MENIMBANG HUKUM PORNOGRAFI, PORNOAKSI DAN ABORSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

OLEH PROF.DR. HJ. ISTIBSJAROH, SH, MAg

DAFTAR ISI MENIMBANG HUKUM PORNOGRAFI, PORNOAKSI DAN ABORSI PERSPEKTIF ISLAM Kata Pengantar Paradigma Pornografi, Pornoaksi dan Aborsi di Indonesia Prof. Dr. H. Ridlwan Natsir, Mag I PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI Bagian Pertama Ruang Lingkup Pornografi dan Pornoaksi A. Hakekat Pornografi dan Ponoaksi B. Sejarah Pornografi dan Pornoaksi C. Kreteria dan Batasan Pornografi D. Media dan Akses Pornografi dan Pornoaksi Bagian Ke-Dua Pornografi dan Pornoaksi dalam Perspektif Hukum Islam A. Teks al-Qur’an B. Tinjauan dari Berbagai Tafsir al-Qur'an 1. Tafsir al-Munir 2. Tafsir al-Thabary 3. Tafsir al-Maraghi 4. Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir 5. Tafsir al-Alusi Surat al-Nur C. Tinjauan As-Sunnah dan Kaidah Ishul Fiqh. Bagian Ke-Tiga Pornografi dan Pornoaksi dalam Kehidupan Sosial Masyarakat A. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Global B. Pornografi dan pornoaksi dalam Masyarakat Lokal C. Kontraversi Undang-Undang Pornografi dan Pornoaksi Dalam Sosial Kemasyarakatan Lampiran Fatwa MUI Tentang Pornografi dan Pornoaksi II ABORSI Bagian Pertama Fenomena Aborsi Bagian Ke-Dua Desain Aborsi A. Definisi dan Hakekat Aborsi B. Macam-Macam Aborsi C. Faktisitas Aborsi di Indonesia

Bagian Ke-Tiga Aborsi Dalam Hukum Islam A. Hukum Aborsi Dalam Islam B. Akibat Hukum Aborsi C. Aborsi dalam Spektrum Hukum Positif dan Hukum Islam Bagian Ke-empat Telaah Hukum Aborsi Daftar Pustaka Biografi Penulis

justru mendapat kecaman yang luarbiasa dari masyarakat lainnya yang mendukung polah tersebut sebagai produk seni tinggi [upaya membelenggu kreatifitas]. Ridlwan Nasir. Dan mungkin akan ditambah semarak lagi dengan munculnya majalah "Play Boy" di negeri ini yang akan menambah daftar panjang parade pornografi dan pornoaksi. Sekedar pengingat. peran negara tidak lagi diharapkan dalam mengatur dan mengendalikan sebagai aspek-aspek kehidupan sosial. gambar atau pose yang "panas dalam adegan" tetapi "tidak panas dalam ide. Ironis memang. Munculnya era reformasi. Pada tataran tersebut kondisi Indonesia sudah dalam keadaan memprihatinkan dan dalam taraf membahayakan. Realitas tersebut berakses pada kebebasan dalam etika dan norma. dan sederet artis lainnya yang diabadikan oleh majalah RHA yang konon juga telah beredar di manca negara [prestasi atau bencana!]. MA "Persoalan media dan pornografi. dan nilai moral bangsa. telivisi global. Dewi Rezer. Dr. termasuk media [internet. dan film-film porno di berbagai media [cetak atau elektronik]. aksi sensual. kreatifitas dan norma. pornoaksi adalah persoalan yang sangat delematis. sebagai dampaknya banyak literatur. ataupun pengintaian satelit]". tapi justru ditanggapi dengan kebebasan tanpa batas.M. pornoaksi dan hal sejenisnya adalah "haram". ketika sebagian masyarakat Muslim menentang dan mengutuk polah aksi pornografi. Anjasmara. unggah-ungguh [sopan santun] dan seterusnya. khususnya pada anak-anak dan generasi mudanya. yang konon merupakan negeri yang sangat agamis dan selalu menjunjung tinggi norma. mungkin memori di otak kita belum hilang dengan kasus-kasus pose seronoknya artis-artis kita mulai Shopia Latcuba. terutama delima antara kebebasan dan moralitas. H. Nafa Urbah. norma agama. Sarah Azhari. Sementara dimasa depan. film. Boleh jadi ini yang merupakan salah satu bentuk penyesatan umat dan sekaligus dapat dibilang masuk dalam kategori "kekerasan informasi". Itulah sisi lain wajah moral yang sama-sama dapat kita saksikan setiap saat di negeri kita tercinta ini. Fakta ini juga diperkuat oleh "Jejak Kaki Internet Protection" yang mencatat 97 persen anak usia 9-14 tahun ternyata pernah mengakses situs porno [Republika 8 Maret 2006]. Tidak main-main kasus-kasus tersebut sempat juga sampai kemeja para anggota MPR RI sebagai materi rapat dan acuan kebijakan pemerintah dalam upaya membuat RUU anti . etika. pertumbuhan dan tradisi.PENGANTAR PARADIGMA PORNOGRAFI. ternyata sebahagian besar tidak ditanggapi dengan positif oleh banyak media. tema dan kritik". Dan kalau ditanya pasti alasan yang disampaikan dan digulirkan oleh mereka tetap sama sebagai sebuah "prodak seni" yang harus dinikmati dan disyukuri. telah membawa dampak kebebasan yang lain yakni prilaku yang sangat mengabaikan budaya malu. Media lebih mengedepankan "profit orientied". [Yastraf Amir Peiling] Menjamurnya pose seronok. Sebagai bahan acuan hasil survay Ely Risman [Psikolog] menunjukkan sekitar 98 persen anak-anak Indonesia terbiasa mengakses media-media yang menampilkan pornografi [Republika 8 Maret 2006]. PORNOAKSI DAN ABORSI DI INDONESIA Prof. seakan menyentak kesadaran kita bahwa kebebasan pers yang telah digulirkan oleh pemerintah.

bahkan menjadi kabur disebabkan pandangan masyarakat yang dipengaruhi oleh derasnya arus sekularisasi dan globalisasi. Sebab bagi para phothografer atau pekerja seni yang sejenis yang akrab dengan para artis dan dunia entertaiment. Di dalam kehidupan khusus tersebut. budayawan. Semuanya mengandung interpretasi yang sangat mudah diperdebatkan bahkan disangkal. Islam membolehkannya melalui apa yang dinamakan pintu "pernikahan". Dan bagi seorang wanita bagian tubuh yang terbilang sebagai ”aurat" adalah seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan. Akan halnya dalam kehidupan umum. seperti rambutnya. AnNûr 31]. Sementara itu seorang perempuan diperbolehkan memperlihatkan sebagian aurat-nya kepada para medis dalam hal ini dokter. MUI [Majelis Ulama' Indonesia] sendiri sebagai kontrol masyarakat yang sudah mengelurkan fatwa "haram" terhadap hal-hal yang berbau pornografi. Dalam hal ini. pornografisasi dan pornoaksisasi telah banyak melahirkan kader-kader baru bahkan lebih panas dari sebelumnya dan ironisnya mendapatkan tempat tersendiri dalam masyarakat dan media kita. Dalam hal ini seorang wanita muslimah dibolehkan membuka jilbab dan kerudungnya dihadapan para muhrimnya dan orang-orang yang diberi hak oleh syariat untuk melihat aurat yang biasa terlihat manakala wanita tersebut berada dalam rumahnya [QS. Melalui muhrimnya. leher dan dadanya [QS. dan pornoaksi tidak terkecuali kasus-kasus sejenis yang mencuat tersebut sama sekali tidak diperhatikan. .pornografi dan pornoaksi atau yang ramai diberdebatkan RUU APP [Anti Pornografi dan Pornoaksi]. Bagi yang menganggap bikini itu sopan. dapat diinformasikan kepada seorang pria yang melamarnya untuk dijadikan istrinya. tontonan tersebut bukan merupakan sesuatu yang merangsang akan tetapi dianggap sebagai produk "seni". Mengapa Fenomena tersebut dapat berlarut-larut dan bahkan akan selalu menjadi fenomena "gunung es" di negeri ini? Bisa jadi karena selama ini. Oleh karena itu seorang wanita yang sudah baligh manakala keluar [masuk dalam kehidupan umum] dari rumah harus mengenakan jilbab yakni pakaian luar yang menutup tubuhnya hingga sejengkal dibawah mata kaki [QS. Hal yang berkaitan dengan seksualitas. dan kakinya. tidak menentu. merangsang ataupun melanggar budaya Timur--tampak kabur dan bisa berubah-ubah. dan seniman. seorang tidak dibenarkan menampakkan auratnya. dan kireteria merangsang yang menjadi tolak ukur pornografi dan pornoaksi dari berbagai pendapat juga masih mengandung kontroversi. Islam telah memberikan arahan untuk memecahkan masalah-masalah manusia. perawat dan penyelidik. tangannya. Artinya hanya kepada orang yang terikat dengan tali pernikahan yang sah saja diperkenankan melakukan aktifitas seksual. Kreterianya pun belum jelas–apakah melanggar bartasan kesopanan. dan mengenakan kerudung yang menutupi kepala. termasuk masalah yang terkait dengan seksualitas manusia. maka pose artis tersebut dianggap "masih sopan dan wajar'. semuanya akan memberikan rumusan yang berbeda bahkan bertolak belakang. Islam membolehkan bagi wanita menampakkan anggota bagian tubuhnya dihadapan anggota keluarga [muhrim]. Yaitu Islam memberikan syariat kehidupan khusus [kehidupan keluarga] dan kehidupan umum [kehidupan sosial]. Faktanya hingga saat ini. batasan mengenai pornografi dan pornoaksi di negeri Indonesia semakin tidak jelas. Bila pornografi dan pornoaksi diserahkan batasan dan kreterianya kepada kita terutama pada kalangan pendidik. alAhzâb 59]. politisi. An-Nûr ayat 31]. gambaran tentang sebahagian "aurat" perempuan. tetapi ternyata faktanya sampai sekarang masih dalam wacana yang terus bergulir tampa adanya penyelesaian.

Untuk itulah buku ini hadir untuk anda para pembaca. dengan 100 kali pukulan atau cambukan [an-Nûr ayat 2]. lengkap dengan paparan-paparan data yang mendukung. Pada bagian pertama. Buku ini merupakan salah satu buku yang akan membongkar hal-hal yang terkait dengan aborsi yang sebelumnya didahului dengan memperbincangkan tentang pornografi dan pornokasi tentunya dalam perspektif Islam. Pornoaksi dan Aborsi Dalam Perspektif Islam" saya ucapkan selamat kepada penulis. merampok. Walaupun secara makna antara pornografi. SH.. Dan untuk pembaca budiman. Terkait dengan aborsi. Agar lebih hidup pembaca juga akan disuguhi dengan beberapa kontroversi mengenai kententuan hukum pornografi dan pornoaksi dalam mayarakat. Dr Hj. Sehingga dengan demikian pornografi dan pornoaksi tergolong dengan tindakan yang kriminial dan pelakukanya patut dijatuhi hukuman. adalah menggali dan memperbincangkan tentang ruang lingkup aborsi. Bisa dicatat dalam sebulan pasti ada dua sampai tiga kali dalam seminggu kasus yang muncul dan tragisnya lagi pasti akan menimbulkan korban baik dari pihak ibu maupun anak. Dan sebagai pengantar buku "Menimbang Hukum Pornografi. Karena pornografi yang sifatnya dapat menggoda.pornografi itu setara kejinya dengan judi. Dan parahnya para korban tidak menyadari akan perbuatan dan konsekwensi hukumnya baik secara duniawi maupun akhirat. MA. Istibsjaroh. selamat membaca! semoga buku ini dapat memberi pencerahan dan inspirasi bagi anda. yang kemudian diteruskan dengan hukum-hukum dan ketentuan yang terkait dengan aborsi. semoga karya anda menjadi karya yang selalu bermanfaat bagi kebeningan umat. maka seorang wanita muslimah secara jelas mengetahui bahwa mengumbar aurat tubuhnya dihadapan orang yang tidak berhak dan ditempat yang tidak tepat adalah dosa yang harus dijauhi. "…. tidak diridhai oleh Allah SWT dan dilarang dengan sangsi dunia dan akhirat bagi pelanggarnya. dan pekerjaan mungkar lainnya. Yaitu sama-sama terkait dengan seksualitas manusia dan normasusila. mendorong orang untuk mendekati zina".[] . Tidak dapat dikesampingkan juga salah satu tindakan yang terkait dengan akses pornografi dan pornoaksi terkait dengan seksualitas manusia adalah tindak aborsi. Hubungan seks diluar nikah dalam pandangan Islam disebut dengan "zina" dan merupakan salah satu tindak kriminal [jarimah]. Sementara itu pada bagian kedua. minuman keras. dalam publik juga tak kalah ramai dengan kasus pornografi dan pornoaksi. berdasarkan latar belakang yang terjadi dalam pandangan Islam terdapat ketentuan dan hukum tersendiri. sebagai pembuka anda akan digiring pada hal-hal yang terkait dengan pornografi dan pornoakasi [sebuah disain yang lengkap] yang kemudian sebagai puncaknya masalah hukum yang terkait dengannya.. Dalam setahun saja aborsi telah menewaskan 100. Zakiah Daradjat mengatakan pornografi termasuk pekerjaan mungkar.000 ibu di seluruh dunia sebuah angka yang cukup fantastis sebagai mesin pembunuh. Prof. [Jawa Pos 6 November 2006] Walaupun dalam berbagi kasus aborsi tersebut memiliki latar belakang yang berbeda. akan tetapi yang sering mencuat adalah akibat tindakan amoral.Dengan batasan yang jelas tersebut. Kasus-kasus aborsi yang mencuat. pornoaksi dan aborsi memiliki arti yang jauh berbeda akan tetapi jika ditelisik akan menemukan sebuah benang merah. Sebaliknya Islam melarang kehidupan seksual diluar nikah dan berbagai bentuk seks bebas [free sexs] untuk menjaga kejelasan jalur keturunan manusia dan mencegah terjadinya konflik serta tindak anarki akibat hubungan lawan jenis yang tidak teratur. Secara tegas menghukum pelakunya bila masih gadis atau bujang.

Secara umum pengertian pornografi dan pornoaksi di Indonesia dapat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi sebagai berikut. dan . sosial. walaupun akhirnya konsep ini selalu berubah berdasarkan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Dalam kondisi seperti ini batasan mengenai pornografi dan pornoaksi menjadi suatu entitas yang dapat mengalami perubahan. Maret. budaya. Hakekat Pornografi dan Pornoaksi Konsep mengenai porno pada dasarnya bersifat intra subyektif dan bahkan inter subyektif dimana subyektifitas individu satu dengan lainnya membentuk seks normatif. Ridlwan Nasir. Pembagian penduduk berdasarkan agama yang dianut. Dr.M. sesuai dengan latar belakang sosial cultural yang ada. Pembagian penduduk berdasarkan tempat tinggal perkotaan dan pedesaan. khususnya ketika ia berhadapan dengan petumbuhan yang terjadi dalam bidang. 2007 Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof.Surabaya. ekonomi dan politik. Pertama. 150203743 I PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI BAGIAN PERTAMA RUANG LINGKUP PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI A. MA NIP. Kedua. H. Gambaran mengenai pornografi dan pornoaksi pada masyarakat secara luas bukan merupakan sesuatu yang menetap.

1 Jika ditelusuri pornografi dari bahasa Yunani "πορνογραφία" pornographia — secara harafiah tulisan tentang atau gambar tentang pelacur kadang kala juga disingkat menjadi "porn. 2003] h. dari akar kata Yunani klasik πορνη dan γραφειν. tayangan audiovisual. Sementara itu menurut istilah beberapa para ahli pornografi dapat didefinisikan sebagai berikut." "pron. diartikan sebagai writing abaut prostitutes tulisan atau gambaran mengenai pelacur. namun berbeda dengan erotika. h. Kata ini berasal dari dari istilah Yunani untuk orang-orang yang mencatat "pornoai". [Jakarta. [Bandung. [Jakarta. 137 Tjipta Lesmana. [Jakarta." atau "porno" adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia dengan tujuan membangkitkan rangsangan seksual. Balai Pustaka. Bina Mulia 1987]. khususnya yang dianggap berselera rendah atau tidak bermoral. h. h. pembicaraan.4 1 Neng Djubaidah. lukisan. 69. A. Hamzah. 7. meskipun kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian.2 Sementara itu dalam kamus Ilmu Popular pornografi diartikan sebagai bacaan atau gambar cabul. Sekarang istilah ini digunakan untuk merujuk secara seksual segala jenis bahan tertulis maupun grafis. Pada masa modern. pornografi secara harafiah berarti "tulisan tentang pelacur". Pornografi dalam Hukum Pidana. Istilah "pornografi" seringkali mengandung konotasi negatif dan bernilai seni yang rendahan. Lih. Cet ke I.Ketiga. gambar. . yang pada abad ke-18 dan 19 menerbitkan risalat-risalat yang mempelajari pelacuran dan mengajukan usul-usul untuk mengaturnya. Cet ke I. dibandingkan dengan erotika yang sifatnya lebih terhormat. Tim Penyusun Kamus Besar Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa. Istilah ini tetap digunakan dengan makna ini dalam "Oxford English Dictionary" hingga 1905. Studi Dalam Hukum Perbandingan. mirip. Mujahid. Pornographos. h. 1988]. 4 3 2 Abu Al-Ghifari. 30. 354. Pornografi adalah tulisan.' Kata ini berkaitan dengan kata kerja yang artinya menjual. penyajian atau konsumsi bahan tersebut dimaksudkan hanya untuk membangkitkan rangsangan seksual.3 Dalam pengertian aslinya. [Jakarta. apabila pembuatan.  Abu Al-Ghifari. 2002]. belakangan istilah pornografi dan pornoaksi digunakan untuk publikasi segala sesuatu yang bersifat seksual. Gelombang Kejahatan Seks Remaja Modern. Prenada Media. Akan tetapi. pembagian penduduk berdasarkan masyarakat adat yang berada antara satu dan lainnya. Kata "porne" yaitu "perempuan jalang" dan graphein "menulis atau ungkapan". dan gerakan-gerakan tubuh yang membuka tubuh tertentu secara vulgar yang semata-mata untuk menarik perghatian lawan jenis. Pornografi Pornoaksi Ditinjau Dari Hukum Islam. Puspa Swara. 1995]. Pornografi Dalam Media Massa. istilah ini diambil oleh para ilmuwan sosial untuk menggambarkan pekerjaan orang-orang seperti Nicholas Restif dan William Acton. mulanya adalah sebuah eufemisme dan secara harafiah berarti 'sesuatu yang dijual. Istilah eufemistis seperti misalnya film dewasa dan video dewasa biasanya lebih disukai oleh kalangan yang memproduksi materi-materi ini. atau pelacur-pelacur terkenal atau yang mempunyai kecakapan tertentu dari Yunani kuno. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

tayangan atau media komunikasi lainnya yang sengaja dibuat untuk memperlihatkan secara terang-terangan atau tersamar kepada publik alat vital dan bagian-bagian tubuh serta gerakan-gerakan erotis yang menonjolkan sensualitas dan atau seksualitas. 1998]. Wanita tersebut bernama Phyerne dari Thespie. Kaburnya Batasan Pornografi. dilihat dari depan. Penggambaran yang detail secara narasi terhadap hubungan seks itu kemudian menimbulkan terciptanya teatre of mind pembaca. htm. sejarah munculnya pornografi da pornoaksi ini bermula dari keberadaan seorang perempuan cantik jelita. samping. gerakan atau bunyi suara dan/atau desah yang memberi kesan persenggamaan. atau belakang. Foto-foto yang eksplisit muncul tak lama setelah ditemukannya fotografi."6  MUI atau Departemen Agama. Pornomedia Kontruksi Sosial Tehnologi Telematika dan Perayaan Seks di Media Massa.. Karya seni yang secara seksual bersifat sugestif dan eksplisit sama tuanya dengan karya seni yang menampilkan gambar-gambar yang lainnya. "Pornografi adalah bentuk ekspresi visual berupa gambar. testimonial. sehingga fantasi seksual pembaca menjadi menggebu-gebu terhadap hubungan seks yang digambarkan tersebut. terawang. pornosuara dan pornoaksi. Pikiran Rakyat Cyber Media. yaitu meliputi porno teks.7 B.5  Menurut RUU Anti Pornografi. baik dengan atau tanpa penutup. sehingga pembaca merasa ia merasa menyaksikan sendiri. Pornosuara yaitu tuturan atau kalimat-kalimat yang diucapkan seoarang yang langsung atau tidak langsung bahkan secara halus atau vulgar tentang aktivitas seksual atau obyek sekual. pornografi. atau oral seks yang bertujuan untuk membangkitkan nafsu seksual". foto. atau pengalaman pribadi secara detail dan vulgar. gerakan masturbasi. lukisan. ----. Sejarah Pornografi dan Pornoaksi Pornografi dan pornoaksi mempunyai sejarah yang panjang. h. yang hidup di Negara Yunani yaitu sekitar abad ke-empat sebelum Masehi. Kamis. tulisan. Beralih ke pengertian pornoaksi itu sebenarnya tidak jauh dengen pengertiannya dengan pornografi yaitu penekanannya pada pornoaksi lebih pada penggambaran aksi gerakan lenggokan dan liukan tubuh yang disengaja atau tidak sengaja untuk memancing bangkitnya nafsu seksual laki-laki. Feminis dan Moralis Konservatif mendefinisikan pornografi sebagai "Penggambaran material seksual yang mendorong pelecehan seksual dengan kekerasan dan pemaksaan". video. Karya-karya film yang paling tuapun sudah menampilkan gambar-gambar telanjang maupun gambaran lainnya yang secara seksual bersifat eksplisit. Sementara itu. 231. payudara atau pinggul. homo. 7 . 01 Mei 2003. sehingga konsepnya menjadi pornomedia. Dalam kasus tertentu semua katogori ini dapat menjadi sajian dalam satu media. 152. Dengan demikian secara garis besar dalam wacana pornografi atau dalam tindak pencabulan konteporer dan beberapa bentuk porno. Ibid. Ensiklopedia Feminisme. Ia seorang hitaerai yaitu perempuan yang hidupnya hanya untuk bersenang-senang dengan laki-laki. h. serta segala bentuk perilaku seksual dan hubungan seks manusia yang patut diduga menimbulkan rangsangan nafsu berahi pada orang lain.. lesbian. film atau yang dipersamakan dengan film. Penonjolan close up alat-alat vital. mengalami atau mengalami sendiri peristiwa atau hubungan seks itu. ciuman merangsang antara pasangan sejenis ataupun berlainan jenis. "Pornografi adalah ungkapan visualisasi dan verbalisasi melalui media komunikasi massa tentang perlakuan/perbuatan laki-laki dan/atau perempuan dalam keadaan memberi kesan telanjang bulat. Pornoteks yaitu karya pencabulan yang mengangkat cerita berbagai fersi hubungan seksual dalam bentuk narasi. Hitearai berbeda 5 6 Maggie Humm. Burhan Bungin. [Jakarta.

Perbedaan yang mencolok tersebut antara Barat dan Timur dari segi kehidupan sosial adalah Barat khususnya Benua Eropa mengalami kemajuan yang sangat menonjol. Dalam perkembangan selanjutnya strip-tease baik yang dilakukan secara langsung disebut dengan pornoaksi. Strip-tease show yang dilakukan oleh seorang Hetaerai tersebut tidak berkaitan dengan porne yang berarti pelacur. h. Ibid..8 Pheyrne pernah dituduh sebagai perempuan yang mengkorupsi para jejaka Athena. Ibid. h. h. 696. Sementara itu jika strip-tease ditampilkan melalui media dikategorikan sebagai pornografi. Dewan Pers 1987]. sementara strip-tease yang ditampilkan melalui lewat media maka dikatagorikan sebagai pornografi. adalah penilaian yang lebih menyoroti pada aspek etika. atau dapat juga berarti tarian telanjang. . 10-11. atau tampa melalui media komunikasi. Ketika hukum hendak menjatuhkan hukuman terhadap Phryne pembela Phryne yang bernama Hyperdes mengajukan pembelaan dengan cara meminta Phryne berdiri disuatu tempat di depan sidang dengan posisi yang dapat dilihat oleh semua hadirin. C. dan kultur masingmasing. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Rachim. adat istiadat. sedangkan kata strip-tease menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pertunjukan tarian yang dilakukan oleh perempuan dengan gerakan antara lain dengan menanggalkan pakaiannya satu persatu dihadapan penonton. terutama yang diwarisi dari para leluhurnya. Untuk itu perlu adanya kreteria mengenai indah. Kreteria dan Batasan Pornografi dan Pornoaksi Berdasarkan kedudukannya pornografi dan pornoaksi dapat kita tinjau dari dua sudut yaitu pertama. Kamus Besar Bahasa Indonesia.9 Sedangkan kata pornografi menurut kamus tersebut adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dengan tujuan untuk membangkitkan nafsu birahi.11 strip-tease yang dilakkan secara langsung. Berdasarkan pengertian diatas sebenarnya akibat dari striptease dan pornografi sebenarnya tidak berbeda baik yang ditampilkan secara langsung atau melalui media komunikasi yaitu sama-sama membangkitkan nafsu birahi bagi orang yang melihat atau menontonnya. Sementara itu dalam realitasnya terjadi perbedaan yang sangat mencolok antara belahan Barat dan Timur. Pornografi Pornoaksi Ditinjau Dari Hukum Islam. Sementara Timur masyarakatnya identik dengan memegang teguh tradisi. Dan pertunjukan Phryne itulah kemudian merupakan awal dari adegan pornografi yang kemudian berkembang menjadi striptease show. Kamus Besar Bahasa Indonesia.. saat ini bias disebut pornoaksi. h. [Jakarta. sudut social cultural bahwa ketika membahas mengenai pornografi maka yang harus diperhatikan adalah masalah perbedaan sosio budaya. Ibid. yaitu perempuan pelacur yang digunakan dan dibayar setiap hari dan berbeda pula dengan istri yang dipercayakan untuk memelihara rumah tangga dan keturunan yang dapat dipercaya. Namun pada perkembangan selanjutnya seperti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia kata porne yang berasal dari kata porne yang berarti cabul. Kedua. 140. 11 Neng Dzubaidah.. 696. Phryne menampakkan pakaiannya satu persatu hingga tubuh indahnya tampak oleh hakim dan seluruh yang hadir dan hasilnya Phryne dibebasakan dari tuduhan dan hukuman.10 Meskipun rumusan strip-tease tersebut tidak disertakan tujuan tarian telanjang adalah untuk merangsang nafsu birahi seperti halnya dengan rumusan pornografi namun akibat dari stip-tease ini juga sama-sama dapat membangkitkan nafsu birahi. kreteria baik 8 9 Alex A. 10 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. kurun waktu dan tahapan kedewasaan etis dari orang-orang secara individual dan seluruh masyarakat. Pornografi Dalam Pers Sebuah Orentasi.dengan porne.

yang lebih mencakup pada masalah etis walaupun tekanannya bisa berbeda. kreteria benar dan indah harus diikutsertakan sebagai landasan dasar untuk menggapai suatu penilaian yang bijaksana. sistem kepribadian. Dalam kreteria pornografi dan pornoaksi ada keterkaitan dengan teori yang dikemukakan oleh Talcott Person melalui konsep sibernetik bahwa ada keterkaitan sistem budaya. dan dalam bidang etis tekannanya pada yang baik. 14 15 Johan Suban Tukau. Burhan Bungin. Sementara itu berdasarkan tingkatan elsistensi dan pengaruh yang ditimbulkannya secara umum pornografi dan pornoaksi dibedakan menjadi dua yaitu pornografi dan pornoaksi normal. Tim Kajian LBH APIK Jakarta. Di dalam industrinya sendiri dilakukan klasifikasi lebih jauh secara informal. 76. h. Ibid. Perubahan pada tingkat ini akan berakibat tingkatnya sistem kepribadian dan organisme aksi masyarakat. tt]. Etika Seksual Dan Perkawinan . pornografi dan pornoaksi biasa dan pornografi dan pornoaksi keras sadistis. namun definisi hukum yang tidak pasti dan standar yang berbeda-beda pada penyalur-penyalur yang berbeda pula menyebabkan produser membuat pengambilan gambar dan penyuntingannya dengan cara yang berbeda-beda pula. 12. h. sistem sosial. APIK. . Melihat pergeseran tersebut terjadi perbedaan yang sangat signifikan antara masyarakat Barat dan masyarkat Timur dalam memandang konsep seks dan pornografi dan pornoaksi. 75-76..  Isolasi seks. hanya alat kelamin genital untuk merangsang nafsu birahi terlepas dari nilai personal seperti cinta kasih dan kemesraan. Prenada.  Perangsangan nafsu birahi. sementara pornografi dan pornoaksi berat mengandung gambargambar alat kelamin dalam keadaan terangsang dan kegiatan seksual termasuk penetrasi. Pengalaman manusia dan kebenaran agama. 99. Kontruksi Sosial Teknologi Telematika dan Perayaan Seks Di Media Massa. Pornografi dan pornoaksi keras dapat merangsang orang bersangkutan untuk sampai melampiaskan dorongan seksualnya secara brutal kepada orang lain. [Jakarta.. Penilaian yang bijaksana mengenai masalah seksualitas.13 Dengan demikian perubahan pada nilai atau sistem budaya akan berakibat pada perubahan sistem sosial. Daya-daya seksual yang menyeluruh tidak diceritakan sebagai sarana ungkapan cinta dalam perkawinan dan cara untuk melanjutkan keturunan dalam keluarga. sosial dan moral.12 Secara garis besar perbedaan tersebut lebih mengacu pada pengaruh yang diakibatakan dua macam katogari pornografi tersebut. dalam arti seni tekanannya pada arti yang indah estetika. Ibid. Menurut Johan Suban sesuatu dinilai porno jika. ilmu pengetahuan dapat sangat membantu manusia dalam membuat penilaian etis yang bertanggung-jawab tampa terjebak membuat larangan-larangan moral yang irrasional.15 pornografi dan pornoaksi menonjolkan kelamin genital untuk merangsang nafsu birahi yang brutal dan menunjukkan kelemahlembutan 12 13 Johan Suban Tukau. Seks dilepaskan dari aspek yang lain seperti aspek psikologis. atau menirukan adegan seks. h. 2003]. Mereka pun terlebih dulu mengkonsultasikan film-film mereka dalam versi yang berbeda-beda kepada tim hukum mereka. Dalam ilmu penghetahuan tekanan yang benar. Tanggapan atas RUU Anti Pornografi dan Anti Pornoaksi Sebuah Draf Kajian. [Jakarta. adegan-adegan yang secara sugestif bersifat seksual.14 seksualitas diciutkan pada. dan sistem organis. Pornografi dan pornoaksi ringan umumnya merujuk kepada bahanbahan yang menampilkan ketelanjangan. h. Etika Seksual dan Perkawinan. Pembedaanpembedaan ini mungkin tampaknya tidak berarti bagi banyak orang.

Itu berarti perendahan atau pelecehan nilai suci perkawinan dan keluarga. Ibid.. gambar bergerak termasuk animasi. teks erotik yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik lainnya. h. . Seolah-olah pria dan wanita adalah obyek yang harus dinikmati. Tidak dilihat bahwa dorongan seksual dapat dibudidayakan dan disumblimasi. Sehingga wajar. Perkembangan Pornografi dan pornoaksi dalam Bentuk Media Pornografi dan pornoaksi dapat menggunakan berbagai media — teks tertulis maupun lisan. kehendak dan cita-cita yang luhur. Hubungan seksual personal yang intim antara suami istri dalam keseluruhan hidup berkeluarga disajikan secara terbuka dalam pornografi dan pornoaksi tampa hormat sama sekali. 76. Relief Klasik Sementara itu pada manusia telanjang dan aktivitas-aktivitas seksual ditampilkan dalam sejumlah karya seni paleolitik misalnya pada patung Venus. kadang-kadang dengan ilustrasi. namun tidak jelas apakah tujuannya adalah membangkitkan rangsangan seksual. Pornografi dan pornoaksi tidak menghargai privacy dibidang seksualitas manusiawi. atau sosial. kios. bagi remaja akan menjerumuskan mereka ke dunia fantasi dan bukan pada dunia nyata. Media dan Akses Pornografi dan Pornoaksi Perkembangan media dalam balutan pornografi dan pornoaksi bekembang dengan pesat.. 76. tetapi lebih untuk membuat mereka berkhayal. gambar. Film porno menggabungkan gambar yang bergerak. cukup mudah untuk menemukan media kategori ini. D. Mencari media kategori 'X' ini bukan pekerjaan sulit. media jenis 'X' ini sangat laris manis di pasaran. Media dengan tema seksualitas memang tumbuh dan berkembang luar biasa. khususnya dalam perkawinan. sementara majalah seringkali menggabungkan foto dan teks tertulis. di agen-agen koran. manusia membutuhkan lingkungan intim. Jika media dengan tema politik. Novel dan cerita pendek menyajikan teks tertulis. Johan Suban Tukau.  Membangkitkan dunia khayalan.  Tiadanya hormat terhadap lingkungan intim16. Adegan seks dipertontonkan secara berlebihan. Orang lain adalah alat untuk melampiaskan nafsu birahi yang irasional. atau tema lain sudah banyak yang gulung tikar. sehingga orang akan cenderung melupakan adat mengabaikan nilai persahabatan dan pergaulan.17 pornografi dan pornoaksi mempertontonkan gambar telanjang bagi remaja dan kalangan lainnya dengan tujuan tidak menjelaskan secara benar fungsi alat kelamin. Daya tarik media kategori ini di mata konsumen barangkali terletak pada tampilan gambarnya yang vulgar dan memancing birahi. dan suara seperti misalnya suara orang yang bernapas tersengal-sengal. media berlabel 'X' ini ternyata masih berjaya di pasaran. ukiran.emosional yang psikis dan seksualitas. Bahwa manusia juga memiliki akal budi. Etika Seksual Dan Perkawinan Ibid. gambar-gambar itu mungkin mempunyai makna spiritual. Sebaliknya. serta isi pemberitaannya yang berputar pada wilayah seksualitas. Suatu pertunjukan hidup pun dapat disebut porno. Ada sejumlah lukisan porno di tembok-tembok reruntuhan bangunan Romawi di Pompeii. bila dibandingkan dengan media lainnya. Etika Seksual Dan Perkawinan. Salah satu contoh yang menonjol adalah gambar tentang sebuah bordil yang mengiklankan berbagai pelayanan seksual di dinding di atas 16 17 Johan Suban Tukau. a. dan berbagai tempat lain. 1. foto-foto. Hampir di setiap sudut kota. h.

Film Facts. Bahkan sebagian orang mengatakan bahwa pornografi dan pornoaksi telah menjadi kekuatan yang mendorong yang mendorong teknologi dari mesin cetak. teknik ini pun digunakan untuk membuat foto-foto porno. meskipun alat kelamin mereka ataupun bagian-bagiannya tidak benar-benar diperlihatkan. yang kemudian membuat film porno berat (atau ringan. 2. menunjukkan jalan ke wilayah pelacuran dan hiburan. melalui fotografi foto dan gambar hidup hingga video. Audio Visual Film Film-film porno juga hampir sama usianya dengan media itu sendiri. 66 Banyak film porno seperti itu yang dibuat dalam dasawarsa-dasawarsa berikutnya. 18 . mulai menampilkan gambar-gambar yang lebih eksplisit. hlm. TV satelit dan internet." Robertson. El Satario dari Argentina mungkin malah lebih tua lagi. Buku-buku komik porno yang dikenal sebagai kitab suci Tijuana mulai muncul di AS pada tahun 1920-an. namun karena sifat pembuatannya dan distribusinya yang biasanya sembunyi-sembunyi. dan fetishes. Gambaran laki-laki itu kemudian diberi nama "Adonis von Zschernitz". pornografi dan pornoaksi di Amerika Serikat berkembang dari apa yang disebut "majalah pria" seperti Playboy dan Modern Man pada 1950-an. Film ini dibintangi oleh Bill Osco dan Howard Ziehm. masturbasi. Media Cetak Pornografi dan pornoaksi yang diedarkan secara massal sama tuanya dengan mesin cetak sendiri. Seruanseruan untuk mengatur atau melarang teknologi-teknologi ini telah sering menyebutkan pornografi dan pornoaksi sebagai dasar keprihatinannya. "film porno yang paling awal. Film ini kemungkinan dibuat antara 1907 dan 1912.masing-masing pintu. Hampir bersamaan dengan penemuan fotografi. melakukan fellatio dan penetrasi anal. seks kelompok. Robertson mencatat bahwa "film-film porno tertua yang masih ada tersimpan dalam Kinsey Collection di Amerika. Menurut buku Patrick Robertson. yang diedarkan di bioskop-bioskop di AS. yang pada masa itu juga termasuk majalah Penthouse. Para arkeolog di Jerman melaporkan pada April 2005 bahwa mereka telah menemukan apa yang mereka yakini sebagai sebuah gambaran tentang adegan porno yang berusia 7. "sebuah film pendek sepuluh menit yang dimulai dengan seorang perempuan yang memuaskan dirinya sendiri di kamarnya dan kemudian beralih dengan menampilkan dirinya sedang berhubungan seks dengan seorang laki-laki. Jalan ceritanya menggambarkan seorang tentara yang kelelahan yang menjalin hubungan dengan seorang perempuan pelayan di sebuah penginapan. Pada paruhan kedua abad ke-20. Sebuah film menunjukkan bagaimana konvensi-konvensi porno mula-mula ditetapkan. Di Pompeii orang pun dapat menjumpai gambaran zakar dan buah zakar yang ditoreh di sisi jalan. demikian tulis Robertson.3.18 Sementara itu. Majalah-majalah ini menampilkan perempuan yang telanjang atau setengah telanjang perempuan. keterangan dari film-film seperti itu seringkali sulit diperoleh. dan pada akhirnya pada 1990-an. Film Jerman Am Abend sekitar 1910 adalah. tergantung versi yang diedarkan]. yang dapat diketahui tanggal pembuatannya adalah A L'Ecu d'Or ou la bonne auberge". sebuah film 59-menit 1970 umumnya diakui sebagai film porno pertama yang eksplisit dan mempunyai plot. majalah-majalah ini.200 tahun yang melukiskan "seorang laki-laki yang sedang membungkuk di atas seorang perempuan" dalam cara yang memberikan kesan suatu hubungan seksual. pornografi dan Mona [juga dikenal sebagai Mona the Virgin Nymph]. kadang-kadang seolah-olah sedang melakukan masturbasi. untuk menunjukkan jalan kepada para pengunjung. lesbianisme dan homoseksualitas. menampilkan penetrasi seksual. yang dibuat di Prancis pada 1908. Namun pada akhir 1960-an.

Bob & Carol & Ted & Alice. Internet telah membuka mata dunia dan menjadikannya dunia tanpa batas yang bisa dijangkau dengan mudah. yaitu film Flesh Gordon. pornoaksi.Film Porno tercatat .  1953 . Berikut ini adalah catatan sejarah singkat pornografi dan pornoaksi yg dimulai pada abad pertama sebelum Masehi:  Abad pertama sebelum masehi .Film Porno tercatat . Sejak jaman Video Betamax sampai Internet tanpa batas ini. Film ini juga merupakan film porno pertama yang mencantumkan namanama pemain dan krunya di layar (meskipun umumnya menggunakan nama samaran).Fritz the Cat . Siapa pula yang pertama kali membuat situs xxx dewasa? Siapa pula yang memulai membayar dan menjadikan pornografi dan pornoaksi ini ajang bisnis luar biasa.Film Porno tercatat .Catatan Film Porno . lalu siapa pula yg mulai menyebarkanya dan membuat pornografi dan pornoaksi menjadi komersil dan bahkan ditentang seperti sekarang? Ide tentang penyebaran pornografi dan pornoaksi dimulai dari banyak hal. dll.Behind the Green Door . Seperti Majalah.Kondom pertama kali muncul dalam sebuah film .Hugh Hefner memulai majalah Playboy  1965 .The Boys in the Sand .Bob Guccione membuat Penthouse  1968 . Ini juga film porno pertama yang membuat parodi terhadap judul film biasa [judul film ini The Boys in the Band]. meski kita semua tahu bahwa Manusia pasti tak luput dari Dunia Sex sejak jaman Adam dan Hawa.Film mainstream pertama kali menampilkan gaya Swinger pertukaran pasangan .Deep Throat . Film tahun 1971 The Boys in the Sand dapat disebutkan sebagai yang "pertama" dalam sejumlah hal yang menyangkut pornografi.The Mitchell Brothers Straight  1972 . Ruth lahir. yg disutradarai oleh Paul Mazursky  1970 . Dan ini adalah film porno kelas X pertama yang dibuat tinjauannya oleh New York Time .Catatan Film Porno . Film Porno. Film ini umumnya dianggap sebagai film pertama yang menggambarkan adegan porno homoseksual. Keterangan dan beberapa catatan berikut mungkin untuk melihat sejarah pornografi dan pornoaksi yang ada di dunia.Wakefield Poole Gay  1971 .Le Salon Gay  1971 .Ralph Bakshi Anime dengan anggaran yang relatif tinggi.Al Goldstein mendirikan Screw  1969.  1970 .Gerard Damiano Straight  1972 .pornoaksi.Carnal Knowledge.Cycle Studs . dunia Sex telah menjadi bahan pembicaraan dan sudah ada selama bertahun-tahun lalu.Dr. Siapakah yg mem-populerkan hal ini.Kama Sutra diciptakan  1440 .Surat Kabar Gutenberg ditemukan  1928 .Penthouse memperkenalkan ke publik untuk pertama kali. disutradarai oleh Mike Nichols  1972 .

AEBN meluncurkan situs VOD Video On Demand . ucla.Sex.com dikembalikan ke Gary Kremen setelah melalui proses hukum.Symbolics.000  1997 .cmu.com dijual seharga $15.  1975 .Domain name business. css.std.com dijual $150.org  1986 . berkeley.HIV/AIDS menjadi topik hangat  1983 .edu.Ikln komersial pertama tentang provider Internet dial-up .Sex.000  1997 .edu.com dicuri oleh Stephen Cohen  1996 .Majalah Penthouse menampilkan gambar Vanessa Williams telanjang.com.Domain name business.com dijual $7. purdue.Domain name tv.Paypal menolak transaksi dewasa  2003 .Video atas permintaan  2000 .Iklan Kondom pertama kali tampil di TV  1976 .Al Goldstein memasang “Fuck You Finger” jari tengah dihalaman belakang rumahnya di Florida. bbn.edu.DVD diperkenalkan  1997 .American Express menghentikan transaksi pornografi dan pornoaksi  2001 .Betamax Video diperkenalkan  1975 .Arti dari “Surfing the Internet” pertama kali kita dengar browsing  1993 .  1995 .com adalah domain yang pertama kali didaftarkan  1985 .World Wide Web www tercipta  1994 .com didaftarkan oleh Gary Kremen  1995 . mit.Konfirmasi pertama blowjob di White House.Pamela Anderson dan Tommy Lee video porno bocor  1998 .VHS Video diperkenalkan  1981 .edu.  1990 .Viagra diperkenalkan  1998 .  1984 .edu.  1999 .Pengacara Amerika Jendral Edwin Meese publish 1.Yahoo membuang iklan pornografi dan pornoaksi dari mesin pencarinya  2003 .  2000 .com. Stephen Cohen ditahan  2005 .500.Name server Domain Host dikembangkan di University of Wisconsin  1984 .000  2000 .Domain yang bisa didaftarkan pada mulanya .world. 1974 . rice.Sex.960 halaman reportase dan interogasi pornografi dan pornoaksi atas perintah President Ronald Reagan.Pencuri Sex.edu.Video iPod diperkenalkan . think.edu.gov. rutgers.com  1992 .Domain Name Systems DNS diperkenalkan  1985 . mitre.Penthouse bangkrut  2005 .Larry Flynt starts Hustler. Dia lalu mundur dari Miss Amerika.com.

Video: Betamax. Kehadiran media-media semacam ini telah memberikan dampak destruktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.com dijual $12. maka kita harus melakukan tindakan secara nyata untuk menggugat dan mencegahnya. yaitu 18 tahun. Dampak kognitif berhubungan dengan pemikiran. 4. pada saat membuat sebagian besar dari film-filmnya. 2006 . maka pada titik inilah perilaku dan moralitas permisif akan semakin meluas dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. tekad. besarnya pengaruh media massa menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini. setiap kali protes dilakukan.000  2006 . Paham-paham tersebut secara nyata berbahaya terhadap berjalannya pendidikan dan pengajaran di sekolah. sikap. merupakan pilar keempat dalam proses pendidikan.Google berurusan dengan pengadilan gara-gara hasil pencarian porno19 Oleh karena itu. Selain penuh dengan gambar-gambar seronok dan merangsang. media-media berkategori 'X' tersebut sebenarnya sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah media. Bahkan. brutalisme. industri film porno pun mengalami perkembangan besar-besaran dan melahirkan bintang-bintang "film dewasa" seperti Ginger Lynn.Tercatat. Ada beberapa paham yang ikut serta dalam media-media yang ditonton oleh anakanak. tidak banyak tindakan nyata yang dilakukan oleh pemerintah. Christy Canyon. Jika pengaruh negatif berdampak pada taraf kognitif dari kesadaran masyarakat. Dampak dari kehadiran media bisa berwujud dampak kognitif dan dampak emosional. Dari sini jelas betapa berbahayanya pornografi dan pornoaksi di tinjau dari dimensi pendidikan. Karena media memiliki pengaruh secara signifikan terhadap realitas sosial. upaya. Kalau kita cermati. dan pornografi dan pornoaksi. karena adanya nilai-nilai yang saling bertubrukan. Mereka yang bergerak dalam industri media semacam ini tampaknya kurang menyadari bahwa produk pers memiliki tangung jawab sosial. Media massa dalam berbagai bentuknya. yang berkembang justru perdebatan antara moralitas. Merebaknya kasus-kasus amoral sebagian besar dipengaruhi oleh media bernuansa pornografi dan pornoaksi. Dampak kognitif juga mencakup aspek niat. Perkembangan pesat pornografi dan pornoaksi terjadi seiring reformasi. dan kebebasan. dan dengan munculnya perekam kaset video rumahan. Kehadirannya telah membentuk perilaku.Sex. isi tulisannya pun jauh dari kaidah-kaidah jurnalistik. dan Traci Lords belakangan diketahui usianya di bawah usia legal. Orang kini 19 Masa Kesetrum. Inilah yang belakangan dikenal sebagai hidden curriculum kurikulum yang tersembunyi.000. VHS. dan Format-Format Depan Selama sejarahnya. yakni beragam bentuk media yang mempengaruhi berjalannya proses pendidikan dan perkembangan psikologis anak didik. htm . seni. yaitu paganisme. dan pola pikir anak didik. dan usaha yang berkecenderungan untuk diwujudkan menjadi kegiatan. Sejarah Pornografi Dunia. DVD. terutama di kalangan anak-anak. sedangkan dampak emosional berhubungan dengan perasaan. hedonisme. Protes terhadap persoalan pornografi dan pornoaksi sebenarnya sudah banyak disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat. Apa yang dipaparkan tidak lebih dari cerita-cerita perangsang nafsu seksual. kamera film juga telah digunakan untuk membuat pornografi dan pornoaksi. Namun sayang. Ketika ekspose produk pers telah melampaui batas moralitas.

Manipulasi digital membutuhkan foto-foto sumber. pengaruhnya kemungkinan akan berkurang. Menurut sebuah artikel Reuter 2004 "Industri bermilyar-milyar dolar ini menerbitkan sekitar 11. generasi gambar-gambar yang sama sekali bersifat sintetik. seperti misalnya menyingkirkan cacat pada kulit. Para produsen film erotik diramalkan akan memainkan peranan penting dalam menentukan standar DVD yang akan dating. Gagasan tentang pornografi dan pornoaksi yang sepenuhnya dihasilkan oleh komputer sudah dipikirkan sejak dini sebagai salah satu daerah aplikasi yang paling jelas untuk grafik komputer dan pembuatan gambar tiga dimensi. karena kemungkinan gambar-gambar itu hanyalah gambar sintetik.dapat menonton film porno dengan leluasa dalam privasi rumahnya sendiri. untuk dinikmati sendiri atau bahkan untuk dijual dan memperoleh keuntungan. 1999. sejumlah pornografi dan pornoaksi dihasilkan melalui manipulasi digital dalam program-program editor gambar seperti Adobe Photoshop. Keberadaan foto-foto porno palsu dari para selebriti memperlihatkan kemungkinan untuk menggunakan gambar-gambar palsu untuk melakukan pemerasan atau mempermalukan siapapun yang difoto atau difilmkan. penutup berganda mis. sementara kelengkapan yang kecil umumnya lebih mendukung HD-DVD yang tidak begitu mahal. "Devil in the Flesh". Praktik ini dilakukan dengan membuat perubahan-perubahan kecil terhadap foto-foto untuk memperbiaki penampilan para modelnya. Ketika gambar-gambar khayal tentang penyiksaan atau pemerkosaan disebarkan secara luas. dan isi DVD untuk komputer saja. para penegak hukum menghadapi kesulitan-kesulitan tambahan untuk menuntut gambar-gambar otentik yang menampilkan perbuatan kriminal. Ditambah dengan hadirnya kamera video yang murah. meskipun ketika kasus-kasus itu menjadi semakin lazim. yang tidak merekam peristiwa-peristiwa yang sesungguhnya. Upaya-upaya inovasi lainnya muncul dalam bentuk video interaktif yang memungkinkan pengguna memilih variabelvariabel seperti sudut kamera berganda. Kelengkapan outfit yang besar cenderung mendukung Cakram cahaya biru yang memiliki kapasitas tinggi. hingga perubahan-perubahan besar dalam bentuk membuat photomorph dari makhluk-makhluk yang tidak pernah ada seperti misalnya gadis kucing atau gambar-gambar dari para selebriti yang bahkan mungkin tidak pernah memberikan persetujuannya untuk ditampilkan menjadi film porno. tetapi sejumlah pornografi dan pornoaksi dihasilkan tanpa aktor manusia sama sekali. Sementara itu banyak juga. Pembuatan gambar-gambar lewat komputer yang sangat realistik menciptakan dilemadilema etika baru. ditambah dengan pilihan yang lebih banyak untuk memuaskan fantasi dan fetishnya. . memperbaiki cahaya dan kontras fotonya. orang kini mempunyai sarana untuk membuat filmnya sendiri. Ada yang berpendapat bahwa Sony Betamax kalah dalam perang format dari VHS dalam menjadi sistem rekam/tonton video di rumah karena industri video film biru memilih VHS ketimbang sistem Sony yang secara teknis lebih unggul. menantang kritik-kritik konvensional terhadap pornografi dan pornoaksi.000 judul dalam bentuk DVD setiap tahunnya. memberikannya kekuatan yang sangat besar untuk mempengaruhi pertempuran antara kedua kelompok studio dan perusahaan teknologi yang saling bersaing untuk menetapkan standar untuk generasi berikutnya" 5. Akhirnya.

5. Pornografi dan pornoaksi gratis dalam jumlah besar di internet juga disebarkan dengan tujuan-tujuan pemasaran. "porno dari masyarakat untuk masyarakat" tampaknya telah menjadi kecenderungan baru. dapat dengan mudah mendapatkan bahan-bahan seperti itu dari negara-negara lain di mana pornografi dan pornoaksi legal atau tidak mengakibatkan tuntutan hukum. perangkat lunak yang kian berdaya dan mudah digunakan. [] . sebagian situs hiburan permainan video "interaktif". serta akses yang mudah ke sumber-sumber bahan porno telah memungkinkan pribadi-pribadi untuk membuat dan menyebarkan bahan-bahan porno yang dibuat sendiri atau dimodifikasi dengan biaya yang sangat murah dan bahkan gratis. Pornografi dan pornoaksi gratis tersedia secara besar-besaran dari para pengguna lainnya dan tidak lagi terbatas pada kelompok-kelompok pribadi.Hingga akhir 1990-an pornografi dan pornoaksi yang dihasilkan melalui manipulasi digital belum dapat dihasilkan dengan murah. Lihat pornografi dan pornoaksi internet. Pada awal 2000-an kegiatan ini semakin berkembang. Internet Dengan munculnya internet. pornografi dan pornoaksi yang dihasilkan lewat komputer gambarnya melibatkan anakanak dan hubungan seks dengan tokoh fiksi seperti misalnya Lara Croft sudah dihasilkan pada tingkat yang terbatas. tukar-menukar pornografi dan pornoaksi telah mencapai rekor yang baru. untuk menggalakkan para pelanggan yang membeli program bayaran. Pada tahun 2004. pornografi dan pornoaksi pun semakin mudah didapat. Sejak akhir tahun 1990-an. Dengan munculnya aplikasi berbagi file peer-to-peer seperti Kazaa. internet memberikan sarana yang mudah kepada konsumen yang tinggal di negara-negara di mana keberadaan pornografi dan pornoaksi dilarang sama sekali oleh hukum. ketika perangkat lunak untuk pembuatan model dan animasi semakin maju dan menghasilkan kemampuan-kemampuan yang semakin tinggi pada komputer. Karena sifatnya internasional. Kamera digital yang murah. Demikian pula foto-foto konvensional ataupun video porno. Biaya yang murah dalam penggandaan dan penyebaran data digital meningkatkan terbentuknya kalangan pribadi orang-orang yang tukar-menukar pornografi dan pornoaksi. Sebagian dari pengusaha wiraswasta internet yang paling berhasil adalah mereka yang mengoperasikan situs-situs porno di internet. Terbitan Playboy pada Oktober 2004 menampilkan foto-foto telanjang dada dari tokoh permainan video BloodRayne. atau setidak-tidaknya mereka yang tidak perlu memperlihatkan bukti usia.

59 . Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. laki-laki dan perempuan dalam agama Islam terdapat aturan tentang cara berpakaian dan kode tingkah laku yang Islami."20 An Nûr 30-31 c‫ه‬f‫ الل‬f‫ن‬a‫ إ‬o‫م‬t‫ه‬c‫ى ل‬c‫ك‬a‫ ل‬o‫م‬t‫ه‬c‫وج‬t‫ر‬t‫وا ف‬t‫ظ‬c‫ف‬o‫ح‬c‫ي‬ c‫ك‬o‫ز‬c‫ أ‬c‫ذ‬ c‫ و‬o‫م‬a‫ه‬a‫ار‬c‫ص‬o‫ب‬c‫ أ‬o‫ن‬a‫ض‚وا م‬t‫غ‬c‫ي‬ c‫ين‬a‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫ل‬a‫ ل‬o‫ل‬t‫ق‬ ‫ت‬c‫ك‬c‫ل‬c‫ا م‬c‫ م‬o‫و‬c‫أ‬ f‫ن‬a‫ه‬a‫ائ‬c‫س‬a‫ ن‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ات‬c‫و‬c‫خ‬c‫ي أ‬a‫ن‬c‫ ب‬o‫و‬c‫أ‬ o‫و‬c‫أ‬ f‫ن‬a‫ه‬a‫ان‬c‫و‬o‫خ‬a‫ي إ‬a‫ن‬c‫ ب‬o‫و‬c‫أ‬ 30c‫ون‬t‫ع‬c‫ن‬o‫ص‬c‫ير› ي‬a‫ب‬c‫خ‬ ‫ا‬c‫م‬a‫ب‬ ‫ى‬c‫وا عل‬t‫ر‬c‫ه‬o‫ظ‬o‫م‬c‫ ل‬c‫ين‬a‫ذ‬f‫ ال‬a‫ل‬o‫ الط¡ف‬a‫و‬c‫ أ‬c‫ن‬a‫ م‬a‫ة‬c‫ب‬o‫ر‬a‫إ‬o‫ي ال‬a‫ول‬t‫ أ‬c‫ين‬a‫ع‬a‫اب‬f‫ الت‬a‫و‬c‫ أ‬f‫ن‬t‫ه‬t‫ان‬c‫م‬o‫ي‬c‫أ‬ c c‫ي‬ a‫ال‬c‫الر¡ج‬ c‫ غ‬a‫ر‬o‫ي‬ ‫ه‬f‫ى الل‬c‫ل‬a‫وا إ‬t‫وب‬t‫ت‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ ت‬o‫ن‬a‫ م‬c‫ين‬a‫ف‬o‫ خ‬c‫م‬c‫ل‬o‫ع‬t‫ي‬a‫ ل‬f‫ن‬a‫ه‬a‫ل‬t‫ج‬o‫ر‬c‫أ‬a‫ب‬c‫ي‬c‫ن‬o‫ب‬a‫ر‬o‫ض‬ c‫ و‬c‫ين‬a‫ز‬ t‫ا ي‬c‫م‬ ‫ا‬c‫ل‬c‫ و‬a‫اء‬c‫ الن¡س‬a‫ات‬c‫ر‬o‫و‬c‫ع‬ 31‫ون‬t‫ح‬a‫ل‬o‫ف‬t‫ ت‬o‫م‬t‫ك‬f‫ل‬c‫ع‬c‫ ل‬c‫ا ون‬c‫ي‚ه‬c‫أ‬ t‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫يع…ا ال‬a‫م‬c‫ج‬ "Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". ‫ك‬a‫ل‬c‫ ذ‬f‫ن‬a‫ه‬a‫يب‬a‫اب‬c‫ل‬c‫ ج‬f‫ن‬a‫ه‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ين‬a‫ ن‬c‫ين‬a‫ن‬a‫م‬o‫ؤ‬t‫م‬o‫سال‬a‫ن‬c‫ و‬c‫ك‬a‫ات‬c‫ن‬c‫ب‬ o‫ن‬a‫ م‬c‫ ع‬o‫د‬t‫ي‬ a‫اء‬c c‫ و‬c‫ك‬a‫اج‬c‫و‬o‫ز‬c‫أ‬a‫ ل‬o‫ل‬t‫ي‚ ق‬a‫ب‬f‫ا الن‬c‫ي‚ه‬c‫اأ‬c‫ي‬ 59 ‫يم…ا‬a‫ح‬c‫ور…ا ر‬t‫ف‬c‫ غ‬t‫ه‬f‫ الل‬c‫ان‬c‫ا ك‬c‫ل‬c‫ ف‬c‫ن‬o‫ف‬c‫ر‬o‫ع‬t‫ي‬ c‫ و‬c‫ن‬o‫ي‬ c‫ذ‬o‫ؤ‬t‫ي‬ o‫ن‬c‫ى أ‬c‫ن‬o‫د‬c‫أ‬ "Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu. Dan hendaklah mereka menutupkan kain 20 al-Ahzâb.BAGIAN KE-DUA PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI PERPEKTIF HUKUM ISLAM A. karena itu mereka tidak diganggu. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal. yang secara umum berlandasakan pada surah al-Nûr ayat 30-31 dan al-Ahzâb 59 yaitu. dan memelihara kemaluannya. Teks Al-Qur'an Islam memberikan definisi yang jelas dan tidak mengambang tentang pornografi dan pornoaksi. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. kecuali yang biasa nampak daripadanya. Berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi.

atau putera-putera suami mereka. Dalam ayat tersebut signifikasi ajaran khusus yang disampaikan dalam teks diatas terdapat pada konteks rasionalnya yang ditunjukkan pada laki-laki dan perempuan. atau budak-budak yang mereka miliki. hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. Kesopanan Dan Perlawanan. Jilbab. 222. sedangkan sarabîl ditemukan sebanyak tiga kali dalam dua ayat. 21 22 An Nûr. kecuali kepada suami mereka. atau ayah mereka. Selanjutnya dalam teks tersebut juga memerintahkan hal yang sama pada wanita untuk menundukkan pandangan mereka dan menyembunyikan genital mereka.23 Disitu dengan jelas tidak kontradiksi antara menjadi makhluk religius sekaligus menjadi makhluk sosial. privasi. Wawasan Al-Qur'an. Jilbab. atau putera-putera saudara laki-laki mereka. Sementara itu katakata tsiyâb ide dasar adanya pakaian adalah untuk dipakai. Tafsir Maudhu'i atas Palbagai Persoalan Umat. yang terdapat dalam diri manusia yaitu tertutupnya aurata. "21 Dari ayat diatas terlihat dengan jelas bahwa Islam menghubungkan prilaku sosiomoral.. tsiyâb ditemukan sebanyak delapan kali. laki-laki disebut terlebih dahulu agar mematuhi perintah-perintah ini yaitu mengendalikan tatapan mereka pada wanita dan menekan hasrat mereka pada saat berinteraksi dengan wanita yang bukan muhrimnya. 2000]. Antara Kesalehan. Antara Kesalehan. Ibid. 221. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Mizan. ruang sakral dan ajaran tentang pakaian. Quraish Shihab. dan sarabîl. 23 Fedwa El Guindi. h. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah menampakkan perhiasannya. Serambi Ilmu Semesta. 155-156.24 Aspek lainnya dalam ayat diatas adalah berkaitan dengan konteks heteroseksualitas. Kedua. atau wanitawanita Islam. atau pada orang yang dilarang untuk itu famili yang telah ditentukan. kecuali dengan orang-orang yang telah sah untuk berhubungan seksual dengannya suami. 24 Fedwa El Guindi. Lihat. h. Dimana dalam hal ini konsep seksualitas merupakan suatu aspek yang normatif baik dalam kehidupan biasa dan dalam kehidupan religius.22 Dua poin yang dapat diambil dari teks diatas adalah: Pertama. . Atau dalam pengertian lain mengakomodasi dua kualitas manusia yaitu secara seksualitas dan religius sebagai suatu yang normatif sementara disisi lain berusaha untuk memenuhi ideal tertinggi dari prilaku sesiomoral. Kata libâs ditemukan sebanyak sepuluh kali. 2003]. Kesopanan Dan Perlawanan. atau putera-putera mereka. atau saudara-saudara laki-laki mereka. M. [Jakarta. Dalam ayat tersebut memerintahkan agar wanita untuk tidak menampakkan kecantikan dan perhiasan mereka. atau yang tidak mungkin untuk itu. [Bandung. h. atau ayah suami mereka. tsiyâb. 30-1 Al-Qur'an paling tidak menggunakan tiga istilah untuk pakaian yaitu libâs. dan erotisme.kudung ke dadanya. konsep ghadhdh al-bashâr menundukkan pandangan dan hifzh al-furûj menjaga atau menutupi organ genital merupakan sesuatu yang sentral dalam kode tersebut. atau putera-putera saudara perempuan mereka. Kata libâs merujuk pada fungsi pakaian sebagai penutup.

kata ini digunakan untuk empat ungkapan. yang dipakai untuk memperindah atau untuk menutupi kepala.29 Dalam al-Qur'an lafal aurat disebut empat kali. 345. Yaitu pakaian yang tidak menonjolkan bentuk lekuk tubuh dari si pemakai. dan selendang kepala longgar yang dipakai oleh wanita tua di Indonesia". kebaya. 97. bahu dan kadang-kadang muka. bagian tutup kepala yang melingkari wajah terus sampai kebahu. Kedua. rajutan panjang yang ditempelkan pada topi atau tutup kepala wanita. 30 29 QS. Brenner. Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi untuk kembali pulang dengan berkata: "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka tidak ada penjaga". 24. Lihat pula Ibrahim Anis dkk. h. Gramedia Pustaka. Bentuk tunggal disebut dalam surah QS. Muhammad bin Abi Bakar ar-Râzi. Dan inilah yang kemudian menjadi titi sentral dalam pembahasan tentang pornografi dan pornoaksi dalam perspektif Islam. Al-Mu'jam al Wasith. 692. Kamus Indonesia-Inggris. ed Echols dan Shadily. [Homes. [Cet ke-3]. h. Juz II.28 Hal yang terpenting dalam menyoroti tentang pornografi dan pornoaksi dan menjadi intinya dalam dunia Islam adalah mengenai konsep aurat. 26 27 28 25 Echols dan Shadily. al-Ahzâb 13.26 Sementara itu istilah jilbab diterjemahkan untuk wanita muslimah di Indonesia lebih umum digunakan untuk corak pakaian Islam tertentu. Dan pada perkembangan selanjutnya. ‫ي‬a‫ب‬f‫الن‬t‫م‬t‫ه‬o‫ن‬a‫يق› م‬a‫ر‬c‫ ف‬o‫س‬c‫ي‬c‫وا و‬t‫ع‬a‫ج‬o‫ار‬c‫ ف‬o‫م‬t‫ك‬c‫ ل‬c‫ام‬c‫ق‬t‫ا م‬c‫ ل‬c‫ب‬a‫ر‬o‫ث‬c‫ة› ي‬c‫ف‬a‫ائ‬c‫ ط‬o‫ذ‬a‫إ‬c‫و‬ t‫ن‬a‫ذ‬o‫أ‬c‫ت‬ c‫ل‬o‫ه‬c‫ اأ‬o‫م‬t‫ه‬o‫ن‬a‫ م‬o‫ت‬c‫ال‬c‫ق‬ c‫ي‬ 13 ‫ار…ا‬c‫ر‬a‫ا ف‬f‫ل‬a‫ إ‬t‫يد‬a‫ر‬t‫ ي‬o‫ن‬a‫إ‬ c‫ة¯ ون‬c‫ر‬o‫و‬c‫ع‬a‫ ب‬c‫ي‬a‫ة› ه‬c‫ر‬o‫ا و‬c‫ن‬c‫وت‬t‫ي‬t‫ ب‬c‫ون‬t‫ول‬t‫ق‬c‫ي‬ ‫ا‬c‫م‬c‫و‬ c‫ع‬ f‫ن‬a‫إ‬ "Dan ingatlah ketika segolongan di antara mereka berkata: "Hai penduduk Yatsrib Madinah. Muhtar ash-shilhah. al-Ahzâb 13 . [Amirican Ethnologis. Aurat berasal dari bahasa Arab yang secara literal berarti celah. h. jilbab ini kemudian memiliki posisi yang penting yaitu sebagai simbul identitas sekaligus resistensi. sesuatu yang memalukan atau sesuatu yang dipandang buruk dari anggota tubuh manusia dan yang membuat malu jika dipandang.Terkait hal tersebut kata-kata jilbab25 diatas merujuk pada pakaian yang panjang dan longgar. maka kembalilah kamu". h. h. sebuah gorden. Sebagai kata benda. 1988. Reconstructing Self and Society. Javanese Muslim Women and "The Veil". 1996].27 Brenner menemukan bahwa "pakaian ini sudah umum diketahui sebagai corak baru pakaian Islam yang di Impor dari Timur Tengah dan dikenakan oleh wanita muda sebagai kebalikan dari pakaian tradisional sarung. kain panjang yang dipakai wanita untuk menutup kepala. Cet II. an-Nûr 31 dan 58. Ketiga. [Jakarta. Keempat. dua kali dalam bentuk tunggal mufrad dan dua kali dalam bentuk plural jama'. Suzanne. walaupun maknanya tidak konsisten ada yang mengatakan sebagai tutup kepala. 1994]. kekurangan. Pertama. Kamus Indonesia Ingrris. mereka tidak lain hanyalah hendak lari. Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka. secarik testil tipis yang digantung untuk memisahkan atau menyembunyikan sesuatu yang ada di baliknya. 636. Al-Irsyad. Lih. tidak ada tempat bagimu. 1989]."30 Dan dalam bentuk jamak disebut dalam surat QS. Kata "jilbab" yang secara leksikal diartikan sebagai "penutup" dalam arti menutupi" atau menyembunyikan atau menyamarkan.

hendaklah budak-budak lelaki dan wanita yang kamu miliki. dan memelihara kemaluannya. atau putera-putera saudara laki-laki mereka. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah.‫أ‬ 030. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. dan memelihara kemaluannya. hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung Surat QS. atau putera-putera mereka. meminta izin kepada kamu tiga kali dalam satu hari yaitu: sebelum sembahyang subuh. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". kecuali kepada suami mereka. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. dan orang-orang yang belum balig di antara kamu. Itulah tiga `aurat bagi . Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. atau ayah suami mereka. yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. atau saudara-saudara laki-laki mereka. atau ayah mereka. ketika kamu menanggalkan pakaian luar mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. atau putera-putera saudara perempuan mereka. atau wanita-wanita Islam. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. atau budak-budak yang mereka miliki. dan janganlah menampakkan perhiasannya. 031. ‫م‬t‫ك‬o‫ن‬a‫ م‬c‫م‬t‫ل‬t‫ح‬o‫ال‬ ‫وا‬t‫غ‬t‫ل‬o‫ب‬c‫ ي‬o‫م‬c‫ل‬ c‫ين‬a‫ذ‬f‫ال‬c‫ و‬o‫م‬t‫ك‬t‫ان‬c‫م‬o‫ي‬c‫ أ‬c‫ين‬a‫ذ‬f‫ ال‬t‫م‬t‫ك‬o‫ن‬ o‫ت‬c‫ك‬c‫ل‬c‫ م‬a‫ذ‬o‫أ‬c‫ت‬o‫س‬c‫ي‬a‫وا ل‬t‫ن‬c‫ام‬c‫ ء‬c‫ين‬ a‫ذ‬f‫اال‬c‫ي‚ه‬c‫اأ‬c‫ي‬ ‫د‬o‫ع‬c‫ ب‬o‫ن‬a‫ م‬a‫ة‬c‫ير‬a‫ه‬f‫ الظ‬o‫م‬t‫ك‬c‫اب‬c‫ي‬a‫ث‬ c‫و‬ c‫ن‬a‫م‬ c‫ون‬t‫ع‬c‫ض‬c‫ ت‬c‫ين‬a‫ح‬ c‫ و‬a‫ر‬o‫ج‬c‫ف‬o‫ ال‬a‫اة‬c‫ل‬c‫ ص‬o‫ن‬a‫ات¯ م‬f‫ر‬c‫م‬ a‫ل‬o‫ب‬c‫ق‬ c‫اث‬c‫ل‬c‫ث‬ ‫ون‬t‫اف‬f‫و‬c‫ ط‬c‫اح› ب‬c‫ن‬t‫ ج‬o‫م‬a‫ه‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ و‬o‫م‬t‫ك‬o‫ي‬c‫ ل‬c‫س‬o‫ي‬c‫ ل‬o‫م‬t‫ك‬c‫ات¯ ل‬c‫ر‬o‫و‬c‫ ع‬t‫اث‬c‫ل‬c‫ث‬ f‫ن‬t‫ه‬c‫د‬o‫ع‬ c‫ا ع‬c‫ل‬ c‫ع‬ a‫اء‬c‫ش‬a‫ع‬o‫ال‬ a‫اة‬c‫ل‬c‫ص‬ 58‫يم‬a‫ك‬c‫يم› ح‬a‫ل‬t‫ه‬f‫ الل‬a‫ات‬c‫آي‬o‫ ال‬t‫م‬t‫ك‬c‫ ل‬t‫ه‬f‫ الل‬c‫ك‬a‫ض¯ ل‬o‫ىع‬c‫ل‬c‫ ع‬o‫م‬t‫ك‬t‫ض‬o‫ع‬c‫ب‬ c‫ ع‬c‫و‬ t‫ ي‬t‫ي¡ن‬c‫ب‬ c‫ذ‬c‫ ك‬c‫ب‬ o‫م‬t‫ك‬o‫ي‬c‫ل‬c‫ع‬ "Hai orang-orang yang beriman. atau putera-putera suami mereka. Nûr ayat 58.

kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak pula atas mereka selain dari tiga waktu itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu ada keperluan kepada sebahagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."31 Kata aurat dalam surah al-Ahzâb ayat 1332 diartikan oleh mayoritas ulama' tafsir dengan celah yang terbuka terhadap musuh, atau celah yang memungkinkan orang lain untuk menyerang.33 Sedangkan aurat dalam surah an-Nûr 31 dan 58 diartikan sebagai sesuatu anggota tubuh manusia yang membuat malu jika dipandang, atau dipandang buruk untuk diperlihatkan.34 Untuk itu syariat Islam mewajibkan perempuan agar menutup aurat al-sitr dan melarang al-tabarruj dan memperlihatakan perhisan didepan laki-laki yang bukan muihrim. Sebagaimana menutup aurat merupakan kuawajiban yang di khususkan bagi perempuan, maka juga dijadikan prilaku menundukkan pandangan sebagai tanggung jawab kolektif diantara perempuan dan laki-laki. Namun tanggung jawab laki-laki dalam menutup aurat lebih kecil daripada tanggung jawab perempuan. Sementara itu tanggung jawab laki-laki dalam menundukkan pandangan lebih besar daripada tanggung jawab perempuan. Manusia sebagaimana dibuktikan oleh fakta sejarah, terlebih dahulu untuk mencari pakaian untuk menutup aurat dan tubuh. Kemudian ia mengambil peralatan untuk berhias setelah melampoi masa yang panjang dalam peradabannya terutama di lingkungan masyarakat moderen-matrealistik yang mengarahkan pakaian perempuan pada tujuan lain hingga menjadikan senjata yang dapat merobohkan pagar-pagar kehidupan dan kesopanan. Berpakaian memiliki dua fungsi dalam kehidupan manusia yaitu, menutup aurat dan sebagai perhiasan. Al-Qur'an telah menunjukkan arti penting dalam berpakaian dalam mewujudkan dua fungsi tersebut. Hal itu dapat kita temukan dalam teks surah QS. Thahâ ayat 118;

‫ى‬c‫ر‬o‫ا تع‬c‫ل‬c‫ا و‬c‫يه‬a‫ ف‬c‫وع‬t‫ ج‬c‫ك‬c‫إ ل‬ c c‫ا ت‬f‫ل‬c‫ أ‬f‫ن‬a‫إ‬
"Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang".35 Menutup aurat dan memperlihatkan aurat memilki sisi psikologis yang mempengaruhi kepribadian laki-laki yang memandang dan perempuan yang dipandang. Dengan menutup aurat dapat menumbuhkan kondisi yang harmonis keselarasan diantara aspek-aspek kepribadian. Sementara itu, al-tabrruj adalah keadaan yang disertai berbagai gejala prilaku yang neurosis al-sulûk al'ishãbî.36 Sementara itu menutup tubuh perempuan Muslim bukan hanya merupakan gerakan eksoteris yang tidak bermakna. Melainkan, pada hakikatnya adalah simbul kecintaan batin
31 32

QS. Nûr ayat; 58

Ayat tersebut berbicara mengenai beberapa orang yang enggan meninggalkan tempat tinggal untuk berperang, karena merasa tempat tinggalmereka tidak aman untuk ditinggalkan. Kata mereka adalah celah [aurat] yang memungkinkan musuh untuk menyerang orang-orang yang tinggal ditempat itu, sehingga mereka untuk tinggal disitu untuk menjaga celah tersebut, sehingga mereka perlu tinggal disitu untuk menjaga celah itu dan tidak perlu pergi berperang.
33 34

Al-Quthubi, Al-Jami'li-ahkâm al-Qur'ân, [Bairut; Dar al-Kutub al-"Ilmiyah, 1993], Juz XIV, h. 97-98. Lihat, Al-Quthubi, Al-Jami'li-ahkâm al-Qur'ân, Juz XII, h. 157 dan 201. 35 QS. Thahâ ayat 118 36 Yusuf Madan, Sex Edication Teens; Pendidikan Sex Remaja Dalam Islam, [Jakarta; Hikmah, 2004], h. 103.

pada kesucian dan wujud kemampuan perempuan-perempuan Muslimah untuk mengendalikan diri dan menguasai sejumlah motif yang berkaitan dengan seks pornografi dan pornoaksi, perhatian diri sendiri, bentuk-bentuk pornografi dan pornoaksi, erotisme, pornoaksi, dan berhias secara berlebihan. Aturan ini menghasilkan dampak positif yang pada akhirnya ditujukan untuk kebaikan proses adaptasi perempuan Muslim dengan dirinya, seperti menambah keyakinan diri sendiri, berusaha mendapatkan kehormatan dari orang lain, dan menghindarkan dari pandangan lakilaki seperti pada perempuaan yang tidak menutup aurat.37 Sebuah pengendalian diri yang diperoleh dari menutup aurat dapat membuahkan kemampuan menghindar dari "pergualatan tajam" dari kelebihan sahwat yang berbahaya dan "pranata nilai" yang menata nilai kepribadian dan prilaku kaum perempuan.38 Syariat menuntut perempuan secara keseluruhan dan secara khusus perempuan muslim agar menjaga kesucian diri diatas segala-galanya. Syariat menuntut untuk mengekspresikan dalam prilaku lahir dengan menutup tubuh, cara berbicara, berjalan, dan isyarat secara umum. Apalah arti sepotong kain apabila bertentangan dengan al-Qur'an Q.S. al Ahzâb 32;

‫ي‬a‫ي ف‬a‫ذ‬f‫ ال‬c‫ع‬c‫ م‬a‫ل‬o‫و‬c‫ق‬o‫ال‬a‫ ب‬c‫ن‬o‫ع‬c‫ض‬o‫خ‬c‫ت‬ o‫ط‬c‫ي‬c‫ف‬ ‫ا‬c‫ل‬c‫ف‬f‫ن‬t‫ت‬o‫ي‬c‫ق‬f‫ ات‬a‫ن‬a‫ إ‬a‫اء‬c‫ الن¡س‬c‫ن‬a‫د¯ م‬c‫ح‬c‫أ‬c‫ ك‬c‫اء‬c‫س‬ f‫ن‬t‫ت‬o‫ي¡ س‬a‫ب‬f‫ الن‬a‫ان‬c‫ي‬ c‫ل‬ 32 ‫وف…ا‬t‫ر‬o‫ع‬c‫ م‬o‫و‬c‫ ق‬c‫ن‬o‫ل‬t‫ق‬c‫ و‬c‫ر‬c‫ م‬a‫ه‬a‫ب‬o‫ل‬c‫ق‬ ‫ل…ا‬ ›‫ض‬
"Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik."39 Menutup aurat jika diakaitkan dengan kebebasan dalam berekspresi aurat bukanlah penghalang untuk berkreatifitas, karena Islam menghargai kebebasan seseorang untuk berekspresi, namun dalam koridor syariat. Islam juga mengakui bahwa setiap manusia memiliki naluri seksual, namun mengarahkannya supaya disalurkan dalam cara-cara sesuai syariat. Islam sebagai mabda' ideologi memiliki cara-cara yang khas, untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi manusia tanpa menelantarkan kebutuhannya yang lain, dan juga tanpa mengabaikan kebutuhan manusia lainnya dalam masyarakat. Oleh karena itu, Islam tidak sekadar menetapkan agar tak ada seorang pun dalam wilayah Islam yang mengumbar aurat, kecuali dalam hal-hal yang dibenarkan syariat; namun Islam juga memberikan satu perangkat agar ekonomi berjalan dengan benar, sehingga tak perlu ada orang yang harus mencari nafkah dalam bisnis pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi. Islam juga memberikan tuntunan hidup dan aturan bermasyarakat yang akan menjaga agar setiap orang memahami tujuan hidup yang sahih serta tolok ukur kebahagiaan yang hakiki sehingga demand permintaan pada bisnis pornografi dan pornoaksi pun akan merosot tajam. Bagaimanapun, setiap bisnis hanya akan berputar kalau ada supply penawaran dan demand permintaan. Karena itu, keduanya harus dihancurkan. Untuk itu kerja dakwah dan pemerintah mendidik umat untuk berpola sikap dan perilaku Islami. Media massa akan
37 38 39

Majalah "Affaf, Edisi 32, Tahun ke-3, Bulan Mei, 1990. Q.S. al Ahzâb; 32

Majalah "Affaf, Ibid.,

diarahkan agar tidak lagi memprovokasi umat dengan stimulasi-stimulasi yang merangsang kebutuhan pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi. Demikian juga keberadaan berbagai sarana hiburan yang selama ini menjadi ajang pertemuan pelaku kemaksiatan akan dibersihkan, tanpa harus merusak fisiknya. Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan, setelah negara mengatasi masalah di sisi supply penawaran dengan perbaikan pendidikan dan ekonomi, kemudian mengatasi masalah di sisi demand permintaan dengan menghilangkan "para provokator"-nya, tetap ada yang nekad melanggar hukum, maka negara tak akan ragu-ragu lagi menerapkan sanksi represif. Hukuman jilid atau rajam akan diterapkan kepada pezina. Hukuman ta'zir akan diterapkan bagi para pengelola dan pendukung bisnis ini. Secara spesifik berikut beberapa pendapat dari para mufasir mengenai aurat perempuan terkait dengan pandangan pornografi dan pornoaksi yang terkait dengan Surrat anNur 30-31; 1. Tafsir al-Munir ; Surat al-Nur 30-31 An-Nur 30 Afirmasi ayat diatas dengan kata “min” mengerucut pada fenomena ghadul bashar menundukkan pandangan dalam realita yang cakupannya cenderung lebih luas, dalam arti praktek ghadul bashar mengalami kelonggaran, karena melihat individu yang terkualifisir dengan muhrim dengan batasan tertentu yaitu selain daerah pusar hingga lutut dibolehkan, demikian halnya dengan memandang wajah seorang perempuan dan telapak tangannya, serta kedua telapak kaki dalam salah satu riwayat. Sedangkan prihal farj sangat terbatas sebagaimana yang disinyalir dalam kitab al-Kasyaf. Dengan demikian melihat sesuatu tidaklah dilarang kecuali pada hal-hal tertentu, sebaiknya jima’ dilarang dengan pengecualian, dengan bahasa lugas asal hukum prihal farj adalah haram, adapun hukum asal memandang sesuatu adalah mubah boleh. Adapun instruksi menundukkan pandangan didahulukan dari perintah menjaga farj adalah karena pandangan merupakan starting point dari penyakit zina. Islam adalah agama yang solutif yang memberikan tuntutan dalam segenap segmen kehidupan manusia. Islam menawarkan sulusi alternatif jika seseorang tidak sengaja melihat hal-hal yang diharamkan, maka ia diwajibkan menundukkan pandangan dan mengalihkan dengan cepat. Muslim meriwayatkan dalam kitab Sakhihnya, Ahmad, Abu Dawud, al-Tirmizi dan Nasa’idari Jarir bin ‘Abdillah al-Bajaly ra berkata: “Aku bertanya pada Nabi saw prihal pandangan mata yang terjadi secara spontanitas, beliau memerintahkan aku untuk mengalihkan mataku”. Abu Dawud juga meriwayatkan dari Buraidah berkata; Rasulullah saw bersabda; “Wahai Ali, jangan engkau ikuti satu pandangan dengan pandangan lain, kamu boleh memandangnya untuk kali pertama, yang kedua adalah keharaman bagimu”. Hal yang demikian dimaksudkan untuk mengijauwantahkan benih kebaikan dan meminimalisir dekadensi moral serta membentengi dari kawah kenistaan dan dosa Sebahagian orang salaf bertutur pandangan merupakan panah yang langsung menusuk kehati. Oleh karenanya Allah mensinergikan dengan dua instruksi menjaga kemaluan dan pandangan dalam satu fremewark al-Nur ayat 30. Riwayat dari Abi Ummamah ra. Dari Nabi saw juga mengafirmasikan bahwa tuntutan yang demikian menumbuh suburkan nilai-nilai kebaikan, Nabi bersabda; “Seseorang muslim ketika melihat keindahan dari kaum Hawa, dan kemudian menundukkan pandangannya, niscaya Allah akan menumbuh kembangkan prosesi ibadah yang penuh dengan kenikmatan baginya”. Surat An-Nur : 31

menurut pendapat mayoritas ulama’. Berikut beberapa hukum-hukum tertentu bagi kaum Hawa : a. Zinah adalah semua entitas yang dipergunakan untuk memperindah dan mempercantik diri. Bertolak dari hadits di atas. yaitu dengan menggunakan kata zinah secara mutlak namun dengan stresing penafsiran pada ‘tempat-tempat zinah’. “Bahwasanya ia sedang berada di rumah Rasulullah saw dan maimunnah dan kemudiaan ibn Ummi Maktum juga mendatangi rumah Nabi tersebut. Bahwasanya Asma’ binti Abi Bakar menemui Nabi saw. Sebagian ulama’ lain membolehkan kaum perempuan memandang laki-laki asing tampa syahwat kecuali daerah pusar hingga lutut dengan dasar argumentative riwayat dan sakhih Bukhari dan muslim bahwa Rasululah saw memandang orang-orang Habsy bermain pada hari raya di masjid. Dalih yang mendukung adalah ayat sesudahya yaitu----Interpretasi yang kedua penafsiran lafadz zinah dengan bagian-bagian zinahperhiasan. Hadits Mursal. “Wahai Rasululah bukankah ia orang tua yang tidak bisa melihat dan mengetahui kami?” Kitab alMuwatho’ meriwayatkan dari Aisyah bahwasanya ia menghijabi dirinya dari orang buta. karena sasaran larangan tersebut terfokus pada larangan menampakkan bagian-bagian tubuh yang merupakan pos-pos bertenggernya perhiasan seperti dada. disisi lain kaum lelaki tidak diperintahkan mengenakan cadar sehingga kaum perempuan tidak melihatnya. lengan dan betis. Nabi menutupinya dari mereka hingga Aisyah merasa bosan dan pulang. dan jagalah kemaluanmu dari zina seperti sihaq”. adapun Aisyah melihat mereka dibelakang Nabi. Tidak memperlihatkan zinah atau perhiasan diasaat ia memakai pada orang asing. kaum cendekiawan yang mengusung pendapat ke dua ini kebolehan perempuan melihat laki-laki lain tampa syahwat mengintepretasikan intruksi berhijab dari ibn Ummi Maktum dalam koridor nadb sah/boleh. Interpretasi ini dikuatkan oleh fenomena keseharian kaum Hawa yang berpergian ke pasar dan masjid serta dalam perjalanan yang mengenakan cadar sehingga kaum Adam tidak melihatnya. karena zinah secara literal dengan kandungan yang terangkum secara metaforis yaitu “daerah-daerah zinah” dapat didapati kerangka ayat ini. dikatakannya padanya “Sesungguhnya ia tidak bisa melihatmu?” Aisyah menjawab : “ akan tetapi aku bisa melihatnya”. Kisah ini terjadi pasca perintah hijab Rasulullah saw bersabda: “Berhijablah darinya. Akhirnya makna ayat---adalah bagian tubuh yang biasa nampak pada tataran realities.“Tunduklah pandanganmu dari selain suamimu. Adapun stetemen ---terporos pada wajah. Implikasi dari perintah tersebut adalah keharaman bagi perempuan untuk memandang laki-laki asing dibarengi getara syahwat atau tidak. Konsekuensi logisnya adalah keharaman membuka pos-pos zinah. Pendapat ini lebih memberikan kemudahan dimasa kita. Menyoroti perintah hijab. Hal ini dilandasi dengan dalih riwayat Abu Dawud dan al-Tirmidzi dan Ummu Salamah. dua telapak tangan dan cincin sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibn Abbas dan ulama’ lain. leher. “Sesungguhnya seorang wanita itu mengalami masa haidh. Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya dari Aisyah ra. dan dalam saat itu Aisyah memakai pakaian yang ringan riqa’ kemudian Nabi memalingkan muka dan bersabda: “Wahai Asma’. maka tidak dibolehkan menampakkan bagian tubuhnya kecuali ini” Nabi menujuk wajah dan telapak tangan. Adapun tindakan Aiysah sebagaimana yang tergambar dalam riwayat diatas lebih digambarkan karena sifat wara’ yang terpatri dalam dirinya. Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat demikian. sama halnya dengan Iman Syafi’i dalam suatu qaulnya bahwa wajah dan kedua telapak tangan bukan aurat. maka hal yang demikian menunjukkan adanya perbedaan hukum antara kaum Hawa dan Adam. .merupakan penafsiran yang lebih tepat. akupun bertanya.

Muhrim terbagi menjadi dua macam yaitu muhrim yang didasarkan pada hubungan nasab dan muhrim yang dijalin atas perkawinan. Dalam kesempatan tersebut. Sementara itu Ahmad Imam Syafi’i dalam salah satu qaulnya menyatakan bahwa seluruh tubuh manusia adalah aurat berdasarkan hadits “pandangan yang terjadi secara spontanitas” dan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibn ‘Abbas bahwa Nabi saw meninggalkan al-Abbas pada pada hari Nahr di belakangnya. intepretasi ayat adalah yang nampak dari tubuh dengan tampa sengaja. namun sunnah mengambaikan status saudara susuan sebagai muhrim sebagaimana yang disinyalir dalam riwayat Ahmad. namun demikian kebolehannya ini tidak boleh dijugde secara berlebihan. Perintah ini merupakan tuntutan untuk menutup bagian tubuh yang tergolong perhiasan batiniyah bagi kaum hawa. Berdasarkan hadits ini. Bukhari menyatkan dari Aisyah ra berkata : “Allah menyayangi perempuan dari kaum Muhajirin yang awal karena ketika turun ayat dengan serta merta mereka menyobek kain sarungnya dan menutupi dengan sobekan kain tersebut”. karena menutupi keduanya lebih berat dari kedua telapak tangan terutama bagi orang-orang desa. Menghamparkan kain kerudung ke dadanya untuk menutupi rambut kepala. pengobatan dan kegiatan belajar mengajar. c. Sudah barang tentu. leher dan dada. namun jika terciptakan kebobrokan maka menutupinya merupakan kewajiban. Adapun argumentasi pendapat golongan kedua seluruh badan merupakan aurat lebih dimobilisasi oleh sifat wara’ dan sifat berhati-hati dari godaan setan. kebolehan melihat hanya terbatas pada wajah dan kedua telapak tangan saja. yaitu mertua pihak laki-laki dan anak suami. mu’malah. al-Fadhl memandangi seorang perempuan ketika ia bertanya padanya. persaksian. demikian halnya dengan seorang dokter lelaki diperkenankan melihat bagian-bagian tubuh yang harus diobati jika tidak terdapat dokter perempuan. dan Ibnu Majah dari Aisyah. Keempat golongan ini adalah wanita. Adapun pendapat yang rajih dalam perspektif ilmu fiqih dan syariat adalah bahwa wajah dan kedua telapak tangan tangan tidak terklasifikasi dalam aurat jika tidak menimbulkan fitnah. al-Nasai. kemudian Nabi saw memegang dagu al-Fadhl dan memalingkan wajahnya dari melihat perempuan tersebut. Kendati demikian memandang orang asing dalam berbagi momen dibolehkan seperti dalam prose khitbah. batasan aurat dan hubungan biologis. budak. Menampakkan perhiasan tersebut juga diperkenalkan pada mereka yang tersurat dalam ayat yang dikenal dengan istilah muhrim. b. . Kelanjutan dari ayat di atas merupakan dengan pengertian memperbolehkan empat golongan yang disiyalir memiliki status kesamaan status sebagai muhrim dalam hal kebolehan bagi wanita untuk memperlihatkan zinah selain daerah pusar hingga lutut.Diriwayatkan dari Abu Hanifah ra bahwa kedua telapak kaki tidak terkualifisir sebagai aurat juga. Ayat diatas tidak menyebutkan saudara susuan. “Diharamkan bagi hubungan yang dilandasi atas susuan seperti halnya yang didasari atas hubungan kekrabatan”. perhiasan yang diklaim tersebut adalah perhiasan yang dimaksudkan untuk bersenang-senang. Tidak memperhatiakan perhiasan yang tersembunyi kecuali pada suami mereka. dan pengikut yang tidak memiliki hasrat pada perempuan seperti pengikut yang tidak memiliki syahwat ketertarikan pada kaum hawa serta anak yang tidak memahami kondisi kaum perempuan. Abu dawud. al-Shaykhani Bukhari dan Muslim.

 Perempuan pengikut yang tidak memiliki syahwat mereka adalah pengikut /pembantu yang bertujuan mencari sesuap nasi tampa indikator lain yaitu ketertarikan pada kaum perempuan. dengan demikian penyandaran ayat yang tertulis dalam ayat ---menunjukkan musyabahah keserupaan/kemiripan yaitu perempuan yang semisalnya. sesungguhnya telah sampai kabar bahwasanya kaum muslimah memasuki kamar mandi bersamaan dengan perempuan musyrik. Bahwasanya Nabi membawa seorang budak yang akan diberikan pada Fatimah memakai kain yang jika ia menutupi bagian kepalanya kain tersebut tidak menutupi kakinya. dan tidak dikhawatirkan menyulut fitnah dan mentranformasi karekteristik perempuan pada orang-orang laki red asing. dan al-Baihaqi dari Anas ra menguatkan statemen diatas. maka laranglah olehmu. dan sebaliknya apabila ia mengenakan untuk menutupi kakainya. akhirnya bisa disimpulkan bahwa aurat perempuan pada sesamanya adalah antara pusar dan lutut saja.Kendati demikian konsep-konsep diatas menyalut friksi yang signifikan dikalangan ulama’. Yaitu yang terurai dalam penjelasan:  Wanita Mayoritas ulama’ mengintepretasikan lafadz “al-nisa’ dengan kaum wanita dalam agama seagama dan bukan mereka yang tergolong sebagai ahli dzimah. : “Amma Ba’d. Adapun mayoritas madzhab Hambaliyah menyatakan bahwasanya wanita yang termaktub dalam ayat tersebut adalah wanita secara umum baik dari kalangan muslim dan kafir. oleh karenanya seorang muslimah tidak dibolehkan menunjukkan bagian tubuhnya selain wajah dan dedua telapak tangan didepan perempuan kafir. Said bin Mansur. karena tidak dihalalkan bagi seorang muslimah yang beriman kepada Allah dan hari akhir melihat auratnya kecuali yang seagama dengannya”. ketika Nabi saw melihat kejadian tersebut beliau bersabda: “Hal itu dibolehkan bagimu. kemudian Nabi saw masuk ketika laki-laki tersebut sedang menyebutkan sifat-ifat perempuan jika seorang perempuan datang. Bahwasanya ia menulis surat pada Abi ‘Ubaidah bin al-Jarrah ra. ia datang . adapun mereka sahabat red mengkualifisirnya bagian dari kelompok yang tidak berhasrat pada perempuan. Ibn Mardawaih. Ibnu Munzir dan al-Baihaqi dalam kitab Sunan-nya dari Umar bin Khatab ra. Dengan kaitan kelompok ini terjadi silang pendapat dalam mengidentifikasi secara spesifik. Abi Dawud. kain itu tidak menutupi kakinya. Dalam artian lain juga ditafsirkan sebagai setiap person yang tidak memiliki kepentikan pada kaum hawa. Sebagian ulama’ berpendapat bahwa mereka adalah orang yang telah mencapai usia lanjut dan mengalami masa manpouse. Muslim. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari perempuan kafir memiliki status yang akuivelen dengan lelaki asing bagi seorang muslim. Riwayat Ahmad. Dari Anas ra. Ahmad. karena seorang budak samahalnya dengan laki-laki asing yang merdeka dalam konsepsi keharamannya. karena sesungguhnya ia adalah layaknya ayahmu dan anakmu". Ulama’ lain mengafirmasikan bahwa kebolehan tersebut dikhususkan bagi hamba sahaya perempuan.  Budak Sedangkan budak yang terangkum dalam ayat tercakup kaum Adam dan Hawa sebagaimana pendapat mayoritas ulama’. Abu Dawud dan al-Nasa’i meriwayatkan Aisyah ra berkata: “Seorang laki-laki yang sudah impoten menemuai istri-istri Nabi saw.

kami mengklaim bahwa pendapat diatas merupakan penafsiran yang utama dimaksudkan untuk mengkonvergensikan berbagai interpretasi ulama’ bahwasanya setiap individu yang melaksanakan sholat diwajibkan menutup aurat. sehingga dapat dipahami bahwa seorang perempuan dan lelaki tidak dilarang memperlihatkan bagian tubuhnya selama tidak terkualifir sebagai aurat tidak diharamkan. dari ibnu Juraij prihal firman Allah “’aw nisa’akum” dia berkata: “Telah sampai padaku bahwa ayat ini terlokalisasi pada perempuan muslim: “Tidak dihalalkan bagi perempuan musyrik melihat aurat muslimah kecuali jika . maka bisa dipastikan ia tidak diperkenankan memasuki kawasan perempuan. menarik perhatian. dan membangkitkan syahwat serta menyulut praduka keterkaitan perempuan tersebut dengan kefasikan. Akhirnya apabila diperhatikan bagian badan tertentu dibolehkan. karena hal tersebut berpotensi memicu fitnah. dia berkata. maka bisa dipastikan bahwa bagian tubuh tersebut merupakan pemaparan diskriptif atas ayat illa ma dlhoharo minha. 19671. Sedangkan anak yang terkualifisir sebagai remaja dan belum memasuki fase baligh. Al-Qasim bercerita kepada kami . namun kandungan ayat yang lebih mengena adalah penafsiran dengan wajah dan kedua telapak tangan. cantik. Dengan demikian. Pendapat yang demikin perupakan perpaduan dari interpretasi atas ayat. Patut diketahui.” 2. kendati demikian perhiasan lain seperti celak mata. cincin. Patut diketahui kebolehan disini lebih longgar dari stetemen yang dimotori oleh pihak pertama pengusung identifikasi yang pertama diatas Faktor-faktor yang melatarbelakangi tumbuh suburnya fitnah : “Perempuan dilarang menghentakkan kakinya ketika berjalan dengan harapan orang mengetahui detingan suara kaki. serta diharuskan baginya menutup seluruh bagian tubuhnya selain wajah dan kedua telepak tangan kecuali setengah lengannya sebagaiman dalam riwayat Nabi yang membolehkan memperlihatkan sebagian lengan tangannya. dan tidak memiliki naluri biologis seksualitas akibat usia yang masih muda. Terdapat interpretasi ayat yang sangat beragam. Ulama’ lain berpendapat: “Seorang wanita dibolehkan menampakkan zinah perhiasannya dihadapan anak kecil kecuali jika anak tersebut memiliki naluri sensualitas pada perempuan terlepas dari pencapaian usia remaja atau tidak pada sang anak. Anak Kecil Anak kecil yang tidak mengetahui prihal kewaniataan dan batasan aurat dengan detail. dia berkata : al-Husain bercerita kepada kami . Sedangkan tujuan larangan ini tak lain adalah istruksi untuk senantiasa menutupi perhiasan wanita. namun mampu bercerita hal-hal yang bermuasal dari daya penglihatan dan mampu mengidentifikasi orang buruk rupa. dari Ibn Mas’ud dia berkata: “Perhiasan terbagi atas dua macam perhiasan yaitu perhiasan yang dhahir seperti pakaian dan perhiasan yang tersembunyi samar yaitu gelang kaki. Ibnu Hamid bercerita kepada kami. gelang tangan dan kutek terangkum didalamnya. Hajjaj bercerita kepadaku. memperdengarkan gemrincing zinah perhiasan sama halnya mempertontonkan zinah terseut dan bahkan menempati titik yang utama dari memperlihatkannya dari khalayak ramai. dia berkata : Aahurn al-Mughairah bercerita pada kami dari al-Hajj dari Ishaq. Tafsir al-Thabary Al-Nur 30-31 Surah al-Nur 30 dan Surat al-Nur 31 19644. dan seorang wanita diperkenankan membuka wajah dan telapak tangan diwaktu sholat. anting dan gelangtangan”.

Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir Surat al-Nur 30-31 a. Adapun tazin mempercantik diri menambah aura keelokan perempuan. Perhiasan tersebut juga dimaksudkan sebagaimana firman Allah. oleh karenanya kaum hawa dilarang mempertontonkan perhiasannya kecuali dalam komunitas kaum adam yang tidak mempunyai ketertarikan pada kaum hawa akibat kedekatannya sebagai muhrim karena nasab dan perkawinan. seperti melihat seluruh sudut rumah beda halnya dengan melihat sesuatu yang disinyalir sebagai tindakan amoral. dan bisa dipastikan akan menarik perhatian indra penglihatan. Zinah diartikan sebagai pakaian dalam surah alA’raf. kareana memperindah diri merupakan suatu kondisi yang sengaja dilakukan untuk menampilkan fenomena yang lebih indah. hal ii terangkum dalam ayat ‘aw ma malakat ‘aymanukum”. Dengan demikian konsep ghadul bashar mencakup praktek memalingkan pandangan dari hal-hal yang sejatinya dibenci oleh khalayak umum karena menyalahi norma. Tafsir al-Maraghi Surat al-Nur 30-31 Surat al-Nur 30-31 Intepretasi ayat diatas memiliki kesamaan dengan penafsiran yang tertulis dalam tafsir alMunir. mak bisadiptikan bahwa konsepsi gadhul bashar terbagi atas berbagi strata yaitu ghadul bashar yang mencapai pada tingkatan wajib dan tidak wajib. Surat al-Nur: 30 Ayat ini mengupas tuntas kehalalan dan keharaman mata bagi komunitas kaum muslim. maka aku menggerakkan mataku keatap rumah. 4. Surat an-Nur 31 Zinah bibagi menjadi dua macam yaitu khalqiyah natural sesuai dengan fenomena pembawaan asal dan muktasabah non natural. 3. surat an-Nur ayat 30 ini menyebutkan secara eksplisit penggambaran istruksi menundukkan pandangan dengan afirmasi pada kebolehan memandang obyek obyek tertentu hal ini diafirmasikan dengan penulisan huruf “min” dalam konstruksi ayat yang mengindikasikan ketidakharaman melihat dengan intensitas material tertentu. sedangkan perhiasan yang non natural ialah entitasentitas yang sejatinya ditujukan untuk mempercantik diri seperti pakaian yang glamour. Hadits Umar bin Hatab memaparkan kisah seorang ---.perempuan musryik melihat aurat muslimah kecuali jika perempuan musryik tersebut budak sahayanya yang perempuan. yakni bagian-bagian yang jika diwajibkan menutupinya akan memberatkan perempuan atau bagian tersebut jika tidak ditutupi menimbulkan konsekuensi yang sulit. kemudian aku melihat pakaian yang tergantung. Seperti diketahui. b. Ibnu al-Araby berkata : . yaitu kebolehan memperlihatkan perhiasan yang sejatinya terlihat. kutek dan cincin. Kategori pertama sebagai wajah. celak dan kutak dari tumbuhan inai. kedua telapak tangan. permata. kecuali ayat 31 dalam kalimat----yaitu yang sejatinya dipersiapkan menjadi pembantu.Nabi saw memasuki ruangan. sebagian setengah lengan tangan. Kendati demikian keharaman memaperlihatkan perhiasan dihukumi secara mutlak. yaitu perhiasan yang tidak wajib di tutupi ditempat kerja seperti celak.

paha dan rambut. punting susu. dari al-Qanaazi’i berkata. kedua telapak tangan dan kaki. Demikian halnya dengan bagian-bagian yang tidak diperintahkan untuk di tutup seperti cincin berbeda dengan anting dan gelang. Adapun perhiasan yang tegolong dalam kholqiyah secara global adalah sebagian besar anggota badan perempuan. seperti paha bagian atas. lengan. makna ayat---adalah bagian tubuh yang tidak ditutupi oleh kaum perempuan seperti wajah. Sedangkan bagiantubuh secara spesifik seperti wajah. Bertolak dari interpretasi ini--adalah perhisan yang dijadikan Allah nampak berdasarkan hukum fitrah yang jika dipaksakan menutupnya sama halnya menanam benih-benih kesia-siaan dan memberatkan bagi pemiliknya.“Perhiasan terbagi menjadi dua. Sedangkan perhiasan yang khofi tersembunyi merupakan a contrario dari perhiasan yang dhahir. permata. bagian atas. maka bagian tersebut juga tidak dapat dijastifikasi dalam rrangkaian firman Allah perhiasan yang sejatinya nampak. Ibn’Arabi juga berkata kutek merupakan perhiasan batiniah yang sejatinya tidak diperlihatkan jika dilekatkan pada kaki. Adapun perhiasan mushthana’ah yang dhahir adalah perhiasan yang apabila dibiarkan terbuka berimplikasi pada titik “memberatkan” bagi perempuan terhadap suami dan pasangannya. lengan bagian atas. Adapun kategori perhiasan yang kedua musthona’ah adalah perhiasan yang lazim dipakai oleh kaum Hawa seperti pakaian yang modis warna warni. seperti pantat dan paha. Selain naskah Ibnu Baskawal dalam kitab al-Muwatho’. dan menggunakan gaun yang tidak ketat bukan merupakan hal yang susah baginya. "Malik mengintepretasikan hadits diatas sesungguhnya kaum . maka yang demikian tidak terkualifisir dalam firman Allah “maa dhoharo minhaa” perhiasan yang sejatinya nampak. pergelangan tangan. pergelangan tangan. namun hanya sampai taraf menyulitkan karena seperti diketehaui bertelanjang kaki merupakan sesuatu yang lumrah dikalangan perempuan pedesaaan oleh karenanya para praktisi ilmu fiqih berpendapat dalam kewajiban menutupinya. celak kutek dari tumbuhan Inay dan siwak. leher dan kedua telinga. Perhiasan kholqiayah sebagai---adalah perhiasan yang berpotensi pada tumbuh suburnya titik kesulitan jika perempuan menutupinya dihukumi wajib seperti wajah. khalqiyah sesuai dengan asal penciptaan dan mushtona’ah yang mengalami sebuah proses perubahan. Kelompok ahli tafsir mengintepretasikan zinah dengan jast ---dengan wajah dan kedua telapak tangan dalam riwayat lain kedua kaki dan rambut. punting susu. Malik meriwayatkannya dalam kitab al-Muwatho’ dari Nabi saw bersabda : “Perempuan yang menenakan pakaian yang hamper tidak menutupi lekuk tubuh yang menarik perhatian tidak akan masuk surga”. Dalam kaitannya dengan hal ini. ia tidak membatasi dengan kutek tangan. dalam arti benar mereka mengenakan kostum namun gaun tersebut tidak menutupi tubuhnya akibat transparasi bahan pakaian". Madzhab Maliki menelorkan dua statemen dalam hal ini yaitu wajib dan tidak wajib. Dengan demikian. Perhiasan tersebut adalah wajah dan kedua telapak tangan. seperti leher. lengan bagian atas. Al-Qur’an mengafirmasi kategori gelang kaki ini dengan firman Allah. dan betis sama halnya dengan perempuan yang memiliki bagian tubuh tertentu yang elok kendati tertutup rapat. Kendati demikian ulama’ berbeda pendapat dalam hukum menampakkan gelang tangan dan kaki. lain halnya dengan kdua kaki tidak mencapai tingkatan ksia-siaan. kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki”. Abu Hanifah berkata : “Menutup kedua kaki bukan sebuah keharusan. pergelamgan tangan. sedangkan prihal keidahan tubuh perempuan yang jika diperintah untuk menutupinya tidak menimbulkan kesukaran. Ibnu Arabi berkata : ibnu al-Qasim meriwayatkan dari Malik : Kutek bukan perhiasan. dan berpotensi pada strata kesulitan untuk menghilangkan perhisan tersebut disaat dia berinteraksi dengan laki-laki lain dan mengkonstruksinya seperti semula ketika ia berada di dalam rumah. adapun pendapat yang benar adalah kedua benda tersebut diidentifikasi dalam kategori perhiasan yang dhahir. Ibnu’Addilbarr berkata : "Makna riwayat hadits tersebut adalah wanita yang memakai gaun transparan hingga memperlihatkan lekuk tubuh dan nyaris tidak menutupi bagian tubuhnya.

leher. dan kutek sehingga memperlihatkan ini pada orang asing bukan merupakan tindakan yang dikencam. Larangan ini mengandung konsekuwensi pada semua tindakan yang menarik perhatian laki-laki pada pemainan wanita. betis. Ibnu Rusyd menjelaskan bahwa pakaian yang dimaksud adalah gaun yang sempit dan melekat pada bagian tubuh hingga nyaris mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi. Hal ini merupakan langkah yang aplikatif . karena perhiasan bisa dipastikan dikenakan dibagian tubuh tertentu yang sudah barang tentu tidak boleh dipandang kecuali oleh golongan yang dikemukakan dalam konstruksi ayat sesudahnya. dada dan telinga. mahkota. Dalam perspektif pendengaran Ibnu al-Qasimi dari Jami’ al-’Atabiyah Malik berkata : “Sampai padaku kabar bahwa Umar bin al-Khatab melarang perempuan mengenakan pakaian ala Qibti". Adapun pendapat Ibnu Munir al-Maliki didasarkan pada madzhab yang dianutnya. dan yang menggerakkan ketertarikan kaum Adam pada lawan jenis baik yang berhasal dari hasil penglihatan pada obyek tertentu atau pendengaran pada hiburan yang disodorkan kaum Hawa seperti nyayian dan berbicara dengan suara yang mendayu-dayu. semprotan parfum yang berlebihan juga dilarang. Seperti diketahui melihat bagian tubuh hanya dbolehkan oleh pasangan hidup suami istri kecuali dalam keadaan terpaksa seperti pengobatan dan persaksian. Ayat sesudahnya mengafirmasikan bahwa memperlihatkan perhiasan merupakan tindakan yang terlarang.31 Kitab al Zawajir karangan ibn Hajar al-Makky menegaskan keharaman bagi kaum hawa memandang lelaki kendati tidak dibarengi dengan hasrat padanya dan sertai rasa takut dan fitnah seperti halnya ketidakbolehan laki-laki melihat perempuan habnya hubungan nasab atau susunan atau perkawinan membolehkan memandang sesamanya kecuali daerah antara pusar dan lutut. namun celaan tersentralisasi pada mengumbar perhiasan khofy tersembunyi seperti gelang tangan. Dalih yang membenarkan larangan tersebut terrangkum dalam firman Allah ….perempuan memakai gaun yang tipis yang nyaris tidak menutupi bagian tubuhnya". ikat pinggang dan anting. cincin celak. Dalam ranah realitasnya layaknya tarian dan goyangan perempuan dihadapan laki-laki.. lengan atas. gelang kaki. Ayat diatas menyebutkan stetemen zinah secara eksplisit dan bukan daerah daerah yang lazimnya merupakan obyek sentral pemakaian perhiasan dimaksudkan sebagai afirmasi pada instruksi menutup bagian-bagian tersebut. Oleh akarenanya Allah melarang memperlihatkan perhiasan yang dimiliki untuk diinformasikan secara aksioma bahwa memandang perhiasan tidak diperkenalkan karena mengisyaratkan pada bagian badan perempuan dengan dalih bahwa kehalalan memperlihatkan perhiasan yang tidak menempel pada tubuh seperti gelang tangan yang diperjual belikan di pasar tidak patut didiskusikan lagi. Ahli tafsir lainnya menekankan intepretasi ayat-ayat diatas sejatinya tempat bermuaranya perhiasan. Bagian tubuh ini adalah bagian lengan bawah. adapun Ibnu al-Munir menyatakan bahwa makna ayat ini adalah perhiasan secara literal. namun konsekuensi logis yang demikian tidak dibenarkan karena setiap bagian tubuh merdeka adalah aurat. kepala. bisa dipastikan memandang bagian tubuh yang dhahir nampak dan lajimnya merupakan daerah yang dikenakannya perhiasan dhahir bagi orang asing dihalalkan. Tafsir al-Alusi Surat al-Nur 30-31 Surat al-Nur 30 . dan jika ziinah diartikan sebagai pos bertenggernya perhiasan. 5. demikian halnya dengan statemen al-Zamakhsyari dilandaskan pada pendapat masyur dari madzhab imam Abi Hanifah bahwasanya badan yang disinyalir sebagai tempat perhiasan dhahir adalah wajah dan kedua telapak tangan. Perhiasan yang dhahir nampak sejatinya terapresiasikan pada entitas material seperti. sedangkan kedua kaki bukan terkualifikasi sebagai aurat secara mutlak .

Sebahagian madzhab ini juga menginterpretasikan perhiasan yang nampak itu adalah wajah dan kedua telapak tangan setelah menelaah parameter bahwa aurat orang merdeka selain dua bagian tersebut mereka berdalih keharaman melihatnya karena berpotensi menyulut fitnah. Adapun madzhab Syafi’i sebagaimana yang tersurat dalam kitab al-Zawaajir mengurai bahwa wajah dan telapak tangan baik bagian dalam maupun luar hingga siku merupakan aurat dalam paradigma “memandang perempuan” kendati ia adalah hamba sahaya perempuan dan bukan aurat bagi orang merdeka dalam shalat. sehingga makna yang terkandung adalah apa yang nampak tampa indikasi memperlihatkan seperti tersikap akibat hembusan angina maka kaum Hawa tidak dimintai petanggungjawaban kelak dihari pembalasan. karena dapat memotivasi keingintahuaan yang mendasar untuk melihat bagian tubuhnya secara utuh. Secara aksioma. perempuan pada masa dahulu menutup kepalanya dengan kain dan mengantungkan menurunkan kainnya dari belakang punggung seperti kebiasaan jahiliyah sehingga leher dan sebagian dadanya terlihat. dan pendapat yang mengkualifikasi dua bagian badan tersebut sebagai aurat serta larangan memperlihatkan pada individu selain yang dirangkum dalam freme pengecualian pada ayat sesudahnya. dan dari riwayat al-Hasan adalah cincin dan gelang tangan dari riwayat lain menyebutkan lainnya. bahkan ulama’ mengungkapakan ketidakbolehan memandang kuku kaum Hawa yang tidak menempel lagi ditangannya. dan dikatakan secara global wajah dan dua telapak tangan. . sedangkan makna ayat tersebut adalah larangan mengumbar dua komponen dari hasil intepretasi diatas pada bukan muhrim dan mengecualikan hal-hal yang sejatinya tidak dapat disembunyikan ditutupi dalam berbagai momentum seperti wajah ujung tangan dan kaki”. Sebahagian penganut madzhab Syafi’i berpendapat keahalalanmelihat wajah dan telapak tangan jika tidak menyulut fitnah. Kitab al-Zawaajir juga menyatakan keharaman melihat bagian tubuh perempuan yang terlepas. ia menyatakan dalam kitab al-Bahar pendapat yang mendekati kebenaran adalah mengklasifikasinya dalam konsep zinah dan mengairmasikan dengan stetemen “Perhiasan manakah yang lebih indah dari penciptaan yang ideal” Maksud ayat ini sebagaimana riwayat Ibn Hatim dan Ibn Jubair. Ibnu Abi Syaibah Abu bin Hamid dari Ibn’Abbas berkata maka firman Allah ---adalah wajah dan telapak bagian dalam. Allah menginstruksikan perempuan mukmin menutupi leher dan dada dengan kain sehingga bagian tersebut tidak nampak. Anda mengetahui bahwa kebolehan memperlihatkan wajah dan kedua telapak tangan seperti yang disinyalir dalam ayat dan keharaman memandang dua bagian tersebut secara mutlak dalam madzhab mereka madzhab Syafi’i secara bersamaan sangat tidak masuk akal. Oleh karenanya mengharamkannya adalah sikap yang tepat. sebagian kabar dan riwayat menginterpretasikan zinah perhiasan pada makna yang terlintas dengan cepat dan lainnya di daerah daerah dikenakannya perhiasan. Namun demikian sebagian ulama’ lain tidak mengamini penafsiran zinah perhiasan dengan ciptaan Allah perhiasan yang merupakan ciptaan Allah.sehingga tidak ada larangan melihatnya. namun stetemen ini tidak menempati urutan pertama dalam pendapat mereka. Ibnu Aabi Syaibah dari ‘Ikrimah bahwa maksud ayat diatas adalah telapak tangan dan tengkuk. Sehingga konsekuensi logisnya adalah tidak semua hal yang dilarang memandangnya dikualifisir sebagai aurat. red pehiasan. maka pengecualian yang tersurat dalam firman Allah bisa jadi merupakan hukum yang paten dalam perspektif metode isyarah tanda. Adapun Ibnu Bahar berkata : “Perhiasan sejatinya terletak pada keindahan cipataan yang dibentuk oleh Allah dan pakaian yang berlebihan yang ditunjuk untuk mempercantik diri. yaitu mempertanggung-jawabkan dihari pembalasan. Dan ketahuilah jika maksud larangan mengumbar daerah-daerah notabene tempat bertenggernya.

menumbuhkan perasaan positif berupa persamaan perempuan ditengah masyarakat Muslim dengan corak tertentu dalam menutup aurat dan semakin dalamnya perasaan terhadap kemuliaan. Demikan halnya seperti perhiasan lain pada gelang kaki yang menimbulkan suara jika kaki melangkah terlebih jika dihentakkan.. Mujtahid. ini adalah jelas haram. Al-Sunnah Dan Qaidah Ushul Fiqih Pornografi dan pornoaksi yang terkait dengan aurat ada beberapa hadits Rasulullah yang melarang memakai pakaian yang tembus pandang. [Jakarta. Sedangkan Hanafiyah seperti pernyataan Ibn al-Hamman: Beliau menyatakan secara gamblang dalam kitab al-Nawazil bahwa lantuanan suara perempuan adalah aurat.Secara literalis. Stetemen dalam kitab Syafi’iyah dan yang aku al-Alusi. Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001. ataupun antara laki-laki dengan laki-laki homoseksual.42 Rasulullah saw bersabda. erotis. dan sejenisnya larangan bagi laki-laki berkhalawat berdua dua-an ditempat yang sunyi tampa orang ke tiga dengan perempuan yang bukan muhrimnya40. Pertama. [Jakarta. C. 2002]. Larangan memperdengarkan gemrincing suara tersebut pasca larangan memperlihatkan perhiasan sendiri bisa dipastikan adalah larangan memperlihatkan bagian tubuh yang lajimnya tempat obyek pemakaian perhiasan. Lih. Sebahagian khalayak umum didapat lebih banyak tergetar syahwatnya akibat gemrincing suara perhiasan daripada melihat perhiasan yang berpotensi menimbulkan suara. memamerkan pakaian dan perhisan yang indah serta memamerkan diri didepan laki-laki yang bukan muhrimnya. Musuh Yang Menjadi Idola. Ke-empat. 28. perempuan dengan perempuan lesbian. bersolek dan menggunakan parfum secara berlebihan ketika keluar rumah. Kaum perempuan sekarang mengenakan perhiasan seperti dari mutiara atau semisalnya sebagai aksesoris dirangkaian gelang kaki sehingga gemercing suara gelang tersebut terdengar meski mereka berjalan dengan pelan. melantunkan suara-suara yang menggoda. oleh karenaya Nabi saw bersabda: “Takbir bagi laki-laki dan tepuk bagi kaum perempuan”. [Jakarta. menampakkan keelokan wajah dan bagian tubuh yang dapat membangkitkan birahi dihadapan kaum laki-laki yang bukan muhrimnya. dengan demikian mendengarkan tidak dilarang jika tidak disertai ketakutan akan fitnah dan menikmatinya sebagaimana ulasan al-Zarkasy. Abu al-Ghifari. h. Pernikahan Dini Dilema Generasi Ekstravaganza. 41 40 . red anut bahwa gemercing suara sejatinya bukan aurat. h. Luqman Haqani. Menurut Syekh Abu 'Ala Al-Maududi kata tabarruj bila dikaitkan dengan wanita memiliki arti sebagai berikut. Ketiga. Tidak diragukan lagi secara psikologis bahwa menguatnya perasaan wanita melalui kebebasan memilih pakaian yang sesuai dengan standar syariat. h.41 Kedua. h. 10. Ibid. 29. Pernikahan Dini Dilema Generasi Ekstravaganza. sensual. Mujtahid. Mujahid. teks ayat menyatakan ketiadaan perbedaan gender laki-laki dan perempuan akibat keumuman huruf ---dan karena jika ayat tersentralisasikan pada kaum Hawa saja maka yang tertulis dalam konstruksi ayat seharusnya karena penegasan yang demikian lebih spesifik dan mengena pada maksud ayat. mengenai hukum tabarruj atau pakaian dan gerak tubuh yang menimbulkan rangsangan seksual. 2003]. 69. 2002]. Sementara itu. akhirnya memperdengarkan di depan kaum Adam dianggap tindakan yang tidak bagus. 42 Abu al-Ghifari.

Malik.44 Oleh karena itu.‫صنفان من اهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس‬ ‫ونساء كاسيات عاريات مميلت مائلت رءوسهن كأسنمة البخت المائلة ليدخلن‬ ‫الجنة ول يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا. 49. sekitar lubang anus dan paha saja. Untuk itu. Juz I h." HR. Bergerak Menuju Keadilan…. Untuk aurat laki-laki walaupun ada perbedaan. Mengenai batas aurat laki-laki. yang selalu maksiat. An-Nawawi. Al-Majmu. Memalukan dan menggairahkan adalah sesuatu yang kontekstual. Mengenai batas anggota tubuh yang dianggab aurat. tidak layak bahkan memalukan. juz III. Dalam disiplin ilmu fiqih lafal aurat diartikan sebagai yang memiliki muatan arti dalam ayat an-Nûr ayat 31 dan 58 yaitu yang berarti sebahagian anggota tubuh manusia yang didalam pandangan umum buruk atau malu bila diperlihatkan dan bila dibiarkan terbuka mungkin bisa menimbulkan fitnah seksual. Pendapat pertama adalah yang dinyatakan oleh Imam Asy-Syafi'I. [Bairut. Rambutnya sebesar punuk unta.219 Lihat. Asy-Syaukani. yaitu 'memalukan' dan 'menggairahkan'. tetapi secara umum mayoritas ulama' berpendapat bahwa laki-laki seharusnya menutup anggota tubuh antara pusar dan kedua lutut kaki. Ibnu Rushd. salah satu riwayat dari Imam Malik dan Ibnu Hambal adalah bahwa aurat laki-laki hanya qubul dan dubur saja. Pada awal inilah difinisi aurat. h.43 Dari dua kata kunci tentang aurat. tt]. Kemudian sesuatu yang memalukan itu justru bisa membangkitkan gairah orang lain yang melihatnya untuk melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya. Kedua adalah wanita yang berpakaian tapi telanjang. Pendapat ketiga yang dinyatakan oleh adh-Dhahiri. al-Isthakhiri. Juz II. Lih.. . dalam menentukan batasan aurat.. pandangan fiqih membedakan antara perempuan dan laki-laki. Nail al-Authar. Pendapat kedua menyatakan bahwa aurat laki-laki adalah alat kelamin [qubul]. 46 Abu Muhammad Ali bin Muhammad ibn Hazm. selebihnya bukan aurat. hal. Ibnu Rushd dan Asy-Syaukani mengatakan bahwa ulama' Fiqih berada dalam tiga pendapat. dan Abu Hanifah. Juz III. kesepakatan pendapat ulama' fiqih menyatakan bahwa harus ditutup dari pandangan orang dengan pakaian yang tidak tembus pandang dan tidak membentuk lekukan tubuh. tetapi batasan mengenai aurat adalah ditentukan pertimbangan pertimbangan kemanusiaan segala aspek. 83. Muslim Dalam Fiqh pembahasan mengenai aurat didasarkan pada wacana tubuh dengan berbagai dimensi sensualnya. bahwa aurat laki-laki adalah antara pusat dan kedua lutut. رواه مسلم‬ "Ada dua golongan dari ahli neraka yang siksanya belum pernah aku lihat sebelumnya pertama adalah kaum yang membawa ekor cambuk seperti ekor sapi yang digunakan memukul orang. bahkan tidak akan mencium wanginya padahal bau surga itu tercium sejauh perjalanan yang amat panjangnya. 168. ialah pengusa yang dzalim.45 Sementara aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. tidak layak bahkan memalukan. h.210.46 Perintah menutup aurat adalah dari agama teks syara'. fiqh memnbangun wacana tentang tubuh dan norma-norma yang terkait dengannya. karena itu fiqh membedakan antara aurat laki-laki dan perempuan. Al-Muhalla. Fiqh menganggap ada beberpa tubuh yang tidak pantas untuk diperlihatkan. mereka tidak akan masuk surga. Ibnu Jarir. Bidâyah al-Mujtahid. Orang menyebut aurat untuk hal-hal yang tidak pantas untuk diperlihatkan. baik laki-laki maupun perempuan dibutuhkan mekanisme yang 43 44 45 Faqihuddin Abdul Kadir. Dar al-Afaq al-Jadidah.

akomodatif dan responsif terhadap gejala nilai yang berkembang di masyarakat sehingga dalam tingkat tertentu nilai dan batasan tersebut dapat diterima oleh masyarakat.49 Secara fiqih. 64. Aurat adalah bagian-bagian tubuh yang berpotensi menimbulkan rangsangan-rangsangan seksual bila terlihat. Ini akan berlaku juga pada para pembuat pornografi dan pornoaksi kamerawan. 53 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001. Sebagaimana disebutkan dalam QS. yang dimaksud adalah aurat menurut syariat Islam. 25. Fiqih Perempuan Refleksi Kiyai Atas Wacana Agama dan Gender. 62. Rahima. misalnya memberi pertolongan medis. h. [Jakarta. 4. pengarah gaya. h. Jika pelakunya masih bujangan maka harus dicambuk sebanyak seratus kali mi'ata jaldah. Pustaka Zahra. aurat wanita dalam pandangan Islam adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. dan batas aurat al-Ahzâb ayat 59 yang mengatur tentang aurat kaum perempuan Mu'minah53. Dalam hal ini pertimbangan khsuf al-fitnsh yang sudah dikembangkan oleh ulama' fiqih juga harus menjadi salah satu penentu pertimbangan. Ibid. 2.48 Seorang wanita yang memperlihatkan sekadar rambut atau bagian bawah kakinya. Husain Muhamad. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. misalnya. dan jika dilakukan maka pelakunya harus bertobat karena dianggap berdosa. [Yokyakarta..51 Sementara itu menurut hukum Islam seperti yang telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001 tentang pornografi dan pornoaksi tanggal 22 Agustus 2001. Panduan Seks Islami. Husain Muhammad. memelihara kehormatan. menyaksikan secara langsung aurat seseorang yang bukan haknya pornoaksi. Fiqih Perempuan Refleksi Kyai Atas Wacana Agama dan Gender. h. h. dalam konteks pornografi dan pornoaksi yang mengumbar aurat. maka batasan pornografi dan pornoaksi menurut hukum Islam telah jelas54. sutradara. segala sesuatu yang mengakibatkan seseorang cenderung melakukan perbuatan asusila fakhisyah adalah berdosa. 2001]. Sebab. dan lain sebagainya. 2004]. QS. . agar tubuh manusia tidak dieksploitasi terutama tindak pornografi dan pornoaksi yang dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat. [Bandung. 402 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001 Tentang Pornografi dan Pornoaksi tanggal 22 Agustus 2001 atau Jumadil Akhir 1422 Hijriyah. Apalagi sampai berbuat zina maka dianggap telah melakukan dosa besar.47 Tentu saja. dan al-Maidah ayat 2 tentang kewajiban saling tolong menolong dalam mengerjakan kebaikan dan takwa dan larangan melakukan tolong menolong dalam melakukan dosa dan pelanggaran. h. Fiqih Islam. dan suatu jalan yang buruk".. Al-Isra' 32 Sulaiman Rasjid. 1990]. Ibid. h. Sinar Baru. jelas termasuk orang yang mengumbar aurat. dan jika pelakunya dalam status sudah menikah maka harus dihukum dengan dilempar batu sampai meninggal rajam. kecuali untuk tujuan yang dibolehkan oleh syara'. yaitu berdasarkan surah Âl-Isra' kita dilarang mendekati zina dan an-Nûr 30-31 yang mengatur tentang cara bergaul52. Sedangkan menurut definisi agama Islam. 48 49 50 51 52 47 Hasan Hathaut.50 Pornografi dan pornoaksi dianggap mendekati perbuatan zina sehingga harus dilarang. Al-Isra' 32: ‫يل…ا‬a‫ ب‬c‫اء‬c‫ة… س‬ c‫ س‬c‫ و‬c‫ش‬a‫اح‬c‫ ف‬c‫ان‬c‫ ك‬t‫ه‬f‫ن‬a‫وا إ‬t‫ب‬c‫ر‬o‫ق‬c‫ا ت‬c‫ل‬c‫و‬ ‫ا‬c‫الز¡ن‬ "Dan janganlah kamu mendekati zina. pornografi dan pornoaksi adalah haram.

h. 54 55 Fatwa Majelis Ulama Indonesia no 287 tahun 2001. 404 . Ibid. bila orang itu ikut dalam usaha membuat dan atau menyebarluaskan media porno. Mengenai batasan aurat menurut pandangan ulama' Fiqh dapat disimpulkan pada: Pertama.  Melakukan hubungan sksual atau adegan seksual didepan orang. atau gambar hubungan seksual atau adegan seksual adalah haram. kemubahan ini juga tidak berlaku untuk penyebarluasan dan propaganda pornografi dan pornoaksi atau pornoaksi yang akan memiliki dampak serius di masyarakat. menjual. tingkah laku secara erotis. Akan tetapi.  Menggabarkan secara langsung atau tidak langsung. berdasarkan berbagai nas dan dan kaidah ushul fiqih Secara umum Majelis Ulama indonesia MUI pada tahun 2001 mengeluarkan fatwa tentang pornografi dan pornoaksi menetapkan beberapa hal sebagai berikut. maupun ucapan baik melalui media cetak maupun elektronik yang dapat membangkitkan nafsu birahi adalah haram. sebuah benda dengan muatan pornografi dan pornoaksi dihukumi sebagai benda yaitu mubah. kecuali dalam keadaan diperlukan Abu Hanifah memperkenankan kedua lengan tangan dan kedua setengah betis kaki dibiarkan terbuka. suara.. Sulaiman Rasjid. Kedua. baik dengan lukisan gambar.Sementara itu.55 Namun demikian. misalnya.  Memperlihatkan aurat. Seseorang yang dihadapkan pada suatu media porno. Karena itu. kemubahan ini bisa berubah menjadi haram ketika benda wasilah itu dipastikan dapat menjerumuskan pada tindakan keharaman. h.. Ibid. yakni bagian tubuh antara pusar dan lutut bagi laki-laki dan bagian tubuh selain muka. yang terbuka auratnya atau berpakaian ketat atau tembus pandang yang dapat membangkitkan nafsu birahi. maka menurut syariat. baik cetak atau visual. alasan utama penutupan tubuh perempuan adalah untuk menghindari gangguan fitnah dan malapetaka dharar yang menempa diri perempuan. Dengan demikian. dia dianggap telah melakukan aktivitas yang haram. kaidah "ushul fiqih" yang mu'tabar menyebutkan: "Sarana yang menjerumuskan pada tindakan keharaman adalah haram". melakukan gambar hubungan seksual. dan alasan utama beberapa anggota tubuh dibiarkan terbuka adalah alasan keterpaksaan darurah atau keperluan hujjah.  Berbuat intim atau berdua-duaan khalwat antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram-nya dan perbuatan sejenis lainhya yang mendekati dan atau mendorong melakukan hubungan seksual diluar pernikahan adalah haram. Sebab. baik untuk dicetak maupun divisualisasikan adalah haram.  Membiarkan aurat terbuka dan atau berpakaian ketat atau tembus pandang dengan maksud untuk diambil gambarnya.  Melakukan pengambilan gambar sebagaimna angka 2 adalah haram. baik terhadap diri sendiri ataupun orang lain dan melihat hubungan seksual ataupun adegan seksual adalah haram. memang dipandang belum melakukan aktivitas haram karena media sebagai benda adalah mubah. 5. mengedarkan. Bahwa perempuan hanya diperkenankan membuka wajah dan kedua pergelangan tangan. tulisan reklame. telapak tangan dan telapak kaki bagi perempuan adalah haram kecuali dalam hal-hal yang dibenarkan secara syar'i. membeli dan melihat atau memperlihatkan gambar orang.  Menperbanyak. Fiqih Islam.

Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Global Status hukum pornografi dan pornoaksi sangat berbeda-beda.  Memperoleh uang. Kebanyakan negara mengizinkan paling kurang salah satu bentuk pornografi dan pornoaksi.  Melakukan suatu perbuatan dan atau suatu ucapan yang dapat mendorong terjadinya hubungan seksual diluar pernikahan atau perbuatan sebagaimana dimaksud angka 6 adalah haram. Kebanyakan negara berusaha membatasi akses anak-anak di bawah umur terhadap bahan-bahan porno berat. Di beberapa negara. lewat saluran-saluran televisi yang dapat dibatasi .  Membantu dengan segala bentuknya dan atau membiarkan tampa pengingkaran perbuatan-perbuatan yang diharamkan diatas adalah haram. Sebagian orang. dan pada umumnya negara-negara mempunyai pembatasan menyangkut pornografi dan pornoaksi yang melibatkan kekerasan atau binatang.[] BAGIAN KE-TIGA PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT GLOBAL A. misalnya dengan membatasi ketersediaannya hanya pada toko buku dewasa. termasuk produser pornografi dan pornoaksi Larry Flynt dan penulis Salman Rushdie. mengatakan bahwa pornografi dan pornoaksi itu penting bagi kebebasan dan bahwa suatu masyarakat yang bebas dan beradab harus dinilai dari seberapa jauh mereka bersedia menerima pornografi dan pornoaksi. dan atau fasilitas dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan diatas adalah haram. Memakai pakaian tembus pandang atau ketat yang dapat memperlihatkan lekuk tubuh adalah haram. hanya melalui pesanan lewat pos. pornografi dan pornoaksi berat biasanya diatur ketat. manfaat. pornografi dan pornoaksi ringan dianggap tidak terlalu mengganggu hingga dapat dijual di toko-toko umum atau disajikan di televisi. Pornografi dan pornoaksi anak dianggap melanggar hukum di kebanyakan negara. Sebaliknya.

dll. Brasil: Pornografi dan pornoaksi anak adalah kejahatan. Materi-materi/tindakan-tindakan tertentu dikeluarkan sendiri dari bahan porno biasa. Secara teknis menjual bahan-bahan porno illegal di Queensland. Bahan pornografi dan pornoaksi manapun hanya boleh dijual kepada orang yang berusia minimal 18 tahun. Pornografi dan pornoaksi anak yang menyajikan gambaran tentang anak-anak yang benar-benar terlibat dalam tindakan-tindakan seks atau yang berpose dalam penampilan yang porno adalah kejahatan. Berbagai negara bagian mempunyai undang-undang tentang pornografi dan pornoaksi. Austria: Bahan-bahan yang "membahayakan remaja" atau bahan-bahan yang merendahkan martabat manusia tidak boleh dipamerkan atau dijual kepada orangorang yang berusia kurang dari 18 tahun. Bila dijual di tempat-tempat umum. Pornografi dan pornoaksi biasa tidak termasuk hubungan seksual dengan binatang legal. majalah dan sampul DVD yang menampilkan alat kelamin harus disembunyikan dari pemandangan umum. Berikut ini status dan pemberlakuan pornografi dan pornoaksi diberbagai negaranegara dibelahan Dunia: • Amerika Serikat: Bahan-bahan porno berat legal pada tingkat Federal kecuali bila memenuhi uji Miller tentang ketidakpantasan. Belanda: Undang-undang yang sangat liberal. lihat: Pornografi dan pornoaksi internet. Namun banyak dari usaha-usaha ini ternyata tidak mampu membatasi ketersediaan pornografi dan pornoaksi karena akses yang cukup terbuka terhadap pornografi dan pornoaksi internet. Video R18 hanya tersedia dalam toko-toko seks yang mempunyai izin • • • • • . Bestiality dinyatakan ilegal setelah dikeluarkannya undang-undang kesejahteraan binatang yang baru. Telanjang tidak dianggap termasuk bahan seperti ini. dan tidak boleh mengandung kekerasan. 21 tahun. tetapi memilikinya tidak dianggap ilegal. Dijual secara terbuka di tempat-tempat penjualan koran dan majalah.orangtua. Para aktor laki-laki di film-film lokal harus mengenakan kondom dalam adegan-adegan penetrasi. penyebaran pornografi dan pornoaksi kepada anak-anak di bawah umur dianggap melanggar hukum. Yang lebih lazim lagi. atau kadang-kadang barang-barang yang disajikan ditutupi sebagian atau sama sekali tidak terpampang. namun pornografi dan pornoaksi masih cukup mudah diperoleh. menyalahgunakan anak atau menampilkan gambaran yang merendahkan martabat. Britania Raya: Bahan-bahan porno berat dilarang hingga 1999. ketika kesulitankesulitan halangan perdagangan sehubungan dengan keanggotaan Komunitas Eropa menjamin arus yang relatif bebas dari barang-barang seperti itu untuk kebutuhan pribadi saja. Bahan-bahan porno dapat dibeli dan disewa di Northern Territory dan ACT. Tuntutan terhadap pornografi dan pornoaksi maupun toleransinya sangat berbeda-beda dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya dan dari kota ke kota. Semua pemain harus berusia minimum 18 tahun. Beberapa upaya untuk membatasi pornografi dan pornoaksi di internet telah dibatalkan oleh pengadilan. Lihat Sensor di Australia. Australia: Peraturan diperketat di bawah pemerintahan John Howard. Bahan-bahan porno tidak boleh diberikan kepada orang yang berusia kurang dari 18 tahun atau di beberapa daerah. yang sangat jarang. tetapi dengan catatan bahwa ada banyak toko dewasa di masing-masing negara bagian dan wilayah yang boleh menjual atau menyewakan bahan-bahan yang bersifat porno. Biasanya toko-toko porno membatasi usia orang-orang yang masuk ke situ.

9 Hongaria: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan to anak-anak under 18 of umur. Pada tahun 1970-an dan 1980-an. dilarang keras memperlihatkan rambut kemaluan ataupun alat kelamin orang dewasa. India: Pornografi dan pornoaksi ilegal dan mendapatkan sanksi hukuman. Denmark: Larangan terhadap literatur porno dicabut pada 1966. Irlandia: Ilegal hingga pertengahan tahun 1990-an.khusus. penegakan hukum sangat lemah dan bahan-bahan porno mudah tersedia. Izin orangtua khusus dibutuhkan untuk memperlhiatkan materi porno berat kepada anak-anak mereka dengan tujuan pendidikan. bahan porno tidak boleh melibatkan orang yang berusia di bawah umur 18 tahun. Israel: Ilegal untuk orang-orang berusia di bawah 18 tahun. jadi segala sesuatu yang lainnya tidak dibatasi. bahannya tidak boleh dipampangkan dan hanya boleh dijual dengan diam-diam dan dengan permintaan khusus. pemilikannya diizinkan. Jerman: Pornografi dan pornoaksi anak dilarang. Pornografi dan pornoaksi dalam segala bentuknya dapat ditemukan di tempat-tempat penyewaan video termasuk mesin penjual video. termasuk penggunaan pengawasan internet dan pembobolan sistem. Namun. Karena pornografi dan pornoaksi anak hampir-hampir tidak mendapatkan perhatian masyarakat ataupun pemerintah masalah ini dapat dikatakan sebagai bentuk porno satu-satunya yang ilegal. Satuan polisi Israel untuk kejahatan komputer mengambil langkah-langkah ekstrem terhadap hal itu. Gambar-gambar rambut kemaluan pada majalah-majalah • • • • • • • • . serta sejumlah perusahaan yang memproduksi porno Israel. Pornografi dan pornoaksi berat yang terkait dengan kekerasan dan binatang tidak boleh dibuat atau didistribusikan. Meskipun hukum mendefinisikan anak sebagai orang yang berusia di bawah 14 tahun. Jepang: Seperti di Eropa. Bila sebuah toko bisa dimasuki anak kecil. Hong Kong: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan to anak-anak under 18 of umur. Mempertontonkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. Departemen Dalam Negeri berencana untuk memperkenalkan undang-undang yang melarang pornografi dan pornoaksi dengan kekerasan. Pada 1969 Denmark menjadi negara pertama di dunia yang melegalisasikan porno berat. Ada toko-toko Israel yang khusus menjual pornografi dan pornoaksi. pada akhir 1990-an hanya segelintir penerbit yang bertahan. atau bila dipamerkan kepada umum kecuali dalam tempat terbatas dan hanya terlihat di dalam "sebuah galeri seni atau museum yang bonafide". tetapi majalah-majalah porno berat tersedia di penjual-penjual suratkabar dan majalah di beberapa tempat. Pornografi dan pornoaksi dalam bentuk tulisan saja tidak pernah dituntut sejak pengadilan Inside Linda Lovelace pada 1976. Porno berat dibatasi kepada pembeli berusia 18 tahun atau lebih. atau bila diterbitkan tanpa sepenuhnya dibungkus tanpa peringatan yang “dengan mudah kelihatan” yang menyatakan bahwa bahan yang terkandung mungkin bisa membuat orang tersinggung dan tidak boleh diberikan kepada mereka yang di bawah umur. Hukum mendefinisikan pornografi dan pornoaksi sebagai porno berat. Karena ekonomi yang tidak stabil. Majalah-majalah dan koran-koran porno semakin banyak beredar sejak jatuhnya komunisme pada awal 1990-an. meskipun hukum jarang diberlakukan. bahkan oleh stasiun-stasiun TV pemerintah. Bahan porno ringan jarang disensor. • Bulgaria: Bahan porno berat "tidak dianjurkan" untuk diedarkan kepada orang-orang yang berusia di bawah 18 tahun. foto telanjang biasa ditampilkan dalam media umum.

Manga dan anime pada umumnya tetap tidak diatur. banyak toko buku homoseksual dan lesbian menuntut bahwa peraturan ini diberlakukan secara diskriminatif terhadap barangbarang porno untuk seks sejenis. lewat internet. dipahami bahwa porno berat tercetak tidak lagi ilegal. Belum jelas apakah keputusan Mahkamah Agung akan mempengaruhi film atau TV. atau dengan menggunakan kekerasan tetap ilegal. Kebanyakan bahan dijual di toko-toko dewasa. meskipun penerbit-penerbit besar cenderung melakukan sensor diri untuk menghindari lobi kelompok-kelompok orangtua. Kolombia: Pornografi dan pornoaksi anak dilarang di bawah konstitusi baru. pemerkosaan.impor biasanya akan dirobek. Pornografi dan pornoaksi dikenai pajak khusus 33% untuk film-film peringkat X. Bogota mempunyai sekurang-kurangnya 300 tempat di mana pornografi dan pornoaksi porno berat dapat diperoleh secara legal. mendistribusikan dan menjual. khususnya kota-kota yang lebih besar. ilegal untuk membuat. namun penegakan hukum sangat lemah. Sistem peringkatnya kontroversial. namun penegakan hukum lemah. para editor majalah-majalah. artinya. Malaysia: Ilegal. tetapi pada praktiknya legal. meskipun sebuah keputusan Mahkamah Agung Kanada yang kontroversial baru-baru ini tentang hak privasi sangat mempengaruhi usaha pemerintah untuk melacak dan menyitanya. Pada 1999. setelah Mahkamah Agung pada 7 Desember 2005 secara bulat membebaskan seorang bekas editor majalah karena menerbitkan porno berat yang tidak ditutupi pada 2002. Norwegia: Bahan-bahan porno berat sudah lama secara de jure ilegal. Gambar-gambar dari jarak dekat close-up terhadap alat kelamin tetap dilarang. Ada juga sejumlah toko porno yang ilegal. Pornografi dan pornoaksi anak ilegal. Lihat pula Sensor di Kanada. atau melalui TV satelit. • Kanada: Undang-undang berbeda-beda dari provinsi ke provinsi. Bea cukai Kanada diberikan wewenang untuk menghentikan pemasukan bahan-bahan yang dilarang menurut undang-undang ketidakpantasan. meskipun tidak ada undang-undang spesifik yang mengatur distribusinya. dll. nekrofilia. 50% untuk pelayanan porno online. Kebanyakan bahan dijual di pasar gelap. Namun perlu dicatat bahwa menggambarkan kegiatan-kegiatan seksual yang melibatkan anak-anak. binatang. saluran TV domestik dan TV kabel erotik mengaburkan organorgan seksual yang melakukan aktivitas biasanya dengan menggunakan segi empat hitam. Bahan-bahan ini tidak boleh dipampangkan kepada anak-anak. dan bahkan video-video yang paling eksplisit pun tidak akan memperlihatkannya. tetapi legal untuk memilikinya. yang sebelumnya cukup biasa ditampilkan di media umum. film • • • • • . Meksiko: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak di bawah usia 18. Prancis: Pornografi dan pornoaksi yang sangat penuh kekerasan atau sangat grafis sangat jelas diberi peringkat X. Pemasarannya diatur dengan ketat. Untuk memenuhi tuntutan-tuntutan hukum. dan hanya boleh diperlihatkan di bioskop-bioskop tertentu. Orang dapat membelinya misalnya di luar negeri. namun penjualan kepada orang berusia di bawah 18 tahun batas usia berbeda-beda menurut provinsi umumya dilarang. pada 2000. Beberapa stasiun TV juga telah menyiarkan film-film porno ringan setelah lewat tengah malam. Tetapi. pemerintah memberlakukan undang-undang yang melarang foto-foto dan video anak-anak yang telanjang. Sejak sekitar 1991. misalnya. para penerbit buku foto mulai menantang larangan ini sehingga rambut kemaluan kini cukup diterima umum. dan diharapkan bahwa majalah-majalah porno akan dapat dijual secara terbuka di tokotoko umum.

sehingga status dari kebanyakan materi tidak jelas. bestiality. Penegakan hukum ketat. Swedia: Bahan yang melibatkan binatang de-facto legal tetapi dikenai undang-undang kesejahteraan binatang. Vietnam: Ilegal. Kini kebanyakan kios di Athena memampangkan majalah-majalah dan DVD porno berat. dan kartu permainan dijual secara terbuka di kios-kios tepi jalan dan di toko-toko wisata. Fenomena Pornografi dan pornoaksi . termasuk penerbitan ringan seperti Playboy. Menurut undang-undang. pornografi dan pornoaksi merusakkan nilai-nilai standar Vietnam. tetapi Duma negara bagian telah berkali-kali gagal untuk mengesahkan undang-undang yang mengatur bahanbahan porno. Orang berusia di bawah 18 tahun dilarang berperan dalam film-film buatan Swedia. dll. Kebanyakan materi difilmkan di SaintPetersburg. Taiwan: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun. 13 Yunani: Majalah-majalah ringan. tetapi de facto ada sejumlah batasan tentang di mana bahan-bahan itu dapat dijual. Pornografi dan pornoaksi yang ekstrem atau sangat jelas umumnya dibatasi hanya dijual di toko-toko dewasa. kalender. Hubungan seksual dengan binatang dan pornografi dan pornoaksi anak-anak de facto dilarang. dikenai sejumlah perkecualian: penjualan atau memperlihatkan kepada orang-orang berusia di bawah 16 tahun atau kepada penonton yang tidak menyetujuinya dapat dikenai hukuman denda atau penjara hingga tiga tahun. De jure semua pornografi dan pornoaksi diizinkan termasuk porno anak-anak.Baise-moi yang secara seksual eksplisit dan penuh kekerasan mula-mula diberi peringkat hanya "terbatas" oleh pemerintah Prancis. Slovenia: Ilegal bila dijual atau diperlihatkan kepada anak-anak yang berumur kurang dari 18 tahun. impor. Memampangkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan. tetapi klasifikasi ini dibatalkan oleh keputusan Conseil d'État Dewan Negara berdasarkan tuntutan yang diajukan oleh perhimpunan-perhimpunan yang mendukung agama Kristen dan nilai-nilai keluarga. • • RRT: Baru-baru ini melegalkannya. Pornografi dan Pornoaksi dalam Masyarakat Lokal 1. Lihat Ayat 197 Undang-undang Pidana. biasanya tidak menampilkan puting susu dan daerah rambut kemaluan di sampulnya. Ada perkecualian untuk pornografi dan pornoaksi apabila mengandung nilai-nilai budaya atau ilmiah. meskipun isi aturannya secara spesifik tidak diketahui. Boleh ditonton oleh mereka yang berusia minimal 18 tahun. • • • • • • • • B. tidak ada batas untuk majalah. Majalahmajalah erotik dijual secara terbuka. pengeluaran hajat atau tindakantindakan kekerasan. Singapura: Ilegal. bestiality. sehingga semua bahan lainnya tergolong erotika legal. nekrofilia atau pornografi dan pornoaksi anak. Rusia: Produksi dan distribusi secara eksplisit dilarang. Swiss: Legal. Hukuman yang sama dapat dikenakan untuk pemilikan. Turki: menjual kepada anak-anak di bawah 18 tahun ilegal. di sana hukum mendefinisikan pornografi dan pornoaksi sebagai materimateri termasuk pemerkosaan. terhadap materi pornografi dan pornoaksi anak. penjualan. majalah-majalah dewasa dijual kepada umum. Mempertontonkan alat kelamin pada sampul majalah dilarang kecuali bila dikaburkan.

perfilman Indonesia berhasil untuk pertama kalinya menggunakan teknik film berwarna. 1960-an Sesuai dengan semangat zamannya. Bono dalam film Antara Bumi dengan Langit disensor karena reaksi berat dari masyarakat. Suzanna. Belakangan baru diketahui bahwa foto-foto itu adalah hasil teknik montage. Tujuh Aktris tenar lainnya yang pernah menjadi korban serupa adalah Titien Sumarni dan Netty Herawati. dan penegakan hukumnya pun juga boleh dibilang hanya isapan jempol. Meskipun demikian penampilan adegan bugil dalam sebagian dari film-film yang bertema panas itu bukan sekadar eksploitasi murahan. Bahkan kemudian foto bugilnya tersebar luas di masyarakat. misalnya. Sejumlah pemain yang muncul dalam film seperti . Resminya pornografi dan pornoaksi di Indonesia ilegal. Perhatikan kasus yang mencuat dari tahun-ketahun tentang kasus pornografi dan pornoaksi yang semakin beragam dan meningkat. seperti yang terdapat dalam film-film Warkop. namun semuanya lolos sensor. Fenomena yang munculpun bagaiakan fenomena "gunung es". Pada 1974. pada tahun 1980-an ini juga muncul film-film yang menampilkan aktris-aktris cantik dan seksi. meskipun muncul berbagai protes dari masyarakat. Suzanna tampil sebagai bintang film berani dalam adegan ranjang seperti misalnya dalam film “Bernapas Dalam Lumpur” 1970 yang diarahkan oleh Turino Djunaedy dan “Bumi Makin Panas” karya Ali Shahab. Nafsu Birahi. Di beberapa majalah dimuat fotonya yang seronok. seperti Pejuang 1960. Semangat anti nekolim pada tahun 1963-1965 diterjemahkan ke dalam gerakan anti film-film asing yang kebanyakan diimpor dari Amerika Serikat. adegan ciuman antara Frieda dan S. Wanita Simpanan. Di pihak lain. seperti “Bernafas di Atas Ranjang. dll. sementara Nurnaningsih sendiri tidak pernah tahu-menahu tentang pembuatannya. Satu Ranjang Dua Cinta”. 1950-an Pada 1954 Nurnaningsih menimbulkan kehebohan di masyarakat umum karena berani tampil berani dalam beberapa filmnya yang antara lain disutradarai oleh Usmar Ismail Krisis dan Djadug Djayakusuma Harimau Tjampa. dll. 1970-1980-an Pada awal 1970-an. Nafsu Liar. dengan pakaian minim. meraih penghargaan sebagai Aktris Terbaik se-Asia pada Festival Film Asia Pasifik di Seoul 1972. namun penegakan hukum sangat lemah dan interpretasinya pun tidak sama dari zaman ke zaman.Di Indonesia pornografi dan pornoaksi sebagai ladang yang subur. Toha Pahlawan Bandung Selatan 1961. Oleh karenanya hampir tiap tahun dapat dipastikan akan muncul kasus-kasus pornogarafi walaupun dalam wajah yang berbeda. juga merajalela pada masa. Rahayu Effendy menjadi simbol seks ketika tampil bugil dengan Dicky Soeprapto dalam Tante Girang. Pada 1955. Anak-anak Revolusi 1964. Dunia film Indonesia bangkit dari kelesuan yang panjang. 1929-an Pada 1929 diputar di Jakarta film Resia Boroboedoer yang menampilkan untuk pertama kalinya adegan ciuman dan kostum renang. film Indonesia pada periode ini banyak didominasi oleh film-film revolusi. Sejumlah film muncul dengan judul-judul yang menjurus ke pornografi dan pornoaksi.

Reynaldi. Pada 1996 Ayu Azhari muncul dalam adegan panas dalam sebuah film Amerika. masyarakat dihebohkan dengan beredarnya kalender bugil dengan model Indonesia. The Outraged Fugitive. . Pandangan KUHP Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana memang tidak ditemukan pasal-pasal yang secara tegas mengatur masalah pornografi dan pornoaksi ini. VCD.sebuah pasangan ditampilkan seolah-olah menghindari tabrakan bibir. Sebagai contoh dapat digunakan pasal 533 KUHP yang selama ini dikenal dengan pasal pelanggaran kesopanan. atau peredaran klip video yang dibuat dengan videophone oleh seorang pejabat di Kalimantan. Ibra Azhari. Tersedianya kamera video dan videophone dengan harga relatif murah telah memungkinkan orang merekam adegan-adegan panas. Kehadiran parabola televisi. menampilkan sensor yang sangat ketat terhadap film-film yang disiarkannya. Terahir yang tak kalah heboh adalah kasus "Adegan Mesum anggota DPR dengan Artis dangdut". meskipun rencana peredarannya jauh-jauh hari telah banyak ditentang oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintah. laser discs. dll. Pada periode inilah muncul sejumlah kasus seperti sepasang mahasiswa dari kota Bandung. semuanya membuat film dan gambar panas semakin mudah ditemukan. Pada periode yang sama. Lisa Chaniago. Sebagian kalangan di masyarakat berusaha menangkal perubahan-perubahan dahsyat ini melalui Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan pornoaksi. Kiki Fatmala. kehadiran teknologi video telah semakin mempermudah akses terhadap film-film asing yang tidak disensor. 2. Begitu pula bus-bus malam dan hotel-hotel seringkali menyiarkan video-video panas. Acapkali diberitakan di surat kabar tentang masyarakat pedesaan yang menayangkan film-film biru pada acara-acara perhelatannya dengan menyewa video.itu. adegan ciuman sama sekali diharamkan sehingga seringkali muncul adegan yang menggelikan. Febby Lawrence. 1990-2000-an Pada periode ini pengaruh kemajuan teknologi informasi semakin terasa dan sukar dihindari. DVD dan internet. Sebagian lagi merasa bahwa RUU APP ini hanya akan memasung kreativitas seni dan mengabaikan kemajemukan di dalam masyarakat. Awal April 2006 majalah Playboy edisi Indonesia beredar pertama kali dalam versi yang jauh berbeda dengan aslinya. yang pada mulanya dimaksudkan hanya untuk koleksi pribadinya. Misalnya. Para model dan juru fotonya diajukan ke pengadilan dan dikenai tuntutan hukum. TVRI yang merupakan satu-satunya saluran televisi hingga akhir 1980-an. ketika -karena gunting sensor -. baik di kota besar maupun kecil. Namun demikian bukan berarti sama sekali tidak ada pasal-pasal yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku pornografi dan pornoaksi ini. antara lain Inneke Koesherawaty. Teguh Yulianto. bahkan sampai ke pedesaan sekalipun. Sementara itu. sementara Badan Sensor Film tampak tidak berdaya.

Atas dasar analisa yang demikian maka sebenarnya pasal 533 KUHP ini sudah dapat dijadikan jerat hukum menindak pelaku pornografi dan pornoaksi. Disamping kita harus memiliki keberanian berijtihad sebagaimana dikemukakan di atas. B. Sayangnya belum semua Hakim memiliki keberanian moral untuk memposisikan pasal tersebut untuk menghukum pelaku pornografi dan pornoaksi sehingga mereka seolah-olah mendapat kebebasan menebar pornografi dan pornoaksi ini di tengah-tengah masyarakat. Dalam hal ini Hakim tidak salah menempuh "contra legen" tentunya dengan pertimbangan hukum yang akurat guna menjatuhkan sanksi hukum yang benar-benar memenuhi rasa keadilan. atau bagaikan fatamorgana di tengahtengah kegersangan padang pasir. maka pelaku pornografi dan pornoaksi ini masih dapat dijerat dengan alasan pelanggaran tentang kesopanan. Sanksi hukum yang demikian terlalu ringan bagi pelaku pornografi dan pornoaksi yang telah menghancurkan moral masyarakat dan bangsa sedemikian dahsyat. maka secara umum pornografi dan pornoaksi yang ditunjukkan di depan umum maupun pornoaksi di depan publik merupakan pelanggaran kesopanan bagi bagian terbesar masyarakat Indonesia yang religius.-. dan lain-lain lagi. semata-mata karena tidak adanya pasal-pasal yang secara tegas mengatur tentang hal itu. Tidak hanya di masyarakat. Hakim secara moral diberi kewenangan untuk berijtihad mengembangkan dan menginterpertasi peraturan perundangundangan atau dalil hukum guna menegakkan keadilan. Tanpa adanya keberanian kita melakukan terobosan-terobosan seperti ini.000. Dua fraksi yang menentang RUU APP adalah FPDI Perjuangan dan Fraksi . Sebenarnya kita tidak harus terpaku dengan bunyi suatu pasal perundangundangan yang mengakibatkan kekakuan dalam penerapan hukum. Tidak hanya para remaja tetapi juga para orang tua sudah banyak yang menjadi korban kerusakan moral. Bukankah sudah sering kita baca berita seorang ayah tega memperkosa putri kandungnya. Semetara kita tidak memiliki keberanian menjerat dan menghukum pelaku pornografi dan pornoaksi. Bahkan dalam keyakinan Islam. seorang kakek mencabuli cucunya yang masih balita. Rancangan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi RUU APP telah memancing polemik luas dalam masyarakat Indonesia. ia masih berhak untuk mendapatkan satu pahala.Meskipun pada pasal tersebut yang menjadi ukurannya adalah kesopanan. Kita dapat merasakan akibat menjamurnya pornografi dan pornoaksi ini. maka Indonesia baru yang kita cita-citakan bersama hanya merupakan utopia. Masyarakat terbelah antara kubu pro dan kontra. 3. Kalau ditelusuri maka faktor penyebab utamanya adalah karena sudah terlalu menjamur dan merajalela pornografi dan pornoaksi. Kontraversi RUU APP Dalam Masyarakat Sejak diluncurkan. maka yang menjadi sasarannya adalah moral bangsa. andaikata seorang hakim tersalah dalam ijtihadnya. Sehingga dengan demikian meskipun pasalpasal KUHP tidak secara tegas menyebutkan kejahatan atau pelanggaran pornografi dan pornoaksi. di lembaga legislatif DPR pun terjadi pedebatan keras. kita juga dituntut mereformasi sanksi hukum yang terlalu ringan untuk pelanggaran kesopanan ini yakni hukuman kurungan selama-lamanya dua bulan atau denda sebanyakbanyaknya Rp. contoh: Menjamurnya keyboard porno.

sehingga perlu dibentengi dan dipagari dengan regulasi yang lebih kokoh. Secara filosofis. Apa yang dikhawatirkan masyarakat Sulawesi Utara. kecuali jika belum ada revisi. Fraksi partai-partai Islam tentu menjadi kelompok pendukung utama RUU APP. Kalau dicermati dengan seksama. RUU APP bisa dinilai melanggar hak asasi manusia HAM dan UUD 1945. Melihat beberapa indikator. RUU APP merupakan kebutuhan fundamental bagi bangsa Indonesia ke depan. budaya dst yang bakal muncul ketika RUU APP kelak diundangkan. Sekalipun mempunyai pasal-pasal yang bagus. tapi butuh pengkajian komprehensif. RUU APP merupakan "jawaban" atas kebutuhan masyarakat transisi. RUU APP sebenarnya tetap mengakomodasi pluralisme atau keanekaragaman budaya dan masyarakat Indonesia. mendukung RUU ini. termasuk Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Demokrat. Alasannya. termasuk pelbagai implikasi hukum. Banyaknya perempuan yang terjun ke dunia prostitusi umumnya karena terdesak oleh persoalan ekonomi. Apakah pemerintah atau negara sudah memikirkan masalah perbaikan ekonomi para perempuan dan masyarakat pada umumnya. khususnya yang berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi. Jika dicermati pasal per pasal. . seperti Indonesia. Tidak sedikit pula biaya yang terpakai untuk menggodok RUU. jika RUU yang berbiaya besar tersebut pada akhirnya hanya akan menjadi RUU yang tidak ada implikasi dan dampaknya bagi perbaikan kehidupan masyarakat dan bangsa secara keseluruhan. tetapi setidak-tidaknya hal itu menjadi ikhtiar untuk mengurangi gejala dekadensi moral dalam masyarakat yang sedang berubah. karena koteka adalah pakaian tradisional masyarakat lokal yang diwariskan secara temurun. Bukankah konstitusi kita sangat menghormati keanekaragaman dan keunikan kultural masyarakatnya? Ketika kontroversi meluas. persoalan pornografi dan pornoaksi bukanlah persoalan sederhana. sosial. Analoginya hampir sama dengan masalah keterkaitan antara pelacuran dan kesulitan ekonomi masyarakat. Fraksi-fraksi lain. Papua. DPR yang menjadi inisiator RUU APP mengaku telah melakukan pengkajian mendalam. Bertahun-tahun mereka melakukan pendalaman atas persoalan pornografi dan pornoaksi. politik. sebagaimana tadinya dimasalahkan kelompok-kelompok penentang. hampir tidak mungkin negara kemudian melarang masyarakat Papua mamakai koteka karena dinilai ''porno'' menurut negara. Tentu sayang sekali. ketika akar permasalahannya tidak dipahami dan ditanggulangi terlebih dahulu.Partai Damai Sejahtera. persoalan dekadensi moral tidak cukup dengan diseminasi regulasiregulasi baru. Harus diakui. RUU APP belum tentu akan bisa memerangi pornografi dan pornoaksi. muncul pula gugatan dari beberapa kalangan bahwa semestinya pemerintah menanggulangi akar permasalahan maraknya pornografi dan pornoaksi di tengah masyarakat. ketika di sisi lain harus ada regulasi yang melarang prostitusi? Intinya. Bali dan kelompok-kelompok ''minorias'' lainnya hanyalah ketakutan yang absurd. Di manapun. akan tetapi terbukti regulasi ini tidak cukup untuk mengurangi tingkat dekadensi moral yang terjadi dalam masyarakat. Sekalipun sebagaian sudah diatur dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana KUHP. dekadensi moral dan akhlak masyarakat Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Kalau hal itu terjadi. masyarakat transisi selalu rentan terhadap pelbagai perubahan dan gejala sosial dan budaya baru. Sesungguhnya tidak ada alasan kuat menolak RUU APP.

Motif westernisasi ini juga punya peluang ikut bermain dalam aksi menolak RUU APP. telah menjadi 'tambang uang'. 2. kecuali jika belum ada revisi. 6. Di manapun. Irfan Junaidi . Dalam artikelnya. Karenanya. Pornografi dan pornoaksi juga telah menjadi simbol aliran budaya Barat bisa juga dibaca liberal. juga agama. seperti Indonesia. dan kelompokkelompok ''minorias'' lain hanyalah ketakutan yang absurd. pornografi dan pornoaksi telah menjadi bisnis besar dengan keuntungan yang menggiurkan. Di negara Barat saja masalah pornografi dan pornoaksi diatur secara ketat. yang secara filosofis merupakan ''jawaban'' atas kebutuhan masyarakat transisi. Hal serupa juga terjadi pada aspek seni dan budaya. Bisnis ini jelas terancam jika RUU APP disahkan. Jika dicermati pasal per pasal. tidak tertutup kemungkinan kepentingan bisnis ikut melatari penolakan ini. 4. masyarakat transisi selalu rentan terhadap pelbagai perubahan dan gejala sosial dan budaya baru. Sementara itu. Di bidang ekonomi. juga perlu diangat selain ada yang pro juga ada yang kotra dalam menaggapi tentang Rancana Saat ini. Perdagangan majalah. sehingga perlu dibentengi dan dipagari dengan regulasi yang lebih kokoh. Papua. kehidupan sosial. 5. sebagaimana tadinya dimasalahkan kelompok-kelompok penentang. RUU APP merupakan kebutuhan fundamental bagi bangsa Indonesia ke depan.56 56 Jumat 10 maret 2006 . Jangankan di Indonesia atau negara-negara Arab Timur Tengah. Paranonia Menolak RUU APP. 3. KUHP terbukti tidak cukup untuk mengurangi tingkat dekadensi moral yang terjadi dalam masyarakat. program televisi. Diantara pentingnya undang-undang tersebut dengan berbagai alasan: 1. Yang dikhawatirkan masyarakat Sulawesi Utara. vcd. Tindakan berbau pornografi dan pornoaksi tak bisa dibiarkan begitu saja. karena bisa berdampak jauh kepada moralitas generasi masa depan. Persoalannya tak bisa diselesaikan di tingkat masyarakat. westernisasi terus dikampanyekan. Untuk itu ada beberapa kalangan yang menganggap bahwa sangat urgensi tentang munculnya Undang-Undang APP. Unsur ideologi penolakan RUU APP ini bisa terlihat dengan munculnya tuduhan bahwa pembuatan RUU APP merupakan langkah awal untuk menerapkan syariat Islam. Goenawan Mohamad. RUU APP sebenarnya tetap mengakomodasi pluralisme atau keanekaragaman budaya dan masyarakat Indonesia. Dalam banyak kasus. tabloid. Republika. Tidak ada alasan kuat menolak RUU APP. Belakangan. westernisasi menjadi dinamika yang tak terbendung alirannya. sekalipun mekanisme kontrol masyarakat sangat penting sebagai tindakan preemptive. serta situs porno di internet. 7. di negara Barat saja masalah pornografi dan pornoaksi. khususnya yang berkaitan dengan pornografi dan pornoaksi danpornoaksi.Pornografi dan pornoaksi memang membutuhkan sebuah pengaturan yang tegas dari negara. dunia Arab disimbolkan sebagai Islam. juga menganggap upaya untuk menyusun RUU APP sebagai langkah untuk 'mengarabkan' Indonesia. Bali.

Karenanya. maupun warga Papua yang hanya berkoteka. dari hasil pengamatan penulis sedikitnya ada enam jenis alasan yang kerap dikemukakan para penolak RUU APP yaitu. tentulah fenomena pornografi dan pornoaksi tidak akan marak seperti sekarang. Sensualitas yang dibatasi RUU APP adalah sensualitas yang memasuki ruang publik. Mulai dari Pasal 4 hingga Pasal 33. jelas sekali kata yang dipilih tidak menunjuk pada jenis kelamin tertentu. Bukan baru kali ini pornografi dan pornoaksi dan seni dibentur-benturkan. seolah-olah hanya disasarkan kepada perempuan. argumentasi ini menganggap kreativitas seniman dan budayawan hanya mampu berada di area sensual. mereka yang ruang kreasinya lebih luas dari sekadar sensualitas. Artinya. aturan itu bertentangan dengan adat istiadat di sebagian wilayah. Ini adalah alasan yang sangat klasik. memang tidak boleh dijangkau negara. karena pakaian adatnya memang tidak menutup aurat secara sempurna. ''disiarkan/menyiarkan''. hasil karya mereka menjadi kering ketika area itu dibatasi. jika diamati pasal demi pasal. bertebaran dalam draf RUU tersebut. mereka menganggap aturan tersebut sebagai alat mengekang kebebasan kaum perempuan dan menjadikan perempuan sebagai korban. Urusannya menjadi lain jika sensualitas itu memasuki ruang publik. Mengapa tiba-tiba mereka dijadikan 'tameng'? Dasar penolakan ketiga menyebutkan bahwa urusan pornografi dan pornoaksi cukup diatur Kitab Undang-Undang Hukum Pidana KUHP. dalam diskursus soal pornografi dan pornoaksi yang berjalan selama ini. ''menyebarkan''. Seniman dan budayawan yang menjadikan sensualitas sebagai 'tumpuan hidupnya' memang pantas risau dengan adanya RUU APP. Rancu jika aturan itu disebut merugikan perempuan. Lagi pula. Mereka khawatir. Sensualitas yang berada di ruang privat. RUU APP seolah-olah dianggap hanya mengatur masalah pakaian dan tubuh perempuan an sich. Substansi pasal-pasal itu juga tidak menunjuk kelompok gender tertentu. Karena itulah perlu aturan yang menyempurnakannya. lakilaki maupun perempuan bisa terkena implikasi. Sungguh logika ini sangat dipaksakan. Pertama. Alasan ini kerap sekali terdengar. argumentasi ini sungguh merendahkan derajat para seniman dan budayawan. Logika yang sangat awam pun mengetahui bahwa aturan itu disiapkan bukan untuk menjerat masyarakat adat Bali yang hanya mengenakan kemben. Karena itu. Jika KUHP memang mencukupi. masyarakat dari kedua wilayah tersebut tidak pernah ikut dihitung. Padahal. Larangan membuka segala hal sensual.Terkait dengan Undang-Undang tentang Anti pornografi dan pornoaksi tersebut. Dalam persepsi saya. tentu tidak perlu khawatir. istilah ''dipertontonkan di muka umum''. warga di kedua wilayah tersebut bakal dijerat hukum jika RUU APP disahkan menjadi UU. Sebaliknya. Bali dan Papua kerap dijadikan modelnya. Alasan kedua. hampir semuanya diawali dengan kata ''setiap orang''. Atas nama seni. orang yang tampil tanpa busana malah dibela karena dianggap berani memperjuangkan kebebasan berekspresi. Secara tidak langsung. Mereka yang mempersepsi ketelanjangan itu sebagai pornografi dan pornoaksi kemudian dianggap berpikiran ngeres kotor dan disalahkan. Yang kelima adalah alasan yang sangat klasik: membuat kreasi seni dan budaya menjadi kering. Alasan keempat menuding RUU APP sebagai bentuk intervensi negara terhadap ruang privat warga negaranya. Semoga Allah memberikan hidayah pada mereka! [] . Sebaliknya. orang boleh telanjang di muka umum.

belum menunjukkan jumlah kejadian yang sebenarnya. hukum Positif Indonesia seperti KUHP juga memetakan aborsi dalam tindak pidana. Tidak jauh Adrina dkk. Penelitian ini juga mengungkapkan faktor-faktor yang mendorong perempuan mengambil langkah abortus spontan ialah kelelahan.117-118 58 57 Syafiq Hasyim [Ed]. beban kerja berlebihan dan kondisi kesehatan mencapai angka 20%. dan hal ini berarti perempuan memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan aborsi yang aman. Cet. Secara afirmatif. dan dari jumlah ini kurang lebih 10-25% adalah remaja [Jayakarta. Menakar “Harga” Perempuan.II ABORSI BAGIAN PERTAMA FENOMENA ABORSI Aborsi merupakan realitas sosial yang menggejala di kalangan masyarakat. Aborsi merupakan bagian dari hak reproduksi.57 Secara spesifik. pada dasarnya. aborsi di kalangan masyarakat benar-benar terjadi dan ada. Kesulitan mengestimasi angka praktek aborsi di lapangan secara akurat lebih dihadapkan pada kendala hukum dan norma-norma sosial. aborsi secara tegas dinyatakan sebagai praktek yang dilarang. banyak kalangan terutama agamawan memandang aborsi sebagai yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan keagamaan.000 aborsi setiap tahun di Indonesia. 30/11/1997] menyatakan 99. Tarik ulur tentang kebolehan aborsi dan tidaknya menempatkan praktek tersebut sebagai sesuatu yang sulit diketahui dan dilacak secara numerikal dengan pasti. Bali setiap hari ada 100 remaja di Denpasar dan Bandung yang ingin dipulihkan dari kehamilan yang tidak mereka inginkan [Matra. Tahun berikutnya. Namun di ujung spektrum lainnya.7% perempuan yang melakukan aborsi adalah ibu-ibu yang sudah menikah.58 Akhirnya. Ironisnya. ke-1. pada tahun 1994 diperkirakan terjadi 1. Lebih dari itu. h. [Bandung: Mizan. Hak-Hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung. Kendati demikian. Bahwa aborsi dipandang sebagai salah satu bentuk otonomi perempuan atas tubuhnya. angka-angka yang diperoleh.152-154 . dan 65% responden melakukan abortus provokatus kriminalis [APK]. 1999]. Selebihnya.000. November 1995]. hak reproduksi yang terkualifisir dalam instrumen Hak Asasi Manusia semakin memuluskan praktek aborsi dan memperuncing kompleksitas dampak-dampaknya. Maraknya praktek aborsi dalam masyarakat memasukkan fenomena tersebut dalam tingkat yang lumrah. Sumapraja [Kompas. Sebagai ilustrasi banyaknya praktek aborsi. Sementara itu. 1998]. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa aborsi nyaris serupa dengan praktek pembunuhan. Atas dasar itu. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 10% responden melakukan abortus provokatus terapikus [APT]. aborsi mendapatkan justifikasinya oleh beberapa kalangan. h. 50% diantaranya dilakukan oleh mereka yang belum menikah. persoalan aborsi tidak dapat dipandang secara sederhana. Dari sudut pandang agama. penelitian lapangan yang dilakukan oleh Indraswari dari FISIP Unpad pada tahun 1997 menyimpulkan 85% pelaku aborsi berstatus menikah. 3/10/1994].

Akibat illegalitas abortus dalam hukum Indonesia dan kualifikasinya sebagai tindakan kriminal. Sementara itu. Kehamilan yang tidak diinginkan. namun tidak demikian jika ditelisik secara mendalam. Namun kenyataan banyaknya pelaku aborsi. Sementara penurunan angka dan bahkan stagnasi pada titik nadir dalam fluktuatifitas kualitas intelegensia banyak diakibatkan oleh upaya pengguguran janin yang illegal dan tidak aman. amandemen Pasal 60 UU No. RUU tersebut melegalkan praktek aborsi. dampak dari aborsi yang tidak aman sangat berbahaya bagi jiwa dan kesehatan ibu. koordinator Sub Komisi Kesehatan Komisi VII DPR-RI dr. Konsekuensi logis dari itu adalah masalah aborsi dapat dinyatakan lebih merupakan masalah kesehatan. dan pencabangan [bifurcation] dari itu ialah pelaku aborsi dan penolong dari pelaku aborsi dapat dijerat hukuman. pengguguran janin bukan tidak mungkin merupakan solusi untuk menghilangkan beban. aborsi dinilai sebagai tindak kriminal. dari aspek kesehatan. RUU Kesehatan dimaksudkan untuk mengatur praktek-praktek aborsi illegal dan tidak aman yang justeru menimbulkan komplikasi buruk bagi ibu akibat pengguguran kandungan. melalui peraturan perundang-undangan. H. Dengan demikian aborsi dan pengaturannya dari sudut pandang kesehatan dimaksudkan untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi.23 Tahun 1992" yang diselenggarakan oleh Komisi VII DPR dan Koalisi untuk Indonesia Sehat di Gedung DPR [hukumonline. Sanoesi Tambunan menyatakan bahwa sekitar 30% dari kematian ibu di Indonesia terjadi akibat abortus yang tidak aman dan tidak bertanggung jawab. dan bukan masalah moral ataupun agama. Upaya percobaan penguguran janin bukan tidak mungkin melahirkan bayi yang justru mempunyai kualitas kesehatan dan intelegensia yang buruk. Lebih lanjut. . tetapi juga kesehatan bayi yang akan dilahirkan.berbeda dengan perspektif agama. Dalam konteks kasuistis seorang ibu yang tengah mengandung dan yang dalam kondisi desperate. Bahwa aborsi tidak dilakukan terhadap janin yang telah berusia tiga bulan. tidak aman.23/1992 harus dilakukan. Instabilitas psikologis dalam tingkat-tingkat tertentu. Alasannya. dan tidak bertanggung jawab. Lebih lanjut. aborsi dari segi moral juga dinilai sebagai tindakan asusila. Dalam Lokakarya Nasional "Amandemen UU Kesehatan No. 27 Desember 2006]. dalam Pasal 60 ayat [1] RUU Kesehatan disebutkan bahwa pemerintah berkewajiban melindungi kaum perempuan dari praktik pengguguran kandungan yang tidak bermutu.A. Namun dari sudut hukum. Secara sepintas. Lalu bagaimana dengan Islam yang melarang pembunuhan nyawa tidak berdosa dan juga menuntut peningkatan kualitas generasi. maka calon ibu mencari pelaku pengguguran yang illegal dan tidak aman. Karena itu. mengimplikasikan tindakan yang pada mulanya tidak terpikirkan namun pada akhirnya dianggap sebagai solusi final. dan akhirnya menyebabkan kematian. secara psikologis. aborsi dipandang sebagai langkah untuk menekan dan bahkan mencegah angka kematian ibu yang masih relatif tinggi terutama di Indonesia. Secara khusus. Lebih dari itu. mengakibatkan kondisi keterpurukan dan desperate. dalam perspektif hukum setidaknya menunjukkan bahwa hukum belum mampu menampakkan efekfitifitasnya dalam memberi efek jera. pengaturan abortus tidak hanya untuk melindungi jiwa dan kesehatan ibu. RUU Kesehatan disketsakan guna melindungi kaum ibu dari kematian yang seharusnya dapat dicegah. karena secara substansial aborsi tidak lebih dari bentuk pembunuhan janin yang tidak berdosa. pengaturan aborsi dilakukan dengan persyaratan tertentu.

[New York: Doubleday. Menurut David62 jika urgensitas ketiga sistem terakhir lebih disebabkan oleh perkembangannya yang pesat dan sekaligus pengaruhnya yang signifikan terhadap perkembangan peradaban Barat. Major Legal Systems in The World Today. salah satu agama dunia59 yang berkembang pesat di Indonesia. dipandang perlu untuk melakukan penelusuran aborsi dalam hukum Islam terkait dengan kompleksitas kasus aborsi dalam tataran praktisnya di Indonesia. ed. 19 . Atas dasar itu. Theology of The Third Millenium. sistem hukum sosialis dan common law di dunia. truth claims [klaim-klaim kebenaran] seringkali dihadapkan dengan stereotpyng negatif bahwa agama tidak mencerminkan keadilan dan kurang memperhatikan asas kemanusiaan. Namun dalam tataran realistisnya. Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis terj. E. 1987].Islam. C. [Edindurgh: Edinburgh University. 9 60 61 62 59 W. namun hukum Islam lebih dilatarbelakangi oleh kaitannya yang amat erat dengan agama semit di samping oleh sumber-sumber hukumnya yang orisinil. karena akan berpengaruh pada proses perubahan kehidupan sosial keagamaan masyarakat yang oleh Kung dilukiskan sebagai pergeseran paradigma [paradigm shift] dan atau perubahan paradigma [paradigm change] terhadap unsur instrinsik dan unsur ekstrinsik61 yang sudah tentu akan memunculkan pula implikasi signifikan pada hubungan yang integral dan dinamis antara agama Islam dan pilar-pilar kehidupan sosial lain. 1988] Brierly J. [London: 1968]. David.. yaitu sisi hukum dan kedokteran. Mongomery Watt. [ Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. dalam menghadapi agama-agama lain dan elemen-elemen dalam kehidupan sosial seperti hukum dan kedokteran mempunyai sikap dasar ‘agree in disagrement’ dan ‘competition in good. tetapi juga kerjasama yang produktif dan dinamis. BAGIAN KEDUA ABORSI DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF A. Penelitian ini sangat penting dilakukan. 51 Hans Kung. R. Islamic Political Thought. Terkait dengan aborsi. karena mengesampingkan kesehatan sang ibu dan bayi. 1995]. dari Sociology of Religion oleh Ahmad Fedyani Saifuddin. h.60 Kedua sikap tersebut akan mewujudkan kehidupan sosial yang tidak sekedar penuh harmonisasi. h. Dasar Hukum Islam Hukum Islam merupakan sistem hukum yang dinilai penting di dunia selain sistem hukum Romawi Jerman. Islam yang tidak membolehkan penghilangan paksa nyawa dapat dianggap sebagai agama yang ahumanis. h. Roland Robertson.

h. Islam sebagai yang disistematisasikan melalui interpretasi oleh para ulama berdasarkan konteks sosial budaya masyarakat. Islam sebagai konsep terwujud dalam al-Qur’an dan Sunnah. negara dan kebudayaan. 64 Dawam Rahardjo. aqidah merupakan teoritasi yang menuntut individu meyakininya lebih dahulu secara holistik dan tanpa ragu. dan dalam pengertian lain Islam berarti peradaban yang tumbuh dan berkembang di bawah pengawasan agama Islam [Islam secara sejarah]. 2001]. CET. Dalam hal ini. Wahyu dari Allah sebagaimana yang tersurat dalam al-Qur’an dan Sunnah selalu bersinggungan dengan berbagai aspek sosial. Konstruksi aqidah dan amal shaleh dalam bingkai unifikasi dalam al-Qur’an dapat dilihat dalam surat alKahfi/18: 107-108. sakralitas Islam tersebut tidak lantas menjadikan Islam sebagai agama yang tidak berdimensi sosial. Lewis64 memaparkan lebih lanjut. bahwa Islam mempunyai tiga persepsi. Islam as such sebagai sistem kepercayaan. pertama. 1. syariah. pemikiran dan etika. abadi. Syariah adalah peraturan-peraturan yang dilegislasikan oleh Allah untuk diimplementasikan dalam kerangka menciptakan harmoni dalam hubungan manusia secara vertikal dengan Allah dan horizontal dengan manusia dan alam.67 Bertolak dari struktur ayat qur’aniyah. pendidikan dan lain-lain. hukum. dan secara horisontal dengan sesama manusia dan makhluk lainnya. seperti toleransi. aqidah dan kedua. 67 Ibid. terj. CET. [Surabaya. 66 Lebih lanjut. karena Islam merupakan agama yang disampaikan oleh [Nabi] Muhammad dan untuk umat manusia.65 menegaskan bahwa Islam memiliki dua pilar fundamental yang harus diobyektivasi dan lantas diinternalisasi dalam akal. legal rulings [hukum-hukum] menjadi pointer penting dalam konstruksi teks-teks keagamaan karena objek hukum menyambung mata rantai keterkaitan manusia secara vertikal dengan Tuhan. Dari The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror. karena itu Islam secara konsepsional dinilai sebagai yang tidak berubah. hati dan hidup. Jawa Pos Press: 2004]. menurut Syalthut. namun dalam beberapa kasus justeru menghasilkan serangkaian paradoks yang pada akhirnya mengaburkan makna Islam itu sendiri. 10 . Kendati demikian.. Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Suci. kedua. Dalam satu pengertian. Sakralitas Islam disebabkan oleh transendensitas sumber-sumber agama yang berbasis wahyu divinitas al-Qur’an dan Sunnah [revealed religion] dan yang tidak dapat diamandemen. ibadah. Konsepsi al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman manusia untuk mencapai kesalehan individual dan sosial dipastikan selalu bersinergi dengan realitas sosial. samawi dan mutlak. Al-Qur’an. Syalthut Bernard Lewis. Al-Qur’an melekatkan ‘lem’ terminologi iman untuk menjelaskan aqidah dan amal shalih untuk syariah. dan ketiga. [Kairo: Dâr al-Syurûq. Islam dalam Krisis: Antara Perang Suci dan Teror Kotor. Al-Islâm: ‘Aqîdah wa Syarîah. Islam sebagai Islam sejarah yang diimplementasi dan diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat. [Jakarta: Penerbit PARAMADINA. 2002]. sistem keyakinan. dengan demikian. 65 66 63 Mahmud Syalthut. yaitu pertama. Dalam suatu ceramahnya.Islam menurut Lewis63 memiliki dua pengertian yang saling berhubungan. dan an-Nahl/16: 97. merupakan agama Tuhan yang bersifat transenden. 2. dan atas dasar itu interpretasi Islam selalu berkembang dan dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman. Islam menunjukkan sebuah agama.

menyatakan bahwa aqidah menjadi basis fundamental dan poros dari syariat. sedangkan fiqh merupakan hasil analisa manusia terhadap syariah. Sebaliknya syariah bersifat absolut dan tidak dapat dirubah. Islam sebagai hasil interpretasi ini disebut dengan fiqh. Karena aqidah menjadi sentral dari dan [serba] meliputi seluruh segi kehidupan. Dalam hal ini. hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam. Syariah menjadi sumber primer seluruh akitivitas manusia dan hanya berasal dari Tuhan. pengertian hukum Islam jika dialihbahasakan dengan menselaraskan pengalihbahasaan dari bahasa Inggris [Islam law dan Islamic yurisprudence] yang lumrah di kalangan muslim di atas menciptakan ambiguitas. Substansi al-Qur’an dan Sunnah yang ditujukan bagi manusia paripurna di seluruh alam dan merupakan reaksi aktif dari serangkaian persoalan masyarakat menuntut sistematisasi interpretasi terstruktur sebagai upaya aktualisasi teks sekaligus hukumnya dalam dialektika hubungan teks dan realitas. fiqh yang merupakan ciptaan manusia bersifat temporal dan tunduk pada determinan sosiologis. dan syariat merupakan implikasi dan konsekuensi serta pencabangan dari aqidah. Di Indonesia. Syariah. Dengan demikian. Syariah merupakan wahyu Tuhan yang mengatur kehidupan manusia secara universal. Sunnah. 1958]. . syariah. secara umum. Bahwa sinonimitas terdapat pada term Islamic law dengan syariah [obyek analisa manusia] dan Islamic yurisprudence dengan fiqh [hasil analisa manusia] berdampak pada ambiguitas tentang lahan syariah dan fiqh. seperti Zahrah68 mendefinisikan hukum Islam sebagai seperangkat peraturan berbasis al-Qur’an dan Sunnah Rasul mengenai tingkah laku manusia mukallaf yang diakui dan diyakini berlaku serta mengikat semua umat yang 68 Muhammad Abu Zahrah. [Beirut: Dâr al-Fikr. Dengan demikian. Bahkan mayoritas cendekiawan muslim. merupakan seluruh peraturan [syara’] yang bersumber dari Allah [syâri’] dan disampaikan oleh Rasul kepada manusia. sedangkan fiqh lebih mengkristal pada hasil pemahaman manusia yang cenderung bersifat temporal sesuai dengan dan mengikuti perkembangan budaya manusia dan perubahan sosial masyarakat. Salah satu di antaranya adalah segi hukum. Ushûl al-Fiqh. mencakup konsep-konsep dasar yang transenden dan eternal karena bersumber secara ontologis dari legislator tertinggi. Atas dasar itu. Konsekuensi logisnya adalah aqidah hanya satu dan seragam. Akhirnya. dan fiqh ialah syariah. mencakup hubungan manusia dengan Tuhan. Ambivalensi ini terjadi apabila ditelusuri dari dan dikaitkan dengan pandangan bahwa atom dari syariah terkandung dalam al-Qur’an. segi peraturan-peraturan hidup dalam masyarakat yang mengatur perbuatan manusia terhadap manusia lain dalam masyarakat. maka ramifikasi dari itu ialah syariat sebagai program pelaksanaannya juga meliputi seluruh segi kehidupan meski dalam berbagai paparan dan penyelesaian terhadap problematika kemanusiannnya tidak disebutkan dalam preseden terperinci. dengan demikian. karena syariah merupakan pelembagaan kehendak Tuhan yang belum dimasuki oleh aktivitas akal interpreter. dan sementara itu. Sejarah menuliskan bahwa setiap rasul membawa syariatnya masing-masing. ijma [konsensus masyarakat Islam] dan qiyas [analogi]. Sedangkan fiqh merupakan keputusankeputusan-keputusan yang disimplifikasikan dari syariah oleh ulama. implementasinya dapat berbeda-beda sepanjang sejarah kemanusiaan. dari sudut historisnya. Syariat merupakan program implementasi dari aqidah. syariah mendahului fiqh. Banyak pakar Islam mengafirmasikan bahwa syariah ialah fiqh. Paradigma ini memunculkan persepsi Islam sebagai yang ditafsirkan oleh ulama namun tetap berporos pada syariah.

Kebebasan ini terartikulasikan dalam aktivitas para pakar hukum. Di kalangan masyarakat Indonesia berkembang berbagai macam istilah hukum Islam yang satu dengan yang lain mempunyai persamaan dan sekaligus juga perbedaan. akitivitas ini menampakkan adanya variasi-variasi. fiqh Islam dan hukum Islam. syariat Islam. 1980].beragama Islam. hukum Islam adalah suatu kaedah hukum yang bersifat konkrit. al-Qur’an. h. seperti istishlâh dengan tetap merujuk pada satu sumber primer yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Hukum Islam itu juga dapat dikaitkan dengan aturan formal atau nonformal dari pemahaman berbasis sosiologis empiris dan normatif terhadap teks-teks divinitas pasca masa hayat [Nabi] Muhammad. dan mubâh. dan yang terkait dengan proses turunnya wahyu dari Tuhan. dapat disebut sebagai norma hukum atau dalam bahasa Islam al-ahkâm yang pada tahap selanjutnya disebut dengan hukum Islam. Philosophy of Islamic Law and The Orientalist: A Comparative Study of Islamic Legal System. hukum Islam merupakan hukum agama dan hukum moralitas. maka hasil ijtihad tersebut juga dinilai sebagai hukum yang memiliki nilai religiusitas dan sanksi keagamaan. Lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas ulama muslim berpendapat bahwa hukum Islam mencakup hukum syariah dan hukum fiqh. Eksistensi hukum Islam yang pada prinsipnya mencakup dimensi sosial menjadikan pelaksanaan hukumnya selain sebagai kewajiban religius juga menjadi rujukan pengambilan kebijakan utama terhadap kepentingan umum [good public] masyarakat dan parameter etikanya. Sunnah dan literatur fiqh klasik menggunakan istilah syariah. tetapi karena secara konseptual membentuk garis hirarki dari ideal makna hukum Islam yang pertama. dan keempat. hukum Islam menurut teori ulama muslim zaman pertengahan Islam ialah hukum yang terstruktur dari dan dibangun secara hiraerkis di atas empat komponen sumber hukum. Istilahistilah tersebut adalah syariat. ijma’ [konsensus]. sunnah. karena istilah hukum Islam tidak termuat dan ditemukan dalam al-Qur’an. [Lahore: Islamic Publications Ltd. serta yang merupakan jawaban atas persoalan yang terjadi masa [Nabi] Muhammad. tetapi secara subtansial merujuk pada sistem hukum yang terdiri atas dan bersumber dari kaedah hukum berbasis divinitas [alQur’an dan Sunnah] dan kaedah hukum bersumber dari al-ra’yu. Ambiguitas mengenai term hukum Islam ini dapat dipahami. baik dari produk atauran formal maupun adat. Tidak jauh berbeda dengan itu. Kendati tidak sedikit materi hukum Islam yang merupakan hasil ijtihad. Al-Qur’an hanya menyebutkan hukum Allah dan tidak hukum Islam. Sunnah. Muhammad. Oleh karena Muslehuddin. Secara spesifik. wâjib. Menurut Muslehuddin69 sebagaimana yang dikutip dari Oxford English Dictionary bahwa hukum adalah kumpulan aturan. fiqh. Kendati istilah-istilah tersebut memiliki pengertian beragam. fiqh dan derivasinya untuk menyebut hukum Islam. Akhirnya. kedua. 17 69 . yang diakui oleh masyarakat atau bangsa tertentu sehingga mengikat [individu]nya sebagai anggota atau subyeknya. ketiga. Bahwa hukum Islam yang bersumber dari wahyu merupakan suatu sistem yang mengandung norma hukum baik yang bersifat haram. Sunnah dan literatur fiqh klasik. qiyas [penalaran analogis]. Dengan demikian. makrûh. AlQur’an. Konsep bahwa teks ilahiyah mempunyai permanensi mutlak dan pelaksanaannya memiliki fleksibilitas sejalan dengan good public menunjukkan bahwa hukum Islam selain merupakan instrumen yang konstan juga meliputi prinsip dasar hukum yaitu kebebasan. Hal ini pada tataran implementasinya mengkonsekuensikan balasan di dunia dan di akherat. pertama.

itu.A. Pengertian Aborsi Kata aborsi berasal dari bahasa Inggris yaitu abortion dan bahasa Latin abortus.71 Adapun aborsi [isqâth al-haml] dalam pengertian terminologis sebagaimana yang didefinisikan oleh para adalah pengguguran janin yang dikandung perempuan dengan tindakan tertentu sebelum sempurna masa kehamilannya. [Makalah pada acara Bathsul Masail NU Wilayah Jawa Timur. misalnya. kedamaian. Oktober 1992. sementara al-Ijhâdh digunakan untuk pengguguran kandungan yang masih muda. Lihat KH. digunakan oleh dokter Arab untuk pengguguran 71 Mas’alah Tahd d an-Nasl. 44 Banyak fuqaha kontemporer yang menggunakan istilah al-ijhadh. Abortus Menurut Hukum Islam. secara etimologis berarti. Dr. baik dalam keadaan hidup atau mati 70M. BAGIAN KE-TIGA DESAIN ABORSI A. Wahbah Zuhaili dalam al-Fiqh al-Islamy wa adillatuhu. Misalnya Dr. Sa’id Ramadhan al-Buthi dalam î Nisâ’iyyah wa Shihhah al-Injâbiyah. Ali Hasan. beberapa fuqaha juga membedakan kedua istilah ini. Masail Fiqhiyah al-Haditsah pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akherat. Isqâth al-Haml . 1998]. h. tidak diterbitkan] . [Jakarta: Raja Grafindo Persada.Aziz Masyhuri. Namun demikian. Syaikh al-Azhar [mantan] Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq dalam Ahkâm as-Syarî’ah al-Islâmiyyah fî Mâsa’il Thibbiyyah ‘an al-Amrâdh ankandungan yang sudah tua. hukum Islam melembaga dan menginternalisasi menjadi kebiasaan dalam kehidupan setiap muslim guna meraih ketertiban. gugur kandungan atau keguguran.70 Dalam bahasa Arab. aborsi disebut dengan al-ijhâdh atau isqâth al-haml. Wiqâyatan wa ‘Ilâjan.

Abortus provocatus criminalis. dapat disimpulkan bahwa aborsi adalah tindakan yang dimaksudkan secara sengaja untuk menggugurkan kandungan yang belum cukup waktu untuk hidup B. 1997]. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. maka dikenal dua macam bentuk aborsi yakni: 1. 77 76 Harkristuti Harkrisnowo. Abortus Spontaneous [aborsi spontan] yakni aborsi yang terjadi dengan sendirinya. Keadaan terhentinya pertumbuhan yang normal [untuk makhluk hidup]. Jakarta. h. h. h. Haji Masagung. 1986].74 Sardikin Ginaputra dari Fakultas Kedokteran UI mendefinisikan aborsi sebagai pengakhiran kehamilan atau hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. [Kairo.000 gram. 1994]. Sedangkan Maryono Reksodipura dari Fakultas Hukum UI mendefinisikan aborsi dengan pengeluaran hasil konsepsi dari rahim sebelum waktunya [sebelum dapat lahir secara alamiyah].73 Dalam istilah kedokteran. CET. Sedangkan untuk dua macam aborsi yang lain [abortus spontaneous dan abortus provocatus therapeuticus] hukum pidana dan Jaad al-Haqq ‘Ali Jaad al-Haq. penyakit syphilis. dan dianggap sebagai tindak pidana.76 Aborsi yang tersebut terakhir inilah yang sering disebut dengan aborsi illegal dan diancam hukuman. [Surabaya: Bina Ilmu. 33 Masyfuk Zuhdi. Ahkâm al-Syarî’ah al-Islâmiyyah fî Masâ’il al-Thibbiyah ‘an Amrâdh alNisâiyyah wa Shihhah al-Injâbiyyah. 4. yakni yang dilakukan tanpa indikasi medis apapun. Abortus spontan bisa terjadi karena kecelakaan. 2000]. Abortus Provocatus atau abortus arteficiallis. 3. Abortus provocatus thorapeuticus. 3. 2. CET. 38-39 . yakni yang dilakukan atas dasar pertimbangan medis yang sungguh-sungguh dan pada umumnya untuk menyelamatkan jiwa si ibu. h. [Jakarta: CV.75 Dari definisi-definisi di atas. Tindakan semacam ini dibagi dua: 3. Universitas al-Azhar. [Makalah Seminar dan Lokakarya Aborsi Ditinjau dari Perspektif Fiqh yang diselenggarakan oleh PP Fatayat NU. keguguran atau keluron. baik pidana maupun hukum Islam. yakni aborsi yang dilakukan dengan sengaja. 2. h.sebelum si janin bisa hidup di luar kandungan namun telah terbentuk sebagian anggota tubuhnya. Islam dan Keluarga Berencana di Indonesia.72 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia aborsi adalah: 1. Macam-macam Aborsi Selaras dengan definisi yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. tidak disengaja dan tanpa pengaruh dari luar atau tanpa tindakan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. h. dan sebagainya. Guguran [janin]. [Jakarta: Balai Pustaka. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. Lihat juga Masyfuk Zuhdi. Terpancarnya embrio yang tidak mungkin lagi hidup [sebelum hasil bulan keempat dari kehamilan]. 2. 1995]. aborsi adalah pengakhiran kehamilan sebelum masa gestasi [kehamilan] 28 minggu atau sebelum janin mencapai berat 1. 135 73 Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Depdikbud RI. 1989]. 4. 2 74 75 72 Ensiklopedi Islam [Jakarta: Ikhtiar Baru Van Hoeve.

data menyebutkan bahwa pada tahun 1994 diperkirakan terjadi 1. dan 65% responden melakukan abortus provokatus kriminalis [APK]. ringan dan beratnya serta jenis dan sifatnya. dari perspektif agama. [Makalah Semi-Loka Aborsi Dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. Apalagi pada umumnya penelitian dilakukan dengan responden yang tidak banyak dan tidak luas sebaran wilayahnya. h. November 1995]. PPFNU. H. h. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah. Dan bahwa angka-angka aborsi belum cukup merepresentasi angka praktek aborsi yang faktual dan karena itu. Held dan Adriananz yang melakukan meta analisis tentang kelompok resiko tinggi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan mengemukakan bahwa ada 4 kelompok resiko: 1] kelompok kegagalan kontrasepsi [48%]. [Bandung: Mizan.77 Sedangkan angka yang disodorkan oleh Prof. Dari alasan-alasan yang dikemukakan. dkk. Menakar “Harga” Perempuan.. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 117-118 78 79 77 Syafiq Hasyim. Selebihnya. sebagaimana yang tersebut dalam catatannya bahwa 99. ed.3 juta. beban kerja berlebihan dan kondisi kesehatan mencapai angka 20%. apakah kondisi-kondisi seperti itu bisa Adrina. Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Faktisitas Aborsi di Indonesia Sebagaimana tersebut di atas bahwa aborsi di lapangan benar-benar merupakan fakta sosial. C.7% perempuan yang melakukan aborsi adalah ibu-ibu yang sudah menikah [Kompas. 3] kelompok praktisi seks komersial [14%]. 1998]. data tersebut sulit untuk dijadikan pedoman karena penelitian yang akurat terbentur kendala hukum dan norma-norma sosial. dan 4] kelompok korban perkosaan. Aborsi dapat dilakukan akibat kekhawatiran dengan resiko sosial. Lebih lanjut. tampak bahwa sebagian besar aborsi bukan hanya disebabkan oleh kemauan murni perempuan. Namun demikian. ketakutan kepada orang lain [suami atau orang tua dan keluarga]. sekali lagi belum menggambarkan keadaan yang sesungguhnya.000 aborsi setiap tahun di Indonesia. Penelitian lapangan yang dilakukan oleh Indraswari dari FISIP Unpad tahun 1997 menyimpulkan 85% pelaku aborsi berstatus menikah. perbudakan seksual [9%]. Fakta-fakta Aborsi. 30/11/1997]. menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara [Majalah Gemari September 2001] Angka-angka di atas. aborsi yang semata-mata dilakukan karena perempuan tidak mau punya anak. Bali setiap hari ada 100 remaja di Denpasar dan Bandung yang ingin dipulihkan dari kehamilan yang tidak mereka inginkan [Matra. Sudraji Sumapraja. 2001]. 10% responden melakukan abortus provokatus terapikus [APT].000. 152-154 Attashendartini Habsjah. dan 15-20% dilakukan remaja. Tahun berikutnya. 3/10/1994]. 1999]. Responden juga kurang jujur dalam menjawab pertanyaan karena ada stigma-stigma tertentu mengenai aborsi. dan dari jumlah ini kurang lebih 10-25% adalah remaja [Jayakarta. adanya paksaan dari keluarga. incest.79 Sedangkan menurut penelitian tahun 2001 jumlah aborsi sekitar 2. adanya kondisi keluarga yang membuatnya tidak berani mempunyai anak lagi. 1. 50% diantaranya dilakukan oleh mereka yang belum menikah. 4 . Hak-hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung.78 Sementara itu. 2] kelompok remaja [27%]. CET. Penelitian ini juga mengungkapkan abortus spontan karena kelelahan. tampaknya sulit ditemukan datanya.hukum Islam memberikan kualifikasi dan ketentuan yang berbeda-beda menurut faktor penyebabnya.

 Apa akibat hukum aborsi dan sanksi yang dikenakan terhadap pelaku.  Bagaimana halnya dengan aborsi di luar perkawinan baik karena diperkosa maupun karena zina. memberikan efek jera bagi pelaku.S. Namun demikian al-Qur’an banyak menjelaskan proses perkembangan janin dalam kandungan ibu baik secara sekilas maupun secara rinci. secara eksplisit al-Qur’an tidak menyatakan kapan janin atau embrio disebut sebagai “manusia”.disebut “ikrâh” yang konsekuensinya menempatkan perempuan pada posisi “ghairu mukallaf”? BAGIAN KE-EMPAT ABORSI DALAM HUKUM ISLAM A. Q. al-Hajj : 5 . tekanan sosial dan sebagainya. Terkait dengan penciptaan janin dan penyebutannya sebagai manusia. Hukum Aborsi Dalam Islam Perdebatan mengenai aborsi dalam Islam paling tidak mencakup tiga persoalan penting yakni:  Kapan seorang manusia dianggap mulai hidup. apakah karena alasan medis yang serius atau karena tekanan ekonomi. serta melindungi kehidupan dan moralitas masyarakat dalam kerangka menjamin terealisasinya maqashid alsyari’ah. Ayat-ayat yang menjelaskan proses perkembangan janin secara rinci adalah: 1. apakah sejak terjadinya konsepsi atau ketika sudah mencapai usia tertentu. Persoalan kedua terkait dengan fakta bahwa aborsi bisa terjadi karena berbagai sebab. Terhadap aborsi yang disengaja pun perlu dilakukan pemilahan lebih lanjut. ada yang disengaja dan ada yang tidak. Sedangkan persoalan ketiga menyangkut ketentuan-ketentuan yang lebih rinci mengenai akibat hukum aborsi dalam berbagai bentuknya. Persoalan pertama berkaitan erat dengan pertanyaan kapan aborsi dianggap sebagai pembunuhan manusia berakibat hukum bagi pelakunya. yang semuanya itu dimaksudkan untuk mencegah meluasnya aborsi. Di sinilah para ulama merasa perlu mendiskusikan “dharurat” yang menjadi alasan kebolehan aborsi. apakah semua aborsi dilarang atau ada aborsi tertentu yang diperbolehkan.  Bagaimana hukum aborsi.

[Q. as-Sajdah : 7 -9 ‫اء‬M‫ م‬Q‫ن‬D‫ م‬K‫ة‬M‫ سال‬Q‫ن‬D‫ م‬I‫ه‬M‫ ل‬M‫ل‬M‫ع‬M‫[7 ج‬K‫ين‬D‫ ط‬Q‫ن‬D‫ م‬D‫ ان‬Q‫ن‬D‫إ‬Q‫ال‬M‫ ق‬Q‫ل‬M‫خ‬M‫أ‬M‫د‬M‫ب‬M‫و‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ خ‬K‫ء‬Q‫ي‬M‫ ش‬M‫ن‬M‫س‬Q‫ح‬M‫يأ‬D‫ذ‬G‫ال‬ M‫ل‬ I Q‫س‬M‫ن‬ G‫م‬I‫]ث‬ M‫س‬ I‫ه‬ G‫ل‬I‫ك‬ ]9[M‫ون‬I‫ر‬I‫ك‬Q‫ش‬M‫ا ت‬M‫ ا م‬M‫ة‬M‫د‬D‫ئ‬Q‫ف‬M‫أ‬Q‫ال‬M‫و‬ n‫يل‬D‫ل‬M‫ق‬ M‫ار‬M‫ص‬Q‫ب‬M‫أ‬Q‫ال‬M‫ و‬M‫ع‬Q‫م‬G‫الس‬ I‫م‬I‫ك‬M‫ل‬ M‫ل‬M‫ع‬M‫ج‬M‫ و‬I‫ ر‬Q‫ن‬D‫ م‬D‫يه‬D‫ف‬ D‫ه‬D‫وح‬ M‫خ‬M‫ف‬M‫ن‬M‫ و‬I‫اه‬G‫و‬M‫ين[ س‬D‫ه‬M‫م‬ G‫م‬I‫8ث‬ ] . jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan [dari kubur]. [12] Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani [yang disimpan] dalam tempat yang kokoh [rahim]. [38] 2. kemudian dari segumpal darah. lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging.S. kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna. agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim. misalnya: 1. maka ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah. Q. lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. [14] Di samping penjelasan secara terinci.‫ن‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ ن‬D‫ م‬G‫م‬I‫ ث‬K‫اب‬M‫ر‬I‫ت‬Q‫ن‬D‫ م‬Q‫م‬I‫اك‬M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬D‫إ‬M‫ فا‬D‫ث‬Q‫ع‬M‫ب‬Q‫ ال‬D‫ م‬K‫ب‬Q‫ي‬M‫ في ر‬Q‫م‬I‫ت‬Q‫ن‬I‫ ك‬D‫ إ‬I‫اس‬G‫ا الن‬M‫ه‬l‫ي‬M‫اأ‬M‫ي‬ Q‫ن‬ Q‫ن‬ G‫ن‬ M‫ن‬ D Q‫ن‬ ‫ا‬n‫ل‬Q‫ف‬D‫ ط‬I‫ك‬I‫ ج‬G‫م‬I‫ى ث‬t‫ م‬I‫ م‬K‫ل‬M‫ج‬M‫ى أ‬M‫ل‬D‫ إ‬I‫اء‬M‫ش‬M‫ا ن‬ Q‫ م‬D‫ر‬Q‫خ‬I‫ن‬ M‫س‬ M‫ م‬D‫ام‬M‫ح‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ ال‬D‫يف‬l‫ر‬D‫ق‬I‫ن‬M‫و‬I‫ك‬M‫ل‬M‫ي~ن‬M‫ب‬I‫ن‬D‫ل‬ Q‫م‬ K‫ة‬M‫ق‬G‫ل‬M‫خ‬I‫م‬M‫غ‬M‫و‬K‫ة‬M‫ق‬G‫ل‬M‫خ‬I‫م‬ D‫ر‬Q‫ي‬ K‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬ ‫ا‬n‫ئ‬Q‫ي‬M‫ ش‬Q‫ل‬D‫ع‬D‫د‬Q‫ع‬M‫ ب‬D‫ م‬M‫م‬M‫ل‬Q‫ع‬M‫ا ي‬M‫ل‬Q‫ي‬M‫ك‬D‫ ل‬D‫ر‬I‫م‬I‫ع‬Q‫ ال‬D‫ل‬M‫ذ‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ن‬M‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬Q‫ن‬D‫م‬M‫ و‬G‫ف‬M‫و‬M‫ت‬I‫ ي‬M‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬Q‫ن‬D‫م‬M‫و‬I‫ك‬G‫د‬I‫ش‬M‫أ‬ K‫م‬ Q‫ن‬ ‫ى‬M‫ل‬D‫ إ‬l‫د‬M‫ر‬I‫ ى ي‬Q‫ن‬ Q‫م‬ ‫وا‬I‫غ‬I‫ل‬Q‫ب‬M‫ت‬D‫ل‬ G‫م‬I‫ث‬ ]5[‫يج‬D‫ه‬M‫ ب‬K‫ج‬Q‫و‬M‫ ز‬Q‫ ن‬Q‫ت‬M‫ت‬M‫ب‬Q‫ن‬M‫أ‬M‫ و‬Q‫ت‬M‫ب‬M‫ر‬M‫ و‬M‫اء‬M‫م‬Q‫ ال‬M‫ا ع‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ز‬Q‫ن‬M‫ا أ‬M‫ذ‬D‫إ‬M‫ف‬M‫ ه‬M‫ض‬Q‫ر‬M‫أ‬Q‫ى ال‬M‫ر‬M‫ت‬M‫و‬ ~‫ل‬I‫ ك‬D‫م‬ Q‫ت‬G‫ز‬M‫ت‬Q‫اه‬ ‫ا‬M‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬ n‫ة‬M‫د‬D‫ام‬ “Hai manusia. al-Qiyamah : 37 . Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang [berbentuk] lain. apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. dan menyempurnakannya”. dalam beberapa ayat Allah juga menyinggung proses penciptaan manusia. al-Mu’minun : 12 – 14 ‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬l‫نالن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫ خ‬I‫[31]ث‬K‫ين‬D‫ك‬M‫ م‬K‫ار‬M‫ر‬M‫ق‬D‫ ي ف‬I‫اه‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ع‬M‫ج‬I‫[21]ث‬K‫ين‬D‫ ط‬Q‫ن‬D‫ م‬K‫ة‬M‫ ال‬Q‫ن‬D‫ م‬M‫ ان‬Q‫ن‬D‫إ‬Q‫نال‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬ ‫ا‬M G‫م‬ n‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ن‬ G‫م‬ M‫سل‬ I M‫ا س‬M Q‫د‬M‫ق‬M‫ل‬M‫و‬ ‫ر‬M‫ا ءاخ‬n‫ق‬Q‫ل‬M‫خ‬I‫اه‬M‫ن‬Q‫أ‬M‫ش‬Q‫ن‬M‫ا أ‬n‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫ام‬M‫ظ‬D‫ع‬Q‫ ال‬M‫س‬M‫ك‬M‫ ف‬n‫اما‬M‫ظ‬D‫ ع‬M‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬Q‫ ا ال‬n‫ة‬M‫غ‬Q‫ض‬I‫م‬ M G‫م‬I‫ث‬ ‫ا‬M‫ن‬Q‫و‬ M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ف‬ M‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬Q‫ا ال‬ M‫ن‬Q‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ ف‬n‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫ع‬ ]14[‫ين‬D‫ق‬D‫ال‬M‫خ‬Q‫ال‬ I‫ن‬M‫س‬Q‫ح‬M‫ أ‬I‫ه‬G‫ الل‬M‫ك‬ M‫ار‬M‫ب‬M‫ت‬M‫ف‬ “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati [berasal] dari tanah.38 ]38[‫ى‬G‫و‬M‫س‬M‫ ف‬M‫ق‬M‫ل‬M‫خ‬M‫ ف‬n‫ة‬M‫ق‬M‫ل‬M‫] ع‬M‫ان‬M‫ ك‬G‫م‬I‫ ث‬Ÿ‫ي‬D‫ن‬M‫ م‬Q‫ن‬D‫ م‬n‫ة‬M‫ف‬Q‫ط‬I‫ ن‬I‫ك‬M‫ي‬ 37[‫ى‬M‫ن‬Q‫م‬I‫ي‬ Q‫م‬M‫ل‬M‫أ‬ “Bukankan dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan [ke dalam rahim]. Q. kemudian dari setetes mani. Maha Suci Allah Pencipta Yang Paling Baik”. [13] Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah.S. dan segumpal daging daging itu Kami jadikan tulang belulang. kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi …”. [37] Kemudian mani itu menjadi segumpal darah.S. Q.S. al-Hajj : 5] 2. lalu Allah menciptakannya.

“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Dalam bab yang sama Muslim juga meriwayatkan 4 buah hadits dari sahabat yang sama. Lalu Allah mengutus seorang malaikat dan meniupkan ruh ke dalam tubuhnya. Muslim dari Huzaifah bin Asid:81 ‫إذا مر بالنطفة ثنتان وأربعون ليلة بعث ال إليها ملكا فصورها وخلق سمعها وبصرها وجلدها‬ … ‫ولحمها وعظامها ثم قال: يا رب أذكر أم أنثى؟ فيقضى ربك ما شاء ويكتب الملك‬ Hadits ini disebut Bukhari dalam kitabnya sebanyak 4 kali. dan ada juga riwayat yang menyebut secara terssamar. Ibid. hadits ke-2643. 2. 1992].[8] Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam [tubuh] nya roh [ciptaan] -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran. Sahih Muslim. kebahagiaan dan kesengsaraannya…”. Kitab al-Qadar bab Ma Jaa’a fi al-Qadar hadits ke-6105. secara rinci Allah SWT menjelaskan proses penciptaan manusia dan perkembangan janin. Selanjutnya ia akan berubah menjadi “mudghah” [segumpal daging]. hadits ke-2969. Malaikat itu kemudian diperintahkanNya menulis empat kalimat. yakni: 1. HR. [Beirut: Dar al-Fikr. juz II kitab al-Qadar bab Kayfiyyah al-Khalq aladami. Kitab Ahadits al-Anbiya’ bab Khalqu Adam wa Dzurriyyatuhu hadits ke-3085. Demikianlah. Informasi mengenai hal ini terdapat dalam hadits Nabi. selang beberapa waktu “nuthfah” itu berubah menjadi “’alaqah” [segumpah darah]. yakni emapat puluh hari lebih [bidh’un wa arba’in] 80 .Lihat al-Bukhari. selanjutnya anak cucu Adam diciptakan dari “nuthfah” [air mani] yang mengandung beriburibu sperma yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. ajalnya. HR. Kitab at-Tauhid bab Qawluhu Ta’ala Walaqad Sabaqat Kalimatuna hadits ke-6900. hadits ke-2644. lalu menjadi mudghah pada masa yang sama pula. Paling tidak dua hadits Nabi yang mengungkap peniupan ruh ke dalam janin. Setelah salah satu sel itu bertemu dengan ovum lalu menyatu dan bergantung pada dinding rahim. lalu malaikat itu menulis rizkinya. [tetapi] kamu sedikit sekali bersyukur. Redaksi di atas adalah redaksi Muslim 81 Muslim bin Hajjaj. ia akan menjadi makhluk yang memiliki bentuk yang indah sampai dilahirkan ke dunia menjadi bayi. namun dengan redaksi yang sedikit berbeda dan jumlah hari yang berbeda pula. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud:80 ‫إن أحدكم يجمع خلقه فى بطن أمة أربعين يوما ثم يكون فى ذلك علقة مثل ذلك ثم يكون فى ذلك‬ ‫مضغة مثل ذلك ثم يرسل الملك فينفخ فيه الروح ويؤمر بأربع كلمات: بكتب رزقه وأجله وعمله‬ … ‫وشقي أوسعيد‬ “Sesungguhnya kamu berada di rahim ibumu selama 40 hari sebagai nuthfah. CD. penglihatan dan hati. dalam riwayat lain disebutkan 40 hari. Namun demikian ayat-ayat di atas tidak menyebut kapan janin mempunyai jiwa/ruh.Lihat Muslim. Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa pada awal kejadiannya manusia diciptakan dari tanah [Adam as].. Kitab Bad’I al-Khalqi bab Zikru al-Malaikat. al-Qur’an menjelaskan tahapan-tahapan kejadian manusia di dalam rahim. Selang beberapa waktu. Kemudian Allah menciptakan tulang belulang dari “mudghah” itu dan membungkusnya dengan daging. Dalam salah satu riwayat dikatakan 40 atau 45 hari. kemudian menjadi ‘alaqah selama masa yang sama.[9]” Dalam ayat-ayat di atas. Kitab al-Qadar. khususnya dua ayat yang pertama. amalnya.Muslim menyebutkan hadits ini dengan 6 sanad.[7] Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina [air mani].Rom. Shahih Bukhari.

karena pada saat itu janin telah bernyawa.“Jika nuthfah melewati 42 malam. maka Tuhan mengutus malaikat untuk membentuk rupa. maka menggugurkannya sama dengan membunuh manusia [anak] yang secara jelas diharamkan oleh Allah SWT. daging dan tulangnya. ‫ن‬D‫ م‬Q‫م‬I‫ك‬M‫اد‬M‫ل‬Q‫و‬M‫أ‬ ‫وا‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫و‬M‫س‬Q‫ح‬D‫إ‬D‫ن‬Q‫ي‬M‫د‬D‫ال‬M‫و‬Q‫ال‬D‫ب‬M‫ا و‬n‫ئ‬Q‫ي‬M‫ش‬ ‫ا‬n‫ان‬ D‫ه‬D‫وا ب‬I‫ك‬D‫ر‬Q‫ش‬I‫ا ت‬G‫ل‬M‫ أ‬M‫ل‬M‫ع‬Q‫م‬I‫ك‬l‫ب‬M‫ ر‬G‫ر‬M‫ ح‬M‫ م‬I‫ل‬Q‫ت‬M‫أ‬ Q‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬ M‫م‬ ‫ا‬ ‫ا‬Q‫و‬M‫ال‬M‫ع‬M‫ ت‬Q‫ل‬I‫ق‬ ‫ي‬D‫ت‬G‫ ال‬M‫س‬Q‫ف‬G‫واالن‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫ و‬M‫م‬M‫ا و‬M‫ه‬Q‫ن‬D‫ م‬M‫ر‬M‫ه‬M‫ا ظ‬M‫ش‬D‫اح‬M‫و‬M‫ف‬Q‫ال‬ M‫ن‬M‫ط‬M‫ا ب‬ M‫م‬ ‫وا‬I‫ب‬M‫ر‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ك‬I‫زق‬Q‫ر‬M‫ ن‬Q‫ح‬M‫ن‬K‫اق‬M‫ل‬Q‫م‬D‫إ‬ Q‫م‬I‫اه‬G‫ي‬D‫إ‬M‫ و‬I I‫ن‬ ]151[ M‫ون‬I‫ل‬D‫ق‬Q‫ع‬M‫ت‬ Q‫م‬I‫ك‬G‫ل‬M‫ع‬M‫ ل‬Q‫م‬I‫اك‬G‫ص‬M‫و‬ D‫ه‬D‫ ب‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ل‬M‫ق~ ذ‬M‫ح‬Q‫ ال‬I‫ه‬G‫الل‬ D‫ا ب‬G‫ل‬D‫ إ‬M‫م‬G‫ر‬M‫ح‬ Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu. Perlu untuk dikemukakan di sini. yakni manusia yang memiliki raga dan jiwa. yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. lelaki atau perempuan?” Allah pun memutuskan sesuai kehendakNya dan malaikat mencatatnya…”.S. al-An’am : 151. Sebagai konsekuensi dari pemahaman ayat dan hadits sebagaimana dijelaskan di atas. kulit. perkembangan terakhir menunjukkan adanya formulasi hukum tersendiri bagi aborsi yang disebabkan oleh hamil di luar nikah dengan alasan-alasan yang tidak semata-mata bersifat fiqhi. 40 hari menjadi ‘alaqah dan 40 hari menajadi mudghah. kecuali ada uzur yang bersifat “dharuri” Seluruh ulama dari semua madzhab sepakat bahwa aborsi setelah kehamilan melewati masa 120 hari adalah haram. ada dua informasi mengenai kapan ruh ditiupkan. yakni mencakup aborsi di dalam dan di luar perkawinan [kehamilan karena seks di luar nikah]. Hanya saja. “Ya Tuhan. Dasar dari hukum ini adalah hadits pertama sebagaimana yang telah dijelaskan. Sedangkan hadits kedua mengatakan ruh ditiupkan setelah embrio melewati masa 42 hari. Al-An’am : 151] . Pemberian ruh kepada janin inilah yang kemudian menjadi sumber ikhtilaf mengenai hukum aborsi karena keberadaan ruh dianggap sebagian fuqaha sebagai tanda awal kehidupan manusia dalam arti yang sesungguhnya. dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. para fuqaha membuat formulasi hukum yang berbeda-beda mengenai aborsi. penglihatan. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa. melainkan juga menyertakan alasan-alasan yang sifatnya moral dan sosial. Secara garis besar pemikiran hukum yang berkembang di seputar aborsi adalah: 1. Hadits pertama menyatakan ruh ditiupkan setelah embrio melewati masa 120 hari yang terdiri dari tiga tahap: 40 hari menjadi nuthfah. [QS. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami [nya]. pendengaran. Karena pada usia tersebut janin telah bernyawa. Riwayat lain ada yang menyebutkan 40 hari dan 45 hari. Dari hadits-hadits di atas. para fuqaha [klasik] memberlakukan hukum ini secara umum. Malaikat bertanya. dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji. Haram mutlak [‘ala al-ittifaq]. seperti yang tertera dalam Q. dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya] melainkan dengan sesuatu [sebab] yang benar". baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi.

Mas’alah Tahdid al-Nasl. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. ia boleh menerima wasiat dan waqaf. Dalam keadaan dharurat semacam ini diperbolehkan mengerjakan yang haram. 84 Jaad al-Haq. tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. h. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. Wiqayatan wa ‘Ilajan. ikhtilaf hukum terjadi untuk aborsi di bawah usia 120 hari. Maktabah al-Farabi.85 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. baik janin sudah bergerak maupun belum. Inipun dengan syarat adanya keridhaan dari suami dan istri serta adanya rekomendasi dari dua orang dokter spesialis bahwa aborsi itu tidak menyebabkan kemudharatan bagi si ibu.S. Namun karena ia belum sempurna sebagai manusia. Berikut ini uraiannya: 1.ke-2. ia menjadi “manusia” dengan hak-hak primernya [huquq al-insan ad-dharuriyah]. serta memiliki hubungan nasab dengan kedua orang tuanya. [Cairo: Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar. maka hak-haknya pun terbatas. h. Keharusan menerima hak dari orang lain disebut ahliyyah al-wujub dan keharusan menjalankan kewajiban disebut ahliyyah al-ada’.h. Meski demikian. Kontroversi ulama dalam hal ini tidak hanya terjadi antar mazhab. dikenal istilah ahliyyah [kepatutan dan keharusan seseorang untuk menerima hak dan menjalankan kewajiban]. [QS. aborsi haram mutlak.82 Aborsi pada usia di atas 120 hari hanya boleh dilakukan jika terjadi kondisi “dharurat”83 seperti ketika si ibu mengalami problem persalinan dan dokter spesialis menyatakan bahwa mempertahankan kehamilan akan membahayakan jiwa si ibu.148-149. dkk.Dan Q. karena ibu adalah induk dari mana janin berasal. ‫ف‬D‫ر‬Q‫س‬I‫ا ي‬M‫ل‬M‫ا ف‬n‫ان‬M‫ط‬Q‫ل‬I‫ا س‬M‫ن‬Q‫ل‬M‫ع‬M‫ا ج‬n‫وم‬I‫ل‬Q‫ظ‬M‫ م‬Q‫ن‬M‫م‬M‫ق~ و‬M‫ح‬Q‫ال‬D‫ا ب‬G‫ل‬D‫إ‬M‫م‬G‫ر‬M‫ ح‬D‫ ي‬M‫س‬Q‫ف‬G‫وا الن‬I‫ل‬I‫ت‬Q‫ق‬M‫ا ت‬M‫ل‬M‫و‬ D‫ي~ه‬D‫ل‬M‫و‬D‫ ل‬Q‫د‬M‫ق‬M‫ف‬ M‫ل‬D‫ت‬I‫ق‬ I‫ه‬G‫ت الل‬G‫ال‬ ]33[‫ا‬n‫ور‬I‫ص‬Q‫ن‬M‫ م‬M‫ان‬M‫ ك‬I‫ه‬G‫ن‬D‫ إ‬D‫ف‬ D‫ل‬Q‫ت‬M‫ق‬Q‫ي ال‬ Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya]. Konsekuensinya. 2000]. [Syiria.34-35 83 Definisi “dharurat” secara sederhana ialah suatu keadaan yang sampai suatu batas. Inilah yang disebut ahliyyah al-wujub al-qashirah atau ahliyyah al-wujub an-naqishah. berhak menerima warisan dari ahli waris jika ia lahir dan hidup. Secara lebih khusus. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh an-Nisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. Pendapat ini didasarkan pada hadits kedua sebagaimana disebutkan di atas. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim.72-73 82 .148-149 85 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Lihat Abdul Jalil al-Qaransyawi. Mazhab Syafi’i Fuqaha Syafi’iyah berpendapat aborsi pada usia kehamilan di bawah 40 hari hukumnya makruh. tetapi juga pada internal mazhab. kalau ia tidak mengerjakan yang terlarang akan membinasakan jiwanya atau hampir binasa. maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya. bahkan bisa diwajibkan. Janin hanya mempunyai ahliyyah al-wujub.84 Dalam kondisi seperti ini menyelamatkan jiwa si ibu dinilai lebih penting daripada mempertahankan janin. Jika masa kehamilan telah lewat 40 hari. cet. h. 1965]. melainkan dengan suatu [alasan] yang benar. Al-Isra’ : 33] Setelah janin memiliki ruh.Dalam Ushul al-Fiqh. Al-Mujaz fi Ushul al-Fiqh. friksi seputar aborsi tidak dapat dielakkan. al-Isra’ : 33. Para fuqaha menyatakan janin setelah 120 hari memiliki ahliyyah wujub naqishah..

penulis kitab al-Durr al-Mukhtar. Nihayah al-Muhtaj. al-Hashkafi. dalam mazhab Hanafi juga terdapat ikhtilaf. aborsi adalah tindakan kriminal [jarimah].72-73 88 Al-Imam al-Ghazali. Ihya ‘Ulum al-Din. setingkat di bawah pembunuhan bayi hidup-hidup. Sebagian besar berpendapat janin terbentuk setelah usia kehamilan 120 hari. baik sebelum maupun sesudah terjadinya pembentukan janin. Lebih lanjut al-Ramli menjelaskan bahwa sebelum nafhi’r ruh. h. antara lain. Pelenyapan nuthfah yang telah bertemu dengan ovum dianalogikan dengan sebuah akad atau perjanjian yang sudah disepakati. Mayoritas mengharamkan aborsi pasca 40 hari usia embrio. Mazhab Hanafi Sama dengan yang terjadi dalam mazhab Syafi’i. sebagian besar fuqaha Hanafiyah berpendapat bahwa aborsi diperbolehkan sebelum janin terbentuk. h. 86 87 Al-Imam al-Ramli. Jika telah ditiupkan ruh kepada janin.86 Seperti halnya pendapat yang berkembang di kalangan Syafi’iyah. maka akad tidak boleh dan tidak bisa dibatalakan. 91 Pendapat ini mengandung pengertian haramnya aborsi secara mutlak karena istilah makruh dalam fiqh Hanafi berarti karahiyah at-tahrim [makruh yang lebih dekat kepada haram]. h. [Beirut: Dar al-Ma’rifah. Al-Ghazali mengatakan bahwa kehidupan telah dimulai sejak pertemuan antara air sperma dengan ovum di dalam rahim perempuan. masih terjadi ikhtilaf juga.51 89 Ibid 90 Ibnu Abidin. lanjut al-Ghazali tidak bisa disamakan dengan ‘azl/coitus interuptus. [Cairo: Dar al-Syuruq. dalam fuqaha Syafi’iyah sendiri terjadi ikhtilaf. 1983]. sementara al-Ghazali justru mengharamkannya sejak terjadi konsepsi. Al-Furati menjawab hal itu boleh selagi masih berupa nuthfah atau ‘alaqah. t. al-Imam al-Ghazali dalam Ihya ’Ulum al-Din. Hanya saja dosanya tidak sama dengan dosa membunuh. Wiqayatan wa ‘Ilajan.411 91 Ibid . Menurutnya. penulis kitab al-Radd al-Mukhtar. Kapan janin terbentuk. al-Radd al-Mukhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar. Mas’alah Tahdid al-Nasl. Analogi ini termasuk qiyas jali.90 Sebagian besar ulama Hanafiyah juga berpendapat demikian.87 Berbeda dengan ulama Syafi’iyah yang lain. [Beirut: Dar al-Fikr. Dan jika sudah ada ruh. dan itu hanya terjadi sesudah 120 hari kehamilan.89 Demikianlah. Sperma laki-laki seperti ijab dan ovum perempuan seperti qabul. 2. 1979].Mengutip pendapat Imam al-Zarkasyi al-Imam al-Ramli dalam Nihayah al-Muhtaj mengemukakan aborsi diperbolehkan pada saat janin masih berupa nuthfah atau ‘alaqah. semakin kuat pula makruh tahrimnya. Pendapat lain dikemukakan oleh Ibnu Abidin. Pendapat ini disandarkan pada pernyataan Abu Bakar bin Abu Sa’id al-Furati ketika ditanya oleh al-Karabisi tentang seorang laki-laki yang memberi minuman peluntur kepada jariyahnya. Juz VIII. Pendapat yang demikian disampaikan oleh. Aborsi.88 Ada yang menarik dari pendapat al-Ghazali mengenai keharaman aborsi. Juz II. berpendapat bahwa aborsi adalah tindakan pidana yang haram tanpa melihat apakah sudah ada ruh atau belum. Ibnu Hajar dalam Tuhfah al-Muhtaj juga berpendapat serupa. aborsi boleh sepanjang belum terjadi penciptaan. yakni aborsi makruh mutlak. Juz II. h. Namun jika fuqaha Syafi’iyah sebagian besar sepakat bahwa aborsi haram sebelum usia kehamilan 40 atau 42 hari. yakni peniupan ruh terjadi setelah embrio berusia 40 atau 42 hari. Jika keduanya bertemu. maka itu merupakan tindak pidana yang sangat keji. Mulai saat inilah aborsi diharamkan.th].416 Sa’id Ramadhan al-Buthi. al-Ramli membuat batasan yang lebih longgar.

Namun pendapat ini tidak begitu populer dalam mazhab Hanafi. Wiqayatan wa ‘Ilajan. sedangkan perempuan boleh meminum obat peluntur untuk menggugurkan nuthfah dan mendapatkan haid.94 Pendapat mereka ini sejalan dengan Imam al-Ghazali dari mazhab Syafi’i dan Ibnu al-Jauzi dari mazhab Hambali. Mas’alah Tahdid al-Nasl.Sebagian fuqaha Hanafiyah berpendapat bahwa aborsi diperbolehkan sebelum janin melewati usia 45 hari. baik sebelum maupun sesudah penciptaan [40 hari]. Mazhab Maliki Mayoritas fuqaha Malikiyah berpendapat keras mengenai aborsi.45 hari [takhalluq].80 95 96 Ibnu Hazm. Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian besar ulama Hanafiyah dan sebagian kecil ulama Syafi’iyah.h.13 97 Sa’id Ramadhan al-Buthi. Ia mengatakan lakilaki boleh meminum obat yang mencegah terjadinya coitus. baik sebelum maupun sesudah 40 hari.95 Demikian pula pandangan sejumlah fuqaha Syi’ah Imamiyah dan Ibadhiyah. Mazhab Hambali Dalam memandang hukum aborsi. t..th]. ia menyebutkan bahwa aborsi hukumnya haram mutlak. Pendapat ini dikemukakan sebagian kecil fuqaha Hanafiyah. yakni sebelum janin berusia 40 hari. h. h.96 Ibnu al-Jauzi dalam al-Qawanin al-Fiqhiyah mengatakan bahwa jika sperma telah bertemu ovum dan berada dalam rahim.79 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. dapat disimpulkan bahwa hukum aborsi pada janin di bawah usia 120 hari adalah sebagai berikut: a. Juz XI. sebagian fuqaha Hanabilah sama dengan fuqaha Syafi’iyah. dan menjadi sangat berat jika sudah diberikan nyawa. yakni haram sejak terjadinya konsepsi.92 3.77 Ibid. Pendapat ini dinyatakan oleh sebagian besar fuqaha Syafi’iyah. [Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah. 92 93 94 Sa’id Ramadhan al-Buthi. karena hal itu sama dengan membunuh nyawa manusia.h. yakni bahwa aborsi diperbolehkan sebelum terjadinya penciptaan. pengguguran tidak boleh dilakukan. al-Muhalla. Pendapat yang paling ketat datang dari Ibnu al-Jauzi. h. b. Boleh sebelum 120 hari. Boleh sebelum 40 .35-40 Jaad al-Haq ‘Ali Jaad al-Haq. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. Mas’alah Tahdid al-Nasl. Ibid. Keharaman itu menjadi lebih berat jika sudah terjadi masa penciptaan [40 hari]. dalam kitab Ahkam an-Nisaa’.97 Dari ikhtilaf yang berkembang sebagaimana dijelaskan di atas. Dalam kitab al-Inshaf karya ‘Alauddin ‘Ali bin Sulaiman al-Mardayi terdapat keterangan bolehnya minum obat-obatan peluntur untuk menggugurkan nuthfah. c.136. Ibnu Hazm dari mazhab Dhahiri juga menyetujui pendapat ini. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Ibnu an-Najjar dalam Muntaha al-Iradat.80 . Wiqayatan wa ‘Ilajan.93 4. h..Lihat juga al-Buthi. Pendapat ini dinyatakan oleh Abdullah bin Mahmud al-Mushili. Pendapat ini sejalan dengan al-Ghazali yang mengenal tahapan-tahapan dosa dalam aborsi. h. sebagian besar fuqaha Hanabilah dan sebagian kecil fuqaha Hanafiyah. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh anNisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyah. Makruh cenderung haram.

seperti Q. Banyak kaedah fiqh yang menjadi sandaran hukum hal ini. yang dipukul. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa [memakannya] sedang ia tidak menginginkannya dan tidak [pula] melampaui batas. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Pendapat ini dinyatakan oleh sebagian besar fuqaha Malikiyah.[QS. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa.S. Al-Maidah : 3] . dan Ibnu Hazm ad-Dhahiri. para fuqaha memperbolehkan bahkan mewajibkan aborsi. Dalam ranah pengecualian. daging babi. al-Baqarah : 173. fiqh selalu mengenal pengecualian.S. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. dalam semua mazhab terdapat ulama yang mengharamkan aborsi secara mutlak.d. al-Maidah : 3. kecuali yang sempat kamu menyembelihnya. dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk [mengalahkan] agamamu.[QS. maka tidak ada dosa baginya. [mengundi nasib dengan anak panah itu] adalah kefasikan. Demikian pula halnya dengan aborsi. dan [diharamkan bagimu] yang disembelih untuk berhala. dan yang diterkam binatang buas. ‫ة‬M‫د~ي‬M‫ر‬M‫ت‬I‫م‬Q‫ال‬M‫و‬ I‫ة‬M‫وذ‬I‫ق‬Q‫و‬M‫م‬Q‫ال‬M‫و‬ I‫ة‬M‫ق‬D‫ن‬M‫خ‬Q‫ن‬I‫م‬Q‫ال‬M‫ و‬D‫ر‬Q‫ي‬M‫غ‬D‫ ل‬G‫ل‬D‫ه‬I‫ أ‬D‫ير‬D‫ز‬Q‫ن‬D‫خ‬Q‫ ال‬I G‫الد‬M‫ و‬I‫ة‬M‫ت‬Q‫ي‬M‫م‬Q‫ ال‬Q‫ت‬M‫ر~م‬I‫ح‬ D‫ه‬D‫ب‬D‫ه‬G‫الل‬ M‫م‬M‫ا و‬ I‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫و‬ ‫م‬ I I‫ك‬Q‫ي‬M‫ل‬M‫ع‬ ‫م‬ ‫ق‬Q‫س‬D‫ ف‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ل‬M‫ا ذ‬M‫ل‬Q‫ز‬M‫أ‬Q‫ال‬ D‫م‬ D‫وا ب‬I‫م‬D‫س‬Q‫ق‬M‫ت‬M‫ ت‬Q‫ن‬M‫أ‬M‫ و‬D‫ ب‬l‫ى الن‬M‫ل‬M‫ع‬M‫ح‬D‫ب‬I‫اذ‬M‫م‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ت‬Q‫ي‬G‫ك‬M‫اا ذ‬G‫ل‬D‫ إ‬I‫ع‬I‫ الب‬M‫ل‬M‫ك‬M‫أ‬M‫ام‬M‫ و‬I‫ة‬M‫يح‬D‫ط‬G‫الن‬M‫و‬ Q‫س‬ I‫ص‬ M‫م‬ G‫س‬ ‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬M‫ ل‬I‫ت‬Q‫م‬M‫م‬Q‫ت‬M‫أ‬M‫ و‬Q‫م‬I‫ك‬M‫ل‬I‫ت‬Q‫ل‬M‫م‬Q‫ك‬M‫أ‬Q‫و‬M‫ي‬Q‫ ال‬Q‫و‬M‫ش‬Q‫اخ‬M‫و‬I‫ه‬Q‫و‬M‫ش‬Q‫خ‬M‫ا ت‬Q‫م‬I‫ك‬D‫ين‬D‫ د‬D‫وا م‬I‫ر‬M‫ف‬M‫ي ك‬D‫ذ‬G‫ال‬M‫س‬D‫ئ‬M‫ي‬M‫م‬Q‫و‬M‫ي‬Q‫ال‬ M‫ع‬ Q‫م‬I‫ك‬M‫ين‬D‫د‬ M‫ م‬D‫ن‬ Q‫م‬ M‫ل‬M‫ف‬ Q‫ن‬ M‫ن‬ ‫ور‬I‫ ف‬M‫ه‬G‫ الل‬G‫ن‬D‫إ‬M‫ف‬K‫م‬Q‫ث‬D‫إ‬D‫فل‬D‫ان‬M‫ج‬M‫ت‬I‫ م‬M‫ غ‬K‫ة‬M‫ص‬M‫م‬Q‫خ‬M‫ ي م‬G‫ر‬I‫ط‬Q‫ناض‬M‫م‬M‫ ف‬n‫ين‬D‫ د‬M‫ام‬M‫ ل‬D‫إ‬Q‫ال‬I‫م‬I‫ك‬M‫ل‬I‫يت‬D‫ض‬M‫ر‬M‫يو‬D‫ت‬M‫م‬Q‫ع‬D‫ن‬ M‫غ‬ K M‫ر‬Q‫ي‬ D‫ف‬ D ‫ا‬ Q‫س‬ ]3[‫يم‬D‫ح‬M‫ر‬ Diharamkan bagimu [memakan] bangkai. yang tercekik. al-Baqarah : 173] Q. Namun demikian. Dengan kata lain di luar fuqaha Malikiyah. yang jatuh. Imam alGhazali. sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Ibnu al-Jauzi. darah. darah. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Hukum aborsi yang telah diformulasikan para fuqaha di atas berlaku dalam kondisi normal. yang ditanduk. Haram mutlak. [daging hewan] yang disembelih atas nama selain Allah. daging babi dan binatang yang [ketika disembelih] disebut [nama] selain Allah. dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku. jika terjadi sebuah kondisi yang dianggap “dharurat”. ‫اد‬M‫ا ع‬M‫ل‬M‫ا و‬M‫ ب‬M‫ر‬Q‫ي‬M‫ غ‬G‫ر‬I‫ط‬Q‫ اض‬D‫ه‬G‫ الل‬D‫ر‬Q‫ي‬M‫غ‬D‫ ل‬G‫ل‬D‫ه‬I‫ أ‬M‫ و‬D‫ير‬D‫ز‬Q‫ن‬D‫خ‬Q‫ ال‬M‫م‬G‫الد‬M‫و‬M‫ة‬M‫ت‬Q‫ي‬M‫م‬Q‫ ال‬M‫ل‬M‫ع‬M‫ م‬G‫ر‬M‫اح‬M‫م‬G‫ن‬D‫إ‬ K‫غ‬ D‫ن‬M‫م‬M‫ف‬ D‫ه‬D‫ب‬ M‫ا م‬ M‫م‬Q‫ح‬M‫ل‬M‫و‬ I‫م‬I‫ك‬Q‫ي‬ ]173[ ¸‫يم‬D‫ح‬M‫ور¸ ر‬I‫ف‬M‫ غ‬M‫ه‬G‫ الل‬G‫ن‬D‫ إ‬D‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬M‫ ع‬M‫م‬Q‫ث‬D‫ا إ‬M‫ل‬M‫ف‬ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. Dan [diharamkan juga] mengundi nasib dengan anak panah.

S. h. [QS. maka yang harus dipertahankan adalah hal yang menimbulkan kerugian paling berat dengan mengorbankan kerugian yang lebih ringan”. sementara janin belum. Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer. kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. karena tubuhnya yang kurus dan rapuh. Mengenai rincian dan contoh-contoh kasus yang masuk dalam kaedah ini. Dilema kematian antara ibu dan janin dalam pandangan fuqaha dipecahkan melalui pengorbanan janin berdasarkan kaedah: ‫اذا تعرض المفسدتان رعي أعظمهما ظررا بإرتكاب اخفف الضررين‬ “Jika terjadi pergulatan antara dua hal yang sama-sama merugikan. Sementara itu. Husein Muhammad. sementara ia sendiri sedang menyusui bayinya. Q. kelahirannya dipastikan akan membahayakan jiwa ibu. Alasan lain adalah ketidakmampuan ibu menanggung beban hamil. Al-Isra’: 16] Berdasarkan ayat ini seorang janin tidak menanggung dosa ibunya. karena ibu adalah induk darimana janin berasal.99 Adapun terkait dengan aborsi di luar nikah lazimnya mempunyai mata rantai pada seks bebas. [Jakarta: Makalah Semi-Loka Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer.6-7 99 98 . karena itu tidak boleh digugurkan baik sebelum maupun sesudah takhalluq. al-Isra : 16 ]16[‫ا‬n‫ير‬D‫م‬Q‫د‬M‫ا ت‬M‫ اه‬I‫ل‬Q‫و‬M‫ق‬Q‫ا ال‬M‫ه‬Q‫ي‬M‫ل‬ M‫ن‬Q‫ر‬G‫م‬M‫د‬M‫ف‬ M‫ ع‬G‫ق‬M‫ح‬M‫ا ف‬M‫يه‬D‫ف‬ ‫وا‬I‫ق‬M‫س‬M‫ف‬M‫ا ف‬M‫ا يه‬M‫ن‬Q‫ر‬M‫م‬M‫أ‬M‫ق‬n‫ة‬M‫ي‬Q‫ ر‬Q‫ن‬M‫ا أ‬M‫ن‬Q‫د‬M‫ر‬M‫أ‬ D‫ف‬M‫ر‬Q‫ت‬I‫م‬ M‫ك‬D‫ل‬Q‫ه‬I‫ن‬ ‫ا‬M‫ذ‬D‫إ‬M‫و‬ “ Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri. dan kaedah fiqhiyah “ad-dharurat tubihu al-mahdhuraat”. Sa’id Ramadhan al-Buthi dengan tegas mengatakan bahwa aborsi untuk kasus yang demikian adalah haram mutlak.98 Diantara alasan yang sering dikemukakan fuqaha untuk membolehkan aborsi adalah keringnya air susu ibu yang disebabkan kehamilan. tetapi menarik perhatian tersendiri bagi fuqaha kontemporer. Ia mengemukakan tiga dalil sebagai berikut: 1. Tidak sedikit seks bebas mengakibatkan terjadinya kehamilan di luar nikah. maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu [supaya menta`ati Allah] tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu.2001]. dapat dilakukan sepanjang menurut penelitian medis yang dapat dipercaya. memiliki kewajiban dan hak. maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan [ketentuan Kami]. Ia tidak bersalah.Hadits Nabi “laa dharara wa laa dhiraara”. Dalam kasus-kasus seperti ini aborsi tanpa memandang usia kehamilan. Dalam pandangan fuqaha. Dalam hal ini. Namun sangat disayangkan. Karena itu ia tidak boleh dikorbankan demi menyelamatkan janin yang eksistensinya belum pasti dan belum memiliki kewajiban. Dalam keadaan demkian ia atau suaminya tidak mampu membayar air susu yang lain. Ia sudah memiliki eksistensi yang pasti. PPFNU. lihat al-Suyuthi dalam alAsybah wa an-Nazhair dalam pembahasan mengenai kaedah keempat “ad-Dharar Yuzal”. kematian ibu lebih berat daripada janin. bahwa kehamilan pra nikah akibat seks bebas tampaknya tidak terlalu menarik perhatian fuqaha klasik.

Mas’alah Tahdid al-Nasl. Oleh karena kehamilan itu sendiri disebabkan oleh perbuatan haram.. Pengecualian hanya berlaku jika si perempuan diancam dibunuh jika tidak melakukan aborsi. Berdasarkan kaedah ini ibu dari si bayi tidak boleh menggugurkan kandungannya. kealpaan dan sesuatu yang dipaksakan kepadanya”. aborsi akibat perzinahan dipandang oleh fiqh kontemporer sebagai tindak kriminal yang berkaitan erat dengan moralitas sosial [jarimah ijtima’iyah]. yakni dengan munculnya sikap permisif terhadap pergaulan bebas. barulah ia dirajam. Bahkan Imam Nawawi dalam syarah atas hadits ini menyatakan bahwa semua had.hadits mengenai perempuan Ghamidiyah yang diriwayatkan Muslim dari Buraidah ra.103 Berbeda dengan aborsi yang disebabkan oleh perzinahan.101  Bahwa hukum yang memperbolehkan aborsi di bawah 40 hari usia kehamilan berlaku untuk nikah yang sahih dan bahwa kebolehan aborsi adalah bersifat rukhsah.100 Hadits ini menunjukkan bahwa anak yang dikandung akibat zina tidak boleh digugurkan. Ketentuan hukum yang keras namun tetap ada celah untuk menempuh apa yang aslinya 100 101 Muslim. Ma’iz dirajam lebih dulu setelah empat kali membuat pengakuan zina dan meminta Rasulullah mensucikannya. demikian pula lelaki yang menghamilinya. Padahal ada kaedah fiqhiyah yang mengatakan “al-rukhas laa tunaathu bi al-ma’ashi”. Dalam kasus seperti ini aborsi diperbolehkan karena untuk menyelamatkan jiwa si ibu. h. Berbeda dengan aborsi dalam perkawinan di mana kedua orang tua punya hak atas janin. Dalam kondisi seperti ini berlaku hadits Nabi yang menyatakan: “umatku dibebaskan dari kekeliruan. [rukhsah tidak berlaku untuk perbuatan-perbuatan maksiat]. sementara hakim harus mengambil tindakan yang melindungi hak janin yang ada dalam perwaliannya sekaligus hak-hak masyarakat.. termasuk hukuman jilid.[HR. hadits ke-1695 Al-Imam an-Nawawi. Namun terhadap perempuan Ghamidiyah itu Rasul menangguhkan hukuman rajam sampai ia melahirkan anaknya dan menyapihnya. Wiqayatan wa ‘Ilajan.h.201 102 103 104 Sa’id Ramadhan al-Buthi. karena perempuan diperkosa bukan pelaku tindak pidana sehingga rukhsah aborsi berlaku.  Aborsi terhadap janin hasil hubungan di luar nikah juga bertentangan dengan kaedah “sadd adz-dzari’ah”. yang datang kepada Rasulullah dengan membawa pengakuan ia telah berzina dengan Ma’iz bin Malik dan sedang hamil karenanya.127-139 Ibid. Abu Dawud an-Nasa’i dan al-Hakim]. Thabrani.104 Apalagi perempuan tersebut hamil bukan atas kemauannya sendiri melainkan dipaksa. Syarah an-Nawawi ‘ala Sahih Muslim. Kitab al-Hudud bab Man I’tarafa ‘ala Nafsihi bi al-Zina. aborsi karena perzinaan tidak demikian.h. Hak perwalian ada di tangan hakim. Ahmad. Si ibu tidak memiliki hak syar’i atas anaknya. Aborsi untuk kasus seperti ini boleh. Juz XI.102 Demikianlah. Shahih Muslim. harus ditangguhkan ketika perempuan sedang hamil demi menjaga kehidupan janin. maka aborsi dengan sendirinya tidak diperbolehkan.  Adanya kaedah fiqhiyah yang menyatakan “tasharruf al-imam ‘ala al-ra’iyah manuthun bi al-maslahah”. karena ia secara syar’i tidak berhak atas janin tersebut.143 Ibid. Setelah si anak disapih dan diserahkan kepada orang lain. h. Formulasi hukum di atas mencerminkan ketegasan fiqh sekaligus elastisitasnya. Juz II. aborsi yang disebabkan karena perkosaan diperbolehkan jika kelahiran anak tersebut dipastikan akan membawa dampak buruk bagi jiwa dan raga si ibu di kemudian hari.159-160 . Oleh karena itu aborsi tidak diperbolehkan karena akan membawa dampak negatif bagi masyarakat secara luas.

Setelah itu. ghurrah wajib pada usia kehamilan di bawah 6 bulan. h. [Beirut: Ihya al-Turast al-Arabi]. menakut-nakuti.th]. 312 Ibnu Qudamah. Juz IX. h. Namun Imam Malik mewajibkan ghurrah tanpa memandang apakah janin sudah berbentuk atau belum. Pada titik inilah antara lain. Ada beberapa macam sanksi bagi pelaku atau penyebab aborsi sesuai dengan akibat yang ditimbulkannya: ghurrah [denda yang nilainya 5% dari diyat penuh atau senilai lima ekor unta]. t. h.180-186 Lihat Ibnu Hajar. janin sudah melewati masa mudghah [sudah terbentuk]. Ibnu Qudamah. dalam kasus perzinahan. al-Mughni. [Beirut: Dar al-Fikr. t. Dengan demikian pemikiran yang dikembangkan oleh al-Buthi di atas sebetulnya merupakan representasi dari pendirian sebagian besar fuqaha kontemporer. Juz VIII. Juz II. Jika hal-hal tersebut membuat si perempuan keguguran. h. [Riyadh: Maktabah al-Riyadh al-Haditsah. Wiqayatan wa ‘Ilajan. dan ta’zir [hukuman atas pertimbangan hakim]. 391 107 108 Ibnu Rusyd. asalkan janin sudah melewati masa mudghah. Ghurrah berlaku jika aborsi telah memenuhi lima syarat yakni: adanya tindakan tertentu yang menyebabkan janin gugur. Jumhur ulama mengatakan ghurrah wajib tanpa memandang usia janin.diharamkan ketika terjadi benturan dua kemudharatan merupakan salah satu pola pemikiran yang khas dalam fiqh. Mughni al-Muhtaj. bahkan membuat si hamil terpesona.th]. Bidayah al-Mujtahid. dan orang tua janin bukan kafir harbi kedua-duanya.41 . Orang yang terkena hukuman itu bisa ibu si janin sendiri dan bisa juga orang lain. Satu hal yang perlu dicatat di sini. [Cairo: Musthafa Muhammad. diyat [tebusan]. pelaku atau penyebab aborsi dikenakan diyat penuh. Juz VIII.105 Yang dimaksud tindakan di sini adalah semua hal yang bisa menjadi penyebab keguguran. Tuhfah al-Muhtaj.108 Diyat penuh juga berlaku jika janin yang sudah diketahui hidup di rahim ibunya terbunuh karena tindak kriminal terhadap ibunya dan bukan dimaksudkan untuk membunuh janin itu sendiri. [] B. kontroversi dengan kalangan aktivis “pro-choice” terjadi.106 Para ulama berbeda pendapat mengenai kapan usia janin yang gugur mewajibkan ghurrah. mengancam. membiarkan kelaparan. menyebarkan bau busuk. janin keluar dalam keadaan meninggal. janin gugur setelah terjadinya tindakan tertentu. kifarah [ganti rugi]. h. Akibat Hukum Aborsi Pelaku aborsi atau penyebab keguguran dalam fiqh Islam dikenakan hukuman. al-Syarbini. Mas’alah Tahdid al-Nasl. Ini adalah pendapat jumhur. mengejutkan. Juz IV. maka pelaku atau penyebab keguguran mesti membayar ghurrah tanpa melihat apokah tindakan itu disengaja atau tidak. t. Namun jika tindakan itu memang dimaksudkan 105 106 Sa’id Ramadhan al-Buthi. al-Mughni. menghina. Misalnya.103.107 Ulama Hanabilah memberikan tafshil.th].39. h. berteriak keras. termasuk ucapan. Itu bisa dimengerti karena fiqh diformulasikan untuk menjamin tercapainya maqashid al-Syari’ah yang dalam konteks ini adalah hifdz al-nafs dan hifdz al-‘irdh. Hak ibu yang mengandung justru tidak mendapatkan tempat sama sekali. pendekatan hukum aborsi dalam fiqh dilakukan dengan mengedepankan hak janin dan hak masyarakat.

embrio baru bisa disebut sebagai person atau makhluk insani. Satu hari. Sebaliknya mengembalikan seluruh sel yang dibuahi ke rahim ibu juga tidak mungkin dan memperbesar resiko kegagalan. Jika kehidupan dimulai dari saat pembuahan. hanya beberapa yang dikembalikan ke rahim ibunya. [Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum. Jika melihat KUHP itu sendiri. Namun tidak termasuk dalam hal ini jika sang janin sudah tidak hidup ketika masih dalam rahim ibu. Ibid. Setelah pembuahan.130-131 .ke-1.111 Perbedaan pandangan mengenai kapan kehidupan di mulai ini berakibat pada perbedaan tafsir mengenai ketentuan yang diatur dalam KUHP dan UU Kesehatan. karena bayi tabung diproses melalui pengambilan beberapa [7-10] sel telur yang kemudian dibuahi oleh sperma suaminya di laboratorium. karena ada janin yang dikeluarkan secara paksa. maupun empat bulan sama saja. lihat juga al-Syarbini. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. Ini dipengaruhi oleh pandangan Kristiani yang berkembang di Barat saat itu.403. Dalam lafal sumpah dokter yang disusun oleh World Medical Association tahun 1948. Mughni al-Muhtaj. Ketika tekhnologi bayi tabung ditemukan tahun 1979. h. sedang yang lain disimpan atau dimusnahkan.. Persatuan Dokter Spesialis Kebidanan se-Dunia dalam perkembangannya menetapkan bahwa kehidupan dimulai sejak sel telur yang dibuahi menempel di dinding rahim. Demikian pendapat ulama Syafi’iyah dan Hanabilah. Dengan demikian secara implisit berarti tindak pidana ini dilakukan terhadap korban yang berada “in rerum natura” atau berada dalam keadaan “in being” yang berarti pula bahwa ia harus berada dalam keadaan hidup. yaitu lipatan ke dalam yang terbentuk pada zygote [hasil pertautan sel telur dan sperma] saat berusia empat minggu. pasal mengenai pengguguran kandungan dimasukkan ke dalam bab menangani “kejahatan terhadap nyawa”.105 Harkristuti Harkrisnowo. 347. disebutkan bahwa dokter harus menghormati kehidupan insani sejak saat pembuahan sel sperma. h.109 C. satu bulan. Dilema bayi tabung terselesaikan. 1998]. h. Dari sudut agama. h.5 111 Kartono Muhammad.untuk mencelakai si janin itu sendiri.110 Di sini persoalan menjadi terkait dengan kapan janin mulai dianggap sebagai makhluk bernyawa. Dalam KUHP. kontroversi mengenai hal ini telah dijelaskan. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. Dalam KUHP ada beberapa ketentuan yang mengatur aborsi yakni pasal 346. Juz IV. Namun hasil penelitian Norman F. Cet. Dilema ini kemudian dipecahkan oleh sebuah keputusan di Venesia tahun 1983 yang intinya dokter menghormati kehidupan sejak kehidupan itu dimulai. sumpah dokter di atas menimbulkan dilema. maka memusnahkan sel-sel yang tersisa adalah pembunuhan. 349 dan 350 109 110 Ibnu Qudamah. Ford kemudian menunjukkan bahwa kehidupan dimulai setelah pembentukan primitive streak. Pada saat itulah menurut Ford. Aborsi dalam Spektrum Hukum Positif dann Hukum Islam Masalah aborsi dibahas dalam KUHP dan UU no. 348. usia kandungan tidak menjadi persoalan hukum. maka pelakukanya wajib membayar kifarat. Dalam dunia kedokteran hal yang sama juga terjadi.

bidan atau ahli obat membantu kejahatan dalam pasal 347 dan 348. Ditambahkan dalam ayat 2. apabila dilakukan dengan izin perempuan itu. Pasal 347 berunsurkan: a] barang siapa b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan d] tidak diizinkan oleh perempuan itu e] dihukum penjara selama-lamanya dua belas tahun. jika karena itu perempuan mati. Menggugurkan kandungan yang sudah mati. Pasal 350: pada waktu menjatuhkan hukuman karena makar mati. [doodslag] pembunuhan direncanakan [moord] atau karena salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 344. maka bagi mereka hukumannya ditambah dengan sepertiganya dan dapat dipecat dari jabatannya [pasal 349]. 2. 5. Pasal 346 KUHP berunsurkan sebagai berikut: a] perempuan b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya d] menyuruh orang lain untuk itu e] dihukum penjara selama-lamanya empat tahun.  Orang yang sengaja menggugurkan atau membunuh kandungan seorang perempuan dengan tidak izin perempuan itu dihukum menurut pasal 347. 347. baik dengan obat yang diminum. tidak dihukum. Hal ini karena ketidakjelasan identitas mereka di samping para terdakwa tidak mau .  Jika seorang tabib. dapat dijatuhkan hukuman mencabut hak yang tersabut dalam pasal 35 No. Pasal 348 berunsurkan: a] barang siapa b] dengan sengaja c] menyebabkan gugur atau mati kandungannya seorang perempuan d] dengan izin perempuan itu e] dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan. jika karena perbuatan itu perempuan mati maka dia dihukum penjara selamalamanya lima belas tahun. demikian pula tidak dihukum orang yang untuk membatasi kelahiran anak mencegah terjadinya hamil [Maltthusianisme]. 347 dan 348. yang disebut tindak pidana hanyalah yang berupa “menyebabkan gugur atau mati kandungan” yang berarti: 1. Sebaliknya apabila dokter dan sebagainya itu menggugurkan atau membunuh kandungan untuk menolong jiwa perempuan. Pasal 349 secara spesifik menentukan sanksi pidana bagi mereka yang melakukan aborsi dalam kerangka profesi mereka yakni membantu salah satu kejahatan yang tersebut dalam pasal 346. 3.1-5 Dari rumusan yang ada.  Perempuan yang sengaja menggugurkan atau membunuh kandungannya atau suruhan orang lain untuk itu. dikenakan pasal ini.  Cara menggugurkan atau membunuh kandungan itu rupa-rupa. sedangkan si perempuan sendiri lolos dari jeratan hukum. maupun dengan alat-alat yang dimasukkan melalui anggota kemaluan.1. dikenakan pasal 348. 2. tidak dihukum. tidak mempermasalahkan cara melakukannya Dalam praktek yang diajukan ke pengadilan pada umumnya adalah orang yang menggugurkan kandungan. tidak mempermasalahkan usia kandungan. 4. atau menjaga kesehatannya. maka dia dihukum penjara selamalamanya tujuh tahun. Ditambahkan dalam ayat 2. maka hukumannya dapat ditambah sepertiga dari yang terdapat dalam ketentuan yang dilanggar dan dapat dipecat dari jabatannya yang digunakan untuk melakukan kejahatan tersebut. dan 348.

memberikan kesaksian yang justru memberatkan mereka jika ia mengungkap identitas orang yang digugurkan kandungannya. 4.[] 112 113 114 Harkristuti Harkrisnowo.113 Dari Pasal di atas seakan-akan UU ini memperbolehkan pengguguran kandungan dengan alasan tertentu. h. Namun keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu. namun tidak jelas apakah aborsi termasuk salah satu tindakan yang diperbolehkan. h. Apalagi kalimat terakhir menyebutkan “untuk menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin” yang sudah pasti bukan tindakan aborsi. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya.65-66 .114 Di sini terasa ada keragu-raguan pemerintah Indonesia dalam menghadapi masalah aborsi. (2) Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat [1] hanya dapat dilakukan: 1. 23 tahun 1992.” Bagi beberapa orang. yakni: ”Tindakan medis dalam bentuk pengguguran kandungan dengan alasan apapun dilarang karena bertentangan dengan norma hukum. 3. Ini semua menyebabkan aborsi menjadi “dark number of crime” sampai sekarang. Alasan medis memang dikemukakan dalam konteks menjaga nilai-nilai moral. sebab pada kalimat awal ditegaskan bahwa pengguguran kandungan atas alasan apapun dilarang. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi.6-8 Syafiq Hasyim [ed]. Namun UU ini juga menimbulkan kebingungan penafsiran. Akan tetapi penjelasan pasal ini merumuskan suatu hal yang membingungkan. Menakar “Harga” Perempuan. ketentuan mengenai aborsi juga terdapat dalam UU Kesehatan No. Pada sarana kesehatan tertentu. jika itu dipandang sebagai tindakan darurat. berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut. Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggung jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli. Yang boleh diambil adalah “tindakan medis tertentu”. apalagi memberi ruang bagi ibu untuk melakukan aborsi karena mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. karena aborsi tidak pernah menyelamatkan jiwa janin. norma kesusilaan dan norma kesopanan. 2. Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum.112 Selain KUHP. Lebih dari itu dalam perundang-undangan yang ada tidak tercantum dictum yang menyatakan persyaratan aborsi. h.276-277 Dr. “tindakan medis tertentu” diartikan sebagai aborsi. tetapi di sisi lain pemerintah atau pengadilan bisa saja menafsirkannya sebagai tindakan selain aborsi. Dalam pasal 15 dinyatakan: (1) Dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan jiwa ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu. norma agama. Kartono Muhammad.

h. toh praktek aborsi 115 Ibid. 3. jumlah anak yang terlalu banyak. berstatus janda yang hamil di luar nikah.115 Sementara itu. takut pada orang tua. Namun demikian Islam mempunyai corak hukum yang lebih fleksibel. Berbagai perangkat hukum. 5 . atau karena berstatus sebagai isteri kedua dan suaminya tidak menginginkan kehadiran anak dari dia.  Pada perempuan yang sudah menikah. dan berstatus sebagai simpanan seseorang dan dilarang hamil oleh pasangannya. dari uraian di atas mendorong penulis untuk menyatakan beberapa hal berikut ini: 1. faktor sosial ekonomi [tidak sanggup lagi membiayai anak-anaknya dan khawatir masa depan anak tidak terjamin]. Sekalipun secara moral-ideal dan legal-formal aborsi dilarang. khususnya Islam. Dari perspektif agama-agama samawai. alasan medis. termasuk sanksisanksi hukum dirumuskan untuk melindungi kehidupan makhluk bernyawa yang bernama janin ini. alasan melakukan aborsi di antaranya karena masih berusia remaja.BAGIAN KE-LIMA TELA’AH TENTANG ABORSI Bertitik tolak dari data pada paparan di atas. aborsi pada dasarnya adalah tindakan yang dilarang. sedang dalam proses perceraian dengan suami. tampak bahwa dasar pelarangan aborsi adalah penghormatan kepada kehidupan. khususnya kepada yang bernyawa.. Melihat perdebatan yang terjadi. terlalu tua untuk melahirkan. baik dari kalangan agama maupun medis. pacar tidak mau bertanggung jawab. Satu hal yang penting untuk dicatat adalah bahwa nilai-nilai moral yang mendasari seluruh bangunan hukum tentang aborsi –baik hukum agama maupun hukum negaraternyata mengalami kesulitan penerapan dan perbenturan di tingkat lapangan. baik dalam Islam maupun dalam hukum positif. 2. Sayangnya sampai kini persoalan kapan kehidupan dimulai masih menjadi sesuatu yang diperdebatkan oleh para ahli. dapat disimpulkan bahwa banyak alasan yang mengakibatkan perempuan melakukan aborsi. jarak kelahiran yang terlalu rapat. sehingga banyak variable yang dipertimbangkan dalam proses penentuan hukum aborsi. Alasan tersebut ialah:  Pada perempuan yang belum atau tidak menikah. alasannya antara lain karena kegagalan alat kontrasepsi.

Wiqayatan wa ‘Ilajan. 1994 al-Ghazali. E. mensosialisasikan sikap bisa menerima anak yang lahir dari kehamilan yang tidak dikehendaki. atau bahkan satusatunya.fiqh Islam tidak memasukkan agenda hak-hak reproduksi perempuan –dalam hal ini hak untuk memutuskan hamil atau tidak dan hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi yang amandalam konsideran hukumnya.Rom al-Buthi. Bila pilihan “pro-life” merupakan pilihan terbaik. CD. 1998 al-Bukhari. bahwa aborsi yang dilakukan oleh pasangan yang diluar nikah dalam Islam menurut pendapat para Imam adalah "haram mutlak". menyiapkan sikap mental dan sosial masyarakat agar tidak mau melakukan aborsi. Major Legal Systems in The World Today. 5. Maktabah al-Farabi. Juz II. Ibnu. [] DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an al-Karim Abidin. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. 4. Kenyataannya. Ini semua menunjukkan bahwa pendekatan terhadap masalah aborsi semata-mata dari sudut moral dan hukum tidak cukup. Di tengah dilema antara nilai moral dan tuntutan kebebasan perempuan untuk menjalankan hak-hak reproduksinya [pro-choice] seperti yang terjadi sekarang. 1983 . al-Imam. Beirut: Dar al-Fikr. dan membuat sistem sosial yang siap dengan segala resiko pilihan sikap “pro-life”. baik hukum positif maupun –terutama. sudah saatnya agama Islam menyatakan pendirian yang tegas dengan segala konsekuensinya. Juz II. Mas’alah Tahdid al-Nasl. Ihya ‘Ulum al-Din. 1979 Adrina dkk. Hak-Hak Reproduksi Perempuan yang Terpasung. Syiria. Sa’id Ramadhan. maka Islam juga perlu mempersiapkan berbagai perangkat yang mendukung tersosialisasikannya pilihan itu di tengah masyarakat.. Beirut: Dar al-Ma’rifah. Brierly. J. sebab ambiguitas seperti ini terbukti tidak menyelesaikan persoalan. Dalam kasus tertentu bahkan hak perempuan ini dinafikan sama sekali. Aborsi juga signifikan menyumbang angka kematian ibu akibat proses reproduksi yang tidak aman. Agama dan hukum tidak boleh ambigu. Shahih Bukhari. Misalnya. 19 Ensiklopedi Islam. Sementara itu dalam kasus yang sudah pasangan yang sudah menikah hukum yang berlaku adalah "kondisional" dalam artian tergantung situasi yang berlaku tersebut. 2000 David. (London: 1968). 6. al-Radd al-Mukhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar. h. Oleh karen itu menjadi bisa dimengerti jika suara yang menginginkan diberikannya hak ini kepada perempuan kian hari kian nyaring terdengar. Dari semua ketentan diatas. R. Jakarta: Ikhtiyar Baru Van Hoeve.menunjukkan angka yang cukup tinggi. C.

2001 al-Nawawi. Jawa Pos Press: 2004. Jaad al-Haq ‘Ali Jaad. Syarah an-Nawawi ‘ala Sahih Muslim.. t. Cet. Harkristuti. Juz II. Husein. CET. (ed). Juz VIII. Makalah. al-Imam.th Harkrisnowo. Ibnu. Syafiq. t. 2001 Hasan. Juz IX. Tuhfah al-Muhtaj. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Surabaya. Ensiklopedi Al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Suci. Ibnu. ke-1 Habsjah.ke-1 Muhammad. Masail Fiqhiyah al-Haditsah pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. Cet. Makalah. al-Mughni. Al-Mujaz fi Ushul al-Fiqh. 1992 Muhammad. Cairo: Universitas alAzhar. Juz XI. Abdul Jalil. .th al-Qaransyawi. Jakarta: Balai Pustaka. Cairo: Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar. Ahkam al-Syari’ah al-Islamiyah fi Masa’il Thibbiyyah ‘an al-Amradh al-Nisa’iyyah wa Shihhah al-Injabiyyah. “Aborsi dalam Perspektif Fiqh Kontemporer”. Jakarta: PPFNU. 1995. PPFNU. Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah. (Jakarta: Penerbit PARAMADINA. M. Dari The Crisis of Islam: Holy War and Unholy Terror. 1992 Muslim. 2002 .Hasyim. Cet. Menakar “Harga” Perempuan. Beirut: Dar al-Fikr. Kontradiksi dalam Kesehatan Reproduksi. Kartono. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Bernard. Hans. 1998. Attashendartini. Masyhuri.(CET. Jakarta: PPFNU. 1. New York: Doubleday.. Ali. Cet. Bandung: Mizan. 1965. 1997 Hajar. al-Muhalla. t. Makalah. “Fakta-Fakta Aborsi”. Jakarta:. Theology of The Third Millenium.ke-2 Rahardjo. Islam dalam Krisis: Antara Perang Suci dan Teror Kotor. terj. 2. Aziz. dkk. Makalah. “Aborsi ditinjau dari Perspektif Hukum”. Cairo: Musthafa Muhammad. A. 2000 Hazm. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Sahih Muslim.th Kung. Riyadh: Maktabah al-Riyadh al-Haditsah. “Abortus Menurut Hukum Islam”. 1988 Lewis. ke-2 Qudamah. 1999.Dawam. Surabaya: PWNU. Ibnu. Juz XI Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia Depdikbud RI. 1998 al-Haq.

Juz II. Islam dan Keluarga Berencana di Indonesia. t. Aktivitas kesehariannya sekarang selain kepala lembaga Penelitian. Jombang selama enam tahun ( 1966 – 1971 ). Surabaya: Bina Ilmu. Mahmud.Robertson. Ibnu. Pendidikan Dasarnya dia lalui di MI Bulurejo tamat pada tahun 1965. al-Syarbini. Istibsjaroh. Jakarta: CV. Pendidikan menengahnya. Kediri. dan MA ditempuh di sebuah Pesantren Putri “Walisongo” Cukir.Kediri.1994 sempat menjadi guru Madrasah Aliyah di Purwoasri .M. Al-Islâm: ‘Aqîdah wa Syarîah. Juz IV. LPTQ Jawa Timur dan Majlis Ulama Jawa Timur.. Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang. Dr. Beirut: Dar al-Fikr.1997 dan 1997 – 1999 ) .. ke-3 Zuhdi. (Kairo: Dâr al-Syurûq. Mongomery. ia juga sebagai salah satu Pengasuh Pondok Pesantren “Al. Di luar kegiatan akademik ia aktif di Muslimat NU Wilayah Jawa-Timur. Zaimuddin Badrus Sholeh ini juga pernah menjadi anggota fraksi Karya Pembangunan di DPRD II Kab. Beirut: Ihya al-Turast al-Arabi Watt. ia juga menjadi Tenaga Edukatif di Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel Surabaya serta aktif di Pusat Studi Jender di tempat ia mengajar.th Syalthut. Cairo: Dar al-Syuruq. SH.th al-Ramli. Hj. 1986 BIOGRAFI PENULIS Prof.Program doktornya ia peroleh di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2004. W. 1995. Jawa Timur pada 19 September 1955. isteri dari KH. Selama dua periode ( 1992 . Bidayah al-Mujtahid. Pada tahun 1971-1975 menempuh pendidikan guna memperoleh gelar sarjana muda di Universitas Hasyim Asy’ari Jombang.. Mughni al-Muhtaj. MTs.Hikmah” Purwoasri Kediri tempat ia dan keluarganya tinggal .Juli 2005 ia menjadi Guru Besar bidang ilmu Tafsir di Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Dra. Masyfuk. Program doktoralnya ia selesaikan pada tahun 1979 di Fak.. Juz VIII.Ag.Roland. Rusyd. 1989. Ia juga memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Darul Ulum Jombang pada tahun 1997. Dr. t. Zuhdi. Prof. Cet. 1987. Edindurgh: Edinburgh University. 2001). al-Imam. Yang terakhir. Masyfuk. Gelar Magister Agama ia peroleh di Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2000. Agama: Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis terj. Dalam rentang waktu antara 1979 . Nihayah al-Muhtaj. Haji Masagung. dari Sociology of Religion oleh Ahmad Fedyani Saifuddin. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. ed. Ibu dari enam orang anak ( lima putri dan satu putra ) ini dilahirkan di Jombang. Islamic Political Thought.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful