MENIMBANG HUKUM PORNOGRAFI, PORNOAKSI DAN ABORSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

OLEH PROF.DR. HJ. ISTIBSJAROH, SH, MAg

DAFTAR ISI MENIMBANG HUKUM PORNOGRAFI, PORNOAKSI DAN ABORSI PERSPEKTIF ISLAM Kata Pengantar Paradigma Pornografi, Pornoaksi dan Aborsi di Indonesia Prof. Dr. H. Ridlwan Natsir, Mag I PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI Bagian Pertama Ruang Lingkup Pornografi dan Pornoaksi A. Hakekat Pornografi dan Ponoaksi B. Sejarah Pornografi dan Pornoaksi C. Kreteria dan Batasan Pornografi D. Media dan Akses Pornografi dan Pornoaksi Bagian Ke-Dua Pornografi dan Pornoaksi dalam Perspektif Hukum Islam A. Teks al-Qur’an B. Tinjauan dari Berbagai Tafsir al-Qur'an 1. Tafsir al-Munir 2. Tafsir al-Thabary 3. Tafsir al-Maraghi 4. Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir 5. Tafsir al-Alusi Surat al-Nur C. Tinjauan As-Sunnah dan Kaidah Ishul Fiqh. Bagian Ke-Tiga Pornografi dan Pornoaksi dalam Kehidupan Sosial Masyarakat A. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Global B. Pornografi dan pornoaksi dalam Masyarakat Lokal C. Kontraversi Undang-Undang Pornografi dan Pornoaksi Dalam Sosial Kemasyarakatan Lampiran Fatwa MUI Tentang Pornografi dan Pornoaksi II ABORSI Bagian Pertama Fenomena Aborsi Bagian Ke-Dua Desain Aborsi A. Definisi dan Hakekat Aborsi B. Macam-Macam Aborsi C. Faktisitas Aborsi di Indonesia

Bagian Ke-Tiga Aborsi Dalam Hukum Islam A. Hukum Aborsi Dalam Islam B. Akibat Hukum Aborsi C. Aborsi dalam Spektrum Hukum Positif dan Hukum Islam Bagian Ke-empat Telaah Hukum Aborsi Daftar Pustaka Biografi Penulis

Sekedar pengingat. tapi justru ditanggapi dengan kebebasan tanpa batas. Fakta ini juga diperkuat oleh "Jejak Kaki Internet Protection" yang mencatat 97 persen anak usia 9-14 tahun ternyata pernah mengakses situs porno [Republika 8 Maret 2006]. Sebagai bahan acuan hasil survay Ely Risman [Psikolog] menunjukkan sekitar 98 persen anak-anak Indonesia terbiasa mengakses media-media yang menampilkan pornografi [Republika 8 Maret 2006]. Ridlwan Nasir. ataupun pengintaian satelit]". ternyata sebahagian besar tidak ditanggapi dengan positif oleh banyak media. khususnya pada anak-anak dan generasi mudanya. H. MA "Persoalan media dan pornografi. yang konon merupakan negeri yang sangat agamis dan selalu menjunjung tinggi norma. justru mendapat kecaman yang luarbiasa dari masyarakat lainnya yang mendukung polah tersebut sebagai produk seni tinggi [upaya membelenggu kreatifitas]. Pada tataran tersebut kondisi Indonesia sudah dalam keadaan memprihatinkan dan dalam taraf membahayakan. PORNOAKSI DAN ABORSI DI INDONESIA Prof. Dan kalau ditanya pasti alasan yang disampaikan dan digulirkan oleh mereka tetap sama sebagai sebuah "prodak seni" yang harus dinikmati dan disyukuri.PENGANTAR PARADIGMA PORNOGRAFI. film. sebagai dampaknya banyak literatur. peran negara tidak lagi diharapkan dalam mengatur dan mengendalikan sebagai aspek-aspek kehidupan sosial. telivisi global. Boleh jadi ini yang merupakan salah satu bentuk penyesatan umat dan sekaligus dapat dibilang masuk dalam kategori "kekerasan informasi". Munculnya era reformasi. etika. Dewi Rezer. Realitas tersebut berakses pada kebebasan dalam etika dan norma. dan film-film porno di berbagai media [cetak atau elektronik]. termasuk media [internet. Ironis memang. dan sederet artis lainnya yang diabadikan oleh majalah RHA yang konon juga telah beredar di manca negara [prestasi atau bencana!]. Dan mungkin akan ditambah semarak lagi dengan munculnya majalah "Play Boy" di negeri ini yang akan menambah daftar panjang parade pornografi dan pornoaksi. Sementara dimasa depan. terutama delima antara kebebasan dan moralitas. dan nilai moral bangsa. Dr. Tidak main-main kasus-kasus tersebut sempat juga sampai kemeja para anggota MPR RI sebagai materi rapat dan acuan kebijakan pemerintah dalam upaya membuat RUU anti . Anjasmara. aksi sensual. ketika sebagian masyarakat Muslim menentang dan mengutuk polah aksi pornografi. pertumbuhan dan tradisi. gambar atau pose yang "panas dalam adegan" tetapi "tidak panas dalam ide. Sarah Azhari. telah membawa dampak kebebasan yang lain yakni prilaku yang sangat mengabaikan budaya malu. unggah-ungguh [sopan santun] dan seterusnya. mungkin memori di otak kita belum hilang dengan kasus-kasus pose seronoknya artis-artis kita mulai Shopia Latcuba. seakan menyentak kesadaran kita bahwa kebebasan pers yang telah digulirkan oleh pemerintah. Itulah sisi lain wajah moral yang sama-sama dapat kita saksikan setiap saat di negeri kita tercinta ini. tema dan kritik".M. Nafa Urbah. norma agama. Media lebih mengedepankan "profit orientied". [Yastraf Amir Peiling] Menjamurnya pose seronok. pornoaksi adalah persoalan yang sangat delematis. pornoaksi dan hal sejenisnya adalah "haram". kreatifitas dan norma.

MUI [Majelis Ulama' Indonesia] sendiri sebagai kontrol masyarakat yang sudah mengelurkan fatwa "haram" terhadap hal-hal yang berbau pornografi. Yaitu Islam memberikan syariat kehidupan khusus [kehidupan keluarga] dan kehidupan umum [kehidupan sosial]. dapat diinformasikan kepada seorang pria yang melamarnya untuk dijadikan istrinya. dan kireteria merangsang yang menjadi tolak ukur pornografi dan pornoaksi dari berbagai pendapat juga masih mengandung kontroversi. perawat dan penyelidik. gambaran tentang sebahagian "aurat" perempuan. seorang tidak dibenarkan menampakkan auratnya. batasan mengenai pornografi dan pornoaksi di negeri Indonesia semakin tidak jelas. Mengapa Fenomena tersebut dapat berlarut-larut dan bahkan akan selalu menjadi fenomena "gunung es" di negeri ini? Bisa jadi karena selama ini. semuanya akan memberikan rumusan yang berbeda bahkan bertolak belakang. Melalui muhrimnya. tidak menentu. Oleh karena itu seorang wanita yang sudah baligh manakala keluar [masuk dalam kehidupan umum] dari rumah harus mengenakan jilbab yakni pakaian luar yang menutup tubuhnya hingga sejengkal dibawah mata kaki [QS. Dalam hal ini seorang wanita muslimah dibolehkan membuka jilbab dan kerudungnya dihadapan para muhrimnya dan orang-orang yang diberi hak oleh syariat untuk melihat aurat yang biasa terlihat manakala wanita tersebut berada dalam rumahnya [QS. dan pornoaksi tidak terkecuali kasus-kasus sejenis yang mencuat tersebut sama sekali tidak diperhatikan. Faktanya hingga saat ini. Bila pornografi dan pornoaksi diserahkan batasan dan kreterianya kepada kita terutama pada kalangan pendidik. dan kakinya. Hal yang berkaitan dengan seksualitas. dan mengenakan kerudung yang menutupi kepala. Dalam hal ini. Dan bagi seorang wanita bagian tubuh yang terbilang sebagai ”aurat" adalah seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. dan seniman. Islam telah memberikan arahan untuk memecahkan masalah-masalah manusia. merangsang ataupun melanggar budaya Timur--tampak kabur dan bisa berubah-ubah. An-Nûr ayat 31]. tangannya. Islam membolehkannya melalui apa yang dinamakan pintu "pernikahan". maka pose artis tersebut dianggap "masih sopan dan wajar'. . termasuk masalah yang terkait dengan seksualitas manusia. budayawan. Islam membolehkan bagi wanita menampakkan anggota bagian tubuhnya dihadapan anggota keluarga [muhrim]. tetapi ternyata faktanya sampai sekarang masih dalam wacana yang terus bergulir tampa adanya penyelesaian. pornografisasi dan pornoaksisasi telah banyak melahirkan kader-kader baru bahkan lebih panas dari sebelumnya dan ironisnya mendapatkan tempat tersendiri dalam masyarakat dan media kita. alAhzâb 59]. bahkan menjadi kabur disebabkan pandangan masyarakat yang dipengaruhi oleh derasnya arus sekularisasi dan globalisasi. seperti rambutnya. Bagi yang menganggap bikini itu sopan. Artinya hanya kepada orang yang terikat dengan tali pernikahan yang sah saja diperkenankan melakukan aktifitas seksual. Semuanya mengandung interpretasi yang sangat mudah diperdebatkan bahkan disangkal. Sementara itu seorang perempuan diperbolehkan memperlihatkan sebagian aurat-nya kepada para medis dalam hal ini dokter. tontonan tersebut bukan merupakan sesuatu yang merangsang akan tetapi dianggap sebagai produk "seni". AnNûr 31]. Kreterianya pun belum jelas–apakah melanggar bartasan kesopanan. leher dan dadanya [QS.pornografi dan pornoaksi atau yang ramai diberdebatkan RUU APP [Anti Pornografi dan Pornoaksi]. Di dalam kehidupan khusus tersebut. Sebab bagi para phothografer atau pekerja seni yang sejenis yang akrab dengan para artis dan dunia entertaiment. politisi. Akan halnya dalam kehidupan umum.

Walaupun secara makna antara pornografi. Sebaliknya Islam melarang kehidupan seksual diluar nikah dan berbagai bentuk seks bebas [free sexs] untuk menjaga kejelasan jalur keturunan manusia dan mencegah terjadinya konflik serta tindak anarki akibat hubungan lawan jenis yang tidak teratur. Istibsjaroh. Secara tegas menghukum pelakunya bila masih gadis atau bujang. Pada bagian pertama. Dr Hj. Hubungan seks diluar nikah dalam pandangan Islam disebut dengan "zina" dan merupakan salah satu tindak kriminal [jarimah]. Tidak dapat dikesampingkan juga salah satu tindakan yang terkait dengan akses pornografi dan pornoaksi terkait dengan seksualitas manusia adalah tindak aborsi. maka seorang wanita muslimah secara jelas mengetahui bahwa mengumbar aurat tubuhnya dihadapan orang yang tidak berhak dan ditempat yang tidak tepat adalah dosa yang harus dijauhi. tidak diridhai oleh Allah SWT dan dilarang dengan sangsi dunia dan akhirat bagi pelanggarnya. Yaitu sama-sama terkait dengan seksualitas manusia dan normasusila. MA. merampok. lengkap dengan paparan-paparan data yang mendukung. Terkait dengan aborsi. Zakiah Daradjat mengatakan pornografi termasuk pekerjaan mungkar. Untuk itulah buku ini hadir untuk anda para pembaca. semoga karya anda menjadi karya yang selalu bermanfaat bagi kebeningan umat. mendorong orang untuk mendekati zina".. Dan untuk pembaca budiman. minuman keras. Dan sebagai pengantar buku "Menimbang Hukum Pornografi. [Jawa Pos 6 November 2006] Walaupun dalam berbagi kasus aborsi tersebut memiliki latar belakang yang berbeda. Dalam setahun saja aborsi telah menewaskan 100. berdasarkan latar belakang yang terjadi dalam pandangan Islam terdapat ketentuan dan hukum tersendiri. "….000 ibu di seluruh dunia sebuah angka yang cukup fantastis sebagai mesin pembunuh. dan pekerjaan mungkar lainnya. SH. sebagai pembuka anda akan digiring pada hal-hal yang terkait dengan pornografi dan pornoakasi [sebuah disain yang lengkap] yang kemudian sebagai puncaknya masalah hukum yang terkait dengannya. Buku ini merupakan salah satu buku yang akan membongkar hal-hal yang terkait dengan aborsi yang sebelumnya didahului dengan memperbincangkan tentang pornografi dan pornokasi tentunya dalam perspektif Islam. akan tetapi yang sering mencuat adalah akibat tindakan amoral. Pornoaksi dan Aborsi Dalam Perspektif Islam" saya ucapkan selamat kepada penulis. dengan 100 kali pukulan atau cambukan [an-Nûr ayat 2]. Kasus-kasus aborsi yang mencuat. selamat membaca! semoga buku ini dapat memberi pencerahan dan inspirasi bagi anda.. adalah menggali dan memperbincangkan tentang ruang lingkup aborsi. Prof. dalam publik juga tak kalah ramai dengan kasus pornografi dan pornoaksi. Bisa dicatat dalam sebulan pasti ada dua sampai tiga kali dalam seminggu kasus yang muncul dan tragisnya lagi pasti akan menimbulkan korban baik dari pihak ibu maupun anak.[] . Sementara itu pada bagian kedua.Dengan batasan yang jelas tersebut. Sehingga dengan demikian pornografi dan pornoaksi tergolong dengan tindakan yang kriminial dan pelakukanya patut dijatuhi hukuman. Karena pornografi yang sifatnya dapat menggoda.pornografi itu setara kejinya dengan judi. yang kemudian diteruskan dengan hukum-hukum dan ketentuan yang terkait dengan aborsi. pornoaksi dan aborsi memiliki arti yang jauh berbeda akan tetapi jika ditelisik akan menemukan sebuah benang merah. Agar lebih hidup pembaca juga akan disuguhi dengan beberapa kontroversi mengenai kententuan hukum pornografi dan pornoaksi dalam mayarakat. Dan parahnya para korban tidak menyadari akan perbuatan dan konsekwensi hukumnya baik secara duniawi maupun akhirat.

Surabaya. Pembagian penduduk berdasarkan agama yang dianut. Pembagian penduduk berdasarkan tempat tinggal perkotaan dan pedesaan. Dalam kondisi seperti ini batasan mengenai pornografi dan pornoaksi menjadi suatu entitas yang dapat mengalami perubahan. H. sesuai dengan latar belakang sosial cultural yang ada.M. dan . Kedua. ekonomi dan politik. Ridlwan Nasir. budaya. Hakekat Pornografi dan Pornoaksi Konsep mengenai porno pada dasarnya bersifat intra subyektif dan bahkan inter subyektif dimana subyektifitas individu satu dengan lainnya membentuk seks normatif. 150203743 I PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI BAGIAN PERTAMA RUANG LINGKUP PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI A. Gambaran mengenai pornografi dan pornoaksi pada masyarakat secara luas bukan merupakan sesuatu yang menetap. Maret. Dr. Pertama. sosial. Secara umum pengertian pornografi dan pornoaksi di Indonesia dapat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi sebagai berikut. khususnya ketika ia berhadapan dengan petumbuhan yang terjadi dalam bidang. 2007 Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof. MA NIP. walaupun akhirnya konsep ini selalu berubah berdasarkan perubahan yang terjadi dalam masyarakat.

354. Bina Mulia 1987].2 Sementara itu dalam kamus Ilmu Popular pornografi diartikan sebagai bacaan atau gambar cabul. h. h. . 2003] h." atau "porno" adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia dengan tujuan membangkitkan rangsangan seksual. A. [Jakarta. Istilah eufemistis seperti misalnya film dewasa dan video dewasa biasanya lebih disukai oleh kalangan yang memproduksi materi-materi ini. Gelombang Kejahatan Seks Remaja Modern. Pornografi adalah tulisan. pornografi secara harafiah berarti "tulisan tentang pelacur"." "pron. [Jakarta. Istilah "pornografi" seringkali mengandung konotasi negatif dan bernilai seni yang rendahan. belakangan istilah pornografi dan pornoaksi digunakan untuk publikasi segala sesuatu yang bersifat seksual.1 Jika ditelusuri pornografi dari bahasa Yunani "πορνογραφία" pornographia — secara harafiah tulisan tentang atau gambar tentang pelacur kadang kala juga disingkat menjadi "porn. Pada masa modern. Istilah ini tetap digunakan dengan makna ini dalam "Oxford English Dictionary" hingga 1905. Cet ke I. namun berbeda dengan erotika.4 1 Neng Djubaidah. atau pelacur-pelacur terkenal atau yang mempunyai kecakapan tertentu dari Yunani kuno. Pornographos. Pornografi Dalam Media Massa. 2002]. Puspa Swara. [Jakarta. Sementara itu menurut istilah beberapa para ahli pornografi dapat didefinisikan sebagai berikut. 30. yang pada abad ke-18 dan 19 menerbitkan risalat-risalat yang mempelajari pelacuran dan mengajukan usul-usul untuk mengaturnya. mulanya adalah sebuah eufemisme dan secara harafiah berarti 'sesuatu yang dijual. penyajian atau konsumsi bahan tersebut dimaksudkan hanya untuk membangkitkan rangsangan seksual. meskipun kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian. Prenada Media. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata ini berasal dari dari istilah Yunani untuk orang-orang yang mencatat "pornoai". h. Hamzah. Kata "porne" yaitu "perempuan jalang" dan graphein "menulis atau ungkapan". Studi Dalam Hukum Perbandingan. Balai Pustaka. Pornografi Pornoaksi Ditinjau Dari Hukum Islam. lukisan. 1995]. pembagian penduduk berdasarkan masyarakat adat yang berada antara satu dan lainnya. 7. tayangan audiovisual. diartikan sebagai writing abaut prostitutes tulisan atau gambaran mengenai pelacur. [Bandung. istilah ini diambil oleh para ilmuwan sosial untuk menggambarkan pekerjaan orang-orang seperti Nicholas Restif dan William Acton.' Kata ini berkaitan dengan kata kerja yang artinya menjual. apabila pembuatan. khususnya yang dianggap berselera rendah atau tidak bermoral. h. Tim Penyusun Kamus Besar Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa. Pornografi dalam Hukum Pidana. 69. 4 3 2 Abu Al-Ghifari. Cet ke I. Lih. 1988].  Abu Al-Ghifari.Ketiga. mirip. dan gerakan-gerakan tubuh yang membuka tubuh tertentu secara vulgar yang semata-mata untuk menarik perghatian lawan jenis. 137 Tjipta Lesmana. dibandingkan dengan erotika yang sifatnya lebih terhormat. Akan tetapi. Mujahid. gambar. [Jakarta. dari akar kata Yunani klasik πορνη dan γραφειν. Sekarang istilah ini digunakan untuk merujuk secara seksual segala jenis bahan tertulis maupun grafis.3 Dalam pengertian aslinya. pembicaraan.

Karya-karya film yang paling tuapun sudah menampilkan gambar-gambar telanjang maupun gambaran lainnya yang secara seksual bersifat eksplisit. "Pornografi adalah ungkapan visualisasi dan verbalisasi melalui media komunikasi massa tentang perlakuan/perbuatan laki-laki dan/atau perempuan dalam keadaan memberi kesan telanjang bulat. yang hidup di Negara Yunani yaitu sekitar abad ke-empat sebelum Masehi. Kamis. foto.5  Menurut RUU Anti Pornografi. lukisan. h. lesbian. "Pornografi adalah bentuk ekspresi visual berupa gambar. Pornoteks yaitu karya pencabulan yang mengangkat cerita berbagai fersi hubungan seksual dalam bentuk narasi. testimonial. atau oral seks yang bertujuan untuk membangkitkan nafsu seksual"."6  MUI atau Departemen Agama. Penonjolan close up alat-alat vital. Foto-foto yang eksplisit muncul tak lama setelah ditemukannya fotografi. gerakan atau bunyi suara dan/atau desah yang memberi kesan persenggamaan. Burhan Bungin. 231. Hitearai berbeda 5 6 Maggie Humm. 1998]. ----. gerakan masturbasi. serta segala bentuk perilaku seksual dan hubungan seks manusia yang patut diduga menimbulkan rangsangan nafsu berahi pada orang lain. pornosuara dan pornoaksi. payudara atau pinggul. mengalami atau mengalami sendiri peristiwa atau hubungan seks itu. Ia seorang hitaerai yaitu perempuan yang hidupnya hanya untuk bersenang-senang dengan laki-laki. sejarah munculnya pornografi da pornoaksi ini bermula dari keberadaan seorang perempuan cantik jelita. tulisan. yaitu meliputi porno teks. 152. Dalam kasus tertentu semua katogori ini dapat menjadi sajian dalam satu media. Karya seni yang secara seksual bersifat sugestif dan eksplisit sama tuanya dengan karya seni yang menampilkan gambar-gambar yang lainnya. 01 Mei 2003. video. Pikiran Rakyat Cyber Media. Sementara itu.. 7 . film atau yang dipersamakan dengan film. Pornosuara yaitu tuturan atau kalimat-kalimat yang diucapkan seoarang yang langsung atau tidak langsung bahkan secara halus atau vulgar tentang aktivitas seksual atau obyek sekual. [Jakarta. Dengan demikian secara garis besar dalam wacana pornografi atau dalam tindak pencabulan konteporer dan beberapa bentuk porno. sehingga fantasi seksual pembaca menjadi menggebu-gebu terhadap hubungan seks yang digambarkan tersebut. htm. samping. dilihat dari depan. Feminis dan Moralis Konservatif mendefinisikan pornografi sebagai "Penggambaran material seksual yang mendorong pelecehan seksual dengan kekerasan dan pemaksaan".7 B. baik dengan atau tanpa penutup. terawang. Ensiklopedia Feminisme. Sejarah Pornografi dan Pornoaksi Pornografi dan pornoaksi mempunyai sejarah yang panjang. h. atau pengalaman pribadi secara detail dan vulgar. ciuman merangsang antara pasangan sejenis ataupun berlainan jenis. atau belakang. Ibid. Beralih ke pengertian pornoaksi itu sebenarnya tidak jauh dengen pengertiannya dengan pornografi yaitu penekanannya pada pornoaksi lebih pada penggambaran aksi gerakan lenggokan dan liukan tubuh yang disengaja atau tidak sengaja untuk memancing bangkitnya nafsu seksual laki-laki. Pornomedia Kontruksi Sosial Tehnologi Telematika dan Perayaan Seks di Media Massa. homo. sehingga konsepnya menjadi pornomedia. Wanita tersebut bernama Phyerne dari Thespie. tayangan atau media komunikasi lainnya yang sengaja dibuat untuk memperlihatkan secara terang-terangan atau tersamar kepada publik alat vital dan bagian-bagian tubuh serta gerakan-gerakan erotis yang menonjolkan sensualitas dan atau seksualitas. sehingga pembaca merasa ia merasa menyaksikan sendiri. Penggambaran yang detail secara narasi terhadap hubungan seks itu kemudian menimbulkan terciptanya teatre of mind pembaca. pornografi.. Kaburnya Batasan Pornografi.

Sementara Timur masyarakatnya identik dengan memegang teguh tradisi. atau dapat juga berarti tarian telanjang.10 Meskipun rumusan strip-tease tersebut tidak disertakan tujuan tarian telanjang adalah untuk merangsang nafsu birahi seperti halnya dengan rumusan pornografi namun akibat dari stip-tease ini juga sama-sama dapat membangkitkan nafsu birahi. 10 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.9 Sedangkan kata pornografi menurut kamus tersebut adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dengan tujuan untuk membangkitkan nafsu birahi. Dewan Pers 1987]. Perbedaan yang mencolok tersebut antara Barat dan Timur dari segi kehidupan sosial adalah Barat khususnya Benua Eropa mengalami kemajuan yang sangat menonjol. Dan pertunjukan Phryne itulah kemudian merupakan awal dari adegan pornografi yang kemudian berkembang menjadi striptease show.. Namun pada perkembangan selanjutnya seperti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia kata porne yang berasal dari kata porne yang berarti cabul. Kamus Besar Bahasa Indonesia. dan kultur masingmasing. Berdasarkan pengertian diatas sebenarnya akibat dari striptease dan pornografi sebenarnya tidak berbeda baik yang ditampilkan secara langsung atau melalui media komunikasi yaitu sama-sama membangkitkan nafsu birahi bagi orang yang melihat atau menontonnya. sementara strip-tease yang ditampilkan melalui lewat media maka dikatagorikan sebagai pornografi. 696. saat ini bias disebut pornoaksi. h. Strip-tease show yang dilakukan oleh seorang Hetaerai tersebut tidak berkaitan dengan porne yang berarti pelacur. 696. adalah penilaian yang lebih menyoroti pada aspek etika. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. h. kurun waktu dan tahapan kedewasaan etis dari orang-orang secara individual dan seluruh masyarakat. sudut social cultural bahwa ketika membahas mengenai pornografi maka yang harus diperhatikan adalah masalah perbedaan sosio budaya.8 Pheyrne pernah dituduh sebagai perempuan yang mengkorupsi para jejaka Athena. atau tampa melalui media komunikasi. h. 140. Sementara itu dalam realitasnya terjadi perbedaan yang sangat mencolok antara belahan Barat dan Timur. Kedua. Phryne menampakkan pakaiannya satu persatu hingga tubuh indahnya tampak oleh hakim dan seluruh yang hadir dan hasilnya Phryne dibebasakan dari tuduhan dan hukuman. Dalam perkembangan selanjutnya strip-tease baik yang dilakukan secara langsung disebut dengan pornoaksi. Pornografi Dalam Pers Sebuah Orentasi. sedangkan kata strip-tease menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pertunjukan tarian yang dilakukan oleh perempuan dengan gerakan antara lain dengan menanggalkan pakaiannya satu persatu dihadapan penonton. Rachim. [Jakarta.dengan porne. Kreteria dan Batasan Pornografi dan Pornoaksi Berdasarkan kedudukannya pornografi dan pornoaksi dapat kita tinjau dari dua sudut yaitu pertama. Untuk itu perlu adanya kreteria mengenai indah. h.. Pornografi Pornoaksi Ditinjau Dari Hukum Islam. terutama yang diwarisi dari para leluhurnya. Sementara itu jika strip-tease ditampilkan melalui media dikategorikan sebagai pornografi. Ibid. kreteria baik 8 9 Alex A. 11 Neng Dzubaidah. Ketika hukum hendak menjatuhkan hukuman terhadap Phryne pembela Phryne yang bernama Hyperdes mengajukan pembelaan dengan cara meminta Phryne berdiri disuatu tempat di depan sidang dengan posisi yang dapat dilihat oleh semua hadirin. 10-11..11 strip-tease yang dilakkan secara langsung. adat istiadat. Ibid. Ibid. . Kamus Besar Bahasa Indonesia. yaitu perempuan pelacur yang digunakan dan dibayar setiap hari dan berbeda pula dengan istri yang dipercayakan untuk memelihara rumah tangga dan keturunan yang dapat dipercaya. C.

Ibid. dan dalam bidang etis tekannanya pada yang baik. Di dalam industrinya sendiri dilakukan klasifikasi lebih jauh secara informal.12 Secara garis besar perbedaan tersebut lebih mengacu pada pengaruh yang diakibatakan dua macam katogari pornografi tersebut.. pornografi dan pornoaksi biasa dan pornografi dan pornoaksi keras sadistis. 75-76. dalam arti seni tekanannya pada arti yang indah estetika. Tanggapan atas RUU Anti Pornografi dan Anti Pornoaksi Sebuah Draf Kajian.  Isolasi seks. namun definisi hukum yang tidak pasti dan standar yang berbeda-beda pada penyalur-penyalur yang berbeda pula menyebabkan produser membuat pengambilan gambar dan penyuntingannya dengan cara yang berbeda-beda pula. hanya alat kelamin genital untuk merangsang nafsu birahi terlepas dari nilai personal seperti cinta kasih dan kemesraan. [Jakarta. 14 15 Johan Suban Tukau. 12. 2003]. 99. h. Sementara itu berdasarkan tingkatan elsistensi dan pengaruh yang ditimbulkannya secara umum pornografi dan pornoaksi dibedakan menjadi dua yaitu pornografi dan pornoaksi normal. Daya-daya seksual yang menyeluruh tidak diceritakan sebagai sarana ungkapan cinta dalam perkawinan dan cara untuk melanjutkan keturunan dalam keluarga. dan sistem organis. Tim Kajian LBH APIK Jakarta. Prenada. Pembedaanpembedaan ini mungkin tampaknya tidak berarti bagi banyak orang. h.yang lebih mencakup pada masalah etis walaupun tekanannya bisa berbeda. adegan-adegan yang secara sugestif bersifat seksual. Seks dilepaskan dari aspek yang lain seperti aspek psikologis. Burhan Bungin.. tt]. Perubahan pada tingkat ini akan berakibat tingkatnya sistem kepribadian dan organisme aksi masyarakat. Dalam ilmu penghetahuan tekanan yang benar. Pornografi dan pornoaksi ringan umumnya merujuk kepada bahanbahan yang menampilkan ketelanjangan. 76. Menurut Johan Suban sesuatu dinilai porno jika. Ibid. sementara pornografi dan pornoaksi berat mengandung gambargambar alat kelamin dalam keadaan terangsang dan kegiatan seksual termasuk penetrasi. kreteria benar dan indah harus diikutsertakan sebagai landasan dasar untuk menggapai suatu penilaian yang bijaksana. atau menirukan adegan seks. h. Pengalaman manusia dan kebenaran agama. . Etika Seksual dan Perkawinan. Pornografi dan pornoaksi keras dapat merangsang orang bersangkutan untuk sampai melampiaskan dorongan seksualnya secara brutal kepada orang lain. sistem kepribadian. Melihat pergeseran tersebut terjadi perbedaan yang sangat signifikan antara masyarakat Barat dan masyarkat Timur dalam memandang konsep seks dan pornografi dan pornoaksi. sosial dan moral. APIK. Etika Seksual Dan Perkawinan .14 seksualitas diciutkan pada. h. Penilaian yang bijaksana mengenai masalah seksualitas.  Perangsangan nafsu birahi. Dalam kreteria pornografi dan pornoaksi ada keterkaitan dengan teori yang dikemukakan oleh Talcott Person melalui konsep sibernetik bahwa ada keterkaitan sistem budaya. Kontruksi Sosial Teknologi Telematika dan Perayaan Seks Di Media Massa.13 Dengan demikian perubahan pada nilai atau sistem budaya akan berakibat pada perubahan sistem sosial. [Jakarta. sistem sosial. Mereka pun terlebih dulu mengkonsultasikan film-film mereka dalam versi yang berbeda-beda kepada tim hukum mereka. ilmu pengetahuan dapat sangat membantu manusia dalam membuat penilaian etis yang bertanggung-jawab tampa terjebak membuat larangan-larangan moral yang irrasional.15 pornografi dan pornoaksi menonjolkan kelamin genital untuk merangsang nafsu birahi yang brutal dan menunjukkan kelemahlembutan 12 13 Johan Suban Tukau.

gambar. 1. sementara majalah seringkali menggabungkan foto dan teks tertulis. Pornografi dan pornoaksi tidak menghargai privacy dibidang seksualitas manusiawi. media berlabel 'X' ini ternyata masih berjaya di pasaran. Perkembangan Pornografi dan pornoaksi dalam Bentuk Media Pornografi dan pornoaksi dapat menggunakan berbagai media — teks tertulis maupun lisan. Salah satu contoh yang menonjol adalah gambar tentang sebuah bordil yang mengiklankan berbagai pelayanan seksual di dinding di atas 16 17 Johan Suban Tukau. ukiran. h. Adegan seks dipertontonkan secara berlebihan. kehendak dan cita-cita yang luhur. Mencari media kategori 'X' ini bukan pekerjaan sulit...  Tiadanya hormat terhadap lingkungan intim16. Media dan Akses Pornografi dan Pornoaksi Perkembangan media dalam balutan pornografi dan pornoaksi bekembang dengan pesat. Hampir di setiap sudut kota. gambar-gambar itu mungkin mempunyai makna spiritual. dan berbagai tempat lain. Johan Suban Tukau. Sehingga wajar. sehingga orang akan cenderung melupakan adat mengabaikan nilai persahabatan dan pergaulan. Relief Klasik Sementara itu pada manusia telanjang dan aktivitas-aktivitas seksual ditampilkan dalam sejumlah karya seni paleolitik misalnya pada patung Venus. cukup mudah untuk menemukan media kategori ini. dan suara seperti misalnya suara orang yang bernapas tersengal-sengal. foto-foto. media jenis 'X' ini sangat laris manis di pasaran. Media dengan tema seksualitas memang tumbuh dan berkembang luar biasa. bagi remaja akan menjerumuskan mereka ke dunia fantasi dan bukan pada dunia nyata. 76. Etika Seksual Dan Perkawinan.  Membangkitkan dunia khayalan.emosional yang psikis dan seksualitas. kios. D. Ibid. 76. Orang lain adalah alat untuk melampiaskan nafsu birahi yang irasional. khususnya dalam perkawinan. . atau sosial. teks erotik yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik lainnya. Novel dan cerita pendek menyajikan teks tertulis. Bahwa manusia juga memiliki akal budi. Daya tarik media kategori ini di mata konsumen barangkali terletak pada tampilan gambarnya yang vulgar dan memancing birahi. Seolah-olah pria dan wanita adalah obyek yang harus dinikmati. Suatu pertunjukan hidup pun dapat disebut porno. bila dibandingkan dengan media lainnya. manusia membutuhkan lingkungan intim. di agen-agen koran. serta isi pemberitaannya yang berputar pada wilayah seksualitas. tetapi lebih untuk membuat mereka berkhayal. Hubungan seksual personal yang intim antara suami istri dalam keseluruhan hidup berkeluarga disajikan secara terbuka dalam pornografi dan pornoaksi tampa hormat sama sekali. Film porno menggabungkan gambar yang bergerak. a. kadang-kadang dengan ilustrasi. h.17 pornografi dan pornoaksi mempertontonkan gambar telanjang bagi remaja dan kalangan lainnya dengan tujuan tidak menjelaskan secara benar fungsi alat kelamin. gambar bergerak termasuk animasi. Ada sejumlah lukisan porno di tembok-tembok reruntuhan bangunan Romawi di Pompeii. Sebaliknya. namun tidak jelas apakah tujuannya adalah membangkitkan rangsangan seksual. Jika media dengan tema politik. Tidak dilihat bahwa dorongan seksual dapat dibudidayakan dan disumblimasi. Etika Seksual Dan Perkawinan Ibid. atau tema lain sudah banyak yang gulung tikar. Itu berarti perendahan atau pelecehan nilai suci perkawinan dan keluarga.

lesbianisme dan homoseksualitas. menunjukkan jalan ke wilayah pelacuran dan hiburan.masing-masing pintu. namun karena sifat pembuatannya dan distribusinya yang biasanya sembunyi-sembunyi. Hampir bersamaan dengan penemuan fotografi. menampilkan penetrasi seksual. majalah-majalah ini. pornografi dan Mona [juga dikenal sebagai Mona the Virgin Nymph]. kadang-kadang seolah-olah sedang melakukan masturbasi. yang kemudian membuat film porno berat (atau ringan. dan pada akhirnya pada 1990-an. yang dapat diketahui tanggal pembuatannya adalah A L'Ecu d'Or ou la bonne auberge". TV satelit dan internet. Film ini kemungkinan dibuat antara 1907 dan 1912. masturbasi. teknik ini pun digunakan untuk membuat foto-foto porno. Buku-buku komik porno yang dikenal sebagai kitab suci Tijuana mulai muncul di AS pada tahun 1920-an. seks kelompok. Film Facts. "sebuah film pendek sepuluh menit yang dimulai dengan seorang perempuan yang memuaskan dirinya sendiri di kamarnya dan kemudian beralih dengan menampilkan dirinya sedang berhubungan seks dengan seorang laki-laki. Jalan ceritanya menggambarkan seorang tentara yang kelelahan yang menjalin hubungan dengan seorang perempuan pelayan di sebuah penginapan. demikian tulis Robertson. yang dibuat di Prancis pada 1908. 66 Banyak film porno seperti itu yang dibuat dalam dasawarsa-dasawarsa berikutnya. Pada paruhan kedua abad ke-20. Audio Visual Film Film-film porno juga hampir sama usianya dengan media itu sendiri. sebuah film 59-menit 1970 umumnya diakui sebagai film porno pertama yang eksplisit dan mempunyai plot. mulai menampilkan gambar-gambar yang lebih eksplisit. Majalah-majalah ini menampilkan perempuan yang telanjang atau setengah telanjang perempuan. "film porno yang paling awal. Film ini dibintangi oleh Bill Osco dan Howard Ziehm. Di Pompeii orang pun dapat menjumpai gambaran zakar dan buah zakar yang ditoreh di sisi jalan. Seruanseruan untuk mengatur atau melarang teknologi-teknologi ini telah sering menyebutkan pornografi dan pornoaksi sebagai dasar keprihatinannya. yang pada masa itu juga termasuk majalah Penthouse. Gambaran laki-laki itu kemudian diberi nama "Adonis von Zschernitz". Bahkan sebagian orang mengatakan bahwa pornografi dan pornoaksi telah menjadi kekuatan yang mendorong yang mendorong teknologi dari mesin cetak. El Satario dari Argentina mungkin malah lebih tua lagi. tergantung versi yang diedarkan]. 2.18 Sementara itu. pornografi dan pornoaksi di Amerika Serikat berkembang dari apa yang disebut "majalah pria" seperti Playboy dan Modern Man pada 1950-an. Robertson mencatat bahwa "film-film porno tertua yang masih ada tersimpan dalam Kinsey Collection di Amerika. Sebuah film menunjukkan bagaimana konvensi-konvensi porno mula-mula ditetapkan. melalui fotografi foto dan gambar hidup hingga video. untuk menunjukkan jalan kepada para pengunjung. hlm.3. melakukan fellatio dan penetrasi anal. Media Cetak Pornografi dan pornoaksi yang diedarkan secara massal sama tuanya dengan mesin cetak sendiri.200 tahun yang melukiskan "seorang laki-laki yang sedang membungkuk di atas seorang perempuan" dalam cara yang memberikan kesan suatu hubungan seksual. Para arkeolog di Jerman melaporkan pada April 2005 bahwa mereka telah menemukan apa yang mereka yakini sebagai sebuah gambaran tentang adegan porno yang berusia 7. Menurut buku Patrick Robertson. Film Jerman Am Abend sekitar 1910 adalah. 18 . keterangan dari film-film seperti itu seringkali sulit diperoleh. meskipun alat kelamin mereka ataupun bagian-bagiannya tidak benar-benar diperlihatkan. Namun pada akhir 1960-an. dan fetishes. yang diedarkan di bioskop-bioskop di AS." Robertson.

Surat Kabar Gutenberg ditemukan  1928 .Carnal Knowledge.Kondom pertama kali muncul dalam sebuah film .Penthouse memperkenalkan ke publik untuk pertama kali. pornoaksi.Film Porno tercatat . Siapakah yg mem-populerkan hal ini.Ralph Bakshi Anime dengan anggaran yang relatif tinggi.Behind the Green Door . Internet telah membuka mata dunia dan menjadikannya dunia tanpa batas yang bisa dijangkau dengan mudah. Keterangan dan beberapa catatan berikut mungkin untuk melihat sejarah pornografi dan pornoaksi yang ada di dunia. Film ini juga merupakan film porno pertama yang mencantumkan namanama pemain dan krunya di layar (meskipun umumnya menggunakan nama samaran).Cycle Studs . Siapa pula yang pertama kali membuat situs xxx dewasa? Siapa pula yang memulai membayar dan menjadikan pornografi dan pornoaksi ini ajang bisnis luar biasa.The Mitchell Brothers Straight  1972 . Ini juga film porno pertama yang membuat parodi terhadap judul film biasa [judul film ini The Boys in the Band].Bob & Carol & Ted & Alice. meski kita semua tahu bahwa Manusia pasti tak luput dari Dunia Sex sejak jaman Adam dan Hawa.Wakefield Poole Gay  1971 .Hugh Hefner memulai majalah Playboy  1965 .Al Goldstein mendirikan Screw  1969.Film mainstream pertama kali menampilkan gaya Swinger pertukaran pasangan .Kama Sutra diciptakan  1440 . yaitu film Flesh Gordon. lalu siapa pula yg mulai menyebarkanya dan membuat pornografi dan pornoaksi menjadi komersil dan bahkan ditentang seperti sekarang? Ide tentang penyebaran pornografi dan pornoaksi dimulai dari banyak hal.The Boys in the Sand . Seperti Majalah.Bob Guccione membuat Penthouse  1968 .Film Porno tercatat . Film ini umumnya dianggap sebagai film pertama yang menggambarkan adegan porno homoseksual.Dr.Catatan Film Porno . Dan ini adalah film porno kelas X pertama yang dibuat tinjauannya oleh New York Time .  1953 .Gerard Damiano Straight  1972 . yg disutradarai oleh Paul Mazursky  1970 . Berikut ini adalah catatan sejarah singkat pornografi dan pornoaksi yg dimulai pada abad pertama sebelum Masehi:  Abad pertama sebelum masehi .pornoaksi. disutradarai oleh Mike Nichols  1972 . Film Porno.Fritz the Cat . Film tahun 1971 The Boys in the Sand dapat disebutkan sebagai yang "pertama" dalam sejumlah hal yang menyangkut pornografi. dll.Le Salon Gay  1971 .Catatan Film Porno . Ruth lahir.  1970 . dunia Sex telah menjadi bahan pembicaraan dan sudah ada selama bertahun-tahun lalu. Sejak jaman Video Betamax sampai Internet tanpa batas ini.Deep Throat .Film Porno tercatat .

edu. 1974 .Arti dari “Surfing the Internet” pertama kali kita dengar browsing  1993 .Viagra diperkenalkan  1998 . Dia lalu mundur dari Miss Amerika.edu.edu.Sex.960 halaman reportase dan interogasi pornografi dan pornoaksi atas perintah President Ronald Reagan.000  1997 .Domain Name Systems DNS diperkenalkan  1985 .Al Goldstein memasang “Fuck You Finger” jari tengah dihalaman belakang rumahnya di Florida.Domain name tv.Larry Flynt starts Hustler.com adalah domain yang pertama kali didaftarkan  1985 .American Express menghentikan transaksi pornografi dan pornoaksi  2001 . mit.edu.AEBN meluncurkan situs VOD Video On Demand .  1995 .Yahoo membuang iklan pornografi dan pornoaksi dari mesin pencarinya  2003 .Sex.com dijual $7.com dijual seharga $15.Konfirmasi pertama blowjob di White House.Majalah Penthouse menampilkan gambar Vanessa Williams telanjang. think.Paypal menolak transaksi dewasa  2003 .edu. Stephen Cohen ditahan  2005 .com.gov. rice.Ikln komersial pertama tentang provider Internet dial-up .  1984 .Name server Domain Host dikembangkan di University of Wisconsin  1984 .DVD diperkenalkan  1997 .World Wide Web www tercipta  1994 .com didaftarkan oleh Gary Kremen  1995 .Video atas permintaan  2000 .com dijual $150.Domain name business.VHS Video diperkenalkan  1981 .  1990 .Domain yang bisa didaftarkan pada mulanya .  1975 .std.com dikembalikan ke Gary Kremen setelah melalui proses hukum.Symbolics.world.com dicuri oleh Stephen Cohen  1996 .com. rutgers. purdue.500.000  2000 . bbn.edu.Domain name business.HIV/AIDS menjadi topik hangat  1983 . ucla.edu.Betamax Video diperkenalkan  1975 .com  1992 .  1999 .Pamela Anderson dan Tommy Lee video porno bocor  1998 .com.org  1986 .Pengacara Amerika Jendral Edwin Meese publish 1. berkeley.  2000 . mitre.Video iPod diperkenalkan . css.Iklan Kondom pertama kali tampil di TV  1976 .Pencuri Sex.Sex.000  1997 .cmu.Penthouse bangkrut  2005 .

Apa yang dipaparkan tidak lebih dari cerita-cerita perangsang nafsu seksual. maka pada titik inilah perilaku dan moralitas permisif akan semakin meluas dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. brutalisme. terutama di kalangan anak-anak. 4. Namun sayang. dan kebebasan. Dari sini jelas betapa berbahayanya pornografi dan pornoaksi di tinjau dari dimensi pendidikan. dan pola pikir anak didik. yaitu paganisme. Kehadirannya telah membentuk perilaku.Tercatat. Bahkan. htm . besarnya pengaruh media massa menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini. VHS. dan Traci Lords belakangan diketahui usianya di bawah usia legal. dan usaha yang berkecenderungan untuk diwujudkan menjadi kegiatan. seni. Kalau kita cermati. merupakan pilar keempat dalam proses pendidikan. tidak banyak tindakan nyata yang dilakukan oleh pemerintah. sedangkan dampak emosional berhubungan dengan perasaan. tekad. hedonisme. pada saat membuat sebagian besar dari film-filmnya. Mereka yang bergerak dalam industri media semacam ini tampaknya kurang menyadari bahwa produk pers memiliki tangung jawab sosial. karena adanya nilai-nilai yang saling bertubrukan. setiap kali protes dilakukan.000  2006 . Video: Betamax. dan Format-Format Depan Selama sejarahnya.000. isi tulisannya pun jauh dari kaidah-kaidah jurnalistik. media-media berkategori 'X' tersebut sebenarnya sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah media. dan pornografi dan pornoaksi.Google berurusan dengan pengadilan gara-gara hasil pencarian porno19 Oleh karena itu. dan dengan munculnya perekam kaset video rumahan. Karena media memiliki pengaruh secara signifikan terhadap realitas sosial. DVD. Merebaknya kasus-kasus amoral sebagian besar dipengaruhi oleh media bernuansa pornografi dan pornoaksi. Orang kini 19 Masa Kesetrum. yaitu 18 tahun. Inilah yang belakangan dikenal sebagai hidden curriculum kurikulum yang tersembunyi. Dampak kognitif juga mencakup aspek niat. Kehadiran media-media semacam ini telah memberikan dampak destruktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. upaya. maka kita harus melakukan tindakan secara nyata untuk menggugat dan mencegahnya. industri film porno pun mengalami perkembangan besar-besaran dan melahirkan bintang-bintang "film dewasa" seperti Ginger Lynn.Sex. Paham-paham tersebut secara nyata berbahaya terhadap berjalannya pendidikan dan pengajaran di sekolah. sikap. yang berkembang justru perdebatan antara moralitas. Dampak kognitif berhubungan dengan pemikiran. Jika pengaruh negatif berdampak pada taraf kognitif dari kesadaran masyarakat.com dijual $12. kamera film juga telah digunakan untuk membuat pornografi dan pornoaksi. Christy Canyon. yakni beragam bentuk media yang mempengaruhi berjalannya proses pendidikan dan perkembangan psikologis anak didik. Ketika ekspose produk pers telah melampaui batas moralitas. Protes terhadap persoalan pornografi dan pornoaksi sebenarnya sudah banyak disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat. Dampak dari kehadiran media bisa berwujud dampak kognitif dan dampak emosional. Ada beberapa paham yang ikut serta dalam media-media yang ditonton oleh anakanak. Media massa dalam berbagai bentuknya. Sejarah Pornografi Dunia. Perkembangan pesat pornografi dan pornoaksi terjadi seiring reformasi. 2006 . Selain penuh dengan gambar-gambar seronok dan merangsang.

karena kemungkinan gambar-gambar itu hanyalah gambar sintetik. sejumlah pornografi dan pornoaksi dihasilkan melalui manipulasi digital dalam program-program editor gambar seperti Adobe Photoshop. untuk dinikmati sendiri atau bahkan untuk dijual dan memperoleh keuntungan. tetapi sejumlah pornografi dan pornoaksi dihasilkan tanpa aktor manusia sama sekali. "Devil in the Flesh".dapat menonton film porno dengan leluasa dalam privasi rumahnya sendiri. ditambah dengan pilihan yang lebih banyak untuk memuaskan fantasi dan fetishnya. Keberadaan foto-foto porno palsu dari para selebriti memperlihatkan kemungkinan untuk menggunakan gambar-gambar palsu untuk melakukan pemerasan atau mempermalukan siapapun yang difoto atau difilmkan. Upaya-upaya inovasi lainnya muncul dalam bentuk video interaktif yang memungkinkan pengguna memilih variabelvariabel seperti sudut kamera berganda. seperti misalnya menyingkirkan cacat pada kulit. Gagasan tentang pornografi dan pornoaksi yang sepenuhnya dihasilkan oleh komputer sudah dipikirkan sejak dini sebagai salah satu daerah aplikasi yang paling jelas untuk grafik komputer dan pembuatan gambar tiga dimensi. Ada yang berpendapat bahwa Sony Betamax kalah dalam perang format dari VHS dalam menjadi sistem rekam/tonton video di rumah karena industri video film biru memilih VHS ketimbang sistem Sony yang secara teknis lebih unggul. hingga perubahan-perubahan besar dalam bentuk membuat photomorph dari makhluk-makhluk yang tidak pernah ada seperti misalnya gadis kucing atau gambar-gambar dari para selebriti yang bahkan mungkin tidak pernah memberikan persetujuannya untuk ditampilkan menjadi film porno. Akhirnya. Kelengkapan outfit yang besar cenderung mendukung Cakram cahaya biru yang memiliki kapasitas tinggi. yang tidak merekam peristiwa-peristiwa yang sesungguhnya. menantang kritik-kritik konvensional terhadap pornografi dan pornoaksi. Praktik ini dilakukan dengan membuat perubahan-perubahan kecil terhadap foto-foto untuk memperbiaki penampilan para modelnya. 1999.000 judul dalam bentuk DVD setiap tahunnya. Sementara itu banyak juga. Para produsen film erotik diramalkan akan memainkan peranan penting dalam menentukan standar DVD yang akan dating. memberikannya kekuatan yang sangat besar untuk mempengaruhi pertempuran antara kedua kelompok studio dan perusahaan teknologi yang saling bersaing untuk menetapkan standar untuk generasi berikutnya" 5. . Ketika gambar-gambar khayal tentang penyiksaan atau pemerkosaan disebarkan secara luas. orang kini mempunyai sarana untuk membuat filmnya sendiri. Manipulasi digital membutuhkan foto-foto sumber. para penegak hukum menghadapi kesulitan-kesulitan tambahan untuk menuntut gambar-gambar otentik yang menampilkan perbuatan kriminal. dan isi DVD untuk komputer saja. sementara kelengkapan yang kecil umumnya lebih mendukung HD-DVD yang tidak begitu mahal. Pembuatan gambar-gambar lewat komputer yang sangat realistik menciptakan dilemadilema etika baru. meskipun ketika kasus-kasus itu menjadi semakin lazim. memperbaiki cahaya dan kontras fotonya. generasi gambar-gambar yang sama sekali bersifat sintetik. penutup berganda mis. pengaruhnya kemungkinan akan berkurang. Menurut sebuah artikel Reuter 2004 "Industri bermilyar-milyar dolar ini menerbitkan sekitar 11. Ditambah dengan hadirnya kamera video yang murah.

pornografi dan pornoaksi yang dihasilkan lewat komputer gambarnya melibatkan anakanak dan hubungan seks dengan tokoh fiksi seperti misalnya Lara Croft sudah dihasilkan pada tingkat yang terbatas. tukar-menukar pornografi dan pornoaksi telah mencapai rekor yang baru. "porno dari masyarakat untuk masyarakat" tampaknya telah menjadi kecenderungan baru. Internet Dengan munculnya internet. ketika perangkat lunak untuk pembuatan model dan animasi semakin maju dan menghasilkan kemampuan-kemampuan yang semakin tinggi pada komputer. Pornografi dan pornoaksi gratis dalam jumlah besar di internet juga disebarkan dengan tujuan-tujuan pemasaran. Kamera digital yang murah. serta akses yang mudah ke sumber-sumber bahan porno telah memungkinkan pribadi-pribadi untuk membuat dan menyebarkan bahan-bahan porno yang dibuat sendiri atau dimodifikasi dengan biaya yang sangat murah dan bahkan gratis. dapat dengan mudah mendapatkan bahan-bahan seperti itu dari negara-negara lain di mana pornografi dan pornoaksi legal atau tidak mengakibatkan tuntutan hukum. Biaya yang murah dalam penggandaan dan penyebaran data digital meningkatkan terbentuknya kalangan pribadi orang-orang yang tukar-menukar pornografi dan pornoaksi. Demikian pula foto-foto konvensional ataupun video porno. internet memberikan sarana yang mudah kepada konsumen yang tinggal di negara-negara di mana keberadaan pornografi dan pornoaksi dilarang sama sekali oleh hukum. perangkat lunak yang kian berdaya dan mudah digunakan. Sebagian dari pengusaha wiraswasta internet yang paling berhasil adalah mereka yang mengoperasikan situs-situs porno di internet. 5. Terbitan Playboy pada Oktober 2004 menampilkan foto-foto telanjang dada dari tokoh permainan video BloodRayne.Hingga akhir 1990-an pornografi dan pornoaksi yang dihasilkan melalui manipulasi digital belum dapat dihasilkan dengan murah. untuk menggalakkan para pelanggan yang membeli program bayaran. pornografi dan pornoaksi pun semakin mudah didapat. Pornografi dan pornoaksi gratis tersedia secara besar-besaran dari para pengguna lainnya dan tidak lagi terbatas pada kelompok-kelompok pribadi. Lihat pornografi dan pornoaksi internet. Sejak akhir tahun 1990-an. sebagian situs hiburan permainan video "interaktif". Dengan munculnya aplikasi berbagi file peer-to-peer seperti Kazaa. Pada awal 2000-an kegiatan ini semakin berkembang. [] . Karena sifatnya internasional. atau setidak-tidaknya mereka yang tidak perlu memperlihatkan bukti usia. Pada tahun 2004.

59 . yang secara umum berlandasakan pada surah al-Nûr ayat 30-31 dan al-Ahzâb 59 yaitu. karena itu mereka tidak diganggu.BAGIAN KE-DUA PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI PERPEKTIF HUKUM ISLAM A. kecuali yang biasa nampak daripadanya. Teks Al-Qur'an Islam memberikan definisi yang jelas dan tidak mengambang tentang pornografi dan pornoaksi."20 An Nûr 30-31 c‫ه‬f‫ الل‬f‫ن‬a‫ إ‬o‫م‬t‫ه‬c‫ى ل‬c‫ك‬a‫ ل‬o‫م‬t‫ه‬c‫وج‬t‫ر‬t‫وا ف‬t‫ظ‬c‫ف‬o‫ح‬c‫ي‬ c‫ك‬o‫ز‬c‫ أ‬c‫ذ‬ c‫ و‬o‫م‬a‫ه‬a‫ار‬c‫ص‬o‫ب‬c‫ أ‬o‫ن‬a‫ض‚وا م‬t‫غ‬c‫ي‬ c‫ين‬a‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫ل‬a‫ ل‬o‫ل‬t‫ق‬ ‫ت‬c‫ك‬c‫ل‬c‫ا م‬c‫ م‬o‫و‬c‫أ‬ f‫ن‬a‫ه‬a‫ائ‬c‫س‬a‫ ن‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ات‬c‫و‬c‫خ‬c‫ي أ‬a‫ن‬c‫ ب‬o‫و‬c‫أ‬ o‫و‬c‫أ‬ f‫ن‬a‫ه‬a‫ان‬c‫و‬o‫خ‬a‫ي إ‬a‫ن‬c‫ ب‬o‫و‬c‫أ‬ 30c‫ون‬t‫ع‬c‫ن‬o‫ص‬c‫ير› ي‬a‫ب‬c‫خ‬ ‫ا‬c‫م‬a‫ب‬ ‫ى‬c‫وا عل‬t‫ر‬c‫ه‬o‫ظ‬o‫م‬c‫ ل‬c‫ين‬a‫ذ‬f‫ ال‬a‫ل‬o‫ الط¡ف‬a‫و‬c‫ أ‬c‫ن‬a‫ م‬a‫ة‬c‫ب‬o‫ر‬a‫إ‬o‫ي ال‬a‫ول‬t‫ أ‬c‫ين‬a‫ع‬a‫اب‬f‫ الت‬a‫و‬c‫ أ‬f‫ن‬t‫ه‬t‫ان‬c‫م‬o‫ي‬c‫أ‬ c c‫ي‬ a‫ال‬c‫الر¡ج‬ c‫ غ‬a‫ر‬o‫ي‬ ‫ه‬f‫ى الل‬c‫ل‬a‫وا إ‬t‫وب‬t‫ت‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ ت‬o‫ن‬a‫ م‬c‫ين‬a‫ف‬o‫ خ‬c‫م‬c‫ل‬o‫ع‬t‫ي‬a‫ ل‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ل‬t‫ج‬o‫ر‬c‫أ‬a‫ب‬c‫ي‬c‫ن‬o‫ب‬a‫ر‬o‫ض‬ c‫ و‬c‫ين‬a‫ز‬ t‫ا ي‬c‫م‬ ‫ا‬c‫ل‬c‫ و‬a‫اء‬c‫ الن¡س‬a‫ات‬c‫ر‬o‫و‬c‫ع‬ 31‫ون‬t‫ح‬a‫ل‬o‫ف‬t‫ ت‬o‫م‬t‫ك‬f‫ل‬c‫ع‬c‫ ل‬c‫ا ون‬c‫ي‚ه‬c‫أ‬ t‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫يع…ا ال‬a‫م‬c‫ج‬ "Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. laki-laki dan perempuan dalam agama Islam terdapat aturan tentang cara berpakaian dan kode tingkah laku yang Islami. ‫ك‬a‫ل‬c‫ ذ‬f‫ن‬a‫ه‬a‫يب‬a‫اب‬c‫ل‬c‫ ج‬f‫ن‬a‫ه‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ين‬a‫ ن‬c‫ين‬a‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫سال‬a‫ن‬c‫ و‬c‫ك‬a‫ات‬c‫ن‬c‫ب‬ o‫ن‬a‫ م‬c‫ ع‬o‫د‬t‫ي‬ a‫اء‬c c‫ و‬c‫ك‬a‫اج‬c‫و‬o‫ز‬c‫أ‬a‫ ل‬o‫ل‬t‫ي‚ ق‬a‫ب‬f‫ا الن‬c‫ي‚ه‬c‫اأ‬c‫ي‬ 59 ‫يم…ا‬a‫ح‬c‫ور…ا ر‬t‫ف‬c‫ غ‬t‫ه‬f‫ الل‬c‫ان‬c‫ا ك‬c‫ل‬c‫ ف‬c‫ن‬o‫ف‬c‫ر‬o‫ع‬t‫ي‬ c‫ و‬c‫ن‬o‫ي‬ c‫ذ‬o‫ؤ‬t‫ي‬ o‫ن‬c‫ى أ‬c‫ن‬o‫د‬c‫أ‬ "Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal. dan memelihara kemaluannya. anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Dan hendaklah mereka menutupkan kain 20 al-Ahzâb. Berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya.

konsep ghadhdh al-bashâr menundukkan pandangan dan hifzh al-furûj menjaga atau menutupi organ genital merupakan sesuatu yang sentral dalam kode tersebut. Kedua. 2003]. h. h. atau budak-budak yang mereka miliki. atau putera-putera suami mereka. [Jakarta. Jilbab. Kata libâs ditemukan sebanyak sepuluh kali. Quraish Shihab. Tafsir Maudhu'i atas Palbagai Persoalan Umat. . Wawasan Al-Qur'an. atau ayah mereka.kudung ke dadanya. 21 22 An Nûr. tsiyâb ditemukan sebanyak delapan kali. atau wanitawanita Islam. atau yang tidak mungkin untuk itu. Dalam ayat tersebut signifikasi ajaran khusus yang disampaikan dalam teks diatas terdapat pada konteks rasionalnya yang ditunjukkan pada laki-laki dan perempuan. Lihat. laki-laki disebut terlebih dahulu agar mematuhi perintah-perintah ini yaitu mengendalikan tatapan mereka pada wanita dan menekan hasrat mereka pada saat berinteraksi dengan wanita yang bukan muhrimnya. sedangkan sarabîl ditemukan sebanyak tiga kali dalam dua ayat. Atau dalam pengertian lain mengakomodasi dua kualitas manusia yaitu secara seksualitas dan religius sebagai suatu yang normatif sementara disisi lain berusaha untuk memenuhi ideal tertinggi dari prilaku sesiomoral. privasi. Dalam ayat tersebut memerintahkan agar wanita untuk tidak menampakkan kecantikan dan perhiasan mereka. Kesopanan Dan Perlawanan. 155-156. h. tsiyâb. Mizan. Antara Kesalehan. 24 Fedwa El Guindi. kecuali kepada suami mereka. Dimana dalam hal ini konsep seksualitas merupakan suatu aspek yang normatif baik dalam kehidupan biasa dan dalam kehidupan religius. atau putera-putera saudara laki-laki mereka. hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. atau saudara-saudara laki-laki mereka. "21 Dari ayat diatas terlihat dengan jelas bahwa Islam menghubungkan prilaku sosiomoral.. 30-1 Al-Qur'an paling tidak menggunakan tiga istilah untuk pakaian yaitu libâs. Sementara itu katakata tsiyâb ide dasar adanya pakaian adalah untuk dipakai. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. atau putera-putera mereka. Jilbab. Selanjutnya dalam teks tersebut juga memerintahkan hal yang sama pada wanita untuk menundukkan pandangan mereka dan menyembunyikan genital mereka. Antara Kesalehan. Kata libâs merujuk pada fungsi pakaian sebagai penutup. dan sarabîl. atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. yang terdapat dalam diri manusia yaitu tertutupnya aurata.23 Disitu dengan jelas tidak kontradiksi antara menjadi makhluk religius sekaligus menjadi makhluk sosial. 23 Fedwa El Guindi. atau pada orang yang dilarang untuk itu famili yang telah ditentukan. Kesopanan Dan Perlawanan. atau putera-putera saudara perempuan mereka. kecuali dengan orang-orang yang telah sah untuk berhubungan seksual dengannya suami. atau ayah suami mereka. [Bandung. dan janganlah menampakkan perhiasannya. 221. dan erotisme. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. Ibid. Serambi Ilmu Semesta. M.24 Aspek lainnya dalam ayat diatas adalah berkaitan dengan konteks heteroseksualitas. 222.22 Dua poin yang dapat diambil dari teks diatas adalah: Pertama. ruang sakral dan ajaran tentang pakaian. 2000].

jilbab ini kemudian memiliki posisi yang penting yaitu sebagai simbul identitas sekaligus resistensi. Lih. ‫ي‬a‫ب‬f‫الن‬t‫م‬t‫ه‬o‫ن‬a‫يق› م‬a‫ر‬c‫ ف‬o‫س‬c‫ي‬c‫وا و‬t‫ع‬a‫ج‬o‫ار‬c‫ ف‬o‫م‬t‫ك‬c‫ ل‬c‫ام‬c‫ق‬t‫ا م‬c‫ ل‬c‫ب‬a‫ر‬o‫ث‬c‫ة› ي‬c‫ف‬a‫ائ‬c‫ ط‬o‫ذ‬a‫إ‬c‫و‬ t‫ن‬a‫ذ‬o‫أ‬c‫ت‬ c‫ل‬o‫ه‬c‫ اأ‬o‫م‬t‫ه‬o‫ن‬a‫ م‬o‫ت‬c‫ال‬c‫ق‬ c‫ي‬ 13 ‫ار…ا‬c‫ر‬a‫ا ف‬f‫ل‬a‫ إ‬t‫يد‬a‫ر‬t‫ ي‬o‫ن‬a‫إ‬ c‫ة¯ ون‬c‫ر‬o‫و‬c‫ع‬a‫ ب‬c‫ي‬a‫ة› ه‬c‫ر‬o‫ا و‬c‫ن‬c‫وت‬t‫ي‬t‫ ب‬c‫ون‬t‫ول‬t‫ق‬c‫ي‬ ‫ا‬c‫م‬c‫و‬ c‫ع‬ f‫ن‬a‫إ‬ "Dan ingatlah ketika segolongan di antara mereka berkata: "Hai penduduk Yatsrib Madinah. 345. 24. Muhtar ash-shilhah.28 Hal yang terpenting dalam menyoroti tentang pornografi dan pornoaksi dan menjadi intinya dalam dunia Islam adalah mengenai konsep aurat. secarik testil tipis yang digantung untuk memisahkan atau menyembunyikan sesuatu yang ada di baliknya. 636. [Homes. Reconstructing Self and Society.26 Sementara itu istilah jilbab diterjemahkan untuk wanita muslimah di Indonesia lebih umum digunakan untuk corak pakaian Islam tertentu. bahu dan kadang-kadang muka. kain panjang yang dipakai wanita untuk menutup kepala. maka kembalilah kamu". Dan pada perkembangan selanjutnya. 1994]. Kamus Indonesia Ingrris. walaupun maknanya tidak konsisten ada yang mengatakan sebagai tutup kepala. Bentuk tunggal disebut dalam surah QS. kekurangan. sebuah gorden. Suzanne. tidak ada tempat bagimu.Terkait hal tersebut kata-kata jilbab25 diatas merujuk pada pakaian yang panjang dan longgar. Lihat pula Ibrahim Anis dkk. Yaitu pakaian yang tidak menonjolkan bentuk lekuk tubuh dari si pemakai. yang dipakai untuk memperindah atau untuk menutupi kepala. Kata "jilbab" yang secara leksikal diartikan sebagai "penutup" dalam arti menutupi" atau menyembunyikan atau menyamarkan. [Jakarta. Al-Mu'jam al Wasith. Al-Irsyad. Aurat berasal dari bahasa Arab yang secara literal berarti celah. al-Ahzâb 13 . Gramedia Pustaka. Javanese Muslim Women and "The Veil". 1988. h. al-Ahzâb 13. h. kebaya. Kedua. Dan inilah yang kemudian menjadi titi sentral dalam pembahasan tentang pornografi dan pornoaksi dalam perspektif Islam. an-Nûr 31 dan 58. bagian tutup kepala yang melingkari wajah terus sampai kebahu. h. Juz II. mereka tidak lain hanyalah hendak lari. Ketiga. 26 27 28 25 Echols dan Shadily. Keempat. ed Echols dan Shadily. Cet II. [Cet ke-3]. dua kali dalam bentuk tunggal mufrad dan dua kali dalam bentuk plural jama'. 692. sesuatu yang memalukan atau sesuatu yang dipandang buruk dari anggota tubuh manusia dan yang membuat malu jika dipandang. 30 29 QS.27 Brenner menemukan bahwa "pakaian ini sudah umum diketahui sebagai corak baru pakaian Islam yang di Impor dari Timur Tengah dan dikenakan oleh wanita muda sebagai kebalikan dari pakaian tradisional sarung. [Amirican Ethnologis. h. Pertama. rajutan panjang yang ditempelkan pada topi atau tutup kepala wanita. 1996].29 Dalam al-Qur'an lafal aurat disebut empat kali. Sebagai kata benda. dan selendang kepala longgar yang dipakai oleh wanita tua di Indonesia". 1989]. Brenner. Kamus Indonesia-Inggris. Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi untuk kembali pulang dengan berkata: "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka tidak ada penjaga". h. 97. kata ini digunakan untuk empat ungkapan."30 Dan dalam bentuk jamak disebut dalam surat QS. Muhammad bin Abi Bakar ar-Râzi. Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka.

atau saudara-saudara laki-laki mereka. Itulah tiga `aurat bagi . ‫م‬t‫ك‬o‫ن‬a‫ م‬c‫م‬t‫ل‬t‫ح‬o‫ال‬ ‫وا‬t‫غ‬t‫ل‬o‫ب‬c‫ ي‬o‫م‬c‫ل‬ c‫ين‬a‫ذ‬f‫ال‬c‫ و‬o‫م‬t‫ك‬t‫ان‬c‫م‬o‫ي‬c‫ أ‬c‫ين‬a‫ذ‬f‫ ال‬t‫م‬t‫ك‬o‫ن‬ o‫ت‬c‫ك‬c‫ل‬c‫ م‬a‫ذ‬o‫أ‬c‫ت‬o‫س‬c‫ي‬a‫وا ل‬t‫ن‬c‫ام‬c‫ ء‬c‫ين‬ a‫ذ‬f‫اال‬c‫ي‚ه‬c‫اأ‬c‫ي‬ ‫د‬o‫ع‬c‫ ب‬o‫ن‬a‫ م‬a‫ة‬c‫ير‬a‫ه‬f‫ الظ‬o‫م‬t‫ك‬c‫اب‬c‫ي‬a‫ث‬ c‫و‬ c‫ن‬a‫م‬ c‫ون‬t‫ع‬c‫ض‬c‫ ت‬c‫ين‬a‫ح‬ c‫ و‬a‫ر‬o‫ج‬c‫ف‬o‫ ال‬a‫اة‬c‫ل‬c‫ ص‬o‫ن‬a‫ات¯ م‬f‫ر‬c‫م‬ a‫ل‬o‫ب‬c‫ق‬ c‫اث‬c‫ل‬c‫ث‬ ‫ون‬t‫اف‬f‫و‬c‫ ط‬c‫اح› ب‬c‫ن‬t‫ ج‬o‫م‬a‫ه‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ و‬o‫م‬t‫ك‬o‫ي‬c‫ ل‬c‫س‬o‫ي‬c‫ ل‬o‫م‬t‫ك‬c‫ات¯ ل‬c‫ر‬o‫و‬c‫ ع‬t‫اث‬c‫ل‬c‫ث‬ f‫ن‬t‫ه‬c‫د‬o‫ع‬ c‫ا ع‬c‫ل‬ c‫ع‬ a‫اء‬c‫ش‬a‫ع‬o‫ال‬ a‫اة‬c‫ل‬c‫ص‬ 58‫يم‬a‫ك‬c‫يم› ح‬a‫ل‬t‫ه‬f‫ الل‬a‫ات‬c‫آي‬o‫ ال‬t‫م‬t‫ك‬c‫ ل‬t‫ه‬f‫ الل‬c‫ك‬a‫ض¯ ل‬o‫ىع‬c‫ل‬c‫ ع‬o‫م‬t‫ك‬t‫ض‬o‫ع‬c‫ب‬ c‫ ع‬c‫و‬ t‫ ي‬t‫ي¡ن‬c‫ب‬ c‫ذ‬c‫ ك‬c‫ب‬ o‫م‬t‫ك‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ع‬ "Hai orang-orang yang beriman.‫أ‬ 030. dan janganlah menampakkan perhiasannya. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. atau putera-putera saudara perempuan mereka. kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. atau wanita-wanita Islam. meminta izin kepada kamu tiga kali dalam satu hari yaitu: sebelum sembahyang subuh. kecuali kepada suami mereka. atau ayah suami mereka. atau putera-putera saudara laki-laki mereka. Nûr ayat 58. dan orang-orang yang belum balig di antara kamu. hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung Surat QS. atau putera-putera suami mereka. dan memelihara kemaluannya. 031. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. atau putera-putera mereka. dan memelihara kemaluannya. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya. ketika kamu menanggalkan pakaian luar mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". atau ayah mereka. atau budak-budak yang mereka miliki. atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. hendaklah budak-budak lelaki dan wanita yang kamu miliki.

kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak pula atas mereka selain dari tiga waktu itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu ada keperluan kepada sebahagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."31 Kata aurat dalam surah al-Ahzâb ayat 1332 diartikan oleh mayoritas ulama' tafsir dengan celah yang terbuka terhadap musuh, atau celah yang memungkinkan orang lain untuk menyerang.33 Sedangkan aurat dalam surah an-Nûr 31 dan 58 diartikan sebagai sesuatu anggota tubuh manusia yang membuat malu jika dipandang, atau dipandang buruk untuk diperlihatkan.34 Untuk itu syariat Islam mewajibkan perempuan agar menutup aurat al-sitr dan melarang al-tabarruj dan memperlihatakan perhisan didepan laki-laki yang bukan muihrim. Sebagaimana menutup aurat merupakan kuawajiban yang di khususkan bagi perempuan, maka juga dijadikan prilaku menundukkan pandangan sebagai tanggung jawab kolektif diantara perempuan dan laki-laki. Namun tanggung jawab laki-laki dalam menutup aurat lebih kecil daripada tanggung jawab perempuan. Sementara itu tanggung jawab laki-laki dalam menundukkan pandangan lebih besar daripada tanggung jawab perempuan. Manusia sebagaimana dibuktikan oleh fakta sejarah, terlebih dahulu untuk mencari pakaian untuk menutup aurat dan tubuh. Kemudian ia mengambil peralatan untuk berhias setelah melampoi masa yang panjang dalam peradabannya terutama di lingkungan masyarakat moderen-matrealistik yang mengarahkan pakaian perempuan pada tujuan lain hingga menjadikan senjata yang dapat merobohkan pagar-pagar kehidupan dan kesopanan. Berpakaian memiliki dua fungsi dalam kehidupan manusia yaitu, menutup aurat dan sebagai perhiasan. Al-Qur'an telah menunjukkan arti penting dalam berpakaian dalam mewujudkan dua fungsi tersebut. Hal itu dapat kita temukan dalam teks surah QS. Thahâ ayat 118;

‫ى‬c‫ر‬o‫ا تع‬c‫ل‬c‫ا و‬c‫يه‬a‫ ف‬c‫وع‬t‫ ج‬c‫ك‬c‫إ ل‬ c c‫ا ت‬f‫ل‬c‫ أ‬f‫ن‬a‫إ‬
"Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang".35 Menutup aurat dan memperlihatkan aurat memilki sisi psikologis yang mempengaruhi kepribadian laki-laki yang memandang dan perempuan yang dipandang. Dengan menutup aurat dapat menumbuhkan kondisi yang harmonis keselarasan diantara aspek-aspek kepribadian. Sementara itu, al-tabrruj adalah keadaan yang disertai berbagai gejala prilaku yang neurosis al-sulûk al'ishãbî.36 Sementara itu menutup tubuh perempuan Muslim bukan hanya merupakan gerakan eksoteris yang tidak bermakna. Melainkan, pada hakikatnya adalah simbul kecintaan batin
31 32

QS. Nûr ayat; 58

Ayat tersebut berbicara mengenai beberapa orang yang enggan meninggalkan tempat tinggal untuk berperang, karena merasa tempat tinggalmereka tidak aman untuk ditinggalkan. Kata mereka adalah celah [aurat] yang memungkinkan musuh untuk menyerang orang-orang yang tinggal ditempat itu, sehingga mereka untuk tinggal disitu untuk menjaga celah tersebut, sehingga mereka perlu tinggal disitu untuk menjaga celah itu dan tidak perlu pergi berperang.
33 34

Al-Quthubi, Al-Jami'li-ahkâm al-Qur'ân, [Bairut; Dar al-Kutub al-"Ilmiyah, 1993], Juz XIV, h. 97-98. Lihat, Al-Quthubi, Al-Jami'li-ahkâm al-Qur'ân, Juz XII, h. 157 dan 201. 35 QS. Thahâ ayat 118 36 Yusuf Madan, Sex Edication Teens; Pendidikan Sex Remaja Dalam Islam, [Jakarta; Hikmah, 2004], h. 103.

pada kesucian dan wujud kemampuan perempuan-perempuan Muslimah untuk mengendalikan diri dan menguasai sejumlah motif yang berkaitan dengan seks pornografi dan pornoaksi, perhatian diri sendiri, bentuk-bentuk pornografi dan pornoaksi, erotisme, pornoaksi, dan berhias secara berlebihan. Aturan ini menghasilkan dampak positif yang pada akhirnya ditujukan untuk kebaikan proses adaptasi perempuan Muslim dengan dirinya, seperti menambah keyakinan diri sendiri, berusaha mendapatkan kehormatan dari orang lain, dan menghindarkan dari pandangan lakilaki seperti pada perempuaan yang tidak menutup aurat.37 Sebuah pengendalian diri yang diperoleh dari menutup aurat dapat membuahkan kemampuan menghindar dari "pergualatan tajam" dari kelebihan sahwat yang berbahaya dan "pranata nilai" yang menata nilai kepribadian dan prilaku kaum perempuan.38 Syariat menuntut perempuan secara keseluruhan dan secara khusus perempuan muslim agar menjaga kesucian diri diatas segala-galanya. Syariat menuntut untuk mengekspresikan dalam prilaku lahir dengan menutup tubuh, cara berbicara, berjalan, dan isyarat secara umum. Apalah arti sepotong kain apabila bertentangan dengan al-Qur'an Q.S. al Ahzâb 32;

‫ي‬a‫ي ف‬a‫ذ‬f‫ ال‬c‫ع‬c‫ م‬a‫ل‬o‫و‬c‫ق‬o‫ال‬a‫ ب‬c‫ن‬o‫ع‬c‫ض‬o‫خ‬c‫ت‬ o‫ط‬c‫ي‬c‫ف‬ ‫ا‬c‫ل‬c‫ف‬f‫ن‬t‫ت‬o‫ي‬c‫ق‬f‫ ات‬a‫ن‬a‫ إ‬a‫اء‬c‫ الن¡س‬c‫ن‬a‫د¯ م‬c‫ح‬c‫أ‬c‫ ك‬c‫اء‬c‫س‬ f‫ن‬t‫ت‬o‫ي¡ س‬a‫ب‬f‫ الن‬a‫ان‬c‫ي‬ c‫ل‬ 32 ‫وف…ا‬t‫ر‬o‫ع‬c‫ م‬o‫و‬c‫ ق‬c‫ن‬o‫ل‬t‫ق‬c‫ و‬c‫ر‬c‫ م‬a‫ه‬a‫ب‬o‫ل‬c‫ق‬ ‫ل…ا‬ ›‫ض‬
"Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik."39 Menutup aurat jika diakaitkan dengan kebebasan dalam berekspresi aurat bukanlah penghalang untuk berkreatifitas, karena Islam menghargai kebebasan seseorang untuk berekspresi, namun dalam koridor syariat. Islam juga mengakui bahwa setiap manusia memiliki naluri seksual, namun mengarahkannya supaya disalurkan dalam cara-cara sesuai syariat. Islam sebagai mabda' ideologi memiliki cara-cara yang khas, untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi manusia tanpa menelantarkan kebutuhannya yang lain, dan juga tanpa mengabaikan kebutuhan manusia lainnya dalam masyarakat. Oleh karena itu, Islam tidak sekadar menetapkan agar tak ada seorang pun dalam wilayah Islam yang mengumbar aurat, kecuali dalam hal-hal yang dibenarkan syariat; namun Islam juga memberikan satu perangkat agar ekonomi berjalan dengan benar, sehingga tak perlu ada orang yang harus mencari nafkah dalam bisnis pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi. Islam juga memberikan tuntunan hidup dan aturan bermasyarakat yang akan menjaga agar setiap orang memahami tujuan hidup yang sahih serta tolok ukur kebahagiaan yang hakiki sehingga demand permintaan pada bisnis pornografi dan pornoaksi pun akan merosot tajam. Bagaimanapun, setiap bisnis hanya akan berputar kalau ada supply penawaran dan demand permintaan. Karena itu, keduanya harus dihancurkan. Untuk itu kerja dakwah dan pemerintah mendidik umat untuk berpola sikap dan perilaku Islami. Media massa akan
37 38 39

Majalah "Affaf, Edisi 32, Tahun ke-3, Bulan Mei, 1990. Q.S. al Ahzâb; 32

Majalah "Affaf, Ibid.,

diarahkan agar tidak lagi memprovokasi umat dengan stimulasi-stimulasi yang merangsang kebutuhan pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi. Demikian juga keberadaan berbagai sarana hiburan yang selama ini menjadi ajang pertemuan pelaku kemaksiatan akan dibersihkan, tanpa harus merusak fisiknya. Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, setelah negara mengatasi masalah di sisi supply penawaran dengan perbaikan pendidikan dan ekonomi, kemudian mengatasi masalah di sisi demand permintaan dengan menghilangkan "para provokator"-nya, tetap ada yang nekad melanggar hukum, maka negara tak akan ragu-ragu lagi menerapkan sanksi represif. Hukuman jilid atau rajam akan diterapkan kepada pezina. Hukuman ta'zir akan diterapkan bagi para pengelola dan pendukung bisnis ini. Secara spesifik berikut beberapa pendapat dari para mufasir mengenai aurat perempuan terkait dengan pandangan pornografi dan pornoaksi yang terkait dengan Surrat anNur 30-31; 1. Tafsir al-Munir ; Surat al-Nur 30-31 An-Nur 30 Afirmasi ayat diatas dengan kata “min” mengerucut pada fenomena ghadul bashar menundukkan pandangan dalam realita yang cakupannya cenderung lebih luas, dalam arti praktek ghadul bashar mengalami kelonggaran, karena melihat individu yang terkualifisir dengan muhrim dengan batasan tertentu yaitu selain daerah pusar hingga lutut dibolehkan, demikian halnya dengan memandang wajah seorang perempuan dan telapak tangannya, serta kedua telapak kaki dalam salah satu riwayat. Sedangkan prihal farj sangat terbatas sebagaimana yang disinyalir dalam kitab al-Kasyaf. Dengan demikian melihat sesuatu tidaklah dilarang kecuali pada hal-hal tertentu, sebaiknya jima’ dilarang dengan pengecualian, dengan bahasa lugas asal hukum prihal farj adalah haram, adapun hukum asal memandang sesuatu adalah mubah boleh. Adapun instruksi menundukkan pandangan didahulukan dari perintah menjaga farj adalah karena pandangan merupakan starting point dari penyakit zina. Islam adalah agama yang solutif yang memberikan tuntutan dalam segenap segmen kehidupan manusia. Islam menawarkan sulusi alternatif jika seseorang tidak sengaja melihat hal-hal yang diharamkan, maka ia diwajibkan menundukkan pandangan dan mengalihkan dengan cepat. Muslim meriwayatkan dalam kitab Sakhihnya, Ahmad, Abu Dawud, al-Tirmizi dan Nasa’idari Jarir bin ‘Abdillah al-Bajaly ra berkata: “Aku bertanya pada Nabi saw prihal pandangan mata yang terjadi secara spontanitas, beliau memerintahkan aku untuk mengalihkan mataku”. Abu Dawud juga meriwayatkan dari Buraidah berkata; Rasulullah saw bersabda; “Wahai Ali, jangan engkau ikuti satu pandangan dengan pandangan lain, kamu boleh memandangnya untuk kali pertama, yang kedua adalah keharaman bagimu”. Hal yang demikian dimaksudkan untuk mengijauwantahkan benih kebaikan dan meminimalisir dekadensi moral serta membentengi dari kawah kenistaan dan dosa Sebahagian orang salaf bertutur pandangan merupakan panah yang langsung menusuk kehati. Oleh karenanya Allah mensinergikan dengan dua instruksi menjaga kemaluan dan pandangan dalam satu fremewark al-Nur ayat 30. Riwayat dari Abi Ummamah ra. Dari Nabi saw juga mengafirmasikan bahwa tuntutan yang demikian menumbuh suburkan nilai-nilai kebaikan, Nabi bersabda; “Seseorang muslim ketika melihat keindahan dari kaum Hawa, dan kemudian menundukkan pandangannya, niscaya Allah akan menumbuh kembangkan prosesi ibadah yang penuh dengan kenikmatan baginya”. Surat An-Nur : 31

Implikasi dari perintah tersebut adalah keharaman bagi perempuan untuk memandang laki-laki asing dibarengi getara syahwat atau tidak. Tidak memperlihatkan zinah atau perhiasan diasaat ia memakai pada orang asing. Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya dari Aisyah ra. leher. Interpretasi ini dikuatkan oleh fenomena keseharian kaum Hawa yang berpergian ke pasar dan masjid serta dalam perjalanan yang mengenakan cadar sehingga kaum Adam tidak melihatnya. Akhirnya makna ayat---adalah bagian tubuh yang biasa nampak pada tataran realities. “Sesungguhnya seorang wanita itu mengalami masa haidh. Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat demikian. Adapun tindakan Aiysah sebagaimana yang tergambar dalam riwayat diatas lebih digambarkan karena sifat wara’ yang terpatri dalam dirinya. akupun bertanya. dan dalam saat itu Aisyah memakai pakaian yang ringan riqa’ kemudian Nabi memalingkan muka dan bersabda: “Wahai Asma’. dua telapak tangan dan cincin sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibn Abbas dan ulama’ lain. Dalih yang mendukung adalah ayat sesudahya yaitu----Interpretasi yang kedua penafsiran lafadz zinah dengan bagian-bagian zinahperhiasan. karena sasaran larangan tersebut terfokus pada larangan menampakkan bagian-bagian tubuh yang merupakan pos-pos bertenggernya perhiasan seperti dada. Hadits Mursal. “Wahai Rasululah bukankah ia orang tua yang tidak bisa melihat dan mengetahui kami?” Kitab alMuwatho’ meriwayatkan dari Aisyah bahwasanya ia menghijabi dirinya dari orang buta. karena zinah secara literal dengan kandungan yang terangkum secara metaforis yaitu “daerah-daerah zinah” dapat didapati kerangka ayat ini. yaitu dengan menggunakan kata zinah secara mutlak namun dengan stresing penafsiran pada ‘tempat-tempat zinah’. Adapun stetemen ---terporos pada wajah.“Tunduklah pandanganmu dari selain suamimu. sama halnya dengan Iman Syafi’i dalam suatu qaulnya bahwa wajah dan kedua telapak tangan bukan aurat. Hal ini dilandasi dengan dalih riwayat Abu Dawud dan al-Tirmidzi dan Ummu Salamah. maka tidak dibolehkan menampakkan bagian tubuhnya kecuali ini” Nabi menujuk wajah dan telapak tangan. disisi lain kaum lelaki tidak diperintahkan mengenakan cadar sehingga kaum perempuan tidak melihatnya.merupakan penafsiran yang lebih tepat. Menyoroti perintah hijab. lengan dan betis. Zinah adalah semua entitas yang dipergunakan untuk memperindah dan mempercantik diri. Kisah ini terjadi pasca perintah hijab Rasulullah saw bersabda: “Berhijablah darinya. Konsekuensi logisnya adalah keharaman membuka pos-pos zinah. Sebagian ulama’ lain membolehkan kaum perempuan memandang laki-laki asing tampa syahwat kecuali daerah pusar hingga lutut dengan dasar argumentative riwayat dan sakhih Bukhari dan muslim bahwa Rasululah saw memandang orang-orang Habsy bermain pada hari raya di masjid. dan jagalah kemaluanmu dari zina seperti sihaq”. dikatakannya padanya “Sesungguhnya ia tidak bisa melihatmu?” Aisyah menjawab : “ akan tetapi aku bisa melihatnya”. menurut pendapat mayoritas ulama’. Bahwasanya Asma’ binti Abi Bakar menemui Nabi saw. Bertolak dari hadits di atas. adapun Aisyah melihat mereka dibelakang Nabi. . Berikut beberapa hukum-hukum tertentu bagi kaum Hawa : a. kaum cendekiawan yang mengusung pendapat ke dua ini kebolehan perempuan melihat laki-laki lain tampa syahwat mengintepretasikan intruksi berhijab dari ibn Ummi Maktum dalam koridor nadb sah/boleh. maka hal yang demikian menunjukkan adanya perbedaan hukum antara kaum Hawa dan Adam. Nabi menutupinya dari mereka hingga Aisyah merasa bosan dan pulang. “Bahwasanya ia sedang berada di rumah Rasulullah saw dan maimunnah dan kemudiaan ibn Ummi Maktum juga mendatangi rumah Nabi tersebut. Pendapat ini lebih memberikan kemudahan dimasa kita.

dan Ibnu Majah dari Aisyah. Dalam kesempatan tersebut. al-Fadhl memandangi seorang perempuan ketika ia bertanya padanya. Kendati demikian memandang orang asing dalam berbagi momen dibolehkan seperti dalam prose khitbah. Abu dawud. . budak. pengobatan dan kegiatan belajar mengajar. Ayat diatas tidak menyebutkan saudara susuan. Adapun argumentasi pendapat golongan kedua seluruh badan merupakan aurat lebih dimobilisasi oleh sifat wara’ dan sifat berhati-hati dari godaan setan. Berdasarkan hadits ini. perhiasan yang diklaim tersebut adalah perhiasan yang dimaksudkan untuk bersenang-senang. c. Menghamparkan kain kerudung ke dadanya untuk menutupi rambut kepala. namun sunnah mengambaikan status saudara susuan sebagai muhrim sebagaimana yang disinyalir dalam riwayat Ahmad. kebolehan melihat hanya terbatas pada wajah dan kedua telapak tangan saja. Keempat golongan ini adalah wanita.Diriwayatkan dari Abu Hanifah ra bahwa kedua telapak kaki tidak terkualifisir sebagai aurat juga. Sudah barang tentu. kemudian Nabi saw memegang dagu al-Fadhl dan memalingkan wajahnya dari melihat perempuan tersebut. batasan aurat dan hubungan biologis. yaitu mertua pihak laki-laki dan anak suami. Muhrim terbagi menjadi dua macam yaitu muhrim yang didasarkan pada hubungan nasab dan muhrim yang dijalin atas perkawinan. Kelanjutan dari ayat di atas merupakan dengan pengertian memperbolehkan empat golongan yang disiyalir memiliki status kesamaan status sebagai muhrim dalam hal kebolehan bagi wanita untuk memperlihatkan zinah selain daerah pusar hingga lutut. demikian halnya dengan seorang dokter lelaki diperkenankan melihat bagian-bagian tubuh yang harus diobati jika tidak terdapat dokter perempuan. namun demikian kebolehannya ini tidak boleh dijugde secara berlebihan. Adapun pendapat yang rajih dalam perspektif ilmu fiqih dan syariat adalah bahwa wajah dan kedua telapak tangan tangan tidak terklasifikasi dalam aurat jika tidak menimbulkan fitnah. dan pengikut yang tidak memiliki hasrat pada perempuan seperti pengikut yang tidak memiliki syahwat ketertarikan pada kaum hawa serta anak yang tidak memahami kondisi kaum perempuan. mu’malah. intepretasi ayat adalah yang nampak dari tubuh dengan tampa sengaja. b. al-Nasai. Menampakkan perhiasan tersebut juga diperkenalkan pada mereka yang tersurat dalam ayat yang dikenal dengan istilah muhrim. Sementara itu Ahmad Imam Syafi’i dalam salah satu qaulnya menyatakan bahwa seluruh tubuh manusia adalah aurat berdasarkan hadits “pandangan yang terjadi secara spontanitas” dan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibn ‘Abbas bahwa Nabi saw meninggalkan al-Abbas pada pada hari Nahr di belakangnya. leher dan dada. namun jika terciptakan kebobrokan maka menutupinya merupakan kewajiban. karena menutupi keduanya lebih berat dari kedua telapak tangan terutama bagi orang-orang desa. Bukhari menyatkan dari Aisyah ra berkata : “Allah menyayangi perempuan dari kaum Muhajirin yang awal karena ketika turun ayat dengan serta merta mereka menyobek kain sarungnya dan menutupi dengan sobekan kain tersebut”. “Diharamkan bagi hubungan yang dilandasi atas susuan seperti halnya yang didasari atas hubungan kekrabatan”. al-Shaykhani Bukhari dan Muslim. Perintah ini merupakan tuntutan untuk menutup bagian tubuh yang tergolong perhiasan batiniyah bagi kaum hawa. persaksian. Tidak memperhatiakan perhiasan yang tersembunyi kecuali pada suami mereka.

Bahwasanya Nabi membawa seorang budak yang akan diberikan pada Fatimah memakai kain yang jika ia menutupi bagian kepalanya kain tersebut tidak menutupi kakinya. dan al-Baihaqi dari Anas ra menguatkan statemen diatas. Bahwasanya ia menulis surat pada Abi ‘Ubaidah bin al-Jarrah ra. Ulama’ lain mengafirmasikan bahwa kebolehan tersebut dikhususkan bagi hamba sahaya perempuan. adapun mereka sahabat red mengkualifisirnya bagian dari kelompok yang tidak berhasrat pada perempuan. Dari Anas ra. Ibnu Munzir dan al-Baihaqi dalam kitab Sunan-nya dari Umar bin Khatab ra. kemudian Nabi saw masuk ketika laki-laki tersebut sedang menyebutkan sifat-ifat perempuan jika seorang perempuan datang. Said bin Mansur. Yaitu yang terurai dalam penjelasan:  Wanita Mayoritas ulama’ mengintepretasikan lafadz “al-nisa’ dengan kaum wanita dalam agama seagama dan bukan mereka yang tergolong sebagai ahli dzimah. ia datang . dan sebaliknya apabila ia mengenakan untuk menutupi kakainya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari perempuan kafir memiliki status yang akuivelen dengan lelaki asing bagi seorang muslim.  Budak Sedangkan budak yang terangkum dalam ayat tercakup kaum Adam dan Hawa sebagaimana pendapat mayoritas ulama’. Ahmad. karena tidak dihalalkan bagi seorang muslimah yang beriman kepada Allah dan hari akhir melihat auratnya kecuali yang seagama dengannya”. Abu Dawud dan al-Nasa’i meriwayatkan Aisyah ra berkata: “Seorang laki-laki yang sudah impoten menemuai istri-istri Nabi saw. Dalam artian lain juga ditafsirkan sebagai setiap person yang tidak memiliki kepentikan pada kaum hawa. karena sesungguhnya ia adalah layaknya ayahmu dan anakmu".Kendati demikian konsep-konsep diatas menyalut friksi yang signifikan dikalangan ulama’. Muslim. dengan demikian penyandaran ayat yang tertulis dalam ayat ---menunjukkan musyabahah keserupaan/kemiripan yaitu perempuan yang semisalnya. maka laranglah olehmu. Ibn Mardawaih. Abi Dawud. ketika Nabi saw melihat kejadian tersebut beliau bersabda: “Hal itu dibolehkan bagimu. kain itu tidak menutupi kakinya. Riwayat Ahmad.  Perempuan pengikut yang tidak memiliki syahwat mereka adalah pengikut /pembantu yang bertujuan mencari sesuap nasi tampa indikator lain yaitu ketertarikan pada kaum perempuan. sesungguhnya telah sampai kabar bahwasanya kaum muslimah memasuki kamar mandi bersamaan dengan perempuan musyrik. Dengan kaitan kelompok ini terjadi silang pendapat dalam mengidentifikasi secara spesifik. oleh karenanya seorang muslimah tidak dibolehkan menunjukkan bagian tubuhnya selain wajah dan dedua telapak tangan didepan perempuan kafir. dan tidak dikhawatirkan menyulut fitnah dan mentranformasi karekteristik perempuan pada orang-orang laki red asing. akhirnya bisa disimpulkan bahwa aurat perempuan pada sesamanya adalah antara pusar dan lutut saja. Adapun mayoritas madzhab Hambaliyah menyatakan bahwasanya wanita yang termaktub dalam ayat tersebut adalah wanita secara umum baik dari kalangan muslim dan kafir. : “Amma Ba’d. Sebagian ulama’ berpendapat bahwa mereka adalah orang yang telah mencapai usia lanjut dan mengalami masa manpouse. karena seorang budak samahalnya dengan laki-laki asing yang merdeka dalam konsepsi keharamannya.

Sedangkan anak yang terkualifisir sebagai remaja dan belum memasuki fase baligh. Ulama’ lain berpendapat: “Seorang wanita dibolehkan menampakkan zinah perhiasannya dihadapan anak kecil kecuali jika anak tersebut memiliki naluri sensualitas pada perempuan terlepas dari pencapaian usia remaja atau tidak pada sang anak. gelang tangan dan kutek terangkum didalamnya. Pendapat yang demikin perupakan perpaduan dari interpretasi atas ayat. maka bisa dipastikan bahwa bagian tubuh tersebut merupakan pemaparan diskriptif atas ayat illa ma dlhoharo minha. dan tidak memiliki naluri biologis seksualitas akibat usia yang masih muda. Anak Kecil Anak kecil yang tidak mengetahui prihal kewaniataan dan batasan aurat dengan detail. Akhirnya apabila diperhatikan bagian badan tertentu dibolehkan. serta diharuskan baginya menutup seluruh bagian tubuhnya selain wajah dan kedua telepak tangan kecuali setengah lengannya sebagaiman dalam riwayat Nabi yang membolehkan memperlihatkan sebagian lengan tangannya. dia berkata : al-Husain bercerita kepada kami . Terdapat interpretasi ayat yang sangat beragam. dari ibnu Juraij prihal firman Allah “’aw nisa’akum” dia berkata: “Telah sampai padaku bahwa ayat ini terlokalisasi pada perempuan muslim: “Tidak dihalalkan bagi perempuan musyrik melihat aurat muslimah kecuali jika . dia berkata : Aahurn al-Mughairah bercerita pada kami dari al-Hajj dari Ishaq. dan membangkitkan syahwat serta menyulut praduka keterkaitan perempuan tersebut dengan kefasikan. sehingga dapat dipahami bahwa seorang perempuan dan lelaki tidak dilarang memperlihatkan bagian tubuhnya selama tidak terkualifir sebagai aurat tidak diharamkan. namun kandungan ayat yang lebih mengena adalah penafsiran dengan wajah dan kedua telapak tangan. memperdengarkan gemrincing zinah perhiasan sama halnya mempertontonkan zinah terseut dan bahkan menempati titik yang utama dari memperlihatkannya dari khalayak ramai.” 2. Al-Qasim bercerita kepada kami . maka bisa dipastikan ia tidak diperkenankan memasuki kawasan perempuan. Ibnu Hamid bercerita kepada kami. dan seorang wanita diperkenankan membuka wajah dan telapak tangan diwaktu sholat. Dengan demikian. kendati demikian perhiasan lain seperti celak mata. Hajjaj bercerita kepadaku. cincin. anting dan gelangtangan”. dia berkata. cantik. 19671. Patut diketahui. Patut diketahui kebolehan disini lebih longgar dari stetemen yang dimotori oleh pihak pertama pengusung identifikasi yang pertama diatas Faktor-faktor yang melatarbelakangi tumbuh suburnya fitnah : “Perempuan dilarang menghentakkan kakinya ketika berjalan dengan harapan orang mengetahui detingan suara kaki. namun mampu bercerita hal-hal yang bermuasal dari daya penglihatan dan mampu mengidentifikasi orang buruk rupa. dari Ibn Mas’ud dia berkata: “Perhiasan terbagi atas dua macam perhiasan yaitu perhiasan yang dhahir seperti pakaian dan perhiasan yang tersembunyi samar yaitu gelang kaki. menarik perhatian. karena hal tersebut berpotensi memicu fitnah. Tafsir al-Thabary Al-Nur 30-31 Surah al-Nur 30 dan Surat al-Nur 31 19644. Sedangkan tujuan larangan ini tak lain adalah istruksi untuk senantiasa menutupi perhiasan wanita. kami mengklaim bahwa pendapat diatas merupakan penafsiran yang utama dimaksudkan untuk mengkonvergensikan berbagai interpretasi ulama’ bahwasanya setiap individu yang melaksanakan sholat diwajibkan menutup aurat.

perempuan musryik melihat aurat muslimah kecuali jika perempuan musryik tersebut budak sahayanya yang perempuan. oleh karenanya kaum hawa dilarang mempertontonkan perhiasannya kecuali dalam komunitas kaum adam yang tidak mempunyai ketertarikan pada kaum hawa akibat kedekatannya sebagai muhrim karena nasab dan perkawinan. kemudian aku melihat pakaian yang tergantung. Seperti diketahui. kedua telapak tangan. 4. sebagian setengah lengan tangan. surat an-Nur ayat 30 ini menyebutkan secara eksplisit penggambaran istruksi menundukkan pandangan dengan afirmasi pada kebolehan memandang obyek obyek tertentu hal ini diafirmasikan dengan penulisan huruf “min” dalam konstruksi ayat yang mengindikasikan ketidakharaman melihat dengan intensitas material tertentu. b. Zinah diartikan sebagai pakaian dalam surah alA’raf. Hadits Umar bin Hatab memaparkan kisah seorang ---. sedangkan perhiasan yang non natural ialah entitasentitas yang sejatinya ditujukan untuk mempercantik diri seperti pakaian yang glamour. permata. mak bisadiptikan bahwa konsepsi gadhul bashar terbagi atas berbagi strata yaitu ghadul bashar yang mencapai pada tingkatan wajib dan tidak wajib. Kendati demikian keharaman memaperlihatkan perhiasan dihukumi secara mutlak. kutek dan cincin. Dengan demikian konsep ghadul bashar mencakup praktek memalingkan pandangan dari hal-hal yang sejatinya dibenci oleh khalayak umum karena menyalahi norma. maka aku menggerakkan mataku keatap rumah. kecuali ayat 31 dalam kalimat----yaitu yang sejatinya dipersiapkan menjadi pembantu. hal ii terangkum dalam ayat ‘aw ma malakat ‘aymanukum”. seperti melihat seluruh sudut rumah beda halnya dengan melihat sesuatu yang disinyalir sebagai tindakan amoral. Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir Surat al-Nur 30-31 a. kareana memperindah diri merupakan suatu kondisi yang sengaja dilakukan untuk menampilkan fenomena yang lebih indah. celak dan kutak dari tumbuhan inai. Tafsir al-Maraghi Surat al-Nur 30-31 Surat al-Nur 30-31 Intepretasi ayat diatas memiliki kesamaan dengan penafsiran yang tertulis dalam tafsir alMunir. 3. Ibnu al-Araby berkata : . Surat an-Nur 31 Zinah bibagi menjadi dua macam yaitu khalqiyah natural sesuai dengan fenomena pembawaan asal dan muktasabah non natural. yaitu kebolehan memperlihatkan perhiasan yang sejatinya terlihat. Kategori pertama sebagai wajah. dan bisa dipastikan akan menarik perhatian indra penglihatan.Nabi saw memasuki ruangan. Adapun tazin mempercantik diri menambah aura keelokan perempuan. Surat al-Nur: 30 Ayat ini mengupas tuntas kehalalan dan keharaman mata bagi komunitas kaum muslim. Perhiasan tersebut juga dimaksudkan sebagaimana firman Allah. yaitu perhiasan yang tidak wajib di tutupi ditempat kerja seperti celak. yakni bagian-bagian yang jika diwajibkan menutupinya akan memberatkan perempuan atau bagian tersebut jika tidak ditutupi menimbulkan konsekuensi yang sulit.

Adapun perhiasan mushthana’ah yang dhahir adalah perhiasan yang apabila dibiarkan terbuka berimplikasi pada titik “memberatkan” bagi perempuan terhadap suami dan pasangannya.“Perhiasan terbagi menjadi dua. seperti leher. punting susu. Malik meriwayatkannya dalam kitab al-Muwatho’ dari Nabi saw bersabda : “Perempuan yang menenakan pakaian yang hamper tidak menutupi lekuk tubuh yang menarik perhatian tidak akan masuk surga”. adapun pendapat yang benar adalah kedua benda tersebut diidentifikasi dalam kategori perhiasan yang dhahir. maka yang demikian tidak terkualifisir dalam firman Allah “maa dhoharo minhaa” perhiasan yang sejatinya nampak. kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki”. bagian atas. dan betis sama halnya dengan perempuan yang memiliki bagian tubuh tertentu yang elok kendati tertutup rapat. makna ayat---adalah bagian tubuh yang tidak ditutupi oleh kaum perempuan seperti wajah. dalam arti benar mereka mengenakan kostum namun gaun tersebut tidak menutupi tubuhnya akibat transparasi bahan pakaian". namun hanya sampai taraf menyulitkan karena seperti diketehaui bertelanjang kaki merupakan sesuatu yang lumrah dikalangan perempuan pedesaaan oleh karenanya para praktisi ilmu fiqih berpendapat dalam kewajiban menutupinya. Kelompok ahli tafsir mengintepretasikan zinah dengan jast ---dengan wajah dan kedua telapak tangan dalam riwayat lain kedua kaki dan rambut. lengan bagian atas. Madzhab Maliki menelorkan dua statemen dalam hal ini yaitu wajib dan tidak wajib. Adapun perhiasan yang tegolong dalam kholqiyah secara global adalah sebagian besar anggota badan perempuan. Sedangkan bagiantubuh secara spesifik seperti wajah. ia tidak membatasi dengan kutek tangan. Ibnu’Addilbarr berkata : "Makna riwayat hadits tersebut adalah wanita yang memakai gaun transparan hingga memperlihatkan lekuk tubuh dan nyaris tidak menutupi bagian tubuhnya. Abu Hanifah berkata : “Menutup kedua kaki bukan sebuah keharusan. dan menggunakan gaun yang tidak ketat bukan merupakan hal yang susah baginya. pergelangan tangan. seperti paha bagian atas. lengan. Perhiasan kholqiayah sebagai---adalah perhiasan yang berpotensi pada tumbuh suburnya titik kesulitan jika perempuan menutupinya dihukumi wajib seperti wajah. kedua telapak tangan dan kaki. Adapun kategori perhiasan yang kedua musthona’ah adalah perhiasan yang lazim dipakai oleh kaum Hawa seperti pakaian yang modis warna warni. paha dan rambut. Kendati demikian ulama’ berbeda pendapat dalam hukum menampakkan gelang tangan dan kaki. dari al-Qanaazi’i berkata. Selain naskah Ibnu Baskawal dalam kitab al-Muwatho’. pergelangan tangan. Dalam kaitannya dengan hal ini. maka bagian tersebut juga tidak dapat dijastifikasi dalam rrangkaian firman Allah perhiasan yang sejatinya nampak. Demikian halnya dengan bagian-bagian yang tidak diperintahkan untuk di tutup seperti cincin berbeda dengan anting dan gelang. lain halnya dengan kdua kaki tidak mencapai tingkatan ksia-siaan. sedangkan prihal keidahan tubuh perempuan yang jika diperintah untuk menutupinya tidak menimbulkan kesukaran. pergelamgan tangan. Perhiasan tersebut adalah wajah dan kedua telapak tangan. Sedangkan perhiasan yang khofi tersembunyi merupakan a contrario dari perhiasan yang dhahir. seperti pantat dan paha. "Malik mengintepretasikan hadits diatas sesungguhnya kaum . punting susu. lengan bagian atas. Ibnu Arabi berkata : ibnu al-Qasim meriwayatkan dari Malik : Kutek bukan perhiasan. dan berpotensi pada strata kesulitan untuk menghilangkan perhisan tersebut disaat dia berinteraksi dengan laki-laki lain dan mengkonstruksinya seperti semula ketika ia berada di dalam rumah. Bertolak dari interpretasi ini--adalah perhisan yang dijadikan Allah nampak berdasarkan hukum fitrah yang jika dipaksakan menutupnya sama halnya menanam benih-benih kesia-siaan dan memberatkan bagi pemiliknya. Al-Qur’an mengafirmasi kategori gelang kaki ini dengan firman Allah. Dengan demikian. khalqiyah sesuai dengan asal penciptaan dan mushtona’ah yang mengalami sebuah proses perubahan. leher dan kedua telinga. permata. Ibn’Arabi juga berkata kutek merupakan perhiasan batiniah yang sejatinya tidak diperlihatkan jika dilekatkan pada kaki. celak kutek dari tumbuhan Inay dan siwak.

cincin celak.. Bagian tubuh ini adalah bagian lengan bawah. ikat pinggang dan anting. 5. Seperti diketahui melihat bagian tubuh hanya dbolehkan oleh pasangan hidup suami istri kecuali dalam keadaan terpaksa seperti pengobatan dan persaksian. dan yang menggerakkan ketertarikan kaum Adam pada lawan jenis baik yang berhasal dari hasil penglihatan pada obyek tertentu atau pendengaran pada hiburan yang disodorkan kaum Hawa seperti nyayian dan berbicara dengan suara yang mendayu-dayu. gelang kaki. Dalam perspektif pendengaran Ibnu al-Qasimi dari Jami’ al-’Atabiyah Malik berkata : “Sampai padaku kabar bahwa Umar bin al-Khatab melarang perempuan mengenakan pakaian ala Qibti". Hal ini merupakan langkah yang aplikatif . dada dan telinga. mahkota.31 Kitab al Zawajir karangan ibn Hajar al-Makky menegaskan keharaman bagi kaum hawa memandang lelaki kendati tidak dibarengi dengan hasrat padanya dan sertai rasa takut dan fitnah seperti halnya ketidakbolehan laki-laki melihat perempuan habnya hubungan nasab atau susunan atau perkawinan membolehkan memandang sesamanya kecuali daerah antara pusar dan lutut. Ibnu Rusyd menjelaskan bahwa pakaian yang dimaksud adalah gaun yang sempit dan melekat pada bagian tubuh hingga nyaris mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi. Ahli tafsir lainnya menekankan intepretasi ayat-ayat diatas sejatinya tempat bermuaranya perhiasan. karena perhiasan bisa dipastikan dikenakan dibagian tubuh tertentu yang sudah barang tentu tidak boleh dipandang kecuali oleh golongan yang dikemukakan dalam konstruksi ayat sesudahnya. leher. Oleh akarenanya Allah melarang memperlihatkan perhiasan yang dimiliki untuk diinformasikan secara aksioma bahwa memandang perhiasan tidak diperkenalkan karena mengisyaratkan pada bagian badan perempuan dengan dalih bahwa kehalalan memperlihatkan perhiasan yang tidak menempel pada tubuh seperti gelang tangan yang diperjual belikan di pasar tidak patut didiskusikan lagi. adapun Ibnu al-Munir menyatakan bahwa makna ayat ini adalah perhiasan secara literal. kepala. bisa dipastikan memandang bagian tubuh yang dhahir nampak dan lajimnya merupakan daerah yang dikenakannya perhiasan dhahir bagi orang asing dihalalkan. dan jika ziinah diartikan sebagai pos bertenggernya perhiasan. Tafsir al-Alusi Surat al-Nur 30-31 Surat al-Nur 30 . Dalih yang membenarkan larangan tersebut terrangkum dalam firman Allah …. namun konsekuensi logis yang demikian tidak dibenarkan karena setiap bagian tubuh merdeka adalah aurat. lengan atas. semprotan parfum yang berlebihan juga dilarang. dan kutek sehingga memperlihatkan ini pada orang asing bukan merupakan tindakan yang dikencam.perempuan memakai gaun yang tipis yang nyaris tidak menutupi bagian tubuhnya". Ayat sesudahnya mengafirmasikan bahwa memperlihatkan perhiasan merupakan tindakan yang terlarang. demikian halnya dengan statemen al-Zamakhsyari dilandaskan pada pendapat masyur dari madzhab imam Abi Hanifah bahwasanya badan yang disinyalir sebagai tempat perhiasan dhahir adalah wajah dan kedua telapak tangan. namun celaan tersentralisasi pada mengumbar perhiasan khofy tersembunyi seperti gelang tangan. Ayat diatas menyebutkan stetemen zinah secara eksplisit dan bukan daerah daerah yang lazimnya merupakan obyek sentral pemakaian perhiasan dimaksudkan sebagai afirmasi pada instruksi menutup bagian-bagian tersebut. Adapun pendapat Ibnu Munir al-Maliki didasarkan pada madzhab yang dianutnya. sedangkan kedua kaki bukan terkualifikasi sebagai aurat secara mutlak . betis. Dalam ranah realitasnya layaknya tarian dan goyangan perempuan dihadapan laki-laki. Larangan ini mengandung konsekuwensi pada semua tindakan yang menarik perhatian laki-laki pada pemainan wanita. Perhiasan yang dhahir nampak sejatinya terapresiasikan pada entitas material seperti.

Namun demikian sebagian ulama’ lain tidak mengamini penafsiran zinah perhiasan dengan ciptaan Allah perhiasan yang merupakan ciptaan Allah. Dan ketahuilah jika maksud larangan mengumbar daerah-daerah notabene tempat bertenggernya. ia menyatakan dalam kitab al-Bahar pendapat yang mendekati kebenaran adalah mengklasifikasinya dalam konsep zinah dan mengairmasikan dengan stetemen “Perhiasan manakah yang lebih indah dari penciptaan yang ideal” Maksud ayat ini sebagaimana riwayat Ibn Hatim dan Ibn Jubair. dan dari riwayat al-Hasan adalah cincin dan gelang tangan dari riwayat lain menyebutkan lainnya. Kitab al-Zawaajir juga menyatakan keharaman melihat bagian tubuh perempuan yang terlepas. Oleh karenanya mengharamkannya adalah sikap yang tepat. sedangkan makna ayat tersebut adalah larangan mengumbar dua komponen dari hasil intepretasi diatas pada bukan muhrim dan mengecualikan hal-hal yang sejatinya tidak dapat disembunyikan ditutupi dalam berbagai momentum seperti wajah ujung tangan dan kaki”. Sehingga konsekuensi logisnya adalah tidak semua hal yang dilarang memandangnya dikualifisir sebagai aurat. yaitu mempertanggung-jawabkan dihari pembalasan. . karena dapat memotivasi keingintahuaan yang mendasar untuk melihat bagian tubuhnya secara utuh. Sebahagian penganut madzhab Syafi’i berpendapat keahalalanmelihat wajah dan telapak tangan jika tidak menyulut fitnah. sehingga makna yang terkandung adalah apa yang nampak tampa indikasi memperlihatkan seperti tersikap akibat hembusan angina maka kaum Hawa tidak dimintai petanggungjawaban kelak dihari pembalasan. Secara aksioma. Ibnu Abi Syaibah Abu bin Hamid dari Ibn’Abbas berkata maka firman Allah ---adalah wajah dan telapak bagian dalam. bahkan ulama’ mengungkapakan ketidakbolehan memandang kuku kaum Hawa yang tidak menempel lagi ditangannya. perempuan pada masa dahulu menutup kepalanya dengan kain dan mengantungkan menurunkan kainnya dari belakang punggung seperti kebiasaan jahiliyah sehingga leher dan sebagian dadanya terlihat.sehingga tidak ada larangan melihatnya. dan dikatakan secara global wajah dan dua telapak tangan. Allah menginstruksikan perempuan mukmin menutupi leher dan dada dengan kain sehingga bagian tersebut tidak nampak. red pehiasan. dan pendapat yang mengkualifikasi dua bagian badan tersebut sebagai aurat serta larangan memperlihatkan pada individu selain yang dirangkum dalam freme pengecualian pada ayat sesudahnya. maka pengecualian yang tersurat dalam firman Allah bisa jadi merupakan hukum yang paten dalam perspektif metode isyarah tanda. Adapun madzhab Syafi’i sebagaimana yang tersurat dalam kitab al-Zawaajir mengurai bahwa wajah dan telapak tangan baik bagian dalam maupun luar hingga siku merupakan aurat dalam paradigma “memandang perempuan” kendati ia adalah hamba sahaya perempuan dan bukan aurat bagi orang merdeka dalam shalat. sebagian kabar dan riwayat menginterpretasikan zinah perhiasan pada makna yang terlintas dengan cepat dan lainnya di daerah daerah dikenakannya perhiasan. Anda mengetahui bahwa kebolehan memperlihatkan wajah dan kedua telapak tangan seperti yang disinyalir dalam ayat dan keharaman memandang dua bagian tersebut secara mutlak dalam madzhab mereka madzhab Syafi’i secara bersamaan sangat tidak masuk akal. Ibnu Aabi Syaibah dari ‘Ikrimah bahwa maksud ayat diatas adalah telapak tangan dan tengkuk. Adapun Ibnu Bahar berkata : “Perhiasan sejatinya terletak pada keindahan cipataan yang dibentuk oleh Allah dan pakaian yang berlebihan yang ditunjuk untuk mempercantik diri. Sebahagian madzhab ini juga menginterpretasikan perhiasan yang nampak itu adalah wajah dan kedua telapak tangan setelah menelaah parameter bahwa aurat orang merdeka selain dua bagian tersebut mereka berdalih keharaman melihatnya karena berpotensi menyulut fitnah. namun stetemen ini tidak menempati urutan pertama dalam pendapat mereka.

Stetemen dalam kitab Syafi’iyah dan yang aku al-Alusi. melantunkan suara-suara yang menggoda. Ketiga. Ibid. Tidak diragukan lagi secara psikologis bahwa menguatnya perasaan wanita melalui kebebasan memilih pakaian yang sesuai dengan standar syariat. dengan demikian mendengarkan tidak dilarang jika tidak disertai ketakutan akan fitnah dan menikmatinya sebagaimana ulasan al-Zarkasy. menumbuhkan perasaan positif berupa persamaan perempuan ditengah masyarakat Muslim dengan corak tertentu dalam menutup aurat dan semakin dalamnya perasaan terhadap kemuliaan. Mujtahid. Kaum perempuan sekarang mengenakan perhiasan seperti dari mutiara atau semisalnya sebagai aksesoris dirangkaian gelang kaki sehingga gemercing suara gelang tersebut terdengar meski mereka berjalan dengan pelan. h. red anut bahwa gemercing suara sejatinya bukan aurat. h. oleh karenaya Nabi saw bersabda: “Takbir bagi laki-laki dan tepuk bagi kaum perempuan”. h. 28. Mujahid. 2002]. 10. Sedangkan Hanafiyah seperti pernyataan Ibn al-Hamman: Beliau menyatakan secara gamblang dalam kitab al-Nawazil bahwa lantuanan suara perempuan adalah aurat. 41 40 . Pernikahan Dini Dilema Generasi Ekstravaganza. C. Luqman Haqani. menampakkan keelokan wajah dan bagian tubuh yang dapat membangkitkan birahi dihadapan kaum laki-laki yang bukan muhrimnya. sensual. Al-Sunnah Dan Qaidah Ushul Fiqih Pornografi dan pornoaksi yang terkait dengan aurat ada beberapa hadits Rasulullah yang melarang memakai pakaian yang tembus pandang. 2003]. Menurut Syekh Abu 'Ala Al-Maududi kata tabarruj bila dikaitkan dengan wanita memiliki arti sebagai berikut. Ke-empat. 2002]. akhirnya memperdengarkan di depan kaum Adam dianggap tindakan yang tidak bagus. 29. 69. teks ayat menyatakan ketiadaan perbedaan gender laki-laki dan perempuan akibat keumuman huruf ---dan karena jika ayat tersentralisasikan pada kaum Hawa saja maka yang tertulis dalam konstruksi ayat seharusnya karena penegasan yang demikian lebih spesifik dan mengena pada maksud ayat. ini adalah jelas haram. Musuh Yang Menjadi Idola. [Jakarta. [Jakarta. h. Sementara itu. erotis. dan sejenisnya larangan bagi laki-laki berkhalawat berdua dua-an ditempat yang sunyi tampa orang ke tiga dengan perempuan yang bukan muhrimnya40. Sebahagian khalayak umum didapat lebih banyak tergetar syahwatnya akibat gemrincing suara perhiasan daripada melihat perhiasan yang berpotensi menimbulkan suara. mengenai hukum tabarruj atau pakaian dan gerak tubuh yang menimbulkan rangsangan seksual.41 Kedua. Abu al-Ghifari.42 Rasulullah saw bersabda. Mujtahid. [Jakarta. perempuan dengan perempuan lesbian. Larangan memperdengarkan gemrincing suara tersebut pasca larangan memperlihatkan perhiasan sendiri bisa dipastikan adalah larangan memperlihatkan bagian tubuh yang lajimnya tempat obyek pemakaian perhiasan. 42 Abu al-Ghifari.. Lih. Pertama. Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001.Secara literalis. bersolek dan menggunakan parfum secara berlebihan ketika keluar rumah. memamerkan pakaian dan perhisan yang indah serta memamerkan diri didepan laki-laki yang bukan muhrimnya. Pernikahan Dini Dilema Generasi Ekstravaganza. ataupun antara laki-laki dengan laki-laki homoseksual. Demikan halnya seperti perhiasan lain pada gelang kaki yang menimbulkan suara jika kaki melangkah terlebih jika dihentakkan.

45 Sementara aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. al-Isthakhiri. dalam menentukan batasan aurat. Pada awal inilah difinisi aurat. dan Abu Hanifah. yaitu 'memalukan' dan 'menggairahkan'. Mengenai batas anggota tubuh yang dianggab aurat.43 Dari dua kata kunci tentang aurat. Pendapat kedua menyatakan bahwa aurat laki-laki adalah alat kelamin [qubul]. mereka tidak akan masuk surga. [Bairut.. h. tidak layak bahkan memalukan.44 Oleh karena itu. Kedua adalah wanita yang berpakaian tapi telanjang.‫صنفان من اهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس‬ ‫ونساء كاسيات عاريات مميلت مائلت رءوسهن كأسنمة البخت المائلة ليدخلن‬ ‫الجنة ول يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا. Pendapat ketiga yang dinyatakan oleh adh-Dhahiri. h. رواه مسلم‬ "Ada dua golongan dari ahli neraka yang siksanya belum pernah aku lihat sebelumnya pertama adalah kaum yang membawa ekor cambuk seperti ekor sapi yang digunakan memukul orang. tidak layak bahkan memalukan. Juz I h. juz III. Malik. bahwa aurat laki-laki adalah antara pusat dan kedua lutut. Untuk aurat laki-laki walaupun ada perbedaan.. Juz III. yang selalu maksiat. Muslim Dalam Fiqh pembahasan mengenai aurat didasarkan pada wacana tubuh dengan berbagai dimensi sensualnya. salah satu riwayat dari Imam Malik dan Ibnu Hambal adalah bahwa aurat laki-laki hanya qubul dan dubur saja. fiqh memnbangun wacana tentang tubuh dan norma-norma yang terkait dengannya. Ibnu Rushd. 49. hal. Memalukan dan menggairahkan adalah sesuatu yang kontekstual. 46 Abu Muhammad Ali bin Muhammad ibn Hazm. An-Nawawi.219 Lihat. tetapi secara umum mayoritas ulama' berpendapat bahwa laki-laki seharusnya menutup anggota tubuh antara pusar dan kedua lutut kaki. karena itu fiqh membedakan antara aurat laki-laki dan perempuan. Kemudian sesuatu yang memalukan itu justru bisa membangkitkan gairah orang lain yang melihatnya untuk melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya. Ibnu Rushd dan Asy-Syaukani mengatakan bahwa ulama' Fiqih berada dalam tiga pendapat. Lih. Mengenai batas aurat laki-laki. Bergerak Menuju Keadilan…. Untuk itu. Al-Muhalla. kesepakatan pendapat ulama' fiqih menyatakan bahwa harus ditutup dari pandangan orang dengan pakaian yang tidak tembus pandang dan tidak membentuk lekukan tubuh." HR. Rambutnya sebesar punuk unta. 168. Orang menyebut aurat untuk hal-hal yang tidak pantas untuk diperlihatkan. . Nail al-Authar. Dar al-Afaq al-Jadidah. 83. Fiqh menganggap ada beberpa tubuh yang tidak pantas untuk diperlihatkan. pandangan fiqih membedakan antara perempuan dan laki-laki. Bidâyah al-Mujtahid. Pendapat pertama adalah yang dinyatakan oleh Imam Asy-Syafi'I. tt]. selebihnya bukan aurat.46 Perintah menutup aurat adalah dari agama teks syara'. Asy-Syaukani. bahkan tidak akan mencium wanginya padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan yang amat panjangnya. Dalam disiplin ilmu fiqih lafal aurat diartikan sebagai yang memiliki muatan arti dalam ayat an-Nûr ayat 31 dan 58 yaitu yang berarti sebahagian anggota tubuh manusia yang didalam pandangan umum buruk atau malu bila diperlihatkan dan bila dibiarkan terbuka mungkin bisa menimbulkan fitnah seksual. tetapi batasan mengenai aurat adalah ditentukan pertimbangan pertimbangan kemanusiaan segala aspek. Ibnu Jarir. sekitar lubang anus dan paha saja. ialah pengusa yang dzalim. Juz II. Al-Majmu. baik laki-laki maupun perempuan dibutuhkan mekanisme yang 43 44 45 Faqihuddin Abdul Kadir.210.

Fiqih Perempuan Refleksi Kiyai Atas Wacana Agama dan Gender. Ini akan berlaku juga pada para pembuat pornografi dan pornoaksi kamerawan. Al-Isra' 32: ‫يل…ا‬a‫ ب‬c‫اء‬c‫ة… س‬ c‫ س‬c‫ و‬c‫ش‬a‫اح‬c‫ ف‬c‫ان‬c‫ ك‬t‫ه‬f‫ن‬a‫وا إ‬t‫ب‬c‫ر‬o‫ق‬c‫ا ت‬c‫ل‬c‫و‬ ‫ا‬c‫الز¡ن‬ "Dan janganlah kamu mendekati zina. Dalam hal ini pertimbangan khsuf al-fitnsh yang sudah dikembangkan oleh ulama' fiqih juga harus menjadi salah satu penentu pertimbangan. aurat wanita dalam pandangan Islam adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. memelihara kehormatan. Sinar Baru. menyaksikan secara langsung aurat seseorang yang bukan haknya pornoaksi. 2004]. 1990]. Ibid.48 Seorang wanita yang memperlihatkan sekadar rambut atau bagian bawah kakinya.akomodatif dan responsif terhadap gejala nilai yang berkembang di masyarakat sehingga dalam tingkat tertentu nilai dan batasan tersebut dapat diterima oleh masyarakat. Jika pelakunya masih bujangan maka harus dicambuk sebanyak seratus kali mi'ata jaldah. 53 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001. Fiqih Perempuan Refleksi Kyai Atas Wacana Agama dan Gender. dan batas aurat al-Ahzâb ayat 59 yang mengatur tentang aurat kaum perempuan Mu'minah53. Husain Muhammad. [Jakarta. h. 2. dan jika pelakunya dalam status sudah menikah maka harus dihukum dengan dilempar batu sampai meninggal rajam.49 Secara fiqih. Sedangkan menurut definisi agama Islam. pengarah gaya. Sebagaimana disebutkan dalam QS. QS. h.50 Pornografi dan pornoaksi dianggap mendekati perbuatan zina sehingga harus dilarang. dan al-Maidah ayat 2 tentang kewajiban saling tolong menolong dalam mengerjakan kebaikan dan takwa dan larangan melakukan tolong menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran. 25. [Bandung. h. jelas termasuk orang yang mengumbar aurat. agar tubuh manusia tidak dieksploitasi terutama tindak pornografi dan pornoaksi yang dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat.. h. Husain Muhamad. kecuali untuk tujuan yang dibolehkan oleh syara'. segala sesuatu yang mengakibatkan seseorang cenderung melakukan perbuatan asusila fakhisyah adalah berdosa. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. misalnya. Pustaka Zahra. 62. dan suatu jalan yang buruk". sutradara. [Yokyakarta. Apalagi sampai berbuat zina maka dianggap telah melakukan dosa besar. h. 402 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001 Tentang Pornografi dan Pornoaksi tanggal 22 Agustus 2001 atau Jumadil Akhir 1422 Hijriyah. misalnya memberi pertolongan medis. 48 49 50 51 52 47 Hasan Hathaut. Sebab.51 Sementara itu menurut hukum Islam seperti yang telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001 tentang pornografi dan pornoaksi tanggal 22 Agustus 2001. pornografi dan pornoaksi adalah haram. maka batasan pornografi dan pornoaksi menurut hukum Islam telah jelas54. yaitu berdasarkan surah Âl-Isra' kita dilarang mendekati zina dan an-Nûr 30-31 yang mengatur tentang cara bergaul52. dalam konteks pornografi dan pornoaksi yang mengumbar aurat. Aurat adalah bagian-bagian tubuh yang berpotensi menimbulkan rangsangan-rangsangan seksual bila terlihat. dan lain sebagainya.47 Tentu saja. h. Ibid. Rahima. dan jika dilakukan maka pelakunya harus bertobat karena dianggap berdosa. 2001]. yang dimaksud adalah aurat menurut syariat Islam. .. Al-Isra' 32 Sulaiman Rasjid. 64. 4. Fiqih Islam. Panduan Seks Islami.

Sulaiman Rasjid. dan alasan utama beberapa anggota tubuh dibiarkan terbuka adalah alasan keterpaksaan darurah atau keperluan hujjah. tulisan reklame. kaidah "ushul fiqih" yang mu'tabar menyebutkan: "Sarana yang menjerumuskan pada tindakan keharaman adalah haram". kecuali dalam keadaan diperlukan Abu Hanifah memperkenankan kedua lengan tangan dan kedua setengah betis kaki dibiarkan terbuka. menjual.  Memperlihatkan aurat. kemubahan ini juga tidak berlaku untuk penyebarluasan dan propaganda pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi yang akan memiliki dampak serius di masyarakat.  Menggabarkan secara langsung atau tidak langsung. tingkah laku secara erotis. baik terhadap diri sendiri ataupun orang lain dan melihat hubungan seksual ataupun adegan seksual adalah haram.Sementara itu. baik dengan lukisan gambar.55 Namun demikian. Seseorang yang dihadapkan pada suatu media porno.  Berbuat intim atau berdua-duaan khalwat antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram-nya dan perbuatan sejenis lainhya yang mendekati dan atau mendorong melakukan hubungan seksual diluar pernikahan adalah haram. Ibid. 5.. 54 55 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001. maupun ucapan baik melalui media cetak maupun elektronik yang dapat membangkitkan nafsu birahi adalah haram. membeli dan melihat atau memperlihatkan gambar orang. mengedarkan. yang terbuka auratnya atau berpakaian ketat atau tembus pandang yang dapat membangkitkan nafsu birahi. Kedua. maka menurut syariat. alasan utama penutupan tubuh perempuan adalah untuk menghindari gangguan fitnah dan malapetaka dharar yang menempa diri perempuan. dia dianggap telah melakukan aktivitas yang haram. Akan tetapi. Fiqih Islam. sebuah benda dengan muatan pornografi dan pornoaksi dihukumi sebagai benda yaitu mubah. Sebab.  Membiarkan aurat terbuka dan atau berpakaian ketat atau tembus pandang dengan maksud untuk diambil gambarnya. melakukan gambar hubungan seksual. h. suara. memang dipandang belum melakukan aktivitas haram karena media sebagai benda adalah mubah. bila orang itu ikut dalam usaha membuat dan atau menyebarluaskan media porno. Karena itu. baik untuk dicetak maupun divisualisasikan adalah haram. misalnya. Bahwa perempuan hanya diperkenankan membuka wajah dan kedua pergelangan tangan. 404 . atau gambar hubungan seksual atau adegan seksual adalah haram.  Melakukan pengambilan gambar sebagaimna angka 2 adalah haram.  Melakukan hubungan sksual atau adegan seksual didepan orang. telapak tangan dan telapak kaki bagi perempuan adalah haram kecuali dalam hal-hal yang dibenarkan secara syar'i. h..  Menperbanyak. Dengan demikian. baik cetak atau visual. Mengenai batasan aurat menurut pandangan ulama' Fiqh dapat disimpulkan pada: Pertama. yakni bagian tubuh antara pusar dan lutut bagi laki-laki dan bagian tubuh selain muka. kemubahan ini bisa berubah menjadi haram ketika benda wasilah itu dipastikan dapat menjerumuskan pada tindakan keharaman. Ibid. berdasarkan berbagai nas dan dan kaidah ushul fiqih Secara umum Majelis Ulama indonesia MUI pada tahun 2001 mengeluarkan fatwa tentang pornografi dan pornoaksi menetapkan beberapa hal sebagai berikut.

hanya melalui pesanan lewat pos. manfaat.[] BAGIAN KE-TIGA PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT GLOBAL A. pornografi dan pornoaksi ringan dianggap tidak terlalu mengganggu hingga dapat dijual di toko-toko umum atau disajikan di televisi. dan atau fasilitas dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan diatas adalah haram. Kebanyakan negara mengizinkan paling kurang salah satu bentuk pornografi dan pornoaksi. pornografi dan pornoaksi berat biasanya diatur ketat. mengatakan bahwa pornografi dan pornoaksi itu penting bagi kebebasan dan bahwa suatu masyarakat yang bebas dan beradab harus dinilai dari seberapa jauh mereka bersedia menerima pornografi dan pornoaksi.  Memperoleh uang. Di beberapa negara.  Membantu dengan segala bentuknya dan atau membiarkan tampa pengingkaran perbuatan-perbuatan yang diharamkan diatas adalah haram. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Global Status hukum pornografi dan pornoaksi sangat berbeda-beda. Memakai pakaian tembus pandang atau ketat yang dapat memperlihatkan lekuk tubuh adalah haram. Pornografi dan pornoaksi anak dianggap melanggar hukum di kebanyakan negara. Kebanyakan negara berusaha membatasi akses anak-anak di bawah umur terhadap bahan-bahan porno berat. Sebaliknya. termasuk produser pornografi dan pornoaksi Larry Flynt dan penulis Salman Rushdie. Sebagian orang.  Melakukan suatu perbuatan dan atau suatu ucapan yang dapat mendorong terjadinya hubungan seksual diluar pernikahan atau perbuatan sebagaimana dimaksud angka 6 adalah haram. lewat saluran-saluran televisi yang dapat dibatasi . dan pada umumnya negara-negara mempunyai pembatasan menyangkut pornografi dan pornoaksi yang melibatkan kekerasan atau binatang. misalnya dengan membatasi ketersediaannya hanya pada toko buku dewasa.

Tuntutan terhadap pornografi dan pornoaksi maupun toleransinya sangat berbeda-beda dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya dan dari kota ke kota. majalah dan sampul DVD yang menampilkan alat kelamin harus disembunyikan dari pemandangan umum. Berbagai negara bagian mempunyai undang-undang tentang pornografi dan pornoaksi. namun pornografi dan pornoaksi masih cukup mudah diperoleh. penyebaran pornografi dan pornoaksi kepada anak-anak di bawah umur dianggap melanggar hukum. Dijual secara terbuka di tempat-tempat penjualan koran dan majalah. 21 tahun. Bahan-bahan porno tidak boleh diberikan kepada orang yang berusia kurang dari 18 tahun atau di beberapa daerah. Pornografi dan pornoaksi anak yang menyajikan gambaran tentang anak-anak yang benar-benar terlibat dalam tindakan-tindakan seks atau yang berpose dalam penampilan yang porno adalah kejahatan. ketika kesulitankesulitan halangan perdagangan sehubungan dengan keanggotaan Komunitas Eropa menjamin arus yang relatif bebas dari barang-barang seperti itu untuk kebutuhan pribadi saja. Materi-materi/tindakan-tindakan tertentu dikeluarkan sendiri dari bahan porno biasa. Pornografi dan pornoaksi biasa tidak termasuk hubungan seksual dengan binatang legal. yang sangat jarang. Para aktor laki-laki di film-film lokal harus mengenakan kondom dalam adegan-adegan penetrasi. Austria: Bahan-bahan yang "membahayakan remaja" atau bahan-bahan yang merendahkan martabat manusia tidak boleh dipamerkan atau dijual kepada orangorang yang berusia kurang dari 18 tahun. dll. tetapi memilikinya tidak dianggap ilegal. Berikut ini status dan pemberlakuan pornografi dan pornoaksi diberbagai negaranegara dibelahan Dunia: • Amerika Serikat: Bahan-bahan porno berat legal pada tingkat Federal kecuali bila memenuhi uji Miller tentang ketidakpantasan. Yang lebih lazim lagi.orangtua. dan tidak boleh mengandung kekerasan. Belanda: Undang-undang yang sangat liberal. Telanjang tidak dianggap termasuk bahan seperti ini. Namun banyak dari usaha-usaha ini ternyata tidak mampu membatasi ketersediaan pornografi dan pornoaksi karena akses yang cukup terbuka terhadap pornografi dan pornoaksi internet. lihat: Pornografi dan pornoaksi internet. Brasil: Pornografi dan pornoaksi anak adalah kejahatan. Britania Raya: Bahan-bahan porno berat dilarang hingga 1999. Biasanya toko-toko porno membatasi usia orang-orang yang masuk ke situ. Semua pemain harus berusia minimum 18 tahun. Australia: Peraturan diperketat di bawah pemerintahan John Howard. Bestiality dinyatakan ilegal setelah dikeluarkannya undang-undang kesejahteraan binatang yang baru. menyalahgunakan anak atau menampilkan gambaran yang merendahkan martabat. Secara teknis menjual bahan-bahan porno illegal di Queensland. atau kadang-kadang barang-barang yang disajikan ditutupi sebagian atau sama sekali tidak terpampang. tetapi dengan catatan bahwa ada banyak toko dewasa di masing-masing negara bagian dan wilayah yang boleh menjual atau menyewakan bahan-bahan yang bersifat porno. Video R18 hanya tersedia dalam toko-toko seks yang mempunyai izin • • • • • . Beberapa upaya untuk membatasi pornografi dan pornoaksi di internet telah dibatalkan oleh pengadilan. Bahan pornografi dan pornoaksi manapun hanya boleh dijual kepada orang yang berusia minimal 18 tahun. Bahan-bahan porno dapat dibeli dan disewa di Northern Territory dan ACT. Lihat Sensor di Australia. Bila dijual di tempat-tempat umum.

Jerman: Pornografi dan pornoaksi anak dilarang. termasuk penggunaan pengawasan internet dan pembobolan sistem. Pada tahun 1970-an dan 1980-an.9 Hongaria: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan to anak-anak under 18 of umur. dilarang keras memperlihatkan rambut kemaluan ataupun alat kelamin orang dewasa. atau bila dipamerkan kepada umum kecuali dalam tempat terbatas dan hanya terlihat di dalam "sebuah galeri seni atau museum yang bonafide". pemilikannya diizinkan. Pornografi dan pornoaksi dalam bentuk tulisan saja tidak pernah dituntut sejak pengadilan Inside Linda Lovelace pada 1976. Israel: Ilegal untuk orang-orang berusia di bawah 18 tahun. Hukum mendefinisikan pornografi dan pornoaksi sebagai porno berat.khusus. jadi segala sesuatu yang lainnya tidak dibatasi. tetapi majalah-majalah porno berat tersedia di penjual-penjual suratkabar dan majalah di beberapa tempat. Ada toko-toko Israel yang khusus menjual pornografi dan pornoaksi. Namun. atau bila diterbitkan tanpa sepenuhnya dibungkus tanpa peringatan yang “dengan mudah kelihatan” yang menyatakan bahwa bahan yang terkandung mungkin bisa membuat orang tersinggung dan tidak boleh diberikan kepada mereka yang di bawah umur. Karena ekonomi yang tidak stabil. Satuan polisi Israel untuk kejahatan komputer mengambil langkah-langkah ekstrem terhadap hal itu. bahkan oleh stasiun-stasiun TV pemerintah. pada akhir 1990-an hanya segelintir penerbit yang bertahan. Izin orangtua khusus dibutuhkan untuk memperlhiatkan materi porno berat kepada anak-anak mereka dengan tujuan pendidikan. • Bulgaria: Bahan porno berat "tidak dianjurkan" untuk diedarkan kepada orang-orang yang berusia di bawah 18 tahun. serta sejumlah perusahaan yang memproduksi porno Israel. Porno berat dibatasi kepada pembeli berusia 18 tahun atau lebih. Bila sebuah toko bisa dimasuki anak kecil. Jepang: Seperti di Eropa. bahan porno tidak boleh melibatkan orang yang berusia di bawah umur 18 tahun. Departemen Dalam Negeri berencana untuk memperkenalkan undang-undang yang melarang pornografi dan pornoaksi dengan kekerasan. Bahan porno ringan jarang disensor. penegakan hukum sangat lemah dan bahan-bahan porno mudah tersedia. Karena pornografi dan pornoaksi anak hampir-hampir tidak mendapatkan perhatian masyarakat ataupun pemerintah masalah ini dapat dikatakan sebagai bentuk porno satu-satunya yang ilegal. Hong Kong: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan to anak-anak under 18 of umur. Denmark: Larangan terhadap literatur porno dicabut pada 1966. Irlandia: Ilegal hingga pertengahan tahun 1990-an. Pornografi dan pornoaksi dalam segala bentuknya dapat ditemukan di tempat-tempat penyewaan video termasuk mesin penjual video. Majalah-majalah dan koran-koran porno semakin banyak beredar sejak jatuhnya komunisme pada awal 1990-an. Meskipun hukum mendefinisikan anak sebagai orang yang berusia di bawah 14 tahun. Pornografi dan pornoaksi berat yang terkait dengan kekerasan dan binatang tidak boleh dibuat atau didistribusikan. Gambar-gambar rambut kemaluan pada majalah-majalah • • • • • • • • . India: Pornografi dan pornoaksi ilegal dan mendapatkan sanksi hukuman. Pada 1969 Denmark menjadi negara pertama di dunia yang melegalisasikan porno berat. Mempertontonkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. meskipun hukum jarang diberlakukan. bahannya tidak boleh dipampangkan dan hanya boleh dijual dengan diam-diam dan dengan permintaan khusus. foto telanjang biasa ditampilkan dalam media umum.

Kolombia: Pornografi dan pornoaksi anak dilarang di bawah konstitusi baru. Ada juga sejumlah toko porno yang ilegal. Beberapa stasiun TV juga telah menyiarkan film-film porno ringan setelah lewat tengah malam. dll. Malaysia: Ilegal. namun penjualan kepada orang berusia di bawah 18 tahun batas usia berbeda-beda menurut provinsi umumya dilarang. Namun perlu dicatat bahwa menggambarkan kegiatan-kegiatan seksual yang melibatkan anak-anak. meskipun tidak ada undang-undang spesifik yang mengatur distribusinya. tetapi legal untuk memilikinya. Lihat pula Sensor di Kanada. Pornografi dan pornoaksi anak ilegal.impor biasanya akan dirobek. pada 2000. Pemasarannya diatur dengan ketat. Sejak sekitar 1991. dan bahkan video-video yang paling eksplisit pun tidak akan memperlihatkannya. meskipun sebuah keputusan Mahkamah Agung Kanada yang kontroversial baru-baru ini tentang hak privasi sangat mempengaruhi usaha pemerintah untuk melacak dan menyitanya. film • • • • • . ilegal untuk membuat. Meksiko: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak di bawah usia 18. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hukum. lewat internet. setelah Mahkamah Agung pada 7 Desember 2005 secara bulat membebaskan seorang bekas editor majalah karena menerbitkan porno berat yang tidak ditutupi pada 2002. namun penegakan hukum lemah. Orang dapat membelinya misalnya di luar negeri. binatang. saluran TV domestik dan TV kabel erotik mengaburkan organorgan seksual yang melakukan aktivitas biasanya dengan menggunakan segi empat hitam. Norwegia: Bahan-bahan porno berat sudah lama secara de jure ilegal. tetapi pada praktiknya legal. Bogota mempunyai sekurang-kurangnya 300 tempat di mana pornografi dan pornoaksi porno berat dapat diperoleh secara legal. Bea cukai Kanada diberikan wewenang untuk menghentikan pemasukan bahan-bahan yang dilarang menurut undang-undang ketidakpantasan. 50% untuk pelayanan porno online. para penerbit buku foto mulai menantang larangan ini sehingga rambut kemaluan kini cukup diterima umum. pemerkosaan. Sistem peringkatnya kontroversial. pemerintah memberlakukan undang-undang yang melarang foto-foto dan video anak-anak yang telanjang. Kebanyakan bahan dijual di pasar gelap. khususnya kota-kota yang lebih besar. yang sebelumnya cukup biasa ditampilkan di media umum. namun penegakan hukum sangat lemah. para editor majalah-majalah. nekrofilia. Manga dan anime pada umumnya tetap tidak diatur. dipahami bahwa porno berat tercetak tidak lagi ilegal. Prancis: Pornografi dan pornoaksi yang sangat penuh kekerasan atau sangat grafis sangat jelas diberi peringkat X. Pada 1999. banyak toko buku homoseksual dan lesbian menuntut bahwa peraturan ini diberlakukan secara diskriminatif terhadap barangbarang porno untuk seks sejenis. Belum jelas apakah keputusan Mahkamah Agung akan mempengaruhi film atau TV. Gambar-gambar dari jarak dekat close-up terhadap alat kelamin tetap dilarang. dan diharapkan bahwa majalah-majalah porno akan dapat dijual secara terbuka di tokotoko umum. Kebanyakan bahan dijual di toko-toko dewasa. Pornografi dan pornoaksi dikenai pajak khusus 33% untuk film-film peringkat X. atau dengan menggunakan kekerasan tetap ilegal. mendistribusikan dan menjual. artinya. Tetapi. misalnya. • Kanada: Undang-undang berbeda-beda dari provinsi ke provinsi. atau melalui TV satelit. meskipun penerbit-penerbit besar cenderung melakukan sensor diri untuk menghindari lobi kelompok-kelompok orangtua. Bahan-bahan ini tidak boleh dipampangkan kepada anak-anak. dan hanya boleh diperlihatkan di bioskop-bioskop tertentu.

Kini kebanyakan kios di Athena memampangkan majalah-majalah dan DVD porno berat. dikenai sejumlah perkecualian: penjualan atau memperlihatkan kepada orang-orang berusia di bawah 16 tahun atau kepada penonton yang tidak menyetujuinya dapat dikenai hukuman denda atau penjara hingga tiga tahun. Taiwan: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun. di sana hukum mendefinisikan pornografi dan pornoaksi sebagai materimateri termasuk pemerkosaan. • • RRT: Baru-baru ini melegalkannya. Hukuman yang sama dapat dikenakan untuk pemilikan. majalah-majalah dewasa dijual kepada umum.Baise-moi yang secara seksual eksplisit dan penuh kekerasan mula-mula diberi peringkat hanya "terbatas" oleh pemerintah Prancis. dan kartu permainan dijual secara terbuka di kios-kios tepi jalan dan di toko-toko wisata. Majalahmajalah erotik dijual secara terbuka. Swedia: Bahan yang melibatkan binatang de-facto legal tetapi dikenai undang-undang kesejahteraan binatang. Kebanyakan materi difilmkan di SaintPetersburg. • • • • • • • • B. Slovenia: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak yang berumur kurang dari 18 tahun. nekrofilia atau pornografi dan pornoaksi anak. Memampangkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. Singapura: Ilegal. sehingga status dari kebanyakan materi tidak jelas. Ada perkecualian untuk pornografi dan pornoaksi apabila mengandung nilai-nilai budaya atau ilmiah. dll. terhadap materi pornografi dan pornoaksi anak. Boleh ditonton oleh mereka yang berusia minimal 18 tahun. kalender. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Lokal 1. pengeluaran hajat atau tindakantindakan kekerasan. Lihat Ayat 197 Undang-undang Pidana. Penegakan hukum ketat. sehingga semua bahan lainnya tergolong erotika legal. Pornografi dan pornoaksi yang ekstrem atau sangat jelas umumnya dibatasi hanya dijual di toko-toko dewasa. Orang berusia di bawah 18 tahun dilarang berperan dalam film-film buatan Swedia. termasuk penerbitan ringan seperti Playboy. biasanya tidak menampilkan puting susu dan daerah rambut kemaluan di sampulnya. tetapi de facto ada sejumlah batasan tentang di mana bahan-bahan itu dapat dijual. Vietnam: Ilegal. Rusia: Produksi dan distribusi secara eksplisit dilarang. Mempertontonkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. penjualan. Menurut undang-undang. pornografi dan pornoaksi merusakkan nilai-nilai standar Vietnam. Swiss: Legal. Hubungan seksual dengan binatang dan pornografi dan pornoaksi anak-anak de facto dilarang. meskipun isi aturannya secara spesifik tidak diketahui. tidak ada batas untuk majalah. bestiality. tetapi klasifikasi ini dibatalkan oleh keputusan Conseil d'État Dewan Negara berdasarkan tuntutan yang diajukan oleh perhimpunan-perhimpunan yang mendukung agama Kristen dan nilai-nilai keluarga. 13 Yunani: Majalah-majalah ringan. De jure semua pornografi dan pornoaksi diizinkan termasuk porno anak-anak. tetapi Duma negara bagian telah berkali-kali gagal untuk mengesahkan undang-undang yang mengatur bahanbahan porno. Fenomena Pornografi dan pornoaksi . impor. bestiality. Turki: menjual kepada anak-anak di bawah 18 tahun ilegal.

Bahkan kemudian foto bugilnya tersebar luas di masyarakat. film Indonesia pada periode ini banyak didominasi oleh film-film revolusi. Resminya pornografi dan pornoaksi di Indonesia ilegal. namun semuanya lolos sensor. meskipun muncul berbagai protes dari masyarakat. Nafsu Liar. Suzanna tampil sebagai bintang film berani dalam adegan ranjang seperti misalnya dalam film “Bernapas Dalam Lumpur” 1970 yang diarahkan oleh Turino Djunaedy dan “Bumi Makin Panas” karya Ali Shahab. dan penegakan hukumnya pun juga boleh dibilang hanya isapan jempol. Satu Ranjang Dua Cinta”. Toha Pahlawan Bandung Selatan 1961. Meskipun demikian penampilan adegan bugil dalam sebagian dari film-film yang bertema panas itu bukan sekadar eksploitasi murahan. Di pihak lain. Sejumlah pemain yang muncul dalam film seperti . Sejumlah film muncul dengan judul-judul yang menjurus ke pornografi dan pornoaksi. dll. 1929-an Pada 1929 diputar di Jakarta film Resia Boroboedoer yang menampilkan untuk pertama kalinya adegan ciuman dan kostum renang. Perhatikan kasus yang mencuat dari tahun-ketahun tentang kasus pornografi dan pornoaksi yang semakin beragam dan meningkat. Wanita Simpanan. Anak-anak Revolusi 1964. Dunia film Indonesia bangkit dari kelesuan yang panjang. Fenomena yang munculpun bagaiakan fenomena "gunung es". Bono dalam film Antara Bumi dengan Langit disensor karena reaksi berat dari masyarakat. adegan ciuman antara Frieda dan S. Oleh karenanya hampir tiap tahun dapat dipastikan akan muncul kasus-kasus pornogarafi walaupun dalam wajah yang berbeda. meraih penghargaan sebagai Aktris Terbaik se-Asia pada Festival Film Asia Pasifik di Seoul 1972. 1950-an Pada 1954 Nurnaningsih menimbulkan kehebohan di masyarakat umum karena berani tampil berani dalam beberapa filmnya yang antara lain disutradarai oleh Usmar Ismail Krisis dan Djadug Djayakusuma Harimau Tjampa. Tujuh Aktris tenar lainnya yang pernah menjadi korban serupa adalah Titien Sumarni dan Netty Herawati. 1970-1980-an Pada awal 1970-an. juga merajalela pada masa. pada tahun 1980-an ini juga muncul film-film yang menampilkan aktris-aktris cantik dan seksi. seperti “Bernafas di Atas Ranjang. sementara Nurnaningsih sendiri tidak pernah tahu-menahu tentang pembuatannya. Belakangan baru diketahui bahwa foto-foto itu adalah hasil teknik montage. Nafsu Birahi. Di beberapa majalah dimuat fotonya yang seronok. seperti yang terdapat dalam film-film Warkop. 1960-an Sesuai dengan semangat zamannya. misalnya. seperti Pejuang 1960. dll. Suzanna.Di Indonesia pornografi dan pornoaksi sebagai ladang yang subur. namun penegakan hukum sangat lemah dan interpretasinya pun tidak sama dari zaman ke zaman. Pada 1974. Rahayu Effendy menjadi simbol seks ketika tampil bugil dengan Dicky Soeprapto dalam Tante Girang. dengan pakaian minim. Semangat anti nekolim pada tahun 1963-1965 diterjemahkan ke dalam gerakan anti film-film asing yang kebanyakan diimpor dari Amerika Serikat. perfilman Indonesia berhasil untuk pertama kalinya menggunakan teknik film berwarna. Pada 1955.

Misalnya. Febby Lawrence. yang pada mulanya dimaksudkan hanya untuk koleksi pribadinya. Sementara itu. Pandangan KUHP Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana memang tidak ditemukan pasal-pasal yang secara tegas mengatur masalah pornografi dan pornoaksi ini. Kehadiran parabola televisi.itu. masyarakat dihebohkan dengan beredarnya kalender bugil dengan model Indonesia. menampilkan sensor yang sangat ketat terhadap film-film yang disiarkannya. . Reynaldi. Awal April 2006 majalah Playboy edisi Indonesia beredar pertama kali dalam versi yang jauh berbeda dengan aslinya. TVRI yang merupakan satu-satunya saluran televisi hingga akhir 1980-an. DVD dan internet. Pada 1996 Ayu Azhari muncul dalam adegan panas dalam sebuah film Amerika. Terahir yang tak kalah heboh adalah kasus "Adegan Mesum anggota DPR dengan Artis dangdut". Teguh Yulianto. Ibra Azhari. dll. Kiki Fatmala. baik di kota besar maupun kecil. Pada periode inilah muncul sejumlah kasus seperti sepasang mahasiswa dari kota Bandung. atau peredaran klip video yang dibuat dengan videophone oleh seorang pejabat di Kalimantan. Pada periode yang sama. antara lain Inneke Koesherawaty. 1990-2000-an Pada periode ini pengaruh kemajuan teknologi informasi semakin terasa dan sukar dihindari. Sebagian kalangan di masyarakat berusaha menangkal perubahan-perubahan dahsyat ini melalui Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan pornoaksi. laser discs. Begitu pula bus-bus malam dan hotel-hotel seringkali menyiarkan video-video panas. VCD. semuanya membuat film dan gambar panas semakin mudah ditemukan. kehadiran teknologi video telah semakin mempermudah akses terhadap film-film asing yang tidak disensor. bahkan sampai ke pedesaan sekalipun. The Outraged Fugitive. Acapkali diberitakan di surat kabar tentang masyarakat pedesaan yang menayangkan film-film biru pada acara-acara perhelatannya dengan menyewa video. Sebagian lagi merasa bahwa RUU APP ini hanya akan memasung kreativitas seni dan mengabaikan kemajemukan di dalam masyarakat. 2.sebuah pasangan ditampilkan seolah-olah menghindari tabrakan bibir. Namun demikian bukan berarti sama sekali tidak ada pasal-pasal yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku pornografi dan pornoaksi ini. Tersedianya kamera video dan videophone dengan harga relatif murah telah memungkinkan orang merekam adegan-adegan panas. sementara Badan Sensor Film tampak tidak berdaya. Para model dan juru fotonya diajukan ke pengadilan dan dikenai tuntutan hukum. Lisa Chaniago. adegan ciuman sama sekali diharamkan sehingga seringkali muncul adegan yang menggelikan. ketika -karena gunting sensor -. Sebagai contoh dapat digunakan pasal 533 KUHP yang selama ini dikenal dengan pasal pelanggaran kesopanan. meskipun rencana peredarannya jauh-jauh hari telah banyak ditentang oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintah.

di lembaga legislatif DPR pun terjadi pedebatan keras. andaikata seorang hakim tersalah dalam ijtihadnya. Sayangnya belum semua Hakim memiliki keberanian moral untuk memposisikan pasal tersebut untuk menghukum pelaku pornografi dan pornoaksi sehingga mereka seolah-olah mendapat kebebasan menebar pornografi dan pornoaksi ini di tengah-tengah masyarakat. dan lain-lain lagi. Dalam hal ini Hakim tidak salah menempuh "contra legen" tentunya dengan pertimbangan hukum yang akurat guna menjatuhkan sanksi hukum yang benar-benar memenuhi rasa keadilan.-. ia masih berhak untuk mendapatkan satu pahala. Sanksi hukum yang demikian terlalu ringan bagi pelaku pornografi dan pornoaksi yang telah menghancurkan moral masyarakat dan bangsa sedemikian dahsyat. Kita dapat merasakan akibat menjamurnya pornografi dan pornoaksi ini. Hakim secara moral diberi kewenangan untuk berijtihad mengembangkan dan menginterpertasi peraturan perundangundangan atau dalil hukum guna menegakkan keadilan. seorang kakek mencabuli cucunya yang masih balita. 3. Tanpa adanya keberanian kita melakukan terobosan-terobosan seperti ini. Tidak hanya di masyarakat. semata-mata karena tidak adanya pasal-pasal yang secara tegas mengatur tentang hal itu. atau bagaikan fatamorgana di tengahtengah kegersangan padang pasir. Masyarakat terbelah antara kubu pro dan kontra.Meskipun pada pasal tersebut yang menjadi ukurannya adalah kesopanan. maka secara umum pornografi dan pornoaksi yang ditunjukkan di depan umum maupun pornoaksi di depan publik merupakan pelanggaran kesopanan bagi bagian terbesar masyarakat Indonesia yang religius. Kontraversi RUU APP Dalam Masyarakat Sejak diluncurkan. Kalau ditelusuri maka faktor penyebab utamanya adalah karena sudah terlalu menjamur dan merajalela pornografi dan pornoaksi. maka pelaku pornografi dan pornoaksi ini masih dapat dijerat dengan alasan pelanggaran tentang kesopanan. Tidak hanya para remaja tetapi juga para orang tua sudah banyak yang menjadi korban kerusakan moral. kita juga dituntut mereformasi sanksi hukum yang terlalu ringan untuk pelanggaran kesopanan ini yakni hukuman kurungan selama-lamanya dua bulan atau denda sebanyakbanyaknya Rp. Disamping kita harus memiliki keberanian berijtihad sebagaimana dikemukakan di atas. Semetara kita tidak memiliki keberanian menjerat dan menghukum pelaku pornografi dan pornoaksi. Bukankah sudah sering kita baca berita seorang ayah tega memperkosa putri kandungnya. B. Sebenarnya kita tidak harus terpaku dengan bunyi suatu pasal perundangundangan yang mengakibatkan kekakuan dalam penerapan hukum. contoh: Menjamurnya keyboard porno. maka Indonesia baru yang kita cita-citakan bersama hanya merupakan utopia. Sehingga dengan demikian meskipun pasalpasal KUHP tidak secara tegas menyebutkan kejahatan atau pelanggaran pornografi dan pornoaksi. maka yang menjadi sasarannya adalah moral bangsa.000. Bahkan dalam keyakinan Islam. Rancangan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi RUU APP telah memancing polemik luas dalam masyarakat Indonesia. Atas dasar analisa yang demikian maka sebenarnya pasal 533 KUHP ini sudah dapat dijadikan jerat hukum menindak pelaku pornografi dan pornoaksi. Dua fraksi yang menentang RUU APP adalah FPDI Perjuangan dan Fraksi .

Bertahun-tahun mereka melakukan pendalaman atas persoalan pornografi dan pornoaksi. Harus diakui. ketika akar permasalahannya tidak dipahami dan ditanggulangi terlebih dahulu. budaya dst yang bakal muncul ketika RUU APP kelak diundangkan. Bukankah konstitusi kita sangat menghormati keanekaragaman dan keunikan kultural masyarakatnya? Ketika kontroversi meluas. RUU APP sebenarnya tetap mengakomodasi pluralisme atau keanekaragaman budaya dan masyarakat Indonesia. RUU APP merupakan "jawaban" atas kebutuhan masyarakat transisi. muncul pula gugatan dari beberapa kalangan bahwa semestinya pemerintah menanggulangi akar permasalahan maraknya pornografi dan pornoaksi di tengah masyarakat. politik. Alasannya. tapi butuh pengkajian komprehensif. sebagaimana tadinya dimasalahkan kelompok-kelompok penentang. Analoginya hampir sama dengan masalah keterkaitan antara pelacuran dan kesulitan ekonomi masyarakat. khususnya yang berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi. hampir tidak mungkin negara kemudian melarang masyarakat Papua mamakai koteka karena dinilai ''porno'' menurut negara. Di manapun. kecuali jika belum ada revisi. mendukung RUU ini. persoalan pornografi dan pornoaksi bukanlah persoalan sederhana. Apakah pemerintah atau negara sudah memikirkan masalah perbaikan ekonomi para perempuan dan masyarakat pada umumnya. Fraksi partai-partai Islam tentu menjadi kelompok pendukung utama RUU APP. Tentu sayang sekali. RUU APP merupakan kebutuhan fundamental bagi bangsa Indonesia ke depan. RUU APP belum tentu akan bisa memerangi pornografi dan pornoaksi. RUU APP bisa dinilai melanggar hak asasi manusia HAM dan UUD 1945. Secara filosofis. Sekalipun sebagaian sudah diatur dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana KUHP. DPR yang menjadi inisiator RUU APP mengaku telah melakukan pengkajian mendalam. sehingga perlu dibentengi dan dipagari dengan regulasi yang lebih kokoh. termasuk Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Demokrat. Melihat beberapa indikator. Fraksi-fraksi lain. Apa yang dikhawatirkan masyarakat Sulawesi Utara. tetapi setidak-tidaknya hal itu menjadi ikhtiar untuk mengurangi gejala dekadensi moral dalam masyarakat yang sedang berubah. akan tetapi terbukti regulasi ini tidak cukup untuk mengurangi tingkat dekadensi moral yang terjadi dalam masyarakat. dekadensi moral dan akhlak masyarakat Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Sesungguhnya tidak ada alasan kuat menolak RUU APP. Kalau hal itu terjadi. persoalan dekadensi moral tidak cukup dengan diseminasi regulasiregulasi baru. Tidak sedikit pula biaya yang terpakai untuk menggodok RUU. Banyaknya perempuan yang terjun ke dunia prostitusi umumnya karena terdesak oleh persoalan ekonomi.Partai Damai Sejahtera. Kalau dicermati dengan seksama. . seperti Indonesia. Papua. ketika di sisi lain harus ada regulasi yang melarang prostitusi? Intinya. Sekalipun mempunyai pasal-pasal yang bagus. karena koteka adalah pakaian tradisional masyarakat lokal yang diwariskan secara temurun. jika RUU yang berbiaya besar tersebut pada akhirnya hanya akan menjadi RUU yang tidak ada implikasi dan dampaknya bagi perbaikan kehidupan masyarakat dan bangsa secara keseluruhan. sosial. masyarakat transisi selalu rentan terhadap pelbagai perubahan dan gejala sosial dan budaya baru. Bali dan kelompok-kelompok ''minorias'' lainnya hanyalah ketakutan yang absurd. Jika dicermati pasal per pasal. termasuk pelbagai implikasi hukum.

Tidak ada alasan kuat menolak RUU APP. masyarakat transisi selalu rentan terhadap pelbagai perubahan dan gejala sosial dan budaya baru. kecuali jika belum ada revisi. vcd. Di manapun. RUU APP merupakan kebutuhan fundamental bagi bangsa Indonesia ke depan. Hal serupa juga terjadi pada aspek seni dan budaya. Dalam artikelnya. Persoalannya tak bisa diselesaikan di tingkat masyarakat. tidak tertutup kemungkinan kepentingan bisnis ikut melatari penolakan ini. Yang dikhawatirkan masyarakat Sulawesi Utara. 4. Irfan Junaidi . 3. Belakangan. KUHP terbukti tidak cukup untuk mengurangi tingkat dekadensi moral yang terjadi dalam masyarakat. sebagaimana tadinya dimasalahkan kelompok-kelompok penentang. telah menjadi 'tambang uang'. 6. 5. seperti Indonesia. sekalipun mekanisme kontrol masyarakat sangat penting sebagai tindakan preemptive. Pornografi dan pornoaksi juga telah menjadi simbol aliran budaya Barat bisa juga dibaca liberal. 7. Jangankan di Indonesia atau negara-negara Arab Timur Tengah. kehidupan sosial. Untuk itu ada beberapa kalangan yang menganggap bahwa sangat urgensi tentang munculnya Undang-Undang APP. Unsur ideologi penolakan RUU APP ini bisa terlihat dengan munculnya tuduhan bahwa pembuatan RUU APP merupakan langkah awal untuk menerapkan syariat Islam. Paranonia Menolak RUU APP.56 56 Jumat 10 maret 2006 . Diantara pentingnya undang-undang tersebut dengan berbagai alasan: 1. 2. Karenanya. juga agama. khususnya yang berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi danpornoaksi. Goenawan Mohamad. Di negara Barat saja masalah pornografi dan pornoaksi diatur secara ketat. Di bidang ekonomi. pornografi dan pornoaksi telah menjadi bisnis besar dengan keuntungan yang menggiurkan. Motif westernisasi ini juga punya peluang ikut bermain dalam aksi menolak RUU APP. yang secara filosofis merupakan ''jawaban'' atas kebutuhan masyarakat transisi. juga menganggap upaya untuk menyusun RUU APP sebagai langkah untuk 'mengarabkan' Indonesia. karena bisa berdampak jauh kepada moralitas generasi masa depan. Jika dicermati pasal per pasal. sehingga perlu dibentengi dan dipagari dengan regulasi yang lebih kokoh. RUU APP sebenarnya tetap mengakomodasi pluralisme atau keanekaragaman budaya dan masyarakat Indonesia. di negara Barat saja masalah pornografi dan pornoaksi. westernisasi menjadi dinamika yang tak terbendung alirannya. Bisnis ini jelas terancam jika RUU APP disahkan. Dalam banyak kasus. program televisi. westernisasi terus dikampanyekan. Perdagangan majalah. Bali. Papua. Sementara itu. serta situs porno di internet. juga perlu diangat selain ada yang pro juga ada yang kotra dalam menaggapi tentang Rancana Saat ini. tabloid. Republika. Tindakan berbau pornografi dan pornoaksi tak bisa dibiarkan begitu saja. dunia Arab disimbolkan sebagai Islam.Pornografi dan pornoaksi memang membutuhkan sebuah pengaturan yang tegas dari negara. dan kelompokkelompok ''minorias'' lain hanyalah ketakutan yang absurd.

Atas nama seni. Karena itulah perlu aturan yang menyempurnakannya. Bukan baru kali ini pornografi dan pornoaksi dan seni dibentur-benturkan. Artinya. karena pakaian adatnya memang tidak menutup aurat secara sempurna.Terkait dengan Undang-Undang tentang Anti pornografi dan pornoaksi tersebut. Yang kelima adalah alasan yang sangat klasik: membuat kreasi seni dan budaya menjadi kering. Alasan ini kerap sekali terdengar. Dalam persepsi saya. Sungguh logika ini sangat dipaksakan. memang tidak boleh dijangkau negara. Rancu jika aturan itu disebut merugikan perempuan. bertebaran dalam draf RUU tersebut. Mereka khawatir. hampir semuanya diawali dengan kata ''setiap orang''. Padahal. jika diamati pasal demi pasal. dari hasil pengamatan penulis sedikitnya ada enam jenis alasan yang kerap dikemukakan para penolak RUU APP yaitu. Jika KUHP memang mencukupi. Secara tidak langsung. tentu tidak perlu khawatir. lakilaki maupun perempuan bisa terkena implikasi. Bali dan Papua kerap dijadikan modelnya. Mengapa tiba-tiba mereka dijadikan 'tameng'? Dasar penolakan ketiga menyebutkan bahwa urusan pornografi dan pornoaksi cukup diatur Kitab Undang-Undang Hukum Pidana KUHP. Larangan membuka segala hal sensual. RUU APP seolah-olah dianggap hanya mengatur masalah pakaian dan tubuh perempuan an sich. Sebaliknya. hasil karya mereka menjadi kering ketika area itu dibatasi. Sebaliknya. Substansi pasal-pasal itu juga tidak menunjuk kelompok gender tertentu. warga di kedua wilayah tersebut bakal dijerat hukum jika RUU APP disahkan menjadi UU. Karena itu. Lagi pula. Mulai dari Pasal 4 hingga Pasal 33. Alasan keempat menuding RUU APP sebagai bentuk intervensi negara terhadap ruang privat warga negaranya. ''menyebarkan''. argumentasi ini menganggap kreativitas seniman dan budayawan hanya mampu berada di area sensual. masyarakat dari kedua wilayah tersebut tidak pernah ikut dihitung. maupun warga Papua yang hanya berkoteka. Urusannya menjadi lain jika sensualitas itu memasuki ruang publik. orang boleh telanjang di muka umum. Seniman dan budayawan yang menjadikan sensualitas sebagai 'tumpuan hidupnya' memang pantas risau dengan adanya RUU APP. Logika yang sangat awam pun mengetahui bahwa aturan itu disiapkan bukan untuk menjerat masyarakat adat Bali yang hanya mengenakan kemben. tentulah fenomena pornografi dan pornoaksi tidak akan marak seperti sekarang. dalam diskursus soal pornografi dan pornoaksi yang berjalan selama ini. Alasan kedua. Sensualitas yang berada di ruang privat. mereka menganggap aturan tersebut sebagai alat mengekang kebebasan kaum perempuan dan menjadikan perempuan sebagai korban. Karenanya. aturan itu bertentangan dengan adat istiadat di sebagian wilayah. Ini adalah alasan yang sangat klasik. ''disiarkan/menyiarkan''. orang yang tampil tanpa busana malah dibela karena dianggap berani memperjuangkan kebebasan berekspresi. jelas sekali kata yang dipilih tidak menunjuk pada jenis kelamin tertentu. seolah-olah hanya disasarkan kepada perempuan. Semoga Allah memberikan hidayah pada mereka! [] . Sensualitas yang dibatasi RUU APP adalah sensualitas yang memasuki ruang publik. argumentasi ini sungguh merendahkan derajat para seniman dan budayawan. mereka yang ruang kreasinya lebih luas dari sekadar sensualitas. istilah ''dipertontonkan di muka umum''. Mereka yang mempersepsi ketelanjangan itu sebagai pornografi dan pornoaksi kemudian dianggap berpikiran ngeres kotor dan disalahkan. Pertama.

57 Secara spesifik. aborsi mendapatkan justifikasinya oleh beberapa kalangan.152-154 . h. Bali setiap hari ada 100 remaja di Denpasar dan Bandung yang ingin dipulihkan dari kehamilan yang tidak mereka inginkan [Matra.II ABORSI BAGIAN PERTAMA FENOMENA ABORSI Aborsi merupakan realitas sosial yang menggejala di kalangan masyarakat.000. dan dari jumlah ini kurang lebih 10-25% adalah remaja [Jayakarta. Menakar “Harga” Perempuan. dan hal ini berarti perempuan memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan aborsi yang aman.58 Akhirnya. pada tahun 1994 diperkirakan terjadi 1. 50% diantaranya dilakukan oleh mereka yang belum menikah. Bahwa aborsi dipandang sebagai salah satu bentuk otonomi perempuan atas tubuhnya.7% perempuan yang melakukan aborsi adalah ibu-ibu yang sudah menikah. dan 65% responden melakukan abortus provokatus kriminalis [APK]. Penelitian ini juga mengungkapkan faktor-faktor yang mendorong perempuan mengambil langkah abortus spontan ialah kelelahan.117-118 58 57 Syafiq Hasyim [Ed].000 aborsi setiap tahun di Indonesia. hak reproduksi yang terkualifisir dalam instrumen Hak Asasi Manusia semakin memuluskan praktek aborsi dan memperuncing kompleksitas dampak-dampaknya. Atas dasar itu. Ironisnya. hukum Positif Indonesia seperti KUHP juga memetakan aborsi dalam tindak pidana. beban kerja berlebihan dan kondisi kesehatan mencapai angka 20%. Selebihnya. Cet. aborsi di kalangan masyarakat benar-benar terjadi dan ada. Tarik ulur tentang kebolehan aborsi dan tidaknya menempatkan praktek tersebut sebagai sesuatu yang sulit diketahui dan dilacak secara numerikal dengan pasti. ke-1. banyak kalangan terutama agamawan memandang aborsi sebagai yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan keagamaan. Hak-Hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung. Tahun berikutnya. belum menunjukkan jumlah kejadian yang sebenarnya. Namun di ujung spektrum lainnya. pada dasarnya. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa aborsi nyaris serupa dengan praktek pembunuhan. 1998]. 3/10/1994]. Lebih dari itu. persoalan aborsi tidak dapat dipandang secara sederhana. Sebagai ilustrasi banyaknya praktek aborsi. Aborsi merupakan bagian dari hak reproduksi. h. 1999]. Dari sudut pandang agama. penelitian lapangan yang dilakukan oleh Indraswari dari FISIP Unpad pada tahun 1997 menyimpulkan 85% pelaku aborsi berstatus menikah. [Bandung: Mizan. aborsi secara tegas dinyatakan sebagai praktek yang dilarang. November 1995]. Sumapraja [Kompas. Secara afirmatif. Tidak jauh Adrina dkk. 30/11/1997] menyatakan 99. Maraknya praktek aborsi dalam masyarakat memasukkan fenomena tersebut dalam tingkat yang lumrah. angka-angka yang diperoleh. Kesulitan mengestimasi angka praktek aborsi di lapangan secara akurat lebih dihadapkan pada kendala hukum dan norma-norma sosial. 10% responden melakukan abortus provokatus terapikus [APT]. Sementara itu. Kendati demikian. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

aborsi dinilai sebagai tindak kriminal. Lebih dari itu. Dalam konteks kasuistis seorang ibu yang tengah mengandung dan yang dalam kondisi desperate.berbeda dengan perspektif agama. pengaturan aborsi dilakukan dengan persyaratan tertentu. Lebih lanjut. koordinator Sub Komisi Kesehatan Komisi VII DPR-RI dr. karena secara substansial aborsi tidak lebih dari bentuk pembunuhan janin yang tidak berdosa. 27 Desember 2006]. Lebih lanjut. Instabilitas psikologis dalam tingkat-tingkat tertentu. . dan akhirnya menyebabkan kematian. tetapi juga kesehatan bayi yang akan dilahirkan. mengimplikasikan tindakan yang pada mulanya tidak terpikirkan namun pada akhirnya dianggap sebagai solusi final. amandemen Pasal 60 UU No. pengaturan abortus tidak hanya untuk melindungi jiwa dan kesehatan ibu. RUU tersebut melegalkan praktek aborsi. Dengan demikian aborsi dan pengaturannya dari sudut pandang kesehatan dimaksudkan untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi. namun tidak demikian jika ditelisik secara mendalam. Sementara penurunan angka dan bahkan stagnasi pada titik nadir dalam fluktuatifitas kualitas intelegensia banyak diakibatkan oleh upaya pengguguran janin yang illegal dan tidak aman. aborsi dari segi moral juga dinilai sebagai tindakan asusila. dalam Pasal 60 ayat [1] RUU Kesehatan disebutkan bahwa pemerintah berkewajiban melindungi kaum perempuan dari praktik pengguguran kandungan yang tidak bermutu. dan tidak bertanggung jawab.23/1992 harus dilakukan. Alasannya. melalui peraturan perundang-undangan.23 Tahun 1992" yang diselenggarakan oleh Komisi VII DPR dan Koalisi untuk Indonesia Sehat di Gedung DPR [hukumonline. Dalam Lokakarya Nasional "Amandemen UU Kesehatan No. Karena itu. Upaya percobaan penguguran janin bukan tidak mungkin melahirkan bayi yang justru mempunyai kualitas kesehatan dan intelegensia yang buruk. dari aspek kesehatan. dalam perspektif hukum setidaknya menunjukkan bahwa hukum belum mampu menampakkan efekfitifitasnya dalam memberi efek jera. Namun dari sudut hukum. maka calon ibu mencari pelaku pengguguran yang illegal dan tidak aman. Bahwa aborsi tidak dilakukan terhadap janin yang telah berusia tiga bulan. RUU Kesehatan dimaksudkan untuk mengatur praktek-praktek aborsi illegal dan tidak aman yang justeru menimbulkan komplikasi buruk bagi ibu akibat pengguguran kandungan. RUU Kesehatan disketsakan guna melindungi kaum ibu dari kematian yang seharusnya dapat dicegah. Secara sepintas. mengakibatkan kondisi keterpurukan dan desperate. Akibat illegalitas abortus dalam hukum Indonesia dan kualifikasinya sebagai tindakan kriminal. aborsi dipandang sebagai langkah untuk menekan dan bahkan mencegah angka kematian ibu yang masih relatif tinggi terutama di Indonesia. pengguguran janin bukan tidak mungkin merupakan solusi untuk menghilangkan beban. secara psikologis. tidak aman. Konsekuensi logis dari itu adalah masalah aborsi dapat dinyatakan lebih merupakan masalah kesehatan. Namun kenyataan banyaknya pelaku aborsi.A. H. Sanoesi Tambunan menyatakan bahwa sekitar 30% dari kematian ibu di Indonesia terjadi akibat abortus yang tidak aman dan tidak bertanggung jawab. Kehamilan yang tidak diinginkan. dan bukan masalah moral ataupun agama. dampak dari aborsi yang tidak aman sangat berbahaya bagi jiwa dan kesehatan ibu. dan pencabangan [bifurcation] dari itu ialah pelaku aborsi dan penolong dari pelaku aborsi dapat dijerat hukuman. Secara khusus. Lalu bagaimana dengan Islam yang melarang pembunuhan nyawa tidak berdosa dan juga menuntut peningkatan kualitas generasi. Sementara itu.

dalam menghadapi agama-agama lain dan elemen-elemen dalam kehidupan sosial seperti hukum dan kedokteran mempunyai sikap dasar ‘agree in disagrement’ dan ‘competition in good. karena akan berpengaruh pada proses perubahan kehidupan sosial keagamaan masyarakat yang oleh Kung dilukiskan sebagai pergeseran paradigma [paradigm shift] dan atau perubahan paradigma [paradigm change] terhadap unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik61 yang sudah tentu akan memunculkan pula implikasi signifikan pada hubungan yang integral dan dinamis antara agama Islam dan pilar-pilar kehidupan sosial lain. Islamic Political Thought. 1988] Brierly J. Roland Robertson. BAGIAN KEDUA ABORSI DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF A. [ Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.. 9 60 61 62 59 W. C. David. truth claims [klaim-klaim kebenaran] seringkali dihadapkan dengan stereotpyng negatif bahwa agama tidak mencerminkan keadilan dan kurang memperhatikan asas kemanusiaan. Atas dasar itu. ed. karena mengesampingkan kesehatan sang ibu dan bayi. Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis terj. E. namun hukum Islam lebih dilatarbelakangi oleh kaitannya yang amat erat dengan agama semit di samping oleh sumber-sumber hukumnya yang orisinil. dipandang perlu untuk melakukan penelusuran aborsi dalam hukum Islam terkait dengan kompleksitas kasus aborsi dalam tataran praktisnya di Indonesia. [Edindurgh: Edinburgh University. h. salah satu agama dunia59 yang berkembang pesat di Indonesia. Dasar Hukum Islam Hukum Islam merupakan sistem hukum yang dinilai penting di dunia selain sistem hukum Romawi Jerman.Islam. yaitu sisi hukum dan kedokteran. 1995]. Mongomery Watt. Islam yang tidak membolehkan penghilangan paksa nyawa dapat dianggap sebagai agama yang ahumanis. Penelitian ini sangat penting dilakukan. Namun dalam tataran realistisnya. dari Sociology of Religion oleh Ahmad Fedyani Saifuddin. 1987]. h. 19 . tetapi juga kerjasama yang produktif dan dinamis. Major Legal Systems in The World Today. 51 Hans Kung. Menurut David62 jika urgensitas ketiga sistem terakhir lebih disebabkan oleh perkembangannya yang pesat dan sekaligus pengaruhnya yang signifikan terhadap perkembangan peradaban Barat. [London: 1968]. h.60 Kedua sikap tersebut akan mewujudkan kehidupan sosial yang tidak sekedar penuh harmonisasi. [New York: Doubleday. Theology of The Third Millenium. Terkait dengan aborsi. sistem hukum sosialis dan common law di dunia. R.

Lewis64 memaparkan lebih lanjut. dan secara horisontal dengan sesama manusia dan makhluk lainnya. aqidah dan kedua. pemikiran dan etika. Islam sebagai Islam sejarah yang diimplementasi dan diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat. hukum. [Kairo: Dâr al-Syurûq. sakralitas Islam tersebut tidak lantas menjadikan Islam sebagai agama yang tidak berdimensi sosial. 65 66 63 Mahmud Syalthut. Al-Qur’an melekatkan ‘lem’ terminologi iman untuk menjelaskan aqidah dan amal shalih untuk syariah. pendidikan dan lain-lain. 10 . 67 Ibid. Wahyu dari Allah sebagaimana yang tersurat dalam al-Qur’an dan Sunnah selalu bersinggungan dengan berbagai aspek sosial. abadi. 2002]. Kendati demikian. Islam dalam Krisis: Antara Perang Suci dan Teror Kotor. Islam menunjukkan sebuah agama. Al-Qur’an. ibadah. Syalthut Bernard Lewis. h. terj. Jawa Pos Press: 2004]. Dalam hal ini. 66 Lebih lanjut.67 Bertolak dari struktur ayat qur’aniyah. yaitu pertama. syariah. legal rulings [hukum-hukum] menjadi pointer penting dalam konstruksi teks-teks keagamaan karena objek hukum menyambung mata rantai keterkaitan manusia secara vertikal dengan Tuhan. menurut Syalthut. dan atas dasar itu interpretasi Islam selalu berkembang dan dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman. seperti toleransi. karena itu Islam secara konsepsional dinilai sebagai yang tidak berubah. [Jakarta: Penerbit PARAMADINA. hati dan hidup. aqidah merupakan teoritasi yang menuntut individu meyakininya lebih dahulu secara holistik dan tanpa ragu. dan ketiga. Sakralitas Islam disebabkan oleh transendensitas sumber-sumber agama yang berbasis wahyu divinitas al-Qur’an dan Sunnah [revealed religion] dan yang tidak dapat diamandemen. kedua. Islam sebagai konsep terwujud dalam al-Qur’an dan Sunnah. Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Suci. pertama. samawi dan mutlak. CET. [Surabaya. dengan demikian. negara dan kebudayaan. bahwa Islam mempunyai tiga persepsi.. Syariah adalah peraturan-peraturan yang dilegislasikan oleh Allah untuk diimplementasikan dalam kerangka menciptakan harmoni dalam hubungan manusia secara vertikal dengan Allah dan horizontal dengan manusia dan alam. dan dalam pengertian lain Islam berarti peradaban yang tumbuh dan berkembang di bawah pengawasan agama Islam [Islam secara sejarah]. Dari The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror. Konstruksi aqidah dan amal shaleh dalam bingkai unifikasi dalam al-Qur’an dapat dilihat dalam surat alKahfi/18: 107-108. dan an-Nahl/16: 97. 64 Dawam Rahardjo. Dalam satu pengertian. namun dalam beberapa kasus justeru menghasilkan serangkaian paradoks yang pada akhirnya mengaburkan makna Islam itu sendiri. Islam as such sebagai sistem kepercayaan.65 menegaskan bahwa Islam memiliki dua pilar fundamental yang harus diobyektivasi dan lantas diinternalisasi dalam akal. sistem keyakinan. 2001]. 2. Al-Islâm: ‘Aqîdah wa Syarîah. merupakan agama Tuhan yang bersifat transenden. karena Islam merupakan agama yang disampaikan oleh [Nabi] Muhammad dan untuk umat manusia. CET. Dalam suatu ceramahnya. 1. Konsepsi al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman manusia untuk mencapai kesalehan individual dan sosial dipastikan selalu bersinergi dengan realitas sosial.Islam menurut Lewis63 memiliki dua pengertian yang saling berhubungan. Islam sebagai yang disistematisasikan melalui interpretasi oleh para ulama berdasarkan konteks sosial budaya masyarakat.

Banyak pakar Islam mengafirmasikan bahwa syariah ialah fiqh. merupakan seluruh peraturan [syara’] yang bersumber dari Allah [syâri’] dan disampaikan oleh Rasul kepada manusia. Sejarah menuliskan bahwa setiap rasul membawa syariatnya masing-masing. sedangkan fiqh merupakan hasil analisa manusia terhadap syariah. syariah. ijma [konsensus masyarakat Islam] dan qiyas [analogi]. Ambivalensi ini terjadi apabila ditelusuri dari dan dikaitkan dengan pandangan bahwa atom dari syariah terkandung dalam al-Qur’an. Atas dasar itu. mencakup hubungan manusia dengan Tuhan. karena syariah merupakan pelembagaan kehendak Tuhan yang belum dimasuki oleh aktivitas akal interpreter. Ushûl al-Fiqh. Di Indonesia. Syariah. dan syariat merupakan implikasi dan konsekuensi serta pencabangan dari aqidah. Sebaliknya syariah bersifat absolut dan tidak dapat dirubah. Salah satu di antaranya adalah segi hukum. [Beirut: Dâr al-Fikr. Syariat merupakan program implementasi dari aqidah. dan fiqh ialah syariah. Syariah menjadi sumber primer seluruh akitivitas manusia dan hanya berasal dari Tuhan. Konsekuensi logisnya adalah aqidah hanya satu dan seragam. dan sementara itu. Akhirnya. Dengan demikian. syariah mendahului fiqh. 1958]. sedangkan fiqh lebih mengkristal pada hasil pemahaman manusia yang cenderung bersifat temporal sesuai dengan dan mengikuti perkembangan budaya manusia dan perubahan sosial masyarakat. Syariah merupakan wahyu Tuhan yang mengatur kehidupan manusia secara universal. pengertian hukum Islam jika dialihbahasakan dengan menselaraskan pengalihbahasaan dari bahasa Inggris [Islam law dan Islamic yurisprudence] yang lumrah di kalangan muslim di atas menciptakan ambiguitas. segi peraturan-peraturan hidup dalam masyarakat yang mengatur perbuatan manusia terhadap manusia lain dalam masyarakat. mencakup konsep-konsep dasar yang transenden dan eternal karena bersumber secara ontologis dari legislator tertinggi. Dalam hal ini. seperti Zahrah68 mendefinisikan hukum Islam sebagai seperangkat peraturan berbasis al-Qur’an dan Sunnah Rasul mengenai tingkah laku manusia mukallaf yang diakui dan diyakini berlaku serta mengikat semua umat yang 68 Muhammad Abu Zahrah. Sedangkan fiqh merupakan keputusankeputusan-keputusan yang disimplifikasikan dari syariah oleh ulama. dengan demikian. Islam sebagai hasil interpretasi ini disebut dengan fiqh. hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam. implementasinya dapat berbeda-beda sepanjang sejarah kemanusiaan. Paradigma ini memunculkan persepsi Islam sebagai yang ditafsirkan oleh ulama namun tetap berporos pada syariah. . Dengan demikian. Sunnah. Karena aqidah menjadi sentral dari dan [serba] meliputi seluruh segi kehidupan. fiqh yang merupakan ciptaan manusia bersifat temporal dan tunduk pada determinan sosiologis. dari sudut historisnya. maka ramifikasi dari itu ialah syariat sebagai program pelaksanaannya juga meliputi seluruh segi kehidupan meski dalam berbagai paparan dan penyelesaian terhadap problematika kemanusiannnya tidak disebutkan dalam preseden terperinci. secara umum. Bahkan mayoritas cendekiawan muslim. Substansi al-Qur’an dan Sunnah yang ditujukan bagi manusia paripurna di seluruh alam dan merupakan reaksi aktif dari serangkaian persoalan masyarakat menuntut sistematisasi interpretasi terstruktur sebagai upaya aktualisasi teks sekaligus hukumnya dalam dialektika hubungan teks dan realitas.menyatakan bahwa aqidah menjadi basis fundamental dan poros dari syariat. Bahwa sinonimitas terdapat pada term Islamic law dengan syariah [obyek analisa manusia] dan Islamic yurisprudence dengan fiqh [hasil analisa manusia] berdampak pada ambiguitas tentang lahan syariah dan fiqh.

beragama Islam. Sunnah dan literatur fiqh klasik menggunakan istilah syariah. Kendati tidak sedikit materi hukum Islam yang merupakan hasil ijtihad. hukum Islam menurut teori ulama muslim zaman pertengahan Islam ialah hukum yang terstruktur dari dan dibangun secara hiraerkis di atas empat komponen sumber hukum. qiyas [penalaran analogis]. sunnah. Tidak jauh berbeda dengan itu. Bahwa hukum Islam yang bersumber dari wahyu merupakan suatu sistem yang mengandung norma hukum baik yang bersifat haram. hukum Islam adalah suatu kaedah hukum yang bersifat konkrit. Hal ini pada tataran implementasinya mengkonsekuensikan balasan di dunia dan di akherat. [Lahore: Islamic Publications Ltd. dan mubâh. al-Qur’an. Dengan demikian. AlQur’an. Lebih lanjut. akitivitas ini menampakkan adanya variasi-variasi. syariat Islam. tetapi karena secara konseptual membentuk garis hirarki dari ideal makna hukum Islam yang pertama. ketiga. wâjib. tetapi secara subtansial merujuk pada sistem hukum yang terdiri atas dan bersumber dari kaedah hukum berbasis divinitas [alQur’an dan Sunnah] dan kaedah hukum bersumber dari al-ra’yu. kedua. 17 69 . Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas ulama muslim berpendapat bahwa hukum Islam mencakup hukum syariah dan hukum fiqh. Sunnah dan literatur fiqh klasik. Ambiguitas mengenai term hukum Islam ini dapat dipahami. h. pertama. seperti istishlâh dengan tetap merujuk pada satu sumber primer yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Kebebasan ini terartikulasikan dalam aktivitas para pakar hukum. Kendati istilah-istilah tersebut memiliki pengertian beragam. Sunnah. Muhammad. yang diakui oleh masyarakat atau bangsa tertentu sehingga mengikat [individu]nya sebagai anggota atau subyeknya. dan keempat. maka hasil ijtihad tersebut juga dinilai sebagai hukum yang memiliki nilai religiusitas dan sanksi keagamaan. Menurut Muslehuddin69 sebagaimana yang dikutip dari Oxford English Dictionary bahwa hukum adalah kumpulan aturan. Akhirnya. hukum Islam merupakan hukum agama dan hukum moralitas. fiqh. fiqh Islam dan hukum Islam. dan yang terkait dengan proses turunnya wahyu dari Tuhan. dapat disebut sebagai norma hukum atau dalam bahasa Islam al-ahkâm yang pada tahap selanjutnya disebut dengan hukum Islam. serta yang merupakan jawaban atas persoalan yang terjadi masa [Nabi] Muhammad. Di kalangan masyarakat Indonesia berkembang berbagai macam istilah hukum Islam yang satu dengan yang lain mempunyai persamaan dan sekaligus juga perbedaan. Al-Qur’an hanya menyebutkan hukum Allah dan tidak hukum Islam. Secara spesifik. fiqh dan derivasinya untuk menyebut hukum Islam. Konsep bahwa teks ilahiyah mempunyai permanensi mutlak dan pelaksanaannya memiliki fleksibilitas sejalan dengan good public menunjukkan bahwa hukum Islam selain merupakan instrumen yang konstan juga meliputi prinsip dasar hukum yaitu kebebasan. 1980]. baik dari produk atauran formal maupun adat. makrûh. karena istilah hukum Islam tidak termuat dan ditemukan dalam al-Qur’an. Istilahistilah tersebut adalah syariat. Philosophy of Islamic Law and The Orientalist: A Comparative Study of Islamic Legal System. Eksistensi hukum Islam yang pada prinsipnya mencakup dimensi sosial menjadikan pelaksanaan hukumnya selain sebagai kewajiban religius juga menjadi rujukan pengambilan kebijakan utama terhadap kepentingan umum [good public] masyarakat dan parameter etikanya. Oleh karena Muslehuddin. ijma’ [konsensus]. Hukum Islam itu juga dapat dikaitkan dengan aturan formal atau nonformal dari pemahaman berbasis sosiologis empiris dan normatif terhadap teks-teks divinitas pasca masa hayat [Nabi] Muhammad.

Wahbah Zuhaili dalam al-Fiqh al-Islamy wa adillatuhu. [Jakarta: Raja Grafindo Persada. Masail Fiqhiyah al-Haditsah pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. Isqâth al-Haml . kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akherat.71 Adapun aborsi [isqâth al-haml] dalam pengertian terminologis sebagaimana yang didefinisikan oleh para adalah pengguguran janin yang dikandung perempuan dengan tindakan tertentu sebelum sempurna masa kehamilannya. Misalnya Dr.70 Dalam bahasa Arab. Dr. Ali Hasan. BAGIAN KE-TIGA DESAIN ABORSI A. hukum Islam melembaga dan menginternalisasi menjadi kebiasaan dalam kehidupan setiap muslim guna meraih ketertiban. Sa’id Ramadhan al-Buthi dalam î Nisâ’iyyah wa Shihhah al-Injâbiyah. 1998]. 44 Banyak fuqaha kontemporer yang menggunakan istilah al-ijhadh.itu. digunakan oleh dokter Arab untuk pengguguran 71 Mas’alah Tahd d an-Nasl. Pengertian Aborsi Kata aborsi berasal dari bahasa Inggris yaitu abortion dan bahasa Latin abortus. tidak diterbitkan] . Namun demikian. misalnya. sementara al-Ijhâdh digunakan untuk pengguguran kandungan yang masih muda.A. Wiqâyatan wa ‘Ilâjan.Aziz Masyhuri. baik dalam keadaan hidup atau mati 70M. kedamaian. Syaikh al-Azhar [mantan] Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq dalam Ahkâm as-Syarî’ah al-Islâmiyyah fî Mâsa’il Thibbiyyah ‘an al-Amrâdh ankandungan yang sudah tua. Oktober 1992. Abortus Menurut Hukum Islam. gugur kandungan atau keguguran. aborsi disebut dengan al-ijhâdh atau isqâth al-haml. Lihat KH. secara etimologis berarti. [Makalah pada acara Bathsul Masail NU Wilayah Jawa Timur. beberapa fuqaha juga membedakan kedua istilah ini. h.

Abortus Spontaneous [aborsi spontan] yakni aborsi yang terjadi dengan sendirinya. h. Guguran [janin]. 2. Keadaan terhentinya pertumbuhan yang normal [untuk makhluk hidup].75 Dari definisi-definisi di atas. [Kairo. [Jakarta: CV. 3. yakni yang dilakukan tanpa indikasi medis apapun. Macam-macam Aborsi Selaras dengan definisi yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1997]. dapat disimpulkan bahwa aborsi adalah tindakan yang dimaksudkan secara sengaja untuk menggugurkan kandungan yang belum cukup waktu untuk hidup B.76 Aborsi yang tersebut terakhir inilah yang sering disebut dengan aborsi illegal dan diancam hukuman. h. 77 76 Harkristuti Harkrisnowo. 38-39 . CET. 135 73 Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Depdikbud RI. Ahkâm al-Syarî’ah al-Islâmiyyah fî Masâ’il al-Thibbiyah ‘an Amrâdh alNisâiyyah wa Shihhah al-Injâbiyyah.73 Dalam istilah kedokteran.72 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia aborsi adalah: 1.000 gram. 4. Abortus provocatus criminalis. 4. 1989]. [Jakarta: Balai Pustaka. tidak disengaja dan tanpa pengaruh dari luar atau tanpa tindakan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. baik pidana maupun hukum Islam. 2000]. h. penyakit syphilis. Lihat juga Masyfuk Zuhdi. Sedangkan untuk dua macam aborsi yang lain [abortus spontaneous dan abortus provocatus therapeuticus] hukum pidana dan Jaad al-Haqq ‘Ali Jaad al-Haq. Abortus provocatus thorapeuticus. aborsi adalah pengakhiran kehamilan sebelum masa gestasi [kehamilan] 28 minggu atau sebelum janin mencapai berat 1. dan sebagainya. [Surabaya: Bina Ilmu. CET. Abortus Provocatus atau abortus arteficiallis. [Makalah Seminar dan Lokakarya Aborsi Ditinjau dari Perspektif Fiqh yang diselenggarakan oleh PP Fatayat NU. h.sebelum si janin bisa hidup di luar kandungan namun telah terbentuk sebagian anggota tubuhnya. 1986]. Jakarta. Terpancarnya embrio yang tidak mungkin lagi hidup [sebelum hasil bulan keempat dari kehamilan]. Tindakan semacam ini dibagi dua: 3. 1994]. 3. 1995]. keguguran atau keluron. Sedangkan Maryono Reksodipura dari Fakultas Hukum UI mendefinisikan aborsi dengan pengeluaran hasil konsepsi dari rahim sebelum waktunya [sebelum dapat lahir secara alamiyah].74 Sardikin Ginaputra dari Fakultas Kedokteran UI mendefinisikan aborsi sebagai pengakhiran kehamilan atau hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. 2 74 75 72 Ensiklopedi Islam [Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve. h. yakni aborsi yang dilakukan dengan sengaja. 33 Masyfuk Zuhdi. dan dianggap sebagai tindak pidana. Haji Masagung. Islam dan Keluarga Berencana di Indonesia. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. 2. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. 2. Universitas al-Azhar. maka dikenal dua macam bentuk aborsi yakni: 1. Abortus spontan bisa terjadi karena kecelakaan. yakni yang dilakukan atas dasar pertimbangan medis yang sungguh-sungguh dan pada umumnya untuk menyelamatkan jiwa si ibu. h.

78 Sementara itu. ketakutan kepada orang lain [suami atau orang tua dan keluarga]. PPFNU. apakah kondisi-kondisi seperti itu bisa Adrina. 117-118 78 79 77 Syafiq Hasyim. [Makalah Semi-Loka Aborsi Dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. 1999]. ed. 3/10/1994]. Fakta-fakta Aborsi. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Namun demikian. 30/11/1997]. Responden juga kurang jujur dalam menjawab pertanyaan karena ada stigma-stigma tertentu mengenai aborsi. tampaknya sulit ditemukan datanya. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah. h. Faktisitas Aborsi di Indonesia Sebagaimana tersebut di atas bahwa aborsi di lapangan benar-benar merupakan fakta sosial. November 1995].000 aborsi setiap tahun di Indonesia. H. data menyebutkan bahwa pada tahun 1994 diperkirakan terjadi 1. tampak bahwa sebagian besar aborsi bukan hanya disebabkan oleh kemauan murni perempuan. adanya kondisi keluarga yang membuatnya tidak berani mempunyai anak lagi. data tersebut sulit untuk dijadikan pedoman karena penelitian yang akurat terbentur kendala hukum dan norma-norma sosial. Sudraji Sumapraja. CET.000.3 juta. beban kerja berlebihan dan kondisi kesehatan mencapai angka 20%. 1. 2] kelompok remaja [27%]. Hak-hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung. adanya paksaan dari keluarga. dkk. Penelitian lapangan yang dilakukan oleh Indraswari dari FISIP Unpad tahun 1997 menyimpulkan 85% pelaku aborsi berstatus menikah. sebagaimana yang tersebut dalam catatannya bahwa 99. Aborsi dapat dilakukan akibat kekhawatiran dengan resiko sosial. sekali lagi belum menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. dan 65% responden melakukan abortus provokatus kriminalis [APK]. 50% diantaranya dilakukan oleh mereka yang belum menikah. 152-154 Attashendartini Habsjah. [Bandung: Mizan. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.79 Sedangkan menurut penelitian tahun 2001 jumlah aborsi sekitar 2.77 Sedangkan angka yang disodorkan oleh Prof. 4 . dan 15-20% dilakukan remaja. 1998]. dan dari jumlah ini kurang lebih 10-25% adalah remaja [Jayakarta. dari perspektif agama. 2001]. Held dan Adriananz yang melakukan meta analisis tentang kelompok resiko tinggi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan mengemukakan bahwa ada 4 kelompok resiko: 1] kelompok kegagalan kontrasepsi [48%]. 10% responden melakukan abortus provokatus terapikus [APT]. dan 4] kelompok korban perkosaan.hukum Islam memberikan kualifikasi dan ketentuan yang berbeda-beda menurut faktor penyebabnya. Dan bahwa angka-angka aborsi belum cukup merepresentasi angka praktek aborsi yang faktual dan karena itu. incest. aborsi yang semata-mata dilakukan karena perempuan tidak mau punya anak. ringan dan beratnya serta jenis dan sifatnya. h. Bali setiap hari ada 100 remaja di Denpasar dan Bandung yang ingin dipulihkan dari kehamilan yang tidak mereka inginkan [Matra. Apalagi pada umumnya penelitian dilakukan dengan responden yang tidak banyak dan tidak luas sebaran wilayahnya. 3] kelompok praktisi seks komersial [14%]. Menakar “Harga” Perempuan. Lebih lanjut.7% perempuan yang melakukan aborsi adalah ibu-ibu yang sudah menikah [Kompas. perbudakan seksual [9%]. Tahun berikutnya.. Dari alasan-alasan yang dikemukakan. menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara [Majalah Gemari September 2001] Angka-angka di atas. Selebihnya. Penelitian ini juga mengungkapkan abortus spontan karena kelelahan. C.

Di sinilah para ulama merasa perlu mendiskusikan “dharurat” yang menjadi alasan kebolehan aborsi.disebut “ikrâh” yang konsekuensinya menempatkan perempuan pada posisi “ghairu mukallaf”? BAGIAN KE-EMPAT ABORSI DALAM HUKUM ISLAM A. Hukum Aborsi Dalam Islam Perdebatan mengenai aborsi dalam Islam paling tidak mencakup tiga persoalan penting yakni:  Kapan seorang manusia dianggap mulai hidup. Ayat-ayat yang menjelaskan proses perkembangan janin secara rinci adalah: 1.  Apa akibat hukum aborsi dan sanksi yang dikenakan terhadap pelaku. serta melindungi kehidupan dan moralitas masyarakat dalam kerangka menjamin terealisasinya maqashid alsyari’ah. secara eksplisit al-Qur’an tidak menyatakan kapan janin atau embrio disebut sebagai “manusia”.  Bagaimana halnya dengan aborsi di luar perkawinan baik karena diperkosa maupun karena zina. tekanan sosial dan sebagainya. Terkait dengan penciptaan janin dan penyebutannya sebagai manusia. memberikan efek jera bagi pelaku. apakah semua aborsi dilarang atau ada aborsi tertentu yang diperbolehkan. Persoalan kedua terkait dengan fakta bahwa aborsi bisa terjadi karena berbagai sebab. ada yang disengaja dan ada yang tidak. al-Hajj : 5 . Sedangkan persoalan ketiga menyangkut ketentuan-ketentuan yang lebih rinci mengenai akibat hukum aborsi dalam berbagai bentuknya. Q.S. yang semuanya itu dimaksudkan untuk mencegah meluasnya aborsi. Namun demikian al-Qur’an banyak menjelaskan proses perkembangan janin dalam kandungan ibu baik secara sekilas maupun secara rinci. Terhadap aborsi yang disengaja pun perlu dilakukan pemilahan lebih lanjut. apakah sejak terjadinya konsepsi atau ketika sudah mencapai usia tertentu. Persoalan pertama berkaitan erat dengan pertanyaan kapan aborsi dianggap sebagai pembunuhan manusia berakibat hukum bagi pelakunya. apakah karena alasan medis yang serius atau karena tekanan ekonomi.  Bagaimana hukum aborsi.

misalnya: 1. kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna.‫ن‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ ن‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫اب‬M‫ر‬I‫ت‬Q‫ن‬D‫ م‬Q‫م‬I‫اك‬M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬D‫إ‬M‫ فا‬D‫ث‬Q‫ع‬M‫ب‬Q‫ ال‬D‫ م‬K‫ب‬Q‫ي‬M‫ في ر‬Q‫م‬I‫ت‬Q‫ن‬I‫ ك‬D‫ إ‬I‫اس‬G‫ا الن‬M‫ه‬l‫ي‬M‫اأ‬M‫ي‬ Q‫ن‬ Q‫ن‬ G‫ن‬ M‫ن‬ D Q‫ن‬ ‫ا‬n‫ل‬Q‫ف‬D‫ ط‬I‫ك‬I‫ ج‬G‫م‬I‫ى ث‬t‫ م‬I‫ م‬K‫ل‬M‫ج‬M‫ى أ‬M‫ل‬D‫ إ‬I‫اء‬M‫ش‬M‫ا ن‬ Q‫ م‬D‫ر‬Q‫خ‬I‫ن‬ M‫س‬ M‫ م‬D‫ام‬M‫ح‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ ال‬D‫يف‬l‫ر‬D‫ق‬I‫ن‬M‫و‬I‫ك‬M‫ل‬M‫ي~ن‬M‫ب‬I‫ن‬D‫ل‬ Q‫م‬ K‫ة‬M‫ق‬G‫ل‬M‫خ‬I‫م‬M‫غ‬M‫و‬K‫ة‬M‫ق‬G‫ل‬M‫خ‬I‫م‬ D‫ر‬Q‫ي‬ K‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬ ‫ا‬n‫ئ‬Q‫ي‬M‫ ش‬Q‫ل‬D‫ع‬D‫د‬Q‫ع‬M‫ ب‬D‫ م‬M‫م‬M‫ل‬Q‫ع‬M‫ا ي‬M‫ل‬Q‫ي‬M‫ك‬D‫ ل‬D‫ر‬I‫م‬I‫ع‬Q‫ ال‬D‫ل‬M‫ذ‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ن‬M‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬Q‫ن‬D‫م‬M‫ و‬G‫ف‬M‫و‬M‫ت‬I‫ ي‬M‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬Q‫ن‬D‫م‬M‫و‬I‫ك‬G‫د‬I‫ش‬M‫أ‬ K‫م‬ Q‫ن‬ ‫ى‬M‫ل‬D‫ إ‬l‫د‬M‫ر‬I‫ ى ي‬Q‫ن‬ Q‫م‬ ‫وا‬I‫غ‬I‫ل‬Q‫ب‬M‫ت‬D‫ل‬ G‫م‬I‫ث‬ ]5[‫يج‬D‫ه‬M‫ ب‬K‫ج‬Q‫و‬M‫ ز‬Q‫ ن‬Q‫ت‬M‫ت‬M‫ب‬Q‫ن‬M‫أ‬M‫ و‬Q‫ت‬M‫ب‬M‫ر‬M‫ و‬M‫اء‬M‫م‬Q‫ ال‬M‫ا ع‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ز‬Q‫ن‬M‫ا أ‬M‫ذ‬D‫إ‬M‫ف‬M‫ ه‬M‫ض‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ى ال‬M‫ر‬M‫ت‬M‫و‬ ~‫ل‬I‫ ك‬D‫م‬ Q‫ت‬G‫ز‬M‫ت‬Q‫اه‬ ‫ا‬M‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬ n‫ة‬M‫د‬D‫ام‬ “Hai manusia. [12] Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani [yang disimpan] dalam tempat yang kokoh [rahim].S. apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. Maha Suci Allah Pencipta Yang Paling Baik”. [37] Kemudian mani itu menjadi segumpal darah. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang [berbentuk] lain. dan menyempurnakannya”.S. lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging. maka ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah. [14] Di samping penjelasan secara terinci. dan segumpal daging daging itu Kami jadikan tulang belulang. as-Sajdah : 7 -9 ‫اء‬M‫ م‬Q‫ن‬D‫ م‬K‫ة‬M‫ سال‬Q‫ن‬D‫ م‬I‫ه‬M‫ ل‬M‫ل‬M‫ع‬M‫[7 ج‬K‫ين‬D‫ ط‬Q‫ن‬D‫ م‬D‫ ان‬Q‫ن‬D‫إ‬Q‫ال‬M‫ ق‬Q‫ل‬M‫خ‬M‫أ‬M‫د‬M‫ب‬M‫و‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ خ‬K‫ء‬Q‫ي‬M‫ ش‬M‫ن‬M‫س‬Q‫ح‬M‫يأ‬D‫ذ‬G‫ال‬ M‫ل‬ I Q‫س‬M‫ن‬ G‫م‬I‫]ث‬ M‫س‬ I‫ه‬ G‫ل‬I‫ك‬ ]9[M‫ون‬I‫ر‬I‫ك‬Q‫ش‬M‫ا ت‬M‫ ا م‬M‫ة‬M‫د‬D‫ئ‬Q‫ف‬M‫أ‬Q‫ال‬M‫و‬ n‫يل‬D‫ل‬M‫ق‬ M‫ار‬M‫ص‬Q‫ب‬M‫أ‬Q‫ال‬M‫ و‬M‫ع‬Q‫م‬G‫الس‬ I‫م‬I‫ك‬M‫ل‬ M‫ل‬M‫ع‬M‫ج‬M‫ و‬I‫ ر‬Q‫ن‬D‫ م‬D‫يه‬D‫ف‬ D‫ه‬D‫وح‬ M‫خ‬M‫ف‬M‫ن‬M‫ و‬I‫اه‬G‫و‬M‫ين[ س‬D‫ه‬M‫م‬ G‫م‬I‫8ث‬ ] . kemudian dari segumpal darah.38 ]38[‫ى‬G‫و‬M‫س‬M‫ ف‬M‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ ف‬n‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫] ع‬M‫ان‬M‫ ك‬G‫م‬I‫ ث‬Ÿ‫ي‬D‫ن‬M‫ م‬Q‫ن‬D‫ م‬n‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ ن‬I‫ك‬M‫ي‬ 37[‫ى‬M‫ن‬Q‫م‬I‫ي‬ Q‫م‬M‫ل‬M‫أ‬ “Bukankan dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan [ke dalam rahim]. lalu Allah menciptakannya. lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim.S. jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan [dari kubur]. al-Hajj : 5] 2. [13] Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah. Q. [38] 2. kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi …”. al-Mu’minun : 12 – 14 ‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬l‫نالن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫ خ‬I‫[31]ث‬K‫ين‬D‫ك‬M‫ م‬K‫ار‬M‫ر‬M‫ق‬D‫ ي ف‬I‫اه‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ع‬M‫ج‬I‫[21]ث‬K‫ين‬D‫ ط‬Q‫ن‬D‫ م‬K‫ة‬M‫ ال‬Q‫ن‬D‫ م‬M‫ ان‬Q‫ن‬D‫إ‬Q‫نال‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬ ‫ا‬M G‫م‬ n‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ن‬ G‫م‬ M‫سل‬ I M‫ا س‬M Q‫د‬M‫ق‬M‫ل‬M‫و‬ ‫ر‬M‫ا ءاخ‬n‫ق‬Q‫ل‬M‫خ‬I‫اه‬M‫ن‬Q‫أ‬M‫ش‬Q‫ن‬M‫ا أ‬n‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫ام‬M‫ظ‬D‫ع‬Q‫ ال‬M‫س‬M‫ك‬M‫ ف‬n‫اما‬M‫ظ‬D‫ ع‬M‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬Q‫ ا ال‬n‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬ M G‫م‬I‫ث‬ ‫ا‬M‫ن‬Q‫و‬ M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ف‬ M‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬Q‫ا ال‬ M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ ف‬n‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬ ]14[‫ين‬D‫ق‬D‫ال‬M‫خ‬Q‫ال‬ I‫ن‬M‫س‬Q‫ح‬M‫ أ‬I‫ه‬G‫ الل‬M‫ك‬ M‫ار‬M‫ب‬M‫ت‬M‫ف‬ “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati [berasal] dari tanah. dalam beberapa ayat Allah juga menyinggung proses penciptaan manusia. al-Qiyamah : 37 . kemudian dari setetes mani.S. Q. Q. [Q.

Demikianlah. Dalam salah satu riwayat dikatakan 40 atau 45 hari. Muslim dari Huzaifah bin Asid:81 ‫إذا مر بالنطفة ثنتان وأربعون ليلة بعث ال إليها ملكا فصورها وخلق سمعها وبصرها وجلدها‬ … ‫ولحمها وعظامها ثم قال: يا رب أذكر أم أنثى؟ فيقضى ربك ما شاء ويكتب الملك‬ Hadits ini disebut Bukhari dalam kitabnya sebanyak 4 kali. lalu malaikat itu menulis rizkinya. Dalam bab yang sama Muslim juga meriwayatkan 4 buah hadits dari sahabat yang sama. Setelah salah satu sel itu bertemu dengan ovum lalu menyatu dan bergantung pada dinding rahim.[9]” Dalam ayat-ayat di atas. Selang beberapa waktu. Kitab Ahadits al-Anbiya’ bab Khalqu Adam wa Dzurriyyatuhu hadits ke-3085.[8] Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam [tubuh] nya roh [ciptaan] -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. dalam riwayat lain disebutkan 40 hari. Lalu Allah mengutus seorang malaikat dan meniupkan ruh ke dalam tubuhnya.Rom. Kitab al-Qadar. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud:80 ‫إن أحدكم يجمع خلقه فى بطن أمة أربعين يوما ثم يكون فى ذلك علقة مثل ذلك ثم يكون فى ذلك‬ ‫مضغة مثل ذلك ثم يرسل الملك فينفخ فيه الروح ويؤمر بأربع كلمات: بكتب رزقه وأجله وعمله‬ … ‫وشقي أوسعيد‬ “Sesungguhnya kamu berada di rahim ibumu selama 40 hari sebagai nuthfah. Shahih Bukhari. juz II kitab al-Qadar bab Kayfiyyah al-Khalq aladami.Lihat al-Bukhari. selanjutnya anak cucu Adam diciptakan dari “nuthfah” [air mani] yang mengandung beriburibu sperma yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. [tetapi] kamu sedikit sekali bersyukur. amalnya. Kitab at-Tauhid bab Qawluhu Ta’ala Walaqad Sabaqat Kalimatuna hadits ke-6900. namun dengan redaksi yang sedikit berbeda dan jumlah hari yang berbeda pula. yakni: 1. hadits ke-2644. HR. hadits ke-2643. Kitab al-Qadar bab Ma Jaa’a fi al-Qadar hadits ke-6105. dan ada juga riwayat yang menyebut secara terssamar. Selanjutnya ia akan berubah menjadi “mudghah” [segumpal daging]. Informasi mengenai hal ini terdapat dalam hadits Nabi. 1992]. Kemudian Allah menciptakan tulang belulang dari “mudghah” itu dan membungkusnya dengan daging. kemudian menjadi ‘alaqah selama masa yang sama.[7] Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina [air mani]. ajalnya. Namun demikian ayat-ayat di atas tidak menyebut kapan janin mempunyai jiwa/ruh. selang beberapa waktu “nuthfah” itu berubah menjadi “’alaqah” [segumpah darah]. Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa pada awal kejadiannya manusia diciptakan dari tanah [Adam as]. Malaikat itu kemudian diperintahkanNya menulis empat kalimat. Paling tidak dua hadits Nabi yang mengungkap peniupan ruh ke dalam janin. Redaksi di atas adalah redaksi Muslim 81 Muslim bin Hajjaj.Lihat Muslim. CD. penglihatan dan hati. HR. lalu menjadi mudghah pada masa yang sama pula. yakni emapat puluh hari lebih [bidh’un wa arba’in] 80 .“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. hadits ke-2969. [Beirut: Dar al-Fikr. Sahih Muslim. Kitab Bad’I al-Khalqi bab Zikru al-Malaikat. khususnya dua ayat yang pertama. 2. secara rinci Allah SWT menjelaskan proses penciptaan manusia dan perkembangan janin. kebahagiaan dan kesengsaraannya…”. al-Qur’an menjelaskan tahapan-tahapan kejadian manusia di dalam rahim. Ibid..Muslim menyebutkan hadits ini dengan 6 sanad. ia akan menjadi makhluk yang memiliki bentuk yang indah sampai dilahirkan ke dunia menjadi bayi.

penglihatan. karena pada saat itu janin telah bernyawa. Dari hadits-hadits di atas. melainkan juga menyertakan alasan-alasan yang sifatnya moral dan sosial. yakni mencakup aborsi di dalam dan di luar perkawinan [kehamilan karena seks di luar nikah]. 40 hari menjadi ‘alaqah dan 40 hari menajadi mudghah. Al-An’am : 151] . ada dua informasi mengenai kapan ruh ditiupkan. dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji. dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. al-An’am : 151. seperti yang tertera dalam Q.S. Karena pada usia tersebut janin telah bernyawa. Haram mutlak [‘ala al-ittifaq]. Secara garis besar pemikiran hukum yang berkembang di seputar aborsi adalah: 1. pendengaran. “Ya Tuhan. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami [nya]. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. ‫ن‬D‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬M‫اد‬M‫ل‬Q‫و‬M‫أ‬ ‫وا‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫و‬M‫س‬Q‫ح‬D‫إ‬D‫ن‬Q‫ي‬M‫د‬D‫ال‬M‫و‬Q‫ال‬D‫ب‬M‫ا و‬n‫ئ‬Q‫ي‬M‫ش‬ ‫ا‬n‫ان‬ D‫ه‬D‫وا ب‬I‫ك‬D‫ر‬Q‫ش‬I‫ا ت‬G‫ل‬M‫ أ‬M‫ل‬M‫ع‬Q‫م‬I‫ك‬l‫ب‬M‫ ر‬G‫ر‬M‫ ح‬M‫ م‬I‫ل‬Q‫ت‬M‫أ‬ Q‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬ M‫م‬ ‫ا‬ ‫ا‬Q‫و‬M‫ال‬M‫ع‬M‫ ت‬Q‫ل‬I‫ق‬ ‫ي‬D‫ت‬G‫ ال‬M‫س‬Q‫ف‬G‫واالن‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫ و‬M‫م‬M‫ا و‬M‫ه‬Q‫ن‬D‫ م‬M‫ر‬M‫ه‬M‫ا ظ‬M‫ش‬D‫اح‬M‫و‬M‫ف‬Q‫ال‬ M‫ن‬M‫ط‬M‫ا ب‬ M‫م‬ ‫وا‬I‫ب‬M‫ر‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ك‬I‫زق‬Q‫ر‬M‫ ن‬Q‫ح‬M‫ن‬K‫اق‬M‫ل‬Q‫م‬D‫إ‬ Q‫م‬I‫اه‬G‫ي‬D‫إ‬M‫ و‬I I‫ن‬ ]151[ M‫ون‬I‫ل‬D‫ق‬Q‫ع‬M‫ت‬ Q‫م‬I‫ك‬G‫ل‬M‫ع‬M‫ ل‬Q‫م‬I‫اك‬G‫ص‬M‫و‬ D‫ه‬D‫ ب‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ل‬M‫ق~ ذ‬M‫ح‬Q‫ ال‬I‫ه‬G‫الل‬ D‫ا ب‬G‫ل‬D‫ إ‬M‫م‬G‫ر‬M‫ح‬ Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa. Riwayat lain ada yang menyebutkan 40 hari dan 45 hari. daging dan tulangnya. Sedangkan hadits kedua mengatakan ruh ditiupkan setelah embrio melewati masa 42 hari. para fuqaha membuat formulasi hukum yang berbeda-beda mengenai aborsi.“Jika nuthfah melewati 42 malam. yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Sebagai konsekuensi dari pemahaman ayat dan hadits sebagaimana dijelaskan di atas. kulit. [QS. Malaikat bertanya. maka menggugurkannya sama dengan membunuh manusia [anak] yang secara jelas diharamkan oleh Allah SWT. perkembangan terakhir menunjukkan adanya formulasi hukum tersendiri bagi aborsi yang disebabkan oleh hamil di luar nikah dengan alasan-alasan yang tidak semata-mata bersifat fiqhi. Pemberian ruh kepada janin inilah yang kemudian menjadi sumber ikhtilaf mengenai hukum aborsi karena keberadaan ruh dianggap sebagian fuqaha sebagai tanda awal kehidupan manusia dalam arti yang sesungguhnya. Hanya saja. yakni manusia yang memiliki raga dan jiwa. lelaki atau perempuan?” Allah pun memutuskan sesuai kehendakNya dan malaikat mencatatnya…”. Dasar dari hukum ini adalah hadits pertama sebagaimana yang telah dijelaskan. Hadits pertama menyatakan ruh ditiupkan setelah embrio melewati masa 120 hari yang terdiri dari tiga tahap: 40 hari menjadi nuthfah. para fuqaha [klasik] memberlakukan hukum ini secara umum. kecuali ada uzur yang bersifat “dharuri” Seluruh ulama dari semua madzhab sepakat bahwa aborsi setelah kehamilan melewati masa 120 hari adalah haram. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya] melainkan dengan sesuatu [sebab] yang benar". maka Tuhan mengutus malaikat untuk membentuk rupa. Perlu untuk dikemukakan di sini.

Dan Q. Janin hanya mempunyai ahliyyah al-wujub. Maktabah al-Farabi. Al-Mujaz fi Ushul al-Fiqh.84 Dalam kondisi seperti ini menyelamatkan jiwa si ibu dinilai lebih penting daripada mempertahankan janin.h. tetapi juga pada internal mazhab. Pendapat ini didasarkan pada hadits kedua sebagaimana disebutkan di atas. Secara lebih khusus. ikhtilaf hukum terjadi untuk aborsi di bawah usia 120 hari. ia boleh menerima wasiat dan waqaf. maka hak-haknya pun terbatas. Kontroversi ulama dalam hal ini tidak hanya terjadi antar mazhab. melainkan dengan suatu [alasan] yang benar. 84 Jaad al-Haq. dkk. 2000].. Meski demikian. Al-Isra’ : 33] Setelah janin memiliki ruh. [Syiria. Para fuqaha menyatakan janin setelah 120 hari memiliki ahliyyah wujub naqishah. aborsi haram mutlak. baik janin sudah bergerak maupun belum. bahkan bisa diwajibkan. Jika masa kehamilan telah lewat 40 hari. cet.ke-2. serta memiliki hubungan nasab dengan kedua orang tuanya.85 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. al-Isra’ : 33. Mas’alah Tahdid al-Nasl. h. Inipun dengan syarat adanya keridhaan dari suami dan istri serta adanya rekomendasi dari dua orang dokter spesialis bahwa aborsi itu tidak menyebabkan kemudharatan bagi si ibu. [Cairo: Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar. maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. berhak menerima warisan dari ahli waris jika ia lahir dan hidup. friksi seputar aborsi tidak dapat dielakkan.S. Namun karena ia belum sempurna sebagai manusia. tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Konsekuensinya. Berikut ini uraiannya: 1.72-73 82 . Keharusan menerima hak dari orang lain disebut ahliyyah al-wujub dan keharusan menjalankan kewajiban disebut ahliyyah al-ada’. h. ‫ف‬D‫ر‬Q‫س‬I‫ا ي‬M‫ل‬M‫ا ف‬n‫ان‬M‫ط‬Q‫ل‬I‫ا س‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ع‬M‫ا ج‬n‫وم‬I‫ل‬Q‫ظ‬M‫ م‬Q‫ن‬M‫م‬M‫ق~ و‬M‫ح‬Q‫ال‬D‫ا ب‬G‫ل‬D‫إ‬M‫م‬G‫ر‬M‫ ح‬D‫ ي‬M‫س‬Q‫ف‬G‫وا الن‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫و‬ D‫ي~ه‬D‫ل‬M‫و‬D‫ ل‬Q‫د‬M‫ق‬M‫ف‬ M‫ل‬D‫ت‬I‫ق‬ I‫ه‬G‫ت الل‬G‫ال‬ ]33[‫ا‬n‫ور‬I‫ص‬Q‫ن‬M‫ م‬M‫ان‬M‫ ك‬I‫ه‬G‫ن‬D‫ إ‬D‫ف‬ D‫ل‬Q‫ت‬M‫ق‬Q‫ي ال‬ Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya]. 1965]. kalau ia tidak mengerjakan yang terlarang akan membinasakan jiwanya atau hampir binasa. h. Lihat Abdul Jalil al-Qaransyawi. Inilah yang disebut ahliyyah al-wujub al-qashirah atau ahliyyah al-wujub an-naqishah.34-35 83 Definisi “dharurat” secara sederhana ialah suatu keadaan yang sampai suatu batas. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh an-Nisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah.Dalam Ushul al-Fiqh.82 Aborsi pada usia di atas 120 hari hanya boleh dilakukan jika terjadi kondisi “dharurat”83 seperti ketika si ibu mengalami problem persalinan dan dokter spesialis menyatakan bahwa mempertahankan kehamilan akan membahayakan jiwa si ibu. Dalam keadaan dharurat semacam ini diperbolehkan mengerjakan yang haram. dikenal istilah ahliyyah [kepatutan dan keharusan seseorang untuk menerima hak dan menjalankan kewajiban]. [QS.148-149. ia menjadi “manusia” dengan hak-hak primernya [huquq al-insan ad-dharuriyah]. karena ibu adalah induk dari mana janin berasal.148-149 85 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Mazhab Syafi’i Fuqaha Syafi’iyah berpendapat aborsi pada usia kehamilan di bawah 40 hari hukumnya makruh. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim.

Mayoritas mengharamkan aborsi pasca 40 hari usia embrio. antara lain. Al-Ghazali mengatakan bahwa kehidupan telah dimulai sejak pertemuan antara air sperma dengan ovum di dalam rahim perempuan. lanjut al-Ghazali tidak bisa disamakan dengan ‘azl/coitus interuptus. dalam fuqaha Syafi’iyah sendiri terjadi ikhtilaf. Mas’alah Tahdid al-Nasl. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Juz II. 86 87 Al-Imam al-Ramli. 91 Pendapat ini mengandung pengertian haramnya aborsi secara mutlak karena istilah makruh dalam fiqh Hanafi berarti karahiyah at-tahrim [makruh yang lebih dekat kepada haram]. Ihya ‘Ulum al-Din. Aborsi. Nihayah al-Muhtaj. h. sementara al-Ghazali justru mengharamkannya sejak terjadi konsepsi. dalam mazhab Hanafi juga terdapat ikhtilaf.72-73 88 Al-Imam al-Ghazali. setingkat di bawah pembunuhan bayi hidup-hidup. penulis kitab al-Durr al-Mukhtar. h. Hanya saja dosanya tidak sama dengan dosa membunuh. Lebih lanjut al-Ramli menjelaskan bahwa sebelum nafhi’r ruh.416 Sa’id Ramadhan al-Buthi. 2. Dan jika sudah ada ruh. Pendapat lain dikemukakan oleh Ibnu Abidin. 1983]. maka akad tidak boleh dan tidak bisa dibatalakan. baik sebelum maupun sesudah terjadinya pembentukan janin. Jika telah ditiupkan ruh kepada janin. al-Radd al-Mukhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar.88 Ada yang menarik dari pendapat al-Ghazali mengenai keharaman aborsi. h.Mengutip pendapat Imam al-Zarkasyi al-Imam al-Ramli dalam Nihayah al-Muhtaj mengemukakan aborsi diperbolehkan pada saat janin masih berupa nuthfah atau ‘alaqah. [Cairo: Dar al-Syuruq.89 Demikianlah. [Beirut: Dar al-Ma’rifah. Namun jika fuqaha Syafi’iyah sebagian besar sepakat bahwa aborsi haram sebelum usia kehamilan 40 atau 42 hari. Sebagian besar berpendapat janin terbentuk setelah usia kehamilan 120 hari. berpendapat bahwa aborsi adalah tindakan pidana yang haram tanpa melihat apakah sudah ada ruh atau belum. Pelenyapan nuthfah yang telah bertemu dengan ovum dianalogikan dengan sebuah akad atau perjanjian yang sudah disepakati. Sperma laki-laki seperti ijab dan ovum perempuan seperti qabul. al-Imam al-Ghazali dalam Ihya ’Ulum al-Din.th]. Pendapat ini disandarkan pada pernyataan Abu Bakar bin Abu Sa’id al-Furati ketika ditanya oleh al-Karabisi tentang seorang laki-laki yang memberi minuman peluntur kepada jariyahnya. Jika keduanya bertemu. Menurutnya.411 91 Ibid . t. Mazhab Hanafi Sama dengan yang terjadi dalam mazhab Syafi’i. semakin kuat pula makruh tahrimnya. Juz VIII. Kapan janin terbentuk. aborsi adalah tindakan kriminal [jarimah].87 Berbeda dengan ulama Syafi’iyah yang lain. masih terjadi ikhtilaf juga. Pendapat yang demikian disampaikan oleh.51 89 Ibid 90 Ibnu Abidin. Mulai saat inilah aborsi diharamkan. dan itu hanya terjadi sesudah 120 hari kehamilan. al-Hashkafi.90 Sebagian besar ulama Hanafiyah juga berpendapat demikian. 1979]. al-Ramli membuat batasan yang lebih longgar.86 Seperti halnya pendapat yang berkembang di kalangan Syafi’iyah. Ibnu Hajar dalam Tuhfah al-Muhtaj juga berpendapat serupa. Analogi ini termasuk qiyas jali. Al-Furati menjawab hal itu boleh selagi masih berupa nuthfah atau ‘alaqah. penulis kitab al-Radd al-Mukhtar. h. sebagian besar fuqaha Hanafiyah berpendapat bahwa aborsi diperbolehkan sebelum janin terbentuk. aborsi boleh sepanjang belum terjadi penciptaan. yakni peniupan ruh terjadi setelah embrio berusia 40 atau 42 hari. yakni aborsi makruh mutlak. Juz II. maka itu merupakan tindak pidana yang sangat keji. [Beirut: Dar al-Fikr.

Mas’alah Tahdid al-Nasl.45 hari [takhalluq]. h.h. sebagian besar fuqaha Hanabilah dan sebagian kecil fuqaha Hanafiyah.77 Ibid. h.80 95 96 Ibnu Hazm. Mazhab Hambali Dalam memandang hukum aborsi.79 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq.h. Mazhab Maliki Mayoritas fuqaha Malikiyah berpendapat keras mengenai aborsi.94 Pendapat mereka ini sejalan dengan Imam al-Ghazali dari mazhab Syafi’i dan Ibnu al-Jauzi dari mazhab Hambali.Sebagian fuqaha Hanafiyah berpendapat bahwa aborsi diperbolehkan sebelum janin melewati usia 45 hari. Ibid. Namun pendapat ini tidak begitu populer dalam mazhab Hanafi. Boleh sebelum 40 . baik sebelum maupun sesudah 40 hari. karena hal itu sama dengan membunuh nyawa manusia.136. dalam kitab Ahkam an-Nisaa’. yakni haram sejak terjadinya konsepsi. Ibnu Hazm dari mazhab Dhahiri juga menyetujui pendapat ini. Wiqayatan wa ‘Ilajan.93 4. Mas’alah Tahdid al-Nasl. yakni sebelum janin berusia 40 hari.. baik sebelum maupun sesudah penciptaan [40 hari]. Juz XI. yakni bahwa aborsi diperbolehkan sebelum terjadinya penciptaan. 92 93 94 Sa’id Ramadhan al-Buthi. h. Keharaman itu menjadi lebih berat jika sudah terjadi masa penciptaan [40 hari]. Wiqayatan wa ‘Ilajan. h. Pendapat yang paling ketat datang dari Ibnu al-Jauzi. b. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. t.80 . dan menjadi sangat berat jika sudah diberikan nyawa. Boleh sebelum 120 hari. Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian besar ulama Hanafiyah dan sebagian kecil ulama Syafi’iyah.95 Demikian pula pandangan sejumlah fuqaha Syi’ah Imamiyah dan Ibadhiyah. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. h. dapat disimpulkan bahwa hukum aborsi pada janin di bawah usia 120 hari adalah sebagai berikut: a. Makruh cenderung haram. sedangkan perempuan boleh meminum obat peluntur untuk menggugurkan nuthfah dan mendapatkan haid.97 Dari ikhtilaf yang berkembang sebagaimana dijelaskan di atas. Pendapat ini dinyatakan oleh sebagian besar fuqaha Syafi’iyah.92 3. sebagian fuqaha Hanabilah sama dengan fuqaha Syafi’iyah.96 Ibnu al-Jauzi dalam al-Qawanin al-Fiqhiyah mengatakan bahwa jika sperma telah bertemu ovum dan berada dalam rahim.Lihat juga al-Buthi. pengguguran tidak boleh dilakukan. ia menyebutkan bahwa aborsi hukumnya haram mutlak. Pendapat ini sejalan dengan al-Ghazali yang mengenal tahapan-tahapan dosa dalam aborsi. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Ibnu an-Najjar dalam Muntaha al-Iradat. Dalam kitab al-Inshaf karya ‘Alauddin ‘Ali bin Sulaiman al-Mardayi terdapat keterangan bolehnya minum obat-obatan peluntur untuk menggugurkan nuthfah. [Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah.th].35-40 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. al-Muhalla. Pendapat ini dikemukakan sebagian kecil fuqaha Hanafiyah.13 97 Sa’id Ramadhan al-Buthi.. Pendapat ini dinyatakan oleh Abdullah bin Mahmud al-Mushili. c. Ia mengatakan lakilaki boleh meminum obat yang mencegah terjadinya coitus.

‫ة‬M‫د~ي‬M‫ر‬M‫ت‬I‫م‬Q‫ال‬M‫و‬ I‫ة‬M‫وذ‬I‫ق‬Q‫و‬M‫م‬Q‫ال‬M‫و‬ I‫ة‬M‫ق‬D‫ن‬M‫خ‬Q‫ن‬I‫م‬Q‫ال‬M‫ و‬D‫ر‬Q‫ي‬M‫غ‬D‫ ل‬G‫ل‬D‫ه‬I‫ أ‬D‫ير‬D‫ز‬Q‫ن‬D‫خ‬Q‫ ال‬I G‫الد‬M‫ و‬I‫ة‬M‫ت‬Q‫ي‬M‫م‬Q‫ ال‬Q‫ت‬M‫ر~م‬I‫ح‬ D‫ه‬D‫ب‬D‫ه‬G‫الل‬ M‫م‬M‫ا و‬ I‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫و‬ ‫م‬ I I‫ك‬Q‫ي‬M‫ل‬M‫ع‬ ‫م‬ ‫ق‬Q‫س‬D‫ ف‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ل‬M‫ا ذ‬M‫ل‬Q‫ز‬M‫أ‬Q‫ال‬ D‫م‬ D‫وا ب‬I‫م‬D‫س‬Q‫ق‬M‫ت‬M‫ ت‬Q‫ن‬M‫أ‬M‫ و‬D‫ ب‬l‫ى الن‬M‫ل‬M‫ع‬M‫ح‬D‫ب‬I‫اذ‬M‫م‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ت‬Q‫ي‬G‫ك‬M‫اا ذ‬G‫ل‬D‫ إ‬I‫ع‬I‫ الب‬M‫ل‬M‫ك‬M‫أ‬M‫ام‬M‫ و‬I‫ة‬M‫يح‬D‫ط‬G‫الن‬M‫و‬ Q‫س‬ I‫ص‬ M‫م‬ G‫س‬ ‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬M‫ ل‬I‫ت‬Q‫م‬M‫م‬Q‫ت‬M‫أ‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ك‬M‫ل‬I‫ت‬Q‫ل‬M‫م‬Q‫ك‬M‫أ‬Q‫و‬M‫ي‬Q‫ ال‬Q‫و‬M‫ش‬Q‫اخ‬M‫و‬I‫ه‬Q‫و‬M‫ش‬Q‫خ‬M‫ا ت‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ين‬D‫ د‬D‫وا م‬I‫ر‬M‫ف‬M‫ي ك‬D‫ذ‬G‫ال‬M‫س‬D‫ئ‬M‫ي‬M‫م‬Q‫و‬M‫ي‬Q‫ال‬ M‫ع‬ Q‫م‬I‫ك‬M‫ين‬D‫د‬ M‫ م‬D‫ن‬ Q‫م‬ M‫ل‬M‫ف‬ Q‫ن‬ M‫ن‬ ‫ور‬I‫ ف‬M‫ه‬G‫ الل‬G‫ن‬D‫إ‬M‫ف‬K‫م‬Q‫ث‬D‫إ‬D‫فل‬D‫ان‬M‫ج‬M‫ت‬I‫ م‬M‫ غ‬K‫ة‬M‫ص‬M‫م‬Q‫خ‬M‫ ي م‬G‫ر‬I‫ط‬Q‫ناض‬M‫م‬M‫ ف‬n‫ين‬D‫ د‬M‫ام‬M‫ ل‬D‫إ‬Q‫ال‬I‫م‬I‫ك‬M‫ل‬I‫يت‬D‫ض‬M‫ر‬M‫يو‬D‫ت‬M‫م‬Q‫ع‬D‫ن‬ M‫غ‬ K M‫ر‬Q‫ي‬ D‫ف‬ D ‫ا‬ Q‫س‬ ]3[‫يم‬D‫ح‬M‫ر‬ Diharamkan bagimu [memakan] bangkai. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk [mengalahkan] agamamu. yang tercekik. al-Baqarah : 173] Q. dan [diharamkan bagimu] yang disembelih untuk berhala. Namun demikian.S. Banyak kaedah fiqh yang menjadi sandaran hukum hal ini. fiqh selalu mengenal pengecualian. dalam semua mazhab terdapat ulama yang mengharamkan aborsi secara mutlak. para fuqaha memperbolehkan bahkan mewajibkan aborsi. Hukum aborsi yang telah diformulasikan para fuqaha di atas berlaku dalam kondisi normal. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dengan kata lain di luar fuqaha Malikiyah. Dalam ranah pengecualian. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Pendapat ini dinyatakan oleh sebagian besar fuqaha Malikiyah.[QS. Dan [diharamkan juga] mengundi nasib dengan anak panah.S. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa.[QS. dan yang diterkam binatang buas. dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku. ‫اد‬M‫ا ع‬M‫ل‬M‫ا و‬M‫ ب‬M‫ر‬Q‫ي‬M‫ غ‬G‫ر‬I‫ط‬Q‫ اض‬D‫ه‬G‫ الل‬D‫ر‬Q‫ي‬M‫غ‬D‫ ل‬G‫ل‬D‫ه‬I‫ أ‬M‫ و‬D‫ير‬D‫ز‬Q‫ن‬D‫خ‬Q‫ ال‬M‫م‬G‫الد‬M‫و‬M‫ة‬M‫ت‬Q‫ي‬M‫م‬Q‫ ال‬M‫ل‬M‫ع‬M‫ م‬G‫ر‬M‫اح‬M‫م‬G‫ن‬D‫إ‬ K‫غ‬ D‫ن‬M‫م‬M‫ف‬ D‫ه‬D‫ب‬ M‫ا م‬ M‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫و‬ I‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬ ]173[ ¸‫يم‬D‫ح‬M‫ور¸ ر‬I‫ف‬M‫ غ‬M‫ه‬G‫ الل‬G‫ن‬D‫ إ‬D‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬M‫ ع‬M‫م‬Q‫ث‬D‫ا إ‬M‫ل‬M‫ف‬ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. dan Ibnu Hazm ad-Dhahiri. [daging hewan] yang disembelih atas nama selain Allah. kecuali yang sempat kamu menyembelihnya. yang dipukul. daging babi dan binatang yang [ketika disembelih] disebut [nama] selain Allah. daging babi. darah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa [memakannya] sedang ia tidak menginginkannya dan tidak [pula] melampaui batas. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. al-Maidah : 3. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu.d. maka tidak ada dosa baginya. Demikian pula halnya dengan aborsi. Al-Maidah : 3] . yang jatuh. al-Baqarah : 173. Imam alGhazali. Ibnu al-Jauzi. jika terjadi sebuah kondisi yang dianggap “dharurat”. yang ditanduk. Haram mutlak. darah. seperti Q. [mengundi nasib dengan anak panah itu] adalah kefasikan.

sementara ia sendiri sedang menyusui bayinya. Karena itu ia tidak boleh dikorbankan demi menyelamatkan janin yang eksistensinya belum pasti dan belum memiliki kewajiban. maka yang harus dipertahankan adalah hal yang menimbulkan kerugian paling berat dengan mengorbankan kerugian yang lebih ringan”. kematian ibu lebih berat daripada janin. Dilema kematian antara ibu dan janin dalam pandangan fuqaha dipecahkan melalui pengorbanan janin berdasarkan kaedah: ‫اذا تعرض المفسدتان رعي أعظمهما ظررا بإرتكاب اخفف الضررين‬ “Jika terjadi pergulatan antara dua hal yang sama-sama merugikan.S. kelahirannya dipastikan akan membahayakan jiwa ibu. bahwa kehamilan pra nikah akibat seks bebas tampaknya tidak terlalu menarik perhatian fuqaha klasik. Al-Isra’: 16] Berdasarkan ayat ini seorang janin tidak menanggung dosa ibunya. Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. dapat dilakukan sepanjang menurut penelitian medis yang dapat dipercaya. Dalam kasus-kasus seperti ini aborsi tanpa memandang usia kehamilan. Tidak sedikit seks bebas mengakibatkan terjadinya kehamilan di luar nikah. maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu [supaya menta`ati Allah] tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu.98 Diantara alasan yang sering dikemukakan fuqaha untuk membolehkan aborsi adalah keringnya air susu ibu yang disebabkan kehamilan. Husein Muhammad.99 Adapun terkait dengan aborsi di luar nikah lazimnya mempunyai mata rantai pada seks bebas.Hadits Nabi “laa dharara wa laa dhiraara”. Dalam pandangan fuqaha.2001]. maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan [ketentuan Kami]. karena ibu adalah induk darimana janin berasal. Dalam keadaan demkian ia atau suaminya tidak mampu membayar air susu yang lain. sementara janin belum. Sementara itu. [QS. Alasan lain adalah ketidakmampuan ibu menanggung beban hamil. kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. Mengenai rincian dan contoh-contoh kasus yang masuk dalam kaedah ini. karena itu tidak boleh digugurkan baik sebelum maupun sesudah takhalluq. Namun sangat disayangkan. PPFNU. Ia sudah memiliki eksistensi yang pasti. lihat al-Suyuthi dalam alAsybah wa an-Nazhair dalam pembahasan mengenai kaedah keempat “ad-Dharar Yuzal”. Ia tidak bersalah. tetapi menarik perhatian tersendiri bagi fuqaha kontemporer. h. memiliki kewajiban dan hak. Ia mengemukakan tiga dalil sebagai berikut: 1. [Jakarta: Makalah Semi-Loka Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. Dalam hal ini. al-Isra : 16 ]16[‫ا‬n‫ير‬D‫م‬Q‫د‬M‫ا ت‬M‫ اه‬I‫ل‬Q‫و‬M‫ق‬Q‫ا ال‬M‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬ M‫ن‬Q‫ر‬G‫م‬M‫د‬M‫ف‬ M‫ ع‬G‫ق‬M‫ح‬M‫ا ف‬M‫يه‬D‫ف‬ ‫وا‬I‫ق‬M‫س‬M‫ف‬M‫ا ف‬M‫ا يه‬M‫ن‬Q‫ر‬M‫م‬M‫أ‬M‫ق‬n‫ة‬M‫ي‬Q‫ ر‬Q‫ن‬M‫ا أ‬M‫ن‬Q‫د‬M‫ر‬M‫أ‬ D‫ف‬M‫ر‬Q‫ت‬I‫م‬ M‫ك‬D‫ل‬Q‫ه‬I‫ن‬ ‫ا‬M‫ذ‬D‫إ‬M‫و‬ “ Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri. Sa’id Ramadhan al-Buthi dengan tegas mengatakan bahwa aborsi untuk kasus yang demikian adalah haram mutlak. dan kaedah fiqhiyah “ad-dharurat tubihu al-mahdhuraat”.6-7 99 98 . karena tubuhnya yang kurus dan rapuh. Q.

h. karena perempuan diperkosa bukan pelaku tindak pidana sehingga rukhsah aborsi berlaku. Setelah si anak disapih dan diserahkan kepada orang lain. Ketentuan hukum yang keras namun tetap ada celah untuk menempuh apa yang aslinya 100 101 Muslim. harus ditangguhkan ketika perempuan sedang hamil demi menjaga kehidupan janin. Wiqayatan wa ‘Ilajan. Padahal ada kaedah fiqhiyah yang mengatakan “al-rukhas laa tunaathu bi al-ma’ashi”. Abu Dawud an-Nasa’i dan al-Hakim].. [rukhsah tidak berlaku untuk perbuatan-perbuatan maksiat]. Namun terhadap perempuan Ghamidiyah itu Rasul menangguhkan hukuman rajam sampai ia melahirkan anaknya dan menyapihnya.. barulah ia dirajam.143 Ibid. Kitab al-Hudud bab Man I’tarafa ‘ala Nafsihi bi al-Zina.100 Hadits ini menunjukkan bahwa anak yang dikandung akibat zina tidak boleh digugurkan.h. Berbeda dengan aborsi dalam perkawinan di mana kedua orang tua punya hak atas janin. Juz XI. Formulasi hukum di atas mencerminkan ketegasan fiqh sekaligus elastisitasnya. Ahmad. termasuk hukuman jilid.159-160 .104 Apalagi perempuan tersebut hamil bukan atas kemauannya sendiri melainkan dipaksa. sementara hakim harus mengambil tindakan yang melindungi hak janin yang ada dalam perwaliannya sekaligus hak-hak masyarakat. hadits ke-1695 Al-Imam an-Nawawi.102 Demikianlah. Dalam kasus seperti ini aborsi diperbolehkan karena untuk menyelamatkan jiwa si ibu. kealpaan dan sesuatu yang dipaksakan kepadanya”. aborsi karena perzinaan tidak demikian. Bahkan Imam Nawawi dalam syarah atas hadits ini menyatakan bahwa semua had. Syarah an-Nawawi ‘ala Sahih Muslim. Pengecualian hanya berlaku jika si perempuan diancam dibunuh jika tidak melakukan aborsi. maka aborsi dengan sendirinya tidak diperbolehkan.[HR. karena ia secara syar’i tidak berhak atas janin tersebut. aborsi akibat perzinahan dipandang oleh fiqh kontemporer sebagai tindak kriminal yang berkaitan erat dengan moralitas sosial [jarimah ijtima’iyah].101  Bahwa hukum yang memperbolehkan aborsi di bawah 40 hari usia kehamilan berlaku untuk nikah yang sahih dan bahwa kebolehan aborsi adalah bersifat rukhsah. Dalam kondisi seperti ini berlaku hadits Nabi yang menyatakan: “umatku dibebaskan dari kekeliruan. Thabrani.103 Berbeda dengan aborsi yang disebabkan oleh perzinahan. Oleh karena itu aborsi tidak diperbolehkan karena akan membawa dampak negatif bagi masyarakat secara luas. demikian pula lelaki yang menghamilinya. Shahih Muslim. Ma’iz dirajam lebih dulu setelah empat kali membuat pengakuan zina dan meminta Rasulullah mensucikannya. h.hadits mengenai perempuan Ghamidiyah yang diriwayatkan Muslim dari Buraidah ra. yang datang kepada Rasulullah dengan membawa pengakuan ia telah berzina dengan Ma’iz bin Malik dan sedang hamil karenanya. Aborsi untuk kasus seperti ini boleh.  Adanya kaedah fiqhiyah yang menyatakan “tasharruf al-imam ‘ala al-ra’iyah manuthun bi al-maslahah”. Juz II. yakni dengan munculnya sikap permisif terhadap pergaulan bebas. aborsi yang disebabkan karena perkosaan diperbolehkan jika kelahiran anak tersebut dipastikan akan membawa dampak buruk bagi jiwa dan raga si ibu di kemudian hari.  Aborsi terhadap janin hasil hubungan di luar nikah juga bertentangan dengan kaedah “sadd adz-dzari’ah”.127-139 Ibid.h. Berdasarkan kaedah ini ibu dari si bayi tidak boleh menggugurkan kandungannya.201 102 103 104 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Si ibu tidak memiliki hak syar’i atas anaknya. Mas’alah Tahdid al-Nasl. Hak perwalian ada di tangan hakim. Oleh karena kehamilan itu sendiri disebabkan oleh perbuatan haram.

[Cairo: Musthafa Muhammad. h. h. Juz IX. al-Mughni. Ghurrah berlaku jika aborsi telah memenuhi lima syarat yakni: adanya tindakan tertentu yang menyebabkan janin gugur. Wiqayatan wa ‘Ilajan.41 . t. Ini adalah pendapat jumhur. Mughni al-Muhtaj. membiarkan kelaparan. janin keluar dalam keadaan meninggal. Namun jika tindakan itu memang dimaksudkan 105 106 Sa’id Ramadhan al-Buthi.106 Para ulama berbeda pendapat mengenai kapan usia janin yang gugur mewajibkan ghurrah. menyebarkan bau busuk. asalkan janin sudah melewati masa mudghah. Bidayah al-Mujtahid. berteriak keras. pendekatan hukum aborsi dalam fiqh dilakukan dengan mengedepankan hak janin dan hak masyarakat. Hak ibu yang mengandung justru tidak mendapatkan tempat sama sekali.th]. h.108 Diyat penuh juga berlaku jika janin yang sudah diketahui hidup di rahim ibunya terbunuh karena tindak kriminal terhadap ibunya dan bukan dimaksudkan untuk membunuh janin itu sendiri.th]. diyat [tebusan]. Juz VIII. [Beirut: Ihya al-Turast al-Arabi]. pelaku atau penyebab aborsi dikenakan diyat penuh. janin sudah melewati masa mudghah [sudah terbentuk]. h. Misalnya. al-Syarbini. menakut-nakuti. mengancam. maka pelaku atau penyebab keguguran mesti membayar ghurrah tanpa melihat apokah tindakan itu disengaja atau tidak. h. 312 Ibnu Qudamah. Orang yang terkena hukuman itu bisa ibu si janin sendiri dan bisa juga orang lain. Pada titik inilah antara lain. Itu bisa dimengerti karena fiqh diformulasikan untuk menjamin tercapainya maqashid al-Syari’ah yang dalam konteks ini adalah hifdz al-nafs dan hifdz al-‘irdh. ghurrah wajib pada usia kehamilan di bawah 6 bulan. Juz VIII. kifarah [ganti rugi]. bahkan membuat si hamil terpesona. Ibnu Qudamah. al-Mughni. 391 107 108 Ibnu Rusyd. janin gugur setelah terjadinya tindakan tertentu. dalam kasus perzinahan. Dengan demikian pemikiran yang dikembangkan oleh al-Buthi di atas sebetulnya merupakan representasi dari pendirian sebagian besar fuqaha kontemporer. Jika hal-hal tersebut membuat si perempuan keguguran. h. dan orang tua janin bukan kafir harbi kedua-duanya. Namun Imam Malik mewajibkan ghurrah tanpa memandang apakah janin sudah berbentuk atau belum. Akibat Hukum Aborsi Pelaku aborsi atau penyebab keguguran dalam fiqh Islam dikenakan hukuman. Jumhur ulama mengatakan ghurrah wajib tanpa memandang usia janin.105 Yang dimaksud tindakan di sini adalah semua hal yang bisa menjadi penyebab keguguran. menghina. t.th]. termasuk ucapan. kontroversi dengan kalangan aktivis “pro-choice” terjadi. Tuhfah al-Muhtaj. Satu hal yang perlu dicatat di sini. [Beirut: Dar al-Fikr. Juz IV. mengejutkan. [] B. t. Ada beberapa macam sanksi bagi pelaku atau penyebab aborsi sesuai dengan akibat yang ditimbulkannya: ghurrah [denda yang nilainya 5% dari diyat penuh atau senilai lima ekor unta].103. Mas’alah Tahdid al-Nasl.diharamkan ketika terjadi benturan dua kemudharatan merupakan salah satu pola pemikiran yang khas dalam fiqh. dan ta’zir [hukuman atas pertimbangan hakim].180-186 Lihat Ibnu Hajar. Juz II. [Riyadh: Maktabah al-Riyadh al-Haditsah. Setelah itu.107 Ulama Hanabilah memberikan tafshil.39.

Demikian pendapat ulama Syafi’iyah dan Hanabilah. Dilema bayi tabung terselesaikan. Juz IV. Ford kemudian menunjukkan bahwa kehidupan dimulai setelah pembentukan primitive streak. kontroversi mengenai hal ini telah dijelaskan. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan.untuk mencelakai si janin itu sendiri. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. 1998]. h. sedang yang lain disimpan atau dimusnahkan. satu bulan. Jika melihat KUHP itu sendiri. Setelah pembuahan.403. maka pelakukanya wajib membayar kifarat. Pada saat itulah menurut Ford. Mughni al-Muhtaj. Dengan demikian secara implisit berarti tindak pidana ini dilakukan terhadap korban yang berada “in rerum natura” atau berada dalam keadaan “in being” yang berarti pula bahwa ia harus berada dalam keadaan hidup. 348.ke-1. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. lihat juga al-Syarbini. Dalam KUHP. Aborsi dalam Spektrum Hukum Positif dann Hukum Islam Masalah aborsi dibahas dalam KUHP dan UU no. pasal mengenai pengguguran kandungan dimasukkan ke dalam bab menangani “kejahatan terhadap nyawa”. sumpah dokter di atas menimbulkan dilema. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.5 111 Kartono Muhammad. Dalam dunia kedokteran hal yang sama juga terjadi. usia kandungan tidak menjadi persoalan hukum. 349 dan 350 109 110 Ibnu Qudamah. embrio baru bisa disebut sebagai person atau makhluk insani. karena bayi tabung diproses melalui pengambilan beberapa [7-10] sel telur yang kemudian dibuahi oleh sperma suaminya di laboratorium. yaitu lipatan ke dalam yang terbentuk pada zygote [hasil pertautan sel telur dan sperma] saat berusia empat minggu. Dalam lafal sumpah dokter yang disusun oleh World Medical Association tahun 1948.130-131 . Sebaliknya mengembalikan seluruh sel yang dibuahi ke rahim ibu juga tidak mungkin dan memperbesar resiko kegagalan.110 Di sini persoalan menjadi terkait dengan kapan janin mulai dianggap sebagai makhluk bernyawa. Ini dipengaruhi oleh pandangan Kristiani yang berkembang di Barat saat itu.. Dalam KUHP ada beberapa ketentuan yang mengatur aborsi yakni pasal 346. Ibid. maupun empat bulan sama saja. Persatuan Dokter Spesialis Kebidanan se-Dunia dalam perkembangannya menetapkan bahwa kehidupan dimulai sejak sel telur yang dibuahi menempel di dinding rahim. h. disebutkan bahwa dokter harus menghormati kehidupan insani sejak saat pembuahan sel sperma. Jika kehidupan dimulai dari saat pembuahan. Satu hari. hanya beberapa yang dikembalikan ke rahim ibunya. 347. maka memusnahkan sel-sel yang tersisa adalah pembunuhan. Dari sudut agama. Namun hasil penelitian Norman F. Ketika tekhnologi bayi tabung ditemukan tahun 1979. karena ada janin yang dikeluarkan secara paksa.109 C.105 Harkristuti Harkrisnowo. Dilema ini kemudian dipecahkan oleh sebuah keputusan di Venesia tahun 1983 yang intinya dokter menghormati kehidupan sejak kehidupan itu dimulai. Cet. h. Namun tidak termasuk dalam hal ini jika sang janin sudah tidak hidup ketika masih dalam rahim ibu.111 Perbedaan pandangan mengenai kapan kehidupan di mulai ini berakibat pada perbedaan tafsir mengenai ketentuan yang diatur dalam KUHP dan UU Kesehatan. h.

Hal ini karena ketidakjelasan identitas mereka di samping para terdakwa tidak mau . Menggugurkan kandungan yang sudah mati. bidan atau ahli obat membantu kejahatan dalam pasal 347 dan 348. apabila dilakukan dengan izin perempuan itu.1. tidak dihukum. maka dia dihukum penjara selamalamanya tujuh tahun. Pasal 348 berunsurkan: a] barang siapa b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan d] dengan izin perempuan itu e] dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan. Sebaliknya apabila dokter dan sebagainya itu menggugurkan atau membunuh kandungan untuk menolong jiwa perempuan. sedangkan si perempuan sendiri lolos dari jeratan hukum. tidak mempermasalahkan usia kandungan. tidak mempermasalahkan cara melakukannya Dalam praktek yang diajukan ke pengadilan pada umumnya adalah orang yang menggugurkan kandungan. 5. Pasal 346 KUHP berunsurkan sebagai berikut: a] perempuan b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya d] menyuruh orang lain untuk itu e] dihukum penjara selama-lamanya empat tahun. baik dengan obat yang diminum. maupun dengan alat-alat yang dimasukkan melalui anggota kemaluan. 4. maka hukumannya dapat ditambah sepertiga dari yang terdapat dalam ketentuan yang dilanggar dan dapat dipecat dari jabatannya yang digunakan untuk melakukan kejahatan tersebut. 2. 347 dan 348. tidak dihukum. 347. 2. yang disebut tindak pidana hanyalah yang berupa “menyebabkan gugur atau mati kandungan” yang berarti: 1. maka bagi mereka hukumannya ditambah dengan sepertiganya dan dapat dipecat dari jabatannya [pasal 349]. Pasal 347 berunsurkan: a] barang siapa b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan d] tidak diizinkan oleh perempuan itu e] dihukum penjara selama-lamanya dua belas tahun. 3. dan 348. Ditambahkan dalam ayat 2.  Orang yang sengaja menggugurkan atau membunuh kandungan seorang perempuan dengan tidak izin perempuan itu dihukum menurut pasal 347.1-5 Dari rumusan yang ada. Pasal 349 secara spesifik menentukan sanksi pidana bagi mereka yang melakukan aborsi dalam kerangka profesi mereka yakni membantu salah satu kejahatan yang tersebut dalam pasal 346.  Cara menggugurkan atau membunuh kandungan itu rupa-rupa. demikian pula tidak dihukum orang yang untuk membatasi kelahiran anak mencegah terjadinya hamil [Maltthusianisme].  Jika seorang tabib. jika karena perbuatan itu perempuan mati maka dia dihukum penjara selamalamanya lima belas tahun. dapat dijatuhkan hukuman mencabut hak yang tersabut dalam pasal 35 No.  Perempuan yang sengaja menggugurkan atau membunuh kandungannya atau suruhan orang lain untuk itu. jika karena itu perempuan mati. dikenakan pasal 348. dikenakan pasal ini. atau menjaga kesehatannya. Ditambahkan dalam ayat 2. [doodslag] pembunuhan direncanakan [moord] atau karena salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 344. Pasal 350: pada waktu menjatuhkan hukuman karena makar mati.

Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. apalagi memberi ruang bagi ibu untuk melakukan aborsi karena mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. 3. Alasan medis memang dikemukakan dalam konteks menjaga nilai-nilai moral. 23 tahun 1992.65-66 . tetapi di sisi lain pemerintah atau pengadilan bisa saja menafsirkannya sebagai tindakan selain aborsi. “tindakan medis tertentu” diartikan sebagai aborsi.114 Di sini terasa ada keragu-raguan pemerintah Indonesia dalam menghadapi masalah aborsi.[] 112 113 114 Harkristuti Harkrisnowo.276-277 Dr. norma agama. Pada sarana kesehatan tertentu. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut. Yang boleh diambil adalah “tindakan medis tertentu”. 2. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya. yakni: ”Tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun dilarang karena bertentangan dengan norma hukum. namun tidak jelas apakah aborsi termasuk salah satu tindakan yang diperbolehkan. Namun keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu. (2) Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat [1] hanya dapat dilakukan: 1.memberikan kesaksian yang justru memberatkan mereka jika ia mengungkap identitas orang yang digugurkan kandungannya. ketentuan mengenai aborsi juga terdapat dalam UU Kesehatan No.113 Dari Pasal di atas seakan-akan UU ini memperbolehkan pengguguran kandungan dengan alasan tertentu.6-8 Syafiq Hasyim [ed]. Ini semua menyebabkan aborsi menjadi “dark number of crime” sampai sekarang. h. jika itu dipandang sebagai tindakan darurat. karena aborsi tidak pernah menyelamatkan jiwa janin. sebab pada kalimat awal ditegaskan bahwa pengguguran kandungan atas alasan apapun dilarang. Apalagi kalimat terakhir menyebutkan “untuk menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin” yang sudah pasti bukan tindakan aborsi. Kartono Muhammad. Menakar “Harga” Perempuan. Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli. h. 4. Akan tetapi penjelasan pasal ini merumuskan suatu hal yang membingungkan. Dalam pasal 15 dinyatakan: (1) Dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu. norma kesusilaan dan norma kesopanan. Lebih dari itu dalam perundang-undangan yang ada tidak tercantum dictum yang menyatakan persyaratan aborsi. Namun UU ini juga menimbulkan kebingungan penafsiran.” Bagi beberapa orang.112 Selain KUHP. h.

Alasan tersebut ialah:  Pada perempuan yang belum atau tidak menikah. khususnya Islam. Satu hal yang penting untuk dicatat adalah bahwa nilai-nilai moral yang mendasari seluruh bangunan hukum tentang aborsi –baik hukum agama maupun hukum negaraternyata mengalami kesulitan penerapan dan perbenturan di tingkat lapangan.BAGIAN KE-LIMA TELA’AH TENTANG ABORSI Bertitik tolak dari data pada paparan di atas. takut pada orang tua. khususnya kepada yang bernyawa. pacar tidak mau bertanggung jawab. tampak bahwa dasar pelarangan aborsi adalah penghormatan kepada kehidupan. alasan medis. faktor sosial ekonomi [tidak sanggup lagi membiayai anak-anaknya dan khawatir masa depan anak tidak terjamin]. dari uraian di atas mendorong penulis untuk menyatakan beberapa hal berikut ini: 1. jumlah anak yang terlalu banyak. terlalu tua untuk melahirkan. Melihat perdebatan yang terjadi.  Pada perempuan yang sudah menikah. Sayangnya sampai kini persoalan kapan kehidupan dimulai masih menjadi sesuatu yang diperdebatkan oleh para ahli. Berbagai perangkat hukum. Namun demikian Islam mempunyai corak hukum yang lebih fleksibel. h. jarak kelahiran yang terlalu rapat. 5 . sedang dalam proses perceraian dengan suami.. 2. alasannya antara lain karena kegagalan alat kontrasepsi. Dari perspektif agama-agama samawai. dapat disimpulkan bahwa banyak alasan yang mengakibatkan perempuan melakukan aborsi. berstatus janda yang hamil di luar nikah. aborsi pada dasarnya adalah tindakan yang dilarang. alasan melakukan aborsi di antaranya karena masih berusia remaja. baik dari kalangan agama maupun medis.115 Sementara itu. termasuk sanksisanksi hukum dirumuskan untuk melindungi kehidupan makhluk bernyawa yang bernama janin ini. sehingga banyak variable yang dipertimbangkan dalam proses penentuan hukum aborsi. Sekalipun secara moral-ideal dan legal-formal aborsi dilarang. dan berstatus sebagai simpanan seseorang dan dilarang hamil oleh pasangannya. 3. atau karena berstatus sebagai isteri kedua dan suaminya tidak menginginkan kehadiran anak dari dia. baik dalam Islam maupun dalam hukum positif. toh praktek aborsi 115 Ibid.

Aborsi juga signifikan menyumbang angka kematian ibu akibat proses reproduksi yang tidak aman. Dalam kasus tertentu bahkan hak perempuan ini dinafikan sama sekali. Shahih Bukhari. dan membuat sistem sosial yang siap dengan segala resiko pilihan sikap “pro-life”.menunjukkan angka yang cukup tinggi. CD. h. R. 2000 David. Wiqayatan wa ‘Ilajan. maka Islam juga perlu mempersiapkan berbagai perangkat yang mendukung tersosialisasikannya pilihan itu di tengah masyarakat. mensosialisasikan sikap bisa menerima anak yang lahir dari kehamilan yang tidak dikehendaki. Beirut: Dar al-Fikr.fiqh Islam tidak memasukkan agenda hak-hak reproduksi perempuan –dalam hal ini hak untuk memutuskan hamil atau tidak dan hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi yang amandalam konsideran hukumnya. Ibnu. 1994 al-Ghazali. 4. 1998 al-Bukhari. Beirut: Dar al-Ma’rifah. C. E. Mas’alah Tahdid al-Nasl. Sa’id Ramadhan. 1983 . Di tengah dilema antara nilai moral dan tuntutan kebebasan perempuan untuk menjalankan hak-hak reproduksinya [pro-choice] seperti yang terjadi sekarang. menyiapkan sikap mental dan sosial masyarakat agar tidak mau melakukan aborsi. Oleh karen itu menjadi bisa dimengerti jika suara yang menginginkan diberikannya hak ini kepada perempuan kian hari kian nyaring terdengar. Ihya ‘Ulum al-Din. baik hukum positif maupun –terutama. Misalnya. Dari semua ketentan diatas. bahwa aborsi yang dilakukan oleh pasangan yang diluar nikah dalam Islam menurut pendapat para Imam adalah "haram mutlak". Syiria. atau bahkan satusatunya. Juz II. (London: 1968). Bila pilihan “pro-life” merupakan pilihan terbaik. Agama dan hukum tidak boleh ambigu.Rom al-Buthi.. Major Legal Systems in The World Today. 19 Ensiklopedi Islam. Hak-Hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung. sebab ambiguitas seperti ini terbukti tidak menyelesaikan persoalan. Kenyataannya. Ini semua menunjukkan bahwa pendekatan terhadap masalah aborsi semata-mata dari sudut moral dan hukum tidak cukup. al-Radd al-Mukhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar. [] DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an al-Karim Abidin. 5. Sementara itu dalam kasus yang sudah pasangan yang sudah menikah hukum yang berlaku adalah "kondisional" dalam artian tergantung situasi yang berlaku tersebut. Juz II. 6. Maktabah al-Farabi. Jakarta: Ikhtiyar Baru Van Hoeve. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. al-Imam. J. 1979 Adrina dkk. sudah saatnya agama Islam menyatakan pendirian yang tegas dengan segala konsekuensinya. Brierly.

Aziz. 1. 1997 Hajar. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 1988 Lewis.. “Fakta-Fakta Aborsi”. Cet. dkk. A. Attashendartini. Juz XI.Hasyim. 1992 Muslim. Jawa Pos Press: 2004.Bernard. Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Suci. Ali. “Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer”. CET. Jaad al-Haq ‘Ali Jaad. Ibnu. Cairo: Musthafa Muhammad. Juz II. al-Imam. Abdul Jalil. New York: Doubleday. “Abortus Menurut Hukum Islam”. Hans. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. Masail Fiqhiyah al-Haditsah pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. 2002 .th al-Qaransyawi. Makalah. Ibnu. Cairo: Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar.th Kung. Surabaya: PWNU. 1999. 1998 al-Haq. 2000 Hazm. t. Jakarta: PPFNU. “Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum”. Juz VIII. 1992 Muhammad. Ibnu. Husein.th Harkrisnowo. Bandung: Mizan. . Juz XI Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Depdikbud RI. Cairo: Universitas alAzhar. Jakarta: PPFNU. terj. Jakarta: Balai Pustaka. Menakar “Harga” Perempuan. al-Muhalla. Jakarta:. Makalah. 2. Juz IX. Dari The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror. ke-2 Qudamah. Cet. 2001 al-Nawawi. Makalah.(CET..ke-2 Rahardjo. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh al-Nisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyyah. Sahih Muslim. 1998. al-Mughni. Al-Mujaz fi Ushul al-Fiqh. (Jakarta: Penerbit PARAMADINA. Cet. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Syafiq. Tuhfah al-Muhtaj. 1995. t. 2001 Hasan. Syarah an-Nawawi ‘ala Sahih Muslim. Beirut: Dar al-Fikr. M. Cet. PPFNU.Dawam. Masyhuri. (ed). Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah. Kartono. Jakarta: Raja Grafindo Persada.ke-1 Muhammad. ke-1 Habsjah. Theology of The Third Millenium. t. 1965. Harkristuti. Makalah. Surabaya. Riyadh: Maktabah al-Riyadh al-Haditsah. Islam dalam Krisis: Antara Perang Suci dan Teror Kotor.

dan MA ditempuh di sebuah Pesantren Putri “Walisongo” Cukir. Zuhdi. t. Dalam rentang waktu antara 1979 . 1987. Dra. Mongomery. 1989. Aktivitas kesehariannya sekarang selain kepala lembaga Penelitian. Ibu dari enam orang anak ( lima putri dan satu putra ) ini dilahirkan di Jombang.1997 dan 1997 – 1999 ) . (Kairo: Dâr al-Syurûq. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 1995. Mahmud. Masyfuk. Ibnu. 1986 BIOGRAFI PENULIS Prof.Roland.. al-Imam.Kediri. Islam dan Keluarga Berencana di Indonesia. Haji Masagung. Surabaya: Bina Ilmu. Juz II. Program doktoralnya ia selesaikan pada tahun 1979 di Fak. Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis terj. al-Syarbini. W. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. Dr. Mughni al-Muhtaj.Robertson. MTs.1994 sempat menjadi guru Madrasah Aliyah di Purwoasri . ed.Program doktornya ia peroleh di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2004. t. Bidayah al-Mujtahid. Prof. ke-3 Zuhdi. Zaimuddin Badrus Sholeh ini juga pernah menjadi anggota fraksi Karya Pembangunan di DPRD II Kab. Selama dua periode ( 1992 . LPTQ Jawa Timur dan Majlis Ulama Jawa Timur. Hj. Juz VIII.Hikmah” Purwoasri Kediri tempat ia dan keluarganya tinggal . Jawa Timur pada 19 September 1955. Jakarta: CV. Jombang selama enam tahun ( 1966 – 1971 ). ia juga menjadi Tenaga Edukatif di Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel Surabaya serta aktif di Pusat Studi Jender di tempat ia mengajar. Al-Islâm: ‘Aqîdah wa Syarîah. Dr. Beirut: Ihya al-Turast al-Arabi Watt. Pada tahun 1971-1975 menempuh pendidikan guna memperoleh gelar sarjana muda di Universitas Hasyim Asy’ari Jombang. Pendidikan Dasarnya dia lalui di MI Bulurejo tamat pada tahun 1965.th Syalthut. Nihayah al-Muhtaj. Istibsjaroh. Rusyd.Juli 2005 ia menjadi Guru Besar bidang ilmu Tafsir di Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya. Kediri... Juz IV. Gelar Magister Agama ia peroleh di Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2000. SH.M.Ag. Di luar kegiatan akademik ia aktif di Muslimat NU Wilayah Jawa-Timur. Cet. Masyfuk. Cairo: Dar al-Syuruq. Edindurgh: Edinburgh University. isteri dari KH. Yang terakhir. ia juga sebagai salah satu Pengasuh Pondok Pesantren “Al. Ia juga memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Darul Ulum Jombang pada tahun 1997. Islamic Political Thought. dari Sociology of Religion oleh Ahmad Fedyani Saifuddin. Beirut: Dar al-Fikr. Pendidikan menengahnya..th al-Ramli. 2001). Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful