MENIMBANG HUKUM PORNOGRAFI, PORNOAKSI DAN ABORSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

OLEH PROF.DR. HJ. ISTIBSJAROH, SH, MAg

DAFTAR ISI MENIMBANG HUKUM PORNOGRAFI, PORNOAKSI DAN ABORSI PERSPEKTIF ISLAM Kata Pengantar Paradigma Pornografi, Pornoaksi dan Aborsi di Indonesia Prof. Dr. H. Ridlwan Natsir, Mag I PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI Bagian Pertama Ruang Lingkup Pornografi dan Pornoaksi A. Hakekat Pornografi dan Ponoaksi B. Sejarah Pornografi dan Pornoaksi C. Kreteria dan Batasan Pornografi D. Media dan Akses Pornografi dan Pornoaksi Bagian Ke-Dua Pornografi dan Pornoaksi dalam Perspektif Hukum Islam A. Teks al-Qur’an B. Tinjauan dari Berbagai Tafsir al-Qur'an 1. Tafsir al-Munir 2. Tafsir al-Thabary 3. Tafsir al-Maraghi 4. Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir 5. Tafsir al-Alusi Surat al-Nur C. Tinjauan As-Sunnah dan Kaidah Ishul Fiqh. Bagian Ke-Tiga Pornografi dan Pornoaksi dalam Kehidupan Sosial Masyarakat A. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Global B. Pornografi dan pornoaksi dalam Masyarakat Lokal C. Kontraversi Undang-Undang Pornografi dan Pornoaksi Dalam Sosial Kemasyarakatan Lampiran Fatwa MUI Tentang Pornografi dan Pornoaksi II ABORSI Bagian Pertama Fenomena Aborsi Bagian Ke-Dua Desain Aborsi A. Definisi dan Hakekat Aborsi B. Macam-Macam Aborsi C. Faktisitas Aborsi di Indonesia

Bagian Ke-Tiga Aborsi Dalam Hukum Islam A. Hukum Aborsi Dalam Islam B. Akibat Hukum Aborsi C. Aborsi dalam Spektrum Hukum Positif dan Hukum Islam Bagian Ke-empat Telaah Hukum Aborsi Daftar Pustaka Biografi Penulis

Dan kalau ditanya pasti alasan yang disampaikan dan digulirkan oleh mereka tetap sama sebagai sebuah "prodak seni" yang harus dinikmati dan disyukuri. peran negara tidak lagi diharapkan dalam mengatur dan mengendalikan sebagai aspek-aspek kehidupan sosial. seakan menyentak kesadaran kita bahwa kebebasan pers yang telah digulirkan oleh pemerintah. Boleh jadi ini yang merupakan salah satu bentuk penyesatan umat dan sekaligus dapat dibilang masuk dalam kategori "kekerasan informasi". etika. film. Dan mungkin akan ditambah semarak lagi dengan munculnya majalah "Play Boy" di negeri ini yang akan menambah daftar panjang parade pornografi dan pornoaksi. ataupun pengintaian satelit]". termasuk media [internet. tapi justru ditanggapi dengan kebebasan tanpa batas. sebagai dampaknya banyak literatur. khususnya pada anak-anak dan generasi mudanya.PENGANTAR PARADIGMA PORNOGRAFI. Dr. H. Anjasmara. Media lebih mengedepankan "profit orientied". dan nilai moral bangsa. Realitas tersebut berakses pada kebebasan dalam etika dan norma. Pada tataran tersebut kondisi Indonesia sudah dalam keadaan memprihatinkan dan dalam taraf membahayakan. tema dan kritik". mungkin memori di otak kita belum hilang dengan kasus-kasus pose seronoknya artis-artis kita mulai Shopia Latcuba. telivisi global. Munculnya era reformasi. terutama delima antara kebebasan dan moralitas.M. unggah-ungguh [sopan santun] dan seterusnya. gambar atau pose yang "panas dalam adegan" tetapi "tidak panas dalam ide. Dewi Rezer. Sebagai bahan acuan hasil survay Ely Risman [Psikolog] menunjukkan sekitar 98 persen anak-anak Indonesia terbiasa mengakses media-media yang menampilkan pornografi [Republika 8 Maret 2006]. telah membawa dampak kebebasan yang lain yakni prilaku yang sangat mengabaikan budaya malu. PORNOAKSI DAN ABORSI DI INDONESIA Prof. Sarah Azhari. justru mendapat kecaman yang luarbiasa dari masyarakat lainnya yang mendukung polah tersebut sebagai produk seni tinggi [upaya membelenggu kreatifitas]. kreatifitas dan norma. dan film-film porno di berbagai media [cetak atau elektronik]. ternyata sebahagian besar tidak ditanggapi dengan positif oleh banyak media. Fakta ini juga diperkuat oleh "Jejak Kaki Internet Protection" yang mencatat 97 persen anak usia 9-14 tahun ternyata pernah mengakses situs porno [Republika 8 Maret 2006]. pornoaksi dan hal sejenisnya adalah "haram". dan sederet artis lainnya yang diabadikan oleh majalah RHA yang konon juga telah beredar di manca negara [prestasi atau bencana!]. Ridlwan Nasir. Itulah sisi lain wajah moral yang sama-sama dapat kita saksikan setiap saat di negeri kita tercinta ini. Sekedar pengingat. Tidak main-main kasus-kasus tersebut sempat juga sampai kemeja para anggota MPR RI sebagai materi rapat dan acuan kebijakan pemerintah dalam upaya membuat RUU anti . Ironis memang. aksi sensual. MA "Persoalan media dan pornografi. [Yastraf Amir Peiling] Menjamurnya pose seronok. pertumbuhan dan tradisi. Sementara dimasa depan. Nafa Urbah. ketika sebagian masyarakat Muslim menentang dan mengutuk polah aksi pornografi. yang konon merupakan negeri yang sangat agamis dan selalu menjunjung tinggi norma. norma agama. pornoaksi adalah persoalan yang sangat delematis.

budayawan. Di dalam kehidupan khusus tersebut. dan pornoaksi tidak terkecuali kasus-kasus sejenis yang mencuat tersebut sama sekali tidak diperhatikan. gambaran tentang sebahagian "aurat" perempuan. semuanya akan memberikan rumusan yang berbeda bahkan bertolak belakang. tontonan tersebut bukan merupakan sesuatu yang merangsang akan tetapi dianggap sebagai produk "seni". perawat dan penyelidik. Islam telah memberikan arahan untuk memecahkan masalah-masalah manusia. Melalui muhrimnya. Sementara itu seorang perempuan diperbolehkan memperlihatkan sebagian aurat-nya kepada para medis dalam hal ini dokter. leher dan dadanya [QS. Dalam hal ini seorang wanita muslimah dibolehkan membuka jilbab dan kerudungnya dihadapan para muhrimnya dan orang-orang yang diberi hak oleh syariat untuk melihat aurat yang biasa terlihat manakala wanita tersebut berada dalam rumahnya [QS. Sebab bagi para phothografer atau pekerja seni yang sejenis yang akrab dengan para artis dan dunia entertaiment. Yaitu Islam memberikan syariat kehidupan khusus [kehidupan keluarga] dan kehidupan umum [kehidupan sosial]. alAhzâb 59]. Semuanya mengandung interpretasi yang sangat mudah diperdebatkan bahkan disangkal. . dan seniman. politisi. Dalam hal ini. tangannya. pornografisasi dan pornoaksisasi telah banyak melahirkan kader-kader baru bahkan lebih panas dari sebelumnya dan ironisnya mendapatkan tempat tersendiri dalam masyarakat dan media kita. dapat diinformasikan kepada seorang pria yang melamarnya untuk dijadikan istrinya. MUI [Majelis Ulama' Indonesia] sendiri sebagai kontrol masyarakat yang sudah mengelurkan fatwa "haram" terhadap hal-hal yang berbau pornografi. Kreterianya pun belum jelas–apakah melanggar bartasan kesopanan. Mengapa Fenomena tersebut dapat berlarut-larut dan bahkan akan selalu menjadi fenomena "gunung es" di negeri ini? Bisa jadi karena selama ini. Bagi yang menganggap bikini itu sopan. dan kakinya. Hal yang berkaitan dengan seksualitas. dan kireteria merangsang yang menjadi tolak ukur pornografi dan pornoaksi dari berbagai pendapat juga masih mengandung kontroversi. Islam membolehkan bagi wanita menampakkan anggota bagian tubuhnya dihadapan anggota keluarga [muhrim]. termasuk masalah yang terkait dengan seksualitas manusia. Islam membolehkannya melalui apa yang dinamakan pintu "pernikahan".pornografi dan pornoaksi atau yang ramai diberdebatkan RUU APP [Anti Pornografi dan Pornoaksi]. An-Nûr ayat 31]. merangsang ataupun melanggar budaya Timur--tampak kabur dan bisa berubah-ubah. dan mengenakan kerudung yang menutupi kepala. seperti rambutnya. batasan mengenai pornografi dan pornoaksi di negeri Indonesia semakin tidak jelas. seorang tidak dibenarkan menampakkan auratnya. AnNûr 31]. tidak menentu. Dan bagi seorang wanita bagian tubuh yang terbilang sebagai ”aurat" adalah seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. tetapi ternyata faktanya sampai sekarang masih dalam wacana yang terus bergulir tampa adanya penyelesaian. Faktanya hingga saat ini. maka pose artis tersebut dianggap "masih sopan dan wajar'. Akan halnya dalam kehidupan umum. Artinya hanya kepada orang yang terikat dengan tali pernikahan yang sah saja diperkenankan melakukan aktifitas seksual. Bila pornografi dan pornoaksi diserahkan batasan dan kreterianya kepada kita terutama pada kalangan pendidik. bahkan menjadi kabur disebabkan pandangan masyarakat yang dipengaruhi oleh derasnya arus sekularisasi dan globalisasi. Oleh karena itu seorang wanita yang sudah baligh manakala keluar [masuk dalam kehidupan umum] dari rumah harus mengenakan jilbab yakni pakaian luar yang menutup tubuhnya hingga sejengkal dibawah mata kaki [QS.

maka seorang wanita muslimah secara jelas mengetahui bahwa mengumbar aurat tubuhnya dihadapan orang yang tidak berhak dan ditempat yang tidak tepat adalah dosa yang harus dijauhi. [Jawa Pos 6 November 2006] Walaupun dalam berbagi kasus aborsi tersebut memiliki latar belakang yang berbeda. Dan parahnya para korban tidak menyadari akan perbuatan dan konsekwensi hukumnya baik secara duniawi maupun akhirat.pornografi itu setara kejinya dengan judi.. dan pekerjaan mungkar lainnya.Dengan batasan yang jelas tersebut. Walaupun secara makna antara pornografi. Istibsjaroh. Tidak dapat dikesampingkan juga salah satu tindakan yang terkait dengan akses pornografi dan pornoaksi terkait dengan seksualitas manusia adalah tindak aborsi. Yaitu sama-sama terkait dengan seksualitas manusia dan normasusila. Sehingga dengan demikian pornografi dan pornoaksi tergolong dengan tindakan yang kriminial dan pelakukanya patut dijatuhi hukuman. Pada bagian pertama. pornoaksi dan aborsi memiliki arti yang jauh berbeda akan tetapi jika ditelisik akan menemukan sebuah benang merah.000 ibu di seluruh dunia sebuah angka yang cukup fantastis sebagai mesin pembunuh. tidak diridhai oleh Allah SWT dan dilarang dengan sangsi dunia dan akhirat bagi pelanggarnya. Sebaliknya Islam melarang kehidupan seksual diluar nikah dan berbagai bentuk seks bebas [free sexs] untuk menjaga kejelasan jalur keturunan manusia dan mencegah terjadinya konflik serta tindak anarki akibat hubungan lawan jenis yang tidak teratur. Karena pornografi yang sifatnya dapat menggoda. minuman keras. merampok. Zakiah Daradjat mengatakan pornografi termasuk pekerjaan mungkar. SH. Secara tegas menghukum pelakunya bila masih gadis atau bujang. lengkap dengan paparan-paparan data yang mendukung. akan tetapi yang sering mencuat adalah akibat tindakan amoral. adalah menggali dan memperbincangkan tentang ruang lingkup aborsi. selamat membaca! semoga buku ini dapat memberi pencerahan dan inspirasi bagi anda.[] . Buku ini merupakan salah satu buku yang akan membongkar hal-hal yang terkait dengan aborsi yang sebelumnya didahului dengan memperbincangkan tentang pornografi dan pornokasi tentunya dalam perspektif Islam. "…. Dalam setahun saja aborsi telah menewaskan 100. Dr Hj. Terkait dengan aborsi. sebagai pembuka anda akan digiring pada hal-hal yang terkait dengan pornografi dan pornoakasi [sebuah disain yang lengkap] yang kemudian sebagai puncaknya masalah hukum yang terkait dengannya. Hubungan seks diluar nikah dalam pandangan Islam disebut dengan "zina" dan merupakan salah satu tindak kriminal [jarimah]. Untuk itulah buku ini hadir untuk anda para pembaca.. Agar lebih hidup pembaca juga akan disuguhi dengan beberapa kontroversi mengenai kententuan hukum pornografi dan pornoaksi dalam mayarakat. semoga karya anda menjadi karya yang selalu bermanfaat bagi kebeningan umat. Pornoaksi dan Aborsi Dalam Perspektif Islam" saya ucapkan selamat kepada penulis. Dan sebagai pengantar buku "Menimbang Hukum Pornografi. berdasarkan latar belakang yang terjadi dalam pandangan Islam terdapat ketentuan dan hukum tersendiri. yang kemudian diteruskan dengan hukum-hukum dan ketentuan yang terkait dengan aborsi. Sementara itu pada bagian kedua. Dan untuk pembaca budiman. Bisa dicatat dalam sebulan pasti ada dua sampai tiga kali dalam seminggu kasus yang muncul dan tragisnya lagi pasti akan menimbulkan korban baik dari pihak ibu maupun anak. dalam publik juga tak kalah ramai dengan kasus pornografi dan pornoaksi. MA. mendorong orang untuk mendekati zina". Kasus-kasus aborsi yang mencuat. dengan 100 kali pukulan atau cambukan [an-Nûr ayat 2]. Prof.

Kedua. Pembagian penduduk berdasarkan tempat tinggal perkotaan dan pedesaan. Hakekat Pornografi dan Pornoaksi Konsep mengenai porno pada dasarnya bersifat intra subyektif dan bahkan inter subyektif dimana subyektifitas individu satu dengan lainnya membentuk seks normatif. khususnya ketika ia berhadapan dengan petumbuhan yang terjadi dalam bidang. sesuai dengan latar belakang sosial cultural yang ada. sosial. Ridlwan Nasir. Secara umum pengertian pornografi dan pornoaksi di Indonesia dapat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi sebagai berikut. Dr. 150203743 I PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI BAGIAN PERTAMA RUANG LINGKUP PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI A.M. Pertama. Gambaran mengenai pornografi dan pornoaksi pada masyarakat secara luas bukan merupakan sesuatu yang menetap. dan . MA NIP. budaya.Surabaya. 2007 Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof. ekonomi dan politik. walaupun akhirnya konsep ini selalu berubah berdasarkan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Dalam kondisi seperti ini batasan mengenai pornografi dan pornoaksi menjadi suatu entitas yang dapat mengalami perubahan. Pembagian penduduk berdasarkan agama yang dianut. H. Maret.

Studi Dalam Hukum Perbandingan. Pada masa modern. tayangan audiovisual. Tim Penyusun Kamus Besar Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa. lukisan. mulanya adalah sebuah eufemisme dan secara harafiah berarti 'sesuatu yang dijual. Kata ini berasal dari dari istilah Yunani untuk orang-orang yang mencatat "pornoai". apabila pembuatan. Bina Mulia 1987]. dan gerakan-gerakan tubuh yang membuka tubuh tertentu secara vulgar yang semata-mata untuk menarik perghatian lawan jenis. Pornografi Pornoaksi Ditinjau Dari Hukum Islam. penyajian atau konsumsi bahan tersebut dimaksudkan hanya untuk membangkitkan rangsangan seksual. h. Kamus Besar Bahasa Indonesia. belakangan istilah pornografi dan pornoaksi digunakan untuk publikasi segala sesuatu yang bersifat seksual. Gelombang Kejahatan Seks Remaja Modern. mirip.Ketiga. [Jakarta. Akan tetapi. [Jakarta." "pron. Pornografi adalah tulisan. Hamzah." atau "porno" adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia dengan tujuan membangkitkan rangsangan seksual. namun berbeda dengan erotika. 1988]. Pornografi dalam Hukum Pidana. h. Puspa Swara. 1995]. h. Istilah "pornografi" seringkali mengandung konotasi negatif dan bernilai seni yang rendahan. yang pada abad ke-18 dan 19 menerbitkan risalat-risalat yang mempelajari pelacuran dan mengajukan usul-usul untuk mengaturnya. Istilah eufemistis seperti misalnya film dewasa dan video dewasa biasanya lebih disukai oleh kalangan yang memproduksi materi-materi ini.' Kata ini berkaitan dengan kata kerja yang artinya menjual. Mujahid. atau pelacur-pelacur terkenal atau yang mempunyai kecakapan tertentu dari Yunani kuno. [Bandung. [Jakarta.  Abu Al-Ghifari. A.1 Jika ditelusuri pornografi dari bahasa Yunani "πορνογραφία" pornographia — secara harafiah tulisan tentang atau gambar tentang pelacur kadang kala juga disingkat menjadi "porn. 354. gambar. h. dari akar kata Yunani klasik πορνη dan γραφειν. 2003] h. 7. Prenada Media. khususnya yang dianggap berselera rendah atau tidak bermoral.2 Sementara itu dalam kamus Ilmu Popular pornografi diartikan sebagai bacaan atau gambar cabul. Balai Pustaka. pembicaraan. diartikan sebagai writing abaut prostitutes tulisan atau gambaran mengenai pelacur. meskipun kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian. istilah ini diambil oleh para ilmuwan sosial untuk menggambarkan pekerjaan orang-orang seperti Nicholas Restif dan William Acton. Sekarang istilah ini digunakan untuk merujuk secara seksual segala jenis bahan tertulis maupun grafis. pornografi secara harafiah berarti "tulisan tentang pelacur".4 1 Neng Djubaidah. Cet ke I. Istilah ini tetap digunakan dengan makna ini dalam "Oxford English Dictionary" hingga 1905. [Jakarta. 2002]. Pornografi Dalam Media Massa. 137 Tjipta Lesmana. pembagian penduduk berdasarkan masyarakat adat yang berada antara satu dan lainnya. 30. Kata "porne" yaitu "perempuan jalang" dan graphein "menulis atau ungkapan". Lih. 69. . 4 3 2 Abu Al-Ghifari.3 Dalam pengertian aslinya. Cet ke I. Pornographos. Sementara itu menurut istilah beberapa para ahli pornografi dapat didefinisikan sebagai berikut. dibandingkan dengan erotika yang sifatnya lebih terhormat.

Foto-foto yang eksplisit muncul tak lama setelah ditemukannya fotografi. foto. gerakan atau bunyi suara dan/atau desah yang memberi kesan persenggamaan. lukisan. serta segala bentuk perilaku seksual dan hubungan seks manusia yang patut diduga menimbulkan rangsangan nafsu berahi pada orang lain. atau pengalaman pribadi secara detail dan vulgar. samping. Pornomedia Kontruksi Sosial Tehnologi Telematika dan Perayaan Seks di Media Massa. terawang. Dengan demikian secara garis besar dalam wacana pornografi atau dalam tindak pencabulan konteporer dan beberapa bentuk porno. [Jakarta. 01 Mei 2003. "Pornografi adalah bentuk ekspresi visual berupa gambar. film atau yang dipersamakan dengan film. Sejarah Pornografi dan Pornoaksi Pornografi dan pornoaksi mempunyai sejarah yang panjang. lesbian. sehingga konsepnya menjadi pornomedia."6  MUI atau Departemen Agama. homo. Penonjolan close up alat-alat vital. Hitearai berbeda 5 6 Maggie Humm. ciuman merangsang antara pasangan sejenis ataupun berlainan jenis.5  Menurut RUU Anti Pornografi. atau oral seks yang bertujuan untuk membangkitkan nafsu seksual". Ia seorang hitaerai yaitu perempuan yang hidupnya hanya untuk bersenang-senang dengan laki-laki. Kamis. h. tulisan. Sementara itu. Feminis dan Moralis Konservatif mendefinisikan pornografi sebagai "Penggambaran material seksual yang mendorong pelecehan seksual dengan kekerasan dan pemaksaan". 1998]. Wanita tersebut bernama Phyerne dari Thespie. sejarah munculnya pornografi da pornoaksi ini bermula dari keberadaan seorang perempuan cantik jelita. Pornosuara yaitu tuturan atau kalimat-kalimat yang diucapkan seoarang yang langsung atau tidak langsung bahkan secara halus atau vulgar tentang aktivitas seksual atau obyek sekual. video. baik dengan atau tanpa penutup. gerakan masturbasi. Ibid. sehingga pembaca merasa ia merasa menyaksikan sendiri. Ensiklopedia Feminisme. h. payudara atau pinggul. Dalam kasus tertentu semua katogori ini dapat menjadi sajian dalam satu media. Karya-karya film yang paling tuapun sudah menampilkan gambar-gambar telanjang maupun gambaran lainnya yang secara seksual bersifat eksplisit. 7 . Pikiran Rakyat Cyber Media. htm. 152. Beralih ke pengertian pornoaksi itu sebenarnya tidak jauh dengen pengertiannya dengan pornografi yaitu penekanannya pada pornoaksi lebih pada penggambaran aksi gerakan lenggokan dan liukan tubuh yang disengaja atau tidak sengaja untuk memancing bangkitnya nafsu seksual laki-laki. "Pornografi adalah ungkapan visualisasi dan verbalisasi melalui media komunikasi massa tentang perlakuan/perbuatan laki-laki dan/atau perempuan dalam keadaan memberi kesan telanjang bulat. 231.7 B. mengalami atau mengalami sendiri peristiwa atau hubungan seks itu. Pornoteks yaitu karya pencabulan yang mengangkat cerita berbagai fersi hubungan seksual dalam bentuk narasi. dilihat dari depan. Burhan Bungin. sehingga fantasi seksual pembaca menjadi menggebu-gebu terhadap hubungan seks yang digambarkan tersebut. pornografi.. pornosuara dan pornoaksi. tayangan atau media komunikasi lainnya yang sengaja dibuat untuk memperlihatkan secara terang-terangan atau tersamar kepada publik alat vital dan bagian-bagian tubuh serta gerakan-gerakan erotis yang menonjolkan sensualitas dan atau seksualitas. ----. atau belakang. Penggambaran yang detail secara narasi terhadap hubungan seks itu kemudian menimbulkan terciptanya teatre of mind pembaca.. Karya seni yang secara seksual bersifat sugestif dan eksplisit sama tuanya dengan karya seni yang menampilkan gambar-gambar yang lainnya. testimonial. yaitu meliputi porno teks. yang hidup di Negara Yunani yaitu sekitar abad ke-empat sebelum Masehi. Kaburnya Batasan Pornografi.

kreteria baik 8 9 Alex A. Pornografi Dalam Pers Sebuah Orentasi. Namun pada perkembangan selanjutnya seperti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia kata porne yang berasal dari kata porne yang berarti cabul. Perbedaan yang mencolok tersebut antara Barat dan Timur dari segi kehidupan sosial adalah Barat khususnya Benua Eropa mengalami kemajuan yang sangat menonjol. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pornografi Pornoaksi Ditinjau Dari Hukum Islam. 10 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sementara Timur masyarakatnya identik dengan memegang teguh tradisi. Sementara itu dalam realitasnya terjadi perbedaan yang sangat mencolok antara belahan Barat dan Timur. Strip-tease show yang dilakukan oleh seorang Hetaerai tersebut tidak berkaitan dengan porne yang berarti pelacur. kurun waktu dan tahapan kedewasaan etis dari orang-orang secara individual dan seluruh masyarakat. 10-11. Phryne menampakkan pakaiannya satu persatu hingga tubuh indahnya tampak oleh hakim dan seluruh yang hadir dan hasilnya Phryne dibebasakan dari tuduhan dan hukuman. h. Ketika hukum hendak menjatuhkan hukuman terhadap Phryne pembela Phryne yang bernama Hyperdes mengajukan pembelaan dengan cara meminta Phryne berdiri disuatu tempat di depan sidang dengan posisi yang dapat dilihat oleh semua hadirin. Dan pertunjukan Phryne itulah kemudian merupakan awal dari adegan pornografi yang kemudian berkembang menjadi striptease show. Dewan Pers 1987]. dan kultur masingmasing. Kedua. h. sudut social cultural bahwa ketika membahas mengenai pornografi maka yang harus diperhatikan adalah masalah perbedaan sosio budaya. Untuk itu perlu adanya kreteria mengenai indah. Rachim. yaitu perempuan pelacur yang digunakan dan dibayar setiap hari dan berbeda pula dengan istri yang dipercayakan untuk memelihara rumah tangga dan keturunan yang dapat dipercaya. atau dapat juga berarti tarian telanjang. 11 Neng Dzubaidah...10 Meskipun rumusan strip-tease tersebut tidak disertakan tujuan tarian telanjang adalah untuk merangsang nafsu birahi seperti halnya dengan rumusan pornografi namun akibat dari stip-tease ini juga sama-sama dapat membangkitkan nafsu birahi. 696. Berdasarkan pengertian diatas sebenarnya akibat dari striptease dan pornografi sebenarnya tidak berbeda baik yang ditampilkan secara langsung atau melalui media komunikasi yaitu sama-sama membangkitkan nafsu birahi bagi orang yang melihat atau menontonnya. Kreteria dan Batasan Pornografi dan Pornoaksi Berdasarkan kedudukannya pornografi dan pornoaksi dapat kita tinjau dari dua sudut yaitu pertama. Kamus Besar Bahasa Indonesia. adat istiadat. terutama yang diwarisi dari para leluhurnya. adalah penilaian yang lebih menyoroti pada aspek etika. saat ini bias disebut pornoaksi. Ibid. . 140. Dalam perkembangan selanjutnya strip-tease baik yang dilakukan secara langsung disebut dengan pornoaksi.9 Sedangkan kata pornografi menurut kamus tersebut adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dengan tujuan untuk membangkitkan nafsu birahi. 696.11 strip-tease yang dilakkan secara langsung. h.8 Pheyrne pernah dituduh sebagai perempuan yang mengkorupsi para jejaka Athena. C. Kamus Besar Bahasa Indonesia.. [Jakarta. Ibid. sementara strip-tease yang ditampilkan melalui lewat media maka dikatagorikan sebagai pornografi. h. Sementara itu jika strip-tease ditampilkan melalui media dikategorikan sebagai pornografi. Ibid. sedangkan kata strip-tease menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pertunjukan tarian yang dilakukan oleh perempuan dengan gerakan antara lain dengan menanggalkan pakaiannya satu persatu dihadapan penonton.dengan porne. atau tampa melalui media komunikasi.

[Jakarta. . Tim Kajian LBH APIK Jakarta.yang lebih mencakup pada masalah etis walaupun tekanannya bisa berbeda. Menurut Johan Suban sesuatu dinilai porno jika. Pembedaanpembedaan ini mungkin tampaknya tidak berarti bagi banyak orang. h.  Perangsangan nafsu birahi. Pornografi dan pornoaksi keras dapat merangsang orang bersangkutan untuk sampai melampiaskan dorongan seksualnya secara brutal kepada orang lain. 12.. Etika Seksual Dan Perkawinan . atau menirukan adegan seks. Perubahan pada tingkat ini akan berakibat tingkatnya sistem kepribadian dan organisme aksi masyarakat. Di dalam industrinya sendiri dilakukan klasifikasi lebih jauh secara informal. sementara pornografi dan pornoaksi berat mengandung gambargambar alat kelamin dalam keadaan terangsang dan kegiatan seksual termasuk penetrasi. Penilaian yang bijaksana mengenai masalah seksualitas. 76. Tanggapan atas RUU Anti Pornografi dan Anti Pornoaksi Sebuah Draf Kajian.13 Dengan demikian perubahan pada nilai atau sistem budaya akan berakibat pada perubahan sistem sosial. Ibid. adegan-adegan yang secara sugestif bersifat seksual. 14 15 Johan Suban Tukau. 75-76. Sementara itu berdasarkan tingkatan elsistensi dan pengaruh yang ditimbulkannya secara umum pornografi dan pornoaksi dibedakan menjadi dua yaitu pornografi dan pornoaksi normal. dan sistem organis. kreteria benar dan indah harus diikutsertakan sebagai landasan dasar untuk menggapai suatu penilaian yang bijaksana. APIK. Burhan Bungin. sosial dan moral. Dalam kreteria pornografi dan pornoaksi ada keterkaitan dengan teori yang dikemukakan oleh Talcott Person melalui konsep sibernetik bahwa ada keterkaitan sistem budaya. Kontruksi Sosial Teknologi Telematika dan Perayaan Seks Di Media Massa. 99. Melihat pergeseran tersebut terjadi perbedaan yang sangat signifikan antara masyarakat Barat dan masyarkat Timur dalam memandang konsep seks dan pornografi dan pornoaksi. Prenada. Mereka pun terlebih dulu mengkonsultasikan film-film mereka dalam versi yang berbeda-beda kepada tim hukum mereka. Ibid. pornografi dan pornoaksi biasa dan pornografi dan pornoaksi keras sadistis. sistem kepribadian. hanya alat kelamin genital untuk merangsang nafsu birahi terlepas dari nilai personal seperti cinta kasih dan kemesraan. Daya-daya seksual yang menyeluruh tidak diceritakan sebagai sarana ungkapan cinta dalam perkawinan dan cara untuk melanjutkan keturunan dalam keluarga. sistem sosial. Pengalaman manusia dan kebenaran agama. namun definisi hukum yang tidak pasti dan standar yang berbeda-beda pada penyalur-penyalur yang berbeda pula menyebabkan produser membuat pengambilan gambar dan penyuntingannya dengan cara yang berbeda-beda pula. h. Dalam ilmu penghetahuan tekanan yang benar. [Jakarta.15 pornografi dan pornoaksi menonjolkan kelamin genital untuk merangsang nafsu birahi yang brutal dan menunjukkan kelemahlembutan 12 13 Johan Suban Tukau. dalam arti seni tekanannya pada arti yang indah estetika. 2003]. tt]. Etika Seksual dan Perkawinan. ilmu pengetahuan dapat sangat membantu manusia dalam membuat penilaian etis yang bertanggung-jawab tampa terjebak membuat larangan-larangan moral yang irrasional. h. h.. Pornografi dan pornoaksi ringan umumnya merujuk kepada bahanbahan yang menampilkan ketelanjangan. dan dalam bidang etis tekannanya pada yang baik. Seks dilepaskan dari aspek yang lain seperti aspek psikologis.12 Secara garis besar perbedaan tersebut lebih mengacu pada pengaruh yang diakibatakan dua macam katogari pornografi tersebut.14 seksualitas diciutkan pada.  Isolasi seks.

76. media berlabel 'X' ini ternyata masih berjaya di pasaran. Media dengan tema seksualitas memang tumbuh dan berkembang luar biasa. h. Perkembangan Pornografi dan pornoaksi dalam Bentuk Media Pornografi dan pornoaksi dapat menggunakan berbagai media — teks tertulis maupun lisan.. teks erotik yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik lainnya. Orang lain adalah alat untuk melampiaskan nafsu birahi yang irasional. media jenis 'X' ini sangat laris manis di pasaran. kadang-kadang dengan ilustrasi. Salah satu contoh yang menonjol adalah gambar tentang sebuah bordil yang mengiklankan berbagai pelayanan seksual di dinding di atas 16 17 Johan Suban Tukau.. ukiran. Etika Seksual Dan Perkawinan Ibid. Novel dan cerita pendek menyajikan teks tertulis. Itu berarti perendahan atau pelecehan nilai suci perkawinan dan keluarga. h. Etika Seksual Dan Perkawinan. Hampir di setiap sudut kota.  Tiadanya hormat terhadap lingkungan intim16. Jika media dengan tema politik. Bahwa manusia juga memiliki akal budi. Mencari media kategori 'X' ini bukan pekerjaan sulit. a. Tidak dilihat bahwa dorongan seksual dapat dibudidayakan dan disumblimasi. Seolah-olah pria dan wanita adalah obyek yang harus dinikmati. Daya tarik media kategori ini di mata konsumen barangkali terletak pada tampilan gambarnya yang vulgar dan memancing birahi. Relief Klasik Sementara itu pada manusia telanjang dan aktivitas-aktivitas seksual ditampilkan dalam sejumlah karya seni paleolitik misalnya pada patung Venus.  Membangkitkan dunia khayalan. Ibid. sementara majalah seringkali menggabungkan foto dan teks tertulis. di agen-agen koran. bagi remaja akan menjerumuskan mereka ke dunia fantasi dan bukan pada dunia nyata. dan berbagai tempat lain. Film porno menggabungkan gambar yang bergerak. khususnya dalam perkawinan. bila dibandingkan dengan media lainnya. Sebaliknya. Johan Suban Tukau. Ada sejumlah lukisan porno di tembok-tembok reruntuhan bangunan Romawi di Pompeii. gambar.17 pornografi dan pornoaksi mempertontonkan gambar telanjang bagi remaja dan kalangan lainnya dengan tujuan tidak menjelaskan secara benar fungsi alat kelamin. foto-foto. kios. Media dan Akses Pornografi dan Pornoaksi Perkembangan media dalam balutan pornografi dan pornoaksi bekembang dengan pesat. tetapi lebih untuk membuat mereka berkhayal. atau tema lain sudah banyak yang gulung tikar. 76. sehingga orang akan cenderung melupakan adat mengabaikan nilai persahabatan dan pergaulan. serta isi pemberitaannya yang berputar pada wilayah seksualitas. Adegan seks dipertontonkan secara berlebihan. namun tidak jelas apakah tujuannya adalah membangkitkan rangsangan seksual. Pornografi dan pornoaksi tidak menghargai privacy dibidang seksualitas manusiawi. gambar bergerak termasuk animasi. Hubungan seksual personal yang intim antara suami istri dalam keseluruhan hidup berkeluarga disajikan secara terbuka dalam pornografi dan pornoaksi tampa hormat sama sekali. dan suara seperti misalnya suara orang yang bernapas tersengal-sengal. atau sosial. Suatu pertunjukan hidup pun dapat disebut porno. D.emosional yang psikis dan seksualitas. 1. kehendak dan cita-cita yang luhur. Sehingga wajar. cukup mudah untuk menemukan media kategori ini. manusia membutuhkan lingkungan intim. . gambar-gambar itu mungkin mempunyai makna spiritual.

yang dibuat di Prancis pada 1908. Audio Visual Film Film-film porno juga hampir sama usianya dengan media itu sendiri. sebuah film 59-menit 1970 umumnya diakui sebagai film porno pertama yang eksplisit dan mempunyai plot. Bahkan sebagian orang mengatakan bahwa pornografi dan pornoaksi telah menjadi kekuatan yang mendorong yang mendorong teknologi dari mesin cetak. 66 Banyak film porno seperti itu yang dibuat dalam dasawarsa-dasawarsa berikutnya. Film Jerman Am Abend sekitar 1910 adalah. Di Pompeii orang pun dapat menjumpai gambaran zakar dan buah zakar yang ditoreh di sisi jalan. "film porno yang paling awal.3. Film ini dibintangi oleh Bill Osco dan Howard Ziehm. menampilkan penetrasi seksual. kadang-kadang seolah-olah sedang melakukan masturbasi. demikian tulis Robertson. dan fetishes. pornografi dan pornoaksi di Amerika Serikat berkembang dari apa yang disebut "majalah pria" seperti Playboy dan Modern Man pada 1950-an.200 tahun yang melukiskan "seorang laki-laki yang sedang membungkuk di atas seorang perempuan" dalam cara yang memberikan kesan suatu hubungan seksual. 2. Gambaran laki-laki itu kemudian diberi nama "Adonis von Zschernitz". meskipun alat kelamin mereka ataupun bagian-bagiannya tidak benar-benar diperlihatkan. tergantung versi yang diedarkan].18 Sementara itu. Buku-buku komik porno yang dikenal sebagai kitab suci Tijuana mulai muncul di AS pada tahun 1920-an. 18 . Para arkeolog di Jerman melaporkan pada April 2005 bahwa mereka telah menemukan apa yang mereka yakini sebagai sebuah gambaran tentang adegan porno yang berusia 7. untuk menunjukkan jalan kepada para pengunjung. dan pada akhirnya pada 1990-an. Film Facts. Hampir bersamaan dengan penemuan fotografi. "sebuah film pendek sepuluh menit yang dimulai dengan seorang perempuan yang memuaskan dirinya sendiri di kamarnya dan kemudian beralih dengan menampilkan dirinya sedang berhubungan seks dengan seorang laki-laki. Film ini kemungkinan dibuat antara 1907 dan 1912. yang kemudian membuat film porno berat (atau ringan. melakukan fellatio dan penetrasi anal. majalah-majalah ini. yang diedarkan di bioskop-bioskop di AS. teknik ini pun digunakan untuk membuat foto-foto porno. melalui fotografi foto dan gambar hidup hingga video. yang dapat diketahui tanggal pembuatannya adalah A L'Ecu d'Or ou la bonne auberge". Seruanseruan untuk mengatur atau melarang teknologi-teknologi ini telah sering menyebutkan pornografi dan pornoaksi sebagai dasar keprihatinannya. El Satario dari Argentina mungkin malah lebih tua lagi. hlm.masing-masing pintu. masturbasi. Robertson mencatat bahwa "film-film porno tertua yang masih ada tersimpan dalam Kinsey Collection di Amerika. seks kelompok. Media Cetak Pornografi dan pornoaksi yang diedarkan secara massal sama tuanya dengan mesin cetak sendiri. Jalan ceritanya menggambarkan seorang tentara yang kelelahan yang menjalin hubungan dengan seorang perempuan pelayan di sebuah penginapan. menunjukkan jalan ke wilayah pelacuran dan hiburan. mulai menampilkan gambar-gambar yang lebih eksplisit. Pada paruhan kedua abad ke-20. Sebuah film menunjukkan bagaimana konvensi-konvensi porno mula-mula ditetapkan. Majalah-majalah ini menampilkan perempuan yang telanjang atau setengah telanjang perempuan. keterangan dari film-film seperti itu seringkali sulit diperoleh. lesbianisme dan homoseksualitas. yang pada masa itu juga termasuk majalah Penthouse. Menurut buku Patrick Robertson." Robertson. namun karena sifat pembuatannya dan distribusinya yang biasanya sembunyi-sembunyi. pornografi dan Mona [juga dikenal sebagai Mona the Virgin Nymph]. Namun pada akhir 1960-an. TV satelit dan internet.

Fritz the Cat . dll. Seperti Majalah. yg disutradarai oleh Paul Mazursky  1970 .pornoaksi.Al Goldstein mendirikan Screw  1969.Catatan Film Porno . Dan ini adalah film porno kelas X pertama yang dibuat tinjauannya oleh New York Time . dunia Sex telah menjadi bahan pembicaraan dan sudah ada selama bertahun-tahun lalu.Ralph Bakshi Anime dengan anggaran yang relatif tinggi. Siapakah yg mem-populerkan hal ini.  1970 . Siapa pula yang pertama kali membuat situs xxx dewasa? Siapa pula yang memulai membayar dan menjadikan pornografi dan pornoaksi ini ajang bisnis luar biasa. Film ini umumnya dianggap sebagai film pertama yang menggambarkan adegan porno homoseksual. Film ini juga merupakan film porno pertama yang mencantumkan namanama pemain dan krunya di layar (meskipun umumnya menggunakan nama samaran).Deep Throat .Cycle Studs .Gerard Damiano Straight  1972 .The Mitchell Brothers Straight  1972 .Catatan Film Porno . Film Porno. meski kita semua tahu bahwa Manusia pasti tak luput dari Dunia Sex sejak jaman Adam dan Hawa.Wakefield Poole Gay  1971 .The Boys in the Sand . Ruth lahir.Hugh Hefner memulai majalah Playboy  1965 . pornoaksi.Kondom pertama kali muncul dalam sebuah film . yaitu film Flesh Gordon. Internet telah membuka mata dunia dan menjadikannya dunia tanpa batas yang bisa dijangkau dengan mudah.Le Salon Gay  1971 .Dr. Film tahun 1971 The Boys in the Sand dapat disebutkan sebagai yang "pertama" dalam sejumlah hal yang menyangkut pornografi.Carnal Knowledge.Kama Sutra diciptakan  1440 .Behind the Green Door .Film mainstream pertama kali menampilkan gaya Swinger pertukaran pasangan . Berikut ini adalah catatan sejarah singkat pornografi dan pornoaksi yg dimulai pada abad pertama sebelum Masehi:  Abad pertama sebelum masehi . Ini juga film porno pertama yang membuat parodi terhadap judul film biasa [judul film ini The Boys in the Band].  1953 . Sejak jaman Video Betamax sampai Internet tanpa batas ini.Surat Kabar Gutenberg ditemukan  1928 .Film Porno tercatat . Keterangan dan beberapa catatan berikut mungkin untuk melihat sejarah pornografi dan pornoaksi yang ada di dunia.Penthouse memperkenalkan ke publik untuk pertama kali.Bob Guccione membuat Penthouse  1968 .Film Porno tercatat .Film Porno tercatat . disutradarai oleh Mike Nichols  1972 . lalu siapa pula yg mulai menyebarkanya dan membuat pornografi dan pornoaksi menjadi komersil dan bahkan ditentang seperti sekarang? Ide tentang penyebaran pornografi dan pornoaksi dimulai dari banyak hal.Bob & Carol & Ted & Alice.

com adalah domain yang pertama kali didaftarkan  1985 .com. bbn.  1995 .Al Goldstein memasang “Fuck You Finger” jari tengah dihalaman belakang rumahnya di Florida.Yahoo membuang iklan pornografi dan pornoaksi dari mesin pencarinya  2003 .HIV/AIDS menjadi topik hangat  1983 .com dijual seharga $15.std.edu. berkeley.com  1992 .com.edu.gov.Pencuri Sex.VHS Video diperkenalkan  1981 .edu.Pamela Anderson dan Tommy Lee video porno bocor  1998 .AEBN meluncurkan situs VOD Video On Demand . Stephen Cohen ditahan  2005 .Larry Flynt starts Hustler.Video iPod diperkenalkan . ucla. purdue. rice.  1984 .com.960 halaman reportase dan interogasi pornografi dan pornoaksi atas perintah President Ronald Reagan. css.Viagra diperkenalkan  1998 .edu.Sex.edu.world. Dia lalu mundur dari Miss Amerika.  1990 .Penthouse bangkrut  2005 .Video atas permintaan  2000 .Sex. mitre.Betamax Video diperkenalkan  1975 .Domain name business.com dikembalikan ke Gary Kremen setelah melalui proses hukum.Name server Domain Host dikembangkan di University of Wisconsin  1984 .  2000 .Paypal menolak transaksi dewasa  2003 .Domain name business. mit.Sex.Domain yang bisa didaftarkan pada mulanya .World Wide Web www tercipta  1994 .000  2000 .com dijual $7.000  1997 .Pengacara Amerika Jendral Edwin Meese publish 1.Ikln komersial pertama tentang provider Internet dial-up .com dijual $150. think.Arti dari “Surfing the Internet” pertama kali kita dengar browsing  1993 .Domain Name Systems DNS diperkenalkan  1985 . rutgers.edu.com didaftarkan oleh Gary Kremen  1995 .Domain name tv.edu. 1974 .DVD diperkenalkan  1997 .org  1986 .  1999 .Iklan Kondom pertama kali tampil di TV  1976 .Konfirmasi pertama blowjob di White House.cmu.Majalah Penthouse menampilkan gambar Vanessa Williams telanjang.000  1997 .com dicuri oleh Stephen Cohen  1996 .  1975 .American Express menghentikan transaksi pornografi dan pornoaksi  2001 .500.Symbolics.

Kehadiran media-media semacam ini telah memberikan dampak destruktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Ketika ekspose produk pers telah melampaui batas moralitas. Apa yang dipaparkan tidak lebih dari cerita-cerita perangsang nafsu seksual. merupakan pilar keempat dalam proses pendidikan. seni. dan pornografi dan pornoaksi. Paham-paham tersebut secara nyata berbahaya terhadap berjalannya pendidikan dan pengajaran di sekolah. Inilah yang belakangan dikenal sebagai hidden curriculum kurikulum yang tersembunyi. hedonisme. tidak banyak tindakan nyata yang dilakukan oleh pemerintah. dan usaha yang berkecenderungan untuk diwujudkan menjadi kegiatan. Media massa dalam berbagai bentuknya. dan kebebasan. Merebaknya kasus-kasus amoral sebagian besar dipengaruhi oleh media bernuansa pornografi dan pornoaksi. htm . Mereka yang bergerak dalam industri media semacam ini tampaknya kurang menyadari bahwa produk pers memiliki tangung jawab sosial.Tercatat. Perkembangan pesat pornografi dan pornoaksi terjadi seiring reformasi. Orang kini 19 Masa Kesetrum. dan pola pikir anak didik. Selain penuh dengan gambar-gambar seronok dan merangsang. Kalau kita cermati. maka kita harus melakukan tindakan secara nyata untuk menggugat dan mencegahnya. media-media berkategori 'X' tersebut sebenarnya sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah media. terutama di kalangan anak-anak. brutalisme. besarnya pengaruh media massa menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini. Kehadirannya telah membentuk perilaku.000  2006 . yaitu 18 tahun. 4. Dampak kognitif berhubungan dengan pemikiran. sedangkan dampak emosional berhubungan dengan perasaan.Google berurusan dengan pengadilan gara-gara hasil pencarian porno19 Oleh karena itu. isi tulisannya pun jauh dari kaidah-kaidah jurnalistik.com dijual $12. VHS. tekad. Ada beberapa paham yang ikut serta dalam media-media yang ditonton oleh anakanak. DVD. Namun sayang. Karena media memiliki pengaruh secara signifikan terhadap realitas sosial. Bahkan. upaya. dan Format-Format Depan Selama sejarahnya. Sejarah Pornografi Dunia. yaitu paganisme.Sex. Protes terhadap persoalan pornografi dan pornoaksi sebenarnya sudah banyak disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat. maka pada titik inilah perilaku dan moralitas permisif akan semakin meluas dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.000. Dampak dari kehadiran media bisa berwujud dampak kognitif dan dampak emosional. kamera film juga telah digunakan untuk membuat pornografi dan pornoaksi. pada saat membuat sebagian besar dari film-filmnya. Dampak kognitif juga mencakup aspek niat. dan Traci Lords belakangan diketahui usianya di bawah usia legal. yakni beragam bentuk media yang mempengaruhi berjalannya proses pendidikan dan perkembangan psikologis anak didik. yang berkembang justru perdebatan antara moralitas. karena adanya nilai-nilai yang saling bertubrukan. sikap. Dari sini jelas betapa berbahayanya pornografi dan pornoaksi di tinjau dari dimensi pendidikan. Video: Betamax. industri film porno pun mengalami perkembangan besar-besaran dan melahirkan bintang-bintang "film dewasa" seperti Ginger Lynn. dan dengan munculnya perekam kaset video rumahan. 2006 . setiap kali protes dilakukan. Christy Canyon. Jika pengaruh negatif berdampak pada taraf kognitif dari kesadaran masyarakat.

dan isi DVD untuk komputer saja. "Devil in the Flesh".000 judul dalam bentuk DVD setiap tahunnya. generasi gambar-gambar yang sama sekali bersifat sintetik. orang kini mempunyai sarana untuk membuat filmnya sendiri. 1999. menantang kritik-kritik konvensional terhadap pornografi dan pornoaksi. Praktik ini dilakukan dengan membuat perubahan-perubahan kecil terhadap foto-foto untuk memperbiaki penampilan para modelnya. Akhirnya. Sementara itu banyak juga. tetapi sejumlah pornografi dan pornoaksi dihasilkan tanpa aktor manusia sama sekali. Ditambah dengan hadirnya kamera video yang murah. sejumlah pornografi dan pornoaksi dihasilkan melalui manipulasi digital dalam program-program editor gambar seperti Adobe Photoshop. Ketika gambar-gambar khayal tentang penyiksaan atau pemerkosaan disebarkan secara luas. Para produsen film erotik diramalkan akan memainkan peranan penting dalam menentukan standar DVD yang akan dating. hingga perubahan-perubahan besar dalam bentuk membuat photomorph dari makhluk-makhluk yang tidak pernah ada seperti misalnya gadis kucing atau gambar-gambar dari para selebriti yang bahkan mungkin tidak pernah memberikan persetujuannya untuk ditampilkan menjadi film porno. karena kemungkinan gambar-gambar itu hanyalah gambar sintetik. meskipun ketika kasus-kasus itu menjadi semakin lazim. Gagasan tentang pornografi dan pornoaksi yang sepenuhnya dihasilkan oleh komputer sudah dipikirkan sejak dini sebagai salah satu daerah aplikasi yang paling jelas untuk grafik komputer dan pembuatan gambar tiga dimensi. . yang tidak merekam peristiwa-peristiwa yang sesungguhnya. pengaruhnya kemungkinan akan berkurang. Upaya-upaya inovasi lainnya muncul dalam bentuk video interaktif yang memungkinkan pengguna memilih variabelvariabel seperti sudut kamera berganda. Pembuatan gambar-gambar lewat komputer yang sangat realistik menciptakan dilemadilema etika baru. untuk dinikmati sendiri atau bahkan untuk dijual dan memperoleh keuntungan. Ada yang berpendapat bahwa Sony Betamax kalah dalam perang format dari VHS dalam menjadi sistem rekam/tonton video di rumah karena industri video film biru memilih VHS ketimbang sistem Sony yang secara teknis lebih unggul. penutup berganda mis. ditambah dengan pilihan yang lebih banyak untuk memuaskan fantasi dan fetishnya. memperbaiki cahaya dan kontras fotonya. memberikannya kekuatan yang sangat besar untuk mempengaruhi pertempuran antara kedua kelompok studio dan perusahaan teknologi yang saling bersaing untuk menetapkan standar untuk generasi berikutnya" 5. Menurut sebuah artikel Reuter 2004 "Industri bermilyar-milyar dolar ini menerbitkan sekitar 11. para penegak hukum menghadapi kesulitan-kesulitan tambahan untuk menuntut gambar-gambar otentik yang menampilkan perbuatan kriminal. sementara kelengkapan yang kecil umumnya lebih mendukung HD-DVD yang tidak begitu mahal. seperti misalnya menyingkirkan cacat pada kulit. Keberadaan foto-foto porno palsu dari para selebriti memperlihatkan kemungkinan untuk menggunakan gambar-gambar palsu untuk melakukan pemerasan atau mempermalukan siapapun yang difoto atau difilmkan. Manipulasi digital membutuhkan foto-foto sumber. Kelengkapan outfit yang besar cenderung mendukung Cakram cahaya biru yang memiliki kapasitas tinggi.dapat menonton film porno dengan leluasa dalam privasi rumahnya sendiri.

ketika perangkat lunak untuk pembuatan model dan animasi semakin maju dan menghasilkan kemampuan-kemampuan yang semakin tinggi pada komputer. Sejak akhir tahun 1990-an. [] . Pada awal 2000-an kegiatan ini semakin berkembang. Pada tahun 2004. serta akses yang mudah ke sumber-sumber bahan porno telah memungkinkan pribadi-pribadi untuk membuat dan menyebarkan bahan-bahan porno yang dibuat sendiri atau dimodifikasi dengan biaya yang sangat murah dan bahkan gratis. perangkat lunak yang kian berdaya dan mudah digunakan. pornografi dan pornoaksi pun semakin mudah didapat. Pornografi dan pornoaksi gratis dalam jumlah besar di internet juga disebarkan dengan tujuan-tujuan pemasaran. Sebagian dari pengusaha wiraswasta internet yang paling berhasil adalah mereka yang mengoperasikan situs-situs porno di internet. internet memberikan sarana yang mudah kepada konsumen yang tinggal di negara-negara di mana keberadaan pornografi dan pornoaksi dilarang sama sekali oleh hukum. 5. sebagian situs hiburan permainan video "interaktif".Hingga akhir 1990-an pornografi dan pornoaksi yang dihasilkan melalui manipulasi digital belum dapat dihasilkan dengan murah. Terbitan Playboy pada Oktober 2004 menampilkan foto-foto telanjang dada dari tokoh permainan video BloodRayne. Demikian pula foto-foto konvensional ataupun video porno. Dengan munculnya aplikasi berbagi file peer-to-peer seperti Kazaa. Kamera digital yang murah. Internet Dengan munculnya internet. dapat dengan mudah mendapatkan bahan-bahan seperti itu dari negara-negara lain di mana pornografi dan pornoaksi legal atau tidak mengakibatkan tuntutan hukum. Karena sifatnya internasional. untuk menggalakkan para pelanggan yang membeli program bayaran. Lihat pornografi dan pornoaksi internet. Biaya yang murah dalam penggandaan dan penyebaran data digital meningkatkan terbentuknya kalangan pribadi orang-orang yang tukar-menukar pornografi dan pornoaksi. tukar-menukar pornografi dan pornoaksi telah mencapai rekor yang baru. "porno dari masyarakat untuk masyarakat" tampaknya telah menjadi kecenderungan baru. pornografi dan pornoaksi yang dihasilkan lewat komputer gambarnya melibatkan anakanak dan hubungan seks dengan tokoh fiksi seperti misalnya Lara Croft sudah dihasilkan pada tingkat yang terbatas. Pornografi dan pornoaksi gratis tersedia secara besar-besaran dari para pengguna lainnya dan tidak lagi terbatas pada kelompok-kelompok pribadi. atau setidak-tidaknya mereka yang tidak perlu memperlihatkan bukti usia.

yang secara umum berlandasakan pada surah al-Nûr ayat 30-31 dan al-Ahzâb 59 yaitu. 59 . Teks Al-Qur'an Islam memberikan definisi yang jelas dan tidak mengambang tentang pornografi dan pornoaksi. dan memelihara kemaluannya. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.BAGIAN KE-DUA PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI PERPEKTIF HUKUM ISLAM A. Berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi. kecuali yang biasa nampak daripadanya. laki-laki dan perempuan dalam agama Islam terdapat aturan tentang cara berpakaian dan kode tingkah laku yang Islami. Dan hendaklah mereka menutupkan kain 20 al-Ahzâb. karena itu mereka tidak diganggu. anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka"."20 An Nûr 30-31 c‫ه‬f‫ الل‬f‫ن‬a‫ إ‬o‫م‬t‫ه‬c‫ى ل‬c‫ك‬a‫ ل‬o‫م‬t‫ه‬c‫وج‬t‫ر‬t‫وا ف‬t‫ظ‬c‫ف‬o‫ح‬c‫ي‬ c‫ك‬o‫ز‬c‫ أ‬c‫ذ‬ c‫ و‬o‫م‬a‫ه‬a‫ار‬c‫ص‬o‫ب‬c‫ أ‬o‫ن‬a‫ض‚وا م‬t‫غ‬c‫ي‬ c‫ين‬a‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫ل‬a‫ ل‬o‫ل‬t‫ق‬ ‫ت‬c‫ك‬c‫ل‬c‫ا م‬c‫ م‬o‫و‬c‫أ‬ f‫ن‬a‫ه‬a‫ائ‬c‫س‬a‫ ن‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ات‬c‫و‬c‫خ‬c‫ي أ‬a‫ن‬c‫ ب‬o‫و‬c‫أ‬ o‫و‬c‫أ‬ f‫ن‬a‫ه‬a‫ان‬c‫و‬o‫خ‬a‫ي إ‬a‫ن‬c‫ ب‬o‫و‬c‫أ‬ 30c‫ون‬t‫ع‬c‫ن‬o‫ص‬c‫ير› ي‬a‫ب‬c‫خ‬ ‫ا‬c‫م‬a‫ب‬ ‫ى‬c‫وا عل‬t‫ر‬c‫ه‬o‫ظ‬o‫م‬c‫ ل‬c‫ين‬a‫ذ‬f‫ ال‬a‫ل‬o‫ الط¡ف‬a‫و‬c‫ أ‬c‫ن‬a‫ م‬a‫ة‬c‫ب‬o‫ر‬a‫إ‬o‫ي ال‬a‫ول‬t‫ أ‬c‫ين‬a‫ع‬a‫اب‬f‫ الت‬a‫و‬c‫ أ‬f‫ن‬t‫ه‬t‫ان‬c‫م‬o‫ي‬c‫أ‬ c c‫ي‬ a‫ال‬c‫الر¡ج‬ c‫ غ‬a‫ر‬o‫ي‬ ‫ه‬f‫ى الل‬c‫ل‬a‫وا إ‬t‫وب‬t‫ت‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ ت‬o‫ن‬a‫ م‬c‫ين‬a‫ف‬o‫ خ‬c‫م‬c‫ل‬o‫ع‬t‫ي‬a‫ ل‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ل‬t‫ج‬o‫ر‬c‫أ‬a‫ب‬c‫ي‬c‫ن‬o‫ب‬a‫ر‬o‫ض‬ c‫ و‬c‫ين‬a‫ز‬ t‫ا ي‬c‫م‬ ‫ا‬c‫ل‬c‫ و‬a‫اء‬c‫ الن¡س‬a‫ات‬c‫ر‬o‫و‬c‫ع‬ 31‫ون‬t‫ح‬a‫ل‬o‫ف‬t‫ ت‬o‫م‬t‫ك‬f‫ل‬c‫ع‬c‫ ل‬c‫ا ون‬c‫ي‚ه‬c‫أ‬ t‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫يع…ا ال‬a‫م‬c‫ج‬ "Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. ‫ك‬a‫ل‬c‫ ذ‬f‫ن‬a‫ه‬a‫يب‬a‫اب‬c‫ل‬c‫ ج‬f‫ن‬a‫ه‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ين‬a‫ ن‬c‫ين‬a‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫سال‬a‫ن‬c‫ و‬c‫ك‬a‫ات‬c‫ن‬c‫ب‬ o‫ن‬a‫ م‬c‫ ع‬o‫د‬t‫ي‬ a‫اء‬c c‫ و‬c‫ك‬a‫اج‬c‫و‬o‫ز‬c‫أ‬a‫ ل‬o‫ل‬t‫ي‚ ق‬a‫ب‬f‫ا الن‬c‫ي‚ه‬c‫اأ‬c‫ي‬ 59 ‫يم…ا‬a‫ح‬c‫ور…ا ر‬t‫ف‬c‫ غ‬t‫ه‬f‫ الل‬c‫ان‬c‫ا ك‬c‫ل‬c‫ ف‬c‫ن‬o‫ف‬c‫ر‬o‫ع‬t‫ي‬ c‫ و‬c‫ن‬o‫ي‬ c‫ذ‬o‫ؤ‬t‫ي‬ o‫ن‬c‫ى أ‬c‫ن‬o‫د‬c‫أ‬ "Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal.

Ibid. M. h.24 Aspek lainnya dalam ayat diatas adalah berkaitan dengan konteks heteroseksualitas. Dalam ayat tersebut memerintahkan agar wanita untuk tidak menampakkan kecantikan dan perhiasan mereka. Antara Kesalehan. Jilbab. atau putera-putera mereka. Selanjutnya dalam teks tersebut juga memerintahkan hal yang sama pada wanita untuk menundukkan pandangan mereka dan menyembunyikan genital mereka. Tafsir Maudhu'i atas Palbagai Persoalan Umat. kecuali dengan orang-orang yang telah sah untuk berhubungan seksual dengannya suami. Mizan. atau ayah suami mereka. atau putera-putera suami mereka. atau pada orang yang dilarang untuk itu famili yang telah ditentukan. atau wanitawanita Islam. Kata libâs merujuk pada fungsi pakaian sebagai penutup.kudung ke dadanya. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. atau saudara-saudara laki-laki mereka. 2003]. h. sedangkan sarabîl ditemukan sebanyak tiga kali dalam dua ayat. hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. Atau dalam pengertian lain mengakomodasi dua kualitas manusia yaitu secara seksualitas dan religius sebagai suatu yang normatif sementara disisi lain berusaha untuk memenuhi ideal tertinggi dari prilaku sesiomoral. Kata libâs ditemukan sebanyak sepuluh kali. tsiyâb. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan sarabîl. atau budak-budak yang mereka miliki. ruang sakral dan ajaran tentang pakaian. yang terdapat dalam diri manusia yaitu tertutupnya aurata. atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Antara Kesalehan. atau putera-putera saudara laki-laki mereka.23 Disitu dengan jelas tidak kontradiksi antara menjadi makhluk religius sekaligus menjadi makhluk sosial. 30-1 Al-Qur'an paling tidak menggunakan tiga istilah untuk pakaian yaitu libâs. 21 22 An Nûr. kecuali kepada suami mereka. konsep ghadhdh al-bashâr menundukkan pandangan dan hifzh al-furûj menjaga atau menutupi organ genital merupakan sesuatu yang sentral dalam kode tersebut. Jilbab. "21 Dari ayat diatas terlihat dengan jelas bahwa Islam menghubungkan prilaku sosiomoral.. . Wawasan Al-Qur'an. h. 222. Serambi Ilmu Semesta. 23 Fedwa El Guindi. atau ayah mereka. [Bandung. laki-laki disebut terlebih dahulu agar mematuhi perintah-perintah ini yaitu mengendalikan tatapan mereka pada wanita dan menekan hasrat mereka pada saat berinteraksi dengan wanita yang bukan muhrimnya. Sementara itu katakata tsiyâb ide dasar adanya pakaian adalah untuk dipakai. Kedua. dan erotisme. dan janganlah menampakkan perhiasannya. Dalam ayat tersebut signifikasi ajaran khusus yang disampaikan dalam teks diatas terdapat pada konteks rasionalnya yang ditunjukkan pada laki-laki dan perempuan. Lihat.22 Dua poin yang dapat diambil dari teks diatas adalah: Pertama. 221. 2000]. privasi. atau yang tidak mungkin untuk itu. Dimana dalam hal ini konsep seksualitas merupakan suatu aspek yang normatif baik dalam kehidupan biasa dan dalam kehidupan religius. Kesopanan Dan Perlawanan. [Jakarta. Kesopanan Dan Perlawanan. atau putera-putera saudara perempuan mereka. 155-156. tsiyâb ditemukan sebanyak delapan kali. Quraish Shihab. 24 Fedwa El Guindi.

Gramedia Pustaka.Terkait hal tersebut kata-kata jilbab25 diatas merujuk pada pakaian yang panjang dan longgar. sebuah gorden. 345. 1988.28 Hal yang terpenting dalam menyoroti tentang pornografi dan pornoaksi dan menjadi intinya dalam dunia Islam adalah mengenai konsep aurat. al-Ahzâb 13 . h. Bentuk tunggal disebut dalam surah QS. mereka tidak lain hanyalah hendak lari. 26 27 28 25 Echols dan Shadily. an-Nûr 31 dan 58. maka kembalilah kamu". Dan inilah yang kemudian menjadi titi sentral dalam pembahasan tentang pornografi dan pornoaksi dalam perspektif Islam. Muhtar ash-shilhah. Dan pada perkembangan selanjutnya. Yaitu pakaian yang tidak menonjolkan bentuk lekuk tubuh dari si pemakai. Al-Mu'jam al Wasith.26 Sementara itu istilah jilbab diterjemahkan untuk wanita muslimah di Indonesia lebih umum digunakan untuk corak pakaian Islam tertentu. walaupun maknanya tidak konsisten ada yang mengatakan sebagai tutup kepala. 636. Kamus Indonesia-Inggris. jilbab ini kemudian memiliki posisi yang penting yaitu sebagai simbul identitas sekaligus resistensi. Lihat pula Ibrahim Anis dkk. ‫ي‬a‫ب‬f‫الن‬t‫م‬t‫ه‬o‫ن‬a‫يق› م‬a‫ر‬c‫ ف‬o‫س‬c‫ي‬c‫وا و‬t‫ع‬a‫ج‬o‫ار‬c‫ ف‬o‫م‬t‫ك‬c‫ ل‬c‫ام‬c‫ق‬t‫ا م‬c‫ ل‬c‫ب‬a‫ر‬o‫ث‬c‫ة› ي‬c‫ف‬a‫ائ‬c‫ ط‬o‫ذ‬a‫إ‬c‫و‬ t‫ن‬a‫ذ‬o‫أ‬c‫ت‬ c‫ل‬o‫ه‬c‫ اأ‬o‫م‬t‫ه‬o‫ن‬a‫ م‬o‫ت‬c‫ال‬c‫ق‬ c‫ي‬ 13 ‫ار…ا‬c‫ر‬a‫ا ف‬f‫ل‬a‫ إ‬t‫يد‬a‫ر‬t‫ ي‬o‫ن‬a‫إ‬ c‫ة¯ ون‬c‫ر‬o‫و‬c‫ع‬a‫ ب‬c‫ي‬a‫ة› ه‬c‫ر‬o‫ا و‬c‫ن‬c‫وت‬t‫ي‬t‫ ب‬c‫ون‬t‫ول‬t‫ق‬c‫ي‬ ‫ا‬c‫م‬c‫و‬ c‫ع‬ f‫ن‬a‫إ‬ "Dan ingatlah ketika segolongan di antara mereka berkata: "Hai penduduk Yatsrib Madinah. Ketiga. 1996]. h. [Jakarta. Aurat berasal dari bahasa Arab yang secara literal berarti celah. Reconstructing Self and Society. 24. Javanese Muslim Women and "The Veil". Pertama. kekurangan. rajutan panjang yang ditempelkan pada topi atau tutup kepala wanita. tidak ada tempat bagimu.29 Dalam al-Qur'an lafal aurat disebut empat kali. Lih. kebaya. [Amirican Ethnologis. yang dipakai untuk memperindah atau untuk menutupi kepala. Brenner. Al-Irsyad. kain panjang yang dipakai wanita untuk menutup kepala. h. Keempat. ed Echols dan Shadily. dua kali dalam bentuk tunggal mufrad dan dua kali dalam bentuk plural jama'. bagian tutup kepala yang melingkari wajah terus sampai kebahu. Cet II. 30 29 QS. Juz II. al-Ahzâb 13. 692. dan selendang kepala longgar yang dipakai oleh wanita tua di Indonesia". [Homes. Kata "jilbab" yang secara leksikal diartikan sebagai "penutup" dalam arti menutupi" atau menyembunyikan atau menyamarkan. 1994]. kata ini digunakan untuk empat ungkapan. Suzanne. Muhammad bin Abi Bakar ar-Râzi."30 Dan dalam bentuk jamak disebut dalam surat QS. Sebagai kata benda. sesuatu yang memalukan atau sesuatu yang dipandang buruk dari anggota tubuh manusia dan yang membuat malu jika dipandang. Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka. Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi untuk kembali pulang dengan berkata: "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka tidak ada penjaga".27 Brenner menemukan bahwa "pakaian ini sudah umum diketahui sebagai corak baru pakaian Islam yang di Impor dari Timur Tengah dan dikenakan oleh wanita muda sebagai kebalikan dari pakaian tradisional sarung. h. [Cet ke-3]. secarik testil tipis yang digantung untuk memisahkan atau menyembunyikan sesuatu yang ada di baliknya. h. Kamus Indonesia Ingrris. 1989]. bahu dan kadang-kadang muka. Kedua. 97.

yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. dan janganlah menampakkan perhiasannya. 031.‫أ‬ 030. atau wanita-wanita Islam. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. atau putera-putera suami mereka. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. atau budak-budak yang mereka miliki. hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung Surat QS. Nûr ayat 58. atau ayah suami mereka. hendaklah budak-budak lelaki dan wanita yang kamu miliki. dan memelihara kemaluannya. dan orang-orang yang belum balig di antara kamu. atau putera-putera saudara perempuan mereka. meminta izin kepada kamu tiga kali dalam satu hari yaitu: sebelum sembahyang subuh. ketika kamu menanggalkan pakaian luar mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. atau ayah mereka. kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. kecuali kepada suami mereka. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". dan memelihara kemaluannya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya. atau putera-putera saudara laki-laki mereka. Itulah tiga `aurat bagi . ‫م‬t‫ك‬o‫ن‬a‫ م‬c‫م‬t‫ل‬t‫ح‬o‫ال‬ ‫وا‬t‫غ‬t‫ل‬o‫ب‬c‫ ي‬o‫م‬c‫ل‬ c‫ين‬a‫ذ‬f‫ال‬c‫ و‬o‫م‬t‫ك‬t‫ان‬c‫م‬o‫ي‬c‫ أ‬c‫ين‬a‫ذ‬f‫ ال‬t‫م‬t‫ك‬o‫ن‬ o‫ت‬c‫ك‬c‫ل‬c‫ م‬a‫ذ‬o‫أ‬c‫ت‬o‫س‬c‫ي‬a‫وا ل‬t‫ن‬c‫ام‬c‫ ء‬c‫ين‬ a‫ذ‬f‫اال‬c‫ي‚ه‬c‫اأ‬c‫ي‬ ‫د‬o‫ع‬c‫ ب‬o‫ن‬a‫ م‬a‫ة‬c‫ير‬a‫ه‬f‫ الظ‬o‫م‬t‫ك‬c‫اب‬c‫ي‬a‫ث‬ c‫و‬ c‫ن‬a‫م‬ c‫ون‬t‫ع‬c‫ض‬c‫ ت‬c‫ين‬a‫ح‬ c‫ و‬a‫ر‬o‫ج‬c‫ف‬o‫ ال‬a‫اة‬c‫ل‬c‫ ص‬o‫ن‬a‫ات¯ م‬f‫ر‬c‫م‬ a‫ل‬o‫ب‬c‫ق‬ c‫اث‬c‫ل‬c‫ث‬ ‫ون‬t‫اف‬f‫و‬c‫ ط‬c‫اح› ب‬c‫ن‬t‫ ج‬o‫م‬a‫ه‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ و‬o‫م‬t‫ك‬o‫ي‬c‫ ل‬c‫س‬o‫ي‬c‫ ل‬o‫م‬t‫ك‬c‫ات¯ ل‬c‫ر‬o‫و‬c‫ ع‬t‫اث‬c‫ل‬c‫ث‬ f‫ن‬t‫ه‬c‫د‬o‫ع‬ c‫ا ع‬c‫ل‬ c‫ع‬ a‫اء‬c‫ش‬a‫ع‬o‫ال‬ a‫اة‬c‫ل‬c‫ص‬ 58‫يم‬a‫ك‬c‫يم› ح‬a‫ل‬t‫ه‬f‫ الل‬a‫ات‬c‫آي‬o‫ ال‬t‫م‬t‫ك‬c‫ ل‬t‫ه‬f‫ الل‬c‫ك‬a‫ض¯ ل‬o‫ىع‬c‫ل‬c‫ ع‬o‫م‬t‫ك‬t‫ض‬o‫ع‬c‫ب‬ c‫ ع‬c‫و‬ t‫ ي‬t‫ي¡ن‬c‫ب‬ c‫ذ‬c‫ ك‬c‫ب‬ o‫م‬t‫ك‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ع‬ "Hai orang-orang yang beriman. atau putera-putera mereka. atau saudara-saudara laki-laki mereka.

kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak pula atas mereka selain dari tiga waktu itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu ada keperluan kepada sebahagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."31 Kata aurat dalam surah al-Ahzâb ayat 1332 diartikan oleh mayoritas ulama' tafsir dengan celah yang terbuka terhadap musuh, atau celah yang memungkinkan orang lain untuk menyerang.33 Sedangkan aurat dalam surah an-Nûr 31 dan 58 diartikan sebagai sesuatu anggota tubuh manusia yang membuat malu jika dipandang, atau dipandang buruk untuk diperlihatkan.34 Untuk itu syariat Islam mewajibkan perempuan agar menutup aurat al-sitr dan melarang al-tabarruj dan memperlihatakan perhisan didepan laki-laki yang bukan muihrim. Sebagaimana menutup aurat merupakan kuawajiban yang di khususkan bagi perempuan, maka juga dijadikan prilaku menundukkan pandangan sebagai tanggung jawab kolektif diantara perempuan dan laki-laki. Namun tanggung jawab laki-laki dalam menutup aurat lebih kecil daripada tanggung jawab perempuan. Sementara itu tanggung jawab laki-laki dalam menundukkan pandangan lebih besar daripada tanggung jawab perempuan. Manusia sebagaimana dibuktikan oleh fakta sejarah, terlebih dahulu untuk mencari pakaian untuk menutup aurat dan tubuh. Kemudian ia mengambil peralatan untuk berhias setelah melampoi masa yang panjang dalam peradabannya terutama di lingkungan masyarakat moderen-matrealistik yang mengarahkan pakaian perempuan pada tujuan lain hingga menjadikan senjata yang dapat merobohkan pagar-pagar kehidupan dan kesopanan. Berpakaian memiliki dua fungsi dalam kehidupan manusia yaitu, menutup aurat dan sebagai perhiasan. Al-Qur'an telah menunjukkan arti penting dalam berpakaian dalam mewujudkan dua fungsi tersebut. Hal itu dapat kita temukan dalam teks surah QS. Thahâ ayat 118;

‫ى‬c‫ر‬o‫ا تع‬c‫ل‬c‫ا و‬c‫يه‬a‫ ف‬c‫وع‬t‫ ج‬c‫ك‬c‫إ ل‬ c c‫ا ت‬f‫ل‬c‫ أ‬f‫ن‬a‫إ‬
"Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang".35 Menutup aurat dan memperlihatkan aurat memilki sisi psikologis yang mempengaruhi kepribadian laki-laki yang memandang dan perempuan yang dipandang. Dengan menutup aurat dapat menumbuhkan kondisi yang harmonis keselarasan diantara aspek-aspek kepribadian. Sementara itu, al-tabrruj adalah keadaan yang disertai berbagai gejala prilaku yang neurosis al-sulûk al'ishãbî.36 Sementara itu menutup tubuh perempuan Muslim bukan hanya merupakan gerakan eksoteris yang tidak bermakna. Melainkan, pada hakikatnya adalah simbul kecintaan batin
31 32

QS. Nûr ayat; 58

Ayat tersebut berbicara mengenai beberapa orang yang enggan meninggalkan tempat tinggal untuk berperang, karena merasa tempat tinggalmereka tidak aman untuk ditinggalkan. Kata mereka adalah celah [aurat] yang memungkinkan musuh untuk menyerang orang-orang yang tinggal ditempat itu, sehingga mereka untuk tinggal disitu untuk menjaga celah tersebut, sehingga mereka perlu tinggal disitu untuk menjaga celah itu dan tidak perlu pergi berperang.
33 34

Al-Quthubi, Al-Jami'li-ahkâm al-Qur'ân, [Bairut; Dar al-Kutub al-"Ilmiyah, 1993], Juz XIV, h. 97-98. Lihat, Al-Quthubi, Al-Jami'li-ahkâm al-Qur'ân, Juz XII, h. 157 dan 201. 35 QS. Thahâ ayat 118 36 Yusuf Madan, Sex Edication Teens; Pendidikan Sex Remaja Dalam Islam, [Jakarta; Hikmah, 2004], h. 103.

pada kesucian dan wujud kemampuan perempuan-perempuan Muslimah untuk mengendalikan diri dan menguasai sejumlah motif yang berkaitan dengan seks pornografi dan pornoaksi, perhatian diri sendiri, bentuk-bentuk pornografi dan pornoaksi, erotisme, pornoaksi, dan berhias secara berlebihan. Aturan ini menghasilkan dampak positif yang pada akhirnya ditujukan untuk kebaikan proses adaptasi perempuan Muslim dengan dirinya, seperti menambah keyakinan diri sendiri, berusaha mendapatkan kehormatan dari orang lain, dan menghindarkan dari pandangan lakilaki seperti pada perempuaan yang tidak menutup aurat.37 Sebuah pengendalian diri yang diperoleh dari menutup aurat dapat membuahkan kemampuan menghindar dari "pergualatan tajam" dari kelebihan sahwat yang berbahaya dan "pranata nilai" yang menata nilai kepribadian dan prilaku kaum perempuan.38 Syariat menuntut perempuan secara keseluruhan dan secara khusus perempuan muslim agar menjaga kesucian diri diatas segala-galanya. Syariat menuntut untuk mengekspresikan dalam prilaku lahir dengan menutup tubuh, cara berbicara, berjalan, dan isyarat secara umum. Apalah arti sepotong kain apabila bertentangan dengan al-Qur'an Q.S. al Ahzâb 32;

‫ي‬a‫ي ف‬a‫ذ‬f‫ ال‬c‫ع‬c‫ م‬a‫ل‬o‫و‬c‫ق‬o‫ال‬a‫ ب‬c‫ن‬o‫ع‬c‫ض‬o‫خ‬c‫ت‬ o‫ط‬c‫ي‬c‫ف‬ ‫ا‬c‫ل‬c‫ف‬f‫ن‬t‫ت‬o‫ي‬c‫ق‬f‫ ات‬a‫ن‬a‫ إ‬a‫اء‬c‫ الن¡س‬c‫ن‬a‫د¯ م‬c‫ح‬c‫أ‬c‫ ك‬c‫اء‬c‫س‬ f‫ن‬t‫ت‬o‫ي¡ س‬a‫ب‬f‫ الن‬a‫ان‬c‫ي‬ c‫ل‬ 32 ‫وف…ا‬t‫ر‬o‫ع‬c‫ م‬o‫و‬c‫ ق‬c‫ن‬o‫ل‬t‫ق‬c‫ و‬c‫ر‬c‫ م‬a‫ه‬a‫ب‬o‫ل‬c‫ق‬ ‫ل…ا‬ ›‫ض‬
"Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik."39 Menutup aurat jika diakaitkan dengan kebebasan dalam berekspresi aurat bukanlah penghalang untuk berkreatifitas, karena Islam menghargai kebebasan seseorang untuk berekspresi, namun dalam koridor syariat. Islam juga mengakui bahwa setiap manusia memiliki naluri seksual, namun mengarahkannya supaya disalurkan dalam cara-cara sesuai syariat. Islam sebagai mabda' ideologi memiliki cara-cara yang khas, untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi manusia tanpa menelantarkan kebutuhannya yang lain, dan juga tanpa mengabaikan kebutuhan manusia lainnya dalam masyarakat. Oleh karena itu, Islam tidak sekadar menetapkan agar tak ada seorang pun dalam wilayah Islam yang mengumbar aurat, kecuali dalam hal-hal yang dibenarkan syariat; namun Islam juga memberikan satu perangkat agar ekonomi berjalan dengan benar, sehingga tak perlu ada orang yang harus mencari nafkah dalam bisnis pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi. Islam juga memberikan tuntunan hidup dan aturan bermasyarakat yang akan menjaga agar setiap orang memahami tujuan hidup yang sahih serta tolok ukur kebahagiaan yang hakiki sehingga demand permintaan pada bisnis pornografi dan pornoaksi pun akan merosot tajam. Bagaimanapun, setiap bisnis hanya akan berputar kalau ada supply penawaran dan demand permintaan. Karena itu, keduanya harus dihancurkan. Untuk itu kerja dakwah dan pemerintah mendidik umat untuk berpola sikap dan perilaku Islami. Media massa akan
37 38 39

Majalah "Affaf, Edisi 32, Tahun ke-3, Bulan Mei, 1990. Q.S. al Ahzâb; 32

Majalah "Affaf, Ibid.,

diarahkan agar tidak lagi memprovokasi umat dengan stimulasi-stimulasi yang merangsang kebutuhan pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi. Demikian juga keberadaan berbagai sarana hiburan yang selama ini menjadi ajang pertemuan pelaku kemaksiatan akan dibersihkan, tanpa harus merusak fisiknya. Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, setelah negara mengatasi masalah di sisi supply penawaran dengan perbaikan pendidikan dan ekonomi, kemudian mengatasi masalah di sisi demand permintaan dengan menghilangkan "para provokator"-nya, tetap ada yang nekad melanggar hukum, maka negara tak akan ragu-ragu lagi menerapkan sanksi represif. Hukuman jilid atau rajam akan diterapkan kepada pezina. Hukuman ta'zir akan diterapkan bagi para pengelola dan pendukung bisnis ini. Secara spesifik berikut beberapa pendapat dari para mufasir mengenai aurat perempuan terkait dengan pandangan pornografi dan pornoaksi yang terkait dengan Surrat anNur 30-31; 1. Tafsir al-Munir ; Surat al-Nur 30-31 An-Nur 30 Afirmasi ayat diatas dengan kata “min” mengerucut pada fenomena ghadul bashar menundukkan pandangan dalam realita yang cakupannya cenderung lebih luas, dalam arti praktek ghadul bashar mengalami kelonggaran, karena melihat individu yang terkualifisir dengan muhrim dengan batasan tertentu yaitu selain daerah pusar hingga lutut dibolehkan, demikian halnya dengan memandang wajah seorang perempuan dan telapak tangannya, serta kedua telapak kaki dalam salah satu riwayat. Sedangkan prihal farj sangat terbatas sebagaimana yang disinyalir dalam kitab al-Kasyaf. Dengan demikian melihat sesuatu tidaklah dilarang kecuali pada hal-hal tertentu, sebaiknya jima’ dilarang dengan pengecualian, dengan bahasa lugas asal hukum prihal farj adalah haram, adapun hukum asal memandang sesuatu adalah mubah boleh. Adapun instruksi menundukkan pandangan didahulukan dari perintah menjaga farj adalah karena pandangan merupakan starting point dari penyakit zina. Islam adalah agama yang solutif yang memberikan tuntutan dalam segenap segmen kehidupan manusia. Islam menawarkan sulusi alternatif jika seseorang tidak sengaja melihat hal-hal yang diharamkan, maka ia diwajibkan menundukkan pandangan dan mengalihkan dengan cepat. Muslim meriwayatkan dalam kitab Sakhihnya, Ahmad, Abu Dawud, al-Tirmizi dan Nasa’idari Jarir bin ‘Abdillah al-Bajaly ra berkata: “Aku bertanya pada Nabi saw prihal pandangan mata yang terjadi secara spontanitas, beliau memerintahkan aku untuk mengalihkan mataku”. Abu Dawud juga meriwayatkan dari Buraidah berkata; Rasulullah saw bersabda; “Wahai Ali, jangan engkau ikuti satu pandangan dengan pandangan lain, kamu boleh memandangnya untuk kali pertama, yang kedua adalah keharaman bagimu”. Hal yang demikian dimaksudkan untuk mengijauwantahkan benih kebaikan dan meminimalisir dekadensi moral serta membentengi dari kawah kenistaan dan dosa Sebahagian orang salaf bertutur pandangan merupakan panah yang langsung menusuk kehati. Oleh karenanya Allah mensinergikan dengan dua instruksi menjaga kemaluan dan pandangan dalam satu fremewark al-Nur ayat 30. Riwayat dari Abi Ummamah ra. Dari Nabi saw juga mengafirmasikan bahwa tuntutan yang demikian menumbuh suburkan nilai-nilai kebaikan, Nabi bersabda; “Seseorang muslim ketika melihat keindahan dari kaum Hawa, dan kemudian menundukkan pandangannya, niscaya Allah akan menumbuh kembangkan prosesi ibadah yang penuh dengan kenikmatan baginya”. Surat An-Nur : 31

kaum cendekiawan yang mengusung pendapat ke dua ini kebolehan perempuan melihat laki-laki lain tampa syahwat mengintepretasikan intruksi berhijab dari ibn Ummi Maktum dalam koridor nadb sah/boleh. dikatakannya padanya “Sesungguhnya ia tidak bisa melihatmu?” Aisyah menjawab : “ akan tetapi aku bisa melihatnya”.“Tunduklah pandanganmu dari selain suamimu.merupakan penafsiran yang lebih tepat. Hal ini dilandasi dengan dalih riwayat Abu Dawud dan al-Tirmidzi dan Ummu Salamah. dua telapak tangan dan cincin sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibn Abbas dan ulama’ lain. Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat demikian. Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya dari Aisyah ra. Kisah ini terjadi pasca perintah hijab Rasulullah saw bersabda: “Berhijablah darinya. Implikasi dari perintah tersebut adalah keharaman bagi perempuan untuk memandang laki-laki asing dibarengi getara syahwat atau tidak. Adapun stetemen ---terporos pada wajah. dan jagalah kemaluanmu dari zina seperti sihaq”. “Bahwasanya ia sedang berada di rumah Rasulullah saw dan maimunnah dan kemudiaan ibn Ummi Maktum juga mendatangi rumah Nabi tersebut. Hadits Mursal. Konsekuensi logisnya adalah keharaman membuka pos-pos zinah. karena zinah secara literal dengan kandungan yang terangkum secara metaforis yaitu “daerah-daerah zinah” dapat didapati kerangka ayat ini. Menyoroti perintah hijab. disisi lain kaum lelaki tidak diperintahkan mengenakan cadar sehingga kaum perempuan tidak melihatnya. Pendapat ini lebih memberikan kemudahan dimasa kita. dan dalam saat itu Aisyah memakai pakaian yang ringan riqa’ kemudian Nabi memalingkan muka dan bersabda: “Wahai Asma’. Adapun tindakan Aiysah sebagaimana yang tergambar dalam riwayat diatas lebih digambarkan karena sifat wara’ yang terpatri dalam dirinya. yaitu dengan menggunakan kata zinah secara mutlak namun dengan stresing penafsiran pada ‘tempat-tempat zinah’. sama halnya dengan Iman Syafi’i dalam suatu qaulnya bahwa wajah dan kedua telapak tangan bukan aurat. lengan dan betis. akupun bertanya. Zinah adalah semua entitas yang dipergunakan untuk memperindah dan mempercantik diri. Nabi menutupinya dari mereka hingga Aisyah merasa bosan dan pulang. menurut pendapat mayoritas ulama’. Akhirnya makna ayat---adalah bagian tubuh yang biasa nampak pada tataran realities. Tidak memperlihatkan zinah atau perhiasan diasaat ia memakai pada orang asing. maka hal yang demikian menunjukkan adanya perbedaan hukum antara kaum Hawa dan Adam. karena sasaran larangan tersebut terfokus pada larangan menampakkan bagian-bagian tubuh yang merupakan pos-pos bertenggernya perhiasan seperti dada. Dalih yang mendukung adalah ayat sesudahya yaitu----Interpretasi yang kedua penafsiran lafadz zinah dengan bagian-bagian zinahperhiasan. Bahwasanya Asma’ binti Abi Bakar menemui Nabi saw. leher. “Sesungguhnya seorang wanita itu mengalami masa haidh. . Bertolak dari hadits di atas. adapun Aisyah melihat mereka dibelakang Nabi. Berikut beberapa hukum-hukum tertentu bagi kaum Hawa : a. Interpretasi ini dikuatkan oleh fenomena keseharian kaum Hawa yang berpergian ke pasar dan masjid serta dalam perjalanan yang mengenakan cadar sehingga kaum Adam tidak melihatnya. “Wahai Rasululah bukankah ia orang tua yang tidak bisa melihat dan mengetahui kami?” Kitab alMuwatho’ meriwayatkan dari Aisyah bahwasanya ia menghijabi dirinya dari orang buta. Sebagian ulama’ lain membolehkan kaum perempuan memandang laki-laki asing tampa syahwat kecuali daerah pusar hingga lutut dengan dasar argumentative riwayat dan sakhih Bukhari dan muslim bahwa Rasululah saw memandang orang-orang Habsy bermain pada hari raya di masjid. maka tidak dibolehkan menampakkan bagian tubuhnya kecuali ini” Nabi menujuk wajah dan telapak tangan.

pengobatan dan kegiatan belajar mengajar. dan pengikut yang tidak memiliki hasrat pada perempuan seperti pengikut yang tidak memiliki syahwat ketertarikan pada kaum hawa serta anak yang tidak memahami kondisi kaum perempuan. kebolehan melihat hanya terbatas pada wajah dan kedua telapak tangan saja. Menampakkan perhiasan tersebut juga diperkenalkan pada mereka yang tersurat dalam ayat yang dikenal dengan istilah muhrim. “Diharamkan bagi hubungan yang dilandasi atas susuan seperti halnya yang didasari atas hubungan kekrabatan”. yaitu mertua pihak laki-laki dan anak suami. Muhrim terbagi menjadi dua macam yaitu muhrim yang didasarkan pada hubungan nasab dan muhrim yang dijalin atas perkawinan. al-Shaykhani Bukhari dan Muslim. Berdasarkan hadits ini. namun demikian kebolehannya ini tidak boleh dijugde secara berlebihan. mu’malah. leher dan dada. Adapun argumentasi pendapat golongan kedua seluruh badan merupakan aurat lebih dimobilisasi oleh sifat wara’ dan sifat berhati-hati dari godaan setan. persaksian. demikian halnya dengan seorang dokter lelaki diperkenankan melihat bagian-bagian tubuh yang harus diobati jika tidak terdapat dokter perempuan. intepretasi ayat adalah yang nampak dari tubuh dengan tampa sengaja. Adapun pendapat yang rajih dalam perspektif ilmu fiqih dan syariat adalah bahwa wajah dan kedua telapak tangan tangan tidak terklasifikasi dalam aurat jika tidak menimbulkan fitnah. kemudian Nabi saw memegang dagu al-Fadhl dan memalingkan wajahnya dari melihat perempuan tersebut. Kendati demikian memandang orang asing dalam berbagi momen dibolehkan seperti dalam prose khitbah. dan Ibnu Majah dari Aisyah. Perintah ini merupakan tuntutan untuk menutup bagian tubuh yang tergolong perhiasan batiniyah bagi kaum hawa. Abu dawud. perhiasan yang diklaim tersebut adalah perhiasan yang dimaksudkan untuk bersenang-senang. b.Diriwayatkan dari Abu Hanifah ra bahwa kedua telapak kaki tidak terkualifisir sebagai aurat juga. Dalam kesempatan tersebut. Tidak memperhatiakan perhiasan yang tersembunyi kecuali pada suami mereka. . Sementara itu Ahmad Imam Syafi’i dalam salah satu qaulnya menyatakan bahwa seluruh tubuh manusia adalah aurat berdasarkan hadits “pandangan yang terjadi secara spontanitas” dan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibn ‘Abbas bahwa Nabi saw meninggalkan al-Abbas pada pada hari Nahr di belakangnya. batasan aurat dan hubungan biologis. namun jika terciptakan kebobrokan maka menutupinya merupakan kewajiban. c. namun sunnah mengambaikan status saudara susuan sebagai muhrim sebagaimana yang disinyalir dalam riwayat Ahmad. Kelanjutan dari ayat di atas merupakan dengan pengertian memperbolehkan empat golongan yang disiyalir memiliki status kesamaan status sebagai muhrim dalam hal kebolehan bagi wanita untuk memperlihatkan zinah selain daerah pusar hingga lutut. al-Nasai. Keempat golongan ini adalah wanita. Ayat diatas tidak menyebutkan saudara susuan. karena menutupi keduanya lebih berat dari kedua telapak tangan terutama bagi orang-orang desa. Bukhari menyatkan dari Aisyah ra berkata : “Allah menyayangi perempuan dari kaum Muhajirin yang awal karena ketika turun ayat dengan serta merta mereka menyobek kain sarungnya dan menutupi dengan sobekan kain tersebut”. al-Fadhl memandangi seorang perempuan ketika ia bertanya padanya. Sudah barang tentu. budak. Menghamparkan kain kerudung ke dadanya untuk menutupi rambut kepala.

Ahmad. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari perempuan kafir memiliki status yang akuivelen dengan lelaki asing bagi seorang muslim. Dari Anas ra. oleh karenanya seorang muslimah tidak dibolehkan menunjukkan bagian tubuhnya selain wajah dan dedua telapak tangan didepan perempuan kafir.  Perempuan pengikut yang tidak memiliki syahwat mereka adalah pengikut /pembantu yang bertujuan mencari sesuap nasi tampa indikator lain yaitu ketertarikan pada kaum perempuan. karena sesungguhnya ia adalah layaknya ayahmu dan anakmu". sesungguhnya telah sampai kabar bahwasanya kaum muslimah memasuki kamar mandi bersamaan dengan perempuan musyrik. dan tidak dikhawatirkan menyulut fitnah dan mentranformasi karekteristik perempuan pada orang-orang laki red asing. dan al-Baihaqi dari Anas ra menguatkan statemen diatas. Dengan kaitan kelompok ini terjadi silang pendapat dalam mengidentifikasi secara spesifik. : “Amma Ba’d. Riwayat Ahmad. karena seorang budak samahalnya dengan laki-laki asing yang merdeka dalam konsepsi keharamannya. kemudian Nabi saw masuk ketika laki-laki tersebut sedang menyebutkan sifat-ifat perempuan jika seorang perempuan datang. Yaitu yang terurai dalam penjelasan:  Wanita Mayoritas ulama’ mengintepretasikan lafadz “al-nisa’ dengan kaum wanita dalam agama seagama dan bukan mereka yang tergolong sebagai ahli dzimah. maka laranglah olehmu. Abi Dawud. Bahwasanya ia menulis surat pada Abi ‘Ubaidah bin al-Jarrah ra. Ibn Mardawaih. ketika Nabi saw melihat kejadian tersebut beliau bersabda: “Hal itu dibolehkan bagimu. Ibnu Munzir dan al-Baihaqi dalam kitab Sunan-nya dari Umar bin Khatab ra. Bahwasanya Nabi membawa seorang budak yang akan diberikan pada Fatimah memakai kain yang jika ia menutupi bagian kepalanya kain tersebut tidak menutupi kakinya. karena tidak dihalalkan bagi seorang muslimah yang beriman kepada Allah dan hari akhir melihat auratnya kecuali yang seagama dengannya”. Said bin Mansur. adapun mereka sahabat red mengkualifisirnya bagian dari kelompok yang tidak berhasrat pada perempuan. Dalam artian lain juga ditafsirkan sebagai setiap person yang tidak memiliki kepentikan pada kaum hawa. Abu Dawud dan al-Nasa’i meriwayatkan Aisyah ra berkata: “Seorang laki-laki yang sudah impoten menemuai istri-istri Nabi saw. kain itu tidak menutupi kakinya. ia datang . Ulama’ lain mengafirmasikan bahwa kebolehan tersebut dikhususkan bagi hamba sahaya perempuan. dengan demikian penyandaran ayat yang tertulis dalam ayat ---menunjukkan musyabahah keserupaan/kemiripan yaitu perempuan yang semisalnya.  Budak Sedangkan budak yang terangkum dalam ayat tercakup kaum Adam dan Hawa sebagaimana pendapat mayoritas ulama’. Sebagian ulama’ berpendapat bahwa mereka adalah orang yang telah mencapai usia lanjut dan mengalami masa manpouse. Adapun mayoritas madzhab Hambaliyah menyatakan bahwasanya wanita yang termaktub dalam ayat tersebut adalah wanita secara umum baik dari kalangan muslim dan kafir.Kendati demikian konsep-konsep diatas menyalut friksi yang signifikan dikalangan ulama’. dan sebaliknya apabila ia mengenakan untuk menutupi kakainya. akhirnya bisa disimpulkan bahwa aurat perempuan pada sesamanya adalah antara pusar dan lutut saja. Muslim.

karena hal tersebut berpotensi memicu fitnah. 19671. Sedangkan anak yang terkualifisir sebagai remaja dan belum memasuki fase baligh. Ulama’ lain berpendapat: “Seorang wanita dibolehkan menampakkan zinah perhiasannya dihadapan anak kecil kecuali jika anak tersebut memiliki naluri sensualitas pada perempuan terlepas dari pencapaian usia remaja atau tidak pada sang anak. Patut diketahui kebolehan disini lebih longgar dari stetemen yang dimotori oleh pihak pertama pengusung identifikasi yang pertama diatas Faktor-faktor yang melatarbelakangi tumbuh suburnya fitnah : “Perempuan dilarang menghentakkan kakinya ketika berjalan dengan harapan orang mengetahui detingan suara kaki. dia berkata : Aahurn al-Mughairah bercerita pada kami dari al-Hajj dari Ishaq. anting dan gelangtangan”. maka bisa dipastikan ia tidak diperkenankan memasuki kawasan perempuan. dan membangkitkan syahwat serta menyulut praduka keterkaitan perempuan tersebut dengan kefasikan. kami mengklaim bahwa pendapat diatas merupakan penafsiran yang utama dimaksudkan untuk mengkonvergensikan berbagai interpretasi ulama’ bahwasanya setiap individu yang melaksanakan sholat diwajibkan menutup aurat. Pendapat yang demikin perupakan perpaduan dari interpretasi atas ayat. kendati demikian perhiasan lain seperti celak mata. Dengan demikian. Hajjaj bercerita kepadaku. sehingga dapat dipahami bahwa seorang perempuan dan lelaki tidak dilarang memperlihatkan bagian tubuhnya selama tidak terkualifir sebagai aurat tidak diharamkan. Tafsir al-Thabary Al-Nur 30-31 Surah al-Nur 30 dan Surat al-Nur 31 19644. dia berkata. Anak Kecil Anak kecil yang tidak mengetahui prihal kewaniataan dan batasan aurat dengan detail. namun mampu bercerita hal-hal yang bermuasal dari daya penglihatan dan mampu mengidentifikasi orang buruk rupa. serta diharuskan baginya menutup seluruh bagian tubuhnya selain wajah dan kedua telepak tangan kecuali setengah lengannya sebagaiman dalam riwayat Nabi yang membolehkan memperlihatkan sebagian lengan tangannya. maka bisa dipastikan bahwa bagian tubuh tersebut merupakan pemaparan diskriptif atas ayat illa ma dlhoharo minha. dari Ibn Mas’ud dia berkata: “Perhiasan terbagi atas dua macam perhiasan yaitu perhiasan yang dhahir seperti pakaian dan perhiasan yang tersembunyi samar yaitu gelang kaki. menarik perhatian. Patut diketahui. Al-Qasim bercerita kepada kami . dari ibnu Juraij prihal firman Allah “’aw nisa’akum” dia berkata: “Telah sampai padaku bahwa ayat ini terlokalisasi pada perempuan muslim: “Tidak dihalalkan bagi perempuan musyrik melihat aurat muslimah kecuali jika . Ibnu Hamid bercerita kepada kami. dan tidak memiliki naluri biologis seksualitas akibat usia yang masih muda. memperdengarkan gemrincing zinah perhiasan sama halnya mempertontonkan zinah terseut dan bahkan menempati titik yang utama dari memperlihatkannya dari khalayak ramai. gelang tangan dan kutek terangkum didalamnya. Terdapat interpretasi ayat yang sangat beragam. cincin. Akhirnya apabila diperhatikan bagian badan tertentu dibolehkan. Sedangkan tujuan larangan ini tak lain adalah istruksi untuk senantiasa menutupi perhiasan wanita. cantik.” 2. dia berkata : al-Husain bercerita kepada kami . namun kandungan ayat yang lebih mengena adalah penafsiran dengan wajah dan kedua telapak tangan. dan seorang wanita diperkenankan membuka wajah dan telapak tangan diwaktu sholat.

surat an-Nur ayat 30 ini menyebutkan secara eksplisit penggambaran istruksi menundukkan pandangan dengan afirmasi pada kebolehan memandang obyek obyek tertentu hal ini diafirmasikan dengan penulisan huruf “min” dalam konstruksi ayat yang mengindikasikan ketidakharaman melihat dengan intensitas material tertentu. Tafsir al-Maraghi Surat al-Nur 30-31 Surat al-Nur 30-31 Intepretasi ayat diatas memiliki kesamaan dengan penafsiran yang tertulis dalam tafsir alMunir. dan bisa dipastikan akan menarik perhatian indra penglihatan. celak dan kutak dari tumbuhan inai. yakni bagian-bagian yang jika diwajibkan menutupinya akan memberatkan perempuan atau bagian tersebut jika tidak ditutupi menimbulkan konsekuensi yang sulit. Dengan demikian konsep ghadul bashar mencakup praktek memalingkan pandangan dari hal-hal yang sejatinya dibenci oleh khalayak umum karena menyalahi norma. mak bisadiptikan bahwa konsepsi gadhul bashar terbagi atas berbagi strata yaitu ghadul bashar yang mencapai pada tingkatan wajib dan tidak wajib. kutek dan cincin. Seperti diketahui. Kategori pertama sebagai wajah. Kendati demikian keharaman memaperlihatkan perhiasan dihukumi secara mutlak. b. sedangkan perhiasan yang non natural ialah entitasentitas yang sejatinya ditujukan untuk mempercantik diri seperti pakaian yang glamour. Perhiasan tersebut juga dimaksudkan sebagaimana firman Allah. Adapun tazin mempercantik diri menambah aura keelokan perempuan. oleh karenanya kaum hawa dilarang mempertontonkan perhiasannya kecuali dalam komunitas kaum adam yang tidak mempunyai ketertarikan pada kaum hawa akibat kedekatannya sebagai muhrim karena nasab dan perkawinan. Surat al-Nur: 30 Ayat ini mengupas tuntas kehalalan dan keharaman mata bagi komunitas kaum muslim. Hadits Umar bin Hatab memaparkan kisah seorang ---. yaitu perhiasan yang tidak wajib di tutupi ditempat kerja seperti celak. Surat an-Nur 31 Zinah bibagi menjadi dua macam yaitu khalqiyah natural sesuai dengan fenomena pembawaan asal dan muktasabah non natural.Nabi saw memasuki ruangan. 3. kareana memperindah diri merupakan suatu kondisi yang sengaja dilakukan untuk menampilkan fenomena yang lebih indah. yaitu kebolehan memperlihatkan perhiasan yang sejatinya terlihat. maka aku menggerakkan mataku keatap rumah. seperti melihat seluruh sudut rumah beda halnya dengan melihat sesuatu yang disinyalir sebagai tindakan amoral. kecuali ayat 31 dalam kalimat----yaitu yang sejatinya dipersiapkan menjadi pembantu. Zinah diartikan sebagai pakaian dalam surah alA’raf. kemudian aku melihat pakaian yang tergantung. kedua telapak tangan. sebagian setengah lengan tangan. hal ii terangkum dalam ayat ‘aw ma malakat ‘aymanukum”.perempuan musryik melihat aurat muslimah kecuali jika perempuan musryik tersebut budak sahayanya yang perempuan. 4. Ibnu al-Araby berkata : . Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir Surat al-Nur 30-31 a. permata.

Demikian halnya dengan bagian-bagian yang tidak diperintahkan untuk di tutup seperti cincin berbeda dengan anting dan gelang. pergelangan tangan. Dalam kaitannya dengan hal ini. lain halnya dengan kdua kaki tidak mencapai tingkatan ksia-siaan. lengan bagian atas. namun hanya sampai taraf menyulitkan karena seperti diketehaui bertelanjang kaki merupakan sesuatu yang lumrah dikalangan perempuan pedesaaan oleh karenanya para praktisi ilmu fiqih berpendapat dalam kewajiban menutupinya. sedangkan prihal keidahan tubuh perempuan yang jika diperintah untuk menutupinya tidak menimbulkan kesukaran. pergelangan tangan. Ibnu’Addilbarr berkata : "Makna riwayat hadits tersebut adalah wanita yang memakai gaun transparan hingga memperlihatkan lekuk tubuh dan nyaris tidak menutupi bagian tubuhnya. Ibnu Arabi berkata : ibnu al-Qasim meriwayatkan dari Malik : Kutek bukan perhiasan. Sedangkan bagiantubuh secara spesifik seperti wajah. Bertolak dari interpretasi ini--adalah perhisan yang dijadikan Allah nampak berdasarkan hukum fitrah yang jika dipaksakan menutupnya sama halnya menanam benih-benih kesia-siaan dan memberatkan bagi pemiliknya. bagian atas. pergelamgan tangan. dan betis sama halnya dengan perempuan yang memiliki bagian tubuh tertentu yang elok kendati tertutup rapat. Dengan demikian. makna ayat---adalah bagian tubuh yang tidak ditutupi oleh kaum perempuan seperti wajah. Madzhab Maliki menelorkan dua statemen dalam hal ini yaitu wajib dan tidak wajib. "Malik mengintepretasikan hadits diatas sesungguhnya kaum .“Perhiasan terbagi menjadi dua. adapun pendapat yang benar adalah kedua benda tersebut diidentifikasi dalam kategori perhiasan yang dhahir. Perhiasan tersebut adalah wajah dan kedua telapak tangan. ia tidak membatasi dengan kutek tangan. dan menggunakan gaun yang tidak ketat bukan merupakan hal yang susah baginya. seperti paha bagian atas. Kendati demikian ulama’ berbeda pendapat dalam hukum menampakkan gelang tangan dan kaki. Adapun kategori perhiasan yang kedua musthona’ah adalah perhiasan yang lazim dipakai oleh kaum Hawa seperti pakaian yang modis warna warni. maka bagian tersebut juga tidak dapat dijastifikasi dalam rrangkaian firman Allah perhiasan yang sejatinya nampak. kedua telapak tangan dan kaki. Adapun perhiasan yang tegolong dalam kholqiyah secara global adalah sebagian besar anggota badan perempuan. Adapun perhiasan mushthana’ah yang dhahir adalah perhiasan yang apabila dibiarkan terbuka berimplikasi pada titik “memberatkan” bagi perempuan terhadap suami dan pasangannya. Al-Qur’an mengafirmasi kategori gelang kaki ini dengan firman Allah. seperti pantat dan paha. khalqiyah sesuai dengan asal penciptaan dan mushtona’ah yang mengalami sebuah proses perubahan. Ibn’Arabi juga berkata kutek merupakan perhiasan batiniah yang sejatinya tidak diperlihatkan jika dilekatkan pada kaki. dalam arti benar mereka mengenakan kostum namun gaun tersebut tidak menutupi tubuhnya akibat transparasi bahan pakaian". seperti leher. maka yang demikian tidak terkualifisir dalam firman Allah “maa dhoharo minhaa” perhiasan yang sejatinya nampak. leher dan kedua telinga. Malik meriwayatkannya dalam kitab al-Muwatho’ dari Nabi saw bersabda : “Perempuan yang menenakan pakaian yang hamper tidak menutupi lekuk tubuh yang menarik perhatian tidak akan masuk surga”. lengan. kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki”. Selain naskah Ibnu Baskawal dalam kitab al-Muwatho’. dari al-Qanaazi’i berkata. Perhiasan kholqiayah sebagai---adalah perhiasan yang berpotensi pada tumbuh suburnya titik kesulitan jika perempuan menutupinya dihukumi wajib seperti wajah. Sedangkan perhiasan yang khofi tersembunyi merupakan a contrario dari perhiasan yang dhahir. punting susu. Kelompok ahli tafsir mengintepretasikan zinah dengan jast ---dengan wajah dan kedua telapak tangan dalam riwayat lain kedua kaki dan rambut. permata. lengan bagian atas. dan berpotensi pada strata kesulitan untuk menghilangkan perhisan tersebut disaat dia berinteraksi dengan laki-laki lain dan mengkonstruksinya seperti semula ketika ia berada di dalam rumah. Abu Hanifah berkata : “Menutup kedua kaki bukan sebuah keharusan. celak kutek dari tumbuhan Inay dan siwak. punting susu. paha dan rambut.

dan kutek sehingga memperlihatkan ini pada orang asing bukan merupakan tindakan yang dikencam. ikat pinggang dan anting. lengan atas. Dalam perspektif pendengaran Ibnu al-Qasimi dari Jami’ al-’Atabiyah Malik berkata : “Sampai padaku kabar bahwa Umar bin al-Khatab melarang perempuan mengenakan pakaian ala Qibti". karena perhiasan bisa dipastikan dikenakan dibagian tubuh tertentu yang sudah barang tentu tidak boleh dipandang kecuali oleh golongan yang dikemukakan dalam konstruksi ayat sesudahnya. dan jika ziinah diartikan sebagai pos bertenggernya perhiasan. cincin celak. kepala. Seperti diketahui melihat bagian tubuh hanya dbolehkan oleh pasangan hidup suami istri kecuali dalam keadaan terpaksa seperti pengobatan dan persaksian. gelang kaki. namun konsekuensi logis yang demikian tidak dibenarkan karena setiap bagian tubuh merdeka adalah aurat. Perhiasan yang dhahir nampak sejatinya terapresiasikan pada entitas material seperti.31 Kitab al Zawajir karangan ibn Hajar al-Makky menegaskan keharaman bagi kaum hawa memandang lelaki kendati tidak dibarengi dengan hasrat padanya dan sertai rasa takut dan fitnah seperti halnya ketidakbolehan laki-laki melihat perempuan habnya hubungan nasab atau susunan atau perkawinan membolehkan memandang sesamanya kecuali daerah antara pusar dan lutut. Adapun pendapat Ibnu Munir al-Maliki didasarkan pada madzhab yang dianutnya. Ayat diatas menyebutkan stetemen zinah secara eksplisit dan bukan daerah daerah yang lazimnya merupakan obyek sentral pemakaian perhiasan dimaksudkan sebagai afirmasi pada instruksi menutup bagian-bagian tersebut. Ahli tafsir lainnya menekankan intepretasi ayat-ayat diatas sejatinya tempat bermuaranya perhiasan. adapun Ibnu al-Munir menyatakan bahwa makna ayat ini adalah perhiasan secara literal. dada dan telinga. Dalih yang membenarkan larangan tersebut terrangkum dalam firman Allah …. 5. Ibnu Rusyd menjelaskan bahwa pakaian yang dimaksud adalah gaun yang sempit dan melekat pada bagian tubuh hingga nyaris mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi. Hal ini merupakan langkah yang aplikatif . sedangkan kedua kaki bukan terkualifikasi sebagai aurat secara mutlak . Oleh akarenanya Allah melarang memperlihatkan perhiasan yang dimiliki untuk diinformasikan secara aksioma bahwa memandang perhiasan tidak diperkenalkan karena mengisyaratkan pada bagian badan perempuan dengan dalih bahwa kehalalan memperlihatkan perhiasan yang tidak menempel pada tubuh seperti gelang tangan yang diperjual belikan di pasar tidak patut didiskusikan lagi.. Dalam ranah realitasnya layaknya tarian dan goyangan perempuan dihadapan laki-laki. bisa dipastikan memandang bagian tubuh yang dhahir nampak dan lajimnya merupakan daerah yang dikenakannya perhiasan dhahir bagi orang asing dihalalkan. namun celaan tersentralisasi pada mengumbar perhiasan khofy tersembunyi seperti gelang tangan. Larangan ini mengandung konsekuwensi pada semua tindakan yang menarik perhatian laki-laki pada pemainan wanita. Bagian tubuh ini adalah bagian lengan bawah. Ayat sesudahnya mengafirmasikan bahwa memperlihatkan perhiasan merupakan tindakan yang terlarang. mahkota.perempuan memakai gaun yang tipis yang nyaris tidak menutupi bagian tubuhnya". betis. Tafsir al-Alusi Surat al-Nur 30-31 Surat al-Nur 30 . dan yang menggerakkan ketertarikan kaum Adam pada lawan jenis baik yang berhasal dari hasil penglihatan pada obyek tertentu atau pendengaran pada hiburan yang disodorkan kaum Hawa seperti nyayian dan berbicara dengan suara yang mendayu-dayu. demikian halnya dengan statemen al-Zamakhsyari dilandaskan pada pendapat masyur dari madzhab imam Abi Hanifah bahwasanya badan yang disinyalir sebagai tempat perhiasan dhahir adalah wajah dan kedua telapak tangan. semprotan parfum yang berlebihan juga dilarang. leher.

yaitu mempertanggung-jawabkan dihari pembalasan. Oleh karenanya mengharamkannya adalah sikap yang tepat. Adapun Ibnu Bahar berkata : “Perhiasan sejatinya terletak pada keindahan cipataan yang dibentuk oleh Allah dan pakaian yang berlebihan yang ditunjuk untuk mempercantik diri. Anda mengetahui bahwa kebolehan memperlihatkan wajah dan kedua telapak tangan seperti yang disinyalir dalam ayat dan keharaman memandang dua bagian tersebut secara mutlak dalam madzhab mereka madzhab Syafi’i secara bersamaan sangat tidak masuk akal. bahkan ulama’ mengungkapakan ketidakbolehan memandang kuku kaum Hawa yang tidak menempel lagi ditangannya. Sebahagian madzhab ini juga menginterpretasikan perhiasan yang nampak itu adalah wajah dan kedua telapak tangan setelah menelaah parameter bahwa aurat orang merdeka selain dua bagian tersebut mereka berdalih keharaman melihatnya karena berpotensi menyulut fitnah.sehingga tidak ada larangan melihatnya. Ibnu Abi Syaibah Abu bin Hamid dari Ibn’Abbas berkata maka firman Allah ---adalah wajah dan telapak bagian dalam. Adapun madzhab Syafi’i sebagaimana yang tersurat dalam kitab al-Zawaajir mengurai bahwa wajah dan telapak tangan baik bagian dalam maupun luar hingga siku merupakan aurat dalam paradigma “memandang perempuan” kendati ia adalah hamba sahaya perempuan dan bukan aurat bagi orang merdeka dalam shalat. Kitab al-Zawaajir juga menyatakan keharaman melihat bagian tubuh perempuan yang terlepas. Sehingga konsekuensi logisnya adalah tidak semua hal yang dilarang memandangnya dikualifisir sebagai aurat. Dan ketahuilah jika maksud larangan mengumbar daerah-daerah notabene tempat bertenggernya. namun stetemen ini tidak menempati urutan pertama dalam pendapat mereka. red pehiasan. dan pendapat yang mengkualifikasi dua bagian badan tersebut sebagai aurat serta larangan memperlihatkan pada individu selain yang dirangkum dalam freme pengecualian pada ayat sesudahnya. karena dapat memotivasi keingintahuaan yang mendasar untuk melihat bagian tubuhnya secara utuh. ia menyatakan dalam kitab al-Bahar pendapat yang mendekati kebenaran adalah mengklasifikasinya dalam konsep zinah dan mengairmasikan dengan stetemen “Perhiasan manakah yang lebih indah dari penciptaan yang ideal” Maksud ayat ini sebagaimana riwayat Ibn Hatim dan Ibn Jubair. Allah menginstruksikan perempuan mukmin menutupi leher dan dada dengan kain sehingga bagian tersebut tidak nampak. Ibnu Aabi Syaibah dari ‘Ikrimah bahwa maksud ayat diatas adalah telapak tangan dan tengkuk. dan dari riwayat al-Hasan adalah cincin dan gelang tangan dari riwayat lain menyebutkan lainnya. dan dikatakan secara global wajah dan dua telapak tangan. perempuan pada masa dahulu menutup kepalanya dengan kain dan mengantungkan menurunkan kainnya dari belakang punggung seperti kebiasaan jahiliyah sehingga leher dan sebagian dadanya terlihat. sebagian kabar dan riwayat menginterpretasikan zinah perhiasan pada makna yang terlintas dengan cepat dan lainnya di daerah daerah dikenakannya perhiasan. Secara aksioma. sedangkan makna ayat tersebut adalah larangan mengumbar dua komponen dari hasil intepretasi diatas pada bukan muhrim dan mengecualikan hal-hal yang sejatinya tidak dapat disembunyikan ditutupi dalam berbagai momentum seperti wajah ujung tangan dan kaki”. maka pengecualian yang tersurat dalam firman Allah bisa jadi merupakan hukum yang paten dalam perspektif metode isyarah tanda. . sehingga makna yang terkandung adalah apa yang nampak tampa indikasi memperlihatkan seperti tersikap akibat hembusan angina maka kaum Hawa tidak dimintai petanggungjawaban kelak dihari pembalasan. Namun demikian sebagian ulama’ lain tidak mengamini penafsiran zinah perhiasan dengan ciptaan Allah perhiasan yang merupakan ciptaan Allah. Sebahagian penganut madzhab Syafi’i berpendapat keahalalanmelihat wajah dan telapak tangan jika tidak menyulut fitnah.

dan sejenisnya larangan bagi laki-laki berkhalawat berdua dua-an ditempat yang sunyi tampa orang ke tiga dengan perempuan yang bukan muhrimnya40. [Jakarta. Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001. Mujahid. perempuan dengan perempuan lesbian. [Jakarta. h. bersolek dan menggunakan parfum secara berlebihan ketika keluar rumah. Mujtahid.. dengan demikian mendengarkan tidak dilarang jika tidak disertai ketakutan akan fitnah dan menikmatinya sebagaimana ulasan al-Zarkasy. 69. C.41 Kedua. 28. menampakkan keelokan wajah dan bagian tubuh yang dapat membangkitkan birahi dihadapan kaum laki-laki yang bukan muhrimnya. Menurut Syekh Abu 'Ala Al-Maududi kata tabarruj bila dikaitkan dengan wanita memiliki arti sebagai berikut.42 Rasulullah saw bersabda. 10. Al-Sunnah Dan Qaidah Ushul Fiqih Pornografi dan pornoaksi yang terkait dengan aurat ada beberapa hadits Rasulullah yang melarang memakai pakaian yang tembus pandang. Demikan halnya seperti perhiasan lain pada gelang kaki yang menimbulkan suara jika kaki melangkah terlebih jika dihentakkan. memamerkan pakaian dan perhisan yang indah serta memamerkan diri didepan laki-laki yang bukan muhrimnya. Pernikahan Dini Dilema Generasi Ekstravaganza. 2002]. Abu al-Ghifari. mengenai hukum tabarruj atau pakaian dan gerak tubuh yang menimbulkan rangsangan seksual. 41 40 . Stetemen dalam kitab Syafi’iyah dan yang aku al-Alusi. h. oleh karenaya Nabi saw bersabda: “Takbir bagi laki-laki dan tepuk bagi kaum perempuan”. teks ayat menyatakan ketiadaan perbedaan gender laki-laki dan perempuan akibat keumuman huruf ---dan karena jika ayat tersentralisasikan pada kaum Hawa saja maka yang tertulis dalam konstruksi ayat seharusnya karena penegasan yang demikian lebih spesifik dan mengena pada maksud ayat. h. Lih. Sebahagian khalayak umum didapat lebih banyak tergetar syahwatnya akibat gemrincing suara perhiasan daripada melihat perhiasan yang berpotensi menimbulkan suara. ataupun antara laki-laki dengan laki-laki homoseksual. Luqman Haqani. Musuh Yang Menjadi Idola. 29. Mujtahid. [Jakarta. akhirnya memperdengarkan di depan kaum Adam dianggap tindakan yang tidak bagus. 2002]. melantunkan suara-suara yang menggoda. Ibid. Pertama. menumbuhkan perasaan positif berupa persamaan perempuan ditengah masyarakat Muslim dengan corak tertentu dalam menutup aurat dan semakin dalamnya perasaan terhadap kemuliaan. red anut bahwa gemercing suara sejatinya bukan aurat. ini adalah jelas haram. Kaum perempuan sekarang mengenakan perhiasan seperti dari mutiara atau semisalnya sebagai aksesoris dirangkaian gelang kaki sehingga gemercing suara gelang tersebut terdengar meski mereka berjalan dengan pelan. Tidak diragukan lagi secara psikologis bahwa menguatnya perasaan wanita melalui kebebasan memilih pakaian yang sesuai dengan standar syariat. Pernikahan Dini Dilema Generasi Ekstravaganza. h. Sedangkan Hanafiyah seperti pernyataan Ibn al-Hamman: Beliau menyatakan secara gamblang dalam kitab al-Nawazil bahwa lantuanan suara perempuan adalah aurat. sensual. Sementara itu. 2003]. erotis. Larangan memperdengarkan gemrincing suara tersebut pasca larangan memperlihatkan perhiasan sendiri bisa dipastikan adalah larangan memperlihatkan bagian tubuh yang lajimnya tempat obyek pemakaian perhiasan. Ke-empat. 42 Abu al-Ghifari.Secara literalis. Ketiga.

juz III.. Fiqh menganggap ada beberpa tubuh yang tidak pantas untuk diperlihatkan. h. al-Isthakhiri. tetapi secara umum mayoritas ulama' berpendapat bahwa laki-laki seharusnya menutup anggota tubuh antara pusar dan kedua lutut kaki. 168. Rambutnya sebesar punuk unta. yaitu 'memalukan' dan 'menggairahkan'. tidak layak bahkan memalukan. Pendapat kedua menyatakan bahwa aurat laki-laki adalah alat kelamin [qubul]. tt].210. Juz I h. Untuk aurat laki-laki walaupun ada perbedaan. رواه مسلم‬ "Ada dua golongan dari ahli neraka yang siksanya belum pernah aku lihat sebelumnya pertama adalah kaum yang membawa ekor cambuk seperti ekor sapi yang digunakan memukul orang. Pendapat ketiga yang dinyatakan oleh adh-Dhahiri. Pada awal inilah difinisi aurat. Orang menyebut aurat untuk hal-hal yang tidak pantas untuk diperlihatkan. .46 Perintah menutup aurat adalah dari agama teks syara'. h. Mengenai batas aurat laki-laki.219 Lihat. kesepakatan pendapat ulama' fiqih menyatakan bahwa harus ditutup dari pandangan orang dengan pakaian yang tidak tembus pandang dan tidak membentuk lekukan tubuh. Ibnu Rushd dan Asy-Syaukani mengatakan bahwa ulama' Fiqih berada dalam tiga pendapat.‫صنفان من اهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس‬ ‫ونساء كاسيات عاريات مميلت مائلت رءوسهن كأسنمة البخت المائلة ليدخلن‬ ‫الجنة ول يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا. Bidâyah al-Mujtahid. Bergerak Menuju Keadilan…. Kemudian sesuatu yang memalukan itu justru bisa membangkitkan gairah orang lain yang melihatnya untuk melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya. tidak layak bahkan memalukan. Dalam disiplin ilmu fiqih lafal aurat diartikan sebagai yang memiliki muatan arti dalam ayat an-Nûr ayat 31 dan 58 yaitu yang berarti sebahagian anggota tubuh manusia yang didalam pandangan umum buruk atau malu bila diperlihatkan dan bila dibiarkan terbuka mungkin bisa menimbulkan fitnah seksual. Pendapat pertama adalah yang dinyatakan oleh Imam Asy-Syafi'I. 46 Abu Muhammad Ali bin Muhammad ibn Hazm. karena itu fiqh membedakan antara aurat laki-laki dan perempuan. dan Abu Hanifah. Nail al-Authar. Al-Majmu. ialah pengusa yang dzalim. pandangan fiqih membedakan antara perempuan dan laki-laki. baik laki-laki maupun perempuan dibutuhkan mekanisme yang 43 44 45 Faqihuddin Abdul Kadir.. Kedua adalah wanita yang berpakaian tapi telanjang. Ibnu Jarir. fiqh memnbangun wacana tentang tubuh dan norma-norma yang terkait dengannya. Asy-Syaukani. Memalukan dan menggairahkan adalah sesuatu yang kontekstual.45 Sementara aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.44 Oleh karena itu. Muslim Dalam Fiqh pembahasan mengenai aurat didasarkan pada wacana tubuh dengan berbagai dimensi sensualnya. mereka tidak akan masuk surga. An-Nawawi. salah satu riwayat dari Imam Malik dan Ibnu Hambal adalah bahwa aurat laki-laki hanya qubul dan dubur saja. yang selalu maksiat. Juz II.43 Dari dua kata kunci tentang aurat. sekitar lubang anus dan paha saja. Lih. hal. Malik. tetapi batasan mengenai aurat adalah ditentukan pertimbangan pertimbangan kemanusiaan segala aspek. selebihnya bukan aurat. Untuk itu. bahkan tidak akan mencium wanginya padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan yang amat panjangnya. Mengenai batas anggota tubuh yang dianggab aurat." HR. Dar al-Afaq al-Jadidah. bahwa aurat laki-laki adalah antara pusat dan kedua lutut. Ibnu Rushd. dalam menentukan batasan aurat. [Bairut. 83. Al-Muhalla. 49. Juz III.

Al-Isra' 32 Sulaiman Rasjid. h. segala sesuatu yang mengakibatkan seseorang cenderung melakukan perbuatan asusila fakhisyah adalah berdosa. aurat wanita dalam pandangan Islam adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. pengarah gaya. h. Ini akan berlaku juga pada para pembuat pornografi dan pornoaksi kamerawan. dan suatu jalan yang buruk". misalnya. pornografi dan pornoaksi adalah haram. jelas termasuk orang yang mengumbar aurat. 48 49 50 51 52 47 Hasan Hathaut.51 Sementara itu menurut hukum Islam seperti yang telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001 tentang pornografi dan pornoaksi tanggal 22 Agustus 2001. dan lain sebagainya. Fiqih Perempuan Refleksi Kiyai Atas Wacana Agama dan Gender. h. h. 64.50 Pornografi dan pornoaksi dianggap mendekati perbuatan zina sehingga harus dilarang. . yaitu berdasarkan surah Âl-Isra' kita dilarang mendekati zina dan an-Nûr 30-31 yang mengatur tentang cara bergaul52. Dalam hal ini pertimbangan khsuf al-fitnsh yang sudah dikembangkan oleh ulama' fiqih juga harus menjadi salah satu penentu pertimbangan. maka batasan pornografi dan pornoaksi menurut hukum Islam telah jelas54. menyaksikan secara langsung aurat seseorang yang bukan haknya pornoaksi. [Yokyakarta. Fiqih Perempuan Refleksi Kyai Atas Wacana Agama dan Gender. [Bandung.. h. yang dimaksud adalah aurat menurut syariat Islam.49 Secara fiqih.48 Seorang wanita yang memperlihatkan sekadar rambut atau bagian bawah kakinya. 1990]. Ibid. Husain Muhammad. misalnya memberi pertolongan medis. Panduan Seks Islami. Fiqih Islam. h. Sebab. Sebagaimana disebutkan dalam QS. Sedangkan menurut definisi agama Islam. Pustaka Zahra. dalam konteks pornografi dan pornoaksi yang mengumbar aurat. Al-Isra' 32: ‫يل…ا‬a‫ ب‬c‫اء‬c‫ة… س‬ c‫ س‬c‫ و‬c‫ش‬a‫اح‬c‫ ف‬c‫ان‬c‫ ك‬t‫ه‬f‫ن‬a‫وا إ‬t‫ب‬c‫ر‬o‫ق‬c‫ا ت‬c‫ل‬c‫و‬ ‫ا‬c‫الز¡ن‬ "Dan janganlah kamu mendekati zina. [Jakarta. sutradara. Aurat adalah bagian-bagian tubuh yang berpotensi menimbulkan rangsangan-rangsangan seksual bila terlihat. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan batas aurat al-Ahzâb ayat 59 yang mengatur tentang aurat kaum perempuan Mu'minah53. memelihara kehormatan. 2001]. Rahima. 2004]. dan al-Maidah ayat 2 tentang kewajiban saling tolong menolong dalam mengerjakan kebaikan dan takwa dan larangan melakukan tolong menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran. Ibid. dan jika dilakukan maka pelakunya harus bertobat karena dianggap berdosa. 2. agar tubuh manusia tidak dieksploitasi terutama tindak pornografi dan pornoaksi yang dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat. dan jika pelakunya dalam status sudah menikah maka harus dihukum dengan dilempar batu sampai meninggal rajam. Sinar Baru. 62.akomodatif dan responsif terhadap gejala nilai yang berkembang di masyarakat sehingga dalam tingkat tertentu nilai dan batasan tersebut dapat diterima oleh masyarakat. QS. Husain Muhamad. 402 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001 Tentang Pornografi dan Pornoaksi tanggal 22 Agustus 2001 atau Jumadil Akhir 1422 Hijriyah.. 53 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001.47 Tentu saja. kecuali untuk tujuan yang dibolehkan oleh syara'. 4. Apalagi sampai berbuat zina maka dianggap telah melakukan dosa besar. Jika pelakunya masih bujangan maka harus dicambuk sebanyak seratus kali mi'ata jaldah. 25.

5. dan alasan utama beberapa anggota tubuh dibiarkan terbuka adalah alasan keterpaksaan darurah atau keperluan hujjah.55 Namun demikian. yang terbuka auratnya atau berpakaian ketat atau tembus pandang yang dapat membangkitkan nafsu birahi. mengedarkan. yakni bagian tubuh antara pusar dan lutut bagi laki-laki dan bagian tubuh selain muka. sebuah benda dengan muatan pornografi dan pornoaksi dihukumi sebagai benda yaitu mubah.  Melakukan pengambilan gambar sebagaimna angka 2 adalah haram. Seseorang yang dihadapkan pada suatu media porno. 404 . tingkah laku secara erotis. membeli dan melihat atau memperlihatkan gambar orang. dia dianggap telah melakukan aktivitas yang haram. Kedua.  Membiarkan aurat terbuka dan atau berpakaian ketat atau tembus pandang dengan maksud untuk diambil gambarnya.  Berbuat intim atau berdua-duaan khalwat antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram-nya dan perbuatan sejenis lainhya yang mendekati dan atau mendorong melakukan hubungan seksual diluar pernikahan adalah haram. kemubahan ini bisa berubah menjadi haram ketika benda wasilah itu dipastikan dapat menjerumuskan pada tindakan keharaman.  Menggabarkan secara langsung atau tidak langsung. Karena itu. tulisan reklame.  Memperlihatkan aurat. Akan tetapi. Mengenai batasan aurat menurut pandangan ulama' Fiqh dapat disimpulkan pada: Pertama. menjual. atau gambar hubungan seksual atau adegan seksual adalah haram. maupun ucapan baik melalui media cetak maupun elektronik yang dapat membangkitkan nafsu birahi adalah haram. suara.. Fiqih Islam. Sebab. telapak tangan dan telapak kaki bagi perempuan adalah haram kecuali dalam hal-hal yang dibenarkan secara syar'i. kaidah "ushul fiqih" yang mu'tabar menyebutkan: "Sarana yang menjerumuskan pada tindakan keharaman adalah haram". memang dipandang belum melakukan aktivitas haram karena media sebagai benda adalah mubah. bila orang itu ikut dalam usaha membuat dan atau menyebarluaskan media porno. kemubahan ini juga tidak berlaku untuk penyebarluasan dan propaganda pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi yang akan memiliki dampak serius di masyarakat. baik cetak atau visual. baik terhadap diri sendiri ataupun orang lain dan melihat hubungan seksual ataupun adegan seksual adalah haram. Ibid. melakukan gambar hubungan seksual. Bahwa perempuan hanya diperkenankan membuka wajah dan kedua pergelangan tangan. h. misalnya. Sulaiman Rasjid. maka menurut syariat. Ibid.Sementara itu.  Menperbanyak.  Melakukan hubungan sksual atau adegan seksual didepan orang. alasan utama penutupan tubuh perempuan adalah untuk menghindari gangguan fitnah dan malapetaka dharar yang menempa diri perempuan.. baik dengan lukisan gambar. kecuali dalam keadaan diperlukan Abu Hanifah memperkenankan kedua lengan tangan dan kedua setengah betis kaki dibiarkan terbuka. baik untuk dicetak maupun divisualisasikan adalah haram. berdasarkan berbagai nas dan dan kaidah ushul fiqih Secara umum Majelis Ulama indonesia MUI pada tahun 2001 mengeluarkan fatwa tentang pornografi dan pornoaksi menetapkan beberapa hal sebagai berikut. h. Dengan demikian. 54 55 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001.

manfaat. Sebaliknya. pornografi dan pornoaksi berat biasanya diatur ketat. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Global Status hukum pornografi dan pornoaksi sangat berbeda-beda. Kebanyakan negara mengizinkan paling kurang salah satu bentuk pornografi dan pornoaksi. Sebagian orang. dan atau fasilitas dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan diatas adalah haram. Di beberapa negara.[] BAGIAN KE-TIGA PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT GLOBAL A. Memakai pakaian tembus pandang atau ketat yang dapat memperlihatkan lekuk tubuh adalah haram.  Memperoleh uang. termasuk produser pornografi dan pornoaksi Larry Flynt dan penulis Salman Rushdie. mengatakan bahwa pornografi dan pornoaksi itu penting bagi kebebasan dan bahwa suatu masyarakat yang bebas dan beradab harus dinilai dari seberapa jauh mereka bersedia menerima pornografi dan pornoaksi. lewat saluran-saluran televisi yang dapat dibatasi . dan pada umumnya negara-negara mempunyai pembatasan menyangkut pornografi dan pornoaksi yang melibatkan kekerasan atau binatang.  Membantu dengan segala bentuknya dan atau membiarkan tampa pengingkaran perbuatan-perbuatan yang diharamkan diatas adalah haram. hanya melalui pesanan lewat pos. pornografi dan pornoaksi ringan dianggap tidak terlalu mengganggu hingga dapat dijual di toko-toko umum atau disajikan di televisi. misalnya dengan membatasi ketersediaannya hanya pada toko buku dewasa. Kebanyakan negara berusaha membatasi akses anak-anak di bawah umur terhadap bahan-bahan porno berat. Pornografi dan pornoaksi anak dianggap melanggar hukum di kebanyakan negara.  Melakukan suatu perbuatan dan atau suatu ucapan yang dapat mendorong terjadinya hubungan seksual diluar pernikahan atau perbuatan sebagaimana dimaksud angka 6 adalah haram.

Austria: Bahan-bahan yang "membahayakan remaja" atau bahan-bahan yang merendahkan martabat manusia tidak boleh dipamerkan atau dijual kepada orangorang yang berusia kurang dari 18 tahun. Pornografi dan pornoaksi biasa tidak termasuk hubungan seksual dengan binatang legal. tetapi dengan catatan bahwa ada banyak toko dewasa di masing-masing negara bagian dan wilayah yang boleh menjual atau menyewakan bahan-bahan yang bersifat porno. Materi-materi/tindakan-tindakan tertentu dikeluarkan sendiri dari bahan porno biasa. Pornografi dan pornoaksi anak yang menyajikan gambaran tentang anak-anak yang benar-benar terlibat dalam tindakan-tindakan seks atau yang berpose dalam penampilan yang porno adalah kejahatan. Berbagai negara bagian mempunyai undang-undang tentang pornografi dan pornoaksi. Namun banyak dari usaha-usaha ini ternyata tidak mampu membatasi ketersediaan pornografi dan pornoaksi karena akses yang cukup terbuka terhadap pornografi dan pornoaksi internet. lihat: Pornografi dan pornoaksi internet. Tuntutan terhadap pornografi dan pornoaksi maupun toleransinya sangat berbeda-beda dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya dan dari kota ke kota. dll. Semua pemain harus berusia minimum 18 tahun. Britania Raya: Bahan-bahan porno berat dilarang hingga 1999. namun pornografi dan pornoaksi masih cukup mudah diperoleh. Biasanya toko-toko porno membatasi usia orang-orang yang masuk ke situ. Berikut ini status dan pemberlakuan pornografi dan pornoaksi diberbagai negaranegara dibelahan Dunia: • Amerika Serikat: Bahan-bahan porno berat legal pada tingkat Federal kecuali bila memenuhi uji Miller tentang ketidakpantasan.orangtua. dan tidak boleh mengandung kekerasan. atau kadang-kadang barang-barang yang disajikan ditutupi sebagian atau sama sekali tidak terpampang. Dijual secara terbuka di tempat-tempat penjualan koran dan majalah. tetapi memilikinya tidak dianggap ilegal. Para aktor laki-laki di film-film lokal harus mengenakan kondom dalam adegan-adegan penetrasi. Belanda: Undang-undang yang sangat liberal. Lihat Sensor di Australia. Bahan-bahan porno tidak boleh diberikan kepada orang yang berusia kurang dari 18 tahun atau di beberapa daerah. Beberapa upaya untuk membatasi pornografi dan pornoaksi di internet telah dibatalkan oleh pengadilan. penyebaran pornografi dan pornoaksi kepada anak-anak di bawah umur dianggap melanggar hukum. 21 tahun. yang sangat jarang. Australia: Peraturan diperketat di bawah pemerintahan John Howard. Bahan pornografi dan pornoaksi manapun hanya boleh dijual kepada orang yang berusia minimal 18 tahun. ketika kesulitankesulitan halangan perdagangan sehubungan dengan keanggotaan Komunitas Eropa menjamin arus yang relatif bebas dari barang-barang seperti itu untuk kebutuhan pribadi saja. Yang lebih lazim lagi. Bestiality dinyatakan ilegal setelah dikeluarkannya undang-undang kesejahteraan binatang yang baru. majalah dan sampul DVD yang menampilkan alat kelamin harus disembunyikan dari pemandangan umum. menyalahgunakan anak atau menampilkan gambaran yang merendahkan martabat. Bila dijual di tempat-tempat umum. Video R18 hanya tersedia dalam toko-toko seks yang mempunyai izin • • • • • . Bahan-bahan porno dapat dibeli dan disewa di Northern Territory dan ACT. Brasil: Pornografi dan pornoaksi anak adalah kejahatan. Telanjang tidak dianggap termasuk bahan seperti ini. Secara teknis menjual bahan-bahan porno illegal di Queensland.

meskipun hukum jarang diberlakukan. Jerman: Pornografi dan pornoaksi anak dilarang. Bahan porno ringan jarang disensor. Izin orangtua khusus dibutuhkan untuk memperlhiatkan materi porno berat kepada anak-anak mereka dengan tujuan pendidikan. bahannya tidak boleh dipampangkan dan hanya boleh dijual dengan diam-diam dan dengan permintaan khusus. bahan porno tidak boleh melibatkan orang yang berusia di bawah umur 18 tahun. Gambar-gambar rambut kemaluan pada majalah-majalah • • • • • • • • . pemilikannya diizinkan.khusus. Pornografi dan pornoaksi dalam bentuk tulisan saja tidak pernah dituntut sejak pengadilan Inside Linda Lovelace pada 1976. termasuk penggunaan pengawasan internet dan pembobolan sistem. Satuan polisi Israel untuk kejahatan komputer mengambil langkah-langkah ekstrem terhadap hal itu. Hukum mendefinisikan pornografi dan pornoaksi sebagai porno berat.9 Hongaria: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan to anak-anak under 18 of umur. Mempertontonkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. Pada tahun 1970-an dan 1980-an. India: Pornografi dan pornoaksi ilegal dan mendapatkan sanksi hukuman. Majalah-majalah dan koran-koran porno semakin banyak beredar sejak jatuhnya komunisme pada awal 1990-an. tetapi majalah-majalah porno berat tersedia di penjual-penjual suratkabar dan majalah di beberapa tempat. Irlandia: Ilegal hingga pertengahan tahun 1990-an. Bila sebuah toko bisa dimasuki anak kecil. Pornografi dan pornoaksi berat yang terkait dengan kekerasan dan binatang tidak boleh dibuat atau didistribusikan. Namun. Karena pornografi dan pornoaksi anak hampir-hampir tidak mendapatkan perhatian masyarakat ataupun pemerintah masalah ini dapat dikatakan sebagai bentuk porno satu-satunya yang ilegal. jadi segala sesuatu yang lainnya tidak dibatasi. bahkan oleh stasiun-stasiun TV pemerintah. foto telanjang biasa ditampilkan dalam media umum. penegakan hukum sangat lemah dan bahan-bahan porno mudah tersedia. Meskipun hukum mendefinisikan anak sebagai orang yang berusia di bawah 14 tahun. Hong Kong: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan to anak-anak under 18 of umur. Porno berat dibatasi kepada pembeli berusia 18 tahun atau lebih. Pornografi dan pornoaksi dalam segala bentuknya dapat ditemukan di tempat-tempat penyewaan video termasuk mesin penjual video. atau bila dipamerkan kepada umum kecuali dalam tempat terbatas dan hanya terlihat di dalam "sebuah galeri seni atau museum yang bonafide". Ada toko-toko Israel yang khusus menjual pornografi dan pornoaksi. atau bila diterbitkan tanpa sepenuhnya dibungkus tanpa peringatan yang “dengan mudah kelihatan” yang menyatakan bahwa bahan yang terkandung mungkin bisa membuat orang tersinggung dan tidak boleh diberikan kepada mereka yang di bawah umur. Israel: Ilegal untuk orang-orang berusia di bawah 18 tahun. serta sejumlah perusahaan yang memproduksi porno Israel. pada akhir 1990-an hanya segelintir penerbit yang bertahan. Karena ekonomi yang tidak stabil. Denmark: Larangan terhadap literatur porno dicabut pada 1966. • Bulgaria: Bahan porno berat "tidak dianjurkan" untuk diedarkan kepada orang-orang yang berusia di bawah 18 tahun. Departemen Dalam Negeri berencana untuk memperkenalkan undang-undang yang melarang pornografi dan pornoaksi dengan kekerasan. Pada 1969 Denmark menjadi negara pertama di dunia yang melegalisasikan porno berat. Jepang: Seperti di Eropa. dilarang keras memperlihatkan rambut kemaluan ataupun alat kelamin orang dewasa.

Lihat pula Sensor di Kanada. Manga dan anime pada umumnya tetap tidak diatur. binatang. pemerkosaan. Malaysia: Ilegal. para penerbit buku foto mulai menantang larangan ini sehingga rambut kemaluan kini cukup diterima umum. pemerintah memberlakukan undang-undang yang melarang foto-foto dan video anak-anak yang telanjang. misalnya. nekrofilia. Norwegia: Bahan-bahan porno berat sudah lama secara de jure ilegal. Bahan-bahan ini tidak boleh dipampangkan kepada anak-anak.impor biasanya akan dirobek. dan bahkan video-video yang paling eksplisit pun tidak akan memperlihatkannya. film • • • • • . Pornografi dan pornoaksi dikenai pajak khusus 33% untuk film-film peringkat X. meskipun tidak ada undang-undang spesifik yang mengatur distribusinya. banyak toko buku homoseksual dan lesbian menuntut bahwa peraturan ini diberlakukan secara diskriminatif terhadap barangbarang porno untuk seks sejenis. lewat internet. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hukum. Kebanyakan bahan dijual di pasar gelap. ilegal untuk membuat. Bogota mempunyai sekurang-kurangnya 300 tempat di mana pornografi dan pornoaksi porno berat dapat diperoleh secara legal. atau dengan menggunakan kekerasan tetap ilegal. • Kanada: Undang-undang berbeda-beda dari provinsi ke provinsi. namun penjualan kepada orang berusia di bawah 18 tahun batas usia berbeda-beda menurut provinsi umumya dilarang. dan hanya boleh diperlihatkan di bioskop-bioskop tertentu. pada 2000. Kebanyakan bahan dijual di toko-toko dewasa. tetapi pada praktiknya legal. Prancis: Pornografi dan pornoaksi yang sangat penuh kekerasan atau sangat grafis sangat jelas diberi peringkat X. atau melalui TV satelit. namun penegakan hukum lemah. Gambar-gambar dari jarak dekat close-up terhadap alat kelamin tetap dilarang. namun penegakan hukum sangat lemah. para editor majalah-majalah. 50% untuk pelayanan porno online. Sistem peringkatnya kontroversial. Kolombia: Pornografi dan pornoaksi anak dilarang di bawah konstitusi baru. meskipun penerbit-penerbit besar cenderung melakukan sensor diri untuk menghindari lobi kelompok-kelompok orangtua. Pornografi dan pornoaksi anak ilegal. Bea cukai Kanada diberikan wewenang untuk menghentikan pemasukan bahan-bahan yang dilarang menurut undang-undang ketidakpantasan. Sejak sekitar 1991. dan diharapkan bahwa majalah-majalah porno akan dapat dijual secara terbuka di tokotoko umum. Orang dapat membelinya misalnya di luar negeri. yang sebelumnya cukup biasa ditampilkan di media umum. tetapi legal untuk memilikinya. Ada juga sejumlah toko porno yang ilegal. khususnya kota-kota yang lebih besar. Meksiko: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak di bawah usia 18. meskipun sebuah keputusan Mahkamah Agung Kanada yang kontroversial baru-baru ini tentang hak privasi sangat mempengaruhi usaha pemerintah untuk melacak dan menyitanya. Namun perlu dicatat bahwa menggambarkan kegiatan-kegiatan seksual yang melibatkan anak-anak. Belum jelas apakah keputusan Mahkamah Agung akan mempengaruhi film atau TV. mendistribusikan dan menjual. artinya. setelah Mahkamah Agung pada 7 Desember 2005 secara bulat membebaskan seorang bekas editor majalah karena menerbitkan porno berat yang tidak ditutupi pada 2002. Pemasarannya diatur dengan ketat. dll. Tetapi. Beberapa stasiun TV juga telah menyiarkan film-film porno ringan setelah lewat tengah malam. Pada 1999. saluran TV domestik dan TV kabel erotik mengaburkan organorgan seksual yang melakukan aktivitas biasanya dengan menggunakan segi empat hitam. dipahami bahwa porno berat tercetak tidak lagi ilegal.

Kebanyakan materi difilmkan di SaintPetersburg. Menurut undang-undang. biasanya tidak menampilkan puting susu dan daerah rambut kemaluan di sampulnya. bestiality. Swiss: Legal. termasuk penerbitan ringan seperti Playboy. majalah-majalah dewasa dijual kepada umum.Baise-moi yang secara seksual eksplisit dan penuh kekerasan mula-mula diberi peringkat hanya "terbatas" oleh pemerintah Prancis. impor. Hukuman yang sama dapat dikenakan untuk pemilikan. Memampangkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. • • • • • • • • B. Vietnam: Ilegal. tetapi de facto ada sejumlah batasan tentang di mana bahan-bahan itu dapat dijual. di sana hukum mendefinisikan pornografi dan pornoaksi sebagai materimateri termasuk pemerkosaan. 13 Yunani: Majalah-majalah ringan. Pornografi dan pornoaksi yang ekstrem atau sangat jelas umumnya dibatasi hanya dijual di toko-toko dewasa. Mempertontonkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. dll. penjualan. bestiality. pengeluaran hajat atau tindakantindakan kekerasan. Slovenia: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak yang berumur kurang dari 18 tahun. kalender. tetapi Duma negara bagian telah berkali-kali gagal untuk mengesahkan undang-undang yang mengatur bahanbahan porno. Taiwan: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun. tetapi klasifikasi ini dibatalkan oleh keputusan Conseil d'État Dewan Negara berdasarkan tuntutan yang diajukan oleh perhimpunan-perhimpunan yang mendukung agama Kristen dan nilai-nilai keluarga. Majalahmajalah erotik dijual secara terbuka. Turki: menjual kepada anak-anak di bawah 18 tahun ilegal. dikenai sejumlah perkecualian: penjualan atau memperlihatkan kepada orang-orang berusia di bawah 16 tahun atau kepada penonton yang tidak menyetujuinya dapat dikenai hukuman denda atau penjara hingga tiga tahun. Penegakan hukum ketat. • • RRT: Baru-baru ini melegalkannya. Kini kebanyakan kios di Athena memampangkan majalah-majalah dan DVD porno berat. Boleh ditonton oleh mereka yang berusia minimal 18 tahun. De jure semua pornografi dan pornoaksi diizinkan termasuk porno anak-anak. Singapura: Ilegal. meskipun isi aturannya secara spesifik tidak diketahui. Orang berusia di bawah 18 tahun dilarang berperan dalam film-film buatan Swedia. pornografi dan pornoaksi merusakkan nilai-nilai standar Vietnam. nekrofilia atau pornografi dan pornoaksi anak. sehingga status dari kebanyakan materi tidak jelas. terhadap materi pornografi dan pornoaksi anak. Rusia: Produksi dan distribusi secara eksplisit dilarang. sehingga semua bahan lainnya tergolong erotika legal. tidak ada batas untuk majalah. dan kartu permainan dijual secara terbuka di kios-kios tepi jalan dan di toko-toko wisata. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Lokal 1. Ada perkecualian untuk pornografi dan pornoaksi apabila mengandung nilai-nilai budaya atau ilmiah. Hubungan seksual dengan binatang dan pornografi dan pornoaksi anak-anak de facto dilarang. Swedia: Bahan yang melibatkan binatang de-facto legal tetapi dikenai undang-undang kesejahteraan binatang. Lihat Ayat 197 Undang-undang Pidana. Fenomena Pornografi dan pornoaksi .

Rahayu Effendy menjadi simbol seks ketika tampil bugil dengan Dicky Soeprapto dalam Tante Girang. 1960-an Sesuai dengan semangat zamannya. Oleh karenanya hampir tiap tahun dapat dipastikan akan muncul kasus-kasus pornogarafi walaupun dalam wajah yang berbeda. Meskipun demikian penampilan adegan bugil dalam sebagian dari film-film yang bertema panas itu bukan sekadar eksploitasi murahan. misalnya. adegan ciuman antara Frieda dan S. film Indonesia pada periode ini banyak didominasi oleh film-film revolusi. seperti “Bernafas di Atas Ranjang. perfilman Indonesia berhasil untuk pertama kalinya menggunakan teknik film berwarna. Toha Pahlawan Bandung Selatan 1961. 1970-1980-an Pada awal 1970-an. dan penegakan hukumnya pun juga boleh dibilang hanya isapan jempol. pada tahun 1980-an ini juga muncul film-film yang menampilkan aktris-aktris cantik dan seksi.Di Indonesia pornografi dan pornoaksi sebagai ladang yang subur. Di pihak lain. Sejumlah film muncul dengan judul-judul yang menjurus ke pornografi dan pornoaksi. Suzanna. Wanita Simpanan. dll. Nafsu Liar. namun semuanya lolos sensor. Semangat anti nekolim pada tahun 1963-1965 diterjemahkan ke dalam gerakan anti film-film asing yang kebanyakan diimpor dari Amerika Serikat. Resminya pornografi dan pornoaksi di Indonesia ilegal. 1950-an Pada 1954 Nurnaningsih menimbulkan kehebohan di masyarakat umum karena berani tampil berani dalam beberapa filmnya yang antara lain disutradarai oleh Usmar Ismail Krisis dan Djadug Djayakusuma Harimau Tjampa. meskipun muncul berbagai protes dari masyarakat. meraih penghargaan sebagai Aktris Terbaik se-Asia pada Festival Film Asia Pasifik di Seoul 1972. Pada 1955. Satu Ranjang Dua Cinta”. namun penegakan hukum sangat lemah dan interpretasinya pun tidak sama dari zaman ke zaman. 1929-an Pada 1929 diputar di Jakarta film Resia Boroboedoer yang menampilkan untuk pertama kalinya adegan ciuman dan kostum renang. Tujuh Aktris tenar lainnya yang pernah menjadi korban serupa adalah Titien Sumarni dan Netty Herawati. dll. seperti Pejuang 1960. Perhatikan kasus yang mencuat dari tahun-ketahun tentang kasus pornografi dan pornoaksi yang semakin beragam dan meningkat. Belakangan baru diketahui bahwa foto-foto itu adalah hasil teknik montage. Bahkan kemudian foto bugilnya tersebar luas di masyarakat. Pada 1974. Sejumlah pemain yang muncul dalam film seperti . Di beberapa majalah dimuat fotonya yang seronok. seperti yang terdapat dalam film-film Warkop. dengan pakaian minim. Bono dalam film Antara Bumi dengan Langit disensor karena reaksi berat dari masyarakat. Suzanna tampil sebagai bintang film berani dalam adegan ranjang seperti misalnya dalam film “Bernapas Dalam Lumpur” 1970 yang diarahkan oleh Turino Djunaedy dan “Bumi Makin Panas” karya Ali Shahab. Fenomena yang munculpun bagaiakan fenomena "gunung es". juga merajalela pada masa. Anak-anak Revolusi 1964. sementara Nurnaningsih sendiri tidak pernah tahu-menahu tentang pembuatannya. Dunia film Indonesia bangkit dari kelesuan yang panjang. Nafsu Birahi.

Begitu pula bus-bus malam dan hotel-hotel seringkali menyiarkan video-video panas. DVD dan internet. menampilkan sensor yang sangat ketat terhadap film-film yang disiarkannya. 2. Sebagian kalangan di masyarakat berusaha menangkal perubahan-perubahan dahsyat ini melalui Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan pornoaksi. antara lain Inneke Koesherawaty. VCD. laser discs.itu. meskipun rencana peredarannya jauh-jauh hari telah banyak ditentang oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintah. sementara Badan Sensor Film tampak tidak berdaya. Acapkali diberitakan di surat kabar tentang masyarakat pedesaan yang menayangkan film-film biru pada acara-acara perhelatannya dengan menyewa video. TVRI yang merupakan satu-satunya saluran televisi hingga akhir 1980-an. Reynaldi. Pada periode yang sama. baik di kota besar maupun kecil. Febby Lawrence. bahkan sampai ke pedesaan sekalipun. 1990-2000-an Pada periode ini pengaruh kemajuan teknologi informasi semakin terasa dan sukar dihindari. Awal April 2006 majalah Playboy edisi Indonesia beredar pertama kali dalam versi yang jauh berbeda dengan aslinya. Terahir yang tak kalah heboh adalah kasus "Adegan Mesum anggota DPR dengan Artis dangdut". adegan ciuman sama sekali diharamkan sehingga seringkali muncul adegan yang menggelikan. masyarakat dihebohkan dengan beredarnya kalender bugil dengan model Indonesia. Para model dan juru fotonya diajukan ke pengadilan dan dikenai tuntutan hukum. Pandangan KUHP Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana memang tidak ditemukan pasal-pasal yang secara tegas mengatur masalah pornografi dan pornoaksi ini.sebuah pasangan ditampilkan seolah-olah menghindari tabrakan bibir. kehadiran teknologi video telah semakin mempermudah akses terhadap film-film asing yang tidak disensor. semuanya membuat film dan gambar panas semakin mudah ditemukan. Pada 1996 Ayu Azhari muncul dalam adegan panas dalam sebuah film Amerika. Sementara itu. Teguh Yulianto. Pada periode inilah muncul sejumlah kasus seperti sepasang mahasiswa dari kota Bandung. Lisa Chaniago. Sebagai contoh dapat digunakan pasal 533 KUHP yang selama ini dikenal dengan pasal pelanggaran kesopanan. dll. Namun demikian bukan berarti sama sekali tidak ada pasal-pasal yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku pornografi dan pornoaksi ini. Sebagian lagi merasa bahwa RUU APP ini hanya akan memasung kreativitas seni dan mengabaikan kemajemukan di dalam masyarakat. yang pada mulanya dimaksudkan hanya untuk koleksi pribadinya. Misalnya. Kiki Fatmala. atau peredaran klip video yang dibuat dengan videophone oleh seorang pejabat di Kalimantan. ketika -karena gunting sensor -. The Outraged Fugitive. Ibra Azhari. . Kehadiran parabola televisi. Tersedianya kamera video dan videophone dengan harga relatif murah telah memungkinkan orang merekam adegan-adegan panas.

Tidak hanya di masyarakat. Kontraversi RUU APP Dalam Masyarakat Sejak diluncurkan. Bukankah sudah sering kita baca berita seorang ayah tega memperkosa putri kandungnya. 3. contoh: Menjamurnya keyboard porno. B. Tidak hanya para remaja tetapi juga para orang tua sudah banyak yang menjadi korban kerusakan moral. Hakim secara moral diberi kewenangan untuk berijtihad mengembangkan dan menginterpertasi peraturan perundangundangan atau dalil hukum guna menegakkan keadilan.Meskipun pada pasal tersebut yang menjadi ukurannya adalah kesopanan. maka secara umum pornografi dan pornoaksi yang ditunjukkan di depan umum maupun pornoaksi di depan publik merupakan pelanggaran kesopanan bagi bagian terbesar masyarakat Indonesia yang religius. Sanksi hukum yang demikian terlalu ringan bagi pelaku pornografi dan pornoaksi yang telah menghancurkan moral masyarakat dan bangsa sedemikian dahsyat. maka Indonesia baru yang kita cita-citakan bersama hanya merupakan utopia. Sehingga dengan demikian meskipun pasalpasal KUHP tidak secara tegas menyebutkan kejahatan atau pelanggaran pornografi dan pornoaksi. dan lain-lain lagi. semata-mata karena tidak adanya pasal-pasal yang secara tegas mengatur tentang hal itu. Kita dapat merasakan akibat menjamurnya pornografi dan pornoaksi ini. Dalam hal ini Hakim tidak salah menempuh "contra legen" tentunya dengan pertimbangan hukum yang akurat guna menjatuhkan sanksi hukum yang benar-benar memenuhi rasa keadilan. Tanpa adanya keberanian kita melakukan terobosan-terobosan seperti ini. Semetara kita tidak memiliki keberanian menjerat dan menghukum pelaku pornografi dan pornoaksi. maka yang menjadi sasarannya adalah moral bangsa. ia masih berhak untuk mendapatkan satu pahala. Rancangan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi RUU APP telah memancing polemik luas dalam masyarakat Indonesia. Bahkan dalam keyakinan Islam. andaikata seorang hakim tersalah dalam ijtihadnya. Atas dasar analisa yang demikian maka sebenarnya pasal 533 KUHP ini sudah dapat dijadikan jerat hukum menindak pelaku pornografi dan pornoaksi. Disamping kita harus memiliki keberanian berijtihad sebagaimana dikemukakan di atas. Masyarakat terbelah antara kubu pro dan kontra.000.-. di lembaga legislatif DPR pun terjadi pedebatan keras. kita juga dituntut mereformasi sanksi hukum yang terlalu ringan untuk pelanggaran kesopanan ini yakni hukuman kurungan selama-lamanya dua bulan atau denda sebanyakbanyaknya Rp. Dua fraksi yang menentang RUU APP adalah FPDI Perjuangan dan Fraksi . seorang kakek mencabuli cucunya yang masih balita. maka pelaku pornografi dan pornoaksi ini masih dapat dijerat dengan alasan pelanggaran tentang kesopanan. Sayangnya belum semua Hakim memiliki keberanian moral untuk memposisikan pasal tersebut untuk menghukum pelaku pornografi dan pornoaksi sehingga mereka seolah-olah mendapat kebebasan menebar pornografi dan pornoaksi ini di tengah-tengah masyarakat. atau bagaikan fatamorgana di tengahtengah kegersangan padang pasir. Sebenarnya kita tidak harus terpaku dengan bunyi suatu pasal perundangundangan yang mengakibatkan kekakuan dalam penerapan hukum. Kalau ditelusuri maka faktor penyebab utamanya adalah karena sudah terlalu menjamur dan merajalela pornografi dan pornoaksi.

Bali dan kelompok-kelompok ''minorias'' lainnya hanyalah ketakutan yang absurd. seperti Indonesia. tetapi setidak-tidaknya hal itu menjadi ikhtiar untuk mengurangi gejala dekadensi moral dalam masyarakat yang sedang berubah. dekadensi moral dan akhlak masyarakat Indonesia sudah sangat memprihatinkan. RUU APP merupakan kebutuhan fundamental bagi bangsa Indonesia ke depan. politik. Jika dicermati pasal per pasal. Kalau hal itu terjadi. Papua. termasuk pelbagai implikasi hukum. Sesungguhnya tidak ada alasan kuat menolak RUU APP. termasuk Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Demokrat. RUU APP merupakan "jawaban" atas kebutuhan masyarakat transisi. Banyaknya perempuan yang terjun ke dunia prostitusi umumnya karena terdesak oleh persoalan ekonomi. budaya dst yang bakal muncul ketika RUU APP kelak diundangkan. jika RUU yang berbiaya besar tersebut pada akhirnya hanya akan menjadi RUU yang tidak ada implikasi dan dampaknya bagi perbaikan kehidupan masyarakat dan bangsa secara keseluruhan. sebagaimana tadinya dimasalahkan kelompok-kelompok penentang. kecuali jika belum ada revisi. masyarakat transisi selalu rentan terhadap pelbagai perubahan dan gejala sosial dan budaya baru. Secara filosofis. sehingga perlu dibentengi dan dipagari dengan regulasi yang lebih kokoh. RUU APP sebenarnya tetap mengakomodasi pluralisme atau keanekaragaman budaya dan masyarakat Indonesia. Di manapun. mendukung RUU ini. khususnya yang berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi. Tidak sedikit pula biaya yang terpakai untuk menggodok RUU. Analoginya hampir sama dengan masalah keterkaitan antara pelacuran dan kesulitan ekonomi masyarakat. Harus diakui. Fraksi partai-partai Islam tentu menjadi kelompok pendukung utama RUU APP. Apakah pemerintah atau negara sudah memikirkan masalah perbaikan ekonomi para perempuan dan masyarakat pada umumnya. tapi butuh pengkajian komprehensif.Partai Damai Sejahtera. Alasannya. Sekalipun mempunyai pasal-pasal yang bagus. karena koteka adalah pakaian tradisional masyarakat lokal yang diwariskan secara temurun. Kalau dicermati dengan seksama. persoalan pornografi dan pornoaksi bukanlah persoalan sederhana. DPR yang menjadi inisiator RUU APP mengaku telah melakukan pengkajian mendalam. Melihat beberapa indikator. Tentu sayang sekali. hampir tidak mungkin negara kemudian melarang masyarakat Papua mamakai koteka karena dinilai ''porno'' menurut negara. sosial. akan tetapi terbukti regulasi ini tidak cukup untuk mengurangi tingkat dekadensi moral yang terjadi dalam masyarakat. persoalan dekadensi moral tidak cukup dengan diseminasi regulasiregulasi baru. muncul pula gugatan dari beberapa kalangan bahwa semestinya pemerintah menanggulangi akar permasalahan maraknya pornografi dan pornoaksi di tengah masyarakat. Fraksi-fraksi lain. . ketika di sisi lain harus ada regulasi yang melarang prostitusi? Intinya. RUU APP bisa dinilai melanggar hak asasi manusia HAM dan UUD 1945. Apa yang dikhawatirkan masyarakat Sulawesi Utara. RUU APP belum tentu akan bisa memerangi pornografi dan pornoaksi. Bukankah konstitusi kita sangat menghormati keanekaragaman dan keunikan kultural masyarakatnya? Ketika kontroversi meluas. Sekalipun sebagaian sudah diatur dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana KUHP. ketika akar permasalahannya tidak dipahami dan ditanggulangi terlebih dahulu. Bertahun-tahun mereka melakukan pendalaman atas persoalan pornografi dan pornoaksi.

Diantara pentingnya undang-undang tersebut dengan berbagai alasan: 1. vcd. dunia Arab disimbolkan sebagai Islam. Motif westernisasi ini juga punya peluang ikut bermain dalam aksi menolak RUU APP. Unsur ideologi penolakan RUU APP ini bisa terlihat dengan munculnya tuduhan bahwa pembuatan RUU APP merupakan langkah awal untuk menerapkan syariat Islam. westernisasi menjadi dinamika yang tak terbendung alirannya. khususnya yang berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi danpornoaksi. Goenawan Mohamad. Pornografi dan pornoaksi juga telah menjadi simbol aliran budaya Barat bisa juga dibaca liberal. Di negara Barat saja masalah pornografi dan pornoaksi diatur secara ketat. Untuk itu ada beberapa kalangan yang menganggap bahwa sangat urgensi tentang munculnya Undang-Undang APP. westernisasi terus dikampanyekan. sebagaimana tadinya dimasalahkan kelompok-kelompok penentang. Tidak ada alasan kuat menolak RUU APP. Hal serupa juga terjadi pada aspek seni dan budaya. KUHP terbukti tidak cukup untuk mengurangi tingkat dekadensi moral yang terjadi dalam masyarakat. juga agama. serta situs porno di internet. Tindakan berbau pornografi dan pornoaksi tak bisa dibiarkan begitu saja. RUU APP merupakan kebutuhan fundamental bagi bangsa Indonesia ke depan. kehidupan sosial. seperti Indonesia. Jangankan di Indonesia atau negara-negara Arab Timur Tengah. kecuali jika belum ada revisi. Yang dikhawatirkan masyarakat Sulawesi Utara. 2.56 56 Jumat 10 maret 2006 . Jika dicermati pasal per pasal.Pornografi dan pornoaksi memang membutuhkan sebuah pengaturan yang tegas dari negara. Di manapun. yang secara filosofis merupakan ''jawaban'' atas kebutuhan masyarakat transisi. Republika. pornografi dan pornoaksi telah menjadi bisnis besar dengan keuntungan yang menggiurkan. dan kelompokkelompok ''minorias'' lain hanyalah ketakutan yang absurd. 7. 6. Paranonia Menolak RUU APP. karena bisa berdampak jauh kepada moralitas generasi masa depan. Bisnis ini jelas terancam jika RUU APP disahkan. Papua. masyarakat transisi selalu rentan terhadap pelbagai perubahan dan gejala sosial dan budaya baru. tabloid. telah menjadi 'tambang uang'. tidak tertutup kemungkinan kepentingan bisnis ikut melatari penolakan ini. di negara Barat saja masalah pornografi dan pornoaksi. Persoalannya tak bisa diselesaikan di tingkat masyarakat. juga menganggap upaya untuk menyusun RUU APP sebagai langkah untuk 'mengarabkan' Indonesia. sehingga perlu dibentengi dan dipagari dengan regulasi yang lebih kokoh. juga perlu diangat selain ada yang pro juga ada yang kotra dalam menaggapi tentang Rancana Saat ini. program televisi. Karenanya. Belakangan. Irfan Junaidi . Bali. Sementara itu. Dalam artikelnya. 5. 3. RUU APP sebenarnya tetap mengakomodasi pluralisme atau keanekaragaman budaya dan masyarakat Indonesia. sekalipun mekanisme kontrol masyarakat sangat penting sebagai tindakan preemptive. Perdagangan majalah. Dalam banyak kasus. Di bidang ekonomi. 4.

warga di kedua wilayah tersebut bakal dijerat hukum jika RUU APP disahkan menjadi UU. mereka yang ruang kreasinya lebih luas dari sekadar sensualitas. jelas sekali kata yang dipilih tidak menunjuk pada jenis kelamin tertentu. Yang kelima adalah alasan yang sangat klasik: membuat kreasi seni dan budaya menjadi kering. Padahal. jika diamati pasal demi pasal. orang yang tampil tanpa busana malah dibela karena dianggap berani memperjuangkan kebebasan berekspresi. Logika yang sangat awam pun mengetahui bahwa aturan itu disiapkan bukan untuk menjerat masyarakat adat Bali yang hanya mengenakan kemben. dari hasil pengamatan penulis sedikitnya ada enam jenis alasan yang kerap dikemukakan para penolak RUU APP yaitu. Alasan ini kerap sekali terdengar. Urusannya menjadi lain jika sensualitas itu memasuki ruang publik. bertebaran dalam draf RUU tersebut. Alasan kedua. Mereka yang mempersepsi ketelanjangan itu sebagai pornografi dan pornoaksi kemudian dianggap berpikiran ngeres kotor dan disalahkan. memang tidak boleh dijangkau negara. tentu tidak perlu khawatir. Bali dan Papua kerap dijadikan modelnya. RUU APP seolah-olah dianggap hanya mengatur masalah pakaian dan tubuh perempuan an sich.Terkait dengan Undang-Undang tentang Anti pornografi dan pornoaksi tersebut. maupun warga Papua yang hanya berkoteka. lakilaki maupun perempuan bisa terkena implikasi. Semoga Allah memberikan hidayah pada mereka! [] . Sungguh logika ini sangat dipaksakan. istilah ''dipertontonkan di muka umum''. ''disiarkan/menyiarkan''. Dalam persepsi saya. masyarakat dari kedua wilayah tersebut tidak pernah ikut dihitung. Karena itulah perlu aturan yang menyempurnakannya. Atas nama seni. Mulai dari Pasal 4 hingga Pasal 33. Seniman dan budayawan yang menjadikan sensualitas sebagai 'tumpuan hidupnya' memang pantas risau dengan adanya RUU APP. seolah-olah hanya disasarkan kepada perempuan. Karenanya. Sensualitas yang dibatasi RUU APP adalah sensualitas yang memasuki ruang publik. Ini adalah alasan yang sangat klasik. Pertama. Lagi pula. karena pakaian adatnya memang tidak menutup aurat secara sempurna. hampir semuanya diawali dengan kata ''setiap orang''. tentulah fenomena pornografi dan pornoaksi tidak akan marak seperti sekarang. Substansi pasal-pasal itu juga tidak menunjuk kelompok gender tertentu. argumentasi ini sungguh merendahkan derajat para seniman dan budayawan. Artinya. Rancu jika aturan itu disebut merugikan perempuan. Secara tidak langsung. hasil karya mereka menjadi kering ketika area itu dibatasi. Mereka khawatir. argumentasi ini menganggap kreativitas seniman dan budayawan hanya mampu berada di area sensual. Alasan keempat menuding RUU APP sebagai bentuk intervensi negara terhadap ruang privat warga negaranya. Sebaliknya. aturan itu bertentangan dengan adat istiadat di sebagian wilayah. Karena itu. Bukan baru kali ini pornografi dan pornoaksi dan seni dibentur-benturkan. mereka menganggap aturan tersebut sebagai alat mengekang kebebasan kaum perempuan dan menjadikan perempuan sebagai korban. ''menyebarkan''. orang boleh telanjang di muka umum. Larangan membuka segala hal sensual. Jika KUHP memang mencukupi. Sensualitas yang berada di ruang privat. dalam diskursus soal pornografi dan pornoaksi yang berjalan selama ini. Mengapa tiba-tiba mereka dijadikan 'tameng'? Dasar penolakan ketiga menyebutkan bahwa urusan pornografi dan pornoaksi cukup diatur Kitab Undang-Undang Hukum Pidana KUHP. Sebaliknya.

Aborsi merupakan bagian dari hak reproduksi. h. Dari sudut pandang agama. Atas dasar itu. 3/10/1994]. Penelitian ini juga mengungkapkan faktor-faktor yang mendorong perempuan mengambil langkah abortus spontan ialah kelelahan. Tahun berikutnya. Hak-Hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung. dan dari jumlah ini kurang lebih 10-25% adalah remaja [Jayakarta. persoalan aborsi tidak dapat dipandang secara sederhana. aborsi secara tegas dinyatakan sebagai praktek yang dilarang. Kendati demikian. Bahwa aborsi dipandang sebagai salah satu bentuk otonomi perempuan atas tubuhnya. aborsi di kalangan masyarakat benar-benar terjadi dan ada. Secara afirmatif. banyak kalangan terutama agamawan memandang aborsi sebagai yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan keagamaan. pada tahun 1994 diperkirakan terjadi 1. 1999]. penelitian lapangan yang dilakukan oleh Indraswari dari FISIP Unpad pada tahun 1997 menyimpulkan 85% pelaku aborsi berstatus menikah. angka-angka yang diperoleh. Tarik ulur tentang kebolehan aborsi dan tidaknya menempatkan praktek tersebut sebagai sesuatu yang sulit diketahui dan dilacak secara numerikal dengan pasti. Sebagai ilustrasi banyaknya praktek aborsi. hak reproduksi yang terkualifisir dalam instrumen Hak Asasi Manusia semakin memuluskan praktek aborsi dan memperuncing kompleksitas dampak-dampaknya. dan 65% responden melakukan abortus provokatus kriminalis [APK]. Ironisnya. hukum Positif Indonesia seperti KUHP juga memetakan aborsi dalam tindak pidana. 1998]. Sementara itu.57 Secara spesifik.117-118 58 57 Syafiq Hasyim [Ed]. Cet. Lebih dari itu. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa aborsi nyaris serupa dengan praktek pembunuhan.58 Akhirnya.152-154 . Namun di ujung spektrum lainnya.7% perempuan yang melakukan aborsi adalah ibu-ibu yang sudah menikah. belum menunjukkan jumlah kejadian yang sebenarnya.000. Sumapraja [Kompas. Selebihnya. November 1995]. ke-1. dan hal ini berarti perempuan memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan aborsi yang aman. Kesulitan mengestimasi angka praktek aborsi di lapangan secara akurat lebih dihadapkan pada kendala hukum dan norma-norma sosial. aborsi mendapatkan justifikasinya oleh beberapa kalangan. h. Tidak jauh Adrina dkk. pada dasarnya. 30/11/1997] menyatakan 99. 10% responden melakukan abortus provokatus terapikus [APT]. beban kerja berlebihan dan kondisi kesehatan mencapai angka 20%. 50% diantaranya dilakukan oleh mereka yang belum menikah. Menakar “Harga” Perempuan.II ABORSI BAGIAN PERTAMA FENOMENA ABORSI Aborsi merupakan realitas sosial yang menggejala di kalangan masyarakat.000 aborsi setiap tahun di Indonesia. Maraknya praktek aborsi dalam masyarakat memasukkan fenomena tersebut dalam tingkat yang lumrah. [Bandung: Mizan. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Bali setiap hari ada 100 remaja di Denpasar dan Bandung yang ingin dipulihkan dari kehamilan yang tidak mereka inginkan [Matra.

Namun kenyataan banyaknya pelaku aborsi. Bahwa aborsi tidak dilakukan terhadap janin yang telah berusia tiga bulan. Dengan demikian aborsi dan pengaturannya dari sudut pandang kesehatan dimaksudkan untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi. amandemen Pasal 60 UU No. Instabilitas psikologis dalam tingkat-tingkat tertentu. H. Karena itu. mengakibatkan kondisi keterpurukan dan desperate. melalui peraturan perundang-undangan. dan akhirnya menyebabkan kematian. Lebih lanjut.berbeda dengan perspektif agama. dan tidak bertanggung jawab.23 Tahun 1992" yang diselenggarakan oleh Komisi VII DPR dan Koalisi untuk Indonesia Sehat di Gedung DPR [hukumonline. pengaturan abortus tidak hanya untuk melindungi jiwa dan kesehatan ibu.A. aborsi dinilai sebagai tindak kriminal. Dalam konteks kasuistis seorang ibu yang tengah mengandung dan yang dalam kondisi desperate. Upaya percobaan penguguran janin bukan tidak mungkin melahirkan bayi yang justru mempunyai kualitas kesehatan dan intelegensia yang buruk. Kehamilan yang tidak diinginkan. pengaturan aborsi dilakukan dengan persyaratan tertentu. Sementara penurunan angka dan bahkan stagnasi pada titik nadir dalam fluktuatifitas kualitas intelegensia banyak diakibatkan oleh upaya pengguguran janin yang illegal dan tidak aman. dan pencabangan [bifurcation] dari itu ialah pelaku aborsi dan penolong dari pelaku aborsi dapat dijerat hukuman. aborsi dari segi moral juga dinilai sebagai tindakan asusila.23/1992 harus dilakukan. RUU Kesehatan dimaksudkan untuk mengatur praktek-praktek aborsi illegal dan tidak aman yang justeru menimbulkan komplikasi buruk bagi ibu akibat pengguguran kandungan. Dalam Lokakarya Nasional "Amandemen UU Kesehatan No. Secara khusus. Akibat illegalitas abortus dalam hukum Indonesia dan kualifikasinya sebagai tindakan kriminal. Secara sepintas. . Lebih dari itu. Sanoesi Tambunan menyatakan bahwa sekitar 30% dari kematian ibu di Indonesia terjadi akibat abortus yang tidak aman dan tidak bertanggung jawab. RUU tersebut melegalkan praktek aborsi. pengguguran janin bukan tidak mungkin merupakan solusi untuk menghilangkan beban. dalam perspektif hukum setidaknya menunjukkan bahwa hukum belum mampu menampakkan efekfitifitasnya dalam memberi efek jera. 27 Desember 2006]. aborsi dipandang sebagai langkah untuk menekan dan bahkan mencegah angka kematian ibu yang masih relatif tinggi terutama di Indonesia. tetapi juga kesehatan bayi yang akan dilahirkan. Konsekuensi logis dari itu adalah masalah aborsi dapat dinyatakan lebih merupakan masalah kesehatan. secara psikologis. dari aspek kesehatan. dampak dari aborsi yang tidak aman sangat berbahaya bagi jiwa dan kesehatan ibu. dalam Pasal 60 ayat [1] RUU Kesehatan disebutkan bahwa pemerintah berkewajiban melindungi kaum perempuan dari praktik pengguguran kandungan yang tidak bermutu. namun tidak demikian jika ditelisik secara mendalam. Lebih lanjut. koordinator Sub Komisi Kesehatan Komisi VII DPR-RI dr. mengimplikasikan tindakan yang pada mulanya tidak terpikirkan namun pada akhirnya dianggap sebagai solusi final. Lalu bagaimana dengan Islam yang melarang pembunuhan nyawa tidak berdosa dan juga menuntut peningkatan kualitas generasi. Alasannya. karena secara substansial aborsi tidak lebih dari bentuk pembunuhan janin yang tidak berdosa. RUU Kesehatan disketsakan guna melindungi kaum ibu dari kematian yang seharusnya dapat dicegah. tidak aman. maka calon ibu mencari pelaku pengguguran yang illegal dan tidak aman. Sementara itu. dan bukan masalah moral ataupun agama. Namun dari sudut hukum.

Islam. dipandang perlu untuk melakukan penelusuran aborsi dalam hukum Islam terkait dengan kompleksitas kasus aborsi dalam tataran praktisnya di Indonesia. Namun dalam tataran realistisnya. tetapi juga kerjasama yang produktif dan dinamis. h..60 Kedua sikap tersebut akan mewujudkan kehidupan sosial yang tidak sekedar penuh harmonisasi. Mongomery Watt. karena akan berpengaruh pada proses perubahan kehidupan sosial keagamaan masyarakat yang oleh Kung dilukiskan sebagai pergeseran paradigma [paradigm shift] dan atau perubahan paradigma [paradigm change] terhadap unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik61 yang sudah tentu akan memunculkan pula implikasi signifikan pada hubungan yang integral dan dinamis antara agama Islam dan pilar-pilar kehidupan sosial lain. Major Legal Systems in The World Today. dari Sociology of Religion oleh Ahmad Fedyani Saifuddin. Penelitian ini sangat penting dilakukan. Roland Robertson. 19 . sistem hukum sosialis dan common law di dunia. [London: 1968]. karena mengesampingkan kesehatan sang ibu dan bayi. 1988] Brierly J. E. Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis terj. Atas dasar itu. dalam menghadapi agama-agama lain dan elemen-elemen dalam kehidupan sosial seperti hukum dan kedokteran mempunyai sikap dasar ‘agree in disagrement’ dan ‘competition in good. R. h. Theology of The Third Millenium. ed. David. 9 60 61 62 59 W. [Edindurgh: Edinburgh University. salah satu agama dunia59 yang berkembang pesat di Indonesia. 1995]. BAGIAN KEDUA ABORSI DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF A. C. Terkait dengan aborsi. 1987]. namun hukum Islam lebih dilatarbelakangi oleh kaitannya yang amat erat dengan agama semit di samping oleh sumber-sumber hukumnya yang orisinil. truth claims [klaim-klaim kebenaran] seringkali dihadapkan dengan stereotpyng negatif bahwa agama tidak mencerminkan keadilan dan kurang memperhatikan asas kemanusiaan. 51 Hans Kung. yaitu sisi hukum dan kedokteran. Menurut David62 jika urgensitas ketiga sistem terakhir lebih disebabkan oleh perkembangannya yang pesat dan sekaligus pengaruhnya yang signifikan terhadap perkembangan peradaban Barat. Dasar Hukum Islam Hukum Islam merupakan sistem hukum yang dinilai penting di dunia selain sistem hukum Romawi Jerman. [New York: Doubleday. Islamic Political Thought. Islam yang tidak membolehkan penghilangan paksa nyawa dapat dianggap sebagai agama yang ahumanis. [ Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. h.

Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Suci. [Jakarta: Penerbit PARAMADINA. [Kairo: Dâr al-Syurûq. dan atas dasar itu interpretasi Islam selalu berkembang dan dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman. Konstruksi aqidah dan amal shaleh dalam bingkai unifikasi dalam al-Qur’an dapat dilihat dalam surat alKahfi/18: 107-108.. bahwa Islam mempunyai tiga persepsi. 64 Dawam Rahardjo. Jawa Pos Press: 2004]. syariah. negara dan kebudayaan. Wahyu dari Allah sebagaimana yang tersurat dalam al-Qur’an dan Sunnah selalu bersinggungan dengan berbagai aspek sosial. Islam sebagai yang disistematisasikan melalui interpretasi oleh para ulama berdasarkan konteks sosial budaya masyarakat. [Surabaya. 2001]. 2. 67 Ibid. 65 66 63 Mahmud Syalthut. Sakralitas Islam disebabkan oleh transendensitas sumber-sumber agama yang berbasis wahyu divinitas al-Qur’an dan Sunnah [revealed religion] dan yang tidak dapat diamandemen. Dalam suatu ceramahnya. merupakan agama Tuhan yang bersifat transenden. pertama. dan ketiga. CET. Konsepsi al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman manusia untuk mencapai kesalehan individual dan sosial dipastikan selalu bersinergi dengan realitas sosial. h. hukum. 10 . sistem keyakinan. Al-Islâm: ‘Aqîdah wa Syarîah. Islam menunjukkan sebuah agama. dan dalam pengertian lain Islam berarti peradaban yang tumbuh dan berkembang di bawah pengawasan agama Islam [Islam secara sejarah]. aqidah dan kedua. Dalam satu pengertian. namun dalam beberapa kasus justeru menghasilkan serangkaian paradoks yang pada akhirnya mengaburkan makna Islam itu sendiri. kedua. Al-Qur’an. legal rulings [hukum-hukum] menjadi pointer penting dalam konstruksi teks-teks keagamaan karena objek hukum menyambung mata rantai keterkaitan manusia secara vertikal dengan Tuhan. Islam dalam Krisis: Antara Perang Suci dan Teror Kotor.67 Bertolak dari struktur ayat qur’aniyah. sakralitas Islam tersebut tidak lantas menjadikan Islam sebagai agama yang tidak berdimensi sosial. Lewis64 memaparkan lebih lanjut. Dari The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror. Syariah adalah peraturan-peraturan yang dilegislasikan oleh Allah untuk diimplementasikan dalam kerangka menciptakan harmoni dalam hubungan manusia secara vertikal dengan Allah dan horizontal dengan manusia dan alam. Islam sebagai Islam sejarah yang diimplementasi dan diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat. hati dan hidup. dan an-Nahl/16: 97. Al-Qur’an melekatkan ‘lem’ terminologi iman untuk menjelaskan aqidah dan amal shalih untuk syariah. seperti toleransi. dengan demikian. 66 Lebih lanjut. Dalam hal ini. Islam sebagai konsep terwujud dalam al-Qur’an dan Sunnah.65 menegaskan bahwa Islam memiliki dua pilar fundamental yang harus diobyektivasi dan lantas diinternalisasi dalam akal.Islam menurut Lewis63 memiliki dua pengertian yang saling berhubungan. pendidikan dan lain-lain. samawi dan mutlak. 1. aqidah merupakan teoritasi yang menuntut individu meyakininya lebih dahulu secara holistik dan tanpa ragu. karena Islam merupakan agama yang disampaikan oleh [Nabi] Muhammad dan untuk umat manusia. abadi. Syalthut Bernard Lewis. CET. ibadah. dan secara horisontal dengan sesama manusia dan makhluk lainnya. Kendati demikian. karena itu Islam secara konsepsional dinilai sebagai yang tidak berubah. pemikiran dan etika. terj. Islam as such sebagai sistem kepercayaan. 2002]. menurut Syalthut. yaitu pertama.

Konsekuensi logisnya adalah aqidah hanya satu dan seragam. . secara umum. Sebaliknya syariah bersifat absolut dan tidak dapat dirubah. maka ramifikasi dari itu ialah syariat sebagai program pelaksanaannya juga meliputi seluruh segi kehidupan meski dalam berbagai paparan dan penyelesaian terhadap problematika kemanusiannnya tidak disebutkan dalam preseden terperinci. Karena aqidah menjadi sentral dari dan [serba] meliputi seluruh segi kehidupan. Syariah merupakan wahyu Tuhan yang mengatur kehidupan manusia secara universal. 1958]. dan sementara itu. Dengan demikian. pengertian hukum Islam jika dialihbahasakan dengan menselaraskan pengalihbahasaan dari bahasa Inggris [Islam law dan Islamic yurisprudence] yang lumrah di kalangan muslim di atas menciptakan ambiguitas. mencakup hubungan manusia dengan Tuhan. syariah mendahului fiqh. Syariah. Bahwa sinonimitas terdapat pada term Islamic law dengan syariah [obyek analisa manusia] dan Islamic yurisprudence dengan fiqh [hasil analisa manusia] berdampak pada ambiguitas tentang lahan syariah dan fiqh. Syariat merupakan program implementasi dari aqidah. syariah. Dengan demikian. Atas dasar itu. sedangkan fiqh merupakan hasil analisa manusia terhadap syariah. dari sudut historisnya. Salah satu di antaranya adalah segi hukum. Substansi al-Qur’an dan Sunnah yang ditujukan bagi manusia paripurna di seluruh alam dan merupakan reaksi aktif dari serangkaian persoalan masyarakat menuntut sistematisasi interpretasi terstruktur sebagai upaya aktualisasi teks sekaligus hukumnya dalam dialektika hubungan teks dan realitas. Bahkan mayoritas cendekiawan muslim. hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam. dan syariat merupakan implikasi dan konsekuensi serta pencabangan dari aqidah. Dalam hal ini. implementasinya dapat berbeda-beda sepanjang sejarah kemanusiaan. Syariah menjadi sumber primer seluruh akitivitas manusia dan hanya berasal dari Tuhan. karena syariah merupakan pelembagaan kehendak Tuhan yang belum dimasuki oleh aktivitas akal interpreter. Sedangkan fiqh merupakan keputusankeputusan-keputusan yang disimplifikasikan dari syariah oleh ulama. Banyak pakar Islam mengafirmasikan bahwa syariah ialah fiqh. Sejarah menuliskan bahwa setiap rasul membawa syariatnya masing-masing. merupakan seluruh peraturan [syara’] yang bersumber dari Allah [syâri’] dan disampaikan oleh Rasul kepada manusia. sedangkan fiqh lebih mengkristal pada hasil pemahaman manusia yang cenderung bersifat temporal sesuai dengan dan mengikuti perkembangan budaya manusia dan perubahan sosial masyarakat. Ushûl al-Fiqh. segi peraturan-peraturan hidup dalam masyarakat yang mengatur perbuatan manusia terhadap manusia lain dalam masyarakat. Sunnah. ijma [konsensus masyarakat Islam] dan qiyas [analogi]. [Beirut: Dâr al-Fikr. dengan demikian.menyatakan bahwa aqidah menjadi basis fundamental dan poros dari syariat. Paradigma ini memunculkan persepsi Islam sebagai yang ditafsirkan oleh ulama namun tetap berporos pada syariah. Di Indonesia. seperti Zahrah68 mendefinisikan hukum Islam sebagai seperangkat peraturan berbasis al-Qur’an dan Sunnah Rasul mengenai tingkah laku manusia mukallaf yang diakui dan diyakini berlaku serta mengikat semua umat yang 68 Muhammad Abu Zahrah. Ambivalensi ini terjadi apabila ditelusuri dari dan dikaitkan dengan pandangan bahwa atom dari syariah terkandung dalam al-Qur’an. fiqh yang merupakan ciptaan manusia bersifat temporal dan tunduk pada determinan sosiologis. dan fiqh ialah syariah. Islam sebagai hasil interpretasi ini disebut dengan fiqh. mencakup konsep-konsep dasar yang transenden dan eternal karena bersumber secara ontologis dari legislator tertinggi. Akhirnya.

Hukum Islam itu juga dapat dikaitkan dengan aturan formal atau nonformal dari pemahaman berbasis sosiologis empiris dan normatif terhadap teks-teks divinitas pasca masa hayat [Nabi] Muhammad. Ambiguitas mengenai term hukum Islam ini dapat dipahami. yang diakui oleh masyarakat atau bangsa tertentu sehingga mengikat [individu]nya sebagai anggota atau subyeknya. makrûh. karena istilah hukum Islam tidak termuat dan ditemukan dalam al-Qur’an. Tidak jauh berbeda dengan itu. Bahwa hukum Islam yang bersumber dari wahyu merupakan suatu sistem yang mengandung norma hukum baik yang bersifat haram. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas ulama muslim berpendapat bahwa hukum Islam mencakup hukum syariah dan hukum fiqh. akitivitas ini menampakkan adanya variasi-variasi. hukum Islam adalah suatu kaedah hukum yang bersifat konkrit. Muhammad. dan mubâh. Kebebasan ini terartikulasikan dalam aktivitas para pakar hukum. Sunnah dan literatur fiqh klasik. fiqh Islam dan hukum Islam. Lebih lanjut. sunnah. tetapi secara subtansial merujuk pada sistem hukum yang terdiri atas dan bersumber dari kaedah hukum berbasis divinitas [alQur’an dan Sunnah] dan kaedah hukum bersumber dari al-ra’yu. baik dari produk atauran formal maupun adat. pertama. Philosophy of Islamic Law and The Orientalist: A Comparative Study of Islamic Legal System. hukum Islam merupakan hukum agama dan hukum moralitas. Kendati istilah-istilah tersebut memiliki pengertian beragam. Kendati tidak sedikit materi hukum Islam yang merupakan hasil ijtihad. AlQur’an. kedua. Konsep bahwa teks ilahiyah mempunyai permanensi mutlak dan pelaksanaannya memiliki fleksibilitas sejalan dengan good public menunjukkan bahwa hukum Islam selain merupakan instrumen yang konstan juga meliputi prinsip dasar hukum yaitu kebebasan. dan yang terkait dengan proses turunnya wahyu dari Tuhan. al-Qur’an. h. wâjib. Al-Qur’an hanya menyebutkan hukum Allah dan tidak hukum Islam. Sunnah. maka hasil ijtihad tersebut juga dinilai sebagai hukum yang memiliki nilai religiusitas dan sanksi keagamaan. seperti istishlâh dengan tetap merujuk pada satu sumber primer yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Akhirnya. dan keempat. Eksistensi hukum Islam yang pada prinsipnya mencakup dimensi sosial menjadikan pelaksanaan hukumnya selain sebagai kewajiban religius juga menjadi rujukan pengambilan kebijakan utama terhadap kepentingan umum [good public] masyarakat dan parameter etikanya.beragama Islam. dapat disebut sebagai norma hukum atau dalam bahasa Islam al-ahkâm yang pada tahap selanjutnya disebut dengan hukum Islam. hukum Islam menurut teori ulama muslim zaman pertengahan Islam ialah hukum yang terstruktur dari dan dibangun secara hiraerkis di atas empat komponen sumber hukum. fiqh. ketiga. serta yang merupakan jawaban atas persoalan yang terjadi masa [Nabi] Muhammad. 17 69 . Hal ini pada tataran implementasinya mengkonsekuensikan balasan di dunia dan di akherat. qiyas [penalaran analogis]. Menurut Muslehuddin69 sebagaimana yang dikutip dari Oxford English Dictionary bahwa hukum adalah kumpulan aturan. Sunnah dan literatur fiqh klasik menggunakan istilah syariah. [Lahore: Islamic Publications Ltd. Dengan demikian. Oleh karena Muslehuddin. 1980]. ijma’ [konsensus]. Istilahistilah tersebut adalah syariat. fiqh dan derivasinya untuk menyebut hukum Islam. tetapi karena secara konseptual membentuk garis hirarki dari ideal makna hukum Islam yang pertama. syariat Islam. Di kalangan masyarakat Indonesia berkembang berbagai macam istilah hukum Islam yang satu dengan yang lain mempunyai persamaan dan sekaligus juga perbedaan. Secara spesifik.

Namun demikian. Ali Hasan. baik dalam keadaan hidup atau mati 70M.Aziz Masyhuri. 44 Banyak fuqaha kontemporer yang menggunakan istilah al-ijhadh. aborsi disebut dengan al-ijhâdh atau isqâth al-haml. gugur kandungan atau keguguran.A. Wahbah Zuhaili dalam al-Fiqh al-Islamy wa adillatuhu. Syaikh al-Azhar [mantan] Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq dalam Ahkâm as-Syarî’ah al-Islâmiyyah fî Mâsa’il Thibbiyyah ‘an al-Amrâdh ankandungan yang sudah tua. Oktober 1992. Lihat KH. Abortus Menurut Hukum Islam. Misalnya Dr. digunakan oleh dokter Arab untuk pengguguran 71 Mas’alah Tahd d an-Nasl. Masail Fiqhiyah al-Haditsah pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. [Makalah pada acara Bathsul Masail NU Wilayah Jawa Timur. Pengertian Aborsi Kata aborsi berasal dari bahasa Inggris yaitu abortion dan bahasa Latin abortus. hukum Islam melembaga dan menginternalisasi menjadi kebiasaan dalam kehidupan setiap muslim guna meraih ketertiban. beberapa fuqaha juga membedakan kedua istilah ini. 1998]. secara etimologis berarti. kedamaian. Wiqâyatan wa ‘Ilâjan.itu. Sa’id Ramadhan al-Buthi dalam î Nisâ’iyyah wa Shihhah al-Injâbiyah.71 Adapun aborsi [isqâth al-haml] dalam pengertian terminologis sebagaimana yang didefinisikan oleh para adalah pengguguran janin yang dikandung perempuan dengan tindakan tertentu sebelum sempurna masa kehamilannya. misalnya. BAGIAN KE-TIGA DESAIN ABORSI A.70 Dalam bahasa Arab. [Jakarta: Raja Grafindo Persada. tidak diterbitkan] . h. Dr. Isqâth al-Haml . sementara al-Ijhâdh digunakan untuk pengguguran kandungan yang masih muda. kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akherat.

2 74 75 72 Ensiklopedi Islam [Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve. Sedangkan untuk dua macam aborsi yang lain [abortus spontaneous dan abortus provocatus therapeuticus] hukum pidana dan Jaad al-Haqq ‘Ali Jaad al-Haq. 33 Masyfuk Zuhdi. Abortus Provocatus atau abortus arteficiallis. Abortus spontan bisa terjadi karena kecelakaan. Terpancarnya embrio yang tidak mungkin lagi hidup [sebelum hasil bulan keempat dari kehamilan]. 1986]. maka dikenal dua macam bentuk aborsi yakni: 1. yakni yang dilakukan atas dasar pertimbangan medis yang sungguh-sungguh dan pada umumnya untuk menyelamatkan jiwa si ibu. Abortus Spontaneous [aborsi spontan] yakni aborsi yang terjadi dengan sendirinya. 2. 3.76 Aborsi yang tersebut terakhir inilah yang sering disebut dengan aborsi illegal dan diancam hukuman. [Jakarta: Balai Pustaka. [Jakarta: CV.sebelum si janin bisa hidup di luar kandungan namun telah terbentuk sebagian anggota tubuhnya.74 Sardikin Ginaputra dari Fakultas Kedokteran UI mendefinisikan aborsi sebagai pengakhiran kehamilan atau hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Jakarta. [Makalah Seminar dan Lokakarya Aborsi Ditinjau dari Perspektif Fiqh yang diselenggarakan oleh PP Fatayat NU. baik pidana maupun hukum Islam. 4. Sedangkan Maryono Reksodipura dari Fakultas Hukum UI mendefinisikan aborsi dengan pengeluaran hasil konsepsi dari rahim sebelum waktunya [sebelum dapat lahir secara alamiyah]. 4. 77 76 Harkristuti Harkrisnowo. penyakit syphilis. dan sebagainya. Ahkâm al-Syarî’ah al-Islâmiyyah fî Masâ’il al-Thibbiyah ‘an Amrâdh alNisâiyyah wa Shihhah al-Injâbiyyah. h. Haji Masagung. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. Universitas al-Azhar. dan dianggap sebagai tindak pidana. Lihat juga Masyfuk Zuhdi. [Kairo. 135 73 Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Depdikbud RI. yakni aborsi yang dilakukan dengan sengaja. Islam dan Keluarga Berencana di Indonesia. 2. yakni yang dilakukan tanpa indikasi medis apapun. aborsi adalah pengakhiran kehamilan sebelum masa gestasi [kehamilan] 28 minggu atau sebelum janin mencapai berat 1. CET. dapat disimpulkan bahwa aborsi adalah tindakan yang dimaksudkan secara sengaja untuk menggugurkan kandungan yang belum cukup waktu untuk hidup B. h. 1994]. h. h. Macam-macam Aborsi Selaras dengan definisi yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. [Surabaya: Bina Ilmu. Abortus provocatus thorapeuticus. 3. 2. h. 38-39 . Kamus Besar Bahasa Indonesia. h. 1997].72 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia aborsi adalah: 1.75 Dari definisi-definisi di atas. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. keguguran atau keluron. tidak disengaja dan tanpa pengaruh dari luar atau tanpa tindakan. CET. Keadaan terhentinya pertumbuhan yang normal [untuk makhluk hidup]. 1989].000 gram. 2000]. Abortus provocatus criminalis. Guguran [janin]. Tindakan semacam ini dibagi dua: 3. 1995].73 Dalam istilah kedokteran.

Hak-hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung.. h. 10% responden melakukan abortus provokatus terapikus [APT]. beban kerja berlebihan dan kondisi kesehatan mencapai angka 20%.000 aborsi setiap tahun di Indonesia.7% perempuan yang melakukan aborsi adalah ibu-ibu yang sudah menikah [Kompas. sebagaimana yang tersebut dalam catatannya bahwa 99. 1. Sudraji Sumapraja. 3/10/1994]. Held dan Adriananz yang melakukan meta analisis tentang kelompok resiko tinggi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan mengemukakan bahwa ada 4 kelompok resiko: 1] kelompok kegagalan kontrasepsi [48%]. 4 . adanya paksaan dari keluarga. 1999]. C. sekali lagi belum menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Tahun berikutnya. ringan dan beratnya serta jenis dan sifatnya. dan 65% responden melakukan abortus provokatus kriminalis [APK]. data menyebutkan bahwa pada tahun 1994 diperkirakan terjadi 1. tampak bahwa sebagian besar aborsi bukan hanya disebabkan oleh kemauan murni perempuan. Dan bahwa angka-angka aborsi belum cukup merepresentasi angka praktek aborsi yang faktual dan karena itu. [Makalah Semi-Loka Aborsi Dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. 30/11/1997]. dari perspektif agama. 3] kelompok praktisi seks komersial [14%]. Aborsi dapat dilakukan akibat kekhawatiran dengan resiko sosial. 1998]. tampaknya sulit ditemukan datanya.79 Sedangkan menurut penelitian tahun 2001 jumlah aborsi sekitar 2. Responden juga kurang jujur dalam menjawab pertanyaan karena ada stigma-stigma tertentu mengenai aborsi. 2] kelompok remaja [27%]. data tersebut sulit untuk dijadikan pedoman karena penelitian yang akurat terbentur kendala hukum dan norma-norma sosial. dkk.78 Sementara itu.3 juta. adanya kondisi keluarga yang membuatnya tidak berani mempunyai anak lagi. Bali setiap hari ada 100 remaja di Denpasar dan Bandung yang ingin dipulihkan dari kehamilan yang tidak mereka inginkan [Matra. incest. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 152-154 Attashendartini Habsjah. Penelitian ini juga mengungkapkan abortus spontan karena kelelahan. [Bandung: Mizan. dan dari jumlah ini kurang lebih 10-25% adalah remaja [Jayakarta.77 Sedangkan angka yang disodorkan oleh Prof. Menakar “Harga” Perempuan. ed. 50% diantaranya dilakukan oleh mereka yang belum menikah. dan 4] kelompok korban perkosaan. 2001]. Namun demikian. aborsi yang semata-mata dilakukan karena perempuan tidak mau punya anak. H.hukum Islam memberikan kualifikasi dan ketentuan yang berbeda-beda menurut faktor penyebabnya. h. PPFNU. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Selebihnya.000. 117-118 78 79 77 Syafiq Hasyim. November 1995]. perbudakan seksual [9%]. Dari alasan-alasan yang dikemukakan. Lebih lanjut. dan 15-20% dilakukan remaja. Fakta-fakta Aborsi. Faktisitas Aborsi di Indonesia Sebagaimana tersebut di atas bahwa aborsi di lapangan benar-benar merupakan fakta sosial. Penelitian lapangan yang dilakukan oleh Indraswari dari FISIP Unpad tahun 1997 menyimpulkan 85% pelaku aborsi berstatus menikah. menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara [Majalah Gemari September 2001] Angka-angka di atas. CET. apakah kondisi-kondisi seperti itu bisa Adrina. ketakutan kepada orang lain [suami atau orang tua dan keluarga]. Apalagi pada umumnya penelitian dilakukan dengan responden yang tidak banyak dan tidak luas sebaran wilayahnya.

apakah karena alasan medis yang serius atau karena tekanan ekonomi. yang semuanya itu dimaksudkan untuk mencegah meluasnya aborsi. memberikan efek jera bagi pelaku. apakah sejak terjadinya konsepsi atau ketika sudah mencapai usia tertentu. Persoalan kedua terkait dengan fakta bahwa aborsi bisa terjadi karena berbagai sebab. Hukum Aborsi Dalam Islam Perdebatan mengenai aborsi dalam Islam paling tidak mencakup tiga persoalan penting yakni:  Kapan seorang manusia dianggap mulai hidup. Ayat-ayat yang menjelaskan proses perkembangan janin secara rinci adalah: 1. Terkait dengan penciptaan janin dan penyebutannya sebagai manusia.  Bagaimana halnya dengan aborsi di luar perkawinan baik karena diperkosa maupun karena zina. ada yang disengaja dan ada yang tidak. Q. al-Hajj : 5 .S. apakah semua aborsi dilarang atau ada aborsi tertentu yang diperbolehkan. Persoalan pertama berkaitan erat dengan pertanyaan kapan aborsi dianggap sebagai pembunuhan manusia berakibat hukum bagi pelakunya. Di sinilah para ulama merasa perlu mendiskusikan “dharurat” yang menjadi alasan kebolehan aborsi. serta melindungi kehidupan dan moralitas masyarakat dalam kerangka menjamin terealisasinya maqashid alsyari’ah.  Bagaimana hukum aborsi. Namun demikian al-Qur’an banyak menjelaskan proses perkembangan janin dalam kandungan ibu baik secara sekilas maupun secara rinci. Terhadap aborsi yang disengaja pun perlu dilakukan pemilahan lebih lanjut. Sedangkan persoalan ketiga menyangkut ketentuan-ketentuan yang lebih rinci mengenai akibat hukum aborsi dalam berbagai bentuknya. tekanan sosial dan sebagainya.  Apa akibat hukum aborsi dan sanksi yang dikenakan terhadap pelaku. secara eksplisit al-Qur’an tidak menyatakan kapan janin atau embrio disebut sebagai “manusia”.disebut “ikrâh” yang konsekuensinya menempatkan perempuan pada posisi “ghairu mukallaf”? BAGIAN KE-EMPAT ABORSI DALAM HUKUM ISLAM A.

[12] Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani [yang disimpan] dalam tempat yang kokoh [rahim].S. al-Mu’minun : 12 – 14 ‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬l‫نالن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫ خ‬I‫[31]ث‬K‫ين‬D‫ك‬M‫ م‬K‫ار‬M‫ر‬M‫ق‬D‫ ي ف‬I‫اه‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ع‬M‫ج‬I‫[21]ث‬K‫ين‬D‫ ط‬Q‫ن‬D‫ م‬K‫ة‬M‫ ال‬Q‫ن‬D‫ م‬M‫ ان‬Q‫ن‬D‫إ‬Q‫نال‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬ ‫ا‬M G‫م‬ n‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ن‬ G‫م‬ M‫سل‬ I M‫ا س‬M Q‫د‬M‫ق‬M‫ل‬M‫و‬ ‫ر‬M‫ا ءاخ‬n‫ق‬Q‫ل‬M‫خ‬I‫اه‬M‫ن‬Q‫أ‬M‫ش‬Q‫ن‬M‫ا أ‬n‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫ام‬M‫ظ‬D‫ع‬Q‫ ال‬M‫س‬M‫ك‬M‫ ف‬n‫اما‬M‫ظ‬D‫ ع‬M‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬Q‫ ا ال‬n‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬ M G‫م‬I‫ث‬ ‫ا‬M‫ن‬Q‫و‬ M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ف‬ M‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬Q‫ا ال‬ M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ ف‬n‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬ ]14[‫ين‬D‫ق‬D‫ال‬M‫خ‬Q‫ال‬ I‫ن‬M‫س‬Q‫ح‬M‫ أ‬I‫ه‬G‫ الل‬M‫ك‬ M‫ار‬M‫ب‬M‫ت‬M‫ف‬ “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati [berasal] dari tanah. [Q. lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging.S. [14] Di samping penjelasan secara terinci. kemudian dari setetes mani. agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim. al-Qiyamah : 37 .38 ]38[‫ى‬G‫و‬M‫س‬M‫ ف‬M‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ ف‬n‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫] ع‬M‫ان‬M‫ ك‬G‫م‬I‫ ث‬Ÿ‫ي‬D‫ن‬M‫ م‬Q‫ن‬D‫ م‬n‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ ن‬I‫ك‬M‫ي‬ 37[‫ى‬M‫ن‬Q‫م‬I‫ي‬ Q‫م‬M‫ل‬M‫أ‬ “Bukankan dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan [ke dalam rahim].S. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang [berbentuk] lain. Q. misalnya: 1.S. al-Hajj : 5] 2. lalu Allah menciptakannya. lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. [37] Kemudian mani itu menjadi segumpal darah. dan segumpal daging daging itu Kami jadikan tulang belulang. Maha Suci Allah Pencipta Yang Paling Baik”.‫ن‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ ن‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫اب‬M‫ر‬I‫ت‬Q‫ن‬D‫ م‬Q‫م‬I‫اك‬M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬D‫إ‬M‫ فا‬D‫ث‬Q‫ع‬M‫ب‬Q‫ ال‬D‫ م‬K‫ب‬Q‫ي‬M‫ في ر‬Q‫م‬I‫ت‬Q‫ن‬I‫ ك‬D‫ إ‬I‫اس‬G‫ا الن‬M‫ه‬l‫ي‬M‫اأ‬M‫ي‬ Q‫ن‬ Q‫ن‬ G‫ن‬ M‫ن‬ D Q‫ن‬ ‫ا‬n‫ل‬Q‫ف‬D‫ ط‬I‫ك‬I‫ ج‬G‫م‬I‫ى ث‬t‫ م‬I‫ م‬K‫ل‬M‫ج‬M‫ى أ‬M‫ل‬D‫ إ‬I‫اء‬M‫ش‬M‫ا ن‬ Q‫ م‬D‫ر‬Q‫خ‬I‫ن‬ M‫س‬ M‫ م‬D‫ام‬M‫ح‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ ال‬D‫يف‬l‫ر‬D‫ق‬I‫ن‬M‫و‬I‫ك‬M‫ل‬M‫ي~ن‬M‫ب‬I‫ن‬D‫ل‬ Q‫م‬ K‫ة‬M‫ق‬G‫ل‬M‫خ‬I‫م‬M‫غ‬M‫و‬K‫ة‬M‫ق‬G‫ل‬M‫خ‬I‫م‬ D‫ر‬Q‫ي‬ K‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬ ‫ا‬n‫ئ‬Q‫ي‬M‫ ش‬Q‫ل‬D‫ع‬D‫د‬Q‫ع‬M‫ ب‬D‫ م‬M‫م‬M‫ل‬Q‫ع‬M‫ا ي‬M‫ل‬Q‫ي‬M‫ك‬D‫ ل‬D‫ر‬I‫م‬I‫ع‬Q‫ ال‬D‫ل‬M‫ذ‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ن‬M‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬Q‫ن‬D‫م‬M‫ و‬G‫ف‬M‫و‬M‫ت‬I‫ ي‬M‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬Q‫ن‬D‫م‬M‫و‬I‫ك‬G‫د‬I‫ش‬M‫أ‬ K‫م‬ Q‫ن‬ ‫ى‬M‫ل‬D‫ إ‬l‫د‬M‫ر‬I‫ ى ي‬Q‫ن‬ Q‫م‬ ‫وا‬I‫غ‬I‫ل‬Q‫ب‬M‫ت‬D‫ل‬ G‫م‬I‫ث‬ ]5[‫يج‬D‫ه‬M‫ ب‬K‫ج‬Q‫و‬M‫ ز‬Q‫ ن‬Q‫ت‬M‫ت‬M‫ب‬Q‫ن‬M‫أ‬M‫ و‬Q‫ت‬M‫ب‬M‫ر‬M‫ و‬M‫اء‬M‫م‬Q‫ ال‬M‫ا ع‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ز‬Q‫ن‬M‫ا أ‬M‫ذ‬D‫إ‬M‫ف‬M‫ ه‬M‫ض‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ى ال‬M‫ر‬M‫ت‬M‫و‬ ~‫ل‬I‫ ك‬D‫م‬ Q‫ت‬G‫ز‬M‫ت‬Q‫اه‬ ‫ا‬M‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬ n‫ة‬M‫د‬D‫ام‬ “Hai manusia. apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. dan menyempurnakannya”. Q. jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan [dari kubur]. kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi …”. [38] 2. kemudian dari segumpal darah. [13] Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah. kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna. dalam beberapa ayat Allah juga menyinggung proses penciptaan manusia. as-Sajdah : 7 -9 ‫اء‬M‫ م‬Q‫ن‬D‫ م‬K‫ة‬M‫ سال‬Q‫ن‬D‫ م‬I‫ه‬M‫ ل‬M‫ل‬M‫ع‬M‫[7 ج‬K‫ين‬D‫ ط‬Q‫ن‬D‫ م‬D‫ ان‬Q‫ن‬D‫إ‬Q‫ال‬M‫ ق‬Q‫ل‬M‫خ‬M‫أ‬M‫د‬M‫ب‬M‫و‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ خ‬K‫ء‬Q‫ي‬M‫ ش‬M‫ن‬M‫س‬Q‫ح‬M‫يأ‬D‫ذ‬G‫ال‬ M‫ل‬ I Q‫س‬M‫ن‬ G‫م‬I‫]ث‬ M‫س‬ I‫ه‬ G‫ل‬I‫ك‬ ]9[M‫ون‬I‫ر‬I‫ك‬Q‫ش‬M‫ا ت‬M‫ ا م‬M‫ة‬M‫د‬D‫ئ‬Q‫ف‬M‫أ‬Q‫ال‬M‫و‬ n‫يل‬D‫ل‬M‫ق‬ M‫ار‬M‫ص‬Q‫ب‬M‫أ‬Q‫ال‬M‫ و‬M‫ع‬Q‫م‬G‫الس‬ I‫م‬I‫ك‬M‫ل‬ M‫ل‬M‫ع‬M‫ج‬M‫ و‬I‫ ر‬Q‫ن‬D‫ م‬D‫يه‬D‫ف‬ D‫ه‬D‫وح‬ M‫خ‬M‫ف‬M‫ن‬M‫ و‬I‫اه‬G‫و‬M‫ين[ س‬D‫ه‬M‫م‬ G‫م‬I‫8ث‬ ] . maka ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah. Q.

Malaikat itu kemudian diperintahkanNya menulis empat kalimat. lalu malaikat itu menulis rizkinya. dan ada juga riwayat yang menyebut secara terssamar.“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.Lihat al-Bukhari. CD. Shahih Bukhari. Redaksi di atas adalah redaksi Muslim 81 Muslim bin Hajjaj. Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa pada awal kejadiannya manusia diciptakan dari tanah [Adam as]. kebahagiaan dan kesengsaraannya…”. Informasi mengenai hal ini terdapat dalam hadits Nabi. Selanjutnya ia akan berubah menjadi “mudghah” [segumpal daging]. yakni: 1. Kitab al-Qadar bab Ma Jaa’a fi al-Qadar hadits ke-6105.Rom. hadits ke-2644. Dalam salah satu riwayat dikatakan 40 atau 45 hari.Muslim menyebutkan hadits ini dengan 6 sanad. selanjutnya anak cucu Adam diciptakan dari “nuthfah” [air mani] yang mengandung beriburibu sperma yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. 1992]. Demikianlah.Lihat Muslim. Setelah salah satu sel itu bertemu dengan ovum lalu menyatu dan bergantung pada dinding rahim. Muslim dari Huzaifah bin Asid:81 ‫إذا مر بالنطفة ثنتان وأربعون ليلة بعث ال إليها ملكا فصورها وخلق سمعها وبصرها وجلدها‬ … ‫ولحمها وعظامها ثم قال: يا رب أذكر أم أنثى؟ فيقضى ربك ما شاء ويكتب الملك‬ Hadits ini disebut Bukhari dalam kitabnya sebanyak 4 kali. Lalu Allah mengutus seorang malaikat dan meniupkan ruh ke dalam tubuhnya. lalu menjadi mudghah pada masa yang sama pula. al-Qur’an menjelaskan tahapan-tahapan kejadian manusia di dalam rahim. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud:80 ‫إن أحدكم يجمع خلقه فى بطن أمة أربعين يوما ثم يكون فى ذلك علقة مثل ذلك ثم يكون فى ذلك‬ ‫مضغة مثل ذلك ثم يرسل الملك فينفخ فيه الروح ويؤمر بأربع كلمات: بكتب رزقه وأجله وعمله‬ … ‫وشقي أوسعيد‬ “Sesungguhnya kamu berada di rahim ibumu selama 40 hari sebagai nuthfah.[9]” Dalam ayat-ayat di atas. Kitab Bad’I al-Khalqi bab Zikru al-Malaikat. Kitab Ahadits al-Anbiya’ bab Khalqu Adam wa Dzurriyyatuhu hadits ke-3085. selang beberapa waktu “nuthfah” itu berubah menjadi “’alaqah” [segumpah darah]. Dalam bab yang sama Muslim juga meriwayatkan 4 buah hadits dari sahabat yang sama. 2. [tetapi] kamu sedikit sekali bersyukur. ajalnya. juz II kitab al-Qadar bab Kayfiyyah al-Khalq aladami. Ibid. namun dengan redaksi yang sedikit berbeda dan jumlah hari yang berbeda pula. khususnya dua ayat yang pertama.[8] Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam [tubuh] nya roh [ciptaan] -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. amalnya. Kemudian Allah menciptakan tulang belulang dari “mudghah” itu dan membungkusnya dengan daging. hadits ke-2969. Paling tidak dua hadits Nabi yang mengungkap peniupan ruh ke dalam janin. HR. Kitab al-Qadar. dalam riwayat lain disebutkan 40 hari. hadits ke-2643. Kitab at-Tauhid bab Qawluhu Ta’ala Walaqad Sabaqat Kalimatuna hadits ke-6900. Selang beberapa waktu.[7] Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina [air mani]. penglihatan dan hati. secara rinci Allah SWT menjelaskan proses penciptaan manusia dan perkembangan janin. yakni emapat puluh hari lebih [bidh’un wa arba’in] 80 . Sahih Muslim. Namun demikian ayat-ayat di atas tidak menyebut kapan janin mempunyai jiwa/ruh.. HR. [Beirut: Dar al-Fikr. ia akan menjadi makhluk yang memiliki bentuk yang indah sampai dilahirkan ke dunia menjadi bayi. kemudian menjadi ‘alaqah selama masa yang sama.

perkembangan terakhir menunjukkan adanya formulasi hukum tersendiri bagi aborsi yang disebabkan oleh hamil di luar nikah dengan alasan-alasan yang tidak semata-mata bersifat fiqhi.“Jika nuthfah melewati 42 malam. Karena pada usia tersebut janin telah bernyawa. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami [nya]. Hadits pertama menyatakan ruh ditiupkan setelah embrio melewati masa 120 hari yang terdiri dari tiga tahap: 40 hari menjadi nuthfah. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya] melainkan dengan sesuatu [sebab] yang benar". Dari hadits-hadits di atas. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. para fuqaha membuat formulasi hukum yang berbeda-beda mengenai aborsi. Hanya saja. al-An’am : 151. dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. para fuqaha [klasik] memberlakukan hukum ini secara umum. maka Tuhan mengutus malaikat untuk membentuk rupa. ada dua informasi mengenai kapan ruh ditiupkan. Secara garis besar pemikiran hukum yang berkembang di seputar aborsi adalah: 1. Riwayat lain ada yang menyebutkan 40 hari dan 45 hari. kecuali ada uzur yang bersifat “dharuri” Seluruh ulama dari semua madzhab sepakat bahwa aborsi setelah kehamilan melewati masa 120 hari adalah haram. Malaikat bertanya. 40 hari menjadi ‘alaqah dan 40 hari menajadi mudghah. Perlu untuk dikemukakan di sini. ‫ن‬D‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬M‫اد‬M‫ل‬Q‫و‬M‫أ‬ ‫وا‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫و‬M‫س‬Q‫ح‬D‫إ‬D‫ن‬Q‫ي‬M‫د‬D‫ال‬M‫و‬Q‫ال‬D‫ب‬M‫ا و‬n‫ئ‬Q‫ي‬M‫ش‬ ‫ا‬n‫ان‬ D‫ه‬D‫وا ب‬I‫ك‬D‫ر‬Q‫ش‬I‫ا ت‬G‫ل‬M‫ أ‬M‫ل‬M‫ع‬Q‫م‬I‫ك‬l‫ب‬M‫ ر‬G‫ر‬M‫ ح‬M‫ م‬I‫ل‬Q‫ت‬M‫أ‬ Q‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬ M‫م‬ ‫ا‬ ‫ا‬Q‫و‬M‫ال‬M‫ع‬M‫ ت‬Q‫ل‬I‫ق‬ ‫ي‬D‫ت‬G‫ ال‬M‫س‬Q‫ف‬G‫واالن‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫ و‬M‫م‬M‫ا و‬M‫ه‬Q‫ن‬D‫ م‬M‫ر‬M‫ه‬M‫ا ظ‬M‫ش‬D‫اح‬M‫و‬M‫ف‬Q‫ال‬ M‫ن‬M‫ط‬M‫ا ب‬ M‫م‬ ‫وا‬I‫ب‬M‫ر‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ك‬I‫زق‬Q‫ر‬M‫ ن‬Q‫ح‬M‫ن‬K‫اق‬M‫ل‬Q‫م‬D‫إ‬ Q‫م‬I‫اه‬G‫ي‬D‫إ‬M‫ و‬I I‫ن‬ ]151[ M‫ون‬I‫ل‬D‫ق‬Q‫ع‬M‫ت‬ Q‫م‬I‫ك‬G‫ل‬M‫ع‬M‫ ل‬Q‫م‬I‫اك‬G‫ص‬M‫و‬ D‫ه‬D‫ ب‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ل‬M‫ق~ ذ‬M‫ح‬Q‫ ال‬I‫ه‬G‫الل‬ D‫ا ب‬G‫ل‬D‫ إ‬M‫م‬G‫ر‬M‫ح‬ Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu. Sebagai konsekuensi dari pemahaman ayat dan hadits sebagaimana dijelaskan di atas. kulit. [QS.S. Dasar dari hukum ini adalah hadits pertama sebagaimana yang telah dijelaskan. “Ya Tuhan. melainkan juga menyertakan alasan-alasan yang sifatnya moral dan sosial. seperti yang tertera dalam Q. penglihatan. lelaki atau perempuan?” Allah pun memutuskan sesuai kehendakNya dan malaikat mencatatnya…”. Haram mutlak [‘ala al-ittifaq]. yakni mencakup aborsi di dalam dan di luar perkawinan [kehamilan karena seks di luar nikah]. karena pada saat itu janin telah bernyawa. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa. pendengaran. dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji. daging dan tulangnya. yakni manusia yang memiliki raga dan jiwa. maka menggugurkannya sama dengan membunuh manusia [anak] yang secara jelas diharamkan oleh Allah SWT. Sedangkan hadits kedua mengatakan ruh ditiupkan setelah embrio melewati masa 42 hari. yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Pemberian ruh kepada janin inilah yang kemudian menjadi sumber ikhtilaf mengenai hukum aborsi karena keberadaan ruh dianggap sebagian fuqaha sebagai tanda awal kehidupan manusia dalam arti yang sesungguhnya. Al-An’am : 151] . baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi.

Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. Maktabah al-Farabi. Berikut ini uraiannya: 1. aborsi haram mutlak. kalau ia tidak mengerjakan yang terlarang akan membinasakan jiwanya atau hampir binasa. ‫ف‬D‫ر‬Q‫س‬I‫ا ي‬M‫ل‬M‫ا ف‬n‫ان‬M‫ط‬Q‫ل‬I‫ا س‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ع‬M‫ا ج‬n‫وم‬I‫ل‬Q‫ظ‬M‫ م‬Q‫ن‬M‫م‬M‫ق~ و‬M‫ح‬Q‫ال‬D‫ا ب‬G‫ل‬D‫إ‬M‫م‬G‫ر‬M‫ ح‬D‫ ي‬M‫س‬Q‫ف‬G‫وا الن‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫و‬ D‫ي~ه‬D‫ل‬M‫و‬D‫ ل‬Q‫د‬M‫ق‬M‫ف‬ M‫ل‬D‫ت‬I‫ق‬ I‫ه‬G‫ت الل‬G‫ال‬ ]33[‫ا‬n‫ور‬I‫ص‬Q‫ن‬M‫ م‬M‫ان‬M‫ ك‬I‫ه‬G‫ن‬D‫ إ‬D‫ف‬ D‫ل‬Q‫ت‬M‫ق‬Q‫ي ال‬ Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya]. [Syiria. h. Pendapat ini didasarkan pada hadits kedua sebagaimana disebutkan di atas. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh an-Nisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. Inipun dengan syarat adanya keridhaan dari suami dan istri serta adanya rekomendasi dari dua orang dokter spesialis bahwa aborsi itu tidak menyebabkan kemudharatan bagi si ibu. h. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim. Para fuqaha menyatakan janin setelah 120 hari memiliki ahliyyah wujub naqishah. maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya. ia menjadi “manusia” dengan hak-hak primernya [huquq al-insan ad-dharuriyah].S. Mas’alah Tahdid al-Nasl. 2000].h. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Mazhab Syafi’i Fuqaha Syafi’iyah berpendapat aborsi pada usia kehamilan di bawah 40 hari hukumnya makruh. Dalam keadaan dharurat semacam ini diperbolehkan mengerjakan yang haram.148-149 85 Sa’id Ramadhan al-Buthi. baik janin sudah bergerak maupun belum.84 Dalam kondisi seperti ini menyelamatkan jiwa si ibu dinilai lebih penting daripada mempertahankan janin. bahkan bisa diwajibkan. ia boleh menerima wasiat dan waqaf. Jika masa kehamilan telah lewat 40 hari. cet. Al-Isra’ : 33] Setelah janin memiliki ruh.72-73 82 . al-Isra’ : 33. melainkan dengan suatu [alasan] yang benar. friksi seputar aborsi tidak dapat dielakkan. 84 Jaad al-Haq. tetapi juga pada internal mazhab. [Cairo: Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar. Konsekuensinya. 1965]. Inilah yang disebut ahliyyah al-wujub al-qashirah atau ahliyyah al-wujub an-naqishah. Meski demikian. tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh.85 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. Kontroversi ulama dalam hal ini tidak hanya terjadi antar mazhab.ke-2. Secara lebih khusus.148-149. h. Lihat Abdul Jalil al-Qaransyawi.82 Aborsi pada usia di atas 120 hari hanya boleh dilakukan jika terjadi kondisi “dharurat”83 seperti ketika si ibu mengalami problem persalinan dan dokter spesialis menyatakan bahwa mempertahankan kehamilan akan membahayakan jiwa si ibu. karena ibu adalah induk dari mana janin berasal. Keharusan menerima hak dari orang lain disebut ahliyyah al-wujub dan keharusan menjalankan kewajiban disebut ahliyyah al-ada’. berhak menerima warisan dari ahli waris jika ia lahir dan hidup. Janin hanya mempunyai ahliyyah al-wujub.Dalam Ushul al-Fiqh.. Namun karena ia belum sempurna sebagai manusia. Al-Mujaz fi Ushul al-Fiqh.Dan Q. [QS. ikhtilaf hukum terjadi untuk aborsi di bawah usia 120 hari.34-35 83 Definisi “dharurat” secara sederhana ialah suatu keadaan yang sampai suatu batas. maka hak-haknya pun terbatas. dikenal istilah ahliyyah [kepatutan dan keharusan seseorang untuk menerima hak dan menjalankan kewajiban]. dkk. serta memiliki hubungan nasab dengan kedua orang tuanya.

88 Ada yang menarik dari pendapat al-Ghazali mengenai keharaman aborsi. sebagian besar fuqaha Hanafiyah berpendapat bahwa aborsi diperbolehkan sebelum janin terbentuk. Mulai saat inilah aborsi diharamkan. masih terjadi ikhtilaf juga. h.90 Sebagian besar ulama Hanafiyah juga berpendapat demikian. Juz II. baik sebelum maupun sesudah terjadinya pembentukan janin.87 Berbeda dengan ulama Syafi’iyah yang lain. h. sementara al-Ghazali justru mengharamkannya sejak terjadi konsepsi.Mengutip pendapat Imam al-Zarkasyi al-Imam al-Ramli dalam Nihayah al-Muhtaj mengemukakan aborsi diperbolehkan pada saat janin masih berupa nuthfah atau ‘alaqah. Juz VIII. Ihya ‘Ulum al-Din. maka akad tidak boleh dan tidak bisa dibatalakan. 1983]. al-Radd al-Mukhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar.89 Demikianlah. Jika telah ditiupkan ruh kepada janin. h. semakin kuat pula makruh tahrimnya. aborsi boleh sepanjang belum terjadi penciptaan. t. dan itu hanya terjadi sesudah 120 hari kehamilan. 86 87 Al-Imam al-Ramli. Pendapat lain dikemukakan oleh Ibnu Abidin. Al-Furati menjawab hal itu boleh selagi masih berupa nuthfah atau ‘alaqah.th]. antara lain. Lebih lanjut al-Ramli menjelaskan bahwa sebelum nafhi’r ruh. Jika keduanya bertemu. Dan jika sudah ada ruh. Sperma laki-laki seperti ijab dan ovum perempuan seperti qabul. dalam mazhab Hanafi juga terdapat ikhtilaf. 91 Pendapat ini mengandung pengertian haramnya aborsi secara mutlak karena istilah makruh dalam fiqh Hanafi berarti karahiyah at-tahrim [makruh yang lebih dekat kepada haram].72-73 88 Al-Imam al-Ghazali. Namun jika fuqaha Syafi’iyah sebagian besar sepakat bahwa aborsi haram sebelum usia kehamilan 40 atau 42 hari. al-Ramli membuat batasan yang lebih longgar. Al-Ghazali mengatakan bahwa kehidupan telah dimulai sejak pertemuan antara air sperma dengan ovum di dalam rahim perempuan. berpendapat bahwa aborsi adalah tindakan pidana yang haram tanpa melihat apakah sudah ada ruh atau belum. h. Kapan janin terbentuk. 1979]. aborsi adalah tindakan kriminal [jarimah]. maka itu merupakan tindak pidana yang sangat keji. yakni peniupan ruh terjadi setelah embrio berusia 40 atau 42 hari. Analogi ini termasuk qiyas jali. yakni aborsi makruh mutlak. Nihayah al-Muhtaj. Ibnu Hajar dalam Tuhfah al-Muhtaj juga berpendapat serupa. setingkat di bawah pembunuhan bayi hidup-hidup. Pendapat ini disandarkan pada pernyataan Abu Bakar bin Abu Sa’id al-Furati ketika ditanya oleh al-Karabisi tentang seorang laki-laki yang memberi minuman peluntur kepada jariyahnya. [Beirut: Dar al-Ma’rifah. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Pelenyapan nuthfah yang telah bertemu dengan ovum dianalogikan dengan sebuah akad atau perjanjian yang sudah disepakati.416 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Menurutnya. [Cairo: Dar al-Syuruq. Hanya saja dosanya tidak sama dengan dosa membunuh. al-Imam al-Ghazali dalam Ihya ’Ulum al-Din. Juz II. Mayoritas mengharamkan aborsi pasca 40 hari usia embrio. lanjut al-Ghazali tidak bisa disamakan dengan ‘azl/coitus interuptus. al-Hashkafi. penulis kitab al-Durr al-Mukhtar. 2. Mas’alah Tahdid al-Nasl. [Beirut: Dar al-Fikr.51 89 Ibid 90 Ibnu Abidin. Sebagian besar berpendapat janin terbentuk setelah usia kehamilan 120 hari. Pendapat yang demikian disampaikan oleh. Aborsi.86 Seperti halnya pendapat yang berkembang di kalangan Syafi’iyah. penulis kitab al-Radd al-Mukhtar.411 91 Ibid . dalam fuqaha Syafi’iyah sendiri terjadi ikhtilaf. Mazhab Hanafi Sama dengan yang terjadi dalam mazhab Syafi’i.

Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah.77 Ibid. Ibnu Hazm dari mazhab Dhahiri juga menyetujui pendapat ini.95 Demikian pula pandangan sejumlah fuqaha Syi’ah Imamiyah dan Ibadhiyah. Pendapat ini sejalan dengan al-Ghazali yang mengenal tahapan-tahapan dosa dalam aborsi. t. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Ibnu an-Najjar dalam Muntaha al-Iradat. h. dan menjadi sangat berat jika sudah diberikan nyawa. Dalam kitab al-Inshaf karya ‘Alauddin ‘Ali bin Sulaiman al-Mardayi terdapat keterangan bolehnya minum obat-obatan peluntur untuk menggugurkan nuthfah. Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian besar ulama Hanafiyah dan sebagian kecil ulama Syafi’iyah. Wiqayatan wa ‘Ilajan. h. Pendapat ini dikemukakan sebagian kecil fuqaha Hanafiyah. baik sebelum maupun sesudah penciptaan [40 hari].35-40 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. al-Muhalla. karena hal itu sama dengan membunuh nyawa manusia.. b. yakni haram sejak terjadinya konsepsi.136. pengguguran tidak boleh dilakukan.80 . yakni bahwa aborsi diperbolehkan sebelum terjadinya penciptaan. h.96 Ibnu al-Jauzi dalam al-Qawanin al-Fiqhiyah mengatakan bahwa jika sperma telah bertemu ovum dan berada dalam rahim. Ibid.80 95 96 Ibnu Hazm.97 Dari ikhtilaf yang berkembang sebagaimana dijelaskan di atas. yakni sebelum janin berusia 40 hari. h. Juz XI. Mazhab Hambali Dalam memandang hukum aborsi.45 hari [takhalluq].h. sebagian besar fuqaha Hanabilah dan sebagian kecil fuqaha Hanafiyah. Ia mengatakan lakilaki boleh meminum obat yang mencegah terjadinya coitus. 92 93 94 Sa’id Ramadhan al-Buthi.h. Pendapat yang paling ketat datang dari Ibnu al-Jauzi. h.94 Pendapat mereka ini sejalan dengan Imam al-Ghazali dari mazhab Syafi’i dan Ibnu al-Jauzi dari mazhab Hambali.. c. sebagian fuqaha Hanabilah sama dengan fuqaha Syafi’iyah.13 97 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Pendapat ini dinyatakan oleh Abdullah bin Mahmud al-Mushili.92 3. [Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah. ia menyebutkan bahwa aborsi hukumnya haram mutlak.93 4. Mazhab Maliki Mayoritas fuqaha Malikiyah berpendapat keras mengenai aborsi. Boleh sebelum 120 hari. Namun pendapat ini tidak begitu populer dalam mazhab Hanafi. Makruh cenderung haram. Mas’alah Tahdid al-Nasl. dalam kitab Ahkam an-Nisaa’.Sebagian fuqaha Hanafiyah berpendapat bahwa aborsi diperbolehkan sebelum janin melewati usia 45 hari. dapat disimpulkan bahwa hukum aborsi pada janin di bawah usia 120 hari adalah sebagai berikut: a.Lihat juga al-Buthi. Pendapat ini dinyatakan oleh sebagian besar fuqaha Syafi’iyah. Wiqayatan wa ‘Ilajan. sedangkan perempuan boleh meminum obat peluntur untuk menggugurkan nuthfah dan mendapatkan haid. baik sebelum maupun sesudah 40 hari. Keharaman itu menjadi lebih berat jika sudah terjadi masa penciptaan [40 hari]. Mas’alah Tahdid al-Nasl.th].79 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. Boleh sebelum 40 .

Dalam ranah pengecualian. kecuali yang sempat kamu menyembelihnya. Demikian pula halnya dengan aborsi. [daging hewan] yang disembelih atas nama selain Allah. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. yang jatuh. yang dipukul. al-Baqarah : 173. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. ‫ة‬M‫د~ي‬M‫ر‬M‫ت‬I‫م‬Q‫ال‬M‫و‬ I‫ة‬M‫وذ‬I‫ق‬Q‫و‬M‫م‬Q‫ال‬M‫و‬ I‫ة‬M‫ق‬D‫ن‬M‫خ‬Q‫ن‬I‫م‬Q‫ال‬M‫ و‬D‫ر‬Q‫ي‬M‫غ‬D‫ ل‬G‫ل‬D‫ه‬I‫ أ‬D‫ير‬D‫ز‬Q‫ن‬D‫خ‬Q‫ ال‬I G‫الد‬M‫ و‬I‫ة‬M‫ت‬Q‫ي‬M‫م‬Q‫ ال‬Q‫ت‬M‫ر~م‬I‫ح‬ D‫ه‬D‫ب‬D‫ه‬G‫الل‬ M‫م‬M‫ا و‬ I‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫و‬ ‫م‬ I I‫ك‬Q‫ي‬M‫ل‬M‫ع‬ ‫م‬ ‫ق‬Q‫س‬D‫ ف‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ل‬M‫ا ذ‬M‫ل‬Q‫ز‬M‫أ‬Q‫ال‬ D‫م‬ D‫وا ب‬I‫م‬D‫س‬Q‫ق‬M‫ت‬M‫ ت‬Q‫ن‬M‫أ‬M‫ و‬D‫ ب‬l‫ى الن‬M‫ل‬M‫ع‬M‫ح‬D‫ب‬I‫اذ‬M‫م‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ت‬Q‫ي‬G‫ك‬M‫اا ذ‬G‫ل‬D‫ إ‬I‫ع‬I‫ الب‬M‫ل‬M‫ك‬M‫أ‬M‫ام‬M‫ و‬I‫ة‬M‫يح‬D‫ط‬G‫الن‬M‫و‬ Q‫س‬ I‫ص‬ M‫م‬ G‫س‬ ‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬M‫ ل‬I‫ت‬Q‫م‬M‫م‬Q‫ت‬M‫أ‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ك‬M‫ل‬I‫ت‬Q‫ل‬M‫م‬Q‫ك‬M‫أ‬Q‫و‬M‫ي‬Q‫ ال‬Q‫و‬M‫ش‬Q‫اخ‬M‫و‬I‫ه‬Q‫و‬M‫ش‬Q‫خ‬M‫ا ت‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ين‬D‫ د‬D‫وا م‬I‫ر‬M‫ف‬M‫ي ك‬D‫ذ‬G‫ال‬M‫س‬D‫ئ‬M‫ي‬M‫م‬Q‫و‬M‫ي‬Q‫ال‬ M‫ع‬ Q‫م‬I‫ك‬M‫ين‬D‫د‬ M‫ م‬D‫ن‬ Q‫م‬ M‫ل‬M‫ف‬ Q‫ن‬ M‫ن‬ ‫ور‬I‫ ف‬M‫ه‬G‫ الل‬G‫ن‬D‫إ‬M‫ف‬K‫م‬Q‫ث‬D‫إ‬D‫فل‬D‫ان‬M‫ج‬M‫ت‬I‫ م‬M‫ غ‬K‫ة‬M‫ص‬M‫م‬Q‫خ‬M‫ ي م‬G‫ر‬I‫ط‬Q‫ناض‬M‫م‬M‫ ف‬n‫ين‬D‫ د‬M‫ام‬M‫ ل‬D‫إ‬Q‫ال‬I‫م‬I‫ك‬M‫ل‬I‫يت‬D‫ض‬M‫ر‬M‫يو‬D‫ت‬M‫م‬Q‫ع‬D‫ن‬ M‫غ‬ K M‫ر‬Q‫ي‬ D‫ف‬ D ‫ا‬ Q‫س‬ ]3[‫يم‬D‫ح‬M‫ر‬ Diharamkan bagimu [memakan] bangkai. dalam semua mazhab terdapat ulama yang mengharamkan aborsi secara mutlak. al-Maidah : 3. yang ditanduk. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa [memakannya] sedang ia tidak menginginkannya dan tidak [pula] melampaui batas. jika terjadi sebuah kondisi yang dianggap “dharurat”. seperti Q. Dan [diharamkan juga] mengundi nasib dengan anak panah. darah. yang tercekik. daging babi.d.S. Namun demikian. darah. ‫اد‬M‫ا ع‬M‫ل‬M‫ا و‬M‫ ب‬M‫ر‬Q‫ي‬M‫ غ‬G‫ر‬I‫ط‬Q‫ اض‬D‫ه‬G‫ الل‬D‫ر‬Q‫ي‬M‫غ‬D‫ ل‬G‫ل‬D‫ه‬I‫ أ‬M‫ و‬D‫ير‬D‫ز‬Q‫ن‬D‫خ‬Q‫ ال‬M‫م‬G‫الد‬M‫و‬M‫ة‬M‫ت‬Q‫ي‬M‫م‬Q‫ ال‬M‫ل‬M‫ع‬M‫ م‬G‫ر‬M‫اح‬M‫م‬G‫ن‬D‫إ‬ K‫غ‬ D‫ن‬M‫م‬M‫ف‬ D‫ه‬D‫ب‬ M‫ا م‬ M‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫و‬ I‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬ ]173[ ¸‫يم‬D‫ح‬M‫ور¸ ر‬I‫ف‬M‫ غ‬M‫ه‬G‫ الل‬G‫ن‬D‫ إ‬D‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬M‫ ع‬M‫م‬Q‫ث‬D‫ا إ‬M‫ل‬M‫ف‬ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai.S. dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku. para fuqaha memperbolehkan bahkan mewajibkan aborsi. Hukum aborsi yang telah diformulasikan para fuqaha di atas berlaku dalam kondisi normal. dan yang diterkam binatang buas. Haram mutlak. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. [mengundi nasib dengan anak panah itu] adalah kefasikan. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa.[QS.[QS. al-Baqarah : 173] Q. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dengan kata lain di luar fuqaha Malikiyah. Ibnu al-Jauzi. maka tidak ada dosa baginya. dan [diharamkan bagimu] yang disembelih untuk berhala. Imam alGhazali. Pendapat ini dinyatakan oleh sebagian besar fuqaha Malikiyah. Banyak kaedah fiqh yang menjadi sandaran hukum hal ini. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. dan Ibnu Hazm ad-Dhahiri. daging babi dan binatang yang [ketika disembelih] disebut [nama] selain Allah. fiqh selalu mengenal pengecualian. Al-Maidah : 3] . Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk [mengalahkan] agamamu.

Al-Isra’: 16] Berdasarkan ayat ini seorang janin tidak menanggung dosa ibunya. Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. Ia mengemukakan tiga dalil sebagai berikut: 1. memiliki kewajiban dan hak. karena ibu adalah induk darimana janin berasal. Tidak sedikit seks bebas mengakibatkan terjadinya kehamilan di luar nikah. maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan [ketentuan Kami].2001]. Ia sudah memiliki eksistensi yang pasti. tetapi menarik perhatian tersendiri bagi fuqaha kontemporer. karena itu tidak boleh digugurkan baik sebelum maupun sesudah takhalluq.Hadits Nabi “laa dharara wa laa dhiraara”. Husein Muhammad. dapat dilakukan sepanjang menurut penelitian medis yang dapat dipercaya. h. Sementara itu. sementara janin belum. kematian ibu lebih berat daripada janin. Ia tidak bersalah. Mengenai rincian dan contoh-contoh kasus yang masuk dalam kaedah ini. lihat al-Suyuthi dalam alAsybah wa an-Nazhair dalam pembahasan mengenai kaedah keempat “ad-Dharar Yuzal”. Sa’id Ramadhan al-Buthi dengan tegas mengatakan bahwa aborsi untuk kasus yang demikian adalah haram mutlak. sementara ia sendiri sedang menyusui bayinya. Dalam pandangan fuqaha. karena tubuhnya yang kurus dan rapuh. bahwa kehamilan pra nikah akibat seks bebas tampaknya tidak terlalu menarik perhatian fuqaha klasik. kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. dan kaedah fiqhiyah “ad-dharurat tubihu al-mahdhuraat”. [QS. maka yang harus dipertahankan adalah hal yang menimbulkan kerugian paling berat dengan mengorbankan kerugian yang lebih ringan”.S. [Jakarta: Makalah Semi-Loka Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. kelahirannya dipastikan akan membahayakan jiwa ibu.98 Diantara alasan yang sering dikemukakan fuqaha untuk membolehkan aborsi adalah keringnya air susu ibu yang disebabkan kehamilan. Q. Alasan lain adalah ketidakmampuan ibu menanggung beban hamil. Namun sangat disayangkan. Dalam hal ini. Karena itu ia tidak boleh dikorbankan demi menyelamatkan janin yang eksistensinya belum pasti dan belum memiliki kewajiban.6-7 99 98 . PPFNU. Dalam kasus-kasus seperti ini aborsi tanpa memandang usia kehamilan. maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu [supaya menta`ati Allah] tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. Dalam keadaan demkian ia atau suaminya tidak mampu membayar air susu yang lain. al-Isra : 16 ]16[‫ا‬n‫ير‬D‫م‬Q‫د‬M‫ا ت‬M‫ اه‬I‫ل‬Q‫و‬M‫ق‬Q‫ا ال‬M‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬ M‫ن‬Q‫ر‬G‫م‬M‫د‬M‫ف‬ M‫ ع‬G‫ق‬M‫ح‬M‫ا ف‬M‫يه‬D‫ف‬ ‫وا‬I‫ق‬M‫س‬M‫ف‬M‫ا ف‬M‫ا يه‬M‫ن‬Q‫ر‬M‫م‬M‫أ‬M‫ق‬n‫ة‬M‫ي‬Q‫ ر‬Q‫ن‬M‫ا أ‬M‫ن‬Q‫د‬M‫ر‬M‫أ‬ D‫ف‬M‫ر‬Q‫ت‬I‫م‬ M‫ك‬D‫ل‬Q‫ه‬I‫ن‬ ‫ا‬M‫ذ‬D‫إ‬M‫و‬ “ Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri.99 Adapun terkait dengan aborsi di luar nikah lazimnya mempunyai mata rantai pada seks bebas. Dilema kematian antara ibu dan janin dalam pandangan fuqaha dipecahkan melalui pengorbanan janin berdasarkan kaedah: ‫اذا تعرض المفسدتان رعي أعظمهما ظررا بإرتكاب اخفف الضررين‬ “Jika terjadi pergulatan antara dua hal yang sama-sama merugikan.

Si ibu tidak memiliki hak syar’i atas anaknya. maka aborsi dengan sendirinya tidak diperbolehkan.h. Ketentuan hukum yang keras namun tetap ada celah untuk menempuh apa yang aslinya 100 101 Muslim. yang datang kepada Rasulullah dengan membawa pengakuan ia telah berzina dengan Ma’iz bin Malik dan sedang hamil karenanya. aborsi akibat perzinahan dipandang oleh fiqh kontemporer sebagai tindak kriminal yang berkaitan erat dengan moralitas sosial [jarimah ijtima’iyah]. harus ditangguhkan ketika perempuan sedang hamil demi menjaga kehidupan janin. Bahkan Imam Nawawi dalam syarah atas hadits ini menyatakan bahwa semua had. Oleh karena itu aborsi tidak diperbolehkan karena akan membawa dampak negatif bagi masyarakat secara luas.  Adanya kaedah fiqhiyah yang menyatakan “tasharruf al-imam ‘ala al-ra’iyah manuthun bi al-maslahah”.. Berdasarkan kaedah ini ibu dari si bayi tidak boleh menggugurkan kandungannya. Dalam kondisi seperti ini berlaku hadits Nabi yang menyatakan: “umatku dibebaskan dari kekeliruan.159-160 .104 Apalagi perempuan tersebut hamil bukan atas kemauannya sendiri melainkan dipaksa. hadits ke-1695 Al-Imam an-Nawawi. h. karena ia secara syar’i tidak berhak atas janin tersebut.101  Bahwa hukum yang memperbolehkan aborsi di bawah 40 hari usia kehamilan berlaku untuk nikah yang sahih dan bahwa kebolehan aborsi adalah bersifat rukhsah.[HR. yakni dengan munculnya sikap permisif terhadap pergaulan bebas. Aborsi untuk kasus seperti ini boleh. Setelah si anak disapih dan diserahkan kepada orang lain.103 Berbeda dengan aborsi yang disebabkan oleh perzinahan. Kitab al-Hudud bab Man I’tarafa ‘ala Nafsihi bi al-Zina. Juz II.hadits mengenai perempuan Ghamidiyah yang diriwayatkan Muslim dari Buraidah ra. Ma’iz dirajam lebih dulu setelah empat kali membuat pengakuan zina dan meminta Rasulullah mensucikannya. termasuk hukuman jilid.127-139 Ibid. Dalam kasus seperti ini aborsi diperbolehkan karena untuk menyelamatkan jiwa si ibu. Padahal ada kaedah fiqhiyah yang mengatakan “al-rukhas laa tunaathu bi al-ma’ashi”. karena perempuan diperkosa bukan pelaku tindak pidana sehingga rukhsah aborsi berlaku. barulah ia dirajam. Formulasi hukum di atas mencerminkan ketegasan fiqh sekaligus elastisitasnya. [rukhsah tidak berlaku untuk perbuatan-perbuatan maksiat].201 102 103 104 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Abu Dawud an-Nasa’i dan al-Hakim]. Pengecualian hanya berlaku jika si perempuan diancam dibunuh jika tidak melakukan aborsi.143 Ibid. Oleh karena kehamilan itu sendiri disebabkan oleh perbuatan haram. Berbeda dengan aborsi dalam perkawinan di mana kedua orang tua punya hak atas janin. aborsi karena perzinaan tidak demikian. kealpaan dan sesuatu yang dipaksakan kepadanya”.100 Hadits ini menunjukkan bahwa anak yang dikandung akibat zina tidak boleh digugurkan. aborsi yang disebabkan karena perkosaan diperbolehkan jika kelahiran anak tersebut dipastikan akan membawa dampak buruk bagi jiwa dan raga si ibu di kemudian hari. h. Hak perwalian ada di tangan hakim. Shahih Muslim. Syarah an-Nawawi ‘ala Sahih Muslim. Ahmad. Wiqayatan wa ‘Ilajan.h.  Aborsi terhadap janin hasil hubungan di luar nikah juga bertentangan dengan kaedah “sadd adz-dzari’ah”. Namun terhadap perempuan Ghamidiyah itu Rasul menangguhkan hukuman rajam sampai ia melahirkan anaknya dan menyapihnya. demikian pula lelaki yang menghamilinya.. Thabrani. Juz XI. Mas’alah Tahdid al-Nasl.102 Demikianlah. sementara hakim harus mengambil tindakan yang melindungi hak janin yang ada dalam perwaliannya sekaligus hak-hak masyarakat.

Misalnya.106 Para ulama berbeda pendapat mengenai kapan usia janin yang gugur mewajibkan ghurrah. Ibnu Qudamah. berteriak keras. h.th]. h. ghurrah wajib pada usia kehamilan di bawah 6 bulan. Akibat Hukum Aborsi Pelaku aborsi atau penyebab keguguran dalam fiqh Islam dikenakan hukuman.180-186 Lihat Ibnu Hajar. menyebarkan bau busuk. [] B. membiarkan kelaparan.108 Diyat penuh juga berlaku jika janin yang sudah diketahui hidup di rahim ibunya terbunuh karena tindak kriminal terhadap ibunya dan bukan dimaksudkan untuk membunuh janin itu sendiri. al-Mughni. 391 107 108 Ibnu Rusyd. h. Orang yang terkena hukuman itu bisa ibu si janin sendiri dan bisa juga orang lain. Namun jika tindakan itu memang dimaksudkan 105 106 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Jika hal-hal tersebut membuat si perempuan keguguran.39. kifarah [ganti rugi]. [Beirut: Ihya al-Turast al-Arabi]. pendekatan hukum aborsi dalam fiqh dilakukan dengan mengedepankan hak janin dan hak masyarakat. Bidayah al-Mujtahid. Namun Imam Malik mewajibkan ghurrah tanpa memandang apakah janin sudah berbentuk atau belum. h. Juz VIII. [Cairo: Musthafa Muhammad. Mughni al-Muhtaj. Ini adalah pendapat jumhur. bahkan membuat si hamil terpesona. maka pelaku atau penyebab keguguran mesti membayar ghurrah tanpa melihat apokah tindakan itu disengaja atau tidak. janin keluar dalam keadaan meninggal. Pada titik inilah antara lain. mengancam.diharamkan ketika terjadi benturan dua kemudharatan merupakan salah satu pola pemikiran yang khas dalam fiqh. menakut-nakuti. h. Juz IV. Juz II. [Beirut: Dar al-Fikr. Itu bisa dimengerti karena fiqh diformulasikan untuk menjamin tercapainya maqashid al-Syari’ah yang dalam konteks ini adalah hifdz al-nafs dan hifdz al-‘irdh. al-Syarbini.41 . pelaku atau penyebab aborsi dikenakan diyat penuh. termasuk ucapan. Mas’alah Tahdid al-Nasl. kontroversi dengan kalangan aktivis “pro-choice” terjadi. t. Hak ibu yang mengandung justru tidak mendapatkan tempat sama sekali. Wiqayatan wa ‘Ilajan.107 Ulama Hanabilah memberikan tafshil. t. Ghurrah berlaku jika aborsi telah memenuhi lima syarat yakni: adanya tindakan tertentu yang menyebabkan janin gugur.th]. Juz IX. [Riyadh: Maktabah al-Riyadh al-Haditsah.th]. Jumhur ulama mengatakan ghurrah wajib tanpa memandang usia janin. asalkan janin sudah melewati masa mudghah. t. Dengan demikian pemikiran yang dikembangkan oleh al-Buthi di atas sebetulnya merupakan representasi dari pendirian sebagian besar fuqaha kontemporer. dan orang tua janin bukan kafir harbi kedua-duanya.103. Satu hal yang perlu dicatat di sini. janin gugur setelah terjadinya tindakan tertentu. h. dalam kasus perzinahan.105 Yang dimaksud tindakan di sini adalah semua hal yang bisa menjadi penyebab keguguran. al-Mughni. menghina. Juz VIII. 312 Ibnu Qudamah. Ada beberapa macam sanksi bagi pelaku atau penyebab aborsi sesuai dengan akibat yang ditimbulkannya: ghurrah [denda yang nilainya 5% dari diyat penuh atau senilai lima ekor unta]. janin sudah melewati masa mudghah [sudah terbentuk]. Setelah itu. Tuhfah al-Muhtaj. mengejutkan. dan ta’zir [hukuman atas pertimbangan hakim]. diyat [tebusan].

Cet. 1998]. Ford kemudian menunjukkan bahwa kehidupan dimulai setelah pembentukan primitive streak. usia kandungan tidak menjadi persoalan hukum. Namun hasil penelitian Norman F. Dalam KUHP. Ibid. pasal mengenai pengguguran kandungan dimasukkan ke dalam bab menangani “kejahatan terhadap nyawa”. Demikian pendapat ulama Syafi’iyah dan Hanabilah. Dalam KUHP ada beberapa ketentuan yang mengatur aborsi yakni pasal 346. Ini dipengaruhi oleh pandangan Kristiani yang berkembang di Barat saat itu.5 111 Kartono Muhammad. disebutkan bahwa dokter harus menghormati kehidupan insani sejak saat pembuahan sel sperma. Aborsi dalam Spektrum Hukum Positif dann Hukum Islam Masalah aborsi dibahas dalam KUHP dan UU no. Ketika tekhnologi bayi tabung ditemukan tahun 1979. Namun tidak termasuk dalam hal ini jika sang janin sudah tidak hidup ketika masih dalam rahim ibu. Mughni al-Muhtaj.130-131 .403. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. kontroversi mengenai hal ini telah dijelaskan. Pada saat itulah menurut Ford. hanya beberapa yang dikembalikan ke rahim ibunya. Setelah pembuahan. h. Dilema ini kemudian dipecahkan oleh sebuah keputusan di Venesia tahun 1983 yang intinya dokter menghormati kehidupan sejak kehidupan itu dimulai. maka pelakukanya wajib membayar kifarat. Dari sudut agama. Juz IV. maka memusnahkan sel-sel yang tersisa adalah pembunuhan.109 C. yaitu lipatan ke dalam yang terbentuk pada zygote [hasil pertautan sel telur dan sperma] saat berusia empat minggu. karena ada janin yang dikeluarkan secara paksa. Jika kehidupan dimulai dari saat pembuahan. 349 dan 350 109 110 Ibnu Qudamah.untuk mencelakai si janin itu sendiri. h. 347. embrio baru bisa disebut sebagai person atau makhluk insani.ke-1. Persatuan Dokter Spesialis Kebidanan se-Dunia dalam perkembangannya menetapkan bahwa kehidupan dimulai sejak sel telur yang dibuahi menempel di dinding rahim. Dalam dunia kedokteran hal yang sama juga terjadi. 348. maupun empat bulan sama saja.105 Harkristuti Harkrisnowo. h.. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Satu hari. h. sumpah dokter di atas menimbulkan dilema. Jika melihat KUHP itu sendiri. satu bulan. karena bayi tabung diproses melalui pengambilan beberapa [7-10] sel telur yang kemudian dibuahi oleh sperma suaminya di laboratorium. Sebaliknya mengembalikan seluruh sel yang dibuahi ke rahim ibu juga tidak mungkin dan memperbesar resiko kegagalan. sedang yang lain disimpan atau dimusnahkan. Dilema bayi tabung terselesaikan.110 Di sini persoalan menjadi terkait dengan kapan janin mulai dianggap sebagai makhluk bernyawa.111 Perbedaan pandangan mengenai kapan kehidupan di mulai ini berakibat pada perbedaan tafsir mengenai ketentuan yang diatur dalam KUHP dan UU Kesehatan. lihat juga al-Syarbini. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. Dalam lafal sumpah dokter yang disusun oleh World Medical Association tahun 1948. Dengan demikian secara implisit berarti tindak pidana ini dilakukan terhadap korban yang berada “in rerum natura” atau berada dalam keadaan “in being” yang berarti pula bahwa ia harus berada dalam keadaan hidup. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan.

dan 348. dikenakan pasal 348. [doodslag] pembunuhan direncanakan [moord] atau karena salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 344. tidak dihukum. demikian pula tidak dihukum orang yang untuk membatasi kelahiran anak mencegah terjadinya hamil [Maltthusianisme]. baik dengan obat yang diminum. Pasal 347 berunsurkan: a] barang siapa b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan d] tidak diizinkan oleh perempuan itu e] dihukum penjara selama-lamanya dua belas tahun. 2. maka bagi mereka hukumannya ditambah dengan sepertiganya dan dapat dipecat dari jabatannya [pasal 349]. tidak dihukum. bidan atau ahli obat membantu kejahatan dalam pasal 347 dan 348. Menggugurkan kandungan yang sudah mati. dapat dijatuhkan hukuman mencabut hak yang tersabut dalam pasal 35 No. Hal ini karena ketidakjelasan identitas mereka di samping para terdakwa tidak mau . tidak mempermasalahkan usia kandungan. maka hukumannya dapat ditambah sepertiga dari yang terdapat dalam ketentuan yang dilanggar dan dapat dipecat dari jabatannya yang digunakan untuk melakukan kejahatan tersebut.  Perempuan yang sengaja menggugurkan atau membunuh kandungannya atau suruhan orang lain untuk itu. Ditambahkan dalam ayat 2. maka dia dihukum penjara selamalamanya tujuh tahun. Sebaliknya apabila dokter dan sebagainya itu menggugurkan atau membunuh kandungan untuk menolong jiwa perempuan. 2. 347. dikenakan pasal ini.  Cara menggugurkan atau membunuh kandungan itu rupa-rupa. Pasal 350: pada waktu menjatuhkan hukuman karena makar mati. 3. sedangkan si perempuan sendiri lolos dari jeratan hukum. yang disebut tindak pidana hanyalah yang berupa “menyebabkan gugur atau mati kandungan” yang berarti: 1. jika karena itu perempuan mati. tidak mempermasalahkan cara melakukannya Dalam praktek yang diajukan ke pengadilan pada umumnya adalah orang yang menggugurkan kandungan.  Orang yang sengaja menggugurkan atau membunuh kandungan seorang perempuan dengan tidak izin perempuan itu dihukum menurut pasal 347. Pasal 346 KUHP berunsurkan sebagai berikut: a] perempuan b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya d] menyuruh orang lain untuk itu e] dihukum penjara selama-lamanya empat tahun. apabila dilakukan dengan izin perempuan itu. 4.1-5 Dari rumusan yang ada. Pasal 349 secara spesifik menentukan sanksi pidana bagi mereka yang melakukan aborsi dalam kerangka profesi mereka yakni membantu salah satu kejahatan yang tersebut dalam pasal 346. maupun dengan alat-alat yang dimasukkan melalui anggota kemaluan. atau menjaga kesehatannya.  Jika seorang tabib. Ditambahkan dalam ayat 2. Pasal 348 berunsurkan: a] barang siapa b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan d] dengan izin perempuan itu e] dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan. 5. jika karena perbuatan itu perempuan mati maka dia dihukum penjara selamalamanya lima belas tahun. 347 dan 348.1.

(2) Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat [1] hanya dapat dilakukan: 1.114 Di sini terasa ada keragu-raguan pemerintah Indonesia dalam menghadapi masalah aborsi. sebab pada kalimat awal ditegaskan bahwa pengguguran kandungan atas alasan apapun dilarang. norma kesusilaan dan norma kesopanan. Pada sarana kesehatan tertentu.113 Dari Pasal di atas seakan-akan UU ini memperbolehkan pengguguran kandungan dengan alasan tertentu. Namun UU ini juga menimbulkan kebingungan penafsiran.112 Selain KUHP. 2. h.6-8 Syafiq Hasyim [ed]. namun tidak jelas apakah aborsi termasuk salah satu tindakan yang diperbolehkan. Alasan medis memang dikemukakan dalam konteks menjaga nilai-nilai moral. Kartono Muhammad.276-277 Dr. 3. jika itu dipandang sebagai tindakan darurat.memberikan kesaksian yang justru memberatkan mereka jika ia mengungkap identitas orang yang digugurkan kandungannya. norma agama. yakni: ”Tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun dilarang karena bertentangan dengan norma hukum. Akan tetapi penjelasan pasal ini merumuskan suatu hal yang membingungkan. Lebih dari itu dalam perundang-undangan yang ada tidak tercantum dictum yang menyatakan persyaratan aborsi. Ini semua menyebabkan aborsi menjadi “dark number of crime” sampai sekarang. Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli. berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut. 4. Namun keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu. Dalam pasal 15 dinyatakan: (1) Dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu.65-66 . Menakar “Harga” Perempuan. 23 tahun 1992. apalagi memberi ruang bagi ibu untuk melakukan aborsi karena mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya. “tindakan medis tertentu” diartikan sebagai aborsi.[] 112 113 114 Harkristuti Harkrisnowo. h. karena aborsi tidak pernah menyelamatkan jiwa janin. h. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. tetapi di sisi lain pemerintah atau pengadilan bisa saja menafsirkannya sebagai tindakan selain aborsi. ketentuan mengenai aborsi juga terdapat dalam UU Kesehatan No. Apalagi kalimat terakhir menyebutkan “untuk menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin” yang sudah pasti bukan tindakan aborsi.” Bagi beberapa orang. Yang boleh diambil adalah “tindakan medis tertentu”.

alasannya antara lain karena kegagalan alat kontrasepsi. takut pada orang tua. sehingga banyak variable yang dipertimbangkan dalam proses penentuan hukum aborsi. sedang dalam proses perceraian dengan suami. jumlah anak yang terlalu banyak. khususnya kepada yang bernyawa. pacar tidak mau bertanggung jawab. atau karena berstatus sebagai isteri kedua dan suaminya tidak menginginkan kehadiran anak dari dia. Sayangnya sampai kini persoalan kapan kehidupan dimulai masih menjadi sesuatu yang diperdebatkan oleh para ahli. terlalu tua untuk melahirkan.115 Sementara itu. Satu hal yang penting untuk dicatat adalah bahwa nilai-nilai moral yang mendasari seluruh bangunan hukum tentang aborsi –baik hukum agama maupun hukum negaraternyata mengalami kesulitan penerapan dan perbenturan di tingkat lapangan. Berbagai perangkat hukum. dari uraian di atas mendorong penulis untuk menyatakan beberapa hal berikut ini: 1.  Pada perempuan yang sudah menikah. jarak kelahiran yang terlalu rapat. 3. faktor sosial ekonomi [tidak sanggup lagi membiayai anak-anaknya dan khawatir masa depan anak tidak terjamin]. dapat disimpulkan bahwa banyak alasan yang mengakibatkan perempuan melakukan aborsi. Namun demikian Islam mempunyai corak hukum yang lebih fleksibel. dan berstatus sebagai simpanan seseorang dan dilarang hamil oleh pasangannya.BAGIAN KE-LIMA TELA’AH TENTANG ABORSI Bertitik tolak dari data pada paparan di atas. alasan medis. alasan melakukan aborsi di antaranya karena masih berusia remaja. baik dalam Islam maupun dalam hukum positif.. khususnya Islam. baik dari kalangan agama maupun medis. tampak bahwa dasar pelarangan aborsi adalah penghormatan kepada kehidupan. 2. berstatus janda yang hamil di luar nikah. h. toh praktek aborsi 115 Ibid. 5 . Sekalipun secara moral-ideal dan legal-formal aborsi dilarang. aborsi pada dasarnya adalah tindakan yang dilarang. termasuk sanksisanksi hukum dirumuskan untuk melindungi kehidupan makhluk bernyawa yang bernama janin ini. Alasan tersebut ialah:  Pada perempuan yang belum atau tidak menikah. Dari perspektif agama-agama samawai. Melihat perdebatan yang terjadi.

Beirut: Dar al-Fikr. Mas’alah Tahdid al-Nasl. Ihya ‘Ulum al-Din. CD. Misalnya. dan membuat sistem sosial yang siap dengan segala resiko pilihan sikap “pro-life”. Sa’id Ramadhan. 1998 al-Bukhari. maka Islam juga perlu mempersiapkan berbagai perangkat yang mendukung tersosialisasikannya pilihan itu di tengah masyarakat. Dalam kasus tertentu bahkan hak perempuan ini dinafikan sama sekali. Bila pilihan “pro-life” merupakan pilihan terbaik. Beirut: Dar al-Ma’rifah. Major Legal Systems in The World Today. 5. E. mensosialisasikan sikap bisa menerima anak yang lahir dari kehamilan yang tidak dikehendaki.menunjukkan angka yang cukup tinggi. (London: 1968). al-Imam. 2000 David. Agama dan hukum tidak boleh ambigu. Oleh karen itu menjadi bisa dimengerti jika suara yang menginginkan diberikannya hak ini kepada perempuan kian hari kian nyaring terdengar. 4. sudah saatnya agama Islam menyatakan pendirian yang tegas dengan segala konsekuensinya. 6. Ini semua menunjukkan bahwa pendekatan terhadap masalah aborsi semata-mata dari sudut moral dan hukum tidak cukup. Brierly. Jakarta: Ikhtiyar Baru Van Hoeve. 1979 Adrina dkk. 1994 al-Ghazali. R. Aborsi juga signifikan menyumbang angka kematian ibu akibat proses reproduksi yang tidak aman. al-Radd al-Mukhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar. Shahih Bukhari. [] DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an al-Karim Abidin. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Syiria. Di tengah dilema antara nilai moral dan tuntutan kebebasan perempuan untuk menjalankan hak-hak reproduksinya [pro-choice] seperti yang terjadi sekarang. Sementara itu dalam kasus yang sudah pasangan yang sudah menikah hukum yang berlaku adalah "kondisional" dalam artian tergantung situasi yang berlaku tersebut. 19 Ensiklopedi Islam. Ibnu.. Kenyataannya.Rom al-Buthi. Juz II. Hak-Hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung. Juz II. baik hukum positif maupun –terutama. h. Dari semua ketentan diatas. atau bahkan satusatunya. Maktabah al-Farabi. 1983 . Wiqayatan wa ‘Ilajan.fiqh Islam tidak memasukkan agenda hak-hak reproduksi perempuan –dalam hal ini hak untuk memutuskan hamil atau tidak dan hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi yang amandalam konsideran hukumnya. J. sebab ambiguitas seperti ini terbukti tidak menyelesaikan persoalan. bahwa aborsi yang dilakukan oleh pasangan yang diluar nikah dalam Islam menurut pendapat para Imam adalah "haram mutlak". menyiapkan sikap mental dan sosial masyarakat agar tidak mau melakukan aborsi. C.

Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. Juz VIII. Abdul Jalil. 1. . Surabaya: PWNU. Ibnu. 1995. Al-Mujaz fi Ushul al-Fiqh. t.ke-1 Muhammad. al-Imam. Kartono. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh al-Nisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyyah.. “Abortus Menurut Hukum Islam”. 2000 Hazm. 2002 . Ibnu.Hasyim. Cairo: Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar. Ali. M. Jakarta: PPFNU. Cet. Makalah. 1997 Hajar. Jakarta: PPFNU. Juz IX. (Jakarta: Penerbit PARAMADINA. 1992 Muhammad. dkk. 1992 Muslim. Makalah. Jawa Pos Press: 2004. 2001 Hasan. 1965. Riyadh: Maktabah al-Riyadh al-Haditsah. Sahih Muslim.th al-Qaransyawi. “Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum”. Jakarta: Balai Pustaka. Theology of The Third Millenium. ke-1 Habsjah. A. Juz XI Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Depdikbud RI. terj. 1998. ke-2 Qudamah. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Jaad al-Haq ‘Ali Jaad.(CET. 1999. Syafiq. 1998 al-Haq. Bandung: Mizan. (ed).Bernard. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2001 al-Nawawi. Syarah an-Nawawi ‘ala Sahih Muslim.. Juz II.ke-2 Rahardjo. Makalah. Cet. Jakarta:. New York: Doubleday. Menakar “Harga” Perempuan. Husein. 2. Islam dalam Krisis: Antara Perang Suci dan Teror Kotor. “Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer”. “Fakta-Fakta Aborsi”. Cairo: Universitas alAzhar.Dawam. Hans. Attashendartini. t. Cet. Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Suci. Masail Fiqhiyah al-Haditsah pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. Surabaya. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Harkristuti.th Kung. t. al-Mughni. Tuhfah al-Muhtaj. Cairo: Musthafa Muhammad. PPFNU. Makalah. Beirut: Dar al-Fikr. Aziz. 1988 Lewis. Dari The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror.th Harkrisnowo. Ibnu. Masyhuri. Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah. CET. Cet. al-Muhalla. Juz XI.

Dalam rentang waktu antara 1979 . Istibsjaroh. Kediri. t. Prof. Edindurgh: Edinburgh University. Masyfuk. dari Sociology of Religion oleh Ahmad Fedyani Saifuddin. Mongomery. Jawa Timur pada 19 September 1955. Gelar Magister Agama ia peroleh di Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2000.M. ia juga menjadi Tenaga Edukatif di Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel Surabaya serta aktif di Pusat Studi Jender di tempat ia mengajar.Roland. Rusyd. Cairo: Dar al-Syuruq. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. ke-3 Zuhdi. Cet. Ibu dari enam orang anak ( lima putri dan satu putra ) ini dilahirkan di Jombang. Ibnu. Selama dua periode ( 1992 . 2001). Masyfuk. Juz II. t.Kediri. SH. Pada tahun 1971-1975 menempuh pendidikan guna memperoleh gelar sarjana muda di Universitas Hasyim Asy’ari Jombang. Yang terakhir. Zuhdi. isteri dari KH. 1987.Ag.Hikmah” Purwoasri Kediri tempat ia dan keluarganya tinggal . Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Beirut: Dar al-Fikr. 1986 BIOGRAFI PENULIS Prof. Surabaya: Bina Ilmu. ia juga sebagai salah satu Pengasuh Pondok Pesantren “Al. Nihayah al-Muhtaj. W. LPTQ Jawa Timur dan Majlis Ulama Jawa Timur.1997 dan 1997 – 1999 ) . Mughni al-Muhtaj. Jakarta: CV.Robertson. Mahmud.. ed. al-Imam... Juz IV. Jombang selama enam tahun ( 1966 – 1971 ).Juli 2005 ia menjadi Guru Besar bidang ilmu Tafsir di Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya. Islam dan Keluarga Berencana di Indonesia.. Beirut: Ihya al-Turast al-Arabi Watt. Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis terj. Hj. (Kairo: Dâr al-Syurûq. Juz VIII. Aktivitas kesehariannya sekarang selain kepala lembaga Penelitian. Al-Islâm: ‘Aqîdah wa Syarîah. Bidayah al-Mujtahid. Haji Masagung. 1995.th al-Ramli. Pendidikan Dasarnya dia lalui di MI Bulurejo tamat pada tahun 1965.th Syalthut. Zaimuddin Badrus Sholeh ini juga pernah menjadi anggota fraksi Karya Pembangunan di DPRD II Kab. 1989. dan MA ditempuh di sebuah Pesantren Putri “Walisongo” Cukir. al-Syarbini. Dra.1994 sempat menjadi guru Madrasah Aliyah di Purwoasri . Ia juga memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Darul Ulum Jombang pada tahun 1997. Islamic Political Thought.Program doktornya ia peroleh di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2004. Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang. Dr. Pendidikan menengahnya. Di luar kegiatan akademik ia aktif di Muslimat NU Wilayah Jawa-Timur. MTs. Program doktoralnya ia selesaikan pada tahun 1979 di Fak. Dr.