi di Amerika Serikat berkembang dari apa yang disebut "majalah pria" seperti Playboy dan Modern Man pada 1950-an. melalui fotografi foto dan gambar hidup hingga video. namun karena sifat pembuatannya dan distribusinya yang biasanya sembunyi-sembunyi. mulai menampilkan gambar-gambar yang lebih eksplisit. El Satario dari Argentina mungkin malah lebih tua lagi. teknik ini pun digunakan untuk membuat foto-foto porno. masturbasi.200 tahun yang melukiskan "seorang laki-laki yang sedang membungkuk di atas seorang perempuan" dalam cara yang memberikan kesan suatu hubungan seksual. dan pada akhirnya pada 1990-an. Film ini dibintangi oleh Bill Osco dan Howard Ziehm. Di Pompeii orang pun dapat menjumpai gambaran zakar dan buah zakar yang ditoreh di sisi jalan. 2.3. untuk menunjukkan jalan kepada para pengunjung. Film ini kemungkinan dibuat antara 1907 dan 1912. Gambaran laki-laki itu kemudian diberi nama "Adonis von Zschernitz". Robertson mencatat bahwa "film-film porno tertua yang masih ada tersimpan dalam Kinsey Collection di Amerika. Buku-buku komik porno yang dikenal sebagai kitab suci Tijuana mulai muncul di AS pada tahun 1920-an. Audio Visual Film Film-film porno juga hampir sama usianya dengan media itu sendiri. yang pada masa itu juga termasuk majalah Penthouse. yang diedarkan di bioskop-bioskop di AS. keterangan dari film-film seperti itu seringkali sulit diperoleh. Film Jerman Am Abend sekitar 1910 adalah. Hampir bersamaan dengan penemuan fotografi. Film Facts. "sebuah film pendek sepuluh menit yang dimulai dengan seorang perempuan yang memuaskan dirinya sendiri di kamarnya dan kemudian beralih dengan menampilkan dirinya sedang berhubungan seks dengan seorang laki-laki. TV satelit dan internet. yang kemudian membuat film porno berat (atau ringan. sebuah film 59-menit 1970 umumnya diakui sebagai film porno pertama yang eksplisit dan mempunyai plot. demikian tulis Robertson. Media Cetak Pornografi dan pornoaksi yang diedarkan secara massal sama tuanya dengan mesin cetak sendiri. "film porno yang paling awal. menampilkan penetrasi seksual. meskipun alat kelamin mereka ataupun bagian-bagiannya tidak benar-benar diperlihatkan." Robertson. hlm. dan fetishes. Para arkeolog di Jerman melaporkan pada April 2005 bahwa mereka telah menemukan apa yang mereka yakini sebagai sebuah gambaran tentang adegan porno yang berusia 7. menunjukkan jalan ke wilayah pelacuran dan hiburan. Majalah-majalah ini menampilkan perempuan yang telanjang atau setengah telanjang perempuan. yang dapat diketahui tanggal pembuatannya adalah A L'Ecu d'Or ou la bonne auberge". Seruanseruan untuk mengatur atau melarang teknologi-teknologi ini telah sering menyebutkan pornografi dan pornoaksi sebagai dasar keprihatinannya. Bahkan sebagian orang mengatakan bahwa pornografi dan pornoaksi telah menjadi kekuatan yang mendorong yang mendorong teknologi dari mesin cetak. Sebuah film menunjukkan bagaimana konvensi-konvensi porno mula-mula ditetapkan.

Ralph Bakshi Anime dengan anggaran yang relatif tinggi.  1970 . Film tahun 1971 The Boys in the Sand dapat disebutkan sebagai yang "pertama" dalam sejumlah hal yang menyangkut pornografi.Wakefield Poole Gay  1971 .Film Porno tercatat . dunia Sex telah menjadi bahan pembicaraan dan sudah ada selama bertahun-tahun lalu.  1953 .Catatan Film Porno . Berikut ini adalah catatan sejarah singkat pornografi dan pornoaksi yg dimulai pada abad pertama sebelum Masehi:  Abad pertama sebelum masehi .Film Porno tercatat .Deep Throat . lalu siapa pula yg mulai menyebarkanya dan membuat pornografi dan pornoaksi menjadi komersil dan bahkan ditentang seperti sekarang? Ide tentang penyebaran pornografi dan pornoaksi dimulai dari banyak hal. disutradarai oleh Mike Nichols  1972 . yg disutradarai oleh Paul Mazursky  1970 . Dan ini adalah film porno kelas X pertama yang dibuat tinjauannya oleh New York Time . Film Porno.Catatan Film Porno . Film ini juga merupakan film porno pertama yang mencantumkan namanama pemain dan krunya di layar (meskipun umumnya menggunakan nama samaran).Carnal Knowledge. Siapakah yg mem-populerkan hal ini.Bob Guccione membuat Penthouse  1968 .The Boys in the Sand .Kama Sutra diciptakan  1440 . Film ini umumnya dianggap sebagai film pertama yang menggambarkan adegan porno homoseksual.Film mainstream pertama kali menampilkan gaya Swinger pertukaran pasangan . dll.Fritz the Cat . yaitu film Flesh Gordon. Keterangan dan beberapa catatan berikut mungkin untuk melihat sejarah pornografi dan pornoaksi yang ada di dunia. Siapa pula yang pertama kali membuat situs xxx dewasa? Siapa pula yang memulai membayar dan menjadikan pornografi dan pornoaksi ini ajang bisnis luar biasa.Surat Kabar Gutenberg ditemukan  1928 . pornoaksi.Kondom pertama kali muncul dalam sebuah film .Behind the Green Door .Hugh Hefner memulai majalah Playboy  1965 .Gerard Damiano Straight  1972 . Ruth lahir.Penthouse memperkenalkan ke publik untuk pertama kali.The Mitchell Brothers Straight  1972 .Cycle Studs .Dr.Le Salon Gay  1971 . meski kita semua tahu bahwa Manusia pasti tak luput dari Dunia Sex sejak jaman Adam dan Hawa. Seperti Majalah.pornoaksi.Film Porno tercatat .Al Goldstein mendirikan Screw  1969. Sejak jaman Video Betamax sampai Internet tanpa batas ini.Bob & Carol & Ted & Alice. Ini juga film porno pertama yang membuat parodi terhadap judul film biasa [judul film ini The Boys in the Band]. Internet telah membuka mata dunia dan menjadikannya dunia tanpa batas yang bisa dijangkau dengan mudah.

 1995 .000  1997 . berkeley.Sex.VHS Video diperkenalkan  1981 .Name server Domain Host dikembangkan di University of Wisconsin  1984 .edu. think.com.Arti dari “Surfing the Internet” pertama kali kita dengar browsing  1993 .Pamela Anderson dan Tommy Lee video porno bocor  1998 .Domain Name Systems DNS diperkenalkan  1985 .World Wide Web www tercipta  1994 .edu.Domain yang bisa didaftarkan pada mulanya .com dicuri oleh Stephen Cohen  1996 .960 halaman reportase dan interogasi pornografi dan pornoaksi atas perintah President Ronald Reagan.000  2000 .Konfirmasi pertama blowjob di White House.world. purdue. mitre.  1990 .edu.DVD diperkenalkan  1997 .  1999 .Al Goldstein memasang “Fuck You Finger” jari tengah dihalaman belakang rumahnya di Florida. 1974 .  1984 .Domain name tv. Dia lalu mundur dari Miss Amerika.  2000 .com dijual seharga $15.Majalah Penthouse menampilkan gambar Vanessa Williams telanjang.000  1997 .com  1992 .com dijual $150.gov.Video iPod diperkenalkan .Pencuri Sex.HIV/AIDS menjadi topik hangat  1983 . rice.Pengacara Amerika Jendral Edwin Meese publish 1. Stephen Cohen ditahan  2005 .Betamax Video diperkenalkan  1975 .  1975 .com adalah domain yang pertama kali didaftarkan  1985 . rutgers.com.org  1986 .cmu. bbn.com dikembalikan ke Gary Kremen setelah melalui proses hukum.AEBN meluncurkan situs VOD Video On Demand .Domain name business.Iklan Kondom pertama kali tampil di TV  1976 .Symbolics.Penthouse bangkrut  2005 .com dijual $7.edu.American Express menghentikan transaksi pornografi dan pornoaksi  2001 .com didaftarkan oleh Gary Kremen  1995 . ucla.std.Larry Flynt starts Hustler.Paypal menolak transaksi dewasa  2003 .500.Ikln komersial pertama tentang provider Internet dial-up .Video atas permintaan  2000 .Sex.edu.edu. css.Sex.Viagra diperkenalkan  1998 .Yahoo membuang iklan pornografi dan pornoaksi dari mesin pencarinya  2003 .Domain name business. mit.com.edu.

VHS. sedangkan dampak emosional berhubungan dengan perasaan. Orang kini 19 Masa Kesetrum. Inilah yang belakangan dikenal sebagai hidden curriculum kurikulum yang tersembunyi. hedonisme. Dampak dari kehadiran media bisa berwujud dampak kognitif dan dampak emosional. DVD. dan pola pikir anak didik. Dampak kognitif juga mencakup aspek niat. 2006 . isi tulisannya pun jauh dari kaidah-kaidah jurnalistik. setiap kali protes dilakukan. Kehadirannya telah membentuk perilaku. Merebaknya kasus-kasus amoral sebagian besar dipengaruhi oleh media bernuansa pornografi dan pornoaksi. Selain penuh dengan gambar-gambar seronok dan merangsang. yakni beragam bentuk media yang mempengaruhi berjalannya proses pendidikan dan perkembangan psikologis anak didik. maka pada titik inilah perilaku dan moralitas permisif akan semakin meluas dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.000. dan usaha yang berkecenderungan untuk diwujudkan menjadi kegiatan. brutalisme. Dari sini jelas betapa berbahayanya pornografi dan pornoaksi di tinjau dari dimensi pendidikan. dan dengan munculnya perekam kaset video rumahan. Kehadiran media-media semacam ini telah memberikan dampak destruktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Ada beberapa paham yang ikut serta dalam media-media yang ditonton oleh anakanak.com dijual $12. karena adanya nilai-nilai yang saling bertubrukan.000  2006 . maka kita harus melakukan tindakan secara nyata untuk menggugat dan mencegahnya. tekad. dan kebebasan. htm . 4. Video: Betamax. Dampak kognitif berhubungan dengan pemikiran. tidak banyak tindakan nyata yang dilakukan oleh pemerintah. sikap. Christy Canyon. upaya. industri film porno pun mengalami perkembangan besar-besaran dan melahirkan bintang-bintang "film dewasa" seperti Ginger Lynn. terutama di kalangan anak-anak. Mereka yang bergerak dalam industri media semacam ini tampaknya kurang menyadari bahwa produk pers memiliki tangung jawab sosial. merupakan pilar keempat dalam proses pendidikan. Karena media memiliki pengaruh secara signifikan terhadap realitas sosial. Media massa dalam berbagai bentuknya. Paham-paham tersebut secara nyata berbahaya terhadap berjalannya pendidikan dan pengajaran di sekolah. yang berkembang justru perdebatan antara moralitas. Bahkan. Protes terhadap persoalan pornografi dan pornoaksi sebenarnya sudah banyak disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat. yaitu paganisme. Apa yang dipaparkan tidak lebih dari cerita-cerita perangsang nafsu seksual. Sejarah Pornografi Dunia. media-media berkategori 'X' tersebut sebenarnya sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah media.Google berurusan dengan pengadilan gara-gara hasil pencarian porno19 Oleh karena itu. Kalau kita cermati. Jika pengaruh negatif berdampak pada taraf kognitif dari kesadaran masyarakat. dan Traci Lords belakangan diketahui usianya di bawah usia legal. besarnya pengaruh media massa menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini.Tercatat. Ketika ekspose produk pers telah melampaui batas moralitas. kamera film juga telah digunakan untuk membuat pornografi dan pornoaksi. dan pornografi dan pornoaksi.Sex. Perkembangan pesat pornografi dan pornoaksi terjadi seiring reformasi. yaitu 18 tahun. seni. Namun sayang. pada saat membuat sebagian besar dari film-filmnya. dan Format-Format Depan Selama sejarahnya.

para penegak hukum menghadapi kesulitan-kesulitan tambahan untuk menuntut gambar-gambar otentik yang menampilkan perbuatan kriminal. ditambah dengan pilihan yang lebih banyak untuk memuaskan fantasi dan fetishnya. Praktik ini dilakukan dengan membuat perubahan-perubahan kecil terhadap foto-foto untuk memperbiaki penampilan para modelnya. generasi gambar-gambar yang sama sekali bersifat sintetik. Sementara itu banyak juga. menantang kritik-kritik konvensional terhadap pornografi dan pornoaksi. penutup berganda mis. Gagasan tentang pornografi dan pornoaksi yang sepenuhnya dihasilkan oleh komputer sudah dipikirkan sejak dini sebagai salah satu daerah aplikasi yang paling jelas untuk grafik komputer dan pembuatan gambar tiga dimensi. Menurut sebuah artikel Reuter 2004 "Industri bermilyar-milyar dolar ini menerbitkan sekitar 11. Upaya-upaya inovasi lainnya muncul dalam bentuk video interaktif yang memungkinkan pengguna memilih variabelvariabel seperti sudut kamera berganda.000 judul dalam bentuk DVD setiap tahunnya. Keberadaan foto-foto porno palsu dari para selebriti memperlihatkan kemungkinan untuk menggunakan gambar-gambar palsu untuk melakukan pemerasan atau mempermalukan siapapun yang difoto atau difilmkan. . pengaruhnya kemungkinan akan berkurang. tetapi sejumlah pornografi dan pornoaksi dihasilkan tanpa aktor manusia sama sekali. Kelengkapan outfit yang besar cenderung mendukung Cakram cahaya biru yang memiliki kapasitas tinggi. 1999. sementara kelengkapan yang kecil umumnya lebih mendukung HD-DVD yang tidak begitu mahal. hingga perubahan-perubahan besar dalam bentuk membuat photomorph dari makhluk-makhluk yang tidak pernah ada seperti misalnya gadis kucing atau gambar-gambar dari para selebriti yang bahkan mungkin tidak pernah memberikan persetujuannya untuk ditampilkan menjadi film porno. memperbaiki cahaya dan kontras fotonya. dan isi DVD untuk komputer saja. meskipun ketika kasus-kasus itu menjadi semakin lazim. seperti misalnya menyingkirkan cacat pada kulit. "Devil in the Flesh". sejumlah pornografi dan pornoaksi dihasilkan melalui manipulasi digital dalam program-program editor gambar seperti Adobe Photoshop. karena kemungkinan gambar-gambar itu hanyalah gambar sintetik. Pembuatan gambar-gambar lewat komputer yang sangat realistik menciptakan dilemadilema etika baru. untuk dinikmati sendiri atau bahkan untuk dijual dan memperoleh keuntungan. Para produsen film erotik diramalkan akan memainkan peranan penting dalam menentukan standar DVD yang akan dating. Manipulasi digital membutuhkan foto-foto sumber. memberikannya kekuatan yang sangat besar untuk mempengaruhi pertempuran antara kedua kelompok studio dan perusahaan teknologi yang saling bersaing untuk menetapkan standar untuk generasi berikutnya" 5. Akhirnya. Ketika gambar-gambar khayal tentang penyiksaan atau pemerkosaan disebarkan secara luas.dapat menonton film porno dengan leluasa dalam privasi rumahnya sendiri. orang kini mempunyai sarana untuk membuat filmnya sendiri. Ditambah dengan hadirnya kamera video yang murah. yang tidak merekam peristiwa-peristiwa yang sesungguhnya. Ada yang berpendapat bahwa Sony Betamax kalah dalam perang format dari VHS dalam menjadi sistem rekam/tonton video di rumah karena industri video film biru memilih VHS ketimbang sistem Sony yang secara teknis lebih unggul.

pornografi dan pornoaksi yang dihasilkan lewat komputer gambarnya melibatkan anakanak dan hubungan seks dengan tokoh fiksi seperti misalnya Lara Croft sudah dihasilkan pada tingkat yang terbatas.Hingga akhir 1990-an pornografi dan pornoaksi yang dihasilkan melalui manipulasi digital belum dapat dihasilkan dengan murah. Pornografi dan pornoaksi gratis dalam jumlah besar di internet juga disebarkan dengan tujuan-tujuan pemasaran. atau setidak-tidaknya mereka yang tidak perlu memperlihatkan bukti usia. Dengan munculnya aplikasi berbagi file peer-to-peer seperti Kazaa. internet memberikan sarana yang mudah kepada konsumen yang tinggal di negara-negara di mana keberadaan pornografi dan pornoaksi dilarang sama sekali oleh hukum. tukar-menukar pornografi dan pornoaksi telah mencapai rekor yang baru. Demikian pula foto-foto konvensional ataupun video porno. Sejak akhir tahun 1990-an. untuk menggalakkan para pelanggan yang membeli program bayaran. Sebagian dari pengusaha wiraswasta internet yang paling berhasil adalah mereka yang mengoperasikan situs-situs porno di internet. Pada awal 2000-an kegiatan ini semakin berkembang. pornografi dan pornoaksi pun semakin mudah didapat. Pornografi dan pornoaksi gratis tersedia secara besar-besaran dari para pengguna lainnya dan tidak lagi terbatas pada kelompok-kelompok pribadi. ketika perangkat lunak untuk pembuatan model dan animasi semakin maju dan menghasilkan kemampuan-kemampuan yang semakin tinggi pada komputer. "porno dari masyarakat untuk masyarakat" tampaknya telah menjadi kecenderungan baru. perangkat lunak yang kian berdaya dan mudah digunakan. Internet Dengan munculnya internet. Biaya yang murah dalam penggandaan dan penyebaran data digital meningkatkan terbentuknya kalangan pribadi orang-orang yang tukar-menukar pornografi dan pornoaksi. dapat dengan mudah mendapatkan bahan-bahan seperti itu dari negara-negara lain di mana pornografi dan pornoaksi legal atau tidak mengakibatkan tuntutan hukum. [] . Pada tahun 2004. Kamera digital yang murah. serta akses yang mudah ke sumber-sumber bahan porno telah memungkinkan pribadi-pribadi untuk membuat dan menyebarkan bahan-bahan porno yang dibuat sendiri atau dimodifikasi dengan biaya yang sangat murah dan bahkan gratis. Lihat pornografi dan pornoaksi internet. 5. Karena sifatnya internasional. sebagian situs hiburan permainan video "interaktif". Terbitan Playboy pada Oktober 2004 menampilkan foto-foto telanjang dada dari tokoh permainan video BloodRayne.

Berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. dan memelihara kemaluannya. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. kecuali yang biasa nampak daripadanya. Teks Al-Qur'an Islam memberikan definisi yang jelas dan tidak mengambang tentang pornografi dan pornoaksi. yang secara umum berlandasakan pada surah al-Nûr ayat 30-31 dan al-Ahzâb 59 yaitu. ‫ك‬a‫ل‬c‫ ذ‬f‫ن‬a‫ه‬a‫يب‬a‫اب‬c‫ل‬c‫ ج‬f‫ن‬a‫ه‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ين‬a‫ ن‬c‫ين‬a‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫سال‬a‫ن‬c‫ و‬c‫ك‬a‫ات‬c‫ن‬c‫ب‬ o‫ن‬a‫ م‬c‫ ع‬o‫د‬t‫ي‬ a‫اء‬c c‫ و‬c‫ك‬a‫اج‬c‫و‬o‫ز‬c‫أ‬a‫ ل‬o‫ل‬t‫ي‚ ق‬a‫ب‬f‫ا الن‬c‫ي‚ه‬c‫اأ‬c‫ي‬ 59 ‫يم…ا‬a‫ح‬c‫ور…ا ر‬t‫ف‬c‫ غ‬t‫ه‬f‫ الل‬c‫ان‬c‫ا ك‬c‫ل‬c‫ ف‬c‫ن‬o‫ف‬c‫ر‬o‫ع‬t‫ي‬ c‫ و‬c‫ن‬o‫ي‬ c‫ذ‬o‫ؤ‬t‫ي‬ o‫ن‬c‫ى أ‬c‫ن‬o‫د‬c‫أ‬ "Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu. 59 . laki-laki dan perempuan dalam agama Islam terdapat aturan tentang cara berpakaian dan kode tingkah laku yang Islami."20 An Nûr 30-31 c‫ه‬f‫ الل‬f‫ن‬a‫ إ‬o‫م‬t‫ه‬c‫ى ل‬c‫ك‬a‫ ل‬o‫م‬t‫ه‬c‫وج‬t‫ر‬t‫وا ف‬t‫ظ‬c‫ف‬o‫ح‬c‫ي‬ c‫ك‬o‫ز‬c‫ أ‬c‫ذ‬ c‫ و‬o‫م‬a‫ه‬a‫ار‬c‫ص‬o‫ب‬c‫ أ‬o‫ن‬a‫ض‚وا م‬t‫غ‬c‫ي‬ c‫ين‬a‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫ل‬a‫ ل‬o‫ل‬t‫ق‬ ‫ت‬c‫ك‬c‫ل‬c‫ا م‬c‫ م‬o‫و‬c‫أ‬ f‫ن‬a‫ه‬a‫ائ‬c‫س‬a‫ ن‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ات‬c‫و‬c‫خ‬c‫ي أ‬a‫ن‬c‫ ب‬o‫و‬c‫أ‬ o‫و‬c‫أ‬ f‫ن‬a‫ه‬a‫ان‬c‫و‬o‫خ‬a‫ي إ‬a‫ن‬c‫ ب‬o‫و‬c‫أ‬ 30c‫ون‬t‫ع‬c‫ن‬o‫ص‬c‫ير› ي‬a‫ب‬c‫خ‬ ‫ا‬c‫م‬a‫ب‬ ‫ى‬c‫وا عل‬t‫ر‬c‫ه‬o‫ظ‬o‫م‬c‫ ل‬c‫ين‬a‫ذ‬f‫ ال‬a‫ل‬o‫ الط¡ف‬a‫و‬c‫ أ‬c‫ن‬a‫ م‬a‫ة‬c‫ب‬o‫ر‬a‫إ‬o‫ي ال‬a‫ول‬t‫ أ‬c‫ين‬a‫ع‬a‫اب‬f‫ الت‬a‫و‬c‫ أ‬f‫ن‬t‫ه‬t‫ان‬c‫م‬o‫ي‬c‫أ‬ c c‫ي‬ a‫ال‬c‫الر¡ج‬ c‫ غ‬a‫ر‬o‫ي‬ ‫ه‬f‫ى الل‬c‫ل‬a‫وا إ‬t‫وب‬t‫ت‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ ت‬o‫ن‬a‫ م‬c‫ين‬a‫ف‬o‫ خ‬c‫م‬c‫ل‬o‫ع‬t‫ي‬a‫ ل‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ل‬t‫ج‬o‫ر‬c‫أ‬a‫ب‬c‫ي‬c‫ن‬o‫ب‬a‫ر‬o‫ض‬ c‫ و‬c‫ين‬a‫ز‬ t‫ا ي‬c‫م‬ ‫ا‬c‫ل‬c‫ و‬a‫اء‬c‫ الن¡س‬a‫ات‬c‫ر‬o‫و‬c‫ع‬ 31‫ون‬t‫ح‬a‫ل‬o‫ف‬t‫ ت‬o‫م‬t‫ك‬f‫ل‬c‫ع‬c‫ ل‬c‫ا ون‬c‫ي‚ه‬c‫أ‬ t‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫يع…ا ال‬a‫م‬c‫ج‬ "Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya.BAGIAN KE-DUA PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI PERPEKTIF HUKUM ISLAM A. anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". karena itu mereka tidak diganggu. Dan hendaklah mereka menutupkan kain 20 al-Ahzâb. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal.

30-1 Al-Qur'an paling tidak menggunakan tiga istilah untuk pakaian yaitu libâs.. kecuali kepada suami mereka. Jilbab. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Sementara itu katakata tsiyâb ide dasar adanya pakaian adalah untuk dipakai. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah.kudung ke dadanya. Jilbab. M. 221. h. 24 Fedwa El Guindi. Dalam ayat tersebut memerintahkan agar wanita untuk tidak menampakkan kecantikan dan perhiasan mereka.23 Disitu dengan jelas tidak kontradiksi antara menjadi makhluk religius sekaligus menjadi makhluk sosial. Kata libâs ditemukan sebanyak sepuluh kali. dan janganlah menampakkan perhiasannya.22 Dua poin yang dapat diambil dari teks diatas adalah: Pertama. hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. "21 Dari ayat diatas terlihat dengan jelas bahwa Islam menghubungkan prilaku sosiomoral. 155-156.24 Aspek lainnya dalam ayat diatas adalah berkaitan dengan konteks heteroseksualitas. Dimana dalam hal ini konsep seksualitas merupakan suatu aspek yang normatif baik dalam kehidupan biasa dan dalam kehidupan religius. Kesopanan Dan Perlawanan. atau putera-putera saudara perempuan mereka. atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. h. Serambi Ilmu Semesta. yang terdapat dalam diri manusia yaitu tertutupnya aurata. dan sarabîl. Tafsir Maudhu'i atas Palbagai Persoalan Umat. Kata libâs merujuk pada fungsi pakaian sebagai penutup. dan erotisme. atau saudara-saudara laki-laki mereka. 21 22 An Nûr. Antara Kesalehan. atau wanitawanita Islam. Kesopanan Dan Perlawanan. [Jakarta. atau yang tidak mungkin untuk itu. 23 Fedwa El Guindi. atau budak-budak yang mereka miliki. Kedua. 222. atau putera-putera saudara laki-laki mereka. 2003]. sedangkan sarabîl ditemukan sebanyak tiga kali dalam dua ayat. konsep ghadhdh al-bashâr menundukkan pandangan dan hifzh al-furûj menjaga atau menutupi organ genital merupakan sesuatu yang sentral dalam kode tersebut. ruang sakral dan ajaran tentang pakaian. Antara Kesalehan. atau putera-putera suami mereka. tsiyâb ditemukan sebanyak delapan kali. laki-laki disebut terlebih dahulu agar mematuhi perintah-perintah ini yaitu mengendalikan tatapan mereka pada wanita dan menekan hasrat mereka pada saat berinteraksi dengan wanita yang bukan muhrimnya. Ibid. tsiyâb. atau ayah mereka. . Selanjutnya dalam teks tersebut juga memerintahkan hal yang sama pada wanita untuk menundukkan pandangan mereka dan menyembunyikan genital mereka. 2000]. atau putera-putera mereka. privasi. Mizan. Dalam ayat tersebut signifikasi ajaran khusus yang disampaikan dalam teks diatas terdapat pada konteks rasionalnya yang ditunjukkan pada laki-laki dan perempuan. h. Lihat. Atau dalam pengertian lain mengakomodasi dua kualitas manusia yaitu secara seksualitas dan religius sebagai suatu yang normatif sementara disisi lain berusaha untuk memenuhi ideal tertinggi dari prilaku sesiomoral. Quraish Shihab. atau ayah suami mereka. Wawasan Al-Qur'an. [Bandung. atau pada orang yang dilarang untuk itu famili yang telah ditentukan. kecuali dengan orang-orang yang telah sah untuk berhubungan seksual dengannya suami.

Bentuk tunggal disebut dalam surah QS. bagian tutup kepala yang melingkari wajah terus sampai kebahu.26 Sementara itu istilah jilbab diterjemahkan untuk wanita muslimah di Indonesia lebih umum digunakan untuk corak pakaian Islam tertentu. kata ini digunakan untuk empat ungkapan. walaupun maknanya tidak konsisten ada yang mengatakan sebagai tutup kepala.28 Hal yang terpenting dalam menyoroti tentang pornografi dan pornoaksi dan menjadi intinya dalam dunia Islam adalah mengenai konsep aurat. [Homes. bahu dan kadang-kadang muka. Dan inilah yang kemudian menjadi titi sentral dalam pembahasan tentang pornografi dan pornoaksi dalam perspektif Islam. Kamus Indonesia Ingrris. Muhtar ash-shilhah. h.29 Dalam al-Qur'an lafal aurat disebut empat kali. al-Ahzâb 13. dan selendang kepala longgar yang dipakai oleh wanita tua di Indonesia". [Amirican Ethnologis. Al-Mu'jam al Wasith. Brenner. h. yang dipakai untuk memperindah atau untuk menutupi kepala. Yaitu pakaian yang tidak menonjolkan bentuk lekuk tubuh dari si pemakai. Javanese Muslim Women and "The Veil". rajutan panjang yang ditempelkan pada topi atau tutup kepala wanita. tidak ada tempat bagimu. Pertama. 692. Ketiga. Suzanne. 30 29 QS. Lih.Terkait hal tersebut kata-kata jilbab25 diatas merujuk pada pakaian yang panjang dan longgar. 1996]. 1988. an-Nûr 31 dan 58. 1994]. Lihat pula Ibrahim Anis dkk. maka kembalilah kamu". Sebagai kata benda. h. Reconstructing Self and Society. Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka. sesuatu yang memalukan atau sesuatu yang dipandang buruk dari anggota tubuh manusia dan yang membuat malu jika dipandang. kain panjang yang dipakai wanita untuk menutup kepala. Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi untuk kembali pulang dengan berkata: "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka tidak ada penjaga". Keempat. h. 345. 24. mereka tidak lain hanyalah hendak lari. 26 27 28 25 Echols dan Shadily. Muhammad bin Abi Bakar ar-Râzi. jilbab ini kemudian memiliki posisi yang penting yaitu sebagai simbul identitas sekaligus resistensi. ‫ي‬a‫ب‬f‫الن‬t‫م‬t‫ه‬o‫ن‬a‫يق› م‬a‫ر‬c‫ ف‬o‫س‬c‫ي‬c‫وا و‬t‫ع‬a‫ج‬o‫ار‬c‫ ف‬o‫م‬t‫ك‬c‫ ل‬c‫ام‬c‫ق‬t‫ا م‬c‫ ل‬c‫ب‬a‫ر‬o‫ث‬c‫ة› ي‬c‫ف‬a‫ائ‬c‫ ط‬o‫ذ‬a‫إ‬c‫و‬ t‫ن‬a‫ذ‬o‫أ‬c‫ت‬ c‫ل‬o‫ه‬c‫ اأ‬o‫م‬t‫ه‬o‫ن‬a‫ م‬o‫ت‬c‫ال‬c‫ق‬ c‫ي‬ 13 ‫ار…ا‬c‫ر‬a‫ا ف‬f‫ل‬a‫ إ‬t‫يد‬a‫ر‬t‫ ي‬o‫ن‬a‫إ‬ c‫ة¯ ون‬c‫ر‬o‫و‬c‫ع‬a‫ ب‬c‫ي‬a‫ة› ه‬c‫ر‬o‫ا و‬c‫ن‬c‫وت‬t‫ي‬t‫ ب‬c‫ون‬t‫ول‬t‫ق‬c‫ي‬ ‫ا‬c‫م‬c‫و‬ c‫ع‬ f‫ن‬a‫إ‬ "Dan ingatlah ketika segolongan di antara mereka berkata: "Hai penduduk Yatsrib Madinah. Kedua.27 Brenner menemukan bahwa "pakaian ini sudah umum diketahui sebagai corak baru pakaian Islam yang di Impor dari Timur Tengah dan dikenakan oleh wanita muda sebagai kebalikan dari pakaian tradisional sarung. Al-Irsyad. Kata "jilbab" yang secara leksikal diartikan sebagai "penutup" dalam arti menutupi" atau menyembunyikan atau menyamarkan. kebaya. sebuah gorden. Kamus Indonesia-Inggris. dua kali dalam bentuk tunggal mufrad dan dua kali dalam bentuk plural jama'. h. [Jakarta. Juz II. al-Ahzâb 13 . 97. ed Echols dan Shadily. kekurangan. 1989]. [Cet ke-3]. Dan pada perkembangan selanjutnya. Aurat berasal dari bahasa Arab yang secara literal berarti celah. 636."30 Dan dalam bentuk jamak disebut dalam surat QS. secarik testil tipis yang digantung untuk memisahkan atau menyembunyikan sesuatu yang ada di baliknya. Cet II. Gramedia Pustaka.

‫أ‬ 030. dan memelihara kemaluannya. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. ketika kamu menanggalkan pakaian luar mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. atau wanita-wanita Islam. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. hendaklah budak-budak lelaki dan wanita yang kamu miliki. ‫م‬t‫ك‬o‫ن‬a‫ م‬c‫م‬t‫ل‬t‫ح‬o‫ال‬ ‫وا‬t‫غ‬t‫ل‬o‫ب‬c‫ ي‬o‫م‬c‫ل‬ c‫ين‬a‫ذ‬f‫ال‬c‫ و‬o‫م‬t‫ك‬t‫ان‬c‫م‬o‫ي‬c‫ أ‬c‫ين‬a‫ذ‬f‫ ال‬t‫م‬t‫ك‬o‫ن‬ o‫ت‬c‫ك‬c‫ل‬c‫ م‬a‫ذ‬o‫أ‬c‫ت‬o‫س‬c‫ي‬a‫وا ل‬t‫ن‬c‫ام‬c‫ ء‬c‫ين‬ a‫ذ‬f‫اال‬c‫ي‚ه‬c‫اأ‬c‫ي‬ ‫د‬o‫ع‬c‫ ب‬o‫ن‬a‫ م‬a‫ة‬c‫ير‬a‫ه‬f‫ الظ‬o‫م‬t‫ك‬c‫اب‬c‫ي‬a‫ث‬ c‫و‬ c‫ن‬a‫م‬ c‫ون‬t‫ع‬c‫ض‬c‫ ت‬c‫ين‬a‫ح‬ c‫ و‬a‫ر‬o‫ج‬c‫ف‬o‫ ال‬a‫اة‬c‫ل‬c‫ ص‬o‫ن‬a‫ات¯ م‬f‫ر‬c‫م‬ a‫ل‬o‫ب‬c‫ق‬ c‫اث‬c‫ل‬c‫ث‬ ‫ون‬t‫اف‬f‫و‬c‫ ط‬c‫اح› ب‬c‫ن‬t‫ ج‬o‫م‬a‫ه‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ و‬o‫م‬t‫ك‬o‫ي‬c‫ ل‬c‫س‬o‫ي‬c‫ ل‬o‫م‬t‫ك‬c‫ات¯ ل‬c‫ر‬o‫و‬c‫ ع‬t‫اث‬c‫ل‬c‫ث‬ f‫ن‬t‫ه‬c‫د‬o‫ع‬ c‫ا ع‬c‫ل‬ c‫ع‬ a‫اء‬c‫ش‬a‫ع‬o‫ال‬ a‫اة‬c‫ل‬c‫ص‬ 58‫يم‬a‫ك‬c‫يم› ح‬a‫ل‬t‫ه‬f‫ الل‬a‫ات‬c‫آي‬o‫ ال‬t‫م‬t‫ك‬c‫ ل‬t‫ه‬f‫ الل‬c‫ك‬a‫ض¯ ل‬o‫ىع‬c‫ل‬c‫ ع‬o‫م‬t‫ك‬t‫ض‬o‫ع‬c‫ب‬ c‫ ع‬c‫و‬ t‫ ي‬t‫ي¡ن‬c‫ب‬ c‫ذ‬c‫ ك‬c‫ب‬ o‫م‬t‫ك‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ع‬ "Hai orang-orang yang beriman. atau saudara-saudara laki-laki mereka. hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung Surat QS. atau putera-putera saudara perempuan mereka. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. atau ayah suami mereka. yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. dan memelihara kemaluannya. dan janganlah menampakkan perhiasannya. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. Nûr ayat 58. atau putera-putera suami mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya. meminta izin kepada kamu tiga kali dalam satu hari yaitu: sebelum sembahyang subuh. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". 031. atau putera-putera mereka. kecuali kepada suami mereka. atau ayah mereka. atau budak-budak yang mereka miliki. Itulah tiga `aurat bagi . dan orang-orang yang belum balig di antara kamu. kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. atau putera-putera saudara laki-laki mereka.

kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak pula atas mereka selain dari tiga waktu itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu ada keperluan kepada sebahagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."31 Kata aurat dalam surah al-Ahzâb ayat 1332 diartikan oleh mayoritas ulama' tafsir dengan celah yang terbuka terhadap musuh, atau celah yang memungkinkan orang lain untuk menyerang.33 Sedangkan aurat dalam surah an-Nûr 31 dan 58 diartikan sebagai sesuatu anggota tubuh manusia yang membuat malu jika dipandang, atau dipandang buruk untuk diperlihatkan.34 Untuk itu syariat Islam mewajibkan perempuan agar menutup aurat al-sitr dan melarang al-tabarruj dan memperlihatakan perhisan didepan laki-laki yang bukan muihrim. Sebagaimana menutup aurat merupakan kuawajiban yang di khususkan bagi perempuan, maka juga dijadikan prilaku menundukkan pandangan sebagai tanggung jawab kolektif diantara perempuan dan laki-laki. Namun tanggung jawab laki-laki dalam menutup aurat lebih kecil daripada tanggung jawab perempuan. Sementara itu tanggung jawab laki-laki dalam menundukkan pandangan lebih besar daripada tanggung jawab perempuan. Manusia sebagaimana dibuktikan oleh fakta sejarah, terlebih dahulu untuk mencari pakaian untuk menutup aurat dan tubuh. Kemudian ia mengambil peralatan untuk berhias setelah melampoi masa yang panjang dalam peradabannya terutama di lingkungan masyarakat moderen-matrealistik yang mengarahkan pakaian perempuan pada tujuan lain hingga menjadikan senjata yang dapat merobohkan pagar-pagar kehidupan dan kesopanan. Berpakaian memiliki dua fungsi dalam kehidupan manusia yaitu, menutup aurat dan sebagai perhiasan. Al-Qur'an telah menunjukkan arti penting dalam berpakaian dalam mewujudkan dua fungsi tersebut. Hal itu dapat kita temukan dalam teks surah QS. Thahâ ayat 118;

‫ى‬c‫ر‬o‫ا تع‬c‫ل‬c‫ا و‬c‫يه‬a‫ ف‬c‫وع‬t‫ ج‬c‫ك‬c‫إ ل‬ c c‫ا ت‬f‫ل‬c‫ أ‬f‫ن‬a‫إ‬
"Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang".35 Menutup aurat dan memperlihatkan aurat memilki sisi psikologis yang mempengaruhi kepribadian laki-laki yang memandang dan perempuan yang dipandang. Dengan menutup aurat dapat menumbuhkan kondisi yang harmonis keselarasan diantara aspek-aspek kepribadian. Sementara itu, al-tabrruj adalah keadaan yang disertai berbagai gejala prilaku yang neurosis al-sulûk al'ishãbî.36 Sementara itu menutup tubuh perempuan Muslim bukan hanya merupakan gerakan eksoteris yang tidak bermakna. Melainkan, pada hakikatnya adalah simbul kecintaan batin
31 32

QS. Nûr ayat; 58

Ayat tersebut berbicara mengenai beberapa orang yang enggan meninggalkan tempat tinggal untuk berperang, karena merasa tempat tinggalmereka tidak aman untuk ditinggalkan. Kata mereka adalah celah [aurat] yang memungkinkan musuh untuk menyerang orang-orang yang tinggal ditempat itu, sehingga mereka untuk tinggal disitu untuk menjaga celah tersebut, sehingga mereka perlu tinggal disitu untuk menjaga celah itu dan tidak perlu pergi berperang.
33 34

Al-Quthubi, Al-Jami'li-ahkâm al-Qur'ân, [Bairut; Dar al-Kutub al-"Ilmiyah, 1993], Juz XIV, h. 97-98. Lihat, Al-Quthubi, Al-Jami'li-ahkâm al-Qur'ân, Juz XII, h. 157 dan 201. 35 QS. Thahâ ayat 118 36 Yusuf Madan, Sex Edication Teens; Pendidikan Sex Remaja Dalam Islam, [Jakarta; Hikmah, 2004], h. 103.

pada kesucian dan wujud kemampuan perempuan-perempuan Muslimah untuk mengendalikan diri dan menguasai sejumlah motif yang berkaitan dengan seks pornografi dan pornoaksi, perhatian diri sendiri, bentuk-bentuk pornografi dan pornoaksi, erotisme, pornoaksi, dan berhias secara berlebihan. Aturan ini menghasilkan dampak positif yang pada akhirnya ditujukan untuk kebaikan proses adaptasi perempuan Muslim dengan dirinya, seperti menambah keyakinan diri sendiri, berusaha mendapatkan kehormatan dari orang lain, dan menghindarkan dari pandangan lakilaki seperti pada perempuaan yang tidak menutup aurat.37 Sebuah pengendalian diri yang diperoleh dari menutup aurat dapat membuahkan kemampuan menghindar dari "pergualatan tajam" dari kelebihan sahwat yang berbahaya dan "pranata nilai" yang menata nilai kepribadian dan prilaku kaum perempuan.38 Syariat menuntut perempuan secara keseluruhan dan secara khusus perempuan muslim agar menjaga kesucian diri diatas segala-galanya. Syariat menuntut untuk mengekspresikan dalam prilaku lahir dengan menutup tubuh, cara berbicara, berjalan, dan isyarat secara umum. Apalah arti sepotong kain apabila bertentangan dengan al-Qur'an Q.S. al Ahzâb 32;

‫ي‬a‫ي ف‬a‫ذ‬f‫ ال‬c‫ع‬c‫ م‬a‫ل‬o‫و‬c‫ق‬o‫ال‬a‫ ب‬c‫ن‬o‫ع‬c‫ض‬o‫خ‬c‫ت‬ o‫ط‬c‫ي‬c‫ف‬ ‫ا‬c‫ل‬c‫ف‬f‫ن‬t‫ت‬o‫ي‬c‫ق‬f‫ ات‬a‫ن‬a‫ إ‬a‫اء‬c‫ الن¡س‬c‫ن‬a‫د¯ م‬c‫ح‬c‫أ‬c‫ ك‬c‫اء‬c‫س‬ f‫ن‬t‫ت‬o‫ي¡ س‬a‫ب‬f‫ الن‬a‫ان‬c‫ي‬ c‫ل‬ 32 ‫وف…ا‬t‫ر‬o‫ع‬c‫ م‬o‫و‬c‫ ق‬c‫ن‬o‫ل‬t‫ق‬c‫ و‬c‫ر‬c‫ م‬a‫ه‬a‫ب‬o‫ل‬c‫ق‬ ‫ل…ا‬ ›‫ض‬
"Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik."39 Menutup aurat jika diakaitkan dengan kebebasan dalam berekspresi aurat bukanlah penghalang untuk berkreatifitas, karena Islam menghargai kebebasan seseorang untuk berekspresi, namun dalam koridor syariat. Islam juga mengakui bahwa setiap manusia memiliki naluri seksual, namun mengarahkannya supaya disalurkan dalam cara-cara sesuai syariat. Islam sebagai mabda' ideologi memiliki cara-cara yang khas, untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi manusia tanpa menelantarkan kebutuhannya yang lain, dan juga tanpa mengabaikan kebutuhan manusia lainnya dalam masyarakat. Oleh karena itu, Islam tidak sekadar menetapkan agar tak ada seorang pun dalam wilayah Islam yang mengumbar aurat, kecuali dalam hal-hal yang dibenarkan syariat; namun Islam juga memberikan satu perangkat agar ekonomi berjalan dengan benar, sehingga tak perlu ada orang yang harus mencari nafkah dalam bisnis pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi. Islam juga memberikan tuntunan hidup dan aturan bermasyarakat yang akan menjaga agar setiap orang memahami tujuan hidup yang sahih serta tolok ukur kebahagiaan yang hakiki sehingga demand permintaan pada bisnis pornografi dan pornoaksi pun akan merosot tajam. Bagaimanapun, setiap bisnis hanya akan berputar kalau ada supply penawaran dan demand permintaan. Karena itu, keduanya harus dihancurkan. Untuk itu kerja dakwah dan pemerintah mendidik umat untuk berpola sikap dan perilaku Islami. Media massa akan
37 38 39

Majalah "Affaf, Edisi 32, Tahun ke-3, Bulan Mei, 1990. Q.S. al Ahzâb; 32

Majalah "Affaf, Ibid.,

diarahkan agar tidak lagi memprovokasi umat dengan stimulasi-stimulasi yang merangsang kebutuhan pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi. Demikian juga keberadaan berbagai sarana hiburan yang selama ini menjadi ajang pertemuan pelaku kemaksiatan akan dibersihkan, tanpa harus merusak fisiknya. Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, setelah negara mengatasi masalah di sisi supply penawaran dengan perbaikan pendidikan dan ekonomi, kemudian mengatasi masalah di sisi demand permintaan dengan menghilangkan "para provokator"-nya, tetap ada yang nekad melanggar hukum, maka negara tak akan ragu-ragu lagi menerapkan sanksi represif. Hukuman jilid atau rajam akan diterapkan kepada pezina. Hukuman ta'zir akan diterapkan bagi para pengelola dan pendukung bisnis ini. Secara spesifik berikut beberapa pendapat dari para mufasir mengenai aurat perempuan terkait dengan pandangan pornografi dan pornoaksi yang terkait dengan Surrat anNur 30-31; 1. Tafsir al-Munir ; Surat al-Nur 30-31 An-Nur 30 Afirmasi ayat diatas dengan kata “min” mengerucut pada fenomena ghadul bashar menundukkan pandangan dalam realita yang cakupannya cenderung lebih luas, dalam arti praktek ghadul bashar mengalami kelonggaran, karena melihat individu yang terkualifisir dengan muhrim dengan batasan tertentu yaitu selain daerah pusar hingga lutut dibolehkan, demikian halnya dengan memandang wajah seorang perempuan dan telapak tangannya, serta kedua telapak kaki dalam salah satu riwayat. Sedangkan prihal farj sangat terbatas sebagaimana yang disinyalir dalam kitab al-Kasyaf. Dengan demikian melihat sesuatu tidaklah dilarang kecuali pada hal-hal tertentu, sebaiknya jima’ dilarang dengan pengecualian, dengan bahasa lugas asal hukum prihal farj adalah haram, adapun hukum asal memandang sesuatu adalah mubah boleh. Adapun instruksi menundukkan pandangan didahulukan dari perintah menjaga farj adalah karena pandangan merupakan starting point dari penyakit zina. Islam adalah agama yang solutif yang memberikan tuntutan dalam segenap segmen kehidupan manusia. Islam menawarkan sulusi alternatif jika seseorang tidak sengaja melihat hal-hal yang diharamkan, maka ia diwajibkan menundukkan pandangan dan mengalihkan dengan cepat. Muslim meriwayatkan dalam kitab Sakhihnya, Ahmad, Abu Dawud, al-Tirmizi dan Nasa’idari Jarir bin ‘Abdillah al-Bajaly ra berkata: “Aku bertanya pada Nabi saw prihal pandangan mata yang terjadi secara spontanitas, beliau memerintahkan aku untuk mengalihkan mataku”. Abu Dawud juga meriwayatkan dari Buraidah berkata; Rasulullah saw bersabda; “Wahai Ali, jangan engkau ikuti satu pandangan dengan pandangan lain, kamu boleh memandangnya untuk kali pertama, yang kedua adalah keharaman bagimu”. Hal yang demikian dimaksudkan untuk mengijauwantahkan benih kebaikan dan meminimalisir dekadensi moral serta membentengi dari kawah kenistaan dan dosa Sebahagian orang salaf bertutur pandangan merupakan panah yang langsung menusuk kehati. Oleh karenanya Allah mensinergikan dengan dua instruksi menjaga kemaluan dan pandangan dalam satu fremewark al-Nur ayat 30. Riwayat dari Abi Ummamah ra. Dari Nabi saw juga mengafirmasikan bahwa tuntutan yang demikian menumbuh suburkan nilai-nilai kebaikan, Nabi bersabda; “Seseorang muslim ketika melihat keindahan dari kaum Hawa, dan kemudian menundukkan pandangannya, niscaya Allah akan menumbuh kembangkan prosesi ibadah yang penuh dengan kenikmatan baginya”. Surat An-Nur : 31

. Adapun tindakan Aiysah sebagaimana yang tergambar dalam riwayat diatas lebih digambarkan karena sifat wara’ yang terpatri dalam dirinya. Akhirnya makna ayat---adalah bagian tubuh yang biasa nampak pada tataran realities. dan dalam saat itu Aisyah memakai pakaian yang ringan riqa’ kemudian Nabi memalingkan muka dan bersabda: “Wahai Asma’. Konsekuensi logisnya adalah keharaman membuka pos-pos zinah. Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat demikian. menurut pendapat mayoritas ulama’. Kisah ini terjadi pasca perintah hijab Rasulullah saw bersabda: “Berhijablah darinya. dikatakannya padanya “Sesungguhnya ia tidak bisa melihatmu?” Aisyah menjawab : “ akan tetapi aku bisa melihatnya”. kaum cendekiawan yang mengusung pendapat ke dua ini kebolehan perempuan melihat laki-laki lain tampa syahwat mengintepretasikan intruksi berhijab dari ibn Ummi Maktum dalam koridor nadb sah/boleh. maka hal yang demikian menunjukkan adanya perbedaan hukum antara kaum Hawa dan Adam. Hal ini dilandasi dengan dalih riwayat Abu Dawud dan al-Tirmidzi dan Ummu Salamah. “Wahai Rasululah bukankah ia orang tua yang tidak bisa melihat dan mengetahui kami?” Kitab alMuwatho’ meriwayatkan dari Aisyah bahwasanya ia menghijabi dirinya dari orang buta. Bertolak dari hadits di atas. Pendapat ini lebih memberikan kemudahan dimasa kita. “Bahwasanya ia sedang berada di rumah Rasulullah saw dan maimunnah dan kemudiaan ibn Ummi Maktum juga mendatangi rumah Nabi tersebut. Bahwasanya Asma’ binti Abi Bakar menemui Nabi saw. Dalih yang mendukung adalah ayat sesudahya yaitu----Interpretasi yang kedua penafsiran lafadz zinah dengan bagian-bagian zinahperhiasan. Nabi menutupinya dari mereka hingga Aisyah merasa bosan dan pulang. disisi lain kaum lelaki tidak diperintahkan mengenakan cadar sehingga kaum perempuan tidak melihatnya. sama halnya dengan Iman Syafi’i dalam suatu qaulnya bahwa wajah dan kedua telapak tangan bukan aurat. dua telapak tangan dan cincin sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibn Abbas dan ulama’ lain.merupakan penafsiran yang lebih tepat. Berikut beberapa hukum-hukum tertentu bagi kaum Hawa : a. karena sasaran larangan tersebut terfokus pada larangan menampakkan bagian-bagian tubuh yang merupakan pos-pos bertenggernya perhiasan seperti dada. Zinah adalah semua entitas yang dipergunakan untuk memperindah dan mempercantik diri. Implikasi dari perintah tersebut adalah keharaman bagi perempuan untuk memandang laki-laki asing dibarengi getara syahwat atau tidak. Sebagian ulama’ lain membolehkan kaum perempuan memandang laki-laki asing tampa syahwat kecuali daerah pusar hingga lutut dengan dasar argumentative riwayat dan sakhih Bukhari dan muslim bahwa Rasululah saw memandang orang-orang Habsy bermain pada hari raya di masjid. “Sesungguhnya seorang wanita itu mengalami masa haidh. Hadits Mursal. Menyoroti perintah hijab. adapun Aisyah melihat mereka dibelakang Nabi. leher. Interpretasi ini dikuatkan oleh fenomena keseharian kaum Hawa yang berpergian ke pasar dan masjid serta dalam perjalanan yang mengenakan cadar sehingga kaum Adam tidak melihatnya. yaitu dengan menggunakan kata zinah secara mutlak namun dengan stresing penafsiran pada ‘tempat-tempat zinah’. Tidak memperlihatkan zinah atau perhiasan diasaat ia memakai pada orang asing. dan jagalah kemaluanmu dari zina seperti sihaq”. akupun bertanya.“Tunduklah pandanganmu dari selain suamimu. Adapun stetemen ---terporos pada wajah. karena zinah secara literal dengan kandungan yang terangkum secara metaforis yaitu “daerah-daerah zinah” dapat didapati kerangka ayat ini. maka tidak dibolehkan menampakkan bagian tubuhnya kecuali ini” Nabi menujuk wajah dan telapak tangan. lengan dan betis. Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya dari Aisyah ra.

kemudian Nabi saw memegang dagu al-Fadhl dan memalingkan wajahnya dari melihat perempuan tersebut. dan pengikut yang tidak memiliki hasrat pada perempuan seperti pengikut yang tidak memiliki syahwat ketertarikan pada kaum hawa serta anak yang tidak memahami kondisi kaum perempuan. c. Sudah barang tentu. perhiasan yang diklaim tersebut adalah perhiasan yang dimaksudkan untuk bersenang-senang. Menampakkan perhiasan tersebut juga diperkenalkan pada mereka yang tersurat dalam ayat yang dikenal dengan istilah muhrim. al-Fadhl memandangi seorang perempuan ketika ia bertanya padanya. Berdasarkan hadits ini. namun jika terciptakan kebobrokan maka menutupinya merupakan kewajiban. al-Nasai. namun demikian kebolehannya ini tidak boleh dijugde secara berlebihan. intepretasi ayat adalah yang nampak dari tubuh dengan tampa sengaja. budak. Tidak memperhatiakan perhiasan yang tersembunyi kecuali pada suami mereka. demikian halnya dengan seorang dokter lelaki diperkenankan melihat bagian-bagian tubuh yang harus diobati jika tidak terdapat dokter perempuan. kebolehan melihat hanya terbatas pada wajah dan kedua telapak tangan saja. Abu dawud. b. persaksian. Ayat diatas tidak menyebutkan saudara susuan. “Diharamkan bagi hubungan yang dilandasi atas susuan seperti halnya yang didasari atas hubungan kekrabatan”. leher dan dada. Keempat golongan ini adalah wanita. Kelanjutan dari ayat di atas merupakan dengan pengertian memperbolehkan empat golongan yang disiyalir memiliki status kesamaan status sebagai muhrim dalam hal kebolehan bagi wanita untuk memperlihatkan zinah selain daerah pusar hingga lutut.Diriwayatkan dari Abu Hanifah ra bahwa kedua telapak kaki tidak terkualifisir sebagai aurat juga. yaitu mertua pihak laki-laki dan anak suami. batasan aurat dan hubungan biologis. . Adapun pendapat yang rajih dalam perspektif ilmu fiqih dan syariat adalah bahwa wajah dan kedua telapak tangan tangan tidak terklasifikasi dalam aurat jika tidak menimbulkan fitnah. Adapun argumentasi pendapat golongan kedua seluruh badan merupakan aurat lebih dimobilisasi oleh sifat wara’ dan sifat berhati-hati dari godaan setan. Sementara itu Ahmad Imam Syafi’i dalam salah satu qaulnya menyatakan bahwa seluruh tubuh manusia adalah aurat berdasarkan hadits “pandangan yang terjadi secara spontanitas” dan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibn ‘Abbas bahwa Nabi saw meninggalkan al-Abbas pada pada hari Nahr di belakangnya. Kendati demikian memandang orang asing dalam berbagi momen dibolehkan seperti dalam prose khitbah. Menghamparkan kain kerudung ke dadanya untuk menutupi rambut kepala. pengobatan dan kegiatan belajar mengajar. Bukhari menyatkan dari Aisyah ra berkata : “Allah menyayangi perempuan dari kaum Muhajirin yang awal karena ketika turun ayat dengan serta merta mereka menyobek kain sarungnya dan menutupi dengan sobekan kain tersebut”. al-Shaykhani Bukhari dan Muslim. dan Ibnu Majah dari Aisyah. karena menutupi keduanya lebih berat dari kedua telapak tangan terutama bagi orang-orang desa. namun sunnah mengambaikan status saudara susuan sebagai muhrim sebagaimana yang disinyalir dalam riwayat Ahmad. mu’malah. Dalam kesempatan tersebut. Muhrim terbagi menjadi dua macam yaitu muhrim yang didasarkan pada hubungan nasab dan muhrim yang dijalin atas perkawinan. Perintah ini merupakan tuntutan untuk menutup bagian tubuh yang tergolong perhiasan batiniyah bagi kaum hawa.

 Budak Sedangkan budak yang terangkum dalam ayat tercakup kaum Adam dan Hawa sebagaimana pendapat mayoritas ulama’. dan tidak dikhawatirkan menyulut fitnah dan mentranformasi karekteristik perempuan pada orang-orang laki red asing. Said bin Mansur. Muslim. Bahwasanya Nabi membawa seorang budak yang akan diberikan pada Fatimah memakai kain yang jika ia menutupi bagian kepalanya kain tersebut tidak menutupi kakinya. oleh karenanya seorang muslimah tidak dibolehkan menunjukkan bagian tubuhnya selain wajah dan dedua telapak tangan didepan perempuan kafir. Dalam artian lain juga ditafsirkan sebagai setiap person yang tidak memiliki kepentikan pada kaum hawa. Abu Dawud dan al-Nasa’i meriwayatkan Aisyah ra berkata: “Seorang laki-laki yang sudah impoten menemuai istri-istri Nabi saw. sesungguhnya telah sampai kabar bahwasanya kaum muslimah memasuki kamar mandi bersamaan dengan perempuan musyrik. kain itu tidak menutupi kakinya. Ahmad. adapun mereka sahabat red mengkualifisirnya bagian dari kelompok yang tidak berhasrat pada perempuan. : “Amma Ba’d. Ibnu Munzir dan al-Baihaqi dalam kitab Sunan-nya dari Umar bin Khatab ra. Dari Anas ra. kemudian Nabi saw masuk ketika laki-laki tersebut sedang menyebutkan sifat-ifat perempuan jika seorang perempuan datang. Yaitu yang terurai dalam penjelasan:  Wanita Mayoritas ulama’ mengintepretasikan lafadz “al-nisa’ dengan kaum wanita dalam agama seagama dan bukan mereka yang tergolong sebagai ahli dzimah. Ulama’ lain mengafirmasikan bahwa kebolehan tersebut dikhususkan bagi hamba sahaya perempuan. dan al-Baihaqi dari Anas ra menguatkan statemen diatas. karena tidak dihalalkan bagi seorang muslimah yang beriman kepada Allah dan hari akhir melihat auratnya kecuali yang seagama dengannya”. Ibn Mardawaih. karena sesungguhnya ia adalah layaknya ayahmu dan anakmu". maka laranglah olehmu. Adapun mayoritas madzhab Hambaliyah menyatakan bahwasanya wanita yang termaktub dalam ayat tersebut adalah wanita secara umum baik dari kalangan muslim dan kafir.  Perempuan pengikut yang tidak memiliki syahwat mereka adalah pengikut /pembantu yang bertujuan mencari sesuap nasi tampa indikator lain yaitu ketertarikan pada kaum perempuan. Sebagian ulama’ berpendapat bahwa mereka adalah orang yang telah mencapai usia lanjut dan mengalami masa manpouse. Riwayat Ahmad. Dengan kaitan kelompok ini terjadi silang pendapat dalam mengidentifikasi secara spesifik. dan sebaliknya apabila ia mengenakan untuk menutupi kakainya. Bahwasanya ia menulis surat pada Abi ‘Ubaidah bin al-Jarrah ra.Kendati demikian konsep-konsep diatas menyalut friksi yang signifikan dikalangan ulama’. ia datang . dengan demikian penyandaran ayat yang tertulis dalam ayat ---menunjukkan musyabahah keserupaan/kemiripan yaitu perempuan yang semisalnya. karena seorang budak samahalnya dengan laki-laki asing yang merdeka dalam konsepsi keharamannya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari perempuan kafir memiliki status yang akuivelen dengan lelaki asing bagi seorang muslim. ketika Nabi saw melihat kejadian tersebut beliau bersabda: “Hal itu dibolehkan bagimu. akhirnya bisa disimpulkan bahwa aurat perempuan pada sesamanya adalah antara pusar dan lutut saja. Abi Dawud.

Akhirnya apabila diperhatikan bagian badan tertentu dibolehkan.” 2. Ulama’ lain berpendapat: “Seorang wanita dibolehkan menampakkan zinah perhiasannya dihadapan anak kecil kecuali jika anak tersebut memiliki naluri sensualitas pada perempuan terlepas dari pencapaian usia remaja atau tidak pada sang anak. Tafsir al-Thabary Al-Nur 30-31 Surah al-Nur 30 dan Surat al-Nur 31 19644. gelang tangan dan kutek terangkum didalamnya. cantik. dan membangkitkan syahwat serta menyulut praduka keterkaitan perempuan tersebut dengan kefasikan. Sedangkan tujuan larangan ini tak lain adalah istruksi untuk senantiasa menutupi perhiasan wanita. Patut diketahui kebolehan disini lebih longgar dari stetemen yang dimotori oleh pihak pertama pengusung identifikasi yang pertama diatas Faktor-faktor yang melatarbelakangi tumbuh suburnya fitnah : “Perempuan dilarang menghentakkan kakinya ketika berjalan dengan harapan orang mengetahui detingan suara kaki. Dengan demikian. serta diharuskan baginya menutup seluruh bagian tubuhnya selain wajah dan kedua telepak tangan kecuali setengah lengannya sebagaiman dalam riwayat Nabi yang membolehkan memperlihatkan sebagian lengan tangannya. Hajjaj bercerita kepadaku. Sedangkan anak yang terkualifisir sebagai remaja dan belum memasuki fase baligh. dia berkata. Terdapat interpretasi ayat yang sangat beragam. dan seorang wanita diperkenankan membuka wajah dan telapak tangan diwaktu sholat. cincin. dan tidak memiliki naluri biologis seksualitas akibat usia yang masih muda. memperdengarkan gemrincing zinah perhiasan sama halnya mempertontonkan zinah terseut dan bahkan menempati titik yang utama dari memperlihatkannya dari khalayak ramai. anting dan gelangtangan”. Pendapat yang demikin perupakan perpaduan dari interpretasi atas ayat. dari Ibn Mas’ud dia berkata: “Perhiasan terbagi atas dua macam perhiasan yaitu perhiasan yang dhahir seperti pakaian dan perhiasan yang tersembunyi samar yaitu gelang kaki. namun mampu bercerita hal-hal yang bermuasal dari daya penglihatan dan mampu mengidentifikasi orang buruk rupa. menarik perhatian. karena hal tersebut berpotensi memicu fitnah. dia berkata : al-Husain bercerita kepada kami . Ibnu Hamid bercerita kepada kami. Anak Kecil Anak kecil yang tidak mengetahui prihal kewaniataan dan batasan aurat dengan detail. sehingga dapat dipahami bahwa seorang perempuan dan lelaki tidak dilarang memperlihatkan bagian tubuhnya selama tidak terkualifir sebagai aurat tidak diharamkan. maka bisa dipastikan ia tidak diperkenankan memasuki kawasan perempuan. dia berkata : Aahurn al-Mughairah bercerita pada kami dari al-Hajj dari Ishaq. kendati demikian perhiasan lain seperti celak mata. dari ibnu Juraij prihal firman Allah “’aw nisa’akum” dia berkata: “Telah sampai padaku bahwa ayat ini terlokalisasi pada perempuan muslim: “Tidak dihalalkan bagi perempuan musyrik melihat aurat muslimah kecuali jika . Al-Qasim bercerita kepada kami . maka bisa dipastikan bahwa bagian tubuh tersebut merupakan pemaparan diskriptif atas ayat illa ma dlhoharo minha. 19671. Patut diketahui. namun kandungan ayat yang lebih mengena adalah penafsiran dengan wajah dan kedua telapak tangan. kami mengklaim bahwa pendapat diatas merupakan penafsiran yang utama dimaksudkan untuk mengkonvergensikan berbagai interpretasi ulama’ bahwasanya setiap individu yang melaksanakan sholat diwajibkan menutup aurat.

dan bisa dipastikan akan menarik perhatian indra penglihatan. kareana memperindah diri merupakan suatu kondisi yang sengaja dilakukan untuk menampilkan fenomena yang lebih indah. maka aku menggerakkan mataku keatap rumah. Seperti diketahui. kedua telapak tangan.perempuan musryik melihat aurat muslimah kecuali jika perempuan musryik tersebut budak sahayanya yang perempuan. oleh karenanya kaum hawa dilarang mempertontonkan perhiasannya kecuali dalam komunitas kaum adam yang tidak mempunyai ketertarikan pada kaum hawa akibat kedekatannya sebagai muhrim karena nasab dan perkawinan. Hadits Umar bin Hatab memaparkan kisah seorang ---. Tafsir al-Maraghi Surat al-Nur 30-31 Surat al-Nur 30-31 Intepretasi ayat diatas memiliki kesamaan dengan penafsiran yang tertulis dalam tafsir alMunir. hal ii terangkum dalam ayat ‘aw ma malakat ‘aymanukum”. Surat al-Nur: 30 Ayat ini mengupas tuntas kehalalan dan keharaman mata bagi komunitas kaum muslim. mak bisadiptikan bahwa konsepsi gadhul bashar terbagi atas berbagi strata yaitu ghadul bashar yang mencapai pada tingkatan wajib dan tidak wajib. permata. seperti melihat seluruh sudut rumah beda halnya dengan melihat sesuatu yang disinyalir sebagai tindakan amoral. Perhiasan tersebut juga dimaksudkan sebagaimana firman Allah. sedangkan perhiasan yang non natural ialah entitasentitas yang sejatinya ditujukan untuk mempercantik diri seperti pakaian yang glamour. Kategori pertama sebagai wajah. Dengan demikian konsep ghadul bashar mencakup praktek memalingkan pandangan dari hal-hal yang sejatinya dibenci oleh khalayak umum karena menyalahi norma. yaitu perhiasan yang tidak wajib di tutupi ditempat kerja seperti celak. kemudian aku melihat pakaian yang tergantung. 4. Surat an-Nur 31 Zinah bibagi menjadi dua macam yaitu khalqiyah natural sesuai dengan fenomena pembawaan asal dan muktasabah non natural.Nabi saw memasuki ruangan. b. kutek dan cincin. yakni bagian-bagian yang jika diwajibkan menutupinya akan memberatkan perempuan atau bagian tersebut jika tidak ditutupi menimbulkan konsekuensi yang sulit. Zinah diartikan sebagai pakaian dalam surah alA’raf. sebagian setengah lengan tangan. 3. surat an-Nur ayat 30 ini menyebutkan secara eksplisit penggambaran istruksi menundukkan pandangan dengan afirmasi pada kebolehan memandang obyek obyek tertentu hal ini diafirmasikan dengan penulisan huruf “min” dalam konstruksi ayat yang mengindikasikan ketidakharaman melihat dengan intensitas material tertentu. Kendati demikian keharaman memaperlihatkan perhiasan dihukumi secara mutlak. Adapun tazin mempercantik diri menambah aura keelokan perempuan. Ibnu al-Araby berkata : . celak dan kutak dari tumbuhan inai. Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir Surat al-Nur 30-31 a. kecuali ayat 31 dalam kalimat----yaitu yang sejatinya dipersiapkan menjadi pembantu. yaitu kebolehan memperlihatkan perhiasan yang sejatinya terlihat.

punting susu. Adapun perhiasan yang tegolong dalam kholqiyah secara global adalah sebagian besar anggota badan perempuan. Sedangkan bagiantubuh secara spesifik seperti wajah. Demikian halnya dengan bagian-bagian yang tidak diperintahkan untuk di tutup seperti cincin berbeda dengan anting dan gelang. sedangkan prihal keidahan tubuh perempuan yang jika diperintah untuk menutupinya tidak menimbulkan kesukaran. dalam arti benar mereka mengenakan kostum namun gaun tersebut tidak menutupi tubuhnya akibat transparasi bahan pakaian". adapun pendapat yang benar adalah kedua benda tersebut diidentifikasi dalam kategori perhiasan yang dhahir. "Malik mengintepretasikan hadits diatas sesungguhnya kaum . Abu Hanifah berkata : “Menutup kedua kaki bukan sebuah keharusan. seperti paha bagian atas. permata. ia tidak membatasi dengan kutek tangan. Bertolak dari interpretasi ini--adalah perhisan yang dijadikan Allah nampak berdasarkan hukum fitrah yang jika dipaksakan menutupnya sama halnya menanam benih-benih kesia-siaan dan memberatkan bagi pemiliknya. Selain naskah Ibnu Baskawal dalam kitab al-Muwatho’. punting susu. Dalam kaitannya dengan hal ini. Al-Qur’an mengafirmasi kategori gelang kaki ini dengan firman Allah. dan betis sama halnya dengan perempuan yang memiliki bagian tubuh tertentu yang elok kendati tertutup rapat. seperti leher. Perhiasan kholqiayah sebagai---adalah perhiasan yang berpotensi pada tumbuh suburnya titik kesulitan jika perempuan menutupinya dihukumi wajib seperti wajah. celak kutek dari tumbuhan Inay dan siwak. bagian atas. namun hanya sampai taraf menyulitkan karena seperti diketehaui bertelanjang kaki merupakan sesuatu yang lumrah dikalangan perempuan pedesaaan oleh karenanya para praktisi ilmu fiqih berpendapat dalam kewajiban menutupinya. Ibnu Arabi berkata : ibnu al-Qasim meriwayatkan dari Malik : Kutek bukan perhiasan. Kelompok ahli tafsir mengintepretasikan zinah dengan jast ---dengan wajah dan kedua telapak tangan dalam riwayat lain kedua kaki dan rambut. Malik meriwayatkannya dalam kitab al-Muwatho’ dari Nabi saw bersabda : “Perempuan yang menenakan pakaian yang hamper tidak menutupi lekuk tubuh yang menarik perhatian tidak akan masuk surga”. lain halnya dengan kdua kaki tidak mencapai tingkatan ksia-siaan. Madzhab Maliki menelorkan dua statemen dalam hal ini yaitu wajib dan tidak wajib. leher dan kedua telinga. lengan. maka yang demikian tidak terkualifisir dalam firman Allah “maa dhoharo minhaa” perhiasan yang sejatinya nampak. maka bagian tersebut juga tidak dapat dijastifikasi dalam rrangkaian firman Allah perhiasan yang sejatinya nampak. Sedangkan perhiasan yang khofi tersembunyi merupakan a contrario dari perhiasan yang dhahir. Ibnu’Addilbarr berkata : "Makna riwayat hadits tersebut adalah wanita yang memakai gaun transparan hingga memperlihatkan lekuk tubuh dan nyaris tidak menutupi bagian tubuhnya. khalqiyah sesuai dengan asal penciptaan dan mushtona’ah yang mengalami sebuah proses perubahan. Ibn’Arabi juga berkata kutek merupakan perhiasan batiniah yang sejatinya tidak diperlihatkan jika dilekatkan pada kaki. dan berpotensi pada strata kesulitan untuk menghilangkan perhisan tersebut disaat dia berinteraksi dengan laki-laki lain dan mengkonstruksinya seperti semula ketika ia berada di dalam rumah. Dengan demikian. pergelangan tangan. lengan bagian atas. dan menggunakan gaun yang tidak ketat bukan merupakan hal yang susah baginya. seperti pantat dan paha. kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki”. Adapun kategori perhiasan yang kedua musthona’ah adalah perhiasan yang lazim dipakai oleh kaum Hawa seperti pakaian yang modis warna warni. pergelamgan tangan.“Perhiasan terbagi menjadi dua. Kendati demikian ulama’ berbeda pendapat dalam hukum menampakkan gelang tangan dan kaki. paha dan rambut. dari al-Qanaazi’i berkata. kedua telapak tangan dan kaki. pergelangan tangan. Perhiasan tersebut adalah wajah dan kedua telapak tangan. lengan bagian atas. Adapun perhiasan mushthana’ah yang dhahir adalah perhiasan yang apabila dibiarkan terbuka berimplikasi pada titik “memberatkan” bagi perempuan terhadap suami dan pasangannya. makna ayat---adalah bagian tubuh yang tidak ditutupi oleh kaum perempuan seperti wajah.

leher. Ayat sesudahnya mengafirmasikan bahwa memperlihatkan perhiasan merupakan tindakan yang terlarang. Ayat diatas menyebutkan stetemen zinah secara eksplisit dan bukan daerah daerah yang lazimnya merupakan obyek sentral pemakaian perhiasan dimaksudkan sebagai afirmasi pada instruksi menutup bagian-bagian tersebut. Dalih yang membenarkan larangan tersebut terrangkum dalam firman Allah …. gelang kaki. Hal ini merupakan langkah yang aplikatif . dan kutek sehingga memperlihatkan ini pada orang asing bukan merupakan tindakan yang dikencam. Bagian tubuh ini adalah bagian lengan bawah. Oleh akarenanya Allah melarang memperlihatkan perhiasan yang dimiliki untuk diinformasikan secara aksioma bahwa memandang perhiasan tidak diperkenalkan karena mengisyaratkan pada bagian badan perempuan dengan dalih bahwa kehalalan memperlihatkan perhiasan yang tidak menempel pada tubuh seperti gelang tangan yang diperjual belikan di pasar tidak patut didiskusikan lagi. bisa dipastikan memandang bagian tubuh yang dhahir nampak dan lajimnya merupakan daerah yang dikenakannya perhiasan dhahir bagi orang asing dihalalkan. namun celaan tersentralisasi pada mengumbar perhiasan khofy tersembunyi seperti gelang tangan. Tafsir al-Alusi Surat al-Nur 30-31 Surat al-Nur 30 . namun konsekuensi logis yang demikian tidak dibenarkan karena setiap bagian tubuh merdeka adalah aurat. dan jika ziinah diartikan sebagai pos bertenggernya perhiasan. 5. Perhiasan yang dhahir nampak sejatinya terapresiasikan pada entitas material seperti. adapun Ibnu al-Munir menyatakan bahwa makna ayat ini adalah perhiasan secara literal. dan yang menggerakkan ketertarikan kaum Adam pada lawan jenis baik yang berhasal dari hasil penglihatan pada obyek tertentu atau pendengaran pada hiburan yang disodorkan kaum Hawa seperti nyayian dan berbicara dengan suara yang mendayu-dayu. cincin celak. karena perhiasan bisa dipastikan dikenakan dibagian tubuh tertentu yang sudah barang tentu tidak boleh dipandang kecuali oleh golongan yang dikemukakan dalam konstruksi ayat sesudahnya. mahkota..perempuan memakai gaun yang tipis yang nyaris tidak menutupi bagian tubuhnya". Seperti diketahui melihat bagian tubuh hanya dbolehkan oleh pasangan hidup suami istri kecuali dalam keadaan terpaksa seperti pengobatan dan persaksian. dada dan telinga. betis. semprotan parfum yang berlebihan juga dilarang. lengan atas. Ahli tafsir lainnya menekankan intepretasi ayat-ayat diatas sejatinya tempat bermuaranya perhiasan. Larangan ini mengandung konsekuwensi pada semua tindakan yang menarik perhatian laki-laki pada pemainan wanita. sedangkan kedua kaki bukan terkualifikasi sebagai aurat secara mutlak . demikian halnya dengan statemen al-Zamakhsyari dilandaskan pada pendapat masyur dari madzhab imam Abi Hanifah bahwasanya badan yang disinyalir sebagai tempat perhiasan dhahir adalah wajah dan kedua telapak tangan. Adapun pendapat Ibnu Munir al-Maliki didasarkan pada madzhab yang dianutnya. Dalam ranah realitasnya layaknya tarian dan goyangan perempuan dihadapan laki-laki. ikat pinggang dan anting.31 Kitab al Zawajir karangan ibn Hajar al-Makky menegaskan keharaman bagi kaum hawa memandang lelaki kendati tidak dibarengi dengan hasrat padanya dan sertai rasa takut dan fitnah seperti halnya ketidakbolehan laki-laki melihat perempuan habnya hubungan nasab atau susunan atau perkawinan membolehkan memandang sesamanya kecuali daerah antara pusar dan lutut. kepala. Dalam perspektif pendengaran Ibnu al-Qasimi dari Jami’ al-’Atabiyah Malik berkata : “Sampai padaku kabar bahwa Umar bin al-Khatab melarang perempuan mengenakan pakaian ala Qibti". Ibnu Rusyd menjelaskan bahwa pakaian yang dimaksud adalah gaun yang sempit dan melekat pada bagian tubuh hingga nyaris mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi.

sehingga makna yang terkandung adalah apa yang nampak tampa indikasi memperlihatkan seperti tersikap akibat hembusan angina maka kaum Hawa tidak dimintai petanggungjawaban kelak dihari pembalasan. karena dapat memotivasi keingintahuaan yang mendasar untuk melihat bagian tubuhnya secara utuh. Allah menginstruksikan perempuan mukmin menutupi leher dan dada dengan kain sehingga bagian tersebut tidak nampak. sebagian kabar dan riwayat menginterpretasikan zinah perhiasan pada makna yang terlintas dengan cepat dan lainnya di daerah daerah dikenakannya perhiasan. Dan ketahuilah jika maksud larangan mengumbar daerah-daerah notabene tempat bertenggernya. ia menyatakan dalam kitab al-Bahar pendapat yang mendekati kebenaran adalah mengklasifikasinya dalam konsep zinah dan mengairmasikan dengan stetemen “Perhiasan manakah yang lebih indah dari penciptaan yang ideal” Maksud ayat ini sebagaimana riwayat Ibn Hatim dan Ibn Jubair. sedangkan makna ayat tersebut adalah larangan mengumbar dua komponen dari hasil intepretasi diatas pada bukan muhrim dan mengecualikan hal-hal yang sejatinya tidak dapat disembunyikan ditutupi dalam berbagai momentum seperti wajah ujung tangan dan kaki”. perempuan pada masa dahulu menutup kepalanya dengan kain dan mengantungkan menurunkan kainnya dari belakang punggung seperti kebiasaan jahiliyah sehingga leher dan sebagian dadanya terlihat. Secara aksioma. Namun demikian sebagian ulama’ lain tidak mengamini penafsiran zinah perhiasan dengan ciptaan Allah perhiasan yang merupakan ciptaan Allah. bahkan ulama’ mengungkapakan ketidakbolehan memandang kuku kaum Hawa yang tidak menempel lagi ditangannya. dan pendapat yang mengkualifikasi dua bagian badan tersebut sebagai aurat serta larangan memperlihatkan pada individu selain yang dirangkum dalam freme pengecualian pada ayat sesudahnya. maka pengecualian yang tersurat dalam firman Allah bisa jadi merupakan hukum yang paten dalam perspektif metode isyarah tanda.sehingga tidak ada larangan melihatnya. yaitu mempertanggung-jawabkan dihari pembalasan. Sehingga konsekuensi logisnya adalah tidak semua hal yang dilarang memandangnya dikualifisir sebagai aurat. red pehiasan. Sebahagian madzhab ini juga menginterpretasikan perhiasan yang nampak itu adalah wajah dan kedua telapak tangan setelah menelaah parameter bahwa aurat orang merdeka selain dua bagian tersebut mereka berdalih keharaman melihatnya karena berpotensi menyulut fitnah. Ibnu Aabi Syaibah dari ‘Ikrimah bahwa maksud ayat diatas adalah telapak tangan dan tengkuk. . Adapun Ibnu Bahar berkata : “Perhiasan sejatinya terletak pada keindahan cipataan yang dibentuk oleh Allah dan pakaian yang berlebihan yang ditunjuk untuk mempercantik diri. Oleh karenanya mengharamkannya adalah sikap yang tepat. dan dikatakan secara global wajah dan dua telapak tangan. Adapun madzhab Syafi’i sebagaimana yang tersurat dalam kitab al-Zawaajir mengurai bahwa wajah dan telapak tangan baik bagian dalam maupun luar hingga siku merupakan aurat dalam paradigma “memandang perempuan” kendati ia adalah hamba sahaya perempuan dan bukan aurat bagi orang merdeka dalam shalat. Anda mengetahui bahwa kebolehan memperlihatkan wajah dan kedua telapak tangan seperti yang disinyalir dalam ayat dan keharaman memandang dua bagian tersebut secara mutlak dalam madzhab mereka madzhab Syafi’i secara bersamaan sangat tidak masuk akal. namun stetemen ini tidak menempati urutan pertama dalam pendapat mereka. Ibnu Abi Syaibah Abu bin Hamid dari Ibn’Abbas berkata maka firman Allah ---adalah wajah dan telapak bagian dalam. dan dari riwayat al-Hasan adalah cincin dan gelang tangan dari riwayat lain menyebutkan lainnya. Kitab al-Zawaajir juga menyatakan keharaman melihat bagian tubuh perempuan yang terlepas. Sebahagian penganut madzhab Syafi’i berpendapat keahalalanmelihat wajah dan telapak tangan jika tidak menyulut fitnah.

Tidak diragukan lagi secara psikologis bahwa menguatnya perasaan wanita melalui kebebasan memilih pakaian yang sesuai dengan standar syariat. Larangan memperdengarkan gemrincing suara tersebut pasca larangan memperlihatkan perhiasan sendiri bisa dipastikan adalah larangan memperlihatkan bagian tubuh yang lajimnya tempat obyek pemakaian perhiasan. Sebahagian khalayak umum didapat lebih banyak tergetar syahwatnya akibat gemrincing suara perhiasan daripada melihat perhiasan yang berpotensi menimbulkan suara. Pertama. dengan demikian mendengarkan tidak dilarang jika tidak disertai ketakutan akan fitnah dan menikmatinya sebagaimana ulasan al-Zarkasy. h. teks ayat menyatakan ketiadaan perbedaan gender laki-laki dan perempuan akibat keumuman huruf ---dan karena jika ayat tersentralisasikan pada kaum Hawa saja maka yang tertulis dalam konstruksi ayat seharusnya karena penegasan yang demikian lebih spesifik dan mengena pada maksud ayat. Mujtahid. melantunkan suara-suara yang menggoda. Kaum perempuan sekarang mengenakan perhiasan seperti dari mutiara atau semisalnya sebagai aksesoris dirangkaian gelang kaki sehingga gemercing suara gelang tersebut terdengar meski mereka berjalan dengan pelan. Al-Sunnah Dan Qaidah Ushul Fiqih Pornografi dan pornoaksi yang terkait dengan aurat ada beberapa hadits Rasulullah yang melarang memakai pakaian yang tembus pandang. ini adalah jelas haram. [Jakarta. 28. C. Sedangkan Hanafiyah seperti pernyataan Ibn al-Hamman: Beliau menyatakan secara gamblang dalam kitab al-Nawazil bahwa lantuanan suara perempuan adalah aurat. bersolek dan menggunakan parfum secara berlebihan ketika keluar rumah. h. Demikan halnya seperti perhiasan lain pada gelang kaki yang menimbulkan suara jika kaki melangkah terlebih jika dihentakkan. 2002]. 2003]. Lih. Pernikahan Dini Dilema Generasi Ekstravaganza. 29. sensual.. ataupun antara laki-laki dengan laki-laki homoseksual. Ibid. Sementara itu. akhirnya memperdengarkan di depan kaum Adam dianggap tindakan yang tidak bagus. memamerkan pakaian dan perhisan yang indah serta memamerkan diri didepan laki-laki yang bukan muhrimnya. 2002]. Luqman Haqani. Mujahid. Mujtahid. oleh karenaya Nabi saw bersabda: “Takbir bagi laki-laki dan tepuk bagi kaum perempuan”. Ketiga. Abu al-Ghifari. menampakkan keelokan wajah dan bagian tubuh yang dapat membangkitkan birahi dihadapan kaum laki-laki yang bukan muhrimnya. erotis. mengenai hukum tabarruj atau pakaian dan gerak tubuh yang menimbulkan rangsangan seksual. [Jakarta. 42 Abu al-Ghifari. dan sejenisnya larangan bagi laki-laki berkhalawat berdua dua-an ditempat yang sunyi tampa orang ke tiga dengan perempuan yang bukan muhrimnya40. [Jakarta. Stetemen dalam kitab Syafi’iyah dan yang aku al-Alusi. 69.41 Kedua. Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001.42 Rasulullah saw bersabda. h. Menurut Syekh Abu 'Ala Al-Maududi kata tabarruj bila dikaitkan dengan wanita memiliki arti sebagai berikut. Pernikahan Dini Dilema Generasi Ekstravaganza. h. Ke-empat. 41 40 . Musuh Yang Menjadi Idola. menumbuhkan perasaan positif berupa persamaan perempuan ditengah masyarakat Muslim dengan corak tertentu dalam menutup aurat dan semakin dalamnya perasaan terhadap kemuliaan. perempuan dengan perempuan lesbian. red anut bahwa gemercing suara sejatinya bukan aurat. 10.Secara literalis.

juz III. Bergerak Menuju Keadilan…. ialah pengusa yang dzalim.. An-Nawawi. Pendapat pertama adalah yang dinyatakan oleh Imam Asy-Syafi'I.43 Dari dua kata kunci tentang aurat. dan Abu Hanifah. Juz II. bahwa aurat laki-laki adalah antara pusat dan kedua lutut. Mengenai batas anggota tubuh yang dianggab aurat. h. tetapi secara umum mayoritas ulama' berpendapat bahwa laki-laki seharusnya menutup anggota tubuh antara pusar dan kedua lutut kaki. Orang menyebut aurat untuk hal-hal yang tidak pantas untuk diperlihatkan. yang selalu maksiat. bahkan tidak akan mencium wanginya padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan yang amat panjangnya. sekitar lubang anus dan paha saja. 168. Al-Muhalla.210. Kedua adalah wanita yang berpakaian tapi telanjang." HR. Kemudian sesuatu yang memalukan itu justru bisa membangkitkan gairah orang lain yang melihatnya untuk melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya. Pendapat ketiga yang dinyatakan oleh adh-Dhahiri. Malik.‫صنفان من اهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس‬ ‫ونساء كاسيات عاريات مميلت مائلت رءوسهن كأسنمة البخت المائلة ليدخلن‬ ‫الجنة ول يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا. Lih. Pada awal inilah difinisi aurat. 83. Fiqh menganggap ada beberpa tubuh yang tidak pantas untuk diperlihatkan. salah satu riwayat dari Imam Malik dan Ibnu Hambal adalah bahwa aurat laki-laki hanya qubul dan dubur saja. yaitu 'memalukan' dan 'menggairahkan'. Juz III. Untuk itu. Ibnu Rushd. tidak layak bahkan memalukan. h. pandangan fiqih membedakan antara perempuan dan laki-laki.44 Oleh karena itu. dalam menentukan batasan aurat. Ibnu Jarir. [Bairut. Juz I h. tt]. Memalukan dan menggairahkan adalah sesuatu yang kontekstual. Asy-Syaukani. Dalam disiplin ilmu fiqih lafal aurat diartikan sebagai yang memiliki muatan arti dalam ayat an-Nûr ayat 31 dan 58 yaitu yang berarti sebahagian anggota tubuh manusia yang didalam pandangan umum buruk atau malu bila diperlihatkan dan bila dibiarkan terbuka mungkin bisa menimbulkan fitnah seksual. رواه مسلم‬ "Ada dua golongan dari ahli neraka yang siksanya belum pernah aku lihat sebelumnya pertama adalah kaum yang membawa ekor cambuk seperti ekor sapi yang digunakan memukul orang. . 49. hal.46 Perintah menutup aurat adalah dari agama teks syara'. karena itu fiqh membedakan antara aurat laki-laki dan perempuan. al-Isthakhiri. mereka tidak akan masuk surga.45 Sementara aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Nail al-Authar. Bidâyah al-Mujtahid. tidak layak bahkan memalukan. Ibnu Rushd dan Asy-Syaukani mengatakan bahwa ulama' Fiqih berada dalam tiga pendapat. Muslim Dalam Fiqh pembahasan mengenai aurat didasarkan pada wacana tubuh dengan berbagai dimensi sensualnya. baik laki-laki maupun perempuan dibutuhkan mekanisme yang 43 44 45 Faqihuddin Abdul Kadir. Pendapat kedua menyatakan bahwa aurat laki-laki adalah alat kelamin [qubul]. fiqh memnbangun wacana tentang tubuh dan norma-norma yang terkait dengannya. Dar al-Afaq al-Jadidah. Rambutnya sebesar punuk unta. selebihnya bukan aurat. tetapi batasan mengenai aurat adalah ditentukan pertimbangan pertimbangan kemanusiaan segala aspek.219 Lihat. Untuk aurat laki-laki walaupun ada perbedaan. 46 Abu Muhammad Ali bin Muhammad ibn Hazm. kesepakatan pendapat ulama' fiqih menyatakan bahwa harus ditutup dari pandangan orang dengan pakaian yang tidak tembus pandang dan tidak membentuk lekukan tubuh. Al-Majmu.. Mengenai batas aurat laki-laki.

Fiqih Islam. dan jika pelakunya dalam status sudah menikah maka harus dihukum dengan dilempar batu sampai meninggal rajam.48 Seorang wanita yang memperlihatkan sekadar rambut atau bagian bawah kakinya. agar tubuh manusia tidak dieksploitasi terutama tindak pornografi dan pornoaksi yang dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat. [Yokyakarta. Sinar Baru. 2001]. . Apalagi sampai berbuat zina maka dianggap telah melakukan dosa besar. h. Dalam hal ini pertimbangan khsuf al-fitnsh yang sudah dikembangkan oleh ulama' fiqih juga harus menjadi salah satu penentu pertimbangan. dan al-Maidah ayat 2 tentang kewajiban saling tolong menolong dalam mengerjakan kebaikan dan takwa dan larangan melakukan tolong menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran.. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. sutradara. 25. Fiqih Perempuan Refleksi Kiyai Atas Wacana Agama dan Gender. Aurat adalah bagian-bagian tubuh yang berpotensi menimbulkan rangsangan-rangsangan seksual bila terlihat. yaitu berdasarkan surah Âl-Isra' kita dilarang mendekati zina dan an-Nûr 30-31 yang mengatur tentang cara bergaul52. 2.51 Sementara itu menurut hukum Islam seperti yang telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001 tentang pornografi dan pornoaksi tanggal 22 Agustus 2001. misalnya. memelihara kehormatan. pengarah gaya. QS. 4.50 Pornografi dan pornoaksi dianggap mendekati perbuatan zina sehingga harus dilarang. 48 49 50 51 52 47 Hasan Hathaut. segala sesuatu yang mengakibatkan seseorang cenderung melakukan perbuatan asusila fakhisyah adalah berdosa. h. Ibid. Panduan Seks Islami. h. 62. Ibid. jelas termasuk orang yang mengumbar aurat. dalam konteks pornografi dan pornoaksi yang mengumbar aurat.. Husain Muhammad. Jika pelakunya masih bujangan maka harus dicambuk sebanyak seratus kali mi'ata jaldah. h. Pustaka Zahra. dan jika dilakukan maka pelakunya harus bertobat karena dianggap berdosa.akomodatif dan responsif terhadap gejala nilai yang berkembang di masyarakat sehingga dalam tingkat tertentu nilai dan batasan tersebut dapat diterima oleh masyarakat. Rahima. misalnya memberi pertolongan medis. 64. dan suatu jalan yang buruk". 2004]. kecuali untuk tujuan yang dibolehkan oleh syara'. Al-Isra' 32 Sulaiman Rasjid.49 Secara fiqih. maka batasan pornografi dan pornoaksi menurut hukum Islam telah jelas54. yang dimaksud adalah aurat menurut syariat Islam. aurat wanita dalam pandangan Islam adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. pornografi dan pornoaksi adalah haram. [Jakarta. Sebagaimana disebutkan dalam QS. Sedangkan menurut definisi agama Islam. menyaksikan secara langsung aurat seseorang yang bukan haknya pornoaksi. Sebab. dan batas aurat al-Ahzâb ayat 59 yang mengatur tentang aurat kaum perempuan Mu'minah53. 402 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001 Tentang Pornografi dan Pornoaksi tanggal 22 Agustus 2001 atau Jumadil Akhir 1422 Hijriyah. 53 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001. h.47 Tentu saja. dan lain sebagainya. Husain Muhamad. Al-Isra' 32: ‫يل…ا‬a‫ ب‬c‫اء‬c‫ة… س‬ c‫ س‬c‫ و‬c‫ش‬a‫اح‬c‫ ف‬c‫ان‬c‫ ك‬t‫ه‬f‫ن‬a‫وا إ‬t‫ب‬c‫ر‬o‫ق‬c‫ا ت‬c‫ل‬c‫و‬ ‫ا‬c‫الز¡ن‬ "Dan janganlah kamu mendekati zina. Fiqih Perempuan Refleksi Kyai Atas Wacana Agama dan Gender. Ini akan berlaku juga pada para pembuat pornografi dan pornoaksi kamerawan. [Bandung. 1990]. h.

Karena itu. Sebab.  Menperbanyak.  Melakukan hubungan sksual atau adegan seksual didepan orang. 5.  Menggabarkan secara langsung atau tidak langsung. kaidah "ushul fiqih" yang mu'tabar menyebutkan: "Sarana yang menjerumuskan pada tindakan keharaman adalah haram". sebuah benda dengan muatan pornografi dan pornoaksi dihukumi sebagai benda yaitu mubah. memang dipandang belum melakukan aktivitas haram karena media sebagai benda adalah mubah. Bahwa perempuan hanya diperkenankan membuka wajah dan kedua pergelangan tangan. melakukan gambar hubungan seksual. dia dianggap telah melakukan aktivitas yang haram. Ibid. suara. tulisan reklame.  Membiarkan aurat terbuka dan atau berpakaian ketat atau tembus pandang dengan maksud untuk diambil gambarnya. h. baik terhadap diri sendiri ataupun orang lain dan melihat hubungan seksual ataupun adegan seksual adalah haram.  Melakukan pengambilan gambar sebagaimna angka 2 adalah haram. Fiqih Islam. kemubahan ini juga tidak berlaku untuk penyebarluasan dan propaganda pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi yang akan memiliki dampak serius di masyarakat.. Mengenai batasan aurat menurut pandangan ulama' Fiqh dapat disimpulkan pada: Pertama. alasan utama penutupan tubuh perempuan adalah untuk menghindari gangguan fitnah dan malapetaka dharar yang menempa diri perempuan. telapak tangan dan telapak kaki bagi perempuan adalah haram kecuali dalam hal-hal yang dibenarkan secara syar'i. maka menurut syariat.. mengedarkan. baik dengan lukisan gambar. bila orang itu ikut dalam usaha membuat dan atau menyebarluaskan media porno. 404 . misalnya. maupun ucapan baik melalui media cetak maupun elektronik yang dapat membangkitkan nafsu birahi adalah haram. Seseorang yang dihadapkan pada suatu media porno. dan alasan utama beberapa anggota tubuh dibiarkan terbuka adalah alasan keterpaksaan darurah atau keperluan hujjah. yakni bagian tubuh antara pusar dan lutut bagi laki-laki dan bagian tubuh selain muka. tingkah laku secara erotis. kecuali dalam keadaan diperlukan Abu Hanifah memperkenankan kedua lengan tangan dan kedua setengah betis kaki dibiarkan terbuka. yang terbuka auratnya atau berpakaian ketat atau tembus pandang yang dapat membangkitkan nafsu birahi. Kedua. Ibid. kemubahan ini bisa berubah menjadi haram ketika benda wasilah itu dipastikan dapat menjerumuskan pada tindakan keharaman. menjual. berdasarkan berbagai nas dan dan kaidah ushul fiqih Secara umum Majelis Ulama indonesia MUI pada tahun 2001 mengeluarkan fatwa tentang pornografi dan pornoaksi menetapkan beberapa hal sebagai berikut. h.  Memperlihatkan aurat. Sulaiman Rasjid.Sementara itu. baik untuk dicetak maupun divisualisasikan adalah haram. 54 55 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001.  Berbuat intim atau berdua-duaan khalwat antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram-nya dan perbuatan sejenis lainhya yang mendekati dan atau mendorong melakukan hubungan seksual diluar pernikahan adalah haram.55 Namun demikian. Dengan demikian. membeli dan melihat atau memperlihatkan gambar orang. atau gambar hubungan seksual atau adegan seksual adalah haram. baik cetak atau visual. Akan tetapi.

pornografi dan pornoaksi berat biasanya diatur ketat. Pornografi dan pornoaksi anak dianggap melanggar hukum di kebanyakan negara.  Membantu dengan segala bentuknya dan atau membiarkan tampa pengingkaran perbuatan-perbuatan yang diharamkan diatas adalah haram. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Global Status hukum pornografi dan pornoaksi sangat berbeda-beda. Kebanyakan negara berusaha membatasi akses anak-anak di bawah umur terhadap bahan-bahan porno berat. mengatakan bahwa pornografi dan pornoaksi itu penting bagi kebebasan dan bahwa suatu masyarakat yang bebas dan beradab harus dinilai dari seberapa jauh mereka bersedia menerima pornografi dan pornoaksi. Sebaliknya. lewat saluran-saluran televisi yang dapat dibatasi . manfaat. pornografi dan pornoaksi ringan dianggap tidak terlalu mengganggu hingga dapat dijual di toko-toko umum atau disajikan di televisi.  Memperoleh uang. Memakai pakaian tembus pandang atau ketat yang dapat memperlihatkan lekuk tubuh adalah haram. Sebagian orang. termasuk produser pornografi dan pornoaksi Larry Flynt dan penulis Salman Rushdie. dan pada umumnya negara-negara mempunyai pembatasan menyangkut pornografi dan pornoaksi yang melibatkan kekerasan atau binatang.[] BAGIAN KE-TIGA PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT GLOBAL A. hanya melalui pesanan lewat pos. misalnya dengan membatasi ketersediaannya hanya pada toko buku dewasa. Di beberapa negara. dan atau fasilitas dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan diatas adalah haram. Kebanyakan negara mengizinkan paling kurang salah satu bentuk pornografi dan pornoaksi.  Melakukan suatu perbuatan dan atau suatu ucapan yang dapat mendorong terjadinya hubungan seksual diluar pernikahan atau perbuatan sebagaimana dimaksud angka 6 adalah haram.

Brasil: Pornografi dan pornoaksi anak adalah kejahatan. yang sangat jarang. Berikut ini status dan pemberlakuan pornografi dan pornoaksi diberbagai negaranegara dibelahan Dunia: • Amerika Serikat: Bahan-bahan porno berat legal pada tingkat Federal kecuali bila memenuhi uji Miller tentang ketidakpantasan. dan tidak boleh mengandung kekerasan. Semua pemain harus berusia minimum 18 tahun. Telanjang tidak dianggap termasuk bahan seperti ini. Namun banyak dari usaha-usaha ini ternyata tidak mampu membatasi ketersediaan pornografi dan pornoaksi karena akses yang cukup terbuka terhadap pornografi dan pornoaksi internet. Tuntutan terhadap pornografi dan pornoaksi maupun toleransinya sangat berbeda-beda dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya dan dari kota ke kota. Bahan-bahan porno tidak boleh diberikan kepada orang yang berusia kurang dari 18 tahun atau di beberapa daerah. Australia: Peraturan diperketat di bawah pemerintahan John Howard. dll. Materi-materi/tindakan-tindakan tertentu dikeluarkan sendiri dari bahan porno biasa. Bestiality dinyatakan ilegal setelah dikeluarkannya undang-undang kesejahteraan binatang yang baru. Belanda: Undang-undang yang sangat liberal. penyebaran pornografi dan pornoaksi kepada anak-anak di bawah umur dianggap melanggar hukum. Para aktor laki-laki di film-film lokal harus mengenakan kondom dalam adegan-adegan penetrasi. Bahan-bahan porno dapat dibeli dan disewa di Northern Territory dan ACT. Video R18 hanya tersedia dalam toko-toko seks yang mempunyai izin • • • • • . Pornografi dan pornoaksi biasa tidak termasuk hubungan seksual dengan binatang legal. Bila dijual di tempat-tempat umum. Secara teknis menjual bahan-bahan porno illegal di Queensland. lihat: Pornografi dan pornoaksi internet. Biasanya toko-toko porno membatasi usia orang-orang yang masuk ke situ. Dijual secara terbuka di tempat-tempat penjualan koran dan majalah. majalah dan sampul DVD yang menampilkan alat kelamin harus disembunyikan dari pemandangan umum. Yang lebih lazim lagi. tetapi dengan catatan bahwa ada banyak toko dewasa di masing-masing negara bagian dan wilayah yang boleh menjual atau menyewakan bahan-bahan yang bersifat porno. Lihat Sensor di Australia. Austria: Bahan-bahan yang "membahayakan remaja" atau bahan-bahan yang merendahkan martabat manusia tidak boleh dipamerkan atau dijual kepada orangorang yang berusia kurang dari 18 tahun. Bahan pornografi dan pornoaksi manapun hanya boleh dijual kepada orang yang berusia minimal 18 tahun. tetapi memilikinya tidak dianggap ilegal. ketika kesulitankesulitan halangan perdagangan sehubungan dengan keanggotaan Komunitas Eropa menjamin arus yang relatif bebas dari barang-barang seperti itu untuk kebutuhan pribadi saja.orangtua. Beberapa upaya untuk membatasi pornografi dan pornoaksi di internet telah dibatalkan oleh pengadilan. menyalahgunakan anak atau menampilkan gambaran yang merendahkan martabat. namun pornografi dan pornoaksi masih cukup mudah diperoleh. 21 tahun. atau kadang-kadang barang-barang yang disajikan ditutupi sebagian atau sama sekali tidak terpampang. Berbagai negara bagian mempunyai undang-undang tentang pornografi dan pornoaksi. Pornografi dan pornoaksi anak yang menyajikan gambaran tentang anak-anak yang benar-benar terlibat dalam tindakan-tindakan seks atau yang berpose dalam penampilan yang porno adalah kejahatan. Britania Raya: Bahan-bahan porno berat dilarang hingga 1999.

bahkan oleh stasiun-stasiun TV pemerintah. atau bila dipamerkan kepada umum kecuali dalam tempat terbatas dan hanya terlihat di dalam "sebuah galeri seni atau museum yang bonafide".khusus. termasuk penggunaan pengawasan internet dan pembobolan sistem.9 Hongaria: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan to anak-anak under 18 of umur. India: Pornografi dan pornoaksi ilegal dan mendapatkan sanksi hukuman. jadi segala sesuatu yang lainnya tidak dibatasi. Jerman: Pornografi dan pornoaksi anak dilarang. pada akhir 1990-an hanya segelintir penerbit yang bertahan. Porno berat dibatasi kepada pembeli berusia 18 tahun atau lebih. Majalah-majalah dan koran-koran porno semakin banyak beredar sejak jatuhnya komunisme pada awal 1990-an. Bila sebuah toko bisa dimasuki anak kecil. Hukum mendefinisikan pornografi dan pornoaksi sebagai porno berat. Jepang: Seperti di Eropa. Pada tahun 1970-an dan 1980-an. atau bila diterbitkan tanpa sepenuhnya dibungkus tanpa peringatan yang “dengan mudah kelihatan” yang menyatakan bahwa bahan yang terkandung mungkin bisa membuat orang tersinggung dan tidak boleh diberikan kepada mereka yang di bawah umur. Pornografi dan pornoaksi dalam segala bentuknya dapat ditemukan di tempat-tempat penyewaan video termasuk mesin penjual video. Ada toko-toko Israel yang khusus menjual pornografi dan pornoaksi. Bahan porno ringan jarang disensor. Meskipun hukum mendefinisikan anak sebagai orang yang berusia di bawah 14 tahun. Denmark: Larangan terhadap literatur porno dicabut pada 1966. Israel: Ilegal untuk orang-orang berusia di bawah 18 tahun. foto telanjang biasa ditampilkan dalam media umum. Izin orangtua khusus dibutuhkan untuk memperlhiatkan materi porno berat kepada anak-anak mereka dengan tujuan pendidikan. meskipun hukum jarang diberlakukan. dilarang keras memperlihatkan rambut kemaluan ataupun alat kelamin orang dewasa. tetapi majalah-majalah porno berat tersedia di penjual-penjual suratkabar dan majalah di beberapa tempat. Hong Kong: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan to anak-anak under 18 of umur. Pornografi dan pornoaksi dalam bentuk tulisan saja tidak pernah dituntut sejak pengadilan Inside Linda Lovelace pada 1976. Departemen Dalam Negeri berencana untuk memperkenalkan undang-undang yang melarang pornografi dan pornoaksi dengan kekerasan. Gambar-gambar rambut kemaluan pada majalah-majalah • • • • • • • • . penegakan hukum sangat lemah dan bahan-bahan porno mudah tersedia. Pada 1969 Denmark menjadi negara pertama di dunia yang melegalisasikan porno berat. Irlandia: Ilegal hingga pertengahan tahun 1990-an. Mempertontonkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. serta sejumlah perusahaan yang memproduksi porno Israel. pemilikannya diizinkan. Namun. Pornografi dan pornoaksi berat yang terkait dengan kekerasan dan binatang tidak boleh dibuat atau didistribusikan. bahan porno tidak boleh melibatkan orang yang berusia di bawah umur 18 tahun. • Bulgaria: Bahan porno berat "tidak dianjurkan" untuk diedarkan kepada orang-orang yang berusia di bawah 18 tahun. Karena pornografi dan pornoaksi anak hampir-hampir tidak mendapatkan perhatian masyarakat ataupun pemerintah masalah ini dapat dikatakan sebagai bentuk porno satu-satunya yang ilegal. bahannya tidak boleh dipampangkan dan hanya boleh dijual dengan diam-diam dan dengan permintaan khusus. Karena ekonomi yang tidak stabil. Satuan polisi Israel untuk kejahatan komputer mengambil langkah-langkah ekstrem terhadap hal itu.

Kolombia: Pornografi dan pornoaksi anak dilarang di bawah konstitusi baru. nekrofilia. para penerbit buku foto mulai menantang larangan ini sehingga rambut kemaluan kini cukup diterima umum. Ada juga sejumlah toko porno yang ilegal. para editor majalah-majalah. Tetapi. dan diharapkan bahwa majalah-majalah porno akan dapat dijual secara terbuka di tokotoko umum. Namun perlu dicatat bahwa menggambarkan kegiatan-kegiatan seksual yang melibatkan anak-anak. tetapi pada praktiknya legal. meskipun sebuah keputusan Mahkamah Agung Kanada yang kontroversial baru-baru ini tentang hak privasi sangat mempengaruhi usaha pemerintah untuk melacak dan menyitanya. Norwegia: Bahan-bahan porno berat sudah lama secara de jure ilegal. dipahami bahwa porno berat tercetak tidak lagi ilegal. banyak toko buku homoseksual dan lesbian menuntut bahwa peraturan ini diberlakukan secara diskriminatif terhadap barangbarang porno untuk seks sejenis. Sistem peringkatnya kontroversial. dan hanya boleh diperlihatkan di bioskop-bioskop tertentu. namun penegakan hukum lemah. film • • • • • . Beberapa stasiun TV juga telah menyiarkan film-film porno ringan setelah lewat tengah malam. atau melalui TV satelit. setelah Mahkamah Agung pada 7 Desember 2005 secara bulat membebaskan seorang bekas editor majalah karena menerbitkan porno berat yang tidak ditutupi pada 2002. binatang. 50% untuk pelayanan porno online. Bea cukai Kanada diberikan wewenang untuk menghentikan pemasukan bahan-bahan yang dilarang menurut undang-undang ketidakpantasan. saluran TV domestik dan TV kabel erotik mengaburkan organorgan seksual yang melakukan aktivitas biasanya dengan menggunakan segi empat hitam. Pornografi dan pornoaksi dikenai pajak khusus 33% untuk film-film peringkat X. Kebanyakan bahan dijual di toko-toko dewasa. meskipun penerbit-penerbit besar cenderung melakukan sensor diri untuk menghindari lobi kelompok-kelompok orangtua. Bahan-bahan ini tidak boleh dipampangkan kepada anak-anak. namun penegakan hukum sangat lemah. mendistribusikan dan menjual. Prancis: Pornografi dan pornoaksi yang sangat penuh kekerasan atau sangat grafis sangat jelas diberi peringkat X. dan bahkan video-video yang paling eksplisit pun tidak akan memperlihatkannya. Meksiko: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak di bawah usia 18. yang sebelumnya cukup biasa ditampilkan di media umum. Gambar-gambar dari jarak dekat close-up terhadap alat kelamin tetap dilarang. misalnya. dll. Belum jelas apakah keputusan Mahkamah Agung akan mempengaruhi film atau TV. Malaysia: Ilegal. Manga dan anime pada umumnya tetap tidak diatur. ilegal untuk membuat. atau dengan menggunakan kekerasan tetap ilegal. pemerintah memberlakukan undang-undang yang melarang foto-foto dan video anak-anak yang telanjang. Sejak sekitar 1991. tetapi legal untuk memilikinya. Pemasarannya diatur dengan ketat. Pornografi dan pornoaksi anak ilegal. Bogota mempunyai sekurang-kurangnya 300 tempat di mana pornografi dan pornoaksi porno berat dapat diperoleh secara legal. Lihat pula Sensor di Kanada. Pada 1999. khususnya kota-kota yang lebih besar. pemerkosaan. meskipun tidak ada undang-undang spesifik yang mengatur distribusinya. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hukum. artinya. Orang dapat membelinya misalnya di luar negeri. namun penjualan kepada orang berusia di bawah 18 tahun batas usia berbeda-beda menurut provinsi umumya dilarang. • Kanada: Undang-undang berbeda-beda dari provinsi ke provinsi.impor biasanya akan dirobek. pada 2000. lewat internet. Kebanyakan bahan dijual di pasar gelap.

dll. Vietnam: Ilegal. sehingga semua bahan lainnya tergolong erotika legal. di sana hukum mendefinisikan pornografi dan pornoaksi sebagai materimateri termasuk pemerkosaan. meskipun isi aturannya secara spesifik tidak diketahui. Kini kebanyakan kios di Athena memampangkan majalah-majalah dan DVD porno berat. Swiss: Legal. Orang berusia di bawah 18 tahun dilarang berperan dalam film-film buatan Swedia. pornografi dan pornoaksi merusakkan nilai-nilai standar Vietnam. tidak ada batas untuk majalah. tetapi Duma negara bagian telah berkali-kali gagal untuk mengesahkan undang-undang yang mengatur bahanbahan porno. biasanya tidak menampilkan puting susu dan daerah rambut kemaluan di sampulnya. terhadap materi pornografi dan pornoaksi anak. Slovenia: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak yang berumur kurang dari 18 tahun. Hubungan seksual dengan binatang dan pornografi dan pornoaksi anak-anak de facto dilarang. De jure semua pornografi dan pornoaksi diizinkan termasuk porno anak-anak. dikenai sejumlah perkecualian: penjualan atau memperlihatkan kepada orang-orang berusia di bawah 16 tahun atau kepada penonton yang tidak menyetujuinya dapat dikenai hukuman denda atau penjara hingga tiga tahun. Mempertontonkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. Ada perkecualian untuk pornografi dan pornoaksi apabila mengandung nilai-nilai budaya atau ilmiah. Rusia: Produksi dan distribusi secara eksplisit dilarang. Pornografi dan pornoaksi yang ekstrem atau sangat jelas umumnya dibatasi hanya dijual di toko-toko dewasa. tetapi klasifikasi ini dibatalkan oleh keputusan Conseil d'État Dewan Negara berdasarkan tuntutan yang diajukan oleh perhimpunan-perhimpunan yang mendukung agama Kristen dan nilai-nilai keluarga. Penegakan hukum ketat. Boleh ditonton oleh mereka yang berusia minimal 18 tahun. bestiality. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Lokal 1. Turki: menjual kepada anak-anak di bawah 18 tahun ilegal. bestiality. Singapura: Ilegal. Hukuman yang sama dapat dikenakan untuk pemilikan.Baise-moi yang secara seksual eksplisit dan penuh kekerasan mula-mula diberi peringkat hanya "terbatas" oleh pemerintah Prancis. penjualan. Majalahmajalah erotik dijual secara terbuka. 13 Yunani: Majalah-majalah ringan. Fenomena Pornografi dan pornoaksi . sehingga status dari kebanyakan materi tidak jelas. • • RRT: Baru-baru ini melegalkannya. Swedia: Bahan yang melibatkan binatang de-facto legal tetapi dikenai undang-undang kesejahteraan binatang. tetapi de facto ada sejumlah batasan tentang di mana bahan-bahan itu dapat dijual. nekrofilia atau pornografi dan pornoaksi anak. dan kartu permainan dijual secara terbuka di kios-kios tepi jalan dan di toko-toko wisata. majalah-majalah dewasa dijual kepada umum. impor. pengeluaran hajat atau tindakantindakan kekerasan. Kebanyakan materi difilmkan di SaintPetersburg. Memampangkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. Lihat Ayat 197 Undang-undang Pidana. termasuk penerbitan ringan seperti Playboy. • • • • • • • • B. kalender. Menurut undang-undang. Taiwan: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Bono dalam film Antara Bumi dengan Langit disensor karena reaksi berat dari masyarakat. 1950-an Pada 1954 Nurnaningsih menimbulkan kehebohan di masyarakat umum karena berani tampil berani dalam beberapa filmnya yang antara lain disutradarai oleh Usmar Ismail Krisis dan Djadug Djayakusuma Harimau Tjampa. Di beberapa majalah dimuat fotonya yang seronok. Fenomena yang munculpun bagaiakan fenomena "gunung es". Suzanna tampil sebagai bintang film berani dalam adegan ranjang seperti misalnya dalam film “Bernapas Dalam Lumpur” 1970 yang diarahkan oleh Turino Djunaedy dan “Bumi Makin Panas” karya Ali Shahab. film Indonesia pada periode ini banyak didominasi oleh film-film revolusi. pada tahun 1980-an ini juga muncul film-film yang menampilkan aktris-aktris cantik dan seksi. Nafsu Birahi. Sejumlah pemain yang muncul dalam film seperti . seperti “Bernafas di Atas Ranjang. misalnya. meraih penghargaan sebagai Aktris Terbaik se-Asia pada Festival Film Asia Pasifik di Seoul 1972. Anak-anak Revolusi 1964. dll. Satu Ranjang Dua Cinta”. Pada 1955. dengan pakaian minim. Wanita Simpanan. Di pihak lain. Pada 1974. Dunia film Indonesia bangkit dari kelesuan yang panjang.Di Indonesia pornografi dan pornoaksi sebagai ladang yang subur. 1929-an Pada 1929 diputar di Jakarta film Resia Boroboedoer yang menampilkan untuk pertama kalinya adegan ciuman dan kostum renang. meskipun muncul berbagai protes dari masyarakat. dll. seperti yang terdapat dalam film-film Warkop. Perhatikan kasus yang mencuat dari tahun-ketahun tentang kasus pornografi dan pornoaksi yang semakin beragam dan meningkat. Resminya pornografi dan pornoaksi di Indonesia ilegal. Tujuh Aktris tenar lainnya yang pernah menjadi korban serupa adalah Titien Sumarni dan Netty Herawati. Belakangan baru diketahui bahwa foto-foto itu adalah hasil teknik montage. Meskipun demikian penampilan adegan bugil dalam sebagian dari film-film yang bertema panas itu bukan sekadar eksploitasi murahan. Suzanna. 1970-1980-an Pada awal 1970-an. Semangat anti nekolim pada tahun 1963-1965 diterjemahkan ke dalam gerakan anti film-film asing yang kebanyakan diimpor dari Amerika Serikat. perfilman Indonesia berhasil untuk pertama kalinya menggunakan teknik film berwarna. Nafsu Liar. seperti Pejuang 1960. Oleh karenanya hampir tiap tahun dapat dipastikan akan muncul kasus-kasus pornogarafi walaupun dalam wajah yang berbeda. Bahkan kemudian foto bugilnya tersebar luas di masyarakat. 1960-an Sesuai dengan semangat zamannya. namun penegakan hukum sangat lemah dan interpretasinya pun tidak sama dari zaman ke zaman. adegan ciuman antara Frieda dan S. Rahayu Effendy menjadi simbol seks ketika tampil bugil dengan Dicky Soeprapto dalam Tante Girang. Sejumlah film muncul dengan judul-judul yang menjurus ke pornografi dan pornoaksi. juga merajalela pada masa. Toha Pahlawan Bandung Selatan 1961. namun semuanya lolos sensor. sementara Nurnaningsih sendiri tidak pernah tahu-menahu tentang pembuatannya. dan penegakan hukumnya pun juga boleh dibilang hanya isapan jempol.

baik di kota besar maupun kecil. laser discs. Terahir yang tak kalah heboh adalah kasus "Adegan Mesum anggota DPR dengan Artis dangdut". The Outraged Fugitive. Pada periode inilah muncul sejumlah kasus seperti sepasang mahasiswa dari kota Bandung. antara lain Inneke Koesherawaty. ketika -karena gunting sensor -. Awal April 2006 majalah Playboy edisi Indonesia beredar pertama kali dalam versi yang jauh berbeda dengan aslinya. dll. Namun demikian bukan berarti sama sekali tidak ada pasal-pasal yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku pornografi dan pornoaksi ini. kehadiran teknologi video telah semakin mempermudah akses terhadap film-film asing yang tidak disensor. Sebagian lagi merasa bahwa RUU APP ini hanya akan memasung kreativitas seni dan mengabaikan kemajemukan di dalam masyarakat. Para model dan juru fotonya diajukan ke pengadilan dan dikenai tuntutan hukum.sebuah pasangan ditampilkan seolah-olah menghindari tabrakan bibir. Sementara itu. Begitu pula bus-bus malam dan hotel-hotel seringkali menyiarkan video-video panas. Febby Lawrence. adegan ciuman sama sekali diharamkan sehingga seringkali muncul adegan yang menggelikan. . Sebagian kalangan di masyarakat berusaha menangkal perubahan-perubahan dahsyat ini melalui Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan pornoaksi. Kiki Fatmala. Misalnya. Pandangan KUHP Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana memang tidak ditemukan pasal-pasal yang secara tegas mengatur masalah pornografi dan pornoaksi ini. sementara Badan Sensor Film tampak tidak berdaya. Tersedianya kamera video dan videophone dengan harga relatif murah telah memungkinkan orang merekam adegan-adegan panas. masyarakat dihebohkan dengan beredarnya kalender bugil dengan model Indonesia. Pada periode yang sama. Lisa Chaniago. Teguh Yulianto. yang pada mulanya dimaksudkan hanya untuk koleksi pribadinya. 2. Reynaldi. menampilkan sensor yang sangat ketat terhadap film-film yang disiarkannya. TVRI yang merupakan satu-satunya saluran televisi hingga akhir 1980-an. VCD. 1990-2000-an Pada periode ini pengaruh kemajuan teknologi informasi semakin terasa dan sukar dihindari. meskipun rencana peredarannya jauh-jauh hari telah banyak ditentang oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintah. DVD dan internet.itu. bahkan sampai ke pedesaan sekalipun. Acapkali diberitakan di surat kabar tentang masyarakat pedesaan yang menayangkan film-film biru pada acara-acara perhelatannya dengan menyewa video. Ibra Azhari. semuanya membuat film dan gambar panas semakin mudah ditemukan. atau peredaran klip video yang dibuat dengan videophone oleh seorang pejabat di Kalimantan. Pada 1996 Ayu Azhari muncul dalam adegan panas dalam sebuah film Amerika. Sebagai contoh dapat digunakan pasal 533 KUHP yang selama ini dikenal dengan pasal pelanggaran kesopanan. Kehadiran parabola televisi.

Sayangnya belum semua Hakim memiliki keberanian moral untuk memposisikan pasal tersebut untuk menghukum pelaku pornografi dan pornoaksi sehingga mereka seolah-olah mendapat kebebasan menebar pornografi dan pornoaksi ini di tengah-tengah masyarakat. seorang kakek mencabuli cucunya yang masih balita. Atas dasar analisa yang demikian maka sebenarnya pasal 533 KUHP ini sudah dapat dijadikan jerat hukum menindak pelaku pornografi dan pornoaksi. Sebenarnya kita tidak harus terpaku dengan bunyi suatu pasal perundangundangan yang mengakibatkan kekakuan dalam penerapan hukum. Kontraversi RUU APP Dalam Masyarakat Sejak diluncurkan. maka Indonesia baru yang kita cita-citakan bersama hanya merupakan utopia. Kalau ditelusuri maka faktor penyebab utamanya adalah karena sudah terlalu menjamur dan merajalela pornografi dan pornoaksi. Dalam hal ini Hakim tidak salah menempuh "contra legen" tentunya dengan pertimbangan hukum yang akurat guna menjatuhkan sanksi hukum yang benar-benar memenuhi rasa keadilan. atau bagaikan fatamorgana di tengahtengah kegersangan padang pasir. Dua fraksi yang menentang RUU APP adalah FPDI Perjuangan dan Fraksi . maka pelaku pornografi dan pornoaksi ini masih dapat dijerat dengan alasan pelanggaran tentang kesopanan. Rancangan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi RUU APP telah memancing polemik luas dalam masyarakat Indonesia. 3. Tidak hanya di masyarakat. di lembaga legislatif DPR pun terjadi pedebatan keras.Meskipun pada pasal tersebut yang menjadi ukurannya adalah kesopanan. Semetara kita tidak memiliki keberanian menjerat dan menghukum pelaku pornografi dan pornoaksi. Bukankah sudah sering kita baca berita seorang ayah tega memperkosa putri kandungnya.000. B. Tidak hanya para remaja tetapi juga para orang tua sudah banyak yang menjadi korban kerusakan moral. maka secara umum pornografi dan pornoaksi yang ditunjukkan di depan umum maupun pornoaksi di depan publik merupakan pelanggaran kesopanan bagi bagian terbesar masyarakat Indonesia yang religius.-. ia masih berhak untuk mendapatkan satu pahala. maka yang menjadi sasarannya adalah moral bangsa. Sehingga dengan demikian meskipun pasalpasal KUHP tidak secara tegas menyebutkan kejahatan atau pelanggaran pornografi dan pornoaksi. semata-mata karena tidak adanya pasal-pasal yang secara tegas mengatur tentang hal itu. dan lain-lain lagi. andaikata seorang hakim tersalah dalam ijtihadnya. Hakim secara moral diberi kewenangan untuk berijtihad mengembangkan dan menginterpertasi peraturan perundangundangan atau dalil hukum guna menegakkan keadilan. kita juga dituntut mereformasi sanksi hukum yang terlalu ringan untuk pelanggaran kesopanan ini yakni hukuman kurungan selama-lamanya dua bulan atau denda sebanyakbanyaknya Rp. Bahkan dalam keyakinan Islam. Tanpa adanya keberanian kita melakukan terobosan-terobosan seperti ini. Disamping kita harus memiliki keberanian berijtihad sebagaimana dikemukakan di atas. Kita dapat merasakan akibat menjamurnya pornografi dan pornoaksi ini. contoh: Menjamurnya keyboard porno. Sanksi hukum yang demikian terlalu ringan bagi pelaku pornografi dan pornoaksi yang telah menghancurkan moral masyarakat dan bangsa sedemikian dahsyat. Masyarakat terbelah antara kubu pro dan kontra.

RUU APP merupakan "jawaban" atas kebutuhan masyarakat transisi. Jika dicermati pasal per pasal. hampir tidak mungkin negara kemudian melarang masyarakat Papua mamakai koteka karena dinilai ''porno'' menurut negara. Tidak sedikit pula biaya yang terpakai untuk menggodok RUU. ketika akar permasalahannya tidak dipahami dan ditanggulangi terlebih dahulu. . termasuk pelbagai implikasi hukum. budaya dst yang bakal muncul ketika RUU APP kelak diundangkan. ketika di sisi lain harus ada regulasi yang melarang prostitusi? Intinya. Fraksi-fraksi lain. kecuali jika belum ada revisi. politik. Melihat beberapa indikator. Secara filosofis. Apakah pemerintah atau negara sudah memikirkan masalah perbaikan ekonomi para perempuan dan masyarakat pada umumnya. Sekalipun mempunyai pasal-pasal yang bagus. Bertahun-tahun mereka melakukan pendalaman atas persoalan pornografi dan pornoaksi. sehingga perlu dibentengi dan dipagari dengan regulasi yang lebih kokoh. tapi butuh pengkajian komprehensif. seperti Indonesia. RUU APP sebenarnya tetap mengakomodasi pluralisme atau keanekaragaman budaya dan masyarakat Indonesia. mendukung RUU ini. RUU APP merupakan kebutuhan fundamental bagi bangsa Indonesia ke depan. Fraksi partai-partai Islam tentu menjadi kelompok pendukung utama RUU APP.Partai Damai Sejahtera. RUU APP belum tentu akan bisa memerangi pornografi dan pornoaksi. khususnya yang berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi. karena koteka adalah pakaian tradisional masyarakat lokal yang diwariskan secara temurun. persoalan pornografi dan pornoaksi bukanlah persoalan sederhana. Bukankah konstitusi kita sangat menghormati keanekaragaman dan keunikan kultural masyarakatnya? Ketika kontroversi meluas. termasuk Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Demokrat. Papua. Tentu sayang sekali. Apa yang dikhawatirkan masyarakat Sulawesi Utara. masyarakat transisi selalu rentan terhadap pelbagai perubahan dan gejala sosial dan budaya baru. jika RUU yang berbiaya besar tersebut pada akhirnya hanya akan menjadi RUU yang tidak ada implikasi dan dampaknya bagi perbaikan kehidupan masyarakat dan bangsa secara keseluruhan. RUU APP bisa dinilai melanggar hak asasi manusia HAM dan UUD 1945. DPR yang menjadi inisiator RUU APP mengaku telah melakukan pengkajian mendalam. Sekalipun sebagaian sudah diatur dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana KUHP. muncul pula gugatan dari beberapa kalangan bahwa semestinya pemerintah menanggulangi akar permasalahan maraknya pornografi dan pornoaksi di tengah masyarakat. Di manapun. Harus diakui. Kalau dicermati dengan seksama. sebagaimana tadinya dimasalahkan kelompok-kelompok penentang. tetapi setidak-tidaknya hal itu menjadi ikhtiar untuk mengurangi gejala dekadensi moral dalam masyarakat yang sedang berubah. dekadensi moral dan akhlak masyarakat Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Sesungguhnya tidak ada alasan kuat menolak RUU APP. sosial. persoalan dekadensi moral tidak cukup dengan diseminasi regulasiregulasi baru. Banyaknya perempuan yang terjun ke dunia prostitusi umumnya karena terdesak oleh persoalan ekonomi. akan tetapi terbukti regulasi ini tidak cukup untuk mengurangi tingkat dekadensi moral yang terjadi dalam masyarakat. Kalau hal itu terjadi. Analoginya hampir sama dengan masalah keterkaitan antara pelacuran dan kesulitan ekonomi masyarakat. Alasannya. Bali dan kelompok-kelompok ''minorias'' lainnya hanyalah ketakutan yang absurd.

vcd. dunia Arab disimbolkan sebagai Islam. 4. sebagaimana tadinya dimasalahkan kelompok-kelompok penentang. Papua. Republika. sekalipun mekanisme kontrol masyarakat sangat penting sebagai tindakan preemptive. karena bisa berdampak jauh kepada moralitas generasi masa depan. Diantara pentingnya undang-undang tersebut dengan berbagai alasan: 1. yang secara filosofis merupakan ''jawaban'' atas kebutuhan masyarakat transisi. khususnya yang berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi danpornoaksi. Tidak ada alasan kuat menolak RUU APP. Jika dicermati pasal per pasal. kecuali jika belum ada revisi. Tindakan berbau pornografi dan pornoaksi tak bisa dibiarkan begitu saja. 2. program televisi. Di negara Barat saja masalah pornografi dan pornoaksi diatur secara ketat. 6. seperti Indonesia. masyarakat transisi selalu rentan terhadap pelbagai perubahan dan gejala sosial dan budaya baru. westernisasi menjadi dinamika yang tak terbendung alirannya. Persoalannya tak bisa diselesaikan di tingkat masyarakat. 3. di negara Barat saja masalah pornografi dan pornoaksi. tabloid. 7. KUHP terbukti tidak cukup untuk mengurangi tingkat dekadensi moral yang terjadi dalam masyarakat. Perdagangan majalah. Belakangan. Sementara itu.Pornografi dan pornoaksi memang membutuhkan sebuah pengaturan yang tegas dari negara. juga agama. Di manapun. Irfan Junaidi . sehingga perlu dibentengi dan dipagari dengan regulasi yang lebih kokoh. Goenawan Mohamad. Yang dikhawatirkan masyarakat Sulawesi Utara. Dalam artikelnya.56 56 Jumat 10 maret 2006 . westernisasi terus dikampanyekan. pornografi dan pornoaksi telah menjadi bisnis besar dengan keuntungan yang menggiurkan. Bali. Untuk itu ada beberapa kalangan yang menganggap bahwa sangat urgensi tentang munculnya Undang-Undang APP. Jangankan di Indonesia atau negara-negara Arab Timur Tengah. Dalam banyak kasus. Karenanya. Motif westernisasi ini juga punya peluang ikut bermain dalam aksi menolak RUU APP. Di bidang ekonomi. telah menjadi 'tambang uang'. Paranonia Menolak RUU APP. Pornografi dan pornoaksi juga telah menjadi simbol aliran budaya Barat bisa juga dibaca liberal. Unsur ideologi penolakan RUU APP ini bisa terlihat dengan munculnya tuduhan bahwa pembuatan RUU APP merupakan langkah awal untuk menerapkan syariat Islam. 5. juga menganggap upaya untuk menyusun RUU APP sebagai langkah untuk 'mengarabkan' Indonesia. Bisnis ini jelas terancam jika RUU APP disahkan. tidak tertutup kemungkinan kepentingan bisnis ikut melatari penolakan ini. kehidupan sosial. serta situs porno di internet. RUU APP merupakan kebutuhan fundamental bagi bangsa Indonesia ke depan. dan kelompokkelompok ''minorias'' lain hanyalah ketakutan yang absurd. Hal serupa juga terjadi pada aspek seni dan budaya. juga perlu diangat selain ada yang pro juga ada yang kotra dalam menaggapi tentang Rancana Saat ini. RUU APP sebenarnya tetap mengakomodasi pluralisme atau keanekaragaman budaya dan masyarakat Indonesia.

Alasan kedua. Alasan keempat menuding RUU APP sebagai bentuk intervensi negara terhadap ruang privat warga negaranya. hasil karya mereka menjadi kering ketika area itu dibatasi. orang boleh telanjang di muka umum. Karena itu. Mereka khawatir. mereka menganggap aturan tersebut sebagai alat mengekang kebebasan kaum perempuan dan menjadikan perempuan sebagai korban. Alasan ini kerap sekali terdengar. orang yang tampil tanpa busana malah dibela karena dianggap berani memperjuangkan kebebasan berekspresi. Pertama. aturan itu bertentangan dengan adat istiadat di sebagian wilayah. Sensualitas yang dibatasi RUU APP adalah sensualitas yang memasuki ruang publik. argumentasi ini menganggap kreativitas seniman dan budayawan hanya mampu berada di area sensual. Bali dan Papua kerap dijadikan modelnya. Mulai dari Pasal 4 hingga Pasal 33. RUU APP seolah-olah dianggap hanya mengatur masalah pakaian dan tubuh perempuan an sich. hampir semuanya diawali dengan kata ''setiap orang''. tentulah fenomena pornografi dan pornoaksi tidak akan marak seperti sekarang. jelas sekali kata yang dipilih tidak menunjuk pada jenis kelamin tertentu. Padahal. Atas nama seni. Mereka yang mempersepsi ketelanjangan itu sebagai pornografi dan pornoaksi kemudian dianggap berpikiran ngeres kotor dan disalahkan. Semoga Allah memberikan hidayah pada mereka! [] . warga di kedua wilayah tersebut bakal dijerat hukum jika RUU APP disahkan menjadi UU. Sebaliknya. karena pakaian adatnya memang tidak menutup aurat secara sempurna. Logika yang sangat awam pun mengetahui bahwa aturan itu disiapkan bukan untuk menjerat masyarakat adat Bali yang hanya mengenakan kemben. dalam diskursus soal pornografi dan pornoaksi yang berjalan selama ini. Artinya. bertebaran dalam draf RUU tersebut. tentu tidak perlu khawatir. ''disiarkan/menyiarkan''. Seniman dan budayawan yang menjadikan sensualitas sebagai 'tumpuan hidupnya' memang pantas risau dengan adanya RUU APP. dari hasil pengamatan penulis sedikitnya ada enam jenis alasan yang kerap dikemukakan para penolak RUU APP yaitu. mereka yang ruang kreasinya lebih luas dari sekadar sensualitas. Urusannya menjadi lain jika sensualitas itu memasuki ruang publik. masyarakat dari kedua wilayah tersebut tidak pernah ikut dihitung. memang tidak boleh dijangkau negara. Ini adalah alasan yang sangat klasik. Dalam persepsi saya. Yang kelima adalah alasan yang sangat klasik: membuat kreasi seni dan budaya menjadi kering. Larangan membuka segala hal sensual. Jika KUHP memang mencukupi. ''menyebarkan''. Sungguh logika ini sangat dipaksakan. Bukan baru kali ini pornografi dan pornoaksi dan seni dibentur-benturkan. argumentasi ini sungguh merendahkan derajat para seniman dan budayawan. Sebaliknya. seolah-olah hanya disasarkan kepada perempuan. Karenanya. jika diamati pasal demi pasal. Mengapa tiba-tiba mereka dijadikan 'tameng'? Dasar penolakan ketiga menyebutkan bahwa urusan pornografi dan pornoaksi cukup diatur Kitab Undang-Undang Hukum Pidana KUHP. Lagi pula. Sensualitas yang berada di ruang privat. Karena itulah perlu aturan yang menyempurnakannya. lakilaki maupun perempuan bisa terkena implikasi. Secara tidak langsung. Substansi pasal-pasal itu juga tidak menunjuk kelompok gender tertentu.Terkait dengan Undang-Undang tentang Anti pornografi dan pornoaksi tersebut. maupun warga Papua yang hanya berkoteka. istilah ''dipertontonkan di muka umum''. Rancu jika aturan itu disebut merugikan perempuan.

dan 65% responden melakukan abortus provokatus kriminalis [APK]. hukum Positif Indonesia seperti KUHP juga memetakan aborsi dalam tindak pidana. 10% responden melakukan abortus provokatus terapikus [APT]. penelitian lapangan yang dilakukan oleh Indraswari dari FISIP Unpad pada tahun 1997 menyimpulkan 85% pelaku aborsi berstatus menikah. Sebagai ilustrasi banyaknya praktek aborsi. Tidak jauh Adrina dkk. Secara afirmatif. Lebih dari itu. aborsi mendapatkan justifikasinya oleh beberapa kalangan. Sumapraja [Kompas. Aborsi merupakan bagian dari hak reproduksi.57 Secara spesifik. ke-1. aborsi di kalangan masyarakat benar-benar terjadi dan ada. 1999]. beban kerja berlebihan dan kondisi kesehatan mencapai angka 20%. dan dari jumlah ini kurang lebih 10-25% adalah remaja [Jayakarta. Tahun berikutnya.II ABORSI BAGIAN PERTAMA FENOMENA ABORSI Aborsi merupakan realitas sosial yang menggejala di kalangan masyarakat.152-154 . Bahwa aborsi dipandang sebagai salah satu bentuk otonomi perempuan atas tubuhnya. Maraknya praktek aborsi dalam masyarakat memasukkan fenomena tersebut dalam tingkat yang lumrah. Kesulitan mengestimasi angka praktek aborsi di lapangan secara akurat lebih dihadapkan pada kendala hukum dan norma-norma sosial. Tarik ulur tentang kebolehan aborsi dan tidaknya menempatkan praktek tersebut sebagai sesuatu yang sulit diketahui dan dilacak secara numerikal dengan pasti. Kendati demikian. Penelitian ini juga mengungkapkan faktor-faktor yang mendorong perempuan mengambil langkah abortus spontan ialah kelelahan. aborsi secara tegas dinyatakan sebagai praktek yang dilarang.58 Akhirnya. Ironisnya. angka-angka yang diperoleh. Cet. 30/11/1997] menyatakan 99. Sementara itu. pada tahun 1994 diperkirakan terjadi 1. 50% diantaranya dilakukan oleh mereka yang belum menikah. h. Namun di ujung spektrum lainnya. pada dasarnya. belum menunjukkan jumlah kejadian yang sebenarnya. persoalan aborsi tidak dapat dipandang secara sederhana. 3/10/1994]. November 1995]. Hak-Hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung. Dari sudut pandang agama. 1998]. Menakar “Harga” Perempuan. Bali setiap hari ada 100 remaja di Denpasar dan Bandung yang ingin dipulihkan dari kehamilan yang tidak mereka inginkan [Matra. [Bandung: Mizan. Selebihnya. banyak kalangan terutama agamawan memandang aborsi sebagai yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan keagamaan. dan hal ini berarti perempuan memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan aborsi yang aman. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. h.117-118 58 57 Syafiq Hasyim [Ed].000 aborsi setiap tahun di Indonesia.000.7% perempuan yang melakukan aborsi adalah ibu-ibu yang sudah menikah. Atas dasar itu. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa aborsi nyaris serupa dengan praktek pembunuhan. hak reproduksi yang terkualifisir dalam instrumen Hak Asasi Manusia semakin memuluskan praktek aborsi dan memperuncing kompleksitas dampak-dampaknya.

Sementara itu. mengimplikasikan tindakan yang pada mulanya tidak terpikirkan namun pada akhirnya dianggap sebagai solusi final. RUU Kesehatan disketsakan guna melindungi kaum ibu dari kematian yang seharusnya dapat dicegah. Sementara penurunan angka dan bahkan stagnasi pada titik nadir dalam fluktuatifitas kualitas intelegensia banyak diakibatkan oleh upaya pengguguran janin yang illegal dan tidak aman. tidak aman. Lebih lanjut. Alasannya. dan pencabangan [bifurcation] dari itu ialah pelaku aborsi dan penolong dari pelaku aborsi dapat dijerat hukuman. dalam perspektif hukum setidaknya menunjukkan bahwa hukum belum mampu menampakkan efekfitifitasnya dalam memberi efek jera. Konsekuensi logis dari itu adalah masalah aborsi dapat dinyatakan lebih merupakan masalah kesehatan. Dalam konteks kasuistis seorang ibu yang tengah mengandung dan yang dalam kondisi desperate. Namun kenyataan banyaknya pelaku aborsi. Upaya percobaan penguguran janin bukan tidak mungkin melahirkan bayi yang justru mempunyai kualitas kesehatan dan intelegensia yang buruk. maka calon ibu mencari pelaku pengguguran yang illegal dan tidak aman. Lalu bagaimana dengan Islam yang melarang pembunuhan nyawa tidak berdosa dan juga menuntut peningkatan kualitas generasi. dan bukan masalah moral ataupun agama. Dalam Lokakarya Nasional "Amandemen UU Kesehatan No.berbeda dengan perspektif agama. Dengan demikian aborsi dan pengaturannya dari sudut pandang kesehatan dimaksudkan untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi. Kehamilan yang tidak diinginkan. H. Lebih lanjut. pengguguran janin bukan tidak mungkin merupakan solusi untuk menghilangkan beban. Secara sepintas. Lebih dari itu. Namun dari sudut hukum. aborsi dari segi moral juga dinilai sebagai tindakan asusila. Bahwa aborsi tidak dilakukan terhadap janin yang telah berusia tiga bulan. RUU Kesehatan dimaksudkan untuk mengatur praktek-praktek aborsi illegal dan tidak aman yang justeru menimbulkan komplikasi buruk bagi ibu akibat pengguguran kandungan. RUU tersebut melegalkan praktek aborsi. koordinator Sub Komisi Kesehatan Komisi VII DPR-RI dr. Akibat illegalitas abortus dalam hukum Indonesia dan kualifikasinya sebagai tindakan kriminal. Karena itu. dan akhirnya menyebabkan kematian. dampak dari aborsi yang tidak aman sangat berbahaya bagi jiwa dan kesehatan ibu. . tetapi juga kesehatan bayi yang akan dilahirkan. karena secara substansial aborsi tidak lebih dari bentuk pembunuhan janin yang tidak berdosa. Secara khusus. aborsi dipandang sebagai langkah untuk menekan dan bahkan mencegah angka kematian ibu yang masih relatif tinggi terutama di Indonesia. amandemen Pasal 60 UU No. dan tidak bertanggung jawab.23/1992 harus dilakukan. Sanoesi Tambunan menyatakan bahwa sekitar 30% dari kematian ibu di Indonesia terjadi akibat abortus yang tidak aman dan tidak bertanggung jawab. melalui peraturan perundang-undangan.23 Tahun 1992" yang diselenggarakan oleh Komisi VII DPR dan Koalisi untuk Indonesia Sehat di Gedung DPR [hukumonline. Instabilitas psikologis dalam tingkat-tingkat tertentu.A. mengakibatkan kondisi keterpurukan dan desperate. 27 Desember 2006]. aborsi dinilai sebagai tindak kriminal. pengaturan aborsi dilakukan dengan persyaratan tertentu. namun tidak demikian jika ditelisik secara mendalam. secara psikologis. dari aspek kesehatan. pengaturan abortus tidak hanya untuk melindungi jiwa dan kesehatan ibu. dalam Pasal 60 ayat [1] RUU Kesehatan disebutkan bahwa pemerintah berkewajiban melindungi kaum perempuan dari praktik pengguguran kandungan yang tidak bermutu.

C. Atas dasar itu. [ Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Terkait dengan aborsi. sistem hukum sosialis dan common law di dunia. Roland Robertson. karena mengesampingkan kesehatan sang ibu dan bayi. Islamic Political Thought. [New York: Doubleday. Penelitian ini sangat penting dilakukan. [London: 1968]. Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis terj. truth claims [klaim-klaim kebenaran] seringkali dihadapkan dengan stereotpyng negatif bahwa agama tidak mencerminkan keadilan dan kurang memperhatikan asas kemanusiaan. tetapi juga kerjasama yang produktif dan dinamis. 1987]. h. 1988] Brierly J. karena akan berpengaruh pada proses perubahan kehidupan sosial keagamaan masyarakat yang oleh Kung dilukiskan sebagai pergeseran paradigma [paradigm shift] dan atau perubahan paradigma [paradigm change] terhadap unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik61 yang sudah tentu akan memunculkan pula implikasi signifikan pada hubungan yang integral dan dinamis antara agama Islam dan pilar-pilar kehidupan sosial lain. dipandang perlu untuk melakukan penelusuran aborsi dalam hukum Islam terkait dengan kompleksitas kasus aborsi dalam tataran praktisnya di Indonesia.60 Kedua sikap tersebut akan mewujudkan kehidupan sosial yang tidak sekedar penuh harmonisasi. yaitu sisi hukum dan kedokteran.Islam. E.. salah satu agama dunia59 yang berkembang pesat di Indonesia. namun hukum Islam lebih dilatarbelakangi oleh kaitannya yang amat erat dengan agama semit di samping oleh sumber-sumber hukumnya yang orisinil. dalam menghadapi agama-agama lain dan elemen-elemen dalam kehidupan sosial seperti hukum dan kedokteran mempunyai sikap dasar ‘agree in disagrement’ dan ‘competition in good. David. Islam yang tidak membolehkan penghilangan paksa nyawa dapat dianggap sebagai agama yang ahumanis. R. Namun dalam tataran realistisnya. Major Legal Systems in The World Today. dari Sociology of Religion oleh Ahmad Fedyani Saifuddin. 19 . Mongomery Watt. 1995]. h. ed. 9 60 61 62 59 W. Menurut David62 jika urgensitas ketiga sistem terakhir lebih disebabkan oleh perkembangannya yang pesat dan sekaligus pengaruhnya yang signifikan terhadap perkembangan peradaban Barat. h. 51 Hans Kung. Theology of The Third Millenium. Dasar Hukum Islam Hukum Islam merupakan sistem hukum yang dinilai penting di dunia selain sistem hukum Romawi Jerman. BAGIAN KEDUA ABORSI DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF A. [Edindurgh: Edinburgh University.

Islam sebagai konsep terwujud dalam al-Qur’an dan Sunnah. negara dan kebudayaan. Syalthut Bernard Lewis. 67 Ibid. kedua. hukum. [Surabaya. dengan demikian. sakralitas Islam tersebut tidak lantas menjadikan Islam sebagai agama yang tidak berdimensi sosial. abadi. 65 66 63 Mahmud Syalthut. hati dan hidup. Jawa Pos Press: 2004].. Kendati demikian. aqidah dan kedua. yaitu pertama. CET. Dalam hal ini. Islam as such sebagai sistem kepercayaan.Islam menurut Lewis63 memiliki dua pengertian yang saling berhubungan. h. namun dalam beberapa kasus justeru menghasilkan serangkaian paradoks yang pada akhirnya mengaburkan makna Islam itu sendiri. 10 . Islam dalam Krisis: Antara Perang Suci dan Teror Kotor. aqidah merupakan teoritasi yang menuntut individu meyakininya lebih dahulu secara holistik dan tanpa ragu. ibadah. 2. Sakralitas Islam disebabkan oleh transendensitas sumber-sumber agama yang berbasis wahyu divinitas al-Qur’an dan Sunnah [revealed religion] dan yang tidak dapat diamandemen. pertama. dan an-Nahl/16: 97. Dari The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror. merupakan agama Tuhan yang bersifat transenden. Islam menunjukkan sebuah agama. Lewis64 memaparkan lebih lanjut. seperti toleransi. karena itu Islam secara konsepsional dinilai sebagai yang tidak berubah. Al-Islâm: ‘Aqîdah wa Syarîah. Syariah adalah peraturan-peraturan yang dilegislasikan oleh Allah untuk diimplementasikan dalam kerangka menciptakan harmoni dalam hubungan manusia secara vertikal dengan Allah dan horizontal dengan manusia dan alam. 1. [Kairo: Dâr al-Syurûq. 66 Lebih lanjut. dan secara horisontal dengan sesama manusia dan makhluk lainnya.65 menegaskan bahwa Islam memiliki dua pilar fundamental yang harus diobyektivasi dan lantas diinternalisasi dalam akal. Al-Qur’an melekatkan ‘lem’ terminologi iman untuk menjelaskan aqidah dan amal shalih untuk syariah. pemikiran dan etika. Al-Qur’an. Konstruksi aqidah dan amal shaleh dalam bingkai unifikasi dalam al-Qur’an dapat dilihat dalam surat alKahfi/18: 107-108. terj. pendidikan dan lain-lain. legal rulings [hukum-hukum] menjadi pointer penting dalam konstruksi teks-teks keagamaan karena objek hukum menyambung mata rantai keterkaitan manusia secara vertikal dengan Tuhan. 2002]. dan ketiga. [Jakarta: Penerbit PARAMADINA. Dalam suatu ceramahnya. Wahyu dari Allah sebagaimana yang tersurat dalam al-Qur’an dan Sunnah selalu bersinggungan dengan berbagai aspek sosial. syariah. Konsepsi al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman manusia untuk mencapai kesalehan individual dan sosial dipastikan selalu bersinergi dengan realitas sosial. dan atas dasar itu interpretasi Islam selalu berkembang dan dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman. menurut Syalthut. Dalam satu pengertian.67 Bertolak dari struktur ayat qur’aniyah. sistem keyakinan. 2001]. Islam sebagai yang disistematisasikan melalui interpretasi oleh para ulama berdasarkan konteks sosial budaya masyarakat. bahwa Islam mempunyai tiga persepsi. dan dalam pengertian lain Islam berarti peradaban yang tumbuh dan berkembang di bawah pengawasan agama Islam [Islam secara sejarah]. Islam sebagai Islam sejarah yang diimplementasi dan diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat. 64 Dawam Rahardjo. Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Suci. CET. samawi dan mutlak. karena Islam merupakan agama yang disampaikan oleh [Nabi] Muhammad dan untuk umat manusia.

Karena aqidah menjadi sentral dari dan [serba] meliputi seluruh segi kehidupan. Sedangkan fiqh merupakan keputusankeputusan-keputusan yang disimplifikasikan dari syariah oleh ulama. maka ramifikasi dari itu ialah syariat sebagai program pelaksanaannya juga meliputi seluruh segi kehidupan meski dalam berbagai paparan dan penyelesaian terhadap problematika kemanusiannnya tidak disebutkan dalam preseden terperinci. dan sementara itu. Paradigma ini memunculkan persepsi Islam sebagai yang ditafsirkan oleh ulama namun tetap berporos pada syariah. Islam sebagai hasil interpretasi ini disebut dengan fiqh. [Beirut: Dâr al-Fikr. Syariah. fiqh yang merupakan ciptaan manusia bersifat temporal dan tunduk pada determinan sosiologis.menyatakan bahwa aqidah menjadi basis fundamental dan poros dari syariat. 1958]. Sunnah. Dalam hal ini. Salah satu di antaranya adalah segi hukum. Syariah merupakan wahyu Tuhan yang mengatur kehidupan manusia secara universal. dengan demikian. Konsekuensi logisnya adalah aqidah hanya satu dan seragam. segi peraturan-peraturan hidup dalam masyarakat yang mengatur perbuatan manusia terhadap manusia lain dalam masyarakat. Dengan demikian. ijma [konsensus masyarakat Islam] dan qiyas [analogi]. dari sudut historisnya. Sejarah menuliskan bahwa setiap rasul membawa syariatnya masing-masing. karena syariah merupakan pelembagaan kehendak Tuhan yang belum dimasuki oleh aktivitas akal interpreter. Bahkan mayoritas cendekiawan muslim. sedangkan fiqh lebih mengkristal pada hasil pemahaman manusia yang cenderung bersifat temporal sesuai dengan dan mengikuti perkembangan budaya manusia dan perubahan sosial masyarakat. dan fiqh ialah syariah. Sebaliknya syariah bersifat absolut dan tidak dapat dirubah. Di Indonesia. implementasinya dapat berbeda-beda sepanjang sejarah kemanusiaan. seperti Zahrah68 mendefinisikan hukum Islam sebagai seperangkat peraturan berbasis al-Qur’an dan Sunnah Rasul mengenai tingkah laku manusia mukallaf yang diakui dan diyakini berlaku serta mengikat semua umat yang 68 Muhammad Abu Zahrah. mencakup hubungan manusia dengan Tuhan. Substansi al-Qur’an dan Sunnah yang ditujukan bagi manusia paripurna di seluruh alam dan merupakan reaksi aktif dari serangkaian persoalan masyarakat menuntut sistematisasi interpretasi terstruktur sebagai upaya aktualisasi teks sekaligus hukumnya dalam dialektika hubungan teks dan realitas. pengertian hukum Islam jika dialihbahasakan dengan menselaraskan pengalihbahasaan dari bahasa Inggris [Islam law dan Islamic yurisprudence] yang lumrah di kalangan muslim di atas menciptakan ambiguitas. Bahwa sinonimitas terdapat pada term Islamic law dengan syariah [obyek analisa manusia] dan Islamic yurisprudence dengan fiqh [hasil analisa manusia] berdampak pada ambiguitas tentang lahan syariah dan fiqh. Dengan demikian. Ushûl al-Fiqh. Atas dasar itu. Ambivalensi ini terjadi apabila ditelusuri dari dan dikaitkan dengan pandangan bahwa atom dari syariah terkandung dalam al-Qur’an. Syariah menjadi sumber primer seluruh akitivitas manusia dan hanya berasal dari Tuhan. syariah. secara umum. Syariat merupakan program implementasi dari aqidah. dan syariat merupakan implikasi dan konsekuensi serta pencabangan dari aqidah. syariah mendahului fiqh. hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam. Banyak pakar Islam mengafirmasikan bahwa syariah ialah fiqh. . mencakup konsep-konsep dasar yang transenden dan eternal karena bersumber secara ontologis dari legislator tertinggi. sedangkan fiqh merupakan hasil analisa manusia terhadap syariah. merupakan seluruh peraturan [syara’] yang bersumber dari Allah [syâri’] dan disampaikan oleh Rasul kepada manusia. Akhirnya.

wâjib. 17 69 . Kendati tidak sedikit materi hukum Islam yang merupakan hasil ijtihad. Philosophy of Islamic Law and The Orientalist: A Comparative Study of Islamic Legal System. syariat Islam. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas ulama muslim berpendapat bahwa hukum Islam mencakup hukum syariah dan hukum fiqh. kedua. hukum Islam menurut teori ulama muslim zaman pertengahan Islam ialah hukum yang terstruktur dari dan dibangun secara hiraerkis di atas empat komponen sumber hukum. Hal ini pada tataran implementasinya mengkonsekuensikan balasan di dunia dan di akherat. fiqh dan derivasinya untuk menyebut hukum Islam. tetapi karena secara konseptual membentuk garis hirarki dari ideal makna hukum Islam yang pertama. qiyas [penalaran analogis]. al-Qur’an. Di kalangan masyarakat Indonesia berkembang berbagai macam istilah hukum Islam yang satu dengan yang lain mempunyai persamaan dan sekaligus juga perbedaan. Lebih lanjut. Istilahistilah tersebut adalah syariat. Hukum Islam itu juga dapat dikaitkan dengan aturan formal atau nonformal dari pemahaman berbasis sosiologis empiris dan normatif terhadap teks-teks divinitas pasca masa hayat [Nabi] Muhammad. serta yang merupakan jawaban atas persoalan yang terjadi masa [Nabi] Muhammad. Eksistensi hukum Islam yang pada prinsipnya mencakup dimensi sosial menjadikan pelaksanaan hukumnya selain sebagai kewajiban religius juga menjadi rujukan pengambilan kebijakan utama terhadap kepentingan umum [good public] masyarakat dan parameter etikanya. hukum Islam adalah suatu kaedah hukum yang bersifat konkrit. yang diakui oleh masyarakat atau bangsa tertentu sehingga mengikat [individu]nya sebagai anggota atau subyeknya. Kendati istilah-istilah tersebut memiliki pengertian beragam. Ambiguitas mengenai term hukum Islam ini dapat dipahami. baik dari produk atauran formal maupun adat. Al-Qur’an hanya menyebutkan hukum Allah dan tidak hukum Islam. maka hasil ijtihad tersebut juga dinilai sebagai hukum yang memiliki nilai religiusitas dan sanksi keagamaan. Konsep bahwa teks ilahiyah mempunyai permanensi mutlak dan pelaksanaannya memiliki fleksibilitas sejalan dengan good public menunjukkan bahwa hukum Islam selain merupakan instrumen yang konstan juga meliputi prinsip dasar hukum yaitu kebebasan. Oleh karena Muslehuddin. Tidak jauh berbeda dengan itu. akitivitas ini menampakkan adanya variasi-variasi. Bahwa hukum Islam yang bersumber dari wahyu merupakan suatu sistem yang mengandung norma hukum baik yang bersifat haram. ijma’ [konsensus]. dan keempat. Dengan demikian. karena istilah hukum Islam tidak termuat dan ditemukan dalam al-Qur’an. [Lahore: Islamic Publications Ltd. dan yang terkait dengan proses turunnya wahyu dari Tuhan. h. Sunnah. tetapi secara subtansial merujuk pada sistem hukum yang terdiri atas dan bersumber dari kaedah hukum berbasis divinitas [alQur’an dan Sunnah] dan kaedah hukum bersumber dari al-ra’yu. Sunnah dan literatur fiqh klasik menggunakan istilah syariah.beragama Islam. makrûh. fiqh Islam dan hukum Islam. fiqh. ketiga. AlQur’an. Menurut Muslehuddin69 sebagaimana yang dikutip dari Oxford English Dictionary bahwa hukum adalah kumpulan aturan. Kebebasan ini terartikulasikan dalam aktivitas para pakar hukum. Secara spesifik. dan mubâh. hukum Islam merupakan hukum agama dan hukum moralitas. sunnah. dapat disebut sebagai norma hukum atau dalam bahasa Islam al-ahkâm yang pada tahap selanjutnya disebut dengan hukum Islam. Sunnah dan literatur fiqh klasik. Muhammad. Akhirnya. pertama. 1980]. seperti istishlâh dengan tetap merujuk pada satu sumber primer yaitu al-Qur’an dan Sunnah.

sementara al-Ijhâdh digunakan untuk pengguguran kandungan yang masih muda. BAGIAN KE-TIGA DESAIN ABORSI A. beberapa fuqaha juga membedakan kedua istilah ini. digunakan oleh dokter Arab untuk pengguguran 71 Mas’alah Tahd d an-Nasl. [Jakarta: Raja Grafindo Persada. Dr. 1998]. Masail Fiqhiyah al-Haditsah pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. Sa’id Ramadhan al-Buthi dalam î Nisâ’iyyah wa Shihhah al-Injâbiyah. Wiqâyatan wa ‘Ilâjan. Wahbah Zuhaili dalam al-Fiqh al-Islamy wa adillatuhu.71 Adapun aborsi [isqâth al-haml] dalam pengertian terminologis sebagaimana yang didefinisikan oleh para adalah pengguguran janin yang dikandung perempuan dengan tindakan tertentu sebelum sempurna masa kehamilannya. misalnya. Abortus Menurut Hukum Islam. aborsi disebut dengan al-ijhâdh atau isqâth al-haml. Misalnya Dr. baik dalam keadaan hidup atau mati 70M. kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akherat. [Makalah pada acara Bathsul Masail NU Wilayah Jawa Timur. hukum Islam melembaga dan menginternalisasi menjadi kebiasaan dalam kehidupan setiap muslim guna meraih ketertiban. kedamaian. gugur kandungan atau keguguran. secara etimologis berarti.70 Dalam bahasa Arab. tidak diterbitkan] . Lihat KH. Ali Hasan. Syaikh al-Azhar [mantan] Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq dalam Ahkâm as-Syarî’ah al-Islâmiyyah fî Mâsa’il Thibbiyyah ‘an al-Amrâdh ankandungan yang sudah tua. 44 Banyak fuqaha kontemporer yang menggunakan istilah al-ijhadh. Namun demikian. Isqâth al-Haml . Pengertian Aborsi Kata aborsi berasal dari bahasa Inggris yaitu abortion dan bahasa Latin abortus.Aziz Masyhuri. Oktober 1992.A.itu. h.

dan sebagainya. 77 76 Harkristuti Harkrisnowo. baik pidana maupun hukum Islam. Ahkâm al-Syarî’ah al-Islâmiyyah fî Masâ’il al-Thibbiyah ‘an Amrâdh alNisâiyyah wa Shihhah al-Injâbiyyah. h. Guguran [janin]. 2000]. h. Terpancarnya embrio yang tidak mungkin lagi hidup [sebelum hasil bulan keempat dari kehamilan].73 Dalam istilah kedokteran. [Jakarta: CV. [Surabaya: Bina Ilmu. h.76 Aborsi yang tersebut terakhir inilah yang sering disebut dengan aborsi illegal dan diancam hukuman. Islam dan Keluarga Berencana di Indonesia. 1994]. tidak disengaja dan tanpa pengaruh dari luar atau tanpa tindakan. dan dianggap sebagai tindak pidana. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Haji Masagung. Abortus provocatus criminalis. 38-39 . dapat disimpulkan bahwa aborsi adalah tindakan yang dimaksudkan secara sengaja untuk menggugurkan kandungan yang belum cukup waktu untuk hidup B.75 Dari definisi-definisi di atas. 1995]. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. h. Macam-macam Aborsi Selaras dengan definisi yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2 74 75 72 Ensiklopedi Islam [Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve. yakni aborsi yang dilakukan dengan sengaja. maka dikenal dua macam bentuk aborsi yakni: 1. 2. penyakit syphilis. 33 Masyfuk Zuhdi. 2. CET. Abortus Provocatus atau abortus arteficiallis.72 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia aborsi adalah: 1. Abortus Spontaneous [aborsi spontan] yakni aborsi yang terjadi dengan sendirinya. 1986]. 4. Tindakan semacam ini dibagi dua: 3. 3. Sedangkan Maryono Reksodipura dari Fakultas Hukum UI mendefinisikan aborsi dengan pengeluaran hasil konsepsi dari rahim sebelum waktunya [sebelum dapat lahir secara alamiyah]. yakni yang dilakukan atas dasar pertimbangan medis yang sungguh-sungguh dan pada umumnya untuk menyelamatkan jiwa si ibu.000 gram. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. aborsi adalah pengakhiran kehamilan sebelum masa gestasi [kehamilan] 28 minggu atau sebelum janin mencapai berat 1. Universitas al-Azhar. CET. Sedangkan untuk dua macam aborsi yang lain [abortus spontaneous dan abortus provocatus therapeuticus] hukum pidana dan Jaad al-Haqq ‘Ali Jaad al-Haq. 1989]. h. Jakarta. [Kairo. [Makalah Seminar dan Lokakarya Aborsi Ditinjau dari Perspektif Fiqh yang diselenggarakan oleh PP Fatayat NU. 2. [Jakarta: Balai Pustaka.sebelum si janin bisa hidup di luar kandungan namun telah terbentuk sebagian anggota tubuhnya. Abortus spontan bisa terjadi karena kecelakaan. yakni yang dilakukan tanpa indikasi medis apapun. Keadaan terhentinya pertumbuhan yang normal [untuk makhluk hidup]. 135 73 Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Depdikbud RI.74 Sardikin Ginaputra dari Fakultas Kedokteran UI mendefinisikan aborsi sebagai pengakhiran kehamilan atau hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. keguguran atau keluron. 1997]. Lihat juga Masyfuk Zuhdi. 3. 4. h. Abortus provocatus thorapeuticus.

2] kelompok remaja [27%]. dan dari jumlah ini kurang lebih 10-25% adalah remaja [Jayakarta. Apalagi pada umumnya penelitian dilakukan dengan responden yang tidak banyak dan tidak luas sebaran wilayahnya. 30/11/1997]. Dan bahwa angka-angka aborsi belum cukup merepresentasi angka praktek aborsi yang faktual dan karena itu. Bali setiap hari ada 100 remaja di Denpasar dan Bandung yang ingin dipulihkan dari kehamilan yang tidak mereka inginkan [Matra. 1998]. aborsi yang semata-mata dilakukan karena perempuan tidak mau punya anak.hukum Islam memberikan kualifikasi dan ketentuan yang berbeda-beda menurut faktor penyebabnya. Penelitian ini juga mengungkapkan abortus spontan karena kelelahan. h. Faktisitas Aborsi di Indonesia Sebagaimana tersebut di atas bahwa aborsi di lapangan benar-benar merupakan fakta sosial.77 Sedangkan angka yang disodorkan oleh Prof. 4 . 1. beban kerja berlebihan dan kondisi kesehatan mencapai angka 20%. Aborsi dapat dilakukan akibat kekhawatiran dengan resiko sosial. Selebihnya. dkk. sebagaimana yang tersebut dalam catatannya bahwa 99. Namun demikian. Tahun berikutnya. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah. CET.000 aborsi setiap tahun di Indonesia. 3/10/1994]. 2001]. Dari alasan-alasan yang dikemukakan. dan 15-20% dilakukan remaja. Penelitian lapangan yang dilakukan oleh Indraswari dari FISIP Unpad tahun 1997 menyimpulkan 85% pelaku aborsi berstatus menikah.7% perempuan yang melakukan aborsi adalah ibu-ibu yang sudah menikah [Kompas. dan 4] kelompok korban perkosaan. 1999]. adanya kondisi keluarga yang membuatnya tidak berani mempunyai anak lagi. menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara [Majalah Gemari September 2001] Angka-angka di atas. PPFNU. [Makalah Semi-Loka Aborsi Dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. dan 65% responden melakukan abortus provokatus kriminalis [APK]. apakah kondisi-kondisi seperti itu bisa Adrina. ed.3 juta. Lebih lanjut. ketakutan kepada orang lain [suami atau orang tua dan keluarga]. 10% responden melakukan abortus provokatus terapikus [APT]. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia. data tersebut sulit untuk dijadikan pedoman karena penelitian yang akurat terbentur kendala hukum dan norma-norma sosial. November 1995]. Responden juga kurang jujur dalam menjawab pertanyaan karena ada stigma-stigma tertentu mengenai aborsi. Held dan Adriananz yang melakukan meta analisis tentang kelompok resiko tinggi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan mengemukakan bahwa ada 4 kelompok resiko: 1] kelompok kegagalan kontrasepsi [48%]. 152-154 Attashendartini Habsjah. ringan dan beratnya serta jenis dan sifatnya. h. Menakar “Harga” Perempuan. perbudakan seksual [9%]. Fakta-fakta Aborsi. H. tampak bahwa sebagian besar aborsi bukan hanya disebabkan oleh kemauan murni perempuan. [Bandung: Mizan. adanya paksaan dari keluarga..78 Sementara itu. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.79 Sedangkan menurut penelitian tahun 2001 jumlah aborsi sekitar 2.000. 50% diantaranya dilakukan oleh mereka yang belum menikah. Sudraji Sumapraja. 117-118 78 79 77 Syafiq Hasyim. incest. dari perspektif agama. Hak-hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung. C. data menyebutkan bahwa pada tahun 1994 diperkirakan terjadi 1. 3] kelompok praktisi seks komersial [14%]. sekali lagi belum menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. tampaknya sulit ditemukan datanya.

Terhadap aborsi yang disengaja pun perlu dilakukan pemilahan lebih lanjut. al-Hajj : 5 . memberikan efek jera bagi pelaku. Persoalan pertama berkaitan erat dengan pertanyaan kapan aborsi dianggap sebagai pembunuhan manusia berakibat hukum bagi pelakunya. Q. Hukum Aborsi Dalam Islam Perdebatan mengenai aborsi dalam Islam paling tidak mencakup tiga persoalan penting yakni:  Kapan seorang manusia dianggap mulai hidup. serta melindungi kehidupan dan moralitas masyarakat dalam kerangka menjamin terealisasinya maqashid alsyari’ah.S. secara eksplisit al-Qur’an tidak menyatakan kapan janin atau embrio disebut sebagai “manusia”. apakah karena alasan medis yang serius atau karena tekanan ekonomi. Sedangkan persoalan ketiga menyangkut ketentuan-ketentuan yang lebih rinci mengenai akibat hukum aborsi dalam berbagai bentuknya. apakah semua aborsi dilarang atau ada aborsi tertentu yang diperbolehkan.  Bagaimana halnya dengan aborsi di luar perkawinan baik karena diperkosa maupun karena zina. apakah sejak terjadinya konsepsi atau ketika sudah mencapai usia tertentu. Di sinilah para ulama merasa perlu mendiskusikan “dharurat” yang menjadi alasan kebolehan aborsi. Namun demikian al-Qur’an banyak menjelaskan proses perkembangan janin dalam kandungan ibu baik secara sekilas maupun secara rinci. Ayat-ayat yang menjelaskan proses perkembangan janin secara rinci adalah: 1. tekanan sosial dan sebagainya. Persoalan kedua terkait dengan fakta bahwa aborsi bisa terjadi karena berbagai sebab. Terkait dengan penciptaan janin dan penyebutannya sebagai manusia. yang semuanya itu dimaksudkan untuk mencegah meluasnya aborsi. ada yang disengaja dan ada yang tidak.  Bagaimana hukum aborsi.  Apa akibat hukum aborsi dan sanksi yang dikenakan terhadap pelaku.disebut “ikrâh” yang konsekuensinya menempatkan perempuan pada posisi “ghairu mukallaf”? BAGIAN KE-EMPAT ABORSI DALAM HUKUM ISLAM A.

apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. Q. dan menyempurnakannya”. lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. [12] Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani [yang disimpan] dalam tempat yang kokoh [rahim]. dan segumpal daging daging itu Kami jadikan tulang belulang. [37] Kemudian mani itu menjadi segumpal darah. kemudian dari setetes mani. al-Mu’minun : 12 – 14 ‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬l‫نالن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫ خ‬I‫[31]ث‬K‫ين‬D‫ك‬M‫ م‬K‫ار‬M‫ر‬M‫ق‬D‫ ي ف‬I‫اه‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ع‬M‫ج‬I‫[21]ث‬K‫ين‬D‫ ط‬Q‫ن‬D‫ م‬K‫ة‬M‫ ال‬Q‫ن‬D‫ م‬M‫ ان‬Q‫ن‬D‫إ‬Q‫نال‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬ ‫ا‬M G‫م‬ n‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ن‬ G‫م‬ M‫سل‬ I M‫ا س‬M Q‫د‬M‫ق‬M‫ل‬M‫و‬ ‫ر‬M‫ا ءاخ‬n‫ق‬Q‫ل‬M‫خ‬I‫اه‬M‫ن‬Q‫أ‬M‫ش‬Q‫ن‬M‫ا أ‬n‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫ام‬M‫ظ‬D‫ع‬Q‫ ال‬M‫س‬M‫ك‬M‫ ف‬n‫اما‬M‫ظ‬D‫ ع‬M‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬Q‫ ا ال‬n‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬ M G‫م‬I‫ث‬ ‫ا‬M‫ن‬Q‫و‬ M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ف‬ M‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬Q‫ا ال‬ M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ ف‬n‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬ ]14[‫ين‬D‫ق‬D‫ال‬M‫خ‬Q‫ال‬ I‫ن‬M‫س‬Q‫ح‬M‫ أ‬I‫ه‬G‫ الل‬M‫ك‬ M‫ار‬M‫ب‬M‫ت‬M‫ف‬ “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati [berasal] dari tanah. [38] 2. Maha Suci Allah Pencipta Yang Paling Baik”. [14] Di samping penjelasan secara terinci. al-Hajj : 5] 2. [Q.S. as-Sajdah : 7 -9 ‫اء‬M‫ م‬Q‫ن‬D‫ م‬K‫ة‬M‫ سال‬Q‫ن‬D‫ م‬I‫ه‬M‫ ل‬M‫ل‬M‫ع‬M‫[7 ج‬K‫ين‬D‫ ط‬Q‫ن‬D‫ م‬D‫ ان‬Q‫ن‬D‫إ‬Q‫ال‬M‫ ق‬Q‫ل‬M‫خ‬M‫أ‬M‫د‬M‫ب‬M‫و‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ خ‬K‫ء‬Q‫ي‬M‫ ش‬M‫ن‬M‫س‬Q‫ح‬M‫يأ‬D‫ذ‬G‫ال‬ M‫ل‬ I Q‫س‬M‫ن‬ G‫م‬I‫]ث‬ M‫س‬ I‫ه‬ G‫ل‬I‫ك‬ ]9[M‫ون‬I‫ر‬I‫ك‬Q‫ش‬M‫ا ت‬M‫ ا م‬M‫ة‬M‫د‬D‫ئ‬Q‫ف‬M‫أ‬Q‫ال‬M‫و‬ n‫يل‬D‫ل‬M‫ق‬ M‫ار‬M‫ص‬Q‫ب‬M‫أ‬Q‫ال‬M‫ و‬M‫ع‬Q‫م‬G‫الس‬ I‫م‬I‫ك‬M‫ل‬ M‫ل‬M‫ع‬M‫ج‬M‫ و‬I‫ ر‬Q‫ن‬D‫ م‬D‫يه‬D‫ف‬ D‫ه‬D‫وح‬ M‫خ‬M‫ف‬M‫ن‬M‫ و‬I‫اه‬G‫و‬M‫ين[ س‬D‫ه‬M‫م‬ G‫م‬I‫8ث‬ ] .38 ]38[‫ى‬G‫و‬M‫س‬M‫ ف‬M‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ ف‬n‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫] ع‬M‫ان‬M‫ ك‬G‫م‬I‫ ث‬Ÿ‫ي‬D‫ن‬M‫ م‬Q‫ن‬D‫ م‬n‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ ن‬I‫ك‬M‫ي‬ 37[‫ى‬M‫ن‬Q‫م‬I‫ي‬ Q‫م‬M‫ل‬M‫أ‬ “Bukankan dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan [ke dalam rahim].S. al-Qiyamah : 37 . Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang [berbentuk] lain. jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan [dari kubur]. [13] Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah. agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim. kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna. kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi …”. lalu Allah menciptakannya. Q.‫ن‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ ن‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫اب‬M‫ر‬I‫ت‬Q‫ن‬D‫ م‬Q‫م‬I‫اك‬M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬D‫إ‬M‫ فا‬D‫ث‬Q‫ع‬M‫ب‬Q‫ ال‬D‫ م‬K‫ب‬Q‫ي‬M‫ في ر‬Q‫م‬I‫ت‬Q‫ن‬I‫ ك‬D‫ إ‬I‫اس‬G‫ا الن‬M‫ه‬l‫ي‬M‫اأ‬M‫ي‬ Q‫ن‬ Q‫ن‬ G‫ن‬ M‫ن‬ D Q‫ن‬ ‫ا‬n‫ل‬Q‫ف‬D‫ ط‬I‫ك‬I‫ ج‬G‫م‬I‫ى ث‬t‫ م‬I‫ م‬K‫ل‬M‫ج‬M‫ى أ‬M‫ل‬D‫ إ‬I‫اء‬M‫ش‬M‫ا ن‬ Q‫ م‬D‫ر‬Q‫خ‬I‫ن‬ M‫س‬ M‫ م‬D‫ام‬M‫ح‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ ال‬D‫يف‬l‫ر‬D‫ق‬I‫ن‬M‫و‬I‫ك‬M‫ل‬M‫ي~ن‬M‫ب‬I‫ن‬D‫ل‬ Q‫م‬ K‫ة‬M‫ق‬G‫ل‬M‫خ‬I‫م‬M‫غ‬M‫و‬K‫ة‬M‫ق‬G‫ل‬M‫خ‬I‫م‬ D‫ر‬Q‫ي‬ K‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬ ‫ا‬n‫ئ‬Q‫ي‬M‫ ش‬Q‫ل‬D‫ع‬D‫د‬Q‫ع‬M‫ ب‬D‫ م‬M‫م‬M‫ل‬Q‫ع‬M‫ا ي‬M‫ل‬Q‫ي‬M‫ك‬D‫ ل‬D‫ر‬I‫م‬I‫ع‬Q‫ ال‬D‫ل‬M‫ذ‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ن‬M‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬Q‫ن‬D‫م‬M‫ و‬G‫ف‬M‫و‬M‫ت‬I‫ ي‬M‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬Q‫ن‬D‫م‬M‫و‬I‫ك‬G‫د‬I‫ش‬M‫أ‬ K‫م‬ Q‫ن‬ ‫ى‬M‫ل‬D‫ إ‬l‫د‬M‫ر‬I‫ ى ي‬Q‫ن‬ Q‫م‬ ‫وا‬I‫غ‬I‫ل‬Q‫ب‬M‫ت‬D‫ل‬ G‫م‬I‫ث‬ ]5[‫يج‬D‫ه‬M‫ ب‬K‫ج‬Q‫و‬M‫ ز‬Q‫ ن‬Q‫ت‬M‫ت‬M‫ب‬Q‫ن‬M‫أ‬M‫ و‬Q‫ت‬M‫ب‬M‫ر‬M‫ و‬M‫اء‬M‫م‬Q‫ ال‬M‫ا ع‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ز‬Q‫ن‬M‫ا أ‬M‫ذ‬D‫إ‬M‫ف‬M‫ ه‬M‫ض‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ى ال‬M‫ر‬M‫ت‬M‫و‬ ~‫ل‬I‫ ك‬D‫م‬ Q‫ت‬G‫ز‬M‫ت‬Q‫اه‬ ‫ا‬M‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬ n‫ة‬M‫د‬D‫ام‬ “Hai manusia. maka ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah. misalnya: 1.S. dalam beberapa ayat Allah juga menyinggung proses penciptaan manusia. kemudian dari segumpal darah. lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging. Q.S.

secara rinci Allah SWT menjelaskan proses penciptaan manusia dan perkembangan janin. Muslim dari Huzaifah bin Asid:81 ‫إذا مر بالنطفة ثنتان وأربعون ليلة بعث ال إليها ملكا فصورها وخلق سمعها وبصرها وجلدها‬ … ‫ولحمها وعظامها ثم قال: يا رب أذكر أم أنثى؟ فيقضى ربك ما شاء ويكتب الملك‬ Hadits ini disebut Bukhari dalam kitabnya sebanyak 4 kali. hadits ke-2643.Rom. ajalnya. dalam riwayat lain disebutkan 40 hari. Selang beberapa waktu. Ibid. Dalam salah satu riwayat dikatakan 40 atau 45 hari. 2.Muslim menyebutkan hadits ini dengan 6 sanad. Sahih Muslim. Redaksi di atas adalah redaksi Muslim 81 Muslim bin Hajjaj. Kitab al-Qadar.Lihat Muslim. hadits ke-2969. juz II kitab al-Qadar bab Kayfiyyah al-Khalq aladami.[7] Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina [air mani]. [Beirut: Dar al-Fikr. CD. 1992].Lihat al-Bukhari. Kitab Bad’I al-Khalqi bab Zikru al-Malaikat. Lalu Allah mengutus seorang malaikat dan meniupkan ruh ke dalam tubuhnya. Kitab at-Tauhid bab Qawluhu Ta’ala Walaqad Sabaqat Kalimatuna hadits ke-6900. amalnya. Paling tidak dua hadits Nabi yang mengungkap peniupan ruh ke dalam janin. dan ada juga riwayat yang menyebut secara terssamar. Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa pada awal kejadiannya manusia diciptakan dari tanah [Adam as]. kemudian menjadi ‘alaqah selama masa yang sama. HR. Setelah salah satu sel itu bertemu dengan ovum lalu menyatu dan bergantung pada dinding rahim. Malaikat itu kemudian diperintahkanNya menulis empat kalimat. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud:80 ‫إن أحدكم يجمع خلقه فى بطن أمة أربعين يوما ثم يكون فى ذلك علقة مثل ذلك ثم يكون فى ذلك‬ ‫مضغة مثل ذلك ثم يرسل الملك فينفخ فيه الروح ويؤمر بأربع كلمات: بكتب رزقه وأجله وعمله‬ … ‫وشقي أوسعيد‬ “Sesungguhnya kamu berada di rahim ibumu selama 40 hari sebagai nuthfah.“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. namun dengan redaksi yang sedikit berbeda dan jumlah hari yang berbeda pula. Selanjutnya ia akan berubah menjadi “mudghah” [segumpal daging]. Kemudian Allah menciptakan tulang belulang dari “mudghah” itu dan membungkusnya dengan daging. yakni emapat puluh hari lebih [bidh’un wa arba’in] 80 . Shahih Bukhari. hadits ke-2644. Informasi mengenai hal ini terdapat dalam hadits Nabi. Namun demikian ayat-ayat di atas tidak menyebut kapan janin mempunyai jiwa/ruh.. yakni: 1. selanjutnya anak cucu Adam diciptakan dari “nuthfah” [air mani] yang mengandung beriburibu sperma yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Dalam bab yang sama Muslim juga meriwayatkan 4 buah hadits dari sahabat yang sama. selang beberapa waktu “nuthfah” itu berubah menjadi “’alaqah” [segumpah darah]. penglihatan dan hati.[9]” Dalam ayat-ayat di atas. lalu menjadi mudghah pada masa yang sama pula. Demikianlah. al-Qur’an menjelaskan tahapan-tahapan kejadian manusia di dalam rahim.[8] Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam [tubuh] nya roh [ciptaan] -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. khususnya dua ayat yang pertama. kebahagiaan dan kesengsaraannya…”. ia akan menjadi makhluk yang memiliki bentuk yang indah sampai dilahirkan ke dunia menjadi bayi. [tetapi] kamu sedikit sekali bersyukur. Kitab Ahadits al-Anbiya’ bab Khalqu Adam wa Dzurriyyatuhu hadits ke-3085. Kitab al-Qadar bab Ma Jaa’a fi al-Qadar hadits ke-6105. lalu malaikat itu menulis rizkinya. HR.

“Ya Tuhan. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa. Hanya saja. al-An’am : 151. lelaki atau perempuan?” Allah pun memutuskan sesuai kehendakNya dan malaikat mencatatnya…”. kulit. maka Tuhan mengutus malaikat untuk membentuk rupa. perkembangan terakhir menunjukkan adanya formulasi hukum tersendiri bagi aborsi yang disebabkan oleh hamil di luar nikah dengan alasan-alasan yang tidak semata-mata bersifat fiqhi. 40 hari menjadi ‘alaqah dan 40 hari menajadi mudghah. Riwayat lain ada yang menyebutkan 40 hari dan 45 hari. daging dan tulangnya. Al-An’am : 151] . Secara garis besar pemikiran hukum yang berkembang di seputar aborsi adalah: 1. maka menggugurkannya sama dengan membunuh manusia [anak] yang secara jelas diharamkan oleh Allah SWT. Perlu untuk dikemukakan di sini. dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Malaikat bertanya. seperti yang tertera dalam Q. yakni mencakup aborsi di dalam dan di luar perkawinan [kehamilan karena seks di luar nikah]. ‫ن‬D‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬M‫اد‬M‫ل‬Q‫و‬M‫أ‬ ‫وا‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫و‬M‫س‬Q‫ح‬D‫إ‬D‫ن‬Q‫ي‬M‫د‬D‫ال‬M‫و‬Q‫ال‬D‫ب‬M‫ا و‬n‫ئ‬Q‫ي‬M‫ش‬ ‫ا‬n‫ان‬ D‫ه‬D‫وا ب‬I‫ك‬D‫ر‬Q‫ش‬I‫ا ت‬G‫ل‬M‫ أ‬M‫ل‬M‫ع‬Q‫م‬I‫ك‬l‫ب‬M‫ ر‬G‫ر‬M‫ ح‬M‫ م‬I‫ل‬Q‫ت‬M‫أ‬ Q‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬ M‫م‬ ‫ا‬ ‫ا‬Q‫و‬M‫ال‬M‫ع‬M‫ ت‬Q‫ل‬I‫ق‬ ‫ي‬D‫ت‬G‫ ال‬M‫س‬Q‫ف‬G‫واالن‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫ و‬M‫م‬M‫ا و‬M‫ه‬Q‫ن‬D‫ م‬M‫ر‬M‫ه‬M‫ا ظ‬M‫ش‬D‫اح‬M‫و‬M‫ف‬Q‫ال‬ M‫ن‬M‫ط‬M‫ا ب‬ M‫م‬ ‫وا‬I‫ب‬M‫ر‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ك‬I‫زق‬Q‫ر‬M‫ ن‬Q‫ح‬M‫ن‬K‫اق‬M‫ل‬Q‫م‬D‫إ‬ Q‫م‬I‫اه‬G‫ي‬D‫إ‬M‫ و‬I I‫ن‬ ]151[ M‫ون‬I‫ل‬D‫ق‬Q‫ع‬M‫ت‬ Q‫م‬I‫ك‬G‫ل‬M‫ع‬M‫ ل‬Q‫م‬I‫اك‬G‫ص‬M‫و‬ D‫ه‬D‫ ب‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ل‬M‫ق~ ذ‬M‫ح‬Q‫ ال‬I‫ه‬G‫الل‬ D‫ا ب‬G‫ل‬D‫ إ‬M‫م‬G‫ر‬M‫ح‬ Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji. para fuqaha [klasik] memberlakukan hukum ini secara umum. Sebagai konsekuensi dari pemahaman ayat dan hadits sebagaimana dijelaskan di atas. yakni manusia yang memiliki raga dan jiwa. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. ada dua informasi mengenai kapan ruh ditiupkan. Dari hadits-hadits di atas. Sedangkan hadits kedua mengatakan ruh ditiupkan setelah embrio melewati masa 42 hari. Pemberian ruh kepada janin inilah yang kemudian menjadi sumber ikhtilaf mengenai hukum aborsi karena keberadaan ruh dianggap sebagian fuqaha sebagai tanda awal kehidupan manusia dalam arti yang sesungguhnya. Karena pada usia tersebut janin telah bernyawa. Dasar dari hukum ini adalah hadits pertama sebagaimana yang telah dijelaskan. penglihatan.S. Hadits pertama menyatakan ruh ditiupkan setelah embrio melewati masa 120 hari yang terdiri dari tiga tahap: 40 hari menjadi nuthfah. pendengaran. [QS. melainkan juga menyertakan alasan-alasan yang sifatnya moral dan sosial.“Jika nuthfah melewati 42 malam. Haram mutlak [‘ala al-ittifaq]. karena pada saat itu janin telah bernyawa. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami [nya]. kecuali ada uzur yang bersifat “dharuri” Seluruh ulama dari semua madzhab sepakat bahwa aborsi setelah kehamilan melewati masa 120 hari adalah haram. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya] melainkan dengan sesuatu [sebab] yang benar". yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. para fuqaha membuat formulasi hukum yang berbeda-beda mengenai aborsi.

berhak menerima warisan dari ahli waris jika ia lahir dan hidup. Mas’alah Tahdid al-Nasl.84 Dalam kondisi seperti ini menyelamatkan jiwa si ibu dinilai lebih penting daripada mempertahankan janin. Al-Mujaz fi Ushul al-Fiqh. Inipun dengan syarat adanya keridhaan dari suami dan istri serta adanya rekomendasi dari dua orang dokter spesialis bahwa aborsi itu tidak menyebabkan kemudharatan bagi si ibu. h. cet. al-Isra’ : 33. 2000]. ia menjadi “manusia” dengan hak-hak primernya [huquq al-insan ad-dharuriyah]. [Syiria. tetapi juga pada internal mazhab. dkk. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim.148-149 85 Sa’id Ramadhan al-Buthi. dikenal istilah ahliyyah [kepatutan dan keharusan seseorang untuk menerima hak dan menjalankan kewajiban]. Maktabah al-Farabi.34-35 83 Definisi “dharurat” secara sederhana ialah suatu keadaan yang sampai suatu batas. ikhtilaf hukum terjadi untuk aborsi di bawah usia 120 hari. 1965]. maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya. aborsi haram mutlak. Kontroversi ulama dalam hal ini tidak hanya terjadi antar mazhab. melainkan dengan suatu [alasan] yang benar.72-73 82 . maka hak-haknya pun terbatas. Keharusan menerima hak dari orang lain disebut ahliyyah al-wujub dan keharusan menjalankan kewajiban disebut ahliyyah al-ada’.148-149.82 Aborsi pada usia di atas 120 hari hanya boleh dilakukan jika terjadi kondisi “dharurat”83 seperti ketika si ibu mengalami problem persalinan dan dokter spesialis menyatakan bahwa mempertahankan kehamilan akan membahayakan jiwa si ibu.S. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh an-Nisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. Berikut ini uraiannya: 1.. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Al-Isra’ : 33] Setelah janin memiliki ruh. h. friksi seputar aborsi tidak dapat dielakkan. 84 Jaad al-Haq. Inilah yang disebut ahliyyah al-wujub al-qashirah atau ahliyyah al-wujub an-naqishah. Konsekuensinya. serta memiliki hubungan nasab dengan kedua orang tuanya. Dalam keadaan dharurat semacam ini diperbolehkan mengerjakan yang haram. Pendapat ini didasarkan pada hadits kedua sebagaimana disebutkan di atas. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. Mazhab Syafi’i Fuqaha Syafi’iyah berpendapat aborsi pada usia kehamilan di bawah 40 hari hukumnya makruh. tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh.Dan Q. Para fuqaha menyatakan janin setelah 120 hari memiliki ahliyyah wujub naqishah. ia boleh menerima wasiat dan waqaf. h. Namun karena ia belum sempurna sebagai manusia. karena ibu adalah induk dari mana janin berasal.Dalam Ushul al-Fiqh. Meski demikian. Jika masa kehamilan telah lewat 40 hari. ‫ف‬D‫ر‬Q‫س‬I‫ا ي‬M‫ل‬M‫ا ف‬n‫ان‬M‫ط‬Q‫ل‬I‫ا س‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ع‬M‫ا ج‬n‫وم‬I‫ل‬Q‫ظ‬M‫ م‬Q‫ن‬M‫م‬M‫ق~ و‬M‫ح‬Q‫ال‬D‫ا ب‬G‫ل‬D‫إ‬M‫م‬G‫ر‬M‫ ح‬D‫ ي‬M‫س‬Q‫ف‬G‫وا الن‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫و‬ D‫ي~ه‬D‫ل‬M‫و‬D‫ ل‬Q‫د‬M‫ق‬M‫ف‬ M‫ل‬D‫ت‬I‫ق‬ I‫ه‬G‫ت الل‬G‫ال‬ ]33[‫ا‬n‫ور‬I‫ص‬Q‫ن‬M‫ م‬M‫ان‬M‫ ك‬I‫ه‬G‫ن‬D‫ إ‬D‫ف‬ D‫ل‬Q‫ت‬M‫ق‬Q‫ي ال‬ Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya]. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah.ke-2. kalau ia tidak mengerjakan yang terlarang akan membinasakan jiwanya atau hampir binasa.85 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq.h. baik janin sudah bergerak maupun belum. Secara lebih khusus. Lihat Abdul Jalil al-Qaransyawi. [Cairo: Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar. Janin hanya mempunyai ahliyyah al-wujub. bahkan bisa diwajibkan. [QS.

Mulai saat inilah aborsi diharamkan.416 Sa’id Ramadhan al-Buthi. al-Hashkafi. Mas’alah Tahdid al-Nasl. antara lain. [Cairo: Dar al-Syuruq. dalam fuqaha Syafi’iyah sendiri terjadi ikhtilaf. Nihayah al-Muhtaj. [Beirut: Dar al-Fikr.89 Demikianlah. penulis kitab al-Durr al-Mukhtar. berpendapat bahwa aborsi adalah tindakan pidana yang haram tanpa melihat apakah sudah ada ruh atau belum. Ibnu Hajar dalam Tuhfah al-Muhtaj juga berpendapat serupa. Mazhab Hanafi Sama dengan yang terjadi dalam mazhab Syafi’i. Jika telah ditiupkan ruh kepada janin. aborsi boleh sepanjang belum terjadi penciptaan. yakni peniupan ruh terjadi setelah embrio berusia 40 atau 42 hari. yakni aborsi makruh mutlak. dan itu hanya terjadi sesudah 120 hari kehamilan.72-73 88 Al-Imam al-Ghazali. t. Juz VIII. Pendapat lain dikemukakan oleh Ibnu Abidin. h. Sperma laki-laki seperti ijab dan ovum perempuan seperti qabul. Pendapat yang demikian disampaikan oleh. aborsi adalah tindakan kriminal [jarimah]. Dan jika sudah ada ruh. semakin kuat pula makruh tahrimnya. Al-Ghazali mengatakan bahwa kehidupan telah dimulai sejak pertemuan antara air sperma dengan ovum di dalam rahim perempuan. Pendapat ini disandarkan pada pernyataan Abu Bakar bin Abu Sa’id al-Furati ketika ditanya oleh al-Karabisi tentang seorang laki-laki yang memberi minuman peluntur kepada jariyahnya. [Beirut: Dar al-Ma’rifah. dalam mazhab Hanafi juga terdapat ikhtilaf.90 Sebagian besar ulama Hanafiyah juga berpendapat demikian. h. Jika keduanya bertemu. Pelenyapan nuthfah yang telah bertemu dengan ovum dianalogikan dengan sebuah akad atau perjanjian yang sudah disepakati.87 Berbeda dengan ulama Syafi’iyah yang lain. 2.88 Ada yang menarik dari pendapat al-Ghazali mengenai keharaman aborsi. 86 87 Al-Imam al-Ramli. al-Imam al-Ghazali dalam Ihya ’Ulum al-Din. Kapan janin terbentuk. 1983]. Menurutnya. Namun jika fuqaha Syafi’iyah sebagian besar sepakat bahwa aborsi haram sebelum usia kehamilan 40 atau 42 hari.Mengutip pendapat Imam al-Zarkasyi al-Imam al-Ramli dalam Nihayah al-Muhtaj mengemukakan aborsi diperbolehkan pada saat janin masih berupa nuthfah atau ‘alaqah. Sebagian besar berpendapat janin terbentuk setelah usia kehamilan 120 hari. sementara al-Ghazali justru mengharamkannya sejak terjadi konsepsi. Mayoritas mengharamkan aborsi pasca 40 hari usia embrio. Hanya saja dosanya tidak sama dengan dosa membunuh. penulis kitab al-Radd al-Mukhtar. sebagian besar fuqaha Hanafiyah berpendapat bahwa aborsi diperbolehkan sebelum janin terbentuk. Juz II. Juz II. al-Ramli membuat batasan yang lebih longgar. maka akad tidak boleh dan tidak bisa dibatalakan. Aborsi. 1979].51 89 Ibid 90 Ibnu Abidin. h.th]. lanjut al-Ghazali tidak bisa disamakan dengan ‘azl/coitus interuptus. masih terjadi ikhtilaf juga. Wiqayatan wa ‘Ilajan. al-Radd al-Mukhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar. Ihya ‘Ulum al-Din.411 91 Ibid . baik sebelum maupun sesudah terjadinya pembentukan janin. Lebih lanjut al-Ramli menjelaskan bahwa sebelum nafhi’r ruh. maka itu merupakan tindak pidana yang sangat keji.86 Seperti halnya pendapat yang berkembang di kalangan Syafi’iyah. setingkat di bawah pembunuhan bayi hidup-hidup. h. Analogi ini termasuk qiyas jali. Al-Furati menjawab hal itu boleh selagi masih berupa nuthfah atau ‘alaqah. 91 Pendapat ini mengandung pengertian haramnya aborsi secara mutlak karena istilah makruh dalam fiqh Hanafi berarti karahiyah at-tahrim [makruh yang lebih dekat kepada haram].

Lihat juga al-Buthi.45 hari [takhalluq]. Wiqayatan wa ‘Ilajan. dalam kitab Ahkam an-Nisaa’. yakni bahwa aborsi diperbolehkan sebelum terjadinya penciptaan. h. t. karena hal itu sama dengan membunuh nyawa manusia. Pendapat ini dinyatakan oleh Abdullah bin Mahmud al-Mushili. Pendapat ini dinyatakan oleh sebagian besar fuqaha Syafi’iyah. sebagian besar fuqaha Hanabilah dan sebagian kecil fuqaha Hanafiyah. Pendapat yang paling ketat datang dari Ibnu al-Jauzi. h.35-40 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. b. dan menjadi sangat berat jika sudah diberikan nyawa. Mas’alah Tahdid al-Nasl.13 97 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Mazhab Hambali Dalam memandang hukum aborsi.95 Demikian pula pandangan sejumlah fuqaha Syi’ah Imamiyah dan Ibadhiyah. pengguguran tidak boleh dilakukan.97 Dari ikhtilaf yang berkembang sebagaimana dijelaskan di atas. Namun pendapat ini tidak begitu populer dalam mazhab Hanafi. yakni sebelum janin berusia 40 hari. h.93 4. ia menyebutkan bahwa aborsi hukumnya haram mutlak. Juz XI.h.80 . baik sebelum maupun sesudah penciptaan [40 hari]. sebagian fuqaha Hanabilah sama dengan fuqaha Syafi’iyah. Pendapat ini sejalan dengan al-Ghazali yang mengenal tahapan-tahapan dosa dalam aborsi.th]. Mazhab Maliki Mayoritas fuqaha Malikiyah berpendapat keras mengenai aborsi.Sebagian fuqaha Hanafiyah berpendapat bahwa aborsi diperbolehkan sebelum janin melewati usia 45 hari. c.94 Pendapat mereka ini sejalan dengan Imam al-Ghazali dari mazhab Syafi’i dan Ibnu al-Jauzi dari mazhab Hambali. Makruh cenderung haram.h. al-Muhalla.80 95 96 Ibnu Hazm. h. Boleh sebelum 120 hari.96 Ibnu al-Jauzi dalam al-Qawanin al-Fiqhiyah mengatakan bahwa jika sperma telah bertemu ovum dan berada dalam rahim. Ia mengatakan lakilaki boleh meminum obat yang mencegah terjadinya coitus. Ibnu Hazm dari mazhab Dhahiri juga menyetujui pendapat ini.. [Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah.77 Ibid. h..79 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq.92 3.136. yakni haram sejak terjadinya konsepsi. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. Mas’alah Tahdid al-Nasl. baik sebelum maupun sesudah 40 hari. Keharaman itu menjadi lebih berat jika sudah terjadi masa penciptaan [40 hari]. Pendapat ini dikemukakan sebagian kecil fuqaha Hanafiyah. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Ibnu an-Najjar dalam Muntaha al-Iradat. Wiqayatan wa ‘Ilajan. 92 93 94 Sa’id Ramadhan al-Buthi. dapat disimpulkan bahwa hukum aborsi pada janin di bawah usia 120 hari adalah sebagai berikut: a. Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian besar ulama Hanafiyah dan sebagian kecil ulama Syafi’iyah. Dalam kitab al-Inshaf karya ‘Alauddin ‘Ali bin Sulaiman al-Mardayi terdapat keterangan bolehnya minum obat-obatan peluntur untuk menggugurkan nuthfah. Ibid. Boleh sebelum 40 . sedangkan perempuan boleh meminum obat peluntur untuk menggugurkan nuthfah dan mendapatkan haid.

Namun demikian. Dan [diharamkan juga] mengundi nasib dengan anak panah. ‫ة‬M‫د~ي‬M‫ر‬M‫ت‬I‫م‬Q‫ال‬M‫و‬ I‫ة‬M‫وذ‬I‫ق‬Q‫و‬M‫م‬Q‫ال‬M‫و‬ I‫ة‬M‫ق‬D‫ن‬M‫خ‬Q‫ن‬I‫م‬Q‫ال‬M‫ و‬D‫ر‬Q‫ي‬M‫غ‬D‫ ل‬G‫ل‬D‫ه‬I‫ أ‬D‫ير‬D‫ز‬Q‫ن‬D‫خ‬Q‫ ال‬I G‫الد‬M‫ و‬I‫ة‬M‫ت‬Q‫ي‬M‫م‬Q‫ ال‬Q‫ت‬M‫ر~م‬I‫ح‬ D‫ه‬D‫ب‬D‫ه‬G‫الل‬ M‫م‬M‫ا و‬ I‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫و‬ ‫م‬ I I‫ك‬Q‫ي‬M‫ل‬M‫ع‬ ‫م‬ ‫ق‬Q‫س‬D‫ ف‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ل‬M‫ا ذ‬M‫ل‬Q‫ز‬M‫أ‬Q‫ال‬ D‫م‬ D‫وا ب‬I‫م‬D‫س‬Q‫ق‬M‫ت‬M‫ ت‬Q‫ن‬M‫أ‬M‫ و‬D‫ ب‬l‫ى الن‬M‫ل‬M‫ع‬M‫ح‬D‫ب‬I‫اذ‬M‫م‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ت‬Q‫ي‬G‫ك‬M‫اا ذ‬G‫ل‬D‫ إ‬I‫ع‬I‫ الب‬M‫ل‬M‫ك‬M‫أ‬M‫ام‬M‫ و‬I‫ة‬M‫يح‬D‫ط‬G‫الن‬M‫و‬ Q‫س‬ I‫ص‬ M‫م‬ G‫س‬ ‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬M‫ ل‬I‫ت‬Q‫م‬M‫م‬Q‫ت‬M‫أ‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ك‬M‫ل‬I‫ت‬Q‫ل‬M‫م‬Q‫ك‬M‫أ‬Q‫و‬M‫ي‬Q‫ ال‬Q‫و‬M‫ش‬Q‫اخ‬M‫و‬I‫ه‬Q‫و‬M‫ش‬Q‫خ‬M‫ا ت‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ين‬D‫ د‬D‫وا م‬I‫ر‬M‫ف‬M‫ي ك‬D‫ذ‬G‫ال‬M‫س‬D‫ئ‬M‫ي‬M‫م‬Q‫و‬M‫ي‬Q‫ال‬ M‫ع‬ Q‫م‬I‫ك‬M‫ين‬D‫د‬ M‫ م‬D‫ن‬ Q‫م‬ M‫ل‬M‫ف‬ Q‫ن‬ M‫ن‬ ‫ور‬I‫ ف‬M‫ه‬G‫ الل‬G‫ن‬D‫إ‬M‫ف‬K‫م‬Q‫ث‬D‫إ‬D‫فل‬D‫ان‬M‫ج‬M‫ت‬I‫ م‬M‫ غ‬K‫ة‬M‫ص‬M‫م‬Q‫خ‬M‫ ي م‬G‫ر‬I‫ط‬Q‫ناض‬M‫م‬M‫ ف‬n‫ين‬D‫ د‬M‫ام‬M‫ ل‬D‫إ‬Q‫ال‬I‫م‬I‫ك‬M‫ل‬I‫يت‬D‫ض‬M‫ر‬M‫يو‬D‫ت‬M‫م‬Q‫ع‬D‫ن‬ M‫غ‬ K M‫ر‬Q‫ي‬ D‫ف‬ D ‫ا‬ Q‫س‬ ]3[‫يم‬D‫ح‬M‫ر‬ Diharamkan bagimu [memakan] bangkai. Haram mutlak.S. maka tidak ada dosa baginya. darah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa [memakannya] sedang ia tidak menginginkannya dan tidak [pula] melampaui batas. ‫اد‬M‫ا ع‬M‫ل‬M‫ا و‬M‫ ب‬M‫ر‬Q‫ي‬M‫ غ‬G‫ر‬I‫ط‬Q‫ اض‬D‫ه‬G‫ الل‬D‫ر‬Q‫ي‬M‫غ‬D‫ ل‬G‫ل‬D‫ه‬I‫ أ‬M‫ و‬D‫ير‬D‫ز‬Q‫ن‬D‫خ‬Q‫ ال‬M‫م‬G‫الد‬M‫و‬M‫ة‬M‫ت‬Q‫ي‬M‫م‬Q‫ ال‬M‫ل‬M‫ع‬M‫ م‬G‫ر‬M‫اح‬M‫م‬G‫ن‬D‫إ‬ K‫غ‬ D‫ن‬M‫م‬M‫ف‬ D‫ه‬D‫ب‬ M‫ا م‬ M‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫و‬ I‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬ ]173[ ¸‫يم‬D‫ح‬M‫ور¸ ر‬I‫ف‬M‫ غ‬M‫ه‬G‫ الل‬G‫ن‬D‫ إ‬D‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬M‫ ع‬M‫م‬Q‫ث‬D‫ا إ‬M‫ل‬M‫ف‬ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. al-Baqarah : 173. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk [mengalahkan] agamamu. [mengundi nasib dengan anak panah itu] adalah kefasikan. jika terjadi sebuah kondisi yang dianggap “dharurat”. dalam semua mazhab terdapat ulama yang mengharamkan aborsi secara mutlak. Pendapat ini dinyatakan oleh sebagian besar fuqaha Malikiyah. dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku.d. Dalam ranah pengecualian. yang jatuh. dan yang diterkam binatang buas. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. daging babi. Hukum aborsi yang telah diformulasikan para fuqaha di atas berlaku dalam kondisi normal. Demikian pula halnya dengan aborsi. dan Ibnu Hazm ad-Dhahiri. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. para fuqaha memperbolehkan bahkan mewajibkan aborsi. yang ditanduk. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. dan [diharamkan bagimu] yang disembelih untuk berhala. fiqh selalu mengenal pengecualian. seperti Q. yang dipukul. Ibnu al-Jauzi. darah.[QS. daging babi dan binatang yang [ketika disembelih] disebut [nama] selain Allah. [daging hewan] yang disembelih atas nama selain Allah. Dengan kata lain di luar fuqaha Malikiyah. al-Baqarah : 173] Q. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Al-Maidah : 3] . yang tercekik. Banyak kaedah fiqh yang menjadi sandaran hukum hal ini. al-Maidah : 3. kecuali yang sempat kamu menyembelihnya. Imam alGhazali. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.[QS.S.

Dalam pandangan fuqaha. lihat al-Suyuthi dalam alAsybah wa an-Nazhair dalam pembahasan mengenai kaedah keempat “ad-Dharar Yuzal”. Ia sudah memiliki eksistensi yang pasti. Dalam keadaan demkian ia atau suaminya tidak mampu membayar air susu yang lain.2001]. kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. Namun sangat disayangkan. Husein Muhammad. Dalam hal ini. h. maka yang harus dipertahankan adalah hal yang menimbulkan kerugian paling berat dengan mengorbankan kerugian yang lebih ringan”. Ia tidak bersalah. Sementara itu. PPFNU. Sa’id Ramadhan al-Buthi dengan tegas mengatakan bahwa aborsi untuk kasus yang demikian adalah haram mutlak. sementara janin belum. sementara ia sendiri sedang menyusui bayinya.99 Adapun terkait dengan aborsi di luar nikah lazimnya mempunyai mata rantai pada seks bebas. Mengenai rincian dan contoh-contoh kasus yang masuk dalam kaedah ini. Dalam kasus-kasus seperti ini aborsi tanpa memandang usia kehamilan. kematian ibu lebih berat daripada janin. karena ibu adalah induk darimana janin berasal. kelahirannya dipastikan akan membahayakan jiwa ibu. maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan [ketentuan Kami]. memiliki kewajiban dan hak.S. tetapi menarik perhatian tersendiri bagi fuqaha kontemporer. Q. Alasan lain adalah ketidakmampuan ibu menanggung beban hamil. Dilema kematian antara ibu dan janin dalam pandangan fuqaha dipecahkan melalui pengorbanan janin berdasarkan kaedah: ‫اذا تعرض المفسدتان رعي أعظمهما ظررا بإرتكاب اخفف الضررين‬ “Jika terjadi pergulatan antara dua hal yang sama-sama merugikan. [Jakarta: Makalah Semi-Loka Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. dan kaedah fiqhiyah “ad-dharurat tubihu al-mahdhuraat”.Hadits Nabi “laa dharara wa laa dhiraara”. [QS. Ia mengemukakan tiga dalil sebagai berikut: 1. bahwa kehamilan pra nikah akibat seks bebas tampaknya tidak terlalu menarik perhatian fuqaha klasik. karena itu tidak boleh digugurkan baik sebelum maupun sesudah takhalluq. karena tubuhnya yang kurus dan rapuh. al-Isra : 16 ]16[‫ا‬n‫ير‬D‫م‬Q‫د‬M‫ا ت‬M‫ اه‬I‫ل‬Q‫و‬M‫ق‬Q‫ا ال‬M‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬ M‫ن‬Q‫ر‬G‫م‬M‫د‬M‫ف‬ M‫ ع‬G‫ق‬M‫ح‬M‫ا ف‬M‫يه‬D‫ف‬ ‫وا‬I‫ق‬M‫س‬M‫ف‬M‫ا ف‬M‫ا يه‬M‫ن‬Q‫ر‬M‫م‬M‫أ‬M‫ق‬n‫ة‬M‫ي‬Q‫ ر‬Q‫ن‬M‫ا أ‬M‫ن‬Q‫د‬M‫ر‬M‫أ‬ D‫ف‬M‫ر‬Q‫ت‬I‫م‬ M‫ك‬D‫ل‬Q‫ه‬I‫ن‬ ‫ا‬M‫ذ‬D‫إ‬M‫و‬ “ Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri.98 Diantara alasan yang sering dikemukakan fuqaha untuk membolehkan aborsi adalah keringnya air susu ibu yang disebabkan kehamilan. dapat dilakukan sepanjang menurut penelitian medis yang dapat dipercaya. Karena itu ia tidak boleh dikorbankan demi menyelamatkan janin yang eksistensinya belum pasti dan belum memiliki kewajiban. maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu [supaya menta`ati Allah] tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu.6-7 99 98 . Tidak sedikit seks bebas mengakibatkan terjadinya kehamilan di luar nikah. Al-Isra’: 16] Berdasarkan ayat ini seorang janin tidak menanggung dosa ibunya. Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer.

Setelah si anak disapih dan diserahkan kepada orang lain. Oleh karena kehamilan itu sendiri disebabkan oleh perbuatan haram. h. Mas’alah Tahdid al-Nasl. barulah ia dirajam. Aborsi untuk kasus seperti ini boleh. karena perempuan diperkosa bukan pelaku tindak pidana sehingga rukhsah aborsi berlaku. [rukhsah tidak berlaku untuk perbuatan-perbuatan maksiat]. Dalam kondisi seperti ini berlaku hadits Nabi yang menyatakan: “umatku dibebaskan dari kekeliruan.h. Abu Dawud an-Nasa’i dan al-Hakim].102 Demikianlah. Ketentuan hukum yang keras namun tetap ada celah untuk menempuh apa yang aslinya 100 101 Muslim. Juz XI. Pengecualian hanya berlaku jika si perempuan diancam dibunuh jika tidak melakukan aborsi.. Namun terhadap perempuan Ghamidiyah itu Rasul menangguhkan hukuman rajam sampai ia melahirkan anaknya dan menyapihnya. Hak perwalian ada di tangan hakim. Shahih Muslim. yakni dengan munculnya sikap permisif terhadap pergaulan bebas. Bahkan Imam Nawawi dalam syarah atas hadits ini menyatakan bahwa semua had.103 Berbeda dengan aborsi yang disebabkan oleh perzinahan. Oleh karena itu aborsi tidak diperbolehkan karena akan membawa dampak negatif bagi masyarakat secara luas. kealpaan dan sesuatu yang dipaksakan kepadanya”. Berdasarkan kaedah ini ibu dari si bayi tidak boleh menggugurkan kandungannya.201 102 103 104 Sa’id Ramadhan al-Buthi. sementara hakim harus mengambil tindakan yang melindungi hak janin yang ada dalam perwaliannya sekaligus hak-hak masyarakat. Si ibu tidak memiliki hak syar’i atas anaknya.  Aborsi terhadap janin hasil hubungan di luar nikah juga bertentangan dengan kaedah “sadd adz-dzari’ah”.h. Ahmad. h.104 Apalagi perempuan tersebut hamil bukan atas kemauannya sendiri melainkan dipaksa.hadits mengenai perempuan Ghamidiyah yang diriwayatkan Muslim dari Buraidah ra. hadits ke-1695 Al-Imam an-Nawawi. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Dalam kasus seperti ini aborsi diperbolehkan karena untuk menyelamatkan jiwa si ibu. Thabrani. Ma’iz dirajam lebih dulu setelah empat kali membuat pengakuan zina dan meminta Rasulullah mensucikannya. Berbeda dengan aborsi dalam perkawinan di mana kedua orang tua punya hak atas janin. aborsi yang disebabkan karena perkosaan diperbolehkan jika kelahiran anak tersebut dipastikan akan membawa dampak buruk bagi jiwa dan raga si ibu di kemudian hari. Padahal ada kaedah fiqhiyah yang mengatakan “al-rukhas laa tunaathu bi al-ma’ashi”.100 Hadits ini menunjukkan bahwa anak yang dikandung akibat zina tidak boleh digugurkan.. Kitab al-Hudud bab Man I’tarafa ‘ala Nafsihi bi al-Zina. yang datang kepada Rasulullah dengan membawa pengakuan ia telah berzina dengan Ma’iz bin Malik dan sedang hamil karenanya.  Adanya kaedah fiqhiyah yang menyatakan “tasharruf al-imam ‘ala al-ra’iyah manuthun bi al-maslahah”. aborsi akibat perzinahan dipandang oleh fiqh kontemporer sebagai tindak kriminal yang berkaitan erat dengan moralitas sosial [jarimah ijtima’iyah].159-160 . Juz II.101  Bahwa hukum yang memperbolehkan aborsi di bawah 40 hari usia kehamilan berlaku untuk nikah yang sahih dan bahwa kebolehan aborsi adalah bersifat rukhsah. karena ia secara syar’i tidak berhak atas janin tersebut. demikian pula lelaki yang menghamilinya.143 Ibid. aborsi karena perzinaan tidak demikian.127-139 Ibid. Formulasi hukum di atas mencerminkan ketegasan fiqh sekaligus elastisitasnya. harus ditangguhkan ketika perempuan sedang hamil demi menjaga kehidupan janin. maka aborsi dengan sendirinya tidak diperbolehkan. termasuk hukuman jilid.[HR. Syarah an-Nawawi ‘ala Sahih Muslim.

Ibnu Qudamah.diharamkan ketika terjadi benturan dua kemudharatan merupakan salah satu pola pemikiran yang khas dalam fiqh. mengancam. Bidayah al-Mujtahid. Ada beberapa macam sanksi bagi pelaku atau penyebab aborsi sesuai dengan akibat yang ditimbulkannya: ghurrah [denda yang nilainya 5% dari diyat penuh atau senilai lima ekor unta]. Namun Imam Malik mewajibkan ghurrah tanpa memandang apakah janin sudah berbentuk atau belum. Satu hal yang perlu dicatat di sini. Juz II. [] B. Namun jika tindakan itu memang dimaksudkan 105 106 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Hak ibu yang mengandung justru tidak mendapatkan tempat sama sekali. h.103.th]. t. Itu bisa dimengerti karena fiqh diformulasikan untuk menjamin tercapainya maqashid al-Syari’ah yang dalam konteks ini adalah hifdz al-nafs dan hifdz al-‘irdh. t. h.180-186 Lihat Ibnu Hajar. membiarkan kelaparan. Jika hal-hal tersebut membuat si perempuan keguguran. menyebarkan bau busuk. Mas’alah Tahdid al-Nasl. [Riyadh: Maktabah al-Riyadh al-Haditsah.39. h. Ghurrah berlaku jika aborsi telah memenuhi lima syarat yakni: adanya tindakan tertentu yang menyebabkan janin gugur. janin gugur setelah terjadinya tindakan tertentu. kontroversi dengan kalangan aktivis “pro-choice” terjadi. Misalnya. al-Mughni. Mughni al-Muhtaj. Orang yang terkena hukuman itu bisa ibu si janin sendiri dan bisa juga orang lain. pelaku atau penyebab aborsi dikenakan diyat penuh. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Dengan demikian pemikiran yang dikembangkan oleh al-Buthi di atas sebetulnya merupakan representasi dari pendirian sebagian besar fuqaha kontemporer. Setelah itu. kifarah [ganti rugi]. Juz VIII. pendekatan hukum aborsi dalam fiqh dilakukan dengan mengedepankan hak janin dan hak masyarakat. diyat [tebusan]. h. t. Tuhfah al-Muhtaj. menghina. 391 107 108 Ibnu Rusyd. dalam kasus perzinahan.41 . [Cairo: Musthafa Muhammad. mengejutkan.105 Yang dimaksud tindakan di sini adalah semua hal yang bisa menjadi penyebab keguguran. menakut-nakuti.108 Diyat penuh juga berlaku jika janin yang sudah diketahui hidup di rahim ibunya terbunuh karena tindak kriminal terhadap ibunya dan bukan dimaksudkan untuk membunuh janin itu sendiri. janin sudah melewati masa mudghah [sudah terbentuk].106 Para ulama berbeda pendapat mengenai kapan usia janin yang gugur mewajibkan ghurrah. asalkan janin sudah melewati masa mudghah. [Beirut: Ihya al-Turast al-Arabi]. Ini adalah pendapat jumhur. dan ta’zir [hukuman atas pertimbangan hakim]. Pada titik inilah antara lain.107 Ulama Hanabilah memberikan tafshil. 312 Ibnu Qudamah. Juz VIII. Juz IX. dan orang tua janin bukan kafir harbi kedua-duanya. bahkan membuat si hamil terpesona. ghurrah wajib pada usia kehamilan di bawah 6 bulan. janin keluar dalam keadaan meninggal. maka pelaku atau penyebab keguguran mesti membayar ghurrah tanpa melihat apokah tindakan itu disengaja atau tidak. Juz IV. al-Syarbini. termasuk ucapan. [Beirut: Dar al-Fikr. h.th]. Jumhur ulama mengatakan ghurrah wajib tanpa memandang usia janin. al-Mughni. berteriak keras.th]. h. Akibat Hukum Aborsi Pelaku aborsi atau penyebab keguguran dalam fiqh Islam dikenakan hukuman.

1998]. sumpah dokter di atas menimbulkan dilema. h. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. pasal mengenai pengguguran kandungan dimasukkan ke dalam bab menangani “kejahatan terhadap nyawa”.110 Di sini persoalan menjadi terkait dengan kapan janin mulai dianggap sebagai makhluk bernyawa. Jika kehidupan dimulai dari saat pembuahan. Juz IV. Dalam KUHP. Dilema ini kemudian dipecahkan oleh sebuah keputusan di Venesia tahun 1983 yang intinya dokter menghormati kehidupan sejak kehidupan itu dimulai.ke-1. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. sedang yang lain disimpan atau dimusnahkan. Satu hari. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Dalam KUHP ada beberapa ketentuan yang mengatur aborsi yakni pasal 346. Jika melihat KUHP itu sendiri. Ford kemudian menunjukkan bahwa kehidupan dimulai setelah pembentukan primitive streak. Ini dipengaruhi oleh pandangan Kristiani yang berkembang di Barat saat itu. 349 dan 350 109 110 Ibnu Qudamah. 347. satu bulan. maupun empat bulan sama saja. h. kontroversi mengenai hal ini telah dijelaskan. Aborsi dalam Spektrum Hukum Positif dann Hukum Islam Masalah aborsi dibahas dalam KUHP dan UU no. Ibid. karena ada janin yang dikeluarkan secara paksa. yaitu lipatan ke dalam yang terbentuk pada zygote [hasil pertautan sel telur dan sperma] saat berusia empat minggu.untuk mencelakai si janin itu sendiri. Dengan demikian secara implisit berarti tindak pidana ini dilakukan terhadap korban yang berada “in rerum natura” atau berada dalam keadaan “in being” yang berarti pula bahwa ia harus berada dalam keadaan hidup. maka pelakukanya wajib membayar kifarat.109 C. usia kandungan tidak menjadi persoalan hukum. 348. Pada saat itulah menurut Ford. karena bayi tabung diproses melalui pengambilan beberapa [7-10] sel telur yang kemudian dibuahi oleh sperma suaminya di laboratorium. embrio baru bisa disebut sebagai person atau makhluk insani. Dalam dunia kedokteran hal yang sama juga terjadi. Namun tidak termasuk dalam hal ini jika sang janin sudah tidak hidup ketika masih dalam rahim ibu. Sebaliknya mengembalikan seluruh sel yang dibuahi ke rahim ibu juga tidak mungkin dan memperbesar resiko kegagalan.130-131 . maka memusnahkan sel-sel yang tersisa adalah pembunuhan. Dilema bayi tabung terselesaikan.403. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi.105 Harkristuti Harkrisnowo. Cet. Persatuan Dokter Spesialis Kebidanan se-Dunia dalam perkembangannya menetapkan bahwa kehidupan dimulai sejak sel telur yang dibuahi menempel di dinding rahim.111 Perbedaan pandangan mengenai kapan kehidupan di mulai ini berakibat pada perbedaan tafsir mengenai ketentuan yang diatur dalam KUHP dan UU Kesehatan. Namun hasil penelitian Norman F. Dalam lafal sumpah dokter yang disusun oleh World Medical Association tahun 1948. Dari sudut agama. lihat juga al-Syarbini. disebutkan bahwa dokter harus menghormati kehidupan insani sejak saat pembuahan sel sperma. h. h. Demikian pendapat ulama Syafi’iyah dan Hanabilah.5 111 Kartono Muhammad. Mughni al-Muhtaj. Setelah pembuahan. hanya beberapa yang dikembalikan ke rahim ibunya. Ketika tekhnologi bayi tabung ditemukan tahun 1979..

Ditambahkan dalam ayat 2. Pasal 349 secara spesifik menentukan sanksi pidana bagi mereka yang melakukan aborsi dalam kerangka profesi mereka yakni membantu salah satu kejahatan yang tersebut dalam pasal 346. Pasal 346 KUHP berunsurkan sebagai berikut: a] perempuan b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya d] menyuruh orang lain untuk itu e] dihukum penjara selama-lamanya empat tahun. jika karena perbuatan itu perempuan mati maka dia dihukum penjara selamalamanya lima belas tahun. sedangkan si perempuan sendiri lolos dari jeratan hukum.  Perempuan yang sengaja menggugurkan atau membunuh kandungannya atau suruhan orang lain untuk itu.  Cara menggugurkan atau membunuh kandungan itu rupa-rupa. 3. jika karena itu perempuan mati. Pasal 347 berunsurkan: a] barang siapa b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan d] tidak diizinkan oleh perempuan itu e] dihukum penjara selama-lamanya dua belas tahun. tidak mempermasalahkan usia kandungan. Menggugurkan kandungan yang sudah mati. tidak mempermasalahkan cara melakukannya Dalam praktek yang diajukan ke pengadilan pada umumnya adalah orang yang menggugurkan kandungan. tidak dihukum.1.  Jika seorang tabib. 5. maka bagi mereka hukumannya ditambah dengan sepertiganya dan dapat dipecat dari jabatannya [pasal 349]. [doodslag] pembunuhan direncanakan [moord] atau karena salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 344. maupun dengan alat-alat yang dimasukkan melalui anggota kemaluan. dan 348. Pasal 348 berunsurkan: a] barang siapa b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan d] dengan izin perempuan itu e] dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan. dapat dijatuhkan hukuman mencabut hak yang tersabut dalam pasal 35 No. dikenakan pasal ini. maka dia dihukum penjara selamalamanya tujuh tahun.  Orang yang sengaja menggugurkan atau membunuh kandungan seorang perempuan dengan tidak izin perempuan itu dihukum menurut pasal 347. yang disebut tindak pidana hanyalah yang berupa “menyebabkan gugur atau mati kandungan” yang berarti: 1. Hal ini karena ketidakjelasan identitas mereka di samping para terdakwa tidak mau . dikenakan pasal 348. 347. 2. baik dengan obat yang diminum. bidan atau ahli obat membantu kejahatan dalam pasal 347 dan 348. Pasal 350: pada waktu menjatuhkan hukuman karena makar mati. apabila dilakukan dengan izin perempuan itu.1-5 Dari rumusan yang ada. Ditambahkan dalam ayat 2. 4. maka hukumannya dapat ditambah sepertiga dari yang terdapat dalam ketentuan yang dilanggar dan dapat dipecat dari jabatannya yang digunakan untuk melakukan kejahatan tersebut. 2. tidak dihukum. 347 dan 348. Sebaliknya apabila dokter dan sebagainya itu menggugurkan atau membunuh kandungan untuk menolong jiwa perempuan. demikian pula tidak dihukum orang yang untuk membatasi kelahiran anak mencegah terjadinya hamil [Maltthusianisme]. atau menjaga kesehatannya.

Kartono Muhammad. Yang boleh diambil adalah “tindakan medis tertentu”. berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut. apalagi memberi ruang bagi ibu untuk melakukan aborsi karena mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. yakni: ”Tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun dilarang karena bertentangan dengan norma hukum. “tindakan medis tertentu” diartikan sebagai aborsi. Alasan medis memang dikemukakan dalam konteks menjaga nilai-nilai moral. Akan tetapi penjelasan pasal ini merumuskan suatu hal yang membingungkan. Pada sarana kesehatan tertentu. Namun keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu. tetapi di sisi lain pemerintah atau pengadilan bisa saja menafsirkannya sebagai tindakan selain aborsi. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi.114 Di sini terasa ada keragu-raguan pemerintah Indonesia dalam menghadapi masalah aborsi. namun tidak jelas apakah aborsi termasuk salah satu tindakan yang diperbolehkan. 2. (2) Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat [1] hanya dapat dilakukan: 1. Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli.113 Dari Pasal di atas seakan-akan UU ini memperbolehkan pengguguran kandungan dengan alasan tertentu. Apalagi kalimat terakhir menyebutkan “untuk menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin” yang sudah pasti bukan tindakan aborsi. norma agama. 3.276-277 Dr. 4. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya.6-8 Syafiq Hasyim [ed].65-66 . h. ketentuan mengenai aborsi juga terdapat dalam UU Kesehatan No. h. Dalam pasal 15 dinyatakan: (1) Dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu. Menakar “Harga” Perempuan.[] 112 113 114 Harkristuti Harkrisnowo.” Bagi beberapa orang. Namun UU ini juga menimbulkan kebingungan penafsiran.112 Selain KUHP. h. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. sebab pada kalimat awal ditegaskan bahwa pengguguran kandungan atas alasan apapun dilarang. karena aborsi tidak pernah menyelamatkan jiwa janin. Ini semua menyebabkan aborsi menjadi “dark number of crime” sampai sekarang. norma kesusilaan dan norma kesopanan. Lebih dari itu dalam perundang-undangan yang ada tidak tercantum dictum yang menyatakan persyaratan aborsi. jika itu dipandang sebagai tindakan darurat. 23 tahun 1992.memberikan kesaksian yang justru memberatkan mereka jika ia mengungkap identitas orang yang digugurkan kandungannya.

sedang dalam proses perceraian dengan suami. dari uraian di atas mendorong penulis untuk menyatakan beberapa hal berikut ini: 1. Berbagai perangkat hukum. jarak kelahiran yang terlalu rapat. dan berstatus sebagai simpanan seseorang dan dilarang hamil oleh pasangannya. tampak bahwa dasar pelarangan aborsi adalah penghormatan kepada kehidupan. h. Sayangnya sampai kini persoalan kapan kehidupan dimulai masih menjadi sesuatu yang diperdebatkan oleh para ahli. Alasan tersebut ialah:  Pada perempuan yang belum atau tidak menikah. khususnya kepada yang bernyawa. khususnya Islam. aborsi pada dasarnya adalah tindakan yang dilarang.. 3. terlalu tua untuk melahirkan. Dari perspektif agama-agama samawai. 5 . faktor sosial ekonomi [tidak sanggup lagi membiayai anak-anaknya dan khawatir masa depan anak tidak terjamin]. Satu hal yang penting untuk dicatat adalah bahwa nilai-nilai moral yang mendasari seluruh bangunan hukum tentang aborsi –baik hukum agama maupun hukum negaraternyata mengalami kesulitan penerapan dan perbenturan di tingkat lapangan. 2. Namun demikian Islam mempunyai corak hukum yang lebih fleksibel. jumlah anak yang terlalu banyak.BAGIAN KE-LIMA TELA’AH TENTANG ABORSI Bertitik tolak dari data pada paparan di atas. toh praktek aborsi 115 Ibid. Sekalipun secara moral-ideal dan legal-formal aborsi dilarang. dapat disimpulkan bahwa banyak alasan yang mengakibatkan perempuan melakukan aborsi. sehingga banyak variable yang dipertimbangkan dalam proses penentuan hukum aborsi. alasan melakukan aborsi di antaranya karena masih berusia remaja. atau karena berstatus sebagai isteri kedua dan suaminya tidak menginginkan kehadiran anak dari dia.  Pada perempuan yang sudah menikah.115 Sementara itu. alasan medis. termasuk sanksisanksi hukum dirumuskan untuk melindungi kehidupan makhluk bernyawa yang bernama janin ini. Melihat perdebatan yang terjadi. takut pada orang tua. berstatus janda yang hamil di luar nikah. baik dalam Islam maupun dalam hukum positif. alasannya antara lain karena kegagalan alat kontrasepsi. pacar tidak mau bertanggung jawab. baik dari kalangan agama maupun medis.

Brierly. Kenyataannya. menyiapkan sikap mental dan sosial masyarakat agar tidak mau melakukan aborsi.menunjukkan angka yang cukup tinggi. 19 Ensiklopedi Islam. 5. Shahih Bukhari. h. Sementara itu dalam kasus yang sudah pasangan yang sudah menikah hukum yang berlaku adalah "kondisional" dalam artian tergantung situasi yang berlaku tersebut. Aborsi juga signifikan menyumbang angka kematian ibu akibat proses reproduksi yang tidak aman. Sa’id Ramadhan. 1994 al-Ghazali. Agama dan hukum tidak boleh ambigu. atau bahkan satusatunya. Major Legal Systems in The World Today. Oleh karen itu menjadi bisa dimengerti jika suara yang menginginkan diberikannya hak ini kepada perempuan kian hari kian nyaring terdengar. Beirut: Dar al-Ma’rifah.. J. Juz II. Hak-Hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung. Dalam kasus tertentu bahkan hak perempuan ini dinafikan sama sekali. sebab ambiguitas seperti ini terbukti tidak menyelesaikan persoalan. Mas’alah Tahdid al-Nasl. Ihya ‘Ulum al-Din. 1998 al-Bukhari. Syiria. Juz II. Bila pilihan “pro-life” merupakan pilihan terbaik. al-Imam. Dari semua ketentan diatas. sudah saatnya agama Islam menyatakan pendirian yang tegas dengan segala konsekuensinya. Wiqayatan wa ‘Ilajan. CD. 1983 . [] DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an al-Karim Abidin. R. bahwa aborsi yang dilakukan oleh pasangan yang diluar nikah dalam Islam menurut pendapat para Imam adalah "haram mutlak". C. Di tengah dilema antara nilai moral dan tuntutan kebebasan perempuan untuk menjalankan hak-hak reproduksinya [pro-choice] seperti yang terjadi sekarang. 1979 Adrina dkk. Ini semua menunjukkan bahwa pendekatan terhadap masalah aborsi semata-mata dari sudut moral dan hukum tidak cukup. 4. (London: 1968). al-Radd al-Mukhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar.fiqh Islam tidak memasukkan agenda hak-hak reproduksi perempuan –dalam hal ini hak untuk memutuskan hamil atau tidak dan hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi yang amandalam konsideran hukumnya. Misalnya. maka Islam juga perlu mempersiapkan berbagai perangkat yang mendukung tersosialisasikannya pilihan itu di tengah masyarakat. Ibnu.Rom al-Buthi. Jakarta: Ikhtiyar Baru Van Hoeve. baik hukum positif maupun –terutama. E. mensosialisasikan sikap bisa menerima anak yang lahir dari kehamilan yang tidak dikehendaki. Maktabah al-Farabi. 6. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Beirut: Dar al-Fikr. 2000 David. dan membuat sistem sosial yang siap dengan segala resiko pilihan sikap “pro-life”.

(ed).Hasyim.Bernard. Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah. 1988 Lewis. Cairo: Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar. Ibnu. Menakar “Harga” Perempuan. Jaad al-Haq ‘Ali Jaad. Tuhfah al-Muhtaj. Masyhuri. 1992 Muslim. Juz IX. ke-1 Habsjah. al-Muhalla. “Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer”. Ali. 1998 al-Haq.. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. 1999. Makalah. Makalah. CET.th al-Qaransyawi. Islam dalam Krisis: Antara Perang Suci dan Teror Kotor. Abdul Jalil. al-Mughni. t. Cet. “Abortus Menurut Hukum Islam”. “Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum”.ke-2 Rahardjo. Husein.. New York: Doubleday. 2002 . Riyadh: Maktabah al-Riyadh al-Haditsah. Juz II. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh al-Nisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyyah. Aziz. Jakarta: PPFNU. Cet. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. PPFNU.th Harkrisnowo. Theology of The Third Millenium. Juz VIII. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Makalah. (Jakarta: Penerbit PARAMADINA. Surabaya: PWNU. Masail Fiqhiyah al-Haditsah pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. Sahih Muslim.ke-1 Muhammad. Beirut: Dar al-Fikr. 1992 Muhammad. t. M. dkk. 1998. Hans. Cairo: Musthafa Muhammad. Surabaya. Kartono. ke-2 Qudamah. Harkristuti. Syafiq. Makalah. Ibnu. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dari The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror. 1995.Dawam. Cet. 1. Cairo: Universitas alAzhar. Attashendartini. Al-Mujaz fi Ushul al-Fiqh. Cet. Juz XI. 2000 Hazm.th Kung. Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Suci. Jakarta:. Bandung: Mizan. 2001 Hasan. 2. “Fakta-Fakta Aborsi”. Jakarta: PPFNU. Syarah an-Nawawi ‘ala Sahih Muslim. Ibnu. Juz XI Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Depdikbud RI. A. 1997 Hajar. al-Imam. 1965. 2001 al-Nawawi. terj. t. Jawa Pos Press: 2004. Jakarta: Balai Pustaka.(CET. .

Islamic Political Thought. MTs. Beirut: Ihya al-Turast al-Arabi Watt.Robertson. Juz VIII. Dr.Roland. W. (Kairo: Dâr al-Syurûq.. Jakarta: CV. ke-3 Zuhdi. ed. al-Imam. Juz II. 1987. Istibsjaroh.M. Haji Masagung. Aktivitas kesehariannya sekarang selain kepala lembaga Penelitian. 1995.1994 sempat menjadi guru Madrasah Aliyah di Purwoasri . Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis terj. isteri dari KH. Dalam rentang waktu antara 1979 . Rusyd. ia juga menjadi Tenaga Edukatif di Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel Surabaya serta aktif di Pusat Studi Jender di tempat ia mengajar. Jombang selama enam tahun ( 1966 – 1971 ). Al-Islâm: ‘Aqîdah wa Syarîah. dan MA ditempuh di sebuah Pesantren Putri “Walisongo” Cukir. Selama dua periode ( 1992 . Ia juga memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Darul Ulum Jombang pada tahun 1997. Nihayah al-Muhtaj.th al-Ramli. Dr. Mongomery. al-Syarbini. Pendidikan menengahnya. dari Sociology of Religion oleh Ahmad Fedyani Saifuddin. Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang. t. Di luar kegiatan akademik ia aktif di Muslimat NU Wilayah Jawa-Timur.. Mahmud. 1986 BIOGRAFI PENULIS Prof. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Zaimuddin Badrus Sholeh ini juga pernah menjadi anggota fraksi Karya Pembangunan di DPRD II Kab. Bidayah al-Mujtahid. Yang terakhir. Jawa Timur pada 19 September 1955. Pendidikan Dasarnya dia lalui di MI Bulurejo tamat pada tahun 1965. Ibu dari enam orang anak ( lima putri dan satu putra ) ini dilahirkan di Jombang. Ibnu. Kediri.. Masyfuk.Juli 2005 ia menjadi Guru Besar bidang ilmu Tafsir di Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya. ia juga sebagai salah satu Pengasuh Pondok Pesantren “Al. Zuhdi. Surabaya: Bina Ilmu.. Masyfuk. Cairo: Dar al-Syuruq. Cet. SH. Mughni al-Muhtaj.Ag. Edindurgh: Edinburgh University. Prof. Beirut: Dar al-Fikr. 1989. Hj. Juz IV.th Syalthut. t. Islam dan Keluarga Berencana di Indonesia. Pada tahun 1971-1975 menempuh pendidikan guna memperoleh gelar sarjana muda di Universitas Hasyim Asy’ari Jombang.Program doktornya ia peroleh di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2004. 2001).Hikmah” Purwoasri Kediri tempat ia dan keluarganya tinggal .1997 dan 1997 – 1999 ) .Kediri. Gelar Magister Agama ia peroleh di Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2000. Dra. Program doktoralnya ia selesaikan pada tahun 1979 di Fak. LPTQ Jawa Timur dan Majlis Ulama Jawa Timur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful